Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
Kemenristekdikti Sederhanakan Aturan
Urusan Izin Paling Lambat 15 Hari Denpasar (Bali Post) Kemenristekdikti mulai tahun ini menyerderhanakan peraturan. Sekarang, semua urusan izin program studi dan merger perguruan tiggi (PT) dan masalah lain sudah harus tuntas 15 hari. Hal itu diungkapkan Menristekdikti RI Mohamad Nasir didampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Kepala LLDikti VIII, Prof. Nengah Dasi Astawa, saat membuka rakerda LLDikti Wilayah VIII, Rabu ( 20/2) kemarin. Menteri mengungkapkan, tak mau memperpanjang biroktrasi jika ingin membuat PT lebih baik lagi. ‘’Kalau dulu urusan izin sampai bertahun-tahun, kini sukup 15 hari sudah tuntas,’’ tegasnya. Di depan pimpinan PT se- Bali, NTB dan NTT, Mohamad Nasir mengungkapkan urusan izin adalah masalah gampang yang sering diruwetkan dan membuat orang lain susah. Kini untuk mengejar penyelesaian 15 hari, Dikti akan mengurus yang berbau akademik, sedangkan syarat non-akademik diserahkan kepada LLDikti di daerah.
Sementara urusan politeknik pun juga disederanakan menjadi model meme (multy entry mukty exit ) agar masyarakat terdorong memasuki dunia kerja. Di era digital ini, PT harus menuju e-learning atau menerapkan mata kuliah online. Kini, pemerintah sudah membangun insfratsrukturnya berupa jaringan internet kabel bawah laut guna melahirkan start-up baru kaum milineal. Dengan e-learning pendidikan makin murah dan terjangkau di semua lapisan masyarakat. Hal. 15 Memberi Inspirasi
Majelis-majelis Agama dan Keagamaan Kembali Serukan Nyepi Tanpa Internet Denpasar (Bali Post) Majelis-majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali kembali membuat seruan bersama terkait pelaksanaan hari raya Nyepi, Kamis (7/3) mendatang. Seruan bersama itu antara lain ditandatangani oleh Ketua PHDI Bali, Bendesa Agung MUDP Bali, Ketua FKUB Bali, Ketua Umum MUI Bali, Ketua Umum MPAG Bali, Ketua Umum Walubi Bali, Keuskupan Denpasar dan Matakin Bali, serta diketahui oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Bali, Kapolda Bali, Danrem 163/Wira Satya, dan Gubernur Bali. Adanya seruan bersama ini pun dibenarkan oleh Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana ketika dikonfirmasi Rabu (20/2) kemarin. “Nggih, jakti (ya, benar-red),” jawabnya singkat lewat pesan WhatsApp. Sedikitnya, ada sembilan poin Seruan Bersama Majelis-majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali Tahun 2019. Salah satunya pada poin lima kembali mengharapkan agar provider penyedia jasa seluler untuk mematikan data seluler (internet) mulai Kamis (7/3) pukul 06.00 wita hingga Jumat (8/3) pukul 06.00 wita. Hal. 15 Lembaga Penyiaran
Bali Post/sue
RAKERDA – Menristekdikti Mohamad Nasir didampingi Gubernur Bali Wayan Koster pada Rakerda LLDikti Wilayah VIII, Rabu (20/2) kemarin.
Dua Gubernur Diajak Kunjungi Rutan KPK Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (20/2) kemarin, mengajak dua pasang gubernur/wakil gubernur yang baru dilantik Presiden Joko Widodo mengunjungi Rutan KPK yang berada di belakang Gedung Merah Putih KPK RI, Jakarta. Dua pasang itu, yakni Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar ParawansaEmil Elistianto Dardak dan Gubernur/Wakil Gubernur Riau Syamsuar dan Edy Natar Nasution. “Maksudnya, kami ajak mereka kemari supaya ada semangat agar sampai kapan pun tidak akan masuk ke dalam ruangan ini lagi,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK RI, Jakarta. Saut pun mengatakan bahwa ada tiga gubernur dari Provinsi Riau sebelumnya yang pernah menghuni Rutan KPK. “Ke depan, daerahdaerah istimewa, seperti Riau, tiga sudah jadi ‘pasien’
diharapkan tidak ada lagi, ya,” ungkap Saut. Wagub Jatim Emil Dardak pun menanggapi soal kunjungannya ke Rutan KPK itu. “Di dalam situ, tuh, ada orang-orang yang saya kenal
” Maksudnya kami ajak mereka kemari supaya ada semangat agar sampai kapan pun tidak akan masuk ke dalam ruangan ini lagi.” Saut Situmorang, Wakil Ketua KPK yang secara pribadi sebenarnya mereka komunikasinya baik. Akan tetapi, saya tidak tahu konteksnya kenapa akh-
irnya terlibat dalam pelanggaran hukum,” kata Emil. Menurut dia, sebagai sesama manusia tidak usah menghakimi orang lain dan fokus pada diri sendiri. “Jadi, etika saya sebagai sesama manusia tidak usah menghakimi orang lain. Saya fokus pada diri sendiri, banyak doa, banyak istigfar. Semoga kita tidak khilaf atau kita dijauhkan dari hal-hal tersebut,” ucapnya. Ia melanjutkan, “Intinya itu saja, jadi kita bukan malaikat. kita punya niat baik, kita semua tidak ada yang ingin berada di dalam sana.” Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa tim koordinasi, supervisi dan pencegahan (korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengunjungi Jawa Timur, pada Kamis (28/1). Hal. 15 Titik Kerawanan
Bali Post/ant
RUTAN KPK - Wakil Ketua KPK Saut Situmorang bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Riau serta Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur saat meninjau Rutan KPK, di Jakarta, Rabu (20/2) kemarin.
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Bali Tuan Rumah Hakteknas Ke-24
Denpasar (Bali Post) Bali tahun ini ditunjuk sebagai tuan rumah Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-24 yang di-launching di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Renon, Denpasar, Kamis (21/2) ini. “Hakteknas menyampaikan inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh anak bangsa yang bisa berkontribusi untuk membangun ekonomi Indonesia,” ujar Menristekdikti RI, Mohammad Nasir, di sela-sela acara dialog di Bali TV, Rabu (20/2) kemarin. Menurut Nasir, Hakteknas tahun ini mengangkat tema “Iptek dan Inovasi dalam Industri Kreatif 4.0” dan subtema “Industri Kreatif 4.0 untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa”. Tak ketinggalan mengusung tagline “Inovasi, Bangun Bangsa”. Kegiatan ini salah satu upaya mendorong lebih banyak lagi calon perusahaan pemula berbasis teknologi atau startup. Ini berangkat dari hasil kunjungannya ke Pardis Technology Park di Iran pada 2015. Di
sana dalam kurun 2004 sampai 2014 telah menghasilkan 1.000 startup. “Sedangkan Indonesia pada tahun 2015 baru ada 6 atau 7 startup. Saya hanya membayangkan, mampu nggak Indonesia ini menjadi seribu startup. Akhirnya, saya coba lakukan dan saya rencanakan dengan baik, di tahun 2018 Indonesia sudah mencapai 956,” jelasnya. Angka 956 itu, lanjut Nasir, berhasil dicapai sejak 2015 hingga 2018. Di tahun 2019 ini saja, telah ada sekitar 256 startup dan 115 calon startup. Artinya, dalam kurun 5 tahun Indonesia bisa mencapai angka 1.300-an startup. Dengan kata lain, sumber daya manusia Indonesia sebetulnya sangat potensial untuk membangun inovasi. Bali khususnya memiliki spesifikasi luar biasa sebagai daerah pariwisata dan Pulau Dewata, sehingga tahun ini ditunjuk sebagai tuan rumah Hakteknas. Hal. 15 Industri Kreatif
Restrukturisasi TNI Takkan Bangkitkan Dwifungsi ABRI Jakarta (Bali post) – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal TNI Sisriadi menegaskan, restrukturisasi TNI tidak akan membangkitkan Dwifungsi ABRI. “TNI tidak se-power full dulu. Sekarang tidak bisa lagi karena TNI diikat oleh aturan dalam UU TNI,” kata Kapuspen TNI, Rabu (20/2) kemarin. Menurut dia, konsep dwifungsi yang berlaku selama zaman Orde Baru menempatkan TNI dalam ranah pertahanan keamanan dan politik kekuasaan. Sementara restrukturisasi akan menempatkan perwira TNI ke dalam struktur
birokrasi di kementerian/lembaga. Undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI menyatakan, prajurit aktif dapat menempati 10 kementerian/lembaga. Kesepuluh kementerian/ lembaga tersebut membidangi koordinator politik dan keamanan negara, pertahanan negara, Sekretaris Militer Presiden, Intelijen Negara, Sandi Negara, lembaga ketahanan negara, dewan pertahanan nasional, Search and Rescue (SAR) nasional, narkotik nasional dan Mahkamah Agung. Hal. 15 Penerapan Dwifungsi
Harga Minyak Turun Picu Penguatan Rupiah Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, pada Rabu sore kemarin, menguat 59 poin menjadi 14.044 per dolar AS dari sebelumnya 14.103 per dolar dipicu sikap dovish (pelonggaran) bank sentral AS, The Fed. “The Fed kemungkinan akan membahas tentang menahan untuk kenaikan suku bunga. Bisa saja pada 2019, ekonomi terus melambat sehingga The Fed tidak akan menaikkan suku bunganya,” kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim di Jakarta, Rabu kemarin. Para pelaku pasar memang menantikan risalah hasil pertemuan dewan rapat kebijakan bank sentral AS atau Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis malam ini. Pada pertemuan 30 Januari 2019 lalu, The Fed mempertahankan suku bunga acuannya dan mengatakan akan bersabar terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut. Dari eksternal lainnya, adanya harapan bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May akan membuat kemajuan dalam mencari perubahan dalam perjanjian Brexit den-
gan Uni Eropa, menekan dolar AS. PM Inggris dan pejabat Uni Eropa kini sedang bekerja untuk merevisi naskah dari kesepakatan Brexit yang sebelumnya sudah ditolak mentahmentah oleh parlemen Inggris. “Ada optimisme parlemen akan menerima sehingga Inggris bisa keluar dari zona Eropa,” ujar Ibrahim. Selain itu, penurunan harga minyak dunia juga memberikan sentimen positif bagi rupiah di mana akan memengaruhi impor bahan bakar minyak (BBM) sehingga membantu neraca perdagangan Februari 2019. Sementara itu, dari domestik, Bank Indonesia (BI) pada Kamis (21/2), diprediksi akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya atau BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 6 persen. “Kemungkinan besar BI akan mempertahankan suku bunganya karena ekonomi kita stabil, pilpres juga biasa saja. Pasar masih optimistis,” kata Ibrahim. Nilai tukar (kurs) rupiah sendiri pada pagi hari dibuka menguat 14.064 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran 14.040 per dolar AS hingga 14.072 per dolar AS. (ant)
Sambut Tahun Baru Imlek 2570
Buleleng Pentaskan Kolaborasi Seni Tradisional Bali dan Kesenian Tiongkok UNTUK memeriahkan Tahun Baru Imlek 2570, digelar pertunjukan bersama antara kesenian Buleleng dan kesenian dari Negeri Tiongkok Rabu (20/2) malam kemarin, di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja. Pertunjukan bersama ini digagas Pemkab Buleleng dan Konsulat Jenderal Tiongkok. Gelaran seni kolaborasi ini dibuka Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS). Hadir juga menyaksikan pergelaran perdana ini Konjen Tiongkok Gou Haodong bersama Istri, Wakil Konjen Tiongkok Chen Wei, anggota DPRD Provinsi Bali Kusuma Putra, Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Gede Komang dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pergelaran seni kolaborasi dimeriahkan dengan penampilan Tari Taruna Jaya massal. Tari ini muncul pertama kali
di Buleleng kemudian berkembang seperti sekarang ini. Selain itu, ada juga pementasan Tari Barong Ket berkolaborasi dengan penampilan seni Barongsai. Sedangkan kesenian Fujian Tiongkok menampilkan Tarian Masyarakat Minnan Merayakan Panen Raya dibawakan oleh penari-penari dari Sekolah Kesenian Zhang Zhou. Selain itu, juga ditampilkan Akrobat Jenaka, permainan alat musik tradisional Tiongkok, nyanyian Bahasa Daerah Minnan, pertunjukan keterampilan Seni Gunting Kertas, pertunjukan Wayang Golek Khas Tiongkok, permainan sulap, pertunjukan Wayang Golek Tradisional, permainan alat musik tradisional Tiongkok Hulusi, Manusia dan Boneka Wayang Pentas Dalam Satu Panggung, nyanyian diiringi tarian (dibawakan oleh semua pemain).
Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) mengatakan, kolaborasi kesenian ini dipentaskan untuk menanamkan kerja sama antara Indonesia, Bali, dan Buleleng, dengan Tiongkok. Setiap perayaan Imlek mengandung culture knowledge yang menyebut bahwa nilai religi mengakui kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga patut dilestarikan untuk memperkuat karakter dan pekerti masyarakat. Selain itu, warisan budaya yang tetap dilestarikan para keturunan Tionghoa di Buleleng diakuinya begitu beragam dan menjadi aset lokal yang mencerminkan multikulturalisme. Bupati mencontohkan, aset memasukkan unsur budaya Cina dalan kesenian tradisional Bali seperti Tari Baris Cina, Barong Landung, dan seni Gong Beri. Selain itu, dalam dunia sastra juga masih eksis dengan keberadaan kisah
Sampik Ing Tay. Bahkan, kesenian ini sudah dikembangkan dalam bentuk puisi, darama gong, arja, dan jenis kesenian lainnya. “Saya kira pengaruh budaya Cina dengan budaya kita di Bali termasuk Buleleng sudah terjaga dengan baik, dan pergelaran kolaborasi ini momentum bagi kita untuk terus bekerja sama baik dalam pelestarian kesenian dan budaya dan berimbas pada aspek ekonomi melalui pariwisata,” katanya. Konjen Tiongkok Gou Haodong dalam sambutannya mengatakan, pergelaran seni kolaborasi bersamaan dengan Imlek momentum penting bagi negaranya untuk mengenalkan seni dan budaya asli. Demikian juga, bagi Indonesia, Bali dan utamanya Buleleng bisa mengenalkan warisan seni dan budaya asli. Hal. 15 Perpaduan Kesenian
KOLABORASI - Pemantasan Barongsai dengan Barong Ket memeriahkan pergelaran seni kolaborasi antara Buleleng dan Tiongkok di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Rabu (20/2) malam kemarin.
DENPASAR
2
Kamis Paing, 21 Februari 2019
FIGUR Bukan Kelengkapan Masuk Sekolah SEJUMLAH orangtua siswa belakangan ini mulai disibukkan dengan pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA). Mereka menilai kepemilikan KIA merupakan salah satu syarat untuk bisa masuk sekolah. Karena itu, orangtua siswa mulai berduyun-duyun mendatangi Kantor Catatan Sipil dan Kependudukan untuk mendapatkan KIA. Padahal KIA selama ini bukan menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan sekolah. Kepala Disdikpora Kota Denpasar Wayan Gunawan menegaskan, KIA tidak menjadi salah satu syarat seseorang atau siswa mencari sekolah. Disdikpora tidak pernah mengeluarkan persyaratan administrasi berupa KIA untuk bisa masuk sekolah. “KIA itu bukan persyaratan untuk masuk sekolah,” tegasnya, Rabu (20/2) kemarin. Mantan Kadis Pariwisata ini mengatakan, pihaknya merasa kasihan kepada sejumlah orangtua yang khawatir anaknya tidak bisa masuk sekolah karena belum memiliki KIA. Padahal persyaratan untuk bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, yakni surat keterangan lulus bagi yang belum mendapatkan ijazah dan kartu KK. Tidak ada lagi persyaratan lainnya. “Ini sering dihembuskan oleh masyarakat, sehingga muncul keresahan. Sekali lagi saya tegaskan, KIA itu bukan persyaratan masuk sekolah,” jelasnya. (ara)
Sidang Dugaan Korupsi Biogas
PPHP Sebut Pekerjaan Selesai 100 Persen
Denpasar (Bali Post)Sidang lanjutan dugaan korupsi bantuan biogas untuk masyarakat Nusa Penida, Rabu (20/2) kemarin dilanjutkan di Pengadilan Tipikor Denpasar. Jaksa dari Kejari Klungkung menghadirkan lima orang saksi. Mereka adalah Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP). Lima orang saksi itu adalah Putu Wismantara, Putu Adi Widiantika, Made Murna, Ni Wayan Murniati dan Gede wirta. Duduk sebagai terdakwa adalah oknum anggota DPRD Klungkung Gede Gita Gunawan, istrinya, Thiarta Ningsih dan I Made Catur Adnyana selaku KPA sekaligus PPK. Di awal persidangan saksi terlihat keblinger, bahkan banyak mengaku tidak tahu, hingga majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila beberapa kali menegur saksi. Atas suara pelan dan saksi yang seolah tidak tahu masalah, majelis hakim mulai menanyakan dari hal paling mudah. Yakni tugas pokok PPHP. Saksi kemudian menjelaskan tugas mereka adalah menerima hasil pekerjaan dari panitia sebagai pelaksana. Majelis hakim kemudian menanyakan secara gamblang apakah pekerjaan proyek biogas yang diawasi sudah 100 persen selesai, atau apakah ada yang kurang. Para saksi terlihat lama terdiam, dan setelah didesak mereka mengaku lupa. Untuk mengingatkan kembali memori para saksi, hakim menanyakan soal honor yang diterima para saksi. Mereka kompak mengatakan dapat Rp 150 ribu. Namun tidak semua mendapatkan uang yang sama, karena mereka ada yang bekerja lima kali, ada yang bekerja 12 kali. Honor diberikan tergantung jumlah kali mereka kerja. Dari sanalah hakim memulai menanyakan ke substansi, yakni apakah saksi sudah bekerja dengan baik, apa belum. Karena ada saksi yang mengatakan bahwa pekerjaan sudah selesai 100 persen. Sehinggga dilakukan tanda tangan (penandatanganan) dan dilakukan penandatangan berita acara. Jika sudah selesai 100 persen proyek tersebut, apa persoalannya hingga terdakwa duduk di kursi pesakitan? Ada masalah apa? Saksi pun kompak mengatakan tidak tahu masalah apa yang menjerat ketiga terdakwa tersebut. Karena saksi mengaku tidak tahu, majelis hakim kembali meminta saksi mengingat-ngingat, termasuk apakah pernah mendengar di masyarakat atau membaca di media. Salah satu saksi kemudiam menjawab pernah membaca di media, bahwa ada kekurangan pengerjaan dari 40 unit, yang terlaksana 38 unit. Jadi ada kurang lagi dua unit. Atas kekurangan itu, mengapa dilakukan penandatanganan berita acara bahwa pekerjaan sudah selesia 100 persen. Saksi mengaku bahwa dia menerima laporan bahwa sudah dikerjakan 100 persen, karena 40 unit itu sudah rampung. Kuasa hukum Gede Gita Gunawan, dan istrinya Thiarta Ningsih, Agus Sujoko, kemudian menanyakan mana duluan tanda tangan pengerjaan selesai 100 persen, apa baca di media? Saksi mengatakan duluan tanda tangan pengerjaan selesai 100 persen. Saat didesak oleh kuasa hukum Catur, Mardika, para saksi juga mengataman pekerjaan selesai 100 persen. Dasar menandatangani selain laporan karena fisik proyek itu ada, walau diakui saat itu tidak semua unit diperiksa. Perihal pengerjaan 100 persen itu juga dipertegas dalam persidangan sebelumnya. Persisnya dari keterangan saksi, konsultan I Made Dirganata dan staff CV Pilar Utama I Wayan Sukahana, dan pelaksana lapangan I Komang Sudiatmika. Mereka mengatakan 40 unit itu telah selesai dan sudah bisa digunakan, apabila tersedia bahan biogas seperti kotoran sapi dan air tawar. (kmb37)
Topik :
SAMPAH– Sejumlah siswa memungut sampah yang tersangkut di hutan mangrove Batu Lumbang, Pemogan, Denpasar, Rabu (20/2) kemarin.
Susur Mangrove di Pemogan
55 Tim Kumpulkan 2,29 Ton Sampah Plastik
Denpasar (Bali Post)– Sampah plastik belum tertangani dengan baik. Hal ini terlihat dari menumpuknya sampah plastik di hilir, seperti di kawasan hutan mangrove, Pemogan, Denpasar Selatan. Dari kegiatan susur mangrove sambil mengumpulkan sampah plastik yang digelar Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar bekerja sama dengan Pokmaswas Mina Werdhi Batu Lumbang, Rabu (20/2) kemarin, terkumpul sebanyak 2,29 ton sampah plastik. Ini membuktikan sampah plastik masih cukup banyak mengalir hingga ke laut. Pada kegiatan itu, sebanyak
55 tim yang masing-masing tim terdiri dari dua orang menyusuri lintasan sepanjang lima kilometer di areal mangrove untuk mengambil sampah plastik. Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang. Bagi tim yang mampu mengumpulkan sampah terbanyak diberikan hadiah. “Ini merupakan rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-231 Kota Denpasar. Kegiatan seperti ini sudah digelar sebanyak enam kali,” ujar Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar A.A. Bayu Bramasta. Bayu Bramasta menambahkan, kegiatan ini merupakan ajang untuk mengenalkan
lingkungan yang alami kepada generasi muda. Sehingga setelah adanya pengenalan tentu diharapkan juga akan mampu membangkitkan rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan itu sendiri. “Kami mengajak generasi muda untuk mengenal lingkungan dan membangkitkan rasa peduli lingkungan sehingga keberadaan sampah, terutama sampah plastik di perairan dapat diminimalisasi atau dikurangi,” jelasnya. Ketua Panitia I Wayan Kona mengatakan, lomba dimulai dengan menyusuri kawasan mangrove sepanjang kurang lebih lima kilome-
ter. Di sepanjang perjalanan, para peserta yang merupakan perwakilan SMA/SMK dan kalangan umum atau komunitas melaksanakan aksi memungut sampah plastik selama satu jam. “Dengan menggunakan kano, peserta menyusuri mangrove sembari memungut sampah plastik. Sampah plastik atau sampah anorganik yang dikumpulkan peserta akan ditimbang, dan yang terberat akan keluar sebagai juara,” kata Kona seraya mengatakan, kegiatan ini diikuti 110 peserta yang terbagi atas 25 tim kategri SMA/SMK dan 30 tim kategori umum. Wali Kota Denpasar I.B.
Rai Dharmawijaya Mantra berharap, kegiatan ini terus dimaksimalkan. Dengan adanya kegiatan ini, pengurangan sampah di perairan sekitar mangrove dapat dikurangi. Sehingga ekosistem dan habitat yang terdapat di kawasan mangrove tetap lestari. Seorang peserta asal Jerman, Sarah, mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan ini. Mahasiswa internasional di Universitas Dhyana Pura ini juga mengapresiasi kegiatan ini sangat baik untuk memberikan edukasi bagi generas muda. “Saya sangat senang dapat mengikuti kegiatan ini,” jelasnya. (kmb12)
Tipu Calon Polisi Rp 639 Juta
Anggota Bhayangkari Gadungan Ditangkap
Denpasar (Bali Post)Tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Selatan (Densel) mengungkap kasus penipuan yang menyasar warga yang ingin jadi polisi. Pelakunya Niswatun Badriyah (25), ditangkap di Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (16/2) lalu. Dari aksinya itu, Niswatun yang berstatus janda anak satu dan menggunakan nama palsu Helen Natalia Fransisca ini menipu orangtua I Ketut Widyantara Udayana (19) Rp 639 juta. Dari kasus tersebut, tim yang dipimpin Kanitreskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika mengamankan barang bukti satu buah foto pelaku ukuran 10R menggunakan pakaian Bhayangkari, satu foto anggota polisi laki-laki pakaian dinas berdampingan foto pelaku menggunakan pakaian dokter dan Bhayangkari ukuran 10R, satu pasang sepatu PDL warna hitam, satu stel pakaian Bhayangkari, sepasang sepatu Bhayangkari, satu bendel bukti transfer dari korban kepada pelaku dengan berbagai nomor rekening, satu lembar surat pernyataan pelaku telah menerima uang dari korban sebagai biaya pendidikan polisi Bintara tahun 2018, lima kartu ATM BRI, dua kartu ATM Bank Mandiri, satu kartu ATM BNI, satu kartu ATM CIMB Niaga dan satu kartu ATM Sinar Mas, tiga buku tabungan BRI, satu buku tabungan Bank Mandiri, sejumlah perhiasan, tiga surat Pegadaian, satu HP digunakan melancarkan aksi menipu, dua kulkas dan dua AC. Menurut Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan didampingi Kapolsek Densel Kompol Nyoman Wirajaya Rabu (20/2) kemarin, kronologisnya terlapor dengan identitas palsu, Helen Natalia Fransisca tinggal di rumah koskosan milik orangtua korban di Jalan Tukad Balian Gang Depo,
Renon, Densel. Karena tinggal di sana, pelaku mengetahui kalau korban pernah melamar menjadi polisi namun tidak lulus. “Pelaku sekitar setahun tinggal di sana. Dia mengaku anggota Bhayangkari dan memiliki suami seorang perwira polisi yang sedang bertugas di BNNK Klungkung. Untuk meyakinkan korban, pelaku memajang foto menggunakan pakaian Bhayangkari dan foto seorang anggota polisi berbaju dinas berukuran 10R,” jelasnya. Ruddi Setiawan mengatakan, orangtua korban juga sempat meminta tolong membantu anaknya agar lolos menjadi polisi dan pelaku menyanggupi. Beberapa minggu setelah terlapor menyanggupi akan membantu, sekitar November 2017 pelaku mengatakan ada paket seharga Rp 150 juta untuk meluluskan korban menjadi polisi dan tidak ada biaya apa-apa lagi. Korban dan ibu korban tertarik dan menyanggupi biaya tersebut. Korban menyerahkan uang sejumlah Rp 150 juta secara bertahap. Bahkan ada surat pernyataan terkait uang tersebut. Setelah itu korban kembali dimintai uang dengan jumlah yang berbeda-beda, yang katanya uang tersebut digunakan untuk biaya pendidikan di SPN. Total uang yang dikeluarkan korban mencapai Rp 639 juta. Pada Maret 2018 korban men-
Bali Post/eka
PENIPUAN - Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus penipuan di Mapolsek Denpasar Selatan, Rabu (20/2) kemarin. jalani tes awal yaitu psikologi sung memburunya. Petugas menjual atribut tersebut kediantar terlapor ke GOR Purna mendapat informasi bahwa pada anggota Bhayangkari Krida. Namun setelah diantar, pelaku berada di Sidoarjo lewat medsos. “Banyak juga pelaku langsung pulang. Tiga dan langsung ditangkap di yang beli. Setelah dibayar lehari setelah tes, dalam pen- sana. Saat dilakukan in- wat transfer, tapi barangnya gumuman korban dinyatakan terogasi, pelaku mengakui tidak dikirim oleh pelaku,” tidak lulus. Terkait hal itu, perbuatannya. Uang yang tegasnya. pelaku mengatakan kepada diterima tersangka dari koWirajaya mengaku akan korban agar mengirim foto no- rban digunakan berfoya-foya mengembangkan kasus ini mor ujian tes psikologi dan dan memenuhi kehidupannya karena tidak menutup kedijanjikan nilai korban akan sehari-hari. “Kami mengim- mungkinan ada korban laindiganti dengan nilai lebih be- bau jangan percaya dengan nya. “Seperti disampaikan sar agar korban bisa lulus. Di kata orang-orang yang bilang Bapak Kapolresta, jangan sana korban kembali dimintai masuk polisi bayar. Itu tidak percaya orang-orang yang uang. “Karena tidak lulus, benar. Masuk polisi gratis. mengaku bisa bantu agar korban dan orangtuanya Kalau memenuhi syarat, lulus polisi dengan imbalan minta pertanggungjawaban pasti lulus. Tidak ada itu uang. Penerimaan anggota pelaku. Pelaku berjanji akan bayar-bayaran. Bapak Ka- Polri bersih dari percaloan,” mengembalikan uang terse- polda Bali menyampaikan kata mantan Kapolsek Kuta but, tapi sampai kasus ini akan menindak tegas pelaku ini. (kmb36) dilaporkan ke Polsek Densel, atau calo,” ungkap Kapolresta Berita ini bisa dikomentari pelaku tidak menetapi jan- asal Madura, Jawa Timur ini. pada acara Citra Bali jinya,” tegas mantan Kapolres Sementara itu, Kompol WiRadio Global FM Badung ini. rajaya mengatakan, atribut Pukul 08.00 - 09.30 wita. Setelah menerima laporan Bhayangkari itu dibeli oleh kasus tersebut, polisi lang- pelaku lewat online. Dia juga
Pemprov Gelar Lomba Teknologi Informasi ”Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Denpasar (Bali Post)Pemprov Bali lewat Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali akan mengadakan lomba Teknologi Informasi. Lomba bertajuk “Millenial Techno Fiesta 2019” ini utamanya menyasar generasi muda dengan kategori lomba film dokumenter, vlog, blog, foto berbicara, dan aplikasi. Pendaftaran dan pengiriman karya dimulai tanggal 1 Maret hingga 14 Juli mendatang, dengan total hadiah puluhan juta rupiah. “Berkaitan dengan visi pembangunan Pemprov Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang
salah satu elemennya adalah membangun masyarakat yang cerdas, di sinilah kita mengambil peranan sebagai langkah awal,” ujar Kepala Diskominfos Provinsi Bali I Nyoman Sujaya dalam keterangan pers-nya di kantor dinas setempat, Rabu (20/2) kemarin. Menurut Sujaya, lomba berbasis teknologi informasi ini tidak saja untuk meningkatkan keterampilan generasi muda dalam memanfaatkan kemajuan IT. Tapi sekaligus untuk menyosialisasikan program pembangunan Pemprov Bali yang terangkum dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Itu sebabnya, karya peserta wajib mengacu pada salah satu atau semua tema yang telah
ditentukan. Antara lain, Pergub Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali, Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. “Ini baru pertama kali kita lakukan. Ke depan pelaksanaannya akan kita evaluasi dan pasti ada perbaikan-perbaikan. Nanti setiap tahun akan dilakukan. Mudahmudahan hadiah lombanya bisa
kita tingkatkan,” jelasnya. Sujaya menambahkan, para juara diumumkan pada saat pameran pembangunan, 14 Agustus mendatang. Hadiah yang disiapkan untuk kategori film dokumenter, juara I Rp 17 juta, juara II Rp 15 juta, dan juara III Rp 12,5 juta. Untuk kategori lomba vlog, blog, foto berbicara, dan aplikasi, masingmasing juara I Rp 15 juta, juara II Rp 10 juta, dan juara III Rp 7,5 juta. Informasi lengkap terkait lomba bisa diakses lewat website resmi Diskominfos Provinsi Bali. Bali “Smart Island” Untuk membangun masyarakat Bali yang cerdas, Pemprov Bali telah memiliki
konsep Bali Smart Island. Konsep ini didukung dengan infrastruktur berupa WiFi gratis di masing-masing kabupaten/ kota, kecuali Badung yang menyiapkan sendiri. Sedikitnya ada 1.601 titik lokasi WiFi gratis tersebar di desa adat, puskesmas, dan objek wisata. “Itu sudah terpasang, kami sudah berkoordinasi dengan kabupaten/kota. Rata-rata sampai saat ini yang sudah on atau hidup WiFi-nya itu ada sekitar 65 persen,” ujarnya. Tahun 2020, lanjut Sujaya, ditargetkan total ada sekitar 4.000 titik WiFi gratis. Oleh karena itu, tahun depan dilakukan pengembangan infrastruktur melalui vendor sehingga seluruh desa adat
di Bali sudah bisa terjangkau internet. Dengan harapan, sektor-sektor ekonomi yang ada di desa bisa berkembang dengan baik. Khususnya melalui kegiatan promosi dengan memanfaatkan internet gratis tersebut. Sementara pemasangan di puskesmas dan objek wisata, untuk meningkatkan pelayanan di samping bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. “Tentunya di langkah awal ini kita akan kawal terus berkaitan dengan pemanfaatan WiFi yang ada di desa pakraman untuk mengantisipasi dampak negatif. Ada pendampingan yang dilakukan melibatkan kabupaten/kota,” jelasnya. (kmb32)
Kamis Paing, 21 Februari 2019
BADUNG
3
535 Ogoh-ogoh Mulai Diseleksi
Bali Post/eka
OGOH-OGOH - Tim penilai ogoh-ogoh Kabupaten Badung mengamati ogoh-ogoh Sang Kala Anggapati di Banjar Tegal Jaya, Dalung, Rabu (20/2) kemarin. Ogoh-ogoh karya ST Amertha Prawitha Banjar Tegal Jaya tersebut terinspirasi dari perayaan Tumpek Landep, yang merupakan tonggak penajaman citta, budhi dan manah.
Disdikpora Pastikan UN SMP Berbasis Komputer
Birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara itu mengakui ujian tidak menentukan kelulusan dan juga pencarian sekolah. Namun pihaknya tetap berharap para siswa menyiapkan diri dengan baik sehingga mampu menunjukkan kualitasnya. ‘’Karena ini sebagai bekal mereka untuk di kehidupan yang akan datang, jadi harus tetap belajar dengan
baik,’’ jelasnya. Seperti diketahui, ta hun lalu masih terdapat sejumlah SMP di Badung melakukan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). Namun mulai tahun ini, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP di Badung A.A. Putu Oka Sujana menyatakan, SMP negeri maupun swasta di Badung disarankan serentak
untuk mengikuti UNBK. ‘’Melihat dari kesiapan para sekolah masing-masing, baik sarana prasarana dan piranti pendukung lainnya,’’ katanya. Meski demikian, dari 27 SMP negeri di Badung, ada 5 SMPN yang baru berdiri di tahun ajaran 2018/2019 ini tidak ikut UNBK. Hal ini lantaran sekolah-sekolah tersebut baru memiliki
siswa kelas VII saja. Sementara untuk SMP swasta yang ikut UNBK sebanyak 38 sekolah. ‘’Berbagai persiapan telah dilakukan, salah satunya simulasi UNBK yang digelar sesuai dengan UNBK sesungguhnya, sehingga dapat membiasakan siswa untuk menjawab soal dengan sistem berbasis komputer,’’ ungkapnya. Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan evaluasi untuk mengecek kesiapan sekolah dalam pelaksanaan UNBK. ‘’Mulai teknisi, komputer dan internet sekarang juga sudah bagus karena telah difasilitasi oleh Pemkab Badung. Terakhir untuk listrik kami kira masing-masing sekolah sudah mencukupi,’’ pungkasnya. (kmb27)
Mangupura (Bali Post)Tahun ini Desa Adat Kuta kembali menggelar pemilihan “Jegeg Bungan Desa”. Kegiatan yang sudah memasuki tahun ke-9 ini diharapkan bisa menjadi media pelestarian budaya Bali. Menurut Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista Rabu (20/2) kemarin, Jegeg Bungan Desa ini nantinya akan menjadi duta Desa Adat Kuta dalam setiap kegiatan. Duta ini sekaligus menjadikan remaja putri bangga menjadi bagian dari Desa Adat Kuta.
‘’Ajang ini sebagai suatu media biar remaja putri kita punya kebanggaan pada tanah kelahiran. Sebagai kegiatan positif untuk anakanak kita, sehingga ketika mereka nanti nikah ke luar daerah misalnya, mereka punya rasa memiliki terhadap tanah kelahiran,’’ katanya. Dalam pemilihan Jegeg Bungan Desa Kuta, kreativitas peserta juga akan dinilai, seperti menari, menabuh maupun makidung. Ini juga menjadi media pembelajaran adat dan budaya bagi generasi muda di Kuta.
Tahapan pemilihan sudah mulai berjalan. Sedangkan untuk final pemilihan akan dilaksanakan pada Ngembak Geni atau sehari setelah hari raya Nyepi. ‘’Dari tahun ke tahun kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari masyarakat Kuta,’’ ujarnya. Dijelaskannya, Jegeg Bungan Desa Kuta nantinya akan banyak terlibat dalam kegiatan di desa adat. Misalnya, membuat seminar dan pelatihan, membuat acara yang berkaitan dengan adat, atau mewakili Desa Adat
Kuta dalam hal-hal tertentu. Sedangkan untuk remaja laki-laki, kegiatan positif difokuskan dengan lomba ogoh-ogoh dan fragmentari. Dalam rangka hari raya Nyepi, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan lembaga terkait untuk membahas pelaksanaan lomba ogoh-ogoh maupun aktivitas saat dan sesudah Nyepi. Setelah hari raya Nyepi atau Ngembak Geni, di Kuta rutin digelar pasar majelangu dengan melibatkan pengusaha lokal. (kmb23)
Mangupura (Bali Post)-
Pemkab Badung memastikan ujian nasional tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayahnya berbasis komputer. Berbagai persiapan telah dilakukan untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika, Rabu (20/2) kemarin mengungkapkan, seluruh SMP negeri dan swasta di Badung akan melaksanakan UNBK tahun ini, kecuali sekolah yang baru berdiri di tahun ajaran 2018/2019. Menurutnya, sarana dan prasarana pendukung untuk masing-masing sekolah telah disiapkan sesuai kebutuhan. Begitu pula sekolah swasta telah menyiapkan diri untuk menyelenggarakan UNBK.
Desa Adat Kuta Kembali Gelar Pemilihan ”Jegeg Bungan Desa”
Mangupura (Bali Post)Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung mulai melakukan seleksi pembuatan ogoh-ogoh di enam kecamatan. Penilaian tahap awal yang telah dilakukan sejak Senin (18/2) lalu, melibatkan sejumlah unsure, yakni panitia kecamatan, MMDP, Listibya, dan Kementerian Agama. Kadisbud Badung Ida Bagus Anom Bhasma mengatakan, seleksi tahap awal akan menentukan 18 ogoh-ogoh di setiap kecamatan dari 535 sekaa teruna (ST) di Kabupaten Badung. ‘’Seleksi sudah dari Senin lalu hingga 28 Februari. Seleksi pertama akan kita tentukan 18 nominator di setiap kecamatan. Setelah itu tim akan turun lagi untuk menentukan tiga nominator,’’ ujar Bhasma, Rabu (20/2) kemarin. Dalam seleksi perdana pihaknya memiliki sejumlah kriteria. Seperti harus berwujud bhuta kala, terbuat dari bahan ramah lingkungan, tidak bernuansa porno, SARA, tidak bermuatan politik, dan tidak membawa pesan sponsor. ‘’Jika salah satu kriteria tidak terpenuhi akan didiskualifikasi. Jadi kami berharap sekaa teruna mematuhi kriteria yang telah kami sepakati,’’ terangnya. Kendati dilakukan penilaian, Birokrat asal Desa Taman, Abiansemal ini mengatakan pawai ogoh-ogoh akan dilakukan di masing-masing desa, sehingga keamanan saat pangerupukan
atau sehari menjelang Nyepi tetap kondusif. ‘’Kami tidak pusatkan pawai ogoh-ogoh di satu tempat, tapi dilakukan di masing-masing desa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,’’ tegasnya. Dalam kegiatan lomba ogoh-ogoh ini, tim penilai akan melakukan penilaian final pada 1 dan 2 Maret. Penilaian tahap akhir ini untuk menentukan tiga besar di masing-masing kecamatan dan 3 nominasi pemenang harapan. ‘’Juara I nanti akan mendapat hadiah uang tunai Rp 25 juta, hadiah kedua Rp 20 juta, yang ketiga dapat Rp 15 juta. Untuk pemenang harapan I, II, dan III masingmasing diberikan Rp 10 juta. Ini sebagai dana motivasi kami agar kreativitas generasi muda terus bertumbuh,’’ terangnya. Terkait proses penilaian tahap awal, dia mengakui belum menerima laporan. ‘’Saya belum menerima laporan dari tim yang ke lapangan, jadi belum tahu apakah ada yang di diskualifikasi,’’ sebutnya. Seperti diketahui, guna mendukung pelestarian seni dan budaya, Pemkab Badung melalui Disbud menganggarkan bantuan Rp 24 juta dipotong pajak 15 persen atau menjadi Rp 20.400.000 per ST. Jumlah ST di Badung sebanyak 536 ST, namun yang mendapat dana motivasi hanya 535 ST lantaran 1 ST tidak membuat ogoh-ogoh karena terhalang perbaikan bale banjar. (kmb27)
Bali Post/edi
KOORDINASI - Kapolsek Kuta Selatan AKP Dody Monza (kiri) saat berkoordinasi dengan komponen masyarakat Desa Jimbaran terkait rencana penutupan arus lalin saat pangerupukan.
Simpang Jimbaran akan Ditutup saat Pangerupukan Mangupura (Bali Post)Terkait pelaksanaan lomba dan parade ogoh-ogoh yang digelar Desa Adat Jimbaran pada saat pangerupukan atau Rabu (6/3) malam, di simpang Unud, Jimbaran, kepolisian berencana melakukan penutupan arus lalu lintas (lalin) di kawasan setempat. Panitia lomba, Camat Kuta Selatan, Muspika Kecamatan Kuta dan Polresta Denpasar telah melakukan pembahasan terkait hal itu, Rabu (20/2) kemarin di kantor Camat Kuta Selatan. Ditemui usai pertemuan, Kapolsek Kuta Selatan AKP Dody Monza menjelaskan, sebelumnya ada permohonan dari desa terkait rencana penutupan jalan saat pangerupukan. Setelah dilakukan koordinasi, diambil kesepakatan bahwa penutupan jalan akan dilakukan mulai pukul 15.00 Wita pada 6 Maret. Untuk memperlancar jalannya lomba dan parade, seluruh ogoh-ogoh yang dilombakan agar dikumpulkan di simpang Unud, Jimbaran pada pukul 14.30 Wita. ‘’Rencana penutupan akan
dilakukan hingga pukul 22.30 Wita. Saat jam itu memang diperkirakan arus lalu lintas sudah mulai sedikit sehingga ini bisa diantisipasi,’’ kata AKP Dody Monza. Guna mengakomodir pengendara saat penutupan arus lalin berlangsung, akan disiapkan alternatif. Untuk yang dari Nusa Dua akan diarahkan ke atas yaitu jalan menuju Kutuh dan turun ke simpang Kali, begitu sebaliknya. ‘’Kami juga menunggu arahan dari pimpinan lebih lanjut. Menjelang hari-H juga akan kembali dilakukan rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan,’’ ujarnya. Kepada masyarakat maupun muda mudi yang ikut pada parade tersebut, pihaknya berharap agar tidak mengkonsumsi minuman keras dan narkoba. Hal itu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Kemudian mengingat ini merupakan jalan nasional, diharapkan satu banjar mengirimkan satu ogoh-ogoh untuk parade. Sedangkan, ogoh-ogoh selain itu agar diarak di lokasi lain untuk mengurangi kemacetan.
Sementara Bendesa Adat Jimbaran I Made Budiarta mengatakan, lomba ogoh-ogoh baru pertama kali dilakukan di Jimbaran. Berdasarkan koordinasi dengan panitia dan sekaa teruna di masing-masing banjar untuk di Jimbaran akan digelar di simpang Unud, Jimbaran. Dari kesepakatan, penutupan arus lalin dilaksanakan mulai pukul 14.30 Wita. Sebanyak 13 banjar akan turun dengan masing-masing satu ogoh-ogoh. Untuk penjurian, karena merupakan daerah pariwisata, wisatawan akan dilibatkan sebagai jurinya. Sementara terkait rangkaian hari raya Nyepi lainnya, ritual akan dilangsungkan seperti tahun-tahun sebelumnya. Di Jimbaran prosesi melasti akan dilaksanakan pada 4 Maret. Sedangkan tawur kasanga digelar di catus pata Desa Adat Jimbaran. ‘’Pedagang di Pasar Jimbaran akan diberikan kesempatan berjualan hingga pukul 06.00 Wita pada tanggal 6 Maret, sebelum pelaksanan tawur,’’ terangnya. (kmb23)
BPKP Sosialisasikan Simda Perencanaan di Badung Wujudkan Perencanaan Pembangunan yang Transparan, Akuntabel, Partisipatif PEMKAB Badung bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan sosialisasi terkait Sistem Informasi Manajemen Daerah (Simda) Perencanaan kepada seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Badung, Rabu (20/2) kemarin. Sosialisasi yang dilangsungkan di Puspem Badung ini dalam rangka mewujudkan perencanaan pembangunan yang transparan, akuntabel, partisipatif, terukur dan berkelanjutan. Sosialisasi dibuka Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, dihadiri Direktur Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah wilayah III BPKP Iskandar Novianto, beserta seluruh anggota tim, Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Bali, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, pimpinan perangkat daerah dan pejabat es-
elon III, para Camat, Perbekel dan Lurah se-Badung. Kepala Bappeda Badung I Made Wira Dharmajaya menjelaskan, kegiatan ini sebagai bentuk komitmen Pemkab Badung untuk melaksanakan perencanaan pembangunan daerah yang dirumuskan secara transparan, akuntabel, partisipatif, terukur dan berkelanjutan. Berorientasi pada proses penyusunan perencanaan dengan pendekatan teknokratik, serta memadukan yang bersifat bottom up dan top down dalam bingkai prioritas pada dokumen RPJMD Semesta Berencana tahun 2016-2021. ‘’Pendampingan yang telah diberikan BPKP sangat membantu kami dalam pencapaian target penerapan Simda perencanaan di tahun 2019, guna penyusunan dokumen perencanaan tahun 2020, sebagaimana yang telah kami lak-
sanakan saat ini pada proses musrenbang kecamatan. Diharapkan ke depannya Simda Perencanaan merupakan suatu bentuk e-government terintegrasi berupa pengintegrasian fungsi perencanaan, fungsi penganggaran hingga fungsi evaluasi, monitoring dan pelaporan pertanggungjawaban pemerintah daerah. Sehingga Pemkab Badung bersama dengan BPKP dapat mewujudkan suatu kondisi pemerintahan daerah yang menetapkan kebijakan secara transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,’’ jelasnya. Ditambahkan, aplikasi Simda Perencanaan Pemkab Badung telah dilengkapi data perencanaan daerah, yakni dokumen RPJMD Badung tahun 2016-2021 dan data renstra dari seluruh perangkat daerah. Disamping itu telah dilakukan pengisian data pendapatan
daerah serta data belanja tidak langsung pada aplikasi Simda perencanaan dari APBD badung selama kurun waktu tahun 2016 hingga proyeksi tahun 2021. ‘’Dalam Simda Perencanaan tahunan, Pemkab Badung telah melengkapi keterisian data analisis standar belanja daerah sesuai dengan Perbup Nomor 67 tahun 2017 tentang analisis standar belanja, serta data standar satuan harga daerah sesuai dengan Perbup Nomor 02/054/HK/2018 tentang penetapan standarisasi harga barang kebutuhan Pemerintah Kabupaten Badung untuk keperluan pengadaan tahun anggaran 2019,’’ katanya. Bupati Giri Prasta mengatakan, kegiatan Simda terintegrasi perencanaan dan keuangan daerah tahun 2019 ini menjabarkan dengan jelas komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan konsis-
tensi pelaksanaan penyusunan perencanaan pembangunan daerah, sekaligus sebagai implementasi misi ke-3 RPJMD Semesta Berencana yaitu memantapkan tata kelola pemerintahan dengan menerapkan prinsip good government dan clean government. Ini sekaligus merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mengimplementasikan koordinasi dan supervisi dan pencegahan terintegrasi/korsupgah percepatan pemberantasan korupsi di lingkungan Pemkab Badung. Banyak hal positif yang dapat dipetik dari substansi yang ada di dalamnya, antara lain adanya konsistensi terhadap pendekatan perencanaan yang menekankan pada aspek normatif dan teknokratis tanpa mengabaikan proses politik dalam pengambilan keputusan, kesesuaian seluruh dokumen
SOSIALISASI - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Ketua DPRD Badung Putu Parwata, saat acara sosialisasi terkait Simda Perencanaan, Rabu (20/2) kemarin. perencanaan sejak pelaksanaan musrenbang desa/kelurahan, penetapan rencana kerja pemerintah daerah sampai pada penyusunan RAPBD, tersajinya kelengkapan data-data yang dapat di-input sebagai dasar penyusunan laporan pertanggungjawaban serta menjadi bahan evaluasi penyusunan rencana kerja selanjutnya, adanya sistem kendali yang bersifat mengawasi setiap tahapan proses perencanaan
sehingga terhindar dari penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi dari sejak awal serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penyusunan perencanaan pembangunan sampai dengan pengelolaan keuangan daerah. ‘’Penerapan sistem ini membuka ruang komunikasi kepada publik dan instansi terkait untuk asessibilitas informasi yang cukup transparan dan akuntabel,’’ terangnya. (ad699)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Kamis Paing, 21 Februari 2019
Lakukan Penyegaran, Gubernur Koster Matangkan Konsep Libatkan Desa Adat Unud Lantik 11 Pejabat Struktural Wujudkan Ekonomi Kerakyatan
UPAYA Gubernur Bali Wayan Koster mewujudkan ekonomi kerakyatan dengan melibatkan desa adat sebagai pilar pembangunan Bali terus dimatangkan. Salah satunya dengan mengembangkan konsep minimarket milik desa adat. Hal ini terungkap dalam audiensi Gubernur Bali Wayan Koster dengan Bali Business Network (BBN) dan Perusahaan Daerah Provinsi Bali, di ruang kerjanya, Rabu (20/2) kemarin. Gubernur Koster mengatakan setelah terbitnya Pergub No. 99 tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali, pihaknya akan menata pemasaran produk lokal dari hulu hingga ke hilir, salah satunya melalui Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA). Salah satu unit usaha yang akan dijalankan BUPDA adalah sejenis minimarket yang saat ini sesungguhnya sudah dijalankan di beberapa desa. “Yang sudah jalan kita tata, ada juga yang baru tapi memang harus melalui proses assesment,” ujarnya. Koster berharap unit usaha ini nantinya tidak saja berjalan secara bisnis namun juga mencerminkan kearifan lokal Bali. Ketua DPD PDI-P Provinsi Bali ini berharap tidak menggunakan istilah luar seperti ‘mart’
AUDIENSI - Audiensi Gubernur Bali Wayan Koster dengan Bali Business Network (BBN) dan Perusahaan Daerah Provinsi Bali, di ruang kerjanya, Rabu (20/2) kemarin. dan arsitekturnya mencerminkan budaya Bali. Direktur BBN I Made Abdi Negara mengatakan pihaknya terus mematangkan konsep agar rencana ini bisa berjalan berkelanjutan. “Kita tidak ingin seperti program serupa di beberapa daerah yang hanya berjalan sebentar karena kurangnya keseriusan,” kata Abdi. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan konsep yang mencakup tiga aspek
yakni manajemen, pelatihan, dan pengawasan. BBN juga akan melakukan studi dampak sosial agar program ini nantinya bisa benar-benar diterima masyarakat dan tepat sasaran. Sementara itu, Dirut Perusda Bali Suryawan Dwimilyanto berharap kehadiran dan komitmen orang-orang yang berkomitmen di bidangnya akan membuat konsep ekonomi kerakyatan ini bisa segera terwujud. (ad705)
Lanjutkan Kerja Sama ’’Branding’’ Antarperusahaan
Xpander Terbang Bersama Pesawat Garuda Indonesia SETELAH sukses menjalankan kerja sama penyediaan unit kendaraan operasional awak pesawat Garuda Indonesia, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi di Indonesia dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC), melanjutkan sinergi strategis antarkorporasi dengan melaksanakan program branding livery design decal Mitsubishi Xpander di 1 armada Garuda Indonesia Boeing 737-800 NG. Decal branding Xpander tersebut terpasang pada badan pesawat armada B737- 800 NG dengan nomor registrasi PK-GNU yang resmi diluncurkan pada 20 Februari 2019 dan langsung beroperasi mengantarkan rombongan management MMKSI, MMC serta diler kendaraan penumpang Mitsubishi dari Jakarta ke Denpasar untuk agenda acara tahunan konvensi diler Bali. Program branding livery tersebut terinspirasi dari kesamaan ciri dan karakteristik brand Mitsubishi Xpander dan Garuda Indonesia yang menjadi top of mind pilihan transportasi idaman yang menawarkan prestise, kenyamanan, fitur, dan layanan terbaik dengan harga yang kompetitif bagi konsumen. “Sinergi yang terjalin baik antara Mitsubishi Motors dan Garuda Indonesia semakin menunjukkan kesamaan karakteristik antarkedua perusahaan yang tidak hanya terletak pada ciri dan karakteristik brand. Namun juga persepsi dan sikap dalam menyuguhkan layanan terbaik dan memberikan kepuasan tertinggi terhadap pelanggan,” ujar Naoya Nakamura, Presiden Direktur PT MMKSI. Sebelumnya, 401 unit Xpander varian GLS MT dengan decal branding telah digunakan sebagai kendaraan operasional dan unit shuttle transportasi resmi untuk awak kabin Garuda Indonesia. Saat ini,
FOTO BERSAMA - Ngakan Septigraha, CEO Regional Jawa, Bali, Nusra, berfoto bersama owner Mitsubishi Jepang, Presdirnya, dan tim Mitsu. Mitsubishi Motors dan Garuda Indonesia terus melakukan studi akan kemungkinan kerja sama yang akan dilakukan untuk mendukung proses bisnis dan perkembangan ekonomi di Indonesia. Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara, mengungkapkan livery project antara Garuda Indonesia dan Mitsubishi Motors ini merupakan kerja sama pertama yang melibatkan sebuah produk otomotif. Dalam hal ini, Mitsubishi Motors melalui sub-brand Mitsubishi XPANDER yang dikenal sebagai konsep mobil MPV (Multi Purpose Vehicle) dengan basis pengguna terbesar di Indonesia di kelas MPV. “Melalui kerja sama ini, tentunya kami harapkan dapat menghadirkan nuansa penerbangan yang berbeda kepada penumpang, khususnya melalui kehadiran livery design Mitsubishi Xpander di badan pesawat Garuda Indonesia,” ujarnya. Lebih lanjut Ari menjelaskan, kerja sama sinergi antara Garuda Indonesia dan Mitsubishi Motors ini tentunya menjadi konsep kolaborasi branding memiliki value added
tersendiri bagi kedua perusahaan. Dengan brand Garuda Indonesia yang kuat sebagai “National Flag Carrier” serta karakteristik prestise dan exclusive dari hadirnya brand Mitsubishi Xpander di pesawat tentunya menjadi nilai tambah tersendiri dari aspek brand engagement kedua perusahaan. Garuda Indonesia telah mempergunakan kendaraan Xpander sebagai kendaraan operasional crew dan secara bertahap Garuda berencana untuk meningkatkan kerja sama ini bersama Mitsubishi Motors ke depannya dengan penambahan armada maupun program branding lainnya. Mitsubishi Xpander sebagai model small-MPV unggulan dari Mitsubishi Motors yang diluncurkan pada Agustus 2017, telah mendapatkan penerimaan yang sangat baik oleh pasar Indonesia yang dibuktikan dengan raihan pangsa pasar lebih dari 44% di kelas small MPV 1.500cc dan kontribusi terhadap total penjualan kendaraan Mitsubishi Motors di Indonesia sebesar 70% pada periode Januari-Desember 2018. (kmb42)
Rayakan HUT Ke-62 Astra International Tbk
Astra Motor Bali Gelar Donor Darah ASTRA Motor Bali sebagai main dealer sepeda motor Honda dan bagian dari PT Astra International Tbk. turut merayakan hari ulang tahun ke-62. Perayaan ke-62 ini jatuh pada 20 Februari 2019 yang dirayakan bersama seluruh karyawan. Perayaan HUT Astra pada tahun ini diperingati Astra Motor Bali dengan mengajak seluruh karyawan untuk melakukan kegiatan sosial. Kegiatan sosial berupa donor darah pun digelar di Astra Motor Center Denpasar dan diikuti seluruh karyawan bekerja sama dengan PMI. Sebanyak 30 kantong darah terkumpul pada kegiatan ini. Selain donor darah, seluruh karyawan Astra Motor Bali juga memperingati HUT ke-62 dengan kegiatan internal. Di antaranya leader sharing dari salah satu manajemen Astra Motor tentang bagaimana menghadapi era milenial dan insan Astra yang harus mampu beradaptasi dengan kondisi zaman yang berubah dengan sangat cepat. Selain itu, juga dibacakan penghargaan dan prestasi yang telah diraih insan Astra Bali sepanjang tahun 2018. Pada waktu yang bersamaan puncak perayaan ulang tahun Astra ditandai dengan pemotongan tumpeng, yang diserahkan kepada karyawan termuda dan berfoto bersama. Dalam sambutan Presiden Direktur PT Astra International Tbk. yang dibacakan Adm & Finance Sub Dept Head Astra
UNIVERSITAS Udayana (Unud) kembali menggelar mutasi jabatan kepada pejabat struktural di lingkungan Unud. Sebagai rangkaian mutasi, Rabu (20/2) kemarin, 11 pejabat di lingkungan Unud dimutasi, dilantik dan dilakukan serah terima jabatan oleh Rektor Unud Profesor Anak Agung Raka Sudewi, di Gedung Widya Sabha, Kampus Unud, Jimbaran. Pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat eselon maupun struktural di jajaran Unud diawali dengan upacara majaya-jaya di pura kampus setempat. Para pejabat yang baru dilantik ini diharapkan dapat memegang dan menjalankan amanah yang diberikan serta mengacu pada aturan yang berlaku. Menurut Rektor Unud, Profesor Raka Sudewi, mutasi jabatan merupakan salah satu upaya penyegaran bagi pejabat struktural di lingkungan Unud. Dengan harapan, akan dapat lebih segar pada jabatan yang baru. Sementara kata Raka Sudewi, promosi jabatan merupakan salah satu bentuk penghargaan yang diberikan pemerintah kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah memenuhi beberapa persyaratan tertentu. Karena jabatan bukanlah hak, melainkan amanat dari pemerintah yang berisi serangkaian tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dan dipertanggungjawab-
PELANTIKAN - Suasana pelantikan 11 pejabat di lingkungan Universitas Udayana, Rabu (20/2) kemarin. kan. Dalam hal ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kepada para pejabat baru, yaitu hendaknya selalu setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, mampu menjaga dan mempertahankan integritas loyalitas disiplin dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab. Selain itu, yang tidak kalah penting dilakukan yakni bersifat sensitif dan responsif terhadap tantangan dan permasalahan baru yang timbul di dalam maupun di luar organisasi. “Para pejabat baru juga harus memiliki wawasan jauh ke depan dan mampu melakukan terobosan yang positif melalui pemikiran
yang kreatif inovatif dan sistemik untuk kepentingan organisasi,” harapnya. Lebih lanjut dikatakan, saat ini Unud sedang melakukan moratorium penerimaan tenaga kependidikan per tanggal 1 Februari 2019, serta sudah dibentuk tim Analisis Beban Kerja (ABK). Tujuannya kata Raka Sudewi, yaitu untuk menganalisis kebutuhan tenaga kependidikan di seluruh Unud, sehingga diperoleh informasi tentang jumlah kebutuhan yang efisiensi dan prestasi kerja unit satuan organisasi pemangku jabatan serta pemanfaatan dalam rangka meningkatkan kualitas aparatur negara. (ad703)
Tatap Muka Semeton Meranggi dan Kubon Tubuh Karangasem
Wedakarna Minta Umat Hindu Karangasem Pelopori Penyederhanaan ’’Upakara’’ SENATOR DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, dalam rangka reses DPD-RI pada masa sidang Februari 2019, hadir di bumi lahar Karangasem untuk menyambangi masyarakat sekaligus menyerap aspirasi dalam rangka UU MD3 Tahun 2018. Dalam kesempatan ini, Senator Arya Wedakarna (AWK) menyambangi dua wilayah yakni Banjar Kayu Putih, Desa Bebandem dan Banjar Adat Waliang Kecamatan Abang. Dalam kesempatan tersebut, AWK bertemu dengan para pratisentana dari Merajan Kubon Tubuh dan Warih Pradewa di Pura Meranggi yang merupakan warga Ksatria. Rasa salut dan bahagia disampaikan AWK, mengingat kesempatan baik bertemu dengan semeton untuk bertukar pikiran tentang eksistensi umat Hindu, khususnya di Karangasem. AWK pun membawa sejumlah agenda untuk disosialisasikan. Di antaranya agenda Piagam Tantular yang menolak keberadaan desa berbau agama tertentu yang sempat diembuskan sejumlah kelompok agama di Bali, agenda penguatan ekonomi Sukla Satyagraha Hindu, termasuk agenda sosialisasi KB Bali 4 anak serta pencerahan terkait penyederhanaan upacara. “Tiang minta kepada semeton Hindu di Karangasem agar senantiasa eling dengan kewajiban Catur Purusa Artha, yakni dharma, artha, kama, dan moksa. Salah satu cara mencapai artha adalah dengan menjadikan agama Hindu sebagai agama yang mencerahkan. Dalam Hindu upakara hanyalah sarana, dan yang terpenting adalah tatwa. Maka dari itu, di tengah ekonomi umat yang sulit, tiang minta agar para pemimpin umat, baik di desa adat, pasemetonan dan wilayah masing-masing agar kembali menggelorakan penyederhanaan upacara. Menyederhanakan bukan berarti menghilangkan bebantenan, tetapi mengefisienkan sarana dan prasarana serta mempersingkat eedan karya. Apalagi, selama ini tiang perhatikan bahwa Karangasem sebagai wilayah tua
KUNJUNGAN – Senator DPD RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat berkunjung ke Kecamatan Bebandem dan Kecamatan Abang di Karangasem. sangat kompleks sarana dan juga eedan karya-nya. Tiang jadi teringat dengan pesan nasihat dari tokoh Hindu yakni (Swargi) Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa (Dharma Adyaksa PHDI Pusat) asal Griya Tegeh Karangasem, bahwa penyederhanaan upacara Hindu sangat dimungkinkan dan disesuaikan sesuai dengan zamannya,“ kata Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia ini. Terkait dengan eksistensi umat Hindu di Karangasem, AWK menyampaikan ke depan, umat Hindu harus memprioritaskan kesejahteraan ekonomi sebagai benteng pertahanan Hindu di Bali. ”Semeton harus paham sejarah, bahwa hancurnya kerajaan Hindu Majapahit di tanah Jawa, bukan karena pertentangan agama lama atau agama baru, tapi faktor mayoritas adalah karena umat Hindu di zaman itu miskin dan terlau jor-joran berupacara.
Tattwa Agama Hindu tidak dijalankan dengan sebaik-baiknya sehingga dengan mudah umat Siwa Buddha beralih keyakinan. Hal ini terjadi juga di Bali saat ini, bagaimana Bali digempur dengan beraneka ragam masalah sosial dan budaya. Di satu sisi, semeton Hindu sangat sibuk berupacara, tapi di satu sisi kita melupakan palemahan dan pawongan. Ini yang harus diwaspadai umat Hindu. Belum lagi potensi umat Hindu pindah agama karena faktor ekonomi. Tugas tiang harus terus datang ke desa-desa untuk mengingatkan masyarakat akan hal ini. Semua demi kedaulatan Hindu Dharma dan Bali sebagai tempat terakhir pelestarian budaya Majapahit di Nusantara ini,” jelas Gusti Wedakarna. Dalam kunjungan kerja tersebut, Senator AWK juga melaksanakan dialog dengan generasi milenial serta melakukan persembahyangan bersama. (ad704)
Kokain Hampir 2 Kilogram dan Puluhan HP Dimusnahkan
DONOR DARAH - Perayaan HUT Astra International Tbk diperingati Astra Motor Bali dengan mengajak seluruh karyawan untuk donor darah. Motor Bali Christian Surjadi menyampaikan tema HUT ke62 Astra adalah “Inspiring The Nation”. “Memasuki tahun 2019 dengan semangat optimisme, dan tema ini sangat relevan dalam konteks dinamika sosial, politik, dan ekonomi pada tahun ini. Tema tersebut senantiasa mendorong dan mempertahankan Astra sebagai institusi agar dapat terus menginspirasi negeri ini yang terus diperjuangkan insan Astra
di seluruh penjuru negeri,” lanjut Christian. Pada peringatan HUT ke-62, PT Astra International Tbk. juga meluncurkan secara resmi Menara Astra setinggi 261 meter. Menara Astra ini diharapkan menjadi ikon bagaimana Astra terus berkembang menjadi inspirasi Indonesia pada masa depan tanpa pernah melupakan sejarahnya yang bisa membuat Astra sampai pada pencapaian saat ini. (bns1)
Mangupura (Bali Post) Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung pimpinan Sunarko, Rabu (20/2) kemarin, memusnahkan barang bukti perkara tindak pidana umum yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. “Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 57 perkara yang sudah diputus dan berkekuatan hukum tetap,” ucap Kajari Badung, Sunarko, di sela-sela acara pemusnahan barang bukti siang kemarin. Dijelaskan perkara itu sejak Mei 2018 hingga Desember 2018. Rinciannya, 29 perkara tindak pidana narkotika dan 28 tindak pidana umum lainnya. Pantauan saat pemusnahan yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Badung, barang bukti narkotika yang dimusnahkan terdiri dari kokain hampir 2 kg, persisnya 1.957,71 gram, ekstasi 1,37 gram
dan 121 butir, ganja 61,12 gram dan sabu-sabu 671, 07 gram. Sedangkan pidana umum lainnya ada puluhan ponsel dari berbagai merek. Bahkan, juga ada ponsel sejenis Iphone, Samsung, Oppo, dan ponsel bermerek lainnya. Selain itu, ada juga berbagai senjata tajam seperti pisau taji yang sudah dimodifikasi, pisau belati, belati kolombia, pisau lipat, pistol angin, kunci liter T, tongkat pemukul, berbagai jenis pakain dan tas ransel. Dalam kesempatan itu, juga dimusnahkan berbagai jenis obat, seperti obat kuat, obat herbal lainnya, termasuk alat kecantikan, yang merupakan pelanggaran BPOM. Usai dimusnahkan, dilakukan penandatanganan pemusnahan yang dilakukan pihak kejaksaan, pengadilan, kepolisian dan lembaga pemerintah lainnya.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
“Pemusnahan barang bukti ini baru pertama kali dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Badung,” tandas Sunarko. Kejaksaan ini didirikan atau diresmikan sejak Jumat 15 Februari 2018 lalu. Dan pihaknya mengaku berkomitmen menjaga barang bukti, supaya tidak terjadi perubahan angka atau besarannya. “Kami tidak hitung harganya. Ini racun bagi saya. Namun, efek dari penggunaan barang bukti ini, luar biasa. Saya setiap minggu cek barang bukti ini, dan perintahkan ke Kasipidum dan Kasi BB supaya barang bukti tidak berubah,” tandas Sunarko. Lebih lanjut dikatakan, bahwa pihaknya dalam waktu dekat, atau sebelum Lebaran kembali akan dilalukan pemusnahan barang bukti yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. (kmb37)
DAERAH
Kamis Paing, 21 Februari 2019
5
RSBM Buka Layanan VIP dan Kosmedik Denpasar (Bali Post) Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) yang merupakan rumah sakit Pemerintah Provinsi Bali melakukan subsidi silang terhadap layanan yang diberikan selama ini. Caranya dengan membuka layanan rawat inap dan kosmetik medik. Direktur RSBM dr. Bagus Darmayasa, M.Repro. menuturkan pada 2018, RSBM memperoleh laba Rp 38 miliar. Ia menargetkan pada 2019 memperoleh laba Rp 40 miliar, sementara Pemda menargetkan Rp 36 miliar. Selain disetor ke Pemda, laba ini juga akan digunakan untuk memberikan subsidi silang kepada layanan lainnya. “Dasar saya menaikkan laba ini karena kita membuka layanan baru, rawat inap untuk VIP dan kosmedik (kosmetik medik),” ujarnya Selasa (19/2). Ada 20 layanan rawat inap VIP yang dibuka serta layanan kosmetik dan dental klinik. Dalam waktu dekat akan dibuka lagi rawat inap VVIP dan Suite. Layanan kosmedik ini tidak ditanggung BPJS Kesehatan,
sehingga ia menargetkan pertama dari layanan ini adalah ASN (Aparatur Sipil Negara). Sementara target pendapatan dari layanan baru ini adalah lebih dari Rp 600 juta per tahun. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. mengatakan layanan VIP ini hanya 10% dari total kamar rawat inap yang dimiliki RSBM dengan jumlahnya 235 kamar. Dengan dibukanya layanan VIP ini, ia menargetkan peningkatan pendapatan Rp 40 miliar pada 2020. “Tahun ini, targetnya Rp 26 miliar. Mudah-mudahan dengan layanan VIP ini bisa mendapatakan Rp 3-4 miliar,” ujarnya. Meski demikian, kata dr. Suarjaya layanan VIP ini yang dijual adalah layanan kelas dan ruang rawat inap serta servisnya saja. “Sesungguhnya tindakan sama, jadi tidak ada bedanya orang di kelas VIP dengan kelas 3 itu,” ujarnya. RSBM merupakan RS pemerintah sehingga tidak berorientasi profit, namun mengutamakan
fungsi sosial. Dengan dibukanya layanan baru, pihaknya berupaya mengurangi subsidi pemerintah. “Tambahan layanan ini hanya untuk mengurangi subsidi dari pemerintah saja, supaya tidak membebani. Bagaimana pun juga sumber anggaran dari RS ini masih sebagian besar dari APBD pemerintah. Gaji karyawan, pemeliharaan masih dibiayai dari APBD,” tandasnya. Dengan kata lain, layanan unggulan ini merupakan subsidi silang dari layanan – layanan yang membutuhkan biaya tinggi, namun dibiayai dengan tarif BPJS Kesehatan yang rendah. Maka untuk menutupi kekurangna itu, layanan ini dibuka. RSBM yang beroperasi sejak 2017 ini menghabiskan biaya operasional puluhan miliar. Namun diakui, ia tidak hafal angkanya. Namun, ia memastikan tarif di RSBM lebih rendah dari rumah sakit swasta karena tarifnya diatur dalam Perda dan Pergub. (kmb42)
Sidak Lapas, Ponsel Napi Dicemplungkan ke Akuarium
Banyuwangi (Bali Post) Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Banyuwangi memiliki cara unik guna memberikan efek jera ke warga binaan yang nekat membawa telepon selular (ponsel). Ponsel yang ditemukan di kamar napi langsung disita, kemudian dicemplungkan ke akuarium Lapas yang terpasang di ruang depan. Tujuannya, para napi bisa melihat ponsel yang masih utuh dari hasil sitaan. Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Banyuwangi Sunaryo mengatakan pihaknya secara rutin melakukan sidak benda berbahaya di kamar para warga binaan. Hasilnya, tetap saja ditemukan ponsel dan benda terlarang lainnya. Seperti dilakukan Rabu (20/2) pagi kemarin. Petugas merazia seluruh blok kamar tahanan. Hasilnya, ditemukan empat ponsel, charger ponsel, kabel data, baterai, hingga speaker. “Khusus ponsel yang kita sita, langsung kita tenggelamkan di akuarium depan. Sehingga, ada efek jera dari para warga binaan,” kata Sunarto usai memimpin razia. Menurut Sunaryo, pihaknya sengaja tak memusnahkan ponsel yang disita. Namun, menenggelamkannya ke akuarium. Sebab, dipastikan akan rusak. Namun, barangnya masih bisa dilihat para warga binaan. Selain ponsel dan perang-
Lagi, Anggota Ormas Pengedar Narkoba Dirantai
Mangupura (Bali Post) -
Untuk kesekian kalinya, anggota Satresnarkoba Polres Badung menangkap anggota ormas. Awal Februari lalu, dua anggota ormas yaitu I Gusti Putu Eka Krisna Ariyanta (23) dan Yusdi Winata (31) ditangkap di wilayah Denpasar dan Badung. Seperti pelaku lainnya, tangan dan kaki kedua pelaku dirantai.
Bali Post/udi
RAZIA - Petugas Lapas Banyuwangi saat menyemplungkan ponsel hasil razia dari kamar napi ke akuarium, Rabu (20/2) kemarin. katnya, razia juga mengamankan belasan benda berbahaya, seperti, pisau pemotong, silet, gunting, sendok, tang, hingga obeng. Khusus peralatan ini langsung dimusnahkan usai razia. “Selain ponsel, langsung kita musnahkan di halaman. Benda-benda itu berbahaya jika disimpan di kamar napi,” jelas pejabat yang sehari-harinya menjabat Kasi Pembinaan Lapas Banyuwangi ini. Ditambahkan, razia blok napi ini merupakan agenda rutin. Targetnya, mengantisipasi masuknya barangbarang berbahaya. Salah satunya, narkoba. Karena itu, razia selalu menyasar
seluruh barang yang disimpan para warga binaan. Tak hanya tas atau lemari, petugas juga mengobok-obok tempat sampah di sekitar kamar tahanan. Muncul kecurigaan, ada barang berbahaya yang dibuang ke tempat sampah. Sunaryo menambahkan, sebelum razia, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke para warga binaan. Karena itu, bagi warga binaan yang kedapatan menyimpan barang terlarang akan diberikan sanksi. “Aturan sanksi sudah ada sesuai Peraturan Menkum dan HAM No.6/2013. Sanksinya bervariasi. Salah satunya, penempatan di ruang isolasi,” ujarnya. (udi)
Dijanjikan Kerja di RS, Bidan Kena Tipu Rp 175 Juta Denpasar (Bali Post) Ingin jadi pegawai RS Bali Mandara, Luh Putri Ari Fianty (26) yang berprofesi sebagai bidan ini malah kena tipu. Pelaku penipuan ini berinisial IB Gde BP (31). Bahkan, pelaku menjanjikan korban hingga menjadi pegawai tetap dengan membayar Rp 175 juta. Akibat perbuatannya itu, pelaku ditangkap dan ditahan di Polsek Denpasar Selatan (Densel), Minggu (3/2) lalu. “Pengungkapan kasus ini baru kami rilis karena masih mengembangan dan melengkapi barang bukti,” kata Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya, didampingi Kanitreskrim Iptu Hadimastika, Rabu (20/2) kemarin. Menurut Kapolsek, korban ingin menjadi pegawai tetap di RS Bali Mandara Denpasar. Pasalnya, dia mendapat informasi ada lowongan sebagai tenaga medis untuk bisa bekerja di RS Bali Mandara. Setelah dua tahun bekerja dikatakan akan diangkat menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara). Informasi itu hanya orang tertentu saja yang mengetahuinya. Setelah mengetahui hal itu, korban yang beralamat di Jalan Kelingkung, Sanur, Densel ini, dikenalkan oleh temannya, Riki kepada pelaku. Kebetulan Riki satu kantor dengan pelaku di RSUD Wangaya, Denpasar. Selanjutnya, korban berkomunikasi dengan pelaku lewat telepon. Korban dijanjikan bisa bekerja di RS Bali Mandara dan dimintai uang DP Rp 20 juta. Penyerahan uang tersebut dilakukan pada 5 Januari lalu, bertempat di kedai di Jalan Tukad Yeh Aya Panjer, Densel. Sepanjutnya, pada 19 Januari lalu, korban
Bali Post/rah
KASUS NARKOBA - Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta merilis pengungkapan kasus narkoba. Dua pelaku merupakan anggota ormas.
RILIS - Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya, didampingi Kanitreskrim Iptu Hadimastika saat merilis kasus penipuan, Rabu (20/2) kemarin. diantar pacarnya, I Gusti Agung Hendra Dinata, dan bertemu lagi dengan pelaku di kedai tersebut. Saat itu, pelaku mengatakan bahwa SK-nya sudah mau keluar dan tinggal tanda tangan. Pelaku lalu menyuruh korban melunasi pembayaran Rp 155 juta. “Setelah menyerahkan uang dan menyerahkan surat-surat atau administrasi persyaratan dalam penerimaan calon pegawai dan juga telah mengikuti tes seleksi, pelaku mengatakan tanggal 27 April 2018, surat pengangkatan akan keluar,” ungkapnya. Namun setelah tanggal tersebut, SK yang dijanjikan pelaku tidak keluar. Korban terus meminta pelaku untuk mengembalikan uang yang telah diserahkan. Namun, pelaku berusaha meyakinkan korban dengan mempertemukannya dengan pria berinisial IBA yang mengaku sebagai pegawai BKD. Per-
temuan tersebut dilakukan di Renon. Waktu itu, korban disuruh menyerahkan surat lamaran, fotokopi ijazah, KTP, transkip nilai dan pas foto ukuran 4 X 6. Beberapa hari kemudian, IBA kembali bertemu dengan korban untuk tanda tangan SK. Namun saat itu, IBA belum menerima uang untuk memproses korban menjadi pegawai di RS Bali Mandara. “Korban disuruh menghubungi pelaku, tapi HP-nya tidak aktif. Akhirnya, korban melapor ke Polsek Densel,” ungkapnya. Berdasarkan laporan tersebut, polisi mendapat informasi jika pelaku pada Minggu (3/2) lalu, berada di daerah Kuta dan sedang merayakan ulang tahun pacarnya. Dari informasi tersebut, Iptu Hadimastika melakukan pengejaran bersama anggotanya. Akhirnya, pelaku berhasil ditangkap dan dibawa ke polsek. (kmb36)
“Tidak hanya anggota ormas, pengedar narkoba juga kaki dan tangannya dirantai. Ini kami lakukan supaya ada efek jera terhadap pelaku,” kata Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta Rabu (20/2) kemarin. Tersangka Eka, kata Kapolres, ditangkap di Jalan Gelogor Carik, Denpasar Selatan. Dari kasus ini diamankan barang bukti satu paket sabu-sabu (SS) seberat 0,43 bruto. Sementara tersangka Yusdi dibekuk di wilayah Banjar Tegehe, Sempidi, Mengwi.
Saat ditangkap, pelaku membawa 13 paket SS seberat 7,31 gram bruto dan 11 butir ekstasi. Dari pengakuan pelaku, dia dikendalikan seorang bandar narkoba yang mendekam di LP Kerobokan berinisial L. Dia disuruh mengedarkan barang terlarang tersebut dengan upah Rp 50 ribu untuk sekali nempel. “Mereka ini sama-sama menjadi anggota satu organisasi salah satu ormas di Bali,” ungkap Yudith, didampingi Kasatresnarkoba AKP I Komang Ngurah Sujahayadi.
Denpasar (Bali Post) Gencarnya pemberitaan kasus paedofilia akhir-akhir ini membuat Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose angkat bicara. Kapolda menegaskan kasus ini jangan dipolitisasi dan harus menghormati HAM. “Kasus paedofilia jangan dipolitisasi. Pertama, harus diingat bahwa kita harus mengamankan hak asasi orang,” tegasnya Rabu (20/2) kemarin, usai meresmikan Kapal Polisi Prawira Raksa Ghora (PRG) dan Pospolairud Serangan, Denpasar. Menurut Irjen Golose, kasus yang diduga terjadi di Klungkung ini dimunculkan tahun 2015. Kemudian kata dia, dieksplor oleh orang tertentu yang tidak punya dasar yang baik. Mereka diduga hanya untuk mengeksploitasi berita untuk anak-anak dan yang notabene sekarang korbannya sudah dewasa. “Kita harus lindungi privasinya. Tapi oleh oknum-oknum tertentu dimanfaatkan untuk pencitraan dan sebagainya. Saya tidak mau melakukan penyelidikan maupun penyidikan yang hanya berdasarkan saksi yang (mengatakan) katanya,” tegasnya. Yang bilang ada kasus itu, justru orang yang tidak mengerti. “Ini justru mencederai tugas kami kepolisian untuk menjaga privasi anak-
anak, hak asasi anak-anak. Sementara korbanya sudah dewasa sekarang,” kata jenderal bintang dua di pundak ini. Pihaknya harus menjaga privasi itu. Dia mengaku sudah memerintahkan tidak ada yang bicara paedofilia. “Jangan mengangkat kata paedofilia kalau tidak punya dasar dan instrumen, termasuk wartawan. Tidak boleh mencederai penegak hukum, terutama HAM. Jangankan korban, tersangka pun kita jaga (privasi). Kasus ini (di Klungkung) bukan paedofilia seperti berita yang ada,” ungkapnya. Sementara ditanya soal kapal PRG, Irjen Golose mengatakan jenisnya Hovercraft XI-2017 dan mampu mengangkut 9 orang. Kenapa kita perlu jenis kapal kecil seperti ini? Pertama, kita menjaga garis pantai, bukan yang di atas 200 mil. Kita di bawah 200 mil. Kalau dilihat ancaman, terutama menjaga turis supaya nyaman memerlukan kapal kecil untuk bantuan evakuasi. Pasalnya, kapal ini juga bisa masuk ke perairan dangkal apabila dibutuhkan untuk menolong korban. Angka kecelakaan turis di perairan Bali, walaupun tidak terlalu tinggi tapi sering terjadi dan hampir tiap tiga bulan ada. Oleh karena itu, kepolsian merasa perlu menambah armada Hover-
Selain itu, juga dibekuk seorang wanita, Sita Mintarsih (37), pengangguran. Dia ditangkap usai traksaksi satu paket SS seberat 0,55 gram bruto. Pengguna narkoba yang diciduk I Wayan Wiadnyana (37) di Jalan Raya Semer, Kerobokan dengan barang bukti dua paket SS seberat 0,88 gram bruto. Penangkapan pengedar narkoba juga dilakukan di Jalan Danau Tamblingan, Jimbaran, Kuta Selatan, Rabu (13/2) pukul 12.00 wita. Polisi mengamankan dua pa-
ket ganja seberat 0,54 gram bruto dan 11 paket ganja seberat 14,96 gram bruto. Hasil interogasi, pelaku mengaku membeli ganja tersebut lewat online. Biasanya, dia membeli ganja Rp 500 ribu lalu dibagi menjadi beberapa paket kecil dan dijual Rp 250 ribu per paket di wilayah Denpasar serta Badung. Dua pengguna narkoba juga ditangkap yaitu Mulyanto Sugiarto (29) di Jalan Gunung Agung, Denpasar, dengan barang bukti satu paket SS seberat 0,51 gram bruto dan Ahmad Yani (36) dibekuk di Jalan Gunung Karang, Denpasar. Dari terangka Ahmad, polisi menyita dua paket SS seberat 0,36 gram bruto. (kmb36)
Kapolda Minta Kasus Paedofilia Jangan Dipolitisasi
Bali Post/rah
RESMIKAN - Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose saat meresmikan kapal Polisi Prawira Raksa Ghora (PRG). craft ini. Kedua, pihaknya merasa potensi laut di Bali luar biasa. Hal ini bisa dilihat dari dermaga di Pulau Serangan saja, tiap hari ada turis berlibur sehingga perlu pengawasan dan patroli laut. “Perlu saya sampaikan bahwa kami juga akan melakukan tindakan keras terutama kepada para pelaku atau pembawa narkoba lewat laut. Bagi para oportunis yang akan mengganggu keamanan pesisir pantai, Saya perintahkan supaya ditertibkan,” ujarnya. Perlu diketahui, kapal jenis Hovercraft XI-2017 ini
mempunyai spesifikasi teknis dapat digunakan di darat, air dan lumpur dengan kapasitas sembilan orang. Kapal ini juga memiliki kemampuan melewati medan yang berat sampai dengan 40-50 sentimeter dari permukaan tanah dan dilengkapi pelindung yang terpasang pada bantalan udara di bagian kanan dan kiri. Kapal Prawira Raksa Ghora juga dilengkapi dengan kamera surveillance untuk pencitraan panas yang berfungsi sebagai pengintai, patroli, pengamatan dan pencarian dalam kondisi cuaca yang berkabut, berasap, malam hari dan gelap. (kmb36)
OPINI
6
Kamis Paing, 21 Februari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Pilihan Calon yang Berintegritas KETIKA KPU mengimbau agar partai politik tidak mencalonkan kadernya yang pernah terlibat korupsi dan pernah menginap di hotel prodeo, toh masih banyak yang membandel. Buktinya, beberapa parpol masih nekat mengusung mereka untuk menjadi penghuni rumah rakyat. KPU memang hanya sebatas mengimbau, karena secara legalitas formal para mantan koruptor ini memang masih punya hak polotik untuk memilih dan dipilih. Cuma dari sisi rasa, rasanya tidaklah pas dan elok karena memberikan mereka kesempatan untuk maju lagi sebagai calon. Cuma masalahnya, di samping masalah aturan formal itu tadi, mereka ini masih menjadi andalan serta aset parpol bersangkutan. Mereka secara faktual memang masih punya basis massa yang diperlukan parpol. Dan satu hal lagi, mereka ini secara finansial masih kuat. Disamping untuk menyokong pergerakan politik pribadinya, kontribusi terhadap partai juga masih kenceng. Jadi, dengan alasan ini masih dapat “diterima” kalau beberapa parpol tetap ngotot mencalonkan kadernya yang sempat berurusan dengan hukum. Kalau bicara soal moral, tentu tidak akan nyambung. Namun faktanya, kita seringkali naif kalau melihat perspektif politik dari kacamata moral. Seringkali tidak nyambung dan malahan bikin gemas, kesal dan bahkan marah. Itulah realitanya. Nah ketika KPU kemudian berinisiatif agar foto para calon legislatif yang mantan koruptor dipasang di setiap TPS, maka baguslah itu. Ada semacam “sosialisasi” agar pemilih tidak memilih mereka. Apakah nanti terobosan ini cukup efektif dan ampuh, tentu hasil akhirnya yang akan membuktikan. Mereka lolos ke rumah rakyat atau tidak. Sebenarnya tidak hanya dipasang di TPS. Mereka juga semestinya “diperkenalkan” lewat moda media sosial dan sebagainya. Laman KPU juga semestinya yang memelopori. Para pemilih pemula serta warganet lainnya bisa secara jelas dan semakin mengerti siapa-siapa yang secara moral bisa dipilih. Untuk itulah mari kita dukung gerakan menjadikan pesta politik 2019 sebagai pesta yang berintegritas. Setidaknya berintegritas dari hasil pemilu ini yang ditandai dengan terpilihnya orang –orang bersih jujur dan memiliki komitmen terhadap bangsa ini. Jangan lagi terjebak pada propaganda picisan yang pada gilirannya hanya melahirkan wakil rakyat yang kemaruk, bahkan menjadi penggerogot uang rakyat. Integritas lainnya tentu bisa dijabarkan oleh pemilih dengan menjadi pemilih yang cerdas. Pilihlah calon yang memang benar-benar layak berdasarkan pertimbangan nurani, bukan transaksi. Jangan golput, apalagi mengajak orang untuk golput. Saatnya pesta demokrasi memilih figur yang bisa menjadi tauladan dan panutan bagi generasi bangsa ini. Jangan lagi memilih figur yang berpotensi menjadi penebar konflik yang bisa menjadi pemicu stabilitas. Mari jaga pesta politik ini dengan komitmen mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Mohon Jaga Kedamaian Pemilu sudah makin dekat. Saya sebagai masyarakat Bali tentu berharap Pemilu kali ini tak sampai membuat stabilitas terganggu. Mari kita tetap fokus membangun Bali tanpa harus membangun konflik dalam pesta demokrasi 2019. Masalah yang ada mudah-mudahan bisa diatasi dengan komunikasi. Jangan sampai karena kepentingankepentingan yang tidak strategis kita di Bali menjadi berdebat dan terbelah. Mari kita kelola Pemilu 2019 dengan mengedepankan kedamaian. Siapapun nanti terpilih menjadi anggota DPRD, DPD dan Presiden Republik Indonesia mari kita dukung. Kita telah sepakat bahwa mereka-mereka yang ikut ambil bagian dalam pesta politik kali ini sebagai kontestan Pemilu. Mari jaga stabilitas Bali dan lakukan langkah terpuji dan bermanfaat bagi Bali. Komang Sutama Putra Gianyar-Bali
Bebas Sampah Plastik Saya belakangan ini merasakan betul adanya kesadaran semua pihak menuju gerakan Bali bebas sampah plastik. Ini saya rasakan ketika saya berbelanja di toko berjaringan, dan mereka sudah tak memberikan kantong plastik. Mereka sudah menawarkan tas kain berbayar. Komitmen dan langkah ini tentu menjadi harapan baru menuju pengurangan penggunaan sampah plastik. Mudah-mudahan gerakan ini terus berlanjut dan menjadi budaya. Saya juga mulai melihat ibu-ibu berbelanja membawa tas kain. Ini tentu menjadi indikator lahirnya kesadaran mendukung gerakan bebas sampah plastik, atau setidaknya menekan penggunaan plastik. Ngakan Swiradana Denpasar-Bali
Memotong Hak Politik Koruptor Di tengah ramainya diskusi tentang calon presiden, ada usulan membersihkan politisi. Masih banyaknya politisi yang tertangkap tangan korupsi, memunculkan ide untuk memutus hak politik dari politisi bersangkutan. Pengadilan sudah memutus beberapa politisi yang melakukan korupsi tersebut. Tetapi tidak semua politisi yang korup diperlakukan demikian. Banyak pihak yang mendukung ide KPK ini demi memberikan efek jera kepada politisi bersangkutan dan politisi lainnya yang mungkin akan terjun di dalam pemeritahan. Efek jera ini sangat diperlukan ke depan. Cara demikian, apabila berhasil akan jauh lebih memudahkan bagi negara dan pemerintah untuk menghadapi realitas politik di masa depan. Artinya, jika politisi sudah kapok dengan sikapnya itu, maka tidak akan banyak lagi pengadilan akan bekerja hanya untuk mengadili politisi yang tidak tahu malu ini.
Oleh I Nyoman Darta
T
etapi ada satu pendapat penting bahwa pemberian hukuman tambahan tersebut merupakan cara untuk melindungi masyarakat. Artinya, melindungi masyarakat dari ketidakmampuannya menghambat laju politisi yang suka korupsi tersebut. Secara sosial pendapat ini benar dan memang seperti inilah yang seharusnya dilakukan oleh pengadilan untuk membantu masyarakat. Dari sini terbuka, fakta bahwa rakyat sesungguhnya hilang kendali atas upaya untuk menetapkan pilihannya, bahkan jauh-jauh hari sebelum menjatuhkan pilihan. Inilah yang harus dibantu oleh pengadilan. Secara sosial, bantuan ini dipentingkan karena masyarakat kini masih banyak mendapat tantangan. Dari sisi pengetahuan soal calon anggota legislatif, sebagian masyarakat tidak kuasa mencari jejak yang paling jujur dari calon anggota legislatif tersebut. Ini disebabkan karena begitu banyaknya calon anggota legislatif yang ditawarkan sebagai akibat dari begitu banyaknya partai politik yang bertarung. Bagi generasi yang sudah berumur di atas 50 tahun, penggunaan gawai tidak dapat dilakukan secara maksimal
kerena bukan menjadi budaya mereka, apalagi yang lebih dari itu umurnya. Tidak banyak generasi ini yang mempunyai keahlian melek gawai. Kalaupun kemudian mencari informasi melalui interaksi antarteman, juga tidak akan mungkin mampu mencari sampai pada tingkat kejujuran sang calon anggota legislatif. Tidak mungkin pula mencari informasi secara rinci seluruh calon anggota legislatif di televisi atau media cetak. Bagi generasi yang lebih baru, yang lahir pada dekade tujuhpuluhan dan delapanpuluhan, aktivitas mereka sebagai generasi yang paling produktif sesuai dengan tingkat usianya, akan membuat perhatian mereka tidak banyak terhadap sikap dan kejujuran dari calon politisi ini. Generasi milenial yang lahir pada dekade sembilanpuluhan dan sesudahnya, memang menguasai teknologi digital. Tetapi mereka mempunyai kecenderungan abai terhadap hal yang berbau politik. Boleh dikatakan ini sebagai problem dari negara demokrasi di Indonesia. Dengan catatan, dari sini dapat dikatakan bahwa demokrasi di Indonesi harus dibantu lagi. Sebuah negara demokrasi haruslah mempunyai aparat yang bersih. Artinya,
mereka yang menjalankan kemanusiaan itu sebagai pihak yang paling awal dalam politik pemerintahan (anggota legislatif, bupati, gubernur, dsb) haruslah orang bersih. Sebab, merekalah yang membuat kebijakan dan peraturan saat menjalankan kekuasaan. Disinilah problem yang terjadi pada masyarakat banyak di Indonesia. Karena itulah maka diperlukan bantuan dan perlindungan kepada masyarakat untuk melakukan pilihannya. Seharusnya partai politiklah pihak yang paling awal untuk memberikan bantuan dan perlindungannya, karena semua politisi direkrut dari partai politik. Tetapi, seperti yang sudah terlihat di mana-mana, partai politik sudah gagal dalam menjalankan fungsi rekrutmennya. Sejak awal sudah terlihat hal ini. Dengan sudut pandang itulah, apabila ada usulan untuk memutus hak politik bagi politisi yang korup, merupakan salah satu pemikiran yang positif. Penting diungkapkan bahwa tidak adanya hukuman berupa efek jera kepada politisi yang korup, membuat selalu ada pengulangan korupsi oleh politisi Indonesia, bahkan oleh politisi yang baru terjun ke dunia politik. Munculnya usulan di tengah
kampanye ini merupakan cara yang baik untuk menyadarkan dua pihak, yaitu politisi dan masyarakat. Bagi politisi, usulan yang dilakukan pada saat sedang kampanye mempunyai manfaat mengurangi cara mereka untuk mengompas dalam mencari dukungan. Korupsi pada konteks politik mempunyai nilai yang sama dengan kolusi dan nepotisme. Akibatnya, ketika wacana korupsi itu diungkapkan secara massal di media massa, masyarakat akan ingat dengan kolusi dan nepotisme. Para politisi sekarang sebagian sangat tidak kreatif. Cara untuk mencari massa masih tetap seperti dulu, yaitu memberikan “bantuan” kepada masyarakat. Bantuan ini adalah sebuah pembentukan kolusi dengan masyarakat, karena dengan cara itu akan ada kerja sama antara politisi dengan oknum di masyarakat untuk meloloskan dirinya sebagai politisi. Dengan hubungan seperti itu juga pada akhirnya akan dibangun juga budaya nepotisme, yaitu kerabat baru dan saudara yang baru dengan tujuan-tujuan politik. Kolusi dan nepotisme seperti ini bukan saja berupa fenomena yang dihadapi, tetapi justru dibangun dan dikembangkan lagi. Sangat berbahaya apabila hal ini dibangun. Padahal kita ingin menghilangkan fenomena yang sudah ada. Kolusi dan nepotisme merupakan modal untuk melahirkan korupsi lagi. Wacana penghilangan hak politik akan mampu memberikan penyadaran kepada politisi untuk berhenti melakukan jual beli suara di masyarakat. Cara seperti ini sangat mahal dan berpotensi mengulang-ulang korupsi. Bagi masyarakat, wacana pemotongan hak ini akan memperkuat dorongan mereka untuk memilih politisi yang jujur. Pemutusan hak politik sesungguhnya menjadi tujuan dari masyarakat banyak terhadap pilitisi yang suka melakukan penyuapan
Kepada Siapa Elite Berpihak? JIKA ukuran keberpihakan elite politik pada rakyat dilihat dari terselenggaranya pemilu, maka dapat dipastikan kontestasi politik saat ini adalah yang paling memalukan. Bagaimana tidak, di saat negara lain sibuk akan program pengembangan mesin terbarukan, nyatanya kita masih terjebak dengan narasi ‘kebencian’ antarbangsa sendiri. Runtuhnya dinasti kekuasaan otoriter Orde Baru 1998 dengan berkembangnya sistem multi-partai dan pemilu yang katanya ‘relatif demokrastis’ mulai tahun 1999, 2004, 2009, dan 2014 memaksa berpikir: adakah yang bisa diharapkan? Pun justru sebaliknya, faktanya peralihan ke sistem demokrasi (dari rakyat untuk rakyat) bak momentum pemberi harapan palsu. Di mana hak hidup rakyat dieksploitasi, ditindas, mata pencaharian dirampas, sumber kekayaan alam yang semestinya dijadikan ketahanan pangan disulap jadi industrialisasi pertambangan! Penilaian ini bukan tanpa alasan. Ada benarnya juga dan nyata. Terlebih orang-orang dengan ‘perasaan menderita’ masih banyak kita temui. Karena itu, peralihan ke sistem demokrasi dirasa masih semu, mencekik, dan jadi tantangan besar bersama. Ya, semua itu dirampok
Oleh Robeth Fikri Alfiyan oleh tokoh elite (oligarki) di bawah naungan sistem bernegara. Mereka pun bersekongkol, kongkalikong di pemilu kali ini mereka sengaja membenturkan dengan hak kebebasan berekspresi kemudian direduksi sebagai bentuk simpatik terhadap rakyat. Tujuannya tak lain supaya rakyat berada pada perdebatanperdebatan kusir ‘identitas’, atau perdebatan murahan: antek-asing, keturunan PKI, dan kriminalisasi terhadap ulama’. Istilah ini dicuatkan dalam kaitan politik dan hukum: satu, berlandaskan opini alternatif artifisial atas berbagai kenyataan yang ada. Sementara satunya lagi menekankan pada buktibukti dan fakta, baik pidana maupun perdata. Keduanya saling berkelindan, dan ini sulit diatasi bila kita tetap tak secepatnya beranjak dari belenggu wacana identitas, baik yang menghantam Jokowi maupun Prabowo. Tragis, tapi inilah realitas yang mau tak mau rakyat hadapi sendiri. Isu ini sebenarnya adalah segmen terkecil yang kerap kali kita andai-andaikan, ditakuttakuti, dan bersikap berlebihan,
akibat khayalan fantasi tokoh bubarnya populasi penduduk dengan 260 jutaan. Jadi sebetulnya tingkat kesejahteraan rakyat masih ada harapan di masa depan. Tapi sekali lagi, masalah utamanya adalah kontestasi Pemilu 2019 rasanya sulit melepaskan diri dari kepentingan para elite oligarki. Dalam hal ini, mereka berkelompok, terikat kontrakkontrak politik. Bahkan di salah satu pasangan kandidat, caprescawapresnya pun berasal dari sini. Kepentingan mereka jelas, pragmatis, oportunis, dan nepotisme. Mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Sisi lain fakta pemberian IUP yang tidak dikontrol oleh pemerintah (baik pemerintah pusat maupun daerah) telah memberikan dampak negatif yang besar dan meluas terhadap lingkungan dan masyarakat. Artinya, ekploitasi tambang menyebabkan penduduk kehilangan rumahnya, anak-anak kecil meninggal karena masuk area berbahaya, sungai-sungai tercemar, hingga merusak fungsi hutan. Di Indonesia saat ini komuditas tambang jadi rebutan utama,
karena beberapa asing sebagai konsumennya, seperti Jepang, Korea, Cina dan Australia. Tak hanya itu, puluhan aktivis juga dikriminalisasi karena memperjuangkan keberlangsungan lingkungan hidup yang melawan oligarki (lihat Jatam, 2019). Kepada siapa sebenarnya elite berpihak? Kepentinga rakyat yang mana yang dimaksud? Apakah dengan menggandeng tokoh-tokoh oligarki satu-satunya jalan kembali melanggengkan kekuasaan demi meraih kemenangan? Bukankah ini sebuah anomali? Kalau pun pada akhirnya menang karena terlibatnya sokongan dana mereka, jangan harap negeri ini masih bersih dari sandera kecacatan hukum. Saat ini rakyat sudah terlalu muak dengan dramaturgi politik busuk ini. Para elite dengan gayanya bak negarawan pamer istilah “memprioritaskan hidup rakyat” seraya gimmik politisi saja. Kampanye yang hendaknya dimaknai sebagai sarana dialog, uji program, dan uji kinerja serta sarana berbagi informasi data antar-kandidat bila menelisik penjelasan di atas mendadak sirna.
dalam melakukan pilihan. Tidak semua masyarakat suka dengan berbagai suapan, entah berupa bantuan semen, perbaikan tempat sembahyang, atau pun perbaikan jalan. Tetapi kesepakatan pimpinan dan lobi dari politisi sering membuat rakyat tidak dapat berkutik terhadap hal seperti ini. Rakyat tidak mempunyai kekuatan untuk melakukan pemotongan tersebut. Karena itulah wacana penghilangan hak politik ini memberikan bantuan untuk membangun penyadaran bagi masyarakat untuk memilih politisi yang bersih. Dengan demikian, disamping menghukum sang koruptor, pengadilan juga sebaiknya menghukum dengan cara menghentikan hak politiknya. Biarkan politisi berfikir ulang setelah menjalani hukuman. Bukan tidak mungkin politisi koruptor yang sudah dipotong hak politiknya akan berbelok menjadi budayawan atau bahkan menjadi agamawan. Dengan menjadi budayawan mereka akan menyadari kesalahannya dan menyebarkan kepada masyarakat untuk tidak berbuat demikian. Apalagi misalnya mereka menjadi agamawan. Tentu mereka akan mampu memberikan masukan yang baik kepada masyarakat untuk tidak berbuat demikian. Banyak yang harus dikerjakan untuk memberantas korupsi. Perilaku buruk ini sudah terlalu lama terjadi di Indonesia. Perilaku yang sudah lama ini susah diubah. Dan cara untuk mengubah itu adalah dengan semakin sering mengingatkan.
POJOK Majelis-majelis agama di Bali usulkan Nyepi 2019 tanpa internet. -Tapa brata penyepian di zaman now. *** BNN antisipasi masuknya Narkoba ke sejumlah objek wisata di Bali. -Selamatkan pariwisata budaya Bali. *** Susur hutan mangrove, siswa dan komunitas kumpulkan 2,29 ton sampah plastik. -Ayo selamatkan Bali.
Penulis, Essayist dan Mahasiswa Prodi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Kamis Paing, 21 Februari 2019
131 Penerima Dana Hibah Belum Setorkan LPJ Dikhawatirkan Jadi Temuan BPK
Tabanan (Bali Post)-
Banyaknya penerima dana hibah 2018 yang belum menyetorkan laporan pertanggungjawaban (LPJ) menjadi perhatian jajaran eksekutif maupun legislatif Tabanan. Dari data terdapat 131 penerima dana hibah yang LPJ-nya belum, sehingga dikhawatirkan jadi temuan BPK. Hal ini dalam rapat kerja (raker) Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Tabanan dengan DPRD Tabanan, Rabu (20/2) kemarin.
Bali Post/bit
RAKER - Raker TAPD dengan dewan, Rabu (20/2) kemarin.
Pada raker terungkap, tahun 2018 Pemkab Tabanan memberikan dana hibah dengan nilai puluhan miliar rupiah. Dari APBD induk 2018, dana hibah tersebar di 987 objek. Sedangkan di APBD Perubahan tersebar di 562 objek. Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Tabanan I Made Sukada mengatakan, dari dana hibah yang disalurkan dari APBD induk 2018, ada 36 penerima yang
SOSOK Prioritaskan Tiga Sektor MASIH adanya ketimpangan di beberapa wilayah di Tabanan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang tidak merata. Karena itu, untuk mewujudkan pemerataan ekonomi, Pemkab Tabanan gencar melaksanakan program pembangunan di bidang pertanian dan pariwisata, di samping mengembangkan ekonomi kreatif. Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratmaja mengatakan, Pemkab Tabanan telah melakukan banyak upaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur publik, meski dalam keterbatasan keuangan daerah. Salah satunya dengan berupaya mewujudkan pemerataan pembangunan berbasis potensi wilayah. ‘’Tahun 2020 merupakan tonggak terakhir
menuju pencapaian Tabanan Serasi. Untuk itu, banyak hal yang harus lebih dapat diakselerasi untuk mencapai keberhasilan pembangunan daerah. Hal tersebut tidak terlepas dari program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh perangkat daerah,’’ katanya saat pembukaan musrenbang di Kecamatan Selemadeg, beberapa waktu lalu. Wiratmaja menjelaskan, sasaran dan prioritas pembangunan daerah tahun 2020, dititikberatkan pada sektor pertanian, pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai dasar penentuan prioritas anggaran tahun 2020. Hal ini mengingat penduduk Tabanan dominan masih mengandalkan sektor pertanian, yakni sebesar 22,55 persen. Dia berharap program prioritas tersebut dapat dijadikan dasar dalam merencanakan arah pembangunan Kabupaten Tabanan tahun 2020. OPD juga diharapkan bersinergi merancang kegiatan yang sejalan dengan tema dan program prioritas tersebut, sehingga program-program yang dicanangkan pemerintah bisa berjalan sesuai dengan rencana yang diharapkan. (san)
belum menyelesaikan LPJ. Sementara untuk di APBD Perubahan 2018, ada 95 penerima dana hibah yang belum menyelesaikan LPJ-nya. ‘’Sebagian besar penerima dana hibah adalah organisasi kemasyarakatan (ormas),’’ tegasnya. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (Bakueda) Tabanan Dewa Ayu Sri Budiarti mengatakan, pihaknya khawatir banyaknya peneri-
ma hibah yang belum menyelesaikan dan menyampaikan LPJ akan menjadi temuan BPK. Disinggung kendala yang dihadapi penerima dana hibah dalam menyusun LPJ, mantan Kabag Keuangan Setda Tabanan ini menyatakan, kemungkinan persoalannya justru akibat kesibukan penerima hibah sehingga belum bisa menuntaskan LPJ. ‘’Kalau masalah kecilnya, ada kwintasi, NPWP dan berkas
lainnya,’’ sebutnya. Terkait hal itu, pihaknya dan OPD terkait sudah membentuk tim khusus. Tim ini akan berkoordinasi dengan Camat, Perbekel dan Klian Dinas untuk memantau perkembangan LPJ penerima hibah. ‘’Kami targetkan akhir Februari LPJ sudah selesai,’’ tegasnya. Sementara itu, Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi menegaskan, dewan bukan penerima atau mendapatkan hibah, tetapi dewan sebagai fasilitator dan mengarahkan dana hibah ke konstituennya. Kebijakan dan kekuasaan penuh untuk memberikan dana hibah, tetap berada di eksekutif. Menurut pria yang
akrab disapa Boping itu, sebelum mencairkan hibah, eksekutif sebaiknya melakukan survei dan penelitian layak tidaknya suatu organisasi diberikan dana hibah. Dikatakannya, masingmasing OPD jika telah mencairkan dana hibah ke rekening penerima, seharusnya memberitahukan dan melakukan pendampingan kepada penerima hibah, termasuk dalam penyusunan LPJ. Ditegaskannya, masih banyaknya LPJ dana hibah 2018 yang belum tuntas akan mengganggu proses pencairan dana hibah 2019. ‘’Kami harap penerima hibah segera menyelesaikan LPJ,’’ tegasnya. (kmb28)
PNS dan PTT UPT Disdik Tunggu Kejelasan Penempatan
Tabanan (Bali Post)Ditariknya kembali tugas dan kewenangan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Provinsi Bali, membuat sejumlah PNS dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) UPT Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Tabanan kelimpungan. Mereka tidak tahu harus ngantor di mana, lantaran belum ada surat keputusan mengenai penempatan. Dari pantauan di kantor UPT Disdik Provinsi Bali di Tabanan yang berlokasi di Jalan Subali Nomor 9 Tabanan, Rabu (20/2) kemarin sejumlah staf dan pegawai masih tetap ngantor, meski beban tugas mereka sudah berkurang sejak 6 Februari lalu. Mereka pun mengaku belum tahu akan ditempatkan di mana, lantaran SK penempatan pascapenarikan tugas dan wewenang UPT belum keluar. Sejumlah ruangan yang biasanya digunakan bertugas oleh Kepala UPT dan setingkat Kasi tampak kosong, karena pejabat bersangkutan telah menempati tugas yang baru. Meski demikian, para staf dan pegawai yang tersisa tetap bekerja sesuai dengan jam kerja, sembari memberikan informasi pada kepala sekolah maupun staf sekolah
yang datang ke kantor UPT lantaran belum mengetahui terkait informasi penarikan. Saat ini jumlah staf dan pegawai yang masih menunggu kejelasan SK penempatan ada 12 orang. Sebanyak delapan orang di antaranya berstatus PNS dan empat lainnya PTT. ‘’Biasanya kami berjibaku dalam hal pengurusan gaji, naik pangkat, verifikasi berkas sebelum dibawa ke provinsi, sekarang tidak lagi,’’ ujar salah seorang pegawai UPT. Sejumlah kepala sekolah pun mengaku menyayangkan aturan yang menghapuskan keberadaan UPT Disdik Bali di kabupaten. Sebab, selama ini keberadaan UPT sangat membantu mempermudah koordinasi. ‘’Semestinya aturan dibuat disesuaikan dengan kebutuhan. Jangan lihat di Tabanan, bayangkan saja yang dari Negara atau Karangasem, kalau koordinasi langsung ke provinsi jauh sekali. Dulu ada UPT lebih mudah,’’ ucap Kepala SMAN 1 Marga I Wayan Kantun Arimbawa. Hal senada juga disampaikan Kepala SMAN 1 Pupuan I Wayan Suarma. Menurutnya, akibat aturan tersebut, urusan pendidikan di tingkat
Bali Post/bit
PEGAWAI - Sejumlah pegawai UPT Disdik Provinsi Bali di Tabanan, Rabu (20/2) kemarin masih ngantor seperti biasa sembari menunggu SK penempatan. wilayah yang biasanya bisa mudah dan cepat oleh keberadaan UPT, sekarang lebih rumit karena harus datang langsung ke provinsi. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Bali yang juga mantan Ketua UPT Disdik Provinsi Bali di Tabanan, I Ketut Sudarma menyampaikan, penarikan UPT di kabupaten merupak-
an aturan pemerintah pusat. ‘’Kami di daerah hanya bisa mengikuti,’’ ucapnya. Sudarma juga menyampaikan saat ini pihaknya juga sedang melakukan sosialisasi terkait ditariknya kembali UPT ke provinsi. Khusus pegawai UPT Disdik, nantinya akan ditarik ke provinsi atau ke sekolah-sekolah, sesuai kebutuhan. (kmb28)
LEM Belatungan Berhasil Produksi 25 Ribu Bibit Kopi Tabanan (Bali Post)Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) Desa Belatungan, Pupuan, berhasil mengembangkan 25 ribu bibit kopi. Bibit ini rencananya akan dijual ke anggota dan petani kopi lain, sehingga keuntungannya bisa dijadikan modal pengembangan bibit kembali. Keberhasilan LEM Desa Belatungan ini diharapkan bisa memenuhi harapan pemerintah mewujudkan Desa Belatungan sebagai desa mandiri benih. Ketua LEM Desa Belatungan I Ketut Ringin, Rabu (20/2) kemarin, mengatakan, pengembangan 25 ribu bibit dilakukan para anggota LEM sejak April 2018. ‘’Lewat pelatihan dan keterampilan yang dimiliki anggota, 25 ribu bibit ini tumbuh dengan baik dan siap untuk dipasarkan,’’ ujarnya. Langkah awal keberhasi-
lan mengembangkan bibit ini adalah pihak LEM Belatungan telah melakukan penyambungan bibit sebanyak 4.000 pohon. ‘’Penyambungan ini kami lakukan di sekitar lahan yang kami pinjam pakai sebagai tempat pembibitan. Sesuai perjanjian awal, lahan yang kami gunakan dengan sistem pinjam pakai selama lima tahun, kontribusi bagi pemilik lahan adalah memenuhi bibit kopi di lahannya yang seluas 50 are,’’ ujar Ringin. Sementara untuk bibit yang lain, sesuai arahan Pemprov Bali akan dijual. Pihaknya menentukan harga sebesar Rp 4.000 per bibit. ‘’Harga ini cuma harga bibitnya saja. Untuk penyambungan plus bibit, harganya disesuaikan kesepakatan antara anggota atau petani. Harga bibit ke anggota dan luar anggota, disamakan,’’
jelas Ringin. Keuntungan penjualan bibit ini nantinya digunakan LEM Desa Belatungan sebagai modal memproduksi bibit kembali. ‘’Karena belum ada informasi bantuan modal lagi dari pemerintah, jadi keuntungannya nanti diputar untuk modal,’’ tambahnya. Lebih lanjut dia menuturkan, LEM Belatungan kini memiliki 52 anggota. Belum semua warga Desa Belatungan menjadi anggota LEM. Guna menarik minat warga menjadi anggota LEM, Ringin berencana melakukan sosialisasi dan menunjukkan hasil kerja LEM dalam usaha pembibitan kopi ini. Diharapkan dengan melihat keberhasilan program Desa Mandiri Benih lewat LEM akan semakin menarik minat warga Desa Belatungan menjadi anggota LEM. Seperti diketahui, Tabanan
dipilih menjadi salah satu pilot project pembentukan LEM. Ada enam desa di Kecamatan Pupuan yang terpilih yaitu Desa Belatungan, Desa Munduktemu, Desa Pajahan, Desa Pujungan, Desa Padangan dan Desa Kebon Padangan. Dipilihnya enam desa ini karena solidaritas dan semangat kerja petani yang tinggi. Sebagai langkah awal menjadi masyarakat mandiri melalui LEM, enam desa ini didorong untuk menjadi desa mandiri benih. Selain dari modal yang dikumpulkan lewat anggota, pada tahap awal membuat usaha pembenihan, pemerintah pusat memberikan anggaran lewat dana TP Kementerian Pertanian sebesar Rp 583.800.000 untuk 6 LEM yang digunakan untuk membuat bedeng sampai proses pembuatan bibit dan ongkos tenaga kerjanya. (kmb24)
Bali Post/san
BIBIT - Anggota LEM Desa Belatungan menunjukkan bibit kopi. Saat ini LEM Desa Belatungan sudah memproduksi 25 ribu bibit kopi yang siap dipasarkan.
BULELENG
8 SOSOK
Geliat Kesenian Warga Kecamatan Seririt dalam mengapresiasi seni ada kecenderungan meningkat. Terbukti makin bertambahnya sanggar kesenian dan kelompok kesenian lainnya di kecamatan yang dijuluki Kota Segitiga Emas itu. Camat Seririt I Nyoman Riang Pustaka, S.IP mengatakan, minat masyarakat berkesenian di wilayahnya, tidak terlepas adanya event-event festival yang diselenggarakan pemerintah daerah kabupaten dan kecamatan. Dengan ruang pentas itu, penampilan seniman dalam berbagai event festival tersebut telah membawa ekses positif untuk pengembangan kesenian di daerahnya. “Perkembangan sanggar-sanggar seni budaya saat ini sudah bergairah. Dulu hanya ada Sanggar Pentas Marak Lestari di Desa Bubunan. Belakangan berkembang sanggar Langen Kerti Budaya dan Sanggar Bayu Teja di Lokapaksa, terakhir ada sanggar Gita Gosali di Desa Kalisada,” katanya. Alumni STPDN Jatinangor itu menambahkan, saat ini masyarakat khususnya generasi muda mulai tumbuh semangatnya mencintai kesenian tradisional. Seperti menari, tabuh, dan drama gong. Dahulu tidak ada seni drama di Desa Umeanyar. Tetapi saat ini perkembangan drama gong di Umeanyar maju pesat. Selain itu, di Seririt ini dibentuk tim pembina kesenian, khusus seni Pesantian dan Geguntangan. Dengan tumbuhnya aktivitas kesenian itu, dirinya mengintensifkan pembinaan, pemantauan, dan juga memotivasi sanggar-sanggar dan kelompok seni agar terus berlatih dan juga berkarya. Tidak cukup pembinaan, juga memberikan mereka ruang lebih optimal menampilkan hasil karya-karya seni itu melalui event Festival Seririt Berbudaya (Fesrida). Setiap tahun konsep gelaran event ini diubah, sehingga aspek penggalian, pelestarian, pengenalan kepada generasi muda dan juga hiburan itu diharapkan bisa terwujud dari Fesrida. “Tahun ini kami angkat potensi kesenian dari masing-masing desa. Kami berikan lebih luas berkreasi. Artinya tidak diseragamkan seperti tahuntahun sebelumnya,” tegasnya. (mud)
Pencemaran Nama Baik via ”Facebook”
Bumil Diadukan ke Polisi
Singaraja (Bali Post) – Seorang ibu hamil (bumil) terpaksa beruruan dengan polisi. Perempuan yang diketahui berinisial SM (31) dari Jalan Merak, Singaraja itu diduga melakukan pencemaran nama baik via jejaring media sosial (medsos-red) facebook (FB). Kasat Reskrim AKP Mikael Hutabarat didampingi Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Rabu (20/2) kemarin mengatakan, kasus ini berawal ketika pelapor Eko Sasi Kirono, S.H. (31), alamat Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng itu menggelar pesta ulang tahun anaknya di salah satu restoran ternama di Kota Singaraja. Foto dan rekaman video acara pesta ulang tahun itu di-upload lewat jejaring FB. Dari postingan itu, ada beberapa tulisan komentar masuk. Pelapor keberatan setelah melihat tulisan komentar yang dianggap mencemarkan nama baiknya di jejaring medsos. Mendapat pengaduan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti. Polisi mengetahui kalau komentar dengan kata-kata kasar itu dilakukan SM. Untuk mendapatkan keterangan, yang bersangkutan diamankan untuk diperiksa. Dari keterangan itu, melalui akun FB Wic Zaki Chan mengupload foto, video pesta ulang tahun anak pelapor Adam Putra Kirono. Melihat kiriman foto dan video itu, SM melalui akun FB Mam’s Qila kemudian menulis di kolom komentar berbunyi “Aduh pengacara abal-abal, penipu pula lagi gaya ultah di KFC, mudah-mudahan Anda secepatnya kena karmanya”. Atas tulisan komentar itu, pelapor merasa dirugikan karena nama baiknya dicemarkan, sehingga melaporkan kasus ini ke Polres Buleleng. “Kasus ini kami ungkap diawali laporan pelapor dan hasil penyelidikan dan pengumpulan barang bukti, kita sudah amankan terlapor untuk pemeriksana lebih lanjut,” katanya. Menurut AKP Hutabarat, dalam kasus ini terlapor dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran. Atas perbuatannya itu, terlapor melanggar Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) dan UU No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 311 KUHP dan Pasal 310 ayat (1) (2) KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. Suami terlapor Abdul Gafur alias Ipung membenarkan pelapor dan istrinya sebelumnya saling kenal. Itu karena keluarganya pernah dibantu pelapor sebagai pengacara dalam sebuah kasus saudaranya. Keluarga Ipung sudah kadung menyerahkan uang kepada pelapor sebesar Rp 25 juta. Namun, kasusnya justru tidak ditangani korban, sehingga istrinya merasa sakit hati. (kmb38)
Kamis Paing, 21 Februari 2019
”Malukat” di Pantai Penimbangan
Epilepsi Kumat, Polisi Meninggal Dunia
Singaraja (Bali Post) – Nelayan di Pantai Penimbangan, Dusun Galiran, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng mendadak heboh, Selasa (19/2) malam lalu. Pasalnya, beredar informasi telah terjadi korban tenggelam saat malukat (membersihkan diri secara niskala-red) di sekitar Pura Penimbangan. Setelah ditelusuri ternyata benar. Seorang anggota Polisi Aipda Putu Budiarta (40), asal Desa Kayuputih, Banjar ditemukan tenggelam dan tidak sadarkan diri. Informaasi dikumpulkan di lapangan, sebelum kejadian sekitar pukul 19.00 wita itu korban berpamitan dengan istrinya, Komang Dian, untuk pergi bersembahyang sambil malukat ke Pantai Penimbangan. Istrinya sempat melarang suaminya pergi malukat sendiri, karena korban menderita penyakit epilepsi. Korban yang sehari-hari tinggal di Perumahan Taman Wira Segara Penimbangan itu menuruti nasihat istrinya. Kemudian tanpa berpikir apa-apa lagi, istrinya pergi menyemput anaknya. Melihat istrinya keluar rumah, korban nekat pergi malukat ke pantai Penimbangan. Dengan membawa canangsari dan perlengkapan persembahyangan, korban kemudian menuju tempat malukat di sekitar Pura Segara Penimbangan. Beberapa saat kemudian, istrinya kembali ke rumah dan tidak menemukan korban di rumah. Istrinya kemudian berusaha mencari dan menanyakan kepada tetangganya. Teringat keinginan suaminya malukat, Dian menyusul ke Pantai Penimbangan. Saat itu, hari sudah gelap. Dia meminta bantuan nelayan mencari suaminya. Laporan kejadian itu kemudian diteri-
ma Satuan Polisi Perairan (Satpol air) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Nelayan bersama petugas langsung melakukan penyisiran dan sekitar pukul 20.40 wita, korban ditemukan telah mengambang di tengah laut dengan tubuh lemas. Sempat dilakukan pertolongan, dengan membuat napas buatan, tetapi hal itu tidak membuahkan hasil. Korban akhirnya diantar ke Rumah Sakit Parama Sidhi. Setelah mendapat perawatan, akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia. Salah seorang nelayan Jro Gede Wiadnyana mengatakan, sebelum kejadian sempat hujan dan ketinggian ombak masih normal. Saat itu, dia dan nelayan lain masih beraktivitas seperti biasa. Mulai malam hari, dia didatangi istri korban untuk mencari suaminya yang hilang saat malukat. Setelah melakukan pencarian, tubuh korban muncul di tengah laut. Jarak ditemukan dengan daratan tidak terlalu jauh. Saat ditolong tubuhnya lemas. “Saya tidak tahu pasti apakah menderita penyakit atau bagaimana. Namun yang pasti saat kita cari korban sudah lemas dan
Bali Post/kmb38
MENOLONG – Nelayan bersama polisi dan TRC BBD Buleleng berusaha menolong korban di Pantai Penimbangan, Singaraja. mengambang. Setelah dibantu pernapasan di darat korban tidak sadar dan dibawa ke rumah sakit. Kemudian yang bersangkutan sudah meninggal dunia,” katanya. Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan anggotanya telah meninggal dunia tenggelam saat berenang di laut.
Iptu Sumarjaya mengatakan, penyebab kematian korban murni karena tenggelam. Diduga, saat berenang itu penyakit epilepsi yang selama ini dideritanya tiba-tiba kambuh. Karena hari sudah gelap dan tidak ada menolong, sehingga korban yang sehari-hari ditugaskan di Bagian Sumda Polres Buleleng itu ditemukan sudah lemas dan akhirnya meninggal dunia. Saat dite-
mukan, tubuh korban lemas dan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Posisi ditemukan pada kedalaman 1,5 meter. Jarak dari daratan sekitar 15 meter. “Anggota kita murni meninggal karena tenggelam. Memang saat bertugas di Sumda korban menderita sakit epilepsi. Agar dapat pengobatan rutin sempat ditugaskan di Urusan Kesehatan (Urkes) Polres. (kmb38)
Rekrutmen P3K
Tiga Gagal, 126 Lolos Seleksi Administrasi SETELAH membuka pendaftaran beberapa hari lalu, Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng, Rabu (20/2) kemarin mengumumkan pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang dinyatakan lolos administrasi. Hasilnya, 126 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti seleksi lanjutan. Sedangkan tiga orang pelamar gagal lolos tahap awal, karena kualifikasi pendidikannya tidak sesuai persyaratan. Lalu bagaimanakah caranya untuk mengisi formasi yang lowong itu?
Pemkab Buleleng sebelumnya dapat formasi P3K sebanyak 157 orang. Dari formasi itu tercatat ada 129 pelamar yang mendaftar. Rinciannya, 92 orang melamar sebagai guru dan 37 orang sebagai penyuluh pertanian. Sedangkan, formasi jabatan tenaga kesehatan yang dibutuhkan tiga orang, ternyata jabatan itu tidak ada pelamar. Tidak heran, formasi jabatan ini harus terbuang begitu saja.
Kepala BKPSDM Buleleng Gede Wisnawa membenarkan, pihaknya telah mengumumkan hasil seleksi administrasi rekrutmen P3K tersebut. Wisnawa mengatakan, sesuai pengumuman kelulusan yang diterima dari KemenpanRB, telah ditetapkan 126 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi. Dan tiga orang dinyatakan tidak lulus. Penyebab ketiga pelamar itu gagal seleksi awal, karena untuk jabatan formasi guru syarat kualifikasi pendidikan yang dicari Sarjana Strata Satu (S-1). Namun, faktanya tiga pelamar itu pada saat melamar kualifikasi pendidikannya Diploma Dua (D-2). Sesuai petunjuk pusat, pelamar yang sudah dinyatakan lolos administrasi, itu akan mengikuti seleksi lanjutan melalui Computer Assisted Test (CAT). Pengumunan tahapan seleksi lanjutan itu setelah BKPSDM mendapat instruksi dari Kemenpan-RB. “Sesuai petunjuk teknis Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), daftar pelamar yang dinyatakan lo-
los seleksi administrasi diumumkan melalui web site BKPSDM. Selain itu, pelamar juga bisa melihat hasil seleksi administrasi itu lewat sistem aplikasi sscn.bkn.go.id.” katanya. Mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Buleleng menambahkan pada seleksi administrasi itu ada beberapa persyaratan utama harus dipenuhi masing-masing pelamar. Persyaratan itu seperti kualifikasi pendidikan, legalisasi ijazah, dan pernyataan bersedia ditugaskan di seluruh instansi pemerintah daerah, dan legalisasi KTP pelamar bersangkutan. “Persyaratan utama itu sudah dilengkapi saat mereka mendaftar dan oleh kementerian dikaji. Seperti apa hasilnya pelamar sudah bisa melihat secara transparan,” jelasnya. Di sisi lain Wisnawa mengatakan, dalam rekrutmen P3K itu tiga formasi jabatan tenaga kesehatan terpaksa dibiarkan lowong. Ini karena, dari formasi jabatan yang direkrut tiga orang, ternyata pada saat pendaftaran pelamar itu tidak bisa melamar karena kualifikasi pendidikan tidak sesuai persyaratan yang ditentukan. Formasi tenaga kesehatan ini memerlukan kualifikasi pendidikan Sarjana (S-1) dan Diploma 4 (D-4). Namun pelamar yang mendaftar hanya tamatan D-3 bahkan sisanya SMK. Dengan demikian, dari 157 formasi ada enam formasi jabatan lowong. “Ketiganya tidak bisa karena syarat formasi jabatan itu tidak sesuai, sehingga sayang sekali peluang ini tidak terisi. Demikian juga formasi guru itu akibat kualifikasi yang dicari tidak cocok, sehingga tidak lolos,’’ tegasnya. (mud)
Kamis Paing, 21 Februari 2019
Bali Post/kmb35
OLAH TKP - Aparat kepolisian melakukan olah TKP terkait aksi pencurian kotak sesari di Cong Po Kong Bio atau Pura Sri Sedana Gianyar, Rabu (20/2) kemarin
Curi Kotak ”Sesari” di Konco, Pelaku Terekam CCTV
Gianyar (Bali Post)Warga digegerkan dengan aksi pencurian kotak sesari di Cong Po Kong Bio atau Pura Sri Sedana Gianyar, Rabu (20/2) kemarin. Dalam pencurian yang terjadi sekitar pukul 01.45 Wita itu, aksi yang dilakukan pelaku terekam CCTV. Sementara polisi yang menerima laporan itu masih melakukan penyelidikan berdasarkan barang bukti CCTV tersebut. Informasi yang dihimpun di lapangan, sesuai rekaman CCTV diketahui pelaku masuk ke areal Pura Sri Sedana Gianyar dengan menaiki tembok yang berada dekat dengan jalan raya, tepatnya tembok di belakang Palinggih Sri Sedana. Dalam aksinya itu terlihat pelaku mengambil kotak sesari, kemudian dibawa ke depan Padmasana untuk mencongkel kotak tersebut. Aksi pencurian kotak sesari ini baru diketahui Rabu pagi sekitar pukul 07.00 Wita oleh petugas kebersihan konco, Komang Candra. Kala itu ia datang untuk membersihkan area konco, karena pada Selasa malam sebelumnya diselenggarakan upacara Cap Go Meh di konco yang berlokasi di Jalan Kapten Dipta itu. “Saya terkejut. Ketika masuk ke areal pura, saya sudah mendapati kotak sesari tercongkel di depan padmasana,” kata Komang Candra. Kejadian ini lantas dilaporkan kepada pengurus konco, hingga dilaporkan ke jajaran Polsek Gianyar. Polisi langsung mendatangi lokasi pencurian tersebut untuk melakukan olah TKP. Termasuk mengecek rekaman CCTV serta mendeteksi sidik jari pada kotak
sesari yang sempat dibongkar oleh pelaku. Kapolsek Gianyar Kompol Ketut Suastika membenarkan adanya aksi pencurian tersebut. Pihaknya sudah mengecek rekaman CCTV di konco tersebut, namun ciri-ciri pelaku belum ada yang mengenali. “Warga sekitar mengaku tidak ada yang kenal dengan wajah pelaku sesuai rekaman CCTV itu,” katanya. Suastika menegaskan, polisi tetap berupaya memburu pelaku yang wajahnya terekam dalam CCTV tersebut. Polisi juga masih mencoba mengecek sidik jari pada kotak sesari tersebut. “Sidik jarinya itu kan di kayu itu. Ya, masih kita rumuskan hasil sidik jarinya,” ujarnya. Menurut Suastika, kerugian material dari kasus ini dinilai tidak seberapa. Karena dalam perayaan sebelumnya, pihak pengelola sudah mengambil isi dalam kotak sesari itu. “Kerugian diperkirakan Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Korban juga tidak tahu pasti, karena usai Imlek kemarin sudah diambil isi kotak sesari-nya,” tegasnya. Sementara itu, Ketua di konco tersebut, Gede Sugihartana, berharap pelaku cepat teridentifikasi dan ditangkap oleh aparat kepolisian. Meski nilai kerugian tidak seberapa, kata dia, namun kejadian serupa tidak boleh terjadi lagi. Dikatakan, aksi pencurian pertama kali terjadi di konco tersebut pada Agustus 2018 lalu. Kasus ini pun sudah dilaporkan ke polisi. Waktu itu pelaku berhasil melarikan uang sebanyak Rp 12 juta. (kmb35)
GIANYAR
9
BNN Antisipasi Masuknya Narkoba ke Desa Taro
Gianyar (Bali Post)Pariwisata menjadi salah satu sektor yang rawan dengan sentuhan narkoba. Melihat kondisi ini, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar melakukan antisipasi melalui koordinasi dengan pelaku pariwisata. Seperti Rabu (20/2) kemarin, anggota BNN yang dikomando langsung Kepala BNN Bali Brigjen Pol Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. melakukan koordinasi dengan pengelola pariwisata di Desa Taro. “Bali khususnya Gianyar merupakan destinasi wisata, tempat berkumpulnya wisatawan dari berbagai belahan negara. Tidak dimungkiri, fenomena tersebut berdampak dengan banyaknya angka kasus penyalahgunaan narkoba,” kata Brigjen Pol Drs. I Putu Gede Suastawa. Di objek wisata tersebut, kata Suastawa, pihaknya juga melakukan pemasangan akrilik yang berisikan tentang bahaya narkotika. Kepala BNN Provinsi Bali ini menam-
bahkan, disasarnya tempat wisata di Desa Taro itu juga sebagai upaya untuk memberdayakan tempat wisata agar dapat berperan dalam P4GN. “Setelah pemasangan akrilik, sekaligus kita membahas tentang pencegahan yang bisa dilakukan oleh para pelaku pariwisata,” ujar. Disinggung alasan menyasar kawasan pariwisata di Desa Taro, Suastawa menerangkan, peredaran narkoba sudah merambah hingga ke seluruh lapisan masyarakat, bahkan telah masuk ke pelosok desa. Menurutnya, kondisi ini tentu saja harus menjadi perhatian khusus. “Tentunya juga perlu ada kontribusi nyata dari ma-
syarakat di wilayah tersebut untuk turut serta memerangi narkoba,” tegasnya. Suastawa mengharapkan peran aktif seluruh stakeholder dan masyarakat dalam mendukung program P4GN sesuai amanat UU Nomor 35 Tahun 2009 dan Inpres Nomor 6 Tahun 2018, adanya implementasi kurikulum terintegrasi P4GN di lingkungan sekolah. “Kepedulian dan kesadaran bersama untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba mulai dari lingkup terkecil yaitu masyarakat. Maka perlu kita bangun komunitas untuk mencegah dan memberantas narkoba di lingkungan kita sendiri,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
BAHAYA NARKOBA - Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol Drs. I Putu Gede Suastawa melakukan pemasangan akrilik tentang bahaya narkoba pada salah satu objek wisata di Desa Taro.
Rawat Warisan Leluhur
Puri Kauhan Ubud Luncurkan ”Website” Gianyar (Bali Post)Keluarga besar Puri Kauhan Ubud meluncurkan situs web www.purikauhanubud.org, Rabu (20/2) kemarin. Peluncuran situs web ini dilaksanakan oleh Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dr. Hilmar Farid. Peluncuran situs juga dirangkaikan dengan rembuk sastra mengenai salah satu lontar milik puri. A.A. GN Ari Dwipayana selaku pemrakarsa acara menerangkan, Keluarga Puri Kauhan Ubud bermaksud untuk merawat kembali sejarah
WEBSITE - A.A. GN Ari Dwipayana saat menunjukkan website www.purikauhanubud.org didampingi Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dr. Hilmar Farid di Puri Kauhan Ubud, Rabu (20/2) kemarin.
serta peninggalan leluhur. Upaya ini juga dimaksudkan untuk menarik generasi muda untuk mencintai warisan leluhur. Mempertimbangkan hal tersebut, pihaknya membuat terobosan dengan mengeluarkan situs web www.purikauhanubud.org. “Harapan kami, ini bisa menjadi media pembelajaran untuk semua pihak tidak hanya keluarga puri, tetapi juga bagi para peneliti, kalangan muda, termasuk juga para akademisi,” katanya. Ari Dwipayana menegaskan, upaya ini juga dimaksudkan agar apa yang diwarisi tidak terhenti pada satu generasi. Namun, warisan leluhur tersebut bisa terus berkembang sehingga tetap eksis. “Kami ingin apa yang kami warisi itu tidak berhenti pada sebuah hal yang mati. Pengetahuan yang ada ini juga agar tidak hanya dinikmati oleh keluarga, tapi juga bisa berbagi kepada
masyarakat Ubud dan Bali sehingga sumber pengetahuan ini menjadi alternatif pengetahuan yang mencerdaskan masyarakat,” tegasnya. Sementara itu, Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dr. Hilmar Farid mengapresiasi upaya Puri Kauhan Ubud dalam menjaga eksistensi warisan leluhur. “Ini pertama peluncuran website sebagai digitalisasi dari lontar milik keluarga puri yang sekarang ini bisa diakses langsung oleh publik,” katanya. Hilmar Farid mengatakan, upaya ini sangat penting di tengah perubahan zaman. Dikatakan, saat ini teknologi menjadi faktor penggerak perubahan zaman. “Karena kita hidup pada suatu zaman yang perubahannya sangat cepat, dan kita tahu perubahan yang sangat cepat ini faktor penggeraknya adalah teknologi. Makanya, saya sangat mendukung upaya ini,” tegasnya. (kmb35)
DPRD Gianyar Tetapkan Dua Ranperda Menjadi Perda MEMASUKI Rapat Paripurna IV masa persidangan I tahun 2019, DPRD Kabupaten Gianyar menetapkan dua rancangan peraturan daerah (ranperda) menjadi peraturan daerah (perda) dari enam ranperda yang diajukan Bupati Gianyar, Rabu (20/2) kemarin. Dua ranperda tersebut, yakni Ranperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Kabupaten Gianyar Tahun 2018-2023 dan Ranperda tentang Pendirian Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Sanjiwani Kabupaten Gianyar. Penetapan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Persetujuan Bersama Penetapan Ranperda menjadi Perda Kabupaten Gianyar. Pada pendapat akhir lembaga yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Ketut Jata, S.H. ditegaskan, kepala daerah yang terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 wajib menetapkan Perda tentang RPJMD 2018-2013, enam bulan setelah dilantik. Dalam hal ini, Bupati Gianyar pada tahun 2019 telah menyampaikan beberapa Ranperda
Kabupaten Gianyar. Salah satunya Ranperda tentang RPJMD Kabupaten Gianyar 2018-2023. Sementara dalam rangka menata kembali Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) agar berdaya guna dan berhasil guna, maka Perda Kabupaten Gianyar Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pendirian PDAM Kabupaten Gianyar perlu disempurnakan agar sesuai peraturan Perundang-undangan yang berlaku. PDAM dilihat dari nama, kedudukan, tujuan, dan tipe organisasi yang ada saat ini tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta perkembangan dewasa ini sehingga perlu diharmonisasi. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka perlu menetapkan Perda tentang Pendirian Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Kabupaten Gianyar. Ketut Jata menambahkan, maksud pendirian Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani adalah untuk turut serta melaksanakan pembangunan ekonomi daerah, khususnya dengan mengutamakan kebutuhan rakyat, ketenteraman dan kegairahan kerja dalam perusahaan, menuju masyarakat adil
dan makmur. Tujuannya, untuk memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian daerah pada umumnya, menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu bagi pemenuhan hajat hidup masyarakat sesuai kondisi, karakteristik dan potensi daerah yang bersangkutan berdasarkan tata kelola perusahaan yang baik. Serta, memperoleh laba dan /atau keuntungan. Dengan adanya ketentuan hukum yang mengikat dalam bentuk perda diharapkan PDAM dapat menata kembali Perusahaan Daerah Air Minum agar berdaya guna dan berhasil guna. Hal senada juga diungkap Ketua DPRD Gianyar I Wayan Tagel Winarta ditemui seusai sidang. Yang paling penting, Ranperda RPJMD 2018-2023 harus ditetapkan menjadi Perda, enam bulan setelah Bupati terpilih dilantik. “Astungkara pada hari ini, dengan kerja keras teman-teman dan juga pansus, serta pimpinan, bisa sampai telaksana paripurna pada hari ini,” katanya. Terkait pendirian Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani, kata Tagel
Winarta, DPRD Kabupaten Gianyar sangat mendukung. Hal tersebut terlihat dari pembahasan yang tidak ada hambatan sama sekali. “Ini kan untuk konsumsi masyarakat. Kita juga nanti bisa menghasilkan PAD. Juga memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat, sehingga kami di dewan semua mengapresiasi dan memberikan persetujuan terhadap keberadaan Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani,” ujarnya. Bupati Gianyar I Made Mahayastra sangat mengapresiasi kerja keras anggota DPRD Kabupaten Gianyar dan pansus, karena telah berhasil merampungkan perda di tengah-tengah kesibukannya. Penetapan Perda RPJMD Semesta Berencana 2018-2013 merupakan payung hukum untuk selanjutnya tiap tahunnya Pemkab Gianyar merancang program-program prioritas yang telah disampaikan kepada masyarakat. “Di dalamnya terdapat banyak hal yang tersusun dengan baik. Tentunya ini harus selesai. Sesuai dengan amanat perundang-undangan, enam bulan. Tidak boleh melebihi dari enam bulan untuk ditetapkan menjadi
MENETAPKAN - DPRD Kabupaten Gianyar menetapkan dua ranperda menjadi perda, dari enam ranperda yang diajukan Bupati Gianyar, Rabu (20/2) kemarin. Perda,” tegasnya. Mahayastra menambahkan, Pemkab Gianyar juga membuat suatu unit usaha baru Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Tirta Sanjiwani. Di mana sesuai dengan kajian studinya, akan menjadi unit usaha yang menguntungkan.
“Suatu saat nanti akan menjadi kebanggaan masyarakat Gianyar. Karena kita terlalu banyak setiap harinya sekarang ini mengkonsumsi, dan itu tidak ada yang kita hasilkan sendiri. Sekarang kita mencoba menghasilkan sendiri,” jelasnya. (ad702)
JEMBRANA
10
Kamis Paing, 21 Februari 2019
Terkait Pembangunan ”Genah Melasti” Pura Segara Pengambengan
Panitia Tegaskan Belum Terima Dana Bantuan dari Pemkab nyarikan Majelis Alit Kecamatan Negara I Ketut Tirta. Selaku sekretaris, selama pembangunan berlangsung panitia tidak pernah menerima sepeser pun dari Pemkab Jembrana. “Dari Rp 350 juta yang disebutkan itu belum ada keluar sepeser pun. Apalagi yang Rp 150 juta itu, panitia tidak pernah membuat proposal. Kalau yang bantuan Rp 200 juta itu juga kita belum terima, masih dalam proses, entah
keluar apa tidak,” ujar Bendesa Tegal Badeng Kauh ini. Di sisi lain, Asisten II Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Jembrana I Gusti Ngurah Sumber Wijaya mengungkapkan, bahwa bantuan Pemkab Jembrana senilai Rp 350 juta untuk Pura Segara Pengambengan. Dengan rincian di tahun 2018 lalu bersumber dari BKK telah dicairkan Rp 150 juta untuk pembangunan Gelung Kori dan tembok panyengker Pura Segara Pengambengan. Jadi, bukan untuk genah melasti maupun Padmasana yang Senin (20/2) lalu di-plaspas. Sedangkan di tahun 2019 ini, setelah dicek proposal yang diajukan pangempon Pura Segara senilai Rp 200 juta adalah untuk melengkapi sarana pembangunan genah pamelastian saat ini. Dan dipastikan pada bulan Februari atau Maret akan dicairkan. (kmb26)
I Gusti Ngurah Sumber Wijaya
I Nengah Sudama
Negara (Bali Post) – Adanya pernyataan pihak Pemkab Jembrana yang mengaku telah menggelontorkan bantuan untuk pembangunan genah melasti di Segara Pengambengan membuat kaget panitia pembangunan. Sejumlah panitia pembangunan Padmasana genah melasti ditemui, Rabu (20/2) kemarin, menegaskan selama pembangunan belum pernah menerima bantuan dari Pemkab Jembrana sepeser pun. Memang ada pengajuan bantuan hibah untuk tembok panyengker genah melasti senilai Rp 200 juta, tetapi baru akan cair tahun 2019 ini.
Bali Post/kmb
JALAN HANCUR - Jalan yang menghubungkan Lingkungan Pendem, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana dengan Lingkungan Kebon, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara yang tampak hancur dan belum dipadatkan/diaspal.
Hancur, Jalan Lingkungan Pendem-Kebon BB Agung
Negara, (Bali Post)Jalan alternatif yang menghubungkan Lingkungan Pendem, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana dengan Lingkungan Kebon Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Jembrana hancur. Dari pengamatan, Rabu (20/2) jalan yang belum diaspal itu hancur dan penuh lubang. Bahkan lubang tersebut tergenang air dan becek. Jalan tersebut ada di sebelah utara dan selatan jembatan. Sejumlah warga men-
gatakan, sejak jembatan tersebut selesai dibangun belum ada perbaikan jalan di sebelah jembatan. Sementara jalan tersebut banyak dilalui kendaraan karena sebagai jalan alternatif dari Baler Bale Agung Negara ke wilayah Pendem, Jembrana. Ketut Suarta, seorang warga setempat berharap agar jalan tersebut dipadatkan atau diaspal sehingga tidak becek. “Kalau malam lewat tidak lihat ada lubang menganga karena gelap. Dua hari lalu saya sem-
pat jatuh di sana,” katanya. Saat itu dirinya melintasi jalan tersebut mengendarai sepeda motor. Warga yang kerap melalui jalan itu katanya, sangat berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki. Apalagi sudah dibangun jembatan. Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana I Wayan Darwin ketika dikonfirmasi di dua ponselnya, Rabu sore, tidak diangkat. (kmb)
Tiga Parpol Belum Laporkan Dana Kampanye Negara (Bali Post) Meskipun waktu pelaporan awal dana (LADK) kampanye Pemilu 2019 telah berakhir akhir tahun lalu, tetapi hingga saat ini masih ada partai politik yang belum menyetorkan laporan itu. Selain LADK, laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) juga belum dilengkapi sejumlah parpol. Terkait hal tersebut, KPU Kabupaten Jembrana akan berkoordinasi kembali dengan parpol peserta pemilu untuk melengkapi laporan tersebut. Komisioner KPU Kabupaten Jembrana Divisi Hu-
kum dan Pengawasan I Nengah Suardana dikonfirmasi wartawan membenarkan, dari 16 parpol peserta pemilu di Jembrana, masih ada tiga parpol yang hingga kini belum menyetorkan laporan dana kampanye. Sejatinya, KPU telah melayangkan surat kepada pengurus tiga perpol tersebut untuk melengkapinya. Menurutnya, sejak dari awal hingga batas waktu pelaporan, belum disetorkan. Kemungkinan ada beberapa faktor yang membuat parpol ini tidak melaporkan dana kampanye itu. Misalnya, ketiga parpol itu tidak ada caleg di
Jembrana. KPU Jembrana menurutnya akan memanggil kembali pengurus ketiga parpol tersebut pada Kamis (21/2) ini. Apabila pengurus parpol tidak hadir, maka KPU Kabupaten Jembrana akan mendatangi kantor sekretariat parpol. Sejak awal, ketiga parpol itu sudah menandatangani pernyataan apabila tidak menyetorkan laporan dana kampanye siap menerima konsekuensi hukumnya. “Sanksinya, kalau tidak melaporkan LADK dan LPSDK itu akan kita laporkan ke KPU RI. Nantinya sanksinya dari KPU RI,” tegas Suardana. (kmb26)
Majelis Alit Kecamatan Negara, I Nengah Sudama, didampingi sejumlah panitia pembangunan mengatakan, saat karya upacara melaspas, Selasa (19/2) lalu pihaknya juga telah menyampaikan laporan terkait sumber dana pembangunan genah melasti tersebut. Menurutnya ada tiga sumber dana, yakni pertama dari Kementerian Agama RI senilai Rp 50 juta untuk pembangunan Bale Gong, kedua dari swadaya sembilan desa pakraman Rp 31,5 juta (masing-masing desa pakraman Rp 3,5 juta) untuk pembangunan genah joli dan ketiga donatur dari pribadi untuk Padmasana. “Donatur dari Putu Supadma Rudana nilainya Rp 50 juta untuk Padmasana dan sisanya dari Pak Nengah Tamba. Total untuk pembangunan Padma Rp 85 juta,” terang Sudama. Sehingga ketika muncul pernyataan bahwa ada gelontoran bantuan dari Pemkab Jembrana senilai Rp 350 juta, panitia terkejut. Apalagi disebutkan ada dana Rp 150 juta sudah dicairkan tahun 2018 lalu. Pada prinsipnya, Sudama sangat berterima kasih kepada siapapun yang tergerak membantu pembangunan genah melasti ini. Semua ini untuk kepentingan krama, termasuk genah pitra yadnya nganyut ke segara. “Kami sangat menghormati keinginan Gubernur Bali Wayan Koster tentang konsep Segara Kerthi,” tambahnya. Hal senada juga diungkapkan Pe-
Belum Lengkap, Berkas Kasus Korupsi Pepadu dengan Tersangka KW
Negara (Bali Post) Kelanjutan kasus dugaan korupsi pengembangan pertanian terpadu (Pepadu) dengan tersangka KW, mantan pegawai negeri sipil (PNS) yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) hingga kini belum lengkap (P-19). Dari informasi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana, berkas kasus ini masih dalam posisi dikembalikan ke penyidik yang menangani, yakni Satreskrim Polres Jembrana karena belum lengkap. Kasi Pidana Khusus (pidsus) Kejari Jembrana Ivan Praditya Putra kepada wartawan mengatakan, berkas dengan tersangka KW menurutnya sudah dikem-
balikan ke penyidik beberapa bulan lalu untuk diperbaiki. Tetapi, hingga saat ini menurutnya berkas itu belum masuk lagi. “Sekarang berkas masih di penyidik, masih dilengkapi,” tukasnya. KW yang saat itu menjabat Kepala Bidang di Dinas Pertanian merupakan tersangka kedua dalam kasus Pepadu ini. Sebelumnya, penyidik menetapkan rekanan penyedia ternak sapi sebagai tersangka, yakni RA dan sudah disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar. RA saat itu mendapatkan putusan bebas. Kasus ini berkaitan dengan pengadaan
sapi betina untuk program Pepadu. Polisi telah menetapkan sejumlah tersangka, di antaranya rekanan pengadaan dan pejabat pembuat komitmen (PPK). KW yang menjabat Kabid saat itu menjadi PPK pengadaan sapi untuk kelompok itu. Kuasa hukum terdakwa KW, I Made Merta Dwipa Negara, mengatakan, dari informasi terakhir berkas sudah dilimpahkan ke Kejari oleh penyidik namun dikembalikan lagi oleh jaksa Kejari Jembrana lantaran berkas yang belum lengkap atau P19. Menurutnya berkas itu sudah berulangkali dikembalikan jaksa dan dilengkapi penyidik. (kmb26)
Kamis Paing, 21 Februari 2019
KARANGASEM
11
Spanduk Caleg Hilang, Lapor Polisi Penting Pembelajaran Politik Warga Amlapura (Bali Post)Partai Hanura melapor ke Polres Karangasem dan Bawaslu Karangasem. Penyebabnya, sebuah spanduk calon legislatif (Caleg) dapil I Karangasem hilang di Wilayah Ujung Mantri, Desa Tumbu. Kehadiran pengurus Partai Hanura ke Polres Karangasem Rabu (20/2) kemarin, diterima KBO Reskrim Polres Karangasem Iptu I Gusti Bagus Suastawan. Namun pihak kepolisian meminta partai Hanura agar terlebih dahulu melapor ke Bawaslu Karangasem terkait hilangnya spanduk itu. Pelapor Nyoman Ginantra, mengatakan spanduk berukuran 3 x 1 meter yang merupakan Alat Peraga Kampanye (APK) kepunyaannya itu dilaporkan telah raib. Padahal selama ini spanduk itu dipasang dilingkungan Ujung Mantri, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem. APK yang hilang itu persisnya dipasang di tembok panyengker milik warga. Hal itu sebetulnya sudah mendapat persetujuan pemilik lahan. “Spanduk saya dapati hilang Selasa (19/2). Saya sempat caricari di dekat situ, namun tetap tidak ditemukan. Akhirnya kita lapor ke Polres dan Bawaslu,” ujarnya. Ketua Badan Saksi DPC Partai Hanura I Made Arnawa mengatakan, keputusannya melaporkan kehilangan spanduk itu untuk memberikan sebuah pembelajaran politik. Dia berharap agar warga berkompetisi sehat. Laporan itu dilakukan agar pihak berwenang dalam hal ini kepolisian dan Bawaslu Karangasem dapat mencegah lebih awal situasi politik seperti ini. “Kami minta petugas kepolisian dan Bawaslu melakukan penyelidikan. Penting spanduk hilang itu diselidiki. Jangan sampai ada upaya pembiaran terhadap hal yang bisa memicu ketegangan ditengah masa kampanye saat ini,” katanya. (kmb41)
Foto Bali Post/kmb41
LAPOR - Partai Hanura melapor ke Polres Karangasem dan Bawaslu Karangasem akibat spanduk calon legislatif (Caleg) dapil I Karangasem hilang di Wilayah Ujung Mantri, Desa Tumbu.
Dihukum Percobaan, Tetap Jalankan Tugas Perbekel Amlapura (Bali Post)Perbekel Sinduwati I Negah Rumana sudah divonis satu bulan kurungan, denda Rp 2 juta dengan masa percobaan enam bulan. Kendati demikian, Rumana masih tetap menjalankan tugasnya sebagai Perbekel Sinduwati. Alasannya, Rumana hanya menjalani
hukuman percobaan selama sebulan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) I Komang Agus Sukasena, mengatakan aktivitas I Nengah Rumana sebagai Kepala Desa Shinduwati tetap dijalankan seperti biasa. Pasalnya, Rumana hanya menjalani hukuman percobaan saja.
“Mengacu pada putusan tersebut yang bersangkutan tetap bebas. Hanya menjalani hukuman masa percobaan saja. Jadi yang bersangkutan tidak masalah menjalankan tugas Kepala Desa. Kecuali dia dipenjara baru ada tindakan lebih lanjut,” ujar Sukasena. Kasus seperti itu, kata Sukasena
baru pertama kali terjadi sepanjang dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas PMD Kabupaten Karangasem. Pihaknya juga sudah memberikan sanksi administrasi berupa teguran tertulis atas pelanggaran yang sudah dibuktikan dipengadilan kepada yang bersangkutan. (kmb41)
Tak Diizinkan, Warga Nekat Naik ke Puncak Gunung Agung I Gusti Gede Rinceg
Bali Post/kmb41
Malas Ngantor, Tiga PNS Diberi Sanksi Amlapura (Bali Post)Akibat malas ngantor dan mau bercerai, tiga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Karangasem akan diberikan sanksi. Namun apa bentuk sanksinya, masih dalam proses. Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) I Gusti Gede Rinceg mengungkapkan hal, Rabu (20/2) kemarin. Rinceg mengatakan, ketiga pegawai yang diberi sanksi itu merupakan pejabat struktural. Ada juga pejabat fungsional. Latar belakang kesalahan pejabat itu diberi sanksi, karena mereka malas dan ada yang mau bercerai. “Nama ketiga pegawai itu sudah dicatat. Namanya bahkan segera akan diserahkan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) sehingga cepat bisa diputuskan. Sejauh ini belum tahu persis apa bentuk sanksi yang nanti diberikan,” ujarnya. Kabid Kepangkatan dan Kedudukan Hukum Pegawai, BKSDM Made Tisti menambahkan, pegawai itu diusulkan diberikan sanksi. Hal itu merupakan usulan OPD yang bersangkutan. Sebab, pegawai tersebut selama ini malas masuk kerja, juga sering libur tanpa keterangan. “Pegawai itu malah libur tanpa keterangan melebihi 46 hari. Sebelumnya juga sempat ada kasus PNS diberhentikan akibat malas ngantor. Ada juga yang ditunda kenaikan pangkatnya,” katanya. (kmb41)
Aktivitas Gunung Agung hingga saat ini masih cukup tinggi. Bahkan Gunung tertingi di Bali itu sudah beberapa kali erupsi di bulan Februari ini. Selain erupsi, Gunung Agung juga sering mengeluarkan hembusan yang relatif tinggi. Terakhir Gunung Agung mengeluarkan hembusan, Rabu (20/2) lalu. Kepulan asap malah mencapai ketinggian 300 meter dari puncak kawah. Ditengah tingginya aktivitas Gungung Agung, warga kembali dihebohkan aksi seseorang yang nekat melakukan pendakian ke puncak Gunung Agung. Apakah sejatinya yang dicari orang itu, mendaki diam-diam kendati sudah tidak diperbolehkan? WARGA sama sekali tidak diizinkan melakukan pendakian di tengah status Gunung Agung masih level III (Siaga-red). Apalagi akan berlangsung upacara besar Karya Agung Panca Wali Krama. Berdasarkan hasil rekaman video yang diambil seorang pendaki yang belum diketahui identitasnya, Senin (18/2) sekitar pukul 07.15 Wita menayangkan video tentang kondisi kawah Gunung Agung dengan durasi sekitar satu menit. Dari rekaman itu kondisi kawah Gunung Agung masih ter-
lihat mengeluarkan asap. Bahkan asap yang keluar semakin banyak. Hampir mengelilingi dasar kawah gunung tertinggi di Bali itu. Asap yang dikeluarkan berwarna putih. Material lava yang sudah menjadi pasir itu terlihat berjubel di dasar kawah. Kepala BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa, menyayangkan aksi nekat seorang warga melakukan pendakian kepuncak Gunung Agung. Pasalnya, sampai detik ini warga tidak diperkenankan mendaki dengan alasan apapun. Sebab aktivitas gunung masih tinggi. “Kami sangat menyayangkan ada warga nekat melakukan pendakian. Padahal PVMBG dan BPBD sudah mewanti-wanti masyarakat supaya tidak mendaki. Bahkan kita sudah mengeluarkan surat larangan melakukan pendakian kepada pihak-pihak terkait, seperti PHRI, Dinas Pariwisata, Camat dan kepala desa terkait. Karena itu sangat membahayakan, dan sewaktu-waktu bisa meletus,” ujarnya. Warga yang melakukan pendakian, kata Arimbawa melalui jalur tikus yang memang minim penjagaan. Pihaknya kembali menegaskan kepada masyarakat supaya tidak ada lagi yang nekat melakukan aksi pendakian. Apalagi rangkaian Upacara Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Agung Besakih sudah dimulai. Sehingga tidak diizinkan lagi mengotori Gunung Agung. “Kita tegaskan lagi supaya tidak ada lagi warga yang melakukan pendakian. Itu sangat berisiko. Gunung Agung itu bisa meletus kapan saja. Bila erupsi, tentu dapat membahayakan nya-
Bali Post/kmb41
HEMBUSAN - Gunung Agung mengeluarkan hembusan besar dengan ketinggian kolom abu mencapai 300 meter di puncak kawah, Rabu (20/2) kemarin. wa pendaki,’’ tegas Aribawa. Kepala Pos Pemantauan Gunung Agung di Desa Rendang I Dewa Made Mertayasa, menyatakan sampai saat ini aktivitas Gunung Agung masih cukup tinggi. Belakangan Giri Toh Langkir itu sering erupsi. Terakhir mengeluarkan hembusan Rabu (20/2), dengan kepulan asap mencapai ketinggian 300 meter
di puncak kawah. “Ini artinya aktivitas vulkanik Gunung Agung masih tinggi. Jadi kita terus mengingatkan warga supaya tidak ada aktivitas di radius 4 kilometer. Apalagi mendaki ke puncak Gunung Agung, tidak diizinkan,” jelas Dewa Mertayasa. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati meminta seluruh umat Hindu dan
warga lainnya agar patuh pada imbauan dan juga tetap waspada. Pasalnya, aktivitas Gunung Agung masih cukup tinggi. Dia juga meminta supaya tidak ada lagi warga yang melakukan pendakian, yang dapat mengotori kesucian Giri Toh Langkir. Pasalnya, sekarang ini sudah dimulai rangkaian Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Agung Besakih. (nan)
KLUNGKUNG
12 SOSOK Pembinaan Berkelanjutan Pengembangan produk hasil pelaku UMKM membutuhkan dukungan semua pihak. Tidak hanya pembinaan, tetapi juga dukungan hingga pemasaran. Demikian disampaikan Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Klungkung, Ayu Suwirta, saat menerima kunjungan Dekranasda Provinsi Bali, di Ruang Rapat Gedung PKK Klungkung, Rabu (20/2) kemarin. Menurut istri Bupati Klungkung ini, peran provinsi sangat diharapkan, terutama dalam hal pemasaran dan memfasilitasi pameran produkproduk para pengerajin ini. Saat ini, untuk memfasilitasi pengerajin Kabupaten Klungkung dalam memasarkan hasil produksi, Pemkab Klungkung tengah membangun pasar seni tradisional berkonsep modern. “Di dalamnya akan dilengkapi dengan stand-stand dan arena pameran untuk memamerkan hasil produksi pelaku UMKM di Klungkung,” kata ibu tiga anak ini. Dekranasda Klungkung memiliki pengerajin binaan berbagai jenis produk, di antaranya tenun ikat, batok kelapa, minuman, makanan, sabun, lukisan, songket bordir, kaos lukisan, kerajinan kuningan, pengerajin keris dan kerajinan kayu. Dengan konsep pembangan Pemkab Klungkung dan dukungan pemasaran dari Provinsi Bali, maka pengrajin UMKM ke depan diharapkan semakin bergairah. Untuk mengatasi serbuan produk tiruan yang kualitasnya sudah tentu kurang bagus, pengerajin atau pelaku UMKM di Klungkung khususnya pengerajin kain endek agar terus berinovasi, meningkatkan kualitas, desain dan kemasan produk. “Bagaimana caranya produk itu tetap mempunyai kualitas dan produk pengerajin tetap eksis seperti apa yang kita harapkan,” sebutnya. (gik)
Kamis Paing, 21 Februari 2019
TOSS di Enam Desa Macet Bupati Suwirta Gencarkan Evaluasi
Semarapura (Bali Post)Program TOSS (Tempat Olahan Sampah Setempat) telah menjadi salah satu ikon Pemkab Klungkung. Sejauh ini, TOSS sudah berjalan di 19 Desa dari total 53 desa dan enam Kelurahan di seluruh Klungkung. Namun, saat ini ada enam desa yang operasional TOSS- nya tidak maksimal karena terkendala alat. Ke enam desa tersebut TOSS di Desa Gelgel, Pikat, Dawan Kaler, Dawan Klod, Sampalan Tengah dan Kampung Gelgel. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta gencar melakukan evaluasi. Seperti yang dilakukan, Rabu (20/2) kemarin, Bupati Suwirta melakukan sidak ke lokasi TOSS di Desa Gelgel dan Desa Gunaksa. “Saya ingin memastikan program inovatif TOSS yang sudah diakui nasional ini, berjalan efektif,” terang Bupati Suwirta. Pihaknya mengaku, sengaja pagi-pagi mendatangi lokasi TOSS tanpa pemberitahuan kepada pengelola. Tujuannya untuk mengetahui kondisi yang sesungguhnya di lapangan. Rupanya kecurigaan Bupati Suwirta memang benar. Sebab, dari pantauannya di salah satu dari enam desa yang TOSS-nya macet itu, rupanya benar-benar macet, seperti TOSS di Desa Gelgel. Dalam pantauannya, Bupati Suwirta mendapati TOSS Desa Gelgel tidak berproduksi. Sehingga sampah dari warga menumpuk begitu saja tanpa
dilakukan pengolahan. Jika hal ini dibiarkan terlalu lama, Bupati Suwirta khawatir sampah akan menghasilkan gas metan yang dapat menimbulkan kebakaran. Sehingga, selain program tidak jalan, juga dampaknya berbahaya. Diduga tidak berjalannya TOSS Desa Gelgel akibat gagalnya proses eksekutor di lapangan dalam mengelola para pekerja. Menurut Bupati Suwirta untuk meningkatkan gairah kerja para pekerja TOSS, pihak desa mestinya rutin memotivasi pengelola dan pekerja TOSS. Pihak desa juga mestinya berani membayar lebih mengingat harga dari sebuah kesehatan sangat mahal. Atas kondisi ini, Bupati Suwirta mengintruksikan Kadis LHP Agung Kirana untuk melakukan evaluasi terhadap para pelaku/eksekutor TOSS yang tidak aktif. Sidak dilanjutkan ke tempat TOSS di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan. Situasi berbeda ditemukan di TOSS ini dimana para pekerja yang berjumlah sekitar 15 orang tengah sibuk bekerja menggiling sampah yang telah
Bali Post/kmb
TAK TERURUS - Bupati Suwirta bersama Kadis LHP Klungkung Agung Kirana saat melihat tumpukan sampah yang tak terurus di TOSS Gelgel. melalui proses peuyeumisasi. Bupati Suwirta pun mengapresiasi Desa Gunaksa, karena TOSS yang terletak di eks galian C ini terus beroperasi meski sering mendapat sorotan di media sosial. “Jangan semata-mata memikirkan keuntungan dari penjualan pelet. Lebih dari itu, desa setempat tentu lebih mement-
ingkan manfaat dari program TOSS, yakni kesehatan dan kebersihan lingkungan dari pengurangan sampah,” ujar Bupati Suwirta. Sementara itu Kadis LHP Agung Kirana, menambahkan macetnya TOSS di enam desa itu, disebabkan oleh mesin yang kurang memadai dan baru dianggarkan pada tahun
2019. Selain itu, juga akibat kesulitan dalam mencari pekerja TOSS, pihaknya mengaku akan terus mengevaluasi dan mengawal TOSS masingmasing desa agar pendanaan melalui ADD di tahun 2019 terealisasi. “Kami juga bekerja sama dengan STT PLN, guna memberikan metodenya,” kata Agung Kirana. (kmb31)
Cegah Persoalan Hukum
Puluhan Surat Suara Bupati Suwirta Monitoring Desa Diminta Aktif Pemilu Robek dan Kotor Kerusakan SDN 1 Tojan Konsultasi dengan Kejaksaan
Semarapura (Bali Post)Setiap desa kini dihadapkan pada regulasi yang ketat terkait penggunaan anggaran. Ini membuat setiap desa harus ekstra hati-hati memanfaatkan anggaran. Oleh karena itu, desa diminta aktif melakukan konsultasi hukum dengan Kejari Klungkung. Apalagi, sudah ada kerja sama antara pemerintah daerah dengan Kejari Klungkung, dalam upaya mengamankan setiap proses pembangunan di setiap daerah. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, usai menandatangi kerja sama dengan Kejari Klungkung, di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Selasa (19/2) lalu menyampaikan isi perjanjian tersebut antara lain, tentang Penegakan Hukum, Bantuan Hukum, Pertimbangan Hukum dan Pelayanan Hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Tentu dengan mengoptimalkan fungsi dan tugas pokok para pihak dalam bidang perdata dan tata usaha negara, meningkatkan kesadaran hukum serta menyelesaikan masalah hukum. Bupati Suwirta mengaku tidak mau ke depan ada jajarannya yang tersangkut kasus hukum, terutama di desa. Sehingga, dia meminta setiap desa memanfaatkan kerja sama ini, agar terhindar dari jerat kasus hukum dalam mengelola anggaran pemerintah. Menurutnya, pemberdayaan sumber daya manusia di setiap desa harus menjadi prioritas, karena kualitas sumber daya manusia yang baik akan mengasilkan output yang lebih baik sesuai dengan tujuan dari arah pembangunan. Selain itu, pihaknya menegaskan masing-masing desa harus melakukan evaluasi terhadap setiap kerja bawahannya, “Setiap hasil pemeriksaan inspektorat, selalu saya baca satu persatu dan BPK juga begitu. Bekerjalah dengan benar sesuai dengan aturan, saya yakin tidak akan ada masalah, jangan takut menggunakan dana desa, tinggal sekarang bagaimana seluruh kepala desa berani melangkah di tengah ketatnya regulasi yang ada kadang-kadang membuat kita ragu mengambil keputusan. Kalau ragu-ragu, segera lakukan konsultasi ke kejaksaan,” ujar Bupati Suwirta di hadapan pemerintah desa se-Klungkung. Sementara itu, Kepala Kejaksanaan Negeri Klungkung, Otto Sompotan mengatakan, kejaksaan sebagai penegak hukum juga berperan mendukung keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Sehingga, pihaknya siap memberikan pengawalan, pendampingan dan pengamanan baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun pemanfaatan hasil pembangunan di Kabupaten Klungkung. “Konsultasi ke Kejaksaan Negeri Klungkung tidak dipungut biaya,” tegasnya, seraya meminta agar melaksanakan fungsi pemerintahan yang baik dari manajemen, sistem pengawasannya juga sistem manajemen aparaturnya. (kmb31)
BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta mengunjungi SDN 1 Tojan, Kecamatan Klungkung, Rabu (20/2) kemarin. Kunjungan ini guna menindaklanjuti unggahan di media sosial terkait rusaknya plafon ruang kelas di sekolah tersebut. Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Klungkung, Dewa Gde Dharmawan, Bupati memeriksa kerusakan yang diakibatkan oleh gempa dan pemasangan jaringan listrik tersebut. Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa titik atap plafon memang tampak mengalami kerusakan ringan, namun tidak mengganggu aktivitas sekolah. Atas kondisi tersebut Bupati langsung membantu memberikan biaya perbaikan plafon dari dana pribadinya sebesar Rp 5 juta kepada Kepala SDN 1 Tojan H.T. Umar Haini. Ini sebagai wujud nyata menjawab keluhan orangtua siswa, agar dapat digunakan sementara memperbaiki bagian yang rusak, sambil menunggu proses pembangunan ruang kelas baru, yang direncanakan dibangun tahun 2020. Selain mendapati kerusakan plafon, Bupati Suwirta juga mendapat laporan tentang atap gedung perpustakaan yang miring, akibat patahnya rangka kayu. Kepala SDN 1 Tojan H.T. Umar Haini juga melaporkan keadaan sekolahnya yang mengalami kekurangan ruang belajar. Hal ini menyebabkan siswa kelas II setiap hari belajar di ruang
MENINJAU - Bupati Suwirta bersama pimpinan OPD terkait saat meninjau langsung kerusakan bangunan di SDN 1 Tojan, Rabu (20/2) kemarin. belajar darurat hingga pukul 11.00 wita, setelah itu pindah menempati ruang kelas I yang telah kosong ditinggal pulang pada pukul 11.00 wita. Atas kondisi itu Bupati langsung menugaskan Kadisdik untuk mengajukan proposal sehingga seluruh rehab berat dan pembangunan kelas baru bisa dianggarkan pada tahun 2020. Bupati Suwirta mengingatkan kepada semua pihak untuk senantiasa mengkomunikasikan setiap permasalahan sehingga tidak muncul kehebohan di media sosial. Bupati Suwirta juga mewanti pihak sekolah untuk senantiasa mengawasi dan mendidik siswa untuk tidak merusak fasilitas sekolah. Karena berdasarkan
pengamatannya banyak fasilitas sekolah yang rusak juga akibat kenakalan siswanya. “Pernah saya temukan di sekolah lain plafon rusak karena disengaja oleh para siswanya, kadang ditemukan kayu, sapu dan lain-lain yang dilempar ke atas plafon, untuk itu mari kita bina anak didik kita untuk senantiasa menjaga fasilitas sekolah,” ujar Bupati Suwirta. Sebelumnya, Gedung SDN 1 Tojan, Klungkung, yang keropos mengundang keluhan warga, khususnya para orangtua siswa. Mereka khawatir, dengan anak-anaknya yang mengikuti kegiatan belajar mengajar di tengah situasi gedung demikian. (ad701)
Semarapura (Bali Post)Setelah seluruh surat suara diterima di Gudang Logistik, KPU Klungkung mulai melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara. Proses ini melibatkan 101 ibu rumah tangga di sekitar gedung logistik, yang terbagi ke dalam sebelas kelompok. Sehari pascapelipatan surat suara, sudah ditemukan puluhan surat suara rusak. Proses ini sudah dilakukan sejak Selasa (19/2) lalu. Para ibu-ibu ini dibekali pelatihan teknis penyortiran hingga pelipatan agar dilakukan dengan benar. Staf KPU Klungkung di Gudang Logistik Ketut Sukiasna, Rabu (20/2) kemarin mengatakan, puluhan surat suara itu rusak karena mengkerut sebanyak 32 lembar, kotor atau ternoda 45 lembar, robek 10 lembar dan bercak 5 lembar. Total, kerusakan surat suara ada pada hari pertama penyortiran dan pelipatan ada sebanyak 92 lembar. Pihaknya belum bisa memastikan, kapan target penyelesaian proses pelipatan ini. Demikian juga mengenai upah yang diterima ibu-ibu setiap lembar pelipatan surat suara itu. Sebelumnya, kekurangan surat suara terakhir diterima pada Senin (18/2) lalu di Gudang Logistik sebanyak 237 dus khusus untuk surat suara DPRD kabupaten. Total, kebutuhan surat suara di seluruh Klungkung mencapai lima kali 163.282, sesuai jumlah surat suara yang akan dicoblos setiap pemilih sebanyak lima lembar, untuk Pemilu Presiden,
Pemilu DPR Pusat, Pemilu DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten. Sementara, total jumlah sesuai DPT sebanyak 160.080 orang. “Total logistik surat suara ini sudah termasuk suara cadangan dua persen. Kami masih menunggu juknisnya. Kalau cadangan surat suara dua persen dari total surat suara, sementara jumlahnya cukup. Tetapi, kalau surat suara cadangan dua persen per TPS, berarti ini masih kurang,” jelas Sukiasna, seraya menegaskan total jumlah TPS sebanyak 619 TPS. Sementara untuk logistik lainnya, dikatakan seluruhnya sudah lengkap, seperti kotak suara, bilik suara, tinta, sampul, gembok. KPU Klungkung hanya tinggal menunggu kelengkapan formulir. Kotak suara sesuai dengan pengadaan KPU Pusat sudah turun sebanyak 3.139 buah, bilik suara sebanyak 619 buah. Total kebutuhan bilik suara empat kali dari total TPS sebanyak 619 buah. Sebab, satu TPS ada empat bilik suara. Sementara kebutuhan tinta sebanyak 1.238 botol sudah tersedia. Demikian juga untuk sampul dan gembok. Salah satu petugas pelipatan, Ketut Sunarti mengatakan proses pelipatan dilakukan sejak pagi hingga sore. Ibu-ibu asal Banjar Tengah Desa Selat ini mengaku harus teliti sejak proses penyortiran dan pelipatan, agar surat suara yang terlipat utuh dan dinyatakan sah saat pencoblosan. “Sebelum melipat ini, sebelumnya sudah diberikan pelatihan,” katanya. (kmb31)
Kamis Paing, 21 Februari 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
WAITER
Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818 G.07 AKUNTANSI
Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818
G.06
B.BP.001.02.19.0000676
Dcr Tng wnt utk Wr.Makan Nasi Lawar,Gj+Bns Hub.081337767764 B.BP.001.02.19.0000688
Dicari PRT untuk Batubulan villa pribadi, Gusti 08123806901 B.BP.001.02.19.0000700
B.BP.001.02.19.0000153
Cr:Kepala Accounting/Financial Control(FC)S1,Akuntansi,ngerti pajak,Brevet A/B.penglm min3th max 47th.L/P,krm CV ke hrd@bal inusawindumas.com,081999660972 B.BP.001.02.19.0000695
Dicari Tamatan S1 Sipil Untuk Estimator/Konstruktor Hub.PT.CGK Telp.(0361)466055
B.BP.001.02.19.0000680
DRIVER
Dcr Sopir SIM B1,Mekanik,Admin Wnt bs Compt.Hub:0361-425082/3
Dibthkn Acct Min D3,Admin,Cust Service,Driver,Operasional & Office Boy(Max 28th).Lam ke Jl. Gn.Soputan I/107 DPS.T:8466317
SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur
G.08
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692
B.BP.004.02.19.0000576
Dcr Pramuniaga,Kasir,Gj Tinggi Bonus ke13,THR,Jl .Wr.Supratman 275 Toko Dapurku/081939084292
Dicari Waiter/ess, Gril. Kirim CV ke Warung Subak Peguyangan 0361410940, 085100436702
B.BP.001.02.19.0000696
Distributor ATK Butuh Tng Pemasaran & Sopir Box SIM B1,Max 30Th.Hub:0361-427881 Jam Kerja
B.BP.001.02.19.0000685
Owner 7 Luxurius Villas in Seminyak is looking for English Speaking Experienced Butler.CP:081238321945 B.BP.001.02.19.0000638
Need Urgently Experienced Butler Required With Light cooking Experience. Please Contact 081238321945 B.BP.001.02.19.0000639
B.BP.001.02.19.0000335
Krj Resmi Australi Kontrak 3th G.30jt/bl,bs PR H.081999924825
DIJUAL MOBIL
B.BP.001.02.19.0000689
Dicari Guru TK di Denpasar Utara Hubungi:081916033169
DAIHATSU
Xenia’09 Hitam 1000cc DK.Bagus Velg Racing 81jt, 087861722981
B.BP.001.02.19.0000683
BIRO JASA
B.BP.001.02.19.0000697
DIJUAL MOBIL
SERVICE
SERVICE BENGKEL LAS Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
DIJUAL MOBIL
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
DIJUAL TANAH
TOYOTA
DIJUAL RUMAH
Avanza Veloz 1.5’2014 putih As Bali Hub.0812 389 6909
Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944
B.BP.001.02.19.0000677
Inova ‘2017 Matic Putih AsBali TgnI 267,5Jt Hub.081999299227
B.BP.001.02.19.0000694
G.04
PROPERTY
PROPERTY
DISEWAKAN KANTOR
DIJUAL TANAH
Disewakan Ruang u/Kantor, Jln Ry Puputan 35 Dps.08123681251 B.BP.001.02.19.0000637
PROPERTY DIJUAL RUMAH
2Rmh 2Lt, 880Jt,Jl.Mahendradata Perum Grahadi A1 085934481656 B.BP.001.02.19.0000641
Dijual Rmh Kayuputih Bllg DP 10% Bunga Krd 1% Perbln Hub.082236881191/081805374433 B.BP.004.01.19.0000852
Tanah Penebel Mengesta Tbn Dkt Jatiluwih 80Are & Tnh Jimbaran Jl.Bukit Lestari Selatan Pomp Bensin Unud Ls 3,25Are Hub:08113934393 B.BP.001.02.19.0000678
Tanah 150M2 10Mnt ByPass 5Mnt Simpang6Neg800JtH08111072500 B.BP.001.02.19.0000636
Djl Tnh Jl.Jayagiri VII Renon Hrg 600Jt/Are LT 7,17 Lok.Elit Hub:085953774779
B.BP.001.02.19.0000681
PROPERTY DIJUAL RUKO
Ruko Kertha Wijaya Blok A1 Buluh Indah 26C 085100867168
B.BP.001.02.19.0000249
PROPERTY DIJUAL VILLA
Jl.Villa baru T.Mumbul LT/LB 185/192 SHM Hub.081234000135 B.BP.004.02.19.0000691
Jual Villa.Banyuwangi Pusat Kota,Pantai.082237670250/Elena B.BP.001.02.19.0000472
BIRO JASA
Tnh 26A Ss.Road Seminyak.5,3A Gatsu Dekat Aston 085100867168
Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155
B.BP.001.02.19.0000248
B.BP.001.02.19.0000579
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
BANGLI
14
Kamis Paing, 21 Februari 2019
Peringatan Bulan Bahasa Bali
Bupati Made Gianyar Buka Lomba Pidato Berbahasa Bali
LOMBA - Bupati Bangli I Made Gianyar saat membuka lomba pidato berbahasa Bali di Wantilan Desa Penglipuran, Rabu (20/2) kemarin.
BUPATI Bangli I Made Gianyar membuka lomba pidato berbahasa Bali di Wantilan Desa Penglipuran, Kelurahan Kubu, Rabu (20/2) kemarin. Lomba yang diikuti puluhan pimpinan OPD di Lingkungan Pemkab Bangli ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Bulan Bahasa Bali yang pertama di Kabupaten Bangli. Lomba pidato berbahasa Bali melibatkan tiga orang juri yakni I Nengah Miasa, S.S., M.Pd.H., I Nengah Subrata, S.Pd. B dan I Made Sukadana, S.Pd. Hadir dalam lomba tersebut Bendesa Desa Pakraman Penglipuran dan Penyuluh Bahasa Bali di Kecamatan Bangli. Ketua panitia lomba yang diwakili Kepala Bidang Adat Istiadat I Nyoman Susila menyampaikan, lomba
pidato berbahasa Bali ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti Peraturan Gubernur Bali No. 80 Tahun 2018 tentang perlindungan dan penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra serta penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. Kegiatan ini sejalan dengan program Gita Santi yang menjadi salah satu inti program pembangunan di Kabupaten Bangli, yang akan dilaksanakan setiap bulan Februari. “Lomba Pidato Berbahasa Bali bertujuan untuk meningkatkan dan melestarikan Bahasa, Sastra dan Aksara Bali sebagai salah satu warisan para pendahulu kita sebagai seni Budaya Bali yang kita cintai,” katanya. Lanjut disampaikannya bahwa lomba pidato ini diikuti oleh kurang lebih 22
peserta dari Pimpinan OPD di lingkungan Kabupaten Bangli. Materi lomba bertemakan tentang wacana pembukaan Bulan Bahasa Bali 2019. Naskah lomba disusun oleh peserta dengan menggunakan Bahasa Bali dan diserahkan kepada tim juri sebanyak 4 eksemplar sebelum lomba dimulai, dan waktu penyampaian sambutan selama 8 sampai dengan 10 menit. Adapun kriteria penilaian yakni penampilan, pengolahan tema, penguasaan materi, penggunaan bahasa dan amanat (isi pesan). Lomba pidato berbahasa Bali ini memperebutkan hadiah Rp 800.000 untuk Juara I, Juara II Rp 600.000 dan Juara III Rp 500.000. Hadiah akan diserahkan pada penutupan bulan Bahasa Bali tahun 2019.
Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan, Bahasa Bali tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan zaman saat ini. Dalam perkembanganya, Bahasa Bali banyak dipengaruhi oleh budaya dan bahasa lain. Hal itu yang menyebabkan banyak pihak mengatakan Bahasa Bali akan segera punah. Namun jika melihat kehidupan masyarakat di Bali yang didasari oleh seni dan budaya, Gianyar optimis bahasa, aksara dan sastra Bali akan tetap ajeg. Hal itu yang akan menyebabkan pariwisata Bali tetap kukuh dan bertahan sampai saat ini sebagai pariwisata budaya. “Namun apabila Bahasa Bali sebagai akar budaya sampai punah, sudah pasti perjalanan seni,
adat dan budaya juga agama Hindu di Bali akan berangsur-angsur pudar dan pada akhirnya akan berpengaruh pada pariwisata Bali yang juga akan menurun,” kata Gianyar. Sebagai langkah mempertahankan dan melestarikan bahasa, aksara dan sastra Bali, Pemerintah Kabupaten Bangli mengacu pada Peraturan Gubernur Bali No. 80 tahun 2018 terus membuat kebijakan dan program. Salah satunya seperti program lomba pidato berbahasa Bali yang diselenggarakan Rabu kemarin. “Lomba ini hanya sebuah upaya untuk tetap mempertahankan budaya Bali, yang akan melahirkan rasa jengah yang sudah barang tentu dilanjutkan di tahun tahun berikutnya,” pungkas Gianyar. (ad698)
15
Kamis Paing, 21 Februari 2019
Rumah Warga di Yangapi Terbakar Curi Barang Inventaris, Waker Puskesmas Diamankan
Bangli (Bali Post) Waker Puskesmas Bangli Utara berinisial IWT (53) diamankan aparat Polsek Bangli lantaran diduga melakukan pencurian barang inventaris milik puskesmas setempat. Pria ini diamankan bersama barang bukti curian berupa dua buah handphone (HP) seharga Rp 5 juta. Kasus pencurian tersebut berawal dari adanya pemberian lima buah HP oleh Dinas Kesehatan kepada Puskesmas Bangli Utara sebagai barang inventaris pada Kamis (7/2) lalu. Oleh petugas puskesmas, Indra Hita Karana, kelima HP tersebut disimpan di gudang logistik. Selanjutnya, saat melakukan bersih-bersih di gudang logistik pada Selasa (12/2) sekitar pukul 11.30, Indra mendapati dua dari lima HP yang disimpannya itu raib. Korban kemaudian melaporkan kejadian itu kepada pimpinan puskesmas Drg. I Nyoman Pande Sutama. Atas perintah pimpinannya, korban diminta kembali mencari keberadaan dua HP yang hilang itu. Namun hasilnya tetap nihil. Lantaran tak berhasil ditemukan, pimpinan puskesmas merapatkan kejadian itu dengan seluruh pegawai. Dari hasil rapat, pihak puskesmas memutuskan melaporkan kasus hilangnya dua HP itu ke Polsek Bangli. Kapolsek Bangli Kompol Dewa Made Raka didampingi
Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi dan Kanit Reskrim Polsek Bangli Iptu Ketut Purnawan mengatakan menindaklanjuti laporan kasus pencurian yang disampaikan Selasa (19/2), pihaknya langsung melakukan lidik. Hasilnya, kecurigaan polisi mengarah pada IWT, waker puskesmas setempat. Tanpa menunggu lama IWT pun dibekuk di puskesmas saat sedang bekerja. Berdasarkan hasil dinterogasi, pria yang sudah setahun bekerja menjadi waker puskesmas itu mengakui perbuatannya mencuri dua buah HP di gudang logistik puskesmas. “Modusnya, pelaku awalnya melakukan bersih-bersih. Dia tahu di dalam gudang logistik itu ada tersimpan HP. Kemudian pelaku berusaha mencari dan menemukan kunci di salah satu ruangan dokter. Dengan kunci itu pelaku masuk ke dalam gudang dan mengambil HP yang ada,” terangnya. Lanjut dikatakan Kompol Raka, kedua HP itu tidak dicuri tersangka bersamaan. Awalnya, tersangka hanya mencuri satu buah HP. Selang beberapa waktu kemudian, tersangka kembali mengambil satu HP lainnya. Oleh tersangka kedua HP hasil curiannya diberikan kepada anaknya untuk dijual melalui media online. Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar pasal 362 KUHP jo pasal 65 KUHP. (kmb40)
Bali Post/kmb40
PENCURIAN - Kapolsek Bangli Kompol Dewa Made Raka didampingi Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi dan Kanit Reskrim Polsek Bangli Iptu Ketut Purnawan saat merilis kasus pencurian yang dilakukan Waker Puskesmas Bangli Utara berinisial IWT.
Bangli (Bali Post) Sebuah rumah milik I Wayan Sutama, warga Banjar Kubusuih, Desa Yangapi, Tembuku, Bangli terbakar Rabu (20/2) dini hari kemarin. Kebakaran terjadi diduga dipicu korsleting listrik. Akibatnya, korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00 wita. Kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi I Komang Selamat. Saat itu, saksi terbangun dari tidurnya karena listrik di rumahnya tiba-tiba padam. Ketika keluar kamar untuk mengecek listrik, saksi terkejut melihat kobaran api di kamar rumah korban. Saksi pun langsung mendobrak pintu kamar untuk menyelamatkan korban. Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan warga untuk ikut membantu memadamkan api. Sekitar pukul 03.00 wita, api
Seruan lainnya, menyangkut penyedia jasa transportasi darat, laut dan udara yang tidak diperkenankan beroperasi saat Nyepi pada poin 3. Termasuk lembaga penyiaran radio dan televisi yang tidak diperkenankan bersiaran pada poin 4. Masyarakat juga tidak diperkenankan menyalakan petasan/mercon pada poin 6. Kemudian pada poin 7, hotel-hotel dan penyedia jasa hiburan lain di Bali tidak diperkenankan menyelenggarakan paket hiburan hari raya suci Nyepi. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali I Nyoman Sujaya mengatakan, pelaksanaan Nyepi tanpa internet masih dalam pembicaraan karena menunggu hasil pembahasan di FKUB. “Pemutusan internet itu memang bukan dari umat Hindu, tapi dari umatumat lainnya yang terangkum dalam FKUB,” ujarnya. Kalau memang sudah ada kesepakatan tertulis berupa seruan bersama tersebut, kata Sujaya, Pemprov Bali akan segera menindaklanjuti
ke pemerintah pusat. Seperti ketika Pemprov Bali bersama DPRD Bali dan KPID Bali yang sudah menyerahkan nota kesepakatan terkait imbauan tidak bersiaran dan atau me-relay siaran pada saat hari raya Nyepi kepada KPI Pusat dan Kementerian Kominfo di Jakarta, Senin (18/2) lalu. “Seperti tahun lalu, saya sendiri pesimis berkaitan dengan internet. Tapi telah kita informasikan, kita sosialisasikan di Kementerian Kominfo dengan mengundang semua vendor, ternyata dari pihak vendor semuanya mendukung,” jelasnya. Kendati dalam pelaksanaan Nyepi tanpa internet pertama kali tahun lalu, masih ada yang bandel, Sujaya berharap tahun ini bisa lebih tertib jika diberlakukan kembali. Sementara untuk pro dan kontra di masyarakat, pihaknya menyerahkan pada masing-masing individu. Pada intinya, masyarakat agar saling menghargai. “Setahun sekali, ini Nyepi sudah diakui oleh Bank Dunia bisa menurunkan gas emisi rumah kaca. Itu sudah ada penelitian, cuma sehari manfaatnya cukup banyak,” tegasnya. (kmb32)
Bali Post/kmb40
TERBAKAR - Petugas kepolisian menunjukkan kondisi rumah korban yang terbakar. berhasil dipadamkan. Musibah kebakaran itu menyebabkan rumah beserta barang-barang milik korban ludes. Akibat kejadian itu,
Ia mengatakan, penerapan dwifungsi saat ini justru tidak menguntungkan bagi TNI secara kelembagaan karena TNI akan kembali dimanfaatkan untuk kepentingan politik kekuasaan. “TNI tidak akan kembali melakukan dwifungsinya karena akan mencederai demokrasi yang sudah dibangun secara bersama-sama dengan baik,” kata mantan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) ini. Terkait restrukturisasi TNI ini, kata jenderal bintang dua ini, TNI secara kelembagaan
tengah mengalami persoalan karena jumlah perwira menengah dan perwira tinggi mengalami kelebihan, sehingga banyak perwira tinggi dan menengah TNI yang non-job. “Kelebihan yang sekarang ini memang butuh pemecahan jangka pendek,” ujar Sisriadi. Saat ini, ada kelebihan kolonel sekitar 500 orang, kelebihan perwira tinggi sampai 47 orang, yang sebagian besar jenderal bintang satu. Menurut dia, TNI memang mengalami masalah teknis pengelolaan sumber daya yang muncul sejak disahkannya Undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI. Dalam UU TNI terdapat
Di sisi lain, dia mengajak rektor untuk memberi inspirasi bagi mahasiswanya, bukan menakut-nakuti dan menyebarkan hoax. Di samping itu jaga kampus bersih dari dunia politik. Menristek Dikti Mohamad Nasir juga siap berkolaborasi dengan Gubernur Bali dalam pengembangkan pendidikan tinggi. UU No. 23/2012 jelas
mengamanatkan pendidikan tinggi bisa didanai oleh pusat, APBD dan masyarakat. Hal ini ditegaskan Menteri setelah Gubernur Bali menawarkan kolaborasi mengembangkan PT khusus di Bali yang banyak peminatnya. Wayan Koster yang juga Ketua DPD PDI-P Bali ini menilai pemerintah daerah perlu berkolaborasi dengan PT demi percepatan pembangunan. Dia tak mau seperti kepala daerah mosikan potensi seni budaya kedua negara. Gou Haodong menilai potensi wisata di Bali Utara tidak kalah dengan di Bali Selatan atau daerah lain. Keunggulan itu dipastikan memberi dampak positif bagi pengembangan wisata di Buleleng. “Pementasan kolaborasi di sini adalah pementasan yang paling baik. Ini sama-sama mengenalkan potensi seni dan budaya baik di Buleleng maupun Tiongkok. Dengan pergelaran ini dan dilanjutkan promosi kunjungan wisatawan asing akan lebih banyak berkunjung ke Buleleng dan tidak hanya ke Bali Selatan dan daerah ini memiliki banyak potensi wisata menarik,” katanya.
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Widya Jnana Kerthi Mepala Sukertaning Pemangku (5) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Ayodha Kanda
08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Dialog Interaktif ABI 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Dialog Interaktif Solusi Alternatif 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Widya Jnana Kerthi Mepala Sukertaning Pemangku (6) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali
perubahan usia pensiun dari 55 tahun menjadi 58 tahun. Artinya, ada perpanjangan masa dinas perwira. Untuk mengatasi persoalan itu, Panglima TNI juga berupaya menata kembali sistem kepangkatan dengan menerbitkan Peraturan Panglima nomor 40 tahun 2018. Dalam peraturan itu, jangka waktu seorang perwira dalam memegang suatu jabatan tinggi menjadi dipersingkat. “Jadi, nanti untuk naik dari perwira menengah ke perwira tinggi tidak lagi masa dinas 24 tahun. Sekarang 26 tahun masa dinas baru bisa menjadi perwira tinggi,” papar Sisriadi. (ant)
lainnya yang berjauhan dengan PT, padahal di PT sumber segala dan ahlinya. Makanya, dia berketad akan menjalankan riset bersama dengan PT dari hulu hingga ke hilir dalam berbagai sektor. Rakerda yang diikuti 171 pimpinan PTS dan PTN menurut Kepala LLDikti VIII, Nengah Dasi Astawa, guna mendapatkan masukan untuk melahirkan perguruan tinggi yang sehat dan bermutu. (025) Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Drs. Gede Komang, M.Si. mengatakan pergelaran seni ini juga dimaksudkan untuk menjalin kerja sama di bidang ekonomi dan budaya antara Tiongkok dan Bali Utara, yaitu Pemerintah Kabupaten Buleleng. Gede Komang juga menjelaskan, kolaborasi kesenian ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan. Setelah pergelaran ini, ke depan akan dirancang pergelaran yang sama dilangsungkan di Tiongkok. “Memang sudah ada lampu hijau dari Konjen Tiongkok bahwa ke depannya kolaborasi ini juga akan diselenggarakan di Tiongkok,” jelasnya. (ad706)
Titik Kerawanan “Tim korsupgah dari KPK tanggal 28 Februari, Insya Allah akan ke Jawa Timur mengundang seluruh kepala daerah, bupati/wali kota,” kata Khofifah. Khofifah menyatakan bahwa kedatangan tim korsupgah KPK itu akan menjelaskan titik kerawanan yang kemungkinan terjadi tindak pidana korupsi seperti penyalahgunaan
anggaran dan kewenangan. “Kami berharap bahwa ini kan ada 17 bupati/wali kota baru, 18 dengan gubernur di Jawa Timur dari 38 kabupaten/kota jumlahnya cukup besar. Ini tanggal 28 Insya Allah dari korsupgah KPK itu akan datang ke Jawa Timur sambil menjelaskan titik-titik rawan,” ucap mantan Menteri Sosial itu. Ia pun mengharapkan ada dialog yang terbangun nantinya dalam pertemuan tim
Kamis, 21 Februari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
korban mengalami kerugian Rp 150 juta. “Kebakaran diduga terjadi karena dipicu arus pendek listrik,” kata AKP Sulhadi. (kmb40)
Memberi Inspirasi
Perpaduan Kesenian Dia mencontohkan, kesenian Barongsai dengan Barong Ket satu kesenian yang memiliki kesamaan. Hal itu terlihat dari kosa kata di mana sama-sama berasal dari kata “Barong”. Untuk itu, kesamaan ini menunjukkan perpaduan kesenian antara Tingkok dan Bali sudah terjalin sejak lama dan tingal dilestarikan. Tidak hanya pentas dalam satu panggung, namun kerja sama ini akan berdampak pada bidang industri pariwisata. Untuk itu, dirinya mengajak semua komponen termasuk awak media masa untuk berpartisipasi untuk mempro-
13:30 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita
Bali Channel Tourist TV Klip Bali Dunia Kita DW TV Bali Channel Tourist TV Dialog Interaktif ISI Denpasar 17:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 17:05 Wita DIABEMED 17:30 Wita Nangun Yadnya Prosesi Lunga Ke-45 Segara Jl. Gunung Agung,
Petani Layak Diberi Perhatian agar Sejahtera Diperlukan kebijakan pemerintah yang didukung masyarakat Bali untuk memajukan pertanian. Pertanian jangan lagi ditempatkan sebagai pendukung sektor lainnya. Dibutuhkan komitmen semua pihak untuk membuat berbagai kebijakan yang memihak pada pertanian Bali. Petani layak diberi perhatian agar sejahtera. Demikian terungkap dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Rabu (20/2) kemarin. Berikut ragkumannya.
Penerapan Dwifungsi
Lembaga Penyiaran
WARUNG GLOBAL
18:00 Wita 18:05 Wita 19:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Denpasar Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Dialog Interaktif Artha Buana Investama Talk Show Merah Putih Menanti PLTSa Di TPA Suwung Berita dan Bincang Terkini Folk Song Bali Channel
korsupgah KPK dengan bupati/wali kota di Jawa Timur itu. “Saya rasa teman-teman bisa melihat kemungkinan dialog-dialog yang terbangun di antara bupati/wali kota dan korsupgah dari KPK,” ujar dia. (ant)
Werda di Tegallalang menyampaikan, petani tak bisa bercocok tanam karena ada perbaikan irigasi di hulu. Tujuannya bagus supaya pengairannya lancar. Sebelumnya mesti dipikirkan agar petani bisa tetap produktif dan bisa bercocok tanam walau dengan air yang sedikit. Pemerintah dan dinas terkait di Dentim agar mengupayakan ada air, misal dengan sistem pompa agar petani dapat bercocok tanam. Sukana di Denpasar mengatakan, diperlukan kebijakan pemerintah yang didukung masyarakat Bali untuk memajukan pertanian. Pertanian jangan lagi ditempatkan sebagai pendukung sektor lainnya. Dibutuhkan komitmen semua pihak untuk membuat berbagai kebijakan yang memihak pada pertanian Bali. Petani layak diberi perhatian agar sejahtera. Karta di Denpasar menambahkan, pengelolaan pertanian dengan menggunakan teknologi maju diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian Bali, baik secara kuantitas maupun kualitas. Kuantitas yang memadai dan kualitas yang memenuhi tuntutan pasar, dengan sendirinya akan membawa produk pertanian itu mampu bersaing. Menurut Boby di Tabanan,
bertani di sawah tidak dapat mendukung peningkatan kesejahteraan petani. Bagi generasi muda Bali, bekerja di luar sektor pertanian jauh lebih menarik. Belum lagi harga hasil pertanian yang seringkali berfluktuasi, yang bukan tidak mungkin mengakibatkan kerugian yang cukup besar akibat anjloknya harga yang mungkin terjadi sewaktu-waktu. Para insinyur pertanian sebaiknya terjun sebagai petani dan menerapkan ilmunya. Miasa di Mengwi mengharapkan subak mampu berperan dalam melestarikan pertanian Bali. Perhatian pemerintah terbilang sudah cukup baik terhadap subak ini, melalui berbagai pembinanan dan bantuan yang diberikan. Ke depan, komitmen untuk menjaga dan melestarikan sistem irigasi pertanian yang satu-satunya di Bali ini mesti lebih dimantapkan. Setiawan di Denpasar menyampaikan, subak mesti lebih berdaya dalam mengajegkan pertanian Bali. Agar bisa berperan seperti itu maka subak harus didukung penuh oleh pemerintah dan masyarakat Bali. Perlu dilakukan berbagai upaya agar generasi muda Bali tertarik dengan pertanian dan bangga menjadi petani. (dika)
Industri Kreatif Sejak 2016, Hakteknas memang diperingati di daerah mulai dari Surakarta (2016), Makassar (2017), dan Riau (2018) dengan tema seputar energi, maritim, dan pangan. Namun untuk Bali, yang didorong adalah indus-
tri kreatif agar bisa mendukung pariwisata. “Maka industri kreatif ini bisa mendrive ekonomi di Bali yang mempunyai kontribusi yang harusnya lebih besar tentang membangun ekonominya untuk rakyatnya supaya terangkat dengan baik dengan pendekatan teknologi,” tandasnya. (kmb32)
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Kamis Paing, 21 Februari 2019
Pejudo Bali Dipatok Tiga Emas di Kejurnas Denpasar (Bali Post) – PJSI Bali mengirim 20 pejudo pada Kejuaraan Nasional Judo Senior dan Junior yang berlangsung di Jakarta, 22–24 Februari. Tim judo Pulau Dewata berkekuatan 12 atlet senior dan 8 junior yang tampil di nomor perorangan. Mereka dipatok merebut minimal 3 medali emas. Target ini juga ditancapkan pada PON XX/2020 di Papua. ‘’Emas terutama diharapkan dari kategori senior karena ada pejudo tangguh serta lima atlet putra-putri Bali yang kini menghuni pelatnas,” jelas Wakil Ketua Umum Pengprov PJSI Bali Nengah Sudiartha di Denpasar, Rabu (20/2) kemarin. Menurutnya, target itu realistis karena di kejurnas tahun lalu, Bali menyabet 2 emas. Bahkan, Bali setidaknya mendapat 5 emas pada 2018, tetapi tiga pejudo membela bendera pelatnas. Mereka adalah Anny Pandini, Ganding Kalbu, dan Mira Widiari. Lima pejudo Bali kini berada di pelatnas yaitu Bima Prasetya (kelas 81 kg), Ganding Kalbu (100 kg), Agastia Dharma (+100 kg), Fania Farid (78 kg), dan Mira Widiari (+78 kg). Sementara Anny Pandini tidak dipanggil ke pelatnas karena mengalami cedera pada Asian Games 2018. Namun, Anny sudah pulih sehingga tetap bisa menunjukkan kemampuan terbaik di kelasnya. Tim dilepas Ketua Umum PJSI Bali I Gusti Bagus Alit Putra. Dalam pesannya, Alit Putra meminta pejudo Bali terus menjaga kekompakan serta menunjukkan semangat dan sportivitas di tingkat nasional demi mencapai prestasi terbaik. Tim senior terdiri atas Komang Wibawa Kusuma (55 kg), I Made Aryanta (-60 kg), Putu Sukarya Yasa (-66 kg), Kadek Adi Wirawan dan Komang Ardiarta (-73 kg), Kadek Rakyanda Adyatama (-90 kg), Gede Ganding Kalbu Soetama (-100 kg), I Made Adi Putra Suardana, I Gede Agastya Darma (+ 100 kg putra), Kadek Desi Kartika Sari (45 kg), Made Aprianingsih (-52 kg), Kadek Anny Pandini (-57 kg), Kadek Ayu Intan Lestari, I Gusti Ayu Putu Guna Kalibata (-63 kg), Fania Farid (-78 kg), dan Dewa Ayu Mira Widari (+78 kg putri). Tim junior diperkuat Arta Arpawan (55 kg), I Made Kelvin Andikayana P. (-60 kg), Dewa Ketut Januyasa (-66 kg), I Wayan Jully Suantara (-73 kg), Putu Hendrawan (-81 kg putra), Ida Ayu Mas Ratiningsih (45 kg), Ni Ketut Yesita Purnama (-48 kg), dan Ni Komang Sriwitari (-52 kg putri). Tiga pelatih yang mendampingi adalah I Nyoman Sumerta, Agus Putra Adnyana, dan Ni Wayan Adi Antari. (kmb)
BEREBUT - Pemain Indonesia Billy Keraf (merah) berebut bola dengan pemain Malaysia dalam pertandingan Grup B Piala AFF U-22 di Stadion Nasional Olimpiade, Phnom Penh, Rabu (20/2) kemarin.
Piala AFF U-22
Indonesia Gagal Antisipasi Bola Mati Phnom Penh – Pelatih tim nasional Indonesia U-22 Indra Sjafri mengakui para pemainnya gagal mengantisipasi bola-bola mati yang dilakukan Malaysia sehingga harus puas menangguk hasil imbang 2-2 dalam laga penyisihan Grup B Piala AFF U-22 di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, Rabu (20/2) sore kemarin.
Bali Post/ist
Ramadhani Pratama Hansaputra
Petembak Bali Sabet Tiga Emas
Denpasar (Bali Post) Atlet tembak Bali Ramadhani Pratama Hansaputra sukses menyabet 2 medali emas di nomor air rifle youth perorangan dan beregu bersama Ketut Samuel Cucumandalin dan Nyoman Sammy Cucumandalin, pada Kejurnas Piala Pangdam Jaya yang berlangsung di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, 15-20 Februari. Satu emas lagi diperoleh I Kadek Rico Vergian Dinatha bersama Lili Sulistya Dewi Tirtajaya di nomor air pistol campuran. Selain itu, tim tembak Bali merebut 1 perak yang dipersembahkan I Kadek Rico Vergian Dinatha di nomor free pistol perorangan. Sementara 3 medali perunggu dihasilkan petembak Ketut Sudiana/Dwi Wahyono/I Kadek Rico Vergian Dinatha, I Kadek Rico Vergian Dinatha/ Kadek Diana Putra di nomor free pistol beregu dan Dwi Wahyono/Dewa Yadi Suteja di nomor rapid rifle pistol beregu. Pelatih tembak Bali Isro Firdaus yang dikontak Rabu (20/2) kemarin, menyatakan bangga atletnya mampu mendulang 3 emas di kancah nasional meladeni petembak andalan dari provinsi lain. “Kami hanya menerjunkan 10 petembak, tidak berkekuatan penuh,” tuturnya. Alasannya, petembak yang bertanding ke Piala Pangdam Jaya harus merogoh kocek pribadi. (022)
Kendati demikian, Indra menilai permainan Garuda Muda jauh lebih baik secara kualitas dibandingkan laga pertama melawan Myanmar yang berakhir imbang 1-1 dua hari lalu. “Perjuangan dua kali 45 menit, para pemain bisa unggul dua gol dulu, tapi kita tak bisa antisipasi set-pieces, free kick dan corner. Dari dulu setplay mereka selalu berusaha memanfaatkan keunggulan tinggi badan,” ujarnya. Indonesia bakal menghadapi tuan rumah Kamboja pada laga pamungkas, Jumat (22/2) petang besok, setelah Malaysia melakoni pertandingan hidup mati melawan Myanmar. Kamboja semen-
tara memimpin klasemen berkat kemenangan atas Malaysia pada pertandingan pertama. Indonesia dua kali unggul atas Malaysia lewat gol Marinus Wanewar dan Witan Sulaiman. Namun, Malaysia dua kali berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas Nik Akif Syahiran Nik Mat dan sundulan Muhammad Hadi Fayyadh Abdul Rozak menyambut sepak pojok. Konsentrasi dan lemahnya antisipasi situasi bola mati menjadi momok bagi Indonesia yang harus dibayar mahal. Malaysia mengambil inisiatif serangan sejak tendangan bola pertama. Mereka lebih banyak
melepaskan bola-bola panjang dan lambung demi memanfaatkan keunggulan postur tubuh. Akan tetapi, peluang berbahaya pertama justru diperoleh Indonesia lewat Osvaldo Haay yang sukses melewati kiper Muhammad Haziq Nadzli saat menerima umpan terobosan dari Marinus. Hanya, tendangan Haay melenceng karena tak cukup tenang pada menit ke-39. Malaysia juga mengancam gawang Indonesia saat sebuah umpan silang berhasil disambut Jafri di dalam kotak penalti, beruntung tendangan volinya melambung tinggi di atas gawang kiper Satria Tama Hardiyanto.
Owi/Winny Petik Kemenangan Pertama
Barcelona – Atlet ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow memetik kemenangan pertama dalam turnamen bulu tangkis Spanyol Masters 2019 yang berlangsung di Barcelona, Selasa (19/2) waktu setempat. Owi/Winny seperti dipantau dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) di Jakarta, Rabu (20/2) dini hari kemarin, menang dua game langsung 21-19, 21-18 atas pasangan Jones Ralfy Jansen/Kilasu Ostermeyer dari Jerman. Pada pertandingan putaran kedua yang akan berlangsung Kamis (21/2) ini, Owi/Winny masih menunggu pemenang laga antara pasangan Mak Hee Chun/ Chau Hoi Wah (Hongkong) dan Lu Ching Yao/Lee Chia Hsin (Taiwan). Ganda campuran kedua Indonesia Rinov Rivaldy/ Pitha Haningtyas Mentari
melibas Misha Zilerman/Svetlana Zilberman (Israel). Pasangan Merah-Putih peraih medali e m a s Kejuaraan Dunia Junior 2017 itu, menang 219, 21-12 dalam turnamen tingkat Super 300 ini. Selama 21 menit permainan, pasangan Indonesia selalu mendominasi perolehan poin dan tampak bukan lawan sebanding buat ganda Israel yang menempati peringkat 76 dunia.(ant)
Usai turun minum, Indra Sjafri menurunkan Witan Sulaiman untuk menggantikan Fulgensius Billy Paji Keraf di sisi sayap Indonesia. Kehadiran Witan menambah kreativitas serangan yang akhirnya berhasil membuka keunggulan pada menit ke-53 lewat Marinus. Keunggulan ini tak bertahan lama. Dalam situasi tertekan wasit menilai Gian Zola melakukan handsball tak jauh dari kotak penalti. Nik Akif sukses memperdaya Satria Tama demi menyamakan kedudukan pada menit ke-61. Indonesia kembali unggul saat Witan melepaskan tendangan kaki kanan keras dari tepian kotak penalti yang melesak ke dalam gawang Malaysia pada menit ke-77. Tetapi dua poin tergelincir dari tangan ketika sepak pojok Nik Akif berhasil disambut
Liverpool – Manajer Liverpool, Juergen Klopp, mengakui hasil imbang 0-0 melawan Bayern Munich pada laga pertama babak 16 besar Liga Champions di Anfield, Rabu (20/2) pagi kemarin, bukanlah impiannya. Meski begitu, ia tetap optimis pasukannya akan melaju ke perempatfinal. Sadio Mane menyia-nyiakan peluang terbaik tuan rumah ketika tembakannya melebar pada babak pertama. Liverpool setidaknya tidak kebobolan walau tanpa kehadiran bek Virgil van Dijk, Joe Gomez dan Dejan Lovren yang cedera, dengan memasukkan pasangan pemain tengah Brazil, Fabinho dan Joel Matip. “Itu bukan hasil atau permainan yang kami impikan. Ini bukan pertandingan yang akan kami ingat dalam 30 tahun. Ini hasil yang kami miliki
dan kami akan bekerja dengan itu. Banyak orang tidak akan menyangka kami clean sheet tanpa pemain besar (Van Dijk). Pertahanan benar-benar bagus,’’ ujar Klopp. Kembalinya Van Dijk pada laga kedua akan membantu peluang Si Merah mencapai delapan besar. Hasil seri ini jelas sangat berharga bagi Bayern karena akan menjadi tuan rumah pada 13 Maret mendatang. “Kami tidak mencetak gol tetapi tidak membiarkannya masuk. Pertandingan kandang merupakan keuntungan. Kami akan bermain di depan 75.000 penonton dan harus menang,” kata manajer Bayern, Niko Kovac. Barcelona Dalam laga lainnya, Barcelona menahan tuan rumah Lyon 0-0 di Stadion Groupama. Barca memiliki lebih banyak peluang mencetak gol. Luis
Suarez melepaskan tembakan melebar di babak kedua, sedangkan tendangan Martin Terrier membentur mistar gawang tim tamu di awal laga. Skor ini membawa Lionel Messi dan kawan-kawan menjalani enam pertandingan tandang tanpa menang di babak sistem gugur Liga Champions dan hanya mencetak satu gol. Barca sekarang harus menyelesaikan pekerjaan ketika menjamu Lyon di Nou Camp pada 13 Maret. “Saya tidak senang dengan hasilnya, tetapi suka kinerja dan apa yang kami ciptakan. Kami memainkan sepak bola yang bagus, tetapi Anda harus mencapai target juga, dan kami tidak melakukannya. Namun, kami berada di jalan yang benar. Kami akan berusaha memenangkannya di depan para penggemar kami,” sebut pelatih Barcelona, Ernesto
Valverde. Bagi Lyon, ini adalah imbang keenam secara beruntun dan belum terkalahkan di Eropa musim ini. “Ini hasil yang memuaskan karena tidak kebobolan dan memberi kami peluang untuk laga kedua. Jika bisa mencetak gol di Nou Camp, kami memiliki peluang lolos,” tegas manajer Bruno Genesio. (afp/kmb) KETAT – Penyerang Liverpool Mohamed Salah (kiri) dijaga ketat bek Bayern Munich Joshua Kimmich dalam duel di Anfield.
Thailand Thailand dan Vietnam memastikan lolos ke semifinal dari Grup A menyusul kemenangan di laga kedua pada Selasa (19/2). Thailand yang bermain lebih awal sukses meraup tiga poin penuh dengan mengalahkan Filipina 3-0 . Keberhasilan Thailand disusul oleh Vietnam yang mencukur Timor Leste 4-0 pada malam harinya. Kemenangan yang diraih Vietnam lewat dwigol Tran Danh Trung, Phan Thanh Hau dan Le Xuan Tu. Tim besutan Nguyen Quoc Tuan ini tidak hanya melaju ke empat besar tetapi juga menduduki puncak klasemen sementara Grup A. (ant)
Komite Eksekutif PSSI Putuskan Gelar KLB Jakarta (Bali Post) – Komite Eksekutif (Exco) PSSI memutuskan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) yang ditujukan untuk memilih kepengurusan baru organisasi, ter-
Liga Champions
Liverpool Tetap Optimis Lolos
tandukan tajam Jafri empat menit jelang waktu normal usai.
mas u k pergantian ketua umum. Dikutif dari situs resmi PSSI di Jakarta, Rabu (20/2) dini hari kemarin, keputusan itu diambil dalam rapat Komite Eksekutif PSSI yang dipimpin oleh Plt.
Ketua Umum PSSI Joko Driyono di Kantor PSSI, Jakarta, Selasa (19/2) malam. Ada dua agenda dalam KLB yaitu pertama, membentuk perangkat komite pemilihan (KP) dan komite banding pemilihan (KBP). Kedua, menetapkan tanggal
kongres pemilihan kepengurusan baru. “PSSI akan mengutus perwakilan ke Kantor FIFA di Zurich, Swiss, untuk berkoordinasi dengan FIFA dan mendapatkan arahan serta rekomendasi yang tepat,” kata Joko Driyono. Joko Driyono baru menjabat Plt. Ketua Umum PSSI sejak 20 Januari 2019, setelah Edy Rahmayadi mengundurkan diri dalam Kongres Tahunan PSSI di Nusa Dua, Bali. Dalam prosesnya, ia ditetapkan sebagai tersangka perusakan barang bukti oleh Polri, Jumat (15/2). Barang bukti tersebut dianggap perlu oleh Satgas Antimafia Bola Polri untuk menyelidiki kasus pengaturan skor. Terkait KLB, berdasarkan p a s a l 3 0 Statuta P S S I , Komite E k s e k u t i f PSSI memang memiliki hak untuk meminta digelarnya KLB setiap saat tanpa perlu persetujuan pemilik suara. Dalam KLB ini, seluruh agenda kongres akan disusun oleh komite eksekutif. Sebelumnya, wacana tentang perlunya KLB atas inisiatif komite eksekutif salah satunya datang dari Manajer Madura United, Haruna Soemitro. “KLB sebaiknya jangan atas prakarsa voters atau klub-klub karena tahun ini tahun politik. Kalau begitu sepak bola sebagai pemersatu bangsa dapat kembali tercabik-cabik karena urusan KLB,” ujar Haruna Senin (18/2) lalu. (ant)