Skip to main content

Edisi Minggu 20 Oktober 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 65 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

minggu pon, 20 OKTOBER 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Cuaca Ekstrem

Anjing Bali

Memotret Wajah

Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda Bangli dan Karangasem. Sejumlah pohon tumbang dan bale pasandekan Pura Besakih roboh.

Anjing bagi warga Bali adalah bagian dari kehidupan terutama bagi petani. Apa saja kegunaan anjing?

Menjepret wajah orang biar tampil berkarakter memerlukan teknik khusus. Ikuti ulasan lengkapnya.

BALI ORTI | HAL. 6

DAERAH | HAL. 2

FOTOGRAFI | HAL. 8

Selamat dan Sukses Atas Pelantikan

Ir. H. Joko Widodo - K.H. Ma’ruf Amin Sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Masa Bakti 2019-2024

Semoga mampu mengemban tugas mulia mewujudkan Visi Indonesia Maju, Adil, dan Makmur.

Semoga senantiasa dilimpahi kekuatan dalam menjaga dan menegakkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika untuk semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Semoga pula berkenan mendukung pelaksanaan Visi Pemerintah Provinsi Bali: ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru’’

Yang mengandung makna; ‘’Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Bali Beserta Isinya, untuk Mewujudkan Kehidupan Krama Bali yang Sejahtera dan Bahagia, Sekala-Niskala Menuju Kehidupan Krama Bali dan Gumi Bali Sesuai dengan Prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat Secara Politik, Berdikari Secara Ekonomi, dan Berkepribadian Dalam Kebudayaan Melalui Pembangunan Secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.’’ Visi menuju Bali Era Baru tersebut diwujudkan dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama: Alam, Krama, dan Kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana, yang bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yaitu: 1) penyucian jiwa (atma kerthi); 2) penyucian laut (segara kerthi); 3) penyucian sumber air (danu kerthi); 4) penyucian tumbuh-tumbuhan (wana kerthi); 5) penyucian manusia (jana kerthi); 6) penyucian alam semesta (jagat kerthi). Dengan 5 BIDANG PRIORITAS PEMBANGUNAN BALI, meliputi: Bidang 1, Pangan, Sandang, dan Papan; Bidang 2, Kesehatan dan Pendidikan; Bidang 3, Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan; Bidang 4, Adat, Agama, Tradisi, Seni, dan Budaya; dan Bidang 5, Pariwisata. Atas nama seluruh Krama Bali dan Pemerintah Daerah Provinsi Bali, Kami mendoakan agar Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden senantiasa dianugerahi kesehatan dan kebijaksanaan dalam memimpin Bangsa dan Negara Indonesia.

GUBERNUR BALI WAYAN KOSTER WAKIL GUBERNUR BALI TJOK. OKA ARTHA ARDHANA SUKAWATI

Acara Tatap Muka Tokoh Masyarakat Bali dengan Bapak Presiden RI tanggal 22 Maret di Panggung Terbuka Ardha Candra, Bali.


DAERAH

2

Minggu Pon, 20 Oktober 2019

FIGUR Jadi Narasumber MENGELOLA pasar rakyat (tradisional) di tengah gempuran toko modern harus memiliki kiat tersendiri. Terlebih, pasar tersebut berada di kawasan perkotaan. Seperti yang terjadi di Denpasar. Salah satunya, Pasar Nyanggelan, Panjer. Harus ada strategi khusus untuk tetap menjaga agar pasar terlihat tetap bersih. Pengunjung tetap merasa nyaman ketika mereka berbelanja. “Kiat ini yang perlu tetap dijaga, agar komitmen pedagang bisa sama dalam mewujudkan pasar yang bersih,” ujar Kepala Pasar Nyanggelan I Wayan Darmana, S.Pt. saat ditemui di kantornya, belum lama ini. Dikatakan, setelah dilakukan revitalisasi, banyak perubahan yang dirasakannya. Selain masalah tata letak (pajangan) pedagang, kebersihan, juga omzet mengalami perkembangan yang positif. “Omzetnya naik 100 persen,” ujar Darmana. Dampak lainnya yang terjadi setelah pasar yang dikelolanya berhasil m e r a i h predikat standar SNI, yakni sering menjadi tempat kunjungan para pengelola pasar r a k y a t lainnya di berbagai daerah. Bukan hanya itu, ia juga sering diminta untuk menjadi narasumber dalam hal pengelol a a n p a s a r. Karena tugas berat yang diberikan untuk mengelola Pasar Nyanggelan, sudah membuahkan berbagai prestasi dalam ajang lomba pasar. (ara)

BMP/kmb41

ROBOH - Bangunan Bale Pesandekan di Pura Pengubengan, Desa Besakih, Rendang, Karangasem roboh akibat diterjang angin kencang, Sabtu (19/10) kemarin.

Angin Kencang Landa Karangasem dan Bangli

Bangunan Bale Pesandekan di Pura Pengubengan Besakih Roboh Ekspor Komoditas Perikanan Turun

Cumi-cumi Jadi Alternatif Penangkapan Tambahan

Denpasar (Bali Post) Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, ekspor komoditas ikan dan udang mengalami penurunan pada Agustus 2019 yaitu 17,77 persen (yoy). Namun secara mtm, mengalami peningkatan 28,20 persen dengan nilai ekspor USD 9,6 juta. Untuk itu, cumi-cumi menjadi alternatif komoditas tambahan yang ditangkap. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali Ir. I Made Sudarsana, M.Si. mengatakan, komoditas ekspor tidak hanya tuna tapi juga udang dan cumi. Permintaan buyer sangat memengaruhi. Oleh karena itu, penurunan ini juga tidak lepas dari pengaruh permintaan komoditas ikan dan udang. Namun, dari sisi produktivitas perikanan dan penanganan ikan di Bali dikatakan stabil. “Kalau tuna yang agak susah kita dapatkan, tapi cuminya yang meningkat,” ungkapnya belum lama ini. Triwulan I 2019, ekspor cumi meningkat yaitu mencapai 4.559,9 ton dengan nilai USD 19,4 juta. Ekspor udang dari sisi nilai juga cukup lumayan yaitu 1.393, 9 ton dengan nilai ekspor USD 9,9 juta. Dengan dilarangnya transshipment (alih muatan) di tengah laut, biaya operasional ekspor tuna menjadi cukup tinggi. “Mereka harus bolak-balik berlayar kalau mereka dapat tangkapan. Ini sebenarnya tidak efisien,” ungkapnya. Karena itu , sebagai alternatif komoditas ekspor, penangkapan berikutnya bisa cumi, bisa mendongkrak biaya operasional perusahaan itu. “Karena dikhawatirkan adanya transaksi di tengah laut,” ujarnya. Negara tujuan ekspor cumi yaitu China dan Taiwan. Sedangkan tujuan ekspor tuna yaitu Jepang, Australia, dan USA. (kmb42)

Bali Post/ist

GARIS POLISI - Petugas memasang garis polisi di kolam renang Hotel Santosa, Denpasar, terkait tewasnya balita.

Balita Meninggal di Kolam Renang Hotel

Denpasar (Bali Post) Gede Rio Wibisana (3,5) ditemukan di dasar kolam renang Hotel Santosa di Jalan Patih Jelantik, Denpasar, Sabtu (19/10) kemarin. Dugaan sementara korban main di sekitar kolam dan terpeleset lalu jatuh ke dalam kolam. Sumber mengatakan, hasil interogasi ayah korban, I Wayan Dwiramadi (27), bahwa korban bersama orangtua sedang liburan dan menginap di Hotel Santosa, Denpasar sejak Jumat (18/10) lalu. Kemudian kemarin pukul 04.00 Wita, korban bangun dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamar. Seketika itu, Dwiramadi yang beralamat di Jalan Gunung Athena XXI, Denpasar ini memanggil korban dan melarang buka pintu. Saat itu, korban langsung kembali ke tempat tidurnya. “Orangtua korban kembali istirahat. Saat mereka bangun pukul 06.00 Wita, korban tidak ada di kamar tersebut,”

ujarnya. Dwiramadi langsung mencari korban sampai ke halaman hotel tetapi tidak ditemukan. Selanjutnya, pencarian dilakukan di sekitar kolam renang hotel dan Dwiramadi melihat anaknya di dasar kolam. Melihat hal itu, dia langsung mengevakuasi korban, selanjutnya dibawa ke RSAD Udayana di Jalan Sudirman, Denpasar. Oleh tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia. Kemudian jasad korban dibawa pulang ke rumah duka. “Pihak keluarga membuat surat pernyataan tidak akan melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib atau tidak menuntut secara hukum. Pihak keluarga menganggap kejadian itu sebagai musibah,” ucap sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin belum bisa dikonfirmasi terkait kejadian tersebut. (kmb36)

Amlapura (Bali Post) Angin kencang terjadi di Bangli dan Karangasem, Sabtu (19/10) kemarin. Akibat diterjang angin kencang ini, bangunan Bale Pesandekan di Pura Pengubengan, Desa Besakih, Rendang, Karangasem roboh. Selain merobohkan Bele Pesandekan, angin kencang juga merobohkan tempat parkir kendaraan jaba Pura Catur Lawa Ida Ratu Dukuh. Sedangkan di Bangli, angin kencang merobohkan sejumlah pohon di beberapa titik. Ni Nengah Masih mengatakan, bangunan Bale Pesandekan roboh sekitar pukul 15.00 Wita. Kata dia, sebelum bangunan roboh, memang wilayah Besakih diterjang angin kencang mulai sekitar pukul 10.00 Wita. Bahkan, abu vulkanik akibat erupsi Gunung Agung yang menempel di puncak beterbangan. Masih menambahkan, sebelum bangunan roboh, memang ada beberapa

pemangku yang ngaturang ayah. Tetapi, setelah bangunan roboh mereka pulang ke rumahnya karena takut. Bahkan, kursi dan dagangan diturunkan agar tidak jatuh akibat tiupan angin. Warga lain. Moyo, menambahkan bangunan ini dibangun sekitar lima tahun lalu. Kata dia, sebelum bangunan ini atapnya menggunakan ijuk lebih dulu beratap seng. Namun, karena atapnya juga rusak akibat

diterjang angin, makanya diganti dengan ijuk. Bendesa Adat Besakih J e ro Ma ng ku W i d i a r t ha mengatakan, kedua bangunan tersebut roboh total tersapu angin yang cukup kencang di kawasan Pura Besakih. Pihaknya belum bisa memutuskan tindakan, terkait robohnya dua bangunan pura tersebut . “Tindakan dari desa adat hanya melaporkan ke instansi terkait dulu,” ujar

Mangku Widiartha. Timpa Dua Kendaraan Sementara itu, di Bangli angin kencang menyebabkan pohon tumbang di sejumlah titik. Di Kedisan, Kintamani, sebuah pohon cemara yang tumbuh di areal dermaga tumbang dan menimpa mobil milik anggota satpol air. Di Desa Sekardadi, sebuah truk tertimpa pohon tumbang hingga mengakibatkan pengendara luka. Kapolsek Kintamani Kompol Made Raka Sugita mengatakan, kejadian pohon tumbang di Kedisan pukul 12.30 Wita. Pohon tumbang menimpa mobil Carry pick up warna hitam DK 8374 PQ milik I Wayan Suparta yang sedang terparkir di pinggir

jalan. Akibat kejadian itu, mobil mengalami kerusakan di bagian depan. Kerugian ditaksir Rp 20 juta. Sementara itu, di Desa Sekardadi, pohon tumbang ke jalan raya menimpa truk tangki air. Kejadian itu menyebabkan pengemudi truk tangki I Komang Eka Putra Yasa asal Banjar Kerta Buana, Desa Batur Selatan, mengalami luka pada tangan kiri. Kompol Raka mengatakan, korban telah mendapat penanganan dari bidan desa setempat. Sementara pohon tumbang yang menimpa truk telah ditangani anggota polisi bersama warga setempat. “Sedangkan, kerugian karena kerusakan truknya kurang lebih mencapai Rp 5 juta,” kata Kompol Raka. (kmb41/kmb40)

’’Hoax’’ dan Norkoba Berpotensi Memecah Kerukunan Antarumat

BNN Minta Desa Adat Buat ’’Pararem’’ Antinarkoba Tabanan (Bali Post) Bali menjadi contoh kerukunan antarumat beragama. Kemajemukan ini selalu terjaga dengan baik. Namun, di tengah kemajuan teknologi informasi, banyak tantangan yang berpotensi memecah kerukunan antarumat beragama. Terlebih, di tengah pengaruh narkoba yang tidak terbendung, sehingga berpotensi memicu konflik antarumat. Hal itu terungkap dalam talkshow dengan tema “Jaga Kerukunan Tanpa Hoaks dan Narkoba” bertempat di Gedung Diva Graha, Kebun Raya Bedugul, Tabanan, Sabtu (19/10) kemarin. Diskusi menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Bidang P2M BNN Bali AKBP I Ketut Suandika, S.H., M.H. dan Panit 1 unit 2 subdit V Ditreskrimsus Polda Bali, Iptu Andi Prasetyo, S.H. Kepala Bidang P2M BNN Bali AKBP I Ketut Suandika, S.H. dalam paparannya mengatakan, Indonesia, terutama Bali memiliki tantangan berat dalam melawan peredaran narkoba. Bahkan, penyebarannya hingga ke desa-desa, sehingga berpotensi merusak kerukunan. “Orang yang kena narkoba pasti tidak bisa rukun. Sama istri saja tidak rukun, apalagi dengan masyarakat. Tidak ada lagi batasan umur, pekerjaan bahkan aparat keamanan juga ada yang terkena narkoba,” katanya. Menurutnya, tak sedikit masyarakat yang menjadi pengguna obat telarang be-

rawal dari obsesi ingin terlihat gagah, ingin menurunkan berat badan, bahkan karena ingin terlihat cantik. “Harus waspada, karena makanan juga ada yang mengandung narkoba. Misalnya, obat kuat agar terlihat gagah padahal umurnya sudah 58 tahun. Obat penghalus kulit atau obat diet juga kena narkoba. Mareka-mereka terobsesi jadi tanpa sadar kena narkoba,” jelasnya. Ketut Suandika mengakui, peredaran narkoba telah menyebar hingga ke pelosokpelosok desa. Karena itu, pihaknya berharap, desa ada memasukkan narkoba dalam awig-awig atau pararem desa. “Jangan kira di sini (Tabanan - red) tidak ada peredaran narkoba. Di Desa Candikuning juga sudah terpapar narkoba. Karena itu, kami harapkan bahaya narkoba ini dimasukkan dalam awig-awig atau pararem,” harapnya. Dengan terbentuknya awig-awig tetang penanggulangan bahaya narkoba, kata Ketut Suandika, fungsi pecalang dapat dimaksimalkan. “Bukan berarti desa adat bisa menindak pengguna narkoba, tapi jika ada warga yang menggunakan narkoba bisa diantarkan ke BNN untuk direhabilitasi tanpa dikenakan sanksi hukum,” tegasnya. Selain bahaya narkoba, hoax juga berpotensi memecah belah kerukunan antarumat beragama. Bahkan, Panit 1 unit 2 subdit V Ditreskrimsus Polda Bali Iptu Andi Prasetyo, S.H. mengatakan, peredaran berita hoax di Bali setiap

Denpasar (Bali Post) Pemantauan kualitas udara di Denpasar kini dipastikan bisa dilakukan secara real time. Pasalnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) setempat telah memiliki alat pemantau kualitas udara, yakni Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU). Alat ini merupakan bantuan

dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI yang dipasang di areal Gedung Sewaka Dharma, Lumintang. Kepala DLHK Denpasar I Ketut Wisada, belum lama ini, mengatakan berbagai cara dilakukan untuk menjaga kualitas udara di Denpasar. Pihaknya secara rutin melakukan uji emisi gas

BPM/ist

BNN - Kepala Bidang P2M BNN Bali AKBP I Ketut Suandika, S.H., M.H. memaparkan mengenai bahaya narkoba pada masyarakat Desa Candikuning, Tabanan. harinya mencapai 10 kasus. “Bayangkan, per hari sepuluh ada kasus hoax bayangkan kalau sebulan. Mereka menggunakan akun palsu,” ucapnya. Menurutnya, berita hoax biasanya disebar dengan secara masif dengan akun media sosial yang berbeda, sehingga berita yang disebarkan dianggap benar. “Ketika berita disebar dan disiarkan secara berulang-ulang akan menjadi benar, padahal, berita itu belum tentu benar. Sayangnya, masyarakat tidak melihat sumber beritanya dan kapasitas menyebarnya,” jelasnya. Kendati demikian, Andi Prasetyo mengakui tidak dapat membendung berita hoax.

Terlebih, untuk memenangkan penyebar berita bohong harus membuktikan secara detail sumber beritanya. “Kalau di media sosial sulit ditindak, karena dapat dihapus. Namun, kalau di media mainstream ketika memuat berita hoax harus diklarifikasi atau hak jawab,” sebutnya. Andi Prasetyo mengakui, Indonesia tengah menghadapi perang dunia maya, sehingga dibuatkan UU No. 1/1946 tentang Peraturan hukum pidana. Undang-undang ini isinya barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat,

dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun. Barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun. “Jika dia media yang tercatat di dewan pers tidak dapat ditindak secara hukum, namun dengan hak jawab. Namun, kalau tidak terdaftar bisa kita tindak sesuai undang-undang,” ujarnya. (kmb28)

buang kendaraan agar tetap terjaga sesuai ambang batas yang ditentukan. Karena pencemaran udara di Denpasar, bisa terjadi akibat gas buang kendaraan yang tidak sesuai ambang batas. Wisada memastikan kualitas udara di Denpasar jauh lebih baik dari kota besar lainnya di Indonesia. Karena di kota ini tidak ada industri

yang berskala besar. Meski demikian, upaya untuk mengurangi pencemaran udara tetap dilakukan. Tahun ini, DLHK Denpasar melakukan uji emisi terhadap 2000 kendaraan roda empat. Hasilnya cukup memuaskan, karena yang emisinya berada di atas ambang batas sangat kecil. Kini, kualitas udara di kota

yang berpenduduk 800 ribu jiwa lebih ini bisa dipantau setiap saat. Karena alatnya sudah terpasang. Setidaknya, ada enam parameter kualitas udara yang bisa terlihat secara langsung. Di antaranya konsentrasi partikulat (PM10), PM2,5, sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), ozon(O3), dan nitrogen oksida (NO2). (kmb12)

DLHK Pantau Kualitas Udara


terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

16 HALAMAN

NOMOR 65 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

minggu pon, 20 OKTOBER 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

Bali, Jokowi DAN NKRI

”Jokowi banyak berbuat dan telah mewujudkan banyak hal untuk Bali. Tahun ini misalnya, Bali banyak dibantu dalam pembangunan di berbagai bidang, baik infrastruktur, pendidikan, kesehatan maupun bidang lainnya. Apalagi pada tahun 2020 yang akan datang.” Wayan Koster Gubernur Bali

Denpasar (Bali Post) Banyak harapan yang ditujukan untuk Presiden RI terpilih Joko Widodo yang akan melanjutkan kepemimpinan pada periode kedua bersama Wakil Presiden RI terpilih Ma’ruf Amin. Terlebih di tengah kondisi bangsa yang tengah menghadapi tantangan untuk menjaga Pancasila dan NKRI tetap kokoh. Indonesia memerlukan pemimpin yang bisa mengayomi seluruh masyarakatnya. “Kita ini memerlukan pemimpin yang betul-betul bisa mengayomi keberadaan masyarakat bangsa Indonesia yang pluralis ini dan juga memperkokoh NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, terutama ideologi Pancasila,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster saat ditanya harapan sehubungan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Jokowi-Ma’ruf Amin, Minggu (20/10) ini. Koster menegaskan, Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa Indonesia adalah harga mati sehingga harus dijaga kuat-kuat. Demikian juga NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945. Di sisi lain, Jokowi-Ma’ruf Amin sebelumnya telah terpilih secara demokratis. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan konsisten pada pilihan masyarakat tersebut. Caranya dengan memberikan ruang agar pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Minggu (20/10) ini, bisa dilaksanakan dengan lancar dan sukses. Dengan demikian, Presiden dan Wakil Presiden nanti dapat memimpin bangsa Indonesia dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Hal. 15 Program Strategis Bali

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom


4

Minggu Pon, 20 Oktober 2019

”Maladjustment”

TUBUH adalah kekuasaan sekaligus beban bagi perempuan. Karena tubuh perempuan sering mengalami kekerasan-kekerasan, tidak hanya secara domestik tetapi juga dari negara. Mary Lou Pavlovic, perupa asal Australia yang sudah lama bermukim di Bali mencoba mendedah tubuh perempuan dalam karya bersama. Mary Lou Pavlovic mencoba mempertemukan karya seni penting dari dua seniman wanita kontemporer yang diakui dunia internasional, yakni I GAK Murniasih (Bali, Indonesia), dan Arahmaiani (Yogyakarta, Indonesia).

Memahami Tubuh dan Kemerdekaan Perempuan

Pameran yang digagas Mary ini merupakan bagian dari program pameran resmi untuk Ubud Writers and Readers Festival 2019 yang diadakan tanggal 23 — 27 Oktober 2019. “Maladjustment” mempertemukan karya seni penting dari tiga seniman wanita kontemporer yang diakui dunia internasional, yakni I GAK Murniasih (Bali, Indonesia), Arahmaiani (Yogyakarta, Indonesia), dan Mary Lou Pavlovic (NSW, Australia). Dengan mempersembahkan karya-karya para seniman tersebut secara bersama-sama untuk pertama kalinya, pameran ini memperkaya pemahaman tentang gerakan feminis kontemporer lintas ragam budaya, dan juga masyarakat yang merasa perlu untuk terus-menerus mengatur dan menindas tubuh perempuan dan kebebasan perempuan dalam memilih dan bertindak sesuai keinginannya. “Maladjustment” menyajikan lukisan-lukisan I GAK Murniasih yang sebagian tercipta dari kekerasan seksual yang dilakukan ayahnya, karya seni ephemeral Arahmaiani, Do Not Prevent the Fertility of the Mind, yang menggambarkan kondisi mengerikan yang dihadapi perempuan di sepanjang sejarah, seperti tidak memadainya pelaksanaan program KB dan campur tangan negara dalam mengatur tubuh perempuan di bawah rezim Suharto, dan poster jalanan bertajuk Liar! karya Mary Lou Pavlovic yang berfokus pada kekerasan terhadap perempuan di lingkungan persepakbolaan Australia. Tubuh Terlebih lagi, “Maladjustment” diselenggarakan di Indonesia, den-

gan latar belakang perjalanan panjang RUU penghapusan kekerasan seksual yang diperdebatkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat, serta kasus Nuril, seorang guru SD di Indonesia, yang dipenjara karena melaporkan pelecehan seksual yang dilakukan kepala sekolah di tempatnya mengajar dan didakwa dengan tuduhan pencemaran nama baik. Memahami tubuh perempuan mau di belahan bumi mana pun masih memiliki persoalan-persoalan panjang. Barat dan Timur tidak lagi menjadi pembicaraan yang perlu diperdebatkan, karena toh kekerasan terhadap perempuan terus terjadi. Konsep makin tipisnya perbedaan Timur dan Barat itulah yang membuat Mary mencoba mengumpulkan karya perupa kontemporer Indonesia. Memang tidak mudah mempertemukan ide lintas budaya. Terutama yang menyangkut ide yang sangat berbeda tentang apa yang membuat perempuan diberdayakan. Istilah feminisme, misalnya, memiliki asalusul Barat. Dan masih banyak keengganan seniman perempuan Indonesia untuk mengambil istilah feminisme karena hubungannya dengan Barat. Arahmaiani, misalnya, mengatakan bahwa perempuan Indonesia masih berusaha mengatasi penjajahan, yang menempatkan mereka pada posisi yang berbeda dengan para feminis Barat. Pameran ini dipersiapkan

Mary dengan matang selama 9 bulan, untuk menyatukan beragam konsep lintas budaya. Posisi Perbedaan konsep itu pun disatukan Mary dengan memosisikan masing-masing perempuan menyuarakan persoalan perempuan sesuai dengan fokus masing-masing. Masalah lainnya adalah bahwa I GAK Murniasih sudah meninggal, jadi dia tidak bisa memberi tahu pendapatnya secara langsung. Tapi masih menurut Mary, karya-karya Murni masih bisa disejajarkan tentang kondisi kegelisahan perempuan pada masa kini. Maka jadilah pameran dengan tiga gaya yang berbeda. Masing-masing memaparkan luka-luka dan persoalan yang dihadapi perempuan lintas budaya.

Pameran ini sendiri diselenggarakan dengan tujuan membuka paradigma umum bahwa kekerasan terhadap perempuan masih terus berlangsung. Mary sendiri tidak percaya pameran tiga perupa ini dapat mengubah kekerasan terhadap perempuan, tetapi Mary berharap dapat memberikan kontribusi pada kesadaran, bagi masyarakat umum untuk berubah. Pameran tiga perupa lintas budaya ini memang diharapkan mampu membuka wawasan tentang persoalan-persoalan perempuan yang masih tersembunyi ibarat kotak Pandora tinggal menunggu beragam persoalan itu muncul dan meledak sehingga diharapkan mampu mengikis beragam persoalan perempuan baik di wilayah publik maupun di wilayah privat. (osi)

Mengatasi Jerawat yang Membandel JERAWAT akan menjadi sangat menganggu estetika ketika jerawat tersebut meninggalkan sisa berupa bekas jerawat, baik berupa scar maupun kemerahan atau hitam. Namun, yang kerap ditakuti adalah scar atau bopeng. Bopeng–bopeng pada wajah timbul akibat proses penyembuhan luka pascajerawat yang tidak sempurna, akibat kolagen kulit wajah yang tidak terbentuk dengan baik. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Klinik Braia dr. Irene Tantia Utami, M.Kes., Sp.KK. menjelaskan, treatment menghilangkan bekas jerawat dilakukan berdasarkan keparahan atau bentuk bekas jerawatnya. Bekas jerawat ada dua, yaitu bekas hitam atau merah (perubahan warna) dan bopeng (scar). “Kalau bekas hitam atau kemerahan kita sesuaikan dengan tipe kulitnya, mungkin nanti akan diberikan pencerah seperti golongan retinoid atau vitamin A untuk digunakan malam hari, dan pemberian krim golongan AH, bisa untuk remaja dan aman untuk pemakaian jangka panjang,” jelasnya belum lama ini. Selain pemberian krim, bisa juga dengan melakukan tindakan–tindakan seperti peeling atau mikrodermabrasi untuk mengurangi bekas hitam atau merah. Jenis “Scar” (Bopeng) Bekas jerawat yang lebih ditakuti adalah bekas bopeng (scar acne). Scar dibagi dua yaitu atrofi dan hipertrofi (keloid). Irene melanjutkan bahwa scar adalah kegagalan dalam proses penyembuhan luka. Sehingga seharusnya kulit yang mengalami luka apapun, ketika sembuh, kulitnya akan kembali ke kulit asal. Sementara kulit yang mengalami scar, berarti ada kegagalan pada fase penyembuhan luka terutama pada jaringan granulasi, pertumbuhan jaringan granulasi dan fase kolagenisasi mengalami kegagalan. “Di situlah yang menentukan menjadi seperti apa bekasnya, akan kembali ke kulit normal atau terjadi scar,” tandasnya. Jenis scar atrofi memberi bekas berbentuk cekung (lubang) sedangkan hipertrofi atau keloid bekas yang ditimbulkan berupan tonjolan. “Ukuran keloid itu biasanya jauh

lebih besar dari ukuran sebenarnya. Misalnya ukuran jerawatnya kecil, keloidnya lebih besar dari jerawatnya. Sedangkan hipertofi ukuran jerawat dan tonjolannya tetap,” ungkapnya. Biasanya orang yang kulitnya mengalami keloid memiliki genetic keloid. Misalnya, di areal lain dari kulitnya pernah dijahit kemudian timbul keloid. Maka setiap ada jerawat apalagi meradang, berisiko untuk terjadi keloid. Dengan adanya beragam jenis bekas jerawat tersebut, maka treatment yang dilakukan juga berbeda– beda. “Yang paling ditakuti yaitu scar berupa lubang yang membandel, diobati dengan krim tidak bisa, tidak efektif. Dengan peeling mungkin yang superfisial masih bisa diperbaiki tapi scar yang cukup dalam susah dengan tindakan yang hanya chemical peeling biasa,” tuturnya. Tiga Jenis Atrofi Bekas jerawat berupa scar atrofi dibagi tiga bentuknya yaitu ice pick scar, roll scar, dan box scar. Ice pick scar adalah bekas jerawat berlubang dengan diameter kecil. Terlihat di permukaan wajah kecil, namun lubangnya dalam, seperti gunung es. Scar ini menurutnya tidak terlihat namun susah di treatment. Sedangkan roll scar dan box scar kedalaman lubangnya tidak sedalam ice pick. Sedangkan kondisi kulit berupa atrofi (lubang) terjadi karena kolagennya tidak terbentuk secara optimal. Padahal kolagen akan menyamarkan luka dan mengembalikan kondisi kulit seperti semula. “Sedangkan yang hipertrofi atau keloid, justru berlebihan kolagennya sehingga dia menjadi cembung dan keras,” jelasnya. Penanganan kulit yang mengal-

ami atrofi (lubang) pada prinsipnya harus mengaktivasi kolagen. Bisa dengan chemical peeling, namun hanya efektif untuk scar–scar yang ukurannya dangkal atau scar yang baru muncul. Bahan yang digunakan baik dengan bahan asam salisilat, AH dengan presentase tertentu. Untuk hasil yang optimal dalam rangka menstimulasi kolagen, penanganan yang disarankan bersifat invasif, contohnya microneedling. Dulu terkenal dengan istilah dermaroller. Namun, sekarang dermaroller lebih ditinggalkan. Saat ini dermatologis lebih banyak menggunakan yang elektrik atau dengan pen. “Untuk scar yang lubangnya agak dalam dan bandel lebih baik sih menggunakan yang invasif seperti microneedling. Biasanya langsung diaplikasikan dengan serum,” ungkapnya. Penggunaan Serum Serum tersebut berfungsi untuk merangsang terbentuknya kolagen. Serum ini pun ada yang dibuat yaitu dengan PRP (platelet rich plasma) yang ada dalam darah pasien tersebut. Darah tersebut diolah hingga didapatkan bagian plasma yang kaya akan platelet. Platelet inilah yang digunakan untuk serum ketika melakukan microneedling. “Kualitas PRP tergantung dari kondisi pasien apakah fit atau tidak dan kualitas darahnya,” imbuhnya. Sebelum tindakan microneedling, pasien diaplikasikan bius selama 30 – 45 menit. Setelah itu dilakukan tindakan. Mengingat jarum yang ditusuk ke wajah sehingga setelah melakukan tindakan microneedling, akan terjadi bengkak pada wajah dan wajah menjadi merah. Namun hal itu hanya berlangsung lima hari. Selama lima hari, dianjurkan pasien menghindari atau mengurangi aktivitas di luar ruangan agar tidak terjadi infeksi. “Setelah hari kelima sudah bisa beraktivitas seperti biasa,” imbuhnya. Ia menegaskan, tindakan–tindakan yang dilakukan tim medis tidak menjamin bekas jerawat hilang 100

Kisara

HAi Kakak Kisara, kenalin aku Gita (19 th). Aku mau nanya nih Kak, aku punya kakak cowok yang suka pergi ke klub atau minum sama temannya. Kebetulan aku cuma tinggal berdua sama kakakku, kita sekolah lumayan jauh dari rumah. Jadi aku agak takut aja nih Kak, sering memakai gelas atau alat makan bareng sama kakakku. Aku takutnya dia kena HIV Kak. Kira-kira itu bisa menularkan HIV gak Kak? Mohon dijawab ya Kak. Makasi. Halo Gita. Salam kenal. Terima kasih sudah mengirimkan pertanyaan kamu ke sini. Nah, banyak dari kita yang masih bingung tentang penularan HIV dan masih belum tahu atau masih salah persepsi dengan penyebaran virus HIV, bahkan masih ada loh yang gak tahu apa itu sebenarnya HIV. Maka dari itu nih, sekarang kita akan bahas tentang HIV, ya. Dikutip dari buku “Patofisiologi Pe-

nyakit” Price & Wilson, HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan jenis retrovirus yang bekerja dengan cara masuk ke dalam tubuh kemudian menginfeksi dan merusak fungsi sel imun (pertahanan tubuh) yang menyebabkan penyakit lain mudah untuk menyerang tubuh. Virus HIV yang bertahan lama dalam tubuh akan berkembang pesat tanpa tanda gejala jelas sampai akhirnya berkembang menjadi AIDS (Accuired

JERAWAT - Melakukan treatment untuk kulit yang berjerawat, hasilnya akan menjadi semakin baik dan tidak sampai menjadi scar. Jadi treatment bisa dari awal, tidak harus menunggu parah dulu baru melakukan tindakan. Tidak ada treatment yang lebih bagus atau kurang bagus karena tergantung tingkat keparahan bekas. persen meskipun treatment yang dilakukan invasif. Apalagi jika hanya dilakukan sekali treatment. Treatment harus dilakukan berulang – ulang. Laser Tindakan invasif yang lain yaitu dengan penggunaan laser. Ada dua jenis laser yaitu laser CO2, dan laser erbium. Ada juga laser vascular, namun laser ini digunakan untuk bekas merah karena bekas jerawat yang lumayan persisten lama dan tidak hilang–hilang dengan krim. Laser vascular juga biasanya digunakan untuk bekas jerawat jenis keloid atau hipertrofi. Sedangkan bekas jerawat yang atrofi menggunakan laser CO2 dan erbium. “Laser vascular karena biaya mahal jadi pilihan terakhir, kalau dengan krim kurang efektif

baru ke laser vascular,” pungkasnya. Menurutnya lebih dini melakukan treatment untuk kulit yang berjerawat, maka hasilnya akan menjadi semakin baik dan tidak sampai menjadi scar. “Jadi treatment tidak harus menunggu parah dulu baru melakukan tindakan. Treatment itu bisa dari awal. Termasuk bagaimana mencegah scar, itu treatment seawall mungkin pada saat fase jerawat masih aktif harus segera diobat,” jelasnya. Tidak ada treatment yang lebih bagus atau kurang bagus karena tergantung tingkat keparahan bekas jerawat dan treatment mix lebih baik. Misalnya, bersamaan dengan microneedling dilakukan juga laser dengan power yang disesuaikan. Mix treatment ini akan lebih efektif

dibandingkan single treatment. Tindakan Priming Namun sebelum dilakukan laser dan microneedling, pasien harus melakukan priming. Tujuannya untuk meminimalkan efek samping dari tindakan seperti kulit berwarna hitam. Priming adalah pemberian krim yang isinya derivate vitamin A. Supaya regenerasi kulit bisa terjadi dengan baik. Priming dilakukan selama 2 minggu sampai 1 bulan. Sehingga pada saat tindakan, reaksi kulit tidak berlebihan. Pasien yang hendak melakukan laser atau microneedling tidak bisa langsung dilakukan, harus melalui tahap priming. Setelah tindakan pun, pemberian krim–krim tetap dilakukan. (may)

HIV Menular Lewat Alat Makan? Immunodeficiency Syndrome). HIV sampai sekarang belum memiliki obat yang mampu menyembuhkannya secara total loh, hanya ada ARV (Anti Retro Viral) yang hanya mampu menekan jumlah virus namun tak bisa sampai membunuh virus. Jadi, virus HIV akan terus ada di tubuh orang yang telah terinfeksi. Penularan Lalu bagaimana cara penularannya? Pada dasarnya, HIV hanya dapat ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh, termasuk darah, air mani (sperma), cairan vagina, dan air susu ibu yang terinfeksi HIV. Tindakan yang dapat menjadi media penularan HIV adalah seks yang berisiko (seks dengan penderita atau seks dengan orang yang berhubungan

seksual dengan bergonta-ganti pasangan). Siapapun dari segala usia, ras, maupun jenis kelamin bisa terinfeksi HIV, termasuk bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi HIV jika memang terjadi pertukaran cairan tubuh. Karena hanya dapat menular melalui pertukaran cairan tubuh, HIV dipastikan tidak dapat menular dengan bertukaran alat makan, bergantian minum alkohol menggunakan gelas yang sama, berenang bersama, berciuman (kecuali bibir kedua belah pihak terluka), berpelukan, bersalaman dan aktivitas ringan lainnya. Penularan HIV tidak serta merta langsung

dapat menginfeksi, virus yang masuk ke tubuh harus memenuhi beberapa syarat untuk dapat menginfeksi tubuh korban, di antaranya virus harus keluar dari tubuh orang yang terinfeksi, baik melalui hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi. Untuk dapat menularkan HIV, jumlah virus harus cukup untuk dapat menginfeksi dan ada jalan masuk ke tubuh orang lain (melalui luka atau hubungan seksual). Meskipun begitu, penting bagi kita untuk tahu dan paham betul tentang HIV sehingga mampu mengambil tindakan yang bijak dan bertanggung jawab.


5

Minggu Pon, 20 Oktober 2019

Capricorn Peruntungan: Tetaplah waspada dan hati-hati, karena rongrongan tampak siap menghancurkan Anda. Bila perlu jangan memberikan komentar dan tindakan apa pun. Amati dan pelajari saja dengan seksama. Kesehatan: Kalau timbul rasa bosan dengan menu makanan di rumah, bukan berarti harus mencari tandingan di luar. Cinta: Tampaknya rencana Anda berdua perlu melibatkan pihak keluarga. Aquarius Peruntungan: Kekecewaan yang dialami minggu ini hendaknya menjadi cambuk untuk kemajuan Anda. Begitu juga dalam bisnis, tidak sampai mengalami kegagalan. Carilah pihak ketiga yang bisa memperlancar usaha Anda. Kesehatan: Bila punya keinginan untuk berolahraga, sebaiknya dikondisikan dulu dengan keadaan tubuh Anda saat ini. Cinta: Makin jauh Anda melangkah makin banyak pengalaman yang bisa ditimba. Pisces Peruntungan: Hubungan dengan teman lama bisa dijalin kembali, asalkan kewaspadaan benar-benar dikedepankan. Jangan sampai lengah dengan segala puja-puji yang dilontarkan olehnya untuk membuat diri Anda menjadi lengah dan mudah diperalatnya. Kesehatan: Sedikit terabaikan karena rutinitas pekerjaan yang tiada habis-habisnya. Cinta: Anda harus tetap sabar dan percaya padanya, jangan mudah terpengaruh omongan orang. Aries Peruntungan: Jangan mudah terbujuk oleh hal-hal yang belum pasti hasilnya, meski memang hari ini akan banyak tawaran yang menggiurkan. Perjalanan jauh boleh Anda lakukan selama bisa mendatangkan keuntungan yang besar. Kesehatan: Tak perlu malu dengan teman, bukankah kesehatan adalah segalagalanya. Untuk itu, apa salahnya jika Anda menghargai tubuh Anda. Cinta: Ibarat tanaman baru mulai bertunas, jagalah hubungan yang mulai baik ini dengan saling pengertian. Taurus Peruntungan: Minggu ini keuntungan mulai menampakkkan diri. Hanya, jangan terlalu percaya pada bujukan teman. Bila ada seseorang menawarkan jasa baiknya, harap jangan terlalu diperhatikan. Kesehatan: Berangsur-angsur kecemasan diri Anda terhadap kondisi badan terjawab sudah. Cinta: Jangan ragu untuk bersikap lebih manis padanya, agar si dia semakin cinta pada Anda. Gemini Peruntungan: Tetap berusaha supaya citacita dapat terlaksana walau datangnya agak terlambat. Posisi Anda semakin kuat dan mampu mendatangkan simpati dari rekan ataupun atasan Anda. Kesehatan: Pikiran tak perlu dibuat bingung, santai sajalah. Cinta: Anda harus benar-benar yakin akan ucapannya, sehingga tak perlu cemburu. Cancer Peruntungan: Perbintangan yang akan dilalui minggu ini tampak suram dan hampir tidak ada sinar terang yang membantu menerangi langkah Anda. Itu pertanda bahwa Anda yang berzodiak cancer harus ekstrawaspada. Jangan meremehkan persoalan yang muncul. Kesehatan: Karena persoalan bermunculan minggu ini, ada baiknya Anda juga memperhatikan kesehatan terutama kondisi badan. Cinta: Jika Anda tidak mau mengalah padanya, persoalan yang timbul karena perbedaan selisih pendapat itu akan semakin meruncing saja. Leo Peruntungan: Minggu ini baik memulai kerja baru. Jangan sia-siakan kesempatan baik ini, sebab bila Anda tekun dan rajin akan membuahkan hasil yang menggembirakan. Kesehatan: Walaupun kondisi sedang menurun, sebaiknya jangan cepat percaya pada informasi yang belum tentu benar. Cinta: Romantika cinta cukup hangat, jadi hindari saja perselisihan pendapat yang tak berarti. Virgo Peruntungan: Anda harus lebih berhatihati terutama dalam mengambil keputusan, jangan asal bicara tanpa pikir panjang. Karena masalah muncul begitu banyaknya, sehingga jika hati tidak tenang, keruwetan akan semakin bertambah saja. Kesehatan: Selama Anda mematuhi nasihat dokter serta mengurangi makanan yang berlemak, bisa dipastikan penyakit akan takut hinggap di tubuh Anda. Cinta: Semakin bertambah mesra saja, namun jangan terlalu girang dulu. Libra Peruntungan: Banyak sahabat memang menguntungkan, apalagi persahabatan itu tulus dan tak saling menguasai. Untuk saat ini Anda diharapkan mau peduli pada lingkungan khususnya lingkungan rekan dekat Anda. Kesehatan: Kurangi aktivitas yang membuat Anda lelah agar kondisi tetap selalu bugar dan segar. Cinta: Selama tidak mementingkan diri sendiri dan mau mengerti kemauannya, tak akan banyak masalah yang muncul. Scorpio Peruntungan: Minggu ini dibutuhkan prinsip yang tegas dan teguh serta tidak mudah digoyahkan. Hadapilah tantangan ini sebagaimana adanya, tak perlu pesimis ataupun berkecil hati. Sesulit apa pun masalah hari ini masih bisa ditemukan solusi yang tepat untuk pemecahannya. Kesehatan: Jangan biarkan luapan kegembiraan yang terlalu berlebihan akan menimbulkan penyakit. Cinta: Bila ada persoalan sebaiknya diutarakan saja padanya, tak perlu ada yang ditutup-tutupi. Sagitarius Peruntungan: Kesempatan baik tetap terbuka lebar, tetapi bila Anda kurang berminat maka akan hilang musnah begitu saja. Kejenuhan serta kemalasan akan muncul minggu ini, untuk itu Anda perlu mengatur waktu dengan setepat mungkin. Kesehatan: Kondisi badan cukup prima karena akhir-akhir ini Anda selalu happy. Cinta: Selama Anda mau sabar dan tidak mengucapkan kata-kata keras, maka pertikaian tidak akan sampai terjadi.

Diasuh Oleh : Astrologer Ki Wongso Wijoyo Berlaku : 20 - 26 Oktober 2019

Menyambut Kehadiran Hari Raya Dipavali Asato ma sad gamaya Tamaso ma jyotir gamaya Mrtyor ma amrtam gamaya (Brhad Aranyaka Upanisad 1.3.28) ”Dari ketidakbenaran bimbinglah hamba kepada kebenaran. Dari kegelapan bimbinglah hamba kepada jalan terang, dan dari kematian bimbinglah hamba kepada kekekalan.” Jyoti adalah cahaya cemerlang. Ia adalah Brahma Jyoti, Cahaya terang Brahman. Brhad Aranyaka Upanisad mengarahkan orang agar senantiasa meniti jalan menuju terang kebenaran dan jalan terang kekekalan. “Tamaso ma” tidak menolak kegelapan (tama) melainkan menjadikan kegelapan (tamasah) sebagai awal menuju terang. Tama (kegelapan) itu ada dan menyelimuti setiap makhluk hidup ciptaan Hyang Parama Kawi. Sebagaimana selimut menyebabkan orang tertidur semakin nyenyak dan lelap, seperti itu pula “selimut” kegelapan menyebabkan orang merasa cerah dan terang dalam hidupnya. Ia berada dalam kegelapan tetapi ia merasa berada dalam terang. Ia yang berada dalam kegelapan (tama) akan memaki-maki kegelapan dan memuji-muji terang (jyoti). Namun, ketika dibawakan jyoti (sinar, lampu penerang) maka ia akan memaki-maki habishabisan terang sebagai gelap. “Jyotir gamaya” tidak menolak kegelapan melainkan menjadikan kegelapan sebagai inspirasi mencari terang. Orang akan mencari jalan terang, orang akan menuju jalan terang, orang akan menjadikan kegelapan sebagai titik awal pencarian jalan terang Brahman. Bagi orang tercerahkan, kegelapan

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

adalah terang itu sendiri karena kegelapan (tama) membawa dan mengandung terang. Hanya kegelapan yang bisa memberikan terang. Oleh karena itulah kegelapan tidak menjadikan orang diam mandek dalam hidupnya melainkan menjadi aktif mencari terang. Kegelapan menjadi penuntun arah melangkah meniti (tamasah) dan mencari terang (jyotir gamaya). Bagi orang yang mencari pencerahan, yang mengarahkan langkahnya menuju cahaya terang Brahman, orang tersebut akan menerima kegelapan penting sebagaimana pentingnya tarang itu sendiri. Oleh karena itulah kata tama (kegelapan) dijadikan tamasah (dari kegelapan). Kegelapan menjadi penting karena ia merupakan titik awal pencarian cahaya terang Brahman. Dalam praktik agama dan spiritual, cahaya terang jyoti menjadi teman praktik spiritual. Hampir tidak ada praktik keagamaan dan spiritual yang tidak diawali dengan lampu terang jyoti. Ia juga dinamakan Dipa, Dipaka, atau jyoti. Dipa, Dipaka, atau lampu jyoti adalah lampu (sembahyang) terbuat dari plintiran kapas dalam minyak ghi (ghee) terbuat dari susu sapi dan mangkuk terbuat dari tanah. Penggunaan lampu Dipa dalam puja prarthana (sembahyang) merupakan kelengkapan inti sari Dharma; mangkuk tanah yang menjadi wadah dari lampu dipa merupakan simbul dari kebenaran atau Satyam (satyadhara),

minyak ghi atau minyak kelapa asli (minyak tanusan) adalah pertapaan atau Tapa (tapas tailam)), sumbu kapas adalah cinta kasih atau Daya (dayavartih), dan api dipa sendiri merupakan jiwa pengampun atau Ksama (ksama-sikha). Demikian pentingnya peran lampu dipa/dipaka/jyoti dalam praktik agama dan spiritual menyebabkan hampir tidak ada praktik agama dan spiritual yang tidak memakai dipadipaka/jyoti. Ia mengawali dan mengantar puja prarthana atau sembahyang/meditasi, dan juga upacara keagamaan/ spiritual yang dilakukan oleh umat Hindu Dharma. Ia bahkan menjadi napas dari sembahyangnya umat. Lampu dipa/dipaka/jyoti (pelita untuk sembahyang/meditasi) dapat dibuat dengan cara sebagai berikut: Dipa/dipaka/jyoti dapat dibuat dengan bahan kapas, minyak nabati (minyak goreng dari bahan tumbuhan), dan mangkuk tanah berukuran kecil yang di Bali disebut “coblong”, atau mangkuk terbuat dari bahan perak, perunggu, tembaga, keramik, stainless, atau bahan kaca dan lain-lain. Ambil kapas secukupnya lalu pilin dengan kedua telapak tangan dengan bentuk memanjang dan pastikan salah satu ujungnya memiliki ujung yang runcing untuk dinyalakan. Ujung runcing lebih mudah menyala daripada yang tumpul. Memilin lebih mudah bila tangan sedikit dibasahi dengan minyak. Letakkan kapas yang telah dipilin tadi pada wadah yang telah disiapkan dan diisi minyak. Celupkan seluruhnya terlebih dahulu kemudian angkat bagian atas (yang runcing) dan sandarkan pada tepi wadah. Bagian ini yang nantinya dinyalakan sambil mengucapkan “Dipa jyotir namo’stu te,” Penerimaan perayaan

Dipavali sekarang sudah mendunia. Negara adi kuasa Amerika untuk pertama kalinya mengadakan acara peringatan Dipavali di Gedung Putih. Presiden Trump mengatakan dengan bangga memperingati hari Dipavali di Gedung Putih, “Today, we proudly celebrate this holiday in the people’s house”. Perdana Menteri Inggris, Theresa May menyampaikan sambutan khusus tentang Dipavali, “I am delighted to send my very best wishes to everyone celebrating Diwali.” PM Inggris memuji keutamaan Dipavali sebagai sinar terang yang menghalau kegelapan dan menegaskan sebagai perayaan untuk semua, “But the festival of lights isn’t just relevant to Hindus, Jains, Sikhs, and Buddhists, it is relevant to all of us, those of all faiths and none.” PM juga mengimbau semua untuk belajar dari contoh cara hidup yang diberikan oleh Shri Rama (we can all learn from the example set by Lord Rama). Asal-usul yang melatarbelakangi festival Dipavali pada umumnya lebih banyak menyebutkan kembalinya Sri Rama dari pengasingannya ke Ayodhya setelah mengalahkan Ravana. Para penduduk yang merindukan rajanya segera membersihkan rumah, jalan dan lain-lain lalu pada malam hari menghiasi rumahnya dengan menyalakan lampu dipa. Terdapat pula beberapa cerita latar belakang lainnya; pada hari yang diperingati ini diyakini Dewi Laksmi muncul dari pemutaran Mandaragiri yang dilakukan oleh para Dewa dan Asura, tepatnya pada Tilem di bulan suci Kartika. Oleh karena itulah pada hari Dipavali ini yang paling utama dipuja adalah Dewi Laksmi dan Ganesha. Pemujaan Ganesha dilakukan karena Ganesha sebagai Vighnesvara, yaitu Dewa yang menghalau segala

halangan. Pada Tilem bulan Kartika Dewi Laksmi diselamatkan oleh Dewa Visnu dari tangan seorang raja sangat sakti bernama Bali. Hari Tilem bulan Kartika ini juga diyakini sebagai; Krsna membunuh Narakasura dan membebaskan 16 ribu para gadis putri-putri para raja dan pendeta dari tahanan Narakasura; Pandava kembali dari pengasingannya; Raja Vikramaditya di-abhisheka sebagai rajadhiraja; Mahavira Tirthankara mencapai moksa, dan banyak lagi cerita lain yang merupakan asal usul festival Dipavali. Kemenangan Rama melawan Ravana, Pandava melawan Kaurava, Krsna membunuh Narakasura, dan Visnu menyelamatkan Dewi Laksmi dari Raja Bali, - menyebabkan Dipavali disebut sebagai hari kemenangan atau Vijaya Dashami, sebagaimana pula perayaan Galungan dan Kuningan sebagai hari kemenangan Dharma (Kebenaran) melawan Adharma (Kejahatan). Festival Dipavali dirayakan selama 5 hari berturut-turut: (1). Dhanteras: hari ini dilakukan pemujaan terhadap Kubera, dewa kekayaan. Umat memohon kesejahteraan dan rezeki yang baik. (2). Coudas: memohon dijauhkan dari kemiskinan, kegagalan, keputusasaan, dan lain-lain. (3). Dipavali: memuja Ganesha dan Dewi Laksmi dengan membersihkan serta menghias rumah dengan lampu dipaka. (4). Govardhan puja: Dewa Penguasa bukit suci Govardhan dimohonkan agar mengaruniai keluarga dengan segala kesejahteraan, kedamaian dan kebahagiaan. (5). Bhai Duja: bersembahyang demi hubungan cinta kasih yang semakin erat antara saudara laki-perempuan. Hari ini, saudara perempuan mendoakan dan memasangkan Tilaka pada kening saudara lakinya.

MIMBAR AGAMA

Bertaubat dan Memperbaiki Diri H. Kusnadi Musthofa “Dan barang siapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”. (Q.S. an-Nisaa’ [4]: 110). Pelajaran berharga mengenai kondisi hari-hari terakhir orang-orang yang meninggal, sungguh perlu kita ambil hikmahnya bagi diri kita. Ada orang yang beberapa bulan atau beberapa hari sebelum meninggal, tetap acuh tak acuh menyikapi perintah dan larangan dari Tuhannya. Namun, tidak sedikit orang yang sekian lama sebelum meninggal, berubah dari yang tadinya bermaksiat menjadi taat kepada Tuhannya. Hari-hari terakhir hidupnya diwarnai perbuatan-perbuatan baik, sehingga kematiannya tergolong husnul hotimah (diakhiri dengan kebaikan). Maka berbahagialah orangorang yang meninggal dalam keadaan husnul hotimah. Sebaliknya, sungguh memprihatinkan mereka yang mengakhiri hidupnya di dunia ini dengan ketidaktaatan dan keburukan (su’ul hotimah). Tentu saja kita

tidak ingin akhir kehidupan kita nanti dalam kondisi su’ul hotimah. Karenanya, jelas diperlukan usaha-usaha serius untuk menghindari kematian yang diwarnai keburukan itu. Hal yang sangat penting yang perlu kita lakukan adalah banyak-banyak mohon ampun, bertaubat dan memperbaiki diri. Sebisa mungkin kita mengamalkan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, yaitu memohon ampun dan bertaubat kepada Allah SWT dalam sehari 100 kali. Ini penting apalagi disadari bahwa kematian diri kita bisa terjadi kapan saja, kapan pun saat Dia memanggil kita. Boleh jadi di antara kita ada yang cenderung menunda-nunda bertaubat. Bisa dengan alasan masih berusia muda, atau alasan-alasan lainnya yang “membenarkan” penundaan untuk segera bertaubat dari kesalahan maupun kemaksiatan yang dilakukan. Penundaan itu jelas bisa merugikan diri sendiri, yang dapat membuahkan penyesalan berkepanjangan di alam barzah dan di akhirat kelak. (Demikianlah keadaan orangorang yang ingkar itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: ‘’Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya

’’Negara Teater’’ BANGSA yang sakit! Itu stigma yang disematkan orangorang yang kesal menyaksikan kegaduhan tak putus-putus di negeri yang mempunyai 17 ribu pulau ini. Padahal bagi yang memantau kericuhan secara seksama, pelaku dan otak kegaduhan hanya segelintir orang. Sebenarnya negara yang mempunyai aparat keamanan dan pertahanan yang kuat disertai lembaga intelijen yang jempolan ini bisa memberangus semua otak dan pelakunya dengan gampang. Namun, karena diikat aturan HAM yang berlaku secara internasional, juga kaidahkaidah demokrasi yang terkesan tanpa batas, para pengacau terus melenggang-lenggok dengan tabuh gendangnya yang bising. ‘’HAM dan demokrasi liberal membuat negara dan pemerintah seperti makan buah simalakama. Dimakan ibu meninggal, tidak dimakan ayah wafat! Coba simak insiden terakhir 10 Oktober lalu! Seorang pejabat tinggi negara ditusuk di depan umum saat melakukan kunjun-

brolan BALE BANJAR ARIDUS gan kerja. Padahal peristiwa seram tersebut sempat divideokan oleh panitia yang mengundang pejabat tinggi itu. Ironisnya, kejadian berdarah yang melukai beberapa orang, termasuk pengawal pejabat itu, sebagai settingan, rekayasa bahkan ada yang menganggap sinetron. Semua media menjadi ladang polemik, bahkan sebuah stasiun TV swasta yang terkesan berseberangan dengan pemerintah, membahas masalah ini, tentunya dapat diduga tujuannya.

saja. Dan di hadapan mereka ada dinding (barzah) sampal hari mereka dibangkitkan”. (Q.S. alMu’minuun [23]: 99-100). Penyesalan berkepanjangan! Itulah akibat dari penundaan untuk segera bertaubat. Suatu penyesalan yang mustahil diperbaiki. Padahal Allah SWT menyeru diri kita agar bersegera meraih ampunannya. “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. (Q.S. Ali Imran [3]: 132). Siapa pun yang bertaubat dan memperbiki diri (dengan berusaha melakukan amal saleh), oleh Allah SWT digolongkan sebagai orang beriman yang dijanjikan mendapatkan anugerah (pahala) yang besar (Q.S. 4: 146). Sementara perbuatan baik (amal saleh) adalah bukti dari adanya kesungguhan dari orang yang memohon ampunan dan bertaubat kepada Allah. “Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya”. (Q.S. al-Furqaan [25]: 71). Syarat lain diterimanya suatu taubat dari seseorang adalah adanya upaya memperbaiki diri. Hal ini didasarkan pada FirmanNya: “Maka barang siapa yang bertaubat (di antara pencuriprncuri itu) sesudah melakukan

kejahatan dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Q.S. alMaaidah [5]: 39). Yang dimaksud dengan memperbaiki diri di sini dalam pengertian yang luas. Kemaksiatan, keburukan, juga kesia-siaan yang dilakukan sebelumnya, diperbaiki, diganti dengan amal kebaikan. Memperbaiki bisa pula bermakna memperbaiki yang sudah baik menjadi lebih baik lagi. Sebagai suatu contoh, yang tadinya waktu yang dianugerahkan oleh Allah SWT disia-siakan dengan tidak memperdulikan Al Quran, lalu diperbaiki, sehingga “disisihkan” pula waktu yang ada untuk membaca kitab yang mulia itu setiap hari. Membaca Al Quran setiap hari adalah hal yang baik, namun kebaikan itu diperbaiki lagi dengan mempelajari isinya. Kemudian diperbaiki lagi dengan usaha mengamalkannya, termasuk mengamalkan doa-doa yang ada pada Al Quran, misalnya. Semua itu adalah proses melakukan perbaikan (diri) yang sudah seyogyanyalah kita lakukan dalam sepanjang (sisa) hidup kita, sebelum malaikat maut menjemput diri kita untuk memasuki alam berikutnya, yaitu alam barzah. Tentu sangat bagus apabila kita “mendata” dengan cermat kesalahan maupun kekurangan

yang ada pada diri kita sendiri. Langkah berikutnya adalah merumuskan tindakan perbaikan yang dilakukan dengan segera. Harus diakui, dalam banyak kasus, kesalahan yang kita lakukan disebabkan oleh kebodohan kita sendiri. Bodoh (tidak tahu) kapan persisnya Allah SWT menugaskan malaikat maut untuk mencabut ruh kita. Kebodohan diri kita, juga banyak disebabkan karena kita enggan atau setidaknya kurang serius sedari awal dalam mempelajari Al Quran dan Sunnah RasulNya. Kendati begitu, tentu kita tidak perlu berkecil hati, apalagi berputus asa dalam mengharap ampunan dan rahmat-Nya (Q.S. 39: 53). “Katakanlah: ‘Sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun dan Maha Penyayang”. (Q.S. an-Nahl [16]: 119). Optimisme atas penerimaan taubat oleh Allah SWT sudah selayaknya ada pada diri kita, karena sesungguhnyalah Dia Zat Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. “Tidaklah mereka mengetahui bahwa Allah menerima taubat dari hambahamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. (Q.S. atTaubah [9]: 104).

Tidak kalah bisingnya dunia maya, terutama facebook, instagram dan twitter! Kalimat sinis seakan menertawakan para korban dilontarkan oleh segelintir netizen, seakan mereka kehabisan rasa simpati dan empati. Mereka seakan tidak mampu menahan hasrat yang menggerakkan tangan untuk menari di keypad gadget, juga kenyinyiran otak yang dipenuhi kecurigaan dan skeptisme. Lucunya, dunia Naruto dari serial film kartun ikut menjadi bahan debat yang terkesan bertengkar di medsos. Karena penusuk pejabat menggunakan Kunai dalam aksinya, senjata yang digunakan Naruto sebagai Ninja. Pisau kecil dengan panjang 10-15 cm, selain berguna buat menikam, juga membantu Ninja saat memanjat tebing atau bangunan tinggi dan menggali lubang di tanah. Wah, setiap peristiwa di negeri ini bisa dikembangkan dan lari ke mana-mana. Padahal banyak yang mengaku tidak tertarik sejarah, mitologi dan dongeng,’’ papar Rubag. ‘’Mengapa ya para nyinyirwan dan kepowan tidak menunggu peradilan atas

pelaku penusukan, baru kemudian berkomentar setelah vonis dijatuhkan hakim? Kan kedua pelaku berhasil ditangkap, kemudian jaringannya berhasil dicokok oleh aparat pascapenusukan? Sayangnya Clifford Geerth mengarang ‘Negara Teater’ di zaman lampau, kalau sekarang ulasannya menjadi lebih lengkap dan cocok. Hakikat teater, penonton ikut menjadi pemain, menyiapkan panggung, bersorak, juga menangis. Ya, beberapa netizen yang sebenarnya penonton atau pendengar karena tidak berada di tempat saat kejadian, kini ikut menjadi pemain. Sebab, beberapa di antara mereka sudah diamankan pihak berwenang, karena status dan komennya di medsos dianggap melanggar hukum dan perundang-undangan. Hebatnya, ada tokoh HAM yang mengkritisi tindakan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa yang menjatuhkan sanksi kepada beberapa anak buahnya gara-gara istri mereka nyinyir di medsos. Tokoh HAM ini hanya meninjau masalah dari perspektif hukum sipil dan mengabaikan hukum militer.

Dia juga tidak paham ada AD/ ART yang mengatur perikehidupan tentara, anak dan istrinya. Kok gara-gara libido politik dan kekuasaan, orang-orang kebelet seperti mau buang air besar ya?’’ tanya Nyoman Sudiantara mengakhiri argumennya. ‘’Skeptisme terhadap Kunai untuk membunuh, agaknya terjawab oleh tragedi berdarah di kawasan Kreneng, Denpasar, Selasa (15/10) malam lalu. Seorang suami menikam istrinya tiga kali di punggung dengan pisau berukuran 15 cm gara-gara cemburu. Meski dievakuasi ke RSUP Sanglah, perempuan malang tersebut meninggal sejam setelah kejadian. Pejabat tinggi itu selamat karena banyak pengawal yang melindunginya, sedangkan korban di Jalan Lely, Kreneng, tewas karena tidak ada yang berani menolongnya. Meskipun sudah dianggap Negara Teater, yang tidak tahu masalah lebih bijak menjadi penonton atau pendengar yang baik saja. Tahan diri untuk naik ke panggung menjadi pemain. Akhirnya hanya menerima takilan puyung!’’ komentar Made Surjanegara.


Bali

6

Redité Pon, 20 Oktober 2019

Kawéntenan Asu Bali

Nénten Lempas saking Kahuripan Krama Bali ASU wantah beburon sané dangan kapanggihin ring pakraman. Ring sajebag jagat taler majanten wénten asu. Punika mawinan medal pabaos yéning asu wantah beburon “sahabat terbaik” majeng ring manusané duaning sampun saking nguni nyarengin kahuripan kramané. Nénten wantah nyarengin, asu kapanggihin pinaka beburon sané kalintang satya ring pragusti utawi krama sané nuénang. Yéning raris kasaihang antuk kawéntenan ring Bali, asu sampun saking nguni nyarengin parikrama manusa ring Bali. Napi malih sorohipun wantah macihna pisan, ketah kawastanin antuk “cicing Bali” utawi soroh asu sané jakti kapanggihin ring Bali sadurung akéh rauh asu soroh tiosan saking dura Bali wiadin dura negara sakadi mangkin. Asu Bali wantah soroh asu sané matiosan tur kaucap sorohan sané pinih tua sané kantun kapanggihin tur becik kantos mangkin kawéntenanipun. Wénten sané awakipun agengan, bulunyané tebel, wénten sané alitan, kulit ipun tebel miwah sané siosan. Manut Sugi Lanus, budayawan sané taler Kurator ring Muséum Lontar Karangasem Bali, asu Bali sampun nyarengin kahuripan taler “sejarah” krama Bali saking

nguni. Sakadi sané kasinahang ring Lontar Usana Bali indik pangrauh Patih Gajah Mada ka Bali sané kirang langkung sampun wénten saking abad kaping 16, irika kadartayang taler indik asu Bali. Makatah asuné punika akéh kaupapira olih krama Baliné duaning sareng nyagra wewidangan ipun tur dados pinaka pah-pahan saking wadwa pagebagan desa. Soroh sané akéh kaupapira tatkala punika wantah marupa asu Bali mawarna selem sané ageng-ageng tur tebel awakipun, nanging wénten taler sané mawarna belang bungkem wiadin putih ageng. Sinalih tunggil cihnan asu Bali sané sampun kacihnayang olih krama Bali saking nguni wantah siteng utawi “daya survival” ipun becik pisan tatkala nénten wénten sané ngupapira. Napi malih kasarengin antuk bikasnyané sané “sémi liar” tur kantun kabakta kantos mangkin satmaka cihna yéning sujatine ring pangawitnyané asu Bali punika wantah asu “liar” sané kaebohang dados monoh. Punika sané raris katami ring masané mangkin, nanging kantun wénten bikas “liar” ipun akidik. Indiké punika kasinahang saking kahahan ipun sané majanten inguh tatkala kategul ring paumahan tur wawu liang tatkala sampun

Indik Kaniskalan ASU wantah beburon sané sampun ketah kapanggihin ring kahuripan krama Bali tur sampun kajantenang saking nguni prasida ngélingang makatah kawéntenan indik kaniskalan sané nénten makasami krama prasida nguningin. Sangkaning punika nénten arang asu Bali manut makatah sastra agama kasengguh pinaka beburon sané nénten lémpas ring parindikan upacara yadnya sané matetujon ngamecikang kahanan sekala lan niskala. S u g i Lanus maosang, asu Bali sané sorohipun belang bungkem madué kawigunan ring upacara yadnya kawigunayang pinaka sinalih tunggil caru ring parikrama upacara Rsi Gana sané kamargiang nyabran 35 warsa apisan. Punika duaning kajantenang pinaka asu sané rah taler ukudan asuné prasida negdegang kawéntenan tanah ring pakarangan paumahan. Duaning ring galah-galahnyané tanah inucap kajantenang ngamedalang “energi” sané ageng pisan sangkaning punika patut kaandetang tur kadegdegang antuk caru inucap. Nénten wantah tanah pakarangan umah, nanging ring pempatan taler genah sané ketah madaging antuk “energi” kaniskalan sinah ketah kamargiang pacaruan asu belang bungkem. Dané maosang, manut krama sané incep ring sastra tur ngamargiang pidabdab kawisésan, parikrama caru asu belang bungkem satmaka parikrama ngisep toya sané akéh ring tanah antuk gabus sané nedeng tuh. “Sakadi sané munggah ring sastrané, samian asu kapucukin olih bhuta kala wadwa Ida Sang Hyang Suratma sané mapesengan Sang Kalika sané ngemit sétra utawi Tegal Penangsaran miwah pamuun. Ida kocap maparagayan utawi marupa sakadi asu sané ageng,” dané nartayang. (was)

Kruna AKSARA BALI

BAhAsa INDONESIA

1. enjit

1.

h)zéit/,

bakar

2. enduh

2.

h)dѡ;,

tenang

3. enduk

3.

h)dѡk/,

letih

4. enges

4.

h)\)s/,

rapat

5. énggal

5.

eh\ál/,

cepat

h)\á*,

menganga

6. enggang 6.

ASU – Kawéntenan asu Bali ring Bali wantah parindikan sané sampun kapanggihin saking nguni sakadi sané munggah ring makatah sastra kuna. Sios punika asu Bali taler kajantenang prasida uning ring makatah cecirén wiadin aab gumi. ab kapanggihin wénten ula miwah sané siosan. Indiké punika majanten ngawinang krama petani tangar antuk kawéntenan ula mangda ngamanggihin rahayu ring carik. Punika satmaka cihna yéning

asu Bali wantah adung pisan sareng kahanan lan kawénten jagat Bali pamekas sajeroning indik metani sakadi sané kantun ketah kapanggih ring makatah palemahan Bali kantos mangkin.

“Punika mawinan, asu Bali wantah pah-pahan saking “ekosistem” utawi kawéntenan jagat Bali. Napi malih tatkala krama ring désa-désa Bali becik ngupapira antuk makatah pidabdab sané

patut ring asu Bali, sinah prasida manados cihna yéning krama ring wewidangan inucap kantun becik ngamargiang parikrama metani lan kasubakan,” asapunika dané nartayang. (was)

Sikut Asu Bali, Saking Muncuk Cunguh kantos Muncuk Ikuh

Bencingah

Basa Bali

prasida malebang miwah mlaib-laiban. “Ketah kapanggihin yéning asu Bali kantun becik kapiara olih krama Bali napi malih ring wewidangan Bali sané kantun ngamargiang adat kuna tatkala makarya upakara. Minakadi conto upakara inucap patut nganggén ulam buron beborosan minakadi kidang, rase, landak miwah sané tiosan tur majanten nénten dados numbas ring pasar. Tatkala punika sinah asu Bali sané jagi kanggén nyarengin maboros duaning plaibnyané becat tatkala nguber beburon kantos wénten sané prasida mamongkod ring pepunyanan,” baos dané. Malih dané nartayang, manut kawéntenan nguni, asu Bali taler nyarengin pulah-palih indik kasubakan ring carik. Duaning ipun prasida nyarengin para petani ngejuk bikul sané kaucap kaon ring padi tur nénten takut madaki-daki ring tengahing nyarangan wiadin ngentasin tlabah. Punika mawinan para petani ring Bali majanten ngupapira asu Bali, tios punika asuné taler nyarengin sang sané nuénang inucap tatkala ngrereh toya kanggén ring carik utamanyané tatkala sampun wengi. Yéning asu inucap sampun nyarengin sinah jagi ngongkongin tatkala min-

7. engkad

7.

h)\Ðd/,

berkembang

8. engkag

8.

h)\Ðg/,

retak

9. engkes

9.

h)\Ð)s/,

kempis

10. engsah

10. h)\uæ;,

menetas

MAOSANG indik kawéntenan asu Bali, wénten tetamian budaya saking para panglingsir sané katami kantos mangkin ring pakraman, inggih punika indik “sikut asu” utawi wilangan sané kanggén nguningang sapunapi bikas asu Bali sané kadruénang utawi kaupapira olih krama. Sugi Lanus maosang, punika pinaka cihna yéning krama Bali sampun becik ngamargiang kahuripan madampingan sareng

asu Bali. Ngeninin indik nyikut asu, ketah ngawigunayang lidin busung wiadin tali antuk nyikut lantang asuné saking muncuk cunguh kantos ka muncuk ikuhnyané. Risampuné punika malih kasikut lantang saking muncuk cunguhnyané kantos ka selagan mata, raris sikut bawakan inucap kanggén ngepah-ngepah sikut lantang i wawu sinambi maketékan paksa, jaya, guna, ketek lan kiul. Manawita ketékannyané

ulung ring paksa asu inucap kasinahang galak tur becik pisan kanggén nyagra paumahan duaning gelis marasa sangsaya ring krama tios sané rauh ring genah paumahan sané kajagra. Yéning jaya sinah asuné inucap kasinahang manying ring krama sané nuénang tur becik kaanggén ubuh-ubuhan sané nénten galak. Yéning guna sinah asu inucap setata satinut ring sané nuénang tur dangan kaipurukang makatah

parikrama sané becik minakadi ngejuk bikul lan sané tiosan. Yéning asu Bali inucap kaketékan ipun ulung ring ketek sinah ipun wantah asu sané seneng madaki-dakian tur ngékéh tanah nanging ipun majanten seneng maklicakan ring wewidangan pakarangan paumahan. Yéning sikut asu punika kiul sinah asu inucap setata medem kémanten saha nénten seneng maidehan. “Asu sané ketah kasikut wantah asu Bali sané wawu matuuh 6 bulan utawi wawu wusan manyonyo. Prasida taler sané sampun gedé duaning asilnyané pateh,” baosnyané. Kahanan awaknyané taler nyinahang sapunapi bikas lan parikrama saking asu punika. Minakadi asu sané bulunnyané tebel, sinah kasinahang pinih siteng ring pupulannyané napi malih yéning ikuh ipun setata jejeg tur nénten naenin kaengkebang. Malih dané maosang, pinaka beburon sané jagi nyagra wewidangan paumahan wiadin pakarangan, sinah ipun prasida uning ring makatah parindikan niskala sané nénten kauningayang olih kramané akéh. Tatkala ngrasayang

aab gumi minakadi jagi linuh, angin nglinus, grubug miwah sané siosan, sinah asu inucap jagi nyalung tur olih kramané ring masanné nguni utawi ring makudang-kudang wewidangan kantos mangkin majanten jagi kakaryanang upakara taler ngaturang upacara yadnya antuk tetujon mangda jagat lan sadagingnyané setata rahayu manawita ngamanggihin kahanan asu Baliné nyalungnyalung kadi punika. Asu Bali sané pinih tangénan ring parindikané punika wantah asu sané layahipun madaging cebleng-cebleng selem. Parindikan punika taler tetenger majeng krama ngeninin indik makatah parindikan sané jagi kapanggihin. “Asu Bali utamannyané antuk pinget-pinget tios sampun kajantenang saking nguni olih krama wantah asu sané tangén ring makatah cecirén utawi aab gumi, sangkaning punika asu Bali ring sawewidangan paumahan sujatiné ngranjing sajeroning “duén pakraman” ring banjar utawi désa pakraman sané wantah patut pisan kabecikang olih kramané sami,” Sugi Lanus nartayang. (was)

Dura désa

Rengkong, Kasenian Tradisional ”Budaya Agraris”

HELARAN Dongdang manados acara puncak saking pamargin Dresta Seren Taun ring Kampung Budaya Sindang Barang. Ring dresta inucap, makudang soroh dongdang sané madaging asil gumi kategen ngiterin alun-alun. Tawahnyané, sajeroning Helaran Dogdang pastika wénten makudang-kudang kasenian tradisional Sunda sané kasolahang, minakadi kasenian Rengkong. Rengkong wantah sinalih tunggil kasenian asli Sunda sané medal saking kawéntenan budaya agraris krama Sunda. Saking dumun, makudang-kudang soroh pantun (padi unggul) akéh kaasilang ring Sunda. Punika sané ngawinang Jawa Barat manados “lumbung padi” majeng krama nusantara, pamekas ring Pulo jawi. Kahuripan agraris punika sané ngamedalang makudang-kudang kasenian tradisi, sakadi Rengkong. Aran Rengkong kambil saking aran piranti sané dumun kawigunayang nikul beras. Rengkong kakaryanin saking tiing soroh gombong malantang kalih meter sané kaiket antuk tali ijuk. Tiing inucap pacang ngamedalang suara sané jangih yéning Rengkong sané kasolahang lewih saking asiki. Sané nyolahang Rengkong makasami wénten pat belas diri krama. Kalih diri makta kalih Rengkong ageng, tigang diri krama makta rengkong

alit, petang diri krama pinaka pemain dodog, luiré; dodog tingrit, tongsong, brung-brung, miwah gedeblag; miwah pemain angklung buncis wénten limang diri. Pinaka catatan, kasenian sané kawastanin Rengkong puniki nénten

wantah wénten ring wewidangan Cianjur kémanten, nanging wénten taler ring Sukabumi miwah Banten. Sané minayang, ring kalih wewidangan inucap Rengkong nénten wantah pinaka hiburan wiadin tontonan kémanten, nanging taler pinaka cihna suksmaning

manah krama majeng Dewi Sri (Dewi Padi) sané sampun ngicén kasukertan marupa asil pamupu sané maliah. Punika mawinan kasenian Rengkong setata kasolahang nyabran upacara nyimpen pantun ka lumbung. (pusdat/ berbagai sumber)


Nyastra

Redité Pon, 20 Oktober 2019 Déwa ratu… jaji ping srining selat segara pitu…, yén ten i kulit olas ngaput, méh lawas sampun aas ngrosok tulang anaké lingsir. Ngangenin ati pisan kawéntenan Mén Sanggra, kéris kadi keris, keping kadi kloping, kisut kadi lelakut. Pan Sanggra mategar égar, nanging sirah sayan lengar, manah bencar, ati sigar. Sapasiraké, yayah-réna ten pariangen ring sentana, ibu-bapak ten pariangen ring pianak, rerama ten pariangen ring woh kama, mémé-nanang ten pariangen ring buah basang? Sampunangké kantos tibanan, aselid tan pangguh, mémé inguh, bapa bincuh, sami bangun-labuh, mrikamriki ngruruh. Indiké punika negesang sesonggan melah ulian pianak, jelé ulian pianak. Bilih-bilih mémé, sia sasih manik jroning weteng, ngembas nangtang baya ageng, ngemban lemah-peteng, truna-truni mengpeng, maklieng tan pataweng. Ten naenin lali Pan Sanggra-Mén Sanggra indik limang warsa lintang, ri tatkala pianaknyané ngokasang déwék jagi nyingkir. “Nang, Cang kal nyingkir.” “Nanang suba manyet.” “Me…” “Nggra… Nggra… kalain Ci Mémé?” “Idepang Cang suba mati Mé!” Raos kawasaneén antuk kruna “mati”, sat tutuk belati nuek ring ati. Sesukat nyingkir ring panguntat 1945, kantos limang tiban Madé Sanggra nénten mawali. Minab buin mani buin puan, kantos telas Kintamani Apuan – Kintamani Apuan, taler ten wénten napi. Alih-alih mawali, gatra amatra ten wénten kapiragi. “Kénkén ya nasib pianaké Beli?” “Ping keti Méméné matakon, ping lebak keti tusing kena baan Beli nyautin.” “Mati Ci Nggra? Ngadénan Mémé né mati.” “Ah da ngraos kéto, ila-ila!” Wengi, sakadi wengi-wengi riin, Mén Sanggra ngeling mepes yéh paningalan, nanging ten ngetél nyang alaad. Tibantibanan ngeling, paningalannyané tuh gaing kadi suwukan keping. Pan Sanggra ngapul-apulin antuk makekawin, ngetus pawuwus Ramadéwa ring Wibisana sasédan Sang Prabu Rahwana. “Atita rasika tamat kingkingen, paman Sang Gunawan Wibisana, sampunang banget manyungkanan sasédan rakan Pamané. Apan mati mahaprawiréng rana, duaning sédan Ida sang rumaga ksatria purusa, mula tuah ditu di tengahing payudhan. Kunang kita iée gumantia prabhu, salanturnyané paman patut ngentosin jumeneng agung. Prabhawa nigunanta sudha mulus, doning sampun macihna kawigunan pamané paripurna suci nulus.” Amredhu komala suara ébeking asihsayang Pan Sanggra, ngetus kautaman wahyu pustaka suci, taksu guru laghu sarisi, sajabana nupdupang somah osah, taler ngalap manah Madé Sanggra ring sagenah-genah, mabudi wastu pianak napak jroning umah. Sapatuté bungah, sakémaon Mén Sanggra malah onyah sayan lanyah. Pianak ten napak tanah, atma lan raga pasah, wantah bangké matah, masadah ring natah, makaput kasa putih-mérah. Mén Sanggra glayah-glayah, mlaib dekah, ngakebin tangkah, awak pianak benyah, mamah mimis timah wayah, nyerit kajengah-jengah. “Beliiiii… Beliii…. Mati panaké Beli….

Atiwa Tan Pasawa I Made Suarsa

Nggra… Nggraaa… da kalian Mémé Nggraaa…!” Pan Sanggra sedek grengganggrenggeng, iteh ngatak wayang nongklang-nongklang wirama, pupuh, kidung, slokawakya saingetnyané, éncol ngelut somah. “Méméné…!!! Méméné…!!” “Beliii…. Mati panaké Beli…. Mati panaké.…” “Tegtegang bayuné… tegtegang…!” “Aduh… jelek sajan ipian tiangé Beli. Panaké mati makaput kober merahputih…” Miragiang kruna merah putih, angabar tan kadi-kadi tangkah Pan Sanggra. Boya banggi, boya bonggan, nanging bangga. Siraké ten bangga madrebé pianak dados ksatria purusa, yadiastun ngemasin padem sapisana? Tetuek punika nyusup, saking sering ngwacénin makudangkudang kekawin, pamekas Niti Sastra lan Bharatayudha. “Da sanget ngugu ipian!” “Cepok pindo sing kénkén. Bes pepesé ngipiang panak mati. Saja ya mati Beli?” “Bungan pasaréan adané.” “Ngadénan Mémé né mati Nggra.…” “Méméné terus ngraos kéto. Ila-ila tawang! Idup, mati, Sang Hyang Widhi nitahang. Sadun titahing widhi, yukti tan keni linésan. Yan suba Sang Hyang Widhi dané nitahang, apabuin manusa kadirasa déwa déwata tusing sida lakar munggelin. Nah dilacuré ia mati mélanin gumi, di Suargan maan tongos. Iraga patut bangga

ngelah pianak I Sanggra bani matoh pati mélanin gumi. Tusing liu ada anak bani mati mélanin gumi. Liunan demen ngalih selamet padidi.” Akebiahan, ning manah Mén Sanggra, ten sué malih sengsara. Anaké lingsir rumasa pisan pianaknyané sampun padem ring tengah alas panyingkiran. “Lasang keneh Méméné!” “Tiang las ia mati. Kéwala tusing las yén atmané kasasar.” “Keneh Méméné?” “Jalan abénang Beli!” Nek, engsek, Pan Sanggra maplengek, tangkahnyané sesek kadi katebek. Méweh antuka nibakang pamatut. Kantun makladukan jroning manah, pantaraning nagingin utawi mialangin. “Yan abénang, pianaké tusing karuan, mati apa idup. Yan tusing abénang, bes limang tiban tusing mulih. Pet ia mati, kasasar atmané, kénkén ya gedé pelih benya dadi anak tua.” Ping kuda kabolak-balikin, tetep bélék. Ping kuda kabodang-badingin, tetep badeng. Ping kuda kasari-sariang, tetep saru. Wawu sada galang manah Pan Sanggra-Mén Sanggra, sesampun wénten pawuwus Ida Peranda Gria Selat ring Celuk. “Yan dadi baan, da Cé nyalanang to!” “Dados kénten Tu?” “Apang tawang malu pasajané, mati kalawan idupé!” “Sampun limang tiban Tu. Ajerih manah titiang atman ipuné kasasar.” “Ada pajalan, kéwala gamang Bapa

nibakang. Ila-ila. Yang wwang antarlina, mati mapendem ring pertiwi salawasnya, tan kinénan widhi-widhana, byakta matemahan rogha ing buana, haro-haro gering mrana ring rat, atemahan gadgad. Kéto di lontar Tattwa Loka Kertti. Ngresep Cé?” “Ten Tu” “Yan ada anak mati ilang, mapendem ring pertiwi, nerus samakelo-makeloné tusing kaupacarain, ento ngranayang guminé reged, atmané kasasar ngaduggadug, ngaé gering, ngaé mrana, dadi buta cuil, dadi gadgad, dadi penyakit di guminé.” “Atiwa tan pasawa titiang takut, pitra kasasar taler titiang takut Tu.” “Da takut, kéwala waspada. Atiwa tan pasawa, swasta wedana adané. Atiwa sawa matah, sawa wedana adané. Atiwa laad mapendem, asti wedana adané. Anak cerik tondén maketus, nglungah adané. Anak cerik karuron, maadan warak kruron.” “Tibakang déwasa paling tampek Tu! Titiang lascarya. Asah idup kalawan matiné.” “Bin telun, Sukra Wagé pas Penampahan Kuningan, déwasa melah. Bacakan swarga menga, amertha akasa, amertha bhuana, déwa anglayang, kala caplokan, kala bancaran, lebur awu, sumur sinaba, sedana tiba, tulus dadi. Yan sing Cé ngelah pipis, di gria to Peranda Istri tunasin banten nah!” Krama repot nyanggra rahinan jagat, nanging ngambil pakaryan banjar ten rered, doning ngabén wantah amongamongan krama banjar. Pakaryan padidi, gegarapan banjar sida kapilah, sami manut, sami puput. Suaran kulkul ngulun-ulun, krama lanang-istri tedun. Sayan akéh matambun bramban-brumbun mapalu tundun sor wit jepun. Anak lanang uyun ancun-ancun matakén utun. “Yadnya napi niki Jero? Ramé banjaré tedun?” “Dados malih matakén. Jero ngudiang mriki?” “Iseng, kadung liwat. Bengong tiang raméné.” “Nak ngabén.” “Ngabén? Sira lacur?” “Ten pasti. I Sanggra limang tiban ten mulih saking nyingkir, katarka sampun padem. Mangda atmané ten kesasar, ten dados buta cuil, kaabénang tan pasawa.” Sang matakné malengok. Pajalané jengklak-jengklok, angkihan gerok-gerok kadi céléng gorok, pipi cekok, lemet léklok, tulang iga paglandok, paningalan ngegok, lantang di bok. Ten ukud dadua krama delak-delok. Menék tuun tlektekina Mén Sanggra nyangkol pangawak saking baé ka panusangan ayat kasiramang sadurung karingkes, nyulub plengkungan, katabtabin, ka sétra kageseng. Anak lanang pipi cekok nomplok, pangawak mabriok, ring batis Mén Sanggra nyongkok. “Mé, Cang teka.” “Sanggra…?? Aaaaahhhhhhh…?” Sami mabyangbyung, linglung, Mén Sanggra nungkayak ulung. Pegat munyi pegat jantung. Padem tan katulung. Panusangan ten dados puyung? Atiwa tan pasawa, atawa kawawa ngawa sawa? Ngabénang kaabénang. “Da dogén mulih, Mémé sing mulih.” Sira pelih? -0-

I Madé Sugianto

Satua

Perbekel sané Waged Nyastra

I Clepuk (1) Kaketus saking Satua-satua Bali (IV) WÉNTEN katuturan satua jadma luh mawasta Ni Clepuk. Geginanipun sarahina madolan jaja laklak. Ngedas lemah – ngedasdas lemah pamarginipuné ka pasaré ring Pasar Sibetan. Sané sareng ajak ipun ka pasaré wantah timpalipun luh adiri. Sabilang ngedas rahina kakaukin antuk kekanténanipuné, “Puk, jalan ka peken!” Masaut Ni Clepuk, “Endén malu, nu mulang laklak. Antiang ja buin kesep. Mara té makruyuk siapé acepok.” Malih jebosné neteg kruyukan ayamé, mataki-taki raris Ni Clepuk mempen laklak sané jagi kabakta ka pasar, masarengan ring kekanténané ka Pasar Sibetan. Tan caritanan ring margi, rauh sampun makekalih ring Pasar Sibetan. Durung becik ipun maotan sampun grunyunga antuk anaké jagi numbas laklak. Reh asapunika, gelis telas adolané Ni Clepuk. Yadin adolan kekanténané taler sampun telas. Ngomong raris kekanténané ring Ni Clepuk,. “Puk, apa beli jani aba mulih?” “Ah, tiang ngantiang meli baas dogén. Nyanan apang ada tepung anggon laklak.” Dening asapunika, raris ipun nguup baas aji samas. Kantun jinahé malih tigang atak, santukan ipun polih madolan aji siu, raris mantuk ipun. Sesampuné rauh jumahné raris ipun nepung baas acaru jagi kanggén laklak. Reh sarahina asapunika karyané Ni Clepuk, kénginan kapiragi antuk I Memedi, “Béh, Ni Clepuk sai-sai ia ka peken,” asapunika manah I Memediné. “Yén tuah kéto, lakar intip koné acepok pajalané.” (Masambung)

PERBEKEL nyurat cakepan? Sampun janten arang sané nglampahin. Sakadi sampun kauningayang, satios ngayahin krama désa wénten makatah program taler sané mabuat kamargiang olih perbekel sajeroning nincapang kahuripan krama désa. Sampun pastika wantah perbekel sané wikan ngepah galah sané prasida nglaksanain indiké punika. Nanging ring Tabanan wénten silih tunggil perbekel sané waged nyastra. Yadiastun sarahina iju ngamargiang swadarma pinaka perbekel, I Madé Sugianto, sapunika peséngan dané, kantun satya ring kasenengan dané nelebin sastra Bali modéren. Dané sampun ngawitin nyurat sastra Bali modéren ring warsa 2009. Saking kasenengan dané nelebin sastra Bali modéren, makudang cakepan sampun kamedalang sakadi pupulan satua cutet Bikul (2010), Préman (2010), Sundel Tanah (2011), Bunga Valentine (2011), taler pupulan puisi Méong Garong (2012), novel Sentana (2012), Sing Jodoh (2013), Sentana Cucu Marep (2014), Ratna Tribanowati (2014) lan Ki Baru Gajah (2015). Wusan punika malih ngamedalang pupulan satua cutet mamurda Event Organizer (2016). Sané jagi rauh, sakadi baos dané, pacang kamedalang cakepan pupulan satua cutet malih. Makasami cakepan punika kamedalang antuk Penerbit Ekspresi, penerbit sané sampun ngembasang makudang pangripta sastra Bali modéren sané sampun labda molihang Hadiah Sastra Rancagé, hadiah sastra daérah sané kawéhin antuk Yayasan Kebudayaan Rancage magenah ring Bandung. Penerbit inucap wantah penerbit indie duén dané. “Penerbit punika wangun titiang ring warsa 2009 malarapan antuk manah saderana, meled nglestariang basa Bali duaning nerbitang cakepan sastra Bali modéren kantun méweh,” sapunika dané nuturang. Ngawit warsa punika, nganggén modal wantah Rp 1 juta, nyabran warsa dané prasida ngwantu nerbitang kalih cakepan sastra Bali modéren. Perbekel sané banget lingu ring panglimbak sastra Bali modéren lan jemet nyurat satua ring basa Bali puniki taler sampun naen molihang

Hadiah Sastra Rancagé. Sané kapertama warsa 2012 ring wewidangan jasa lan sané kaping kalih warsa 2013 majalaran novel mamurda Sentana. Sadurung kasudi pinaka Perbekel Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, periode 2017-2023, dané naen dados wartawan sané sampun ketah nyurat orti ring basa Indonesia, nanging cakepan dané sané sampun kawedar makasami nganggén basa Bali. Daweg katakénin napi mawinan asapunika, dané nyawis, “Pangawitné titiang seneng nyurat satua cutet ring basa Indonesia, nanging duaning karasa kirang nyantep titiang laut nyurat ring basa Bali.” Munguing satua-satua sané kasurat, akéhan mapaiketan ring kawéntenan pratidina, rumasuk kawéntenan sané terapin dané salami ngamargiang swadarma pinaka perbekel. I Madé Sugianto sané embas ring Tabanan, 19 April 1979, néntén wantah perbekel sané waged nyastra, nanging taler kasengguh perbekel milenial. Dané, silih tunggil perbekel sané seleg ngunggahang vidéo ring yutub tur potrékan ring fésbuk ngeninin parikrama sajeroning ngamargiang ayah-ayah, marasa agayubagia pisan naen karauhin Presiden RI Joko Widodo. Ring galah punika (22-2-2019), Bapak Jokowi polih simpang ring genah proyék padat karya Subak Jaka Désa Kukuh, Tabanan sadurung ngwéhin panyiuan sertipikat ring wantilan Taman Pujaan Bangsa Margarana. Daweg punika dané polih galah nlatarang indik kawéntenan petani ring désan dané. Pinaka pangripta sané sampun kaloktah, dané nénten wantah sering dados juri swayembara sastra Bali modéren nanging taler sering polih uleman ngrauhin parikrama sastra minakadi Mitra Praja Utama ring Provinsi Banten, dados pembicara ring Bali Emerging Writers Festival, Ubud Writersand Readers Festival, mamaca puisi ring Pesta Kesenian Bali, muah sané lianan.

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 22.hi\ái;rtusyuwkÓimpiekoli;,

Inggih ratu sayuwakti mapikolih, mpinuns/,

mapinunas, dukÇruenbuzÇl/,

duk caruné buncal, hulu*kpus(tsiek,

ulung ka Pusar Tasiké, r&pilehsegtß)tu,

ring pilahé sagét metu, kukuesm)dlÐtÉini,

kukusé medal katrini, shmk)mã*gir\n/,

saha makembang girangan, rrisÐttkinuæ\С,

raris katatakin sangku, etoyen\)etlßzpÇp/,

toyané ngetél manyapcap, kdihrk/, kadi arak,

kukuesmnedosÙri;,

kukusé manados warih, ewnÓ)nßkud*k)etln/.

wénten makudang ketélan.

Saking Langit Bali Kilangan Tembang Matemu Wirasa Majalaran antuk arsa tresna saking nirmala Mabuat piteket nemu wirasa Jalan titi nemu ugal-agil Malajah malu malajah, majalan malu majalan Titi tinunggal becat majalan Titi tatu ten parabin tatwa Titi jalan polih kawikanan Titi ugal miletin sesana Nyejer magejeran Kaprapti aji sang hyang bayu masuir alus Tenung makébék briak-briuk tusing karuan entek Manyurat kaca anyar ring tengah titi Lascarya tinunggal karma Lascarya ngaraning suka Lascarya tan pawali duka Lascarya rahayu wikrama Sangsit, 2019 I Kadek Darsika Aryanta


8

Minggu Pon, 20 Oktober 2019

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Sajak Langit

Harmoni Nada Menuju Hening

engkau mengatakan aku jalang tetapi aku ingin menjadi burung liar memecah birunya langit dan menggoreskan aksara pada hamparan langit di bibir langit itu ku tulis bait-bait bisu hingga engkau terbang bersamaku

tercipta harmoni, alunan nafas memberi energi tabuh merangkai suara keindahan bergema, mematri dalam nada sempurna, wujud persembahan akan hening dalam suara riuh, penuh alunan, berkarya menuju sang hening, bening sang jiwa dalam nuansa penuh tuk mencari

lVitto Prasetyo Malang – 2019

lApti Lestari

Kenangan Kau telah berjanji bahwa suatu saat Akan meninggalkan puisi Yang terhimpun dari doa-doa Di jalan ini Tak ada sesal Tak ada kehilangan Karena setiap kata adalah kisah yang tak perlu diperam mata Kau mengerti segala perih akan mencuci jiwa Segala luka akan berganti Beribu tangis yang terlanjur lekat Menulis segala yang pantas diabadikan Dalam persinggahan ini Segala yang adaakantanggal Segala yang lahir tak kan tinggal Maka biarkan kata-kata yang tinggal seperti patahan Reranting menghiasi jalan Seperti senyumu yang khusuk semadi Di fana tubuhku

Di Dalam Hidupku Ada Hidup yang Tak Hidup Di sebuah sore yang teduh saat kepala jauh dari gaduh tengah ku kenang lengan ibu, di beranda lengan yang menjauhkanku dari bencana kini segala yang telah kutanggalkan dan kutinggalkan tengah menjadi degup gugup jantungku yang selalu mengingatkan bahwa di dalam hidupku ada hidup yang tak hidup karena barang kali ibu telah jauh di sana di palung paling dalam atau langit paling malam menungguku tiba dengan doa-doa lNohan Wijaya 2019

lRai Sri Artini Batubolong, Oktober 2019

Akulah Amba, Akulah Srikandi “akulah kalung maut itu, lahir dari Dewa Subrahmanya lahir dari dendammu yang getir” bertahun-tahun aku menunggu, menggantung pada gagang pintu yang akan kau kenakan pada sebuah perang memecah jantung seseorang yang penuh debar lewat pertapaan yang khusyuk dan dendam cintamu yang remuk maka bakarlah tubuhmu dengan api hingga hangus seperti cintamu dan lahirlah kembali menjadi putri anak Drupada, yang mahir mengemas takdir

Tugu Puisi Ku gurat tugu puisi di bidang dadamu Tangismu meniada hanyut dalam kucur kata-kata Adakah yang lebih sunyi dari puisi Yang kutulis setiap hari Adakah yang lebih ganjil dari sesal yang bersemayam di liang tubuhmu Diksi-diksi kau hayati sepanjang jalan Menepi temaramu sia Yang kian deras berlanggam dalam doa Selarik rindu memungut kenangan Yang lunglai di tengah jalan Ruang-ruang dalam rumah ini menjadi bisu Kuyup dalam yatra menyelami rahasia puisi Yang dikandung musim-musim Ku bangun terus tugu puisi di dadamu Yang tak lagi bidang karena tergerus waktu Barangkali digenapkannya segala sepi dan sesal Dengan pulasan kata-katanya yang magis

lNohan Wijaya 2019

fi a r g to

Fo

Kakiang Cenik karya I Wayan Sumatika

lRai Sri Artini Tuka, Oktober 2019

Potret Wajah yang Menarik dan Berkarakter BANYAK yang beranggapan memotret wajah manusia itu gampang dan kurang menantang. Padahal, untuk mendapat menghasilkan foto wajah yang menarik dan berkarakter kuat, seorang fotografer tidak cukup hanya piawai mengarahkan model dalam berpose dan berekspresi. Tidak kalah pentingnya, fotografer juga wajib mengetahui pengaturan kamera yang tepat. Saat memotret wajah, boleh jadi sebagian besar fotografer akan tergiring untuk mengatur kameranya ke mode portrait agar mendapatkan hasil foto yang optimal. Keputusan itu memang tidak keliru, namun juga tidak selalu tepat. Sebagai contoh, fitur ini kurang tepat untuk memotret objek yang mudah terisolasi di lingkungan atau ketika kondisi background ramai. Berikut tips praktis yang bisa diterapkan dalam memotret wajah untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Biasakanlah memanfaatkan kompensasi exposure saat memotret wajah. Sistem metering pada kamera memiliki peran yang penting untuk pengambilan gambar. Untuk mendapatkan hasil yang pas, maka kita perlu menempatkan pada titik 0. Jika objek berada di tempat gelap, aturlah exposure ke kanan (positif) dari 0. Sebaliknya jika objek berada di tempat yang terang, aturlah exposure ke kiri (negatif) dari 0. Pastikan pencahayaan diatur dengan tepat, sehingga hasil foto tidak underexposure (terlalu gelap) maupun overexposure (terlalu terang). Jangan lupa aktifkan red eye reduction pada kamera. Saat memotret di tempat yang gelap, terkadang penggunaan flash sangat membantu meningkatkan kualitas gambar. Namun jika kamu mengabaikan fitur red eye reduction, maka mata objek yang difoto akan terlihat menyala. Penggunaan fitur red eye reduction ini sangat

penting untuk menghindari mata merah akibat flash yang terlalu kuat. Selanjutnya, set kamera dengan aperture lebar yakni f/2.8 hingga f/5.6. Penggunaan aperture lebar akan menghasilkan gambar dengan background yang blur sehingga wajah yang menjadi objek utama akan terlihat lebih fokus. Pengaturan shutter speed yang tepat juga menjadi hal yang penting dalam memotret wajah. Pastikan shutter speed pada kamera lebih tinggi dari daripada focal length lensa yang digunakan untuk menjamin hasil foto tetap tajam. Sebagai contoh, jika focal lensa 200 mm, maka gunakan 1/250 detik shutter speed atau lebih cepat lagi. Jika menggunakan lensa wide angle dengan focal length 15 mm, aturlah shutter speed 1/20 detik. Pengaturan ISO yang tepat juga sangat penting dalam pemotretan wajah. Terutama saat memotret wajah orang di tengah keramaian. Pasalnya, orang akan bergerak dengan cepat dan akan mengubah ekspresi wajah yang jadi sasaran bidik dengan cepat. Pada kondisi ini, beberapa kendala yang dihadapi di antaranya hasil foto akan lebih blur. Makanya, diperlukan fast shutter speed atau shutter speed yang cepat. Untuk meningkatkan shutter speed itu, konsekuensinya kita harus meningkatkan ISO pada kamera sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, dari ISO 100 menjadi ISO 400. Jika berada di tempat pencahayaan yang rendah baik indoor maupun outdoor, ISO harus ditingkatkan menjadi ISO 1.600 atau lebih tinggi lagi. Namun, pastikan jangan sampai gambar tersebut over exposure. Sebaliknya jika berada di tempat dengan pencahayaan terang, ISO bisa diatur menjadi lebih rendah seperti ISO 100 atau ISO 200. Keuntungan lain penggunaan ISO rendah ini, tampilan wajah objek akan lebih halus dan bersih dari noise. (ian)

Di Antara Wayang karya I Wayan Sumatika

Balinese Grandma karya I Wayan Sumatika

Old Dancer karya I Wayan Sumatika


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Pon, 20 Oktober 2019

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Bth Waiter/S,Akunting,Kasir, Bar,CV ke:nexky1975@gmail.com

Dcr Reservation & Operation u .Travel, info@jabatobali.com

Dcr Pelaksana Lapangan min.SMK pglmn 4th Bw.Lam.ke Jl.Akasia XVI/130X Dps(dpn Gg.Leci Ruko Lt.2.Gaymal Mart) 0361-4743672

B.BP.004.10.19.0000561

Dcr sgr Cook, yg berminat dtg lsg ke Htl Sinar Bali T.751404 B.BP.001.10.19.0000564

B.BP.001.10.19.0000404

B.BP.001.10.19.0000542

Dcr Sales/Mkt usaha kosmetik/ mknan,pglmn min2th/bdg,Pend.D3 Bhs Inggris,Team work & IT Email: info@bali-asli.com

Bth Drafter Pend.STM/Diploma Max. 23th,Pglmn min 2th drafter bsa gmbr teknik,CAD&Sketch,krj overtime&Sesuai kebutuhn kntor krja dlm team kirim CV email: madeari@bensley.co.id atau bensley.bali@bensley.co.id Hub:08123679248 Jl.Batur Sari Gg.Tunjung Sari No.BDS 1 Sanur

Dcr tng krim lele (pke spd mtr) H.081246682139 / 081916982311

SERVICE

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.10.19.0000477

B.BP.001.10.19.0000505

Dcr Sopir prbadi daerah Pecatu bsMatic.08123800983,tnggl luar B.BP.004.10.19.0000568

B.BP.004.10.19.0000562

Dcr Tng Programer Tmtn Diploma Sarjana,Laki2/Wanita,CV/KTP/ Lam.Ijasah ke ITEKES Bali Jl. Tkd.Balian 180 Dps 03618956208 B.BP.001.09.19.0000871

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Dibthkan Tng Supir pria punya SIM A/B,bw KTP,Ijazah terakhir CV lam bw ke Itekes Bali Jl.Tk. Balian 180 Dps T.0361-8956208 B.BP.001.10.19.0000195

Dcr:FO,B.Boy,HK,Driver,Laundry Engineering,Scurity,Garden:new arenahotelkutabali@gmail.com

B.BP.164.10.19.0000522

Dicari Pembantu Rumah Tangga Hub : 085858777808

B.BP.004.10.19.0000563

Driver/sopir Berpengalaman secepatnya WA:081916468911

B.BP.001.10.19.0000507

DIJUAL MOBIL TOYOTA

Dijual Avanza Tahun 2010 Hubungi:08563719925

Dicari ART tgl dlm,utk pribadi Masak,Cuci. Almt: Jl.Sakura, Dps. Hub:0877 62450689.

Tyt Altis G 1.8 Th.07 AT istmw Tgn 1 H:081238169620 spt baru

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

B.BP.004.10.19.0000537

B.BP.001.10.19.0000512

B.BP.001.10.19.0000549

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL RUMAH

DICARI TANAH

DIJUAL TANAH

Djl Rmh LT178m2 cash-kredit SibangGedeBadungH082340011333

Dicari Tanah 5 hektar Daerah Pecatu, 0 jalan untuk kerjasama akan dibangun Musium Angkot Bali, Istana Boneka dan Villa Hub.081.333.010.600

Sawah di Dps 125jt/A (Total 10A) Jog trek Peguyangan 08123816666

B.BP.001.10.19.0000555

PROPERTY DISEWAKAN RUMAH

Rmh Mrh 3KT,Hlm Luas,Grs.Jayagiri XI/22 Renon. 08123953578

B.BP.001.10.19.0000557

PROPERTY

B.BP.004.10.19.0000523

PROPERTY DIJUAL TANAH

Djl Villa @Bukit Jimbaran 2,2M 4Kmr Mnd,4Kmr Tdr,Kolam Renang Hub.Lodi 087860818546

Dijual, sebidang Tanah SHM, Luas 20 are/2000 M2, lokasi di Ungasan, belakang patung GWK. Hub.Kadek, Hp:081916362573. TP

B.BP.001.10.19.0000471

B.BP.004.10.19.0000531

DIJUAL VILLA

DIJUAL RUMAH

PROPERTY

B.BP.004.10.19.0000532

PROPERTY DISEWAKAN GUDANG

OverKontrakGudang+Ruko+2KMT, LT 2A,Lok.Jl.SMKI Celuk Sukwti sisa 3thn 7bln 081246111627 Ng B.BP.001.10.19.0000508

KEHILANGAN Hlg 1 Buah SID(Seaman Identification) an.Gede Eka Padmadi B.BP.004.10.19.0000547


10

Minggu Pon, 20 Oktober 2019

Mendatar : 1. Jubah wisuda 3. Peredaran masa atau tahun 6. Sudah pernah dipakai 9. Tubuh binatang yang sudah mati 11. Dibalik : Kehilangan kesadaran 12. Tri Nitro Toluen, suatu bahan peledak 13. Tanda berbentuk medali yang disematkan didada/topi 15. Butiran halus obat pembasmi larva nyamuk 18. Bencana atau celaka 19. Binatang pengangkut beban 20. Dataran tinggi yang luas berlembah dan berbukit 22. Badan yang bertujuan menyelenggarakan usaha pendidikan, kebudayaan dsb (Inggris) 28. Tungku kecil berbahan bakar arang 29. Dasar cerita atau pokok pikiran 31. Diulang bagian puncak kepala 33. Dibalik Negara bagian AS dengan ibukota Boise 35. Ahli memainkan gitar 37. Missing in Action 38. Neraka 39. Keadaan sulit yang tidak disangka-sangka yang memerlukan penanggulan segera 41. Menumpang dikendaraan orang lain 42. Dibalik: Sangat mahir 43. Kejar

Atasi Nyeri Lutut dengan Rehabilitasi Medik OSTEOARTHRITIS (OA) atau dikenal juga penyakit pengapuran sendi lutut, masih menjadi salah satu penyakit sendi yang paling sering dijumpai dan menjadi penyebab utama terjad inya keterbatasan fungsi dan penurunan kualitas hidup pada kelompok usia di atas 50 tahun. Penatalaksanaan OA secara umum terdiri atas terapi obat, terapi nonobat dan tindakan bedah. Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan OA hingga tuntas. Selain itu, penggunaan obat-obatan antinyeri jangka panjang dapat menyebabkan efek samping yang serius, seperti perdarahan saluran cerna, tukak lambung, hingga kerusakan hati dan ginjal. Apalagi sebagian besar penderita OA adalah lansia yang rentan dan kadang menderita lebih dari satu penyakit sehingga harus minum beberapa jenis obat berbeda sekaligus. Penanganan dalam bidang Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Rehabilitasi Medik) menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi nyeri dan gangguan aktivitas sehari-hari pada OA lutut. Terapi utama Rehabilitasi Medik terdiri atas terapi modalitas fisioterapi, latihan, pemberian alat bantu (ortesa) dan yang terpenting adalah edukasi pada penderita. Terapi modalitas bisa berupa terapi panas (diathermy), terapi dingin (cryotherapy), TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation), terapi laser dan terapi gelombang kejut (shockwave). Pemakaian terapi panas bertujuan mengurangi nyeri, relaksasi otot, mengurangi kekakuan sendi dan meningkatkan sirkulasi darah. Kompres dingin digunakan pada sendi dengan tanda peradangan (merah atau bengkak) ditempelkan pada sendi yang sakit selama 1020 menit tiga kali atau lebih dalam sehari. Kompres hangat lebih tepat digunakan pada penderita nyeri sendi tanpa gejala peradangan. Keduanya bermanfaat untuk mengurangi nyeri sendi, hanya tujuan penggunaannya yang berbeda. Terapi listrik TENS digunakan untuk mengurangi nyeri melalui kerjanya menaikkan ambang rangsang nyeri. Terapi laser dan shockwave pada dekade terakhir ini mulai populer digunakan

pada OA untuk mengurangi nyeri dan penyembuhan tulang rawan sendi. Alat bantu pada OA lutut berfungsi mengurangi beban sendi, menstabilkan gerakan sendi, memelihara sendi pada posisi fungsi maksimal, dan mencegah kelainan bentuk. Alat bantu ini dapat berupa dekker, brace, termasuk juga alat bantu jalan, seperti tongkat atau walker yang pemakaiannya berdasarkan rekomendasi dokter spesialis Rehabilitasi Medik. Terapi latihan untuk penderita OA meliputi latihan fleksibilitas, latihan penguatan otot, dan latihan aerobik. Latihan fleksibilitas bertujuan menjaga dan memperbaiki gerak sendi. Latihan penguatan otot-otot penyangga lutut juga penting sehingga lutut lebih stabil dan dapat mengurangi nyeri. Selain itu, terdapat aquatic therapy, contohnya latihan di kolam renang dan underwater treadmill yang sangat ideal karena adanya gaya apung pada air yang dapat mengurangi pengaruh gravitasi, sehingga meminimalkan rasa nyeri akibat beban dan pergerakan. Program latihan harus bersifat individual dan berpusat pada pasien dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti usia, kondisi penyakit penyerta, dan minat dari penderita, sehingga meningkatkan motivasi latihan. Edukasi merupakan salah satu komponen terpenting dalam tata laksana. Pencegahan terhadap OA sebaiknya dilakukan sejak dini melalui modifikasi gaya hidup (olahraga, pertahankan berat badan ideal, dan diet rendah kalori). Proteksi dan pemeliharaan sendi lutut antara lain dengan cara menghindari gerakan menekuk lutut berlebihan, menghindari jongkok, menghindari overuse seperti naik turun tangga berlebihan, menyeimbangkan aktivitas dan istirahat, serta menggunakan alas kaki yang tepat. Pada penderita yang memakai tongkat, letakkan tongkat di sisi yang sehat. Hindari olahraga berat, seperti berlari atau tenis. Anda dapat menggantinya dengan berenang, bersepeda atau

berjalan. Jika ada kelainan bentuk pada lutut, misalnya kaki berbentuk O, jangan dibiarkan berkelanjutan, karena akan menyebabkan tekanan yang tidak merata pada permukaan tulang. Teknik pengobatan lain yang sedang berkembang saat ini adalah manajemen intervensi nyeri pada pasien yang gagal dengan terapi konservatif di atas, menolak atau tidak dapat dilakukan operasi. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan adalah blok saraf genicular, injeksi intrasendi baik dengan obat steroid, suplemen cairan sendi, regenerative medicine seperti proloterapi, PRP (Platelet Rich Plasma) dan stem cell. Tata laksana OA lutut ini akan dibahas lebih lanjut dalam Seminar dan Demo Manajemen Rehabilitasi Medik yang diadakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Perdosri) BaliNusra pada 2 November 2019 di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. dr. I Ketut Gede Agus Budi Wirawan, Sp.KFR., Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Bali-Nusra

Menurun : 1. Daftar angka 2. Anak baru gede 4. Ungkapan yang menyatakan agar hal itu jangan sampai menimpa kita 5. Persewaan 6. Putra gangga, kakek pandawa dan korawa 7. Informasi yang tersedia melalui media elektronik 8. Setuju atau sependapat 10. Pensil warna dari lilin 14. Dibalik: lain (Inggris) 16. Asisten rumah tangga 17. Asli atau sejati 21. Logam solder 23. Berhenti (bali) 24. Memandang/melihat ke atas 25. Kerak gigi 26. Campuran dua jenis logam atau lebih 27. Lapangan olah raga 30. Zat yang terbuat dari opium dan bersifat adiktif 32. Merek minyak goreng 34. Bagian badan yang tidak boleh tampak menurut islam 36. Sindiran atau ejekan 40. Sejenis burung hantu dengan jambul ditelinga, bubo sumatranus

Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 418 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 26 Oktober 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 3 Nopember 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 416 Mendatar: 1. GOAL 3. DINAR 5. AJER 7. OTO 8. NENG 10. PRASEJARAH 13. AON 15. KAPITALIS 16. MUSTIKA 17. NIKE 19. PRAMUKA 22. ETERNIT 25. ONAR 26. ABALONE 28. D E T A S E -

MEN 29. LAY 31. KALIMANTAN 34. KOIN 35. ALU 36. RIBA 37. PRATU 38. RIAM Menurun: 1. GENDAM 2. LOGO 3. DOP 4. AUS 5. APARATUR 6. ROHOSRET (TERSOHOR)

9. NAUSEA 11. REKANAN 12. ETIKET 14. NYIRU 18. KERANDA 19. PENDEKAR 20. MONALISA 21. KOLERA 23. EMAIL 24. NYONYO 27. EKONOM 30. AKUR 32. NUR 33. NAU

Pemenang TTS No. 416 1. I Kadek Sudarma Dusun Delod Rurung, Desa Banjarasem, Kec.Seririt, Kab.Buleleng (HP:081-236-849-XXX) 2. Si Putu Sumantara Br.Bima, Desa Pangyangan, Kec.Pekutatan, Kab.Jembrana (HP:081-805-666-XXX) 3. Ni Made Manis Jl.Ahmad Yani No.304, Denpasar (HP:081-233-127-XXX) 4. I Gst. Kt. Rai Adnya Putra Lingk.Tengah, Kel. Subagan, Kec. Karangasem, Kab.Karangasem (HP:081-338-663-XXX) 5. Ni Wayan Citra Resmisari Jl.Ir.Sukarno, Kec.Kediri, Kab.Tabanan (HP:081-211-354-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama: I WAYAN SUKEH Alamat : Jl.Raya Padangluwih, Kec.Kuta Utara, Kab.Badung (HP:081-264-696-XXX)

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru “Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat isi buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahunpernikahan. Kirim foto menarik dan tulisan data lengkap identitas diri, orangtua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telp. (0361) 225764.

(Redaksi)

PERNIKAHAN MENIKAH - Made Galang Dananjaya, S.T. dan Ni Putu Sri Listyari Devyastuti, Amd.Keb. melangsungkan pernikahan pada Jumat, 11 Oktober lalu. Upacara pernikahan dan resepsi anak kedua mantan Kepala SMAN 4 Denpasar Dr. I Wayan Rika, M.Pd. ini dipusatkan di rumah mempelai putra di Banjar Pengubengan Kauh, Kerobokan, Badung.

Presiden Berkoalisi dengan Teknologi Maksimalkan Hasil Pertanian Rakyat Jaga Lingkungan

Presiden dan Wapres terpilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin diharapkan mampu berkoalisi dengan rakyat untuk memperhatikan dan menjaga lingkungan demi kesejahteraan Indonesia. Ini disampaikan Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Febrilia Ekawati, yang juga salah seorang pemerhati lingkungan. “Lima tahun ke depan kami harapkan Presiden dan Wapres terpilih mampu berkoalisi dengan rakyat untuk memperhatikan lingkungan dan kualitas sumber daya yang nantinya akan berpengaruh terhadap kesejahteraan rakyat,” ujar Febri Bandarlampung, Sabtu (19/10) kemarin. Menurut Febri, Presiden dan Wapres mampu membawa Indonesia sejahtera dan lestari lima tahun ke depan dengan memperhatikan beberapa aspek. Pertama, harus diperhatikan dan diselesaikan dengan cepat serta tuntas masalah kebakaran hutan lahan yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat. Kebakaran hutan lahan yang melanda sebagian besar daerah di Indonesia beberapa bulan belakangan mengakibatkan banyak kerugian bagi banyak pihak, akibat kabut asap yang menyelimuti sejumlah kota di Indonesia.

Dikatakannya, pemerintah harus menuntaskan proses hukum pelaku pembakaran atau pembalakan hutan dengan tegas untuk menyelesaikan permasalahan kebakaran hutan lahan. “Aspek kedua adalah persediaan akses air minum bersih dan murah bagi masyarakat. Selama ini banyak masyarakat yang kesulitan memperoleh akses air minum bersih dan murah, padahal merupakan salah satu kebutuhan utama seorang manusia sehingga tidak boleh diabaikan,” tuturnya. Aspek ketiga adalah tersedianya sumber daya energi ramah lingkungan dan terbaharukan bagi masyarakat. Energi terbaharukan dan ramah lingkungan juga harus diperhatikan untuk menunjang keberlangsungan kehidupan masyarakat yang sejahtera. Tidak hanya itu, kedaulatan pangan juga menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan pemerintah. Persediaan akses air minum bersih dan murah, penuntasan permasalahan karhutla dengan tegas, penggunaan energi terbaharukan dan ramah lingkungan, serta kedaulatan pangan merupakan aspek penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah dan rakyat, sebab berkaitan dengan kesejahteraan dan kesehatan rakyat. (ant)

DUKUNGAN teknologi memaksimalkan hasil pertanian untuk mencapai ketahanan pangan. “Dengan konsep pertanian cerdas secara sederhana bisa diartikan sebagai precision agriculture atau bertani yang tepat, karena dapat mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan dari setiap tanaman,” ujar Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT) Kemendes Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Samsul Widodo di Jakarta, Sabtu (19/10) kemarin. Dari pengidentifikasian tersebut, petani jadi lebih paham tindakan apa yang harus dilakukan pada setiap tanamannya. Tanaman mana yang membutuhkan air, tanaman mana yang harus diberikan pestisida dan tanaman mana yang harus dipupuk. ‘’Penerapan teknologi di bidang pertanian dapat meningkatkan potensi pertanian karena akan turut menarik perhatian kaum muda

untuk ikut serta menggeluti pertanian di daerahnya,’’ tambahnya. Implementasi smarf farming di daerah tertinggal terus digenjot oleh Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT). Pada tahun 2019, Ditjen PDT telah menetapkan lima kabupaten daerah tertinggal sebagai lokasi proyek percontohan impelementasi smart farming, yaitu Kabupaten Situbondo, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumba Timur, dan Kabupaten Pasaman Barat. Sebelumnya telah dilakukan peluncuran pertanian cerdas di Kabupaten Pasaman Barat melalui Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0 dan Implementasi Pertanian Presisi di Pasaman, Sumatera Barat. Kegiatan ini diawali penandatanganan Nota Kesepakatan antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) dan PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) .(ant)


Minggu Pon, 20 Oktober 2019

daerah

Perencanaan Pelabuhan Pariwisata Dimulai dari Bawah

Orasi Ilmiah, Mengantarkan Nyoman Budiartha Jadi Guru Besar Unud PROF. Dr. Ir. I Nyoman Budiartha, RM., M.Sc. dikukuhkan menjadi guru besar tetap Universitas Udayana (Unud) pada Sabtu (19/10). I Nyoman Budiartha merupakan guru besar dalam bidang ilmu transportasi dengan Unit Kerja di Fakultas Teknik Unud. Orasi ilmiahnya berjudul “Kesenjangan Persepsi Perencana dan Pengguna Pelabuhan Wisata: Keterbatasan Ilmu Perencanaan Pelabuhan?” I Nyoman Budiartha menjelaskan, karya ilmiahnya itu meneliti tentang perencanaan pelabuhan pariwisata yang harus dimulai dari bawah (bottom up). “Karena kesenjangan dari perencana, biasanya yang secara konvensional perencanaan itu dari atas ke bawah. Jadi biasanya dari perencana ke pengguna,” ujar Profesor yang menamatkan studi S1 dan S2 di Institut Teknologi Sepuluh November ini. Agar tidak terjadi pelabuhan–pelabuhan yang gagal seperti di Tanah Ampo, Nusa Penida, polemik yang berkepanjangan di Pelabuhan Benoa seharusnya dari sekarang perencanaan itu diubah dari bawah ke atas (bottom up). Perencanaan dari bottom up tersebut, dengan melihat tujuan wisatawan yang datang ke Bali. “Tujuannya kemana, itu harus dilihat. Jangan sampai terus semuanya itu local optimism. Seperti di Karangasem, Negara, Buleleng, padahal di sana tempat destinasinya belum siap sehingga ada pelabuhan– pelabuhan, akhirnya mungkin baru sekali saja ada

kapal, selanjutnya tidak ada,” selorohnya. Sehingga sebelum merencanakan pembangunan pelabuhan pariwisata, harus dillihat motivasi dan tujuan wisatawan datang ke Bali. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Bali, wisatawan yang datang semuanya mengarah ke daerah selatan, karena memang destinasinya menarik dan daerah tersebutlah yang dituju wisatawan. “Sekarang kalau kita berpikir bikin pelabuhan dulu dan nanti akan ada yang datang dan daerah itu akan berkembang menjadi destinasi, sebenarnya itu masih dalam angan–angan, apakah benar akan terjadi?, cetusnya sambil menyebut saat ini di Bali pelabuhan yang paling utama dibutuhkan adalah di Kuta dan Sanur. Sebelum membangun pelabuhan, juga perlu melakukan pendekatan dan penelitian terpadu terkait aspek – aspek perjalanan, destinasi pariwisata dan lokasi pelabuhan. Perencanaan terpadu antara transportasi, pariwisata dan manajemen kebijakan adalah bidang yang belum diteliti secara luas. Meskipun perumusan kebijakan saat ini dan masa depan membutuhkan pelaksanaan dan evaluasi pemikiran inovatif dan hasil penelitian baru. Banyak inisiatif yang telah dilakukan oleh beberapa negara termasuk Indonesia, namun dua sektor yaitu sektor transportasi dan sektor pariwisata, meskipun saling terkait belum menjadi subjek penelitian terpadu.

ILMIAH - Prof. Dr. Ir. I Nyoman Budiartha, RM., M.Sc., berorasi ilmiah saat pengukuhan guru besar tetap Unud. Dari hasil penelitiannya menunjukkan bahwa perencanaan pelabuhan telah dikenal dan diaplikasikan pada pelabuhan–pelabuhan di Indonesia, khususnya di Bali dengan kualitas produksi, kecepatan pelaksanaan, keandalan struktur, dan faktor endemis. “Namun permasalahan dalam pembangunan pelabuhan kapal pesiar adalah bagaimana suatu rancangan fasilitas pelabuhan dapat mendukung peningkatan wisatawan dan akses yang menjadikan water front yang memiliki daya tarik dan menguntungkan dari sisi finansial,” ungkapnya. Pendekatan perencanaan ini dibutuhkan tidak hanya untuk alasan keandalan dan keindahan, tetapi yang lebih

penting adalah untuk alasan ekonomi. Selanjutnya, dampak dari adanya pelabuhan tidak hanya terbatas pada industri pelabuhan itu sendiri, namun juga harus dilihat derajat ketergantungan pelabuhan terhadap industri pariwisata secara keseluruhan yang pada akhirnya akan mempengaruhi pertumbuhan perekonomian regional. Untuk itu diperlukan sebuah model perencanaan pelabuhan yang dapat menggambarkan sistem transportasi secara holistik dan terintegrasi yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja keseluruhan rantai nilai yang terlibat, agar terhindar dari local optimization yang tidak konstruktif terhadap sistem secara keseluruhan. (ad565)

”The 2nd Sakura Cup 2019” Pererat Persahabatan Jepang-Indonesia U N T U K menyediakan wadah bagi pembelajaran bahasa Jepang sekaligus mempererat hubungan antara Jepang-Indonesia, untuk ke dua kalinya digelar lomba pidato bahasa Jepang atau The 2nd Sakura Cup 2019, Sabtu (19/10) kemarin di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Lomba ini merupakan kerja sama antara Yayasan Persahabatan Jepang-Bali dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Ketua Yayasan Persahabatan Jepang-Bali, Makiko Iskandar mengatakan, saat ini sudah mulai banyak masyarakat khususnya di Bali yang mulai belajar bahasa Jepang. ‘’Dulu tahun 1970-an sangat susah mendapatkan orang Bali yang menguasai bahasa Jepang. Saat ini sudah mulai banyak dan tentu hal ini menjadi luar biasa,’’ ujarnya. Karenanya, pi haknya dari Yayasan Persahabatan Jepang-Bali menggandeng perguruan tinggi di Bali untuk menggelar lomba pidato bahasa Jepang yang dinamakan Sakura Cup dan tahun ini merupakan tahun ke-2 pelaksanaannya. Diharapkan lomba serupa akan bisa terus digelar secara kontinyu setiap tahun. Dengan lomba ini, Makiko juga berharap mampu memberikan wadah bagi pembelajaran bahasa Jepang dan tentunya semakin meningkatkan minat untuk belajar bahasa Jepang. ‘’Dan tentu saja saya harapkan lewat kegiatan ini persahabatan antara Jepang dengan Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya semakin erat,’’ ujarnya. Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar, Hirohisa Chiba menambahkan, mempelajari bahasa negara

Enam Guru Besar Dikukuhkan

Universitas Udayana Memiliki Total Profesor 144 UNIVERSITAS Udayana (Unud) mengukuhkan enam guru besar tetap pada Sabtu (19/10), di Auditorium Widya Sabha Kampus Unud, Bukit Jimbaran. Dengan demikian Unud memiliki total guru besar sebanyak 144 guru besar. Keenam guru besar tersebut yaitu Prof. Dr. Drh. I Nyoman Suartha, M.Si., guru besar dalam bidang penyakit dalam veteriner dengan unit kerja di Fakultas Kedokteran Hewan, Unud. Prof. Dr. Ir. Hery Suyanto, MT., guru besar dalam bidang ilmu fisika dengan Unit Kerja di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unud. Prof. Dr. dr RA. Tuty Kuswardhani, Sp.PD-Kger., FINASIM., M.Kes., guru besar dalam bidang ilmu penyakit dalam dengan Unit Kerja di Fakultas Kedoktan Unud. Prof. Dr. Ir. I Nyoman Budiartha, RM., M.Sc., guru besar dalam bidang ilmu transportasi dengan Unit Kerja di Fakultas Teknik Unud. Prof. Dr. Dra. IA Nyoman Saskara, M.Si., guru besar dalam bidang ilmu ekonomi pembangunan dengan Unit Kerja di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unud. Prof. I Dewa Gede Ary Subagya, ST., MT., Ph.D., dalam bidang ilmu teknik material dengan Unit Kerja di Fakultas Teknik, Unud. Rektor Unud Prof. Dr. dr.

GURU BESAR - Rektor Unud berfoto bersama keenam guru besar. A.A. Raka Sudewi, Sp.S. mengatakan, guru besar yang dikukuhkan diharapkan mampu berkontribusi lebih banyak dalam meningkatkan martabat bangsa melalui peningkatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat. “Perkembangan jumlah guru besar di masa yang akan datang menunjukkan tren yang positif. Setiap tahun akan ada penambahan guru besar. Penambahan jumlah guru besar pada tahun ini disertai juga dengan berkurangnya jumlah anggota guru besar. Pengurangan ini

karena ada guru besar yang purnabakti sebanyak lima orang dan meninggal sebanyak dua orang,” bebernya. Ia berharap guru besar yang dikukuhkan kemarin dapat berkontribusi dalam meningkatkan dan mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai motor penggerak Tri Dharma Perguruan Tinggi di Unud. Di samping itu, juga jumlah guru besar saat ini sudah banyak yang berusia 60 tahun ke atas, bahkan lebih. Sehingga dalam beberapa tahun akan purnabakti. Maka dari itu perlu diupayakan langkah–langkah strategis agar para dosen yang

sudah bergelar doktor berupaya untuk meningkatkan statusnya menjadi guru besar. Hal ini sangat penting agar ada keseimbangan antara jumlah guru besar yang pensiun dengan guru besar yang baru diangkat. Syarat utama menjadi guru besar yaitu karya ilmiahnya dipublikasikan di jurnal internasional yang bereputasi. Menurutnya syarat ini bukan menjadi hambatan yang berarti untuk menjadi guru besar asal ada kerja keras dan didukung oleh lembaga. Beberapa kebijakan universitas pun telah diluncurkan sebagai pendorong agar para dosen dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas penelitiannya. Langkah–langkah yang ditempuh Unud antara lain, mendorong pengelola jurnal di lingkungan Unud menjadi jurnal bereputasi internasional dan juga terindeks scopus, dengan cara menyediakan fasilitas seperti dapur jurnal yang menampung semua artikel para dosen agar bisa terbit di jurnal internasional. Unud juga menyelenggarakan pendampingan publikasi yang mendorong artikel sehingga layak publikasi. Unud juga sudah merancang berbagai skim penelitian baru yang bertujuan mempercepat dosen memperoleh guru besar. Skim yang diluncurkan

bernama P2GB (Program Percepatan Guru Besar). Selain itu, juga memberi rangsangan kepada dosen yang telah mampu menghasilkan publikasi artikel bereputasi internasional berupa insentif atau remunerasi untuk mengganti biaya publikasi. Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Nyoman Gde Antara, M.Eng. mengatakan, ada enam guru besar yang dikukuhkan pada hari itu. Dari enam orang tersebut, dua orang berasal dari Fakultas Teknik. Dari data menunjukkan, persiapan SDM tenaga kependidikan di FT Unud dikatakan paling prospektif akan berkontribusi terhadap penyiapan jumlah guru besar. SDM Doktor di FT kebanyakan alumni dari universitas di luar negeri dan mereka sangat muda. Dengan demikian ia optimis setiap tahun akan banyak guru besar dari FT yang dikukuhkan. Data terakhir di FT untuk lima tahun ke depan, diperkirakan 25 guru besar akan lahir dari FT. Sehingga diharapkan ada lima orang setiap tahunnya yang dikukuhkan. “Sehingga kekhawatiran kita bahwa Unud akan kekurangan guru besar dari kuota 10 persen dari jumlah dosennya bisa kita atasi,” tandasnya. (ad567)

Izin Galian C Terkendala Sertifikat Tanah Denpasar (Bali Post) Pemprov Bali khususnya Satpol PP tidak tinggal diam menyikapi masalah galian C ilegal atau tidak berizin. Upaya pengawasan dan penegakan hukum terus dilakukan melibatkan Satpol PP kabupaten/kota, terutama di Karangasem. Apalagi Komisi III DPRD setempat juga telah mendatangi Satpol PP Provinsi terkait hal itu. “Kita sudah jelaskan duduk persoalannya karena harapan kita selaku aparat pemerintah kan mengajak serta masyarakat pengusaha atau pemilik lahan untuk melengkapi izinnya. Tapi kendalanya tanah hak milik yang belum bersertifikat,” ujar Kepala Satpol PP Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi, belum lama ini. Menurut Dewa Dharmadi, tanah yang belum bersertifikat ini bahkan menjadi kendala utama dalam pengurusan izin. Di sisi lain, upaya penegakan hukum akan menyeret pemilik lahan (bukan pengelola, red) jika kedapatan tidak memiliki izin. Sedangkan, para pemilik lahan yang akan diproses secara hukum sebagian besar tidak mampu secara ekonomi. Belum lagi, kepemilikan lahannya ter-

cecer yakni ada yang memiliki lahan 10 are, 15 are, atau 20 are. “Kebijakan kita bisa digabung menjadi satu izin, menunjuk salah satu sebagai koordinator. Itu kesepakatan kami juga bersama Dinas ESDM dan DPMPTSP untuk menjembatani persoalan ini,” jelasnya. Sebab, lanjut Dewa Dharmadi, pengurusan izin terbilang mahal sehingga tidak mungkin meminta pemilik lahan yang hanya 10 atau 15 are mengurus sendiri. Untuk diketahui, pemilik lahan untuk galian C harus mengurus izin eksplorasi dan izin eksploitasi produksi yang juga memerlukan proses. Sejak dua tahun lalu, pihaknya membantu dan memfasilitasi agar pengurusan izin bisa dipermudah dan dipercepat. Saat ini, ada sekitar tujuh permohonan perizinan yang sudah masuk ke Dinas ESDM untuk selanjutnya diteruskan ke DPMPTSP Provinsi. “Terutama kita juga mendorong kabupaten untuk turut memfasilitasi sertifikatnya, karena itu adalah persyaratan utama pengajuan izinnya. Jadi, sementara ini yang kita lakukan adalah memberhentikan usaha mereka sepanjang belum

ada izin,” terangnya. Dewa Dharmadi menambahkan, sewaktu-waktu juga dilakukan sidak untuk mengantisipasi operasional galian C ilegal secara diam-diam. Kalau pengawasan tidak dilakukan secara intensif, tentu ada saja kebocoran yang terjadi. Tapi dengan kebersamaan atau pengawasan oleh semua kom-

ponen, masyarakat pengusaha pasti akan merasa waswas untuk melakukan usaha galian C ilegal. “Tidak mudah memang. Pelan tapi pasti nanti akan sepenuhnya mereka berizin, karena mereka juga tidak mau dikejar-kejar dan sadar bahwa izin itu penting,” ujarnya. Sementara itu, Inspektur Provinsi

11

Bali, Wayan Sugiada mengatakan, urusan pertambangan termasuk galian C sesuai Undang-undang No.23 tahun 2014 telah menjadi kewenangan provinsi. Akan tetapi, Undang-undang No.28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah belum direvisi sehingga kewenangan pajaknya masih berada di kabupaten. (kmb32)

SAKURA - The 2nd Sakura Cup 2019 yang berlangsung Sabtu (19/10) kemarin, di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. lain tidak hanya sebatas untuk alat komunikasi tetapi juga sebagai media dalam mengerti dan memahami dengan lebih baik sosial budaya dan sejarah negara tersebut. ‘’Mempelajari bahasa negara lain artinya juga berkesempatan untuk mempelajari kebiasan berpikir masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut. Sehingga pandangan terhadap dunia menjadi lebih luas dan lebih kaya,’’ ujarnya. Hal ini tentu juga berlaku saat belajar bahasa Jepang dan ia berharap para generasi muda yang mempelajari bahasa Jepang ini ke depan akan menjadi generasi penerus dalam mempererat persahabatan antara Jepang dan Indonesia dibidangnya masingmasing. Ketua Panitia The 2nd Sakura Cup 2019, Ketut Widya Purnawati mengatakan, total peserta yang mengikuti lomba pidato ini

sebanyak 13 orang. ‘’Yang mendaftar ada 19 orang dari universitas seluruh Bali. Melalui seleksi dan dipilih 15 orang. Dua orang kemudian mengundurkan diri sehingga peserta yang ikut lomba berjumlah 13 orang,’’ ujarnya. Tema dalam pidato bahasa Jepang ini bertema mengenai negara Jepang. Pemenangnya akan berkesempatan untuk mengunjungi Jepang dan mendalami bahasa di negara Jepang. Acara yang dibuka Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana I Nyoman Aryawibawa, menghasilkan pemenang atas nama Ni Gusti Ayu Intan Parwati Kingsan dari Universitas Mahasaraswati Denpasar sebangai pemenang 1, Gitsali Hanum Salsabila Santosa dari Universitas Udayana sebagai pemenang 2, dan pemenang 3 diraih oleh Kadek Dea Shinta Pradnyaninggrum dari Universitas Udayana. (ad566)


OLAHRAGA

12

Minggu Pon, 20 Oktober 2019

I Made Antha Wijaya

Obsesi Bawa Perseden ke Putaran Nasional

KAPTEN Perseden Denpasar I Made Antha Wijaya sukses membawa timnya keluar sebagai juara kompetisi sepak bola Liga 3 Rayon Bali beberapa hari lalu. Bahkan pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini menyumbangkan 11 gol. Sebagai juara, Tim Laskar Catur Muka berhak mewakili Bali berlaga di ajang Regional Bali dan Nusra. Perseden akan meladeni Persebi Bima selaku juara Rayon NTB, sedangkan wakil NTT, PS Ngada masih bertahan di putaran nasional. Pesepak bola yang akrab disapa Mucin ini mempunyai obsesi membawa Perseden lolos ke putaran nasional. Untuk itu ia dan kawan-kawan wajib mengalahkan Persebi dalam laga kandang dan tandang. “Saat melakoni babak Regional Bali dan Nusra, peserta tidak boleh menambah pemain baru,” ucap suami Ari Sartini ini. Pria kelahiran Denpasar, 26 Juni 1992 ini mulai belajar menendang bola di SSB Denpasar dan SSB Nusantara. Ia kemudian bergabung dengan Kuro FC. Mucin juga pernah memperkuat Pespa Padang Sambian dan Persela Lamongan U-21 yang menjadi juara pada musim kompetisi 2010. Berkat andilnya mengantar Persela U-21 menjadi campiun, Mucin direkrut masuk tim Persela senior. Akan tetapi menjelang meneken kontrak, ia harus pulang kampung mengingat sang bunda Ni Nyoman Reni meninggal dunia gara-gara digerogoti kanker rahim. “Saya batal berkostum Persela senior sebab lama tidak bergabung. Maklum, upacara pengabenan ibu harus menunggu hari baik,” kenangnya. Kendati demikian, pemain bernomor punggung 26 ini kembali mengibarkan bendera Persela U-21 pada musim 2011. Mucin kini menjadi anggota Satpol PP Kota Denpasar, dan telah dikaruniai seorang putra, I Putu Aditya Sadhana Putra Wijaya (9 bulan). (nel)

Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti

Praveen/Melati Tembus Final Denmark Terbuka

Jakarta (Bali Post) – Ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melesat ke babak final turnamen bulu tangkis Danisa Denmark Terbuka 2019 yang diselenggarakan di Odense Sportspark, Odense. Dilansir dari laman BWF, Praveen/Melati menumbangkan pasangan Wang Chi-Lin/Cheng Chi Ya (Chinese Taipei) dengan skor 21-12, 21-12 dalam waktu 27 menit, Sabtu (19/10) kemarin.

I Made Antha Wijaya bersama keluarga.

BPM/ist

Bali Ingin Jadi Tuan Rumah Pra-PON Sepak Bola Denpasar (Bali Post)Bali mengajukan diri menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola Pra-PON wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Bali, NTB dan NTT). Surat usulan telah dilayangkan ke panitia PB PON, namun hingga kini belum mendapat jawaban. Sepak bola Pra-PON menggunakan sistem kandang dan tandang. Akan tetapi Bali mengajukan diri menjadi tuan rumah di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar. “Kami masih menunggu jawaban PB PON. Pra-PON rencananya digelar November mendatang. Jika keinginan Bali menjadi tuan rumah dikabulkan, konsekuensinya harus menanggung biaya akomodasi dan konsumsi peserta lainnya,’’ ujar manajer tim sepak bola Pra-PON Bali IGAN Anom Jaksa Saputra di Denpasar baru-baru ini. Menurutnya, skuad Pra-PON Bali awalnya 60 pemain hasil pemantauan pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Akan tetapi beberapa pemain kurang disiplin menjaga kebugaran tubuhnya, sehingga bodinya tambun. Oleh karena itu, pihaknya juga merekrut sederet pemain hasil Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, September lalu. Kesebelasan Pra-PON Bali dilatih duet pelatih Kadek Swartama dan Ida Bagus Nyoman Mahayasa, serta pelatih kiper Made Wardana. (022)

Perseden Kawinkan Juara Rayon Bali

Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Perseden Denpasar U-17 sukses menjuarai Kompetisi Piala Soeratin U-17 Rayon Bali usai menekuk Perst Tabanan dengan skor 2-0 pada final di Stadion Kompyang Sujana, Rabu (16/10) lalu. Dengan demikian, Tim Laskar Catur Muka berhasil mengawinkan gelar juara karena sebelumnya skuad Perseden senior juga memenangkan Kompetisi Liga 3 Rayon Bali. PS Badung U-17 merebut juara III setelah menang 2-1 Sportivo Buleleng. Dua gol kemenangan Tim Keris dilesakkan Subaidi dan IG Bayu Saputra, sedangkan satusatunya gol balasan Sportivo dicetak Budi Artana. Gol pembuka kemenangan Perseden lahir dari titik putih pada menit ke-19. Penalti diberikan wasit Agus Setiawan karena pemain Perseden diganjal di petak keramat. Polycharpus Patrisio yang menjadi eksekutor berhasil memperdaya kiper Perst Tabanan Kadek Tangkas Puspa Yoga. Perseden menggandakan kemenangan pada menit ke76. Sepakan Tri Satria yang mengarah ke gawang kembali menggetarkan jala Kadek Tangkas Puspa Yoga. Sampai wasit Agus Setiawan meniup peluit panjang, Perseden tetap unggul 2-0. Pelatih Perseden Komang Agus Budiartha mengatakan, kemenangan asuhannya berkat kerja keras. “Kami memang ditargetkan Askot PSSI Denpasar merebut gelar juara dan ternyata bisa terwujud,” tutur pria yang akrab disapa Mang Nik ini. Pada bagian lain, pelatih Perst Tabanan Gede Putu Setia Budi merasa penasaran karena tim Tabanan senantiasa kalah saat bertemu Perseden. “Sejak era saya 25 tahun silam, Perst susah menaklukan Perseden,” ujarnya. Menurutnya, semestinya laga semifinal dan final digelar di tempat netral, misalnya di Stadion Debes, Tabanan, karena rumputnya lebih bagus dibandingkan Kompyang Sujana. (022)

BPM/ist

Gim pertama berlangsung mulus bagi Praveen/Melati. Poin demi poin terus dikumpulkan oleh pasangan unggulan keenam ini hingga akhirnya menang 21-12. Pada gim kedua Wang/Cheng menunjukkan perlawanan. Namun usai kedudukan imbang 7-7, Praveen/Melati terus memimpin perolehan angka dan

menutup laga 21-12. Praveen/Melati dan Zheng/ Huang sudah bertemu enam kali di lapangan, yakni sejak Malaysia Masters 2018. Dari keenam pertemuan itu Praveen/Melati belum pernah menang. Dua kekalahan terakhir dialami ganda campuran Indonesia ini pada Selandia Baru Terbuka 2019 dan Aus-

tralia Terbuka 2019. Atas hasil tersebut, Praveen/Melati melenggang ke partai puncak turnamen level Super 750 berhadiah total 775.000 dolar Amerika Serikat itu. Pada final yang dilangsungkan Minggu (20/10) ini, belum diketahui lawan yang dihadapi oleh Praveen/Melati karena masih

menunggu hasil pertandingan unggulan kelima Seo Seung Jae/Chae Yujung (Korea Selatan) melawan unggulan kedua Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (China). Praveen/Melati akan berusaha tetap fokus menjalani laga final demi mencapai target juara. “Perasaan kami tentu senang. Tapi jangan lupa, tugas kami di turnamen ini adalah mencari gelar juara,’’ kata Praveen dalam laman resmi PBSI. Sementara itu, tiga wakil Indonesia lainnya masih berjuang di semifinal. Mereka adalah Tommy Sugiarto di sektor tunggal putra,

serta dua ganda putra yakni Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan. Tommy berhadapan dengan unggulan pertama Kento Momota (Jepang). Tommy dan Momota sudah bertemu sembilan kali di lapangan, yakni sejak turnamen China Masters 2013. Dari sembilan pertemuan itu, Tommy hanya membukukan tiga kemenangan. Terakhir kali kedua pebulutangkis itu bertemu di turnamen China Open yang digelar September 2019. Waktu itu Momota mengalahkan Tommy 21-10, 21-11. (ant)

Putra Mandala Tundukkan Pormas Denpasar (Bali Post) Tim Putra Mandala, Jungutbatu, Nusa Lembongan, Nusa Penida, Klungkung, berhasil menundukkan Pormas Pedungan, Denpasar dengan skor 3-1 (25-21, 25-19, 23-25, 25-20) pada lanjutan pertandingan kejuaraan bola voli antarklub se-Bali memperebutkan Piala Wali Kota Denpasar di Lapangan Porstam, Sesetan, Denpasar Selatan, Jumat (18/10) malam. Tim Putra Mandala mengandalkan Dion, Yusa, Surya, Yuda, dan Vandim, sedangkan Pormas dimotori Moyo, Januarta, Rendy, dan Yuda. Pada laga pembuka Senin (14/10) malam lalu, tim tuan rumah Porstam Sesetan mengalahkan KVC Kesiman 3-0 (25-18, 25-19, 25-21). Turnamen bola voli ini pada babak penyisihan menggunakan sistem double

knock down, artinya jika tim menelan dua kali kekalahan otomatis tersingkir. Sementara pada babak delapan besar diberlakukan sistem setengah kompetisi. Ketua Panpel Putu Wisnu Wardana menerangkan, hajatan ini melibatkan 32 klub se-Bali yang akan bergulir sampai November mendatang. Menurut Ketua Umum Pengkot PBVSI Denpasar Wayan Sudana, turnamen yang dibuka Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara ini bertujuan merekrut bibit-bibit pebola voli yang dipersiapkan membela Denpasar pada Porprov Bali 2021 di Badung. (022)

BPM/022

MENANG - Tim bola voli Putra Mandala Jungutbatu (kiri) menang atas Pormas Pedungan pada turnamen antarklub se-Bali di Lapangan Porstam Sesetan, Denpasar, Jumat (18/10) malam.


Minggu Pon, 20 Oktober 2019

NASIONAL

13 Pemerintahan Baru Diminta Bendung Kelompok Intoleran

BPM/ant

HIASAN BUNGA - Petugas menuruni eskalator di samping hiasan bunga bergambar Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di sela geladi bersih pelantikan di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (19/10) kemarin.

Pelantikan Presiden Dihadiri 17 Kepala Negara

Jakarta (Bali Post) –

Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Minggu (20/10) hari ini, dipastikan akan dihadiri 17 kepala negara dan 168 duta besar negara sahabat. Hadir pula tokoh-tokoh nasional, seperti Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono. Persiapan pelantikan pun disebutkan telah rampung. Kehadiran belasan kepala negara disampaikan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)-RI Bambang Soesatyo yang menyebutkan setidaknya 17 kepala negara telah mengonfirmasi kehadirannya pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024. ‘’Ada 17 kepala negara, kepala pemerintahan, dan utusan khusus yang confirm

hadir besok’’ kata Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, usai geladi bersih pelantikan presiden dan wapres di Gedung MPR-DPR-DPD-RI di Jakarta, Sabtu (19/10) kemarin. Di antara kepala negara yang bakal hadir, kata politikus

Partai Golkar ini, yakni Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Wakil Presiden Republik Rakyat China Wang Qishan. Kemudian Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, PM Malaysia Mahathir Muhammad, dan PM Australia Scott Morrison. Untuk duta besar, Bamsoet menyebutkan setidaknya

ada 168 dubes yang dijadwalkan menghadiri pelantikan presiden dan wapres, 20 Oktober 2019. Selain tamu dari negara lain, MPR juga telah menyampaikan undangan kepada para tokoh nasional, termasuk Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Kemudian ada pula undangan untuk mantan kompetitor Joko Widodo dan Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. ‘’Seluruhnya Alhamdulillah confirm hadir,’’ kata Bamsoet. Sementara itu, Sekretaris Jenderal MPR-RI Ma’ruf Cahyono menyampaikan persiapan pelantikan presiden dan

wapres sudah dilakukan secara maksimal, termasuk dengan geladi resik. ‘’Kita baru saja geladi resik, ya. Saya kira sudah final, dalam arti perencanaan untuk persidangan. Oleh karena itulah tentu persiapannya sudah sangat maksimal, tinggal pelaksanaannya besok,’’ katanya. Diakui Ma’ruf, tentu ada evaluasi dari pelaksanaan geladi resik, tetapi langsung diperbaiki sehingga secara prinsip pelantikan presiden dan wapres siap dilaksanakan. ‘’Bisa dilihat sendiri, saranaprasarana sudah siap. Soal dukungan pengamanan, saya kira juga sudah maksimal, TNI-Polri mendukung,’’ katanya. (ant)

Jakarta (Bali Post) – Dilantiknya Jokowi dan Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden memunculkan harapan-harapan penuntasan sejumlah masalah bangsa. Salah satunya makin menguatnya kelompok intoleran pengganggu Pancasila. Untuk itu pemerintahan baru nantinya perlu menyiapkan sistem pembendung kelompokkelompok intoleran. Demikian disampaikan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di Jakarta, Sabtu (19/10) kemarin. ‘’Belakangan ini terlihat semakin terbuka ya, semakin terang-terangan ada kelompok tertentu yang justru sepertinya semakin menyerang terbuka ideologi bangsa negara kita Pancasila,’’ kata Hutahaean. Pertumbuhan kaum intoleran ini tentunya akan terus merusak ideologi Pancasila, dan juga meracuni masyarakat dengan ideologi lain yang mereka bawa. ‘’Kita ingin pemerintah mengembangkan sebuah sistem mekanisme yang baik untuk meredam pertumbuhan kaum intoleran dan mengembalikan mereka pada jalur Pancasila kita sebagai satu-satunya ideologi,’’ ucapnya. Selain soal ideologi, Partai Demokrat, katanya, juga berharap ketangguhan pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf Amin

dalam menghadang resesi global dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. ‘’Resesi global memang terus mendera, faktor perang dagang kekuatan ekonomi dunia juga, harapan kita sangat besar sekali kepada Bapak Jokowi agar ekonomi kita ke depan tumbuh semakin baik,’’ katanya. Siapkan Menteri Partai Demokrat sendiri telah menyatakan dukungannya untuk pemerintahan Jokowi-Ma’ruf melalui pidato kontemplasi Ketua Umum, Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 September 2019. ‘’Yang menyatakan memberi kesempatan untuk pemerintahan pak Jokowi ke depan. Kalau ditanya apakah Partai Demokrat diikutsertakan oleh Pak Jokowi di dalam pemerintahannya, kami menyerahkan sepenuhnya kepada Pak Jokowi,’’ ujarnya. Jika Presiden Jokowi menginginkan beberapa menterinya dari kader Partai Demokrat, menurutnya, parpol tersebut bisa menyiapkan sosok sesuai yang dibutuhkan presiden. ‘’Jadi kalau diminta kader berpengalaman kami punya atau kader yang diminta, kader muda yang memiliki kapasitas dan kapabilitas juga kami punya, sehingga sangat siap apabila diminta oleh Presiden Jokowi,’’ ujarnya. (ant)

BPM/ist

DOA BERSAMA - Pedagang dan pelajar sekolah mengikuti doa bersama jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Pasar Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (19/10) kemarin. Kegiatan tersebut sebagai bentuk ungkapan suka cita dan harapan kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko WidodoMa’ruf Amin yang akan dilantik 20 Oktober 2019.

BPM/ant

PATROLI BERSAMA - Sejumlah personel Polri melakukan patroli pengamanan melintasi Jalan Balaikota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (19/10). Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, jajaran Polda Sumut menggelar patroli keamanan menggunakan sepeda motor mengelilingi sejumlah kawasan di Kota Medan.

BPM/ant

KENDARAAN TAKTIS - Prajurit TNI-AD menyiagakan kendaraan taktis jenis Panser Anoa 6x6 di depan LTC, kawasan Glodok, Jakarta, Jumat (18/10). Penjagaan tersebut guna memberikan rasa aman bagi warga masyarakat menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo - Ma’ruf Amin pada 20 Oktober 2019.


14

NASIONAL

Minggu Pon, 20 Oktober 2019

Wapres RRT Ajari JK Soal Perkembangan Islam

Jakarta (Bali Post) –

Kehadiran Wakil Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Indonesia terkait pelantikan presiden dan wakil presiden dipergunakan pula untuk bertemu sejumlah tokoh nasional, termasuk dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Yang menarik, saat bertemu JK, Wapres RRT Wang Qishan lebih banyak membahas mengenai agama Islam, bahkan Qishan memberikan pengetahuan lebih dalam kepada JK mengenai sejarah dan perkembangan Islam. “Dia ahli sejarah, oleh karena itu kami banyak diskusi tentang sejarah dan dia juga mempelajari sejarah Islam. Jadi justru ngajarin saya tadi sejarah perkembangan Islam, ahli benar dia,” kata JK usai menerima kunjungan kehormatan Qishan di Istana Wapres Jakarta, Sabtu (19/10) kemarin. Dalam pertemuan tersebut, keduanya juga membahas mengenai upaya peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan RRT. Qishan juga mengundang JK untuk berkunjung ke

RRT dalam rangka membina hubungan baik keduanya. “Ya tentu dia mengundang ke Tiongkok Beijing, walaupun tidak dalam keadaan (sebagai wapres), tapi secara pribadi. Kami mau berbicara dengan baik,” tambahnya. Qishan berada di Indonesia sebagai utusan Presiden Xi Jinping untuk menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Minggu (20/10). Wapres Qishan sebelumnya telah mengunjungi Solo

dan Sragen, Jumat (18/10), dalam rangkaian kegiatan kunjungannya ke Indonesia. Qishan dan rombongan juga sempat bertemu dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin dan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo. Qishan juga dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan kepada Wapres terpilih Ma’ruf Amin dan santap malam bersama di Istana Wapres Jakarta, usai acara pelantikan presiden dan wapres terpilih pada Minggu. (ant) MELALUI PDI-P Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka (kanan), usai menyerahkan berkas pendaftaran anggota PDI Perjuangan di kantor DPC PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah.

Gibran Pasti Maju di Pilwakot Surakarta Solo (Bali Post) – Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, berbulat tekad terjun di dunia politik dengan mengikuti pemilihan Wali Kota Surakarta 2020. Kendaraan yang dipilih untuk dipergunakan yakni PDIP. Gibran membantah isu kalau dirinya maju melalui jalur independen. “Saya sudah mendaftar ke PDI-P, dan saya tidak pernah sekalipun, di manapun, serta siapapun bilang kalau saya akan maju calon Wali Kota Surakarta melalui independen,” kata Gibran usai menghadiri acara “Connext Conference 2019” di Hotel Novotel, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/10) kemarin. Gibran diundang dalam acara “Connext Conference 2019”, sebagai salah satu narasumber, yang dihadiri ribuan mahasiswa di Solo. “Saya sudah mendaftarkan kartu tanda anggota (KTA) PDI-P, dan menjadi kader akan tetap maju Pilkada Kota Surakarta melalui PDI-P,” kata Gibran. Menurut Gibran dirinya sudah bertemu beberapa orang senior-senior PDI-P di pusat. Bahwa, dirinya sesuai aturan masih berkesempatan untuk mendaftarkan diri lewat DPD atau DPP PDI-P. “Sudah jelas, saya akan maju tidak melalui jalur independen. Saya akan berjuang maju tetap melalui PDI-P,” katanya. Menurut Gibran tahapan pendaftaran masih lama sekali, dan dalam waktu dekat nanti bakal mendaftarkan diri melalui PDI-P sebagai bakal calon Wali Kota Surakarta melalui PDI-P. Menyinggung soal berawal dari pengusaha kemudian beralih turun ke politik, kata Gibran, dirinya mulai usaha sejak usia 23 tahun dan pada dunia bisnis orang yang dibantu hanya terbatas tidak seluas jika terjun ke politik. “Saya beberapa tahun ini, banyak bertemu orang dan masuk dunia politik jika di Solo, bisa membantu mencapai 600 ribu orang warga setempat melalui kebijakankebijakannya,” katanya. Menurut dia, sejak dirinya bertemu dengan Wali Kota Surakarta pada bulan sebelumnya, dan tujuannya masuk politik melalui PDIP. Soal pencalonan Wali Kota Surakarta masih lama, Juni tahun depan. Jika Gibran benar-benar maju dalam Pilkada Surakarta, maka ia akan mengikuti jejak ayahnya terjun di dunia politik setelah menggeluti dunia bisnis. Jokowi sebelum menjadi Wali Kota Surakarta, merupakan sosok pebisnis di bidang meubel. Setelah cerita suksesnya memimpin kota Solo tersebut menasional,

Jokowi mengikuti pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Belum tuntas memimpin

Jakarta, rakyat memilihnya menjadi Presiden RI. (ant/kmb14)

BPM/ant

KUNJUNGAN KEHORMATAN - Wakil Presiden Jusuf Kalla berjabat tangan dengan Wakil Presiden RRT Wang Qishan (kiri) sebelum pertemuan di Istana Wapres, Jakarta, Sabtu (19/10) kemarin. Kunjungan kehormatan Wapres RRT itu sekaligus merupakan rangkaian kunjungan untuk menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024.


15

Minggu Pon, 20 Oktober 2019

Patroli Gabungan TNI-Polri Sasar Tempat Ibadah

Mangupura (Bali Post) Berkaitan dengan pelantikan presiden dan wapres periode 2019-2024, Polres Badung menggelar patroli gabungan dengan persobel Kodim 1611/Badung dan Brimob, mulai Sabtu (19/10) kemarin hingga Senin (21/10) besok. Salah satu sasaran patroli ini adalah gereja dan tempat ibadah lainnya.

PATROLI - Polres Badung menggelar patroli gabungan dengan persobel Kodim 1611/ Badung dan Brimob.

Wiranto Bolos dari RS untuk Hadiri Perpisahan Jakarta (Bali Post) Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Sabtu (19/10) kemarin, bolos dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Ia sudah menjalani perawatan sepuluh hari. Wiranto keluar dari RS untuk menghadiri perpisahan dengan keluarga besar Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam). Acara purnatugas Menkopolhukam dan temu ramah dengan para stafnya digelar Sabtu kemarin pukul 14.30 WIB. Kondisi Wiranto sendiri tampak belum pulih, namun

demi perpisahan dengan pegawainya, dia menghadiri acara perpisahan tersebut. “Terus terang ya, saya membolos dari RS untuk bertemu dengan keluarga besar Kemenkopolhukam dalam rangka melaksanakan silaturahmi pengakhiran tugas Kemenkopolhukam Kabinet Kerja untuk periode 20142019,” kata Wiranto kepada wartawan. Dalam acara itu, dia memberikan pesan kepada jajarannya untuk melanjutkan misi Kemenkopolhukam selama ini. Hal itu karena masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan kementeriannya. Dalam kes-

empatan itu, dia juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pegawai Kemenkopolhukam. “Karena adanya kerja sama, kerja keras, kerja ikhlas dari semua eselon. Saya tadi telah sampaikan penghargaan terima kasih atas semua yang telah disampaikan oleh teman-teman Kemenkopolhukam,” tutur dia. Wiranto pun berterima kasih kepada sejumlah pihak yang telah mendoakan kesembuhan dan mendukungnya selama menjalani perawatan di RS. Pihak yang dimaksud itu, di antaranya presiden, wakil presiden, pejabat pemerintah, tokoh nasional, dan

masyarakat. Seperti diketahui, Wiranto ditusuk oleh Syahrial Alamsyah alias Abu Rara menggunakan pisau belati saat menghadiri peresmian gedung baru Mathla’ul Anwar di Menes, Pandenglang, Banten pada 10 Oktober 2019 lalu. Akibat penusukan itu, Wiranto mengalami luka di perut. Sementara itu, usai memberikan sambutan dalam acara perpisahan dan sambil bicara dengan para pengawal, Wiranto berjalan perlahan ke ruangan lain di lantai 6 Kemenkopolhukam. Pertemuan tersebut dilakukan secara tertutup. (kmb)

Didukung, Jokowi Banyak Gunakan Menteri dari Kalangan Profesional Jakarta (Bali Post) Minggu (20/10) ini, Presiden Joko Widodo kembali dilantik untuk melanjutkan pemerintahan periode kedua bersama dengan wakilnya, Ma’ruf Amin. Usai dilantik, mantan Gubernur DKI Jakarta itu bakal mengumumkan daftar para pembantu Presiden. Jokowi memang memiliki hak prerogatif untuk memilih sendiri para menteri. Jokowi sudah sedikit mem-

berikan bocoran soal kabinet barunya. Ada beberapa orang baru yang akan mengisi posisi menteri di kabinet tersebut. “Ya adalah, yang lama ada, yang baru banyak,” kata dia di Istana Merdeka, Jakarta. Ia juga berencana memberikan porsi 55 persen posisi menteri ke kalangan profesional, sementara dari parpol cukup 45 persen. Rencana tersebut mendapat dukungan dari masyarakat.

Keputusan Jokowi ini didukung sejumlah kalangan. Pasalnya, menteri dari kalangan profesional tidak punya loyalitas ganda, antara parpol dan presiden. ‘’Ia akan loyal ke presiden saja,” kata Direktur IndoStrategi, Arif Nurul Imam. Hal senada diungkapkan ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance, Bhima Yudhistira. Ia mengungkapkan, beberapa jabatan yang terkait dengan eko-

nomi, termasuk Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, sebaiknya dipimpin oleh kalangan profesional. “Pos ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak, dikasih ke orang profesional,” ungkapnya. “Kelebihan menteri dari profesional, jelas mereka lebih kompeten dan bebas dari kepentingan politik parpol, sehingga akan bekerja maksimal untuk menjalankan visi Pak Jokowi,” kata Arif. (kmb)

Perlunya Kontribusi BUMN Minggu, 20 Oktober 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita

17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Widya Jnana Kerthi, Mephala Sukertaning Pemangku (4) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Senam Lansia Karang Lansia Desa Sukawati Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Belajar Menggambar Menggambar Bunga Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Dunia Kita Puja Trisandya Dharma Wacana Widya Jnana Kerthi, Mephala Sukertaning Pemangku (5) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping DW TV Seputar Bali Terkini Siaran Langsung Sidang Paripurna MPR RI, Dalam Rangka Pelantikan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Hasil Pemilihan Umum Masa Bakti 2019-2024 Inovator Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Kris Samatra Artis Bali Ayu Saraswati dan Ekajaya Indi Band Generation Active Band Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang gegelang Karangasem (3) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song

KALANGAN akademisi Bali juga berharap Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi-Ma’ruf Amin, lebih memerhatikan Bali. Dosen Politeknik Pariwisata Bali Ni Made Eka Mahadewi mengungkapkan, selain memerhatikan infrastruktur yang masih diperlukan Bali, juga perlunya kontribusi dari BUMN yang ada di Bali. Ni Made Eka Mahadewi berharap lima tahun ke depan kepemimpinan JokowiMa’ruf Amin ada kebijakan khusus Bali. Bahwa pendapatan yang dihasilkan BUMN yang berusaha di Bali, paling tidak 50 persennya diserahkan pengelolaannya untuk Bali. “Jadi, tidak semua disetorkan ke pusat. Perlu ada kebijakan khusus terkait hal ini,” harapnya.

Seperti diketahui di Bali ada PT Angkasa Pura yang mengelola Bandara Ngurah Rai, Pelindo dan BUMN lainnya. Kontribusi BUMN ini sangat diperlukan guna mendukung 3T yaitu transportasi, telekomuniasi, dan tourism. Sementara terkait pengembangan pariwisata di Bali, Eka Mahadewi mengakui memang harus ada gebrakan. Mengingat saat ini kita bersaing dengan destinasi dunia yang sudah berteknologi tinggi. Untuk itu, pihaknya berharap agar sumber daya manusia yang memang mempunyai kemampuan tinggi dalam bidang pengetahuan teknologi agar bisa mengimplementasikan ide baru untuk pembangunan daerah. Jangan sampai

orang pintar yang ada di Bali malah bekerja ke luar negeri, hanya karena pemikiran mereka tidak diberdayakan di Indonesia. “Seperti para diaspora. Bagaimana agar mereka berkontribusi untuk Indonesia,” ujarnya. Bali yang menjadi daerah wisata, memerlukan pembangunan infrastruktur seperti akses transportasi jalan tol dari Bali UtaraBali Selatan, Bali Timur-Bali Barat. Infrastuktur ini, kata dia, sangat penting mengingat akses lalu lintas saat ini sudah sangat padat. Tentu dengan adanya akses ini akan membuat pemerataan di semua wilayah di Bali. “Pengembangan pembangunan di Bali yang diperlukan adalah terkait 3 T tersebut,” tegasnya. (kmb23)

Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta mengatakan, Patroli Gabungan TNI-Polri digelar dalam rangka menjaga sitkamtibmas wilayah Badung menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024. “Patroli ini mengendarai sepeda motor dan mobil, personelnya bersenjata laras panjang,” tegasnya. Objek yang disasar, menurut AKBP Yudith, yaitu Puspem Badung, tempat-tempat wisata, pusat keramaian, tempat ibadah, hingga pelosok-pelosok desa. Ia mengimbau kepada masyarakat supaya

turut menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing. “Bila ada hal-hal mencurigakan segera informasikan ke kantor polisi atau TNI terdekat,” pintanya. Sementara itu, Kasubbag Humas Iptu Ketut Oka Bawa mengatakan, patroli tersebut melibatkan personel Polres Badung, Kodim 1611 Badung dan Brimob Kompi Batalyon B Pelopor Mengwi. Kabagops Polres Badung Kompol I Wayan Suana, Danramil Mengwi Mayor CHB Ni Wayan Sunartini, Kasatsabhara Iptu I Ketut Suandi dan Danton 4 Kompi 2 B Pelopor Aiptu I Made Cakra ikut patroli

tersebut. “Kegiatan ini merupakan sinergitas TNI-Polri dan sebagai aparat negara sangat siap mengamankan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI. Selain itu, untuk menjaga NKRI dan memberikan rasa aman serta nyaman kepada masyarakat,” ungkapnya. Danramil Mengwi Mayor CHB Ni Wayan Sunartini dalam arahannya menyampaikan, tujuan lain pelaksanaan kegiatan patroli terpadu ini menunjukkan soliditas personel TNIPolri. Terus bersinergitas untuk menjaga keamanan NKRI. (kmb36)

Program Strategis Bali

Menurut Koster, Jokowi banyak berbuat dan telah mewujudkan banyak hal untuk Bali. Tahun ini misalnya, Bali banyak dibantu dalam pembangunan di berbagai bidang, baik infrastruktur, pendidikan, kesehatan maupun bidang lainnya. Apalagi pada tahun 2020 yang akan datang, Bali dipastikan lebih banyak mendapat perhatian dari pemerintah pusat di bawah kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta itu. “Bukan karena kita berkepentingan secara kebijakan, tapi kita ini memerlukan pemimpin yang betul-betul bisa mengayomi,” jelas mantan anggota DPR-RI ini. Sebelumnya, Jokowi telah meminta Gubernur Koster untuk menyampaikan program-program strategis pembangunan Bali yang memerlukan pendanaan dari APBN. Terkait program prioritas pembangunan Bali, antara lain penguatan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya melalui skema dana perimbangan dalam bentuk dana alokasi umum, dana dekonsentrasi, tugas pembantuan, atau skema lain kepada Pemerintah Provinsi Bali yang akan dialokasikan kepada desa adat dan komunitas budaya. Kemudian, rencana pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di kawasan

Gunaksa, Kabupaten Klungkung yang terdiri dari fasilitas panggung terbuka berkapasitas 25.000 orang, gedung seni multifungsi berteknologi modern (Auditorium Bung Karno) berkapasitas 2.500 orang, dan museum tematik (tekstil Bali, musik, tari, arsitektur, seni rupa, pengobatan tradisional, raja-raja Bali). “Ada program prioritas terkait peningkatan infrastruktur,” imbuh Koster. Infrastruktur yang dimaksud, lanjut Koster, berupa lanjutan pembangunan shortcut ruas jalan Singaraja-Denpasar, lanjutan pembangunan shortcut ruas jalan Denpasar-Gilimanuk, pengembangan jalan untuk jalur logistik Trans JawaBali-NTB melalui jalur Bali Utara (GilimanukBuleleng-Karangasem), pembangunan jalan by-pass lingkar Bali, lanjutan Jalan By-pass Ida Bagus Mantra, pembangunan jalan lingkar Nusa Penida di Kabupaten Klungkung, pembangunan jalur kereta api lingkar Bali, lanjutan pembangunan infrastruktur Pelabuhan Cruise Tanah Ampo di Karangasem, pembangunan dermaga penyeberangan segitiga Sanur (Denpasar) menuju Nusa Lembongan dan Nusa Penida Kabu paten Klungkung, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan penyeberangan di Amed, Karangasem menuju Lombok (NTB). “Prioritas lainnya adalah pembangunan Pasar Sukawati Gianyar dan pem-

bangunan RSUD Kabupaten Tabanan,” tambahnya. Terkait program-program yang disampaikan Koster tersebut, Jokowi langsung merespons dan menyetujuinya. Presiden memerintahkan Menteri Keuangan untuk merumuskan kebijakan anggaran bagi penguatan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya untuk desa adat. Selain itu, langsung memerintahkan Menteri PUPR untuk memprogramkan pembangunan Pusat K e b u d a y a a n B a l i d i k awasan Gunaksa Kabupaten Klungkung mulai 2020. Menteri PUPR juga diminta untuk memprogramkan lanjutan pembangunan shortcut ruas jalan Singaraja-Denpasar, lanjutan pembangunan shortcut ruas jalan Denpasar-Gilimanuk, pengembangan jalan untuk jalur logistik Trans JawaBali-NTB melalui jalur Bali Utara (GilimanukBuleleng-Karangasem), pembangunan jalan lingkar Nusa Penida di Kabupaten Klungkung, serta pembangunan Pasar Sukawati Gianyar. Sementara untuk pengembangan infrastruktur Pelabuhan Cruise Tanah Ampo di Karangasem serta pembangunan dermaga penyeberangan segitiga Sanur (Denpasar) menuju Nusa Lembongan dan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, diperintahkan kepada Menteri Perhubungan untuk segera diprogramkan. (kmb32)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 20 Oktober 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu