Skip to main content

Edisi Rabu 22 Mei 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

Jokowi Berencana Bertemu Prabowo

PESAN

KEBANGSAAN

Momentum Kebangkitan Bangsa Indonesia BANGSA Indonesia telah memperingati Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei lalu. Pemaknaan hari kebangkitan tak sebatas seromini, namun lebih pada implementasi dalam membangunan bangsa. Terlebih, Selasa (21/5) kemarin, KPU telah menetapkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin menjadi pemenang pada Pemilu 2019. Penetapan ini merupakan awal dari kebangkitan bangsa Indonesia untuk lebih semangat menatap masa depan. Ini juga awal kebangkitan untuk kembali bersatu dan menyamakan langkah, visi untuk membangun bangsa yang maju secara bersama-sama.

Jakarta (Bali Post) – Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, menyatakan keinginannya untuk terus bersahabat dan bersilaturahmi dengan rival politiknya, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. ‘’Yang jelas kita ingin terus bersahabat, bersilaturahmi dengan Pak Prabowo, Pak Sandiaga Uno dan seluruh pendukung yang ada,’’ kata Joko Widodo (Jokowi) setelah pidato kemenangan bersama KH Ma’ruf Amin di Kampung Deret, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/5) kemarin.

Suarakan dari Bali Gubernur Bali Wayan Koster mengajak semua pihak, terutama masyarakat Bali, untuk mendukung keputusan KPU. ‘’Jangan karena berbeda pilihan malah mengorbankan persatuan bangsa dan NKRI,’’ kata Gubernur Koster. Katanya, masyarakat Bali adalah yang terdepan dalam persatuan dan perdamaian. Ia juga menginginkan perdamaian dan persatuan usai pemilu ini bisa dengan masif disuarakan dari Bali, di samping melihat realita pemilu di Bali yang secara umum berlangsung sangat lancar dan aman.

Tak Boleh Ada Ideologi Lain Peringatan 111 tahun Hari Kebangkitan Nasional harus dijadikan momentum kebangkitan untuk kembali bersatu usai pemilu serentak. Tidak boleh ada ideologi lain di Indonesia, selain Pancasila. Tidak boleh ada dasar negara lain, selain UUD 1945. Tidak boleh ada sebutan lain untuk negara kita, selain NKRI. Tidak boleh ada semboyan lain, selain Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa. ‘’Tidak ada kebenaran yang mendua. Jadi apa pun pilihannya, kita bertanggung jawab pada keamanan Bali, menjaga kokohnya NKRI,’’ tegas Kapolda Bali Petrus R. Golose.

55,50%

44,50%

Jaga Persatuan

VVVVVVV

VVVVVVV

VVV VVVVVVV

VVVV VVVV VVV

Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh. A.M. Suharyadi, S.IP., M.Si. mengimbau masyarakat dapat menerima hasil Pileg dan Pilpres 2019 sebagai suatu keputusan yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) berdasarkan mekanisme aturan yang ada. Siapa pun memimpin bangsa ini, mari didukung untuk menjadikan bangsa ini lebih maju dan masyarakatnya semakin sejahtera. Perbedaan dalam negara demokrasi dan berbineka adalah hal wajar. Tapi perbedaan harus memperkuat persatuan dan kesatuan sebagai bangsa yang dibingkai dalam NKRI.

V V V VV V VV VV VV VVVVVV VV VV VV VVVVVV VVVVV VVVVVVV VVV VVVVVV VV VV

BH

#01

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta berkomitmen untuk menjaga empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI, sehingga bisa menjaga keutuhan NKRI. ‘’Dilihat dari Pancasila, sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Artinya semua insan sama dapat dan sama rasa. Sekalipun berbeda, tetapi jangan sekali-sekali dipaksakan untuk menjadi sama. Begitu pun yang sudah sama jangan dibedakan,’’ ungkapnya, Selasa kemarin.

Saatnya Rekonsiliasi KPU-RI telah melakukan penetapan perolehan suara Pemilu 2019. Ini artinya tahap akhir dari sebuah pesta demokrasi akan segera berakhir. Karena itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menilai saatnya semua komponen bangsa untuk kembali melakukan rekonsiliasi. Terlebih, baru saja bangsa ini memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Momentum Harkitnas ini hendaknya dimanfaatkan sebagai wahana untuk mempererat persatuan demi kemajuan bangsa. Ini juga sejalan dengan tema Harkitnas tahun ini yakni ‘’Bangkit untuk Bersatu’’. Jangan lagi larut dalam perbedaan pilihan yang berkepanjangan yang dapat mengganggu proses pembangunan bangsa untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa ini.

Gunakan Rupiah Implementasi rasa kebangsaan harus pula menggunakan produk sendiri. Salah satunya pengunaan rupiah. Kepala BI KPw Bali Causa Iman Karana menyampaikan, penggunaan uang rupiah di seluruh wilayah Republik Indonesia wajib dilakukan. Tagline BI dalam penggunaan rupiah adalah Daulat Rupiah di negeri sendiri. Ini tertuang dalam UU Nomor 7 Tahun 2011 tanggal 28 Juni 2011 tentang Mata Uang dan tertuang dalam Peraturan BI nomor 17/3/PBI/2015 tentang kewajiban penggunaan rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain penggunaan uang rupiah, wujud rasa kebangsaan juga dengan penggunaan produk–produk lokal Indonesia khususnya Bali.

Hal. 15 Kedewasaan Berdemokrasi

PARTAI KEBANGKITAN BANGSA

19,33% 19,33%

27.053.961 27.053.961

12,57% 12,57%

17.594.839 17.594.839

12,31% 12,31%

17.229.789 17.229.789

9,69% 9,69%

13.570.097 13.570.097

9,05% 9,05%

12.661.792 12.661.792

GOLONGAN KARYA

PARTAI KEBANGKITAN BANGSA

MA’RUF AMIN

Jumlah Suara

Unggul di 21 Provinsi

INE

KA TUNGGAL

IK

A

DATA MASUK KPU

JOKO WIDODO

85.607.362

Jaga Empat Pilar

GOLONGAN KARYA

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

100% Selisih Suara

(11%) 16.957.123

PRABOWO SUBIANTO SANDIAGA UNO

#02

Jumlah Suara

68.650.239 Unggul di 13 Provinsi

Jokowi menyatakan belum melakukan komunikasi secara langsung dengan Prabowo Subianto. Namun, ia mengatakan rencana untuk bertemu sejatinya sudah sejak awal atau sejak 17 April 2019. ‘’Ya… rencana kan sudah sejak awal sejak tanggal 17 April sudah ada rencana tapi memang belum ketemu, mungkin belum ketemu waktunya,’’ katanya. Jokowi didampingi cawapresnya, KH Ma’ruf Amin, menyampaikan pidato kemenangan dengan disaksikan secara langsung oleh warga Kampung Deret. Kampung ini dibangun dan dirintis oleh Jokowi saat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Jokowi sempat meninjau beberapa rumah di kampung itu dan berinteraksi dengan warga yang mengerumuninya. Bahkan, Jokowi menyanggupi kelanjutan pembangunan kampung ini. ‘’Ya, nanti minta izin dulu pada Gubernur DKI,’’ katanya. (ant)

Prabowo Tolak Hasil KPU Jakarta (Bali Post) – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menolak pengumuman hasil rekapitulasi suara Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, yang telah diumumkan KPU pada Selasa (21/5) dini hari. ‘’Kami pihak pasangan capres-cawapres 02 menolak semua hasil rekapitulasi suara pilpres yang diumumkan KPU pada Selasa dini hari

tadi,’’ kata Prabowo dalam konferensi pers di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Selasa kemarin. Dia mengatakan, pihaknya telah menyampaikan berbagai indikasi kecurangan pada 14 Mei lalu dan tidak akan menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU selama penghitungan tersebut bersumber pada kecurangan.

Menurutnya, telah memberikan kesempatan kepada KPU untuk memperbaiki semua proses rekapitulasi suara agar mencerminkan pemilu yang jujur dan adil. ‘’Namun hingga terakhir, tidak ada upaya KPU untuk memperbaiki proses tersebut. Karena itu seperti yang pernah kami sampaikan pada 14 Mei lalu, kami paslon 02 menolak semua

suara pilpres yang diumumkan KPU pada Selasa dini hari,’’ ujarnya. Selain itu, menurut Prabowo, pihaknya akan terus melakukan upaya hukum sesuai konstitusi untuk membela kedaulatan rakyat yang hak konstitusinya dirampas. Dia mengatakan pihaknya akan melakukan upaya hukum dan konstitusional untuk membuktikan bahwa

rakyat menjunjung tinggi kehidupan hukum dan demokrasi. ‘’Cukup jelas sikap kami pada 14 Mei lalu dan setelah itu menjadi pegangan untuk tahu sikap ke depan bahwa ada upaya hukum dan konstitusional lain,’’ katanya. Hadir dalam konferensi pers tersebut cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, dan para petinggi BPN Prabowo-Sandi. (kmb4/ant)

Gubernur Koster ’’Angayu Bagia’’ atas Kemenangan Pasangan Jokowi-Ma’aruf Amin Doa dan Dukungan Rakyat Bali Menyertai Perjalanan Jokowi GUBERNUR Bali Wayan Koster secara resmi menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Joko Widodo atas kemenangannya dalam Pilpres 2019. ‘’Saya sebagai pribadi, sebagai Gubernur Bali, serta mewakili seluruh masyarakat Bali, dengan ini menyampaikan selamat kepada Bapak Joko Widodo dan KH Ma’aruf Amin atas kemenangan pasangan ini dalam pemilihan presiden yang baru lalu,’’ ujarnya. Kemenangan pasangan JokowiMa’aruf Amin ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (21/5) dini hari. Jokowi-Ma’aruf Amin meraih 55,50 persen suara dari total suara sah nasional. Sedangkan pesaingnya, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, hanya meraih 44,50 persen suara. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa Jokowi akan kembali memimpin Indonesia untuk lima tahun mendatang. ‘’Kami angayu bagia, berterima kasih dan berbahagia atas kemenangan Bapak Jokowi, dan seluruh masyarakat Bali mendoakan agar Bapak Jokowi sekeluarga selalu dianugerahi kesehatan dan keselamatan sehingga mampu membawa bangsa dan negara ini lebih maju lagi,’’ ujar Koster. Pasangan Jokowi-Ma’aruf Amin unggul di 21 provinsi, termasuk Bali, daerah yang mencatat kemenangan fantastis 91,68 persen serta tingkat partisipasi pemilih 82 persen. Porsentase tersebut merupakan yang tertinggi di Indonesia dan menunjukkan betapa solidnya

dukungan masyarakat Bali. ‘’Bapak Presiden sendiri telah menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya atas dukungan masyarakat Bali itu,’’ ujar Koster yang juga Ketua DPD PDI-P Bali ini. Koster juga mengungkapkan betapa gembiranya Jokowi saat berkunjung ke Bali pada 17-18 Mei lalu. ‘’Beliau sangat bahagia dengan sambutan masyarakat Bali dan berbagai kemajuan pembangunan di daerah ini,’’ katanya. Sebagai sesama kader PDI Perjuangan, Koster sempat terlibat obrolan santai dengan Presiden Jokowi dan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat makan malam di Kuta. Obrolan yang diselingi senda gurau akrab itu berlangsung di meja makan sembari Presiden Jokowi menyantap nasi goreng. ‘’Kalau tidak diingatkan oleh ajudan, ngobrolngobrol itu bisa sampai tengah malam,’’ kata Koster. Saat itu kembali Bapak Presiden menyatakan komitmennya untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di Bali dan juga memperkuat dukungan pemerintah pusat kepada desa adat. Koster juga mengimbau seluruh komponen masyarakat agar menerima hasil pilpres yang telah ditetapkan KPU. ‘’Kemenangan Pak Jokowi dalam pilpres harus dimaknai sebagai kemenangan bersama seluruh rakyat Indonesia,’’ ujarnya. Hal. 15 Sudah Selesai

Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Cok Ace.


DENPASAR

2

Rabu Paing, 22 Mei 2019

Ekonomi Triwulan II Lebih Terakselerasi Denpasar (Bali Post) –

Ekonomi Bali pada triwulan II 2019 ini diperkirakan akan lebih terakselerasi dibandingkan triwulan I 2019. Ada beberapa hal yang mendorong pertumbuhan ekonomi Bali triwulan II 2019, yakni banyaknya libur baik hari raya keagamaan maupun libur sekolah, serta adanya kebijakan pemerintah seperti penurunan tiket pesawat yang mulai berlaku 18 Mei lalu. Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali Causa Iman Karana mengatakan, pada triwulan I adanya kenaikan tiket pesawat sangat berpengaruh pada kunjungan wisatawan domestik ke Bali. Namun begitu memasuki triwulan II 2019, terlihat sudah kembali normal. Terutama disebabkan banyaknya acara atau kegiatan baik kedinasan maupun bisnis di Bali yang terkait meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE). Selain itu juga ada hari raya keagamaan yaitu Idul Fitri. “Terserapnya anggaran pemerintah daerah pada triwulan II

Causa Iman Karana

dalam rangka pembangunan Bali juga sudah mulai terlihat. Jadi, kami optimis triwulan II 2019 lebih baik dari triwulan I 2019,” ujar Causa Iman Karana, Selasa (21/5) kemarin. Causa Iman Karana mengakui kondisi pariwisata pada triwulan I 2019 memang terpengaruh harga tiket. Namun hanya pada segmen market domestik. Untuk market wisatawan mancanegara, ia melihat kondisinya masih normal. Ini terlihat dari hasil wawancara Bank Indonesia KPw Bali pada pelaku pariwisata. Dikatakan, pengamat ekonomi mengatakan pertumbuhan

ekonomi sangat terpengaruh dengan pertumbuhan properti. Namun berbeda halnya dengan Bali yang struktur ekonominya ditopang lapangan usaha akomodasi, makan dan minum, pertanian, transportasi serta industri pengolahan. Sehingga penurunan lapangan usaha properti tidak terlalu berdampak signifikan. “Sementara properti tidak secara khusus mendorong perekonomian Bali pada saat ini,” ujarnya. Causa Iman Karana menambahkan, turunan sektor properti memang banyak. Namun beberapa tahun belakangan properti sedang “mengoreksi

diri”. Sekitar empat tahun lalu, sektor properti sedang booming, bahkan cenderung bubbles (harga tidak mencerminkan harga yang sesungguhnyared). “Sedangkan saat ini properti sedang mengoreksi harga menjadi harga yang sewajarnya. Sehingga kami melihat saat ini industri properti sangat selektif. Artinya, industri properti yang baru mungkin tidak banyak perbankan yang berniat untuk membiayainya, kecuali yang memang benarbenar menjanjikan. Jadi saat ini properti sedang menata atau mengoreksi harganya menuju keseimbangan harga normal,” jelasnya. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Tindak Lanjuti Pelarangan Penggunaan ”Styrofoam” Keluar dari Ormas

APDB Bertemu Kepala Disperindag Bali

Denpasar (Bali Post)Menindaklanjuti keluhan anggota, Asosiasi Pengusaha Dekorasi Bali (APDB) melakukan audiensi ke Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, Selasa (21/5) kemarin. Audiensi ini menindaklanjuti dari Pergub Nomor 97 Tahun 2018 yang di dalamnya terkandung pelarangan penggunaan styrofoam. APDB diterima langsung oleh Kepala Disperindag Bali I Putu Astawa. Ketua APDB A.A. Made Rai Arnata mengatakan, audiensi ini untuk menindaklanjuti keluhan anggota terkait adanya Pergub Nomor 97 Tahun 2018. Pada kesempatan itu, Kepala Disperindag Bali I Putu Astawa menanggapi dengan meminta APDB bersurat ke Gubernur Bali. Astawa mengatakan, pihaknya akan mengawal langsung surat tersebut. APDB juga disarankan untuk sedikit demi sedikit mengurangi penggunaan styrofoam. Rai Arnata berharap agar APDB diberikan kelonggaran dalam penggunaan styrofoam. “Kami mengapresiasi pergubnya. Tapi kami memohon kepada Bapak Gubernur Bali untuk bisa memberikan peluang sedikit untuk seni dekorasi. Di samping itu kami akan berusaha membuat seni itu dengan memakai bahan lain dari styrofoam ke depannya,” ujarnya. Selain membicarakan soal penggunaan styrofoam, pihaknya juga sekaligus memperkenalkan Asosiasi Pengusaha Dekorasi Bali agar ke depannya terjalin komunikasi yang baik antara pemerintah dengan pengusaha, khususnya APDB. Perkenalan tersebut juga sekaligus memperkenalkan bahwa APDB membuka diri terhadap kerja sama yang ingin dibangun pemerintah. APDB juga berharap dapat dilibatkan dalam setiap kegiatan pemerintahan. Kepala Disperindag Bali I Putu Astawa meminta pengusaha, khususnya pengusaha dekorasi agar kreatif membuat hiasan dekorasi. Ia meminta mulai secara bertahap mengurangi penggunaan styrofoam dan menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Selain seni juga terlihat lebih mataksu. (kmb42)

Bali Post/kmb42

AUDIENSI - Jajaran pengurus APDB saat melakukan audiensi ke Kantor Disperindag Provinsi Bali, Selasa (21/5) kemarin.

Rehab Pasar Batukandik Gunakan Dua Sumber Dana

Denpasar (Bali Post) Pasar Anyar Sari, Batukandik, Denpasar Barat dalam waktu dekat akan direnovasi. Menariknya, renovasi yang dilakukan kali ini berada di dua titik, yakni bagian atas dan bawah. Di bagian atas sumber dananya dari pusat. Sedangkan di bawah dilakukan dengan swadaya. Bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp 4 miliar. Direktur Utama PD Pasar Denpasar I.B. Kompyang Wiranata didampingi Direktur Umum AAN Yuliarta mengatakan hal itu, Selasa (21/5) kemarin. Kompyang Wiranata mengatakan, pasar di bagian atas mengalami musibah kebakaran pada Agustus 2018. Sedangkan di kios bawah pada 22 Maret lalu. Kebakaran tersebut menghanguskan sebanyak 108 kios dan los di bagian atas. Untuk pembangunan kembali 108 kios dan los tersebut, saat ini masih dalam tahap perencanaan. Yuliartha menambahkan, saat ini untuk gambar prototipe pasar sudah selesai di Kementerian Perdagangan. Dari gambar yang sudah dibuat tersebut, yakni sebanyak 55 persen merupakan los dan 45 persen merupakan kios. Kini pihaknya masih menunggu turunnya dana alokasi khusus (DAK) dari pusat, dan setelah itu baru dilakukan proses tender. Diperkirakan Juni 2019 sudah turun sehingga langsung lakukan tender. “Kami perkirakan Desember 2019 akhir sudah selesai,” tegasnya. Sedangkan untuk kios di bawah, yang waktu kebakaran menghanguskan 12 kios, juga akan dilakukan rehab. Hanya sumber dananya berbeda. “Rehab di bawah akan dilakukan secara swadaya,” jelas Yuliartha.(kmb12)

Topik : JOKOWI-MARUF MENANGKAN PILPRES

Ismaya Mengaku Nyawanya Terancam

Denpasar (Bali Post) Mantan Sekjen Laskar Bali Ketut Putra Ismaya Jaya (40) dibawa ke Rutan Polresta Denpasar, Selasa (21/5) kemarin. Dengan kaki dan tangan diborgol, Ismaya mengaku tidak ada barang bukti dan hasil tes urinenya negatif. Selain itu, nyawanya terancam karena keluar dari ormas. “Saya tidak ada barang bukti dan di rumah tidak ada alat (bong). Saya ke ATM ambil uang untuk beli susu anak saya. Beli susu Rp 500 ribu. Dipakai beli sembako juga. Habis saya tidak punya uang. Rekan-rekan media beritakan apa adanya,” ujar Ismaya sambil berjalan menuju sel dikawal dua anggota Provos dan Satgas CTOC. Apakah pakai narkoba? “Tidak ada. Saya tidak pakai narkoba. Semua negatif. Saya punya dua sampel kencing dan semuanya negatif,” ujar pria kekar ini. Ditanya soal adanya informasi diserang, tersangka

asal Karangasem ini menjawab bila saat itu dia melihat kelebatan bayangan tiga orang. “Saya melihat kelebat bayangan tiga orang. Saya sekarang kan keluar dari organisasi Laskar Bali. Saya takut. Nyawa saya terancam,” ujarnya. Sementara itu, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan didampingi Waka Polresta AKBP Benny Pramono menyampaikan, anggota Satresnarkoba sudah seminggu melakukan penyelidikan di sana karena informasinya sering ada transaksi narkotika. Pada Rabu (15/5) pukul 04.00 Wita datang dua orang naik sepeda motor dan berhenti di ATM depan Kantor Pos di Jalan Seroja, Denpasar Utara. “Satu orang masuk ke ATM, lalu beberapa saat kemudian dia keluar dan mengambil sesuatu. Saat mengambil sesuatu tersebut, anggota mendekati sambil mengatakan jangan bergerak saya polisi. Orang

tersebut lari dan membuang sesuatu,” ujarnya. Pelaku lari dan saat ditangkap dia membuang bungkusan. Mantan Kapolres Badung ini mengatakan, disaksikan kepala lingkungan dan bendesa setempat, bungkusan tersebut dibuka dan ternyata isinya narkotika jenis sabusabu (SS) seberat 0,73 gram. “Saat ditangkap, anggota baru tahu pelaku adalah Ismaya, mantan Sekjen Laskar Bali dan calon anggota DPD-RI,” ujar mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini. Setelah penangkapan tersebut, Ismaya dites urine dan didampingi pengacaranya. Hasil pemeriksaan Labfor Denpasar, barang bukti dan urine Ismaya positif SS. “Terkait pelaku mengaku tidak pernah pakai narkoba, buktinya hasil tes urienenya positif narkotika. Silakan tersangka mau bilang apa saja, tapi kami punya bukti dan saksi-saksi,” kata Ruddi Setiawan. Perwira melati tiga di pun-

Denpasar (Bali Post) Stakeholder pariwisata kini turut diminta mempromosikan ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Dengan harapan, pengunjung yang datang memang ingin melihat PKB sekaligus membawa dampak ekonomi. Lantaran PKB tidak hanya diisi dengan pentas kesenian, tapi juga pameran kuliner dan kerajinan. Di sisi lain, peserta pameran di PKB juga mesti diseleksi dengan baik dan jangan lagi hanya yang itu-itu saja. “Kita sudah bekerja sama dengan Bali Go Live untuk memviralkan itu ke seluruh dunia supaya mereka tahu. Kita masukkan juga dalam Bali Calendar of Event yang dikerjasamakan dengan Kementerian Pariwisata,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yu-

niartha Putra, Selasa (21/5) kemarin. Yuniartha Putra menambahkan, ada pula bantuan baliho dari Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan PKB. Upaya ini sudah berjalan dan diharapkan efektif untuk menarik pengunjung, khususnya dari kalangan wisatawan mancanegara. Apalagi PKB XLI Tahun 2019 akan digelar 15 Juni-13 Juli pada saat high season. “Saya pikir itu pasti banyak yang akan datang ke sana, dan kami sudah beritahu Asita untuk membawa tamu ke sana melihat PKB,” jelasnya. Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta mengapresiasi pelibatan stakeholder pariwisata dalam promosi PKB. Event tahunan ini sesungguhnya adalah perhelatan yang sangat besar, karena

di situ menjadi pusat kegiatan berkesenian di Bali. “PKB adalah perhelatan dari puncak-puncak berkesenian kabupaten/kota di Bali, dipentaskan di sana. Yang kedua, tentu kita tidak hanya boleh berkesenian. Kita harus memberikan dampak, nilai positif berupa terjadinya proses transaksi ekonomi di situ,” ujar politisi PDI-P ini. Dengan keterlibatan para pelaku pariwisata, Parta berharap pengunjung yang datang adalah pengunjung yang ingin melihat kehebatan PKB. Sekaligus juga membawa uang untuk membeli hasil karya dari para pelaku industri kreatif di Bali. Di sisi lain, pihaknya berterima kasih karena usulan agar stand pameran digratiskan bisa terwujud tahun ini. “Cuma kita berharap seleksinya itu

Bali Post/kmb36

RUTAN - Tersangka Ketut Putra Ismaya Jaya dibawa ke Rutan Polresta Denpasar. dak ini menambahkan, sopir tersangka Ismaya berinisial Gede War (27) tidak terlibat. “Tidak. Teman atau sopirnya itu hanya mengantar dan tidak tahu soal ini,” ungkapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Satresnarkoba Polresta Denpasar dan Satgas

CTOC Polda Bali menangkap eks pentolan ormas, Ketut Putra Ismaya Jaya (40) di depan Kantor Pos di Jalan Seroja, Denpasar Utara, Rabu (15/5) lalu. Selain itu, polisi juga mengamankan sopir Ketut Is, Gede War (27). Polisi menyita paket sabu-sabu (SS) seberat 0,73 gram. (kmb36)

dilakukan dengan fair, selektif, dan juga memberikan ruang terhadap UKM-UKM yang baru, karena sudah terbukti dari tahun ke tahun yang pameran di situ ya orang-orangnya itu-itu saja. Kita berharap agar ada hasil kerajinan baru yang ditampilkan di situ,” jelasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Putu Astawa mengatakan, proses seleksi sudah selesai dilakukan dan akan segera diumumkan. Pihaknya memberi prioritas kepada UKM atau perajin yang memang belum pernah menjadi peserta pameran di PKB. Namun harus diakui, memang cukup sulit untuk mengajak perajin baru ikut terlibat. Apalagi yang skala usahanya kecil dan berdomisili di luar Den-

pasar. Astawa menambahkan, proses seleksi diawali di tingkat kabupaten/kota sebelum akhirnya mendapat rekomendasi untuk mengikuti seleksi di provinsi. Tim seleksi di provinsi melibatkan kejaksaan, Polda Bali, Ombudsman, dan ISI Denpasar untuk menentukan kualitas barang yang dipamerkan memang layak atau tidak. Sebab, banyak juga UKM yang produkproduknya justru berasal dari luar Bali. Saat pameran berlangsung nanti, mereka juga wajib mencantumkan harga produk. “Mereka tidak boleh banting-bantingan harga. Kita perlu mengedukasi hal itu. Kalau pameran di luar negeri, barang yang sama dengan kualitas sama memiliki harga yang sama,” jelasnya. (kmb32)

Peserta Pameran PKB Jangan Itu-itu Saja

Bimbingan Teknis Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan INKINDO Bali bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Bali mengadakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) yang dilaksanakan selama tiga hari. Kegiatan ini digelar dari tanggal 16 Mei hingga 18 Mei 2019 di Hotel Werdhapura Sanur Denpasar, Jalan Danau Tamblingan Nomor 49 Sanur. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 130 peserta yang terdiri dari anggota Inkindo, tenaga ahli dan peserta umum. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari I Putu Suta Suyasa, S.T. selaku Ketua Panitia yang kemudian dibuka oleh Ketua DPP Inkindo Bali yang diwakilkan oleh Ir. I Gusti Made Palguna. Selanjutnya menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa. Kegiatan PPKB ini menggunakan anggaran dari Inkindo Bali dan beberapa mitra kerja yakni Maha Sri Dana, Nippon Paint, Paving Garuda, Granito dan Satria Cipta Beton. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) bertujuan untuk meningkatkan kompetensi

PPKB - Suasana kegiatan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) yang digelar Inkindo Bali bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Bali. tenaga teknis sesuai amanat undang-undang melalui pelatihan. Kegiatan PKB merupakan salah satu bentuk pengembangan dan peningkatan profesional tenaga teknis di bidang jasa konstruksi. Selain itu, dengan kemajuan teknologi yang serba digital, Inkindo mengajak peserta untuk melakukan bimbingan teknis terhadap perubahan SKA/SBU yang terdahulu menjadi SKA/SBU yang bersifat digital. Roy Mardhian Danny, S.T. (Pengurus LPJK Provinsi Bali) hadir dalam Bimtek PPKB pada hari pertama dan mengisi

materi tentang “Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)”. Roy Mardhian Danny memaparkan mengenai “Sistem Digital pada SKA/ SBU dan Tata Cara Klaim SKA/SBU”. Ia memaparkan secara mendetail mengenai ketentuan PKB dengan adanya pelaksanaan Bimtek PKB seluruh tenaga teknis diharapkan dapat menunjukkan bahwa dirinya adalah tenaga ahli dalam bidang teknis yang aktif dan profesioanal sehingga dapat meningkatkan kinerja dan akhirnya dapat meningkatkan kualitas. Kemudian dilanjutkan pemaparan oleh Ir. Setiawan Th. MT (Direktur

PT Satria Astakencana) memaparkan materi mengenai “Penerapan Beton Precast Pada Bangunan Gedung”. Pada hari kedua, Inkindo mengadakan sosialisasi dan bedah permen yang dinarasumberi langsung oleh Inkindo Bali, di mana materi pembahasan pada hari kedua ini mengenai Permen PUPR Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia. Pada sesi pertama, memaparkan “Metode Pengadaan Jasa Konsultasi Konstruksi Badan Usaha”. Dilanjutkan Bedah Permen PUPR No. 22 Tahun 2018 tentang Pembangunan

Bangunan Gedung Negara, dalam hal ini narasumber membedah isi dari permen tersebut secara menyeluruh mulai dari persyaratan administratif bangunan gedung negara, persyaratan teknis, penyelenggaraan pembangunan serta penerapan Building Information Modeling (BIM) pada pembangunan bangunan gedung negara. Hari terakhir kegiatan, Inkindo melaksanakan kunjungan lapangan yakni ke lokasi Proyek Pembangunan Jalan Baru Batas Kota Singaraja – Mengwitani (MYC) Titik 5-6 yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya dan PT Cipta Strada (KSO), dan Pembangunan Gedung D, F dan G RSUD Kabupaten Badung yang dikerjakan oleh PT Tunas Jaya Sanur. Tujuan dari kegiatan kunjungan lapangan yaitu untuk melihat perkembangan proyek yang sudah berjalan mulai dari administrasi proyek dan sistem-sistem yang digunakan di lapangan. Pada lokasi pembangunan Gedung RSUD Kabupaten Badung, peserta dapat melihat secara langsung proses pengecoran lantai dan melihat pembuatan beton precast secara langsung. (kmb)


Rabu Paing, 22 Mei 2019

3

PITRA YADNYA - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Pitra Yadnya Warga Dadia Gajah Para, Desa Adat Terunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Selasa (21/5) kemarin.

Hadiri ’’Karya Pitra Yadnya’’ Warga Dadia Gajah Para Terunyan

Inginkan Masyarakat Bersatu, Bupati Giri Prasta Siap Dukung Pembangunan di Terunyan

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menghadiri Karya Pitra Yadnya (ngaben dan nyekah bersama) Warga Dadia Gajah Para, Desa Adat Terunyan, Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli, Selasa (21/5) kemarin. Hadir mendampingi Bupati, Kabag Humas Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Bendesa Adat Terunyan Jro Puji Pasek dan Perbekel Terunyan Wayan Arjana. Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta menginginkan pasemetonan Warga Dadia Gajah Para dan masyarakat Desa Terunyan untuk tetap bersatu. Dengan sudah bersatu, Bupati yang dikenal bares ini akan siap mendukung pembangunan di Desa Terunyan. ‘’Bila masyarakat Terunyan bersatu, kami Pemkab Badung bersama Bupati dan Wabup Bangli akan siap mendukung pembangunan di bidang seni, adat, agama dan budaya. Seperti Karya Pitra Yadnya ini kami siap bantu. Termasuk pula pembangunan fisik seperti pura, balai banjar, wantilan dan

lainnya,’’ ungkap Giri Prasta seraya mengharapkan tradisi, adat dan budaya di Desa Terunyan sebagai Bali Aga dan Bali Mula ini harus tetap dijaga dan dilestarikan. Selain pembangunan di Desa Terunyan, Bupati Giri Prasta juga ke depannya siap mendukung Batur Geopark dan Kaldera sebagai salah satu objek tujuan wisata. Diharapkan dukungan ini akan berdampak pada peningkatan perekonomian bagi masyarakat Batur dan sekitarnya, termasuk masyarakat Terunyan. Terkait dengan Karya Pitra Yadnya, Bupati sangat mengapresiasi, karena rasa gotong royong Warga Dadia Gajah Para masih sangat kental. Untuk mendukung karya tersebut, Bupati Giri Prasta membantu Rp 20 juta dan Wakil Bupati Bangli Rp 10 juta. Klian Dadia selaku Ketua Panitia I Wayan Salam didampingi salah satu panitia karya Ketut Jaksa menyampaikan, rangkaian Karya Pitra Yadnya telah dimulai sejak 19 April lalu. Puncak karya akan dilaksanakan pada Wraspati

Pon Landep, Kamis (23/5) besok. Pada puncak karya dilaksanakan upacara pamelaspas wadah, pengirim bhakti ke setra, ngeruak setra, ngunggahang sawa di bade, mejati di Pura Dalem dan nedunang sawa. Sementara puncak upacara nyekah pada Anggara Kliwon Kulantir, 4 Juni mendatang, dilanjutkan upacara ngeroras pada 9 Juni. Pitra Yadnya ini diikuti 20 KK Warga Dadia Gajah Para, Desa Terunyan. Sawa yang diupacarai dan diaben sebanyak 14 sawa dewasa, dan 27 sawa anak-anak yang disebut nyangkilang. Pihaknya juga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Bupati Badung dan Wakil Bupati Bangli untuk ikut ngerastitiang karya ini. Ke depan pihaknya akan selalu memohon tuntunan dan bantuan agar apa yang dilaksanakan maupun direncanakan oleh Warga Dadia Gajah Para khususnya dan warga Desa Terunyan dapat berjalan dengan baik. ‘’Kami akan selalu mendoakan Bapak Bupati agar selalu sehat,’’ terangnya. (ad804)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

SMK Saraswati 1 Denpasar Juara II Nasional Fotografi

Rabu Paing, 22 Mei 2019

FIB Unud Lepas 74 Calon Wisudawan

Yayasan Siapkan Gaji Ke-13, Cetak Lulusan Berkualitas Melalui Gaji Guru dan Dosen Setara ASN Literasi Data, Teknologi dan Human

SISWA SMK Saraswati 1 Denpasar Putu Widya Permata Dewi (X-Ak) sukses meraih juara II Nasional bidang fotografi yang diadakan Kemendikbud. Putu Widya Permata Dewi diundang mengambil hadiah pada puncak Hardiknas di Kemendikbud Jakarta. Atas prestasi itu, Putu Widya Permata Dewi bersama Kepala SMK Saraswati 1 Denpasar Drs. I Wayan Reta, M.PSi., Waka Putu Yorniasih, S.Pd., M.Pd. dan G.A. Hendrastuti, S.Sos., M.M., Selasa (21/5) kemain diterima Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. didampingi Sekretaris Dewa Sukanada, B.A. dan dr. IGN Susila, M.Kes. Kasek I Wayan Reta mengungkapkan prestasi bidang fotografi siswanya sangat pesat. Pernah meraih juara III di ISI dan Bali Post Goes to School. Yang teranyar, Widya meraih juara II tingkat Nasional. Widya berhak atas piagam dan bonus Rp 4 juta. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Lojdi mengaku bangga hingga akhir tahun ajaran 2019 banyak siswanya mengukir prestasi nasional dan regional. Yang luar biasa lagi prestasi itu menyebar di akademik dan nonakademik. Misalnya dalam penelitian ilmiah, olimpiade, seni dan porjar serta wali kota cup. Ini mencerminkan sekolah Saraswati di Denpasar membina serius anakanaknya tak hanya menjadi orang pintar, namun menjadikan mereka SDM paripurna. Ke depan, dia minta jajaran kasek dan guru terus berprestasi, sehingga benar-benar menjadi sekolah yang dibanggakan masyarakat. Tetap mengedepankan kebersamaan, rasa wirang, disiplin dan etos kerja yang tinggi guna melahirkan lulusan yang cerdas dan berkarakter. Yayasan Saraswati Pusat

JUARA NASIONAL - Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Bagus Ketut Lodji menyerahkan bonus kepada Putu Widya Permata Dewi sebagai juara II Nasional fotografi. Denpasar selalu dilibatkan dalam Rakernas Kemendikbud, bahkan satu-satunya di Bali. Ini semua berkat kerja keras dan prestasi siswa dan guru mengibarkan bendera Saraswati hingga ke tingkat nasional. Untuk itu, yayasan bertekad memperhatikan kesejahteraan guru, dosen dan karyawannya. Gaji mereka disetarakan dengan ASN sesuai aturan Kemenaker. Bahkan yayasan setiap tahun menyiapkan gaji ke-13 bagi guru, dosen dan karyawannya. Bagus Ketut Lodji juga merespons positif inovasi SMK Saraswati 1 Denpasar untuk menambah penguatan bidang administrasi perhotelan dan rumah sakit. Untuk itu, dia minta pemerintah memberikan kelonggaran perekrutan siswa baru 45-50 per kelas, guna menghindari naiknya biaya pendidikan di swasta. Putu Widya adalah anak pertama pasangan Gede Indra Kusuma Yuda dan Ni Kadek Mariani. Dia

mengikuti lomba dengan mengirim jepretan berjudul ‘’Mewujudkan Generasi Emas Melalui Pendidikan’’. Anak binaan I Made Anggadipta Ramanta ini mengambil gambar siswa TK sedang serius mendengar penjelasan gurunya. Sekolah di Jalan Kamboja ini kini banyak dilirik calon siswa baru. Sebanyak 297 siswa SMP yang sudah mendaftar. Tahun ini SMK Saraswati 1 Denpasar akan menerima enam kelas siswa baru untuk Program Keahlian Akuntansi, Administrasi/Manajemen Perkantoran, Pemasaran dan Perbankan. Semua kompetensi ini sangat laris di pasar kerja. Sekalipun sekolah berbasis bisnis, Kasek I Wayan Reta menegaskan, siswanya banyak mengukir prestasi. Anakanak Teater Takhta juara I lomba musikalisasi puisi se-Bali, juara III lomba dramatisasi puisi Reinkarnasi Budaya se-Bali dan juara II musikalisasi puisi tingkat umum di Denpasar Book Fair. (ad809)

PERSATUAN Orangtua Mahasiswa (POM) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) menggelar upacara pelepasan calon wisudawan periode ke-131 di Aula Widya Sabha Mandala Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Selasa (21/5) kemarin. Sebanyak 74 orang calon wisudawan yang terdiri 65 orang mahasiswa program sarjana (S-1), 7 orang mahasiswa Program Magister (S-2) Prodi Ilmu Linguistik dan 4 orang mahasiswa Program Doktor (S-3) dilepas Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. Para calon wisudawan akan diwisuda Rektor Unud di Auditorium Widya Sabha Unud pada 25 Mei mendatang. Lulusan terbaik calon wisudawan periode ke-131 ini diraih Ade Novi Antari Putri, S.S. dari Prodi S-1 Sastra Inggris dengan IPK 3,96 (cumlaude), Dwika Yanti Mnune, S.S., M.Hum. dari Prodi S-2 Linguistik dengan IPK 3,81, dan Dr. Nirmalasari, S.Pd., M.Hum. dengan IPK 3,96. Jumlah Alumni FIB Unud saat ini sebanyak 9.809 orang. Dalam sambutannya, Prof. Sutjiati Beratha berharap para calon wisudawan mampu berkontribusi untuk meningkatkan martabat bangsa melalui keunggulan daya saing dan kemampuan inovasinya. Para calon wisudawan telah diberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan visi-misi Kemenristekdikti yaitu inovatif. Di samping juga dibekali kemampuan bekerja melalui mata kuliah big data, data analytics, entrepreneurship, dan lainnya yang kini tengah dikembangkan universitas-universitas ternama di dunia. Selain itu, untuk meningkatkan daya saing pendidikan tinggi, FIB Unud telah terakreditasi A (unggul). Daya saing para

PELEPASAN - Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. (kiri) bersama para wakil Dekan FIB Unud berfoto bersama calon wisudawan lulusan terbaik pada upacara pelepasan calon wisudawan periode ke-131 di Aula Widya Sabha Mandala Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Selasa (21/5) kemarin. dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa terus dikembangkan melalui peningkatan literasi pada data, literasi pada teknologi, dan literasi pada manusia (human). ‘’Urusan kemanusiaan menjadi sangat penting dalam menghadapi kompleksitas era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Kemajuan teknologi menandakan majunya pendidikan dan ilmu pengetahuan yang tetap harus memartabatkan manusia dan kesejahteraan manusia dan bangsa Indonesia,’’ ujar Prof. Sutjiati Beratha, Selasa kemarin. Pada kesempatan tersebut, pihaknya mengajak seluruh civitas akademika FIB Unud beserta alumni bahu-mambahu dengan niat tulus dan jiwa pengabdian yang tinggi untuk bersama-sama

meningkatkan kualitas yang merupakan fakultas tertua di Unud ke depannya. Sebab, FIB Unud mempunyai tanggung jawab untuk mencetak lulusan yang berdaya saing di dunia kerja, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Di samping juga mampu menghasilkan SDM berkualitas yang berperan besar dalam perjalanan bangsa menuju bangsa yang mandiri, kuat, dan hebat. Apalagi, FIB Unud telah siap menampung dan memberi tambahan ilmu pengetahuan bagi alumni melalui program magister (S-2) dan doktor (S-3) agar lebih unggul, mandiri dan profesional di dunia kerja dengan keahlian masingmasing yang tetap berlandaskan etika budaya. (ad806)

Lipatgandakan Kebaikan Juli akan Diajukan ke Kementerian BNI Tebar Ribuan Bingkisan Ramadhan Agraria dan Tata Ruang Ranperda RDTR Kuta dan Kuta Utara Rampung

RANCANGAN Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Kecamatan Kuta dan Kuta Utara akhirnya dirampungkan pembahasannya oleh legislator Badung, Senin (20/5) lalu. Ada sejumlah poin yang disepakati dalam pembahasan RDTR dua wilayah tersebut. Di antaranya penetapan garis sempadan pantai dan mengubah kawasan jalan komersial masuk ke pantai menjadi kawasan perdagangan dan jasa. Ketua DPRD Badung Putu Parwata yang memimpin jalannya rapat penyelesaian ranperda tersebut, Selasa (21/5) kemarin, mengatakan dari beberapa kali dilakukan kajian ranperda ini sudah selaras dengan kondisi di lapangan. Kini tinggal melakukan percepatan ke pusat yakni Kementerian Agraria dan Tata Ruang untuk segera bisa disahkan ranperda tersebut. ‘’Untuk di Kuta Utara rencana ring road kita pastikan batal. Melihat kepadatan rumah penduduk di sana, namun kami tetap akan konsultasikan ke Kementerian Agraria ke mana arah jalan arternatif untuk memecah kemacetan di Kuta Utara. Kita arahkan ke pinggir pantai dan masuk melalui wilayah Kecamatan Mengwi,’’ ujarnya. Lebih lanjut Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung ini mengatakan, untuk sempadan pantai juga telah diatur dalam ranperda ini yakni 100 meter. ‘’Penetepan

RAPAT - Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Ketua Pansus RDTR Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti memimpin rapat Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Kecamatan Kuta dan Kuta Utara, Senin (20/5). Turut hadir Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Badung Made Agus Aryawan. renperda ini muaranya adalah untuk mendorong investasi bagi masyarakat sehingga potensi peningkatan ekonomi Kabupaten Badung meningkat. Kami target Juli sudah beritahu pihak Kementerian Agraria dan Tata Ruang untuk perubahan RDTR wilayah Kuta dan Kuta Utara,’’ tegas politisi asal Desa dalung tersebut.

Dalam perampungan Ranperda RDTR Kuta dan Kuta Utara tersebut juga dihadiri Ketua Pansus RDTR Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Badung Made Agus Aryawan, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait. (ad807)

BNI menggelar program BNI Berbagi Ramadhan 1440 H di Yayasan Al Islam Pondok Pesantren Hidayatullah, Jalan Raya Pemogan Gang Taman 20X Denpasar pada Selasa (21/5) kemarin. Kegiatan di Bulan Suci Ramadhan ini bertemakan ‘’Mari Lipatgandakan Kebaikan Ramadhan 1440 H’’. Acara ini dihadiri perwakilan Wali Kota Denpasar yaitu Kabag Pemerintahan Kota Denpasar Dewa Puspawan dan Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan. Dalam acara ini dilakukan pembagian sembako kepada masyarakat kurang mampu sebanyak 250 bingkisan, pemberian santunan pada anak yatim, santri dan bantuan sarana ibadah kepada 7 masjid dan bingkisan kepada 250 anak yatim dan santri. Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan kegiatan ini dalam rangka membina tali persaudaraan dan silaturahmi. ‘’Alhamdulilah BNI dapat berbagi kebahagiaan dan rizki kepada para santri, masyarakat sekitar, peningkatan sarana ibadah dan insya Allah bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat bagi kita semua,’’ ujar Pratama. Rangkaian kegiatan berbagi kebahagiaan BNI lainnya di antaranya pemberian ribuan paket sembako, bantuan 40 sarana

BINGKISAN - BNI tebar ribuan bingkisan Ramadhan. ibadah serta santunan kepada anak yatim di seluruh wilayah BNI. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud BNI turut membangun negeri serta memberikan kontribusi yang optimal bagi masyarakat dan lingkungan. Hal ini sejalan dengan amanah BUMN juga harus memiliki komitmen dan tanggung jawab sosial dalam membangun ekonomi berkelanjutan serta meningkatkan kualitas kehidupan lingkungan sekitar.

‘’Kegiatan ini juga sebagai wujud responsibility BNI terhadap lingkungan, sehingga masuk program Bina Lingkungan atau CSR,’’ imbuhnya. Sebagai perusahaan BUMN, BNI turut juga berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat sekitar. Apalagi menjelang lebaran harga bahan pokok biasanya meningkat, sehingga dengan pemberian sembako setidaknya dapat meringankan beban masyarakat. (ad812)

Road to The 60Th Years of Diamond Jubileum Years 2023

Peletakan Batu Pertama Kampus D Fakultas Teknik dan ’’Pamelaspasan’’ Lapangan Parkir Kampus A PTS tertua di Bali yang digagas Bung Karno pada tahun 1963 yakni Universitas Mahendradatta (d/h Marhaen) bertepatan dengan Purnamaning Sadha Tahun Çaka 1941 lalu mengadakan upacara agama Hindu yakni Ngeruak, sekaligus peletakan batu pertama Kampus D Fakultas Teknik Industri Universitas Mahendradatta (Unmar) di Jalan Ken Arok Denpasar. Upacara langsung dihadiri Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Pembina Unmar) yang didampingi I Made Agus Mahendra, S.T., M.Sc. (Wakil Rektor I), Ni Putu Suda Nurjani, S.T., M.T. (Dekan Fakultas Teknik) beserta jajaran pejabat dan dosen lainnya. Peletakan batu pertama ini sebagai bagian dari program yang digagas sejak tahun 2009 yakni Road to The 60th Years of Diamond Jubileum Years 2023 yakni tahapan tinggal landasan Umnar sebagai kampus berkualitas di Bali. Apresiasi atas upaya ini dis-

ampaikan Wakil Rektor I Bidang Akademik Agus Mahendra yang menyatakan dukungan Yayasan Mahendradatta sangat besar terhadap perkembangan Unmar yang kini telah memiliki sejumlah unit kampus tersebar di Denpasar. ‘’Pada tahun 2017 berhasil didirikan kampus B Fakultas Hukum di Niti Mandala Renon. Diikuti pada tahun 2018 lembaga mendirikan kampus C Fakultas Sosial Politik di Jalan Letda Tantular Timur, Renon, Denpasar. Pada tahun 2019 ini didirikan kampus D. Membeludaknya jumlah mahasiswa dan peminat program S-1 dan S-2 di kampus Unmar, kita berharap pada awal tahun 2020 kampus D ini sudah bisa beroperasi. Ini sangat menggembirakan,’’ ungkap Agus Mahendra. Ia menyampaikan unit kampus D Teknik ini selain menjadi tempat perkuliahan mahasiswa Teknik Industri dan juga Teknik Konsentrasi Pariwisata, kampus D ini akan dilengkapi laboratorium

serta dirancang menjadi kampus digital yang dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa Unmar. Hal senada juga disampaikan pihak fakultas yang mengapresiasi peran yayasan dalam membantu fakultas dalam menyiapkan insfrastruktur. ‘’Fakultas Teknik Industri Unmar sangat berkepentingan dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo, khususnya memenuhi kebutuhan SDM bidang teknik atau insinyur. Apalagi secara filosofi visi-misi kampus Unmar ini sejalan dengan program satu jalur pemerintahan Tri Sakti di pusat. Ini tentu akan sangat memudahkan kampus Unmar dalam melahirkan alumni yang terpakai di era kerja ini. Ini sudah menjadi komitmen fakultas untuk bisa menjadi contoh baik. Apalagi Prodi Teknik Industri ini satu-satunya di Bali. Ini sangat membanggakan,’’ jelas Putu Suda Nurjani (Dekan Fakultas Teknik Unmar). Selain upacara peletakan

batu pertama kampus D Unmar, pihak lembaga juga meresmikan sekaligus melaspas lapangan parkir baru yang terletak di kawasan kampus A Unmar di Jalan Ken Arok Denpasar. Yang mana lapangan parkir baru ini mampu menampung ratusan kendaraan roda dua dan empat, sehingga membantu mengurangi kemacetan di kawasan kampus yang kerap terjadi. ‘’Peresmian lapangan parkir Unmar ini menjadi sebuah perhatian besar dari lembaga melayani mahasiswa untuk bisa kuliah dengan nyaman. Kita juga sangat terbantu dengan sinergi masyarakat di kawasan kampus pusat, sehingga kurang lebihnya bisa mengurangi kemacetan yang terjadi. Semuanya kini merasa nyaman,’’ tambah Wakil Rektor IV Bidang Humas dan Kerja Sama Dra. Ni Wayan Suartini, M.M. Pada tahun ajaran baru 2019 ini, Unmar kembali membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui tiga jalur yakni jalur

KAMPUS REFORMASI – Dewan Pembina Unmar Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna bersama WR 1 Unmar dan Dekan Fakultas Teknik serta sejumlah pejabat UPM saat peletakan batu pertama kampus D. reguler, ekstensi dan jalur LP2M untuk Fakultas Ilmi Sosial Politik (Prodi Ilmu Administrasi Publik), Fakultas Ekonomi (Prodi Manajemen dan Wirausaha), Fakultas Hukum (Ilmu

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Hukum) dan Fakultas Teknik (Prodi Teknik Industri) untuk jenjang S-1. Sedangkan jenjang S-2 dibuka Jurusan Magister Ilmu Hukum dan Magister Administrasi Publik. (ad811)


DAERAH

Rabu Paing, 22 Mei 2019

5

Milenial Perlu Pendidikan Vokasi

SMK Penerbangan Cakra Nusantara Cetak Taruna-Taruni Berprestasi MENUNGGU zaman berubah tanpa kesiapan adalah sebuah kesalahan. Berdasarkan data Mc.Kinsey Global Institute, Indonesia membutuhkan sekitar 58 juta tenaga kerja terampil untuk menjadikan ekonomi Indonesia peringkat ke-7 pada 2030 mendatang. SMK Penerbangan Cakra Nusantara meraih peringkat ke-4 UNBK se-Provinsi Bali dengan 97 persen nilai di atas rata-rata. Hal ini membuktikan prestasi taruna-taruni SMK Penerbangan Cakra Nusantara tak hanya terampil di praktik juga memiliki teori yang kuat. Saat ini, terjadi transisi dari pola pendidikan zaman dulu dengan sekarang. Sistem pendidikan saat ini harus bisa menyesuaikan dengan generasi milenial agar tak tertinggal. Kewajiban lembaga pendidikan menyiapkan generasi milenial menjadi angkatan kerja yang kompetitif dan produktif sepanjang era industri 4.0. SMK Penerban-

gan Cakra Nusantara berakreditasi A, pelopor pertama satu-satunya di Bali selalu melakukan penyelarasan dan antisipasi terhadap perubahan yang terjadi. Penggunaan e-learning dan teleconfrence konsep sudah dimulai sejak tiga tahun yang lalu. Semester ini dimulai kelas bilingual pada mata pelajaran produktif, penguasaan bahasa asing dimulai sejak semester I kelas X. Sementara kelas digital, virtual, 3D imax dan lab multibahasa terus disempurnakan. Sebagai sekolah berbasis industri dan berwawasan internasional, SMK Penerbangan Cakra Nusantara juga melaksanakan Peraturan Menteri Perindustrian No. 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengembangan SMK Berbasis Link & Match dengan Industri. Dalam Permenperind itu dijelaskan peran SMK antara lain melakukan penyusunan kurikulum mengacu kepada

SKKNI. Di Austria, Swiss dan Jerman, sebagai negara industri maju, usia 16 tahun sudah magang. Kurikulum disiapkan industri. Ini selaras dengan yang diimplementasikan di SMK Penerbangan Cakra Nusantara. Sejak kelas X (kelas 1 SMK) sudah mempergunakan pendidikan sistem ganda dengan industri, baik melaksanakan factory teaching ataupun program pengalaman lapangan. Jadi dasar hukumnya jelas. Demikian diungkapkan Ni Made Yuning Sari Parwati, M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Dengan kurikulum nasional 2018 yang mengutamakan praktik 70% dan teori 30%, SMK Penerbangan Cakra Nusantara membuka empat jurusan yang bergerak di bidang penerbangan, kebandaraan dan kedirgantaraan. Di antaranya Airframe and Power Plant, Electrical Avionics, Teknik Transmisi dan Telekomunikasi (Penerbangan) serta Otomatisasi dan Tatakelola Perkantoran (Bandara). Segera daftarkan putraputri Anda di SMK Penerbangan Cakra Nusantara dengan fasilitas pendidikan dan praktik di bidang penerbangan, kebandaraan dan kedirgantaraan dengan teknologi ter-update serta beasiswa jutaan rupiah sehingga terampil lebih cepat sukses lebih awal. SMK Penerbangan Cakra Nusantara terletak di Jalan Drupadi No. 25 (kampus 1) dan Jalan Tukad Pakerisan No. 25 Denpasar (kampus 3), dengan nomor pendaftaran 0361-4742600. Juga dapat dilakukan via SMS ke nomor 081237098090 dengan ketik daftar (spasi) nama lengkap (spasi) asal sekolah (spasi) kabupaten asal siswa (spasi) jenis kelamin (spasi) nomor WA/HP. Pendaftaran online via website kami di www.smkpenerbangan.sch.id. (ad810)

Disdukcapil Terapkan Syarat Tambahan untuk Duktang Mangupura (Bali Post) Berbagai kebijakan prorakyat yang digelontorkan Pemkab Badung tidak menarik penduduk pendatang (duktang) untuk berdomisili di Badung. Ini terlihat dari data Dinas Catatan Sipil Kabupaten Badung pada 2018. Warga pindah dari Badung pada periode tersebut tercatat 3.562 orang, sedangkan warga yang masuk ke Badung tercatat 3.392 orang. Kondisi serupa juga terlihat dari data April 2019. Warga yang ke luar Badung tercatat 906 orang, sementara yang masuk hanya 352 orang. Kepala Dinas Catatan Sipil Badung Nyoman Soka mengatakan, alasan kepindahan lebih banyak karena masalah pekerjaan dan pindah tempat tinggal. Dua alasan ini yang mendominasi baik bagi warga yang keluar maupun warga yang masuk ke Badung. ‘’Sesuai dengan instruksi Dirjen di Kemendagri, warga berhak dan sah-sah saja tinggal di mana saja di wilayah Republik Indonesia, sepanjang memang memiliki surat pindah resmi dari daerah sebelumnya,’’ ujar Nyoman Soka, Selasa (21/5) kemarin.

Bali Post/eka

KEPENDUDUKAN - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Badung Nyoman Soka memberikan penjelasan terkait kependudukan, Selasa (21/5) kemarin. Kendati demikian, pihaknya menerapkan syarat-syarat tambahan untuk dapat tinggal di wilayah Badung. Seperti, orang yang pindah ke wilayah Badung harus memiliki pekerjaan tetap serta memiliki tempat tinggal tetap. Selain itu, ada penjamin dari tuan rumah yang diketahui kades maupun lurah di tempatnya tinggal. ‘’Syarat ini menjadi filter bagi warga luar yang ingin

tinggal di Badung. Jika memang persyaratan tersebut telah dipenuhi, tentu saja tak ada alasan untuk menolak warga yang ingin tinggal di wilayah kabupaten yang berbentuk keris ini,’’ jelasnya seraya menyebutkan syaratsyarat ini berlaku untuk kepala keluarga (KK). Jika memenuhi syarat-syarat di atas, KK bisa mengajak anggota keluarga lainnya. (kmb27)

pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai untuk membicarakan terkait pemanfaatan air baku di kawasan tersebut. Dengan adanya air yang tertampung di muara Tukad Mati, akan mampu menambah air baku terutama saat musim kemarau atau saat diperlukan. ‘’Sebelumnya kami juga sudah sempat menyampaikan pada forum diskusi, bagaimana agar bisa ada koneksi atau sodetan dari Tukad Mati menuju Dam Estuari,’’ kata Golak, Selasa (21/5) kemarin.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai I Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWSBP) Wayan Riasa menyebutkan, untuk rencana pemanfaatan air di muara Tukad Mati akan dikoordinasikan kembali, karena konsep penataan saat ini untuk pengendali banjir. Namun untuk mengurangi kelebihan air, di sebelah utara muara Tukad Mati sudah dibuatkan pelimpah ke anak Tukad Mati. Dijelaskannya, untuk progress penataan terhadap pagu 2019, itu sudah hampir 100 persen. Yang meliputi pemasangan panel bendung gerak, landscape berupa jalan dengan lebar 5 meter. Sedangkan saat ini masih dilakukan finishing rumah genset dan lainnya. Sementara untuk konstruksi secara keseluruhan sudah rampung. Dikatakannya, target penyelesaian memang pada 31 Desember mendatang. Tetapi dalam pelaksanaannya, kegiatan ini sudah hampir rampung, sambil menunggu adanya revisi. (kmb23)

Penataan Muara Tukad Mati Segera Rampung

Mangupura (Bali Post) Penataan muara Tukad Mati, wilayah Pata Sari, Kuta, sudah mendekati rampung. Selain bertujuan menahan air pasang naik ke daratan, air di bendungan akan dimanfaatkan sebagai air baku PDAM. Meski demikian, saat ini PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung mengaku belum melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida. Menurut Dirut PDAM Tirta Mangutama I Ketut Golak,

Bali Post/edi

PENATAAN - Sejumlah alat berat dioperasikan untuk menata muara Tukad Mati.

Bali Post/eka

BERINGKIT - Beberapa pembeli menunggu pengangkutan ternak sapi yang telah dipilih dan ditandai di Pasar Beringkit. Pasar hewan terbesar di Bali ini melakukan perubahan jadwal yang sebelumnya buka dua kali sepekan, sekarang menjadi empat kali dalam sepekan.

Operasional Pasar Hewan Beringkit Tak Lagi ’’Pekenan’’

Mangupura (Bali Post) – Banyak masyarakat yang belum mengetahui jika operasional Pasar Hewan Beringkit tak lagi hanya di hari Rabu dan Minggu yang kerap disebut Pekenan. Pasar hewan yang terletak di Mengwitani, Mengwi ini kini buka empat hari dalam sepekan. Direktur Utama Perumda Pasar Mangu Giri Sedana I Made Sukantra mengatakan, perubahan jadwal operasional bertujuan memaksimalkan potensi pasar tersebut. ‘’Kalau dulu buka

setiap Rabu dan Minggu, sekarang kami tingkatkan menjadi Selasa, Rabu, Sabtu dan Minggu,’’ ujarnya, Selasa (21/5) kemarin. Selain mengubah jadwal operasional, Perumda Pasar juga menyesuaikan jam operasional pasar tradisional pada umumnya, yakni mulai pukul 04.00 Wita hingga 16.00 Wita. ‘’Dengan adanya penambahan hari, batas waktu pasaran tidak lagi 24 jam seperti dulu. Kami melakukan pengaturan dari jam 04.00 sampai 16.00 sore, jadi malam tidak boleh

lagi,’’ jelasnya. Kendati telah ditetapkan empat hari kerja, Sukantra tidak menutup kemungkinan menambah durasi operasional pada hari-hari tertentu. ‘’Jika ada permintaan buka di luar jadwal yang ditetapkan, akan kami layani. Misalnya, untuk hari-hari tertentu seperti hari Idul Adha,’’ tegasnya. Guna memaksimalkan potensi pasar, Perumda Pasar juga merencanakan pasar sore. Pihaknya masih merancang konsep pasar sore yang cocok diberlakukan. ‘’Kami

memiliki rancangan program untuk pemanfaatan lahan. Pasar hewan pada sore hari kan sepi, kami akan buka pasar sore,’’ ungkapnya. Terkait program peningkatan pendapatan dari retribusi, Sukantra menyebutkan akan memberlakukan parkir digital. Saat ini pihaknya tengah melakukan penjajakan dengan pihak ketiga mengenai rencana tesebut. Pihaknya juga telah mengaktifkan kembali penggunaan timbangan hewan digital. (kmb27)

20.145 HPR Belum Divaksin Rabies

Mangupura (Bali Post) -

Program vaksinasi bagi Hewan Penular Rabies (HPR) terus digencarkan Pemkab. Setidaknya, 76 persen HPR di Gumi Keris telah divaksinasi dari estimasi populasi 84.290 HPR se-Badung, sehingga ada sekitar 20.145 ekor HPR yang diperkirakan belum divaksin. Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Gede Asrama, Selasa (21/5) kemarin mengatakan, data 64.145 ekor hasil vaksinasi itu per tanggal 18 Mei 2019. Data ini telah mencakup enam kecamatan yang ada di Badung. ‘’Ini baru tahap pertama, tapi sudah seluruh kecamatan yang kami kunjungi. Melihat estimasi populasi yang mencapai 84.290 ekor HPR, sementara yang baru tervaksin 64.145 ekor HPR, berarti masih ada sekitar 20.145 ekor HPR yang ditengarai belum tervaksin,’’ ungkapnya. Menurutnya, petugas yang disebar ke lapangan telah mendatangi rumah-rumah

warga yang memiliki hewan peliharaan yang berpotensi sebagai penyebar rabies. ‘’Barangkali saat petugas kami datang ke rumah-rumah, pemilik tidak ada di tempat. Jadi hewan peliharaannya belum divaksin oleh petugas,’’ ujarnya. Terkait banyaknya HPR yang belum divaksin, Gede Asrama mengakui akan segera melakukan vaksinasi tahap kedua untuk penyisiran di seluruh kecamatan. Hanya pelaksanaan vaksinasi kedua ini dilakukan setelah rapat evaluasi. ‘’Tapi minggu ini mungkin sudah ada keputusan, sehingga bisa langsung kami mulai melakukan penyisiran,’’ katanya.

Denpasar (Bali Post) Penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Denpasar bergerak cepat memburu pemerkosa remaja berinisial DPT (18). Alhasil, pelakunya berinisial DD ditangkap dan ditahan di Polresta. Namun belum jelas lokasi penangkapan pelaku. Saat dikonfirmasi terkait hal itu, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Selasa (21/5) kemarin, membenarkan penangkapan tersebut.

‘’Sudah ditangkap. Silakan tanya ke Kasatreskrim,’’ tegasnya. Saat ditanya proses penangkapannya, Kombes Ruddi enggan menjawab. ‘’Nanti saja,’’ ujarnya singkat. Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Kompol I Wayan Arta Ariawan juga menyampaikan hal sama. ‘’Sudah ditangkap. Besok (hari ini - red) rencananya kami rilis,’’ karanya. Sebelumnya, kasus pemerkosaan dialami seorang

VAKSINASI - Seorang petugas saat melakukan vaksinasi rabies terhadap seekor anjing. Penyisiran ke enam kecamatan menerjunkan 20 tim dan masing-masing tim terdiri dari lima orang petugas. Total keseluruhan petugas

sebanyak 100 orang. ‘’Ketersediaan vaksin masih mencukupi, ada 100 ribu dosis, sehingga masih cukup,’’ tegasnya. (kmb27)

remaja berinisial DPT (18). Korban diperkosa di penginapan di wilayah Sanur, Denpasar Selatan (Densel), Rabu (15/5) lalu. Sebelum diperkosa, korban mengaku dicekik dan dipukul pelaku yang dikenalnya di media sosial (medsos). Setelah beberapa kali chating lewat medsos, pelaku mengajak korban bertemu. Korban menurut saja dan mereka bertemu di TKP pukul 19.30 Wita. Saat diajak masuk kamar oleh pelaku,

korban menolak. Bahkan dia berontak dan berusaha melarikan diri. Namun pelaku makin beringas lalu membawa korban masuk kamar secara paksa. Setibanya di kamar, pakaian korban langsung dilucuti. Korban teriak minta tolong. Pelaku langsung membekap mulut korban. Tragisnya lagi, korban dicekik dan dipukul di bagian wajahnya. Karena diancam, korban tak berdaya. (kmb36)

Pemerkosa Remaja Ditangkap

Warung Global

Kereta Api Tak Menjamin Bisa Mengurai Kemacetan WACANA untuk membangun jalur kereta api di Bali sudah berulang kali dimunculkan. Bahkan rencana pembangunan jalur kereta api ini terus dimatangkan di era kepemimpinan Gubernur Wayan Koster. Ia ingin model kereta yang bakal beroperasi di Bali punya desain yang bernuansa lokal dan ramah lingkungan. Prioritas jalur kereta api di Bali adalah jalur bandara – Mengwitani - Singaraja. Namun pada kelayakan studi yang pertama, secara teknis tidak layak. Wacana pembangunan moda transportasi kereta api di Bali sebenarnya sudah mulai muncul sejak beberapa tahun lalu. Akankah wacana kereta api ini akan terwujud? Berikut beberapa alasan masyarakat pendengar Radio Global 96,5 FM yang dirangkum dalam acara dialog interaktif Warung Global. Ketut Mursi, salah seorang warga Denpasar, berpendapat Bali ini pulau kecil. Sepertinya tak butuh kereta api. Kalau menghadapi macet, disabarin

saja. Fera di Tabanan menyatakan sepakat dengan Ketut Mursi. Ia menyarankan sekalian saja pakai pesawat terbang dari Bandara

Ngurah Rai ke Singaraja. Sebab, jika buat kereta api, membutuhkan lahan yang luas. Kereta api tak akan menjamin bisa mengurai kemacetan. Demikian pendapat Ayu di Petang. Ia menyarankan moda transportasi yang ada sebaiknya diberdayakan beroperasi sampai ke pelosok desa. Kenapa hanya dari Bandara Ngurah Rai-Singaraja? Demikian pertanyaan Made Jemet di Denpasar. Ia kurang setuju dengan dibangunnya kereta api di Bali. Selain akan menghabiskan lahan banyak, justru lebih sering macet yakni di lintasan Gilimanuk-Denpasar. Lain halnya dengan Nyoman Mastra di Gianyar. Ia

hanya memikirkan sisi religiusitas dari pembangunan infrastruktur di Bali. Mesti dikaji dengan matang. Sementara Febri di Denpasar kurang setuju dibangun kereta api untuk mengurai kemacetan. Menurutnya, kemacetan juga dipengaruhi jalan rusak. Jadi sebaiknya jalan rusak segera mendapat prioritas perbaikan. Werdha di Gianyar justru menanyakan apa maksud kembalikan ke masyarakat soal kereta api di Bali ini? Apakah referendum/polling? Ia juga pesimis, apakah masyarakat mau naik kreta api? Sebab, kebanyakan lebih nyaman memakai kendaraan pribadi. Ini harus dipikirkan dengan matang. (sikha)


OPINI

6

Rabu Paing, 22 Mei 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Perlunya Evaluasi Pemilu Serentak PEMILIHAN umum selalu meninggalkan berbagai permasalahan. Apalagi pada pemilu serentak 2019, 17 April lalu. Khusus di Bali yang dikenal wargnya bersikap polos dan nerima, sedikit melontarkan protes. Di masyarakat Bali dulu berkembang pameo pemilu hanya memikirkan kedudukan bagi oknum tertentu, toh hidup mereka tetap seperti sekarang. Kini, pendapat tersebut sudah digeser. Kita harus menentukan nasib sendiri lewat pilihan sendiri. Buktinya, angka partisipasi pemilih di Bali melebihi angka 80 persen. Nilai manfaat pemilu serentak memang banyak, namun eksesnya juga banyak. Nah, ini kesempatan emas bagi mahasiswa di Bali untuk meneliti kelemahan dan keunggulan pemilu serentak. Penelitian pemilu serentak ini bisa dilakukan dari sudut ekonomis mulai dari manajemen keuangan, data dan perputaran uang. Dari segi politik soal konflik dan benturan hukum serta gugatan hasil. Dari segi teknologi juga bisa dikaji karena pemilih pemilu sudah familiar dengan TI. Penelitian itu bisa melihat, pertama, sejauh mana pemilu berjalan secara demokratis. Kedua, sejauh mana keberpihakan media massa elektronik dalam pemilu. Sebab, faktanya banyak pimpinan parpol yang memiliki media elektronik. Padahal sesuai aturan, media massa tak boleh berpihak dan menyiarkan secara seimbang ke semua parpol dan capres. Juga perlu diteliti masalah usia minimal memiliki hak pilih. Sesuai ketentuan aturan berlaku saat pencoblosan, sementara yang belum berusia 17 tahun tak masuk DPT yang dilakukan jauh-jauh sebelumnya. Termasuk apakah pemilu serentak ini efektif atau tidak, perlu dipertahankan atau diganti saja. Komisi Pemilihan Umum RI (KPU-RI) telah melakukan evaluasi sementara dari jalannya proses pemungutan suara pemilu serentak 2019. Hasilnya, masih ditemukan sejumlah kendala yang dihadapi meski secara umum bisa dibilang berjalan baik. Misalnya, 249 Tempat Pemungutan Suara (TPS) belum bisa melakukan penghitungan suara. Angka tersebut hanya 0,28 persen dari total 810.193 TPS. Bahkan sejumlah daerah ditunda penghitungan karena berbagai masalah. Sebagian besar (kendalanya) didominasi ada keterlambatan logistik. Kedua, ada karena bencana alam misalnya banjir di Jambi. Sementara TPS yang menemui kendala dalam penghitungan suara mayoritas terjadi di wilayah yang sulit dijangkau. Seperti di Kabupaten Intan Jaya, Papua (228 TPS), Kabupaten Yahukimo, Papua (155 TPS) hingga Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Selain adanya kendala bencana alam, pemilu kali ini juga turut diwarnai sejumlah kabar duka. Salah satunya ada petugas penyelenggara pemilu yang harus meregang nyawa akibat menjalankan tugas. Namun secara umum, kita patut memberi apresiasi tinggi terhadap masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya. Begitu pula terhadap seluruh peserta pemilu baik itu pileg maupun pilpres dan aparat keamanan yang telah menjaga jalannya pemilu. Hingga kini, penyelenggara pemilu memegang teguh prinsip bekerja dengan terbuka, transparan, berintegritas, profesional dan menjaga independensi. Jika ada yang protes, lakukan lewat jalur hukum bukan dengan jalan people power.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Menyeragamkan Kegiatan Wisuda Wisuda, satu kata yang enak didengar di telinga. Apalagi, bagi yang bersangkutan (calon wisudawan) dan anggota keluarganya. Sejak Indonesia merdeka, perguruan tinggi–perguruan tinggi yang hendak melepas lulusannya ke masyarakat terlebih dahulu menyelenggarakan upacara seremonial yang disebut wisuda. Konon, istilah ‘’wisuda’’ ini merupakan warisan dari pemerintahan kolonial Belanda. Terlepas dari itu semua, belakangan ini bukan hanya perguruan tinggi yang menyelenggarakan wisuda, tetapi kalangan sekolah-sekolah menengah (SMA/SMK) pun ikut juga ‘’mewisuda’’ para lulusannya. Bahkan, sepengetahuan penulis, anak-anak TK (Taman Kanak-kanak) pun yang hendak ‘’dikembalikan’’ ke orangtua mereka, juga diwisuda. Penulis sempat merenung sejenak, kenapa nama kegiatan wisuda di kalangan sekolah (mulai TK hingga SMA/SMK) diseragamkan saja oleh pihak yang memiliki kewenangan/ otoritas dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bali. Usulan atau tepatnya pemikiran ini dilandasi oleh keragaman istilah yang muncul akhir-akhir ini. Ada yang menggunakan istilah wisuda ada pula ‘’pelepasan siswa’’. Yang tak bisa diabaikan dengan adanya kegiatan tersebut adalah pengeluaran siswa/orangtua siswa pasti membengkak dari biasanya untuk membeli ini dan itu. Baju kebayalah, kambenlah, bahkan sampai membeli jas untuk siswa laki-lakinya. Semoga saja pemikiran simpel tentang ‘’penyeragaman istilah’’ ini mendapat tanggapan dari pihak Dikbud Provinsi Bali. Romi Sudhita Jl. Srikandi, Singaraja

Catatan Kritis Partisipasi Pemilu 2019 Partisipasi menjadi salah satu kunci kualitas demokrasi. Sayangnya angka partisipasi selalu dibayangi hantu demokrasi. Hantu abadi yang hadir dalam setiap kontestasi demokrasi adalah golongan putih (golput). Tidak terkecuali di Pemilu 2019 yang lalu. Golput menjadikan kontestan dan penyelenggara pemilu diselimuti rasa galau menghadapi pemilu. Kontestan pemilu dirugikan terkait pengurangan potensi suara. Penyelenggara pemilu dirugikan terkait stigma negatif menyangkut kinerja lembaganya.

Oleh Ribut Lupiyanto

P

artisipasi memang tidak memengaruhi legitimasi. Akan tetapi, berefek pada kepercayaan publik terhadap hasil pemilu. Golput penting dirunut akarnya hingga dapat ditempuh strategi mengakselerasi partisipasi ke depan. Golput menjadi momok bagi kualitas demokrasi. Partisipasi politik menunjukkan tren mengkhawatirkan selama pemilu pascareformasi. Tingkat partisipasi Pemilu 1999 sebesar 92,74 persen, Pemilu 2004 sebesar 84,07 persen, Pemilu 2009 semakin turun menjadi 70,99 persen, dan membaik pada Pemilu 2014 sebesar 75,11 persen. KPU hanya mampu menargetkan partisipasi Pemilu 2019 sebesar 77,5 persen. Artinya, masih belum ada obsesi melampaui capaian Pemilu 2004. Angka pasti partisipasi Pemilu 2019 masih belum dapat diketahui, mengingat proses rekapitulasi suara belum usai. Konstitusi Indonesia menempatkan partisipasi pemilu sebagai hak bukan kewajiban. Konsekuensinya golput menjadi bagian pilihan abstain yang legal. Golput menjadi tantangan bagi kontestan dan penyelenggara pemilu. Banyak kemungkinan yang menjadi akar penyebab golput. Pertama, golput sebagai ideologi. Beberapa kelompok keagamaan menganggap pemilu sebagai produk demokrasi adalah haram atau najis. Kalangan antidemokrasi ini menjadikan golput sebagai kewajiban ideologis. Jumlah kalangan ini terbatas, tetapi loyal. Perubahan ideologis hampir mustahil dilakukan kecuali langsung melalui instruksi pucuk pimpinannya. Kedua, golput sebagai pilihan idealisme. Pelaku golput jenis ini

tidak memiliki identitas komunal, tetapi lebih bersifat individual. Hak memilih dikorbankan lantaran ketidaksesuaiannya dengan dinamika politik dan tingkah polah kontestan. Generalisasi kerap dilakukan dengan menilai politik kotor, semua parpol korup, semua caleg melakukan politik uang, dan lainnya. Kalangan ini mendominasi pelaku golput karena lebih aktif menyatakan kekecewaan dan menginformasikan aib politik kepada publik. Mereka umumnya terjangkit apatisme dan apolitisme. Ketiga, golput karena administratif. Administrasi kepemiluan selalu menghadapi permasalahan kompleks. Daftar pemilih pemilu tidak pernah beres dan

terus berada pada posisi darurat. Karut-marut disebabkan validitas data yang rendah. Problem data terletak pada data ganda, masih tercantumnya penduduk meninggal, terdaftarnya TNI/Polri, nama tidak dikenal dan alamat tidak jelas, pemilih yang tidak ada pemilik atau tidak sesuai informasinya (ghost voters), serta warga yang belum terdaftar. Ketidakvalidan daftar pemilih memicu peningkatan angka golput. Padahal, pemilih itu memang tidak ada. Warga yang tidak terdaftar juga terpaksa melakukan golput. Keempat, golput akibat buta politik. Pelaku golput ini tidak memahami urgensi politik dan tidak mau tahu terhadap politik. Seorang penyair Jerman bernama

Tanggung jawab menekan golput sebagai penghalang partisipasi politik berada di pundak semua komponen. Kontestan pemilu penting ambil bagian sekaligus dalam rangka menambah suara. Penyelenggara pemilu mesti bertanggung jawab demi membuktikan kinerjanya. Pemerintah juga penting membantu demi penguatan legitimasi dan kepercayaan publik dalam pembangunan. Sinergisme antarpihak akan memudahkan pencapaian partisipasi pemilu dan kontestasi demokrasi lain ke depannya.

Bertolt Brecht mengatakan bahwa buta yang terburuk adalah buta politik, dia tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahwa biaya hidup, harga kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat, semua tergantung pada keputusan politik. Kelima, golput karena situasi dan kondisi. Situasi dan kondisi yang paling menentukan adalah saat hari pemungutan suara. Pelaku golput ini kebanyakan warga yang sedang melakukan mobilitas antartempat. Regulasi mengatur perpindahan tempat pemungutan suara (TPS) dengan birokrasi berbelit, seperti harus meminta formulir pindah. Hal ini akan sulit dilakukan bagi mereka yang bepergian mendadak atau malas mengurus perpindahan TPS. Politik di Indonesia secara strategis mengandung dua unsur, yaitu kepemimpinan nasional dan partisipasi masyarakat (Lemhanas, 1975). Pemilu merupakan agenda suksesi politik yang akan menentukan nasib bangsa ke depan. Perubahan mustahil akan terwujud tanpa adanya semangat demokratisasi melalui partisipasi masyarakat. Persepsi politik masyarakat di negara berkembang cenderung dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan penduduk, pendidikan, jenis kelamin, unsur primordial daerah, dan perbedaan nilai-nilai tradisional (Rush, 1983). Rachmawati (2003) mengemukakan partisipasi memiliki empat level, yaitu berbagi informasi (information sharing), konsultasi (consultation), pembuatan keputusan (desicion making), serta memprakarsai tindakan (initiating action). Partisipasi yang ideal merupakan proses kontinu. Pemberdayaan politik mesti diimplementasikan mulai dari pra, saat, dan pasca-pemilu secara berkelanjutan. Golput menjadi tantangan yang mesti ditekan demi peningkatan partisipasi. Golput dapat ditekan melalui pendidikan politik, akomodasi regulasi, dan perbaikan administrasi data. Pendekatan spesifik penting dibedakan sesuai akar golput di atas. Penekanan angka golput juga hendaknya ber-

Stabilitas Harga Sembako pada Bulan Ramadhan HARGA kebutuhan pokok mulai merangkak naik sejak memasuki bulan Ramadhan. Meski tidak mengalami kenaikan yang drastis, tetapi cenderung menjadi kasus penting yang harus dijaga oleh pemerintah bahkan seluruh lapisan masyarakat. Ditelusuri dari tahun ke tahun, hal ini kerap terjadi meski tidak dalam jumlah besar. Hal tersebut memacu konsentrasi pemerintah agar mampu menangani strategi pengamanan stok dan harga bahan pokok di pasaran. Memasuki minggu kedua puasa, pergerakan harga bahan pokok masih terkendali. Pasokan bahan pokok sering sekali tersendat apabila pasokan bahan mentah mengalami penurunan. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan melakukan banyak upaya sehingga masyarakat tidak mengalami keresahan akibat melonjaknya harga bahan pokok untuk pemenuhan hidup seharihari. Meski tidak bisa dipastikan apakah harga tersebut bisa terkendali menjelang Lebaran. Mengingat berdasarkan data sebelumnya, tingkat inflasi kenaikan harga bahan pokok selalu mencapai harga yang tinggi pada saat puasa, Lebaran, dan tahun baru. Berdasarkan wawancara yang dilakukan di salah satu pasar di Jakarta Utara, sayuran mengalami kenaikan harga sekitar Rp 1.000 -2.000, selain itu bawang

Oleh Christina Ester M. Hutabarat merah, cabai merah keriting juga mengalami kenaikan. Harga timun yang biasanya Rp 8.000 menjadi Rp 10.000. Begitu juga dengan harga tomat yang mengalami kenaikan dari harga biasa. Bahkan, yang lebih drastis adalah kenaikan harga bawang putih. Padahal, harga tersebut masih pada awal bulan puasa, yang mungkin saja masih akan mengalami kenaikan menjelang Lebaran. Meski begitu, pemerintah pun gencar melakukan upaya-upaya untuk menjaga kestabilan pasar penyedia bahan pokok. Pendataan ketersediaan dan stabilitas harga dilakukan secara berkala guna mengantisipasi apabila ada kecurangan yang dilakukan oknum tertentu untuk menekan harga pasar. Upaya penetrasi pasar ke pasar menjelang Lebaran sangat penting dilakukan sehingga bisa dipastikan pasokan kebutuhan pokok masuk dalam kategori aman. Kenaikan harga tidak akan sampai meresahkan masyarakat terkhusus yang ekonominya menengah ke bawah. Berdasarkan Rapat Koordinasi Nasional Barang Kebutuhan Pokok yang diadakan di Bandung pada 20 Maret 2019, dihasilkan lima strategi pengamanan harga bahan pokok selama bulan puasa

dan Lebaran. Pertemuan yang dihadiri oleh pemerintah daerah, instansi terkait, dan juga pelaku usaha barang kebutuhan pokok tersebut mengarahkan bahwa strategi yang mampu dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan, dipertegas oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam Rakornas tersebut bahwa setiap pemerintah daerah harus bekerja sama dan menginstruksikan bahwa pengawasan dan pengamanan yang dilakukan harus mampu meminimalkan keresahan seluruh masyarakat Indonesia terhadap melonjaknya harga bahan pokok. Adapun lima strategi yang dihasilkan pada saat Rakornas ialah: Pertama, pemerintah secara keseluruhan memantau perkembangan harga dan pasokan bahan pokok secara intensif. Kedua, pemerintah harus menjaga kelancaran pendistribusian bahan pokok di setiap pasar yang ada. Ketiga, pemerintah mengidentifikasi jumlah stok bahan pokok yang ada dan mengetahui ketahanannya sehingga dapat diantisipasi dalam hal stok barang. Keempat, pemerintah harus mengawal kelancaran distribusi beras medium Bulog di pasarpasar rakyat secara menyeluruh

sampai ke pelosok Indonesia. Kelima, pemerintah membantu kelancaran rapat koordinasi daerah guna membahas mengenai langkah-langkah dalam menetrasi pasar sepanjang bulan puasa dan Lebaran. Adapun kelima strategi di atas dilakukan agar pemerintah dan masyarakat bersama-sama mampu menjaga kestabilan harga bahan pokok selama bulan puasa dan Lebaran. Pemenuhan stok dan pasokan bahan pokok dilakukan secara berkala dan teratur, sehingga kondisi pasar tetap stabil meskipun ada kenaikan harga yang tidak terlalu tinggi yang tidak dapat dihindarkan. Kelangkaan barang akibat sulitnya bahan pokok, atau bahkan ‘’macetnya’’ pendistribusian dapat segera ditangani dengan bijak oleh oknum yang terlibat termasuk pemerintah dan masyarakat tanpa terkecuali. Kehadiran pemerintah dalam penanganan masalah harga dan pasokan bahan pokok menjadi bukti bahwa pemerintah sangat peduli terhadap masyarakat secara keseluruhan. Sehingga selama bulan puasa dan Lebaran, masyarakat tidak terbebani dengan naiknya harga bahan-bahan pokok di pasaran yang memicu kepanikan dan kericuhan di sana-sini.

sifat prioritatif. Pertama, dengan pendidikan politik. Pendidikan politik dapat dilakukan terhadap pelaku golput karena buta politik dan idealisme. Kalangan buta politik dapat dididik mengenai urgensi politik bagi pembangunan bangsa. Pemahaman juga penting ditanamkan bahwa semua penduduk berkepentingan terhadap politik karena semua urusan negara diselenggarakan melalui kebijakan politik. Kalangan ini dapat didorong untuk aktif memberikan aspirasi agar kepentingannya terakomodasi secara politis. Pelaku golput idealis lebih membutuhkan waktu lama melalui diskusi dan peyakinan. Kontestan politik penting meyakinkan kepada mereka dengan gagasan dan program ke depan. Kalangan ini mesti dicerahkan bahwa tidak sepenuhnya politik kotor dan tidak semua politisi busuk. Mereka dapat memilih yang buruk dari yang paling buruk. Kedua, melalui akomodasi regulasi. Regulasi kepemiluan hendaknya mengedepankan kemudahan demi kepentingan demokrasi. KPU layak mempertimbangkan terobosan pengaturan bahwa pemilih dapat memilih meski belum memiliki e-KTP pada hari pencoblosan. Selain itu juga penting mempermudah syarat pindah lokasi pemilihan TPS. Tanggung jawab menekan golput sebagai penghalang partisipasi politik berada di pundak semua komponen. Kontestan pemilu penting ambil bagian sekaligus dalam rangka menambah suara. Penyelenggara pemilu mesti bertanggung jawab demi membuktikan kinerjanya. Pemerintah juga penting membantu demi penguatan legitimasi dan kepercayaan publik dalam pembangunan. Sinergisme antarpihak akan memudahkan pencapaian partisipasi pemilu dan kontestasi demokrasi lain ke depannya. Penulis, Deputi Direktur Center for Public Capacity Acceleration (C-PubliCA)

POJOK KPU telah menetapkan pasangan JokowiMa’ruf sebagai pemenang Pilpres. - Selamat sukses. *** Jadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum memperkuat persatuan. - Bersatu dalam Pancasila. *** Koster nyatakan masyarakat Bali mendukung kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf. - Rakyat Bali pengemban dan pengamal Pancasila.

Penulis, alumni Pascasarjana ITB dan pegiat sosial

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN Kasus Pelanggaran Pemilu Segera Dilimpahkan ke Pengadilan Rabu Paing, 22 Mei 2019

Tabanan (Bali Post) Dugaan pelanggaran pemilu oleh oknum mantan Ketua KPPS TPS 29 Banjar Pangkung Desa Delod Peken memasuki babak baru. Tim Jaksa Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Tabanan telah menyatakan berkas berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka I Wayan Sarjana sudah lengkap atau P21. Terkait hal itu, penyidik Gakkumdu langsung melakukan penyerahan tahap II tersangka berikut barang bukti, Selasa (21/5) kemarin di gedung Kejari Tabanan. Kejari optimis kasus ini segera dilimpahkan ke pengadilan.

Namun tersangka tidak ditahan lantaran bersedia kooperatif dalam proses penyelesaian perkaranya. Penyerahan tahap II tersangka dan barang bukti tersebut dilakukan sekitar pukul 16.00 Wita oleh penyidik Gakkumdu Tabanan yang terdiri dari unsur Satreskrim Polres Tabanan dan Bawaslu Tabanan. Tidak hanya tersangka, penyidik Gakkumdu juga membawa barang bukti sebuah kotak suara yang dipakai di TPS 29 saat pencoblosan 17 April lalu. Setelah diserahkan, tim Jaksa Pidum Kejari Tabanan lang-

sung memeriksa tersangka dan memeriksa barang bukti yang diserahkan. Kajari Tabanan Ni Wayan Sinaryati mengatakan, dalam pemeriksaan, tersangka mengakui segala perbuatannya dan dan mengaku bersalah. ‘’Mengakui perbuatannya sesuai BAP, namun tidak kami tahan,’’ katanya. Alasan tidak dilakukannya penahanan, karena tersangka dinilai kooperatif dan mengakui perbuatannya. Selain itu, ancaman dari pasal yang diterapkan sesuai UU pemilu tersebut kurang dari lima tahun. Meski demikian, pihaknya

tetap melakukan pengawasan terhadap tersangka. Setelah pelimpahan tahap 2, selanjutnya akan dilakukan pelimpahan ke Pengadilan Negeri Tabanan untuk dilakukan penjadwalan sidang. ‘’Pelimpahan kami lakukan besok (hari-ini) dan kemungkinan pengadilan juga segera menentukan jadwal sidang,’’ tegasnya. (kmb28) PENYERAHAN Proses penyerahan tersangka dan barang bukti kasus pelanggaran pemilu.

PMI Kekurangan 500 Kantong Darah Per Tahun

Bali Post/bit

Tabanan (Bali Post) -

Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Tabanan mengalami kekurangan rata-rata sekitar 500 kantong darah per tahun. Persediaan kantong darah di PMI belum mampu memenuhi kebutuhan tiap tahunnya yang sebanyak 6.000 kantong darah. ‘’Kekurangan kami ambil di RS Sanglah maupun di RS Badung, karena di dua lokasi tersebut banyak dari hotel biasanya serangkaian hari ulang tahun ada kegiatan donor darah,’’ kata Kepala UTD PMI Tabanan dr. I Nyoman Gede Sumardika, Selasa (21/5) kemarin.

Bali Post/bit

PMI - Ketua PMI Tabanan Komang Gede Sanjaya saat menerima bantuan mobil donor darah di areal parkir BRSUD Tabanan.

Sumardika yang didampingi Dirut BRSUD Tabanan dr. I Nyoman Susila menjelaskan, kebutuhan darah di Kabupaten Tabanan didominasi golongan darah O, B, dan AB. UTD PMI Tabanan terus berupaya membenahi sistem dan kualitas pelayanan. Salah satunya melalui penyelenggaraan donor darah secara mobiling. Apalagi UTD PMI Tabanan mendapatkan dukungan berupa bantuan satu unit mobil donor darah dari Pemerintah Jepang dan Bali melalui Rotary Club yang diserahkan kemarin. ‘’Kalau dulu kegiatan donor darah kita ambil di lapangan, sekarang tidak boleh lagi karena darah sama dengan obat, sehingga produksinya harus ada standar CPOB atau cara pembuatan obat,’’ terangnya. Dengan adanya mobil ini, maka kegiatan donor

Bupati Ajak Masyarakat Tingkatkan Semangat Gotong Royong Tabanan (Bali Post) Gotong royong merupakan bagian dari sistem nilai budaya bangsa Indonesia yang perlu dipelihara dan dilestarikan secara terus-menerus untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan masyarakat. Pentingnya mempertahankan gotong royong ini ditegaskan kembali Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan I Ketut Subrata Suyasa saat membuka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-16 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 di Desa Bongan Kecamatan Tabanan, Selasa (21/5) kemarin. Melalui kegiatan tersebut, Bupati mengajak dan sekaligus menginstruksikan kepada seluruh perangkat desa di Kabupaten Tabanan agar melibatkan seluruh komponen masyarakat di wilayahnya masing-masing melaksanakan gotong royong di bidang kemasyarakatan, ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. Gotong royong dilakukan selama sebulan penuh dengan tujuan mewu-

judkan Tabanan Serasi. Kepala DPMD Tabanan Roemi Liestyowati menyampaikan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan peran aktif masyarakat desa dalam kegiatan pembangunan yang dilaksanakan secara terpadu dengan mengedepankan swadaya gotong-royong masyarakat dengan prinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat. ‘’Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan program KB dengan Kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat dan kerja sama lintas sektor dalam kesatuan gerak PKK, KB dan kesehatan,’’ jelasnya. Sementara itu, terkait pelaksanaan HKG-PKK, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan Nyonya Rai Wahyuni Sanjaya mengatakan, PKK harus dapat menjaga dan merawat situasi yang kondusif di dalam keluarga maupun antarumat. ‘’Diharapkan segenap jajaran Tim Penggerak PKK dapat menjaga suasana kebersamaan dan kegotongroyongan agar agenda kerja pemerintah melalui sejumlah program pembangunannya dapat tercapai,’’ ujarnya. (kmb24)

darah bisa dilakukan lebih steril serta memperkecil kontaminasi darah terhadap risiko penularan infeksi dari donor kepada pasien penerima darah, misalnya sifilis, hepatitis B, hepatitis C, dan HIV. ‘’Mobil donor darah inilah nantinya yang mobiling melalukan kegiatan donor darah, karena di dalamnya lengkap berisi alat-alat yang diperlukan,’’ ucapnya. Sementara kebutuhan darah hingga libur Lebaran masih dalam posisi mencukupi. Ketersediaan darah yang mencukupi ini didasari atas pengalaman tahuntahun sebelumnya, sehingga Sumardika mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan ketersediaan darah selama libur Lebaran. Terlebih jadwal donor darah selalu ada setiap harinya meski sedang bulan puasa.

‘’Meskipun nanti ada kekurangan darah, kami telah memiliki kerja sama jejaring untuk mendapatkan bantuan stok darah,’’ jelasnya. Sementara itu, Ketua PMI Tabanan yang juga Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya mengatakan, bantuan mobil donor darah merupakan salah satu hadiah istimewa tahun ini. Apalagi bantuan datang saat PMI Tabanan tengah mengalami kendala dalam mengoptimalkan donor darah. ‘’Dengan adanya bantuan mobil sehat ini, bisa memperluas gerak PMI. Karena terus terang selama ini ada kendala untuk melakukan kegiatan donor darah. Jadi, dengan mobil ini kita bisa mobile dan lebih maksimal lagi terkait transfusi darah,’’ ucapnya. (kmb28/kmb24)

Vaksinasi Anjing Capai 50 Persen

Bali Post/san

VAKSINASI - Vaksinasi pada anjing. Sampai saat ini, capaian vaksinasi pada anjing di Tabanan telah mencapai 50 persen dari estimasi populasi.

Tabanan (Bali Post) Vaksinasi massal tahun 2019 berlangsung hingga 22 Juni mendatang. Berdasarkan data terakhir, capaian vaksinasi hewan penular rabies (HPR) di Tabanan sebanyak 25.952 ekor yang terdiri dari 25.633 anjing, 315 kucing dan empat monyet. Untuk jumlah anjing yang tervaksin, baru mencapai 50 persen dari estimasi tahun 2019 yang mencapai 55.447 ekor. Diharapkan vaksinasi HPR khususnya anjing bisa mencapai 95 persen dari jumlah estimasi hingga batas waktu pelaksanaan vaksinasi massal. K e p a l a B i d a n g P e t e rnakan Dinas Pertanian Tabanan Wayan Suamba mengatakan, meski target 95 persen tidak tercapai sampai batas waktu tersebut, pihaknya akan melakukan penyisiran anjing yang tidak terjangkau vaksinasi. ‘’Batas waktu ini berlaku untuk vaksinasi massal secara serentak di Bali. Jika pada periode tersebut capaian vaksinasi 95 persen ini tidak tercapai, maka akan dilakukan penyisiran kembali,’’ ujarnya, Selasa (21/5) kemarin. Suamba menyebutkan, jika pada penyisiran tetap tidak tercapai karena tidak ditemukan anjing yang tercecer, maka bisa dikatakan vaksinasi sudah memenuhi

target. ‘’Sebab yang kita pakai target itu kan jumlah estimasi atau perkiraan. Jika saat dilakukan penyisiran tetap tidak ada penambahan jumlah, jadi itulah data nyata populasi anjing di Tabanan,’’ jelasnya. Berdasarkan data, kecamatan yang paling banyak melakukan vaksinasi adalah Kediri sebanyak 4.964 HPR menyusul Pupuan sebanyak 3.848 HPR, Tabanan 3.278 ekor HPR, Selemadeg sebanyak 2.641 HPR, Kerambitan 2.484 HPR, Baturiti 2.444 HPR, Marga 2.178 HPR, Penebel 1.834 HPR, Selemadeg Barat 1.552 HPR dan Selemadeg Timur sebanyak 729 HPR. Selain vaksinasi, kata Suamba, petugas juga melakukan eliminasi. Tindakan eleminasi dilakukan jika ada gigitan HPR yang dicurigai positif di daerah yang belum mendapatkan jadwal vaksinasi atau dari daerah zona merah. Setidaknya ada enam ekor anjing dieliminasi dan diambil sampelnya untuk diperiksa. Sampel berasal dari Desa Delon Peken sebanyak dua sampel dan masing-masing satu sampel dari Desa Banjar Anyar, Desa Cepaka, Desa Beraban dan Desa Jegu (1). Semua sampel yang diambil hasilnya negatif. (kmb24)

Kembangkan Potensi Daerah Melalui Festival Destinasi Wisata Tabanan (Bali Post) Keterbatasan anggaran promosi pariwisata dari APBD mendorong Dinas Pariwisata Tabanan terus mencari celah anggaran ke pemerintah pusat. Sejumlah destinasi wisata pun tengah merancang festival yang rencananya digelar mulai Juni,

seperti Festival Ulundanu dengan menampilkan destinasi terbarunya berupa taman bunga, Festival Jatiluwih dengan proses pembelajaran pertanian, dan yang terbaru Festival Yeh Gangga serta Festival Milinieal melibatkan para generasi muda mengenalkan destinasi wisata kota Garuda Wisnu Serasi. Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I Made Yasa mengatakan, untuk Festival Yeh Gangga baru kedua kalinya digelar. Festival ini ditargetkan berlangsung Juni. ‘’Konsepnya masih dirancang dan rencananya akan melibatkan para nelayan. Intinya, seni

dan budaya serta kuliner akan kita tampilkan di sana,’’ ucapnya, Selasa (21/5) kemarin. Yasa menambahkan, pih a kn y a s e n g a j a m e n d o r o n g adanya kegiatan ini. Selain bertujuan mengangkat potensi Yeh Gangga, juga untuk menegaskan Kabupaten Tabanan bukan hanya sebagai lumbung berasnya Bali. ‘’Kita tidak hanya menghasilkan beras saja, tapi buah-buahan, sayur-sayuran, sampai hasil laut pun kita punya,’’ ungkapnya. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai alternatif memberdayakan masyarakat Yeh Gangga. Selain festival Yeh Gangga,

festival yang baru juga akan digelar yakni Festival Milenial di Garuda Wisnu Serasi. Dikatakan Yasa, anggaran festival ini bersumber dari BKK Badung sebesar Rp 450 juta. ‘’Ada sembilan kali kegiatan yang dilaksanakan, dan itu melibatkan para generasi muda Tabanan untuk menampilkan bakat kesenian yang mereka miliki, baik seni musik, tari, dan lainnya. Kita berikan ruang untuk mereka,’’ terangnya. Dalam Festival Milenial tersebut juga akan diselipkan promosi desa wisata. ‘’Intinya, kita serahkan pada generasi muda memperkenalkan desa

wisata dengan cara mereka, dengan gaya mereka,’’ terangnya. Terkait upaya memperkenalkan sekaligus mengangkat potensi desa wisata di Tabanan, pihaknya berencana membuat buku tentang riwayat desa. Harapannya, buku tersebut akan menjadi acuan untuk diinformasikan atau diceritakan kepada wisatawan yang datang ke desa bersangkutan. ‘’Dari buku tersebut bisa memuat informasi budaya hingga keunikan yang ada di desa bersangkutan. Terkait buku itu, kami sedang jajaki dengan perguruan tinggi maupun lainnya,’’ jelasnya. (kmb28)


BULELENG

8

Rabu Paing, 22 Mei 2019

Undiksha Naikkan ’’Grade’’ D-3 ke D-4

Usung Perguruan Tinggi Biaya Pendidikan Merakyat

BEASISWA BIDIKMISI - Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. (tengah) didampingi Wakil Rektor I Prof. Dr. Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si. (paling kiri) dan Wakil Rektor III (paling kanan) saat foto bersama mahasiswa baru penerima beasiswa Bidikmisi, Senin (20/5) lalu. UNIVERSITAS Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia, memiliki peran strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sejalan dengan hal itu, biaya pendidikan yang ditawarkan cukup merakyat, dengan harapan dapat terjangkau seluruh lapisan masyarakat. Demikian diungkapkan Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. saat meninjau pendaftaran kembali calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun ajaran 2019/2020 di Auditorium Undiksha, Senin (20/5) lalu. Nyoman Jampel mengatakan, Undiksha menawarkan sejumlah beasiswa, mulai Bidikmisi. Tidak tanggung-tanggung, kuota Bidikmisi tahun ini mencapai 688 orang. Rinciannya, 30 persen melalui jalur SNMPTN, 40 persen jalur SBMPTN, 15 persen jalur mandiri penelusuran minat dan bakat, serta 15 persen jalur mandiri melalui Computer Based Testing (CBT). Selain itu, juga ada beasiswa CSR dari institusi/perusahaan, Rektor, PPA, BBM, pemerintah kabupaten, dan lain-lain. Penerimanya pun tersebar di seluruh fakultas, termasuk kedokteran yang setahun baru berdiri. “Kami komitmen menjadikan Undiksha sebagai kampus yang merakyat dan dicintai rakyat. Biaya pendidikan kami tawarkan

terjangkau. Bahkan, cukup banyak ada beasiswa. Khusus beasiswa Bidikmisi, kami usulkan sebanyak-banyaknya ke pusat,” katanya. Seleksi beasiswa itu kata Prof. Jempel, tidak dilakukan sembarangan. Namun, tetap mengacu pada persyaratan yang ada, yakni mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi. Ini pun dilakukan evaluasi secara berkelanjutan. “Kalau ada penerima yang tidak sesuai persyaratan, maka akan langsung dicabut dan diminta mengembalikan. Kami berharap data yang disampaikan itu benarbenar sesuai dengan kondisi riil,” jelasnya. Tak hanya itu, penerima juga dituntut menunjukkan kemampuan akademik maupun non-akademik selama mengenyam pendidikan di kampus seribu jendela ini. Harus ada kelebihan dari mahasiswa lain. Hal ini telah ditegaskan kepada sejumlah pendaftar SNMPTN. “Lulus juga harus tepat waktu. Kalau bisa sebelum delapan semester. Banyak yang bisa seperti ini,” imbuhnya. Sementara itu, dari Fakultas Kedokteran (FK), Julianus Bramega Yuwono menjadi penerima beasiswa Bidikmisi. Ia merupakan anak yatim mengaku sangat berkeinginan menjadi dokter sejak kecil. “Sangat senang karena bisa kuliah dengan beasiswa Bidikmisi,” ucapnya. Keberadaan beasiswa Bidikmisi itu memang disambut positif oleh penerima. Mahasiswa penerima

beasiswa Bidikmisi Putu Mega Ulia Dani dari Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng itu lolos SNMPTN Prodi Sosiologi. Bantuan itu dikatakan dapat meringankan beban orangtuanya yang hanya sebagai petani. “Dengan beasiswa ini, saya jadi bisa kuliah,” ujarnya. Hal serupa juga diutarakan ayahnya, Made Sucita. “Kalau tidak ada beasiswa ini, mungkin anak saya tidak bisa kuliah. Sebab, penghasilan saya tidak menentu bekerja sebagai petani,” katanya. Universitas terbesar di Bali Utara ini menawarkan 62 program studi terdiri dari S-1 dan D-3 yang tersebar di delapan fakultas, yakni Bahasa dan Seni, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Fakultas Teknik dan Kejuruan, Fakultas MIPA, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Kedokteran. Pada tahun ajaran 2019/2020, jalur penerimaan yang masih dibuka, yakni mandiri melalui CBT. Pendaftarannya dari 17 Juni sampai 17 Juli mendatang. Sesuai Permenristekdikti No. 54 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Program Diploma Dalam Sistem Terbuka Pada Perguruan Tinggi, Undiksha akan meningkatkan grade D-3 ke D-4. Ada sembilan prodi yang masuk sebagai sasaran, yakni Kebidanan, D-3 Bahasa Inggris, Akuntansi, Analis Kimia, Budi Daya Kelautan, Manajemen Informatika, Teknik Elektronika, Desain Komunikasi Visual, dan Perhotelan. Seluruhnya telah terakreditasi B. Nantinya, jika mahasiswa yang awalnya memilih menempuh D-4, namun bisa menyelesaikan tiga tahun, ia tidak masuk drop out. Tetapi kelulusannya diberikan jenjang D-3. Demikian juga jika hanya bisa mengikuti dua tahun, diberikan D-2. Kecuali untuk Prodi Kebidanan, memiliki aturan baku. Mereka tetap harus D-3 atau D-4. Tidak hanya itu terobosan-terobosan dilakukan. Undiksha juga merencanakan pembentukan Fakultas Sains Terapan/ Vokasi. Melalui kekhususan itu, lulusan nantinya diharapkan memiliki daya saing tinggi. (ad802)

Bali Post/kmb38

PENCARIAN NELAYAN – Personel SAR dan Polair Polres Buleleng melakukan operasi pencarian nelayan hilang saat melaut di Pantai Penuktukan, Kecamatan Tejakula, Senin (20/5) lalu.

Hanya Perahu Ditemukan di Tengah Laut

Nelayan Desa Penuktukan Belum Ditemukan

Singaraja (Bali Post) –

Belum tuntas pencarian nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Gunung Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, kasus yang nyaris sama terulang setelah seorang nelayan hilang ketika melaut. Nelayan itu diketahui bernama Ketut Suwiana (51). Dia tercatat sebagai anggota KUB Widya Mina Karya Sejahtra, Desa Penuktukan, Tejakula. Korban tidak kembali pulang ke rumahnya, setelah hanya perahunya ditemukan di tengah laut Senin (20/5) lalu sekitar pukul 14.00 Wita. Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyebutkan, korban dilaporkan hilang oleh keluarganya. Sebelum dilaporkan hilang, dia berangkat menangkap ikan di laut bersama anaknya Made Ardiaman (25). Namun menggunakan perahu sendirisendiri dan berangkat melaut sekitar pukul 04.00 Wita dini hari. Seharusnya, korban siang itu sudah kembali. Namun sampai siang, tidak kunjung kembali ke rumahnya. Kabar hilanggnya korban setelah anaknya menemukan perahu yang biasanya digunakan bapaknya menangkap ikan di tengah laut. Perahu saja berikut perlengkapan menangkap ikan. Selanjutnya, anaknya membawa perahu itu ke darat. Mendapat informasi

ayahnya hilang, anaknya itu bersama rekan-rekan sesama nelayan berusaha terus mencari. Namun, sampai kemarin, keberadaan korban itu belum ditemukan. Kejadian ini juga langsung dilaporkan ke aparat desa, dan anggota Polisi Perairan (Polair) Polres Buleleng. Kapolsek Tejakula AKP I Wayan Sartika seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan menerima laporan nelayan hilang tersebut. Sartika mengatakan dari keterangan sementara yang dihimpun, disebutkan korban bersama anaknya pergi menangkap ikan di lokasi rumah ikan (rumpun -red) yang ada di tengah laut. Keduanya berangkat sekitar pukul 04.00 dini hari. Korban meng-

gunakan perahu sendiri. Demikian juga anaknya naik perahu sendirian. Setelah beberapa saat mancing, korban berpamitan pulang lebih awal. Tanpa curiga, anaknya mempersilakan korban mendahului pulang. Perahu Tak Bertuan Setelah siang hari, anaknya kembali ke daratan. Dalam perjalanan pulang tidak sengaja menemukan perahu tidak bertuan di tengah laut. Setelah didekati, ternyata perahu itu milik korban. Menemukan perahu itu, anaknya kemudian berusaha mencari bersama rekan sesama nelayan. Hingga Selasa (21/5) kemarin, korban belum juga ditemukan dan dinyatakan hilang. “Pencarian awal dan

berkoordinasi dengan Pos SAR Buleleng. Informasi awal korban melaut bersama orangtuanya. Namun masingmasing memakai perahunya sendiri. Diduga korban terpisah dan tidak diketahui apa penyebab korban tidak ditemukan hingga dilaporkan hilang,” tegasnya. Kepala Pos SAR Buleleng Dewa Hendri mengatakan, setelah mendapatkan laporan kejadian, pihaknya bersama anggota Polair, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng melakukan operasi pencarian. Pencarian didesain sesuai standar operasional prosedur (SOP). Operasi pencarian itu dilakukan selama tujuh hari setelah kejadian dilaporkan. Pada hari pertama, pencarian menyisir koordinat penemuan perahu milik korban. “Pada hari pertama ini, kami menyisir koordinat penemuan perahu milik korban itu. Operasi pencarian lanjutan, kami akan evaluasi lebih dulu ke mana idealnya dicari,” tegasnya. (kmb38)

Diduga Lupa Matikan Dupa, Kamar Suci Terbakar

Bali Post/ist

KAMAR SUCI TERBAKAR – Diduga karena bekas api dua yang lupa dimatikan, bangunan kamar suci milik Nengah Arya (75), warga Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, terbakar Senin (21/5) malam.

Singaraja (Bali Post) – Kamar yang difungsikan sebagai tempat bersembahyang (kamar suci -red), ditemukan terbakar Senin (21/5) malam lalu sekitar pukul 20.00 Wita. Diduga percikan api dupa sebagai memicu kebakaran di ruang kamar berukuran sekitar 3 x 3 meter itu. Ditengarai, dupa lupa dimatikan seusai proses persembahyangan. Kapolsek Seririt Kompol I Wayan Suka seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Selasa (21/5) kemarin, membenarkan menerima laporan kejadian kebakaran itu. Wayan Suka mengatakan, sebelum kejadian, pemilik rumah Nengah Arya (75) yang meru-

pakan warga Banjar Dinas Tengah, Desa Lokapaksa, Seririt itu bersama anaknya Luh Putu Sumariati (24) sedang beristirahat. Bapaknya, tidur di kamar terpisah dengan bangunan rumah induknya itu. Sedangkan anaknya Sumariati tidur di kamar rumah utama yang berbatasan dengan kamar sucinya. Saat terlelap tidur, anaknya merasakan hawa panas. Curiga dengan situasi itu, Sumariati kemudian keluar dengan cepat. Betapa kagetnya karena sudah menemukan api membakar plafon ruang kamar sucinya. Dari kejadian itu, saksi kemudian berteriak, “Ada kebakaran”, sehingga warga

keluar rumah dan membantu memadamkan api itu secara spontan. Khawatir api bertambah besar, warga meminta bantuan pemadaman dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng. Beberapa saat kemudian, satu unit mobil pemadam dari Pos Pemadam Kebakaran Tangguwisia tiba di lokasi kejadian. Sekitar satu jam kemudian, api berhasil dipadamkan. “Pemilik rumah sudah lanjut usia. Beruntung anaknya yang tidur di dalam mengetahui plafon kamar sucinya itu terbakar, sehingga pemadam bersama anggota polisi melakukan pemadaman. Dan syukur api tidak sampai merembet ke bangunan lainnya,” katanya.

Terkait penyebab kebakaran itu, Wayan Suka mengatakan, berdasarkan keterangan pemilik rumah dan pemeriksaan di lokasi kejadian, kamar suci itu terbakar karena adanya percikan api yang berasal dari api dupa bekas sembahyang yang lupa dimatikan. Dari kejadian ini, pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian Rp 6 juta. “Kayaknya 95 persen penyebabnya dari api dupa di ruang kamar suci itu. Ini karena keterangan pemilik rumah dan saksi sempat sembahyang di sana, sehingga kemungkinan api dupa itu merembet dan memicu terjadinya kebakaran,” jelasnya. (kmb38)

Kenaikan NJOP 1.000 Persen agar Dikaji Ulang

Wajib Pajak Bayar PBB P2 dari Rp 130 Ribu Meroket Jadi Rp 1,3 Juta Kebijakan kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) oleh Pemkab Buleleng belakangan ini mulai memicu kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan baik di pedesaan maupun perkotaan (PBB P2). Akibat kebijakan ini, wajib pajak (WP) terutama dari kalangan petani sangat keberatan. Dikhawatirkan hal itu memicu sikap putus asa para WP dan kemudian mereka nekat tidak membayar PBB P2. Ujungujungnya capaian target menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa saja tidak tercapai sesuai harapan. Bagaimanakah atensi Bupati terkait ada ancaman warga tidak akan membayar pajak karena pajak melesat naik? MENYUSUL keberatan kenaikan PBB P2 itu, perbekel mulai turun tangan menyampaikan aspirasi kepada para WP di daerahnya. Salah satunya dilakukan Perbekel Desa Tamblang, Kubutambahan, Nengah Sudarsana. Di sela-sela peringatan Hari Kearsipan yang ke-48 tahun 2019 di Lovina, Selasa (21/5) kemarin, Sudarsana mengatakan sejak pihaknya membagikan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) banyak WP yang

mengaku keberatan setelah mengetahui tarif PBB P2 harus dilunasi lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Dia mencontohkan, ada petani yang sebelumnya membayar PBB P2 Rp 130.000, sekarang pajaknya naik menjadi Rp 1,3 juta. Ini karena perhitungan NJOP naik antara 400 sampai 1.000 persen. Atas fakta ini, dirinya banyak menerima pengaduan warga kalau para WP akibat pajak melesat tinggi, tidak akan melunasi PBB.

“Warga kami dan WP lainnya keberatan karena PBB P2 membengkak lantaran terjadi kenaikan NJOP sangat drastis. Warga tidak saja keberatan, tetapi ada ancaman dari mereka tidak mau membayar pajak. Sebab faktanya tidak sesuai penghasilan objek tanah warga dengan nilai pembayaran pajak itu,” katanya. Kebijakan kenaikan NJOP oleh pemerintah daerah bersama DPRD Buleleng itu, kata Sudarsana, semangatnya semata-mata meningkatkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terhadap hal itu, pihaknya sendiri setuju. Akan tetapi, terkait pertimbangan pemerintah menaikkan NJOP dinilai seperti dipukul rata. Dia mencontohkan, ada tanah di pinggir jalan nasional dan tidak produktif. Kebetulan di lokasi itu ada bangunan akomodasi wisata. Kemudian PBB yang wajib dibayar oleh pemilik tanah itu menyamai PBB yang dibayar pemilik akomodasi wisata tersebut. Terhadap masalah ini, pihaknya mengusulkan perlu

ada solusi untuk tidak memperlakukan sama semua kepada objek pajak. Untuk itu, Sudarsana mengusulkan agar pemerintah mengevaluasi penetapan NJOP ini. Langkah ini penting diambil agar WP tidak dirugikan. Apalagi sampai tidak mau membayar PBB P2. Kalau itu sampai terjadi, pihaknya pesimis target pemerintah dan DPRD yang ingin menaikkan pajak untuk meningkatkan PAD itu tidak akan tercapai. Ketika terjadi transaksi jual beli saja, pemerintah baru bisa memungut pajak sesuai NJOP yang terbaru itu. “Harusnya penetuan NJOP dievaluasi, bisa saja WP yang keberatan ini tidak mau bayar pajak. Kalau ini terjadi target kenaikan PAD yang diinginkan akan sulit dicapai,” jelasnya. Menanggapi keberatan kenaikan PBB P2, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) mengatakan, kenaikan PBB tahun ini memang memberatkan. Sebenarnya, penghitungan NJOP berdasarkan blok lokasi objek pajak. Hal

itu dihitung oleh tim appraisal Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN). Sudah pasti hal itu dianggap sudah baik dan jauh lebih baik dibandingkan sistem zona seperti penghitungan NJOP tahun sebelumnya. Terhadap keberatan yang diajukan WP, pemerintah daerah menyiapkan tim untuk mengkaji hal itu. Kalau nantinya dipandang realistis, WP tidak bisa melunasi pajak, tentu pemerintah mengambil keputusan ada keringanan pajak. Untuk itu, pihaknya mempersilakan WP melakukan keberatannya. Di sisi lain untuk SPPT yang nilai pajaknya sudah sesuai, Bupati meminta agar dilunasi sebelum jatuh tempo. “Kenaikan PBB ini sudah menjadi kebijakan. Kalau sudah sesuai saya harapkan pajaknya dilunasi. Seperti saya PBB-nya juga naik dari sebelumnya. Kalau yang mengajukan keberatan silakan ajukan, kami akan melakukan kajian sebelum nanti diputuskan,” katanya. (mud)

Putu Agus Suradnyana

Bali Post/kmb38


Rabu Paing, 22 Mei 2019

GIANYAR

9

Kawal Pengumuman Hasil Pemilu

Polres Siaga Satu

Gianyar (Bali Post) Jajaran kepolisian kini menerapkan siaga satu. Hal ini diterapkan serangkaian Operasi Mantap Brata Agung 2019 serangkaian pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU-RI. “Sesuai TR dari Mabes Polri, selama Operasi Mantap Brata Agung 2019 ini kita melakukan siaga satu. Itu terhitung dari tanggal 21 sampai 25 Mei 2019,” ujar Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo, Selasa (21/5) kemarin. Priyanto Priyo Hutomo menambahkan, siaga satu ini bertujuan agar semua personel standby on call jika ada kegiatan konvergensi yang membutuhkan gerakan personel secara cepat. “Untuk itu, kita semua sudah siap. Apalagi tadi malam sudah rekapitulasi perolehan suara nasional di tingkat KPURI,” katanya. Selain itu, pihaknya juga menunggu 3 kali 24 jam untuk gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), hingga nanti proses penetapan KPU presiden terpilih pada 24 Mei 2019. “Gugatan ke MK kita menunggu ada yang mendaftar atau tidak. Intinya,

kita di sini standby 24 jam. Apabila tidak ada tentu akan dilanjutkan dengan penetapan presiden terpilih,” katanya. Priyanto Priyo Hutomo menambahkan, selama operasi ini pihaknya mengerahkan 1.100 lebih personel. Semua personel tersebut standby di Mapolres Gianyar, serta untuk pengamanan kotak suara di gudang KPU. “Yang jadi atensi tetap pengamanan kotak suara, meskipun itu sudah selesai dihitung. Namun tetap kita jaga karena kita masih menunggu jika ada gugatan MK,” jelasnya. Priyanto Priyo Hutomo menegaskan, pihaknya juga rutin melakukan komunikasi dengan pimpinan partai politik. Mereka diimbau agar menghormati ketentuan hukum yang berlaku. “Karena kita negara demokrasi, kalau ada sesuatu kurang pas atau gugatan, silakan lewat jalur hukum. Jangan menggunakan masyarakat melakukan demo karena itu tidak memberikan solusi. Mencari solusi harus melalui jalur hukum,” tegasnya. Priyanto Priyo Hutomo menambahkan, pihaknya juga melakukan antisipasi serangan teroris yang diduga hendak memanfaatkan momen pemilu ini. Namun untuk deteksi dini, dipastikan wilayah Gianyar kondusif dari dugaan serangan teroris. “Sudah ada tim Kapolda yang melakukan kegiatan deteksi. Hasil deteksi dini, wilayah Gianyar masih kondusif. Pengamanan objek wisata juga masih standar,” ujarnya. (kmb35)

AKBP Priyanto Priyo Hutomo

Bali Post/kmb35

Sikapi Isu ’’People Power’’ di Jakarta

Dewan Alihkan Kunker ke Banyuwangi dan DIY Gianyar (Bali Post) Mencuatnya isu people power yang digelar di Jakarta, Rabu (22/5) hari ini, ternyata berdampak terhadap bergesernya kunjungan kerja (kunker) kalangan anggota DPRD Gianyar. Lantaran khawatir terjadi insiden yang tak terduga, para wakil rakyat ini memilih menggeser agenda kunker ke Banyuwangi dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kunker selama empat hari tersebut merupakan yang ketiga kali dari agenda empat kali kunker bulan ini. Informasi yang dihimpun Bali Post, Selasa (21/5) kemarin, kunker DPRD Gianyar itu dijadwalkan dari tanggal 22 Mei hingga 25 Mei ke Jakarta. Namun karena mencuat isu terjadi pengerahan massa di Jakarta serangkaian pengumuman KPU terkait pilpres, sehingga para wakil rakyat ini menggeser lokasi kunker. Kunker lembaga ini akhirnya dipecah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama, 31 anggota DPRD Gianyar didampingi Sekretaris DPRD Gianyar I Wayan Arthana mengadakan kunker dengan lokasi Kantor DPRD Situbondo dan Kantor DPRD Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mulai tanggal 20 Mei sampai 23 Mei. Kelompok kedua, sembilan anggota DPRD Gianyar melakukan kunker ke Kantor DPRD Ka-

bupaten Gunung Kidul dan Kantor DPRD Kabupaten Bantul, DIY yang berlangsung dari tanggal 22 Mei hingga 25 Mei. Dikonfirmasi Selasa (21/5) kemarin, anggota DPRD Gianyar I Nyoman Artawa mengakui adanya keresahan sejumlah kalangan anggota dewan apabila tetap meneruskan agenda kunker ke Jakarta. Sehingga dalam rapat diputuskan untuk menggeser lokasi kunker anggota DPRD Gianyar tersebut. ‘’Sejumlah rekan merasa waswas. Misalnya, tidak bisa sampai ke tempat kunker karena ada demo, atau kekhawatiran lainnya,’’ kata anggota DPRD Gianyar yang memperoleh agenda kunker ke DIY itu. Sekretaris DPRD Gianyar I Wayan Arthana membenarkan terjadinya perubahan tujuan kunker dari agenda sebelumnya ke Jakarta menjadi ke Banyuwangi dan DIY. Namun, ia membantah jika perubahan itu karena khawatir dengan isu people power yang mencuat di Jakarta. ‘’Tidak ada hubungannya dengan people power di Jakarta. Agenda ini sudah dirubah sejak lama menjadi ke Banyuwangi dan DIY. Pertama, karena ada tamu pada tanggal 23 Mei dan ada rapat pada tanggal 24 Mei, sehingga dewan mencari lokasi kunker yang dekat,’’ katanya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

SEPI - Pasar murah dengan menggunakan mobil boks di areal parkir Pasar Umum Blahbatuh yang tampak sepi pembeli, Selasa (21/5) kemarin.

Pasar Murah Sepi Pembeli

Gianyar (Bali Post) Pasar murah yang digelar Dinas Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Gianyar di Pasar Umum Blahbatuh, Selasa (21/5) kemarin, tampak sepi pembeli. Sejumlah pengunjung pasar lebih memilih berbelanja ke pedagang di pasar umum dengan harga yang sama dan kualitas barang lebih baik. Ni Made Yanti yang berkunjung ke Pasar Umum Blahbatuh, Selasa kemarin, mengaku lebih memilih berbelanja ke pedagang di pasar umum untuk memenuhi kebutuhan dapur. Ia mencontohkan harga beras di pedagang pasar umum hanya berbeda

sedikit dengan pasar murah, namun kualitasnya lebih baik. “Kalau di pasar murah, harga beras sekitar Rp 8.000 lebih, tapi itu harus beli lima kilogram. Selain itu, saya lihat berasnya agak kotor. Sementara pedagang di pasar umum menjual 10.000 ribu per kilogram. Berasnya bagus, dan saya bisa beli tiga kilogram saja,” katanya. Ia juga mengeluhkan selisih harga minyak di pasar murah yang menggunakan mobil boks itu dengan pedagang Pasar Umum. Dikatakan, di pedagang Pasar Umum Blahbatuh ia biasa membeli minyak seharga Rp 11.000 dengan merek yang

sudah dikenal. Sementara di pasar murah, harga minyak yang Rp 10.000, namun mereknya tidak dikenal. “Jadi, saya lebih memilih membeli merek minyak yang biasa dipakai di rumah saja. Harganya juga selisih sedikit,” katanya. Pedagang di Pasar Umum Blahbatuh, Ni Wayan Sedana, mengaku awalnya sempat khawatir dengan keberadaan pasar murah yang datang setiap hari raya di areal parkir Pasar Umum Blahbatuh. “Sempat khawatir tidak ada yang belanja di toko saya. Namun, ternyata tidak begitu,” katanya. Menurutnya, harga

produk-produk yang ditawarkan di pasar murah tidak jauh berbeda dengan harga produk yang dijualnya. Ia mencontohkan harga telur ayam yang di tokonya dijual Rp 1.500 per butir, harga tersebut sama dengan yang dijual di pasar murah. “Harganya sama. Menurut pembeli, telur di toko saya kelihatan lebih besar,” ujarnya. Pantauan di areal parkir Pasar Umum Blahbatuh terlihat pasar murah yang menggunakan mobil boks itu dijaga oleh sejumlah petugas berseragam ASN. Mereka berjualan sejak pukul 08.00 Wita. Namun sekitar pukul 09.00 Wita, sejumlah barang

di dalam mobil boks yang terbuka itu nampak masih utuh. Memasuki pukul 10.00 Wita, pasar murah sudah ditutup oleh petugas yang berjaga. Seperti diberitakan sebelumnya, pada Bulan Ramadhan ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar bekerja sama dengan Perum Bulog Provinsi Bali menggelar pasar murah secara bergiliran di tiga pasar umum di Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini diawali di Pasar Umum Sukawati Jumat (17/5), dilanjutkan di Pasar umum Gianyar Senin (20/5), dan di Pasar umum Blahbatuh digelar Selasa (21/5) kemarin. (kmb35)

Kasus Gugatan Rp 2,9 Miliar Dimediasi

Peternak Pindahkan Babi ke Kandang Lama

Gianyar (Bali Post) Kasus gugatan pihak hotel sebesar Rp 2,9 miliar terhadap seorang peternak di Desa Buahan, Kecamatan Payangan kembali dimediasi. Hasil mediasi itu, I Nyoman Suastawa akhirnya bersedia memindahkan babi miliknya dari kandang yang dikeluhkan oleh pihak hotel, Senin (20/5) sore. Sementara kandang yang bersebelahan dengan restoran hotel ini rencananya akan dibongkar dalam waktu dekat. Menurut I Nyoman Suastawa, dua ekor ternak babi miliknya sudah dipindah ke kandang lama yang jaraknya sekitar 80 meter dari kandang yang dipermasalahkan oleh pihak hotel. Pemindahan ternak babi dilakukan Senin sore. Selasa kemarin kandang tersebut sudah bersih. “Pemindahan babinya sudah dilakukan Senin sekitar pukul 15.00 Wita. Kandang sudah dibersihkan sambil menunggu tindak lanjut dari pihak hotel. Saya pastikan kandang juga segera akan dibongkar,” ujar Suastawa, Senin (21/5) kemarin. Peternak yang juga mantan Bendesa Adat Buahan ini menambahkan, di lahan yang dekat dengan restoran

itu tidak akan lagi dibangun kandang. Namun lahan itu akan tetap dimanfaatkan dengan ditanami pohon pisang. Disinggung terkait dana kompensasi dari pihak hotel untuk pemindahan kandang sesuai hasil mediasi, ia mengaku belum menerima. “Memang kesepakatan awalnya seperti itu. Tapi belum penandatanganan surat kesepakatan karena masih menunggu info dari pihak hotel,” paparnya. Dikonfirmasi terpisah, kuasa hukum PT Nandini Bali Gede Masa mengatakan, pemilik PT Nandini sedang berada di luar Bali. Sehingga ia belum sempat berkoordinasi dengan kliennya tersebut. “Ka-

Bali Post/kmb35

KANDANG - Warga mengecek kandang milik I Nyoman Suastawa yang sudah dikosongkan, Selasa (21/5) kemarin. lau sudah dipindahkan dan akan dibongkar, itu kan bagus. Karena itu memang harapan kita, secepatnya juga kita akan cabut gugatan,” ungkapnya.

Disinggung dengan dana kompensasi yang akan diberikan kepada Nyoman Suastawa, ia juga masih menunggu kepastian dari pemilik PT Nandini. “Ter-

masuk dana pemindahan itu juga pasti ada. Tapi masih menunggu owner-nya datang. Sesuai kesepakatan kemarin, kan sekitar Rp 2,5 juta,” tegasnya. (kmb35)

Remaja Diajak Cegah ”Stunting”

Bali Post/kmb35

SOSIALISASI - Suasana forum sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat di Hotel Gianyar, Selasa (21/5) kemarin.

Gianyar (Bali Post) Ratusan remaja Gianyar dari 10 desa stunting ikuti forum sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat (Genbest) di Hotel Gianyar, Selasa (21/5) kemarin. Para remaja diajak untuk mencegah stunting dengan cara aktif mengkampanyekan pola hidup bersih dan sehat. Acara yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini mengedukasi para remaja agar lebih siap menata masa depan. Sebab, pengetahuan cukup pada remaja dan orangtua mengenai stunting menjadi kunci keberhasilan kampanye

penurunan prevalensi stunting. “Kepedulian keluarga dan komunitas sangat penting karena hal tersebut menjadi sumber referensi perilaku kesehatan seseorang,” ujar Kepala Sub Direktorat Informasi dan Komunikasi Kesehatan Marroli J. Indarto di sela-sela sosialisasi. Berdasarkan data tahun 2013, Kabupaten Gianyar menjadi salah satu dari 160 kabupaten/kota se-Indonesia yang masuk prioritas nasional penanganan stunting. Sepuluh desa itu yakni Desa Lebih, Siangan, Sanding, Manukaya, Lodtunduh, Singakerta, Kedisan, Pupuan, Taro, dan Bresela. Secara nasional, kata Marroli J. Indarto, tingkat preva-

lensi stunting tahun 2013 tercatat 37,2 persen. Berbagai upaya telah dilakukan, hingga tahun 2018 menurun jadi 30,8 persen. Meski turun, angka ini masih tinggi karena tiga dari 10 balita di Indonesia masih mengalami stunting. Maka dari itu, sosialisasi stunting gencar dilakukan. Terlebih tahun 2030 mendatang Indonesia menghadapi bonus demografi yang 68 persen penyangga ekonomi adalah usia produktif yang lahir saat ini. Sebagai pencegahan, masyarakat diimbau agar memenuhi asupan gizi anak mulai sejak dalam kandungan. “Terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan. Yaitu sejak janin hingga anak berusia 24 bulan. Asupan gizi

harus cukup dan tersedia sanitasi dan air bersih,” jelasnya. Marroli J. Indarto menggugah para kepala desa agar mengalokasikan dana desa untuk pencegahan stunting. “Masyarakat juga kami gugah agar peduli, pahami dan partisipasi untuk membantu pencegahan stunting,” ujarnya. Sementara itu, Asisten Administrasi dan Pemerintahan Kabupaten Gianyar Wayan Sudamia mengatakan, data 10 desa stunting di Gianyar telah dicek by name by addres. “Datanya seperti itu. Tapi setelah kita terjun ke lapangan, tidak menemukan adanya stunting. Tahun 2018, Diskes juga kembali melakukan survei, kondisi stunting hanya ditemukan di Blahbatuh,” jelasnya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Rabu Paing, 22 Mei 2019

Lima Warga Digigit Anjing Rabies

Empat Orang Sudah Diberikan VAR, Satu Lagi Masih Ditelusuri seekor sapi. Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Putu Suasta ditemui Selasa (21/5) kemarin mengungkapkan, dari koordinasi dengan Keswan-Kesmavet dilakukan penelusuran warga yang tergigit anjing positif rabies itu. Namun dari lima orang yang diketahui tergigit anjing itu, baru empat orang yang ditemukan dan langsung diberikan Vaksin Anti-Rabies (VAR). Sementara satu orang perempuan yang diduga dari Desa Banyubiru Kecamatan Negara masih ditelusuri. ‘’Kita masih telusuri, sampai sekarang belum ketemu. Kami berharap juga kalau ada warga yang mengetahui agar diin-

DITELUSURI – Petugas dari Diskes Jembrana menelusuri warga Banyubiru yang mengalami gigitan anjing positif rabies.

formasikan ke desa,’’ tandas Suasta. Petugas kesulitan melacak lantaran informasi identitas yang diberikan sangat terbatas. Disebutkan seorang perempuan asal Banyubiru itu berprofesi sebagai buruh tani. Saat itu korban hendak menggiling gabah. Kepala Bidang KeswanKesmavet pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Widarsa membenarkan adanya temuan satu ekor anak anjing positif rabies. Hal ini terungkap setelah adanya laporan dari salah satu korban gigitan anjing, Ni Made Kertiasih (54), saat memeriksakan diri ke Puskesmas Negara, akhir pekan lalu. Anak anjing yang diketahui sering berkeliaran di tempat usaha penggilingan gabah di Banjar Anyar Desa Tegal Badeng Barat ini lantas dicek dan diketahui memiliki ciri-ciri rabies. Selanjutnya petugas mengambil sampel untuk diuji dan diketahui memang positif rabies. Menyikapi hal tersebut, Keswan-Kesmavet juga melakukan vaksinasi emergency serta eliminasi selektif pada sejumlah anjing di sekitar lokasi. Menurutnya, ada enam ekor anjing yang divaksin dan 12 ekor anjing yang dieliminasi untuk sampel susulan. (kmb26)

tahun 2002 hingga 2014. Dengan kepemimpinan di desa selama dua periode, membuat Sajidin memahami berbagai permasalahan di masyarakat. Karena itu, dia ingin berjuang dan sebagai penyerap aspirasi

masyarakat. Sajidin berharap mampu menjadi wakil rakyat yang mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat dan ikut melahirkan regulasi yang bermanfaat untuk masyarakat. (kmb)

Negara (Bali Post) – Dinas Kesehatan Jembrana, Selasa (21/5) kemarin masih menelusuri adanya warga asal Desa Banyubiru Kecamatan Negara yang menjadi korban gigitan anjing rabies. Langkah penelusuran dilakukan karena Sabtu (18/5) lalu, Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana menemukan kasus seekor anak anjing positif rabies. Sebelum diketahui positif rabies, anak anjing yang berkeliaran di sekitar Banjar Anyar Desa Tegal Badeng Barat Kecamatan Negara, Jembrana itu telah menggigit lima warga dan

Mantan Perbekel Tegal Badeng Timur ’’Gantikan’’ Istri di Kursi Dewan

Negara (Bali Post) Calon legislatif yang maju dalam Pemilu 2019 dari berbagai kalangan. Tidak hanya pendatang baru yang masih muda dan pengusaha, namun juga mantan perbekel. Salah satu mantan perbekel yang mencalonkan diri jadi caleg dan lolos yaitu H. Sajidin. Lelaki kelahiran Desa Tegal Badeng Timur, 29 Oktober 1968 ini akan menggantikan istrinya, Siti Ulfa, yang menjadi anggota DPRD Jembrana 2014-2019. Siti Ulfa yang selama ini aktif sebagai anggota dewan dibantu suaminya, Sajidin, untuk mengasuh anaknya yang masih berusia lima tahun sehingga dia bisa leluasa untuk bertugas, baik di dalam daerah dan ke luar daerah. ‘’Jadi sekarang kami tukar guling. Saya yang di rumah jadi ibu rumah tangga dan mengasuh anak juga cucu. Sekarang bapak yang berjuang dan maju. Alhamdulillah Bapak lolos dan dipercaya masyarakat,’’ jelas Siti Ulfa. Sajidin tercatat sebagai Perbekel Desa Tegal Badeng Timur Kecamatan Negara selama dua periode, mulai

Diduga Ditipu Calo TKI Tujuh ’’Pengangon’’ Bebek Lapor ke Polsek Mendoyo

Negara (Bali Post) Diduga ditipu calo tenaga kerja Indonesia (TKI), tujuh orang pengangon (pengembala) bebek asal Banjar Tembles Desa Penyaringan Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Selasa (21/5) kemarin mendatangi Polsek Mendoyo. Para pengangon bebek tersebut datang ke Polsek Mendoyo untuk melaporkan IB M, seorang calo TKI yang merekrut tenaga kerja asal Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Mendoyo setahun lalu dijanjikan bekerja di Afrika.

LOLOS - Sajidin, mantan Perbekel Desa Tegal Badeng Timur, caleg dapil Negara dari PKB, yang lolos sebagai dewan didampingi istrinya, Siti Ulfa, yang masih menjadi anggota DPRD Jembrana dan memilih menjadi ibu rumah tangga setelah suaminya nyaleg.

Dampak Pilkel Serentak

19 Perbekel Habis Masa Jabatan Diganti Penjabat dari ASN Negara (Bali Post) Belasan perbekel/kepala desa di Kabupaten Jembrana yang pada Mei ini lengser, posisinya diisi penjabat (Pj) dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN). Dari 35 desa di Jembrana yang tahun ini menggelar pemilihan perbekel (pilkel) serentak pada akhir tahun ini, 19 perbekel/kelapa desa yang lengser sebelum pelaksanaan pilkel. Akibatnya jabatan perbekel/kepala desa menjadi kosong. Kosongnya jabatan selama beberapa bulan hingga saat pelaksanaan pilkel inilah yang mengharuskan posisi di desa itu diisi sementara. Dari 19 perbekel yang diangkat sampai pada definitifnya perbekel baru pada bulan Desember mendatang, ada tiga orang pejabat yang notabene sekretaris

LAPOR POLISI - Para calon TKI asal Banjar Tembles Desa Penyaringan Kecamatan Mendoyo yang bekerja sebagai pengangon bebek melapor ke Polsek Mendoyo.

kecamatan (sekcam) diberikan tugas tambahan untuk mengendalikan pemerintahan di desa. Ketiga sekcam itu yakni I Putu Putra Mahardika sebagai Pj. Perbekel Desa Budeng Kecamatan Jembrana, Sekcam Melaya I Gede Arianto mendapat tugas tambahan sebagai Pj. Perbekel Desa Warnasari Kecamatan Melaya, dan Ida Bagus Surya Dharma menjadi Pj. Perbekel Desa Baluk. Selain itu, juga ada sejumlah staf yang mengisi jabatan Pj. tersebut. Selain 19 perbekel/ lurah, pelantikan yang digelar Selasa (21/5) kemarin di Mendopo Kesari Jembrana itu juga dilakukan pelantikan Lurah Lelateng. Bupati Jembrana I Putu Artha minta kepada para penjabat lurah dan perbekel set-

PELANTIKAN – Belasan Pj. perbekel/kepala desa dari kalangan ASN dilantik untuk mengisi kekosongan jabatan hingga pilkel serentak akhir tahun nanti.

elah dilantik untuk segera menyesuaikan diri. Bupati Artha juga menegaskan beberapa hal penting untuk dilaksanakan terutama dalam kaitan tugastugas pemerintahan, baik yang berkaitan dengan hak juga kewajiban yang mesti dilaksanakan. ‘’Setelah dilantik saya harapkan segera pelajari, pahami semua peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan sebaik-baiknya serta mampu menempatkan hak dan kewajiban dengan baik,’’ harapnya. Pemerintahan bisa berjalan dengan baik, kata Bupati Artha, lurah dan penjabat perbekel yang baru segera bangun komunikasi serta bangun kerja sama dalam mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang kondusif. Tahun ini, dari 41 desa di Jembrana, 35 desa akan mengikuti pilkel serentak dan masing-masing waktu masa jabatannya berselang bulan. Merujuk Peraturan Bupati Nomor 25 Tahun 2015 serta Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pemilihan Perbekel, untuk kekosongan akan diisi oleh Pj. Sedangkan perbekel yang masa jabatan berakhir pada bulan Agustus juga akan diisi oleh Pj. Khusus perbekel yang masa tugasnya berakhir pada bulan Oktober, November, dan Desember diperbolehkan mengambil cuti. Untuk Pj. akan diambilkan dari ASN yang memiliki kemampuan menjalankan roda pemerintahan di desa. (kmb26)

Mereka direkrut dan diwajibkan membayar sejumlah uang untuk diberangkatkan dan bekerja di Afrika sebagai kuli bangunan. Setahun menunggu mereka tidak kunjung diberangkatkan dan tanpa alasan yang jelas. Para pengangon bebek itu telah menyetorkan sejumlah uang kepada IB M sebagai syarat keberangkatan. Berbagai upaya telah dilakukan mereka untuk mendapatkan uangnya kembali yang berjumlah sekitar Rp 5 juta namun tidak pernah berhasil ditagih.

Salah seorang korban, Gede Yasa, Selasa kemarin mengatakan mereka bertujuh sudah tidak bisa bersabar lagi, sehingga mereka datang ke Polsek untuk melapor secara resmi. Dikatakan, sebenarnya dari Desa Penyaringan ada 13 orang korban yang telah menyerahkan uang kepada IB M lengkap dengan bukti kuitansi. Namun, enam korban lagi masih bersabar menunggu keberangkatan karena berharap nasibnya berubah setelah bekerja di Afrika dengan dijanjikan gaji Rp 10 juta per

bulan. Yasa menceritakan kejadiannya setahun lalu. Saat itu IB M datang kepada mereka dan mengatakan akan merekrut pekerja yang akan diberangkatkan ke Afrika sebagai buruh atau kuli bangunan. ‘’Katanya ada proyek pembangunan vila besar di Afrika yang membutuhkan banyak tenaga kerja,’’ katanya. Mereka diminta membayar Rp 5 juta. Karena biayanya murah dan dijanjikan gaji besar mereka tertarik. Mereka kemudian mencari pinja-

man untuk biaya keberangkatan, dan berharap nasibnya berubah setelah bekerja di luar negeri. Beberapa bulan berselang setelah pembayaran Rp 5 juta, para korban kembali dimintai dana oleh IB M masing-masing Rp 1.250.000. Dana tersebut katanya untuk pembayaran ngurus paspor dan PJTKI. Namun menurut mereka paspor yang diterima adalah paspor wisata. Mereka diminta untuk menunggu keberangkatan. Namun sampai sekarang tidak diberangkatkan juga dan mulai curiga kalau ditipu. Mereka pun lapor polisi. Sementara itu dari pihak Polsek Mendoyo belum bersedia memberikan keterangannya karena kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. (kmb)

Pastikan Sumber Limbah di Sungai

Dinas LH akan Turun Lakukan Penelusuran

Negara (Bali Post) Adanya air sungai keruh disertai bau di Sungai Teluk Limo, Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara, disikapi Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jembrana. Petugas dari Bidang Pengelolaan Lingkungan akan terjun ke lokasi guna mengetahui asal-muasal penyebab kondisi sungai yang diduga tercemar tersebut. Kasi Perencanaan dan Pengelolaan Lingkungan Dinas LH Kabupaten Jembrana Luh Putu Priladewi kepada wartawan belum lama ini mengungkapkan, dari penelusuran awal di sepanjang sungai tersebut bukan hanya satu pabrik yang membuang hasil pengolahan limbah. Karena itu, Dinas LH akan kembali turun untuk mengecek penyebab sungai keruh dan berbau itu. Dibeberkannya, dari verifikasi awal akhir pekan lalu, terdapat sejumlah fakta yang didapatkan. Selain limbah yang tergenang dan melewati aliran Sungai Teluk Limo, juga air berbau busuk. Sementara di sepanjang aliran sungai itu terdapat sejumlah pabrik bukan saja pengalengan ikan, melainkan juga pabrik lainnya. Termasuk usaha pembuatan tahu dan penyosohan beras, sedangkan kondisi sungai saat ini memang tergenang dan air tidak mengalir. Hal itu disebabkan sungai mengalami pendangkalan dampak air tanah (lumpur) yang terbawa arus sungai dan tidak adanya senderan di sungai tersebut. Solusi yang bisa dilakukan adalah sejumlah pabrik atau usaha itu melakukan pembersihan sungai. Di sisi lain, salah satu pihak pabrik mengungkapkan sudah melakukan pembersihan sungai. Bukan pembersihan saja, tetapi juga pelebaran sungai dari mulanya 50 cm dilebarkan lagi. Eka Sabara, salah satu pihak pabrik, mengungkapkan permasalahan adalah aliran tidak lancar saat tidak ada hujan. Di mana posisi sungai lebih rendah dibandingkan dengan muara sungai akibatnya air tidak bisa mengalir. Untuk pengolahan limbah, juga sudah dilakukan pengolahan melalui IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang dimiliki pabrik. Sehingga limbah dari hasil produksi diolah terlebih dahulu, sampai muncul baku mutu air yang nantinya disalurkan ke sungai. (kmb26)

SUNGAI - Kondisi sungai di Tegalbadeng Barat yang diduga digenangi limbah. Dinas LH akan menelusuri asal-muasal genangan buih dan bau yang ditimbulkan di sungai tersebut.


Rabu Paing, 22 Mei 2019

Karangasem

11

Pusat Cairkan Klaim Pengobatan Rp 883 Juta Amlapura (Bali Post) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat akan mencairkan dana siap pakai (DSP) bulan ini. Dana yang dicairkan itu merupakan klaim biaya pengobatan untuk para pengungsi Gunung Agung. Kepastian pencairan dana itu setelah pihak BNPB melakukan rapat koordinasi dengan BPBD Karangasem dan juga Dinas Kesehatan Karangasem, Selasa (21/5) kemarin. Kepala BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengatakan, jumlah klaim biaya pengobatan pengungsi Gunung Agung sebesar Rp 4.207.077.402. Rencananya pusat akan mencairkan dana itu Rp 883.022.800. “Pencairan DSP itu dari hasil review Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Dan sisanya dirapatkan 29 Mei oleh BPKP, BNPB, serta RS,’’ tambahnya. DSP itu akan segera dicairkan melalui BPBD Karangasem. Sekarang masih Bali Post/kmb41

RAPAT KOORDINASI - BPBD dan Kadis Kesehatan saat melakukan rapat koordinasi dengan BNPB, Selasa (21/5) kemarin.

Santunan Panwascam Meninggal di Rendang

Bawaslu Ajukan Rp 36 Juta ke Pusat Amlapura (Bali Post) Bawaslu Karangasem mengajukan anggaran Rp 36 juta ke pusat. Pengajuan anggaran itu nantinya sebagai dana santunan yang akan diberikan kepada Ketua Panwascam Rendang I Dede Artana (alm). Ketua Paswascam itu meninggal akibat sakit gagal ginjal belum lama ini. Ketua Bawaslu Karangasem I Putu Gede Suastrawan mengungkapkan, dana santunan yang diajukan ke Bawaslu Pusat itu tidak hanya untuk Ketua Panwascam yang meninggal akibat sakit gagal ginjal Itu, tetapi pihaknya juga mengajukan dana santunan untuk Panwascam Selat, yang mengalami patah tulang pada lengannya setelah kecelakaan mengikuti rapat di kabupaten. Dana santunan juga akan diberikan kepada pengawas TPS yang mengalami keguguran. “Untuk Ketua Panwascam Rendang yang meninggal, kita ajukan dana santunannya Rp 36 juta. Panwascam

Selat yang mengalami patah tulang karena kecelakaan dan pengawas TPS yang keguguran saat mengawasi pemilu masing-masing diusulkan Rp 16 juta,” ujarnya di Warung Pondok Mina, Padang Kerta, Amlapura, Selasa (21/5) kemarin. Namun, dana bantuan itu sejauh ini belum dicairkan. Karena lebih dulu harus diverifikasi guna memastikan seberapa besar mereka berhak menerima santunan itu. Nantinya, ada kategori luka ringan justru diklaim luka berat, apa sedang atau ringan. Sebagai calon penerima dana itu, mereka itu masuk kategori yang mana. ‘’Saat ini masih proses administrasi pengajuan dana santunan itu. Kita sudah buat kronologis kejadian kasus itu,’’ jelasnya. Usulan itu sudah disampaikan ke pusat. Semoga dana santunan itu cepat bisa dicairkan. ‘’Sehingga secepatnya juga bisa diberikan kepada yang berhak menerimanya,” jelas Suastrawan. (kmb41)

Bali Post/kmb41

BERI PENJELASAN - Ketua Bawaslu Karangasem I Putu Gede Suastrawan didampingi anggota lainnya ketika memberikan penjelasan terkait santunan, Selasa (21/5) kemarin.

proses pembuatan rekening. Setelah pembuatan rekening itu tuntas, kata Arimbawa, maka dana itu siap dicairkan. Untuk pencairan DSP itu, tambah Arimbawa, berpedoman pada hasil review BPKP. Biaya pengobatan pengungsi yang ada di sejumlah rumah sakit di Bali atau di setiap puskesmas itu memang tidak dibayar penuh. ‘’Melainkan hanya dibayarkan sebagian. Hal itu sesuai review BPKP. Sisanya akan dibayar pada tahap kedua,” jelas Arimbawa. (kmb41)

Jika Tak Ada Gugatan ke MK

KPU Segera Tetapkan Calon DPRD Terpilih Amlapura (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem segera akan menetapkan calon anggota DPRD terpilih masa bakti 2019-2024. Hal itu secepatnya bisa dilakukan jika tidak ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Legislatif. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana, Selasa (21/5) kemarin, mengatakan setelah dilakukan penetapan hasil pemilu oleh KPU RI, pihaknya akan secepatnya melakukan penetapan calon anggota DPRD Karangasem terpilih. Hanya, sampai saat ini, masih menunggu apakah akan ada gugatan ke MK oleh peserta pemilu atau tidak. “Kita masih menunggu hingga tiga hari ke depan. Batas akhirnya tanggal 24 Mei. Itu pun kalau tidak ada gugatan. Rencananya, kita akan menetapkan calon anggota DPRD Karangasem terpilih lima tahun ke depan Minggu (26/5),’’ ujarnya. Kalau ada gugatan ke MK,

makan penetapan baru bisa dilakukan 28 Juni 2019 mendatang. ‘’MK punya waktu 14 hari menguji gugatan yang disampaikan ditambah libur panjang Lebaran,” jelas Krisna. Disinggung tempat pelantikan anggota DPRD terpilih nantinya, Krisna menegaskan hal itu sepenuhnya ada pada sekretariat dewan. Dewan punya tanggung jawab sepenuhnya terkait tempat pelantikan. “Kalau tempat kita serahkan ke DPRD. Entah pelantikan nanti ditentukan di mana lokasinya. KPU siap melantik di mana saja,” jelasnya. Dari 45 kursi DPRD Kabupaten, setelah hasil pleno kabupaten dilakukan, PDI-P sukses merebut kursi terbanyak yakni 12 kursi. Kemudian Partai Golkar 11 kursi, NasDem merebut 9 kursi. Sedangkan 5 kursi direbut Partai Gerindra, 3 kursi Partai Hanura. Partai Demokrat dan Perindo meloloskan calonya masingmasing dua orang. Sementara, satu kursi direbut wakil dari PKS. (kmb41)

Ditinggal Beli Obat ke Apotek

Sepeda Motor Terseret Mobil 50 Meter

DIMINTAI KETERANGAN

Amlapura (Bali Post) Sepeda motor Honda Vario milik Ni Komang Kusuma Wati (23) asal Dusun Muntig, Desa Tulamben, Kubu diseret mobil Taruna sejauh 50 meter. Akibatnya, sepeda motor nopol DK 2241 SU miliknya ringsek. Salah seorang siswa SMA, I Gede Satriawa, yang menyaksikan kejadian itu menuturkan, sepeda motor yang diserat mobil Taruna itu, awalnya diparkir di depan Apotek Padang Kerta. Tiba-tiba, mobil Taruna itu datang dari arah selatan. Kemudian mobil itu langsung menyeruduk dan menyeret sepeda motor itu sekitar 50 meter. “Motornya diseret cukup jauh dari lokasi parkir. Namun, mobil yang menyeret itu bukannya berheti. Malah sopir itu tancap gas kabur,” ujarnya. Kerabat korban, I Komang Wirata, mengungkapkan melihat motor korban terseret dan ditinggal kabur mobil yang menabraknya itu, ia berinisiatif langsung mengejar mobil itu. Mobil itu berhasil di-

- Kasat Lantas Polres Karangasem AKP Ni Luh Putu Anne Parwisti saat memintai keterangan terhadap sopir Taruna akibat kejadian tersebut.

hentikan setelah mendekati objek wisata Tirta Gangga. “Saya kejar sampai di pertigaan Temega dekat Tirta Gangga. Saat itu saya temukan mobil sudah berhenti,” ujarnya. Pemilik sepeda motor Kusuma Wati menuturkan, sepeda motornya itu diparkir di pinggir jalan untuk keperluan membeli obat ke apotek. Sedangkan ibunya duduk di trotoar sembari menunggu dirinya membeli obat. “Saya ke apotek beli obat untuk kakek yang sedang sakit. Ibu saya nunggu di luar. Untung ibu saya tidak duduk di atas motor melainkan di trotoar. Kalau di atas motor bisa dibayangkan bagaimana kondisi ibu saya itu,’’ ucapnya sambil gemetar. Kasatlantas Polres Karangasem AKP Ni Luh Putu Anne Parwisti mengatakan, pemilik mobil Taruna itu sudah diamankan petugas. Peristiwa itu terjadi akibat kelalaian sopir Taruna. Sopir Taruna dan pemilik sepeda motor itu sudah dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan,” ucapnya. (kmb41)

Tim Yustisi Sidak Warga Pendatang

Petugas Ciduk 17 Orang Tak Punya KTS

Warga pendatang di Karangasem mendapat atensi ekstra dari pemerintah. Realitas itu menguat setelah tim yustisi kembali melakukan sidak terhadap warga pendatang baru Senin (20/5) lalu. Dari hasil sidak, petugas berhasil menciduk 17 warga pendatang. Pendatang yang terjaring itu terutama mereka yang belum mengantongi Kartu Tinggal Sementara (KTS). Atas kondisi itu, belasan duktang ini dikenai sanksi denda Rp 50 ribu. Apa pertimbangan pemerintah melakukan sidak terhadap warga pendatang di Karangasem itu? KASATPOL PP Kabupaten Karangasem I Ketut Wage Saputra mengatakan, agenda sidak yang dilakukan adalah dengan menyisir wilayah Padangbai, Desa Ulakan, dan di seputaran wilayah Kecamatan Manggis lainnya. Tertib administrasi itu penting dilakukan, agar ketika seseorang tinggal di suatu wilayah baru,

mereka tidak menyiratkan sebagai warga yang tak terurus. ‘’Tertib administrasi itu sangat penting,’’ ujar I Ketut Wage Saputra. Dalam operasi turun ke lapangan itu, Satpol PP menciduk 17 warga pendatang. Mereka yang terciduk itu tidak mengantongi Kartu Tinggal Sementara (KTS). Dari 17 orang itu, 5 orang terciduk

di sebuah rumah kos Wisma Kerti. Sedangkan di Padangbai, 4 orang dan sisanya di Desa Ulakan 8 orang. “Tempat pendatang baru yang terciduk itu merupakan daerah pendatang yang berasal dari Jawa dan Lombok. Mereka sama sekali tidak mengantongi Kartu Tinggal Sementara (KTS),’’ jelasnya. Karena tidak berbekalkan KTS, semuanya dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku yakni denda Rp 50.000. Pihaknya tidak mentolerir mereka sebab sudah jelas-jelas melanggar. ‘’Banyak alasan mereka kemukakan kenapa tanpa mengantongi KTS. Dari perihal tidak diberi tahu kepala lingkungan, karena sibuk bekerja dan alasan lainnya,” jelasnya. Wage Saputra menambahkan, pihaknya akan terus melakukan sidak seperti ini. Hal itu penting untuk mem-

berikan efek jera terhadap warga pendatang lainnya. ‘’Kelengkapan administrasi seperti KTS itu penting. Jika mereka mau menjadi bagian masyarakat Karangasem penting dapat mematuhi peraturan yang berlaku di daerahnya yang baru,’’ tambahnya. Pihaknya memberikan pembelajaran dengan mendorong warga pendatang itu agar sadar dan taat dengan aturan. “Kita tidak saja bergerak menertibkan warga pendatang, tetapi juga menertibkan para pedagang kaki lima yang melanggar,’’ tambahnya. Kawasan kota itu harus bersih dari pedagang kaki lima. Tidak boleh berjualan di sembarang tempat. ‘’Semoga lewat kegiatan yang dilakukan itu, masyarakat sadar dan juga menghormati regulasi yang berlaku di suatu tempat,” jelas Wage Saputra. (nan)

Bali Post/kmb41

SIDAK PENDATANG - Tim yustisi Karangasem saat melakukan sidak terhadap warga pendatang.


KLUNGKUNG

12

Rabu Paing, 22 Mei 2019

Tari Jangkang Pelilit Siap Tampil di PKB

GELADI - Para penari Jangkang Pelilit saat melakukan geladi di GOR Sampalan, Nusa Penida.

SOSOK Status Siaga Satu PERSONEL Polres Klungkung yang terlibat dalam Operasi Mantap Brata (OMB) Agung 2018 dan Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung 2019, dikumpulkan di halaman depan Mapolres Klungkung. Terhitung mulai 21-25 Mei, jajaran Polres Klungkung menetapkan status siaga satu dalam rangka menghadapi pengumuman dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat nasional oleh KPU. “Terus tingkatkan pelayanan dan kinerja kita, agar situasi seperti ini (aman) bisa tetap kita pertahankan sejak persiapan, pelaksanaan pemilu sampai hasilnya ditetapkan,” jelas Karendal Ops. Kompol I Nyoman Suarsika, Selasa (21/5) kemarin. Karendal Ops meminta anggota yang telah terseprin dalam pengamanan tersebut, melaksanakan kewajibannya dengan penuh rasa tanggung jawab. Meski situasi sudah terlihat aman, bukan jaminan nantinya tidak terjadi persoalan serius. Sebab, penetapan status siaga satu ini dilaksanakan oleh seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia, guna menjamin kesiapsiagaan. Sekaligus untuk mengantisipasi terjadinya peristiwa kontijensi konflik sosial yang memerlukan kesiapan satuan berkekuatan cukup dan siap bergerak dengan cepat. “Kami tetapkan status siaga satu ini hingga ke jajaran Polsek, guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Suarsika. Dalam siaga satu ini, jajarannya mengintensifkan pelaksanaan patroli dengan turut melibatkan sejumlah personel Kodim 1610/Klungkung serta Koramilnya, hingga selesainya tahap penetapan hasil Pemilu Serentak 2019 ini. (gik)

Bali Post/kmb31

TARI Jangkang Pelilit, Desa Pejukutan, Nusa Penida siap tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Memasuki PKB ke-41 ini, dari sekian atraksi budaya, tari Jangkang Pelilit dirancang tampil spektakuler dengan melibatkan 80 penari. Sekretaris Desa Pejukutan Made Arsana Atmaja, Selasa (21/5) kemarin, mengatakan penari Jangkang Pelilit akan tampil pada 15 Juni 2019 pada pembukaan PKB. Seperti diketahui kegiatan PKB dilaksanakan 15 Juni sampai dengan 13 Juli 2019. Sementara geladi bersih digelar pada 1 Juni nanti, dengan hadir melihat secara langsung persiapan dari tim kabupaten dan provinsi. Tari Jangkang menjadi salah satu tari sakral yang dipersembahkan saat upacara piodalan di Kahyangan Tiga Desa Pakraman Pelilit. Sesuai rencana, tari Jangkang Pelilit ikut dalam parade pembukaan PKB nanti. Persiapan tari dimatangkan dengan 80 penari. Latihan dengan melibatkan banyak penari, dan GOR Sampalan Nusa Penida digunakan sebagai tempat latihan. Sementara itu, Kasi Sosbud Kantor Camat Nusa Penida I Wayan Sudana menyampaikan terkait persiapan parade nanti yang menampilkan tari Jangkang Pelilit pada pembukaan PKB, pihaknya bersama masyarakat penari

sudah melakukan persiapan dan pematangan penari di GOR Sampalan, Nusa Penida. ‘’Melibatkan banyak penari tentunya kesulitan kita adalah mewujudkan kekompakan, sehingga latihan bersama ini menjadi tolok ukur. Kami terus berupaya maksimal memberikan yang terbaik pada parade pembukaan PKB nanti,’’ ujarnya. Untuk diketahui, tari Jangkang Pelilit sebelumnya pernah ditampilkan pada penutupan Semarapura Festival IV lalu. Karena menariknya tarian ini, sehingga kembali tampil pada pembukaan PKB. Namun, persiapan dan pematangan kekompakan penari yang melibatkan masyarakat setempat ini yang harus dimatangkan. Selain tari Jangkang Pelilit, Kecamatan Nusa Penida juga akan mempersembahkan Sekaa Gong Anak-anak Baleganjur dari Desa Lembongan, Jegeg Bagus (Desa Jungutbatu), serta pecalang saat parade pembukaan. Pembawa kober ditunjuk empat desa (Bungamekar, Sakti, Suana, dan Tanglad). ‘’Geladi nanti yang langsung dilihat dari tim kabupaten dan provinsi pada tanggal 1 Juni. Kami mohon partisipasi masyarakat serta dukungan dan doa agar parade nanti berjalan dengan baik dan kami bisa tampil maksimal,’’ kata Sudana. (kmb31)

Dua Sumber Mata Air Nusa Penida Belum Dimanfaatkan Maksimal

Semarapura (Bali Post) Kebutuhan dasar air bersih warga Kecamatan Nusa Penida dipenuhi dari dua sumber mata air bersih. Keduanya yakni mata air Guyangan dan mata air Penida. Rupanya, keduanya memiliki potensi kapasitas cukup besar. Namun, saat ini yang baru terpakai sesungguhnya masih sangat kecil. Direktur PDAM Klungkung Nyoman Renin Suyasa, Selasa (21/5) kemarin, mengakui kedua sumber mata air ini memiliki kapasitas cukup besar. Seperti mata air Penida, kapasitasnya mencapai 179 liter per detik. Namun, sejauh ini yang terpakai baru 30 liter per detik. Sementara sumber mata air Guyangan, kapasitasnya mencapai 75 liter per detik. Tetapi baru terpakai hanya 20 liter per detik. PDAM Klungkung kini sedang berupaya keras memaksimalkan potensi tersebut, agar seluruh desa, khususnya

di Pulau Nusa Penida bisa terlayani air bersih. Setelah air bersihnya tersalurkan dalam sambungan pelayanan, maka selanjutnya upaya PDAM menjadi lebih mudah untuk menyalurkan airnya ke setiap sambungan rumah. “Kalau airnya sudah sampai di satu desa yang kita tuju, selanjutnya untuk mengalirkannya ke pelanggan tentu lebih mudah. Sekarang tinggal tiga desa yang belum tersentuh pelayanan PDAM, yakni Desa Tanglad, Pejukutan dan Sekartaji,” kata Renin. Untuk memaksimalkan potensi dua sumber mata air

ini, tentu membutuhkan perencanaan dan dukungan anggaran. Dalam pengelolaannya, akan ditambah daya, pompa dan pembuatan jaringan baru dengan lebar pipa lebih besar. “Contohnya, dari sumber mata air Guyangan, rencana kami menambah kapasitas pemakaian lagi 25 liter per detik. Sehingga total pemakaian naik menjadi 45 liter per detik,” tegas direktur asal Desa Sakti Nusa Penida ini. Upaya untuk menaikkan kapasitas pemakaian ini akan dilakukan secara bertahap. Ini sebagai langkah antisipasi

melihat perkembangan Nusa Penida yang semakin pesat, seiring dengan perkembangan pariwisata. Pembangunan akomodasi pariwisata semakin pesat, tentu membutuhkan suplai layanan air bersih yang baik, sebagai sarana pendukung proses pembangunan pemerintah daerah. “Ini jawaban kami atas tuntutan situasi perkembangan Nusa Penida yang begitu cepat. Jika kemudian ada gangguan pelayanan, tentu kami harus siap menindaklanjutinya,” katanya. Dia berharap masyarakat Nusa Penida bisa memahami perkembangan situasi ini. Situasi jelas berbeda, ketika Nusa Penida yang dulu, dengan Nusa Penida yang sekarang dengan sentuhan inovasi pariwisatanya. Jadi,

ketika belakangan kerap ada gangguan pelayanan, maka tidak bisa dianalogikan bahwa PDAM yang dulu lebih baik dari kepengurusan PDAM yang sekarang. Renin menegaskan, saat ini jumlah pelanggan PDAM di Nusa Penida sudah mencapai 5.906 sambungan rumah. Dengan persentase cakupan pelayanan mencapai 63,98 persen, dari total seluruh warga di Nusa Penida. Sementara, secara keseluruhan di Klungkung, total layanan mencapai 33.095 sambungan, dengan persentase pelayanan mencapai 94,61 persen. Ini jelas jauh meningkat. Saat itu pelayanan Nusa Penida total hanya 2.700 sambungan rumah. Atau cakupan layanannya hanya 16 persen. (kmb31)

Rumah Warga Akah Terbakar Semarapura (Bali Post) Sebuah rumah warga di Banjar Sangging Desa Akah Kecamatan Klungkung terbakar, Senin (20/5) malam. Kebakaran itu menghanguskan rumah milik Nyoman Rame (50). Diduga korsleting listrik penyebab kebakaran. Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Klungkung Putu Suarta, Selasa (21/5) kemarin, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga setempat, Ketut Margiana, bahwa si jago merah telah melalap atap rumah korban. Setelah petugas tiba di lokasi, asap tebal sudah mengepul keluar dari rumah korban.

Tiga kamar tidur rumah korban hangus terbakar. Demikian juga bagian dapur dan kamar mandinya. Sementara korban sendiri saat itu tidak berada di rumah. Dia sedang berada di rumah keponakannya. ‘’Seluruh isi rumahnya hangus terbakar. Seluruh barangnya habis, tidak ada yang bisa diselamatkan,’’ kata Suarta. Usai penanganan kebakaran, petugas Damkar memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, korban mengalami kerugian sekitar Rp 300 juta, setelah rumah berukuran sekitar 12 x 8 meter itu ludes terbakar. (kmb31)

PIPA - Petugas PDAM saat menurunkan pipa sambungan pelayanan untuk mengalirkan air Guyangan.

Bali Post/kmb31

Antisipasi Potensi Konflik Sosial

Bali Post/kmb31

DAMKAR - Petugas Damkar saat melakukan upaya pemadaman api di rumah korban.

Semarapura (Bali Post) Rapat koordinasi (rakor) pemetaan daerah rawan konflik sosial dilangsungkan di ruang rapat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Klungkung, Selasa (21/5) kemarin. Wakil Bupati Klungkung Made Kasta memimpin rakor yang membahas rencana aksi untuk penanganan konflik-konflik sosial tersebut. Dari beberapa pendapat yang masuk sebagian besar menekankan pada konflik yang diakibatkan oleh sengketa batas wilayah, permasalahan adat dan agama, hingga pencegahan penyalahgunaan narkoba. Rakor ini untuk merumuskan langkah penanganan yang bisa dilakukan oleh Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial. Rakor ini dilaksanakan agar mampu mencegah konflik sosial semakin liar. Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta menjelaskan, rakor ini sebagai upaya pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi konflik sosial. Selain itu, sebagai wujud tanggung jawab dalam rangka terpeliharanya keamanan dan ketertiban. ‘’Kami lakukan deteksi dini terhadap segala bentuk gang-

guan baik yang datang dari dalam maupun dari luar,’’ kata Wabup Kasta. Seperti saat pemilu, seluruh proses dapat dilalui dengan aman dan lancar. Ini merupakan cara deteksi dini dan cegah dini dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban, dengan mengoptimalkan peran Forkopimda, bersinergi dengan tokoh masyarakat, agama, dan adat. Melakukan upaya pendekatan serta mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi setiap persoalan atau permasalahan dengan bijak. Ini demi terciptanya situasi kondusif. Kepala Kesbangpol Klungkung I Wayan Sujana mengatakan, rakor kali ini membahas berbagai jenis ancaman yang mungkin muncul. Kemudian mengidentifikasi beberapa persoalan yang berpotensi memicu konflik sosial. Salah satunya isu politik yang bisa menjadi besar pada tahun ini, untuk merekatkan persatuan bangsa pasca-pemilu serentak 2019. Rakor ini sebagai acuan bagi tim terpadu melaksanakan tugasnya yang secara sah telah dibentuk oleh Bupati Klungkung, sesuai dengan SK Bupati Klungkung

nomor/43/26/HK/2019 tentang pembentukan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial. Masyarakat juga diminta selalu mewaspadai setiap potensi konflik sosial lainnya, seperti pengaruh media sosial.

Untuk menghindari konflik sosial dampak dari medsos di tengah masyarakat, perlu ditanamkan rasa damai dalam diri dan menjauhkan anggapan bahwa orang lain selalu salah. Sebab, medsos menjadi

pemicu signifikan terjadinya konflik sosial masyarakat. ‘’Kami akan terus memantau, setiap potensi konflik, tim akan segera mengambil langkah-langkah, agar segera tertangani,’’ katanya. (kmb31)

Bali Post/kmb31

RAPAT KOORDINASI - Wabup Kasta saat memimpin rapat koordinasi penanganan konflik sosial.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Paing, 22 Mei 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

B.BP.004.05.19.0000701

Cr Sopir Srbt bs matik+PRT Wnt Bs masak Tdr dlm 085238127777 B.BP.004.05.19.0000799

Dcr Guru/Pendamping TK/bs Krja Team,082145707300/089621759346

B.BP.001.05.19.0000707

Dicari Receptionist & Kasir utk Klinik Hewan di Denpasar. Mampu berbahasa Inggris. Hub:082145999697(WA) B.BP.001.05.19.0000796

Dicari Engineering Utk Villa Silakan Hub:0817973352 B.BP.001.05.19.0000744

BIRO JASA

Dcr sales Marketing min-D3 penglman ttg audio send to: Desound Jl.Sunsetroad No.4 T.750041

Dicr Waitress,Tkg Masak u/ Warung Bento Hub:081237378077

B.BP.154.05.19.0000797

Dicr Partner Krj Bid.Kosmetik Wnt20-30Th Pny Kend+HP Android & bs Krj dlm Team.Pghsln 1-2Jt /Bln Serius Hub.089563430890

Dcr PRT,Tidur Luar,Gaji Besar Wil.Kerobokan Hub.081236700700 B.BP.001.05.19.0000784

Dibthkn Accounting.Persyaratan P/W,Akuntansi,Mmpu Bhs. Inggris dgn Baik, Max30Th.Lam Kirim ke Email:finance@pbmcgroup.com B.BP.001.05.19.0000650

Dibutuhkan Waiter/s,Cook&Cook Helper Hub. Mini Rest Jln Legian 77 X Kuta Telp 0361-751651 B.BP.001.05.19.0000743

B.BP.001.05.19.0000613

B.BP.001.05.19.0000789

Dicr Villa Supervisor bisa Bhs Inggris,gaji net 4Jt, bisa buat breakfast, mampu sbg leader, training staff. Uluwatu area. Hub Agung WA +6282146584345 agung@balimanagement.villas B.BP.821.05.19.0000801

Dicari karyawan Laundry di Kerobokan Kuta Utara 082147086628

Holycow Steakhouse utk di Jln. Dewisri 70 Kuta&Jl.Ry Puputan Renon Dicari Steward & Server Pengalaman /tdk bw CV langsung ke Kuta/Renon.Hp:087860213978

B.BP.001.05.19.0000798

B.BP.001.05.19.0000747

Dicari Cook unt Malo’s Rest hub.0361730913 Legian B.BP.154.05.19.0000792

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

B.BP.004.05.19.0000752

PT.BPR Pande Artha Dewata membutuhkan segera:SPI,Accounting Kolektor Dana, AO:Pendidikan S1,DIII,SLTA.Kirim CV ke Jalan Diponegoro No.162 Denpasar Telp (0361) 223740-264236

B.BP.001.05.19.0000741

Tekhnisi Las Listrik, Welder, Sales Marketing : 085103167222

B.BP.001.05.19.0000652

Urgently Needed Security Email CV To hr@villakresna.com B.BP.001.05.19.0000783

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

SERVICE

BENGKEL LAS BIRO JASA

Urgently : Need Sales Project (F), SPG (F) Jl.Sunset Road Seminyak No.55 CV : sendev69@gmail.com

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

HONDA

DIJUAL TANAH

HRV CCVT A/T 2015 ext dokter ful Variasi 0816578238 H.230jt

Tnh 3A ada Bangunan Ry Tabanan Strategis Serius 081803274445

Jazz’2015 warna putih Hub.087761146053/081805673455

PROPERTY

B.BP.001.05.19.0000698

B.BP.001.05.19.0000781

MERCEDEZ

Dijl Cpt Mercy ML400’15 Hitam Mulus Istimewa.HP:082272272227

B.BP.001.05.19.0000736

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Djl Rmh Lt.2 Jln Tkd.Balian Renon Hub.085100888379 B.BP.004.05.19.0000793

Jual BU Cepat,Rumah 120m2 Jl. Sehati 18 Pesanggaran Pedungan Densel Hub.085230008221

B.BP.001.05.19.0000591

RUPA-RUPA

B.BP.001.05.19.0000782

DISEWAKAN RUKO

Disewakan Ruko 2Lt/B.170m2 Tepi CokroaminotoHub.087856227779

B.BP.033.05.19.0000794

KONSULTAN LPK Nasional Bali terima pengaduan Konsumen yg bermasalah dgn pelaku usaha(Bank,Finance, Koperasi dll).Alamat Perum Nusa Puri Kampial Blok C/30 Br.Petangan Kutuh, Kuta Selatan. Hari Krj Jam 9.00-16.00 T.0361778384 WA 081353217543-081333919618

B.BP.001.05.19.0000808

B.BP.001.05.19.0000699

KEHILANGAN BPKB No.C2626846-O DK 1509 CK An. A.A.Ngurah Setiawan,SE B.BP.001.05.19.0000780

Hilang BPKB Mobil Honda Mobilio DD4 1.5 E MCVT Tahun 2014 Warna Putih No.Pol: DK1526MF.Bagi yg menemukan Hub Nomor: 08223786082 B.BP.001.05.19.0000788

Hilang BPKB No.L01006466-O DK 341 An.Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bali. B.BP.001.05.19.0000779

Hlg BPKB Spm No.I 09142699 O DK 6120 LY An.I Made Suartika B.BP.004.05.19.0000795


BANGLI

14

Rabu Paing, 22 Mei 2019

SMP Diimbau Tak Gelar ’’Graduation’’

Bangli (Bali Post) –

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli mengimbau seluruh SMP di Bangli tak menggelar acara graduation saat pengumuman kelulusan siswa nanti. Disdikpora tak ingin acara graduation yang digelar sekolah membuat orangtua siswa merasa repot dan terbebani. “Kalau mau menggelar graduation sepanjang dilaksanakan sederhana, tidak membebani orangtua siswa silakan. Tapi kalau sampai siswa harus sewa pakaian, jas, dan sekolah melakukan penggalian dana ke orangtua siswa untuk acara itu, saya tidak kasi,” kata Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja, Selasa (21/5) kemarin. Menurut Suteja, acara seperti graduation apalagi bermewah-mewah sejatinya tidak perlu dilakukan pihak sekolah. Sebab menurutnya, tanpa diwisuda pun, siswa yang lulus sekolah berhak atas ijazah. Sekolah diharapkan mengajak siswanya merayakan kelulusan dengan bersyukur. Sebab,

selepas SMP, siswa masih harus melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Suteja mengatakan, jika memang sekolah ingin menggelar acara perpisahan, diimbau untuk menggelarnya secara sederhana. Acaranya pun agar dikemas dengan syukuran atau pementasan seni budaya yang

bisa meningkatkan pendidikan karakter siswa. Sementara itu, disinggung mengenai pembukaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran baru 2019/2020, Suteja belum bisa memastikan. Sebab, pihaknya sejauh ini masih menunggu surat edaran dari

provinsi. Dia mengungkapkan bahwa sesuai ketentuan, PPDB yang baru ini murni menggunakan sistem zonasi. Berbeda dengan sebelumnya yang pelaksanaannya masih semirayon. Dengan sistem zonasi, siswa harus mendaftar di sekolah terdekat. Untuk SD radiusnya 3 km. Sementara SMP 6 km. “Sekolah menjadi titik koordinat. Misalnya SMPN 1 Bangli, siswa yang mendaftar di sana adalah yang tinggal terdekat dengan sekolah itu seperti Banjar Pande,” ujarnya. Mengingat Bangli sudah melakukan MoU dengan kabupaten tetangga yakni Buleleng

dan Gianyar, maka siswa yang nntinya memilih bersekolah ke Buleleng dan Gianyar karena lebih dekat, menurutnya, tidak menjadi persoalan. Dia mencontohkan siswa di Desa Subaya, Kintamani. Karena dalam zonasi jaraknya lebih dekat ke Buleleng, maka siswa dari desa itu boleh bersekolah di luar Bangli. Mengenai PPDB, Suteja mengaku sejauh ini, pihaknya sudah menggelar sosialisasi di Kecamatan Bangli. Sosialisasi melibatkan seluruh kepala sekolah, pengawas dan lurah/ perbekel. Sosialisasi di kecamatan lainnya akan dilaksanakan menyusul. (kmb40)

”Kalau mau menggelar graduation sepanjang dilaksanakan sederhana, tidak membebani orangtua siswa silakan. Tapi kalau sampai siswa harus sewa pakaian, jas, dan sekolah melakukan penggalian dana ke orangtua siswa untuk acara itu, saya tidak kasi.” Kadisdikpora Bangli Nyoman Suteja

KWT Kenjung Wanasari Dinilai Tim Provinsi Bali

Bupati Minta Masyarakat Manfaatkan Toga untuk Kesehatan

LOMBA TOGA - Bupati Bangli I Made Gianyar saat menghadiri acara penilaian lomba toga tingkat Provinsi Bali di Desa Catur, Kintamani, Selasa (21/5) kemarin.

KELOMPOK Wanita Tani (KWT) Kenjung Wanasari Desa Catur, Kintamani menjadi duta Kabupaten Bangli dalam lomba pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga) tingkat Provinsi Bali. Penilaian lomba dilaksanakan oleh tim penilai di Desa Catur, Selasa (21/5) kemarin. Bupati Bangli I Made Gianyar yang hadir dalam penilaian tersebut berharap lomba ini dapat menumbuhkan semangat dan peran serta masyarakat dalam pengembangan kesehatan tradisional khususnya dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga. Kegiatan penilaian lomba pemanfaatan tanaman obat keluarga tingkat Provinsi Bali, kemarin, juga dihadiri OPD terkait, Perbekel Desa Catur serta anggota KWT Kenjung Wanasari Desa Catur, Kintamani. Penanggung Jawab KWT Kenjung Wanasari Desa Catur Gusti Ngurah Mangku Rupa mengatakan, KWT Kenjung Wanasari berdiri sejak ta-

hun 2006. Beranggotakan 43 orang, KWT Kenjung Wanasari merupakan sebuah wadah yang diawali dari kelompok subak. Dalam perjalanannya kemudian berkembang menjadi kelompok wanita tani yang berbasis pada pemanfaatan tanaman obat keluarga. KWT ini merupakan kumpulan para istri dari kelompok subak tersebut. Berkat pendampingan dari OPD terkait, pihak kecamatan, desa, BPD cabang Bangli, Universitas Dyana Pura (Undhira) dan yang lainnya, KWT Kenjung Sari bisa berkembang sampai sekarang. Bahkan dengan adanya MoU kerja sama dengan Universitas Dyana Pura saat ini sedang dikembangkan sebagai desa wisata herbal. Bupati Bangli I Made Gianyar dalam sambutannya menyampaikan bahwa yang namanya perlombaan semua peserta sudah barang tentu menginginkan menjadi juara. Namun, pihaknya berharap juara dalam perlombaan ini bukanlah semata-mata

Biaya Perawatan Pengungsi Gunung Agung Dibayar di Bawah Klaim Bangli (Bali Post) Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli segera menerima pembayaran atas biaya penanganan pengobatan dan perawatan pengungsi Gunung Agung. Namun, dari Rp 161 juta klaim yang diajukan, nilai yang akan diterima RSU Bangli hanya Rp 38 juta. Direktur RSU Bangli dr. Wayan Sudiana didampingi Kasubag Akuntansi Sang Nyoman Suasjana, Selasa (21/5) kemarin, mengatakan pihaknya belum lama ini sempat mengikuti rapat koordinasi di sekretariat Pemkab Karangasem. Dalam rapat yang dipimpin asisten 1 Setda Karangasem itu, disampaikan bahwa, biaya pengobatan dan perawatan pengungsi Gunung Agung yang selama ini ditanggung RSU Bangli akan dibayar menggunakan dana siap pakai (DSP) oleh BNPB. Hanya, biaya pengobatan dan perawatan pengungsi nilainya tidak penuh sesuai klaim yang diajukan. Berdasarkan hasil audit BPKP, biaya pengobatan yang akan dibayarkan ke RSU Bangli hanya Rp 38 juta dari total klaim Rp 161 juta. Kenapa demikian, karena dari seluruh pengungsi yang tertangani di RSU Bangli, sebagian di antaranya tak dilengkapi NIK dan tak masuk zona daerah rawan bencana. Sudiana mengatakan hal ini tidak hanya dihadapi RSU Bangli namun juga seluruh rumah sakit daerah di Bali. Sebagaimana hasil rapat itu, kata Sudiana, rencananya akan dilaksanakan rapat lanjutan untuk membahas dan mencari solusi untuk pembayaran sisa klaim tersebut. “Nanti pihak rumah sakit akan dilibatkan dalam proses verifikasi oleh BPKP,” katanya. (kmb40)

lain-lain. Berkaitan dengan hal tersebut, untuk memfasilitasi masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga, perlu dibentuk suatu kelompok yang fokus melakukan kegiatan pemanfaatan tanaman obat keluarga, sehingga selain dapat meningkatkan kesehatan masyarakat secara mandiri juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat itu sendiri. Pihaknya berharap melalui penilaian toga ini semakin membuka wawasan semua pihak tentang kesehatan tradisional, pemanfaatan pengobatan tradisional secara bertangung jawab untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat Bali yang maju, aman dan sejahtera serta banyak kelompok asuhan mandiri toga dan akupresur yang terbentuk di masyarakat. ‘’Kelompok-kelompok ini saya harapkan tetap melaksanakan kegiatan asuhan mandiri, tidak hanya pada saat penilaian lomba,’’ kata Iwan Darmawan. (ad803)

Jadikan Eks RSU Bangli Taman Kota

DLH Kembali Bersurat ke Pemprov Bali

Bali Post/kmb40

EKS RSU - Kondisi bangunan eks RSU Bangli di lingkungan Banjar/Kelurahan Kawan, Bangli.

Tanggul Munduk Bebengan Jebol Ditangani 2020 Bangli (Bali Post) Tanggul Munduk Bebengan yang jebol di Banjar Tegalalang, Kelurahan Kawan akan ditangani Pemkab Bangli tahun 2020 mendatang. Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPerkim) akan melakukan perbaruan terhadap saluran air dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Sekretaris Dinas PUTRPerkim Kabupaten Bangli Made Soma dikonfirmasi, Selasa (21/5) kemarin, belum bisa memastikan kapan masalah kesulitan air di wilayah Subak Pecala dan sekitarnya akan teratasi. Yang jelas, pihaknya akan mengusulkan penanganan pada tahun 2020 mendatang. Upaya yang akan dilakukan yakni memperbarui saluran air dengan membuatkan terowongan. ‘’Kita usulkan dengan sumber dana DAK. Nilainya Rp 3,4 miliar,’’ ujarnya. Pihaknya berharap penanganannya nanti bisa berjalan lancer, sehingga masalah kesulitan air petani bisa segera teratasi. ‘’Kita tidak bisa prediksi kapan bisa teratasi. Semakin cepat dana turun dan semakin

menjadi tujuan utama. Akan tetapi, pihaknya berharap lomba ini dapat menumbuhkan semangat dan peran serta masyarakat dalam pengembangan kesehatan tradisional khususnya dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga yang sangat mudah dicari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. ‘’Dengan demikian akan tercipta derajat kesehatan yang setinggi-tingginya di Kabupaten Bangli,’’ harap Made Gianyar. Sementara itu, Ketua Tim Penilai Provinsi Bali dr. Kadek Iwan Darmawan mengatakan, keanekaragaman hayati di Indonesia, khususnya di Bali selama ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat Bali sebagai obat tradisional yang terbukti memiliki khasiat serta manfaat secara turun-temurun. Masyarakat Bali telah mampu mengolah tanaman berkhasiat obat menjadi berbagai macam jenis produk olahan seperti jamu/loloh, serbuk lulur, simplisia kering, minyak pijat, minyak aroma terapi dan

cepat perencanaannya selesai, maka tentu semakin cepat diatasi,’’ imbuhnya. Sebelumnya diberitakan, petani di Subak Pecala Kelurahan Bebalang, Bangli mulai banyak yang beralih profesi. Masalahnya, lahan milik mereka kini sulit digarap lantaran mengalami kekeringan akibat dampak jebolnya tanggul munduk bebengan di Banjar Tegalalang, Kawan. Kelian Subak Pecala Nyoman Suarjaya mengungkapkan, terakhir kali petani di Subak Pecala menanam padi sekitar Januari lalu. Setelah panen, saat pasokan air macet, sebagian petani mengisi lahannya dengan tanaman kedelai. Bibit kedelai yang ditanam petani bisa tumbuh karena terbantu dengan adanya air hujan. ‘’Sekarang karena sudah mulai tidak ada hujan, tanaman kedelai petani sudah mulai ada yang layu,’’ ujarnya. Jika selama beberapa bulan ke depan tak ada turun hujan, dipastikan lahan sawah di areal Subak Pecala tak bisa digarap petani sama sekali. ‘’Setelah kedelai ini, kalau tidak ada hujan petani ya… tidak bisa nanam lagi. Karena tanahnya padat. Ini saja mereka menanam kedelai untunguntungan,’’ terangnya. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli berencana kembali bersurat ke Pemprov Bali untuk memohon agar lahan eks Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli bisa dijadikan taman kota. Hal itu dilakukan guna menghilangkan kesan kumuh dan angker pada bangunan bekas rumah sakit yang berlokasi di wilayah Banjar Kawan, Bangli itu. Kepala DLH Kabupaten Bangli Ida Ayu Yudi Sutha, Selasa (21/5) kemarin mengungkapkan, keinginan Pemkab Bangli untuk menata lahan bekas rumah sakit itu sudah ada sejak lama. Sekitar setahun yang lalu, pihaknya sudah sempat bersurat ke Pemprov untuk memohon agar lahan tersebut bisa dijadikan taman kota. Akan tetapi belum mendapat respons dari Pemprov. ‘’Kita sempat bersurat sekali. Tapi tidak ada jawaban apakah diterima atau ditolak,’’ ungkap Yudi Sutha. Karena itu, pihaknya pun akan kembali melakukan upaya yang sama pada tahun ini. Rencananya, surat permohonan akan dikirimkan pada minggu ini. Sebelum itu, Yudi Sutha akan menghadap terlebih dahulu dengan Bupati. Pihaknya sangat berharap dengan kepemimpinan gubernur yang baru, surat permohonannya bisa mendapatkan respons. Yudi Sutha mengatakan, selama ini masyarakat di lingkungan Banjar Kawan begitu antusias dengan ren-

cana Pemkab menjadikan bangunan bekas rumah sakit seluas 70 are itu sebagai taman kota. Bahkan, tokoh masyarakat setempat menyatakan siap ikut menghadap Gubernur untuk memohon pemanfaatan aset milik pemerintah provinsi itu. Dengan dijadikan taman kota, tentunya lingkungan akan menjadi lebih tertata. Masyarakat Bangli juga bisa memiliki tempat rekreasi/refreshing baru. Di samping itu, dengan keberadaan taman kota, perekonomian masyarakat Bangli juga diyakini akan menggeliat. ‘’Rencananya, kita ingin jadikan taman kota dengan nama Taman Pintar Bung Karno. Nanti di sana, kita rancang ada tamannya, air mancur, panggung untuk pentas, dan ada tempat kuliner khas Bangli. Kita ingin suasana di Bangli nantinya bisa lebih hidup dengan keberadaan taman kota,’’ kata Yudi Sutha. Sebagaimana yang diketahui, bangunan bekas RSU Bangli sejak beberapa tahun terakhir dibiarkan terbengkalai. Karena kondisinya kumuh dan menyeramkan, bangunan itu kerap dipakai sebagai tempat menggelar acara uji nyali atau hal-hal yang berbau mistis. Untuk menghilangkan kesan angker dan kumuh dari eks bangunan RSU tersebut, warga setempat berharap pemerintah segera melakukan pembongkaran atau memfungsikan lahan tersebut menjadi tempat yang lebih berguna misalnya taman kota. (kmb40)


Rabu Paing, 22 Mei 2019

Pejudo Pelatnas Berlatih di Bali Denpasar (Bali Post) – Bali selalu menarik bagi atlet daerah lain dan nasional dari berbagai cabang olahraga (cabor) sebagai tempat berlatih. Saat ini tim judo pelatnas Indonesia yang disiapkan turun pada SEA Games 2019 di Filipina pada awal Desember mendatang, melakoni latihan di Pulau Dewata selama dua pekan. Tim judo pelatnas berjumlah 20 orang yang terdiri atas sembilan pejudo putra, sembilan pejudo putri serta empat pejudo (2 putra, 2 putri) nomor kata atau seni. Lima di antaranya berasal dari Bali. ‘’Mereka adalah saya sendiri, Mira Widari, Agastia, Ganding Kalbu dan Vania,’’ ujar Anny Pandini saat bersama rekan-rekannya melakukan latihan kebugaran di tempat fitnes KONI Bali, GOR Lila Bhuana, Denpasar, Selasa (21/5) kemarin. Anny Pandini yang merupakan pejudo andalan Bali dan nasional tak mau memasang target muluk-muluk

di SEA Games nanti. Meski bertekad tampil habishabisan, ia hanya berjanji memberikan hasil terbaik buat kontingen Indonesia. ‘’Terbaik sajalah karena persaingan akan ketat. Banyak judoka Jepang dinaturalisasi oleh Filipina, Laos, Thailand dan Vietnam. Itu yang membuat perjuangan saya bakal sangat berat,’’ tegasnya. Pejudo putri yang sudah lama menjadi langganan tim nasional itu sukses mempersembahkan medali emas buat Merah-Putih pada SEA Games 2015 di Singapura. Dua tahun kemudian pada SEA Games Malaysia, ia tidak kebagian medali karena harus naik kelas sebab kelas spesialisasinya tak dipertandingkan. ‘’Jadi, itu kendalanya di SEA Games 2017. Semoga di SEA Games Filipina saya bisa memberikan prestasi terbaik bagi Bali dan Indonesia. Saya mohon dukungan dari masyarakat Bali dan Indonesia,’’ tandas Anny Pandini. (kmb)

FPTI Bali Gelar Kursus Juri dan Pembuat Jalur Denpasar (Bali Post) – Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali menyelenggarakan kursus juri dan pembuat jalur panjat tebing di lintasan panjat tebing kompleks Stadion Kompyang Sujana, Denpasar. Pelatihan yang dibuka di Kantor KONI Bali, Selasa (21/5) kemarin, akan berlangsung hingga Jumat (24/5) lusa. Kursus diikuti 33 peserta. Sebanyak 31 orang dari FPTI kabupaten dan kota seluruh Bali serta tiga orang asal FPTI Kalimantan Selatan (Kalsel). Kegiatan ini merupakan program resmi FPTI Bali untuk memenuhi kebutuhan akan juri dan pembuat jalur di kota dan kabupaten dalam rangka meningkatkan prestasi atlet panjat tebing. Sebab, kejuaraan berawal dari daerah tingkat II. ‘’Kami masih kekurangan

juri dan pembuat jalur. Kondisi itu akan membuat sulit ketika kabupaten atau kota membuat kejuaraan terutama untuk pembuatan jalur,’’ jelas Ketua Umum Pengprov FPTI Bali Putu Yudi Atmika usai pembukaan kursus di KONI Bali. Oleh karena itulah pihaknya memfasilitasi juri dan pembuat jalur melalui kursus ini. Menurutnya, Bali sudah mempunyai juri dan pembuat jalur, namun jumlahnya terbatas. Pelatihan ini diharapkan mampu menambah wasit juri dan pembuat jalur di kota dan kabupaten. ‘’Harapan kami rekan-rekan pengkab dan pengkot FPTI di Bali bisa meningkatkan kualitas atletnya yang muncul dari kejuaraan. Dengan adanya wasit dan juri serta pembuat jalur ini, maka kabupaten dan kota bisa membuat kejuaraan sendiri,’’ ujar Yudi Atmika. (kmb)

Sudah Selesai Koster meminta masyarakat untuk mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa, tegaknya ideologi Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. ‘’Pemilu sudah selesai, sebanyak 80 persen rakyat Indonesia telah menggunakan hak pilihnya, memutuskan pilihannya dalam membangun demokrasi sesuai nilai nilai Pancasila. Sepantasnya kita menghor-

mati pilihan dan keputusan rakyat Indonesia,’’ tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan dalam pemilu serentak 2019 seyogianya tidak membuat bangsa kita menjadi terpecah belah. ‘’Kita harus mengedepankan kepentingan dan kemajuan bangsa di atas segala-galanya, agar di bawah kepemimpinan Bapak Jokowi bangsa dan negara ini terus bergerak maju dengan dinamis dalam memasuki persaingan global,’’ tandasnya. (kmb)

OLAHRAGA

Guardiola Belum Pikirkan Musim Depan

Manchester – Manchester City merayakan treble domestik yang direbutnya musim ini dengan parade bus terbuka, Selasa (21/5) kemarin. Pawai ini menarik sekitar 100.000 penggemarnya yang turun ke jalan-jalan di pusat Kota Manchester, Inggris. City menjadi klub pertama yang menyabet tiga trofi utama Inggris. Pasukan Pep Guardiola menang 6-0 atas Watford untuk merebut Piala FA di Wembley, meraih gelar Liga Primer kedua berturutturut minggu sebelumnya dan memenangkan Piala Liga pada Februari lalu. Ditambah gelar Community Shield, City menyebut dirinya sebagai ‘’The Fourmidables’’ dalam spanduk yang diarak. Skuad City bergabung dengan timnya wanitanya yang juga memenangkan Piala FA dan Piala Liga tahun ini. Guardiola menegaskan belum memikirkan musim depan tetapi mengakui kapten Vincent Kompany akan pergi untuk menjadi manajer merangkap pemain di klub Anderlecht, Belgia, negara asalnya. ‘’Nol. Sekarang saatnya makan malam dan anggur yang enak. Kami akan memikirkannya dalam waktu satu bulan dan menikmatinya sekarang,’’ katanya sembari mengaku sangat merindukan Kompany. Kompany mengatakan inilah waktu yang tepat untuk meninggalkan City. Bek tengah ini pergi setelah mencetak gol kemenangan yang memukau melawan Leicester pada pertandingan ke-37 di Liga Utama Inggris. Kemenangan itu membawa City selangkah

10:05 Wita Lejel Homeshopping 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shooping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Dharma Santi (4) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Ocydia Home Shooping 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shooping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Agrobisnis Tanaman Hias Miana 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita DW TV

Bali Post/afp

PAWAI – Manajer Manchester City Pep Guardiola dan para pemainnya yang naik bus terbuka disambut penggemarnya dalam pawai kemenangan di Kota Manchester, Selasa (21/5) kemarin. lagi merebut gelar. ‘’Tim ini siap untuk mencapai lebih banyak lagi. Aku sudah memberikan semua yang aku bisa untuk klub ini. Aku tidak bisa memberitahumu betapa bangganya aku. Aku tidak punya apa-apa lagi. Aku telah memberikan segalanya,’’ ujarnya. Kapten City itu menyelesaikan pidatonya dengan menyatakan bahwa City adalah klub terbaik di dunia. ‘’Kamu adalah klub terbaik di dunia. Aku tidak peduli apakah kamu memenangkan Liga Champions atau tidak, kamu adalah klub terbaik di dunia,’’

tegasnya. Mbappe Juara Liga Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), bersikeras bahwa Kylian Mbappe akan tinggal di klub ini musim depan, meskipun sang striker mengisyaratkan bisa pergi. Pemain berusia 20 tahun ini pada Senin (20/5) lalu menginginkan lebih banyak tanggung jawab mungkin di PSG atau mungkin di tempat lain setelah memenangkan Ligue 1 musim ini. PSG dalam sebuah pernyataan di Twitter menyatakan ikatan yang kuat telah me-

Kedewasaan Berdemokrasi Kedewasaan Berdemokrasi Demokrasi memang penuh dinamika dan demokrasi juga memiliki aturan mainnya sendiri, yang telah disepakati bersama. Aturan main inilah yang harus ditaati bersama. ‘’Selama kita tunduk dan senantiasa mengikuti aturan yang telah disepakati, saya percaya semuanya akan berakhir baikbaik saja. Karena dinamika politik di dalam pesta demokrasi adalah merupakan keniscayaan atas demokrasi itu sendiri,’’ ujar Bupati Jembrana I Putu Artha. Ia juga meyakini para kandidat yang merupakan elite bangsa, memiliki jiwa besar untuk menerima hasil pemilu yang telah dilakukan bersama-sama dengan riang gembira. Di Jembrana, Pemilu 2019 berjalan penuh kedamaian. Ini menunjukkan bahwa sejatinya masyarakat sudah sangat siap dan dewasa di dalam berdemokrasi.

Pilihan Rakyat Hasil pemilu serentak yang telah diumumkan KPU merupakan pilihan rakyat. Apa pun hasil dari KPU harus dihormati dan dihargai. Tidak ada yang bisa membantah, kalau sudah lembaga resmi menyatakan seperti itu. Selanjutnya mari jaga persatuan kita untuk membangun NKRI. Jangan jadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk terpecah belah. ‘’Mari gunakan energi kita untuk berpikir, apa yang bisa kita lakukan untuk negara dari daerah, untuk mewujudkan masyarakat yang unggul dan sejahtera,’’ tandas Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. (tim BP)

Rabu, 22 Mei 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Dharma Santi (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Kuru Setra Parwa (1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Inovator 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:05 Wita Seputar Bali Terkini

15

16:30 Wita Dunia Kita 17:00 Wita Taman Sari TK Kartini 1 Culik 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Solusi Alternatif Jamu Tetes HaGe 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesama 21:30 Wita Mahadewi Peran Guru SLB 22:05 Wita Dialog Interaktif Creative Agency 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali Channel

nyatukan PSG dan Kylian Mbappe selama dua tahun dan cerita itu akan berlanjut pada musim depan. Sementara itu, karier Xavi Hernandez (39) yang memukau bersama Barcelona dan Timnas Spanyol berakhir dengan buruk ketika klub Al Sadd (Qatar) yang dibelanya dikalahkan 0-2 oleh raksasa Iran, Persepolis, dalam pertandingan terakhir grup Liga Champions AFC di Stadion Azadi, Teheran. Al Sadd hanya menang dua kali dalam enam pertandingan terakhir. Hanya 11.000 penonton ha-

dir di stadion berkapasitas 100.000 yang sebagian besar mengenakan seragam merah Persepolis, yang memenangkan gelar Liga Iran beberapa hari lalu. Beberapa penggemar tuan rumah mengacungkan spanduk bertuliskan ‘’Adios Xavi’’ untuk menunjukkan penghargaan terhadap pemain yang bersama Andres Iniesta membentuk tulang punggung Barcelona. Xavi juga merasa terhormat oleh manajemen Persepolis yang memberinya jersey nomor 6 yang yang dikenakannya sepanjang kariernya. (apf/ kmb)


balipost http://facebook.com/balipost

Rabu Paing, 22 Mei 2019

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Jokowi Hargai Langkah Prabowo Gugat ke MK

Jakarta (Bali Post) -

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, merespons pengumuman hasil rekapitulasi nasional pilpres yang telah dikeluarkan KPU dengan penolakan. Langkah hukum dengan menggugat hasil pemilu pun akan ditempuh. Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), menghargai langkah tersebut dengan menyebutnya sebagai hak dan sesuai dengan konstitusi. ‘’Saya kira saya sangat menghargai apabila Pak Prabowo dan Pak Sandi ke MK,’’ kata Joko Widodo setelah pidato kemenangan di Kampung Deret yang terletak di Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/5) kemarin. Menurut Jokowi, menggugat ke MK merupakan hak dan sesuai dengan hukum dan konstitusi yang berlaku. Ia justru mendukung langkah-langkah yang sesuai dengan konstitusi ketimbang sebaliknya. ‘’Itu memang sebuah proses sesuai konstitusi, sesuai dengan hukum dan undang-undang yang kita miliki, sangat menghargai,’’ katanya. Sementara itu, Tim kuasa hukum Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang dikoordinir Yusril Ihza Mahendra akan mengajukan permohonan pihak terkait ke Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sengketa hasil pemilu presiden 2019. ‘’Pihak kami siap mengajukan sebagai pihak terkait. Pengajuan sebagai pihak terkait dilakukan jika kubu Prabowo-Sandiaga Uno mengajukan gugatan hasil pemilu presiden ke MK,’’ kata Yusril Ihza Mahendra kepada pers di Media Center Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa kemarin. Menurut Yusril, pengajuan sebagai pihak terkait, dalam hal ini KPU sebagai termohon sengketa pemilu presiden

dan sementara pihak lain paslon 01 berhak mengajukan pihak terkait, mengajukan saksi ahli, dan menyanggah pemohon dari pihak kubu 02. Yusril menyatakan, sebagai kuasa hukum pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin akan bekerja sama dengan Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan untuk menghadapi sidang perkara sengketa pemilu presiden 2019 yang diajukan kubu Prabowo-Sandiaga. ‘’Beberapa hari lalu sudah menyiapkan para pengacara yang tergabung tim advokasi pembelaan TKN. Insyaallah, jika pasangan calon 02 dalam waktu tiga hari mendaftarkan permohonan, maka kami mengajukan surat permohonan ke MK sebagai pihak terkait nantinya. Kami berharap perkara berjalan fair dan adil,’’ jelasnya. (ant) GUGAT KE MK - Capres dan Cawapres 02 Prabowo-Sandi melambaikan tangan usai memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta Pusat, Selasa (21/5) kemarin. Pasangan PrabowoSandi menolak hasil pemilu dan memutuskan mengajukan gugatan ke MK.

Menkopolhukam Benarkan Rekap Suara Nasional Usai, Pengaduan Penangkapan Mantan Danjen Bawaslu Bali ke DKPP Tetap Berjalan Kopassus Terkait Senjata Gelap Jakarta (Bali Post) – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menjelaskan penangkapan mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko terkait dengan sejumlah ucapannya dan dugaan adanya senjata gelap dari Aceh. ‘’Jadi supaya tidak simpang-siur ya, memang penangkapan Mayor Jenderal Purnawirawan Soenarko berkaitan dengan ucapan-ucapan beliau pada saat ada penjelasan kepada anak buahnya yang terekam dan diviralkan. Lalu juga ada keterkaitan dengan adanya senjata gelap yang dari Aceh yang diindikasikan diduga diminta oleh yang bersangkutan untuk maksud tertentu yang kita tidak tahu tapi tentu melanggar

hukum,’’ kata Wiranto di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta. Soenarko dilaporkan oleh Humisar Sahala dengan Nomor: LP/B/0489/V/2019/Bareskrim tertanggal 20 Mei 2019, dengan tuduhan Tindak Pidana Makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 110 jo Pasal 108 Ayat (1) dan Kejahatan terhadap Ketertiban Umum UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang KUHP Pasal 163 bis jo Pasal 146. Humisar mengatakan, sebelumnya ia melihat video Soenarko yang viral di situs berbagi video, Youtube dan merasa resah atas pernyataan Soenarko di rekaman video tersebut. ‘’Itulah yang sekarang sedang disidik kepolisian, kita tunggu saja hasilnya,’’ tambah Wiranto. Dengan penangkapan tersebut,

menurut Wiranto, aparat penegak hukum betul-betul tanpa pandang bulu menindak siapa pun yang melanggar hukum. ‘’Di sini kita harus melihat hitam putih. Jangan dikaitkan dengan politik, dikaitkan pilpres, dengan pemilu, siapa pun yang melanggar hukum ada hukum yang kita tegakkan. Aparat penegak hukum pasti menindak tegas,’’ ungkap Wiranto. Pada Senin (20/5) malam, penyidik dari Mabes Polri dan POM TNI telah melakukan penyidikan terhadap Soenarko, lalu dilanjutkan pemeriksaan di Markas Puspom TNI, Cilangkap. Saat ini, Mayjen (Purn) S menjadi tahanan Mabes Polri dan dititipkan di Rumah Tahanan Militer Guntur. Sedangkan satu orang lain terduga yang ikut diamankan yaitu Praka BP juga ditahan di Rumah Tahanan Militer Guntur. (ant)

Hadirkan Karya Instalasi Gurita Raksasa

Denpasar (Bali Post) Kendati proses pemilu serentak secara nasional hasilnya telah diumumkan, namun beberapa temuan pelanggaran terhadap penyelenggaraan pemilu tetap dilakukan proses penyelesaian secara hukum. Seperti halnya kasus keterlambatan logistik di Kabupaten Buleleng, yang mengakibatkan Komisioner dan Sekretariat KPU Buleleng kini berurusan dengan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Penerusan aduan yang dilakukan Bawaslu Bali ke DKPP ini dalam upaya mencegah perbuatan serupa yang terjadi dalam pilkada serentak di tahun 2020. Pengaduan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu ini merupakan yang kedua kalinya terjadi di Bali. Di mana sebelumya Bawaslu Karangasem yang meminta imbalan telah diputus

dalam sidang DKPP untuk diberikan peringatan terakhir. Sementara itu, setelah sempat melakukan perbaikan dokumen, akhirnya Bawaslu Bali secara resmi mengadukan Komisoner dan Sekretaris KPU Buleleng ke DKPP. Ketua Bawaslu Bali Ketut Ariyani membenarkan hal tersebut, Selasa (21/5) kemarin. Menurutnya, dokumen pengaduan ke DKPP telah diserahkan pada 10 Mei lalu, dengan register No. 014/TM/Kab.Bll/17.03/ IV.2019, tertanggal 22 April 2019. ‘’Kini kami tinggal menunggu panggilan untuk sidang saja,’’ katanya. Komisioner dan Sekretariat KPU Buleleng dilaporkan ke DKPP karena keterlambatan pendistribusian logistik pemilu 17 April 2019 di Kabupaten Buleleng. Kejadian ini lantaran dugaan tidak profesionalnya Komisioner dan

Sekretaris KPU Buleleng dalam melaksanakan tugasnya, mendistribusikan logistik. Sementara itu, atas laporan Bawaslu ke DKPP, Komisioner KPU Buleleng sudah melakukan koordinasi dengan KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan. Bahkan, KPU Bali siap pasang badan untuk membela Komisioner KPU Buleleng. Menurutnya, pihaknya menilai bahwa urusan logistik pemilu merupakan urusan sekretariat bukan komisioner KPU. Walaupun dalam hal ini ada divisi logistik dalam komisioner, namun hal itu hanya bersifat mengontrol. Tugas pokok dari komisioner KPU adalah kebijakan. ‘’Untuk pengelolaan logistik, mulai dari bagaimana melakukan packing, melipat, dan teknis mengirimnya, itu merupakan urusan dari sekretariat,’’ katanya. (kmb16)

Kembali Duet Bersama Eka Jaya

BBAF Ingatkan Pentingnya Ayu Saraswati Ajak Masyarakat Menjaga Kelestarian Laut Mensyukuri Makna Kehidupan Mangupura (Bali Post) Berbeda dengan event pertama tahun 2018 yang memecahkan rekor Muri dengan sajian Cak Konser Kolosal 5.555 siswa SMA dan SMK se-Kabupaten Badung, Brawa Beach Arts Festival (BBAF) tahun 2019 kembali akan menghadirkan hal yang baru. Dengan mengangkat tema ‘’Pasisi Lango: Deep Blue Spirit’’, hadir dengan konsep yaitu memecahkan rekor Muri dengan kategori karya seni instalasi gigantik/terbesar yang mengangkat binatang laut gurita. Festival ini akan dibuka pada 23 - 26 Mei mendatang. Menurut Ketua Panitia I Made

Dwijantara, gurita adalah binatang laut yang lekat dengan kehidupan masyarakat dan menjadi bahan olahan makanan masyarakat Tibubeneng. Gurita, menurutnya, juga identik dengan monster laut seperti digambarkan sebagai Kraken dalam film ‘’Pirate of Caribian’’. ‘’Dipilihnya gurita karena keunikannya, di satu sisi lekat dengan binatang yang ringkih tidak terlalu kuat, namun pada sisi lain juga merepresentasikan monster laut yang menyeramkan,’’ katanya saat memberikan keterangan, Selasa (21/5) kemarin. Dalam hal ini, gurita ini sebagai

Bali Post/edi

BBAF - Sekretaris Dinas Pariwisata Badung A.A. Yuyun Hanura Eny (tiga dari kanan) saat memberikan keterangan terkait Brawa Beach Arts Festival (BBAF) tahun 2019, Selasa (21/5) kemarin.

simbol untuk merepresentasikan spirit kesadaran dari dalam lautan (Deep Blue Spirit). Konsep tema ini diterjemahkan ke dalam kehadiran gurita raksasa yang memenuhi areal Pura Perancak, lokasi pelaksanaan festival. Makna lainnya yang ingin ditampilkan adalah spirit dasar laut dibawa untuk menggaungkan kepedulian terhadap potensi laut yang semakin hari semakin tercemar oleh polutan. Pesan yang ingin disampaikan yakni jangan sampai dasar laut marah sehingga membawa kesengsaraan buat umat manusia. ‘’Dengan datangnya gurita raksasa ke pesisir, tujuannya untuk mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian laut,’’ pungkasnya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Badung A.A. Yuyun Hanura Eny berharap dengan festival ini Dinas Pariwisata bisa bersatu padu dengan masyarakat untuk menghidupkan suasana Pantai Brawa sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan. ‘’Target Dispar yaitu tingkat kunjungan wisata ke Pantai Brawa bisa meningkat. Selain tingkat kunjungan, lama tinggal dengan adanya festival ini juga bisa meningkat,’’ harapnya. Brawa Beach Arts Festival juga akan menampilkan seni pertunjukan (Performing Arts & Music) berupa garapan tari dan komposisi musik yang mengangkat nilai-nilai pesisir Kuta Utara. Juga akan diangkat berbagai jenis penganan lokal yang telah mulai terlupakan di dalam Food & Beverage Corner. (kmb23)

LAMA tak terdengar di kancah musik pop Bali, penyanyi yang sempat hits dengan lagu ‘’Selem-selem Manis’’, Eka Jaya akhirnya muncul ke permukaan. Kali ini ia kembali menggandeng penyanyi pop Bali ternama, Ayu Saraswati. Sebelumnya, kedua penyanyi kawakan ini pernah duet bersama pada single ‘’Mebunga-bunga’’, ‘’Metunangan’’ dan terakhir dengan single ‘’Ngancan Demen’’ yang bernuansa percintaan. Berbeda dengan single duet sebelumnya, kali ini mereka menghadirkan single yang sarat dengan makna kehidupan yang harus tetap disyukuri. Bahkan, pemeran dalam video klip single ini melibatkan anak berkebutuhan khusus (difabel) yaitu Yoko dan Agus Mertayasa. Lagu yang diciptakan oleh Eka Jaya ini diberi judul ‘’Astungkara Ada Jalan’’. ‘’Lagu ini (‘Astungkara Ada Jalan’ - red) lebih mengarah tentang bagaimana rasa syukur kita terhadap segala situasi yang kita hadapi. Intinya jangan mudah menyerah, jangan mudah mengeluh, jangan mudah terpuruk terhadap segala situasi yang ada, meskipun situasi itu terkadang tidak sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Astungkara pasti ada jalan keluarnya,’’ ujar Ayu Saraswati saat presscon launching single ‘’Astungkara Ada Jalan’’, Selasa (21/5) kemarin. Apalagi, dalam video klipnya tersebut melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus, namun mereka tetap semangat melakukan aktivitas sebagaimana orang pada umumnya. Bagi penyanyi kelahiran Denpasar, 27 Mei 1979 ini, Yoko dan Agus Mertayasa adalah contoh kecil di mana ketidaksempurnaan bukanlah sebuah batasan. ‘’Bagi saya anak keterbatasan itu adalah anak yang lahir istimewa, karena berbeda dengan yang lainnya. Saya pribadi sangat tersentuh bisa mengajak anak-anak ini dalam video klip lagu saya bersama Eka Jaya. Siapa pun yang menikmati lagu ini bisa lebih termotivasi, bagaimana mamaknai kehidupan agar tidak selalu mengeluh, tetapi bisa terus memotivasi diri untuk berbuat sesuatu. Tidak ada alasan untuk kita mengeluh, tidak bahagia dan tidak mensyukuri hidup ini,’’ tandasnya dengan mata berkaca-kaca.

Bali Post/win

LAUNCHING KLIP - Ayu Saraswati dan Eka Jaya bersama Agus Mertayasa, salah satu talent difabel, dalam video klip single ‘’Astungkara Ada Jalan’’ yang di-‘’launching’’ Selasa (21/5) kemarin. Sementara itu, Eka Jaya mengaku dalam pembuatan single ‘’Astungakara Ada Jalan’’ ini melalui proses yang panjang. Bahkan, dalam proses take vokal masih dilakukan proses penyempurnaan lirik lagu. Hal ini dilakukan agar sesuai dengan video klip yang telah dirancang oleh Ayu Saraswati. (win)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook