Skip to main content

Edisi 21 Mei 2017 | Balipost.com

Page 1

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu umanis, 21 mei 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

BPM/eka

PENGANGKATAN - Prosesi upacara pengangkatan anak Raja Puri Saren Kelod Semar Kuning. Raja I Gusti Ketut Dalem menyerahkan keris kepada anaknya Ananda Putra I Gusti Ketut Dalem, Sabtu (20/5) kemarin.

Pengangkatan Anak Raja Puri Saren Kelod

Penyatuan Dua Budaya UPACARA pengangkatan anak Raja Puri Saren Kelod Semar Kuning merupakan sebuah momen yang sangat bersejarah bagi Puri Saren Kelod, Ubud. Pengangkatan anak yang diresmikan lewat hukum ini istimewa karena Raja Drs. I Gusti Ketut Dalem berkenan mengangkat seorang putra asal Laos, Dato Sri Dr. Aixinjueluo Yuhao. Pengangkatan anak ini digelar, Sabtu (20/5) kemarin di Puri Saren Kelod, Ubud. Dalam upacara tersebut nampak hadir keluarga dari Raja Puri Saren Kelod dan kerabat serta teman-teman bisnis putra angkat Raja Puri Saren Kelod yang berasal dari sejumlah negara. Di antaranya Taiwan, Laos, Thailand, Vietnam, Malaysia, Amerika Serikat (AS) dan Singapura. Secara resmi upacara pengangkatan anak ini dilakukan dengan menyematkan simbol kerajaan kepada Dato Sri dan Istri. Setelah penobatan, Dato Sri Dr. Aixinjueluo Yuhao diberi nama Ananda Putra I Gusti Ketut Dalem. Pengangkatan anak kehormatan ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih luas seni yang ada di Bali ke seluruh dunia untuk pengembangan pariwisata Bali. Ananda Putra I Gusti Ketut Dalem mengatakan, keinginannya menjadi anggota keluarga Puri Saren Kelod Semar Kuning Ubud diawali dengan ketertarikannya pada seni Bali yang unik dan mengandung nilai artistik. Ia mengaku sudah melihat sejumlah karya seni Bali saat berkunjung, terutama pada ukiran kayu, batu dan lukisan yang menurutnya mengandung poin khusus. Karena itu, pihaknya ingin memperkenalkan lebih luas lagi seni Bali ke seluruh dunia. Apalagi saat ini dirinya merupakan salah satu Presiden Dewan Budaya Dunia. “Dari niat itulah saya ingin mengikat hubungan menjadi anak angkat di Puri Saren Kelod Semar Kuning Ubud ini, sehingga saya dianggap menjadi bagian penyatuan dua budaya yakni Bali dan Laos,” sebutnya. Ia membawa beberapa rekan bisnis dari sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Vietnam, Taiwan, Cina, Laos, Singapura dan

Amerika. “Mereka adalah pemegang saham di sejumlah perusahaan saya. Saya mengajak mereka untuk memperkenalkan seni yang ada di Bali, sehingga mereka bisa mempromosikannya di negara mereka. Saya juga mengundang Biro Dewan Budaya Dunia, presiden asosiasi kolektor Cina, beberapa kalangan sastra dan seni,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakan, pertemuannya dengan Raja Puri Saren Kelod Semar Kuning Ubud berawal dari pertemuan pertukaran budaya internasional beberapa tahun lalu. Sejak itu, komunikasi yang membahas tentang referensi seni terus berlanjut. Bahkan tahun lalu ia pernah mengundang Raja dan keluarganya sebagai tamu kehormatan untuk mengunjungi Laos. Dan juga melihat proyek-proyeknya yang ada di Laos dan Malaysia. Persaudaraan ini semakin erat setelah melakukan beberapa pertemuan. Selain itu, dari segi leluhur dikatakan Raja Puri Saren Kelod Semar Kuning merupakan keturunan dari Dinasti Raja Majapahit yang mempunyai kesamaan dan hubungan erat

20 HALAMAN

NOMOR 262 TAHUN KE 69

dengan Dinasti Qing, Laos. “Pertemuan ini bukanlah hal kebetulan. Namun, lebih karena mempunyai kesamaan leluhur. Selain itu, karena Raja tidak memiliki anak dan ayah saya telah meninggal, sehingga atas saran teman-teman dekat, saya mau dijadikan anak angkat raja. Sehingga kita memiliki upacara hari ini untuk mengikat hubungan kekeluargaan yang lebih erat lagi. Ini merupakan nasib dua orang anak dan ayah yang dipertemukan,” tandasnya. Dengan menghadirkan rekan bisnis perwakilan Dewan Budaya Dunia, serta beberapa kalangan sastra dan seni, ia berharap seni yang ada di Bali bisa lebih dikenal di seluruh dunia. Apalagi usaha ini sudah dilakukan dengan upaya yang cukup matang. Sehingga para investor dunia mau memperkenalkan Bali di negaranya. Setelah upacara pengangkatan anak, Raja I Gusti Ketut Dalem memberikan piagam dan keris kepada 31 VVIP dari tujuh negara yang diakui sebagai kerabat raja. Sedangkan Dato Sri Dr. Aixinjueluo Yuhao memberikan piagam kepada sembilan anggota keluarga raja yang diakui sebagai anggota dari Dewan Dunia untuk Kebudayaan dan Seni. Aixinjueluo juga memberikan sejumlah karya seni kepada raja sebagai tanda telah diterimanya pengangkatan anak kehormatan. (iah/win)

BPM/eka

KELUARGA - Ananda Putra I Gusti Ketut Dalem bersama istri dan keluarga besar di Puri Saren Kelod Semar Kuning Ubud, Sabtu (20/5) kemarin.

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418


2

Minggu Umanis, 21 Mei 2017

BPM/eka

KERAJAAN - Raja Puri Saren Kelod Semar Kuning Ubud Drs. I Gusti Ketut Dalem bersama ananda, keluarga dan kerabat kerajaan berfoto di Puri Saren Kelod Semar Kuning Ubud, Sabtu (20/5) kemarin.

Berawal dari Kecintaan akan Seni PERTEMUAN antara Raja Puri Saren Kelod Semar Kuning, Drs. I Gusti Ketut Dalem dengan anak angkatnya Dato Sri Dr. Aixinjueluo Yuhao berawal dari sebuah acara pertukaran budaya internasional. Di sana lah keduanya bertemu dan saling berbincang. Awalnya mereka yang sama-sama memiliki ketertarikan akan seni budaya merasa ada kecocokan karena bisa saling bertukar pikiran. Pertemuan itu kemudian berlanjut dengan sejumlah perbincangan. Pada tahun lalu, Aixinjueluo Yuhao mengundang Raja Puri Saren Kelod bersama keluarganya ke Laos. Diundang pula sejumlah seniman Bali untuk melihat proyek Aixinjueluo Yuhao di Laos dan Malaysia. Setelah beberapa kali perjumpaan, keduanya makin dekat dan menceritakan tentang leluhur dan asal usul masing-masing. Menurut penuturan Aixinjueluo Yuhao yang setelah resmi diangkat anak Raja Puri Saren Kelod bernama Ananda Putra I Gusti Ketut Dalem ini, dari cerita tentang asal usul ini diketahui bahwa Raja Puri Saren Kelod merupakan keturunan dari Raja Majapahit. Dirinya sendiri juga merupakan keturunan kerajaan dari Dinasti Qing di Laos. “Kami berdua memiliki ikatan leluhur yang unik, sehingga sejumlah kerabat dari pihak

Raja maupun rekan-rekan saya mengusulkan agar kami menjalin hubungan kekeluargaan yang lebih erat,” jelasnya, didampingi salah satu rekan bisnisnya Dato Sri Tock Min Kin. Karena raja tidak memiliki anak, sedangkan ayah Ananda Putra sudah meninggal, mereka sepakat untuk menjalin ikatan kekeluargaan sebagai ayah dan anak angkat yang disahkan secara hukum. Melalui pengangkatan anak ini, I Gusti Ketut Dalem berharap kebudayaan Bali bisa makin dikenal di mancanegara, sebab Ananda Putra juga merupakan salah satu pimpinan dari Dewan Kebudayaan Dunia. “Saya berharap kebudayaan Bali bisa lebih dikenal lagi, sehingga masyarakat dunia makin menghargai kesenian Bali dan memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat Bali,” ujarnya. Terkait pengangkatannya sebagai anak raja, Ananda Putra merasa bahagia dan juga tersanjung. Sebab ia mengaku sangat jatuh cinta dengan budaya dan kesenian Bali. Setelah bertemu dengan Tu Aji, demikian ia menyapa Gusti Ketut Dalem. Dirinya mendapat banyak pengetahuan yang mendalam terkait kesenian Bali. “Kesenian Bali sangat unik dan spesial, baik itu dalam bentuk ukiran kayu, patung, maupun lukisannya. Semuanya memiliki sejumlah kelebi-

BPM/eka

han khusus yang belum dieksplorasi dan diperkenalkan pada dunia,” tuturnya. Ia juga mengatakan, mengundang sejumlah perwakilan dari Dewan Kebudayaan Dunia untuk melihat hasil karya para seniman Bali dan merasa bahwa karya mereka mempunyai karakter artistik yang bisa diperkenalkan pada dunia. Karena dirinya juga seorang pebisnis, ia tak menampik bahwa Bali masih memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Ananda Putra mengaku tertarik berinvestasi di Bali. Di negaranya ia telah memiliki sebuah hotel dan ingin mengembangkan sejumlah akomodasi wisata di Bali bersama teman-temannya. Tentunya hotel yang akan dibangun menitikberatkan pada karakter dan keunikan seni kerajaan di Bali. Bahkan ia juga memiliki niat untuk membantu anak-anak tidak mampu di Bali, agar mereka bisa bersekolah dan memperoleh pendidikan layak sehingga bisa bekerja hingga ke mancanegara. Rencananya akan ada yayasan yang menaungi bantuan itu dan dananya akan diperoleh melalui penyisihan keuntungan yang diperolehnya dalam berinvestasi di Bali. (iah/win)

BPM/eka

LUKISAN - Drs. I Gusti Ketut Dalem bersama ananda dan kerabat kerajaan menunjukkan lukisan yang bernilai seni tinggi di Puri Saren Kelod Semar Kuning Ubud.

KERABAT - Raja Puri Saren Kelod Semar Kuning Ubud Drs. I Gusti Ketut Dalem memberi gelar kerabat kerajaan pada Dato Tock Min Kin di Puri Saren Kelod Semar Kuning Ubud, Sabtu (20/5) kemarin.

TIDAK sembarang orang bisa diangkat anak oleh seorang raja. Jika keputusan itu diambil, tentu ada pertimbangan yang mendasari pengangkatan ini. Terlebih yang diangkat anak itu merupakan orang asing. Hal ini pula yang dialami Raja Puri Saren Kelod Semar Kuning Ubud, I Gusti Ketut Dalem, saat ia memutuskan untuk mengangkat seorang anak yang berasal dari Laos. Ia mengatakan diangkatnya Dato Sri Dr. Aixinjueluo Yuhao menjadi anak kehormatan di puri setelah mendapat penjelasan dan persetujuan dari keluarga puri. Pengangkatan anak kehormatan ini merupakan suatu bentuk untuk menjalin silaturahmi antara keturunan kerajaan Dinasti Qing dengan pihak puri yang mempunyai leluhur yang sama yaitu berasal dari keturunan kerajaan Dinasti Majapahit. “Pada waktu itu, kami diundang berlima untuk datang ke Laos karena beliau (Dato Sri Dr. Aixinjueluo Yuhao) ingin menjalin hubungan kekeluargaan dengan negara-negara di Asia. Hasil pertemuan itu, kami mempunyai visi dan misi yang sama yaitu untuk menolong warga yang miskin. Dan Puri kami dipilih untuk mewakili Indonesia, karena mempunyai sejarah bangsawan dari keturunan Kerajaan Majapahit,” ungkap I Gusti Ketut Dalem. Yang menarik, untuk menolong masyararat yang miskin, pihak Dato Sri yang kini diberi nama Ananda Putra I Gusti Ketut Dalem ini menyisihkan 15 persen keuntungan dari sahamnya untuk fakir miskin dan anak telantar. Melihat hal tersebut, I Gusti Ketut Dalem mempunyai ide untuk membantu anak terlantar di Bali untuk dibuatkan pasraman untuk mendidik anak-anak agar bisa belajar dan mempelajari agamanya, budaya dan ilmu pengetahuan lainnya. Sehingga, kelak bisa terjun di dunia internasional untuk merebut dunia kerja yang lebih luas. “Karena cita-cita kami nyambung jadilah pertemuan yang seperti sekarang ini yaitu diresmikan Dato Sri menjadi anak angkat puri. Apa yang kita lakukan hari ini adalah untuk menuju hari esok yang lebih baik,” terangnya. Ia juga mengatakan kebetulan orang tua Dato Sri sudah meninggal dan dia ingin mencari bapak angkat. “Kebetulan saya sanggup menjadi bapak angkatnya. Kebetulan-kebetulan inilah yang mempertemukan kami berdua,” imbuhnya. Pihaknya pun berharap, dengan ikatakan persaudaraan ini kerja sama ke depannya bisa ditingkatkan lagi. Apalagi, pihak puri banyak mempunyai keturunan pebisnis, sehingga bisa dibantu untuk dipromosikan, baik di Bali maupun di

luar negeri. “Apalagi Dato Sri sudah bersedia menyediakan tempat untuk galeri lukisan yang akan membuka wawasan kita. Sehingga ini bagus untuk masa depan generasi keluarga puri dan keluarga Dato Sri,” ujarnya. (win/iah)

Ingin Membantu Anak Telantar di Bali

Penerima Anggota Dewan Kebudayaan Dunia No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Nama I Gusti Ketut Dalem Cokorda Anom Puri Dalem Anak Agung Ngurah Putra Anak Agung Ngurah Raiyadi Anak Agung Ngurah Dharmaputra Anak Agung Ngurah Mayun Narayana Anak Agung Putu Suriati, S.E. Anak Agung Ketut Kartini Anak Agung Gede Rai Putra

BPM/eka

KELUARGA - Ananda Putra I Gusti Ketut Dalem bersama istri dan keluarga besar dan undangan dari sejumlah negara.

Penerima Gelar Kerabat Kerajaan No Nama 1. Tock Min Kin 2. Pan Chung Hui 3. Chen Chin Lung 4. Chuang Chou Wen 5. Lin Chi Chuan 6. Wang Hong Li 7. Han Chung Ling 8. Yan Chang Xiong 9. Xu Sheng 10. Chen Qiang Feng 11. Yuan Fei 12. Xu Liang Xi 13. Ma Jin Ling 14. Tang Jiang Wen 15. Liu Hui Chin 16. Xu Gang 17. Wang Xiao Dong 18. Tu Chiu Li 19. Shih Shuo Wei 20. Wang Chin Yu 21. Lin Cheng Chih 22. Huang Ching Jui 23. Lin Cheng Chuan 24. Xu Shan Rong 25. Jiang Yun Zhang 26. Wang Chong 27. Liu Chuan Tsung 28. Pan Ting Yu 29. Chua Chong Hor 30. Wong Su Gee 31. Lum Mun Fook

Asal Malaysia Taiwan Taiwan Taiwan Taiwan Cina Cina Cina Singapura Cina Cina Cina Cina Cina Taiwan Cina Cina Taiwan Taiwan Taiwan Taiwan Taiwan Taiwan Cina Cina Australia Taiwan Taiwan Malaysia Malaysia Malaysia


20 HALAMAN

NOMOR 262 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

minggu Umanis, 21 mei 2017

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Bersih dari Korupsi BALI hingga saat ini masih menjadi salah satu tempat tujuan berlibur favorit bagi wisatawan domestik maupun internasional. Hal ini ditunjukkan dengan seringnya Bali terpilih sebagai destinasi surganya bagi para pencari keindahan akan alam, budaya, serta kehidupan masyarakatnya. Jika melihat kondisi pariwisata Bali sekarang menunjukkan tren positif dan menuju ke arah yang lebih baik. Namun, pertanyaan

berikutnya ialah apakah hal ini dibarengi oleh tingkat kesejahteraan masyarakatnya? Bukankah di Bali masih terdapat krama Bali yang hidupnya belum beruntung, misalnya tingkat pendidikan yang masih kurang, masih kurangnya lapangan pekerjaan, tingkat kemiskinan masih ada dan banyak persoalan yang tengah dihadapi oleh Bali, kata praktisi hukum, Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., L.L.M. Hal. 19 Garda Terdepan

Dewa Gede Sudika

Mega Buka Rakernas PDI-P

BPM/ant

RAKERNAS - Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, saat tiba untuk membuka Rakernas PDI-P di Sanur, Denpasar, Sabtu (20/5) kemarin.

Denpasar (Bali Post) Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang diselenggarakan di Inna Grand Bali Beach Sanur, Denpasar, Sabtu (20/5) kemarin. Rakernas kali ini berlangsung tertutup. Awak media tak diperkenankan mengabadikan momen tersebut, meski hanya pembukaan. Presiden Joko Widodo yang juga kader PDI-P batal hadir karena sedang lawatan ke Arab Saudi. Rakernas PDI-P juga dihadiri sejumlah kader parpol dan pengurus pusat. Antara lain Anak Agung Ngurah Puspayoga, Yasonna Laoly, Puan Maharani, dan sejumlah pengurus daerah se-Indonesia mendampingi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Rakernas PDI-P dijaga ketat oleh satuan tugas (satgas) partai, baik yang menggunakan atribut satgas, maupun berpakaian ala pecalang. Dengan pengamanan yang ketat tersebut, maka media massa yang ingin meliput acara itu, hanya diizinkan sampai di depan lobi Hotel GBB Sanur. Selain itu, juga rakernas kali ini paling sepi atribut partai. Atribut bendera PDI-P yang sebelumnya sudah terpasang di sepanjang jalan protokol dan lokasi strategis pada Jumat malam telah dicabut. Menurut aparat, pencabutan bendera atas perintah dari pusat. (kmb/ant)

Pajak Jalur Hijau dan Pertanian Disubsidi

DI Tabanan sebelum terbentuk perangkat daerah baru, Dinas Pendapatan Daerah Tabanan yang dulunya sebagai instansi yang bertugas menangani tugas tersebut telah melakukan pendataan luasan lahan yang akan diberikan subsidi. Proses pendataan juga melibatkan para pekaseh, karena mereka yang mengetahui persis lokasi dan luasannya. berdasarkan Perda nomor 6 tahun 2014 tentang jalur hijau, pemotongan 50 persen itu berlaku untuk semua jalur hijau di Kabupaten Tabanan. Bahkan, dalam pemetaan tersebut, kawasan Warisan Budaya Dunia (WBD) Jatiluwih masuk dalam

Yang menarik, GRAK ini adalah gabungan organisasi kepemudaan dan ormas yaitu GP Ansor, Pemuda Katolik, NU, KNPI, Bali Forum Komunikasi, Baladika, Laskar Bali, dll. GRAK dibentuk atas kepedulian dan keperihatinan atas lunturnya nilai Pancasila dan menghilangnya semangat NKRI. Ketua Panitia Rofiqi Hasan

mengatakan, GRAK berawal dari inisiator-insiator yang gelisah akan lunturnya semangat NKRI. Ia menilai ada upaya yang membuat bangsa Indonesia berjalan mundur, padahal bangsa lain sudah jauh berjalan ke depan. Pancasila yang diputuskan sebagai dasar negara telah selesai dibahas. “Tinggal mengisi dan mengaplikasikannya. Agar

Para petani di Kabupaten Badung pun menyambut positif upaya Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, menggratiskan PBB P2. Program prorakyat ini akan sangat meringankan beban petani di tengah anjloknya sektor tersebut. “Kami sangat gembira pajak PBB digratiskan. Kami dukung pernuh program tersebut asalkan benar-benar untuk petani dan masyarakat Badung,” ungkap Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Badung, I Gusti Agung Citra Umbara, Sabtu (20/5) kemarin. Menurutnya, penghapusan PBB P2 terhadap lahan milik warga asli di daerah setempat akan menekan alih fungsi lahan. Sebab, tidak ada lagi alasan masyarakat menjual tanah warisan dan pertanian, karena harus membayar pajak yang cukup tinggi. “Pada kondisi sulit seperti sekarang, petani memang membutuhkan perhatian serius pemerintah. Bayangkan saja harga padi sekarang Rp 100 ribu per are, kalau ditambah beban pajak lagi

BPM/dok

Tabanan Prioritaskan Jatiluwih, Bangli Tunggu DPRD Ternyata sejumlah daerah sudah memiliki program propetani. Pemkab Tabanan misalnya sejak tiga tahun lalu telah memberikan subsidi pajak 50 persen kepada pemilik lahan di jalur hijau guna mengurangi alih fungsi lahan pertanian. Sementara petani di Bangli menunggu reaksi eksekutif dan DPRD terhadap kebijakan penghapusan PBB bagi lahan pertanian.

Denpasar (Bali Post) Gerakan Anti Radikalisme (GRAK) menggelar aksi dan dialog Kebangsaan Hari Kebangkitan Nasional “Merawat Pancasila dan NKRI, Melawan Radikalisme”, Sabtu (20/5) kemarin. Setelah dialog, GRAK mendeklarasikan merawat Pancasila dan NKRI di Catur Muka, Denpasar. kemerdekaan bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya. Kegiatan-kegiatan radikalisme yang menggerogoti Indonesia membuat rakyat Indonesia kurang fokus menghadapi masalah lain, seperti kemiskinan, kesejahteraan dan yang terpenting adalah penyakit korupsi. Hal. 19 Lebih Konkret

Ini kabar baik bagi petani. Pemkab Badung menggratiskan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2). Namun, kabar baik ini baru dinikmati oleh petani Badung, bagaimana yang lain?

perlu membayar pajaknya, karena sudah dibayarkan oleh pemerintah. Kepala Badan Pendapatan Kota Denpasar, Dewa Semadi, ditemui di Kantor Wali Kota, Jumat (19/5) lalu, mengatakan, sampai saat ini lahan yang berada di jalur hijau masih disubsidi. Bukan hanya itu, lahan pertanian yang produktif, juga disubsidi. “Istilahnya disubsidi, karena pemerintah yang bayar pajaknya,” jelasnya. Selain itu, Dinas Pertanian juga memiliki program untuk para petani. Hal ini dilakukan, karena upaya mempertahankan lahan sawah di Denpasar cukup berat. Karena itu, program Dinas Pertanian dalam “memanjakan” petani di Denpasar cukup banyak. Mulai dari bantuan bibit benih, pupuk, sampai alat-alat pertanian lainnya. “Kami sudah memiliki program yang jelas untuk memberikan kemudahan kepada petani,” jelas Kadis Pertanian Ambara Putra, beberapa waktu lalu. Hal. 19 Cukup Positif

JATILUWIH - Petani pemilik lahan di Jatiluwih perlu diperjuangan bebas PBB.

GRAK Deklarasikan Merawat NKRI

PBB P2 Gratis bagi Petani

Di Denpasar

MUNGKIN tak semua daerah di Bali bisa meniru Badung menggratiskan PBB bagi lahan pertanian dan pedesaan yang tak dikomersialkan. Denpasar sebenarnya lebih dulu melalukan. Hanya, baru dalam bentuk memberi subsidi pajak bagi lahan warga di jalur hijau dan pertanian produktif. Kebijakan Pemkot Denpasar dalam mempertahankan lahan pertanian cukup banyak. Mengingat, Denpasar sebagai ibu kota dan pusat semua kegiatan, menjadikan alih fungsi lahan pertanian untuk permukiman, cukup tinggi. Bahkan, setiap tahun diperkirakan alih fungsi lahan sawah mencapai 2,7 persen. Akibatnya, luas sawah yang kini tersisa seluas 2.519 hektar akan terus berkurang. Melihat fenomena itu, Pemkot Denpasar sudah memberikan kemudahan bagi warganya. Terutama bagi mereka yang memiliki lahan di jalur hijau dan lahan pertanian yang masih produktif. Bila warga memiliki lahan di dua status itu, maka pajaknya disubsidi pemerintah. Artinya, pemilik lahan tidak

BPM/ant

KEBANGKITAN - Warga membawa spanduk bertuliskan “NKRI Harga Mati” saat Konser Kebangkitan Nasional di Jakarta, Sabtu (20/5) kemarin. Di Bali diisi dengan orasi dan deklarasi menyelamatan Pancasila dan NKRI.

skala prioritas. Ini disebabkan selain masuk dalam sektor pariwisata, luas wilayah jalur hijau di lokasi tersebut cukup luas. Seperti diketahui wacana keringanan pajak sebesar 50 persen tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak tahun 2012 dengan penerbitan perda PBB, terkait rencana penetapan WBD. Pemberian keringanan pajak terhadap lahan hijau ini juga sebagai bentuk proteksi agar masyarakat tidak melakukan alih fungsi lahan mengingat lahan di Tabanan paling banyak diincar masyarakat. Hal. 19 Daerah Permukiman

BPM/dok

MERENUNG - Petani di Badung tak lagi merenung karena bebas dari PBB. jelas kita memilih menjual lahan pertanian,’’ ujarnya. Dia berharap, program tersebut tidak semata angin segar bagi petani. Sebab, banyak program

yang ditawarkan kepada petani, terlebih menjelang hajatan politik. Hal. 19 Tanpa Politik

Kebangkitan Pertanian Oleh: Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., MMA JARGON-JARGON pembangunan pertanian sangat sering diungkapkan, tetapi kondisi pelaku utama yaitu produsennya yang mengusahakan sektor pertanian dalam artian luas (pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan) masih tetap tertinggal dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Ironis memang kondisi yang terjadi saat ini sementara negara kita menyandang sebutan negara agraris. Oleh karena itu, Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai dengan kebangkitan pembangunan pertanian melalui penyiapan dan implemetasi program aktual atau nyata yang memberikan manfaat langsung bagi para petani. Salah satu gerakan yang dapat dilakukan adalah dengan menggaung-

kan ‘’Hari Kebangkitan Pertanian Indonesia’’ pada tanggal dan bulan yang ditetapkan oleh pemerintah. Kebangkitan pertanian ini diharapkan mampu menjadi tonggak kesemangatan yang mampu mengakselerasi pembangunan pertanian dan memberikan kontribusi yang signifikan pada pembangunan ekonomi di Indonesia. Dengan adanya Hari Kebangkitan Pertanian diharapkan seluruh stakeholder pertanian baik kalangan petani, pengusaha pertanian, pemerintah dan lain sebagainya dapat menyatukan energinya untuk membangun pertanian menjadi pertanian yang benar-benar tangguh, mandiri, dan berkelanjutan. Hal. 19 Produktivitas


4

Minggu Umanis, 21 Mei 2017

HINDU BALI - Rwa bhineda sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali. Seperti halnya dengan kata selem-putih yang tidak saja merujuk pada warna antara hitam dan putih, namun juga menunjukan antara sifat baik dan buruk seseorang. Seorang balian yang sering didengar mengganggu atau merusak kebahagian bahkan ngulahpati seseorang dikatakan menekuni ilmu hitam atau aji pangiwa. Begitu pula sebaliknya seseorang dengan ikhlas membantu orang, bahkan mampu mengobati orang yang sakit dikatakan beraliran putih. Namun, sesungguhnya keberadaan orang yang menyakiti dengan orang yang mengobati, atau antara aliran selem (hitam) dengan aliran putih merupakan konsep rwa bhineda sebagai bentuk keseimbangan yang sering disebut dengan istilah isin gumi.

”Rwa Bhineda”

Memahami Kembali Identitas sebagai Manusia Bali Memahami konsep Hindu di Bali, adalah membaca detak jantung dan hidup manusia Bali. Di tengah hirukpikuk pencaharian identitas diri. Terlukanya keberagaman. Rusaknya sistem kepercayaan manusia satu dengan manusia lainnya dengan mengusung identitas agama. Membuat umat yang bernama manusia Indonesia, gerah. Masyarakat Hindu di Bali memiliki konsep menghormati beragam perbedaan itu dengan konsep, simpel, sederhana, tetapi tajam dan menukik, Rwa Bhineda. Memahami manusia sebagai identitas yang berbeda satu dengan lainnya. “Rwa bhineda merupakan konsep dasar dengan dua perbedaannya mengikuti setiap kelahiran manusia sebagai makhluk hidup di dunia ini. Makanya tidak salah, serta bukan tanpa dasar atau alasan, jika di Bali manusia mempunyai sebutan ‘jeleme’, yaitu sebagai makhluk hidup didasari atas jele-melah (baik-buruk) yang akan dihadapi dan dijalaninya. Walaupun ada sebutan ‘manusa’, yaitu sebagai makhluk hidup seharusnya manusia itu “manut sesana” dengan manuting sesananing agama. Namun lebih menonjol jele-melah-nya bahkan lebih banyak jele ketimbang melah-nya, sehingga memunculkan sebutan baru berupa ‘jatma’ yaitu Roh yang lahir kembali.” Rwa bhineda. Itulah konsep dasar yang selalu mengikuti setiap kelahiran manusia ketika melangkahkan seribu

gerakan kaki menjalani sandiwara di panggung kehidupan yang amat luas ini. Rwa bhineda menjadi teman kehidupan manusia yang tidak pernah memikirkan apalagi memandang manusia itu di mana, sedang apa, serta dengan siapa. Seolah-olah rwa bhineda itu menjadi sahabat sejati yang dengan setianya menemani manusia dalam keadaan suka maupun duka. Kenyataan itulah yang menyatakan bahwa rwa bhineda diibaratkan seperti bayangan (lawat) setiap manusia yang selalu muncul dan mengikuti setiap gerakannya dalam keadaan apapun. Sebenarnya kata rwa bhineda itu berasal dari dua kata yaitu rwa dan bhineda. Rwa berasal dari kata rua, dalam hukum persandian pertemuan vokal u dan a menjadi w, sehingga ditulis rwa yang berarti dua, dan bhineda berarti berbeda atau perbedaan. Rwa bhineda merupakan dua perbedaan yang menjadi dasar berbedanya sesuatu hal. Mendengar kata perbedaan, tentu pikiran mengarah pada perpecahan atau kehancuran. Namun perbedaan dalam rwa bhineda merupakan konsep dasar keseimbangan untuk mencapai keharmonisan yang didasari atas keselarasan dan keserasian pada makrokosmos (bhuana agung) maupun mikrokosmos (bhuana alit). Hal tersebut menyatakan bahwa rwa bhineda mempunyai peranan penting dalam mengharmoniskan lingkungan (alam semesta) maupun manusia jika perbedaan itu diindahkan, disatukan, serta dihormati. Namun sebaliknya jika perbedaan itu di-campah-kan

Gerakan ”Sirene”

Menggugah Literasi Tantangan menjadi guru pembelajar kini adalah masih rendahnya budaya literasi, tidak terkecuali pada para guru. Penelitian Taufiq Ismail (2003) menunjukkan di 13 negara yang diteliti, tidak satupun SMA di Indonesia melaksanakan penyajian pelajaran sastra dengan kewajiban membaca, menganalisis, dan mendiskusikan karya sastra di depan kelas sehingga angka yang diperoleh adalah nol. Hal ini terdengar aneh bila dibandingkan angka bebas buta huruf telah mencapai 90% (Oetomo, 2004:viii). Kegelisahan Taupiq Ismail senada dengan temuan Unesco (2012) yang menunjukkan dari 1.000 penduduk Indonesia, yang melek bacaan hanya 1 orang.

Rendahnya apresiasi siswa SMA terhadap buku sastra di Indonesia adalah cermin dari gurunya yang mengajar. Sadar akan kondisi itu, keluarlah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 23 Tahun 2015 yang salah satu kegiatannya adalah program wajib membaca buku non pelajaran 15 menit setiap awal pembelajaran tiap hari. Program ini menjadi awal yang baik untuk mencintai teks yang potensial ditingkatkan ke arah budaya menulis sesuai dengan ajakan Pramudya Ananta Toer. “Menulislah. Selama engkau tidak menulis, engkau akan hilang dari masyarakat dan dari pusaran sejarah”. Bagaimanakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) itu diimplementsikan di tengah padatnya jadwal belajar siswa? Apa hambatannya dan bagaimana solusinya? Tulisan ini mencoba membeberkan dengan basis data pengalaman. Di sekolah komitmen membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai dapat diperkuat dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah dengan pembentukan Panitia GLS. Panitia ini bertugas melakukan kampanye ke kelas-kelas bila perlu didahului dengan pemilihan Duta Literasi Sekolah (DLS). DLS diformat layaknya Abang - None Jakarta atau Jegeg Bagus Bali. Ini pasti menarik dan menggairahkan bagi siswa SMA yang rata-rata ingin tampil. GLS dengan demikian juga memberi ruang bagi para siswa untuk numpang nampang. Panitia GLS bersama DLS menjadi ujung tombak gerakan literasi sekolah sekaligus berkampanye pentingnya gerakan ini. Sebagai sebuah gerakan, hal ini harus

dilakukan secara bersama dan masif berkesinambungan. Terpaksa mungkin terasa pada awalnya, tetapi lama-lama akan menjadi kebiasaan yang pada akhirnya akan membudaya. Bukankah tugas pendidikan adalah sebuah gerakan pembudayaan yang menekankan keseimbangan antara hominisasi dan humanisasi? Meminjam istilah Romo Mangun Wijaya, Tilaar (2000: 189) menjelaskan hominisasi mengacu pada manusia sebagai makhluk hidup di dalam ekologi yang memerlukan pemenuhan kebutuhan hidup secara biologi, sedangkan humanisasi mengacu pada eksistensi diri manusia sebagai makhluk bermoral (human being). Syarat Untuk memenuhi syarat berkeadilan terhadap GLS bagi semua mata pelajaran di sekolah dapat dibuatkan jadwal yang berdampak bagi semua mata pelajaran sehingga literasi menyentuh semua guru dan semua siswa. Para guru mau tidak mau juga mesti hening 15 menit untuk membaca bersama para siswa. Untuk memberikan pemahaman secara lebih gradual kepada para siswa SMA dalam GLS, perlu juga dibuat indikator pencapaian pada masing-masing jenjang kelas. Pada kelas X misalnya, GLS difokuskan pada sasaran akhir semester membuat sinopsis, kelas XI difokuskan pada resensi, dan kelas XII difokuskan pada esai. Dengan demikian, keseluruhan kegiatan GLS di SMA dapat dirangkum menjadi program “Sirene” (sinopsis, resensi, dan esai). Sebagai sebuah akronim, “sirene” tak ubahnya peringatan dini tanda bahaya kalau program GLS tidak dilaksanakan lebih-lebih pada saat tsunami informasi yang makin meluber dengan berita palsu atau hoax. Dengan membunyikan “sirene” sejak SMA, kelak mereka diharapkan lebih cerdas menerima informasi dan tidak mudah tersulut berita bohong, ujaran kebencian, atau penistaan yang berbau SARA serta selalu kritis terhadap informasi. Sikap kritis lahir dari proses perenungan dan kontempasi setelah membaca. Menggugah literasi di sekolah dengan gerakan “Sirene” bukanlah pekerjaan mudah. Hambatan bisa datang dari guru, siswa, dan daya dukung. Pertama, rendahnya

dalam artian menjunjung salah satu perbedaannya, maka kehancuran akan menghampiri, perpecahan pun menanti. Contoh kecil perbedaan dalam rwa bhineda adalah kelahiran manusia yang ditakdirkan antara menjadi laki-laki atau perempuan. Secara umum kelahiran manusia pasti antara berjenis kelamin laki-laki dan perempuan sebagai manusia normal, bukan manusia sempurna (manusia tidak ada yang sempurna). Umat Hindu di Bali jika telah cukup umur bertemu yang didasari atas “jatuh karma” menyatukan diri berupa ikatan dengan upacara pawiwahan. Mereka pun telah dikatakan masomah. Kata masomah berasal dari kata dasar somah dan berawalan ma-. Awalan ma- menyatakan melakukan suatu pekerjaan, sedangkan kata somah berasal dari kata sa dan umah, persandian a dan u menjadi o, sehingga menjadi somah. Sa dalam ketekan Bali berarti satu dan umah merupakan kata dalam bahasa Bali berarti rumah. Sehingga menjadi kata somah berarti satu rumah. Dengan demikian masomah merupakan melaksanakan upacara pawiwahan untuk menyatukan diri berada dalam satu rumah antara laki-laki dengan perempuan yang disaksikan oleh prajuru untuk dapat dikatakan sah secara agama maupun secara adat. Seimbang Uraian tersebut menyatakan bahwa perbedaan antara laki-laki dengan perempuan dapat bersatu membentuk

keluarga kecil yang seimbang yang disebut dengan masomah. Setelah masomah mereka pun dapat menghasilkan keturunan sebagai penerus untuk menjaga keseimbangan di dunia ini. Begitu pula atas dasar persatuan tersebut mereka manjadi anggota krama banjar maupun krama desa untuk menjaga keseimbangan eksistensi banjar maupun desa. Sehingga perbedaan laki-laki dan perempuan bukan merupakan suatu perpecahan, namun sebaliknya merupakan keseimbangan yang didasari atas keselarasan dan keserasian membangun keluarga. Begitu pula rwa bhineda sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali. Seperti halnya dengan kata selem-putih yang tidak saja merujuk pada warna antara hitam dan putih, namun juga menunjukan antara sifat baik dan buruk seseorang. Seorang balian yang sering didengar mengganggu atau merusak kebahagian bahkan ngulahpati seseorang dikatakan menekuni ilmu hitam atau aji pangiwa. Begitu pula sebaliknya seseorang dengan ikhlas membantu orang, bahkan mampu mengobati orang yang sakit dikatakan beraliran putih. Namun sesungguhnya keberadaan orang yang menyakiti dengan orang yang mengobati, atau antara aliran selem (hitam) dengan aliran putih merupakan konsep rwa bhineda sebagai bentuk keseimbangan yang sering disebut dengan istilah isin gumi. Sehingga tidak dapat dipungkiri setiap banjar, desa, maupun keluarga pasti ada saja anggotanya yang bersifat

motivasi dan minat baca guru yang rata-rata sarjana bahkan master terlihat dari sebagian besar guru tidak menggunakan tunjangan sertifikasinya untuk menambah referensi atau sekadar berlangganan koran/internet untuk mengakses informasi terbaru terkait dengan tugasnya. Bahkan, secara berkelakar sering disampaikan bahwa tunjangan sertifikasi guru telah menumbuhkan keberanian untuk mencari kredit di Bank lebih banyak.

liknya, orangtua yang tidak peduli akan arti penting budaya literasi di rumah, juga diperparah dengan lingkungan masyarakat yang tidak kondusif dengan budaya materialistik – hedonistik. Masyarakat demikian, selain penuh ketergesagesaan juga berpikir sangat instan, sedangkan tradisi literasi memerlukan kesuntukan, kesunyian, dan pemahaman secara intens sehingga bisa diinternalisasikan dalam diri pembaca untuk selanjutnya dijadikan pijakan dalam bertindak.

Siswa Kedua, faktor siswa. Dari angket yang penulis sebarkan kepada 72 siswa SMA menunjukkan hanya 3 siswa yang rutin membeli buku di luar buku pelajaran setiap bulan dengan rerata belanja buku Rp 100.000 per bulan. Mereka yang tidak membeli buku di luar buku pelajaran, bukan karena persoalan ekonomi melainkan masalah motivasi dan lingkungan yang tidak kondusif. Literasi belum menjadi kebutuhan apalagi menjadi budaya. Hasil survei ini senada dengan hasil jajak pendapat Litbang Kompas pada April 2002 terhadap 839 pemilik telpon diberbagai kota. Jajak pendapat yang dikutip Heryanto (2004:33) itu menyebutkan 77% responden mengaku tidak punya kebiasaan menyisihkan uang khusus untuk belanja buku. Penyebabnya, bukan karena tidak mampu secara ekonomi, melainkan mereka umumnya lebih bangga memiliki barang-barang lux sebagai simbol kemewahan. Ketiga, daya dukung sekolah terutama kelengkapan koleksi perpustakaan, daya dukung lingkungan keluarga, dan masyarakat di sekitar lingkungan. Kenyataan bahwa koleksi buku perpustakaan sekolah umumnya masih terbatas dibandingkan dengan jumlah siswa. Keterbatasan itu juga diperparah oleh kurangnya tenaga pustakawan baik secara kualitas maupun kuantitas. Pengelola perpustakaan sekolah umumnya ditangani oleh pegawai tanpa kompetensi pustakawan sementara kepala perpustakaannya umumnya guru yang ditugaskan untuk memenuhi beban mengajar 24 jam/minggu sehingga terbayar sertisifikasinya. Andil penghambat gerakan “Sirene” juga datang dari keluarga dan masyarakat lingkungan di sekitar anak. Anak yang tumbuh besar di lingkungan orangtua literat pada umumnya memiliki tingkat melek huruf yang fungsional dengan budaya baca yang kuat sehingga tak tanggung-tanggung menyisihkan uang untuk belanja buku. Seba-

Perubahan Setelah berjalan dua tahun, dampak GLS menunjukkan perubahan cara pandang dan cara pikir siswa dalam menghargai literasi. Dari 72 siswa di kelas yang penulis ampu, rata-rata mereka memberikan komentar positip terkait dengan budaya literasi yang dikembangkan di sekolah. Di antara mereka, malah ada yang kecanduan membaca buku non pelajaran karena menggugah dan inspiratif. Bahkan sejumlah siswa mengaku menyisakan uang jajannya untuk membeli buku. Selain itu, mereka bisa bertukar buku bacaan dengan teman setelah mendengar ceritanya. Telah terjadi sirkulasi peminjaman buku secara sistematis di perpustakaan sekolah. Untuk lebih menguatkan budaya literasi di sekolah ditawarkan lima solusi. Pertama, memastikan program GLS berjalan di bawah bimbingan guru sesuai dengan jadwal. Guru harus intensif mengecek dan selalu mengingatkan jadwal literasi melalui pengumuman secara sentral sehingga didengar dan dilaksanakan oleh guru dan siswa. Kedua, guru dan siswa saling mengingatkan jadwal literasi di kelas masing-masing. Peringatan guru dan siswa harus dimaknai sebagai strategi komunikasi edukatif fungsional yang mutualistik. Ketiga, membebaskan siswa memilih buku kesukaannya untuk dibaca. Dengan demikian, siswa tidak terkekang untuk membaca. Keempat, memberikan hadiah buku kepada para siswa dengan hasil karya terbaik di jenjang kelas masing-masing setelah evaluasi literasi dengan program “Sirene” dilaksanakan. Kelima, mendatangkan motivator sebagai pembicara dalam GLS, baik dalam rangka bedah buku maupun seminar akademik untuk penguatan ekosistem pendidikan yang literat. Kelima solusi itu perlu dukungan dan langkah nyata dari sinergi antara guru di sekolah, orangtua di rumah, dan masyarakat. lI Nyoman Tingkat, Guru SMAN 1 Kuta Selatan, Bali

baik atau sebaliknya buruk. Kelahiran manusia ke alam nyata ini pun tidak bisa lepas dengan konsep rwa bhineda. Walaupun kelahirannya “melalung” (tidak merujuk pada hal bersifat negatif, tetapi pada kata melah dan luung), bukan berarti manusia itu bisa lepas dan menjauhi rwa bhineda dalam kehidupannya. Mungkin kata “melalung” dalam kelahiran manusia yang diimplisitkan dengan tidak berbusana diartikan sebagai manusia itu lahir tidak berbekal apa-apa secara materi. Namun setelah besar keberadaannya tidak lagi “melalung” melainkan mengikuti serta memenuhi berbagai kebutuhannya. Pada saat inilah manusia khususnya di Bali mempunyai berbagai sebutan, seperti “manusa” yaitu kelahiran manusia itu manut sesana, ‘jeleme’ yaitu manusia itu lahir membawa jele melah, serta ‘jatma’ yaitu atma atau roh yang lahir kembali (jatma: ja = kembali, atma = roh). Sifat Jeleme menunjuk seseorang didasari atas kehadirannya membawa sifat jele kelawan melah atau antara baik dengan buruk. Sebutan ini yang menyatakan manusia tidak bias lepas dengan konsep rwa bhineda sebagai dua perbedaan yang selalu melekat pada dirinya. Sehingga seberapa baik atau melah keberadaan manusia itu pasti ada jele-nya atau buruknya. Begitu pula sebaliknya seberapa buruk atau jele orang itu pasti ada baiknya atau melahnya, hal ini sesuai dengan ungkapan yang menyatakan manusia

itu tidak ada yang sempurna. Namun keangkuhan serta ke-sigug-an manusia itu merasa dirinya paling baik, bahkan merasa dirinya sempurna yang selalu memandang orang lain lebih buruk atau lebih rendah daripada dirinya. Seperti sesenggakan Bali yang mengatakan “nolih untu pisaga nanging tusing nyidang nolih untune pedidi”, selanjutnya ditambahkan dengan kata “masuluh”. Artinya selalu melihat keburukan orang lain namun tidak pernah melihat keburukannya sendiri, untuk dapat melihat keburukannya harus instropeksi diri dengan istilah kerennya “mulat sarira”. Uraian tersebut menyatakan bahwa kelahiran manusia tidak mutlak baik atau melah namun juga diimbangi dengan keburukan atau jele, begitu pula sebaliknya. Untuk itu jangan merasa bangga atau besar kepala ketika merasa diri “di atas”, karena suatu saat nanti pasti akan “di bawah”. Jangan ketawa berlebihan ketika mendapatkan kebahagian, karena suatu saat nanti air mata pasti akan mengalir membasahi pipi mengiringi duka yang menyelimuti hati. Semua kehidupan ini membawa jele melah sebagai bekalnya. Ini sesuai ungkapan orang Bali yang mengatakan “amungken liangne amunto sebetne”, artinya seberapa bahagianya sebegitu pula deritanya, hanya hari sebagai perantara waktu yang menentukan kapan gilirannya. Sebab semuanya akan mendapatkan giliran yang sering disebut dengan “duman idup”. lI Gede Pariadnya, pemerhati adat dan budaya Bali.

LITERASI - Untuk lebih menguatkan budaya literasi di sekolah ditawarkan lima solusi. Pertama, memastikan program GLS berjalan di bawah bimbingan guru sesuai dengan jadwal. Guru harus intensif mengecek dan selalu mengingatkan jadwal literasi melalui pengumuman secara sentral sehingga didengar dan dilaksanakan oleh guru dan siswa.


5

Minggu Umanis, 21 Mei 2017

Resensi Buku

CERPEN

Mitos Manusia Bali Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Terbit Jumlah hal.

: Pesan-Pesan Kebijaksanaan Bali Klasik : I Dewa Gede Alit Udayana : Pustaka Bali Post : 2010 : 232 hal

BALI selalu memiliki beragam mitos, cerita, dan detak kehidupan yang selalu berdetak dan jadi sumber inspirasi bagi banyak orang di luar Bali. Buku ini menawarkan tentang rahasiarahasia terpendam yang masih bisa dikulik melalui dongeng, kidung atau tembang, serta ungkapan-ungkapan. Sampai saat ini belum ada buku khusus yang membahas pesan-pesan yang disampaikan lewat tembang, kidung, cecimpedan, bladbadan, atau sesongan. Buku ini mencoba mendedah itu, membuka lapis demi lapis pesan kebijaksanaan yang terkandung di dalam cerita atau dongeng, juga mencoba menggali dan membahas pesan-pesan kebijaksanaan. Buku yang menarik untuk mencoba memahami lebih detail, pergerakan manusia Bali dari masa lampau sampai masa kini. Dengan gaya lisan yang terdokumentasi, mudah dicerna dan tentu saja inspiratif. (osi)

Manusia dalam Teater Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Terbit Jumlah hal.

: Teks Cacat di Luar Tubuh Aktor : Afrisal Malna : Kalabuku : 2017 : 355 hal

BERBICARA tentang teater di Indonesia, sulit sekali dicari teks yang didokumentasi dengan baik. Teks-teks sehabis pementasaan raib begitu saja, mungkin karena budaya lisan di negeri ini lebih dominan dibanding budaya tulis, sehingga banyak teks teater tidak terdokumentasi dengan baik. Efeknya, sulit sekali membuat sejarah perkembangan dan pengembangan teater di Indonesia. Terbitnya buku ini menjadi inspirasi bagi perkembangan teater modern di Indonesia, bahwa pentingnya deteksi dini teknik pendokumentasiaan yang baik, terlebih saat ini banyak penerbit indie, sehingga biaya cetak buku tidak menciutkan kantong. Naskah-naskah dalam buku ini hadir sebagai teks-teks yang pasrah didaur ulang, entah di ranah panggung, atau di ruang mana pun yang masih membuka diri untuk masuknya teks-teks dari luar. Sekali lagi, dalam penciptaan sendiri, naskah-naskah ini adalah biografi daur ulang teks. Selamat membaca! (osi)

Kucing itu berisik. Suaranya terdengar seperti tangis bayi di tengah malam, melengking tinggi dan menakutkan. Meski sudah kututup telingaku rapat-rapat, lengkingannya masih terdengar jelas. “Bapak, bunuh saja kucing itu,” kataku pada bapak dengan telinga yang masih kututup bantal. Bapak bisa melihat delik mataku. Namun, ia masih saja membiarkan kucing itu duduk dalam pangkuannya. Kucing itu berwarna hitam, dibawa bapak seminggu lalu. Katanya ia dapat di tempat sampah kantornya sewaktu membuang sampah. Karena kasihan tak bertuan, bapak kemudian membawanya pulang untuk menemaniku membunuh sepi. Bapak kasihan padaku karena aku sendiri, tak beribu, tak pula bersaudara. Ibuku meninggal dua tahun lalu, sedangkan aku anak tunggal. Lebih-lebih dengan penyakitku, mungkin bapak berharap bersama kucing itu aku bisa bermain dan melupakan penyakitku pelan-pelan. Tujuan bapak membawakanku kucing—mungin sebagai teman bermain maksudnya—salah. Kucing itu malah menjadi musuhku. Ia sering mengganggu hari-hariku dengan ngeongan-nya, apalagi malam, suaranya keras dan melengking. Aku tak bisa tidur dibuatnya. Siang pun demikian. Kucing itu akan berlari-lari di kamarku, meloncat dari satu lemari ke lemari yang lain. Barang-barang dibuat berserakan. Guci-guci kecil koleksi ibuku, yang biasanya aku taruh di depan cermin rias sebagai kenangan, sekarang pecah berkeping. Karena itulah, aku sering melemparinya. Sering pula aku pukuli kucing itu saat berada di dekatku. Di malam hari, aku bisa merasakan kucing itu kedinginan, tetapi aku mengabaikannya. Apalagi saat hujan, bertambah bahagialah rasanya. Jelas bisa kubayangkan bagaimana rasa dingin merasuk ke tulang-tulangnya. Pernah suatu malam, hujan turun sangat lebat. Kucing itu kehujanan. Aku diam dan tak menyuruh bapak untuk memindahkannya. Mungkin karena kedinginan, kucing itu masuk ke kamarku dan menelusup pada selimut yang menutup tubuhku. Aku sebenarnya sudah tidur, tetapi karena mendengar ada dengusan, aku terbangun. Aku memekik keras, kemudian melempar kucing itu hingga tersangkut di lemari kamar tamu. Bapak terkejut dan sempat ingin marah. Namun, kemudian diam ketika melihat wajahku beroma tak suka. Perihal kucing itu, sebenarnya aku sudah menyuruh bapak agar membuangnya ke jalanan atau ke tengah hutan agar sekalian saja tak bisa kembali. Berkali-kali pula aku tak mau bicara kepadanya sebagai bentuk protes akan keberadaan kucing itu. Namun, bapak tak bereaksi. Kucing itu tetap ia perlakukan sebagai kucing kesayangan. “Kasihan,” begitu kata bapakku. “Bapak kasihan pada kucing atau aku?!” kataku menghardik. Jika suaraku sudah meninggi, bapak pasti diam saja. Selain dengan kucing itu, sebenarnya aku jengkel pula dengan bapak. Bagaimana bisa dia membawakanku kucing, sedangkan ia sendiri tahu bahwa aku tidak suka hewan. Seharusnya ia bertanya dulu padaku, mau dibawakan kucing atau tidak, sama seperti ketika ia selalu bertanya tentang makanan yang ingin aku makan setiap harinya. Setiap pagi, bapak selalu bertanya denganku ingin makan apa atau beli di mana. Seharusnya, cara serupa juga dilakukan ketika ia ingin membawakanku seekor kucing. *** Suatu sore, Bapak bertanya padaku tentang kucing itu. “Apa kamu menyembunyikan kucing itu Nak?” Aku heran sebab akulah yang seharusnya bertanya demikian. Kucing itu sudah dua hari ini tak kelihatan. Aku kira Bapak yang telah membuangnya. “Apa kamu menguburnya hidup-hidup?” tanyanya lagi. “Apa menurut Bapak aku bisa menguburnya hidup-hidup?” aku melepas selimut yang menutup kakiku. Kuperlihatkan

Kucing Hitam Oleh Gede Aries Pidrawan harusnya aku membiarkannya memelihara kucing itu, kemudian belajar untuk ikut memeliharanya. “Kucing itu memendam sakit hati yang tak tertahankan karena perlakuanku, makanya pergi.” *** Minggu pagi saat aku sedang duduk di teras depan bersama bapakku, samarsamar aku melihat seekor kucing hitam datang tergopoh menghampiriku. Aku tak jelas bisa melihat apakah kucing hitam itu yang dibawa bapak seminggu lalu atau tidak. Namun, karena bapak yang selama ini merawatnya, bapak dengan jelas dapat mengetahuinya. Kucing hitam itu adalah kucing yang sebelumnya kubenci. Namun, tidak seperti sediakala. Kucing itu kini lebih kurus dan ringkih. Ia berjalan terseok, semua kakinya terseret, kucing itu juga berjalan dengan berguling. Kulihat ada bekas darah di mulut dan telinganya. Bapak mendekati kucing itu dan mengambilnya. Aku mengulurkan tangan menyambutnya. Kucing itu kini ada dalam pangkuanku. Kusuruh bapak mengambil alkohol. Bekas darah kucing itu kubersihkan. Luka-luka di mulut dan kakinya juga kubersihkan. “Bapak, semua kaki kucing ini patah,” aku menatap bapak dengan iba. Bapak bergerak cepat mengambil sepotong kayu kecil. Aku mengerti maksudnya. Kayu itu kupatahkan menjadi potonganpotongan kecil seukuran kaki kucing itu. Kayu itu aku diikatkan dengan tali pada kakinya sebagai penyangga agar kaki kucing itu lurus; tulang yang patah tak bergeser lagi. “Semoga ia bisa sembuh dengan cepat dan tulang kakinya bisa menyatu lagi,“ kataku dalam hati. Hari berjalan. Aku merawat kucing itu dengan telaten. Namun, nahas, kucing itu tak mampu berjalan lagi. Ia hanya mampu diam di tempatnya atau terduduk di pangkuanku. Karena lumpuh, kucing itu kini kencing dan berak di lantai kamarku, pernah juga di kasurku saat kubawa ia naik ke tempat tidurku. Aku membiarkannya, tak lagi mengumpatnya atau memukulnya. Aku membiarkannya, toh nanti bapak akan membersihkannya. Kucing itu mengalami rasa sakit yang sangat. Setiap malam ia menangis. Lengkingan meninggi itu adalah bentuk tangisnya. Namun, entah mengapa kini aku merasa tak terganggu. Pernah, semalaman aku dan bapak tak bisa tidur karena suara kucing itu. Sama sekali tak terganggu. Malahan, aku seperti sedang merawat adik baru. Atas permintaanku, kucing itu kini sudah punya tempat tidur sendiri, terbuat dari plastik, lengkap dengan kasur dan bantalnya. bapak membelinya di toko hewan. Dibelikan pula boneka tikus agar kucing itu dapat bermain-main dan melupakan rasa sakitnya. Bapak menempatkan rumah kucing itu bersebelahan dengan dipanku. Jadi, jika kucing itu meringis-ringis, dengan mudah aku bisa mengulurkan tangan untuk mengelus pundaknya.

sepasang kaki yang kini sudah tidak bisa bergerak lagi karena lumpuh. “Maksud Bapak, mungkin kau sengaja menyingkirkannya karena benci.” Bapak kemudian mengelus rambutku dan tak kembali bertanya perihal kucing. Aku melihat bulir air matanya mengambang. Aku pun memeluknya. Bagaimana pun bencinya aku dengan kucing—dan kebencian itu timbul karena Bapak yang sengaja membawakannya padaku—aku tak mungkin membenci Bapak sebab pada bapaklah kehidupanku bergantung. Terlebih, ada banyak beban yang harus bapak tanggung setelah ibu meninggal karena kecelakaan itu dua tahun lalu. Bapak harus menjadi ayah yang bekerja sepanjang hari, sekaligus harus menjadi ibu penjaga rumah. Apalagi karena kecelakaan itu pula, selain merenggut nyawa ibuku, melumpuhkan pula sepasang kakiku. Tiga hari berjalan, aku sudah melupakan perkara kucing itu dan bapak pun sudah tak lagi membahasnya. Sekarang aku merasa

sedikit bahagia karena tak mendengar lagi lengkingan kucing yang mengganggu itu. Di siang hari, aku dapat damai menonton TV sebab tak ada kucing yang mendengusdengus masuk ke pangkuanku atau bersijingkat di bantalku mengajakku bermain. Buku-buku dalam rak dan guci-guci kecil di depan meja rias sudah kembali ditata bapak setelah sebelumnya kucing itu membuat seisi kamar berantakan. Namun, tidak demikian dengan bapak. Ia terlihat murung dan sering melamun. Aku bisa melihat jelas perbedaan itu. Kemarin-kemarin, ketika kucing itu masih ada di rumah, sepulang kerja bapak akan bermain dengannya. Setelah apapun bapak masih tergurat keceriaan di wajahnya jika kucing itu datang menghampirinya. Aku tak membuang kucing itu; tak pula menguburnya hidup-hidup. Namun, entah mengapa aku merasa begitu bersalah. Lebih-lebih kepada bapak. Aku merasa telah merenggut kebahagiaannya. Dengan semua pengorbanan yang telah bapak berikan, se-

*** Seminggu berikutnya, mendadak kucing itu hilang. Aku seharian menangis. Sedari pagi hingga petang kucing itu tak kutemukan. Bapak berusaha meyakinkan bahwa kucing itu kini sudah sembuh dan ingin hidup di jalanan. “Mungkin pula telah ke hutan sayang. Tempat kucing kan memang di hutan,” kata bapakku meyakinkan. Namun, aku tak yakin demikian. Bapak pasti membohongiku. “Bapak membuangnya, bapak membuangnya,” kataku dalam tangis. “Bapak membuangnya kan? Bapak membuangnya karena terganggu dengan kucing itu kan? Bapak tidak mau mengurusnya kan?” Aku terus menangis membayangkan kucing itu. Bukan menangis karena kasihan, tetapi lebih karena ketakutan. Membayangkan kucing itu, aku membayangkan diriku. Jika suatu saat bapak sudah tak ada—atau tiba-tiba saja bapak sudah jenuh mengurusiku, tampaknya nasibku juga akan sama seperti kucing itu.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

W.G. Sumarta

Y. Anang Jatmiko

Achmad Cholid

Wied. N

Adi Wiryadarma

Eddie Oetomo


DIMENSI

6 Capricorn Peruntungan: Mumpung kondisi masih berada di atas, di mana banyak yang simpati dan percaya pada kapabilitas Anda, sebaiknya benar-benar bisa dimanfaatkan. Jangan malah terlena dan puas dengan keadaan ini tanpa ada tindakan yang lebih riil. Karier: Jaga ucapan Anda, jangan sampai menimbulkan blunder yang bisa menghambat langkah Anda kedepannya nanti. Kesehatan: Mudah sekali jatuh sakit dipenghujung bulan ini, maka dari itu jagalah kondisi badan. Keuangan: Relatif tenang dan jauh dari goncangan berat. Sekalipun ada itu masih bisa ditangani dan tak terlalu mengacaukan keuangan Anda. Asmara: Selama Anda menaruh kebebasan pada dirinya, maka kadar cintanya akan semakin tebal dan semakin sayang saja. Aquarius Peruntungan: Walaupun masalah setumpuk, akan tetapi harapan untuk lolos tetap terbuka lebar. Yang terpenting keyakinan dan kepercayaan diri tetap dipegang teguh. Karier: Jangan sampai muncul keraguan ataupun kebimbangan segalanya harus dilandasi dengan keyakinan sebelum melangkahkan kaki. Kesehatan: Tetap terjaga dengan baik, apalagi jika Anda selalu tenang dan tidak keburu panik dalam menyikapi permasalahan yang ada. Keuangan: Jangan cemas walaupun pengeluaran cukup tinggi, tetapi income yang datang masih lebih tinggi. Asmara: Selama bisa menjaga perasaannya, maka tidak akan ada cekcok mulut. Cobalah untuk selalu tersenyum walaupun terkadang hati jengkel. Pisces Peruntungan: Kemenangan dan ketentraman semakin Anda rasakan di minggu ini. Masalah seakan menjauh sehingga langkah Anda bisa lebih santai dan ringan. Kesehatan: Hawa kantuk serasa sulit untuk dihilangkan di minggu ini sehingga tak heran jika tugas menjadi terbengkalai karenanya. Karier: Atasan masih menghormati diri Anda,. Untuk itu jangan dikecewakan begitu saja. Keuangan: Jangan terlalu boros karena masih banyak kepentingan yagn harus diselesaikan dulu. Asmara: Berhati-hatilah terhadap mulut manis mereka, sebaiknya jangan cepat percaya dan tergoda. Aries Peruntungan: Belum ada perubahan, masih saja ada masalah yang membuat Anda pusing tujuh keliling. Walau begitu tetaplah Anda berpikiran panjang, tataplah masa depan dengan optimis. Karier: Kesempatan tetap terbuka lebar, jangan disia-siakan begitu saja. Kesehatan: Jagalah kondisi badan Anda sebaik mungkin dan hindari minum-minuman keras. Keuangan: Jika ada gagasan sebaiknya disimpan dulu tunggu saat yang tepat untuk memulainya. Asmara: Sedang banyak problem untuk itu selesaikan satu per satu dan jangan biarkan menumpuk. Taurus Peruntungan: Hindari pertikaian yang tidak ada untungnya itu. Cobalah berpikir serealistis mungkin sehingga bisa terhindarkan dari keinginan yang terlampau tinggi dan sulit untuk digapai dalam waktu dekat ini. Karier: Jangan membuatnya cemas, Anda harus selalu menjalin komunikasi dengan atasan. Kesehatan: Berolahragalah secara kontinu dan benar sehingga kesehatan tetap selalu terjamin. Keuangan: Tetap saja sulit untuk lepas dari bayangbayang pemborosan, walau begitu tak ada salahnya jika Anda tetap berhemat. Asmara: Sudah seharusnya Anda lebih mengerti tentang sifat-sifat pribadinya, lalu buat apa pertengkaran ini terus terjadi. Gemini Peruntungan: Tetaplah optimis karena di mana ada kesulitan di situ pasti ada jalan untuk menuju kesuksesan. Bukankah antara penderitaan dan kebahagiaan selalu berjalan beriringan. Karier: Bersakit-sakitlah dahulu bersenang-senanglah kemudian. Kesehatan: Jika sudah dijaga sedemikian rupa masih saja jatuh sakit sebaiknya tak perlu kecewa karena sakit itu juga merupakan nikmat yang harus disyukuri. Keuangan: Cukup lancar hanya saja tetaplah waspada dengan orang yang kurang bisa bertanggung jawab. Asmara: Tabahlah dalam menghadapi cobaan ini, jangan ambil keputusan jika Anda masih dalam keadaan emosi. Cancer Peruntungan: Cobalah lebih konsisten terutama dalam membina hubungan yang baik dengan partner kerja Anda. Sebab jika tidak berhati-hati, maka segala rencana Anda akan buyar hancur berantakan. Karier: Jangan patah semangat, apalagi jika atasan sudah memberi angin positif bagi Anda. Kesehatan: Apalah artinya kesuksesan dalam berkarier jika tidak diikuti dengan kesehatan badan Anda. Untuk itu jaga kesehatan semaksimal mungkin. Keuangan: Pemasukan masih sesuai dengan yang diharapkan, hanya saja sikap sembrono Anda itu sebaiknya benar-benar diwaspadai. Asmara: Maksud Anda ingin menyenangkan si dia, tapi belum tentu si dia mau menerimanya. Leo Peruntungan: Kemujuran masih berpihak pada diri Anda dan segala masalah berangsur-angsur dapat terpecahkan. Dan itu semua berkat adanya bintang penolong yang selalu membantu langkah Anda di minggu ini. Karier: Masih dapat kesempatan untuk bisa menyodok ke posisi yang lebih baik lagi. Kesehatan: Sekalipun badan tampak sehat saat ini jika tidak ada upaya untuk menjaganya, maka tidak lama akan jatuh sakit juga. Keuangan: Sedikit goyah, ini dikarenakan semakin banyaknya kebutuhan minggu ini yang harus Anda cukupi. Asmara: Jangan cepat cemburu buta, gunakan rasio dan jangan menggunakan perasaan terus. Virgo Peruntungan: Kemujuran tampaknya masih sulit untuk diharapkan di minggu ini, karena begitu banyaknya persoalan yang harus diselesaikan dan tak bisa mengharapkan dari kemujuran untuk menyelesaikan semua itu. Karier: Tak perlu cemas ide akan ditolak, kemukakan saja dengan alasan-alasan yang masuk akal. Kesehatan: Program diet untuk saat ini ditunda dulu, ingatlah akan kondisi badan anda yang terus menurun. Keuangan: Pertahankan keuangan Anda yang sudah bagus ini. Kalau bisa Anda tingkatkan lagi. Asmara: Sabarlah karena memang sudah jalannya begitu, Anda harus mau menerima dan memaklumi kekurangan-kekurangannya. Libra Peruntungan: Meski suasana di minggu ini kurang bersahabat, tetapi kemujuran tetap mendampingi Anda, sehingga tak perlu cemas dan khawatir. Jalankan rencana Anda dengan penuh keyakinan dan kemantapan hati. Karier: Walau sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, sebaiknya jangan terlalu lama untuk bisa lebih dekat lagi kepada mereka. Kesehatan: Redam emosi jika tidak ingin kondisi kejiwaan Anda menjadi terganggu. Keuangan: Tak perlu cemas, pemasukan cukup lancar sehingga segala kebutuhan bisa terpenuhi. Asmara: Suasana semakin bertambah mesra saja, pertahankan dan hindari segala macam percekcokan hanya karena persoalan yang sepele saja. Scorpio Peruntungan: Tetaplah optimis, yakinlah bahwa setiap permasalahan yang ada pasti ada jalan keluarnya. Yang penting bagaimana menjaga agar pikiran tetap selalu fresh sehingga bisa berpikir dengan jernih dan konsentrasi. Karier: Tak perlu ragu untuk menuangkan ide dan kreasi Anda kepada atasan karena hanya dengan demikianlah mereka jadi tahu akan kemampuan Anda saat ini. Kesehatan: Kondisi badan menunjukkan grafik positif sehingga Anda tak perlu pusing untuk beraktivitas seperti biasanya. Keuangan: Manage-lah pemasukan sebaik mungkin, jangan sampai pengeluaran melebihi pemasukan yang ada. Asmara: Sebisa mungkin untuk tidak marah di minggu ini walaupun suasananya serba menjengkelkan. Sagitarius Peruntungan: Di minggu ini akan menemui berbagai rintangan yang sangat menjengkelkan. Sadarilah semuanya memang harus diraih dengan perjuangan. Kecil kemungkinan untuk bisa mendapatkan apa yang diidam-idamkan jika tanpa diiringi ikhtiar dan kerja keras. Karier: Jangan biarkan kesalahan di masa lalu terulang kembali, itu akan membikin hati atasan semakin jengkel saja. Kesehatan: Kondisi badan nampak baik dan tidak ada masalah. Teruslah beraktivitas dengan se-enjoy mungkin. Kebiasaan minum air putih sebaiknya terus dilanjutkan. Keuangan: Pengeluaran ataupun pemasukan masih Diasuh Oleh tetap stabil dan tidak ada Putri Wong Kam Fu masalah. Asmara: Sedikit Berlaku mengalami kekacauan untuk itu hadapilah semuanya 21 -27 Mei 2017 dengan kepala dingin.

Minggu Umanis, 21 Mei 2017

Sibuk Menenggelamkan Usia Ādityasya gatāgatair ahar ahaḥ saṁkṣῑyate jῑvitam Vyāpāraibahu-kārya-bhāragurubhiḥ kālo na vijñāyate Dṛṣṭvā janma-jarā-vipattimaraṇaṁ trāsas ca notpadyate Pitvā mohamayῑṁ pramādamadirāmunmattabhūtaṁ jagat (Vairāgya Śatakam 7) “Bersamaan dengan terbit dan tenggelamnya matahari maka setiap hari usia hidup juga menjadi semakin berkurang. Disebabkan oleh sibuk lelap dalam pekerjaan maka orang tidak lagi menyadari berlalunya sang waktu. Setelah melihat kelahiran, usia tua, kesulitankesulitan, dan kematian pun orang-orang tidak menjadi kecemasan. Dari semua ini dapat diketahui bahwa seluruh makhluk hidup di alam material ini sibuk lelap meminum minuman keras duniawi memabukkan.” Raja Bhartṛ Hari, seorang raja yang meninggalkan kerajaannya masuk ke hutan menjadi seorang Sadhaka spiritual, menulis Vairāgya Śatakam. “Ādityasya gatāgatair ahar ahaḥ saṁkṣīyate jīvitam” - bersamaan dengan terbit dan tenggelamnya matahari maka setiap hari usia hidup juga menjadi semakin berkurang. Aditya (matahari) setiap pagi hari muncul di ufuk Timur, lalu tenggelam senja hari di Barat. Demikian setiap hari muncultenggelam, muncul dan tenggelam. Semua orang menikmati muncul dan tenggelamnya matahari. Akan tetapi, bersamaan dengan datang dan pergi atau timbul dan tenggelamnya matahari, sangat amat jarang, jika tidak dikatakan tidak ada, orang yang memberikan perhatiannya pada semakin berkurangnya nafas hidup. Timbul dan tenggelamnya matahari setiap hari ternyata menenggelamkan pula usia hidup seluruh makhluk hidup. Kebanyakan orang tidak menyadari hal itu, hal semakin berkurangnya usia hidup. Orang juga tidak menyadari bahwa terlewatnya hari demi hari bersamaan dengan timbul-tenggelamnya matahari ternyata kesempatan untuk bangkit dan berkembang dalam segala hal, sekala-niskala, juga menjadi semakin hilang. Kesempatan-kesempatan emas untuk berbenah diri orang lewatkan begitu saja tanpa rasa penye-

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa salan perihal kehilangan sedikit pun. “vyāpāraibahu-kārya-bhāragurubhiḥ”, karena sibuk lelap dalam pekerjaan-pekerjaan duniawi. Kepentingan hidup sebagai manusia dan kesulitan mendapatkan kesempatan hidup menjadi manusia, selain berharga, ia juga sangat singkat. Ya..., hanya sekejap sekerlipan kilat, dan itu pun masih diboroskan dalam berbagai kebohongan dan kehidupan palsu di dalam kegelapan, kemarahan serta kemalasan. Bahadur Shah Zafar, Sultan terakhir dari Dinasti Moghul mengatakan dirinya bersusah payah memohon waktu perpanjangan hidup dari Tuhan. Ia dapatkan hanya empat hari. Hidup yang empat hari tersebut ia boroskan begitu saja; dua hari ia lewatkan untuk mengembangkan asaan, harapan, dan khayalan, sedangkan dua hari lagi ia habiskan di dalam penantian, penantian dari datangnya asaanasaan tersebut. Kapan seseorang dapat meninggalkan asaan dan penantian, tidak memboroskan waktunya di dalam asaan dan penantian, saat itu ia akan mempunyai kesadaran untuk memanfaatkan kemuliaan hidup menjadi menusia ke dalam pencarian sang diri, ke dalam kesibukan pelayanan sebagai persembahan suci kepada Hyang Paramakawi dan pengenalan Sang Diri Sejati melalui praktik meditasi. Seorang bapak-bapak usia 58 tahun (saya perkirakan usianya karena ia mengatakan dua tahun lagi akan menjalani masa pensiun dari pekerjaannya), datang menemui saya di Naxxar, Malta, Eropa. Bapak tersebut mengatakan dirinya sangat dan sangat sibuk. Bahkan ketika mempunyai waktu sedikit di rumah, bersama cucu-cucunya, pun kepalanya bekerja sibuk. Sedang bercakap-cakap dengan saya pun seringkali ia mengatakan “Excuse me please...!” (maaf izin....) ia sibuk berbicara di telepon dengan para manager bawahannya. Sering orang mendapat undangan datang bertamu. Sampai di tempat undangan, orang tersebut melihat dan menyaksikan orang yang mengundangnya tenggelam

dalam kesibukan super sibuknya dengan keluarga atau teleponnya, dan yang mengundang tidak menyadari hal itu. Lelaki warga Malta tadi, sudah sibuk seperti itu selama 30-40 tahun di perusahaan tempat ia bekerja sekarang ini. Kesibukan super sibuk sudah merambat menyeluruh sampai kepada anak-anak. Baru-baru ini, saya bertamu ke rumah seorang kawan di Eropa. Berkali-kali dan berulangkali ia memanggil anaknya untuk datang, tetapi anak itu mengatakan dirinya sibuk. Ya, ia sibuk di kamarnya dengan permainan game-nya. Demikian, kesibukan super sibuk sudah menjadi bagian dari hidup orang, menyebabkan orang tidak mampu lagi memberikan perhatiannya kepada hal-hal super penting, khususnya perihal tujuan kehadirannya di dunia material ini. Vyāpāraibahu-kārya-bhāragurubhiḥ, disebabkan oleh kesibukan pada pekerjaan-pekerjaan duniawinya maka orang-orang menjadi tidak sadar bahwa usia hidup pun dirampas hari demi hari oleh sang waktu (kālo na vijñāyate). Bahkan waktu yang sedikit itu ia akan manfaatkan untuk sibuk super sibuk dalam mengkhayal untuk menambah ini dan itu, untuk menjadi ini dan itu. “Dṛṣṭvā janma-jarā-vipattimaraṇaṁ trāsas ca notpadyate” - Setelah melihat kelahiran, usia tua, kesulitan-kesulitan, dan kematian pun orang-orang tidak menjadi cemas atau ketakutan akan berkurangnya usia hidup dan semakin dekatnya kematian datang kepadanya. Orang perlu menjadi tunduk hati untuk menerima kenyataan ini bahwa orang melihat setiap hari di depan matanya, bagaimana orang, binatang, dan lain-lain semua tumbang berjatuhan, mati satu per satu, dijemput oleh kematian. Akan tetapi, orang masih menganggap bahwa dirinya tidak akan mati. Ia akan bisa hidup langgeng dan kematian akan takut padanya sehingga tidak akan berani datang menjemputnya. Segala khayalan lebih dikembangkan dengan cara menambah serta menumpuk lagi dan lagi harta kekayaan, entah dengan cara apa pun. Orang ingin melihat semakin bertambahnya harta kekayaan serta kesenangan-kesenangan, “Datang dan datang lagi semakin banyak kepada saya dan keluarga saya,” itulah kita semua, jika jujur melihat diri. Dṛṣṭvā, setelah melihat langsung segala kejadian kelahirankelahiran (janma), usia orang

dan bahkan diri kita sendiri menjadi semakin surut dan tua (jarā), atau bagaimana hidup ini selalu didatangi oleh berbagai jenis kesulitan, bahkan tidak sedikit orang yang tidak mampu menghadapi dan menerima cobaan hidup sehingga menempuh jalan pintas bunuh diri (vipatti), dan akhirnya kita dṛṣṭvā, melihat langsung tumbuhan mengalami kematian, kucing mati, anjing mati, orang-orang meninggal, atau bahkan keluarga kita ada yang meninggal (maraṇaṁ), tetapi semua itu tidak membuat kita menjadi kapok atau sadar, tidak membuat kita menjadi cemas akan kesempatan hidup manusia kita, dan kita sama sekali lupa akan ketakutan (trāsas ca notpadyate), takut bahwa semua itu yang terjadi pada orang atau makhluk lain sedang terjadi pula pada diri kita. Disebabkan oleh kesibukan super sibuk kita semua mengabaikan hal ini sehingga raja Bhartṛ Hari mengumpamakan orang-orang di dunia ini sebagai meminum minuman keras memabukkan yang membuat orang ketagihan terus untuk meminumnya sampai mabuk. Dalam kemabukanlah ia akan menganggap menemukan dirinya, menemukan diri dalam kehilangan jati diri. Pada suatu hari, saya diajak oleh satu keluarga ke luar rumah sambil menuju ke tempat pertemuan. Dalam perjalanan saya ditanya, “Anda perlu sesuatu barangkali?” Saya menjawab, “Oh iya saya perlu sesuatu...” maka pergilah kami ke Mall. Pertama kali saya memasuki mall di Malta walaupun sudah berkunjung ke sini 11-an kali. Kami bertujuan membeli SATU benda yang saya perlukan. Singkatnya, selama setengah jam berkelilingkeliling di mall, akhirnya kami keluar mall dengan membawa barang belanjaan sangat banyak. Tetapi, untuk tujuan apa kami datang ke mall ternyata kami tidak membawa bersama kami. Demikian, kita datang ke “mall” dunia ini untuk tujuan Hyang Tunggal, tetapi, begitu kita sampai di Jagatmaya ini, maka segala “tawaran” keindahan datang, dan memang sangat masuk akal bahwa kita menginginkan dan/atau memerlukan semua barang-barang dan kesenangan-kesenangan tersebut. Akan tetapi, begitu usia datang menjemput, barulah kita akan menyadari bahwa kita keluar “mall” jagatmaya ini tanpa membawa Yang Tunggal yang sesungguhnya merupakan tujuan utama kita datang berkunjung ke “mall” Mayapada ini.

MIMBAR AGAMA

Belajar dari Jam Dinding

Redaktur Khusus MIMBAR

HINDU I Gusti Ketut Widana DILIHAT orang atau tidak, ia tetap berdenting. Dihargai orang atau tidak, ia tetap berputar. Walau tak seorang pun mengucapkan terima kasih, ia tetap bekerja. Setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik. Itulah makna belajar dari jam dinding, terus berbuat baik, meskipun tidak dilihat, tidak dianggap apalagi dihargai, sekalipun bermanfaat bagi orang lain. Hidup adalah kesempatan belajar, tentang kehidupan atau bahkan tentang diri kita sendiri yang sebenarnya belum banyak kita ketahui, apalagi pahami, mengerti dan sadari. Belajar bisa dari apa saja, siapa saja, kapan saja, di mana saja, dan dengan cara bagaimana saja. Bisa dari guru, orang lain, buku, kejadian/ peristiwa, alam, termasuk benda. Jam dinding sebagai benda/alat penghitung waktu tanpa disadari telah memberikan pelajaran. Bahwa meski dibutuhkan, bahkan teramat penting bagi perjalanan hidup manusia, keberadaannya lebih sering disepelekan. Hanya karena ingin tahu pukul/ jam berapa saat itu, baru dilihat, itupun sekadar dilirik. Pelajaran penting yang dapat dipetik atas pelajaran yang didapat dari jam dinding, tetap dan teruslah bergerak, bekerja atau berbuat untuk sebesar-besarnya ber/dimanfaatkan orang lain, meski sama sekali tidak dihargai. Penghargaan bukanlah tujuan, kalau pun ada, itu hanya kesempatan untuk bersyukur. Bekerja atau berbuat adalah kewajiban, soal hasil bukanlah menjadi tujuan, biarkan Tuhan mengatur apa yang terbaik untuk sebuah pekerjaan/perbuatan baik. Dari detik ke menit, dari menit ke jam, dari hari ke hari, seterusnya beranjak ke hitungan minggu, bulan dan tahun, seperti halnya jam dinding, terus ajeg berputar.

Sama halnya matahari, tanpa mengenal waktu, terus saja terbit dan tenggelam, menjadi penanda pergantian waktu, dari waktu ke waktu, terus berlalu, tanpa ragu. Itulah sang kala, sang waktu, menjadi penentu apakah kita bisa mengisi dan memanfaatkannya untuk sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, atau hanya untuk diri sendiri. Jika hanya untuk kepentingan sendiri, tak bedanya dengan kincir air, setiap putaran harus mendapat pasokan air, agar bisa terus bergerak. Tanpa aliran air, ia tak akan bisa berputar, pasti berhenti dan kemudian mati. Analogi jam dinding dan kincir air ini menjadi gambaran paradoks tentang perilaku manusia, yang satu bekerja atau berbuat tanpa mengharapkan hasil, sementara satunya lagi setiap pergerakan, pekerjaan atau perbuatannya selalu berharap mendapatkan balasan. Sejatinya, setiap gerak, kerja, atau perbuatan adalah bagian dari putaran hukum “Karma”, sesuatu yang berhubungan dengan gerak hidup, dalam hal ini hidupnya manusia sebagai makhluk karmany (pelakon) yang bertugas seperti halnya jam dinding, tanpa berpikir hasil. Hal ini sejalan penegasan suratan kitab Bhagawadgita III.19, 20: “Laksanakan segala kerja sebagai suatu kewajiban yang tanpa terikat (pada akibat/hasil), sebab kerja yang bebas dari keterikatan bila seseorang dapat melakukannya, maka ia akan mendapat tujuan tertinggi; sesungguhnya dengan kerja itu saja (orang) akan mencapai kesempurnaan, janaka dan lainnya. Terpeliharanya dunia sesungguhnya demikian juga, supaya engkau perhatikan dalam melakukannya”. Dengan demikian, Karma disadari menjadi cara mencapai sesuatu, mulai dari meraih tujuan hidup duniawi (jagadhita) hingga memuncak pada pencapaian kesadaran tertinggi/sempurna secara rohani yang disebut kalepasan (moksa). Persoalannya, hidup adalah nyata, dan kehidupan itu sendiri masih bergulir, dan terus bergerak di seputaran duniawi yang tidak lepas dari keterikatan materi, sementara obsesi tertinggi mewajibkan melepaskan segala

kemelekatan materi duniawi? Membangun surgawi di dunia, tampaknya menjadi satu-satunya jalan ke arah itu. Bagaimana agar di tengah kehidupan yang semakin kuat ikatan materinya, dapat memberikan makna berarti bagi kehidupan ini, tidak saja untuk diri sendiri, lebih penting lagi bagi sesama insani. Karena dengan membangun surgawi di dunia, sama artinya dengan menebar kebaikan, dan kebenaran, demi kesejahteraan dan kebahagian manusia, bahkan alam semesta. Hanya dengan begitu, akan terjadi kesinambungan karma yang dilakukan, tidak berhenti sebagai bentuk aktivitas karma kara, kerja untuk mendapatkan hasil (upah), atau terbatas pada kegiatan karma

sangga, berbuat untuk membangun relasi sosial (sobyah), tetapi terus meninggikan derajat karma menuju karma yoga (ngayah/ sembah), melakukan pendakian mencapai puncak kesadaran rohani, jalan spiritual kembali kepada asal muasal -- Tuhan Kekal Transendental. Gerak putaran jam dinding telah memberi pelajaran sekaligus mengingatkan kita untuk terus saja bergerak, berputar melalui karma, kerja atau perbuatan yang tiada henti dilakukan agar ‘sekali mendayung dua tiga pula terlampaui’. Melalui gerak karma, dalam berbagai bentuk aktivitasnya, dua sisi obsesi kehidupan dapat tercapai; hidup sejahtera di dunia materi dan merasakan bahagia di dunia rohani.

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)


Redité Umanis, 21 Mei 2017

Bali L e m b a r

Bencingah I Madé Bandem

Nabdabang Paileh Sesolahan PINAKA sarana sajeroning upacara yadnya, majanten kawéntenan pangawin sakadi bandrang, umbul-umbul miwah kobér pastika kapanggihin ring pura. Tatkala punika taler kawigunayang tedung utawi tedung agung sané manut Prof. Dr. I Madé Bandem, M.A., pengamat Budaya Bali wantah niyasa saking “kekuasaan”, “memayungi” utawi

nabdabang jagat. “Kawéntenan tedung ring parikrama upacara yadnya miwah ri kala ngiringang Ida Bhatara malelungan satmaka nyihnayang Ida Bhatara Sesuhunan wantah sungsungan sané setata nabdabang taler nyagra miwah nreptiang kawéntenan jagat ring wewidangan irika,” baos dané. Guru Besar ring College Of The Holy Cross Boston, USA warsa 2007 rauh ring warsa 2015 puniki malih maosang, ring drama tari klasik marupa Gambuh, tedung taler kasarengin antuk rajeg utawi tumbak sané madaging antuk bulu merak inucap wantah mabuat pisan ring kalangan, santukan jagi ngametuang paileh sesolahan. Paileh kapertama, ngangsel ring tengah utawi durin langsé sané kalanturang antuk paileh kaping kalih ring tedung kenawan. Paileh kaping tiga, ngangsel ring rajeg kiwa wawu kalanturang antuk ngangsel kaping pat ring gambelannyané. Punika kalanturang malih antuk ngangsel kaping lima ring tedung kiwa tur kalanturang antuk ngangsel ring rajeg kenawan. Asapunika pamarginnyané tur kasolahang olih pragina sané nyolahang igel manis kémanten, minakadi Raja, Panji miwah Rangga. “Piranti inucap nénten dados pepayasan kalangan kémanten, taler kanggén nabdabang paileh sesolahan, ngamecikang pidabdab pragina miwah gambelan,” baos pecak Rektor ASTI/STSI Denpasar warsa 1981-1997 puniki makenyem. (was)

I Gusti Madé Ngurah

Dados Senjata

SAJERONING upacara yadnya majanten kapanggihin piranti minakadi bandrang, kobér, lelonték, tedung miwah sané siosan sané yéning kacingak wangunipun wantah sakadi senjata. Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si maosang, sujatiné punika wantah senjata sakadi sané ketah kawigunayang ring payudan. Dané malih maosang, duké nguni soang-soang pupulan jadma utawi sekaa ketah pisan ngamargiang pasiat pantara sekaa siosan. Ketah taler kapanggihin beburonan rengas sakadi macan miwah sané siosan sané prasida mamati-mati ring i manusa. Punika mawinan piranti utawi sarana upacara inucap kakaryanin sakadi punika mangda prasida dados senjata ri kala ring pamargi upacara yadnya kapanggihin indik sakadi i wawu. “Napi malih sané dumun kocap wénten jadma ageng sané ketah kasambat raksasa seneng pisan ngulgul krama sané lunga ka alasé. Dadosné piranti punika kakaryanin mangda prasida kanggén senjata nandakin raksasa-raksasa inucap tatkala kantun ngamargiang yadnya,” baos dané. Dosen ring IHDN Dénpasar puniki taler maosang, kawigunan piranti inucap nénten malih dados senjata ri kala krama nénten malih ngrasayang takut sangkaning keni kahanan sakadi punika. Sangkaning sampun mapasupati, piranti inucap kantun kawigunayang tur kabakta sajeroning upacara yadnya utamanipun ri kala ngiring ngunya sakémaon wantah dados sarana upacara kémanten, boya dados senjata. Yéning krama kantun marasa takut kagulgul olih beburonan rengas tatkala ngamariang upacara yadnya utamanipun ring alasé, sinah piranti punika patut taler prasida kanggén dados senjata. “Minakadi krama Hindu sané genahipun nampek sareng alas-alas ageng, majanten kantun ngawigunayang sarana sakadi punika,” asapunika Kakanwil Depag Provinsi Bali warsa 1999 nyantos 2008 puniki negesang. (was)

(78)

B a s a

7

B a l i

Bandrang, Umbul-umbul miwah Kobér

Nyinahang Agung miwah Siddhi SAJERONING kahuripan krama Hindu Bali, makatah kapanggihin parikrama upacara yadnya sané parikramaipun madaging antuk makudangkudang piranti taler sarana sané nyinahang makudangkudang parindikan miwah tetuek. Minakadi indik sesolahan sané katurang ring pujawali utawi parikrama yadnya pinaka jalaran mendak Ida Bhatara-Bhatari sané katedunang. Wénten malih makudang-kudang wangun jejahitan, banten taler ulamnyané sané majanten madaging antuk tetuek. Wénten taler piranti upacara sané marupa bandrang, umbul-umbul miwah kobér sané taler madaging antuk kawigunan taler tattwannyané soang-soang. Ngeninin kawigunan bandrang utawi tumbak, umbulumbul, kobér miwah sané lianan, tios dados pepayasan ring pura taler kanggén nyengker sekala-niskala. Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., budayawan Bali sané taler pecak Rektor ASTI/ STSI Denpasar periode 19811997 puniki maosang, pirantipiranti inucap taler jagi kabakta ring makudang-kudang parikrama agama Hindu Bali manut saking désa mawacara miwah nista, madya, utama karya sané kamargiang. Dané malih maosang, duk nguni piranti-piranti punika wantah sarana sané kawigunayang nyinggihang utawi nyinahang kagungan saking panegara raja utawi kedaton taler Ida Sang Prabu sané madeg agung irika. Sakéwanten sané mang-

kin, piranti-piranti inucap kabakta tur kapundut sajeroning parikrama ngunya utawi ngiringang patapakan Ida Bhatara Sesuhunan lunga malancaran. Punika satmaka jalaran nyinahang kaagungan taler kasiddhian Ida Bhatara Sesuhunan sané kasungsung krama. “Sekancan piranti minakadi bandrang utawi tumbak, umbul-umbul, kobér miwah sané siosan kawigunayang ring pura miwah ngiringang patapakan lunga wantah sangkaning rasa singgih tur rasa bhakti krama majeng Ida Bhatara Sesuhunan sané kasungsung,” Prof. Bandem maosang. Yadiastun kadasarin antuk rasa bhakti, ngawigunayang bandrang utawi tumbak, umbul-umbul, kobér miwah sané tiosan majanten taler kadasarin antuk tetuek utawi tattwa agama Hindu. Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., Ketua Umum Yayasan Sabha Budaya Hindu Bali maosang, sajeroning sastra suci Purana miwah Itihasa kadartayang indik sarana-sarana inucap. Minakadi bandrang sané wangunipun sakadi tumbak kadagingin antuk bulu wantah niyasa kasiddhian utawi kasaktian Ida Bhatara Brahma. Umbul-umbul wantah cihna utawi niyasa kasiddhian utawi kasaktian Ida Bhatara Wisnu. Kobér utawi bendera utamannyané sané magambar Anoman wantah cihna kasiddhian Ida Bhatara Bayu. Makatiga kasiddhian inucap kasikiang antuk pangapti mangda ngamedalang pikolih sané becik sajeroning

BPM/was

KOBER – Makudang-kudang sarana minakadi bandrang, umbul-umbul, kobér, miwah sané siosan majanten jagi kabakta tur kapundut olih krama tatkala ngiringang Ida Bhatara Sesuhunan lunga malancaran utawi melasti. wewidangan irika. Dané malih maosang, sané mangkin sayan akéh kawigunayang kobér sané magambar antuk Dewata Nawa Sanga, punika wantah sangkaning kramané sayan éling ring tetuek miwah daging tattwa agama Hindu Bali. Kahanan utawi tattwa indik Dewata

Nawa Sanga taler soang-soang senjata punika sayan kauningayang mawinan metu pikayunan krama ngaryanin tetulad senjatan Ida soang-soang taler ngaryanin kobér sané madaging antuk gambar Dewata Nawa Sanga sané nyarengin kobér Anoman inucap. “Tios nyinahang tattwa

utawi tetuek-tetuek indik agama Hindu, sané mautama saking ngawigunayang piranti sakadi bandrang, umbulumbul, kobér miwah sané siosan wantah pinaka cihna yéning ring genah inucap nedeng kamargiang upacara yadnya,” Gusti Madé Ngurah negesang. (was)

Kobér Anoman

Sangkaning Satua ”Arjuna Pramada”

ANOMAN – Ring makudang-kudang genah utawi pura ketah kapanggihin kober sané madaging antuk gambar Anoman sané tetueknyané wantah saling singgihin.

SAKADI sané kauningayang i wawu, ngawigunayang piranti minakadi kobér wantah jalaran nyinahang kaagungan taler kasiddhian Ida Bhatara Sesuhunan sané kasungsung. Sangkaning punika, sajeroning upacara yadnya Hindu Bali majanten kapanggihin kawéntenanipun nanging setata nganutin saking nista-madya-utama yadnya sané kamargiang. Sané taler ketah kapanggihin, gambar kobér inucap wantah Anoman utawi angga pawayangan sané munggah ring satua Ramayana. Yadiastun kasub dados putran Ida Bhatara Bayu tur niyasa saking kasiddhian utawi kasaktian, Anoman nénten rumasuk utawi ngranjing sajeroning déwata sané ketah kasungsung utawi kasinggihang olih krama Hindu ring Bali. Indiké punika kabaosang Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. wantah sangkaning satua “Arjuna Pramada” sané nyatuayang indik tatkala Rama miwah Laksamana nedeng mucukin wadwa wanara, Ida jagi ngaryanin kreteg utawi titi ka gumi Alengka Pura. Tatkala punika raris rauh Ida Sang Kresna miwah Ida Sang Arjuna sané masaih pisan rupan Ida sareng Sang Rama miwah Laksama. Sangkaning kahanan makarya kreteg inucap ramia pisan, Ida Sang Arjuna palas saking Ida Sang Kresna tur masilur saha ngabih Ida Sang Rama saha maosang yéning Ida prasida gelisan makarya kreteg ka

gumi Alengka sané becikan tur sitengan saking kreteg sané kakaryanin olih para Wanara inucap. Majanten Ida Sang Rama tengkejut saha nganikain mangda Ida Sang Arjuna nyinahang kawisésannyané. Ida Sang Arjuna ngambil panah Pasupati tur manah saking wewidangan India Selatan rauh ring Alengka Pura tur medal kreteg sakadi baos i wawu. Sangkaning Ida Sang Rama kantun marma, sinah Anoman manados wanara alit jagi nguji antuk mamargi ring kreteg inucap. Ida sayan ngagengang ngawinang kreteg inucap sigar miwah benyah. “Satua inucap wantah satua carangan utawi patemon Ramayana miwah Mahabharata. Yadiastun pinaka kawi dalang nanging wénten lontarnyané,” baos dané Malih dané maosang, sangkaning sumpah taler satya wacanan Ida Sang Arjuna, Sang Anoman kasembah sangkaning sampun prasida ngawinang kreteg sané kakaryanin benyah. Ri kala punika Sang Anoman puntag-pantig tur paling sangkaning nénten prasida naanang kebus sesumbahan Ida Sang Arjuna. Punika mawinan Sang Anoman nunas pangampura duaning sampun bani nguji Ida Sang Arjuna tur masemaya setata nyarengin Ida tatkala keni pikobet. Tatkala punika meled Ida Sang Arjuna makarya kobér sané madaging gambar Anoman pinaka cihna Ida Bhatara Bayu tur kagenahang ring

krétannyané. Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si. maosang, wénten taler vérsi siosan saking satua inucap. Kakawitin saking Ida Sang Arjuna kasarengin olih Ida Sang Kresna kautus olih Ida Sang Prabhu Yudistira mangda lunga ka genah sisan panegara Alengka jagi ngrereh conto piranti sané prasida kanggén cihna nedeng ngamargiang upacara yadnya. Ring margi, Ida Sang kalih matemu sareng wanara alit sané kacacadin olih Ida Sang Arjuna. Wanara alit inucap nantang Ida jagi ngusak kreteg sané kapanggih irika, nanging Ida Sang Arjuna kasor asapunika taler ring pacentokan siosan. Pamuputné irika lantas i wanara alit maosang yéning sujatinné anggané wantah Sang Anoman putran Ida Bhatara Bayu. Sang Anoman maosang, anggané jagi setata nyinggihang Ida Sang Arjuna duaning Ida maparagayang manusa luwih. Ida Sang Arjuna taler nyinggihang Sang Anoman pinaka putran Ida Bhatara Bayu. Irika mawianan medal kahanan saling singgihin. “Pamuputné Anoman ngaptiang mangda Ida Sang Arjuna makarya kobér sané madaging antuk gambarnyané tur setata kabaktan. Dadosné kobér madaging antuk gambar Anoman punika katami kantos mangkin pinaka cihna saling singgihin pantara Ida Sang Arjuna miwah Sang Anoman,” baos dané. (was)

“YÉN acepé dong sampun kénten? Nanging kayang mangkin tabungané wawu madaging wénten kalih juta sisan mablanja lan meliang panaké pakean,” aturné Gusti Biang Siwi. “Miribang uli batin sampiné maan limang juta. Dadinné enu kuang buin limang juta dogén. Apang énggalan cariké di Selat malu lakar gadéang akuda ja maan. Kayang ngadep sampiné ulihang,” pandikanné Gusti Madé Taman gumanti madalem okanné ngranjing. Raganné raris nélpon kaponakanné Gusti Ngurah Anom ring Selat mangda matur ring rakanné Gusti Gedé Kebon indik kayunné jaga ngadéang bangketné yén polih dasa juta. Malih kalih rainanné polih gatra télpon saking Gusti Ngurah Anom. “Tuaji Taman, Ajin titiangé setuju ngadéang bangketé ring panyakapé dasa juta, bungané duang persén ngasasih utawi nyerahang pamupu anggén manakin, pokokné mawali bentet.”

krésék selem madaging kwaca dingin sané aturina ring okanné Gusti Ngurah Anom. Sajaba punika raganné taler makta uyung sampun maserut nyalig, jaga anggéna patin tambah. Sedeng becik ring jaban wénten angdés ngantosang, wawu madaging muatan papat jaga ka Rendang. Raganné munggah malinggih nampek pintu mobilé ngabin tasné lan uyungé genahanga ring batan tegakané. Montoré ngraris mamargi ngantos ring Muncan nénten polih muatan. Malah muatané kekalih tedun. Mangkin kantun muatané kekalih, sané asiki makta busung. Sané sikian macapil nyelet arit kadi pangangon sampi. Sopiré taler macapil maseet anduk ring baongné. Iteh ngobrol sareng muatané sané makta busung. Siang punika wiyakti suung nénten polih muatan. Rauh ring marginé bengang dauh Muncané, nriping ring idingé tampek ka Yéhsah montoré mararian. Sopiré tedun ningalin mesin montorné saha mapajar sambil makejepan kadi mawangsit.

“Péh, ndas keléng lengisé telah. Terpaksa rauh deriki manten nggih? Nyanan ba dauhné pasti wénten montor. Tiang jaga ngidih lengis dauh jembatan Tukad Yéhsahé.” Gusti Madé Taman tedun natad bungkusané. Nanging wau atindakan sagét cadangina ring anaké sané macapil nodongang cluritné. “Serahang bungkusané, yén sing...?” saha mrebutin bungkusané sané tadtada. “Hééé… nak ngujang-ngujangan nénénan?” baosné Gusti Madé Taman makelid. “Hiaat... né katagih,” sané macapil raris nyepegang cluritné, nanging tangkisa antuk tanganné ngrebutin clurité saling kedeng kantos nganinin jerijinné Gusti Madé Taman. Marasa kapipian raganné ngwales antuk uyungé pas keni batisné kantos rubuh mamulisah. Saking pungkur sané sikian nusuk gigirné antuk pedang sané magulung ring busungé. Gusti Madé makelid saha muter uyungé kadi pajeng nangkis pedangé kantos lung dados kalih.

Raris tan ngicén galah makelid raganné mentung pélénganné nanging mlését ka palanné kenawan ngantos nyruyung bah. Malih sopiré sengap malaib, nanging sépanan sampun tendanga pléokanné kantos nylekéték samping montorné. “Tuluung... tuluung... rampook… rampook,” baosné Gusti Madé Taman majeritan. Para perajin togog ala Asmat saking warungé duur kangin sami rauh nyagjag magrudugan. “Sapunapi niki Gusti Madé ... ooh tangan lan gigiré kanin medal rah,” baosné Madé Polos saking Muncan duuran sané uning ring raganné, raris ngelisang ngambil tamba saha perban ring kiosné. Sané siosan nyangkling rampoké makekalih sané sampun lemet elung. “Bééh tiang sing madaya ia lakar maak tiang driki. Baané uli jumah di Selat tiang sing ngaba apa? Pantesan sopiré tusing menékang muatan dija-dija,” baos Gusti Madé Taman.

BPM/was

“Nah, Aji setuju nyerahang pamupuné anggo manakin. Madak pang sing makelo Aji nyidang nglunasin. Tulung Cening ngaénang surat perjanjian lan kwitansiné. Buin mani semengan Aji mulih ka Selat,” baosné Gusti Madé Taman liang kayunné. Bénjangné semengan Gusti Madé Taman sampun ka Selat ngojog ring jeronné Gusti Gede Kebon. Surat Perjanjian lan kwitansiné sampun puput kakaryanin. Jam sia panyakapé sampun rauh ngaturang jinahé dasa juta saha nanda tanganin Surat Perjanjian Gadé bangketé paling cepet ngampung kapertama lan paling sué limang masa. Usan nyerahang jinah saha nerima surat-surat tanahé I Duduk, panyakapé mapamit. Gusti Madé Taman ngicén okané Gusti Ngurah Anom mangda nyetor jinahé ka BRI Selat atas nama rékening tabungan raganné ring BRI Menanga, mangda nénten makta jinah mantuk. Usan ngayunang jam 12.30 Gusti Madé Taman mapamit mantuk makta bungkusan tas

(Masambung)


Upacara

8 Bebantenan Tetuwek Banten Pangulapan KRUNA ngulapin mawit saking kruna ulap saking basa Jawa Kuna miwah basa Bali sané mateges ulap utawi “silau”. Ulap iriki sakadi ri kala nanengneng matan ai. Yéning ring kruna dwi lingga dados “ulap-ulap”. Ulap-ulap sajeroning basa Bali kategesin pinaka piranti saking kain sané mawentuk mrepat sané madaging sesuratan Aksara Bali sané katengetang. Ketah ulap-ulap punika kagenahang ring wangunan anyar ri kala upacara ngulap ngambé wangunan inucap. Tetujonnyané nénten tios wantah nunas majeng ring Ida Sang Hyang Widhi mangda parindikan sané kaon nénten prasida ngranjing sangkaning ulap. Upacara ngulapin wantah sinalih tunggil upacara Manusa Yadnya sané ketah kamargiang antuk tetujon ngawi tegteg kahuripan jadma sané wus keni kasengkalén. Minakadi kapancabaya ring marginé, matabrakan utawi sané tiosan. Sang sané wau keni kasengkalén ring margi kabaosang, bayu utawi atmannyané lepas. Kahanan puniki yukti kaon pisan. Antuk punika, upacara pangulapan puniki kangken prasida ngwaliang bayu utawi atman sang sané kasengkalén punika. Mawinan kahuripan krama sané keni sengkala mawali waras sakadi jati mula. Upacara pangulapan prasida kamargiang ring prempatan antuk tetujon nguduhang sang atma mawali. Upacara ngulapin puniki taler matetujon ngawi imbang kekuatan kaon saking nyama pat sané wénten sajeroning anggan i manusa sané ketah kasengguh Catur Sanak: Anggapati, Prajapati, Banaspati, miwah Banaspati Raja. Yéning i manusa tengkejut, Sang Catur Sanak prasida dados nénten imbang. Kahanan imbang puniki sané pacang kawaliang antuk upacara ngulapin. Satios punika, antuk upacara ngulapin taler prasida ngirangin utawi ngicalang rasa jejeh sang sané naen keni sengkala matabrakan utawi sengkala tiosan. Upacara ngulapin satios majeng manusa sané keni sengkala, wénten taler upacara ngulapin tiosan antuk tetujon sané taler matiosan. Minakadi ngulapin pitara, ngulapin sang sané wau seger saking sungkan, miwah ngulapin pratima. Ngulapin pitara kakawitin saking ngangkid utawi ngulapin ring sétra. Parikrama upacara puniki wantah ngrereh galih utawi tulang sané matanem sané salanturnyané pacang kaupacarain mangda prasida kaabén. Ngulapin sang sané wawu seger saking sungkan, tetujonnyané mangda sang sané kaupacarain prasida ngajeng napi sané wénten, artosnyané ngajeng ajengan sané prasida ngawi sungkannyané metu utawi ring basa Bali kawastanin betus. Yadiastun sampun seger utawi kénak, yéning durung ngamargiang pangulapan, sang sané wawu seger durung dados ngajeng ajengan saking jotan, lawang, bé guling, miwah ajengan tiosan, taler durung kadadosang malancaran. Sané kaping tiga wantah ngulapin pratima, artosnyané wantah ngulapin pratima sané naen runtuh minakadi sangkaning genahnyané nénten becik, runtuh ri kala kapundut, miwah naen kamaling. Antuk punika patut kamargiang upacara pangulapan antuk tetujon ngwaliang kasucian saking pratima inucap. Indik sarana tetandingan banten pangulapan minab matios-tiosan ring makudang-kudang genah. Iriki katlatarang, banten pangulapan madaging antuk; dasarnyané matatakan tetémpéh madaging aledan, madaging raka-raka, sanganan, tumpeng alit 11 bungkul dados a cepér, untek 22 bungkul dados a cepér, kojong rangkadan, daksina asiki, katipat kélanan, ajuman utawi sodaan alit, tulung sesayut, peras alit, penyeneng alit, wewakulan masampian nagasari, sasedep tepung tawar, lis peselan, lis padma asiki, sangga urip, tegteg, canang pahyasan, coblong miwah payuk péré asiki. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)

Redité Umanis, 21 Mei 2017

Ngicén Pabuan

Budaya Anak Lingsir Nyanggra Tamiu NAMPIN utawi nginang wantah sinalih tunggil budaya anak lingsir krama Bali sané kantun ajeg kamargiang kantos mangkin. Nampin inggih punika ngajengang utawi nyesep bangket basé. Mangda prasida nampin wénten sakatah sarana sané kaolah kadadosang asiki. Sakatah sarana inucap kagenahang ring genah sané mawasta pabuan. Manut sinunggil panglingsir Ni Ketut Darma sané ring pasarainannyané kantun pageh nampin nguningayang, pabuan akéh wastanannyané. Dané sané wawu puniki kacunduk sedek nampin ring umahnyané ring Désa Tubuh, Réndang, Karangasem nyumekenang, pabuan ring krama wastannyané akéh. Wénten sané maosang pabuan, wénten taler sané maosang panginangan. “Yéning driki di jumah kabaos pabuan. Yéning pét ngrauhang tamiu raris nanj é n a ng p a b u a n ka b a o s a n g panginangan, mangda alusan bebaosannyané,” baos dané sané ketah kabaos Dadong Darma. Manut Dadong Darma, pabuan ketah malakar kayu masikut merepat, sajeroning pabuan madaging sakatah sarana sané kaolah mangda prasida katampin, sarana

inucap minakadi pamor, gambir, don basé, buah, panglocokan utawi panyawisan, tiuk, miwah caket (anggén nebih buah). Dané nyinahang, dumun sajeroning makrama, pabuan wantah sané kapertama katanjénang majeng tamiu sané rauh wiadin nepet matamiu ka umah banjaran pastika pabuan katanjénin wawu kaaturin wédang. “Nanjénang pabuan raris nampin sampun dados budaya ring krama Baliné. Taler kantun kalaksanayang olih anak lingsir sakadi tiang,” tutur dané. Dané malih ngwewehin, pabuan nénten wantah wénten ring umah krama kémanten, ring pura taler wénten. Sakéwanten yéning ring pura, pabuan kawastanin pacanangan gunannyané pinaka sarana sané kaaturang majeng Ida Bhatara. Pabuan sané ring umah miwah pacanangan ring pura nénten pateh, wénten binannyané. Pabuan ring umah sané kaajeng olih manusa dagingnyané sakadi ring ajeng, yéning pacanangan ring pura dagingnyané pateh taler sakadi ring ajeng nanging madaging wewehan inggih punika ring sor pacanangan madaging jinah, benang, miwah buah. Katakénin indik punapi ras-

BPM/dok

PABUAN - Makantén sakatah sarana daging pabuan. Pabuan majeng lelingsir dumun wantah sarana kanggén nyanggra tamiu utawi kaicén ri kala matamiu. anyané nampin, Dadong Darma maosang, nampin punika sampun karasayang biasa ngawit dané kabaos lingsir. Luh muani sané sampun lingsir biasa

Tradisi Ngampin

Saling Astitiang Mangda Landuh Dirgayusa MAPAIKETAN ring tradisi sané ketah kalaksanayang ring kulawarga, tradisi kulawarga soang-soang wewidangan désa, wiadin tradisi soang-soang kabupatén majanten madué cihna. Minakadi sajeroning sistem tata nama krama Bali, sinunggil jatma pacang madué pianak, salanturnyané madué cucu, raris madué kumpi (makumpi), salanturnyané madué kelab, sapunika ketah runtutan wastan sistem kulawarga krama Bali. Mangda tetep prasida saling uningin, ring Bali akéh kawéntenan tradisi sajeroning kulawarga inggian marupa kapatutan upacara sané patut kalaksanayang, kapatutan tradisi saking rerama majeng pianak, kapatutan tradisi upacara majeng cucu, miwah tradisi majeng kumpi. Samian punika tetujonnyané wantah cihna saling uningin. Saking samian tradisi sajeroning kulawarga inucap, wénten

tradisi sané sampun arang kalaksanayang inggih punika tradisi ngicén bangket basé utawi kabaos ngampin majeng kumpi, duaning mangkin sampun arang pisan wénten jatma sané mayusa panjang gumanti nénten kantos madué kumpi sampun séda. Tradisi ngicén bangket basé saking kumpi (lingsir) majeng kumpi (alit) kantun kalaksanayang ring désa-désa, minakadi ring Désa Rendang. Ni Wayan Logég, sinalih tunggil anak odah sané aget prasida kantun nyeneng kantos madué kumpi maosang, ring désannyané ring Désa Rendang, Karangasem miwah wewidangannyané kantun nglaksanayang tradisi ngicén kumpi alitnyané bangket base utawi ngampin. Bangket basé inggih punika katik don basé sané kacegutin muncuknyané, salanturnyané kacolékang ring kuku inan lima kumpi alit olih kumpi lingsir, raris kumpi alit

BPM/ist

NGAMPIN - Ngampin wantah sinalih tunggil tradisi sané kamargiang olih kumpi lingsir majeng kumpi alitnyané antuk tetujon saling astitiang mangda landuh dirgayusa.

sané nyolékang bangket basé ka kuku inan lima kumpi lingsir. Nyolékang bangket basé puniki kalaksanayang yéning kantun wénten paiketan kulawarga utawi perah kulawarga. Sabeciknyané kalaksanayang ri kala kapertama kumpi alit miwah kumpi lingsir matemu. “Mangda nénten kumpinan,” baosnyané. Satios punika, Ni Madé Gerot, sinalih tunggil anak odah ring wewidangan Désa Tegal, Rendang, Karangasem ngwewehin, ketah sesampun ngicén bangket basé, kumpi lingsir ngicén kumpi alitnyané jinah. Ngicén jinah, manut dané, pinaka cihna ngicén bekel majeng pratisentana taler pinaka kapatutan saking anak lingsir majeng anak alit keturunannyané. “Tradisi puniki cihna saling élingin. Malarapan tradisi ngicén bangket basé prasida mawali ngiket perah kulawarga (perah kumpi) nyihnayang kantun asiki keturunan,” tutur dané. Kramané percaya, antuk nglaksanayang tradisi puniki BPM/ist dané odah nguningayang, kaaptiang kumpi lingsir miwah kumpi alit pratisentana prasida patehpateh landuh dirgayusa, nénten pikun utawi bongol, miwah saling uningin. Saking tradisi alit sakadi ngicén bangket basé, panglingsiré negesin pantara kulawarga mangda saling éling miwah saling uningin. Ngicén bangket basé pinaka sinalih tunggil pamineh leluhur sané matetujon nekekang pakilitan pasametonan. Sapatutnyané mangda tetep kalaksanayang yadiastun katon nénten penting nanging tradisi puniki ageng tegesnyané. Tradisi puniki kantun ketah kalaksanayang olih kulawarga ring désa-désa, antuk ngajiang tradisi minab sané ngawi krama Bali pamekas ring désa pakilitan manyama braya kantun ageng pisan. (uma)

nampin iriki. Rasannyané ambar, bibih nénten ngrasayang napi-napi minab sangkaning campuhan pamor. “Sepet, bibihé seket, sakéwanten sampun

biasa. Kanggén nyanggra tamiu utawi pét iraga matamiu, makrama pamekas majeng anak lingsir sané taler seneng,” baosnyané. (uma)

Satua

Tetiga Bungbung Petung Olih : Madé Taro WÉNTEN apanginangan makatiga utusan punika matangi. I Punta nguduhang timpalé mangda nglanturang pamargi doh nganginang. Makatiga utusan punika boya wantah jejeh ring beburon ganas, taler kalintang kaleson santukan mamargi nglintangin alas miwah nrebak tukad. Sedek tengahing wengi, makatiga utusan punika leplep masaré ring sor taruné ageng. Wenginé punika, I Jurudeh sané uyang, nénten mrasidayang masaré. Ipun patitakén jroning ati, napi sujatiné daging bungbung sané baktana. Kala punika I Punta miwah I Sentul leplep pisan masaré. Sahasa I Jurudeh ngrereh genah sané silib tur doh saking timpalé masaré. Ipun waswas pisan ngagah tekep bungbungé. Napi sané panggihina? Saking tengahing bungbungé medal panyiuan kebo. Mawit saking pangawakné cenik, rauh ring sisi sahasa dados kebo ageng tur malaib ka tengah alasé. Ri kala I Jurudeh nyelehin daging bungbuné, panggihina kantun kekalih kebo sané masisa. Ipun sagerehan nekepin bungbung inucap. Bénjangnyané pasemengan pisan makatiga utusan inucap nglanturang pamargi. Lintangan ring tejeg surya makatiga utusan inucap rauh ring Gunung Sari. “Singgih Ratu!” atur makatiga utusan punika ring ajeng Ida Bhatara Ratu Pingit. “Titiang sareng tiga wantah utusan saking Medang Kemulan. Ida Sang Prabhu, Ajin I Ratu ngutus titiang ngaturang bungbung puniki ring I Ratu.” Antuk rasa waswas Ida Bhatara Ratu Pingit ngagah tekep bungbung inucap. Bungbung sané aturanga ring I Sentul wantah madaging toya aketélan. Toya inucap membah dados telabah sané kawastanin Yéh Buah. Telabah inucap dakén tur cupit, toyané taler akidik. Saking bungbung sané aturanga ring I Jurudeh medal kebo aakit, luh muani. Saking bungbung sané aturanga ring I Punta medal petang soroh padi, luiré; padi putih, barak, selem, miwah kuning. Saking makapatpat soroh padi punika, krama ring Gunung Sari malajah matani antuk arah-arah saking Ida Bhatara Ratu Pingit. Toyan telabah sané akidik miwah kebo sané wantah aakit ngawinang panjak ring Gunung Sari urip sederana. Matiosan sareng krama ring wewidangan tiosan sakadi ring Jembrana. Ring wewidangan irika mangkin akéh wénten telabah saha akéh kebo sané masliweran ring cariké. (Puput)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


MINGGU UMANIS, 21 MEI 2017

Singkirkan Venus, Muguruza ke Semifinal

9

SPORT

HAL 12

Madrid – Juara La Liga Spanyol musim 2016/2017 akan ditentukan pada pertandingan terakhir atau pecan ke-38, Senin (22/5) dini hari. Gelar tersebut diperebutkan oleh dua klub raksasa yang terlibat persaingan abadi, Real Madrid dan Barcelona. Madrid bertandang ke Malaga, sedangkan Barcelona dijamu Eibar. Hingga pekan ke-37, Madrid berada di puncak klasemen dengan mengantongi 90 poin, memimpin tiga angka dari Barcelona yang menempati posisi dua. Los Galacticos memimpin klasemen usai mengalahkan Celta Vigo 4-1 di Estadio de Balaidos, Kamis (18/5) dini hari lalu. Madrid hanya membutuhkan hasil seri untuk menjadi juara. Barcelona juga masih memiliki kans merebut gelar karena memiliki keunggulan head to head atas rival abadinya tersebut. Peluang Madrid meraih poin penuh di Malaga terbuka lebar, mengingat rekornya yang baru kalah sekali dari 33 pertemuan. Akan tetapi, Si Putih harus waspada sebab Malaga memukul Barca 2-0 di La Rosaleda musim lalu. Karenanya, Madrid tak akan cari aman melainkan tetap memburu kemenangan. Bintang Madrid, Cristiano Ronaldo menegaskan timnya akan menuntaskan liga dengan kemenangan. “Kami harus melaju sampai akhir. Kami bermain dengan baik, tapi tahu Malaga kuat di kandang. Kami harus membidik kemenangan. Kami hanya bertanding untuk menang. Kami Real Madrid yang terbaik dan ingin jadi juara,”

Sesi Latihan MotoGP Prancis

Giliran Scott Redding Tercepat Le Mans Scott Redding tampil tercepat pada sesi latihan ketiga MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans, Sabtu (20/5) sore kemarin. Pembalap Octo Pramac Racing ini mencatat waktu 1 menit 35,674 detik. Posisi kedua diduduki Cal Crutchlow dari LCR Honda (1:36,035) dan peringkat ketiga ditempati Jack Miller dari Estrella Galicia (1:36,122). Pemuncak klasemen sementara Valentino Rossi (Movistar Yamaha) harus puas di ranking keempat, disusul Marc Marquez (Repsol Honda) dan Karel Abraham (Pull&Bear Aspar Team). Selanjutnya, masuk finis Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing), Maverick Vinales (Movistar Yamaha),

Loris Baz (Reale Avintia Racing) dan Bradley Smith (Red Bull KTM Factory Racing). Hasil mengecewakan diraih Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo dengan menempati posisi terakhir. Catatan waktu buruk ini membuat keduanya harus mengikuti kualifikasi 1 lebih dulu. Hal yang sama juga berlaku buat pembalap tuan rumah Johann Zarco. Tiga pembalap menguasai tiga hari latihan menjelang MotoGP Prancis. Jack Miller mengukir waktu tercepat pada latihan pertama, Andrea Dovizioso (Ducati) paling depan dalam latihan kedua dan Scott Redding menguasai latihan ketiga. Valentino Rossi boleh

Hasil Latihan III MotoGP Prancis 1. Scott Redding 2. Cal Crutchlow 3. Jack Miller 4. Valentino Rossi 5. Marc Marquez 6. Karel Abraham 7. Pol Espargaro 8. Maverick Viñales 9. Loris Baz 10. Bradley Smith 11. Alvaro Bautista 12. Andrea Dovizioso 13. Sam Lowes 14. Danilo Petrucci 15. Johann Zarco 16. Jonas Folger 17. Andrea Iannone 18. Tito Rabat 19. Sylvain Guintoli 20. Aleix Espargaro

Octo Pramac LCR Honda Estrella Galicia Movistar Yamaha Repsol Honda Pull&Bear Aspar Red Bull Movistar Yamaha Reale Avintia Red Bull Pull&Bear Aspar Ducati Aprilia Gresini Octo Pramac Monster Yamaha Monster Yamaha Suzuki Ecstar Estrella Galicia Suzuki Ecstar Aprilia Gresini

1:35,674 1:36,035 1:36,122 1:36,185 1:36,354 1:36,497 1:36,612 1:36,616 1:36,752 1:36,805 1:36,821 1:36,823 1:36,839 1:36,873 1:37,464 1:37,610 1:37,772 1:38,888 1:38,931 1:39,730

saja mencatat hasil kurang memuaskan dalam latihan. Namun pembalap Yamaha merasa senang karena makin nyaman mengendarai YZRM1 saat melintasi trek basah. Tahun lalu ia kesulitan saat tampil di lintasan basah. Karenanya, penting baginya memahami motor di trek basah sebelum turun dalam balapan resmi pada Minggu (21/5) ini. Hayden Sementara itu, mantan juara MotoGP asal Amerika Serikat, Nicky Hayden dilarikan ke rumah sakit pada Kamis lalu, setelah tertabrak sebuah mobil saat berlatih dengan sepeda di sepanjang Pantai Adriatic, Italia. Menurut laman resmi World Su-

perbike (www.worldsbk.com), pembalap berusia 35 tahun yang bergabung di tim Red Bull Honda itu, tertabrak saat berlatih di dekat resor pantai timur Rumini, menyusul balapan di Imola. “Ambulans datang dan Hayden langsung dibawa ke rumah sakit,” bunyi pernyataan tersebut. Tidak disebutkan seberapa parah cedera yang dialami tapi laporan-laporan media mengatakan pembalap berjuluk “Kentucky Kid” yang menjuarai MotoGP bersama Honda pada 2006 tersebut berada dalam kondisi serius. Terakhir kali ia berlomba dalam balapan di Spanyol pada September 2016 sebagai pembalap pengganti Jack Miller asal Australia bersama tim Marc VDS Honda. (ant/rtr/net)

katanya seperti dilansir Marca. Usai menuntaskan La Liga, Madrid sudah ditunggu laga final Liga Champions melawan Juventus pada 3 Juni mendatang. Namun Ronaldo menegaskan, bahwa fokus timnya saat ini hanyalah pertandingan melawan Malaga. ‘’Untuk final Liga Champions kami akan punya waktu untuk mempersiapkannya dengan baik,” tambahnya. Mantan play maker Barca, Xavi Hernandez berharap Malaga membikin keajaiban seperti Tenerife dengan menekuk Madrid di pekan terakhir. Dengan begitu, Lionel Messi dan kawan-kawan yang menjadi juara La Liga. Jika Madrid kalah dan di saat bersamaan Barca menang, gelar juara menjadi milik Barcelona. Blaugrana unggul head to head atas Madrid meski mempunyai poin sama. Menurut Xavi, mengharapkan Madrid gagal juara La Liga diakuinya sangat sulit. Meski begitu, ia tetap ingin Malaga bisa membuat kejutan layaknya Tenerife. Keajaiban itu terjadi pada musim 1991/1992. Ketika itu Tenerife yang berada di papan tengah mempermalukan Madrid 3-2 di pekan terakhir. Di saat bersamaan, Barca melibas Athletic Bilbao 2-0. Hasil-hasil itu membuat Barca mampu menyalip Madrid pada pekan terakhir. Barca akhirnya keluar sebagai juara dengan 55 poin atau unggul satu angka dari Madrid. Pemain yang kini merumput di Qatar itu menyebut Madrid sebagai tim sangat kuat. Jadi kuncinya ada di tangan Malaga, bagaimana caranya memenangkan laga. Malaga dalam momen bagus musim ini, namun menang di kandangnya atas Madrid akan sulit. Mereka harus membuat keajaiban seperti yang dilakukan Tenerife agar Barca bisa menjuarai La Liga. (052/net)


OLAHRAGA

10

Minggu Umanis, 21 Mei 2017

Timnas U-22 TC di Bali

Luis Milla Bawa 27 Pemain

Jakarta (Bali Post) – Pelatih tim nasional sepak bola U-22 Luis Milla membawa 27 pemain untuk menjalani pemusatan latihan (TC) di Bali, 23-27 Mei 2017. Selain Ahmad Nur Hardianto yang kembali masuk skuad pascapulih dari cedera, Milla juga menyertakan pemain naturalisasi Ezra Walian. Menurut keterangan resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang diterima di Jakarta Sabtu (20/5) kemarin, bek Persija Jakarta Rezaldi Hehanusa juga dipanggil oleh Luis Milla setelah sebelumnya absen dari panggilan TC karena cedera. Jika ikut ke Bali, ini menjadi penampilan pertama bagi pemain 21 tahun tersebut. Di Bali timnas U-22 juga akan menjalani dua kali uji coba, yaitu melawan Persewangi Banyuwangi pada Rabu (24/5) dan Bali United pada Jumat (26/5) mendatang. Pemain Timnas U-22 yang dibawa TC di Bali di posisi penjaga gawang ada nama Ravi Murdianto (PS

TNI), Mochammad Dicky Indrayana (Bali United), Satria Tama (Persegres Gresik) dan Kurniawan Kartika Ajie (Persiba Balikpapan). Di sektor belakang terdapat Andy Setyo Nugroho (PS TNI), Hansamu Yama Pranata (Barito Putera), Nazar Nurzaidin (Barito Putera), Osvaldo Haay (Persipura), Ryuji Utomo (Persija), Rezaldi Hehanusa (Persija), Ricky Fajrin (Bali United) dan Zalnando (Sriwijaya FC). Peran gelandang dijalankan Paulo Sitanggang (Barito Putera), Putu Gede Juni Antara (Bhayangkara FC), Evan Dimas (Bhayangkara FC), Nasir (Arema FC), Hanif Sjahbandi (Arema FC), Muhammad Hargianto (Persija), Gian Zola (Persib), Febri Hariyadi (Persib), Septian David (Mitra Kukar), Asnawi Mangkualam (PSM Makassar) dan Saddil Ramdani (Persela). Sementara posisi penyerang diisi Marinus Maryanto (Persipura), Yabes Roni (Bali United), Ahmad Nur Hardianto (Persela) dan Ezra Walian (Jong Ajax). (ant)

PSM Vs Sriwijaya FC

Hamka Tahu Cara Redam Goncalves-Hilton

Makassar (Bali Post) – Kapten PSM Makassar Hamka Hamzah mengaku sudah mengetahui cara mengantisipasi atau meredam ketajaman dua asing Sriwijaya FC, Alberto Goncalves dan Hilton Mauro Moreira, saat bertarung dalam lanjutan kompetisi Liga 1 di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoangin, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (21/5) sore ini. Hamka Hamzah mengakui ancaman kedua pemain ini tentu akan lebih besar dan dirinya juga berharap bisa tampil maksimal dalam laga tersebut. “Kami (Alberto dan Hilton) sudah sering bertemu dalam sebuah pertandingan resmi. Kami berharap bisa tampil maksimal untuk menghalau serangan lawan,” ujarnya, Sabtu (20/5) kemarin. Pelatih Kepala PSM Robert Rene Alberts, mengatakan siap menurunkan seluruh penyerang terbaiknya dalam laga tersebut seperti Ferdinand Sinaga, Titus Bonai dan Reinaldo Elias da Costa. Namun, soal siapa yang akan tampil

lebih dulu atau menjadi duet dari Reinaldo di lini depan, dirinya memilih merahasiakan. “Titus Bonai dan Reinaldo itu dua pemain yang berbeda namun masing-masing punya kemampuan mencetak gol. Kami tentunya telah menyiapkan strategi terbaik demi meraih poin penuh di Makassar,” jelasnya. Mengenai kondisi tim lawan yang terus membayangi tim Juku Eja di puncak klasemen seperti Persib bandung dan PS TNI, dirinya tidak tertarik dan tidak peduli terhadap hasil pertandingan dari tim yang lain. PSM, kata dia hanya fokus bagaimana bisa terus meraih poin maksimal demi menjaga singgasana atau sebagai pemuncak klasemen sementara. Pelatih asal Belanda itu juga mengatakan tidak tertekan dengan status sebagai pemuncak klasemen sementara. Hal itu justru diharapkan semakin meningkatkan motivasi pemain untuk mengeluarkan kemampuan terbaik dan meraih poin maksimal dalam setiap pertandingan. (ant)

BPM/ant

IMBANG – Gelandang Persib, Michael Essien (tengah), dibayangi dua pemain Pusamania Borneo FC. Persib ditahan tamunya 2-2 dalam pertandingan Liga 1 Indonesia di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (20/5) kemarin.

Liga 1 Indonesia

Persib Gagal Petik Kemenangan Bandung (Bali Post) – Persib Bandung gagal memetik kemenangan atas tamunya, Pusamania Borneo FC setelah ditahan imbang 2-2 dalam kompetisi lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung, Sabtu (20/5) kemarin. Persib memimpin 2-1 hingga menit-menit akhir sebelum disamakan menjadi 2-2 oleh Borneo FC. Gol Persib dicetak Gian Zola pada menit ke-22 dan Vladimir Vudjovic menit ke-28. Sementara gol Borneo dicetak Risman Yusman pada menit ke-16 dan Matheus menit ke-88. Pada menit-menit awal pelatih Persib Djadjang Nurjaman menempati janjinya menampilkan permainan menyerang, setelah sebelumnya mendapat kritikan dari para bobotoh. Dua pemain sayap, Atep dan Febri Hariadi selalu menusuk per-

tahanan Borneo FC. Tuan rumah memiliki kesempatan pertama melalui sepakan Atep, namun tendangannya masih bisa ditahan Muhammad Ridho. Keasikan menyerang, pada menit ke-16 Riswan Yusman membuat ribuan bobotoh terdiam sejenak setelah sontekannya mampu menceploskan bola ke gawang yang dijaga M. Natsir. Tak ingin dipermalukan di kandang, Persib langsung meningkatkan intensitas

serangan. Berawal dari umpan Essien yang membentur kaki pemain lawan, bola kemudian mengarah ke Gian Zola yang berdiri bebas. Sepakan cantik kaki kirinya mampu menyamakan kedudukan 1-1. Usai gol penyama kedudukan, Persib tidak mengendorkan serangan. Hasilnya pun terbukti melalui sontekan Vudjovic, Persib unggul 2-1 usai memaksimalkan umpan Sergio di dalam kotak penalti. Hingga

peluit akhir babak pertama dibunyikan skor tetap tidak berubah. Memasuki babak kedua, Borneo memasukkan Sutan Sama untuk menambah daya gedor di lini tengah. Tuan rumah masih mempertahankan skuad di babak pertama. Di babak kedua ini tempo permainan kedua tim cenderung menurun tidak seperti pada babak pertama. Tidak ada tusukan-tusukan berbahaya yang sering ditampilkan sebelumnya. Gelandang Persib Michael Essien, memiliki kesempatan menambah keunggulan melalui tendangan penalti usai dilanggar Leonard Tumpamahu, namun sepakannya melambung di samp-

ing kiri gawang M. Ridho. Sebaliknya para pemain Borneo yang mengandalkan serangan balik, sempat beberapa kali mengejutkan pertahanan lawan. Leonard memiliki kesempatan menyamakan kedudukan, jika sundulannya mampu diarahkan dengan baik. Memasuki menit akhir, Pesut Etam terus membombardir lini pertahanan Persib. Hasilnya, sepakan keras Matheus dari luar kotak penalti mampu membobol gawang M. Natsir. Hingga wasit meniupkan peluit akhir babak kedua, skor tetap bertahan 2-2 sehingga Persib harus rela berbagi satu angka dengan Borneo FC. (ant)

Ilham Udin Menangkan Bhayangkara FC

Titus Bonai (tengah), penyerang PSM.

BPM/ant

Mitra Kukar Rebut Poin Penuh

Samarinda (Bali Post) Tuan rumah Mitra Kukar merebut poin sempurna pada laga kandang kompetisi Liga 1 musim 2017, setelah mengalahkan tamunya Perseru Serui, Papua dengan skor tipis 1-0 di Stadion Aji Imbut Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (20/5) kemarin. Gol semata wayang tim berjuluk Naga Mekes diciptakan penyerang asal Brazil Marclei Cesar pada menit ke-25 lewat tandukan. Gol itu berawal dari kemelut sepak pojok, ketika bola tandukan Jorge Gotor mengarah ke Marclei yang sudah berdiri bebas di depan. Pemain Brazil ini dengan cepat menyambar bola melalui kepalanya untuk membobol gawang Perseru. Hingga laga ketujuh Liga 1, Marclei telah mengoleksi empat gol dan menjadi pemain tersubur di jajaran Mitra Kukar. Mitra Kukar yang bermain di kandang sendiri tampil penuh percaya diri sejak menit awal babak pertama untuk mengejar kemenangan. Beberapa kali tim tuan rumah menciptakan peluang apik melalui aksi Yogi Rahadian dan Septian David Maulana. Pada akhir laga paruh pertama, tuan rumah semakin menekan. Tendangan beruntun dari Marclei dan Septian David masih bisa ditahan kiper Perseru Sukasto Effendi. Memasuki babak kedua, tidak ada peluang berarti yang diciptakan kedua tim, karena bola lebih banyak bergulir di area tengah. Meski tertinggal, Perseru tampil lebih agresif dan memiliki kesempatan menyamakan kedudukan melalui aksi Silvio, namun tendangannya mudah dijinakkan Riki Pambudi. Merasa tertekan, Mitra Kukar memasukkan Hendra Bayauw menggantikan Yogi Rahadian pada pertengahan babak kedua. Masuknya Bayauw membuat gaya permainan Naga Mekes semakin berkembang dan beberapa kali penetrasi Hendra Bayauw menyulitkan barisan pertahanan Perseru. Kemenangan ini membawa Naga Mekes naik ke peringkat empat klasemen Liga 1 dengan koleksi 12 poin, sedangkan Perseru harus terjerembab di posisi 16 dengan raihan lima poin. (ant)

Bekasi (Bali Post) – Kesebelasan Bhayangkara FC mengalahkan Semen Padang dengan skor 1-0 dalam laga kandang Liga 1 Indonesia di Stadion Patriot Chandrabaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (20/5) sore kemarin. Tim asuhan Simon Mcmenemy langsung tampil menekan pertahanan Semen Padang di babak pertama pertandingan melalui peran pengatur strategi Evan Dimas Darmono. Serangan Bhayangkara membuahkan satu gol lewat peluang yang diciptakan pemain timnas itu dengan memberikan umpan crossing kepada penyerang Ilham Udin Armin pada menit ke-30. Ilham dengan leluasa mengarahkan sepakan bola ke gawang Muhammad Ridwan tanpa kawalan bek belakang Semen Padang hingga mengubah papan skor menjadi 1-0. Tertinggal skor, Semen Padang mulai membangun serangan pada menit ke-41 yang berujung pada sepakan pojok oleh Adi Nugroho. Namun sundulan Irsyad Maulana berhasil ditepis penjaga gawang Rully Desrian. Skor bertahan 1-0 hingga wasit Prasetyo Hadi meniup peluit sebagai tanda turun minum. Di babak kedua, pelatih Semen Padang Nil Maizar mengganti dua pemainnya di lini tengah, Kevin Ivander dengan Riko Simanjuntak dan bek belakang Agung Prasetyo digantikan Novrianto. Semen Padang dominan melakukan tekanan lewat umpan cepat dari sisi timur lapangan hingga menciptakan peluang, tetapi berhasil dihadang bek belakang duet Dany Saputra dan Putu Gede Juni.

Hadangan diprotes kapten Semen Padang Marcel Silva Sacramento yang menganggap itu sebagai sebuah pelanggaran, namun diabaikan wasit. Marcel pun nekat mentekel kaki wasit pada menit ke-65 hingga Prasetyo memutuskan mengangkat kartu merah dan mengusir pemain asal Brasil itu keluar dari lapangan. Meski bermain dengan 10 pemain, Semen Padang tetap tampil menekan pertahanan Bhayangkara, namun berulang kali serangan itu gagal. Skor 1-0 untuk kemenangan Bhayangkara bertahan hingga pertandingan berakhir. “Kasus Marcel ini adalah akibatnya. Dia dihantam pemain belakang. Seharusnya ada tendangan bebas. Saya tidak salahkan Marcel protes. Namun yang mentekel kaki wasit akan kami tanya dahulu kepada yang bersangkutan,” kata pelatih Semen Padang Nil Mizar. Pelatih Bhayangkara FC Simon Mcmenemy mengatakan penambahan tiga poin klasemen di kandang berkat kerja keras tim dalam menghentikan serangan pemain tengah Deguy Alain Sokora. “Saya memang meminta tim untuk mengawal ketat Sokora dan instruksi itu berjalan baik,” ujarnya. Simon juga mengaku menginstruksikan Evan Dimas dan kawan-kawan untuk mengamankan poin penuh klasemen meskipun jumlah pemain lawan hanya 10 orang pada menit terakhir. “Lebih baik kami mengamankan poin penuh dari pada harus menambah gol, sebab Semen Padang termotivasi kuat menciptakan gol setelah kaptennya menerima kartu merah,” paparnya. (ant)

BPM /ant

BEREBUT BOLA – Penyerang Bhayangkara FC, Ilham Udin Armain (kiri), berebut bola dengan pemain Semen Padang.


Minggu Umanis, 21 Mei 2017

GELANGGANG

11

PS Badung Ditundukkan Madura FC Mangupura (Bali Post)-

PS Badung kembali menelan kekalahan saat dijamu tuan rumah Madura FC dengan skor 0-2 dalam lanjutan Kompetisi Liga 2, Grup VII di Stadion Ahmad Yani, Sumenep, Madura, Sabtu 20/5) kemarin. Dua laga tandang sebelumnya, Tim Keris Sakti dikalahkan Persekam Metro Malang 0-2, serta ditundukkan PS Sumbawa Barat juga dengan skor 0-2. PS Badung baru memetik kemenangan sekali atas tamunya Persekab Kota Pasuruan 2-1 di Lapangan Samudra Kuta, serta imbang di kandang 0-0 saat menjamu Celebest FC Palu, Sulteng. Padahal dalam laga kem a r i n P S B a d u n g m e mberikan perlawanan ketat

selama babak pertama. Terbukti Laga yang dipimpin wasit Steven Yubel (Manado), hingga babak pertama belum terjadi gol. Berkali-kali serangan Madura FC mampu dipatahkan lini belakang Tim Keris. Sayangnya kondisi ini tak bisa dipertahankan pada babak kedua. Di paruh kedua, tuan rumah Madura FC baru bisa mencetak gol. Gol pembuka kemenangan Madura FC dilesakkan Aldaeir Makat-

indu pada menit ke-52, yang mengoyak gawang Syamsidar. Madura FC mampu menggandakan kemenangan di menit ke-85 melalui sontekan M.Aulia Ardli. Pasca laga pelatih kepala PS Badung, Syahrial Effendy menyatakan performa asuhannya merosot di babak kedua karena stamina terkuras di babak pertama. ‘’Kami akui anakanak kalah cepat dengan permainan tuan rumah, sehingga sering kehilangan

bola,’’ terang Syahrial. Diakuinya fisik skuad Tim Keris Sakti drop, mengingat selama latihan maupun persiapan tim belum dipoles latihan fisik dalam bentuk game, karena waktunya yang terlalu mepet. Oleh sebab itu, dirinya bakal menggenjot fisik pemain. saat liburan sebulan mendatang. ‘’Selama puasa jadwal latihan malam hari,’’ jelasnya. Selain membenahi fisik, Syahril juga akan memberikan taktik dan strategi selama latihan, bertujuan agar PS Badung tetap eksis di kancah Liga 2, serta terhindar dari degradasi. (022/r)

BPM/ist

TUNDUK - PS Badung ditundukkan tuan rumah Madura FC dengan skor 0-2 dalam lanjutan Kompetisi Liga 2 Grup VII, di Stadion Ahmad Yani, Sumenep, Madura, Sabtu (20/5) kemarin.

Pejudo Bali Sabet 4 Emas Mitra Devata Tundukkan Birlian U-35 di Piala Kartika

Denpasar (Bali Post)Tercatat empat pejudo Bali mendulang medali emas pada Kejurnas Kartika Cup di Bandung, Sabtu (20/5) kemarin. Keempat emas dipersembahkan Bagus Made Nava Gupta Gunamanta di kelas -90 kg, Komang Adi Pramana Putra di kelas -60 kg, I Gede

Agastya di kelas +90 kg, serta Wirawan Kusuma di kelas 55 kg, setelah di final menundukkan Steven (Jateng). Sementara satu perak dipersembahkan Desi Kartika yang di final dikalahkan Ika Savitri (DKI). Selain itu, tim judo Bali juga merebut enam perunggu, diperoleh melalui

atletnya Ida Ayu Mas Ratri Ningsih di kelas -40 kg, I Putu Yudha Pratama di kelas -50 kg, Kareena Prameswari Utami Perbawa di kelas -48 kg, Dina Amalia di kelas -63 kg, Made Winangun Perbawa Sentana di kelas 81 kg, serta Putu Widdi Aulia Angka di kelas +70 kg. (022)

BPM/022

foto bersama - Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata (kiri) bersama Ketua Panpel Porprov Bali XIII/2017 Pande Made Purwata.

Porprov Perebutkan 434 Medali Emas dan Perak

Gianyar (Bali Post)Porprov Bali XIII/2017, di Gianyar September mendatang memperebutkan 434 medali emas, 434 medali perak, dan 581 medal perunggu. Sementara cabor yang dipertandingkan 34 cabor, ditambah dua cabor ekshibisi yakni bela diri Yoong Modo dan catur gajah atau Peksi. Itu dilontarkan Ketua Panpel Porprov Bali XIII/2017, Pande Made Purwata di Gianyar, Sabtu (20/5) kemarin. Pelaksanaan Porprov tersebar di Kecamatan Gianyar, Sukawati, Ubud, Blahbatuh dan Tampaksiring. Menurut Pande Purwata, Porprov menggunakan logo dan mascot burung bangau atau ibis dan masyarakat Petulu Ubud menyebutnya kokokan. ‘’Populasinya mencapai ratusan hingga ribuan ekor,’’ kata dia. Dijelaskannya, kokokan setiap harinya melakukan aktivitas dan keluar masuk desa. Bahkan kokokan sudah menyatu dengan masyarakat Petulu. ‘’Petulu menjadi salah satu tujuan wisata unik di Gianyar,’’ ucapnya. Burung kokokan disucikan masyarakat Petulu, bahkan bulunya dipakai bulu tapakan Ida Bhatara, berupa bulu barong, sebab bulunya dianggap suci dan indah, desa menjadi makmur, panen berlimpah, serta tidak ada bahaya yang mengancam sampai sekarang. Sementara Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata, mengakui secara jujur dirinya lebih memahami kebudayaan. Kendati demikian, olahraga juga sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh. Di sisi lain, Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi mengemukakan, atlet Gianyar ikut memberi kontribusi dalam rangka mendongkrak posisi Bali ke urutan keenam pada PON XIX di Jabar, 2016 lalu. Karena itu, dirinya meminta pelaksanaan Porprov lebih berorientasi pada peningkatan prestasi, hingga lebih menonjolkan kualitatif. (022)

Timnas U-16 Siap Ladeni Filipina

Jakarta (Bali Post)Tim nasional sepak bola Indonesia U-16, siap melawan kesebelasan U-16 Filipina dalam laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (21/5) ini. “Semoga kami bisa bermain dengan baik. Bagi saya ini pengalaman yang sangat berharga,” kata gelandang timnas U-16 Brilyan Negietha di Jakarta, Sabtu (20/5) kemarin. Sementara itu, pelatih timnas Fakhri Husaini mengatakan, bahwa uji coba internasional kontra Filipina penting untuk mengetahui perkembangan tim pascapemusatan latihan dan lima kali pertandingan persahabatan sebelumnya. Menurut Fakhri, semua pemain siap bermain dan berjuang untuk timnas. Karena itulah dia belum menentukan nama-nama yang berhak masuk ke kesebelasan inti. “Semua pemain punya kesempatan yang sama untuk tampil di setiap pertandingan uji coba,” tutur dia. Sementara itu, timnas U-16 Filipina menganggap bertanding melawan Indonesia merupakan kesempatan berharga untuk persiapan ke Piala AFF dan kualifikasi Piala Asia. Pelatih Filipina Emilio Caligdong mengatakan bahwa tim perlu meningkatkan kerja sama, karena banyak pemain baru yang bergabung ke skuad “Jadi, latih-tanding yang bagus. Apalagi Indonesia selalu bermain baik ketika didukung suporter,” ujar Emilio. Tak ketinggalan, Emilio juga memuji Fakhri Husaini yang disanjungnya sebagai sosok yang patut dijadikan teladan. “Saya tahu pelatih Fakhri sejak dia masih bermain sepak bola. Saya belajar dari dia dan berharap para pemain pun demikian,” katanya. Sebelumnya timnas U-16 menang di lima pertandingan uji coba itu masing-masing ketika berhadapan dengan Villa 2000 U-17, Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) DKI Jakarta, PPLP Riau, tim seleksi Liga Kompas Gramedia untuk Gothia Cup 2017 Swedia dan tim pelajar Kementerian Pemuda dan Olahraga yang disiapkan Gothia China Cup 2017. Timnas U-16 Indonesia sendiri akan berlaga di Kejuaraan AFF U-15 di Thailand. Indonesia bergabung di Grup A bersama Australia, Thailand, Laos, Myanmar dan Singapura. Selain AFF, timnas U-16 juga akan bertanding di kualifikasi menuju Piala Asia U-16 2018 pada 16 hingga 24 September. Di kompetisi itu, anak-anak asuh Fakhri Husaini menghuni Grup G bersama Laos, Timor Leste, Kepulauan Mariana Utara dan Thailand sebagai tuan rumah. (ant)

Mangupura (Bali Post)Kesebelasan Legend Mitra Devata bermaterikan mantan pesepak bola professional berhasil menundukkan lawannya, Birlian U-35 Legian dengabn skor 7-1 dalam uji coba di Lapangan Tri Cakti Legian, Sabtu (20/5) kemarin. Dalam laga 3 X 30 menit, pada 30 menit pertama Mitra Devata yang unggul secara teknik dan fisik mampu menaklukkan Birlian U-35 dengan skor 4-0. Memasuki 30 menit kedua, Mitra Devata mengganti delapan pemainnya. Pada babak ini pertarungan makin seru, sebab meskipun Mitra Devata unggul materi, fisik, taktik dan strategi, namun Birlian

U-35 tak mau menyerah begitu saja. Serangan bertubi-tubi yang digalang Mitra Devata mampu dipatahkan lini belakang Birlian. Sebaliknya, permainan ngotot Birlian membuahkan hasil sebiji gol, hingga tim yang bermarkas di Legian ini unggul 1-0. Sayangnya kemenangan tipis pada 30 menit kedua tidak bisa dipertahankan pada 30 menit ketiga. Alhasil Mitra Devata yang mendominasi permainan kembali mencukur Birlian 3-0. ‘’Laga ini sebagai ajang pemanasan sebelum kami melawat ke Jateng, persisnya ke Kudus dan Semarang,’’ sebut Koordinator Purwanto Iman Santoso. (022)

Atlet Porprov Badung Jalani Tes Fisik

BPM/ist

PIALA KARTIKA — Suasana Kejurnas Judo Piala Kartika di Bandung, Jabar, Sabtu (20/5) kemarin.

30 Pelamar Sekjen PSSI Ikuti Tes Psikologi

Jakarta (Bali Post)Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengundang 30 pelamar posisi sekretaris jenderal (Sekjen) PSSI untuk mengikuti tes psikologi, atau psikotes yang digelar Senin (22/5) besok, di Kantor PSSI Generali Tower Lantai 17, Gran Rubina Business Park, Jakarta. Berdasarkan keterangan resmi PSSI yang diterima di Jakarta, Sabtu psikotes diadakan mulai pukul 08.00 WIB, dengan materi dari Dinas Psikologi Angkatan Darat. Pengumuman yang lolos uji ini dilakukan pada Selasa (23/5) lusa. Kandidat

terpilih kemudian langsung menjalani tes kesehatan dan esok harinya, Rabu (24/5) para calon sekjen itu harus mengikuti tes kompetensi dengan dua uji materi. Uji materi tersebut yaitu pertama Leaderless Group Discussion yang juga diberikan oleh Dinas Psikologi TNI AD dan kedua, wawancara dengan jajaran Komite Eksekutif PSSI. PSSI menegaskan akan selalu terbuka dalam seleksi sekretaris jenderal, salah satu posisi paling strategis di organisasi yang berdiri sejak tahun 1930 tersebut. “Kenapa kami membuka ini? Untuk menyampaikan

Berikut 30 Nama Pelamar Posisi Sekretaris Jenderal PSSI Beserta Pekerjaannya Saat Ini. 1. Eddy Sofian, saat ini Ketua Umum Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia. 2. Tri Dharma Nur Patria, bekerja di perusahaan swasta. 3. Ratu Tisha, salah satu direktur PT LIB. 4. Hifni Hasan, komite Coastal Rowing Asia. 5. Ainul Ridha. 6. Hendri Zainuddin. 7. Ahmad Hudaya, kepala cabang Bank Jambi cabang Sungai Penuh. 8. Supartono, guru SMP dan SMA Al Azhar. 9. Irman Jayawardhana, Faculty Member of Bachelor Event, Prasetya Mulya University. 10. Hasan Basri, ketua umum Asosiasi Provinsi PSSI Kota Langsa. 11. Alvin Papatria, direktur perusahaan konsultan swasta. 12. Elim Prastowo. 13. Dwi Prasetya Danarjati, pelatih bola basket dan penulis. 14. Carlos Melgares Valon, direktur perusahaan swasta. 15. Bukhari Syam, pemilik usaha fotografi. 16. Ahmad Ihsan, ketua sebuah yayasan. 17. Erwin Permadi Wiradipoetra, penyiar. 18. Rudolf Paulus Yesayas. 19. Zulfa Asma Vikra, anggota DPRD Kalimantan Selatan 2014-2019. 20. Elsya Putri Adianti, costumer Service PT Telkom Indonesia. 21. Sarman. 22. Asmar Notosoetardjo, konsultan. 23. Muhammad Zein. 24. Muhammad Ade Sulchi, dewan pengawas Yayasan Telkom. 25. Harry Indradjit Soehardjono, kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia. 26. Soritaon Siregar, kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Banten. 27. Alief Syachfiar, konsultan Pemasaran PSS Sleman. 28. Adrian Bima Putera. 29. Rahadian Gema Fabolista. 30. Budi Hartanto, ASN Direktorat Jenderal Pajak KPP Pratama Bandung Bojanagara.

kepada publik, bahwa posisi sekjen PSSI bukan hanya hak prerogatif saya sebagai ketua umum PSSI. Saya ingin memberikan kesempatan setara kepada seluruh pihak yang berkompeten untuk mengisi posisi ini dan memajukan sepak bola Indonesia bersama-sama,” ujar Ketua Umum PSSI Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi. Edy melanjutkan, ada tiga syarat utama seseorang bisa menjadi sekretaris jenderal PSSI. Satu, dia harus berpengalaman dan berpemahaman mendalam tentang sepak bola. Dua, sosok sekjen juga mesti memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajerial yang baik. “Ketiga tentu berwawasan internasional, sebab nantinya sekjen harus membina hubungan baik dengan Konfederasi Sepak Bola Asia dan Federasi Sepak Bola Internasional,” tutur Edy. Nama-nama Pelamar Ada 30 nama yang sudah mendaftarkan diri untuk posisi sekjen PSSI yang sebelumnya dijabat oleh Ade Wellington. Dari nama-nama pelamar tersebut, ada beberapa sosok yang berpengalaman di dunia olahraga, seperti mantan Sekjen Komite Olahraga Indonesia (KOI) Hifni Hasan, Direktur Kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ratu Tisha dan Deputi Sekjen PSSI bidang Hubungan Internasional 2011-2013 Rudolf Paulus Yesayas. Para pendaftar posisi sekjen PSSI berasal dari berbagai latar belakang dan usia. Mulai dari pegawai swasta hingga legislator ada dalam daftar. Dari sisi usia, ada pelamar yang baru berusia 23 tahun, sekaligus menjadi pendaftar termuda, Adrian Bima Putera. (ant)

Mangupura (Bali Post)Sekitar 450 atlet Porprov Badung dari 17 cabor menjalani tes fisik di GOR Purna Krida, Kerobokan, Badung, Sabtu (20/5) kemarin. Tes serupa akan dilanjutkan lagi pada Minggu (21/5) ini, juga diikuti 450 atlet dari 17 cabor. Ketua Umum KONI Badung Si Putu Raka Arnaya, di selasela tes fisik kemarin menjelaskan, tes serupa akan dilanjutan akhir Juli atau awal Agustus mendatang. Raka Arnaya mengakui, idealnya tes fisik ini rutin dilakukan baik menghadapi event Porprov maupun tidak. ‘’Jadi, kebugaran atlet harus tetap dipantau,’’ katanya. Dikemukakan, pihaknya mempercayakan tes fisik ini kepada Undiksha Singaraja yakni Ganesha Sport Centre. ‘’Selanjutnya, hasil tes fisik ditembuskan kepada pelatih masing-masing cabor, supaya para pelatih mengetahui kondisi fisik atlet asuhannya,’’ kata dia. Sementara, Ketut Iwan Swadesi dari Undiksha Sport Centre menjelaskan, tes fisik meliputi 18 item, seperti kekuatan otot, kelenturan, push-up, lari, sit-up, tinggi dan berat badan, tensi, kecepatan reaksi, serta ketebalan lemak. Diakuinya, atlet tiap cabor tetap memerlukan ketahanan fisik atletnya, meskipun masing-masing cabor berbeda. Dicontohkannya, pesepak bola tentunya banyak memerlukan ketahanan fisik yang prima dibandingkan pecatur. ‘’Kendati demikian, pecatur juga memerlukan kekuatan otot punggung yang mumpuni, sebab pecatur selama bertanding duduk berlama-lama,’’ ungkap dia. Hasil tes fisik ini akan diberikan kepada para pelatih tiap cabor.(022)

BPM/022

PUSH-UP — Atlet Porprov Badung melakukan push-up saat menjalani tes fisik, di GOR Purna Krida, Kerobokan, Badung, Sabtu (20/5) kemarin.

32 Atlet Ikuti Kejuaraan Paralayang Parigi (Bali Post)Sebanyak 32 atlet ikut berlaga dalam Kejuaraan Paralayang di kawasan objek wisata Sail Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, selama 19-21 Mei. Sekretaris Pengda FASI Sulteng Asgaf Umar di Parigi, Sabtu (20/5) kemarin mengatakan para peserta berasal dari enam provinsi, antara lain DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan tuan rumah Sulawesi Tengah. Kejuaraan itu merupakan ajang untuk mengukur prestasi atlet tuan rumah dan memasyarakatkan olahraga para-

layang di Kabupaten Parigi Moutong. Sail Tomini pertama kali digelar pada 19 September 2015 dan mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat dan diplomat dari 23 negara serta satu perwakilan ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA), salah satu organisasi percepatan pembangunan ASEAN. Kegiatan itu juga dihadiri belasan ribu wisatawan dari berbagai negara. Objek wisata Sail Tomini, menurut Asgaf memenuhi standar untuk kejuaraan paralayang tingkat nasional. Hanya untuk tempat take off masih perlu dibenahi. (ant)


LAGA

12

Minggu Umanis, 21 Mei 2017

Piala Sudirman

India Berharap Ada Keberuntungan Gold Coast – Pemain-pemain India berharap ada keberuntungan untuk lolos dari Grup 1D dalam turnamen bulu tangkis Piala Sudirman 2017, mengingat calon lawannya adalah Indonesia dan Denmark. India dijadwalkan melawan Denmark pada 22 Mei dan Indonesia keesokan harinya. “Satu grup dengan Denmark dan Indonesia bisa dibilang mencoba peruntungan, tapi saya pikir akan ada kesempatan lebih besar jika kami bisa bermain 100 persen. Saya harap ada keberuntungan bagi India,” kata pemain tunggal putra India Srikanth Kindambi di sela latihannya di Carrara Sport and Leisure, Gold Coast, Australia, Sabtu (20/5) kemarin.

Srikanth menyebut sudah pernah menghadapi sebagian besar pemain dari kedua negara itu, namun saat ini kekuatannya sudah berubah. “Piala Sudirman akan sangat berbeda. Dengan berbagai persiapan yang ada, jadi saya pikir ini akan menjadi hal yang baru bagi semuanya,” ujarnya. Harapan keberuntungan menghinggapi tim India juga datang dari pemain tunggal putri Pusarla V. Sindhu. Ia mengharapkan bisa mencuri satu kemenangan baik itu ketika melawan Denmark maupun Indonesia. “Saya pikir semuanya telah mempersiapkan diri dengan baik. Indonesia dan Denmark adalah salah satu tim yang paling sulit dikalahkan. Jika kami

bisa menang salah satu saja dari mereka, kami memiliki kesempatan lebih besar ke putaran berikutnya. Kami harap India memiliki keberuntungan itu,” ungkapnya di lokasi yang sama. Kendati demikian, kesempatan tersebut tidak akan sertamerta menjadi pekerjaan mudah, sehingga semua kekuatan harus bekerja bersama sebagai satu kesatuan tim. “Harus selangkah demi selangkah semua bekerja sama sebagai tim. Karena ini adalah permainan beregu, jadi sangat penting bagi semuanya untuk menyumbangkan poin. Sebab, seberapa pun topnya pemain, mereka hanya akan bermain satu kali pertandingan,” tambah Shindu. (ant)

BPM/rtr

Garbine Muguruza

Singkirkan Venus, Muguruza ke Semifinal Unggulan ketiga asal Spanyol yang mencapai semifinal Roma tahun lalu sebelum memenangi gelar grandslam perdananya itu, selanjutnya akan berhadapan dengan unggulan ketiga asal Ukraina Elina Svitolina yang pada pertandingan lebih awal menaklukkan unggulan kedua Karolina Pliskova (Ceko) 6-2, 7-6 (9). Muguruza sempat tertinggal pada set ketiga sebelum merespons cepat dengan mematahkan serve lawannya. Ia memastikan kemenangan atas Venus melalui pukulan forehand yang melebar. Muguruza yang menempati peringkat tujuh dunia kembali

ke lima besar daftar peringkat dunia dan dipastikan berada pada unggulan keempat di Pransis Terbuka. Pada pertandingan lain, unggulan keenam Simona Halep (Rumania) meluncur mulus ke semifinal setelah mengalahkan petenis kualifikasi Anett Kontaveit (Estonia) 6-2, 6-4. Ia akan bermain melawan unggulan ke-15 Kiki Bertens (Belanda) yang menaklukkan petenis kualifikasi Daria Gavrilova (Australia) 6-3, 6-3 pada semifinal lain. “Hari ini adalah pertandingan bagus. Saya dapat menyelesaikan set kedua dengan lebih cepat,” kata

Halep yang memimpin 3-0 pada set pertama dan mematahkan serve Kontaveit pada game pembukaan set kedua sebelum memastikan kemenangan. Di bagian putra, petenis Austria Dominic Thiem menjungkalkan juara tujuh kali turnamen Italia Terbuka, Rafael Nadal, untuk mencapai semifinal. Padahal Nadal asal Spanyuol tidak terkalahkan di lapangan tanah liat tahun ini dengan 17 kemenangan beruntun dan dua kali menundukkan Thiem pada tiga pekan terakhir di Barcelona dan Madrid. Thiem akan menghadapi petenis nomor dua dunia Novak Djokovic

Juan Martin del Potro pada semifinal. Sebelumnya, petenis yang sedang menanjak Alexander Zverev (Jerman) mencapai semifinal turnamen ATP Masters 1.000 untuk pertama kalinya berkat kemenangan 7-6 (4) 6-1 atas peringkat enam dunia Milos Raonic. Zverev (20) akan menghadapi John Isner untuk memperebutkan satu tempat di final. Petenis AS ini menyingkirkan Marin Cilic (Kroasia) 7-6(3) 2-6 7-6 (2) “Ini batu loncatan lainnya dalam karier saya. Saya merasa seperti bermain sangat bagus hari ini. Saya mengembalikan bola bagus sekali. Saya gembira bisa berada di semifinal dan bertanding melawan John besok. Ini akan menjadi pertandingan yang hebat,” ujar Zverev. (ant/rtr)

Palembang (Bali Post) – Tim Sriwijaya Biru Palembang menjadi juara pada Kejurnas Softball Putra Antarklub di Palembang, 14-20 Mei 2017 setelah pada partai final mengalahkan Bumi Asri Bandung dengan skor 3-1 di Arena Bisbol Softball Jakabaring, Sabtu (20/5) kemarin. Urutan ketiga ditempati tim Mahakam Samarinda dan tempat keempat diraih Tim Hang Tuah Riau. Sementara dua tim terbawah yakni Sriwijaya Merah Palembang dan Unimeet Medan. Keberhasilan tim tuan rumah ini berkat kualitas dan kekuatan tim yang merata. Tim ini memiliki tujuh pemain berlabel nasional, yaitu Teuku Ridwan, Muhammad Akbar, Roy Umbasan, Chindu Patria Yudharama dan Didik Fauzi Demawan. Atas keber-

hasilan tersebut, beberapa anggota tim diperkirakan akan menjadi skuad tim nasional di ajang Kejuaraan Dunia di Canada, Juli 2017. Berdasarkan performa atlet di kejuaraan ini, tim pencari bakat memilih beberapa atlet terbaik, yakni kategori The Best Picther Emil Muhammad Iksan (Sriwijaya Biru), The Best Hitter Hermansyah (Sriwijaya Biru), The Best Slungger Didik Fauzi Dermawan (Sriwijaya Biru), The Most RBI Didik Fauzi Dermawan (Sriwijaya Biru), MVP Player Emil Muhammad Ikhsan (Sriwijaya Biru). Sementara untuk kategori all star Teuku Ridwan-pitcher (Sriwijaya Biru), Donny Trisnadi-catcher (Sriwijaya Biru), Nur M Ramadhan-first base (Hang Tuah Riau), Rizky Syani Ardhan-second base (Sriwijaya Biru), Didik Fauzi

Dermawan-third base (Sriwijaya Biru), RM Wicky-short stop (Bumi Asri), Ahqsan Rizky Fauzi-left field (Mahakam), Decky Ahdiansyahcenter field (Bumi Asri) dan Gatra Sukma Cipta-right field (Hang Tuah). Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia Sumatera Selatan Asril Sadikin Satar mengatakan, hasil pada kejuaraan ini akan dilaporkan ke Pengurus Besar Perbasasi untuk dijadikan referensi dalam membentuk skuad timnas pada Kejuaraan Dunia 2017. Untuk meningkatkan prestasi, Perbasasi Sumsel akan menjalankan pemusatan latihan di dua tempat, yakni Palembang dan Jakarta sebagai persiapan jangka panjang menuju PON Papua 2020. Latihan di Palembang

akan dipimpin dua mantan atlet nasional, yakni Ghofur dan Umbasan. Begitu pula latihan rutin di Jakarta bagi atlet yang berdomisili di sana, karena Perbasasi Sumsel telah menyewa arena softball dan baseball. Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Besar Perbasasi (demisoner) Billy Asmoro mengatakan, pihaknya telah mengagendakan keikutsertaan timnas ke Kejuaraan Dunia di Kanada pada Juli mendatang. Keikut sertaan ini dilatari keinginan untuk memperbaiki peringkat dunia, karena sementara ini masih di urutan 20. ‘’Indonesia tahun lalu absen meski mendapatkan tiket. Tahun ini sudah diagendakan ikut serta, tapi kepastian tentunya ada di tangan pengurus baru,” kata Billy. (ant)

Jakarta (Bali Post) – Kontingen Indonesia masih optimistis mampu kembali ke peringkat lima besar perolehan medali dalam Islamic Solidarity Games (ISG) yang berlangsung di Baku, Azerbaijan, 8-22 Mei. “Kami masih punya atlet-atlet cabang loncat indah, wushu, dan basket 3x3 yang belum berlaga. Kami masih berharap dapat kembali masuk peringkat lima besar,” kata Wakil Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI) Muddai Madang di Baku dalam keterangan tertulis Satlak Prima yang diterima Antara di Jakarta, Jumat lalu. Muddai menilai persaingan antarkontingen dalam pesta olahraga persahabatan negara-negara

anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) itu semakin ketat. “Atlet-atlet yang bertanding dalam ISG IV ini adalah mereka yang sering bertanding di Eropa,” ujarnya. Meskipun persaingan dalam ISG 2017 ketat, Muddai mengatakan prestasi kontingen Indonesia sudah sesuai target menyusul persiapan atlet-atlet Merah-Putih dalam SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Pelatih cabang renang pemusatan pelatihan nasional Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Albert C. Sutanto mengatakan, atlet renang dalam ISG 2017 menampilkan k e j u t a n m es ki p un t i d a k mempunyai peta kekuatan lawan. “Nathaniel Gagarin

dan I Gede Siman Sudartawa menunjukkan kami mampu bersaing. Gagarin memang tidak ditargetkan, sedangkan Siman mempunyai target dalam ISG ini,” jelas Albert. Albert mengatakan kontingen Turki menjadi pesaing terkuat dalam ISG IV, karena menurunkan atletatlet utamanya. “Mereka benar-benar menargetkan juara umum, karena tuan rumah ISG selanjutnya di Istanbul, Turki,” terangnya. Manajer cabang angkat besi Indonesia Alamsyah Wijaya menyatakan prestasi atlet-atlet angkat besi dalam ISG telah memenuhi target setelah meraih total tiga medali emas dan empat medali perak. “Kami akan

langsung memfokuskan atlet-atlet pelatnas untuk persiapan SEA Games 2017 di Malaysia,” kata Alamsyah. Menurutnya, atlet pelatnas Persatuan Angkat Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) akan mendapatkan evaluasi penampilan dalam ISG 2017 demi SEA Games Malaysia, termasuk kekuatan, keregangan otot, pengondisian teknik angkatan, kecukupan gizi, hingga pemulihan otot. Kontingen Indonesia sementara menempati peringkat enam dengan total enam medali emas, 25 medali perak dan 20 medali perunggu. Sedangkan Turki menempati urutan pertama dengan total 60 medali emas, 52 medali perak, dan 43 medali perunggu. (ant)

Roma – Garbine Muguruza menampilkan permainan impresif menjelang perjuangannya mempertahankan gelar Prancis Terbuka dengan kemenangan 6-2, 3-6, 6-2 atas Venus Williams dari Amerika Serikat, Sabtu (20/5) kemarin untuk mencapai semifinal tunggal putri turnamen Italia Terbuka di Roma.

Sriwijaya Biru Juara Kejurnas ”Softball”

Indonesia Optimis Masuk Lima Besar

Bali Post/ant

PEMANASAN - Pebulu tangkis Indonesia melakukan pemanasan sebelum latihan menjelang Piala Sudirman 2017 di Carrara Sport and Leisure Centre, Queensland, Australia, Sabtu (20/5) kemarin. Piala Sudirman berlangsung 21-28 Mei 2017.

Medali Olimpiade Dikembalikan ke Panitia

Sao Paulo – Lebih dari 100 keping medali yang diraih para atlet pada Olimpiade Rio 2016, dikembalikan ke panitia karena berkarat atau muncul bercak hitam di atasnya. Sekitar 130 keping medali, sebagian besar perunggu dan termasuk dari Paralimpiade, kini sedang diperbaiki oleh perusahaan pembuatnya, Brazillian Mint.

“Umumnya kerusakan itu akibat jatuh atau salah perawatan, lapisannya terkelupas, berkarat atau menjadi hitam di titik kerusakannya. “Hal kedua adalah dalam jumlah kecil, yakni 10 keping akibat suhu yang terlalu dingin,” ujar juru bicara panitia Mario Andrada, Sabtu (20/5) kemarin. Kasus itu mulai mun-

cul pada Oktober lalu, tapi masih normal. Brazilian Mint akan memperbaiki setiap kerusakan yang terjadi dan mengembalikannya ke atlet. Total 2.488 keping medali diproduksi untuk Olimpiade di Rio de Janeiro 2016, ditambah ratusan untuk Paralimpiade. Medali perak dan perunggu dibuat dengan menggunakan 30 persen bahan daur ulang. (ant/rtr)


Sastra

Redité Umanis, 21 Mei 2017

I Kaki Dengkil

Sang Wijayasastra 7

ULIAN satyané tekén rerama, I Kaki Dengkil nganutin sekancan paplajahan sané kapica, majalaran antuk niron parilaksana reramanné. Das lemahé mabhakti raris makarya, usan makarya nyoréang mabhakti, mamaos raris pules ring wenginé. Ngraina asapunika kémanten geginanipuné. “Malajah satya tekén Ida Sang Hyang Parama Kawi, satya malu tekén rerama!” Sapunika tutur I Kaki Dengkilé ring cucunipuné I Doglagan. Dawegé alit I Doglagan katuturin sapunika, Ipun anggut-anggut manut. Nanging sané mangkin sesampuné tuwuhné jangkep, I Doglagan malih matakén ring kakinné. “Kaki, indayang ngidih pawarahé malu indik satyané ané warahang Kaki dugas ipidan!” Asapunika I Doglagan misedekang ring kakinné. I Kaki Dengkil kesiab katakénin sapunika soréné puniki. Sué Ipun ngalaca-laca napiké manah cucunné jagi mitegesang indik satyané punika. “Né pastika ada ané senglad lakar takonanga tekén cucunné!” Sapunika I Kaki Dengkil mamanah néwék sambilang Ipun nlektekang cucunné menék tuun. “Satyané ento sinah suba ngalang suksmané! Satyané ento maarti “setia”, satya tekén Guru Swadyaya, Guru Wisésa, Guru Pangajian, Guru Rupaka. Ento ané kabaos catur guru tekén para janané!” Sapunika I Kaki Dengkil ngungkab pabligbagané sareng cucunné. “Lamun susatya tekén Guru Swadyaya suba paragat Kaki! Uling dija ké baan beletang pastika ento beneh! Yén ada bencana, koné ento patuinget Ida Sang Hyang Wisésa apang jadmané inget tekén kawisésan Ida! Yén pangaptiné bakat, ento sawiré sih Ida Sang Hyang Parama Kawi tekén jadmané ané tiling bhaktiné! I Guru Wisésa, I Guru Pangajian, I Guru Rupaka, Kaki ngorahang ento nu jelema matah! Enu ngelah beneh pelih! Kénkénang yatna nyatyain?” Lantang melémad I Doglagan mapungu atur ring kakinné. Ngawinang I Kaki Dengkil majadengan tur ngaksi I Doglagan mahabhara sumangsayané! I Doglagan ngaturang ring kakinné, kocap I Guru Wisésa sané mangkin sayan patut sumangsayain. Brangti solahé, ngapak-apak papak pelihang. Ngetung sugih sawai-wai, sanak kadangné dogén itunganga. I Guru Pangajian masé kakéto, yén dot apang maan biji luung, lés di jumahné. Yén tusing nyak tusing melah bijiné. Apang tusing kasengguh belog ngajahin, diujiané orahin muridé apang maan biji luung. “To lakar satyain?” Sapunika I Doglagan matakén ring kakinné. I Kaki Dengkil ngep, siep tan pasaur. I Doglagan raris nglanturang pikenohipuné. Kocap bapanipuné, antuk tuna pakaryané dados panyakap. Nénten mrasidayang jagi ngupapira upakara wantah I Kaki Dengkil padem bénjang pungkur. “I Bapa, jani ngantosang Kaki ngalain. Yén suba kéto lakar maitungan ngadep carik anggon upakara! To tulad tiang Kaki?” I Doglagan sané mangkin sampun purun nyarca bapanné néwék. I Kaki Dengkil ngep, siep tan pasaur. Ipun tan madué kanda. Cucunné sané sampun jangkep yusané punika sayan tiling ambekipuné. Wantah Ipun, pawungu punika wantah aab jagat kalisanghara. Sinah cucunné jagi nungkasin. Yén sayuwakti mangkin jagat kalisanghara, makasamian patut sumangsayain. Nénten luput naler Ipun jagi kasumangsayain antuk cucunné! “Yén kéto, jani déwéké padidian satyain!” Sapunika I Kaki Dengkil muncah sepiné santukan sangkalih sué siep. I Doglagan naler tengkejut antuk tatepasan kakinné. Puniki sané jerihina antuk I Doglagan: “Satya ring angga padéwékan!” Méweh pisan pabaosé punika! Wacanané punika makilitan ring pitakén “sapusira anggané puniki?” Sué I Doglagan majadengan nepasin pawacanan kakinné. I Kaki Dengkil naler majadengan ngantosang panampén cucunné. Makekalih siep ngep! Saharsa I Doglagan ngléngos tan papamit. I Kaki Dengkil kedésam-kedésem ngaksi solah cucunné. “To apang rasaanga jani makeneh. Nyén patut satyain! Cara munyin sastrané: “Apan musuh tan madoh ring awak”, musuhé di awaké padidian malu kalahang! Ané anggon ngalahang musuhé ento satyané tekén awaké padidian! Yén suba kéto ento mara madan déwéké satya buddhi! Ané ngawanang déwéké ené ngamangguhang satyadharma!” Sapunika I Kaki Dengkil ngamélmél padéwékan sambilanga maosang, sané mangkin nénten wénten satyaning Sang Wijayasastra. Nénten wénten Angawarat susatya, kocap santukan pulitiké wantah asapunika, mangkin sapuniki, bénjang sapunika! (Jelantik)

Ulian Bé Céléng Déwi H. Yanti NUJU ngedaslemahang Bapa Widi suba bangun, kurenané masih milu bangun. Tumbén jani Bapa Widi bangun jam pat semengan ulian lakar matulung nguling sik Wayan Lanusé, pisagané ané enu waris. Wayan Lanus ngelah gaé lakar nyambutin pianakné ané paling cenik. Magésonan Bapa Widi majalan ka umahné Wayan Lanus wiréh suba liu krama patulung ané lénan teka bakal matulung. Umahné Wayan Lanus tuah maselat témbok. Dapetanga nyama-nyamané lan kramané suba padampyak. Ada ané suba ngrajang basa, ada ané ngikih nyuh, ada ané nampah céléng, ada ané melut bawang, tur ada masih ané sedekan ngopi wiréh mara pesan teka. “Bapa Widi ja suba teka. Mai malu Pa dini malu negak jani gaénanga kopi. Suud ngopi mara nyemak gaé,” lemuh pesan kurenané Wayan Lanus, Ni Luh Sari nyapa tamiunné. Tusing ada akijapan, Luh Sari suba teka ngaba kopi matimpal jaja bantal lan godoh. Ditu lantas Bapa Widi ngopi ajak kramané ané mara pada teka. Suud ngopi, Bapa Widi lan kramané lénan sagerehan nyemak gaé. Ada ané matektekan, ada ané mersihin céléng kantos ngébék saté.

“Kénkén Pa, suba nyak masa uyah adonan lawar ajak komohé?” Nengah Sudi matakon tekén Bapa Widi. “Suba pas. Amoné dogén suba mantep rasan lawaré. Yén komohé ja jangin uyah lan tabia buin abedik apang tusing nyem rasané,” kéto Bapa Widi masaut sinambi nyicipan lawar lan nyiup kuah komohé. Nengah Sudi lantas buin nyemak uyah lan tabia ané suba matektek isinina di komohé. Buin kecap-kecapina, disubané nyantep rasané, ditu mara suud ia kecap-kecap sambilanga anggut-anggut cihna rasan komohé suba nyantep. Tukang gulingé soroh I Madé Gablur, Ketut Payu, I Putra lan kramané lénan suba sayaga ngaé tongos nguling. Sawatara ajaka dasa kramané ané nguling. Makejang pada saat pesan magarapan. Jam kutus semengan, lawar, saté, lan komohé suba pada pragat. Jani enu lakar nguling dogén. Krama ané lénan iteh mesel saté lan nanding lawar ané bakal dadi jotan. Yén di désa ngelah gaé, apabuin misi nglawar suba pasti misi ngaé jotan. Bacakané, uli Jero Mangku, panyamaan, pisaga, lan krama ané teka matulung makejang maan jotan. “Akuda nanding jotan Beli Wayan?” patakon patulungé

13

sambilanga ngebatang kertas minyak. “Tuah satus tanding Dé. Kanggoang apang pada maan nyicipin dogén.” “Nah Beli, né saténé suba lebih mesel buin dasa pesel. Né sisané dadi anggon timpal ngajeng,” kéto pasautné Madé Dadi sinambi iteh nyacarang kertas minyak lan kramané lénan ngisinan lawar barak, lawar putih, lan lawar blimbing. Disubané lawaré matanding, kramané lantas mabersih wireh gaéné suba pragat, tuah ngantosang gulingé lebeng. Ni Luh Sari buin gupuh ngaénang patulungné kopi. Disubané suud ngopi, kramané matutur-tuturan kangin kauh ngantosang gulingé lebeng. Sawatara jam sia, gulingé mara lebeng. Ditu lantas Luh Sari kawantu panyamaané nyayagayang patulungé nasi gibungan. Pakrémos patulungé ngajengang lawar, saté, lan komoh ané mara pesan lebeng. Pangayahé masih gupuh ngayahin anaké magibung. Ané tusing biasa magibung padidiana ngarepin ajengané. Disubané makejang pada suud magibung, krama patulungé mataki-taki bakal budal. Makejang patulungé ngaba tandingan jotan pada atanding. Isiné, saté apesel, lawar atanding lan nasi atanding. Yén di désa suba biasa buka kéto. Yén di kota mirib malénan. Jani di umahné Wayan Lanus enu tuah Bapa Widi lan panyamaané lénan. Ditu Wayan Lanus lan Bapa Widi matuturan kangin kauh kanti nguduhang Bapa Widi lan Mén Widi apang teka nyana sanjané dis pianakné natab banten otonan. “Pa, nyanan ingetang mai, orahin pada I Mémé lan I Wayan apang mulih. Paling selid jam pat nyanjaang Jero Mangkuné mara rauh,” kéto Wayan Lanus ngorahin Bapa Widi. “Nah Yan, lamun kéto Bapa lakar mulih malu. Suba tengai apang maan masliahan ka cariké.” Bapa Widi lantas majalan mulihné. Jani di jumahné Wayan Lanus tuah ada raganné lan kurenanné ané enu iteh mabersih-bersih. Disubané makejang perabotan lan natahné bersih, Luh Sari masalin lan mayasin pianakné ané bakal maotonan. Sawatara jam pat nyanjaang, Jero Mangkuné rauh bakal ngantebang banten oton pianakné. Ané nyaksiang tuah panyamaané lan ipah-ipahné dogén. Kanggoanga apang pragat dogénan. Makejang angayubagia wiréh acarané suba pragat. Buin teluné nadaksara Bapa Widi gelem ngebus dingin, nyakitang basang, lan nyakitang sirah. Sajaba ento, awakné masih makejang rasaanga ngilu, sakit. Tusing cara biasané, Bapa Widi ngebus

Bapa Widi nginep di rumah sakit. Semuné suba sada égaran, suba ngenah segeran ragané. Dokteré ngorahang, buin mani amen suba normal Bapa Widi suba dadi mulih. “Nggih bénjang yén sampun segeran dados ajak mulih,” raos dokteré ané mréksa Bapa Widi. “Nggih Pak Dokter, suksma.” Tuah amonto pasautné Wayan Widi. Dinané ento, liu panyamaané lan kramané nengokin Bapa Widi ka rumah sakit. Makejang ngacep apang Bapa Widi enggal seger tur dadi ajak mulih. Makejang masih pada kagiat tekén penyakitné Bapa Widi. Ento makada kramané jejeh meli nasi bé guling, apabuin meli lawar lan komoh. “Suba seken penyakité totonan ulian bé céléng?” “Ngaé jejeh meli nasi bé guling dogén,” kéto kramané pakrimik. “Ngaé dagang nasi bé céléng lan lawaré udu dogénan,” kéto sinunggil krama ané madagang nasi bé guling ngrenggeng. “Ngaé ajin céléngé tuun,” saut krama ané lénan. Ulian Virus MSS ento, iur ortané kanti masuk koran lan masuk tipi. Ento mawinan krama ané biasa lan demen ngadaang penelitian , ngetés céléng ané enu idup, apa saja ngaba virus apa tusing. Orti di korané masih nguduhang para krama apang tusing jejeh naar bé céléng, luiré olahan lawar, komoh, nasi bé guling, lan ané lénan. “Ané penting, di pét ngolah bé céléng apang suba kanti seken lebengné. Tusing ja kuda kénkén. Apa buin yén anak Bali nganggon basa rajang, basa genep. Ento ané munahang virus lan bakteri ulian basané ento kebus,” kéto tuturné I Putra teken timpal turu bebotoh. Suba cara anak ané paling nawanga dogén. “Men apa buin berita terbaru di tipiné? Seken koné céléngé ngaba virus?” saat Madé Gablur matakon. “Orahanga tusing ja ada kéto. Yén saja kéto, to nguda I Bapa Widi dogén ané gelem buka kéto? Yén seken misi virus, méh kanti awaké bareng nyelekéték. Kadén saling paliunin naar lawar lan komoh dugasé matulung sig Wayan Lanusé?” I Ketut Payu nimpalin. “Saja ja masih buka raosné I Ketut Payu bagus genjing. Méh kuting awake milu ngrengkekang cara siap grubug,” sautné I Madé Baglur. “Saja buka raos Beliné.” I Ketut Payu bawak raosné nimpalin. “Lamun buka kéto, apa mirib ané ngaé Bapa Widi gelem buka kéto? Ngaé iraga nyeh meli bé céléng dogén?” “Tusing nyen Bapa Widi kena cetik?” I Putra Macempléng. Turu bebotohé saling neneng tan pasaut. -0-

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Paiketan Rwabhinéda

Satua Ilu

Olih : I K. Satria, S.Ag KABAOSANG kawéntenan panrestian ring jagaté sané ngawinang Stula Sarirané prasida molihang kahuripan, indiké punika wantah mawit saking makudang-kudang lantaran, luiré; lelima lantaran sané ageng, patpat sarana nguningin kaweruhan saha pangresepnyané raris wénten pat-pat sarana sané kanggén malaksana. Purusha sané kaliput olih kaweruhan taler pikayunan sané momo saha mada. Kaweruhan sané pinih utama pacang kapolihang ri kala sampun prasida molihang amrita, inggih punika nunas ajengan miwah minuman sesampuné ngaturang riinan majeng ring jagat niskala, punika sané kabaosang nunas amrita. Jadmané sané sampun uning ring kawéntenan brahmané pacang katambakin kautamannyané olih pangliput indriané. Sané kabaosang purusha wantah sané kaliput olih kaweruhan sané mautama, boya kaliput olih parilaksana utawi karma. Sang sané sampun nguningin saha ngamargiang indiké punika nénten pacang nemu kasungsutan malih, nénten prasida kakasorang. Taler nénten malih kaliput suka miwah duka, sampun madué jiwa sané mautama sané sampun prasida karasayang saking sekancaning genah. Sang sané sampun nguningin indik kautamané punika, indik atman sané mautama, nénten kakaryanin, nénten prasida kapisahang, nénten prasida kakasorang, nénten prasida kauningin yadiastun olih para déwatané, wantah sané sakadi asapunika kabaosang molihang kautaman sané dahat tur prasida nunggal ring kawéntenan brahmané. Antuk tapa brata sané becik tur utama, pacang prasida negul kawéntenan atmané nuju pamargin Brahman sané taler mautama. Ida sané pinih ageng, nénten wénten sané tiosan malih! Risampuné nguningin indiké punika, wantah karahayuan, panunggalané pacang kapolihang. Suka tan pawali duka pacang prasida kapolihang saha pacang ngwetuang kautaman ring kahuripan sané tiosan. Punika wantah tetujon sang sané ngutamayang tapa brata lempas ring panrestian ka jagaté puniki. Sané sakadi asapunika pacang prasida nguningin napi sané wénten miwah napi sané nénten wénten, waged ring sané mangkin, sané sampun mamargi taler indik napi sané pacang wénten. Punika pinaka tetujon sané mautama sané ngawinang nénten malih mawali ka jagat pada puniki. Punika kawéntenan kautaman tapa bratané sané ngamolihang kerti utama saha sida nglangkungin jagat pada puniki antuk kerti tapa miwah brata sané ngawinang kautamané punika kapanggihin. Sami sané wénten pacang kaksiang

dingin kanti duang lemeng tusing seger. Prajanian Bapa Widi ajaka ka rumah sakit tekén Wayan Widi, pianakné ané paling kelih. Teked di rumah sakit, disubané préksana tékén dokteré, Bapa Widi orahanga kena Meningitis utawi Virus MSS (Meningitis Streptococcus Suis). Virusé ento koné ané ngaénang Bapa Widi ngebus dingin buka kéto. Dokteré ngorahang virusé ento menular uli dedaran utamané ajengan céléng ané enu matah, sakadi getih, jejeron, lawar plék, lan komoh. Wayan Widi kagiat ningehang penyakit ané nibén bapanné. Tumbén buka jani ada penyakit soléh. Uli pidan ia lan kulawargané pepes naar lawar apabuin lawar plék ané mula jaen pesan. Kéto masih komoh lan jeroan, raganné mula paling demena. Dadi tumbén mara jani kena penyakit soléh buka kéto. “Men sapunapi mangkin kondisi Bapan tiangé Pak Dokter?” “Anaké lingsir mangkin sampun dadian. Ngantosang mangda normal dumun kantos ilang kebus lan sakitné.” “Nggih Pak, suksma.” Bawak pasautné Wayan Widi. Di banjarné, gelemné Bapa Widi ulian naar bé céléng iur. Makejang pada kagiat, dadi tumbén ulian ngajeng bé céléng kanti ngemasin sakit buka kéto. Liu masih kramané marasa jejeh wiréh maan masih naar lawar plék lan komoh. Tusing tuah di banjarané, di desa sandingané gelemné Bapa Widi ulian naar bé céléng masih iur. Liu anaké tusing bani meli nasi bé guliang apabuin meli lawar plék. “Dadi tumbén ada penyakit buka kéné. Kadén iraga anak Bali mula paling pepes naar lawar, naar bé céléng. Apabuin di masan rainan lan ngelah gaé, suba pasti naar bé céléng. Dadi mara ada penyakit buka kéné?” kéto pakrimik I Ketut Payu dugasé negak di poskamlingé ajaka peturu bebotohé. “Dugasé matulung sig Wayan Lanusé, kadén Icang, Beli, lan kramané bareng magibung. Kadén iraga bareng naar lawar lan komoh? Sing nyen iraga bakal milu kena penyakité totonan?” I Madé Gablur nimpalin. “Tusing dadi ngawag ngomong Beli. Dumadak ja ané lénan tusing kena penyakit buka kéto,” I Putra nyautin. “Dong suba ja. Ajanian mara ningeh ada penyakit buka kéto, apabuin ulian naar bé céléng. Yén lebian naar bé céléng paling kolesterol, asam uraté pesu. Tusing kanti ngebus dingin buka kéto!” buin I Ketut Payu ngrumuk. “Nah jani melah-melahang milihin dedaran. Astitiang apang Bapa Widi énggal seger lan tusing ada nyamané lénan ané kena virusé totonan,” acepné I Putra. *** Suba ada petang lemeng

sakadi sunar sané metu saking welas asih ring sarwa prani. Sakadi asapunika sampun katlatarang majeng sami Maha Rsi mautama, mangda kauningin saha kalaksanayang. Ngawit mangkin sampun kapatutang mangda mamargi sakadi sané sampun katlatarang saha ngamargiang antuk kateleban pikayunan. Sesampuné molihang tattwa mautama kaptiang para brahmanané prasida nuwek déwék saha mulat sarira. Mawastu prasida raris madué pangapti sané rahat saha wirang ngamargiang pamarginé punika mangda molihang kautaman. Uduh Sang Arjuna sakadi aspunika indik kautaman sané patut pisan kauningin. Sakadi asapunika raris pangandikan Sang Prabhu Kesawa. Mirengang sakadi asapunika luih mautama piteket Ida Sang Prabhu Krishna, raris Ida Sang Arjuna malih maritetes antuk mapitaken. Sakadi asapuniki patakénidané, “Sira sujatinnyané sané kabaosang Brahman punika uduh Sang Prabhu Kesawa, taler sapa sira sisyané sané nunas kaweruhané punika. Yéning pradé dados titian uning, banget indiké punika tunas titiang….” Ida Sang Prabhu Kesawa raris nyawis ngandika dabdab alon pisan. “Patut pisan kauningin uduh Adi Sang Arjuna, padéwékan titiang sujatiné guru punika, taler sami pikayuna sané pinaka sisyannyané. Sangkaning asih ring kawéntenané punika, saha asih kapining Adi, uduh Adi Sang Arjuna sané ngawinang titiang ngwedar indiké punika sané sujatiné nénten prasida kauningin olih anak tiosan sadurungnyané. Yéning Adi prasida nampenin saha sida tinut ngamargiang indiké punika, wantah pacang prasida nemu kautaman. Yéning sami punika sampun kamargiang manut sakadi sané kaaptiang, wantah sami kasukané pacang kapolihang. Dumun duk payudané pacang mamargi, indiké punika taler sané tlatarang Beli kapining Adi. Ulengang pisan pikayunan Adiné majeng sané kabaosang utama punika. Tur sané mangkin Beli pacang mamargi nuju Ajin Beliné sané sampun sué tilarin Beli di pasraman!” Mirengang sakadi asapunika pangandikan Ida Sang Prabhu Krishna, Ida Sang Arjuna raris nyawis saha manohara pisan. “Nawegang gurun titiang sané mautama, durusang sané mangkin mamargi nuju Jagat Dwaraka.” Wusan punika Ida Sang Arjuna taler mawali nuju Astina Pura, ngrauhin pasametonan Idané. (Puput)

Cutet Tuah munyi Tuah sawates keneh Bogbog Guyu Tuara ada ngugu Raos kutang-kutang Pajlempah tusing ada ngrunguang Tegakang suba Tegakang! Tis jité negak nganti maakah Kereng iba ngamah Ngamah ané tusing patutné amah Béh Dong dayanin suba Satua ilu tuara payu sandang gugu I Komang Alit Juliartha


Kruna

14 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

puupu;du(m,

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Durma 40.w(gsri.

Wargasari,

hê*wiaisk&luhu(,

Hyang Widhi saking luhur, \)gnr&hmãren,

ngegana ring ambarané, p\e\áenhbÉmurub/, panganggéné abra murub, pÏknuæmim\ir&, parekan sami mangiring, widêdr-widêdri,

widyadara-widyadari, pdmduedonѡedonn/,

pada madudon-dudonan, pÉbwkum)tug/,

prabawa kumetug, humib$r&l\it/.

umiber ring langit. r&belmniekluwu*, Ring balé maniké luung, r&hÏpnÓ)lgen,

ring arepan telagané, kdgi\inÓ¡zé¡*tutu(,

kadagingin tunjung tutur, tuzé¡*hb*tuzé¡*puti;,

tunjung abang tunjung putih, r&mdên&belp)lik/,

ring madyaning balé pelik, hidvtrmbewos/,

Ida Bhatara mabaos, \iecnÙhê±tutu(,

ngicén wahyu tutur, hinÑikuærsÙti. indik Saraswati.

Redité Umanis, 21 Mei 2017

Agung Yudha

Patut Wicaksana Ngawigunayang ”Teknologi Informasi” T E K N O L O G I informasi komunikasi sané sayan canggih tur nglimbak, nénten pacang nerus mapikolih becik. Utamanipun majeng alit-alit taler para yowanané. Rumasuk ring para rerama miwah lelingsir sané sapatutnyané dados tetuladan ngawigunayang “teknologi” antuk tetujon sané becik. Manut A.A. Ngurah Bagus Kesuma Yudha, kantun akéh kapanggihin para krama pamekas para rerama sané ketah makta sepeda montor utawi mobil sinambi ngamel HP, inggian punika SMS utawi nerima telepon. Parindikan inucap majanten prasida ngwetuang baya, inggian majeng padéwékan miwah anak tiosan ring marginé. Sampun akéh taler sané dados korban sangkaning kahanan inucap. “Tiang marasa takut yéning manggihin krama sakadi punika. Napimalih sané makta sepedé montor. Yéning yukti penting, patutné mararian dumun,” baosnyané. Anak lanang sané ketah kasambat Agung Yudha puniki rumasuk aget ngranjing ring SMAN 3 Denpasar, sané sinalih tunggil aturan irika nénten nadosang para muridnyané makta HP ka sekolahan. Sangkaning ketah nénten makta HP, dané nénten tuman maplalianan HP. Tios punika, dané taler sayan becik ngawigunayang teknologi informasi inucap. Agung sané embas ring Denpasar, 10 Januari 1988 puniki marasa sengsaya manggihin alit-alité mangkin sampun “kecanduan” sareng HP. Santukan manut Agus, alit-alit inucap durung becik molihang pauningan indik teknologi informasi taler pikolihnyané majeng kahuripan puniki. Sangkaning iwang ngawigunayang, panglimbak teknologi informasi sané sapatutnyané prasida ngwantu krama inggian “komunikasi” utawi parindikan tiosan, ngwetuang parindikan sané nénten kaaptiang. Sampun akéh pisan para yowana pamekas sané kantun masekolah keni pergaulan bebas sangkaning iwang ngawigunayang

teknologi informasi inucap. Minakadi, seks bebas, narkoba, kenakalan remaja, miwah parindikan kaon tiosan. Yéning sampun becik ngawigunayang teknologi informasi, majanten pikolihnyané taler becik. Muputang pendidikan dasar ring SD Saraswati 5 Denpasar, Kesuma Yudha sampun madué pikayunan pacang becik-becik ngawigunayang HP sané kawéntenannyané sayan nglimbak. Rumasuk ri kala nglanturang ngranjing ring SMP Cipta Dharma, Denpasar sané nadosang para murid makta HP, sakéwanten nénten dados kabakta ka kelas. Napi malih ri kala ngranjing ring SMAN 3 Denpasar, para murid nénten pisan kadadosang makta HP ka sekolah. Manut pikayunan alumnus Jurusan Sastra Inggris Unud puniki, ri kala para murid wénten ring sekolahan, swadarma sané utama wantah malajah. Yéning wénten parindikan sané muatang alat komunikasi, patut becik ngawigunayang fasilitas sekolah. Nanging, kasayangang pisan, para yowana utawi para rerama sané patut dados tetuladan malahan akéh sané dados “maniak HP” taler tatacara ngawigunayang teknologi sané iwang. “Tiang sayan marasa sebet, pacang dados napi murid sané wantah ngandelang HP napi malih antuk tetujon sané nénten becik? Galah malajah telas kanggén maplalian HP, rumasuk ri kala mapupul sareng kulawarga miwah sawitra,” baosyané. Agung sané sampun muputang pendidikan pasca sarjana puniki ngangken para yowana mangda nadosang teknologi informasi pinaka parindikan sané ngasilang (produktif), boya sawaliknyané konsumtif. Pengajar ring Sekolah Tinggi Desain puniki muktiang, film antuk murda “Pekak Kukuruyuk” prasida molihang juara ring Eagle Awards Documentary Competition 2014. “Tiang mapikayunan, nénten wénten sané kasépan yéning pacang makarya sané mapikolih becik. Sang rerama mangda prasida dados motivator tatacara ngawigunayang teknologi sané becik tur mawiguna,” baosnyané nguntatin. (ast/uma)

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

arip

1. hrip/,

1. mengantuk

2.

marerepan

2.

mÏÏpn/,

2. menginap

3.

merem

3.

m)Ïm/,

3. tidur

4.

ngadegang

4.

\d)g*,

4. mendirikan

5.

nginum

5.

\inum/,

5. minum

6.

ngrempini

6.

\Êmæini,

6. mengidam

7.

nyapuh

7.

zpu;,

7. menyapu

8.

nyiram

8.

zirm/,

8. menyiram

9.

nyumpéna

9.

zuemæn,

9. mimpi

10. nyunggi

10. zu\ái,

Bahasa Indonésia

10. menjungjung

Isin Gumi ”Aksi Simpatik Ahok” ring Buléléng SANGKANING vonis majeng Basuki Tjahaja Purnama utawi sané kasub antuk aran Ahok mabui salami kalih warsa, makéh parindikan sané kawedar krama, sinalih tunggilnyané marupa aksi simpati majeng Ahok. Aksi puniki nénten wantah ramia ring Jakarta kémanten. Aksi sané pateh taler ramia kamargiang ring Bali sakadi ring Dénpasar miwah ring Buléléng. Ring Buléléng, para krama ngebekin Lapangan Umum Taman Kota Singaraja sané magenah ring wewidangan Jl. Ngurah Rai daweg raina Saniscara (13/5) lintang. Aksi sané kamargiang antuk cihna nguripang lilin sinambi nembangang lagu-lagu nasional miwah perjuangan puniki kamiletin alit-alit, para yowana, miwah krama sané sampun lingsir. Para krama taler nglaksanayang doa majeng Ahok, kantos nglaksanayang orasi magilihan. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz daweg raina Anggara, 16 Méi 2017 lintang.

Gung Dé, Singaraja Pidabdab inucap wantah positif pisan, patut kapikayunin olih para pejabat ring daérah, sakadi puniki krama nyihnayang rasa simpatik majeng Ahok. Para krama ngamanahin Ahok punika wantah pemimpin jujur, wanén, tegas. Tiosan punika, Ipun marasa wirang miwah ngajinin Kebhinekaan ring Indonésia. Ipun polih simpatik nénten wantah saking warga Jakarta kémanten, kémahon kantos ka daérah-daérah ring sawewengkon Jagat Indonésia. Gedé Kartika, Panji Anom Antuk simpatik sané ageng sakadi punika majeng Ahok, saking makudang-kudang daerah yakti ngawinang angob pisan. Minab peradilan ring Indonésia sampun sapatutnyané kaselehin malih, sakadi pasal sané kabaosang penodaan agama. Tunas titiang mangda sampunang malih ngadukang agama sareng politik.

Putu Mahardipa, Pemaron Aksi simpatik sakadi punika kamargiang santukan para krama pamekas ring Buléléng ngrasayang miwah ngamanahin keputusan pengadilan ring kasus inucap nénten adil taler sampun pademnyané rasa keadilan ring Indonésia. Parindikan punika nénten wantah ngamolihang simpatik ring Indonésia kémanten, sakémahon kantos dura negara. Minab arang pisan wénten kasus sakadi sané nibénin Ahok kantos ngamolihang simpatik sakadi puniki. Komang Yasa, Lovina Yukti akéh krama ring sajebag Indonésia sané marasa kuciwa taler prihatin antuk penegakan hukum ring Indonésia. Aptiang titiang parindikan puniki mangda kapungkur kapikayunin olih pihak pamerintah miwah wakil rakyat ring pusat taler samian tokoh-tokoh bangsa. Hukum agama miwah hukum Negara mangda kapasahang. Kapungkur krama mangda néntan sayan bingung. (ama)​


15

Minggu Umanis, 21 Mei 2017 1.

Lega hatiku Pilkada Jakarta berlalu tanpa tetesan darah, meskipun masih tetap berlumuran kebencian, dendam dan permusuhan. Rumah tangga Bangsa Indonesia sedang penuh hawa panas, demam dan amarah. Begitulah memang yang harus dilewati oleh semua keluarga yang sedang berproses memperbarui nikahnya, agar naik tingkat ke derajat kematangan baru dan kedewasaan yang lebuh tangguh. 2.

Aku ucapkan selamat kepada rakyat Jakarta yang memiliki Ahok dan Anis, juga kepada bangsa Indonesia yang memiliki Jokowi, Prabowo, Habib Riziq, Gatot Nurmantyo, Ibu Begawan Megawati dan banyak lagi. Saudara-saudaraku hidup dengan pikiran mantap, hati tenang, mental tangguh dan tekad baja – karena serasa dipimpin langsung oleh ‘’Nabi’’ mereka, dalam mengabdi kepada Ibu Pertiwi dan Bangsa Indonesia. 3.

Saudara-saudaraku berhimpun di belakang idolanya masing-masing, tangan mengacung tinggi dengan teriakan ‘’Merdeka!’’. Mereka meyakini kebenaran masing-masing. Sementara aku tidak berani dan dilarang menyatakan kebenaranku. Sebab Kebenaran adalah bekal masakanku yang letaknya di dapur. Sedangkan hidangan yang harus kusuguhkan adalah Kasih Sayang, Kebaikan, Keamanan dan Pengamanan, Kenyamanan dan Penggembiraan, serta ketepatan Nada dan Irama dalam Keseimbangan hidup bersama. 4.

Tetapi aku bergembira saudara-saudaraku

punya idola yang dikagumi dan tokoh yang ditakdzimi. Betapa bersinar hati bangsaku yang berpegangan pada Latta hari ini dan Uzza di masa depan. Siapapun pemimpin mereka hari ini, kemarin atau esok lusa, semua adalah representasi kuasa Tuhan buat rakyat Indonesia. Sebab tak ada yang ber-tajalli dan memanifestasi kecuali Ia. Itulah sebabnya hakikat itu dipasang sebagai Sila Pertama, meskipun tak perlu dipersoalkan dari mana pencipta Pancasila dulu kok bisa tahu bahwa Tuhan itu Maha Esa. 5.

Sementara aku sibuk belum merdeka dari diriku sendiri. Aku sedih tidak memiliki mereka semua idola-idola itu. Aku juga punya Tuhan dan Nabi, tapi alamatnya nun jauh di seberang kerinduanku. Habis waktuku untuk bertengkar melawan kebenaran di dalam diriku sendiri, sebab kami berdua sama-sama tidak mutlak. Tuhan Yang Maha Absolut bilang ‘’Sampaikan kebenaran dari-Ku. Biarkan yang mau percaya, silakan yang mau membangkang’’. Sesekali aku menyampaikan Kebenaran dari Tuhan, tetapi tak kuat hatiku untuk dipercaya, dan masih muncul amarah di batinku jika aku diingkari dinista. 6.

Aku turut berbahagia karena saudarasaudaraku aman sandaran dan harapan masa depannya. Aman hartanya dari korupsi, aman martabatnya dari penghinaan, dan aman nyawanya dari pembunuhan. Bahkan sinar cakrawala Demokrasi membuat siapa saja bisa menjadi apa saja. Setiap warga bisa menyiapkan biaya, persiapan jenis mental tertentu, serta mengemis kendaraan, untuk berjuang menjadi Presiden, Menteri, Gubernur, Penguasa atau

Seribu Lilin Cinta Persembahan Buat Bangsa apapun. Sementara aku adalah penakut yang berjuang menjadi diri sendiripun belum pernah jelas hasilnya. Nabiku bilang ‘’kalau engkau yang berinisiatif menjadi pemimpin, Allah tidak melindungimu dan tidak mempertanggungjawabkan langkah-langkahmu’’. 7.

Puji Tuhan bangsaku bergelimang modernisme dan kemerdekaan, berlaga dalam kompetisi karier, persaingan jabatan, lomba kekayaan, turnamen pencitraan dan pertandingan keunggulan. Bangsaku sangat mampu menikmati kemegahan dunia, mengenyam kesementaraan dan hologram –hologram kemewahan. Sedangkan hidupku dirundung rasa takuk untuk kalah, tidak berani menang, sebab diriku sendiri yang sangat rewel ini belum benarbenar mampu kukalahkan. Kami belum pernah benar-benar siap untuk memasuki babak berikut sesudah kehidupan yang ini. Kami sangat sibuk berlatih dan mensimulasi untuk bersiaga menjalani hidup kekal abadi, yang kami tidak mungkin mengelak sama sekali. 8.

Maha Esa Tuhan yang telah memperkenalkan bangsaku meneguhkan Bhinneka Tunggal Ika, pengakuan dan penerimaan bersama atas siapa saja penghuni Negeri Nusantara. Aku merasa aman, karena pasti termasuk di

Kebangkitan Budi Utama Agung Istri Kanya Paradoks Shakuni: Lihai, Licin, Licik l Laku Nyata Mendayabudikan Susastra

BERJALAN di sepanjang pasir pesisir Pantai Gua Lawah hingga Kusamba di penghujung timur Klungkung, pada hari Purnama bulan Mei ini, lamat-lamat pikiran saya berkelebatkelebat pada sejumlah peristiwa monumental di Tanah Air Nusantara Raya. Dinihari, Jumat Wage, Kuningan, 25 Mei 1849, putra-putri pemberani Klungkung di bawah komando sang Raja Putri, Anak Agung Istri Kanya, memenangkan pertempuran melawan tentara Belanda. Kemenangan pertempuran ini monumental, karena sekaligus bisa merenggut jiwa seorang jenderal bintang lima Belanda yang legendaris, Jenderal Michiels. Ini pertama kali sekaligus satu-satunya pertempuran Belanda dengan putra-putri pemberani Nusantara Raya kehilangan jenderal terbaiknya. Saat bertempur dengan pasukan Adipati Kerajaan Buleleng, Gusti Ketut Jelantik, di benteng Jagaraga, pada 9 Juni 1848, pasukan Belanda memang kalah, namun tak sampai kehilangan panglima perang berpangkat jenderal. Tapi, di sepanjang hutan ilalang Gua Lawah-Kusamba ini, Belanda malah ditekuk keok sekaligus dipermalukan dalam strategi perang serangan fajar yang mendadak, mengejutkan. Pasukan Belanda makesiab— dan berbalik arah mundur ke Padangbai. Dan, bagi perlawanan putra-putri Nusantara Raya, peristiwa kemenangan ini sepatutnya dimaknai sebagai momentum kebangkitan monumental. Andaikan generasi Bali maupun putra-putri Nusantara Raya berikutnya sadar dan bisa menghargai sejarah kemenangan itu, punya jati diri menghormati kemenangan tinimbang membanggakan kekalahan, maka peristiwa 25 Mei yang dua tahun lagi genap 17 dasawarsa itu amat sangat layak dikenang. Diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Inilah Kebangkitan Pertama—itu kalau memang merasa rishi menggunakan istilah Hari Kemenangan! Di bulan Mei pula, 59 tahun kemudian, tepatnya pada Rabu Pon, Watugunung, putra-

putra intelektual Nusantara Raya yang sedang studi kedokteran di STOVIA, setelah mendengar paparan gagasan dr. Soetomo, akhirnya bersepakat mendirikan organisasi bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Nama yang dipilih adalah Budi Utama—dengan Ejaan van Ophuijsen disuratkan Boedi Oetomo. Setahun lagi, peristiwa monumental yang diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional ini, akan genap berusia 11 dasawarsa. Hampir 15 dasawarsa setelah Hari Kemenangan Perang Kusamba itu, putra-putri Nusantara Raya kembali menemukan momentum di lahan sejarah dengan Gerakan Reformasi menumbangkan otoritarian Soeharto. Tepatnya pada Kamis Umanis, Pahang, 21 Mei 1998, setelah melewati goro-goro berdarah di Ibukota, Jakarta, dengan sesama anak bangsa dan setanah-air. Hari Kemenangan Perang Kusamba itu nyata senyata-nyatanya terjadi dan diraih. Kemenangan taktik dan strategi perang di bawah Raja Putri Anak Agung Istri Kanya ini bukan lagi wacana, apalagi sekadar gagasan sebagaimana dipaparkan Soetomo. Bukan pula melawan putra-putri sebangsa setanah-air. Kemenangan Perang Kusamba itu aksi yang telah membuahkan hasil gemilang—walaupun pada 10 Juni 1849, pukul 10 pagi, kemenangan itu direbut oleh Belanda. Tapi, tidakkah Anak Agung Istri Kanya yang memang pelakon susastra dalam kehidupan itu sesejati-sejatinyalah telah mendayabudikan “Budi Utama” itu di tanah Bumi Pertiwi Nusantara Raya ini? Di tengah kegelapan yang kian dalam dibetot sentimen SARA belakangan ini, betapa terasa benar bangsa ini sedang mengalami musibah krisis superserius “Budi Utama” sebagaimana diteladankan nyata oleh Anak Agung Istri Kanya di ujung timur Klungkung ini. Begitu terpukau mangap pada gagasan, wacana tokoh mimbar, tinimbang menerima hasil kerja perjuangan yang sudah nyata wujudnya. lnirta ks

Catatan Lepas

Mempertimbangkan Budaya Politik… Ketika itu saya masih sangat muda. Saya bersahabat dengan seorang pemuda dari sebuah desa di pedalaman Mojokerto, Jawa Timur. Kejadiannya sekitar tahun 1970-an. Mungkin karena saya sering ikut lomba baca puisi, atau karena teman tadi melihat kemampuan saya cuap-cuap di corong pengeras suara, maka saat liburan ia mengajak saya ke kampungnya, membantu seorang kandidat kepala desa yang didukung oleh keluarganya. Saya pun dilibatkan dalam kampanye keliling desa menggunakan delman, membaca teks yang telah dipersiapkan secara berulangulang menggunakan pengeras suara yang

sangat sering menguing memekakkan kepala. Ada tiga calon kepala desa. Salah seorang dari mereka dikenal kaya raya. Karena itu ia tidak pernah segan menyebarkan beras, baju, dan berbagai pemberian lainnya. Seluruh warga menerima pemberian itu dengan senang hati. Calon kedua adalah kepala desa lama yang mencalonkan diri kembali. Sebutlah petahana. Ia membagikan sapi gemuk kepada setiap lingkungan dan berjanji akan memberikan sapi itu jika terpilih. Tetapi akan menariknya kembali jika tidak terpilih. Masyarakat juga manggut-manggut saja. Calon ketiga,

lStop PRESS Akal BUDI Bahasa AKAR Budaya….

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta-2017 lNgampoeng SENI Ulangtahun JKP-109 KAMIS Kliwon 25 Mei – Jumat UMANIS 26 Mei, Sabtu PAING 27 Mei – MINGGU Pon 28 Mei, Senin WAGE 29 Mei 2017 (LIMA (5) Malam

MENGUKUR -2017, MEMBENTANG – 2018 lSembilan (9) Prosa PLUS Sembilan (9) Sajak

ZINDA Ruud Purnama, IA Wayan Sugiantari, Ayu Ratna Budhiarti, IGA Komang Wiliani, Made Edy Arudi, Santiasa Putu Putra, Moch Satrio Welang, Surya AR Gemilang, DI ATAS Kertas sementara ini sangat berpeluang memasuki ARENA Partai SoloRun-2017 – 2018. Siapkan PASfoto bebas + Adat plus biografi singkat tapi jelas. Makin banyak karya prosa dan sajak TERSELEKSI yang Anda kirim YANG PALING MAKSIMAL jelas-jelas tak perlu antre LANGSUNG menggebrak.

lRoad to 230 jears old Denpasart !!!

l Membaca Negeri di Cermin Mahabharata (10)

SHAKUNI namanya. Otaknya cerdas, cemerlang. Jago strategi sekaligus penghasut jempolan. Dia lihai, licin, licik, sekaligus sabar melangkah setahap demi setahap buat mencapai yang diinginkannya. Dia juga memiliki semangat pantang menyerah yang luar biasa hebat: tak bakalan berhenti, apalagi mundur, sebelum tujuan serta cita-citanya tercapai. Shakuni menjadi sosok paradoksal: nyaris sempurna dalam perspektif amoral, sekaligus dina dari perspektif moralitas hidup bersama. Shakuni itu bukan rakyat jelata: dia putra mahkota Kerajaan Gandhara. Setelah ayahnya, Subala, dikalahkan Bhisma, dia pun naik tahta menjadi raja negeri Gandhara. Kakaknya, Gandhari, dipaksa Bhisma menjadi istri Drstharastra yang buta. Sakhuni pun dendam tak alang kepalang kepada Bhisma. Dendam itu kian membuncah-buncah manakala Gandhari lantas berikrar menutup matanya sepanjang hayat, sebagai bentuk tapa dan setianya kepada sang sumi yang buta sejak lahir. Tahu diri tak bakalan bisa menaklukkan Bhisma lewat adu kuat militer, apalagi kedigjayaan, Sakhuni pun bertekad bulat meremukkan hati sang Putra Gangga itu, sekaligus menghancurkan Hastinapura, negeri kebanggaan Bhisma. Itu saja tak cukup: Shakuni sekaligus ingin melenyapkan seluruh keturunan Kuru yang sangat dicintai Bhisma. Buat mewujudkan impian besarnya itu, Raja Gandara ini pun rela meninggalkan negeri dan rakyatnya: dia memilih mendampingi sang kakak ke Hastinapura. Tanpa jabatan dan tanpa kekuasaan pun dia rela, asalkan ada di pusat kekuasaan di keraton, menjadi lingkaran terdalam sang Raja Drstharasta. Dengan begitu dia bisa “mencuci otak” sang Raja dengan menyusupkan tiada henti pemikiran-pemikirannya, hasutan-hasutannya. Putra Subala ini bahkan begitu leluasa ikut nimbrung berargumentasi dalam rapat-rapat paripurna istana, dengan penalaran-penalarannya yang gemilang untuk membenarkan niat culas nan durjananya. Suka ngeles dan plin-plan omongan maupun tindakan itu sudah pasti. Demi mewujudkan impiannya, dia pun terbiasa pongah juari, tebal muka, bahkan muka tembok terhadap cemooh, cibiran, maupun hardikan orang lain: yang penting, kepentingan dia menang atau dimenangkan. Titik! Agenda utamanya bulat tunggal: menguasai negeri Hastinapura dengan menjadikan kroni-kroninya sebagai penguasa nan leluasa di segala lini kehidupan. Bila ini tak tercapai, exit strategy-nya pun tunggal pula: hancurkan seluruh negeri Hartinapura, beserta keturunannya. ldeprabas masih tergolong muda, memiliki pemahaman agama yang luas, memiliki banyak pengalaman di berbagai organisasi, beristrikan seorang perempuan desa yang cantik dan santun dan baru dikaruniai seorang bayi mungil. Calon terakhir ini tak punya uang. Ia rajin mengunjungi penduduk dan berbincang dengan mereka. Anehnya, justru masyarakatlah yang menyediakan kopi dan penganan di setiap kunjungannya. Singkat cerita, hari pemilihan tiba. Hampir 90% masyarakat datang memberi suara. Dan pemenangnya adalah si muda yang tidak mampu menebar buah tangan kepada penduduk. Saat itu, saya yang masih sangat muda mulai mengerti bahwa pemilih cerdas mampu berpikir sangat jitu: mau money politik, silakan. Soal pilihan adalah hal lain. Lalu ingatan saya melompat ke Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali. Hingga sekitar tahun 80-an, di desa yang dihuni masyarakat muslim dan hindu itu punya tradisi “memimpin secara bergantian.” Jika periode ini orang hindu menhjabat kepala desa, maka periode berikutnya dipastikan perbekel dijabat orang islam. Wakilnya dijabat oleh orang yang berbeda agama. Caranya, dalam satu pereode pemilihan, jika giliran orang islam, maka seluruh calonnya hanya terdiri dari orang Islam. Sedangkan calon wakilnya beragama hindu. Begitu juga sebaliknya. Tapi tradisi indah itu kini berganti dengan gaya pemilihan biasa. Calonnya bisa siapa saja, beragama apa saja. Komitmen untuk bergantian jadi perbekel itu tidak ada lagi. Kini kita bisa bertanya kepada orangorang tua di desa itu, bagaimana efek tradisi “bergantian” sebelum tahun 1980-an itu. Ada banyak tradisi berdemokrasi dalam masyarakat. Kita bisa belajar dari kebiasaan masyarakat memilih kelian banjar, kelian subak, dll. Sangat mungkin kita menjadikan kearifan itu sebagai referensi dalam menata sistem perpolitikan kita yang banyak mendatangkan ketidakpuasan. lKetut Syahruwardi Abbas

dalamnya, meskipun andaikan aku memeluk agama yang tidak begitu disukai. Atau aku tidak sama dengan siapapun. Atau tidak bertempat tinggal di koordinat nilai manapun. Bahkan aku dilindungi oleh Bhinneka Tunggal Ika meskipun andaikan aku hanya seonggok batu, sehelai daun, setetes embun, Jin, Setan, Hantu, air ataupun angin. 9.

Aku bersyukur saudara-saudara Berjaya dengan kariernya masing-masing, duduk di kursi-kursi sejarah. Mareka adalah perjuanpejuang nasional dan patriot-patriot bangsa. Sementara skala perjuanganklu sangat sempit dan di dataran yang rendah, hanya berkaitan dengan sejumlah orang di seputarku. Aku mewajibkau diriku sekedar untuk mampu membersarkan hati siapapun di sekitarku, menjadi ruang kemerdekaan dari mereka, menyebarkan rasa nyaman dan teduh, bersama-sama berlatih untuk memiliki mental, akal dan batin yang tidak keder atau guncang ditimpa oleh keadaan masam apapun. 10. Hatiku berbinar-binar menyaksikan saudarasaudaraku hidup kokoh dengan kebenarannya masing-masing. Sementara aku mengalami Bumi adalah suatu tempat di mana kebenaran kabur wajahnya. Dunia adalah suatu bangunan kimia nilai di mana kebenaran bisa berwajah kebatilan, dan kebatilan sangat mudah menyamar tampil sebagai kebenaran. Di Dunia ini Sorga seseorang adalah Neraka bagi lainnya, sehingga batal fungsinya sebagai Sorga. Maka tak pernah berani aku mensorgakan diriku, karena khawatir menerakakan orang lainnya. Yang bernai kulakukan hanyalah sedikit

mencipratkan komponen-komponen kecil yang membuat orang di sekitarku merasakan Sorga Dunia dan bergerak menuju Sorga Sejati. 11. Lega hatiku saudara-saudaraku meneguhkan keyakinan bahwa ‘’Ini Negara Pancasila, bukan Negara Agama’’, ‘’Ini Indonesia, bukan Jawa, Batak, Bugis, Sunda Atau Madura’’. Berdebar hatiku menantikan jalannya zaman di mana Indonesia akan menguburkan Agama, menumpas Jawa dan Bukan-bukan lainnya. Kusimpan di lubuk hati keberan yang kudapatkan, bahwa Indonesia itu ya Bugis ya Tolaki ya Dayak dan semua kandungan sejarah yang membuah Indonesia ada. Bahwa Pancasila itu ya Hindu ya Budha ya Gatoloco ya Darmogandhul ya Islam ya Kristen dan semua yang menjadi sumber nilai sehingga Pancasila menjadi wujud nyata. 12. Aku persembahkan seribu lilin cinta kepada bangsa Indonesia di seluruh Nusantara. Aku sangat mencintai kalian, bukan sekedar cinta. Cinta hanya kondisi batin, tetapi Mencintai adalah komitmen, pembuktian dalam kerja, serta ketulusan dan kesetiaan. Jika kalian bergembira, aku meneteskan airmata bahagia. Apabila kalian menderita, sangat berat menusuk hatiku dan seluruh jiwaku dipenuhi rasa tidak tega. Sedemikian tunainya cintaku kepadamu, sehingga jika kalian sakit, aku tak berani mengemukakannya, sebab kawatir membuatmu lebih terluka. Yogya ,19 Mei 2017 Emha Ainun Nadjib

Shakuni: Arsitek Utama Perang Saudara l Membaca Negeri di Cermin Mahabharata (11)

AMBISI utopis dendam Shakuni menemukan jalan terangnya untuk terwujud setelah sang kakak, Gandhari, memiliki 100 keturunan—yang dinamakan Kaurawa. Dia tak balik ke negeri asalnya, Gandhara, buat menikmati kenyamanan hidup dengan pelayanan sebagai raja. Dia justru memilih setia menjadi pengasuh 100 keponakannya, membentuk watak mereka sebagaimana dikehendaki buat mewujudkan utopianya. Shakuni bahkan setia menemani dan mengantarkan 100 Kaurawa ini hingga menemui akhir hayat mereka masing-masing. AMBISI utopis dendam Shakuni tersemai sempurna pada lahan subur bernama Duryodhana, si sulung Kaurawa, yang memang ambisius dan tak sabaran. Juga pada Dushasana, adik Duryodhana. Shakuni-lah mentor kelas wahid dalam penjungkirbalikan moralitas, demi mencapai tujuan. Dia mematutkan segala cara, segala jalan, segala upaya sepanjang bisa mengantarkan sampai di tujuan. Tipuan, fitnah, bohong, olok-olok, hasutan, omongan keras dan kasar, apalagi sekadar berpura-pura baik dengan memberi wilayah kekuasaan kepada Karna, menjamu Raja Salya, semua serba diperbolehkan. Tak berhenti sekadar di pikiran dan omongan, bahkan tindakan meracun Bima, menjebak dengan istana kardus lalu membakar hangus Pandawa pun dilakukan dengan enteng. Tak ada beban rasa bersalah, apalagi berdosa. Tak kurang daripada

mengeroyok Abhimanyu yang tak sesuai protokol perang pun dibenar-benarkan, demi meraih kemenangan. Meskipun sering gagal dalam berbagai trik muslihat jahatnya melawan Pandawa, toh ia tidak pernah gentar, apalagi kehilangan kepercayaan diri pada kemampuannya menghancurkan riwayat keturunan Kuru beserta kerajaan Hastinapura. Tak terbantahkan lagi, paman Kaurawa inilah arsitek utama perang saudara sesama keturunan Kuru. Andaikan tak ada Shakuni di pihak Kaurawa, boleh jadi Bharatayuddha urung. Hastinapura pun tak perlu hancur. Sang pahlawan legendaris Bhisma paham itu, tapi memilih diam, tak menggebuk Shakuni. Sang bijak Widura pun tahu itu, tapi tak mau sekaligus tak berani membuka terang benderang kepada publik rakyat maupun sang Raja Hastinapura. Krepa Acharya sebagai penasihat kerajaan juga tak berdaya dengan ulah culas Shakuni. Pembiaran, entah karena alasan ewuh pakewuh, ngekoh, tak enak hati, tak ingin rebut, mengalah, dan seterusnya, sepanjang diam, tidak menghentikan, maka itu sama saja artinya dengan merestui, bahkan menyetujui kehancuran terjadi. Sikap ragu, baik hati, dan mengalah, bagi Shakuni adalah jalan tol menguasai, lalu menghabisi semua yang tak sepaham dengan dia dan kroninya. ldeprabas

Catatan Lepas

Mempertimbangkan Budaya Belajar… Saya pernah –dengan sangat serius—bertanya, dengan cara apakah orang Bali mengajarkan agama kepada masyarakat? Sebab tradisi pengajian, ceramah agama, pesantren (apa lagi), tidak kita temukan dalam tradisi masyarakat Bali. Kalau pun kini muncul banyak sekali dharma wacana (terutama di televisi), maka hal itu muncul belakangan. Orang Bali memberi pendidikan kepada masyarakat mengenai agama, etika, moral, tata kehidupan, bahkan mengenai kehidupan di alam setelah kematian, dilakukan melalui –entas kesenian. Hanya lingkungan kecil masyarakat elit yang memiliki kebiasaan belajar dari membaca (lontar dan sumber-sumber lateratur lainnya). Pertunjukan kesenian sejenis arja, bondres, sendratari, drama gong, atau bentuk-bentuk kesenian lainnya, bukan hanya menyajikan cerita-cerita kosong. Selalu ada pesan moral di balik hampir semua cerita yang disajikan. Tak jarang juga, di sela-sela cerita, muncul ujar-ujar moral, etika, agama, yang disampaikan dengan cara yang angat tidak menggurui. Ujar-ujar itu disampaikan –misalnya-- melalui humor atau dialog-dialog sehari-hari yang jauh dari kesan menggurui. Kita pun bisa melihat, melalui pendidikan seperti itu, masyarakat Bali terkenal jujur. Jarang sekali kita mendengar cerita tentang pencurian, perampokan, penipuan. Bahkan hingga tahun 1980-an kita masih

terlalu sering mendengar puja-puji tentang masyarakat Bali yang sangat religius. Kondisi itu tentu juga ditunjang oleh kondisi sosio kultural masyarakat yang belum banyak dipengaruhi pikiranpikiran yang berasal dari luar Bali. Masayarakat Bali –saat itu—belum banyak dipengaruhi keserakahan ala kapitalisme. Masyarakat Bali masih bahagia berada dalam kesederhanaan bertani. Tapi sangatlah penting kita memahami bahwa selama ratusan (mungkin ribuan) tahun orang Bali dididik dengan kesenian yang tidak hanya “membelai” otak mereka, tetapi juga mengisi batin. Maka sangatlah mengherankan jika kini pemerintah tidak dengan sangat bersungguh-sungguh membangun berbagai perkumpulan dan sekehe kesenian (dalam bentuk apa pun, tradisional maupun modern). Di sisi lain, para seniman juga harus mulai berpikir untuk membangun berbagai pertunjukan yang memberi ruang bagi pendidikan kepada penontonnya, tanpa harus menjadikannya sebagai propaganda atau terkesan menggurui. Tentu saja ini tidak harus diartikan sebagai upaya untuk memberangus keinginan untuk berekspresi melalui kesenian murni. Saya rasa, seniman pun memiliki tanggung jawab yang sama dengan lapisan masyarakat lainnya untuk mendidik masyarakat. lKetut Syahruwardi Abbas

Tentang Chato yang Memasak Cerita Moyangnya Dari rambut gimbal yang berbelit hingga ke para-para di tengkukmu, kau babar kisah tentang kerajaan lapar di belantara raya. Begitu satu kisah usai, menyembul kisah lain dari sela pilin-pilin itu. Semua punya pesona. Tinggal telingamulah lebih cinta yang mana. Pagi tadi, entah cerita keberapa, kau kisahkan tentang tepung yang lahir dari akar yang bertapa dari titik hingga perkasa. Sepanjang perjalanan waktu itu dia turut bergotong-royong menggemburkan tanah, mendirikan pilar-pilar, menghela udara, membiakman dan mengangon ulat-ulat, hingga membebat pori-pori yang rindu. Tak ada auman yang mengejutkan bara api sehingga racikan matang mendahului waktu. Tak ada oak belalai yang melecut atau membelit mereka yang lalai. Semua berjalan sesuai irama, lengking purba, dan tabuhan tifa. Beralas permadani hijau yang dirajut dari dedaunan, kau gelar yang semula bubuk dan kini mengental. Di tengahnya irisan-irisan masa remaja yang ranum. Ditabur begitu saja tanpa pola. Di sela-selanya, barisan pengurai yang

telah tambun dan siap balik mengurai diri sendiri di lidah penjelajah. Iring-iringan rasa asin dari garam pegunungan pun menyemarakkan cita-rasanya. Semua itu telah matang dari peraman sepasang batu cembung yang dibentuk berabad-abad di lorong-lorong mitos. Kini cerita itu menjelajah lima benua. Menyapa rasa lapar yang beraneka. Di antaranya pilih-pilih mangsa juga masa bersantap. Aku merekam setiap geraknya. Dari tapak ke tapak. Sehingga kutahu setiap aromanya, mentah, alum, matang, atau gosong. Kudapati tak semata rasa lapar dan penawarnya yang kau babar. Tapi kisah perjalanan nenek moyanglah. Bagaimana air menjadi pohon dan kemudian menangkap dan menahan air kembali karena rindu. Kerna kini sepatu boot, kadang bersama sepatu lars, berpayung topi keras menginjak benih dan alur, maka kau pun bicara. Apa pun, pastilah cerita panjangmu punya makna. Sejarah yang melingkarlingkar pasti akan mempertemukannya pada masa yang tepat. lSuksma Ning Laksmi


DAERAH

16

Minggu Umanis, 21 Mei 2017

Geliatkan Sektor Pertanian

FIGUR

Siswa Menginap di Sekolah

DI Bali belum ada siswa yang sampai ditanggung sekolah secara penuh. Namun, ide Kepala SMP PGRI 5 Denpasar, Dr. I Wayan Wirasa, M.M., M.Si., awalnya disebut ide gila namun benar-benar prorakyat miskin. Dikatakan gila karena tak ada sekolah swasta yang sampai menanggung biaya penginapan siswanya di sekolah, namun mampu dijalankan oleh Wayan Wirasa. Syaratnya, mereka adalah siswa dari KK miskin dan berprestasi. Tiap tahun, Wayan Wirasa menampung siswa bernasib kurang baik secara ekonomi untuk menjadikan sekolahnya sebagai rumah pribadinya. Sekolah tak hanya membantu perumahan, juga diberi dan dijamin konsumsinya tiap hari. Yang jelas, semua biaya pendidikan dan buku siswa tak mampu ini juga ditanggung penuh oleh sekolah. Nyatanya, Wayan Wirasa tiap tahun menampung 2-4 siswa KK miskin namun berprestasi. Mereka disiapkan tempat tidur khusus di sekolah, bahkan model ini membuat siswa tersebut mampu meningkatkan prestasinya. ‘’Dengan demikian, SMP PGRI 5 Denpasar juga ikut menyelamatkan nasib anak bangsa,’’ tegasnya Jumat (19/5). Ide lainnya, Wirasa menerapkan aturan baru yang mewajibkan siswa kelas IX yang lulus mengumpulkan baju seragam sekolah saat mengambil ijazah. Mereka yang tak mengumpulkan wajib membawa surat keterangan dari orangtuanya. Cara ini dilakukan untuk menghindari aksi corat-coret baju sekolah tapi disumbangkan untuk panti asuhan. (sue)

Terapkan Teknologi Pascapanen

Singaraja (Bali Post) Sektor pertanian di Kabupaten Buleleng sangat besar. Sesuai wacana, pada 2018 itu akan menjadi fokus utama pemkab untuk mendapat perhatian lebih maksimal. Mendukung hal tersebut, rencana penerapan teknologi pascapanen pun digulirkan. Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.O.G. mengungkapkan teknologi pascapanen sangat perlu diterapkan di Bumi Panji Sakti. Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk memberikan nilai tambah pada pendapatan petani yang nantinya bermuara pada peningkatan kesejahteraan. Mewujudkan itu, pihaknya sudah berkonsultasi ke Badan Tenaga Nuklir Nasional beberapa waktu lalu. “Sesuai konsultasi, hasil pertanian dan perkebunan bisa disentuh dengan teknologi e radiasi gamma. Itu mampu menghilangkan bakteri sehingga bisa bertahan lebih lama,” ujarnya belum lama ini. Anggaran pembangunan teknologi itu, diakui memang tergolong tinggi. Namun, fungsinya diyakini akan mampu memberikan dampak positif dalam jangka panjang. “Anggaran agak tinggi. Tapi karena penting untuk petani, akan kami bicarakan dengan DPR,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Putu Mangku Budiasa, mengatakan sektor pertanian sudah sepantasnya mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah Kabupaten, baik dari hulu

hingga hilir, mengingat potensinya sangat besar dan salah satunya pertanian buah. Penerapan teknologi pascapanen bisa dijadikan salah satu alternatif upaya untuk menggeliatkan sektor ini terlebih saat panen raya tiba. Akan tetapi teknologi ini perlu dikaji secara cermat. Jangan sampai biaya yang dikeluarkan cukup besar tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan. “Secara prinsip kami sepakat dengan eksekutif untuk menggarap sektor pertanian dengan penerapan teknologi. Tetapi itu perlu dikaji secara cermat. Kalau misal anggaran besar, hasil bagus, kami pasti dukung,” tegasnya. Penerapan teknologi pascapanen, sambung wakil rakyat asal Desa Selat, Sukasada ini harus diimbangi perhatian terhadap sektor hulu oleh pemerintah. Sarana prasaran pertanian harus memadai. Demikian juga dengan ketersediaan bibit dan pengolahan lahan harus bisa berjalan secara berkesinambungan. “Sektor hulu dan hilir harus sejalan. Sarana pertanian, ketersediaan bibit, harus diperhatikan. Tidak bisa jalan satusatu,” ungkapnya. (sos)

BPM/dok

PETANI - Petani anggur di Buleleng. Rencana penerapan teknologi pascapanen digulirkan yang dikatakan bisa menghilangkan bakteri sehingga hasil panen bisa bertahan lebih lama.

AHASS Bali Berikan ’’Discount’’ Khusus di Hari Kebangkitan Nasional

BPM/ist

PUJAWALI - Suasana pujawali di KJL Natar Sari, Sabtu kemarin.

’’Pujawali’’ di Pura Natar Sari

Puluhan Barong ”Rawuh” Tabanan (Bali Post) – Pujawali di Kahyangan Jagat Luhur Natar Sari (KJLN) Apuan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, berlangsung Sabtu (20/5) kemarin. Puluhan tapakan Ratu Gde atau Barong yang merupakan sungsungan umat Hindu di sejumlah kabupaten di Bali, rawuh pada puncak pujawali yang bertepatan dengan Tumpek Krulut tersebut. Pujawali kali ini tidak diawali dengan prosesi ngunya. Namun, seperti biasa tapakan Ida Batara Nawa Sanga kairing melasti ke Segara Batu Bolong Canggu, Rabu (17/5) lalu. Puncak pujawali berlangsung tengah malam, kapuput pemangku Pura Natar Sari,

Jro Mangku Mastrum, beserta pemangku kahyangan tiga dan pemangku tapakan Ratu Gde yang rawuh. Manggala karya I Ketut Wardana, penyarikan karya I Made Cendoarsa, penyarikan Pura Kahyangan Jagat Natar Sari I Wayan Subandi, dan Bendesa Pakraman Apuan I Ketut Cakra mengatakan, pada puncak karya digelar prosesi katuran tengah malam. Dalam prosesi itu Ida Batara dipersembahkan upakara panyejeg buwana. Dalam prosesi katuran itu umat mohon ke hadapan Ida Batara (Tuhan Yang Mahakuasa) agar buwana alit lan buwana agung diberkati kerahayuan. (kmb)

BPM/dok

DESA WISATA - Desa wisata Penglipuran yang keberadaannya sudah terkenal di Bali.

Puluhan Desa Wisata di Bali Siap Terima Wisatawan

Denpasar (Bali Post) Bali memiliki banyak potensi desa yang bisa dikembangkan menjadi desa wisata. Namun tidak semua desa dijadikan desa wisata karena perlu keseimbangan untuk menjadikan desa mengembangkan potensi lain seperti pertanian atau sektor lainnya. Desa wisata terbagi menjadi tiga berdasarkan pengelolaannya yaitu desa wisata dikelola perorangan, kelompok dan desa itu sendiri. Dari target 100 desa wisata yang ingin dicapai pemerintah provinsi, baru 36 desa wisata yang dikelola desa yang memiliki SK dari pemerintah. “Hampir semua desa bisa dikembangkan menjadi desa wisata. Tapi tidak semua dijadikan desa wisata, karena kalau semua, Bali akan hancur,” kata Mendra Astawa, Ketua Forkom Desa Wisata (Dewi), Jumat (19/5). Pemerintah membentuk desa wisata bertujuan untuk membagi “kue” pariwisata kepada masyarakat. Kesiapan desa wisata dari sisi hospitality maupun SDM diklaim siap. Karena Bali telah memiliki basic pariwisata sebelumnya. Namun, pembinaan terus dilakukan termasuk menyelenggarakan awarding untuk memberikan apresiasi desa atas kesiapannya menjadi desa wisata. Awarding akan dilaksanakan pada 26 Mei nanti karena juri telah melakukan penilaian sejak awal Mei. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, A.A. Gede Yuniartha Putra, mengatakan, untuk mengembangkan desa wisata di Bali, target pemerintah pusat yang membangun 20.000 homestay tidak menjadi kendala di Bali. “Kalau di Bali tidak menjadi masalah tentang homestay ini karena sudah banyak homestay yang bertebaran di kabupaten/kota di sekitar Bali,” ujaranya. Provinsi Bali yang sedang mengembangkan 100 desa wisata hingga 2018 itu tidak menargetkan pembangunan homestay. “Karena kita ketahui hotel, homestay sudah cukup banyak di Bali,” imbuhnya. (kmb42)

DENPASAR- Astra Motor Bali bersama Jaringan bengkel resmi sepeda motor Honda tidak henti-hentinya meningkatkan layanan kepada konsumennya. Untuk memperingati hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional 2017, program istimewa diberikan kepada konsumen-konsumen Honda. Salah satunya dengan memberikan keringanan kepada konsumen khususnya bagi pelajar, mahasiswa/mahasiswi dan guru/dosen. Program yang ditawarkan berupa diskon 20 % untuk jasa service, cukup dengan menunjukkan kartu pelajar atau menunjukkan KTP untuk identitas pekerjaan, maka konsumen dapat menikmati fasilitas program ini. Program ini

mulai berlaku 20–22 Mei 2017 di seluruh Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) Bali. “Program ini merupakan bentuk apresiasi kepada konsumen Honda agar konsumen semakin mau merawat kendaraannya di AHASS sehingga lebih awet, dan harapannya dengan kondisi kendaraan yang terawat, aman dan baik, dapat menemani aktivitas sehari-hari untuk ke sekolah dan kampus, ungkap Manager Tehnical Service Depart Astra Motor Bali. Program ini merupakan bagian dari kampanye Astra Motor 2017 bertajuk ”Ayo Ke AHASS”, yang diperkenalkan di seluruh wilayah Main Dealer Astra Motor pada awal April lalu. Dengan

kampanye tersebut, berbagai program spesial ditawarkan untuk mengajak konsumen menjaga kondisi sepeda motor Honda-nya di AHASS terdekat, imbuhnya Untuk kenyamanan dan kualitas service di AHASS, seluruh jaringan bengkel resmi wilayah Bali telah menyiapkan tenaga mekanik tersertifikasi, peralatan bengkel yang lengkap & standar, serta hasil kerja berkualitas. Sedangkan untuk fasilitas di AHASS telah dilengkapi dengan ruang tunggu nyaman, kejelasan sistem antrean, ada estimasi waktu pengerjaan dan estimasi biaya, serta tersedia booking sistem. Tidak diragukan lagi di AHASS selalu menyediakan sparepart asli Honda Genuine Part,

dijamin dengan garansi service. Saat ini, jumlah AHASS yang tersebar di wilayah Bali sebanyak 149 jaringan yang akan siap melayani

konsumen untuk perawatan sepeda motor Honda. Diharapkan dengan program ini seluruh konsumen merasa semakin untung memakai sepeda motor Honda. (bns)

PROGRAM - Program AHASS mulai berlaku 20 – 22 Mei 2017 di seluruh Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) Bali.

Klinik Jnana Marga

”Tugas Pria Puaskan Wanita” BAGI pria, seks adalah kegiatan yang harus dinikmati dan kuasai. Selain untuk kepuasan dan kenikmatan diri, pria juga sadar akan tugas mereka untuk memuaskan wanita. Hubungan seksual yang berhasil antara suami dan istri adalah saling memberi dan menerima kenikmatan dan kepuasan. Saat pasangan mereka tidak puas, mereka akan merasa gagal. Salah satu syarat untuk mendapatkan sebuah hubungan seksual yang memuaskan adalah kemampuan laki – laki untuk berereksi, demikian dikatakan Grand Master Metafisika Indonesia Bali dan ahli seksual, sekaligus therapist Klinik Jnana Marga I Nengah Edy Warsita. Dari berbagai studi yang dilakukan para ahli, untuk bisa berereksi dengan keras penis membutuhkan aliran darah keluar masuk dengan lancar. Hal itu terjadi apabila ada koordinasi yang tepat antara sistem saraf, hormon, dan or-

gan tubuh lainnya. Disfungsi ereksi maupun orgasme yang terlalu cepat menjadi problem tersendiri bagi pria. Faktor psikologis paling banyak dicurigai menjadi penyebab utama dari disfungsi ereksi (impotensi). Namun untuk

penanganan secara tepat tentu harus dicari dulu penyebab pastinya. Apakah memang psikologis, gangguan organ atau karena tindakan medis. Sebagian pria yang pernah mengalami gagal ereksi/disfungsi ereksi (impotensi), se-

lanjutnya akan selalu merasa cemas dan ketakutan saat melakukan hubungan intim. Akan selalu muncul pertanyaan, “mampukah saya?” Begitu seterusnya. Hingga pikiran–pikiran tersebut tersimpan di alam bawah sadar. Yang kemudian akan diikuti dengan munculnya pikiran– pikiran negatif lainnya. Untuk kasus seperti ini, Owner Klinik Jnana Marga dan Training Centre Metafisika Indonesia Bali yang beralamat di Jalan Gatot Subroto I Gang Jnana (1 Km arah utara Apotek Anugrah) Denpasar, telp. 085102111600 akan melakukan penyembuhan secara menyeluruh. Artinya harus dilakukan penyembuhan secara fisik dan psikis. Langkah pertama adalah mengubah dan memperbaiki mindset si pasien. Baru kemudian diikuti penyembuhan secara fisik. Dalam melakukan penyembuhan penyakit atau masalah–masalah seksual

STIMI HANDAYANI - Ketua Yayasan Pendidikan STIMI Handayani, Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. bersama Doni Wijaya, juara 1 Putra Kampus Ajeg Bali 2017 dan Dosen serta beberapa Mahasiswa STIMI Handayani Denpasar.

Denpasar (Bali Post) Mahasiswa STIMI Handayani Denpasar, Doni Wijaya, berhasil menjuarai ajang Pemilihan Putra-putri Kampus Ajeg Bali 2017, menyisihkan para finalis lainnya dari berbagai perguruan tinggi seluruh Bali dalam Grand Final Pemilihan Putra-putri Kampus Ajeg Bali 2017, Minggu (14/5) lalu. Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar, Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H., menyatakan bahwa pihak Kampus STIMI Handayani Denpasar sangat mendorong

dan mendukung potensi mahasiswa STIMI Handayani untuk bisa menunjukkan potensi dan kualitas mereka sebagai generasi penerus yang berkualitas. Sekaligus menjadi representasi dari citra para mahasiswa STIMI Handayani kepada publik dan masyarakat luas, tentang bagaimana kualitas para Mahasiswa Handayani. Yang lebih membanggakan adalah bahwa ini merupakan keikutsertaan pertama kali dari STIMI Handayani dalam Putra Kampus Ajeg Bali dan ternyata menjadi Juara 1. Doni Wijaya yang merupa-

I Nengah Edy Warsita

yang dihadapi pria, metode yang digunakan oleh Klinik dengan izin nomor: 448.3/3. PT.29.VI.12/DIKES ini adalah sebuah teknik pengobatan yang masih satu–satunya di dunia. Perpaduan teknik pengobatan modern dan tradisional yang disebut dengan metode Janur Sakti dan kekuatan Piramida. Menggunakan energi alam semesta yang ditransfer melalui media janur dan piramida ke dalam tubuh, dengan cara ditempel di pusar si pasien. Pengobatan ini telah terbukti membantu menyembuhkan pria dengan berbagai keluhan disfungsi seksual seperti disfungsi ereksi, ejakulasi dini, libido rendah, menyeimbangkan enegi seksual, infertilitas hingga menambah ukuran Mr. P. dan lain-lain. Klinik Jnana Marga sudah tergabung dalam Ikatan Pengobatan Tradisonal Indonesia (IPATRI). Buka senin - sabtu, pukul 10.00 – 17.00 wita. (ad1741)

kan mahasiswa semester 4 di STIMI Handayani tersebut adalah Putra pertama dari pasangan I Wayan Dwipa dan Ni Nyoman Artini, sedang menempuh kuliah S1 Ilmu Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Bisnis Pariwisata. “Saya selaku Ketua Yayasan STIMI Handayani tetap berkomitmen untuk terus mendukung potensi para mahasiswanya hingga mencapai prestasi optimal mereka di bidang akademik maupun kemahasiswaan pada umumnya,” tandas Dr. I.B. Radendra. (Ad1743)

STIMI Handayani Juara Putra Kampus Ajeg Bali 2017

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Umanis, 21 Mei 2017

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!

Informasi pasang iklan Telepon

� Tarif iklan Mini/Baris

: : : :

Rp 200.000,- (10 x tayang) Rp 50.000,- (5 x tayang) Rp 165.000,- (10 x muat) Rp 82.500,- (10 x muat)

� � � �

Jakarta Mataram Denpasar Surabaya

Dcr Waiter/ss u/Rest di Panjer Bebek Sungai Rest Looking for: Dbthkn Admin Perkantoran,Sopir Dicari PRT tidurdlm,Jl.G.Salak Dicari Waitress bisa Bhs Inggris 1.Sales Exc;2.Saos Chef (Indo/ Tehnik Sipil Hub.8463609, 08214 Gaji+Bonus Hub.081338777839 Gj.1,5jt bersih, 08129229282 Mammamia Rest, 085647119728 B.BP.001.05.17.0001703 B.BP.154.05.17.0001738 Western)Jln.Raya Campuhan Ubud 6750949 nuansabali1@yahoo.com Gj+service lgsg wawancara Dcr Waiter/ss,Cook,Admin,SMEA Dicari Segera Tenaga Marketing B.BP.001.05.17.0001589 B.BP.154.05.17.0001739 Telp.081999380156 Akuntansi,Lmrn Krm ke Jl.Danau Dcr Akunting min SMK Akun Distributor Building Material B.BP.001.05.17.0001673 Tamatan SMA Berbahasa Inggris Toba 7 Sanur Hp.081238553358 Gaji Pokok 2,5 Juta+Bonus BPJS PT.Cintya Jl.P.Moyo 66/721956 Bth:Auditor,Spv Sales,Collector Cr Sopir B1 Max 40th Lmrn B.BP.004.05.17.0001339 B.BP.004.05.17.0001668 B.BP.001.05.17.0001680 Opration Manager.Lamaran Krm Jl.Mohamad Yamin VIII-6 Cr Mekanik SpdMtr (Sistem Bagi Datang Langsung ke PT.Royal Dcri Staf Cewek 1 Orang,Krywan Dcr Bidan/Perawat Anastesi & B.BP.001.05.17.0001702 ke:bit.hrd.ga@gmail.com, Jl. Hasil,Mess+U.Mkn)081337824847 Resort International Blok F8A Dbthkan Sales Marketing Produk Instrumen OK/IKM MinD3 English Cwek/Cwok 1 Orang/0361-724526 B.BP.164.05.17.0001731 Gatsu Barat No.376 Denpasar Kuta Square WA 081999295392 B.BP.001.05.17.0001577 Aktif & Teknisi Min D3, Py Sim A Memory Card.Pria,Max.25Th.Min. 1 Tk masak,2 asisten tk masak B.BP.001.05.17.0001566 B.BP.004.05.17.0001614 Dicari Adm+Acc.Kirim CV+Foto CV rsu.balijimbaran@gmail.com SMA Fas.Gaji Pokok, Bonus wnt,gj 2jt+bns HP.087861760765 Drafter,Exp 3yr,P:082144434785 Dicari Staf Admin min SMK/SMU Dibutuhkan Waiter/Waitress Syake:info@bmmcbali.com B.BP.001.05.17.0001443 B.BP.001.05.17.0001492 Hub.08561070707 (Billy) CV:pt.inspiral@gmail.com B.BP.001.05.17.0001643 Pria/Wanita Hub.081999563380 rat:Min 21Th,bisa Bahasa Inggris Dcr Staff Delivery Laki2 di Dps Dcr Cashier,Peng,English, untuk B.BP.001.05.17.0001578 B.BP.004.05.17.0001699 LeatherAsia Bali urgent seeks: 081999575838 (WA/SMS) 1Th Pengalaman Dibidangnya Min SMA,Max 26Th,081999066554 Italian Rest H.082237492115 Dcr Dokter Umum Laki2 Sdh Looking for Assistant Manager B.BP.001.05.17.0001687 20 Sales Speak Chinese/English B.BP.001.05.17.0001365 B.BP.001.05.17.0001586 Krm Lamaran: recruitment@zenji Selesai Intership KTR U/Yayasan Perfect English, Excel, 2 Cashiers & 2 Accountants Front Office & T.Serabutan Hub. Dcr Supir utk di Kuta SIM A Dcr Tukang Bangunan & Tukang waraga.co.id/T.9809700/ Abing Full Time Senin/Jumat Gaji Kerobokan.Send CV to: Pls Call/WA 081246523605 Jln.Gadung No.81 Kreneng Dps 25-35Thn Hub.082144877778 Nego Hub.085333896666 Segera! Cat Hubungi 082145997989 Resort,Br .Kebon Tegalalang wati.indahlokakarya@gmail.com B.BP.001.05.17.0001485

B.BP.001.05.17.0001721

B.BP.001.05.17.0001594

B.BP.001.05.17.0001698

(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456

VISA

� Email: pembacabalipost@gmail.com

Dibutuhkan Mechanic Manager u/di Perusahaan Otomotif. Kirim CV ke:info@greengolfbuggy.com/ Jl.Mahendradata Selatan No.101 Dps Tlp.4717030/4717031

B.BP.145.05.17.0001609

: : : :

B.BP.001.05.17.0001591

Peluang Emas.Lowongan Kerja Sopir SIM A, Satpam belum dgn Income 500Rb-10Jt.Utk Segaberkeluarga. Lamaran ke la Umur&Semua Tingkat Pendi- Jl.Kepundung 61a Dps tlp. 247162 G.01 dikan.Kerjanya Bisa Dimanapun. Kapanpun&dalam Kondisi Apapun. Segera!Butuh Terapis Reflexi Terbatas.SMS”LKU”089685479767 di Hayam Wuruk Gj.Menarik+Bnus B.BP.004.05.17.0001701 Pratama Developer membutuhkan +Lembur+THR Telp.9002588 / 081239621123 pelaksana,StafPemasaran,Akunting dan Adm Proyek.Silahkan kirim lamaran dan CV anda ke Email:junimaryatiss@yahoo.com

B.BP.004.05.17.0001694

Surfcamp Canggu need,House keeping,cook, Both girl CV to cokolovskiy@gmail.ru B.BP.001.05.17.0001704

B.BP.001.05.17.0001674

B.BP.001.05.17.0001414

Walk interview kms & Jmt 25&26 Mei’17 Jam 10-15 Wita Marketing Condotel Legian wanita menarik, English cukup CV ke:alishahabBO@yahoo.com Hp. 081339178200 B.BP.001.05.17.0001722

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU

Terios Th’2013 Putih Samsat Baru Asli Bali Hp.08873800044

MITSUBISHI

KIA

Yaris S Limited’12 Mrh DK Bali Low KM Samsat Baru,0817555449

*****OTO 89///0811398989****** KIA Sportage AT Abu2 Metalik B.BP.164.05.17.0001730 *Pajero Dakar New’2016 Hitam** Th’2013 Matic Hub.082144732976 SUZUKI B.BP.001.05.17.0001719 B.BP.164.05.17.0001622 *Vellfire ZG Prems’2013 Putih* Djl Mobil Kia Sedona Hitam Jual Suzuki Ertiga GX’2013 HONDA *Alphard SC Prems’2014 putih** th’2004 FV Hub.087862793094 Kerobokan 165Juta Nego Djl Cpt! Honda Civic’10 1.8 AT *Mini cooper S.Turbo’2015 Red* B.BP.001.05.17.0001705 Asuransi Tlp.081558847042 PlatB 165Jt Nego!,081326001881 *FJ Cruiser Full Spec’2013 Htm B.BP.001.05.17.0001675 TOYOTA B.BP.001.05.17.0001607 *Land Cruiser ZX CBU’2011Putih Jazz RS’08 AT Silver VR17 Crom Agya G’16 putih matic,Tgn I *Avanza G A/T New’2016 Silver* DISEWAKAN VILLA 149jt H.085100856999 Pribadi KM 3030 Hp.081288982963 ****Cash/Trade In/Kredit***** B.BP.141.05.17.0001716 B.BP.001.05.17.0001713 Dswakan Vila 2Lt 2Kmr Tdr,Pool B.BP.164.05.17.0001726 Jazz’2005 asBali Manual 89jt Avanza G’13 slv AsDK Mls Spt Br 3x7 LokGWK Ungasan085100750460 Pajero Sport Dakar 4x2 A/T Trypsilver Gold istmw, 085737180911 B.BP.001.05.17.0000570 ex dokter bs Krdt 085105708484 tonic 2012 Pakai 2013,Tgn I, B.BP.164.05.17.0001729 B.BP.001.05.17.0001711 DIJUAL RUMAH Asli DK Abu Tlp.0811385410 JEEP B.BP.001.05.17.0001404 Inova G’2013 Pth Terios Wild “Jual Rmh 2Lt Taman Jimbaran Cherokee’95 kond bagus,siap TX’2013 Pth MT Hub.0817347547 Luas115m2 Hub.085100436638/1138 NISSAN pakai 128jt Nego,081337778555 B.BP.001.05.17.0001697 B.BP.004.05.17.0001618 Nissan Terano S2 2004 Hitam DIJUAL RUMAH B.BP.001.05.17.0001655 Kijang Innova’2012 asli Bali Brighton Bali Paradise/4727900 Hrg Promo 1,6M Perum Br Jl.AkaHub.081239328252 MITSUBISHI B.BP.001.05.17.0001686 183jt nego HP.081558410399 *Jual Beli Sewa KPR Properti* sia Dps08123861163,08123838674 Bus Mitsubishi Colt Diesel 136 B.BP.001.05.17.0001700 Nissan XTrail’10 2.5 CVT XT/AT B.BP.033.05.17.0001623 B.BP.001.05.17.0001725 PS Th’2008 AsBali Tgn1 21 Seat AbuTuaMet,Kond.Mls&Trwat Surat Kj Kapsul LSX 1.8 EFI slvr,Tgn I Djl Rumah baru Lt2/1 Are Renon Jual Rmh P.Ayu LT200/LB200 Lokasi Dps 310Nego,0811398082 lkp.Jl.Gadung 81, 081236964228 AsliBali Th2004, 081999925143 ling elit Jl 6 Hp.0817555444 SHM,IMB 1,6M (Nego) 08123885779 B.BP.154.05.17.0001740

DIJUAL MOBIL

SERVICE

B.BP.001.05.17.0001723

B.BP.001.05.17.0001727

BIRO JASA

BIRO JASA

RAJA BUNTU ATASI :

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.05.17.0001461

WC Garansi 1 bulan

- SALURAN AIR - WASTAFEL DLL - MAMPET - TANPA BONGKAR - TERIMA KURAS

081338013066 C.0001635-BRJ

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.05.17.0001512

Rmh Br 130/147 4KT 5KM Jl.Tk Bdng XB Renon Dps 087862045059

B.BP.001.05.17.0001683

Rmh Kost 15 Kmr (full) Utara Poltek Jimbaran 08123825010

B.BP.001.05.17.0001316

Rmh Mnmls 100/70 3KT,1KM 3500W 1Gate Cicil 6x 081239940099

B.BP.001.05.17.0001640

Rmh baru 70/106 Jl.PksAji H Wuruk Dps 08113990035 3KTdr2KMndi

Rumah 2Lt 4KT+1K.Pembantu Jl.Tunjung Sari Gg.Anggrek No.5 Gatsu Bara Hb.08123845434

B.BP.001.05.17.0001562

Dikont Rmh 3KT Fas Tlp,PAM,Listrik1300,LinkAsri 081238708613

B.BP.001.05.17.0001208

Over Kontrak Rumah Jl.Saridana VII No.8 Dps Telp.085100535516

B.BP.001.05.17.0001672

Dikont.Pencucian Mobil(ada 2 ruangan utk Kantor) Jl.Sedap Malam No.106 Dps,H:08123845434

B.BP.001.05.17.0001563

B.BP.166.05.17.0001720

Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & 130Jt/A Bs Kredit 087862450004

B.BP.001.05.17.0001307 DISEWAKAN GEDUNG Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih Rumah 2,5are Penamparan Bs TT Gedung Baru Lt III di Jl.Mh Mobil H.087860856999 Pribadi Yamin Renon @115Jt/Th/lantai PondokCitra Pmogan 08123871809 B.BP.141.05.17.0001717 B.BP.001.04.17.0001646 Hub.08123861163,08123838674 BUC Dijual Tnh 1Are Lok Jl DISEWAKAN APARTEMEN B.BP.001.05.17.0001724 Gunung Mas Pds Hb.081338792660 Apartm Dewi Sri,Kuta,SHM, 2bed, DISEWAKAN TEMPAT B.BP.001.05.17.0001676 pool,furn,10-15jt/Bl0811327845 Disewakan Tempat Usaha Luas Djl Tnh 23A Jln Induk+Thn 3A B.BP.004.05.17.0001710 Tanah 2000m2 Luas bangunan Jl.induk Buduk Hb.082147454248 DISEWAKAN RUMAH 2000m2,Lantai 2 Lokasi Jl. B.BP.164.05.17.0001728 2Lt Lux Jl.Laksmana XIIA/9 ReTeuku Umar Barat, Disebelah Djl Tnh 2A Aisis Ungasan Stranon Dps0811395051/085100805051 Depo bangunan Hub.081238331777 tegis 375jt/A Nego087862478287 B.BP.001.05.17.0001671

B.BP.169.05.17.0001684

Djl TnhSawah 10A di Penarungan 650jt,0361-488516/087761627802

DIJUAL TANAH B.BP.164.05.17.0001732 Jl 1,22A(8x15) Jl.Tk Yeh Aya uta!Djl Tnh Kav Jl.Suradipa 400jt/Are Nego H:081236360318 ma, 087861865556/081337661499

B.BP.001.05.17.0001216

B.BP.001.05.17.0001685

Djl Tnh Kav 2 A H 240 Jt/A di Baha Mengwi H.083114319186

B.BP.164.05.17.0001733

B.BP.135.05.17.0001736

Kav Sanur Akses Jalan 6m Lingk Vila Hub.081916321288 400jt/A

B.BP.001.05.17.0001677

Spr Mrh Tnh 1,2A Jl6m Hook 375 JtNg,081338658888,081999041888 B.BP.005.05.17.0001734

Tanah 10A T.Badung & Jual Ruko Lt2 Renon,Hub.081237866666

B.BP.164.05.17.0001735

Tnh 5A SHM Gn.Athena kwsn Vila &Kont.Villa+Kolam 081238145688

B.BP.154.05.17.0001737 SINGARAJA

Tnh Lok Ds Kerobokan Singaraja cck Rmh Hub.Bagus 08970883644

B.BP.001.05.17.0001714


18

REKREASI

Minggu Umanis, 21 Mei 2017

TTS Bali Post

Pertanyaan Mendatar: 1. Hilang lenyap/punah 4. Penbendaharaan kata-kata 8. Diulang: Nama kue 9. Mulai dewasa 11. Nama sebuah lukisan terkenal 14. Sial 16. Betah (Bali) 17. Penjenuhan/intensitas corak dari suatu warna 21. Poros usus/usus tebal 24. Kelompok etnis nusantara yang termasuk ke dalam Provinsi Sumatera Barat 28. Sebutan Siswa Pesantren 31. Makanan dari daging, kuah gulai, kubis 34. Hilang saat bertugas (Singkatan, Inggris) 35. Usia 37. Perkawinan diluar lingkungan kekerabatan sendiri/diluar pertalian darah 41. Salah satu bahan bakar 42. Dibalik: Perlop 43. Dewa tertinggi 44. Puisi Lara/sajak yang sedih

KANO - Wisata Kano di Danau Tamblingan.

BPM/sos

Nikmati Indahnya Danau Tamblingan dengan Bermain Kano Keindahan danau Tamblingan tak perlu diragukan lagi. Airnya jernih, lingkungannya masih sangat asri. Suasananya pun sangat tenang, tak ada hiruk pikuk. Udaranya yang sangat sejuk, sangat segar saat dihirup. Tak hanya itu, dari danau yang berlokasi di Desa Munduk, Kecamatan Banjar ini juga dapat menyaksikan matahari terbit. Sungguh sangat indah. Degradasi warna merah bersatu padu dengan warna orange kekuningan. Di sekitar danau juga ada sejumlah pura yang bangunannya sangat klasik dengan arsitektur Balinya. Segudang keunikan itu tak hanya mampu menghiptonis masyarakat lokal untuk berkunjung. Wisatawan asing dari berbagai negara juga tak mau ketinggalan. Jika ingin menjelajah menyusuri luasnya danau, tak perlu khawatir. Itu bisa dilakukan dengan naik kano yang ditawarkan sejumlah warga yang tergabung dalam sebuah kelompok pemandu wisata. Salah seorang pemandu, Ketut Toni, menuturkan wisata kano sudah ada sejak dulu. Namun, sejak beberapa bulan belakangan kian dilirik wisatawan, terutama Eropa. Apalagi saat musim libur tiba. Mereka datang silih berganti. “Untuk wisatawan asing sangat senang ke sini untuk naik kano. Berkeliling di tengah danau,” ujarnya, belum lama ini. Wisata ini pada umumnya dibuka mulai pukul 08.00 Wita hingga 15.00 Wita. Namun, jika ingin menikmati sejak pagi hari atau sore, masih tetap terlayani. Menariknya, para

pemandu ini juga siap mengantar wisatawan yang hendak prawedding. Tarif yang ditawarkan tak begitu mahal. Untuk berkeliling biasa, kisaran Rp 200 ribu dan prawedding hanya Rp 300 ribu. “Yang prawedding cukup banyak. Itu ada saat pagi hari,” tandasnya. (sos)

BPM/sos

PURA - Salah satu pura yang ada di sekitar danau Tamblingan.

2

3

4

5

6

7

8 9 11

12

10

13

14

15

16 17

18

19

24

28

29

20

21

25

30

26

31

22

23

27

32

33

34 35

36

37

38

39

40

41 42 43

SPT2017

Menurun: 1. Rapat/sidang (Bali) 2. Tempat sirih dari emas atau perak 3. Apa yang menuntut jawaban 4. Kelerek 5. Lengkap, komplet 6. Pelindung di bagian atas 7. Gigit (Bali) 10. Sejenis tari lepas bertopeng 12. Anak (Bali) 13. Beliau/nama keturunan Brahmana (Bali) 15. Masih (Bali) 17. Empat ratus (Bali) 18. Terbiasa (Bali) 19. Daun Enau (Bali) 20. Seperseratus rupiah 22. Majikan/bos 23. Lugut/selara 25. Kepercayaan akan segala sesuatu dihuni roh 26. Merek sampo 27. Imunisasi untuk memperoleh kekebalan terhadap TBC 29. Aksara-aksara suci 30. Ban (Inggris) 31. Cacing pita/Cestoda 32. Ikan Sotong 33. Nilai ebtanas murni 35. Ampas parutan kelapa (Bali) 36. Pelihara (Bali) 38. Cangklong 39. Satuan ukuran luas (Inggris) 40. Ikatan cendikiawan muslim Indonesia

1

44

KUPON TTS No.297 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 297 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 27 Mei 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 4 Juni 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 295 Mendatar: 1. Besakih 5. Gianyar 9. Enu 10. Mataram 13. Lubuk 15. Luih 16. Mekurenan 18. MIG 19. Ngiu 20. ANC 22. Sungsang 25. NPK 26. Sel 27. Antopologi 30. MMA 31. Ukir 33. Not

35. Balairung 37. Both 38. Amuba 40. Plastik 42. Nya 43. Analogi 44. Dekoder Menurun: 2. Erase 3. KOR 4. Hem 5. Guling 6. Aib 7. Yakugakko 8. Riuh 11. Adung 12. Arena

14. Uli 16. Masrum 17. Angkara 18. Munko (Oknum) 21. Caling 23. Nusantara 24. Salut 28. Trail 29. Laris 32. Ibrani 34. Ohm 36. Naive 37. Boga 39. USO 40. PAD 41. ATK

Pemenang TTS No. 295 1. Wayan Sukarta Jl. Raya Gilimanuk A/XX, Negara, Jembrana 2. I Putu Purwa Atmaja Desa Pandak Gede, Kediri, Tabanan 82121 3. Ni Kadek Dwipayanti Jl. Wijaya Kusuma Gg.III/45 Baler Bale Agung, Kec. Negara, Kab. Jembrana 82212 4. I Nyoman Jata Br. Puseh, Desa Angantaka, Kec. Abiansemal, Badung 80352 5. Ni Komang Ayu Suryaningsih Br. Selemadeg Kaja, Desa Selemadeg, Kec. Selemadeg, Tabanan 82162

1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Made Wiraguna Alamat : Jln. Bangsing No.10 Ubung Kaja, Denpasar 80119


19

Minggu Umanis, 21 Mei 2017

14 Taruna Jadi Tersangka Pembunuh Akpol Semarang (Bali Post) Kepolisian Daerah Jawa Tengah menetapkan 14 taruna senior Akademi Kepolisian sebagai tersangka pembunuhan terhadap Brigadir tingkat dua taruna (Brigdatar) Mohammad Adam di Akpol. Seluruh tersangka merupakan senior taruna tingkat III. Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Polisi Condro Kirono, mengatakan, tersangka masing-masing; berinisial CAS, RLW, GCM, EA, JED, MB, CAE, HA, AKU, GJM, RAP, MK, IZ, dan TDS. “Para tersangka merupakan taruna senior yang terlibat langsung penganiayaan terhadap korban di sebuah gudang kosong flat A pada Kamis, 18 Mei 2017 lalu,” kata Condro dalam gelar perkara di Mapolda Jateng, Sabtu malam (20/5) kemarin. Condro menyebut, 14 tersangka ini memiliki peran berbeda saat kejadian penganiayaan itu. Ada yang melakukan pemukulan langsung ada yang memberikan arahan. Dari 14 tersangka, lanjut Condro, satu tersangka berinisal CAS ditetapkan menjadi pelaku utama pembunuhan tersebut. CAS merupakan senior yang melakukan pemukulan langsung terhadap korban, hingga korban tak sadarkan diri dan meninggal di Rumah Sakit Akpol. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 170 subisider pasal 351 ayat 3 junto pasal 55 dan 56 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman 7 tahun dan 12 tahun penjara. Pascaditetapkan tersangka, tim penyidik langsung akan melakukan pemeriksaan perdana terhadap 14 taruna Akpol tingkat III pada esok hari. (kmb)

Tanpa Politik Dari Hal. 1

BPM/wawan

antiradikalisme- Warga Kayumas Kaja membawa bendera Merah Putih saat deklarasi antiradikalisme.

Produktivitas Dari Hal. 1

Sinergitas yang dibutuhkan adalah membangkitkan para pelaku pertanian untuk dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas dari barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu sistem model bisnis yang saling menguntungkan secara proporsional. Pendekatan sistem yang masih sangat layak diaplikasikan adalah sistem agrobisnis yang mampu menciptakan link yang sangat kuat antara industri hulu dengan industri hilir dengan basis pertanian. Dengan demikian, kebangkitan pertanian ini akan dapat mendorong tumbuhnya industri-industri yang berkaitan dengan penguatan sektor pertanian. Konsep nilai tambah (value added) terhadap produkproduk pertanian menjadi bagian yang sangat penting dalam pengembangan sistem agrobisnis. Diperlukan adanya integrasi antara subsistem di hulu dengan yang di hilir. Penyediaan sarana produksi pertanian dan mesin-mesin pertanian harus tersedia bagi para petani produsen untuk dapat menghasilkan tingkat produktivitas yang semakin tinggi dan memiliki kualitas yang diminta oleh pasar. Peningkatan produktivitas dan kualitas ini sangat didukung oleh subsistem penunjang seperti ketersediaan irigasi (pertanian di lahan sawah), adanya penyuluhan dan pelatihan-pelatihan bagi para petani, tersedianya kredit yang murah dan mudah bagi para petani melalui kelompoknya (subak atau Gapoktan), tersedianya infrastruktur fisik yang memadai seperti pasar, sarana dan prasarana transportasi, dan lain sebagainya. Gerakan-gerakan membangkitkan pertanian dapat diintegrasikan dengan sektor-sektor lain sehingga secara perlahan pertanian dapat menjadi lokomotif bagi pembangunan bangsa ini. Ilustrasinya adalah, jika para petani dapat meningkatkan pendapatannya (melalui peningkatan teknologi, produktivitas dan kualitas produk-produk yang dihasilkan), maka mereka akan memiliki daya beli yang semakin tinggi. Tingginya daya beli ini selanjutnya akan mendorong sektor lainnya untuk memproduksi berbagai kebutuhan para petani mulai dari sarana dan prasarana pertanian, produkproduk industri (pangan dan non-pangan), bahkan akan mampu meningkatkan pajak bagi pemerintah. Pada kasus Bali, membangun dan melestarikan pertanian Bali jangan hanya didasarkan atas pertimban-

gan dari sisi ekonomis belaka. Pertanian mempunyai peran multifungsi yang amat strategis bagi Bali yakni: (a) membangun ketahanan pangan, (b) melestarikan sumber daya alam dan lingkungan, (c) membuka kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, (d) sumber pendapatan bagi petani, (e) mempertahankan kelestarian sosial budaya yang sangat dibutuhkan bagi sektor pariwisata, (f) mendorong berkembangnya agroindustri baik di hulu maupun di hilir, (g) meningkatkan pembangunan daerah dan ekonomi pedesaan, serta (h) untuk meperoleh devisa. Guna mempertahankan multifungsi pertanian di Bali termasuk di provinsi lainnya, maka dapat dilakukan uapaya-upaya seperti meningkatkan pembangunan perdesaan yang berintegrasi dengan perkotaan. Salah satu upaya tersebut adalah membangun subsistem hilir yang sangat diperlukan yaitu industri pengolahan produk-produk pertanian di perdesaan atau diperkotaan yang menjadi inti dari desadesa sekitarnya. Pengolahan hasil produk-produk pertanian ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah produk itu sendiri. Peningkatan kesejahteraan masyarakat petani dan warga masyarakat di perdesaan dapat diwujudkan dengan membangun agroindustri yang berbasis pada komoditas lokal di perdesaan, seperti komoditas pangan (beras dan palawija) selain hortikultura dan perkebunan (kopi, kakao). Adapun manfaat yang diharapkan dari pembangunan agroindustri di perdesaan tersebut adalah untuk untuk mengelola dan meningkatkan sumber daya manusia perdesaan untuk mengembangkan pertanian dari orientasi produksi ke arah orientasi komersial atau agrobisnis; meningkatkan diversifikasi produk olahan melalui peningkatan nilai guna produknya (seperti guna bentuk, guna waktu, guna tempat dan guna milik) sehingga pendapatan mereka dapat meningkat pula. Selain itu, manfaat lainnya dari pengembangan agroindustri di perdesaan adalah menjamin terkendalinya arus urbanisasi tenaga kerja perdesaan menuju ke kota melalui penciptaan lapangan kerja. Tersedianya kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan petani dari lahan usahataninya dan olahan produknya dapat pula menjadi salah satu faktor penghambat derasnya alih fungsi lahan dan urbanisasi. (*) Penulis Wakil Ketua Perhepi Komda Denpasar

Lebih Konkret Dari Hal. 1

“Jangan lupa ada kasus korupsi E-KTP,” ungkapnya seraya mengatakan, GRAK bergema ke hal-hal yang lebih konkret. Dalam dialog itu hadir dua pembicara, yaitu Gus Nuril dan Wahyu Budi Nugroho, dosen Fisipol Universitas Udayana. Wahyu dalam pemaparannya memberikan pemahaman tentang ajaran Islam yang radikalisme. Menurutnya, dalam kelompok radikal tak ada istilah nasionalisme. Ada tiga klasifikasi gerakan Islam yaitu Revivalisme, Reformisme dan Radikalisme. Radikalisme, gerakan Islam yang terkeras di antara keduanya. Gerakan ini

lahir dari reaksi atas beragam persoalan kehidupan modern. “Radikalisme lebih berupaya untuk menciptakan dunia baru,” ujarnya. Dunia baru yang dimaksud adalah negara Islam atau Khilafah Islamiyah. Negara Islam adalah negara mayoritas Islam dengan menggunakan hukum Al Quran dan As Sunnah. “Kalau Khilafah Islamiyah berdiri, Indonesia, Malaysia, Brunei itu akan menjadi salah satu provinsinya saja. Karena yang namanya negara Islam atau Khilafah Islamiyah itu harus menyatukan umat Islam di seluruh dunia, entah pusatnya di Yordania, Mesir atau yang lain, tapi yang jelas Indonesia ini hanya menjadi salah satu

provinsinya saja,” jelasnya. Gus Nuril mengatakan, baginya Islam adalah musyawarah dan demokrasi. Baginya tidak ada istilah Islam radikal, karena jika radikal itu bukan Islam namanya. Islam adalah ajaran yang saling mengasihi. “Jangankan dengan manusia, dengan binatang saja saling mengasihi,” ujarnya. Islam juga mengajarkan kesucian hati. Suci berarti tidak ada rasa iri, dengki, benci yang ada hanya cinta. “Maka banyak orang yang terjebak di agama-agama, kehilangan cinta karena terjebak pada dogma dan tafsir-tafsir. Islam radikal, Islam garis keras, bagi saya itu bukan Islam namanya,” ujarnya. (kmb42)

Daerah Permukiman Dari Hal. 1

Daerah ini berbatasan dengan Denpasar dan Badung, dan harganya masih terjangkau sehingga pekerja memilih sebagai permukiman. Padahal, Kabupaten Tabanan merupakan lumbung beras karena mensuplai sebagian besar kebutuhan beras di seluruh Bali. Wujud nyata keberpihakan pemerintah dalam upaya menjaga sektor pertanian juga dibuktikan dengan pemberian Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi lahan gagal panen. Asuransi ini preminya disubsidi oleh pemerintah, di mana untuk Tabanan tahun 2017 mengalami kenaikan sekitar 300 persen. Pada tahun 2016, Tabanan mendapatkan jatah AUTP seluas 2.000 hektar dan tahun 2017 ini menjadi 8.000 hektar. Kepala Dinas Pertanian Tabanan, Nyoman Budana, memaparkan selain mendapatkan jatah 2.000 hektar dari pemerintah pada program AUTP tahun 2016 lalu, petani juga mendapatkan bantuan pembayaran premi AUTP dari CSR perusahaan seluas 2.920,2 hektar. Manfaat AUTP yang ternyata dirasakan petani saat terjadi gagal panen juga menyebabkan beberapa petani yang tidak mendapatkan jatah subsidi premi baik dari pemerintah maupun CSR perusahaan melakukan pembayaran secara swadaya. Total 266,43 hektar yang preminya dibayarkan swadaya oleh petani. Perbedaan pembayaran premi dari AUTP pemerintah dengan CSR lanjut Budana untuk pemerintah ditanggung 80 persen dari total premi. Per hektar premi yang dibayarkan adalah 180 ribu di mana 144 ribu ditanggung pemerintah dan 36 ribu dari petani. Sementara untuk CSR seluruh preminya ditanggung oleh perusahaan. Sementara untuk swadaya seluruh premi dibayarkan oleh petani. Dari data dinas pertanian, tahun 2016 dari total lahan yang diikutkan AUTP yaitu

seluas 5.186,6 hektar, yang diklaim atau terjadi gagal panel seluas 114,8 hektar atau seharga Rp 689.880.000. Penghitungan klaim untuk gagal panen adalah Rp 6 juta per hektar. Klaim ini kebanyakan dari wilayah Penebel yang gagal panen karena terserang tungro atau serangan tikus. Sedangkan tahun 2017 dari 8.000 hektar yang dijatahkan oleh pemerintah baru sekitar 551,1 hektar yang didaftarkan untuk ikut AUTP. Jumlah ini tentu masih jauh melampaui target. Namun dipastikan hingga akhir tahun 2017 nanti target ini tercapai mengingat tahun 2017 baru berjalan dua bulan dan petani sedang memasuki masa tanam. “Apakah ada bantuan CSR seperti tahun lalu belum ada informasi,” ujar Budana.

Di Bangli Sementara itu, petani di Bangli berharap agar tak terus menyusut, pemerintah setempat diharapkan membuat kebijakan-kebijakan yang meringankan petani. Salah satu kebijakan yang diharapkan yakni dengan mensubsidi atau menghapus pajak bumi dan bangunan (PBB) untuk lahan pertanian. Klian Subak Tegalalang, Sang Ketut Rencana, Sabtu (20/5) kemarin, mengatakan ada banyak faktor yang menjadi pemicu terjadinya alih fungsi lahan pertanian di Bangli terutama di perkotaan. Selain karena masalah sulitnya air irigasi, pengenaan PBB turut diakuinya menjadi penyumbang terjadinya penyusutan lahan pertanian. Ketut Rencana mengatakan, banyak petani di wilayah kota seperti di LC Uma Aya yang memilih menjual lahan sawahnya kepada investor maupun pihak lain karena nilai pajak PBB yang harus dibayar kepada pemerintah dirasakan cukup tinggi. Nilai PBB yang dikenakan untuk lahan di wilayah LC Uma Aya lebih tinggi dengan nilai pajak PBB yang dikenakan untuk lahan yang ada di desa

karena nilai jual objek pajak (NJOP) berbeda. “Mahalnya pajak yang harus dibayar petani inilah yang menjadi salah satu penyebab petani terutama yang di kota memilih menjual lahan pertaniannya,” ungkap Rencana. Atas kondisi tersebut, dia berharap pemerintah merancang untuk membuat kebijakan yang bisa meringankan petani kedepannya. Salah satunya yakni dengan memberikan subsidi atau bila memungkinkan menghapus pengenaan PBB terhadap lahan pertanian yang ada. Dengan kebijakan tersebut diyakini akan mampu menekan penyusutan lahan pertanian terutama di perkotaan. Di samping membuat kebijakan subsidi atau penghapusan PBB, dalam upaya menjaga keberadaan lahan pertanian di Bangli agar tidak terjamah/beralih fungsi, Bupati diharapkan serius dan tegas menerapkan UU 41 tahun 2009 tentang lahan pertanian pangan berkelanjutan misalnya dengan membuatkan peraturan bupati (perbup). Dijelaskan sesuai amanat UU tersebut diatur bahwa lahan pertanian pangan tidak boleh dialihfungsikan. Apabila dialihfungsikan maka ada sanksi pidana yang harus diterima. “Amanat UU seperti itu. Tapi selama ini di Bangli hal itu belum diterapkan,” terangnya. Sementara itu, terpisah Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah Kabupaten Bangli Gede Suryawan saat dikonfirmasi mengatakan, terkait dengan pembebasan lahan pertanian dari pajak PBB, sejauh ini belum ada UU yang mengatur hal tersebut. Kalaupun nantinya suatu saat ada perubahan undang-undang, maka bukan tidak mungkin akan diikuti dengan perubahan kebijakan di daerah. “Itu tergantung dari kebijakan antara pihak eksekutif dan legislatif. Kami dari lembaga teknis akan menyesuaikan dengan perubahan yang ada,” tandasnya. (bit/ina)

“Kami sangat setuju dengan ide bapak bupati. Kami berharap program ini tanpa ada embel-embel politik, karena kami trauma selalu dijadikan komoditas politik,” tegasnya. Dia mengakui, sektor petanian di Kabupaten Badung menghadapi masalah yang cukup kompleks. Selain digerogoti alih fungsi lahan, keterbatasan teknologi juga menghambat kemajuan sektor tersebut. Karena itu, pihaknya mendorong ide pemerintah menerapkan teknologi untuk membantu petani, seperti membangun cold storage. “Program ini harus benar-benar terwujud sekadar wacana atau hanya angin segar saja,” ucapnya. Menurutnya, gudang penyimpanan produk pertanian yang akan dibangun harus betul-betul dimanfaatkan menyimpan hasil pertanian masyarakat Badung. Pasalnya, gumi keris juga memiliki beragam hasil pertanian, seperi markisa, jeruk, dan sayurmayur yang melimpah. “Jangan membuat cold storage untuk menampung produk pertanian impor. Kalau tujuan seperti gitu kami HKTI yang paling pertama menolak, tapi kalau untuk masyarakat Badung kami mendukung penuh,” tegasnya. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, yang juga warga asal Kelurahan Kuta mendukung program PBB P2 digratiskan. Selaku legislator di Kabupaten Badung siap mendorong serta siap membantu dalam merekomendasi kebijakan tersebut. “Program ini sangat ditunggutunggu oleh masyarakat. Apalagi program ini juga berkaitan dengan pelestarian warisan tanah leluhur, sehingga masyarakat yang memiliki tanah banyak namun tidak dikomersialkan sangat membantu dalam pengurangan beban pengeluaran mereka. Yah, Warga Kuta mendukung hal ini,” paparnya. Dia mengungkapkan, progam ini pun nantinya berkorelasi terhadap program pelestarian budaya Bali sesuai dengan visi dan misi Bupati serta Wabup Badung. Sebab, mereka yang memiliki rumah berkonsep asitektur Bali, yakni mempunyai bale dangin, bale daja, dan bale delod tetap lestari. “Lahan yang dipergunakan untuk membuat bangunan Bali itu tidak cukup hanya satu are. Jadi, dengan kebijakan ini masyarakat pun tidak berkeinginan untuk menjual tanah mereka,” katanya.

Anom Gumanti pun juga mendukung program pemerintah memberlakukan gratis PBB ini secara selektif. “Investor dan lahan warga yang dikomersialkan tetap kena pajak. Hal ini nantinya akan menjadi program subsidi silang dan pendapatan dari PBB ini pun tidak akan menurun secara drastis,” terangnya. Sebelumnya, Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, menegaskan program ini mengacu pada Undang-Undang nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang di dalamnya menjelaskan bahwa Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan dan atau Tanpa Kena Pajak (PBB P2TKP) ini bisa dilakukan. Rencana penghapusan PBB tanah milik warga asli di Badung ini sudah dihitung secara matang dan teliti dan pembahasan ini sudah masuk di bagian hukum Pemkab Badung. “Terkait berapa nominal pajak yang didapat dari masyarakat asli Badung, kami sudah hitung semua dan nominalnya tidak begitu besar, sehingga kami berencana untuk menghapuskan pajak untuk masyarakat ini,” kata Mantan Ketua DPRD Badung. Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa, juga menegaskan, tidak semua objek PBB otimatis bebas pajak. Pembebasan terbatas pada objek pajak yang tidak dikomersialkan, atau sebagai investasi. “Yang dibebaskan milik masyarakat pribadi, dengan catatan tidak dikomersialkan atau untuk investasi,” ujarnya. Untuk memastikan objek pajak yang dibebaskan sesuai dengan ketentuan, pemilik harus mengajukan permohonan penghapusan pajak diketahui oleh aparat terbawah, baik itu perbekel maupun subak. “Harus dipastikan yang bebas pajak adalah tanah-tanah masyarakat, bukan milik pengusaha,” katanya. Dia menyebutkan bila kebijakan ini dilaksanakan setidaknya Rp 200 miliar, pendapatan dari PBB dalam setahun akan hilang. Namun dibandingkan dengan asas manfaat yang dirasakan oleh masyarakat, angka tersebut tidak seberapa. “Yang penting kebijakan ini diambil untuk membantu masyarakat. Mengurangi keinginan masyarakat menjual tanahnya, karena pemerintah telah membebaskan pajaknya,” terangnya. Apakah nantinya berpengaruh terhadap target pendapatan pemkab? Pejabat asal Pecatu ini mengaku pihaknya akan menggenjot pendapatan di sektor lain. (par)

Garda Terdepan

Dari Hal. 1

Melihat kondisi Bali seperti itu, kata dia, ke depan, Bali memerlukan pemimpin yang mampu mendobrak dan memberikan solusi bagi Bali untuk membawa Bali keluar dari masalah-masalah yang tengah dihadapi saat ini tanpa melupakan adat istiadat Bali itu sendiri. Pemimpin Bali ke depan harus memiliki jiwa ksatria yang mampu menjadi garda terdepan untuk memberikan pelayanan yang utama kepada masyarakat Bali tanpa pilih kasih dan selalu mengedepankan kepentingan masyarakat Bali. Selain itu, Bali juga memerlukan pemimpin yang suka mendengar suara masyarakatnya ketimbang para pemilik modal. Dengan demikian, pemimpin tahu isi hati dan keinginan masyarakatnya. “Keberpihakan kepada rakyat kecil dan kurang mampu, hal inilah yang diperlukan di dalam kepemimpinan. Sebab, merekalah yang memerlukan perlindun-

gan dan bantuan yang sebenarnya. Bali perlu pemimpin yang memiliki jiwa yang bersih dan dijauhi oleh sifat-sifat rakus dan tamak,” ucap kandidat doktor UGM tersebut. Di samping itu, lanjutnya, pemimpin Bali ke depannya harus memiliki track record yang tidak cacat hukum dan bersih dari catatan korupsi. Dan jika ada suatu saat nanti calon pemimpin Bali yang menyatakan diri untuk maju menjadi pemimpin, masyarakat Bali harus jeli melihat hal itu. Apalagi, lanjutnya, praktik korupsi telah banyak menimbulkan dampak negatif, misalnya dapat menghambat pembangunan ekonomi, mencederai nilai-nilai demokrasi, serta dapat menghambat jalannya pemerintahan dan menghilangkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap para pemimpin yang melakukan korupsi. Hal ini dapat juga berdampak kepada citra Bali di hadapan negara-negara sahabat. (win)

Cukup Positif Dari Hal. 1

Di sisi lain, Sekretaris Komisi I DPRD Denpasar I Made Sukarmana, S.H. menilai subsidi pajak bagi warga yang memiliki lahan di jalur hijau dan pertanian, cukup positif. Dengan demikian, alih fungsi lahan pertanian untuk permukiman juga bisa ditekan. Selama ini, ia melihat banyak warga yang menjual sawahnya yang berada di kawasan dengan NJOP yang tinggi. Karena petani yang memiliki sawah di kawasan seperti

itu, merasa berat untuk membayar pajak. Akibatnya, banyak lahan sawah yang kemudian dijual dan akhirnya berubah menjadi permukiman. Politisi Demokrat dari Banjar Bun ini menilai langkah yang dilakukan Pemkot Denpasar tersebut perlu didukung semua pihak, karena akan memberikan dampak positif bagi upaya menjaga agar lahan bisa tetap difungsikan semula. Terlebih, dilihat dari segi produktivitasnya dalam bidang pertanian, cukup bagus. (ara)


balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu Umanis, 21 Mei 2017

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

’’Ngenteg Linggih’’ Pura Tri Hita Karana Berlin Berlin Dengan diselenggarakannya Pameran Taman Dunia atau IGA (Internationale Garten Austellung) di Gärten der Welt, Marzahn Berlin 2017, pemerintah Kota Berlin, Jerman, secara serius mempersiapkan diri. IGA diselenggarakan setiap 10 tahun sekali dan berlangsung selama 6 bulan. Balinesischer Garten (Taman Bali) yang sudah berdiri sejak tahun 2003 direnovasi dan diperluas manjadi sekitar 2.000 m2. Namanya pun berubah menjadi Tropenhalle Balinesischer Garten. Biaya renovasi yang ditanggung oleh Pemkot Berlin menelan biaya 4,5 juta euro atau setara dengan Rp 63 miliar. Tropenhalle dengan bentuk rumah kaca ini memiliki koleksi tanaman tropis yang mengambil suasana Bali, di mana terdapat contoh sawah terasering dan rumah Bali, lengkap dengan pura, kemudian menjadi Pura Tri Hita Karana. Bangunan ini memiliki pengatur suhu dan kelembaban yang canggih, pengunjung dapat merasakan suhu seperti halnya di

Electroguns

DENTINGAN piano mengiringi komposisi musik elektronik dari grup musik yang digawangi DJ Stroo (DJ controller, sampling, electronic percussion) bersama Ana Livian (drum, percussion, vokal latar), dan SyantiNova (vokal, gitar, flute). Nuansa manis nan feminin itu pun bertahan hingga dentuman drum Ana masuk di tengah-tengah lagu mendampingi alunan vokal bersuara khas milik SyantiNova. Mereka bukanlah nama baru dalam industri musik tanah air. DJ Stroo sendiri merupakan DJ Rock N Roll yang kerap menghasilkan karya bersama nama besar seperti Bagus NTRL dalam project Duo Sianida. Sementara Ana sempat juga menjadi drummer band Rock N Roll bernama Miszy yang belakangan berpasangan dengan DJ Una. Sang vokalis, SyantiNova pun mengawali kariernya sebagai solois dan terakhir bergabung sebagai vokalis band Pop-Rock, The Winner. Perbedaan latar belakang musik mereka justru menggiring kepada sebuah karya kolaborasi musik elektronik yang segar dengan mempertahankan orisinalitas tata suara drum dan vokal analog. Sebuah frasa yang diciptakan oleh DJ Stroo untuk mengidentikkan musik elektronik yang segar dan tetap menghentak seperti pelatuk pistol yang baru saja ditarik sang koboi. Mereka yang masing-masing juga memiliki kemampuan sebagai penulis lagu akhirnya merilis single perdana bertajuk ‘’Call Me Before Midnight’’. Kali ini giliran lagu yang diciptakan dan diproduseri DJ Stroo sendiri. “Lagu dengan lirik berbahasa Inggris ini dirasa cocok untuk genre musik Electronic Dance Music (EDM) yang kami pilih menjadi genre karya musik Electroguns. Saat ini, kami bergabung di bawah THINK! Management,” jelas DJ Stroo. (pik)

brolan BALE BANJAR ARIDUS KARENA bosan dijajah, maka pada 20 Mei 1908 berdirilah sebuah organisasi bernama Budi Utomo (BU) di Batavia. Kendati berdalih bergerak di bidang kebudayaan dan pendidikan, sesungguhnya organisasi tersebut memiliki semangat dan kesadaran untuk memerdekakan negerinya dari penjajahan. Pemerintah kolonial Hindia Belanda, yang menguasai nyaris seluruh wilayah Nusantara, merupakan target sasaran yang hendak dienyahkan. Memang tidak mudah, karena kekuasaan yang hendak didobrak memiliki apparatus, perangkat aturan dan hukum imperialis yang dilengkapi persenjataan lengkap, didukung personel terlatih dan represif. “Benar terbukti, pada 20 Juli 1913, dua pentolan BU, Suwardi Suryaningrat dan Dr. Cipto Mangunkusumo dijatuhi hukuman karena memprotes rencana pemerintah kolonial merayakan ulang tahun ke100 kemerdekaan Belanda di Batavia yang kemudian

Pemerintah Kabupaten Gianyar ikut mendukung acara ini dengan mendampingi kehadiran Ida Pedanda Wayahan Bun dari Griya Sanur Pejeng. Rangkaian upacara Ngenteg Linggih ini berlangsung selama 2 jam pada Rabu pagi, 10 Mei 2017 bertepatan dengan 11 sasih Purnama Jiyestha dalam Tropenhalle itu. Alarm pendeteksi kebakaran

sempat berbunyi di tengah upacara karena asap dari dupa-dupa yang dinyalakan selama upacara berlangsung, sehingga jumlah dupa yang dinyalakan terpaksa diminimalkan, Walau begitu, acara berlangsung dengan lancar. Acara ini diikuti oleh sekitar 120 warga Hindu Bali yang tinggal di Jerman, Belanda, Swiss, Italia, dan Irlandia. (gendhis)

Berrybenka Buka Gerai di Mal Bali Galeria Mangupura (Bali Post) – Setelah sukses membuka lebih dari 20 gerai offline di beberapa kota besar di Indonesia, Berrybenka, salah satu ritel fashion berbasis teknologi terbesar di Indonesia, kini membuka gerai ke-24 di Bali, Sabtu (20/5) kemarin. Bertempat di Mal Bali Galeria, pembukaan gerai ini sebagai bukti keseriusan dalam menggarap strategi omni-channel dengan menghadirkan gerai permanen. Berada di area seluas 75 m2 ini, Berrybenka akan menghadirkan koleksi pilihan dari Berrybenka Label, Berrybenka Men, dan juga produkproduk dari Hijabenka. “Banyak masyarakat yang sudah paham mengenai cara belanja online, namun takut

untuk menerapkannya karena takut produk yang sudah dibeli secara online tidak memenuhi ekspektasi yang diharapkan. Ketidakpuasan masyarakat bisa ditunjukkan dengan kurang puasnya terhadap kualitas produk, harga, dan ongkos kirim. Berrybenka mencoba menjawab keresahaan masyarakat dengan pengalaman belanja onlineto-offline (O2O) yang dibawa bersamaan dengan dibukanya Berrybenka Store ini,” ujar Fransiscus Evan selaku CoHead of Offline Marketing Berrybenka. Fransiscus berharap, dengan adanya pengalaman O2O ini, pelanggan bisa menilai kualitas produk Berrybenka dan tidak takut untuk belanja produk Berrybenka secara

BPM/kmb23

BUKA GERAI - Berrybenka kini buka gerai offline di Mal Bali Galeria.

Kembali ke Pancasila bernama Jakarta. Protes dilakukan lewat surat berjudul ‘Seandainya aku seorang Belanda‘. Awalnya, mereka hendak diasingkan ke Banda dan Bangka, namun karena boleh memilih, akhirnya mereka dibuang ke Belanda. Suwardi Suryaningrat yang kemudian lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara, memperdalam ilmu pendidikan di Belanda. Berkat kegetolan mengembangkan pendidikan sepulang dari pengasingan, karena percaya hanya lewat pendidikan bangsanya bisa merdeka, dia kemudian dianggap sebagai Bapak Pendidikan Indonesia. BU dipercaya sebagai lilin kecil yang paling awal dinyalakan buat menerangi kegelapan akibat penjajahan di negeri ini. Setelah itu bermunculan berbagai organisasi di Jawa. Indische Partij, partai politik pertama di Tanah Air berdiri 25 Desember 1912, diikuti Sarekat Dagang Islam di Solo, Muhammadiyah di Yogyakarta, dan Asuransi Jiwa Bersama Boemi Poetra di Magelang. Jadi, rasa cinta Tanah Air atau patriotisme mulai tumbuh dan bersemi disertai kesadaran atas hakikat penjajahan yang menginjak-injak harkat dan martabat bangsa,“ tutur Rubag. “Ya, lilin-lilin kecil mulai menyala di seantero Nusantara, meski harus mentransformasi nama dan hakikat BU menjadi Trikoro Darmo, selanjutnya Jong Java, di mana diharapkan pemudapemuda Sunda, Madura, Bali,

Disumbangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai lambang kerja sama antarkota Jakarta Berlin. Tertanda, Berlin, 10 Mei 2017, Basuki T. Purnama, Gubernur Provinsi DKI Jakarta. Ahok atau Basuki T. Purnama tadinya diharapkan dapat hadir pada peresmian tersebut. Kehadiran Pemprov DKI diwakili oleh Syahrul Effendi, Plt. Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan kebudayaan. Dengan adanya perubahan dan penambahan ini, kelompok masyarakat Hindu, Nyama Braya Bali Berlin, mengadakan upacara Penyucian Pura atau Ngenteg Linggih. Upacara ini dipimpin oleh Ida Pedanda Wayahan Bun dari Griya Sanur Pejeng bersama dengan Ida Pandita Mpu Jaya Putra Pemuteran dari Griya Penataran Renon. Kementerian Pariwisata dalam kesempatan ini berpartisipasi dalam menyumbangkan Topeng Sida Karya untuk melengkapi rangkaian upacara Pemelaspasan dan Ngenteg Linggih tersebut, juga membawa rombongan penari dan pemain gamelan.

Hadirkan Pengalaman Belanja O2O

BPM/pik

Electroguns Rilis ’’Single’’ Perdana ‘‘Call Me Before Midnight’’

wilayah tropis, walaupun di luar rumah kaca ini sedang turun salju. Renovasi besar-besaran tahun 2015 ini membuat posisi Padmasana dan Pelinggih Penglurah di Pura Tri Hita Karana yang tadinya ada di luar rumah kaca bergeser ke dalam rumah kaca. Ritual ngenteg linggih ini didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin, Pemerintah Daerah Kabupaten Gianyar, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Pariwisata RI. Mengingat hubungan Jakarta Berlin yang erat sejak tahun 1994, digagas oleh Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman, Dr. Ing. Fauzi Bowo menggagas adanya pelinggih baru sebagai pelengkap yaitu Pelinggih Penunggun Karang. Pemprov DKI, pada awal tahun 2016, menyetujui untuk menyumbang pelinggih tersebut yang saat itu disetujui oleh mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Pemprov DKI Jakarta menyumbang Pelinggih Penunggun Karang, di mana pada prasastinya yang artinya:

dan Lombok ikut bergabung. Dampak positif dari perubahan tersebut, di Maluku lahir Jong Ambon, di Sulawesi Jong Celebes, Sumatera Jong Sumatranen Bond, di Manado Jong Minahasa, di Sumatera Utara Jong Batak, di Jakarta Pemuda Betawi, Sekar Rukun dan Pemuda Timur. Karena nasionalisme berkobar terus berkat lilin kecil BU, maka pada 2 Mei 1926 diadakan Kerapatan Pemuda-pemuda Indonesia, yang dianggap sebagai Kongres Pemuda I. Namun, peristiwa itu tidak dianggap bersifat nasional meskipun jalinan kesatuan dan persatuan kian berkembang. Semangat para pemuda dan pelajar kian menggebu, sehingga pada 2728 Oktober 1928 dilaksanakan Kongres Pemuda II, juga di Batavia, yang dihadiri tidak saja oleh pemuda, juga anggota parpol yang kian banyak jumlahnya. Gaungnya bukan hanya menasional, namun mendunia. Sebab di puncak acara 28 Oktober 1928, ikrar pemuda yang sangat bersejarah dikumandangkan dengan nama Sumpah Pemuda. Sumpah yang mengaku bertanah air, berbangsa, dan berbahasa yang satu yakni Indonesia diucapkan secara antusias oleh 750 peserta kongres dari seluruh Tanah Air. Istimewanya, lagu kebangsaan Indonesia Raya, ciptaan Wage Rudolf Supratman dikumandangkan buat pertama kali. Bayangkan!“ komentar Sudiantara. “Gara-gara membayangkan ulasanmu, nyaris semua

bulu di tubuhku berdiri. Rasa bangga, hormat, kagum, dan terharu bercampur aduk. Sungguh besar nyali para peserta kongres pemuda itu. Heran, bagaimana penjajah yang represif dan berwatak kolonialis yang menamakan wilayah jajahannya Hindia Belanda, disebut Indonesia oleh para pemuda-pemudi itu. Bahkan, bangsa yang masih terjajah, sangat nekat menyanyikan lagu kebangsaan, yang bila disimak semua liriknya terkesan mengejek dan merendahkan pemerintah yang berkuasa saat itu. Mengapa Indonesia Raya, mengapa bukan Hindia Belanda Raya? Coba simak! Indonesia Raya merdeka merdeka, tanahku negeriku yang kucinta. Indonesia Raya merdeka merdeka, hiduplah Indonesia Raya. Bukankah lirik ini seakan menampar dan menginjak wajah penjajah, baik Hindia Belanda maupun Ratunya di Nederland? Peristiwa sangat bersejarah itu, agaknya memberi semangat dan keberanian serta percaya diri para Bapak dan Ibu Bangsa Indonesia yang diwakili Ir. Soekarno dan Drs. Moch. Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945,“ ujar Mardika. “Sayang kesadaran akan sejarah bangsa seakan pudar. Tidak tahu apakah karena ini dampak kaum globalis yang bercita-cita membubarkan seluruh negara bangsa, yang dimulai dengan memlintir atau menghilangkan fakta sejarah? Ataukah karena percaya tesis Francis Fukuyama bertajuk ‘The End of History and The Last Man‘? Bisa juga percaya ucapan seorang postmodernis

online ke depannya. Salah satu pendorong dibukanya Berrybenka Store di Mal Bali Galeria karena adanya peningkatan penjualan online yang signifikan di Bali. “Kami melihat antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat Bali. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan penjualan online di area Bali yang sangat signifikan yakni hampir 200% di enam bulan terakhir,” ujarnya. Seiring dengan tujuan memberikan pengalaman belanja yang mudah, nyaman, dan terpercaya, Berrybenka yang merupakan

pionir kategori fashion dalam mengembangkan konsep O2O (Online-to-Offline) di Indonesia, menerapkan beberapa fitur menarik. Fitur tersebut meliputi “COD di Toko” di mana pelanggan dapat memilih dan mencoba langsung produk yang telah dipesan secara online di toko, kemudian membayar sesuai produk yang telah dipilih. Ada juga “Retur di Toko” di mana pelanggan dapat mengembalikan produk yang telah dibeli secara online hanya dengan membawanya ke Pop-Up Store. “Hal ini kami lakukan untuk memberikan kenya-

manan berbelanja online yang dapat dirasakan langsung di offline store kami,” tambahnya. Dalam rangka merayakan pembukaan Berrybenka Offline Store di Mal Bali Galeria, Berrybenka menghadirkan promo menarik bagi customer. Setiap pengunjung yang berbelanja di Berrybenka Store Mal Bali Galeria akan memperoleh potongan sebesar Rp 100.000 dengan minimum pembelanjaan Rp 350.000 dan starter pack dari Indosat Ooredoo. Promo ini berlaku hingga 27 Mei 2017. (kmb23)

Minggu, 21 Mei 2017 05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Dharma Kauripan Berdasarkan Ajaran Tri Hita Karana (6) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 Bali Channel Tourist TV 09.05 Taman Sari TK Fajar Harapan (2) 09.30 Belajar Menggambar Lomba Gambar

di Jepang, bahwa dia dan bangsanya tidak punya sejarah, justru dia sedang membuat sejarah dan langsung sebagai aktornya. Kemungkinan pula karena menganut keyakinan fundamentalis tertentu, yang hanya percaya pada sejarah yang sesuai keyakinannya berbasis kitab sucinya. Hal serupa juga dialami ideologi, tak terkecuali ideologi negara sebagai landasan ideal sebuah negara, seperti Pancasila di negeri ini yang juga dianggap pandangan hidup bangsa. Ada pihak-pihak yang ingin menghapus dan menggantinya dengan ideologi asing, karena mengalami amnesia sejarah. Itu terjadi karena tulisan Daniel Bell berjudul ‘Matinya Ideologi‘. Ini proses yang dilakukan konseptor universalisme untuk merontokkan negara bangsa di mana seluruh warganya akan digiring menuju Negara Universal. Kalau tidak begitu, tidak mungkin ada dua oknum gaek yang berstatus budayawan, melontarkan pernyataan aneh. Yang satu mengatakan Sriwijaya bukan kerajaan namun kerajaan fiktif, tanpa menghiraukan bukti dan fakta sejarah berupa prasasti kerajaan itu yang bertebaran di Nusantara. Yang satu lagi menyatakan lagu nasional ‘Padamu Negeri’ berlirik musriek, terutama di bait akhir, sehingga dia menyuruh panitia sebuah acara berhenti memutarnya,“ papar Anom Wijaya. “Hahaha, maklum saja faktor usia membuat orang jadi nyinyir dan rempong. Atau mereka mengalami semacam intellectual quldesac alias kebuntuan intelektual. Mendengar paparanmu tadi, aku

10.30 Agrobisnis Pertanian Bunga 11.00 Round Up The World 11.30 Dunia Otomotif Baksos FCB 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Implementasi Karya Ngenteg Linggih dalam Kehidupan Sehari-hari (1) 12.30 Traventure 13.00 Wirasa Peduli Sesamamu 13.30 Lejel Homeshopping 14.30 Tembang Balil

15.30 Education On Bali TV 16.05 Harmoni Bali 17.05 Inovator 17.30 Gita Shanti SS. Mangu Giri Segara Santhi (2) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.30 KRIS 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lila Cita Calonarang Akah Klungkung (2) 22.00 Berita an Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Tari & Arja Paguyuban Tegal Kerta (3) 23.00 Lila Cita Calonarang Sumerta Denpasar (6)

tertarik menuturkan ikhwal psikokapitalisme, yang ditulis pakar psikologi Fikri Suadu dalam buku ‘Neoron to Nation. Narasi Pembangunan Bangsa Berbasis Mental (otak) Manusia‘. Globalisasi, diandaikannya sebagai dentuman besar yang puing-puingnya berserakan ke seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Merusak tatanan ekonomi, politik, budaya dan agama, termasuk kedaulatan negara dan rakyat karena neuron otak diserang. Di samping mengubah perilaku dan gaya hidup masyarakat, puingpuing ledakan juga menimbulkan kebodohan, membunuh inisiatif, sekaligus merangsang tindakan manipulatif, egosentris, frustrasi, berbo-

hong, dan munafik. Akhirnya, terjadi hambatan dalam mewujudkan demokrasi progresif yang berkeadilan dan substansial di pusat maupun daerah. Bila semua dibiarkan berkembang akan menimbulkan disintegrasi bangsa dan makar. Semua fenomena kejiwaan itu, oleh Fikri disebut psikokapitalisme. Cara terbaik untuk mengatasinya, selusuh komponen bangsa diimbau kembali ke Pancasila. Rupanya, gagasan revolusi mental yang pernah dilontarkan Presiden Joko Widodo saat kampanye Pilpres tahun 2014 akan melengkapi ajakan kembali ke Pancasila itu, Semoga!“ harap Suryanegara menutup obrolan. (aridus)

10.05 Education On Bali TV


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 21 Mei 2017 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu