20 HALAMAN NOMOR 181 TAHUN KE 68 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (104 rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU UMANIS, 21 FEBRUARI 2016
Pengemban Pengamal Pancasila
MAKOTEK Seorang pemuda berdiri di atas puluhan galah atau kayu panjang saat mengikuti tradisi Makotek di Desa Munggu, Badung, Sabtu (20/2) kemarin. Tradisi ini selalu dilaksanakan setiap hari raya Kuningan.
Ingin Fokus di Model
Kezia Roslin Cikita Warouw
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Keke, Puteri Indonesia 2016
KEZIA Roslin Cikita Warouw (24) akhirnya dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2016 yang merupakan perhelatan Puteri Indonesia ke-20. Dengan demikian Kezia Rosilin akan menggantikan tugas Anindya Kusuma Putri setelah berhasil mengalahkan 38 kontestan lainnya dari 34 provinsi. Perhelatan ini digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (19/2) malam, yang berakhir Sabtu dini hari. Keke, demikian biasa dia disapa, merupakan lulusan Teknik Informatika Universitas Esa Unggul. Dia sempat bekerja selama empat tahun di sebuah bank swasta. Tetapi kemudian memilih berhenti dan fokus di ajang pemilihan Puteri Indonesia 2016. “Saya ingin fokus di dunia hiburan dan menjadi model,� cetus Kezia kepada wartawan. Walau saat ini terpilih sebagai pemenang Puteri Indonesia, bukan berarti perjuangan Kezia di ajang modeling bisa berjalan mulus. Bahkan salah satu yang diingatnya saat mengikuti Gading Model Search 2015 di mana dirinya harus menelan kekecewaan karena tidak diterima sejak audisi pertama. Hal. 19 Tak Patah Semangat
@balipostcom (3,9rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
BPM/kmb23
BAHAYA DIPUTUS LEWAT VOTING SBY Soal Revisi UU KPK Jakarta (Bali Post) Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan sikapnya. Ia dan partai menyatakan menolak revisi UU KPK ini, karena dinilai bisa memperlemah KPK. “Dengan konstruksi UU perubahan atas KPK, ini bisa membuka ruang atas intervensi kekuasaan langsung maupun tidak langsung. Bayangkan, praktiknya nanti bisa menimbulkan ruang intervensi,� kata SBY dalam acara ‘’kopi darat’’ dengan netizen’, di Raffles Hills, Cibubur, Sabtu (20/2) kemarin. Kata SBY, suara penolakan ini nantinya
segera dibawa ke rapat paripurna DPR-RI yang rencananya akan digelar pada Selasa (23/2). SBY meminta DPR dan pemerintah tidak tergesa-gesa dalam revisi ini. “Apalagi jika pemungutan suara atau voting. Masalah ini too big and too dangerous (terlalu besar dan terlalu berbahaya) untuk ditetapkan secara voting di lembaga politik. Apalagi jika
DPR sangat terbelah, sangat partisan, berpandangan yang kuat pasti benar. Saya kira itu akan mencederai rasa keadilan,� ujarnya. SBY melihat bola panas atas masalah ini masih bergulir di parlemen. Namun dia juga ingin mendengar posisi dan pandangan Presiden RI Joko Widodo, agar masyarakat tidak mengalami kebingungan. “Bangsa ini berhak mengetahui sikap beliau (Jokowi) tentang revisi Undang-undang KPK secara utuh. Supaya kalau bangsa ini berjalan dan tengah kebingungan, ada jalan yang ditunjukkan. Ada pelita yang bisa menerangi,� kata SBY. (kmb/ant)
Bali Darurat Sampah
ARTIS
Mulai Minggu (21/2) ini pemerintah memberlakukan plastik berbayar. Artinya, pedagang tak lagi menyediakan tas plastik gratis bagi pembeli, melainkan harus membayar. Upaya ini dilakukan untuk menekan angka sampah plastik yang sulit terurai ini. KEBIJAKAN ini diberlakukan untuk 17 kota di Indonesia, termasuk Bali. Upaya ini perlu dilakukan mengingat Bali sudah tergolong darurat sampah. Bali setiap hari dipenuhi sampah domestik, sebagian besar adalah sampah plastik. Sementara Denpasar sebagai daerah penyumbang sampah domestik terbesar di Bali juga kewalahan mengolah sampah domestiknya. Warga Pesanggaran, Denpasar Selatan, belum lama ini menyampaikan keluhannya terkait bau yang menyengat dari tumpukan sampah di TPA Suwung. Warga setempat meminta pemerintah segera melakukan langkah strategis dalam mengurangi tumpukan sampah yang sudah menggunung. Mereka berharap TPA di daerahnya itu bukan untuk pembuangan akhir, namun lokasi
BPM/ant
DIPERIKSA - Saipul Jamil usai menjalani pemeriksaan di Gedung BNN.
Saipul Jamil:
Doakan Saja Jakarta (Bali Post) Pedangdut sekaligus tersangka pencabulan Saipul Jamil, Sabtu (20/2) kemarin digiring ke Badan Narkotika Nasional (BNN) guna menjalani tes darah dan urine. “Dicek semuanya untuk kepentingan penyidikan,� kata pengacara Saipul, Hendrayanto. Pemeriksaan urine dan darah itu untuk memastikan duda tanpa anak itu mengonsumsi narkoba atau tidak. Hal. 19 Proses Hukum
JAGAT BALI
Hanya Andalkan Tenaga Manusia
KABUPATEN Badung dikenal sebagai kabupaten terkaya di Bali, masih konvensional dalam menangani sampah. Hal ini bukan lantaran Badung tidak mampu membeli alat cangih, namun memang alat yang ada kini baru sebatas alat berat yang membantu meringankan pekerjaan, selain tanaga manusia.
Tak heran, jika Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Badung memiliki ribuan tenaga kebersihan guna menangani sampah yang menumpuk, terlebih saat musim angin siklon barat, hari raya serta musih liburan. Seperti halnya dalam mengantisipasi sampah hari raya Galun-
mengolah sampah. Warga sempat mengancam bila pemerintah tidak melakukan langkah-langkah tersebut, TPA pun terancam ditutup. ‘’Masyarakat Pesanggaran selama ini sudah mentoleransi masalah TPA itu. Tetapi jangan karena adanya toleransi dan masyarakat itu diam, bukan tidak berpikir dan mengeluh, namun kesabaran itu ada batasnya. Masalahnya masyarakat Pesanggaran setiap hari sudah merasakan dampak dari adanya TPA itu, dan tingkat pencemaran air dan udara sudah melewati ambang batas yang tidak bisa diterima dalam kajian apa pun, sehingga masyarakat berharap agar sesegera mungkin dilakukan pemrosesan sampah itu,’’ kata Klian Adat Pesanggaran Wayan Widiada, belum lama ini. Hal. 19 Isapan Jempol
gan dan Kuningan yang dipastikan akan menambah volume sampah. Karena itu, Kepala DKP Badung Putu Eka Marthawan mengerahkan seribu tenaga kebersihan guna menanggulangi lonjakan sampah di wilayahnya. Hal. 19 Lonjakan Volume
Penanganan Sampah di Bali
.OXQJNXQJ .HOROD 6HFDUD 0DQXDO %DQJOL GHQJDQ œœ6DQLWDU\ /DQG¿OOœœ Penanganan sampah yang belum optimal, ditambah kesadaran masyarakat yang masih rendah terhadap pengelolaan sampah, menjadi penyebab kotornya lingkungan.
Pura Penataran Sasih BAGI umat Hindu yang ingin mengisi hari raya Kuningan bisa menyempatkan diri tangkil ke Pura Penataran Sasih di Pejeng, Gianyar. Saat ini digelar Karya Panca Wali Krama yang baru pertama kalinya digelar setelah 50 tahun silam. Puncak karya dilaksanakan Senin (22/2) besok bertepatan dengan Soma Pahing Langkir. Terkait karya agung ini, warga pangempon dari 33 banjar dan 15 desa adat sudah sejak tiga bulan lalu melakukan persiapan ngayah untuk kelengkapan sarana dan prasarana upacara. Hal. 19 Tawur Agung
KONDISI ini dirasakan Desa Takmung, Klungkung yang saat ini menjadi pilot project pengelolaan sampah di Provinsi Bali. Dengan dibentuknya Bank Sampah di desa tersebut selain mengurangi jumlah sampah dari rumah tangga, masyarakat juga mendapatkan uang bayaran hasil dari pemilahan sampah. Bank sampah yang diberi nama Takmung Asri ini beroperasi dengan dibantu dua petugas pemilah. Bank sampah yang berdiri sejak 1 November 2015 ini beroperasi dengan melakukan jemput bola mencari sampah yang dimiliki masyarakat di banjar-banjar tiap minggunya. Pembina Bank Sampah Takmung Asri I Nyoman Pasek
mengungkapkan, setiap banjar pihaknya membina kader bank sampah masing-masing empat orang. Petugas tersebut nantinya yang memiliki tanggung jawab untuk penanganan sampah di banjarnya, mulai dari memilah, menimbang hingga penafsiran harga dan pencatatan. Setiap masyarakat yang telah memilah sampahnya dan membawa ke banjar akan mendapatkan hasil yang nominalnya disimpan di rekening. Menurut Nyoman Pasek, di Desa Takmung pihaknya baru bisa memback-up sampah di empat banjar yakni Banjar Sidayu Nyuh Aya, Sidayu Tojan, Takmung Kangin dan Takmung Kawan. “Bank
sampah ini terwujud dari kerja sama pemerintah Jepang dengan program JICA. Sekarang kita masih didanai untuk peralatan,� tuturnya, Jumat (19/2) kemarin. Terkait dengan operasional dari bank sampah ini, menurut Nyoman Pasek, kegiatan tersebut didanai secara gotong royong dan dari penjualan sampah. Dalam pengelolaannya, bank sampah tersebut hanya menjadi tempat pemilahan dan pengepakan sebelum dikirim kepada pengepul besar. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan pembandingan untuk mendapatkan harga jual yang lebih besar. Hal. 19 Semua Banjar
BPM/dwa
BANK SAMPAH - Bank sampah di Desa Takmung, Klungkung.
DAERAH
2
Minggu Umanis, 21 Februari 2016
Di Bali
FIGUR
Belum Pikirkan Maju PERHELATAN menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Buleleng, Februari 2017 mendatang, dinilai anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali I Komang Nova Sewi Putra, S.E. dari Partai Demokrat masih cukup jauh. Di sisi lain Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) telah melakukan penjaringan penyaringan bakal calon bupati dan wakil bupati dari PDI-P. Namun, Nova Sewi mengaku belum mengambil langkah mempersiapkan diri maju melawan pasangan incumbent Putu Agus Suradnyana, S.T. dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. “Situasinya masih belum tepat. Jadi saya tidak ingin berandai-andai dan melangkah terlalu dini. Saya melihat di tengah perekonomian masyarakat Buleleng saat ini dengan tingginya kebutuhan ekonomi. Saya rasa masyarakat tidak ingin dulu dibebani dengan muatan politik pilkada,” ujarnya, Jumat (19/2) lalu, di Desa Sidetapa Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. Nova Sewi pada 2012 lalu sempat mencoba peruntungan ketika berpasangan menjadi calon wakil bupati Buleleng dan gagal bersama pasangan calon bupati Buleleng Tutik Kusuma Wardhani, S.E., M.Kes. Ia kini belum ada melakukan komunikasi politik melibatkan partai koalisi lain di luar Partai Demokrat. “Kita masih melihat waktu ke depan bagaimana. Sampai sekarang saya dan partai lain belum ada melakukan komunikasi politik. Saya masih fokus kepada masyarakat. Masih banyak masyarakat menengah ke bawah perlu diperhatikan dan diperjuangkan di tengah situasi ekonomi PAD Buleleng yang masih kecil,” imbuhnya. (kmb34)
Baru Tiga Rumah Sakit Miliki BDRS Denpasar (Bali Post) Sesuai dengan Permenkes 83 Tahun 2014 Pasal 40 menyebutkan setiap rumah sakit wajib memiliki Bank Darah Rumah Sakit (BDRS). Dalam persyaratan akreditasi rumah sakit juga diharuskan memiliki BDRS. UDD PMI bertugas menyiapkan darah yang siap pakai dan aman sesuai dengan komponen yang dibutuhkan, kemudian men-dropping komponen darah ke BDRS masing-masing rumah sakit. “Sehingga pasien lewat klinisi akan meminta darah itu ke BDRS,” kata Direktur UDD PMI Provinsi Bali dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani, M.Kes., belum lama ini. BDRS hanya bertugas melaku-
kan crossmatch antara darah dari UDD PMI Provinsi Bali dengan darah pasien yang akan dilakukan transfusi. Sedangkan UDD PMI Provinsi Bali bertugas melakukan seleksi pendonor, pengambilan darah, pengolahan komponen darah, melakukan uji saring, dan yang terpenting adalah menyimpan. Mengingat setiap komponen darah tempat penyimpanannya berbeda-beda, baik suhu, lama penyimpanan,
Dua, dan Siloam. “Siloam sudah terbentuk tetapi tidak optimal, tidak menjalankan tugas dan fungsinya sebagai BDRS. Sementara ini masih masih melakukan permintaan ke kami sebagai UDD,” katanya. Sementara RSUP Sanglah sendiri yang merupakan rumah sakit terbesar di Bali sedang berproses membuat BDRS. Infrastruktur BDRS RSUP Sanglah sudah dibentuk di Ruang Cempaka. Dikatakan, RSUP Sanglah pun sudah melatih 12 orang untuk menjadi tenaga siap pakai di BDRS RSUP Sanglah. Rumah sakit lain yang ada di Bali sampai saat ini masih
menggunakan UDD PMI Provinsi Bali sebagai BDRS, namun ke depan BDRS akan terbentuk di masing-masing rumah sakit. Mengingat UDD PMI Provinsi Bali terletak di RSUP Sanglah dan terikat perjanjian kerja sama (PKS) serta nota kesepahaman, sehingga sampai saat ini UDD PMI Provinsi Bali masih memfungsikan diri sebagai BDRS RSUP Sanglah. Sagung menegaskan, pada umumnya UDD PMI Provinsi Bali komitmen dan konsisten menyediakan darah yang aman dan berkualitas serta terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat. (kmb42)
Kemiskinan di Desa Bakas
Ada yang Hanya Minum Air Hujan Semarapura (Bali Post) Desa Bakas, Banjarangkan, Klungkung dikenal masyarakat karena memiliki obyek wisata rafting-nya. Namun di sisi lain, Desa Bakas ternyata masih mengantongi banyak orang miskin dan
penyandang disabilitas. Kondisi warga miskin yang ada di sana juga cukup memprihatinkan. Karena masih ada yang masak dan minum dengan mengandalkan tadahan air hujan. Di samping itu ada yang hidup
Hujan Tak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan di Toya Bungkah Bangli (Bali Post) Hujan yang akhir-akhir ini kerap mengguyur Bangli dan sekitarnya tak berpengaruh banyak terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke tempat permandian air panas yang ada di wilayah Toya Bungkah, Batur, Kintamani. Meski hujan, animo pengunjung untuk berendam sambil menikmati pemandangan alam tetap tinggi. Seperti yang diakui oleh salah seorang pemilik usaha tempat permandian air panas di Toya Bungkah B’Mas, Nyoman Muliawan, Sabtu (20/2) kemarin. Dikatakan Muliawan, musim hujan selama ini tidak berpengaruh banyak terhadap menurunnya tingkat kunjungan wisatawan ke tempat permandian air panas miliknya. “Untuk musim hujan pengaruhnya hampir tidak ada,” terangnya. Dia menjelaskan, biasanya tingkat kunjungan wisatawan akan menurun pada rentang bulan April sampai dengan Juni (low season). Sedangkan pada bulan Juli dan Agustus, tingkat kunjungan akan kembali naik terutama wisatawan mancanegara (wisman). Tak hanya itu, kunjungan wisatawan domestik juga diakuinya akan ramai sekitar bulan Juli atau saat hari libur sekolah dan Desember saat libur akhir tahun. Sementara itu, pada hari raya seperti Galungan, Kuningan dan Umanis Kuningan selama ini jumlah wisatawan yang berkunjung untuk berendam di air panas Toya Bungkah bisa di atas 200 orang untuk wisatawan domestik. Sedangkan saat tidak sedang hari raya jumlah wisatawan yang berkunjung rata-rata 100-200 orang. “Untuk hari raya Kuningan sekarang sampai sore ini kunjungannya sudah cukup ramai. Biasanya saat manis Kuningan kunjungan akan lebih ramai lagi,” ujarnya. (kmb40)
dan cara penyimpanan, maka merupakan tugas UDD PMI Provinsi Bali menyediakan darah yang berkualitas untuk masyarakat. “Tugasnya jelas, jadi kalaupun kami diharuskan mendistribusikan darah, artinya meng-crossmatch seperti yang kami kerjakan sekarang itu diizinkan, tetapi alangkah beratnya beban kami kalau kami sampai langsung berhubungan dengan pasien,” jelasnya. Dari 54 rumah sakit swasta dan negeri yang ada di Bali, sampai saat ini hanya tiga rumah sakit yang baru memiliki BDRS yaitu RS Surya Husadha Denpasar, Surya Husadha Nusa
BPM/kmb
MEMPRIHATINKAN - Kondisi Ni Wayan Mendri (75), warga miskin asal Dusun Kawan, Bakas, Banjarangkan yang tidak punya jamban dan mengandalkan air hujan.
belasan tahun dengan kondisi kaki dibor atau dilubangi alat berbentuk tulang. Ni Wayan Mendri (75), salah satu contoh warga miskin di Desa Bakas yang kondisinya memprihatinkan. Wanita tua yang tinggal di dusun Kawan ini hidupnya sebatang kara. Selama ini dia hidup sendiri karena tidak memiliki anak. Sedangkan suaminya Wayan Lagas telah meninggal lima tahun lalu karena sakit. Mendri sendiri merupakan salah satu warga miskin di Desa Bakas. Karena tergolong miskin, dia juga sempat mendapat bantuan bedah rumah dari pihak Provinsi Bali sekitar Rp 15 juta. Namun, bantuan bedah rumah yang diterima belum sepenuhnya bisa membantu kehidupan Mendri. Karena sampai saat ini dia masih tidak terlayani air bersih seperti PDAM. Selama ini Mendri hanya mengandalkan tadahan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti masak, minum dan mencuci. Seperti terlihat Sabtu (20/2) kemarin, Mendri menyiapkan peralatan seperti baskom dan ember untuk menampung air hujan. Semua air tersebut rencananya akan di masak untuk dipakai minum dan memasak. “Kalau tidak ada hujan saya meminta air dari tetangga,“ ujar Mendri, kemarin. Selain tidak terlayani air ber-
sih, kondisi rumah Mendri juga memperihatinkan. Karena sampai saat ini dia juga tidak memiliki jamban. Selama ini untuk Mandi Cuci dan Kakus (MCK) dia langsung ke sungai. Tapi kondisinya yang sudah uzur membuat Mendri harus buang air kecil di pekarangan rumahnya. Terlebih lokasi sungai di Desa Bakas cukup jauh. Selain tidak memiliki jamban, Mendri juga tidak memiliki dapur permanen. Kondisi dapurnya sekarang bersifat darurat, dibuat di halaman pekarangan dengan beratap seng dan klangsah (janur kering) yang sudah bolong. Kondisi dadong Mendri sempat mendapat perhatian Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta belum lama ini. Dengan melaksanakan program bedah desa, Bupati bersama istri dan jajarannya sempat turun dan memberikan bantuan kepada dadong Mendri. Selain dadong Medri, bupati juga mengecek kondisi IB Made Loji (85) yang PHQJDODPL FDFDW ÀVLN SDGD NDNL kirinya. Alat bantu yang dipakai cukup membuat orang miris melihatnya. Karena kaki IB Loji harus dilubangi dengan alat bantu berbentuk tulang dari luar. Bupati Suwirta sendiri sangat prihatin dengan kondisi IB Made Loji yang kemudian memberikan bantuan sembako. Apalagi IB Made Loji harus hidup dengan kaki
dilubangi selama 16 tahun setelah ditabrak mobil ketika menyeberang naik sepeda gayung di wilayah Sanur. Belum lagi umur Loji sudah uzur dan mengalami stroke dan sakit hilang ingatan. Pihak dokter juga tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi tulang kering IB Loji yang patah. Untuk membantu IB Loji agar bisa berjalan, pihak dokter terpaksa melubangi kakinya untuk dipasangkan alat dari dalam maupun luar. Alat bantu dari luar dibuat pihak dokter menyerupai tulang agar kaki Loji tidak mudah patah lagi. “18 Hari ayah saya tidak sadar di rumah sakit. Sekarang saja sering marahmarah karena memiliki sakit hilang ingatan,” ujar anaknya, IB Putu Gianyar. Sementara itu, Perbekel Bakas Wayan Mudiana tidak menampik kalau di Desa Bakas masih terdapat warga miskin. Jumlah warga miskin yang ada di Desa Bakas sebanyak 79 KK dari 2058 KK. Begitu pula dengan warga cacat, jumlahnya cukup banyak sebanyak 10 orang tersebar di tiga banjar dinas. Tetapi untuk warga miskin sudah mendapat penanganan dari desa dengan mencarikan bantuan bedah rumah dari pusat. Termasuk menganggarkannya dalam dana desa. (kmb)
Tradisi ”Nyaagang” di Klungkung
Wujud Bakti Antar Roh Leluhur ke Nirwana Semarapura (Bali Post) Hari raya Kuningan yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Dungulan, Sabtu (20/2) kemarin, dimaknai sangat beragam oleh masyarakat Bali. Untuk di kabupaten Klungkung, misalnya, warga menggelar upacara atau persembahyangan hanya sampai tengah hari pada saat hari raya Kuningan. Bahkan sebagian warga Klungkung juga menggelar tradisi Nyaagang atau Ngeluarang Bekal. Entah kapan tradisi ini mulai dilakukan warga Bumi Serombotan ini. Namun tradisi Nyaagang ini sudah diwariskan secara turunmenurun sampai sekarang. Tradisi ini ditandai warga dengan menghaturkan sesajen di depan pintu luar rumah. Upacara ini pun dilaksanakan secara serempak
menjelang tengah hari, tepatnya lewat pukul 12.00 Wita. Bahkan sebagian warga meyakini tradisi ini sebagai wujud memaknai kembalinya roh leluhur ke alam Nirwana. Yang menarik lagi, tidak hanya sesajen saja yang digelar di depan rumah untuk merayakan tradisi ini. Warga juga ikut melakukan tradisi ini dengan makan bersama untuk mengantar roh leluhur kembali ke Nirwana. Karena warga juga meyakini para roh leluhur sebelumnya sudah datang ke dunia pada saat datangnya hari Penampahan Galungan. Keyakinan warga terkait tradisi Nyaagang ini diakui salah seorang warga Banjar Pegending, Desa Adat Sangkanbuana, Nengah Sucipta. Pihaknya meyakini tradisi nyaagang tersebut ada kaitannya dengan roh para leluhur.
Yang mana kedatangan roh leluhur disambut warga pada hari penampahan Galungan. Setelah itu dilanjutkan pada hari raya Galungan yang ditandai dengan kemenangan Dharma melawan Adharma. Sedangkan makna dari hari Penampahan Galungan biasanya disebut Nampe. Yang mana ini artinya menerima kedatangan roh leluhur ke dunia. Setelah roh leluhur turun, warga kemudian menghatur bakti dengan memberikan sesajen sampai hari raya Kuningan. Sementara itu, sesajen yang digelar warga saat tradisi Nyaagang juga tidak sembarangan. Biasanya warga memberikan sesajen berupa banten tipat ajengan, disertai makanan soroh lebeng matah, seperti urutan, buah-buahan, dan rujak. Semua sesajen yang diberi-
kan di depan rumah tersebut dinilai sebagai bekal kepada leluhur untuk kembali ke nirwana. Menurut Sucipta, tradisi tersebut tidak hanya dilakukan di Desa Adat Sangkanbuana, namun juga dilakukan di sebagian desa, di antaranya Desa Pakraman Gelgel, Kamasan, Satra, Tojan, Penasan dan beberapa desa adat lainnya di Klungkung. “Intinya tradisi ini sebagai wujud agar kita tetap bakti dan ingat terhadap leluhur di mana pun berada setelah meninggalkan dunia yang fana ini,” ujarnya. Sementara salah seorang tokoh pemerhati sastra dan budaya Bali dan agama Hindu, Dewa Ketut Soma, mengatakan kalau tradisi nyaagang yang digelar umat Hindu pada saat hari raya Kuningan terdapat di dalam Lontar Sundari Gama. Yang mana mengacu pada
lontar tersebut dikatakan kalau puncak dari kemenangan Dharma melawan Adharma dimaknai dengan turunnya Ida Batara-Batari yang datang memberikan berkah dalam bentuk kesejahteraan kepada keturunannya yang masih hidup di dunia ini. Hal ini kemudian dirayakan pada saat hari raya Galungan. Setelah tiba hari raya Kuningan, kemudian dilakukan upacara yang serba kuning sebagai wujud bakti keturunan kepada leluhur. “Sesuai dengan sastra, saat mengantarkan Ida Batara-Batari kembali kestananya alam kahyangan sebelum tegak surya (tengah hari - red) itulah diadakan upacara nyaagang. Dan tradisi ini dilakukan di depan pintu gerbang rumah warga masing-masing,” ujar Dewa Soma. (kmb)
Diduga Ada Sumber Air Panas
Asap Putih Muncul di Pekarangan Warga Banyupoh
BPM/kmb40
AIR PANAS - Sejumlah wisatawan berkunjung di salah satu tempat permandian air panas yang ada di wilayah Toya Bungkah.
Singaraja (Bali Post) Kejadian munculnya asap putih di tanah pekarangan warga Dusun Kerta Kawat Desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng, membuat pemilik rumah Ketut Seten (53) sempat kebingungan. Ia menduga kemunculan asap memiliki dampak berbahaya terhadap kesehatan. Kemunculan asap tersebut diduga adanya potensi sumber air panas. Seten mengatakan, dia menemukan asap sekitar pukul 07.00 Wita. Kemunculan asap masih berada di lingkungan pekarangan rumahnya. “Saya kira asap apa itu, karena tadinya saya pikir ada benda terbakar, tetapi setelah saya cek itu asap bersuhu panas. Sempat takut tapi dibilang gak ada kenapa. Saya coba rebus telur di atasnya, tidak lama langsung masak,” ujar Seten. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng I Ketut Yasa mengatakan, pengecekan bertepatan dengan
hari raya Kuningan, langsung dilakukan tim BPBD Buleleng ke lapangan. Di rumah warga dimaksud ternyata benar ditemukan asap, dan sesekali ada bunyi bak air mendidih. “Kami mendapatkan informasi dari masyarakat, ada sumber asap tiba-tiba muncul dari tanah pekarangan mereka. Debitnya asapnya sangat kecil, dan itu diyakini ada sumber air panas di bawah tanahnya. Ini mengingat munculnya uap air dan suhu cukup panas,” ujar Yasa saat dikonfrimasi Bali Post, Sabtu (20/2) kemarin. Yasa sendiri belum berani memastikan jenis asap sebelum dilakukan penelitian dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Buleleng. Tim BPBD Buleleng masih sebatas melakukan pengecekan awal, namun sejauh ini temuan asap tidak membahayakan warga pemilik pekarangan rumah. “Apa yang terkandung di air panas di bawah tanah itu, kami belum dapat pastikan dini. Ini tentu me-
merlukan penelitian, termasuk zat-zat yang terkandung, perlu dicek BLH Buleleng,” katanya. Temuan asap belum menjalar ke wilayah pekarangan rumahrumah warga lainnya. Camat Gerokgak Putu Ariadi Pribadi, S.STP., M.AP. menjelaskan, temuan asap putih dan bersuhu panas baru pertama kali terjadi di wilayahnya. Ia segera meminta jajarannya melakukan pemantauan ke rumah Ketut Seten. Sejumlah pihak memperkirakan terdapat sumber panas di lingkungan bawah tanah tersebut. “Lokasinya di rumah Bapak Seten, mantan Prebekel Banyupoh, itu di halaman tanah rumahnya ditemukan asap muncul. Memang ada ditemukan asap dibarengi suara seperti air mendidih. Tidak berbahaya dan sudah dicek. Kejadian ini baru pertama kali ditemukan, dan fenomena temuan air panas menyerupai di wilayah Gerokgak lainnya,” jelas Ariadi Pribadi. (kmb34)
BPM/kmb34
ASAP - Kemunculan asap putih di tanah pekarangan warga bernama Ketut Seten (53) di Dusun Kerta Kawat Desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak, Buleleng.
z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra zAnggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Mahadita, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
DAERAH
Minggu Umanis, 21 Februari 2016
3
BPM/wan
SAKENAN - Serangkaian piodalan di Pura Sakenan, ratusan warga bersabar menunggu giliran masuk ke jaba dalem Pura Sakenan, Sabtu (20/2) kemarin.
Polda Bali Awasi Toko Penjual Bahan Kimia Denpasar (Bali Post) Terkait adanya isu teror sianida kepada petugas kepolisian, jajaran Polda Bali mengambil langkah antisipasi. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hery Wiyanto, di Denpasar, Sabtu (20/2) kemarin, mengatakan pihaknya kini mengawasi dengan ketat terhadap toko yang menjual bahan kimia. “Kami sudah melakukan langkah antisipasi. Kami memperketat pengawasan terhadap toko bahan kimia. Salah satunya yang menjual sianida,” jelasnya. Selain mengawasi, katanya, juga melakukan pendataan berapa toko bahan kimia yang ada di Bali. “Yang membeli bahan kimia juga harus didata,” katanya Pendataan dilakukan dengan tujuan untuk memperjelas siapa yang membeli dan untuk apa bahan kimia tersebut. Nah, hal itu sudah diberitahukan ke jajarannya agar lebih memperketat pen-
gawasan. “Sejauh ini kondisi wilayah Bali masih kondusif. Mudah-mudahan ke depannya tetap aman dan terkendali,” harapnya. Tak hanya itu, Kombes Hery Wiyanto mengajak semua pihak untuk mengawas diri. Apabila melihat adanya kecurigaan terhadap seseorang, agar segera melaporkannya ke kantor polisi terdekat. Baik itu terkait adanya aksi teror, narkoba, pencurian atau kejahatan lainnya. “Untuk menangkal adanya tindak kejahatan, peran masyarakat sangat penting,” imbuhnya. (kmb21)
Kombes Pol. Hery Wiyanto
Antisipasi Ancaman Teror, Polisi Tingkatkan Razia Ranmor Singaraja (Bali Post)Ancaman teror masih menjadi persoalan serius yang patut diwaspadai semua pihak. Di wilayah Bali Utara jajaran Polres Buleleng meningkatkan komunikasi dengan pemerintah dan semua steakholder. Selain itu Polres Buleleng dan jajarannya juga meningkatkan razia kendaraan bermotor (ranmor) di jalan raya. Hal ini diungkapkan Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi, Sabtu (20/2) kemarin. Ia menjelaskan pihaknya masih siaga satu. Untuk menjaga keamanan di wilayah Buleleng pihaknya terus
melakukan kerja sama dengan cara komunikasi intens. “Kami melakukan peningkatan kesiapsiagaan. Pengamanan di pintu masuk Buleleng terus ditingkatkan. Misalnya di wilayah Gerokgak, Sukasada, Busungbiu, dan Tejakula. Penjagaan di Markas Komando (Mako) Polres Buleleng juga diperketat,” ujar AKBP Harry Haryadi. Selain itu, kata mantan Kapolres Jembrana ini peningkatan razia ranmor di jalan raya juga dilakukan. Semula hanya dilakukan sekali dalam sehari, kini menjadi empat kali. “Razia di jalanan umum ditingkatkan. Sekarang menjadi empat
kali sehari,” terangnya. Dengan adanya peningkatan razia ranmor itu, perwira yang juga mantan Kasubdit III Dit. Reskrimum Polda Bali ini meminta masyarakat untuk tidak merasa terganggu. Sebab hal ini dilakukan demi kepentingan bersama. “Karena seringnya ada razia ramor, kami mohon supaya masyarakat merasa tidak terganggu,” harapnya. Kapolres Harry Haryadi juga menerangkan terkait kawasan perairan laut. Hal itu juga menjadi fokus pengamanan dan pengawasan. Tentunya di perairan laut akan dijaga pasukan Satuan Pol Air Pol-
res Buleleng. “Kami memiliki tiga kapal patroli. Semuanya dalam kondisi baik. Nantinya jika ada kapal nelayan yang mencurigakan segera melapor ke pihak kepolisian,” pintanya. Sementara itu dalam perayaan hari raya Kuningan Polres Buleleng menerjunkan 200 orang. Mereka dikerahkan guna memberikan kenyamanan dalam melaksanakan persembahyangan. “Kami menjamin keselamatan dan pengamanan umat dalam perayaan Kuningan. Jumlah personel yang diterjunkan sebanyak 200 orang,” imbuhnya. (kmb34)
Karya Agung di Pura Dadia Agung Pasek Gelgel Aan Lambing WARGA Mahagotra Sanak Sapta Resi Dadia Agung Pasek Gelgel Aan di Banjar Lambing, Sibang Kaja, Badung, sejak sebulan ini sibuk nyanggra karya agung mamungkah, mupuk padagingan, tawur panca sanak agung dan padudusan dan ngenteg linggih. Puncak karya di Pura Dadia Agung Pasek Gelgel Aan dilakukan pada Buda Wage Merakih, 30 Maret mendatang. Meski demikian, aedan karya sudah dimulai 1 Februri lalu berupa nuasen karya. Pemangku Pura Dadia Agung Pasek Gelgel Aan di Lambing Jero Mangku Pasek Ketut Berata didampingi Klian Dadia I Wayan Wiratma, Jumat (19/2) lalu menjelaskan, disebut Pura Dadia Agung Pasek Gelgel Aan karena warga panyungsung pura ini adalah bagian atau pararudan dari trah Mahagotra Sanak Sapta Resi di Aan, Klungkung. Salah seorang Sanak Sapta Resi di Aan dari keturunan predana yang melahirkan pratisentana kemudian mengembangkan diri ke Sibang Kaja. Makanya Jero Mangku mengatakan Pura Dadia Agung Pasek Gelgel Aan di Sibang Kaja inilah trah pertama yang berkembang dari Aan. Uniknya, setiap upacara
termasuk aturan umat di pura ini tak dibolehkan menggunakan bahan daging sapi. Saat ini pangempon Pura Dadia Agung Pasek Gelgel Aan, Lambing, Sibang Kaja terdiri dari 83 KK. Mereka tersebar di Sibang Kaja, sebagian dari Jagapati, Pengadangan Beringkit, Kedampal Abiansemal dan dari Gesing, Singaraja. Sementara itu, Ketua Panitia Karya Drs. I Wayan Dhania, M.Pd. dan Sekretaris I Made Suwardana, S.Pd., M.Pd. menambahkan, ini karya agung pertama digelar di pura ini setelah sekitar ratusan tahun belum pernah dilaksanakan. Makanya, dia bersyukur berkat bhakti, sradha dan semangat kebersamaan mereka mampu menggelar karya agung karena hampir tiga generasi belum mampu menggelar upacara sebesar ini. Untuk itu, serangkaian tuntasnya berbagai pembangunan palinggih yang dikerjakan secara swadaya sejak 2009 para pangempon sepakat melanjutkan dengan karya agung. Rangkaian upacara diawali dengan nuasen karya pada 1 Februari lalu dilanjutkan dengan negtegin beras (10/2), ngingsah (16/2), mendak tirta (11/3) mupuk padagingan, wrespati kalpa agung dan
MENDAK - Mendak Ida Batara Kawitan di Pura Kawitan Pratisentana Sri Nararya Kresna Kepakisan, Banjar Nyuh Aya, Desa Gelgel, Klungkung.
PASEK AAN - Sejumlah palinggih baru di Pura Dadia Agung Pasek Gelgel Aan di Br. Lambing, Sibang Kaja. melaspas pratima (23/3) pada 29 Maret dilaksanakan tawur panca sanak agung. Puncak karya, 30 Maret, berupa padudusan agung yang diisi juga dengan matani aluh dan ngamijang akan di-puput Ida Peranda Geria Sakti dan Ida Peranda dari Geria Susuk. Pada 10 April dilakukan ngebek dan makebat daun dan rangkaian upacara diakhiri dengan nyenuk pada 11 April mendatang. Di Pura ini terdapat sejumlah palinggih. Di Jaba
Dalem terdapat balai papelik, Padmasana, Ratu Ibu Pasek, Ratu Anglurah Pasek yang juga disebut Ratu Gede Pasek, gedong berupa meru tumpang telu, piasan Ratu Anglurah, balai paselang, piasan, balai pawedan dan balai gong. Sementara di jaba tengah kini dibangun balai kulkul, balai pasandekan dan balai panggungan. Antara jaba dalem dan jaba tengah dibatasi kori gelung dan antara jaba tengah dan jaba sisi dibatasi candi bentar. (sue)
Ribuan ’’Pamedek” Padati Pura Pratisentana Sri Nararya Kresna Kepakisan Semarapura (Bali Post) Bertepatan dengan hari raya Kuningan, ribuan pamedek dari berbagai daerah di Bali melangsungkan persembahyangan di Pura Kawitan Pratisentana Sri Nararya Kresna Kepakisan, Banjar Nyuh Aya, Desa Gelgel, Klungkung. Prosesi piodalan yang puncaknya dilakukan sekitar pukul 12.00 Wita, diiringi juga dengan tarian sakral berupa tari Baris Gede, tari Rejang, dan Topeng. Kedatangan pamedek ke Pura Kawitan Pratisentana Sri Nararya Kresna Kepakisan ini tampak sejak pagi. Suasana ini pun seperti biasa terjadi hingga hari
panyineban, Selasa (23/2) mendatang. “Semua proses piodalan dilakukan sejak, Jumat (19/2) lalu. Dimulai kegiatan pacaruan, mendak Ida Batara Kawitan dari panyimpenan, mabersih ke beji, dan ngias Ida Batara,” jelas Ketua Manggala Pasemetonan Sri Nararya Kresna Kepakisan, I Gusti Agung Putu Yadnya, kemarin. Agung Yadnya menyebutkan, ribuan pamedek yang datang menghaturkan persembahyangan tidak saja dari Bali. Pamedek yang datang juga ada dari beberapa daerah di Luar Bali, seperti Lombok maupun Jawa. (kmb16)
PERNIK
4
Minggu Umanis, 21 Februari 2016
GAYA - Rutinitas, kesibukan, gaya hidup dan tuntutan hidup yang mulai berubah, telah merubah suatu tatanan luhur yang semestinya masih bisa dilakukan dengan cara pengaturan waktu yang efektif. Orangtua diharapkan mampu mengatur waktunya untuk dapat bercengkrama dan memberikan suatu cerita (satua) yang dapat mengikat kembali hubungan batin yang telah terampas oleh rutinitas dan kesibukan.
Pendidikan Karakter Kearifan Lokal
Mulai Termarginalkan PENDIDIKAN karakter menjadi pondasi dari terciptanya manusia-manusia yang berbudi pekerti luhur. Melalui pendidikan karakter manusia dibentuk akhlak, moral dan etikanya untuk memiliki watak dan kepribadian yang baik. Dalam perkembangan yang terjadi, pendidikan karakter kehilangan rohnya ketika kehidupan manusia mulai dirasuki materialisme dan kapitalisme. Manusia hanya mengejar keuntungan materi dan memperkaya diri sendiri serta mengabaikan nilai-nilai insani. Sifat individualistik semakin dominan, bahkan masyarakat Bali mulai mengkhianati nilai-nilai luhur sebagai bentuk kearifan lokal, seperti manyama braya, paras paros, asah, asih lan asuh yang berlandaskan Tat Twam Asi. Begitu juga pola pendidikan karakter berbasis kearifan lokal mulai ditinggalkan dan tergantikan. Pengaruh perkembangan zaman yang semakin modern, membawa dampak yang semakin kompleks. Belum lagi perkembangan pariwisata di Bali memiliki dampak positif dan negatif dalam perubahan tatanan hidup orang Bali. Karakteristik orang Bali yang dulu bersifat inklusif dengan keramahtamahannya, sopan-santun dan welcome, kini berbanding terbalik. Bahkan sekarang banyak penyelesaian masalah internal masyarakat Bali diselesaikan dengan anarkis (kekerasan). Rasa paras-paros, pakedek-pakenyem mulai luntur termakan waktu. Perubahan yang sangat realistis ketika anak-anak Bali sekarang tidak lagi diperkenalkan dengan permainan tradisional seperti : magoak-goakan, maengkeb-engkeban, meong-meongan dan masih banyak lagi sesuai dengan perkembangan di setiap daerah. Sesungguhnya permainan
tradisional tersebut memupuk rasa kebersamaan, gotong royong, manyama braya dan kerja sama. Tetapi semua itu telah tergantikan oleh perkembangan teknologi yang membentuk manusia individualistik. Anak-anak Bali sekarang dari awal sudah diperkenalkan dengan permainan playstations, gamebot, tab, ipad, hp, laptop, dan tontonan hiburan dalam televisi yang tidak mendidik. Sehingga muncul rasa egosentris, pemuasan nafsu, materialistik dan kapitalis. Padahal dari dulu para leluhur sudah mewariskan bentuk penanaman karakter melalui kearifan lokal yang membudaya dalam adatistiadat masyarakat. Tetapi gempuran dan hempasan modernisasi telah melunturkan semua. Belum lagi keinginan dan keikhlasan untuk mempertahankan serta melestarikan kearifan lokal tersebut mulai mengalami mati suri. Inilah tantangan yang terjadi ketika kearifan lokal Bali dengan nilainilai luhur yang terkandung di dalamnya mulai termarginalkan. Ditambah lagi masyarakat Bali sudah mulai berkurang dalam menanamkan pendidikan karakter mempergunakan media berbasis kearifan lokal yang ada. Bahasa Ibu yang Terceraikan Bahasa Bali sebagai bahasa
ibu bagi masyarakat Bali sudah mulai ditinggalkan (diceraikan). Masyarakat Bali di daerah perkotaan sudah meninggalkan (menceraikan) bahasa Bali sebagai alat komunikasi sesama masyarakat Bali. Para penutur bahasa Bali sudah semakin jarang. Ironisnya yang terjadi adalah anakanak Bali dari masih kecil tidak diajarkan berbahasa Bali, tetapi dibiasakan berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris, padahal nantinya setelah mereka masuk dalam lingkungan pendidikan formal secara tidak langsung bahasa Indonesia dan bahasa Inggris mulai diperkenalkan dan dibiasakan sebagai alat komunikasi. Di samping itu anak-anak Bali di daerah perkotaan menyatakan bahwa pelajaran bahasa Bali sebagai pelajaran yang sulit. Hal ini memberikan gambaran bahwa bahasa Bali sebagai bahasa ibu sudah mengalami disfungsi dalam masyarakat Bali. Bila dicermati kembali tentang penggunaan bahasa Bali dalam eksistensinya berkaitan dengan kegiatan adat-istiadat ternyata masih memiliki peran strategis terutama saat prosesi peminangan (pernikahan), sangkepan (rapat) dan kegiatan adat lainnya. Bahasa Bali sesungguhnya merupakan bahasa etika, karena di dalamnya terdapat sor-singgih basa yang mengedepankan etika
penuturnya saat berbicara sesuai dengan kondisi, yaitu di mana, kapan dan dengan siapa. Sehingga penggunaan bahasa Bali yang sesuai akan membentuk etika moral seseorang untuk bisa saling menghormati, menghargai, sopan santun dan mampu mengendalikan perkataan. Inilah sesungguhnya wujud dari pendidikan karakter yang bisa dibentuk melalui bahasa Bali sebagai kearifan lokal budaya Bali untuk membentuk karakter orang Bali yang luhur dan berkualitas. Tradisi “Masatua” Mulai Bisu dan Tuli Pada zaman dahulu tradisi masatua di Bali masih terpelihara dengan baik ketika seorang anak akan menjelang tidur diantarkan (diberikan satua) melalui cerita-cerita yang mengandung ajaran-ajaran kebaikan (susila), karmaphala, kepahlawanan dan perjuangan. Secara tidak langsung cerita (satua) yang dituturkan terbawa sampai ke dalam mimpi dan terekam dalam memori otak kecil (alam bawah sadar), sehingga terwujud dalam perilaku anak yang masih sangat polos. Bahkan anak dengan senangnya mendengarkan satua dari orangtuanya yang secara tidak langsung mengikat bathin, kasih sayang dan perhatian orangtua pada anaknya. Anak akan merasa kurang dan belum
bisa tertidur ketika belum mendengarkan satua sebagai pengantar tidur yang meninabobokan. Seiring berjalannya waktu, tradisi ini mulai ditinggalkan. Masyarakat Bali sudah tidak lagi masatua (bisu) dan tidak mau lagi mendengarkan (tuli) tentang cerita-cerita legenda dan mitologi, cerita tantri serta cerita tradisional masyarakat Bali. Peran orangtua sebagai pendidik mulai digantikan oleh teknologi, seperti TV, laptop, Hp, Ipad, tab dan alat-alat elektronik lainnya. Waktu anak lebih banyak bergelut dan berkomunikasi dengan alatalat tersebut, bahkan pengawasan orangtua yang sibuk telah melupakan kontribusinya dalam tumbuh kembang anak. Rutinitas, kesibukan, gaya hidup dan tuntutan hidup yang mulai berubah, telah merubah suatu tatanan luhur yang semestinya masih bisa dilakukan dengan cara pengaturan waktu yang efektif. Orangtua diharapkan mampu mengatur waktunya untuk dapat bercengkrama dan memberikan suatu cerita (satua) yang dapat mengikat kembali hubungan batin yang telah terampas oleh rutinitas dan kesibukan. Peran penting pola asuh orang tua kepada anak nantinya mampu memberikan dampak yang baik terhadap tumbuh kembang anak. Apalagi dari kecil anak sudah terbiasa diberikan suatu satua yang
memiliki nilai-nilai luhur yang mampu membentuk karakternya. Karena melalui kegiatan masatua inilah terjadi proses pendidikan karakter dini dan juga komunikasi verbal dan nonverbal antara orangtua dan anak untuk memupuk rasa cinta dan kasih sayang. Begitu juga masatua mampu menumbuhkan jiwa imajinasi anak sehingga tersimpan dalam otak kecil berupa memori alam bawah sadar dan mampu membentuk kepribadian anak secara psikologis. Inilah sesungguhnya warisan kearifan lokal Bali yang adiluhung dan secara tidak langsung mulai termarginalkan dalam aspek kehidupan masyarakat Bali. Pesan-pesan moral dan pendidikan karakter yang tertanam di dalamnya mampu membentuk kepribadian yang baik untuk mewujudkan generasi yang berkualitas. Sepatutnya kearifan lokal ini tetap dilestarikan walaupun masyarakat Bali digempur oleh arus modernisasi dan perkembangan zaman globalisasi. Kalau bukan masyarakat Bali yang menggunakan dan melestarikan eksistensi kearifan lokal Bali, lalu siapa lagi? Mari kembali pada jati diri orang Bali dengan tetap mempertahankan dan melestarikan kearifan lokal Bali sebagai upaya untuk membangun pendidikan karakter bagi generasi mendatang. zI Nyoman Agus Sudipta
Teror dan Moralitas KITA tidak pernah menyangka, teror yang terjadi di Jakarta 14 Januari lalu akan menimbulkan kegemparan yang boleh dikata ‘unik’ di media sosial. Selain mengutuki kebiadaban pelaku, ternyata bermunculan meme lucu tentang perilaku komunal masyarakat kita. Adakah yang tidak tertawa melihat meme sang tukang sate atau pedagang asongan pemberani? Adakah yang tidak mengernyitkan dahi ketika melihat kerumanan orang seakan menonton pertunjukan ketika melihat polisi bersembunyi di balik mobil, berhadapan langsung dengan para teroris? Ini merupakan sebuah anomali. Boleh dikata ini adalah fenomena satu-satunya yang pernah terjadi dalam sejarah civilisasi manusia. Teror bersanding dengan kejenakaan. Sesuatu yang menakutkan, mencekam, yang dekat dengan maut dan rasa sakit digubah menjadi gambar lucu, ‘memaksa’ orang-orang untuk tersenyum, tertawa, mentertawai betapa anehnya kehidupan ini. Meski demikian kita tidak boleh lengah bahwa terorisme bukan hanya kejahatan melainkan sebuah wabah, yang entah apa obatnya, yang entah bagaimana mesti mencegahnya. Jika kita membaca beragam penelitian mengenai bagaimana radikalisme berujung pada budaya teror berkembang demikian pesat tidak hanya di negara kita tetapi juga di seluruh dunia, kita hanya akan merasa takut bahkan un-
tuk keluar rumah. Terorisme telah begitu dekat dengan hari-hari kita. Terbersit dalam benak saya, apakah pelaku teror itu tidak memiliki moral? Mengapa mereka tak segan membunuh orang lain bahkan meledakkan dirinya? 0RUDOLWDV VHODOX GLGHÀQLVNDQ VHEDJDL suatu konsep yang universal tentang tingkah laku yang baik dan buruk dalam hubungan sosial. Lalu coba kita tengok sekilas percakapan Socrates ini: Dapatkan Anda mengatakan kepada saya, Socrates, apakah kebaikan itu diperoleh dengan diajarkan atau diperoleh melalui pengalaman; atau bila bukan kedua-duanya, apakah kebaikan itu datang dengan sendirinya atau sudah dibawa sejak lahir, atau datang dengan cara lain? Socrates menjawab: Sungguh saya ingin tahu bagaimana kebaikan itu diperoleh.
Tetapi jauh dari mengetahui apakah kebaikan itu diajarkan, faktanya adalah bahwa saya tidak mengerti apa sesungguhnya kebaikan itu. Dari percakapan Socrates dan juga teori perkembangan penalaran moral menurut Kohlberg, saya kira ada sesuatu yang ganjil dalam moralitas yang dianut sebagian besar pelaku teror, penggiat gerakan radikal bahkan seorang psikopat. Moralitas Ada satu hal mencengangkan yang diungkapkan Kohlberg. Struktur esensial moralitas, yang ada pada seluruh otak manusia, adalah prinsip keadilan (the principle of justice) dan bahwa inti dari keadilan adalah distribusi hak dan kewajiban yang diatur dalam konsep equality and reciprocity. Di kepala para pelaku teror,
nyawa manusia jauh lebih rendah nilainya dibanding usaha untuk menegakkan kesamaan, suatu keadaan yang semestinya, berdasarkan versi mereka. We know it is alright to be dishonest and steal to save a life. We know it is sometime right to kill, because it is sometimes just. Kebaikan berubah sedemikian rupa menjadi suatu pembenaran atas tindakan kejahatan. Pembunuhan menjadi suatu hal yang wajar karena persamaan berada di atas segala-galanya bahkan nyawa manusia. Semua pola nilai-nilai moral dijungkirbalikkan sedemikian rupa hingga tak ada lagi rasa bersalah, tak ada belas kasih, tak ada kecintaan. Apa yang buruk secara universal adalah baik di kepala mereka, menurut standar mereka. Sungguh mengerikan jika prinsip itu disebarluaskan kepada anak-anak muda yang
dalam tahap perkembangan, tengah mencari jati diri, lalu disusupi ide-ide tentang keadilan dan persamaan, dengan meniadakan segala hal yang berbeda, segala sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai keadilan menurut pendangan mereka. Dengan demikian, di kepala para pelaku teror yang tidak segan membunuhi orangorang lalu meledakkan dirinya sendiri, ada konsep yang ganjil, yang bertentangan dengan konsep universal mengenai kebaikan dan kejahatan. Oleh sebab itu, kita benar-benar harus waspada, janganjangan otak kita, tanpa kita sadari mulai dirasuki penalaran moral yang keliru, yang ambigu sehingga kita memandang kebaikan bukan sebagai kebaikan dan kejahatan merupakan keharusan yang memaksa dan memang harus begitu adanya. z Ni Putu Rastiti
Menguatkan Otot Kaki dengan Tongkat BERLATIH dengan posisi duduk di lantai tak kalah penting bila dilakukan rutin serta mengunakan alat bantu tongkat pendek. Menguatkan otot kaki dengan gerakan yang mudah dilakukan serta tanpa menggunakan musik sekalipun asalkan dilakukan dengan teknik yang tepat dan benar. Ikuti contoh peragaan berikut ini bersama instruktur Wulan. Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post (Jl. Kepundung 67A Denpasar 80232) atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio (Jl. Veteran 66 E,Puri Satria Denpasar, telp. (0361) 283226) Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.
Gb. I:Posisi duduk di lantai dengan kaki kiri ditekuk dan kaki kanan lurus, sedangkan kedua siku dengan ditekuk memegang tongkat pendek. Naik turunkan kaki kanan dengan posisi tetap lurus pada hitungan 2x8, setelah itu lakukan pada kaki satunya dengan cara dan hitungan yang sama.
Gb. II:Posisi tetap duduk tegak kedua kaki lurus di lantai dan kedua lengan lurus depan dada. Angkat tekuk kaki kanan sambil mengarahkan tongkat ke kanan, setelah itu kembali ke posisi semula dan lakukan pada kaki kiri dengan cara yang sama dan ulangi hingga total hitungan 4x8
Dengan gerakan yang sederhana namun dilakukan dengan rutin maka penampilan jadi oke dan salam bugar dari Lala Studio.
Gb. III: Tetaplah pada posisi duduk tegak, kedua kaki lurus di lantai dan kedua lengan lurus ke atas. Angkat kaki kiri dalam posisi tetap lurus sambil mengarahkan kedua lengan depan dada. Kembali posisi semula, lalu lakukan arah kebalikannya dan ulangi hingga 4x8 hitungan.
Gb. IV: Posisi duduk dengan kedua kaki lurus di lantai dan kedua siku lengan ditekuk depan dada memegang tongkat. Angkat kaki kanan menyerong ke kiri sambil meluruskan kedua lengan ke atas, kembali ke posisi semula lalu lakukan pada kaki kiri dengan cara yang sama hingga hitungan menjadi 4x8.
JENDELA
Minggu Umanis, 21 Februari 2016
Resensi Buku
CERPEN
Membaca Kembali Komik Indonesia Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
5
Perempuan dalam Lukisan Oleh Ni Putu Rastiti
: Mahabharata : R.A. Kosasih : Anjaya Books : 2014 : 567 halaman
EDISI cetakan baru komik Mahabharata jilid 1 (dari total 3 jilid hardcover) karya R.A. Kosasih yang pertama kali diterbitkan dalam 40 jilid oleh UP. Melodie pada tahun 1955-1957, kemudian diterbitkan ulang dalam 13 jilid oleh Elex Media Komputindo pada tahun 2001. Komik Mahabarata ini dicetak hanya 500 set. Setiap satu set terdiri atas tiga buku yaitu Pandawa Jajaka, Pandawa Diasingkan, dan Bharatayuda Pandawa Seda. Buku ini dicetak dengan eksklusif komik wayang ciptaan R.A. Kosasih, memiliki cergam lakon Mahabharata dalam versi yang berbeda dari cergam lainnya. R.A. Kosasih adalah bapak komik Indonesia. Melalui tangannya lahir karya-karya wayang paling terkenal yang pernah diterbitkan di negeri ini. Mahabharata dan Ramayana adalah beberapa di antaranya. Beliau pula yang menjadi perintis jalan bagi berkembangnya industri komik di tanah air, menjadi inspirator bagi banyak komikus dari generasi ke generasi. Galeri berikut sekadar menampilkan sedikit dari keseluruhan karya yang ada. Pandawa lima yang terdiri atas Yudistira, Arjuna, Bima, Nakula dan Sahadewa memiliki saudara yang bernama Duryodana dan 99 adiknya yang merupakan anak dari Drestarata, saudaranya Prabu Pandudewanata yang tak lain adalah ayah dari Pandawa. Mereka semua (Pandawa lima dan sepupu-sepupunya atau yang dikenal juga sebagai Korawa) tinggal bersama dalam suatu kerajaan yang beribu kota di Hastinapura. Suatu hari Duryodana berpikir ia bersama adiknya mustahil untuk dapat meneruskan tahta dinasti Kuru apabila sepupunya masih ada. Akhirnya berbagai niat jahat muncul dalam benaknya untuk menyingkirkan para Pandawa beserta ibunya. Komik ini memang menarik, dikemas ulang untuk menarik generasi muda mempelajari kembali cerita Mahabharata. (osi)
Subak sebagai Warisan Budaya Judul Buku
: Pariwisata Bali dan Warisan Budaya : Jurnal Kajian Bali : Universitas Udayana : 2013 : 220 halaman ISTILAH heritage “warisan budaya” semakin populer belakangan ini. Biasanya istilah itu selalu dikaitkan dengan pariwisata. Jurnal Kajian Bali edisi ini mengangkat tema “Pariwisata dan Warisan Budaya” untuk menyajikan bahasan yang kritis tentang keduanya, terutama dalam konteks Subak. Sebagai warisan budaya pertanian Bali, Subak ikut memperkuat Bali mendapat status warisan budaya dunia UNESCO tahun 2012, dengan label “Culture Landscape of Bali Province: the Subak System as a Manisfestation of the Hitakarana Philosopy”. Ada dua tulisan sarjana luar negeri. Tiga tulisan dari sarjana Bali, “Penguatan Budaya Subak melalui Pemberdayaam Petani”, Wayan Windia. “Pariwisata sebagai Wahana Pelestarian Subak, dan Budaya Subak sebagai Modal Dasar dalam Pariwisata”, I Gede Pitana, serta tulisan Sang Putu Kaler Surata. Ada empat lagi tulisan lain yang patut didiskusikan kembali untuk membangun Bali yang lebih sehat. (osi) Penulis Penerbit Tahun Tebal
xxxxENTAH mengapa aku merasa hidupku sempurna bersamanya. Seperti warna pelangi, ia adalah kelabu. Meskipun warna itu begitu suram dan terlihat menyedihkan, tapi tanpanya tak akan ada keindahan pelangi yang sempurna. Hari-hari yang kulewati bersamanya bagaikan menaiki perahu tua di tengah samudra yang ganas. Tapi aku percaya, ia akan membawaku sampai ke suatu pulau yang indah. Karena itulah, kuturuti semua kata-katanya. Kujauhi segala larangannya. Ya, aku percaya padanya. Hari ini masih tetap sempurna. Sebelum aku berangkat bekerja, kami berpelukan selama kurang lebih 10 detik. Saling melambai dan dia akan mengatakan dengan mesra bahwa ia menungguku di rumah sambil melukis. Dia juga akan menyiapkan makan malam yang istimewa, seistimewa waktuwaktu sebelumnya. Ia selalu melukis potret diriku dengan beragam pose. Bahkan salah satu lukisan nude-nya dihargai sampai 50 juta. Dan kami bersyukur bahwa banyak orang menyukainya. Tapi kami pernah mengalami masamasa keuangan yang sulit, jadi ku putuskan tetap bekerja meski kini lukisannya cukup untuk menghidupi kami. “Kau begitu cantik. Selalu cantik,” bisiknya di telingaku kemudian melambaikan tangan penuh kebahagiaan. Sepagi ini kereta sudah penuh sesak. Aneka aroma parfum bersatu padu di dalam gerbong sempit. Beragam manusia yang tidak saling mengenal, duduk dan berdiri berdesak-desakkan. Bahu yang saling menyentuh, kaki yang tidak sengaja menginjak atau terinjak, wajah yang berhadaphadapan, berjarak hanya sejengkal. Tapi tak ada yang risih dengan semua ini. Satu hal yang kadang membuat kepalaku terasa agak sakit adalah bau tubuh yang berhimpit-himpitan dengan tubuhku sendiri. Aku merasa bau-bauan itu memasuki tubuhku dengan leluasa dan aku merasa kotor. Dalam keadaan seperti ini hanya senyumannya yang memberiku semangat. Belum lagi kerjaan di kantor yang tak pernah habis-habis, omelan dari kepala bidang yang menghabiskan seluruh waktu makan siangku untuk menceramahiku tentang hal-hal sepele. Teman-teman kantor yang saling bersaing mengenakan perhiasan paling mahal lalu membual tentang betapa dermawannya suami mereka. Padahal di belakang mereka, para suami itu berselingkuh. Kali ini, tidak seperti biasanya aku berhasil mendapatkan tempat duduk. Di sampingku seorang perempuan setengah baya dengan dandanan yang agak berlebihan tengah asyik dengan telepon genggam keluaran terbaru. Sekilas aku melihat ia memakai kalung berlian sebesar kelingking di lehernya yang keriput. Saat ia menoleh ke arahku, aku mengangguk padanya dan tersenyum. Ia menunjuk bangku kosong di sebelahnya. “Silakan,” katanya sopan. Aku mengambil telepon genggam di tas untuk mengabarkan suamiku bahwa aku sudah di kereta. Agak malu sebenarnya ketika ia tampak melihat dengan saksama teleponku yang sudah bulukan itu. “Hai, saya Karen,” katanya. “Saya Tita,” jawabku sembari menjabat tangannya yang terulur. “Anda sudah menikah?”
“Sudah.” “Anda tersipu-sipu malu. Pasti pernikahan Anda bahagia.” “Ya, saya perempuan yang beruntung.” “Ah berhentilah merendah seperti itu. Sekali waktu suami anda yang harus mengatakannya.” Aku tersenyum mendengar kalimat yang terasa sinis itu. Mungkin suaminya meninggalkannya karena itu perempuan ini menjadi cenderung benci pada lelaki. “Sudah ada anak?” “Belum, Bu.” “Nanti kalau Anda sudah punya anak, badan sudah melar ke sana kemari, wajah keriput, ah pokoknya kecantikan kita sudah luntur, cinta suami pun akan begitu.” “Hmm, tapi tidak semua lelaki begitu, Bu,” jawabku ala kadarnya. Tubuhku bergidik. Rasanya angin musim dingin menyayat kulitku tajam. Untunglah kereta sudah berhenti di stasiun yang kutuju. Aku seperti terselamatkan. Mengapa Ibu itu begitu sinis. Dengan dandanan berlebihan macam itu tidakkah ia ingat umurnya sendiri. Ia telah memberikan penilaian berlebihan pada seseorang yang belum ia kenal dan menyamakan semua lelaki seperti itu. Aku semakin yakin ia dikhianati suaminya terutama karena mulutnya yang berbisa itu. Kupandang diriku di depan cermin. Aku mencoba tersenyum, senyum paling manis yang bisa ku buat. Tak ada yang berubah dari wajahku. Aku tidak percaya bahwa ketika sudah ada keriput di wajah mulusku, suamiku akan berubah. Bukankah ia mencinWDLNX EXNDQ NDUHQD SHQDPSLODQ ÀVLN
semata. “Malam ini aku ingin membuat lukisanmu,” kata suamiku. Kedua tangannya menangkup wajahku dan memcium bibirku dengan lembut. Matanya menatapku begitu dalam hingga dadaku berdebar-debar. Ia menggandeng tanganku memasuki studionya yang penuh dengan bau cat. Dengan perlahan, ia membaringkanku di tempat yang diinginkan. Melucuti blazer, blus berenda, dan rok pensilku. Aku siap berpose untuknya. Malam kemarin begitu indah tapi membayangkan harus kembali berdesak-desakkan di kereta, membuatku gundah. Aku mulai berhati-hati sebelum memasuki kereta. Entah kenapa aku merasa takut jika harus bertemu dengan Ibu menor yang kemarin itu. “Hai…. Di sini ada tempat kosong!” seru Karen sembari melambai dengan bersemangat. Aku tak enak jika menolaknya apalagi tanpa sengaja matanya sudah menemukan mataku. Ia kembali mengoceh tentang para lelaki yang menurutnya lebih seperti ular berbisa yang menginginkan buah apel di tepi jurang dan menyuruh kita beradu maut untuk mengambilnya. Aku mendengarkan semua itu sambil berdoa agar kereta segera sampai. Sesampainya di rumah, aku segera menuju studio. Aku melihat lukisan wajah perempuan yang begitu cantik. Dan aku merasa itu bukanlah diriku. Wajahnya oval sempurna dengan senyuman paling indah yang perlu kulihat. Bola matanya hitam, berkilat tajam. Suamiku yang menyadari kedatanganku segera membawa tubuhku ke
dalam pelukannya. Keesokan harinya aku berusaha mencari Karen di kereta, tapi ia tidak ada. Perjalanan dari rumah menuju kantor terasa sangat lama. Aku memegang cermin di tangan lalu terkejut menemukan satu garis halus melintang dari ujung mataku ke arah keningku. Lalu aku kembali mengingat lukisan wajah yang sempurna, tak ada garis halus, tak ada kerutan. “Kemarilah, Sayang…” Ia memandang bangga lukisan di depannya yang belum selesai seluruhnya. Tangannya melingkar di pinggangku lalu mengecup keningku. Lukisan yang sempurna. Siapa yang sebenarnya ia lukis? Itu bukanlah gambar diriku karena aku memiliki garis halus, keriput. Aku bahkan memiliki gelambir di perut. Aku tak lagi ingin melihat lukisan itu. Suamiku tak menyadari hal ini. Ia bahkan tak lagi membuat makan malam. Alasannya ia ingin segera menyelesaikan lukisannya. Kami tak lagi berpelukan setiap pagi karena ia bekerja hingga larut malam dan masih tertidur saat aku berangkat ke kantor. Di semua cermin, aku melihat semakin banyak garis halus di wajahku. Di sekitar mulut, dan di dahi. Aku pun meraba perutku yang berisi lipatan tebal yang kuyakini sebagai lemak. Dan pinggangku pun tak seramping dulu. Kereta telah penuh dengan orang-orang. Ada yang berjas, berdasi. Ada yang bertatoo, berambut gimbal. Ada gadis cantik berkulit putih dengan seragam putih abu-abu. Ada ibu-ibu muda mengenakan dress cantik. Dan ada aku. Berkali-kali kusentuh wajahku, berkali-kali pula ku temukan garis-garis baru, keriput yang semakin bertambah. Tiba-tiba seseorang menepuk bahuku. Karen. Ia terlihat berbeda. Tanpa riasan, tanpa perhiasan. Ia mengenakan daster sederhana dengan warna hijau yang pudar. Rambutnya diikat sekenanya. Ada kantung mata yang menyiratkan kelelahan. “Tak ada laki-laki yang melirik saya saat seperti ini,” katanya sungguhsungguh sambil menunjuk ujung hidungnya lalu tertawa kecil. Aku mulai terbiasa tanpa suamiku. Ia begitu asyik di studionya. Padahal seharian penuh ia berada di sana dan hanya sebentar waktu yang ia miliki untuk bersamaku. Bukankah seharusnya saat aku di rumah ia menemaniku seperti yang dulu ia lakukan. Aku memanggilnya untuk makan malam, tapi ia tak menyahut. Lalu kucari dia ke studio. Saat pintu terbuka, alangkah terkejutnya ketika aku melihat lukisan perempuan yang luar biasa, begitu sempurna, begitu cantik. Itu bukan aku. Suamiku memandangnya penuh cinta, bahkan seakan ingin memeluk perempuan dalam lukisan itu. Aku mengambil kuas kecil dan menoleskan cat hitam, pada bagian dahi,pinggir bibir, aku melukis garisgaris. Suamiku terkejut lalu menjauhkan dirinya dari lukisan itu dan dari diriku. Tak dapat kuduga apa yang ia rasakan. Ia tampak terpana dengan apa yang ku lakukan. Aku seperti melihat gurat kecewa, marah, tak percaya. Serta merta ia mengambil korek api lalu membakar lukisan itu. Suara desisan api memenuhi ruangan. Namun aku justru merasa panas api itu menyerang seluruh tubuhku. Menjilati inci demi inci diriku.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Achmad Cholid
W.G. Sumarta
Adi Wiryadarma Darsono
Windhu Segara
DIMENSI
6 RAMALAN
BINTANG
Capricorn Peruntungan: Jangan patah arang dulu walaupun masih sukar mencari celah untuk dapat dimasuki dan dimanfaatkan. Sebaiknya anda tetap menahan diri untuk tidak berbuat nekat yang akan memperburuk kondisi yang ada. Karier: Anggapan minor orang lain terhadap kinerja anda sebaiknya bisa ditanggapi sisi positifnya. Kesehatan: Kondisi badan tampak kurang menunjang sehingga perlu istirahat yang cukup dan pola makan yang benar. Keuangan: Pemasukan di minggu ini lumayan baik, hanya hindari melakukan spekulasi dulu. Asmara: Kesabaran dan kesadaran masih diperlukan untuk meredam gejolak yang ada. Aquarius Peruntungan: Tak perlu meminta bantuan rekan-rekan anda, apalagi sampai menceritakan masalah yang lagi dihadapi saat ini. Coba anda lebih bisa yakin dengan kemampuan diri sendiri, apalagi kemujuran masih memayungi bisnis anda. Karier: Walaupun masalah bertumpuk-tumpuk, sebaiknya tetap bisa tampil gagah dan ceria. Kesehatan: Tetap sehat meskipun masalah tampak setumpuk yang harus anda selesaikan. Keuangan: Masih cukup stabil, asalkan tetap bisa menahan diri dari keinginan untuk membeli yang macam-macam dan kurang begitu penting. Asmara: Biarkan mulut usil itu berkembang. Diamkan saja, tidak perlu ditanggapi. Pisces Peruntungan: Segalanya berjalan cukup lancar dan memuaska. Begitu juga dengan suasana hati terasa lebih happy dan tidak ada ganjalan yang mengganggu kinerja anda selama seminggu ini. Manfaatkan situasi yang baik ini dengan lebih aktif dalam menyusun dan melaksanakan segala rencana yang sudah ada. Karier: Di minggu ini anda tak perlu cemas lagi menghadapi berbagai kemungkinan terburuk dari rival-rival anda. Kesehatan: Pikiran tak perlu tegang, coblah lebih santai lagi, apalagi suasana di minggu ini relatif lebih tenang. Keuangan: Kebutuhan yang meningkat tak perlu mencemaskannya karena income terus mengalir dan tak ada hambatan. Asmara: Suasana selama seminggu ini terasa lebih menyenangkan. Bila ada selisih pendapat itu adalah hal yang wajar dalam suatu hubungan asmara. Aries Peruntungan: Walaupun di minggu ini segalanya berangsurangsur memudar, akan tetapi kesempatan bagi anda untuk meraih keuntungan besar masih cukup terbuka. Asalkan prestasi kerja bisa ditingkatkan lebih serius lagi. Karier: Jangan terpancang pada suatu rencana saja, ada baiknya anda mulai melirik rencana lain yang lebih menguntungkan. Kesehatan: Kepala sering terasa pening, akan tetapi itu WLGDN WHUODOX EHUEDKD\D +DQ\D FXNXS PHQJJDQJJX DNWLÀWDV NHUMD .HXDQJDQ Di minggu ini anda harus lebih ketat untuk memanage pengeluaran agar tak timbul pemborosan. Asmara: Teruslah berupaya mencari simpatinya dengan selalu bersikap manis dan menyenangkan. Taurus Peruntungan: Di minggu ini peluang masih terbuka lebar. Hanya saja kendala yang cukup mengganggu terletak pada kondisi emosi anda yang harus dijaga betul-betul agar tidak sampai tersulut oleh berbagai macam trik yang cukup mengjengkelkan itu. Karier: Coba benahi berbagai macam perilaku anda yang kurang bisa mendorong kemajuan karier anda. Kesehatan: Perlu berlaku disiplin dan sebisa-bisanya meluangkan waktu untuk istirahat jika waktunya memang ada. Keuangan: Income sudah lebih baik, hanya saja pengeluaran masih tetap harus diwaspadai. Asmara: Serasa lebih tenang dan membahagiakan. Hampir tidak ada cekcok mulut yang menjengkelkan. Gemini Peruntungan: Hilangkan rasa putus asa hanya karena ada rintangan yang menghadang. Optimislah bahwa di minggu ini anda bisa meraih hasil yang lebih baik dan memuaskan dibanding minggu kemarin. Karier: Tak perlu menanggapi omongan orang yang hanya akan bikin sakit hati saja. Cobalah anda lebih enjoy lagi. Kesehatan: Jagalah kondisi badan untuk tetap selalu prima dan pikiran juga selalu segar dengan banyak mengkonsumsi buah-buahan. Keuangan: Kebutuhan baru tampaknya mulai membayangi keuangan anda, maka dari itu segera dipikirkan dan jangan dianggap remeh. Asmara: Ada pihak ketiga yang akan mengobok-obok hubungan anda berdua, berhati-hatilah. Cancer Peruntungan: Harus mau bersabar dan tidak terlalu menuruti ambisi yang tampak menggebu-gebu. Walaupun dipaksakan hasilnya hanya akan percuma saja. Di minggu ini segalanya serba tidak menentu, jadi anda harus bisa lebih berhati-hati lagi. Karier: Jangan pernah berhenti untuk terus melakukan observasi dan Koreksi, sehingga di saat yang tepat nanti bisa bergerak lebih cepat dan aktif. Kesehatan: Ada sedikit gangguan pada tenggorokan yang sebenarnya masih bisa diatasi dengan mengurangi makanan yang keras-keras. Keuangan: Cukup stabil dan masih bisa meraih hasil yang lebih besar lagi. Asmara: Walau jauh di mata namun dekat di hati. Untuk itu komunikasi harus tetap dijaga walau dalam situasi bagaimanapun juga. Leo Peruntungan: Di minggu ini usahakan untuk bisa tanggap dengan segala peluang yang tampak di sekitar anda. Jangan biarkan satu pun lolos dari genggaman anda, dengan catatan anda harus terus proaktif dalam melakukan observasi dan terobosan-terobosan penting. Karier: Ada gangguan yang muncul justru dari orang terdekat anda sendiri. Kesehatan: Badan kurang begitu sehat karena masih sering mual-mual, apalagi kalau terkena angin ataupun AC yang terlalu dingin. Pakai saja baju hangat dan tebal. Keuangan: Income yang masuk usahakan pengalokasiannya setepat mungkin, jangan sampai segalanya kacau hanya karena kurang hati-hati dalam membelanjakannya. Asmara: Coba dikontrol dulu kebenarannya, jangan asal percaya agar penyesalan tidak sampai timbul dikemudian minggu. Virgo Peruntungan: Pikiran tidak perlu terlalu ngoyo. Bekerjalah dengan serileks mungkin dengan tidak mengabaikan konsentrasi, sehingga kesuksesan tetap berada di tangan anda. Karier: Jangan gegabah menerima saran yang datang dari competitor anda. Coba anda pelajari seteliti mungkin. Kesehatan: Pekerjaan dan tugas memang tampak menumpuk dan itu cukup menguras banyak pikiran dan tenaga. Untuk itu makanlah yang teratur dan jangan lupa untuk memanfaatkan waktu istirahat yang ada. Keuangan: Jika tidak waspada maka pemborosan akan bisa membikin anda pusing di minggu ini. Asmara: Tidak ada gunanya berpikiran yang bukan-bukan mengenai pasangan anda. Itu akan terasa sangat menyakitkan. Libra Peruntungan: Meskipun minggu ini sepintas terlihat tenang, tetapi masalah terbesar bisa saja muncul dan akan membikin anda kalang kabut. Untuk itu coba selalu persiapkan diri dan mental anda sebaik mungkin. Jika ada masalah muncul segera saja dihadapi dengan seserius mungkin. Karier: Jangan heran jika kabar burung yang memojokkan anda mulai berhembus, yang sabar saja. Kesehatan: Jika tidak dijaga dengan benar pola makan anda, maka di minggu ini bisa saja anda akan jatuh sakit terutama di bagian pencernaan. Keuangan: Pemborosan tampaknya masih sulit untuk anda hindari meskipun anda terus melakukan pengetatan. Asmara: Jangan bicara kasar agar suasananya bisa tetap terjaga dan tidak sampai timbul pertengkaran.
Minggu Umanis, 21 Februari 2016
WEDA WAKYA
Memuja Tuhan yang Satu dalam Banyak Nama Indram mitram varunam agnim ahuh atho divyah sa suparno garutman ekam sad viprah bahudha vadanti agnin yamam matarisvanam ahuh (Rg Veda 1.164.46) Maksudnya: Orang-orang suci bijaksana menyebutkan kebenaran sejati dengan banyak nama seperti Indra, Mitra, Varuna, Agni, dan Garutman. Bukan terkadang tetapi sangat sering mereka yang mempraktikkan ajaran-ajaran Veda dan/atau Hindu menjadi “tertuduh” sebagai menyembah Tuhan yang banyak. Orang juga tidak bisa mengatakan para “penuduh” sebagai salah sepenuhnya. Mereka salah tetapi tidak salah, dalam arti mereka tidak mengetahui ajaran kebenaran sejati maha indah yang tidak perlu “pengadilan” tafsir dan kecerdasan manusia. Ketika orang memakai akal kecerdasan untuk mengetahui kebenaran sejati, maka dapat dipastikan bahwa mereka pasti gagal. Sebab, dalam ajaran Veda, kebenaran sejati tidak dapat dicapai melalui kecerdasan maha tajam sekali pun (na medhaya). Penitian jalan kebenaran sejati dimulai dari garis batas pencapaian tertinggi kecerdasan, mengingat kebenaran sejati berada di luar jangkauan kecerdasan. Tenaga khayal Tuhan yang dinamakan Maya menciptakan tidak terhitung jumlah kebenarankebenaran sementara dengan missi-missi sementara di dunia ini. Akan tetapi, kebenaran sejati tidak mengenal batas. Ia bersifat kekal abadi atau Sanatana (Dharma), alias kebenaran sejati yang ada selamanya, tidak pernah musnah. Kekekalan kebenaran sejati yang dinamakan Sanatana Dharma ini memiliki ciri khas sebagai anadi, ananta, dan apauruseya. Anadi, tanpa awal (an-adi). Biasanya kata anadi selalu dihubungkan dengan kata ananta (an-anta), berarti tanpa akhir. Veda dituliskan dan dikenal sebagai anadi-ananta, tanpa awal dan tanpa akhir. Ada pula tafsir lain menyebutkan kata anadi sudah mewakili ananta. Jadi ananta tidak perlu dituliskan. Dan kata ananta yang dituliskan tidak bersamaan dengan kata anadi, ia berarti kekal abadi serta tidak terbatas. Ajaran Veda merupakan ajaran yang tidak pernah lenyap, bersifat kekal abadi serta mengajarkan seluruh permasalahan hidup tanpa terkecuali; luas tanpa batas secara dunia, artinya ajaran Veda menyentuh seluruh permasalahan hidup duniawi, dan juga menyeluruh secara spiritual. Veda menyentuh seluruh hidup dan kehidupan dunia. Tidak ada masalah yang tidak disentuh oleh ajaran Veda. Hanya disebabkan berbagai alasan dan kesibukan, orang-orang tidak sempat mempelajari kitab suci Veda, terlebih
Oleh Darmayasa lagi di daerah-daerah yang tidak mewarisi tradisi membaca kitab suci. Umat Hindu di tanah air, secara umum memang boleh dikatakan tidak mewarisi tradisi membaca kitab suci (Veda). Inilah yang menyebabkan banyak terjadi “letupanletupan” masalah di masyarakat, akibat tidak ada “sesuluh” (lampu penerang) dari ajaran suci Veda akhirnya setiap orang mengeluarkan jurus “menurutku”. Pada akhirnya kita menjumpai perbedaan dan bahkan pertentangan praktikpraktik ajaran yang menciptakan masalah. Perbedaan praktik-praktik ajaran atau tradisi Veda jika ia mendapatkan sentuhan “sesuluh” Veda, maka ia akan menciptakan kenyamanan kebersamaan dalam perbedaan. Sifat ananta dari Veda secara spiritual menembus ajaran-ajaran maha rahasia dan tidak tersentuh oleh kecerdasan maha tajam seorang manusia hebat. Bahkan, ketika orang mempergunakan kecerdasan dunia maka mereka akan mentok dalam pertanyaan tanpa jawaban. Sebab, sebagian besar ajaran Veda dapat dipahami hanya setelah kecerdasan mendapat pemurnian yang baik, lalu diperkuat oleh “adhyatmika siddhi” yang menyebabkan kecerdasan tersebut layak menjadi alat pemahaman ajaran Veda yang sempurna. Sebagai apauruseya, ajaran Veda tidak dikarang oleh orang, bukanlah karya manusia, melainkan ia merupakan “nafas” Tuhan Yang Maha Esa. Pustaka Mahabharata, bagian Vanaparva, Maharesi Vyasadeva mengatakan bahwa pada akhir Yuga, setelah peleburan alam semesta, Veda pun menjadi lenyap. Selanjutnya pada awal penciptaan kembali alam semesta, atas izin dari Svayambhu, dengan kekuatan pertapaannya maka Veda yang telah lenyap itu didapatkan kembali (yugante’ntarhitan vedan setihasan maharsayah lebhire tapasa purvam anujñata svayambhuva). Barangkali timbul pertanyaan, “Kalau Veda memang kekal abadi dan tidak ada akhirnya, bagaimana keberadaan nantinya pada waktu peleburan alam semesta?” Pertanyaan ini telah dijawab oleh Kulluka Bhatta, pengomentar pustaka Manu Smrti paling terkenal: “Pralayakale’pi paramatmani veda-rasih sthitah” -- pada masa peleburan alam semesta Veda tidaklah punah, melainkan tetap tinggal di dalam Tuhan Yang Maha Esa. Ke-anadi-ananta-an ini juga dapat dilihat dalam komentar Svami Sankaracarya terhadap Mimamsa (Saririka Mimamsa Bhasya 2.3.1). Medhatithi juga memberikan penegasan akan kekekalan Veda yang bahkan tidak akan lenyap ketika terjadi mahapralaya (kiamat besar),
“naiva vedah praliyante mahapralaye’pi.” Sebagai apauruseya, Veda adalah svayambhu (muncul dengan sendirinya), svayam-prakasa (bersinar dengan sendirinya), dan svayampramana (membuktikan kebenaran dirinya sendiri). Pustaka suci Veda yang anadi-ananta, apauruseya, svayambhu, svayam-prakasa, dan svayam-pramana inilah yang menelorkan ajaran-ajaran maha mulia demi kesejahteraan dan kebahagiaan hidup lahir batin umat manusia di atas muka bumi ini. Mantra dari Rg Veda di atas memastikan bahwa Kebenaran Sejati yang tidak terbantahkan, yaitu Tuhan Yang Maha Esa adalah Satu adanya. Tidak dua, dan juga tidak banyak. Tentu saja karena Tuhan bersifat Maha Kuasa, Beliau bisa melakukan apa saja, termasuk menjadikan diri-Nya banyak tidak terbatas. Akan tetapi, sejatinya Tuhan hanyalah Satu. Ditegaskan Ekam Sat, bahwa Sat atau Kebenaran Sejati itu adalah Satu dan hanyalah Satu. Namun, viprah (orang-orang suci bijaksana) menyebutkan Yang Satu dengan Nama yang sangat banyak (bahudha vadanti). Sesungguhnya, jika orang jeli, puja Tri Sandhya bait nomor 2 sangat jelas menyebutkan “narayana na dvitiyo’sti kascit” – Tuhan Yang Maha Esa itu tidak dua ada-Nya. Tuhan hanya Satu. Penyebutan kemuliaan-Nya yang tiada batas menyebabkan sebutan untuk yang satu tersebut dengan banyak nama. Sekitar tahun 1980-an, penulis ada membeli sebuah buku berjudul “99 Names of Allah”. Pada buku itu disebutkan Tuhan itu satu tetapi sifat dan kemuliaan-Nya disebut dengan 99 jenis nama suci. Memang, semua pustaka suci berbicara yang sama, hanya pembaca pustaka suci yang tidak sucilah yang “membaca” dalam berbagai “kendala”. Para pembaca kitab suci yang bermasalah dan bukan kitab suci. Berikut barangkali cara sederhana memahami yang banyak itu sesungguhnya adalah yang satu dan yang sama. Di rumah kita mempunya kulkas, alat setrikaan, televisi, magic jar atau rice cooker, komputer, AC., kipas angin, dan lain-lain yang memerlukan listrik. Kita mengerti bahwa listrik itu satu adanya tetapi mengalir dan ada di tempat yang berbeda. Demikian pula, Tuhan itu satu tetapi berada di mana-mana (sarva-vyapi-vyapaka). Kebenaran Sejati (Tuhan YME) tidak pernah bisa diterjemahkan oleh kecerdasan manusia paling cerdas sekali pun. Pustaka suci tidak menipu. Tuhan Satu artinya Tuhan hanya Satu. Dan itulah yang diajarkan oleh Veda, dan itulah ajaran agama Hindu yang berdasarkan ajaran suci Veda, bahwa kapan pun Tuhan orang Hindu akan tetap Satu ada-Nya, tidak pernah dua (advitiyam) dan tidak pernah banyak.
MIMBAR AGAMA
Pra-Paskah dalam Tahun Kerahiman Kita adalah warga Kerajaan Surga. Dari situlah juga Raja Penyelamat kita Yesus Kritus akan datang. Dialah yang kita nanti-nantikan dengan rindu. (Filipi 3:20) HARI ini Minggu, 21 Februari 2016 adalah Hari Minggu Pra-Paskah II. Prapaskah adalah Masa Retret Agung selama 40 hari, masa yang penuh rahmat. Selama Masa Pra-Paskah kita saling mengajak untuk berama-sama secara khusus mengolah pengalamanpengalaman dan mengusahakan pembaharuan hidup agar semakin setia mengikuti pengalaman Yesus Kristus masuk ke dalam sengsara dan wafatNya. Harapan kita, kita akan dibangkitkan bersama Dia. Untuk mengolah pengalaman dan mengusahakan pembaharuan hidup itu, Keuskupan Denpasar telah menyiapkan segala sesuatunya, antara lain buku panduan Aksi Puasa Pembangunan (APP). Panitia APP telah menetapkan tema APP 2016, yaitu: “Hidup Pantang Menyerah Mewujudkan Gereja Rumah Tangga yang Sejahtera”. Tema ini diilhami oleh tiga tema lain yang mendukung, yaitu Tema SAGKI 2015: “Keluarga Katolik Sukacita Injil, Panggilan dan Perutusan Keluarga dalam Gereja
dan Masyarakat Indonesia yang Redaktur Majemuk”. Tema Khusus APP Nasional 2016: “Hidup MIMBAR Pantang MenyKATOLIK erah” dan tema Pastoral KeuskuIgnatius pan Denpasar: “Memancarkan Wajah Kristus Melalui Keluarga Katolik.” Untuk memperdalam renungan mengenai tema masa Prapaskah itu, Panitia APP merumuskan penjabarannya sebagai berikut: 1. “Keluarga Katolik dalam Rencana Allah. 2. Keluarga dan Kekerasan dalam Rumah Tangga. 3. Kelurga Katolik Membangun Sikap Tobat dan Pengampunan. 4. Hidup Pantang Menyerah dalam Memperjuangkan Kesejahteraan Keluarga. 5. Keluarga Katolik Dipanggil dan Diutus Mewartakan Sukacita Injil. Panitia APP mengajak umat Keuskupan Denpasar untuk memaknai dan memanfaatkan masa Prapaskah untuk menimba rahmat Allah dengan berbagai kegiatan yang memungkinkan tumbuh suburnya hidup rohani. Panitia APP juga mengingatkan bahwa masa Prapaskah ini juga merupakan kesempatan indah untuk berserah diri secara total kepada Allah melalui tobat dan doa, pantang dan puasa, perbuatan amal dan kasih, sharing
PERMATA HATI
Kitab Suci dan melakukan kegiatan pendalaman iman. Melakukan pendalaman iman bersama umat dalam komunitas basis akan Suharto memperkaya, memperkuat dan memperdalam iman. Buah iman akan tampak dalam perbuatan. Mengapa kita melakukan semuanya itu? Sebab kewargaan kita adalah di dalam surga dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat (Flp 3:10). Maka selama kita hidup di dunia kita menyatukan diri dengan penderitaan Yesus agar kita dapat menyatukan diri kita dalam kemuliaan-Nya. Namun demikian, ada peringatan dari Rasul Yohanes. “Kalau kita berkata bahwa kita hidup bersatu dengan Allah, padahal kita hidup dalam kegelapan, maka kita berdusta baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan. Tetapi kalau kita hidup di dalam terang sebagaimana Allah ada di dalam terang, maka kita hidup rukun satu sama lain dan darah Yesus, Putera-Nya, membersihkan kita dari segala dosa. Kalau kita berkata bahwa kita tidak berdosa, kita menipu diri sendiri dan Allah tidak berada di dalam hati
kita. Tetapi kalau kita mengakui dosa-dosa kita kepada Allah, Ia akan menepati janji-Nya dan melakukan apa yang adil. Ia akan mengampuni dosa-dosa kita dan membersihkan kita dari segala perbuatan kita yang salah”. (1 Yoh 1:6-9) Masa Pra-Paskah tahun ini memang istimewa karena berlangsung dalam Tahun Yubileum Kerahiman Ilahi. Dalam Bulla Misericordiae Vultus, Sri Paus Fransiskus antara lain mengatakan, “Kerahiman adalah jembatan yang menghubungkan Allah dan manusia, membuka hati kita kepada sebuah harapan dikasihi selamanya meskipun kita adalah orangorang berdosa.” Melalui kerahiman, kasih dan pengampunan, Allah tak terbatas dihubungkan dengan manusia yang terbatas. Oleh karena itu, tugas misioner Gereja adalah mewartakan kerahiman, kasih dan pengampunan Allah. Modalnya para anggota Gereja sendiri harus menjadi pelaku ÀUPDQ GHQJDQ EHUSHULODNX NDVLK dan pengampun. Kata mengajarkan, contoh meyakinkan. Marilah kita merayakan Tahun Yubileum Kerahiman Ilahi sepanjang tahun 2016, dan dengan penuh syukur menyambut PraPaskah dengan melaksanakan anjuran Uskup Denpasar yang diwartakan melalui surat gembalanya.
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
Scorpio Peruntungan: Suasananya cukup bersahabat, akan tetapi dibalik cerahnya suasana itu tersirat awan hitam yang tampak mulai mengganggu cerahnya di minggu ini sehingga anda harus lebih waspada. Karier: Omongan yang memerahkan telinga itu sebaiknya bisa disikapi dengan lebih hati-hati dan tidak terburu nafsu untuk menanggapinya. Kesehatan: Kondisi yang tampak lemah bukan berarti anda harus berobat, mungkin saja anda kurang istirahat. Keuangan: Ada sisa dana lebih sebaiknya bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih penting. Asmara: Tidak ada gunanya cemburu kalau memang si dia punya kesetiaan yang tinggi. Buat apa anda risaukan lagi. Sagitarius Peruntungan: Cobalah lebih proaktif dan berani di minggu ini. Jangan biarkan kebimbangan menghancurkan segala kesempatan yang sudah di depan mata. Karena di saat ini harus berani maju ke depan dengan perasaan mantap dan gerak cepat. Karier: Tak perlu takut akan ditelikung dari belakang oleh rekan anda. Kesehatan: Hindari minuman-minuman keras karena jelas kurang baik bagi kesehatan. Oleh karena itu, kurangi pesta-pesta yang sering melibatkan pada jenis minuman tersebut. Keuangan: Perputaran uang masih Diasuh Oleh cukup lancar dan stabil. Asmara: Walaupun Putri Wong Kam Fu kurang begitu mesra, akan tetapi suasana Berlaku sudah lebih tenang dan jauh dari cekcok 21 27 Februari 2016 mulut.
Ni Putu Nisa Ruschita Dewi yang akrab dipanggil Gully, putri pertama pasangan I Putu Sukasana dan Ni Luh Karti merayakan Ulang Tahun ke-8 pada 16 Februari 2016. Perayaan yang digelar di kediamannya di Perumahan Sri Santika Graha, Kelurahan Abianbase, Gianyar ini dilaksanakan secara sederhana.
Bertepatan dengan Hari Valentine, Minggu (14/2) lalu, A.A. Made Pandu Rajendra, anak kedua pasangan A.A Made Juniantara dan Putu Sariani melaksanakan upacara 1 bulan 7 hari serta upacara 3 bulanan. Upacara yang dipuput Ida Pedanda Istri Pemecutan dilaksanakan di Jero Tegal Agung Pemecutan Padangsambian dan dihadiri keluarga serta kerabat dekat.
Redité Umanis, 21 Februari 2016
Bali L E M B A R
Bencingah
7
B A S A
B A L I
Krama ring Seririt miwah Banjar, Buléléng
Makarya Saté Kebo Nyabran Galungan-Kuningan Jero Mangku Gedé Ketut Samiada
Cihna Ngajiang Leluhur MIRENGANG kruna “tradisi” majanten sané kapikayunin indik parikrama utawi parilaksana sané sampun nerus kamargiang. Parikramaparikrama sané kabaos tradisi punika wénten sané kamargiang preragan, taler akéh sané kamargiang olih makudang-kudang jadma ring wewidangan kulawarga, pakraman, utawi ring wewidangan sané agengan malih. Sakancan parindikan punika sinah sampun manados tetamian saking para panglingsir sané katami tur kamargiang olih prati sentananipun kantos mangkin. Wénten taler tradisi sané katami saking para panglingsir marupa makarya ajengan. Ajengan inucap pacang kaaturang malih majeng para leluhur. Parikrama makarya ajengan inucap sakadi makarya saté kebo. Pamangku panyungsung pura kulawarga ring Désa Rangdu, Jero Mangku Gedé Ketut Samiada maosang, tradisi makarya saté kebo sané kanggén nyangkepin bebantenan rainan Galungan miwah Kuningan kantun becik kamargiang kantos mangkin. Tradisi sané kantun pageh kamargiang ring wewidangan Buléléng puniki pinaka cihna bakti ring leluhur antuk ngunggahang aturan madaging saté kebo majeng leluhurnyané utamanipun sané sampun bresih. Jero Mangku Samiada ngwewehin, mawit wewidangan Seririt, Desa Banyuatis miwah Munduk ring Kecamatan Banjar, nyabran rainan Galungan miwah Kuningan pastika mucukin ngaturang bebantenan madaging saté kebo. Kapikayunin, yéning ngaturang banten sané madaging ulam bawi majeng leluhur karasayang kirang becik. Mawinan punika, krama irika makarya bebantenan madaging saté kebo, katur majeng leluhur utamannyané sané sampun bresih. “Parikrama punika kantos mangkin kantun kamargiang ring Buléléng. Yadiastun kamargiang nyabran Galungan miwah Kuningan, nénten wénten awig-awig sané ngiket krama mangda setata ngawigunayang ulam kébo. Yéning nénten polih ulam kébo, dados gentosin antuk ayam. Mangda nénten ngaturang ulam bawi kémanten,” teges dané. Lanang sané embas ring Rangdu, 31 Desember 1947 puniki malih maosang, wus ngaturang bebantenan sané madaging saté kebo, surudannyané patut kaajeng olih prati sentana saking kulawarga inucap. Sangkaning pabaos saking panglingsiré dumun, yéning surudan saking aturan ring para leluhur nénten katunas olih pianak cucunnyané sinah Ida pacang rumasa sedih tur sungsut. Punika mawinan surudan banten inucap patut katunas olih prati sentananipun kantos telas. Pensiunan PNS Dinas PU Singaraja puniki malih negesang, saté kebo wantah katurang majeng leluhur sané sampun bresih tur malinggih. Yéning leluhur sané kantun ring setra, ring aturannyané dados kadagingin saté bawi. Saté bawi wantah katur majeng leluhur sané durung bresih utawi kantun ring sétra. Parindikan inucap prasida kapanggihin ring banten punjung krama sané memunjung ka sétra ri kala Galungan. Yéning rainan Galungan, krama sané mamunjung ka sétra wantah krama sané kantun madué leluhur sané durung bresih kémanten. Yéning rainan Kuningan, samian krama ring Buléléng yadin madué leluhur sané durung bresih utawi nénten pastika pacang memunjung ka sétra. “Leluhur sané sampun bresih tetep katurin punjung madaging saté kebo. Sané durung bresih dados katurin saté bawi,” teges dané malih. Tradisi sané sampun sué kamargiang boya ja sangkaning akéhnyané krama Muslim meneng ring Buléléng. Parikrama inucap kamargiang madasar rasa bakti ring para leluhur. Sakadi sané kabaosang iwau, kirang becik rasané yéning ngaturang ulam bawi majeng leluhur sané sampun malinggih utawi sampun bresih. “Madasar pikayunan punika, tiang ngwiaktinin parikrama puniki nénten pacang ical,” baos rabi Jero Made Subadri puniki cutet. (wan)
(15)
YADIASTUN wantah pulo alit, Bali madué akéh kalewihan sané ngawinang tamiu manca negara meled rauh ka Bali. Kawéntenan adat, budaya, miwah tradisi ring kahuripan krama sané akéhan magama Hindu punika sampun kamargiang olih para panglingsir saking nguni, tur mangkin sampun dados brand image saking Bali. Wénten sané marupa upacara yadnya minakadi ngabén, nelubulanin, mapandes miwah sané siosan, wénten taler sané marupa parikrama ngamargiang kahuripan minakadi nabdabang tetanduran ring carik antuk Subak taler ngamargiang kahuripan ring désa pakraman saking tatatiti sané kawastanin awig-awig miwah ngamargiang parikrama pasangkepan ring galah-galah sané sampun kacumpuin. Parikrama inucap ketah kapanggihin ring Bali. Tios punika, soang-soang genah ring Bali taler madué tradisi soang-soang sané majanten ngawinang kawéntenan tradisi ring Bali sayan ngakéhang. Minakadi parikrama Magérét Pandan pinaka cihna Désa Tenganan Karangasem, wénten taler Makepung sané saking nguni sampun kadruénang olih krama ring Jembrana. Wénten taler tradisi Makoték sané kadruénang krama ring Desa Munggu Badung, miwah wénten taler kasenian Okokan sané kapanggih ring Tabanan, asapunika taler traidis siosan. Indik ajengan, ring Kabupaten Buléléng wénten tradisi sané kamargiang olih makudangkudang kraman irika, inggih punika tradisi makarya saté kebo nyanggra rainan Galungan miwah Kuningan. Sakadi sané kabaosang Jero Mangku Gede Ketut Samiada, krama Dusun Sandikerta, Pejarakan, Gerokgak, Buléléng, makarya saté kebo anggén banten aturan utawi ajengan ri kala Galungan miwah Kuningan punika wantah tradisi sané ka-
BPM/wan
TUMPENG – Sios kanggén tetandingan banten punjung, saté kebo taler kanggén nanding banten pangiring, inggih punika banten sané madaging kekalih tumpeng ageng. Ring tumpeng inucap kadagingin saté kebo pada akatih. margiang krama ring Buléléng saking nguni. Sané ngamargiang tradisi punika wantah krama ring wewidangan Kecamatan Seririt miwah ring wewidangan Desa Banyuatis lan Munduk Kecamatan Banjar kémanten. Parikrama sané sampun kamargiang olih para panglingsiré punika sujatiné boya ja pinaka awig-awig. Saté kebo prasida kagentosin antuk saté ayam yéning nénten prasida numbas ulam kebo. Yadiastun pangargan ulam kebo maal, krama irika setata ngutsahayang
mangda prasida makarya saté lilit utawi bibisan ulam kebo kanggén tetandingan banten ri kala rainan inucap. “Sané ngamargiang tradisiné punika jakti wantah krama saking makekalih kecamatan punika. Yéning wénten krama ring kecamatan siosan taler makarya saté kebo tatkala rainan punika, majanten kawitan krama inucap saking wewidangan Kecamatan Seririt utawi Banyuatis lan Munduk,” baos lanang mimitan Désa Rangdu Kecamatan Seririt puniki
nguningayang. Parindikan pateh kabaosang Ni Luh Manik, krama sané meneng ring Banjar. Munduk Sari, Pengulon, Gerokgak, Buléléng. Anak istri mimitan Désa Kalianget, Kecamatan Seririt puniki maosang nyabran Galungan majanten makarya saté kebo sané pacang kanggén tetandingan ring banten Pangiring, inggih punika banten tetandingan sané kadagingin raka miwah nasi tumpeng ageng kalih sané soang-soangnyané kadagingin antuk saté kebo saka asiki.
“Nyabran Galungan tiang setata makarya banten Pangiring sané jagi kaaturang ring palinggih sanggah miwah siosan kirang langkung séket tanding. Mawinan punika tiang makarya saté kebo punika kantos satus katih. Sangkaning pangargan kebo sané maal sakadi mangkin, tiang numbas sakasidan kémanten. Yadiastun akidik, tiang setata ngutsahayang mangda prasida nagingin saté kebo ring banten tiangé,” baos dané makenyem. (wan)
Makarya Saté Kebo, Nénten Akéh Muatang Kelapa KAWÉNTENAN saté lilit ring Bali nyabran raina prasida kapanggihin. Parindikan punika taler sané ngawinang ajengan sané kakaryanin saking ulam matektek, bebasaan Bali taler kelapa makikih tur kalilit ring katik saté dados ajengan “khas” krama Bali. Napi malih ajengan sané ketah kanggén ring tetandingan banten puniki sayan akéh kaadol ring réstoran-réstoran modern taler dados pakét wisata kulinér majeng tamiu utawi toris sané malelungan ka Bali. Saté lilit punika taler kasorohang manut lakarnyané, minakadi saté lilit bé pasih sané majanten kakaryanin antuk ulam bé pasih. Wénten taler saté bé celeng santukan kakaryanin antuk ulam bawi matektek, miwah sané sering kapanggihin marupa saté lilit bé siap. Soroh saté lilit punika sampun ketah kapanggih tur kakaryanin ring pakraman, sakéwanten soroh saté lilit sané kakaryanin krama ring wewidangan Buléléng, saté lilit kebo durung akéh kauningin. Tios kakaryanin ri kala nyanggra Galungan miwah
JAM satu masakané samian sampun rateng. Bajang terunané raris mresihin raganné usan masak. Ayu Jeladi sareng ibunné masoda ring balé daja makebat karpét. Putu Galang sareng Lanang Geria nulungin maktaang piring gelas lan inumané sami. Ajinné, Gusti Madé Taman taler sampun rauh saking ngaritang banténgné padang gajah ring tegalé. “Béh, sagét pragat masakané, jaen san bonné. Sing madaya bajang-bajangé sejaba jegég masih pintar masak di paon. Patuté mula kéto apang tusing engsap tekén swadarman anak istri. Aji masih lakar milu mapéstaan. Tumbén maan udang,” baosn ajinné ngajum. “Kanggéang tiang wau malajah Tuaji. Tubiang ngandikain tiang masanin bé julité. Ngiring dong sareng sami ngayunang sapisanan,” aturné Luh Suwarni lan Ayu Swandéwi. “Nah sampunang buin kimudkimud. Kali jani patuté suba pada ngajeng, nanging saking
Kuningan kémanten, saté punika durung akéh kauningin sangkaning pangargan kebo sané maal. Kahanan punika ngawinang krama arang kayun makarya saté lilit kebo yéning nénten pacang kanggén banten. Parindikan inucap kabaosang Ni Luh Manik, krama Buléléng sané nyabran nganembulan makarya saté lilit k e b o duaning jagi kanggén tetandingan banten. Dané maosang, pangargan kebo nyabran Galungan miwah Kuningan setata nincap. Dumun wantah karobelah tali
répot padidi kanti tusing marasa kluén. Ayo ambilang ragané,” baosné Gusti Biang. Samian mangkin ngambil piring, nagingin ajengan lan ulamné soang-soang, napi ja kayunné. Wénten ngambil capcay sareng mie goréng udang, mimbuh pésan bé julit. Wénten ngambil udang goréng tepung, mie goréng sareng kuah tim bé julit. Sané bingungan jag ambila makasamian sambilang mukak bir macampur és. Gusti Ngurah Jelada sareng ibunné lintang rena mrasidayang namiu timpalné antuk pésta dadakan, sarwa bacakan. “Badaah, padalem timpalé lénan sing nyidaang bareng mapéstaan.” Ngurah Jelada éling ring timpalné malih lelima nénten sareng santukan sampun lunga ka Dénpasar naftar ring SMK mangda nénten kasépan. Luh Suwarni, Putu Galang, lan Lanang Geria sampun cager jaga polih ring SMA Negeri Dénpasar. Sané siosan jaga naftar ring SMA Negeri Amlapura ma-
rupiah akiloné, mangkin prasida kantos lebak akiloné. Kabaosang malih, kelapa sané kanggén makarya saté lilit mangda kelapa sané sampun wayahan mangda asilnyané becik. Yéning ngawigunayang kelapa muda sakadi makarya saté lilit bawi utawi ayam, asilnyané kirang becik. “Nénten sakadi ulam bawi sané akéh madaging minyak. Ulam kebo minyaknyané akidik mawinan ulamé nyangket tur dangan kalilit,” baosnyané. Parindikan pateh taler kabaosang Jero Mangku Gede Ketut Samiada, ulam kebo jakti nyangketan saihang ring ulam bawi santukan kawéntenan minyaknyané akidik. Punika mawinan ngolah tur makarya saté kebo danganan saihang ring makarya saté bawi. Antuk kahanan minyaknyané sané akéh, makarya saté bawi muatang kelapa sané akéhan malih kidik saihang ring saté kebo. “Sujatinné tatkala makarya saté kebo nénten muatang kepala sané akéh duaning ulamnyané sampun nyangket, mawinan dangan kalilit. Sangkaning pangargan ulam kebo maal, krama sané makarya saté kebo pacang nagingin kelapa sané akéh mangda saté sané kakaryanin akéhan dadosné,” dané makenyem. (wan)
SATÉ – Nyabran rainan Galungan miwah Kuningan, krama ring Buléléng makarya saté lilit. Saté punika kawigunayang pinaka panyangkep punjung sané pacang katur ring para leluhur sané sampun maraga suci.
lih kalih raina sinarengan. “Dumadak Tungurah durian buin maan bé julit lan udang liu, sadéréng perpisahan iraga ngawit masuk, apang maan mapéstaan buin a cepok,” aturné Luh Suwarni nyledétin Ngurah Jelada. “Kayang nika nunas tongosné jumah tiangé apang ajak liunan bareng.” “Setuju, apang pada ngaba lakar masakan soang-soang. Daftar malu apang tusing patuh aba-abaané. Ada minuman, ada buah-buahan, ada siap potong, ayam bétutu, ada minyak goréng, sayuran kool, wortel, sawi utawi basa-basa. Sakuang-kuangné nunas sig mamakné Suwarni,” pandikanné Lanang Geria lan Ayu Swandéwi kompak. “Nah, mudah-mudahan kayang ento makejang suba maan sekolahan soang-soang. Apang tawang kija pada timpal iragané nglanjutang masekolah. Tetep sing dadi belas masawitra. Saling kabarin, yén ada galah liburan matemu jumah cara jani,” raosné Madé Sudiari.
“Beneh pesan ento, awas yén kanti ada selingkuh ngalih pacar lénan. Dadi ngomong kéto... apa tusing?” pasautné Luh Adé Suwarni nyledétin timpalné ané mapasangan. “Araah, mapi nyledétin iraga. Ngomong ja terang-teranga ajak gegélané? Sangkala eda mabelasan masuk, ada kangin ada kauh ngaé keneh inguh daah-duuh,” Ketut Sulasih nyelag sambil nyiup kuah tim bé julité. “Bééh jaen gati puk, pidan buin maan nyicipin.” “Tan marasa nasi di piringné sagét telah, yén mimbuh nyanan kawaregan. Melahan mangkin malagaran bir ajak és timpalang pésan bé julité,” baos Lanang Geria ngambil bir. Samian raris malagaran nginum bir, coca cola, lan sprite matimpal udang goréng, pésan bé julit lan kacang kapri sambil ngorta kangin kauh. Anaké lingsir usan ngajengang makiles ka pawaregan ngwédang. Usan malagaran bajang-bajangé ngumbah praboté wau mapamit.
“Tungurah, Tu Gég, Tubiang, Tuaji sareng sami mangkin titiang mapamit. Sampun wareg sakadi legu usan nyegut malaib,” aturné Luh Adé Suwarni ngwakilin timpalné. Sami mapasangan nambreng beneng kauh ngetut suryané sayan surup. Rauh ring umah lan jeronné soang-soang pada nguyuk maseriep sirep ngantos soré kawaregan. *&@&* Semengan usan masiram lan ngangkid bubu, Gusti Ngurah Jelada sampun mapakéan rapi jaga lunga ka Amlapura naftar ring SMA Negeri sareng timpal-timpalné. Suryané wau pisan makeplos, wau jam nem. Ibunné épéh ngaryanang ajengan goréng anggén sarapan. “Bli Ngurah, ayo ngajeng malu apang ten kalahina tekén timpalé. Tiang masih lakar sarapan. Énak nasi goréngé misi taluh lan udang magoréng,” aturné Gusti Ayu Jeladi. (Masambung)
Upacara
8 Bebantenan Katattwan Banten Kuningan RI KALA rainan Kuningan, umat Hindu ngamargiang upacara Kuningan mawit galah semengan. Sampun kaloktah ring rainan Kuningan nĂŠnten kadadosang mabanten Kuningan lĂŠwat ring tajeg Sang Hyang Surya. Ring Lontar Sundarigama kasurat, “Rainan Kuningan Haywa amuja bebanten kalangkahin tajeg Sang Hyang Suryaâ€?. Rainan Kuningan katatwannyanĂŠ waluya dĂŠwasa Sang Hyang Widhi mapaica waranugraha ring damuhidanĂŠ sanĂŠ prasida ngamargiang pabrataan uger-uger Galungan. Manut Bhagawad Gita XVII 20 madaging ugeruger Desa Kala Patra indik nibakang Daana Punia. SanĂŠ patut polih waranugraha Daana Punia wantah parajananĂŠ sanĂŠ kasengguh “Patraâ€? tur manuting DĂŠsa miwah Kala. Ngamargiang waranugraha Daana Punia mangda galahĂŠ kantun mawasta Satvika Kala. SanĂŠ mawasta Satvika Kala, semeng sawetara jam 04.00 rauh ring jam 0 8.00. Rajasika Kala sawetara jam 08.00 rauh ring jam 16.00. Malih Satvika Kala mawit jam 16.00 rauh ring 20.00 Wita. SanĂŠ mawasta Tamasika Kala mawit jam 20.00 rauh ring jam 04.00 semengan. Unteng banten Kuningan punika waluya banten Tebog sanĂŠ gedĂŠ, yĂŠning sanĂŠ alitan mawasta banten Selanggi. Banten Tebog miwah banten Selanggi puniki sanĂŠ kaaturang ring galah semengan sadurung tajeg surya. Banten Tebog miwah banten Selanggi pinaka niyasa laksana patut waluya laksana perjuangan nglaksanayang dharma madasar antuk pangweruh Jnayana Sandhi. SanĂŠ taler dahat utama sanĂŠ patut kamargiang ring rainan Kuningan punika wantah masang sampiang gantung-gantungan minakadi Tamiang, Ter, Kolem, miwah Endongan. Patpat sampian gantung-gantungan Kuningan punika walaya niyasa waranugrahan Ida Sang Hyang Widhi. Tamiang lambang senjata suci Sang Hyang Widhi sanĂŠ maprabawa DĂŠwata Nawa Sangga. Ter punika waluya senjata suci paswĂŠcan Sang Hyang Widhi kanggĂŠn ngamargiang kahuripan. Kolem lambang kawisĂŠsan waluya simpenan kanggĂŠn cadangan ngamargiang urip. Kolem lambang kalanduhan sandang pangan swĂŠcan Sang Hyang Widhi yĂŠning sampun prasida ngamargiang pitutur sastra sanĂŠ kapica olih Sang Hyang Widhi. Napi mawinan ngangĂŠn warna kunin, kuning punika lambang urip landuh. Ring Bali wĂŠnten warna polĂŠng sanĂŠ kategesin becik kaon. Selem maartos kaon, nika filsafat Barat. YĂŠning ring Hindu, warna selem punika lambang kalanduhan, DewannyanĂŠ Bhatara Wisnu. Putih lambang laksana patut tur suci. YĂŠning kalanduhan punika kadabdabin antuk laksana suci sinah ngametuang pikolih sanĂŠ becik. PikĂŠnoh becik tur patut puniki kaniyasayang antuk warna kuning. Nika mawinan kalanduhan pertiwinĂŠ kaniyasayang antuk warna selem, utsaha suci sanĂŠ kaniyasayang antuk warna putih mangda metu kasejahteraan sanĂŠ kaniyasayang antuk warna kuning. Ring rainan Kuningan umat HindunĂŠ ngamargiang upacara waluya pamargin niskala. SalanturnyanĂŠ ri wus rainan Kuningan ngiring margiang katattwan rainan Kuningan antuk laksana sekala saraina.
ReditĂŠ Umanis, 21 Februari 2016
Maayunan, Jalaran Nglestariang Tetamian Penglingsir TIOS ring DĂŠsa Tenganan Pegringsingan, ayunan tradisional taler wĂŠnten ring wewidangan Banjar Bangbang, DĂŠsa Rendang, Kecamatan Rendang, Karangasem. SanĂŠ minayang ayunan ring Tenganan sareng ayunan ring Rendang makĂŠh pisan. Mawit lakaran ayunan, tetuek, taler galah ayunan inucap kaayunang. Manut Kelian Banjar Bangbang, I Ketut Subada, ayunan sanĂŠ kaayunang nyabran rainan Galungan, Umanis Galungan, miwah Kuningan puniki pinaka jalaran nglestariang tetamian penglingsir sanĂŠ marupa tradisi, satios pinaka genah alit-alitĂŠ maplalianan. “Maayunan wantah jalaran nglestariang tradisi miwah budaya sanĂŠ kaduĂŠnang. Napi malih alit-alit mangkin sampun kaebekin antuk plalianan
modern sanĂŠ makĂŠh sorohipun. Majalaran ayunan, alit-alitĂŠ prasida uning ring tradisi kuna sanĂŠ kaduĂŠnang,â€? baos lanang sanĂŠ embas duk tanggal 31 DĂŠsĂŠmber 1966 puniki nlatarang. Satios Ketut Subada, pecak Kelian Banjar Bangbang I Wayan Kertayasa nyaritayang, ayunan sanĂŠ kaamong puniki sampun wĂŠnten mawit warsa 1940. Dumun, ayunan inucap duĂŠn sekaa sanĂŠ kawentuk krama irika. Wus Gunung Agung meletus, ayunan inucap kaserahang majeng angga Banjar Bangbang sanĂŠ kala punika kapucukin olih Bapa Mudya. “Dumun genahnyanĂŠ milehan, nĂŠnten netep sakadi mangkin,â€? pecak Kelian Banjar Bangbang sanĂŠ kajudi dados kelian salami selaĂŠ warsa puniki maosang. Sajeroning ngayunang, ayu-
nan sanĂŠ setata ramia kajantosang alit-alit sajebag DĂŠsa Rendang nyabran nganembulan apisan puniki, ngawigunayang sistem ngayah. SanĂŠ ngayah wantah angga banjar sanĂŠ akĂŠhnyanĂŠ 76 KK. “Angga banjar inucap kapah dados 3, mawinan araina sanĂŠ ngayah ngayunang wĂŠnten selaĂŠ diri krama banjar. SanĂŠ nĂŠnten prasida ngayah, keni danda,â€? baos Sudaba. Subada sapunika taler Kertayasa ngaptiang, ayunan sanĂŠ kaduĂŠnang puniki mangda prasida kukuh tur kalestariang kantos kawekas. Mangda prasida katami olih pianak cucu wekasan. “Dumogi pemerintah taler urati ring kahanan tradisi miwah budaya sakadi ayunan sanĂŠ sampun arang kawĂŠntenannyanĂŠ,â€? Subada nguntatin. (uma)
Ayunan ring Tenganan, Niyasa Kauripan AYUNAN, plalianan tradisional sanĂŠ saderana boya wantah kadadosang jalaran ngamolihang kasenengan kĂŠmanten. Manut krama DĂŠsa Tenganan Pegringsingan, ayunan manados sinalih tunggil tradisi sanĂŠ kamargiang nyabran awarsa apisan. Tradisi maayunan ring DĂŠsa Tenganan ketah kamargiang sawus acara MakarĂŠ-karĂŠ utawi sanĂŠ kasub mawasta MagĂŠrĂŠt Pandan. Manut Kelian Adat Tenganan Pegringsingan, I Ketut Sudiastika (46), ayunan inucap wantah niyasa kahuripan. “Ayunan puniki sujatinĂŠ niyasa kahuripan. Ngamargiang urip ring guminĂŠ puniki majanten terus mapiteh, pastika naen ring duur miwah naen ngrasayang ring betĂŠn,â€? baosnyanĂŠ. Yadiastun wantah pinaka KLEXUDQ D\XQDQ PDGXp Ă€ORVRĂ€ sanĂŠ banget maaji, nganinin
indik kahanan kahuripan sakadi ayunan sanĂŠ setata mapiteh. Lanang sanĂŠ embas ring Tenganan, 15 Mei 1969 puniki nlatarang, parikrama maayunan ring Tenganan Pegringsingan kamargiang sinarengan Usaba Sambah, ring sasih kalima manut kalĂŠnder DĂŠsa tenganan kawastanin Sasih Sambah salami abulan. Sasih Sambah puniki wantah sasih ngamargiang upacara-upacara adat sanĂŠ pinih ageng ring dĂŠsa Bali Aga puniki. Sajeroning maplalianan ayunan sanĂŠ pinaka tetamian tumurun mawĂŠntuk tradisi ring DĂŠsa Tenganan, kutus diri daha DĂŠsa Tenganan sanĂŠ mabusana kain gringsing kuning-emas, munggah ring ayunan tradisional saking kayu cempaka sanĂŠ kapasang ring pakarangan dĂŠsa. Ring kiwa tengen tiang ayunan, kalih teruna Tenganan muter
ayunan inucap. Tios Sudiastika, I Nengah Timur, panglingsir DĂŠsa Tenganan Pegringsingan taler nguningayang, ayunan ring DĂŠsa Tenganan wantah ayunan sanĂŠ kasuciang tur nĂŠnten dados ngawag kawigunayang. Ayunan sanĂŠ kakaryanin antuk kayu cempaka maraab upih tur madaging iasan daun lontar puniki, sadurungĂŠ kawigunayang patut kaupacarain. “Upacara kamargiang sesampun limang raina ayunan punika kapasang. Wus upacara, ayunan wau dados kawigunayang,â€? baos danĂŠ. Yadiastun ayunan puniki sampun wĂŠnten saking nguni, ring dĂŠsa Bali Aga parindikan maayunan kantun pageh kamargiang. Parindikan inucap pinaka cihna krama irika kantun pageh ngamargiang tradisi sanĂŠ kaduĂŠnang. (uma)
Satua
BPM/net
Cicing Borosan Ajak Miong BPM/ist
(I Ketut Wiana)
BPM/uma
MAAYUNAN—Makanten alit-alitÊ pada girang maayunan. Antuk prabÊa kalih tali rupiah, alit-alit inucap sampun polih maayunan kantos kalih dasa pitehan.
TENGANAN—Ayunan sanÊ wÊnten ring Desa Tenganan Pegringsingan wantah kayunang nyabran awarsa apisan ri kala upacara Usaba Sambah. Ayunan ngawit kaayunang wus ngamargiang tradisi MakarÊ-karÊ utawi sanÊ ketah kasambat Maperang Pandan.
DugasĂŠ pidan, Sang Prabu Macan dadi raja di tengah alasĂŠ. Mekejang beburonnĂŠ idup aman lan damai lan sing ada nĂŠ kĂŠweh ngalih amahan. I Macan anĂŠ ngaku dadi raja ento masi sadinadina kaaturin amahan, yen sing kĂŠto bisa-bisa ia ngusak-asik lan nyejehin sakancan beburon di alasĂŠ ento. KĂŠwala unduk damai di alasĂŠ ento kauyak sesukat ada cicing borosan anĂŠ madan I Rakrek. Raja Garbajana anĂŠ ngelahang cicingĂŠ ento sayan pesan ajak ia, tusing ja ulian bulunĂŠ anĂŠ mawarna poleng bersih ento kewala ulian keduegan lan kewanĂŠnan I Rakrek maborosan. AmongkĂŠn ja duegnĂŠ beburonnĂŠ ento mengkeb, jeg suba pasti bakat baannĂŠ ngadekin bonnĂŠ. Ulian ento sadina-dina sinah parekan rajanĂŠ mulih maaba-abaan buron borosan, sakadi bojog, kidang ajak cĂŠlĂŠng alas ane kal anggonnĂŠ bĂŠ di puri. Mekejang beburonan di alasĂŠ jejeh, I Bojog lantas matur ajak Sang Prabu Macan apang enggal mragatang undukĂŠ ento. Sing mekelo Sang Prabu lantas nyangkepang isin alasĂŠ mekejang di betĂŠn punyan kayunĂŠ ageng lan kaajak ngrembugang indik punika. “Singgih paduka ratu!â€? I Bojog nyumunin matur. “Dibi suba makakalih bojogĂŠ kasagrep ajak cicing borosannĂŠ punika lantas tuni semengan I Landak ajak Kijang sareng tetiga sanĂŠ mati. Cicing borosan ento sapatutnĂŠ kaejuk lan kamatiang paduka ratu!â€?. Mekejang beburonnĂŠ adung ajak usulnĂŠ I Bojog sakĂŠwala sing ada anĂŠ bani mesuang munyi. Mekejang beburonnĂŠ ento takut yĂŠn nyanan kaorahin ngejuk I Rakrek olih Sang Prabu Macan. BinjepnĂŠ I Miong ngamenekin limannĂŠ. “Singgih paduka ratu!. Indayang tiang sanĂŠ nglaksanayang pakaryan puniki! Tiang ja ngejuk lan ngematiang cicing borosannĂŠ ento,â€?. Mekejang beburon alasĂŠ kedĂŠk ningehin munyinnĂŠ I Miong, mekejang sing ada ngugu yĂŠn I Miong anĂŠ getap lan enduk ento bani ngematiang I Rakrek apa buin cicingĂŠ ento ngoyong di puri anĂŠ joh sawat uli alasĂŠ. Prabu Macan anĂŠ ngisiang basang ulian naenang kedĂŠk lantas mesaut, “Ih Miong, yĂŠn iba seken ngidang ngematiang cicingĂŠ ento, gelah nyak ngamah tain ibanĂŠ sadina-dina.â€? Munyin Sang Prabu sanĂŠ sada ngewalĂŠk ento ngaĂŠ beburon alasĂŠ sayan ngelkel ngedĂŠkin lan terus ngewalek I Miong. SakĂŠwala sakancan wewalekan ento ngaĂŠ I Miong ngancan semangat muktiang munyinnĂŠ i busanan.
RĂŠdaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akĂŠh 3500 huruf), satua ringkes (paling akĂŠh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sanĂŠ siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A DĂŠnpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU UMANIS, 21 FEBRUARI 2016
9
HAL 12
Manor, Tim Gurem di F1
Lillard Tampil Gemilang
Trail Blazers Kalahkan Warriors Portland – Golden State Warriors menelan kekalahan kelimanya di markas Portland Trail Blazers yang diinspirasikan permainan gemilang Damian Lillard. Lillard mencetak 51 poin, terbanyak dalam kariernya. Selain itu, dia juga mencetak tujuh assist dan enam steal dalam pertandingan di Moda Center, Sabtu (20/2) kemarin. Performa Lillard dalam 31 menit pertandingan kali ini benar-benar sulit dibendung kubu Warriors yang sebenarnya juga tidak bermain dengan buruk. Stephen Curry dan kawan-kawan dipaksa mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 137-105. Pada kuarter pertama Warriors mampu mencetak 31 poin, tetapi Blazers bahkan sudah membuat 42 poin yang 17 di antaranya dibuat Lillard. Di kuarter dua Lillard baru bermain di 5,5 menit akhir dan gagal tampil oke. Warriors pun memperkecil ketinggalan jadi 62-68. Lillard mengawali kuarter tiga dengan tembakan tiga angka yang gagal, walaupun kemudian tampil baik. Ia ditarik 3,5 menuju berakhirnya kuarter yang berakhir dengan keunggulan 104-79 untuk Blazers itu. Kuarter akhir menjadi puncak penampilan Lillard di partai ini. Ia menambah 21 poin di kuarter empat untuk membawa Blazers memperbaiki rekor pertandinganya menjadi 28-27. Di kubu Warriors, Stephen Curry mencetak 31 poin dan 5 assist. Draymond Green menambahkan 14 poin, 12 rebound, dan 8 assist. Hasil ini membuat catatan menang-kalah Warriors menjadi 48-5. Pertandingan ketat terjadi di Smoothie King Centre, markas New Orleans Pelicans. Tuan rumah sempat dibuat kerepotan oleh sang tamu, Philadephia 76ers, namun mampu memenangkan perlawanan dengan skor 121-114. Pada kuarter pertama, pemain andalan Pelicans yakni Anthony Davis membawa timnya unggul dua angka dari sang tamu. Namun memasuki kuarter III, tempo permainan Pelicans menurun. Bahkan di kuarter terakhir, Isaiah Canaan melakukan tembakan tiga poin yang membuat skor berjarak setengah bola 94-93. Pertandingan memasuki sisa delapan detik, Pelicans dipisahkan lima poin saja 119-114. Tapi kegemilangan para pemain tuan rumah mampu menahan laju Sixers untuk mencetak poin lagi. Pertandingan ditutup dengan skor 121-114. Pencetak poin terbanyak untuk Pelicans yakni Anthony Davis dengan 34 poin. Jrue Holiday dan Ryan Anderson juga PHPEHULNDQ NRQWULEXVL SRLQ \DQJ VLJQLÀNDQ \DNQL GDQ 26 poin. Sementara untuk Sixers, Nerlens Noel, menjadi pencetak poin terbanyak yakni 24 poin.(kmb33/rtr)
BPM/rtr
Piala FA
City Waspadai Costa Manchester –
Head to Head
Manchester City bersiap menghadapi usaha provokasi Diego Costa ketika menghadapi Chelsea dalam partai babak 16 besar Piala FA malam nanti. Stamford Bridge akan menjadi tempat duel antara tuan rumah Chelsea dengan City dalam laga babak lima Piala FA.
BPM/ap
TES - Mark Marquez memacu motor Honda-nya di ajang tes pramusim MotoGP di Sepang, Malaysia, Jumat (19/2).
Marquez Temukan Performa Phillip Island – Rider Repsol Honda Marc Marquez mengaku mulai menemukan dasar untuk mengembangkan motor lebih jauh ke depannya. Marquez mulai menemukan kenyamanan di RC213V. Marquez mencatatkan waktu terbaik satu menit 29,158 detik di hari terakhir tes pramusim di Phillip Island, Jumat (19/2), dan menjadi yang terdepan. Itu adalah penampilan terbaiknya selama tiga hari tes, yang membawanya menempati posisi dua daftar pembalap tercepat secara keseluruhan. Tak seperti di tes Sepang lalu, Marquez mengakui kali ini dirinya sudah menemukan dasar untuk dikembangkan selanjutnya. Di tes pramusim ketiga di Qatar 2-4 Maret mendatang, Marquez berharap bisa kembali kompetitif meski tak jadi yang tercepat. “Di Sepang sejujurnya kami tersesat. Kami tidak tahu arahnya ke mana, kami tidak tahu apa pun. Tapi di sini kami mulai bekerja dengan baik. Honda melakukan pekerjaan yang bagus dengan elektroniknya, kami punya sejumlah basis,” kata Marquez, Sabtu (20/2) kemarin. “Hari ini adalah kali pertama saya merasa konsisten dan mampu mencoba halhal kecil, karena terkadang ketika Anda tersesat dan di sebuah tempat di mana Anda tak memahami berbagai hal, sulit untuk mencoba stelan-stelan berbeda dan segalanya, karena sulit untuk merasakan motor. Kami mengambil sebuah langkah dan tampaknya kami semakin baik. Saya memperkirakan di Qatar kami tidak akan jadi yang tercepat, tetapi kami akan mencoba untuk kompetitif,” tutupnya. (kmb33/rtr)
Di laga itu Costa akan jadi andalan lini depan The Blues, dan sebaliknya ancaman untuk The Citizens. Ia bukan cuma punya kemampuan hebat menjebol gawang melainkan juga kerap terlibat ketegangan dengan pemain lawan, termasuk City. “Kami tahu ia seperti apa, apa yang akan dia lakukan. Costa senantiasa sama. Dia berusaha mengganggu lawan, mengusiknya,” ujar pemain City Fernando, Sabtu (20/2) kemarin. “Tetapi kami juga sudah memprediksi apa yang akan dia lakukan. Dia selalu berusaha memprovokasi. Yang harus kami lakukan adalah mengabaikannya, berkonsentrasi ke diri kami sendiri, fokus pada apa yang dapat kami lakukan untuk menang. Lagi pula masih ada pemain-pemain lain di Chelsea yang harus dipikirkan. Yang tidak boleh kami lakukan adalah terus-terusan memikirkan Costa,” imbuhnya. Selain Costa, masih ada hal lain yang membuat pelatih City Manuel Pellegrini pusing. Bukan saja karena daftar cedera timnya yang sangat panjang, tetapi jadwal yang super padat membuat City harus selalu melakukan rotasi.
Sebelumnya Pellegrini sudah memprotes jadwal laga melawan Chelsea kali ini karena dianggap terlalu dekat dengan laga kontra Dynamo Kiev pada Selasa nanti. Pellegrini bahkan mengancam akan menurunkan para pemain dari tim muda City karena lebih memprioritaskan Liga Champions. Bacary Sagna, Jesus Navas, Kevin De Bruyne, Samir Nasri, Eliaquim Mangala, Fabian Delph dan Wilfried Bony semuanya cedera. Sudah pasti Pellegrini juga akan menghemat tenaga para pemain kuncinya untuk melawat ke Kiev. Setelah melawan Dynamo Kiev pun, City masih harus PHQMDODQL ODJD SHQWLQJ ÀQDO Capital One Cup menghadapi Liverpool pada 28 Februari. Melihat situasi ini, wajar jika Pellegrini memilih membuang kesempatan juara di FA Cup musim ini. Sebaliknya Chelsea sebagai tuan rumah akan menampilkan kekuatan penuh dalam laga nanti. Pelatih interim Chelsea, Guus Hiddink, menegaskan bahwa ia tidak akan memperpanjang kontraknya. Artinya, Hiddink akan meninggalkan Chelsea musim panas nanti, idealnya dengan WURÀ )$ &XS +LGGLQN PHPDQJ
membawa Chelsea menjadi juara FA Cup saat menjadi pelatih interim tujuh tahun silam. Dalam beberapa pertandingan terakhir, secara umum Chelsea sudah menunjukkan permainan yang bagus. Setelah melindas Newcastle 5-1, Chelsea kalah 1-2 di kandang PSG. Namun Chelsea sebenarnya tampil cukup bagus di Parc des Princes. Guus Hiddink akan kehilangan dua pilar lini belakangnya, John Terry dan Kurt Zouma. Sementara itu, dua penyerangnya Falcao dan Alexandre Pato juga PDVLK EHOXP FXNXS ÀW XQWXN bermain. Hiddink akan menurunkan skuad terbaik yang dimilikinya, kecuali mungkin di sektor kiper yang akan diisi Asmir Begovic. (kmb33/rtr)
04/02/14 Manchester City 0-2 Chelsea (Premier League) 16/02/14 Manchester City 2-0 Chelsea (FA Cup) 21/09 14 Manchester City 1-1 Chelsea (Premier League) 01/02/15 Chelsea 1-1 Manchester City (Premier League) 16/08/15 Manchester City 3-0 Chelsea (Premier League) Lima Pertandingan Terakhir Chelsea 31/01/16 MK Dons 1-5 Chelsea (FA Cup) 04/02/16 Watford 0-0 Chelsea (Premier League) 07/02/16 Chelsea 1-1 Manchester United (Premier League) 14/02/16 Chelsea 5-1 Newcastle (Premier League) 17/02/16 PSG 2-1 Chelsea (Liga Champions) Lima Pertandingan Terakhir Manchester City 28/01/16 Manchester City 3-1 Everton (Capital One Cup) 30/01/16 Aston Villa 0-4 Manchester City (FA Cup) 03/02/16 Sunderland 0-1 Manchester City (Premier League) 06/02/16 Manchester City 1-3 Leicester City (Premier League) 14/02/16 Manchester City 1-2 Tottenham (Premier League)
BOLA MANIA
10 Totti Pertimbangkan untuk Pensiun
Minggu Umanis, 21 Februari 2016
Rekor Juve Terhenti, Ditahan Imbang Bologna
Roma – Kapten AS Roma Francesco Totti kabarnya mempertimbangkan untuk gantung sepatu pada akhir musim 2016. Alasannya tersebut diambil lantaran ia telah berusia 39 tahun dan sudah cukup tua untuk dunia sepak bola. Totti telah bermain dengan AS Roma sejak 1989 dan telah membuat hampir 750 penampilan untuk klub Italia. Ia bahkan telah mencetak 300 gol dalam seluruh kompetisi bersama Il Lupi. Penyerang veteran itu juga beberapa kali harus berjuang mengatasi sejumlah cedera yang dialaminya. Totti secara serius ingin mengakhiri kariernya panjangnya di Roma ketika kontraknya berakhir musim 2016. Ia memilih memutuskan kariernya dengan tim karena merasa usianya sudah cukup tua untuk berada di sepak bola. Berita mengenai pensiunnya Totti sudah santer terdengar oleh beberapa media di Italia. Rumor ini juga ditambah penampilan minimnya pada musim ini di bawah kepelatihan Luciano Spalletti. Media Italia penasaran dengan respons sang Pangeran Roma itu karena Spalletti pernah mengesampingkan peran Totti dalam tim. Pelatih 56 tahun itu menegaskan dirinya tak memandang Totti spesial dalam klub, sama seperti pemain I Lupi lainnya. “Saya pelatih Roma, bukan Totti,” kata sang allenatore, Sabtu (20/2) kemarin. Kontrak Totti akan berakhir musim panas mendatang dan kemungkinan presiden James Pallotta pada Maret bulan depan akan membahas perpanjangan kontraknya. Seandainya prospek karier pria 39 tahun itu bukan sebagai pemain, dia bisa dialihkan sebagai direktur klub dalam durasi enam tahun. (kmb33/ap)
Turin – Rekor 15 kemenangan beruntun milik Juventus akhirnya kandas di tangan Bologna pada giornata ke-26 Serie A di Stadio Renato Dall’Ara, Sabtu (20/2) dini hari kemarin. Sang pelatih Massimiliano Allegri berkomentar bahwa si Nyonya Tua tidak bisa selalu menang. Meski tidak diunggulkan, Bologna mampu memberikan perlawanan sengit untuk Juve. Tercatat, penguasaan bola rossoblu tidak terlalu jauh yakni 43 persen berbanding 57 milik si Nyonya Tua. Bahkan tuan rumah mampu menjaga daerah pertahanan mereka dengan sangat baik. Terbukti, dengan penguasaan bola seperti itu, Juve hanya mampu melesakkan satu tembakan ke arah gawang. “Sangat mengecewakan karena kami tidak meraih kemenangan, tetapi kami datang dengan 15 kemenangan beruntun dan Bologna salah satu tim terkuat di Serie A. Anda tidak bisa selalu menang dalam sepakbola,” ujar Allegri. “Kami seharusnya menyebarkan bola lebih sering lagi dan ini adalah salah satu laga di mana kebuntuan harus dipecahkan dengan sebuah insiden. Kami mencatatkan clean sheeet dan itu tentu saja penting. Simone Zaza dan Alvaro Morata sudah tampil baik, tetapi tak ada banyak celah malam ini,” imbuhnya. Dengan tambahan satu angka, membuat jarak Juve dengan Napoli yang ada di tangga kedua hanya berjarak dua poin. Artinya, pasukan Maurizio Sarri berpeluang besar untuk kembali menduduki tahta tertinggi karena baru akan memainkan laga ke-26 bertemu AC Milan pada Selasa (23/2) nanti.
Bek Leonardo Bonucci menegaskan tak perlu panik dengan hasil ini. Dengan 12 pekan tersisa, pemain tim nasional Italia itu percaya masih ada banyak kesempatan untuk kembali ke posisi teratas. “Kami tidak memenangi Scudetto pekan lalu dan juga belum kehilangan itu sekarang. Ini akan jadi sebuah jalan panjang ke depannya dan kami perlu berjuang. Kami perlu semuanya dalam kondisi 100 persen jadi bisa mencapai itu,” ujarnya. “Kami sudah tahu Bologna adalah tim bagus. Mungkin kami membuat sejumlah kesalahan di umpan terakhir. Mulai sekarang, ini akan jadi sebuah pendakian klasemen yang intens dan penting. Kami perlu berjuang untuk setiap poinnya,” tambahnya. Bonucci menolak anggapan timnya sudah lebih berkonsentrasi ke Bayern Munich yang akan dihadapi tengah pekan nanti. ‘’Si Nyonya Besar’’ akan menjamu Bayern di laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions. “Ketika Anda memainkan laga yang seharga Scudetto, Anda tak memikirkan laga yang selanjutnya. Bayern akan jadi sebuah tantangan yang menarik dan karena leg pertama di Juventus Stadium, kami perlu punya konsentrasi yang benar,” demikian Bonucci. Sejak pertandingan lawan AC Milan pada Maret 2011 baru kali ini Juve tidak mampu melepaskan satu pun tembakan ke arah gawang lawan. Ini menunjukan betapa ketatnya pertahanan sang lawan. (kmb33/ap)
GAGAL - Paulo Dybala gagal membawa Juventus meraih kemenangan saat berlaga kontra Bologna, Sabtu (20/2) kemarin.
BPM/ap
PENSIUN - Francesco Totti kemungkinan akan pensiun akhir musim ini.
Sudah Saatnya van Gaal Mundur Manchester – Pelatih Manchester United, Louis van Gaal, kembali harus menghadapi tekanan berat usai timnya dikalahkan Midtjylland di Europa League pada Jumat (19/2) dini hari. Ia pun diminta segera meninggalkan klub karena terus memberikan hasil negatif untuk Setan Merah. Menurut mantan pemain Manchester United, Arnold Muhren, Van Gaal seharusnya sadar diri dan mengajukan surat pengunduran diri. Itu perlu dilakukan karena selama musim 2015–2016, Manchester United sudah mengalami 11 kekalahan di semua kompetisi. “Ya, seharusnya dia mengundurkan diri, tetapi dia telah mengatakan tidak akan melakukan itu. Saya rasa dia masih harus merasakan kekalahan besar baru kemudian akan sadar,” ujar Muhren yang bermain untuk United di era 1980-an, Sabtu (20/2) kemarin. Muhren juga menambahkan bahwa Van Gaal telah menghabiskan banyak uang tetapi tidak pernah mendatangkan prestasi selama dua tahun melatih United. Pria berpaspor Belanda itu mengatakan tidak masalah dengan gaya permainan membosankan yang ditunjukkan oleh Van Gaal asalkan United tetap meraih tiga poin di setiap
pertandingan mereka. “Ada kalanya mereka tidak bermain dengan baik di musim ini dan hasilnya juga tetap buruk. Jika Anda bermain dengan tidak baik, setidaknya Anda harus memenangkan pertandingan. Saya juga melihat United yang sekarang sama sekali tidak stabil. Terlalu banyak perubahan dalam satu musim,” imbuhnya. Mengenai kekalahan di Liga Europa, Van Gaal mengeluhkan banyak hal, mulai dari kegagalan mencegah lawan mencetak gol sampai kurangnya koordinasi dalam permainan timnya. Namun tentunya sang pelatih yang harus bertanggung jawab penuh akan hal ini. Ia telah menghabiskan 300 juta pound sejak merapat ke Old Trafford namun penampilan timnya lebih terlihat seperti tim berharga 30 juta dan wakil pimpinan Ed Woodward juga turut berperan dalam kekacauan di United saat ini. Setelah memutuskan untuk mendukung Van Gaal di bursa transfer dan terus mempercayakan jabatan manajer kepada pria Belanda tersebut, ia turut membantu klubnya ke titik nadir yang bahkan tidak pernah dilakukan David Moyes. Tapi dilihat dari gambaran yang lebih besar, sejatinya ada masalah yang perlu segera ditangani oleh pihak klub. (kmb33/rtr)
Rakitic Siap Eksekusi Penalti Barcelona – Penampilan Barcelona di musim 2015-2016 memang sukses membuat banyak orang berdecak kagum. Bagaimana tidak di ajang La Liga saja mereka masih kukuh di puncak klasemen sementara dengan 60 poin atau terpaut enam poin dari Atletico Madrid di tempat kedua. Namun bukan berarti Blaugrana tak memiliki permasalahan yang kerap menghantui mereka di setiap pertandingannya. Salah satu masalah yang sedang dihadapi oleh Barca adalah kerap gagal mengeksekusi sepakan penalti. Hal tersebut terbukti ketika Barca menghadapi Sporting Gijon beberapa pekan lalu. Pada saat itu Luis Suarez yang dipercaya mengeksekusi penalti gagal
mencatatkan namanya di papan skor pada pertandingan itu. Dengan situasi tersebut lantas muncul saran agar eksekutor penalti Barca yang saat ini dipegang oleh Suarez untuk diganti. Satu sosok yang dinilai tepat untuk mengemban tugas tersebut adalah Ivan Rakitic. Kondisi tersebut lantas mendapatkan tanggapan langsung dari sang pemain. Rakitic mengaku tak masalah jika ditunjuk oleh Luis Enrique sebagai eksekutor penalti Barca di musim 2015-2016. Meski begitu ia mengaku lebih memilih sepakan penalti diambil oleh para penyerang klubnya. “Saya siap apabila pelatih meminta saya harus mengambil tendangan penalti di sisa musim ini. Terlebih, saya juga melakukan hal yang
BPM/rtr
Zlatan Ibrahimovic
Masa Depan Ibra Belum Jelas
BPM/ap
Louis van Gaal
sama ketika berada di Sevilla,” ucap Rakitic, Sabtu (20/2) kemarin. “Akan tetapi, saya selalu menaruh kepercayaan besar kepada para penyerang untuk melakukan sepakan penalti. Saya yakin bahwa apabila kami mendapatkannya lagi, maka itu akan masuk,” imbuh gelandang berusia 27 tahun tersebut. Rakitic mengklaim tiga rekan setimnya di Barcelona, Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar merupakan salah satu trio rekanan terbaik dalam sejarah sepak bola dunia. Ketiganya, yang lebih tenar dikenal dengan sebutan trio MSN, sukses membukukan 122 gol sepanjang musim lalu sebagaimana mengantarkan Blaugrana meraih treble berupa gelar La Liga Spanyol, Copa del Rey dan Liga Champions. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
Ivan Rakitic
Paris – Masa depan Zlatan Ibrahimovic di Paris Saint-Germain (PSG) sejauh ini masih belum jelas. Tetapi pelatih PSG Laurent Blanc menyebutkan nasib Ibra segera diputuskan. Masa depan Ibra dipertanyakan karena kontraknya bersama PSG habis di akhir musim ini. Meski usianya sudah 34 tahun, tapi sosoknya masih amat diminati. Dia dikaitkan dengan kepindahan ke Italia dan Inggris, selain juga Amerika Serikat. Musim ini, penyerang asal Swedia itu masih tetap tajam dan berkontribusi besar untuk PSG. Dia sudah tampil 32 kali di berbagai ajang, mencetak 28 gol dan 10 assist dalam periode itu. Blanc mengakui keputusan pribadi Ibra akan memegang peran besar di situasi ini. Yang pasti dalam waktu dekat segalanya akan dituntaskan. “Kami tidak tahu apa keinginannya, itu masih jadi sebuah faktor penting. Tetapi dalam waktu dekat, Anda akan tahu keputusannya dan juga dari klub,” ujar Blanc, Sabtu (20/2) kemarin. “Zlatan dan PSG tampil sangat bagus melawan Chelsea kePDULQ 'LD GDODP SHUIRUPD RNH GDQ WLGDN MDXK GDUL NRQGLVL ÀVLN terbaiknya,” katanya. Meski sudah berusia 34 tahun, pemain dengan tinggi 195 cm ini belum menunjukkan tanda-tanda untuk gantung sepatu. Ibra santer diisukan mengakhiri kariernya di Amerika Serikat setelah GLULQ\D PHPEHOL VHEXDK ÁDW PHZDK GL )ORULGD \DQJ DNDQ VHOHVDL pada tahun 2017. Meskipun begitu, Ibra mengaku bahwa dirinya tertarik untuk merumput di Liga Inggris ketika ditanya oleh beberapa media Inggris pada saat persiapan melawan Chelsea di Parc de Princes. “Anggap saja saya berada dalam kondisi yang baik,” ungkap Ibra. “Saya masih memiliki waktu tiga bulan di sini, lalu siapa yang tahu apa yang akan terjadi nantinya? Hal besar pasti akan terjadi nanti, jadi kita lihat saja,”imbuhnya. Liga Inggris mungkin jadi tempat yang tepat untuk kembali mengukur kualitas dari seorang Ibrahimovic. Ketatnya persaingan yang ada bisa menjadi salah satu hal yang diincar oleh Ibrahimovic mengingat ketika di Prancis dirinya dan PSG sangat mendominasi Ligue 1. Namun kesebelasan Inggris yang meminatinya harus menjamin bahwa mereka memiliki visi yang besar dan Ibra bisa dilibatkan di dalamnya. Dengan sifat angkuh yang dimilikinya, ia jelas tak rela jika hanya menjadi penyerang cadangan. Lagi pula telah membuktikan bahwa ia masih tajam dengan menetak 28 gol dari 33 pertandingan musim ini di seluruh kompetisi. (kmb33/rtr)
Minggu Umanis, 21 Februari 2016
GELANGGANG
11
Pembalap Yaasiin Wakili Indonesia ke Johor Mangupura (Bali Post) Pembalap asal Badung Yaasiin Somma saat sedang persiapan terjun pada event bergengsi Asia Dream Cup (ADC) Seri I, di Sirkuit Johor, Malaysia, 1 April mendatang. Sebelumnya Yaasiin yang mengusung bendera Astra Racing Team (ART) mewakili Indonesia harus melakoni tes kendaraan Honda CBR 250 cc, pada 21 Maret nanti. Menurut sang ayah Pigi di Kerobokan, Badung, Sabtu (20/2) kemarin, Kejuaraan balap motor Asia diikuti dua pembalap terbaik dari negaranya masing-masing dan dari Indonesia yang diturunkan Yaasiin dan Febriansyah. “Persiapan Yaasiin sekitar tiga bulan ditangani pelatih Deden. Yaasiin berlatih di Subang, Jabar, dan kebetulan Sirkuit di Subang ini juga dipakai PON Jabar, September mendatang,â€? kata Pigi. Dikemukakan, sebelum berlaga di Negeri Jiran Yaasiin MXJD EHUODWLK Ă€VLN PHQWDO WHUPDVXN SUDNWLN GL VLUNXLW “Pesertanya pembalap dari Malaysia, Thailand, Cina, Jepang, Australia, dan India,â€? terangnya. Yaasiin dipercaya mewakili Indonesia, sebab sebelumnya juara I pada Kejurnas Motorsport di Sirkuit Sentul. Pigi menjelaskan, Yaasiin diharapkan mampu menuntaskan seri berikutnya seperti Seri II di Thailand, 29 April, kemudian seri III di Jepang, 3 Juni, Seri IV di Cina, 5 Agustus, lalu Seri V belum diputuskan antara Sentul, Qatarm, dan Malaysia, berikut jadwalnya bisa Agustus, September, atau November, kemudian Seri VI di Thailand, 2 Desember. “Hampir semua pembalap yang turun pasti jago di negaranya, seperti racer dari Jepang, Cina, Australia, dan Malaysia,â€? terang dia. (022)
BPM/wan
BANGKIT - Tim Bali United berupaya bangkit saat menjamu Persib Bandung dalam Bali Island Cup 2016 di Stadion Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (21/2) malam ini.
Jamu Persib
Bali United Tak Mau Dipermalukan Lagi Denpasar (Bali Post) Tuan rumah Bali United pada pertandingan pembuka gagal menuai hasil positif, setelah dipecundangi tamunya Arema Cronus 1-3. Di laga kedua menjamu Persib Bandung dalam Bali Island Cup 2016 di Stadion Wayan Kapten Dipta, Gianyar, Minggu (21/2) malam ini, tim besutan pelatih Indra Sjafri bertekad bangkit untuk mencuri kemenangan karena tidak mau kembali dipermalukan di kandang. Pasalnya, di pertandingan pertamanya Maung Bandung sukses mengalahkan PSS Sleman, sehingga berada di puncak klasemen dengan 3 poin. Begitu juga dengan Arema Cronus juga sama-sama mengumpulkan poin sama yakni 3 dan menempati posisi kedua setelah meraih kemenangan atas tuan rumah Bali United.
Asisten Pelatih Bali United Eko Purdjianto, di Denpasar, Sabtu (20/2) kemarin mengatakan, pihaknya sudah melakukan evaluasi besarbesaran terhadap timnya, pascakekalahan di partai pertama kontra Arema Cronus. Menghadapi laga kedua menjamu juara Indonesia Super League (ISL) musim lalu,
pihaknya sudah menyiapkan strategi agar bisa meraih kemenangan. Eko mengatakan, kemungkinan besar pelatih kepala coach Indra Sjafri bakal memainkan pemain eks Arema Cronus Gede Nano Sukadana sejak menit awal untuk lebih memberikan gebrakan kepada Persib Bandung. Pas-
Atlet Lolos PON Bisa Berkurang
Pelatih Futsal Disarankan Bentuk Asosiasi
Denpasar (Bali Post)Bidang Prestasi KONI Bali Nyoman Yamadhiputra mengatakan jika 362 atlet yang telah mengantongi tiket PON Jabar XIX September 2016, bisa saja jumlahnya berkurang saat entry by name yang diperkirakan Agustus mendatang. Entry by name sendiri itu merupakan proses memasukkan nama atlet yang akan diturunkan dalam multi event empat tahunan. “Ini bukan soal penciutan atlet dari KONI Bali, melainkan menyesuaikan kuota lolos PON, sesuai dengan penetapan dari PB PON,� ungkap I Nyoman Yamadhiputra di Denpasar, Sabtu (20/2) kemarin. Yamadhiputra mengatakan,
Denpasar (Bali Post)Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Bali baru saja meluluskan 18 pelatih futsal yang mengikuti kursus pelatih nasional level-1, di Meazza Futsal, 15-18 Februari lalu. Sementara kursus serupa digelar tahun 2015 lalu, dan meluluskan 27 pelatih. Oleh sebab itu Sekretaris AFP Nasser Attamimy di Denpasar, Sabtu (20/2) kemarin, menyarankan supaya dibentuk asosiasi pelatih futsal. “Saya kira lumayan total jumlah pelatih futsal nasional di Bali mencapai 45 orang,� ujar Nasser. Di antara pelatih futsal yang lulus seperti Wayan Gede Bayu Yusa, Edi Supriyono, dan Budi Setiawan Hertwig. Pasca menggelar pelatih futsal nasional level-1 yang mendatangkan head coaching department PSSI Pusat Efraim Ferdinand. Nasser menambahkan, AFP Bali bakal mengadakan kursus wasit futsal. Tujuannya supaya tidak tumpang-tindih antara wasit futsal dan sepak bola. “Kami agendakan antara pertengahan sampai atau akhir Maret nanti dan memakan waktu lima hari,� tutur Sektim PON futsal ini. Menurut dia, pihaknya bakal menggelar pemaparan program tim PON futsal di KONI Bali, Senin (22/2) besok. “Kami memaparkan program latihan, try-out, visi misi, target, sampai bicara soal anggaran,� ucapnya. Diakuinya tim futsal PON Bali juga mendapat undangan guna mengikuti Rafhely Futsal Cup di Sumatera Barat, 7-15 Mei nanti. “Jika disetujui berikut dana tersedia, event ini kami pakai sebagai ajang try-out guna menambah jam terbang, sebab pesertanya tim tangguh dan seluruh provinsi,� jelas dia. (022)
Jakarta (Bali Post) Tim cricket DKI Jakarta menargetkan satu medali emas di nomor putri dalam Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 September. Hanya tim cricket Bali merupakan rival terberat DKI. “Pada PON sebelumnya belum ada cricket, baru ada tahun ini. Kami targetkan satu emas dulu,� kata Ketua Pengurus Provinsi Cabang Olahraga Hoki dan Criket DKI Jakarta Khaeroni di Jakarta, Sabtu (20/2) kemarin. Menurut dia, target tersebut juga merujuk pada hasil perolehan medali pada PraPON yang dilaksanakan pada Desember 2015. Pada agenda tersebut cricket DKI Jakarta berhasil memperoleh satu emas. Pada cabang olahraga cricket dalam PON 2016 akan dipertandingkan em-
BPM/ist
Yaasiin Somma
PB PON akan memutuskan berdasarkan penetapan dari PB cabor sesuai dengan hasil prakualifikasi dan technical handbook, sebagaimana kuota yang telah diberikan PB PON kepada masing-masing PB cabor. “Entry by name itu rangkaian proses setelah entry by number. Sehingga akan sangat jelas siapa saja yang bisa berlaga dalam PON itu. Mengingat sekarang baru tahap proses pencarian tiket sebanyak mungkin. Dan bukan menyebut atlet serta identitas kepada atlet secara mengkhusus,� paparnya. Lebih lanjut dikatakannya, pada saat entry by name kemungkinan akan ada protes
Gede Sukadana, Fadil Sausu, termasuk rekrutan teranyar Syakir Sulaiman. Dan hanya Ricky Fajrin yang tidak bisa tampil karena mengalami cedera bahu. Sementara beberapa pemain muda seperti Putu Gede Juniantara, Ilham 8GLQ $UPHLQ GDQ =XOÀDQGL tetap diberikan kesempatan bermain untuk menambah jam terbang bermain,� paparnya. Sementara itu, pelatih Persib Bandung Dejan Antonic mengatakan tidak ingin meremehkan tuan rumah Bali United karena mereka merupakan tim kuat. (kmb41)
SMC Desak Piala Wali Kota Sportif
Denpasar (Bali Post)juaraan taekwondo Piala Wali Dojang Satria Muda Club Kota kurang keterbukaan. (SMC) mendesak penyeleng- Dicontohkan, pada saat pergaraan turnamen taekwondo temuan teknik digelar tidak memperebutkan Piala Wali dilanjutkan dengan pengunKota VII/2016, di GOR Praja dian (drawing). “Semestinya Rakcaka, Minggu (28/2) men- pengundian harus diketahui datang, berlangsung sportif dan seluruh manajer dojang, sefair-play. Pasalnya, penyeleng- hingga semuanya mengetahui garaan event serupa tahun- taekwondoin asuhannya bakal tahun sebelumnya terkesan meladeni siapa saja lawan di kurang transparansi. kelasnya,â€? papar Jupri. Nengah Sariana kepada Untuk itu Jupri supaya terBali Post di Denpasar, Sabtu buka mulai tahun kelahiran (20/2) kemarin, menerangkan atlet, pengundian, termasuk sang anak Kadek Yuda Adi penimbangan berat badan suPranata pada kejuaraan tae- paya transparansi. “Cabor taekwondo Piala Wali Kota pernah kwondo ini sangat menjunjung turun di kyorugi pemula kelas tinggi sportivitas, sehingga NJ 6DDW GL Ă€QDO VDQJ DQDN menang dan kalah merupakan yang masih menyandang sabuk hal wajar asalkan semuanya kuning meladeni lawannya digeber terbuka,â€? ucapnya. yang sabuk hijau dan semestiDojang SMC menurunkan nya turun di open class, sebab 52 taekwondoin yang turun merupakan atlet berprestasi. pada kategori senior, junior, ´.HQ\DWDDQQ\D VHWHODK GL Ă€QDO kadet, pra-kadet, dan ekstra kami melancarkan protes, ba- kelas (usia 8-9 tahun). SMC “Untuk nanti di PON kami rulah Kadek Yuda dinyatakan tak menurunkan atlet andalanakan andalkan dari tim putri, juara dan berhak menggondol nya Putu Oka Mahendra yang NDUHQD VHFDUD Ă€VLN SXWUL NLWD emas,â€? ucap Nengah Sariana. menyabet emas pada Kejurnas lebih bagus. Bali tekniknya Pada bagian lain, pelatih CETU. “Putu Oka Mahendra sibagus, karena sudah terbiasa. SMC Sabeum Jupri juga menbuk ujian di sekolahnya,’ terang Sedangkan DKI memang gakui pengalaman pada keJupri. (022) (tim) baru tetapi menang di Ă€VLN Âľ XMDUQ\D Sebagian besar pemain cricket DKI Jakarta terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi dari Fakultas Olahraga Universitas Negeri Jakarta. “Materi pelatihan juga mengambil dari sana, jadi untuk teknik sudah tidak ada masalah. Pemain cricket kami 95 persen dari UNJ, untuk staminanya juga tidak perlu diragukan,â€? kata Khaeroni. Khaeroni menilai keputusan untuk mengambil pemain dari UNJ merupakan pilihan yang sangat tepat karena menurutnya kualitas stamina dan permainan mereka tidak BPM/022 perlu diragukan. (ant) Jupri
dan bisa saja atlet didaftarkan secara dobel oleh dua atau tiga lebih, daerah yang menginginkan atletnya tersebut. Meski ada, namun diprediksi kemungkinan sangat kecil. Namun dari pengalaman yang ada enty by name itu akan ada verifikasi nama-nama atlet sebelum benar-benar diizinkan berlaga di PON Jabar. “Untuk Bali kami berharap mudah-mudahan semuanya lolos dan tidak ada permasalahan saat entry by name. Dan jika pun ada, akan diselesaikan dengan mekanisme yang ada. Karena dari laporan yang ada atlet yang mengantongi tiket PON itu telah resmi menjadi atlet Bali,� jelas Nyoman Yamadhiputra (kmb41)
Tim Cricket DKI Akui Bali Rival Berat pat nomor, baik putra dan putri masing-masing akan dipertandingkan sebanyak dua nomor dengan susunan pemain yang sama. Dalam pra-PON tersebut, perolehan satu medali emas berhasil diraih dari satu nomor putri, sedangkan satu nomor sisanya berhasil membawa pulang perak. Untuk nomor putra hanya satu yang memperoleh medali perunggu, sedangkan sisanya tidak mendapat medali. Sehubungan dengan hal tersebut Khaeroni menilai Bali akan menjadi lawan terberat saat bertanding di PON. Dia mengakui bahwa Bali merupakan saingan berat dari segi teknis, akan tetapi dirinya optimistis mampu memperoleh medali di salah satu nomor dari total empat nomor kriket yang dipertandingkan di PON.
alnya saat melawan mantan timnya Arema di laga pembuka, Sukadana membuktikan kualitasnya dengan menyumbangkan satu gol bagi tim barunya Bali United. Termasuk memberikan kesempatan kepada pemain anyar lainnya Syakir Sulaiman yang sebelumnya ikut mengantarkan Mitra Kukar Kutai Kertanegara menjuarai Piala Jenderal Sudirman belum lama ini. “Kemungkinan besar tim pelatih tetap bakal menggunakan pemain muda yang dikombinasikan dengan beberapa pemain senior seperti
LAGA
12
Manor, Tim Gurem di F1 Jakarta (Bali Post) – Pembalap Indonesia Rio Haryanto akhirnya dipastikan akan ikut bertarung di Formula One (F1) 2016 bersama Tim Manor Racing. Kepastian ini membuat masyarakat Indonesia menebak-nebak hasil apa yang akan didapatkan Rio bersama Manor di akhir musim. Mimpi Rio untuk semakin membanggakan Indonesia dengan naik di atas podium F1 (finis pertama, kedua atau ketiga) diyakini tidak akan mudah terjadi. Sebab, Manor bukanlah tim seperti
Mercedes atau Ferrari yang memang langganan berada di podium setiap musimnya. Pada kompetisi F1 2015, Manor yang masih bernama Manor Marussia menyelesaikan musim dengan berada di posisi paling bawah klasemen akhir. Tim yang musim lalu menggunakan mesin Ferrari itu tidak mampu mendapat satu poin pun. Kedua pembalapnya, Will Stevens dan Roberto Merhi, tak ada yang mampu meraih poin dari 19 seri musim lalu. Sepanjang musim lalu,
Stevens dan Merhi sering mengakhiri balapan di bawah posisi 15. Keduanya pun sempat merasakan gagal finis. Stevens gagal finis sebanyak dua kali yakni di GP Austria dan GP Amerika Serikat, sedangkan Merhi satu kali gagal finis yakni di GP Kanada. Meraih posisi di atas peringkat 15 bisa dikatakan jarang didapatkan. Posisi tertinggi yang diraih pembalap Manor adalah posisi 12, yaitu dicapai oleh Merhi di GP Inggris dan oleh pembalap cadangannya Alexander Rossi di GP Amerika
Serikat. Pramusim akan berlangsung di Barcelona pada 2225 Februari dan 1-4 Maret 2016. Sebelum akhirnya balapan dimulai di Melbourne, Australia pada 20 Maret 2016. Namun Rio yakin hal itu tak mengganggu persiapan dan tekad besarnya untuk berprestasi di F1. “Saya berharap persiapan mepet tidak mengganggu performa, ini karena masih ada waktu. Dalam dua hari ini semoga saya bisa menggunakan waktu dengan baik dan insha Allah berjalan dengan lancar,” ucap Rio kepada awak media, Sabtu (20/2) kemarin.
Minggu Umanis, 21 Februari 2016
Mengenai proses adaptasi pun Rio yakin dapat segera mengenal tim barunya dan juga mobil MRT05 Manor yang menggunakan mesin Mercedes. Setelah di musim sebelumnya menggunakan Ferrari. “Mengenai Sirkuit De Katalunya saya sudah mengenalnya cukup lama selama berlomba lima tahun ini. Kalau mobil sendiri memang ini mobil baru Manor Racing, jadi dibutuhkan waktu beradaptasi. Lalu ada juga partner baru dengan Mercedes, ini kali pertama saya menggunakan mesin Mercedes,” Tutupnya. (ant) Mobil baru Manor Racing.
Sastra
Redité Umanis, 21 Februari 2016
I Kaki Dengkil
Ngikuh I KAKI Dengkil, lali malih jebos jagi makuningan. Wantah éling, sinah Ipun sampun mahbah sakancan tetuek tur paridabdab rainan jagat mautama punika. Saking kali napi patutnyané mabanten Kuningan, kantos parilaksana nyunyain déwék ri tepengan yuga Kuningané punika. Wayah makletak pikenohnyané I Kaki Dengkil, punika waluya bebaktaan raré. Manahné dong sampun punika, nanging kasujatiané nénten uning. Ipun wantah asapunika, wargi Tepisiringé katah sampun nguningayang. Marasa dueg, marasa pascat, marasa sampun tasak, makasami ojah-ojaha. Minab té wau uning abuku indik sastra sampun marasa nyastra. Wau nué kekantian asiki-kalih ring dura désa, sampun marasa limbak. Napi malih sesukaté nué timpal saking dura negara, marasa sampun wibuh masawitra. Cutetnyané, I Kaki Dengkil marasa sampun pauninga angkihan jagaté. Sampun nguningayang pasuk-wetuné. Marasa déwék dharmané sakadi Sang Prabu Yudhistira. Marasa déwéké teguh sakadi Sang Bima sané prasida ulah-ulih maring swarga loka. Marasa déwéké pradnyan sakadi Sang Arjuna. Marasa déwék sakti mandra guna pascating usadha sakadi Sang Nakula. Marasa déwék paragaan Ida Bhatara Aswinda sakadi Sang Sahadéwa. Pamuputnyané? I Kaki Dengkil tuah jatma dungkal-dangkil, klejang-klejing batisné nénten midep mararian. Klesat-klesét mamargi tan patetujon. Sriat-sriut sirahné ngamanahang papak manahanga. Wenginé puniki, I Kaki Dengkil mapangenan banget pisan sesampuné sareng-sareng mabalih pelantikan bupati tur walikotané. “Apang tawang seken nyén ja Sang Angawaraté jani!” Asapunika grémonanipuné dawegé mamargi ka Kutanegara jagi ngaksinin pelantikané punika. Sesampuné pangaptiné kadagingin dados mabalik Ipun banget pisan mapangenan? Napi wénten? Sesampuné aksinina, Sang Angawarat anyaré mabhiséka, dados makasami ngrempuyuk sakadi Sang Candapinggala ikuhné kutal-kutil sakadi I Guna asuné I Kaki Dengkil ngényor nunas tatedaan? Ngikuh makasami Sang Angawaraté. Égol-égol ikut céléng makasami panggihina. Nadak mangkin makasami nagih neda padang sakadi I Candapinggala sané wau usan polih tutur saking Sang Lembu Nandaka. “Lakar suud tiang neda buron mangda suciné sakadi jeroné sané neda padang. Sira uning bénjang pungkur titiang prasida dados palinggihan Ida Bhatara Siwa?” Sakadi asapunika panggihina Sang Angawaraté sané anyar punika. “Mimih... kénkén jani lakar panadiné? Dugasé ngidih apang palih ngorahang lakar nyukertaang jagat cara pangrestiti warginé. Jani sesubané mapalih tur sesukaté suba negak di singgasanané dadi makejang nagih dadi I Lembu? Nagih ngikuh swadharman Lembuné? Kénkén ja para Patih Sambadané ané sai-sai nunas prasadamné I Candapinggala? Makejang lakar ngetuh. Makejang lakar bedak layah tusing maan tatedaan sawiréh jani I Candapinggala ngikuh I Lembu Nandaka!” Asapunika I Kaki Dengkil mlingser ngamanahang pikobet Sang Patih Sambada. Mangkin sampun nyansan ngwengiang, I Kaki Dengkil sayan luget ngamanahang Sang Angawaraté sané anyar sampun kabiséka. Bénjang semengan, sampun jagi nglinggihin singgasana sané mabuat pisan. Saking singgasanané punika jagi kawedarang titah mahaagung sané jagi anggéna sepat siku-siku antuk para Danéswarané ngamargiang pamatut. Ngamargiang parilaksana nyukertaang jagat. Bénjang semengan, I Kaki Dengkil jagi ngaksinin, Sang Angawaraté makasami pada ngikuh. “Siap Pak... siap Pak... siap Pak!” Asapunika baos sakadi mangkiné pracihna nuutang titah Sang Angawaraté. “Laksanakan... Laksanakan... Laksanakan...” Asapunika kalanturang titahé sané jagi katiba. I Kaki Dengkil naler éling ring I Pékat sané karmané wantah midep nuutang baos jatma. Wantah Pékaté kaubuh antuk I Papaka, sinah baosné tan sios indik mamadem-madem. Wantah Pékaté ubuhina antuk para saduné. Sinah baosnyané tan sios indik kasucian. Pamekas Sang Prabhu Gajadruma sané nampé baos pékaté punika. Waluya ngikuh, mogi-mogi mangda nuutang sané patut kémanten. Lebihan ring punika? Minab jagi abot. Pikobeté jagi makéh kapangguh antuk Sang Angawaraté sané anyar punika. Kobet pisan jagi mamalih suaran Pékaté mangkin sané kaubuh antuk makudang-kudang jatma. Jatma corah tur jatma leser. Penjoré kémanten madaging bengkokné. Punika awanan nénten wénten pering leser pisan, muncukné pastika bengkok. “I Pastika béngkok lakar tuutang? Sinah lakar jengkingina apang nuutang kenehné!” I Kaki Dengkil midep kémanten mélokang wicara sambilanga bungker-bungker naanang kedék. Mangkin Ipun sampun lascarya, santukan Sang Angawaraté jagi ngikuh swadharmané asapunika. Sampun ja wantah ngikuh kasucian, jagi makéh pikobeté. Mangda nénten sakadi Sang Brahmanané sané wau usan malajahin Wéda, caploka ring I Macan sané katulungin. (Jelantik)
Bajang Tukang Suun Madé Suar-Timuhun LIUNAN anaké nu pada leplep masaré, Luh Suari jam tengah pat das lemahé suba bangun. Geginané tuah dadi tukang suun di Peken Galiran. Sabilang wai, jam pat semengan ia suba ada di Peken Galirané, maburuh nyuun barang belanjan anaké ané mabelanja. Sabilang wai ada dogén anak ané nundén ia nyuunang barang belanjanné. Peken mula sing taén sepi, awainé sing kuangan tekén limang diri ané ngupahin ia. Apa buin suba petang tiban maburuh dadi tukang suun, sinah suba liu ngelah langganan. Nyak buin di nuju pekenan wiadin paek rainan, kanti sépanan ia ngayahin pelangganné. Mamodal kranjang tiing miwah anduk anggona suunan, Luh Suari nyidaang ngudusang bungut paon di jumahné. Dadi tukang suun sing merlu-
ang ijazah wiadin sertifikat kursus keahlian. Apa buin ia tuah tamatan SMP, jaman jani ijazahné tusing maguna, nu tileh masepel di lemariné. Suba maan limang bulan masuk di sekolah SMA, Luh Suari tusing nglanjutang buin. Dugasé ento Pan Suari tan pabesen ngalahin Luh Suari lan kulawargané luas ka sunia loka. Tumbén pesan Pan Suari meled nginem arak, iseng petengné ngojog warung Mén Évi. Sing tawanga arak Metanol inema. Ento ané makada buin mani semengné Pan Suari sing nyidang buin mangkihan. Ulian bapanné ngalahin mati, Luh Suari suud masekolah. Ia tau tekén kahanan kulawargané, sing ada ané lakar mayahin prabéané masekolah. Mén Suari geginané tuah ngubuh kucit, a tiban cepok
13
mara maan madepan. Kéto masih adinné ané sanget pedalema, Madé Suara ané mara kelas lima SD. Sesukat ento Luh Suari nyengahang raga maburuh dadi tukang suun. “Mé, tiang lakar suud masekolah. Luungan tiang ngalih gaé.” “Eda suud masekolah Ning! Diapin bapané suba ngalahin, Mémé lakar mautsaha mayah prabéan Cening lan adin Ceningé masekolah. Mémé lakar maburuh maderep di cariké. Masekolah ento penting sajan, apang Cening tusing maselselan buin pidan. Ngandelang ijazah SMP, Cening sing ja maan ngalih gaé luungan.” “Sing Mé, tiang pedalem nepukin Mémé magaé padidian. Kadi rasa lakar anggo meli darang nasi pasaian dogén suba kuangan. Tiang maraga luh, dadi-dadi dogén. Kanggoang tiang neked di SMP. Baang adiné dogén jani masekolah, ia maraga muani ané lakar ngwarisin lan nutugang kulawargané dini Mé.” “Nah yéning kéto keneh Ceningé, Mémé tusing ja nombang buin. Mani puan yéning suba ngelah bekel, ditu buin lanjutang, kanggoang kejar Paket C. Men gaé apa lakar alih Cening?” “Kanggoang tiang maburuh dauhné di Peken Galirané Mé.” “Mih, sing ada pilihan gaé luungan tekén ento alih Cening?” “Ngandelang ijazah SMP sing ja maan magaé di kantoran Mé. Magaé dadi SPG di swalayan dogén apang tamatan SMA/SMK.” “Men Cening sing lek nyemak gaé keto, sing lek ajak timpal-timpalé awak bajang dadi tukang suun?” “Jaman jani sing perlu géngsi Mé. Yén lek sing payu magelekan. Kudiang mén mirib kéné nasib kulawargan iraga Mé, kéné jalan idup ané tepukin tiang. Las ati i bapa ngalahin iraga.” Galahé terus majalan, sing karasa suba petang tiban Luh Suari maburuh dadi tukang suun. Suba tusing ada timpalné juari ngwalek, krana ia magaé beneh-beneh tusing ulian mamaling. Upahné sabilang wai anggona nulungin méménné meli lakar jakan di paon, anggona prabéa adiné masekolah, anggona marerainan, kéto masih anggona meli pepayasan kapah-kapah. Sisané saka bedik tabunganga di koperasi ané ada di peken.
ento ngaukin laut nguber Luh Suari. “Nggih napi malih Pak?” “Tiang lali, dados makenalan? Sira pesengané? “Nggih tiang Luh Suari, Pak?” “Tiang Gedé Bawa. Dados nunas nomer hapéné luh, mangda benjangan tiang tan paling ngrereh?” “Ampura Pak, tiang tan maderbé hapé. Bénjangan rereh manten iriki malih.” “Nggih nggih suksma yéning kénten.” Gedé Bawa lantas mulihné ngaba barang belanjané ané ngebekin mobilné, kéto masih Luh Suari nglanjutang geginané maburuh dadi tukang suun. Ada rasa nyesel di kenehné krana sing ngelah hapé. Gedé Bawa suba ngaé bayuné runtag. Tumbén pesan di peken Luh Suari nepukin anak muani bagus buka kéto. Biasané ané nundén ia ngajang barang tuah anak muani-muani tua lan ibuibu ané mencéng. “Adi tumben bayuné runtag buka kéné, apa ené madan tresna mara nyumunin katemu nah?” Luh Suari makenehkeneh padidiana. Buin maniné uli semengan Luh Suari suba ngantiang Gedé Bawa apang nyidang kacunduk lan maburuh nyuunang barang-barang belanjaané. Kanti suba ping lima ia maan maburuh nyuun, Gedé Bawa sing masih ada ngenah. Kéto masih mobilné sing ada tepukina di parkiran. Galahé suba jam pitu, suba nglimpeng Luh Suari ngalih-ngalihin Gedé Bawa nanging tusing masih tepukina. Lantas Luh Suari ngojog dagang bubuh masak ngalih panyemeng anggona nganjel basangné sig Dong Wati. Tondén neked di warungné Dong Wati, nadak sara Luh Suari ngrérénang tindakan batisné. Uli joh tepukina Gedé Bawa negak di warung Dong Wati naar bubuh masak. Di sampingné ada anak luh beling ngajak anak cerik muani ané bareng-bareng ajaka meli bubuh ditu. Prajani ilang rasa seduk basangné Luh Suari, buung nindakang batisné ka warungné Dong Wati. Bayuné marasa macepol, mara uli dibi kenehné liang ulian tresna, énggal sajan bagiané maganti dadi sebet. “Mimih Beli Gedé Bawa suba ngelah kurenan lan panak. Mirib bajang bocok tukang suun cara tiang sing pantes maan anak muani bagus cara Beli Gedé Bawa.”
Saking Langit Bali
Udyoga Parwa
Ida Sang Prabhu Madra Sungsut Olih : I K. Satria, S.Ag KACARITAYANG Ida Sang Prabhu Madra mamargi nglinggihin jarannyané sané dahat binal. Pamargin Ida ring tengahing latri galang bulan wantah nuju genah Panca Pandawa ring Upaplawya. Tan kacaritayang ring sajeroning margi, ngraris Ida Sang Prabhu sampun rauh ring genah Panca Pandawa. Ida gelis nuju genah Ida Sang Pandawa sané tatkala punika sedek mabebaosan sareng Ida Sang Kesawa. Cokor Ida Sang Prabhu Madra kadirasa gumeter mamargi nuju genahé punika. Tan bina sakadi anak lingsir sané sampun mayusa pitung dasa warsa lintangan. Ida nénten mrasidayang ngandeg toyan panon sané nrebes mili. Nyag rasa tangkahidané mikayunin kahananidané kala punika. Sesampuné matemu sareng Panca Pandawa, wénten rasa kémad ring angganidané. Sangkaning sampun pinaka kapatutan nguningayang ring Panca Pandawa, Ida Sang Prabhu Madra nguningayang kahanan anggan taler pasukanidané nénten prasida mabéla majeng Pandawa sangkaning keni daya corah Sang Duryodhana. Panca Pandawa ngaksi Ida Sang Prabhu Madra rauh sakadi tan pabayu, lemet remrem pikantenanidané. Manggihin kawéntenan sakadi asapunika, raris ngandika Ida Sang Yudhistira sinambi nyembah Ida Sang Prabhu Madra, “Nawegang titiang, aksi sembah titiangé Sang Prabhu, rahajeng rauh. Titiang makasami nyanggra antuk manah liang sapangrauh Ida Sang Prabhu. Ampurayang titiang pét pradé wénten sané nénten munggah ring pikayunan Ida Sang Prabhu, duaning nénten wénten pikayunan titiang yéning I Ratu pacang gelis rauh sakadi mangkin.” Asapunika atur Ida Sang Yudhistira banban pisan. Nyawisin Ida Sang Prabhu Madra, “Sampunang I Déwa sangsaya. Sané mangkin titiang sapatutné nunas ampura ring Cening ….” baos Sang Prabhu Madra antuk manah sané sungsut pisan. “Napi mawinan sakadi punika....? Napi minab sané ngawinang anggan Sang Prabhu sungsut sakadi mangkin, gumanti nangis tan papegatan...?” Rupan Ida Sang Yudhisthira sané polos, tulus tanpa sarat, ngawinang Ida engsek. Ida Sang Prabhu dahat mautsaha mangda prasida mabaos saha nlatarang parindikané sané ngawinang pikayunanidané sungsut, toya panonidané tan prasida kaandegang. “Uduh Cening, I Déwa sané mautama saha kasungsung olih jagaté sami. Kawéntenan titiang pinaka Bapa Ceningé rumasa kemad malinggih ring ajeng Ceningé taler sameton Ceningé...!” Ida Sang Prabhu
Jani Luh Suari suba nyidang meli sepeda motor, keto masih suba milu masekolah kejar Paket C. Rabu tanggal 29 April, tumbén jam nem Luh Suari mara bangun. Dibiné ia magadang mabalih Féstival Smarapura ajaka timpal-timpalné. Gegéson ia masugi, lantas nyemak keranjang lan anduk laut éncol majalan ka Peken Galirané. Mara enceg suba ada anak ané nundén ngajang barang belanjané. Sesukat inget, tumbén Luh Suari nepukin anaké ento mabelanja ka peken. Anak muani bagus mabaju rapi, tusing cara anak lénan ané biasa tepukina. Ia marasa taén nepukin anaké ento, nanging ia engsap. Sambilanga cagcag-cigcig ngajang barang, ia nginget-ngingetang anak muani totonan. Kanti telah barangé kajanga, tusing masih kena baana ngingetang. “Aji kuda nika upahné Gék?” Luh suari bengong sing masaut. Bengong nolih anak muani bagus ané ngaé nrugtug tangkahné. Saru tekén nrugtug ulian rasa kenyelné bulak-balik ngajang barang. Di kenehné ada kleteg bayu rasa demen tekén anak muani ento. Di kenehné masih nu ngenehang dija ya taén tepuk. “Gék, Gék...” Ngancan ngerasang munyin anak muani ento ngaé Luh Suari makesiab. “Nggih napi Pak?” “Dados Gék bengong kénten, kuda samian tiang naur niki?” “Ten kenapi Pak. Wantah limang tali rupiah manten icén titiang!” “Dados akedik?” “Nggih anggén garus dumun.” “Nggih suksma yéning kénten, niki jinahné.” “Nggih suksma Pak. Bapak nembé cingakin titiang, wawu apisan matumbasan mriki nggih?” “Nggih titiang wawu muka warung, kanggéang anggén malajah dumun. Sampun a tiban nganggur tan polih pakaryan. Mangkin nyoba mukak usaha madolan, kanggéang alit.” “Nggih becik punika Pak. Bénjang-bénjangan yéning malih matumbasan mriki, rereh manten tiang nggih!” “Nggih Gék, suksma.” Luh Suari lantas majalan ngalih pelangganné lénan. “Gek, Gek...” Anak muani
Salya nyutetang bebaosanidané. Ida mautsaha mangda prasida tegep ring bebaosan saha ngaptiang mangda Ida prasida becik mabebaosan ring Panca Pandawa. Antuk bebaosan sané dahat gumeter, Ida mautsaha ngawi manah Ida Sang Yudhistira nénten brangti, Ida raris mabaos, “Cening pianak Bapa I Déwa, sujatiné Bapa keni daya corah Ida Sang Duryodhana antuk kapiutangan sané dahat ageng. Duryodhana sampun ngicén Bapa tetulung saha nguripang sami prajurit Bapané ring sajeroning margi, antuk ngicénin sarwaning ajengan miwah makasami sané dahat saratang Bapa ring sajeroning pamargi. Bapa mapikayunan sami punika rauh saking pitulungan I Déwa. Nika ngawinang Bapa rumasa bagia nerima. Sangkaning Bapa rumasa kapitulungin tur nguripang sami prajurit Bapané, Bapa masatya pacang nagingin pinunasidané. Ngraris digelis rauh Ida Sang Duryodhana sané ngrincikang kawéntenané punika, irika wau Bapa éling sampun keni daya upayan Ida Sang Duryodhana. Bapa mangda nyarengin mabela pati ring Korawa. Nika sané ngawinang sungsut pikayunan Bapa. Cening pinaka niyasa kawicaksanan ring jagaté. Sujatiné Bapa nénten prasida malih maosang parindikan kasatyané punika majeng ring I Déwa.” Asapunika Ida Sang Prabhu Madra nguningayang. Mirengang pangandikané punika, Ida Sang Prabhu Yudhistira dahat engsek. Ida kuciwa pisan antuk napi sané sampun mamargi punika. “Uduh Déwata sasuhunan, napi minab kaicén pamargi kadi mangkin. Uduh Bapa, titiang sauninga Bapa marasa méweh ring kawéntenané sakadi punika. Titiang pedas pisan nguningin indiké punika, duaning titiang pinaka ksatria. Sakémanten sungsut ring anggan Sang Prabhu nénten pisan mrasidayang kasilibang,” baos Sang Prabhu Yudhistira. Ida Sang Prabhu Kesawa raris nampekin saha mautsaha mangda Ida Sang Prabhu Yudhistira nénten sungsut. “Uduh Beli, Beli nénten dados duka ri kala w`nten parindikan sakadi puniki. Duaning pamarginé puniki sampun patut mamargi sakadi asapuniki. Sapamargin Ida Sang Madranares wantah pinaka piteket ring makasami ksatriané, sané patut sungsung wantah dharmaning ksatria. Sakémaon élingang, Ida Sang Duryodhana nénten pacang nangledang pamargin yudané sangkaning sungsut Beliné sakadi mangkin....” Kadi asapunika atur Ida Sang Kesawa. (Puput)
Tegeh Kahuripan peteng detdet ngempet marginé cupet matambak-tambakan, titiang nguber kleteg magaang di muncuk sayongé ngadab-adab undagan plekutus angkihan, nguliang angkihan né malu majapa mantra, megat karmané kung di tegeh kahuripan tegehé ulihan éndép peteng ngadanin galang uripé mawastu ilang
Nilarwati
Ning, Kuning Ning, yéning suba ening dadi kloning-kloning kéwala da criring sasai malukat nyuh gading panyingakanné sayan celing mileh ngiderang aling-aling saja dueg, sakti tan kedingding Ning, bajuné putih kuning sing dadi anggon nyicing apa buin masolah cacungkling Ning, kuning, éling, ening
Nilarwati
Kruna
14 CerakĂŠn Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggĂŠn ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sanĂŠ kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;sienom/, Pupuh Sinom 15.sesdenk)tutuĂŚib)tn/,
sasĂŠdanĂŠ Ketut Sibetan, r&tmĂŚĂ™gnuĂŚen\uni, ring Tampuagan sanĂŠ nguni, dw)\Ă&#x;\)bugĂąlĂŞn/, daweg mangebug Nyalian,
I Wayan Murdana
Dados Guru NĂŠnten Dangan DADOS guru wantah pangaptin Wayan Murdana, S.Pd, M.Psi., sakantunĂŠ alit. Minab parindikan punika sanĂŠ ngawinang anak lanang sanĂŠ embas ring Badung, 31 Desember 1963 puniki becik ngamargiang swadarmannyanĂŠ pinaka guru. Pak Mur— asapunika danĂŠ ketah kasambat sampun nglintangin sakatah parindikan salami ngamargiang swadarma pinaka guru. Tugas tambahan pinaka Kepala Sekolah SMPN 3 DĂŠnpasar sanĂŠ kagamel, manut danĂŠ boya ja jabatan sanĂŠ ngawinang danĂŠ sombong. Kabaosang, dados kepala sekolah boya pakaryan dangan. Napi malih nyelehin parilaksanan para siswa sanĂŠ matiostiosan, sukil pisan. “Tiang mautsaha ngicĂŠn tutur becik majeng siswa, santukan wĂŠnten nilai-nilai sanĂŠ setata pageh kamargiang. Minakadi disiplin, pacang setata kanggĂŠn dasar nyujuh sanĂŠ mawasta sukses,â€? baos danĂŠ. Sadurung dados kepala sekolah, Murdana naen suĂŠ dados wakil kepala sekolah ring widang kesiswaan. Pengalaman irika kadadosang dasar nguratiang siswannyanĂŠ. Tios malajah saking pengalaman anak tios taler angganĂŠ, kasenengan ngwacĂŠn taler ngicĂŠn danĂŠ pangweruh anyar pinaka gamelan ngicĂŠn alit-alit paplajahan. 6LQXQJJLOQ\DQp LQGLN EXNX EXNX ELRJUDĂ€ indik Ki Hajar Dewantara, Bapak Pen-
pinkpucuk&jurit/, pinaka pucuking jurit, k)tt u z ĂŁ e( ĂŠ nkhuts u /, Ketut Banjar nĂŠ kautus, mndiesnptĂŞ, manadi sĂŠna patia, \m)lĂ?kuhubnuĂŚmi, ngamel kakuuban sami, senksub/, sanĂŠ kasub, t2(putunĂ™ynĂŁzĂŠ(, taler putun Wayan Banjar. 16.edwb\ĂžimkmitÉ, DĂŠwa Bangli maka mitra, sk&ttulu*higusĂ“i, saking tetulung I Gusti, nmĂŁninĂĄ)r&kcc(, nambanin gering kacacar, mnibninĂ™dĂ™b\Ăži, manibaninwadwaBangli, n\&ewnĂ“)nĂ&#x;ÂĄsu;ewci, nanging wĂŠnten musuh wĂŠci,
didikan Nasional. Sakadi sanĂŠ kauningin, semboya Ki Hajar Dewantara sajeroning widang pendidikan kantun kawigunayang kantos mangkin. Semboyan inucap, Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Mandya Mangun Karso, miwah Tut Wuri Handayani. Pinaka guru ri kala wĂŠnten ring ajĂŠng patut ngicĂŠn tetuladan sanĂŠ becik. Ri kala ngajahin, pinaka guru kaptiang prasida dados sawitra majeng siswannyanĂŠ. Ri kala wĂŠnten ring ungkur, sang guru kaptiang prasida ngicĂŠn sokongan sanĂŠ becik. “Nilai-nilai pendidikan Ki Hajar Dewantara becik pisan, dangan taler kasalantarayang,â€? Murdana makenyem. Nyelehin kahanan siswa sakadi mangkin, pinaka guru kauduhang nĂŠnten wantah sawates ngajahin kĂŠmanten, nanging patut mautsaha ngicĂŠn piteket majeng siswa. Tios punika para guru taler patut kreatif miwah inovatif sajeroning ngicĂŠn para siswa paplajahan ring kelas, minakadi ngicĂŠn paplajahan sinambi maplalianan. Pinaka kepala sekolah, danĂŠ setata mautsaha ngripta kahanan sekolah asri sanĂŠ prasida ngawinang para siswanĂŠ seneng ring sekolahan. WĂŠnten taler pangaptin danĂŠ mangda SMPN 3 DĂŠnpasar sanĂŠ kapimpin nglimbak tur becik sakadi taman siswa sanĂŠ asri sanĂŠ kasenengin para siswa. Sakadi Taman Siswa sanĂŠ
BPM/ast
kawangun Ki Hajar Dewantara sanĂŠ akĂŠh ngasilang tokoh-tokoh bangsa. Tios punika, danĂŠ setata metuĂŠling para guru mangda dados pengajar sanĂŠ sujati. Guru sakadi punika pacang katulad olih para siswa, mawinan prasida ngripta kahanan sekolahan sanĂŠ trepti. “Pastika seneng yĂŠning dados guru sanĂŠ setata dados tetuladan siswa taler setata kajantosang,â€? baosnyanĂŠ makenyem. (ast/uma)
$PEHN 1LÄžFD\D
t)mĂŁÂĄkumuw;eto;pti, Tembuku muah Tohpati,
KADI asapunika sanÊ munggah ring Kakawin Arjuna WiwahanÊ, maosang indik pikayunan sang maparagayan wagmi tur sampun molih ring sajeroning daging-daging sastra. Ambek punika mapiteges pikayunan, QLĤFD\D kabaosang andel utawi janten. Ambek QLĤFD\D wantah pikayunan sanÊ sampun majanten utawi sampun andel. SakÊwanten sinah mÊweh pisan ngantenang amEHN QLĤFD\DQH puniki, sapunapi antuk? AnakÊ wikan maosang pikayunan prasida andel, ri kala sampun kadasarin antuk sastra. Sastra pinaka sadana, sastra pinaka mandala. Sinah rumaket pisan pakilitan andel (QLĤFD\D) puniki sareng sastra. Ida Sang Arjuna sanÊ sampun andel, polih Pasupati Sastra kanggÊn mayudha sareng Niwatakawaca sanÊ sampun andel taler ring \RJD VDPDGKL. Sang Niwatakawaca polih wara nugraha olih Ida Bhatara Siwa, nÊnten prasida kakasorang antuk dÊwa, raksasa, sakÊwanten yÊning wÊnten manusa sakti kocap patut yatnain. ManusanÊ kabaos sakti, yÊning sampun nyastra. Sastra pinaka kantin manusanÊ jagi maperang tanding sareng meseh. Kabaosang wÊnten nemnem mesehÊ punika sanÊ kabaos sad ripu. YÊning sampun sida lampus mesehÊ utawi ripunÊ punika, sinah prasida mangguhang pikayunan sanÊ andel. Sastra pinaka kanti mangda prasida manggihin pikayunan andel. Sang Arjuna mangda prasida makanti sareng sastra,
patut nelebang yoga, minab mawit saking indikÊ puniki wÊnten sanÊ kabaos mayoga sastra. Sang Arjuna taler kagoda olih widyadari pepitu, sakÊwanten sampun geseng kocap indrianidanÊ, mawinan nÊnten kasidan paridabdab widyadarine punika. SanÊ ngoda manusanÊ taler wÊnten pepitu, kabaosang sapta timira sakÊwanten pikayunan sanÊ KXZXV OLPSDG (neked), tumus ring kawÊntenan dagingdaging sastra nÊnten prasida kagoda. Raris wÊnten bawi ngaduk-aduk payoganidanÊ, tumuli mancut astra (sastra) katibakang ring bawinÊ. Panah Sang Arjuna sinarengan sareng panah Juru Boros, nuek bawinÊ punika. Juru Boros punika wantah panrestian Ida Bhatara Siwa. Ida Sang Arjuna andel ring pikayunan, raris prasida manggihin Ida Bhatara Siwa turmaning polih kanti Pasupati Sastra ri sampunÊ puput maperang tanding sareng Juru BorosÊ punika. Kadi asapunika paridabdab sang sanÊ sampun andel ring angga, sang sampun andel ring pikayunan. SakÊwanten ri kala sampun andel, sapunapi mangkin? Sinah dereng puput pamarginÊ, santukan mÊweh pisan ngrereh pamuput sastranÊ. Kocap sastranÊ tan bina sagara tan patepi. SastranÊ kocap KDQD WDQ KDQD, wÊnten sakÊwanten kadi nÊnten wÊnten, kabaosang saksat tampaking kuntul DQJOD\DQJ. $PEHN QLĤFD\D nenten patut katÊmbÊrang sareng anak lian,
punika pecak kabaos Q\PHUti, nyuksmang daging sastra. Nyuksmang daging sastra majanten mĂŠweh pisan, satmaka nguber sanĂŠ nĂŠnten kanten, sakĂŠwanten ri sampunĂŠ kanten, kantun kaheletan antuk kelir. Pikayunan sanĂŠ sampun andel tur katĂŠmbĂŠrang ring anakĂŠ tiosan, punika kabaos ngawinang lipia. Lipia kocap kabaos turu utawi sirep. AnakĂŠ sanĂŠ sirep nĂŠnten ĂŠling ring punapa-punapi, risapunapinĂŠ wantah masawitra panyumpĂŠnan. Sapunapi antuk mangda nĂŠnten turu, kocap patut majagra. Kadi kawĂŠntenan Sang Lubdhaka, majagra ri kala peteng dedet Purwani Tilem Kapitu. Majagra patut kasarengin antuk mamona, nĂŠnten mabaos, sakĂŠwanten ĂŠling (jagra). Mamona utawi meneng, nĂŠnten nyapa kadi aku, nymertiang candra kadi baos sastranĂŠ. Sapunapi panadosnĂŠ yĂŠning anakĂŠ sanĂŠ andel ring pikayunan raris nĂŠmbĂŠrang ring anakĂŠ tiosan? SastranĂŠ maosang larapan ikang patin teka. YĂŠning lipia utawi turu sinah manggihin kapatin, patinĂŠ salah pati santukan nĂŠnten ĂŠling ring angga. Mawinan majagra mangda turu-nĂŠ dados aturu. Sinah panjang pisan yĂŠning baosang, sapunika pangandikan anakĂŠ wikan. SakĂŠwanten anakĂŠ turu sinah patut panjangang, mangda polih turu sanĂŠ becik. Sapunapi turu-nĂŠ sanĂŠ becik? Ngiring takĂŠnang ring anakĂŠ wikan. WĂŠnten sanĂŠ maosang patut turu maulu kangin, taler maulu kalĂŠr. Pe-
Isin Gumi Samian Angganing Patut Sayaga Ngemit Gumi Bali
zide É \eboguÌk&p\ u ,( ¥ �
nyidra ngÊbog saking pungkur, higusÓik)tutãzÊ(,
I Gusti Ketut Banjar, vÉ[Õhidm\)msin/,
brastha Ida mangemasin, d)kÑ)kzu;,
dekdek renyuh, d)wtr&tmÌÙgn/,
dĂŠwata ring Tampuagan
Parindikan ancaman terror majeng Gumi Bali nĂŠnten prasida kaserahang majeng aparat keamanan inggian TNI utawi Polri kĂŠmanten. Mawinan punika, Danrem 163/Wira Satya KolonĂŠl Inf. I Nyoman Cantiasa ngaptiang samian angganing mawit krama, pĂŠmda, taler pejabat tiosan mangda sayaga ngemit Gumi Bali saking ancaman tĂŠror inucap. samian angganing patut setata yatna tur maduĂŠ rasa tanggung jawab ngemit wewidangannyanĂŠ soang-soang. Manut Cantiasa, pinaka krama sanĂŠ meneng ring Bali patut sayaga ngemit kahanan wewidangannyanĂŠ.
Parindikan inucap kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 16 Februari 2016 lintang. Gung De, Jl. Ngurah Rai Singaraja Gumi Bali sampun dados dĂŠstinasi dunia, aptiang titiang mangda nĂŠnten sakadi dumun malih. Mawinan samian angganing ring Bali, mawit krama Bali, krama saking dura Bali, miwah para pejabat patut masikian nambakin duratmaka punika. Asapunika taler aparat kepolisian miwah TNI mangda tedun nyelehin parindikan
Kruna BASA BALI
AKSARA BALI
1.
wira
1.
wir,
1. berani
2.
wirang
2.
wir*,
2. membela
3.
wreda
3.
wĂŠd,
3. tua
4.
wuwuh
4.
wuwu;,
4. tambah
5.
yadnya
5.
ydĂą,
5. persembahan
6.
yakti
6.
ykÓi,
6. sungguh
7.
yatna
7.
ytÂ,
7. waspada
8.
yowana
8.
eyown,
8. muda
9.
yuga
9.
yug,
9. zaman
10.
yus,
10. usia
10. yusa
ReditĂŠ Umanis, 21 Februari 2016
BAHASA INDONÉSIA
inucap. Putu Karsini, Banjar Genah ngranjing ka Bali minakadi Padangbai miwah Gilimanuk, inggian sanĂŠ resmi utawi nĂŠnten patut setata kajaga ketat. Petugas irika mangda yaktiyakti jujur ngamargiang swadarma, tan ĂŠlah keni sogok saking krama dura Bali sanĂŠ rauh. Tios punika makasami krama sanĂŠ nampek irika sareng urati, yĂŠning manggihin indik sanĂŠ kasangsayain mangda gelis kalaporang majeng petugas. Kaki Dukuh, Seririt Bali yukti kasub pinaka Pulo Surga, mawinan para toris lewih uning Bali saihang IndonĂŠsia. Santukan Bali maduĂŠ pariwisata budaya sanĂŠ kadasarin antuk ajahan agama Hindu. Pariwisata sakadi punika nĂŠnten wĂŠnten ring daĂŠrah lianan, mawinan sida nudut manah para wisatawan rauh ka Bali. Antuk punika tiang cumpu pisan mangda krama sanĂŠ makarya taler ngrereh pangupajiwa ring Bali sayaga ngemit katreptian Gumi Bali puniki. Gung Surya, Lovina Yakti pisan, ngemit katreptian Gumi Bali sampunang wantah ngandelang pihak keamanan minakadi polisi miwah TNI. Makasami angganing, inggian krama Bali miwah krama pendatang sanĂŠ sampun dados krama Bali mangda sareng-sareng masikian ngemit katreptian Gumi Bali puniki. Iraga patut ĂŠling, Bali kantun kadadosang sasaran olih tĂŠroris nglaksanayang rerincikan corahnyanĂŠ. (ama)
caknyanÊ nÊnten becik kocap yÊning sirep maulu kelod, turah dados sawa. Napi sanÊ wÊnten kangin miwah kalÊr? Dados patut ulunÊ irika. AnakÊ wikan maosang kanginÊ wantah genah Ida Bhatara Iswara, masanjata antuk Bajra. SanÊ kabaos bajra wantah kilat, sunaran tatit. Ngawinang galang ri kala kapetengan, yadiastun akebyahan. Ida Sang Hyang Buddha taler kabaos Sri Bajrajùana, sapunika ring SutasomanÊ. Ida Sang Hyang Buddha taler kabaos Bajrayana (Vajrayana) sanÊ ngawisÊsa VXQ\DWD. Kangin taler kabaos purwa, purwa mapiteges maka pangawit, kadi kidung wargasarinÊ maosang SXUZDNDQLQJ angripta rum. Kangin wantah maka pangawit, yÊning anakÊ alit embas kariinin antuk ulu. Manawi kadi sapunika pangawit ulunÊ ring kangin, ngupadi ulunÊ mangda kasunarin antuk galang bajranÊ. Bajra taler masanding sareng genta. Genta taler pangawit, rikala ida pandita miwah pinandita ngwÊda miwah ngastawa kocap kalantarin antuk suaran genta. Suaran genta kocap wÊnten sanÊ kabaos pinarah pitu, pepitu kocap suaran gentanÊ. SuaranÊ punika kabaos prasida kapiarsayang yÊning ngelarang yoga, kawit kabaos para, SDV\DQWL miwah ZDLNKDUL. Sapunika anakÊ wikan maosang, nÊnten patut tÊmbÊr, mangda kasidan yasanÊ, manggihin DPEHN QLĤFD\D. (I Gde Agus Darma Putra)
Pujawali ring Pura Luhur Pakiyisan Beji Agung IDA Sesuhunan Luhur Batukaru madruĂŠ kalih Beji Agung inggih punika ring Segara Luhur Pura Tanah Lot, miwah ring Toyo Tabah Pura Luhur Pakiyisan. Rikanjekan Ida Sesuhunan Luhur Batukaru lunga mapasucian ka Toya Tabah kairing olih catur angga minakadi Ida Sesuhunan ring Pura Luhur Muncaksari, Pura Luhur Tambowaras, Pura Luhur Pucak Petali, Pura Luhur Besikalung, miwah Bala Putran Ida sami. Pinaka panganceng miwah pangrajeg Pura Luhur Pakiyisan linggih Ida Tjokorda Anglurah Tabanan tan surud-surud mapaica tuntunan taler pawarah-warah ring manggala pangenter miwah 475 KK DĂŠsa Pakraman Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan sanĂŠ pinaka pangempon pura. Kasarengin olih panyiwi minakadi Desa Pakraman pangempon Pura Luhur Tambowaras, Muncaksari, Petali lan Besikalung, Desa Pakraman Kupang lan Ubung, Desa Pakraman Pagi, Desa Pakraman Senganan Kawan, Desa Pakraman Senganan Kanginan, Desa Pakraman Utu, Desa Pakraman Bolangan lan Subak Ubung. Piodalan Ida Bhatara ring Pura Luhur Pakiyisan nemoning raina Saniscara Kliwon wuku Kuningan (Tumpek Kuningan) nyejer tigang raina tur masineb ring raina Anggara Pon wuku
Langkir. Mungguing Palinggih sanĂŠ wĂŠnten ring Pura Luhur Pakiyisan, luirĂŠ: Palinggih Ratu Pangadangan kasungsung linggih Ida Ratu GedĂŠ Pangadangadang miwah Ida Ratu Niang Lingsir pinaka tabeng wijang Pura Luhur Pakiyisan taler pinaka taksu sahananing unĂŠnunĂŠn seni lan budaya, Palinggih Jero Sedahan malingga linggih Ida Bhatara Sri Sedana Manikgalih, Ida mapaica kesejahteraan, Palinggih Ratu Wayan Malen kawisesah Ida mapaica kasidian, kawibawan, miwah kawicaksanan, miwah ring jaba tengah Palinggih Ratu Nyoman malinggih Ida Ratu Nyoman Sakti. Ring utama mandala, palinggir majĂŠjĂŠr saking purwa, luirĂŠ: Palinggih Segara Gunung, Pasimpangan Pakendungan Tanah Lot, Palinggih Resi, Palinggih Ageng Luhur Pakiyisan, Pasimpangan Ida Sesuhunan Luhur Batukaru, Catur Angga, miwah Tamblingan, Palinggih Gangga, Bulakan, miwah BĂŠji Agung Pasucian Ida Bhatara. Asapunika sanĂŠ prasida kasobyahang olih I MadĂŠ Subagia S.Pd, pinaka manggala pangenter Pura Luhur Pakiyisan Beji Agung Sad Kahyangan Jagat Bali Luhur Batukaru. Dumogi ratu ida danĂŠ prasida ngwiaktinin. YĂŠning ida danĂŠ meled nyelehin kawĂŠntenan pura inucap, dados matakĂŠn majalaran no hapĂŠ 085738277272.
Ngambet lan Aad Toya Pasih ri kala Pujawali ring Pura Luhur Tanah Lot MAPAIKETAN ring pamargin pujawali Pura Luhur Tanah Lot sanĂŠ pacang kamargiang ring raina Buda WagĂŠ Langkir, 24 Februari 2016 rauh ring raina Saniscara Paing Langkir, 27 Februari 2016, prawartaka saha pangemong Pura Luhur Tanah Lot nguningayang atur indik kawĂŠntenan pasang surut air laut salami pujawali kamargiang mangda krama sauninga. Ring raina Buda WagĂŠ Langkir, 24 Februari 2016 kawĂŠntenan air laut pasang mawit jam 09.00-15.00 Wita miwah ring jam 22.00-04.00 Wita. Air laut surut ngawit jam 16.00-22.00 Wita miwah ring jam 05.00-09.00 Wita. Ring raina Wrehaspati Kliwon Langkir, 25 Februari 2016, kawĂŠntenan air laut pasang katarka ngawit jam 10.00-16.00 Wita miwah jam 23.00-05.00 Wita. KawĂŠntenan air laut surut sawatara jam 17.00-23.00 Wita miwah jam 06.00-10.00 Wita. Ring raina Sukra Umanis Langkir, 26 Februari 2016, kawĂŠntenan air laut pasang mawit jam 11.00-17.00 Wita miwah ring jam 24.00-06.00 Wita. KawĂŠntenan air laut
surut sawatara jam 18.0024.00 Wita miwah ring jam 07.00-11.00 Wita. Ring raina Saniscara Paing Langkir, 27 Februari 2016, kawĂŠntenan air laut pasang ngawit jam 12.0018.00 Wita miwah ring jam 01.00-07.00 Wita. KawĂŠntenan air laut surut ngawit jam 19.00-01.00 Wita miwah ring jam 08.00-12.00 Wita. Pujawali ring pura inucap pacang kasineb ring raina Saniscara Paing Langkir, 27 Februari 2016. YĂŠning kawĂŠntenan air laut pasang, para pamedek prasida ngamargiang pamuspan ring Palinggih Pangayatan (Madya Mandala). YĂŠning ida danĂŠ meled uning indik orti pasang surut air laut prasida kacingakin ring www.wetsand.com. Wantah asapunika sanĂŠ prasida kaunggahang, majeng ring para umat Hindu dumogi prasida pedek tangkil ngaturang bhakti ring pura inucap. Dumogi ida danĂŠ setata ngamolihang karahajengan, karahayuan tur kadirgayusan miwah pujawali sanĂŠ kamargiang prasida nemoning labda karya sidaning don.
15
Minggu Umanis, 21 Februari 2016
Tragedi Drupadi di Tanah-Air Bali zMembaca Bali Setelah 100 Tahun Berlalu (9) MENIMBANG-NIMBANG ulang nasib tanah-air Bali setelah seabad dimasuki modernisasi lewat kolonialisasi Belanda, lalu 70 tahun lebih menjadi sub-Negara Besar, ingatan saya pun berkelebat-kelebat pada Drupadi dalam mahakarya susastra Mahabharata Rsi Wyasa. Dari kerajaan kecil yang otonom Drupada, sang putri jelita Drupadi diperistri oleh Pangeran Arjuna. Hanya karena kesalahan Ibu Kunti mengambil keputusan tergesagesa, Drupadi pun diboyong ke Negeri Hastinapura menjadi istri kolektif lima bersaudara Pandawa. Meskipun tidak rela, namun Drupadi mesti menjalani takdir di luar kuasa kemauannya sendiri. Dengan pengorbanan sedemikian besar nan hebat, sepatutnya Drupadi mendapat penghargaan berupa perlindungan dan pelayanan superistimewa dari Pandawa dan seluruh pembesar dan petinggi penguasa Hastinapura. Namun, apa kenyataan yang didapat Drupadi? Jangankan pembesar dan petinggi penguasa Hastinapura yang berjarak jauh darinya, bahkan Pandawa yang mempersistrinya — tanpa kecuali Arjuna yang memenangkannya dalam swayembara memanah — sekalipun tiada kuasa mem-
bela, tiada berdaya melindungi menyelamatkan Drupadi. Tanpa sepengetahuan, apalagi persetujuannya, Drupadi justru dipertaruhkan dalam perjudian dadu oleh Yudhistira alias Dharmawangsa, sang sulung Pandawa. Ketika kisah lantas mencatat pertaruhan Yudhistira kalah telak di hadapan kelicikan dan kecurangan Duryodhana yang diotaki oleh Sangkuni, Drupadi sungguh-sungguh menanggung sendiri segala beban derita pelecehan, penghinaan, hingga perampasan martabat harga diri keperempuanannya. Di hadapan para pembesar dan petinggi penguasa Hastinapura, Drupadi merintih, menjerit, ringkih sendiri oleh deraan derita: dia ditelanjangi, tanpa pembelaan sekelumit pun, dari siapa pun! Guru Besar Drona, Kripa, hingga pembesar hebat sekelas Bhisma tak berdaya. Mereka membisu menyaksikan perilaku licik, curang, culas, biadab Durodhana beserta para Korawa di bawah didikan Sangkuni. Pengetahuan susastra nan luas Yudhistira, hingga keperkasaan Bima, dan kecemerlangan kecerdasan Arjuna pun tiada guna di hadapan penistaan Drupadi itu. zdeprabas
Kerja Sama Lintas Kesenian zMusik Puisi, Rupa Puisi, Gerak & Lafal Puisi, adalah sebuah transformasi puisi dari teks tertulis ke dalam Musik, Rupa dan Lafal Puisi... PADA MUSIK PUISI, komposer Wayan Gde Yudane melakuken sebuah transformasi dari puisi dalam kumpulan puisi Tan Lioe le, Ciam Si yaitu Ciam Si 1 dan 46 ke dalam komposisi musik. Di sini puisi hadir tanpa kata yang konvensional kita kenal. Dia beralih ke dalam komposisi musik, di mana sepenuhnya merupakan interpretasi komposernya Wayan Gde Yudane atas “Berbagi Cahaya� (Ciam Si 1) serta “Tertawa� (Ciam Si 46). Tidak seperti yang kita lazim kenal dengan musikalisasi puisi (Puisi-musik), Yudane dengan transformasi total puisi ke dalam musik tak menyisakan kata untuk dibacakan dan atau dinyanyikan. SEMENTARA perupa Nyoman Erawan dan Kokok akan ‘menantang dirinya’ untuk mengeksplorasi Ciam Si ke dalam Rupa Puisi. Dalam hal ini mereka akan memasuki suatu kebebasan dalam keterikatan. Kebebasan karena mereka memiliki keleluasaan untuk memilih sebagian atau menangkap seluruh puisi dalam kitab Ciam Si. Dan ini suatu tantangan kreatif juga, tentunya. LEWAT Gerak & Lafal Puisi, penyair Tan Lioe Ie akan menghadirkan pemba-
caan puisi dan kitab Ciam Si, karyanya dipadukan dengan gerak wushu yang relatif tertata serta gerak psiko otomatisme yang relatif liar, di mana satu dengan yang lain diharapkan saling menegaskan kehadirannya. Memilih wushu adalah berangkat dari keadaan, salah satu ''turunan'' Taoism yang secara historis ''lekat'' dengan Ciam Si adalah seni bela diri. KERJA SAMA LINTAS KESENIAN di sini, hadir dalam semangat kesetaraan di mana yang satu bukan subordinat terhadap yang lain. Dan dengan kesadaran setiap langkah kreatif dalam berkesenian adalah bagai tarikan nafas yang menjaga kehidupan kreatif seniman dan sekian tarikan nafas kreatif dalam kehidupan berkeseniannya dan akan divideokan oleh Erick Est, yang memegang peranan penting untuk menjadikannya audio visual book of poems. Tentu juga tak lepas dari peran penting Anom ''Antida'' Darsana selaku penata suara dan cahaya. Dukungan yang juga penting adalah dari Maithila Bandem pada piano serta pewushu dan Yayasan Garuda Dewasa Wushu Indonesia.
SAYA SUDAH BACA dua atau tiga kali buku ''Ciam Si: Puisi-puisi Ramalan’’ karya Tan Lioe Ie. Bagus sekali. Saya mendapat pengetahuan baru tentang ritual penulisan Ciam Si (puisi ramalan) yang menggunakan kartu Tarot sebagai sarana. Tidak sepenuhnya ritual itu saya pahami dari penjelasan dalam pengantar yang diberi judul ‘’Ada Tarot di Ciam Si’’. Tapi saya benar jadi penasaran. Karena saya dibuat berpikir bahwa ternyata tradisi Tenung yang ada dalam tradisi Bali, atau Nusantara pada umumnya memiliki dasar yang relatif sama dengan tradisi Tarot-Ciam Si. Pada prinsipnya, kedua tradisi ini sama-sama ‘’membaca’’ penanda yang ada sekarang untuk mengetahui ‘’kebenaran’’ yang ada di balik peristiwa, baik yang sudah lewat maupun peristiwa yang akan datang. Baik Tenung maupun Ciam Si sama-sama mengandung ramalan di dalamnya DALAM TENUNG Bali, sarana yang dipergunakan ''membaca penanda'' bukanlah kartu Tarot, tapi salah satunya yang pernah saya saksikan adalah uang kepeng China (pis bolong). Hasil Tenung tidak dituliskan dalam bentuk puisi seperti Ciam SI, tapi dilisankan atau dituliskan dalam kalimat-kalimat bersayap. HUBUNGAN CIAM SI dengan Tenung sangat menarik untuk diteliti lebih lanjut. Karena dalam Shastra Bali terdapat banyak pustaka yang berisi ajaran tentang Tenung. Ada Tenung berdasarkan arah kedatangan, ada Tenung berdasarkan tanda-tanda di dalam tubuh, ada Tenung berdasarkan waktu, hari, pagi, siang, malam, dan dauh. Ada Tenung berdasarkan bentuk dan posisi bayangan tubuh, dan sebagainya. AKAN SANGAT MENARIK bila dilakukan penelitian tentang hubungan antara Tenung Bali dengan Ciam Si China. Apalagi ada banyak bukti hubungan tradisi besar Bali dengan tradisi besar China di masa lalu, termasuk dalam bidang mistis saya duga. Jadi, sangat bagus kalau
Tan Lioe Ie melanjutkan ‘’studi’’ tentang Ciam Si ini. Siapa tahu kelak akan lahir pengetahuan baru tentang ‘’Ciam Si Cina Tenung Bali’’, entah dari Tan Lioe Ie sendiri, atau dari penekun lainnya. Jadi, salut atas penemuan ini. Terimakasih, terbukti Tan Lioe Ie sudah bekerja. SAYA MEMBACA PUISI nomor 2 sampai nomor 45, dan puisi nomor 1 dan 46 beberapa kali. Seluruh puisi berhasil memasuki diri saya. Saya katakan ''memasuki diri saya'', karena ketika menyimak setiap puisi, ada saja entah ini entah itu yang bereaksi di dalam diri saya. Saya merasa menemukan akar-akar yang sama dengan darshana (pandangan dunia) Shastra Bali pada umumnya. Seluruh puisi dalam kumpulan Ciam Si menurut saya sangat layak mendapatkan apresiasi. ADA BEBERAPA PUISI yang mendapatkan catatan khusus dari saya, karena di dalam puisi tersebut ada thema ''rahasia'' ajaran Shastra Jawa Kuno. Aneh rasanya, setelah puluhan tahun membulakbalikkan Shastra Jawa Kuno dan Bali, saya justru mendapatkan ''teman diskusi'' berupa baris-baris pendek puisi Ciam Si itu. Dari beberapa puisi ini, tidak semua bisa saya bicarakan dalam tulisan ini. Karena tidak cukup dituliskan di sini. Saya ambil beberapa puisi saja sebagai bukti tertulis, bahwa diskusi antara saya dengan Ciam Si itu memang benar terjadi. BUKTI TERTULIS ini tidak saya tujukan kepada penyairnya, tidak kepada pembaca, tapi kepada diri saya sendiri. Mengapa kepada diri sendiri? Karena saya sering tidak mengerti apa sebenarnya yang sedang saya ''lakukan'' ketika membaca puisi. Jadi, bukti tertulis itu mengingatkan bahwa saya dan puisi itu saling masukmemasuki. Sebagaimana umumnya sebuah diskusi, selalu ada daya tarik-menarik dan tolak-menolak. Daya tarik-menarik muncul karena adanya persamaanpersamaan. Daya tolak-menolak muncul karena keduanya ternyata tidak sama. Persamaan dan ketidaksamaan itulah yang mempertemukan saya dengan Ciam Si.
zDewa Putu Sahadewa Dialektika Batu Buli Percakapan telah diakhiri satu saluran tersumbat. Langit diputar dan mimpi buruk bermula Yang larut dalam cairan suatu hari akan membatu seolah kembali ke asal dan khianati hari depan. Membakar ujung nyeri, lidah api dalam air terhenti. Air yang menyusun tubuh menyatukan, kini beriak terpecah batu karang kecil saja telah mengandaskan perjalanan seluruh perahu dalam alir darahmu mesti berlabuh menyusun kembali setiap rencana atau berbaring di meja operasi tafakur pada pisau bedah!
NGAMPOENG SENI FEBRUARI
228 Tahun Denpasar.... (27 Februari 2016)
BACA Cerpen dan Puisi NGAMPOENG SENI Kamis KLIWON, 25 Februari 2016 Pukul 17.00 - 21.00 WITA di JKP - 109. Denpasar t’2016 mencari Puisi WAJIB dan Puisi PILIHAN...
*** PUISI NOMOR 4 berbunyi: ''Di kokok remang pagi/ Bintang keberuntungan melintas cepat/ Mata lelap terperangkap gelan/ Mata sigap menangkap terang.’’ PUISI INI berbicara tentang daerah perbatasan antara ''yang serba dua'', seperti malam dan pagi, gelap dan terang,
zDewa Putu Sahadewa Tubuh (I) Aku tak akan menyentuhmu tubuh tak menyentuhmu seperti yang terbayang dan dicatatkan Walau berulang tubuhmu menjelma tubuh. Dan diwartakan lalu diledakkan Hangus, terluka, koyak dan berlobang. serpih daging menempel di dinding bau kulit hangus menusuk menusuk, menusuk! ''Menara besi hanya bisa memandang darah yang mengaliri sungai darah yang menggenang di sekujur tubuh yang rubuh.'' Aku tak akan menyentuhmu tubuh tak akan menyentuhmu Tidak dengan air mata.
Dandaniti Kunci Hentikan Hukum Ikan zBelajar Arthasastra dari Canakya (5)
Api Drupadi, Cinta Kasih Gowinda zMembaca Bali Setelah 100 Tahun Berlalu (10-Habis)
DI PUNCAK getir sang takdir, ARTHASASTRA memastikan bahwa Drupadi tersadar: tiada kuasa kunci keberhasilan dan keberlanjutan pelak- dapat menyelematkannya, kecVDQDDQ VSLULWXDOLWDV ² \DQJ PHQFDNXS ÂżOVDIDW uali sang Sahabat Sejati bernama dan susastra Weda —maupun keberhasilan Sri Gowinda. Dalam kelu lidah di ekonomi menyejahterakan masyarakat ada lembah keluh karena ditelanjangi, pada penguasaan dandaniti yang tepat dan sang putri yang terlahir otentik benar. Ketepatan penerapan danda ini bagi dari upacara pemujaan Api itu pun sang pemimpin (natha) begitu mutlak, supaya memanggil-manggil tulus sang Sahabat danda tidak berbalik menjadi teror bagi warga Sejati, “Gowinda, Gowinda, Gowinda‌â€? negara yang dipimpin, atau malah berbalik Daya gaib sang Penggembala Sapi, menjadikan sang pemimpin dituduh rendah Gowinda, pun hadir menebarkan tabir kain oleh rakyat. Keduanya memiliki spektrum tanpa batas, tanpa habis, melindungi tubuh peluang yang sama, manakala danda tidak Drupadi. Itu pun karena Drupadi pernah diterapkan dengan tepat dan benar oleh berbuat kebaikan: saat jemari Gowinda tersang natha. luka dan berdarah, Drupadi tanpa sungkan Danda menjadi teror bagi rakyat bila dit- merobek selendangnya untuk membalut erapkan dengan sangat keras dan ketat oleh jemari sang Sahabat Sejati itu. Atas jasanya pemimpin negara. Sebaliknya, danda meren- itu, sang Sahabat Sejati pun melimpahkan dahkan sang pemimpin manakala diterapkan cinta kasih kebaikan perlindungan-Nya dengan sangat lemah dan longgar. Danda kepada sang Putri Api Drupadi. yang lemah akan mengundang hujatan rakyat Justru dari titik balik inilah api kesumat sehingga pemimpin menjadi rendah karena dendam dan amarah Drupadi tersulut. direndahkan. Hanya pemimpin yang menggu- Selamat dari aksi biadab penelanjangan nakan danda dengan tepat dan benarlah akan di ruang paseban Kerajaan Hastinapura menuai kehormatan dan dihormati. “Danda berkat perlindungan Gowinda, Drupadi yang diterapkan dengan penuh pertimbangan lantas mengikrarkan sumpah dendam kesakan memberi rakyat kebahagiaan rohani, umat yang mengguncangkan semesta raya: kesejahteraan jasmani, dan kesenangan seluruh wangsa Arya musnah dibakar api indria,â€? tegas Rsi Kautilya dalam Arthasastra dendam sang Putri Api ini. Bagian I Bab IV sloka ke-11. Dalam perang saudara keturunan Bila danda digunakan sang pemimpin Bharata di Kuruksetra, jantung Dursasana GHQJDQ WLGDN DGLO HQWDK NDUHQD QDIVX DPD- yang menelanjanginya dirobek Bima. rah, atau benci, maka akan memicu rakyat Darahnya diceret, lalu digunakan sebagai marah sekali. Bahkan pertapa hutan maupun pencuci rambut Drupadi yang tergerai sepertapa kelana yang tidak lagi ada keterika- jak ditelanjangi di paseban kerajaan. Paha tan duniawi sekalipun menjadi turut marah Duryodhana yang memangku Drupadi pun karenanya — apalagi mereka yang sedang remuk oleh Bima. Karna yang menghina berada pada tahapan hidup berumah tangga. dengan menyebut Drupadi pelacur pun Bagaimana bila danda tidak digunakan sama tewas di ujung panah Arjuna. sekali oleh sang pemimpin? Kebutaan Raja Drestarastra, ayah Ko“Ini akan menimbulkan hukum ikan,â€? surat rawa, telah menjadikan Hastinapura hingga Kautilya. Tanpa ada yang memegang danda dengan tepat dan benar, maka ikan-ikan besar polesan wajah neoliberalisme dan kapitaldan kuat bakal bebitu saja semena-mena isme inilah yang kini sedang merebak luas di memangsa ikan-ikan kecil. Inilah hukum ikan seantero dunia dengan bungkus demokrasi, di lautan nan luas dan bebas: tiada perlind- globalisasi, pasar dan perdagangan bebas: ungan bagi yang kecil dan lemah. Di lautan ikan-ikan kecil nan lemah diadu langsung nan luas dan bebas, ikan-ikan kecil dan lemah head to head dengan ikan-ikan raksasa yang kalah bersaing dengan ikan-ikan besar dan memegang modal uang dan kuasa. kuat, hingga habis dimangsa. Dan, nyatanya, Bagaimana cara menghentikan hukum rezim prinsip “hukum ikanâ€? liberalisme dengan ikan? “Hanya di bawah perlindungan dan
pengaturan sang pemegang danda inilah ikan-ikan kecil itu dapat bertahan hidup. Hanya dengan dilindungi oleh pemegang danda yang bijaksanalah maka masyarakat luas di segala lapisan (asrama GDQ SURIHVL warna) dapat menjalankan tugas dan kewajiban (swadharma) mereka masing-masing dengan terhormat,� simpul Arthasastra dari abad ke-3 sebelum Masehi ini. znirta ks
Erawan kebebasan keterikatan
Yudane transformasi total
seluruh wangsa Arya yang terlahir dari perkawinan wajar manusia pun musnah. Api Drupadi telah membakar dan menghanguskan semua — tak terkecuali lima putra yang lahir dari rahim Drupadi sendiri. Yang tersisa kemudian sebagai pelanjut peradaban kesemestaan hanyalah mereka yang terlahir langsung dari lapisan watak Kedewataan: kelima Pandawa plus Drupadi, sang Putri Dewa Api. Mereka semua selamat karena dilindungi cinta kasih Sri Gowinda. Cinta kasih Gowinda itu pula yang menyelamatkan hidup Parikesit, sang cucu Pandawa — yang juga cucu Gowinda — dalam rahim Uttari, istri Abhimayu, putra Arjuna. Generasi Pandawa maupun putra-putri mereka telah termusnahkan. Yang tersisa hanya sang cucu, generasi baru dengan Kesadaran Hidup Baru. Ketika adat, budaya, tradisi, dan nilai-nilai kearifan hidup cara Bali kini mendapat tekanan penistaan penelanjangan sedemikian masif dari para Korawa, layaknya penistaan terhadap Drupadi, harapan penyelamatan hanya dapat disandarkan kepada Gowinda. Begitupun, Gowinda tetap memerlukan Pandawa sebagai pelaksana skenario-Nya untuk memberi kepastian ruang kelangsungan kehidupan bagi tunas-tunas era Kesadaran Baru Parikesit terus bertumbuh, menguat dan meluas. Terutama, Gowinda sangat membutuhkan manusia-manusia seteguh-setajam cerdas-cemerlang Arjuna guna memanah tepat sasaran ke arah perusak tatanan hidup di ruang semesta raya kehidupan bersama ini. Sang Mahadalang Gowinda tetap memerlukan wayangwayang di kelir kehidupan nyata. zdeprabas
BPM/guzwier
Yokki gerak lafal
Ciam Si China dan Tenung Bali (1)... zMenyimak Puisi Tan Lioe Ie dari Shastra Jawa Kuno mata lelap dan mata sigap. Di tengahtengah antara ''yang melintas dua'' itu ada kehidupan yang dianalogikan dengan ''bintang keberuntungan'' yang melintas cepat. Kehidupan memang cepat berlalu, hanya sedetik Brahman menurut buku. Mata siapakah sanggup melihat bintang (kehidupan) yang cepat berlalu itu. JAWABANNYA TERSEMBUNYI di dalam puisi itu juga. Mata lelap tidak melihat bintang kehidupan yang cepat berlalu itu, karena dikatakan bahwa ‘’mata lelap terperangkap gelap’’. Mata sigap pasti juga tidak melihat bintang kehidupan itu, karena yang ditangkap oleh mata sigap itu adalah terang. Bintang tidak akan kelihatan di dalam terang, apalagi bintang kehidupan yang berlalu sangat cepat. Jadi kedua jenis mata itu tidak akan sanggup melihat bintang kehidupan itu. Karena bintang kehidupan yang cepat berlalu itu ada di tengah-tengah antara keadaan lelap dan kondisi sigap. Jadi, yang akan melihat bintang kehidupan itu adalah mata yang ada di tengah-tenngah antara mata lelap dan mata sigap. Mata apakah itu? DALAM SHASTRA JAWA KUNO mata di tengah-tengah itu dinamakan Mata Shiwa, atau dalam Shastra Bali disebut song langit (lubang langit). Seperti berikut inilah mata itu dibahasakan di dalam Shastra. Kalau mata kiri adalah
zDewa Putu Sahadewa Sejarah Hujan Keharuan ini, tanah, udara aspal bahkan matahari tidak membakar lagi di manapun hujan turun burung berteduh di bawah daun basah dan kita mengenang hari yang sejuk dengan gelisah. Awan kelabu terlalu lama menunggu satu kata yang tak pernah tercipta ketika butir itu jatuh, kau meragukan air mataku karena aku laki-laki dan tak pernah mengerti arti hujan. Akhirnya kita berjalan di atas harum tanah basah walau tak pernah berbeda arah kau selalu memetik bunga untuk menaburi luka sejarah cinta dan menyembunyikan warna di balik lipatan hati yang membeku. “Biarkan aku belajar untuk sekadar mengerti arti hujan�
candra (bulan), mata kanan adalah surya (matahari), maka mata yang ada di tengahtengah itu adalah lintang tranggana (bintang). PANDANGAN tentang ''lubang langit'' adalah salah satu dari sekian ajaran rahasia Shastra Bali. Langit adalah dahi atau kening. Di pertengahan dahi terdapat lubang tertutup. Dengan pelaksanaan yoga yang benar, maka lubang tertutup di kening itu bisa dibuka secara alamiah. Dari lubang langit itulah Batin melihat ke dalam dan ke luar diri. Itulah yang umumnya dinamakan Mata Ketiga, atau Mata Shiwa. Masih panjang penjelasan tentang ‘’bab’’ mata ketiga ini bukan dalam tulisan ini tempatnya. YANG HENDAK DITUNJUKKAN oleh ajaran rahasia itu, dalam bahwa sederhana, adalah posisi di mana orang semestinya menempatkan kesadarannya. Dalam bahasa Ciam Si, kesadaran itu tidak ditempatkan pada mata lelap yang terperangkap oleh gelap. Tidak juga kesadaran itu ditempatkan pada mata lelap yang terperangkap oleh gelap. Tidak juga kesadaran itu ditempatkan pada mata sigap yang selalu dalam keadaan ‘’siapa satu’’ untuk menangkap terang. Menurut pesan-pesan Shastra Jawa Kuno
zDewa Putu Sahadewa Lautmu langitku Laut dan langit bertemu di cakrawala Lautmu melarung kehilangan kita Langitku tawarkan cerita gelimang kerinduan Lautmu menenggelamkan rasa Langitku memberikan jingga Serupa kita berjga menunggu matahari. Ketika sepasang lumba-lumba mengajari anaknya berburu melampaui seratus hikayat. Meneliti gelombang rahasia. Engkau mengakui haru biru cinta kita. Arus yang begitu tergesa menyisakan lelah dan lupa seolah semua terlambat pulang Namun laut senantiasa setia menjemput walau sebutir pasir. 7DQSD PHQDĂ€NDQ ODQJLW Dan di atas perahu kau ajarkan keberanian untuk anak anakmu sembari memburu jejak camar yang menuntun keluarga lumba-lumba menuntaskan rindu.
run silent..., run deep.... in the long long run, sail along SMSoliloquy
Coming on Age in Balidwipamandala ... 16 Agustus 2015
16 Agustus 2018
dan Bali. Kesadaran itu ditempatkan di antara keduanya. Bukan pada mata kedat (terjaga), bukan pada mata ngidem (terpejam). Bukan pada siang, bukan pada malam. Bukan di sorga, bukan di neraka. Tapi di tengah-tengah antara keduanya. Bukan suka, bukan duka, tapi di tengah-tengahnya. Bukan ''laki'' bukan ''perempuan'' tapi di tenagh-tengahnya. PUISI NOMOR 4 INI memiliki persamaan thema dengan puisi nomor 44, yang baris ketiga menyebutkan: ‘’Tiga mata memandu mata kaki’. Dalam resepsi saya, mata kaki adalah matanya bumi. Tiga mata adalah matanya langit. Seperti disebutkan di atas, tempat langit adalah di kepala. Jadi, bumi dan langit ada di dalam satu tubuh. Dalam puisi nomor 44 disebutkan bahwa langit itulah yang menuntun bumi. SAYA TIDAK TAHU, apakah Tan Lioe Ie dengan sadar menempatkan kedua puisi ini pada nomor urut 4 dan 44. Kalau sadar, tentu ada maksud yang hanya ia bisa jelaskan. Kalau tidak sadar, maka muncul pertanyaan yang Tan Lioe Ie mesti cari jawabannya. Pertanyaan yang muncul itu adalah: mungkinkah kekuatan Ciam Si sebagai puisi ramalan, selain mengandalkan kata-kata juga bertumpu pada angka-angka? zIBM Dharma Palguna
zDewa Putu Sahadewa Memasuki Kenangan
Tanpa pintu aku memasuki kenangan gambar tak bergerak kasur setengah rusak beberapa titik air di halaman lalui jalan yang sama diayun langkah yang setia bunga lesu. Kekasih beku di atas bangku. Tubuhku menjadi bayangan mengumpulkan sisa-sisa sinar untuk dibulatkan menjadi matahari kecil yang akan membakar sejarah perjalanan mengisinya dengan letupan kemarahan membubuhkan tanda seru pada setiap kata sekadar kau tau hidupku akan mencari jalannya. Meski aku tak pernah sampai pada masa lalumu.
NASIONAL
16
Minggu Umanis, 21 Februari 2016
Duryodhana Mengeluh, Dipaksa Drona Hadapi Arjuna
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Seratus Sembilan Puluh Sembilan) Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
GURU Drona berkata, ‘’Aku tidak menemukan hal salah dengan kata-katamu Duryodhana. Engkau sama sayangnya kepadaku seperti anakku Aswatthaman sendiri. Aku katakan kepadamu dengan sungguhsungguh. Lakukanlah, segera sesuai dengan kata-kataku, oh raja! Dari semua sais kereta, Krishna adalah yang paling utama. Jenis kuda–kuda yang dipergunakan juga yang utama. Sedangkan Arjuna itu mendapatkan celah sangat kecil sekalipun, Dhananjaya itu dapat melesatkan anak panahnya dengan sangat cepat dan juga tepat. Jangan engkau lihat panah-panah dari pemakai mahkota, Arjuna itu. Sebab, panah-panah yang dilepaskan tak terhitung jumlahnya. Panah yang ditembakkan dari Gandiva busurnya itu mampu jatuh sejauh dua mil di belakang kereta kita, kendati dia sedang melaju meneruskan perjalanan cepat. Dibebani usia sudah uzur, aku sekarang sudah tidak mampu bergerak secepat Arjuna. Seluruh
bala tentara Partha sekarang sudah dekat dengan barisan di depan kita. Tekadku adalah menangkap Prabu Yudhishthira secepatnya. Bahkan, oh engkau yang berlengan perkasa, tugas itu telah menjadi sumpahku yang aku buat sendiri disaksikan semua pemanah dan di tengah-tengah seluruh ksatria. Oh raja! Dia sekarang berada di depan pasukan-pasukannya. Yudhishthira malah ditinggalkan oleh Dhananjaya. Karena itu, aku tidak akan meninggalkan pintu masuk dari barisan kita, apalagi bertarung dengan Phalguna. Pantas bagi dirimu sendiri, dengan dukungan pasukanmu, engkau harus bertarung dengan musuhmu, yang sedang sendirian. Musuh-musuhmu itu setara dalam garis keturunan dan juga prestasi-prestasi. Jangan takut, oh Duryodhana. Pergilah dan bertarung dengan dia secepatnya. Engkau adalah penguasa seluruh bumi ini. Engkau adalah seorang raja besar dan memiliki kekuatan luar biasa. Engkau
seorang pahlawan yang memiliki ketenaran. Engkau sempurna dalam menaklukkan musuhmusuhmu. Oh engkau adalah penakluk, pemberani dari kotakota yang bernusuhan. Dirimu, pergilah sendiri secepatnya ke tempat di mana Dhananjaya, putra Pritha itu, berada.’’ Duryodhana menjawab Drona. ‘’Oh Guru, bagaimana mungkin hamba menahan Dhananjaya. Prestasi adik Bhima itu telah melebihi, bahkan paduka yang utama dari semua pemegang senjata-senjata? Kepala kaum surgawi yang bersenjatakan Halilintar saja mampu Paduka taklukkan dalam pertempuran. Tetapi Arjuna, penakluk kotakota bermusuhan itu, tidak dapat paduka taklukkan pada pertempuran dharma ini. Putra Hridika, Kritavarman, penguasa Bhoja itu, setara dengan paduka sendiri dan dia seorang dari kaum surgawi. Kritavarman, dengan mudah dikalahkan Arjuna, dengan kekuatan senjatasenjata surgawinya. Demikian
juga ksatria utama lainnya Srutayu telah dibantai. Sebagaimana ksatria tangguh dan hebat lainnnya Sudakshina. Bukan saja kedua ksatria hebat itu yakni Srutayu dan Achyutayu menghadap ke Dewa Yama, tetapi banyak sekali kelompok Mlecchas juga dibantai tak berbekas. Lalu bagaimana hamba melawan Dhananjaya, dalam pertempuran dharma ini, oh Guru Drona? Putra Pandu adalah yang utama dari ksatria kereta. Putra ketiga Pandu itu
tidak terkalahkan melawan siapa pun. Ayah dari Abimanyu itu sempurna dalam menguasai senjata-senjata panah. Ketika panah lepas dari Gandivanya, seperti api menghabiskan segalanya yang ada di seluruh muka bumi ini. Bagaimana paduka berpikir, hamba mampu bertarung dengan Dhananjaya hari ini? Hamba tergantung kepada paduka seperti seorang budak. Karena itu cepat lindungilah ketenaran hamba.’’ (bersambung)
Sloka 5.19 Ihaiva tair jitah sargo yesham samye sthitam manah nirdosam hi samam brahma tasmad brahmani te sthitah Bahkan di sini di bumi ini, semua hal hal duniawi dapat tertasi bagi mereka-mereka yang jiwanya telah bersatu dalam suatu kessamaan. Yang Maha Esa adalah nirdosha, yaitu tak tersentuh oleh dosa, dan ia sama bagi semua makhluk. Mereka yang sadar hal ini telah bersatu dengan-Nya.
Terkait Jaringan Bom Thamrin POLISI menyebut ada empat terduga teroris ditangkap Densus 88 di Desa Ngijo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang, Jumat (20/2) lalu. Kapolres Malang AKBP Yudo Nugroho di sela memimpin olah TKP di Perum Green Hills Residence, Sabtu (20/2) kemarin, enggan menjelaskan identitas terduga teroris itu. Hanya disebutkan mereka ditangkap bersamaan.
Ditambahkan, hari ini dilakukan penggeledahan serta olah TKP di empat rumah terduga teroris. “Empat tempat atau empat rumah yang kita geledah hari ini,� tambahnya. Yudho menambahkan, ada empat rumah yang digeledah hari ini, yakni di Perum Green Hill Residence, Griya Permata Alam, belakang Balai Desa Ngijo, dan rumah di kawasan
Dau, Kabupaten Malang. “Belum ditemukan bahan peledak maupun senjata api, masih kita selidiki. Untuk pelaku masih diperiksa Densus. Mereka diduga jaringan bom Thamrin,� kata Yudo. Pihaknya berterima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membangun koordinasi baik hingga terungkapnya kelompok terduga teroris ini. (ant)
Operasi Pekat di Kalijodo
Ditemukan 400 Anak Panah Jakarta (Bali Post) Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menyelidiki kepemilikan 400 anak panah yang ditemukan di salah satu kafe kawasan Kalijodo, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. “Kita selidiki pemilik 400 anak panah dan senjata tajam lainya,� kata Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Martuani Sormin, di Jakarta, Sabtu (19/2). Ia menyebutkan, petugas gabungan Polda Metro Jaya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Komando Daerah Militer (Kodam Jaya) menemukan ratusan anak panah dan berbagai senjata lainnya di Kafe Intan. Martuni menuturkan, polisi akan meminta keterangan berkaitan dengan motif kepemilikan benda berbahaya itu kepada pemilik kafe. Selain senjata tajam dan anak panah, aparat juga
menyita karet pelontar anak panah di lokasi yang sama saat penggeledahan kawasan Kalijodo. Martuani menduga, anak panah dan senjata tajam itu untuk menyerang aparat terkait rencana penertiban bangunan kafe tanpa izin di atas lahan lahan negara tersebut. Perwira menengah kepolisian itu menyatakan, anak panah itu siap pakai dan biasa digunakan di daerah konflik. Sebelumnya, petugas Polda Metro Jaya, Satuan Polisi Pamong Praja DKI dan Kodam Jaya juga menyita sejumlah minuman keras, narkoba, alat kontrasepsi (kondom), senjata tajam dan senjata angin laras panjang di kafe kawasan Kalijodo. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian sempat memimpin apel gabungan sekitar 2.000 personel pengamanan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Kalijodo, Jakarta Utara di
Markas Polda Metro Jaya pada Sabtu (20/2) kemarin sekitar pukul 04.00 WIB. Petugas gabungan itu menyasar sejumlah kafe, seperti Sinar Jaya, Wisma Citra, Intan dan Ling Ling di kawasan lokalisasi Kalijodo, bahkan aparat terpaksa mendobrak pintu beberapa kafe yang terkunci. Tito menegaskan, pihaknya akan memanggil pemilik minuman keras ilegal yang ditemukan di gudang kafe tersebut guna menjalani proses hukum. Operasi Pekat di kawasan Kalijodo selesai sekitar pukul 09.30 WIB dengan kondisi yang terkendali. Razia gabungan itu terkait dengan rencana Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang akan menertibkan bangunan ilegal pada lahan milik negara di kawasan lokalisasi Kalijodo menjadi ruang terbuka hijau. (ade/ant)
BPM/ade
MIRAS - Aparat menemukan miras saat Operasi Pekat di kawasan Kalijodo.
Minggu, 21 Februari 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wecana 06.35 Sehat & Bugar 07.05 Seputar Bali Akhir Pekan 07.35 Warna Warni Pagi 08.05 Klip Bali 08.35 I Got It 08.45 BCTTV 09.05 Taman Sari 09.30 Belajar Menggambar 10.05 Boga Dewata 10.30 Pelangi Kehidupan
11.30 Dunia Otomotif 12.00 Dharma Wacana 12.30 Traventure 12.45 BCTTV/Glimpse Of The Island 13.00 Dunia Kita 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Gita Shanti 16.05 Dialog Interaktif Harmoni Bali 17.05 Round Up The World 17.30 DW TV 18.00 Puja Trisandya 19.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz (BBQ)
19.30 Kris (Kriminal Sepekan) 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lintas Mancanegara 21.30 Sekilas Berita 21.35 Ajeg Bali Usabha Mumu Desa Adat Bungaya 22.00 Sekilas Berita 22.05 Lila Cita 23.05 Solusi Alternatif Herbal Putih 00.00 Lila Cita Calonarang Bahula Duta Padangsambian (4) Closing
BPM/ant
GELEDAH - Aparat sedang menggeledah rumah terduga teroris di Malang.
Terduga Teroris di Malang Mantan PNS Malang (Bali Post) Terduga teroris ARW (40) yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Jalan Raya Ngijo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang, Jumat (19/2) malam, merupakan mantan pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur. ARW tercatat pernah menjadi PNS Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Malang dan sempat di Jakarta. Ia digerebek puluhan polisi berpakaian preman di rumahnya di Perum Griya Permata Alam (GPA) Blok JM-7, Malang. Menurut Ketua RT 7 RW 11 Desa Ngijo, Karangploso Widji, Sabtu (20/2) kemarin, sekarang ARW sudah tidak aktif sebagai PNS sejak dua bulan terakhir dan lebih memilih berjualan gado-gado di sekitar Pasar Karangploso. “Dia jualan di kawasan Pasar Karangploso sekitar dua bulanan, dan istrinya jadi ibu rumah tangga,� ujar Widji yang juga tetangga ARW. Ia mengemukakan, warga sekitar tidak ada yang menaruh curiga pada keluarga ARW yang memang dikenal sangat supel sejak berdomisili di daerah ini sekitar tujuh tahun lalu, namun belakangan agak tertutup dan penampilannya pun berubah. Kediaman ARW juga sering dijadikan tempat pengajian, tetapi pesertanya bukan warga sekitar. Pengajian
tersebut, menurutnya, mulai dilakukan sejak 2014 yang justru jarang diikuti warga setempat. Meski demikian, menurutnya, ARW dan keluDUJDQ\D WLGDN SXQ\D NRQĂ LN dengan warga sekitar. “ARW tak pernah mau shalat di mushala dekat rumahnya, tapi memilih di mushala RT 10. Saya tidak tahu persis kenapa tidak pernah mau, mungkin beda aliran atau ada faktor lain,â€? ujarnya. ARW, yang diduga terlibat jaringan teroris Santoso asal Poso, Sulawesi Tengah itu diamankan oleh Densus 88 setelah kendaraannya (mobil Xenia berpelat luar Malang) dihadang Densus 88 di Jalan Raya Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Selanjutnya, ARW bersama rekannya yang mengendarai Xenia warna silver itu dibawa ke rumah Badrodin, yang diduga juga kelompok mereka, di Jalan Bukit Kamboja 1 Nomor 43 Perum Green Hills Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Dari rumah tersebut dilakukan penangkapan ter-
hadap empat orang terduga teroris oleh Densus 88 Polri. Keempat orang tersebut adalah Achmad Ridho Wijaya, lahir di Jakarta 3-09-1976, warga Perum Griya Permata Alam Blok JM-07 RT 007 RW 011 Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Selanjutnya adalah Rudi Hadianto, kelahiran Malang 11-9-1979, warga Perum Permata Regency I blok SA-11 A Jl Raya Kagrengan Desa Ngijo Kec. Karangploso Kabupaten Malang, Romli, warga Jalan Margojoyo Gg
2 RT 01 RW 02 Dusun Jetis Desa Mulyoagung Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, serta Badrodin, warga Jalan Kamboja No. 43 Prum Green Hills Kecamatan Ngijo, Kabupaten Malang. Keempat terduga teroris tersebut saat ini diamankan di Mako Brimob Ampeldento, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, dengan barang bukti tiga unit sepeda motor, dua bom molotov yang belum jadi (berupa botol minuman berenergi dan serbuk bahan pembuat bahan bom 1 plastik kecil. Barang bukti berupa serbuk dan bom molotov masih didalam rumah Badrodin dan akan dilakukan pendalaman oleh personel Polres Malang. (ant)
!
0LQJJX 8PDQLV )HEUXDUL
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris
z Iklan Peluang Emas
Dcr Pattern Maker yg Brpnglmn Dibutuhkan Segera: Dcr Waitress bs Bhs.Inggris SpaDubai,India,Srilanka&Rusia Butuh Segera/ Spa Therapist di Dcr: Cook Helper min.lulusan Krm CV ke Nirvana Rest Jln. *Staf Admin Prod.Bakery *Staf Resmi081337327057/081999913777 Tegalalang:20 Org(Lp/W) Tidak u/Western Design/082144708033 SMK Hub:762570 A.BP.001.02.16.0000971 A.BP.001.02.16.0000272 A.BP.001.02.16.0001424 Laksmana 50 B Seminyak Produksi Pastry&Bakery *Cook Perlu Pengalaman,Akan Diberi Dcr Pgw Utk Warung Llsn SMK Dcr:PRT Rajn/Jujur u/Prbi Usia A.BP.001.02.16.0001368 *****Australian Family Looking Chinese/Western/Indo *Kasir Pelatihan,Karir Bagus & Gaji Tata Boga Hub:081337989977 for Nanny in Sidney for Max.25Th Tdr Dlm,081805582712 **Secret Garden, Membutuhkan: *Waiter/ess *SPG Toko *Helper Menarik.Kirim Lamaran ke Jl. A.BP.001.02.16.0001413 A.BP.001.02.16.0001436 1.Design Grafis,2.Reception, 6 Month Starting in March,Good Kualifikasi: Bypass Ngurah Rai Sanur No.101 Dcr STM Mesin u/Prushan Ekspor Dibthkan Segera,Adm Gdg 3.Public Relation,4.Guest English Energetic,Under 40Th, *Pria/Wnt Max30Th *Pend.MinSMU Email:hrd@zenbali.com/T.289752 di pelabuhan Benoa,081338623037 Sembako Penempatan:Gianyar Relationship Oficer (No.2,3,4: Experience Ph.085100050706 B.BP.145.02.16.0000807 A.BP.001.02.16.0001295 /SMK/Sdrjt*Dspln,Jjr&ShtJsmni Hub:081353208390 A.BP.001.02.16.0001369 bisa Berbahasa Mandarin)Email: AdmSMK/D1,BsComptMax25ThPeremp Dcr Sopir,Tng Krm Brg,Adm Gdg. Krm Lam CV&Foto Terbaru ke:The B.BP.004.02.16.0000828 Adm,Staff,Packer,Driver.CV to dic@vci.co.id/081236239988 Single,Lam astia2014@yahoo.com Looking SPG For Boutiques in Sanidata,Jl.Teuku Umar 24 Dps Orange Fresh Baked,T.Umar48Dps B.BP.001.02.16.0000826 Limajari Cargo Jl.Raya A.BP.001.02.16.0001191 B.BP.141.02.16.0000855 A.BP.001.02.16.0001440 Maldives Country 18-28 yrs old Dcr S1 Acc Laki Menguasai PaKerobokan 100X Cr Pembantu Gj.1,5 yg ngantar “Dicari Therapist & Dcr Staff Analis,Mrktig Lam Fluent in English,SalaryUS$500 jak utk Perusahan Ekspor/Impor B.BP.001.02.16.0000534 dpt 500 T.085222555444/487706 Marketing(Gaji+Service+Bonus) UD.An Jaya,Padang Luwih Dalung After Completion of Probation di pelabuhan Benoa,081338623037 Dbthkn Sgr cook helper,waitrer A.BP.001.02.16.0001400 BaliOrchid Spa CP:082237792255 No.177 Phn:085100801638 A.BP.001.02.16.0001296 if Interested Contact Ms.Ketut Dbth Asst SPV HR&GA Kirim Cv /ss dan cashier min SMK CV to A.BP.001.02.16.0001375 A.BP.001.02.16.0001316 08123890647/081237590003,Email Job Australia Prkbnan & Rest. ke:dpspersonalia@diamond.co.id hrdkzu@gmail.com Dcr Butler/Security 0361 Dcr,Driver,Max 30Th,SMA, Biaya 50% Ptng Gj,brngkt Cpt, B.BP.145.02.16.0000698 CV to:reyyy_2003@yahoo.com B.BP.812.02.16.0000485 9000996 Bayad Ubud Bali Vila A.BP.001.02.16.0001319 SIM A, 0361 8463620 Dcr Butler/HK Hub.081337460096 Gji Bsr,Resmi,Trbts!Hub.Bu Dbth:Captain Waitress/Waiter & A.BP.001.02.16.0001420 B.BP.004.02.16.0000875 Dibutuhkan Segera�Junior Pizza Dinapertiwi.Sh,Indopower Pt. Balilife BumiAyu V No.88 Sanur Bartender u/Restaurant Baru Research Web Master Graphic Maker�dan�Barista�untuk RestoA.BP.001.02.16.0001419 Di butuhkan Tenaga Serabutan, Hp.081 217 127 822 Segera. Krm ke: Jl.Laksmana 11A BasangA.BP.817.02.16.0001349 Designer Social Media Planner ran Kuta,Pengalaman 1Th.Umur Dcr House keeping Public Area. Marketing Event,dan Sopir.Bawa Sgr Therapist,Wanita,Pengalakasa(Wah-Wah Burger Restaurant) Send Your Email to Min.20Th T.0361 763143 / Email Ari Putri Hotel Jl.Cemara, Lmrn ke Jl.Suli No.10 CV Cahya man,Cool Spa Seminyak 730920 /ariwibawaimade@gmail.com indianaryder@gmail.com CV ke:info@mnm-concepts.com Semawang Sanur 08976778714 Tlp:081916608899 / 226354 A.BP.001.02.16.0000654
A.BP.001.02.16.0001428
A.BP.001.02.16.0001396
A.BP.001.02.16.0001432
A.BP.001.02.16.0001326
PT Putra Dewata Distributor Aqua Membuka Lowongan Sebagai Sales, Koordinator Sales & Supervisor Penjualan Area Dps. Kirim Lamaran + CV Jl.Gatsu Timur 250x Hub:08113432507 A.BP.001.02.16.0001340
Dicari Waiter/s Brpengalaman utk Restauran Hub.081338489093 A.BP.001.02.16.0001434
Dicari:Karyawan/ti untuk Toko diCanggu&Dps Kirim Lam ke Jl. Imam Bonjol533 T499338,8422504 B.BP.004.02.16.0000784
Dcr FO yg bs Bhs.English&driver max.35th u/Spa di Jimbaran, Hub.0361-704664/085100638867 B.BP.101.02.16.0000881
PT.Kura-Kura membutuhkan Bus Driver, Lamaran + CV k e anjani_e@kura2bali.com, 0361-772696 detail in.kura2bus.com/page/recruit
A.BP.001.02.16.0001363
Urgently required butler/Villa Attendant for Seminyak Villa CV to hrd@baliandvillas.com A.BP.001.02.16.0001416
Red carpet Champagne Bar Mencari maintenance yang Berpengalaman Perbaiki Mesin Vespa,Bhs Inggris Diutamakan. Gaji Bagus Service Charge,BPJS dan Uang Makan. CV kirim ke: jakko@red carpetchampagnebar.com A.BP.001.02.16.0001393
Taco casa-Ubud is Hiring Now Cook/Helper,Hard Working, Dedicated Person,at Least 1 Year Experience in the same Field, Max 26 Y/O,Single CV:info@tacocasabali.com SMS: 0821 4524 5144 A.BP.001.02.16.0001303
Sopir Pribadi Bujang Tdr Dlm 08123861941
Property in Sanur Looking for Listing Agent Staff,Speak English(Writting & Oral)High Salary 0361-8497275 A.BP.001.02.16.0000570
Dcr Staf Front Office & marketing utk Spa Cab.Ubud. Krm CV ke Bali Ratu Spa Jl.Kartika Plaza 18 Kuta/ hrd@baliratuspa.com B.BP.154.02.16.0000880
Urgently Required a Baker/ Pastry for Batubelig Bread Factory, Send CV to emanueljohan@icloud.com B.BP.004.02.16.0000720 SINGARAJA
Dibthkan Merketing Officer min SMA Pria/Wanita max 35th.Kirim CV Ke Kredit Plus, Jl.Ngurah Rai No.49 Singaraja Tlp.0362 32850 (Interview Langsung)
A.BP.001.02.16.0001070
B.BP.004.02.16.0000730
A.BP.009.02.16.0000671
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU
ISUZU
Ayla Dp7Jt,PickUP Dp6Jt,Xenia Dp7Jt Hb.082340855805
Dijual Pick Up Panther Th’96 Hub:08123867319
A.BP.001.02.16.0001407 FORD
Dijual Mobil Ford Fiesta Tahn 2012 Kndisi Mulus,085339824184 Jual Murah Sekali Honda CRZ’13 Sport 2Pintu Hybrid KM7rb dark Violet Lmtd Edition 0817334537 B.BP.004.02.16.0000488
Mobilio CVT Prertige’15 Hitam Asli DK Hub.087862200090
SERVICE PANGGILAN
KULKAS, W.HEATER
081933026864 085102868305
C 0000986 SRV
SERVICE
Avanza G’08 Hitam Orisinil Mulus 110Jt,08123964757 BUCpat
A.BP.001.02.16.0001351
A.BP.001.02.16.0001443
Kjg Grand Extra’93Short Abu2 AC Dbl,Mulus 45Jt, 081239600292
SUZUKI
Jimny GX’95BiruGelap Cat Ori Total VR 47Jt,081239600292 BUC
A.BP.001.02.16.0001444
A.BP.001.02.16.0001445
APV Arena GX’15 Putih,Carry PU ’15 Hitam Asli DK 087862200090
Agya G Matik’13 Putih 95Jt Knds Bgs AsDK,081936222166
APV Luxury’13 Trwt Samsat Baru All Risk 150Jt Hp:087760255888
Hardtop’79 Hijau Ps AC Vlg Ori Rem Cakram Winch Ban 33 Baru Mulus 081236691188 Bs TT Jimny
A.BP.001.02.16.0001438
SERVICE
SUMUR BOR MESIN CUCI WATER HEATER
HUB. PAK KADEK :
PANGGILAN MURAH BERGARANSI
085101704628 | 081936006001
C 0000800 SRV
SERVICE
ARTA TEKNIK
MELAYANI SERVICE
M.CUCI KULKAS FREEZER CHILLER BERGARANSI W.HEATER
AC
TLP. 082144262089
DISEWAKAN RUMAH Dikontrakan Rumah Minimalis Fasilitas:Ruang Tamu:2Kmr Tdr: Dapur:Kmr Mandi Hp087857376978 A.BP.001.02.16.0001310
Rumah Tnh 4,5Are Ada AC Btnghari IB No5 Panjer/08123861941 A.BP.001.02.16.0001071
A.BP.001.02.16.0001430
A.BP.001.02.16.0001411
Nusa Bali Service BINTANG SERVICE POMPA AIR MESIN CUCI POMPA AIR
SUMUR BOR
TOYOTA
A.BP.001.02.16.0001437
A.BP.001.02.16.0001410
A.BP.001.02.16.0001446
A.BP.001.02.16.0001412
Djl Panther LS’2004 087863038504/085105216969
A.BP.001.02.16.0001382 HONDA
Ertiga’13 AsDK Asrnsi 40rb KM Fortuner VNTurbo’13 A/T asBali Ex.Dokter 160JtNg,085737046003 W.htm tgn I, 365Ng, 081353577668
A.BP.001.02.16.0001431
DIJUAL TANAH Jl Tnh+Rmh 3,4A Almt Jl.Mekar 2 Blk B5 No.18 Kepaon-Pmg Hrg Ng Hub.081315731205 Diar A.BP.001.02.16.0001325
BIRO JASA
BIRO JASA
PAK GEDE AHLI MAMPET
AHLI BUNTU
KURAS
WC TANPA BONGKAR
* CLOSET * WASTAPEL * SALURAN AIR * DLL
GARANSI
XL : 081 747 62079 SIMP : 081 339 181 528 C 0000397 mbl
BIRO JASA
WC Garansi
Way of Life !!!
SUZUKI PERMAI GATSU
Promo Galungan & Kuningan Dapatkan!!! Hadiah Sepeda Motor
3
BUC Tanah 1,5A Perum Grahalia Blok IV Buduk 085100947239
A.BP.001.12.15.0001632
ERTIGA
DP Jt-an/ Angs. 2Jt-an Diskon Puluhan Juta Bunga 1,1% menurun/ PICK menetap 0,5% Dapatkan Hadiah Langsung Nego Sampai Deal
!!!Karma Kandara Jimbrn dkt Pantai 2A cck villa 087770077777 A.BP.001.02.16.0001422
!!!Tnh 20A dkt Seminyak view sawah cck villa 081246976068 UP
081919188899 08123844556 C.0000535-mbl
ALUMINIUM
A.BP.001.02.16.0001423
Dijual Tanah 4Are dan 11Are Lokasi Ubud Hub:081338305818 A.BP.001.02.16.0000799
Tnh 1A,2A,375Nego Perum Eka Cakra Abianbase Bdg/081337141817
A.BP.001.02.16.0001402
TANPA BONGKAR TANPA OBAT
TABANAN
Jual Tanah 5,25Are Jl.Mawar 77 Tabanan hub.081238507285 B.BP.141.02.16.0000736
DIJUAL RUMAH Rumah Mewah Murah 1,2Are Lt2 Jl.TamanWedaSari Gg Drupadi Kebo Iwa,081337555359
AHLI SUMBAT 081337666135 082359392760
C 0001364 BRJ
A.BP.001.02.16.0001439
DIJUAL HOTEL Dijual Hotel Jimbaran harga 119 juta Hub.082131470770 B.BP.154.02.16.0000879
RUPA-RUPA Atasi Rmh Bocor Grnsi & Rnovasi.Pak:Sefri 085100774702 A.BP.001.02.16.0001441
A.BP.001.02.16.0001335
DIJUAL MOBIL
TOYOTA
PROMO GALUNGAN & NYEPI
DP. 20 jt-an
GRATIS Aksesoris Y BISA Tukar Tambah READ FREE maintenance 3th STOCK
BIRO JASA
INNOVA
FORTUNER
PROMO DAIHATSU PICK UP
DP
3Jt
087860831669 - 081236339051
DIJUAL MOBIL
DIJUAL MOBIL
DAIHATSU PUSAT
GEBYAR NYEPI PU. G MAX DP. 3 Jt DP. 7 Jt XENIA TERIOS DP. 26 Jt DP. 25 Jt LUXIO SIRION DP. 24 Jt DP. 6 Jt AYLA
AYU HITA 085 100 848 837
081 999 497 797
C 0001306 MBL
DIJUAL MOBIL
AYLA
5Jt
DP
GREAT XENIA DP Jt
6
TERIMA TUKAR TAMBAH
08176638278 081216529883 C 0001305 MBL
NEW AVANZA
H. 08-1234567-113
C 0001002 RPA
C 0000884 BRJ
A.BP.001.02.16.0001442
Rmh Type 45/105 Jl.Tkd.Yeh Aya IX B Blok A No.1 Renon Hub:089668339366
AGUS
085338344278
Ahli Rmh bocor,Dak,Dinding,Tlg dll Grs.P.Joni 085237991833
B.BP.141.02.16.0000787
Rmh Br 2Unt LB/LT 150/190m2 Mnmls Lok.Bgs,Keboiwa Sltn,Bat ursari Gts Brt H.0811396569
KURAS
BIRO JASA
Rmh Siap Huni Lantai 2 Kmr Tdr 2,Kmr Mndi 1 Lokasi Jimbaran Hrg 500Jt nego Hub:08123805574 A.BP.001.02.16.0001081
A.BP.001.02.16.0001344
RUPA-RUPA
GESEK TUNAI & PELUNASAN
WC MAMPET SALURAN AIR WASTAFEL, DLL
Tnh Kav.2Are 90jt/A,Br Puakan Taro,Tegallalang /081246386211
A.BP.001.02.16.0001312
Tnh Kavling Jl.Besakih Suwung Kauh H08123871809/081337569788
XENIA TERIOS 7Jt-an
DP
30Jt-an GRAN MAX
DP
AYLA
TOYOTA
ANGS
PROMO SPECIAL
1JT-AN
DP 14 Jt-an
DP
LUXIO
GALUNGAN & KUNINGAN
3JT
SIRION
ES PROS T CEPA
DP 20 Jt-an/Angsuran 2 Jt-an TERIMA TUKAR TAMBAH | KOS DIBANTU
085101456084
GRAND NEW AVANZA
DP MURAH
20
DISKON GEDE PROMORINGAN SPECIAL BUNGA
KREDIT S/D 6 TH FREE ACCESORIES BISA TUKAR TAMBAH BONUS HADIAH
Jtan 081916677038 / 082145293708
REKREASI
18
Pertanyaan
Minggu Umanis, 21 Februari 2016
TTS Bali Post
Mendatar 1. Depak 4. Mandor atau pekerja atasan 7. Search and rescue 9. Uang hadiah diluar gaji 13. Salah satu jenis musik bertempo cepat 14. Panggilan untuk wanita dewasa 15. Kepala kepolisian tingkat provinsi 19. Organisasi buruh internasional 20. Pesta penerimaan tamu 21. Suku bangsa Minahasa yang berarti orang setanah air 22. Komunikasi informasi edukasi 23. Peringatan 26. Inpres desa tertinggal 28. Bintil-bintil merah pada kulit 30. Dewa kesuburan orang Israel 32. Sinar 35. Cuci rambut 36. Terkenal 37. Satu dan satu-satunya 38. Binatang kecil pemakan kertas, kain dsb 39. Negara dengan ibukota Lapaz Menurun 1. Penyadap 2. Tiruan bunyi tembakan 3. Gerakan sayang ibu 4. Tiga 5. Penyakit menular yang ditularkan oleh kutu tikus 6. Perang kecil-kecilan dan tidak terbuka 8. Lebih baik atau utama 9. Bandit atau penjahat 10. Tempat pembuangan akhir 11. Anak (Inggris) 12. Sifat kekanak-kanakan 15. Kepala atau jiwa 16. Tengik (Bali) 17. Tempat menyimpan barang 18. Nama ikan air tawar 22. Tuter 24. Bawang goreng 25. Dibalik : Orde baru 27. Firasat 29. Tafsiran atau komentar 31. Tes terhadap penyanyi, penari 33. Dibalik : Tekanan darah 34. Dekat atau intim
Ketentuan Menjawab
Pemenang TTS No. 232
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amJawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 234 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 27 Pebruari 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 6 Maret 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 232 Mendatar 1. Optimis 4. Mangkuk 7. Kontrol 8. Press 10. Isu 11. Ala 12. Bahrain 14. Trotoar 15. Reformasi 20. Negosiasi 24. Pribumi 25. Hinggap 27. Hio 28. Ulu 29. Skema
31. Teratai 32. Replika 33. Abolisi
17. 18. 19. 21.
Menurun 1. Ordiner 2. Tukub 3. Interim 4. Melanting 5. GOR 6. Kasuari 8. Parotis 9. Euforia 13. Ayo 16. Fasisme
22. 23. 26. 30.
Romusha Agnihotra Sponsor Okgnalb (Blangko) IDA Intuisi Puisi Mal
1. Gede Muliana SMK PGRI 5 Denpasar 2. Ni Ketut Sudiartini Jln. Kenyeri No. 45 (Med Hind), Denpasar 80239 3. Made Arsana Br. Bajangan, Dencarik, Banjar, Buleleng 81152 4. Ni Ketut Ratih Juliarthini, SP. Dinas Pertanian TPH Kab. Karangasem, Jl. Ahmad Yani No. 1, Jasri, Karangasem 80813 5. Putu Fajar Pratama Putra Kelas 4A SD Negeri 5 Sumerta 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : Ni Luh Md. Dwipayani, S.Pd. SD. Alamat : SD Negeri 2 Sukawati, Gianyar 80582
Panorama Pantai Atuh Nusa Penida
BPM/dwa
MATA AIR- Pemandangan mata air Guyangan yang memiliki kolam alami.
Mata Air Guyangan Tiada Duanya GUYANGAN menjadi andalan sumber mata air daerah perbukitan di Nusa Penida. Gemericikan air terjun di mata air Guyangan menjadi spot yang paling digemari para pelancong. Mata air Guyangan menjadi lokasi paling menarik untuk mengabadikan momen di Nusa Penida. Pasalnya, di tempat ini terdapat kolam yang terbentuk alami oleh alam. Untuk bisa mengunjungi mata air yang berada di Banjar Guyangan, Desa Batukandik ini, wisatawan harus menempuh jarak sekitar 25 kilometer dari Pelabuhan Nusa Penida. Saat berada di Guyangan, pelancong disambut ratusan anak tangga menuju mata air. Andrenalin terpacu menuruni setiap tangga tebing menjulang tinggi yang memiliki jarak sekitar 150 meter. Bila telah mendekati mata air tersebut, akan terdengar deburan ombak. Perbekel Batukandik I Wayan Katon mengungkapkan, objek mata air tersebut ramai dikunjungi wisatawan sejak tiga tahun lalu. “Tempat wisata ini menantang, tetapi pemandangan sangat luar biasa. Pemandangan komplit, mandi di kolam menatap biru laut menjadi momen tidak terlupakan bagi pelancong,” ujarnya.
Salah seorang pelancong, I Dewa Gede Ikarismana, mengatakan mata air Guyangan memiliki pemandangan yang sangat berkesan. Meski harus berkeringat untuk bisa mendatangi tempat ini, ia mengaku tiak akan kapok mengunjungi tempat tersebut. “Petualangan, tantangan dan keringat bercucuran dihapus dengan segarnya air sambari melihat lautan biru. Sensasi luar biasa seperti berada di kolam hotel bintang lima,“ terangnya. Sementara pemandu wisata yang sering mengantar tamu ke Guyangan, I Kadek Wiranatha, mengaku tempat tersebut kini menjadi incaran tamu yang berkunjung ke Nusa Penida. Para wisatawan paling menikmati mandi di kolam dengan air segar sambil melihat pulau kecil dan laut. “Kata mereka sih mata air Guyangan menjadi tempat tiada duanya,“ beber pria asal Batumulapan tersebut. (dwa)
PANTAI Atuh terletak di ujung tenggara Nusa Penida, Klungkung. Berjarak 25 kilometer dari arah Pelabuhan Kapal Roro, tepatnya di Dusun Pelilit, Desa Pejukutan, kawasan Atuh ini terkenal dengan panorama alamnya yang indah dengan pulau-pulau kecil, bukit dan pantai. Tokoh masyarakat setempat, I Wayan Sudarsana, mengatakan setiap hari Pantai Atuh didatangi puluhan pengunjung baik wisatawan domestik (wisdom) maupun wisatawan mancanegara (wisman). Kawasan tersebut mempunyai dua pantai yakni Atuh dan Titi Bahu. Namun, pantai yang bisa diakses hanya pantai Atuh. Sementara pantai Titi Bahu aksesnya sangat sulit dan terjal. “Hanya orang lokal dengan adrenalin tinggi bisa mencapai lokasi tersebut melakukan aktivitas memancing,” ujarnya. Pria yang lebih akrab disapa Wayan Doglas ini menjelaskan kawasan Atuh mempunyai pulau-pulau kecil dengan nama khas daerah setempat mulai dari Batu Paon, Batu Padasan, Batu Abah, Batu Tegen, Batu Jineng dan Batu Pecanangan. Dari sekian nama pulau kecil tersebut, yang paling dikenal para nelayan maupun warga hanya Batu Abah. Hal ini disebabkan Batu Abah tersebut sebagai tanda ujungnya Nusa Penida. “Kemungkinan namanama pulau tersebut anatologinya dipengaruhi lingkungan pantai dan sekitar rumah. Setiap pulau berbentuk bedabeda seperti Batu Metegen menyerupai barang yang dipukul warga dengan menggunakan alat tradisional dua sisi barang tersebut dilihat metegenan, “ tuturnya. Pemandangan Atuh dari Batu Jineng hampir mirip dengan Raja Ampat di Papau Barat. Keunikan terse-
but membuat para pelancong lebih senang berfoto ria di Batu Jineng ketimbang di pantainya. “Pantai Titi Bahu sangat eksotik, akses susah dijangkau dan menantang banyak dari pelancong mengurung niatnya untuk bisa menikmati pemandangan dari dekat,” imbuh Doglas. Salah satu pelancong, Agus Kardita mengatakan pantai Atuh sangat memesona. Mulai menyisir jalan setapak sudah terlihat pesona elok memancar keindahan. “Spot foto paling keren di Batu Jineng, tapi aksesnya lumayan menantang dibayar dengan keringat bercucuran,” imbuhnya. (dwa)
PANTAI ATUH - Pesona Pantai Atuh dengan pulau kecilnya yang memesona.
19
Minggu Umanis, 21 Februari 2016
Lonjakan Volume Dari Hal. 1
BPM/ant
MENUNGGU - Sejumlah calon penumpang menunggu jadwal keberangkatan di terminal keberangkatan Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (20/2) kemarin.
Lion Air Tergelincir di Juanda, Pendaratan Dialihkan ke Bali Sidoarjo (Bali Post) Risiko pesawat keluar landasan memungkinkan terjadi di musim penghujan. Sabtu (20/2) kemarin pesawat Lion Air jenis Boeing 737-9GP bernomor penerbangan JT263 rute Balikpapan (Kalimantan Timur) ke Surabaya (Jawa Timur) tergelincir (over run) keluar landasan saat mendarat di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo. Akibatnya, bandara ditutup selama empat jam. Sebanyak tujuh pesawat tujuan Surabaya yang dilayani oleh tiga maskapai berbeda terpaksa dialihkan rutenya ke Bandara Ngurah Rai, Bali. Legal And Communication PT Angkasa Pura Juanda Surabaya Liza Anindya mengatakan bahwa pesawat tersebut mengalami over run di Bandara Internasional Juanda sekitar pukul 11.08 WIB. Seluruh penumpang dinyatakan selamat, proses evakuasi terhadap penumpang telah
dilakukan,� katanya. Ia mengatakan, dari data yang ada, para penumpang tersebut sudah selesai dilakukan evakuasi sekitar pukul 12.00 WIB dan secara keseluruhan selamat, serta tidak ada yang terluka. Pesawat membawa sebanyak 215 orang penumpang. Bandara sempat ditutup sampai dengan pukul 15.30 WIB karena saat ini masih dalam proses evakuasi dengan melakukan penarikan badan pesawat. Bandara Juanda belakangan ini cuacanya sering terjadi hujan, sehingga Angkasa Pura harus menyiapkan sejumlah pompa untuk mengantisipasi genangan air yang terjadi di landasan pacu (run way). Tercatat lebih dari 20 pompa sudah disiagakan oleh pihak pengelola Bandara Juanda untuk mengantisipasi terjadinya banjir yang terjadi di lingkungan bandara, khususnya di landasan pacu. General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara In-
ternasional Ngurah Rai Bali, Trikora Harjo, menambahkan maskapai penerbangan yang mengalihkan rute penerbangan ke Denpasar itu adalah Citilink bernomor penerbangan QG-876 dari Pontianak, QG-671 dari Manado dan QG-920 dari Batam. Juga maskapai Lion Air, masingmasing dengan nomor penerbangan JT-588 dari Jakarta, JT-982 dari Medan dan JT-807 dari Makassar serta AirAsia Xtra bernomor penerbangan XT-393 dari Johor Bahru, Malaysia juga dialihkan dari Bandara Juanda ke Bandara Ngurah Rai. Bandara Ngurah Rai dijadikan tempat mendarat karena lokasi ini yang paling dekat dengan Sidoarja. Sementara ada empat jadwal penerbangan dari Denpasar menuju Surabaya mengalami penundaan, yakni Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA-347, Lion Air (JT-916), Citilink (QG-647) dan NamAir (IN-9277). (kmb27)
Dari Hal. 1
ini telah ditunjukkan oleh 280 krama ngarep dan 1118 krama pangele di Desa Jro Kuta Pejeng. Di samping itu dukungan moral maupun material juga ditunjukkan dari warga di 33 banjar yang masuk ke dalam 4 desa, di antaranya Pejeng Kaja, Pejeng Kangin, Pejeng Kelod dan Pejeng Kawan. Ditambahkan, sebelum acara tawur agung ini, dilaksanakan sejumlah upacara lainnya yakni Tawur Rsi Gana di Jeroan Pura Penataran Sasih, Labuh Gentuh serta Pakelem di Pantai Masceti, Danau Batur Songan serta Gunung Agung. Pura Penataran Sasih merupakan pura kahyangan jagat. Pura ini diperkirakan telah ada sebelum pengaruh Hindu masuk ke Bali. Diperkirakan setara dengan zaman Dongson di negeri Cina, sekitar 300 tahun SM. Sementara itu, adanya Hindu masuk ke Bali diperkirakan sekitar abad ke-8. Di jaba pura, di sebelah tenggara ada fragmen atau bekas bangunan memuat prasasti beraksara Kediri Kwadrat (segi empat) yang menyebutkan Parad Sang Hyang Dharma yang artinya bangunan suci. Pura Penataran Sasih
terdiri atas lima madala. Meliputi Pura Penataran Sasih sebagai pura induk. Bagian utara terdapat Pura Taman Sari, Pura Ratu Pasek, dan Pura Bale Agung. Sedangkan untuk bagian selatan terdapat Pura Ibu. Untuk areal Pura Penataran Sasih terutama di jeroan terdapat beberapa palinggih. Dari pintu masuk, pada sisi jaba tengah terdapat bangunan Padma Kurung sebagai tempat penyimpenan Sang Hyang Jaran. Deretan bagian timur terdapat bangunan pengaruman yang biasanya difungsikan sebagai tempat menstanakan simbol-simbol Ida Batara dari Pura Kahyangan Tiga di seluruh Pejeng. Juga terdapat palinggih Ratu Sasih. Di samping itu, ada pula pesimpangan Ida Batara Gana dan gedong pasimpangan Ida Batara Brahma di deret selatan. Sementara itu, pada bagian utara terdapat gedong pasimpangan Batara Wisnu, di barat terdapat gedong pasimpangan Batara Mahadewa. Di Pura Penataran Sasih terdapat sebuah palinggih yang berisi nakara perunggu. Di mana, hal itu diyakini merupakan tempat beristananya Ratu Sasih. (nik)
Isapan Jempol Dari Hal. 1 Sejatinya harapan warga setempat, sudah dilakukan pemerintah dengan menggandeng PT NOEI (Navigat Organic Energy Indonesia) selaku rekanan yang mengolah sampah di TPS Suwung. PT ini melakukan perjanjian dengan pemerintah daerah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan) untuk mengolah sampah di TPA tersebut menjadi energi listrik. Dalam presentasinya, mereka akan mengunakan teknologi plasma JDVLĂ€NDVL 3LKDNQ\D PHQMDQMLkan dua alat pengolah sampah yang mampu menghasilkan energi listrik sesuai dengan target. Dengan teknologi ini, tidak ada sampah yang menginap lebih dari sehari. Hal ini juga sebagai bentuk energi ramah lingkungan. Namun, kenyataannya sampai saat ini PT NOEI tak
mampu memenuhi janjinya untuk menghasilkan listrik sebesar 10 MW pada tahun 2013. Hanya, hingga saat ini listrik yang dihasilkan baru 0,7 MW. Padahal, PT NOEI diberikan lahan seluas 6 hektar di TPA Suwung dari luas total 36 hektar. Kadis DKP Kota Denpasar Ketut Wisada mengatakan, TPA Suwung merupakan TPA regional Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan). Jadi sesuai Memorandum of Understanding (MoU) sejak tahun 2004 lalu, TPA itu sudah harus dikelola PT NOEI (Navigat Organic Energy Indonesia) untuk menghasilkan listrik. Pada tahun 2008 lalu, PT NOEI merancang dalam business plan sebesar 10 megawatt, tetapi kenyataan sekarang hanya mampu menghasilkan listrik 0,7 Kilowatt. Kemudian mereka sampai saat ini juga tak mampu mengolah sampah
di TPA Suwung, sehingga terjadi pencemaran khususnya bau tak sedap, dan tumpukan sampah yang semakin tinggi. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Denpasar I Gede Semara dan anggotanya, A.A. Ngurah Gede Widiada, mengatakan Bali sudah darurat sampah. Untuk menangani sampah di Kota Denpasar dan kota lainnya perlu pengelolaan yang canggih. Guna mewujudkan hal ini, perlu dukungan dana APBD Provinsi Bali, bahkan dana APBN. Gubernur Bali sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah tak bisa tinggal diam. ‘’Sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, Gubernur harus mengadakan pendekatan ke pusat. Bagaimanapun pariwisata Bali pusatnya di Denpasar. Jika ini sampai tercemar dampaknya sangat tidak baik,’’ kata wakil rakyat Denpasar ini. (ara)
Tak Patah Semangat Dari Hal. 1 Tetapi dirinya tidak patah semangat, ia kemudian mengikuti audisi terakhir dua minggu berselang dan kemudian berhasil meraih juara III Gading Model Search 2015. Kezia sendiri mengikuti ajang Puteri Indonesia 2016 setelah berhasil menjadi Puteri Indonesia Sulut 2015 di JUDQGĂ€QDO 3HPLOLKDQ 1\RQJ 1RQL 6XOXW (PNNS) 2015 di Convention Hall Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara (Minut), 12 September 2015. Walaupun hanya berhasil meraih Wakil II Nono Sulut, tetapi Kezia bisa mengikuti ajang Puteri Indonesia karena berdasarkan keputusan juri dan syarat Puteri Indonesia yang dikeluarkan Yayasan Puteri Indonesia (YPI), Kezia layak mewakili Bumi Nyiur Melambai di PPI 2016 di Jakarta di mana ia memenuhi syarat tinggi badan minimal 170 cm. (pik)
Proses Hukum Dari Hal. 1 Sementara itu, Saipul Jamil ketika dikerubuti wartawan hanya berkomentar meminta doa kepada masyarakat maupun penggemarnya guna menjalani proses hukum terkait dugaan tindak pidana pencabulan terhadap remaja pria DS. “Minta doanya yang terbaik buat saya,� ujar Saipul. Polisi kemungkinan menjerat mantan suami penyanyi Dewi Persik itu dengan Pasal 82 ayat (2) Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal penjara 15 tahun.
DS bertemu Saipul sebanyak tiga kali sejak dua pekan lalu usai menonton acara ajang pencarian bakat yang disiarkan stasiun televisi swasta. Awalnya, Saipul mengajak DS tidur dan memijit di kediamannya namun selanjutnya artis itu bertindak asusila terhadap anak di bawah usia tersebut. Penyidik Polsek Kelapa Gading mengamankan Saipul di rumahnya Jalan Gading Indah Utara VI Blok NH 10 Nomor 5 RT025/012 Pegangsaan Dua Kelapa Gading. Setelah berada di Mapolda Metro Jaya, Jakarta selama kurang lebih satu jam untuk
menjalankan serangkaian pemeriksaan kesehatan, pedangdut Saipul Jamil akhirnya kembali ke Polsek Kelapa Gading, Jakarta, tepat pukul 16.30 WIB. Didampingi petugas kepolisian, Ipul -- sapaan akrabnya -- keluar dari dalam mobil Kijang Innova dengan senyum lesu. Raut wajah pria berusia 35 tahun itu terlihat lesu. Ipul yang mengenakan celana pendek serta sandal jepit itu pun langsung menjadi buruan media yang sejak pagi menunggunya. “Tolong dong ya, maaf‌ maaf. Mohon doanya saja pokoknya. Buat orang-orang
yang zalimi saya, enggak apa-apa saya terima. Saya pokoknya mohon doanya saja,� kata mantan suami Dewi Persik itu. Tiga hari di tahanan, Ipul pun mengaku rindu bercanda bersama para sahabat dan keluarganya. “Aku kangen sama kalian. Kangen mau seruseruan lagi. Mudah-mudahan cepat selesai,� harap Ipul. Mantan personel boyband G4UL itu mengaku menyesali semua perbuatannya. “Sudah terjadi kayak gini. Ini kayak ujian buat aku, tapi aku tetap terima. Mohon doanya ya teman-teman, makasih,� ucapnya. (kmb/ant)
Semua Banjar Dari Hal. 1
Tawur Agung Sejumlah prosesi upacara sudah dilaksanakan sebelum puncak karya tersebut. Seperti upacara Tawur Agung dan Padanan yang digelar pada Sabtu (20/2) kemarin atau bertepatan dengan hari raya Kuningan. Berdasarkan pantauan, ribuan warga Jro Kuta Pejeng dan krama Pejeng lainnya tampak memenuhi lokasi Tawur dan Padanan di halaman depan Pura Penataran Sasih. Meskipun disengat teriknya sinar matahari, namun tak menyurutkan niat warga dalam mengikuti prosesi upacara hingga berakhir. Upacara tawur ini di-puput 14 sulinggih Siwa, Budha dan Bujangga. Bendesa Pakraman Jro Kuta Pejeng Cok Gde Putra Pemayun memaparkan, kelancaran jalannya upacara ini tak terlepas dari kerja keras, gotong- royong serta ngayah secara tulus ikhlas yang telah dilakukan krama Desa Pakraman Jero Kuta Pejeng. “Ini berkat kerja keras semua krama demi terwujudnya karya agung yang baru pertama kali dilaksanakan setelah 50 tahun silam ini,“ katanya. Dikatakan, bila semangat
Kadis DKP Badung Putu Eka Marthawan memprediksi akan terjadi lonjakan volume sampah saat perayaan tersebut hingga 20 persen, dari ratarata per hari mencapai 208 ton. “Selama ini kami masih mengandalkan tenaga manusia dibantu alat berat. Sebab, memang hingga kini belum ada teknologi yang mendukung dalam pekerjaan kami,� tegasnya. Terlebih, katanya, sekarang musim hujan disertai angin, dipastikan sampah akan melonjak. Untuk itu, pihaknya menyiagakan 45 truk dan seribu personel. Bahkan, tidak ada istilah libur dalam menghadapi hari raya maupun saat menghadapi darurat sampah. Menurut mantan Kabag Humas ini, sampah yang paling banyak terkumpul pada musim penghujan ini adalah berupa daun dan ranting-ranting, ditambah sampah upakara usai perayaan. “Titik yang paling rawan penumpukan sampah adalah jalur-jalur padat,
seperti Kuta Utara, Kuta, dan Kuta Selatan. Ini kami antisipasi dengan pengambilan malam hari, sehingga paginya sampah sudah habis terangkut,� katanya. Pihak DKP telah membentuk Tim Malong yang terdiri dari 16 personel bertugas khusus mengangkut sampah pada malam hari. Tim ini menjadi solusi utama mengatasi tumpukan sampah di ketiga titik rawan tersebut. “Tim ini mengoperasikan enam motor roda tiga, satu kijang dum untuk mengangkut sampah pada malam hari. Mereka berkeliling pada malam hari, sedangkan sisanya diangkut oleh tim berikutnya pada pagi hari,� jelasnya. Lebih jauh diterangkan, pihaknya juga melakukan pemetaan personel DKP, sehingga sampah yang mengotori ruas jalan bisa teratasi. “Personel terbanyak ditempatkan di Kecamatan Kuta 400 orang, Kuta Selatan 200 orang, Kuta Utara 100 orang, dan sisanya 300 orang disiagakan di Mengwi,� pungkasnya. (par)
“Targetnya semua banjar bisa terpenuhi hingga ke tingkat kecamatan dan kabupaten,â€? imbuhnya. Perbekel Desa Takmung Nyoman Mudita yang juga penanggung jawab bank sampah tersebut mengungkapkan, sampah menjadi permasalahan yang tidak kunjung usai di Desa Takmung. Pasalnya, selama ini masyarakat belum mendapatkan pelayanan pemungutan sampah di rumahrumah. Tentu saja kondisi ini membuat masyarakat memilih untuk membuang sampah di pinggir-pinggir jalan hingga ke pinggir pantai. Sedangkan keberadaan bank sampah belum dapat melayani masyarakat seluruhnya yang mencapai 5 ribu jiwa atau 1.300 KK dari sembilan dusun, lima desa adat dan tujuh banjar. “Sampah sering dibuang di jalan hingga di pinggir pantai. Kami masih memikirkan ke mana sampah akan dibuang ke depannya,â€? ungkapnya. Di Bangli Di Bangli, TPA harus didukung dengan sentuhan teknologi. Seperti halnya TPA Regional di Desa Landih, Bangli. Dalam pengolahan sampahnya digunakan sistem 6DQLWDU\ /DQGĂ€OO. Sampah yang datang langsung dipadatkan dan ditimbun
menggunakan tanah. Hal ini menyebabkan lingkungan TPA tetap terlihat bersih dan ramah lingkungan. Berdasarkan pantauan, Sabtu (20/2) kemarin, di TPA ini terlihat sangat berbeda. Tumpukan sampah sama sekali tidak ada. Seolah-olah TPA ini baru selesai dibangun. Saat dilidik lebih jauh, ternyata pengelolaan sampah ini menggunakan model Sanitary LandÀOO. Sampah yang datang setiap harinya langsung dipadatkan hingga ketinggian 50 sampai 80 cm dan kemudian di-urug dengan tanah setebal 30 cm.
baik,â€? terangnya. Sebelumnya, pekerja di TPA Dewa Raka Putra menuturkan TPA yang luasnya mencapi 4,75 hektar memiliki daya tampung sekitar 550 ribu meter kubik. Selain menggunakan sistem 6DQLWDU\ /DQGĂ€OO, TPA ini juga dilengkapi dengan alat pengolahan air sampah yang lokasinya berada di hilir TPA. Air yang awalnya keruh diubah menjadi bening. “TPA ini juga dilengkapi dengan pengolahan air sampah. Jadinya mata air yang ada di sekitarnya tidak tercemar,â€? ungkap Raka Putra. (dwa/sos)
BPM/sos
TPA LANDIH - 3HQJHORODDQ VDPSDK PHQJJXQDNDQ 6DQLWDU\ /DQGĂ€OO GL 73$ /DQdih, Bangli.
Meski tak terlalu mengganggu, pegawai Bandara Ngurah Rai, Bali, ini kerap menderita berbagai penyakit. Selain kerap kena gangguan polip, ayah seorang anak ini sering mengalami tensi darah yang turun tiba-tiba. Tak hanya itu. “Sejak dari SMP saya sudah sering diserang gangguan maag,� ujar penduduk Perumahan Graha Pengilian Permai, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, ini. Dan akibat penyakit maag itu, lambungnya sering terasa perih dan sesak. Namun, semua itu tak lagi mudah datang sejak lelaki yang bernama I Made Suarnika ini rajin meminum Madu Bima 99. “Baru habis tiga botol, badan sudah lebih sehat dan kepala terasa ringan. Gangguan maag
“Ini menggunakan pola sanitary ODQGĂ€OO. Sampah yang datang langsung dipadatkan dan diurug dengan tanah,â€? ungkap Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bangli I Made Alit Parwata. Lanjut dia, model pengolahan ini dimaksudkan untuk menghindari bau tak sedap. Selain itu juga untuk mengurangi perkembangan lalat yang selama ini dinilai menjadi penyebar bakteri. “Beberapa jenis sampah plastik juga dikumpulkan untuk didaur ulang lagi. Kalau bau sampah tak begitu menyengat, karena sudah terkelola cukup
dan polip itu tak sering datang lagi,� ujarnya saat ditemui 5 September2014. Mengonsumsi madu untuk membuat badan bugar dan terbebas dari penyakit sudah dilakukan orang sejak dulu. Semua kitab suci agama besar di Indonesia menyebutkan: (1) Al-Quran: An-Nahl: 69: "Keluarlah dari dalam badannya minuman (madu) yang berlainan warnanya, yang mengandung penawar bagi manusia dari berbagai macam penyakit," (2) Injil: Surat 24: 13: "Anakku, makanlah madu, karena itu baik," (3) Weda Arthavaveda: Surat II.3.1: “Minumlah Ghee, madu, dan susu karena baik untuk kesehatan,� serta (4) Tripitaka: Vinaya Pitaka (Mahavagga) VI.208.15:10: “Dalam ajaran Buddha ada 5 macam obat yang dikonsumsi para bhikku setelah mereka makan siang, salah satunya madu. Selama 3 bulan para bhikku dan bhikkuni tak mengonsumsi apa-
apa kecuali madu.� Lalu, antara madu manis dan madu pahit, manakah yang lebih unggul? Madu pahit, ternyata, lebih dahsyat. Seperti pengakuan konsumen Madu Bima 99 di atas, konsumen lain juga menyatakan bahwa tak lama setelah meminumnya manfaatnya langsung terasa. Di Indonesia, madu pahit banyak terdapat di hutan BangkaBelitung, Kalimantan, dan beberapa daerah lain. Untuk memeliharan kesehatan, madu ini sebaiknya dikonsumsi 3x1-2 sendok makan per hari, sebelum makan, tapi tak dianjurkan untuk anak-anak di bawah 2 tahun guna mengantisipiasi rasa pahit yang tak disukai mereka. Selain diminum, madu ini juga bisa digunakan sebagai obat luar, dengan mengoleskannya sebanyak 3 kali sehari di permukaan kulit yang terluka. Saat ini berbagai madu pahit dengan berbagai merek telah beredar di pasaran. Tapi, yang banyak digemari, karena manfaatnya yang nyata, memang Madu Bima 99. Apalagi, dari hasil uji laboratorium Fakultas Farmasi UI dan Sucofindo September 2014, Madu Bima 99
terbukti bebas dari bahan kimia obat, patogen, logam berbahaya, dan zat berbahaya lainnya. Bahkan, saat ini juga tersedia Madu Bima 99 khusus, yakni Madu Kesuburan Pria, Madu Kesuburan Wanita, dan Madu Kecerdasan Otak. Untuk mendapatkannya, Anda bisa datang ke apotek, toko obat, dan outlet-outlet lainnya di kota Anda. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi @madubima99, www.madubima.com, dan www.facebook.com/Madu Bima 99. Distributor Bali 08123644754, Subdist : 081936459563, 085954158293, 087761444100, 08174708396 / 0817351071, 081239707770,
081338916680, 08123644754,
081999945381
balipost (104rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU UMANIS, 21 FEBRUARI 2016
@balipostcom (3,9rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Blayag dari Beras Hitam Miliki Cita Rasa Nikmat dan Sehat
FILM
Singaraja (Bali Post) Makanan tradisional bercita rasa nikmat bernama blayag, tidak perlu disangsikan rasanya. Blayag khas Desa Penglatan, Buleleng, mudah dijumpai di berbagai sudut Kota Singaraja. Blayag menjadi makanan favorit mengisi jam istirahat pegawai atau masyarakat umumnya. Uniknya belum banyak penjual menyajikan blayag menggunakan bahan beras hitam. Blayag beras hitam ini memiliki beragam manfaat untuk kesehatan.
Lola Amaria
Lola Amaria Gaet Empat Pemain Baru di Film ’’Jingga’’ SUTRADARA Lola Amaria menggaet empat pemain baru di film terbarunya yang bertajuk ‘’Jingga’’. Kenapa harus mencari pemain baru? “Film ‘Jingga’ mengisahkan tentang problematika penyandang disabilitas tunanetra. Kalau saya memakai pemain terkenal, penonton pasti tahu pemainnya enggak benar-benar buta,� alasan Lola yang juga menulis skenarionya bersama Gunawan Rahardja. Nah, kalau empat pemeran utamanya pemain baru, penonton yakin mereka benar-benar tunanetra. Dari sisi waktu pun, pemain terkenal susah dijadwal, karena kesibukannya. “Pemain baru lebih mudah dikumpulkan. Cuma sayangnya, mengenal hal dasar itu rumit. Alhasil, mereka mau belajar selama dua bulan di Sekolah Luar Biasa Penyandang Tunanetra di Bandung sebelum take camera,� paparnya. Maka, digaetlah empat pemain baru yaitu Hifzani Bob sebagai Jingga, Hany Valery jadi Nila, Qaesar Harta Yudana jadi Marun dan Aufa Assegaf sebagai Magenta. Mereka terpilih lewat audisi. Untuk mempercantik film ini, digaet juga beberapa pemain senior dia ntaranya Ray Sahetapy, Keke Soeryokoesoemo dan Joshua Pandelaki. Jujur, film ‘’Jingga’’ berhasil mengharu biru dan mengaduk-aduk emosi penonton. Termasuk tiga menteri yang nonton premier film ini di XXI Epicentrum, Jakarta Pusat, yaitu Menpora Imam Nahrawi, Mensos Khofifah Indar Parawansa dan Menkes Nila Djuwita F. Moeloek. “Buat film ini sangat berat. Tantangannya tinggi. Kita mengolah skenario selama enam bulan dan merevisi berkali-kali. Tantangan lain ya menggelar audisi mencari pemain baru,� papar Lola. Mengisahkan 4 remaja tunanetra yang bertemu dalam dunia tanpa cahaya dan berjuang menggapai cita-citanya dengan keterbatasan yang dimiliki. Mereka membentuk sebuah band di sekolahnya. Diselipkan juga nasihat penyandang tunanetra senior kepada remaja tunanetra bahwa walau penglihatan tidak awas lagi, kita jangan menyerah. Terus berjuang dan belajar, ingatlah kita pernah memiliki presiden tunanetra di Indonesia yaitu Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (alm). “Saya bangga dan hari ini kerja saya telah lunas, selama setahun saya terus melakukan riset dan saya menemukan hal yang realitas dari riset itu,� tandas Lola Amaria yang pernah membuat film ‘’Minggu Pagi di Victoria Park’’ dan ‘’Negeri Tanpa Telinga’’. (pik)
LGBT MASALAH dan konflik terus mengakrabi negeri ini, sehingga sebelum satu problem tuntas lahir beberapa masalah lain yang kegaduhannya juga membisingkan. Politik, kekuasaan, sosial, hukum dan budaya terutama gaya hidup melahirkan berbagai persoalan yang mengguyur kepala warga bangsa tak putus-putus. Revisi UU KPK, perpecahan parpol, penggusuran kampung, kopi maut campur sianida, terorisme, bandar narkoba membunuh polisi plus banyak lagi kasus kecil yang ditiup jadi besar. Bahkan di Bali, kasus reklamasi berkedok revitalisasi menimbulkan kelompok pro dan kontra selama empat tahun. Di saat perayaan Galungan dan Kuningan, muncul lagi bibit perpecahan baru bertajuk Gerakan LGBT. Mungkin karena mangkel atau tidak paham, ada yang asbun menyebut itu singkatan ‘’lawar, genyol, be guling dan tutu’’. ‘’Begitu besar niat para anasir asing untuk memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia, syukur bangsa ini dipagari pandangan hidup bernama Pancasila, sehingga terhindar dari virus Balkanisme dan Sovietisme. Meski ada kelompok dan ormas yang tidak setuju ideologi negara tunggal, namun jumlah pendukungnya tidak begitu banyak dan tidak pernah populer. Ya, seluruh komponen bangsa ini harus sadar, bahwa mereka punya sejarah yang penuh heroisme,
brolan BALE BANJAR ARIDUS di mana kemerdekaannya ditukar dengan ribuan bahkan jutaan jiwa pejuang. Mereka juga harus memahamikalau bangsa ini pernah besar dan jaya, saat punya Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Artinya, kita adalah bangsa yang sebenarnya besar karena punya peradaban bernilai tinggi, sehingga tidak mudah dijadikan anak wayang atau boneka yang gampang diadu-domba. Itulah hakikat imbauan Bung Karno dalam salah satu pidatonya yang berjudul ‘Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah’ yang disingkat Jasmerah! LGBT adalah singkatan lesbian, gay, biseksual dan transeksual, merupakan gerakan yang muncul di Barat pada dekade 1970-an. Dulu, LGBT adalah rahasia kehidupan ranjang, yang diembus gelombang demokratisasi ke ranah publik dan kini menjadi isu terbuka yang dibicarakan seperti mengulas perut kenyang dan lapar. Bila kau tidak malu menuturkan kondisi perutmu, seharusnya kau tidak perlu malu mengungkap orientasi seksualmu, begitu kira-kira promosi LGBT,’’ papar Rubag. ‘’Menyimak tuturmu, ku-
Beras hitam dikombinasikan istimewa dalam makanan tradisional blayag. Konon di zaman dahulu beras hitam dikenal sebagai beras terlarang, itu karena hanya bisa dikonsumsi keluarga kerajaan. Sedangkan rakyat di tingkat bawah tidak diperkenankan mengonsumsi beras hitam. Di zaman sekarang beras hitam dapat dikonsumsi siapa saja. Kandungan antioksidan tertinggi ada di antara beras putih dan beras merah, jenis beras hitam memiliki lebih banyak kandungan serat dan vitamin E. Beras hitam juga tidak terlalu banyak mengandung gula. “Makanan tradisional blayag ini memiliki nilai vitamin tinggi dari bahan beras hitam. Seluruh bahan dibuat organik, ditambah kerupuk beras hitam
dalam sajian blayag. Ada juga kecambah, dan jenis kedongkol atau dikenal sebagai micro green, diisi campuran bumbu nikmat dan lezat,� ujar Luh Suastiti, asal Desa Penglatan, Buleleng, sehari-hari menjual blayag beras hitam di Rumah Makan Sehat, Sabtu (20/2) kemarin. Manfaat mengonsumsi beras hitam mampu mencegah penyakit kanker, diabetes, penyakit jantung, obat anemia, diet, antipenuaan, dan lainnya. Menu tambahan lannya adalah minuman es black terbuat dari jus tape beras hitam, serta ada wedang jahe beras hitam. Disediakan juga menu berbahan beras hitam adalah nasi campur, bubur, lalapan ikan dan ayam dengan nasi beras hitam. (kmb34)
BPM/kmb34
BLAYAG - Blayag terbuat dari bahan beras hitam memiliki cita rasa nikmat, Sabtu (20/2) kemarin, di Rumah Makan Sehat (RMS) Kota Singaraja.
’’Vice Versa’’
Album Baru Painful By Kisses
BPM/kmb34
ALBUM BARU - Painful By Kisses, band indie asal Denpasar, ini berdiri sejak 2005. Mereka kembali meluncurkan album terbaru bertajuk “Vice Versa�. Salah satu lagu “Reclaim Action�, mengajak generasi muda peduli kepada lingkungan Teluk Benoa dari ancaman investor.
harap, bangsa ini harus siap menghadapi berbagai isu dan provokasi. Sebab, masalah kecil sering berubah jadi besar dan meledak jadi kerusuhan berdarah, karena dijadikan balon yang ditiup oleh para provokator. Mendompleng kebebasan berbicara sebagai elemen demokrasi, ditunjang teknologi informasi dan komunikasi, data dan fakta yang lurus diplintir jadi keriting dan membingungkan. Sayang, apa pun yang datang dari Barat dipercaya sebagai hal yang benar dan cocok diadopsi untuk kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ketika muncul imbauan untuk meninggalkan narasi besar dan beralih ke narasi kecil untuk berkomunikasi, juga menggeser budaya membaca ke mendengar, dari tulisan ke lisan, kekacauan di negeri ini bertambah karena imbauan tersebut dicaplok tanpa paham apa maksudnya. Maka lahirlah banyak repeater dalam berkomunikasi, yang mengulang apa yang didengar tanpa berusaha memahami istilah, frasa bahkan wacana yang ditiru itu. Juga dalam menulis, terutama pesan singkat atau SMS, bukan hanya kalimat yang singkat juga kata-kata disingkat sehingga banyak yang sulit memahami maksudnya. Ini sering memicu pertengkaran yang menjurus ke adu jotos. Inilah gejala utama generasi gagal paham! Makanya, aku tidak heran, kalau ada yang mengartikan LGBT sebagai singkatan lawar, genyol, be guling dan tutu, apalagi ada dua kali penampahan pada hari raya Galungan dan Kuningan, selain akibat malas berpikir,’’ komentar Kadek Wahyudita. ‘’Semoga saja isu LGBT
tidak menambah persoalan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini. Urusan ranjang terkait pilihan seksualitas ini memang sempat dijadikan topik di TV dalam mata acara Indonesia Lawyers Club. Kutonton, baik yang pro maupun yang kontra melontarkan suara kencang-kencang saat berdebat, kendati banyak pemirsa yang tidak paham dengan makna debat mereka. Gerakan LGBT bergeliat di Indonesia, kudengar, terkait dengan RUU Keadilan dan Kesetaraan Gender yang digodok di parlemen. Meskipun judulnya kesetaraan gender, namun para pendukung LGBT berharap agar hak mereka dalam pilihan seksual dan perkawinan sejenis dimasukkan dan disahkan di salah satu pasal RUU KKG tersebut. Dulu di Barat pun LGBT dikategorikan sebagai tindakan menyimpang dalam seksualitas, bahkan dianggap sebagai gangguan jiwa oleh Diagnostic and Statistic Manual of Mental Disorder. Namun setelah lahirnya Gay Liberation Front di London tahun 1970 yang terinspirasi gerakan serupa tahun 1969 di Stonewall, Amerika Serikat, anggapan itu tersingkir. Pendukung LGBT berkampanye dan mengimbau masyarakat agar para gay, lesbian, biseksual dan trasgender diberikan hak–hak seksual seperti yang dinikmati kaum heteroseksual. Akhirnya tuntutan mereka dipenuhi sehingga pernikahan kaum sejenis juga dianggap wajar di Barat dan kiprah gerakan serupa kini muncul di Indonesia. Memang, perilaku agak aneh, di mana laki-laki berulah seperti perempuan, sebaliknya wanita berlagak
seperti laki-laki, termasuk dandanan dan make-up, diawali di layar kaca. Ulah yang dulu dianggap aneh kini dianggap wajar demi demokrasi!’’ ujar Iwan Wahyudi. ‘’Agaknya di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam, kebebasan seperti di Barat, ditengarai akan sulit terwujud. Bukan hanya Islam, bagiku, Hindu pun tidak memiliki referensi ikhwal gay dan lesbi di buku suci dan mitologinya. Kendati ada yang mengatakan bahwa Srikandi adalah seorang transgender. Sebab, pendekatan teologi tidak mungkin menyerah atas serangan pendekatan psikologis seperti di dunia Barat. Psikologi dinyatakan sebagai ilmu jiwa yang tidak berkompromi dengan hal-hal EHUVLIDW VSLULWXDO GDQ PHWDĂ€VLka. Murni ilmiah dan sekuler! Pendekatan yang digunakan adalah fenomenologi, behaviourisme, fungsionalisme dan strukturalisme. Psikologi diDQJJDS VHWDUD GHQJDQ Ă€VLND yang menganggap anatomi dan biologi seperti mesin yang bisa diurai bagian-bagiannya. Masalah LGBT dianggap sebagai pengaruh yang kurang normal atau ketidakberesan pada genetik, hormon dan lingkungan individu yang mengidapnya. Memang akhirnya analisis tentang genetik dan hormon terkait LGBT dinyatakan tidak kuat argumennya dan dipatahkan. Lalu muncullah Sigmud Freud dengan psikoanalisanya yang mengurai sistem kejiwaan manusia dengan tiga elemen, yakni Id, Ego dan Superego. Ini mengulas lingkungan dan pergaulan, di mana karena pengaruh dalam hubungan
ALBUM terbaru Painful By Kisses (PBK) 2016 berjudul ‘’Vice Versa’’ didedikasikan kepada seluruh Painlover dan clothing pendukung PBK. Painlover dinilai memiliki peran penting dalam perjalanan panjang PBK di blantika musik indie Bali. ‘’Vice Versa’’ sebagai full album ketiga dari rilisan keempat. Sepuluh lagu di a n t a r a n ya ‘ ’ L is t e n Up ’ ’ , ‘’Ghost, Come For A Reason’’, ‘’Suicide Is Not Solution’’ feat. Ghigox - Parau, ‘’Reclaim Action’’ feat. Danindra - Divide, ‘’Berlalu’’ feat. Rudye - Killing Me Inside, ‘’Between Pride and Honour’’ feat. Eka Rock S.I.D, ‘’Final Day’’, ‘’Another Time Another Story’’ feat Rio Sidik, dan ‘’Salvation’’. Salah satu lagu berjudul ‘’Reclaim Action’’ didukung Danindra dari band Divide. Lagu ‘’Reclaim Action’’ merupakan representasi rasa peduli PBK terhadap Teluk Benoa. Remaja di Bali diminta tidak cuek melihat gempuran investor ingin mereklamasi Teluk Benoa. “Investor mencoba mengakui, sebagaimana Te-
luk Benoa adalah milik seluruh masyarakat Bali. Anak muda supaya mengambil aksi dan ikut menjaga alam Teluk Benoa,� ujar Febri Iswara, vokalis PBK, belum lama ini di Demores Rumah Musik di Singaraja. Selain Febri Iswara (Lead Vocal), personel PBK lainnya, Donnie Hendrawan (Guitar), Dharmayasa (Lead Guitar), Coplet (Drums, Back Vocal), dan bassis terbaru Resza Sebastian (Bass, Back Vocal). Album ‘’Vice Versa’’ memiliki makna arti sebaliknya dan seterusnya. Proses recorded dan mastered dipusatkan di Seminyak Studio, dibantu Gus Bim dan Cipta Gunawan. PBK yang berdiri sejak tahun 2005, berharap album ‘’Vice Versa’’ dapat diterima painlover dan pecinta indie di Bali. “Kami libatkan berbagai band lintas genre lokal dan nasional. Ada warna dan tantangan tersendiri untuk kami menghasilkan rekaman lagu secara natural dan mengurangi teknologi digital,� imbuh Coplet. (kmb34)
manusia membuat psikoseksualnya bisa berubah. Semua manusia, menurut Freud, memiliki libido atau desakan syahwat ganda atau biseksual alias AC-DC, hahaha‌,â€? bahak Pacet Sudiarsa mengakhiri argumennya. ‘’Wah, kayak radio transistor dulu, pakai listrik oke pakai baterei monggo! Gairah hidup atau eros lebih banyak mendorong libido manusia yang sebenarnya bertujuan reproduksi. Id sebagai insting bawaan yang selalu lapar dan haus menginginginkan yang bukan miliknya. Dia biasanya dibantu ego untuk mewujudkan keinginannya, karena ego sering bersikap plin-plan. Namun super-ego yang merupakan polisi kepribadian bila
lebih kuat dari kolaborasi Id dan ego, bisa menyetop tindakan yang dianggap tidak normal itu. Jadi karena LGBT merupakan fenomena akibat pergaulan atau lingkungan, bisa disembuhkan lewat konseling, di mana konselor harus memperkuat elemen superego konseli yang dibinanya. Antikateksis yang lebih dominan daripada kateksis Id-Ego membuat konseli bisa normal kembali. Mudah-mudahan LGBT bukan skenario globalisasi buat menekan jumlah penduduk dunia, mengingat segala alat kontrasepsi dari program Keluarga Berencana tidak berfungsi maksimal. Ahhh‌ Loe dan Gue Bodoh dan Tolol!’’ tambah Bakti Wiyasa. (aridus)