Skip to main content

Edisi Senin 18 Mei 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

8 HALAMAN

NOMOR 255 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

senin wage, 18 mei 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pola Pemeriksaan PKM Diubah

Pemeriksaan Kendaraan Diperketat

Keluar Bali Harus Miliki Surat ‘’Rapid Test’’

Setelah tiga hari pelaksanaan Perwali No. 32 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), Minggu (17/5) kemarin mulai menampakkan adanya perbaikan pola penanganan warga yang melintas di kawasan perbatasan.

Beberapa hari menjelang Lebaran, Polres Badung bersama instansi terkait memperketat pemeriksaan kendaraan, terutama kendaraan menuju Jawa.

Syarat pelaku perjalanan yang hendak keluar Bali diperketat. Selain surat keterangan sehat, juga wajib memiliki surat keterangan sehat tambahan khusus Covid-19 yakni hasil rapid test nonreaktif.

BADUNG | HAL. 3

DENPASAR | HAL. 2

JEMBRANA | HAL. 4

Perda Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan

Mewujudkan Masyarakat Bali Berintegritas

Denpasar (Bali Post) Ranperda tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali telah ditetapkan menjadi Perda dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Kamis (14/5) lalu. Perda ini memiliki tujuan mewujudkan masyarakat Bali yang berintegritas, kompeten, berdaya saing, berkepribadian, dan menginspirasi peradaban dunia (Bali Padma Bhuwana - red).

D

i Indonesia, Bali merupakan provinsi ketiga yang merampungkan penyusunan perda pascaditerbitkan-

nya UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Sebelum Bali, ada Daerah Istimewa Yogyakarta dan DKI Jakarta yang telah merampung-

kan perda serupa. ‘’Tidak tahulah kalau bukan Pak Koster gubernurnya, apa ini akan dibuat perda atau tidak,’’ ujar Koordinator Pembahasan Ranperda di

PARIPURNA - Suasana Rapat Paripurna DPRD Bali, Kamis (14/5) lalu.

OPINI

Pembatasan Kegiatan Masyarakat Oleh: M. Setyawan Santoso PENETAPAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) merupakan kebijakan pragmatis yang tepat. Kebijakan ini merupakan perwujudan dari tanggung jawab pemerintah kota kepada warganya. PKM beda dengan Pembataan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB diterapkan dengan beberapa tahap yaitu diajukan oleh kepala daerah, disetujui oleh Menteri Kesehatan. Syarat suatu daerah ditetapkan sebagai PSBB adalah apabila daerah tersebut terkena zona merah dan aglomerasinya. Hingga saat ini sudah 24 daerah disetujui untuk menerapkan PSBB. Sementara itu PKM diterapkan oleh pemerintah daerah dengan memperhatikan situasi, kondisi dan kepentingan wilayah. Pemberlakuan PSBB di suatu daerah dilakukan dengan menerapkan kewajiban protokol kesehatan secara ketat yang disertai penutupan arus lalu lintas manusia dan barang dari dan ke daerah tersebut. Pemberlakuan PSBB sangat membatasi aktivitas produksi dan distribusi, sehingga berdampak pada penurunan kinerja ekonomi dan sosial. Namun dilihat dari sisi kesehatan, penerapan PSBB sangat bagus karena memutus mata rantai penyebaran virus ke suatu daerah. Di Bali, apabila diterapkan PSBB, maka Bali akan tertutup bagi arus manusia dan barang, baik melalui jalur udara yaitu Bandara Ngurah Rai maupun jalur laut yaitu Pelabuhan Benoa, Gilimanuk, Padangbai dan Celukan Bawang. Sementara itu di daerah yang tidak menerapkan PSBB, hanya berlaku imbauan protokol kesehatan dan masih tetap boleh melakukan aktivitas keluar-masuk manusia dan barang. Protokol kesehatan dilakukan sejak dari kedatangan orang dari luar daerah, perkantoran, pasar sampai dengan sekolah. Penerapan arus kedatangan penumpang diterapkan dengan pemeriksaan di bandara dan pelabuhan. Hal. 7 Penerapan Protokol Kesehatan

Bali Post/ist

MINGGU, 17 MEI 2020 Somvir Ida Bagus Wahyu

Rp Rp

6.000.000 500.000

Jumlah Penerimaan Hari ini Jumlah Penerimaan Sebelumnya Total Penerimaan

Rp Rp Rp

6.500.000 22.545.000 29.045.000

DPRD Bali I Ketut ‘’Boping’’ Suryadi. Menurut politisi PDI-P asal Tabanan ini, Perda tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali sangat penting untuk Bali. Yakni dalam upaya membangun manusia atau krama Bali melalui kebudayaan Bali, serta menyelamatkan kebudayaan dan kearifan lokal Bali. Utamanya di tengah terpaan ‘’badai’’ budaya global yang kian hari semakin mengancam kebudayaan lokal Pulau Dewata. Di sisi lain, perda juga sesuai dengan Tri Sakti Bung Karno khususnya berkepribadian dalam kebudayaan. Hal. 7 Menguatkan Jati Diri

KESEHATAN tradisional yang merupakan warisan leluhur Bali terbilang sangat kaya. Hal itu tertuang dalam berbagai lontar, serta ada di puri, geria hingga desa adat. Pengaturan ten-

tang kesehatan tradisional, secara spesifik turut masuk dalam Ranperda tentang Penyelenggaraan Kesehatan yang ditetapkan DPRD Bali, Kamis (15/5). ‘’Selama ini tersimpan, padahal ini bisa diberdayakan untuk menjadi salah satu sumber daya perekonomian kita,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster. Menurut Koster, kesehatan tradisional warisan leluhur Bali selama ini tidak dibangun dengan baik. Sekarang di bawah kepemimpinannya hal itu akan dibangun dengan lebih serius. Hal. 7 Pengembangan Industri Herbal

IDI Denpasar Sebut Pelaksanaan PKM Sudah Tepat

Protokol Kesehatan agar Jadi Kebiasaan Hidup Normal Baru

MEMASUKI hari ketiga pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) Kota Denpasar, beragam tanggapan muncul dari berbagai kalangan. Kali ini datang dari Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Denpasar dr. I Gusti Agung Ngurah Anom, MARS. Pihaknya menyebut penerapan PKM di Kota Denpasar menyikapi kondisi penanganan Covid-19 saat ini sudah sangat tepat. Saat dikonfirmasi, Minggu (17/5) kemarin, Ngurah Anom menjelaskan bahwa Kota Denpasar sebagaimana kita ketahui merupakan ibu kota Provinsi Bali. Mobilitas penduduknya pun sangat tinggi jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Bali. Selama beberapa hari belakangan, bisa lihat bersama bahwa situasi di Kota Denpasar memang sangat ramai yang berpe-

luang menjadi pusat penyebaran Covid-19 ini. Lebih lanjut dijelaskan, kendati sempat menurun, tren kasus di Kota Denpasar cenderung fluktuatif. Kondisi inilah yang harus diwaspadai agar tidak lengah. Bahkan jika tidak ada intervensi dan kerja keras pemerintah dalam penanganan Covid-19 melalui kebijakan, kasus Covid-19 di Denpasar diprediksi akan meningkat drastis. ‘’Sebagaimana diketahui bahwasanya Denpasar ini merupakan ibu kota Provinsi Bali, memiliki penduduk yang terbanyak dan heterogen, sehingga penerapan PKM ini sudah sangat tepat. Meski demikian, pelaksanaannya harus terus dievaluasi, sehingga tujuan penerapannya dapat dicapai dan dimaksimalkan,’’ jelasnya. Ngurah Anom menjelaskan, dengan penerapan PKM ini yang diatur dalam Perwali Nomor 32 Tahun 2020 tentang Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ini, masyarakat mulai ‘’dipaksa’’ untuk menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari penggunaan masker, menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), physical distancing, social distancing, dan protokol kesehatan lainnya. ‘’Jika sudah peluang penyebaran dipotong, tentu akan memberikan kemudahan dan

menambah kesiapan rumah sakit rujukan, sehingga pelayanan dapat dimaksimalkan,’’ jelasnya. Ngurah Anom menambahkan, saat ini selain dengan beragam upaya yang terus dimaksimalkan, baik di bidang pencegahan dan penanganan medis di rumah sakit, penanganan Covid-19 di Bali diunggulkan dengan situasi dan local wisdom masyarakat Bali. Ke depan, bersama Pemkot Denpasar serta instansi terkait akan merancang swab test berbasis PCR massal. Di mana, semua kasus mulai PDP, ODP dan OTG akan diperiksa lebih awal dengan swab test dua kali. ‘’Saya berharap pelaksanaan PKM di Kota Denpasar dapat berjalan lancar dan sesuai dengan indikator kinerja utama Perwali PKM yakni menurunkan angka kasus, dan pelaksanaannya PKM ini agar terus-menerus disosialisasikan, dapat melalui media sosial, media cetak, media elektronik, influencer, dan pusat informasi lainnya. Sehingga masyarakat dapat patuh dan menjadi kebiasaan. Awalnya dipaksa, kedua terpaksa, dan ketiga menjadi kebiasaan dalam memasuki era baru pasca-Covid-19 dengan selalu waspada dan menerapkan protokol kesehatan,’’ jelasnya. (ad166)

’’Jika sudah peluang penyebaran dipotong, tentu akan memberikan kemudahan dan menambah kesiapan rumah sakit rujukan, sehingga pelayanan dapat dimaksimalkan.’’ dr. I Gusti Agung Ngurah Anom, MARS. Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kota Denpasar

Keputusan Politik Keluar dari Cekaman Pandemi Covid-19 di Indonesia

BALI POST dan Bali TV bekerja sama dengan Yayasan Dharma Naradha menerima titipan sumbangsih anda untuk menyiapkan sembako beras petani Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” peduli dampak Covid-19. Sumbangsih dapat disalurkan langsung ke Redaksi Bali Post dan Bali TV atau langsung melalui : 1. Rekening Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Renon No: 010.01.13.00003-7 a/n Yayasan Dharma Naradha. 2. Rekening BRI Kantor Cabang Denpasar Gajah Mada No : 0017-01-003115-30-6 a/n Yayasan Dharma Naradha Bukti transfer dapat di-WA ke 082118183588

Kesehatan Tradisional Dibidik Jadi Sumber Daya Ekonomi

Oleh: Gusti Ngurah Mahardika LACAK virusnya dengan ketat. Sediakan rumah sakit memadai. Longgarkan pembatasan sosial jika warga bertingkah laku aman Covid-19: memakai masker, membiasakan cuci tangan, menjaga jarak jika harus keluar rumah.

Tidak Efektif Banyak orang kecewa. Saya kecewa. Dua bulan warga sudah diminta melakukan Pembatasan Sosial Mandiri (PSM), kasus positif Covid-19 masih saja bertambah banyak. Saya sebut mandiri karena pada hakikatnya warga diminta melakukan sendiri. Kebutuhan tidak disediakan. Masker diminta mengadakan sendiri. Tingkah laku aman Covid-19 dilakukan atas inisiatif setiap warga. Di beberapa wilayah, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah diterapkan. Yang lebih aneh, ada wilayah yang memodifikasi PSBB menjadi Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) justru setelah PSM sudah berlangsung hampir dua bulan. Contohnya Kota

Denpasar. Itu hanya berarti penyebaran tak terkendali. Dua bulan waktu terbuang percuma. Pengendalian pandemi Covid-19 di Indonesia, pada hemat saya, dari awal sudah terlambat. Ini juga berlaku bagi banyak negara di dunia, termasuk negara adidaya Amerika Serikat (AS). WHO pun, bagi saya, terlambat membunyikan lonceng pandemi. Sejak Januari, risiko pandemi sudah sangat gamblang di Kota Wuhan, Tiongkok. Penularan antarmanusia sudah sangat terbukti. Warga Tiongkok sedang banyakbanyaknya berwisata ke luar negeri. Sebagian bisa saja sudah membawa virus tanpa gejala atau dengan gejala ringan. WHO baru menyebut virus baru ini sebagai Public

Health Emergency of International Concern pada 30 Januari 2020. Banyak negara tak menggunakan waktu ini untuk mempersiapkan diri, termasuk Indonesia. WHO juga baru menyatakan Covid-19 sebagai pandemi pada 11 Maret 2020. Saya sudah geregetan saat itu, kenapa WHO lambat mendeklarasikan pandemi. Karenanya, banyak negara lengah. Dalam berbagai kesempatan wawancara dengan jurnalis, saya selalu menyebut bahwa secara teoretis, virus itu sudah tiba di Indonesia sejak Januari. Logikanya sederhana. Virus ini begitu mudahnya menular antarorang. Sebagian besar yang tertular tanpa gejala sama sekali atau gejala flu ringan. Indikasi bahwa virus itu telah tiba

di Indonesia justru datang dari luar negeri. Wisatawan dikonfirmasi tertular Covid-19 setelah kembali dari Bali. Saat itu, upaya mengabaikan kasus tampak nyata. Banyak pejabat berkomentar bahwa yang bersangkutan tidak kontak dengan orang lain selama di Bali. (Helllloooooo, memang hotel tempat mereka menginap tak ada orang? Memang kendaraan yang ditumpangi dari dan ke bandara tak pakai sopir?). Kasus konfirmasi di Indonesia baru diakui resmi tanggal 2 Maret 2020. Pada pengamatan saya, baru sejak hari itu Indonesia sigap. Rumah sakit khusus disiapkan. Satgas nasional dibentuk. Diagnostik dibenahi. Hal. 7 Penelusuran yang Serius


Senin Wage, 18 Mei 2020

Tiga Hari Pelaksanaan PKM

Hindari Penumpukan, Ubah Pola Pemeriksaan 17.514 4.129 1.148 348 250 4

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Lampaui 71 Persen Denpasar (Bali Post) Kasus positif Covid-19 di Bali per Minggu (17/5) kemarin masih terjadi, tetapi jumlahnya terus menurun. Dari data per pukul 12.00 WIB, jumlah kumulatif kasus di Bali mencapai 348 orang. Artinya ada penambahan 2 kasus baru dari sehari sebelumnya yang mencapai 346 kasus. Sementara itu, pasien sembuh bertambah makin tinggi. Kumulatif kasus positif Covid-19 sembuh di Bali saat ini mencapai 250 kasus. Bertambah 7 orang dibandingkan sehari sebelumnya yang sebanyak 243 pasien sembuh. Dilihat dari persentasenya, jumlah pasien sembuh kini mencapai 71,84 persen. Sementara yang masih dirawat mencapai 94 orang (27,01 persen). Yang meninggal tidak mengalami perubahan, 4 orang (1,15 persen). Rinciannya, 2 WNI dan 2 WNA. Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam video conference streamingnya mengatakan, sudah ada 187 ribuan spesimen yang dites menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 61 laboratorium dan Tes Cepat Melokuler (TCM) di 9 laboratorium. Sebanyak 140.473 orang yang diperiksa. Masih ada penambahan kasus positif sebanyak 489 kasus sehingga kumulatif menjadi 17.514 kasus. Ia melanjutkan, untuk yang sehat ada penambahan 258 pasien sembuh sehingga totalnya menjadi 4.129 pasien. Kasus meninggal bertambah 59 orang sehingga total kasus menjadi 1.148 orang. Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 270 ribuan orang. Pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 35.800 orang. Seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak. Sudah 387 kabupaten/kota terdampak. “Saudara-saudara inilah gambaran bahwa kasus positif yang membawa virus ini masih ada di tengahtengah kita,” ujarnya. (iah)

Bali Post/asa

PAKET SEMBAKO - Prajuru Banjar didampingi Ketua Koperasi saat memberikan paket sembako kepada warga Banjar Abian Tubuh, Kesiman, Denpasar.

Denpasar (Bali Post) – Setelah tiga hari pelaksanaan Perwali No. 32 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), Minggu (17/5) kemarin mulai menampakkan adanya perbaikan pola penanganan warga yang melintas di kawasan perbatasan. Bila pada hari pertama terjadi penumpukan di pos-pos pantau, kali ini sudah terlihat tidak terjadi lagi. Kondisi ini mendapat perhatian pula dari jajaran DPRD Denpasar. Pelaksanaan PKM perlu ada evaluasi untuk lebih menyempurnakan pelaksanaannya. Ketua Komisi I DPRD Denpasar I Ketut Suteja Kumara mengungkapkan, secara menyeluruh pelaksanaan PKM sudah cukup baik. Hanya beberapa memang perlu dilakukan evaluasi agar tidak terjadi lagi penumpukan warga. Terutama di saat petugas melakukan pemeriksaan. ‘’Memang pelaksanaannya belum berjalan sempurna. Perlu ada perbaikan melalui evaluasi yang dilakukan, sehingga bisa berjalan baik,’’ ujar politisi PDI-P ini. Pada hari ketiga ini, pemeriksaan di pos pantau masih tetap dilakukan petugas gabungan, yang terdiri dari Dishub, Satpol PP, Kepolisian hingga pecalang. Pelaksanaan penjagaan dan pemeriksaan di Pos Biaung atau pos 6 dimulai pukul 09.00 Wita. I Nyoman Jaya Putra selaku

Bali Post/ara

POS - Suasana pos pantau di Denpasar Timur. Penanggung Jawab Jaring Dandru Pleton 2 Wilayah Dentim mengatakan, pemantauan dilakukan untuk pengendara yang tidak bermasker. Untuk mengatasi penumpukan, pemeriksaan dilakukan secara random. ‘’Kalau ada penumpukan dan padat kami lepas kendaraan dari arah timur. Dan kondisikan yang masuk areal pemeriksaan di pos. Kalau lalin landai arahkan sepeda motor khususnya ke pengecekan,’’

katanya. Sementara itu, data di delapan pos perbatasan dengan penjagaan dari pukul 07.30 Wita sampai pukul 22.00 Wita hingga Sabtu (16/5) lalu terdapat 410 orang diminta putar balik oleh petugas. Data tersebut terdiri dari 47 orang masyarakat tanpa masker, 361 orang tanpa tujuan jelas dan tanpa surat keterangan (suket), serta 2 orang masyarakat dengan suhu tubuh

di atas 38 derajat Celcius. Di samping itu juga dilakukan rapid test. 61 orang di-rapid test, 4 orang dengan tujuan mudik dan 12 orang pulang kampung. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai mengatakan, pelaksanaan PKM di setiap pos penjagaan pintu masuk Denpasar telah berjalan lancar. Di samping itu evaluasi terhadap giat

penjagaan telah dilakukan. ‘’Pelaksanaan PKM jadinya kita mengetahui sampai saat ini masih banyak warga yang belum disiplin terutama dalam penggunaan masker untuk melindungi diri dan sesama. Sehingga mereka yang tidak menggunakan masker pada saat melintasi pos jaga pintu masuk otomatis diminta putar balik untuk mengambil atau membeli masker,’’ ujar Dewa Rai. (kmb12)

Seorang Bidan Positif Covid-19 Layanan Rawat Inap di Puskesmas 4 Densel Ditutup

Denpasar (Bali Post) -

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai, Minggu (17/5) kemarin, membenarkan adanya salah seorang bidan di Puskesmas 4 Denpasar Selatan yang positif terpapar Covid-19. ‘’Itu kejadiannya sudah tanggal 11 Mei lalu, dan kini semua ditangani sesuai dengan protokol kesehatan, termasuk semua ruangan yang ada di puskesmas tersebut,’’ ujarnya.

Dikatakan, bidan tersebut bertugas di ruang rawat inap, sehingga di ruangan tersebut dilakukan isolasi dan penutupan sementara. ‘’Di Puskesmas 4 Densel kan ada ruang rawat inap dan jalan. Yang ditutup untuk rawat inapnya saja, karena dia bertugas di ruang tersebut. Jadi di ruang itu sementara tidak menerima pasien rawat inap karena petugas medisnya juga sedang diisolasi. Rawat jalannya masih buka tapi mengurangi kunjungan,’’

ujar Dewa Rai. Ditanya dari mana bidan bersangkutan bisa tertular, Dewa Rai mengatakan, terkait hasil tracking, hingga saat ini belum diketahui pasti. Sebab, tim surveilance sudah melakukan tracking dengan semua dokter maupun tenaga medis atau yang bekerja di puskesmas setempat dan hasilnya uji swab dinyatakan negatif. Bahkan, pasien terakhir yang sempat ditolong persalinan hasil uji swabnya negatif. ‘’Kami sudah lakukan tes

swab terhadap 50 orang yang diduga kuat pernah kontak dengan bidan tersebut. Namun hasil swab tes pertama hasilnya negatif. Termasuk sejumlah pasien yang pernah dirawat dan dibantu persalinannya oleh bidan bersangkutan juga telah dilakukan tes swab, hasilnya pun negatif Covid-19,’’ ujarnya. Hanya, kata Dewa Rai, informasi yang diperolehnya, bidan ini setiap hari pulangpergi Tabanan-Denpasar. Unt uk it u, p iha k GTPP Covid-19 Denpasar sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Tabanan agar dilakukan tracking kepada pihak keluarganya. Ditambahkan, saat ini bidan tersebut telah diisolasi di Bapelkesmas Provinsi Bali di Denpasar, mengingat bidan

Denpasar (Bali Post) Seorang wanita yang bekerja sebagai satpam, Diana (38), ditemukan meninggal di kamar kosnya Jalan Tunggak Bingin, Denpasar Selatan (Densel), Sabtu (16/5) lalu. Sebelum meninggal, korban mengeluh sakit tenggorokan dan tidak mau ditemui tetangga kosnya. Jasad korban dievakuasi petugas mengenakan alat pelindung diri (APD). Informasi yang diperoleh, Minggu (17/5) kemarin, sejumlah saksi diperiksa terkait kejadian ini. Seperti keterangan tetangga kos korban, Sopia (35) asal Madiun, Jawa Timur, pada Jumat (15/5) pagi, dia ingin mengecek korban di kamarnya. Pasalnya sebelumnya korban mengeluh sakit radang tenggorokan sejak enam hari lalu. Anehnya saat itu korban

tidak mau membuka pintu kamar dan dari dalam kamar meminta tolong dibelikan air mineral. Korban menyuruh Sopia menaruh air mineral itu di depan pintu kamarnya. ‘’Saksi (Sopia - red) membelikan air mineral, lalu menaruhnya di depan pintu kamar korban. Setelah itu saksi tidak sempat bertemu korban,’’ kata sumber. Keesokan harinya, pukul 09.00 Wita datang paket barang untuk korban dan diterima oleh Rani. Beberapa jam kemudian, Rani mengantar paketan tersebut ke kamar korban. Kamar korban masih tertutup dan sempat digedor-gedor, tetapi tidak ada jawaban. Rani lalu menggantung barang itu di gagang pintu kamar korban. Ternyata air mineral yang dibelikan Sopia belum diambil

korban. Pukul 14.30 Wita, Sopia dan Rani kembali mengecek korban. Tetap tidak ada respons dari korban meskipun pintu kamarnya digedor. ‘’Seorang penghuni kos mengecek kondisi korban melalui ventilasi pintu dan dilihat korban dalam keadaan telentang di lantai kamar dengan kondisi telanjang bulat,’’ ungkapnya. Penghuni kos langsung mendobrak pintu kamar korban. Korban ditemukan meninggal dunia dan kejadian ini dilaporkan ke Polsek Densel. Sementara itu, Kapolsek Densel Kompol Nyoman Wirajaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. ‘’Penanganan jasad korban oleh petugas BPBD Kota Denpasar sesuai dengan standar penanganan Covid-19,’’ tegasnya. (kmb36)

EVAKUASI - Petugas mengevakuasi jasad Diana di kamar kos.

Denpasar (Bali Post) Suasana kegotongroyongan sangat kental terlihat di Banjar Kaliungu Kaja, Desa Dangin Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara. Prajuru banjar mengoordinir untuk membagikan sembako kepada warganya. Sembako tersebut berasal dari warga Banjar Kaliungu Kaja sendiri, kemudian dibagikan kembali ke warganya. Kepala Dusun Kaliungu Kaja, I Gusti Agung Made Apri Aditya, Minggu (17/5) kemarin mengatakan, anggota banjar yang terdiri dari 200 KK ini dibagikan sembako berupa beras 5 kg, minyak, telur 10 butir dan mi instan 12. Bantuan sembako ini berasal dari kas banjar dari

warga untuk warga kembali. Mengingat semua golongan masyarakat saat ini terkena dampak dari Covid-19, sehingga semua warga membutuhkan bantuan. Rasa kegotongroyongan diutamakan dalam memberikan bantuan karena kas yang berasal dari warga, dikembalikan lagi dalam bentuk sembako tersebut. ‘’Kita targetkan tiga kali pembagian setiap pertengahan bulan dan kita wajibkan menerapkan protokol kesehatan. Melakukan disinfeksi sebanyak tujuh kali sejak Maret dari satgas solidaritas, melibatkan Desa Dangin Puri Kaja dan STT. Kami mengimbau toko mengikuti aturan dan anjuran pemerintah,’’

Gara-gara seorang bidan yang bertugas di Puskesmas 4 Denpasar Selatan (Densel) terjangkit Covid-19, berdampak pada layanan rawat inap di puskesmas tersebut. Sementara layanan rawat jalan tetap bisa beroperasi, sedangkan untuk rawat inap ditutup. Kini semua orang yang sempat kontak dengan bidan tersebut sudah dites swab dengan hasil semua negatif. Namun, sedikitnya 50 petugas di puskesmas tersebut kini diisolasi. Termasuk bidan yang dinyatakan positif Covid-19.

tersebut bergejala ringan. Sementara untuk puluhan tenaga medis dan pegawai di Puskesmas 4 Densel telah dilakukan isolasi di rumah singgah yang disediakan Pemerintah Kota Denpasar. Selama isolasi, tenaga medis ini akan kembali dilakukan uji swab kedua. ‘’Selama 10 hari ini akan dilakukan tes swab kembali karena memasuki masa inkubasi,’’ ujarnya. Di sisi lain, Kepala Puskesmas 4 Densel drg. Made Saraswati Rahayu membenarkan kejadian tersebut. Kini, semua sudah ditangani sesuai protokol kesehatan. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Gunakan APD, Jasad Satpam Dievakuasi Petugas BPBD Prajuru Banjar Abian Tubuh Bagikan Ratusan Paket Sembako Denpasar (Bali Post) Prajuru Banjar Abian Tubuh, Kesiman, Denpasar, Minggu (17/5) kemarin membagikan ratusan paket sembako untuk 161 krama banjar setempat. Menurut Klian Banjar Abian Tubuh A.A. Ngurah Mayun Wahyudi didampingi Ketua Koperasi Ketut Adi Artika, pembagian sembako ini terkait situasi kekinian atas dampak ekonomi Covid-19. ‘’Masyarakat kita banyak yang terdampak. Ada yang PHK, dirumahkan, dan pekerja harian yang kehilangan penghasilan,’’ ucap Agung Ngurah Mayun Wahyudi. Atas dasar itu, prajuru Banjar Abian Tubuh memikirkan nasib mereka, bagaimana caranya untuk meringankan beban warga banjar. ‘’Jujur, jika masalah kas, kami terbatas. Tapi kami punya koperasi untuk meringankan beban kami,’’ ucap Ngurah Wahyudi didampingi tokoh banjar setempat, Wayan Agus Sudarsana dan I Made Alit Setia Utama. Ditambahkan, dengan adanya koperasi dananya disisihkan, yakni berupa dana cadangan yang diperuntukkan krama banjar setempat. ‘’Apa yang kami berikan ini tidak seberapa. Namun setidaknya memotivasi semangat krama banjar untuk lebih eksis, dan mempunyai harapan menghadapi situasi Covid-19,’’ ucapnya. Sementara itu, Ketua Koperasi Ketut Adi Artika menambahkan, sejatinya koperasi juga kena dampak. Namun, warga Abian Tubuh sangat sedikit mendapatkan sumbangan dari pemerintah, termasuk soal sembako dan BLT. ‘’Melihat situasi itu, banjar dan koperasi bersinergi untuk memberikan sumbangan paket sembako ini,’’ tandas Adi Artika. Ke depan, prajuru banjar mengharapkan adanya sumbangan dari lembaga lainnya, partisifasi krama banjar lainnya sebagai donatur untuk meringakan beban masyarakat di tengah Covid-19. Dengan adanya niat baik prajuru dan tokoh masyarakat setempat, warga banjar 161 krama itu tampak antusias dan merasa bangga ada memperhatikan. Sebelum mengambil nomor antrean, pihak banjar juga tidak mengabaikan social distancing. Bahkan warga yang masuk balai banjar, dites suhu tubuhnya terlebih dahulu oleh petugas pecalang. (kmb37)

Bali Post/ist

Prajuru Banjar Kaliungu Kaja Bagikan Sembako kepada Warganya

Topik : perda penguatan dan pemajuan kebudaYAAN. Bali Post/may

BANTUAN - Prajuru Banjar Kaliungu Kaja menyerahkan bantuan sembako kepada warga.

bebernya. Pembagian sembako ini disambut antusias warga karena dari sumbangan uang yang terkumpul sampai saat ini akan dikembalikan lagi kepada pemberian sembako tahap berikutnya. Dengan terdampaknya semua warga terhadap wabah Covid-19 ini, sehingga tidak banyak kegiatan yang dilakukan masyarakat. Saat ini, warga ada yang masih tetap bekerja, sementara warga yang dirumahkan, ada yang mengikuti pelatihan membuat masker dari Disperindag. ‘’Masyarakat yang dirumahkan ini yang kami bantu sekarang, untuk meringankan beban mereka,’’ ujarnya. (kmb42)

Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata, Suka Adnyana. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Senin Wage, 18 Mei 2020

Wabup Suiasa Gencarkan Sosialisasi Kebijakan Penanganan Covid-19 di Kuta Utara WAKIL Bupati (Wabup) Badung I Ketut Suiasa bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Badung terus bergerak melakukan sosialisasi kebijakan penanganan Covid-19 di masing-masing kecamatan. Minggu (17/5) kemarin giliran para perbekel, lurah, bendesa adat, LPM, BPD dan Karang Taruna seKecamatan Kuta Utara diberikan sosialisasi di Kantor Camat Kuta Utara. Melalui sosialisasi ini diharapkan dapat menyamakan persepsi dalam penanganan wabah virus Corona, sehingga masyarakat betul-betul mendapatkan informasi yang benar dan mampu menjawab kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat. Turut hadir Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta, Kadis Damkar dan Penyelamatan I Wayan Wirya, dan Kadis Perhubungan A.A. Ngurah Rai Yuda Darma. Mengawali pengarahannya, Wabup Suiasa berterima kasih dan mengapresiasi semangat dan gotong royong satgas di desa/kelurahan dan desa adat yang terus bahu-membahu mengatasi pandemi virus Corona. Ia mengakui adanya asumsi atau pertanyaan di

SOSIALISASI - Wabup Badung I Ketut Suiasa saat melakukan sosialisasi kebijakan penanganan Covid-19 di Kantor Camat Kuta Utara, Minggu (17/5) kemarin. masyarakat mengapa pemkab terkesan lambat mengambil langkah penanganan Covid-19 khususnya pemberian bantuan ke masyarakat. Menurutnya, ini asumsi yang wajar, terlebih dalam kondisi saat ini masyarakat menginginkan penanganan yang cepat dan semua butuh bantuan.

Dijelaskannya, ada beberapa faktor penyebab yang tidak bisa dipungkiri. Covid-19 statusnya sudah menjadi bencana nasional yang merupakan tanggung jawab nasional. Kebijakan daerah sifatnya mensubstitusi dan mensublimasi kebijakan pemerintah pusat. Untuk dapat menyusun

kebijakan daerah yang bersinergi, sinkron dan tidak bertentangan dengan kebijakan pusat, pemda memerlukan waktu untuk melakukan konsolidasi dan sinkronisasi aturan-aturan tersebut sehingga tidak terjadi konflik kebijakan. Substitusi dan sublimasi juga bermakna pemda harus jeli melihat ruang aspek atau hal yang belum tercakup dalam kebijakan pusat sehingga tidak terjadi duplikasi kebijakan atau penerimaan manfaat secara ganda. Contohnya kebijakan Pemkab Badung terkait pemberian insentif untuk pekerja sektor nonformal yang belum dapat dieksekusi sebelum kebijakan Kartu PraKerja dari pusat dilaksanakan. Demikian halnya kebijakan pemda terkait pemberian insentif untuk tenaga medis juga belum dapat dilaksanakan karena program serupa yang dicanangkan pusat belum berjalan. ‘’Sebetulnya Pemkab Badung sudah menyiapkan kebijakan/ program termasuk anggaran terkait penanganan Covid-19, namun harus melakukan sinkronisasi dan konsolidasi dengan aturan pusat. Hal inilah yang membutuhkan waktu cukup lama sehingga ada

kesan keterlambatan realisasi program kepada masyarakat,’’ jelasnya seraya menambahkan, meski demikian Badung masuk 10 besar kabupaten di Indonesia yang paling cepat mengeksekusi dana desa. Wabup Suiasa menambahkan, ada tujuh program prioritas yang ditetapkan dalam percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Badung. Pertama, gratis pembayaran pemakaian air PDAM golongan sosial A, B dan G, sambungan langsung rumah tangga golongan D1, D2, D3 yang dibayarkan Mei, Juni, Juli dengan anggaran Rp 7,5 miliar. Kedua, pemberian sembako untuk masyarakat paling terdampak (KPM) senilai Rp 500 ribu selama tiga bulan sumber dananya APBN. Jumlah penerima 3.819 KK (total 13.000 KK), tahap I dilaksanakan 26 April. Ketiga, insentif untuk masyarakat Badung yang di-PHK dan dirumahkan. Keempat, menyiapkan rumah singgah untuk PMI/ABK dan tenaga kesehatan. Kelima, pembayaran BPJS. Keenam, pengadaan masker untuk masyarakat Badung. Ketujuh, pengadaan APD dan insentif bagi tenaga medis.

Di akhir pengarahannya, Wabup Suiasa menyebut formulasi program dan penerima bantuan penanganan Covid-19 di Badung di antaranya program bantuan BPNT/sembako diterima 14.993 KPM (11,75%), Program Keluarga Harapan (PKH) 4.126 KPM (3,23%), program Bantuan Sosial Tunai (BST) 18.649 KPM (14,02%), BLT Dana Desa 4.708 KPM (3,69%) dan bansos tenaga kerja formal 8.335 KPM (6,53%). Jumlah seluruh penerima program Covid-19 sebanyak 50.811 KPM (39,82%) dari total 127.569 KK di Kabupaten Badung. Camat Kuta Utara I Putu Eka Permana menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wabup memberikan arahan dan sosialisasi kebijakan Pemkab Badung terkait penanganan Covid-19. Melalui sosialisasi ini para perbekel/lurah, bendesa, LPM, BPD dan Karang Taruna diharapkan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Sabtu (16/5) lalu, Wabup Suiasa memberikan sosialisasi kebijakan penanganan Covid-19 di Kelurahan Jimbaran dan Kelurahan Benoa yang diikuti Camat Kuta Selatan, para lurah, kaling dan tokoh masyarakat setempat. (ad169)

Belum Miliki Pasar Tetap

Petani di Subak Sembung Tetap Bertani PETANI saat ini bertani hanya untuk memenuhi permintaan pasar. Bahkan, meskipun belum memiliki pasar tetap, petani di Subak Sembung, Peguyangan, Denpasar, tetap melakukan aktivitas bertani di tengah Covid-19. Harga komoditi yang dihasilkan tidak memuaskan, namun mereka tetap menanam. Pekaseh Subak Sembung, I Made Darayasa, ditemui Minggu (17/5) kemarin menuturkan, petani di Subak Sembung yang jumlahnya 200 orang tetap beraktivitas. Adanya pembatasan aktivitas masyarakat di tengah Covid-19 membuat permintaan akan hasil pertanian turun, tetapi kegiatan bertani tetap dilakukan. Dari sekitar 115 hektar luas lahan di Subak Sembung, 10 hektar merupakan

pertanian hortikultura yang lokasinya acak. Sisanya ada pertanian tanaman pangan dan tanaman lainnya. Ada yang menanam sayur kangkung, terong, cabai, sayur hijau, jagung dan bawang. Sementara petani hortikultura yang ditemui di tempat yang sama, A.A. Rai Ardhana, menyatakan saat ini tengah gagal menanam bawang merah dan jagung karena diserang hama. Beberapa kali menanam komoditi hortikultura, hasilnya dipasarkan sendiri ke pasar– pasar yang ada di sekitar Peguyangan. Ada juga dijual ke warung–warung kecil, pedagang bakso, lawar dan masyarakat yang kebetulan lewat di Subak Sembung untuk berolahraga. Saat pandemi ini permintaan sedikit, sehingga tak jarang hasilnya dikonsumsi

sendiri. Ia belum memiliki pasar tetap meski beberapa hasil pertanian di sana terserap ke supermarket. Itu pun sifatnya hanya parsial. ‘’Kami belum ada pasar tetap, kalau ada yang nyari cabai, ya… kami petikkan,’’ tuturnya polos. Menurutnya, harga tidak bisa ditentukan, tergantung negosiasi dengan pembeli. Petani tidak memiliki daya tawar dari sisi harga. Jika menjual dengan harga yang lebih tinggi daripada biaya produksi, ia khawatir tidak ada yang membeli. ‘’Yang penting laku saja, berapa pun harganya, karena dia menentukan harga pasar. Kita petani rasanya kalah dalam persaingan harga,’’ ungkapnya sambil menyebut kondisi ini pula yang membuat petani menanam tidak terlalu banyak. (kmb42)

Astra Motor Bali Bagikan 310 Paket Sembako Melalui Program Nurani Astra Berbagi untuk Negeri SEBAGAI bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, Astra Motor Bali yang merupakan salah satu bagian dari Grup Astra melalui program Nurani Astra Berbagi untuk Negeri, menggelar kegiatan sebagai tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) pada Sabtu (16/5). Kegiatan sosial berupa pembagian 310 paket sembako ini dilakukan secara serentak sekaligus sebagai rangkaian HUT ke-50 Astra Motor. Pembagian paket sembako didistribusikan melalui 16 cabang Astra Motor di wilayah Bali dengan sasaran utamanya masyarakat tidak mampu dan pekerja nonformal yang tinggal di sekitar lingkungan operasional kantor Astra Motor (ring 1). Pembagian paket sembako juga diberikan kepada pekerja sektor pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19 yang sudah terdata melalui link http://bit.ly/ HondaBerbagi. Di sela-sela kegiatan penyerahan paket sembako kepada warga di halaman Astra Motor Cokroaminoto, Christian Surjadi selaku Admin & Finance Manager Astra Motor Main Dealer Bali mengungkapkan, bantuan ini merupakan wujud kontribusi Astra dalam membantu meringankan beban masyarakat. Dukungan Astra terhadap pemerintah di tengah penanganan Covid-19 sebagai upaya meringankan dampak sosial

PAKET SEMBAKO - Christian Surjadi selaku Admin & Finance Manager Astra Motor Main Dealer Bali (kiri) menyerahkan secara simbolis paket sembako, Sabtu (16/5). bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan pilar kontribusi sosial berkelanjutan Astra dan cita-cita Astra untuk ‘’sejahtera bersama bangsa’’. ‘’Melalui gerakan program Nurani Astra Berbagi untuk Negeri, kami insan Astra merasa peduli terhadap masyarakat Bali yang notabene adalah industri pariwisata, yang sangat terdampak pandemi Covid-19. Melalui pembagian sembako ini, semoga masyarakat bisa terbantu dan diharapkan perekonomian di wilayah Bali segera pulih kembali,’’ ungkapnya. Selain pembagian sembako, masyarakat juga diberikan masker sebagai salah satu sarana utama untuk menghalangi penularan virus atau bakteri ke dalam tubuh melalui mulut atau

saluran pernapasan. Penggunaan masker disarankan guna mencegah penularan virus Corona. Prosesi pembagian sembako dilakukan dengan mengikuti imbauan pemerintah yaitu dengan menjaga jarak warga yang datang, melalui waktu penyerahan yang diinformasikan ke warga dimulai pagi pukul 09.00 hingga siang pukul 12.00 Wita. Salah seorang warga penerima bantuan sembako, Gede Susila, yang bekerja sebagai buruh pengupas bawang di Denpasar menyampaikan, bantuan ini sangat bermanfaat baginya di tengah kondisi saat ini. Ia sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Astra Motor seraya berharap keadaan ini segera berlalu. (bns)

Kabag Humas Pemkot Denpasar, I Dewa Gede Rai, Minggu (17/5) kemarin mengatakan, perkiraan PMI yang akan menjalani karantina sebanyak 3.000 orang. Ini yang berasal dari Denpasar. Bukan hanya PMI, beberapa warga yang OTG, dan ODP. Semua yang rawan untuk positif akan dikarantina. Di luar PMI, ratusan orang juga sudah menjalani karantina. Ada pula tenaga medis yang harus menjalani karantina. Ini jumlahnya juga cukup banyak. Seperti yang terjadi di Denpasar Selatan. Puluhan

tenaga medis di sana harus menjalani isolasi juga. Terkait besaran dana, Dewa Rai mengatakan semua itu disiapkan dalam DPA. Bila nanti dalam pelaksanaannya tidak semua terpakai, akan dikembalikan sebagai silpa. Jumlah ini, kata dia, juga termasuk biaya sewa hotel. Karena biaya sewa hotel tidak sama. Ada yang Rp 300 ribu per orang, ada pula yang Rp 500 ribu. ‘’Ini kami nego sebelumnya. Karena harganya sangat rendah, bila dibandingkan harga normal,’’ kata Dewa Rai. (kmb12)

Anggaran Karantina Diplot dari BTT

S etiap d a e r a h k i n i melakukan kebijakan karantina terhadap para pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru datang dari negara asal perusahaan masing-masing. Tidak terkecuali Pemkot Denpasar. Bahkan, untuk lokasi karantina, Pemkot sudah menyediakan delapan hotel yang ada di Denpasar. Sedangkan anggaran untuk biaya sewa hotel, makan PMI yang dikarantina serta biaya lainnya diambilkan dari pos Belanja Tak Terduga (BTT). Besarannya mencapai Rp 15 miliar.

PERIKSA - Tim gabungan memeriksa kendaraan di Jalan Raya Mengwitani.

Bali Post/ist

Diperketat, Pemeriksaan Kendaraan ke Luar Daerah

Mangupura (Bali Post) -

Beberapa hari menjelang Lebaran, Polres Badung bersama instansi terkait memperketat pemeriksaan kendaraan. Pemeriksaan tersebut terutama kendaraan menuju Jawa dan difokuskan di Jalan Raya Mengwitani, Mengwi. Kasubbag Humas Polres Badung Iptu I Ketut Gede Oka Bawa mengatakan, petugas yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut yaitu Polri, TNI, Dishub Badung, Satpol PP Badung dan tenaga medis dari Urkes Polres Badung. ‘’Pemeriksaan kendaraan diperketat, terutama menyisir warga yang mau mudik Lebaran di depan Pos Pengamanan dan Penyekatan Polres Badung, Jalan Raya Mengwitani,’’ tegasnya, Minggu (17/5) kemarin. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Operasi Ketupat Agung 2020 yang fokus terhadap antisipasi penyebaran

Covid-19. Tujuannya untuk mencegah kendaraan-kendaraan yang mau mudik Lebaran. ‘’Larangan mudik Lebaran tahun ini tujuannya memutus mata rantai penyebaran Covid,’’ kata Oka Bawa. Sasaran Operasi Ketupat ini adalah orang, barang dan kendaraan pemudik yang menuju keluar daerah. Saat melakukan pemeriksaan petugas dilengkapi alat pelindung diri (APD) yaitu masker. Kriminalitas Menurun Sementara itu, diterapkannya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang tujuan

utamanya menekan penyebaran Covid-19, berdampak positif pada angka kriminalitas di Kota Denpasar. Seminggu terakhir terjadi penurunan jumlah tindak pidana hingga 50 persen. Hal tersebut disampaikan Kabag Ops. Polresta Denpasar, Kompol Nyoman Gatra. Menurutnya, dilakukannya pemeriksaan ketat di sejumlah titik perbatasan Denpasar tentunya memfilter orangorang yang tanpa tujuan jelas. Selain itu, membuat pelaku kriminal berpikir masuk wilayah Denpasar. Ditambah lagi pengawasan dilakukan masing-masing desa adat.

“Jauh menurun (jumlah kriminalitas - red). Bahkan, minggu ke-18 tahun ini turun sampai 62 persen,” ungkapnya. Meski demikian, Polresta bersama jajarannya terus meningkatkan pengamanan. Hal ini perlu dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kami tetap berkoordinasi dan bersinergi di pos-pos pantau. Tapi kami tetap fokus pada upaya memerangi Covid-19,” tegas Kompol Gatra. Apalagi Covid-19 berimbas pada gangguan kamtibmas karena banyak napi dibebaskan dan karyawan di-PHK. Oleh karena itu, Polresta Denpasar memantau kantongkantong pergerakan napi dan pengangguran. Pasalnya, potensi kerawanan kriminalitas tinggi. (kmb36)

YLPK Soroti Lembaga Pembiayaan Kenakan Biaya Tambahan YAYASAN Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali menyoroti lembaga pembiayaan utamanya perusahaan pembiayaan (finance) yang mengenakan biaya tambahan kepada konsumen atau nasabah yang mengajukan keringanan cicilan di tengah pandemi Covid-19. Hal itu akan merugikan konsumen dan menabrak UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Hal tersebut ditegaskan Ketua YLPK Bali, Putu Armaya, S.H., Minggu (17/5) kemarin. Banyak keluhan konsumen yang datang kepadanya di tengah masa sulit Covid-19. Memang ada aturan OJK untuk memberikan relaksasi kredit, namun penerapannya diserahkan kembali kepada bank atau finance untuk mengambil kebijakan. ‘’Begitu konsumen datang ke finance tidak ada

pilihan lagi. Konsumen dihadapkan pada kontrak. Yang dikeluhkan konsumen adalah mereka dikenakan biaya tambahan antara Rp 500.000–Rp 2,5 juta,’’ bebernya. Jika biaya tambahan tersebut tidak ada payung hukumnya, itu berpotensi menabrak UU 8/1999 dan merugikan konsumen. ‘’Kalau tidak ada payung hukum yang jelas dan itu ada semacam pungutan atau

tambahan biaya yang tidak ada payung hukumnya, ini jelas menabrak UU Perlindungan Konsumen,’’ tegasnya. Menurutnya, dalam kondisi force majeur seperti ini, lembaga keuangan memberikan penundaan pembayaran kepada konsumen selama 3–6 bulan. Tetapi selama penundaan pembayaran agar tidak dikenakan biaya yang macam-macam. (kmb42)


Keluar Bali Harus Miliki Surat ’’Rapid Test’’ Negara (Bali Post) – Pascaberedarnya surat keterangan sehat palsu untuk menyeberang keluar Bali, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana melakukan rapat. Salah satu yang dibahas mengenai pengetatan syarat pelaku perjalanan yang hendak keluar Bali. Selain surat keterangan sehat, pelaku perjalanan wajib memiliki surat keterangan sehat tambahan khusus Covid-19 yakni hasil rapid test nonreaktif. Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana dr. I Gusti Agung Arisantha menyatakan, surat sehat yang harus ditunjukkan pelaku perjalanan yakni hasil rapid test. “Sebenarnya ini sudah ketentuan bagi pelaku perjalanan mengingat pusat menginstruksikan pelarangan mudik. Namun, belakangan diperkuat dengan surat dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali nomor 443.33/6343/ P2P/2020 tentang Rapid Test bagi pelaku perjalanan,’’ ujarnya, Minggu (17/5) kemarin. Oleh karena itu, sejak kemarin pemeriksaan lebih diperketat. Pelaku perjalanan yang hendak menyeberang wajib memiliki hasil rapid test. “Ini kita bahas dalam rapat bersama Kepala BPBD Jembrana, Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk dan dari ASDP Gilimanuk. Ini wajib dimiliki pelaku perjalanan yang hendak keluar Bali,”

tegasnya. Menurutnya, surat keterangan sehat berikut tambahan rapid test Covid-19 dikeluarkan faskes kesehatan tempat mereka berdomisili. Pelaku perjalanan dari Kabupaten Jembrana bisa diperoleh di 10 puskesmas yang melayani. Tapi kalau di luar Jembrana harus mencari di faskes tempat pelaku perjalanan itu tinggal. Apabila tidak memiliki, harus

memenuhi itu dengan mencari di faskes tempat domisili. Sebelumnya, persyaratan untuk keluar Bali salah satunya surat keterangan sehat dipalsukan. Jajaran Polres Jembrana berhasil membekuk dua komplotan yang memanfaatkan peluang syarat ini dengan memalsukan surat dan menjual kepada pelaku perjalanan. Tujuh orang diamankan di Polres Jembrana dan Polsek Kawasan Laut Gilimanuk. (kmb26)

Bali Post/kmb26

PENGETATAN - Humas Gugus Tugas Jembrana I Gusti Agung Arisantha memberikan keterangan terkait pengetatan pelaku perjalanan keluar Bali.

TAF Cabang Denpasar Serahkan 100 Paket Sembako untuk Warga di Tiga Banjar kepada masyarakat. Bantuan diberikan untuk warga kurang mampu dan terdampak akibat pandemi Covid-19 yang ada di sekitar lingkungan kantor. Menurutnya, program Nurani Astra Berbagi untuk Negeri dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Selain melalui program ini, TAF secara rutin setiap tahun menggelar kegiatan sosial menyasar masyarakat yang membutuhkan. Lebih lanjut dikatakannya, pemberian bantuan ini rencananya dilakukan berkelanjutan. Program ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi akan berkelanjutan. Apalagi warga Bali sebagian besar bekerja di bidang pariwisata, tentu sangat terdampak dengan adanya pandemi Covid-19. ‘’Kami selaku insan Astra merasa peduli dengan mewabahnya Covid-19 di wilayah Bali dan Denpasar khususnya. Kami merasa berkewajiban membantu warga sekitar dengan memberi bantuan sembako,’’

SERAHKAN SEMBAKO - Kepala Cabang TAF Denpasar Nurahman Tribaskoro (dua dari kiri) menyerahkan paket sembako disaksikan Klian Adat Banjar Marga Jati Wayan Sueta (kanan), Sabtu (16/5). ujarnya. Klian Adat Banjar Marga Jati, Wayan Sueta, yang hadir menyaksikan proses pembagian sembako mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Toyota Astra Financial

Services. Bantuan ini sangat membantu warga di lingkungan Banjar Marga Jati. ‘’Di tengah pandemi Covid-19, kami warga yang terkena dampak sangat membutuhkan bantuan sembako,’’ katanya. (ad167)

Undiksha Komit Dukung Pemerintah Tangkal Penularan Covid-19

BANTUAN WASTAFEL - Rektor Undiksha Prof. Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. bersinergi dengan Kodim 1609/ Buleleng menyerahkan bantuan wastafel di Pasar Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Sabtu (16/5). UNIVERSITAS Pendidikan Ganesha (Undiksha) komit mendukung pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Buleleng. Ini ditunjukkan dengan penyaluran bantuan kepada pemerintah daerah dan pemerintah desa. Dukungan terbaru diserahkan wastafel di Pasar Desa Bebetin dan Pasar Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Sabtu (16/5) lalu. Dukungan ini diwujudkan dengan menggandeng Kodim 1609/Buleleng. Bantuan wastafel diserahkan Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., didampingi Wakil Rektor III Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd. bersama Dandim 1609/ Buleleng Letkol Inf. Muhammad Windra Lisrianto. Bantuan tersebut diharapkan memberikan manfaat untuk masyarakat. Pencegahan Covid-19 diharapkan mendapat dukungan dari masyarakat dengan menerapkan protokol sesuai ketentuan, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak sosial dan menerapkan pola hidup sehat. “Aktivitas di pasar cukup ramai, sehingga perlu ada fasilitas yang bertujuan untuk mencegah Covid-19. Kodim memberikan informasi daerah mana saja

yang perlu bantuan fasilitas. Itu kami respons. Ini sinergi kami. Kami ingin semua masyarakat sehat,” katanya. Dandim Windra Lisrianto mendukung penuh gerakan yang dilakukan Undiksha. Apalagi bantuan yang disal-

Satgas Gotong Royong Desa Adat Kota Tabanan Mulai Terapkan Sanksi Tabanan (Bali Post) Seorang pengendara sepeda motor yang melintas di wilayah Desa Pakraman Kota Tabanan kedapatan tidak menggunakan masker pada Minggu (17/5) kemarin. Oleh karena itu, pengendara tersebut diberikan sanksi berupa push-up oleh Satgas Gotong Royong Desa Adat Kota Tabanan saat melakukan patroli (sidak) keliling. Pemberian sanksi ringan ini sebagai bentuk pembinaan agar masyarakat tetap mengikuti anjuran pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran wabah Covid-19. Sidak keliling yang dilakukan satgas juga menyasar sejumlah toko modern yang beroperasi atau buka lebih awal dari jam diatur oleh kebijakan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Bendesa Adat Kota Tabanan, I Gusti Gede Ngurah Siwa Genta, mengakui masih ada warga yang mengabaikan anjuran pemerintah, salah satunya imbauan wajib menggunakan masker saat keluar rumah. Ini dibuktikan dari sidak yang kerap dilakukan oleh jajaran Satgas Gotong Royong desa setempat, masih ditemukan adanya pelanggaran. Pihaknya sudah terus memberikan pembinaan di awal pelaksanaan sidak. Namun, kali ini mengarah pada penin-

Bali Post/ist

SANKSI PUSH-UP - Seorang pemuda yang melintas di wilayah Desa Adat Kota Tabanan dan tidak memakai masker dihentikan dan diberikan sanksi berupa push-up oleh satgas yang melakukan sidak. dakan atau pemberian sanksi yang disesuaikan dengan pararem. ‘’Sasaran sidak adalah masyarakat yang tidak memakai masker, berkerumun, toko modern yang buka lebih awal dan warung-warung makan yang masih menyediakan tempat duduk di sekitar Desa Adat Kota Tabanan,’’ terangnya. Kegiatan sidak yang dipimpin Ketua Satgas Gotong Royong I Gede Sukadana dan Perbekel Desa Dauh Peken I Komang Sanayasa bertujuan memaksimalkan pengawasan dan menekan kemungkinan penyebaran Covid-19 akibat transmisi lokal. Apalagi Kabupaten Tabanan sejauh ini masih menjadi kabupaten yang zero angka kasus transmisi lokal.

Hasil sidak, persentase warga yang tidak memakai masker hanya satu sampai dua orang saja. ‘’Minggu lalu tahap pembinaan sekarang sudah langsung penindakan. Di awal sidak dilakukan setiap hari selama dua minggu. Mulai dua minggu lalu sidak setiap pekan sekali, karena di banjar-banjar sudah ada satgas,’’ terangnya. Toko modern yang kedapatan buka sebelum waktunya, rencananya dipanggil. Sidak kali ini juga menyasar pedagang dan pembeli di areal Pasar Dauh Pala dan Terminal Pesiapan. ‘’Toko modern siap melaksanakan buka tutup sesuai instruksi Bupati setelah diingatkan kembali,’ ucap Gede Sukadana. (kmb28)

Sosial

Sosial

SEBAGAI salah satu perusahaan pembiayaan, Toyota Astra Financial Services (TAF) tergerak untuk meringankan beban masyarakat di sekitar lingkungan kantor di tengah pandemi Covid-19. Mengusung tagline ‘’Nurani Astra Berbagi untuk Negeri’’, Toyota Astra Financial Services (TAF) Cabang Denpasar membagikan sebanyak 100 paket sembako yang disebar di tiga banjar di Denpasar, yakni Banjar Marga Jati Pemecutan, Banjar Kusuma Jati dan Banjar Sedana Merta. Pembagian sembako ini dilakukan secara serentak pada Sabtu (16/5). Penyerahan sembako di Banjar Marga Jati dilakukan secara simbolis oleh Kepala Cabang TAF Denpasar Nurahman Tribaskoro disaksikan Klian Adat Banjar Marga Jati, Wayan Sueta. Ditemui di sela kegiatan, Nurahman Tribaskoro mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian TAF

Senin Wage, 18 Mei 2020

urkan memberikan manfaat kepada masyarakat dan tepat sasaran. Pada kesempatan itu, ia langsung memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menerapkan protokol pencegahan Covid-19. “Kami berharap seluruh masyarakat sadar untuk menerapkan itu. Harus ingat pakai masker demi kesehatan,” ujarnya. Perbekel Sudaji, I Made Ngurah Fajar Kurniawan, menyambut positif kepedulian Undiksha dan TNI membantu masyarakat terutama yang beraktivitas di pasar. Menurutnya, protokol pencegahan penyebaran virus Corona yang menyerang dunia ini terus disosialisasikan kepada warga, termasuk melakukan pembagian masker. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan ini. Kami sudah

melakukan upaya pencegahan dan terus ditingkatkan. Semoga warga kami selalu dalam keadaan sehat,” jelasnya. Sinergi Undiksha dengan Kodim 1609/Buleleng tidak hanya berlangsung kali ini. Sebelumnya juga dilakukan penyerahan bantuan wastafel di Kecamatan Gerokgak dan bantuan masker untuk warga di Desa Pegayaman, Buleleng. Pembagian sembako sebelumnya dilakukan untuk ratusan mahasiswa. Undiksha juga menyalurkan bantuan alat pelindung diri untuk tenaga medis di Kabupaten Buleleng. Undiksha sebagai institusi akademik berbagi kepada seluruh masyarakat melalui perkuliahan dalam jaringan. Program ini melibatkan sejumlah akademisi yang kompetensi di bidangnya dan membawakan berbagai topik. (ad171)

Made Urip Bagikan 500 Paket Ikan Sehat Bermutu Kualitas Ekspor

Bantu Gizi Warga Terdampak Corona di Tabanan KETUA DPP PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., tak ada henti-hentinya turun membantu masyarakat yang terkena imbas langsung pandemi Covid-19. Kali ini, Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI-P ini membagikan 500 paket ikan sehat dan bermutu berkualitas ekspor kepada warga yang terdampak virus Corona di Tabanan. Made Urip menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) lewat Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) dan Keamanan Hasil Perikanan Denpasar yang menyediakan dua ribu paket ikan yang dikemas berupa bakso ikan, ikan kaleng dan ikan kembung di dua kabupaten. Tahap pertama diserahkan secara simbolis di Sekretariat Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI-P Kecamatan Tabanan, Sabtu (16/5). Anggota DPR-RI yang telah menjabat lima periode itu hadir bersama Kepala BKIPM dan Keamanan Hasil Perikanan Denpasar Ir. Anwar, M.Si. didampingi Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga, Ketua PAC PDI-P Kecamatan Tabanan I Wayan Widnyana yang juga anggota Fraksi PDIDPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana, I Putu Desta Kumara, Ni Made Rahayuni, serta pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI-P se-Kecamatan Tabanan. Aksi kemanusiaan ini sebagai Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina (Gemasatukata) yang dikemas dalam Bulan Mutu Karantina Tahun 2020. Salah satunya menyerahkan bantuan ikan sehat dan bermutu untuk menanggulangi Covid-19. Salah seorang penerima bantuan, I Gusti Gede Kris Agung, yang juga Ketua Ranting PDIP Desa Dauh Peken, mengakui masyarakat di bawah sangat mengapresiasi apa yang diperjuangkan oleh Made Urip. ‘’Kita sangat membutuhkan ikan bergizi, karena semuanya mengalami kesusahan selama wabah ini. Terima kasih atas perjuangan Pak Urip bersama tokoh di atas dan berharap

IKAN SEHAT - Ketua DPP PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. selaku anggota Komisi IV DPR-RI menyerahkan bantuan ikan sehat dan bermutu bersama Kepala BKIPM dan Keamanan Hasil Perikanan Denpasar Ir. Anwar, M.Si. bantuan berlanjut,’’ katanya. Mewakili kader partai, Ketua PAC PDI-P Tabanan I Wayan Widnyana alias Regen mengucapkan terima kasih atas bantuan paket ikan yang digelontorkan Made Urip bersama KKP dan telah memilih Tabanan diberikan bantuan. ‘’Pengurus PAC dan Ranting mengucapkan terima kasih kepada Pak Urip sebagai kader partai di DPR-RI, termasuk Pak Anwar yang telah memberikan bantuan paket ikan segar yang didistribusikan untuk pengurus partai dan warga terdampak Corona. Luar biasa punya kader seperti Pak Urip. Mudah-mudahan bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat menghadapi Covid-19,’’ tandasnya. Pada kesempatan itu, Made Urip mengaku sangat bersyukur bisa memberi bantuan gizi dari KKP untuk menghadapi masa pandemi Covid-19. Apalagi seluruh dunia menghadapi persoalan ini. ‘’Indonesia belum maju kesehatannya dibandingkan AS, Tiongkok dan Australia, namun negara ini lumpuh akibat Covid-19. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan harus terus ditingkatkan dan menjaga kesehatan dengan mencuci tangan. Pakai masker harus terus jadi budaya. Ini pelajaran

bagi kita semua, sehingga bisa meningkatan kekebalan dan imunitas,’’ bebernya. Anggota parlemen yang dijuluki oleh petani dan krama subak sebagai Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu mengakui dampak pandemi virus Corona sudah mempengaruhi sektor pariwisata, sehingga semua hotel tutup dan berimbas terhadap pertumbuhan ekonomi yang bisa di bawah 5 persen. ‘’Tapi kita tidak bisa menerapkan lockdown. Kita bersyukur langkah Gubernur Bali dengan kekuatan adat di Bali, sehingga mendapat apresiasi dari Presiden Jokowi. Penanganan desa adat luar biasa, sehingga Bali menjadi contoh penanganan Covid-19 nasional,’’ ungkapnya. Di sisi lain, mewakili KKP, Kepala BKIPM dan Keamanan Hasil Perikanan Denpasar Anwar menegaskan, Made Urip sebagai mitra kerja yang mengajak turun memberikan bantuan ikan, sebagai wujud partisipasi aktif melawan Covid-19 yang dikemas dalam Bulan Mutu Karantina dengan tema Ikan Sehat Bermutu Melawan Covid-19. ‘’Kita sebagai mitra Komisi IV sangat bangga dengan beliau, sehingga bantuan ini bisa terlaksana dan diterima masyarakat’’ jelasnya. (ad168)


Senin Wage, 18 Mei 2020

Bangli Bentuk Satgas Ketahanan Pangan

Bangli (Bali Post) – Pemkab Bangli segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan. Satgas itu nantinya bertugas untuk memastikan dan memonitoring secara harian ketersediaan, kelancaran distribusi dan fluktuasi harga bahan pangan di daerah di tengah wabah Covid-19. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, Minggu (17/5) mengatakan, pembentukan satgas ketahanan pangan itu menindaklanjuti surat edaran (SE) dari Menteri Dalam Negeri. Dengan SE Mendagri itu seluruh daerah diminta membentuk satgas ketahanan pangan guna memastikan ketersediaan, distribusi dan stabilisasi harga 11 bahan pangan di daerah di tengah kondisi penyebaran Covid-19. Adapun 11 bahan pangan yang dimaksud di antaranya beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai, daging, telur, gula pasir, dan minyak goreng. Satgas Ketahanan Pangan itu, kata Wayan Sarma, akan diketuai Sekretais Daerah (Sekda). Setiap hari satgas itu harus melaporkan kondisi ketahanan pangan di daerahnya, melalui alat komunikasi kepada Gubernur dengan tembusan kepada Mendagri. ‘’Nantinya dari laporan itu bisa dipakai dasar pemerintah pusat membuat kebijakan,’’ ujarnya. (kmb40)

Persiapan PPDB SMA Se-Gianyar Jalur Prestasi Gunakan Nilai Rapor

Gianyar (Bali Post) Sekolah tingkat SMA/SMK khususnya di Kabupaten Gianyar mulai menyiapkan pos pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diagendakan Juni 2020 mendatang. Sesuai juknis, ada sejumlah perbedaan PPDB tahun ini dibandingkan sebelumnya. Seperti dipakainya nilai rapor pada jalur prestasi. Hingga seluruh tahapan diupayakan berbasis online. Alasannya, PPDB berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Ketua Majelis Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Kabupaten Gianyar, I Wayan Gabra, Minggu (17/5) kemarin menerangkan, dibandingkan PPDB 2019 lalu, tahun ini ada sejumlah perbedaan terutama pada persentase setiap jalur yang ada. ‘’Misalnya jalur zonasi itu berkurang menjadi 50 persen. Itu berbedanya dengan tahun lalu. Demikian pula jalur prestasi justru naik dari sebelumnya hanya 15 persen. Namun saat ini meningkat 30 persen,’’ katanya. Dikatakan, jalur prestasi ini mengalami perubahan yang cukup prinsip. Yakni pada jalur itu bisa menggunakan sertifikat prestasi sebesar 20 persen dan ranking nilai rapor sebesar 10 persen. Nah tambahan nilai rapor pada jalur prestasi ini menjadi perbedaan cukup mendasar dibandingkan PPDB tahun sebelumya. Diketahui nilai rapor yang digunakan hanya pada sejumlah mata pelajaran saja, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris Matematika dan IPA. Nilai yang digunakan itu merupakan akumulasi dari semester satu sampai semester lima. ‘’Dipakai tolok ukur nilai rapor terbesar. Dalam hal ini juara umum memang berpeluang, tetapi nanti akan dirata-ratakan. Jadi siapa yang nilainya paling tinggi, itu yang diterima,’’ katanya. Jalur prestasi untuk SMA menggunakan sertifikat prestasi. Hal itu tetap berlangsung seperti tahun sebelumnya. Kuotanya hanya 20 persen. Rincinya prestasi akademis 10 persen, nonakademis 5 persen dan seni budaya 5 persen. ‘’Ada juga kekhususan jalur prestasi seni budaya Bali. Tolok ukurnya, pernah tampil PKB terkait tampil di seni budaya,’’ katanya. Sesuai juknis PPDB SMK, jalur prestasi menempati persentase cukup tinggi hingga 70 persen. Rinciannya sertifikat prestasi 15 persen, ranking nilai rapor 55 persen. Untuk kuota 55 persen tersebut juga termasuk penyandang disabilitas. Sementara jalur prestasi pada tingkat SMK yakni 30 persen. Jumlah itu ditujukan pada peserta didik baru dari keluarga tidak mampu. Caranya, dengan mencantumkan sejumlah bukti keikutsertaan dalam penanganan program keluarga tidak mampu dari pemerintah. Tahap pertama PPDB SMA, kata Wayan Garba, akan dimulai 15 hingga 17 Juni 2020. Tahapan itu langsung diikuti verifikasi hingga 18 Juni. Kemudian perankingannya 19 Juni hingga pengumuman disampaikan pada 20 Juni 2020. Nah, seluruh rangkaian tahapan pendaftaran itu akan dilakukan secara online. ‘’Tahap pendaftaran (online - red) karena kita tidak tahu sampai kapan wabah ini akan berlangsung,’’ kata Garba. (kmb35)

Buat Lingkungan Lestari

Warga Mas Pelihara Ikan di Saluran Irigasi Gianyar (Bali Post) – Masyarakat Banjar Batanancak, Desa Mas, Kecamatan Ubud, tidak diperbolehkan sembarangan membuang sampah ke sungai. Meningkatkan kesadaran warga agar lingkungan lestari dengan cara memelihara ikan persis di saluran irigasi di seputaran banjar setempat. Warga I Wayan Balik Suartana mengatakan hal itu di rumahnya, Minggu (17/5) kemarin. Delapan bulan Wayan Balik bersama tetangganya memelihara beberapa bibit ikan di saluran irigasi. Setiap perbatasan pekarangan diisi pelat besi. Tujuannya menyaring sampah yang tersangkut. ‘’Inisiatif itu bermula dari sini, khususnya warga yang memiliki aliran kali di belakang rumahnya,’’ terangnya. Pemeliharaan ikan itu pun berawal karena mereka merasa jengkel, setiap musim penghujan tiba, selalu saja terjadi banjir di belakang rumah mereka. Selain karena pengaturan

irigasi kurang baik. Ada juga beberapa ranting pohon dan sampah rumah tangga sengaja dibuang ke saluran irigasi. ‘’Dampak banjir itu bukan di sini. Banjir juga sering di depan Pasar Desa Mas dan juga di depan Kantor Desa Mas,’’ imbuhnya. Sejak gerakan memelihara ikan itu diketahui, beberapa relawan di desa setempat sukarela menyumbangkan bibit ikan. Mulai ikan koi, ikan emas, lele, dan ikan komet. Wayan Balik menambahkan, awalnya bibit ikan sepanjang 600 meter itu ditaburi dua ribuan bibit. Namun saat ini yang hidup sekitar seribuan. Pasalnya, banyak lewat ke selatan melalui celah pelat besi tersebut. Perbekel Desa Mas, Wayan Gede Darmayuda, mengaku saluran irigasi di desa setempat menjadi bersih berkat inisiatif salah satu relawan yang ada di sana. Ia pun mengajak seluruh komponen masyarakat menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. (kmb35)

IKAN - Warga Desa Mas, Kecamatan Ubud saat memberikan pakan ikan yang dipelihara di saluran irigasi desa setempat.

Ibu dan Anak Dinyatakan Positif Covid-19

Bangli (Bali Post) -

Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bangli bertambah dua orang, Sabtu (16/5) lalu. Keduanya merupakan ibu dan anak, warga Desa Tamanbali, Bangli. Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, mengungkapkan keduanya diketahui positif Covid setelah dilakukan rapid test dan dilanjutkan tes swab terhadap keduanya dua hari lalu. Ibu dan anak itu diduga terpapar Covid-19 dari seorang tetangganya yang merupakan PMI. Sebelum keduanya dinyatakan positif, PMI tersebut lebih dulu terkonfirmasi positif hingga harus

dirawat di Balai Diklat BPK Perwakilan Provinsi Bali. ‘’Anaknya ini sering menginap di rumah PMI

tersebut sehingga diduga tertular dari sana. Kemudian anak itu menulari ibunya,’’ ujarnya.

Kondisi ibu berusia 30 tahun dan anak 12 tahun yang terpapar Covid-19 itu tanpa gejala (OTG). Saat ini keduanya telah dibawa ke Balai Diklat BPK Perwakilan Provinsi Bali di Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar untuk dirawat. Sementara tetangganya yang merupakan PMI terse-

but kini sudah dinyatakan sembuh dan dipulangkan ke rumahnya. Dengan adanya penambahan dua kasus itu, Dirgayusa mengatakan total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bangli per Sabtu (16/5) mencapai 81 kasus. Rinciannya, 27 orang masih dirawat dan 54 orang sudah sembuh. (kmb40)

Terbengkalai, Rumah Pembibitan Dipindah ke TOSS Center

RUMAH PEMBIBITAN - Petugas saat membongkar kelengkapan tempat rumah pembibitan.

Semarapura (Bali Post) Keberadaan rumah pembibitan di bekas Kantor Dinas Pertanian Klungkung nampak tidak terurus. Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, yang mengetahui itu langsung memutuskan segera membongkarnya dan memindahkan bagian yang bisa dimanfaatkan ke tempat TOSS Center Karangdadi, Desa Kusamba. Kebetulan, di sana sedang dirancang demplot pembibitan, hasil integrasi Dinas LHP dengan

Dinas Pertanian. Bupati Suwirta, Minggu (17/5) kemarin mengatakan, TOSS Center ini memiliki luas areal 3,9 hektar. Bangunan TOSS Center hanya menggunakan lahan 1,9 hektar. Sisanya dimanfaatkan untuk menciptakan sebuah program yang akan terintegrasi dengan pertanian. Tempat itu selain merupakan pengolahan sampah menjadi kompos, listrik dan pelet, juga terintegrasi dengan pertanian. PKK bekerja

sama dengan Dinas Pertanian dan Dinas LHP membangun tempat pembibitan itu. Hasil bibitnya nanti akan diserahkan kepada masing-masing kecamatan untuk mendukung Program Hatinya PKK. Program Hatinya PKK itu berarti Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman. Seluruh halaman rumah masyarakat di Klungkung menjadi indah setelah ditanami tanaman yang berguna untuk kebutuhan sehari-hari. (kmb31)

Yugasada Saling Menguatkan

Himpun Bantuan untuk Saudara di Tanah Rantau Persatuan warga Kepulauan Nusa Penida cukup kuat. Tradisi merantau berjuang hidup membentuk mereka untuk saling menguatkan. Ikatan itu belakangan kian terlihat saat suasana pandemi Covid-19. Warga Nusa Penida membentuk paguyuban. Paguyuban itu diberi nama Yugasada (Paguyuban Warga Nusa Penida). Mereka kemudian menghimpun bantuan untuk disalurkan kepada warga Nusa Penida yang sedang mengalami kesulitan di tanah rantau. Bagaimanakah eksistensi paguyuban itu? KETUA Paguyuban I Ketut Ardana bersama Komang Widana mengatakan, bantuan sembako itu berupa kebutuhan pokok. Seperti beras, minyak, telur dan juga mi instan. Bantuan sembako, salah satunya direalisasikan di Dusun Bukit Tengah, Desa Pesinggahan, Kecamatan

Dawan, Sabtu (16/5) lalu. Ada sebanyak 1,3 ton beras, 130 trai telur, 130 liter minyak goreng dan 35 dus mi instan dibagikan kepada sedikitnya 97 KK warga di Dusun Bukit Tengah. Bantuan ini sebagai wujud soliditas warga Nusa Penida di tanah rantau. Rasa saling

bantu dalam situasi sulit. Dengan cara itu, saudara Yugasada tetap bisa bertahan hidup. Setidaknya bantuan itu mampu mengurangi beban masyarakat dalam beberapa hari ke depan. Warga perantauan Nusa Penida cukup banyak yang mencari nafkah di Klungkung daratan. Banyak yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata. Ada yang jadi buruh di pelabuhan, karyawan hotel, sopir travel. Merekalah yang terkena dampak langsung pandemi Covid-19 ini. Ardana menambahkan, semua kebutuhan pokok ini dikumpulkan dari donasi anggota paguyuban. Bantuan itu kemudian diserahkan kepada masyarakat utamanya warga sesama perantauan asal Nusa Penida. ‘’Kebetulan

di Bukit Tengah ini ada 97 KK dari Nusa Penida yang sudah tinggal di wilayah Bukit sejak tahun 1960-an. Mereka sangat layak dibantu. Semoga bantuan ini cukup. Paling tidak untuk 10 hari ke depan,’’ harap Ardana. Ketua Kelompok Suka Duka Bukit Tengah Komang Adnyana menyampaikan, warga perantauan Nusa Penida di Bukit Tengah banyak menjadi pekerja serabutan. Mereka hanya mengandalkan kegiatan di pelabuhan. Sementara saat ini pelabuhan tutup. Karena itu pekerjaan mereka pun hilang. Sisanya bekerja di sektor pariwisata. Mereka saat ini sedang dirumahkan. Komang Widana menambahkan, setiap KK di Bukit Tengah ini mendapatkan 10

kg beras, satu trai telur, satu liter minyak dan lima bungkus mi instan. Bantuan serupa selanjutnya menyasar warga perantauan Nusa Penida lainnya. Khususnya warga perantauan yang bekerja di pasar. Setelah didata, jumlahnya ada sekitar 29 KK. Rencananya, mereka juga akan dibantu seperti di Bukit Tengah. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, nampak hadir dalam penyaluran bantuan itu. Kebetulan, Bupati Suwirta juga anak rantau Nusa Penida, yang meniti karier sejak remaja di Klungkung daratan. Dia mengaku tradisi saling suport warga Nusa Penida itu memang tinggi. Ini terlihat masih bertahan di tengah pandemi Covid-19 ini. Bupati berharap warga yang masih memiliki bekal

BAGI SEMBAKO - Yugasada saat membagikan sembako kepada warga Bukit Tengah. lebih bisa melakukan langkah nyata seperti ini. Bantuan bisa juga diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten, sehingga

pembagian bantuan itu bisa dioptimalkan kepada warga yang berdampak langsung terhadap Covid-19 ini. (gik)


Senin Wage, 18 Mei 2020

Manca Agung Trah Ida Dhalem Shri Aji Tegal Besung

Salurkan Paket Sembako kepada Warga Pasemetonan

Amlapura (Bali Post) Aksi sosial ditunjukkan Manca Agung Trah Ida Dhalem Shri Aji Tegal Besung terhadap warga yang terdampak Covid-19. Sebagaimana Minggu (17/5) kemarin, diserahkan bantuan 95 paket sembako kepada warga melalui perwakilan pasemetonan kabupaten/kota di Bali. Bantuan itu diserahkan di Merajan Kawitan Ida I Dewa Gedong Artha di Manggis, Karangasem. Ketua Panitia I Dewa Putu Raka Wirata mengungkapkan, jumlah paket sembako yang disumbangkan Pasemetonan Manca Agung Trah Ida Dhalem Shri Aji Tegal Besung kepada perwakilan pasemetonan kabupaten dan kota di Bali sebanyak 95 paket. Paket sembako berupa beras, gula, telur dan minyak itu disalurkan karena cukup banyak warga kurang mampu, sehingga layak mendapatkan bantuan di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini. Pengageng Ageng Manca Agung Dr. Drs. I Dewa Nyoman Oka, M.Pd. mengatakan pihaknya terinspirasi semeton Manca Agung di Kecamatan Ubud. Di tengah situasi saat ini banyak sekali warga terdampak

Bali Post/kmb41

SERAHKAN SEMBAKO - Manca Agung Trah Ida Dhalem Shri Aji Tegal Besung menyerahkan paket sembako kepada warga untuk semua perwakilan pasemetonan kabupaten dan kota di Bali yang diserahkan di Merajan Kawitan Ida I Dewa Gede Artha, di Manggis, Minggu (17/5) kemarin. pandemi Covid-19 ini. Karena itu, semeton yang punya dana lebih dikumpulkan untuk membantu warga yang terdampak Covid-19. Apa yang dilakukan sejalan dengan misi Manca Agung yakni Satya Nangun Swabawana Guna. Visi itu linier dengan Bhisama Leluhur Panca Agung yaitu Ida Dhalem Shri Aji Tegal Besung yang berisi tiga spirit utama. Pertama, seluruh semoton Panca Agung wajib hukumnya melakukan persembahyangan di pura di warisan leluhur Manca Agung Ida Sri

Aji Kresne Kepakisan Samprangan dan Besakih. Setiap semeton di mana pun berada wajib terus-menerus belajar. Ketiga, semeton Manca Agung jangan pernah melupakan keluarga besar Manca Agung. Oka berharap ke depannya pasemetonan Manca Agung tidak hanya membantu sesama semeton Manca Agung, tetapi semua masyarakat yang membutuhkan. ‘’Kegiatan positif seperti ini akan dilakukan secara berkelanjutan,’’ harapnya. (kmb41)

Setelah 14 hari diberlakukan karantina wilayah di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, kemudian dihentikan Minggu (17/5) kemarin. Karantina itu harus dilakukan akibat penularan virus Corona lewat transmisi lokal. Dengan karantina ini dihentikan maka itu artinya warga diizinkan beraktivitas di lingkungan desa dan keluar Desa Bondalem. Bukan saja warga di Desa Bondalem diwajibkan menggunakan masker. Warga dari tiga desa tetangga juga harus memakai masker beraktivitas sehari-hari. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan hal itu usai memimpin rapat evaluasi pascakarantina wilayah bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), Camat Tejakula, perbekel, dan prajuru desa adat di empat desa (Bondalem, Tejakula, Julah, dan Desa Madenan) di rumah dinas Bupati, kemarin. Menurutnya, pemakaian masker itu perlu dilakukan secara disiplin, baik itu warga Bondalem dan tiga desa tetangganya. Hal itu penting karena munculnya penularan kasus baru tidak bisa diprediksi. Salah satu cara mencegahnya, warga diharapkan agar disiplin mengikuti protokol kesehatan selama darurat Covid-19 ini. Selain mengharuskan menggunakan masker, tempat cuci tangan (wastafel - ed) perlu ditambah di empat desa itu. Tidak cukup di kantor pemerintahan desa dan tempat umum saja, tetapi fasilitas cuci tan-

gan itu wajib ada hingga di kampung-kampung nelayan. Untuk mengawasi aktivitas warga pascakarantina wilayah, Bupati meminta agar polisi, TNI, dan pecalang agar tetap mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di empat desa tersebut. ‘’Selain mengevaluasi dan menyatakan karantina wilayah di Bondalem sudah berakhir. Saya minta kepada camat, perbekel, dan prajuru desa adat di empat desa ini menyosialisasikan kepada masyarakat disiplin pakai masker. Perlu penambahan tempat cuci tangan sampai di kampung nelayan di wilayah itu,’’ katanya. Khusus aktivitas Pasar Desa Bondalem yang menjadi lokasi penularan Covid-19 lewat transmisi lokal, Bupati menginstruksikan agar pasar tetap ditutup. Sebagai gantinya, masyarakat pedagang diizinkan berdagang di jalan lingkungan desa atau di lingkungan rumah tinggal. Aktivitas di Pasar Desa Madenan yang biasanya buka hanya tiga kali saja, maka pengelola pasar mengizinkan pedagang di pasar itu berjualan setiap hari. Dengan cara itu diharapkan dapat mengurangi kerumunan warga yang berpotensi terjadi

Bali Post/kmb38

EVALUASI - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melaksanakan evaluasi setelah karantina wilayah di Desa Bondalem berakhir, Minggu (17/5) kemarin. penularan virus Corona. ‘’Untuk di Bodalem pasar tidak dibuka. Namun pedagangnya yang diurai. Khusus Pasar Madenan, saya minta pedagangnya agar berjualan setiap hari saja. Dengan tiap hari pasar dibuka, maka bisa diurai, sehingga kerumunan orang bisa dikurangi,’’ katanya. Perbekel Desa Bondalem Ngurah Sadu Adnyana mengatakan, meskipun karantina wilayah sudah dihentikan, namun pasar di desanya masih ditutup sampai 14 hari ke depan. Alasannya, untuk mengurangi adanya kerumunan warga. Hal itu berpotensi menularkan virus Corona, seperti terjadi sebelumnya. Apalagi, penyebaran virus

itu tidak diketahui secara pasti kapan berakhirnya. Maka keputusannya nanti diambil bersama prajuru desa adat, sehingga penutupan pasar harus dilakukan. Sebagai gantinya, masyarakat pedagang diizinkan berjualan di lingkungan yang mereka inginkan. Seperti diberitakan sebelumnya, karantina wilayah ini dihentikan setelah gugus tugas mendapatkan hasil tes spesimen swab PCR 76 orang warga Desa Bondalem dan Julah. Hasil sampel swab warga di dua desa itu dinyatakan negatif. Dengan hasil itu dan penelitian epidemiologi, maka diputuskan tidak ada lagi penularan Covid-19 transmisi lokal di desa tersebut. (kmb38)

Paket Sembako untuk Warga Titab

Bali Post/kmb41

PAKET SEMBAKO - Para pemangku saat menerima paket sembako. Tiga Desa Adat Dukuh Penaban yang menerima itu berjumlah 11 orang. Bantuan paket sembako berjumlah 50 paket itu terdiri dari beras 10 kg, mi instan 1 dus, telur 1 tray, minyak goreng 1 liter. Jro Mangku

Komang Arcana mengatakan sudah menjadi kewajiban atau swadharma jro mangku selalu mendoakan umat agar senantiasa mendapat keselamatan, kesehatan di tengah situasi seperti sekarang ini. (kmb41)

31 Berinteraksi dengan Pasien Positif, 14 Reaktif Covid-19

Singaraja (Bali Post) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng melakukan tracking menyusul temuan pasien kode 51 yang terkonfirmasi positif Covid- 19. Hasilnya, ditemukan 31 orang pernah berinteraksi dengan pasien bersangkutan. Dari hasil rapid test dengan metode antibodi, 14 orang di antaranya reaktif mengarah Covid-19. Sebelum menderita sakit, pasien bersangkutan aktif dalam penanganan virus Corona di Kecamatan Seririt. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. mengatakan saat update perkembangan virus Corona, Minggu (17/5) kemarin. Menurutnya, kronologi pasien kode 51 ini berawal ketika dia jatuh sakit hingga dirawat di Ruang Jempiring RSUD Buleleng. Selama pengobatan, pasien itu menunjukkan gejala mirip tertular Covid-19. Tim medis kemudian melakukan rapid test berbasis antibodi. Sampel darahnya

Bupati PAS Wajibkan Warga di Empat Desa Pakai Masker

Singaraja (Bali Post) -

Pemangku Kahyangan Tiga Dukuh Penaban Terima Sembako

Amlapura (Bali Post) Para pemangku Kahyangan Tiga Desa Adat Dukuh Penaban menerima bantuan paket sembako, Minggu (17/5) kemarin. Yayasan Bali Brother Hood di Posko Gotong Royong Pencegahan Covid-19 Desa Adat Dukuh Penaban memberikan sembako itu kepada para pemangku sebagai bentuk apresiasi, karena selama ini para pemangku ini dengan khusyuk melaksanakan tugas niskala untuk pencegahan Covid-19. Bendesa Adat Dukuh Penaban I Nengah Suarya didampingi Ketua Satgas I Nengah Sudana Wiryawan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan itu. Bantuan itu tidak terpikirkan akan diberikan kepada para pemangku Kahyangan Tiga di Desa Adat Dukuh Penaban. Para pemangku Kahyangan

Karantina Desa Bondalem Dihentikan

Drs. Gede Suyasa, M.Pd. dinyatakan reaktif mengarah Covid-19, sehingga tim medis memindahkan pasien itu ke Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas, Kecamatan Sawan. Dari tes spesimen swab berbasis PCR, kemudian hasilnya terkonfirmasi positif, sehingga pasien ini menambah dereten pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali Utara. Dari temuan kasus itu, Gugus Tugas melakukan tracking kepada warga yang sempat berinteraksi dengan pasien kode 51 tersebut. Hasilnya, 31 orang pernah kontak. Dan setelah di-

lakukan rapid test berbasis antibodi, 14 orang reaktif mengarah Covid-19. Sekarang 14 orang itu telah menjalani tes spesimen swab PCR untuk memastikan apakah mereka terinfeksi atau tidak. Jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil tes spesimen swab PCR bertambah seorang. Pasien kode 54 ini berasal dari Kecamatan Sawan. Saat ini pasien menjalani treatment pengobatan di RSP Giri Emas. Sementara Sabtu (16/5), empat orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dirujuk ke RSUP Sanglah guna mendapatkan penanganan lebih intensif. Pasien itu maisng-masing diberi kode 32, 46, 51 dan 53. Dengan dirujuknya empat pasien itu hingga kemarin, di RSP Giri Emas merawat 15 orang pasien hasil tes spesimen swab terkonfirmasi Covid-19. ‘’Alasan kami merujuk, agar pasien ini dapat perawatan medis lebih intens. Sebab, salah satu pasien ini sudah menjalani tes spesimen swab sampai tujuh kali. Hasilnya terus positif, sehingga perlu penanganan lebih intens,’’ jelasnya. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) Warga terdampak pandemi Covid-19 di Desa Titab Kecamatan Busungbiu dan Desa Munduktemu menerima paket sembilan bahan pokok (sembako - red). Bantuan itu didistribusikan PT iForte Solusi Infotek yang juga anak perusahaan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Paket sembako yang terdiri dari beras 5 kg, satu liter minyak goreng, dua kaleng sarden, dua kaleng kornet dan satu boks teh celup itu dibagikan kepada kedua desa itu, Selasa

(12/5) lalu. Dengan bantuan ini, warga yang bergerak di sektor informal di dua desa itu diharapkan bisa lebih ringan. Head of Sales iForte Solusi Infotek Bali Arie Kurniawati mengatakan, donasi itu merupakan komitmen perusahaan merealisasikan program Corporate Social Responsibility (CSR). Perusahaannya membagikan sekitar 39 ribu paket bahan makanan dan masker kepada para pekerja sektor informal seperti buruh, nelayan, pedagang asongan, petugas

kebersihan, sopir angkot, ojek online dan tenaga medis. Perbekel Desa Munduktemu I Gusti Made Arsana mengatakan, pertisipasi perusahaan membantu warganya itu sangat positif. Ini menunjukkan apresiasi dan komitmen perusahaan meringankan beban warga meskipun perusahaan juga terdampak pandemi Covid-19. Dia menjamin bantuan itu didistribusikan kepada warga yang berhak. Karena itu bantuan CSR itu tidak mubazir. (kmb38)

Biaya Operasional Karantina PMI Dialokasikan Lewat Anggaran BTT

SEJAK mewabahnya virus Corona di Bali, Pemkab Buleleng intens menangani gelombang kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI). Mencegah terjadinya kasus penularan virus Corona melalui imported case itu, setiap PMI yang pulang ke daerah asalnya menjalani karantina dan tahapan tes mulai rapid test berbasis antibodi dan terakhir langsung tes spesimen swab berbasis PCR. Lalu berapa dana sudah dihabiskan selama karantina dari Rp 57 miliar dialokasikan melalui BTT itu? Ketau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, Minggu (17/5) kemarin, biaya yang dialokasikan untuk pencegahan sekaligus pengobatan itu selama karantina PMI selama 14 hari berasal dari Belanja Tidak Terduga (BTT). Namun hingga sekarang belum bisa dipastikan berapa anggaran yang terserap untuk operasional karantina PMI itu. Gelombang kedatangan PMI sendiri belum bisa dipastikan kapan berakhirnya. Bahkan, dari informasi terbaru, tanggal 23 Mei 2020 ini satu kapal pesiar akan tiba

di Bali. Kapal itu mengangkut sebanyak 600 PMI asal Bali. Hanya, berapa persen PMI asal Buleleng, Bupati menyebutkan belum dapat data pasti. Namun estimasinya satu pertiga dari kedatangan PMI itu berasal dari Bali Utara. Buleleng sendiri berusaha merealisasikan anggaran BTT sebesar Rp 57 miliar untuk penanganan Covid-19. ‘’Dari mulai virus Corona merebak dana BTT itu terus jalan. Baik untuk operasional karantina PMI, biayai penanganan Covid-19 dan lainnya. Hal itu terus berjalan mengikuti perkembangan kasus yang terjadi. Karena itu,

Putu Agus Suradnyana belum bisa dirinci berapa besar anggaran yang sudah terpakai,’’ katanya. Sesuai skema penanganan karantina PMI itu, yakni menyewa kamar hotel di Kecamatan Buleleng. Selain juga hotel di luar kota Singaraja. Gugus Tugas mengalokasikan biaya sewa kamar selama 14 hari Rp 250.000 per orang per hari. Rinciannya, Rp 200.000 untuk biaya sewa kamar dan Rp 50.000 makan setiap hari. Sudah meliputi makan pagi,

siang dan malam. Sejalan perubahan skema karantina PMI, di mana dilakukan karantina di Denpasar selama satu minggu. Gugus Tugas menambah biaya operasional karantina itu sendiri. Rinciannya sewa kamar hotel di Denpasar nilainya bervariasi antara Rp 200.000 sampai Rp 250.000 per per orang, per malam. Nilai ini lebih murah dan sudah termasuk sarapan dan makan selama karantina. Bupati menambahkan, saat ini PMI asal Buleleng yang dikarantina di hotel di Kecamatan Buleleng atau di luar kota Singaraja sebagian besar selesai mengikut karantina. Jumlah PMI yang menjalani karantina di hotel di Denpasar sebanyak 199 orang. Mereka bahkan sudah menjalani dua kali tes spesimen swab berbasis PCR dari Gugus Tugas Provinsi Bali. Hanya PMI yang hasil tes spesimen swab PCR negatif yang diizinkan pulang ke daerah asalnya. PMI yang positif dilakukan penanganan sesuai protap Covid-19. (mud)


Senin Wage, 18 Mei 2020

Pengembangan Industri Herbal Berbasis Kearifan Lokal Apalagi, sudah ada Peraturan Menteri Kesehatan tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional. Sebelum ada regulasi itu pun, Bali sebetulnya sudah lebih dulu memiliki. ‘’Sekarang kita harus bangun. Astungkara, Menteri Kesehatan mendukung rencana ini, sampai di RSUP Sanglah itu sekarang sudah dibuka layanan kesehatan tradisional Bali,’’ imbuhnya. Koster menambahkan, kesehatan tradisional akan dibangun dari hulu ke hilir. Khususnya pengembangan industri herbal berbasis kearifan lokal. Jadi, Bali seharusnya tidak kalah dengan Tiongkok

yang memang sudah dikenal dengan pengobatan herbalnya. Mengingat, sumber daya, keilmuwan, sarana, hingga tanaman sudah lengkap ada di Bali. ‘’Tapi, kita tidak pernah mengangkat ini sebagai suatu potensi ekonomi. Maka ke depan, ini yang harus kita bangun sebagai satu sumber daya ekonomi dengan menerapkan teknologi,’’ jelasnya. Teknologi yang dipakai, lanjut Koster, juga yang sederhana. Pihaknya meyakini, para ahli di perguruan tinggi yang ada di Pulau Dewata mampu memecahkan masalah teknologi dengan riset. Ditegaskan, perekonomian Bali harus dibangun atas fondasi sumber daya lokalnya. Sementara itu, Ketua Pan-

sus Ranperda Penyelenggaraan Kesehatan di DPRD Bali I Gusti Putu Budiartha mengatakan, local genius berupa pengobatan tradisional diakomodir dalam Griya Sehat. Pengobatan tradisional itu harus ada di setiap fasilitas kesehatan seperti rumah sakit. Secara substansi, hal itu diatur dalam ranperda terkait sumber daya kesehatan. ‘’Biar masyarakat kita, krama-krama Bali yang mempunyai kemampuan termasuk misalnya yang senang mempelajari ilmu-ilmu kedukunan bisa diakomodir di dalamnya,’’ ujar politisi PDI-P ini. Budiartha menilai hal ini bagus sebagai salah satu implementasi dari visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. (kmb32)

Para pendatang yang jika terindikasi demam atau baru saja datang dari daerah zona merah, harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Sementara itu yang terindikasi sakit langsung dirawat di rumah sakit yang ditunjuk. Sementara itu, di perkantoran, sekolah sampai dengan toko dan pasar, diberlakukan protokol kesehatan yaitu kewajiban menggunakan masker, social distancing, physical distancing, work from home dan larangan berkumpul. Penerapan protokol kesehatan tanpa PSBB dilihat dari aspek sosial ekonomi sangat bagus karena masih memungkinkan terselenggaranya kegiatan produksi dan distribusi. Namun dilihat dari sisi kesehatan adalah perlu ditingkatkan mengingat masih terdapat kemungkinan kebocoran terutama di kalangan masyarakat yang kurang paham atas bahayanya virus ini. Masih ditemukan di sudut kota beberapa warga berkumpul tanpa menggunakan masker dan alat pelindung diri. Astungkara, pemerintah Bali khususnya Kota Denpasar sejak tanggal 15 Mei menerapkan kebijakan PKM. Hal ini

menunjukkan bahwa pemerintah memiliki perhatian yang tinggi terhadap aspek kesehatan, sehingga imbauan pelaksanaan protokol kesehatan saja tidak cukup untuk menjamin keselamatan dan kesehatan warganya. Di sisi lain, pengajuan daerah PSBB memerlukan sejumlah persyaratan mulai dari pengajuan usulan sampai mendapat persetujuan dari Menteri Kesehatan. Penetapan PKM merupakan kebijakan pragmatis yang tepat. Kebijakan ini perlu diapresiasi sebagai perwujudan dari tanggung jawab pemerintah kota kepada warganya. Dilihat dari tingkat pembatasannya, posisi PKM adalah berada di antara PSBB dan imbauan protokol kesehatan. Dalam PKM ada penerapan kewajiban menggunakan masker dan alat pelindung diri (APD), cuci tangan, social distancing, physical distancing, work from home dan larangan berkumpul. Namun dalam PKM tidak diterapkan pelarangan arus lalu lintas barang dan manusia sebagaimana di PSBB. Arus lalu lintas dari dan ke Denpasar tetap diperbolehkan sepanjang berkaitan dengan pekerjaan. Dalam PKM, aktivitas produksi masih diperbolehkan namun dengan memperhatikan protokol kesehatan. Aktivitas

perdagangan di pasar diperbolehkan dengan menerapkan prinsip jaga jarak. Lalu lintas keluar-masuk kota diperbolehkan sepanjang orang yang datang dalam kondisi sehat dan kedatangannya berkaitan dengan pekerjaan. Penerapan PKM berdampak pada pembatasan sedikit aktivitas produksi dan distribusi, sehingga tetap menjaga kinerja ekonomi dan sosial. Namun dilihat dari sisi kesehatan, penerapan PKM sangat bagus karena berusaha mencegah sedini mungkin berkembangnya visus Corona di lingkungan kota. Penerapan PKM dalam jangka pendek membawa dampak psikologis yang positif karena meningkatkan rasa nyaman warga Denpasar untuk beraktivitas. Dalam jangka panjang, setelah berakhirnya penerapan PKM, kebijakan ini meningkatkan kinerja perekonomian mengingat masyarakat yang sehat baik secara fisik maupun psikologis pasti akan menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan masyarakat yang bekerja sambil waswas, barangkali masih ada virus di sekitar dirinya.

Penerapan Protokol Kesehatan Tanpa PSBB

DIJUAL MOBIL

KEHILANGAN

HINO

Hlg BPKB DK 6970 GAF No.J05015564-O an.Wayan Sutini

PT.ArthaAsia Finance Lelang unit Hino Dutro-130 HD 6-8 X Pow er Dump th 2019,Hub03614781601 B.BP.001.05.20.0000162 ISUZU

PT.ArthaAsia Finance Lelang unit Isuzu-NMR-71 HD 6.1 Bak Kayu Tahun 2018 Hub.03614781601 B.BP.001.05.20.0000163

Penulis, pemerhati masalah sosial ekonomi, bekerja di Bank Indonesia

Menguatkan Jati Diri Krama Bali ‘’Dengan ditetapkannya ranperda ini, kita semua berharap Bali menjadi rumah pancaran kebudayaan yang tertinggi yakni humaniora, ilmu kemanusiaan,’’ jelas anggota Komisi IV DPRD Bali ini. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pengaturan yang komprehensif mengenai penguatan dan pemajuan kebudayaan diperlukan se-

bagai landasan untuk melaksanakan urusan pemerintahan dalam bidang kebudayaan. Antara lain untuk menguatkan jati diri krama Bali dan melindungi nilainilai kebudayaan. Kemudian, membina kebudayaan dalam kehidupan individu, masyarakat, dan lembaga. ‘’Perda ini memiliki tujuan dalam mewujudkan masyarakat Bali yang berintegritas, kompeten, berdaya saing, berkepribadian, dan menginspirasi peradaban dunia (Bali Padma Bhuwana

- red),’’ ujarnya. Keberadaan perda, lanjut Koster, diharapkan dapat menguatkan sekaligus memajukan kebudayaan Bali yang berdimensi sakral, semisakral, dan/atau profan. Termasuk di dalamnya untuk berkontribusi pada pemajuan kebudayaan nasional di tengah dinamika perkembangan dunia. Penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali dilakukan untuk semakin meneguhkan taksu (spirit) sebagai jati diri serta sumber kesejahteraan krama

Bali sekala dan niskala. Mengingat, kebudayaan Bali tidak hanya khas. Tetapi juga sarat dengan nilai-nilai luhur yang berdasarkan Tri Hita Karana dan bersumber dari kearifan lokal Sad Kerthi. Hal ini telah menjadi pedoman hidup yang diwarisi dan dikembangkan secara turun-temurun. ‘’Penguatan dan pemajuan kebudayaan sangat penting sebagai penangkal masuknya berbagai nilai-nilai dari luar yang tidak sesuai dengan kebudayaan Bali,’’ jelasnya. (kmb32)

Setelah masa itu, uji cepat Covid-19 (rapid test) diadakan dan diaplikasikan di Indonesia. Saya amati di berbagai kesempatan, interpretasinya kacau. Rapid test yang dipakai adalah deteksi antibodi terhadap Covid-19. Jika positif, yang bersangkutan pernah tertular. Rapid test tidak bisa diinterpretasikan seseorang membawa virus Covid-19. Yang negatif juga tak dijamin tidak sedang menyebarkan virus. Protokolnya terbalik. Yang positif dikarantina, yang negatif dibebaskan. Termasuk belakangan dibebaskan bepergian. Awas, interpretasi ini fatal! Bahkan, teman dokter ada yang memamerkan hasil rapid test-nya negatif. Kita saat ini berperang dengan virus. Alat uji paling peka hanya polymerase chain reaction (PCR). Rapid test hanya bisa dipakai untuk memetakan dengan cepat penyebaran virus. Itu pun kalau alatnya tidak error. Rapid test yang baik mestinya menyediakan reagensia positif dan negatif. Sebelum digunakan, secara periodik, misalnya setiap minggu atau sebelum digunakan untuk pengujian skala besar, kit diuji dulu. Reagensia yang positif harus memberi sinyal positif. Reagensia negatif harus tidak reaktif. Uji PCR itu sangat sensitif. Tetapi, uji canggih ini juga punya kekurangan. Uji ini mendeteksi gen virus. Pada pasien yang tertular, masalahnya, virus tidak selalu dikeluarkan dalam dahak atau lendir pernapasan. Jika positif, yang

bersangkutan pasti positif. Jika negatif, sampel perlu diambil 5-6 jam berikutnya. Jika tetap negatif, saat itu yang bersangkutan sah tak membawa virus. Tetapi itu tak berlangsung lama. Yang bersangkutan bisa saja tertular sesaat setelah pengambilan specimen. Yang negatif pun harus tetap menerapkan tingkah laku aman Covid-19. Dalam berbagai tulisan dan wawancara dengan wartawan, pelacakan kontak (contact tracing) adalah kunci menekan penyebaran Covid-19. Jika contact tracing dilakukan, hasilnya adalah data, bukan pernyataan masyarakat adat melakukan contact tracing sendiri. Dari satu pasien terkonfirmasi, jumlah pasien kontak yang dilacak minimum 3 orang, jika jumlah rata-rata anggota keluarga adalah 3. Semua anggota keluarga berisiko. Kita tahu betul, konsep keluarga di Indonesia adalah keluarga yang diperluas (extended family), yang jumlahnya bisa puluhan orang. Pada hemat penulis, penelusuran tak dilakukan dengan serius di Indonesia. Jika awal April jumlah kasus di Indonesia 1.600-an, awal Mei mestinya 102 ribuan. Perhitungannya begini. Masa inkubasi penyakit Covid-19 rata-rata 5 hari. Sebulan berarti 6 kali masa inkubasi. Jika kemampuan pasien menularkan virus ke dua orang (istilahnya basic reproduction number atau R0=2; untuk di luar negeri R0 dianggap 3), jumlah kasus mestinya 2 pangkat 6 kali 1.600. Angka resmi Indonesia di WHO saat itu berjumlah 10.118 kasus. Rendahnya jumlah deteksi diakui oleh Presiden di berbagai kesempatan. Kapasitas diag-

nostik jauh dari mencukupi. Ini juga dialami banyak negara, termasuk AS. Kunci keberhasilan lain adalah pembatasan sosial yang serentak. Jika mau, PSBB diselenggarakan serentak dari awal. Pembatasan skala daerah kurang efektif, karena limpahan kasus baru tetap terjadi kalau pembatasan dilonggarkan. Di samping itu, PSBB pasti bukan pilihan. Kemampuan daerah dan negara memenuhi kebutuhan pokok dan mengawasi sangat tidak memadai. Pemulangan pekerja migran membuat kapasitas daerah dan negara kewalahan. Berdasarkan informasi yang penulis punya, gelombang pemulangan pekerja migran masih akan terjadi. Mereka adalah warga negara. Negara wajib menerima mereka pulang. Bagaimana mendeteksi agar mereka tak berisiko menyebarkan Covid-19 dari negara asal, bukan pekerjaan ringan. Menyadari dampak besar pembatasan sosial terhadap ekonomi, pemerintah mulai melonggarkan pembatasan sosial. Transportasi udara sudah diperbolehkan dengan syarat khusus. Mereka yang di bawah 45 tahun boleh kembali bekerja. Angka ‘’45’’ ini membuat rahang bawah saya tergantung. Setahu saya, mereka yang berisiko kena Covid-19 yang berat dan fatal adalah umur 60 tahun ke atas. Saya menduga kasuskasus fatal banyak terjadi pada pasien yang berusia 45 tahun di Indonesia. Itu bisa terjadi karena banyak hal. Salah satunya karena terlambat dirawat intensif. Masyarakat menunggu klarifikasi pemerintah dan Departemen Kesehatan untuk

data ini. PSM atau PKM atau PSBB yang sedang dilakukan suatu daerah bisa ambyar. Dua bulan PSM, yang mungkin akan diperpanjang, tidak berguna sama sekali. Pada hemat penulis, mengejar pelacakan virus tak mungkin kita lakukan. Pelacakan mesti tetap dilakukan dengan protokol yang benar. Yang lebih penting, pemerintah segera menyediakan kamar perawatan rumah sakit untuk kasus berat yang memadai. Penulis pernah hitung untuk Indonesia dengan 280 juta penduduk, jumlah kamar rumah sakit dengan ventilator minimum 11.200 unit. Untuk diketahui, Jerman konon punya 36.000 kamar seperti itu. Pasien berat dari negara lain bahkan sampai diterbangkan ke sana. Jika Indonesia 50% saja, itu sudah memberikan rasa aman kepada masyarakat. Jika dana yang diperlukan Rp 1 miliar per kamar, dana yang diperlukan menjadi minimal Rp 11 triliun. Dana penanggulangan Covid-19 konon mencapai Rp 400 triliun. Jumlah di atas hanya 2,75% dari total dana yang dianggarkan. Keputusan politik sangat diperlukan. Sebagai warga negara yang baik, kita harus dukung pemerintah untuk mengambil keputusan politik itu. Setelah protokol diperbaiki dan rumah sakit tersedia, pembatasan sosial dapat dilonggarkan dengan syarat warga bertingkah laku aman Covid-19: memakai masker, membiasakan cuci tangan, menjaga jarak jika harus keluar rumah.*

Penelusuran yang Serius dan Kemauan Politik

B.BP.167.05.20.0000164

HlgBPKBNo.M01529229-ODK1938 AAJ,an:I Nyn Putra Wirawan,SPT

B.BP.001.05.20.0000147

Hlg Buku KIR DK 8696 DA. Noka F1176M10310, an:Dwi Bali Jaya

B.BP.001.05.20.0000165

RUPA-RUPA Over Kontrak Salon & Spa Beserta isinya Hub.087860600877

B.BP.001.05.20.0000157

BIRO JASA

SERVICE

Print & On Line Radio

HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id

denpost.id dan denpost.post

denpost

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat GENTA BALI

gentabalifm

genta bali

JENIS PAKET Bronze Silver Gold

HARIAN DENPOST 1 kolom x 45 mm 1 kolom x 100 mm 1 kolom x 150 mm

RADIO GENTA 12 x siar / bulan 24 x siar / bulan 36 x siar / bulan

PAKET

300.000,- / bulan 400.000,- / bulan 800.000,- / bulan

BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

-

OTOMOTIF FASHION TRAVEL AGEN PROPERTY SALON/SPA FURNITURE HOTEL ASESORIS LIFE STYLE KULINER LOWONGAN


senin wage, 18 mei 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Idealnya PKM di Seluruh Bali BELUM ada pemimpin, baik tingkat negara maupun wilayah yang lebih kecil di dunia ini yang dapat dikatakan sukses menangani Covid-19. Ada dua hal besar yang sulit didamaikan akibat Covid-19 yakni kepentingan kesehatan dan ekonomi. Kebijakan mengetatkan pergerakan manusia seperti lockdown atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dipastikan harus mengorbankan kepentingan ekonomi. Sementara jika tidak dilakukan pengetatan, keselamatan manusia akan terancam karena semakin banyak orang yang terpapar virus. Pemerintah Kota Denpasar melalui Perwali Nomor 32 Tahun 2020 menetapkan pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) sejak 15 Mei hingga 14 Juni 2020. Dari sejumlah keterangan pemerintah, PKM merupakan kebijakan jalan tengah yang mencoba mendamaikan antara kepentingan kesehatan dan ekonomi. Di satu sisi kegiatan ekonomi masyarakat dapat tetap berjalan dan di sisi lain kesadaran melaksanakan protokol kesehatan dapat dilaksanakan lebih disiplin. Hanya kebijakan PKM sepertinya akan jauh lebih efektif jika pelaksanaannya untuk seluruh kabupaten/kota di Bali. Sebab, Bali berada dalam satu pulau dengan luas wilayah relatif kecil di mana satu kabupaten dengan kabupaten lainnya memiliki keterkaitan yang erat dalam segala aspek. Denpasar, misalnya, adalah pusat ekonomi Bali Selatan, di mana warga dari berbagai kabupaten di sekitarnya memiliki kepentingan. Sehingga menjaga ketat Denpasar saja akan menimbulkan banyak persoalan. Faktanya, pelaksanaan PKM dengan pemeriksaan ketat di pos-pos pemantauan justru menimbulkan kerumunan massa. Belum lagi soal ekses lainnya yakni kewajiban membawa surat keterangan bagi mereka yang akan masuk Kota Denpasar, mengakibatkan munculnya kebingungan dan keresahan. Potensi terjadi pungli untuk mendapatkan surat keterangan jalan dari aparat desa/kelurahan sempat mencuat. Kalau PKM bisa dilaksanakan seluruh Bali oleh pemerintah provinsi maka pengetatan akan dapat dilakukan di pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan. Mereka yang akan masuk ke Bali hanyalah mereka yang memang benar-benar memiliki kepentingan mendesak. Pemprov Bali dengan kebijakan PKM di tingkat provinsi akan memiliki payung hukum kuat untuk benar-benar mengetatkan pintu masuk terutama bandara, sehingga warga dari zona merah seperti DKI Jakarta sulit masuk Bali. Menjaga ketat pintu masuk Kota Denpasar saja terbukti lebih banyak menimbulkan persoalan dan tidak efektif melindungi warga Kota Denpasar. Jika kebijakan PKM adalah jalan tengah kepentingan kesehatan dan ekonomi rakyat, maka Pemprov Bali harusnya lebih berani menetapkan PKM di tingkat provinsi. Ingat Bali adalah satu-kesatuan pulau dengan batas wilayah antarkabupaten/kota yang sangat terkait. Apalagi selama ini sudah sering didengungkan One Island One Management.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Informasi Pendidikan Lebih Intensif Saya saat ini memiliki anak yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Namun, informasi yang saya baca dan saya ketahui terkait proses sekolah lanjutan masih minim. Mohon kepada pemerintah dan lembaga terkait lebih sering memberikan informasi terkait pengumuman dan teknis penerimaan mahasiswa baru. Jangan biarkan masyarakat yang terus mencari-cari informasi, terlebih kini semua model pendidikan ada dalam tahapan transisi. Kini, ketika tatap muka di kelas tidak ada dan pembelajaran online masih tanpa bentuk yang pasti, saya berharap ada informasi yang lebih masif. Mohon juga kampus-kampus negeri lebih sering mengumumkan kegiatan penerimaannya lewat media massa, bukan saja hanya lewat online. Jika lewat media massa, selain anak para orangtua juga bisa mengingatkan anaknya. Jika hanya berbasis online, hanya anak yang aktif mencari dan menemukan informasi. Mohon para pengambil kebijakan di sektor pendidikan melakukan langkah-langkah yang lebih masif terkait kelanjutan sistem pendidikan. I Putu Supadamana Denpasar, Bali

POJOK Perda Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan mewujudkan masyarakat Bali berintegritas. - Mewujudkan Bali Mandiri. *** Hindari penumpukan, pola pemeriksaan PKM diubah. - Protapnya tetap tak jelas. *** Keluar Bali harus miliki surat ‘’rapid test’’. - Tergantung ‘’kebijakan’’ pejabat.

Jangan Kelewat Optimis KASUS Covid-19 di Indonesia belum juga menunjukkan penurunan. Namun, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah mulai melakukan persiapan pemulihan pariwisata. Bahkan, Juni sampai Oktober 2020 disebut sebagai gaining confidence yang mencakup persiapan dan revitalisasi destinasi, perencanaan program promosi serta bantuan terhadap para pelaku pariwisata. Kemudian, mulai Oktober 2020 disebut sebagai appealing yaitu pembukaan destinasi pariwisata secara bertahap. Atas rencana ini, netizen menyampaikan pandangannya di akun Facebook @balipost. Sebagian besar punya pendapat sama dengan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang berharap pariwisata di Bali tidak dibuka secara serentak, jika pemerintah pusat menjalankan skema tersebut. Pembukaan destinasi pariwisata harus sangat selektif, misalnya ITDC yang jauh dari permukiman dan punya fasilitas lengkap. Sementara destinasi wisata lainnya diharapkan dibuka secara bertahap jika tren Covid-19 di seluruh dunia sudah 0 persen. Netizen juga mengingatkan pemerintah tidak optimis berlebihan dan lebih fokus pada penanganan saat ini. Sebab, tantangan yang ada sekarang bukan saja bicara penanganan dari sisi kesehatan, sebab masalah ekonomi dan sosial di masyarakat telah terpampang jelas di depan mata. Berikut komentar sejumlah netizen. Dewa Indra Permana Kalaupun pariwisata Bali dibuka Oktober 2020, pertanyaannya sudahkah dunia pulih dari bencana virus Corona? Pastikan dulu seluruh dunia pulih dari wabah virus Corona ini. Jika seluruh dunia pulih, baru membuat pernyataan pariwisata akan membaik. Jika hanya Bali yang pulih siapa yang akan berwisata ke Bali? Jangan membuat pernyataan yang hanya menjadi angin lalu. Optimis boleh, jangan terlalu berlebihan. Lama-lama bisa depresi kalau terlalu berlebihan. Muhammad Iqbal Kan boleh-boleh saja berharap yang baik, bos. Didoakan saja, kalau bisa sebelum Oktober sudah pulih semuanya. Opti-

mis saja biar kita selalu diliputi keoptimisan karena tiap hari kita sudah disuguhi berita tentang wabah dan ketakutan. Jadi, setiap berita baik kita doakan saja. Healyn Manafe Jangan berkhayal dulu. Walaupun bulan ini membaik belum tentu orang langsung liburan. Virus bukan di Indonesia saja, di seluruh dunia semua manusia pada balik kerja bayar utang, bayar kredit, bayar pajak segala macam. Intinya mengkhayal jangan jauh-jauh dululah. Resmiada Wayan Mudah-mudahan wabah ini cepat hilang dari Bali, itu yang penting karena semua

ada masa keemasannya. Saat pariwisata masih seperti biasanya, kita yang hidup di pariwisata berjaya. Saya sendiri pernah merasakan sebelum akhirnya memilih untuk jadi petani. Komang Widana Jangan dulu berkhayal terlalu jauh, habis energi. Tolong bantu berpikir saat ini dan besok, bagaimana rakyat bisa mempertahankan nyawanya. Tolong para pejabat berpikirlah bagaimana membantu kebutuhan dasar rakyatnya. Hindari dulu berhalusinasi. Made Sumawijaya Kita harus optimis. Sebenarnya sudah banyak wisatawan yang merindukan Bali. Dan sebenarnya masih banyak ada tamu stay di Bali. Bukan karena tidak ada uang untuk mereka balik ke negara mereka, tapi karena ada larangan untuk tidak bepergian ke mana. Imade Lebih Umbarayana Sebelum dibuka, pastikan dulu lingkungan pariwisata di Bali agar tidak kumuh, banyak sampah plastik. Kadek Agus Dwi Hati-hati pak, selama vaksin belum ada tidak ada kata aman untuk sebuah virus karena ini virus cepat menyebar dan tak kelihatan. I Dewa Gede Susandita Mungkin maksudnya pariwisata akan di-

buka tapi khusus untuk masyarakat Bali saja dan itu pun akan digratiskan, supaya orang Bali merasakan nikmatnya dunia pariwisata Bali. Eni Wandani Walaupun sudah buka apa yakin akan ada wisatawan datang ke Bali? Made Dwikusuma Semoga bisa lebih awal, supaya ada harapan kerja. Wayan Lubak Saya setuju dibuka saja pariwisatanya, tapi tetap tingkat pengecekan di bandara dan pintu masuk Bali dijaga. Supaya masyarakat lokal dapat mencari nafkah. Para pekerja pariwisata dapat mencari penghidupan. I Nyoman Nadiartha Daripada memberi harapan yang tidak pasti, lebih baik bantu rakyat Bali yang pasti butuh bantuan. Wayan Darmana Payah hidup sejak Corona, rakyatnya yang banyak PHK. Bagaimana caranya rakyat hidup pak kalau yang kerja di pemerintahan enak dapat uang bulanan. Seperti kita susah kalau jualan di pinggir jalan pakai mobil diusir. Tolong carikan solusinya.

Desa Adat Tanjung Benoa Bersama LPD

Gelontorkan Anggaran Rp 1,2 Miliar Bantu Masyarakat

DESA Adat Tanjung Benoa bersama LPD Desa Adat Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, berkolaborasi mendukung meringankan beban masyarakat sekitar yang terdampak Covid-19 melalui penyaluran bantuan sembako. Dalam hal ini, dana yang disalurkan bersumber dari dana desa adat sebesar Rp 600 juta dan dana dari LPD sebesar Rp 600 juta. Dengan kolaborasi ini, total dana yang disiapkan sebesar Rp 1,2 miliar yang akan digunakan untuk pembagian sembako selama tiga bulan yakni dari Mei, Juni dan Juli. Untuk bantuan tahap awal dengan nilai Rp 400 juta, disalurkan pada Sabtu (16/5) kepada warga di empat banjar di Tanjung Benoa. Adapun paket sembako yang disalurkan berupa beras 25 kg, telur, minyak, mi instan, gula, kopi, dan kebutuhan lain dengan nilai Rp 500 ribu per paket. Menurut Kepala LPD Desa Adat Tanjung Benoa, Nyoman Suriadi Mardana, bantuan yang disalurkan untuk meringankan beban masyarakat akibat Covid-19 ini juga sebagai rangkaian ulang tahun ke-30 LPD. Perayaan yang rencananya dilaksanakan 20 Mei 2020 dialihkan untuk membantu masyarakat melalui pembagian sembako. Untuk pembagian tahap awal ini, dibagikan paket sembako sebanyak 800 paket untuk seluruh warga desa adat dari empat banjar di Desa Tanjung Benoa. Di antaranya Banjar Purwasanti, Banjar Tengah, Banjar Anyar dan Banjar Kerta Pasima. ‘’Untuk paket sembako, nilainya masing-masing sebesar Rp 500 ribu per KK. Dengan total sebanyak 800 KK,’’ katanya saat ditemui di sela pembagian sembako. Melalui bantuan sembako ini, pihaknya menekankan kepada krama desa bahwa LPD dalam hal ini bersinergi dengan desa adat dengan menyiapkan dana dari LPD sebesar Rp 600 juta. Dana ini akan digabungkan dengan dana dari desa yang akan digunakan untuk membantu

kebutuhan sembako selama tiga bulan ke depan, dari Mei, Juni dan Juli. Sementara itu, Bendesa Tanjung Benoa I Made Wijaya menyampaikan, pihaknya bersama jajaran prajuru desa menyampaikan terima kasih atas apa yang dilakukan LPD. Komitmen dalam membantu masyarakat yang terdampak akibat Covid-19 bisa dilakukan setiap bulan. Setiap bulan desa adat bersama LPD akan menggelontorkan dana sebesar Rp 400 juta untuk membantu sembako warga. Program ini, katanya , akan dilaksanakan selama tiga bulan, mulai Mei, Juni dan Juli dengan total anggaran sebesar Rp 1,2 miliar yang bersumber dari desa adat sebesar Rp 600 juta dan dari LPD Rp 600 juta. Dana ini, katanya, akan dikelola melalui Baga Ut-

saha Padruwen Desa Adat (BUPDA) untuk pengaturan dan penyalurannya. ‘’Untuk penyerahan ini merupakan program bulan pertama. Ini komitmen desa adat bersama jajaran LPD untuk bisa meringankan beban masyarakat selama tiga bulan. Langkah yang diambil ini mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat Tanjung Benoa,’’ harapnya. Ditegaskan, dengan program seperti ini, di sinilah fungsi LPD sebagai salah satu usaha milik desa. Karena LPD bukan hanya untuk mencari keuntungan semata, namun diharapkan bisa membantu masyarakat saat kondisi seperti sekarang. ‘’Inilah fungsi LPD, saat kondisi seperti sekarang, LPD dan prajuru sesa adat, harus bergerak membantu

Bali Post/ist

PAKET SEMBAKO - Bendesa Tanjung Benoa I Made Wijaya (kanan) menyerahkan secara simbolis paket sembako kepada perwakilan warga Tanjung Benoa, Sabtu (16/5). masyarakat,’’ ujarnya. Selain pembagian sembako, LPD Tanjung Benoa juga memiliki komitmen berbagi kepada warga yang sudah dicanangkan setiap

enam bulan sekali, dengan membantu melalui pembagian daging saat hari raya Galungan serta program setiap satu tahun saat hari Nyepi. (kmb23/k150)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 18 Mei 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu