Skip to main content

Edisi Senin 18 Maret 2019 | balipost.com

Page 1

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha

Bali Post

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

16 HALAMAN

NOMOR 203 TAHUN KE 71

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Senin Paing, 18 Maret 2019

Banjir Bandang di Jayapura 61 Meninggal

Bali Post/ant

DAMPAK BANJIR - Warga berada di dekat pesawat udara yang terdampak banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3) kemarin. Berdasarkan data BNPB, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3) tersebut mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia.

Jayapura (Bali Post) – Banjir bandang di Jayapura menimbulkan 61 orang meninggal, di mana 22 di antaranya sudah teridentifikasi. Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jayapura juga menyebabkan 4.273 orang mengungsi. ‘’Totalnya 4.273 warga yang mengungsi akibat banjir bandang semalam. Sementara korban tewas 61 orang,’’ kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. AM Kamal di Kota Jayapura, Papua, Minggu (17/3) petang. Ia merinci, pengungsi itu dari kompleks BTN Gajah Mada 1.450 orang, BTN Bintang Timur 600 orang, Doyo Baru 200 orang, Kemiri 200 orang dan di panti jompo 23 orang. ‘’Dari kompleks HIS Jalan Agus Karetji 300 orang, di Gunung Merah 200 orang, di kompleks SIL 300 orang dan di kediaman bupati 1.000 orang,’’ katanya Kamal mengatakan, pengungsi sebanyak itu tersebar di empat posko yang ada di Kabupaten Jayapura, salah satunya di kompleks perkantoran Bupati Jayapura. ‘’Berbagai bantuan makanan dan minuman juga sedang mengalir dari sejumlah pemangku kepentingan,’’ katanya. Sementara terkait jumlah korban meninggal, Kamal menegaskan, sebanyak 61 orang, 22 di antaranya sudah teridentifikasi. ‘’Sebanyak 19 jenazah sudah diambil oleh keluarga dan tiga lainnya masih diproses untuk dibersihkan, termasuk diberikan surat keterangan wafat,’’ katanya. Hal serupa dinyatakan Kapolda Papua Irjen Pol. Martuani Sormin, Minggu kemarin. Mantan Kadiv Propam Mabes Polri ini mengatakan, korban banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Jayapura kemungkinan masih bertambah karena saat ini pencarian masih terus dilakukan. (ant)

Debat Cawapres

Ma’ruf Amin Tawarkan Kartu Prakerja Sandiaga Uno Janji Buka Lapangan Kerja Jakarta (Bali Post) – Debat ketiga Pilpres berlangsung Minggu (17/3) malam kemarin. Tampil dua calon wakil presiden yakni nomor urut 01 Ma’ruf Amin dan nomor urut 02 Sandiaga Uno. Debat mengambil tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan kebudayaan.

Ma’ruf Amin

Bali Post/ant

Dalam pemaparan visi-misinya, Ma’ruf Amin di antaranya menyampaikan ke depan akan mengeluarkan tiga kartu. Ketiganya adalah kartu kuliah, kartu sembako murah dan kartu prakerja. Ketiganya bertujuan untuk memberikan kesejahteraan kepada warga. Selain itu juga memastikan bahwa negara hadir dalam bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan kebudayaan. Sementara itu, Sandiaga Uno dalam visi-misinya lebih banyak mengungkapkan tentang upaya mereka untuk meningkatkan kesejahteraan terkait dengan kesehatan. BPJS yang selama ini

menjadi keluhan akan diperbaiki, sehingga betul-betul memberikan kemudahan dan jaminan dalam pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, Prabowo-Sandi akan senantiasa untuk terus menciptakan lapangan pekerjaan untuk generasi milenial. Ma’ruf Amin mengatakan Indonesia harus maju dan kuncinya sumber daya manusia harus sehat, cerdas, produktif dan berakhlak mulia. ‘’Visi dan misi kami membuat Indonesia maju. Kuncinya di manusia Indonesia. Harus sehat, cerdas, produktif dan berakhlak mulia,’’ kata Ma’ruf. Ia mengatakan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla

sudah melakukan itu dan akan dilanjutkan. Ma’ruf mengatakan pemimpin harus membangun kemaslahatan untuk masyarakatnya. Maka Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan berlanjut, Program Keluarga Harapan (PKH) juga akan berlanjut, selain itu beasiswa juga akan diteruskan hingga kuliah. Sementara itu, Sandiaga Salahuddin Uno memiliki visi terus menjaga kerukunan masyarakat jika dirinya beserta Capres Prabowo Subianto memenangi Pilpres 2019. ‘’Kebudayaan, kebinekaan harus kita jaga,’’ kata Sandi. (019/ant)

Sandiaga Uno

Sempat Dilarang Kapolri Jokowi Tetap Datang Sibolga (Bali Post) – Rencana kedatangan Presiden Joko Widodo ke Sibolga, Sumatera Utara, sempat dilarang oleh Kapolri dengan alasan keamanan, mengingat peristiwa bom bunuh diri baru saja terjadi di daerah itu. Namun, demi kecintaannya kepada masyarakat, Jokowi tetap memilih untuk datang. ‘’Kapolri sampaikan kepada saya, agar tidak usah ke Sibolga karena terkait keamanan. Sama

sewaktu saya mau ke Afghanistan juga demikian. Tapi saya tolak. Tidak! Saya harus ke Sibolga, urusan keamanan itu urusan Polri dan TNI. Pokoknya saya mau ketemu dengan rakyat saya, masak saya takut? Sedangkan ke Afghanistan saja saya pergi, masak ke Sibolga tidak berani,’’ tegas Jokowi sewaktu bertemu dengan tokoh agama di Hotel Wisata Indah Sibolga, Minggu (17/3) kemarin. Jokowi mengaku kaget dengan

adanya aksi bom bunuh diri di Sibolga. Menurutnya, Sibolga yang dikenal damai, aman sejuk, kok bisa-bisa terjadi aksi bom yang cukup besar. ‘’Saya betulbetul kaget, karena tidak pernah dalam sejarahnya di Sibolga ini ada kejadian seperti itu. Biasanya kan sering terjadi di Jawa, tetapi kenyataan di Sibolga juga sudah terjadi. Artinya, ini harus kita waspadai dan berhati-hati,’’ ujar Jokowi. (ant)

Bali Post/ant

LOKASI BOM Presiden Joko Widodo didampingi Wali Kota Sibolga M. Syarfi Hutauruk dan tokoh asal Sibolga Akbar Tanjung meninjau lokasi bom Sibolga di Kelurahan Pancuran Bambu, Sibolga, Sumatera Utara, Minggu (17/3) kemarin. Bali Post/ant


2

Senin Paing, 18 Maret 2019

FIGUR Jual-Beli Jabatan MENJADI pejabat adalah impian banyak orang. Namun banyak yang menghalalkan segala cara untuk memenuhi ambisinya. Termasuk melakukan suap sekalipun. Tentu cara-cara itu sangatlah tidak beretika, karena justru bisa menjebloskan mereka ke dalam penjara. Polanya Aparatur Sipil Negara (ASN) ini bisa terjerat hukum karena jual-beli jabatan, atau juga bisa ASN ini melakukan segala upaya mengembalikan modal setelah menyogok pihak berwenang saat mereka berambisi menduduki kursi penting. Praktisi hukum I Wayan Sumardika, S.H., CLA. sangat tidak sependapat dengan adanya jual-beli jabatan. Pria asal Klungkung ini berpendapat pola perekrutan pejabat mesti melibatkan banyak pihak, termasuk dewan kebijakan jabatan dan kepangkatan. ‘’Ada pula yang melakukan lelang jabatan untuk mengisi kekosongan jabatan. Pola lelang ini sangat bagus, tapi harus transparan. Harus memenuhi syarat. Hilangkan pola nepotisme, atau politik balas budi,’’ tegasnya. Di sejumlah daerah, katanya, dugaan sistem jual-beli jabatan ASN sudah banyak yang ditangkap KPK. Itu menandakan bahwa jual-beli jabatan masih ada, dan fatalnya itu sudah perbuatan melanggar hukum. ‘’Bayangkan, seorang ketua partai diduga bisa ikut andil dalam menentukan sebuah jabatan di pemerintahan. Ini sangat konyol, jika itu benar adanya. Meraih jabatan itu mestinya dengan cara elok dengan kinerja dan prestasi. Bukan karena menyuap,’’ katanya. Sebagai praktisi hukum, dia menyarankan agar menghindari pola-pola suap dalam meraih kedudukan. ‘’Di dalam UU Tipikor sudah jelas, menyuap ASN ataupun menerima gratifikasi adalah perbuatan koruptif. Jadi, hindarilah,’’ tegasnya. Dalam pola penindakan hukum, katanya, sudah sangat mendukung. Tapi aparat kepolisian dan kejaksaan atau KPK harus menindak orangorang yang betul melakukan pelanggaran. Jangan hanya mengorbankan setingkat kasubag, kasi atau kasubsi, namun melindungi orang yang lebih besar setingkat kabag ataupun kadis. ‘’Jika salah, ya harus bertanggung jawab di depan hukum,’’ tegasnya. (asa)

Sikapi Tragedi di Selandia Baru

Masyarakat Bali Diimbau Tenang dan Waspada

Denpasar (Bali Post) Terkait penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru yang menewaskan 49 orang dan melukai setidaknya 20 orang, Jumat (15/3) lalu, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengimbau agar masyarakat Bali tetap tenang namun waspada. “Bapak Kapolda juga berharap masyarakat Bali menghindari gesekan-gesekan berunsur SARA,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, Minggu (17/3) kemarin. Selain memberikan imbauan tersebut, kata Hengky Widjaja, Polda dan jajarannya juga mengerahkan personel guna meningkatkan keamanan dan kewaspadaan di tempat-tempat keramaian umum, pintu keluar-masuk Pulau Bali, tempat-tempat ibadah, dan kantor konsulat, sehingga masyarakat menjadi tenang. ‘’Semoga Bali tetap aman dan kondusif,’’ ujarnya. Mantan Kabag Binkar Karo SDM Polda Bali ini mengatakan, personel sudah tergelar semua, dengan peningkatan intensitas operasionalnya ke sasaran yang menjadi atensi. Di samping itu, melakukan peningkatan kewaspadaan serta komunikasi dengan instansi terkait. (kmb36)

Kasipidum Kejari Denpasar Dimutasi Denpasar (Bali Post) Gerbong mutasi di tingkat kejaksaan tidak hanya terjadi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali. Namun pejabat di Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar juga ada terkena mutasi. Salah satunya adalah Kasi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Denpasar Arief Wirawan. Dia pulang kampung untuk menduduki salah satu jabatan di Pidsus Kejati Bengkulu. Penggantinya di Kejari Denpasar adalah Eka Widanta. Nama Eka Widanta sebelumnya beberapa kali memang diisukan akan menduduki jabatan Kasipidum Kejari Denpasar. Dikonfirmasi Minggu (17/3) kemarin, Kasi Intel Kejari Denpasar Agus Sastrawan membenarkan adanya mutasi tersebut. ‘’Ya, ada mutasi di Pidum. Pengganti Pak Arif adalah Pak Eka Widanta,’’ katanya. Sebelumnya mutasi di level lebih tingga juga dilakukan Kejaksaan Agung RI pimpiman Jaksa Agung M. Prasetyo. Di Bali beberapa pejabat Kejati Bali mendapatkan promosi jabatan di kejaksaan yang sangat strategis. Asintel Kejati Bali Bayu Adhinugroho Arianto dimutasi dan menduduki jabatan baru sebagai Kajari Jakarta Barat. Mutasi ini berdasarkan Surat Keputusan Kejaksaan Agung Nomor: Kep--072/A/JA/03/2019 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan Dalam Jabatan Struktural di Lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia. Bayu yang juga mantan Kajari Gianyar itu menggantikan posisi Patris Yusrian Jaya. Selain itu, Kajari Karangasem Nyoman Sucitrawan juga mendapatkan promosi jabatan. Dia dipercaya memberantas korupsi di Bali. Jaksa senior yang pernah menangani kasuskasus besar itu akan menjabat sebagai Aspidsus Kejati Bali, menggantikan posisi Anton Deliyanto. Anton sendiri naik jabatan menjadi Kajari Surabaya. Aswas Kejati Bali Rahman Dwi Saputra juga mendapat promosi jabatan sebagai Kabag Keuangan Jampidsus. (kmb37)

RILIS KASUS - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan merilis pengungkapan kasus bom molotov.

Bali Post/kmb36

Pelempar Bom Molotov Ditangkap Motifnya Dendam Denpasar (Bali Post) Tim Resmob Polresta Denpasar dalam waktu dua hari berhasil mengungkap kasus bom molotov di Jalan Cokroaminoto, Banjar Liligundi, Ubung Kaja. Pelakunya I Made Murdana alias Jerug (45), dan ditangkap di Jalan Baha, Mengwi, Badung, Sabtu (16/3) lalu. Motifnya karena dendam dan pelaku merupakan residivis kasus penusukan terhadap korban, Putu Sunartawan (53). Saat ditunjukkan ke awak media, mantan anggota ormas ini mengenakan pakaian tahanan dengan kaki dan tangan dirantai. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan didampingi Kasatreskrim Kompol Wayan Arta Ariawan, Minggu (17/3) kemarin, mengatakan kasus ini dilaporkan anak Sunartawan, Ngurah Putu Pratama. Pada Kamis (14/3) pukul 03.00 Wita, Rasinem sedang tidur dan dikagetkan suara kendaraan sepeda motor berhenti di depan rumah. Rasinem

mengira itu suara kendaraan anak kos. Namun saat dia melihat ke luar dari kaca jendela, ada sinar terang di garasi seperti nyala api. Dia langsung mengecek keluar, ternyata dua unit sepeda motor pemilik rumah kos Putu Sunartawan dan Pratama terbakar. Atas kejadian tersebut, kata Ruddi Setiawan, Rasinem berteriak ada kebakaran dan penghuni kos termasuk tuan rumah bersama keluarganya keluar. Mereka berusaha memadamkan api dan berhasil dipadamkan menggunakan air serta pasir. ‘’Yang terbakar dua unit sepeda motor, masing-masing Honda Scoopy warna merah DK 3659 DE dan Honda Astrea Prima warna hitam DK 5803 DT,’’ ujarnya. Setelah menerima laporan kasus ini, Tim Resmob Polresta Denpasar dipimpin Kanit I Iptu Made Yudistira di-back up Satgas CTOC Polda Bali melakukan olah TKP dan mengumpulkan informasi. Awalnya polisi mendapat informasi jika keluarga

korban mempunyai permasalahan dengan seseorang bernama Jerug. Selanjutnya polisi menindaklanjuti informasi tersebut. Pada Sabtu (16/3) pukul 16.30 Wita, polisi berhasil menangkap pelaku di salah satu kamar kos di Jalan Baha, Mengwi, Badung dan dibawa ke Mapolresta. Ruddi Setiawan mengatakan, pelaku mengaku beraksi sendiri. Awalnya pelaku main ceki di rumah di Jalan Kargo, Denpasar, Kamis (14/3) lalu. Pukul 01.00 Wita, pelaku pulang ke rumahnya di Jalan Raganata, Ubung, Denpasar. Dalam perjalanan timbul niat pelaku untuk membakar rumah korban. Pelaku sebelumnya sudah menyiapkan alat yang akan digunakan untuk melakukan pembakaran, yaitu botol berisi bensin dan sumbu. ‘’Alat untuk membakar itu sudah dipersiapkan pelaku sebelum hari raya Nyepi. Dia membeli bensin menggunakan botol di Jalan Kebo Iwa Utara. Dia juga menyiapkan dua buah botol kaca dan plastik yang ujungnya

diberi sumbu,’’ kata mantan Kapolres Badung ini. Setibanya di rumah, pelaku mengambil bom molotov tersebut. Selanjutnya pelaku membawa bom molotov tersebut ke rumah korban. Sesampai di TKP, pelaku menyalakan bom molotov tersebut menggunakan korek gas yang dibawa pelaku dan langsung dilempar ke arah sepeda motor yang parkir di garasi. Setelah api menyala besar, pelaku meninggalkan TKP. ‘’Pelaku sakit hati atau dendam terhadap korban (Putu Sunartawan),’’ kata mantan Wadir Ditreskrimsus Polda Bali ini. Pada September 2017, kata Ruddi Setiawan, pelaku menusuk korban di Banjar Liligundi. Terkait kasus itu, pelaku diproses sampai ke persidangan dan pelaku divonis 4,5 bulan lalu ditahan di Lapas Kerobokan. ‘’Terkait kasus penusukan itu, pelaku bebas dari Lapas Kerobokan pada Januari 2018. Ternyata dia masih dendam kepada korban,’’ ungkapnya. (kmb36)

Kecil, Kontribusi WP Orang Pribadi

Denpasar (Bali Post) Kontribusi wajib pajak (WP) orang pribadi (OP) masih kecil dibandingkan dengan wajib pajak badan usaha yaitu hanya satu persen di Bali. Bahkan di tingkat nasional kontribusinya lebih kecil lagi, yakni hanya 0,5 persen. Kepala Kanwil DJP Bali Goro Ekanto mengatakan hal itu pada acara Spectaxcular DPJ Bali di Renon, Minggu (17/3) kemarin. Menurut Goro Ekanto, pihaknya selalu menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya pelaporan pajak setiap tahunnya. Berdasarkan data penerimaan SPT OP di Indonesia, masih banyak WP OP yang belum sadar pajak. ‘’Kontribusinya kurang lebih satu persen dari total penerimaan pajak di Bali. Ini tidak pas, karena untuk negara menuju negara modern, penerimaan pajak dari WP OP umumnya imbang atau lebih besar daripada penerimaan pajak badan usaha. Itu negara maju seperti itu. Makanya kami punya tugas selalu membantu menyampaikan pada seluruh masyarakat agar menyampaikan SPT dengan benar,’’ ujarnya. Goro Ekanto mengatakan, realisasi penerimaan pajak DJP Bali untuk tahun pajak 2018 sebesar 91,2 persen dari target Rp 10,5 triliun. ‘’Cukup bagus meski tidak 100

persen. Penerimaan negara kita ada pajak, bea cukai, ada migas kalau digabung lebih dari 100 persen. Makanya saya kira 2018 meski suasananya sangat berat tapi penerimaan kita di Bali cukup bagus dari nasional,’’ katanya. Menurut Goro Ekanto, penerimaan terbanyak di Bali dari sektor jasa yaitu akomodasi, makan dan minum dan UKM, jasa keuangan, transportasi, dan konstruksi yang perorangan. Penerimaan Bali tidak terlalu banyak karena WP yang diadministrasikan di Bali tidak terlalu banyak. Di Bali banyak Perusahaan Modal Asing (PMA) yang administrasinya ada di Jakarta. ‘’Sektor jasa pada 2018 cukup bagus karena ada IMF. Banyak sekali acara internasional di Bali dan kemudian juga Gunung Agung kondusif. Itu membantu pertumbuhan di sektor jasa khususnya akomodasi, restoran, dan sebagain-

spt - Sejumlah wajib pajak sedang melaporkan SPT. ya. Itu tercermin dari penerimaan pajak,’’ katanya dan seraya menyebutkan, target penerimaan pajak DJP Bali 2019 yaitu Rp 11,6 triliun. Per 16 Maret 2019 menurut database, dari 173.004 WP di Kanwil DJP Bali yang menjadi sasaran e-filling, sebanyak 55,95 persen atau 98.789 WP di antaranya sudah menyampaikan SPT Tahunan. Apabila diband-

ingkan dengan periode yang sama tahun lalu, maka ada peningkatan sebanyak 36.560 WP, di mana realisasi penyampaian melalui e-filling tahun lalu untuk periode yang sama sebanyak 60.229 WP. Goro Ekanto berharap, WP yang wajib melaporkan SPT agar melaporkan SPTnya lebih cepat. Karena batas waktu penyampaian SPT WP OP adalah akhir Maret

Bali Post/kmb42

dan SPT WP badan usaha akhir April. Jika terlambat melaporkan akan dikenai denda Rp 100.000 untuk WP OP dan Rp 1 juta untuk WP badan usaha. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Waspadai Politisasi Agama oleh Kelompok Tertentu

Topik : waspadai politisasi agama oleh kelompok tertentu Bali Post/ist

SULING - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan saat melaksanakan kegiatan Subuh Keliling (Suling) di Mesjid Daruusalam, Denpasar.

Denpasar (Bali Post) Situasi menjelang Pemilu 2019 kian memanas, terutama di dunia maya atau media sosial (medsos). Mengantisipasi supaya masyarakat Bali khususnya Denpasar dan Badung tetap tenang, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan mengimbau masyarakat mewaspadai berita hoax dan politisasi agama oleh kelompok-kelompok tertentu. “Ya, imbauan tersebut disampaikan Bapak Kapolresta saat Suling (Subuh Keliling - red) di Masjid Daruusalam di Jalan Cokroaminoto, Denpasar Utara, belum lama ini,” kata Paur Humas Polresta Denpasar Ipda Gusti Parwanita, Minggu (17/3) kemarin. Menurut Parwanita, Kombes Ruddi selalu mengingatkan dan mengajak masyarakat melawan berita hoax dan menciptakan situasi di wilayah Polresta dan mewujudkan pemilu yang aman, damai dan sejuk tanpa

menjadikan perbedaan sebagai wadah permusuhan serta menjaga silaturahmi. “Beliau mengajak para jamaah untuk mewaspadai fitnah serta ujaran kebencian dan berita hoax yang beredar melalui media sosial. Saring terlebih dulu sebelum di-share atau disebarkan,” tegasnya. Program Suling tersebut, kata Paur Humas asal Tabanan ini, diimbangi dengan doa bersama oleh pengurus Bhayangkari Cabang Denpasar dipimpin Sari Ruddi selaku Ketua di Mushola Baitul Amanah Polresta Denpasar agar pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan dengan aman, damai dan sejuk. “Kegiatan doa bersama ini merupakan wujud dukungan Bhayangkari kepada suami khususnya, dan kepada seluruh anggota Polri Polresta Denpasar. Tujuannya agar dalam pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan dengan aman dan damai, sesuai harapan masyarakat serta tidak ada konflik,” tegasnya. (kmb36)


BADUNG

Senin Paing, 18 Maret 2019

3

Hadiri Peresmian Bale Gong dan Sekah Banjar Dangin Peken

Bupati Giri Prasta Serahkan Hibah Rp 1,3 Miliar Lebih

PAMELASPAS - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat menghadiri upacara pamelaspas dan pamakuhan bale sekah dan bale gong, serta secara simbolis menyerahkan bantuan hibah di Banjar Dangin Peken, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Sabtu (16/3). KRAMA Banjar Dangin Peken Desa Penarungan Kecamatan Mengwi, Sabtu (16/3) lalu melaksanakan upacara pamelaspas dan pamakuhan Bale Sekah dan Bale Gong. Upacara ini dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Camat Mengwi I GN Gede Jaya Saputra, dan Perbekel Penarungan Ni Wayan Kerni. Turut hadir tokoh masyarakat I Bagus Alit Sucipta, IGN Kesuma Kalakan dan Made Yudana. Dalam kesempatan itu, Bupati menandatangani prasasti dan menyerahkan bantuan hibah secara simbolis dengan nilai Rp 1,3 miliar lebih. Selain itu, bantuan

untuk sutri sebesar Rp 256 juta dan bantuan beleganjur sebesar Rp 123 juta. Klian Adat Banjar Dangin Peken I Wayan Buda mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan Bupati Badung, sehingga pembangunan di Banjar Dangin Peken khususnya bale gong dan bale sekah dapat dilaksanakan dengan baik. Pembangunan ini akan sangat bermanfaat bagi krama Banjar Dangin Peken dalam melaksanakan kegiatan keagamaan, adat, seni dan budaya. Dalam waktu dekat, tepatnya Juli, krama Dangin Peken akan melaksanakan karya nyekah dan matatah massal. ‘’Tak

henti-hentinya kami akan terus mohon bantuan dari Pemkab Badung untuk meningkatkan pembangunan fisik maupun pemberdayaan masyarakat khususnya di Banjar Dangin Peken ini,’’ katanya. Bupati Giri Prasta sangat mengapresiasi pembangunan bale gong dan bale sekah di Banjar Dangin Peken. Kebijakan yang dilakukan Pemkab Badung ini sebagai upaya untuk meringankan beban masyarakat Badung. ‘’Kami sadari banyak waktu krama habis di adat. Untuk itu kami mengambil kebijakan meringankan beban masyarakat baik kebutuhan pribadi maupun komunal, sehingga dana masyarakat dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Dengan program ini diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan di Badung,’’ jelasnya. Terkait rencana nyekah massal yang akan dilaksanakan krama Banjar Dangin Peken, Bupati menyatakan dukungannya. Menurutnya, nyekah massal bersama ini sebagai wujud bhakti kepada leluhur, atau dharmaning leluhur, dharmaning agama dan dharmaning negara. Untuk itu Pemkab Badung siap mendukung penuh pelaksanaan yadnya nyekah massal ini. ‘’Berapa pun biayanya, kami Pemkab Badung akan siap membantu,’’ tegasnya. (ad473)

Akses Masuk DTW Sangeh Segera Diubah Mangupura (Bali Post)-

Akses masuk ke Objek Wisata Sangeh, Abiansemal akan diubah. Perubahan ini agar destinasi yang menyajikan keindahan alam dan satwa kera ini dapat lebih representatif. Kepala Dinas Pariwisata Badung mengatakan, prioritas pembangunan diarahkan untuk penataan akses masuk objek wisata yang dikelilingi hutan pala tersebut. ‘’Kami targetkan pembangunan selesai akhir tahun ini, dengan pembiayaan melalui APBD Induk Badung 2019. Sekarang sedang lelang,’’ ungkap Made Badra, Minggu (17/3) kemarin. Pada laman website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Badung terpampang paket hibah barang/jasa yang diserahkan kepada pihak ketiga/masyarakat-penataan Daya Tarik Wisata Alas Pala Sangeh. Nilai pagu paket yang tertera sejumlah Rp 7,1 miliar dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 7.069.060.799,71. ‘’Kalau sudah selesai lelang maka pembangunan langsung

Bali Post/ist

PERTEMUAN - Kapolres Badung AKBP Yudit Satriya Hananta menggelar pertemuan dengan tokoh agama, adat, masyarakat dan pemuda.

Polres Ajak Masyarakat Wujudkan Pemilu Damai Mangupura (Bali Post) Para perbekel, klian dinas, bendesa adat, pemangku, tokoh masyarakat serta pemuda dan warga Kuta Utara yang jumlahnya sekitar seribu orang, Sabtu (16/3) malam berkumpul di GOR Segara Perancak, Banjar Tegal Gundul Desa Tibubeneng, Kuta Utara. Mereka diundang Polres Badung dalam rangka mewujudkan Pileg serta Pilpres 2019 yang aman, damai, tertib dan sejuk, tanpa adanya berita hoax. Kapolres Badung AKBP Yudit Satriya Hananta dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang hadir dalam acara tersebut. Ia menyampaikan, kegiatan tersebut dapat digunakan sebagai momentum untuk mengikat silahturahmi sebagai media penyerap atau tukar informasi. Selain itu, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam menciptakan keamanan dalam negeri, guna

mendukung kelangsungan pembangunan nasional. ‘’Perkembangan dinamika politik dan keamanan menjelang kontestasi Pileg dan Pilpres 2019 serta maraknya isu provokatif, berita hoax, ujaran kebencian, black campaign, kasus konflik sosial yang disebarkan masyarakat yang tidak bertanggung jawab, kami mengharapkan mitra kerja saling bersinergi dengan aparat kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan,’’ tegasnya. Kapolres mengimbau masyarakat terus menumbuhkan rasa kebangsaan dan kecintaan terhadap NKRI dengan bersandar pada 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Polri menjadi ujung tombak di tengah-tengah masyarakat untuk menciptakan situasi kamtibmas tetap kondusif. ‘’Polri dengan masyarakat harus memperkuat sinergitas. Polri telah mengambil

langkah-langkah proaktif yang bersifat deteksi dini, pencegahan dan penangkalan dan penanggulangan dini guna meminimalisir segala bentuk gangguan kamtibmas dan pelanggaran hukum yang dapat mengganggu dan meresahkan masyarakat,’’ tegasnya. Pada kesempatan tersebut, dibacakan ikrar pemilu damai. Ada empat poin dalam ikrar tersebut yaitu akan selalu setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, berperan aktif dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Badung yang aman serta kondusif, bertekad dan mendukung sepenuhnya demi kelancaran dan suksesnya Pemilu 2019 di Kabupaten Badung yang aman sejuk dan damai, serta berkomitmen menolak kampanye hitam, penyebaran berita bohong, fitnah, isu SARA dan ujaran kebencian. (kmb36)

Mangupura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Badung berhasil mengembangbiakkan sapi Bali. Bahkan, dalam waktu dekat pemkab setempat melalui Dinas Pertanian dan Pangan akan menghibahkan puluhan ekor sapi Bali ke sejumlah kelompok ternak. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Putu Oka Swadiana mengatakan jumlah sapi yang akan dihibahkan mencapai 90 ekor. Sapi Bali ini merupakan hasil pengembangbiakan di Sentra Ternak Sobangan, Desa Sobangan, Kecamatan Abiansemal. ‘’Dengan menghibahkan ke kelompok-kelompok ternak, kami berharap populasi sapi Bali semakin meningkat. Saat ini di Sentra Ternak Sobangan memelihara kurang lebih 288 ekor sapi indukan dan 149 pedet (anak sapi),’’ ungkap Oka Swadiana, Minggu (17/3) kemarin. Menurutnya, ada lima kelompok yang akan diberikan hibah sapi Bali pada tahun

ini. Namun, untuk kelompok yang akan menerima bantuan belum ditentukan, masih berproses. Sebab, harus melalui surat keputusan Bupati. ‘’Penyerahan bantuan bibit sapi kepada kelompok ternak sudah rutin dilakukan. Kelompok penerima, syaratnya sudah memiliki sarana dan prasarana yang memadai,’’ jelasnya. Dijelaskan, jika tidak memenuhi persyaratan, maka kelompok ternak yang mengajukan permohonan tidak akan diberikan. Seperti tahun 2018, hanya satu kelompok yang diberikan bantuan sebanyak 30 ekor, karena telah memenuhi syarat. ‘’Hanya tahun 2017 yang kami tidak salurkan bantuan bibit api,’’ katanya. Meski demikian, pihaknya pada tahun 2016 menyalurkan 100 ekor sapi kepada 20 kelompok ternak. Tahun 2015 ada 20 ekor diserahkan kepada 5 kelompok ternak, tahun 2014 ada 60 ekor sapi untuk 12 kelompok, dan tahun 2013 ada 45 ekor sapi

yang diserahkan kepada 7 kelompok ternak. ‘’Penyaluran bantuan bibit sapi kepada kelompok ternak bertujuan mempercepat berkembangnya populasi sapi Bali, khususnya di Kabupaten Badung. Jadi, selain ada Sentra Ternak Sobangan, kelompok-kelompok ternak juga bisa mengembangbiakkan sapi Bali,’’ tegasnya. Swadiana yang juga Kadis Perikanan Kabupaten Badung itu menyebutkan Sentra Ternak Sobangan telah berdiri sejak tahun 2008 di atas lahan negara seluas 7 hektar. Sesuai data di Bidang Produksi Peternakan, keberadaan ternak sapi sampai saat ini untuk induk sapi berjumlah 288 ekor, kemudian 149 ekor pedet/anak sapi dengan rincian 87 ekor jantan dan 62 ekor betina. Untuk mencukupi kebutuhan operasional Sentra Ternak Sobangan, Pemkab Badung menggelontorkan anggaran senilai Rp 3,1 miliar untuk pengadaan pakan ternak. (kmb27)

Pemkab Hibahkan Puluhan Sapi Bali

dimulai,’’ tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kep ala Pengelola Objek Wisata Sangeh Made Mohon menerangkan, pembangunan berupa pembuatan gerbang masuk di sebelah timur objek wisata sehingga terlihat dari jalan utama. ‘’Gerbang utama rencananya akan dibuat di sebelah timur, tepatnya sebelah pohon pule lanang-wadon. Di samping gerbang juga

dibangun lobi dan tempat tiket,’’ paparnya. Menurutnya, objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara dan domestik ini kurang terlihat dari jalan utama. Karena itu pemerintah berinisiatif melakukan penataan. ‘’Karena kalau dari pinggir jalan kan kurang terlihat. Jadi terkesan objek wisata kita ini mati. Di samping itu, untuk mempermudah akses wisa-

tawan,’’ jelasnya. Tak hanya akses masuk, nantinya semua pedagang akan dipindahkan ke kawasan parkir objek wisata agar tak tercecer. Namun hal ini dilakukan bertahap. Saat ini fokus ke soal akses masuk. ‘’Yang di sebelah timur itu kan ada sejumlah pedagang. Nah nanti akan dipindah semua ke kawasan parkir, sehingga lebih tertata,’’ jelasnya. Seperti diketahui, untuk mencapai objek wisata Sangeh, pengunjung harus melewati akses masuk sebelah barat. Padahal objek wisata tersebut dapat dijangkau dari jalan utama, karena berada tepat di pinggir jalan utama. (kmb27)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Deklarasi Dukungan Calon DPD-RI Anak Agung Gde Agung

Optimalkan Undang-undang Provinsi Bali

CALON anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) utusan Daerah Bali, Anak Agung Gde Agung, S.H., menggelar kegiatan rapat pertemuan terbatas (simakrama) sekaligus deklarasi dukungan di Puri Ageng Mengwi, Badung, Minggu (17/3) kemarin. Deklarasi dukungan dihadiri sejumlah tokoh puri di Bali, tokoh desa adat/ dinas se-Kabupaten Badung, Majelis Madya Subak/Subak Abian Kabupaten Badung, sejumlah umat Muslim di lingkungan Kabupaten Badung, dan 2.500 orang partisipan dari berbagai desa adat se-Kecamatan Mengwi. Dimeriahkan Bondres Celekontong Mas dan Wayang Joblar, berbagai dukungan pernyataan sikap dari berbagai elemen masyarakat dideklarasikan kepada mantan Bupati Badung dua periode (2005-2009 dan 2010-2014) ini. Di antaranya Majelis Madya Subak/Subak Abian (Pekaseh) Kabupaten Badung, desa adat yang tergabung dalam Mangu Kertha Mandala di lingkungan Kecamatan Mengwi, serta elemen/tokoh krama Desa Adat Mengwi yang terdiri dari 12 banjar. Deklarasi dukungan ini diberikan karena rekam jejak panglingsir Puri Ageng Mengwi ini telah nyata dirasakan masyarakat Kabupaten Badung saat memimpin selama 10 tahun di Gumi Keris. Khusus di bidang pertanian, Anak Agung Gde Agung telah mampu mewujudkan pertanian yang berkesinambungan dan berkelanjutan di masa kepemimpinan Bupati Nyoman Giri Prasta. Hal ini diakui Majelis Madya Subak/ Subak Abian Kabupaten Badung pada saat deklarasi. Ketua Majelis Madya Subak/ Subak Abian Kabupaten Badung I Made Suka, S.H. mengatakan historis ladang atau persawahan yang ada di wilayah Kabupaten Badung secara kronologi ada hubungannya dengan keberadaan Puri Ageng Mengwi yang sampai saat ini masih merupakan warisan turun-temurun bagi para petani, terutama yang berkaitan

DEKLARASI - Suasana deklarasi dukungan calon anggota DPD-RI, Anak Agung Gde Agung, yang dihadiri 2.500 partisipan dari berbagai tokoh masyarakat di Puri Ageng Mengwi, Badung, Minggu (17/3) kemarin. dengan pengendalian hama di sawah yang secara religius yang bersumber pada upacara nangluk merana. Begitu juga upacara Mapag Yeh. Selain itu, pada saat Anak Agung Gde Agung memimpin, dalam mengambil kebijakan selalu dan telah betul-betul memperhatikan kebutuhan para petani. ‘’Melihat jejak rekam beliau (Anak Agung Gde Agung), kami atas nama krama Subak dan Subak Abian se-Kabupaten Badung dengan sungguh-sungguh mendukung sebagai calon anggota DPD-RI periode 20192024,’’ tegas Made Suka bersama Sekretaris dan sejumlah anggota Majelis Madya Subak/Subak Abian. Anak Agung Gde Agung mengaku akan berjuang keras untuk bisa merebut kursi di DPDRI atas antusias dari dukungan masyakat Bali. Sejauh ini, pihaknya telah bersafari politik ke berbagai daerah di Bali untuk menggali dukungan yang maksimal. Tekad maju mencalonkan diri sebagai anggota DPD-RI yaitu ingin menguatkan kelembagaan DPD-RI. Sebab, DPD-RI memiliki tugas pokok dan fungsi legislasi yang berkaitan dengan otonomi daerah, pertimbangan

untuk menyusun RUU APBN, pendidikan, pajak, dan agama, serta fungsi pengawasan. Ketiga fungsi ini harus dioperasinalisasikan dengan potensi yang kuat. Selain itu, pihaknya juga akan mengoptimalkan Undang-undang Provinsi Bali yang bernuansakan adat dan budaya Bali tanpa mengingkari undang-undang di atasnya (Undang-undang Otonomi Daerah) dan undang-undang sektoral, seperti Undang-undang Perpajakan, Undang-undang Pemerdataan Budaya dan Undangundang Tata Ruang. ‘’Selama ini kelemahan kita di Bali yaitu dasar hukum untuk kita berbuat sesuatu. Ini (Undang-undang Provinsi Bali - red) yang harus diprioritaskan dan harus jadi. Karena tanpa ada dasar hukum yang kuat, apalagi masih seperti undang-undang yang lama yang kita bergabung dengan NTB dan NTT, saya kira kita akan tetap lemah. Oleh karena itu, Bali harus mempunyai undang-undang tersendiri tanpa bertentangan dengan undangundang induknya, sehingga pembagian keuangan pusat dapat tersalurkan optimal ke Bali,’’ tandas Anak Agung Gede Agung. (kmb)

Milenial Perlu Pendidikan Vokasi

SMK Penerbangan Cakra Nusantara Jembatan Sukses MENUNGGU zaman berubah tanpa kesiapan adalah sebuah kesalahan. Berdasarkan data Mc. Kinsey Global Institute, Indonesia membutuhkan sekitar 58 juta tenaga kerja terampil untuk menjadikan ekonomi Indonesia peringkat ke-7 pada 2030 mendatang. Saat ini terjadi transisi dari pola pendidikan zaman dulu dan sekarang. Sistem pendidikan saat ini harus bisa menyesuaikan dengan generasi milenial agar tak tertinggal. Kewajiban lembaga pendidikan menyiapkan generasi milenial menjadi angkatan kerja yang kompetitif dan produktif sepanjang era industri 4.0. SMK Penerbangan Cakra Nusantara berakreditasi A, pelopor pertama satu-satunya di Bali selalu melakukan penyelarasan dan antisipasi terhadap perubahan yang terjadi. Penggunaan e-Learning dan Teleconfrence konsep sudah dimulai sejak tiga tahun yang lalu. Semester ini dimulai kelas bilingual pada mata pelajaran peoduktif. Penguasaan bahasa asing dimulai sejak semester I kelas X, sementara kelas digital, virtual, 3D imax dan lab multibahasa terus disempurnakan. Sebagai sekolah berbasis industri dan berwawasan internasional, SMK Penerbangan Cakra Nusantara juga melaksanakan Peraturan Menteri Perindustrian No. 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengembangan SMK Berbasis Link & Match dengan Industri. Dalam Permenperin itu dijelaskan peran SMK antara lain melakukan penyusunan kurikulum mengacu kepada SKKNI, di Austria, Swiss dan Jerman, sebagai negara industri maju, usia 16 tahun sudah

Senin Paing, 18 Maret 2019

Senator RI Sambangi Krama Adat di Mendoyo dan Melaya

Pekerja Hindu di Bali Terancam Menjadi Generasi ’’Kos-kosan’’ Akibat Tak Mampu Kredit Rumah

SALAH satu indikator kesejahteraan masyarakat Bali adalah tersedianya perumahan (housing) yang layak. Hal ini tidak dapat dipenuhi generasi muda Hindu di Bali, khususnya sejak era reformasi. Gaji UMR yang masih kecil, banyaknya beban adat dan upacara agama serta sulitnya akses untuk mendapatkan kredit perumahan dari perbankan di Bali menyebabkan ratusan ribu anak-anak muda Bali, khususnya yang bekerja di kota-kota besar menjadi generasi ‘’kos-kosan’’ yang akhirnya mengancam eksistensi dari kualitas manusia Bali. Demikian diungkapkan Senator DPD-RI asal Jembrana Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III saat hadir dalam kunjungan kerja DPD-RI di Yeh Mecebur, Mendoyo dan Sarikuning, Tukadaya, Melaya di Jembrana. ‘’Permasalahan krusial saat ini yang dihadapi anak muda Hindu adalah mereka tidak memiliki akses untuk memiliki perumahan yang terjangkau. Bagaimana mungkin seorang anak muda Bali dengan UMR yang cuma Rp 2,5 – 2,7 juta di Bali bisa mencicil rumah? Sedangkan uang sekian harus dibagi menjadi banyak kebutuhan termasuk upacara agama, paturunan di desa adat, memelihara pura Tri Khayangan Desa dan dadia. Belum lagi kebutuhan anak dan istri. Sedangkan pendatang di Bali kenyataannya tidak ada beban tanggung jawab sebagaimana manusia Bali memelihara jagat. Ketimpangan ini akan menjadi bom waktu suatu saat. Di satu sisi pemerintah kita, baik di provinsi dan kabupaten/ kota belum ada kepedulian terkait hal ini, khususnya perumahan bagi program perumahan krama Bali. Di desa-desa, kini pekarangan rumah pribadi sudah penuh sesak seiring lahirnya terus purusa-purusa di setiap keluarga dan mereka secara alamiah harus membagi diri. Bagi keluarga yang masih memiliki duwe tanah ya… tidak masalah. Lalu bagaimana dengan keluarga Bali yang sudah telanjur tanah pekarangannya dijual? Perlu dicarikan solusi dan tugas saya mengingatkan,’’ kata Arya Wedakarna yang akrab disebut AWK. Ia pun berpendapat bahwa generasi kos-kosan akan mengancam

MARHAENIS - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MW Suyasa III bersama masyarakat Mendoyo dan Melaya saat simakrama di Jembrana. eksistensi kualitas manusia Bali, baik dari karakter maupun kesehatan. ‘’Saya kasi contoh, jika ada keluarga muda di Bali mereka membesarkan anak-anak mereka di kos-kosan, maka kemungkinan kesehatan dan mental mereka akan berbeda dengan generasi sebelumnya yang dibesarkan dalam lingkungan yang sehat. Solusinya anak muda Bali harus diberi akses kemudahan kredit perumahan. Pihak perbankan tidak boleh diskriminasi terhadap orang Bali, karena saya banyak dapat laporan ada gerakan yang dilakukan sekelompok masyarakat ekonomi tertentu. Di mana mereka memiliki jaringan beraliran radikal yang justru memiliki agenda memprioritaskan kaum pendatang (tamiu) untuk memiliki perumahan di Bali serta menguasai tanah Bali. Saya perlu ingatkan kepada sindikasi perbankan agar jangan sekali-sekali diskriminasi terhadap rakyat Bali. Jika itu terjadi maka mereka akan berhadapan dengan saya karena tidak profesional. Saya minta bantuan kepada semeton Bali yang ada di perbankan

agar benar-benar memberikan jalan dalam mencari kredit perumahan,’’ jelas Gusti Wedakarna. Ia pun memberikan contoh, bagaimana orang (Hindu) Bali cenderung memiliki tingkat kepatuhan dalam mencari kredit perumahan dibanding yang lain. ‘’Orang Bali itu kan pasti warga adat ya, dari lahir sampai mati dia akan ada di banjar adat itu. Alamat mereka jelas, aset mereka jelas, dan jaminan sosial di kampung sudah ada. Kemungkinan orang Bali untuk kabur dari tanggung jawab kecil ya. Ini kan bisa jadi bahan pertimbangan pihak bank untuk bisa menyetujui kredit bagi pasangan muda dan mudi orang Bali. Jika syarat sudah dianggap penuh, kenapa tidak bantu. Nanti saya selaku anggota DPD-RI akan datangi bank-bank itu satu per satu. Sekalian saya minta laporan tentang hal ini sesuai fungsi pengawasan UU. Aspirasi masyarakat lokal tidak bisa diabaikan,’’ imbuh Arya Wedakarna yang kini duduk di Panitia Perancang UU DPD-RI. (ad480)

Bansos atau Hibah Jangan Dimanfaatkan untuk Kepentingan Pribadi

magang, kurikulum disiapkan industri. Ini selaras dengan yang diimplementasikan di SMK Penerbangan Cakra Nusantara. Sejak kelas X (kelas satu SMK) sudah mempergunakan pendidikan sistem ganda dengan industri, baik melaksanakan factory teaaching ataupun program pengalaman lapangan. Jadi dasar hukumnya jelas. Demikian dikatakan Ni Made Yuning Sari Parwati, M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Dengan Kurikulum Nasional 2018, yang mengutamakan praktik 70 persen, dan teori 30 persen. SMK Penerbangan Cakra Nusantara membuka empat jurusan yang bergerak di bidang penerbangan, kebandaraan dan kedirgantaraan. Di antaranya Airframe and Power Plant, Electrical Avionics, Teknik Transmisi dan Telekomunikasi (Penerbangan) dan Otomati-

sasi dan Tatakelola Perkantoran (Bandara). Segera daftarkan putra-putri bapak/ibu di SMK Penerbangan Cakra Nusantara dengan fasilitas pendidikan dan praktik di bidang penerbangan, kebandaraan dan kedirgantaraan dengan teknologi ter-update serta beasiswa-beasiswa jutaan rupiah sehingga terampil lebih cepat sukses lebih awal. SMK Penerbangan Cakra Nusantara terletak di Jalan Drupadi No. 25 (kampus 1) dan Jalan Tukad Pakerisan No. 25, Denpasar (kampus 3), dengan nomor pendaftaran 03614742600 dan juga dapat dilakukan via SMS ke No : 081237098090 dengan ketik: daftar (spasi) nama lengkap (spasi) asal sekolah (spasi) kabupaten asal siswa (spasi) jenis kelamin (spasi) nomor WA/HP. Pendaftaran online via website di www.smkpenerbangan.sch.id. (ad469)

PEJABAT atau anggota dewan diharapkan tidak memanfaatkan dana hibah atau bansos untuk kepentingan pribadi. Namun, bansos yang difasilitasi oleh anggota dewan tersebut harus diberikan sepenuhnya kepada masyarakat sesuai dengan nilai yang diajukan. Seperti yang disampaikan pengusaha konveksi dan cargo, Panudiana Kuhn. Pejabat atau anggota dewan memang memiliki tugas dan kewenangan mengusulkan agar di wilayah tertentu mendapatkan dana. Seperti untuk pengaspalan jalan, pembuatan jembatan, membuat taman, atau membangun pura baru. Namun, Kuhn yang sudah memulai bisnis di Bali sejak 38 tahun lalu mengharapkan kalau memang dana hibah atau bansos yang diberikan Rp 100 juta untuk sebuah proyek, diharapkan tidak dimanfaatkan atau dipotong. Melainkan sepenuhnya harus diberikan kepada masyarakat sesuai dengan nilai tercantum dalam usulan. Ketika jumlah uang yang diberikan dipotong, hal tersebut bisa menjadi temuan fiktif. Masyarakat sebagai penerima juga diminta harus mengecek dan berhati-hati menerima bansos. Ketika nilai bansos sesuai nilai proyek, hal itu patut diterima. Namun sebaliknya, jika bansos tersebut nilainya kurang dan diberikan dengan dalih tertentu, masyarakat harus berani menolak. ‘’Jangan karena dalih tertentu agar mendapatkan bansos, masyarakat berani menerima. Dalam hal ini, secara aturan hukum baik pemberi dan penerima akan sama-sama dikenakan jeratan hukum,’’ kata Panudiana Kuhn yang juga Caleg DPRD Provinsi Bali dari Partai Golkar dapil Badung. Dirinya juga mengkritisi pemberian hibah atau bansos yang cenderung digiring untuk memilih partai tertentu. Begitu juga dengan proyeknya dikerjakan dari partai tertentu. Hal seperti itu, menurutnya, tentu tidak baik. Dalam hal ini, masyarakat juga perlu diedukasi terkait tata cara penerimaan hibah dan bansos. Jangan sampai yang melaku-

Panudiana Kuhn kan kecurangan atau korupsi dari pihak pejabat atau anggota dewan, namun yang ikut terseret, masyarakat yang tidak tahu. ‘’Perlu adanya edukasi supaya masyarakat itu mengerti terkait apa itu korupsi dan apa itu komisi. Kalau pejabat itu menerima komisi, itu sudah salah,’’ ujarnya. Kepada masyarakat, bantuan dari mana pun, entah itu dari internasional maupun dari pemerintah, baik itu untuk rumah sakit, untuk sekolah maupun keperluan masyarakat, itu bisa diterima. Pihaknya berpesan, kepada pejabat atau anggota dewan, agar tidak memanfaatkan dana hibah atau bansos untuk keuntungan pribadi. Karena itu merupakan uang negara, uang masyarakat maupun uang pajak masyarakat. ‘’Namun perlu diingat, kepada pejabat agar tidak menyunat dana bansos atau dana hibah. Masyarakat jangan takut menerima dana hibah, namun perlu dicek apakah pejabat itu melakukan korupsi atau tidak,’’ pesannya. (ad468)

Untuk Akselerasi, Rektor Undiknas Lantik Pejabat Baru

PELANTIKAN - Suasana pelantikan pejabat struktural dan administratif di lingkungan Undiknas, Jumat (15/3) lalu.

REKTOR Undiknas telah melantik 98 pejabat struktural dan administratif di lingkungan Undiknas, Jumat (15/3) lalu. Pelantikan antara lain dihadiri Ketua Perdiknas Denpasar Dr. AAN Eddy Supriyadinatha Gorda dan pengurus lainnya. Ada perombakan struktur organisasi yang dilakukan untuk mempercepat penyempurnaan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yakni pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. ‘’Mereka yang dilantik siap untuk mengemban amanah memajukan Undiknas sesuai dengan potensi dan kapasitas mereka,’’ ujar Rektor Undiknas Dr. Nyoman Sri Subawa, M.M. saat dikonfirmasi, Minggu (17/3) kemarin. Dalam penyusunan kabinetnya, Sri Subawa melakukan open discussion untuk mendapatkan

masukan dari para senior dalam memilih para pejabat yang dilantik tersebut. Di samping melihat secara langsung berdasarkan pengalamannya yang pernah menjabat Direktur Akademik dan Wakil Rektor Undiknas. Dari hal tersebut, para pejabat yang dilantik diharapkan bisa berkarya, bekerja dengan cepat dan tepat untuk menghasilkan kualitas terbaik. ‘’Mestinya disadari oleh pejabat yang dilantik bahwa jabatan yang mereka emban sekarang itu bukanlah sesuatu yang kekal, dan harus disadari bahwa perombakan struktur organisasi bisa mempercepat penyempurnaan kualitas pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat,’’ paparnya. Sri Subawa juga mengganti istilah Direktur menjadi Vice Rector sebagai komitmen untuk

berbagi tugas. Sekaligus merepresentasikan dan menunjukkan eksistensi jabatan, serta adanya kesetaraan di antara vice rector. Terlebih ketika berhadapan dengan pihak eksternal. Selain itu, tidak ada rangkap jabatan, agar pejabat tidak dibebani tugas yang terlalu berat sehingga bisa bekerja dengan cepat. ‘’Minim struktur tapi kaya dengan fungsi. Jadi segera dengan arahan itu, mereka (pejabat baru - red) melakukan konsolidasi. Kemudian bagi pejabat lama, saya ucapkan terima kasih atas dedikasinya,’’ jelasnya. Sri Subawa menambahkan, ada lima vice rector yang dilantik. Yakni, Vice Rector for Academics Development yang dipercayakan kepada Dr. Ni Wayan Widhiasthini, S.Sos., M.Si., Vice Rector for Human Resources and Finance yang dijabat Dr.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

AAA Ngurah Sri Rahayu Gorda, Vice Rector for Student Affairs and Alumni yang dijabat Dr. I.B. Teddy Prianthara, S.E.Ak., M.Si., Vice Rector for Partnership and Enterpreneurship yang dijabat Agus Fredy Maradona, Ph.D. dan Vice Rector for System Development and Technology Transfer yang dijabat Ir. Agus Putu Abiyasa. B.Eng., Ph.D. Kebaruan lainnya adalah Lembaga Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dibuat lebih lengkap untuk mencapai target sebagai ‘’Universitas Riset’’ dengan cepat. ‘’Ini ditingkatkan karena kita akan menuju ke akreditasi internasional. Kemudian, usulan terhadap Program Studi Doktor yang tentunya membutuhkan publikasi lebih banyak dan berindeks maupun bereputasi,’’ tandasnya. (ad474)


DAERAH

Senin Paing, 18 Maret 2019

Senator RI Apresiasi Generasi 4.0 Pemenang Editing Video Maker

Wedakarna Undang Anak Muda Milenial Nonton Bareng Film ’’Leak’’ Produksi Sineas Bali SENATOR RI termuda asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, mengajak sejumlah anak muda Bali yang memiliki ketertarikan dalam bidang digital dan video maker untuk hadir makan malam dalam agenda ‘’Dinner Talk’’. Dalam kesempatan itu, Dr. Arya Wedakarna (AWK) menyampaikan sejumlah pandangannya bahwa di era Revolusi Industri 4.0 ini anak muda Indonesia harus memanfaatkan kesempatannya menjadi sukses karena rekayasa teknologi. Apalagi negara saat ini sedang bekerja keras untuk mewujudkan regulasi, infrastruktur dan kebijakan tentang 4.0 ini. ‘’Mimpi saya bahwa anak muda Bali harus terdepan dalam hal digitalisasi ini. Kenapa? Karena ada satu kekuatan yang dimiliki Bali dan tidak dimiliki oleh daerah lain. Di mana anak muda Bali memiliki panggung bergaul dengan belasan juta wisatawan setiap tahunnya. Kultur internasional, budaya yang terbuka dan komunikasi aktif dengan dunia adalah kunci penguasaan teknologi. Jangan sebaliknya, justru orang luar negeri yang bekerja di Bali dan memanfaatkan potensi bangsa kita. Tugas pemerintah adalah menyiapkan infrastruktur dan regulasi, apalagi Indonesia kemarin sudah meluncurkan satelit komunikasi dari Amerika Serikat untuk mengcover sebagian wilayah Indonesia Timur. Ini harus menjadi pemicu. Sisanya, pejabat harus memotivasi anak mudanya, memberikan jalan dan membuka akses. Jika ini dilakukan, akan tercapai cita-cita Bung Karno yakni berdikari di bidang ekonomi Trisakti,’’ kata AWK. Ia pun memberikan dukungan kepada generasi muda agar juga memanfaatkan Revolusi Industri 4.0 agar bisa mengubah mindset menjadi

MARHAEN – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama pemenang Video Maker dan suasana nonton film ‘’Leak Penangkeb’’. pengusaha muda. ‘’Kalau anak muda Bali ingin kaya, ingin kualitas hidup mendapatkan perbaikan dan juga sejahtera, ya stop berpikir untuk menjadi PNS, pegawai, atau staf. Ubah diri kalian menjadi pengusaha muda. Manfaatkan bisnis online dengan baik dan jika sudah sukses bantu semeton Bali yang lain. Ini baru Satyagraha,’’ ucap AWK. Hal yang sama juga ia sampaikan saat memuji peran sineas Bali yakni Mimi Jegon yang sukses memproduksi film ‘’Leak’’ yang kedua yakni ‘’Leak (Penangkeb)’’ yang kini filmnya telah tayang di seluruh bioskop di Bali. ‘’Pertama kali saya bertemu dengan tim film ‘Leak’ di Istana Mancawarna saya yakin bahwa ini akan sukses karena mereka memiliki ideologi untuk Bali. Syukurlah tim sudah mampu membuat film kedua. Saya dengar review-nya menarik. Apalagi film pertama sudah mendapatkan penghargaan di

Bali International Film Festiva (BIFFest). Semoga film kedua ini sukses dan terus berprestasi. Mari kita jadikan Bali menjadi Baliwood, sebagai pusat film dunia. Produksi film jika digarap serius akan menciptakan kesejahteraan, karena banyak supporting system masuk di dalamnya,’’ terang AWK. Ia pun berharap agar film ini bisa tayang di bioskop di luar Bali, khususnya di daerah yang ada diaspora Balinya. ‘’Semoga film ‘Leak’ ini menasional, bisa masuk ke Lampung, Sultra, Sulteng, Sulbar, Banyuwangi, Mataram NTB. Di sana umat Hindu-nya mayoritas kedua dan bisa jadi segmen yang baik. Anak muda Bali perlu juga edukasi masalah budaya kita yang dijiwai oleh agama Hindu. DPDRI sangat mendukung produksi film lokal seperti ini,’’ jelas AWK. Dalam pemutaran film itu, pihak AWK mengundang puluhan anak muda Bali untuk nonton bersama. (ad481)

Warung Global

Penggunaan Dana Hibah Harus Diawasi DIDUGA takut terseret kasus korupsi, warga penerima hibah di Klungkung ramai-ramai mengembalikan dana hibah. Dana hibah adalah pemberian uang/ barang atau jasa dari pemerintah daerah kepada pemerintah atau pemerintah daerah lainnya, perusahaan daerah, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan, yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya, bersifat tidak wajib dan tidak mengikat, serta tidak secara terus-menerus yang bertujuan untuk menunjang penyelenggaraan urusan pemerintah daerah. Menurut Kawan Global yang beropini dalam acara Warung Global, jika benar dan memiliki niat baik dana hibah harus tidak dikembalikan. Untuk mendapatkan dana hibah, tentu sudah mengajukan proposal yang pada akhirnya pencairan dana hibah dilakukan. Berikut rangkuman opini pendengar Radio Global 96,5 FM, Sabtu (16/3). Ada dana susah, justru semakin susah jika tidak ada dana. Kenapa takut menerima dan mengelola dana jika sudah paham dan dipertanggungjawabkan? Demikian pendapat Nyoman Mastra di Gianyar. Hal senada juga dikatakan Budiada di Tabanan. Kenapa mesti takut berbuat baik, katanya dana hibah juga untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, per-

baikan infrastruktur dan sebagainya. Penggunaan dana harus diawasi, sehingga berjalan sesuai jalurnya. Namun sebelumnya ia berharap agar pihak yang memberikan dana, dalam hal ini pemkab memberikan komando, menuntun kelompok masyarakat/masyarakat sebagai penerima hibah ini. Pengembalian dana hibah secara beramai-ramai ini juga ditanggapi Werdha

Bali Post/udi

TABUNGAN GRATIS - Pelajar di Banyuwangi mendapatkan tabungan gratis dari pemkab setempat.

di Gianyar. Ia menilai justru ini menjadi lucu baginya. Kenapa demikian? Permohonan untuk mendapatkan dana hibah diawali dari pengajuan proposal. Tentu sudah direncanakan dana tersebut akan dipakai untuk apa saja. Jika benar dalam penggunaan, kenapa mesti merasa takut? Jika sudah takut duluan, mestinya tak usah mengajukan proposal. (sikha)

5

Prof. Dewa Putu Widjana Kembali Dilantik Jadi Rektor Unwar Periode 2019-2023 PROF. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. kembali terpilih menjadi Rektor Universitas Warmadewa (Unwar) untuk periode 2019-2023. Ia terpilih setelah melalui berbagai tahapan seleksi yang ketat dan ditetapkan sebagai pemenang dalam Rapat Senat Unwar yang mengalahkan tiga pesaingnya. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnu Murti, M.Si. di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Rektorat Unwar, Sabtu (16/3). Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan diawali dengan upacara majaya-mejaya di Pura Sri Kesari Unwar. Pelantikan dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Bupati Bangli I Made Gianyar, Kepala LLDikti Wilayah VII Bali dan NTB Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., seluruh pimpinan perguruan tinggi di Bali, pengurus, pembina, dan pengawas Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali dan seluruh civitas akademika Unwar. Prof. Dewa Putu Widjana mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan kepadanya untuk memimpin kembali Unwar hingga tahun 2023 mendatang. Sebab, selama empat tahun kepemimpinannya, ada beberapa program yang belum dicapainya. Kendati demikian, selama empat tahun memimpin Unwar, Prof. Widjana telah mencapai berbagai prestasi yang prestisius. Di antaranya, ia telah mampu

mengangkat Unwar menduduki ranking ke-63 dari 4.600 perguruan tinggi yang ada di Indonesia dan ranking ke-19 dari perguruan tinggi swasta yang ada di Indonesia. Bahkan, berkat kerja keras dan kegigihannya telah mampu menjadikan Unwar sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di wilayah Indonesia Bagian Timur. Selain itu, Prof. Widjana juga telah berhasil mengangkat 100 tulisan lebih dalam jurnal internasional yang bereputasi. Di samping juga tulisan-tulisan dalam proseding terindeks skopus. Sementara itu, dalam prestasi kemahasiswaan, ia juga telah berhasil mangantarkan karya mahasiswanya merebut berbagai kejuaraan, baik tingkat regional, nasional, bahkan internasional. Di antaranya mahasiswa Fakultas Kedokteran Unwar berhasil merebut juara I dalam Poster Internasional yang diselenggarakan University Of Malaya, Kuala Lumpur-Malaysia dan mahasiswa Fakultas Teknik Prodi Arsitektur berhasil menyabet juara I Festival Desain Arsitektur di Cina. Sedangkan di bidang non-akademik, Marching Band mahasiswa Unwar berhasil dua kali berturutturut merebut kejuaraan dunia perlombaan Marching Band Internasional. ‘’Saya juga berhasil mengantarkan semua prodi yang ada di Unwar terakreditasi B, bahkan satu prodi telah terakreditasi A beberapa bulan lalu,’’ harapnya. Selain mengembangkan Prodi S-3, Prof. Widjana juga akan membuka dan telah mengusulkan tiga prodi vokasi, yaitu Prodi Sistem Akuntansi Perpajakan, Prodi Sistem

Mangupura (Bali Post) Pangkalan TNI-AL (Lanal) Denpasar bekerja sama dengan BKIPM Kota Denpasar dan Dinas Karantina Hewan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ribuan burung kicau dari Lombok. Ribuan burung tersebut diamankan saat tiba di Pelabuhan Padangbai dari sebuah truk yang diangkut oleh kapal feri KMP Swarna Kartika. Menurut Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko, penggagalan penyelundupan ini berawal dari informasi yang disampaikan petugas Pelabuhan Lembar dan personel Lanal Mataram pada Jumat (15/3) malam. Dari keterangan sopir truk berinisial SH, serta pembawa burung berinisial FA dan MK, ribuan burung milik RF yang beralamat di Lombok tersebut sengaja diselundupkan ke Denpasar untuk diperjualbelikan. ‘’Diperkirakan ada sekitar 1.500 ekor burung jenis kepodang, manyar dan kecial kuning yang akan dikirim ke penjual burung di Pasar Burung Satria Kota Denpasar,’’ kata Henricus, Minggu (17/3) kemarin.

Keberhasilan menggagalkan penyelundupan burung kicau yang tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah akan terus ditingkatkan untuk membangun sinergi dan soliditas TNI-AL dengan instansi terkait. Untuk itu, sudah merupakan suatu kewajiban bagi Pangkalan TNI-AL Denpasar Bali membangun kerja sama dengan petugas keamanan pelabuhan dalam meminimalisir kegiatan ilegal melalui penyeberangan kapal dari Pelabuhan Lembar ke Padangbai yang dapat merugikan dan menimbulkan dampak negatif terhadap keamanan wilayah di perairan Provinsi Bali yang dilalui jalur ALKI II. Lebih lanjut dijelaskan, burung-burung tersebut disimpan dalam boks plastik dan kardus kemudian ditutupi daun-daun untuk menghindari pemeriksaan petugas. Berkat kejelian dan kerja sama petugas keamanan Pelabuhan Lembar dengan instansi terkait di Pelabuhan Padangbai, burung-burung kicau tersebut saat ini diamankan di kantor Karantina Hewan Padangbai, Karangasem.

Telekomunikasi dan Prodi Sistem Informasi Akuntansi. Di samping juga meningkatkan kualifikasi guru besar yang saat ini masih di bawah standar nasional. Apalagi saat ini Unwar telah memiliki 63 orang calon guru besar dari dosen yang berkualifikasi doktor. Selain itu, pihaknya juga akan mendorong peningkatan prestasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang sejauh ini tidak sesuai dengan tergat. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr.

Drs. A.A. Gede Oka Wisnu Murti, M.Si. berharap rektor baru mampu mengimplementasikan visi Unwar untuk menjadi universitas unggul dan berwawasan ekowisata, serta go global 2034. Sebab, tentangan perguruan tinggi ke depan sangat kompleks, sehingga terobosan-terobosan yang inovatif dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi harus dilakukan. Apalagi, saat ini Unwar telah menerapkan sistem e-learning pada 18 program yang berbasis online. (ad470)

Digagalkan, Penyelundupan Ribuan Burung Kicau

2.800 Siswa Digelontor Tabungan Gratis

Banyuwangi (Bali Post) Para siswa kurang mampu di Kabupaten Banyuwangi kembali dimanjakan. Mereka mendapatkan tabungan gratis dari pemkab setempat. Nilainya, Rp 1 juta per siswa. Tabungan ini untuk menopang biaya kebutuhan sekolah. Mulai perlengkapan sekolah hingga alat transportasi. Pemberian tabungan gratis ini sudah memasuki tahun keempat. Nantinya, para siswa tidak bisa mencairkan tabungan semaunya. Namun, harus mendapatkan rekomendasi dari guru masing-masing. ‘’Untuk pelajar kurang mampu, biaya sekolah kan sudah di-cover le-

PELANTIKAN - Rektor terpilih Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. (dua dari kanan) berfoto bersama Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnu Murti, M.Si. (kiri), Wakil Gubernur Bali Cok Ace (dua dari kanan) seusai pelantikan dan pengambilan sumpah rektor di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Rektorat Unwar, Sabtu (16/3).

wat APBN dan APBD. Namun, kadang siswa terkendala masalah perlengkapan sekolah, seperti sepatu, buku, tas, maupun sepeda. Tabungan ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan semacam ini, sehingga mereka bersemangat bersekolah,’’ kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Minggu (17/3) kemarin. Dijelaskan, beasiswa ini tidak diberikan secara tunai kepada tiap anak, Namun, dalam bentuk tabungan. Selain mengenalkan dunia perbankan, program ini mengontrol pencairannya yang harus diketahui guru, sehingga tidak bisa digunakan kebutuhan lain di luar sekolah.

‘’ Misalkan untuk beli pulsa,’’ tegas Anas. Program tabungan itu, sambung Anas, saling melengkapi dengan berbagai program untuk pelajar kurang mampu lainnya di Banyuwangi. Seperti bantuan uang saku dan transportasi setiap hari, Siswa Asuh Sebaya (SAS) maupun beasiswa. ‘’Jadi pelajar kurang mampu Insya Allah tetap percaya diri di lingkungannya. Mereka bisa jajan di kantin lewat program bantuan uang saku, juga berangkat sekolah lewat bantuan uang transportasi,’’ paparnya. Dalam program uang saku, pelajar SD mendapat Rp5.000 setiap hari, SMP Rp 10.000

Bali Post/ist

BURUNG - Burung-burung kicau dari Lombok yang diamankan aparat dari pelaku penyelundupan. Menurut keterangan yang disampaikan petugas Karantina Hewan Pelabuhan Padangbai, Lundra, burung-burung tersebut bukan kategori burung yang dilindungi. Namun karena jumlahnya yang cukup banyak, dikhawatirkan dapat membawa bibit penyakit ke wilayah Denpasar. Untuk itu, rencana pengamanannya akan diserahkan kepada pihak Karantina dan BKSDA

sesuai dengan ketentuan undang-undang. Saat ini jenis burung-burung tersebut sering dicari oleh masyarakat pecinta burung kicau sebagai sarana hiburan dan perlombaan. Walaupun harganya tidak terlalu mahal, namun apabila diperjualbelikan secara besar-besaran dikhawatirkan habitat jenis burung tersebut akan rawan punah. (kmb23)

tiap hari, dan SMA/SMK Rp 15.000 tiap hari. Sedangkan bantuan uang transportasi Rp 5.000 per hari. Program ini terus diperluas hingga ditargetkan menyasar 500 pelajar. Mereka selama ini kesulitan

transportasi dan biaya ketika masuk sekolah. ‘’Program uang saku dan transportasi ini, dikhususkan bagi pelajar dari empat kecamatan dengan partisipasi sekolah rendah,’’ pungkasnya. (udi)


OPINI

6

Senin Paing, 18 Maret 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Ekonomi Sektor Kecil di Bali Perlu Didorong PEMERINTAH Bali bangga karena pertumbuhan ekonominya tinggi, bahkan melebihi rata-rata nasional. Namun di balik pertumbuhan itu banyak yang pesimis bahwa pertumbuhan yang dicapai itu semu. Artinya, pertumbuhan yang tinggi tak diikuti dengan pemerataan pendapatan secara berkeadilan. Bahkan disinyalir, gap ekonomi semakin lebar. Artinya, warga tingkat bawah tak merasakan pertumbuhan tinggi tersebut. Sebab, mereka masih miskin, masih berpendapatan rendah. Dengan kondisi seperti itu, akhirnya banyak yang menyimpulkan bahwa ekonomi Bali berada di luar jalur. Artinya, menyimpang dari cita-cita semula. Memang kita bangga dengan angka pertumbuhan ekonomi yang hebat, pariwisata tumbuh hebat, semuanya pesat. Tetapi di balik tingginya pertumbuhan ekonomi Bali tidak memberikan efek kepada kesejahteraan masyarakat Bali. Melencengnya pertumbuhan ekonomi selama ini harus menjadi perhatian para pemimpin Bali. Para pemimpin di Bali harus memikirkan secara bijaksana akan diarahkan ke mana pertumbuhan pariwisata untuk menyejahterakan masyarakat secara keseluruhan. Harus diakui, bahwa angka pengangguran di Bali relatif rendah. Namun, mengapa ketimpangan pendapatan masih tinggi, padahal sebagian besar angkatan kerja telah terserap pada lapangan pekerjaan? Jawabannya tentu karena lapangan pekerjaan yang mereka geluti tidak mampu memberi hasil maksimal terutama bagi golongan bawah. Atau bisa saja pekerja terdidik justru tidak mendapatkan upah memadai karena mereka bekerja di lapangan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kompetensinya. Melihat kondisi di atas, yang sangat kita harapkan adalah langkah besar dari pemerintah. Kebijakan meningkatkan kesejahteraan penduduk miskin tentu harus dipikirkan secara lebih holistik dan tidak parsial. Perlu dilakukan sedikit proteksi terhadap produk dan lapangan pekerjaan si miskin. Sebenanrya kecenderungan ini sudah dibaca sektor perbankan. Salah satu indikasinya adalah terus turunnya BI rate (suku bunga yang dikeluarkan BI sebagai acuran bunga kredit perbankan) yang kini di kisaran enam persen. Ini menandakan perbankan sangat agresif menawarkan suku bunga rendah terutama untuk kredit konsumtif. Hal seperti ini mendorong konsumsi akan terus meningkat. Pertumbuhan ekonomi yang ditopang konsumsi hanya dinikmati sebagian kecil masyarakat. Reproduksi kapital yang berhasil dicapai ternyata hanya dinikmati kelas menengah. Pertumbuhan ekonomi Bali yang ditopang sektor tersier seperti finance, perbankan, dan lainnya, hanya dinikmati oleh penduduk dengan pendidikan tinggi dan kelas masyarakat yang tinggi. Mereka inilah yang memenuhi persyaratan perbankan untuk diberi kredit konsumtif. Sektor konsumsi tidak dapat dijadikan sebagai penopang utama secara terus menerus. Sektor investasi harus mulai berperan lebih besar dalam menopang pertumbuhan agar tercipta kualitas pertumbuhan yang lebih baik. Pengentasan kemiskinan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan adalah dua tantangan utama yang dihadapi masyarakat Bali. Kemiskinan bukanlah persoalan sederhana karena kurangnya penghasilan. Penduduk miskin ingin peluang, kemampuan, keamanan, dan menjadi lebih kuat. Semua itu dibutuhkan oleh mereka agar bisa mendapatkan penghasilan secara adil, menjadi sehat. Pertumbuhan ekonomi Bali semu karena tidak seluruhnya ditunjang produksi. Turunnya BI rate semestinya menjadi momentum perbankan untuk mendorong kredit produktif yang dapat memberikan nilai tambah bagi rakyat. Dengan kredit produktif ini, usaha skala kecil dan menengah akan terus berkembang.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Terobosan Cerdas dan Efektif Dana desa adat kini diperjuangkan Pemprov Bali. Ini merupakan perjuangan riil menjaga Bali. Terlebih ada respons positif dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. Saya sangat senang membaca berita ini di Harian Bali Post. Ini terobosan cerdas dan saya pikir sangat efektif untuk menjaga Bali. Mudah-mudahan Gubernur Bali Wayan Koster diberikan kekuatan dan petunjuk yang jelas untuk merealisasikan terobosannya ini. Kami rakyat Bali, khususnya krama Bali tentu sangat mendukung. Terobosan ini mestinya juga segera diperkuat oleh DPRD Bali dengan melakukan dukungan riil kepada desa adatnya dari segi anggaran. Jangan sampai beban menjaga budaya dan tradisi, termasuk tanah-tanah Bali dibebankan hanya kepada warga adat. Ini tentu tak adil. Ketika desa dinas atau desa administrastif tentu dana ini juga harus diarahkan untuk penguatan desa adat. Saya berharap perjuangan Gubernur Bali Wayan Koster ini memberikan spirit baru dalam penguatan desa adat di Bali. Ini juga tentu sejalan dengan visi-misi Gubernur Bali untuk mewujudkan Nangun Sat Kerti Loka Bali, yakni adanya keselarasan pembangunan sekala dan niskala. Selamat berjuang Bapak Gubenur Bali, kami krama Bali juga masyarakat Bali mendukung penuh perjuangan untuk menguatkan desa adat. Mudah-mudahan Menteri Keuangan Sri Mulyani bisa mewujudkan hal ini dalam waktu dekat. Bali memang harus dijaga dan mendapat perhatian khusus. Ni Putu Purnaminingsih Gianyar, Bali

Mengajegkan Budaya dan Ekonomi Hindu Bali sudah saatnya mengembangkan budaya dan ekonomi berbasis Tri Hita Karana yang dijiwai oleh agama Hindu, karena pengembangan ekonomi Hindu sudah menjadi inspirasi masyarakat krama Bali yang diharapkan dapat didukung oleh pemerintah dan para stakeholder yang peduli terhadap ajeg Bali. Walaupun pariwisata telah banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan masyarakat Bali, namun masih diperlukan adanya penataan pariwisata Bali ke depan haruslah terlebih dahulu memperkuat jati diri krama Bali yang hidup dalam suatu komunitas desa pakraman. Karena desa pakraman merupakan pusat pengembangan nilai-nilai budaya yang dilandasi oleh agama Hindu, juga dalam berbagai bidang kehidupan termasuk bidang kesenian, globalisme, modernisme, dan materialisme telah merupakan ancaman, karena besarnya tantangan lebih kasat mata dibandingkan dengan peluang yang mampu direspons oleh masyarakat Bali khususnya, masyarakat dunia ketiga dan komunitas pedesaan.

Oleh Bambang Gede Kiswardi

A

dapun potensi Bali yang memiliki luas wilayah 5.636,06 kelometer per segi dengan jumlah penduduk sebanyak 4.125.800 jiwa, di samping itu Bali memiliki Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sebanyak 1.433 unit dengan aset Rp 19,5 triliun, dan koperasi sebanyak 4.934 unit dengan aset Rp 12,04 triliun, juga Badan Usaha Milik Desa sebanyak 455 unit dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) sebanyak 313.822 unit, belum termasuk sumber daya alam dan sumber daya budaya yang menjadi pondasi dan pilar pariwisata Bali. Dampak dari adanya potensi tersebut memberikan korelasi terhadap pertumbuhan ekonomi Bali diproyeksi 6 persen sampai 6,40 persen dan pada tahun 2018 mencapai 6,54 persen di atas rata–rata pertumbuhan ekonomi nasional kurang lebih 5,3 persen. (Bali Post, Agustus 2018). Sejalan dengan potensi dan pertumbuhan ekonomi Bali, untuk itu Bali yang identik dengan desa pakraman sangat potensial mengembangkan nilai-nilai budaya yang berjiwakan agama Hindu, dengan demikian sudah saatnya Bali memiliki sistem ekonomi Hindu yang bercirikan: Pertama, roda perekonomian digerakkan oleh rangsangan ekonomi, sosial, dan moral. Oleh karena itu, sistem ekonomi Hindu seyogianya dilandasi oleh konsep Tri Warga

(Dharma, Artha, Kama), konsepsi ini telah mencakup rangsangan ekonomi sosial, dan moral. Kedua, perwujudan pemerataan sosial ekonomi dan keadilan ekonomi untuk tujuan hidup yang berupa Moksaartham Jagadhita yang merupakan tujuan sekaligus landasan dari sistem ekonomi Hindu. Ketiga, jiwa nasionalisme yang melandasi kebijaksanaan ekonomi, dalam hal ini makna sistem ekonomi Hindu adalah sistem di mana kebijaksanaan ekonomi yang dilahirkannya untuk menjaga keselarasan hubungan dengan masyarakat dan lingkungan di mana sistem ekonomi Hindu berada, yang dapat memberikan Multiplier effect terhadap segi pawongan dan palemahan dari konsep Tri Hita Karana yang mempunyai peranan sangat strategis. Keempat, Badan Usaha Milik Adat adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa pakraman atau desa adat melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa pakraman yang dipisahkan, guna mengelola potensi ekonomi untuk sebesar-besarnya kesejahteraan krama adat. Kelima, menyangkut perumusan kebijaksanaan ekonomi dalam rangka pencapaian keadilan ekonomi dan keadilan sosial, diperlukan kepemimpinan model Asta Brata, sebagaimana termuat dalam buku Ramayana yang merupakan kelompok Smerti,

akan dapat memberikan visi Moksaarthem Jagadhita kepada pimpinan di bidang ekonomi untuk merumuskan kebijaksanaan yang mengarah kepada pencapaian cita-cita keadilan ekonomi dan keadilan sosial yang sesuai dengan amanat dan cita-cita Pasal 33 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Berdasarkan ciri-ciri dari sistem ekonomi Hindu dalam pengelolaan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam Bali yang berbasiskan kearifan lokal yang dijiwai oleh agama Hindu, diharapkan ada kolaborasi baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun para stakeholder dan para pelaku usaha krama adat (pelaku UMKM) dalam akses pembiayaan, akses pemasaran, akses jaringan usaha, dan akses teknologi. Secara struktural kolaborasi tersebut dapat merumuskan master plan ekonomi Hindu. Sejalan dengan adanya master plan ekonomi Hindu tersebut, diharapkan ke depan muncul kebijakan-kebijakan yang memberikan perkuatan, memberikan perlindungan, dan memberikan kemudahan terhadap pelaku ekonomi Hindu. Dengan kebijaksanaan ekonomi tersebut, diharapkan ke depan ekonomi Hindu mampu berkembang dan profesional untuk sebesar-besarnya kesejahteraan krama adat Bali. Dalam sistem ini, setiap

masyarakat krama Bali sebagai pelaku ekonomi mempunyai keterikatan untuk menjalankan disiplin Catur Purusaartha, Catur Warna, dan Catur Asrama dalam perilaku hidupnya. Masalahnya, tantangan besar yang dihadapi oleh masyarakat krama Bali adalah bagaimana rangkuman nilai-nilai Hindu ini dapat menjadi landasan moral dan etika dalam setiap perilaku ekonomi Hindu, dalam zaman yang diyakini sebagai zaman kaliyuga, dengan ciri pokoknya; di mana setiap insan manusia sukar untuk memusatkan pikiran dan ukuran kemanusiaan terjebak dan jatuh sekadar pada tingkat material dan kekuasaan. Masyarakat krama Hindu yang minoritas di negara Indonesia yang landasan falsafahnya juga adalah Pancasila. Secara normatif sudah tentu dengan mudah krama Bali menyatakan bahwa sistem ekonomi yang sekarang sedang berlangsung adalah sistem ekonomi kerakyatan yang identik dengan sistem ekonomi Hindu. Dengan melihat realitas ekonomi yang berlangsung saat ini, diperlukan kajian pemikiran yang panjang untuk dapat menerima dan menyetujui pemikiran normatif tersebut di atas. Sebagaimana disepakati bahwa ekonomi kerakyatan adalah ideologi ekonomi terbuka, maka sejalan dengan ideologi ekonomi tersebut, kemungkinan bagi masyarakat krama Hindu untuk melakukan penafsiran, interprestasi terhadap sistem ekonomi kerakyatan dengan kerangka berpikir, keyakinan agama Hindu. Untuk tujuan interprestasi ini, maka sistem ekonomi Hindu yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari rumusan tersebut di atas adalah sistem ekonomi dengan sejumlah ciri-ciri: Pertama, motivasi dasar dari gerak roda perekonomian adalah cita-cita kehidupan, sebagaimana tertuang dalam Catur Purusa Artha (Dharma, Artha, Kama, Moksa). Terkait ada unsur ekonomi moral, spiritual yang mendasari gerak perekonomian krama Bali.

Menyiapkan Generasi Bali Menuju SDM ’’Unicorn’’ THOMAS Alfa Edison penemu bola lampu mengatakan: ‘’I have not failed. I’ve just found 10.000 ways that won’t work.’’ Masih banyak pekerjaan yang harus kita kerjakan. Sebagai seorang pemuda yang hidup di dunia digital teknologi saat ini, di mana dunia digital terus menggeliat, semua orang yang butuh informasi dan pekerjaan saat ini dipastikan wajib memiliki akses ke internet dan gadget media. Perusahaan rintisan atau start up di Indonesia berkembang pesat menjadi unicorn, karena didukung pasar yang luas di seluruh Indonesia dan pengguna internet yang terus meningkat signifikan menjadikan Indonesia ekosistem ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Banyak perusahaan yang berhasil berkembang pesat, bahkan dari nol menjadi perusahaan kelas dunia karena menggunakan teknologi digital dan memiliki komitmen tinggi. Ada tiga hal yang dibutuhkan untuk menjadi perusahaan unicorn: Pertama, mentalitas operate like it’s day one (selalu terus berinovasi, jangan sampai terlena apalagi merasa di comfort zone). Kedua, obsesi kompulsi terhadap kebutuhan pelanggan (pikirkan apa yang bisa membuat pelanggan kita puas, walaupun hal tersebut belum terpikirkan oleh pelanggan kita). Ketiga, ber-

Oleh Adrid Indaryanto pikir jangka panjang. Walaupun perusahaan start up ini relatif cepat meledak, namun kita harus fokus bagaimana mengembangkan perusahaan ini, jangan hanya memikirkan laba yang kita terima hari ini, tetapi sustainability dari bisnis itu sendiri. Ayo kumpulkan mimpi kita, kumpulkan harapan customers , dan kumpulkan cara dan sistem terbaik menggapai mimpi dan harapan customers tersebut. Kejar selangkah lebih awal untuk kepuasan pelanggan daripada kita mendapat keluhan dari customers/ pelanggan kita. Sumber daya manusia di industri start up sampai industri

unicorn harus memiliki tiga kriteria di atas, dan harus berjalan bersamaan tanpa meninggalkan salah satunya. Ditambah kesiapan kita bekerja dalam waktu yang panjang, bekerja keras dan smart. Kita harus memilih dan mengumpulkan SDM yang memiliki tiga kriteria tersebut, sekaligus untuk mendukung Bisnis start up kita. Mereka harus memiliki design thinking yang sistematis, bisa melihat big picture perusahaan dan disiplin sesuai prinsip yang telah ditegakkan. Di Bali sudah ada beberapa perusahaan start up, seperti bisnis resto dan kafe, juga beberapa yang telah menjadi perusahaan

‘’Kita sebagai orang Bali wajib mengetahui dan memperkenalkan ke teruna-teruni kita, bahwa saat ini kita berada di dunia tanpa batas waktu dan ruang, yang terus dibutuhkan adalah inovasi dan kreativitas di segala bidang terutama digital dan teknologi. Teknologi animasi mungkin juga akan applicable dengan masyarakat Bali yang keseharian berada di lingkungan seni budaya dan pariwisata.’’

unicorn walaupun belum sekelas perusahaan sejenisnya yang lebih dulu ada. Namun kita sebagai orang Bali wajib mengetahui dan memperkenalkan ke teruna-teruni kita, bahwa saat ini kita berada di dunia tanpa batas waktu dan ruang, yang terus dibutuhkan adalah inovasi dan kreativitas di segala bidang terutama digital dan teknologi. Teknologi animasi mungkin juga akan applicable dengan masyarakat Bali yang keseharian berada di lingkungan seni budaya dan pariwisata. Hal lain yang perlu kita ketahui, bahwa saat ini Bali sedang dilirik oleh banyak perusahaan start up dan unicorn kelas dunia sebagai base perkantoran mereka, karena mereka tahu Bali biaya sewa kantor jauh lebih murah daripada di Silicon Valey (US) dan Singapura, serta mereka bisa menikmati liburan sepuasnya dan alam yang yang sangat indah. Kesempatan kerja untuk teruna-teruni Bali akan terbuka luas untuk industri start up ini. Mari siapkan putra-putri kita melek teknologi. Bukan sebaliknya, malah hanya jadi objek dari industri digital, di mana seharian hanya main games di HP, sampaikan mereka agar mampu menciptakan game’s dengan kearifan lokal Bali.

Kedua, keterkaitan kuat untuk mewujudkan cita-cita bersama dalam artian Moksaartham Jagadhita, (kesejahteraan jagad dan kemudian mencapai moksa). Ketiga, sikap keagamaan masyarakat krama Hindu harus menjadi semakin dalam, sehingga mampu berubah menjadi sikap religius yang bercirikan menjadi lebih jujur, peka terhadap penderitaan dan kesulitan orang lain, rindu akan kehidupan yang mencerminkan kesejahteraan bersama. Dengan demikian, akan lahir sejumlah pengusaha krama Bali yang religius, yang menjadi panutan dan pemberi inspirasi dari pengusaha lainnya. Keempat, komitmen yang semakin mengental dari setiap masyarakat krama Hindu untuk menciptakan keselarasan dan keserasian dalam kehidupannya dengan masyarakat ekonomi lain, alam semesta, dan Tuhan yang diyakininya (Ida Sang Hyang Widhi Wasa). Ini berarti dalam implementasi ekonomi Hindu berfalsafahkan konsep Tri Hita Karana. Kelima, adanya dan terjaminnya kepastian hukum dalam kehidupan masyarakat krama Bali. Kepastian hukum di sini mempunyai pengertian yang universal, tidak semata-mata hukum dalam pengertian yuridis formal, tetapi juga mencakup rasa keadilan, serta tegaknya dharma di tengah-tengah masyarakat krama Bali. Berdasarkan kajian ciri-ciri dan persyaratan sistem ekonomi Hindu tersebut, harus diakui bahwa perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan pergerakan sistem ekonomi global yang kemudian tampil dalam bentuk pertumbuhan, perkembangan ekonomi telah memberikan sumbangan besar terhadap perkembangan peradaban sistem ekonomi dan peradaban material kehidupan masyarakat krama Bali. Penulis, pemerhati ekonomi kerakyatan

POJOK Debat Cawapres, keduanya fokus benahi sektor pendidikan. - Debat yang mendidik. *** Maraknya kasus terorisme, warga Bali diimbau tetap tenang. - Waspada juga penting. *** Kisruh hibah di Klungkung, pengawasan dewan dipertanyakan. - Jangan sampai ada main mata.

Penulis, pemerhati bidang ketenagakerjaan

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Senin Paing, 18 Maret 2019

SOSOK Pemerataan Pembangunan Kerambitan Utara PEMBANGUNAN infrastruktur adalah salah satu permasalahan utama yang harus terus diselesaikan oleh Pemkab Tabanan. Sebagai warga Desa Timpag dan menjabat 12 tahun sebagai Perbekel Timpag, I Gusti W. Sukawahana berharap pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah Kerambitan Utara bisa terwujud. Menurutnya, pentingnya pembangunan infrastruktur di Kerambitan Utara karena kawasan ini dilalui jalan nasional yang menjadi jalan utama lintas Kabupaten. Tidak sedikit warga yang datang dari Barat jika hendak menuju ke Pura Luhur Batukaru atau hendak ke Bedugul dan Gitgit, akan melalui jalan kabupaten yang melintasi Desa Timpag. Begitu juga jika jalan nasional macet karena sesuatu hal, pengemudi yang datang dari arah barat bisa melalui Desa Timpag masuk ke Desa Kesiut dan ke luar di Desa Samsam. Sementara dari arah timur bisa masuk melalui Desa Pangkungkarung menuju Desa Kerambitan dan ke luar di Desa Meliling. Karenanya, infrastruktur jalan di Kerambitan Utara memerlukan perbaikan dan pelebaran. ‘’Setiap musrenbang, pemerataan perbaikan infrastruktur di Kerambitan Utara selalu diusulkan dan dimohonkan atensi untuk diperbaiki,’’ ujarnya. Untuk bisa memenuhi harapan masyarakat ini, menurut Caleg PDI-P Dapil 1 (Tabanan-Kerambitan) ini, Kerambitan Utara membutuhkan perwakilan yang bisa duduk di legislatif agar dapat memperjuangkan harapan tersebut. ‘’Tidak hanya perwakilan, tetapi yang mengerti masalah dan mempunyai solusinya,’’ ujar Sukawahana. Ia melanjutkan, selama 12 tahun menjadi Perbekel Desa Timpag, permasalahannya tidak hanya infrasruktur tetapi juga SDM dan ekonomi. ‘’Untuk di Desa Timpag, selama 12 tahun menjadi Perbekel kami bersama masyarakat berupaya menata desa. Sekarang ini Desa Timpag sudah menggali potensi yang ada untuk menjadi desa wisata, dimana masyarakat menjadi pelaku utamanya,’’ ujar Sukawahana. (san)

Tangani Sampah, Desa Munduk Temu Gandeng Desa Adat Tabanan (Bali Post) Desa Munduk Temu Kecamatan Pupuan merupakan salah satu desa yang masuk dalam kawasan Nikosake (Nila, Kopi, Salak dan Kelapa). Desa ini juga mulai berbenah menuju desa wisata. Untuk mewujudkan hal tersebut, banyak hal yang harus ditata, salah satunya terkait kebersihan lingkungan. Peran serta masyarakat untuk men jaga lingkungan tetap bersih sangat penting, karena itu Desa Munduk Temu menggandeng desa adat dalam hal membuat aturan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sinergi dalam menjaga kebersihan dengan adat menjadikan Desa Munduk Temu sebagai salah satu lokus penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Provinsi Bali beberapa waktu lalu. Kepala Bappelitbang Tabanan Ida Bagus Wiratmaja mengatakan, Bali menjadi

salah satu dari 17 provinsi yang masuk dalam nominasi untuk dinilai menjadi provinsi terbaik penerima PPD. ‘’Dalam penilaian tersebut, provinsi Bali mengajukan inovasi Bali Clean and Green dan pelestarian adat dan budaya Bali. Desa Munduk Temu menjadi locus atau objek percontohan penerapan kedua inovasi ini,’’ ujarnya. Wiratmaja melanjutkan, Desa Munduk Temu melakukan sinergi antara peraturan desa dengan pararem di tiga desa adat dalam hal kebersihan, pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah. ‘’Dalam peraturan tersebut ada sanksi yang diberikan kepada orang yang buang sampah sembarangan, sanksi bagi yang menembak burung serta mencari ikan dengan racun,’’ jelas Wiratmaja. Dalam pengelolaan sampah, Desa Munduk Temu juga memiliki program “Lisa” (Lihat sampah ambil) yang dimotori masyarakat dengan

mengajak para siswa untuk membiasakan diri mengambil sampah yang dibuang sembarangan. ‘’Lewat anak-anak ini, pihak desa menyebarkan virus perubahan sehingga diikuti oleh lapisan masyarakat lainnya melakukan hal yang sama,’’ katanya. Perbekel Desa Munduk Temu I Nyoman Wintara menambahkan, sinergi peraturan desa dengan desa adat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Desa Munduk Temu sudah diterapkan sejak tahun 2017. Dalam hal menangani sampah, masyarakat desa sudah mulai memilah sampah antara organik dan anorganik. Sampah organik sudah dikelola menjadi pupuk. Diakui Wintara, masyarakat belum mengolah sampah plastik menjadi produk yang bernilai jual dan langsung membuang sampah anorganiknya ke TPS yang sudah disediakan oleh desa. (kmb24)

RUSAK - Salah satu bangunan di BLK Tabanan yang rusak berat sehingga tidak layak difungsikan.

Bali Post/bit

Tak Tersentuh Pemeliharaan Gedung BLK Rusak Berat

Tabanan (Bali Post) -

Berfungsi, namun tidak representatif. Begitulah kondisi bangunan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tabanan yang berlokasi di Banjar Meliling Kawan Desa Meliling Kecamatan Kerambitan. Berdiri di lahan seluas 2,5 hektar, banyak bangunan yang semestinya digunakan sebagai penunjang aktivitas pelatihan kondisinya sudah rusak berat. Seperti kantin dan toilet umum bagi siswa, sudah tidak layak pakai lantaran rusak dan ditumbuhi rumput liar. Begitu pula gedung pertemuan para instruktur juga berubah menjadi kolam air saat musim hujan. Ironisnya lagi, kantor administrasi yang merupakan bangunan utama BLK juga rusak. Temboknya retak, plafon rapuh serta instalasi listrik yang berusia tua. Bangunan ini tidak memiliki pagar sebagai pembatas dengan sawah di sebelahnya. ‘’Kalau ada gempa skala kecil saja ataupun hujan angin, semua sudah lari ke luar karena waswas bangunan bisa roboh,’’ ucap Kepala UPT BLK Tabanan I Gede Nengah Sugiarta, S.E., Minggu (17/3) kemarin. Menurutnya, hanya bangunan untuk pelatihan menjahit, aula depan, dan labora-

torium komputer yang masih bisa berfungsi baik, itupun juga masih ada kebocoran kecil. ‘’Kalau hujan malam hari dengan intensitas tinggi, pegawai datang ke kantor menyelamatkan arsip sembari melihat ke ruang komputer. Kebetulan juga mereka tinggal sekitar sini,’’ terangnya. Dari informasi staf senior BLK Tabanan, sejak dihibahkan ke daerah, gedung BLK belum pernah tersentuh pemeliharaan. Alhasil bangunan yang didirikan sekitar tahun 1984 ini dalam kondisi memprihatinkan. Begitupun dengan kondisi mess bagi para instruktur juga rusak berat dan dipenuhi tumbuhan liar. Selain bangunan, fasilitas lainnya seperti air dan listrik

juga dalam kondisi tak berfungsi maksimal. ‘’Air kerap macet, kami punya sumur bor juga tidak berfungsi. Sekarang hanya menggunakan air sumur kedalaman lima meter. Untuk latihan tata rias dan spa kami kewalahan, dipakai keramas gatal,’’ katanya. Di satu sisi, pemerintah pusat gencar memberikan paket program pelatihan keterampilan berikut sarana prasarana pendukung keterampilan. ‘’Tahun ini kami dapat 55 paket pelatihan tenaga kerja dari dana APBN 2019 untuk mendukung program pemerintah daerah mencetak wirausaha baru,’’ ucapnya. Terkait kondisi BLK Tabanan, Kepala Dinas Tenaga

Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tabanan Putu Santika mengatakan, pihaknya sudah mengajukan usulan pemeliharaan. Hanya karena keterbatasan anggaran dan penerapan skala prioritas, sampai saat ini memang belum dianggarkan. ‘’Kemarin sudah dipastikan di perubahan APBD 2019 dapat Rp 200 juta untuk rehab kantor utama saja. Ini bertahap karena memang banyak yang perlu direhab termasuk aula dan ruang praktik,’’ terangnya. Kata Santika, pemeliharaan gedung BLK sebenarnya sudah lama dipikirkan Pemkab Tabanan melalui Bapelitbang. Bahkan Bapelitbang telah membuat rencana revitalisasi BLK dengan anggaran yang dipasang saat itu sebesar Rp 2 miliar. Namun karena kondisi keuangan daerah belakangan ini dan penerapan skala prioritas utama untuk pembangunan daerah, rencana tersebut ditunda untuk sementara waktu. (kmb28)

Persiapan ”Karya Batara Turun Kabeh” di Pura Puseh

Krama Padangan Gelar Tradisi ”Maboros” Kidang ADA yang unik dari rangkaian Karya Batara Turun Kabeh di Pura Puseh Desa Pakraman Padangan, Kecamatan Pupuan. Dalam persiapan karya besar tersebut, terdapat tradisi maboros atau berbutu kidang atau menjangan di Subak Abian Batu Cepaka, Desa Padangan. Tradisi ini digelar Minggu (17/3) kemarin. Hasil tangkapan di-pendak dengan alunan gong dan tarian. Daging kidang hasil maboros dipergunakan untuk melengkapi sarana upacara yang dipersembahkan saat puncak karya pada Purnama Kadasa Buda Wage Menail, Rabu (20/3) nanti. Terkait tradisi maboros kidang, anggota Kerta Desa Pakraman Padangan I Wayan Wardita menjelaskan, daging kidang dipersembahkan saat karya tertentu saja, seperti Batara Turun Kabeh dan Karya Negtegan. Jika tidak dapat kidang, krama menggantinya dengan bebek. Namun keinginan kuat krama desa mendapatkan kidang

untuk dihaturkan kepada Ida Sesuhunan di Desa Pakraman Padangan sangatlah tinggi. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi. Apalagi populasi kidang di Kecamatan Pupuan bagian utara terutama Desa Padangan, Munduktemu dan Batungsel cukup banyak. Ini didukung letak geografis Desa Pupuan yang merupakan daerah pegunungan yang

berdekatan dengan Gunung Batukaru. Kidang turun dari gunung ke abian biasanya untuk mencari makan, sehingga kerap merusak tanaman warga seperti salak. Bahkan ada pula kidang sampai masuk rumah warga. ‘’Saat ini musim salak, kidang biasanya sedang berburu itu. Yang diburu krama biasanya kidang yang berukuran sedang,’’ ucap Wardita. Dalam berburu kidang pun warga tidak memerlukan waktu yang lama. Diawali dengan matur piuning memohon keselamatan sebelum maboros yang dilangsungkan di Pura Puseh dan Pura Subak Abian Batu Cepaka. Setelah matur piuning, barulah puluhan krama

Desa Padangan memulai perburuan. Krama membawa jaring dengan panjang sekitar 15 meter dan dibentangkan ke daerah sasaran untuk menjebak kidang. Menjangan yang menjadi sasaran diarahkan secara beramai-ramai ke lokasi jaring atau yang biasa disebut jaragin. ‘’Hanya dalam waktu 1,5 jam dari masang jaring dan proses jaragin, sudah berhasil mendapat satu kidang,’’ beber Wardita. Wardita yang juga Perbekel Desa Padangan ini melanjutkan, setelah terjaring, kidang langsung digotong krama. Sebagai luapan kegembiraan, kidang yang berhasil ditangkap di-pendak

dengan gong. Bahkan sampai di Pura Puseh saat krama istri ngayah majejaitan, kidang yang digotong krama lanang disambut dengan tarian. ‘’Dipendak menggunakan gong dan tarian merupakan luapan kegembiraan karena maboros membuahkan hasil,’’ jelasnya. Ia menerangkan, kidang tersebut nantinya disembelih digunakan untuk melengkapi sarana upacara. Bagian kepala pada saat umanis karya atau yang disebut Lebar Karya yang berlangsung Kamis (21/3), dipakai dalam tari kincang kincung. ‘’Ini kami haturkan sebagai bentuk rasa syukur terhadap Ida Sesuhunan yang ada di Desa Pakraman Padangan,’’ ucapnya. (bit)

Bali Post/ist

KIDANG – Hasil tangkapan kidang disambut tarian oleh krama istri di Pura Puseh Desa Pakraman Padangan.


BULELENG

8

Senin Paing, 18 Maret 2019

Suatu Ancaman

600 Kasus Gigitan Anjing Tiap Bulan Singaraja (Bali Post) – Tingginya perkiraan populasi anjing di Buleleng secara otomatis berdampak pada tingginya angka kasus gigitan anjing di daerah ini. Dinas Kesehatan (Diskes) Buleleng mencatat rata-rata selama sebulan ada 400 hingga 600 kasus gigitan. Sekitar lima persen dari jumlah kasus gigitan itu, termasuk berisiko tertular virus rabies pada manusia.

Bali Post/kmb38

PAMERAN BONSAI – Ratusan koleksi bonsai dipamerkan serangkaian HUT ke-415 Kota Singaraja tahun 2019 yang dipusatkan di Taman Kota Singaraja, Minggu (17/3) kemarin.

Ratusan Koleksi Bonsai Dipamerkan Singaraja (Bali Post) – Sedikitnya 104 koleksi bonsai dipamerkan di Taman Kota Singaraja, Minggu (17/3) kemarin. Pameran ratusan tanaman hias kerdil itu serangkaian dengan HUT ke-415 Kota Singaraja tahun 2019. Pada ajang tersebut, selain dapat dilihat keindahan bentuk dan jenis tanaman, media ini juga bagian mengkampanyekan perilaku menanam pohon untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana usai membuka pameran bonsai mengatakan, menjaga kondisi lingkungan dengan baik itu, bisa dilakukan dengan mengoleksi bonsai. Walaupun tidak memiliki lahan cukup, dengan memelihara bonsai dapat memperindah halaman rumah. Pastinya lingkungan juga tetap bersih dan sehat. Ke depan roadmap pembangunan di daerahnya adalah menjaga lingkungan agar tetap lestari. Itu bisa diimplementasikan dengan kampanye menanam pohon secara masif. Meskipun lahan sempit, bonsai salah satunya menjadi alternatif menambah kelestarian dan menjaga ruang hijau. “Pameran ini sejalan dengan keinginan pemerintah uta-

manya mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga lingkungan ini lebih asri,” katanya. Bupati mengajak, komunitas dan pencinta bonsai terus mensosialisasikan pentignya menjaga kebersihan lingkungan, dengan menanam bonsai. Sosialisasi ini bisa dilakukan ke sekolah-sekolah, sehingga orang mengetahui apa itu bonsai. Setelah bonsai itu dipahami, pada akhirnya muncul ketertarikan memelihara bonsai mulai lingkungan rumah tangga dan tempat umum. “Pameran ini membuat warga jadi tahu apa sih bonsai itu? Bagaimana caranya dan di mana mencarinya. Dengan tahu kemudian memproduksi bonsai, seandainya kreasi bonsai yang dibuat bagus, maka pasti dapat mendatangkan rezeki,” katanya. Pembina Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) Pusat Ida Bagus Made Adnyana mengatakan, setelah RUBI dibentuk dua tahun lalu, pihaknya beberapa kali melaksanakan workshop ke beberapa daerah terkait bonsai. Dalam waktu dekat ini, pihaknya mengedukasi anak-anak tentang bonsai. “Kita bergerak dari Buleleng. Anggota komunitas kami mencapai 57 orang,” tegasnya. (kmb38)

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Diskes) Buleleng dr. I Gede Suaryawan akhir pekan lalu mengatakan, gigitan anjing di daerahnya masih tergolong tinggi. Apalagi, keberadaan populasi anjing itu angkanya mencapai 107.033 ekor. Otomatis, ribuan ekor anjing itu menjadi suatu “ancaman maut’’. Analoginya, kapan saja anjing itu bisa menggigit. Sesuai laporan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) dan 13 Rabies Center, kasus gigitan anjing rata-rata setiap hari sebanyak 20 kasus. Kalau dihitung satu bulan penuh, maka angka kasus gigitan anjing di daerah ini bervariasi antara 400 sampai 600 korban

tergigit anjing. Angka sebanyak itu diakuinya menjadi permasalahan serius. Karenanya hal itu tidak bisa dianggap enteng. Pasalnya, dari kasus gigitan itu ditemukan ada sekitar lima persen atau sekitar 30 kasus gigitan yang berisiko tertular virus rabies. Korban gigitan anjing yang berisiko itu ditentukan kalau anjing yang menggigit itu dinyatakan positif tertular virus rabies. Kebanyakan anjing itu liar. Artinya tidak jelas siapa pemiliknya. “Ini harus diwaspadai sebab populasi anjing di daerah kita begitu banyak, sehingga kasus gigitan anjing itu terus terulang. Apalagi hasil kajian kita dari kasus gigitan itu sekitar lima persennya berisiko tertular penyakit rabies,”

katanya. Tingginya kasus gigitan anjing itu, kata Suaryawan, membuat pemerintah daerah melakukan antisipasi. Caranya disiapkan stok Vaksin Anti-Rabies (VAR) untuk manusia maupun Serum Anti-Rabies (SAR). Sampai bulan ini stok VAR dan SAR tersedia dengan jumlah sekitar 1.000 vial. Stok sebanyak itu disebar di 13 lokasi rabies center masing-masing. Meskipun stok VAR dan SAR mencukupi, namun pemakaian vaksin ini dilakukan secara selektif. Jika korban digigit anjing di mana hasil uji sempel otak anjingnya, positif tertular rabies, maka korban bersangkutan akan diberikan suntikan VAR sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan pasien rabies. Sebaliknya, kalau seorang digigit anjing yang sudah mendapatkan VAR untuk anjing, maka bisa tanpa mencari suntikan VAR atau SAR. “Jangan seperti di RSUD Buleleng di mana stok VAR habis karena cara pemberiannya tak selektif. Kalau ter-

gigit anjing dan sampel otak anjingnya positif tertular rabies, maka kita akan berikan VAR dan SAR. Kalau sampel otak anjingnya negatif, maka tidak kita berikan VAR dan SAR,” jelasnya. Sebenarnya pencegahan penularan virus rabies itu kata Suryawan, tidak cukup dengan mencari suntikan VAR maupun SAR. Sebaliknya, warga harus sebisa mungkin menghindari tergigit anjing baik oleh peliharaan sendiri maupun anjing milik orang lain. Anjing peliharaan sendiri harus mendapatkan vaksin secara rutin. Selain itu, si pemelihara wajib mengikat atau mengkandangkan anjing itu. Vaksin rabies untuk anjing itu sebetulnya sudah disediakan secara gratis oleh pemerintah. Karena itu pihaknya berharap vaksinasi anjing rabies massal itu dapat dimanfaatkan. Memang sangat baik ribuan ekor anjing itu bisa disuntik VAR lebih dulu. Kalau sewaktu-waktu warga tergigit, maka luka bekas gigitan itu, tinggal dicuci saja menggunakan air mengalir sampai bersih. (kmb38)

Ribuan Peserta Meriahkan Jalan Sehat HUT Ke-415 Kota Singaraja Ribuan peserta ikut memeriahkan jalan sehat yang digelar serangkaian HUT ke-415 Kota Singaraja tahun 2019, Minggu (17/3) kemarin. Peserta bukan saja berasal dari kalangan pelajar, juga dari pegawai negeri, anggota TNI dan Polri, selain masyarakat umum. Peserta dilepas langsung Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T. didampingi Wakil Bupati Buleleng dr.Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Ketua Panitia HUT ke-415 Kota Singaraja Tahun 2019 Putu Karuna, S.H. melaporkan, jalan santai yang digelar ini merupakan salah satu rangkaian perayaan HUT ke-415 Kota Singaraja tahun 2019. Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Buleleng ini juga mengungkapkan, tujuan pelaksanaan jalan sehat itu untuk mensosialisasikan rangkaian HUT Kota kepada masyarakat luas. Selain itu, jalan sehat ini juga bertujuan menumbuhkan semangat olah raga dan hidup sehat di kalangan masyarakat. “Panitia juga menyediakan kupon undian berhadiah bagi peserta. Dengan hadiah utama tiga buah sepeda motor Honda Scoopy,” ungkapnya. Bupati Agus Suradnyana dalam sambutannya memberikan apresiasi atas partisipasi masyarakat mengikuti kegiatan jalan sehat ini. Menurutnya, pola hidup sehat harus terus digalakkan di tengah masyarakat. Olahraga,

tambahnya merupakan kegiatan merefresh fisik dan juga pikiran sehingga tubuh kembali bugar, sehat, dan siap beraktivitas lebih baik. Pada kesempatan itu, bupati yang akrab disapa PAS ini menyinggung pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah kehidupan masyarakat yang sangat plural. Melalui kegiatan jalan sehat yang diikuti berbagai kalangan itu, diharapkan masyarakat dapat berbaur satu sama lain dengan baik. Tanpa ada sekat perbedaan etnis, agama, golongan, termasuk pilihan politik sekalipun. “Saya sebagai Bupati Buleleng mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan, membangkitkan nilai kebersamaan, serta mempererat tali persaudaraan,” ajaknya. Selain itu, Bupati yang mantan anggota DPRD Bali ini juga mengajak masyarakat Buleleng menggunakan hak pilihnya pada Pemilu tanggal 17 April mendatang. Masyarakat diberikan kesempatan memilih sesuai dengan hati nuraninya tanpa ada paksaan juga tekanan. “Mari kita kuatkan sejarah politik dengan satu tujuan terintegrasi baik dari pusat, provinsi, sampai di Kabupaten Buleleng demi pembangunan yang merata di Indonesia, serta Buleleng khususnya,” tutupnya. Peserta menempuh rute jalan sehat itu dengan start dari Jalan Ngurah Rai,

JALAN SEHAT - Ribuan peserta mengikuti jalan santai serangkaian HUT ke-415 Kota Singaraja, Minggu (17/3) kemarin. kemudian menuju Jalan Pramuka melewati Jalan Ahmad Yani, Jalan Dewi Sartika Selatan, Jalan Udayana, dan finish di lapangan Ngurah Rai kembali. Pada pelaksanaan jalan sehat yang juga diikuti pejabat Forum Koordinasi

Pimpinan Daerah dan pejabat di jajaran Pemkab Buleleng itu, panitia menyiapkan beberapa hadiah menarik, yaitu handphone, TV LED, sepeda gunung, dan hadiah utama berupa tiga buah sepeda motor Honda Scoopy. (ad487)

Perluas Akses Pasar Pameran Pangan Ditingkatkan UNTUK memperluas akses pasar produk olahan pangan lokal di Buleleng, pemerintah daerah mendorong digelarnya pameran pangan lokal. Pameran itu perlu digelar secara rutin, bukan saja di daerah, tetapi hal sama mendesak digulirkan dengan cara merambah daerah lain di luar Buleleng. Lalu, bagaimanakah strategi efektif harus digulirkan terkait upaya melebarkan akses pasar produk lokal itu?

Hajatan sebuah pameran dipercaya sangat efektif dapat mendongrak pasar jadi terbuka lebih luas. Karena itu, pergelaran pameran itu perlu direncanakan secara luas. Artinya tidak saja sebatas dilakukan di daerah Buleleng saja, juga baik digelar di luar Buleleng. Selain melalui strategi seperti itu, produk olahan pangan lokal itu perlu juga diupayakan varian yang lebih beragam dari pihak produken dalam hal ini Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kepala Dinas Ketahanan Pangan Drh. Nyoman Surya Temaja akhir pekan lalu mengatakan, sesuai kebijakan Bupati Putu Agus Suradnyana, ajang pasar pangan lokal akan diperluas ke luar Buleleng. Dengan perluasan wilayah itu, maka Kelompok Wanita Tani (KWT) dan pelaku UMKM di Buleleng akan mendapat kesempatan luas menawarkan beragam produk. Jenis produk itu mulai pangan lokal maupun produk kerajinan asli Buleleng. Rencananya, pasar pangan lokal di luar daerah ini digelar setiap tiga bulan sekali. “Seperti sekarang warga binaan Lapas Kelas II-B juga ikut berpartisipasi. Demikian juga Wirausaha Muda Singaraja dan SMKN 1 Sawan. Media

itu dapat menampilkan materi pameran yang relatif lebih beragam,” katanya. Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) mengatakan, yang paling penting produk-produk yang dihasilkan UMKM itu adalah dapat meningkatkan perekonomian masyarkat. Peningkatan itu melalui KWT dan UMKM. Untuk mendapatkan keuntungan lebih maka pelakunya sendiri wajib meningkatkan kualitas produk yang lebih baik. Salah satu strateginya, pihak pengerajin disarankan mampu berinovasi. Dengan senantiasa kreatif dan inovatif, maka produk yang dihasilkan pasti tidak akan ketinggalan zaman. Dengan jurus ampuh inovasi itu justru ragam yang dibuat itu harus menarik. Pastinya hal itu diminati konsumen. Dan otomatis produk yang dihasilkan itu dapat meningkatkan keuntungan. “Memang harus ada tempat pameran yang lebih luas. Suatu produk yang sudah diciptakan wajib dibuatkan media pasarnya. Karena produk itu ditentukan apresiasi dan daya beli konsumen. Karena itu kiatnya perlu pasar pangan lokal itu kita dorong melakukan ekspansi ke luar Buleleng,” harap Bupati Agus Suradnyana. (mud)

Bali Post/kmb38

PAMERAN PANGAN LOKAL – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) saat meninjau pameran pasar pangan lokal. Cara ini terus digalakkan dan akan merambah ke luar Buleleng.


GIANYAR

Senin Paing, 18 Maret 2019

Puluhan Ribu Surat Suara Rusak

SOSOK Bangun Kapabilitas SDM SELAMA ini, kalangan legislatif dominan turun ke masyarakat dengan menawarkan bantuan sosial berupa bangunan fisik. Namun menghadapi tantangan ke depan, kalangan legislatif harus memberikan gagasan dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), karena hasilnya akan dirasakan langsung masyarakat itu sendiri. Program ini ditawarkan calon legislatif (caleg) DPRD Provinsi Bali dari Partai NasDem, Pande Istri Maharani Primadewi, Minggu (17/3) kemarin. Perempuan kelahiran 1977 ini menerangkan, dirinya memang ingin menyeimbangkan pembangunan fisik dan SDM. Menurutnya, kapabelitas SDM wajib dibangun, agar masyarakat siap menghadapi berbagai tantangan ke depan. “Menghadapai tantangan ke depan, SDM di Gianyar harus dibangun agar punya kapabilitas. Saya yakin, ke depan Presiden Jokowi juga akan mengoptimalkan pembangunan SDM,” katanya. Ia mengatakan, upaya ini bisa dilakukan dengan menggeliatkan kembali pembangunan Usaha Mikro Kecil Menengah. Apalagi, di Kabupaten Gianyar sejak lama dikenal sebagai pusat produksi kerajinan. “Ekonomi mikro sebenarnya punya daya tahan luar biasa. Apalagi untuk hasil kerajinan Bali itu market-nya di Gianyar, makanya di sini perlu sekali sentuhan pemerintah melakukan penguatan,” jelasnya. Srikandi Partai Nasdem asal Kelurahan Beng, Kecamatan Gianyar ini juga akan memperjuangkan pembangunan smart vilage untuk seluruh desa di Kabupaten Gianyar. Diungkapkan, program ini tidak hanya mengadakan internet di seluruh desa,

9

namun lebih pada menggeliatkan hasil produksi lokal setiap desa, agar lebih dikenal di pasar global lewat internet. “Jadi, hasil produksi ini tidak hanya dijual di Gianyar atau sekitarnya, tapi diekspor ke luar daerah, minimal itu tingkat ASEAN,” tegasnya. Perempuan yang akrab disapa Gek Rani ini menambahkan, konsep smart vilage ini mengupayakan desa lebih produktif, dengan mengangkat hasil produksi lokal. Jika produksi lokal sudah terangkat, maka hasilnya akan dirasakan masyarakat itu sendiri. “Jadi, ini lebih memberi kesejahteraan dalam jangka panjang ke depannya,” katanya. Tidak hanya untuk kemajuan sektor kerajinan, pengembangan produksi pertanian dan perkebunan juga menjadi perhatiannya. Bahkan, kini menyiapkan program meningkatkan value hasil petani Gianyar. Dicontohkan, masyarakat Gianyar Utara yang bergelut di sektor perkebunan jeruk akan dibantu meningkatkan value pada hasil produksi. “Misalnya, jeruk bisa diolah menjadi manisan atau makanan kaleng, ini akan menambah nilai. Sehingga, petani tidak perlu resah bila suatu waktu harga pokok jeruk turun,” katanya. Gek Rani juga memastikan pemilik akomodasi baik hotel, vila dan restoran, agar menggunakan produksi lokal. Seperti diakomodasi yang dikelolanya, yakni The Payogan Villa sudah sejak lama menggunakan produksi buah lokal untuk ditawarkan ke wisatawan. “Ada penyuplai yang memang membawakan produksi pertanian lokal Gianyar,” tegasnya. (nik)

KPU Tunggu Tindak Lanjut Pusat

Gianyar (Bali Post) Puluhan ribu surat suara yang rusak untuk calon legislatif DPRD Gianyar masih tersimpan di lantai dua Kantor KPU Gianyar hingga Minggu (17/3) kemarin. Kondisi ini sudah dilaporkan ke KPU Pusat, namun belum ada respons. Padahal, Pemilu 2019 tinggal sebulan lagi. Plh. Ketua KPU Gianyar I Wayan Mura mengatakan, surat suara yang rusak itu kebanyakan terdapat belobor tinta, seperti bercak dan buram di surat suara. Walaupun hanya ada bercak kecil, KPU Gianyar memilih menyisihkan surat suara yang dianggap reject itu. “Kami tidak mau ini dijadikan bahan mencari-cari kesalahan oleh pihak tertentu nantinya. Terutama saat pemilihan,” jelasnya. Maka dari itu, KPU berinisiatif untuk menyimpan surat suara tersebut. Kondisi ini juga sudah dilaporkan ke KPU Pusat melalui KPU Provinsi Bali. Namun sampai saat ini, belum ada tanggapan maupun petunjuk dari KPU Pusat mengenai masalah tersebut. “Kami masih menunggu pusat, karena semua pengadaan dari pusat. Kami harap, cepat ada tindak lanjut dari pusat. Apakah surat yang kena bercak itu bisa dipakai atau bagaimana. Kami harap sebelum jadwal pendistribusian surat suara sudah ada keputusan,” ujar Komisioner Divisi Hu-

kum dan Pengawasan KPU Gianyar itu. Sembari menantikan petunjuk mengenai nasib surat suara yang rusak itu, KPU Gianyar terus melangsungkan pelipatan surat suara. “Sekarang melipat surat suara lainnya dulu, karena pemilih pada pemilu tahun ini memperoleh lima surat suara,” terangnya.

Bali Post/kmb35

RUSAK - Puluhan ribu surat suara rusak masih tersimpan di kantor KPU Gianyar.

Ular ”Duwe” Muncul di Pancuran Pura Tirta Empul Gianyar (Bali Post) Kemunculan seekor ular di tempat pangelukatan Pura Tirta Empul beberapa waktu lalu menggegerkan pengunjung. Menurut pemangku pura setempat, ular duwe itu memang kerap keluar di pancuran nomor dua dari timur pura tersebut. Pemangku Pura Tirta Empul Jero Dewa Aji Mangku Wenten menerangkan, kemunculan ular tersebut bukan kali pertama terjadi. Dikatakan, ular duwe itu berupa ular tanah yang diyakini tidak berbisa. Ia sendiri sering menemui ular serupa saat ngayah di pura maupun saat tengah malukat. “Itu ular disebut duwe karena keberadaannya di dalam pura. Kalau hawa sedang panas, pasti medal. Nantinya juga akan masuk kembali ke dalam tanah,” ujar Dewa Aji Mangku Wenten, Minggu (17/3) kemarin. Secara kasat mata, katanya, lokasi

Pejeng Kangin Kembangkan Gana Waterfall Akses Jalan Mulai Ditata

kemunculan ular memang ada di pinggir pancuran, lantaran terdapat lubang yang menghubungkan ke dalam tanah. Sehingga dikatakan wajar jika ular yang panjangnya sekitar setengah meter tersebut muncul ke permukaan. Selain berupa ular tanah, di sana juga terdapat duwe yang berupa ikan julit, namun munculnya juga tidak bisa dipastikan. “Memang duwe yang ada di sini sering menunjukkan diri, tetapi tidak bisa dipastikan juga kapan waktunya,” katanya. Meskipun diketahui ada ular pada pancuran tersebut, tampak pamedek yang melakukan panglukatan tidak terganggu. Selain pamedek yang sengaja untuk melakukan panglukatan dan persembahyangan, para wisawatan domestik dan mancanegara juga memenuhi areal panglukatan bergantian masuk ke dalam kolam. (kmb35)

Bali Post/kmb35

PANGLUKATAN - Pamedak dan wisatawan melakukan pangelukatan di Pura Tirta Empul.

Lima surat suara yang akan diterima pemilih saat pemilihan yakni surat suara untuk pemilihan presiden, DPD-RI, DPR-RI, DPRD Bali dan DPRD Gianyar. Sementara untuk surat suara lainnya belum ditemukan kerusakan. “Surat suara yang rusak masih ditumpuk dalam beberapa dus,” katanya. Seperti diberitakan se-

belumnya, KPU Gianyar mulai melakukan pelipatan surat suara untuk caleg DPRD Kabupaten Gianyar. Sebelumnya, KPU juga sudah melakukan penyortiran surat suara. Dari proses itu ditemukan 10,14 persen atau sekitar 30 ribu lebih surat suara rusak. Surat suara yang rusak itu sudah disisihkan di lantai dua Kantor KPU Gianyar. Sedangkan untuk surat yang bagus tetap dilipat. Untuk pelipatan, KPU melibatkan tenaga dari masyarakat umum. (kmb35)

Bali Post/ist

INDAH - Pemandangan indah Gana Waterfall yang ada di Desa Pejeng Kangin, Tampaksiring, Gianyar.

Gianyar (Bali Post) Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar kini mulai mengembangkan potensi Gana Waterfall. Upaya ini dilakukan dengan penataan akses jalan menuju objek tersebut. Selama ini, memang belum ada akses jalan menuju air terjun objek yang berpanorama indah tersebut. Perbekel Pejang Kangin I Gede Purniadi menerangkan, pihaknya memang memiliki objek indah yang tidak kalah dengan air terjun di tempat lain. Air terjun tersebut berada di dekat Pura Gana desa setempat. “Air terjun ini ada di dekat Pura Gana, sehingga disebut dengan Gana Waterfall,” kata Purniadi, belum lama ini. Menurut Purniadi, aliran air terjun ini berasal dari Bukit Empelan Pejeng. Yaitu aliran sungai pecahan Tukad Pakerisan. Meski diyakini menjadi objek bagus untuk berfoto, namun akses jalan yang langsung menuju lokasi ini belum ada. “Hanya saja akses menuju ke sana belum ada,” ungkapnya. Meski belum memiliki akses yang layak, namun Purniadi bersama warga lainnya optimis untuk menggagas air terjun ini menjadi objek wisata. “Ada akses masuknya sekitar 400 meter dari areal parkir yang merupakan pelaba pura desa. Namun mencari lokasi air terjun itu belum ada jalan,” katanya. Meski belum ada akses, kata Purniadi, warganya sudah beri-

nisiatif membersihkan lokasi tersebut dengan menyusuri jalan setapak dan tebing yang ada. Pihaknya melakukan pembersihan di areal air terjun dari ranting kayu yang hanyut. Begitu juga sampah plastik yang mengendap di bawah air terjun. “Biasanya setiap Jumat kami gotong royong, namum kini kami tambah lagi setiap Rabu. Ini langkah kami dalam menyadarkan masyarakat akan sampah, dan kami malu nanti setelah mendapat julukan desa wisata namun masih ada sampah plastik,” tegasnya. Purniadi menambahkan, anggaran yang diperlukan untuk membuat akses jalan ke lokasi Gana Waterfall diperkirakan sekitar Rp 250 juta, yakni berupa pembuatan jalan setapak dengan lebar 1,5 meter dan panjang 400 meter. Selain memiliki potensi wisata air terjun, kata Purniadi, pihaknya juga memiliki potensi lain. Seperti Candi Tebing Kerobokan, jalur trekking dan cycling di persawahan dengan panjang lintasan sekitar 10 kilometer. “Potensi pariwisatanya sudah kami miliki. Hanya saja perlu mengembangkan potensi SDM dan anggarannya saja,” imbuhnya. Purniadi menegaskan, pihaknya kini serius mengangkat objek wisata di desanya dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). “Pokdarwis sudah dibentuk,” tegasnya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Senin Paing, 18 Maret 2019

Cuaca Buruk Nelayan Tak Bisa Melaut Satu Sampan Terseret Arus

Negara (Bali Post) – Cuaca buruk yang terjadi di perairan Bali, Sabtu (16/3) malam membuat nelayan di Jembrana kewalahan. Sejumlah perahu tangkap yang sudah turun ke laut, akhirnya kembali karena badai. Bahkan salah satu sampan fiber nelayan asal Pebuahan, Desa Banyubiru sempat terbalik dan terseret arus. Dari informasi di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Minggu (17/3) kemarin, hampir sebagian besar nelayan pada Sabtu malam balik mendarat. Badai yang terjadi pada Sabtu malam itu dinilai membahayakan perahu. “Hampir semua perahu selerek balik ke pelabuhan. Angin kencang dari berbagai penjuru,” ujar Sadi Purwanto (42), salah seorang nelayan. Sejatinya tinggi gelombang tidak terlalu membahayakan, namun angin kencang mengakibatkan pusaran air laut tak menentu. Hal itulah yang ditakutkan nelayan. Karena meskipun jangkar terpasang hingga di dasar, bisa terlepas karena tekanan air. Dan dampaknya perahu bisa terseret tak menentu. Kondisi tersebut terjadi hingga menjelang Minggu pagi, sehingga sebagian nelayan terpaksa urung melaut, padahal saat ini sedang musim tangkap ikan. Beberapa perahu nelayan yang terlambat kembali bersandar ke tepian, terpaksa bertahan mengandalkan jangkar. Kencangnya angin bahkan menyebabkan salah satu perahu fiber nelayan asal Pebuahan sempat terseret arus. Perahu milik Radiawan (30) itu sempat terombang-ambing dan terbalik. Beruntung, nelayan asal Pebuahan itu bisa selamat ditolong nelayan lainnya. Perahu fibernya juga berhasil diseret sampai ke Pebuahan. Namun, seluruh kelengkapan untuk menangkap ikan miliknya hilang. Sementara itu dari informasi Stasiun Klimatologi Kelas IIA Negara, kondisi angin khususnya di perairan Jembrana cukup kencang. Angin selatan yang mendominasi dengan kecepatan antara 15-25 knot. Pada Sabtu antara pukul 17.00 Wita hingga 23.00 Wita, angin maksimum di darat tercatat hingga 15 knot (30km/jam) dari arah selatan. Sedangkan di perairan angin maksimum mencapai lebih dari 25knot (50km/jam). Kecepatan angin di atas 15 knot untuk perahu nelayan cukup berisiko. Sementara itu, Kasat Polair Polres Jembrana Iptu Eddy Waluyo mengimbau kepada para nelayan untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Terutama yang terjadi di perairan Selat Bali, para nelayan diharapkan untuk selalu memperhatikan cuaca. (kmb26)

Bali Post/olo

Kebun - Salah satu kebun di salah satu subak di wilayah perbukitan Desa Batuagung. Sejumlah komoditi buah tanaman petani subak abian belakangan panen namun harga tidak stabil.

Masuki Masa Panen

Harga Durian Turun, Manggis Naik Seperti durian, yang beberapa waktu lalu sempat tinggi kini sudah turun drastis. “Mungkin karena banyak yang sudah panen, di Mendoyo dan Pekutatan juga sudah banyak. Harganya sudah

mulai turun. Justru Manggis yang sekarang naik,” ujar salah seorang petani di Pancaseming, Ida Bagus Yuli Astiawan, ditemui akhir pekan lalu. Harga jual manggis di tingkat petani

ke pengepul mengalami kenaikan menjadi Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram. Sedangkan untuk kualitas super, harga bisa lebih mahal. Padahal sebulan lalu, harga jual di tingkat petani berkisar Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per kilogram. Sementara harga durian lokal belakangan justru turun. Padahal sejatinya kualitas durian lokal dari kebunkebun petani di Jembrana tidak kalah dan memiliki rasa khas. Meskipun ukuran buah rata-rata kecil, namun isinya tebal dan batu relatif kecil. Selain dijual ke pengepul, para petani juga

Negara, (Bali Post) Kecelakaan beruntun terjadi Sabtu (16/3) sore di Jalan Umum Denpasar Gilimanuk Km 126-127 tepatnya di depan bumi perkemahan Cekik, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana. Tabrakan beruntun lima kendaraan terjadi antara truk besar DK 8043 JS yang dikemudikan Wiwit Suwito (48), dari Kalipurwo, Banyuwangi dengan truk besar L 8388 UB, yang dikemudikan Heri Suhermanto (39) dari Dusun Asem Doyong Probolinggo. Juga truk sedang AD 1577 JP, yang dikemudikan Juni Widiantoro (31) dari Kemplong Cangkol, Sukoharjo, dan truk

besar N 9750 UT, yang dikemudikan Miki Efendi (37) dari Gresik. Satu lagi kendaraan yang terlibat, yakni picp-up N 8396 DD, yang dikemudikan Suliyat (35) dari Malang. Dari informasi, kecelakaan terjadi ketika kendaraan sama-sama melaju dari arah timur (Denpasar) menuju Pelabuhan Gilimanuk. Sesampainya di kilometer 126-127, tepatnya di depan bumi perkemahan Cekik, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, truk DK 8043 JS yang berada terdepan berhenti karena ada bus yang berhenti di depannya. Pada saat yang bersamaan ada kenda-

raan truk di belakang kendaraan pertama sudah berhenti mendadak menabrak sedikit truk yang pertama. Kemudian datang kendaraan truk AD 1577 JP ngerem mendadak juga menabrak kendaraan L 8388 UB dan kendaraan N 9750 UT, dan pick-up N 8396 DD melaju dengan kecepatan tinggi. Akibatnya tidak bisa mengontrol laju kendaraan sehingga menabrak mobil yang ada di depannya juga, sehingga terjadilah tabrakan beruntun. Akibat kecelakaan tersebut semua sopir dalam keadaan selamat hanya satu orang kernet pick-up yang mengalami luka robek di pelipis kanan. Kerugian materiil akibat kecelakaan, kendaraan

Negara (Bali Post) – Sejumlah petani subak abian di Jembrana sejak sebulan terakhir merasakan hasil dari tanaman mereka. Komoditi tanaman khususnya buah seperti manggis dan durian memasuki masa panen. Seperti yang dirasakan para petani kebun di Palungan Batu, Pancaseming Desa Batuagung dan Gunung Sekar, Mendoyo Dauh Tukad yang dikenal dengan dua komoditi buah itu. Namun, panen yang hampir berbarengan ini menyebabkan harga jual hasil bumi mereka tak menentu.

menjajakan hasil bumi kebun mereka di tempat-tempat wisata seperti di sekitar Bukit JR, Pancaseming dan Sungai Gelar, Palungan Batu, Batuagung. Namun, diakui, para petani masih mengandalkan waktu panen yang musiman. Tidak setiap saat berbuah. “Kendalanya kalau waktu panen seperti sekarang ini, harganya turun,” ujar petani lain di Gunung Sekar. Komoditi buah seperti manggis dan durian menjadi salah satu komoditi unggulan buah di Jembrana. Hampir di setiap subak abian di Jembrana, khususnya di wilayah perbukitan memiliki tanaman buah itu. (kmb26)

pick-up N 8396 DD mengalami ringsek di bagian depan kendaraan dan begitu juga truk nopol AD 1577 JP ringsek bagian depan. Sementara truk L 8388 UB hanya penyok bagian depan, truk N 9750 UT pecah kaca depan. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiyatmoko dikonfirmasi membenarkan kecelakaan beruntun tersebut. Atas kejadian tersebut masing-masing sopir bersepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan tanpa ada tuntutan ganti rugi serta masing-masing sopir tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun juga sudah membuat surat pernyataan damai. (kmb)

Lima Kendaraan Tabrakan Beruntun di Cekik

Bali Post./olo

CUACA BURUK – Perahu-perahu nelayan berjejer berlabuh di kolam labuh PPN Pengambengan. Cuaca buruk yang terjadi pada Sabtu malam membuat para nelayan tak bisa melaut.


Senin Paing, 18 Maret 2019

KARANGASEM

11

Sehari, Gunung Agung Dua Kali Erupsi

Bali Post/ist

ERUPSI - Gunung Agung kembali erupsi, Minggu (17/3) kemarin. Kendati demikian, pamedek tetap membeludak tangkil ke Pura Agung Besakih.

Amlapura (Bali Post) Gunung Agung belakangan ini lebih sering erupsi. Setelah erupsi Jumat (15/3) lalu, pada Minggu (17/3) kemarin gunung tertinggi di Bali itu lagi-lagi melepaskan abu panasnya. Bahkan terjadi dua kali erupsi. Namun erupsi itu sama sekali tidak mengganggu aktivitas warga yang bermukim di kaki Gunung Agung. Termasuk pelaksanaan Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Besakih tetap berjalan normal. Malah pamedek membeludak tangkil khusyuk melakukan persembahyangan. Kepala Pos Pantau Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, Dewa Gede Mertayasa, Minggu (17/3) kemarin, mengungkapkan Gunung Agung kemarin kembali erupsi. Erupsi sekarang ini terjadi dua kali yakni pada pagi hari pukul 08.03 Wita dan pukul 10.30 Wita. ‘’Tinggi

kolom abunya pada erupsi pertama hanya 500 meter dari puncak kawah, jadi lebih rendah dari sebelumnya yang kolom abunya mencapai ketinggian 1.000 meter. Pada erupsi kedua tinggi kolom abunya teramati lebih tinggi dari erupsi pertama yakni 600 meter dari atas puncak,’’ ujarnya. Dewa Mertayasa menambahkan, abu yang dikeluarkan berwarna kelabu. Dipastikan disertai abu vulkanik. Abu vulkanik lebih condong mengarah ke sebelah timur. Erupsi pertama terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 5 mm dan durasi ± 39 detik. Erupsi kedua terekam di seismogram, amplitudonya maksimum 5 mm dan durasi ± 1 menit 16 detik. ‘’Letusan pertama arah abunya condong ke timur. Begitu juga letusan yang kedua arahnya condong ke timur. Dipastikan wilayah timur

terpapar abu vulkanik. Hanya saya belum dapat laporan di wilayah mana saja wilayah yang terpapar hujan abu itu,’’ katanya. Di tengah status Gunung Agung masih level III (Siaga - red) potensi terjadinya erupsi masih ada. Karena belakangan gunung tertinggi di Bali itu sering erupsi, maka potensi terjadi erupsi besar jadi kecil kemungkinannya. Alasannya, dengan terjadinya erupsi skala kecil, otomatis tekanan energi magmatik atau gas-gas yang ada di perut gunung menjadi berkurang lantaran sudah keluar. ‘’Tak ada tanda-tanda potensi erupsi besar. Palingan erupsi-erupsi kecil seperti ini saja. Bila ada lontaran masih di radius empat kilometer saja,’’ tegasnya. PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Agung tidak diperkenankan menjalankan aktivi-

tas di radius empat kilometer. Termasuk wisatawan tidak diizinkan aktivitas melakukan pendakian ke puncak Gunung Agung. Sebab, gunung tertinggi di Bali itu bisa mengalami erupsi sewaktuwaktu. Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung juga agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder. Bahaya sekunder itu berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama saat musim hujan. Sekretaris Karya Panca Wali Krama Aji Ngurah Putu menyatakan meskipun Gunung Agung dua kali erupsi, hal itu tidak berdampak terhadap pelaksanaan karya di Besakih. ‘’Astungkara tidak berpengaruh. Pamedek tetap membeludak melakukan persembahyang hari ini (Minggu - red),’’ jelasnya Ngurah Putu. (kmb41)


KLUNGKUNG

12

Senin Paing, 18 Maret 2019

Kisruh Hibah

Fungsi Pengawasan Dipertanyakan

Semarapura (Bali Post) Rapat kerja eksekutif dengan legislatif membahas kisruh hibah beberapa waktu lalu, ditanggapi sejumlah kalangan. Rapat kerja saat itu seolah-olah menghakimi eksekutif karena adanya keterlambatan proses pencairan dana yang menyebabkan proses eksekusi menjadi pendek. Namun, menurut mantan Wakil Ketua DPRD Klungkung Putu Tika Winawan, Minggu (17/3) kemarin, melihat kisruh hibah ini fungsi lembaga dewan dalam melakukan pengawasan patut dipertanyakan. Menurutnya, fungsi pengawasan lembaga dewan itu semestinya tidak seperti pemadam kebakaran. Baru ribut-ribut dan terkesan panik setelah ada penerima hibah jadi sorotan aparat penegak hukum. Mestinya kalau fungsi pengawasan itu melekat, ketidakberesan seperti itu bisa terpantau dengan baik, sehingga kemudian bisa diingatkan kepada eksekutif agar penerima hibah itu tidak main-main dalam melakukan eksekusi dana hibahnya.

Apalagi, hibah bupati tersebut difasilitasi oleh legislator itu sendiri. Maka akan terasa aneh, jika kemudian proses penggunaan dana hibah itu menjadi masalah. Politisi dari Partai NasDem ini menegaskan, APBD itu adalah produk bersama eksekutif dan legislatif. Terlepas dari fungsi lembaga dewan, legislasi, fungsi kontrol dan budgeting, yang tertuang makna membahas dan menyetujui, maka menurutnya terlalu berlebihan jika kesalahan ini

sepenuhnya dibebankan kepada eksekutif. Seharusnya, legislatif juga mengakui bahwa kisruh ini juga tidak terlepas dari fungsi pengawasan yang amat lemah. “Jangan sampai legislatif terkesan cuci tangan, setelah ada persoalan hibah ini. Bagaimana pun konsep eksekutif dan legislatif adalah kemitraan. Jangan sampai ada kesan rapat kerja ini, seolah-olah legislatif mencari perlindungan,” tegas Tika. Sementara itu, Ketua DPRD Klungkung Wayan

Baru membantah jika lembaga dewan dianggap panik menghadapi situasi kisruh hibah ini. Dia juga menolak disebut mencari perlindungan, apalagi cuci tangan dengan melimpahkan semua persoalan pada eksekutif. Rapat kerja itu sesungguhnya tujuannya adalah bagaimana membuat persoalan kisruh ini terang menderang. Sehingga jelas, siapa berbuat apa dan bagaimana pertanggungjawabannya. Bahkan, dia mempersilakan masyarakat melihatnya langsung, baik datang langsung ke gedung dewan, maupun secara live lewat media sosial. “Kami ingin lewat rapat kerja ini, persoalannya menjadi jelas. Terutama saya sendiri, yang dituduh macam-

macam, sampai dilaporkan ke Polda Bali. Saya ingin masyarakat semua tahu, bahwa fungsi pengawasan dewan sesungguhnya sudah berjalan. Hanya persoalannya terjadi keterlambatan proses pencairan dana. Ini yang kami pertanyakan. Ada apa?” tegasnya. (kmb31)

Bali Post/kmb31

Putu Tika Winawan

UPT Pasar Klungkung Ditarget PAD Rp 8 Miliar Semarapura (Bali Post) Pendapatan dari sektor pengelolaan pasar, salah satu andalan pemerintah daerah. Melihat potensi besar itu maka proses revitalisasi pasar terus dilakukan pemerintah daerah. Tahun ini, UPT Pasar Klungkung ditarget mampu memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 8 miliar. Antara lain sebesar Rp 7,15 miliar dari retribusi pasar dan Rp 1,09 miliar dari sektor parkir. Guna memak-

simalkan potensi pendapatan dari sektor pengelolaan pasar, UPT Pasar Klungkung mulai memaksimalkan penerapan e-Retribusi. Pendapatan dari sektor pasar dan parkir setiap tahunnya terus meningkat. Data statistik UPT Pasar Klungkung menunjukkan pemenuhan target selalu tercapai setiap tahunnya. Sejak tahun 2015, target pendapatan pasar mencapai Rp 6,01 miliar, sementara realisasinya Rp 6,03 miliar.

Demikian juga pada sektor parkir target sebesar Rp 484,2 juta realisasinya Rp 488,9 juta. Tahun 2016, target retribusi pasar naik menjadi Rp 6,01 miliar, realisasi Rp 6,22 miliar dan parkir target Rp 660 juta, realisasi Rp 714,2 juta. Tahun 2017, target pendapatan retribusi pasar Rp 6,11 miliar realisasinya Rp 6,28 miliar. Demikian juga dari parkir target Rp 831,5 juta, realisasi Rp 872,6 juta. Sementara tahun 2018, target retribusi

Bali Post/kmb31

PASAR - Suasana Pasar Umum Galiran Klungkung, salah satu pasar yang dikelola pemerintah daerah.

pasar Rp 6,15 miliar terealisasi Rp 6,57 miliar. Sementara dari sektor pendapatan parkir target Rp 1,03 miliar, realisasi Rp 1,11 miliar. Kepala UPT Pasar Klungkung Komang Widiyasa Putra, Sabtu (16/3) mengatakan, UPT Pasar Klungkung mengelola tujuh pasar. Di antaranya Pasar Umum Semarapura, Pasar Umum Galiran, Pasar Senggol Semarapura, Pasar Grosir, Pasar Umum Kusamba, Pasar Senggol Kusamba dan Pasar Umum Mentigi. Ada juga pendapatan dari listrik kios. Realisasi penerimaan retribusi pasar hingga akhir Februari ini tercatat sudah mencapai Rp 1,37 miliar atau 19,25 persen. Sedangkan, dari sektor parkir mencapai Rp 181,1 juta atau 16,61 persen. Untuk memaksimalkan pendapatan dari sektor pasar, UPT Pasar Klungkung memaksimalkan pemberlakuan e-Retribusi. Kebijakan e-Retribusi resmi diberlakukan Maret ini. Dengan penerapan e-Retribusi ini, diharapkan tidak lagi terjadi kebocoran pendapatan. Kebijakan e-Retribusi ini, lahir dari kerja sama pemerintah daerah dengan Bank Mandiri. Dalam penerapannya, Bupati Klungkung

Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Klungkung Wayan Ardiasa mengatakan, ada sepuluh petugas yang melakukan proses pemungutan dan disediakan sepuluh mesin gesek. Per blok, disiapkan dua petugas. Sementara petugas melakukan proses pungutan setiap hari sebesar Rp 5 ribu untuk sekaligus membiasakan petugas pungut dengan kebijakan baru ini. Nantinya pada bulan depan, baru proses pungutan akan dilakukan sebulan sekali. Dalam penerapannya, para pedagang mendapatkan kartu ATM dan menambung seperti biasanya. Nanti secara otomatis mereka akan membayar retribusi melalui tabungan tersebut. Guna mempermudah pungutan, pihak Bank Mandiri bekerja sama dengan koperasi sebagai lembaga keuangan yang paling dekat dengan pedagang di Pasar Galiran. “ERetribusi memiliki beberapa manfaat, yakni untuk meningkatkan efesien waktu dan meminimalisir kesalahan pencatatan data, serta dapat meminimalisir kesalahan transaksi pembayaran ketika melakukan pembayaran retribusi pasar,” kata Bupati Suwirta. (kmb31)

Harus Dipikirkan, Nilai Pencairan Setiap Proposal Hibah Semarapura (Bali Post) Ke depan harus dipikirkan nilai pencairan setiap proposal hibah disesuaikan dengan tingkatan objek pembangunannya, sehingga jelas ada batasan maksimal pemberian hibah dengan objek penerimanya. Baik untuk tingkat Pura Paibon, Pura Kahyangan Tiga atau Pura Kahyangan Jagat, sehingga ke depan nilai bantuannya lebih realistis. ‘’Ini perlu didorong kembali, belajar dari permasalahan kisruh hibah yang terjadi belakangan ini,’’ kata Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Klungkung Nyoman Mudarta, Minggu (17/3) kemarin. Mudarta menegaskan, dasar pihaknya mengeluarkan surat bagi penerima hibah yang tak sanggup menyelesaikan kewajibannya agar melakukan pengembalian dana adalah Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Jangankan pengembalian dana, di dalam NPHD itu juga jelas diatur bahwa penerima hibah siap bertanggung jawab. Tidak hanya pengembalian dana, bahkan bisa mempertanggungjawabkan secara pidana. Mudarta berharap kisruh yang terjadi belakangan ini, dijadikan pemahaman bersama, agar berhati-hati menggunakan dana hibah, agar sesuai dengan isi proposal yang diajukan. Sejauh ini, sejak kisruh hibah terjadi sudah ada 13 penerima hibah yang melakukan pengembalian dana. Ini karena penerima hibah itu tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan fisik sesuai isi proposal. Plt. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Wayan Sumarta mengatakan total dana hibah yang sudah dikembalikan mencapai Rp 1,7 miliar. Sementara itu, Disbudpora Klungkung cukup kewalahan melakukan proses monitoring hibah. Sebab, tahun 2018 harus melakukan proses pengawasan terhadap 689 proposal hibah, dengan total anggaran sebesar Rp 48 miliar. Meski demikian, Disbudpora tetap memaksimalkan proses pengawasan itu dengan SDM yang ada, untuk mencegah adanya penyelewangan dana hibah. Total hibah tersebut bersumber dari dana APBD Induk 2018 sebanyak 466 proposal hibah senilai Rp 30,6 miliar dan dalam APBD Perubahan sebanyak 223 proposal senilai Rp 17,3 miliar. Sebagaimana isi Perbup Nomor 12 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perbup Nomor 30 Tahun 2016 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bansos, tanggal 10 Januari, penerima hibah harus sudah menyerahkan laporan pertanggungjawaban. Sehingga Disbudpora lantas melakukan proses monitoring hasil pengerjaan fisik dari bantuan hibah tersebut satu per satu ke lapangan. “Seluruh proposal itu, realisasinya harus kami cek satu per satu. Memang ada pengerjaannya sudah tuntas, ada yang baru setengah, ada pula yang belum ada pengerjaan sama sekali. Sehingga, kami surati, khususnya yang belum bisa menyelesaikan pekerjaan agar dananya segera dikembalikan,” terang Mudarta. Pejabat asal Desa Tegak, Klungkung ini mengatakan, setelah bertahun-tahun mengurusi hibah, ada pergeseran pemahaman terhadap pemanfaatan dana hibah itu. Menurutnya, sesungguhnya program hibah ini sebagai pemantik atau pemicu kepada masyarakat untuk melakukan pembangunan. Tujuannya, untuk membangun swadaya masyarakat dan meningkatkan semangat kegotongroyongan di antara warga. Bukan melakukan pendanaan seutuhnya atas suatu objek pembangunan. Bali Post/kmb31 (kmb31) Nyoman Mudarta


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Senin Paing, 18 Maret 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dibutuhkan Restaurant Spv (26-35th), lokasi Berawa-Canggu. T:081999474828 E:agung@soulfoodmob.com

B.BP.004.03.19.0000406

Dicari Segera House Keeping, Team Work, Kerja Keras, Jujur Krm CV : rismasata@gmail.com

Dcr Kary Min.D2 Teknik Komputr Brpnglmn Min.2Th 082146344962 marketing.synusbali@yahoo.com

Dcr Sales Online,Sopir B1 Gj+Bns+Kms+BPJS.Lam PT.PMA Jl.Bedahulu XVII/7, Dps

Engineering & Cook for Villa Seminyak Bali Aroma Exl Villas Pls Contact HP/WA,08971203441

BVC Kerja Luar negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

Dcr Waiter/ss,Asisten Tk.Masak daerah Legian Hub:081212810595

Tukang Kebun untuk Villa Pribadi di Canggu,(Full/Half Day), Hub:WA.085100050706

B.BP.004.03.19.0000462

B.BP.004.03.19.0000412

Bank Dinar Membutuhkan Posisi AO(Marketing) & Kasir Min SMA/ SMK.Hub:0361-8445912/8445917

B.BP.821.03.19.0000464

B.BP.001.03.19.0000286

Dcr Admin,good English,Computer Internet, Communication max. 30th Hub.085100619419

B.BP.001.03.19.0000449

B.BP.001.03.19.0000398

B.BP.004.03.19.0000447

Dicari Sopir.Hub:081338644411 Jln.Bedahulu XII No.18 Dps

B.BP.001.03.19.0000437

Bth Sgr SPG u/di Mall H.Sanur, Dunia Anak T:081236160033

Dicari Guru English, B.Bali, Tematik u/SD.Bawa Lamaran ke SD Bhaktivedanta Dharma Shcool 2.Jln.Tukad Balian,Renon,Dps Hubungi:085101561816

Dist Prodk Nestle/KAO Cr:Sales TO/Spv/TF,Sopir SIM A/B1,Admin MD,Tng Srbt/Gdg u/Dps,Ngr,Klk, Krgsem.Krm Jl.Ry Sempidi 2 Dps

Dicari Pembantu/Baby-Sitter u/Urus Anak 4Thn.Kami Bule tapi udah lamaaaa di Bali! Hub. I Made Rafi 0818850098

Canggu Dibth Therapis Spa, Pnglmn/Kursus Hub.08113804020

Dicari salesman/Girl pengalaman gaji 3jt Hp.087761391444

PROPERTY

Dcr 2 Tk.Masak Wnt,min SMA/SMK Pglmn&Tdk u/Krbkn 082114954431

Dicari Kolektor Untuk Menagih Pinjaman. Hub:087 861 775 078

BIRO JASA

BIRO JASA

B.BP.001.03.19.0000381

!!Serabutan Rmh Kost,Tgl .Dlm, Pria,Jujur,Rajin 082359098881

B.BP.001.03.19.0000432

Admin Doc Export Wnt Max 22Thn Jjr,Rjn,Disiplin. 082359098881

B.BP.001.03.19.0000433

B.BP.004.03.19.0000463

B.BP.001.03.19.0000238

B.BP.001.03.19.0000450

B.BP.004.03.19.0000452

B.BP.001.03.19.0000485

B.BP.001.03.19.0000430

B.BP.001.03.19.0000397

B.BP.001.02.19.0000784

B.BP.001.03.19.0000274

DISEWAKAN RUKO

Disewakan Murah, Ruko Lt.3 Jl. Raya Sakah Timur Patung Bayi Gianyar. Halaman Luas Hub.0817554636 / 082144022520 B.BP.001.03.19.0000458

PROPERTY DISEWAKAN GUDANG

Dikontrkn Gudang + Kantor,Luas Gudang1125M2,LT13Are,PLN3500 Sumur Bor,KT5,KM2.Jln Ayani Utara.085238063577(Harga Bagus) B.BP.001.02.19.0000714

PROPERTY

PROPERTY

DISEWAKAN GEDUNG

DIJUAL TANAH

Dikontrakan Gedung+Gudang Lok.Mertanadi No.101 Kerobokan LT/LB 3500/3900m2, 08123812222

Djl Tnh 2A,1.5A,1A Jln. Siulan Gg.III Dentim Hp.081933005184

B.BP.153.03.19.0000486

PROPERTY DIJUAL RUKO

Djl Ruko Kerthawijaya Blok A1/ BuluhIndah26CDps085100867168

B.BP.001.03.19.0000475

Jual Tnh+Bangunan 9A,Tk.Badung VI/12 Renon,Hub.082120125555 B.BP.001.03.19.0000431

Tnh 15Are di Buduk Aspek Perum Hub.081337141817 B.BP.001.03.19.0000472

B.BP.004.03.19.0000460

PROPERTY

RUPA-RUPA

DIJUAL TANAH

DISEWAKAN RUMAH

26A Ss.Road Sminyk,Gatsu Brt 5,3A dkt Aston 085100867168

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 085337370228

Diswkan Ruko 2Lt JlMudingIndah Kerobokan Badung 081999397780 B.BP.001.03.19.0000467

B.BP.001.03.19.0000459

KONTRAKTOR

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY Disewakan Murah, Rumah Lt.2 Residence Mantra No.6 By Pass Ketewel Gianyar .Halaman Luas Hub.0817554636 / 082144022520

DISEWAKAN RUKO

Informasi pasang iklan Telepon

TOUR

B.BP.001.03.19.0000048

KEHILANGAN

B.BP.004.03.19.0000461

Djl Tnh 1,5A Jln.Pengiasan II Sanur Hp.081363260577

Hlg Srtifikat Tnh No.Hak M.470 L800M2 an.Ida Bagus Gde Ardana B.BP.001.03.19.0000367

B.BP.001.03.19.0000476

BAHAN BANGUNAN

BENGKEL LAS Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

KURSUS BIRO JASA

SERVICE

ANUGERAH DEWATA

SERVICE

Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

DIJUAL RUMAH

C 0000051 bkl

DIJUAL RUMAH

DIJUAL MOBIL BIRO JASA

SERVICE

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

DIJUAL RUMAH


BANGLI

14

Senin Paing, 18 Maret 2019

Dapur Warga Lumbuan Terbakar Bangli (Bali Post) – Dapur milik I Ketut Sadia, warga Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut, terbakar Minggu (17/3) dini hari kemarin. Diduga api berasal dari sisa bara api pada tungku dapur yang merembet pada serabut bambu di sekitarnya. Akibat musibah tersebut korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.00 Wita itu, pertamakali

diketahui oleh saksi Ni Nyoman Mesir dan I Wayan Tunas. Saksi awalnya terbangun mendengar suara seperti benda jatuh. Karena merasa penasaran, saksi kemudian mengecek keluar rumahnya dan melihat api menyala membakar bangunan dapur berukuran 3 x 6 meter milik korban. Panik melihat kejadian itu, saksi langsung berteriak minta pertolongan keluarga dan warga sekitar. Warga yang mendengar

teriakan korban langsung mendatangi lokasi untuk membantu memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya. Beruntung upaya pemadaman bisa cepat dilakukan sehingga tak sampai merembet ke bangunan lainnya. Api baru bisa benar-benar dipadamkan warga sejam kemudian. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa kebakaran tersebut. Meski

demikian, korban mengalami kerugian material Rp 30 juta. “Barang-barang yang terbakar, berupa kompor gas, meja, tempat air dan alatalat dapur lainnya,” jelasnya. Dikatakan Sulhadi, sebelum peristiwa kebakaran terjadi, korban sempat membuat kue gipang. Diduga usai membuat kue, bara api pada tungku dapur belum sepenuhnya dipadamkan hingga kemudian merembet pada serabut bambu yang ada di sekitarnya. (kmb40)

Bali Post/kmb40

RANPERDA - Sosialisasi Ranperda tentang Desa Adat digelar DPRD Provinsi Bali di Wantilan Kelurahan Kubu, Minggu (17/3) kemarin.

Krama akan Dibuatkan KK Adat Bangli (Bali Post) –

Seluruh krama adat di Bali akan dibuatkan kartu keluarga (KK) adat. Selain untuk pendataan krama adat agar lebih tertib, pembuatan KK adat ini bertujuan agar silsilah keturunan krama adat menjadi jelas. Adanya rencana pembuatan KK adat tersebut terungkap dalam acara sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranprda) Provinsi Bali tentang Desa Adat yang digelar DPRD Provinsi Bali di Wantilan Kelurahan Kubu, Bangli, Minggu (17/3) kemarin.

TERBAKAR - Kondisi dapur milik korban yang terbakar, Minggu (17/3) dini hari kemarin.

Bali Post/ist

Basmi Tikus dengan Geropyokan

Bangli (Bali Post) – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli telah menurunkan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) ke lapangan untuk meninjau langsung serangan hama tikus di lahan pertanian di Kecamatan Susut. Menurut Kepala Dinas PKP Bangli Wayan Sukartana, cara satu-satunya yang paling efektif untuk membasmi serangan hama tikus

di lahan pertanian adalah dengan geropyokan. “Solusi satu-satunya memang harus geropyokan. Karena tikus itu kan ada liangnya. Walaupun bisa dibunuh satu hingga dua ekor dengan racun, di liang tersebut masih ada indukan yang melahirkan anak tikus,” kata Sukartana, baru-baru ini. Dia menjelaskan, geropyokan adalah teknik membasmi tikus dengan cara pengasapan dengan racun dan membunuh langsung tikus yang keluar dari sarangnya. Selama ini, cara

tersebut sudah pernah diterapkan untuk mengendalikan hama tikus di beberapa subak di Bangli. Jika berdasarkan hasil pengamatan petugasnya nanti, teknik geropyokan dibutuhkan untuk membasmi hama tikus di tiga subak di wilayah Desa Abuan yakni Subak Piting, Subak Umadesa, dan Subak Dauh Setra, maka cara itu akan dilaksanakan kembali bersama petani setempat. Selain dengan upaya pembasmian langsung, untuk mengatasi hama tikus yang

menyerang lahan pertanian, petani juga disarankan untuk menempuh upaya niskala dengan melaksanakan upacara. Sebelumnya diberitakan, serangan hama tikus di Subak Piting Desa Abuan, Susut sangat meresahkan petani. Ganasnya serangan hama tikus, menyebabkan petani kerap mengalami gagal panen. Sejumlah petani yang putus asa menghadapi serangan hama tikus kini memilih menelantarkan sawahnya. (kmb40)

juga harus melewati proses yang tidak mudah. “Di Kabupaten Bangli PPI sudah menjadi instrumen penting dalam kegiatan pemerintahan. Dalam setiap kegiatan hari-hari besar, PPI selalu berperan dan memberikan nilai positif,” jelasnya. Bupati Made Gianyar juga menyampaikan ucapkan terima kasih kepada PPI Kabupaten Bangli, karena selama masa pemerintahannya, belum pernah terjadi permasalahan dalam pengibaran bendera merah putih, baik dalam peringatan HUT RI maupun kegiatan hari besar lainnya. Di sisi lain Bupati I Made Gianyar menyampaikan permohonan maaf jika selama ini

perhatian Pemkab Bangli terhadap keberadaan PPI masih dianggap belum maksimal. Namun demikian, ia menegaskan bahwa apa yang sudah diberikan Pemkab Bangli sudah sesuai dengan kebutuhan, meskipun belum sepenuhnya sesuai dengan keinginan PPI. “Mungkin perhatian Pemkab Bangli belum sesuai dengan keinginan PPI, namun saya pastikan sudah sesuai dengan kebutuhan. Pada pemerintahan saya, meskipun belum banyak, paling tidak sudah ada peningkatan. Sudah ada pemondokan, sudah ada reward study tiru keluar daerah, meskipun tidak sampai keluar negeri,” kata Made Gianyar. (kmb40)

PPI Miliki Peran Strategis

Bali Post/ist

MUSKAB - Bupati Made Gianyar saat menghadiri dan membuka Muskab VI PPI Kabupaten Bangli, Minggu (17/3) kemarin. Bangli (Bali Post) Purna Paskibraka Indonesia (PPI) merupakan salah satu instrumen kenegaraan yang memiliki peranan strategis. Tanpa keberadaan PPI, salah satu kegiatan kenegaraan, khususnya peringatan detik-detik Proklamasi 17 Agustus setiap tahunnya tidak akan lengkap. Demikian disampaikan Bupati Bangli I Made Gianyar saat menghadiri dan membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) VI PPI Kabupaten Bangli, di Gedung Diklat RSJ

Provinsi Bali di Bangli, Minggu (17/3) kemarin. Lanjut Bupati, di Kabupaten Bangli, PPI selama ini sudah menjadi bagian penting dalam kegiatan-kegiatan besar, baik HUT Kota Bangli maupun hari-hari besar lainnya. Ia juga mengatakan, PPI merupakan organisasi mantap karena diisi oleh orang-orang terpilih. Menurutnya, dari ribuan siswasiswi SMA/SMK yang ada di Kabupaten Bangli, hanya bisa terpilih 70 orang setiap tahunnya. Untuk masuk PPI, mereka

Dalam sosialisasi yang dihadiri ratusan bendesa adat, perbekel, pengurus LPD, BKS LPD dan pemangku seKabupaten Bangli tersebut, Koordinator Pembahasan Ranperda I Nyoman Parta mengatakan, setiap orang yang berada di desa pakraman nantinya harus tercatat. Tidak hanya krama wed (warga asli) namun juga krama tamiu (tamu). Seluruh krama tersebut akan dicatat dalam kartu keluarga (KK) adat. “Nanti akan ada kartu keluarga adat. Jadi selain di desa dinas dapat kartu keluarga, di desa adat krama juga akan dapat KK,” terangnya. Pembuatan KK adat ini dimaksudkan agar data krama adat menjadi lebih tertib. Dengan adanya KK adat ini, pihak desa adat akan bisa mengetahui dan memiliki data jelas berapa jumlah krama wed dan krama tamiu yang tinggal di lingkungan desanya. “Dengan adanya KK adat ini juga silsilah krama Bali akan jelas,” ujarnya. Selain rencana pembuatan

KK adat, dalam sosialisasi tersebut, Parta juga memaparkan terkait sejumlah pasal yang termuat dalam Ranperda tentang Desa Adat. Disebutkan bahwa dalam pasal 15, diatur seluruh krama yang tinggal di wilayah desa adat wajib menjaga ketertiban dan kesucian wilayah desa adat masing-masing. Dalam pasal lainnya diatur mengenai pemilihan bendesa dengan musyawarah mufakat. Tidak lagi dengan sistem voting. Musyawarah mufakat diutamakan mengingat semangat desa adat memegang asas kebersamaan, segalak segilik, selunglung sebanyantaka. Dengan sistem musyawarah mufakat, konflik yang kerap terjadi dalam proses pemilihan bendesa diyakini bisa dihindari. Parta juga menyampaikan mengenai keberadaan pemangku di Bali yang akan dibuatkan paiketan. Melalui forum paiketan tersebut, para pemangku nantinya bisa ikut aktif dalam memberikan masukan-masukan mengenai pem-

bangunan kepada pemerintah. Dengan paiketan tersebut para pemangku juga bisa memiliki pergaulan lebih luas dengan paiketan pemangku di daerah lainnya. Selain pemangku, pecalang, sekaa werda, yowana dan krama istri juga akan dibentuk forum serupa. Dalam sosialisasi kemarin beberapa bendesa dari Kintamani mempertanyakan mengenai perlindungan yang diberikan terhadap desa adat yang menganut sistem hulu apad. Seperti yang diketahui dalam sistem tersebut tidak ada istilah pemangku, melainkan kubayan. Menanggapi beberapa masukan tersebut, Nyoman Parta menegaskan soal desa-desa tua di Bali yang menganut sistem ulu apad, hal itu telah diatur secara khusus dalam Ranperda tentang Desa Adat ini pada Bab 10 Pasal 55. Pihaknya meminta agar apa yang selama ini sudah berjalan di desa adat tua dengan sistem kepemimpinan hulu apad, agar tetap dilanjutkan. (kmb40)


Senin Paing, 18 Maret 2019

OLAHRAGA

15

Kenshi Denpasar Berjaya di Kejurprov Kempo Gianyar (Bali Post) -

Kenshi Kota Denpasar berjaya dengan memboyong gelar juara umum pada Kejurprov Shorinji Kempo 2019 memperebutkan Piala Bupati Gianyar. Tim kempo Denpasar mendulang 8 medali emas, 3 perak dan 2 perunggu di GOR Kebo Iwa, Sabtu (16/3) hingga Minggu (17/3) kemarin.

JUARA UMUM – Tim kempo Denpasar merebut gelar juara umum pada Kejurprov Shorinji Kempo memperebutkan Piala Bupati Gianyar 2019 di GOR Kebo Iwa yang berakhir Minggu (17/3) kemarin.

Tuan rumah Gianyar bercokol di posisi kedua menyabet 6 emas, 6 perak dan 4 perunggu. Buleleng di urutan ketiga mendulang 1 emas, 2 perak dan 8 perunggu, diikuti Badung A di peringkat keempat membawa pulang 1 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Medali emas tim kempo Denpasar dipersembahkan Moh. Anshar (randori 60 kg), Griselda Nadya Billy (randori kelas 50 kg), I Made Ari Dwi Kurniawan/I Gst Ngurah Anjaya (embu kumi kyu kenshi), Tri Yanto/I Putu Andry Aryawan (embu kumi II/III DAN), A.A. I Dharmamega Kelakan/Riska Meidita (embu kumi I DAN),

Madrid – Zinedine Zidane membawa pemain-pemain buangan mantan pelatih Santiago Solari saat Real Madrid menjamu Celta Vigo dalam lanjutan kompetisi La Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Minggu (17/3) dini hari kemarin. Mereka membayar kepercayaan pelatih barunya dengan kemenangan 2-0. Isco dan Gareth Bale masing-masing mencetak satu gol untuk Madrid. Isco membawa

Real memimpin pada menit ke-62 dan Bale mendapatkan gol menit ke-77. Sementara kiper Keylor Navas yang mengisi tempat Thibaut Courtois melakukan penyelamatan luar biasa di babak pertama. ‘’Tidak ada yang bisa menghapus apa yang telah dilakukan para pemain ini. Aku akan mengandalkan semua orang. Pembicaraan tim saya sangat sederhana. Saya mengatakan kepada mereka untuk bersenang-senang, bermain, berlari

bersama dan bersatu ketika tidak memiliki bola. Itulah yang kami lakukan,’’ kata Zidane usai pertandingan. Kemenangan itu mengakhiri empat kekalahan beruntun Madrid dalam laga kandang. Mereka sekarang 2 poin di belakang Atletico Madrid dan 9 poin tertinggal dari Barcelona. Defisit itu terlalu besar untuk ditutup tetapi tugas Zidane adalah mengembalikan semangat dalam 11 pertandingan liga dan untuk

mencari tahu apa dan dan siapa yang perlu diubah pada musim panas. Perburuan gelar La Liga bisa saja berakhir setelah Atletico Madrid dikalahkan tuan rumah Athletic Bilbao 0-2. Inaki Williams dan Kenan Kodro menyumbang gol kemenangan Bilbao. Hasil ini memberi peluang Barcelona unggul 10 poin dan memastikan gelar juara jika mengalahkan Real Betis pada Senin dini hari. (afp/kmb)

Melbourne – Pembalap Mercedes menguasai Grand Prix Formula Satu (F1) Australia di Sirkuit Taman Albert, Minggu (17/3) kemarin. Valtteri Bottas dari Finlandia finis pertama diikuti rekan setimnya sekaligus juara dunia Lewis Hamilton (Inggris) pada lomba pembuka musim 2019 ini. Menempuh 58 putaran

atau 308 km, Bottas mencatat waktu 1 jam 25 menit 27.325 detik. Ia menyentuh finis 20,9 detik di depan Hamilton. Max Verstappen (Red Bull/ Belanda)) berada di urutan ketiga disusul juara dunia empat kali Sebastian Vettel (Ferrari/Jerman), Charles Leclerc (Ferrari/Monaco) dan Kevin Magnussen (Haas/ Denmark). Ranking ketujuh

hingga ke-10 ditempati Kimi Raikkonen (Alfa Romeo/Finlandia), Lance Stroll (Racing Point/Kanada) dan Daniil Kvyat (Toro Rosso/Rusia). ‘’Saya tidak tahu apa yang baru saja terjadi. Saya tidak tahu harus berkata apa. Ini jelas merupakan balapan terbaik saya. Saya merasa sangat baik begitu juga mobil itu. Aku tahu bisa melaku-

kannya karena aku pernah melakukannya sebelumnya. Itu tentang berada di level terbaikku,’’ kata Bottas melalui radio tim usai lomba. Ia juga mencatat waktu tercepat dalam satu putaran yaitu 1 menit 25.580 detik. Ini merupakan kemenangan keempat yang dicapai Bottas dalam 119 balapan. (afp/kmb)

Bali Post/ist

Senin, 18 Maret 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Dharma Santhi (4) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Sabha Parwa (2) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Yowana Magz Juara Judo SMK PGRI 1 Badung Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Home Shopping Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Dharma Santhi (5) Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shopping Klip Bali Yowana Live: Yang Muda yang Berprestasi Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Dunia Kita Nangun Yadnya Usabha Dalem Pingit, Pura Dalem Bukit Karangasem Sansekerta Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Folk Song Diabemed Taksu Wayan Konten, Seniman Ukir Otodidak Lahirkan Karya Luar Biasa Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Denkayu (Madri Pralaya) (2) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV

embu beregu campuran, Tri Yanto/Agung Ratih Saraswati (embu pasangan campuran yudansha) dan I Made Ari Dwi Kurniawan/Ni Kadek Ayu Juniantari (embu pasangan campuran kyu kensi). Gianyar mendapat emas melalui perjuangan Kadek Feriawan (randori 65 kg), Pande Putu Palgunadi (randori 70 kg), Luh Sintha Dewi (randori 55 kg), Ulan Jamilia Wati/Pande komang Gita (embu kumi kyu kenshi), embu beregu putra dan embu beregu putri. Kenshi Putu Murtiana Dewi (randori kelas 60 kg) menyumbang emas untuk Buleleng, sedangkan emas tunggal Badung

dihasilkan oleh Erasmus Naris Fendy/Yerestus Varis Mardi (embu kumi I DAN). Ketua Harian Pengprov Perkemi Bali Fredrik Billy menyebutkan, ajang Piala Bupati Gianyar sebagai uji coba bagi kenshi sebelum berlaga pada Porprov Bali di Tabanan, September mendatang. Kejuaraan dibuka Wakil Bupati Gianyar A.A Gede Mayun, S.H. Ia mengharapkan kejuaraan ini dapat memupuk tali persaudaraan di antara para kenshi dan memunculkan bibit-bibit atlet baru. Kejuaraan ini juga diisi pelantikan pengurus Perkemi Gianyar. (022)

Denpasar (Bali Post) I Komang Pasek Wisnata dan Ni Komang Ayu Pratiwi, keduanya dari SDN 20 Dangri A, keluar sebagai juara nomor stroke perorangan putra dan putri kategori A umur 6-12 tahun pada Kejuaraan Woodball Piala Wali Kota 2019 di Stadion Ngurah Rai yang berlangsung Sabtu (16/3) hingga Minggu (17/3) kemarin. Juara II putra direbut I Wayan Agus Astawan (SDN 20 Dangri A) dan juara III diraih Mahendra. Di sektor putri, juara II disabet Gusti Ayu Diah Wijayanti (SD 4 Saraswati) dan juara III didapat Putu Ayu Nindya Sri Kencanawati (SD 4 Saraswati). Juara stroke perorangan putra kelas III-IV SD direbut Mang Je (SD Sathya SAI A) disusul Made Agastya Permana Wibawa (SD 4 Saraswati) dan I Made Yudi (SDN 20 Dangri A). Di bagian putri,

Ni Luh Putu Oktaviani (SDN 20 Dangri A) tampil sebagai pemenang diikuti Luh Gede Jyestha Jyotir dan Ni Kadek Gita Febriani. Ketua Pengkot Indonesia Woodball Association (IWbA) Denpasar Ketut Sumajaya menerangkan, kejuaraan melibatkan 401 atlet tingkat SD, SMP dan SMA untuk menjaring pemain woodball sebagai pelapis skuad Porprov. Cabor woodball sudah masuk ekstrakurikuler pada sekolah-sekolah di Denpasar. ‘’Selama ini woodball Denpasar menduduki peringkat kedua di Bali, tetapi pada Porprov 2019 di Tabanan, kami mengincar juara umum,’’ jelas Sumajaya. Denpasar memiliki atlet woodball andalan senior seperti Made Agus Prawira Dinata (Ketua Panpel Piala Wali Kota), Berto, Kuncoro dan Ni Luh Manik Purwati. (022)

Dallas – Errol Spence Jr. memperkuat statusnya sebagai salah satu petinju terbaik di dunia. Petinju AS berusia 29 tahun ini dengan mudah mengalahkan Mikey Garcia untuk mempertahankan gelar Federasi Tinju Internasional dalam pertarungan kelas welter di depan 47.500 penggemar di Dallas, Texas, AS, Minggu (17/3) kemarin. Duel itu digembar-gemborkan sebagai pertarungan dua petinju yang tidak terkalahkan, tetapi itu tidak terjadi. Satu hakim mencetak skor 120-107 untuk Spence, sedangkan dua lainnya memberikan 120-108 dan 120-108. Spence mendaratkan 375

pukulan, sedangkan Garcia yang bertarung untuk pertama kalinya di kelas welter setelah naik dua tingkat hanya melepaskan 75 pukulan. Kemenangan ini tampaknya telah menyiapkan Spence pertarungan di masa depan melawan Manny Pacquiao dari Filipina. Pacquiao muncul di atas ring setelah bel terakhir dan bersedia menghadapi Spence yang jauh lebih muda. ‘’Saya melihat pemenang pertarungan ini. Spence ingin melawan saya. Aku berharap segera kembali ke sini,’’ kata Pacquiao. Spence juga ingin bertarung dengan Pacquiao. (afp/kmb)

Madrid Akhiri Kekalahan Beruntun Wisnata dan Pratiwi Juara

Bottas Berada di Level Terbaik

Spence Pertahankan Gelar


SUARA KANDIDAT

senin paing, 18 MAret 2019

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Tanggulangi Masalah Sampah Perkotaan Persoalan sampah masih menjadi momok bagi Bali, khususnya Kota Denpasar. Namun, anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana menyebut ibu kota provinsi ini memiliki modal masyarakat yang cerdas dalam upaya menanggulangi sampah. Masyarakat Kota Denpasar, dikatakannya, cukup memiliki kesadaran dalam menjaga ketertiban dan kebersihan, minimal pada area lingkungan masing-masing. ‘’Beranjak dari kondisi awal ini, pola pengelolaan sampah terdistribusi pada masing-masing lingkungan desa hingga banjar dapat menjadi upaya terbaik untuk didorong sebagai program menanggulangi masalah sampah perkotaan,’’ ujar pria yang kembali maju sebagai caleg DPRD Bali Dapil Kota Denpasar ini. Adhi Ardhana menambahkan, pengetahuan tipe sampah dan nilai juga menjadi titik strategis dalam pelaksanaannya. Politisi PDI Perjuangan dari Puri Gerenceng ini mendorong berdirinya bank sampah sekaligus pengelola sampah

lingkungan. Pola yang diterapkan yakni pemilahan sampah plastik untuk dijual, sampah organik dijadikan pupuk dan sampah dengan proses pembusukan lama untuk dimanfaatkan atau dimusnahkan. ‘’Pemerintah kota dan provinsi harus turut menjadi fasilitator pada tataran di atasnya (kecamatan), seperti membuat badan yang dapat menyerap sampah plastik, yang dapat membeli hasil pupuk organik dan penyedia layanan pemusnah (insenerator mini/10 ton per hari - red) dan atau mendorong penelitian terkait pemanfaatan sampah yang lama busuk tersebut,’’ jelasnya. Menurut Adhi Ardhana, konsep pengelolaan sampah di desa dan kecamatan akan jauh mengurangi kiriman sampah ke TPA seperti saat ini. Sebab, masalah sampah sudah diselesaikan di desa. Masyarakat Kota Denpasar saat ini tinggal menunggu ketegasan, serta bantuan dari pemerintah kota dan provinsi dalam membantu pendirian bank sampah, pengepul sampah dan pemusnah sampah.

Tidak kalah penting dari masalah sampah, juga perlu dibangun penyediaan sarana dasar masyarakat terkait air minum di Denpasar. ‘’Hasil diskusi dengan beberapa pihak, ternyata penurunan kualitas air minum adalah saat pipa distribusi terdapat kebocoran,’’ imbuhnya. Pemerintah, lanjut Adhi Ardhana, mestinya sudah memetakan titik-titik kebocoran pipa. Selain itu, meremajakan pipa-pipa yang sudah mengalami masalah tersebut secara bertahap. Berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat ataupun kelompok masyarakat, pemerintah juga harus membuat taman dan pedestrian yang indah. Kemudian memberikan perlindungan terkait pemberdayaan masyarakat. (kmb32)

Tagih Kompensasi untuk Bangli

BANGLI selama ini memiliki tanggung jawab besar sebagai daerah resapan air untuk Bali. Terlebih dengan adanya hutan lindung, hutan budi daya, dan Danau Batur di kabupaten tersebut. Sebagai wakil rakyat dari Bangli, anggota Komisi I DPRD Bali I Nyoman Adnyana kerap menyuarakan agar Bangli mendapatkan kompensasi dari tanggung jawab itu. ‘’Bangli tidak daerah kawasan wisata, terus hanya punya hutan dan danau. Jadi daerah resapan di sini, itu sebetulnya memberikan kontribusi besar langsung dan tidak langsung kepada kabupaten/kota. Harusnya kalau memang Bangli ditugaskan untuk menjaga kelestarian, kelangsungan itu, harus diberikan kompensasi,’’ ujar politisi PDI Per-

juangan ini. Menurut Adnyana, Bangli jangan hanya disuruh menjaga tetapi tidak mendapatkan apa-apa. Mengingat, gemerincing dolar pariwisata justru lebih banyak dinikmati oleh kabupaten/kota lain yang tidak mengambil tanggung jawab sebagai daerah resapan air. Sedangkan apa yang dilakukan Bangli, justru untuk kelangsungan Bali itu sendiri. ‘’Bicara Bangli, itu Bali. Jadi harus ada timbal balik yang diberikan oleh pemerintah provinsi atau kabupaten kepada Bangli selaku penjaga daerah resapan, hutan, supaya tidak menjadi musibah bagi kabupaten yang lain,’’ jelas pria yang kembali menjadi caleg DPRD Bali Dapil Kabupaten Bangli pada Pemilu 2019 ini. Kalau sampai hutan di Bangli gundul, lanjut Adnyana, tentu akan menimbulkan bencana seperti longsor. Bencana ini bisa saja dirasakan oleh kabupaten lain. Atau yang lebih parah bisa menyebabkan penurunan kuantitas air. Hal ini pasti akan berpengaruh pada subak dan sumber mata air lainnya. Termasuk air yang dimanfaatkan untuk keperluan

minum rumah tangga, hingga hotel-hotel dan restoran. ‘’Maka saya ingin ada regulasi yang jelas mengatur, sehingga bersama-sama kita menikmati tentang apa yang selama ini dinikmati oleh Bali, khususnya pariwisata. Jadi tidak harus Bangli itu juga dibuat seperti Badung atau Denpasar, tetapi Badung, Denpasar dan kabupaten lain yang mendapatkan kontribusi langsung dan tidak langsung itu harus punya perhatian kepada Bangli,’’ paparnya. Adnyana menambahkan, Bangli yang juga mengembangkan sektor pertanian sebetulnya mendapat angin segar dengan terbitnya Pergub No.99 Tahun 2018. Tinggal sekarang pergub harus benarbenar diimplementasikan oleh bupati/ wali kota, serta hotel, restoran, katering, dan pasar swalayan. ‘’Sehingga petani betul-betul mendapatkan manfaat, imbas yang positif untuk menambah pendapatannya,’’ imbuhnya. Di sisi lain, Adnyana menyebut Bangli sangat cocok dikembangkan untuk daerah pendidikan. Ini tidak lepas dari udaranya yang sejuk dan tidak bising karena daerahnya yang mungil. (kmb32)

Buleleng Butuh Empat Pasar Rakyat Lagi

Wakil Ketua DPRD Bali Dr. I Nyoman Sugawa Korry, S.E., M.M., Ak.CA. juga dikenal sebagai tokoh yang mumpuni di bidang ekonomi. Tak salah bila di tahun 1996 silam, politisi Golkar asal Buleleng ini pernah meraih penghargaan Bhakti Koperasi dari Menteri Koperasi dan UKM RI. Di samping penghargaan lain seperti Pemuda Pelopor tingkat Nasional 1989, penghargaan Palapa Karya Utama 1996 dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI, serta yang teranyar penghargaan Satya Lencana Pembangunan 2006 dari Presiden RI. Pada Pemilu 2019, alumni Program Doktor Universitas Brawijaya ini kembali maju sebagai caleg DPRD Bali dari Dapil Buleleng. Sugawa Korry pun menawarkan sejumlah pemikiran, utamanya untuk memperluas kesempatan berusaha masyarakat kecil dan menampung produk-produk masyarakat di daerah asalnya itu. ‘’Di Buleleng paling tidak harus dibangun pasar-pasar besar rakyat lagi empat buah. Yaitu di timur di Kubutambahan, Sangsit, dan dua lagi di timur dan selatan kota Singaraja,’’ ujarnya. Di sisi lain, menurut Sugawa Korry, Pemkab Buleleng harus berani menambah penyertaan modal di Jamkrida agar jumlah nilai penjaminan kepada masyarakat Buleleng bisa ditingkatkan untuk mengatasi masalah permodalan. Selain itu, masalah-masalah perizinan harus dipermudah. Begitu juga dukungan infrastruktur di pelosok pedesaan. ‘’Pemkab agar bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan, men-

dorong diklat-diklat kaum muda bergerak di bidang wirausaha dengan kemajuan teknologi atau IT. Kemudian, memprioritaskan pengembangan pariwisata berbasis kerakyatan,’’ imbuhnya. Di bidang pertanian, Sugawa Korry menyebut kepemilikan lahan masyarakat rata-rata sempit yakni sekitar 0,36 hektar. Oleh karena itu, program pertanian yang digenjot terutama untuk menghasilkan produk dengan kualitas tinggi. Pemkab setempat harus siap membantu bibit-bibit unggul, subsidi pupuk, dan mendidik masyarakat dengan teknik pengolahan yang lebih modern. Di samping menuntaskan RTRWK dan RDTR di seluruh daerah, serta melakukan penegakan hukum yang konsisten. ‘’Pengembangan industri pengolahan juga harus didorong dengan konsisten untuk menampung dan mengolah produk pertanian, serta memaksimalkan pengelolaan sektor perikanan, baik laut maupun darat,’’ pungkasnya. (kmb32)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook