terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
8 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 235 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Rabu pon, 22 april 2020 Pencurian ‘’Pratima’’ di Pura Pucak Bukit Sangkur Pencurian pratima kembali terjadi di Kabupaten Tabanan. Kini kejadiannya di Kecamatan Baturiti, tepatnya di Pura Pucak Bukit Sangkur, Banjar Kembangmerta, Desa Candikuning. TABANAN | HAL. 4
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Diskes Klungkung ‘’Rapid Test’’ 71 Orang
Buleleng Tambah BTT
Petugas Diskes Klungkung kembali melakukan rapid test kepada 71 orang di GOR Swecapura, Desa Gelgel, Selasa (21/4) kemarin. Mereka adalah warga yang sebelumnya menjalani karantina mandiri, masuk dalam kelompok ODP maupun OTG. KLUNGKUNG | HAL. 5
Dari pembahasan antara TAPD dan Banggar DPRD Buleleng, penyesuaian anggaran ini telah disetujui. Khusus anggaran Belanja Tidak Tertuga (BTT) telah disepakati ditambah dan jumlahnya menjadi Rp 57 miliar. BULELENG | HAL. 6
Naker Asal Badung Meninggal di AS
Keluarga Serahkan Penanganan Jenazah Almarhum kepada Pemerintah
KABUT duka menyelimuti rumah I Putu Sugiartha (42), pekerja migran Indonesia (PMI) asal Badung, yang meninggal dunia, Minggu (19/4) lalu. Pria asal Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi ini bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di Kapal Pesiar Oasis of The Sea. Ni Gusti Nyoman Pramesti, istri almarhum, menceritakan perihal suami yang telah 15 tahun bekerja di kapal pesiar.
Almarhum dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Fort Lauderdale Amerika Serikat (AS), pukul 08.00 waktu setempat. ‘’Suami saya berangkat pada 29 November 2019. Tadi malam (Senin 20/4) tumben saya mendapat VC (video call) dari dokter yang merawat. Setelah saya buka, saya ditunjukkan suami saya sudah meninggal. Saya sudah tidak kuat,’’ ungkap Pramesti saat ditemui di rumah duka, Selasa
(21/4) kemarin. Menurut ibu dua anak ini, almarhum dinyatakan sakit sejak 22 Maret 2020. Pada 31 Maret 2020, almarhum menyatakan dirinya telah berada di rumah sakit untuk opname. ‘’Waktu itu suami saya menelepon, mengaku sakit setelah selesai main voli bersama teman-temannya. Itu terakhir kontak dengan suami saya,’’ terangnya. Setelah almarhum dirawat
di rumah sakit, Pramesti hanya mendapatkan kabar dari dokter yang merawat hampir setiap hari. Akhirnya tanggal 4 April pihak dokter menghubungi bahwa kondisi suaminya kritis. Saat itu pihak dokter menghubungi dan meminta persetujuan memasang alat di paru-paru, karena kondisinya sudah kritis. Hal. 7 Jenazah Tak Dapat
KESADARAN DIAM DI RUMAH MELEMAH
Denpasar (Bali Post) Memutus mata rantai penularan Covid-19 memerlukan langkah tegas. Imbauan diam di rumah yang dianggap paling efektif, ternyata mulai diabaikan. Kesadaran untuk itu melemah. Jalan-jalan belakangan ini mulai ramai kembali. Kondisi ini mesti segera dikaji dan dilakukan langkah-langkah lebih terukur untuk membatasi mobilitas penduduk. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali dr. I Gede Putra Sutedja dan Akademisi Kebijakan Publik Dr. Ida Ayu Putu Sri Widnyani, S.Sos., M.AP. menegaskan hal ini, Selasa (21/4) kemarin.
1.204 Di-PHK 52.387 Dirumahkan Denpasar (Bali Post) Sesuai pendataan yang dilakukan bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kabupaten/ kota per tanggal 16 April 2020, pekerja formal yang terdampak atau dirumahkan sebanyak 52.387 orang dari 748 perusahaan. Sedangkan pekerja formal yang di-PHK sebanyak 1.204 orang dari 84 perusahaan. Sebaran perusahaan yang terbanyak melakukan PHK dan perumahan karyawan adalah di Kabupaten Badung. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali Ida Bagus Arda mengatakan, data tersebut dikirim ke pemerintah pusat sebagai landasan untuk membuat kebijakan. ‘’Sektor formal itu adalah mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada ikatan kerjanya, perjanjian, perusahaannya juga sudah terdaftar dan ada badan hukumnya, termasuk bekerja di hotel dan restoran,’’ jelas Arda, Selasa (21/4) kemarin. Menurut Arda, pihaknya saat ini baru melakukan pendataan untuk dikirimkan ke pemerintah pusat. Sedangkan kebijakan yang diambil menunggu kebijakan pemer-
intah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan pengangguran, pemerintah pusat telah meluncurkan kartu prakerja pada 11 April. Untuk mendapatkannya, masyarakat yang terdampak Covid-19 dapat mendaftarkan diri di website prakerja. Namun praktik yang ditemui di lapangan, masih ditemui kesulitan-kesulitan. ‘’Oleh karena itu, Pemprov Bali maupun pemerintah kabupaten/kota membuka posko pendampingan. Saudarasaudara kita yang kesulitan mengakses situs tersebut kita bantu melalui sarana posko,’’ ujarnya. Periode pendaftaran kartu prakerja terdiri dari 30 gelombang. Gelombang I dibuka tanggal 11 – 17 April dan pengumumannya tanggal 20 April. Pendaftaran kartu prakerja gelombang kedua dibuka pada tanggal 20 – 23 April. Pengumuman pendaftar yang mendapat kartu prakerja dilakukan secara online pada pribadi-pribadi pendaftar langsung. Sehingga, diakui, ia tidak mengetahui siapa saja penerima kartu prakerja dari Bali.‘’Makanya kita kejar ke pusat, mencari siapa saja
OPINI
Mencermati Kesembuhan Pasien Covid-19 di Bali
sih yang dari Bali yang sudah keterima agar tidak terjadi dobel menerima program. Kalau ada program lain, maka yang sudah menerima kartu prakerja, kemudian mendapat program lain. Jadi, supaya tidak dobel,’’ ujarnya. (kmb42)
mencegah fasilitas kesehatan dibanjiri pasien Covid-19. Pengalaman di beberapa negara, jumlah pasien yang membeludak akan membuat tenaga dan fasilitas kesehatan kewalahan. Kondisi yang mengakibatkan jumlah korban meninggal akibat Covid-19 tak terbendung. Akademisi Kebijakan Publik Dr. Ida Ayu Putu Sri Widnyani, S.Sos., M.AP. menilai imbauan pemerintah agar masyarakat untuk tetap tinggal di rumah dan menghindari kerumunan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bali masih diabaikan. Sejumlah warung makan, pasar, dan tempattempat vital lainnya masih kelihatan ramai. Padahal, instansi terkait seperti Satpol PP telah berulangkali menertibkan mereka. Ini menandakan bahwa imbauan yang dikeluarkan pemerintah belum berjalan maksimal dalam upaya pencegahan Covid-19. Sri Widnyani mengatakan, masyarakat Bali masih cuek terhadap imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk tetap tinggal di rumah. Pihaknya mengakui ada sejumlah rumah makan yang tidak menghiraukan imbauan Satgas Covid-19 yang melarang menerima pelanggan makan di tempat. Bahkan, warung makan tersebut tidak menyediakan wastafel cuci tangan dan hand sanitizer. Hal ini menandakan pedagang tidak disiplin demi keselamatan dirinya dan orang lain. ‘’Dugaan saya, mereka terlalu cuek dan
’’Sebaiknya ada tindakan tegas dari aparat. Jika tidak, sulit memutus rantai penularan. Apalagi sudah terjadi transmisi lokal dan OTG ada indikasi berkeliaran.’’ dr. I Gede Putra Sutedja Ketua IDI Bali
’’Dugaan saya, masyarakat Bali terlalu cuek dan tidak menganggap pandemi Covid-19 ini sebagai wabah yang serius. Pandemi ini sulit dicegah tanpa ada partisipasi masyarakat secara jelas.’’ Dr. Ida Ayu Putu Sri Widnyani, S.Sos., M.AP. Akademisi tidak menganggap pandemi Covid-19 ini sebagai wabah yang serius,’’ ujar dosen Magister Administrasi Publik Pascasarjana Universitas Ngurah Rai ini. Dikatakannya, wabah pandemi Covid-19 akan sulit dicegah apabila tidak ada kerja sama dari masyarakat. Sebab, tidak cukup mengandalkan pemerintah termasuk petugas medis dalam memberikan imbauan, atau menyosialisasikannya. Jika masing-masing individu tidak mengerti
dan paham akan bahaya virus ini, maka akan sia-sia. Oleh karena itu, dalam memutus penyebaran pandemi ini, perlu kerja sama saling bantu antara semua pihak dan semua lini. ‘’Ini semua demi kita, demi diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Jika kita secara individu tidak menaati segala imbauan yang positif, pandemi ini tidak akan pernah putus dan tidak akan pernah berakhir,’’ tegasnya. (win/ata)
Calonarang dan Ajaran Kepemimpinan Dalam Menghadapi Wabah
Oleh: dr. Martin Susanto, S.Ked.
SEJAK Desember 2019, virus Corona (Covid-19) telah menginfeksi lebih dari satu juta jiwa manusia dan menyebabkan kematian lebih dari 54 ribu jiwa. Sebanyak 220 ribu jiwa manusia berhasil sembuh dari penyakit virus Corona ini. Saat ini Amerika Serikat tercatat sebagai negara dengan jumlah pasien positif Covid-19 terbanyak di dunia sebesar 245 ribu kasus. Untuk angka mortalitas, kematian terbesar terjadi di Italia dan Spanyol di mana Covid-19 sudah merenggut nyawa masing-masing 13 ribu dan 10 ribu jiwa. Saat ini Kuwait dan Vietnam tercatat sebagai negara dengan persentase mortalitas terendah di dunia yaitu 0%. Sedangkan China merupakan negara dengan persentase kesembuhan tertinggi di dunia, yaitu 93,8%. Negara Indonesia merupakan negara dengan persentase mortalitas tertinggi di dunia, yaitu sebesar 9,1%. Persentase kesembuhan Indonesia berada di kisaran 6,7%. DKI Jakarta merupakan provinsi paling terdampak dengan jumlah pasien positif Covid-19 terbanyak yakni 958 kasus, dengan kematian 96 kasus dan kesembuhan 54 kasus. Hal. 7 Pelopor Layanan
P
utra Sutedja berharap ada tindakan lebih tegas dari aparat. Risiko diabaikannya anjuran tidak keluar rumah adalah makin sulitnya memutus rantai penularan. ‘’Sebaiknya ada tindakan tegas dari aparat. Jika tidak, sulit memutus rantai penularan. Apalagi sudah terjadi transmisi lokal dan OTG (orang tanpa gejala - red) ada indikasi berkeliaran,’’ katanya. Selain memutus rantai penularan, katanya, dengan tetap tinggal di rumah akan
Oleh: Sugi Lanus KISAH Calonarang adalah salah satu informasi tertua yang berisi ‘’pengetahuan wabah’’ yang diwarisi masyarakat Nusantara. Kisah ini punya dua sisi. Satu sisi berupa horor ke-
matian dan tuduhan pada Dyah Nateng Dirah sebagai ratu ilmu hitam (Calonarang) yang menebar wabah. Sisi lainnya, berisi petunjuk bagaimana kepemimpinan tradisional Jawa Kuno dan Bali dalam menghadapi wabah, bagaimana strategi raja dan para mpu secara holistik menyikapi bencana wabah di masa lalu. Teks Calonarang -- yang berlatar waktu sekitar akhir abad ke-10 dan awal abad ke-11 -- jarang dibedah sisi lainnya yang berisi informasi bagaimana raja dan para mpu di Jawa Kuno dan Bali ‘’menginvestigasi’’ wabah. Cuplikan investigasi dalam suasana penularan wabah tersebut seperti tenggelam oleh kisah horor ilmu hitam yang menonjol dalam don-
geng dan pementasan. Diawali dengan pemaparan bagaimana mayat-mayat bergelimpangan. Kerajaan dilanda wabah -- pageblug, gering, marana, gerubug, sasab. Di zaman tiada ada mikroskop: Wabah identik dengan ilmu hitam. Bukan virus atau bakteri diwanti-wanti, tetapi Dyah Nateng Dirah dituduh biang keladi. Dalam menghadapi wabah yang tumpang tindih dengan tuduhan dan rumor, Raja Airlangga dan Mpu Bharadah tidak mau gegabah. Mereka mengirim Mpu Bahula -- seorang terpelajar yang tercerahi, dibesarkan dalam silsilah perguruan dharma yang lurus -- untuk mencari tahu kehidupan Dyah Nateng Dirah. Benarkah dia seorang
Calonarang ratu ilmu hitam? Mpu Bahula mendatangi keluarga Nateng Dirah. Dalam pada itu, Ratna Manggali -- putri kesayangan Nateng Dirah -- hatinya luluh oleh kecemerlangan Mpu Bahula. Mpu Bahula mendapat kesempatan membaca kitabkitab yang berisi ajaranajaran yang dipraktikkan Dyah Nateng Dirah. Hasil investigasinya dilaporkan ke Mpu Bharadah. Disimpulkan tidak ada yang salah dengan kitab-kitabnya, hanya ‘’dibaca terbalik’’. Raja Airlangga mendengar wejangan guru dharma Mpu Bharadah -- simbol wiweka (nalar jernih) dan kapradnyanan (kecerdasan yang suci). Sebagai pemimpin dia selalu bersikap hati-hati. Cermat mengumpulkan data dan
terukur menghitung perkembangan situasi. Memutuskan dengan bijak berdasar kajian investigasi yang valid. Kata kuncinya ‘’investigasi’’. Penasihat Negara yang Bijak, Mpu Bharadah dan Mpu Kuturan Mpu Bharadah ternama sebagai penasihat yang jernih. Kualifikasinya tidak diragukan. Darinya kita mewarisi manuskrip Lontar Kaputusan Mpu Bharadah. Naskah lontar ini menjadi bukti bagaimana Mpu Bharadah bukan hanya bijak dan cermerlang sebagai guru dharma, penasihat tata negara, tetapi sekaligus mumpuni dalam merumuskan protokol penyembuhan berbagai penyakit dan wabah. Hal. 7 Pengobatan Berbagai
Rabu Pon, 22 April 2020
Polair Distribusikan Bantuan Sembako ke Nusa Penida Denpasar (Bali Post) Beberapa minggu terakhir, transportasi laut menuju Nusa Penida khususnya boat berhenti sementara karena Covid-19. Hal ini mengakibatkan distribusi sembako tersendat. Guna menyikapi hal itu, Ditpolairud Polda Bali turun tangan dengan mendistribusikan ratusan paket sembako ke sana menggunakan Kapal Patroli (KP) Kepodang, Senin (20/4) lalu. ‘’Bantuan sembako dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk masyarakat di Nusa Lembongan dan Nusa Penida. Sasaran utamanya untuk pelaku pariwisata yang terkena dampak Covid-19,’’ kata Direktur Polairud Polda Bali Kombes
Positif Covid-19 Bertambah 10 Orang Denpasar (Bali Post) – Hampir dua pekan, Bali terus mencatatkan penambahan pasien positif Covid-19. Pada Selasa (21/4) kemarin, kasus positif baru masih terus terjadi. Kini akumulatif kasus positif Covid-19 di Bali mencapai 150 orang, dari sehari sebelumnya sebanyak 140 orang. Ini artinya ada penambahan sebanyak 10 orang dalam 24 jam terakhir. Jumlah pasien sembuh tidak ada penambahan, masih tetap di angka 42 orang. Total pasien meninggal juga masih tetap 3 orang. Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, di Indonesia terjadi penambahan 375 kasus terkonfirmasi positif. Total ada 7.135 kasus. ‘’Rincian yang kita dapatkan adalah sebagai berikut, ada 375 kasus konfirmasi baru,’’ ungkap Yurianto, Selasa kemarin. Ia melanjutkan, untuk yang sehat ada penambahan 95 orang, sehingga totalnya menjadi 842 orang. ‘’Tentunya dengan kriteria klinis membaik, tidak ada keluhan, dan dua kali pemeriksaan negatif,’’ tegasnya. Sementara yang meninggal bertambah 26 orang, sehingga total kasus menjadi 616 korban jiwa. Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 16.763 dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 186.330 kasus. (iah)
Terjerat Narkoba, Pekerja EO Dituntut Sembilan Tahun
Denpasar (Bali Post) Dinyatakan terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum, memiliki, menyimpan, dan atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman, seorang pekerja event organizer (EO) freelance, Moh. Fickal Madarayu (34), dituntut pidana penjara selama sembilan tahun, Selasa (21/4) kemarin. JPU Eddy Arta Wijaya di hadapan majelis hakim pimpinan Putu Gede Noviarta mengatakan, perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 112 ayat 1 UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain menjatuhkan pidana selama sembilan tahun, terdakwa juga dituntut membayar denda Rp 800 juta, subsider enam bulan penjara. Sebelumnya dalam pemeriksaan, terdakwa mengakui sebagai pemilik empat paket sabu dan juga ekstasi yang ditemukan di kosnya di Jalan Tegal Wangi, Gang Tegal Jaya, Sesetan, Denpasar Selatan. Terdakwa mengaku mendapatkan narkoba itu dari seseorang via telepon yang diketahui bernama Jro Bagi yang berada di Lapas Kerobokan. Polanya, setelah membayar, terdakwa diminta mengambil tempelan sesuai dengan alamat yang telah ditentukan. (kmb37)
Awal Musim Kemarau Diprediksi pada April hingga Juni Denpasar (Bali Post) Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar telah memprediksi musim kemarau tahun 2020 pada 15 Zona Musim (ZOM) di Bali. Berdasarkan hasil analisis serta pertimbangan fisis dan dinamika atmosfer, awal musim kemarau di Bali diperkirakan terjadi pada April hingga Juni 2020 mendatang. Rinciannya, sebanyak 2 ZOM (13.3% dari 15 ZOM) terjadi antara dasarian II pada Maret, meliputi Gianyar bagian selatan, Klungkung bagian selatan, Karangasem bagian selatan, dan Nusa Penida. Sebanyak 9 ZOM (60.0% dari 15 ZOM) terjadi antara dasarian II-III April, meliputi Jembrana, Buleleng, Tabanan bagian selatan dan tengah, Gianyar bagian tengah, Bangli bagian tengah dan utara, Karangasem bagian utara dan timur, Badung bagian tengah dan selatan, dan Kota Denpasar. Sebanyak 3 ZOM (20.0% dari 15 ZOM) terjadi antara dasarian I-II Mei, meliputi Tabanan/Badung/Gianyar bagian utara, Tabanan/Bangli bagian barat laut, dan Karangasem bagian tengah. Sedangkan, sebanyak 1 ZOM (6.7% dari 15 ZOM) terjadi antara dasarian I Juni, meliputi Buleleng bagian utara. Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar M. Taufik Gunawan menjelaskan, apabila dibandingkan dengan rata-rata awal musim kemarau periode 1981-2010, maka sebanyak 10 ZOM sama dengan rata-ratanya. Sedangkan, sebanyak 2 ZOM di Pulau Bali mundur (lebih lamban) dari rata-ratanya, dan sebanyak 3 ZOM maju (lebih cepat) dari rata-ratanya. ‘’Sifat hujan pada musim kemarau pada tahun ini di 15 zona musim di Bali umumnya di bawah normal, yaitu sebanyak 8 ZOM dari 15 ZOM yang ada. Hanya 6 ZOM yang normal, dan 1 ZOM di atas normal,’’ jelasnya, Selasa (21/4) kemarin. (win)
Topik : KESAdaran diam di rumah melemah
Pol. Hadi Purnomo, Selasa (21/4) kemarin. Mantan Kapolresta Denpasar ini menyampaikan, sembako yang dibagikan berupa mie instan 600 dus, 600 paket berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kilogram, kecap 1 bungkus, kopi dan teh kemasan. ‘’KP Kepodang mengangkut bantuan awalnya nyandar di ponton Quicksilver dan 300 paket sembako diangkut menggunakan sampan ke Nusa Penida. Sedangkan 300 paket sembako dikirim ke Nusa Lembongan menggunakan sampan. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat di sana,’’ ujarnya. (kmb36)
Bali Post/ist
SEMBAKO - Pendistribusian paket bantuan sembako ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan.
Pastikan Cadangan Pangan Bali
Denpasar (Bali Post) -
Pengawasan mobilitas orang dan memastikan fasilitas layanan kesehatan, kini sangat strategis dilakukan Bali. Tak kalah penting untuk diatensi adalah cadangan pangan bagi penduduk Bali. Ketika provinsi lain bergerak menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Bali mestinya juga sudah melakukan pemetaan dan memastikan cadangan pangan bagi penduduk Bali. “Bali perlu belajar dari provinsi lain dalam siaga kondisi terburuk penyebaran Covid-19, khususnya dalam penyediaan gudang pangan. Bali mendesak memiliki gudang pangan agar benarbenar bisa dikatakan siap sekala dan niskala dalam menghadapi dampak virus Corona,” kata pakar pertanian Bali yang juga Rektor Dwijendra University Dr. Ir. Gede Sedana, Selasa (21/4) kemarin. Mantan Ketua HKTI Buleleng ini menegaskan, Jatim sudah menyiapkan sejumlah gudang pangan yang siap menyuplai semua kebutuhan warganya sewaktu-waktu. Kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia,
termasuk di Bali ini, mengingatkan kembali untuk meningkatkan ketahanan pangan karena permintaan akan semakin meningkat. Terlebih lagi jika diberlakukan PSBB. Salah satu program yang dibutuhkan untuk memperkuat dan mewujudkan sistem ketahanan pangan adalah membangun gudang pangan sebagai salah satu subsistem di dalam ekosistem rantai pasok pangan dari produsen sampai ke konsumen. Dikatakannya, fungsi utama gudang pangan ini adalah menjamin dan mengamankan ketersediaan pasokan pangan di daerah. Keberadaan gudang pangan dibutuhkan pada saat kelebihan dan juga kelangkaan
produksi sepanjang tahun. Mantan Dekan Pertanian Dwijendra University ini menegaskan, pengelolaan gudang pangan dapat dilakukan oleh pemerintah, yaitu melalui Badan Usaha Milik Daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/ kota dan juga melalui kerja sama antara pemerintah dengan pihak swasta. Diharapkan, gudang pangan yang dikelola secara profesional dapat saling mendukung kelancaran bekerjanya sistem pasar, khususnya komoditas pangan termasuk bahan pangan dengan aktor pasar lainnya. Dalam jangka pendek, terutama di tengah situasi penularan Covid-19 ini, gu-
dang pangan berguna untuk memastikan ketersediaan pangan yang dibutuhkan oleh warga masyarakat. Namun, diperlukan adanya pemetaan awal mengenai sentra-sentra produksi, jumlah produksi setiap bulan (panen) di setiap wilayah, prediksi permintaan pasar sehingga dapat diketahui keseimbangan antara ketersediaan pasokan dengan permintaan. Sentra produksi pangan masih tersebar di berbagai perdesaan, sifat produk pertanian yang perishable mendorong adanya kebutuhan gudang pangan di Bali. Apalagi pada situasi saat ini mobilitas/transportasi antardaerah termasuk mobilitas pangan yang terbatas, maka pembentukan gudang pangan semakin perlu untuk dilakukan untuk mengatur penanganan dan distribusi pangan yang lebih baik. Kelancaran rantai pasokan pangan harus
dijamin guna mengamankan ketersediaan pangan pada saat dibutuhkan di suatu daerah (kabupaten/kota) pada lingkup Provinsi Bali. Diharapkan, embrio gudang pangan ini dapat menjadi lembaga yang benarbenar berfungsi untuk mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan di masa mendatang dalam jangka panjang dan memberikan manfaat ekonomis bagi para petani, serta dapat menjadi contoh gudang pangan bagi daerah lain di Indonesia. Tentunya pengelolaan gudang pangan ini harus disertai dengan sarana dan prasarana yang baik dan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam aspek teknik maupun nonteknik. (025) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Sosialisasi Program Kartu Pra-Kerja
Perlu Libatkan Aparat Terbawah Denpasar (Bali Post) Salah satu program pemerintah di tengah pandemi Covid-19 ini, yakni mengeluarkan Kartu Pra-Kerja. Kartu ini dikeluarkan dalam upaya untuk memberikan solusi bagi para pekerja yang kini banyak dirumahkan dan di-PHK. Program pemerintah ini masih menjadi pertanyaan sejumlah kalangan. Terlebih, sosialisasi yang dilakukan selama ini dinilai belum maksimal. Karena itu, ada usulan agar sosialisasi melibatkan aparat terbawah. Sebab, data riilnya berada di
masing-masing kepala lingkungan atau klian banjar. Ketua Fraksi Golkar DPRD Denpasar, Putu Oka Mahendra, Selasa (21/4) kemarin mengatakan, program Kartu Pra-Kerja ini dinilai masih banyak yang belum paham. Jangankan di kabupaten yang akses informasinya masih terlambat, di Denpasar saja banyak yang belum paham akan prosedur itu. Ini akibat sosialisasi yang belum maksimal. Untuk itu, ia mengusulkan agar pelaksanaan realisasi program ini bisa maksimal,
peran aparat terbawah akan menjadi sangat penting. Karena mereka yang mengetahui secara pasti keberadaan warganya yang terkena dampak Corona ini. Misalnya saja, seberapa yang dirumahkan dan sudah berapa yang di-PHK, aparat terbawah ini akan lebih gampang mendapatkan datanya. Karena itu, pihaknya menyarankan perlu keterlibatan aparat terbawah ini dalam menyosialisasikan program ini. Selama ini banyak masyarakat yang tidak paham
bagaimana cara mengakses untuk bisa mendapatkan kartu tersebut. ‘’Kami berharap Dinas Tenaga Kerja harus menggandeng aparat kita di bawah, seperti kaling dan klian dinas di masing-masing banjar untuk mendata warga yang sudah terdampak Corona ini. Pendataan ini penting agar tidak ada tumpang tindih. Terutama dalam kaitannya dengan penerima bantuan dari pemerintah,’’ jelasnya. Sebelumnya Asisten III Setda Kota Denpasar IGN Eddy Mulya mengatakan,
karyawan yang dirumahkan dan PHK akibat Covid-19, cukup banyak. Hingga 16 April lalu, sudah ada 2.162 pekerja yang dirumahkan. Kemungkinan saat ini sudah mencapai 2.700-an lebih. Eddy Mulya mengatakan, program pemerintah pusat sebenarnya sudah ada yang menangani para pekerja yang dirumahkan ini. Hanya, jumlahnya terbatas. Belum semua pekerja yang dirumahkan tersebut mendapat pelayanan dari pemerintah pusat, seperti kartu pra-kerja. (kmb12)
Soal Data Tak Akurat
Kadisnaker Sebut Ada PMI Mendaftar dari Agen Luar Bali
Bali Post/ist
BARANG BUKTI - Kapolsek Dentim Kompol Nyoman Karang Adiputra menunjukkan barang bukti kasus pencurian.
Pembobol Minimarket Ditembak
Denpasar (Bali Post) Tim Opsnal Polsek Denpasar Timur (Dentim) berhasil meringkus pembobol minimarket berjejaring di Jalan WR Supratman, Denpasar. Pelakunya, Putu Agus Lastika (38) beralamat di Desa Sukawati, Gianyar. Saat beraksi, pelaku naik mobil sewaan dan polisi terpaksa menembak kakinya karena berupaya melarikan diri saat diajak mencari barang bukti, Senin (20/4) lalu. Kasus ini diungkap tim yang dipimpin Panit 1 Reskrim Polsek Dentim Iptu Nengah Seven Sampeyana. Awalnya pada Selasa (14/4) pukul 02.00 Wita, Nyoman Darma Putra (28) mengontrol minimakrket lainnya di Jalan IB Mantra, lanjut ke Biaung dan habis itu ke Tohpati. Saat itu, dia melihat lampu mati dan mengecek ke
depan toko. Ternyata pintu toko pecah dan isinya berantakan. Setelah itu, dia melapor kepada atasannya dan ke Polsek Dentim. Berdasarkan laporan tersebut, Iptu Seven dan anggotanya melakukan olah TKP dan membuka rekaman CCTV. Dari sana diketahui pelaku naik mobil putih jenis Toyota Agya tanpa menggunakan nomor polisi. Saat itu pelaku melakukan aksinya seorang diri. ‘’Dicek ke rent car yang ada di Dentim dan akhirnya ketemu,’’ ucap sumber, Selasa (21/4) kemarin. Berdasarkan ciri-ciri yang terekam CCTV, polisi mendapatkan data orang yang dicurigai tersebut. Selanjutnya polisi melakukan penyelidikan dan pada Senin pukul 03.00 Wita, pelaku terpantau di daerah Penatih dan langsung di-
tangkap. Hasil interograsi awal, pelaku tidak mengakui perbuatannya. Setelah ditunjukkan rekaman CCTV dan GPS mobil yang disewa, akhirnya pelaku tak bisa mengelak. Dia mengku melakukan pencurian sebanyak tiga kali yakni di minimarket di Tohpati, Toko Prada dan Toko Padma Sari, Denpasar. ‘’Barang hasil curian itu dijual di warung di seputaran Denpasar. Pelaku mengakui melakukan pencurian seorang diri dengan cara memecahkan kaca dan mencongkel gembok pintu atau rolling door. Kemudian dia mengambil rokok dan barang lainnya,’’ tandasnya. Kapolsek Dentim Kompol Nyoman Karang Adiputra saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut. (kmb36)
Denpasar (Bali Post) Data jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali yang bekerja di luar negeri hingga kini belum jelas. Banyak versi yang muncul terkait jumlah sebenarnya. Hal ini tentu membuat masyarakat bertanya-tanya tentang keakuratan data yang dimiliki pemerintah. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Provinsi Bali, Ida Bagus Arda, Selasa (21/4) kemarin mengatakan, ada dua regulasi yang mengatur tentang PMI dan keduanya sama-sama benar. Regulasi tersebut, ada di bawah Kementerian Ketenagakerjaan yaitu UU Nomor 18 Tahun 2017, dan turunannya berupa Permenaker Nomor 10 Tahun 2019 dan regulasi dari Permenhub Nomor 84 Tahun 2013. ‘’Itu pun pengendali di daerah adalah BP3TKI (Balai Pelayanan Penempatan, Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia),’’ katanya. BP3TKI dikatakan secara reguler sudah menyampaikan data PMI yang bekerja di luar negeri. Data yang berangkat dari Bali berdasarkan data BP3TKI sebanyak 3.984. Sedangkan regulasi yang
kedua itu, mengacu pada Permenhub Nomor 84/2013. Memang, di regulasi ini tidak diatur bahwa yang diberangkatkan itu disampaikan atau dilaporkan ke Dinas Provinsi. Untuk menghindari terputusnya data, ia sudah melakukan upaya-upaya seperti door to door, mencari ke agensi yang memberangkatkan tenaga kerja ke luar. Hasilnya diperoleh datanya sebanyak 11.452. ‘’Kita mencari data agen-agen yang ada di Bali dan memberangkatkan PMI,’’ imbuhnya. Untuk itu, data BP3TKI ditambah dari agensi-agensi jumlah totalnya menjadi 15.434. Namun tidak menutup kemungkinan tenaga kerja dari Bali banyak yang berangkat dari agen-agen di luar Bali seperti Jakarta dan Surabaya. ‘’Inilah yang menyebabkan datanya tak akurat dan agak susah. Sebab yang bersangkutan pun tidak melaporkan kepada kita (Disnaker Provinsi Bali - red),’’ ungkapnya. Sedangkan data KPI yang menyebutkan jumlah PMI sebanyak 22.000, ia tidak berani menyalahkan atau membenarkan. Namun setelah ditelusuri, angkanya tidak sebanyak itu. Bahkan jauh di bawah. (kmb42)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Rabu Pon, 22 April 2020
Sidang Paripurna Dilakukan Secara Virtual
Dewan Sampaikan Rekomendasi atas LKPJ Bupati Badung 2019 PEMERINTAH Kabupaten Badung bersama DPRD setempat kembali menggelar sidang paripurna dengan agenda Penyampaian Rekomendasi DPRD atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Badung Tahun Anggaran 2019. Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Badung Putu Parwata tersebut dilakukan secara virtual melalui teleconference, sebagai upaya memutus pandemi Covid-19 di Ruang Sidang Utama Gosana, Gedung DPRD, Puspem Badung, Selasa (21/4) kemarin. Sidang dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup I Ketut Suiasa, Sekda Adi Arnawa, Wakil Ketua DPRD Badung I Wayan Suyasa dan I Made Sunarta. Hadir pula Kepala Bappeda I Made Wira Dharmajaya, Sekwan I Gusti Agung Wardika, Kadiskominfo IGN Gede Jaya Saputra dan Kabag Humas Made Suardita. Rekomendasi Dewan No.11 Tahun 2020 tentang Rekomendasi DPRD Badung atas LKPJ Bupati Badung 2019 disampaikan Wakil Ketua DPRD Badung, I Wayan Suyasa. Terhadap LKPJ ini, DPRD sudah membahas secara maraton, sehingga rekomendasi dapat difinalkan. Dalam rekomendasi ada sejumlah catatan strategis mencakup usulan dan saran Dewan guna perbaikan kinerja Pemkab Badung. ‘’Rekomendasi tersebut berupa catatan-catatan strategis terhadap arah kebijakan umum pemerintah daerah, pengelolaan keuangan termasuk de-
sentralisasi penyelenggaraan tugas umum Pemkab Badung yang berisikan saran-saran, masukan atau koreksi untuk ditindaklanjuti oleh kepala daerah dalam rangka perbaikan kinerja ke depan,’’ ujarnya. Ketua DPRD Putu Parwata usai rapat juga menegaskan beberapa catatan strategis yang disampaikan kepada pemda yaitu mendorong peningkatan pendidikan dan SDM melalui bantuan beasiswa bagi masyarakat kurang mampu dan berprestasi di tingkat strata 1, 2 dan 3. Bidang kesehatan dititikberatkan pada peningkatan pelayanan. Oleh karenanya, alat kelengkapan pada sarana dan prasarana RSD Mangusada supaya dilengkapi. Dari sisi ekonomi, Dewan ingin pemerintah membantu ekonomi mikro seperti industri rumah tangga dan UMKM diberi dukungan modal minimal Rp 5 juta, serta menggerakkan sektor pertanian dan
sekunder di tiap wilayah secara maksimal. Terakhir, demi menjaga pembangunan ekonomi tetap stabil, pemerintah menyiapkan dana cadangan demi pembangunan Badung berkelanjutan. Bupati Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kinerja yang telah dihasilkan Dewan terlebih di masa pandemi Covid-19 ini. Catatan strategis dari Dewan dihargai sebagai rasa tanggung jawab yang besar untuk mengantarkan masyarakat Badung lebih sejahtera dan Pemkab Badung memiliki daya saing daerah yang lebih baik. ‘’Rekomendasi tersebut merupakan amanat konstitusi sebagai sebuah evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah antara pemerintah daerah dan DPRD,’’ terangnya. Bupati mencatat usulan strategis yang perlu dikaji dan dibahas untuk ditindaklanjuti nantinya, yaitu usulan pembuatan data statistik dan
Sejumlah Mall Masih Beroperasi Mangupura (Bali Post) Sejumlah pusat perbelanjaan seperti mall di Kabupaten Badung masih beroperasi. Seperti salah satu mall yang berada di sepanjang Pantai Kuta. Kendati tak seramai hari-hari normal, pengunjung masih terlihat lalu-lalang di mall tersebut. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara tak menampik adanya mall yang masih beroperasi. ‘’Ya... masih ada yang beroperasi, karena merujuk pada surat instruksi Bapak Sekda yang diatur adalah jam bukanya,’’ ungkapnya saat dimintai konfirmasinya, Selasa (21/4) kemarin. Diterangkannya, dalam surat instruksi telah dijelaskan pengaturan jam buka usaha toko swalayan yang terdiri atas minimarket, supermarket, hypermarket, department store, grosir, pusat perbelanjaan, starbucks, chatime dan usaha lainnya. Mereka diperbolehkan buka mulai pukul 09.00 sampai pukul 21.00 Wita. ‘’Setiap toko swalayan yang terdiri atas minimarket, supermarket, hypermarket, department store, perkulakan grosir, pusat perbelanjaan, starbucks, chatime dan usaha lainnya supaya memberikan nomor kontak person kepada perbekel/lurah
untuk mempercepat koordinasi,’’ terangnya. Dikatakannya, pelaku usaha dan masyarakat (konsumen) diharapkan memanfaatkan perdagangan secara online/daring. Tak hanya itu, pengusaha juga wajib menyediakan spayer disinfektan yang aman untuk tubuh serta hand sanitizer di depan pintu masuk pasar dan toko yang akan digunakan menyemprot pembeli ketika masuk dan keluar toko serta membuat tanda batasan jarak antre lantai toko dan mengacu kepada pedoman pencegahan penyebaran Covid-19. ‘’Instruksi ini berlaku mulai 21 April sampai 29 Mei 2020 dan akan selalu menyesuaikan dengan perkembangan situasi di pusat dan daerah,’’ tegasnya. Terkait sanksi terhadap tempat hiburan yang kedapatan masih beroperasi, birokrat asal Denpasar ini menyatakan tidak dikenakan sanksi, namun sebagai tanggung jawab moral pengusaha terhadap Indonesia, khususnya Badung. ‘’Dasar kami surat edaran Gubernur dan Bupati untuk menutup sementara. Jadi, tidak ada sanksi tapi masing-masing pengusaha diminta ikut bersama menjaga kesehatan dan menekan penyebaran virus untuk keberhasilan Indonesia bebas Corona,’’ pungkasnya. (kmb27)
Selama Covid-19, Kriminalitas Turun 20 Persen
Mangupura (Bali Post) Gangguan kriminalitas di wilayah Kabupaten Badung selama pandemi Covid-19 turun hingga 20 persen. Kondisi ini terjadi berkat kesadaran masyarakat tinggal di rumah. ‘’Tidak ada narapidana dibebaskan melalui program asimilasi dan integrasi pencegahan Covid-19 di Kabupaten Badung,’’ kata Kapolres Badung, AKBP Roby Septiadi, saat meninjau dapur umum di Pasar Beringkit, Mengwi, Selasa (21/4) kemarin. Menurut Kapolres, dapur umum itu merupakan salah satu program pemerintah sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo untuk saling membagi. Untuk menjamin kebersihan makanan yang disajikan, personel yang berada di dapur umum mengikuti protokol kesehatan sesuai aturan yang berlaku, mulai dari cuci tangan, memakai masker hingga pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk ke lingkungan dapur. ‘’Dapur umum ini juga bermanfaat
laporan kinerja di bidang pembangunan secara rinci dari masing-masing wilayah. Ini untuk melihat kemajuan pemerataan pembangunan ekonomi antarwilayah Badung Utara, Tengah dan Selatan melalui dukungan data, input dan output di masing-masing sektor usaha. Usulan dampak
ekonomi dari wabah Covid-19 berkaitan dengan strategi pengembangan kepariwisataan dan upaya dalam rangka revitalisasi sektor BUMD. ‘’Tindak lanjut usulan tersebut akan menjadi momentum strategis bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan wilayah,’’ im-
buh Bupati. Di sisi lain, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Badung, Bupati Giri Prasta menyampaikan terima kasih setulus-tulusnya kepada anggota Dewan, tokoh masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat Badung yang
Rapat Paripurna DPRD terhadap LKPJ Bupati Badung
Dewan Badung Berikan Catatan Strategis DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung menggelar rapat paripurna melalui teleconference, pembacaan rekomendasi dewan terhadap LKPJ Bupati Badung Tahun 2019. Rapat yang digelar Selasa (21/4) kemarin, dipimpin Ketua DPRD Badung I Putu Parwata. Hadir Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Ketut Suiasa, Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa, Wakil Ketua II Made Sunarta, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa dan anggota Dewan Badung melalui video conference. Ketua DPRD Badung Putu Parwata mengungkapkan, berdasarkan keputusan dewan ada beberapa catatan strategis yang disampaikan dalam LKPJ Bupati Badung Tahun 2019. Pertama bidang pendidikan, dewan mendorong peningkatan sumber daya manusia melalui beasiswa kurang mampu dan berprestasi hingga Strata 3 (S-3). ‘’Pada bidang kesehatan, kami minta peningkatan pelayanan dana kelengkapan sarana-prasarana RSD Mangusada. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini,’’ terangnya usai rapat kepada awak media. Sisi ekonomi, pemerintah agar membantu ekonomi mi-
kro untuk mendukung modal minimal Rp 5 juta. Pemerintah juga agar menggerakkan sektor pertanian dan sekunder setiap wilayah, sehingga dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini ekonomi masyarakat tertolong. ‘’Ada berjualan ubi, sayur, tapis secara online yang disupport pemerintah sebagai bukti kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat,’’ ungkap Parwata. Kemudian, untuk menjaga pembangunan dan ekonomi secara stabil, pihaknya meminta pemerintah menyiapkan dana cadangan demi pembangunan berkelanjutan. ‘’Ini prinsip-prinsip dasar yang kami sampaikan,’’ kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung ini. Sementara dalam penyampaian rekomendasi yang dibacakan Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa, di bidang kesehatan juga diusulkan supaya pemerintah bekerja sama dan menjadikan Rumah Sakit (RS) Universitas Udayana bertaraf internasional. ‘’Kami juga mengusulkan agar pemerintah mengoptimalkan fungsi dan tugas tenaga medis dan peran puskesmas dalam penanganan penyakit menular,’’ ujarnya. Guna meningkatkan pem-
USAI RAPAT - Ketua DPRD Badung I Putu Parwata didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa, Wakil Ketua II Made Sunarta foto bersama Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati Ketut Suiasa usai rapat paripurna, Selasa (21/4) kemarin. bangunan ekonomi, dewan an bidang pariwisata menumerekomendasikan agar rut dewan, mengingat adpemerintah segera melaku- anya kejadian pandemi Cokan investasi daerah atau vid-19, saat ini perlu ditenpengembangan usaha me- tukan topik kerja pariwisata lalui BUMD. ‘’Pemerintah 2020 ‘’Partnership For Sucjuga agar segera menye- cess Tourism in 2020’’, kerja lesaikan kewajiban peny- sama dan sinergi pemangku ertaan modal ke PT BPD kepentingan untuk sukses Bali sesuai penyertaan yang pariwisata 2020. ‘’Untuk telah disepakati,’’ tandas meningkatkan pendapatan Suyasa. daerah, pemerintah agar Pada bidang tata kelola membentuk satuan tugas pemerintah dan pelayanan khusus ekstensifikasi dan publik, dewan intensifikasi pajak daerah mendorong Pemerintah terintegrasi yang bertangKabupaten Badung melalui gung jawab untuk proses perangkat daerah supaya pelaksanaannya,’’ terang meningkatkan nilai LAKIP politisi asal Desa Penarundari BB menjadi A. Kemudi- gan, Mengwi ini. (ad219)
Ringankan Beban Ekonomi Akibat Covid-19
Bali Post/ist
DAPUR UMUM - Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi meninjau dapur umum di Pasar Beringkit. untuk memupuk jasa kebajikan karena rasa empati, sehingga berinisiatif membantu masyarakat,’’ ujarnya. Rencananya dibagikan 500 nasi bungkus kepada masyarakat mulai dari Pasar
Beringkit, Terminal Mengwi, pasar-pasar tradisional lainnya, sopir, satpam hingga petugas kebersihan. ‘’Jika ada respons positif dari masyarakat akan kami lanjutkan,’’ tegas Roby Septiadi. (kmb36)
Harga Gula Tinggi, Disperindag Dorong Bulog dan Satgas Pangan Bergerak
HARGA gula masih tinggi di lapangan. Untuk itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali berupaya mendorong Bulog dan Satgas Pangan yang mempunyai peran menstabilisasikan harga pangan untuk bergerak melakukan operasi pasar dan sidak. Kepala Disperindag Bali I Wayan Jarta mengatakan, izin impor gula telah dilakukan. Data importir yang mengimpor sudah terlihat, termasuk Bulog. ‘’Bulog juga dapat kuotanya, tapi dalam jumlah kecil. Padahal di satu sisi, dilihat dari kewenangan stabilisasi harga adalah Bulog. Tapi sementara digunakan untuk beras,’’
SIDANG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup I Ketut Suiasa dan Ketua DPRD Putu Parwata saat Sidang Paripurna dengan agenda Penyampaian Rekomendasi DPRD atas LKPJ Bupati Badung Tahun Anggaran 2019 melalui teleconference di Ruang Sidang Utama Gosana, Gedung DPRD, Puspem Badung, Selasa (21/4) kemarin.
telah ikut dan taat kepada arahan pemerintah. Pihaknya beberapa kali telah melakukan teleconference dengan kementerian terkait termasuk Kapolda. Saat ini di Badung telah dilakukan refocusing anggaran dan realokasi anggaran sesuai mekanisme peraturan yang ada. Untuk itu, Bupati telah mengambil kebijakan pembebasan pembayaran PDAM selama tiga bulan ke depan khusus rumah tangga dan sosial. Yang di-PHK dan dirumahkan diberikan insentif sesuai laporan Disnaker dan perusahaan dibantu serikat pekerja. Membantu rumah tangga sasaran dan BPJS yang tidak ditangggung oleh perusahaan atau mandiri. Menyiapkan rumah singgah bagi pekerja migran Indonesia (PMI). Bupati juga minta jangan sampai ada penutupan akses oleh desa adat atau kelompok apa pun, karena belum menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). ‘’Aturan menyebutkan, apabila terjadi peningkatan drastis kasus Covid-19 di satu daerah, bahkan sudah masuk kriteria dan berdampak ke daerah lain, baru bisa terapkan PSBB,’’ tegas Giri Prasta. (ad222)
ujarnya, Selasa (21/4) kemarin. Hasil video conference dengan Kemendag mengatakan sudah ada komitmen antara Dirjen Perdagangan dan distributor agar para distributor yang diberi hak impor ini melepas gula dengan HET (Harga Eceran Tertinggi). Dengan demikian, di bagian hulu sudah ada komitmen. Namun, kenyataannya di lapangan harganya masih tinggi. Mengingat Disperindag dalam posisi tidak bisa mengendalikan harga jual, maka hanya bisa memantau. ‘’Oleh karena itu, minggu lalu kami bersurat ke Bulog supaya mengadakan operasi pasar dalam rangka stabilitasi harga, minimal menurunkan harga
gula,’’ kata Jarta. Permasalahannya, mengingat ada imbauan social distancing, operasi pasar berpotensi menimbulkan kerumunan. Oleh karena itu, operasi pasar dilakukan dengan sistem antrean. ‘’Setiap orang yang mau beli kami berikan nomor. Nanti tinggal panggil nomornya. Jadi, bisa tetap jaga jarak,’’ jelasnya. Selain ke Bulog, pihaknya juga bersurat ke Satgas Pangan untuk bergerak, salah satunya ketahananan pangan. ‘’Karena di situ tidak menginisiasi, saya akan bersurat ke Satgas Pangan hari ini atau besok untuk bersama- sama mengadakan sidak,’’ tambah Jarta. (kmb42)
LPD Padang Luwih Bagikan Sembako kepada Krama Desa Adat LPD Desa Adat Padang Luwih, Desa Dalung Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung membagikan sembako kepada semua rumah tangga krama Desa Adat Padang Luwih. Pemberian bantuan tersebut merupakan keputusan paruman khusus prajuru Desa Adat Padang Luwih dan pamucuk LPD dengan tujuan meringankan beban perekonomian krama desa adat setempat akibat Covid-19. Bendesa Desa Adat Padang Luwih Drs. I Ketut Oka Sudana, M.Pd. mengaku sangat bersyukur atas kinerja LPD Desa Adat Padang Luwih hingga saat ini. Ia memberikan apresiasi dan terima kasih kepada pamucuk LPD, karena mampu mengelola LPD dengan baik serta berhasil menyisihkan dana LPD untuk membantu meringankan beban ekonomi krama. Jro Bendesa juga menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi dan kondisi krama sekarang ini karena banyak yang mengalami kesulitan ekonomi. Beranjak dari keprihatinan itulah, muncul gagasan desa adat mengambil keputusan untuk membantu
meringankan beban ekonomi krama. Pada kesempatan itu, Jro Bendesa menyampaikan imbauan kepada krama desa adat agar melaksanakan seruan pemerintah. Upaya pencegahan Covid-19 ha rus dilaksanakan oleh semua komponen, baik pemerintah maupun berbagai elemen masyarakat dengan mengedepankan semangat gotong royong, sehingga ada percepatan dalam penanganan. Dijelaskannya, pembagian sembako oleh LPD dilakukan sepenuhnya oleh Satgas Gotong Royong Pencegahan Covid-19 Desa Adat Padang Luwih. Penyerahan bantuan dilaksanakan mulai Senin (20/4) di LPD Desa Adat Padang Luwih. Sembako diserahkan oleh pamucuk LPD ke Bedesa Desa Adat Padang Luwih dan diteruskan ke Satgas Gotong Royong Pencegahan Covid-19 Desa Adat Padang Luwih. Selanjutnya ke klian adat masing-masing banjar yang ada di Desa Adat Padang Luwih, barulah ke masing-masing rumah tangga krama desa adat. Jro Bendesa berharap bantuan yang diberikan bermanfaat bagi
Bali Post/eka
SEMBAKO - Pamucuk LPD Desa Adat Padang Luwih menyerahkan bantuan sembako kepada Bendesa Desa Adat Padang Luwih, Dalung, Senin (20/4). krama. Pamucuk LPD Desa Adat Padang Luwih I Putu Romy Jaya, S.E. menyampaikan, apa yang dicapai LPD Adat Padang Luwih sampai saat ini adalah berkat dukungan prajuru dan krama Desa Adat Padang Luwih. Saat kondisi dan musibah seperti ini, LPD wajib memberikan dukungan dan bantuan untuk meringankan beban desa adat termasuk krama di dalamnya. Diungkapkannya, pemberian sembako pada rumah tangga krama Desa Adat Padang Luwih akan dilakukan tiga kali, yakni April, Mei
dan Juni 2020. Sebelum pembagian sembako, LPD telah memberikan bantuan disinfektan kepada Satgas Gotong Royong untuk melakukan penyemprotan di tempat umum dan rumah-rumah warga. ‘’Di samping itu, LPD telah membuat kebijakan berkenaan dengan operasional LPD, simpanan dan kebijakan relaksasi nasabah kredit. Kebijakan-kebijakan tersebut pada prinsipnya agar LPD tetap mampu bertahan sekaligus beban krama desa adat selaku nasabah LPD dapat diminimalisir,’’ jelasnya. (kmb19/k200)
Rabu Pon 22 April 2020
Bupati Tabanan dan Muspida Bagikan Ratusan Paket Sembako dan Masker di Pasar Kediri MEWABAHNYA virus Corona atau Covid-19 memberikan dampak luar biasa bagi kehidupan masyarakat. Tidak hanya masyarakat atas, masyarakat bawah seperti tukang suun di pasar juga merasakan dampak akibat pembatasan jam operasional pasar dan pengunjung yang berkurang. Terkait hal tersebut, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti bersama Muspida Tabanan membagikan paket sembako kepada 65 orang tukang suun di Pasar Kediri, Selasa (21/4) kemarin. Aksi sosial Bupati bersama Kapolres, Dandim, Kajari, Ketua PN dan Ketua DPRD Tabanan ini berlangsung siang hari setelah pasar buka. Begitu sampai, Bupati Eka langsung menyerahkan paket sembako kepada perwakilan tukang suun. Selanjutnya Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy Panca Sakti Siregar, Dandim 1619/ Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto, Kajari Ni Wayan Sinaryati, Ketua PN Tabanan serta Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, beserta dua wakilnya secara bergantian menyerahkan paket sembako kepada tukang suun tersebut. Kegiatan ini juga diiikuti beberapa anggota DPRD Tabanan terutama daerah asal pemilihan Kediri dan pejabat di lingkungan Pemkab Tabanan. Bantuan bukan saja dari Bupati, tetapi juga dari Kajari dan Ketua PN Tabanan yang dibagikan secara
Ekonomi
simbolis kepada perwakilan tukang suun. Para tukang suun tampak sumringah menerima bantuan sembako tersebut. ‘’Syukur ada bantuan sembako. Terima kasih kepada Ibu Bupati,’’ ucap seorang tukang suun. Selanjutnya Bupati Eka bersama Muspida dan rombongan membagikan ratusan masker kepada pedagang dan pengunjung Pasar Kediri. Pada kesempatan tersebut, Bupati Eka mengharapkan masyarakat tetap sabar dan waspada. Pasalnya, Covid-19 tidak mudah dideteksi sehingga semuanya harus tetap waspada dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, selalu memakai masker serta rajin cuci tangan dengan sabun. ‘’Wabah ini ujian buat kita semua. Semuanya harus sabar dan tetap tenang, ikuti imbauan pemerintah,’’ tandasnya. Terkait bantuan sembako ini, pi-
haknya mengakui wabah Covid-19 memberikan dampak kepada seluruh lapisan masyarakat termasuk tukang suun, pedagang dan konsumen. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban hidup mereka. Selain itu, pasar tetap buka, meski ada pengurangan jam operasional. ‘’Yang terpenting pedagang tetap bisa berjualan, tukang suun tetap dapat kerja, ekonomi tetap jalan. Namun, harus tetap menjalankan physical distancing atau jaga jarak untuk mencegah penyebaran Covid-19,’’ ucapnya. Bupati Eka menambahkan, kegiatan pembagian sembako dan masker ini akan terus berjalan menyasar masyarakat yang terdampak Covid-19. Pihaknya juga akan menyerahkan sembako untuk 350 pengemudi trans serasi angkutan siswa. Selain itu, memberikan bantuan sembako kepada pedagang kecil, tukang sapu dan tukang foto
di area DTW Tanah Lot yang kini tidak bisa bekerja lagi karena tidak ada pengunjung (wisatawan). Pembagian sembako kali ini juga dirasa sangat pas di momen peringatan Hari Kartini. Terbukti tidak hanya Bupati Tabanan, aksi ini juga banyak melibatkan pejabat perempuan lainnya seperti Ketua Kejari Tabanan, Ketua Pengadilan Negeri Tabanan dan Wakapolres Tabanan. Momen Hari Kartini tahun ini tentunya membawa pesan mendalam bagi para perempuan di tengah menghadapi wabah Covid-19. Bahkan, Bupati Eka sempat menuliskan harapannya melalui pesan singkat yakni ‘‘Habis gelap terbitlah terang...Selamat berjuang Perempuan Hebat Indonesia...Jangan pernah menyerah, dan selalulah bergerak untuk suatu perubahan. Karena Hidup ini adalah pergerakan menuju kebaikan’’. (ad223)
SEMBAKO – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti bersama Muspida membagikan paket sembako kepada tukang suwun di Pasar Kediri, Selasa (21/4) kemarin.
Penyerahan Lampu Kristal Eropa ’’Chandlelier’’ di Istana Mancawarna
Gusti Wedakarna Minta Anak Muda Bali Mulai Banting Setir Hadapi Mati Surinya Pariwisata K E P E D U L I A N t o ko h Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III terhadap warga adat khususnya sekaa teruna di Bali selalu dipelihara dengan sikap yang konsisten. Salah satunya hadir berdharma wacana di setiap kesempatan, khususnya memberikan semangat kepada generasi muda Bali. Harapan agar generasi muda Hindu di Bali menjadi garda terdepan untuk menjaga budaya Hindu, disampaikan oleh Arya TERIMA TAMU - Ratu Gusti Wedakarna menerima tamu dari Banjar Sasih Batubulan dan Banjar Tegal Bingin, Mas, Ubud, Gianyar, di Istana Mancawarna.
Di Gilimanuk, 250 ’’Rapid Test’’ Tiap Hari Negara (Bali Post) – Upaya pencegahan di pintu masuk Gilimanuk anggarannya cukup besar. Rapid test saja yang diwajibkan bagi warga yang akan masuk Bali atau dari zona merah di Jawa, biayanya lumayan. Petugas melayani rapid test rata-rata 250 orang per hari. Bila dikalkulasikan dengan alat rapid test seharga Rp 200 ribu, setiap hari dibutuhkan Rp 50 juta. Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr. Gusti Agung Arisantha, Selasa (21/4) kemarin mengatakan, rapid test di Gilimanuk termasuk di Kabupaten Jembrana saat ini dipasok dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Khusus di Gilimanuk, sejak diterapkannya aturan seluruh penumpang yang masuk dari zona merah di-rapid test, petugas melayani
Bali Post/kmb26
RAPID TEST - Rapid test yang dilakukan di ruang screening KKP di Pelabuhan Gilimanuk. 250 orang per hari. ‘’Sejauh ini dari rapid test setiap hari baru satu orang yang diketahui positif,’’ ujarnya. Menurutnya, rapid test harganya sekitar Rp 200 ribu per alat untuk satu orang.
Selama ini sesuai protap, dilakukan rapid test kepada penumpang yang berasal dari zona merah, baik pejalan kaki, penumpang mobil pribadi, bus dan travel serta kendaraan barang. (kmb26)
Kapolsek Baturiti Kompol I Nengah Sugiarta saat dimintai konfirmasinya, Selasa (21/4) kemarin, membenarkan kasus pencurian pratima tersebut. Hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, barang yang raib berupa sebuah arca Batara Bayu berupa topeng yang berisi mirah dan emas, perlengkapan Ida Pedanda saat muput upacara (ketu, genta, jotir, tempat tirta dari kuningan, arca berbentuk lingga-yoni dari kuningan, dua uang perak, uang kepeng (pis
bolong) satakan, sebuah genta uter, bunga emas dan dua kotak sesari. Jajaran Unit Reskrim Polsek Baturiti menyimpulkan pelaku mengambil barang berupa pratima dengan cara merusak gembok menggunakan linggis. Akibat kejadian tersebut kerugian diperkirakan Rp 10 juta. ‘’Pelaku masuk mengambil barang dengan mencongkel tempat penyimpanan pratima dan gembok kotak sesari. Pelaku masih lidik,’’ terangnya. (kmb28)
Pencurian ’’Pratima’’ di Pura Pucak Bukit Sangkur
Tabanan (Bali Post) Pencurian pratima kembali terjadi di Kabupaten Tabanan. Kini kejadiannya di Kecamatan Baturiti, tepatnya di Pura Pucak Bukit Sangkur, Banjar Kembangmerta, Desa Candikuning. Aksi pencurian ini diketahui Senin (20/4) dan dilaporkan ke Polsek Baturiti pukul 12.30 Wita. Satu arca Batara Bayu berupa topeng yang berisi mirah dan emas, arca berbentuk linggayoni terbuat dari kuningan, kotak sesari serta sejumlah barang lainnya raib. Informasi yang dihimpun, kejadian ini diketahui pukul 12.00 Wita. Saat itu saksi Jro Mangku I Wayan Darma ke Pura Pucak Bukit Sangkur hendak mengantar panangkilan. Setibanya di pura, ia kaget mendapati gedong panegtegan (penyimpanan pratima) dan gedong Meru Tumpang Tiga terbuka dan berantakan. Pihaknya lalu melaporkan kejadian tersebut ke Bendesa Adat Banjar Kembangmerta dan diteruskan ke Polsek Baturiti.
Wedakarna (AWK) saat menerima prajuru Banjar Sasih, Batubulan, Gianyar, dan STT Candra Kusuma, Banjar Tegal Bingin, Mas, Ubud, di Istana Mancawarna Tampaksiring. Dalam pertemuan tersebut hadir prajuru adat, prajuru sekaa teruna dan utusan dari banjar adat. Pada kesempatan itu, AWK tetap memberikan pandangan kepada anak muda di Bali khususnya selama menghadapi pandemi Covid-2019, agar menjadi kreatif dan lebih bermanfaat sebagai tulang punggung keluarga mengingat Bali adalah daerah yang paling terdampak dari virus Corona ini. ‘’Virus ini adalah teguran dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa
atas segala kesombongan yang ada dalam diri manusia. Dulu kita pernah sombong dengan dunia pariwisata. Kita sombong karena berlebihan uang bansos sehingga beberapa pura dibongkar. Kita sombong karena upacara adat berlebihan dan mewah. Kita sombong karena saat mendapatkan untung tidak ber-punia. Ini tentu salah satu phala karma yang harus kita hadapi. Bersyukurlah kalian hidup di zaman 2020 ini, kalian benar-benar tahu seperti apa pandemi virus ini. Belum tentu 100 tahun lagi ada hal seperti ini. Maka dari itu, jalankan semua dengan ikhlas, percaya dengan pemerintah serta selalu berdoa agar Bali dan
Indonesia selalu diberikan kerahayuan,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan hal itulah, AWK minta anak muda di Bali terus banting setir dan banting mindset terkait solusi mencari pangupa jiwa atau bekal hidup. ‘’Selama ini bagi mereka yang bekerja di bidang pariwisata, agar bisa mencari alternatif untuk bisa bekerja sebagai wirausaha. Krisis Covid-19 ini akan berlangsung berbulan–bulan, termasuk setelah recovery. Jadi, mulailah dari sekarang, buat usaha dan jangan pernah takut gagal. Ini saatnya merebut kembali apa yang sudah hilang dari Bali. Astungkara saya menerima laporan semakin banyak ada pengusaha Bali baru yang
maju dan bisa mengambil peluang. Kuncinya harus saat ini juga, kuncinya kemauan,’’ jelas Gusti Wedakarna. Di akhir acara audiensi, Gusti Wedakarna kembali menyerahkan masing–masing seperangkat lampu kristal Chandlelier khas Eropa untuk dipasang di balai banjar sebagai bentuk Cihna Istana Mancawarna Tampaksiring. ‘’Chandlelier ini akan tahan berusia ratusan tahun. Simbol pembawa rezeki yakni Deepa (Cahaya Laksmi). Istana– istana di Eropa termasuk di Istana Kepresidenan RI selalu ada cihna ini. Selamat dan terima kasih atas segala doa dari semeton buat perjuangan tiang dan perjuangan di Pemilu 2019,’’ ujar AWK yang menang mutlak di Pemilu 2019 lalu. (ad220)
Tidak Ada Seremonial
GOW Jembrana Peringati Hari Kartini dengan Pembagian Masker dan Penyemprotan Disinfektan
PERINGATAN Hari Kartini yang diadakan tiap tanggal 21 April, tahun ini berlangsung sederhana. Imbas pandemi virus Corona yang makin meluas, tidak ada lagi peringatan melalui apel atau kegiatan seremonial lainnya yang mengumpulkann massa di Kabupaten Jembrana. Panitia memilih membagikan masker dan menyemprotkan disinfektan sekaligus bentuk edukasi kepada masyarakat. Aksi yang dipusatkan di Gedung Kesenian Bung Karno dan Jalan Sudirman ini diikuti oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) se-Jembrana, Selasa (21/4) kemarin. Hadir Ny. Ari Sugianti Artha, Ny. Jefri Marsono Hanok dan ibu-ibu yang bergabung dalam unsur organisasi wanita Jembrana. Sejumlah fasilitas umum yang menjadi areal publik disemprot dengan disinfektan, mulai dari areal gedung, taman hingga fasilitas bermain anak. Sementara masker dibagikan gratis bagi setiap pengendara, baik mobil mau-
pun motor yang melintas. Panitia juga mengingatkan berbagai langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus. Pembagian masker juga dilakukan di Pasar Lelateng oleh Ny. Ani Kembang Hartawan. Masker diserahkan kepada setiap pengguna jalan dan warga di pasar. ‘’Pada momen HUT Kartini ini kami ikut ambil bagian membantu pemerintah menanggulangi penyebaran Covid-19. Tidak hanya melalui pembagian masker dan penyemprotan disinfektan, tetapi juga mengedukasi masyarakat untuk bersama-sama memutus rantai penyebarannya. Di antaranya dengan selalu menjaga jarak, rajin mencuci tangan dan selalu memakai masker bila keluar rumah,’’ kata Ny. I Made Sudiada selaku Ketua GOW Jembrana. Ia berharap kondisi saat ini segera membaik dan wabah Covid-19 yang menjangkiti masyarakat di Indonesia cepat teratasi. ‘’Kami
SEMPROT - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) seJembrana melakukan penyemprotan disinfektan di fasilitas bermain anak di Gedung Kesenian Bung Karno, Negara. mengimbau masyarakat agar selalu waspada. Tetap ikuti anjuran pemerintah terkait langkah-langkah penanganan Covid-19. Pandemi Covid-19 bisa kita selesaikan lebih cepat apabila ada sinergi bersama,’’ tandasnya. Kepada masyarakat Jembrana, terutama yang harus
beraktivitas di luar rumah, Ny. I Made Sudiada juga mengingatkan agar selalu berperilaku hidup bersih. ‘’Langkah paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah rajin mencuci tangan dengan benar serta selalu memakai masker ketika keluar rumah,’’ pungkasnya. (ad217)
Rabu Pon, 22 April 2020
Disdik Gianyar Bagi Ribuan Masker untuk Sekolah
FIGUR
Berinovasi Cari Peluang Baru WABAH Covid-19 realitasnya membuat berbagai sektor terpuruk. Hingga akhirnya banyak karyawan harus menjalani pemutusan hubungan kerja (PHK). Melihat kondisi ini, Owner Green Kubu Coffee and Donut, Made Arya, mengajak seluruh komponen bangkit. Ia sendiri sudah memulai kebangkitan itu dengan merekrut reseller dari berbagai kalangan. Awalnya ia menjual produk donut secara online. Namun sejak beberapa minggu terakhir justru banyak yang menawarkan diri jadi reseller produk donut buatannya itu. ‘’Saya menawarkan kepada sahabat dan teman-teman yang terkena PHK di pariwisata untuk jadi reseller,’’ ungkap Arya, Selasa (21/4) kemarin. Sejak awal memasarkan produk donut itu, ia mengutamakan konsep berbagi. Karena itu, Arya pun menerima tawaran yang hendak jadi reseller produknya itu. ‘’Konsep kami berbagi, akhirnya kami sistem penjualan donut dengan reseller. Ternyata disambut antusias oleh market,’’ katanya. Hingga saat ini Arya mengaku punya puluhan reseller, memasarkan produknya itu. Bukan saja di Gianyar termasuk di Badung dan Denpasar. Dengan cara itu, ia berharap masyarakat bangkit dari teror Covid-19. ‘’Yang kami pikir sebuah keberkahan untuk kita bersama bangkit dalam keterpurukan akibat ekonomi terdampak,’’ katanya. Menggunakan konsep reseller itu adalah cara berjualan tanpa gengsi. Terbukti puluhan resseller-nya dari berbagai kalangan. Ada yang manajer, dosen, owner catering, bahkan warga yang sedang sakit. Dia bisa bekerja dari tempat tidur. ‘’Ada reseller saya sakit ginjal. Hanya bisa kerja dari tempat tidur saja,’’ ungkapnya. Kita memang harus kreatif, beradaptasi secara bijak dengan keadaan serta berinovasi mencari peluang baru. (nik)
RAPID TEST - Petugas saat mempersiapkan rapid test.
Diskes Klungkung ’’Rapid Test’’ 71 Orang
Enam PMI Positif Covid-19
Gianyar (Bali Post) Seluruh siswa dan guru kini masih dirumahkan sampai batas waktu yang ditentukan kemudian. Nah, selama proses belajar di rumah itu, para guru, siswa dan orangtua siswa diimbau terus menggunakan masker. Dinas Pendidikan (Disdik) Gianyar mengeluarkan surat edaran terkait mewajibkan penggunaan masker. Mendukung kebijakan itu, Disdik Gianyar sudah memesan ribuan masker, yang akan dibagikan kepada setiap sekolah 1 Mei mendatang. Kadisdik Gianyar, I Wayan Sadra, Selasa (21/4) kemarin mengatakan, Dinas Pendidikan Gianyar sudah memesan pengadaan lima ribu masker. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan PGRI dan MKKS SMPN Gianyar, hingga Kwarcab Gianyar terkait pengadaan masker i t u .
Semarapura (Bali Post) Petugas Dinas Kesehatan (Diskes) Klungkung kembali melakukan rapid test kepada 71 orang di GOR Swecapura, Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung, Selasa (21/4) kemarin. Mereka adalah warga yang sebelumnya menjalani karantina mandiri, masuk dalam kelompok ODP maupun OTG. Hasil sementara, sebanyak enam orang di antara PMI yang di-rapid test positif Covid-19.
MAPATUNG DADAKAN - Suasana ‘’mapatung dadakan’’ digelar warga di Lingkungan Bukit Jangkrik, Kelurahan Samplangan.
Warga Bukit Jangkrik ’’Mapatung Dadakan”
Daging Babi Dijual Rp 12 Ribu Per Kilogram
Gianyar (Bali Post) Khawatir tidak bisa menjual ternak babinya, warga di Lingkungan Bukit Jangkrik, Kelurahan Samplangan, Gianyar membuat solusi mapatung dadakan. Daging babi yang dijual dalam mapatung dadakan itu pun relatif murah, yakni Rp 12 ribu per kilogramnya. Bendesa Bukit Jangkrik I Kadek Juniarta mengungkapkan hal ini, Senin (20/4). Menurutnya, faktor ekonomi menjadi alasan warganya menggelar kegiatan mapatung dadakan itu. Apalagi di tengah wabah Covid-19 ini perekonomian sedang sulit. ‘’Terkait fenomena mapatung di saat masa sulit seperti ini, mungkin kalau dilihat dari sisi pemilik merupakan salah satu cara menyelamatkan ternaknya. Sebab, para peternak itu tidak punya solusi lain untuk membeli pakan ternak. Begitu tiang dengar dari pemilik ternak babi itu,’’ katanya. Namun, dirinya tetap mengimbau masyarakat yang mapatung agar tetap menggunakan masker. Selain menerapkan social distancing serta physical distancing. ‘’Tetap kita imbau agar masyarakat menggunakan masker saat mapatung, terutama memperhatikan social distancing dan physical distancing,’’ katanya. I Wayan Ngerti, peternak babi asal desa setempat, menjelaskan mapatung dadakan itu dilakukan memang karena kesulitan menjual hewan ternaknya. Terutama kepada pengepul karena sepinya pasar. Namun jika tidak segera dijual, maka dirinya mengaku kesulitan membeli pakan untuk ternaknya. ‘’Sulit sekarang menjual babi. Harganya juga murah. Bila terus dipaksakan ngubuh (memelihara), maka saya terbebankan pakan ternak yang cukup mahal. Apalagi dalam situasi seperti ini saya juga butuh uang,’’ ujarnya. I Ketut Suwirta mengatakan dirinya ikut mapatung karena harga daging babi itu tergolong murah yakni Rp 12 ribu per kg. ‘’Per kilonya cuma Rp 12 ribu. Lumayanlah tiang mapatung cuma Rp 57 ribu sudah dapat daging babi nyaris lima kilogram,’’ ucapnya. (kmb35)
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Klungkung Nyoman Suwirta ditemui di ruangannya mengatakan, sesungguhnya yang sudah masuk daftar rapid test adalah 83 orang. Tetapi baru 71 orang yang bisa hadir. Sisanya, sebanyak 12 orang memilih tidak hadir tanpa alasan yang jelas. ‘’Sisanya jelas akan dikejar Dinas Kesehatan. Dari pemeriksaan itu, ditemukan enam orang positif Covid-19, setelah dilakukan rapid test. Semua adalah PMI (pekerja migran Indonesia),’’ katanya. Melihat hasil ini, petugas Dinas Kesehatan langsung mengarahkan warga yang positif Covid-19 itu menjalani swab
Semarapura (Bali Post) Di tengah wabah Covid-19, pihak kepolisian harus menyesuaikan diri agar mekanisme penanganan kasus bisa tetap berjalan. Seperti dilakukan Sat Resnarkoba Polres Klungkung, dalam proses pelimpahan tahap II kasus dugaan
HAMPIR seluruh desa adat di Kabupaten Gianyar kini melakukan upaya memerangi Covid-19. Seperti Desa Adat Mas, Kecamatan Ubud yang mengenakan denda satu kilogram beras untuk warga yang tidak menggunakan masker, saat melintasi kawasan desa adat setempat. Jika tidak bisa mengusahakan beras satu kilogram, apakah bisa dikompensasi bayar denda dalam bentuk lain? warga yang melintas tanpa masker itu, bahkan sudah tercantum dalam pararem di Desa Adat Mas. Hal ini juga didasarkan pada aturan pemerintah, agar selalu menggunakan masker jika bepergian. ‘’Sehingga dicetuskan peraturan di Desa Adat Mas, jika masyarakat setempat dan masyarakat luar yang tidak menggunakan masker didenda satu kilogram beras. Jika tidak beras, bisa diuangkan senilai Rp 15 ribu,’’ katanya. Dikatakan, upaya disiplin itu digalakkan, sebagai langkap edukasi masyarakat dalam memutus wabah Covid-19. Ditambahkan sebelum menerapkan aturan ini, masyarakat Desa Mas juga sudah dibagikan masker gratis. ‘’Jadi bukan solah-olah kami mencari kesalahan melain-
DIBERHENTIKAN - Pengendara yang tidak menggunakan masker diberhentikan anggota Satgas Covid-19 Desa Mas, Kecamatan Ubud, Selasa (21/4) kemarin.
Sesuai data resmi update terakhir Covid-19, Senin (20/4) dari Pemkab Klungkung, sudah ada 11 kasus positif Covid-19. Delapan di antaranya sedang dalam perawatan dan tiga orang lagi sudah dinyatakan sembuh. Khusus OPD sesuai data Dinas Kesehatan ada sebanyak 31 orang ODP lama. Sejauh ini belum ada tambahan ODP baru. Dari jumlah ODP itu, selesai pemantauan 19 orang. Namun sisanya sebanyak 12 orang masih dalam pantauan. ‘’Semoga hasil swabnya negatif. Kalau positif, kita siapkan langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat untuk lingkungan di sekitar asal para pasien itu,’’ tegas Suwirta. (kmb35)
I Wayan Sadra
Residivis Narkoba Dilimpahkan Tahap II Secara ’’Online’’
Tak Gunakan Masker, Desa Adat Mas Kenakan Sanksi Satu Kilogram Beras
Bendesa Adat Mas, I Wayan Gede Karmana, dikonfirmasi Selasa (21/4) kemarin membenarkan pihaknya mengenakan denda satu kilogram beras bagi warga yang keluar rumah tanpa masker. Pemeriksaan itu sudah dilakukan sejak Senin (20/4) hingga batas waktu tidak ditentukan. Menurutnya, sebelum menerapkan sanksi berupa denda satu kilogram beras atau diuangkan sebesar Rp 15 ribu itu, pihaknya sudah melakukan tahap sosialisasi. ‘’Dua minggu sebelumnya kami sudah sosialisasi kepada masyarakat. Bahkan di beberapa titik wilayah juga kami pasangi spanduk pengumuman, bahwa masuk ke wilayah Desa Mas wajib menggunakan masker,’’ jelasnya. Dikatakan, pemeriksaan
di RSUD Klungkung untuk dapat memastikan lebih detail kondisinya. Mereka diarahkan ke ruang isolasi RSUD Klungkung, agar dipastikan aman dengan pasien lainnya. ‘’Mereka langsung menjalani swab. Kita segera tahu hasilnya,’’ tegasnya. Kepala Dinas Kesehatan Klungkung dr. Ni Made Adi Suapatni memastikan akan mengejar sisa 12 PMI yang belum menjalani rapid test itu. Proses ini wajib dilakukan guna memastikan seperti apa kondisinya. Data mereka sudah dikantongi masing-masing petugas kesehatan di setiap puskesmas. Nanti dijadwal ulang menjalani rapid test susulan.
‘’Masing-masing sudah memesan lima ribu masker, sehingga ada dua puluh ribu masker,’’ katanya. Ribuan masker itu masih dipesan. Masker itu baru selesai akhir April ini. Karena itu pembagian masker dijadwalkan awal Mei 2020. Ribuan masker akan dibagikan kepada seluruh guru, siswa dan orangtua siswa se-Kabupaten Gianyar. Namun diprioritaskan di desa yang sudah ada pasien positif. ‘’Selain anak, masker kita juga berikan kepada orangtua, karena mereka lebih rawan terjangkit,’’ katanya. Ketua Koordinator Bidang Pencegahan Satgas Covid-19 Gianyar, Wayan Sadra, juga menyiapkan sosialisasi bahaya Covid-19 dengan video pendek, yang nantinya disebar lewat media sosial. ‘’Drama pendek ini terkait edukasi Covid-19, mulai cuci tangan hingga tata cara hidup bersih lainnya, sekarang ini masih digarap, Minggu depan sudah kita tayangkan di media sosial,’’ katanya. Ketua Harian Kwarcab Gianyar, Wayan Sadra, menerima sejumlah alat penyemprot disinfektan, hingga hand sanitizer dari Kwarda Bali. ‘’Diserahkan Senin dan Rabu pagi besok kita lakukan penyemprotan ke pasar dan lingkungan sekolah,’’ tandasnya. (kmb35)
kan mengedukasi masyarakat, agar tetap disiplin pakai masker. Karena keselamatan dan kesehatan yang kami perhatikan supaya penyebaran Covid-19 ini dapat diputus,’’ paparnya. Dibeberkan, hari pertama pemberlakukan sanksi tersebut Senin (20/4), dalam sehari sudah ada 80 masyarakat yang terkena sanksi. Sedangkan Selasa (21/4) siang tercatat baru 20 pelanggar. Bahkan rata-rata mereka yang terbukti melanggar memilih membayar denda sebesar Rp 15 ribu. ‘’Kalau alasannya tidak punya masker, kami juga sudah siapkan masker di posko tempat dilakukan pemeriksaan yaitu di halaman Perbekel Desa Mas,’’ tandasnya. Kapolres Gianyar AKBP Dewa Made Adnyana menjelaskan, sebatas pemeriksaan kepada warga untuk menggunakan masker hal itu tidak dipermasalahkan. Namun yang tidak boleh dilakukan adalah menutup akses pengguna jalan. ‘’Kalau itu sebatas pemeriksaan dari petugas Covid-19 di desa tidak apa-apa. Asalkan tidak melakukan penutupan jalan,’’ tegasnya. (nik)
penyalahgunaan narkotika harus dilakukan secara online, Selasa (21/4) kemarin. Kedua tersangka merupakan residivis kasus serupa yang tertangkap lagi oleh pihak kepolisian. Proses pelimpahan tahap II ini dipimpin Kasat Resnarkoba AKP Dewa Gde Oka. Selain
dua tersangka dilimpahkan juga barang buktinya kepada JPU (jaksa penuntut umum) Kejari Klungkung. Kedua tersangkanya yakni A.A. Gede Rai Putranadi alias Gung Prai (40) asal Dusun Peninjoan Desa Paksebali, Kecamatan Dawan dan I Wayan Sudiarta alias Jubir (49) tinggal di Jalan Srikandi IV Lingkungan Pande, Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Kecamatan Klungkung. Kedua tersangka merupakan mantan narapidana kasus narkoba yang ditangkap kembali Tim Opsnal Sat Reanarkoba melalui serangkaian proses penyelidikan. Menurut AKP Oka, proses penanganan perkara tindak pidana narkoba di tengah wabah Covid-19 itu
telah memedomani standar penanganan. ‘’Ini sesuai petunjuk dan arahan satuan atas, sehingga langkah-langkah penegakan hukum bisa steril dari bahaya penyebaran Covid-19,’’ katanya. Dari tahap penyelidikan sampai tahap pelimpahan perkara ke JPU, Sat Resnarkoba telah melakukan upaya-upaya penanganan yang memenuhi standar kesehatan dengan tetap memperhatikan hak-hak asasi manusia. Sehingga sesuai hasil koordinasi dengan pihak JPU, maka proses pelimpahan perkara dari penyidik Polri kepada JPU dilakukan secara online, dengan memanfaatkan sistem yang sudah disepakati kedua belah pihak. Hal itu dilakukan
untuk mengurangi kerumunan, kontak dan sentuhan. Dengan pelimpahan secara online, tersangka tetap dalam ruang tahanan. Proses penyerahan serta interogasi dengan JPU maupun tersangka dilaksanakan secara online, layaknya teleconference. Hal ini sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran kasus narkoba, terutama para tersangka yang dalam status tahanan. Proses penyidikan tetap berjalan normal. ‘’Tidak ada proses perkara yang penanganannya berlarut-larut di tengah wabah Covid-19. Semua berjalan normal, kami tetap memberikan jaminan kepastian hukum terhadap para tersangka,’’ tutup AKP Oka. (kmb31)
Rabu Pon, 22 April 2020
Desa Adat ’’Nunas Ica Ngeneng-ngening dan Paneduh Gumi’’ DALAM upaya mencegah merebaknya penyebaran virus Corona atau Covid-19, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah. Secara niskala, desa adat yang ada di Kabupaten Karangasem diminta nunas ica ngeneng-ngening menggelar upacara paneduh gumi. Upacara itu akan digelar bertepatan pada tilem sasih kadasa, Rabu (22/4) hari ini. Keputusan itu berdasarkan kesepakatan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali. Lalu bagaimana pelaksanaan upacara Paneduh Gumi yang digelar di Pura Besakih?
Ketua PHDI Kabupaten Karangasem Ni Nengah Rustini, Selasa (21/4) kemarin mengungkapkan, atas dasar Keputusan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Nomor 026/ PHDI-Bali/2020 dan Nomor 06/SK/MDA-Pro-Bali/2020 tentang Pelaksanaan Nunas Ica dan Ngeneng-ngening Desa Adat di Bali mengatasi gering Covid-19 ini, maka seluruh warga Bali, khususnya di Karangasem, agar bersama warga, pemangku nunas ica di Pura Kahyangan Tiga desa adat masing-masing. Diharap-
kan nyejer daksina sampai Covid-19 berakhir. Khusus nunas ica Ngeneng-ngening Paneduh Gumi dilaksanakan di Pura Agung Besakih, Rabu (22/4) hari ini. ‘’Nunas Ica Paneduh Gumi di Besakih digelar PHDI dan MDA Provinsi Bali yang jumlah pesertanya terbatas hanya krama Desa Adat Besakih. Untuk upacara itu, kami sudah sosialisasikan kepada semua desa adat di Karangasem,’’ ucapnya. Pelaksanaan nunas ica pada tilem sasih kadasa itu, kata Rustini, adalah seluruh desa adat ngaturang banten
pejati masing-masing asoroh di Pura Kahyangan Tiga di Desa Adat pukul 08.00 Wita. Ngaturang banten suci asoroh, tumpeng pitu asoroh, rayunan putih kuning adulang, segehan, matabuh arak berem di pangulun setra dengan ngarcana Batara Yama pukul 10.00 Wita. ‘’Seluruh krama agar ikut ngrastiti dengan cara ngubeng/ngayat,’’ harapnya. Krama juga diminta ngaturang banten rayunan atau sodaan putih kuning di sanggah kemulan serta segehan putih kuning di natar sanggah/merajan masing-
masing. Selesai melakukan persembahyangan, nunas tirta wangsuhpada ring kemulan, nunas urip Ida Batara-Batari, terutama kepada Batara Tiga Sakti (Brahma, Wisnu dan Iswara). Ngaturang sembilan (sie) segehan tangkih, maulam bawang, jahe dan uyah, matabuh arak berem di masing-masing lebuh pamesuan di depan pintu masuk pekarangan. Secara sekala ngeneng itu dilaksanakan oleh semua krama yang ada si desa adat. Warga diimbau meneng (tinggal di rumah masing-masing). Hal itu sesuai anjuran pemer-
intah. Semua warga diharapkan bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah atau sembahyang juga dari rumah. Dibatasi untuk bepergian ke luar rumah kecuali kegiatan yang sangat mendesak. Niskala-nya ngening agar krama dan krama tamiu mabhakti sembahyang selid-sanja, maksudnya baik pagi maupun sore hari di sanggah/merajan masingmasing. ‘’Kami harap seluruh masyarakat khususnya di Karangasem selalu diberikan keselamatan. Utamanya terhindar dari Covid-19 ini,’’ harap Rustini. (eka)
Buleleng Tambah Dua Positif Covid-19 Seorang Diduga Tertular Transmisi Lokal
Singaraja (Bali Post) Penyebaran wabah pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng nampaknya belum mereda. Pasalnya, ada penambahan dua orang pasien positif Covid-19. Seorang pasien diduga tertular karena riwayat berkunjung ke daerah transmisi lokal di Bali. Namun, seorang pasien lainnya positif lantaran memiliki riwayat bekerja di luar negeri. Bersamaan penambahan kasus terkonfirmasi positif ada penambahan seorang pasien sembuh, sehingga saat ini ada empat orang dinyatakan sembuh. Namun hingga saat ini yang terkonfirmasi positif berjumlah sembilan orang.
SERAHKAN BANTUAN - Wakil DPRD Karangasem I Nengah Sumardi saat menyerahkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) berupa masker dan juga paket sembako kepada warga di Kecamatan Bebandem, Selasa (21/4) kemarin.
Wakil DPRD Sumardi Serahkan Bantuan APD dan Paket Sembako di Bebandem
DPRD Karangasem terus bergerak aktif memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Seperti yang dilakukan petinggi Dewan Karangasem dari Partai Golkar I Nengah Sumardi. Wakil DPRD Karangasem ini menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) berupa masker dan juga paket sembako kepada warga di Kecamatan Bebandem, Selasa (21/4) kemarin. Wakil Ketua DPRD I Nengah Sumardi mengatakan, bantuan yang diberikan ini bahkan sudah dilakukan sejak Maret lalu dan terus bergulir hingga saat ini. Ban-
tuan APD yang diberikan itu, kata Nengah Sumardi, berupa masker selain itu juga paket sembako. ‘’Warga yang diberikan bantuan adalah masyarakat yang ada di Desa Liligundi Bebandem, Desa Adat Macang, dan Desa Bungaya Kangin,’’ ujar I Nengah Sumardi. Sumardi mengatakan, merebaknya virus Corona atau Covid-19 saat ini, khususnya di Kecamatan Bebandem, memang harus diwaspadai. Alasannya, tercatat sudah ada empat orang yang positif Covid-19. Maka dari itu, warga harus dapat melakukan langkah-langkah antisipasi terha-
dap penyebaran virus ini yang semakin meluas. Salah satu upaya perlindungan itu yang harus dilakukan warga adalah tetap menggunakan masker. Dan faktanya belakangan ini konsumen masker itu sangat tinggi. ‘’Kita sumbangkan alat pelindung masker ini kepada warga, supaya bisa dipergunakan saat melakukan kegiatan sehari-hari. Karena bantuan ini diserahkan ke satgas yang ada di desa adat, maka kemudian bendesa yang selanjutnya akan menyerahkan kepada warganya,’’ pungkas Wakil DPRD Karangasem I Nengah Sumardi. (ad218)
Bali Post/kmb38
REFOCUSING - Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Pemerintah Daerah menyepekati refocusing APBD Tahun 2020, Senin (20/4) lalu.
Banggar Sepakati ’’Refocusing’’ APBD
Buleleng Tambah BTT Menjadi Rp 57 Miliar
Singaraja (Bali Post) Menyusul dampak wabah Covid-19, memaksa pemerintah daerah harus melakukan refocusing anggaran. Penyesuaian ini sesuai surat keputusan bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dari pembahasan antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Buleleng, Senin (20/4) lalu, penyesuaian anggaran ini telah disetujui. Khusus anggaran Belanja Tidak Tertuga (BTT) telah disepakati ditambah dan jumlahnya menjadi Rp 57 miliar. Rapat pembahasan refocusing anggaran ini dipimpin Ketua Dewan Gede Supriatna bersama anggota Banggar. Dari pihak pemerintah daerah hadir Bupati Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. dan Sekkab Gede Suyasa, M.Pd. Bupati Agus Suradnyana mengatakan, sebelum melakukan refocusing anggaran, pihaknya telah ‘’merombak’’ pos-pos anggaran yang sebelumnya sudah ditetapkan di APBD Buleleng Tahun 2020. Dari hasil pemangkasan yang sudah dilakukan, khususnya
pos angaran BTT semula dialokasikan Rp 17 miliar. Menyusul perkembangan wabah pandemi Covid-19, sehingga BTT ini ditambah Rp 40 miliar, sehingga sekarang BTT penanganan Covid-19 dialokasikan total Rp 57 miliar. APBD 2020 sebelumnya dirancang sebesar Rp 2,32 triliun. Anggaran itu dipangkas menjadi Rp 1,95 triliun, sehingga ada penurunan anggaran sebesar Rp 362,47 miliar. Ini terjadi karena turunnya pendapatan daerah, penerimaan pajak daerah diproyeksikan turun Rp 92,97 miliar dan retribusi daerah turun sebesar Rp 9,57 miliar. Sementara,dana perimbangan, penerimaan Dana Alokasi Umum (DAU) turun hingga Rp 98,59 miliar, Dana Alokasi Khusus (DAK) turun hingga Rp 70,39 miliar. ‘’Satu-satunya belanja yang mengalami peningkatan ialah BTT. Tadinya hanya Rp 3,06 miliar dinaikkan menjadi Rp 17 miliar. Berdasarkan hasil kesepakatan, alokasi anggaran mengalami peningkatan menjadi Rp 57,06 miliar,’’ katanya. Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengatakan, kebijakan refocusing ini dapat dipahami akibat dampak wabah Covid-19. Sebab, pan-
demi Covid-19 harus didukung penyediaan anggaran yang memadai. Saat ini anggaran harus diprioritaskan sebagai upaya pencegahan, penanganan hingga penanggulangan Covid-19. ‘’Karena sudah ada regulasi dari pusat, maka anggaran kini difokuskan untuk penanganan Covid-19. Kami bisa memahami hal itu, sehingga perubahan APBD itu kita sepakati,’’ jelasnya. Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra mengatakan, pemerintah dan dewan sudah sepakat dengan pengalihan anggaran itu. Anggaran belanja tidak terduga itu, kata Sutjidra, akan digunakan untuk penanganan di bidang kesehatan, program jaring pengaman sosial, hingga pemberdayaan UMKM. Pemerintah juga mengalokasikan belanja pembelian alat rapid test antigen. Alokasi belanja tidak terduga itu baru sebatas diproyeksikan untuk penanganan hingga Agustus 2020 mendatang. Sutjidra mengklaim pemerintah sudah menyusun rencana cadangan untuk mengalokasikan BTT sampai akhir 2020. ‘’Mudah-mudahan alat rapid test ini bisa kami terima Rabu, sehingga Jumat ini semua PMI kami rapid test lagi,’’ jelasnya. (kmb38)
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. menyampaikan update Covid-19, Selasa (21/4) kemarin. Temuan kasus terkonfirmasi positif ini, kata Suyasa, diawali pasien itu sakit demam saat dia memeriksakan dirinya ke salah satu rumah sakit swasta di Singaraja. Selama perawatan di rumah sakit swasta itu kondisinya tidak kunjung sembuh. Dokter yang merawatnya kemudian meruj u k
pasien itu berobat ke RSUD Buleleng. Dari penanganan di RSUD itu, tim dokter melakukan tes swab. Hasilnya, uji sampelnya positif terinfeksi Covid-19. Setelah terungkap terkonfirmasi positif, pihak RSUD merujuk kembali sang pasien yang diketahui seorang pedagang di pasar itu dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas, Kecamatan Sawan. ‘’Jadi b e n a r hari ini a d a tamba-
Drs. Gede Suyasa, M.Pd.
han pasien yang terkonfirmasi positif sesuai hasil sempel swab yang diambil dua kali. Sekarang pasien positif Covid-19 itu ditangani di RSP Giri Emas,’’ katanya. Menyusul temuan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 itu, kata Gede Suyasa, tim gugus tugas dan petugas surveillance dikerahkan melakukan tracking guna mendapatkan riwayat interaksi pasien dengan orang lain. Hasilnya, pasien ini sendiri diketahui pernah berinteraksi ke salah satu daerah di Bali, sehingga diduga kuat pasien itu tertular Covid-19 lewat transmisi lokal. Menyusul hasil itu, gugus tugas pun telah melakukan tracking kepada orang yang pernah berinteraksi dengannya dan langsung menjalani rapid test. Hasilnya sementara negatif. Untuk mencegah halhal yang tidak diinginkan, tracking dilakukan di rumah sakit di mana pasien itu pernah dirawat. ‘’Tidak saja di rumah sakit tempat dirawat
dilakukan tracking juga lingkungan asalnya. Namun hasil rapid test-nya negatif,’’ jelasnya. Seorang pasien positif lainnya saat dilakukan rapid test usai karantina 14 hari itu memang hasilnya positif. Pasien itu saat ini dirawat di RSP Giri Emas. Pemeriksaan lanjutan dilakukan tes swab. Hasilnya terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19. ‘’Riwayat pasien itu pernah bekerja di luar negeri. Saat dilakukan rapid tes, swabnya terkonfirmasi positif Covid-19,’’ katanya. Hingga kemarin tambahan seorang pasien dinyatakan sembuh setelah dua kali uji sampel swabnya hasilnya negatif, sehingga sesuai protokol penanganan Covid-19, pasien itu dikategorikan sudah sembuh. Terkait pasien terkonfirmasi positif, namun sudah lama menjalani pengobatan hasil uji swabnya sudah negatif. Hanya, tim medis bersama gugus tugas masih mencocokkan hasil uji swab pasien itu dengan uji di Bali Penelitian dan Pengembangan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Kalau hasil uji swab itu sudah keluar dan kemudian hasilnya sama negatif, maka setelah itu baru tim medis berani memutuskan pasien itu dinyatakan sembuh. (kmb38)
Upacara ’’Paneduh Gumi’’
Pasar dan Toko Berjejaring di Bungaya Ditutup Amlapura (Bali Post) Desa Adat Bungaya Kecamatan Bebandem menutup pasar maupun semua toko berjejaring selama sehari saat pelaksanaan upacara nunas ica dan ngenengngening serta paneduh gumi pada tilem sasih kadasa, Rabu (22/4) hari ini. Warga diimbau tetap berada di rumah untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19, mengingat di Bungaya sendiri ada empat warga positif Covid-19. Sabha Desa Adat Bungaya Gede Krisna Adi Widana mengatakan, pasar, toko berjejaring akan ditutup selama sehari saat upacara ini. Setelah itu kembali buka seperti biasa. ‘’Hingga saat ini warga Desa Bungaya yang positif Covid-19 empat orang,’’ ujar Krisna.
Pihaknya berarap kepada warga mengikuti imbauan dengan baik, demi kebaikan bersama. Ia juga meminta warga supaya selalu memakai masker saat bepergian, jaga jarak selain biasakan cuci
tangan dengan sabun setelah datang dari luar. Terkait upacara, pihaknya meminta seluruh warga Desa Bungaya supaya membuat sarana upacara sesuai arahan yang sudah diberikan.
‘’Pelaksanaan upacara nunas ica dan ngeneng-ngening serta paneduh gumi itu tujuannya untuk kerahayuan, sehingga masyarakat terbebas dari Covid-19,’’ terang Krisna. (kmb41)
Bali Post/ist
SOSIALISASI - Prajuru Desa Adat Bungaya saat melaksanakan sosialisasi terkait pelaksanaan upacara nunas ica dan ngeneng-ngening serta paneduh gumi pada tilem sasih kadasa, Rabu (22/4) hari ini.
Rabu Pon, 22 April 2020
Jenazah Tak Dapat Dipulangkan Pelopor Layanan Konsultasi Call Centre Covid-19 Pihak dokter sempat menyatakan kondisi suaminya membaik, namun pada Sabtu (18/4) sebelum dinyatakan meninggal dunia. ‘’Awalnya dokter tidak memberi tahu saya, karena permintaan suami. Tapi salah satu perawat yang kebetulan berkewarganegaraan Indonesia, dinyatakan suami saya kena penyakit itu (Covid-19),’’ ujarnya. Paman almarhum, I Nyoman Nasib, mengatakan pihak keluarga akan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah mengenai penanganan terhadap jenazah almarhum. ‘’Kami dari pihak keluarga menyerahkan
sepenuhnya kepada pemerintah. Kami mengerti dengan kondisi ini. Jadi, kami tidak ada menuntut apa-apa. Kami sepenuhnya mengikuti kebijakan negara,’’ ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Badung dr. I Nyoman Gunarta membenarkan telah mendapatkan informasi adanya PMI asal Badung yang meninggal di luar negeri. ‘’Ya, saya mendapat informasi dari warga kami di Sading, Mengwi melaporkan bahwa ada warga yang meninggal di Amerika,’’ ujarnya. Tak Dapat Dipulangkan Menurut Gunarta, warga
Badung yang meninggal ini merupakan ABK di Oasis of the Seas. ‘’Kalau memang benar meninggalnya karena Covid-19, pastinya sudah mendapatkan penanganan langsung dengan dikremasi,’’ terangnya. Dijelaskan, protap yang berlaku jika ada korban meninggal akibat Covid-19 tidak dapat dipulangkan ke rumah asalnya. ‘’Kalau sudah Covid-19 tidak bisa dibawa pulang. Lewat darat tidak bisa, lewat laut tidak bisa, lewat mana pun tidak bisa. Jadi, langsung ditangani di lokasi,’’ katanya. Lantas apakah akan tercatat sebagai pasien positif Covid-19 di Badung? Kadiskes
Badung ini menegaskan tidak tercatat di Badung, karena yang bersangkutan tidak bersosialisasi di Badung. ‘’Sama halnya kasus di Sulangai, karena dia lebih banyak di Denpasar, jadi tidak tercatat di Badung,’’ katanya. Kadis Kominfo Kabupaten Badung IGN Jaya Saputra selaku Koordinator Humas Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Badung mengatakan, saat ini jenazah almarhum masih berada di rumah sakit di California, Amerika Serikat. Hanya terkait data detail almarhum masih dilakukan pengecekan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Badung. (par)
Pengobatan Berbagai Penyakit dan Wabah Lontar Kaputusan Mpu Bharadah dibuka dengan risalah terjadinya alam semesta, dari duk tan hanā paran-paran -- ketika belum tercipta alam semesta -- berlanjut ke penciptaan alam dan manusia, diikuti turunnya berbagai penyakit yang akan mengantar manusia kembali ke alam muasal. Manusia dan penyakit seperti tubuh dan bayangannya yang mengikutinya. Dilanjutkan dengan bagian obat-obatan. Disebutkan iti kaputusan larā salwiring larā -- inilah pengetahuan segala macam penyakit. Resep-resep obat disebutkan. Dari muntah darah dan pingsan tiba-tiba, sakit kepala dan dada sesak, demam dan flu yang mengakibatkan tersumbat saluran pernapasan, cacar dan penyakit kulit mematikan, serta berbagai terapi dan mantra-mantra yang berkaitan dengan wabah dan penyakit lainnya. Mpu Kuturan juga mewariskan naskah lontar berisi pengobatan berbagai penyakit dan wabah. Warisan yang berisi kompilasi obat-obatan herbal ini dikenal sebagai Usada Taru Pramana. Dibuka dengan kisah Mpu Kuturan sangat berduka ketika wabah menimpa masyarakat. Kegagalannya secara terus-menerus dalam menyembuhkan korban wabah membuatnya jengah harus melakukan pencarian mendalam -tapa-brata-upawasa-samadhi. Hasilnya, tidak kurang dari 200 ramuan herbal dirumus-
kan. Narasi naskah ini sangat menarik, berbentuk percakapan antara Mpu Kuturan dengan tumbuhan-tumbuhan yang memiliki khasiat penyembuhan, satu-per satu bahan-bahan herbal disebutkan. Mpu Kuturan adalah suami dari Dyah Nateng Dirah -- tertuduh ratu ilmu hitam Calonarang. Mpu Kuturan adalah kakak dari Mpu Bharadah. Memenuhi panggilan dharma, Mpu Kuturan meninggalkan kehidupan rumah tangganya di Jawa dan ke Bali sebagai guru suci. Dikenang sebagai konseptor kebudayaan Bali -dari penataan desa pakraman, pedoman upakara-upakara pendirian tempat suci, serta berbagai liturgi dan kompilasi mantra-mantra Kusumadewa. Yang jarang diingat adalah keteladanannya dalam merumuskan Usada Taru Pramana, naskah pedoman pengobatan berbagai penyakit yang dirumuskan ketika wabah. Selain naskah lontar tersebut di atas, terdapat berbagai naskah lain terkait pengobatan penyakit dan wabah terwariskan dalam khazanah naskah Sunda, Merbabu, dan Jawa Kuno yang belum tersingkap. Naskah-naslah tersebut bukti bahwa setidaknya dari seribu tahun silam telah tersedia literasi kesehatan yang terkait wabah di Nusantara. Jika dibandingkan dengan zaman sekarang, manuskrip-manuskrip ini kurang lebih seperti protokol medis, sekaligus tuntunan hidup sehat berasas harmoni
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
dengan alam. Kepemimpinan di Tengah Kegaduhan Kemunculan wabah sepertinya memang selalu diikuti bayangannya sendiri, berupa suara gaduh teori konspirasi, suara riuh resah rakyat. Seperti jejak digital dunia media sosial hari ini, tafsir saling bersahutan dengan tafsir lainnya. Tidak tersedia kepastian di dalamnya. Demikian juga teori konspirasi yang menuduh Dyah Nateng Dirah sebagai ratu ilmu hitam (Calonarang) berlanjut berabadabad. Teks Calonarang adalah potongan bayangan gelap dari peristiwa wabah di masa silam yang tidak sepenuhnya terpahami. Selama berabad-abad masyarakat gaduh menafsir kisah Calonarang. Berbagai versi naskah ditulis dengan interpretasi masing-masing. Berbagai versi dongeng, novel, dan pementasan teater, turut memberi reinterpretasi. Di balik semua itu, teks Calonarang punya sisi terang tentang solusi mengatasi wabah: Investigasi dan rekonsiliasi. Bukan dengan pasukan, bukan dengan arogansi kekuasaan. Tidak mudah terprovokasi. Tidak gampang menelan teori konspirasi. Bijak memilih jalur investigasi, memvalidasi data lapangan dengan sungguh-sungguh. Tidak berkomentar berdasarkan asumsi dan rumor. Memetakan seluruh realitas lapangan sebelum memutus-
kan. Tidak terjebak isu dan informasi yang tidak valid. Demikianlah kebijaksanaan Raja Airlangga diceritakan dalam karya sastra kakawin dan teks lain. Ketika wabah datang, rakyat pasti bingung dan gaduh. Dalam berbagai peristiwa wabah di masa lalu, rakyatlah yang terberat dirundung susah. Wabah selalu diikuti bayang gelap bencana kelaparan. Raja Airlangga memberi panutan kepemimpinan yang proaktif melakukan investigasi, mengerahkan pemikir terbaik Mpu Bharadah, dan juru tilik lapangan yang bernas, rapi mencatat dan memegang dharma, Mpu Bahula. Semoga wabah Covid-19 berakhir indah seperti akhir kisah Calonarang. Dyah Nateng Dirah merestui pernikahan putrinya, Ratna Manggali, dengan Mpu Bahula. Pernikahan mereka diberkati Mpu Bharadah dan Raja Airlangga -- sebuah kisah rekonsiliasi antara tertuduh dan penguasa dalam ikatan kekeluargaan yang saling mengayomi. Mpu Bahula dan Ratna Manggali memiliki keturunan bernama Mpu Wiranatha alias Mpu Tantular, sang mumpuni perumus kalimat ‘’Bhinneka Tunggal Ika’’ dalam kitab Kakawin Sutasoma, yang sampai kini menjadi pilar berpikir keberagaman dan solidaritas dalam bernegara. Penulis adalah pembaca naskah Bali dan Jawa Kuno
Hingga 3 April 2020, tercatat sebanyak 27 kasus positif Corona ditemukan di Provinsi Bali. Persentase mortalitas sebesar dua kasus. 13 pasien telah dinyatakan sembuh. Dengan demikian, persentase kesembuhan Provinsi Bali (sebesar 48,1%) kini melebihi persentase kesembuhan rata-rata nasional (6,7%). Provinsi Bali mempunyai persentase kesembuhan tertinggi di Indonesia saat ini. Sejak Indonesia melaporkan dua kasus pertamanya di Depok pada 3 Maret 2020, Pemerintah Bali (meliputi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, beserta jajarannya) langsung ‘’tancap gas’’ sejak hari pertama mempersiapkan berbagai kebijakan, peraturan, imbauan, standar operasional prosedur (SOP) dan sistem untuk mengantisipasi serangan virus ini. Pemerintah Bali terlihat sangat mengetahui betul bahwa daerah tujuan wisata seperti Badung, Denpasar, Gianyar dan Buleleng merupakan daerah yang paling berisiko karena tingginya kunjungan turis mancanegara. Berbagai tindakan antisipatif dilakukan seperti membuat RS rujukan Covid-19 di keempat kabupaten tersebut. Langkah pertama yang juga dilakukan antara lain, imbauan berdiam di rumah (stay at home), bekerja dari rumah (work from home), jaga jarak antarwarga sejauh 1 meter (social distancing), sekolah-sekolah diliburkan (study from home) dan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (seperti mencuci tangan dan memakai masker) dengan menyasar seluruh pelosok desa di pulau ini. Bahkan, istilahistilah tersebut sudah menjadi populer di kalangan anak-anak yang masih kecil. Provinsi Bali pun merupakan pelopor layanan konsultasi telepon ‘’Call Centre Covid-19’ yang kini sosialisasinya telah dilakukan dengan masif di Badung dan Denpasar. Dengan adanya Call Centre Covid-19, warga bisa berkonsultasi tentang kondisi kesehatannya via telepon. Operator Call Centre Covid-19 akan melakukan skrining keluhan untuk memutuskan apakah seseorang merupakan orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), atau bukan keduanya. Jika diputuskan ODP, maka warga yang menelepon tadi wajib isolasi diri
selama 14 hari dan memeriksakan kesehatan ke puskesmas terdekat jika ada keluhan. Jika diputuskan PDP, maka akan dilanjutkan dengan layanan penjemputan PDP oleh Ambulans Tim Reaksi Cepat Covid-19. Sehingga saat gejala ringan, para PDP ini sudah bisa langsung diperiksa di RS rujukan. Langkah lanjutan Pemerintah Bali yang juga sangat menentukan antara lain larangan kerumunan, pembatasan upacara keagamaan, serta pengetatan pemeriksaan kesehatan di jalur udara, darat dan laut. Terbaru, semua orang yang masuk ke Bali wajib menjalani isolasi diri selama 14 hari. Di samping itu semua, tentunya apresiasi perlu diberikan kepada semua dokter, perawat, paramedis dan lainnya. Karena telah memberikan pelayanan promotif, preventif, kuratif dan (bahkan) rehabilitatif dengan kualitas tingkat tinggi. Tercermin dari tingginya persentase kesembuhan dan rendahnya persentase mortalitas di provinsi ini. Akibat wabah Covid-19 ini, ekonomi pariwisata Bali diprediksi mendapat hantaman kerugian senilai triliunan rupiah. Namun di balik krisis ini, ternyata terdapat kesempatan besar (big opportunity) bagi Provinsi Bali. Yaitu kesempatan untuk mengembangkan pariwisata medis (medical tourism) dan menjadikan Bali sebagai pusat kesehatan baru di Asia Tenggara. Jauh-jauh hari sebelum wabah ini terjadi, Pemerintah Provinsi Bali telah berulang kali menggaungkan keinginan untuk memajukan pariwisata medis (medical tourism) di Bali. Berbagai rencana telah disampaikan, antara lain promosi wisata medis murah bagi wisatawan asing, membangun Taman Usada di Kabupaten Bangli, pijat tradisional Bali dan ramuan tradisional Loloh Cemcem, bahkan menghidupkan kembali ilmu pengobatan tradisional tertua ‘’Usada Sari’’. Usada Sari disebut sebagai seni pengobatan tradisional tertua di Indonesia, seperti halnya akupunktur di China dan Ayurweda di India. Menghidupkan Usada Sari, pijat tradisional Bali dan budi daya ramuan loloh Cemcem tentunya bukan bertujuan untuk menggantikan dan menyaingi kemajuan dunia kedokteran. Diharapkan kearifan lokal ini mampu meng-elevate perkem-
bangan ilmu dan teknologi kedokteran Bali menjadi lebih mantap. Tentunya diharapkan sinergitas antara kearifan lokal ini dengan berbagai bidang ilmu seperti spesialisasi farmakologi, farmasi, teknik kimia, dan lainlain. Di samping itu, Provinsi Bali mempunyai berbagai rumah sakit bertaraf internasional yang telah berpengalaman menangani pasien-pasien dari mancanegara. Berulang kali, Bali telah dipuji karena biaya berobat kesehatan yang jauh lebih murah daripada negara-negara Eropa namun dengan kualitas pelayanan yang juga mumpuni. RSUP Sanglah, sebagai episentrum kesehatan, merupakan rumah sakit terbesar di Pulau Bali. RSUP Sanglah juga merupakan rumah sakit tipe A pusat rujukan untuk Indonesia Bagian Timur. Rumah sakit ini telah berpengalaman menghadapi berbagai wabah seperti SARS, flu burung, flu babi dan kini Covid-19. Penanganan kasus-kasus di rumah sakit ini dilakukan langsung oleh dokter-dokter kompeten yang juga merupakan staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Dengan keberhasilan menampilkan angka kesembuhan yang tinggi dan angka mortalitas yang rendah, tentunya tidak ada lagi kesempatan sebagus saat ini. Inilah momentum terbaik bagi Pulau Bali untuk menjadi kekuatan baru di dunia kesehatan. Di saat Singapura, Malaysia dan Thailand mampu mengambil perhatian dunia sebagai negara dengan angka kematian rendah terkait Covid-19, ternyata Bali juga mampu mencuri perhatian. Selain dikaruniai kekayaan wisata alam, budaya dan sepak bola, Pulau Bali juga diberkahi sistem kesehatan terbaik di Indonesia. Di tengah euforia terkait tingginya kesembuhan Covid-19 saat ini, saya tetap mengimbau saudara-saudara untuk senantiasa menjaga kesehatan, stay at home, work from home, biasakan perilaku hidup bersih dan sehat, disiplinkan social distancing, serta isolasi diri 14 hari jika ada keluhan demam atau batuk dengan riwayat perjalanan ke daerah yang terdampak atau riwayat kontak risiko rendah dengan penderita. Karena studi terakhir di China, 14 persen dari orang-orang yang telah dinyatakan sembuh ternyata bisa terjangkit Covid-19. Penulis, dokter umum PNS Pemkab Badung
SERVICE
Dcr sopir u/BPR Sadana Utama Bali, 085100462956
B.BP.803.04.20.0000157
PROPERTY DIJUAL TANAH
BUC Jl Tnh 1,5are Jl.Sedap Malam Gg.I, 081237490401(Bs Nego)
B.BP.001.04.20.0000214
Djl:Tanah 2are,Jl.Tk.Unda III/ 10AH:0811387484,085100410755
B.BP.004.04.20.0000224
RUPA-RUPA
Tnh, 6@ Dalung Pengilian, aspek Prmh, 081999231333
B.BP.004.04.20.0000221
PROPERTY DICARI TANAH
!!!Dicari tanah di Kuta Selatan Strtegis/view super,hrg miring Total Rp.5-10M. Ph 081238951150 B.BP.004.04.20.0000216
Dicari!! Tnh Strategis di ring luar Denpasar u/dijual kembali Budget Rp.5-10Mil.082146112554 B.BP.004.04.20.0000215
KEHILANGAN Hlg Buku Kir Daihatsu DK8628BX An.Jimmy Anto, Ubung Denpasar B.BP.001.04.20.0000213
BENGKEL LAS
POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIANweb:BALI @balipost_com @balipostcom www.balipost.com balipost Global 96,5 FM
www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL
}
PAKET
1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE
n
k.
Rabu pon, 22 April 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Awasi Pasar Tradisional SEORANG tukang suun di salah satu pasar di Bangli dinyatakan positif Covid-19. Bahkan lucunya mereka tak mendapat ruang isolasi di rumah sakit dengan alasan semua penuh. Jelas mereka tertular tak jauh dari lokasi kerjanya yakni di pasar. Masyarakat Bali mesti banyak belajar dari kasus Covid-19 di luar Bali. Sejumlah pasar tradisional di Padang, Surabaya dan daerah lainnya diberitakan menjadi sumber penyebaran virus Corona. Artinya, mereka tertular saat terjadi transaksi antara penjual dan pembeli. Jika menengok ke desa, kondisi pasar tradisional kita masih jauh dari layak bersih dan sanitasi baik. Dalam pandemi Covid-19 ini, para penjual dan pembeli tak dilengkapi dengan masker dan menjaga jarak saat transaksi. Jelas ini sangat berbahaya dalam upaya mencegah penularan Covid-19. Jangankan di desa-desa, kondisi di pasar tradisional di perkotaan di Bali pun masih belum maksimal menerapkan protap Covid-19. Masih banyak pedagang dan pembeli yang tidak melakukan tiga hal penting yakni memakai masker, menjaga jarak dan budaya mencuci tangan. Kondisi ini bukan tak mungkin akan melahirkan pasien positif Covid-19 baru di Bali. Jika kita mau jujur, seandainya pemerintah melakukan rapid test di pasar menyasar semua pedagang dan pembeli, diyakini akan banyak data masuk bahwa mereka adalah orang tanpa gejala (OTG) yang akhirnya menjadi pasien positif Covid-19. Hal inilah yang terjadi di Padang, dari empat terjangkit membengkak menjadi 17 dan melahirkan ratusan ODP. Nah, jika ini dibiarkan terus berlanjut, apa jadinya Bali nanti. Dipastikan selain makin banyak warga desa yang terjangkit Covid-19, kemudian menularkan kepada keluarganya. Makanya pasar tadisional ini perlu diawasi dan dibatasi jam operasionalnya. Bila perlu semua pedagang menjalani tes PCR. Kepala UPT Pasar dan PD Pasar tak perlu mengejar target pemasukan, karena tak akan dimarahi oleh bupati/wali kotanya karena alasan darurat pandemi. Utamakan keselamatan nyawa warga pasar. Kita patut memuji tindakan yang dilakukan para relawan dengan membagikan ribuan masker dan ribuan sabun. Relawan juga menyampaikan sosialisasi agar masyarakat mematuhi anjuran pemerintah untuk menjaga kebersihan, serta memakai masker dalam berbagai aktivitas. Peduli membantu sesamanya agar tidak sampai terinfeksi virus Corona atau Covid-19. Kemudian Bali perlu meniru langkah gubernur lain seperti Jatim, Jabar dan DKI Jakarta. Mereka lebih awal menyiapkan gudang pangan guna mengantisipasi kondisi terburuk di Bali. Seperti PSBB karena makin meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 di Bali. Gudang pangan ini sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan warga Bali. Itu yang belum ada di Bali.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Menyatukan Langkah Menjaga Bali Desa-desa di Bali bergerak secara jelas untuk menyelamatkan wilayah desanya. Walaupun dengan anggaran terbatas dan beban yang berat karena harus berhadapan dengan banyak pendatang dan beban adat, warga desa adat juga tetap komit menjaga desanya. Bahkan, kini sekaa teruna di desa-desa juga ambil bagian menjaga wilayah banjarnya. Ini tentu karena adanya kesadaran menjaga desa. Saya juga berharap dukungan kepada desa dinas dan desa adat dalam menjaga wilayah komunitas adatnya didukung penuh oleh pemerintah. Saya hanya berharap Bali segera bersatu semua kabupaten/kotanya dalam mengamankan rakyat Bali dari ancaman Covid-19. Bali harus merangkul semua kabupaten/kota untuk satu persepsi menjaga pulau ini dari ancaman Covid-19. Bahkan, dalam hal penanganan pekerja migran Indonesia (PMI) Bali juga harus tegas. Pemetaan jumlah PMI dan risiko yang mungkin terjadi tentu telah dipikirkan. Namun, hal penting harus dipastikan, memastikan masyarakat desa adat tetap mendapat pengayoman juga. Sebagai wilayah adat, tentu aturan-aturan desa adat tetap harus dihormati. Lakukan edukasi secara lebih serius dalam hal mengatasi pandemi Covid-19 ini. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
POJOK Kesadaran diam di rumah melemah. - Daya beli rakyat melemah lebih awal. *** 1.204 naker di-PHK, 52.387 dirumahkan. - Potret masa depan pekerja. *** Pastikan cadangan pangan Bali. - Yang ini bukan urusan rakyat.
Grafis : Putu Suarsana/Bali Post
Disiplin Karantina Demi Kebaikan Bersama
SESUAI protokol penanganan Covid-19, pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru datang dari luar negeri harus menjalani karantina selama 14 hari, meskipun rapid test-nya menyatakan negatif Corona. Masa karantina sangat penting guna memastikan mereka benar-benar tidak terpapar Covid-19. Namun, selama menjalani masa karantina tidak semua PMI disiplin mengikuti aturan. Contohnya di Buleleng, berdasarkan temuan gugus tugas setempat, masih ada PMI yang tidak bersedia diperiksa kesehatannya. Ada pula PMI yang masih suka berkerumun. Permasalahan ini cukup banyak mendapat sorotan di media sosial. Netizen yang berkomentar di akun Facebook @balipost menyayangkan jika ada PMI yang membandel alias bengkung tidak mau mengikuti protokol penanganan Covid-19. Protokol kesehatan itu dibuat untuk memastikan para PMI termasuk nantinya keluarganya dan masyarakat luas terhindar dari virus Corona. Jadi, sudah seharusnya PMI bersabar dan mengikuti semua aturan. Namun di sisi lain, netizen juga melihat kemungkinan adanya kelemahan dalam sistem pengawasan dan penanganan dari pemerintah. Yasa Tolong, demi keselamatan Buleleng jangan mentolerir PMI yang bengkung-bengkung. Jika ada yang menolak tes, karantina saja di tengah laut, jangan diizinkan karantina mandiri. Komang Anom Kalau berita ini benar, sungguh sangat lemah sekali satgas yang bertugas. Jika memang PMI tersebut tidak mau, beritahukan sama aparat yang mengamankan di sana, kan katanya dijaga ketat 24 jam kok masih bisa sampai ada berita seperti ini muncul? Pakai logika sajalah. Saya sebagai PMI menyarankan sertakan
nama dan hotel mana yang menolak, biar tidak ada kegaduhan lagi. Kami para PMI tunggu kebenaran berita ini. IliiliIlilil Nyoman Suwindra IliiliIlilil Perlu umumkan namanya dan alamatnya, agar masyarakat bisa hati-hati dan waspada terhadap mereka yang menolak diperiksa. Masyarakat jadinya khawatir jika hal ini dibiarkan. Nyoman Suardana PMI bengkung apa tidak ada alat rapid test? Saya PMI yang habis masa karantina dan saya minta dilakukan rapid test tapi pihak puskesmas
bilang tidak ada alat rapid test, tiap puskesmas pembantu hanya dapat 20 saja dan diperuntukkan untuk PMI yang punya gejala selama karantina. Setelah istri saya nelepon Dinas Kesehatan Provinsi, baru saya bisa di-rapid test. Astungkara negatif. Nengah Tour Pemerintah provinsi, kabupaten, bekerja keras melayani kesehatan PMI. Dari kedatangan dijemput di airport agar tetap sehat. Karena datang dari zona merah makanya dikarantina terlebih dahulu. PMI salah mengerti, dikarantina oleh pemerintah dianggap memojokkan dirinya mem-
bawa penyakit, padahal tidak demikian maksudnya. Arya Damara Kalau enggak mau diperiksa, karantina saja dulu selama 14 hari, jangan kasih pulang. Faustin W. Sudi Itu dia masalahnya. Kenapa tidak mau diperiksa demi kebaikan bersama? Made Latra Antara Kalau masih ada PMI bengkung, tidak mau diperiksa dan dikarantina, sekalian info nama dan alamatnya biar sekalian tidak diterima di desanya. Pande Gede May Kalau nanti sudah posi-
tif, pasti akan menyalahkan pemerintah. Pemerintah dikatakan tidak memperhatikan kesehatan PMI. Dek Dalux Yang seperti ini merusak nama PMI saja. Tolong kesadarannya untuk kepentingan bersama dan keluarga khususnya. Wawan Arinta Kameswara Pemerintah sudah bekerja keras, eh… malah begini jadinya. Sangat disayangkan. Komang Orang kebanyakan minta dites kesehatannya, tapi ini kok malah menolak. Apa maksudnya?
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Tigawasa Dukung Pengembangan Wisata Desa Adat Tigawasa, Kecamatan Banjar, Buleleng adalah salah satu desa yang masuk dalam struktur desa Bali Aga (Bali Kuna red). Meskipun perkembangan zaman semakin pesat belakangan ini, namun Desa Adat Tigawasa tetap konsisten melaksanakan dan melestarikan warisan budaya, kesenian, pertanian, tata pemerintahan desa adat dan beberapa bentuk kearifan lokal lainnya. Dengan ‘’modal’’ yang tidak dimiliki desa lain di Bali itu, Desa Adat Tigawasa bergerak agar kearifan lokal itu tetap lestari dan menjadi daya tarik pendukung pengembangan sektor pariwisata desa.
D
esa Adat Tigawasa memiliki luas sekitar 16 ribu hektar. Di mana wewidangan-nya terdiri dari di sebelah selatannya berbatasan dengan Desa Adat Pedawa, barat dengan Desa Adat Cempaga yang keduanya juga masuk dalam struktur desa Bali Aga. Sebalah timur berbatasan dengan Desa Adat Kayu Putih Melaka, Kecamatan Sukasada, dan di utaranya wewidangan-nya berbatasan dengan Desa Adat Temukus, dan Desa Adat Kaliasem, Kecamatan Banjar. Sejak terbentuk hingga sekarang, desa adat ini memiliki krama desa sebanyak 1.300 kepala keluarga (KK). Klian Desa Adat Tigawasa I Made Suadarmayasa, Selasa (21/4) kemarin mengatakan, desa adat yang dipimpinnya ini sampai sekarang menghormati warisan leluhur mereka terkait kearifan lokal. Dalam pemerintahan di desa, Desa Adat Tigawasa satu-satunya yang tidak melakukan pemilihan klian desa adat. Ini sesuai pararem awig-awig telah diatur, jabatan klian desa adat akan diberikan secara eksopesio kepada perbekel desa yang terpilih. Artinya, siapa pun menjabat perbekel desa, maka secara
langsung menjabat klian desa adat. ‘’Ini salah satu kearifan lokal yang tetap diikuti sampai sekarang dan bagi kami ini kebanggaan karena tidak seperti di desa adat lain dalam hal mencari pemimpin di desa adatnya,’’ katanya. Keunikan lain yang tidak kalah menariknya adalah dresta dalam melaksanakan ritual upacara agama di semua pura di wewidangan desa adat. Jika di desa adat lain memakai patokan hari tertentu dalam menggelar upacara agama, tetapi di Desa Adat Tigawasa jadwal upacara agama diatur berdasarkan perhitungan penanggal dan pengelong. ‘’Khusus bidang upacara ini memang leluhur kami mewariskan dalam
Bali Post/ mud
Sokasi - Kerajinan anyaman bambu dengan jenis sokasi andalan di Desa Adat Tigawasa, Kecamatan Banjar, menjadi pendukung pengembangan wisata desa. penentuan upacara yadnya di semua pura ini tidak memakai patokan piodalan, namun hari baiknya dihitung berdasarkan penanggal dan pengelong dan ini tidak ada yang berani mengubah dan kami sangat mempercayai warisan leluhur ini,’’ jelasnya. Terkait program membang-
kitkan potensi di desa adat, Suadarmayasa menyebut dengan jabatan yang dijadikan satu antara menjadi perbekel dan klian desa adat, maka program pembangunan di dua pemerintahan yang dikendalikannya itu berjalan beriringan. Hanya, setiap bentuk kegiatan pendanaannya tetap dipisahkan
Sudah pasti berjalan beriringan dan tahun berikutnya, bagaimana kami di adat akan bersama desa dinas dalam pengembangan desa wisata di mana yang kami unggulkan adalah warisan kesenian, budaya, kerajinan anyamanan bambu, dan kearifan lokal lain.
antara desa adat dan desa dinas. Untuk tahun 2020 ini, dana bantuan Pemprov Bali Rp 300 juta itu sudah dialokasikan perbaikan parahyangan Pura Desa Adat Tigawasa dan sisanya bidang pemberdayaan melaksanakan Bulan Bahasa Bali. Sebagian lagi dananya dialokasikan untuk mendukung penanganan wabah pandemi Covid-19. ‘’Sudah pasti berjalan beriringan dan tahun berikutnya, bagaimana kami di adat akan bersama desa dinas dalam pengembangan desa wisata di mana yang kami unggulkan adalah warisan kesenian, budaya, kerajinan anyamanan bambu, dan kearifan lokal lain,’’ jelasnya. (mud)