Skip to main content

Edisi Kamis 22 Agustus 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

16 HALAMAN

NOMOR 6 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Kamis Wage, 22 Agustus 2019 Gangguan Layanan PDAM

balipost http://facebook.com/balipost

Dewan ‘’Ramai-ramai’’ Terbang ke Jakarta

Kemarau panjang menyebabkan debit air dari sumber mata air di Kabupaten Tabanan yang disalurkan PDAM untuk masyarakat mengalami penurunan rata-rata 20 persen. Akibatnya, distribusi air bersih PDAM ke enam desa di Kecamatan Selemadeg Timur terganggu. Jumlah pelanggan PDAM yang terdampak diperkirakan 4.000 lebih.

DPRD Buleleng periode 2019-2024 sudah dilantik, Kamis (15/8) lalu. Setelah pelantikan, dewan ‘’anyar’’ ini melaksanakan rapat kerja internal. Selasa (20/8) lalu 45 orang anggota dewan ‘’ramai-ramai’’ terbang ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta. Dalam rangka apa?

BULELENG | HAL. 8

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Proyek Hotel Uruk Sempadan Sungai Dinas Perizinan, Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPPMPSP) Gianyar meninjau pembangunan hotel di pinggir Sungai Ayung, Desa Kedewatan, Ubud, Rabu (21/8) kemarin. Peninjauan ini dilakukan lantaran beredar informasi di masyarakat, pengerjaan proyek akomodasi wisata tersebut diduga sampai menguruk sempadan Sungai Ayung.

GIANYAR | HAL. 9

TABANAN | HAL. 7

PEMPROV BALI DAN PLN TANDA TANGANI MOU ENERGI BERSIH

ENERGI BERSIH - Gubernur Bali Wayan Koster dan Plt. Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani usai menandatangani perjanjian kerja sama tentang penguatan sistem ketenagalistrikan dengan pemanfaatan energi bersih di Bali, disaksikan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

PT PLN (Persero) dengan Pemprov Bali menjalin kerja sama untuk mewujudkan kemandirian energi dengan menggunakan energi bersih dan penguatan sistem ketenagalistrikan di Bali. Hal itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Plt. Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (21/8) kemarin. Penandatanganan perjanjian kerja sama ini bahkan disaksikan langsung oleh Menteri ESDM RI Ignasius Jonan sebagai bentuk dukungan Kementerian ESDM terhadap PLN dan Pemprov Bali. ‘’Ini merupakan komitmen di high level bahwa PLN itu mendukung program Pak Gubernur untuk clean energy,’’ ujar Sripeni Inten Cahyani. Terlebih, lanjut Sripeni, Menteri Jonan juga mengapresiasi program Gubernur Bali itu karena jarang ada kepala daerah yang memiliki perhatian sangat tinggi terhadap energi bersih. Gubernur bahkan sudah merancang peraturan untuk menerapkan energi bersih, yang salah satunya meminta pembangkit listrik dengan bahan bakar batu bara agar diganti menjadi gas. ‘’Di PLN grup ini kan ada

Indonesia Power yang mengelola pembangkitnya, yang di Denpasar sudah sebagian besar kami convert ke gas. Tinggal beberapa masih pakai MFO (Marine Fuel Oil - red),’’ paparnya.

”Manusia dan alamnya bersih, budayanya terjaga dengan baik. Itulah yang kita sebut Bali Era Baru.” Wayan Koster Gubernur Bali Sripeni juga menyampaikan gambaran umum mengenai kondisi penyediaan listrik di Bali. Beban puncak sistem tenaga listrik tertinggi di Bali terjadi pada Februari 2018 sebesar 900,1 MW. Sementara kelistrikan di Bali memiliki daya mampu 1.320 MW yang dipasok dari PLTU Celukan Bawang sebesar 380 MW, kabel laut Jawa-Bali 400 MW, PLTDG Pesanggaran 182 MW, PLTG Pesanggaran 22 MW, dan pembangkit BBM 336 MW.

Kerja sama dengan Pemprov Bali dilakukan bukan hanya untuk mencapai target dari pemerintah terhadap bauran energi secara nasional dari EBT sebesar 23 persen pada 2025. ‘’Namun melalui kerja sama ini, PLN juga akan mensinergikan perencanaan penyediaan tenaga listrik PLN dengan kebijakan Pemprov Bali serta siap meningkatkan keandalan pasokan listrik di Bali dengan pembangunan Jawa Bali Connection untuk mendukung kesiapan sistem dalam menerima pembangkit EBT yang ada di Bali,’’ jelasnya. Sripeni berharap penandatanganan perjanjian kerja sama dapat ditindaklanjuti dengan pembangunan JBC 500 kV, usulan pengembangan pembangkit masuk di dalam RUPTL, rencana pengembangan dan pembangunan infrastruktur hub LNG dan terminal LNG, peningkatan pasar kendaraan listrik dan kompor listrik, peningkatan kapasitas jaringan listrik menuju jaringan cerdas pembangunan pembangkit energi bersih, dan penerapan tarif khusus untuk biaya pemanfaatan energi bersih sesuai dengan peraturan PLN dan peraturan perundangan yang berlaku. Hal. 15 Siapkan Skenario

Kobarkan Seruan Damai Papua Jakarta (Bali) – Kondisi di Papua dan Papua Barat masih belum sepenuhnya damai. Aksi massa masih terjadi di beberapa wilayah. Untuk itu seruan damai masih terus digemakan. Sejumlah pihak melakukan upaya mendamaikan masyarakat Papua yang masih terluka akibat sikap rasisme dan perlakuan terhadap anakanak Papua di sejumlah wilayah.

NOTA KESEPAHAMAN - Pimpinan KPK-RI Basaria Panjaitan didampingi Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan keterangan kepada wartawan usai menandatangani nota kesepahaman tentang optimalisasi penerimaan pajak pusat dan pajak daerah, serta pemetaan tanah aset daerah.

KPK Minta Pemprov Bali Tegas Soal Tanah Aset Daerah Denpasar (Bali Post) Pemprov Bali dan pemerintah kabupaten/kota se-Bali menandatangani nota kesepahaman dengan Kejaksaan, Dirjen Pajak, Badan Pertanahan Nasional, Dirjen Kekayaan Negara, dan Bank BPD Bali di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (21/8) kemarin. Menariknya, penandatanganan nota kesepahaman ini disaksikan langsung oleh Pimpinan KPK-RI Basaria Panjaitan. Basaria berharap seluruh kepala daerah di bawah kepemimpinan gubernur bisa melaksanakan apa yang sudah mereka tanda tangani. Seperti Pemprov Bali khususnya yang menandatangani nota kesepahaman dengan Kanwil Dirjen Pajak Bali terkait optimalisasi penerimaan pajak pusat dan pajak daerah, serta dengan Kanwil Badan Pertanahan Nasional Provinsi Bali tentang pemetaan tanah yang telah bersertifikat dan pensertifikatan atas tanah penguasaan Pemprov Bali, serta penanganan permasalahan tanah aset Pemprov. ‘’Jadi ada dua hal yang penting hari ini, yaitu berbicara tentang bagaimana mengoptimalkan pendapatan pajak daerah, itu yang paling utama dulu,’’ ujarnya. Kedua, lanjut Basaria, semua kepala daerah di Bali juga diharapkan memiliki kepedulian terhadap kekayaankekayaan yang dimiliki atau manajemen aset. Hal. 15 Selalu Mendampingi

’’Dihantui’’ Kemarau NTP Bali Justru Naik

Musim kemarau yang menghantui Bali sesuai prediksi BMKG Wilayah III Denpasar terjadi mulai April dan puncaknya pada Agustus 2019, tampaknya belum berdampak negatif pada kondisi nilai tukar petani (NTP) di Bali. Dari catatan BPS Bali, NTP yang juga jadi cerminan tingkat kesejahteraan petani ini justru mengalami kenaikan.

www.bisnisbali.com

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Wiranto berangkat ke Papua untuk mengobarkan rasa empati dan rasa kedamaian kepada masyarakat Papua. ‘’Saya ke Papua juga mengobarkan rasa empati, rasa kedamaian, ajak lagi ayo kita bersatu sebagai bangsa. Yang rugi siapa kalau kita bertengkar, yang rugi kita kok,’’ kata Wiranto usai Rakor Tingkat Menteri yang membahas Persiapan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (21/8) kemarin. Menurutnya, persaingan yang ada bukan antara sesama anak bangsa, antarsuku dan lainnya. Namun, masyarakat Indonesia harus bersatu dan bersama-sama menghadapi persaingan. ‘’Persaingan kita bukan an-

tarkita bukan antarsuku. Kita sudah menyatu sejak 28 Oktober 1928, sudah bersatu, berikrar, bersumpah dan itu sumpah setia, sampai sekarang itu harus kita rawat,’’ kata Wiranto. Ia mengaku tidak suka melihat anak-anak bangsa justru memanasi situasi yang sudah berjalan kondusif dengan menyebar berita hoaks dan membuat berita viral yang negatif. ‘’Jangan dikompor-kompori lagi, ya. Sudah selesai masalahnya, ada kesalahpahaman, sudah ada minta maaf tinggal diterima maafnya sampaikan kepada masyarakat, kita kembali bersatu sebagai bangsa. Kalau masing-masing emosi ya, seperti anda sekalian juga jangan mengobarkan emosi itu, tapi mengobarkan kesabaran kedamaian,’’ katanya. Hal. 15 Tidak Terpengaruh

SISA KEBAKARAN - Warga binaan membersihkan sisa kebakaran di kantor Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sorong, Papua Barat, Rabu (21/8) kemarin. Kondisi Kota Sorong telah kondusif dan aktivitas warga telah normal pascakerusuhan. Seruan Damai Papua terus dikobarkan.

Komit terhadap Energi Bersih

Menteri ESDM Puji Gubernur Koster MENTERI ESDM RI Ignasius Jonan mengagumi semangat renewable dari Gubernur Bali Wayan Koster. Menurutnya, jarang ada kepala daerah yang memiliki perhatian sangat tinggi terhadap energi bersih. Oleh karena itu, pihaknya berharap Bali bisa merealisasikan 50 persen bauran energi dari EBT (Energi Baru dan Terbarukan) di tahun 2025. Artinya, bisa melebihi target secara nasional di tahun 2025 sebesar 23 persen. ‘’Sesuai dengan Paris Agreement 2015, pemerintah Indonesia itu mendukung dan berkomitmen 23 persen dari bauran energi, baik untuk kelistrikan maupun bahan bakar itu berasal dari energi yang terbarukan. Nah, Gubernur Bali ini sangat mendukung makanya saya sih sangat berharap Ggubernur bisa merealisasikan 50 persenlah di 2025,’’ ujarnya usai menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Bali dengan PT PLN (Persero) terkait Penguatan Sistem Ketenagalistrikan dengan Pemanfaatan Energi Bersih di Provinsi Bali, di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (21/8) kemarin. Hal. 15 Kendaraan Listrik


Kamis Wage, 22 Agustus 2019

FIGUR Entaskan Kemiskinan

KEMISKINAN merupakan satu dari sekian banyak permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh semua negara. Tak terkecuali Indonesia. Namun, melihat segala macam potensi yang dimiliki, seperti kekayaan alam, fisik maupun sumber daya lainnya sungguh tak elok rasanya negara ini masih belum mampu mengatasi masalah yang sangat fundamental dirasakan oleh rakyatnya setelah 74 tahun merasakan kemerdekaan. Provinsi Bali, satu dari 34 provinsi yang ada di Indonesia tak luput dari permasalahan tersebut. Minimnya akses pendidikan serta belum sinkronnya model pembangunan yang pro poor, pro growth, pro job, dianggap masih menjadi dalil utama penyebab kemiskinan di Pulau Dewata. Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis dan Pariwisata Universitas Hindu Indonesia Denpasar Putu Krisna Adwitya Sanjaya, S.E., M.Si. mengatakan hal itu, Rabu (21/8) kemarin. Dikatakan, gemerincing dolar yang dihasilkan oleh sektor pariwisata Bali belum sepenuhnya mampu membawa angin segar bagi masyarakatnya. Hal ini karena pendapatan dari sektor ini justru ‘’menguap’’ keluar akibat pacuan produksi industri skala besar yang didominasi dari luar. ‘’Hal ini tentu saja tidak membawa efek turunan atau multiplier effect dari pertumbuhan pariwisata akibat capital flight tersebut, sehingga menyebabkan gemerincing dolar belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat lokal,’’ tegasnya. Oleh karena itu, perlu grand design yang riil untuk mengatasi permasalahan tersebut. Paling tidak pemerintah perlu secara holistik memetakan masalah kemiskinan yang memusatkan kepada lima strategi pengentasan kemiskinan. Di antaranya, men- ciptakan peluang kerja (creating opportunity), mengembangkan kemampuan (capacity building), memberdayakan masyarakat (community empowerment), menciptakan perlindungan sosial (social protection), dan penguatan lembaga ekonomi komunitas adat. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi memang penting. Tapi yang lebih penting adalah pemerataannya. Masyarakat perlu dilibatkan di dalamnya secara aktif, dan diperlukan kesungguhan serta komitmen bersama untuk mengentaskan masalah kemiskinan. ‘’Jangan lagi menjadikan isu kemiskinan sebagai jargon untuk kepentingan belaka tanpa ada tindakan nyata yang komprehensif untuk mengentaskannya,’’ tegasnya. (win)

Bali Post/eka

JUKUNG - Puluhan nelayan mengikuti lomba jukung di Pantai Segara Ayu, Sanur, Rabu (21/8) kemarin.

25 Nelayan Ikuti Lomba Jukung SVF Denpasar (Bali Post) – Berbagai kegiatan dilakukan serangkaian Sanur Village Festival. Sebelum dibuka secara resmi pada malam harinya, Rabu (21/8) pagi kemarin digelar lomba jukung. Setidaknya 25 jukung milik nelayan di kawasan Sanur ikut bersaing menyusuri perairan Laut Segara Ayu, sepanjang 15 kilometer. Lomba ini

sedikit molor dari jadwal semula karena air laut sempat surut di pagi harinya. Salah seorang peserta, I Wayan Suwena, mengaku ikut lomba jukung bersama 24 rekannya yang biasanya mangkal di kawasan itu. Bahkan dirinya menurunkan dua jukung dalam kegiatan kali ini. Lomba jukung ini setiap tahun

selalu menjadi perhatian warga sekitar dan wisatawan. Jukung tersebut dilengkapi layar warna-warni sehingga sangat menarik untuk menjadi objek foto. Tidak sedikit wisatawan menjadikan jukung dengan layar aneka warna ini sebagai latar untuk berswafoto. Ketua Panitia yang juga Ketua Persatuan Jukung Penambang Dewi

Satayujanagandhi Sanur I Wayan Jelantik mengatakan, para peserta melewati rute Pantai Segara, Loloan Taman, Tower Mertasari, dan kembali ke Pantai Segara. Lomba ini dimaksudkan untuk mempertahankan eksistensi jukung layar atau perahu layar yang kini hanya ada di Sanur. Apalagi maskot dari Sanur Village Festival yakni jukung layar. (kmb12)

Kepastian Anggaran Pilkada Serentak KPPAD Bali Sayangkan Mucikari Dituntut dengan Tunggu Penandatanganan NPHD Pasal Eksploitasi Anak Denpasar (Bali Post) Tuntutan dari jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi Denpasar terhadap dua terdakwa yang disebut sebagai mucikari, disayangkan Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Bali. Pasalnya, mereka dituntut dengan menggunakan pasal eksploitasi anak sesuai dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman tujuh tahun. Divisi Hukum dan Advokasi KPPAD Bali Ni Luh Gede Yastini mengatakan, sejak awal kasus ini diperiksa di Polda Bali, ia melihat kasus ini adalah perdagangan anak. ‘’Karena jelas ada proses perekrutan, kemudian ada pemindahan anak dari daerah asalnya sampai di Denpasar. Lalu ditampung dan dieksploitasi secara seksual,’’ ujar Yastini, Rabu (21/8) kemarin. Menurut Yastini, seharusnya dalam kasus ini jaksa bisa melihat hal itu dan menggunakan UU Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) dalam tuntutannya. Karena dengan penggunaan UU PTPPO, hak-hak anak sebagai korban termasuk kewajiban bagi pelaku membayarkan restitusi pada korban itu akan menjadi sebuah keharusan untuk dilakukan atas penderitaan korban anak-anak yang telah ditimbulkan. Dengan tuntutan ini, kata Yastini, saat ini pihaknya berharap hakim dapat mempertimbangkan dan memberikan keadilan bagi anak-anak yang menjadi korban, termasuk mengenai kewajiban pembayaran restitusi bagi korban. (kmb42)

Kurir Narkoba Dituntut 15 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Jaksa penuntut umum (JPU) Hevy Yushantini kembali menuntut tinggi kurir narkoba. Rabu (21/8) kemarin terdakwa Ivan Aria Arahman (32) dan Fendy Eko Prasetyo (32) masing-masing dituntut selama 15 tahun penjara. Jaksa di depan majelis hakim pimpinan Gusti Ngurah Putra Atmaja juga menuntut terdakwa yang terlibat kasus 255 gram sabusabu itu dengan pidana denda sebesar Rp 1 miliar subsider empat bulan kurungan. Atas tuntutan itu, terdakwa melalui penasehat hukumnya akan mengajukan pledoi. Sebelumnya dalam dakwaan disebutkan, terdakwa digerebek polisi pada 25 April 2019 pukul 22.45 Wita. Mereka digerebek saat menempel sabu-sabu di By-pass Ngurah Rai dengan barang bukti 4,97 gram. Dilanjutkan penggeledahan di dalam kamar kosnya, Jalan Griya Anyar, Denpasar Selatan dan kembali diamankan barang bukti tiga buah paket sabusabu dengan berat berbeda-beda. Petugas juga mendapati timbangan elektrik dan satu bendel plastik klip untuk mengedarkan sabu-sabu. Kepada petugas, kedua terdakwa mengaku diperintahkan oleh seseorang yang dikenalnya dengan nama Pak Mang untuk menempel sabusabu itu dengan upah Rp 50 ribu setiap kali menempel. Seluruh barang bukti mencapai 225 gram neto. (kmb37)

Topik : PEMKAB BANGLI NGUTANG BIAYA PELANTIKAN DEWAN

Denpasar (Bali Post) Kepastian alokasi anggaran untuk kegiatan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di enam kabupaten/kota di Provinsi Bali belum final. Hal tersebut ditegaskan Ketua KPU Bali Dewa Agung Lidartawan, Selasa (21/8) kemarin. ‘’Kalau kebutuhan dana untuk KPU Provinsi Bali sudah. Untuk KPU kabupaten belum final,’’ ujar Lidartawan. Lidartawan mengatakan, finalnya masalah anggaran pilkada serentak ini baru diketahui saat telah disusun dan ditandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dari masing-masing pemerintah kabupaten/kota ke KPU. Sesuai jadwal tahapan pilkada serentak tahun 2020, untuk kegiatan penyusunan dan penandatanganan NPHD akan dilakukan pada 1 Oktober 2019. Dengan sudah ditandatanganinya NPHD ini, baru diketahui kepastian Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

akan perolehan dana hibah dari pemerintah kepada KPU sebagai penyelenggara pilkada serentak. ‘’Sampai saat ini, masing-masing KPU kabupaten/kota sedang terus berkomunikasi dengan tim anggaran daerah berkenaan dengan pengusulan anggaran,’’ katanya. Usulan kebutuhan dana dalam pilkada serentak 2020, kata Lidartawan, mencapai Rp 171.704.444.994. Jumlah tersebut dirangkum dari enam kabupaten dan kota, terdiri dari Kota Denpasar sebesar Rp 25.000.000.000, Kabupaten Badung sebesar Rp 25.010.989.550, Kabupaten Tabanan sebesar Rp 49.203.465.703, Kabupaten Jembrana sebesar Rp 18.941.433.200, Kabupaten Bangli sebesar Rp 21.451.924.781, dan Kabu-

paten Karangasem sebesar Rp 32.096.631.760. Selain KPU, usulan dana hibah pilkada serentak juga dilakukan oleh Bawaslu. Komisioner Bawaslu Bali Wayan Wirka, S.H. mengatakan, pembahasan usulan dana hibah ini dilakukan di setiap kabupaten/ kota, antara pemerintah daerah dengan Bawaslu kabupaten/kota. Berdasarkan data Bawaslu masing-masing kabupaten/ kota, kegiatan pengawasan di Kota Denpasar diusulkan sebesar Rp 7.350.449.071, Kabupaten Badung Rp 8.637.550.000, Kabup aten Tabanan Rp 11.546.539.309, Kabupaten Jembrana Rp 7.143.179.089, Kabupaten Karangasem Rp 9.457.570.829 dan Kabupaten Bangli Rp 6.932.078.057. Sementara untuk jadwal tahapan pilkada serentak, sebagaimana PKPU Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Wali Kota dan

Usulan Kebutuhan Dana Pilkada Serentak 2020 KPU Kabupaten/Kota Denpasar : Rp 25.000.000.000 Badung : Rp 25.010.989.550 Tabanan : Rp 49.203.465.703 Jembrana : Rp 18.941.433.200 Bangli : Rp 21.451.924.781 Karangasem : Rp 32.096.631.760 Total : Rp 171.704.444.994 Usulan Hibah dari Bawaslu Bawaslu Denpasar : Rp 7.350.449.071 Bawaslu Badung : Rp 8.637.550.000 Bawaslu Tabanan : Rp 11.546.539.309 Bawaslu Jembrana : Rp 7.143.179.089 Bawaslu Karangasem : Rp 9.457.570.829 Bawaslu Bangli : Rp 6.932.078.057 Wakil Wali Kota Tahun 2020, pembentukan PPK, PPS dan KPPS akan di mulai 31 Januari 2020. Pendaftaran pasangan calon dilaksanakan 28

April 2020, masa kampanye tanggal 16 Juni – September 2020, pemungutan dan penghitungan suara 23 September 2020. (kmb16)

Puri Agung Denpasar akan Gelar Upacara ”Maligia Jangkep” Denpasar (Bali Post) – Setelah dilakukan upacara palebon terhadap Permaisuri Raja Denpasar IX (Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan) Dampati Ida Anak Agung Ayu Oka Pemecutan pada November 2018, kini akan kembali digelar upacara lanjutan. Kali ini upacara yang digelar yakni Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Jangkep. Puncak karya tingkatan utamaning utama ini jatuh pada Jumat (4/10) mendatang. Ditemui di kediamannya, Rabu (21/8) kemarin, putra pertama almarhumah, Dr. A.A. Ngurah Agung Wira Bima Wikrama, S.T., M.Si., mengungkapkan persiapan Karya Maligia Jangkep ini sudah hampir rampung. Pihaknya akan menyiapkan sarana dan prasarananya terlebih dahulu sebelum kegiatan utama berlangsung. Menurut Wira Bima Wikrama, Karya Maligia Jangkep ini merupakan rangkaian dari upacara palebon yang sebelumnya sudah dilakukan. Maligia Jangkep ini memiliki makna untuk menyucikan suksma sarira. Hakikat dari upacara Maligia itu adalah menyucikan badan halus (suksma sarira) dari berbagai kotoran agar menjadi satu, yakni bersatu kepada Tuhan. Sedangkan pada upacara palebon intinya untuk menyucikan wadah manusia atau badan kasar (stula sarira) yang terdiri atas unsur panca mahabuta, maka waktu Maligia menyucikan suksma sarira atau badan halus. Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan menambahkan, serangkaian dengan karya ini, pihaknya tidak membatasi bila ada yang ngir-

ing (ikut). Pihaknya memberikan kesempatan kepada semua sameton yang ingin ngiring dalam karya ini untuk bisa bersama-sama menyukseskan karya ini. ‘’Dulu saat kami melangsungkan karya palebon, semua ikut beramai-ramai membantu. Karena itu, sekarang saat ada Karya Maligia Jangkep, kami siap menerima kembali,’’ katanya. Rangkaian Karya Maligia Jangkep ini akan dimulai pada Selasa (10/9) mendatang dengan kegiatan Matur Piuning Karya yang akan dipuput oleh Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa. Dilanjutkan Kamis (12/9) dengan kegiatan Nyukat Genah dan Marisuda Bumi. Setelah beberapa rangakain kegiatan, kembali digelar pada Sabtu (28/9) yakni Melaspas Payadnyan dan Ngangget Don Bingin. Puncak karya Jumat (4/10) akan di-puput Ida Pedanda Gede Putra Tembau, Ida Pedanda Gede Pemaron, Ida Pedanda Gede Bluangan, Ida Pendanda Gede Sari Arimbawa dan Ida Pedanda Budha Jelantik Lila Arsa. Seperti diketahui, jajaran keluarga besar Puri Agung Denpasar (Satria) telah melangsungkan upacara palebon Dampati Ida Anak Agung Ayu Oka Pemecutan, Rabu (14/11) tahun lalu. Almarhumah lebar pada 17 Oktober 2018 pada usia 74 tahun. Almarhumah meninggalkan lima anak, 10 cucu dan satu cicit. Lima putra-putrinya adalah Dr. A.A. Ngurah Agung Wira Bima Wikrama, S.T., M.Si., A.A. Sagung Istri Ratih Isyana Dewi, S.Pi., A.A. Ngurah Agung Astikaningrat, S.Pi., A.A. Ngurah Mayun Wiraningrat, S.E., dan A.A. Ngurah Alit Putra, S.E. (kmb12)

Bali Post/ist

MALIGIA - Foto almarhumah Dampati Ida Anak Agung Ayu Oka yang akan diupacarai Maligia Jangkep.


Kamis Wage, 22 Agustus 2019

Kejari Badung Luncurkan Sidujari

Wabup Suiasa Harapkan Berikan Layanan Hukum Lebih Baik G U N A mempermudah pelayanan kepada masyarakat, Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung telah memiliki inovasi aplikasi Sistem Pengaduan Kejaksaan Negeri (Sidujari). Aplikasi tersebut pertama kali diluncurkan oleh Kepala Kejari Badung PELUNCURAN SIDUJARI Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Kepala Kejari Badung Sunarko saat peluncuran aplikasi Sidujari, Selasa (20/8) lalu di Puspem Badung.

Sunarko, Selasa (20/8) lalu di Puspem Badung. Acara dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, Wakil Ketua DPRD Badung Sementara I Wayan Suyasa dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Badung. Kepala Kejari Badung Sunarko menjelaskan, Sidujari merupakan aplikasi yang memfasilitasi pengaduan dari masyarakat kepada Kejari. ‘’Jadi kami mengimbau masyarakat untuk bisa memiliki aplikasi ini,’’ katanya. Aplikasi tersebut, kata

Sunarko, diluncurkan untuk mempermudah masyarakat jika akan melakukan pengaduan ke Kejari Badung. ‘’Apa yang dilaporkan masyarakat akan masuk ke sistem pengaduan. Kemudian tim akan memonitor apa yang sudah diadukan, setelah itu kami akan menerima disposisi tentang pengaduan ini dan penanganan permasalahan hukumnya,’’ terangnya. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa memberikan apresiasi atas diluncurkannya aplikasi Sidujari. Mantan Wakil Ketua DPRD Ba-

dung tersebut berharap masyarakat bisa mendapatkan pelayanan lebih cepat, akurat dan praktis dengan diluncurkannya aplikasi tersebut. ‘’Semoga dengan adanya aplikasi ini, layanan hukum di Badung semakin baik dan semakin prima,’’ harapnya. Melalui aplikasi ini, lanjut Wabup Suiasa, masyarakat bisa lebih mudah dalam melakukan pengaduan dan lebih mudah mengetahui tindak lanjut dari pengaduannya. ‘’Masyarakat juga akan mendapatkan lebih banyak informasi tentang hukum,’’ terangnya. (ad676)

Pilbup 2020

Hadapi PDI-P Empat Partai Harus Berkoalisi

Mangupura (Bali Post) –

PDI-P berada di atas angin dalam menghadapi Pilbup 2020. Pasalnya, hanya partai moncong putih ini yang dapat mengusung calon bupati dan wakil bupati secara mandiri, lantaran meraih kursi terbanyak. PDI-P meraih 28 kursi dalam Pileg 2019. Sedangkan untuk parpol lain seperti Golkar, Gerindra, Demokrat dan NasDem, bila ingin mengusung calon, mereka harus berkoalisi agar syarat dukungan kursi minimal memenuhi delapan kursi. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung I Wayan Semara Cipta mengatakan, pihaknya mulai melakukan persiapan pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020. Pasangan calon bupati dan wakil bupati yang bertarung di Pilbup Badung dipastikan bisa berasal dari unsur calon perseorangan, partai politik atau gabungan parpol. ‘’Kalau di Badung hanya PDI-P yang bisa mengusung calon sendiri. Kalau Golkar dengan tujuh kursi, belum bisa, kecuali gabungan. Karena syarat minimal dukungan kursi delapan kursi,’’ ujar Semara Cipta, Rabu (21/8) kemarin. Ditanya bagaimana jika PDI-P saja yang mendaftarkan calon, pria asal Darmasaba, Abiansemal ini menyatakan kemungkinan itu bisa terjadi, namun calon PDI-P harus melawan kotak kosong. Pihaknya tidak mau berandai-andai Pilbup Badung akan dihiasi dengan kotak kosong. Pasalnya, calon perseorangan dimungkinkan untuk bertanding. ‘’Kalau nanti melawan kotak kosong, ada aturannya lagi. Yang jelas tidak ada mekanisme, karena satu calon bisa langsung ditetapkan (sebagai pemenang). Tapi apa pun yang terjadi, kita siap saja termasuk kotak kosong. Toh secara aturan ada mekanismenya. Cuma sekarang posisi kami sebagai penyelenggara masih menunggu,’’ katanya. Diterangkan, sesuai UU No. 10 Tahun 2016, bagi parpol yang ingin mengusung calon di pilkada minimal ha-

rus memiliki 20 persen kursi parlemen atau 25 persen suara sah. Kemudian untuk calon perseorangan paling sedikit harus mengantongi dukungan antara 6,5 hingga 10 persen, tergantung jumlah penduduk. ‘ ’ S a a t ini kami sudah mengantongi Peraturan KPU (PKPU) sebagai payung hukum pelaksanaan pilkada ini. Kami di KPU Badung intinya siap melaksanakan Pilkada Badung yang digelar serentak tahun 2020,’’ tegasnya. Mengenai tahapan pilkada, Semara Cipta mengaku saat ini sudah dimulai dengan melakukan perencanaan program dan penganggaran. Untuk anggaran, pihaknya sudah mengusulkan ke Pemkab Badung sebesar Rp 25 miliar. Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) akan ditandatangani pada Oktober 2019. ‘’Dari sekarang kami sudah mulai (melakukan perencanaan dan penganggaran - red). Nanti akan diawali dengan penyusunan peraturan penyelenggaraan pemilihan,’’ katanya. Berdasarkan PKPU yang baru diterima KPU Badung, pendaftaran paslon bupati dan wabup yang diajukan parpol, gabungan parpol dan perseorangan sudah dimulai 16 Juni hingga 18 Juni 2020. Untuk masa kampanye ditetapkan 11 Juli hingga 19 September. Kemudian untuk pelaksanaan pemungutan suara 23 September 2020. Pria yang akrab disapa Kayun ini menjelaskan, untuk syarat masing-masing calon diatur khusus ber-

dasarkan UU No. 10 Tahun 2016. Di undang-undang tersebut dinyatakan, untuk syarat calon perseorangan dapat mendaftarkan diri sebagai cabup dan calon wakil bupati jika memenuhi syarat dukungan jumlah penduduk yang mempunyai hak pilih dan termuat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di daerah bersangkutan pada pemilu atau pemilihan sebelumnya dengan ketentuan, jumlah penduduk yang termuat dalam DPT sampai dengan 250 ribu jiwa harus didukung paling sedikit 10 persen. DPT lebih dari 250 ribu hingga 500 ribu jiwa, harus didukung paling sedikit 8,5 persen. Jumlah penduduk yang termuat dalam DPT 500 ribu hingga 1 juta jiwa harus didukung paling sedikit 7,5 persen. Sedangkan yang lebih dari 1 juta jiwa, harus mengantongi dukungan paling sedikit 6,5 persen. Khusus di Badung, karena DPT berada di kisaran 250 ribu-500 ribu jiwa, maka calon perseorangan minimal harus mengantongi dukungan paling sedikit 8,5 persen. Sedangkan untuk calon parpol atau gabungan parpol, agar bisa menjadi calon minimal harus diusung oleh 20 persen kursi di parlemen atau sekitar 25 persen suara sah. ‘’Sesuai undang-undang, parpol atau gabungan parpol bisa mengusung calon apabila memenuhi 20 persen kursi di legislatif atau setara dengan delapan kursi. Tapi kalau calon perseorangan minimal 8,5 persen dari jumlah DPT,’’ ucapnya. (kmb27)

Bali Post/edi

LPS - Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah (dua dari kiri) menyampaikan berbagai hal terkait pelaksanaan seminar internasional di Nusa Dua.

LPS Tingkatkan Kesiapan Resolusi Bank Mangupura (Bali Post) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memiliki peran yang sangat penting ketika terjadi krisis sistem keuangan yang membahayakan ekonomi nasional. Dalam hal ini, jika Presiden atas dasar rekomendasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengaktivasi Program Restrukturisasi Perbankan (PRP), maka LPS yang melaksanakan program tersebut. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Rabu (21/8) kemarin, pada seminar internasional di Nusa Dua. Ke depan, Mardiasmo mengharapkan agar LPS dapat melaksanakan peran tersebut secara optimal. ‘’Kementerian Keuangan

berharap LPS dapat meningkatkan kesiapan pelaksanaan resolusi bank dan penyelenggaraan PRP melalui penyusunan kebijakan atau ketentuan dan penguatan koordinasi antarlembaga KSSK,’’ katanya. Sementara itu, Halim Alamsyah selaku Ketua Dewan Komisioner LPS mengatakan, sesuai amanat Undang-undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan, LPS memiliki opsi Purchase and Assumption dan Bridge Bank dalam melakukan resolusi bank selain likuidasi dan Penyertaan Modal Sementara (PMS). ‘’Terkait dengan tambahan opsi resolusi bank dan amanat se-

bagai penyelenggara PRP, LPS terus meningkatkan kemampuan dan kesiapannya, antara lain melalui peningkatan kapasitas SDM baik dari sisi jumlah maupun kompetensinya, penyusunan kebijakan/ketentuan terkait resolusi bank, dan ikut serta dalam simulasi pencegahan dan penanganan krisis sistem keuangan,’’ tegasnya. LPS menggelar seminar internasional bertajuk ‘’Facing Softening Global Economy: The Need to Strengthen Bank Resolution Preparedness’’. Kegiatan yang berlangsung di Nusa Dua, ini juga diisi dengan workshop mengenai simulasi penanganan krisis sistem keuangan. Seminar ini merupakan sarana pertukaran informa-

si dan pengetahuan antarotoritas keuangan beberapa negara mengenai pencegahan dan penanganan krisis keuangan, terutama dalam penanganan (resolusi) bank. Seminar ini merupakan agenda rutin tahunan LPS dan dihadiri perwakilan dari lembaga penjamin simpanan dan otoritas keuangan beberapa negara, industri perbankan, serta akademisi. Topik yang dibahas pada seminar antara lain kondisi keuangan global terkini dan perkembangannya ke depan, pengalaman beberapa negara di Eropa dalam melakukan resolusi bank dan perkembangan penyusunan RRP di Indonesia serta beberapa negara lainnya. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) Kabupaten Badung belum memiliki dermaga untuk penyeberangan menuju Nusa Penida dan Lombok. Masyarakat Badung terutama yang ada di Badung Selatan harus menuju kawasan Sanur, Pelabuhan Benoa maupun dermaga lain di luar Badung untuk menyeberang ke Nusa Penida dan Lombok. Untuk itu, Bendesa Adat Tanjung Benoa yang juga anggota DPRD Badung I Made Wijaya mengatakan, pembangunan dermaga sangat diperlukan. Menurutnya,

satu-satunya daerah di Badung yang paling cocok untuk dermaga penyeberangan ke Nusa Penida dan Lombok yaitu di Tanjung Benoa. Kawasan pantai di Tanjung Benoa sangat cocok untuk dermaga. Sementara kawasan lainnya seperti Kuta, Jimbaran, Ungasan, Nusa Dua, gelombangnya tidak cocok untuk dermaga. ‘’Kami dari dulu berharap agar dermaga penyeberangan ada di Tanjung Benoa,’’ kata Wijaya, belum lama ini. Dengan adanya darmaga, ke depan tentu akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke Tanjung Benoa. Apalagi destinasi pariwisata di tanah kelahirannya itu sampai saat ini masih belum tergarap maksimal. Padahal

potensi Tanjung Benoa sangat besar. ‘’Kami berharap ke depannya potensi wisata di kawasan Tanjung Benoa agar bisa dikonsentrasikan dan ditingkatkan. Jangan sampai warga sekitar hanya menjadi penonton,’’ ujarnya. Pihaknya berharap Pemkab Badung bisa merealisasikan pembangunan dermaga. Sementara untuk pengelolaannya diharapkan bisa dilakukan bersama dengan masyarakat adat. Mengingat desa adat setempat juga memiliki lahan. ‘’Kami di desa siap untuk bekerja sama. Supaya kontribusi bisa dinikmati juga oleh desa adat selain sebagai tambahan PAD Badung,’’ tegasnya. Terkait akses masuk Tanjung Benoa yang selalu

krodit, diakuinya ini merupakan masalah lama. Untuk program jangka pendek dalam mengatasi kekroditan tersebut, memang belum ada. Untuk itu, pembangunan jalan lingkar mendesak untuk dilakukan. Karena kawasan Tanjung Benoa ini sudah sangat jelas kontribusinya untuk pembangunan Badung. Ditambahkannya, rencana parkir kendaraan dipusatkan di Lapangan Lagoon juga belum bisa dijalankan. Hal ini mengingat belum adanya kesepakatan terkait kontribusi untuk Kelurahan Benoa. Selain itu, saat ini kedaraan pengumpan untuk mengantar jemput ke Tanjung Benoa tidak ada. ‘’Akhirnya rencana ini mentok,’’ imbuhnya. (kmb23)

Dermaga Dinilai Layak Didirikan di Tanjung Benoa

Masih Marak, Pengoperasian Benda Membahayakan Penerbangan Mangupura (Bali Post) Sosialisasi terkait Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai berkali-kali telah dilakukan. Namun pengoperasian objek asing yang berpotensi membahayakan penerbangan masih saja terjadi. Menurut Kepala Seksi Pengoperasian Bandara Kantor Otban wilayah Ngurah Rai Ketut Martin, bulan lalu Kantor Otban wilayah Ngurah Rai kembali mendapatkan komplain dari penerbang yang melihat drone beroperasi di wilayah Desa Kelan. Karena itulah pihaknya melakukan investigasi dan diketahui siapa pilot dan pemilik drone itu. Dari sana diketahui bahwa yang bersangkutan tidak memiliki lisensi penerbang drone, sehingga kasus tersebut dilanjutkan ke ranah hukum. Hal ini mengingat aktivitas penerbangan drone tidak boleh dioperasikan dekat dengan bandara, karena ditakutkan mengalami lost control.

Jika itu masuk ke dalam kawasan penerbangan, Martin menyebutkan bisa membahayakan pesawat dan membahayakan penerbangan. ‘’Kalau drone sampai menabrak pesawat, itu bisa membuat pecah pesawat. Karena pesawat dengan kecepatan tinggi bila terkena drone itu seperti peluru,’’ terangnya saat memberikan sosialisasi UU No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan Perda No. 9 Tahun 2000 tentang Larangan Bermain Layang-layang di Kecamatan Kuta, Rabu (21/8) kemarin. Ditegaskannya, penerbangan drone di wilayah KKOP tidak boleh dilakukan, terkecuali itu sudah mendapatkan izin dari Direktorat Navigasi Dirjen Perhubungan Udara. Karena itulah ketika hendak menerbangkan drone, wajib dikoordinasikan kepada otban setempat sehingga bisa dikaji apakah di tempat penerbangan drone itu tidak ada jalur penerbangan. ‘’Jadi harus dikaji secara jalur dan data dari drone tersebut. Apakah pesawat drone itu

sudah bersertifikat, penerbangnya apakah sudah berlisensi, kapan mau diterbangkan dan jam berapa diterbangkan,’’ paparnya. Sementara itu, Camat Kuta Nyoman Rudiarta mendorong sinergi semua pihak dalam mendukung upaya pelaksanaan program pemerintah, terkait keamanan dan keselamatan penerbangan. Untuk membuat sosialisasi itu berhasil terimplementasikan, ia menilai perlu dibuatkan tim bersama dalam menindaklanjuti sosialisasi tersebut. Tim tersebut tentunya beranggotakan petugas bandara dengan aparat terbawah, termasuk desa adat dan Satpol PP. Sebab keselamatan penerbangan menjadi hal yang penting, tanpa mengabaikan aktivitas masyarakat. ‘’Seperti layangan, kalau kita di Bali ini kan identik dengan tradisi yaitu rare angon. Dengan itu, adanya tim itu maka ini akan menjadi jembatan agar mencari jalan terbaik dalam melakukan koordinasi,’’ ujarnya. (kmb23)


Kamis Wage, 22 Agustus 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Gelar Pelatihan Sertifikasi Mediator

Festival Vokasi 2019 SMK TI Bali Global

Lulusan FH Unwar Dibekali Pendidikan Vokasi Jamin Masa Depan Keterampilan Mediasi Perkara Hukum Cerah Hadapi Revolusi Industri 4.0

FAKULTAS Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) untuk ke-14 kalinya menggelar pelatihan sertifikasi mediator. Kali ini FH Unwar bekerja sama dengan Jimly School of Law and Government Surabaya. Pelatihan yang melibatkan mahasiswa Ilmu Hukum semester VII ini dibuka secara resmi Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. di Ruang Jayasingha Mandapa FH Unwar, Rabu (21/8) kemarin. Pelatihan ini akan berlangsung hingga 25 Agustus 2019 mendatang. Pembukaan dihadiri Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Badung, Ketua Pengadilan Agama Kota Denpasar, Wakil Kanwil Depkum HAM Provinsi Bali, Wakil Ketua PN Denpasar, serta seluruh civitas akademika FH Unwar. Sejumlah narasumber profesional di bidang mediasi dihadirkan. Di antaranya Direktur Jimly School Dr. Hesti Armiwulan, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Agus Yudha Hernoko, S.H., M.H., S. Sutrisno, S.H., M.H., Dr. Abdullah, S.H., M.H. dan Mohammad Nur, S.Ag. Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. mengatakan pelatihan mediator sangat penting diberikan kepada mahasiswa hukum sebagai upaya untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang proses mediasi suatu masalah atau perkara. Sebab, suatu masalah hukum tidak harus diselesaikan di meja pengadilan. Namun bisa diselesaikan melalui negosiasi, mediasi, konsolidasi dan arbitrase. Oleh karena itu, mahasiswa hukum, selain diberikan pengetahuan dan wawasan serta memiliki sikap yang baik, juga harus dibekali keterampilan dalam menyelesaikan perkara hukum, terutama melalui mediasi sebelum suatu perkara mencapai

PELATIHAN - Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. (4 dari kanan) didampingi para Wakil Dekan FH Unwar berfoto bersama dengan para narasumber dan peserta pelatihan sertifikasi mediator, Rabu (21/8) kemarin. proses pengadilan. Dengan harapan penyelesaian perkara dapat mengurangi kasus yang masuk ke pengadilan. Apalagi, mediator yang memediasi suatu perkara dapat dipilih oleh pihak yang memiliki perkara atau ditunjuk hakim pengadilan. ‘’Alumni kami telah dibekali dengan beberapa keterampilan tambahan yang tertuang dalam surat keterangan pendamping ijazah (SKPI) yang dikeluarkan lembaga profesi yang bersertifikat dari Mahkamah Agung. Selain sertifikat pelatihan mediator juga sertifikat pelatihan legal drafting, dan kontrak drafting, sehingga lulusan Fakultas Hukum Universtias Warmadewa siap bersaing di dunia kerja,’’ ujar Dr. Budiartha. Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. mengatakan pelatihan mediator meru-

pakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan soft skill mahasiswa hukum dalam memediasi suatu perkara hukum. Apalagi dalam pendidikan, antara ilmu pengetahuan, afektif, dan psikometrik harus seimbang. Sehingga keterampilan menjadi sangat penting dimiliki oleh para lulusan agar mampu bersaing secara kompetitif dalam dunia kerja yang semakin ketat. Dengan tetap menjunjung tinggi kesetaraan, idealisme, dan keadilan, terutama saat menjadi mediator suatu perkara. ‘’Ke depan persaingan semakin ketat, sehingga ketarampilan harus kita berikan kepada calon lulusan, sehingga saat menyelesaikan suatu masalah di lapangan mereka percaya diri untuk bersaing dengan yang lainnya,’’ pungkasnya. (ad677)

”Grand Opening” KCP MMU Penatih Denpasar Sasar Kredit Mikro UNTUK meningkatkan layanan sekaligus lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya di daerah Penatih, Denpasar, Bank Mandiri membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) Mandiri Mitra Usaha (MMU), di mana acara grand opening-nya dilaksanakan Rabu (21/8) kemarin. Adanya KCP MMU Penatih ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian, khususnya ekonomi mikro yang memang potensinya besar ada di wilayah sekitar sana. Regional Credit Business Development (RCBD) Head Bank Mandiri Regional XI Bali Nusra Sugrah mengatakan KCP MMU Penatih, Denpasar ini awalnya berada satu kantor dengan Pos Indonesia di wilayah Tonja. Dengan pertimbangan peningkatan layanan, kantor KCP MMU ini kemudian direlokasi ke lokasi saat ini, tepatnya di Jalan Padma No. 32 Penatih, Denpasar. ‘’Dipilihnya daerah ini karena ramai dan usaha mikronya sangat berpotensi. Dekat dengan pasar, begitu juga banyak masyarakatnya yang membuka usaha perdagangan,’’ ujar Sugrah. Ia melanjutkan, sasaran KCP MMU Penatih, Denpasar ini lebih ke ekonomi mikro dengan adanya potensi-potensi di masyarakat. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan penyaluran produk kredit mikro yang disalurkan Bank Mandiri. Adapun produk kredit mikro yang ada adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 0,3 persen per bulan atau tujuh persen per tahun. Kredit Usaha Mikro

POTONG PITA - Peresmian pembukaan KCP MMU Penatih, Denpasar yang ditandai dengan pemotongan pita bunga, Rabu (21/8) kemarin. (KUM) yang merupakan produk kredit mikro dari Bank Mandiri dengan bunga 0,5 persen per bulan. Bank Mandiri juga memiliki KSM atau kredit serbaguna yang menyasar masyarakat berpendapatan tetap seperti pegawai negeri atau pegawai swasta. Dalam memperluas layanannya, selain dengan membuka KCP yang saat ini berjumlah 61 cabang di seluruh Bali, Bank Mandiri juga mengeluarkan program agen Bank Mandiri di mana melibatkan masyarakat. ‘’Nantinya masyarakat yang menjadi agen ini menjadi perpanjangan tangan Bank Mandiri dan bisa memberikan layanan seperti transfer, penerimaan tabungan dan layanan

lainnya. Nantinya akan ada sistem bagi hasil,’’ jelas Sugrah. Selain menggandeng masyarakat, Bank Mandiri juga akan menggandeng LPD dan Koperasi yang ada di daerah sekitar. Sementara itu, Deputi Direktur OJK Regional VIII Bali dan Nusa Tenggara Armen berharap dengan adanya KCP MMU Penatih, Denpasar ini bisa lebih meningkatkan layanan perbankan di masyarakat. Ia juga berharap KCP MMU Penatih, Denpasar juga bisa bersaing sehat dan menggandeng lembaga keuangan lain di daerah sekitar seperti LPD dan Koperasi untuk sama-sama meningkatkan perekonomian masyarakat. (ad684)

SMK TI Bali Global Denpasar sebagai tuan rumah penyelenggaraan Festival Vokasi 2019 SMK TI Bali Global 2019. Acara dibuka Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., Rabu (21/8) kemarin. Saat itu, Prof. Made Bandem didampingi Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Drs. I.B. Dharmadiaksa, M.Si.Ak., Rektor ITB Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan serta I Made Marlowe Makaradwaja Bandem, B.Bus. Festival Vokasi 2019 ini diisi dengan acara pameran yang menampilkan karya terbaik SMK TI se-Bali dan dunia industri. Acara juga diisi dialog interaktif serta peresmian Mushola Al-Muhajir SMK TI Bali Global Denpasar. Kepala SMK TI Bali Global Denpasar Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd. mengatakan selama SMK TI Bali Global berdiri sejak 2006, sampai saat ini tetap eksis di bidang TI atau teknologi informasi dan komunikasi (komputer) di bawah naungan Yayasan Widya Dharma Santhi. Antusias dan minat masyarakat sangat luar biasa menititipkan putra-putrinya untuk mengenyam pendidikn di SMK TI Bali Gloal yang tersebar di lima kota dan kabupaten di Bali, dan termasuk di luar Bali (Ponorogo). Khusus di SMK TI Bali Global Denpasar, saat ini student body mencapai 1.401 siswa, dengan lima pilihan jurusan. Meliputi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Multimedia (MM), Animasi, dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Murjana menegaskan, SMK TI Bali Global menyiapkan SDM vokasi menuju Revolusi Industri 4.0 dalam

FESTIVAL VOKASI - Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Prof. I Made Bandem bersama Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti I.B. Dharmadiaksa, Kasek I Gusti Made Murjana, dan para Kepala SMK TI Bali Global Denpasar se-Bali saat Festival Vokasi 2019 di SMK TI Bali Global Denpasar. rangka memperkenalkan vokasi industri yang berbasis sertifikasi kepada siswa SMK, melakukan link and match antara pemerintah, sekolah dan dunia industri, serta menciptakan SDM berkemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri usaha. Untuk itu, diharapkan mampu menciptakan siswa SMK, khususnya SMK TI Bali Global yang siap kerja. Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Prof. Made Bandem mengungkapkan pendidikan vokasi bukanlah hal asing, bahkan telah menjadi stimulus dan fokus dalam pendirian Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar pada 2002. SMK TI Bali Global Denpasar merupakan sekolah pionir, sebagai SMK pertama di Bali yang mempunyai fokus TIK. Ia meyakini pendidikan kejuruan bisa menjadi terobosan dan inovasi dalam menghadapi era serba digital. Pendidikan voka-

si membawa masa depan cerah, apalagi didukung peningkatan dan penguatan akses, mutu, dan relevansi dengan dunia usaha dan dunia industri. Tamatan SMK, kata Prof. Made Bandem, punya expertise, critical thanking, creativity dan emphaty untuk mengurai problema dan merumuskan solusi. Hal-hal tersebut menjamin ketersediaan SDM berkualitas dan berkapasitas tinggi yang dibutuhkan pada era revolusi industri 4.0. Kuncinya adalah mental model yang tangguh dan berani. Hashtag atau tagar #SMKbisa dan #SMKhebat bukanlah sekadar slogan, tetapi fakta bahwa lulusan pendidikan vokasi adalah generasi yang siap menghadapi gejolak perubahan dunia karena mereka dibimbing, dilatih dan ditempa untuk berkreasi, beradaptasi dan berkreasi yang tepat dan cepat. (ad678)

Lulusan FBA Unmas Terbukti Dinamis, Adaptif dan ’’Entrepreneurship’’ Raih Juara I Nasional Lomba Debat Bahasa Jepang

FAKULTAS Bahasa Asing (FBA) Unmas Denpasar melepas lulusan pertama sejak bergabung dengan Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar. FBA sejak 2003 bernama Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Saraswati, mulai 2019 bergabung ke Unmas menjadi FBA. Dekan FBA Unmas I Komang Sulatra, S.S., M.Hum., Rabu (21/8) kemarin meyudisium 166 sarjana. Dari jumlah itu, 142 orang dari PS Sastra Inggris dan 24 orang dari PS Sastra Jepang. Sebanyak 65 persen sudah bekerja dan sebagian besar lulusan meraih predikat pujian. Saat itu Komang Sulatra bersama Wakil Dekan Dr. I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini, S.S., M.Hum., Kaprodi Sastra Inggris Dr. Desak Putu Eka Pratiwi, S.S., M.Hum. dan Kaprodi Sastra Jepang Ni Wayan Meidariani, S.S., M.Hum. menyerahkan penghargaan bagi lulusan terbaik masing-masing di PS Sastra Inggris diraih Made Hardinata Wijakusuma dan di PS Sastra Jepang diraih Gede Sutirta. Kedua lulusan terbaik ini, dikatakan Komang Sulatra, sejak awal adalah mahasiswa yang luar biasa dan bisa dijadikan model SDM Bali masa depan. Gede Sutirta yang sebelumnya duta Bali kini menjadi duta RI ke Jepang setelah meraih juara I Nasional Lomba Pidato Bahasa Jepang yang diadakan Japan Foundation 2019. Dekan Komang Sulatra menegaskan, dengan PBM berkualitas didukung dosen berkualitas, FBA mampu melahirkan lulusan yang dinamis, adaptif dan berjiwa entrepreneurship. Sebab, di

YUDISIUM - Dekan FBA Unmas Komang Sulatra didampingi Wakil Dekan dan Kaprodi bersama lulusan terbaik saat meyudisium 166 sarjana. era milenial ini hanya SDM yang memiliki tiga kompetensi itu yang memenangkan persaingan karena melek dengan perubahan. Dia menambahkan, bergabungnya STIBA Saraswati menjadi Unmas bukan alasan dalam kondisi sakit, melainkan dalam kondisi sehat dan mencapai puncaknya. Karena aturan Dikti mulai 4 Maret 2019, STIBA Saraswati secara resmi sudah menyatu menjadi bagian Unmas Denpasar sebagai sebuah fakultas baru. Semua program studinya terakreditasi B. Dalam bidang Tri Dharma PT, prestasi mahasiswa FBA Saraswati terus meningkat. Mulai dari meningkatnya jumlah input mahasiswa, dibarengi dengan pelaksanaan Kurikulum KKNI dan prestasi mahasiswa dan dosen meningkat. Ini dibuktikan meraih juara Lomba Pidato Bahasa Inggris, juara I Lomba Pidato Bahasa Jepang tingkat Nasional 2019, juara I Kanji Cup tingkat Nasional, juara III Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) LLDikti dan juara II Dosen Berprestasi LLDikti

Wilayah VIII tahun 2018. FBA Unmas juga menjalin kerja sama internasional. Di antaranya dengan Fukuyama University, Seisen University, Niigata University, Manabi Japanese Language Institute, Junshin College, Graduate Institute for Entreprenuerial Studies, dan lainnya. Mahasiswanya banyak yang magang dan direkrut belajar dan bekerja di Jepang. Kepada lulusannya, dia berpesan untuk menjadi SDM unggul dan optimistis dalam memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat yang jauh lebih kompleks. Pihaknya telah membekali keilmuan dan keterampilan untuk empat kecerdasan yaitu kecerdasan spiritual, intelektual, sosial dan kecerdasan emosional. Untuk itu, dia minta lulusannya juga menghargai jasa-jasa keluarga yang telah memberikan bantuan dan dukungan, bahkan telah berkorban, demi keberhasilan. ‘’Peganglah panji almamater dengan senantiasa menjaga nama baik almamater,’’ tegasnya. (ad686)

nyiapkan makanan dan minuman, setelah menyentuh benda-benda yang berisiko menularkan seperti kondom, dan lain-lain. Kemudian memasak air dan makanan sampai mendidih dan matang, mencuci dan mengupas kulit makanan terutama yang tidak dimasak. Terakhir yakni pencegahan dengan pemberian vaksinasi

hepatitis A pada seseorang yang akan bepergian ke daerah endemis hepatitis A atau pemberian imunoglobulin yang diberikan sesegera mungkin untuk seseorang yang telah terpapar atau kontak dengan penderita hepatitis A.

Mengenal Penyakit Hepatitis A PENYAKIT hepatitis A adalah penyakit peradangan pada hati yang disebabkan infeksi virus hepatitis A. Masa inkubasi penyakit hepatitis A berlangsung antara 15-50 hari, dengan rata-rata 30 hari. Penyakit ini terdistribusi di seluruh dunia dan sangat banyak ditemukan di negara berkembang, salah satunya Indonesia. Penularan hepatitis A terjadi secara fekal-oral yaitu masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang tercemar virus hepatitis A. Orang yang terinfeksi penyakit hepatitis A dapat menularkan virus ini kepada orang lain mulai dari dua minggu sebelum timbulnya gejala sampai seminggu setelah timbulnya gejala kuning (kira-kira tiga minggu secara keseluruhan). Hepatitis A biasanya ditularkan sewaktu virus dari orang yang terinfeksi tertelan oleh orang lain melalui makan makanan dan minum air yang tercemar oleh tinja penderita hepatitis A. Menyentuh linen dan handuk yang dikotori tinja dari orang yang terinfeksi. Hubungan langsung (termasuk

seksual) dengan orang yang terinfeksi. Adanya kejadian luar biasa penyakit hepatitis A dihubungkan dengan sumber umum yang digunakan bersama serta makanan dan air yang terkontaminasi. Gejala dan Diagnosis Gejala awal muncul dengan tiba-tiba dan menyerupai gejala infeksi virus lainnya atau bisa dikatakan tidak spesifik yaitu demam, tubuh terasa lemah, nafsu makan berkurang, mual, muntah, nyeri dan rasa tidak nyaman di perut, gejala flu seperti nyeri menelan, batuk, pilek, sakit kepala, dan badan terasa pegal. Gejala-gejala tersebut umumnya berlangsung selama 3-4 hari, dan dapat berlangsung lebih lama yaitu 2-3 minggu. Fase berikutnya akan lebih jelas memperlihatkan tanda-tanda adanya infeksi hepatitis A yaitu urine yang berwarna gelap (seperti teh) yang diikuti dengan warna kuning pada selaput mata dan kulit. Pada beberapa penderita juga mengalami keluhan gatal-gatal di kulit selama beberapa hari. Beberapa gejala awal seperti nafsu makan berkurang dan

kelemahan dapat menetap pada fase ini, sedangkan gejala-gejala lainnya akan menghilang pada fase ini. Selanjutnya adalah fase penyembuhan yang ditandai dengan menghilangnya gejala kuning dan penderita akan merasa sehat kembali. Umumnya masa penyembuhan sempurna baik dari gejala dan parameter laboratorium akan dicapai dalam waktu sekitar 6 bulan. Namun pada kasus yang sangat jarang, dapat terjadi penyimpangan dan komplikasi yaitu gejala kuning yang menetap dan gangguan penyakit hati kronis. Hal tersebut sangat jarang terjadi namun dapat ditemukan pada pasien dengan usia tua dan sudah memiliki riwayat penyakit hati kronis sebelumya. Diagnosis hepatitis A dibuat berdasarkan gejala klinis yang diderita oleh pasien dan dibantu dengan sarana penunjang pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium yang akan dilakukan meliputi pemeriksaan fungsi hati dan tes serologi anti-HAV yaitu IgM anti-HAV (antibodi IgM terhadap hepatitis A) yang ditemukan positif.

Penanganan dan Pencegahan Tidak ada penanganan yang spesifik untuk penyakit hepatitis A. Secara garis besar penanganan pada penderita hepatitis A adalah istirahat, konsumsi makanan tinggi kalori dan tinggi protein, asupan cairan yang cukup, menghindari obat-obatan yang dimetabolisme di hati dan konsumsi alkohol, dan pemberian obat-obatan untuk mengobati gejala. Penderita hepatitis A umumnya bisa beristirahat di rumah atau pengobatan dengan rawat jalan. Namun jika penderita mengalami mual dan muntah yang hebat dan tidak dapat makan dan minum dengan baik sehingga menimbulkan keadaan dehidrasi, maka diperlukan perawatan di rumah sakit. Tindakan pencegahan adalah salah satu langkah penting yang dapat dilakukan untuk memutus rantai penularan hepatitis A. Secara umum tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama sekurang-kurangnya 10 detik setelah menggunakan toilet, sebelum makan, sebelum me-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

l dr. I Putu Evi Prabasari, S.Ked.


Kamis Wage, 22 Agustus 2019

Eksepsi Perampok Asal Rusia Ditolak Denpasar (Bali Post) Upaya bebas yang dilakukan terdakwa Georghi Zhukov (40) asal Rusia dan Robert Haupt (42) dari kasus dugaan perampokan money changer di Jalan Pratama, Tanjung Benoa, Badung, pupus sudah. Pasalnya, majelis hakim pimpinan Sriwahyuni Arininingsih menolak eksepsi atau nota keberatan yang diajukan pihak terdakwa, Rabu (21/8) kemarin. Sebelumnya, ada tiga hal yang menjadi bahan eksepsi. Yakni disebutkan Kejari Denpasar yang menangani perkara ini tidak berhak. Pasalnya tempat kejadian (locus delicty) berada di wilayah Kuta Selatan, Badung. Di mana secara hukum yang berwenang adalah Kejari Badung, tetapi yang menangani justru Kejari Denpasar. Dalam putusannya, hakim menyatakan dalil-dalil yang diajukan penasihat hukum terdakwa sudah masuk pokok perkara. Sehingga majelis hakim menolak eksepsi terdakwa dan memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pembuktian di persidangan. (kmb37)

Banyak Daerah Sukses Panen Pedet Hasil Upsus Siwab

PROGRAM Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) dari Kementerian Pertanian yang dicanangkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Oktober 2016, telah menuai hasil dengan banyaknya daerah di Indonesia yang melakukan panen pedet (anak sapi). Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita, Selasa (20/8) lalu. Diarmita menuturkan, realisasi pelaksanaan UPSUS SIWAB 2018 sangat menggembirakan. Hal ini terlihat dari capaian Inseminasi Buatan (IB) nasional sebanyak 3.987.661 ekor atau 132,92 persen dari target 3 juta ekor. Kemudian, capaian kebuntingan nasional sebanyak 12.051.108 ekor atau 97,67 persen dari target 2,1 juta ekor serta kelahiran sebanyak 1.832.767 ekor atau 109,09 persen. ‘’Untuk tahun 2019, realisasi sampai dengan 15 Agustus 2019, menunjukkan capaian layanan IB nasional 2.323.010 ekor atau 72,26 persen dari target 3 juta ekor dan capaian kebuntingan nasional sebanyak 1.372.779 ekor atau 60,55 persen dari target 2,1 juta ekor serta kelahiran sebanyak 1.237.978 ekor atau 67, 68 persen,’’ jelas Ketut. Menurutnya, saat ini adalah momentum yang tepat untuk terus membangun seluruh potensi yang dimiliki agar program pembangunan peternakan nasional yang berdampak pada upaya pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan peternak. Ia juga memberikan apresiasi kinerja petugas inseminator, petugas PKB, dokter hewan serta pemerintah

daerah dalam pelaksanaan Upsus Siwab yang merupakan ujung tombak keberhasilan di lapangan. Tanpa komitmen yang kuat dari petugas dan dukungan pemda, program ini tidak akan berhasil. Guna mendukung kegiatan Upsus Siwab, selain menerapkan teknologi IB untuk penyebaran bibit unggul ternak ke masyarakat secara murah, mudah, dan cepat, pemerintah juga menerapkan teknologi tepat guna lainnya yakni transfer embrio (TE). Pemanfaatkan teknologi transfer embrio untuk memproduksi sapi bibit unggul jenis Belgian Blue yang dikawinsilangkan dengan beberapa jenis sapi di Indonesia. Melalui kegiatan transfer embrio, selain untuk peningkatan mutu genetik juga untuk memperkaya genetik ternak yang telah ada. ‘’Selain untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri, Upsus Siwab juga mampu meningkatkan kualitas sumber daya genetik ternak sapi melalui pemanfaatan teknologi reproduksi,’’ terang Ketut. Faktor utama keberhasilan pengembangan ternak juga harus ditunjang dengan pemenuhan hijauan pakan ternak yang berkualitas. Kata Diarmita, tahun ini program Gerakan Pengembangan dan Pemanfaatan Pakan Berkualitas (Gerbang Patas) sudah terealisasi 59,5 persen atau seluas 97 hektar, dan untuk pengembangan padang penggembalaan sebesar 100 hektar sudah terealisasi 100 persen. Pemeliharaan padang penggembalaan 472 hektar terealisasi 300 hektar atau setara 50,56 persen. (kmb42)

Bangli (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Bangli masih mengutang terkait biaya kegiatan pelantikan anggota DPRD Bangli beberapa waktu lalu. Pemkab kabarnya baru bisa membayar kegiatan baik pengadaan konsumsi, pakaian dan insigne (pin lencana) dan lainnya, setelah APBD Perubahan 2019 diketok palu. Sekretariat DPRD Bangli A.A. Panji Awatarayana dikonfirmasi, Rabu (21/8) kemarin, tak menampik hal itu. Ia mengatakan total biaya kegiatan pelantikan anggota dewan yang belum dibayar mencapai sekitar Rp 600 juta. Dijelaskannya, kegiatan terkait pelantikan dewan belum bisa dibayarkan lantaran anggarannya bersumber dari pembiayaan. Sesuai surat edaran yang diterimanya, untuk seluruh kegiatan yang sumber dananya berasal dari pembiayaan, pencairannya ditunda hingga menunggu APBD Perubahan disahkan. ‘’Jadi pembayaran semua

biaya pelantikan baik dari konsumsi, pakaian dan insigne dan lainnya baru bisa terbayarkan setelah anggaran perubahan disahkan,’’ jelasnya. Adanya penundaan pembayaran kegiatan pelantikan dewan tersebut, kata Agung Panji, telah dipahami beberapa rekanan yang diajak bekerja sama. Pihaknya berharap pembahasan APBD Perubahan ini bisa segera rampung sehingga kegiatan bisa segera dibayarkan. Terutama kegiatan pengadaan insigne atau pin emas. ‘’Karena bahan dasarnya emas, harus segera dibayar. Karena kan harga emas terus berfluktuatif,’’ ujarnya. Direncanakan biaya kegiatan pelantikan dewan sudah bisa terbayarkan pada bulan Oktober. ‘’Kalau kegiatan lain yang sumbernya di luar pembiayaan, tetap jalan seperti biasa. Misalnya seperti jasa pengabdian dewan, yang sumber dananya di luar pembiayaan, sudah cair kemarin,’’ imbuhnya. (kmb40)

Denpasar (Bali Post) Lulusan Akademi Keperawatan (Akper) Kesdam IX/ Udayana ternyata banyak diminati rumah sakit luar negeri, salah satu di antaranya Jepang. Bahkan lulusan Akper Kesdam dipercayai dan ditugaskan di tempat-tempat vital, perawatan emergency, ruang operasi dan unit gawat darurat. Pada Rabu (21/8) kemarin,

Akper Kesdam IX/Udayana melaksanakan Wisuda ke-9 di Prime Plaza Hotel, Sanur. Kali ini diwisuda, dilantik dan diambil sumpahnya sebanyak 109 orang. Untuk lulusan terbaik atau ranking I diraih Ni Kadek Lisna Muliyantari, A.Md.Kep. dengan IPK 3,50. Kemudian ranking II diraih Sang Ayu Kompiang Sintha W, A.Md.Kep. dengan IPK 3,49 dan

Pemkab Bangli Ngutang Biaya Pelantikan Dewan

Rekonstruksi Pembunuhan SPG Digelar Tertutup

Leher Korban ’’Dipiting’’ Tersangka hingga Lemas Denpasar (Bali Post) -

Penyidik Satreskrim Polresta Denpasar mempercepat proses pemberkasan kasus pembunuhan sales promotion girls (SPG) Ni Putu Yuniawati (39). Pada Rabu (21/9) kemarin dilanjutkan dengan rekonstruksi di Penginapan Teduh Ayu 2, Jalan Kebo Iwa Denpasar. Tersangka Bagus Putu Wijaya alias Gustu (33) pun dihadirkan dan sangat lancar memperagakan cara membunuh SPG mobil tersebut. Dari puluhan adegan, leher korban dipiting tersangka hingga lemas. Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan saat dimintai konfirmasinya kemarin menyebutkan reka ulang tersebut dipimpin Kanit I Satreskrim Iptu Made Putra Yudhistira dan berlangsung tertutup untuk media. Ia menyampaikan rekonstruksi dimulai sekitar pukul 10.00 Wita dan berlangsung sekitar satu jam dan jumlah peragaan sebanyak 44 adegan. ‘’Adegan pertama pelaku tiba bersama korban di TKP naik mobil Ertiga. Setelah bayar sewa kamar Rp 60 ribu, korban dan pelaku bergandengan tangan masuk ke kamar nomor 8,’’ ujarnya. Dari puluhan adegan itu, menurut Arta, ada enam adegan yang paling penting digelar. Adegan 13, di mana pelaku dan korban melakukan hubungan badan. Usai pria asal Banjar Dinas Dalem Desa Sinabun Kecamatan Sawan, Buleleng ini merokok, mereka kembali berhubungan intim dan diperagakan pada adegan 17. ‘’Dua kali berhubungan badan ternyata korban belum puas. Korban menampar pipi kiri pelaku. Tapi pelaku belum bereaksi,’’ ungkapnya. Pada adegan 25 dan 26, korban menarik jaket pelaku saat mau keluar kamar karena sudah

malam. Tamparan keras korban kembali mendarat di pipi kiri pria tatoan ini. Puncaknya terlihat pada adegan 28. Di mana pelaku memiting leher korban dengan tangan kanan. Saat itu korban hendak mengambil tas di atas meja. Saking emosinya, pelaku mengunci leher korban dengan tangan hingga tubuh ibu dua anak ini terangkat. Saking kesakitan, tangan kanan dan kiri korban gemetar. ‘’Adegan 29 memperagakan korban dalam kondisi lemas. Lalu tubuhnya diangkat pelaku dan dibaringkan di tempat tidur,’’ tandasnya. Selanjutnya pelaku menekan dan membekap wajah korban menggunakan handuk hingga meregang nyawa. Setelah itu, pelaku mengambil HP korban dan kabur membawa mobil tersebut. Menurut Arta, rekonstruksi digelar untuk mengungkap saat pelaku membunuh korban. Pasalnya saat pembunuhan terjadi, tidak ada saksi melihatnya karena hanya korban dan pelaku di dalam kamar. ‘’Motifnya sudah jelas tersangka mengaku tersinggung dan emosi dengan perkataan korban. Ditambah pelaku dua kali ditampar oleh korban,’’ ungkap mantan Kasatresnakoba Polresta Denpasar ini. (kmb36)

Bali Post/ist

REKONSTRUKSI - Tersangka Bagus Putut Wijaya alias Gustu memperagakan cara pembunuh SPG Ni Putu Yuniawati (diperankan petugas) saat digelar rekonstruksi.

Lelang Jabatan, 18 Peserta Ikuti Tes ’’Assessment’’ Tabanan (Bali Post) Sebanyak 18 pejabat golongan IIIa yang terdiri dari camat, kabag, sekdis dan sekban melaju ke tahapan seleksi lanjutan lelang jabatan untuk pengisian empat kepala dinas yang kosong di Pemkab Tabanan. Seleksi penilaian kompetensi manajerial dan sosiokultural ini digelar dua hari, mulai Rabu (21/8) kemarin di ruang rapat lantai tiga Dinas Pendidikan Tabanan. Tim asesor berasal dari BKPSDM Nusa Tenggara Barat, sesuai rekomendasi

pemerintah pusat. Panitia Seleksi dari BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra mengatakan, seleksi dibuka Ketua Pansel yakni Sekda Tabanan. Tidak ada raut wajah tegang dari para peserta yang mengikuti seleksi. ‘’Semua tampak tenang, santai bahkan sempat bercanda gurau sebelum seleksi dimulai. Karena mereka sudah terbiasa mengikuti kegiatan assessment ataupun diklatpim,’’ terangnya. Terkait materi seleksi dan hasilnya, sepenuhnya merupakan kewenangan asesor.

‘’Hari pertama seleksi yakni Locus Group Discussion. Namun materi kami tidak tahu karena itu domainnya asesor. Kita tidak bisa intervensi, semua dilakukan dengan proses transparan dan independen. Begitupun pengumuman tergantung pleno oleh asesor apakah Kamis atau Jumat,’’ ucapnya. Setelah di hari penilaian kompetensi manajerial dan sosiokultural (assessment), para peserta nantinya akan melangkah ke tes rekam jejak, tes wawancara dan penulisan

SELEKSI - Tahapan seleksi assessment yang diikuti 18 pejabat Pemkab Tabanan.

Lulusan Akper Kesdam Diminati RS Luar Negeri

Bali Post/rah

WISUDA - Akper Kesdam IX/Udayana saat melaksanakan wisuda ke-9 di Prime Plaza Hotel, Sanur.

ranking III diraih Ni Made Dian Aristianti, A.Md.Kep. dengan IPK 3,47. Kepala Kesdam IX/Udayana Kolonel Ckm. drg. I Ketut Sukarnanta menyampaikan, lulusan sebanyak 109 orang tersebut terdiri dari 10 mahasiswa tugas belajar dari anggota TNI dan 99 orang dari masyarakat umum. ‘’Harapan kami kepada lulusan agar segera mendharmabaktikan tenaga dan keterampilan yang dimiliki sehingga dapat mengabdi kepada masyarakat. Sedangkan kepada masyarakat, kami mengharapkan supaya memercayakan putra-putrinya belajar di Akper Kesdam IX/ Udayana,’’ ujarnya. Untuk Akper Kesdam ke depan karena saat statusnya masih akademi, pihaknya akan mengusulkan supaya segera menjadi jenjang Strata 1. Sedangkan yang membedakan Akper Kesdam dengan yang

lainnya adalah karena bernaung di institusi TNI pasti punya kekhasan. Antara lain tentang disiplin, etos kerja dan hal itu yang dipriroritaskan. Di samping bidang akademik juga mengacu kepada pedoman dan referensi-referensi standar sudah ditetapkan oleh Dikti. ‘’Selama ini kami memfasilitasi supaya lulusan Akper Kesdam diserap dunia kerja. Karena memiliki fasilitas kesehatan, baik tingkat I dan II, jika mereka belum terserap di instusi lain, kami sendiri menggunakan tenaga mereka,’’ tandasnya. Sementara itu, Direktur Akper KesdamIX/Udayana Letkol Ckm. dr. I Gede Putu Arsana, Sp.PD. menyampaikan lulusannya banyak terserap di rumah sakit swasta, termasuk RS internasional, di antaranya RS Siloam dan swasta lainnya. ‘’Artinya proporsinya sudah

tersebar ke seluruh Bali, selain rumah sakit pemerintah. Mudah-mudahan lulusan kami semakin banyak yang terserap lagi di dunia kerja, terutama bidang kesehatan,’’ ujarnya. Agar lulusannya siap bersaing, Akper Kesdam menggiatkan kursus bahasa Inggris dan Jepang. Selain itu, kata Letkol Arsana, pihaknya juga melakukan MoU agar bisa kerja di luar negeri. ‘’Kami juga mencetak lulusan keperawatan yang profesional, andal dan mampu bersaing di tingkat regional dan nasional. Saat ini lulusan mahasiswa kami banyak di rumah sakit di Jepang. Mereka ditugaskan di tempat vital, perawatan emergency, ruang operasi dan unit gawat darurat. Ini menandakan lulusan Akper Kesdam/Udayana kompeten, disiplin dan terampil dalam ilmu keperawatan,’’ tandasnya. (kmb36)

makalah dengan inovasi, isu strategis dan inovasi pemecahan masalah. Untuk diketahui, 18 peserta mengikuti lelang jabatan empat kepala dinas yakni Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pariwisata serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Posisi Kepala Dinas Pendidikan paling banyak pelamar, yakni enam orang. Sementara posisi lain hanya bisa sampai memenuhi batas minimal empat peserta. Menariknya, untuk po-

Bali Post/ist

sisi Kepala Dinas Pariwisata dilirik sekaligus oleh empat camat yang bertugas di Kabupaten Tabanan. Mereka adalah Camat Kerambitan I Gede Sukanada, Camat Tabanan I Putu Arya Suta, Camat Pupuan I Putu Agus Hendra Manik, dan Camat Kediri I Made Murdika. Seleksi posisi Kepala Dinas Pendidikan yang ramai peminat diikuti Camat Baturiti I Ketut Ridia, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu I Wayan Sukanrayasa, Kepala Bagian Pembangunan A.A. Ngurah Agung Satria Tenaya, Sekretaris BKPSDM I Wayan Arimbawa, Wakil Direktur RS Tabanan dr. Luhde Sukardiasih, serta Kabag Umum Sekretariat DPRD I Nyoman Putra. Seleksi Kepala Dinas Perhubungan diikuti oleh Camat Selemadeg Timur I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, Sekretaris Disperindag I Ketut Suarsana, Kepala Bagian Organisasi I Gusti Nyoman Surya dan Sekretaris Satpol PP I Putu Adi Supraja. Sementara untuk posisi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika diikuti oleh Kepala Bagian Humas Pemkab Tabanan I Putu Dian Setiawan, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika I Wayan Suradigama, Inspektur Pembantu Wilayah III Inspektorat Tabanan I Nengah Wisnu Wardhana dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan I Wayan Yelada. (kmb28)


Kamis Wage, 22 Agustus 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Nasionalisme Harus Menjadi Jati Diri KEJADIAN di Papua tentu menjadi kado pahit saat Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74. Masih dalam bulan Agustus, Bulan Kemerdekaan yang kental dengan aksi-aksi heroik untuk mengenang nilai juang kepahlawanan, aksi tersebut sungguh sangatlah menampar muka kita, khususnya pemerintah. Meskipun bukan semata-mata urusan atau tanggung jawab Joko Widodo, tetapi pemerintah yang terdepan. Yang berada di garda paling depan untuk mengatasi masalah ini. Sudah banyak ditulis sebagai negara kesatuan, NKRI yang sudah susah-payah dibangun, bibit-bibit perpecahan itu selalu ada, yang terpenting adalah jangan biarkan hidup dan berkembang. Ini sangat berbahaya. Paham radikalisme dengan bertopeng keagamaan tidak akan membawa negeri ini ke arah yang lebih baik. Justru sebaliknya. Tidak hanya mengkhianati cita-cita para pendiri bangsa, tetapi secara jelas dan terbukti bahwa hal tersebut tidak laku dan justru membawa kehancuran di beberapa negara. Ini semakin meneguhkan sikap bangsa Indonesia, bagaimana sejatinya kita sudah punya kekuatan ideologis nasionalis yang sangat kuat. Kita sudah diberikan wasiat serta harta yang tidak ternilai harganya. Pelihara dan kembangkanlah. Bagaimana caranya? Tentu dengan sinergitas antara semua komponen bangsa. Pemerintah ada di depan dengan segala otoritas serta kemampuan yang sudah didelegasikan oleh rakyat. Pemerintah sudah punya mandat. Wakil sudah punya mandat absolut yang diperolehnya dari rakyat. Kombinasi ini sudah lebih dari cukup sebenarnya untuk mengamankan negeri. Tetapi, di tengah perjalanan tentu ada godaan. Banyak oknum yang sudah melenceng. Sudah keluar dati rel-rel komitmen awal. Sudah menafikan kebesaran cita-cita bersama. mereka berkhianat dan tentu saja sejatinya tidak ada tolerasi. Pemerintah mesti tegas. Penegakan hukum yang sangatsangat tegas dan keras diperlukan. Sendi-sendi negara sudah digerogoti. Jangan dibiarkan. Ini menyangkut kewibawaan seorang kepala negara dan jajarannya. Ini menyangkut kehormatan suatu bangsa. Jagan biarkan. Gangguan internal dan eksternal itu sudah pasti ada. Ini tidak hanya dinamika politik, ini dinakika kehidupan. Sepanjang kita bisa jalan lurus, tentu segala ancaman serta rintangan itu bisa dilalui dengan selamat. Ingat, godaan semakin berat di depan. Semakin hari dan bahkan semakin mengarah ke hitungan jam, menit atau bahkan detik. Ini bukan berlebihan. Segala macam cara digunakan. Kekuatan media sosial digunakan untuk menyebarkan fitnah, ujaran kebencian, hoaks dan sebagainya. Ini hitungannya detik. Mereka cepat dan kita mestinya jauh lebih cepat. Mereka juga kuat dan harusnya kita jauh lebih kuat. Kita tengah berpacu. Tidak ada istilah diam. Mereka tidak pernah diam untuk terus merongrong. Kita juga tidak akan pernah diam untuk melawan, melawan dan kita mestinya melibas mereka sampai ke akar-akarnya. Dan itu tentu perlu modal dan tekad kuat. Tegakkan komitmen dan tegakkan supremasi hukum. Tidak ada yang akan berani coba-coba kalau kita kuat dan teguh pendirian. Tidak akan ada yang berani petantang-petenteng kalau kita siap siaga selalu. Dasarnya harus kuat, Pancasila serta kesadaran bahwa kebinekaan itu justru akan memperkuat kita. Tanggung jawab mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus dibangun. Kesadaran ini harusnya menjadi spirit kita bernegara. Oleh karenanya, perbedaan kepercayaan, suku, ras dan golongan jangan sampai menghancurkan persatuan dan kesatuan kita sebagai anak bangsa. Kita mesti tetap bersatu dan saling menghargai.

S URAT PEMBACA Tertibkan Pembangunan Vila Pembangunan fasilitas pariwisata di wilayah Gianyar khususnya di Kecamatan Ubud, Payangan dan Tegallalang kini sangat marak. Kawasan yang disasar justru banyak kawasan tepi sungai dan jurang. Selain itu, pembangunan vila dan tempat hiburan berupa swing dan penjualan kopi luwak juga menyasar daerah aliran sungai. Pendataan terhadap objek-objek wisata ini agar dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah. Saya dengar pendapatan usaha ini sangat tinggi. Hal itu rasanya sangat wajar, terlebih saya lihat di setiap objek wisata kopi luwak dan swing mobil yang parkir sangat tinggi. Sebagai sopir yang terbiasa mengantar tamu ke sejumlah tempat ini, saya berharap objek-objek ini segera ditertibkan termasuk dari segi perizinan. Jaminan keamanan dan standar peralatan swing yang digunakan agar dilakukan. Ini untuk menghindarkan terjadinya kecelakaan wisatawan. Terlebih belakangan ada wisatawan dikabarkan sampai meninggal karena jatuh dari swing. Hal lainnya, terkait dengan penggunaan ruang juga agar diawasi. Sedapat mungkin pembangunan fasilitas pariwisata ini tidak menyasar areal persawahan. Jika ini tak terkontrol lambat laun areal sawah akan terus menyusut. Ini akan menjadi hambatan dalam menuju Bali mandiri dalam hal persediaan cadangan pangan. I Made Gunada Denpasar, Bali

Kemerdekaan, Reformasi dan Hukum Hadirnya politik dinasti, oligarkis, dan fragmatis mendorong tampilnya preman politik di pentas publik, melahirkan demokrasi dan hukum transaksional yang menjauh dari kepentingan rakyat. Masalah kerakyatan hanya riuh sebatas selebritasi dalam perdebatan di media massa, kebutuhan hidup rakyat dan pengentasan kemiskinan, tersentuh sebatas pinggiran tidak pada akar masalahnya. Maka, menghadapi tantangan masa depan tidak mudah untuk mentransformasi sebagai negara maju diperlukan perubahan pola pikir dan sikap tindak yang berbasis karakter baik, pengetahuan, visionalisme, politik bersih (bebas korupsi dan nepotisme) mendahulukan kepentingan rakyat, dan tercapainya hakikat cita-cita kemerdekaan. Suka tidak suka reformasi partai-partai politik tidak dapat dielakkan, partai politik harus berdiri di depan dalam menghadirkan pemimpin andal, negarawan ke panggung kekuasaan.

Oleh Supartha Djelantik

K

emerdekaan adalah rangkaian panjang perjuangan dari sejak kehadiran bangsa asing yang melakukan eksploitasi kekayaan bumi pertiwi yang melimpah dan menindas yang dibangun di atas kesadaran kolektif seluruh rakyat Indonesia yang tumbuh dari penderitaan, ketertindasan, marginalisasi dan ketidakadilan dari berabad-abad lamanya untuk menuju kehidupan yang bebas (merdeka), berkeadilan, dan kesatuan bangsa (Liberte, egalite, unite nationale), maka itu perlawanan terhadap penjajahan menjadi tidak terelakkan. Tetesan darah para pejuang seperti perang puputan di (Jagaraga dan Denpasar) Bali, perlawanan Patimura di Maluku, perang Diponegoro, Perang Aceh dll., telah mengeraskan tekad dan semangat perlawanan bahwa kemerdekaan adalah hak bangsa, kegagalan bukan menyiutkan nyali, tapi justru mengeraskan tekad untuk bersatu, dan pembelajaran bagi para tokoh bangsa untuk melakukan rekonsepsi desain dan konsep perlawanan melalui organisasi pemuda dan kesadaran kebangsaan yang melahirkan Budi Oetomo (1908) sebagai awal kebangkitan nasional, kemudian diikuti berdirinya perkumpulan pelajar di Belanda Indische Vereniging yang memberikan warna baru bagi pergerakan kebangsaan dengan mengeluarkan pernyataan politik Indonesia Merdeka (1923) yang berdikari (self help) dan tidak memintaminta (not-mendicancy) melalui persatuan dan partisipasi, melakukan gerakan antipati dan non-kooperatif dengan Belanda. Selanjutnya lahir Indische Partij, ISDV (Indische Social Democratische Vereniging/1914) yang kemudian menjadi PKI (1920). Maka perkembangan politik di Indonesia semakin kuat dan tumbuh subur dan semakin terang-terangan. Sejak September 1919 hak berserikat diakui penuh, termasuk mendirikan partai-partai politik. Tetapi cara menggunakan hak itu

dapat dibatasi oleh keputusan raja (koninklijk Besluit). Kesempatan ini digunakan dengan mendirikan organisasi politik nasional, seperti: Perhimpunan Indonesia, Partai Nasional Indonesia (1927), Pergerakan wanita RA. Kartini (1879-1904) sampai Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Gelora kemerdekaan semakin kuat seiring bangkitnya kesadaran nasionalisme bangsa-bangsa Asia-Afrika dan kalahnya Jepang dari sekutu dalam Perang Dunia II. Kesempatan itu dimanfaatkan sebaikbaiknya oleh para tokoh bangsa untuk bersatu-padu dalam tekad untuk Indonesia merdeka dengan meninggalkan ego sektoral/ identitas, menjauhkan diri dari sikap pecah belah (adu-domba). Gagal Paham Adalah ironis, tekad bulat para tokoh pemimpin bangsa masa kemerdekaan ternoda oleh segelintir penumpang gelap (free rider) yang mengambil kesempatan dalam Pemilu 2019 menampilkan politik identitas dan menjustifikasi demokrasi sebagai bentuk kekuasaan mayoritas untuk mengatur, mengendalikan dan memerintah yang minoritas sebagai kebenaran, menyandingkan agama dengan ideologi Pancasila, merebut kekuasaan dengan caracara memecah belah bangsa antara elemen bangsa, semuanya itu seharusnya telah ditinggalkan. Kemerdekaan NKRI sudah final dan membawa konsekuensi kepada seluruh rakyat untuk menundukkan diri pada ideologi Negara Pancasila yang dirumuskan dalam alinea IV Pembukaan UUD NRI 1945 yang merupakan landasan aksiologis (sumber nilai) bagi sistem politik nasional yang menyatakan “… maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang Berkedaulatan Rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan

kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Lebih lanjut Pasal 1 ayat (2) dan ayat (3) menyatakan, “Kedaulatan di tangan rakyat dan dilakukan menurut UUD” dan “Negara Indonesia adalah negara hukum”, dan “berdasarkan kedaulatan rakyat” sebagai pengakuan bahwa kekuasaan Negara diselenggarakan berdasarkan hukum yang demokratis, bukan negara hukum otoriter. Mengartikulasi nilai-nilai filosofis Pancasila sebagai landasan ideologi bangsa, tidak jarang menimbulkan persepsi yang beragam dan bisa gagal paham tentang konstitusionlitas hakikat bangsa dan Negara yang sendi-sendinya dirumuskan dalam UUD 1945. Keterbatasan dan kesalah-pemahaman yang didorong kemiskinan nilai kemerdekaan dan ego-sektoral (gagal paham), mendorong konsolidasi kebangsaan terhambat dan pergolakan yang berdarahdarah melalui perlawanan bersenjata seperti DI/TII Karto Suwiryo di Jabar, Kahar Muzakar di Sulawesi, RMS di Maluku, gerakan Aceh dan Papua merdeka tidak terelakkan. Kemudian krisis politik kekuasaan silih berganti, Orde Lama digantikan Orde Baru dan Reformasi 1998 mengakhiri kekuasaan otoritarian Orde Baru yang sarat dengan nepotisme dan korupsi. Hal tersebut menyebabkan hilangnya kesempatan emas (golden age) periode I 1970-1995 yang seharus menempatkan Indonesia sebagai Negara maju. Reformasi dan Korupsi Reformasi menjadi pintu masuk perubahan ketatanegaraan melalui amandemen UUD yang dilakukan sampai empat kali, yaitu: (1) Perubahan terhadap wewenang eksekutif yang dinilai terlalu besar, yaitu pembatasan jabatan presiden menjadi dua kali masa jabatan, dan presiden menyusun undang-undang bersama DPR; (2) perkuatan pemerintahan daerah melalui otonomi

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Reuni Pelajar Lombok Untuk menjalin silaturahmi dan mempererat persaudaraan maka akan digelar kegiatan Reuni VIII Eks Pelajar Lombok. Kegiatan ini akan diselenggarakan Jumat (23/8) - Sabtu (24/8) 2019. Acara dilangsungkan sehari penuh (full day) pada hari Sabtu 24 Agustus 2019. Kontribusi peserta yang tidak menginap Rp 750.000/orang, sedangkan yang menginap di Hotel Santika Siligita Rp 1.250.000/orang. Acara meliputi fun walk dibkawasan ITDC hingga Peninsula Island, kunjungan ke GWK dan Puja Mandala dilanjutkan puncak acara talk show dan ramah tamah di kawasan ITDC Nusa Dua. Kontribusi bisa ditransfer ke BRI KCP Diponogoro No. ACC 057101013159506 a.n. Ir. Luh Sri Widiharti dan Made Trie Komarawati. WA bisa dikirim ke 08123024083 (Made Trie Komarawati/Bendahara) atau WA 082146918709 (IGA Yatnie/Sekretaris). Peserta yang mendaftar mohon kirim juga nomor ukuran kaos. Panitia Reuni VIII Pelajar Lombok

Dana Punia Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah)

Dalam rangka menginformasikan dan menghimpun dana pembangunan di Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah loka) yang terletak di Banjar Adat Peninggaran, Desa Pakraman Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, dengan ini kami mengajukan permohonan bantuan kehadapan para umat untuk ikut madana punia untuk mendukug pembangunan pura. Dengan adanya dukungan dari umat dalam hal ini akan sangat besar manfaatnya untuk pengembangan dan mendukung kebutuhan serta penyelesaian sarana dan prasarana fisik pembangunan pura ini. Salah satu upaya untuk melestarikan agama, adat istiadat dan seni budaya yang diharapkan dapat meningkatkan sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami pangempon Pura Puncak Sari, Desa Pakraman Seraya sangat mengharapkan bantuan dari umat. Bantuan dapat disalurkan ke Rekening Panitia Pembangunan Pura Puncak Sari No. Rek. 4614-01-019031-53-6 BRI Unit Subagan. Demikianlah permohonan ini kami sampaikan kehadapan bapak dan atas bantuannya kami sampaikan terima kasih. Klian Desa Pakraman Seraya I Made Salin

Salut Atas Komitmen Jaga Bali

Saya membaca bahwa Teluk Benoa kembali dijadikan kawasan konservasi. Ini langkah yang patut diapresiasi sebagai bentuk ketulusan mengawal Bali. Saya pribadi mendukung langkah ini. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Bali dan DPRD Bali yang telah berani bersikap tegas untuk menentukan nasib Bali. Pascaadanya keputusan ini saya juga berharap para pihak yang selama

ini berinvestasi di kawasan ini tetap peduli menjaga perairan Bali. Mari bersama-sama menjaga Bali demi kelangsungan usaha dan harmoninya alam Bali. Saya juga berharap ke depan jangan lagi ada pendekatan kekuasaan dalam mengelola kawasan pesisir. Semua hendaknya berdasarkan kajian lingkungan dan keseimbangan ekosistem. Saya berpikir percuma juga membangun kawasan mewah dan

kawasan bisnis tanpa adanya keseimbangan alam. Saya menaruh hormat kepada para pihak yang selama ini getol memperjuangkan agar kawasan Teluk Benoa dijadikan kawasan konservasi. Mudah-mudahan semua berjalan sesuai dengan harapan kita menjaga Bali yang harmoni baik alam, manusia dan peradabannya. I Putu Andrian Gianyar, Bali

luas, nyata dan bertanggungjawab, pemilihan kepala daerah (pilkada) serta DPRD lewat pemilu, pengakuan HAM melalui perluasan Pasal 28; (3) pemilu presiden langsung melalui rakyat, mengubah kewenangan MPR yang tak lagi menjadi lembaga tertinggi negara dan mengatur mengenai mekanisme pencopotan presiden atau impeachment dan pembentukan Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial; dan (4) pembentukan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai unsur di MPR dan dipilih melalui Pemilu, penghapusan lembaga DPA. Pasca-amandemen UUD partai politik memiliki posisi strategis sebagai lembaga yang memiliki mandat kedaulatan rakyat, penyalur aspirasi rakyat dengan hak menempatkan wakilnya di DPR. Hadirnya partai-partai politik yang bertarung dalam pemilu, mewarnai demokrasi yang lebih seimbang terbuka, keseimbangan kekuatan politik tercermin dari perolehan kursi partai politik di legislatif, dan menguatnya posisi DPR dalam kebijakan legislasi, anggaran (APBN) dan pengawasan. Sayangnya menguatnya posisi tersebut telah menggeser nafsu korupsi kaloboratif ke ranah politik, sebagai contoh korupsi wisma atlet Hambalang, e-KTP, pembangkit listrik, impor daging, bawang, dll. Triliunan uang rakyat menjadi bancakan politik transaksional. Sekalipun pemberantasan korupsi dijadikan agenda besar dalam penyelenggaraan anggaran, namun kuatnya nafsu dan keserakahan telah mengantarkan ribuan koruptor ke dalam jeruji besi. Pada masa pemerintahan Presiden Habibie, pemerintah dan DPR mengesahkan UU No. 29 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan Bebas KKN. Wacana pembentukkan badan baru kemudian berkembang saat pembahasan RUU Pemberantas Tindak Pidana Korupsi pada pertengahan 1999. kemudian dibentuk Tim Gabungan Pemberantasan Korupsi (TGPK) yang bersifat otonom dengan kewenangan terbatas. Kemudian UU KPK No. 30 Tahun 2002 disahkan sebagai lembaga superbody yang memiliki kewenangan penuh serta independen dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi. Pemberantasan korupsi semakin gencar dilakukan KPK, namun korupsi lajunya semakin kencang dan konspiratif, lintas kelembagaan dan profesional. Demokrasi yang diharapkan sebagai instrument menyempitkan ruang korupsi, malah menebar virus korupsi konspiratif (DPRBirokrasi) dengan merampok

uang rakyat (APBN) dan menjadikan politik sebagai ajang perjudian melalui politik uang antara caleg dengan masyarakat. Semakin masifnya korupsi pada setiap jenjang kekuasaan menghadirkan preman politik ke pentas publik. Demokrasi telah men-generate benih korupsi sampai ke sumsum tulang politik dan kekuasaan. Sehingga pemberantasan korupsi harus memakai upaya hukum super extraordinary melalui pembangunan sistem pemberantasan korupsi terintegrasi (integrated eradication corruption system), dengan pemberatan hukuman dengan hukuman maksimal, dan perluasan hukuman melalui pencabutan hak-hak tertentu (politik), dan/atau hukuman kerja sosial, sehingga penjeraan dapat terwujud. Penulis, pengajar pada Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

POJOK Menteri ESDM puji Koster soal komitmen terhadap energi bersih. - Dukung Bali wujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. ***

Pilbup Badung, hadapi PDI-P empat partai harus koalisi. - Bersatu wujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. ***

Konsultasi awal masa jabatan, Dewan Buleleng ramai-ramai terbang ke Jakarta. - Biar kompak wujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Warung Global

Penertiban Pakaian Pramuwisata Sangat Tepat PENERTIBAN pramuwisata yang tidak memakai busana adat Bali mendapat apresiasi. Walaupun tindakan itu terkesan terlambat, namun dinilai masih lebih baik daripada diberikan bebas. Sebab, aturan agar pramuwisata di Bali mengenakan pakaian adat saat mengantar tamu sudah lama diatur. Budiada di Tabanan mengatakan, tujuan dibuatnya aturan yakni dilaksanakan dan dipraktikkan agar tidak mubazir. Pramuwisata mesti disiplin dengan berbusana adat Bali sebagai formalitas agar kelihatan kualitasnya demi kebaikan dan kemajuan budaya dan pariwisata Bali. Vera di Tabanan mengharapkan adanya penegakan hukum yang tegas bagi para guide yang tak menggunakan busana adat Bali. Banyak pergerakan pramuwisata tak berizin akibat lemahnya pengawasan dan sanksi hukum. Pramuwisata harus mengawasi tamunya agar turut menjaga kelestarian dan kesucian di Bali. Werda di Tegallalang setuju dengan penertiban ini dan langkah yang sangat bagus. Karena sering kali ada pelanggaran yang kesannya ada pembiaran. Diharapkan tidak hanya pada perda ini saja dilakukan penertiban, namun juga pada perda yang lainnya. Jangan sampai banyak aturan namun tidak

ada yang jalan. Penertiban ini harus konsisten, berjalan terus, bukan musiman dan tidak pandang bulu. Warsa di Mengwi menegaskan, Pemerintah Provinsi Bali agar lebih intensif menertibkan pramuwisata. Pasalnya, banyak dari mereka yang tidak memenuhi standar dan tidak mengenakan pakaian adat Bali sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai ada ketimpangan antara kewajiban penggunaan busana adat Bali, dan tidak terawasinya pelanggaran seperti ini. Jangan hanya lisensi guide yang diperhatikan tapi aturan lainnya juga harus ditaati. Sudana di Tabanan juga menegaskan, pramuwisata wajib menggunakan busana adat Bali. Ia meminta pemerintah bertindak tegas dengan memberikan sanksi. Pemerintah mesti sering melakukan sweeping agar citra pariwisata Bali dapat dipertahankan. Jangan semua berwacana menjaga citra pariwisata Bali tetapi sebaliknya membiarkan hal-hal yang harus segera dihentikan. (dika)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Kamis Wage, 22 Agustus 2019

Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Barang Milik Daerah

Bupati Eka Teken Nota Kesepahaman dan Kesepakatan Bersama

SEBAGAI daerah yang berkomitmen mewujudkan pemerintah yang bersih, transparan dan akuntabel dalam optimalisasi pendapatan daerah dan barang milik daerah, Pemerintah Kabupaten Tabanan menandatangani Naskah Kerja Sama Nota Kesepahaman dan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali dengan institusi vertikal maupun BUMD di Provinsi Bali. Naskah kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Rabu (21/8) kemarin, di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Denpasar. Kegiatan tersebut dibuka dan disaksikan langsung Gubernur Bali I Wayan Koster. Hadir di acara tersebut, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi RI Basaria Panjaitan, Bupati dan Wali Kota se-Bali,

serta instansi vertikal dan BUMD di Provinsi Bali. Usai penandatanganan nota kesepahaman tersebut, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang hadir saat itu. ‘’Pada kesempatan ini, saya atas nama Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak atas terselenggaranya acara yang penting ini sebagai tindak lanjut dari rapat-rapat pembahasan sebelumnya yang telah diinisiasi oleh pihak Korsupgah KPK-RI,’’ ungkapnya. Dikatakannya, KPK di samping secara aktif melakukan pelaksanaan tindakan pemberantasan korupsi, juga tetap secara aktif melakukan tindakan di bidang pencegahan. Koster menjelaskan, optimalisasi pendapatan daerah dan barang milik daerah merupakan 2 bidang dari 8 bidang area intervensi dari Korsupgah KPK yang perlu

mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Daerah. ‘’Optimalisasi pendapatan daerah dan barang milik daerah ini dapat terwujud apabila ada sinergitas antara instansi di Provinsi Bali, baik antara Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali dengan instansi vertikal yang ada di Provinsi Bali,’’ imbuh Koster. Koster menambahkan, sebagai implementasi dari sinergitas tersebut, maka dituangkan ke dalam bentuk naskah kerja sama nota kesepahaman dan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali dengan instansi vertikal dan badan usaha yang merupakan landasan hukum kerja sama para pihak. ‘’Hadirin yang berbahagia, kerja sama yang kita tandatangani pada hari ini adalah untuk menangani permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh

Pemprov serta Pemkab/Pemkot di bidang pendapatan daerah dan barang milik daerah, serta tuntutan untuk memenuhi perkembangan teknologi saat ini,’’ imbuhnya. Dalam konteks pembangunan, mengingat Bali dikenal sebagai pulau yang unik karena memiliki alam, budaya dan manusia yang menyatu dalam satu kesatuan tatanan kehidupan yang terus hidup di tengah masyarakat, maka konsep pembangunan Bali mengedepankan pada konsep konservasi alam, manusia dan budaya sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Yang artinya menjaga keseimbangan, kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia sekala niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai prinsip Trisakti Bung Karno. ‘’Berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan

KERJA SAMA - Suasana penandatanganan Naskah Kerja Sama Nota Kesepahaman dan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali dengan institusi vertikal maupun BUMD di Provinsi Bali. berkepribadian dalam kebudayaan melalui pola pembangunan semesta berencana, secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah dan terintegrasi dalam bingkai NKRI,’’ lanjut Koster. Melalui kegiatan ini, Gubernur Koster berharap terwujud-

nya sinergitas pembangunan di Provinsi Bali yang sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Bali, dengan perencanaan pembangunan dalam satu kesatuan wilayah, yaitu, satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola. ‘’Kerja sama yang ditandatangani ini berjumlah

29 buah, dan tadi sudah kita tanda tangani bersama. Saya harap nota kesepahaman ini tidak hanya sebatas di atas kertas saja, tapi yang lebih penting adalah diimplementasikan dengan sebaik-baiknya, serta penuh dedikasi dan tanggungjawab,’’ tutup Koster. (ad682)

Dampak Kemarau Panjang

Layanan PDAM ke Enam Desa di Seltim Terganggu Tabanan (Bali Post) -

Kemarau berkepanjangan menyebabkan debit sumber mata air di Kabupaten Tabanan yang disalurkan untuk masyarakat mengalami penurunan rata-rata 20 persen. Bahkan debit air baku dari Bendungan Telaga Tunjung di Kecamatan Kerambitan juga menurun 50 persen. Akibatnya, distribusi air bersih PDAM ke enam desa di Kecamatan Selemadeg Timur (Seltim) terganggu. Jumlah pelanggan PDAM yang terdampak diperkirakan 4.000 lebih.

Bali Post/bit

RUSAK - Meski rusak berat, armada pengangkut sampah milik DLH Tabanan tetap difungsikan.

DLH Tetap Operasikan Armada Rusak

Tabanan (Bali Post) Media sosial belakangan ini ramai dengan beredarnya foto armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan yang rusak berat. Bahkan foto tersebut dilengkapi dengan caption yang cukup menggelitik. Truk DLH yang rusak berat itu diberi julukan ‘’Transformer’’. Sontak beragam komentar pun bermunculan menanggapi foto tersebut. Bahkan ada yang menilai hal itu akibat kurangnya perhatian pemerintah untuk memenuhi fasilitas yang layak yang semestinya harus dimiliki oleh DLH di tengah beratnya tanggung jawab yang dipikul. Dari data yang dihimpun, DLH Tabanan memiliki 24 unit armada yang difungsikan untuk mengatasi persoalan sampah di Tabanan. Rinciannya, dump truck sebanyak 11 armada, tujuh

unit amrol dilengkapi 21 kontainer, dan enam unit Viar. Namun dari jumlah tersebut, khususnya armada dump truck dan amrol, kerap masuk bengkel sehingga menyebabkan petugas kelabakan dalam melayani masyarakat. Khusus jenis amrol atau truk tanpa kontainer yang bertugas untuk mengangkut sampah dari 21 unit kontainer yang tersebar di Tabanan, sembilan unit di antaranya dalam kondisi rusak. Kemudian, dari sembilan unit tersebut, empat di antaranya masih digunakan untuk mengangkut sampah dan lima lainnya masih dalam proses perbaikan di sebuah bengkel di wilayah Denpasar. ‘’Jadi, empat unit tetap beroperasi meskipun rusak. Karena jika tak dioperasikan, tata niaga atau proses pengangkutan akan berantakan alias terganggu, termasuk yang disebut Trans-

former itu,’’ terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan I Made Subagia, Rabu (21/8) kemarin. Idealnya, lanjut Subagia, satu unit amrol memiliki lima kontainer. Artinya, masih kurang 14 unit kontainer agar amrol bisa berfungsi maksimal. Armada dump truck juga mengalami kondisi serupa. Dari 11 unit yang dimiliki DLH, enam di antaranya rusak dan satu unit sudah masuk bengkel untuk perbaikan. ‘’Yang rusak adalah pada bagian dindingnya yang keropos, karena disebabkan oleh unsur besi dalam sampah. Kami sudah usulkan semua semoga bisa cepat terealisasi,’’ jelasnya. Di tengah kondisi armada yang banyak rusak, pihaknya tetap semangat mengatasi persoalan sampah. Apalagi kini sudah memasuki tahap penilaian Adipura 2019. (kmb28)

Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Tabanan Ida Bagus Marjaya didampingi Kasubag Humas PDAM Tabanan Wayan Agus Suanjaya, Rabu (21/8) kemarin menerangkan, kemarau panjang secara tidak langsung mempengaruhi ketersediaan dan distribusi air bersih ke pelanggan. Sebanyak 33 sumber mata air baku dengan rincian, 24 titik mata air dan sembilan titik air permukaan serta sumur dalam, seluruhnya mengalami penurunan debit air sebanyak

20 persen. Daerah paling terdampak yakni wilayah Seltim, khususnya daerah yang sumber mata airnya berasal dari Bendungan Telaga Tunjung. ‘’Desa yang terdampak yaitu Desa Tangguntiti, Tegal Mengkeb, Megati, Serampingan, Bantas, dan Beraban. Sementara agar bisa terus terakomodir, kami gunakan sistem bergilir,’’ terangnya. Dengan penerapan sistem bergilir, Ida Bagus Marjaya mengimbau masyarakat agar

melakukan penampungan air, saat mendapatkan giliran layanan. ‘’Hanya itu imbauan kami karena kondisi serupa tidak hanya terjadi di Tabanan saja. Hampir seluruh daerah di Bali mengalami hal serupa. Ini faktor alam,’’ terangnya. Selain Seltim, masalah serupa juga dirasakan warga Desa Belimbing Kecamatan Pupuan, sebanyak 1.100 pelanggan. Debit mata air Mekori di desa setempat juga turun signifikan, hampir 50 persen. Sementara untuk wilayah

lainnya seperti wilayah kota, seperti Tabanan dan Kediri, begitupun di kecamatan lain seperti Marga, Penebel dan Selemadeg Barat, kata Marjaya masih normal. Hanya di Kecamatan Baturiti pendistribusian air ke pelanggan juga terganggu, namun bukan disebabkan oleh penurunan debit sumber mata air melainkan akibat aktivitas pengerjaan shortcut. Pengerukan oleh alat berat dinilai kurang hati-hati sehingga menyebabkan puluhan titik pipa mengalami kebocoran. ‘’Sudah langsung diperbaiki, karena petugas kami juga sudah ada yang stand by di sana. Kami berharap setidaknya ada koordinasi dengan kami agar saat pengerukan tidak sampai mengenai pipa distribusi,’’ terangnya. (kmb28)


Kamis Wage, 22 Agustus 2019

Eksekutif Lakukan Penyempurnaan Sejumlah Dinas dan Badan akan Digabung Singaraja (Bali Post) –

Bali Post/kmb38

TUNGGU PENYEMPURNAAN – Proyek revitalisasi Pasar Banyuasri menunggu tender di BLP Buleleng. Dalam waktu dekat, dokumen tender ini dipastikan disempurnakan alias direvisi rekanan Manajemen Konstruksi (MK).

Jelang Tender Konstruksi

RAB Proyek Revitalisasi Pasar Banyuasri Direvisi Singaraja (Bali Post) – Setelah rekanan pemenang tender Manajemen Konstruksi (MK) ditetapkan, sekarang ini dilakukan revisi terhadap Rancangan Anggaran Biaya (RAB) proyek revitalisasi Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng itu. Evaluasi untuk penyempurnaan dokumen perencanaan dan RAB revitalisasi Pasar Banyuasri itu, diagendakan dilakukan dalam waktu dekat ini sudah tuntas. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng Ketut Suparta Wijaya, Rabu (21/8) kemarin mengatakan, sesuai regulasi rekanan pemenang tender MK itu ditugaskan mengevaluasi dokumen perencanaan dan RAB paket pekerjaan kontruksi sebelum ditenderkan di Bagian Layanan Pengadaan Barang Jasa (BLP) Pemkab Buleleng. Dari evaluasi yang sudah dilakukan, khusus penyusunan RAB masih perlu disempurnakan. Penyempurnaan RAB ini lebih banyak dalam hal Harga Perhitungan Sendiri (HPS) item pekerjaan konstruksi revitalisasi Pasar Banyuasri. Dari penyusunan RAB, PUPR anggaran revitalisasi pasar itu dialokasikan sekitar Rp 180 miliar. Dana ini berasal dari APBD Buleleng, ku-

curan APBD Provinsi Bali melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK), dan sokongan pemerintah pusat. ‘’Sedang disempurnakan setelah pemenang tender MK RAB mulai direvisi. Saat ini lebih banyak menyangkut item teknis pekerjaan konstruksi yang akan kita tenderkan,’’ katanya. Kendati RAB masih direvisi, hal ini tidak terlalu berdampak pada batas waktu pelaksanaan proyek revitalisasi. Pasalnya, skema pelaksanaan proyek itu dilakukan tahun jamak. Itu artinya pelaksanaan akan dilakukan 18 bulan dari tahun 2019. Nantinya direncanakan berakhir 2020 mendatang. Selain itu, berkas tender yang telah melalui penyempurnaan rekanan dari MK, dipastikan tender yang akan dilakukan akan berjalan lancar dan tidak boros waktu. ‘’Karena berkas tender konstruksi sudah diawasi dan disempurnakan oleh rekanan MK. Kami yakin tender itu akan berjalan lancar. Kami optimis tidak terjadi gagal tender. Sehingga sisa waktu di tahun ini berlanjut tahun depan. Dan akhirnya revitalisasi pasar itu bisa diselesaikan,’’ jelasnya. Kepala BLP Sekkab Buleleng Putu Adiptha mengatakan, dokumen tender revitalisasi Pasar

Banyuasri itu masih dievaluasi rekanan MK. Setelah dokumennya dievaluasi dan penyempurnaan RAB, BLP akan langsung mengumumkan lelang melalui mekanisme tender online. Pihaknya juga memastikan berkas tender yang sudah melalui evaluasi itu lebih bisa dijamin tidak akan terjadi gagal tender. ‘’MK sedang merevisi RAB-nya. Dengan berkas itu sudah disempurnakan, kami yakin lelang akan lebih singkat. Kami juga optimis tidak sampai terjadi gagal tender. Sebab, dokumennya sudah dipersiapkan dengan baik,’’ jelasnya. Terkait persiapan, sejauh ini lahan los, kios, dan ruko Pasar Banyuasri semua telah kosong. Pedagang sudah membongkar perlengkapan. Barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan dipergunakan di lokasi pasar darurat. Nantinya, bangunan lama itu akan diratakan setelah pemenang lelang pelaksanaan konstruksi revitalisasi Pasar Banyuasri ditetapkan. Pembongkaran bangunan sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan yang menjadi pemenang lelang. Mereka berkewajiban melaksanakan revitalisasi tersebut. (kmb38)

Sejumlah kelembagaan eksekutif di Pemkab Buleleng rencananya akan dilakukan penyempurnaan. Model perubahan instansi baru itu sebelumnya berbeda. Caranya satu instansi dibentuk jadi dua lembaga. Namun, sekarang muncul wacana kalau sejumlah dinas dan badan itu akan digabungkan. Hanya sejauh ini pemerintah daerah masih melakukan kajian terkait dasar hukum, aspek tugas. Selain itu juga beban kerja, serta kajian menyangkut nama instansi setelah digabungkan jadi satu lembaga. Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan, Rabu (21/8) kemarin, beberapa tahun sebelumnya Pemkab Buleleng membentuk Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Di mana dinas ini dibentuk setelah memisahkan bidang damkar menjadi dinas dari instansi induknya, yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga dibentuk setelah memisahkan bidang koperasi dan UMKM dari instansi asalnya, yaitu Dinas Perdagangan dan Prindustrian (Disperindag). Selain itu, juga dibentuk Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), dan membentuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan Pemukiman Pertanahan (Perkimta),

dan Dinas Statistik. Setelah lembaga ini beroperasi yang dilengkapi sumber daya manusia (SDM), sekarang muncul wacana menggabungkan kembali beberapa instansi tersebut. Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, instansi yang digabungkan itu yaitu, Dinas Statistik d ig a b ung ka n d eng a n Badan Perencana Pembangunan Pengembangan Penelitian (BappedaLitbang). Dinas Damkar menjadi satu instansi dengan BPBD. Selain itu, Dinas Pertanian (Distan), Ketahanan Pangan, dan Dinas Perikanan disebutsebut akan digabungkan menjadi dua instansi. Hanya saja, penamaan instansi hasil penggabungan ini sedang dikaji. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mem-

benarkan rencana pengabungan beberapa dinas dan badan tersebut. Pengabungan itu kata Bupati, tidak lepas dari evaluasi beban kerja dan fungsi instansi terkait. Namun rencananya masih belum final. Alasannya, masih dilakukan kajian. Evaluasi dilakukan baik menyangkut regulasi dan analisis beban kerja (anjab), fungsi lembaga, dan penamaan lembaga hasil penggabungan itu. ‘’Ya benar, kami sedang mengkaji pengabungan dinas dan badan itu. Kami berpikiran, buat apa banyak lembaga. Kalau digabungkan nanti bidangnya yang akan ‘dikencengkan’. Saya kira hal itu akan lebih efektif,’’ kata Bupati yang didampingi Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Sekkab Buleleng

Ketut Suwarmawan. Memang kata Bupati ada beberapa instansi yang nantinya akan digabungkan. Tetapi, khusus untuk Badan Keuangan Daerah (BKD) belum diputuskan. Apakah dipisahkan Bidang Pendapatan itu menjadi dinas. Atau malah tetap digabungkan seperti sekarang ini. Pertimbangannya ‘’melebur’’ BKD menjadi dua dinas. Karena fungsinya jauh lebih besar. Namun hal itu dinilai kurang efektif. Sebaliknya, kalau tetap dijadikan satu instansi. Maka mau tidak mau kinerja bidangnya harus terus digenjot. Dirinya optimis BKD akan menjalankan fungsinya sebagai pengumpul pendapatan, pengaturan keuangan dan kekayaan daerah. ‘’BKD-nya belum tentu saya lebur jadi dua dinas, yaitu Dinas Pendapatan dan BKD. Namun, persepsi kami tidak ada yang digabung. Penting bidangnya saja kita genjot. Sudah pasti harus diagendakan terobosan-terobosan yang jitu,’’ harapnya. Hal yang sama akan

dilakukan untuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Selama ini Bupati menilai instansi pelaksana peraturan daerah (Perda) itu masih belum optimal melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksinya). Ke depan, sumber daya manusia (SDM) Satpol PP akan dipilih secara ketat. Sudah pasti akan diutamakan pejabat yang qualified tentang hukum. Dengan cara itu fungsi lembaga itu akan berjalan dengan baik. Kebijakan yang sama juga dilakukan, yakni mengenjot kualifikasi SDM di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Satu Pintu (PMPPSP). Hal ini penting karena urusan perizinan ini kerap memunculkan persoalan. Dikatakan, penyelesaiannya menuntut SDM yang menguasai tentang perizinan. ‘’Selama ini Satpol PP kurang berperan. Hal itu memang kesalahan dari dulu, sehingga nanti saya pilih orang yang benarbenar qualified di bidang hukum dan masalah perizinan,’’ jelas Bupati asal Banyuatis itu. (kmb38)

30 Bumdes Dijatah Modal Usaha Rp 100 Juta Singaraja (Bali Post) – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Buleleng mendapat perhatian serius Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT-RI). Tahun ini ada 30 bumdes dari tiga kecamatan masing-masing “dijatah” modal usaha sebesar Rp 100 juta. Bahkan, Kementerian PDTT-RI juga menggelontorkan modal masing-masing Rp 1 miliar untuk Bumdes Pancasari, Bumdes Panji (Kecamatan Sukasada) dan Bumdes Baktisera-

ga (Kecamatan Buleleng). Bantuan diserahkan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo didampingi Direktorat Jenderal (Dirjen) Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Taufik Madjid, Rabu (21/8) kemarin. Bantuan ini diterima Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. dan diteruskan kepada perbekel desa terkait. Modal itu diharapkan dapat mendukung pengembangan unit usaha air minum dan merintis usaha penjualan air minum dalam kema-

san. Pengelolaan modal itu dituangkan dalam perjanjian kerja bersama (PKB). Sedangkan, modal masing-masing Rp 1 miliar untuk tiga bumdes untuk pengadaan sarana dan prasarana pendukung unit usaha bumdes yang sudah ada. Salah satu tujuan pemberian bantuan modal ini untuk memperluas unit usaha Bumdes. Taufik mengatakan, Bumdes itu memerlukan pendampingan dan konsultan dalam upaya mengembangkan unit usaha yang dimiliki. Kemendes sendiri tambah

Taufik telah melakukan kerja sama dengan pihak ketiga dalam wujud konsorsium guna memberikan pendampingan kepada Bumdes penerima bantuan. Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo mengharapkan bumdes di Buleleng ini harus mampu berinovasi dalam mengembangkan unit usahanya. Dia mencontohkan, beberapa bumdes di Indonesia telah berhasil melakukan ekstensifikasi usaha, sehingga mampu meningkatkan pendapatan secara fantastis. “Kalau di daerah

lain bisa. Saya yakin di Buleleng juga pasti bisa. Karena Buleleng memiliki potensi,’’ ujarnya optimis. Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra mengaku bangga setelah Kemendes PDTT memberikan perhatian besar terhadap bumdes di desanya. Itu diyakini berpotensi meningkatkan pendapatan bumdes di daerahnya. Pihaknya mengajak perbekel desa, perangkat desa dan pengurus bumdes dapat memanfaatkan bantuan dana yang diberikan tersebut agar dimanfaatkan dengan baik dan tepat sasaran. (kmb38)

Awali Masa Jabatan Konsultasi di Kemendagri Dewan ’’Ramai-ramai’’ Terbang ke Jakarta

DPRD Buleleng periode 2019-2024 sudah dilantik, Kamis (15/8) lalu. Setelah pelantikan, dewan ‘’anyar’’ ini melaksanakan rapat kerja internal. Hasilnya, Selasa (20/8) lalu 45 orang anggota dewan ‘’ramai-ramai’’ terbang ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta mengikuti agenda konsultasi di awal masa jabatan. Lalu bagaimanakah idealnya upaya penghematan anggaran perjalanan dinas itu harus dikelola dewan dalam kaitan efisiensi?

Sebanyak 45 dewan ‘’ramai-ramai’’ melakukan tugas dinas ke luar daerah di masa awal jabatannya. Karena sedang keluar kota, otomatis pembagian pakaian, peci, dan perlengkapan lain terpaksa harus ditunda. Padahal rencana pakaian dan perlengkapan yang dibeli dengan dana pemerintah sebesar Rp 575 juta itu dibagikan kepada 45 anggota dewan, Senin (19/8) lalu. Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Buleleng

Dewa Ketut Manuaba, Rabu (21/8) kemarin mengatakan, pakaian dan perlengkapan dewan ini telah selesai dikerjakan rekanan pemenang tender. Jadwal pembagian i t u d i s u s u n, P e ja b a t Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang diinstruksikan itu kemudian menetapkan pembagian pakaian itu, Senin (19/8) lalu. Akan tetapi, karena agenda perdana dewan melakukan konsultasi ke Kemendagri Republik Indonesia (Kemendagri-

RI) di Jakarta, PPTK pun terpaksa menunda jadwal tersebut. Karena itu di-rescheduling pakaian dewan dan perlengkapannya itu akan dibagikan, Jumat (23/8) besok. Menurutnya, setiap anggota dewan menerima tiga set pakaian, yakni Pakaian Sipil Lapangan (PSL), Pakaian Sipil Harian (PSH), dan Pakaian Sipil Resmi (PSR). Mereka juga mendapatkan masing-masing satu buah peci dan pin lambang DPRD Buleleng terbuat

dari emas. Terkait materi konsultasi, birokrat asal Desa Panji Kecamatan Sukasada itu mengataan, dewan ingin mendapatkan kejelasan regulasi yang dijadikan acuan menyusun tata tertib (tatib) DPRD dan pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Diakuinya, materi konsultasi ‘’perdana’’ di masa jabatan dewan baru ini sangat penting. Alasannya, kejelasan dasar hukum itu diharapkan bisa memberikan pemahaman lebih komprehensif, sehingga tatib dan pembentukan AKD itu senantiasa mengikuti regulasi. Dan diyakini tidak menimbulkan penafsiran berbeda. Sebab hal itu bisa

berbuntut pada keterlambatan penyusunan AKD dan pemilihan ketua dan wakil ketua dewan periode 2019-2024 mendatang. ‘’Bukan hanya kita di Buleleng, namun dewan dari kabupaten lain melakukan konsultasi perdana setelah pelantikan. Ini materi penting yang harus dikuasai para anggota kita untuk bisa menyusun tatib dan AKD yang berkualitas dan tidak melanggar regulasi,’’ jelasnya. Sementara tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gema Nusantara (Genus) Antonius Sanjaya Kiyabeni mengkritisi konsultasi perdana oleh 45 anggota dewan baru itu. Terkait keuangan pemerintah, se-

mestinya bisa dilakukan penghematan anggaran perjalanan dinas tidak saja di DPRD. Namun juga untuk pejabat eksekutif sendiri. Selain terkesan pemborosan anggaran, secara etika, Anton menilai konsultasi ramai-ramai itu kurang baik di mata publik. Ada baiknya sistem itu dibentuk dulu. Apakah itu tatib dan AKD. Jadi kinerja dewan itu jelas dalam sistem. Kalau sekarang ramai-ramai konsultasi di awal masa jabatan ya, secara etika hal itu kurang elok. ‘’Mudahmudahan saja konsultasi itu memberikan harapan yang baik terutama untuk kepentingan rakyat,’’ harapnya. (mud)

Dewa Ketut Manuaba

Bali Post/kmb38


Kamis Wage, 22 Agustus 2019

Dinas Perizinan Tinjau Proyek Hotel di Pinggir Sungai Ayung Gianyar (Bali Post) Dinas Perizinan, Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPPMPSP) Gianyar meninjau pembangunan hotel di pinggir Sungai Ayung, Desa Kedewatan, Ubud, Rabu (21/8) kemarin. Peninjauan ini dilakukan lantaran beredar informasi di masyarakat, pengerjaan proyek akomodasi wisata tersebut diduga sampai menguruk sempadan Sungai Ayung.

Bali Post/kmb35

CEK BANGUNAN - Tim teknis dari Dinas Perizinan, Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPPMPSP) Gianyar mengecek pembangunan hotel di pinggir Sungai Ayung, Desa Kedewatan, Rabu (22/8) kemarin.

Seimbangkan Pembangunan Fisik dan Mentalitas Masyarakat

Gianyar (Bali Post) Mentalitas dan karakter masyarakat saat ini wajib dibangun seimbang dengan pembangunan fisik yang ada. Hal ini guna menghindari terjadinya kerusakan alam yang lebih banyak disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri. Dharma Uphapati

PHDI Gianyar Ida Pedanda Gde Made Putra Kekeran menegaskan hal itu saat Pasamuan Madya PHDI Kabupaten Gianyar, Senin (20/8). Pasamuan yang dibuka Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun ini diikuti oleh Paruman Sulinggih, Paruman Walaka, Pengurus Harian,

Bali Post/kmb16

PASAMUAN - Suasana Pasamuan Madya PHDI Kabupaten Gianyar, Senin (20/8).

PHDI Kecamatan dan PHDI Desa se-Kabupaten Gianyar. Menurut Ida Pedanda, dalam program pembangunan Bali Nangun Sat Kertih loka Bali, yang hendaknya mendapat perhatian khusus adalah Jana Kertih dan Atma Kertih. Jana Kertih artinya membangun menusia secara individu agar menjadi SDM yang sehat secara jasmani, tenang secara rohani dan profesional. Sedangkan Atma Kertih, bagaimana membangun lingkungan rohani dengan daya spiritual kuat konsisten. Penjabaran ke depannya adalah dengan melakukan pembangunan manusia Hindu dari kecil sampai dewasa melalui pasraman formal dan informal. Sementara itu, Bupati Gianyar dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Anak Agung Mayun mengatakan, Pemkab Gianyar akan selalu mendukung kegiatan PHDI dalam meningkatkan srada bhakti umat untuk mewujudkan masyarakat Gianyar yang aman, sejahtera, lahir dan batin. (kmb16)

Kepala DPPMPSP Gianyar Dewa Alit Mudiarta yang langsung turun ke lokasi mengatakan, pihaknya turun ke lokasi pembangunan proyek itu lantaran menerima laporan dari masyarakat. Dikatakan, ada salah satu hotel di Desa Kedewatan yang masih dalam tahap pembangunan sampai menimbun sempadan sungai. Alit Mudiarta menambahkan, pihaknya sudah mengecek segala kelengkapan administrasi pembangunan hotel tersebut. Bahkan, salah satu timnya mengukur langsung jarak bangunan dengan tepi Sungai Ayung yang ada di dekat pembangunan hotel itu. Sehingga didapatkan oleh tim teknis tinggal melanjutkan izin penguatan tanggul ke Badan Wilayah Sungai Bali-Penida. “Setelah kami

cek, dari perizinannya sudah lengkap. Hanya dalam pembangunan di sana ada pemasangan konstruksi sehingga tanahnya lewat ke sungai,” katanya. Terkait tanah yang meluber hingga ke Sungai Ayung, kata Alit Mudiarta, hal itu karena pengerukan saat proses memasang penguatan tanggul. Izin penguatan tanggul itu sedang diurus ke Badan Wilayah Sungai BaliPenida. “Mengingat kami di Pemerintah Kabupaten hanya mengurusi izin bangunan, izin usaha dan sebagainya. Tanah yang meluber ke sungai itu juga sudah dinaikkan langsung oleh pihak hotel menggunakan dua alat berat,” ujarnya. Salah satu staf manajemen konstruksi pembangunan proyek, I Wayan Sumardita,

menerangkan pihaknya memang sedang mengerjakan konstruksi tanggul. Ia mengakui pengerjaan konstruksi tanggul ini membuat sebagian tanah hasil kerukan jatuh ke sungai. “Setelah jatuh ke sungai, pekerja kami juga langsung menariknya kembali dibawa ke atas untuk ditata menjadi kebun,” terangnya. Sumardita menambahkan, pihaknya bekerja setelah mendapat izin dari pihak Pemkab Gianyar. Saat ini proses pembangunan hotel tersebut terus dikebut. “Terkait izin, semua sudah kami lengkapi sebelum mengerjakan proyek ini. Namun, izin penguatan tebing kemarin kami tidak tahu sehingga terlambat diajukan ke Badan Wilayah Sungai Bali-Penida dan sudah dipaparkan di sana,” tegasnya. (kmb35)

jumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pantauan Bali Post, Rabu (21/8) kemarin, pintu timur Terminal Kebo Iwa itu memiliki lebar sekitar delapan meter dengan diapit candi bentar. Di sebelah pintu masuk itu sebenarnya memang merupakan areal pakir. Na-

mun, kendaraan yang parkir kerap meluber hingga menutup akses masuk ke terminal tersebut. Alhasil, untuk memasuki areal terminal itu hanya bisa memanfaatkan pintu selatan. Kepala Dinas Perhubungan Gianyar I Wayan Suamba mengakui areal pintu masuk

terminal tersebut memang kerap digunakan parkir oleh ASN dan masyarakat yang hendak mencari pelayanan ke Dinas Pendidikan dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gianyar. “Terima kasih untuk infonya. Kami akan segera mengatur kendaraan yang parkir di pintu masuk terminal tersebut,” ujarnya. Suamba mengimbau masyarakat untuk tertib dalam memarkir kendaraan, dengan tidak menggunakan akses jalan keluar masuk terminal tersebut. “Mohon masyarakat tidak memarkir kendaraan di pintu masuk atau keluar, sehingga kelancaran, keamanan, keselamatan dan kenyamanan terjaga,” katanya. Menurut Suamba, jajaran Dishub Gianyar saat ini sedang berkonsentrasi untuk menertibkan parkir liar pada sejumlah objek wisata, khususnya areal Ubud dan Objek Wisata Ceking. “Rabu ini petugas juga melakukan penertiban parkir di areal Ceking, Tegallalang,” tegasnya. (kmb35)

Kendaraan Parkir Tutup Pintu Masuk Terminal Kebo Iwa

Gianyar (Bali Post) Sudah menjadi pemandangan rutin, areal pintu masuk timur Terminal Kebo Iwa selalu dipenuhi parkir kendaraan roda dua. Mereka yang parkir di areal tersebut, mayoritas merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat yang mencari pelayanan ke se-

Bali Post/kmb35

PARKIR - Sejumlah kendaraan yang parkir pada pintu timur Terminal Kebo Iwa.

Tingkatkan Tangkapan Ikan

Pemkab Sosialisasikan Aplikasi Laut Nusantara Gianyar (Bali Post) Pemerintah terus berupaya meningkatkan hasil tangkapan ikan para nelayan. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Kabupaten Gianyar melakukan upaya tersebut dengan memberikan pelatihan membuat Bioreeftek dan sosialisasi Aplikasi Laut Nusantara. “Lewat aplikasi ini, nelayan kami tidak lagi mencari ikan di laut, namun sudah bisa langsung menangkap karena lewat aplikasi ini sudah jelas terlihat posisi ikan berada sekaligus juga potensi sebaran ikan,” ujar Kepala DKPKP Gianyar Ir. Dewi Hariani, Rabu (21/8) kemarin. Dewi Hariani mengatakan, Kabupaten Gianyar memiliki panjang pantai 14,30 kilometer yang terbentang dari Pantai Siyut, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar hingga Pantai Gumicik, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati. Selain itu, Kabupaten Gianyar juga memiliki potensi sumber daya perikanan yang didukung kelompok nelayan sebanyak 27 KUB dengan anggota 771 orang.

Sesuai survei Potensi Produksi Lestari, kata Dewi Hariani, ketersediaan sumber daya pesisir dan laut di Kabupaten Gianyar hingga kini memang belum dapat dikelola secara optimal. “Untuk mengatasi hal itu, kami beberapa waktu lalu bekerja sama dengan Balai Riset dan Observasi Laut, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar Bakti Inovasi Teknologi dengan mengadakan pelatihan Bioeeftek dan Aplikasi laut Nusantara,” jelasnya. Menurut Dewi Hariani, Aplikasi laut Nusantara merupakan sebuah aplikasi berbasis android yang sangat bermanfaat bagi para nelayan. Melalui aplikasi ini, nelayan mendapatkan informasi mengenai sebaran ikan nasional, sebaran ikan pelabuhan dan sebaran ikan berdasarkan jenisnya. “Selain itu juga tersaji informasi mengenai potensi dan isu kelautan lainnya seperti terumbu karang, pelestarian biota laut hingga ancaman pencemaran,” tegasnya. (kmb35)

PELATIHAN Nelayan di Kabupaten Gianyar mendapat pelatihan pembuatan Bioreeftek dan sosialisasi Aplikasi Laut Nusantara.


Kamis Wage, 22 Agustus 2019

10 Hari Pameran, Inkra Bukukan Transaksi Rp 1,78 M Negara (Bali Post) Pameran Kerajinan dan Industri (inkra) Jembrana tahun 2019 resmi ditutup, Selasa (20/8) malam. Selama 10 hari pelaksanaan, pameran yang digelar di halaman parkir Puspem Kantor Bupati Jembrana membukukan transaksi Rp 1,78 miliar. Nilai itu naik 48 % dari pelaksanaan tahun lalu yang mencatat transaksi sebesar Rp 1,2 miliar. Sejak dibuka oleh Bupati I Putu Artha, Minggu (11/8), pameran Inkra serangkaian HUT ke-124 Kota Negara dan HUT ke-74 RI mendapatkan sambutan meriah dari warga Jembrana. Event tahunan ini menjadi ajang unjuk gigi kerajinan dan hasil UMKM serta kuliner masyarakat Jembrana. Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Jembrana I Komang Agus Adinata, Rabu (21/8) kemarin mengatakan, dari pendataan tahun ini ada kenaikan signifikan pada transaksi pameran Inkra. Bahkan kenaikan mencapai 48% dibandingkan tahun lalu.

Ditambahkan Adinata, peserta pameran kerajinan tahun ini tidak hanya dari Jembrana, tetapi juga perajin serta UKMK se-Bali. Total 131 UKMK berpartisipasi dengan 131 stand yang disiapkan. “Pantauan kami sejak dibuka, warga masyarakat sangat antusias. Pameran juga menampilkan hasil karya-karya kreatif masyarakat lokal. Termasuk untuk usaha kuliner. Kalau dirata-ratakan dalam setiap harinya transaksi penjualan di sana menembus Rp 30-43 juta,” tegasnya. Meski pameran kerajinan tahun ini dinilai sukses karena peningkatan transaksi, Adinata mengaku akan terus melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap para pengerajin lokal yang ada di Kabupaten Jembrana. “Kita cukup puas karena selama berlangsungnya pameran industri ini berjalan dengan baik bahkan ada kenaikan transaksi. Tapi berbagai upaya konkret akan tetap kami lakukan, khususnya pendampingan kepada perajin,” tandas mantan Camat Negara ini.

Harga Bunga Jepun Kering Meningkat

Negara (Bali Post) Sempat anjlok selama setahun lebih, kini harga bunga jepun (kamboja) kering mulai merangkak naik. Kenaikan harga bunga kamboja kering ini terjadi sejak seminggu lalu, dengan harga pasaran Rp 20 ribu per kilonya. Sebelumnya bunga jepun kering sempat anjlok senilai Rp 5.000 per kg. Kenaikan ini mendapat sambutan baik dari warga, khususnya yang pekarangan rumahnya banyak ditanami bunga kamboja. Sejumlah warga yang ditemui, Rabu (21/8) kemarin mengungkapkan, bunga jepun cenana kering sempat anjlok harganya. Setelah sebelumnya harga sempat meroket hingga Rp 120 ribu per kilonya. Tak sedikit warga yang menanam pohon kamboja ini memanfaatkan lahan kosong karena harganya menggiurkan. Tetapi, harga melambung mencapai ratusan ribu rupiah itu hanya berlangsung beberapa bulan saja. Memasuki tahun 2018, harga bunga jepun kering terus merosot. Ketika warga mulai ramai-ramai menanam pohon bahkan sampai mengganti pohon pisang dengan kamboja, harga jual bunga untuk bahan pengharum dupa dan parfum ini justru anjlok. Secara bertahap harga jual bunga terus menuruh. Bahkan terakhir anjlok hingga terjual Rp 5.000 per kilogram. Namun sejak sepekan terakhir, harga jual bunga jepun kering mengalami lonjakan. “Harganya kembali naik sejak seminggu ini. Sampai dua puluh ribu rupiah per kilonya dalam keadaan kering,” ujar Margi Rahayu, warga Yehembang, Mendoyo, Rabu (21/8) kemarin. Dengan naiknya harga bunga Jepun ini, banyak warga kembali rajin mengumpulkan bunga kamboja untuk dikeringkan. (kmb26)

Ia mencontohkan setelah dievaluasi selama pelaksanaan pameran, ternyata perajin terutama untuk di stan pakaian dan kuliner masih berorientasi menjual saja. Padahal pameran sejatinya sebagai ajang promosi. Semestinya tiap stan melengkapi identitas jelas, seperti kartu nama atau brosur terhadap usaha yang dilakoninya. Dengan identitas yang lengkap itu konsumen tidak hanya akan bertransaksi saat pameran saja tetapi juga di luar waktu pameran berlangsung. Kepada pelaku usaha di Jembrana, ia juga menekankan pentingnya berinovasi dan menggiatkan promosi sehingga mampu bersaing. “Kita ingin para pelaku usaha khususnya perajin lokal ini agar terus berinovasi,” terang Adinata. Para pengusaha kecil ini diharapkan dapat bersaing baik ide dan gagasan-gagasannya dengan tetap memperhatikan bagaimana tren, hingga ke depan mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal bahkan juga nasional. (kmb26)

Bali Post/olo

Pameran – Salah satu stan pameran Inkra Jembrana. Selain tidak dipungut biaya untuk pameran, tahun ini transaksi dalam pameran itu megalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pilkel Serentak Polres Petakan Wilayah Rawan Negara (Bali Post) – Menjelang pelaksanaan pemilihan perbekel (pilkel) serentak di 35 desa se-Jembrana, September mendatang, petugas keamanan melakukan pemetaan kawasan yang berpotensi gesekan pendukung. “Kita masih lakukan pendataan dan pemetaan,” terang Kabagops Polres Jembrana Kompol I Wayan Sinaryasa. Karena masih dilakukan pendataan termasuk jumlah TPS, masih belum diketahui desa yang berpotensi rawan terjadi gesekan. Analisis kepolisian kerawanan yang berpotensi terjadi dipicu calon-calon yang bersaing berada dalam satu banjar. Mereka juga memiliki pendukung masing-masing. Karena itu rawan terjadi gesekan antarpendukung. ”Karena

masih pemetaan, kita belum tahu daerah mana dari 35 desa ini,” tandas Sinaryasa. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa I Gede Sujana mengatakan, dari 35 desa ini masih tergolong aman. Dinas juga tengah melakukan pendataaan tempat pemungutan suara (TPS) yang akan melaksanakan pilkel. “Kita masih rekap masing-masing desa,”

terang Sujana. Setelah diketahui jumlah TPS, baru nantinya dilakukan rapat koordinasi melibatkan panitia tingkat kabupaten dan stakeholder berkaitan dengan tingkat kerawanan saat pilkel di 35 desa. Sesuai jadwal, pada 23 September ini terdapat 35 desa yang akan menggelar pilkada serentak. Total ada 124 calon perbekel berkompetisi untuk mendapatkan simpati masyarakat. Diharapkan dalam pelaksanaan pemilihan serentak saat ini, kondusivitas terjaga. Bagi yang menang atau kalah tetap melaksanakan konsolidasi bersama-sama membangun desa. (kmb26)

BPBD Usulkan Dua Sirene Mitigasi Bencana

Negara (Bali Post) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana meng-usulkan dipasangnya dua sirene untuk memperkuat sistem mitigasi bencana di Kabupaten Jembrana. Pemasangan sirene early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini tsunami ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini diperlukan sebagai peringatan dini. Dua sirene deteksi tsunami yang rencana akan dimohonkan dipasang di antaranya di Pantai Candikusuma, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, dan Pantai Yehembang, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila Artha Permana, Rabu (21/8) kemarin mengungkapkan, Jembrana merupakan salah satu kabupaten di ujung barat Pulau Bali yang sebagian besar wilayah desa pesisir berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Tetapi selama ini belum ada sirene tsunami yang terpasang. Di Bali sepengetahuannya baru ada dua, masing-masing di Seririt, Kabupaten Buleleng dan Pantai Tanah Lot, Kabupaten Tabanan. “Keduanya jangkauannya tidak sampai ke sini,” terang

Kalaksa. Dua sirene tsunami untuk di Jembrana sejatinya sejak beberapa tahun lalu sudah diusulkan. Dari BNPB juga merencanakan merealiasikan satu sirene tsunami di Jembrana tahun 2019 ini. Namun, lantaran sejumlah bencana alam yang terjadi di Indonesia, realiasinya ditunda. Rencananya pemasangan ini akan menyasar di Jembrana pada 2020 nanti. Karena harganya yang mencapai miliaran rupiah, kemungkinan hanya terpasang di satu titik. “Kalaupun hanya satu, tetap harus kita syukuri. Pengajuan kami dua sirene tsunami. Satu di Pantai Candikusuma dan satu di Pantai Yehembang,” terang Eko Susilo. Terpasangnya sirene tsunami ini, menurutnya, penting guna antisipasi. Selain prasarana seperti sirene itu, hal yang tak kalah penting juga edukasi kepada masyarakat. Beberapa kegiatan sosialisasi dilakukan terutama di sekolah-sekolah kepada siswa terkait penanggulangan bencana. Menurutnya, mitigasi bencana bukan hanya tugas pemerintah melainkan juga peran bersamasama, dari masyarakat, akademisi dan dunia usaha. (kmb26)

Melaya dan Jembrana Adu Kreasi Gong Kebyar Negara (Bali Post)Serangkaian HUT Kota Negara dan HUT RI, Pemkab Jembrana menggelar Lomba Gong Kebyar Wanita yang diselenggarakan pada Selasa (20/8) malam di Stage Terbuka Ardha Candra Pura Jagatnatha. Dua sekaa gong kebyar wanita mewakili dua kecamatan, yakni Sekaa Gong Wanita Duta Wahana Sandi Suara Desa Yehkuning berhadapan dengan Sekaa Gong Gentha Saraswati Desa Melaya. Lomba tersebut dinilai langsung oleh tiga juri. Ketiganya merupakan dosen ISI Denpasar. Dalam menentukan juara,

Tampil – Salah satu Sekaa Gong Kebyar Wanita yang unjuk kebolehan dalam Lomba Gong Kebyar Wanita, Selasa malam.

juri dari ISI Denpasar Wayan Suweca menyebutkan ada tiga hal yang dinilai dalam lomba yakni teknik, kreativitas dan penampilan. “Teknik yang bagus pasti menghasilkan suara yang bagus, kemudian kreativitas yang dimaksud seperti hiasan gending tabuh, strukturnya dan semua yang membuat gending tabuh menjadi indah. Sedangkan penampilan mulai tata kostum, ekspresi dan juga gayanya” ucapnya. Pada lomba tersebut, Sekaa Gong Wanita Duta Wahana Sandi Suara Desa Yehkuning menampilkan tabuh kreasi Ireng Ketelun, kemudian dilanjutkan tari Rejang Cili, tabuh kreasi Urmy Segara dan ditutup tabuh Gegitaan Tirta Segara. Sedangkan Sekaa Gong Gentha Saraswati Desa Melaya menampilkan tabuh kreasi Sunari, tari Rejang Betel, tabuh kreasi Lilaning Dungulan dan kemudian penampilan ditutup dengan tabuh Gegitaan Jembrana Santhi. (kmb26)


Kamis Wage, 22 Agustus 2019

Polisi Bekuk Tiga Pengguna dan Pengedar Narkoba Amlapura (Bali Post) Satuan Reserse Narkoba Polres Karangasem berhasil mengungkap tiga orang yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba. Dari tiga tersangka yang diamankan itu, dua di antaranya merupakan pemakai sekaligus pengedar. Kasat Narkoba Polres Karangasem AKP I Nyoman Merta Kariana mengatakan hal itu, Rabu (21/8) kemarin. Menurutnya, tiga tersangka yang berhasil diamankan yakni IKGA alias J yang berasal dari Desa Pring Sari Selat, kemudian IKJ alias J asal Dusun Ambengan Desa Tangkas Klungkung, dan IGGS alias G dari Banjar Dinas Batu Kaja, Desa Baturinggit, Kubu. “Tersangka yang di Selat berprofesi sebagai sopir. Sedangkan tersangka dari Klungkung dan Kubu swasta dan wiraswasta,” ungkapnya. Merta Kariana menambahan, ketiga tersangka itu diringkus di tempat berbeda. IKGA alias J dari Selat adalah tersangka yang dibekuk pertama. Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan satu paket narkoba jenis sabusabu. Tersangka mengaku mendapatkan barang haram itu dari seseorang yang berasal dari Klungkung. Setelah informasi berhasil dikumpulkan, petugas kepolisian kembali melakukan pengembangan. Dan pukul 03.30 Wita petugas akhirnya berhasil mengamankan tersangka IKJ alias J. Dari tangannya petugas mengamankan dua paket sabu-sabu. Tanggal 10 Agustus lalu

petugas kepolisian mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba. Kali ini yang dibekuk IGGS alias G. Dari tersangka kepolisian mengamankan sebanyak 20 paket sabu-sabu. “Dari ketiga tersangka barang bukti yang paling banyak diamankan dari tangan tersangka IGGS asal Kubu. Jadi, kalau dikalkulasikan semua sabu-sabu yang kita amankan seberat empat gram,” ujarnya. Dia menjelaskan, dari ketiga tersangka yang diamankan bukan hanya statusnya sebagai pemakai. Melainkan dua di antaranya yang dari Klungkung dan Kubu juga berprofesi sebagai pengedar. Dari tangan ketiganya petugas juga mengamankan alat isap bong. “Dua tersangka itu selain p e m a k a i j uga pengedar . Namun tersangka yang dari Kubu keburu ditangkap dan belum sempat menjual

barang haram itu. Sedangkan IKJ dari Klungkung menjual kepada tersangka yang di Selat,” katanya. Berdasarkan pengakuan tersangka dari Klungkung dan Selat, mereka baru mengonsumsi narkoba sejak setahun lalu. Meski demikian, tersangka dari Kubu sebelumnya sudah sempat dibekuk petugas kepolisian Polresta Denpasar dengan kasus sama. Karena itu dia sudah sempat menjalani hukuman selama satu tahun empat bulan di Lapas Kerobokan tahun 2016. “Tersangka yang di Kubu mendapatkan barang haram dari Denpasar. Mekanisme membelinya dengan sistem tempel yang dilakukan di By-pass Sanur. Namun, bagaimana perjalanan tersangka dari Klungkung itu masih belum jelas, karena sedang dilakukan pengembangan,’’ jelasnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

TERSANGKA - Tiga tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu sekaligus pengedar dibekuk , Rabu (21/8) kemarin.

Tim Yustisi Sidak Duktang

15 Orang Tidak Kantongi KTS

Bali Post/kmb41

SIDAK - Tim yustisi saat melakukan sidak terhadap penduduk pendatang. Dari sidak itu, 15 orang pendatang tidak mengantongi Kartu Tinggal Sementara (KTS).

Amlapura (Bali Post) Tim yustisi terdiri dari TNI, Polri dan Satpol PP melakukan penertiban terhadap penduduk pendatang (duktang), Rabu (21/8) kemarin. Dari sidak yang dilakukan, petugas menemukan sebanyak 15 warga pendatang dari luar Bali belum mengantongi Kartu Tinggal Sementara (KTS). Sidak kali ini dilakukan pada penduduk pendatang yang berada di wilayah Kecamatan Karangasem. Landasan hukum sidak yang dilakukan tim yustisi itu adalah Perda 2 Tahun 2012 yang aturan pelaksanaannya dituangkan pada Perbup 47 Tahun 2012 tentang Administrasi Kependudukan. Sekdis Satpol PP Karangasem I Made Sukerana didampingi Kabid Gakum Gede Sukanta mengungkapkan, pada operasi yang dilakukan petugas menemukan 15 orang pelanggar. Para pelanggar itu ditemukan di Jalan Nenas Lingkungan Telaga Mas dan Karangsokong Kelurahan Subagan. “Dari Kecamatan Karangasem duktang tanpa KTS berjumlah 11 orang. Semuanya berasal dari luar Bali. Sedangkan di wilayah lingkungan Desa Tegallinggah ditemukan empat orang tanpa KTS,” ujarnya. Sukerana menambahkan, atas pelanggaran yang dilakukan penduduk pendatang yang tidak memiliki KTS itu, sesuai regulasi mereka dikenai denda administrasi sebesar Rp 50.000. “Sanksi denda itu sudah sesuai amanat Perda 2 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan. Uang dari denda administrasi itu selanjutnya diserahkan ke BPKAD sebagai PAD,” katanya. (kmb41)

Rantai Kendaraan Putus Nengah Sudiartana Tewas di TKP

Amlapura (Bali Post) Kecelakaan tunggal mengakibatkan korban jiwa terjadi di Karangasem, Rabu (21/8) kemarin. Lokasi kecelakaan di jalan raya Amlapura menuju Bebandem, tepatnya pada Km 8 di Banjar Dinas Abiansoan, Desa Bungaya Kangin, Bebandem. Lakalantas tunggal itu disebabkan rantai sepeda motor yang dikendarai I Nengah Sudiartana asal Banjar Dinas Gula, Desa Bhuana Giri, Bebandem itu putus, sehingga korban tidak bisa menguasai dan mengendalikan sepeda motornya dengan baik. Atas peristiwa ini, korban meninggal dunia di lokasi kejadian karena mengalami luka serius pada bagian kepala. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sebuah sepeda motor Yamaha Jupiter MX berwarna hitam merah dengan nomor polisi DK 3119 SO yang dikendarai korban datang dari arah selatan (Amlapura). Entah apa yang terjadi, diduga sepeda motor itu

melaju dengan kecepatan tinggi. Namun setibanya di lokasi rantai sepeda motor korban putus. Akibatnya, korban tidak dapat menguasai dan mengendalikan kendaraannya dengan baik. Hal itulah diduga membuat korban dan kendaraannya jatuh di sebelah kiri as jalan. Atas kejadian itu, membuat korban meregang nyawa di TKP. Pasalnya, korban mengalami luka serius pada bagian kepala. Kasat Lantas Polres Karangasem Ni Luh Putu Anne Parwisti membenarkan kejadian tersebut. Akibat peristiwa itu, kata Anne, korban langsung meninggal dunia di TKP. ‘’Korban meninggal di lokasi kejadian lantaran luka serius yang dialami akibat kerasnya benturan. Korban mengalami retak pada rahang, luka pada dahi, dan darah keluar terus-menerus dari telinga. Selain itu, juga benjolan pada kepala bagian belakang,’’ ujar Anne Parwisti menerangkan dengan detail. (kmb41)

Dewan Dorong Rancangan APBD Perubahan Segera Disetor Pascapelantikan anggota dewan anyar, Ketua dewan sementara sudah mulai memikirkan langkahlangkah ke depan yang meski dilakukan terkait kinerja di lembaga rakyat itu. Agenda terdekat yang menjadi atensi wakil rakyat itu adalah pembahasan KUA-PPAS dan KUPA. Maklum sampai saat ini belum ada kejelasan kapan hal itu akan dibahas. Termasuk mendorong penuntasan masalah mutasi Sekda I Gede Adnya Mulyadi. Lalu bagaimanakah solusi harus diambil sehingga agenda pembahasan KUA PPAS dan KUPA itu bisa segera dilaksanakan?

KETUA DPRD Karangasem Sementara I Gede Dana mengungkapkan, agenda terdekat yang meski diselesaikan yakni masalah kisruh sekda. Masalahnya, keberadaan sekda masih belum jelas hingga saat ini. Hal itu setelah Sekda Adnya Mulyadi dimutasi menjadi staf dan hingga kini belum ditetapkan sekda definitif oleh Bupati IGA Mas Sumatri. Keberadaan sekda secara definitif itu harus sudah ada kepastian. Nah setelah itu,

baru dewan akan melakukan pembahasan KUA-PPAS dan KUPA. Pada kesempatan itu Gede Dana meminta kepada pihak eksekutif agar secepatnya memutuskan siapa sekda definitif yang ditunjuk, selain itu supaya segera menyetorkan Rancangan APBD Perubahan. “Sampai saat ini Rancangan APBD Perubahan tak kunjung disetorkan ke pihak legistatif. Padahal dewan periode sebelumnya sudah mewanti-wanti supaya Ran-

cangan APBD Perubahan itu segera disetor,’’ ujar Gede Dana. Pada intinya pihak dewan masih menunggu rancangan itu. Kalau rancangannya disetor sepertinya sudah mulai bisa dibedah. Soalnya dari segi aturan tidak menyalahi adanya kisruh sekda itu. ‘’Kita di dewan pasti akan melakukan pembahasan secara maraton, sehingga APBD Perubahan itu nantinya bisa dinikmati rakyat,” harap Gede Dana.

Terkait pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), Gede Dana menegaskan, pihaknya juga masih menunggu mekanisme aturannya. Sehingga apa yang dilakukan agar tidak salah prosedur. Menurutnya, tugas dan tanggung jawab dirinya sebagai pimpinan sementara ada empat, yakni memimpin jalannya rapat-rapat, memfasilitasi terbentuknya tata tertib, memfasilitasi terbentuknya pimpinan dan keempat terbentuknya fraksi-fraksi. Set-

elah semua itu terbentuk, baru akan dilanjutkan ke pembentukan AKD. “Kita targetkan AKD itu secepatnnya bisa dibentuk. Namun hal itu tergantung pimpinan partai politik sendiri. Mereka harus menyetorkan nama-nama pimpinan fraksinya dan siapa pimpinan definitifnya. Jadi, kita masih menunggu itu. Semakin cepat parpol itu menyetorkan namanamanya, maka semakin cepat pula kita bisa selesaikan,” jelas Gede Dana. (nan)


Kamis Wage, 22 Agustus 2019

Semua Hotel dan Restoran Harus Dikenakan PHR

Bupati Suwirta Segera Laksanakan Perintah KPK

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah dan barang milik daerah, di Ruang Rapat Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (21/8) kemarin. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama dan rencana aksi program pemberantasan korupsi terintegrasi. Acara yang diikuti oleh seluruh pimpinan daerah se-Provinsi Bali ini turut disaksikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan. Untuk Pemkab Klung-

kung, Bupati Suwirta menandatangani tiga kesepakatan, di antaranya dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Bali tentang Optimalisasi Penerimaan Pajak Pusat dan Pajak Daerah, dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Klungkung tentang Pemanfaatan dan Pengamanan Tanah Penguasaan Pemerintah Kabupaten Klungkung serta dengan Bank Pembangunan Daerah Bali tentang Kerja sama Pemantauan dan Penerimaan Pajak Daerah secara Elektronik melalui Fasilitas Bank Persepsi. Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam sambutannya mengatakan, seluruh kepala daerah di bawah kepe-

Pascaterbakar Pemkab Siap Bangun Wantilan Pura Ped

Semarapura (Bali Post)Pascakebakaran yang menghanguskan wantilan di Pura Ped, Pemkab Klungkung siap membantu pangempon pura untuk membangun kembali wantilan tersebut. Pihak pangempon pura diminta untuk segera membuat perencanaan ulang. Pemkab siap memfasilitasi melalui dana APBD, agar dampak kebakaran ini lebih cepat teratasi. Demikian disampaikan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat menggelar rapat dengan lembaga terkait, seperti Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Made Widiada, Kepala Badan Keuangan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Klungkung I Dewa Putu Griawan, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Klungkung A.A Gede Lesmana, di Ruang Rapat Bupati, Rabu (21/8) kemarin. Bupati Suwirta dalam rapat tersebut menyampaikan Pemkab Klungkung siap membantu menangani proses pembangunan ulang wantilan. Wantilan ini dimanfaatkan pangempon pura untuk tempat majejaitan, sehingga dikenal sebagai Wantilan Reringgitan. “Pembangunan wantilan dan penataannya, akan masuk dalam skala prioritas pemerintah daerah,” katanya. Sebelumnya, bangunan Wantilan Pura Penataran Ped, Nusa Penida, terbakar, Senin (19/8) malam. Kobaran api begitu cepat membesar, hingga menghanguskan seluruh isi bangunan. Banyaknya barang yang mudah terbakar di dalam wantilan, seperti perlengkapan banten, membuat api begitu cepat melalap hingga bagian atapnya seketika roboh. Kebakaran hebat ini sontak membuat kaget warga sekitar. Mereka cemas, kobaran api yang begitu besar merembet ke sejumlah palinggih pura dan bangunan lain di sekitarnya. Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta juga sempat meninjau lokasi kebakaran. Agar tidak banyak opini yang simpang-siur, dirinya berharap agar masyarakat tetap tenang dan mempercayakan semua penyelidikan kepada pihak kepolisian. (kmb31)

mimpinan Gubernur Bali Wayan Koster agar melaksanakan apa yang telah ditandatangani. Ia mengatakan acara hari ini penting dalam rangka mengoptimalkan pendapatan pajak daerah dan agar kepala daerah memiliki kepedulian terhadap kekayaan yang dimilikinya. Selain itu Bali dengan potensi pariwisatanya juga diimbau untuk gencar mengawasi usaha hotel dan restoran sehingga tidak ada yang lolos dari PHR. Pemerintah daerah juga diperintahkan untuk memungut PHR kepada usaha hotel dan restoran yang belum memiliki izin. Menurutnya, usaha yang belum berizin layak dikenakan PHR karena telah beroperasi

lebih dulu. Dengan demikian maka tidak ada kecemburuan antara usaha yang telah memiliki izin dengan yang belum memiliki izin. Sementara itu, Bupati Suwirta mengatakan akan mengikuti arahan dari Wakil Ketua KPK. Selanjutnya dirinya akan perintahkan OPD untuk melakukan inventarisir seluruh hotel dan restoran. “Sesuai arahan dari KPK yang saya anggap sebagai perintah maka semua usaha hotel dan restoran baik yang sudah berizin maupun tidak berizin akan dikenakan PHR. Usaha yang tidak berizin ikut dikenakan PHR karena sudah beroperasi,” ujar Bupati Suwirta. Ia menambahkan, saat

ini tercatat baru sekitar 300 wajib pajak, tapi jika semua sudah terdata diperkirakan berjumlah sekitar 500-an wajib pajak. Menurutnya Ini merupakan potensi pendapatan sangat besar, namun pihaknya juga akan memenuhi kewajiban membangun infrastruktur. “KPK akan terus memantau upaya dan niat kita dalam menarik PHR, dan saya tidak mau berurusan dengan KPK karena membiarkan ada usaha yang lolos dari PHR meskipun usahanya tidak berizin. Maka dari itu selaku bupati saya tidak ingin kena batunya atau berurusan dengan KPK karena tidak melaksanakan imbauan atau perintah,” tegasnya. (ad683)

PENANDATANGANAN - Bupati Suwirta saat melakukan penandatanganan tiga kesepakatan di Ruang Rapat Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (21/8) kemarin.

Pelanggan Mengeluh PDAM Percepat Perbaikan Semarapura (Bali Post) -

Dalam sepekan terakhir, para pelanggan PDAM Tirta Mahottama Klungkung mengeluh. Sebab, pelayanan air bersih kepada pelanggan, khususnya di sekitar Kota Semarapura, terganggu. Situasi demikian, disebabkan karena motor pompa pipa induk di sumber mata air Rendang mati. Direktur PDAM Nyoman Renin Suyasa, Rabu (21/8) kemarin, mengatakan sedang berupaya mempercepat proses perbaikan, agar pelayanan air bersih kepada pelanggan kembali normal. Macetnya pelayanan air bersih ini, awalnya disebabkan matinya aliran listrik PLN yang berfungsi untuk menggerakkan motor pompa air itu. Setelah persoalan listrik tertangani, justru motor pompa air pada sumber mata air di Rendang tersebut rusak dan tidak berfungsi lagi karena sudah tua. Inilah yang membutuhkan waktu lama untuk proses perbaikan, karena harus mengangkat pipa dan mengganti motor pompanya. “Kami sedang mempersiapkan motor pompanya. Kami sedang berupaya untuk mempercepat proses ini. Kami mohon agar para pelanggan dapat memaklumi situasi di lapangan,” tegasnya. Setelah pipa dan motor pompa terpasang, maka air dari sumber mata air Rendang, baru bisa dialirkan kembali ke reservoar, sebelum didistribusikan kepada seluruh pelanggan di Kota Sema-

rapura. Pihaknya menargetkan, Jumat (23/8) besok, pemasangan pipa dan motor pompa sudah dapat dituntaskan. Sebab, petugasnya terus berjibaku untuk mengatasi persoalan ini. Pihaknya berharap, seluruh proses penggantian ini berjalan lancar. Sebagai langkah antisipasi kepada para pelanggan yang terdampak, Renin menambahkan, pihaknya sudah turun untuk mendata pelanggan daerah mana yang paling terdampak. PDAM kemudian turun mengirimkan mobil tangki air untuk mendistribusikan air. Para pelanggan bersyukur, di tengah macetnya pelayanan air bersih, ada mobil tangki air yang datang langsung. Sehingga, warga tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, walau terbatas. Warga mengangkutnya dengan peralatan seadanya. Seperti ember, galon dan alat angkut lainnya. (kmb31)

POMPA - Pengangkatan mesin pompa di sumber mata air Rendang. Rusaknya pompa menyebabkan pelayanan PDAM di Kota Semarapura terganggu.

Siswa SMKN 1 Klungkung Dipukul Korban Tabrak Lari, Kaur Orangtua Korban Tolak Damai Desa Banjarangkan Meninggal Semarapura (Bali Post) Kepala Urusan (Kaur) Desa Banjarangkan I Made Wardana (58) menjadi korban tabrak lari, Selasa (20/8) pagi. Kaur Pemerintahan asal Banjar Nesa ini ditabrak sepeda motor warna putih, yang belum diketahui identitas pengendaranya, ketika berjalan kaki di TKP. Dia sempat dirawat intensif di RSUP Sanglah, namun kerasnya benturan membuatnya mengalami cedera berat dan mengembuskan napas terakhir, Rabu (21/8) dini hari. Kanit Laka Sat Lantas Polres Klungkung Ipda I Gusti Made Mahendra, Rabu (21/8) kemarin, menyampaikan lakalantas itu terjadi persis di sebelah timur SPBU Banjarangkan sekitar pukul 05.00 Wita. Saat itu Wardana datang dari arah

barat hendak menyeberang jalan untuk berolahraga. Di saat bersamaan, melaju sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Wardana langsung terjatuh ke aspal dan menderita luka lecet pada lutut kaki kanan dan kaki kiri, benjol pada kepala sebelah kiri, keluar darah dari telinga kiri serta tidak sadarkan diri. Korban meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di RSUP Sanglah, Denpasar. Sementara pengendara sepeda motor warna putih yang menabraknya masih dalam lidik pihak kepolisian. Warga sekitar menyayangkan pelaku, karena tidak berhenti memberikan pertolongan. Tetapi justru terus melaju ke arah timur. Perbekel Banjarangkan Wayan Suastika mengatakan,

korban meninggal setelah didiagnosis mengalami cedera kepala berat. Korban kemudian langsung dikubur di Setra Banjarangkan. Suastika menambahkan, korban sudah menjadi kaur sejak tahun 1984. Selama menjadi kaur, korban dikenal rajin dan bertanggung jawab melaksanakan tugasnya. Dia berharap pelaku yang melakukan tabrak lari itu segera dapat ditemukan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia meminta pelaku sebaiknya menyerahkan diri dan meminta maaf kepada keluarga korban. Sementara pihaknya belum merencanakan untuk mengisi kekosongan posisi kaur yang ditinggalkan, sebab masih dalam suasana berduka. (kmb31)

Semarapura (Bali Post) Tindak kekerasan dialami Putu SAP (15), siswa Kelas X Farmasi SMKN 1 Klungkung, Selasa (20/8) lalu. Kepala siswa asal Desa Tihingan, Desa Banjarangkan ini dipukul menggunakan helm oleh Putu GRS (16). Pelajar asal Mendoyo, Jembrana ini kesal dan langsung menyerang korban, lantaran kekasihnya yang sekolah di SMKN 1 Klungkung terlihat memeluk korban di depan matanya. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan, Rabu (21/8) kemarin, mengatakan kasus ini sesungguhnya didorong agar dapat diselesaikan dengan damai. Namun, orangtua korban tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu. Sehingga kasusnya dilanjutkan ke aparat penegak hukum. “Kedua belah pihak sudah diminta untuk datang ke Mapolres Klungkung, untuk proses lidik lebih lanjut,” katanya.

Saat dimintai keterangan oleh polisi, awalnya pelaku jauh-jauh datang dari Gianyar bersama temannya untuk menemui pacarnya di SMKN 1 Banjarangkan. Ketika datang di sekolah, sepintas pacarnya, MT (16) kelas XI Multimedia, datang hendak menyambutnya. Namun, di hadapan pelaku, pacarnya itu justru terlihat memeluk orang lain, yakni korban sendiri. Lantaran cemburu, pelaku hilang kendali dan melayangkan helm yang sebelumnya dia gunakan ke kepala korban. “Akibat pukulan itu, kepala korban memar dan langsung dirawat ke RSUD Klungkung,” katanya. Tindak kekerasan di lingkungan sekolah ini, sempat disikapi aparat terkait, baik Babinsa maupun Bhabinkamtibmas setempat. Petugas mengupayakan agar persoalan ini diselesaikan secara damai. Apalagi, ini persoalan sepele dan dilakukan oleh seseorang yang masih

anak-anak. Namun, pihak keluarga korban dikatakan menolak untuk berdamai. Mirza Gunawan menambahkan, sedang melanjutkan rangkaian penyelidikan atas kasus ini. Di pihak lain, ayah korban I Putu TB, sesuai laporannya ke Polres Klungkung, mengaku kaget anaknya diperlakukan seperti itu. Saat itu dia mengaku hendak menjemput anaknya ke sekolah. Tetapi, lama ditunggu, anaknya itu tak datang-datang. Saat dicari ke dalam kelasnya, dia mendampati anaknya sudah digotong ke luar oleh teman-temannya untuk dibawa ke rumah sakit. “Setelah dari rumah sakit, saya balik ke sekolah, untuk mencari penyebab kenapa anak saya sampai seperti itu. Ternyata, kata teman-temannya, kepalanya dipukul pakai helm, saya langsung laporkan ke Polres Klungkung,” katanya. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Wage, 22 Agustus 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Sardine Restaurant Looking for Hostess and Gardener, Must Speak English Jl.Petitenget 21 Telp.733617 Mail:sardine@sardinebali.com B.BP.141.08.19.0000666

!!!Losmen/Kos di Kuta Cr Kary, Laki Max 30th SMS/WA:0817343373 B.BP.001.08.19.0000663

Bth Sopir,Receptionis,Terapist Hub.8475903/8475662 Lluvia Spa B.BP.001.08.19.0000650

Dibthkn Sgra Waiter utk Resto Hub.0361-4755854 / email: bluefinwhaleresto@gmail.com B.BP.001.08.19.0000657

BIRO JASA

Cari Satpam berijazah,max 30thn,diutamakan pengalaman, sblm 25 Agustus 2019.Lam kirim ke PT.Prathama Line Logistics Jl.Teuku Umar Barat 128, 0361-8476456 B.BP.001.08.19.0000654

Dcr Pembantu Rmh Tangga niat kerja,jujur Hub.081236760188 B.BP.004.08.19.0000668

Dcr Sgr:Sopir,Helper Distributor Hub.426276 , 081999561887 B.BP.001.08.19.0000655

Dcr sopir pribadi Sim A, KTP Bali, pengalaman,H.085333148557

Dicari Cleaning Service di Jln.Petitenget 082210090909 B.BP.004.08.19.0000670

Dicari Staff Drafter Tamatan D1/D2.Fresh Graduate full Time gaji 5 juta Hub Ilot Properti 082114649423 B.BP.004.08.19.0000595

Dicr Tenaga Serabutan,Pria,Hub Jl.Laksmana I/6, 085333892339 Dicr:Pengawas Proyek SIM A max 30th Hub:081236258886 B.BP.001.08.19.0000667

Dicari 4 orang karyawati Wrg makan Hub.082341674556

SERVICE

SERVICE

B.BP.014.08.19.0000669

TOYOTA

B.BP.001.08.19.0000658

Toyota Altis 2012 Silver 165Jt Nego Hub:081239559559 B.BP.001.08.19.0000632

SERVICE

PROPERTY DIJUAL RUMAH

BU.Rumah dijual dekat poltek Unud Jimbaran 3are SHM 3KT 2KM Kolam Renang Hrg.2.2M nego Tlp.0818551073 B.BP.004.08.19.0000630

B.BP.001.08.19.0000653

SERVICE

Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

BIRO JASA

SERVICE

PROPERTY DISEWAKAN RUMAH

3KT,2KM,garase, Jl.Karangsari V/16 Gatsu Brt,WA:08123882193

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dijual Tanah Pinggir Pantai di Padang Bai,70 Are,Lebar Depan Pantai 55m,15 menit dari Candidasa,Zona Pariwisata. Tlp/WA:08123846366/08123988353 B.BP.001.08.19.0000578

PROPERTY DIJUAL TANAH

Tnh Kav Jl.Mudutaki Tegal Jaya Dalung,Jln 6 mtr,087864800371/ 082144094724 / 087752085556 B.BP.001.08.19.0000574

2,5are Jl.Nagasari Penatih,Lbr Jl 5M,Dkt Jl.Raya,085101512575

Dijual Tanah SHM 1.400m2 di Ungasan,kuta Selatan,Bali. Lokasi strategis,5mnt dr GWK, 5 mnt dr pantai Melasti, Balangan & Dreamland,10 mnt dr Pura Uluwatu.Dekat dgn area perhotelan.Cocok utk kos2an eksekutif/home stay/cluster. Rp.3jt/m,Hub.Patrick 081337346381 (WA)/0818669779

Sy a.n:Yulia Asari mohon maaf kpd Prush.Arta Sedana Amlapura krn mlakukn tndkan pengambilan brg.& tdk akan mengulangi lagi

B.BP.001.08.19.0000674

B.BP.004.08.19.0000594

B.BP.001.08.19.0000665

B.BP.004.08.19.0000664

PROPERTY DISEWAKAN RUKO

BENGKEL LAS BIRO JASA

Ov.kont 41th,14kmr Tuban,25th 20kmr Pr.Tnh Kilat.08123806363 B.BP.001.08.19.0000507

Dijual Kijang Super Tahun 94 Warna Abu-Abu,Pemakaian Pribadi Hub.085868409100

B.BP.001.08.19.0000660

S1 Teknik Sipil,Fresh Graduate T/WA:082190502954/081936055205 ptsariartautama@gmail.com

B.BP.001.08.19.0000656

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon

Dikont.Ruko 2Lt Jl.Tkd Yeh Aya Hub.08124647824 / 08123918373 B.BP.001.08.19.0000661

PROPERTY DIJUAL TANAH

KEHILANGAN BPKB No.D2992572-ODK1267QX An.I Nyoman Sukarba B.BP.001.08.19.0000651

PENGUMUMAN


Kamis Wage, 22 Agustus 2019

Pulihkan Kerusakan Danau Batur

BPDASHL Unda Anyar Serahkan Bantuan Sarpras Penanganan Eceng Gondok

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Unda Anyar memberikan bantuan fasilitasi sarpras penanganan eceng gondok kepada dua kelompok masyarakat di daerah tangkapan air (DTA) Danau Batur. Pemberian bantuan tersebut bertujuan untuk mempercepat pemulihan kerusakan Danau Batur terutama yang diakibatkan dari meluasnya populasi eceng gondok. Bantuan sarpras yang diberikan berupa dua buah perahu/boat, dua buah alat pencacah eceng gondok, tiga buah mesin pembuat pupuk padat, tiga buah instalasi pembuat pupuk cair dan tiga unit motor gerobak. Bantuan diserahkan Kepala BPDASHL Unda Anyar Dr. Ir. Titik Wurdiningsih,

M.Si. kepada perwakilan Kelompok Tani Organik Buahan Sari Persada dari Desa Buahan dan Kelompok Tani Songan Organik dari Desa Songan B di Resto Apung, Kintamani, Rabu (21/8) kemarin. Acara penyerahan bantuan dihadiri Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra, pemerhati lingkungan Dr. Kartini dan sejumlah undangan dari beberapa instansi terkait lainnya. Tak hanya bantuan sarpras, BPDASHL Unda Anyar juga memberikan peningkatan kapasitas kemampuan kelompok masyarakat dalam pemanfaatan berbagai sarpras penanganan eceng gondok melalui rapat evaluasi fasilitasi sarpras pemulihan kerusakan perairan darat. Kepala BPDASHL Unda Anyar Titik Wurdiningsih mengatakan, pada tahun 2017 pihaknya telah melak-

sanakan kegiatan pemantauan kualitas air Danau Batur dengan total uji 21 parameter. Hasil analisis kualitas air danau menunjukan bahwa status air Danau Batur masuk kategori cemar sedang menuju cemar berat. Hasil analisa status trofik air menunjukkan kategori eutrofik menuju hipereutrofik. “Faktor yang disinyalir sebagai salah satu penyebab menurunnya kualitas air Danau Batur adalah keberadaan eceng gondok di perairan danau. Karena itu, kami memberikan serangkaian bantuan alat pencacah eceng gondok, untuk pengolahan eceng gondok menjadi pupuk baik padat maupun cair,” terangnya. Disampaikan bahwa Danau Batur yang merupakan danau terbesar dari empat Danau di Bali telah ditetapkan sebagai salah satu Danau Prioritas Nasional. Danau

Batur menempati SWP DAS Balingkang Anyar seluas 10.168 ha, yang berada pada wilayah KPHL Bali Timur. Tingkat kekritisan lahan DTA Danau Batur diketahui sangat kritis 18,24 persen, kritis 12,63 persen, agak kritis 34,57 persen, potensial kritis 26,11 persen dan tidak kritis 8,45 persen. Dengan upaya pemberian bantuan sarpras ini, diharapkan kerusakan Danau Batur bisa segera dipulihkan. “Kita jangan tunggu semuanya jadi sangat kritis,” ujarnya. Selain menekan meluasnya populasi eceng gondok dengan pemberian bantuan sarpras, Titik menambahkan upaya pemulihan Danau Batur juga akan dilakukan dengan melakukan rehabilitasi dan reboisasi di wilayah hulu. Untuk mengatasi meningkatnya sedimentasi di danau, juga akan dibuatkan

dam penahan. “Sehingga dari upaya itu, kualitas air bisa meningkat dan tidak terjadi pendangkalan, dan ekonomi masyarakat juga semakin membaik,” imbuhnya. Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra mengapresiasi kegiatan rapat evaluasi fasilitasi sarpras pemulihan kerusakan perairan darat yang diselenggarakan BPDASHL Unda Anyar kemarin. Menurutnya, dengan kondisi Danau Batur saat ini yang sudah memprihatinkan akibat sedimentasi dan pencemaran, dibutuhkan pemikiran dan peran aktif dari seluruh stakeholder dan elemen yang berkepentingan untuk memulihkannya. Disampaikan Giri Putra, dalam RTRW Provinsi Bali, Danau Batur merupakan sumber air permukaan Pulau Bali. Dalam konsep kearifan lokal, Danau Batur merupakan sumber kemakmuran

SARPRAS - Rapat evaluasi fasilitasi sarpras pemulihan kerusakan perairan darat yang digelar BPDASHL Unda Anyar di Resto Apung, Rabu (21/8) kemarin. masyarakat. Karena itu dibutuhkan gerakan serius untuk pemulihan Danau Batur sehingga bisa diwariskan ke generasi mendatang. “Pariwisata penting. Tapi kelestarian jauh lebih penting.

Untuk menjaga kelestarian ini dilakukan dengan edukasi. Inilah konsep Geopark, ada pemberdayaan yang dilakukan dengan konservasi dan edukasi,” kata Giri Putra. (ad675)


OLAHRAGA

Kamis Wage, 22 Agustus 2019

15

Teco: Satu Gol Sudah Cukup

Denpasar (Bali Post) – Pelatih Bali United Stefano Cugurra (Teco) tidak mempermasalahkan jumlah gol tim besutannya ketika mengalahkan Madura United 1-0 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Selasa (20/8) malam.

Stefano Cugurra (Teco)

Bali Post/wan

Gianyar Tetap Berangkatkan 25 Pemain Gianyar (Bali Post) Tim Porprov sepak bola Gianyar tetap memberangkatkan 25 pemainnya, meskipun aturan KONI Bali hanya boleh mengirimkan maksimal 20 pemain. Alasannya, skuad sepak bola Porprov Gianyar sudah lama terbentuk dan mereka telah menjadi tim menjadi solid dan padu, walaupun lima pemain tidak dimainkan. Itu dilontarkan Ketua Umum Askab PSSI Gianyar Cok Gede Oka Dharmayuda

di Gianyar, Rabu (21/8) kemarin. Dikemukakan, tim polesan Kadek Swartama, Wayan Suarya, dan Made Wardana ini terakhir menjalani uji coba melawan Putra Perkanthi di Lapangan Yoga Perkanthi Jimbaran dan unggul 3-0, pekan lalu. ‘’Kami masih akan melakukan latih tanding sekali atau dua kali lagi, menjelang pelaksanaan Porprov Bali, September nanti,’’ ungkap Cok Gede Oka. Tim sepak bola Porprov Gianyar adalah peraih emas

pada Porprov Bali XIII/2017 lalu. Kesebelasan kabupaten daerah seni ini bertekad kembali mempertahankan medali emas. Ia menilai pesaing berat datang dari tim Porprov Badung, termasuk tim Jembrana yang bisa menjadi kuda hitam. Selama ini para pemain Porprov Gianyar berlatih di Lapangan Pejeng dan Stadion Dipta, empat kali dalam sepekan. ‘’Kami akan mengikuti pertemuan teknik di Tabanan pada Minggu (25/8) nanti,’’ jelasnya. (022)

Kendaraan Listrik Menurut Jonan, saat ini daya mampu pasok listrik di Bali adalah 1.320 mega watt (MW). Di tahun 2025, daya mampu pasok listrik Bali diharapkan mencapai 2.000 MW. Untuk tambahan 700 MW, pihaknya menyarankan agar setengahnya berasal dari energi terbarukan. Masing-masing 350 MW dibangun di Provinsi Bali dan 350 MW lagi dipasok dari Pulau Jawa dengan Jawa Bali Connection 500 kV. ‘’Harapan saya, 350 MW yang dibangun di Bali ini seluruhnya dari energi baru dan terbarukan (EBT),’’ jelasnya. Saran kedua, lanjut Jonan, tambahan kapasitas EBT di Bali nanti utamanya dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan penggunaan Crude Palm Oil (CPO) pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). CPO atau yang dikenal sebagai Fatty Acid Methyl Esters (FAME) dikenal ramah lingkungan. Selain itu, dapat

Seruan damai Papua juga disampaikan Ikatan Mahasiswa Papua yang berkuliah di Universitas Hasanuddin

Kamis, 22 Agustus 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Gentuh (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bala Kanda 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali TV Shop 09:30 Wita Ocydia Home Shopping 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Solusi Alternatif Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Gentuh (4) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:30 Wita Dunia Kita 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Folk Song 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 17:00 Wita Diabemed 17:30 Wita Kartun Ayodya Kanda 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Daya Saing Sumber Daya Manusia Bali 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel

mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM). ‘’Di Bali saya kira Pembangkit Listrik Tenaga Surya bisa besar. Selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) tidak lagi menggunakan minyak diesel tetapi menggunakan minyak Crude Palm Oil (CPO). Itu hitungannya jadi EBT juga,’’ terangnya. Pemberian Insentif Gubernur Koster menjelaskan terkait harga jual energi terbarukan nantinya tidak lebih mahal dari energi konvensional. “Menyangkut kepentingan masyarakat saya tidak ingin kebijakan ini menjadi beban. Kalau bisa harga jualnya harus lebih murah,” sebutnya. Sementara dalam soal gagasan menentukan zonasi kenda-

raan listrik, Gubernur Koster akan menerapkannya dengan penuh kehati-hatian. ‘’Kita memang harus berani memulai. Mungkin nanti kita rancang zona-zona yang diperuntukkan bagi penggunaan kendaraan listrik seperti di kawasan Denpasar, Kuta, Ubud, Sanur. Saya sudah coba motor listrik, tidak berisik dan tanpa polusi,’’ cetusnya. Untuk menarik penggunaan motor listrik, pemerintah akan memberikan instentif. Pada bagian lain, pria kelahiran Sembiran ini juga mendukung penuh rintisan Politeknik Pendidikan Kelistrikan oleh Kementerian ESDM. Dukungan tersebut dengan pengalokasian tanah Pemprov Bali seluas 10 hektar di Kabupaten Bangli. (kmb)

Terobosan Kebijakan Energi Terbarukan Gubernur Koster: Penggunaan Pembangkit Listrik Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Memastikan Harga Jual Energi Terbarukan Lebih Murah. Menentukan Zona-zona Penggunaan Kendaraan Listrik. Pemberian Insentif bagi Penggunaan Kendaraan Listrik. Mendukung Penuh Rintisan Politeknik Pendidikan Kelistrikan.

Tidak Terpengaruh saat hadir di Auditorium Prof. Amiruddin Universitas Hasanuddin, Makassar. Sekitar 30 mahasiswa asal Papua tampil menyerukan aspirasinya. Seruan di kampus Universitas Hasanuddin ini juga menjadi ajang pernyataan sikap mahasiswa Papua atas kekhawatiran perpecahan yang beberapa waktu belakangan menjadi perbincangan hangat masyarakat.

‘’Kami keluarga besar Ikatan Mahasiswa Papua Universitas Hasanuddin menyampaikan bahwa kami tidak berhak dan tidak terpengaruh atas isuisu yang kebanyakan yang ada di media sosial, yang berawal dari kejadian di Surabaya dan Jawa Timur hingga di Papua. Kondisi kami baik-baik saja,’’ kata salah satu perwakilan mahasiswa Papua di depan seluruh peserta yang hadir. (ant)

Kemenangan atas Madura United kembali mengantarkan Bali United ke puncak klasemen sementara menggusur TIRA Persikabo. Ilija Spasojevic tampil sebagai bintang kemenangan Bali United di laga itu. Bagi Teco, Bali United mengedepankan kemenangan agar bisa menjaga persaingan di papan atas. Menurutnya, Serdadu Tridatu sudah bermain bagus, terutama di babak pertama. ‘’Walau tidak banyak peluang, kami bisa mengontrol pertandingan. Kami sejak awal sudah memperkirakan mereka bermain menyerang, karena bermain di kandang. Itu membuat pertahanan mereka terbuka. Kami akhirnya mencetak satu gol,’’ ungkap Teco.

‘’Semua pemain bekerja keras saat kehilangan bola. Saya hanya minta pemain setidaknya mencetak satu gol, karena satu gol sudah cukup untuk mendapat tiga poin. Itu hasil yang kami butuhkan,’’ imbuhnya. Kegembiraan mendulang tiga angka di kandang lawan juga disampaikan kiper Wawan Hendrawan. Apalagi kemenangan itu diperoleh dengan hadirnya clean sheet setelah di dua laga sebelumnya kebobolan. ‘’Kami bersyukur bisa menang, karena laga away ini sangat berat, Madura punya banyak pemain bintang. Semua pemain sudah bekerja keras untuk melakukan compact defense, sehingga kami mendapat clean sheet,’’ ucap Wawan. (kmb33)

Tim sepak bola Porprov Gianyar.

Bali Post ist

Siapkan Skenario Layanan khusus ini terdiri dari layanan Renewable Energy, dan layanan khusus PLTS Atap. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pihaknya menyiapkan skenario agar Bali mandiri energi dan energinya harus bersih. Hal ini karena Bali merupakan daerah tujuan wisata. Selain itu, kerja sama tersebut juga merupakan langkah mewujudkan visi ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ khusus-

nya dalam menjaga kelestarian alam. “Kuncinya pada kata mandiri energi dan energi bersih,’’ tegas Koster Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan berharap dengan kerja sama ini dapat meningkatkan pembangunan pembangkit EBT di Pulau Bali. Mengingat Bali memiliki berbagai potensi energi pembangkit EBT yang dapat dikembangkan, seperti surya, panas bumi, air, biomassa, angin, hingga arus laut. Pengembangan ini juga mendorong tercapainya target

Selalu Mendampingi Kalau ada kendala dalam upaya untuk mengembalikan aset-aset daerah, Tim Pencegahan dari KPK akan selalu ada mendampingi kepala daerah dan memberikan solusi. Sebagai contoh,

ada aset daerah yang sudah dikelola pihak ketiga dan mereka sudah mengeluarkan dana untuk itu. Tim Pencegahan dari KPK akan mencarikan jalan keluar yang terbaik, misalnya dengan bagi hasil. ‘’Bagi hasilnya bagaimana nanti akan diatur. Itu yang

Bali Post/ant

KALAH - Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) dan Marcus Fernaldi Gideon mengembalikan kok ke ganda putra Korea Selatan Choi Solgyu dan Seo Seung Jae pada babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Rabu (21/8) kemarin. Kevin/Marcus kalah dengan skor 16-21, 21-14, 23-21.

Kevin/Marcus Tersingkir dari Kejuaraan Dunia

Basel – Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon gagal memenuhi asa untuk menjadi juara Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019. Mereka kandas di laga perdana. Dalam pertandingan di St. Jakobshalle, Rabu (21/8) kemarin, Kevin/Marcus tak berdaya menghadapi pasangan Korea Selatan Choi Solgyu/Seo Seung Jae. Minions tumbang lewat rubber game 21-16, 14-21, 2123 dalam tempo satu jam dan empat menit. Ini merupakan laga pertama mereka setelah mendapatkan bye di putaran pertama. Sempat mencuri gim pertama, Kevin/Marcus kehilangan dua gim terakhir. Gim kedua berlangsung sulit bagi Kevin/ Marcus. Mereka selalu ketinggalan sejak skor 5-5.

Gim ketiga berlangsung lebih ketat. Kevin/Marcus sempat mengimbangi permainan lawan, namun gagal menyelesaikan dua poin terakhir dengan keunggulan. Kekalahan itu membuat Kevin/Marcus membutuhkan waktu lebih lama untuk menjadi juara dunia. Dalam dua kali ajang serupa sebelumnya, mereka terhenti di semifinal. Indonesia masih memiliki harapan kepada tiga ganda putra lain. Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan menghadapi Jelle Maas/Robin Tabeling (Belanda) di babak kedua, Berry Angriawan/Hardianto melawan He Ji Ting/Tan Qiang (China), sedangkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menantang Marcus Ellis/Chris Langridge (Inggris). (kmb33/ant)

bauran energi secara nasional dari EBT yang sebesar 23% pada tahun 2025. Bali Era Baru Gubernur Koster menyampaikan bahwa penggunaan energi terbarukan merupakan kebutuhan bagi Bali sebagai daerah tujuan wisata. Lebih dari itu, pria yang selalu tampil energik ini menyebut program sejalan dengan visi ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ yang difokuskan pada upaya menjaga keseimbangan manusia, alam dan budaya Bali. “Manusia dan alamnya bersih, budayanya terjaga dengan

baik. Itulah yang kita sebut Bali Era Baru,” imbuhnya. Dilihat dari wilayah yang tak begitu luas dengan jumlah penduduk relatif kecil, menurutnya, bukan hal yang sulit untuk mengelola Bali. “Dengan catatan, ada konsep yang jelas, ada keberanian dan ketegasan,” tegasnya. Dalam pengelolaan energi, Gubernur Koster telah menyiapkan desain agar Bali bisa secepatnya mandiri. “Bukan hanya mandiri, tapi energinya harus bersih dan terbarukan. Itu dua kata kuncinya,” tandas pria jebolan ITB ini. (ad680)

kita harapkan nantinya setelah mereka membuat komitmen menandatangani, mereka segera melaksanakan ini, sehingga nanti setiap kepala daerah mengetahui berapa sih kekayaannya,’’ imbuhnya. Optimalisasi pendapatan daerah dan manajemen aset merupakan dua dari delapan sektor yang menjadi

fokus KPK di tahun 2019. Ini merupakan bagian dari program pencegahan korupsi terintegrasi yang dilakukan tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK. Dengan harapan, upaya penyimpangan pendapatan dapat dicegah, sehingga pendapatan asli daerah (PAD) juga akan lebih meningkat. (kmb32)


KAMIS WAGE, 22 Agustus 2019

Desa Pakraman Suwat Tata Potensi Air Terjun DESA Pakraman Suwat kini tengah gencar menggarap potensi pariwisata di wilayahnya. Salah satunya, menata Air Terjun Suwat. Sebelumnya, air terjun dengan ketinggian sekitar 15 meter itu tak pernah terjamah masyarakat. Bendesa Pakraman Suwat Ngakan Putu Sudibya, Rabu (21/8) kemarin mengatakan, pihaknya sangat komit menggeliatkan potensi pariwisata di wilayahnya. Upaya awal untuk mengangkat nama desa ini pun sudah dilakukan dengan menggelar Festival Suwat yang rutin dilaksanakan setiap menyambut tahun baru. ‘’Dari festival itu, kami ingin menghidupkan pariwisata air di Desa Suwat. Kebetulan juga kami punya potensi wisata air terjun ini,’’ ujarnya. Sudibya mengatakan, air terjun Desa Suwat ini berada di aliran Sungai Melahange. Sebelumnya, air terjun tersebut terbengkalai. Warga setempat jarang beraktivitas di kawasan air terjun itu, karena terkenal angker. ‘’Kami di desa pakraman komit untuk menata potensi ini, kemudian saya

menggerakkan para pemuda untuk melakukan penataan,’’ katanya. Sudibya menambahkan, penataan tersebut dilakukan sejak seminggu terakhir. Penataan itu berupa membuka akses jalan menuju air terjun. Akses jalan yang kini masih dalam pengerjaan itu kurang lebih sepanjang 500 meter dari lokasi Pura Dalem Suwat. ‘’Akses ini kami tata sedemikian rupa, melewati persawahan dan hutan dengan pohon-pohon besar yang masih alami. Sehingga wisatawan akan menikmati jogging track menuju Air Terjun Suwat,’’ jelasnya. Setiba di dekat air terjun dengan tinggi 15 meter itu, pengunjung bisa menikmati suasana alam yang eksotik. Terlebih di bawah air terjun tersebut terdapat areal pemandian luas. ‘’Kami juga akan menyiapkan pelampung untuk wisatawan, sehingga bisa bebas bermain air di areal yang cukup luas di bawah air terjun ini,’’ katanya. Sudibya mengakui masih merancang perlengkapan

tersebut karena pihaknya juga memastikan keamanan wisatawan jika mandi di areal tersebut. ‘’Kami sudah coba ukur kedalaman di sana sekitar tujuh meter. Nanti kami akan mengukur ruas yang lain, karena di bawah air terjun ini arealnya cukup luas,’’ ujarnya. Menurut Sudibya, di areal air terjun ini juga terdapat sejumlah goa yang bisa menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan, goa tersebut cukup besar dan bisa dimasuki oleh sejumlah orang. Ia memperkirakan proses penataan di areal air terjun itu berlangsung hingga September mendatang. Setelah itu, pihaknya berencana membuka objek ini secara resmi. Usai penataan air terjun, kata Sudibya, pihaknya juga akan manata sembilan mata air yang ada di seputaran lokasi tersebut. Hal ini dilakukan untuk menambah objek wisata yang bisa dikunjungi wisatawan. ‘’Di sini juga ada areal hutan dengan pohon yang tinggi besar, di sana akan kami buatkan wisata rumah pohon, termasuk juga wisata swing,’’ imbuhnya. (nik)

KULINER KESEHATAN TOP IN VASI

Bali Post/ist

Dewi Sinta Hotel Tanah Lot Makin Elegan WONDERFUL BALI LAMA tidak menginap di Dewi Sinta Hotel, Restoran & Spa? Hotel pertamakali yang ada di objek wisata Tanah Lot itu makin cantik dan elegan. Tidak hanya kamarkamar yang bernampilan baru, tetapi juga fasilitas kamar yang ada. ‘’Kami melakukan renovasi terhadap kamar hotel, juga mengganti baru segala fasilitasnya,’’ k a t a Owner Dewi Sinta Ho-

BUDAYA

tel, I Gst. Gde Aryadi, belum lama ini. Seluruh kamar yang ada disulap menjadi lebih indah dan bersih. Fasilias diperbarui mulai dari bad cover, mengganti mesin pemanas air, fasilitas AC, telepon, mini bar serta memperbarui fasilitas lainnya. ‘’Dewi Sinta Hotel yang memiliki 27 kamar itu terdiri atas 29 jenis standar dan sisanya jenis deluxe itu tergolong hotel kecil (bintang tiga) tetapi memiliki fasilitas pendukung yang lengkap,’’ paparnya. Restoran dan coffee shop yang terletak paling depan hotel juga dibuat semakin cantik dan menarik, sehingga menciptakan suasana makan dan minum semakin nyaman. Coffee shop dibuat dengan bangunan joglo yang dipadu dengan ornamen tradisional Bali. Demikian pula restoran yang bersih dan nyaman. Tempat meeting

PENDIDIKAN

Bali Post/kmb35

AIR TERJUN - Sejumlah warga Desa Suwat mengecek kondisi air terjun dengan ketinggian sekitar 15 meter.

SENIMAN

Gede Robi Navicula

Tolak Penggunaan Plastik PENERAPAN Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No.97 Tahun 2018 mengenai pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai diharapkan mampu menjadi contoh bagi provinsi lain dalam menangani sistem tata kelola sampah secara berkelanjutan. Gede Robi, aktivis sekaligus musisi Navicula, melakukan perjalanan darat dari Bali menuju Jakarta dalam rangka mendukung gerakan tolak penggunaan plastik sekali pakai. Telah banyak data menunjukkan Indonesia adalah penyumbang sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia. ‘’Mengacu pada penelitian yang telah dilakukan, dalam 1 menit, sampah plastik setara dengan 1 truk terbuang ke laut kita. Maka saya sengaja menggunakan truk, agar bisa mengangkut sampah plastik yang akan kami kumpulkan,’’ tandas Robi, Rabu (21/8) kemarin. Vokalis Navicula ini memulai perjalanan tersebut dari Bali, Gresik, Surabaya, Yogyakarta, Bogor, hingga Jakarta. Beragam aktivitas dilakukan

di setiap kota yang dikunjungi. Seperti pengambilan sampah plastik di sungai dan pesisir pantai, temu wicara, serta pertunjukan musik. Pada kesempatan itu, Robi berkesempatan berdialog dengan wali kota setempat, guna mendorong inisiatif pemerintah dalam menerapkan kebijakan pelarangan terhadap plastik sekali pakai. Robi juga mengajak serta Prigi Arisandi, seorang aktivis asal Surabaya untuk bergabung dalam perjalanan tersebut. Prigi membagikan pengalamannya pada publik terkait bahaya plastik sekali pakai seperti sedotan, tas kresek serta bungkus kemasan makanan karena tidak akan terurai selama ratusan tahun, dan berubah menjadi serpihan kecil (mikro) di lautan. ‘’Mikroplastik tersebut kemudian masuk ke dalam rantai makanan kita. Bahkan, kini garam yang kita konsumsi telah terkontaminasi mikroplastik,’’ tambahnya. Menjadi bagian dari misi perjalanan tersebut, Gede Robi yang juga berperan sebagai

Bali Post/ist

PLASTIK - Gede Robi Navicula (kanan) saat orasi tolak penggunaan plastik sekali pakai di Bundaran HI menuju Monas, Jakarta.

host dalam film ‘’Pulau Plastik’’ menjelaskan bahwa melalui film ini diharapkan mampu membuka kesadaran publik akan pentingnya pengurangan plastik sekali pakai dalam keseharian kita. ‘’Film ‘Pulau Plastik’ akan menjadi medium yang tepat untuk mengubah perilaku dan kebiasaan kita terhadap penggunaan plastik sekali pakai,’’ jelasnya. Ditambahkan, perjalanannya kali ini menjadi bagian dari adegan dalam film ‘’Pulau Plastik’’ yang bertujuan untuk merekam segala bentuk inisiatif yang telah dilakukan oleh pemerintah, pihak swasta serta warga dalam membangun ekosistem yang terbebas dari sampah plastik sekali pakai. Di pengujung perjalanan tersebut, diharapkan larangan plastik sekali pakai (kantong plastik, sedotan plastik, styrofoam, sachet dan microbeads) dapat berlaku secara nasional. Ia turut bergabung dengan gerakan kolaboratif yang diprakarsai oleh Tiza Mafira dari Indonesia Diet Kantong Plastik, serta 49 organisasi peduli lingkungan lainnya untuk melakukan Pawai Bebas Plastik di Bundaran HI hingga Taman Aspirasi Monas, Jakarta pada 27 Juli lalu. Aksi tersebut merupakan prakarsa sejumlah lembaga serta komunitas, seperti Indorelawan, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Navicula, Pandu Laut, Econusa, Divers Clean Action, Walhi, Ecoton, Aliansi Zero Waste Indonesia dan Greenpeace. ‘’Saya berharap, bentuk sinergi dalam menciptakan ekosistem bebas sampah plastik yang dilakukan lintas sektor di Bali, seperti pemerintah, pihak swasta dan masyarakat, dapat diterapkan juga pada skala nasional,’’ pungkas Gede Robi. (win)

yang dulunya terbuka seperti wantilan, kini berbentuk ruangan yang dilengkapi AC, proyektor lengkap dengan layar dengan kapasitas 250 orang. Stage sebagai tempat pertunjukan seni dan budaya Bali juga semakin menarik. Seni Cak yang dipertunjukkan kepada wisatawan setiap hari menjadi semakin menarik. Tempatnya yang luas, juga bisa dimanfaatkan untuk melaksakan kegiatan spiritual. Dewi Sinta Hotel merupakan properti ekonomis nan anggun di Bali. Bernaung di tengah ketenangan alam dengan kebun tropis, properti menakjubkan ini mampu menciptakan kesenangan dan kegembiraan. Kamar di hotel ini didesain dengan sederhana, namun berkesan modern dan elegan, sehingga nyaman untuk beristirahat. Wisatawan dapat bersantai di balkon pribadi di depan kamar yang menghadap langsung ke kebun yang indah dan kolam renang, persawahan serta hijaunya lapangan golf. Layanan dan fasilitas hotel lainnya, seperti parkir, salon kecantikan, perpustakaan dan tempat penukaran uang. Jika merasa capek, bisa memanfaatkan perawatan spa dan pijat yang dapat menyegarkan kembali sehingga menjadi lebih bugar. Menikmati istirahat sembari berenang di kolam. ‘’Wisatawan Eropa yang menyukai tempat ini karena sepi, tenang, dan alami. Wisatawan asal India dan China juga mulai ramai. Wisatawan asal Australia tetap juga ada,’’ ungkapnya. (bud)

Peternakan Maggot BSF

Hasilkan Pakan Lele, Mengurangi Sampah LELE, ikan yang mudah dibudidayakan. Namun, produksi lele di Bali belum bisa memenuhi semua permintaan pasar. Salah satu masalah yang sering dihadapi dalam budi daya ikan ini adalah makin mahalnya harga pakan yaitu pelet. Tetapi saat ini sudah ada pakan pengganti yang harganya jauh lebih murah, yakni maggot atau belatung lalat black soldier fly (BSF). Salah satu peternak maggot BSF Putu Dwi Eka Jaya Giri dari Tabanan mengatakan pada awalnya masih sangat susah menerapkan maggot BSF sebagai pakan pengganti pelet. Sebab, saat itu tidak banyak yang terjun di bidang ini yang mengakibatkan stok terbatas, sehingga harga jualnya masih mahal. Namun seiring dengan pelatihan-pelatihan yang ia lakukan dan semakin banyak yang mengetahui manfaat maggot BSF sebagai pakan lele, mulai banyak yang beternak maggot BSF. Dengan demikian, produksinya mulai banyak dan harganya pun lebih terjangkau dan membantu peternak lele. Beternak maggot BSF ini ternyata tidak hanya menyediakan pakan lele yang lebih murah, tetapi juga membantu mengurangi sampah khususnya organik yang dibuang oleh masyarakat ke lingkungan. Kata Jaya Giri, setiap hari ia membutuhkan se-

banyak 750 kilogram hingga satu ton sampah organik seperti sayur-sayuran, nasi, buah busuk dan sampah organik bersifat lunak lainnya. Untuk mengumpulkan ini, pihaknya biasanya menyasar pasar-pasar yang ada di Tabanan. Sampah organik ini digunakan untuk makanan larva maggot BSF sampai menjadi maggot dewasa yang siap panen. Adapun maggot BSF atau belatung yang ia kembangkan bukanlah dari lalat rumah ataupun lalat hijau. Lalat yang digunakan adalah black soldier fly (BSF) yang hanya hidup untuk kawin, sehingga waktu hidupnya singkat. ‘’Jadi lalat ini setelah menjadi lalat dewasa hanya hidup untuk berkembang biak. Setelah itu mereka mati. Jadi waktu hidupnya singkat. Mereka cenderung tidak makan dan makanannya pun bukan sampah sehingga bebas dari penyakit,’’ jelas Jaya Giri, baru baru ini. Saat ini pihaknya menjual maggot BSF Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per kilogramnya. Dengan adanya maggot ini, peternak lele bisa mengurangi pelet dalam komposisi pakan. ‘’Saat ini dengan adanya maggot BSF

MAGGOT - Maggot BSF bisa menjadi pakan lele, pengganti pelet.

peternak bisa hemat karena komposisi pelet bisa dikurangi. Jika dulu pelet pakainya 10 kilogram, sekarang bisa enam sampai lima kilogram,’’ jelas Giri. Ia berharap peternakan maggot BSF ini bisa dikembangkan terutama di desadesa. Sebab, selain bisa menjadi mata pencaharian menjanjikan, tetapi bisa menjadi salah satu upaya untuk mengurangi sampah yang dibuang ke lingkungan. (san)

Bali Post/san


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 22 Agustus 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu