Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Peringatan Hari Wafat Ke-49 Bung Karno, Gubernur Koster Luncurkan Pergub 19/2019 tentang Bulan Bung Karno Diapresiasi Megawati dan Keluarga Bung Karno
Bali Post/kmb
BERSAMA - Gubernur Wayan Koster foto bersama dengan Bupati/Wali Kota se-Bali, Jumat (21/6) malam kemarin.
ACARA peringatan Hari Wafat ke-49 tahun Bung Karno, Jumat (21/6) malam ditandai dengan peluncuran Peraturan Gubernur (Pergub) No. 19 Tahun 2019 tentang Bulan Bung Karno di Provinsi Bali. Pergub ini merupakan peraturan pemerintah pertama di Indonesia yang memberi landasan hukum pada penyelenggaraan Bulan Bung Karno. ‘’Semoga melalui pergub ini, Bali menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia dalam mengamalkan nilai-nilai Ideologi bangsa Pancasila serta dalam menghormati dan mengenang Bapak Bangsa yang berjasa
menggali nilai-nilai itu, yaitu Bung Karno,’’ ujar Koster. Koster kemudian menyerahkan salinan pergub tersebut kepada para bupati dan wali kota se-Bali. Menariknya, sebagai respons atas pergub tersebut, semua bupati dan wali kota se-Bali telah mengeluarkan peraturan bupati (perbup) dan peraturan wali kota (perwali) tentang Bulan Bung Karno di daerahnya masing-masing. Dengan demikian Bulan Bung Karno akan menjadi sebuah perayaan bersifat ‘’semesta’’ di Bali, diselenggarakan di semua daerah secara serentak dan bersama-sama pada setiap
bulan Juni. ‘’Inilah peraturan gubernur pertama yang langsung direspons oleh para bupati dan wali kota. Untuk itu saya ucapkan terima kasih,’’ ujar Koster dengan wajah berbinar. Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali mengungkapkan bahwa penetapan dan peluncuran Pergub No. 19 Tahun 2019 tentang Bulan Bung Karno di Bali telah disampaikannya kepada keluarga Bung Karno, termasuk kepada putri beliau: Presiden ke-5 RI dan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Hal. 15 Diapresiasi Megawati
Penangguhan Penahanan Soenarko Dijamin 102 Purnawirawan
Jakarta (Bali Post) Sebanyak 102 orang purnawirawan TNI/Polri memberikan jaminan penangguhan penahanan untuk Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko, tersangka dalam kasus kepemilikan senjata ilegal jelang aksi 22 Mei 2019. Bareskrim Mabes Polri mengabulkan permohonan penangguhan penahanan untuk Mayjen TNI (Purn) Soenarko melalui surat Nomor B/103 Subdit I/VI/2019/Dit Tipidum tertanggal 21 Juni 2019. Bali Post/ant
HUT PRESIDEN - Karangan bunga ucapan selamat ulang tahun untuk Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/6) kemarin.
Ma’ruf Amin Doakan Jokowi Selalu Sehat Jakarta (Bali Post) – Cawapres RI Ma’ruf Amin mendoakan Presiden Jokowi yang merupakan pasangannya dalam Pilpres 2019 selalu sehat seiring bertambahnya usia pada hari ulang tahun ke-58, Jumat (21/6) kemarin. ‘’Ya, saya menyampaikan selamat ulang tahun kepada beliau, mudah-mudahan sehat terus, dan terus berjuang untuk membangun negara dan bangsa,’’ kata Ma’ruf. Ma’ruf menyampaikan harapan apabila sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) sudah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi dan Jokowi ditetapkan sebagai capres terpilih, Jokowi sebagai presiden dapat melanjutkan upaya-upayanya untuk membuat Indonesia maju dan sejahtera. Sementara itu, ratusan warga Solo mengadakan acara potong tumpeng dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun ke-58 Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang digelar di depan Pasar Gede Kota Surakarta, Jumat kemarin. Warga Solo yang berbaur terdiri para pedagang, pembeli, dan masyarakat lainnya pada acara yang diprakarsai oleh Komunitas Srikandi Indonesia (KSI) itu menyediakan sebanyak 10 buah tumpeng untuk dibagikan dalam rangka merayakan HUT ke-58 Jokowi pada tanggal 21 Juni ini. Menurut Ketua Umum Komunitas Srikandi Indonesia (KSI) Yanti Rukmana, acara potong tumpeng sebanyak 10 buah itu bagian dari rasa syukur atas ulang tahun ke-58 Presiden Jokowi yang lahir pada tanggal 21 Juni 1961. ‘’Acara digelar sederhana dengan membagikan 10 tumpeng kepada masyarakat yang kebetulan hadir di Pasar Gede. Kami berbaur bersama warga menjadi satu bersuka cita dalam HUT ke-58 Jokowi,’’ kata Yanti. (ant)
Dalam surat itu dinyatakan telah dilakukan penangguhan atau pengeluaran tahanan dari Bareskrim Polri di Rutan Guntur di Markas Pomdam Jaya, yang ditahan sejak tanggal 20 Mei 2019 sampai tanggal 21 Juni 2019. Selain itu, penangguhan penahanan berdasarkan rujukan dari sejumlah pihak di antaranya surat permohonan penangguhan penahanan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto masing-masing tertanggal 20 Juni 2019. Sementara itu kuasa hukum Soenarko, Ferry Firman, Jumat (21/6) kemarin mengatakan dalam surat permohonan itu, para purnawirawan menjamin Mayjen TNI (Purn) Soenarko tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, mengulangi tindak pidana, tidak mempersulit jalannya penuntutan atau pemeriksaan di persidangan serta sanggup dan bersedia menghadiri persi-
dangan di Pengadilan Jakarta Selatan. Sementara itu, penyidik belum menyetujui permohonan penangguhan penahanan mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen, karena Kivlan kurang kooperatif. Hal itu ditegaskan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo. ‘’Ada pertimbangan penyidik, baik secara objektif maupun subjektif. Salah satunya tidak kooperatif terkait pokok perkara yang saat ini sedang didalami penyidik,’’ kata Brigjen Dedi di Jakarta, Jumat kemarin. Kivlan Zen menjadi tersangka kasus dugaan makar dan kepemilikan senjata api. Dia ditahan di Rutan Guntur, Jakarta. Pihak Kivlan Zen kemudian mengirim surat permintaan perlindungan dan jaminan penangguhan penahanan kepada Menhan Ryamizard Ryacudu, Menko Polhukam Wiranto dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa. (ant)
Bali Post/ant
TANGGUHKAN PENAHANAN - Ketua tim kuasa hukum Mayjen TNI (Purn) Soenarko, Ferry Firman, memperlihatkan surat penangguhan penahanan kepada sejumlah wartawan di Rumah Tahanan (Rutan) Pomdan Jaya, Jakarta, Jumat (21/6) kemarin.
Sidang Sengketa Pilpres
Terjadi Lompatan Logika Pemohon
Pabrik Korek Api Terbakar, 24 Tewas Langkat (Bali Post) – Pabrik korek api di Desa Sambirejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (21/6) kemarin terbakar dan menyebabkan sedikitnya 24 pekerja tewas. Informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB menjelang shalat Jumat. Diperkirakan terdapat 24 pekerja pabrik tewas. Korban di antaranya terdiri atas 21 orang dewasa dan tiga orang anak-anak. Mereka tidak bisa keluar dikarenakan saat bekerja seluruh akses dikunci. Rata-rata pekerja yang tewas itu adalah ibu-ibu yang juga ada yang membawa anaknya. Kebakaran yang melanda rumah yang merangkap sebagai pabrik korek api itu diduga akibat ledakan tabung gas. Akibatnya api langsung menyambar hingga menghanguskan rumah itu. Puluhan pekerja yang berada di dalam rumah tidak sempat keluar, akibatnya semuanya tewas terpanggang. Api baru dapat dipadamkan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Langkat dan tiga unit milik Pemkot Binjai tiba di lokasi. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Langkat Irwan Sahri mengatakan, yang terbakar adalah rumah warga yang merangkap sebagai pabrik korek api. (ant)
Bali Post/ant
SIDANG PHPU - Ahli dari pihak terkait Prof. Edward Omar Syarief Hiariej (kiri) memberikan keterangan dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), Jumat (21/6) kemarin.
Jakarta (Bali Post) – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Eddy Hiariej berpendapat telah terjadi lompatan logika dalam permohonan pemohon perkara sengketa hasil Pemilu Presiden 2019. ‘’Kuasa hukum pemohon kemudian mengajukan tujuh petitum dan bertambah menjadi 15 petitum dalam perbaikan permohonan, celakanya di satu sisi antara fundamentum petendi dan petitum terjadi lompatan logika,’’ ujar Eddy ketika memberikan keterangan selaku ahli yang dihadirkan pihak terkait atau kubu Jokowi-Ma’ruf, di MK, Jumat (21/6) kemarin. Lompatan logika tersebut terjadi di beberapa poin petitum permohonan pemohon yang kemudian dijabarkan oleh Eddy. Pertama terkait permohonan kuasa hukum pemohon yang meminta Mahkamah Konstitusi membatalkan Penetapan Hasil Pilpres oleh termohon (KPU). Menurut Eddy, permohonan ini tidak logis karena dalil yang
dikemukakan pemohon atas kesalahan termohon dalam menetapkan hasil pilpres tidak cukup kuat. ‘’Kuasa hukum pemohon meminta Mahakamah mendiskualifikasikan pasangan calon 01, tapi dari mana Mahkamah memiliki kewenangan untuk mendiskualifikasikan pasangan calon presiden dan wakil presiden,’’ kata Eddy. Pada poin ketiga, Eddy membahas permohonan pem o h o n y a n g m e m i n t a Mahkamah menetapkan pasangan Prabowo-Sandiaga sebagai presiden dan wakil presiden, sedangkan di sisi lain pemohon meminta kepada Mahkamah agar memerintahkan KPU untuk melaksanakan pemilu ulang. ‘’Logika hukum yang benar atas dasar akal sehat, ketika pemilu dinyatakan tidak sah dan harus diulang, maka seyogianya status quo, bukan menetapkan pasangan calon lain sebagai pemenang kemudian di saat yang sama dilakukan pemilu ulang,’’ pungkas Eddy. (ant)
Bali Dijadikan ’’Pilot Project’’ Perlindungan HAKI Produk Perajin BALI akan dijadikan pilot project dalam perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) produk seni dari para perajin di Indonesia. ‘’Saya khawatir dan prihatin akan pencurian atas kekayaan seni dan budaya kita yang amat luar biasa potensinya. Apalagi, sekarang zaman teknologi canggih di mana pencurian bisa dilakukan dengan mudah,’’ ungkap Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri pada acara FGD dan Workshop Pelestarian Tradisi Budaya Bali Melalui Perlindungan Kekayaan Intelektual, di Denpasar, Jumat (21/6) kemarin. Pada acara yang dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga dan Gubernur
Bali I Wayan Koster serta seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Bali, Megawati menekankan bahwa pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap HAKI harus terus didalami. ‘’Banyak orang sudah bicara HAKI, namun tidak sedikit juga yang belum paham. HAKI itu harus diseriusi agar masyarakat paham karena orang seluruh dunia memakainya,’’ ujar Megawati. Sayangnya, lanjut Megawati, bila bicara HAKI, para elite hanya manggut-manggut, sementara rakyat di bawah mengeluh mahal dalam mengurus HAKI untuk produk ciptaannya. ‘’Saya yakin masyarakat di
bawah banyak yang belum paham. Selain itu, jangan sampai sudah tahu, tapi tidak tahu bagaimana jalannya atau mengurusnya,’’ kata Megawati. Megawati bercerita dirinya pernah berkunjung ke Mesir. Saat itu, dia bertanya pada seorang kurator sejarah Mesir, bagaimana cara Mesir melindungi warisan seni dan budaya leluhurnya. ‘’Saya mendapat jawaban, warisan kekayaan seni dan budaya Mesir sebagian besar sudah ada di London. Di Bali banyak sekali puri, bagaimana kita melindunginya?’’ ucap Megawati. Oleh karena itu, Megawati mengajak
seluruh kepala daerah di Bali, umumnya di Indonesia, untuk mulai concern terkait masalah HAKI di daerahnya masingmasing. ‘’Patenkan segala hasil kerja seni dan budaya rakyat kita. Harus segera dijabarkan dan diimplementasikan di lapangan. Tujuannya, untuk melindungi para perajin dan seniman di Indonesia,’’ tukas Megawati lagi. Sementara itu, mantan Mensesneg Bambang Kesowo sebagai narasumber utama dalam FGD ini mengakui tidak semua pemimpin di negeri ini memahami masalah HAKI tersebut. ‘’Saya mengajak para bupati di Bali untuk mengembangkan
dan mengimplementasikan soal HAKI ini,’’ kata Bambang. Bambang sepakat bila Bali dijadikan sebagai role model untuk perlindungan HAKI dan kekayaan alam hayati. ‘’Kalau langkah itu jalan di Bali, provinsi lain juga didorong juga untuk melindungi kekayaan seni, budaya, dan keanekaragaman hayati di daerahnya,’’ tegas Bambang. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga memberikan sertifikat HAKI kepada dua perajin asal Bali, yakni I Wayan Panjir (kerajinan perak motif Colok) dan I Gusti Ayu Adhiatmawati (merek Dadong). (kmb)
DENPASAR
2
Sabtu Pon, 22 Juni 2019
Masih Keliru Memahami Tar dan Nikotin? Ini Bedanya!
Bali Post/kmb24
PERSEMBAHYANGAN - Warga Banjar Bun Desa Pekraman Denpasar saat melakukan persembahyangan bersama usai melaksanakan upacara Negtegang Beras, Jumat (21/6) kemarin.
’’Atma Wedana lan Matatah’’ di Banjar Bun Desa Pakraman Denpasar
Denpasar (Bali Post) Dalam rangka meringankan beban masyarakat, setiap lima tahun Banjar Bun Desa Pakraman Denpasar melaksanakan upacara Atma Wedana lan Matatah. Tahun ini pelaksanaan upacara tersebut berlangsung dari Minggu (2/6) hingga Sabtu (6/7). Upacara ini diikuti 19 puspa dan 45 orang yang matatah. Dalam pendanaannya, tidak dipungut biaya bagi krama yang mengikuti upacara tersebut. Pendanaan ditanggung oleh kas banjar, dana punia dan bantuan dari Pemkot Denpasar. Dikonfirmasi Jumat (21/6) kemarin, Ketua Panitia Upacara Atma Wedana lan Matatah Banjar Bun Desa Pakraman Denpasar Wayan Suryawan, S.H. mengatakan, upacara diawali dengan matur piuning karya, Minggu (2/6) lalu. Sementara pada Jumat (21/6) kemarin, dudonan karya yang dilaksanakan adalah Negtegang Beras Ngadegan Batari Sri. Maksud dari upacara Negtegang Beras ini adalah melaksanakan upeti kehadapan manifestasi Sang Hyang Widhi sebagai Dewa Amerta yaitu Dewi Sri. Setelah upacara negtegang beras ini, upacara dilanjutkan pada Senin (24/6) berupa Nunas Tirta, Marisuda Bumi, Macaru dan Melaspas Payadnyan dan dilajutkan upacara Ngulapin pada Selasa (25/6). Sementara upacara Matatah, Majaya-jaya dan Nganget Don Bingin akan dilaksanakan pada Jumat (28/6). Acara Mapurwa Daksina akan dilaksanakan Selasa (2/7). Sedangkan acara Nganyut ke segara digelar Rabu (3/7) dan Nyegara Gunung pada Sabtu (6/7). Suryawan berharap upacara Atma Wedana lan Matatah ini berlangsung lancar dan aman. Diharapkan pula upacara ini bisa memberikan kontribusi dan membantu warga, utamanya warga Banjar Bun Desa Pakraman Denpasar. (kmb24)
Objek Wisata Mesti Bersih dari Sampah Plastik Denpasar (Bali Post) Meskipun disibukkan dengan tugas rutin, jajaran Polresta Denpasar juga peduli dengan lingkungan. Khususnya kebersihan di objek wisata. Jumat (21/6) kemarin personel Polresta membersihkan Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar Selatan dari sampah. Prioritasnya membersihkan sampah plastik. Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Gatra mengatakan, selain sebagai wujud peduli lingkungan, kegiatan itu digelar serangkaian peringatan HUT ke-73 Bhayangkara. Dipilihnya lokasi tersebut bertujuan untuk turut menjaga pantai tetap bersih dari sampah dan memberi kenyamanan kepada wisatawan yang berkunjung maupun akan menyeberang menuju Nusa Lembongan dan Nusa Penida dari Pantai Matahari Terbit. “Kami mengerahkan anggota sekitar 100 orang dari Polresta dan jajaran. Kegiatan ini juga dibantu masyarakat di sekitar Pantai Mertasari,” ujarnya. Menurut Gatra, peserta kegiatan tersebut membersihkan sepanjang pesisir pantai dari sampah, terutama sampah plastik di sela-sela batu karang. “Pantai ini merupakan kawasan wisata di mana setiap hari banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara sehingga lingkungan bersih akan memberikan kenyamanan dan menarik turis datang,” katanya. Sementara itu, Waka Polresta Denpasar AKBP Benny Pramono mengatakan, selain melaksanakan kegiatan bakti sosial, juga dilaksanakan berbagai lomba di bidang olahraga. Dikatakan, kegiatan bersih pantai dari sampah, terutama sampah plastik memang rutin dilakukan jajaran Polresta. Selain untuk menjaga lingkungan pantai agar nyaman dikunjungi, aksi bersih pantai menjadi tanggung jawab semua pihak untuk menjaga kebersihan dan mencegah pencemaran lingkungan yang lebih luas. “Kegiatan ini diperlukan karena tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan dan aparat pemerintah desa saja. Mari bersama-sama menciptakan pantai yang bersih dan nyaman untuk dikunjungi dan kelangsungan pariwisata Bali,” tegas mantan Waka Polres Badung ini. (kmb36)
AGENDA PKB XLI-2019 Sabtu, 22 Juni 2019 Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Lomba Gender Wayang Anak-anak : -Sanggar Sudawirat, Kec. Kuta Utara, Duta Kabupaten Badung dengan Sanggar Seni Mustika Dewi Paramita, Desa Pemaron, Kec. Buleleng, Duta Kabupaten Buleleng -Sanggar Seni Candra Dwani, Br. Besang, Desa Ababi, Kec. Abang, Duta Kabupaten Karangasem dengan Sekaa Gender Kesawa, Kec. Dawan, Duta Kabupaten Klungkung
Kegiatan : Ngelawang, Sanggar Surya Art, Desa Adat Kedonganan, Kec. Kuta, Duta Kabupaten Badung
Pukul : 11.00 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Workshop Tata Rias dan Busana Tradisional Bali
Pukul : 19.30 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Musik Tradisional “Dade Ndate”, partisipasi UPT Museum dan Taman Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah
Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Gandrung, Sekaa Gandrung Smara Ratih, Br. Pande, Desa Kamasan, Kec. Klungkung, Duta Kabupaten Klungkung Pukul : 16.30 Wita Tempat : Areal Taman Budaya
Pukul : 19.30 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Parade Drama Gong, Sekaa Drama Gong Wijaya Kusuma, Desa Abianbase, Kec. Gianyar, Duta Kabupaten Gianyar
Pukul : 19.30 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Tari Yosakoi, Project Sakura Go by Yayasan Persahabatan Jepang - Bali
Topik : Kunjungan Wisatawan Tiongkok ke Bali Turun 29 Persen
PERBEDAAN pendapat mengenai mana yang lebih berbahaya antara tar dan nikotin masih menjadi perbicangan hangat di publik. Ada yang berpandangan bahwa tar adalah sumber dari segala permasalahan penyakit akibat merokok, namun ada juga yang beranggapan bahwa nikotin yang memicunya. Pemerhati Kesehatan Publik Tri Budhi Baskara menjelaskan, tar merupakan zat kimia berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran, termasuk rokok. Berdasarkan data National Cancer Institute Amerika Serikat, tar mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat menyebakan kanker. Hampir dari 7.000 bahan kimia yang ada di dalam rokok, 2.000 di antaranya terdapat pada tar.
Selain pada rokok, tar juga dihasilkan dari proses pembakaran tidak sempurna seperti kayu, bensin, minyak tanah, hingga pembakaran makanan. tar dapat merusak jaringan silia di paru-paru yang berfungsi menangkap kotoran-kotoran kecil agar keluar dari paru-paru. Ketika jaringan silia rusak, racun dari tar dapat bergerak lebih dalam ke paru-paru dan masuk ke aliran darah di seluruh tubuh. Adapun nikotin adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang dihasilkan alami oleh berbagai macam tumbuhan, seperti suku terung-terungan, tomat, dan tembakau. Ketika nikotin berkaitan dengan reseptor di otak, ia akan melepaskan dopamin yang memainkan peran penting
dalam modulasi perhatian, konsentrasi, nafsu makan, dan gerakan. Efek dopamin juga terbukti dapat meringankan penyakit parkinson dan alzheimer. Meskipun nikotin dapat memberikan efek adiktif dan psikoaktif, perlu diketahui bahwa nikotin bukan penyebab utama penyakit terkait rokok, seperti yang sering diberitakan. ‘’Ketika asap rokok dihirup, tar membentuk lapisan lengket di bagian dalam paru-paru yang dapat menyebabkan kanker, kehancuran kantung udara paru-paru (emfisema), dan berbagai masalah lainnya di organ vital tersebut,’’ ujar Tri Budhi kepada wartawan. Pada tahun 2018, Public Health England divisi dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial di Inggris
meluncurkan iklan di televisi tentang bahaya tar dan rokok. ‘’Kampanye tersebut menunjukkan bagaimana rokok menyalurkan bahan kimia beracun dari tar melalui aliran darah dalam hitungan detik,’’ terang Peter Kelly, Direktur Public Health England North East. U.S. Food and Drug Administration atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menyatakan nikotin memang menciptakan efek adiktif bagi perokok. Namun yang menjadi penyebab utama masalah kesehatan terkait rokok adalah tar, yang dihasilkan dari proses pembakaran rokok. ‘’Tembakau dan asap tembakau mengandung ribuan bahan kimia. Campuran bahan kimia ini (bukan nikotin) yang menyebabkan penyakit serius
pada penggunan tembakau, termasuk penyakit paru-paru yang fatal, seperti penyakit paru obstruktif kronis dan kanker,’’ tegas FDA di laman resminya. Dengan berbagai fakta yang ada, Tri Budhi meminta pemerintah dan pihak berwenang untuk aktif menyebarkan informasi tentang bahaya tar kepada masyarakat. ‘’Dengan memberikan informasi secara aktif kepada masyarakat tentang bahaya tar bagi kesehatan tubuh, maka target pemerintah untuk menurunkan prevalensi perokok akan tercapai. Pemahaman yang menyeluruh tentang bahaya tar akan menciptakan kesadaran pada masyarakat tentang penyebab utama penyakit terkait merokok,’’ tutup Tri Budhi. (kmb)
menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi sesuai Undangundang No. 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana diubah dengan Undangundang No. 7 Tahun 2009. Otoritas Jasa Keuangan mengimbau kepada nasabah PT BPR Legian agar tetap tenang karena dana masyarakat di perbankan termasuk BPR dijamin LPS sesuai ketentuan yang berlaku. “Seperti nasabah di perbankan baik bank umum maupun BPR, nasabah di BPR Legian dijamin LPS. Oleh karena itu, nasabah nasabah bank-bank yang bermasalah dananya akan dijamin oleh LPS sepanjang memenuhi ketentuan penjaminan LPS,” beber Elyanus Pongsoda. Ketentuan penjaminan LPS menetapkan dana nasabah yang dijamin yaitu suku bunga sesuai dengan suku bunga penjaminan yang ditetapkan LPS secara triwulanan, nominal tidak lebih dari Rp 2 miliar, dan bukan syarat ketiga adalah bukan penyebab BPR bermasalah. “Jadi nasabah tidak perlu khawatir bila dananya di perbankan karena dijamin LPS sepanjang memenuhi kriteria LPS,” imbuhnya.
layak dibayar. Rekonsiliasi dan verifikasi dimaksud akan diselesaikan LPS paling lama 90 hari kerja sejak tanggal pencabutan izin usaha. Pembayaran dana nasabah akan dilakukan secara bertahap selama kurun waktu itu. Ia mengatakan, dalam rangka likuidasi PT BPR Legian, LPS mengambil alih dan menjalankan segala hak dan wewenang pemegang saham, termasuk hak dan wewenang RUPS bank. LPS sebagai RUPS PT BPR Legian akan mengambil tindakan-tindakan yaitu, membubarkan badan hukum bank, membentuk Tim Likuidasi, menetapkan status bank sebagai Bank Dalam Likuidasi dan menonaktifkan seluruh Direksi dan Dewan Komisaris. Yusron meminta nasabah penyimpan untuk menunggu pengumuman pembayaran klaim dana nasabah yang akan dilakukan di kantor PT BPR Legian, media cetak/koran dan website LPS. “Bagi nasabah peminjam dana, tetap bisa melakukan pembayaran cicilan atau pelunasan pinjaman di Kantor Pusat PT BPR Legian dengan menghubungi petugas bank atau Tim Likuidasi,” imbuhnya seraya mengimbau agar nasabah PT BPR Legian tetap tenang dan tidak terpancing atau terprovokasi untuk melakukan hal-hal yang dapat menghambat proses pembayaran klaim penjaminan dan likuidasi PT BPR Legian. (kmb42)
OJK Cabut Izin Usaha PT BPR Legian Denpasar
Denpasar (Bali Post) -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Legian yang beralamat di Jalan Gajah Mada Nomor 125 – 127 Denpasar, Bali. Pencabutan izin usaha PT BPR Legian dikeluarkan melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP103/D.03/2019 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Legian terhitung sejak 21 Juni 2019. Kepala OJK Regional VIII Bali Nusa Tenggara Elyanus Pongsoda mengatakan, pencabutan izin usaha PT BPR Legian dilakukan setelah pemegang saham dan pengurus BPR tidak dapat melakukan penyehatan terhadap BPR dalam jangka waktu pengawasan khusus. Jangka waktu pengawasan khusus tersebut sesuai dengan ketentuan yaitu maksimal dua bulan dari 28 Maret sampai 28 Mei 2019. Penetapan status Bank Dalam Pengawasan Khu-
sus (BDPK) disebabkan permasalahan pengelolaan manajemen yang tidak mengacu pada prinsip kehatihatian dan tata kelola yang baik. Selain itu adanya intervensi negatif Pemegang Saham Pengendali (PSP) dalam kegiatan operasional bank yang mengakibatkan kinerja keuangan BPR tidak dapat memenuhi standar yang ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku yaitu rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM)
paling sedikit sebesar delapan persen. Namun upaya penyehatan yang dilakukan BPR sampai dengan batas waktu yang ditentukan tersebut tidak dapat memperbaiki kondisi BPR untuk keluar dari status BDPK, yang harus memiliki rasio KPMM paling sedikit sebesar delapan persen. Dengan pencabutan izin usaha PT BPR Legian, selanjutnya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan
Bali Post/kmb42
PENCABUTAN - Sekretaris LPS Muhamad Yusron dan Kepala OJK Regional VIII Bali Nusa Tenggara Elyanus Pongsoda (tengah) saat memaparkan perihal pencabutan izin usaha PT BPR Legian Denpasar.
Paling Lama 90 Hari Sekretaris LPS Muhamad Yusron mengatakan, dalam rangka pembayaran klaim penjaminan simpanan nasabah PT BPR Legian, LPS akan melakukan rekonsiliasi dan verifikasi atas data simpanan dan informasi lainnya untuk menetapkan simpanan yang layak dibayar dan tidak
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Kunjungan Wisatawan Tiongkok ke Bali Turun 29 Persen Denpasar (Bali Post) Kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali pada kwartal pertama 2019 mengalami penurunan sebesar 29 persen. Kondisi ini terutama masih dipengaruhi oleh penutupan toko-toko jaringan mafia Tiongkok di Bali yang melakukan praktek usaha tidak sehat. Kendati demikian, kondisi ini diyakini menjadi awal untuk menggaet wisatawan Tiongkok yang lebih berkualitas. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra saat menerima kunjungan Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Beijing di Kantor Bali Tourism Board (BTB), Jumat (21/6) kemarin. Yuniartha Putra menambahkan, pihaknya sangat mendukung upaya BTB yang akan melaksanakan sales mission ke Beijing, Juli mendatang. Apalagi Beijing merupakan pusat pemerintahan di Tiongkok. Stakeholder pariwisata Bali dapat bertemu stakeholder pariwisata setempat sekaligus pemerintahnya. Hal ini dinilai positif untuk lebih mempromosikan pariwisata Bali. Di sisi lain, pihaknya juga mengusulkan agar Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) bisa lebih banyak digelar di Pulau Dewata. “Kalau MICE, semua bergerak mulai dari transportasi, hotel, sampai destinasi. Makanya, kalau bisa agar dibentuk Bali Convention Bureau. Ini lebih bagus,” imbuhnya.
Duta Besar RI untuk RRT di Beijing, Djauhari Oratmangun mengatakan, Bali sejatinya cukup dikenal di Tiongkok. Survei kecil yang dilakukan KBRI, rata-rata masyarakat Negeri Tirai Bambu bahkan mempunyai keinginan luar biasa untuk berkunjung ke Bali. Adanya trade war antara Amerika dan Tiongkok bisa menjadi salah satu peluang bagi Pulau Dewata. Sebab, pemerintah Tiongkok kini mengeluarkan travel warning ke negara adidaya tersebut. “Ini peluang karena turis yang ke Amerika kan rata-rata mid class ke atas. Outbound itu diperkirakan 180 juta,” ujarnya. Menurut Djauhari, kerja sama perlu dijalin antara Bali dan Indonesia dengan kota-kota di Tiongkok melalui strategi komunikasi. Termasuk konektivitas lewat penerbangan langsung yang mesti lebih digalakkan lagi. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pendekatan dengan media, terutama surat kabar harian People’s Daily di Tiongkok. Di samping itu akan menggelar lomba menulis artikel untuk para influencer di sosial media tentang pariwisata Indonesia serta hubungan Indonesia-Tiongkok, khususnya Bali, dalam konteks pariwisata. “Nanti saya seleksi pemenangnya. Saya akan koordinasi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk saya kirim pemenangnya ke Bali,” jelasnya. Dengan berkunjung ke Bali, lanjut Djauhari, para
influencer di Tiongkok dapat melihat langsung potensi dan keindahan Indonesia. Kemudian mereka bisa tulis itu ke dalam bahasa mereka sehingga bisa dimengerti oleh follower-nya. Program lain, pihaknya akan membantu mengadakan roadshow di empat atau lima kota di Tiongkok pada semester II tahun depan, serta menggelar pekan kuliner bekerja sama dengan Chain Hotel di Tiongkok. Pascamenjadi narasumber di Fintech, Djauhari juga ingin mengadakan blockchain summit di Bali dan menjadikan Bali sebagai kota digitalisasi. “Kita sedang transisi dari average market ke upper level market. Wisatawan akan berkurang
dari sisi jumlah, tapi pengeluarannya tinggi. Ini adalah pasar yang kita usahakan tangkap. Kelas menengah di Tiongkok berkembang dengan luar biasa sehingga outbond meningkat sangat signifikan,” tegasnya. Ikatan Emosional Ketua Bali Tourism Board (BTB) I.B. Agung Partha Adnyana mengatakan, pariwisata tidak bisa sekadar untuk bisnis jual-beli, tetapi harus ada ikatan emosional yang dibangun. “Jangan dipikir orang Tiongkok itu tahu Bali. Mungkin kecil sekali. Orang Tiongkok butuh produk knowledge buat datang ke Bali lebih banyak,” ujarnya. Salah seorang warga asli
Tiongkok Zuo Shuai menilai Bali terkenal dengan pemandangan indah khususnya laut dan sunsetnya. Kemudian budaya Bali dengan roh agama Hindu juga menjadi daya tarik tersendiri. Sebab, inilah yang membedakan dengan destinasi wisata lainnya. Hal tersebut didukung dengan sarana akomodasi yang bagus. Ditambah suasana Bali sangat rileks dan tidak ada bangunan-bangunan yang terlalu tinggi. “Kita bisa pakai motor kalau mau ke mana-mana. Ada banyak restoran, kita bisa nikmati kuliner Bali dan tentu saja kalau di sini banyak tempat belanja, klub, dan kalau malam bisa duduk di pan tai,” paparnya. (kmb32)
Bali Post/kmb32
KUNJUNGAN - Suasana kunjungan Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Beijing, di Kantor Bali Tourism Board, Jumat (21/6) kemarin.
BADUNG
Sabtu Pon, 22 Juni 2019
3
Parkir di Trotoar
Pemilik Kendaraan Diperingatkan Satpol PP Mangupura (Bali Post) Meski sering ditegur, belasan pengendara dan pedagang di Jalan Pratama, Nusa Dua masih saja kedapatan membandel. Seperti yang terlihat Jumat (21/6) kemarin, mereka masih saja ditemukan parkir dan berjualan memanfaatkan trotoar di sana. Akibatnya, petugas Satpol PP kembali memperingatkan. Danru Pol. PP Kutsel Wayan Suharyana seizin Kasatpol. PP Badung menjelaskan, keberadaan pengendara dan pedagang yang memanfaatkan trotoar tersebut sering dikeluhkan. Karena selain menyebabkan macet, kondisi ini juga membuat aktivitas warga terganggu,
terutama pejalan kaki. D i p a parkannya, areal trotoar yang sering dimanfaatkan, yaitu dari kawasan depan Lapangan Lagoon hingga ke areal Banjar Celuk. Meski membandel, pihaknya mengaku belum memberikan sanksi tegas kepada mereka. Namun pihaknya akan terus melakukan pengawasan, bahkan tak segan akan menindak tegas apabila masih ada yang nekat melanggar. “Para pengendara ini sebenarnya sudah pernah diingatkan, namun kembali parkir di trotoar lagi sehingga dikeluhkan salah seorang tokoh,” ujar Suharyana. (kmb23)
Bali Post/ist
PANSUS - Wakil Ketua II Made Sunartha didampingi Ketua Pansus Made Ponda Wirawan, memimpin rapat Pansus Ranperda Pakir di Gedung DPRD Badung, Jumat (21/6) kemarin.
Pansus Ranperda Parkir Bahas Ganti Rugi Kehilangan
Mangupura (Bali Post) -
Perhatian Pemerintah Kabupaten Badung terkait hilangnya kendaraan saat parkir di tempat legal, mulai diperhatikan. Saat ini bersama dengan pansus perda penyelenggaraan parkir DPRD setempat membahas tentang ganti rugi yang akan diberikan kepada pemilik kendaraan.
Bali Post/ist
PENERTIBAN - Danru Pol. PP Kutsel Wayan Suharyana saat melakukan penertiban di Jalam Pratama, Nusa Dua, Jumat (21/6) kemarin.
Nelayan Digelontor Alat Tangkap
Mangupura (Bali Post) Nelayan di Kabupaten Badung, mendapat bantuan alat tangkap guna meningkatkan hasil tangkapan nelayan. Bantuan sarana dan prasarana nelayan ini telah lolos proses tender sebesar Rp 442.200.000,00. Kasi Tangkap Ikan, Dinas Perikanan Kabupaten Badung I Gusti Made Aryana berharap dengan bantuan sarana dan prasana untuk meningkatkan tangkapan ikan para nelayan di Gumi Keris. Bantuan akan diberikan kepada beberapa kelompok nelayan. “Ya.. itu pengadaan sarana dan prasarana pemerdayaan usaha skala kecil masyarakat kelautan dan perikanan untuk masyarakat Badung. Bantuan ini akan diberikan pada bulan Sepetember 2019,” ujar Made Aryana, Jumat (21/6) kemarin. Menurutnya, telah ada pemenangnya dengan tawaran sebesar Rp 442.200.000 untuk pengadaan sarana dan prasarana ini. Padahal Pagu keseluruhan kami anggarkan sebesar Rp 519.600.600. “Ada empat jenis sarana yang akan dihibahkan ke kelompok, seperti Jukung Fiber Model Cilacap, Mesin Motor Tempel 15 Pk, Pancing (Joran + Kerek/ Reel Overhead) dan juga Life Jaket,” jelasnya. Dikatakan, model barang yang diserahkan telah diusulkan sebelumnya oleh kelompok nelayan, sehingga bantuan yang keluarkan sesuai apa yang diinginkan, seperti Jukung dengan modelnya ditentukan langsung. Terkait satuan harga barang, kata Made Aryana jukung Fiber Model Cilacap akan dihibahkan sebanyak enam unit dengan total harga per unit Rp 26.180.000. Begitu juga Mesin Motor Triplek 15 PK sebanyak enam unit dengan harga per unit sebesar Rp 29.865.000. Pancing dihibahkan enam unit pula dengan harga Rp 17.435.00 per unitnya. Sedangkan enam Jaket dengan harga Rp 220.000 per unit. “Kami hibahkan kepada kelompok nelayan di Badung. Kami harap bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” ucapnya. Bantuan tersebut akan di berikan kepada dua kelompok nelayan yakni Kelompok Nelayan Sama Jaya dan Tanjung Sari yang lokasinya di Kelurahan, Tuban Kecamatan Kuta, Badung. Penyerahan pun rencananya akan dilakukan pada bulan depan yakni 19 September 2019. “Pengadaan ini sudah dimenangkan CV Sarana Global Raya dan masih tahap pengerjaan selama tiga bulan. Sehingga September baru bisa dihibahkan,” pungkasnya. (kmb27)
Hal itu tercetus dalam rapat penyerapan aspirasi, Jumat (21/6) kemarin. Acara yang diikuti stakeholder seperti bendesa adat, kades/lurah, dan tokoh-tokoh masyarakat di Badung ini dibuka oleh Wakil Ketua II Made Sunartha dan dihadiri Ketua Pansus Made Ponda Wirawan, tim penyusun akademis serta perwakilan OPD terkait. Wakil Ketua II Made Sunarta mengatakan ganti rugi merupakan suatu yang penting untuk memberikan
kenyamanan bagi pemilik kendaraan. Namun, jika kasus kehilangan dibebankan kepada pengelola, apalagi juru parker, jelas kasihan. ‘’Ini tentu akan menjadi beban bagi pengelola maupun juru parkir. Karena itu, perlu dibahas atau dimatangkan lagi,’’ katanya. Apakah tidak sebaiknya kendaraan parkir diasuransikan? Menurutnya, ini juga menjadi alternatif. Namun tentu harus dibahas lagi terkait berapa persen premi
PERAHU - Perahu para nelayan yang sedang ditambatkan.
Pusat Revisi Permendikbud PPDB
Badung Tetap pada Aturan Lama Mangupura (Bali Post) Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sejumlah provinsi di Indonesia, termasuk Bali, membuat pemerintah pusat merevisi Permendikbud Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Kebijakan ini mulai diberlakukan di sejumlah wilayah nusantara. Namun, tidak demikian dengan Kabupaten Badung. Kabupaten dengan PAD tertinggi di Bali ini tetap menerapkan aturan lama. Kabid Pendidikan Disdikpora Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung I Gusti Lanang Bagus Ardhana saat dikonfirmasi, Jumat (21/6) kemarin, membenarkan perihal tersebut. Pihaknya tidak melakukan revisi aturan PPDB yang telah diterapkan lantaran sistem PPDB di Gumi Keris telah berjalan den-
yang diperlukan dan ini perlu dibahas lebih lanjut. Meski demikian, Made Sunarta menyatakan, ranperda tentang penyelenggaraan parkir ini sangat mendesak. Jika tak ditata dengan baik, ujar politisi Partai Demokrat ini, parkir berpeluang menyebabkan kemacetan atau kekroditan lalu lintas. ‘’Sebagai daerah pariwisata, kemacetan akan menjadi sebuah momok,’’ tegasnya. Untuk itulah, parkir perlu segera ditata dengan baik,
gan baik. ‘’Khusus untuk PPDB SD maupun SMP negeri di Kabupaten Badung tidak ada aturan direvisi,’’ ungkapnya. Menurutnya, khusus untuk SMP negeri, pendaftaran PPDB dengan sistem online dengan mekanisme dalam jaringan (daring) dilaksanakan melalui jalur zonasi paling sedikit 90 persen, jalur prestasi paling banyak 5 persen, dan jalur perpindahan tugas orangtua/wali paling banyak 5 persen. ‘’Pelaksanaan PPDB online SMP negeri dapat dilakukan secara online mandiri atau datang langsung ke sekolah tujuan,’’ ujarnya. Para peserta didik, dikatakan Bagus Ardhana, mendaftar online melalui website ppdb.badungkab. go.id. Begitu juga peserta didik dalam satu rombongan belajar (rombel) yakni untuk TK paling
banyak 15 orang, SD paling banyak 28 orang dan SMP/MTs paling banyak 32 orang. ‘’Biar tidak ribet masyarakatnya, kami tidak lakukan revisi. Kuota masih dan presentasi masih sama aturannya,’’ ucapnya. Seperti diberitakan, pada tahun ajaran 2019/2020 Badung membuka SMP negeri baru, sehingga sekolah negeri yang siap menerima peserta didik baru berjumlah 28 SMP negeri dan sekolah swasta 48 sekolah. Berdasar data dari Disdikpora Badung, jumlah lulusan SD tahun ini sebanyak 10.113 orang. Sementara daya tampung SMP negeri sebanyak 7.584 orang. Artinya masih ada sebanyak 2.529 orang siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri dan para siswa diharapkan bisa memanfaatkan sekolah swasta. (kmb27)
Bali Post/dok
termasuk pengelola, tarif dan kantong-kantong parkir. Yang paling penting, penataan parkir ini juga memberikan kenyamanan kepada pemilik kendaraan. Senada dikemukakan Ketua Pansus Made Ponda Wirawan. Menurutnya, alternatif asuransi untuk ganti rugi kehilangan maupun kerusakan kendaraan merupakan ide yang sangat baik. Hal ini karena dalam PP disebutkan, penyelenggaraan parkir wajib memberikan rasa nyaman bagi konsumen atau pemilik kendaraan. ‘’Ini akan dimatangkan kembali,’’ ujarnya. Politisi PDI Perjuangan juga menegaskan, pembahasan ranperda ini difokus-
kan pada bagaimana mengelola parkir dengan baik, sehingga tercipta kenyamanan dan krodit lalu lintas bisa dihindari. ‘’Dengan ranperda ini, parkir bisa di-manage dengan baik dan ada payung hukum bagi lembaga atau organisasi yang akan menyelenggarakan parkir,’’ katanya. Khusus serap aspirasi yang digelar, ujar Ponda, untuk mendapatkan masukan-masukan dari stakeholder perparkiran sehingga ranperda penyelenggaraan parkir ini mendekati sempurna. ‘’Untuk inilah kami meminta masukan-masukan dari undangan sekalian,’’ pungkasnya. (kmb27)
Meskipun wilayah Bali bukan daerah tujuan utama mudik, namun sebagai daerah tujuan wisata, kebutuhan energi di Bali selama masa Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) Pertamina tahun 2019 juga mengalami peningkatan. Apalagi waktu libur Lebaran dan anak sekolah yang cukup panjang. Unit Manager Communication & CSR MOR V Rustam Aji mengatakan, secara keseluruhan konsumsi bahan bakar jenis gasoline di Bali selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri mengalami peningkatan sebesar tiga persen dari rata-rata harian yang sekitar 2.615 kl menjadi 2.680 kl. Kenaikan tertinggi gasoline terjadi pada pertamax turbo sebesar 28 persen, sedangkan premium hanya tujuh persen. Sementara untuk jenis gasoil, lanjut Rustam, juga mengalami kenaikan tiga persen. Bahkan konsumsi dex naik hingga 21 persen dari biasanya. Demikian juga dexlite naik enam persen dari penyaluran rata-rata normal. “Ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah banyak yang memilih BBM yang lebih berkualitas, karena lebih mendukung performa kendaraan tetap prima selama perjalanan mudik dan wisata. Kami menyampaikan apresiasi pada konsumen yang telah memilih produk-produk berkualitas Pertamina,” ujar Rustam. Sementara konsumsi Avtur di DPPU Ngurah Rai selama
masa tersebut turun tipis di bawah satu persen rata-rata harian normal, sekitar 2.450 kl per hari. Peningkatan penyaluran tertinggi pun hanya empat persen menjadi 2.550 kl pada H+1 dan H+2. “Ini menjadi indikasi, bahwa mulai banyak wisatawan yang menggunakan moda transportasi darat untuk menuju Bali, dan mobilitasnya selama berwisata,” imbuh Rustam. Apalagi jika dibandingkan dengan 2018 lalu, penyaluran gasoline selama periode Ramadhan dan Idul Fitri justru turun dua persen dan gasoil juga turun 10 persen dari normal. Selain layanan BBM, Pertamina juga mencatat adanya kenaikan untuk penyaluran elpiji PSO di Bali selama masa Satgas yang naik sebesar lima persen dibandingkan rata-rata kondisi normal. Pada kondisi normal, penyaluran elpiji 3 kg di Bali sebesar 635 metric ton (mt) menjadi 670 mt. “Kenaikan penyaluran elpiji 3 kg di Bali sempat naik tertinggi pada H+1 Lebaran, dengan penyaluran naik 26 persen dari normal,” ujar Rustam Aji. Sejak bulan Mei Pertamina MOR V sudah melakukan penambahan fakultatif untuk memenuhi kebutuhan elpiji masyarakat. Meskipun penyaluran sebagian produk tercatat naik, namun stok BBM, avtur, dan elpiji hingga saat ini masih terpantau aman. (kmb42)
Konsumsi Energi di Bali Meningkat
Kabel Semrawut di Kuta dan Legian
Kominfo Sarankan Kelurahan Menertibkan
Mangupura (Bali Post) Terkait keluhan semrawutnya kabel di kawasan Kuta dan Legian, mulai mendapat tanggapan pihak Kominfo Badung. Meski demikian, pihak Kominfo tidak memupunyai kewenangan untuk menertibkan. Kadiskominfo Badung Wayan Weda Dharmaja saat dikonfirmasi membenarkan kondisi semrawutnya kabel di Kuta dan Legian. Meski demikian, pihaknya memang tidak berwenang untuk menertibkan. Untuk itu, pihaknya menyarankan agar kelurahan bisa mengambil langkah apabila itu memang mengganggu ketertiban umum. Pihaknya mengaku kaget saat melintas di Kuta. Memang banyak kabel yang bergelantungan sehingga terlihat semrawut. Terkait hal itu, pihaknya akan melakukan pertemuan membahas permasalahan tersebut bersama Dinas PUPR Badung. Diungkapkan Weda, pemilik kabel itu juga tidak
diketahui, selain itu apakah itu ada izinnya atau tidak. Pihaknya menegaskan, apabila memang banyak dikeluhkan dan mengganggu ketertiban pihak kelurahan bisa menertibkannya. “Kalau sampai mengganggu ketertiban umum atau aktivitas warga, misalnya warga sampai tidak bisa pulang, Pihak Kelurahan bisa mengambil tindakan tegas,” ucapnya, Jumat (21/6) kemarin. Dikonfirmasi terpisah, Lurah Legian Made Madia Surya Natha juga membenarkan kondisi kabel semrawut ini. Pihaknya mengaku sudah cukup sering menyetop atau menertibkan kabel tidak jelas di wilayahnya melalui patroli anggota Linmas Legian. Namun, kata dia, pemasangan kabel justru dilakukan sembunyi-sembunyi alias kucing-kucingan. Pihaknya berencana membentuk tim khusus untuk memantau dan melakukan pengawasan serta penertiban terhadap pemasangan kabel tanpa izin dan dipasang semrawut. (kmb23)
info seremonial
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A
700 Wisman Datang ke Bali
Mas Sumatri Presentasikan Potensi Karangasem
SMK Penerbangan Cakra Nusantara
Cetak Lulusan Siap Kerja, Wirausaha dan Lanjutkan Pendidikan Perguruan Tinggi KEBANGKITAN baru di era industri terlihat dengan terjadinya penyatuan berbagai kemajuan teknologi dan inovasi yang bergerak cepat, serta semua serba terkoneksi. SMK Penerbangan Cakra Nusantara telah mengimplementasikan hal tersebut ke dalam sistem pembelajaran yang mutakhir. Tahun 2019 ini merupakan tahun kedua SMK Penerbangan Cakra Nusantara meluluskan taruna-taruninya. Mencetak lulusan unggul tangguh dan mandiri di dunia penerbangan, kebandaraan dan kedirgantaraan merupakan tujuan utama yang merujuk dari visi-misi sekolah. SMK Penerbangan Cakra Nusantara meraih peringkat ke-4 terbaik SMK se-Bali dengan 97% nilai UNBK di atas rerata Provinsi Bali, yang meningkat dari tahun sebelumnya. Yakni peringkat ke-6 SMK se-Bali dengan 84% nilai UNBK di atas rerata Provinsi Bali.
SMK Penerbangan Cakra Nusantara yang telah Terakreditasi A (unggul) mempersiapkan alumni yang siap kerja dan memiliki daya saing tinggi bersertifikat kompetensi BNSP. Selain itu, seluruh lulusan SMK Penerbangan Cakra Nusantara memiliki nilai praktik dan teori di atas rata-rata tepatnya di bidang industri penerbangan. Industri penerbangan menjadi salah satu industri yang menjanjikan di era transportasi yang makin maju. Kecemerlangan prestasi Taruna Taruni SMK Penerbangan Cakra Nusantara tidak lepas dari dukungan dewan guru yang berasal dari jajaran TNI-AU Ngurah Rai, jajaran pengajar senior dari beberapa maskapai ternama di Indonesia, guru umum serta kurikulum yang sesuai dengan program pendidikan pemerintah. SMK Penerbangan Cakra Nusantara menerapkan Kurikulum Nasional 2018 dengan 70% praktik
D I S I N I
dan 30% teori. Praktik dengan menggunakan simulator dengan teknologi ter-update dan pesawat komersial. Sedangkan teori menerapkan sistem e-Learning atau pembelajaran elektronik untuk menunjang pengetahuan dan kompetensi saat menjalankan praktik. SMK Penerbangan Cakra Nusantara membuka empat program keahlian di antaranya Otomatisasi dan Tatakelola Perkantoran (Bandara), Pemeliharaan dan Perbaikan Motor dan Rangka Pesawat Udara (Airframe Power Plant), Pemeliharaan dan Perbaikan Instrumen Elektronika Pesawat Udara (Electrical Avionics), Teknik Transmisi dan Telekomunikasi (Penerbangan). ‘’Bergabunglah bersama kami di SMK Penerbangan Cakra Nusantara, di Jalan Drupadi No. 25 Denpasar atau hubungi 081237098090 atau akses www.smkpenerbangan. sch.id,’’ ajak pihak sekolah. (ad558)
SEBANYAK 700 wisatawan mancanegara (wisman) yang terdiri dari Cina, Thailand, Vietnam, dan negara lainnya datang ke Bali, Kamis (20/6). Mereka berlibur beberapa hari di Bali dan mengadakan gathering di Hotel Mulia, Bali. Kesempatan yang baik itu dimanfaatkan Bupati Karangasem Mas Sumatri bersama Ketua DPW Partai NasDem I.B. Oka Gunastawa dan Ali Santoso Wibowo selaku penggagas acara untuk mempresentasikan potensi Kabupatan Karangasem. Bupati Karangasem Mas Sumatri mengatakan saat ini Karangasem sedang gencar membangun, baik dalam bidang infrastruktur maupun SDM. Untuk itu, Karangasem memerlukan investor agar dapat menginvestasikan dananya membangun Kabupaten Karangasem. Sebanyak 700 wisatawan yang notabene berlatar belakang pengusaha itu merupakan potensi yang besar untuk diajak bersama-sama membangun Karangasem. ‘’Saya selaku pimpinan daerah Kabupaten Karangasem pada khususnya, dan untuk Bali berharap calon-calon investor ini dapat membangun bersama dengan melihat potensi-potensi yang ada di Kabupaten Karangasem,’’ ujarnya. Hal ini juga menjadi harapan masyarakat Karangasem untuk bisa menikmati keseimbangan ekonomi khususnya di Bali. ‘’Karena di antara kabupaten/
GATHERING - Bupati Karangasem bersama tokoh pembangunan Karangasem menghadiri acara gathering dengan peserta calon investor dari berbagai negara. kota di Bali, Karangasem PADnya sangat kecil. Begitu juga IPM (Indeks Pembangunan Manusia) rendah. Jadi penting investor datang ke Kabupaten Karangasem untuk bersinergi terkait dengan mengoptimalisasi potensi yang ada di wilayah Kabupaten Karangasem,’’ terangnya. Karangasem, dikatakannya, saat ini membutuhkan investasi di bidang infrastruktur seperti penyelesaian dermaga cruise, dermaga rakyat dan investasi di pinggir pantai. Karena Karangasem memiliki 87 km wilayah
pesisir yang belum optimal dimanfaatkan. Karangasem juga memiliki keinginan untuk bisa mempunyai dan mewujudkan 8 gedung serbaguna. Gedung tersebut rencananya akan dibangun di masing-masing kecamatan di Karangasem. Pemanfaatannya akan digunakan untuk meningkatkan dan mengoptimalisasi perekonomian di wilayah kecamatan masing-masing.Di samping itu, gedung serbaguna itu juga bisa digunakan sebagai tempat untuk meeting dengan kapasitas 1.000 orang. (may/k250)
Waspadai Penyakit Leptospirosis LEPTOSPIROSIS adalah penyakit zoonotik yang disebabkan oleh mikroorganisme leptospira interrogans dan tersebar di seluruh dunia terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Mikroorganisme tersebut hidup di dalam urine dari beberapa binatang seperti anjing, babi, lembu, kuda, kucing, marmut atau binatang pengerat seperti tikus, musang, tupai, kelelawar, dan sebagainya. Tikus merupakan faktor yang utama yang menyebabkan infeksi leptospirosis pada manusia. Penyakit ini bersifat musiman. Di daerah beriklim tropis, insiden tertinggi dijumpai selama musim penghujan. Indonesia sebagai salah satu negara dengan iklim tropis memiliki insiden leptospirosis yang cukup tinggi. Hal tersebut sangat berkaitan dengan perkembangbiakan mikroorganisme leptospira yang memerlukan lingkungan optimal serta tergantung pada suhu yang lembab, hangat, pH air/tanah yang netral, di mana kondisi ini ditemukan sepanjang tahun di daerah tropis. Leptospira dapat masuk dan
menginfeksi tubuh manusia melalui luka/erosi pada kulit atau selaput lendir yang terpapar atau kontak dengan air, tanah atau lumpur yang telah terkontaminasi urine dari binatang pembawa mikroorganisme leptospira. Mikroorganisme leptospira yang telah memasuki tubuh manusia akan mengikuti aliran darah dan berkembang di dalam tubuh manusia, kemudian menyebar secara luas ke jaringan tubuh. Masa inkubasi berkisar antara 2 sampai 26 hari dengan rata-rata 10 hari. Gejala dan Diagnosis Infeksi leptospirosis ditandai dengan demam yang tinggi dan muncul mendadak, disertai gejala lain seperti nyeri kepala, rasa sakit pada otot yang sangat hebat terutama di daerah paha, betis dan pinggang. Dapat pula dijumpai gejala lain seperti mual, muntah dan nyeri perut. Mikroorganisme leptospira dapat menyebabkan infeksi yang sangat berat yang biasa dikenal dengan sebutan Weil Disease. Infeksi
S U K S E S B R A N D I N G
Sabtu Pon, 22 Juni 2019
tersebut ditandai dengan adanya ikterus (warna kuning pada selaput putih mata), gagal ginjal akut, perdarahan, anemia, gangguan kesadaran dan pembesaran hati. Oleh karena itu, menegakkan diagnosis dan pemberian obatobatan sesegera mungkin sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya perburukan kondisi. Untuk menegakkan diagnosis leptospirosis diperlukan data dan informasi yang lengkap mengenai pasien termasuk di antaranya riwayat pekerjaan pasien (apakah termasuk kelompok risiko tinggi terpapar dengan urin binatang seperti peternak, petani, pekerja di rumah potong hewan, dll), riwayat paparan dengan genangan air hujan, gejala yang dialami oleh pasien dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah, urine, dan fungsi ginjal. Penanganan dan Pencegahan Penanganan pada penderita leptospirosis yaitu pemberian antibiotik sesegera mungkin dan pengobatan suportif lainnya meliputi observasi ketat untuk mendeteksi dan mengatasi keadaan dehidrasi, hipotensi, perdarahan dan gagal ginjal. Melindungi kulit atau selaput lendir agar tidak terpapar dengan bahan-bahan yang telah terkontaminasi dengan urine binatang pembawa leptospira adalah salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Menggunakan pakaian khusus bagi mereka yang berisiko tinggi untuk tertular leptospirosis adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghindari kontak langsung dengan bahan-bahan yang telah terkontaminasi urin binatang pembawa leptospira. l dr. I Putu Evi Prabasari, S.Ked.
Bali Post/kmb23
PEMENANG - Para pemenang WBF Musik Rock Festival foto bersama usai penyerahan piala, Kamis (20/6) malam.
WBF Musik Rock Festival
Beri Apresiasi Penggiat Musik Rock Bali Mangupura (Bali Post) Dalam rangka HUT ke-9 WBF, HUT ke-12 Billabong FO dan syukuran atas dibukanya Quicksilver FO, Kamis (20/6) digelar audisi band rock. Bertempat di depan WBF, kegiatan dengan tema WBF Musik Rock Festival ini diikuti sebanyak 9 band lokal. Kegiatan ini juga dihadiri seluruh karyawan di bawah naungan Panugrahan Group. Menurut Ketua Panitia Lomba I Gusti Ayu Swasmini, event ini
sebagai ajang untuk memberikan apresiasi kepada penggiat musik rock Bali. Selain itu, kata Swasmini, juga untuk menumbuhkan talenta-talenta band rock lokal Bali yang layak diapresiasi. Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap milenial lokal bisa lebih berkembang. Sehingga dia sangat mendukung aktivitas untuk menumbuhkan kreativitas terutama kalangan muda. Dijelaskannya, rangkaian acara HUT ini tidak hanya diisi dengan festival musik saja, na-
mun juga diisi hiburan berupa modern dance dan tarian Bali. Ke depan, melalui kegiatan seperti ini, dia berharap agar toko WBF bisa terus berkembang dan juga semakin dikenal di kalangan masyarakat. Adapun pemenang pada event ini yakni: juara I diraih oleh Grup Band Glorious, juara II Grup Band Mr. Hit, juara III Grup Band Sweet Potatoes. Sedangkan untuk juara favorit diraih Grup Band Bring Back the Hero. (bns1)
AHM Luncurkan Skutik Casual Fashionable Honda Genio PT Astra Honda Motor (AHM) memperkenalkan Honda Genio, Jumat (21/6) kemarin di Jakarta. Skuter matik (skutik) casual fashionable ini akan menjadi identitas dan tren baru bagi generasi muda Indonesia dalam berekspresi lebih stylish, energik, dengan tetap mempertimbangkan performa, bodi compact, kelincahan dan kenyamanan berkendara, serta konsumsi bahan bakar yang efisien. Identitas Honda Genio ditandai dari desainnya yang casual dan bodinya yang compact, cocok untuk generasi muda. Skutik ini juga dibekali generasi terbaru mesin eSP 110cc yang hemat bahan bakar, sekaligus sanggup menyuguhkan performa optimal. Hal tersebut didukung oleh penggunaan frame (rangka) baru eSAF (enhanced Smart Architecture Frame). Teknologi frame baru Honda yang diimplementasikan pertama di Indonesia ini membuat Honda Genio lebih ringan, lincah, dan nyaman dikendarai. President Director AHM Toshiyuki Inuma mengatakan Honda Genio dikembangkan sebagai produk skutik fashionable yang memiliki best value secara menyeluruh dari sisi desain, performa, fitur maupun konsumsi bahan bakar yang irit, cocok untuk pemakaian harian. ‘’Ada tiga konsep yang membuat Honda Genio berbeda. Desainnya casual dan fashionable sesuai tren generasi muda saat ini. Ukuran bodi yang compact, cocok untuk pria maupun wanita serta kondisi jalan yang pa-
dat. Performa serta ragam fiturnya lengkap sesuai yang diharapkan konsumen. Semua itu dibungkus dengan harga yang terjangkau,’’ kata Inuma. Executive Vice President Director AHM Johannes Loman mengatakan perkembangan tren skutik semakin beragam. Salah satunya peningkatan kebutuhan akan skutik yang mendukung gaya hidup penggunanya sebagai teman berkendara terbaik dengan performa dan kenyamanan berkendara yang sesuai. ‘’Honda Genio diharapkan dapat menjadi pilihan generasi muda yang ingin tampil beda dalam mendukung aktivitas sehariharinya baik ke sekolah, bekerja, maupun berkumpul bersama teman-temannya. Kami optimis kehadiran skutik terbaru Honda ini akan menjadi identitas dan tren baru yang disenangi masyarakat,’’ ujar Loman. Honda Genio dipasarkan dengan dua tipe, CBS dan CBS-ISS dengan total 11 varian warna yang stylish serta casual sesuai dengan tren generasi muda saat ini. Tipe CBS yang dipasarkan Rp 17,2 juta (on the road Jakarta) ini tersedia dalam lima warna. Yakni smart white blue, smart red, smart black, smart black red, dan smart silver. Sementara tipe CBS-ISS yang dipasarkan seharga Rp 17,7 juta (on the road Jakarta), mendapat enam pilihan warna, yakni, trendy white, trendy black, dan fabulous trendy black red, trendy white blue, trendy white red matte black sebagai varian spesial. (bns2)
PELUNCURAN - Suasana peluncuran Honda Genio di Hotel Holiday Inn Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/6) kemarin.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Sabtu Pon, 22 Juni 2019
5
Konflik akan Melemahkan Pertahanan Bangsa
Denpasar (Bali Post) Pertahanan bangsa harus diperkuat sehingga tidak mudah dirongrong orang-orang tidak bertanggung jawab. Oleh karenanya, Kodim 1611/Badung wanti-wanti supaya tidak terjadi konflik antarwarga. Pasalnya konflik bisa berdampak pada lemahnya pertahanan bangsa. Hal itu disampaikan Kasdim 1611/ Badung Mayor Inf. Arianto mewakili Dandim saat membuka pembinaan Peta Jarak Jaring Teritorial Semester I tahun 2019, Kamis (20/6). Kegiatan ini dihadiri tokoh pemuda dan masyarakat. Program ini dilakukan dalam upaya membangun, memelihara, meningkatkan dan memantapkan sinergitas dengan masyarakat. Kemanunggalan TNI-rakyat harus diperkuat guna mewujudkan berbagai kepentingan, di antaranya mencegah segala bentuk ancaman seperti separatisme, terorisme, radikalisme dan konflik komunal. ‘’Untuk itu, kita harus mendapatkan informasi yang akurat dan lengkap men-
genai berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat. Di samping itu, guna mencegah meluasnya permasalahan dan mencari solusi terbaik sehingga tidak menimbulkan keresahan yang mengganggu stabilitas nasional,’’ ujarnya. Menurut Arianto, wilayah Kodim 1611/Badung sangat luas meliputi Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Pihaknya mengharapkan bantuan dari mitra yaitu masyarakat. Pasalnya saat konflik terjadi akan berimbas pada persoalan ideologi, keamanan ekonomi, sosial dan budaya. ‘’Dampaknya akan luas. Akibatnya pertahanan lemah akan memudahkan perongrong untuk melakukan aksinya. Pihak-pihak yang ingin menghancurkan bangsa ini masuk pelan-pelan. Kondisi ini tentu tidak kita harapkan,’’ tegasnya. Sebagai mitra, ia berharap ikut menyosialisasikan kebijakan-kebijakan TNI-AD kepada masyarakat lain. ‘’Mari bersama-sama menjaga dan mengawal ketahanan negara ini,’’ pintanya. (kmb36)
Bali Post/kmn36
PEMBINAAN - Kasdim 1611/Badung foto bersama usai menggelar kegiatan pembinaan Peta Jarak Jaring Teritorial.
Ribuan Mahasiswa Jadi Pecandu Narkoba Denpasar (Bali Post) -
Gencarnya BNNP Bali melakukan sosialiasi pencegahan, pemberantasan dan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba (P4GN) ke kampus dan sekolah bukan tanpa alasan. Dari hasil penelitian LIPI bersama Puslidatin BNN tahun 2018, pelajar/mahasiswa jadi pecandu narkoba sebanyak 5.318 orang dan 60 persen orang Bali asli.
Bali Post/kmb23
TUNJUKKAN PRODUK - Imeldawaty selaku Operational Manager didampingi Ria Marlis selaku Retail Manager Himalaya menunjukkan produk skin care dari Himalaya.
Himalaya, Produk Kecantikan dari Herbal Alami Mangupura (Bali Post) Himalaya merupakan produk kecantikan dari India, terbuat dari herbal alami khusus yang diseleksi secara cermat dari alam. Produk ini sudah dikenal internasional. Di Indonesia, di Bali merupakan toko yang pertama didirikan yang berlokasi di Jalan Raya Pantai Kuta No. 41, Kuta, Badung. Menurut Imeldawaty selaku Operational Manager didampingi Ria Marlis selaku Retail Manager Himalaya, produk ini dipasarkan di Bali karena Bali merupakan destinasi wisata Dunia. Selama ini, produk Himalaya sudah dikenal di dunia. Imelda menyatakan, memang pasar yang ingin disasar yaitu wisatawan mancanegara. Untuk itulah toko eksklusif pertama di Indonesia dibuka di Bali
yaitu di Kuta. Dikatakan Imelda, alasan lain memilih Bali sebagai pasar produk Himalaya karena dengan slogan go with nature tentunya ini sesuai dengan kebudayaan Bali, yang lebih menghargai alam. ‘’Kita merasa produk kita lebih dihargai untuk market di Bali. Mengingat Bali juga sebagai destinasi wisata dunia,’’ ujarnya saat ditemui di Toko Himalaya, Kuta, Jumat (21/6) kemarin. Dijelaskannya, sejak toko ini mulai beroperasi, respons masyarakat cukup bagus. Diakuinya, banyak wisatawan yang sudah mencoba dan bahkan memborong produk Himalaya, seperti wisatawan Korea, Jepang, Eropa, India bahkan Taiwan. Dipaparkannya, berbagai varian produk yang dipasar-
kan saat ini, seperti varian untuk skin care dan oral care. Dan yang baru masuk, katanya, yaitu produk untuk pria. Sementara produk terbaru yang akan dihadirkan yaitu hair care. Secara produk, di Bali penjualan cukup bagus, yaitu mencapai rata-rata 1.000 pcs per bulan. ‘’Untuk di Bali sendiri, sata ini yang paling laku adalah produk skin care terutama cream,’’ jelasnya. Himalaya yang berdiri sejak tahun 1930, saat ini sudah ada di sejumlah negara. Untuk di Indonesia, baru ada di Bali. Ke depan, pihaknya mengatakan Himalaya akan membuka toko di beberap kota di Indonesia. Namun, untuk tahun ini memang masih fokus di Bali. ‘’Kemungkinan akan buka di satu atau di dua kota lagi,’’ ujarnya. (bns3)
Imigrasi Denpasar Gelar FGD dengan Perca Denpasar (Bali Post) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Rabu (19/6) lalu menggelar Forum Group Diskusi (FGD) dengan melibatkan keluarga perkawinan campuran (Perca) di sebuah hotel di Kuta. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar Wisnu Widayat, Jumat (21/6) kemarin mengatakan, selain melakukan diskusi dengan Perca, pihaknya juga mengadakan halalbihalal dengan Perca Indonesia-Bali. Dijelaskan, FGD ini juga dilakukan dengan tujuan untuk mendukung terwujudnya unit kerja Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar. Dikatakan Kakanim Denpasar, melaksanakan diskusi juga sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat, khususnyan Perca Bali. Pasalnya, saat itu juga menerima masukan untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat, khusus yang berkaitan dengan keimigrasian. Dalam kesempatan FGD tersebut, juga disampaikan permasalahan yang sering timbul pada perkawinan campuran. Diskusi menjadi menarik karena antusias para keluarga perkawinan campur, karena mereka mendapatkan banyak informasi terkait izin tinggal keimigrasian. Kakanim Denpasar Wisnu Widayat juga berharap dapat mengubah pandangan masyarakat tentang pelayanan keimigrasian. Yakni pelayanan yang tidak sulit dan menakutkan. (kmb37)
Bali Post/ist
FGD - Kakanim Denpasar Wisnu Widayat foto bersama dengan Perca usai melakukan FGD.
Hal itu disampaikan Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa saat menjadi narasumber kegiatan Program Pengenalan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Universitas Mahendradatta, Denpasar, Kamis (20/6) lalu. Dalam pemaparannya, Brigjen Suastawa menjelaskan tentang lima tantangan generasi milenial yaitu lapangan kerja semakin sempit, kebutuhan hidup semakin tinggi, kesenjangan kepercayaan diri, sikap yang semakin individualistis, serta lingkungan alam yang semakin rusak. ‘’Mahasiswa jangan mudah terayu untuk menggunakan narkoba. Say no for drugs, 10 persen susunan saraf pusat seseorang akan rusak,’’ pintanya. Sementara peran generasi muda dalam P4GN yaitu dalam bentuk melakukan pengembangan potensi diri, membentuk organisasi yang peduli tentang bahaya narkoba, aktif, inovatif dalam berkarya, berjiwa mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat yang luas serta berani menolak ajakan teman yang bersifat negatif. Menurut mantan Direktur Binmas Polda Bali ini, kondisi penyalahgunaan narkoba di Bali khususnya jumlah pecandunya tahun 2018 sebanyak 31.178 orang berstatus pekerja. Sementara 5.318 orang pelajar/mahasiswa sebanyak 60 persen adalah orang Bali asli. Dia juga menjelaskan, 800 narkotika jenis baru di dunia, 71 jenis di antaranya telah masuk ke Indonesia. Baru 68 jenis yang telah diatur dalam Permenkes Tahun 2018. ‘’Untuk mewujudkan peran penting ini, dituntut usaha bersama BNN dengan melibatkan kampus dan mahasiswa sebagai calon generasi penerus bangsa,’’ ungkapnya. Di akhir sesi diberikan testimoni oleh konselor BNNP Bali yang merupakan mantan pecandu dan telah hidup bersih. Maksud testimoni ini adalah memberikan informasi bagaimana bahaya narkoba di kehidupan masyarakat. (kmb36)
Bali Post/ist
PAPARKAN - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa saat memberikan kenang-kenangan usai menjadi narasumber di Universitas Mahendradatta, Denpasar.
Rumah Lantai Dua Terbakar Denpasar (Bali Post) Rumah kontrakan di Jalan Pulau Alor Permai No. 73, Denpasar Barat (Denbar), Jumat (21/6) kemarin terbakar. Api hanya melalap ruangan lantai dua rumah tersebut. Kebakaran ini terjadi usai Gede Bento (25) sembahyang. Kapolsek Denbar AKP Johannes Nainggolan mengatakan, terkait kejadian ini pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi, terutama yang tinggal di rumah tersebut. Rumah itu diketahui milik Made Suwita dan dikontrak oleh Nuning Indah Kristianto (42). Dari keterangan menantu Nuning, Gede Bento, sekitar pukul 09.00 Wita, dia sembahyang di lantai dua. Usai sembahyang, Gede Bento langsung mematikan dupa. Selanjutnya dia turun ke lantai bawah untuk melanjutkan sembahyang. ‘’Saat saksi (Gede Bento - red) berada di lantai satu,
tiba-tiba mendengar suara letupan di lantai dua. Setelah dicek terjadi kebakaran dan api sudah besar sehingga saksi tidak bisa menyelamatkan barang-barang miliknya,’’ ujar Kapolsek Johannes. Sementara itu, keterangan Nuning, saat korban mandi di lantai satu, dia mendengar suara letupan di lantai dua. Nuning menyuruh anaknya, Rahel, untuk mengecek. Namun Rahel bi-
lang kemungkinan Gede Bento memindahkan lemari. Nuning langsung menyuruh pembantunya, Marlin, naik ke lantai dua. Marlin langsung memberi tahu majikannya bahwa ada kebakaran di lantai dua. ‘’Saksi (Nuning - red) langsung keluar rumah bersama cucu dan anaknya. Rumah tersebut dikontrak Rp 37 juta setahun dan masa kontrak habis pada November 2019,’’
ucap mantan Kapolsek Kuta Utara ini. Johannes menjelaskan, untuk penyebab pasti kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan. ‘’Anggota kami sedang menyelidikinya. Yang terbakar hanya lantai dua,’’ katanya. Api bisa dipadamkan setelah petugas dan beberapa unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi kebakaran. (kmb36)
OPINI
6
Sabtu Pon, 22 Juni 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Menjaga Stabilitas Nasional SERING dibandingkan bahwa Indonesia itu masih belum ada apa-apanya dibandingkan dengan Majapahit atau Sriwijaya. Jika dicari dengan bandingan umur negara, memang seperti itulah keadaannya. Majapahit dan Sriwijaya merupakan dua kerajaan nusantara yang berumur lebih dari dua abad. Indonesia baru menjelang 74 tahun. Jadi masih jauhlah dibandingkan dengan dua kerajaan besar dan hebat itu. Tetapi kita jelas tidak ingin menyianyiakan Indonesia yang telah berumur 74 tahun itu. Apabila mampu mempertahankan stabilitas internal, ini merupakan sebuah prestasi tersendiri yang akan dapat menjadi dasar untuk mengejar dan melebihi prestasi dari dua kerajaan tersebut. Beberapa kajian menyebutkan bahwa tidak hanya Majapahit dan Sriwijaya, juga kerajaankerajaan lain yang tumbuh di Jawa, redup, hancur, kemudian hilang karena pertentangan elite politiknya. Adanya intrik antar-elite, nafsu kuasa yang tidak memerhatikan kepentingan kerajaan membuat kerajaan ini hancur, dan pasti dimulai dari perang saudara. Bahkan, Bali pun mempunyai sejarah seperti itu. Dengan demikian, sesungguhnya Republik Indonesia saat ini kerajaan-kerajaan tersebut. Inilah yang mesti dipakai sebagai sebuah pembelajaran agar Indonesia sekarang tetap utuh menjadi sebuah negara. Pelajaran lain juga sangat kentara. Di Timur Tengah, penonjolan nilai-nilai pribadi dan pertentangan pendapat pemimpin, membuat sebagian negara di kawasan tersebut hancur dan tidak dapat mempertahankan keutuhannya. Belajar banyak dari sejarah dan perbandingan dengan negara dan kawasan lain, menjadi tugas utama setiap insan yang ada di Indonesia. Sesungguhnya kita sudah mempunyai modal besar untuk mempertahankan kesatuan tersebut, yaitu Pancasila. Ini telah menjadi pembelajaran yang baik. Hanya, tanggung jawab generasi sekarang adalah tidak mempolitisi Pancasila. Politisi yang dimaksudkan ini adalah demi kepentingan kelompok atau individu semata. Mengatakan mengkritik pemerintah sebagai anti-Pancasila, jelaslah hal yang dibuat-buat. Di luar Pancasila, kita mempunyai fakta lain yang mengharuskan kita mampu mempersatukan diri, yaitu keragaman sumber daya yang kita miliki. Tidak semua wilayah di Indonesia mempunyai sumber alam, tetapi tidak semua wilayah Indonesia juga mempunyai sumber manusia yang merata. Saling ketergantungan menjadi jawaban terhadap fenomena ini, dan karena itu, kita harus bahu-membahu. Dari titik ini, kita sadar bagaimana gotong royong sebagai filosofi sosial haruslah tetap dipertahankan. Semuanya bertujuan untuk menjaga stabilitas Indonesia. Mengacu pada kondisi politik akhir-akhir ini, kita melihat kembang kempis masalahnya. Namun, upaya-upaya penyelesaian terhadap masalah ini sudah terlihat dilakukan dengan baik. Katakanlah konflik antara kelompok-kelompok calon presiden. Kita melihat ada tanda-tanda untuk menjaga stabilitas. Misalnya dengan mengajukan berbagai gugatan kecurangan itu menuju Mahkamah Konstitusi. Ini merupakan sinyal politik yang bagus untuk menghindari adanya perpecahan nasional. Sebab, bagaimanapun pencalonan presiden ini mempunyai lingkup nasional. Prosesnya itu kita lihat secara langsung di televisi oleh seluruh rakyat Indonesia. Kita juga melihat hal yang sama di partai politik. Dua partai politik besar di Indonesia, yaitu PDI Perjuangan dan Partai Demokrat telah mulai menyusun strategi untuk meregenerasi pemimpin puncak partainya. Cara-cara yang mereka lakukan kelihatan hati-hati dan telah mulai jauh-jauh hari. Tentu tujuannya adalah agar tidak menimbulkan perpecahan di kalangan internal. Perpecahan seperti ini pasti akan ikut menyeret keguncangan politik secara nasional karena partai lingkupnya nasional.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Kerajinan di Arena PKB Berbagai kerajinan inovaif terpajang di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) 2019. Ini tentu memberikan inspirasi bagi masyarakat Bali untuk bisa bersaing menciptakan produk-produk inovatif ke depannya. Mudah-mudahan apa yang disajikan para perajin di PKB ini juga bisa menjadi salah satu daya tarik Bali di kemudian hari. Setidaknya, daya kreasi dan inovasi yang menyertai hasil karya perajin ini juga ramah lingkungan. Ada limbah akar bambu yang bisa menjadi kerajinan menarik. Ada sarana untuk persembahyangan berupa keben dan dulang yang sarat olah kreasi. Sebagai masyarakat Bali, saya memuji daya kreativitas para perajin dan mendukung jika Pemprov Bali memberdayakan Ardha Candra secara lebih efektif dengan menjadikan semacam ruang pameran yang lebih rutin. Jadikan Art Centre milik publik dengan kegiatan-kegiatannya yang menghibur dan memberikan nilai tambah bagi perajin Bali. Ni Putu Sudarmi Denpasar, Bali
Bergerak Mencari Pemimpin Partai Politik Pengkaderan pimpinan partai politik di Indonesia mulai dibicarakan. Ini tentu saja langkah positif yang mempunyai tujuan jangka panjang. PDI Perjuangan dan Partai Demokrat merupakan dua partai yang sudah mulai membicarakan pengkaderan ini, bahkan juga penggantian pimpinan partai. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan membicarakan hal itu ketika menyelenggarakan rapat kerja nasional beberapa waktu lalu di Jakarta. Istilah yang dipakai adalah regenerasi, yang kurang lebih dapat diartikan sebagai alih generasi kepemimpinan partai politik bersangkutan. Sebagai sebuah partai besar, jelas ini perlu dilakukan.
Oleh GPB Suka Arjawa artai Demokrat dan PDI Perjuangan jelas merupakan partai besar di Indonesia. Secara kuantitas, seperti yang terlihat di dalam perolehan suara pada pemilu yang baru lalu, Partai Demokrat mendapatkan pilihan yang lebih kecil dibandingkan dengan PDI Perjuangan. Akan tetapi secara kualitas, dalam hal mendukung kandidat presiden seperti yang terlihat pada tahun 2004 dan 2009, Partai Demokrat mempunyai kedudukan yang sejajar dengan PDI Perjuangan. Jadi, keduanya mempunyai kekuatan politik yang sama dalam kontestasi sistem kenegaraan di Indonesia. Karena itu, jelas keduanya merupakan sumber daya bagi sistem politik Indonesia yang harus dilihat perkembangannya. Harus pula dilihat stabilitas internalnya. Stabilitas internal ini penting diperhatikan karena gangguan terhadap keberadaan partai ini, dapat saja mengganggu stabilitas politik negara. Konflik, apalagi perpecahan dari partai yang mempunyai pengaruh ke seluruh negara, berpotensi juga mengguncang stabilitas negara tersebut. Ini terjadi karena partai itu mempunyai perwakilan pada sebagian besar kabupaten di Indonesia. PDI
Perjuangan dan Partai Demokrat merupakan partai dengan kualifikasi demikian. Karena itulah, pergantian kepemimpinan partai harus diperhatikan dengan cermat dan harus dipersiapkan dengan baik-baik, sesuai dengan nilai-nilai yang ada pada partai bersangkutan. Pergantian kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang krusial pada partai politik. Banyak yang menyebutkan bahwa persaingan antar-aktor menjadi faktor utama yang menentukan kelanjutan dari stabilitas partai tersebut. Namun, yang sesungguhnya jauh lebih penting diperhatikan adalah komitmen, nilai-nilai diri, kemampuan manajerial dan karisma. Di Indonesia, pertimbangan terakhir ini penting diperhatikan. Komitmen merupakan sebuah perjanjian diri yang berani belajar dan berkorban untuk menjadi pemimpin partai. Menjadi pemimpin partai (dan pimpinan pada umumnya) merupakan sebuah pengorbanan dan kemampuan diri untuk bertahan. Desakan, kritik, sampai tuntutan merupakan bagian dari kepemimpinan tersebut. Apalagi skop dari kepemimpinan tersebut menasional. Hanya, mereka yang mempunyai komitmen tinggi yang mampu menghadappi deraan seperti ini. Nilai dalam arti
panutan perilaku yang dipilih oleh pemimpin, sangat memengaruhi anak buah dan bawahan. Salah dalam memilih nilai ini, perjalanan partai akan menyimpang. Nilai harus disesuaikan dengan ideologi partai tersebut, dan nilai itulah yang menjadi cara berperilaku pimpinan partai. Kemampuan manajerial sudah pasti menjadi tantangan tersendiri. Hanya, jangan dilupakan kalau di Indonesia itu, jangan sok-sokan menerapkan manajerial model Barat. Di sebagian besar negara berkembang, apalagi dengan tradisi gotong royong seperti Indonesia, manajemen yang dipakai adalah manajemen ketimuran (mirip tradisional). Sang pemimpin harus tahu mengerjakan apa yang dilakukan oleh rakyat kecil. Pemimpin harus mau terjun memetik padi di sawah. Ini perbedaan manajemen ketimuran-tradisional dengan manajemen Barat yang berbasis aturan dan professional. Tidak tahan dengan hal ini, tidak akan tahan menjadi pemimpin partai. Dan karisma merupakan pelengkap dari semua yang disebutkan itu. Di Indonesia karisma terkadang diterjemahkan dengan penampilan. Tetapi sesungguhnya yang lebih tepat adalah pesona pribadi. Di sini yang termasuk pesona termasuk penampilan
fisik, psikologis, dampai dengan wacana. Faktor itulah yang harus dipikirkan dalam penggantian pimpinan puncak partai. Dalam hal PDI Perjuangan dan Partai Demokrat, ada indikator yang harus benarbenar diperhatikan. “Roh” kedua partai ini ada pada trah keluarga, bahkan trah satu individu, yaitu keluarga Soekarno dan Soekarno serta keluarga Susilo Bambang Yudhoyono dan Susilo Bambang Yudhoyono sendiri. Kelebihan dari pengelonaan partai seperti ini adalah relatif mudah dan mulus pergantiannya apabila ada putra mahkota yang akan jelas menggantikan partai. Juga stabilitas dan harmonisasi keluarga tersebut. Tetapi hambatan yang paling besar sekaligus menjadi ancaman, adalah jika justru di antara para keluarga itu ada ketidakharmonisan dan tidak ada putra mahkota yang jelas untuk menggantikan pimpinan partai. Sesungguhnya, jika mau jujur juga, partai yang mempunyai karakter seperti diutarakan di atas, berpotensi menganggu nilai-nilai demokrasi karena “jatuhnya” pemimpin ke dalam satu keluarga juga. Namun, hal ini dapat diatasi, apabila keluarga itu stabil dan kemudian dalam praktik berketatanegaraan, benar-benar mampu menerapkan sistem demokrasi yang sesungguhnya (seperti yang terjadi pada Partai Kongres di India). Dengan demikian, satu metode yang paling baik untuk melakukan pergantian seperti ini adalah sistematika waktu serta pembaruan dalam hierarki kepengurusan. Sistematika waktu itu berupa mengambil saat yang tepat (dalam hal ini lebih lama) untuk mempersiapkan pergantian kepemimpinan, misalnya lima tahun sebelumnya atau bahkan lebih dari itu. Pembaruan struktur
Menjaga Soliditas pada Era Jokowi-Ma’ruf PRESIDEN dan Wakil Presiden terpilih dijadwalkan dilantik oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 20 Oktober 2019. Tahapan kini masih menyisakan sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Pembacaan putusan hasil sengketa dijadwalkan pada 28 Juni 2018. Sebagaimana diketahui, hasil penghitungan suara yang diumumkan KPU pada 21 Mei lalu menempatkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai pemenang. Pasangan Prabowo-Sandiaga lantas mengajukan gugatan sengketa di MK. Euforia kemenangan JokowiMa’ruf tidak memberikan ruang lama. Segepok agenda mendesak dan krusial telah menyambutnya. Penyiapan soliditas internal hingga penyiapan peredaman gangguan eksternal di depan mata butuh penyelesaian. Kenyataan lapangan menunjukkan bahwa Jokowi-Ma’ruf tidaklah memenangi pilpres secara mutlak. Perolehan suara Jokowi-Ma’ruf hanya 85.607.362 atau 55,50 persen dari total suara sah nasional. Ini mengindikasikan sebagai lampu kuning bahwa pemerintahan Jokowi-Ma’ruf ke depan akan rentan menghadapi onak duri. Onak duri dengan jalan yang terjal merupakan tantangan pascapelantikan yang berpotensi terjadi pada lingkup internal dan eksternal. Tantangan aspek internal minimal akan hadir dalam tiga hal. Pertama, munculnya friksi dan tuntutan dari tim sukses atau relawan. Bagaimanapun relawan punya andil memenangkan dan menjadi bola salju jika tidak mampu mengelolanya. Jokowi penting merangkul semua pihak internal dengan tetap menjunjung independensi dan proporsionalitas. Kedua, potensi konflik koalisi terkait penyusunan
Oleh Ribut Lupiyanto kabinet. Jokowi-Ma’ruf sejak awal saat kampanye kerap mendengungkan bahwa kabinet yang akan disusun bukanlah dengan konsep bagi-bagi kursi. Faktanya, konsep power sharing masih kuat dalam praktik politik Indonesia. Koalisi di Indonesia menurut Laswell (2014) pasti membicarakan kursi. Hal ini karena politik sejatinya adalah who gets what, how, and when. Kini, beberapa parpol sudah terang-terangan meminta jatah, seperti PKB meminta 10 menteri dan ketua MPR. Jokowi penting menyelesaikan ini secara berkeadilan dengan tetap memenuhi janjinya. Ketiga, tantangan kekompakan dan penguatan kinerja kabinet. Apa pun strukturnya, kabinet Jokowi menjadi tumpuan harapan rakyat. Sejak awal, Jokowi berjanji menghadirkan zaken kabinet. Kabinet yang berasal dari beragam latar belakang, baik partai politik, organisasi, ormas, profesi, dan lainnya penting dikondisikan loyalitas dan totalitas kinerjanya. Jokowi mesti menjamin menterimenteri di kabinet tidak bermain mata dengan kepentingan kelompoknya dan mengabaikan publik. Keempat, tantangan harmonisasi antara Jokowi dan Ma’ruf. Ma’ruf sebagaimana jamak dipahami adalah ulama dan bukanlah politisi. Kubu politik PKB kemungkinan akan mengklaim sebagai pembawa Ma’ruf karena kedekatan dalam NU. Harmoni kedua kubu ini akan terancam jika benar Ma’ruf disandera oleh kekuatan parpol seperti PKB. Jokowi-Ma’ruf penting melakukan komitmen sejak awal terkait mekanisme
pembagian kerja dan membangun hubungan yang harmonis. Tantangan selanjutnya yang siap menghadang pemerintahan Jokowi berasal dari eksternal. Pertama adalah perlawanan oposisi. Koalisi Prabowo-Sandi berpotensi sebagai koalisi permanen pascakalah pilpres dengan tujuan menjadi pihak oposisi. Koalisi ini memang memiliki kursi minoritas. Namun jika soliditas mereka tetap terjaga, maka akan menjadi ujian berat bagi Jokowi untuk meredamnya selama lima tahun ke depan. Menarik salah satu dari mereka juga bukan solusi karena akan menimbulkan dilema terkait pembagian kekuasaan di koalisi. Hal ini wajar dan semestinya tidak menjadikan Jokowi paranoid. Kunci meredam oposisi adalah profesionalisme dan integritas pemerintahan Jokowi ke depan. Kedua, peluang kenaikan harga BBM yang akan memberikan efek tidak populis bagi Jokowi. PDI-P termasuk Jokowi selama pemerintahan SBY selalu menjadi yang terdepan menolak kebijakan kenaikan harga BBM. Fakta di lapangan, pengurangan subsidi BBM menjadi kebutuhan mendesak demi stabilisasi pemerintahan. Kebijakan ini tentu tidak populis dan bisa mendegradasi citra Jokowi yang selama ini dipersepsikan merakyat. Jokowi mesti berpikir seribu kali jika ingin menaikkan harga BBM. Minimal publik penting dikondisikan secara sosial politik agar bisa menerimanya. Ketiga adalah potensi delegitimasi publik. Hal ini bisa datang dari pendukung pasangan Prabo-
wo-Sandiaga maupun pendukungnya yang kecewa. Kekecewaan akan muncul ketika dalam perjalanan pemerintahan Jokowi tidak sesuai yang diharapkan. Minimal dianggap tidak mampu merealisasikan janji-janji selama kampanye. Ke depan, gerakan sosial akan lebih masif dalam melakukan pengawasan. Apalagi ditunjang oleh media virtual yang kian berkembang. Semua potensi ini penting diantisipasi dengan memegang teguh komitmen janji politiknya. Keempat, tantangan bisa datang dari tekanan atau bujuk rayu negara lain. Negara-negara lain terutama negara maju berpotensi memberikan tekanan dan manuver internasional guna melemahkan kedaulatan Indonesia. Indonesia yang kaya sumber daya alam, berpenduduk banyak, dan segudang potensi lain menjadi sasaran empuk pada era globalisasi. Jokowi mesti tampil tegas dan kompetitif dengan menguatkan geopolitik Indonesia. Segala tantangan mesti dilewati Jokowi secara hati-hati. Sekali gagal melewati efek politik dan delegitimasi akan menyerangnya. Stabilitas pemerintahan Jokowi akan tergantung pada kemampuan manajemen dan komunikasi politik dari koalisi pendukungnya. Apapun itu rakyat mesti diprioritaskan. Baik koalisi maupun oposisi penting menjunjung etika demokrasi dan amanat kedaulatan rakyat. Jokowi akan diabadikan dalam tinta emas sejarah Indonesia jika mampu melewati segala onak duri ini. Sebaliknya, rapor merah akan diterima jika sekali saja didapati mengabaikan kepentingan rakyat.
kepengurusan, merupakan adaptasi bagi calon yang akan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin di dalam struktur partai. PDI Perjuangan telah mengambil langkah yang cukup strategis dengan telah mengeluarkaan wacana regenerasi kepemimpinan pada saat ketua umumnya masih segar bugar. Akan tetapi, ada dua calon pemimpin yang mungkin berpotensi untuk menjadi pemimpin tersebut. Maka, wacana ini secara perlahan-lahan akan membentuk nilai kepada dua calon pemimpin itu. Pada saat yang sama, kedua calon pimpinan (dua orang putra dan putri Ibu Mega) mendapat bimbingan dari para politisi senior untuk mencegah terjadinya konflik pada masa mendatang. Di sinilah sistematika waktu sangat penting bagi partai ini. Kedewasaan dan kepentingan nasional sebagai cara pandang juga perlu ditanamkan kepada calon pemimpin. Dengan pemahaman peran partai bagi kepentingan nasional, maka pembaruan struktur organisasi partai mempunyai peran penting (ketua dan wakil ketua). Harus benarbenar memerhatikan kepentingan nasional untuk menduduki kursi ketua dan wakil ketua. Dan harus ada pembagian yang jelas (dan seimbang) antara dua struktur organisasi ini. Partai Demokrat telah pula melakukan langkah persiapan dengan memberikan kesempatan kepada AHY untuk terjun pada politik praktis, yaitu menjadi calon Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Persaingan dalam keluarga, kiranya tidak kelihatan di dalam tubuh partai ini sehingga persiapan untuk menggantikan kepemimpinan SBY di masa depan tidak terlalu mengalami kesulitan. Hanya, karisma kebapakan yang diperlihatkan oleh SBY masih belum dapat tergantikan di sini. Kepemimpinan negara berkembang yang mampu mengakar ke bawah, masih terlihat pada sosok pemimpinnya yang sekarang. Bijaknya adalah, bagaimana secara pelan-pelan, karisma itu dipelajari dari sekarang oleh calon penerus. Sebagian karisma dapat dipelajari. Misalnya bersentuhan dengan rakyat kecil. Penulis adalah staf pengajar sosiologi FISIP, Universitas Udayana
POJOK
Ratusan warga Solo rayakan HUT ke-58 Presiden Jokowi. - Semoga Pak Jokowi sehat dan rahayu. *** Kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali turun 29 persen. - Tata ulang pariwisata Bali. *** Objek wisata di Denpasar mesti bersih dari sampah plastik. - Berbudaya dan alami.
Penulis, Deputi Direktur Center for Public Capacity Acceleration (C-PubliCA)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Pon, 22 Juni 2019
Polres Gelar Bakti Sosial Donor Darah
Tabanan (Bali Post) Beragam kegiatan sosial belakangan ini terus dilakukan jajaran Polres Tabanan dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-73. Kali ini digelar kegiatan bazar sembako murah, bakti kesehatan dan donor darah di wantilan Desa Adat Tibubiu, Kerambitan, Jumat (21/6). Hadir dalam kegiatan itu Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa, S.IK., M.H., Dandim 1619 Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto, Asisten II Sekda Tabanan A.A. Dalem Tresna, dan pejabat utama Polres Tabanan. Antusias warga setempat pun cukup tinggi, dibuktikan sekitar 500 orang menghadiri kegiatan bakti sosial tersebut. Bahkan untuk pengobatan gratis juga cukup dirasakan manfaatnya oleh para lansia
desa setempat. Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa mengatakan, melalui kegiatan bakti sosial ini, Polri ingin lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Karena dalam menjaga keamanan tentunya dibutuhkan sinergitas yang baik antara Polri, TNI dengan masyarakat. ‘’Polri ingin melakukan pendekatan dengan masyarakat, karena Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dalam menciptakan situasi keamanan di masyarakat,’’ tegasnya Hal serupa juga disampaikan Dandim Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto yang menyampaikan kegiatan bakti sosial ini sangat bermanfaat dan bertujuan positif bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteran dan kesehatan
masyarakat, serta mengucapan terima kasih dimana TNI, Polri sampai saat ini tetap solid serta dapat bersinergi, bekerja sama dan dipercaya di tengahtengah masyarakat. Sementara itu, Asisten II Sekda Kab Tabanan A.A. Dalem Tresna menyambut baik atas kegiatan yang sudah diprakarsai oleh jajaran Polres Tabanan, karena kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Begitu pun Bendesa Adat Tibubiu yang mengaku bahwa masyarakat sangat membutuhkan kehadirkan Polri dalam menciptakan keamanan, dan sebaliknya Polri membutuhkan masyarakat dalam bekerja sama menjaga keamanan dan ketertiban guna menjaga keutuhan NKRI, bebas narkoba dan terorisme. (kmb28)
BAKSOS - Kegiatan bakti sosial Polres Tabanan serangkaian Hari Bhayangkara ke-73 di Desa Tibubiu.
KIA Belum Jadi Syarat Cari Sekolah
Tabanan (Bali Post) -
Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) seluruh jenjang pendidikan sudah dimulai. Tentunya sejumlah dokumen menjadi syarat saat pendaftaran. Belakangan banyak warga juga mencari Kartu Identitas Anak (KIA) untuk melengkapi berkas pendafataran untuk mencari sekolah. Namun ternyata dalam PPDB kali ini KIA belum menjadi persyaratan yang diharuskan. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Wayan Miarsana mengatakan, dalam PPDB saat ini belum mewajibkan untuk menyertakan KIA dalam pendaftaran. Karena, dikatakannya, program ini belum sepenuhnya bisa dilaksanakan di masyarakat, mengingat baru dimulai tahun lalu. Di satu sisi memang belum semua anak memiliki KIA, sehingga syarat kepemilikan KIA memang belum diwajibkan dalam PPDB tahun ini. ‘’Dalam PPDB kali ini, KIA belum menjadi persyaratan yang wajib disertakan saat pendaftaran,’’ kata Miarsana, belum lama ini.
Dikatakannya, KIA dib e r i k a n p ad a anak usia 0-17 tahun -1 hari. Namun saat ini belum semua anak usia tersebut memilikinya. Ke depan setelah semua masyarakat memahami dan anak-anak sudah memiliki KIA, maka bisa saja akan dimasukkan dalam persyaratan pendaftaran mencari sekolah. ‘’Kalau yang sudah punya baguslah, namun yang belum punya, saat ini belum jadi persyaratan wajib,’’ sebutnya. Sementara itu, dari data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, banyak orangtua yang belakangan
ini mencari KIA, karena mendapat informasi bahwa KIA menjadi salah satu persyaratan dalam mendaftar PPDB khususnya jenjang SD. Apalagi sebelumnya, hal tersebut memang sempat menjadi wacana. Dan karena ternyata banyak anak yang belum memiliki KIA, hal tersebut akhirnya tidak dipakai. (kmb28)
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Wayan Miarsana
Boping Siap Direkomendasikan Jadi Calon Bupati
Bali Post/bit
KOORDINASI - Jelang akhir masa jabatan di gedung DPRD Tabanan, Ketut ‘’Boping’’ Suryadi (kanan) terlihat melakukan koordinasi dengan jajaran dewan. Tabanan (Bali Post) Pernyataan mengejutkan datang dari kader PDI-P Ketut ‘’Boping’’ Suryadi. Politisi asal Selemadeg Kabupaten Tabanan ini mengaku siap maju dalam Pilbup 2020, jika memang ditugaskan oleh partai. Pernyataan ini berbanding terbalik dari sebelumnya, bahwa ia memilih fokus berkiprah sebagai anggota dewan di tingkat provinsi setelah lolos dalam pemilu serentak 2019 bulan April lalu. Ditemui di gedung Dewan, Jumat (21/6) kemarin, Boping mengatakan seluruh kader memiliki peluang sama. Meski memang diakuinya ada prosedur dan mekanisme yang harus dijalankan di partai. Baik itu proses penyaringan dan penjaringan, untuk menentukan siapa yang pantas nantinya dimunculkan dalam perhelatan Pilkada 2020. ‘’Tinggal tergantung rekomendasi partai, kalau ternyata orang berminat sama saya ya… saya harus siap,’’ sergahnya. Ketika ditanya keseriusannya maju apakah un-
tuk calon bupati atau calon wakil bupati, Boping tegas mengatakan dia siap untuk maju calon bupati. ‘’Siap demi daerah tercinta, siap
7
TABANAN
nomor satu, karena Tabanan butuh orang yang bisa menjadi pengambil keputusan, kalau nomor dua cuma bisa diperintah dan jadi ban serep,’’ ucapnya. Tabanan pun, kata Boping, perlu sosok pemimpin yang mampu memotivasi dan memberikan pemahaman kepada rakyat khususnya terkait program yang akan dikerjakan. ‘’Perlu pemimpin yang bisa membuat gebrakan baru, progres dan outentik,’’ terangnya. Terkait dukungan untuk maju cabup, ia mengaku sudah mendapatkan dari dapil daerah Kecamatan Selemadeg. ‘’Ya sudah ada dari dapil-dapil daerah saya,’ tegasnya. Meskipun demikian, untuk arah rekomendasi PDIP untuk menentukan pemimpin di Tabanan Boping belum mengetahui. Namun kisi-kisi sendiri dikatakan sudah diketahui. ‘’Ya, Tabanan butuh pemimpinlah,’’
ujarnya sambil tersenyum. Seperti diketahui, suhu perpolitikan jelang Pilkada 2020 di Kabupaten Tabanan terus menghangat, sebelumnya nama I Komang Gede Sanjaya yang juga Ketua DPC PDI-P Tabanan disebut-sebut calon kuat pemenang rekomendasi dari PDI-P. Namun belakangan santer muncul juga nama I Ketut ‘’Boping’’ Suryadi yang berpeluang mendapat rekomendasi calon Bupati Tabanan. Munculnya nama Boping ke permukaan sebenarnya sudah ada sejak lama. Bahkan melalui beberapa polling yang dibuat secara pribadi dan disebar di media sosial, suara Boping pun paling tinggi. Boping sendiri pun sampai saat ini masih menjabat Ketua DPRD Tabanan periode 2014-2019 dan kembali terpilih sebagai wakil rakyat dari PDI-P ke Provinsi Bali. (kmb28)
Bali Post/dok
Dewan Hasil Pileg 2019 Mulai Ukur Pakaian Dinas Tabanan (Bali Post) Meski calon legislatif terpilih hasil Pileg 2019 belum dikuatkan dengan SK penetapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), namun empat puluh caleg yang terpilih duduk di kursi DPRD Tabanan periode 2019-2024 sudah mulai menyiapkan pakaian dinas yang difasilitasi Sekretariat DPRD Tabanan. Dari pantauan di gedung dewan Sanggulan, Jumat (21/6) kemarin, sejak pukul 09.00 Wita satu per satu para calon anggota dewan baik yang incumbent maupun pendatang baru silih berganti melakukan pengukuran untuk pakaian dinas, yang dilakukan di lobi ruang rapat paripurna DPRD Tabanan. Bahkan ada di antaranya yang memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan diri masing-masing sembari obrolan santai menunggu giliran untuk diukur. Dan ada juga usai melakukan pengukuran langsung pulang dengan alasan ada kesibukan lainnya. Sekretariat DPRD Kabupaten Tabanan I Made Sugiarta, S.Sos., M.M. mengatakan, pengukuran pakaian dinas dilakukan oleh Sekretariat DPRD untuk memenuhi fasilitas penunjang yang akan diberikan bagi caleg terpilih hasil Pileg 2019. ‘’Jadi, meski belum ada SK Penetapan dari KPU, kami sifatnya hanya mengantisipasi waktu, karena pelantikan Dewan periode 2019-2024 akan dilaksanakan tanggal 5 Agustus mendatang, sementara SK KPU baru diserahkan tanggal 4 Juli, dengan waktu hanya sebulan saya pesimis pakaian untuk pelantikan bisa rampung, jadi sekarang kami lakukan pengukuran terlebih dulu,’’ terangnya. Lanjut disampaikan Sugiarta, untuk pakaian dinas para anggota DPRD baru ini sama seperti lima tahun lalu. Di mana ada lima jenis pakaian dengan nilai setiap jenisnya berbeda. Di anta-
Bali Post/bit
PAKAIAN - Dewan hasil Pemilu 2019 tengah melakukan pengukuran pakaian dinas yang nantinya akan digunakan saat pelantikan di bulan Agustus mendatang. ranya dua stel Pakaian Sipil Harian (PSH) nilainya Rp 2,250 juta setiap anggota dewan, jadi total Rp 180 juta, dan masing-masing satu stel untuk Pakaian Sipil Lengkap (PSL) nilainya Rp 5 juta dengan nilai total Rp 200 juta, Pakaian Dinas Harian (PDH) nilainya Rp 2,5 juta dengan nilai total Rp 100 Juta, Pakaian Sipil Resmi (PSR) nilainya Rp 2,750 juta dengan nilai total Rp 110 juta, dan pakaian batik/endek nilai Rp 2,5 juta dan nilai total Rp 100 juta. Sehingga total keseluruhan untuk pakaian anggota dewan baru periode 2019-2024 ini sebanyak Rp 690 juta. Selain pakaian dinas, anggota dewan baru ini juga tengah disiapkan pin atau lencana berbahan dasar emas 22 karat. Nilai pagu untuk pengadaan tersebut senilai Rp 600 juta, artinya
harga per satu lencana senilai Rp 15 juta. Sugiarta menjelaskan untuk anggaran khusus pin atau lencana tersebut masih dalam bentuk pagu, nilai pastinya tergantung proses lelangnya. Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Tabanan Gede Putu Weda Subawa mengatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tabanan memang belum menetapkan caleg terpilih periode 2019-2024 hasil Pemilu 17 April 2019. Menurut Weda, KPU Kabupaten Tabanan masih menunggu keputusan KPU-RI untuk penetapan caleg terpilih, di mana penetapannya akan dilakukan setelah ada hasil persengketaan dari Mahkamah Konstitusi. ‘’Penetapan perolehan kursi dan calon terpilih rencananya tanggal 4 Juli depan,’’ ucapnya. (kmb28)
8
BULELENG
Sabtu Pon, 22 Juni 2019
Tender Revitalisasi Pasar Banyuasri Diulang
Singaraja (Bali Post) –
Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng mulai menenderkan kembali proyek revitalisasi Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng. Tahapan ini diawali dengan menenderkan menajemen konstruksi, yang sebelumnya sempat gagal karena kesalahan teknis. Oleh karena itu, Dinas PUPR kembali melakukan tahapan tender konstruksi pasar terbesar kedua di Bali Utara tersebut dan anggarannya Rp 110 miliar. Kepala Dinas PUPR Buleleng Ketut Suparta Wijaya, Jumat (21/6) kemarin, mengatakan, sesuai perencanaan pengerjaan konstruksi pasar, sebenarnya dilakukan selama 18 bulan dari tahun ini hingga 2020 mendatang. Perencanaan itu berubah karena pelaksanaan tender manajemen konstruksi yang sudah dilakukan gagal tender. Penyebabnya bukan tidak ada rekanan yang menawar, namun berkas dokumen lelang setelah dikaji oleh Kelompok Kerja (Pokja) Bagian Layanan Pengadaan (BLP) menemukan adanya kesalahan teknis. Atas kondisi ini, Suparta Wijaya menjelaskan, BLP kemudian mengembalikan dokumen itu untuk disempurnakan. Saat ini, penyempurnaan sudah dituntaskan. Dokumen lelang hasil penyempurnaan itu telah disetor untuk ditenderkan ulang. Pertimbangan dilakukan tender manajemen konstruksi karena revitalisasi
pasar ini tergolong besar. Ini dibuktikan dengan anggaran dalam proyek ini mencapai Rp 110 miliar dengan skema multiyears. “Awalnya, kami punya waktu 18 bulan. Tetapi waktu itu sudah terpotong dua bulan dan tinggal 16 bulan. Ini karena tender manajemen konstruksi gagal dan sekarang tahap lelang kedua, mudah-mudahan lancar sehingga bisa disusul untuk tenderkan konstruksinya,” tegasnya. Menurut Suparta Wijaya, meskipun perencanaan proyek sudah mundur dua bulan karena masalah tender, namun pihaknya optimis dalam 16 bulan terhitung dari tahun ini hingga 2020 nanti, pengerjaan konstruksi proyek ini dapat diselesaikan. Optimisme itu karena dalam perencanaan, batasan waktu selama 18 bulan itu sudah mengantisipasi terjadinya keterlambatan pelaksanaan. “Saya kira dengan sisa waktu yang ada sekarang,
pengerjaan konstruksi fisik akan tuntas. Apalagi proyek ini multiyears, sehingga tidak lagi ada lelang setelah tahun ini berakhir, tetapi pelaksanaannya berlanjut sampai kontraknya berakhir tahun depan,” jelasnya. Terkait dengan persiapan menjelang pelaksanaan konstruksi, Suparta Wijaya menyambut baik kalau pedagang yang sekarang menempati los, kios, dan rumah ruko (ruko) Pasar Banyuasri, direlokasi lebih awal. Pasar yang dipastikan mulai kosong Juli 2019 mendatang, nantinya memudahkan rekanan yang memenangkan tender konstruksi pasar dalam memulai pekerjaannya. “Kalau pasar sudah dikosongkan, maka membantu rekanan. Tidak lagi menunggu pengosongan pasar yang lama. Mudahmudahan tidak ada halangan, Agustus 2019, pemenang lelang sudah diumumkan sehingga pelaksanaan konstruksinya mulai berjalan,” tegas Suparta Wijaya. (kmb38)
REVITALISASI – Revitalisasi Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng mulai ditenderkan.
Bali Post/kmb38
BKD Buat Stiker Khusus untuk Penunggak PHR
Bali Post/kmb38
DISAHKAN - Perda Pertanggungjawaban APBD Buleleng Tahun 2018 disahkan Jumat (21/6) kemarin.
Perda Pertanggungjawaban APBD Disahkan
Singaraja (Bali Post) DPRD Buleleng mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Pertanggungjawaban APBD Buleleng Tahun 2018, Jumat (21/6) kemarin. Sidang dipimpin Ketua Dewan Gede Supriatna didampingi wakilnya. Sementara eksekutif dihadiri Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Sidang diawali dengan pembacaan laporan Badan Anggaran (Bang-
gar) DPRD Buleleng dengan juru bicaranya Wayan Masdana. Wayan Masdana mengatakan, pembahasan perda ini sudah mengikuti mekanisme. Selama pembahasan antara legislatif dan eksekutif telah dilakukan kerja sama dengan baik. Beberapa poin yang melalui pembahasan awalnya alot sudah disepakati. Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah segera member-
lakukan perda tersebut, sebagai lembar hukum daerah. Bupati Agus Suradnyana mengatakan, usul dan saran lembaga dewan telah ada jalan tengah, pada intinya untuk kesempurnaan perda yang ditetapkan. Pelaksanaan program dan kegiatan yang belum tercapai pada tahun 2018, akan diberikan perhatian serius untuk diperbaiki pada tahun berikutnya. (kmb38)
Dewan Desak Realisasi Pemutihan Tunggakan PBB-P2 Singaraja (Bali Post) Belum tuntasnya penagihan tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB-P2), memaksa pemerintah harus mencari jalan terakhir. Tunggakan PBB-P2 yang muncul sejak beberapa tahun terakhir itu akan dihapuskan atau diputihkan. Rencana ini mendapat dukungan dari DPRD Buleleng dan mendorong pemerintah segera memutuskan penghapusan pajak tersebut. Piutang PBB-P2 menjadi temuan BPK RI. Hasil pemeriksaan BPK RI terhadap APBD tahun 2018, ditemukan piutang dae rah Rp 4.924.485.335,04. Awalnya, piutang sebesar Rp 71.068.387.425,73, sehingga naik menjadi Rp 75.992.872.760,77. Salah satu penyebabnya karena tingginya piutang PBBP2 Rp 71.369.360.639. Selanjutnya, piutang pajak hotel Rp 2.196.286.663,14, piutang pajak restoran Rp 1.495.847.039,93 dan piutang pajak air tanah sebesar
Rp 805.064.160. Terkait temuan BPK itu, Pemkab Buleleng berencana menghapus piutang PBB-P2 tersebut. Alasannya, beberapa objek dan subjek pajak sulit ditemukan, sehingga tidak bisa ditagih dan mengakibatkan nilai tunggakan semakin membengkak. Ketua Komisi II DPRD Buleleng Putu Mangku Budiasa, Jumat (21/6) kemarin, mengatakan masalah piutang pajak yang tidak bisa ditagih itu dapat memicu penilaian publik yang tidak baik terhadap citra pemerintah. Untuk itu, penuntasan piutang itu bisa dihapus. Dengan demikian mengilangkan kesan pemerintah tidak bekerja dalam menangani persoalan yang terjadi. “Ini kesannya eksekutif tidak bekerja. Karena selalu muncul angka piutang pajak itu. Padahal, pemerintah sudah bekerja menagih, tapi WP (wajib pajak) yang dicari sudah tidak ditemukan,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah
(BKD) Buleleng Gede Sugiartha Widiada menegaskan, aturan dan mekanisme penghapusan piutang pajak bisa saja dilakukan. Bahkan, pihaknya sudah mengambil langkah tersebut, setelah melakukan verifikasi di lapangan. “Rencananya penghapusan ini kami lakukan bertahap. Selain itu, harus ada verifikasi dan koordinasi ke BPN. Karena datanya masih manual, verifikasikan perlu proses,” kata Budiasa. Mantan Sekretaris Camat Buleleng ini menambahkan, penghapusan piutang PBB-P2 itu dapat dilakukan ketika objek dan subjeknya tidak jelas. Objek dan subjek pajak tidak jelas dapat terjadi akibat pemecahan sertifikat tapi tidak dilaporkan sehingga yang tercatat masih atas nama sertifikat yang lama. Selain itu, akibat pembagian warisan, ahli warisnya tidak melaporkan, sehingga lahan tersebut masih atas nama orangtuanya yang sudah meninggal. “Kami sudah verifikasi, jika hasilnya valid, baru bisa piutangnya dihapus,” tandasnya. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Tunggakan Pajak Hotel Restoran (PHR) di Buleleng saat ini tergolong tinggi. Banyak pemilik atau pengelola akomodasi wisatawan belum menyetorkan PHR hingga Rp 1 miliar. Mengatasi masalah ini, Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng akan membuat stiker atau papan plang bertuliskan manajemen masih menunggak pajak. Selama ini, BKD kesulitan mengatasi masalah ini karena pihak hotel atau restoran membandel dan sengaja tidak menyetorkan titipan PHR dari wisatawan yang berkunjung. Tunggakan PHR itu semakin membengkak lantaran pihak manajemen sengaja menunda menyetor ke pemerintah daerah. Menariknya, saat petugas melakukan penagihan, pihak manajemen berdalih belum bisa melunasi PHR dengan alasan sedang direnovasi atau kunjungan wisatawan sepi. Alasan lain yang sering ditemukan adalah kekurangan dana, sehingga titipan pajak itu digunakan menutupi biaya operasional usahanya. Kepala BKD Buleleng Gede Sugiartha Widiada didampingi Kepala Sub-Bidang (Kasubid) Penerimaan dan Penagihan Pajak Daerah Ida Bagus Perang Wibawa, Jumat (21/6) kemarin, mengatakan dalam waktu dekat pihaknya kembali melakukan penagihan tunggakan PHR
Bali Post/kmb38
PHR – BKD Buleleng kembali mengoptimalkan penagihan tunggakan PHR di daerah ini. secara langsung. Penagihan ini dilakukan bekerja sama dengan Tim Yustisi Pemkab Buleleng. “Penunggak pajak ini sebelumnya sudah kami berikan surat pernyataan yang menyebut kesiapan mencicil. Namun tetap saja pajak tidak disetor,” ujarnya. Menurut Sugiartha, cara ini dilakukan sesuai dengan surat pernyataan kesiapan melunasi PHR dengan cara mencicil. Kalau kesanggupan mencicil tunggaan PHR itu
tidak ditepati, maka BKD bersama Tim Yustisi memberikan sanksi tegas dengan cara memasang pelang atau stiker yang menunjukkan kalau pihak manajemen belum menyetorkan pajak ke pemerintah. Dengan sanksi tegas itu, diharapkan wisatawan tahu kalau pajak yang dititipkannya kepada pegusaha hotel atau restoran belum disetorkan kepada pemerintah. Dengan cara itu, pihak manajemen akan malu, setelah usa-
hanya dikategorikan sebagai penunggak pajak. “Wajib pajak berjanji membayar dengan cara mencicil, tetapi menjelang tutup semester di tahun ini, pengusaha mangkir dari surat pernyataan. Kami bersama Tim Yustisi akan bergerak mulai dari Lovina dan Gerokgak. Kalau tidak ditepati janjinya, kami pasang stiker atau papan plang yang menyebut manajemen masih nunggak pajak,” tegasnya. (kmb38)
Kekurangan Modal, RSUD Kebut Penyusunan FS
Singaraja (Bali Post) – Rencana pinjaman modal kepada pihak ketiga yaitu PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), semakin intens ditindaklanjuti manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng. Saat ini dilakukan penyusunan feasibility study (FS) dan sedang dikebut. Rencananya, setelah FS tuntas disusun, dalam anggaran APBD Perubahan mendatang akan dilanjutkan dengan tender detail engineering design (DED). Rencana ini ditempuh agar manajemen bisa melengkapi infrastruktur atau menambah kelengkapan alat kesehatan (alkes). Solusi mencari modal pinjaman dari pihak ketiga itu dinilai efektif dan membantu manajemen rumah sakit lebih cepat mendapatkan modal dibandingkan menunggu kucuran dana yang dialokasikan dalam APBD. Hanya, rumah sakit bisa mengusulkan pinjaman modal tersebut dengan syarat telah menyusun FS dan DED. Selain itu, program pinjaman modal ini harus mendapat persetujuan DPRD Buleleng.
dr. Gede Wiartana, M.Kes. Direktur Utama (Dirut) RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes., Jumat (21/6) kemarin mengatakan, penyusunan FS ini terus dipercepat oleh tim internal yang sudah dibentuk. Tim itu menargetkan sebelum pembahasan APBD perubahan tahun ini harus tuntas. Setelah itu, pihaknya mengusulkan anggaran dalam APBD pe-
Bali Post/kmb38
wrubahan untuk menyusun DED. Namun, terkait usulan anggaran untuk penyusunan DED, Wiartana tidak bisa memastikan. Pasalnya tergantung dengan hasil FS yang nantinya memuat program dan nilai pinjaman modal yang akan diajukan. Terkait target realisasi pinjaman modal itu, Wiartana mengaku paling lambat 2020 mendatang.
RSUD mencari pinjaman modal ini untuk membangun gedung baru di sisi selatan. Tambahan modal itu diharapkan sudah diterima manajemen tahun 2021 mendatang. Ini sejalan dengan program jangka panjang, yakni rumah sakit memerlukan tambahan gedung baru dan dukungan alkes memadai. Dengan pengembangan itu, kapasitas tempat tidur kelas satu dan dua akan semakin meningkat. Selain itu, manajemen juga membutuhkan gedung untuk ruang kelas dan pertemuan untuk mendukung standardisasi sebagai rumah sakit pendidikan. Rencananya, Paviliun Mahottama RSUD akan dibongkar dan dibangun gedung dengan lantai empat. Selanjutnya, gedung baru itu akan digunakan untuk ruang perawatan kelas satu dan kelas dua. Alasannya, jumlah tempat tidur untuk kelas satu dan kelas dua sangat terbatas. Saat ini, jumlah tempat tidur untuk kelas satu baru 24 bed dan kelas dua 22 bed. Sementara tempat tidur di kelas tiga 184 bed. Khusus kelas VIP 28 bed dan VVIP 23 bed. (kmb38)
GIANYAR
Sabtu Pon, 22 Juni 2019
9
Restorasi di Pura Desa dan Puseh Desa Pakraman Guwang
Pertahankan Arsitektur Berusia 200 Tahun Lebih Gianyar (Bali Post) Beberapa tahun ini, sejumlah krama Bali melakukan pemugaran bangunan suci dengan merombak keseluruhan tanpa mempertimbangkan nilai arsitektur dan historis dari bangunan sebelumnya. Hal berbeda dilakukan krama Desa Pakraman Guwang Kecamatan Sukawati yang melakukan restorasi pada panyengker atau tembok dan bale kukul di Pura Desa dan Puseh Desa Pakraman Guwang. Restorasi ini tetap mempertahankan arsitektur warisan leluhur yang diperkirakan berusia 200 tahun lebih. Upaya pemugaran ini dilakukan bekerja sama dengan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Provinsi Bali. Menurut Bendesa Adat Desa Pakraman Guwang I Ketut Karben Wardana, restorasi ini dilakukan untuk mempertahankan arsitektur warisan leluhur yang diperkirakan berusia ratusan tahun. Terlebih, desain ukiran pada pura tersebut memang memiliki keunikan dibandingkan pura lainnya. ”Kami menjaga kesakralan waisan leluhur, terlebih ukiran di pura kami ini memang unik,” kata Karben Wardana, Jumat (21/6) kemarin. Karben Wardana mengatakan, sejak lama panyengker dan bale kukul di pura tersebut belum pernah direnovasi. Pihaknya juga sempat menanyakan kepada
beberapa panglingsir desa setempat, terkait tahun berapa pura Tri Kahyangan itu dibangun. Namun tidak ada yang tahu persis. Akhirnya pihaknya memperkirakan pura dengan ukiran unik tersebut sudah berusia ratusan tahun. “Saya sudah tanya ke beberapa panglingsir. Mereka juga tidak ada yang tahu kapan pura dibangun. Tapi diperkirakan sekitar 200 tahun dengan desain yang masih utuh,” jelasnya. Karben Wardana menegaskan, pihaknya tidak menginginkan arsitektur pada bangunan tersebut diganti. Namun mempertimbangkan sejumlah sudut ukiran yang sudah keropos dan tembok panyengker yang mulai tenggelam akibat meningginya jalan raya, akhirnya krama desa adat sepakat melakukan restorasi. “Kami bekerja sama dengan IAI agar dibantu meninggikan panyengker dan bale kukul, namun tetap mempertahankan ukiran dan arsitekrur sebelumnya,” tegasnya. Karben Wardana menambahkan, restorasi bale kukul dengan lebar tiga meter dan tinggi 10 meter dan panyengker bagian depan pura yang diperkirakan sepanjang 40 meter sudah rampung dikerjakan. “Proses pemugaran bersama IAI Bali ini cukup panjang, dikerjakan mulai Juni 2018 hingga April 2019,” ujarnya.
esnya tidak sembarangan dilepas, karena kita berupaya mempertahankan yang sudah ada sebelumnya. Setiap sikutnya juga tetap menyesuaikan hanya agar lebih tinggi saja, kemudian bila ada yang rusak kita ganti dengan yang serupa,” katanya. Pranajaya mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi komitmen Desa Pakraman Guwang yang melakukan pemugaran dengan mempertahankan nilai sejarah serta kesakralan yang menjadi warisan ratusan tahun. “Ini seharusnya menjadi contoh dan diikuti oleh masyarakat lainnya agar perbaikan arsitektur pura tetap memegang teguh nilai warisan leluhur,” katanya. Terkait maraknya pemugaran pura dari bantuan sosial yang merombak total arsitektur lama, Pranajaya menilai hal ini butuh pemahaman semua komponen, dalam hal ini masyarakat dan pemerintah. “Perlu diberikan pemahaman, masyarakat ketika mengajukan proposal ke pemerintah ini harus dari awal ada komitmen mempertahankan arsitektur yang sudah ada. Selain itu, pemerintah juga wajib memberikan pengertian, termasuk juga bendesa dan MUDP. Jadi, semua wajib memberikan pandangan bahwa kita sebagai masyarakat Bali memiliki warisan arsitektur yang harus dijaga,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
RESTORASI - Bendesa Adat Desa Pakraman Guwang I Ketut Karben Wardana bersama Ketua Arsitek IAI Bali I Kadek Pranajaya dan Ketua Pengabdian IAI Bali I.B. Alita mengecek hasil restorasi panyengker dan bale kukul di Pura Desa lan Puseh Desa Pakraman Guwang.
PPDB SMP Negeri
SOSOK Jaga Kondusivitas SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kabupaten Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya mengajak segenap komponen masyarakat Gianyar tetap menjaga kondusivitas di tengah sengketa persidangan Pemilu 2019, yang saat ini sedang berjalan di Mahkamah Konstitusi (MK). Ia mengingatkan semua komponen untuk menghormati upaya hukum yang sedang berjalan. “Saya mengajak seluruh komponen masyarakat Gianyar agar menghormati apapun yang menjadi keputusan dari Mahkamah Konstitusi,” ujarnya, Jumat (21/6) kemarin. Ia meminta masyarakat agar tidak terpancing isu-isu yang memecah belah persatuan. Apalagi banyak beredar informasi yang belum valid. “Percayakan ke Mahkamah Konstitusi, karena lembaga itulah lembaga yang kredibel dan berwenang dalam memutuskan sengketa pemilu,” jelasnya. Seperti diketahui, pasangan Prabowo-Sandiaga Uno membawa masalah pemilu ke jalur MK. Meski jauh di Jakarta, namun para simpatisan di Gianyar terus memantau perkembangan sidang melalui siaran televisi. Selain itu, di media sosial juga ramai mempergunjingkan sidang yang masih berjalan tersebut. (nik)
Peringati HUT Ke-73 Bhayangkara
Polres Gelar Donor Darah Gianyar (Bali Post) Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Bhayangkara, Polres Gianyar menggelar kegiatan donor darah di Ruang Rupatama Polres Gianyar, Jumat (21/6) kemarin. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari personel Polres Gianyar, Bhayangkari Cabang Gianyar, serta jajaran TNI. Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo, S.IK., M.H. mengatakan, kegiatan donor darah ini sebagai wujud kemanusiaan Polres
Menurut Karben Wardana, hasil pemugaran ini hampir 95 persen masih utuh seperti sebelumnya. Hanya beberapa ukiran diganti, namun tetap menyerupai bentuk sebelumnya. Selain itu, desain bangunan juga lebih tinggi dari sebelumnya. “Secara kasat mata tidak terlihat telah dilakukan pemugaran, karena ukiranya masih utuh. Kalau ada yang diganti itu bagian yang lapuk dari bahan batu padas dan bata merah, selain itu 95 persen masih utuh,” katanya. Karben Wardana menambahkan, sejumlah ukiran yang diganti, seluruhnya dibuat baru oleh para panglingsir asal Desa Pakraman Guwang yang memang seniman ukir. “Padahal mereka sudah sesepuh tidak lagi aktif mengukir. Ada yang usia 80 sampai 90 tahun lebih, tapi dengan penuh semangat mereka ngayah dan bisa menyelesaikan ini,” tegasnya. Ketua Arsitek IAI Bali I Kadek Pranajaya didampingi Ketua Pengabdian IAI Bali I.B. Alita menerangkan, dalam proses pengerjaan restorasi panyengker dan bale kukul di pura tersebut, dilibatkan sektiar 10 arsitek dari IAI Bali. Pengerjaan dilakukan dengan pengangkatan ukiran kemudian diberi nomor. Setelah fondasi selesai, ukiran tersebut kembali dipasang. “Jadi, dalam pros-
Gianyar dalam memberikan sumbangsih darah kepada PMI, untuk disalurkan kepada masyarakat umum yang membutuhkan donor. Ia mengaku mengapresiasi jajaran di Polres Gianyar dan instansi lainnya yang dengan suka rela mendonorkan darahnya. “Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya seraya mengharapkan segenap personel Polres Gianyar mendonorkan darahnya kepada sesama. (kmb35)
Bali Post/kmb35
DONOR DARAH - Suasana kegiatan donor darah di Mapolres Gianyar, Jumat (21/6) kemarin.
Nilai UN Tetap Jadi Penentu
Gianyar (Bali Post) -
Pelaksanaan PPDB SMP negeri di Kabupaten Gianyar dilakukan secara manual. Pendaftaran dilakukan di SD asal selama tiga hari hingga Jumat (21/6) kemarin. Jalur zonasi memang mendominasi, yakni 90 persen dari total daya tampung sekolah. Namun untuk menjaring pendaftar jalur zonasi yang jauh di atas daya tampung sekolah, nilai Ujian Nasional (UN) akan jadi penentu akhir. Kepala SMPN 1 Sukawati Drs. I Komang Jati, S.Pd., M.M. mengatakan hal itu, Jumat (21/6) kemarin. Menurut Jati, proses pendaftaran dilakukan di sekolah asal, dilanjutkan dengan verifikasi di tingkat kecamatan, hingga seleksi di tingkat kabupaten melibatkan seluruh kepala SMP negeri se-Gianyar. “Data semua digabung di Gianyar, lalu diranking. Kalau jumlah pendaftar zonasi sesuai kuota, tidak akan ada perangkingan NUN. Sebaliknya, jika pendaftar melebihi kuota, maka nilai
UN akan jadi penentu,” jelasnya. Berkaca dari tahun sebelumnya, kata Jati, batas atas nilai UN yang diterima di SMPN 1 Sukawati yakni 297,2 dan batas bawah 274,2. Nilai ini dikatakan bisa bergeser naik turun. “Bisa saja bergeser. Apabila soal ujian SD lebih sulit dari tahun lalu, bisa jadi nilai lebih kecil dan sebaliknya. Jadi, bisa turun, bisa naik,” tegasnya.
Jati mengakui, sejumlah orangtua siswa masih belum paham tahapan PPDB ini. Hampir setiap hari, ada saja orangtua siswa bertandang ke sekolah karena dikira ada kegiatan pendaftaran. “Karena PPDB manual, sebenarnya tidak ada kegiatan di SMP. Daftarnya di sekolah asal, tapi memang masih banyak orangtua yang kurang paham. Akibatnya, sehari bisa ada
puluhan orangtua siswa yang menduga pendaftaran di SMP,” terangnya. Jati memperkirakan persaingan masuk ke SMPN 1 Sukawati akan semakin ketat. Pertama, karena zonasi I sekolah ini ada enam desa, antara lain Sukawati, Batuan, Batuan Kaler, Kemenuh dan Guwang. Kedua, karena tahun ajaran baru ini sekolah memangkas satu rombongan belajar/kelas. Jika tahun sebelumnya menerima sembilan rombongan belajar, tahun ini hanya menerima delapan rombongan belajar. “Ya, ada pengurangan satu rombongan belajar atau kelas,” jelasnya. Menurut Jati, pengurangan
rombongan belajar ini lantaran sekolah kurang ruangan kelas. “Tahun lalu ruangan laboratorium dipakai karena overload. Tahun ini kami tegaskan hanya menerima delapan rombongan belajar. Ruangan laboratorium sepenuhnya dijadikan laboratorium,” tegasnya. Jati menambahkan, setiap rombongan belajar terdiri dari 36 siswa, sehingga hanya akan menerima sebanyak 288 siswa baru. Dari jumlah itu, sebanyak lima persen atau 14 orang dijatahkan untuk siswa berprestasi dan lima persen lainnya untuk calon siswa yang ikut pindah tugas orangtua dari kalangan TNI/Polri dan lembaga terkait. (kmb35)
Damkar Pemprov dan Denpasar Dikerahkan Tangani Kebakaran di TPA Temesi Gianyar (Bali Post) Sepekan lebih bencana kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi, Gianyar, hingga kini belum tuntas tertangani. Masyarakat di sekitar lokasi yang merasakan dampak asap kebakaran ini pun mempertanyakan kinerja petugas Pemadam Kebakaran Gianyar yang sudah pulang padahal api belum padam. Menyikapi kondisi ini, penanganan bencana ini langsung dievaluasi. Bahkan, Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya memerintahkan instansi terkait untuk memastikan bencana kebakaran tersebut ditangani secara tuntas. Untuk mempercepat penanganan kebekaran di TPA tersebut, Damkar Pemprov Bali dan Kota Denpasar dikerahkan Jumat (21/6) kemarin. Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya didampingi Kepala UPTD Persampahan DLH Kabupaten Gianyar I Ketut Bambang Suandi juga turun langsung ke TPA Temesi, Jumat kemarin. Kedatangan itu untuk mengetahui sekaligus mengevaluasi penanganan bencana kebakaran yang belum juga tertangani secara tuntas. Sejumlah kendala, seperti keterbatasan dan kerusakan peralatan petugas Damkar pun disikapi Sekda Gianyar dengan langsung merapatkan beberapa instansi terkait. “Kebakaran di TPA ini adalah bencana yang berdampak serius bagi lingkungan. Jadi, kami perintahkan instansi terkait dalam penanganannya. Kebakaran hutan gambut saja bisa ditangani, masak kebakaran TPA ini harus berlarut-larut,” ujar Wisnu Wijaya. Hari itu juga Wisnu Wijaya langsung merapatkan instansi terkait, masingmasing dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PU, BPBD, Dinas Pol PP dan Damkar Gianyar hingga Dinas Kesehatan. Ditegaskan, penanganan bencana ini
tidak bisa lagi dengan cara konvensional. Oleh karena itu, DLH sebagai pengelola TPA Temesi yang sekaligus korban bencana ini dipastikan akan terus melakukan pendampingan di lokasi untuk pemetaan kondisi tumpukan sampah. Sementara itu, Dinas PU diperintahkan untuk menurunkan sejumlah alat berat guna mengurai sampah dan mempermudah temuan titik api untuk membantu keterbatasan armada alat berat yang ada di TPA. “Karena petugas Damkar terkendala peralatan, Kepala DLH sudah kami perintahkan untuk memohon bantuan ke petugas Pemadam Kebakaran Provinsi Bali dan Kota Denpasar. Dari konfirmasi yang kami terima, sore ini mereka sudah turun ke lokasi,” terangnya. Sementara untuk mengantisipasi dampak kesehatan terhadap warga sekitar, Wisnu Wijaya juga menurunkan petugas BPBD untuk melakukan tindakkan pencegahan dengan pembagian masker. Demikian pula tim medis diturunkan untuk melakukan pelayanan dan pendampingan kepada warga yang mengeluhkan gangguan kesehatan. Pada kesempatan itu, Wisnu Wijaya juga meminta pemakluman dan kesabaran warga di sekitar lokasi selama penanganan. Jika ada warga yang mengeluhkan kesehatan, diharapkan segera melapor ke petugas medis yang sudah diturunkan atau langsung ke unit pelayanan kesehatan terdekat. “Kami sudah perintahkan petugas BPBD, Dinas Kesehatan dan tim medis di Desa Lebih dan Desa Temesi,” katanya. Wisnu Wijaya mengakui, bencana kebakaran sampah di TPA Temesi memang sangat rentan terjadi. Terlebih saat musim kemarau dengan kondisi tumpukan sampah yang sudah overload. “Jadi, kemungkinan disebabkan gas metan yang dihasilkan
sampah ditambah jenis ragam sampah kering,“ katanya. Mempertimbangkan hal itu, Wisnu Wijaya mengajak dan mengimbau para tokoh masyarakat dan kepala desa untuk mulai melakukan penanganan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga. “Setidaknya dibangun dan dibentuk bank sampah, lalu ada pengolahan sampah menjadi composting. Setidaknya skala desa, bisa dengan memanfaatkan dana desa atau pada program pemberdayaan masyarakat desa,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
TPA - Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya saat mengecek kondisi TPA Temesi, Jumat (21/6) kemarin.
JEMBRANA
10
Sabtu Pon, 22 Juni 2019
Tabrakan Beruntun Pengendara Mio Tewas di TKP Negara, (Bali Post) Kecelakaan beruntun terjadi, Jumat (21/6) pagi, di Jalan Umum jurusan DenpasarGilimanuk Km 76-77 Banjar Sumbul, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Kecelakaan melibatkan sepeda motor Mio DK 3173 ZA yang dikendarai Wayan Winta (54) dari Banjar Pasar, Desa Yehembang dengan pick-up P 8175 VN yang dikemudikan Boy Hartawan (24) dari Banyuwangi, mobil Toyota B 1998 KJG yang dikemudikan Cayadi (43) dari Kalimantan dan sepeda motor Honda Supra DK 3308 WK yang dikendarai Made Suwendra (60).
Dari informas, kecelakaan beruntun terjadi karena kurang hati-hatinya pengendara Mio. Saat itu sepeda motor Mio DK 3173 ZA melaju dari barat ke timur. Pada saat memasuki turunan tajam, mendahului Toyota B 1998 KJG, sepeda motor Mio masuk jalur kanan. Pada saat bersamaan dari arah timur bergerak pada jalurnya pick-up P 8175 WN sehingga terjadi tabrakan dan menyebabkan pengendara sepeda motor Mio terpental ke kiri dan masuk ke kolong Toyota B1998 KJG yang bergerak pada jalurnya dari arat barat ke timur. Kemudian mobil pick-up banting stir ke kiri dan mena-
brak pohon perindang jalan. Kemudian pick-up ditabrak dari belakang oleh sepeda motor Honda Supra. Akibat kecelakaan beruntun itu pengendara sepeda motor Mio meninggal dunia di TKP. Pengendara sepeda motor Honda Supra masih dalam perawatan di RSU Negara. Sepeda motor Mio dan Supra mengalami rusak parah dan mobil pick-up ringsek bagian depan. Kasat Lantas Polres Jembrama AKP Yoga Widiyatmoko seizin Kapolres Jembrana dikonfirnasi membenarkan kecelakaan beruntun itu. Kini kasusnya ditangani Polres Jembrana. (kmb)
KSPAN – Salah satu upaya Dinas Kesehatan menekan penyebaran HIV/AIDS dengan memperkuat KSPAN di sekolah-sekolah. Selama tiga tahun dari kebijakan mewajibkan ibu hamil tes screening, diketahui ada 44 orang yang positif HIV.
Selama Tiga Tahun, 44 Ibu Hamil Diketahui Positif HIV
Negara (Bali Post) Penanggulangan penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Jembrana masih terus dilakukan. Selain memperluas Klinik VCT (tes HIV) di seluruh puskesmas, RSU Negara dan RSU swasta, pencegahan juga dilakukan dengan mewajibkan ibu hamil melakukan tes penyakit termasuk salah satunya HIV/AIDS. Selama tiga tahun diterapkannya kebijakan pemerintah pusat itu, di Jembrana terdeteksi 44 ibu hamil yang positif. Dan dari hasil tersebut, bisa dilakukan pencegahan dan penanganan pada bayi. Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Putu Suasta, Jumat (21/4) kemarin mengatakan, dengan kebijakan mewajibkan ibu hamil melakukan pemeriksaan penyakit seperti tuberkulosis (TB), hepatitis B, dan HIV yang telah tiga tahun diterapkan, diketahui ada sejumlah ibu hamil yang positif HIV. “Tujuannya untuk pencegahan dan menyelamatkan generasi selanjutnya. Dengan diketahui lebih awal, kita
bisa melakukan upaya agar tidak menular ke bayi,” ujar Suasta. Di Kabupaten Jembrana, Dinas Kesehatan memperluas klinik VCT hingga di 14 fasilitas kesehatan (faskes) terutama puskesmas, RSU Negara hingga RSU Swasta. Ditambah satu konselor yang ditempatkan khusus di Rutan kelas IIB Negara. Dari data yang dihimpun di Dinas Kesehatan selama kurun waktu 2005-2019 bu-
lan Juni ini ada 1002 orang pengidap HIV/AIDS. Dari jumlah itu, yang diketahui masih hidup 500 orang. Dan hampir 400 orang meminum obat dan diawasi. Sedangkan yang 100 orang lagi belum ditemukan. Terungkap fakta bahwa ada tren peningkatan jumlah orang yang mengidap HIV setiap tahunnya. Pada tiga tahun terakhir sejak pemerintah pusat mewajibkan ibu hamil untuk melakukan tes screening,
salah satunya HIV, diketahui ada 44 ibu hamil yang positif. Bayi yang lahir berhasil diselamatkan dan negatif HIV. Dinas Kesehatan juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat hingga ke banjar terkait HIV/AIDS ini. Dinas mendorong warga masyarakat agar aktif melakukan tes screening di klinik VCT atau mobile VCT. Upaya pencegahan juga dengan menggencarkan komunikasi informasi dan edukasi (KIE), memperkuat Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN), memperkuat kader desa peduli AIDS serta memperluas jejaring klinik VCT di semua puskesmas dan rumah sakit termasuk Rutan Kelas IIB Negara. (kmb26)
TIDAK SERIUS - Rencana pembentukan BPR sepertinya berhenti saat gedung BPR telah usai dibangun. Izin tidak serius diupayakan jajaran eksekutif karena terkendala rekrutmen direksi dan komisaris. Eksekutif pun dituding tak serius oleh legislatif.
Ketidakseriusan yang Serius Soal Pembentukan BPR Jembrana
Tudingan ketidakseriusan pihak eksekutif Pemkab Jembrana dalam mengeksekusi pembentukan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jembrana kembali datang dari pihak legislatif. Meski terus dituding tidak serius, pihak eksekutif bergeming. Alasan yang sama soal kegagalan pembentukan BPR terus dikemukakan. Akankah mimpi memiliki BPR mungkin akan menjadi mimpi abadi akibat ketidakseriusan yang serius jajaran eksekutif Pemkab Jembrana? Keseriusan jajaran pemerintah di Jembrana memiliki BPR pada awalnya benarbenar nyata. Usulan pembentukan BPR datang dari kalangan dewan. Tujuannya agar masyarakat Jembrana memiliki lembaga perbankan yang memberikan keuntungan kepada masyarakat dan juga pemerintah daerah. Saat usulan disampaikan, baik pihak eksekutif maupun legislatif bekerja penuh semangat. Agustus 2017 lahirlah Peraturan Daerah (Perda) No. 5 yang mengatur tentang penyertaan modal dari Pemerintah Jembrana di BPR yang akan dibentuk. Pada tahun tersebut juga disepakati anggaran sebesar Rp 3,5 miliar untuk kebutuhan awal pendirian mulai dari mengurus soal perizinan hingga perekrutan jajaran direksi dan komisaris BPR. Dana mili-
aran rupiah sebagai modal awal pendirian sesuai persyaratan BPR juga telah disiapkan jika izin-izin beres dan BPR siap dioperasionalkan. Hanya saja setelah keluarnya perda dan penetapan anggaran, usaha-usaha pihak eksekutif mewujudkan mimpi besar memiliki BPR tidak menunjukkan perkembangan berarti. Hingga memasuki tahun 2018, rencana pendirian BPR seperti jalan di tempat. Kalangan dewan terus menyampaikan tudingan soal ketidakseriusan eksekutif merealisasikan pendirian BPR. Kendala terbesar yang dihadapi adalah sulitnya merekrut jajaran direksi dan komisaris. Pihak eksekutif melalui Sekda I Made Sudiada sekitar September 2018 lalu menjelaskan bahwa pihaknya sudah hampir enam kali menyampaikan pen-
gumuman perekrutan direksi dan komisaris. Namun yang mendaftar total hanya 7 orang. Padahal jumlah minimal pelamar 8 orang yakni empat orang untuk komisaris dan 4 orang direksi. Selain minim pelamar, soal sertifikasi profesi untuk masing-masing jabatan tersebut juga tidak terpenuhi. Tidak semua pelamar memiliki sertifikasi profesi seperti yang menjadi persyaratan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seperti diketahui bahwa pendirian BPR memiliki persyaratan yang tunduk pada ketentuan yang ditetapkan OJK. Hingga tahun 2018 berakhir, pihak eksekutif gagal total melakukan perekrutan sehingga otomatis pengurusan izin pun tidak bisa dilakukan. Mengurus izin pendirian, tentu membutuhkan akta pendirian perseroan terbatas (PT) dimana untuk membuat akta haruslah ada dewan direksi dan komisaris. Satu-satunya perkembangan yang signifikan adalah pembangunan gedung BPR berlokasi di Jalan Udayana Baler Bale Agung. Karena belum ada izin operasional, gedung lantai dua yang nampak sedikit megah itu pun akhirnya terbengkalai. Agar tidak semakin rusak akibat tak terawat, salah
satu bagian dari gedung BPR tersebut digunakan untuk pelayanan PDAM. Memasuki pertengahan tahun 2019, tudingan ketidakseriusan pendirian BPR kembali dilemparkan kalangan dewan. Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jembrana, I Ketut Catur, Selasa (18/6) mengatakan, semestinya pemerintah daerah selaku eksekutor pendirian dievaluasi kinerjanya. “Perda sudah ada, tetapi realisasinya tak terlaksana,” tandas Catur. Waktu hampir 2 tahun lebih untuk pendirian BPR sebenarnya cukup lama. Ketika perangkat hukum dan modal pendanaan sudah disiapkan, maka setengah rencana sejatinya telah terwujud. Kendala sulitnya rekrutmen bisa saja diatasi dengan berbagai strategi, seperti yang pernah diusulkan kalangan dewan, yakni dengan menjelaskan besaran gaji dan prospek karier di masa yang akan datang. Jika hingga akhir 2019 ini ternyata BPR Jembrana tak kunjung terealisasi, tudingan ketidakseriusan eksekutif mungkin ada benarnya. Bahkan bisa disebutkan pihak eksekutif mengalami ketidakseriusan yang serius. Tidak serius melakukan upaya rekrutmen dewan direksi dan komisaris. (ata)
BERUNTUN - Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Umum Jurusan DenpasarGilimanuk KM 76-77 Banjar Sumbul, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana mengakibatkan pengendara motor Mio tewas.
Terdakwa Curanmor Divonis Dua Tahun Tiga Bulan
Negara (Bali Post) Terdakwa kasus pencurian sepeda motor (curanmor), Putu Suastika (25) alias Jambot, asal Banjar Dinas Tengah, Desa Lokapaksa, Seririt, Buleleng, Jumat (21/6) kemarin, divonis hukuman penjara 2 tahun 3 bulan. Terdakwa yang sempat diduga mengalami gangguan jiwa dan diketahui memakan kotorannya sendiri saat ditahan di Rutan Kelas IIB Negara ini, divonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Negara atas dua pokok perkara sejenis, yakni kasus pencurian di wilayah Jembrana. Dalam amar putusan Ketua Majelis Hakim Mo-
hammad Hasanuddin Hefni dan dua hakim anggota, Fakhrudin Said Ngaji dan Alfan Firdauzi Kurniawan itu, terdakwa terbukti melanggar pasal 363 KUHP ayat 1. Di perkara pertama, Jambot divonis selama satu tahun, dan diperkara kedua yang juga curanmor itu (lanjutan) divonis 1 tahun 3 bulan. Vonis hakim ini mengamini tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Negara Ni Wayan Desi Sri Ariani. Di awal sidang sebelum pembacaan putusan, Jumat kemarin, Ketua Majelis Hakim M. Hasanuddin Hefni sempat menanyakan kondisi
terdakwa. Jambot mengaku sehat dan siap mendengar putusan hukum. Dalam sidang tersebut, dibacakan dua perkara dalam dua berkas berbeda. Selain menyatakan bersalah atas kasus curanmor dengan penjara juga diminta membayar denda sidang sebesar Rp 5 ribu. Dalam sidang tuntutan sebelumnya, terkuak terpidana melumuri mukanya dengan kotorannya serta memakannya. Dari keterangan, ternyata ini bukan hanya sekali dilakukannya. Tetapi sudah dua kali ketika terdakwa ditangkap oleh petugas polisi di Polsek Seririt. (kmb26)
Sabtu Pon, 22 Juni 2019
KARANGASEM
11
Banyak Nelayan Takut Melaut karena Gelombang Tinggi
Amlapura (Bali Post) Harga ikan laut di pasaran sejak beberapa hari lalu, mengalami peningkatan. Kondisi ini terjadi akibat hasil tangkapan para nelayan menurun karena kebanyakan takut melaut karena gelombang tinggi. Kasi Pemberdayaan Nelayan Dinas Perikanan Kabupaten Karangasem I Nengah Adi Gunawan didampingi Kasi Pelelangan Ikan Ni Komang Budiartini, Jumat (21/6) kemarin, mengatakan harga ikan mulai mengalami kenaikan sejak dua pekan terakhir. Hal ini disebabkan sebagian besar nelayan tidak melaut akibat gelombang tinggi. Padahal, permintaan dari masyarakat cukup banyak. “Di sini berlaku hukum pasar, karena persediaan ikan laut lebih sedikit dari kebutuhan masyarakat atau pembeli, maka harganya pun ikut naik. Dengan situasi sperti ini, seharusnya bisa dimanfaatkan pembudidayaan ikan air tawar. Ini merupakan kesempatan mendapatkan rezeki lebih besar,” ujarnya. Gunawan menambahkan, produk unggulan yang dibina Dinas Perikanan Karangasem yakni ikan tangkap dan budi
daya. Pemilik kolam atau tambak yang membudidayakan ikan air tawar lebih mudah laku atau banyak diserap di pasaran, di antaranya dipasok ke warung ikan bakar. Menurut Gunawan, produk unggulan ikan budi daya yang dominan dikembangkan petambak di Karangasem, yaitu ikan karper, nila, lele, dan udang. “Selama ini, petani ikan budi daya di Karangasem cukup kewalahan memenuhi pesanan. Maka dari itu, masih terbuka peluang bagi petani yang mau mengembangkan lagi tambak atau kolam,” jelasnya. Sementara Komang Budiartini menjelaskan, untuk memeriahkan HUT ke-379 Kota Amlapura, pihaknya menggelar lomba memancing di kolam, memperebutkan piala bupati. Kegiatan yang dilakukan ini juga untuk memasyarakatkan gemar makan ikan. (kmb41)
DPPKB Dorong Tiap Desa Bentuk Kampung KB Mandiri
Bali Post/kmb41
HARGA IKAN NAIK - Nelayan saat usai meluat. Harga ikan naik akibat sebagian besar nelayan tidak melaut karena gelombang tinggi.
Tingkatkan PAD, Objek Wisata Dipungut Retribusi
Bali Post/kmb41
RETRIBUSI - Pengelola objek wisata Taman Edelweis di Desa Besakih menjalin kerja sama dengan Dinas Pariwisata Karangasem untuk memungut restribusi.
Amlapura (Bali Post) Pemkab Karangasem melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata. Mulai Juni ini, Dispar mulai melakukan pemungutan retribusi tiga objek wisata karena telah menjalin kerja sama dengan pihak pemerintah daerah. Kepala Dinas Pariwisata Karangasem I Wayan Astika, Jumat (21/6) kemarin, mengungkapkan, tiga objek yang sudah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah untuk dipungut retribusi yaitu Taman Edelweis di Desa Besakih, Pura Lempuyang dan Tenganan. “Bulan Juni ini, kita sudah bisa memungut retribusi. Saat ini masih menunggu tiket saja,” ujarnya. Astika menambahkan, pemungutan sudah bisa dilakukan mengingat pihak pemerintah sudah membangun sejumlah fasilitas pendukung di dalam objek wisata tersebut, seperti toilet, plang papan nama, dan gazebo. Sebab, kata dia, kalau pihak pemerintah belum membangun sarana prasarana pendukung itu, maka tidak bisa dilakukan pemungutan retribusi. Oleh karena itu, pemerintah wajib menyediakan fasilitas itu sebelum melakukan pungutan tersebut. “Kalau sebelumnya, kita tak bisa mendapatkan PAD dari tiga objek wisata itu karena belum bisa membangun fasilitas pendukung. Sekarang, kita sudah mendapatkan pemasukan retribusi dari tiga objek wisata tersebut. Dengan tambahan pemasukan retribusi ke daerah, ini sangat membantu dalam pendapatan retribusi melalui sektor pariwisata,” jelas Astika. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Karangasem terus mendorong tiap desa membentuk Kampung KB secara mandiri. Sampai saat ini, Bumi Lahar memiliki sebelas Kampung KB mandiri. Kepala DPPKB Karangasem I Made Sosiawan mengungkapkan, Jumat (21/6) kemarin, saat ini terdapat sebelas Kampung KB yang tersebar di seluruh Kecamatan Karangasem. Kesebelas desa yang menjadi Kampung KB tersebut, Desa Manggis, Desa Tumbu, Desa Pidpid, Desa Ban, Desa Besakih, Desa Duda Timur, Desa Sangkan Gunung, Desa Budekeling, Desa Bungaya Kangin, Desa Sinduwati, dan Desa Sidemen. “Kampung KB ini dibentuk tahun 2016 sebanyak delapan desa dan 2018 tiga desa. Tahun ini, rencananya Desa Bukit yang akan menjadi kampung KB. Kampung KB ini dibentuk secara mandiri. Sementara dari pemerintah nihil,” ujarnya. Sesuai perintah dari pemerintah pusat, kata Sosiawan, jika memungkinkan
setiap desa diharapkan dapat membentuk Kampung KB tersebut. Pasalnya bila nantinya ibu-ibu PKK yang ada di masing-masing desa mengikuti lomba, maka harus ada Kampung KB-nya. “Kami mengharapkan tiap desa bisa membangun Kampung KB secara mandiri. Artinya, Kampung KB itu dibuat oleh desa itu sendiri,” ujarnya. Lebih lanjut, Sosiawan mengungkapkan, dibentuknya Kampung KB bertujuan untuk meningkatkan kualitas anak-anak. Dengan demikian, nantinya mereka mampu bersaing dalam pendidikan maupun di dunia kerja. Biasanya Kampung KB ini dibentuk di desa yang banyak anak-anaknya terbelakang pendidikan dan kesehatannya rendah akibat sanitasi tidak bagus. “Diharapkan, dengan dibentuknya kampung KB ini, ke depannya mampu mencetak anak-anak yang cerdas dan berkualitas. Dengan begitu, SDM Bali dapat bersaing di segala bidang demi kesejahteraan perekonomian masyarakat setempat,” jelas Sosiawan. (kmb41)
Tabrak Tembok Mobil Anggota Dewan Terguling Amlapura (Bali Post) Kecelakaan tunggal akibat out of control terjadi di jalan raya Amlapura menuju Culik, tepatnya di Banjar Dinas Kebon, Desa Kertha Mandala, Kamis (20/6) lalu. Lakalantas tersebut dialami anggota DPRD Karangasem I Nyoman Karta Arian-
ta. Mobil Karta menabrak tembok panyengker rumah warga hingga terguling. Informasi yang dihimpun, lakalantas tersebut terjadi pukul 19.20 Wita. Mobil Feroza DK 1067 WO awalnya meluncur dari arah Amlapura menuju Culik. Setibanya di TKP, laju mo-
Bali Post/kmb41
PERAWATAN - Korban saat mendapatkan perawatan dari tim medis di Puskesmas Abang II.
bil tiba-tiba oleng lalu menabrak tembok panyengker rumah milik warga. Saking kerasnya tabrakan membuat mobil tersebut terguling. Kasatlantas Polres Karangasem AKP Ni Luh
Putu Anne Parwisti, Jumat (21/6) kemarin, mengatakan atas kejadian tersebut, pengendara mengalami luka-luka di bagian pelipis kiri, luka lecet di jari tangan kanan dan kiri. Selanjutnya, korban dilarikan ke
Puskesmas Abang II untuk mendapatkan perawatan dari tim medis. “Lakalantas dipicu akibat kelalaian. Korban diduga dalam pengaruh minuman beralkohol,” ujar Anne Parwisti. (kmb41)
I Made Sosiawan
Bali Post/kmb41
KLUNGKUNG
12
Sabtu Pon, 22 Juni 2019
SOSOK Bangun SDM Pariwisata PULAU Bali dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata terbaik di dunia. Tumbuhnya pariwisata harus diimbangi dengan kesiapan SDM lokal Bali, agar berdampak terhadap pembangunan ekonomi Bali. Mencetak SDM yang memenuhi standar tidak mudah. Sehingga, diperlukan Lembaga Pelatihan Kerja yang kredibel dan mampu menciptakan peserta didik berkualitas di bidang pariwisata. Inilah yang menjadi fokus Ida Bagus Putra Astawa, Direktur LPK Glory Internasional Cruise dan Knowledge Klungkung. Menurutnya, peluang kerja di dunia pariwisata, perhotelan hingga ke kapal pesiar semakin terbuka lebar, seiring dengan bertumbuhnya pariwisata maupun budaya kerja ke kapal pesiar. Dia mengaku tergerak harus kembali ke Bali, setelah 12 tahun bekerja di Kapal Pesiar Carnival, untuk membantu generasi muda di Bali, khususnya Bali Timur agar siap berkecimpung di dunia pariwisata, perhotelan dan kapal pesiar. Praktisi kapal pesiar asal Banjar Pekandelan, Semarapura ini, bersama sejumlah rekannya kemudian sepakat mendirikan LPK sejak tahun 2014 untuk menjembatani generasi muda menyiapkan mental dan kemampuannya. “Awal berdiri itu hanya kami dapat 9 peserta didik. Tahun ini sudah 169 peserta didik. Ini pun sudah hasil seleksi, dari total yang mendaftar sebanyak 210 orang. Masyarakat melihat kami sungguhsungguh. Sedikit, tetapi hasilnya berkualitas. Murah, tetapi tidak murahan,” kata Astawa, belum lama ini. Pihaknya juga menyampaikan bahwa proses belajar yang diterapkan juga tetap dalam arahan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Klungkung. Seluruh proses kegiatan dilaporkan setiap tri wulan, semester dan setiap tahun. Sehingga, proses dalam pelatihan kerja kredibilitas dapat dipertanggungjawabkan. (gik)
MELAYAT - Umat saat melayat ke rumah duka di Geria Kulon Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Jumat (21/6) kemarin.
6 Juli, ”Palebon” Ida Pedanda Gede Made Tembau Semarapura (Bali Post) Setelah Ida Pedanda Gede Made Tembau lebar pada Selasa (28/5) malam, pihak keluarga sudah merencanakan upacara palebon terhadap sosok bijaksana yang dikenal sebagai pelantun Puja Tri Sandya ini. Rencananya, puncak palebon akan dilakukan pada Sabtu, 6 Juli nanti. Manggala Karya Ida Bagus Oka Wijaya, Jumat (21/6) kemarin menyampaikan, rangkaian kegiatan karya palebon Ida Pedanda Gede Made Tembau dari Geria Kulon Desa Aan, Banjarangkan ini dimulai pada Minggu (2/6) saat Redite Pon Kulantir lalu, dengan melaksanakan
STP Bali Internasional Gelar Pelatihan ”Home Stay” dan Pramuwisata DESA Paksebali Kecamatan Dawan sedang giat mengembangkan desa wisata. Sejumlah upaya terus dilakukan, agar desa wisata setempat dapat dikelola dengan profesional. Salah satunya bekerja sama dengan STP Bali Internasional untuk memberikan pelatihan home stay dan pramuwisata di Kantor Perbekel Paksebali, Jumat (21/6) kemarin. Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STP Bali Internasional Drs. I Wayan Pantiyasa, M.M. menyampaikan, pelatihan ini sesungguhnya menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Khususnya sebagai upaya untuk mengembangkan desa wisata. Dengan pelatihan home stay dan pramuwisata ini, pihaknya ingin mewujudkan cita-cita besar desa wisata ini menuju smart ekotourism village. “Smart yang dimaksud bisa dari penerapan teknologinya dalam melakukan pengelolaan desa wisata. Misalnya, diwujudkan dalam bentuk aplikasi,” katanya. Pelatihan ini diikuti sekitar 50 orang peserta yang cukup antusias mengikuti proses pelatihan. Perbekel Paksebali Putu Ariadi mengatakan, saat ini Desa Paksebali sangat perlu
pembinaan, karena desa wisata yang dirintis dalam tiga tahun terakhir sedang berkembang. Desa sedang giat untuk pengembangan sarana prasarana petunjang desa wisata, agar semakin terkelola dengan profesional. Demikian juga dengan proses pembinaan lembaganya oleh STP Bali Internasional. Dengan pelatihan ini, pengembangan desa wisata diharapkan dapat terus ditingkatkan. Dia sangat optimis, bila pariwisata berkembang di desanya, akan memberikan dampak kepada seluruh elemen kehidupan masyarakat. Pariwisata menjadi dasar di desa untuk berkembang, menuju kesejahteraan masyarakat. Baik dari aspek kesehatan, ekonomi dan lainnya. Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada STP Bali Internasional, telah memprogramkan pelatihan home stay dan pramuwisata di Desa Wisata Paksebali. Kabid Sumber Daya Pariwisata (SDP) Klungkung Tjokorda Romy Tanaya mengatakan, pelatihan ini juga dalam rangka mempersiapkan SDM yang profesional. Penguatan SDM sangat dibutuhkan apalagi pada era pasar bebas, dimana persaingan semakin
ketat, dengan datangnya SDM dari luar ke Bali. Sehingga, selalu dibutuhkan peningkatan kompetensi untuk terus meningkatkan daya saing. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada STP Bali Internasional dan pihak kementrian, sehingga kegiatan pelatihan ini dapat terlaksana dengan baik, dalam mendongkrak kepentingan desa wisata. Kasubbid Kemitraan Usaha Masyarakat, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata RI Rulyta M. Rachmaesa menyampaikan, atmosfer pariwisata Bali sudah begitu kuat. Dia optimis, apa yang dicita-citakan Desa Paksebali dan STP Bali Internasional bisa tercapai. Apalagi desa wisata itu, sifatnya dari oleh dan untuk masyarakat. “Wisata Kali Unda, menjadi modal berharga untuk semakin berkembang. Saya yakin nanti Desa Paksebali akan memiliki banyak home stay untuk wisatawan. Kami selalu siap memfasilitasi ke Kementrian, sesuai dengan program 2.000 desa wisata tahun ini. Komitmen perbekel sudah cukup kuat, terlihat dari dana Bumdesnya dipakai semua untuk pariwisata,” katanya. (ad557)
PELATIHAN - Para peserta pelatihan home stay dan pramuwisata di Kantor Perbekel Paksebali, Jumat (21/6) kemarin, berfoto bersama jajaran STP Bali Internasional, perbekel dan pihak kementerian.
kegiatan nanceb lan ngoreng. Selanjutnya pada Kamis Wraspati Kliwon Warigadian (4 Juli) nanti dilaksanakan agenda kegiatan ngening mapeed, munggah bendusa, saha panebasan, ngentos lilit lan meras. Kemudian pada Sabtu (6/7) nanti, baru merupakan puncak karya, dimana dalam pelaksanaannya dilaksanakan beberapa kegiatan upacara, yakni mulai dari matetangi, bumi sudha, palebon langsung ngirim, nganyut dan mamukur. Ida Pedanda Gede Putra Tembau, mewakili keluarga almarhum Ida Pedanda Gede Made Tembau, menyampaikan terima kasih kepada
masyarakat Bali yang sudah memberikan perhatian penuh sejak sakit sampai lebar, dan datang ke Geria Kulon, Desa Aan untuk melayat. Dia berharap proses palebon nanti dapat berjalan dengan lancar. Sejak lebar sampai Jumat (21/6), Geria Kulon selalu didatangi umat untuk melayat. Tidak hanya warga, tetapi juga sejumlah pejabat di Bali. Seperti kemarin, istri Bupati Klungkung Ayu Suwirta datang langsung ke Geria Kulon untuk menyampaikan rasa turut berdukacita atas berpulangnya Ida Pedanda Gede Made Tembau. Selain Ayu Suwirta, Wakil Bupati Klungkung Made Kasta juga
datang langsung untuk menyampaikan ucapan turut berbelasungkawa. Made Kasta berharap semoga rangkaian karya palebon ini dapat berjalan dengan lancar. Pihak keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Seperti diberitakan sebelumnya, setelah empat hari bertahan melawan gangguan kesehatan pada kandung kemihnya, pelantun Puja Tri Sandya berusia 74 tahun yang cukup populer di Bali, Ida Pedanda Gede Made Tembau, lebar di Rumah Sakit BaliMed Denpasar, Selasa (28/5)
malam. Anak bungsunya, Ida Bagus Wibawa, mengatakan bahwa riwayat gangguan kandung kemihnya itu sudah cukup lama. Namun, mulai kambuh sejak setahun terakhir. Ida Pedanda Gede Made Tembau saat walaka bernama Ida Bagus Gde Diksa. Dalam perjalanan kariernya, dia dikenal sebagai guru SD, kemudian menjadi Kepala SDN 1 Akah. Hasil pernikahannya dengan sang istri, melahirkan dua anak yakni Ida Ayu Mayun dan Ida Bagus Wibawa. Keduanya sudah menikah, sehingga total sudah memiliki lima cucu. (kmb31)
RSUD Klungkung Tunggu Pelunasan Biaya Pengungsi Gunung Agung Semarapura (Bali Post) Setelah sempat berencana mengadukan persoalan tunggakan biaya pengungsi Gunung Agung ke PKLN (Kantor Penagihan dan Lelang Negara), pihak RSUD Klungkung, memilih untuk menunggu. Sikap ini diambil setelah mendapat kejelasan soal sisa tunggakan sebesar Rp 1,6 miliar yang akan dibayarkan oleh Pemkab Karangasem. Kejelasan soal pembayaran tunggakan didapat setelah dilakukan rapat bersama lembaga terkait di Dinas Kesehatan Provinsi Bali, belum lama ini. Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma, Jumat (21/6) kemarin, menyampaikan sesuai hasil review BPKP, yang memenuhi syarat untuk DSP (Dana Siap Pakai) BNPB dari proposal yang diajukan BPBD Karangasem sebesar Rp 4,2 miliar, hanya sebesar Rp 883 juta. Dari realisasi DSP itu, RSUD Klungkung dikatakan hanya memperoleh Rp 78 juta. “Namun, setelah rapat tersebut, sisanya, akan ditanggung oleh Pemkab Karangasem. Tetapi, kapan persis sisanya akan dilunasi, kami belum bisa pastikan,” kata dr. Kesuma. Meski demikian, dalam pertemuan itu ditegaskan bahwa pihak Pemkab Karangasem dikatakan sudah siap melunasinya. Namun, apakah tunggakan itu akan ditanggulangi melalui APBD atau ada sumber dana lain, seperti dana peduli bencana yang merupakan hasil sumbangan masyarakat selama gejolak erupsi, Kesuma mengaku belum memperoleh kejelasan. “Dengan APBN melalui DSP, sudah tidak memungkinkan. Sebab dalam penggunaan DSP, harus dipenuhi sejumlah persyaratan. Warga yang ditanggung, tentu harus yang ada di dalam radius kawasan rawan bencana. Selain itu, penanganan warga juga harus dalam situasi tanggap darurat. Sementara, rumah sakit sudah menerima pasien sejak Gunung Agung berstatus siaga,” ujarnya. Sementara DSP untuk RSUD Klungkung yang hanya Rp 78 juta itu, dikatakan akan segera dibayarkan ke RSUD Klungkung. Tetapi, pihaknya mengaku belum sempat memastikan ke Bagian
Keuangan, apakah sudah direalisasikan juga atau tidak. Kesuma memastikan, sepanjang tunggakan itu belum dibayarkan juga, sampai kapan pun dia mengaku akan terus mempertanyakannya. Karena sebelumnya penggunaan dananya ditalangi dari pendapatan layanan pasien umum dan peserta BPJS Kesehatan. Proses seperti ini juga menjadi pembelajaran pihak rumah sakit dalam melakukan penanganan terhadap pasien dalam situasi bencana. Sebab, persyaratan pencairan dana DSP seperti itu, tidak dijelaskan dari awal. Sehingga menjadi ribut, usai penanganan pengungsi tuntas. (kmb31)
dr. Nyoman Kesuma
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Pon, 22 Juni 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
KantorManajemen Villa Seminyak butuh Admin bisa Komputer, punya motor sendiri, Inggris pasif Cwo/Cwe. Umur max. 30, Hp : 081329913096
B.BP.004.06.19.0000545
Cr Sopir SPA Antar Jemput Tamu Hub.081246400852/081936214009 B.BP.001.06.19.0000460
Dcr Akunting Pria,Min D3, Max. 30th,SIM C,utamakan yg brpnglm Lmrn lgsng ke PT Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps/9072907 B.BP.001.06.19.0000530
Dcr Gr.Mat,Fis,Kim, Bio, B.Ing PGSD,Ek-Ak H.081999085313 B.BP.001.06.19.0000548
Dcr sgr Therapist P/W bersedia ditmptkn di Dps, pglm diutmkan, Gj+Bns mnrik Hub.081239621123 (Massaji Spa) B.BP.001.06.19.0000400
SERVICE
RUPA-RUPA
SERVICE
BIRO JASA
SERVICE
BIRO JASA
Dcr:Salesman/Girl Income ±10 Jt,Adm Wnt,Bedahulu4 No.12 Dps Email:erfintricahyo@gmail.com
B.BP.004.06.19.0000547
Dibthkan Bagian Kredit Max35Th SIM C,Min D3,Komitmen,Jujur.H: Bank Sari Sedana.T:0361-224025
B.BP.001.06.19.0000529
Diperlukan segera 1 Reception wanita untuk Hotel,Bhs Inggris Pendidikan min D1,Gaji s/d 4Jt. Lamaran dikirim ke : manager@klumpu.comTlp.0811203 0402 Jln.Kesari No.16B Sanur Maguska Hospitality looks for Eng&HK:gapura.vista@yahoo.com
Dicari pembuat Pola + Penjahit Sample Maker hub.081993886616
Salesman,Gdg u/Farmasy,Max.25 Th,SMA,Jujur,Rajin,Tdk Merokok Lam:PT.BKS,Jl.BungTomoV/14 Dps
B.BP.004.06.19.0000495
Scrub House Di cari therapist wanita Hub:081237825509 B.BP.004.06.19.0000541
Job Australi Korea Jpang WA:08 563925015 FB:Kadek Kizuna Bali B.BP.166.06.19.0000556
DIJUAL MOBIL
B.BP.101.06.19.0000546
B.BP.001.06.19.0000492
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
DIJUAL RUMAH
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
PROPERTY
ISUZU
ARSITEKTUR
DIJUAL TANAH
Dijual Cepat Isuzu Panther Thn 2001 Matic Hub.0818355664
PT.BIPN bangun baru / renovasi hotel, rmh / homestay, gudg pabrik, ruko, pondasi mesin, psr sekolah, HP/WA 08165402967
Dijual:BUC Tanah Kavling 2 Are Siap Bangun,Jln Masuk Aspal 6 Mtr.Jln Lingkungan Aspal 4 Mtr Hubungi:08112297601
B.BP.001.06.19.0000533
B.BP.001.06.19.0000540
Dicari Pegawai Salon yg tidak berpengalaman Hb.081999303763
B.BP.001.06.19.0000531
DIJUAL MOBIL
Informasi pasang iklan Telepon
PROPERTY DIJUAL RUMAH
J.Rmh Putra Bali Hill Nusa2 LT345/225 Furnish T.0811373029 B.BP.033.06.19.0000542
PROPERTY
B.BP.031.06.19.0000543
PROPERTY DIJUAL TANAH
Dijual Tanah Kav.1,5A,1,3A & 2A BUC Jl.Purnawira III Padang Indah Dps Hub.08123972292
B.BP.001.06.19.0000425
Djl Tnh 2,8 Are Lok.Pusat Kota Jl.Salya Dps Hub.087862126787 B.BP.001.06.19.0000550
Kav 1A aspek Prum Lok.Ry Gadon Brngkit&1,1A Sempd 085937089333
B.BP.001.06.19.0000527
B.BP.001.06.19.0000532
Disewakan Tnh 6A Jl.Tkd Badung Utama Murah Hub:081338218877
Kav SHM Bajera 75jt/A Sedap Malam H=800jt/Are,085935203897
Tnh 3,5A Tk.Badung Renon ± 35A Tegallalang Ubud.HP:0811394712
B.BP.001.06.19.0000387
B.BP.001.06.19.0000549
B.BP.001.06.19.0000051
DISEWAKAN TANAH
BANGLI
14
Sabtu Pon, 22 Juni 2019
Sampah Plastik Pasar Yangapi Dibersihkan
Bali Post/kmb40
SAMPAH - Sebanyak lima puluh kampil sampah plastik berhasil dikumpulkan masyarakat di Pasar Yangapi, Tembuku, Jumat (21/6) kemarin.
Bangli (Bali Post) Kondisi Pasar Amerta Gunung Sari atau yang lebih dikenal dengan nama Pasar Yangapi selama ini cukup kumuh. Pasar yang lama tak pernah dirawat itu, banyak dipenuhi sampah. Dalam kegiatan gerakan semesta berencana resik sampah plastik yang dilaksanakan Jumat (21/6) kemarin, puluhan kampil sampah plastik berhasil diangkat dari pasar di Kecamatan Tembuku itu. Camat Tembuku Dewa Agung Purnama mengatakan, kegiatan gerakan semesta berencana resik sampah plastik yang dilaksanakan di Pasar Yangapi melibatkan banyak pihak mulai dari pelajar, polisi, TNI, tenaga puskesmas, sekaa teruna, tokoh masyarakat, relawan, serta para pedagang pasar setempat. Kegiatan resik sampah plastik dilaksanakan selama kurang lebih dua jam. Dari aksi itu, sedikitnya 50 kampil sampah plastik berhasil dikumpulkan dari areal pasar. ‘’Sampah plastik yang terkumpul sudah langsung diangkut dinas terkait ke TPA,’’ jelasnya. Menurutnya, gerakan bersih-bersih di Pasar Yangapi bukan pertamakali dilakukan masyarakat Kecamatan Tembuku. Gerakan serupa sudah sempat dilaksanakan beberapa kali. Dalam gerakan resik sampah
plastik kemarin, pihaknya sekaligus memberikan pembinaan kepada pedagang pasar untuk selalu menjaga kebersihan dengan cara mengumpulkan sampah pada tempatnya serta memilahnya. Diakuinya bahwa selama ini keberadaan tempat penampungan sampah di pasar tersebut sangat minim. Sehingga tak sedikit pedagang yang membuang sampahnya ke lahan kosong yang ada di sekitar pasar. Agung Purnama mengatakan, dulunya dinas terkait pernah menyediakan bak penampungan sampah di Pasar Yangapi. Akan tetapi sudah ditarik saat dilakukan pengecekan aset. ‘’Apakah akan diperbaharui atau bagaimana kami kurang tahu. Nanti kami akan koordinasikan lagi, apakah memungkinkan disediakan lagi bak sampah di pasar,’’ katanya. Ke depan pihaknya ingin masyarakat di seluruh desa di Kecamatan Tembuku bisa mengelola langsung sampahnya secara mandiri. Seperti yang selama ini sudah dilakukan masyarakat di Banjar Tingkad Batu. Pengelolaan sampah dilakukan mandiri oleh masyarakatnya dengan cara pemilahan sampah organik dan plastik. Sampah plastik yang berhasil terkumpul kemudian dijual. (kmb40)
Di-’’launching’’ Akhir Tahun Lalu
SOSOK Hobi Jadi Bisnis MENJUAL burung, bisnis sampingan yang dilakoni Lurah Kubu Arya Wibowo. Tak tanggung-tanggung dari bisnis itu, bapak tiga anak ini bisa meraup untung hingga ratusan juta rupiah per bulan.Arya mengaku sudah mulai menjalani bisnis sampingan jualan burung sejak tahun 2009 lalu. Hal itu berawal dari hobinya memelihara burung sejak masih duduk di bangku SD. Saat masih kecil segala jenis burung suka dipeliharanya. Baru mulai tahun 2009 ia menyukai burung jenis punglor merah atau yang dikenal juga dengan nama anis merah. Ia awalnya dapat memborong burung anis merah hingga 11 ekor. Karena kebanyakan, pria lulusan Fisip Warmadewa itu lalu terpikir untuk menjualnya dengan memanfaatkan media sosial. Karena dirasa menguntungkan, ia pun serius menjalaninya sebagai bisnis sampingan di tengah kesibukannya sebagai lurah. Saat ini ia mempunyai sedikitnya 54 ekor burung jenis anis merah di rumahnya. Dikatakan Arya, anis merah selama ini cukup diminati masyarakat khususnya pecinta burung. Burung yang sering diikutkan lomba tersebut punya harga jual yang lumayan tinggi. Per ekornya bisa laku Rp 1 juta hingga ratusan juta. “Yang dinilai dari burung anis merah adalah dari segi suara, gaya dan penampilannya. Punglor merah ini satu-satunya burung yang bisa teler. Dalam lomba, itu yang populer,” terangnya. Selama ini, burung peliharaannya banyak dibeli para pecinta burung di Bali, hingga luar Bali. Pemasarannya hanya dilakukan melalui media sosial. Dalam sebulan, burung anis merah
peliharananya bisa laku 5 hingga 20 ekor. “Bulan ini termasuk ramai yang nyari anies merah. Omsetnya bisa sampai ratusan juta per bulan. Kalau bulan-bulan biasa, omzet yang saya dapat maksimal Rp 30 juta per bulan,” ujar pria asli Kubu ini. Tak hanya menjual burung, pria yang menjabat sebagai Lurah Kubu sejak 2013 lalu itu juga cukup aktif berpartisipasi pada upaya pelestarian satwa. Ia mengaku rutin menyumbang anies merah peliharaannya untuk dilepasliarkan ke alam, bersama komunitas pelestari burung Indonesia. (ina)
Pembayaran PHR Online Belum Bisa Diterapkan Bangli (Bali Post) –
Pemerintah Kabupaten Bangli pada akhir 2018 lalu sempat me-launching pembayaran PHR dengan sistem online. Tetapi hingga saat ini pembayaran pajak dengan sistem online itu belum bisa diterapkan. Pembayaran PHR masih dilakukan dengan sistem manual. Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli Gede Suryawan dikonfirmasi, Jumat (21/6) kemarin, mengakui sempat me-launching pembayaran PHR online akhir tahun lalu. Namun launching itu, menurutnya, baru sebatas uji coba. Untuk penerapannya, pihaknya saat ini masih sedang melakukan penyempurnaan sistem, perangkat termasuk SDM. Suryawan mengatakan rencananya pada awal Juli mendatang akan dilaksanakan bimtek untuk
operator. Tentunya semua proses penyempurnaan itu membutuhkan waktu. Selain menyempurnakan sistem, perangkat dan SDM, untuk menerapkan pembayaran PHR dengan sistem online, pihaknya juga saat ini masih menyiapkan regulasi berupa peraturan bupati (perbup) yang dipakai sebagai dasar. Saat ini proses pembuatan perbup sudah dalam tahap konsultasi ke provinsi. Diperkirakan, penyempurnaan menyeluruh akan selesai pada November mendatang. ‘’Untuk saat ini pembayarannya masih
manual sambil penyempurnaan sistem,’’ ujarnya. Dijelaskan Suryawan, tujuan dari pembayaran PHR sistem online, yakni untuk memberikan kemudahan bagi para wajib pajak (WP) dalam menunaikan kewajibannya membayar pajak. Di Kabupaten Bangli, saat ini jumlah WP hotel dan restoran tercatat sebanyak 28 WP. Di samping memudahkan WP membayar pajak, dengan sistem online, pembayaran pajak bisa dipantau Pemprov, karena sistemnya dibuat terintegrasi. ‘’Jadi sama seperti
bayar PBB (pajak bumi bangunan). Kalau punya mobile banking, bisa melalui mobile banking,’’ terangnya. Seperti yang sempat diberitakan akhir tahun lalu, Pemkab Bangli terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mengintensifkan penerimaan PHR. Untuk memberikan kemudahan kepada wajib pajak membayar pajak secara online, Pemkab Bangli melakukan kerja sama dengan BPD Bali. Dengan sistem online tersebut diharapkan m a m p u m e m a ks i m a l k a n penerimaaan PAD melalui pemerimaan PHR serta meningkatnya kesadaran masyarakat wajib pajak untuk melakukan pembayaran tepat waktu. (kmb40)
Hanya Dua SMP Swasta Masih Beroperasi Bangli (Bali Post) Keberadaan sekolah swasta di Kabupaten Bangli terus berkurang. Pascatutupnya SMP TP 45 Kayuambua, saat ini hanya tersisa dua SMP swasta yang masih beroperasi di Bangli. Hal itu diakui Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli Nyoman Suteja. Dikonfirmasi Jumat (21/6) kemarin, Suteja menyebutkan, dua SMP swasta yang masih beroperasi saat ini yakni SMP Madya Widya Dharma Suter di Desa Suter, Kintamani dan SMP Guru-
kula, di Kelurahan Kubu, Bangli. “Masih tersisa dua saja,” ujarnya. Mengenai tutupnya SMP TP 45 Kayuambua, Suteja tidak bisa berkomentar banyak. Menurut Suteja tutupnya sekolah yang berlokasi di Banjar Kayuambua, Desa Tiga, Susut itu disebabkan minimnya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah itu. “Minat masyarakat bersekolah di sana dari tahun kemarin memang sudah tidak ada,” tandasnya. Sementara itu, SMP Madya Widya Dharma Suter
saat ini masih bisa eksis karena siswa pendukung sekolah tersebut relatif banyak. Kepala SMP Madya Widya Dharma Suter I Made Gede Purnamayasa mengungkapkan, selama ini siswa pendukung sekolahnya berasal dari beberapa desa dan dusun sekitar Desa Suter. Di antaranya Desa Abang Batudinding, Desa Abang Songan, Banjar Mukus, Banjar Bubung, dan beberapa banjar lainnya. Banyaknya siswa yang selama ini bersekolah di SMP Madya Widya Dharma Suter, dikarenakan lokasi sekolah negeri dari
Desa Suter dan sekitarnya cukup jauh. “Kalau anakanak di sini mau ke SMP 1 Kintamani jauh. Ke SMP 4 Tembuku di Metra juga jauh, SMP Satap 1 Tembuku jauh, ke Rendang (Karangasem) juga sangat jauh,” ungkapnya saat dihubungi, Jumat (21/6) kemarin. Dalam setiap tahun, ratarata jumlah siswa baru yang diterima SMP Madya Widya Dharma Suter sekitar 60 orang. Pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini, sekolah yang berdiri sejak tahun 2001 itu akan menerima siswa baru sesuai
daya tampung yang dimiliki, yakni maksimal tiga kelas. “Ruang kelas yang kami miliki seluruhnya ada 10 kelas,” ujarnya. Lanjut dikatakannya, sejauh ini sudah ada 11 siswa baru yang mendaftar ke sekolahnya. Berbeda dengan sekolah negeri yang masa pendaftaran PPDB dibatasi beberapa hari, SMP Widya Dharma rencananya akan membuka pendaftaran siswa baru hingga tiga hari sebelum pelaksanaan MOS. Pihaknya berharap sekolah yang dipimpinnya bisa mendapat banyak
siswa seperti tahun-tahun sebelumnya. “Rasanya kami tidak terlalu pengaruh dengan sistem zonasi. Mudahmudahan anak-anak yang ekonominya minim banyak sekolah di tempat kami. Karena sementara ini sekolahnya gratis, kami hanya mengandalkan dana BOS saja,” katanya. Sementara itu, Kepala Sekolah Pasraman Gurukula Wayan Arsada dihubungi siang kemarin mengatakan, pada tahun ajaran baru ini pihaknya masih tetap menerima peserta didik baru seperti tahun sebelumnya.
Pendaftaran peserta didik baru di Gurukula sudah mulai dibuka sejak 1 Mei lalu. Pada awal Juli, calon siswa baru akan ditest ing dan selanjutnya pada pertengahan Juli siswa yang diterima akan mulai masuk asrama. Dalam tahun ajaran baru ini sekolah yang dilengkapi asrama ini akan menerima siswa baru maksimal satu kelas dengan jumlah 20 orang. “Tapi nanti berapapun yang akan sekolah di sini kita terima. Seperti tahun lalu ada 26 orang satu kelasnya,” kata Arsada. (kmb40)
Bali United Vs PSIS
Fokus Sepanjang Laga Mangupura (Bali Post) – Bali United cukup lama menantikan duel kontra PSIS Semarang dalam kompetisi Shopee Liga 1 2019. Itu karena libur Lebaran dan Timnas Indonesia menjalani uji coba internasional. Laga pekan kelima ini akhirnya digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (22/6) sore ini mulai pukul 16.30 Wita. Pertandingan ini menjadi momentum bagi skuad Serdadu Tridatu untuk melanjutkan tren kemenangan yang diraih pada tiga pertandingan awal kompetisi tahun 2019. Pemain Bali United pun sudah sangat siap menghadapi pertarungan ini. Sebab, persiapan sudah dilakukan setelah libur Lebaran. ‘’Setelah libur Lebaran satu pekan, kami mulai berkumpul dan melakukan persia-
Diapresiasi Megawati
‘’Beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas penetapan dan peluncuran pergub ini. Ibu Megawati Soekarnoputri dan keluarga Bung Karno juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Bali atas lahirnya pergub ini,’’ paparnya. Berlangsung di Natya Mandala ISI Denpasar, peringatan Hari Wafat Bung Karno dihadiri Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Wakapolda Bali Brigjen (Pol) I Wayan Sunartha, Danrem 163/ Wirasatya Kolonel (Arh) AM Suharyadi, Bupati dan Wali Kota se-Bali, tokoh-tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, pelajar dan mahasiswa. Selain diisi dengan pemutaran film dokumenter tentang Bung Karno, acara peringatan juga diisi pementasan kolaborasi tari nusantara. Bung Karno wafat pada 21 Juni 1970 dalam usia 69 tahun. Beliau kemudian dimakamkan di Blitar, Jawa Timur. Dalam sambutannya, Koster menguraikan betapa besar jasa Bung Karno bagi negara dan bangsa Indonesia. ‘’Dikenal sebagai ‘Putra Sang Fajar’, Bung Karno adalah tokoh yang berjasa dalam membuka ‘fajar masa depan’ bagi bangsa Indonesia dengan memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945,’’ ujarnya. Proklamasi tersebut mengakhiri ratusan tahun penjajahan bangsa-bangsa asing dan
sekaligus secara resmi menjadi tonggak lahirnya sebuah bangsa dan negara bernama Indonesia. ‘’Proklamasi kemerdekaan itulah yang hingga kini mengikat kepulauan Nusantara yang terdiri dari 17.000 pulau, 300 kelompok etnik serta lebih dari 600 bahasa daerah menjadi satu bangsa yang bersatu dan berdiri tegak di panggung dunia. Bung Karno-lah sang Proklamator itu,’’ tegasnya. Selain sebagai Proklamator, Bung Karno juga berjasa besar dalam menggali dan merumuskan Pancasila, yang hingga hari ini diyakini dan diamalkan sebagai dasar negara, ideologi bangsa, serta tuntunan utama dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tentang Pancasila, Bung Karno pernah mengatakan: ‘’Aku menggali di dalam buminya rakyat Indonesia, dan aku melihat di dalam kalbunya bangsa Indonesia itu ada hidup lima perasaan. Lima perasaan ini dapat dipakai sebagai mempersatu daripada bangsa Indonesia yang 80 juta ini. Dan tekanan kata memang kuletakkan kepada daya pemersatu daripada Pancasila itu.’’ Lima perasaan itulah yang membedakan bangsa Indonesia dari bangsa-bangsa lainnya di dunia. Lima sila itulah identitas bersama yang membuat kita semua seiring-sejalan sebagai saudara sebangsa. Jasa Bung Karno dalam menggali dan merumuskan Pancasila membuat Bung Karno kita hormati sebagai Bapak Bangsa Indonesia. ‘’Bagi kami di Bali, rasa hormat dan sayang pada Bung
Karno lebih berlipat ganda karena dua hal: pertama, ikatan emosional karena darah Bali mengalir di nadi Bung Karno lewat ibunda Beliau yang kelahiran Buleleng. Bagi kami, Bung Karno serta putra-putri dan cucu Beliau adalah ‘orang Bali’. Kedua, ajaran-ajaran Bung Karno, terutama tentang kebangsaan, nasionalisme, pentingnya menjaga persatuan, kecintaan kepada kebudayaan daerah serta nilai-nilai kearifan lokal sangat sesuai dan selaras dengan ajaran-ajaran para leluhur dan tetua kami di Bali,’’ paparnya. Menurut Koster, visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru’’ diinspirasi dan dilandasi oleh nilai-nilai kearifan lokal Bali serta oleh ajaran Bung Karno tentang Tri Sakti: Berdaulat di bidang politik, Berdikari di bidang ekonomi dan Berkepribadian di bidang kebudayaan. ‘’Sebagai tanda rasa sayang, hormat dan bakti masyarakat Bali kepada Bung Karno maka untuk pertamakalinya pada tahun ini diselenggarakan Bulan Bung Karno,’’ ujarnya. Berlangsung selama bulan Juni, Bulan Bung Karno diisi dengan serangkaian kegiatan: (1) Pameran Foto dan Arsip Bung Karno dan Keragaman Indonesia (2) Dialog Lintas Agama (3) Pemutaran Film Dokumenter (4) Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Bung Karno (5) Pementasan Kesenian, termasuk pementasan teater dengan naskah yang ditulis Bung Karno saat masa pengasingan Beliau di Ende, NTT.
Sabtu, 22 Juni 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Lingih, Mapadudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa, Mapahayu Nini lan Nila Pati (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Senam Bugar Lansia Indonesia 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Kartun Adi Parwa (1) 09:30 Wita Belajar Menggambar Berkreasi Membuat Pinguin 10:00 Wita Seputar Bali Terkini
10:05 Wita Galeri Musik 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Lingih, Mapadudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa, Mapahayu Nini lan Nila Pati (4) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Dunia Kita 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz SMP PGRI 5 Denpasar, Juara Umum Porjar 2017 dan 2018 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Lila Cita Sanggar Tari dan Tabuh Taman Suci (3)
17:00 Wita Nangun Yadnya Karya Pujawali Pura Giri Mulya Raung, Dusun Sugihwaras, Desa Bumiharjo, Kec. Glenmore, Kab. Banyuwangi 17:30 Wita Gita Santhi Sekaa Santhi Beringin Suci (1) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Banjar Bali Quis 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Anggin, Gek Intan dan Nando 21:00 Wita Classic Bali TV 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Dalem Ped Nusa Penida (5) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song
Tujuan penyelenggaraan Bulan Bung Karno adalah: Pertama, mengarusutamakan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Bali dalam berbangsa dan bernegara. Kedua, meningkatkan pemahaman masyarakat Bali tentang sejarah, filosofi dan nilai-nilai Pancasila. Ketiga, memperkokoh inklusi sosial di tengah kontestasi nilai (ideologi) dan kepentingan yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas. Keempat, membangkitkan dan memelihara memori kolektif masyarakat Bali tentang ketokohan dan keteladanan Ir. Soekarno sebagai penggali Pancasila dan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia. Kelima, memperkuat institusionalisasi nilai-nilai Pancasila sesuai dengan kearifan lokal masyarakat Bali. Pergub Nomor 19 Tahun 2019 tentang Bulan Bung Karno di Provinsi Bali bertujuan agar peringatan jasa-jasa Bung Karno dan penyelenggaraan Bulan Bung Karno ini bisa dilaksanakan secara permanen dan berkelanjutan di Bali. ‘’Semoga apa yang kita bersama-sama lakukan melalui penyelenggaraan Bulan Bung Karno akan berhasil menjaga dan meneruskan ide, pemikiran, gagasan dan cita-cita Bung Karno untuk Indonesia Raya kepada generasi-generasi muda Indonesia berikutnya,’’ ucap Koster. (kmb)
pan. Kami memiliki waktu yang cukup untuk menjalani berbagai aspek dalam latihan seperti fisik, teknik dan taktik. Kami sudah menantikan cukup lama pertandingan ini dan tentunya pemain memiliki semangat agar bisa meraih hasil maksimal,’’ ujar Pelatih Kepala Stefano ‘’Teco’’ Cugurra dalam konferensi pers di Stadion Dipta dikutip dari situs Bali United, Jumat (21/6) kemarin. Soal statistik tim PSIS yang cukup produktif di babak kedua, Teco menegaskan, skuadnya harus tetap menjaga fokus sepanjang pertandingan. ‘’Bukan hanya di babak kedua. Jangan sampai ketika kami tahu PSIS memiliki statistik bagus di babak kedua, kemudian kami kurang fokus di babak pertama. Kami harus fokus dari awal hingga akhir pertandingan,’’ tegasnya. Dilihat dari rekor pertemuan, tim Serdadu Tridatu unggul atas tim Mahesa Jenar. Musim lalu, Bali United
menang sekali dan satu laga lainnya berakhir imbang. Namun, skuad PSIS Semarang musim ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Menang atas Persija dan menahan imbang tuan rumah Persebaya membuktikan bahwa PSIS wajib diwaspadai. Pemain belakang senior Leonard Tupamahu dipastikan mengisi satu tempat dalam 11 pemain yang diturunkan tim pelatih Bali United. Leonard yang hadir mewakili rekanrekannya dalam temu media menyampaikan, dirinya sudah siap menghadapi PSIS. Ia secara pribadi juga mengatakan siap membendung kecepatan pemain depan lawan. ‘’Kami siap menerapkan strategi yang diberikan tim pelatih selama masa persiapan. Sebagai pemain, kami sangat ingin mempertahankan rekor kemenangan kandang sampai akhir musim nanti. Saya tahu lini depan PSIS cukup bagus. Semua tahu bagaimana
kualitas seorang Silvio Escobar, Matsunaga dan Hari Nur. Mereka juga memiliki kecepatan. Sebagai pemain belakang pastinya sebisa mungkin saya siap mengimbangi kecepatan mereka,’’ paparnya.
Kadek Dimas Penyerang Kadek Dimas Satria Adiputra menjadi bintang kemenangan Bali United U-18 saat mengalahkan Persipura U-18 dengan skor 2-0 dalam lanjutan seri 1 Grup C Elite Pro Academy Liga 1 U-18 2019 di Stadion NYTC Sawangan, Kota Depok, Jumat (21/6) pagi. Kadek Dimas mencetak gol pada menit ke-24 dan 86. Sebaliknya, tim Bali United U-16 harus mengakui keunggulan Persipura U-16 dengan skor 1-3 pada lanjutan seri 2 penyisihan Grup C Elite Pro Academy Liga 1 U-16 2019 di Stadion Samudra, Kuta, Badung. Gol tunggal tuan rumah dihasilkan Made Rai Sila Harta pada menit ke-23. (kmb)
Dua Pemain Pespa U-10 Berlatih di Thailand Denpasar (Bali Post) Dua pesepak bola siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) Pespa Padangsambian yakni Gede Dimas Adi Putra dan Raja Bayu Rahmatullah berkesempatan mengikuti latihan di Phuked, Thailand, 23-28 Juni nanti. Dimas dan Raja Bayu berlatih bersama 25 pemain dari Indonesia yang ditangani pelatih klub Tottenham Hotspur (Inggris). Trio pelatih asing yang melatih anak–anak Indonesia adalah Anton Blackwood, Shaun Harris dan Aaron Tillbrok. ‘’Skillball Dimas dan Raja Bayu dipantau langsung oleh pelatih asing saat mengikuti turnamen sepak bola U-10 yang diselenggarakan sebuah perusahaan asuransi di Lapangan Makorem 163/Wira Satya, Denpasar,’’ papar Ketua Umum Pespa A.A. Putu Sudirka Yoga Semadi di Denpasar, Jumat (21/6) kemarin. Dalam kejuaraan itu, Dimas yang berposisi sebagai striker dinobatkan menjadi pemain tersubur, sedangkan Raja Bayu yang menempati posisi stoper dipilih sebagai pemain terbaik. ‘’Kami bangga anak–anak SSB Pespa yang kepala sekolahnya Made Diatmika mendapat kesempatan menimba ilmu bola sampai ke Thailand,’’ ungkap
Bali Post/ist
Gede Dimas Adi Putra (dua dari kanan) dan Raja Bayu Rahmatullah (tengah). pria yang akrab disapa Agung lain ini sebaik mungkin. Keduanya bertolak ke Jakarta, Civics ini. Ia berharap Dimas dan Bayu Sabtu (22/6) ini. Selanjutnya, bisa memanfaatkan peluang rombongan menuju Thailand, belajar bermain bola di negara Minggu (23/6) besok. (022)
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
SABTU PON, 22 Juni 2019
Sanggar Tari Bali Raja Kusuma Bangkitkan Tari Dharma Putri
Bali Post/eka
ANYAMAN - Sejumlah perajin tengah menganyam bambu untuk tempat buah pada PKB XLI di Taman Budaya, Denpasar, Jumat (21/6) kemarin.
Lomba Anyaman Bambu di Ratna Kanda
Sentra Kerajinan Bambu, Bangli Absen PESTA Kesenian Bali (PKB) XLI diisi dengan lomba kerajinan tempat buah dari anyaman bambu di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya, Jumat (21/6) kemarin. Lomba hanya diikuti 12 peserta dari lima kabupaten/kota. Kabupaten lain seperti Bangli, Jembrana, Tabanan, dan Badung tak mengirimkan peserta. Hal ini pun disayangkan juri, terutama dengan absennya Bangli yang dikenal sebagai sentra anyaman bambu. ‘’Bangli sayang sekali tidak mengirim, padahal di sana kan sentranya kerajinan bambu. Dari bentuk keben, sokasi itu kan beraneka macam dari sana,’’ ujar Koordinator Tim Juri Ketut Muka Pendet di sela-sela lomba. Padahal, lanjut Muka, kabupaten/kota sudah diimbau mengirim minimal tiga peserta sejak jauh-jauh hari sebelum PKB. Mengingat, lomba salah satunya bertujuan untuk menjaga keberlanjutan sebuah produk anyaman Bali. Kalau desainnya bagus, tidak tertutup kemungkinan produk itu bisa dijual dan bahkan dipatenkan. Pihaknya tidak mengetahui alasan pasti empat kabupaten yang tidak mengirim peserta. Apakah karena faktor miskomunikasi atau terkendala anggaran. ‘’Saya kurang tahu itu. Padahal dari Singaraja saja ikut lomba,’’ imbuhnya. Muka berharap Dinas Perindustrian dan Perdagangan bisa lebih menumbuhkembangkan kerajinan anyaman bambu. Bukan berarti kerajinan itu mati, tetapi bagaimana agar masyarakat bisa ikut berperan serta dalam PKB. Di samping sebagai ajang pembuktian dalam lomba, PKB juga bisa dimanfaatkan untuk promosi kewilayahan dari sebuah produk. Terlebih sekarang, pasar anyaman bambu sudah mengglobal lantaran Bali menjadi tujuan wisata dunia. Itu sebabnya, lomba difokuskan pada kerajinan tempat buah karena mengacu
KULINER
kebutuhan pariwisata. ‘’Produknya kan sudah merambah hotel dan restoran, berbagai desain. Cuma sayang kenapa tidak aktif berperan serta di dalam ajang seperti ini,’’ jelas Dosen Seni Rupa ISI Denpasar ini. Potensi paling besar, menurut Muka, memang ada di Bangli. Lalu disusul Buleleng dan Gianyar. Di samping menghasilkan bahan baku bambu, faktor lingkungan juga turut membentuk masyarakat di daerah-daerah tersebut untuk menekuni kerajinan anyaman bambu. Anggota Tim Juri Wayan Sukarya memaparkan, Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung dan Gianyar masing-masing mengirim dua peserta. Sedangkan Kabupaten Buleleng dan Karangasem masingmasing mengirim tiga peserta. Para peserta wajib menggunakan bahan ramah lingkungan yakni bambu dan harus memperagakan keahliannya menganyam di hadapan juri dan masyarakat umum. Aspek penilaian meliputi ide, estetika, dan finishing. ‘’Mereka diberi waktu satu jam untuk workshop saja untuk menunjukkan bahwa peserta sudah biasa mengerjakan anyaman. Karya yang dinilai sudah dibawa dari rumah,’’ ujarnya. (rin)
KESEHATAN
Kerajinan Lidi ’’Tunjung Mas’’
Dari Ingka hingga Bokor TOP IN VASI LIDI kelapa ternyata dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai kerajinan rumah tangga, seperti ingka, bokor dan dulang. Produk tersebut dihasilkan perajin lidi ‘’Tunjung Mas’’ Jembrana. Kualitas ingka, dulang dan bokor yang dihasilkan, sudah diakui karena kekuatan anyamannya. Bagi masyarakat yang ingin ingka ini, tidak perlu jauh-jauh datang ke Jembrana, karena bisa ditemukan di stan pameran Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41. Ditemui di stannya, Jumat (21/6) kemarin, salah satu pendiri Tunjung Mas Komang Suantri tampak sedang menganyam lidi kelapa menjadi ingka. Menurut Suantri, ia bisa menganyam satu lusin ingka dalam satu hari. Atau satu bokor atau dulang dalam sehari. Ia membuka usaha anyaman lidi ini berawal dari coba-coba. Keterampilan membuat ingka ia pelajari dari iparnya. ‘’Ipar saya dulu
WONDERFUL BALI
BUDAYA
DHARMA PUTRI selama ini kerap dijadikan sebagai tabuh petegak dalam pementasan Semara Pagulingan. Padahal, tabuh Dharma Putri awalnya diciptakan untuk mengiringi tari dengan judul sama. Inilah yang dibangkitkan kembali oleh Sanggar Tari Bali Raja Kusuma, Kecamatan Mengwi, duta Kabupaten Badung, dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI. Tabuh dan tari Dharma Putri menjadi salah satu bagian penting dalam pementasan tari Barong dan Telek, persembahan sanggar tersebut di Kalangan Angsoka, Taman Budaya, Jumat (21/6) kemarin. ‘’Tari Dharma Putri muncul sekitar tahun 80-an. Kita ingatkan kembali, karena sekarang jarang ditarikan. Tabuhnya paling banyak dijadikan tabuh petegak,’’ ujar Ketua Sanggar Kadek Oka Suarya.
Menurut Oka Suarya, tari Dharma Putri yang dibawakan dalam PKB menggambarkan kehidupan wanita di zaman modern. Antara lain menampilkan gerak-gerak yang bersumber pada tokoh-tokoh putri dalam dramatari Gambuh. Para penarinya mengenakan pepradaan atau busana upacara tradisional Bali. Generasi muda banyak dilibatkan, baik sebagai penabuh maupun penari. Terutama agar mereka mau lebih menekuni seni klasik. ‘’Anak-anak jiwanya gong kebyar. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk mengarahkan mereka ke Semara Pagulingan biar bisa lembut saat magambel,’’ imbuhnya. Oka Suarya menambahkan, total ada 27 penabuh dan 15 penari yang dilibatkan. Pertama-tama dipentaskan tabuh Sekar Gadung yang merupakan salah satu gending untuk mengiringi tokoh dalam dramatari Gambuh. Baru kemudian ditampilkan tari Dharma Putri, dan berturut-turut dipentaskan tari Telek dan tari Barong. Tari Telek dibawakan dengan style Badung, yang mengusung kisah kerinduan Dewa Siwa kepada Dewi Uma dalam jelmaan di dunia sebagai Dewi Durga. Diceritakan, Dewa Siwa mengutus Dewa Iswara untuk mencari Dewi Durga dengan menjadi Telek (topeng putih). Kisah ini berlanjut di tari Barong, di mana Dewa Siwa mengutus Banaspati Raja untuk mencari Dewi Durga yang sedang bertapa di Setra Gandamayu. Banaspati Raja merupakan sebutan untuk Barong sebagai penjelmaan Dewa Wisnu berbentuk topeng Ireng. (rin)
KULINER KESEHATAN TOP IN VASI Bali Post/eka
BARONG - Seniman duta Kabupaten Badung menampilkan tari Telek dan Barong pada PKB XLI di Taman Budaya, Denpasar, Jumat (21/6) kemarin.
bisa mengayam. Saya belajar dan mencoba menawarkan ingka ini untuk dijual ternyata banyak yang berminat,’’ ujarnya. Usaha anyaman yang ia jalani sejak tahun 1983 ini saat ini diteruskan anaknya, I Putu Nayantara. Selama puluhan tahun anyaman dari Tunjung Mas diakui, sehingga bertahan hingga saat ini. ‘’Dulu harga satu lusin ingka masih Rp 4.000 dan saat ini Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu tergantung besar kecilnya,’’ ujar Suantri. Bahan baku kerajinan anyaman ini mudah diperoleh. Semuanya masih bisa didapatkan di Jembrana. Dalam satu hari untuk memenuhi kebutuhan lidi kelapa untuk anyaman, pihaknya membeli 200 pelepah daun kelapa. Satu pelepah dihargai Rp 1.000. (san)
PENDIDIKAN
SENIMAN
Bali Post/san
MENGANYAM - Suantri saat mengayam lidi untuk kerajinan ingka di stan PKB.
WONDERFUL BALI
Sanitasi Terpadu Berbasis Masyarakat BUDAYAIkon Baksos IKIP PGRI Bali PENDIDIKAN IKIP PGRI Bali dikenal konsisten mengadakan bakti sosial (baksos) berbasis pada masyarakat. Dulu ikon baksos IKIP PGRI Bali berupa bedah rumah, kini diganti menjadi sanitasi terpadu berbasis masyarakat. Sekitar 500 mahasiswa IKIP PGRI Bali sejak Jumat (21/6) kemarin diterjunkan guna mengikuti baksos di Sesetan dan Serangan. Baksos selama tiga hari itu dibuka Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si. di Wantilan Pura Dalem Sesetan. Baksos IKIP PGRI Bali, menurut Ketua Panitia Dr. Drs. Drs. I Made Darmada, M.Pd., diisi dengan persembahyangan bersama, aksi bersih sampah plastik, klinik pendidikan dan penghijauan dengan tema ‘’Menjadikan Denpasar sebagai green economy dan ramah anak’’. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. menekankan baksos yang juga melibatkan 77 dosen ini bentuk kepedulian kampus dalam menangani permasalahan di masyarakat, terutama dalam mewujudkan Denpasar yang hijau
SENIMAN
BAKSOS - Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Made Suarta, IGB Artanegara, lurah dan tokoh masyarakat saat baksos IKIP PGRI Bali di Sesetan.
dan bersih. Makanya ikon baksos kali ini yakni Sanitasi Terpadu Berbasis Masyarakat (STBM). Sedangkan tahun 2012 ketika baksos dipusatkan di Denpasar mengambil ikon bedah rumah. Saat itu mahasiswa IKIP PGRI Bali membedah 9 rumah warga. ‘’Kini masalah ini ditangani pemerintah, kami beralih ke perbaikan sanitasi,’’ ujarnya. Pada baksos kali ini mahasiswanya akan membangun dua kamar mandi dan toilet yang representatif di Lapangan Umum Pegok dengan anggaran Rp 50 juta. Program juga berkat usulan lurah dan permintaan masyarakat setempat. Ditambahkannya, IKIP PGRI Bali juga peduli dengan program membebaskan Denpasar dari sampah plastik. Mahasiswa bersinergi dengan masyarakat selama dua hari akan melakukan aksi membersihkan sampah plastik yang dilombakan antarmahasiswa dan PKK banjar. Kedua, menghijaukan jalur pamelastian dengan pohon langka, penghijauan dengan pohon upakara termasuk kelapa daksina. Untuk itu, dia minta peserta baksos yang juga calon guru yang baik berbuat terbaik untuk desa. Jadilah SDM problem solving, lebih banyak belajar daripada menggurui masyarakat. Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs.
IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. mendukung baksos diadakan di Sesetan dan Serangan, karena kampus IKIP PGRI Bali berada di Denpasar. Kegiatan ini sangat tepat dibuka Wali Kota I.B. Dharmawijaya Mantra karena ayahnda mantan Gubernur Bali IB Mantra (alm) berjasa dalam sejarah perjuangan IKIP PGRI Bali. Jika ikon berubah menjadi sanitasi terpadu, karena materi baksos semestinya sesuai dengan kondisi daerah. Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra bangga dengan kegiatan mahasiswa IKIP PGRI Bali sesuai dengan taksu-nya dalam mencetak guru dan budaya. Selain itu kampus di Jalan Seroja, Tonja ini juga termasuk komunitas yang peduli terhadap masalah lingkungan terutama sampah plastik. Sebab, untuk menjadi guru yang pintar, tak cukup belajar di bangku kuliah, juga perlu pendidikan di keluarga dan masyarakat. Makanya Wali Kota menyebut mahasiswa IKIP PGRI Bali termasuk cerdas memecahkan masalah lingkungan. Wali Kota menyarankan kampus ini menjadi pelopor mengurangi sampah plastik dengan menyiapkan air isi ulang dengan membawa tempat minum sendiri bagi warga kampus. ‘’Kita mesti belajar dari yang sederhana,’’ tegasnya. (sue)