Skip to main content

Edisi Senin 20 April 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

8 HALAMAN

NOMOR 233 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

senin umanis, 20 april 2020 Keringanan Kredit dan Likuiditas BPR OJK Regional 8 Bali Nusa Tenggara dan Perbarindo Bali bertemu dan mengoordinasikan tentang ketentuan keringanan kredit dan likuiditas BPR. DENPASAR | HAL. 2

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Awasi PMI Tanpa Diskriminasi

Peduli Penanggulangan Covid-19

Langkah sigap dilaksanakan Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Darmasaba, Kecamatan Abiansemal dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona, termasuk terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) yang ada di wilayahnya. BADUNG | HAL. 3

Ikatan Alumni SMAN 1 Tabanan (IKASMASTA) turut peduli penanggulangan Covid-19 khususnya di area Tabanan. Ini merupakan salah satu visi IKASMASTA yaitu turut berperan aktif mendukung masyarakat Tabanan. TABANAN | HAL. 4

Sikapi Penolakan Masyarakat terhadap PMI

’’Mari kedepankan nilainilai kemanusiaan, sikap sopan santun, manyama-braya, paras-paros, dan membangun kebersamaan dengan rasa suka-duka sesama sameton Bali sesuai dengan nilainilai budaya Bali sesuai dengan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.’’

Gubernur, MDA dan PHDI Keluarkan Seruan Bersama

ADANYA penolakan masyarakat di beberapa tempat karantina pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali, baik di hotel maupun fasilitas lainnya, disikapi Gubernur Bali, Majelis Desa Adat (MDA) dan PHDI Bali dengan mengeluarkan se-

Wayan Koster Gubernur Bali

ruan bersama. Ada sembilan poin penting dalam seruan bersama yang ditandatangani, Sabtu (18/4). ‘’PMI yang dikarantina adalah warga Bali yang kembali karena dipulangkan oleh perusahaan di negara tempat mereka bekerja. Mereka itu sejatinya adalah penyumbang devisa yang besar bagi Bali dan Indonesia,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster dalam keterangan pers di Jayasabha, Denpasar.

Koster menambahkan, kedatangan para PMI di bandara dan pelabuhan telah mengikuti prosedur pemeriksaan kesehatan yang sangat ketat. Meliputi, pemeriksaan sertifikat kesehatan, pemeriksaan suhu tubuh, dan rapid test Covid-19 yang dilaksanakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali. PMI yang hasil pemeriksaan rapid test-nya positif Covid-19 langsung ditangani oleh Gugus Tugas Provinsi Bali di tempat

karantina Provinsi Bali untuk pemeriksaan lanjutan dengan menggunakan metode PCR di laboratorium kesehatan RSUP Sanglah. ‘’Jika pemeriksaan menggunakan PCR hasilnya positif, maka dilanjutkan dengan perawatan di rumah sakit,’’ imbuhnya. Sementara PMI yang hasil pemeriksaan rapid test-nya negatif Covid-19, lanjut Koster, langsung dikarantina oleh pemerintah kabupaten/kota di hotel atau fasilitas lain yang

telah ditentukan selama 14 hari sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19 guna menghindari penyebaran Covid-19 di masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya menyerukan kepada seluruh komponen masyarakat Bali untuk menerima tempat karantina bagi para PMI tersebut, dengan tidak melakukan gerakan penolakan dengan alasan apa pun juga. Hal. 7 Menjaga Suasana

SERUAN BERSAMA - Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ketua Majelis Desa Adat dan dan Ketua PHDI Bali saat mengeluarkan seruan bersama, Sabtu (18/4).

6.575 686 582

Bersama Menjaga Keharmonisan Bali

Denpasar (Bali Post) Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali yang bekerja di berbagai negara terus berdatangan. Pemerintah Provinsi Bali pun mengambil sejumlah kebijakan dalam upaya pencegahan penyebaran pandemi Covid-19. Para PMI diwajibkan mengikuti rapid test dan karantina. Bagi PMI yang hasil rapid test-nya positif akan dikarantina oleh Pemprov Bali. Sementara mereka yang hasil rapid test-nya negatif akan dikarantina oleh pemerintah kabupaten/kota asal PMI bersangkutan. PMI pun diminta berpartisipasi untuk mematuhi kebijakan tersebut demi menjaga keharmonisan masyarakat di Bali.

S

135 38 3

Empat Tambahan Kasus Positif Covid-19

BALI masih mencatatkan penambahan kasus positif Covid-19. Namun, jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif pada Minggu (19/4) kemarin tidak sebanyak sehari sebelumnya. Dilihat dari dashboard pemantauan kasus Covid-19 di situs resmi BNPB, akumulatif kasus Covid-19 di Bali mencapai 135 orang dari sehari sebelumnya sebanyak 131 orang. Artinya, ada penambahan sebanyak 4 orang dalam 24 jam terakhir. Sedangkan jumlah pasien sembuh mengalami penambahan 2 pasien, sehingga totalnya menjadi 38 dari sebelumnya 36 pasien. Total pasien meninggal 3 orang. Dari catatan Bali Post, sejak Kamis (9/4) kasus positif terus bertambah. Pada Kamis (9/4), jumlah kasus bertambah sebanyak 14 pasien. Kemudian berlanjut pada Jumat (10/4) terjadi penambahan 12 kasus. Hal. 7 Mengalami Tren

OPINI

Retorika Belajar di Rumah

Oleh : Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. KERAP terjadi bencana yang melanda suatu daerah juga mengganggu kegiatan pendidikan. Tidak ada pilihan lain, proses belajar mengajar sesaat berhenti, sampai situasi pulih. Jangan pikirkan belajar dulu. Keselamatan jiwa yang terutama. Sejak beberapa minggu bencana wabah melanda dan sekolah ditutup. Namun, internet memberi peluang belajar daring sehingga kegiatan pendidikan diharapkan tetap berjalan, setidaknya demikian pikiran bapak-bapak pejabat. Para birokrat yang mengurusi pendidikan berceloteh dengan retorika ‘’anak tidak libur tetapi belajar di rumah’’. Hal. 7 Guru Melakukan Interaksi

Bali Post/eka

ABK - Sejumlah anak buah kapal (ABK) MV Voyager of The Sea yang baru turun di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Kamis (16/4) lalu.

PMI Saudara Kita Denpasar (Bali Post) Kepulangan para pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali belakangan banyak dipermasalahkan. Tak sedikit penolakan yang muncul terhadap para PMI. Masyarakat utamanya menghadang para PMI untuk dikarantina di wilayah mereka. ‘’Mereka yang datang banyak dipermasalahkan, padahal mereka adalah saudara-saudara kita. Apa kita biarkan mereka terom-

bang-ambing di tengah lautan,’’ ujar Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, di Denpasar, Sabtu (18/4). Pria yang akrab disapa Cok Ace ini tak menampik, kepulangan para PMI dari luar negeri memang menjadi salah satu sumber risiko yang berpotensi menimbulkan kasus positif Covid-19. Akan tetapi, pemerintah sudah melakukan upaya pengawasan dan pemeriksaan di pintu-pintu masuk. Hal. 7 Melakukan ”Screening”

’’Mereka yang datang banyak dipermasalahkan, padahal mereka adalah saudara-saudara kita. Apa kita biarkan mereka terombang-ambing di tengah lautan?’’ Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati Wakil Gubernur Bali

ulinggih Ida Pandita Mpu Siwa Budha Daksa Darmita dari Geria Agung Sukawati mengatakan, sebagai warga negara yang baik PMI harus taat dan patuh terhadap aturan hukum yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Semestinya PMI sangat berterima kasih yang tak terhingga kepada pemerintah atas diberlakukannya mereka secara istimewa oleh petugas. Mulai dari dijemput hingga difasilitasi kedatangannya yang tidak seperti biasanya sebelum terjadinya wabah Covid-19 ini. Meskipun, nantinya mereka dikarantina atau diisolasi di suatu tempat yang telah ditentukan oleh pemerintah kabupaten sesuai dengan tempat kelahiran mereka. ‘’Karantina ini bukan tindakan diskriminatif, melainkan menolong mereka untuk keharmonisan diri pribadi maupun publik guna memutus rantai penyebaran Covid-19,’’ ujar Ida Pandita. Oleh karena itu, alangkah baiknya para PMI ikut berpartisipasi membatu pemerintah yang sedang dilanda ketidakpastian kapan Covid-19 akan berakhir. Berinisiatif sendiri untuk mengisolasi diri demi kebaikan pribadinya merupakan langkah yang baik dilakukan oleh PMI. Sekretaris DPD Prajaniti Bali yang juga mantan PMI, I Made Dwija Suastana, S.H., M.H., mengajak semua pihak untuk jujur dengan kondisi yang ada. Pemerintah Provinsi Bali dan jajaran pemerintah kabupaten/kota yang saat ini sedang berjibaku dalam mengatasi pandemi Covid-19 telah mengeluarkan beberapa kebijakan terkait. Di satu sisi, penyediaan berbagai kebutuhan masyarakat terdampak pandemi Covid-19 terus diupayakan oleh pemerintah. Hal. 7 Sosialisasi Lokasi

’’Karantina ini bukan tindakan diskriminatif, melainkan menolong mereka untuk keharmonisan diri pribadi maupun publik guna memutus rantai penyebaran Covid-19.’’ Ida Pandita Mpu Siwa Budha Daksa Darmita

’’Kita sedang suasana ‘perang’ melawan Covid-19, kita semua harus gerak cepat dan memakai strategi yang jitu.’’ I Made Dwija Suastana, S.H., M.H. Sekretaris DPD Prajaniti Bali


Senin Umanis, 20 April 2020

Sinergitas Pemkot Bersama Tiga Universitas Bali Cegah Penularan Covid-19

Wawali Jaya Negara Serahkan Bantuan Logistik dan Bilik ’’Automatic Chamber’’ di Kelurahan Tonja

AKSI sosial dari berbagai komponen terus berdatangan guna membantu masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19. Kali ini, Pemkot Denpasar bersinergi dengan tiga Universitas Bali, yakni Universitas Bali Internasional, Stikes Wira Medika Bali dan Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Perhotelan Bali memberikan bantuan berupa sembako, vitamin, sabun, masker, face protection, hand sanitizer, satu bilik automatic antiseptic chamber dan diserahkan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara kepada Kelurahan Tonja di Banjar Sengguan, Tonja, Minggu (19/4) kemarin. Ketua Yayasan Dr. I Nyoman Gede Astina yang membawahi tiga Universitas Bali yang ada di Tonja ini mengatakan, aksi sosial ini dilaksanakan guna membantu masyarakat dalam mencegah pandemi Covid-19, khususnya di Kelurahan Tonja. Di mana aksi sosial ini berupa pemberian bantuan sembako sebanyak 650

paket yang isinya 2,5 kg beras, 1 liter minyak goreng, 3 bungkus mi dan 1 bungkus bihun dari Universitas Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Perhotelan Bali. 500 botol hand sanitizer dan 1 buah bilik automatic antiseptic chamber dari Universitas Bali Internasional. Serta 1.000 buah masker, 50 buah face protection (pelindung muka), 15 dus sabun mandi dan 20 boks vitamin. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengucapkan terima kasih atas aksi sosial yang dilaksanakan tiga Universitas Bali ini, khususnya di Kelurahan Tonja. Dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, Pemkot Denpasar memang membangun pola gotong royong. Wali Kota Denpasar juga mencetuskan program lumbung pangan yakni ‘’One Hand One Life’’ yang artinya satu orang di Kota Denpasar bisa membantu satu keluarga lainnya yang ada di Denpasar. ‘’Kami sadari, seberapa pun upaya kami dalam menghadapi pandemi

ini, tanpa ada dukungan semua pihak, masyarakat, civitas akademika, swasta, kami tidak akan bisa bekerja dengan maksimal. Mudah-mudahan dengan adanya tiga dukungan dari universitas ini, bisa menjadi motivasi dalam melayani masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini,’’ ungkap Jaya Negara. Sementara itu, Lurah Tonja, Ade Indahsari Putri, juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar dan tiga Universitas Bali atas sumbangan bantuannya. ‘’Kami akan langsung memberikan bantuan ini kepada warga yang ada di 10 banjar di Kelurahan Tonja. Sasaran tepat dan akan diberikan ke banjar masing-masing untuk kemudian langsung diserahkan ke warga yang membutuhkan. Dan untuk bilik automatic antiseptic chamber akan dipasang langsung di kantor Kelurahan Tonja guna memberikan pelayanan kepada masyarakat yang datang ke kantor kelurahan,’’ ujarnya. (ad189)

BANTUAN - Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, saat menyerahkan bantuan logistik kepada Kelurahan Tonja, Minggu (19/4) kemarin, bertempat di Banjar Sengguan Tonja.

Karantina PMI Dijaga dan Diawasi Satpol PP Denpasar (Bali Post) Karantina yang dilakukan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) kini sedang berlangsung. Dipastikan selama 14 hari para PMI yang baru pulang ini akan mengikuti proses isolasi yang semuanya ditanggung pemerintah. Untuk warga Denpasar, setidaknya sudah disiapkan lima hotel untuk menempatkan para PMI ini selama dalam pengawasan. Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Denpasar, Dewa Gede Rai, Minggu (19/4) kemarin mengatakan, semua PMI yang mengikuti isolasi atau karantina harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan sesuai standar penanganan karantina PMI. Mereka yang baru datang dari kapal pesiar ini terlebih dahulu dilakukan rapid test oleh petugas provinsi. Bila dinyatakan negatif, maka tim kabupaten/kota akan melakukan penjemputan untuk diajak ke lokasi karantina masing-masing. Selama masa karantina, PMI akan mendapat pelayanan penuh dari tim. Pihaknya juga menempatkan petugas Satpol PP di lokasi karantina. Ini untuk menghindari adanya kunjungan dari keluarga, sahabat dari PMI tersebut. ‘’Selama masa karantina, PMI tidak diizinkan melakukan kontak dengan orang lain,’’ ujar Dewa Rai. Selain itu, pemeriksaan kesehatan PMI juga dilakukan setiap hari. Misalnya saja, suhu tubuh, tensi, batuk pilek, serta yang lainnya. Mereka menjalani pemeriksaan di ruang yang telah ditentukan secara terpisah. ‘’Mereka dipanggil satu per satu. Kami juga menyiapkan dua sampai tiga petugas kesehatan di lokasi karantina per hari,’’ jelasnya. Semenatar untuk kebutuhan akan konsumsi, dilakukan dengan pola makan di kamar. Petugas akan membawakan makanan dalam kotak, sehingga setelah makan, semua dibuang. Meski karantina di hotel, tidak ada makan dengan sistem prasmanan. Bila dalam waktu 14 hari tersebut semua hasil tesnya negatif, maka PMI ini bisa pulang. Namun, selama di rumah, mereka juga tetap diharapkan melakukan protokol kesehatan. Kalau hasilnya positif akan dirujuk ke RS untuk dilakukan perawatan lebih lanjut. Dikatakan, hingga saat ini jumlah PMI yang telah menjalani karantina sebanyak 148 orang. Ini akan terus bertambah, sejalan dengan kedatangan PMI ke Bali. Sebelumnya telah ada 215 orang telah pulang melalui bandara. (kmb12)

OJK dan Perbarindo Bali

Koordinasikan Ketentuan Keringanan Kredit dan Likuiditas BPR

OJK Regional 8 Bali Nusa Tenggara dan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat (Perbarindo) Bali bertemu dan mengoordinasikan tentang ketentuan keringanan kredit dan likuiditas BPR, Kamis (16/4). Ada beberapa hal yang dibahas pada pertemuan tersebut, di antaranya tentang Penerapan POJK No.11/ POJK.03/2020, Penegasan Penjaminan LPS atas Dana Pihak Ketiga di BPR, dan Perppu No.1 Tahun 2020 tanggal 31 Maret 2020. Ketua Perbarindo Bali Ketut Wiratjana menanyakan soal penerapan POJK No.11/POJK.03/2020 tentang stimulus perekonomian nasional sebagai kebijakan countercyclical dampak penyebaran Coronavirus Disease 2019 (POJK stimulus dampak Covid-19), khususnya terkait pemberian keringanan dan atau penundaan pembayaran angsuran kredit selama satu tahun. Selain itu, Wiratjana meminta penegasan penjaminan LPS atas Dana Pihak Ketiga (DPK) di BPR. Ia juga menanyakan soal Perppu No.1 Tahun 2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang kebijakan keuangan negara dan Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) untuk penanganan pandemi Covid-19 dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional. ‘’Bagaimanakah mekanisme pemberian fasilitas pinjaman likuiditas kepada BPR,’’ ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Kepala OJK Regional 8 Bali Nusa Tenggara Elyanus Pongsoda menjelaskan, terkait POJK No.11/POJK.03/2020, relaksasi kredit hanya diberikan kepada debitur yang terdampak covid-19. Pemberian keringanan dan atau penundaan pembayaran angsuran kredit, dilakukan sesuai permohonan debitur kepada bank dan berdasarkan hasil evalu-

OJK - Kepala OJK Regional 8 Bali Nusa Tenggara (kiri) bersama Ketua Perbarindo Bali (kanan). asi bank sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.11/ POJK.03/2020 tentang stimulus perekonomian nasional sebagai kebijakan countercyclical dampak penyebaran Covid-19. Jenis relaksasi yang diberikan telah diatur dalam peraturan OJK mengenai penilaian kualitas aset, antara lain dengan cara penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit atau pembiayaan, dan konversi kredit atau pembiayaan menjadi penyertaan modal sementara. Jangka waktu pemberian keringanan atau penundaan pembayaran angsuran kredit maksimal satu tahun tergantung seberapa besar dampak Covid-19 kepada debitur. Nasabah penyimpan, baik tabungan maupun deposito, diminta tak khawatir terhadap dananya di BPR

karena dana tersebut dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan. Ketentuan tersebut di antaranya tercatat pada pembukuan bank, tingkat bunga simpanan tidak melebihi bunga penjaminan LPS, tidak menyebabkan bank menjadi bank gagal (misalnya memiliki kredit macet). Terkait dengan likuiditas, dalam Pasal 16 Perppu No.1 Tahun 2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang kebijakan keuangan negara dan SSK untuk penanganan pandemi Covid-19 dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional atau SSK bahwa pemberian pinjaman likuiditas jangka pendek atau pembiayaan likuiditas jangka pendek merupakan kewenangan Bank Indonesia. Elyanus berharap situasi ini segera berlalu sehingga industri jasa keuangan dan perekonomian dapat berjalan normal kembali. (ad186)

Warga Dukung Seruan Gubernur Bali

Denpasar (Bali Post) -

Seruan bersama Gubernur Bali, Majelis Desa Adat dan PHDI Bali untuk menerima tempat karantina bagi para PMI didukung masyarakat, di antaranya warga Banjar Tengah, Sidakarya, Denpasar Selatan. Prajuru banjar dan Satgas Covid-19 Desa Adat gencar melakukan sosialisasi tentang virus Corona dan upaya pencegahannya. ‘’Kami menerima kedatangan PMI. Kita sebagai manusia harus saling menghormati. Mereka (PMI - red) adalah warga kita juga,’’ kata Klian Banjar Tengah, I Made Rameyasa, S.Sos., Minggu (19/4) kemarin. Menurutnya, ada beberapa warganya yang kerja di kapal pesiar. Rencananya mereka tiba di Bali akhir bulan ini. Sedangkan PMI dari banjar tetangganya sudah ada yang datang beberapa waktu lalu. Mereka sudah melaksanakan karantina mandiri dan diawasi. ‘’Kebetulan saya juga ikut Satgas Covid-19 Desa Adat dan mereka disiplin. Walau dinyatakan negatif pascakarantina mandiri, mereka belum ke mana-mana karena menyadari situasi sekarang ini,’’ ujarnya. Sebelum datang, lanjut Rameyasa, pihaknya sudah berkoordinasi dengan keluarga PMI tersebut dan menyampaikan protokol pencegahan Covid-19 yang harus dilakukan. Selain itu, tim medis puskesmas setempat juga rutin melakukan sosialisasi dan pengawasan.

Sementara itu, pihak Desa Adat Pemogan, Denpasar juga mengatakan hal serupa. Demi kemanusiaan, desa ini dengan legowo menerima PMI untuk dikarantina di hotel yang ada di wilayahnya. Bendesa Adat Pemogan A.A. Arya Ardana mengatakan, dengan misi kemanusiaan, pihaknya bisa menerima PMI untuk dikarantina di wilayahnya, meski diakui warganya mengalami trauma dengan adanya kasus positif Covid-19. Kekhawatiran juga dilandasi dengan kematian secara mendadak dua warga di Pemogan. Walaupun kedua korban diagnosa tim medis, satu di antaranya meninggal karena serangan jantung dan satunya lagi akibat DB. Sedangkan satu warga diakui positif Covid-19, namun kini sudah sembuh. (kmb36/kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Hubungi 0361-7400391. Hubungi telepon telepon (0361) 819446 / 081337032965

Bali Post/ist

TIBA - Para pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru tiba di Pelabuhan Benoa, Sabtu (18/4) lalu.

Tangani Corona, 19.500 APD Sudah Didistribusikan

Denpasar (Bali Post) Sebagai upaya penanggulangan Covid-19, kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis terus meningkat. Hingga 17 April 2020, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali

telah mendistribusikan 19.500 APD untuk penanganan Covid-19. APD ini sudah didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di Bali. Dari data yang ada, pendistribusian APD ke

Topik : bersama menjaga keharmonisan bali

RSUP Sanglah dan RS PTN Unud dan RS Bali Mandara, jumlahnya paling banyak. Sementara untuk jumlah rapid test totalnya 47.200, masker N95 totalnya 25.960 dan 4.000 masker biasa. Semua APD ini sudah terdistribusikan ke seluruh Bali. Sebelumnya, Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin, mengatakan pendistribusian bantuan APD dan masker memang diprioritaskan untuk 11 RS rujukan di Bali. Selain itu, juga akan didistribusikan untuk stakeholder terkait, seperti Kesdam, Dokkes Polda Bali, termasuk 9 kabupaten/kota di Bali. (kmb23)

Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Senin Umanis, 20 April 2020

Tinjau Posko Gotong Royong Penanganan Covid-19 di Kuta Utara

Wabup Suiasa Ajak Petugas Awasi Mobilitas Penduduk dari Luar Daerah GUNA memastikan kondisi personel satgas yang bertugas di Posko Gotong Royong Pemantauan Siaga Covid-19, Wakil Ketua Gugus Tugas Pananganan Covid-19 yang juga Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Camat Kuta Utara Putu Eka Parmana dan rombongan memantau Posko Gotong Royong Penanganan Covid-19 beberapa desa di Kecamatan Kuta Utara, Sabtu (18/4). Kegiatan pemantauan dimulai dari Desa Dalung, Padonan, Canggu, Tandeg, Tibubeneng, Kerobokan dan berakhir di Desa Adat Padang Luwih. Wabup Suiasa menyampaikan, pemantauan Posko Gotong Royong Covid-19 di tingkat desa tersebut untuk memastikan kinerja petugas di bawah berjalan dengan prima. Selain itu, memberi semangat dan motivasi kepada petugas agar terus melaksanakan tanggung jawab kemanusiaan ini demi keselamatan masyarakat. Salah satu hal yang ditekankan oleh Suiasa terutama Satgas Gotong Royong Covid-19 di tingkat desa agar selalu mengetahui pergerakan arus keluar-masuk warga dari luar daerah. Demi keamanan warga Badung, ia berharap seluruh satgas gotong

royong yang menjaga wilayah desa bersikap tegas kepada setiap pendatang yang memasuki wilayahnya. ‘’Pos pantau di masing-masing desa adalah salah satu kunci pencegahan penyebaran Covid-19. Kami harap keikhlasan anggota satgas akan tanggung jawab kemanusiaan ini tetap tinggi demi keselamatan seluruh masyarakat,’’ ujarnya. Jika ada warga yang datang dari luar, mereka wajib melapor dan didata pada posko gugus tugas yang ada, untuk selanjutnya dilakukan karantina atau isolasi diri secara mandiri dipantau oleh tenaga medis dari puskesmas

terdekat. ‘’Kami harap seluruh anggota Satgas Gotong Royong memaksimalkan pengawasan serta memeriksa kondisi medis dan suhu tubuh para pendatang tanpa pandang bulu, sebagai bentuk kewaspadaan daerah terhadap potensi penyebaran Covid-19,’’ ungkapnya seraya menyebut setiap posko baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun di desa ditugaskan mendata dan melakukan screening awal kepada para perantau dan warga Badung yang baru datang dari luar daerah atau luar negeri. Secara khusus, Suiasa mengucapkan terima kasih kepada

Sosial Bagikan Paket Sembako dan Pelindung Diri kepada Pekerja Harian

Ikaresman 85 Peduli Sesama di Tengah Pandemi Virus Corona IKATAN Alumni SMAN 2 Denpasar (Ikaresman) Angkatan 1985 membagikan bantuan paket sembako dan sarana pencegahan Covid-19, Minggu (19/4) kemarin. Aksi sosial ini digelar di seputaran Kota Denpasar dan menyasar masyarakat yang membutuhkan, terutama pekerja harian. Ratusan paket bantuan yang dibagikan terdiri atas dua jenis. Pertama, berupa paket sembako yang isinya beras, mi instan, minyak goreng, gula, kopi dan teh. Kedua, berupa paket peralatan seperti masker, sabun cuci tangan dan brosur tentang pencegahan Covid-19. Sasaran bantuan adalah petugas kebersihan, pengemudi ojek online dan sopir angkot. Ketua Ikaresman 85, I Nyoman Srinata, S.H., saat ditemui di sela-sela pembagian bantuan di Jalan Teuku Umar, Denpasar, menjelaskan, bantuan ini murni swadaya anggota Ikaresman 85 yang berjumlah sekitar 200 orang. Ini adalah pembagian bantuan tahap kedua berkaitan dengan dampak pandemi Covid-19. ‘’Kemarin tahap pertama kita sudah berbagi mulai dari Jalan Teuku Umar, lalu Jalan Gajah Mada, keliling Lapangan Puputan dan ke Renon. Kalau hari ini (kemarin-red), start di Jalan Teuku Umar, lalu ke Sanur, seputaran Denpasar dan Gelogor Carik,’’ ujarnya. Pihaknya berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Sebab, dampaknya sangat terasa di seluruh dunia dan memukul hampir semua sektor. Makanya dia berharap masyarakat selalu mematuhi imbauan pemerintah baik mengenai physical distancing hingga menerapkan

SERAHKAN BANTUAN - Jajaran pengurus Ikaresman 85 menyerahkan bantuan paket sembako kepada tenaga kebersihan di Denpasar, Minggu (19/4) kemarin. perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). ‘’Kita tentu berharap segera berakhir, tetapi kalau ini berkepanjangan, kita akan kembali turun ke jalan untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan,’’ katanya. Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Ikaresman 85, dr. I Gusti Ngurah Sanjaya Putra, Sp.A(K) mengungkapkan, gagasan aksi sosial ini berawal dari diskusi di WhatsApp yang beranjak dari keprihatinan Ikaresman 85 atas dampak pandemi Covid-19, yang tidak saja di sektor kesehatan melainkan pula meluas pada perekonomian. ‘’Tapi sebenarnya ini juga lanjutan dari kegiatan sebelumnya seperti bakti sosial ke yayasan anak cacat di Nusa Dua dan panti jompo Tresna Werdha di Tangtu,’’ jelasnya. Dikatakannya, bantuan yang diberikan Ikaresman 85 tentu tidak sebanding dengan beban masyarakat yang terdampak Covid-19. Namun, melalui hal kecil ini pihaknya

berharap bisa sedikit berbuat demi kemanusiaan. Ia juga berharap masyarakat mengikuti imbauan pemerintah terkait pencegahan Covid-19. Terlebih lagi masyarakat Kota Denpasar yang hampir seluruh wilayahnya rawan penularan. Peningkatan kewaspadaan wajib dilakukan. ‘’Imbauan paling penting adalah stay at home. Sekarang tenaga medis, termasuk saya sendiri, tentu akan sangat kewalahan kalau jumlah kasusnya membeludak. Nah, bagaimana cara masyarakat membantu, ya dengan tinggal di rumah, cuci tangan sesering mungkin, jangan menyentuh hidung, mata dan mulut, gunakan selalu masker dan berjemur di sinar matahari. Secara ilmiah bahkan dalam Atharwa Weda pun disebutkan sinar matahari mampu membunuh virus berbahaya. Covid-19 ini musuh yang tidak kelihatan, jadi sekali lagi mari kita tingkatkan kewaspadaan,’’ pungkasnya. (ad193)

tegasnya. Ketua Satgas Gotong Royong Covid-19 Darmasaba, Drh. I Gede Dedy Marsika, menyebutkan dalam merespons upaya pencegahan di wilayah Darmasaba, diterapkan aturan sesuai hasil kesepakatan atau perarem desa adat. Di antaranya, pemilik kos tidak boleh menerima penghuni baru,

tamu dibatasi dan pemilik warung agar menyiapkan tempat mencuci tangan. ‘’Apabila melanggar maka ada sanksi yang harus diterima. ,’’ jelasnya seraya menyebutkan imbauan aturan dan sanksi telah dipasang dalam bentuk baliho di sejumlah titik setrategis di Desa Adat Darmasaba. (kmb27)

Awasi PMI Tanpa Diskriminasi

Mangupura (Bali Post) Langkah sigap dilaksanakan Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona, termasuk terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) yang ada di wilayahnya. Bendesa Adat Darmasaba, I Made Suardana, mengatakan ada beberapa warga yang bekerja di kapal pesiar dan sudah pulang saat ini sedang mengikuti anjuran isolasi mandiri. Satu orang yang telah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari hasil tesnya negatif, sedangkan dua orang lagi masih mengisolasi diri. ‘’Walau data kesehatannya dinyatakan hasilnya negatif, kami tetap minta agar disiplin menjalankan karantina mandiri demi keamanan seluruh warga Darmasaba,’’ ungkapnya saat dimintai konfirmasinya, Minggu (19/4) kemarin. Warga yang diisolasi mendapat pengawasan ketat, namun tanpa ada diskriminasi. Warga yang diisolasi diminimalkan kontak di rumah, mulai menyiapkan kamar mandi terpisah, tempat tidur terpisah hingga membawakan makanan diatur ketat. ‘’Intinya desa adat tetap menerima asalkan standar prosedurnya jelas, tidak diskriminatif, tidak boleh menolak, apalagi PMI yang memang warga kita sendiri,’’

seluruh anggota Satgas Gotong Royong yang tidak pernah lelah dalam menjalankan tugas. ‘’Saya sampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Satgas Gotong Royong di masing-masing desa atas pengabdiannya di bidang kemanusiaan. Mudah-mudahan dengan usaha dan doa bersama, kita mampu menghambat dan memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Badung,’’ ucapnya. Sementara itu, Camat Kuta Utara Putu Eka Parmana mengatakan, dirinya bersama jajaran gugus tugas di wilayah Kuta Utara berkomitmen mendukung langkah Bupati dan Wakil Bupati Badung yang menginginkan agar warganya selalu dalam kondisi sehat dan tidak sampai tertular Covid-19. ‘’Kita bersama Bapak Wabup turun langsung ke bawah ingin memastikan jumlah pen-

PANTAU POSKO - Wabup Badung I Ketut Suiasa saat melakukan pemantauan Posko Gotong Royong Penanganan Covid-19 beberapa desa di Kecamatan Kuta Utara, Sabtu (18/4). duduk pendatang didata dengan baik serta posko yang ada di masing-masing desa betul-betul bisa memetakan posisi dan jumlahnya. Ini salah satu upaya konkret kita

dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat di wilayah Kuta Utara dan Kabupaten Badung,’’ jelasnya. (ad196)

Polisi Pantau Pergerakan PMI Warga Pertanyakan PMI Luar Badung

Mangupura (Bali Post) Kabag Ops. Polres Badung Kompol I Wayan Suana memimpin rapat analisis dan evaluasi (anev) pelaksanaan Operasi Aman Nusa Agung II 2020 dengan sasaran orang yang terindikasi terpapar Covid-19, Sabtu (18/4) lalu. Dalam rapat tersebut anggota Polres Badung diinstruksikan mendata pergerakan pekerja migran Indonesia (PMI) di wilayah Kabupaten Badung. “Cek dan datakan yang jelas, khususnya yang terkena PHK atau pemutusan hubungan kerja termasuk PMI juga menjadi fokus,” tegas Kompol Suana seraya minta pendataan PMI dilakukan serius sebagai langkah antisipasi. Menurutnya, Covid-19 hanya bisa dilawan saat tubuh sehat. Virus Corona akan

menyerang saat kondisi tubuh lemah. “Oleh karenanya lakukan hidup sehat dan patuhi anjuran pemerintah. Mari kita kampanyekan terus penggunaan masker dan cuci tangan secara masif sebagai bagian dari pencegahan dalam menghadapi virus ini,” tandasnya. Kabag Ops menyatakan, memberikan pelayanan kepada masyarakat merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan dan ditingkatkan. Terutama tentang penyampaian imbauan penggunaan masker, cuci tangan dan jaga jarak serta di rumah saja jika tidak dalam keadaan yang memaksa. “Sosialisasi difokuskan di tempat-tempat keramaian seperti pasar, pelayan publik dan tempattempat perbelanjaan,” tutur Suana. (kmb36)

Mangupura (Bali Post) – Tokoh masyarakat Kuta dan Legian bersama Lurah dan Camat Kuta, Sabtu (18/4) mendatangi hotel yang digunakan sebagai tempat karantina pekerja migran Indonesia (PMI). Mereka menindaklanjuti keluhan masyarakat Kuta dan Legian yang mempertanyakan PMI dari luar Badung ditempatkan di wilayah Kuta dan Legian. Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista, saat dimintai konfirmasinya membenarkan hal tersebut. Pihaknya mewakili masyarakat mempertanyakan PMI dari luar Badung ditempatkan di hotel di kawasan Kuta dan Legian. Padahal sesuai kesepakatan bersama Gubenur Bali, PMI yang datang dan hasil rapid test-nya positif akan ditangani pihak provinsi.

Sementara kalau hasilnya negatif bakal ditangani masingmasing kabupaten/kota. ‘’Kemarin (Jumat - red) ada rapat bersama dengan Wakil Bupati Karangasem membahas penempatan PMI dari Kabupaten Karangasem, namun kami pihak desa tidak diajak ikut,’’ ujarnya. Setelah itu, PMI dari Karangasem ditempatkan di Kuta. Akibatnya, masyarakat Kuta mempertanyakan, bahkan seolah-olah menyalahkan Bendesa Kuta terkait keputusan ini. Mewakili masyarakat, pihaknya mendatangi hotel tersebut dan minta kabupaten mengambil tanggung jawab masing-masing. ‘’Jangan malah kami yang di Kuta dibebankan. Padahal kami sudah berusaha agar kawasan Kuta zero Covid-19,’’ tegas Wasista. (kmb23)


Senin Umanis, 20 April 2020

IKASMASTA Peduli Covid-19

MEREBAKNYA wabah Covid-19 di Bali khususnya, menggerakkan hati nurani kita semua untuk ikut mendukung pemerintah dalam menanggulangi agar penyebarannya tidak lebih meluas. Demikian pula Ikatan Alumni SMAN 1 Tabanan (IKASMASTA), dengan gerak cepat mengambil langkah untuk turut peduli penanggulangan Covid-19 khususnya di area Tabanan. Ini merupakan salah satu visi IKASMASTA yaitu turut berperan aktif mendukung masyarakat Tabanan. Ir. I Ketut Rusnaya, MBA. selaku Ketua Umum IKASMASTA dan Ketua Harian Drh. I Nyoman Santika menggiatkan satu program melalui penggalangan dana dari para alumni IKASMASTA yang tersebar di seluruh pelosok dunia dan terwujudlah Program IKASMASTA Peduli Covid-19 dengan memberikan bantuan APD, hand sanitizer, disinfektan untuk RSUD Tabanan dan puskesmas di Tabanan, gerakan 1.000 masker serta wastafel umum. Khusus program wastafel umum

Kesehatan

yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Kabupaten Tabanan, bertujuan mendidik masyarakat untuk selalu berperilaku bersih dan sehat dengan mencuci tangan setiap saat. Wastafel umum ditempatkan di beberapa titik seperti di Lapangan Alit Saputra, Dangin Carik, Gedung Maria dan di beberapa area lainnya. Program wastafel umum ini akan menjadi program berkesinambungan jangka panjang yang sekali lagi untuk mendukung masyarakat peduli kebersihan dan

kesehatan diri dan lingkungan. ‘’Besar harapan IKASMASTA agar seluruh masyarakat Tabanan juga berperan aktif dalam pencegahan penularan Covid-19 dengan menerapkan pola hidup bersih,’’ ujar Ketut Rusnaya seraya mengucapan terima kasih kepada seluruh alumni yang sudah dengan tulus ikhlas berdonasi. Semoga program IKASMASTA ini bisa menjadi inspirasi untuk dikembangkan di daerah lainnya. (ad190) BANTUAN - IKASMASTA Peduli Covid-19 memberikan bantuan APD, hand sanitizer, disinfektan untuk RSUD Tabanan dan puskesmas di Tabanan serta wastafel umum yang ditempatkan di beberapa titik.

Gandeng Kementerian LHK Jaga Stamina Tenaga Medis

Sosial

Peduli Dampak Covid-19

Made Urip Gelontorkan Bantuan Suplemen di RSUP Sanglah Unhi Denpasar Salurkan Bantuan Sembako hingga Teh Herbal USAI menyerahkan bantuan ratusan masker dan hand sanitizer yang diterima secara simbolis oleh para klian adat dari 38 banjar untuk dibagi-bagikan gratis kepada krama se-Desa Bedha, Kamis (16/4) lalu, kini anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. turun menggelontorkan bantuan suplemen atau paket makanan dan minuman penambah daya tahan tubuh dari Kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) Republik Indonesia. Ketua DPP PDI-P tiga periode yang membidangi Pertanian dan Lingkungan Hidup ini menggandeng Kementerian LHK yang merupakan mitra kerja Komisi IV DPR-RI untuk menyerahkan bantuan suplemen, berupa madu 250 botol, jamu 250 paket dan kopi bubuk 250 paket guna membantu tenaga medis di RSUP Sanglah, Denpasar, Jumat (17/4). Bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Made Urip disaksikan perwakilan Kementerian LHK, diterima Dirut RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, MPH. Menurut anggota DPR-RI lima periode yang biasa dikenal sebagai Wakil Rakyat ‘’Sejuta Traktor’’ itu, tenaga medis di RSUP Sanglah juga menjadi salah satu garda terdepan dalam penanganan pandemi wabah Covid-19. Made Urip mengatakan, bantuan difasilitasi Kementerian LHK untuk memberikan motivasi dan dorongan kepada tenaga medis rumah sakit yang sedang berjuang menangani pasien positif virus Corona. ‘’Kali ini kami memberikan sedikit bantuan berupa suplemen, seperti madu, jamu dan kopi bubuk bagi tenaga medis yang berjuang di garda terdepan melawan Covid-19. Dokter, perawat dan tenaga medis meru-

SUPLEMEN - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. menggelontorkan bantuan paket suplemen dari Kementerian LHK yang diterima Dirut RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, MPH. pakan ujung tombak dan garda terdepan dalam penanggulagan wabah Covid-19. Mereka harus sehat, prima dan tangguh dalam menjalankan tugasnya, sehingga butuh dukungan asupan gizi memadai. Semoga mereka senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan kesabaran. Semoga bantuan ini bermanfaat,’’ ungkap politisi asal Desa Tua Kecamatan Marga, Tabanan ini. Made Urip yang akrab dikenal MU juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Kementerian LHK dalam mendukung kerja petugas lapangan dan tenaga medis. Bantuan suplemen ini sebagai wujud solidaritas sekaligus dukungan kepada tim medis yang berada di garda paling depan, sehingga terus berkomitmen memberikan kontribusi dalam menghadapi bencana nasional pandemi Covid-19. Pihaknya mengapresiasi kerja keras dan perjuangan rekan-rekan tenaga medis yang menjadi bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. ‘’Semoga gerakan dan dukungan seperti ini diikuti pihak lain, sehingga semangat dan

stamina petugas di lapangan dan tim medis dapat terjaga dan terpelihara. Bantuan diprioritaskan untuk tim medis, tim kesehatan, termasuk petugas lapangan seperti pengemudi ambulans, sebab mereka merupakan orang-orang terdepan dalam penanganan Covid-19,’’ ujarnya. Sementara itu, Perwakilan Kementerian LHK Ojom Somantri, S.Hut. menyebutkan, bantuan suplemen ini sebagai wujud kepedulian dan partisipasi Kementerian LHK. ‘’Semoga bisa menambah tenaga dan stamina dokter, perawat dan tenaga medis,’’ katanya. Pada kesempatan itu, Dirut RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, MPH. mengucapkan terima kasih atas bantuan paket suplemen dan dukungan kepada tenaga medis. Apalagi RSUP Sanglah merupakan rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19 di Bali. ‘’Terima kasih kepada Bapak Made Urip bersama Kementerian LHK dan rombongan atas bantuan suplemen ini. Inilah salah satu yang dibutuhkan tenaga medis untuk menjaga stamina penanganan pasien virus Corona,’’ ungkapnya. (ad192)

SEBAGAI bentuk kepedulian terhadap sesama akibat wabah pandemi Covid-19, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar melakukan aksi sosial. Aksi sosial dilakukan dengan menyumbangkan bantuan berupa sembako, alat kesehatan hingga teh herbal. Bantuan mulai disalurkan di Kota Denpasar, Sabtu (18/4). Kegiatan sosial ini akan berlanjut di kabupaten lainnya di Bali. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan, wabah virus Corona berdampak terhadap kesehatan dan perekonomian di Bali. Oleh karena itu, sebagai bentuk rasa peduli terhadap sesama, seluruh civitas akademika Unhi Denpasar mulai dosen, pegawai sampai mahasiswa mengumpulkan bantuan baik berupa material maupun dana untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. ‘’Unhi bersamasama bergotong royong menanggulangi Covid-19. Kami berinisiatif mengumpulkan bantuan dengan sasaran penerima para pemangku sejumlah pura yang di Bali,’’ ujarnya seusai penyerahan bantuan di Pura Jagatnatha Denpasar, Sabtu (18/4). Partisipasi yang dilakukan berhasil mengumpulkan 1.500 kg beras, 15 ribu masker, beberapa alat disinfeksi baik alat semprot maupun wastafel, serta 1.000 kotak teh herbal. Teh herbal tersebut merupakan hasil karya dosen Unhi Denpasar untuk meningkatkan kekebalan tubuh sebagai antisipasi penyebaran Covid-19. Di tengah pandemi Covid-19, Unhi Denpasar tetap mengedepankan upaya-upaya yang bersifat sekala dan niskala. Secara sekala dilakukan dengan mengumpulkan dan menyalurkan bantuan

sembako dan lainnya. Sementara secara niskala dilakukan dengan persembahyangan guna memohon keselamatan dari Sang Pencipta. ‘’Kami datang dengan beberapa orang menyalurkan bantuan sekaligus bersembahyang memohon kepada Sang Hyang Widhi agar Bali, Indonesia dan dunia segera bebas dari Covid-19,’’ ungkap guru besar jebolan Jerman ini. Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A. mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi dampak pandemi Covid-19. Bahkan, sudah dibahas bersama pihak rektorat mengenai alternatif yang dapat dilakukan kampus dalam situasi ini. Menurutnya, pandemi Covid-19 mengingatkan manusia akan nilai-nilai Tri Hita Karana yang harus diimplementasikan dengan baik serta menggugah nilai

Tat Twam Asi untuk bersama-sama terbebas dari wabah pandemi ini. ‘’Adanya Covid-19 ini bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang bagi kita untuk mengevaluasi kembali apa yang salah untuk diperbaiki ke depan,’’ jelasnya. Sementara itu, Kabag Kesra Kota Denpasar Raka Purwantara yang hadir dalam penyerahan bantuan, mengapresiasi kepedulian Unhi Denpasar dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sebab, pandemi Covid-19 yang penyebarannya semakin masif tidak bisa dihadapi sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan upaya gotong royong, solidaritas dan sinergitas pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan dan lembagalembaga lainnya. ‘’Kita bersama tentu berharap pandemi ini segera berakhir dan bisa kembali beraktivitas seperti sebelumnya,’’ pungkasnya. (ad191)

SEMBAKO - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. bersama Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A. menyerahkan bantuan sembako dan teh herbal kepada para pemangku di Pura Jagatnatha, Kota Denpasar.


Senin Umanis, 20 April 2020

Wujud Kepedulian di Tengah Pandemi Covid-19

Prajuru Umalas Kauh Bagi-bagi Paket Sembako ke Krama Banjar

PRAJURU Banjar Umalas Kauh, Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Sabtu (18/4), membagikan paket sembako kepada krama banjar setempat. Aksi sosial ini adalah wujud nyata kepedulian prajuru terhadap dampak pandemi Covid-19 yang dirasakan semua kalangan masyarakat. Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 telah melumpuhkan sebagian besar sektor perekonomian dunia. Tak terkecuali Bali, khususnya Kabupaten Badung, yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian. Demikian halnya di Umalas Kauh. Banjar

Umalas Kauh yang terdiri atas empat tempekan yakni Tunon, Kauh, Tengah dan Kangin ini, hampir 90 persen warganya bergerak di sektor pariwisata. ‘’Saat ini warga sudah tidak memiliki mata pencaharian. Atas dasar itulah kami mengarahkan kas banjar untuk membantu pengadaan sembako bagi semua krama banjar. Kami ingin setidaknya meringankan beban masyarakat, walaupun bantuan ini tentu tidak seberapa,’’ kata Klian Adat Banjar Umalas Kauh Anak Agung Made Sutanaya didampingi Kepala Lingkungan I Wayan Suardana. Sebanyak 193 KK mendapatkan bantuan pa-

ket sembako. Per satu paket sembako berisikan beras sebanyak 25 kilogram, satu dus mi instan, satu kerat telur ayam dan dua kilogram minyak goreng. Masing-masing paket sembako tersebut bernilai Rp 450 ribu. Diakuinya, bantuan ini belum menyentuh keseluruhan warga yang menetap di Banjar Adat Umalas. Bantuan baru mencakup warga asli banjar setempat. Namun, Agung Sutanaya menegaskan, pihaknya tetap memperhatikan kondisi penduduk pendatang yang berKTP Umalas Kauh. Jika pandemi Covid-19 berlangsung dalam waktu lama, maka pihaknya akan kem-

bali menyalurkan bantuan, termasuk mempertimbangkan penduduk pendatang ini bisa mendapatkan bantuan. ‘’Apabila Covid-19 masih ada sampai Mei atau Juni, kami akan kembali melakukan pembagian sembako. Rencananya sama, per paketnya senilai Rp 450 ribu,’’ ujarnya. Terkait upaya pencegahan penyebaran virus Corona, Agung Sutanaya menegaskan, pihaknya sebelumnya telah melaksanakan penyemprotan disinfektan tiap seminggu sekali. Penyemprotan bahkan hingga ke rumah-rumah warga. Kegiatan ini tengah dievaluasi untuk dilanjutkan kembali. Selain hal itu, pihaknya

juga terus menyosialisasikan physical distancing, perilaku hidup bersih dan sehat kepada warga. Bahkan secara khusus pihaknya telah mengimbau warga agar selalu tinggal di rumah, bekerja, belajar dan bersembahyang dari rumah. Kalaupun harus ke luar rumah, tujuannya harus jelas dan hanya untuk kepentingan mendesak. ‘’Melalui cara-cara itu kami ingin mengajak semua warga berpartisipasi aktif mencegah Covid-19. Tentu kami berharap kasus Covid-19 ini bisa segera lenyap, agar situasi dan kondisi kembali seperti semula,’’ harap Agung Sutanaya. (ad187)

BANTUAN - Prajuru Banjar Umalas Kauh, Kerobokan menyerahkan bantuan paket sembako kepada warganya, Sabtu (18/4).


Senin Umanis, 20 April 2020

Berikan Pemahaman untuk Cegah Polemik

Pj. Sekda Darmawa Sambangi Warga Desa Padangbai dan Sengkidu

PEMKAB Karangasem melalui Pj. Sekda I Gede Darmawa melakukan koordinasi ke Pelabuhan Padangbai, Minggu (19/4) kemarin. Selain menyambangi pelabuhan, Darmawa juga menemui warga di Desa Adat Padangbai dan Sengkidu. Langkah itu dilakukan guna memberikan pemahaman dan mengajak semua pihak ikut bersinergi memberikan ketenangan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) yang sedang menjalani proses karantina. I Gede Darmawa mengatakan, di tengah situasi sekarang ini, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Mutlak harus ada bersinergi bersamasama antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, pihaknya sangat mengharapkan dukungan atau partisipasi dari semua pihak, agar saling mendukung guna meminimalisir penyebaran virus Corona atau Covid-19 ini semakin banyak di wilayah Karangasem. ‘’Kita harus duduk bersama membicarakan masalah ini. Hindari

terjadinya polemik. Bukan PMI yang ditolak, tetapi virusnya yang dihindari dengan mengikuti imbauan pemerintah. Kami tidak mau terulang kembali ada penolakan di Sengkidu dan di Padangbai,’’ tegas Darmawa. Darmawa menambahkan, mencermati kejadian sebelumnya maka pihaknya meminta kepada satgas yang sudah dibentuk di desa adat supaya lebih gencar melakukan sosialisasi masalah Covid-19, sehingga masyarakat bisa lebih paham dan mengerti masalah tersebut. ‘’Kami minta

satgas lebih gencar melakukan edukasi kepada warga terkait Covid-19 ini. Melalui edukasi itu kami berharap warga lebih paham apa itu pandemi Covid-19 ini,’’ jelasnya. Lebih lanjut, dikatakannya, sampai saat ini PMI yang datang jumlahnya mencapai 900 orang. Sekarang mereka sudah menjalani karantina. ‘’Untuk menyukseskan karantina ini, maka pengawasan secara ketat harus dilakukan. Kita harus menjaga kondusivitas dan kenyamanan PMI termasuk masyarakat sekitar,’’ harap Gede Darmawa. (ad195)

KOORDINASI – Pj. Sekda I Gede Darmawa melakukan koordinasi kepada masyarakat, Minggu (19/4) kemarin.

Banjar Taman Merthanadi Bagikan Sembako kepada Seluruh Warganya

BANJAR Taman Merthanadi, Desa Adat Kerobokan membagikan sembako kepada seluruh warganya. Penyerahan sembako itu dilakukan di Balai Banjar Taman Merthanadi, Sabtu (18/4). Sebanyak 112 KK warga di banjar tersebut mendapat bantuan satu karung beras dan uang lauk-pauk sebesar Rp 237.500. Klian Adat Banjar Taman Merthanadi I Nyoman Srinata bersama Kepala Lingkungan I Made Astawa didampingi unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas mengatakan, pembagian bantuan ini bertujuan meringankan beban masyarakatnya. Dikatakan, adanya wabah Covid-19, berdampak pada perekonomian masyara-

kat yang sebagian besar bekerja di sektor pariwisata. ‘’Maka kami memberikan sembako berupa beras dan uang lauk-pauk. Totalnya Rp 500.000. Bantuan itu terdiri dari beras seharga Rp 262.500 dan uang lauk-pauk sebesar Rp 237.500. Dengan adanya uang lauk-pauk, mereka kami harapkan bisa membelikan atau mengolah uang cash itu untuk apa saja yang mereka inginkan buat keluarga mereka masing–masing,’’ ungkapnya. Bantuan itu diberikan kepada seluruh warganya, tanpa kecuali. Pemberian bantuan ini merupakan sesi pertama. Jika kondisi wabah Covid-19 masih berlanjut, sebulan lagi ia akan

BANTUAN SEMBAKO - Klian Adat dan Kaling Banjar Taman Merthanadi, Kerobokan menyerahkan bantuan sembako kepada warganya, Sabtu (18/4).

memberikan lagi sebesar Rp 500.000. Bantuan ini dikatakan sudah sesuai kesepakatan warga dan pamucuk upasaba. Anggaran untuk bantuan ini diambil dari dana kas banjar. Selain pemberian sembako, pihaknya juga secara rutin melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga. Ia menuturkan, warganya yang sebagian besar bekerja di bidang pariwisata. Karena itu sangat berdampak adanya wabah Covid-19 ini. Mayoritas warganya bekerja di hotel dan jasa transportasi mengingat di daerahnya sudah tidak ada lahan sawah. ‘’Aktivitas utama paling banyak di pariwisata, makanya dampaknya keras sekali,’’ ungkapnya. Sebelumnya, Desa Adat Kerobokan juga memberikan bantuan sembako kepada warganya yang kurang mampu. Sehingga selain dari banjar, warga juga mendapat bantuan dari desa. Ia berharap bantuan yang diberikan itu bermanfaat mengurangi beban masyarakat. Ia pun berharap wabah Covid-19 ini cepat berlalu, sehingga masyarakat bisa beraktivitas normal kembali seperti sebelumnya. (ad188)

IPB Internasional Bersama Stikes Wiramedika dan Unbi Bantu Sembako Masyarakat Tonja INSTITUT Pariwisata dan Bisnis (IPB) Internasional yang dulu bernama Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) bersama Stikes Wiramedika dan Universitas Bali Internasional (Unbi) melakukan aksi sosial bertempat di Banjar Sengguan, Tonja, Denpasar Utara, Minggu (19/4) kemarin. Selain dilakukan penyerahan sembako kepada masyarakat di Kelurahan Tonja, juga edukasi terkait Covid-19. Hadir Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Camat Denpasar Utara I Nyoman Lodra, S.E., M.Si., Lurah Tonja, dan Bendesa Tonja. Dari pihak Universitas, Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA., Rektor IPB Internasional I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA., Ketua Stikes Wiramedika, Rektor Unbi Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD.(KHOM) bersama jajaran. Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. mengatakan, IPB Internasional yang berlokasi di Kelurahan Tonja tentu sudah sepatutnya ikut berbagi kepada masyarakat di wilayah Tonja. Melalui

edukasi yang dilakukan, pihaknya berharap ikut bersama masyarakat menjaga dan memerangi wabah Covid-19 ini. ‘’Pengabdian kami kepada masyarakat, karena kami berada di lingkungan Kelurahan Tonja. Sudah sewajarnya kami menyumbangkan sekaligus mengedukasi bagaimana memerangi pandemi Covid-19,’’ katanya. Pihaknya juga mengajak perguruan tinggi swasta (PTS) di bawah dua yayasan lain yang dipimpinnya. Pihaknya mewakili civitas akademika dari ketiga PTS itu, apa yang diberikan diharapkan dapat digunakan dan dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan. IPB Internasional menyalurkan sumbangan sebanyak 650 paket sembako yang berisi beras, minyak, mi instan. Sembako ini, katanya, diserahkan kepada masyarakat di 10 banjar yang ada di Kelurahan Tonja. Bantuan dari pihak Stikes Wiramedika berupa 1.000 masker, 50 face shield, 20 boks sabun dan 20 boks vitamin. Sedangkan dari Unbi ada sebanyak 500 hand sanitizer produksi mahasiswa jurusan farmasi di bawah pengawasan dosen farmasi, serta satu unit automatic antiseptic chamber. Rektor IPB Internasional

I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. Mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kampus IPB Internasional. Ini sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya pengabdian kepada masyarakat. Dari kasus Covid-19 ini, pengabdian kepada masyarakat itu diarahkan ke sini. Dengan harapan bisa sedikit meringankan beban masyarakat. ‘’Mudah-mudahan apa yang diberikan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat Tonja,’’ harapnya. Hal senada disampaikan

Ketua Stikes Wira Medika Bali Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M. dan Rektor Unbi Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD. (KHOM). Terhadap wabah Covid-19, Unbi dan Stikes Wiramedika ikut merasakan bagaimana beratnya keadaan saat ini. Pihaknya berharap mudah-mudahan semuanya bisa cepat berlalu. ‘’Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu masyarakat yang sedang mengalami kondisi sulit. Ke depan kita berharap wabah ini cepat berlalu,’’ harapnya. (ad194)

PAKET SEMBAKO - Suasana penyerahan paket sembako sebelum dibagikan ke masyarakat Tonja, Minggu (19/4) kemarin.


Senin Umanis, 20 April 2020

Sosialisasi Lokasi Karantina Sangat Penting

Melakukan ”Screening” Secara Ketat

Di sisi lain, rekan-tekan PMI sangat diharapkan terbuka dan jujur dengan kondisi personalnya, mulai dari riwayat perjalanan yang sebenarnya, kontak dengan siapa dan lainnya. ‘’Saya yakin sudah menjadi prosedur ketat yang diterapkan dalam protokol penanganan Covid-19 ini. Namun, informasi yang sebenar-benarnya akan sangat membantu semua pihak, bukan saja tenaga medis, namun keluarga dan masyarakat yang terkait dengan PMI ini,’’ ujarnya.

Apalagi, katanya, dalam seruan bersama Pemerintah Provinsi Bali, PHDI dan MDA Provinsi Bali sudah dirinci oleh pengambil kebijakan mengenai tempat karantina. Langkah ini patut disyukuri walaupun sebenarnya terkesan terlambat, mengingat kurva akumulasi positif Covid-19 yang mengalami lonjakan setiap harinya. Terlebih, pada akhir April ini diperkirakan gelombang kedatangan PMI ke Bali akan semakin meningkat. ‘’Kita sedang suasana ‘perang’ melawan Covid-19, kita semua harus gerak cepat dan memakai strategi yang jitu,’’ tegasnya.

Selain itu, sosialisasi terus menerus dari bupati dan camat terutama untuk desa atau wilayah yang menjadi lokasi karantina sangat penting dilakukan. Sehingga semua sudah siap dan peduli. ‘’Kalau satu pihak kurang update, bisa-bisa ketersinggungannya lebih besar daripada penolakan terhadap PMI yang notabene saudara kita sendiri. Di pihak lain, masyarakat juga tidak perlu paranoid berlebihan, tetap waspada, namun juga terlibat aktif mengawal, mengawasi dan memastikan proses karantina sekian waktu berjalan maksimal,’’ pungkasnya. (win)

‘’Mari kedepankan nilainilai kemanusiaan, sikap sopan santun, manyama-braya, paras-paros, dan membangun kebersamaan dengan rasa suka-duka sesama sameton Bali sesuai dengan nilai-nilai budaya Bali sesuai dengan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru,’’ paparnya. Koster juga kembali mengingatkan agar masyarakat mengikuti imbauan dan instruksi yang dikeluarkan Gubernur Bali, Majelis Desa Adat, dan Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali yaitu tetap tinggal di rumah, bekerja di rumah, belajar di rumah, dan membatasi

aktivitas keluar rumah serta membatasi interaksi dengan masyarakat yang melibatkan banyak orang. Bila ada kepentingan mendesak harus keluar rumah maka harus menggunakan masker, menjaga jarak, dan mengikuti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). ‘’Kami menyerukan kepada masyarakat Bali agar selalu mengikuti informasi yang resmi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah dan Pemerintah Daerah, dengan tidak mudah mempercayai berita bohong atau hoax, tidak mudah terprovokasi oleh siapa pun yang tidak bertanggung jawab,’’ tegasnya. Koster menyerukan pula kepada seluruh komponen masyarakat Bali, pemerintah kabupaten/kota, desa adat,

dan desa/kelurahan agar terus menjaga suasana yang kondusif dan aman bagi Bali sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga penanganan Covid-19 dapat dilaksanakan dengan baik, karena ini merupakan tanggung jawab bersama. Penanganan Covid-19 yang sedang dilaksanakan oleh negara merupakan situasi dalam status tanggap darurat dan bencana nasional bukan alam. Dalam status demikian, negara berhak mengatur dengan tegas warganya agar tertib dan disiplin mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. ‘’Bagi warga yang tidak tertib, tidak disiplin, dan/atau melanggar ketentuan, maka aparat negara akan bertindak secara tegas,’’ tegasnya. (kmb)

Pada Sabtu (11/4), jumlah kasus tambahan mengalami tren penurunan dengan jumlah 4 kasus. Pada Minggu (12/4), jumlah kasus bertambah lagi mencapai 2 orang. Pada Senin (13/4) terjadi lagi penambahan kasus sebanyak 5 pasien. Sedangkan pada Selasa (14/4) dan Rabu (15/4) terjadi penambahan harian masing-masing mencapai 6 orang. Terakhir, pada Kamis (16/4), Bali mencatatkan

jumlah kasus positif harian tertinggi sebanyak 15 kasus. Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di video conference streaming-nya mengatakan, di Indonesia terjadi penambahan 327 kasus terkonfirmasi positif. Total ada 6.575 kasus yang sudah ditangani Indonesia. Untuk yang sehat ada penambahan 55 orang, sehingga totalnya menjadi 686 orang. ‘’Kriteria sembuh ini berdasarkan hasil laboratorium dua kali berturut negatif dan tidak ada keluhan

terhadap gejala lagi,’’ terangnya. Sementara yang meninggal bertambah 47 orang, sehingga total kasus menjadi 582 korban jiwa. ‘’Kita hanya melaporkan kasus meninggal konfirmasi positif Covid-19,’’ ujarnya. Achmad Yurianto menambahkan, saat ini gugus tugas telah memeriksa 47 ribu lebih spesimen atau 42 ribu orang diperiksa. ‘’Untuk orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 178.883 dan 15.646 pasien dalam pengawasan (PDP),’’ jelasnya. (iah)

Menjaga Suasana Kondusif

Mengalami Tren Penurunan

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr sopir u/BPR Sadana Utama Bali, 085100462956

B.BP.803.04.20.0000157

BIRO JASA Pelapor Pajak PPH, Rp.300rb/bln H.085931263189

dijemput oleh pemerintah kabupaten/kota guna dilakukan karantina yang sudah disiapkan oleh pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan kebijakan mereka masing-masing. Namun pada masa delapan hari karantina (orang yang negatif ini - red) dilakukan tes swab dengan metode PCR dan hasil-

nya positif, maka akan diserahkan kembali kepada Pemprov Bali untuk dilakukan langkah perawatan. ‘’Kalau sudah sehat, baru kita serahkan ke keluarga masing-masing. Bagi masyarakat yang mempunyai saudara baru pulang dari luar negeri, mari kita sama-sama jaga,’’ katanya. (kmb32)

Beberapa hari setelah itu, media sosial dipenuhi keluhan orangtua, terutama ketika guru-guru membanjiri anakanak mereka dengan tugas atau PR, dengan ‘’instruksi’’ yang berbunyi, ‘’Kerjakan soal di halaman… sampai… Lalu kumpul!’’ yang dikirim guru via grup WhatsApp (WA). Bayangkan, jika dalam satu hari siswa mendapat tiga mata pelajaran dan jika semua gaya guru sama, bisa dimaklumi, mengapa orangtua mengeluh. Esai ini membahas beberapa permasalahan sehubungan dengan adanya retorika ‘’belajar di rumah’’ terkait dengan berbagai keluhan orangtua. Pertama, guru harus secara terbuka menyadari satu kekurangan mendasar dalam penyelenggaraan belajar berjarak, yang tidak tatap muka atau dikenal dengan daring (online). Guru-guru ternyata masih gagap sehingga memperlakukan situasi belajar berjarak (distance learning) sama dengan tatap muka. Belajar daring tidak sesederhana mengirim PR atau tugas lewat grup WA. Setelah itu siswa dan orangtua tidak tahu, apakah WA yang menumpuk akan dibahas oleh guru atau semuanya dihapus agar tak memenuhi perangkat. Belajar daring pada prinsipnya sama dengan belajar tatap muka. Guru melakukan interaksi dengan siswa. Guru menyiapkan berbagai materi. Guru membuka diskusi. Siswa berbicara kepada teman dan guru. Siswa melakukan kuis. Siswa menyampaikan presentasi. Cuma hal ini terjadi melalui saluran belajar. Justru belajar dengan mode daring lebih menyita pikiran dan waktu guru yang jauh lebih banyak ketimbang belajar tatap muka. Belajar tatap muka jauh lebih sederhana, murah,

dan hemat waktu. Dalam satu kali tatap muka (45 menit) satu tema selesai dibicarakan dan untuk semua siswa. Tapi tidak demikian halnya dengan belajar daring karena guru harus menghadapi atau malayani pertanyaan, diskusi, konsultasi siswa secara individu. Guru harus bersedia menyimak beberapa proyek film pendek siswanya, memberi komentar. Maka guru harus tetap ada di depan laptop. Cahaya layar juga sangat melelahkan mata. Karena itu, yang katanya daring via pesan WA dan dengan gawai, adalah omong kosong. Kedua, ternyata anak-anak tidak sebagai pembelajar yang mandiri. Pendidikan tidak pernah membantu para siswa menjadi pembelajar yang mandiri. Mereka amat bergantung kepada guru. Dalam hal ini tampak dengan sangat jelas, guru tetap menjadi pusat ketergantungan siswa. Teknologi belum mampu sepenuhnya menggusur peran guru dan menjadikan siswa mandiri dalam belajar. Akhirnya, siswa di rumah berpaling pada orangtua sebagai pengganti guru di sekolah. Orangtua kelabakan karena memang tidak tahu materimateri pelajaran atau sering terjadi salah paham antara anak dan orangtua. Orangtua tiba-tiba sadar bahwa anakanak mereka ternyata ‘’bodoh’’ dan sulit mengerti sesuatu dan orangtua merasa tidak sanggup lagi untuk membuat anaknya mengerti, yang mana semakin membuka kesadaran orangtua bahwa mengajar anak itu sulitnya minta ampun. Lantas orangtua menyerah dan berguman, ‘’berat ya tugas guru’’. Ketiga, orangtua yang abai atas perannya sebagai pendidik dan menyerahkan urusan belajar anak-anak mereka kepada sekolah dan lembaga setengah sekolah yang komersial yakni bimbel. Sudah sejak beberapa dekade yang lalu, orangtua

tidak mengambil peran dalam pendidikan anak di keluarga. Semua diserahkan kepada sekolah dan bimbel. Keluarga hanya berperan sebagai pihak yang membiayai pendidikan. Karena itu salah satu tripusat pendidikan, yakni pendidikan di keluarga sebenarnya sudah sejak lama mati. Apa yang dialami oleh keluarga ketika menemani anak-anak mereka belajar di rumah yang sangat sulit dilakukan, menyita waktu, menuntut wawasan yang luas, adalah karena fungsi pendidikan di keluarga sudah tidak ada lagi. Wajar jika retorika ‘’belajar di rumah’’ hanya menjadi jargon di tengah bencana. Keempat, legitimasi guru semakin kuat karena hanya mereka yang sanggup mengajar. Legitimasi semacam ini terjadi karena matinya kegiatan pendidikan di keluarga. Keluarga tidak mengembangkan lagi fungsi pendidikan. Karena itu, legitimasi ini hanya dampak dari sikap keluarga yang menyerahkan sepenuhnya aktivitas pendidikan dan pengajaran kepada guru dan sekolah. Jika saja keluarga menjalankan fungsi pendidikan, maka peran guru di sekolah dalam mengajar akan mendapatkan kontrol atau pengkritisan dari para orangtua. Kelima, guru kurang menyadari situasi yang sangat gawat sehingga masih saja mereka menuntut aktivitas siswa belajar di rumah setara dengan kegiatan tatap muka di sekolah. Hal ini tampak pada tidak kreatifnya tugastugas belajar di rumah. Guru tetap merasa dirinya berdiri di depan kelas lalu menyampaikan instruksi ‘’tolong kerjakan dengan baik halaman… sampai…!’’ Cara itu menunjukkan guru tidak cukup inovatif dan tidak memahami bagaimana melakukan satu bentuk belajar yang kontekstual. Guru tetap berpikir belajar di ten-

gah pandemi global, selayaknya belajar dalam situasi normal dan formal. Bayangkan, guru kelas I SD di sebuah sekolah di Singaraja, mengirim instruksi seperti ini. ‘’Virus corona adalah’’, ‘’Bagaimana cara penularannya’’, ‘’Bagaimana ciri-ciri orang yang terinfeksi’’, ‘’Bagaimana cara mencegahnya’’, dan seterusnya. Instruksi yang sangat teoretik yang tidak cocok dengan anakanak. Maka yang sibuk belajar adalah orangtua. Memang materi ini diminta oleh kementerian tetapi tidak dilakukan secara mentah. Di sinilah peran guru mengenal situasi yang dihadapi siswa dan menyelenggarakan pelajaran di atas situasi ini, yang disesuaikan dengan usia mereka. Karena itu, tema virus Corona bisa dijabarkan menjadi materi pelajaran di rumah, yang lebih implisit. Guru meminta siswa menulis dalam satu jurnal atau buku catatan, dengan siapa saja mereka di rumah, apakah ayah tetap bekerja, apakah anak-anak masih suka beli makan di warung, apakah di rumah sering menerima tamu, dan lain-lain. Lalu mungkin ada permintaan guru kepada anak, membuat foto-foto kegiatan di rumah yang dilengkapi dengan cerita atau keterangan yang menarik. Dari tulisan dan karya-karya siswa guru dapat membayangkan atau mempelajari apa yang siswa lakukan, menakar aktivitas siswa dengan menggunakan perspektif belajar yang holistik dan kontekstual. Dengan demikian, ‘’belajar di rumah’’ tidak hanya jargon atau retorika omong kosong. Penulis, Dosen Undiksha Singaraja, Pegiat Gerakan Literasi Akar Rumput pada Komunitas Desa Belajar Bali

Guru Melakukan Interaksi dengan Siswa

BIRO JASA Sy Siap Bntu Byar-Lporan Pajak Blann SPT Thunan NPWP SIUP TDP HP/WA081239026955&081338344155 B.BP.001.03.20.0000202

Sy siap Bntu Bayarkan Laporkan Pajak Blnan,SPT Tahunan HP/WA 087887729409 & 081.338.344.155 B.BP.001.03.20.0000203

B.BP.004.04.20.0000197

Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant,Toko NPWP,SIUP. Hp:081.338.344.155

Terutama di Bandara Ngurah Rai, baik pada kedatangan internasional maupun kedatangan domestik. Ada pula PMI yang pulang melalui Pelabuhan Benoa juga sudah dilakukan screening secara ketat. ‘’Kita

rapid test begitu mereka turun,’’ tegasnya. Apabila hasil rapid test di bandara atau pelabuhan menunjukkan tanda positif, lanjut Cok Ace, maka Pemprov Bali akan segera melakukan penanganan sesuai SOP yang berlaku. Jika hasilnya negatif, maka yang bersangkutan akan

KEHILANGAN Hlg Buku Kir DK8736CV No.BPKB N02861153-O An.Fanan Wahyudi

B.BP.001.03.20.0000204

B.BP.001.04.20.0000171

BALI POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIAN @balipost_com @balipostcom web: www.balipost.com balipost Global 96,5 FM

www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat

JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL

}

PAKET

1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE


Senin umanis, 20 April 2020


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 20 April 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu