terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
8 HALAMAN
NOMOR 232 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Sabtu wage, 18 april 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pemutihan Denda Pajak Kendaraan
Pemkab Tabanan Sewa Hotel di Denpasar
Stok APD Menipis
Pemprov Bali lewat Badan Pendapatan Daerah memberlakukan kebijakan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi berupa bunga dan denda terhadap Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan BBNKB alias pemutihan.
Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Tabanan yang akan datang ke Bali kini bisa bernapas lega. Pasalnya, Pemkab Tabanan telah menjalin kerja sama dengan salah satu hotel di kawasan Denpasar berkapasitas 150 orang sebagai tempat karantina. TABANAN | HAL. 4
Di tengah penanganan Covid-19 yang kian serius, ketersediaan APD di RSUD Klungkung justru sudah menipis. Ketersediaan APD set lengkap hanya cukup untuk seminggu ke depan.
DENPASAR | HAL. 2
KLUNGKUNG | HAL. 5
Nasionalisme, Kemanusiaan dan Keputusan Berani DI TENGAH riuhnya suara penolakan, Pemerintah Provinsi Bali di bawah Gubernur Wayan Koster m e lalui Gugus
Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali mengambil keputusan yang cukup berani. Mereka yang kini sering disebut sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) tetap diakomodir kepulangannya ke Bali dengan mengikuti prosedur penanganan yang cukup ketat. Pertimbangannya, PMI adalah putra-putri Bali yang berarti juga krama Bali. Pertimbangan nasionalisme, NKRI, kemanusiaan juga menjadi rujukan. Yang pasti, Bali menjamin pengamanan terhadap PMI mematuhi standar protokol penanganan Covid-19 yang digariskan WHO. Ketua Gugus Tugas
Percepatan Penanganan Covid-19 Dewa Made Indra mengakui jika jumlah kasus positif Covid-19 di Bali terus meningkat. Meski demikian, masyarakat diminta untuk melihat data dan melakukan pemilahan berdasarkan jenis kasus. Saat ini kasus positif dominan berasal dari pekerja migran Indonesia (PMI), sementara transmisi lokal jumlahnya relatif sedikit. Realitas ini, menurut Dewa Indra, menjadikan Gugus Tugas menempatkan kedatangan PMI sebagai salah satu fokus penanganan dengan pengawasan yang ketat. Sejak awal kedatangan, baik melalui bandar udara, Pelabuhan Benoa maupun darat semuanya mendapatkan pengawasan. Adanya kekhawatiran masyarakat terkait kepulangan pekerja kapal pesiar melalui Pelabuhan Benoa, dipahami oleh Dewa Indra. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Bali telah melakukan upaya terbaik menjaga agar kedatangan PMI tidak menjadi sumber penularan Covid-19 di Bali. ‘’Masyarakat tidak perlu menunjukkan kekhawatiran, apalagi melakukan penolakan. Penanganan crew kapal pesiar sudah saya pimpin sendiri. Ini untuk memastikan proses pemilahan mana yang positif,
’’Ini NKRI, jangan egois. Harus ada kebersamaan sesama warga bangsa dalam mencarikan solusi masalah demi kemanusiaan.’’ Dewa Made Indra Sekda Provinsi Bali mana yang negatif. Seratus persen saya jamin tidak bisa ke mana-mana. Mereka tidak boleh pulang sendiri-sendiri. Jadi, tidak ada yang lepas ke masyarakat,’’ tegas Dewa Indra. Kedatangan PMI dari berbagai jalur telah dipantau dan diwajibkan melakukan rapid test. Termasuk juga pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk yang dilalui PMI juga disiapkan petugas yang melakukan rapid test. Kalau ada informasi PMI yang lolos tanpa rapid test di Pelabuhan Gilimanuk, menurut Dewa Indra, kecil kemungkinan terjadi. ‘’Ini masalah kita bersama, bukan hanya masalah pemerintah,’’ katanya mengingatkan. Yang perlu dicermati, sebagian besar yang datang adalah
orang Bali. Mereka yang dari Bali meminta supaya bisa turun di Pelabuhan Benoa, padahal rencananya turun di luar Bali sesuai Kemenhub. Tetapi karena yang minta orang Bali dengan jumlah paling banyak, pihak perusahaan mengajukan permohonan kepada Kemenlu, selanjutnya oleh Kemenlu diajukan kepada Gubernur Bali, apakah diizinkan atau tidak. Bali akhirnya mempertimbangkan dan memutuskan menerima. Warga Bali dari luar negeri juga ada yang turun di Jakarta dan daerah lain, diizinkan oleh pemdanya. ‘’Ini NKRI, jangan egois. Harus ada kebersamaan sesama warga bangsa dalam mencarikan solusi masalah demi kemanusiaan,’’ jelasnya. (ata)
BIJAK MENANGANI PAHLAWAN DEVISA OPINI
Seni Tradisi dan Dinamika Zaman Oleh: Kadek Suartaya MANUSIA sejagat berduka nestapa diterjang virus Corona. Ingar-bingar kehidupan redup dan terpuruk. Sebagian besar belahan dunia kini lengang. Berbagai penyelamatan dan pemulihan dari malapetaka ini sedang diupayakan di mana-mana. Salah satu pencegahan yang dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 adalah social distancing atau physical distancing yang keduanya mengharuskan setiap orang saling menjaga jarak. Segala aktivitas sosialkultural-ekonomi-religius yang melibatkan orang banyak dihindari atau tidak dibolehkan. Untuk itu, kita di Indonesia dianjurkan berdiam di rumah. Denyut kehidupan di Pulau Bali pun senyap. Ritual keagamaan yang berlangsung sporadis sepanjang tahun seakan tergerus religiusitasnya. Deru industri kepariwisataan yang menjadi salah satu pilar ekonomi terdepan di pulau ini seketika terjengkang. Gemuruh seni budaya yang mewarnai karakteristik kultural masyarakat Bali kendur geliatnya. Lebih-lebih Pemerintah Provinsi Bali telah berkeputusan meniadakan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-42 Tahun 2020 yang berarti ajang kebanggaan pegiat seni dan masyarakat Bali ini baru pertama kali batal sejak digelindingkan di tahun 1979. Di tengah ketercenungan pengisolasian diri ini, selain kita kembali tertegun mendengar kicauan burung liar, desah semilir angin menerpa dedaunan, dan ringkik jangrik di sela semak, beruntung kita masih dapat mendengar lantunan tembang. Beragam jenis pupuh dapat kita simak keindahannya. Ada kumandang Pupuh Durma yang bernuasa menegangkan. Merintih tembang pilu dari Pupuh Semarandana. Mengalun pula elusan lembut watak kasih sayang Pupuh Ginanti. Seperti dikomando, kumandang beragam tembang Sekar Alit itu semuanya bertutur tentang wabah penyakit pandemi Corona. Selain itu, pun tidak hanya dengan olah vokal tradisional tembang saja, tema Covid-19 juga diekspresikan dengan ungkapan seni modern seperti lagu pop, dangdut, lawak, dan ada pula dalam pangejawantahan seni animasi. Untuk menyimak semua itu, kita tinggal buka situs web berbagi video YouTube di telepon pintar atau di media internet digital laptop, tablet, dan PC (personal computer). Hal. 7 Kreativitas Seni
‘’Saat pelaut sebagai penyumbang devisa hampir Rp 12 triliun per tahun bagi Bali, mereka diam. Begitu juga saat mereka menjadi penggerak ekonomi kerakyatan Bali, pelaut selalu membangun untuk kampung halamannya. Kita menjadi salah satu yang ikut mengurangi pengangguran di Bali, karena tak kurang dari 22 ribu orang bekerja sebagai pelaut. Tetapi ketika ada kejadian yang tidak mereka inginkan, walaupun ini pandemi, mereka bersuara lantang.’’ Dewa Susila Anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali
Denpasar (Bali Post) Perdebatan antara rasa kemenusiaan dan keselamatan warga merespons kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI) menguat. Namun, pilihan sikap yang bijak haruslah menjadi pilihan. Nasionalisme, kemanusiaan tetap harus menjadi identitas kebijakan. Keselamatan warga penerima bisa dikelola dengan pengelolaan protokol kesehatan penanganan Covid-19 secara tegas. Pemerintah diminta bijak mengelola kedatangan mereka, termasuk cerdas dalam mengedukasi masyarakat.
S
ebagai gambaran, saat ini setidaknya ada 78.000 orang Indonesia yang bekerja di kapal pesiar dan menyumbang devisa sekitar Rp 16 triliun per tahun. Jauh di atas sumbangan tenaga kerja wanita (TKW) yang menyumbang devisa di kisaran Rp 3,4 triliun per tahun. Per tahun, kapalkapal pesiar di seluruh dunia menampung hampir 16.000 pelaut dari Indonesia. Sementara jumlah pelaut asal Bali diperkirakan hampir 22.000 orang. Selama ini para pekerja di kapal pesiar asal Bali menjadi penyumbang
devisa setidaknya hampir Rp 12 triliun per tahun. Banyak perekonomian krama Bali yang terangkat karena ada salah satu keluarga yang bekerja di kapal pesiar. Penolakan dan
Tanggung Jawab Kemanusiaan ’’Ini masalah kita bersama. Jadi, kita tidak ada istilah setuju atau tidak setuju karena ini masalah kemanusiaan, masalah kita bersama. Siapa pun dalam kondisi begini wajib memberikan perlindungan pada orang-orang itu (PMI - red) secara manusiawi.’’ I Ketut Suiasa Wakil Bupati Badung
Mangupura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Badung memiliki pandangan berbeda terkait pekerja migran Indonesia (PMI) yang dikarantina di Badung, meski bukan warga di Gumi Keris. Padahal, penyebaran Covid-19 dominan disebarkan oleh PMI yang datang ke Pulau Dewata. Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Badung I Ketut Suiasa menegaskan, Pemkab Badung bukan dalam posisi menolak atau menerima, namun sebagai tanggung jawab moral kemanusiaan. Hal. 7 Wajib Memberikan
stigmatisasi terhadap para pelaut yang kini dikenal dengan sebutan pekerja migran Indonesia (PMI) tentu saja menjadi dilema bahkan ironi. Ketua Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Daerah Bali Dewa Susila menjadi salah satu orang di luar struktur pemerintahan yang terlibat dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali. Menyadari bahwa para pekerja migran adalah putraputri Bali yang lahir di tanah Bali dan juga berhak atas tanah kelahirannya, Dewa Susila gigih memperjuangkan agar mereka bisa tetap
pulang. Terhadap pihak yang menyuarakan penolakan atau memprotes soal kepulangan PMI, Dewa Susila menyayangkan. ‘’Saat pelaut sebagai penyumbang devisa hampir Rp 12 triliun per tahun bagi Bali, mereka diam. Begitu juga saat mereka menjadi penggerak ekonomi kerakyatan Bali, pelaut selalu membangun untuk kampung halamannya. Kita menjadi salah satu yang ikut mengurangi pengangguran di Bali, karena tak kurang dari 22 ribu orang bekerja sebagai pelaut. Tetapi ketika ada kejadian yang tidak mereka inginkan, walaupun ini pandemi, mereka bersuara lantang,’’ jelas Dewa Susila. Pemulangan para PMI, tegas Dewa Susila, telah melalui protap yang cukup ketat. Pemeriksaan proses kepulangan telah dilakukan secara ketat dan menghindari hal sekecil apa pun untuk menghindari penularan. ‘’Sekarang sudah tidak ada lagi karantina mandiri. Tetapi dilakukan oleh pemerintah. Jadi, mereka tidak dilepas ke masyarakat jika tidak benar-benar telah dinyatakan aman,’’ tegasnya. Di sisi lain, di tengah suara penolakan dari beberapa pihak, Dewa Susila mengajak semua pelaut untuk menunjukkan diri tidak hanya jago cari uang, tetapi juga punya jiwa besar dalam menghadapi situasi apa pun. Hal. 7 Sayangkan Stigma Negatif
Sabtu Wage, 18 April 2020
Pemkot Distribusikan Bantuan kepada Warga Terdampak Covid-19
Rai Mantra, Jaya Negara, dan Rai Iswara Serahkan Paket Sembako kepada Lansia dan KPM
Kasus Positif Covid-19 Kembali Bertambah
Denpasar (Bali Post) Penambahan kasus positif Covid-19 di Bali terus terjadi. Pada Jumat (17/4) kemarin, dilihat dari dashboard pemantauan kasus Covid-19 di situs resmi BNPB, akumulatif kasus Covid-19 di Bali kini mencapai 124 orang, dari sehari sebelumnya sebanyak 113 orang. Ini artinya ada penambahan sebanyak 11 orang dalam 24 jam terakhir. Sementara jumlah pasien sembuh juga mengalami penambahan 4 orang. ‘’Total pasien sembuh di Bali mencapai 36 orang,’’ kata Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat video conference streaming-nya, kemarin. Sementara yang meninggal masih tetap 2 orang. Untuk Indonesia, jumlah kasus kembali bertambah signifikan. Jumlah kasus positif
harian Covid-19 pada Jumat kemarin mencapai 407 orang, sehingga totalnya mencapai 5.923 orang. Sedangkan yang sembuh terjadi penambahan sebanyak 59 kasus, sehingga total pasien sembuh menjadi 607 orang. Kemudian untuk yang meninggal juga ada penambahan sebanyak 24 orang. Total kematian menjadi 520 orang. Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang mencapai 12.610 orang. ‘’Jumlah ini yang diutamakan untuk mendapatkan tes PCR, sehingga bisa terkonfirmasi secepatnya,’’ paparnya. Ia menambahkan, hanya kita yang bisa menyelesaikan masalah ini. ‘’Mari kita sebarluaskan penggunaan masker. ‘Maskerku Melindungi Kamu, Maskermu Melindungi Aku’. Lawan Covid-19 dengan tingkatkan imunitas kita,’’ seru Yurianto. (iah)
Pemprov Berlakukan Pemutihan Denda Pajak Kendaraan
Denpasar (Bali Post) Pemprov Bali lewat Badan Pendapatan Daerah akhirnya memberlakukan lagi kebijakan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi berupa bunga dan denda terhadap Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan BBNKB alias pemutihan. Setelah sebelumnya pemerintah sempat menyatakan harus ada kajian sebelum mengeluarkan lagi kebijakan itu. Utamanya di tengah terganggunya situasi ekonomi akibat pandemi Covid-19. ‘’Kebijakan ini diatur dalam Pergub No.12 Tahun 2020 yang akan mulai kita laksanakan dari tanggal 21 April sampai 28 Agustus,’’ ujar Kepala Bapenda Provinsi Bali I Made Santha melalui video conference dengan UPT Samsat se-Bali, didampingi Dirlantas Polda Bali dan Kepala Cabang Jasa Raharja Bali, Jumat (17/4) kemarin. Menurut Santha, pemutihan ini juga merujuk pada arahan pemerintah pusat agar pemerintah daerah mengambil kebijakan yang dapat meringankan ma syarakat. Seperti diketahui, pendapatan dari pajak daerah masih didominasi dari PKB. Sedangkan kepemilikan kendaraan umumnya perseorangan dengan penghasilan bervariasi. Pertumbuhan ekonomi yang kini negatif akibat terdampak Covid-19, membuat masyarakat tidak bisa tepat waktu membayar pajak. ‘’Pemerintah daerah melihat ruang ini sebagai salah satu keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat, sehingga keluarlah kebijakan pemutihan,’’ jelasnya. Berbeda dengan pemuti-
han sebelumnya, lanjut Santha, kali ini tidak ada target yang ditetapkan. Selain itu, pemerintah pusat sebetulnya memberi arahan agar kebijakan ini dilaksanakan sampai Mei 2020. Namun Pemprov Bali memberikan ruang yang lebih luas sampai Agustus 2020. Harapannya, kebijakan social dan physical distancing tetap bisa dilakukan dengan baik lewat ruang yang lebih luas dikaitkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. ‘’Jadi masyarakat tidak perlu datang beramairamai, kemudian numplek,’’ imbuhnya. Santha menambahkan, waktu pelayanan Samsat juga dikembalikan lagi menjadi normal selama pemutihan. Karena sebelumnya, waktu pelayanan sempat dikurangi 1 jam terkait social dan physical distancing. Kendati pihaknya masih akan memantau selama satu minggu ke depan sebelum nanti dievaluasi. Baik evaluasi dari segi jam pelayanan maupun tempat-tempat pelayanan. ‘’Satu minggu setelah tanggal 21 ini, kita akan cermati hari per hari bagaimana penumpukan dan respons masyarakat terhadap kebijakan ini,’’ tandasnya. Sementara itu, Kepala PT Jasa Raharja Cabang Bali Dwi Sasono mendukung kebijakan pemutihan yang diambil Pemprov Bali. Dikatakan, pembayaran pajak yang dilakukan sudah termasuk SWDKLLJ. ‘’Di mana manfaatnya adalah untuk memberikan jaminan kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas sesuai ketentuan UU No. 34 Tahun 1964,’’ ujarnya. (kmb32)
Topik : bijak menangani pahlawan devisa
BANTUAN sosial program Pemkot Denpasar berupa sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) mulai diserahkan secara serentak, Jumat (17/4) kemarin. Bantuan yang diserahkan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, Sekda AAN Rai Iswara ini menyebar di empat kecamatan dengan menyasar keluarga penerima manfaat (KPM), lansia, disabilitas, orang dalam pemantauan (ODP), keluarga PDP, pekerja harian, pekerja PHK, dan pekerja yang dirumahkan. Wali Kota Rai Mantra menyerahkan bantuan secara simbolis kepada salah satu lansia di Desa Sumerta Kelod. Bantuan paket sembako berupa beras 5 kg, mi instan, susu, sarden, masker, gula, minyak, dan sabun diterima langsung lansia Ni Made Receb didampingi keluarga. Dalam kesempatan tersebut, Rai Mantra mengatakan, perlunya seluruh masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan diri. Hal ini mengingat perkembangan penyebaran virus Corona yang tidak dapat diprediksi. Rai Mantra didampingi Jubir Gugus Tugas Penanggulan-
gan Covid-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai juga mengimbau agar masyarakat lebih disiplin dalam mengikuti arahan pemerintah, serta diimbau untuk tidak pulang kampung selama penanganan pandemi Covid-19 ini. Karena kita tidak mengetahui siapa yang membawa virus, sehingga alangkah baiknya menunda sementara agenda pulang kampung, serta selalu menerapkan social dan physical distancing. Di samping itu, Rai Mantra juga turut mengimbau kepada Satgas Covid-19 di tingkat desa kelurahan dan Satgas Gotong Royong Desa Adat untuk lebih selektif dalam memantau mobilitas penduduk daerahnya. ‘’Mari tingkatkan kewaspadaan, mengikuti anjuran pemerintah, jika tidak mendesak lebih baik di rumah saja, biasakan diri dengan PHBS, cuci tangan pakai sabun pada air mengalir,’’ ujar Rai Mantra. Sementara itu, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara menyerahkan secara simbolis bantuan sembako di Kantor Lurah Penatih yang diterima KPM. Jaya Negara juga mengimbau agar masyarakat selalu waspada serta ikuti an-
SEMBAKO - Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Denpasar terlihat sedang menyerahkan paket sembako kepada warga yang terdampak akibat penyebaran kasus Covid-19, Jumat (17/4) kemarin. juran pemerintah. Jika tidak mendesak lebih baik di rumah saja dengan selalu menerapkan PHBS dan cuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir. Begitu juga Rai Iswara secara simbolis menyerahkan BLT kepada pekerja harian, pekerja PHK, dan pekerja yang dirumahkan secara simbolis di Desa Pemecutan Kelod. Turut juga mengimbau dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona agar masyarakat lebih disiplin mengikuti imbauan pemerintah hingga kondisi normal. ‘’Kita tidak pernah tahu penyebaran virus Corona, mari kita bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan lakukan pola hidup bersih dan
sehat,’’ ujar Rai Iswara. Kadis Sosial Denpasar I Made Mertajaya mengatakan, penyerahan bantuan sembako dengan nilai Rp 250.000 ini menyasar seluruh ODP, PDP, OTG dan yang positif yang berada di Kota Denpasar yang totalnya berjumlah 12.100 orang terdampak. Selain sembako, keluarga yang berstatus ODP juga dilengkapi dengan bantuan masker dan sabun sebagai upaya untuk melindungi diri dan pencegahan dini penularan. Dijelaskan, masyarakat yang di-PHK diberikan BLT sebesar Rp 600.000, serta secara bertahap bantuan ini juga turut diserahkan bantuan dari ASN yang tergabung dalam Korps Pegawai Republik Indo-
nesia (Korpri) Kota Denpasar menyerahkan beras 5 kg kepada 575 juru parkir (jukir). Pembagian sembako ini terus dilaksanakan diserahkan kepada desa/kelurahan untuk didistribusikan langsung kepada masyarakat terdampak. ‘’Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap dan akan menyasar seluruh keluarga yang masuk status ODP, PDP dan OTG serta keluarga pasien yang positif sebagai implementasi penerapan strategi perlindungan sosial dan ekonomi serta lumbung pangan guna memastikan ketersedian pangan dan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak Covid-19,’’ ujar Mertajaya. (ad176)
Puluhan Ribu Buruh Tani Terdampak Covid-19
Denpasar (Bali Post) -
Di tengah merebaknya penyebaran Covid-19, sektor pertanian secara kontinu terus berproduksi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Namun semakin meningkatnya jumlah positif Covid-19 di Bali dan masyarakat diimbau untuk bekerja, belajar dan sembahyang di rumah, tentunya di sektor ini juga mulai terdampak. Tercatat ada puluhan ribu buruh tani dan petani penggarap yang terkena dampak. Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I.B. Wisnuardhana, Jumat (17/4) kemarin. Ia mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan data tersebut ke Dinas Sosial untuk dipertimbangkan memperoleh bantuan pangan non-tunai atau bantuan lainnya dari program pemerintah. ‘’Data sudah diserahkan ke Dinas Sosial by name, by address beberapa hari lalu. Sekitar 90 ribu KK. Sekarang sedang dilihat apakah petani penggarap dan buruh tani ini masuk dalam datanya Dinsos,’’ katanya. Ia menjelaskan adanya puluhan ribu buruh tani
yang terdampak, namun kondisi petani tidak terpengaruh. Sebab, usaha pertanian tetap berjalan. Pemerintah pusat juga mendorong produksi agar lebih optimal karena kewajiban sektor pertanian menyiapkan pangan bagi masyarakat. Menurutnya, tidak ada masalah terkait ketersediaan pangan dari hasil pertanian khususnya. Karena pihaknya fokus pada 10 pangan strategis seperti beras, bawang putih, bawang merah, cabai, jagung, sayur, buah, gula, dan minyak goreng. ‘’Tapi gula dan minyak goreng, ditangani Disperindag dan Aprindo,’’ imbuhnya. Saat ini ketersediaan 10
pangan strategis itu memang tercukupi, kecuali bawang merah dan bawang putih. Ia memprediksi sampai akhir tahun akan ada kekurangan pasokan. ‘’Kita sudah koordinasi dengan Bulog, distributor, Kementerian Pertanian supaya stok ditambah melalui distributornya yang ada di Bali,’’ tandasnya. Dari sekian banyak program Kementan, yang diminta untuk segera dilaksanakan adalah kegiatankegiatan dalam menyediakan ketersediaan pangan keluarga dari Badan Ketahanan Pangan. ‘’Program bersama dengan Kementerian PUPR, program lumbung pangan, pengembangan kawasan
Bali Post/dok
I.B. Wisnuardhana
rumah pangan lestari. Itu yang diprioritaskan,’’ bebernya. Sementara itu, hasil pertanian Bali yang selama ini banyak terserap untuk ekspor dan hotel, restoran, dan catering (horeka), mengalami hambatan. Mengingat hotel banyak yang tutup dan tidak beroperasi. ‘’Dengan
adanya kebijakan physical dan social distancing, hotelnya tidak menerima tamu atau bukanya setengah hari, sehingga serapan berkurang,’’ ujarnya. Meski demikian, ia melihat kebutuhan masyarakat akan produk pangan masih tetap ada. Sehingga, ia mengembangkan sistem pemasaran produk-produk pertanian secara online. Saat ini pun sudah ada 5 start-up yang mengembangkan pemasaran produk pertanian secara online untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sedangkan buah yang batal ekspor seperti manggis, buah naga disarankan untuk dijual secara online atau perdagangan antarpulau. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Pekerja Pariwisata Terdampak Covid-19
Pemprov Susun Skema Bantuan Denpasar (Bali Post) Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menegaskan, Bali saat ini masih belum berbicara tentang pemulihan pariwisata. Namun masih dalam tahap kedaruratan terkait penanganan Covid-19. Termasuk mengupayakan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan. Khususnya, para pekerja di sektor pariwisata yang paling terdampak oleh wabah virus Corona. ‘’Mudah-mudahan kalau bisa ini kita atasi sampai Mei atau Juni. Kalau triwulan kedua bisa kita lewati, itu sudah bagus sekali,’’ ujarnya di Kantor Gubernur Bali, Jumat (17/4) kemarin. Menurut pria yang akrab disapa Cok
Ace ini, Presiden RI Joko Widodo sudah mengatakan kondisi sekarang bisa berlanjut sampai akhir tahun. Di sisi lain, pihaknya menyadari pariwisata sebagai sektor terbesar di Bali sangat terdampak dengan pandemi Covid-19. Oleh karena itu, kini tengah disusun skema agar jangan sampai ada PHK terhadap pekerja di sektor pariwisata. ‘’Kalaupun nanti bisa memberikan jaminan, ini bisa dibicarakan sesuai dengan kemampuan. Tapi jangan sampai ada PHK atau dirumahkan tanpa ada tanggungan,’’ jelas Ketua Tim Percepatan Penanganan Dampak dan Pemulihan Akibat Covid-19 Provinsi Bali ini. Oleh karena itu, solusi-solusi tengah disusun dalam beberapa ske-
ma. Apakah nanti berupa soft loan dalam bidang ketenagakerjaan, atau soft loan dalam bidang permodalan andaikata kondisi sudah pulih. Kemudian mengupayakan keringanan untuk tagihan listrik PLN. Terlebih sekarang, penggunaan listrik sudah tidak terlalu banyak karena angka kunjungan wisatawan mancanegara yang sudah nol. Beberapa kabupaten juga sudah membebaskan biaya PDAM. Hal ini dikatakan butuh kebijakan bersama dan tidak parsial. Untuk sektor pariwisata, para pekerja bisa dikatakan yang paling terdampak. Terlebih mereka yang masih memiliki tanggungan berupa cicilan. Mantan Bupati Gianyar ini sempat mendengar
jika relaksasi terkait cicilan hanya dinikmati sektor tertentu saja. ‘’Tidak masuk ke sektor pariwisata. Kami sedang usahakan bagaimana caranya karyawan-karyawan di hotel, restoran, juga mendapat kebijakan ini. Minimal tunda cicilannya berapa bulan ke depan,’’ katanya. Cok Ace menambahkan, pihaknya juga masih memadukan bantuanbantuan dari pemerintah pusat dan daerah agar tidak terjadi overlapping. Kemudian mendorong percepatan proyek-proyek hibah agar di desa-desa khususnya bisa dilakukan kegiatan padat karya. Namun, kegiatan itu dilakukan tanpa mengabaikan kondisi kesehatan. (kmb32)
Lapangan dan Taman Kota Ditutup
Denpasar (Bali Post) Ancaman penyebaran virus Corona semakin meluas. Transmisi lokal juga sudah terjadi di beberapa lokasi. Ini menunjukkan kasus Corona semakin mengancam warga kota. Karena itu, Pemkot Denpasar kembali mengambil langkah tegas dengan menutup akses untuk masuk ke lapangan dan taman kota. Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Dewa Gede Rai, Jumat (17/4) kemarin mengungkapkan, dalam upaya untuk mengurangi ancaman terhadap penyebaran virus Corona, pihaknya sementara membatasi akses masuk ke tempat-tempat publik. Setelah sebelumnya sejum-
lah pantai ditutup, kini giliran lapangan dan taman kota. Dikatakannya, lapangan yang ditutup untuk akses olahraga, di antaranya Lapangan Puputan Badung dan Lapangan Lumintang. Satu lagi yakni Taman Kota Lumintang. Ketiga lokasi ini selama ini masih banyak dimanfaatkan warga untuk berolahraga. Kini, di tengah ancaman Covid-19, Pemkot Denpasar tetap meminta warga untuk melakukan olahraga di rumah saja. ‘’Dinas Perkim telah melakukan penutupan untuk akses masuk ke lapangan dan taman kota. Diharapkan dengan penutupan akses ini, warga tidak lagi melakukan aktivitas di tiga tempat ini,’’
ujar Dewa Gede Rai. Penutupan akses ini, katanya, akan diberlakukan sepanjang kasus penyebaran Covid-19 masih berlangsung. Bila kasus ini sudah berhasil ditangani dan tidak ada lagi kasus baru, semua akses ke tempat publik tersebut akan dibuka kembali. ‘’Ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,’’ ujar Dewa Rai. Dikatakan, dengan penutupan ini, semua aktivitas warga, seperti olahraga, berjualan, serta aktivitas lainnya tidak diizinkan lagi. Bahkan, pihaknya juga akan menempatkan petugas untuk melakukan pengawasan. Paling tidak, petugas Satpol PP akan melakukan
pemantauan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas sementara di lokasi ini. Apa yang dilakukan ini untuk menghindari adanya kerumunan warga saat berolahraga. Kare-
na dari pemantauan, banyak yang mengabaikan imbauan untuk melakukan jaga jarak atau physical destancing, serta banyak yang belum menggunakan masker. (kmb12)
Bali Post/ara
TUTUP - Lapangan Puputan Badung terlihat diisi bambu untuk menutup akses masuk ke areal lapangan.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Wage, 18 April 2020
Antisipasi Meningkatnya Kepulangan PMI Asal Badung
Badung Siapkan Tambahan Hotel sebagai Rumah Singgah MENGANTISIPASI bertambahnya kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI) dan mahasiswa Badung yang pulang dari luar negeri, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa yang sekaligus Wakil Ketua Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 langsung bergerak cepat. Pihaknya menyiapkan tambahan hotel di kawasan Kuta untuk dijadikan sebagai tempat isolasi terpusat dalam pencegahan penyebaran Covid-19 dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Jumat (17/4) kemarin. Dalam peninjauan yang didampingi dan diawasi oleh petugas medis tersebut, Pemkab Badung juga menetapkan persyaratan khusus yang harus dipenuhi pihak hotel sebagai tempat isolasi yang terpusat. Pemkab saat ini telah mengamankan penambahan fasilitas akomodasi untuk memastikan bahwa hotel tersebut siap ketika dibutuhkan. “Saat ini kita telah siapkan hotel kedua di wilayah Kuta dengan 134 kamar sebagai tempat isolasi PMI dan mahasiswa asal Badung serta 25 kamar untuk tenaga pendamping dari Dinas Kesehatan dan Satpol PP. Nantinya dengan skema penanganan yang sama saat sampai di pintu masuk Bali, PMI langsung diarahkan untuk diperiksa petugas medis secara komprehensif. Apabila
dari hasil tes medis tersebut ada PMI yang terindikasi positif Covid-19, akan langsung dibawa ke rumah sakit rujukan untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara PMI yang hasil tesnya negatif, kita arahkan ke hotel tempat karantina,” ujar Suiasa. Wabup Badung juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pengusaha hotel lokal karena sudah ikut bersinergi untuk turut serta dalam memberikan perawatan yang diperlukan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. “Atas partisipasi pengusaha lokal kita diberikan kesempatan menitipkan dan menempatkan PMI di hotel ini. Tentu atas nama pemerintah dan masyarakat, kami berterima kasih dan memberi apresiasi kepada pengusaha, pemi-
lik dan manajemen hotel karena sudah memudahkan kita selaku pemerintah daerah dalam melakukan upaya riil, pasti dan terukur dalam upaya pencegahan terhadap penyebaran Covid-19,” imbuhnya. Menurut Suiasa, dengan adanya tempat isolasi yang tersentralisasi, pemerintah daerah ingin memberikan jaminan dan keyakinan kepada semua pihak dan masyarakat agar tidak ada keraguan dan kekhawatiran, karena PMI juga manusia biasa yang sama dengan yang lainnya. Masyarakat diminta jangan apriori dan memberikan stigma negatif kepada PMI karena setiap orang memiliki potensi yang sama tertular Covid-19. Wabub Suiasa memastikan kesehatan dan keselamatan warga dan penduduk Badung
Polisi Keluhkan Tak Diajak Koordinasi
PENGADILAN Negeri Denpasar beberapa waktu lalu telah mengumpulkan para pejabat di lingkungan Denpasar dan Badung. Mereka diajak untuk kompak mencegah sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19. ‘’Di bagian penegakan hukum, kami juga ikut dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,’’ ucap Wakil Ketua (Waka) PN Denpasar Dr. I Wayan Gede Rumega, S.H., M.H., Jumat (17/4) kemarin. Rumega menambahkan, di bawah arahan Ketua PN Denpasar Dr. Sobandi, sejumlah pencegahan sudah dilakukan. Mulai penyemprotan disinfektan, menyediakan wastafel untuk cuci tangan di pintu masuk, mengecek suhu tubuh pengunjung, hingga menyediakan hand sanitizer di setiap sudut PN Denpasar. Yang terpenting, sudah tidak hadirnya masyarakat ke PN Denpasar, karena sidang dilakukan secara teleconference. Lantas, apa langkah pengadilan terkait akreditasi? Rumega mengatakan, PN Denpasar sudah siap. Begitu juga dengan penilaian TPI (Tim Penilaian Internal) zona integritas. Namun karena Covid-19, kemungkinan ditunda tahun depan. Walau besar kemungkinan ditunda, PN Denpasar sudah siap akreditasi untuk meraih nilai A plus. ‘’Sebelum ada Covid-19 ini, kami hampir setiap hari lembur sampai pukul 20.00 Wita. Kami semua bekerja keras untuk menyambut akreditasi,’’ tandas mantan Ketua PN Madiun ini. Dia tidak sendiri, di bawah komando KPN Denpasar, para hakim, pegawai, hingga staf Pengadilan Negeri (PN) Denpasar dituntut bekerja ekstra keras tahun ini. Mereka harus bersiap menghadapi penilaian akreditasi penjaminan mutu dari Dirjen Badan Peradilan Umum (Badilum) Mahkamah Agung RI. (asa)
Ratusan ABK Norwegian Cruise Line Tiba di Bali
Bali Post/ist
PMI TIBA - Pemeriksaan pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Menurut Elfi Amir, sehari sebelumnya pulang 51 naker migran. Mereka tiba di Bandara Ngurah Rai pukul 17.00 Wita menggunakan Qatar Airways rute Doha-Denpasar. Namun, naker migran ini berasal dari sejumlah negara di Benua Eropa dan
Amerika. Naker migran tersebut masing-masing asal Amerika Serikat 2 orang, Inggris 32, Jerman 13 dan Qatar 4 orang. Sesuai protap, semuanya harus melewati screening Covid-19 di bandara. (kmb21)
Napi Dibebaskan, Potensi Kerawanan Tinggi
COVID-19 diduga berimbas pada gangguan kamtibmas, apalagi banyak narapidana (napi) dibebaskan dan karyawan di-PHK. Oleh karena itu, Polresta Denpasar memantau kantong-kantong pergerakan napi dan pengangguran. Pasalnya, potensi kerawanan kriminalitas tinggi. Hal itu disampaikan Kabag Ops. Polresta Denpasar Kompol Nyoman Gatra, Jumat (17/4) k e m a r i n . G u n a m e njaga stabilitas keamanan wilayah Polresta, pihaknya mengedepankan anggota Intelijen, Bhabinkamtibmas bersinergi dengan Babinsa. ‘’Apalagi ada pelepasan tahanan dan banyak karyawan di-PHK. Sudah terbukti tahanan dilepas berbuat kriminal lagi,’’ ujarnya. Untuk mewujudkan situasi aman dan
TINJAU HOTEL - Wabup Badung I Ketut Suiasa meninjau hotel di kawasan Kuta untuk dijadikan tambahan rumah singgah, Jumat (17/4) kemarin.
Lokasi Karantina PMI
SOSOK Siapkan Akreditasi di Tengah Covid-19
Mangupura (Bali Post) Ratusan anak buah kapal (ABK) pesiar dari perusahaan Norwegian Cruise Line tiba di Bali lewat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Jumat (17/4) kemarin. Para ABK itu menggunakan pesawat Wamos Air. ‘’Mereka tiba sekitar pukul 09.08 Wita. Jumlah yang datang sebanyak 284 orang,’’ ungkap Kepala Otoritas Bandara (Otban) Wilayah IV, Elfi Amir. Sesuai protap, ratusan naker migran ini diharuskan mengikuti pemeriksaan thermo scanner, menjalani pendataan penumpang, menyerahkan health alert card dan wawancara. Selain itu, dilakukan rapid test oleh Satgas Covid-19 Provinsi Bali.
yang kembali dari luar negeri dengan menampung mereka di hotel dengan fasilitas yang baik dan didampingi petugas medis selama menjalani masa karantina. “Saat ini kami sudah memiliki total 198 kamar tempat isolasi bagi PMI dan mahasiswa. Nanti untuk kebutuhannya kita sesuaikan dengan perkembangan di lapangan karena potensi PMI Badung berjumlah 500 orang,” jelasnya. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan semua elemen krama Badung dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Pemkab Badung menjadi lebih semangat melakukan aksi dan langkahlangkah konkret mitigasi penanggulangan Covid-19 di wilayah Kabupaten Badung dan selalu berusaha melindungi keselamatan dan kesehatan seluruh masyarakat Badung. Turut serta dalam peninjauan tersebut, Kadiskes Badung dr. I Nyoman Gunarta, Kadiskominfo IGN Jaya Saputra dan Kabag Humas Made Suardita. (ad180)
kondusif, pihaknya mengedepankan upaya preventif, yaitu patroli dan kegiatan terpadu. Masyarakat juga diimbau sadar dan turut menjaga keamanan. Sebab, potensi kerawanan mengarah ke sana tinggi. Dari data dan laporan ke Polresta selama dua hari lalu, terjadi peningkatan kejadian sampai lima kali sehari. Ada kasus curanmor, curat dan pencurian burung. Namun, pihaknya berhasil menekan sehingga angka kriminalitas bisa dinolkan. ‘’Mudah-mudahan terus bisa dipertahankan. Saya yakin akan berdampak. Kami kedepankan upaya preemtif dan preventif agar tidak terjadi gangguan kamtibmas,’’ ucap mantan Wakapolsek Kuta ini. (kmb36)
KARANTINA pekerja migran Indonesia (PMI) di hotel dikeluhkan kepolisian. Pasalnya, tidak ada koordinasi dengan kepolisian dan TNI. Seperti penolakan warga terhadap lokasi karantina PMI di Kabupaten Karangasem. ‘’Contohnya di Karangasem, tidak ada koordinasi dan sosialisasi aparat. Akhirnya terjadi penolakan. Saat ada pengerahan massa, Polri dan TNI juga yang turun,’’ tegas Kabag Ops. Polresta Denpasar Kompol Nyoman Gatra usai membagikan masker dan penyemprotan disinfektan di Jalan Cokroaminoto, Denpasar, Jumat (17/4) kemarin. Menurutnya, sekarang banyak hotel dipakai tempat karantina oleh sejumlah kabupatan di wilayah Badung. Parahnya, pemerintah terkait tidak berkoordinasi dengan kepolisian. ‘’Hal ini juga dibahas saat rapat di bandara dihadiri Bapak Wakapolda Bali. Minta data PMI dan lokasi karantina saja susah,’’ ungkapnya. Mantan Kapolsek Ka wasan Laut Benoa, Denpasar Selatan ini berharap ada informasi awal tempat yang akan dijadikan karantina. Dengan demikian pihaknya bisa memantau dan menyadarkan masyarakat
setempat. ‘’Karena belum tentu semua masyarakat bisa menerima. Pemahaman mereka beda-beda. Padahal PMI itu saudaranya sendiri. Tidak ada satu pun orang yang ingin musibah seperti ini. Koordinasi memang mudah sekali diucapkan, tapi pelaksanaan di lapangan susah,’’ tandasnya. Sejauh ini masih banyak masyarakat mengabaikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19, di antaranya penggunaan masker. Seperti saat Tim Satgas Covid-19 menggelar operasi di perbatasan DenpasarBadung di Jalan Cokroaminoto, Denpasar, terjaring 650 pengendara kendaraan yang tidak memakai masker. Selain itu, tidak ada bantuan konsumsi dari pemerintah ke tim satgas tersebut. ‘’Dalam situasi seperti ini, masyarakat mohon dukung kami dengan cara mematuhi kebijakan pemerintah. Pemerintah juga tolong perhatikan tim di lapangan. Masak dukungan air putih saja tidak ada. Saya pernah belikan nasi tapi jadi masalah karena tidak semua dapat. Mudah-mudahan bisa dievaluasi,’’ kata Kompol Gatra usai memimpin pembagian masker bersama Tim
KAPOLRESTA - Kapolresta Denpasar AKBP Jansen membagikan masker di Jalan Cokroaminoto, Denpasar.
POLRESTA Denpasar khususnya Satuan Lalu Lintas yang bergabung dalam Operasi Keselamatan Agung Tahun 2020 bersama Astra Motor Bali membagikan masker dan hand sanitizer sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat dalam memerangi Covid-19. Sebanyak 1.000 masker dan hand sanitizer dibagikan di empat titik di kawasan persimpangan Jalan Cokroaminoto, Ubung, Jumat (17/4) kemarin. Sambil membawa pamflet bertuliskan ‘’Hindari Kerumunan, De Melali, Ngoyong Jumah untuk Sementara’’, masyarakat kembali diingatkan untuk tidak kumpul-kumpul sesuai imbauan pemerintah untuk melakukan physical distancing. Sebab, masih banyak masyarakat yang belum mengindahkan imbauan pemerintah. Sejumlah pengendara sepeda motor tidak menggunakan masker. Kasubnit I Regiden Polresta Denpasar Rike Astuti, S.Tr.K. ditemui di sela kegiatan mengatakan, melalui kegiatan ini pihaknya berharap masyara-
kat lebih peduli lagi terhadap dirinya sendiri. Masker adalah salah satu upaya pencegahan mandiri bagi masyarakat. ‘’Jangan menunggu orang lain memberikan masker. Harus peduli kepada kesehatan diri bahwa masker itu sangatlah penting untuk melindungi dari penularan virus,’’ katanya. Pihaknya menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang dilakukan bersama Astra Motor Bali, komunitas Honda PCX PDB Reborn dan perusahaan Larisa. Ribuan masker dan hand sanitizer yang dibagikan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat dalam rangka mengurangi penyebaran Covid-19. ‘’Kesehatan diri sendiri sangatlah penting dimulai dari hal kecil seperti membiasakan mencuci tangan dan menggunakan masker,’’ ucapnya. Menurut Branch Head Astra Motor Bali, Rangga Aditya, melalui slogan ‘’Satu Rider Satu Masker’’, Astra Motor Bali berkolaborasi dengan Polresta Denpasar, komunitas Honda PCX PDB Reborn dan Larisa. Seban-
MASKER – Petugas Polresta Denpasar dan Astra Motor Bali membagikan masker dan hand sanitizer di kawasan persimpangan Jalan Cokroaminoto.
Bali Post/kmb36
Satgas Covid-19. Disebutkannya, sudah tujuh kali tim melakukan kegiatan ini. Masih bergerak tim terpadu yaitu Polri, TNI, BPBD, relawan, Linmas, Satpol PP dan pecalang. Tenaga intinya relawan didukung TNI dan Polri. ‘’Masih menyasar pintu masuk Denpasar. Kami ingin mengedukasi masyarakat supaya mematuhi protokol kesehatan. Hampir satu jam, 650 masker habis dibagikan. Kami menyasar masyarakat yang tidak pakai masker,’’ ujarnya. Data tersebut menun-
jukkan bahwa masyarakat belum maksimal dalam mendukung program pemerintah memutus rantai penyebaran Covid-19. Mayoritas mereka dari luar Denpasar. Apakah akan ada tindakan tegas? ‘’Tergantung keputusan pemerintah, apakah akan diberlakukan aturan lebih tegas. Sampai saat ini masih imbauan-imbauan. Kalau kita bersatu dan mengikuti anjuran pemerintah, saya yakin dan percaya keinginan Denpasar dan Bali bersih dari Covid-19 bisa tercapai,’’ imbuh mantan Wakapolsek Kuta ini. (kmb36)
Polresta Denpasar dan Astra Motor Bali Bagikan Ribuan Masker
yak 1.000 masker dibagikan. Rencananya kegiatan ini akan dilakukan selama tiga hari sampai Minggu besok. ‘’Kami berharap program ini bisa berkelanjutan dan mendukung semua masyarakat,’’ ujarnya. Kegiatan CSR lainnya yang sudah dijalankan Astra Motor Bali bersama dealer resmi di antaranya menyediakan wastafel portabel di area Denpasar, Klungkung, Gianyar dan Buleleng serta
akan menyusul kabupaten lainnya. Sementara untuk membantu meringankan beban masyarakat, Honda sudah memberikan sembako bagi petugas kebersihan, sopir angkot, driver ojek online, paramedis di RSUP Sanglah, pedagang dan perajin di wilayah Tampaksiring serta karyawan jasa penyeberangan di Dermaga Sanur. Pembagian masker yang akan dilaksanakan bertahap pada akhir pekan ini. (bns)
Dua Pasien Positif Covid-19 di RS PTN Unud Sembuh
Rumah Sakit PTN Unud.
Bali Post/kmb23
Mangupura (Bali Post) – Dua pasien positif Covid-19 yang dirawat di RS PTN Unud dinyatakan sembuh. Menurut dr. Cok Wahyu, dokter spesialis penyakit dalam RS PTN Unud, pasien tersebut masing-masing pekerja migran Indonesia (PMI) dan warga Jakarta yang berwisata ke Bali. Dijelaskannya, sejak beroperasi sebagai rumah sakit khusus Covid-19 di
Bali, RS PTN Unud telah merawat 43 orang pasien. Rinciannya, 33 pasien berstatus positif Covid-19 dan 10 pasien dalam penga wasan (PDP). ‘’Dua pasien yang dinyatakan sembuh telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan lebih kurang tiga minggu di RS PTN Unud,’’ katanya, Jumat (17/4) kemarin. Menurut Cok Wahyu, se-
lama perawatan di RS PTN Unud, kedua pasien tersebut telah menjalani semua pemeriksaan dari dokter spesialis yang menangani hingga akhirnya dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang. Tenaga medis di RS PTN Unud menerangkan, dari sejumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat, setengahnya merupakan kasus imported case yang dibawa
dari orang yang datang dari luar negeri atau memiliki riwayat perjalanan dari luar dan daerah terjangkit. Seorang di antaranya anak berumur sekitar 13 tahun asal Denpasar yang masuk pada 11 April lalu. Dengan penambahan dua pasien sembuh, maka secara keseluruhan RS PTN Unud telah berhasil menyembuhkan 32 orang pasien positif Covid-19. (kmb23)
Sabtu Wage, 18 April 2020
Pemkab Jembrana Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga yang Terdampak Langsung Covid-19 PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Jembrana menyerahkan bantuan berupa sembako kepada keluarga dan warga yang terdampak langsung Covid-19 di Kabupaten Jembrana. Sembako diserahkan oleh Bupati Jembrana I Putu Artha kepada perwakilan empat kecamatan yang wilayahnya terdampak langsung virus Corona, bertempat di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jembrana (Kantor BPBD Jembrana), Jumat (17/4) kemarin. Bupati Artha saat itu juga menerima bantuan dari beberapa perusahaan. PT Merta Artamagas dan PT Merta Harumas memberikan sumbangan 1 ton beras yang dikemas dalam 200 bungkus. PT Indohamafish memberikan bantuan 10 dus sarden. PT Sarana Tani Pratama memberikan sumbangan 42 sak beras, sarden yamato 20 dus dan air mineral Aquase 5 dus. PT Jaya Baru Lestari memberikan sumbangan 2 ton beras yang dikemas dalam
400 bungkus. PT Indocitra Jaya Samudera Pengambengan memberikan 20 dus sarden. Seluruh bantuan diterima Bupati Jembrana I Putu Artha di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana. Bupati Jembrana I Putu Artha yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jembrana menyampaikan, penyaluran bantuan berupa sembako ini untuk warga yang terdampak langsung di empat kecamatan, yaitu
Melaya, Pekutatan, Negara dan Mendoyo. ‘’Warga yang menerima bantuan tersebut berada tingkat banjar, seperti tetangga dan lingkungan sekitar yang langsung terdampak. Seperti di wilayah Pekutatan, Desa Pangyangan yang mendapat bantuan. Bantuan sembako diberikan kepada 177 KK di empat kecamatan dan empat desa/ kelurahan,’’ ucapnya. Didampingi para Asisten Sekda dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Jem-
brana, ia berharap penyaluran bantuan sembako dari pemerintah ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak langsung virus Corona. ‘’Mudah-mudahan sembako yang diberikan bermanfaat bagi warga yang kita suruh untuk membatasi aktivitas untuk tetap tinggal di rumah dan tentunya tidak bekerja. Pemerintah wajib hadir untuk secara langsung membantu masyarakat,’’ paparnya. Dalam kesempatan itu, Bupati Artha mengapresiasi luar biasa beberapa perusahaan yang terus mengulurkan kepeduliaannya di tengah wabah yang saat ini melanda bangsa. ‘’Kami mewakili pemerintah daerah mengu-
Bertambah, Pasien Positif Covid-19 Sembuh
Negara (Bali Post) – Jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh dirawat di RSU Negara bertambah.
Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana Made Kembang Hartawan
Bali Post/kmb26
SEMBUH - Warga asal Baler Bale Agung yang sembuh dan dipulangkan dari RSU Negara ditemui Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan.
mengatakan, pasien yang sudah sembuh tercatat empat orang. Tambahan satu pasien sembuh berasal dari Baler Bale Agung yang masuk transmisi lokal. ‘’Pasien ini transmisi lokal dan istrinya juga positif. Hari ini bisa dipulangkan karena sudah sembuh,’’ ujar Kembang didampingi Humas Gugus Tugas Jembrana dr. I Gusti Agung Arisantha di RSU Negara, Jumat (17/4) kemarin. Kembang minta kepada warga yang sudah sembuh itu tetap berperilaku sehat, social distancing dan physical distancing. Warga ini sebelumnya dirawat selama 17 hari di ruang isolasi pascahasil rapid test dan PCR (swab)-nya positif. Ia juga mengharapkan masyarakat tetap disiplin mengikuti imbauan pemerintah, sehingga dapat memutus mata
rantai penyebaran Covid-19. ‘’Ikuti imbauan pemerintah, lakukan social distancing, pakai masker dan rajin cuci tangan dengan sabun,’’ kata Kembang Hartawan. Menurutnya, apa yang dilakukan tenaga medis di RSU Negara patut diapresiasi. Masyarakat juga diharapkan membantu paramedis dan pemerintah dengan diam di rumah. Bila ada hal yang penting dan harus keluar terapkan social distancing, cuci tangan dan wajib memakai masker. Arisantha menambahkan, pasien positif virus Corona asal Jembrana saat ini empat orang, orang dalam pemantauan (ODP) 136 dan pasien dalam pengawasan (PDP) 17. Sebanyak 15 orang dirawat di RSU Negara, satu menjalani isolasi mandiri di Tabanan dan satu dirawat di RS PTN Unud. (kmb26)
Karantina PMI, Pemkab Tabanan Sewa Hotel di Denpasar Tabanan (Bali Post) Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Tabanan yang akan datang ke Bali kini bisa bernapas lega. Pasalnya, Pemkab Tabanan telah menjalin kerja sama dengan salah satu hotel di kawasan Denpasar berkapasitas 150 orang sebagai tempat karantina, sebelum dinyatakan sehat dan dibolehkan pulang ke rumahnya masing-masing. Untuk isolasi ini, Pemkab Tabanan menyiapkan anggaran awal Rp 3 miliar dari APBD. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat dimintai konfirmasinya, Jumat (17/4) kemarin mengatakan, pemilihan lokasi karantina di hotel kawasan Denpasar dimaksudkan untuk mempercepat penanganan dan dikhususkan pada satu lokasi. Apalagi hotel di Tabanan jarang memiliki kamar berkapasitas banyak. Ia berharap dengan upaya ini, PMI asal Tabanan mendapatkan fasilitas yang siap dan layak untuk menjalani masa karantina. Namun, fasilitas ini hanya digunakan untuk para pekerja
yang akan pulang. Sementara PMI yang sudah tiba sebelumnya dan kembali ke rumahnya masing-masing, diimbau tetap menjalankan isolasi secara mandiri. “Yang sudah di rumah, ya di rumah saja isolasi mandiri,’’ ucapnya. Salah satu hotel di Kabupaten Tabanan pun kini sudah menampung PMI untuk menjalani karantina. Hotel dimaksud dihuni tujuh pekerja migran, sedangkan hotel yang disiapkan di Denpasar sudah ditempati lima PMI asal Tabanan. Pembiayaan selama masa karantina, lanjut Bupati, akan dibantu dengan APBD dan sharing dengan Provinsi Bali. “Dari APBD tapi masih ditentukan berapa anggarannya. Sabar masih dirancang, mungkin akan sharing ke provinsi juga,” jelasnya. Meski demikian, Bupati Eka memastikan untuk anggaran awal disiapkan Rp 3 miliar dari APBD. “Karena APBD paling cepat. Kalau kurang dan berkepanjangan nanti minta bantuan ke provinsi,” ujarnya.
Ditambahkannya, PMI yang menjadi tanggung jawab kabupaten yakni mereka yang hasil rapid test-nya negatif Covid-19. Sementara yang positif menjadi tanggung jawab Pemprov Bali untuk diisolasi di RSUP Sanglah atau di RS PTN Unud. Sementara itu, dalam lapo-
ran harian Gugus Tugas Tabanan, hingga Jumat sore tidak banyak terjadi perubahan data dibanding sebelumnya. Pasien yang dikonfirmasi positif dan masih menjalani perawatan di rumah sakit 4 orang, ODP 11, OTG 16 dan pemantauan surveilans 790 orang. (kmb28)
dan sopir Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan, Jumat (17/4) kemarin. Petugas kepolisian juga menyebar di sejumlah kawasan di kota Ta-
BANTUAN SEMBAKO - Bupati Jembrana I Putu Artha mengapresiasi beberapa perusahaan yang bergotong royong ikut membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Bantuan diserahkan melalui kecamatan.
Sosial
Cegah Covid-19, SMAN 1 Tabanan Terima Bantuan Masker dan Wastafel Portabel dari Alumni
KEPALA SMA Negeri (SMAN) 1 Tabanan Dr. I Made Jiwa, M.Pd. didampingi Wakasek Kehumasan Ni Wayan Kompiang Kusumawati, S.Si., M.Pd. dan Wakasek Kesiswaan Mulyadi Djoyo Astowo, S.Pd. menerima bantuan dari alumni sekolah setempat angkatan tahun 1971 dan 1984. Bantuan yang diserahkan perwakilan alumni di areal depan gedung sekolah, Jumat (17/4) kemarin, berupa 1.500 masker dan 10 unit wastafel portabel. Kwarda Pramuka Bali peduli Covid-19 juga menyerahkan bantuan dan melakukan penyemprotan disinfektan di SMAN 1 Tabanan. Bantuan pun diberikan oleh salah satu perusahaan yang bergerak di dunia otomotif (Yamaha). ‘’Mewakili keluarga besar SMA Negeri 1 Tabanan, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan alumni dan semua pihak lainnya atas sumbangan yang diberikan. Semoga Tuhan senantiasa memberikan kesehatan di tengah masih mewabahnya virus Covid-19 saat ini,’’ ucap Made Jiwa. Bantuan APD berupa 1.500 masker akan dibagikan untuk semua siswa SMA Negeri 1 Tabanan, guru dan staf. Sebanyak 10 unit wastafel portabel bantuan alumni yang diserahkan oleh Ketua Alumni Tahun 1984 Ir. I Nyoman Pasek Triatmaja, rencananya dipasang di sejumlah titik di depan kelas. ‘’Kami sangat bahagia karena mereka
TERIMA BANTUAN - Kepala SMAN 1 Tabanan menerima bantuan dari para alumni, Kwarda Pramuka Bali dan Yamaha, Jumat (17/4) kemarin. (para alumni - red) masih peduli akan almamaternya di saat kondisi seperti saat ini dan kesehatan adik-adiknya di SMA Negeri 1 Tabanan,’’ terangnya. Hasil koordinasi dengan para wakasek, masker nantinya dibagikan kepada siswa, namun jumlah murid yang datang mengambil ke sekolah bakal diatur. ‘’Misalnya tiap hari 20 orang siswa masuk untuk mengambil masker. Jamnya akan ditentukan untuk tetap menjaga social distancing dan sesuai SOP pencegahan virus,’’ ucapnya. Untuk senantiasa menjaga kawasan sekolah agar tetap bersih dan terhindar dari virus, pihak sekolah telah mengalokasikan dana sekolah untuk membeli obat disinfektan. Pihak sekolah melalui petugas kebersihan sekolah rutin melakukan spraying disinfektan seminggu sekali menyasar seluruh areal
sekolah, baik kelas maupun ruang staf dan guru. Salah seorang perwakilan alumni tahun 1971, I Ketut Suardika, mengatakan kepedulian para alumni ini tidak terlepas dari rasa keprihatinan akan adanya wabah yang sampai saat ini masih ‘‘menghantui’’ semua lapisan masyarakat. Bidang pendidikan pun terdampak. Para siswa sejak satu bulan ini telah melaksanakan pembelajaran daring dari rumah. ‘’Minimal dengan bantuan ini bisa membantu keluarga besar SMAN 1 Tabanan untuk tetap terhindar dari wabah virus ini,’’ ucapnya. Menurutnya, bantuan masker disiapkan oleh seniman asal Tabanan, yakni Nyoman Nuarta. Nyoman Nuarta yang dikenal sebagai pematung GWK ini juga merupakan salah satu alumni SMAN 1 Tabanan angkatan tahun 1971. (ad178)
Hotel Jimbarwana Hampir Penuh
Bali Post/ist
KARANTINA - Sejumlah PMI asal Tabanan yang akan tiba di Bali rencananya dikarantina di salah satu hotel di Denpasar.
Polisi Bagi-bagi Nasi Bungkus Tabanan (Bali Post) Meringankan beban warga yang terdampak wabah Covid-19, jajaran Polres Tabanan melakukan aksi sosial bagi-bagi nasi bungkus kepada petugas kebersihan
capkan terima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang sampai saat ini ikut bersamasama bersinergi membangun kepedulian kepada warga masyarakat khususnya warga yang terdampak langsung di Kabupaten Jembrana,’’ ujarnya. Bupati Artha memastikan bantuan yang disumbangkan dari semua pihak akan tepat guna dan tepat sasaran. ‘’Bantuan ini nantinya agar didistribusikan secara selektif dan tepat sasaran. Kami harapkan penerima manfaat ini dilakukan secara selektif khususnya di lingkungan masyarakat yang terdampak virus Corona di Kabupaten Jembrana,’’ pungkasnya. (ad179)
banan melakukan pembagian masker kepada warga/ pengendara yang melintas. Sebab, masyarakat yang bepergian ke mana pun kini wajib memakai masker untuk mencegah penyebaran
Bali Post/ist
NASI BUNGKUS - Pembagian nasi bungkus kepada petugas kebersihan dan sopir DLH oleh jajaran kepolisian.
virus Corona. Kasubag Humas Polres Tabanan I Nyoman Subagia menjelaskan, aksi kepedulian jajaran Polres Tabanan ini juga dalam rangka Operasi Keselamatan 2020. Aksi ini untuk membantu masyarakat Tabanan di tengah pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari kepedulian pimpinan Polri dalam mengatasi kesulitan masyarakat. “Selain nasi bungkus, polisi juga membagikan masker bagi pengendara,” bebernya. Menurutnya, Kapolres Tabanan AKBP Mario Christy Panji Siregar juga menyerahkan sembako peduli kasih Kapolda Bali kepada Pekerja Harian Lepas (PHL) Polres Tabanan. Sebanyak 11 orang PHL mendapatkan bingkisan. Kapolres Tabanan AKBP Mario Christy menyatakan, bingkisan yang diberikan untuk meringankan beban PHL Polres Tabanan. “Jangan dilihat jumlah atau besaran bingkisan yang diterima, namun lebih pada manfaatnya saat situasi sulit ini,” katanya. Dia mengucapkan terima kasih kepada PHL atas dedikasinya kepada nusa dan bangsa serta pengabdiannya di Polres Tabanan. (kmb28)
Negara (Bali Post) – Hotel Jimbarwana yang digunakan sebagai tempat singgah (karantina) pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Jembrana kini hampir penuh. Pemkab Jembrana tengah mencari tempat lain untuk menampung PMI yang menyusul pulang. Wakil Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana Made Kembang Hartawan memperkirakan 150 PMI asal Jembrana akan datang beberapa hari ke depan. Yang sudah tiba telah disediakan tempat singgah di Hotel Jimbarwana. Namun, kapasitas hotel yang terbatas mengharuskan tim gugus tugas bergerak mencari tempat lainnya untuk menampung PMI. ‘’Di Hotel Jimbarwana masih ada sisa empat kamar. Tadi ada yang menelepon saya bersedia menjadikan ho-
Bali Post/kmb26
HOTEL JIMBARWANA - Beberapa PMI yang datang dijemput bus pemkab dan menjalani karantina di Hotel Jimbarwana. telnya untuk tempat menampung sementara,’’ ujarnya, Jumat (17/4) kemarin. Kembang yang juga Wakil Bupati Jembrana masih terus berupaya melakukan penjajakan ke hotel-hotel di Jembrana yang rela membantu penanganan Covid-19. Ia mengimbau PMI asal Jembrana yang pulang mengikuti rapid test dan PCR (swab)
yang disediakan di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Yang negatif akan dijemput pemkab dengan bus dan dibawa ke hotel untuk karantina sementara. Sekitar 60 PMI sekarang menjalani karantina di Hotel Jimbarwana. Mereka datang dalam dua gelombang. Gelombang pertama berjumlah 18 orang dan gelombang kedua 42 orang. (kmb26)
Sabtu Wage, 18 April 2020
Wayan Baru Bagikan 2.000 Masker dan 1,7 Ton Beras di Nusa Penida WAKIL Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru, S.Sos. menunjukkan kepeduliannya di tengah wabah Covid-19. Dia turut berpartisipasi membantu warga desa di Klungkung, khususnya di Kecamatan Nusa Penida, dalam upaya mencegah penularan virus Corona. Kepedulian itu dia tunjukkan dengan membagikan masker dan beras, sebagai antisipasi dampak penyebaran virus Corona. Politisi Gerindra asal Desa Sakti Kecamatan Nusa Penida itu membagikan 2.000
masker dan beras 1,7 ton selama dua hari, yakni dari Selasa (14/4) sampai Rabu (15/4) sore. Usai menyerahkan bantuan, Wayan Baru, Jumat (17/4) kemarin mengatakan, penyerahan masker dan beras tersebut diberikan kepada warga yang sangat membutuhkan. Mereka ada di beberapa banjar seperti di Banjar Blebet, Banjar Bujang, Banjar Cemulik di Desa Sakti. Ada juga warga di Banjar Nyuh, Desa Ped, Banjar Angas, Banjar Baledan, Banjar Rata, Banjar Tia-
gan, Banjar Subie, Banjar Tanaksedan, Banjar Semaga di Desa Klumpu. Kemudian, di Banjar Punduk Ahe Kaja, Banjar Behu Kubun Pande, dan Banjar Karang Dawa di Desa Bunga Mekar. Lalu di Desa Adat Batumadeg, Banjar Munggah Penutuk Desa Batumadeg. Selanjutnya di Banjar Gepoh, Banjar Caruban, Banjar Penyancangan, Banjar Julingan di Desa Tangglad. Ada pula di Banjar Buluh, Banjar Sokun, Banjar Antapan di Desa Batukandik. Hingga ke warga di Banjar Mentigi Desa Batununggul.
Gianyar Tambah Dua PMI Positif Covid-19
Gianyar (Bali Post) Kabupaten Gianyar terus mengalami lonjakan pasien positif Covid-19. Bahkan kali ini kembali terjadi penambahan dua orang sekaligus, yang sebelumnya bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI). Masing-masing dari Desa Bedulu Kecamatan Blahbatuh dan Desa Seronggo Kecamatan Gianyar. Ketua Satgas Covid-19 Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya, membenarkan adanya penambahan dua kasus warga Gianyar positif, sehingga kini total di Kabupaten Gianyar tercatat 13 kasus positif Covid-19. ‘’Ya, benar total menjadi 13 positif, sembuh dua dan satu dari luar daerah Gianyar,’’ katanya dihubungi, Jumat (17/4) kemarin. Dikatakan, penambahan dua pasien positif Covid-19 ini sebelumnya bekerja sebagai pekerja migran. Salah satunya pria asal Desa Bedulu yang sebelumnya bekerja sebagai PMI di Italia. Dikatakan, pemuda 25
tahun itu tiba di Bali pada 30 Maret. Nah berselang 14 hari lebih, dia baru mulai merasa gejala batuk dan pilek, selanjutnya datang ke RS Sanjiwani pada 15 April lalu. Saat itu langsung dilakukan rapid test dan hasilnya positif. Belum cukup sampai di situ, petugas juga melakukan tes swab dan hasilnya positif. ‘’16 April hasil tes swab positif, sekarang dia sudah dirawat di ruang isolasi RSUD Sanjiwani Gianyar,’’ katanya. Selanjutnya pasien positif berikutnya adalah seorang perempuan asal Desa Seronggo, Kecamatan Gianyar. Perempuan 35 tahun itu sebelumnya juga sebagai PMI yang bekerja di Dubai. Perempuan ini selanjutnya tiba di Bali pada 8 April 2020. ‘’Dia berobat ke RS Sanjiwani, 15 April rapid test positif dengan keluhan batuk pada 16 April hasil PCR positif,’’ katanya. Perlu diketahui sejak Minggu (12/4) Kabupaten Gianyar terus mengalami peningkatan pasien positif
Covid-19, bahkan catatan kasus hampir ditemukan setiap hari. Belasan pasien positif itu didominasi oleh PMI, beberapa di antaranya malah tertular virus dari PMI yang baru pulang tersebut. Kini Pemkab Gianyar pun sudah menyiapkam rumah singgah PMI di Desa Bedulu, dan satu hotel berbintang di Jalan Raya Pengosekan, Ubud. Bahkan bila dua tempat itu penuh, Bupati Mahayastra sudah kembali menyiapkan tempat penampungan PMI. Sehingga sementara waktu PMI tidak diperbolehkan pulang. Sementara warga diimbau memperketat diri melakukan social distancing dan physical distancing. Selain itu juga penting rutin cuci tangan, serta melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah benda. Sementara bila ada yang sakit, diminta segera memeriksakan diri ke dokter. Upaya ini penting dijalankan guna memutus penyebaran Covid-19. (kmb35)
Stok APD Menipis
RSUD Klungkung Sudah Habiskan 1.500 Set APD
DI TENGAH penanganan Covid-19 yang kian serius, ketersediaan APD di RSUD Klungkung justru sudah menipis. Ketersediaan APD set lengkap hanya cukup untuk seminggu ke depan. Kebutuhan APD rupanya sangat tinggi. Rumah sakit menghabiskan alat pelindung diri (APD) per set lengkap sebanyak 15 set per hari. Dalam penanganan Covid-19 selama tiga bulan terakhir, rumah sakit sudah menghabiskan 1.500 set APD lengkap. Bagaimanakah strategi RSUD Klungkung dalam upaya memenuhi tambahan APD itu? Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma, Jumat (17/4) kemarin mengatakan, pengadaan APD ini jelas membutuhkan anggaran yang besar. Sebab, satu set APD lengkap harganya mencapai sekitar Rp 1 juta. Ironisnya, APD hanya sekali pakai dan harus dimusnahkan agar tidak menimbulkan risiko penyebaran setelah kontak dengan pasien positif Covid-19. Satu set APD itu terdiri dari tutup kepala, baju all-cover, kacamata google, masker N-95 dan sepatu boots. Sejauh ini, pihaknya mengaku cukup terbantu setelah beberapa lembaga mengirimkan APD sebagai bentuk kepedulian. ‘’Penggunaan APD itu hanya sekali pakai saja. Setelah dipakai harus langsung dimusnahkan. Ini yang membuat kebutuhan APD itu menjadi tinggi. Maka, kami sangat bersyukur banyak pihak tergerak membantu kami memenuhi APD itu. Mudah-mudahan menjadi contoh dan diikuti oleh lembaga lain, sebagai bentuk kepedulian,’’ ujarnya. Kesuma menegaskan, stok APD saat ini masih cukup untuk kebutuhan seminggu ke depan. Selain APD set lengkap, kebutuhan APD yang terpisah-pisah juga cukup tinggi. Terutama kebutuhan masker paling tinggi, mencapai sebanyak 850 pcs per hari untuk tenaga medis hingga seluruh pegawai. Sebagai persiapan jangka panjang, pihaknya juga segera melakukan pengadaan APD dan alat kesehatan untuk ruang isolasi, melalui dana tanggap darurat bencana sebesar Rp 10 miliar. ‘’Karena keamanan petugas medis kami tetap harus diutamakan,’’ tegasnya. Sejauh ini, dengan penanganan yang dilakukan secara maksimal, maka
empat pasien positif Covid-19 yang sedang dirawat di sana, tiga di antaranya malah sudah sembuh. Hal itu sudah pasti tidak terlepas kerja keras dokter dan t e n a g a medis. Sedangkan satu pasien lagi terus dipantau
perkembangannya melalui tes swab. Meski sebagian besar pasien sudah sembuh, ruang isolasi tetap dipersiapkan dengan matang. Dari sebelumnya ada enam kamar ruang isolasi, ditambah lagi satu sal. Sehingga ruang isolasi menjadi 10 ruangan. Formasinya, satu ruang isolasi untuk satu pasien positif Covid-19. (gik)
dr. Nyoman Kesuma
‘’Saya dan warga sekitar bersyukur, kegiatan ini berjalan lancar, semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat kepada warga yang membutuhkan. Mereka sangat memerlukan ini, di tengah kesulitan ekonomi akibat dampak wabah Covid-19,’’ ujarnya. Wayan Baru juga mengajak warga sekitar menghindari penularan virus Corona dengan berpartisipasi aktif menjaga kebersihan masyarakat. Disiplin menggunakan masker ketika keluar rumah atau mengalami
gejala batuk atau flu. Pencegahan ini sangat membantu mengurai penyebaran virus itu. Tetap ikuti seluruh arahan pemerintah daerah, agar semua warga bisa terhindar dari wabah. Sejauh ini Nusa Penida cukup steril dari serangan virus Corona. Ini berkat kedisiplinan warganya dalam mengikuti arahan pemerintah. ‘’Semoga Covid-19 ini segera berlalu dan kondisi cepat pulih kembali, mari kita selalu berdoa agar semuanya diberikan kesehatan,’’ pungkasnya. (ad181)
BAGIKAN MASKER - Wayan Baru saat membagikan masker kepada warga Nusa Penida.
Warga Bangli Positif Covid Bertambah Jadi 13 Orang
Bangli (Bali Post) – Jumlah warga Bangli positif terinfeksi Covid-19 terus bertambah. Data yang ditampilkan Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Bangli menunjukkan saat ini terdapat 13 warga Bangli positif Covid-19. Mengacu peta sebaran di Bangli, kasus positif Covid-19 itu tersebar di empat kecamatan. Di Kecamatan Bangli tiga orang, Kecamatan Tembuku tiga orang, Kecamatan Susut empat orang dan Kintamani tiga orang. Sementara dari 13 orang yang positif, 12 orang di antaranya masih dirawat. Satu lainnya sudah sembuh. Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangli, I Made Gianyar, dikonfirmasi Jumat (17/4) kemarin membenarkan adanya perkembangan jumlah warga yang positif Covid-19. ‘’Sesuai hasil publikasi Satgas Provinsi ada 13 yang positif. Kita doakan supaya
cepat sembuh. Sementara ini yang sembuh baru satu orang,’’ kata Made Gianyar. Disebutkan, adanya penambahan dua kasus positif masingmasing dari Kecamatan Tembuku dan Kecamatan Susut. Satunya merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) dan
seorang lainnya tertular karena transmisi lokal. Untuk mencegah penyebaran karena transmisi lokal, Made Gianyar kembali mengimbau masyarakat Bangli untuk sadar dan tidak maboya. Masyarakat diminta selalu mengikuti dan menaati imbauan pemer-
intah dan Satgas di masingmasing desa. ‘’Social distancing dan physical distancing agar dijalankan,’’ ungkap Made Gianyar. Rapat kemarin telah disepakati pihaknya membuat instruksi untuk warga Bangli. Isinya agar selama wabah Covid-19 ini, warga tidak bepergian ke luar daerah. Terutama daerah yang masuk zona merah. Baik yang ada di Indonesia maupun di wilayah Bali. ‘’Kalau kita jalankan imbauan tidak bepergian, tentunya peluang penyebaran virus akan semakin kecil,’’ kata Made Gianyar. (kmb40)
Bupati Bangli Sebut Karantina PMI di Hotel Lebih Efisien Bangli (Bali Post) Sebanyak 68 orang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bangli saat ini menjalani karantina di sebuah hotel di wilayah Badung. Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangli yang juga Bupati Bangli I Made Gianyar, Jumat (17/4) kemarin mengungkapkan, pihaknya memilih hotel sebagai tempat karantina untuk kenyamanan pekerja migran tersebut. Menurutnya, penggunaan hotel sebagai tempat karantina itu lebih efisien jika dibandingkan menggunakan fasilitas publik milik pemerintah. Made Gianyar mengatakan, kebijakan sistem karantina
PMI yang diberlakukan saat ini lebih bagus dibanding sebelumnya karena lebih terorganisir. Dengan memperhitungkan segala aspek yang ada, pihaknya memilih hotel di luar Bangli sebagai tempat mengarantina para pekerja migran asal Bangli yang datang dari luar negeri itu. Alternatif pilihan tempat lainnya, yakni menggunakan hotel yang ada di Kabupaten Bangli, dan terakhir menggunakan fasilitas publik milik pemerintah yang ada di Bangli, seperti SKB, RSJ dan pusat pendidikan di Kubu. ‘’Kita tetap upayakan dapat hotel di Badung atau Kota Denpasar, sehingga dari segi pelayanan terhadap PMI ada
keadilan, perasaan yang sama. Kalau ada yang dikarantina di sana, ada di sini, nanti akan ada masalah,’’ terangya. Dibandingkan menggunakan fasilitas publik milik pemerintah, kata Bupati Made Gianyar, lebih efisien menggunakan hotel sebagai tempat karantina. Tak hanya efisien dari sisi tenaga, juga efisien problem/masalah. ‘’Karena sudah bayar sewa kan selesai. Kalau kita karantina di SD atau SKB, kita harus beli perlengkapan seperti dipan, seprei. Setelah itu tidak terpakai. Nah pengelolaan asetnya kemudian kan harus dipikirkan lagi. Jadi menurut saya, sepanjang ada alternatif hotel, lebih baik kita
gunakan hotel,’’ kata Made Gianyar. Lebih lanjut dikatakannya, berdasarkan perkiraan secara keseluruhan jumlah PMI asal Bangli yang akan pulang dari luar negeri mencapai 1.500 orang. Kalau dihitung biaya yang dibutuhkan untuk karantina tidak lebih dari Rp 5 miliar. Made Gianyar juga mengatakan karantina yang dilakukan di hotel juga lebih memudahkan pihaknya melakukan pengawasan. Selain menugaskan tim kesehatan untuk mengawasi pelaksanaan karantina PMI di hotel, Made Gianyar mengaku juga mempiketkan pegawai di OPD lain. (kmb40)
Terlibat Penyalahgunaan Narkoba Tim BNNK Gianyar Ciduk Dua Tersangka
BNNK Gianyar melalui Sie Pemberantasan berhasil mengungkap dan menggagalkan penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu (methamphetamine), di Gianyar, Selasa, (7/4) sekitar pukul 22.00 Wita. Dua tersangka awalnya diciduk di Jalan Raya Batubulan, Banjar Tegehe, Batubulan, Sukawati. Tersangka seorang laki-laki berinisial RW (33 tahun) itu berprofesi sebagai tukang ojek. Dia diringkus beserta barang bukti satu buah bungkus rokok merek In Mild yang di dalamnya terdapat satu buah plastik klip ukuran kecil berisi kristal bening. Did ug a na rkot ika g ol satu jenis sabu-sabu. Berat brutonya sekitar 0,33 gram atau 0,19 gram netto dibungkus sedotan dan dilakban warna hitam, juga satu unit HP merek Samsung warna silver dari tangan tersangka. Selain itu juga diamankan teman tersangka bernama TT (33 tahun) laki-laki berprofesi sebagai bengkel yang berperan menyuruh tersangka mengam-
bil barang haram tersebut. Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. menjelaskan kronologi penangkapan tersangka itu. Selasa 7 April 2020 petugas awalnya mendapatkan informasi dari masyarakat dan langsung menindaklanjuti laporan itu sekitar pukul 22.00 Wita, bertempat di Jalan Raya Batubulan, Banjar Tegehe, Desa Batubulan, Sukawati. Saat itu petugas berhasil mengamankan seseorang berinisial RW, 33 tahun laki-laki berprofesi sebagai tukang ojek. Dia diringkus beserta barang bukti satu buah bungkus rokok merek In Mild yang di dalamnya terdapat satu buah plastik klip ukuran kecil berisi kristal bening. Diduga narkotika gol satu jenis sabu. Setelah diintrogasi tersangka mengaku disuruh temannya, TT. Petugas kemudian mencari TT itu di seputaran Terminal Batubulan dan ditemukan TT di sana dan mengakui telah menyuruh tersangka RW mengambil paket narkotika jenis sabu. Paket
sabu itu akan dibawa ke suatu tempat dengan imbalan Rp 50.000. Pada saat penggeledahan TT ditemukan satu buah HP merek Oppo warna hitam diduga sebagai alat komunikasi narkoba. Pelaku melanggar Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Saat ini pelaku dan barang bukti berada di kantor BNNP Bali, untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut,’’ tegas Sang Gede Sukawiyasa. Kepala BNNK Gianyar juga
mengimbau walau saat ini kita semua konsentrasi melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19, BNNK Gianyar tetap melaksanakan pengawasan terhadap peredaran gelap narkotika. ‘’Terbukti para bandar memanfaatkan situasi ini dengan melakukan transaksi narkoba,’’ ujarnya. Pada kesempatan itu, AKBP Sukawiyasa mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengawasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungannya masing-masing. (bns)
Sabtu Wage, 18 April 2020
Ketua DPRD Gede Dana Serahkan Bantuan Masker dan ’’Hand Sanitizer’’ kepada Warga Sibetan KETUA DPRD Karangasem I Gede Dana kembali memberikan bantuan kepada masyarakat dalam upaya pencegahan virus Corona atau Covid-19. Pada Jumat (17/4) kemarin, politisi asal Abang itu memberikan bantuan ratusan masker dan juga hand sanitizer kepada Satgas Covid-19 di Desa Sibetan, Bebandem. Gede Dana didampingi Wakil Ketua DPRD I Nengah Sumardi, anggota DPRD Dapil Bebandem I Made Wirta dan kader PDI-P I Wayan Sudira mengatakan, pemberian masker dan hand sanitizer itu kepada Satgas Covid-19 di tingkat desa, mengingat mereka berhadapan langsung dengan warga masyarakat yang rentan terkena Covid-19, sehingga
mereka harus dilengkapi alat pelindung diri. ‘’Satgas di tingkat desa tugasnya berat, mengedukasi warga di wilayahnya dalam upaya pencegahan Covid-19. Terlebih dengan mulai pulangnya pekerja migran Indonesia (PMI - red) asal Karangasem belakangan ini, tentu membuat tugas Satgas Covid-19 di desa semakin kompleks dalam pengawasannya,’’ ucapnya. Gede Dana menambahkan, selain menyerahkan ratusan masker dan hand sanitizer, Gede Dana juga menyerahkan bantuan dana untuk operasional Satgas Desa. Bantuan itu diterima langsung Ketua Satgas Gotong Royong Desa Adat Sibetan, I Made Mastawan. Penyerahan itu disaksikan
Perbekel Sibetan I Made Beru Aryawan, dan tokoh masyarakat Sibetan I Komang Kisid. Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menekankan Perbekel beserta tokoh masyarakat Sibetan untuk terus proaktif mengedukasi masyarakat tentang Covid-19, baik dari sisi pencegahan maupun penanganan. ‘’Bahkan kami telah mendorong Bupati Karangasem mengambil kebijakan strategis. Seperti penyiapan alat pelindung diri, kebijakan terkait dampak ekonomi seperti pemberian sembako maupun penggratisan pembayaran pelanggan PDAM bagi pelanggan yang memang membutuhkan atau warga kurang mampu,’’ katanya. Perbekel Sibetan, Made
Beru, mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD Karangasem atas bantuan masker maupun dana operasional yang telah digelontorkan itu. ‘’Kami sangat terbantu atas bantuan ini di tengah sulitnya mendapatkan masker maupun hand sanitizer belakangan ini,’’ paparnya. Made Beru menambahkan, data pekerja migran yang ada di Desa Sibetan sekitar 94 orang. Kemungkinan pulangnya secara bertahap, ini akan terus dipantau. Pihaknya akan terus mengedukasi PMI itu agar melakukan karantina selama 14 hari. Hal itu memang sesuai anjuran pemerintah dan juga di tempat yang telah disediakan. (ad177)
SERAHKAN BANTUAN - Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana saat menyerahkan bantuan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat Desa Sibetan, Bebandem, Jumat (17/4) kemarin.
Jadikan Tempat Karantina Naker Migran
Pemkab Karangasem Sulit Cari Hotel di Daerah Sendiri
Amlapura (Bali Post) Pemkab Karangasem sejatinya telah berupaya ekstra keras melobi para pemilik hotel di Karangasem agar bisa disewa sebagai tempat mengarantina para naker migran yang pulang dari luar negeri. Hanya, pemkab kesulitan mencari tempat akibat sebagian besar hotel yang dijajaki semuanya enggan alias menolak disewa sebagai tempat karantina para pejuang devisa itu. Bali Post/kmb38
BAGIKAN MASKER - Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng, Putu Agus Suradnyana, menyerahkan belasan ribu masker di dua kecamatan, Kamis (16/4) lalu.
Dua Kecamatan Digelontor Belasan Ribu Masker Kain
Singaraja (Bali Post) – Dua dari sembilan kecamatan di Buleleng telah menerima pembagian masker kain dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Tercatat 11.152 pcs masker kain didistribusikan kepada Kecamatan Busungbiu dan Kecamatan Kubutambahan. Tim Gugus Tugas Kabupaten itu membeli masker kain yang diproduksi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Belasan ribu pcs masker kain itu diserahkan secara simbolis oleh Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng Putu Agus Suradnyana kepada Camat Busungbiu Gede Putra Aryana dan Camat Kubutambahan Made Suyasa di lobi Kantor Bupati Buleleng, Kamis (16/4) lalu. Penyerahan masker kain itu juga dihadiri Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. dan Sekkab Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. Sejak menyebarnya pandemi
Covid-19, kata Gede Suyasa, tim gugus tugas di kabupaten sudah mengalokasikan anggaran untuk memproduksi masker kain yang didistribusikan ke setiap desa/kelurahan. Tim gugus tugas menargetkan memproduksi masker kain sebanyak 165 ribu pcs. Hanya, karena kemampuan produksi UMKM yang memenuhi syarat sebagai pembuat masker kain itu kapasitas produksinya terbatas, sehingga tidak mampu mencetak masker sebanyak yang dibutuhkan dalam waktu cepat. Untuk itu, distribusi ke setiap kecamatan dilakukan bertahap. Dalam beberapa hari ke depan ini, para pembuat masker kain ini produksinya terus digenjot, sehingga target 15 persen dari jumlah keseluruhan maskernya sudah selesai dibuat untuk didistribusikan kepada tim gugus tugas di kecamatan. Sedangkan sisanya akan disiapkan untuk cadangan mengantisipasi peningkatan kebutuhan sesuai
perkembangan kasus di lapangan. ‘’Penyerahan tahap awal baru untuk dua kecamatan. Kami targetkan beberapa hari ke depan UMKM yang memproduksi masker kain itu bisa menyelesaikan sebesar 15 persen dari target masker yang kita produksi sebanyak 165 ribu pcs, untuk 9 kecamatan,’’ katanya. Menurut Gede Suyasa, dari tim gugus tugas kecamatan, masker kain itu akan disebarkan ke tim gugus tugas di desa. Setiap desa/kelurahan diinstruksikan membagikan masker kepada 15 persen penduduk yang berusia 17 tahun ke atas. Selain itu, tim gugus tugas di desa/kelurahan diinstruksikan memberikan edukasi kepada warga terkait penggunaan masker yang tepat dan bisa digunakan dalam jangka waktu lama. Salah satu cara adalah setelah masker dipakai, warga bisa mencuci, kemudian distrika dan setelah bersih kembali bisa digunakan sesuai kebutuhan. (kmb38)
Diberi Sanksi Administrasi, Toko Langgar SE Pengaturan Jam Berdagang Singaraja (Bali Post) Surat Edaran (SE) Bupati Buleleng yang mengatur jam berdagang bagi toko modern berjejaring, supermarket, dan toko kelontong nampaknya belum sepenuhnya diikuti. Buktinya, saat melancarkan pengawasan di beberapa lokasi di kota Singaraja, Satpol PP menemukan toko kelontong dan toko modern berjejaring tetap berjualan bahkan di atas jam yang sudah diatur sesuai SE Bupati. Atas pelanggaran itu, aparat memberikan sanksi administrasi kepada pemilik toko dengan teguran tertulis. Kasatpol PP Buleleng Putu Artawan di ruang kerjanya, Kamis (16/4) mengatakan, setelah SE Bupati No.8/Satgas Covid19/III/2020 tentang pembatasan jam operasional toko modern dan warung resmi diundangkan, maka anggotanya secara rutin melakukan pemantauan di perkotaan.
Saat pemantauan, anggotanya menemukan toko modern berjejaring tetap buka hingga malam hari. Toko modern ini masih melayani pelanggan secara kucing-kucingan. Bahkan, anggotanya menemukan pengelola toko ada jor-joran membuka usahanya. Secara umum, alasan pengelola tetap buka di atas jam yang diizinkan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan keperluan sehari-hari. ‘’Setelah dua minggu edaran ini berlaku memang masih kita temukan pengelola toko modern dan toko kecil lain yang melanggar. Alasannya bisa karena ingin melayani warga yang mencari kebutuhan sehari-hari,’’ katanya. Atas pelanggaran jam berjualan itu, kata Artawan, pihaknya hanya berwenang memberikan sanksi administrasi. Pengelola toko yang kedapatan tetap berdagang itu diwajibkan menandatan-
gani surat pernyataan. Meski hanya teguran, pihaknya meminta agar pengelola toko modern dan toko lainnya disiplin mengikuti aturan yang telah dibuat pemerintah demi kebaikan dan kenyamanan bersama di tengah wabah pandemi Covid-19. ‘’Kami tidak bisa memberikan sanksi hukum, karena SE ini sifatnya imbauan. Namun sesuai wewenang yang diberikan kepada kami agar menegur. Harapan kami diikuti karena sudah menjadi instruksi pemerintah,’’ katanya. Selain memperingatkan toko modern yang masih buka, Artawan menyebut selama ini pihaknya juga menemukan adanya sekelompok warga masih saja berkerumun di tempat umum. Atas pelanggaran itu, anggotanya telah diperintahkan membubarkan kerumunan warga di tempat umum tersebut. (kmb38)
Bali Post/kmb38
SANKSI TERTULIS - Satpol PP Buleleng menemukan toko modern dan toko kelontong tetap berdagang di atas jam yang sudah diatur dalam Surat Edaran (SE) Bupati Buleleng. Pemilik toko itu telah diberikan sanksi peringatan tertulis.
Salah seorang pejabat yang enggan disebut jatinya dirinya mengatakan, sejatinya Pemkab Karangasem telah berupaya menjajaki hotel-hotel yang ada di Karangasem agar bisa disewa untuk dijadikan tempat karantina PMI itu. Hanya semuanya menolak hotelnya disewa. ‘’Pemerintah sudah berupaya mencari hotel, tetapi pihak hotel malah menolak. Untungnya satu hotel mau menerima yakni Hotel Ramayana, Candidasa,’’ ujarnya, kemarin. Karena itu, pejabat ini menyayangkan sekali sikap pemilik hotel lainnya seperti itu. Padahal, dengan adanya pe-
nyewaan itu maka ada pemasukan ke hotelnya. ‘’Apalagi ini masalah kemanusiaan. Masak di saat pemerintah sangat membutuhkan, malah tidak ada yang membantu. Justru kami diterima menyewa hotel di Kuta. Pun harganya lebih murah. Herannya kenapa di daerah sendiri justru tidak ada pemilik hotel yang mau menerima,’’ ujarnya tidak habis pikir. Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa cukup menyayangkan pemilik hotel di Karangasem malah enggan menyewakan hotelnya sebagai tempat karantina PMI. Kondisi
ini justru berbanding terbalik dengan pemilik hotel di Kuta, Badung. Mereka malah lebih welcome kepada Pemkab Karangasem yang berkeinginan menyewa hotel disana. ‘’Kita sudah bertemu pihak owner hotel dan juga Lurah Kuta dan kepala lingkungan serta Satgas di sana. Mereka sangat terbuka menerima kita,’’ ujar Wakil Bupati Wayan Artha Dipa. Pihak Pemkab Karangasem diperkenankan menyewa hotel kendati untuk tempat karantina PMI. Mereka tidak ada masalah. Faktanya kondisi seperti itu berbanding terbalik dengan
di Karangasem. ‘’Malah di Karangasem kita sulit mencari hotel untuk tempat PMI ini. Seharusnya masyarakat dan owner hotel mau menerima langsung. Sebab, Badung saja justru menerima secara legowo yang bukan warganya sendiri. Bahkan, Badung berharap masyarakat Karangasem seharusnya lebih gereget menerima warganya sendiri ketimbang Badung,’’ jelas Arta Dipa. Sejatinya dengan disewakannya hotel sebagai tempat karantina PMI itu, kata Artha Dipa, maka pastinya hotel itu ada pemasukan. Ketimbang saat ini tidak ada wisatawan menginap dan hotel pun kosong. ‘’Makanya, kami sangat berharap pemilik hotel mau menyewakan hotelnya. Karena itu kita menyewa hotel di Badung,’’ tegasnya. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mulai menerapkan kebijakan pembatasan jam buka dan tutup pasar tradisional maupun pasar modern. Penerapan pembatasan jam buka-tutup itu mulai diberlakukan Jumat (17/4) kemarin. Pembatasan jam buka dan tutup pasar ini dilakukan sebagai upaya pemerintah memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 di bumi lahar agar tidak kian meluas. Kepala Disperindag Karangasem I Wayan Sutrisna, Kamis (16/4) mengungkapkan, kegiatan perdagangan di pasar tradisional akan diatur jamnya.
Pasar mulai dibuka pukul 07.00 Wita sampai pukul 13.00 Wita. Sedangkan untuk pasar senggol dibuka pukul 16.00 Wita sampai pukul 19.00 Wita. ‘’Kebijakan ini mulai diberlakukan Jumat hari ini, 17 April 2020. Kebijakan itu berlaku hingga batas waktu belum ditentukan, karena melihat perkembangan Covid-19,’’ ucap Sutrisna. Selain itu, kata Sutrisna, para pedagang kelontong, warung, pedagang kaki lima, minimarket, toko modern dan toko konvensional juga diatur jam buka-tutupnya. Dibuka mulai pukul 08.00 Wita sampai pukul 19.00 Wita. Sedangkan swalayan/supermarket mulai buka pukul 11.00 Wita sampai pukul 19.00 Wita.
‘’Kami telah meminta kepada kepala pasar kebijakan itu diberlakukan kepada seluruh pedagang. Termasuk para camat supaya bisa menyampaikan kebijakan itu kepada masyarakat. Demikian juga kepada para perbekel di wilayah masing-masing agar ikut memantau kegiatan pedagang di wilayahnya. Kami akan memonitoring bersama Satpol PP pascadiberlakukannya kebijakan ini,’’ katanya. Pihaknya meminta kepada perbekel dan bendesa adat yang ada di Kabupaten Karangasem, melalui satgas yang ada di desa dinas maupun desa adat, agar bekerja sama dengan para pecalang menyosialisasikan kebijakan itu kepada masyarakat.
‘’Kami meminta melaporkan setiap kegiatan kepada gugus kabupaten melalui gugus kecamatan secara berjenjang,’’ pintanya. Kepada seluruh pedagang supaya selalu menjaga kebersihan dan higienitas barang dagangannya termasuk para pedagangnya. Pengunjung supaya bisa menjaga jarak menerapkan social distancing atau physical distancing. ‘’Kami minta supaya pengunjung selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PBHS) dengan rajin mencuci tangan di tempat yang sudah disiapkan. Selalu memakai masker guna mencegah penyebaran Covid-19 semakin bertambah,’’ pinta Sutrisna. (kmb41)
Diterapkan, Pembatasan Jam Buka-Tutup Pasar Tradisional dan Modern
Sabtu Wage, 18 April 2020
Sayangkan Stigma Negatif terhadap PMI Sementara itu, I Nengah Yasa Adi Susanto, salah satu mantan pekerja migran asal Bali, mengapresiasi kebijakan
pemerintah Bali dalam pemulangan PMI. Salah satunya karena semua PMI yang pulang telah di-rapid test dan ada karantina yang dilakukan pemerintah. Adi Susanto menyayangkan adanya stigma
negatif terhadap PMI. ‘’Kita tidak menyalahkan masyarakat yang memiliki stigma negatif karena tak paham penularan Covid-19 seperti apa. Kami menilai kekurangan pemerintah adalah sosialisasi. Untuk
itu, satgas gotong royong di desa adat melakukan sosialisasi. Bagaimanapun, para pekerja migran ini adalah pahlawan devisa, dan penggerak ekonomi masyarakat desa,’’ tegasnya. (ata)
Kreativitas Seni Unggahan ”Sameton” Bali Dalam situs web yang memungkinkan penggunanya mengunggah, menonton, dan berbagi video itu, belakangan, kalau kita berselancar mencari topik Covid-19 yang sedang menguncang dunia ini, akan banyak dipergoki kreativitas seni unggahan sameton Bali. Kelengkapan aplikasi video yang ditanamkan pada HP pintar yang intim berada dalam genggaman masyarakat pada umumnya ini, memberikan peluang mudah dan gampang memediasosialkan segala sesuatu dan segala tetek bengek, dari yang fakta hingga hoax. Akan tetapi, sejauh ini, bunga rampai ekspresi seni, khususnya seni olah vokal tembang yang diunggah di YouTube tersebut tampaknya merupakan bentuk kepedulian, simpati dan empati atas keprihatinan yang sedang dihadapi masyarakat Bali. Simaklah video berdurasi enam menit yang berjudul ‘’Merana Karena Corona’’. Karya seni yang diunggah tanggal 10 April ini dibawakan oleh sepasang muda-mudi lewat Pupuh Durma dalam sajian pesantian berpasangan. ‘’Gumi gering antuk merana corona’’, lantun si perempuan dengan bait pembukanya. Ditimpali elaborasi kontekstual oleh si pria dalam bahasa Indonesia, ‘’Dunia sedang berduka, dicengkeram wabah penyakit virus Corona yang mematikan. Masyarakat Jawa menyebut malapetaka ini pageblug, sedangkan di Bali dike-
DIJUAL MOBIL DAIHATSU
Dijual Sirion th 2013 Manual Putih H.98Jt Nego 081338700201
B.BP.001.04.20.0000172
TOYOTA
BU Fortuner Pth’12AT.Trd Disel Jl.Sdp Malam Perm Griyaundagi 8
B.BP.001.04.20.0000170
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Rmh 3KT,2Km,Jl 5mtr, Jl.Padma Dps Tmr H.500jt,H.081916321288
B.BP.001.04.20.0000113
PROPERTY DIJUAL TANAH
Jual Tnh kavling Jl.Hangtuah hrg 475/are SHM, 081916321288 B.BP.001.04.20.0000112
nal dengan istilah grubug. Sejarah mencatat, kehidupan manusia di bumi, sejak lampau telah berkali-kali diluluhlantakkan oleh teror penyakit mengerikan.’’ Sementara itu, pengunggah video sepasang ibu dan bapak yang berasal dari Jembrana tampil dengan gaya rumahan, santai sembari majejahitan sarana bebantenan. ‘’Gering agung manibenin, akeh panjak sane pejah’’, buka dua bait lantunan si ibu menggunakan Pupuh Semarandana yang berwatak nelangsa. Si bapak memberikan pemaparan dalam bahasa Bali yang pada intinya sangat merasa takut dengan prahara yang sedang mewabah dan bersedih atas begitu banyaknya manusia menemui ajal dalam waktu singkat. Pupuh Semarandana Cilinaya yang memiliki cengkok nestapa khas Bali Barat ini, bila videonya diikuti sampai usai, sungguh menyentuh relung kalbu, mengiris kepedihan sanubari. Empati dan kegundahan hati atas wabah Covid-19 ini juga diungkapkan dalam video seorang dara belia Desa Mundeh Kangin, Tabanan melalui tembang Pupuh Pucung. ‘’Keneh inguh ngenehang gumine ratu,’’ tutur sang dara mengawali lantunannya dengan liukan nyanyian yang sederhana dan polos. Menembang secara tunggal menggunakan kebaya kuning, disampaikan kegelisahannya terhadap ancaman virus Corona. Pesan moral tembang ini mengharap Corona segera berlalu dan ketenteraman dapat direguk kembali. Dalam
teater Arja yang berkisah dengan Sekar Alit, Pupuh Pucung memang biasanya digunakan untuk berdiolog atau bernarasi sebagai ilustrasi suasana kejiwaan yang damai. Masih ramai dijumpai sejumlah video di YouTube dengan topik Corona melalui ungkapan tembang. Ada yang hadir dalam kemampuan menembang yang bersahaja dan terdapat pula penembang Sekar Alit yang piawai. Demikian pula pengambilan dan kualitas visualnya, ada yang apik dan banyak yang ala kadarnya. Hal ini juga tampak pada video dalam ungkapan lagu modern pop dan dangdut. Meski demikian, semua ungguhan video itu mengundang haru dan rasa kebersamaan, senasib dalam melawan wabah Covid-19. Bahkan dalam kesedihan ini, kita diajak melipur lara agar tak larut digerogoti paranoid akut, melalui humor video lawak atau bondres. Video yang cukup menghibur itu tampak pada sepasang pelawak. Dalam tampilan tata rias muka yang cacat ekstrem, dikisahkan pertemuan dua sahabat di jalan desa tepi sawah, diawali dengan dagelan motor mereka jatuh di parit-parit. Kemudian masuk kepada diolog kocak memperbincangkan penularasn virus Corona melalui batuk dan filek. Sementara itu video unggahan YouTube yang juga bermuatan banyolan diungkapkan cukup menggelitik dalam seni animasi berdurasi 11 menit. Menggambarkan dialog figur wayang kulit Delem dan Sangut di tengah kegentingan
petaka Corona. Dialeknya yang kena dalam rangkaian dialog ceplas-ceplos, sungguh mengundang tawa. Pesan yang disampaikan terkait dengan anjuran dan aturan pemerintah terasa persuasifedukatif. Seni ibarat virus yang bersifat universal dan semesta. Ia (seni) universal, karena menjadi media letupan estetik dan moral aspirasi setiap insan manusia dalam perseteruan melawan Corona. Ia (seni) semesta, karena akan senantiasa hadir mendampingi dinamika tanda-tanda zaman, dalam keadaan suka dan juga dalam keadaan duka seperti sekarang ini. Ada sejumlah goresan sejarah tentang kontribusi seni menenteramkan kekacauan kehidupan seperti misalnya yang disampaikan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, mantan Gubernur Bali, semasa hidupnya. Beliau mengungkapkan sebuah tesis bahwa seni mampu sebagai terafi pembasuh trauma sebuah peristiwa kelam. Saat berceramah di ISI Denpasar (1995), dipaparkan, teater drama gong yang hadir pentas berkesinambungan di tengah masyarakat Bali dari tahun 1967-1970-an, mampu kembali merajut kerukunan masyarakat yang sebelumnya terpolarisasi, dihantui dengan kecurigaan dan api permusuhan. Dan kini, kita juga berharap unggahan video para kreator seni dan individuindividu kreatif masyarakat Bali di panggung digital dapat memercikkan ketenangan dari intimidasi kepanikan. Penulis, pemerhati seni budaya, dosen ISI Denpasar
Oknum Pungli Pembebasan Napi Asimilasi Terancam Dipecat Denpasar (Bali Post) Merebaknya isu pungutan liar (pungli) dalam kebijakan pemerintah memberikan asimilasi dan integrasi kepada narapidana (napi), cukup membuat telinga Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) RI Yasonna H. Laoly panas. Untuk mengantisipasi hal itu, Yasonna pun langsung melakukan teleconference dengan jajaran Divisi Pemasyarakatan dan Kemenkum HAM di seluruh Indonesia, termasuk Bali. Dalam arahannya, Menteri Yasonna bersuara lantang meminta Kadivpas, Kalapas, Karutan, KPLP untuk tidak melakukan pungli terkait asimilasi sesuai Permenkum HAM 10 Tahun 2020. ‘’Kepada seluruh Kalapas, Karutan, KPLP, KPR dan seluruh jajaran pema-
syarakatan, Kadivas, Kakanwil semua, saya ingatkan tidak boleh melakukan pungutan apa pun terkait asimilasi dan integrasi,’’ kata Yasonna. Sebaliknya, Yasonna meminta jajarannya untuk memudahkan proses pembebasan asimilasi tersebut. Namun tetap sesuai protap yang ada dalam penanganan Covid-19. Terpenting, harus ada jaminan dari pihak keluarga terpidana. Jika itu dilanggar maka pihaknya tak akan segan-segan melakukan pemecatan. ‘’Camkan instruksi saya ini. Jika tidak maka saya akan melakukan tindakan tegas, termasuk pemecatan sekalipun,’’ tegasnya. Di balik suaranya yang lantang itu, Yasonna juga berterima kasih kepada Kalapas,
Karutan, KPLP, KPR dan seluruh jajaran pemasyarakatan, Kadivas, Kakanwil semua, yang telah bekerja dengan baik, transparan dan tidak ada upaya pungli. ‘’Saya ucapkan terima kasih kepada kalian semua atas kinerjanya selama ini,’’ ucapnya. Adanya instruksi itu, Humas Kemenkum HAM Bali Putu Surya Dharma, Jumat (17/4) kemarin, mengatakan hal itu juga berlaku di jajaran Kemenkum HAM Bali. ‘’Bapak Menteri berjanji akan menindak tegas oknum yang melakukan pungli terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang menjalani asimilasi dan integrasi. Bagi masyarakat yang melihat dan merasa dimintai dana segera melapor,’’ imbuhnya. (kmb37)
‘’Ini masalah kita bersama. Jadi, kita tidak ada istilah setuju atau tidak setuju, karena ini masalah kemanusiaan, masalah kita bersama. Siapa pun dalam kondisi begini wajib memberikan perlindungan pada orang-orang itu (PMI red) secara manusiawi,’’ tegas Wakil Bupati Badung ini. Menurut Suiasa, selay-
aknya semua pihak tidak memperdebatkan adanya pekerja migran yang pulang ke Bali di tengah wabah Covid-19. Terlebih, menyangkut keselamatan bersama dan kenyamanan batin. ‘’Karena itu, siapa pun itu, di mana pun itu, selayaknya mengambil sikap yang sama, karena bisa jadi masyarakat Badung dalam kondisi sama di tempat lain. Jadi, siapa pun dan di mana pun semua pihak harus bisa
bersikap menerima secara kemanusiaan dan memperlakukan secara kemanusiaan,’’ ungkapnya. Meski demikian, Wabup Suiasa mengingatkan warga yang dikarantina agar mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan protap yang ditetapkan. ‘’Tim medis harus mengawasi warganya yang dikarantina, sehingga kesehatan mereka terjamin,’’ ujarnya. (kmb27)
Wajib Memberikan Perlindungan
Sabtu, 18 April 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Pangejawantahan Kasih (3) Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Bali TV Shop Punggung Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Berita Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Belajar Menggambar Menggambar Orang Nyemprot Berita Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara
10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita
Galeri Musik Indonesia Berita Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Peneduh Gumi (1) Bali Channel Tourist TV Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam Berita Terkini Ocydia Home Shopping Yowana Magz Juara Lomba Film Pendek SMKN 1 Mas Berita Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Berita Terkini Parameter Bali TV Shop
17:00 Wita 17:05 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:15 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
DIJUAL TANAH
Tnh 3.5A Hrg 750/A Tk.Badung Renon+35A Harga 125jt/A Ubud Tegallang Hp.0811394712
B.BP.004.04.20.0000149
PROPERTY DICARI TANAH
!!!Dicari tanah di Kuta Selatan Strtegis/view super, hrg miring Total Rp.5-10M.Ph 081238951150
B.BP.004.04.20.0000173
Dicari!! Tnh Strategis di ring luar Denpasar u/dijual kembali Budget Rp.5-10Mil.082146112554
B.BP.004.04.20.0000174
BIRO JASA Sy Siap Bntu Byar-Lporan Pajak Blann SPT Thunan NPWP SIUP TDP HP/WA081239026955&081338344155
B.BP.001.03.20.0000202
Print & On Line Radio
HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id
denpost.id dan denpost.post
denpost
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat GENTA BALI
gentabalifm
genta bali
Kalung Omkara Berita Terkini Folk Song Bali TV Shop Kalung Omkara Puja Trisandya Seputar Bali Malam Orti Bali Dialog Interaktif Amerta Indah Otsuka, Pocary Sweat Bali Post Talk Satu Jam Marco dan Kawan-kawan Bisnis Bali News Satu Jam Marco dan Kawan-kawan Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Terkini Ocydia Home Shopping Solusi Alternatif Marion Sam
JENIS PAKET Bronze Silver Gold
HARIAN DENPOST 1 kolom x 45 mm 1 kolom x 100 mm 1 kolom x 150 mm
RADIO GENTA 12 x siar / bulan 24 x siar / bulan 36 x siar / bulan
PAKET
300.000,- / bulan 400.000,- / bulan 800.000,- / bulan
BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN
Sabtu Wage, 18 April 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Seniman Tak Boleh Berhenti Berkarya MENGELOLA hidup saat pandemi Covid-19 sangat susah. Bahkan, teramat susah bagi sebagian besar warga yang berada dalam garis kemiskinan. Kini, jumlah orang terdampak akibat pandemi terus meningkat. Kondisi ini jelas akan menimbulkan dampak sosial ekonomi yang teramat lama. Kondisi inilah yang semestinya kita sikapi secara lebih bijak. Dan kesadaran diri sebagai individu yang bisa mengelola kehidupan secara mandiri harus dibangun. Dalam kaitan ini, kita juga sudah sering diimbau untuk berada di rumah. Diam di rumah adalah pilihan terbaik. Namun, kita tentu tak bisa berada dan diam di rumah tanpa aktivitas. Apalagi kita berada di rumah dalam waktu lama. Manusia perlu hiburan dan berkreativitas. Harus kreatif dan cerdas mengelola situasi seperti saat ini. Selain itu, kecerdasan menghibur diri juga menjadi hal penting yang perlu dilakukan. Kita perlu hiburan dan ini adalah cara terbaik untuk mengimbangi rasa frustrasi dan stres. Sayangnya, belakangan ini ruang untuk itu juga terbatas, kalau kita penghobi seni tradisi. Ketika seni panggung mati suri akibat aturan tak boleh berkerumun dan berada dalam kumpulan orang banyak, seni tradisi Bali memang terdampak. Seniman Bali tak lagi bisa melakukan aktivitas seninya menghibur masyarakat di wantilan atau ruang terbuka yang menjadi panggung para seniman. Kondisi ini juga telah membuat kita berada pada situasi yang sulit mendapatkan hiburan seni tradisi yang lebih variatif. Namun, seni tradisi tak harus mati walaupun tersandera pandemi Covid-19. Seni tradisi tetap bisa kita nikmati lewat program-program hiburan di radio dan televisi. Namun, porsinya relatif terbatas. Yang lebih banyak memberikan pilihan hiburan adalah di Youtube. Di sini ada banyak pilihan hiburan yang bisa menemani kita saat berada di rumah. Artinya, kita tetap saja memberikan apresiasi kepada pelaku seni tradisi atau seniman Bali. Yang jelas, apa pun situasinya, keberpihakan kita pada seni tradisional tetap harus kita bangun. Keberpihakan ini tentu bisa kita jabarkan dengan tetap memberikan ruang dan mengakses berbagai seni kreatif yang dimunculkan seniman Bali. Keberpihakan pada seniman Bali bisa kita maknai sebagai salah satu bentuk penghargaan terhadap budaya Bali. Dan kita harapkan budaya Bali bisa menjadi salah satu kekuatan dalam membangun imunitas krama Bali terhadap pandemi Covid-19. Untuk itulah sangatlah penting bagi kita tetap melakukan adaptasi seni dan cara-cara mengelola kehidupan saat dinamika zaman terus bergerak. Kita pahami bersama, saat ini mungkin situasi terburuk bagi para seniman. Dunia seni yang biasanya memberikan mereka status ekonomi dan status sosial, kini stagnan. Mari kita bangun dan bangkit bersama semua elemen menghadapi dinamika zaman saat ini. Kita juga berharap ke depan seni menjadi salah satu media yang ampuh dan efektif untuk mengatasi potensi keresahan akibat bencana maupun gesekan sosial. Seniman juga mampu menjadi mediator yang efektif untuk mengajak masyarakat tetap tabah dan kuat menghadapi tantangan zaman. Kita juga sepakat para seniman tradisional telah menjadikan dinamika kehidupan di Bali bergerak dengan nilai-nilai budaya dan harmonisasi kehidupan. Namun, dalam situasi seperti ini, kita tetap berharap seniman Bali berkarya dengan memanfaatkan media dan ruang yang ada. Seniman tak boleh jauh dari kreativitas dan produktivitas.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Dukungan Moral kepada PMI Saya termasuk salah satu orang yang mendukung berbagai kebijakan strategis yang dilakukan pemerintah bagi krama Bali yang selama ini bekerja di luar negeri saat mereka pulang. Mereka dulu adalah kebanggaan kita bersama. Mereka bekerja profesional meninggalkan keluarga berbulan-bulan. Ini sebuah keberanian dan memang memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan peluang kerja di luar negeri. Saat ini, ketika wabah pandemi, mereka pun terpaksa harus pulang. Dengan risiko selama perjalanan dan stigma yang terbangun di masyarakat yang kurang menguntungkan, saya berharap krama Bali membukakan hati kepada mereka. Mereka adalah bagian dari kita bersama. Ada rasa kemanusiaan yang harus dibangun. Saya juga berharap ruang karantina bagi mereka saat pulang layak dan memadai. Mereka butuh dukungan moral untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Untuk itu, saya berharap pemerintah kabupaten/kota di Bali terus mengedukasi masyarakat Bali untuk memahami posisi mereka sebagai pekerja migran Indonesia (PMI). Jika belakangan ini mereka ada ditolak masuk ruang karantina, sebaiknya segera diatasi dengan mengedukasi masyarakat, bahwa sudah ada protokol kesehatan yang bagus untuk memastikan mereka sehat sebelum berbaur dengan masyarakat luas. Sudama Wiguna Denpasar, Bali
POJOK
Bijak menangani pahlawan devisa. - Bukan habis manis sepah dibuang. *** Pemprov berlakukan pemutihan denda pajak kendaraan.
Grafis : Putu Suarsana
Mari Tingkatkan Kewaspadaan
KASUS Covid-19 di Bali dalam sepekan ini terus bertambah. Bahkan, pada Kamis (16/4), jumlah kasus konfirmasi harian juga bertambah 15 kasus dibanding sehari sebelumnya. Peningkatan ini adalah yang tertinggi sejak Bali mengumumkan temuan kasus positif Covid-19 pada 11 Maret lalu. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah hingga desa adat. Namun sejauh ini belum mampu meredam wabah virus Corona ini. Netizen yang berkomentar di akun Facebook @balipost pun kembali meminta semua pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Corona. Instansi terkait diharapkan melaksanakan prosedur pencegahan maupun penanganan pasien Covid-19 dengan ketat. Semua potensi penularan harus ditutup, bahkan bila perlu, pintu masuk Bali. Masyarakat juga jangan bengkung atau bandel. Ikuti imbauan pemerintah, baik mengenai physical distancing, perilaku hidup bersih dan sehat serta menggunakan masker saat bepergian. Semua komponen diharapkan kompak dalam penanganan bencana yang telah melumpuhkan berbagai sektor ini. Berikut komentar sejumlah netizen. Ketut Mandala Nanti kalau sudah seperti Jakarta baru diberlakukan PSBB. Seperti kata Pak Koster, PSBB masih jauh. Jumlahnya masih kecil dibandingkan Jakarta. Cukup tinggal di rumah, jangan bengkung. Walaupun orang luar Bali banyak yang datang ke Bali melalui Gilimanuk.
Gusti Ayu Asmariani Bali punya nilai plus dari pulau lain. Sungguh sangat bangga punya Pulau Bali. Coba diperketat semua aturan pasti tidak akan bertambah.
Ketut Suarnaya Astungkara nambah yang sembuh dan semoga saja tidak ada tambahan kematian. Putu Susila
Sebaiknya PSBB saja. Tapi, pemerintah harus berani memberi bantuan sembako ke setiap keluarga. Jangan anggap remeh Corona ini. Rauh Widiantara Perketat pintu masuk. Titik. Karantina PMI oleh pemerintah sebelum pulang ke keluarga. Titik. Ditambah social distancing plus physical dis-
tancing. Kira-kira dapat menghambat.
I Made Sudana Penambahan kasus Covid-19 dari mana, apakah dari imported case apa dari transmisi lokal, berita harus jelas sehingga kami tetap waspada. Bagus Karyana Boleh tahu enggak, berapa data tes pasien yang dikirim ke Jakarta? Jangan-jangan data tes masih banyak yang ngantre alias belum ada hasilnya. Mayleena Okynawa Sudah hampir sebulan di rumah, dari mulai belum 10 yang positif sampai sekarang masih saja naik kayak gini. Kira-kira faktor apa yang bikin terus naik? Ida Bagus Tristan Hadi Yang sembuh juga nambah
banyak, pak.
Faustin W. Sudi Apanya yang salah kirakira, kok naik terus? Suardika Ardi Kita terus diimbau diam di rumah, jangan bandel katanya. Perut tidak bisa diajak diam karena tidak punya apa-apa. Bapak-bapak yang duduk di kursi empuk gampang bilang diam di rumah, jangan bandel soalnya tiap bulan tetap dapat uang tunjangan. Tidak akan habis tunjangan itu sebulan kalau bapak tinggal di rumah. Beda dengan saya, tinggal setengah hari saja sudah bingung mau makan apa. Dewa Ariawan Masih ada yang menolak buat untuk tutup sebentar? Mari berpikir jernih.
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Yangbatu Gotong Royong Tangani Covid-19
PERAN desa adat dalam penanganan Covid-19 diharapkan menjadi panglima. Kondisi ini mengharuskan prajuru desa adat sigap untuk ikut serta dalam penanggulangan Covid-19. Seperti yang dilakukan Desa Adat Yangbatu. Apalagi, di Denpasar sebelumnya telah terbentuk Satgas Covid-19 hingga ke desa/lurah. Kini gilirian desa adat ikut serta dalam Satgas Gotong Royong Covid-19. Tak perlu waktu lama, beberapa hari setelah diinstruksikan Pemprov Bali, Satgas Gotong Royong Covid-19 langsung dibentuk, salah satunya di Desa Adat Yangbatu, Kota Denpasar. Bendesa Adat Yangbatu I Nyoman Kanduk Supatra didampingi Ketua Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Ada Yangbatu I Made Buda Arka saat ditemui di sela-sela kegiatan penyemprotan disinfektan menjelaskan, sesuai dengan arahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan Pemerintah Kota Denpasar serta Majelis Desa Adat, bahwa desa adat diharapkan membentuk Satgas Gotong Royong guna memarangi Covid-19 ini. Tak ingin berlama-lama, Desa Adat Yangbatu pun langsung membentuk dan merancang program kerja. ‘’Beberapa saat setelah diinstruksikan, kita langsung bentuk. Beragam organisasi adat kami libatkan, mulai dari pemangku, sabha desa, kerta desa, pecalang, klian adat, sekaa teruna hingga tim medis. Tentunya diharapkan dengan pembentukan Satgas Gotong Royong ini dapat memaksimalkan upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,’’ jelasnya. Ketua Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Yangbatu I Made Buda Arka menambahkan, berbagai kegiatan telah dan akan dilaksanakan. Pertama adalah melaksanakan
matur piuning serta menghaturkan Segehan Wong-wongan sebagai upaya pencegahan berbasis kearifan lokal, melaksanakan sosialisasi melalui penyebaran buklet, pembagian cairan disinfektan untuk pencegahan mandiri, memberikan sabun sebagai bentuk sosialisasi penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), penyediaan wastafel di Pura Khayangan Tiga, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pola pencegahan secara mandiri. ‘’Kami langsung bergerak dengan melihat kondisi sosial masyarakat, sehingga upaya pencegahan penyebaran Covid-19 ini dapat dimaksimalkan,’’ ujarnya. Berkaitan dengan penyemprotan disinfektan, pihaknya menjelaskan, Desa Adat Yangbatu memiliki beberapa jalanan yang melintas. Tak jarang lantaran terletak di antara dua pusat pemerintahan, yakni Kota Denpasar dan Pemprov Bali, menjadikan jalanan di Desa Adat Yangbatu sebagai jalur alternatif, lantaran mobilitas yang terbilang tinggi diperlukan upaya pencegahan dini adanya virus di jalanan. ‘’Dengan penyemprotan disinfektan di jalanan diharapkan mampu
membunuh penyebaran virus di jalanan, mengingat Yangbatu seiring dipilih menjadi jalur alternatif,’’ ujarnya. Sementara ke depan, Buda Arka mengatakan, kendati masih berada pada zona hijau, Desa Yangbatu harus tetap waspada. Sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan, pihaknya akan melaksanakan pemantauan mobilitas penduduk. Sehingga mampu memberikan data pasti tentang persebaran penduduk dan kemungkinan adanya penduduk yang memiliki riwayat dari daerah zona merah. ‘’Saat ini bersama kepala dusun kami sedang melaksanakan pendataan mobilitas penduduk, sehingga dapat dipetakan kon-
disi penduduk dan mampu memberikan gambaran untuk mengambil langkah pencegahan dini. Jadi diimbau bagi masyarakat di Desa Adat Yangbatu untuk segera melaporkan kepada Tim Satgas Gotong Royong apabila terdapat tetangga atau sanak saudara yang memiliki riwayat mengunjungi zona merah Covid-19, memiliki gejala Covid-19 atau sempat melaksanakan kontak dengan pasien baik OTG, ODP, PDP dan pasien positif Covid-19,’’ ujarnya sembari berharap wabah ini segera berlalu. (ara)
Bali Post/ist
Beberapa saat setelah diinstruksikan, kita langsung bentuk. Beragam organisasi adat kami libatkan, mulai dari pemangku, sabha desa, kerta desa, pecalang, klian adat, sekaa teruna hingga tim medis. Tentunya diharapkan dengan pembentukan Satgas Gotong Royong ini dapat memaksimalkan upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.
Bali Post/ist
COVID-19 - Penyemprotan disinfektan oleh Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Yangbatu bersama Polresta Denpasar dan Polda Bali di jalanan yang melintasi Desa Adat Yangbatu, beberapa waktu lalu.
Desa Adat Intaran Larang Warga Keluar Tanpa Masker
- Rakyat pasti mensyukuri. *** Pemkab Badung tambah hotel karantina PMI. - Tambah juga bantuan untuk rakyat. Bali Post/edi
SOSIALISASI - Sejumlah Pecalang Desa Adat Intaran terus gencar melakukan patroli menyosialisasikan penggunaan masker.
Denpasar (Bali Post) Pecalang Desa Adat Intaran yang tergabung dalam Satgas Gotong Royong Desa Adat Intaran, Sanur, Denpasar Selatan, terus gencar melakukan patroli guna menyosialisasikan penggunaan masker. Kegiatan ini dilakukan mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19. Tidak hanya warga lokal, warga negara asing (WNA) yang melintas pun tak luput dari sosialisasi ini. Menurut Wakil Ketua Pecalang Desa Adat Intaran I Wayan Sura Darma, Jumat
(17/4) kemarin, sosialisasi penggunaan masker ini berlangsung di perempatan Pura Bale Agung Intaran. Warga yang diketahui tidak mengenakan masker, diimbau untuk balik ke rumah mengambil masker. ‘’Kami melakukan kegiatan ini bertujuan untuk memutus penyebaran virus Corona, sehingga situasi Bali, Sanur khususnya bisa normal kembali,’’ katanya. Diakui, memang masih banyak masyarakat yang bandel. Padahal penggunaan masker saat berada di luar rumah wajib untuk memutus penyebaran vi-
rus Corona, selain rajin mencuci tangan serta berperilaku hidup sehat dan bersih. Pihaknya selain aktif melakukan sosialisasi, juga rutin melakukan pemantauan penerapan social dan physical distancing. Para pecalang ini juga membagikan selebaran dan diberikan kepada warga untuk bersamasama melakukan pencegahan penularan virus Corona ini. ‘’Kami berikan selebaran yang isinya imbauan mengenai berperilaku hidup sehat dan bersih serta mengikuti imbauan pemerintah,’’ ucapnya. (kmb23)