terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 152 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
SABTU PON, 18 januari 2020
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pelanggar Jalur Hijau
41 Kendaraan Dinas Dilelang
Bacok Teman dengan Gunting
Wakil rakyat Badung menyoroti pelanggaran jalur hijau di kawasan Canggu, Kuta Utara. Untuk itu, Satpol PP Badung didesak mengambil langkah tegas terhadap pengusaha yang melanggar aturan.
Puluhan kendaraan dinas di Tabanan banyak rusak berat. Tidak hanya kendaraan roda dua, kendaraan roda empat pun mengalami nasib sama. Ada 35 kendaraan roda dua dan 6 kendaraan roda empat yang rusak. Semua kendaraan tersebut akan dilelang. TABANAN | HAL. 5
Orto Kopa Landu Mata dibacok menggunakan gunting oleh temannya, Abraham Nalle, Jumat (17/1) kemarin. Pelaku dan korban saling kenal, bahkan mereka tinggal dalam satu perumahan. Usai membacok, pelaku langsung kabur.
BADUNG | HAL. 3
GIANYAR | HAL. 6
Komisaris BRI Puji Ekonomi Kerakyatan dengan Semangat Gotong Royong di Bali
GUBERNUR Bali Wayan Koster memberikan perhatian tersendiri terhadap masa depan industri skala rumahan, UMKM, petani dan sektor ekonomi kerakyatan lain, supaya mendapatkan lebih banyak perhatian dari pemerintah daerah. ‘’Usaha yang kecil-kecil ini yang ingin kita dorong, dan kita kuatkan lagi. Karena mereka inilah yang berjasa menggerakkan ekonomi kita di bawah,’’ kata Gubernur Koster saat menerima audiensi Komisaris Bank Rakyat Indonesia (BRI) beserta jajaran, yang berlangsung di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Jumat (17/1) sore kemarin. Menurutnya, beberapa kawasan di Bali punya komoditas unggulan yang sangat potensial untuk dikembangkan, misalnya manggis, salak, jeruk dan lainnya. ‘’Kita maksimalkan industri pengolahannya, dijadikan produk seperti juice, wine, dan banyak lagi. Tingkatkan nilai tambah produk, selain tentunya difasilitasi dan tingkatkan juga penyerapan hasil petani kita,’’ ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini. Gubernur Koster melanjutkan, peran sektor perbankan adalah sebagai mitra para pegiat industri kecil dan petani, terutama di bi-
dang permodalan. ‘’Skema permodalannya kita susun dengan baik, agar sesuai dengan KUR (Kredit Usaha Rakyat). Pasarnya sudah bagus, ada industri pariwisata didukung lagi dengan pergub tentang pemanfaatan hasil petani lokal kita,’’ ujar pria kelahiran Sembiran, Buleleng ini. Pada kesempatan yang sama, Dewan Komisaris BRI Soni Keraf memuji langkah Gubernur Koster yang disebutnya sangat nyata menunjukkan keberpihakan kepada rakyat. ‘’Luar biasa menurut saya, ekonomi kerakyatan yang dibangun dengan semangat gotong royong di Bali. Ini komitmen beliau dan pantas jadi model bagi daerah lain,’’ puji Keraf. Dijelaskannya, BRI siap menjajaki kerja sama dengan BPD untuk menguatkan lagi program KUR yang menyasar UMKM dan sektor pertanian. ‘’Prinsipnya bank pusat dan daerah jangan malah saling ‘bersaing’ di lapangan. Sinergi dan saling dukung untuk mendorong usaha lokal domestik berkembang. Selain itu, kami juga siap mendukung langkah Bapak Gubernur yang ingin merintis penggunaan energi baru dan terbarukan, hingga kendaraan listrik di Bali,’’ ucap Keraf pada akhir audiensi. (kmb)
Iniesta Ingin Dampingi Xavi ANDRES Iniesta membuka kemungkinan berpartner kembali dengan sesama legenda Barcelona Xavi Hernandez, tetapi sebagai sebagai staf pelatih. Xavi baru-baru ini menolak tawaran melatih di Camp Nou sebelum Quique Setien ditunjuk menggantikan Ernesto Valverde yang dipecat awal pekan ini. Baik Iniesta maupun Xavi meninggalkan Barcelona menjelang akhir karier mereka sebagai pesepak bola. Iniesta bergabung dengan klub Jepang Vissel Kobe, sedangkan Xavi membela klub Qatar Al-Sadd selama tiga musim sebelum ditunjuk melatih di sana. Xavi diperkirakan akan mendapatkan posisi ‘’impiannya’’ (melatih Barca) di masa depan, Iniesta juga mempertimbangkan untuk mendapatkan lisensi pelatih saat dia gantung sepatu nanti. Iniesta juga tidak menampik keinginan mendampingi Xavi suatu saat nanti. ‘’Kemitraan antara Xavi dan Iniesta sama sekali tidak terdengar buruk, tetapi saat ini tidak mungkin,’’ kata salah satu pemain yang mengantarkan Spanyol menjuarai Piala Dunia itu kepada Marca, Jumat (17/1) kemarin. ‘’Saya belum mengatakan saya ingin melatih tim tertentu, tetapi seiring berjalannya waktu ide menjadi pelatih semakin menarik. Saya ingin Xavi melatih Barca kapan saja, tetapi Anda harus mempertimbangkan bagaimana perasaannya atau apa yang telah ia rencanakan. Saya rasa Xavi akan kembali ke Barca cepat atau lambat, tetapi saya tidak tahu kapan.’’ (ant/afp)
AUDIENSI - Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama usai menerima audiensi Komisaris Bank Rakyat Indonesia (BRI) beserta jajaran, yang berlangsung di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Jumat (17/1) sore kemarin.
Bali Waspada Virus Corona
Denpasar (Bali Post) Ancaman virus Corona perlu benar-benar diwaspdai. Terlebih Bali kedatangan dua penerbangan langsung dari Kota Wuhan, China Tengah, daerah di mana virus yang dapat mematikan ini pertama kali muncul. Meski demikian, berdasarkan pengalaman ancaman serupa, Bali dikategorikan memiliki kemampuan mengantisipasi. Kerentanan Bali terjangkit suatu penyakit berskala 5 jauh di bawah Tokyo yang berskala 9,5 sebagai yang paling rentan.
K
epala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar Dr. H. Lucky Tjahjono, M.Kes. dihubungi Jumat (17/1) kemarin mengatakan, setelah di-allert oleh WHO, ia langsung berkoordinasi dengan Otoritas Bandara dan lintas sektor terutama bandara. Thermal scanner dikatakan
Subsidi Elpiji 3 Kg Dicabut Rencana dicabutnya subsidi elpiji 3 kilogram membuat cemas pedagang kecil, khususnya makanan. Harga elpiji 3 kilogram diperkirakan naik menjadi Rp 35.000 per tabung.
Harian DENPOST Desa Akah Tonjolkan Gua Untuk mengembangkan desa wisata, warga Akah, Klungkung, menonjolkan objek wisata spiritual seperti Gua Panji Landung dan Pura Beji Pasekan di tepi Tukad Unda. www.denpostnews.com
buhnya. Tidak hanya antisipasi penumpang atau penerbangan dari China khususnya Wuhan, ia juga mengantisipasi penumpang dari Bangkok mengingat kabar terakhir penularan sudah sampai Bangkok. Namun, dikatakan, kasus di Bangkok masih suspect. Beberapa kali Bali dihadapkan pada kasus–kasus infeksi dan penyakit, namun Bali mampu mengantisipasinya. Infectius Deseases Index atau kerentanan Bali terjangkit suatu penyakit oleh WHO berskala 5, artinya medium rentan terinfeksi. Karena tertinggi adalah 9,5 yang disandang oleh Tokyo. Indikator indeks tersebut berdasarkan jumlah penumpang yang datang ke Bali, jumlah penerbangan langsung terutama daerah yang terpapar. Semakin tinggi kedatangan penumpang, semakin tinggi kerentanannya. (kmb42)
Thailand Temukan Kasus Kedua
Harian Bisnis Bali
www.bisnisbali.com
sudah aktif untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang. ‘’Kita tinggal mengantisipasi dan koordinasi dengan para kru airlines saja. Jadi kita sudah edukasi untuk segera menginformasikan kalau ada keluhan penumpang sakit,’’ ujarnya, Jumat kemarin. Tim kesehatan pelabuhan sehari-hari juga standby di pelabuhan. Biasanya kapal yang akan berlabuh di pelabuhan, seminggu sebelumnya sudah menginformasikan. Ketika akan bersandar, petugas kesehatan kapal akan naik ke kapal membawa termo laser untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang. Selain antisipasi, edukasi ke pasien dan penumpang juga diperkuat. Karena ciriciri orang yang terinfeksi menunjukkan gejala yang sama seperti orang sakit pada umumnya, yaitu panas, batuk dan flu. ‘’Karena virus ini menyerang paru-paru,’’ im-
Bangkok Thailand menemukan kasus kedua virus Corona baru asal China, kata pihak berwenang pada Jumat (17/1) kemarin. Kasus itu ditemukan ketika mereka meningkatkan pemeriksaan pada pengunjung China yang jumlahnya hampir satu juta dan menikmati masa liburan Tahun Baru Imlek pekan
depan. Pasien terakhir berasal dari pusat kota Wuhan, China, yang telah melaporkan 41 kasus pneumonia yang berpotensi terkait dengan jenis virus baru, dengan dua korban meninggal dunia. Sementara rumah sakit di seluruh dunia berjuang untuk mencegah penyebaran virus itu. ‘’Wanita berusia 74 tahun itu dikarantina sejak tiba di Thailand pada Senin (13/1) karena terinfeksi,’’ kata Sukhum Karnchanapimai,
Sekretaris Tetap Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand. Ia juga mendesak warga Thailand untuk tetap tenang, dan menambahkan bahwa tidak ada wabah di negara itu. Corona virus adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan infeksi mulai dari flu biasa hingga sindrom pernapasan akut (SARS). Thailand, yang meningkatkan kewaspadaan menjelang liburan Tahun Baru Imlek, mengatakan pada Senin (13/1) bahwa mereka menemukan seorang wanita China berusia 61 tahun yang membawa strain virus corona, pertama kali terdeteksi di
luar China. Jepang juga melaporkan kasus infeksi pertamanya pada Kamis (16/1), setelah seorang pria Jepang kembali dari Wuhan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan virus itu dapat menyebar dan memperingatkan rumah sakit untuk melakukan upaya pencegahan. Para pejabat kesehatan Thailand telah meningkatkan pemantauan di empat bandara yang menerima penerbangan harian dari Wuhan, yakni Suvarnabhumi, Don Mueng, Chiang Mai dan Phuket, dan bandara lainnya yang menerima penerbangan sewa dari China. (ant/afp)
Sabtu Pon, 18 Januari 2020
Wagub Cok Ace Harap Tetra Helix Forum Tak Sekadar Seremonial
FIGUR Sungai Harus Dijadikan Halaman Depan KUALITAS air sungai, sebagai contoh di Tukad Badung, bisa dikatakan memprihatinkan. Terlebih dengan adanya pencemaran oleh sampah rumah tangga dan industri. Padahal sungai seyogianya dijadikan sebagai halaman depan dan jangan dipunggungi keberadaannya. ‘’Jangan jadikan sungai itu sebagai halaman belakang. Jadikanlah sungai sebagai halaman depan yang harus kita pelihara, yang harus kita lestarikan,’’ ujar Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida Airlangga Mardjono, S.T., M.T., Kamis (16/1). Saat sungai menjadi halaman depan, lanjut Airlangga, maka setiap hari akan terlihat kalau ada sesuatu yang mengganggu pemandangan. Masyarakat juga akan tergerak untuk membuat sungai menjadi lebih bersih dan indah. Secara khusus, pihaknya mengapresiasi upaya penataan sungai yang diinisiasi oleh Pemkot Denpasar, seperti di Kumbasari, Oongan, dan Imam Bonjol, sebagai tempat wisata atau rekreasi. Partisipasi pemerintah daerah dalam upaya penataan sungai akan terus didorong ke depannya. ‘’Jadi, tidak usah khawatir masalah kewenangan karena kewenangan BWS itu adalah dalam hal perizinan. Silakan mengonservasi sungai atau memelihara sungai, membuat sesuatu di sungai, yang penting ada izin atau rekomendasi teknis dari BWS,’’ jelasnya. Airlangga juga mengimbau masyarakat agar menaati aturan terkait keberadaan sempadan sungai untuk kepentingan bersama. Bali tercatat memiliki 391 sungai, namun hanya sekitar 200 yang rutin dialiri air setiap saat. Sisanya adalah sungai intermittent yang mengalirkan air saat musim hujan. (rin)
Penting, Peran PKK Dalam Menyukseskan Program Pemerintah Denpasar (Bali Post) Peran PKK sangat penting dalam menyukseskan program keluarga sehingga berdampak pada kelompok masyarakat yang lebih luas seperti masyarakat desa. Yang pada akhirnya program pemerintah pun akan sukses dijalankan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali Anom Agustina mengatakan, TP PKK efektif untuk menyosialisasikan program PMD Dukcapil. ‘’TP PKK adalah mitra pemerintah baik sebagai fasilitator, motivator, penggerak, agen mensosialisasikan, menurutnya sangat efektif sekali,’’ ujarnya, Jumat (17/1) kemarin. Sasaran program PMD adalah masyarakat desa, sehingga TP PKK mempunyai peran penting karena jaringan PKK banyak dan struktur organisasinya terbangun dari tingkat pusat, di provinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan atau desa. Bahkan untuk mempercepat jangkauan pembinaan kepada masyarakat yang menjadi sasaran program kegiatan ini ada kelompok desa, kelompok kelurahan, kelompok lingkungan, kelompok dusun, kelompok banjar. ‘’Untuk mendekatkan kembali, dibentuk dasa wisma. Dasa wisma adalah 10 rumah tangga yang digabung men-
jadi satu kelompok, inilah yang menjadi agen untuk melakukan pergerakan– pergerakan masyarakat desa,’’ jelasnya. Sekretaris Tim Penggerak PKK (TP PKK) Suastini mengatakan, PKK adalah organisasi yang memiliki jaringan yang luas hingga kelompok terkecil di masyarakat, yaitu rumah tangga. Organisasi ini juga memiliki payung hukum yang jelas. ‘’Gerakan PKK itu masif dari pusat sampai ke desa/kelurahan. Jadi kita di masing–masing daerah penganggarannya melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali,’’ jelasnya saat dialog interaktif di Bali TV. Tahun 2020, PKK akan memulai programnya dengan sosialisasi serta pembinaan. Program PKK meliputi kesehatan, pasar murah, PMD, pap smear, sosialisasi, HIV/AIDS, program toga (tanaman obat keluarga). Ia berharap keanggotaan dari TP PKK untuk menyukseskan program pemerintah harus mau, mampu dan memiliki waktu. ‘’Mau tidak mau kita harus mengikuti apa yang menjadi program pemerintah sekarang, apa yang menjadi program pusat, dan apa yang viral, ini harus disosialisasikan secara berkesinambungan, bergerak bersama-sama,’’ tandasnya. (kmb42)
Berikan Kontribusi Nyata terhadap Peningkatan SDM Bali WAKIL Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyambut baik pelaksanaan Forum Pertemuan Tetra Helix yang diinisiasi oleh Politeknik Negeri Bali sebagai salah satu langkah strategis untuk menyelaraskan pembangunan Bali, khususnya di sektor pariwisata sebagai leading sector, dengan stakeholder kunci yaitu pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas. Namun, Wagub Cok Ace berharap forum ini tidak akan menjadi seremonial belaka, melainkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan SDM di Bali. Demikian disampaikan Wagub Cok Ace saat membuka acara ‘’Industrial Gathering dan Tetra Helix Forum’’ dengan tema ‘’Pengembangan, Peluang dan Tantangan SDM Unggul di Era Milenial Berbasis Pariwisata Hijau (Green Tourism)’’ di Kampus Politeknik Negeri Bali, Jimbaran, Badung, Jumat (17/1) kemarin. Lebih lanjut Wagub Cok Ace mengatakan, pariwisata Bali terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Di era disrupsi ini, pariwisata Bali menghadapi tantangan baru. Perkembangan teknologi dan informasi
telah mendorong tren pariwisata berkembang menjadi experience-based tourism dan lebih diminati oleh pengunjung berusia lebih muda. Persaingan industri pariwisata pun semakin ketat, sebab pelaku usaha harus mampu memanfaatkan teknologi dan informasi secara maksimal jika ingin unggul dari yang lain. Begitu juga SDM Bali harus terus mengembangkan kemampuan dan potensi diri agar terserap
di industri pariwisata masa kini. ‘’Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi elemen kunci yang harus menjadi perhatian kita bersama,’’ ujar Cok Ace yang belum lama ini dinobatkan sebagai salah satu Guru Besar di Kampus ISI Denpasar. Di samping itu, menurut Wagub Cok Ace, pengembangan Green Tourism di Bali harus dibarengi dukungan dari berbagai pihak. Pertama dari sisi pemerintah, dapat
BUKA - Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) membuka acara “Industrial Gathering dan Tetra Helix Forum” di Kampus Politeknik Negeri Bali, Jimbaran, Jumat (17/1) kemarin.
memberikan penguatan kebijakan yang suportif terhadap pembangunan SDM unggul dan mengembangkan infrastruktur penunjang industri pariwisata, termasuk melalui berbagai perangkat regulasi dan aturan yang menunjang. Kedua pada sisi industri, bisa menyinergikan beragam potensi yang dimiliki Bali dan berkontribusi aktif dalam bentuk pengetahuan, pengalaman praktis, pengaplikasian teknologi dalam rangka mengembangkan industri pariwisata secara efektif dan efisien serta berkelanjutan. Ketiga pada sisi akademisi atau institusi pendidikan, dapat berkontribusi melalui hasil studi dan penelitian tepat guna dapat diaplikasikan untuk pembangunan, khususnya pengembangan pariwisata. Selain itu, institusi pendidikan merupakan aktor kunci dalam meningkatkan kualitas SDM yang unggul dan berkarakter budaya. Keempat pada sisi komunitas, bisa berkontribusi secara aktif dalam memberikan masukan bagi kebijakan publik dan solusi aplikatif dari berbagai tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk memberikan feedback kepada pemerintah dan aktor kunci
lainnya. Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dr. Ir. Patdono Suwignjo menyampaikan apresiasi atas acara dan forum yang digagas oleh Politeknik Negeri Bali. Dikatakannya, instruksi Presiden RI saat ini adalah mengembangkan program atau kebijakan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terutama dalam peningkatan SDM. Untuk itu, Kemendikbud telah merancang beberapa program, salah satunya terkait pendidikan vokasi seperti politeknik melakukan pelatihan-pelatihan tidak hanya terhadap para dosen tetapi juga untuk direktur, mahasiswa, serta ke depan 50 persen dosennya adalah praktisi. Jadi, pengiriman materi pembelajaran kepada mahasiswa sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Acara yang diikuti 400 undangan tersebut, juga dihadiri Direktur Politeknik Negeri Bali sebagai tuan rumah dan para narasumber yang ahli dalam bidangnya guna melaksanakan dialog interaktif terkait kebutuhan SDM di lapangan. (kmb)
Alih Fungsi Lahan 700 Hektar Per Tahun
Denpasar (Bali Post) –
Bali merupakan daerah agraris dan pariwisata yang berdampak pada berbagai sektor, salah satunya pertanian. Lahan menjadi tantangan, terutama alih fungsi. Alih fungsi lahan di Bali relatif tinggi dibandingkan daerah lainnya. Dalam satu tahun mencapai 600-700 hektar. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana, Jumat (17/1) kemarin. Ia mengatakan, lahan sawah di Bali saat ini 79 ribu hektar. Jumlah ini sebenarnya masih terbilang cukup luas karena sekitar 14 persen dari luas Pulau Bali. “Tapi kita masih punya lahan kering untuk pengembangan pertanian. Di sawah biasanya ditanami palawija, sedangkan di lahan kering untuk komoditi holtikultura seperti sayur dan buah-buahan. Lahan kering cukup luas, dua kali lipat lebih dari lahan sawah. Kurang lebih 220 ribu hektar,” jelasnya. Dengan demikian, sektor pertanian sangat tergantung dengan subak sebagai lembaga di tingkat desa. “Kita masih
punya 1.500 subak sawah dan 1.118 subak abian (subak lahan kering-red). Tantangannya adalah air, terutama di sawah. Sebab, tanaman yang banyak membutuhkan air adalah padi. Di Bali persaingan pemanfaatan air cukup ketat, antara sektor pertanian dan domestik. Sektor domestik misalnya PDAM dan industri,” kata pria asal Tabanan ini. Untuk itu, pihaknya berupaya mengatasi pemanfaatan air yang terbatas supaya tidak telalu mengganggu tanaman petani di sawah. Karena memiliki subak sawah, tantangan pemanfaatan air tersebut bisa
diatasi. Terbukti petani bisa menanam padi di lahan sawah dua kali dalam setahun. Tidak seperti di daerah lain, petani hanya bisa menanam padi sekali dalam setahun. “Tergantung turunnya hujan,” imbuhnya. Tantangan lainnya adalah iklim. Pada 2019 terjadi kemarau panjang sehingga 600 hektar sawah mengalami kekeringan. Untuk itu, pihaknya telah memberikan kompensasi berupa benih supaya petani bisa segera menanam padi. ”Sempat tunda tanam karena musim kemarau pada 2019, kita kejar pada Desember 2019 hingga Februari 2020. Seka-
Ida Bagus Wisnuardhana rang kita sudah melakukan penanaman. Bahkan Desember lalu target tanam kita dua kali lipat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,” tegas Wisnuardhana. (kmb21)
Bali Post/kmb21
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Desa Adat Mulai Urus Pencairan Bantuan Rp300 Juta
Denpasar (Bali Post) – Sejak Senin (13/1) lalu, Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali melaksanakan tahapan verifikasi persyaratan pencairan bantuan untuk desa adat masing-masing Rp300 juta. Proses verifikasi yang dibagi per kabupaten/ kota ini akan berlangsung hingga 29 Januari mendatang. Jumat (17/1) kemarin menjadi giliran desa adat di Kabupaten Bangli melakukan verifikasi persyaratan. ‘’Para jero bendesa harus membawa empat syarat yang sudah ditentukan dalam buku petunjuk teknis pengelolaan keuangan daerah,’’ ujar Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra. Di antaranya rencana keuangan tahunan desa adat, surat pernyataan kedudukan petengen dari bendesa adat, fotokopi rekening atas nama desa adat di Bank BPD Bali, serta fotokopi KTP elektronik bendesa dan petengen. Menurut Kartika, verifikasi dilakukan untuk memastikan semua persyaratan sudah benar. Setelah itu, barulah bisa dilakukan proses pencairan dana desa adat oleh BPKAD Provinsi
Bali Post/kmb32
DANA DESA - Para prajuru adat mengurus pencairan dana desa adat di Kantor Dinas Pemajuan Masyarakat Adat. Bali. Tahapan-tahapan pencairan sebelumnya sudah disosialisasikan oleh Majelis Desa Adat provinsi hingga kecamatan kepada seluruh desa adat di Bali. Buku petunjuk teknis juga sudah dilampirkan dengan contoh-contoh persyaratan. Ia menegaskan hal itu sebagai bentuk antisipasi untuk membantu agar
jangan sampai bendesa kesulitan. Tim bahkan siap membantu hingga selesai sampai malam sekalipun, kendati sejauh ini belum ada komplain yang datang terkait tahapan pencairan. Sementara dana desa adat Rp300 juta, sesuai juknis harus dialokasikan untuk belanja rutin, belanja operasional, dan
belanja program meliputi parahyangan, pawongan, dan palemahan. Kemudian ditambah dengan program prioritas provinsi yang wajib dilaksanakan desa adat, seperti menggali seni wali/ bebali, kegiatan pesantian, pembentukan PAUD/TK Hindu dan lain-lain. Pantauan Bali Post, para prajuru adat di Bali tampak memadati Kantor Dinas Pemajuan Masyarakat Adat sambil membawa persyaratan pencairan. Bantuan anggaran yang kini langsung masuk ke desa adat pun disambut positif. ‘’Sebagai krama, dana langsung turun ke desa adat lebih bagus dibanding dulu,’’ ungkap Penyarikan Desa Adat Malet, Tampaksiring, Nyoman Sampun. Bendahara Adat Tembuku, Bangli, Nyoman Sarya, mengatakan bantuan untuk desa adat yang terus meningkat setiap tahunnya cukup membantu krama khususnya di bidang pembangunan dan upacara. Saat ini pihaknya masih fokus membangun palinggih, candi, dan bale kulkul di Pura Kahyangan Tiga. Di samping itu, menggunakan bantuan tersebut untuk upacara pamelaspasan. (kmb32)
’’Sharing Sesion’’ Wali Kota Se-Indonesia
Rai Mantra Paparkan Beragam Inovasi dan Terobosan Pembangunan Denpasar
Bali Post/May
DIALOG - TP PKK Provinsi Bali bersama Kepala Dinas PMD dan Dukcapil Provinsi Bali usai dialog di Bali TV.
Topik : pencairan bantuan desa adat
KEBERHASILAN Pemerintah Kota Denpasar dalam merancang beragam inovasi dan terobosan pembangunan menjadikan ibu kota Provinsi Bali ini sukses mendulang beragam penghargaan tingkat nasional. Yang paling anyar adalah terpilihnya Kota Denpasar menjadi Kota Terinovatif se-Indonesia. Atas capaian tersebut, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didaulat menjadi pembicara serangkaian sharing sesion seluruh wali kota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah kota seluruh Indonesia (Apeksi) di Denpasar, Jumat (17/1) kemarin. Turut hadir Wali Kota Tangerang Selatan yang juga Ketua Apeksi Airin Rachmi Diany, Wali Kota Bogor Aria Bima, serta wali kota seluruh Indonesia. Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Rai
Mantra menjadi pembicara bersama Wali Kota Manado Vicki Lumentut. Dalam paparannya, Wali Kota Rai Mantra menjelaskan secara terperinci beragam inovasi dan terobosan yang telah dilaksanakan Pemkot Denpasar. Beragam inovasi tersebut merupakan cerminan dan wujud nyata implementasi dari moto Sewakadarma yang menitikberatkan pada melayani adalah kewajiban. “Berbagai inovasi di Kota Denpasar terdiri atas Denpasar Creative City, Denpasar Smart City dan Denpasar Heritage City yang bermuara pada keseimbangan antara pertumbuhan dan kebahagiaan masyarakat,” ujarnya. Adapun beragam inovasi yang dipaparkan, mulai dari Pelayanan Rakyat Online (PRO) Denpasar, Tanda Tangan Elektronik, Mal Pelay-
anan Publik, Revitalisasi Pasar, Revitalisasi Sungai dan beragam inovasi lainnya yang memberikan kemudahan bagi masyarakat. “Penghargaan yang kami raih ini merupakan motivasi untuk berinovasi lebih maksimal ke depan. Intinya adalah bagaimana mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dan memberikan kemanfaatan berkelanjutan,” papar Rai Mantra. Sementara itu, Airin Rachmi Diany mengatakan, Sharing Sesion ini merupakan kegiatan rutin Apeksi yang digelar secara berkala. Ada pun tujuan pelaksanaan kegiatan ini guna memberikan pemahaman sekaligus menjadi wahana bertukar inovasi sebagai upaya memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat secara berkelanjutan.
“Sesuai dengan tujuannya, Apeksi wajib memberikan kontribusi terhadap pembangunan kota. Sharing ini diharapkan menjadi ajang tukar inovasi bagi
seluruh kota di Indonesia untuk senantiasa memberikan pelayanan maksimal dan memberikan kemanfaatan berkelanjutan,” ungkap Airin. (ad447)
PEMBICARA – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menjadi pembicara pada Sharing Sesion Wali Kota se-Indonesia di Denpasar.
Sabtu Pon, 18 Januari 2020
Ny. Seniasih Giri Prasta Lantik Lima Ketua TP PKK Kecamatan Utamakan Semangat ”Ngayah” dan Gotong Royong
MELANTIK - Ny. Seniasih Giri Prasta saat melantik lima Ketua TP PKK kecamatan se-Kabupaten Badung di Ruang Kerta Gosana Puspem Kabupaten Badung, Jumat (17/1) kemarin.
KETUA TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta melantik lima Ketua TP PKK kecamatan se-Kabupaten Badung di Ruang Kerta Gosana Puspem Kabupaten Badung, Jumat (17/1) kemarin. Kelima Ketua TP PKK kecamatan yang dilantik, di antaranya Ny. Suriati Darma sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Petang, Ny. I.A. Paristyawati Arimbawa sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Abiansemal, Ny. Desak Made Oktisilawati Suhartana sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Mengwi, Ny. Noviyanti Parmana sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Kuta Utara dan Ny. Pendawati Arta sebagai
Ketua TP PKK Kecamatan Kuta Selatan sesuai dengan Surat Keputusan Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Nomor: 01/KEP/ PKK.KAB.BD/I/2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Petang, Abiansemal, Mengwi, Kuta Utara dan Kuta Selatan. Dalam sambutannya, Ny. Seniasih Giri Prasta menegaskan kepada Ketua TP PKK yang baru dilantik dan seluruh undangan yang hadir dalam acara tersebut tentang pentingnya gotong royong dalam melaksanakan tugas. Ketua TP PKK yang baru diharapkan rutin turun ke
masyarakat untuk mendengarkan keluhan dan permasalahan yang ada di masyarakat masing-masing kecamatan. Pihaknya meminta kepada semua Ketua TP PKK kecamatan untuk selalu mengutamakan semangat ngayah dan gotong royong dalam melaksanakan tugas karena PKK tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus mengikutsertakan kelompok-kelompok seperti Dasawisma, seluruh unsur komponen kecamatan serta organisasi kewanitaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung seperti DWP, WHDI, dan Gatriwara. “Mari kita bersama-sama dengan semangat ngayah dan gotong royong dari ka-
bupaten, kecamatan, desa/ kelurahan agar bersinergi, sehingga program-program PKK berjalan dengan lancar dan sukses,” ujar Ny. Seniasih Giri Prasta seraya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada Ketua TP PKK kecamatan sebelumnya yang sudah melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik. Serah terima Jabatan dari TP PKK kecamatan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima dilanjutkan dengan penyerahan buku memori serta penyerahan piagam penghargaan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Badung
Ny. Seniasih Giri Prasta kepada mantan Ketua TP PKK kecamatan Kabupaten Badung. Turut hadir dalam kesempatan tersebut pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, Ketua Gatriwara Kabupaten Badung Ny. Ayu Suarthini Parwata, Ketua DWP Kabupaten Badung Ny. Nesya Yoga Segara, perwakilan dari WHDI Kabupaten Badung, camat se-Kabupaten Badung, mantan camat seKabupaten Badung, mantan Ketua TP PKK kecamatan se-Kabupaten Badung, lurah dan perbekel se-Kabupaten Badung serta Ketua TP PKK desa dan kelurahan. (ad445)
SOSOK Harus Berani
MENJADI wirausahawan tidak melulu modal yang menjadi kendala. Menurut Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, untuk menjadi wirausaha yang berhasil harus didasari oleh keberanian. “Selain berani juga harus selalu optimis, memiliki SDM yang unggul, inovasi serta mampu memanfaatkan teknologi dengan baik,” ujarnya, Jumat (17/1) kemarin. Pejabat asal Pecatu, Kuta Selatan ini menegaskan, masalah modal itu nomor tiga. Yang penting punya keberanian dan optimis, tidak kenal menyerah, sehingga mampu bersaing di era indistri 4.0 sekarang ini. “Wawasan komunikasi dengan menguasai berbagai bahasa, salah satunya Bahasa Inggris, juga patut dilakukan, karena Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia menuntut penguasaan bahasa asing bagi generasi muda,” tegasnya. (par)
SIDAK – Aparat Satpol PP saat melakukan sidak ke lokasi pembangunan yang diduga melanggar aturan, belum lama ini.
Jangan Ada Toleransi untuk Pelanggar Jalur Hijau
Mangupura (Bali Post) –
Target Tinggi, Bapenda Sasar Travel ”Online”
Mangupura (Bali Post) – Badan Pendapatan Daerah dan Pasedehan Agung Kabupaten Badung mulai menggarap pengusaha travel online guna meningkatkan pendapatan daerah. Pasalnya, target pandapatan daerah yang cukup tinggi mencapai Rp 5,3 triliun di tahun 2020 membuat dinas pencari uang ini putar otak. Kepala Bapenda Badung Made Sutama mengatakan, pihaknya telah melakukan pemutakhiran data. “Kami akan melakukan pendekatan kepada para pengusaha travel online untuk pendataan wajib pajak baru,” ujar Sutama, Jumat (17/1) kemarin. Menurut Sutama, pihaknya telah melakukan pengawasan terhadap alat monitor transaksi, seperti web service, tiping box dan cash register. Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan kerja sama dengan perangkat desa dinas dan adat dalam mencari WP baru. “Kami akan terus mencari formulasi untuk meningkatkan pendapatan, sehingga target yang dipasang di tahun 2020 dapat tercapai,” katanya. Birokrat asal Desa Peca-
tu ini mengakui pihaknya harus tancap gas dalam memetakan potensi pajak yang ada di Kabupaten Badung. Selain itu, potensi wajib pajak (WP) baru harus terus digali untuk mencapai target yang telah disepakati. “Hingga saat ini kami tetap mendata wajib pajak baru. Bahkan tahun ini kami lebih meningkatkan pemeriksaan terhadap WP terkait dengan pelaporan pajak yang telah disampaikan,” tegasnya. Ia menambahkan, pihaknya akan meningkatkan penagihan piutang dengan upaya paksa berupa pemasangan spanduk bagi WP yang tidak taat membayar pajak. Pihaknya juga akan lakukan penilaian individu terhadap bangunan yang belum dihitung dalam pembayaran PBB. “Seperti awalnya lah an kosong pada saat pembayaran PBB hanya dihitung pajak buminya, kalau sudah ada bangunannya maka kita akan nilai berapa s e h a r u snya bayar pajak bangunannya serta terus melakukan koordinasi dengan para notaris yang kaitannya bisa meningkatkan BPHTB,” pungkasnya. (kmb27)
Bali Post/ist
Kasus pelanggaran jalur hijau di kawasan Canggu, Kuta Utara, mendapat perhatian serius dari kalangan wakil rakyat di DPRD Badung. Instansi terkait, yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung didesak mengambil langkah tegas terhadap pengusaha yang melanggar aturan.
Ketua DPRD Badung, Putu Parwata menegaskan, melabrak perda tentang larangan mendirikan bangunanbangunan pada daerah jalur hijau di Kabupaten Badung merupakan tindakan melanggar hukum. “Karena itu, kami minta Satpol PP bertindak tegas. Jangan ada toleransi, karena jelas itu tindakan melawan hukum,” tegas Parwata, Jumat (17/1) kemarin. Menurut Parwata, pihaknya tidak alergi dengan investasi, terlebih pendapatan
Badung bertumpu pada sektor pariwisata. Hanya saja ada koridor hukum yang harus ditaati oleh setiap pengusaha dalam berinvestasi di Gumi Keris. “Kami welcome dengan investasi, tapi tolong perhatikan regulasi yang ada. Jangan sampai apa yang dibangun di Badung justru memberikan dampak negatif terhadap lingkungan yang ujung-ujungnya mempengaruhi iklim pariwisata,” tegasnya. Politisi asal Dalung, Kuta Utara ini mengatakan, in-
vestasi sangat penting untuk stabilitas pendapatan daerah, sehingga pembangunan berkelanjutan bisa dilaksanakan. Karena itu, Badan investasi penting untuk merancang dan melaksanakan jenis-jenis investasi dan peluang-peluang pendapatan yang bisa diraih oleh Badung. “Dengan adanya investasi di luar sektor pariwisata, pendapatan Badung akan stabil. Jika pendapatan stabil, dipastikan pembangunan berkelanjutan di Badung
P U N CA K H U T k e 43 SMAN 3 Denpasar (Trisma) dengan menggandeng Bali Post sebagai media partner dilaksanakan secara sederhana di lapangan sekolah setempat, Jumat (17/1) kemarin. Puncak HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng dan launching tabungan siswa kerja sama dengan BPD Bali disaksikan Kadisdikpora Bali Dr. N.K. Boy Jayawibawa, M.Si. HUT diawali dengan tari kebesaran Trismaya. Di acara yang saat itu dipentaskan mahakarya anak-anak Trisma dalam fragmen kolosal berjudul ‘’Wira Satya’’, Kepala SMAN 3 Denpasar Ida Bagus Sudirga dengan rendah hati mengatakan HUT dijadikan refleksi diri atas kemajuan yang dicapai dan tertunda selama setahun. Selain itu, terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan
dengan konsep integritas dan berkolaborasi dalam kebersamaan. Makanya SMAN 3 Denpasar, katanya, terus memperkuat jati dirinya dalam karakter budaya dan sains. Mereka diasah kematangan intelektualnya, sosial, spiritual dan kepribadiannya, sehingga lulusan Trisma menjadi insan SDM yang berkarakter. Guru Ajeg Bali ini juga mempertahankan program unggulan yang dirintis oleh mantan kepala sekolah terdahulu. Usai HUT, siswanya melakukan pendakian Gunung Batur dan ekstra Madyapadma melakukan eksebisi naik sepeda plus penelitian di Desa Penebel selama tiga hari. Di akademik, anak-anak Trisma unggul dalam olimpiade sains dan juara LKTI hingga ke tingkat internasional seperti di Thailand, Malaysia dan Singapura hingga di Makao. Hal itu juga menjadi
penekan Ketua Komite Trisma, Dr. Gede Rumega, S.H., M.H. Dikatakan, Trisma harus eksis dalam kemajuan zaman, namun tetap kuat akar budaya Tri Hita Karana-nya. Saat itu di-launching Qris Bank BPD Bali serta penyerahan tong sampah oleh Direktur Kepatuhan BPD Bali, Made Selanegara. Sementara itu, Kadisdikpora Bali Dr. N.K. Boy Jayawibawa, M.Si. menyerahkan penghargaan kepada guru ajeg Bali I Wayan Phala Suwara dan Dewa Agung Wulan Rosmithasari, serta siswasiswi berprestasi nasional hingga internasional. Sementara piala juara umum lomba tingkat SMP serangkaian HUT diboyong oleh SMPN 3 Denpasar. Boy Jayawibawa setuju Trisma mempertahankan ciri karakter budaya dan sains. Bahkan, ia mengatakan di
bisa berjalan dengan baik. Dengan begitu, kesejahteraan di kalangan masyarakat akan cepat tercapai,” jelasnya. Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Badung I Gst. Agung Ketut Suryanegara mengakui telah mengambil langkah tegas terhadap para pelanggar jalur hijau. Bahkan pihaknya telah berulangkali memberikan sanksi tipiring, hanya saja belum memberikan efek jera. “Sudah beberapa kali dibina sampai ditipiringkan, yang kami sayangkan masyarakat lokal di sana. Mereka memberi kesempatan investor mengubah peruntukan di sepanjang jalur hijau. Jadinya kami ber-
hadapan dengan masyarakat lokal,” ungkapnya. Birokrat asal Denpasar ini mengatakan, tindakan tegas dengan mengenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) dengan mengenakan denda Rp500 ribu atau hukuman kurungan selama satu bulan. “Surat pernyataan dari pemilik tanah bersedia membongkar bangunan, juga bersedia menghentikan proses pembangunan ada banyak. Bahkan sudah diambil KTP, barang-barang ikatan jaminan tidak akan melakukan aktivitas juga ada banyak tersimpan di kami. Tapi tidak ada kesadaran, malah berlomba membangkang,” keluhnya. (kmb27)
SMAN 3 Denpasar Perkuat Karakter Budaya dan Sains
Bali Post/025
SALAM - Kadisdikpora Bali Boy Jayawibawa bersama Kepala SMAN 3 Denpasar I.B. Sudirga, siswa dan alumni memberi salam Trisma di sela-sela HUT ke-43 SMAN 3 Denpasar. usia ke-43 SMAN 3 Denpasar sudah berada dalam posisi mapan. Hal ini dibuktikan anak-anak Trisma eksis dalam karakter sejak sekolah ini didirikan dan maju dalam sains. Makanya san-
Menggeliatkan Minat Petani Bali
gat pas Trisma memperkuat dua karakter tersebut, guna menghadapi era 4.0. ‘’Ini semua juga berkat guru-guru Trisma,’’ tegas pejabat yang juga alumni SMAN 3 Denpasar. (025)
Kembangkan Pasar Tematik hingga Terapkan Teknologi
Made Sutama
Bali Post/dok
Berbicara sektor pertanian dan permasalahannya tentu tidak akan pernah habis. Menggeliatkan minat petani di Bali merupakan suatu tantangan ke depan di tengah makin menyusutnya jumlah petani dan lahannya dari tahun ke tahun. Lahan pertanian Bali yang luasnya 60 persen dari luas daratan masih mempunyai potensi yang layak dikembangkan. Hal ini seiring arah pembangunan pertanian yang tergantung kebijakan penguasa. Menurut Dekan Fakultas Pertanian Universtas Udayana, Dr. I Nyoman Gede Ustriyana, kedatangan Kementerian Pertanian beber-
apa waktu lalu merupakan sebuah apresiasi positif. Hal itu sebagai simbol negara mendukung pertanian dan terobosan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali lewat Pergub 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Sekarang, lanjutnya, tinggal implementasi dari kebijakan tersebut. Salah satunya adalah pengembangan pasar tematik. ‘’Setiap wisatawan, investor, dan suplayer yang datang bisa langsung datang ke pasar tersebut untuk mencari pasar buah, pasar sayur, dan lainnya, jelasnya.
Sentra pertanian yang dahulu berada di kelompok–kelompok kini perlu dikembangkan di kecamatan, sehingga cakupan unitnya menjadi lebih luas. “Hal ini juga sinergis dengan kebijakan BPP sebagai pusat pertanian suatu wilayah,” ujar Ustriyana. Di samping masalah pasar, di bidang teknologi pertanian juga wajib dikembangkan. Hal ini untuk menarik minat petani milenial. Pengembangan pertanian ke depan adalah pengembangan pertanian yang didominasi teknologi. Traktor, drone, dan lainnya disesuaikan dengan pola kehidupan masyarakat milenial.
‘’Sekarang lebih ke teknologi digital sehingga minat petani muda terhadap sektor pertanian bisa bertahan. Terlebih lagi dalam hal pendekatan budaya, petani kita mampu menerimanya. Seperti tidak ada keharusan di sawah membajak hanya menggunakan sapi. Tapi kajiannya menyatakan traktor diterima dengan baik,’’ t a m bahnya. (dar)
Sabtu Pon, 18 Januari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Jangan Ragu Dalam Memberantas Korupsi DALAM satu minggu terakhir ini, ramai diperbincangkan di media massa dan media sosial tentang korupsi atau upaya penyogokan dari oknum partai politik yang mempunyai keterkaitan dengan PDI Perjuangan. Juga ramai diperbincangkan soal sikap KPK terhadap kasus ini. Pendapat terbelah, di satu sisi memberikan apresiasi terhadap kinerja KPK karena sebelumnya diragukan keberaniannya untuk bertindak. Tetapi pada pihak lain, ada juga yang mencibir apakah akan berani melakukan tindakan tegas dan menyeluruh mengingat disinyalir ada tokoh besar yang terlibat. Kita bukan tidak optimis dengan langkah yang dilakukan oleh KPK. Tetapi apa pun yang terjadi, pengusutan harus tuntas dilakukan. Tidak bisa lain. Jika mengatakan pemberantasan korupsi ini merupakan amanat reformasi, itu sudah klasik dan amat politis sifatnya. Ada atau tidak ada reformasi, sudah menjadi kewajiban kita memberantas korupsi. Siapa pun pemerintah yang berkuasa di Indonesia, korupsi harus diberantas. Kekayaan negara hilang sebagian karena dikorupsi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, orang-orang yang tidak bekerja tetapi menikmati kekayaan rakyat Indonesia. Sesungguhnya kalau mau jujur, Indonesia sudah berhasil menekan korupi itu. Hanya masih belum jelas, sampai pada tingkat mana keberhasilan tersebut. Di instansi negara dan pemerintah hal ini sudah kelihatan. Bahkan ada yang mengatakan bahwa semakin murahnya tanah di Bali sekarang disebabkan oleh keberhasilan pemerintah menekan angka korupsi. Entah benar atau salah, tanah di Bali dulu banyak terjual sebagai akibat dari banyaknya korupsi dan kemudian dibelikan tanah di Bali. Maka, dengan keberhasilan menekan angka korupsi tersebut seharusnya menjadi pemicu semangat negara dan penegak hukum untuk terus bertindak untuk menekan korupsi. Rakyat mempunyai rasa gembira atas keberhasilan itu. Paling tidak untuk mengurus administrasi di kecamatan atau di kelurahan, tidak perlu lagi mengurus uang saku. Maka, ketika ada oknum partai politik, apalagi PDI Perjuangan yang memegang kendali pemerintahan di Indonesia, haruslah ada keberanian dari pemerintah dan tentu saja KPK untuk melakukan tindakan. Langkah ini penting untuk memberikan pesan kepada rakyat dan kader partai lain di Indonesia. Terdengar berita bahwa ada tokoh partai itu yang juga disebut-sebut. Tetapi yang paling bagus adalah tindakan untuk memeriksanya dan membuktikannya di pengadilan. Ini merupakan langkah yang paling positif dan bermanfaat. Dalam hal partai terbesar kena sorotan, pasti banyak anggota masyarakat yang melihat dan menyimak. Dan itulah cara terbaik untuk menyosialisasikan cara pemberantasan korupsi di Indonesia. Tentu saja juga menjadi pelajaran bagi partai politik terhadap kasus ini. Lagi-lagi harus dikatakan bahwa partai itu memiliki standar kejujuran dalam berpolitik. Jadi, haruslah jujur dan memberikan hak kepada yang bersangkutan untuk menjadi anggota legislatif. Tidak boleh lagi ada rekayasa. Konon di PDI Perjuangan, cuitan tentang upaya penyogokan ini datang dari keinginan untuk memilih kader yang mendapat suara yang jauh lebih rendah untuk menjadi anggota legislatif. Padahal KPU sudah mempunyai ketentuan hukum untuk melakukan pergantian.
Partai Politik, Suap dan Pembangunan Demokrasi Anggota partai politik kembali tersoroti dalam kasus upaya penyogokan atau kecenderungan korupsi. Tidak tanggung-tanggung, itu menyangkut partai politik terbesar di Indonesia, PDI Perjuangan. Disinyalir salah seorang pentolan partai ini ikut terlibat, bahkan mungkin lebih dari itu. Pentolan partai itu sudah menyatakan bersedia untuk diperiksa juga oleh KPK. Mungkin saja ini merupakan kasus berantai, atau mungkin juga terjadi pemerasan yang saling berantai, entah dari sisi mana pemerasan itu terjadi. Singkatnya ada oknum di dalam partai itu yang selalu merasa kekurangan kuasa.
Oleh GPB Suka Arjawa adi, hingga saat ini partai politik masih belum mampu menghilangkan d irinya d ari ko rupsi atau tindakan KKN lainnya. Padahal partai juga yang sering berkoar-koar untuk melakukan pemberantasan korupsi. Dalam hal PDI Perjuangan yang kadernya disebutsebut tersangkut korupsi itu, haruslah segera sadar bahwa kader partai inilah di awal reformasi yang banyak berkoarkoar tentang pemberantasan korupsi. Menjadi anggota partai haruslah diingat, sifatnya sementara saja. Apalagi dalam kasus yang melibatkan kader PDI Perjuangan ini, ada upaya menggolkan calon yang mendapat suara lebih rendah untuk mengisi jabatan pengganti antar-waktu anggota DPR yang meninggal dunia. Selisih suara yang didapatkan juga jauh sekali, lebih dari 30 ribu suara. Konon upaya pengalihan pemilihan itu merupakan rahasia dapur partai. Padahal KPU telah memberikan keputusan untuk mengangkat anggota partai yang mendapat suara lebih banyak itu menjadi pengganti antar-waktu. Ini sesuai dengan ketentuan yang ada. Inilah persoalan kepartaian di Indonesia. Dalam konteks perkembangan politik dan demokrasi di Indonesia, tidak ada yang mengalahkan kita di Asia untuk urusan partai politik dan pemerintahan ini. Partai
mempunyai peran yang sangat besar dalam menentukan tingkat demokrasi dan keterwakilan politik di Indonesia. Sistem politik (dan hukum) yang memberikan keleluasaan banyak partai untuk terlibat dalam pemilihan umum, merupakan sistem politik yang dewasa dan berani. Hanya dengan kedewasaan berpikir dan bersikaplah, sistem negara itu mampu menerima berbagai pendapat dan kritik dari partai politik. Di sini, partai adalah komunitas kritis yang mempunyai berbagai pandangan sesuai dengan konstituens dan ideologinya. Bayangkan, jika partai politik itu lebih dari 15 partai. Itu berarti telah ada mekanisme sosial, politik dan budaya yang mampu menyelesaikan. Inilah kedewasaan politik dan keberanian dari Indonesia. Dan intisari dari segala perdebatan partai inilah yang akan menentukan kualitas demokrasi Indonesia. Sebagai negara yang mempunyai ratusan suku dengan latar budaya berbeda, partai politik dapat membantu Indonesia untuk lebih dewasa memahami perbedaan itu. Artinya pada tingkat keanggotaan, suku dan kelompok budaya dapat memilih partai tertentu untuk memperjuangkan kepentingannya pada tingkat nasional. Kalaupun kemudian berbagai suku itu, saling mempunyai anggota di berbagai partai politik, itu juga bagus karena
S URAT PEMBACA Usul Pemindahan Patung Bung Karno Kota Tabanan kini memiliki taman kota yang diberi nama Taman Kota Bung Karno. Sehubungan dengan itu, menurut saya pribadi, patung Bung Karno yang ada di simpang empat Desa Kediri, Tabanan sebaiknya dipindahkan ke Taman Bung
mampu mengomunikasikan perjuangan pada lebih banyak partai. Dengan peran partai seperti itu, sesungguhnya partai politik mempunyai peran yang besar dalam mengembangkan demokrasi, menjalankan pemerintahan dan juga membentuk karakter warga negara Indonesia, sekarang dan masa mendatang. Karakter sosial dapat muncul dari sikap saling menerima (misalnya), rukun, dan rasional yang diperlihatkan oleh partai politik. Partai pun, dengan demikian, mampu memberikan sumbangan nilai sosial positif kepada masyarakat. Bahkan pada tingkat yang lembut, yaitu penerimaan perbedaan pendapat. Tetapi bagaimana apabila partai politik justru mempunyai karakter sebaliknya? Dalam hal sistem ketatanegaraan, partai yang korupsi sudah jelas tidak akan memberikan contoh kepada masyarakat dan menjadi objek kebencian dari masyarakat. Meski demikian, yang harus dilihat dan dipikirkan oleh partai politik adalah objek kebencian ini. Kalimat ini mungkin kasar, tetapi harus diperhatikan sejak awal. Fenomena ini akan mampu membuat stres masyarakat, tetapi berada pada lingkaran tertekan dan kebingungan. Lama-mala, apabila kondisi ini dibiarkan, pasti akan membuat ‘’revolusi’’ sosial kepada partai itu sendiri.
Tahap pertama dari adaya korupsi partai, apalagi digerakkan oleh para elite misalnya, pasti akan mendapat kekecewaan dari pendukung. Kekecewaan ini akan hidup atau dihidupkan lagi di partai bersangkutan sampai ke cabang-cabangnya. Penghidupan dari kekecewaan itu, tidak lepas dari persaingan internal partai politik. Partai politik di Indonesia kental dengan persaingan internal, yang pada zaman Orde Baru dikenal dengan faksi. Setiap faksi mempunyai tokoh dengan beberapa elite yang melingkari tokoh ini. Faksi partai ini bertumbuh di pusat tetapi menyebar dan mempunyai akar sampai ke daerah-daerah. Tokoh dan eliteya akan mengembuskan ketidaksukaan (kebencian) itu, dan berpotensi sampai ke akar rumput. Jika telah sampai ke akar rumput, secara teritorial sebenarnya kekuatan partai itu sudah pecah. Inilah proyeksi partai jika para elitenya suka korupsi atau mendorong untuk terjadinya korupsi. Tahap kedua, partai yang sudah terfragmentasi oleh faksi dan itu menjalar sampai ke daerah, akan memunculkan korupsi tingkat kedua, yang celakanya akan melibatkan tokoh di daerah. Faksionalisasi partai yang sampai ke daerah itu, pasti menimbulkan kerugian tingkat nasional. Artinya, apabila diadu untuk pemilu nasional secara jujur sesungguhnya partai itu telah lemah. Tetapi, kepentingan nasional akan membuat ada keinginan atau tindakan suap-menyuap oleh tokoh daerah kepada tokoh masyarakat atau kepada masyarakat, agar kompak demi kepentingan nasional. Bukan tidak mungkin misalnya partai menyuap tokoh masyarakat agar mampu memenangkan partainya. Atau para tokoh saling suap agar untuk sementara menghilangkan perbedaan pendapat demi kepentingan Jakarta. Entah untuk kepentingan negara
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Karno tersebut. Memang dulu pernah terjadi gejolak sebagian warga Tabanan ada yang pro dan kontra dengan pemajangan patung Bung Karno. Menurut saya sebaiknya kembalikan patung Wisnu Murti ditempatkan di simpang empat tersebut dan patung Bung Karno pindahkan ke taman yang lokasinya sebelah timur Gedung Budaya Ketut Maria itu.
Dulu saat kampanye Pilkada Tabanan saya ingat betul janji salah satu kandidat jika dia terpilih jadi bupati Tabanan maka patung Bung Karno itu akan dipindah ke lokasi yang baru dan akan diganti kembali dengan patung Wisnu Murti yang pernah ada di simpang empat tersebut. Nanti seandainya Ibu Eka diganti maka penggantinya beranikah
memindahkan patung Bung Karno itu? Kita tunggu reaksinya. Patung Bung Karno di simpang empat Kediri, Tabanan itu memang menurut saya cocok dipajang di taman kota Tabanan. Apalagi taman tersebut namanya Taman Bung Karno.
atau tokoh tertentu di Jakarta. Tahap ketiga, apabila ternyata rakyat tetap menentang suap-suapan itu, maka sesungguhnya itulah bentuk ‘’revolusi’’ penentangan rakyat kepada partai yang bersangkutan. Apabila penentangan ini terus terjadi, bisa jadi tukang pukul partai akan turun tangan untuk memaksa rakyat memilih partai bersangkutan. Inilah kondisi paling nista dari partai yang sampai menurunkan tukang pukul yang hanya mengandalkan otot tanpa menggunakan rasa dan otak. Jika rakyat tetap menolak, akan muncul konflik secara sporadis menentang partai yang bersikap dan bersifat seperti itu. Maka, hati-hatilah partai politik bersikap. Di Iran, rakyat yang sebelumnya selalu menghormati pemimpin negara, tetapi ketidakpuasan atas tertembaknya pesawat Ukraina, justru turun ke jalan untuk menentang pemimpinnya itu. Penulis, sataf pengajar FISIP Universitas Udayana
POJOK Alih fungsi lahan pertanian di Bali semakin tinggi. - Ini bahaya besar. *** Bali waspada virus Corona yang muncul di China. - Bahaya pariwisata. *** Jangan ada toleransi bagi pelanggar jalur hijau. - Bahaya lingkungan.
W.Beratha Yasa Kapal, Badung
Pendidikan
SMPN 3 Denpasar Boyong Piala Juara Umum I HUT Ke-43 Trisma SMPN 3 Denpasar alias Spentri dikenal sebagai gudangnya siswa cerdas dan berprestasi. Ini juga berkat manajemen kepemimpinan berintegritas yang diterapkan Kepala Sekolah I Wayan Murdana, S.Pd., M.PSi. yang memberi ruang bagi siswa mengembangkan potensi dirinya. Di awal tahun ajaran baru 2020, anak-anak SMPN 3 Denpasar mengukir prestasi luar biasa yakni memboyong piala tetap juara umum I HUT ke-43 SMAN 3 Denpasar (Trisma). Kepala SMPN 3 Denpasar Wayan Murdana sambil tersenyum menerima piala kebanggaan tersebut di hari istimewa. Dikatakan istimewa karena piala langsung diserahkan Kadisdikpora Bali Dr. N.K. Jayawibawa, M.Si. didampingi Kepala SMAN 3 Denpasar Ida Bagus Sudirga saat puncak HUT ke-43 SMAN 3 Denpasar, Jumat (17/1) kemarin. Di ajang ini anak-anak Spentri meraih juara I lomba mewirama berpasangan, juara II mewirama berpasangan, juara III basket ball, juara II makendang tunggal dan memborong tiga medali emas dan satu perak di lomba penelitian sains dan humaniora. Sementara siswa Spentri lainnya juga
banyak mengukir prestasi pemuncak di akademik dan non-akademik di Bali, tingkat nasional hingga internasional. Total 68 prestasi pemuncak diajukan sekolah ini ke Pemkot Denpasar guna mendapatkan penghargaan dari Wali Kota. Prestasi itu di antaranya juara I dan III lomba cerdas cermat SMP se- Bali, juara I lomba story telling. Juara I nasional dalam bidang sosiologi, meraih satu perak dan dua perunggu tingkat nasional di lomba Kompetisi Matematika Nalana Realistik dan juara III Olimpiade Fisika. Sementara ajang internasional, tim LKTI Spentri meraih emas dan perunggu di Thailand, perak di Singapura dan empat emas di Indonesia. Sementara bidang olahraga siswanya meraih juara I dan II nasional renang gaya bebas estafet kualifikasi PON XX Papua. Pada renang siswanya juga juara I dan II gaya bebas, gaya dada dan gaya punggung. Sedangkan di budaya meraih juara I nasional Festival Akustik dan juara I busana adat ke pura. Kepala SMPN 3 Denpasar Wayan Murdana didampingi Wakasek Kurikulum Ni Ketut Simiasih, S.Pd., M.Pd., Drs. Ketut Widia, M.Pd., Waka Kesiswaan
Ni Wayan Sri Wahyuni, S.Pd., Wayan Sri Dana, S.Pd., Waka Humas Ni Putu Suastini, S.Pd., M.Pd., Ni Nengah Sujani, S.Pd., M.Pd., dan Waka Sarpras Drs. Dewa Putu Puja dan Ketut Budiarta, S.Pd., M.Pd. berterima kasih kepada siswa dan guru pembinanya yang intens menyiapkan siswa mengikuti lomba. Peningkatan prestasi, katanya, menjadi yang utama dan pertama. Di samping juga meningkatkan karakter siswa. Konsep pendidikan di Spentri yakni kompetitif. Tanpa ada lomba kita tak bisa mengukur kompetensi siswa. Untuk itu siswa diberi kesempatan mengikuti semua event di dalam dan di luar negeri. Hal ini dibuktikan sejumlah siswanya meraih emas, perak dan perunggu di luar negeri. Apa yang dilakukan Murdana ini guna mengimplementasikan visi sekolah ‘’Peningkatan prestasi internasional, berbudaya lingkungan dan beraklhak mulia’’. Ketua Komite Spentri I Nyoman Badra, S.H. mengaku pas apa yang dilakukan Kasek Murdana guna mengasah kecerdasan intelektual, sosial dan spiritual anak didiknya. Sebab, di era global kita tak hanya memerlukan SDM cerdas namun juga berkarakter. (ad421)
JUARA UMUM - Kadisdikpora Bali Boy Jayawibawa didampingi I.B. Sudirga menyerahkan piala juara umum I kepada Kepala SMPN 3 Denpasar Wayan Murdana.
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaktur Eksekutif: Parwata Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Pon, 18 Januari 2020
41 Kendaraan Dinas Pemkab Dilelang
Tabanan (Bali Post) Kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten Tabanan yang tersebar di tiaptiap OPD banyak yang mangkrak. Pasalnya, kendaraan itu dalam kondisi rusak berat. Tidak hanya kendaraan roda dua, kendaraan roda empat pun mengalami nasib sama. Dari data bidang aset Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) per 31 Desember 2019, setidaknya ada 1.298 unit aset kendaraan dinas yang tersebar di masingmasing OPD. Rinciannya, 1.042 roda dua dan 256 unit roda empat. Namun dari total kendaraan dinas tersebut, 41 unit di antaranya tak lagi dioperasionalkan akibat rusak berat. Dengan rincian 35 kendaraan roda dua dan 6 kendaraan roda empat. Kendaraan itu sekarang tidak difungsikan alias mangkrak. Nah, sejumlah 41 kendaraan aset milik Pemkab Tabanan itu lah yang akan dilakukan proses lelang. “Sistem lelangnya nanti kita libatkan KPKNL seb-
agai mitra lembaga dalam proses lelang,’’ terang Kepala Bakeuda Tabanan, Dewa Ayu Sri Budiarti, didampingi Kepala Bidang Aset, Jumat (17/1) kemarin. Menurutnya, ribuan kendaraan yang akan dilelang ini sudah memasuki batas maksimal usia pakai. Dimana dari 41 kendaraan khususnya roda dua, rata-rata tahun produksi 90-an. “Tentunya siapa saja setelah dibuka KPKNL bisa ikut proses lelang yang dilakukan secara online tersebut,” ujar Dewa Ayu Sri Budiarti. Bakeuda, kata Sri Budiarti, sesuai Permendagri hanya bertugas sebagai pembantu penata usaha barang milik daerah. Sekretaris Daerah (Setda) selaku pengelola barang milik daerah, pimpinan daerah (Bupati) selaku pemilik barang milik daerah, dan Kepala OPD selaku pengguna barang milik daerah. “Artinya, kepala OPD selaku pengguna barang harus bertanggung jawab terhadap seluruh aset yang ada di
OPD itu, baik aset bergerak ataupun aset tidak bergerak,” terangnya sembari menambahkan, usulan penghapusan aset kendaraan dengan mekanisme pelelangan memang dari OPD bersangkutan. “Aset ini nantinya apakah dimanfaatkan atau dihapuskan. Hal itu sesuai usulan Kepala OPD terkait. Jika diusulkan penghapusan, baru akan kami proses administrasinya. Kemudian kami bekerja sama dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang tugasnya menilai harga aset tersebut. Kemudian barulah proses lelang diserahkan ke KPKNL yang punya kewenangan,” terangnya. Setelah ada proses lelang dan ada pemenangnya, dari pihak penyelenggara lelang, nantinya disetorkan ke kas daerah melalui nomor rekening kas daerah. “Risalah lelang inilah yang nantinya menjadi dokumen kami bahwa proses lelang sudah berjalan. Nilainya sudah masuk ke kas daerah,” pungkasnya. (kmb28)
PEREKAMAN - Tidak hanya di kantor, layanan administrasi kependudukan khususnya perekaman e-KTP juga digelar saat ada momen tertentu dari pemerintah.
17 Ribu Lebih Warga Kantongi Suket Senin, 4.000 Blangko E-KTP Datang Tabanan (Bali Post) Sebanyak 17.462 warga Tabanan hingga kini belum mengantongi e-KTP, walau mereka sudah melakukan perekaman data. Alasannya masih sama, yakni keterbatasan jatah blangko e-KTP yang didapat dari pemerintah pusat. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tabanan I G.A. Rai Dwipayana menjelaskan, kondisi seperti itu sebetulnya tidak hanya terjadi di Kabupaten Tabanan, melainkan hampir di seluruh daerah secara nasional. “Kewenangan pemberian keping e-KTP diatur dari pusat. Pembagian selama ini sifatnya terbatas. Kita di Disdukcapil yang mengatur,” terangnya, Jumat (17/1) kemarin.
KENDARAAN MANGKRAK - Sejumlah kendaraan dinas mangkrak milik Pemkab Tabanan di salah satu OPD.
Desa Nyambu Batasi Wisatawan Tak Ingin Ubah Drastis Tatanan Kehidupan Warga POTENSI alam dan wisata yang dimiliki Kabupaten Tabanan diharapkan bisa menjadi andalan, sehingga pada akhirnya bisa mengangkat taraf hidup masyarakat. Apalagi di era ilmu teknologi semakin maju dewasa ini, banyak cara dan strategi bisa dijadikan solusi mengangkat potensi wisata di suatu daerah. Salah satunya di Tabanan adalah Desa Wisata Ekologi (DWE) Nyambu yang ada di Kecamatan Kediri. Lalu bagaimanakah sesungguhnya ekspektasi pihak DWE mengundang wisatawan ke Desa Nyambu? Meski sudah mulai dilirik wisatawan domestik maupun mancanegara, DWE Nyambu rupanya masih memiliki segudang potensi alam yang belum tergali optimal. Pihak pengelola berharap pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pariwisata (Dispar) bisa membantu pengoptimalan potensi yang ada. Seperti keberadaan hutan monyet dan sejumlah tempat yang memiliki view bagus. Daerah itu masih bisa dikelola sehingga menarik jadi tempat kunjungan wisatawan. Pengelola DWE Nyambu, I Wayan Gede Eka Sudiartha, mengatakan untuk pengembangan potensi masih terganjal pendanaan. Sampai saat ini yang bisa ‘dijual’ hanyalah potensi alam dengan kearifan budaya lokal desa setempat selain situs pura. Desa Nyambu sendiri memiliki 67 pura yang tersebar dari ujung desa sampai ujung utara desa atau dari Banjar Carik Padang hingga Banjar Dukuh. Desa Nyambu juga didukung sebaran sawah yang mencapai 348,7 hektar. Bahkan di sana terdapat 22 sumber mata air. Satu di antaranya sudah dimanfaatkan pemerintah Kabupaten Tabanan sebagai sumber air PDAM, dan sisanya belum dikelola maksimal. Dikatakannya, DWE Nyambu yang di-launching Bupati Tabanan pada April 2016 sebagai Nyambu Ecotourism menitikberatkan pada lingkungan. Dengan harapan bisa menjadi benteng menjaga kelestarian desa. Salah satunya tidak membangun vila untuk wisatawan yang datang. Melainkan melatih penduduk yang punya kamar memadai, bisa disewakan kepada wisatawan. Target kunjungan wisatawan, pihak pengelola lebih memilih membatasi jumlah kunjungan yakni 15-20 orang per bulan. Itu artinya tidak sekadar jor-joran. Pembatasan jumlah kunjungan dilakukan dengan pertimbangan tidak ingin pariwisata secara drastis mengubah tatanan kehidupan penduduk di Desa Nyambu. Sebab, Nyambu Ecotourism memanfaatkan fasilitas adat dan pertanian. Selain itu, ketika menerima tamu dengan jumlah sedikit, maka info yang disampaikan ke wisatawan bisa mudah tersampaikan. “Sedikitnya jumlah pengunjung maka informasi akan tersam-
paikan dengan baik, kami ingin sharing budaya dan kehidupan di desa yang sebenarnya,” terangnya, Kamis (16/1). DEW Nyambu, dikatakannya, menawarkan tiga paket wisata, yakni susur sepeda, susur sawah, dan juga susur budaya. Paket susur sawah, pengunjung akan diajak menyusuri areal persawahan Desa Nyambu yang luasnya meliputi 60 persen dari luas desa, sembari diceritakan bagaimana kearifan lokal yang masih dijaga erat oleh warga setempat. Susur budaya, pengunjung diajak menyelami budaya yang dimiliki. Mulai dari melihat rumah Bali dengan segala filosofinya. Selain itu, pura-pura bersejarah yang ada di Desa Wisata Nyambu. “Ada pura yang dibangun sebelum abad ke-11. Abad ke-15 pun ada.
Yang paling tua ada pura abad ke-8,” jelas Gede Sugiartha. Perbekel Desa Nyambu, Nyoman Biasa, mengatakan upaya menjaga kawasan desa itu agar tetap lestari di tengah kemungkinan ancaman pembangunan perumahan dikuatkan dengan tata ruang desa, dimana di Desa Nyambu itu tidak dikeluarkan izin perumahan, termasuk pula di Desa Kaba-Kaba. Pihaknya berharap ke depan terus pengembangan potensi yang ada, karena selama ini sudah mampu berkontribusi pada pendapatan desa. “Itu tercermin dari laporan pertanggung jawaban terakhir Musdes. Pengelolaan desa wisata ini mampu berkontribusi pada desa, bahkan menyumbang laba mencapai Rp10 juta per tahun,” pungkasnya. (bit)
KEARIFAN LOKAL - Wisatawan tengah belajar tentang budaya dan kearifan lokal di Desa Wisata Nyambu.
Meskipun masih mengantongi surat keterangan (Suket) pengganti e-KTP, Rai Dwipayana menegaskan, suket itu tetap memiliki kekuatan hukum yang sama dengan e-KTP. Bedanya hanya masa berlaku Suket tidak seumur hidup. Sebab, Suket harus diperpanjang setiap enam bulan sekali. “Sebenarnya masyarakat harus paham, fungsi Suket ini sama dengan KTP, karena yang dipentingkan adalah NIK nya. Kebanyakan warga tidak percaya diri memba-
wa lampiran kertas padahal fungsinya sama,” ucapnya. Untuk penerbitan keping e-KTP, dikatakan Rai Dwipayana sampai saat ini terus berproses. Bahkan 500 keping blangko e-KTP belum lama ini sudah hampir habis. “Rencananya Senin depan kami dapat lagi 4.000 keping. Semua pasti tuntas, namun kami mohon warga bersabar,” terangnya. Terkait ketersediaan keping blangko e-KTP, dikatakan Rai Dwipayana, sesuai Permendagri nomor
99/2019, salah satunya mengatur tentang diperbolehkannya daerah menghibahkan dananya untuk pembelian keping ke pusat. “Sekarang tergantung daerah, bagi yang maju dengan PAD tinggi tentu tidak masalah,” terangnya. Sejauh ini jajarannya sudah bekerja dan bertugas maksimal untuk bisa memberikan layanan terbaik pada masyarakat. Bahkan sejumlah terbosan untuk administrasi kependudukan sudah banyak ditelorkan. “Kami
juga akan buat terobosan baru lagi untuk mengurangi antrean. Dan warga agar bisa mendapatkan layanan cepat,” terangnya. Ditemui terpisah, salah satu warga yang masih mengantongi Suket mengakui penggunaan surat keterangan itu sebenarnya sama dengan KTP. Hanya, surat keterangan itu rentan robek karena hanya berbentuk surat. Surat itu juga terbatas masanya. Sebab, hanya berlaku enam bulan. Karena itu harus diperpanjang kembali jika nanti masa berlakunya habis. Ia berharap bisa mendapat keping e-KTP, karena dianggap lebih efektif berbentuk kartu. Selain itu, tidak harus memperpanjang seperti halnya surat keterangan. Pasalnya, e-KTP yang baru berlaku seumur hidup. (kmb28)
Ditetapkan, Komposisi Baru Pimpinan Fraksi PDI-P dan AKD Tabanan (Bali Post) – Pengurus DPC PDI-P Tabanan telah memutuskan nama-nama pengganti posisi jabatan di fraksi dan alat kelengkapan dewan (AKD), pascapencopotan jabatan lima kader PDI-P Tabanan. DPRD Tabanan kemudian langsung menindaklanjuti dengan menggelar rapat paripurna penetapan alat kelengkapan dewan (AKD). Rapat paripurna dilangsungkan di ruang rapat kantor DPRD Tabanan, Jumat (17/1) kemarin. Setelah ditetapkan, kader-kader pengganti sudah resmi bertugas sejak ditetapkan kemarin. Rapat paripurna dengan tiga agenda itu dimulai pukul 12.30 Wita, dipimpin langsung Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga. Rapat dihadiri para anggota DPRD. Agenda yang dibahas yakni perubahan jadwal DPRD Tabanan Januari 2020, pengumuman perubahan pimpinan Fraksi PDI Perjuangan, dan laporan pergantian pimpinan komisikomisi DPRD Tabanan. Dikonfirmasi usai rapat, Dirga mengatakan, rapat kali ini menindaklanjuti perubahan struktural di fraksi dan AKD pascakelima kader yang sebelumnya menjabat posisi di AKD terkena sanksi indisipliner saat mengikuti Rakernas PDI-P di Jakarta, 10-12 Januari lalu. Surat resmi terkait penggantian kader
DPC PDI-P Tabanan sudah diterima DPRD Tabanan, Kamis (16/1) sore sekitar pukul 17.00 Wita. Selanjutnya, segera ditindaklanjuti dengan penetapan. “Jadi, sudah kita tetapkan. Artinya, yang menggantikan sudah mulai bertugas hari ini (Jumat kemarin - red),” terangnya. Terkait sanksi pencopotan jabatan pada lima kader PDI-P, Dirga meminta agar peristiwa itu bisa menjadi pengalaman sangat berarti. Karena itu diharapkan semua anggota bisa lebih meningkatkan rasa disiplin. Apalagi partai, lanjut Dirga, sudah menginstruksikan secara
tegas kepada seluruh kader agar disiplin. “Disiplin bagi partai adalah kunci kesuksesan, jadikan hal ini pengalaman,” tegasnya. Kepada lima orang kader yang menggantikan posisi di fraksi maupun di AKD diminta segera menyesuaikan diri dengan para anggota lainnya. Bekerja maksimal dan harus lebih banyak belajar. Apalagi empat di antaranya srikandi PDI-P dipilih sesuai kompetensi yang dimiliki. “Teruslah berinovasi dan tetap jalankan tupoksi tugas wakil rakyat dengan baik,” pungkasnya. Untuk diketahui, mereka
yang dicopot dari posisinya yakni I Wayan Widnyana (Regen) yang menjabat Wakil Ketua Komisi I digantikan Ni Made Dewi Trisnayanti. Selanjutnya I Made Suardika yang menjabat Wakil Ketua Fraksi PDI-P digantikan Ni Made Suryani, lalu I Wayan Sudiana (Gading) yang menjabat Sekretaris Komisi III DPRD digantikan Putu Yuni Widyadnyani, I Made Edi Wirawan yang menjabat Wakil Ketua Komisi II digantikan A.A. Sagung Ani Ariani, terakhir I Made Suarta yang menjabat Ketua Komisi IV digantikan I Gusti Komang Wastana. (kmb28)
RAPAT - Suasana rapat paripurna penetapan alat kelengkapan dewan (AKD) di ruang rapat kantor DPRD Tabanan, Jumat (17/1) kemarin.
Sabtu Pon, 18 Januari 2020
Optimalkan Penegakan Perda
Satu Desa Dikawal Satu Personel Satpol PP Gianyar (Bali Post) –
Satpol PP Gianyar kini berupaya mengoptimalkan penegakan peraturan daerah (perda) di wilayahnya. Upaya ini akan dilakukan dengan penempatan satu orang personel di masing-masing desa. Kasat Pol PP Gianyar I Made Watha mengungkapkan hal itu, Jumat (17/1) kemarin. Menurut Watha, penempatan personel Satpol PP di setiap desa ini hampir mirip dengan penugasan Babinsa/Bhabinkamtibmas yang ada di masing-masing desa. ‘’Kami tugaskan satu anggota di setiap desa. Bukan ngantornya di kantor desa, tapi yang bertanggung jawab atas desa bersangku-
tan,’’ ujarnya. Ia menambahkan, satu orang personel di masingmasing desa ini akan bertugas menyerap informasi terkait pelanggaran perda. Khususnya yang berkaitan dengan pelanggaran izin seperti izin vila, penginapan, dan pelanggaran izin lainnya. ‘’Menyerap
informasi terkait adanya indikasi pelanggaran perda,’’ tegasnya. Keberadaan Satpol PP di masing-masing desa, katanya, juga mempercepat pelayanan masyarakat. Misalnya ada warga yang mengeluh terkait keberadaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Selain menyerap
Bali Post/kmb35
PEMBACOKAN - Polisi dan warga mengamankan pelaku pembacokan asal NTT di Desa Seronggo, Gianyar, Jumat (17/1) kemarin.
Bacok Teman dengan Gunting
informasi terkait adanya pelanggaran perda, personel itu juga melakukan penertiban, seperti bangunan yang tanpa izin, vila, penginapan, dan tempat hiburan tanpa izin serta tidak menutup kemungkinan melakukan penanganan dan penangkapan ODGJ. ‘’Intinya segala sesuatu yang bisa mengganggu keamanan warga. Jadi, warga bisa lebih cepat melapor. Termasuk penertiban gepeng yang biasanya marak terjadi di daerah pariwisata Ubud,’’ katanya.
Watha menambahkan, pada setiap kecamatan juga sudah ditugaskan satu regu anggota Satpol PP, yang terdiri atas 10 personel. Jika terdapat kecamatan yang jumlah desanya lebih dari 10, maka akan dibantu oleh anggota yang lain di kecamatan yang desanya kurang dari 10. ‘’Rencananya kecamatan yang desanya kurang dari 10 kami akan tarik personelnya dan ditempatkan pada desa yang masih kosong,’’ katanya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Pemilihan perbekel (pilkel) serentak akan berlangsung di 29 desa di Kabupaten Gianyar, Minggu (19/1) besok. Berbagai persiapan sudah dirampungkan, hingga seratus ribu lebih daftar pemilih tetap (DPT) bisa menentukan pilihan untuk 77 calon perbekel. Sementara itu, aparat kepolisian juga akan ikut bergerak guna menjamin kondusivitas pelaksanaan pilkel. Kabid Bina Pemerintahan Desa I Wayan Gede Subayasa mengatakan, berbagai tahapan pilkel sudah dirampungkan, khususnya tahapan kampanye oleh 77 calon perbekel yang dirampungkan Rabu (15/1) lalu. Ditegaskan, 29 desa sudah siap menyelenggarakan pilkel. ‘’Semua desa sudah siap menyelenggarakan pilkel,’’ ujar Subayasa, Jumat (17/1) kemarin. Menurut Subayasa, terakhir pihaknya merampungkan pendataan DPT. Sebab, ada sedikit perubahan jum-
lah DPT dari pileg sebelumnya. Kini seratus ribu lebih warga yang mempunyai hak pilih dalam pilkel serentak kali ini juga sudah dirampungkan. ‘’Total DPT yang akan menggunakan hak pilih dalam pilkel serentak ini sebanyak 161.000 orang,’’ katanya. Subayasa menambahkan, seratus ribu lebih DPT itu akan menggunakan hak pilih di 359 tempat pemungutan suara (TPS) yang disiapkan di 29 desa. Sejumlah desa sudah mulai melakukan persiapan TPS, dipastikan Sabtu (18/1) hari ini seluruh TPS sudah fix. ‘’Kalau TPS unik belum ada info, nanti akan coba dicek,’’ ujarnya. Sebelumnya, Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana, S.IK., S.H., M.H. menyelenggarakan deklarasi damai dalam rangka menyatukan persepsi, khususnya untuk pelaksanaan pilkel serentak tahun ini yang diikuit 77 calon perbekel. ‘’Pilkel serentak ini wajib mengutamakan ke-
I Made Watha
Bali Post/kmb35
Besok, Pilkel Serentak di 29 Desa amanan dan ketertiban. Wajar apabila ada perbedaan pilihan, tapi ending-nya apa pun hasilnya wajib kita hormati bersama, karena kita punya tanggung jawab menjaga Gianyar tetap kondusif,’’ katanya mengingatkan. Adnyana menegaskan, kondusivitas masyarakat hendaknya menjadi prioritas utama dan harus tetap dipelihara. Terlebih dalam perhelatan politik cenderung dapat menimbulkan gesekan antarpendukung calon yang didasari cara berpolitik tidak sehat seperti black campaign, money politics, ujaran kebencian, hoax dan lainnya. ‘’Ini yang potensial menimbulkan keresahan, bahkan dapat menjadi konflik sosial. Untuk itu, kami dari kepolisian sangat mengharapkan peran serta dari semua pihak khususnya para calon perbekel untuk dapat berpolitik secara santun dan bermartabat sekaligus dapat memberikan pendidikan politik yang
baik kepada masyarakat,’’ ujarnya. Terkait potensi kerawanan, kata Adnyana, aparat kepolisian terus berupaya melakukan pencegahan potensi kerawanan. Ditegaskan, sampai saat ini di 29 desa yang menyelenggarakan pilkel masih kondusif. ‘’Kami terus menyelenggarakan kegiatan kepolisian, baik secara tertutup maupun terbuka mencegah potensi kerawanan, dan juga kita berharap pesta demokrasi berjalan dengan baik,’’ katanya. Adnyana menegaskan, pihaknya akan menggelar pola pengamanan di setiap TPS dengan menyiagakan satu personel polisi yang melakukan pengamanan. Di samping juga menyiapkan personel lain guna mengantisipasi kerawanan. ‘’Yang lain kita siapkan personel dukungan apabila ada kerawanan. Jumlah personel dari seluruh kekuatan Polres Gianyar dikerahkan dua pertiga untuk pengamanan pilkel,’’ tegasnya. (kmb35)
Pria Asal NTT Diamankan Polisi Gianyar (Bali Post) Orto Kopa Landu Mata dibacok menggunakan gunting oleh temannya, Abraham Nalle, Jumat (17/1) kemarin. Aksi ini terjadi di perumahan tempat pelaku dan korban tinggal di wilayah Desa Seronggo, Gianyar. Akibat kejadian itu, korban berusia 23 tahun itu harus dilarikan ke RSUD Sanjiwani. Sementara pelaku yang berasal dari NTT ini sudah diamankan oleh aparat Polsek Gianyar. Kapolsek Gianyar Kompol Ketut Suastika membenarkan pihaknya sudah mengamankan pelaku di Mapolsek Gianyar. Dikatakan, insiden ini terjadi di Perumahan Cabang Asri, Desa Se-
ronggo, Gianyar pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 Wita. “Pelaku dan korban ini saling kenal, bahkan mereka tinggal dalam satu perumahan,” kata Suastika, Jumat kemarin. Menurut Suastika, insiden itu terjadi di perumahan tempat pelaku dan korban tinggal. Kala itu Abraham tiba-tiba menyerang dan membacokkan gunting yang dibawanya ke arah mulut korban. Usai menjalankan aksinya, pelaku langsung kabur. “Usai menyerang pelaku lari ke rumah warga. Masih seputaran lokasi,” katanya. Sementara itu, korban yang mengalami luka pada bibir bawah sebelah kanan
berteriak minta tolong. Warga setempat langsung mendekat memberikan pertolongan, dan melarikan korban ke RSUD Sanjiwani Gianyar. “Korban dilarikan ke rumah sakit, sementra pelaku ditangkap oleh warga setempat kemudian diserahkan ke Mapolsek Gianyar,” katanya. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Mapolsek Gianyar, pelaku mengakui telah menyerang korban dengan alasan emosi sesaat. “Pelaku senang melihat HP milik korban dan ingin meminjam HP tersebut. Namun tidak diberikan oleh korban, sehingga pelaku marah dan langsung membacok korban,” kata Suastika. (kmb35)
Bali Post/kmb35
CALON PERBEKEL - Puluhan calon perbekel di Kabupaten Gianyar saat mengikuti deklarasi damai di Mapolres Gianyar, beberapa waktu lalu.
Penjambret Asal Jember Dibekuk Gianyar (Bali Post) Pelaku kasus penjambretan, Salim, dibekuk jajaran Unit Reskrim Polsek Sukawati, Kamis (16/1) malam. Pelaku berusia 36 tahun asal Jember ini menjambret dompet seorang perempuan yang melintas di traffic light di wilayah Desa Sukawati. Kini pelaku mendekam di sel tahanan Mapolsek Sukawati. Dikonfirmasi, Jumat (17/1) kemarin, Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Jaya Winangun mengatakan, penangkapan ini bermula dari laporan korban pada awal Januari
lalu. Kala itu, perempuan berusia 20 tahun asal Desa Ketewel, Sukawati ini bersama anaknya mengendarai motor hendak ke Pantai Purnama. ‘’Saat melintasi traffic light korban berhenti. Saat itulah pelaku datang dari arah belakang,’’ ujarnya. Menurut Jaya Winangun, pelaku yang datang dari arah belakang ini langsung mencabut kunci sepeda motor korban. Korban sontak terkejut dengan kejadian itu. ‘’Dalam kondisi motor korban mati, pelaku langsung mengambil dompet yang sebelumnya tersimpan di dashboard depan motor
korban,’’ katanya. Usai mengambil dompet yang berisi HP dan suratsurat penting itu, pelaku langsung kabur ke arah utara menuju Desa Batuan. Kejadian ini lantas dilaporkan ke Mapolsek Sukawati. ‘’Polisi yang menerima laporan ini langsung melakukan penyelidikan,’’ katanya. Jaya Winangun mengatakan, polisi yang memegang ciri-ciri pelaku akhirnya dengan cepat mendeteksi keberadaan penjambret asal Jember ini. Tidak mau kehilangan mangsa, polisi langsung membekuk pelaku pada Kamis malam.
‘’Pelaku kami tangkap di Jalan Raya Batuan,’’ tegasnya. Selama ini pelaku bekerja di perusahaan membuat kursi. Diduga karena melihat kesempatan, yakni korban yang berkendara dengan dompet di dashboard depan, pelaku lantas menjalankan aksinya. ‘’Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 364 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tiga bulan penjara. Pasal itu dipasangkan karena nominal kerugian Rp1 juta atau nilainya di bawah Rp2,5 juta,’’ ujar Jaya Winangun. (kmb35)
Bali Post/kmb35
LATIHAN - Kapolres Gianyar, AKBP I Dewa Made Adnyana, melakukan latihan bersama personel Dalmas Inti Polres Gianyar.
Kapolres Bentuk Kompi Dalmas Inti
Gianyar (Bali Post) Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana, S.IK., S.H, M.H. membentuk kompi Dalmas inti dalam rangka meningkatkan kemampuan individu maupun kelompok personel Polres Gianyar. ‘’Sebanyak 153 pesonel Polres Gianyar dari masing-masing bagian terbagi menjadi tiga pokok peleton Dalmas inti, satu regu tim raimas, satu regu negosiator, satu regu tim kawat berduri, dan dua
orang tim medis,’’ ujar Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana, Jumat (17/1) kemarin. Menurut Adnyana, pembentukan Kompi Dalmas Inti ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan setiap personel, khusunya kemampuan Dalmas. Pembentukan kompi Dalmas ini sewaktuwaktu akan diperlukan untuk pergeseran atau pergerakan dengan memerlukan jumlah personel besar. ‘’Salah
satu langkah antisipasi untuk pergerakan taktis,’’ ujarnya. Selain melaksanakan latihan, kata Adnyana, terbentuknya Dalmas inti ini bertujuan untuk meningkatkan fisik personel Polres Gianyar yang jarang memiliki kesempatan untuk berolahraga. ‘’Selain latihan Dalmas, akan dilaksanakan latihan fisik seperti lari untuk kebugaran masingmasing personel,’’ katanya. (kmb35)
PELAKU - Polisi menunjukkan pelaku kasus penjambretan.
Bali Post/ist
Sabtu Pon, 18 Januari 2020
Bupati Suwirta Berharap TOSS Center Segera Bisa Beroperasi USAI menghadiri Puncak Perayaan HUT Yayasan PR Saraswati Klungkung, Bupati I Nyoman Suwirta langsung mengunjungi bangunan (Tempat Olah Sampah Setempat) TOSS Center di Banjar Karang Dadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Jumat (17/1) kemarin. Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung serta jajarannya. Dalam kunjungan itu Bupati Nyoman Suwirta mengatakan masih banyak fasilitas-fasilitas pendukung yang harus dibangun guna mendukung TOSS Center. Sehingga nantinya TOSS Center ini benar-benar bisa digunakan sebagai tempat penuntasan sampah dan tempat edukasi tentang pengelolaan sampah. ‘’Saya sudah tugaskan
dinas terkait agar mengoptimalkan alat mesin yang ada di sini, baik itu piyeumisasi yang ringan-ringan maupun pengelolaan sampah lainnya,’’ ujar Bupati Suwirta. Lebih lanjut, Bupati Suwirta juga sudah menugaskan Kepala Dinas DLHP bersama jajarannya agar segera membuat skema tentang bangunan TOSS Center ini, terutama nama sampahnya, sampah organik maupun non-organik, agar terstruktur dengan baik. Sehingga tempat itu bisa menjadi terminalnya sampah plastik. ‘’Mari kuatkan rasa semangat yang tinggi untuk bersama-sama memerangi sampah, dan mengoptimalkan penanganan pengelolaan sampah dengan baik,’’ harap Bupati Suwirta. Selain itu, Bupati Suwirta berharap seluruh pegawai
yang bertugas di sana bisa selalu menjaga semangat kerja, dan memanfaatkan semua fasilitas yang ada dengan sebaik-baiknya. ‘’Melalui tempat TOSS Center ini, saya berharap nantinya bisa menuntaskan permasalahan sampah, khususnya sampah plastik. Dukungan dari masyarakat sangat diharapkan ikut berperan memerangi sampah di Kabupaten Klungkung,’’ pinta Bupati Suwirta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung, Anak Agung Ngurah Kirana, mengaku menyambut baik apa yang menjadi arahan Bupati Klungkung. ‘’Kita akan siapkan terlebih dahulu sesuai ketersediaan alat dan bahan yang ada. Contoh peyeumisasi kita akan kelola dengan baik,’’ ujar Kirana. (ad440)
GEMA TANSAPLAS - Bupati Suwirta saat memaparkan inovasi Gema Tansaplas di DLHP.
DLHP Diminta Kawal Gema Tansaplas Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung terus berupaya memerangi sampah plastik dengan berbagai upaya. Tak cukup hanya mareresik, sebagaimana program yang diinisiasi Pemprov Bali, Pemkab Klungkung membuat Gerakan Puputan Sampah Plastik atau Gema Tansaplas. Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung diminta Bupati Nyoman Suwirta mengawal gerakan ini, agar mampu membangun kesadaran seluruh elemen masyarakat.
PENGELOLAAN SAMPAH - Bupati Suwirta saat mengecek aktivitas pengolahan sampah di TOSS Center, Karangdadi, Kusamba.
Desa Akah Siapkan Jalur ’’ Trekking’’ Menuju Gua Panji Landung DESA-DESA di Kabupaten Klungkung cukup antusias menyambut era baru pariwisata dengan pengembangan desa wisata. Desa mulai aktif menggali dan menata potensinya untuk diperkenalkan agar dikunjungi wisatawan. Seperti Desa Akah, yang kini mulai serius menata desanya sebagai desa wisata. Pihak desa setempat menyiapkan jalur trekking dan sejumlah tempat menarik lainnya. Ditetapkan sebagai ikonnya adalah Gua Panji Landung. Apa kelebihan wisata Desa Akah dengan jalur trekking menuju ikon wisata Gua Panji Landung sebagai unggulannya? Guna mematangkan konsep desa wisata ini, Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta, melakukan penelusuran jalur trekking dan tempat yang akan dijadikan sebagai objek wisata, Jumat (17/1) kemarin. Wabup Made Kasta bersama Kepala Dinas Pariwisata Nengah Sukasta, Perbekel Desa Akah Nyoman Sujati, Ketua Kelompok Sadar Wisata Ketut Sukadana serta sejumlah warga, berjalan kaki dari Kantor Perbekel Desa Akah. Rute jalan kaki itu menyusuri jalur trekking sejauh sekitar tiga setengah kilometer yang di kanan dan kirinya dipenuhi persawahan. Rombongan menuruni lembah dan melintasi sungai hingga sampai di lokasi objek pertama, Gua Panji Landung yang ditetapkan sebagai ikon desa wisata Akah. Wabup Made Kasta mengatakan, Gua Panji Landung ini, sebagai tempat yang dianggap sakral dan angker bagi penduduk setempat. Gua Panji Landung memiliki kedalaman sekitar 10 meter. Sedangkan lebar pintu masuknya sekitar 3 meter. Gua Panji Landung itulah sebagai salah satu destinasi wisata spiritual. Karena itu, di sekitar gua itu akan ditata dan dibuatkan jalur supaya tempat ini menjadi lebih mudah diakses. Di sekitar gua juga terdapat tiga buah pancuran air yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Rute trekking tiba pada sebuah lahan yang terletak di sekitar aliran Sungai Unda. Wabup Made Kasta mengatakan, di lahan seluas sekitar 10 are ini, akan dibangun sebuah rumah makan. Dengan mengandalkan pemandangan Sungai Unda, diharapkan akan banyak wisatawan yang berkunjung menikmati hidangan di sana, sekaligus pemandangan alamnya. Tidak hanya itu, Wabup Made Kasta kembali menunjukan sebuah tempat spiritual yang akan dijadikan sebagai objek wisata spiritual, yakni Pura Beji Pasekan Desa Akah. Pura ini terletak di pinggir aliran Sungai Unda dan diperindah dengan sebuah pancuran yang mata airnya tidak pernah surut. ‘’Air di sana biasanya digunakan warga sebagai sarana upacara. Juga air itu dapat dikonsumsi,’’ katanya. Anggota Pokdarwis diminta
mulai bekerja menata objek yang akan dijadikan tempat wisata. Kadis Pariwisata Nengah Sukasta mengatakan, banyak hal yang masih harus dibenahi terkait pengembangan Desa Wisata Akah. Secara umum destinasi itu harus ditata lebih baik lagi, misalnya jalan setapak yang ada diperbaiki. Selain itu tempat parkir disiapkan, penyediaan suvenir, tempat kuliner dan utamanya kebersihan. Pihaknya mengaku sudah mengomunikasikan dengan Wabup Kasta yang juga
selaku tokoh desa setempat dan Ketua Pokdarwis. Tahun ini akan ada kucuran dana desa sebesar Rp400 juta yang rencananya digunakan menata kawasan ini. Selain dana, menurutnya yang tidak kalah penting dalam pengembangan Pokdarwis dan pembangunan desa wisata itu adalah peran masyarakat setempat. Warga harus aktif menggali potensi yang ada di desa bersangkutan. ‘’Gali dan perkenalkan, apa yang menarik di Desa Akah,’’ pintanya. (gik)
GUA PANJI LANDUNG - Rombongan saat tiba di Gua Panji Landung, salah satu ikon Desa Wisata Akah.
Bupati Suwirta menyampaikan hal itu, saat turun langsung ke DLHP Klungkung, Jumat (17/1) kemarin. Pada kesempatan itu, dia langsung menuangkan idenya untuk menciptakan salah satu inovasi memerangi sampah plastik, yakni Gema Tansaplas (Gerakan Puputan Sampah Plastik). Menurut Bupati Suwirta, dengan terciptanya inovasi Gema Tansaplas, nantinya bisa memberikan manfaat menuntaskan masalah sampah. ‘‘Semua harus berperan
memerangi sampah plastik melalui Gema Tansaplas ini, semua harus bergerak baik itu dari Dinas DLHP maupun komponen masyarakat,’’ tegasnya. Melalui inovasi Gema Tansaplas, Bupati mengajak seluruh masyarakat Klungkung bersama-sama memerangi sampah. Diawali dari rumah, kantor-kantor dan telajakan masing-masing. Bupati berharap melalui Gema Tansaplas, bisa memberantas masalah sampah plastik. Hal itu penting untuk tetap
menjaga ekosistem alam dan kelestarian lingkungan. Kepala DLHP Klungkung, A.A Ngurah Kirana, menyambut baik saran dan intruksi yang diberikan Bupati Suwirta. Pihaknya mengaku akan berupaya semaksimal mungkin mengawal inovasi ini. ‘‘Intinya semua komponen masyarakat harus benarbenar total memerangi sampah plastik. Dari hulu sampai hilir harus menerapkan secara penuh Pergub 97/2018, tentang PSP (Pengurangan
Sampah Plastik),’’ ujarnya. Bupati Suwirta menambahkan, pihaknya juga menyiapkan sejumlah metode lain. Salah satunya nepak kulkul bulus atau membunyikan kentongan serentak di seluruh desa. Agar warga kian tersadar, ada tanggung jawab besar menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman sampah itu, khususnya sampah plastik. Mau tidak mau sampah plastik itu harus ditangani bersama. ‘‘Ini sebagai salah satu bentuk gerakan serentak. Yang perlu diubah juga mindset masyarakat. Harus semua bergerak menangani sampah plastik. Apalagi, apapun jenis sampah plastik itu, sudah ada yang ngambil,’’ kata Bupati Suwirta. (kmb31)
Berbekal Banyak Label Nasional
PU-PRKP Ingin Jalan Lingkar Nusa Penida Terwujud Semarapura (Bali Post) demikian, berbagai predikat itu belum membuat pembangunan Sejak era kepemimpinan Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, infrastruktur di kecamatan kepulauan ini berjalan lebih gencar. wajah wilayah kepulauan Nusa Penida sudah jauh berubah. Dari ‘’Kami terus melakukan lobi ke pusat. Status-status nasional semula sebuah pulau sepi, kemudian berubah menjadi pulau yang itu adalah sesungguhnya menjadi bekal kami untuk menarik dipenuhi wisatawan. Sebagai upaya antisipasi jangka panjang, program pusat ke daerah. Salah satunya tentang rencana pemPemkab Klungkung sudah merencanakan pembangunan jalan bangunan jalan lingkar Nusa Penida itu,’’ kata Lesmana. lingkar guna mendukung mobilitas kendaraan wisatawan sejak beberapa tahun lalu. Namun, Kebutuhan Urgen Nusa Penida hingga memasuki tahun 2020, rencana jalan Menurutnya, status-status nasional ini semestinya juga menlingkar itu belum menunjukkan tandadukung apa yang sudah direncanakan pemerintah daerah. Itulah tanda terealisasi, meski kepulauan sebabnya, dia berharap pemerintah pusat agar tahun ini bisa Nusa Penida sudah mengantongi banmelihat lebih dekat kebutuhan urgen Nusa Penida, sebagai yak label daerah maupun nasional. pulau yang sedang berkembang pesat, agar benar-benar Kepala Dinas Pekerjaan Umum menjadi prioritas pembangunan nasional. Penataan Ruang dan Kawasan Pihaknya berharap jalan lingkar itu cepat bisa terePemukiman (PU-PRKP) Klungalisasi. Jangan sampai kondisi krodit lalu lintas terjadi, kung, A.A. Gde Lesmana, belum setelah wisatawan ramai. Hal itu justru memberikan lama ini mengakui banyaknya dampak negatif perkembangan pariwisata di Nusa label nasional itu, sejauh ini belum Penida. Daerah kepulaun itu ditarget memiliki jalan memperlihatkan dampak linier denlingkar sepanjang 30 km pada tahun 2021. Hal itu pentgan progres dukungan pusat terhadap ing untuk mendukung kegiatan pariwisata di wilayah program ke-PU-an di Nusa Penida. ini. Jalan lingkar itu direncanakan memiliki lebar 20 Padahal, melihat Nusa Penida yang meter, agar ke depan arus lalu lintas semakin lancar. sudah berkembang pesat berkat kerja Sebab, saat ini rata-rata luas jalan di Nusa Penida itu keras pemerintah daerah itu, seharusnya tidak lebih dari empat meter saja. sudah sangat layak pusat melihat itu secara Untuk merealisasikan jalan objektif. Sebagai suatu progres, Nusa Penida itu lingkar tersebut, selain melobi harus segera didukung infrastruktur memadai. pemerintah pusat, pihaknya Kenyataanya, Nusa Penida sudah sudah melakukan survei terhamengantongi banyak label. Sebut dap tanah-tanah milik negara saja sebagai Kawasan Pedesaan di sekitarnya, agar bisa dimanPrioritas Nasional (KPPN). faatkan sebagai alternatif jalan Kawasan pulau-pulau kecil lingkar tersebut. Pemkab masih yang merupakan Kawasan melihat tanah negara mana saja Strategis Tertentu (KST) yang bisa digunakan. khususnya di bidang pertah‘’Pemkab Klungkung sedang anan dan kedaulatan. Selain mendorong pusat, baik Kemenitu, juga sebagai Kawasan terian PU dan Kementerian Strategis Pariwisata Nasional Pariwisata mewujudkan jalan (KSPN), Kawasan Pulau Terlingkar Nusa Penida itu. Seluar, Kawasan Konservasi Perjauh ini sudah sampai di mana airan (KKP), Kawasan Pusat tindak lanjut proposal Pemkab Pembibitan Sapi Bali, dan KaKlungkung itu. Namun yang wasan Wisata Pengembangan pasti terus kami mengawalA.A. Gde Lesmana Energi Terbarukan. Namun nya,’’ katanya. (kmb31)
Sabtu Pon, 18 Januari 2020
Jelang Pilkada KPU Rekrut 40 Petugas PPK Amlapura (Bali Post) Berbagai persiapan terus dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem dalam mempersiapkan diri menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) September mendatang. Salah satunya, KPU melakukan perekrutan petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dimulai, Sabtu (18/1) hari ini. Ketua KPU Karangasem, I Gede Krisna Adi Widana, didampingi Divisi Sosialisasi Putu Deasy Natalia mengungkapkan, sebelum membuka pendaftaran perekrutan petugas PPK, pihaknya sebelumnya telah melakukan pengumuman pendaftaran yang dimulai pada tanggal 15-17 Januari. “Sedangkan untuk proses penerimaan berkas pendaftaran dimulai tanggal 18-24 Januari mendatang,” katanya. Krisna menambahkan, pada tanggal 25-27 Januari akan dilakukan proses penelitian administrasi. Sedangkan tanggal 28-29 Januari dilakukan pengumuman hasil penelitian administrasi, tanggal 30 Januari dilakukan seleksi tertulis, tanggal 31 Januari - 2 Februari penerimaan hasil seleksi tertulis, tanggal 3-5 Februari pengumuman hasil tes tertulis, tanggal 28 Januari-5 Februari tanggapan masyarakat tahap I, tanggal 8-10 Februari tes wawancara, tanggal 1521 Februari pengumuman hasil tes wawancara, tanggal 15-21 Februari tanggapan masyarakat tahap II, tanggal 22-24 Februari klarifikasi tanggapan ma-
syarakat tahap II, tanggal 25-26 Februari pengumuman pascaklarifikasi tahap II, dan tanggal 27 Februari pelantikan. Putu Deasy Natalia menambahkan, para pelamar minimal usianya 17 tahun ke atas. Pengambilan formulir pendaftaran bisa dilakukan di kantor camat masing-masing, serta bisa mendaftar melalui website KPU, yakni www.kpu-karangasemkab. go.id. Dikatakan, sejuah ini sudah ada 18 orang yang mengambil formulir. Yakni, lima orang di Kantor KPU Karangasem dan 13 orang di kecamatan. “Untuk pendaftarannya dilakukan di kantor KPU Karangasem. Persyaratan yang harus dibawa meliputi fotokopi KTP, fotokopi ijazah atau surat keterangan sedang menempuh pendidikan, surat keterangan sehat dari puskesmas atau rumah sakit, surat pernyataan, daftar riwayat hidup, dan pas foto ukuran 4x6 dua lembar,” katanya. Deasy Natalia mengatakan, pihaknya mencari 40 petugas PPK yang akan ditempatkan di masing-masing kecamatan menjelang Pilkada nanti. Di masingmasing kecamatan akan ditugaskan lima orang petugas PPK. “Petugas PPK ini bertugas membantu KPU di tingkat kecamatan dalam tahapan-tahapan di kecamatan, serta mengoordinir PPS dalam melaksanakan tugas-tugasnya di lapangan. SK tugas PPK ini berlaku mulai 1 Maret sampai 30 November 2020 mendatang,” tegasnya. (kmb41)
Rumah BCC akan Dibangun di Desa Besakih
Amlapura (Bali Post) Di Desa Besakih Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem bakal dibangun rumah Bali Caring Community (BCC). Pembangunan BCC ini dilakukan salah satu yayasan. Perbekel Besakih, I Wayan Benya, mengatakan hal itu, Jumat (17/1) kemarin. Menurut Benya, pembangunan rumah BCC itu akan memanfaatkan lahan milik salah seorang warga di Banjar Dinas Besakih Kawan. Dikatakan, pembangunan BCC ini bekerja sama dengan salah satu yayasan. Terkait rencana itu, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan bendesa adat dan tokoh lainnya. “Untuk dana pembangunan BCC dan yang lainnya, semuanya ditanggung oleh yayasan. Mulai dari banjar dinas maupun ke desa
adat dan kita dari pihak desa sangat mendukung dengan adanya pembangunan itu. Selama bantuan yang diberikan bermanfaat dan tidak menimbulkan dampak social, yakni kecemburuan,” katanya. Menurut Benya, rumah BCC ini nantinya diperuntukkan kegiatan belajar anakanak sesuai bakat yang dimiliki. Selain itu, BCC juga untuk pengembangan keterampilan sesuai potensi-potensi masyarakat yang ada di Desa Besakih. “Pembangunan rumah BCC ini bakal dilakukan Februari nanti. Untuk pengelolaan BCC, langsung oleh yayasan melalui para relawan yang ada di Desa Besakih. Kami berharap, lewat pembangunan BCC ini, nantinya setiap keterampilan yang dimiliki warga bisa dibina di sana,” ujarnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
RAPAT - Perbekel Desa Besakih I Wayan Benya, dan jajarannya saat melaksanakan rapat terkait renana pembangunan rumah BCC.
Pendidikan
ANTREAN – Antrean kendaraan pengangkut logistik di Pelabuhan Padangbai akibat adanya perbaikan Dermaga II.
Bali Post/kmb41
Dermaga II Diperbaiki
Antrean Kendaraan Pengangkut Logistik hingga ke Luar Pelabuhan Amlapura (Bali Post) -
Proses perbaikan Dermaga II Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan oleh pihak Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP). Kondisi itu mengakibatkan kendaraan pengangkut logistik menumpuk di areal pelabuhan. Bahkan, antrean kendaraan meluber hingga beberapa kilometer ke jalan raya. Manajer Usaha ASDP Pelabuhan Padangbai, Windra Soelistyawan, mengatakan proses perbaikan sampai saat ini masih berlangusng. Dikatakan, proses perbaikan dilakukan hingga beberapa hari ke depan. ”Kami targetkan perbaikannya tuntas sekitar dela-
pan hari lagi,” ujar Windra Soelistyawan, Jumat (17/1) kemarin. Mengingat hanya mengoperasikan Dermaga I saja, kata Windra Soelistyawan, penumpukan kendaraan pengangkut logistik di areal parkir pelabuhan tidak bisa dihindari. Bahkan, antrean
Amlapura (Bali Post) Pascaada pembongkaran restoran di sempadan pantai yang dilakukan oleh petugas Satpol PP Karangasem, membuat lokasi menjadi semrawut dan kumuh. Kondisi itu membuat Desa Purwakerti ingin menata lokasi tersebut dengan pembangunan pasar malam. Dikonfirmasi, Jumat (17/1) kemarin, Perbekel Desa Purwakerti I Nengah Karyawan mengatakan, pihaknya ingin melakukan penataan lokasi. Pasalnya, saat ini lokasi bekas restoran yang dibongkar terlihat semrawut. Melihat kondisi itu, pihaknya berencana menata lokasi tersebut. “Kami ingin menata tempat itu, karena ingin menata sentral Amed. Kami berencana akan membangun pasar malam, sehingga nantinya ada tempat istirahat para wisatawan setelah melakukan aktivitas diving,” ujarnya.
Selain membangun pasar malam, kata Karyawan, pihaknya juga akan membangun sejumlah fasilitas wisata, yakni dua balai santai, satu los, dua toilet, dan tempat basuh untuk wisatawan usai diving. Pembangunan semua fasilitas itu akan menggunakan anggaran desa sebesar Rp149 juta. “Nanti semuanya akan dikelola BUMDes (Badan Usaha Milik Desa),” katanya. Karyawan menambahkan, pihaknya sudah melayangkan surat ke Dinas Perikanan dan Pemprov Bali agar diberikan izin memanfaatkan lahan tersebut. “Kami sangat berharap, lahan yang akan dipergunakan itu dapat dihibahkan ke desa,” ujarnya. (kmb41)
kendaraan menjalar hingga keluar pelabuhan. “Memang terjadi antrean kendaraan yang hendak masuk ke pelabuhan. Untuk mengantisipasi itu, kami melakukan percepatan waktu muat dan bongkar muat. Dari biasanya 90 menit, kini kita kurangi menjadi 45 menit,” jelasnya.
Kapolsek Kawasan Padangbai Kompol I Wayan Suberata menjelaskan, untuk mengantisipasi kepadatan antrean kendaraan dari Padangbai menuju Pelabuhan Lembar, NTB akibat adanya perbaikan dermaga, pihaknya memberlakukan sistem buka-tutup. Ketika ada bongkar muat dari Lembar ke Padangbai dilakukan penutupan di ekor antrean. Setelah bongkar muat selesai, baru perlahan arus kembali dibuka. “Kalau di pelabuhan sudah penuh dan
ekor antrean sudah sampai di 100 meter dari pertigaan Padangbai, maka akan dilakukan penyekatan berkoordinasi dengan petugas Satlantas Polres Karangasem di rest area wilayah Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Manggis. Ketika antrean di Yeh Malet penuh, maka kami juga berkoordinasi dengan Satlantas Polres Klungkung untuk di ujung timur Bypass Ida Bagus Mantra. Itu dilakukan untuk mengantisipasi antrean semakin panjang,” katanya. (kmb41)
Desa Purwakerti Berencana Bangun Pasar Malam
DITATA - Lahan kumuh yang ada di Amed rencananya ditata untuk dijadikan pasar malam.
Bangun SDM Unggul untuk Indonesia Maju
PNB Gelar Industrial Gathering dan Tetra Helix Forum
PEMBUKAAN - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. bersama sejumlah komponen di sela-sela pembukaan Industrial Gathering dan Tetra Helix Forum, Jumat (17/1) kemarin.
DALAM rangka memenangkan persaingan global, membangun sumber daya manusia (SDM) unggul untuk Indonesia maju merupakan salah satu program prioritas pemerintah saat ini. Untuk itu, dalam pembangunan SDM Unggul memerlukan peran aktif dari unsur tetra helix, yakni akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat. Untuk itu, Politeknik Negeri Bali (PNB) menggelar Industrial Gathering dan Tetra Helix Forum di Gedung Widya Padma kampus setempat, Jumat (17/1) kemarin. Kegiatan yang dihadiri 400 undangan ini mengambil tema Pengembangan, Peluang, dan Tantangan SDM Unggul di Era Milenial Berbasis Pariwisata Hijau (Green Tourism). Selain dihadiri dan dibuka oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, turut hadir sebagai narasumber Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa. Wakil Gubernur Bali Tjokor-
da Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut. Pihaknya mewakili pemerintah, siap untuk ikut berkontribusi sehingga persoalan-persoalan yang dihadapi terkait pariwisata di Bali bisa dikurangi. Menurut Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom., program Tetra Helix Forum ini merupakan program unggulan Presiden RI yang diterjemahkan oleh Kemendikbud dan Dirjen Pendidikan Vokasi, yaitu membangun SDM unggul untuk Indonesia maju. Satu kunci untuk Indonesia maju, kata dia, adalah SDM unggul. “Empat komponen dasar untuk mewujudkan SDM unggul, yaitu pemerintah, dunia industri, perguruan tinggi dan tokoh masyarakat,” tegasnya. Abdi menambahkan, empat komponen ini akan disatukan dalam satu struktur yang akan diperkuat terus secara berkesinambungan. Sehingga, membentuk komitmen yang
kuat dalam rangka peningkatan sumber daya manusia. “Keempat komponen ini akan dimantapkan bersama Wakil Gubernur Bali sekaligus sebagai Ketua PHRI,” bebernya. Dikatakan, Politeknik Negeri Bali sebagai pendidikan vokasi sangat sukses menuangkan program pendidikannya. Hal itu dibuktikan dengan sudah mampunya PNB menghasilkan lulusan yang berdaya saing. Bahkan, satu bulan sebelum diwisuda, 50 persen lebih lulusan sudah terserap dunia kerja. Tidak hanya itu, Politeknik Negeri Bali juga mampu menjadi 10 terbaik dari 1.128 perguruan tinggi vokasi di Indonesia. Menurut Abdi, Politeknik Negeri Bali sudah menginisiasi kebijakan dari Kemendikbud yang baru direncanakan, yaitu bisnis proses outsourcing. Sehingga, Politeknik Negeri Bali akan menjadi percontohan di tingkat nasional dan inilah program yang harus ditiru oleh perguruan tinggi yang lain.
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc. menegaskan, kebijakan pemerintah saat ini pada perguruan tinggi tetap fokus pada pendidikan vokasi. Kebijakan terhadap pendidikan vokasi menurutnya ke depan akan dirancang terintegrasi. Mulai dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga program diploma satu dan diploma empat. “Kemendikbud juga mempererat keterkaitan antara dunia akademik dengan industri. Sehingga, mahasiswa bisa melakukan praktik dan mendapatkan materi-materi yang relevan dengan industri yang ada sekarang,” ujarnya. Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan izin penyelenggaraan Program D-4 Akuntansi Perpajakan oleh Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc. kepada Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. (ad420)
Sabtu Pon, 18 Januari 2020
Cabuli Siswi SMP Pelaku Dituntut Delapan Tahun PEMUDA yang mengaku berasal dari Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli, berinisial Komang Bu, dituntut delapan tahun penjara. Pemuda berusia 18 tahun itu dinyataka terbukti mencabuli wanita yang berstatus siswi SMP berusia 13 tahun berinisial Dw. Aksi bejat itu dilakukan di sebuah kamar kos di Jalan Cokroaminoto, Denpasar. Sidang pembuktian hingga tuntutan dalam perkara ini berlangsung tertutup. Namun saat keluar sidang, pemuda asal Kecamatan Tembuku itu tampak lesu. Sedangkan dalam tuntutan jaksa Mia Fida, Kamis (16/1), Komang Bu dinilai terbukti melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, selain membujuk
anak remaja itu melakukan persetubuhan dengannya atau orang lain. Atas perbuatannya itu, terdakwa dijerat Pasal 81 ayat (2) UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penganti UU RI No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Selain itu, pelaku juga dituntut membayar Rp1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti pidana penjara selama tiga bulan. Jaksa Mia mengatakan, ada beberapa hal yang memberatkan terdakwa, karena perbuatannya telah membuat korban mengalami tekanan batin dan trauma, merusak masa depan korban dan telah menimbulkan penderitaan mendalam bagi korban dan keluarganya. Pertimbangan
yang meringankan terdakwa, yakni terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya, bersikap sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum. Peristiwa ini berawal dari chating-an via aplikasi WhtasApp (WA) hingga terjadinya ajakan ketemu. Terdakwa kemudian menawarkan menjemput korban diajak ke Monang Maning. Korban yang masih polos bersedia mengikuti ajakan terdakwa itu. Terdakwa dan temannya, Putu JG, menjemput dan membonceng korban menuju tempat kos terdakwa di Jalan Cokoroaminoto, Denpasar. Di sanalah Dw disetubuhi. Usai menggagahi korban, terdakwa menelepon rekannya. Apesnya, teman terdakwa ikut menyetubuhi korban. (kmb37)
Anggaran Menyusut Diprioritaskan ”Hotmix” Jalan Bangli (Bali Post) – Anggaran yang menyusut tidak membuat Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR Perkim) harus tidak berbuat. Kenyataanya tahun 2020 (PUPR Perkim) tetap memprioritaskan pengalokasian anggaran yang diterima untuk infrastruktur hotmix (aspal beton) untuk jalan. Kepala Dinas PUPR Perkim Bangli, I Wayan Suastika, menegaskan ada tiga bidang program penganggaran tahun ini. Bidang marga (jalan), masalah air minum, dan sanitasi. Dari tiga bidang itu, program perbaikan jalan mendapat jatah terbanyak, yakni hampir 60 persen lebih dari total anggaran kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) regular, serta DAK penugasan. ‘’Untuk DAK Reguler dialokasikan total anggaran
Rp26 miliar untuk tiga bidang kegiatan. Di antaranya bidang cipta karya, bina marga, dan perkim,” sebut Suastika didampingi Sekdis PUPR Perkim Bangli, I Made Soma, Jumat (17/1). Dari anggaran DAK Penugasan sebesar Rp19 miliar. Namun, dari Rp21 miliar dana bersumber dari DAK reguler di antaranya untuk kegiatan peningkatan jalan dan hotmix. Sedangkan pada DAK Penugasan, jumlah anggaran yang dialokasikan ke bidang bina marga sebesar Rp9 miliar. “Yang hotmix ini kan memang program unggulan dari Pak Bupati. Karenanya lebih banyak anggaran itu dialokasikan pada bidang bina marga. Sebab masih banyak jalan yang belum dapat penanganan,” terang pejabat asal Desa Bangbang, Tembuku itu. Salah satu kawasan yang menjadi prioritas adalah Kintamani. Alasannya, hampir
200 kilometer ruas jalan di Kintamani belum terpapar aspal beton. Total anggaran yang disiapkan Rp30 miliar dari bidang bina marga. Namun diperkirakan hanya 100 kilometer ruas jalan yang bisa digarap. “DAK ini difokuskan bagi jalan lintas kota. Dalam hal ini kami perlebar jalan yang ada di wilayah Tenten, Kintamani, Glagah Linggah, Lembean, Langgahan karena tembus ke wilayah Gianyar,” bebernya. Menurutnya, di tahun 2020 pihaknya mulai memperbaiki tanggul Munduk Bebengan di wilayah Banjar Tegallalang, Kelurahan Kawan. Jebolnya tanggul itu disebabkan hujan deras Maret 2019 lalu itu. Hal itu mengakibatkan 100 hektar lebih lahan pertanian di subak Gede Tampa Anggaran mengalami kekeringan. “Anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan tanggul itu sebesar Rp3 miliar,” pungkasnya. (kmb)
Ekonomi Terus Bangun Sinergi
Pegadaian Gandeng 34 Mitra di Bali PT PEGADAIAN (Persero) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 34 mitra bisnis yang dilaksanakan pada acara ‘’Sinergi Dalam Harmoni’’ di Prime Plaza Sanur, Kamis (16/1). Pegadaian terus melakukan kolaborasi bisnis untuk memperluas pasar dan sharing ekonomi. Untuk itu, Pegadaian menggandeng bisnis baik dari sektor pemerintahan, pendidikan, BUMN, swasta, pariwisata, dan organisasi di Bali. Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto dalam sambutannya mengatakan, sinergi dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dari produk layanan maupun jaringan dari setiap mitra yang berpartisipasi. Selain itu kerja sama nantinya juga akan mengembangkan bidang pemasaran, penjualan, dan pemanfataan fasilitas serta pemberian jasa dengan prinsip saling menguntungkan. ‘’Sinergi sangat penting untuk kita lakukan. Sinergi ini membuat mitra yang belum kenal satu sama lain bisa menjalin kerja sama bisnis. Kita dapat saling bertukar informasi, sehingga terbuka peluang untuk sharing ekonomi, melalui kerja sama yang saling menguntungkan.
Di era sekarang ini kita tidak bisa mengembangkan bisnis sendiri-sendiri, tetapi harus berkolaborasi dengan mitra kerja yang lain,’’ ujarnya. Direktur Operasi dan Pemasaran PT Pegadaian (Persero) Damar Latri Setiawan mengatakan, sebelum tahun 2018, bisnis Pegadaian rata–rata tumbuh 11–12 persen. Setelah melakukan kolaborasi, kerja sama dengan berbagai pihak, Pegadaian mampu tumbuh signifikan di atas 20 persen. Tahun 2019, Pegadaian telah bekerja sama dengan 400 mitra. Tahun 2020, ia menargetkan bisa mencapai penjualan Rp55 triliun. Sedangkan penjualan Pegadaian Wilayah Denpasar tahun 2019 mencapai Rp 5triliun. Tahun 2020, Pegadaian Wilayah Denpasar ditargetkan bisa tumbuh 20 persen sehingga OSL-nya bisa mencapai Rp6 triliun. Salah satu upaya menggenjot target tersebut dengan menggandeng 34 mitra pada hari ini. Tujuannya untuk meningkatkan dan mengejar nilai tambah. Kerja sama yang dilakukan akan memberikan keuntungan pada kedua pihak. Dari 12 wilayah Pegadaian seluruh Indonesia, Pegadaian Wilayah Denpasar menduduki peringkat ke-3 terbesar kontribusinya terhadap Pega-
daian. Produk Pegadaian yang berkontribusi tertinggi adalah produk gadai dengan pertumbuhan 12 persen. Sedangkan kontribusi produk non-gadai lebih rendah namun pertumbuhannya lebih dari 30 persen. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster yang diwakili Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Mahendra menyambut gembira atas sinergi dan kolaborasi antarlembaga, instansi, dan komunitas yang digagas oleh Pegadaian. Melalui kerja sama ini, Koster berharap dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bali. ‘’Pemerintah provinsi dan masyarakat Bali pada umumnya tentu menyambut gembira kegiatan ini. Kami berharap kerja sama ini memberikan dampak positif bagi pembangunan Bali khususnya bidang ekonomi. Kami juga berharap warga Bali semakin mendapatkan kemudahan dalam mengakses produk-produk dan layanan Pegadaian maupun mitra yang melakukan kerja sama pada hari ini. Dengan demikian kerja sama ini tidak hanya bermanfaat bagi para pihak, tetapi juga bagi masyarakat pada umumnya,’’ ujarnya. (ad439)
BERSAMA - Pimpinan Pegadaian bersama dengan 34 mitra bisnis usai penandatanganan MoU dan perjanjian kerja sama.
AKAR BAMBU - Kerajinan akar bambu mempunyai nilai jual yang tinggi, bahkan mampu menembus pasar ekspor ke mancanegara.
Kerajinan Akar Bambu Tembus Pasar Ekspor
Bangli (Bali Post) Dengan sentuhan seni penuh kreativitas ditambah semangat yang tinggi, tidak disangka rumpun akar bambu yang sebelumnya hanya jadi limbah dan barang tak berguna menjadi komoditas yang bernilai lebih. Akar bambu setelah berubah jadi kerajinan patung, asbak termasuk lampu, ternyata punya nilai jual relatif tinggi. Bahkan, komoditas itu mampu menembus pasar ekspor ke mancanegara. Awalnya akar bambu oleh masyarakat setempat hanya digunakan sebagai kayu bakar. Itu pun saat musim panen akar bambu kebanyakan terbuang menjadi limbah. Melalui tangan gesit Made Radianto asal Desa Kayubihi, Bangli, akar bambu itu kemudian diukir. Bambu itu dibentuk menjadi aneka barang seni berbentuk baru. Seperti bebek, burung, babi, dan ada juga menyerupai manusia. Dan hasilnya produk barang seni itu memiliki nilai ekspor. Kepiawaian memanfaatkan limbah bambu itu membuat karya seninya itu dikenal hingga di Amerika, Australia termasuk Jepang. Sebab, akar
bambu itu bisa dibentuk menjadi berbagai karya seni. Mulai patung, asbak, lampu hingga kentongan. ‘’Pada awalnya saya tidak menyangka kerajinan akar bambu ini banyak peminatnya. Membuatnya pun tanpa disengaja. Ketika melihat ada limbah akar bambu ukuran besar menyerupai wajah manusia, akhirnya saya perhalus, hingga bentuknya benar-benar mendekati wajah manusia,’’ ujarnya. Setelah itu, kata Made Miarta yang berasal dari Susut ini, pada fase terakhir memberikan sentuhan cat termasuk antirayap, sehingga hasilya menjadi jauh lebih bagus.
Made Miarta, yang sebelumnya perajin patung itu menambahkan, dirinya tidak menyangka patung akar bambi buatannya itu banyak diminati. Permintaannya tidak hanya untuk artshop di wilayah Ubud, Payangan dan Kuta, juga diekspor hingga ke negara lain, bersama anggota kelompok perajin lainnya. Tidak ada kesulitan berarti memproses akar bambu menjadi kerajinan ini. Ia hanya memerlukan keterampilan mengukir membentuk akar bambu itu menjadi bentuk yang diinginkan. Bahan bakunya pun tidak sulit didapatkan. Pasalnya, Bangli merupakan salah satu kabupaten
penghasil bambu. ‘’Sebelum membuat kerajinan bambu, saya buat kerajinan kayu, hingga akhirnya pariwisata anjlok akibat krisis ekonomi. Selain itu produk kita banyak ditiru negara lainnya. Hal itu membuat harga menjadi jatuh. Menghadapi kondisi seperti itu, saya sempat berhenti membuat kerajinan dan beralih ke sektor pertanian,’’ terangnya. Kerajinan bambu atau yang dikenal dengan Bamboo Root Handycrat itu ternyata membuka peluang dirinya kembali berkarya. Bahkan hingga saat ini omzet yang diperolehnya dari patung akar bambu ini mencapai puluhan juta rupiah. Sebagai seniman dirinya menyadari, kapan pun karyanya bisa bernasib sama dengan karya patung sebelumnya. Sehingga, ia harus selalu siap dengan ide-ide kreatif setiap saat. (kmb)
Sabtu Pon, 18 Januari 2020
Generasi Muda Diajak Maknai Nilai Perjuangan Bangsa Ajakan itu diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) usai menjadi pembina upacara HUT Monumen Bhuana Kertha. Dia didampingi Sekkab Ir. Dewa Ketut Puspaka, Kapolres AKBP Made Sinar Subawa, Kadisos Buleleng Gede Sandhiyasa, dan pimpinan OPD terkait lainnya.
UPACARA BENDERA - Upacara bendera serangkaian HUT Monumen Bhuana Kertha Desa Panji, Jumat (17/1) kemarin.
Bupati mengajak generasi muda menjadikan kesempatan baik ini untuk meneladani dan mencintai nilai dan cita-cita perjuangan Kemerdekaan RI yang diwariskan para Veteran Pejuang Bangsa. Penghormatan dan bakti generasi muda kepada Veteran Pejuang adalah perhatian secara materiil dan kesejahtraan yang telah dilakukan pemerintah melalui kebijakan daerah. “Mari kita mencintai dan meneladani perjuangan veteran. Seperti tempat ini adalah saksi sejarah terjadinya perjuangan heroik. Jadi, melalui peringatan ini saya mengajak generasi muda mengetahui tempat bersejarah ini,” katanya. Terkait penataan kawasan Monumen Bhuana Kertha, Bupati menyebut monumen perjuangan yang sudah diwariskan itu harus tetap dipertahankan seperti kondisi aslinya. Namun demikian, penataan di luar zona inti monumen telah dilakukan, sehingga sekarang lingkungan Monumen Bhuana Kertha semakin bersih, asri dan tertata. “Ini memiliki nilai historis tinggi. Kebijakan kita bagaimana mempertahankan wujud aslinya dan yang ditata adalah kawasan penunjangnya,” jelas Bupati PAS. (kmb38)
kiri. Akibat benturan itu, pengendara terjatuh dari motornya. Pengendara motor dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit, sedangkan rekannya mengalami luka berat dan masih dirawat intensif. “Benar ada lakalantas dengan
korban masih pelajar SMP. Satu masih dirawat dan pengendaranya meninggal dunia,” kata Sumarjaya. Terkait penyebab lakalantas ini, ia menyebut masih diselidiki Satlantas Polres Buleleng. Hasil sementara, pengendara motor belum memiliki SIM. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) Pemkab Buleleng menggelar upacara peringatan HUT Monumen Perjuangan Bhuana Kertha di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Jumat (17/1) kemarin. HUT ke-72 ini dijadikan momentum menghormati dan meneladani nilai perjuangan Veteran Pejuang Kemerdekaan.
Bali Post/kmb38
Lakalantas, Pelajar SMP Tewas
Singaraja (Bali Post) Nasib nahas dialami Alit Juni Artana (14) asal Kelurahan Kampung Anyar Singaraja. Pelajar SMP ini tewas setelah mengalami lakalantas di Jalan Ahmad Yani Barat Km 2.300 wilayah Kelurahan Banyuasri, Kamis (16/1) lalu. Ia mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat luka parah. Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa, Jumat (17/1) kemarin, mengatakan lakalantas ini berawal ketika bus bopol K 1606 CM melintas dari arah Kota Singaraja menuju Gilimanuk. Bus yang dikemudikan Supriyadi (48) asal Jawa tersebut beriringan dengan sepeda motor yang dikendarai korban membonceng rekannya, Gunawan Adi Nugroho (14). Korban berusaha mendahului bus yang ada di depannya melalui jalur sebelah kiri. Saat itulah motor korban tergelincir dan oleng lalu menabrak belakang bus di sebelah
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Bth Pelaksana Bs Gbr 3D Proyek Mahasiswa Akhir 082147147310 B.BP.803.01.20.0000417
Dcr Sopir SimA/B1,Ceker, Gudang usia max 35th,min SMA,Lamaran PT.Maya Bali Utama Jl.Gatsu II BI No.6 Dps Hp.08124646409 B.BP.001.01.20.0000416
Bali Post/ist
OLAH TKP - Polisi melakukan olah TKP kasus lakalantas yang mengakibatkan seorang pelajar SMP tewas.
Butuh Sales / Marketing untuk Consumer Product, Pengalaman. Lamaran : info@tsbali.com B.BP.031.01.20.0000436
B.BP.001.01.20.0000431
Dcr Tng 2wnt+3laki serabutan min SMA,UD Kabik, 081999415788
Dicari Marketing menguasai:Web Excel,Windows Untuk Perusahaan Jepang, Hub.081237170506
B.BP.001.01.20.0000397
Butuh Teknisi Listrik untuk Pabrik di Tabanan, Bali Hub. Ibu Dewi Hp:081236222509 B.BP.031.01.20.0000435
LOKER
SERVICE
BIRO JASA
DIJUAL MOTOR
Dcr Sgr Mekanik mesin potong rumput-Chainsaw. hub.CV Nusa Jaya Hp.08123941575
B.BP.001.01.20.0000316
Dibutuhkan SPI untuk BPR pengalamanKAPHub,0361-224025 B.BP.001.01.20.0000403
Bali Post/ist
RAKOR - Kemenhub bersama Dishub Provinsi Bali dan Dishub Buleleng membahas terkait tindak lanjut pembangunan bandara baru di Kabupaten Buleleng.
Soal Izin Penlok Bandara
Pemprov Bali Diinstruksikan Lengkapi Kewajiban
Singaraja (Bali Post) -
Wacana pembangunan bandar udara (bandara) di Desa/Kecamatan Kubutambahan hingga sekarang masih menunggu terbitnya izin penetapan lokasi (panlok) dari Kemenhub Republik Indonesia. Sebelum penlok terbit, dilakukan rapat koordinasi di Kemenhub beberapa waktu lalu. Hasilnya, Pemprov Bali ditetapkan menjadi pihak pemrakarsa bandara dan diinstruksikan menyempurnakan diktum kewajiban. Keputusan rapat koordinasi itu disampaikan Kadishub Gede Gunawan Adnyana Putra seizin Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) di sela-sela upacara HUT ke-72 Monumen Bhuana Kertha Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Jumat (17/1) kemarin. Gede Gunawan mengatakan, sebelum izin penlok terbit, beberapa diktum yang mendasari penerbitan izin penlok diinstruksikan agar disempurnakan. Beberapa diktum itu adalah kewajiban menyiapkan lahan sesuai perundang-undangan yang berlaku, menyusun rencana teknik terinci fasilitas bandara, menyusun analisa amdal pembangunan dan pengoperasian bandara serta memiliki IMB bandara jangka
waktu paling lambat 5 tahun. Selain itu, disepakati perubahan nama. Sejak wacana bergulir disebutkan penetapan lokasi Bandara Bali Utara, sekarang diubah menjadi penetapan lokasi bandara baru di Kabupaten Buleleng. “Rapat berjalan alot dan telah diambil keputusan yang intinya menunggu penerbitan izin penlok Pemprov Bali sebagai pemrakarsa wajib melakukan penyempurnaan diktum dokumen izin penlok bandara,” katanya. Menurut Gunawan, kepastian lokasi sudah tidak menjadi materi rapat. Ini karena telah ditetapkan bandara baru dibangun di Desa/ Kecamatan Kubutambahan. Terkait lokasi, pemprov ditugaskan menerbitkan izin lokasi yang su-
dah ditetapkan. “Soal lokasi tidak berubah, namun pemrakarsa wajib menuangkan dalam izin lokasi. Walau demikian, izin penlok bandara tetap diterbitkan oleh pemerintah pusat melalui Kemenhub,” jelas mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Buleleng ini. Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi di Kemenhub, Pemprov Bali akan melaksanakan pertemuan susulan pada Senin (20/1) pekan depan. Rapat ini rencananya dipimpin Gubernur Bali Wayan Koster dengan mengundang Bupati Putu Agus Suradnyana, Kepala Dishub Buleleng Gede Gunawan, Pemerintah Desa Kubutambahan dan Desa Pakraman Kubutambahan. (kmb38)
Dicari Restaurant Manager
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
Hotel Bintang 3 di Legian
DAIHATSU
DIJUAL TANAH
DIJUAL RUMAH
Daihatsu Sigra 2017 Tipe R Metic,Hitam.Hub:08123620311
BUC Tanah 4Are Jl Kalanganyar Sudimara Tbn. untuk Perumahan. 275jt/are nego,Hp.082144212121
Jl Rmh Pura Demak 1 are 2KT, 2KM strgs dkt Teuku Umar WA 087811091963 / 085100359760
min 3 tahun pengalaman Tlp. 08124674216
B.BP.001.01.20.0000404
B.BP.004.01.20.0000433
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
B.BP.004.01.20.0000387
PROPERTY DIJUAL TANAH
Jl Tnh Jl.Anggungan,Penarungan luas 40 are Tlp.081246364488 B.BP.001.01.20.0000407
Tanah Pertanian 12,25are Utara PuspemBadungTlp.081246364488
B.BP.001.01.20.0000405
Tnh Kap Umedui Dps Barat 546m2 Bs Pecah 2/4,Tlp.081246364488
B.BP.001.01.20.0000406
PROPERTY
B.BP.004.01.20.0000434
BIRO JASA Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant,Toko NPWP,SIUP. HP:081.338.344.155 B.BP.001.01.20.0000105
Sabtu Pon, 18 Januari 2020
SOSOK Desa Antinarkoba PEREDARAN serta penyalahgunaan narkoba di Jembrana masih tergolong tinggi. Para pengguna pun tidak memandang profesi bahkan sudah merambah hingga ke perdesaan. Jajaran Polres Jembrana pun berupaya menekan peredaran narkoba ini apa pun jenisnya dengan sejumlah tindakan yang dilakukan. ‘’Narkoba ini berbahaya bagi semua kalangan. Yang kami khawatirkan pelajar, karena itu kami instruksikan untuk pencegahan dan bahaya narkoba dengan Bhabinkamtibmas yang tersebar di desa/kelurahan aktif menyosialisasikan,’’ terang Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa. Perwira asal Tabanan ini menyatakan, selain ke masyarakat pedesaan, Bhabinkamtibmas juga diminta untuk menyosialisasikan bahaya narkoba ini ke sekolahsekolah di wilayahnya bertugas. Salah satunya dengan menjadi inspektur saat upacara bendera di sekolah secara bergiliran. Selain itu, untuk pencegahan, Polres juga mendorong desa-desa menjadi pelopor desa antinarkoba. Desa ini nantinya menjadi contoh desa lain dalam upaya melakukan pencegahan peredaran narkoba. ‘’Kepedulian dan kesadaran masyarakat dalam melawan narkoba ini sangat penting. Kami melakukan tindakan (pengungkapan) juga dari informasi masyarakat. Kesadaran bahwa narkoba musuh bersama ini yang kami harapkan,’’ terangnya. Kasus narkoba di Jembrana cukup tinggi. Bahkan beberapa waktu lalu, Sat Narkoba Jembrana juga berhasil mengungkap jaringan peredaran dan penyalahgunaan narkoba jenis ganja yang melibatkan pelaku antarpulau. (olo)
Bawaslu Awasi Perekrutan Badan Ad Hoc KPU Negara (Bali Post) Perekrutan badan ad hoc KPU untuk Pilkada 2020 yang saat ini sedang dilakukan, mendapat pengawasan dari Bawaslu Kabupaten Jembrana. Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan beberapa hari lalu mengatakan, pengawasan dilakukan mulai dari tahapan pengumuman, proses perekrutan hingga pelantikan badan ad hoc KPU yakni PPK, PPS dan KPPS. Hal itu dilakukan guna memastikan apakah pelaksanaan perekrutan badan ad hoc KPU sudah berjalan sesuai amanat undang-undang.
Sebelumnya, Bawaslu juga telah mengirimkan surat cegah dini kepada KPU Jembrana untuk mengingatkan agar penyelenggara mengikuti semua aturan yang ada. Unsur yang diawasi dalam perekrutan ini di antaranya terkait transparansi, isi redaksi pengumuman, dugaan unsur KKN dan syarat-syarat yang dicantumkan sesuai. ‘’Selain transparan juga apakah berafiliasi dengan parpol, bagian dari tim sukses pemilu sebelumnya,’’ ujarnya. Pengawasan juga akan berlanjut pada tahap pengumuman badan ad hoc terpilih. Mulai dari PPK sampai KPPS. (kmb26)
Sabtu, 18 Januari 2020 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Upacara Piodalan Agung (2) Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Sehat & Bugar Yoga Hip Opener & Twisting Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Galeri Musik Indonesia Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Bali TV Shop Lutut Solusi Alternatif Marion Sam
14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz Tim Yoga Sanstha SMAN 2 Semarapura, Juara Yoga Asanas Putri SMK/SMA SeKabupaten Klungkung 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Lila Cita Sanggar Tari Cakra 17:00 Wita Folk Song 17:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Putu Ananta dan Kawankawan 21:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 21:30 Wita Classic Bali TV 22:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:00 Wita Solusi Alternatif Marion Sam
SUMUR BOR – Sumur bor yang sudah lama tak digunakan di wilayah Tegalbadeng akan dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan air dari PDAM.
Tingkatkan Pelayanan
PDAM akan Manfaatkan Dua Sumur Bor Mangkrak
Negara (Bali Post) – Dua sumur bor di wilayah Tegalbadeng Timur dan Desa Baluk Kecamatan Negara yang bertahun-tahun mangkrak akan dipinjam pakai untuk memenuhi kebutuhan air minum PDAM Jembrana. Sumur bor yang sudah lama tidak difungsikan ini merupakan aset Balai Wilayah Sungai Bali Penida dan masih bisa memasok air. Sebab, banyak pelanggan air minum yang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih dari PDAM, terutama saat musim kemarau. Sehingga pemanfaatan pinjam pakai sumur bor ini bisa dijadikan solusi melayani kebutuhan air minum. Krisis air bersih di wilayah selatan kota Negara, terutama di wilayah Awen, Tegalbadeng hingga Pengambengan dipicu jauhnya jangkauan dari sumber air (sumur bor), sehingga debit air kecil. Ditambah lagi rutinnya pengambilan air untuk bantuan sosial ke beberapa daerah yang mengalami krisis air bersih di Jembrana saat kemarau. Praktis, debit air menjadi kecil apalagi ke wilayah selatan. Dari informasi, Pemerintah Daerah Jembrana bersama PDAM sudah memohonkan untuk pinjam
pakai sumur bor aset BWS Bali Penida yang sudah lama tak dioperasikan. Direktur PDAM Tirta Amertha Jati Jembrana Ida Bagus Kertha Negara, Jumat (17/1) kemarin, membenarkan telah mengajukan permohonan pinjam pakai dua sumur bor aset BWS ini untuk menambah pelayanan air minum khususnya di wilayah selatan kota Negara. Kebetulan ada dua sumur bor di Tegalbadeng dan Baluk yang dari pengecekan masih bisa dimanfaatkan den-
gan debit air 7 liter per detik dan 8 liter per detik. ‘’Dengan pinjam pakai ini, tentu kami harus menambah lagi (mesin) pengolahan dan operasional nantinya. Ini salah satu solusi meningkatkan kuantitas dan kontinuitas air minum kepada warga,’’ terang I.B. Kertha Negara. Oleh karena dampak kekeringan, ada ratusan rekening pelanggan yang dibekukan sementara hingga kondisi aliran air sudah bisa mengalir. Termasuk salah satunya di wilayah
selatan Negara. Dari koordinasi sejak tahun lalu, ada lampu hijau untuk pemanfaatan ini dari PU Pusat. Hal ini pula yang nantinya menjadi salah satu tambahan layanan terkait penyesuaian tarif tahun ini. Sesuai dengan Perbup 40 Tahun 2019, tahun ini ada penyesuaian tarif sebesar 28 persen. Penyesuaian tarif ini dilakukan selain meningkatkan kemampuan operasional dan kualitas juga sejalan dengan meningkatnya kebutuhan dan kepuasan pelanggan
secara berkesinambungan. ‘’Tahun ini satu sumur bor itu kita manfaatkan,’’ tambahnya. Saat ini PDAM memberikan pelayanan air untuk 24.461 sambungan (tahun 2019) dengan 97 persen merupakan pelanggan rumah tangga. Sebagian besar sumber air berasal dari sumur bor. Total ada 34 sumur yang tersebar di lima kecamatan dan dua unit instalasi air hilir sungai di Yeh Sumbul dan Yehembang. (kmb26)
Harga Cabai Meroket
Program ’’Molapot’’ Solusinya
Negara (Bali Post) Program menanam dalam pot (Molapot) terus didorong Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana. Program ini diharapkan menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama komoditi seperti cabai, tomat, sayur dan lain-lain. Sehingga ketika kondisi harga cabai melambung tinggi seperti saat ini, warga khususnya konsumen rumah tangga bisa tercukupi kebutuhannya. Dari informasi, harga cabai di pasar tradisional di Jembrana saat ini melambung hingga di atas Rp 50 ribu per kilogram. ‘’Rata-rata pasokan di pasar masih mengandalkan dari luar Bali. Kebutuhan cabai ada dua konsumen, satu rumah tangga dan satu lagi industri. Sebagian besar merupakan kebutuhan industri,’’ ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana I Wayan Sutama, Jumat (17/1) kemarin. Sejatinya untuk stok dari petani beberapa komoditi
hingga saat ini belum mengalami kendala. Stok selalu ada, hanya ada kenaikan harga. Untuk kebutuhan rumah tangga, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana sejak awal mendorong program Molapot. Dengan harapan warga yang menanam sendiri bisa memenuhi kebutuhan untuk bumbu dapur. Satu pot bisa menghasilkan cabai untuk satu keluarga. Dalam program ini, juga dianjurkan satu rumah memiliki dua pot. Selain cabai, juga bisa ditanam untuk kebutuhan bumbu lainnya seperti tomat, sayur atau yang lainnya. ‘’Paling tidak dua pot saja, dengan rutin menanam itu tercukupi. Paling tidak membantu ketika ada kondisi seperti ini,’’ terangnya. Khusus untuk komoditi cabai, luas lahan petani tercatat rata-rata delapan hektar per tahun. Dengan hasil produksi rata-rata per hektarnya 10 hingga 15 ton. Dari data, sejumlah lahan yang produktif untuk cabai ini ada di Banjar Air Anakan Banyubiru dan
Bali Post/olo
CABAI - Cabai yang dijual pedagang di Pasar Umum Jembrana beberapa waktu lalu. Harga cabai yang terus meroket, Distan Jembrana mendorong warga menerapkan program Molapot. Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara. Tetapi, untuk masa panen, tidak bersamaan. Melainkan berbedabeda waktu dan distribusi bukan hanya di Jembrana saja.
Sementara itu, beberapa petani cabai di Jembrana juga mengalami kendala produksi cabai karena dampak iklim. Serangan hama sejenis wereng mengakibat-
kan pertumbuhan cabai tersendat. Dinas Pertanian dan Pangan juga telah menindaklanjuti hal tersebut dengan penanggulangan hama. (kmb26)
Operasional Bus Sekolah Terkendala Anggaran
Bali Post/olo
BUS SEKOLAH – Bus Sekolah bantuan dari pusat yang hingga saat ini masih sulit dioperasionalkan karena banyak faktor. Salah satunya adanya zonasi sekolah yang menyebabkan jangkauan rute justru lebih jauh dan waktu tempuh lama.
Negara (Bali Post) Bus sekolah bantuan dari K e m e n t e r i a n P e r h u b u ngan RI hingga saat belum dioperasionalkan. Padahal bantuan itu telah diterima tahun 2018. Salah satu kendalanya adalah anggaran operasional yang rencananya untuk uji coba melayani puluhan siswa di SMP Negeri 1 Negara. Saat ini operasional bus dengan kapasitas 26 tempat duduk itu masih dikaji lebih dalam karena adanya beberapa faktor kendala. Yang paling menjadi bahan pertimbangan adalah terkait rute. Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan I Made Dwi Maharim-
bawa, Jumat (17/1) kemarin membenarkan, belum dioperasionalkannya bus sekolah bantuan tersebut karena beberapa faktor. Salah satunya belum dianggarkannya biaya operasional. Di samping itu juga terkait jalur trayek jemput dan antar siswa yang berubah. Dari awalnya hanya jalur lurus, karena adanya sistem zonasi yang diterapkan sekolah, maka rute menjadi semakin jauh memutar. Untuk siswa SMPN 1 Negara hanya di sekitar Desa Batuagung, Kelurahan Dauhwaru dan sekitarnya, sehingga banyak jalan memutar. Tidak lurus seperti yang dirancang sebelumnya. Hal ini juga
berdampak pada estimasi waktu tempuh ideal dari semula hanya setengah jam menjadi dua kali lipat atau satu jam. Rencananya 25 siswa akan dilayani di SMPN 1 Negara dengan perkiraan anggaran yang dibutuhkan Rp400 ribu per siswa dalam setahun. ‘’Itu belum kita anggarkan, tetapi sudah kita bahas,’’ terang Maharimbawa. Hingga saat ini Dinas juga belum bisa memastikan kapan dioperasikan secara rutin. Sementara di sisi lain, bus tersebut memang disediakan untuk kebutuhan bus sekolah. Bilamana sulit untuk diterapkan dan akan dialihkan untuk fungsi yang
lain, harus melalui proses dan rapat dengan sejumlah pihak terkait. Tetapi tetap diupayakan untuk kebutuhan bus sekolah. Bisa saja nantinya diterapkan di rute yang sesuai (tidak memutar) seperti beberapa sekolah di Melaya dan lainnya. Bus yang datang pada tahun 2018 ini bertujuan membiasakan siswa untuk menggunakan moda transportasi umum. Bus sekolah ini juga menjadi solusi bagi orangtua yang tidak bisa mengantarkan anak-anaknya serta mengurai kemacetan. Termasuk menghindari anakanak yang belum cukup umur membawa kendaraan bermotor. (kmb26)
Sabtu Pon, 18 Januari 2020
Tari Sanghyang Jaran Banjar Bun
Muncul Tahun 1905, Kini Penarinya Generasi Kelima
SEJUMLAH penari (pragina) karauhan (trance) setelah mengikuti prosesi nuwur Ida Ratu Pragina di pura. Mereka kemudian menuju sebuah tempat atau kalangan untuk mapajar atau menari. Empat orang berbusana tari, selebihnya berpakaian adat Bali serba putih membawa kipas. Mereka menari mengikuti irama nyanyian suci yang dibawakan ibu-ibu dan nyanyian Cak yang dibawakan kaum laki-laki. Di sisi timur kalangan berjajar empat dulang dari tanah liat berisi bara api batok kelapa. Sementara pelawatan berupa Kuda Putih distanakan di sisi barat lokasi. Sambil menari mengikuti nyanyian, sejumlah penari nyeburin bara api. Bahkan beberapa di antaranya berjalan di atas bara api yang telah berserakan di tanah. Mereka tak merasakan panasnya bara api. Tak ada yang terluka, apalagi terbakar.
I
tulah gambaran sekilas tarian sakral Sanghyang Jaran yang dipentaskan saat Karya Nangunang Ida Ratu Pragina Sanghyang Jaran Banjar Bun, Desa Adat Denpasar, Kelurahan Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur, Rabu (15/1) malam. Prosesi diawali dengan pamuspan di Merajan Banjar Bun, kemudian dilanjutkan dengan nudus atau nuwur Ida Ratu Pragina di depan palinggih Ida Ratu Begawan Penyarikan Merajan Banjar Bun. Kemudian Ida Ratu Pragina katuran mapajar atau masolah lan masiram ring geni. Tari Sanghyang Jaran di Banjar Bun sudah ada sejak lama. Diperkirakan sekitar tahun 1905, diciptakan (kakardi) oleh Mangku Selonog. Tarian ini diciptakan melalui prosesi ritual, memohon anugerah Hyang Mahakuasa agar krama sami kenak rahayu. Tarian ini dilengkapi dengan pelawatan Ida Batara berupa Kuda Putih terbuat dari kayu, berikut sarana tari seperti pelawatan berupa kuda (jaran) berbahan kulit sapi, beserta atribut lainnya. ‘’Tarian ini diambil dari filosofi Uncaisrawa dalam mitologi pemutaran Gunung Mandara
atau Mandara Giri,’’ ujar Manggala Karya Jro Mangku I Wayan Sugiana, S.H. didampingi Penyarikan I Wayan Sukrayasa, S.KM., M.Si., Klian Adat Banjar Bun Mangku Made Jaya, Kepala Lingkungan Banjar Bun I Wayan Suryawan, S.H., Jro Mangku Made Antara dan Jro Mangku Istri Suari. Keberadaan tari Sanghyang Jaran diperkuat dengan data sejarah dilangsungkannya lomba layangan Janggan tahun 1915 yang pesertanya berasal dari beberapa banjar. Saat itu layangan Janggan Banjar Bun memperoleh juara I dengan hadiah seekor kerbau. Kini tapel layangan Janggan itu distanakan di Pura Dalem Natih di Jalan Kepundung, Denpasar. ‘’Diperkirakan sepuluh tahun sebelum digelar lomba layangan itu, tari Sanghyang Jaran Banjar Bun sudah ada. Itu dijadikan patokan adanya tari Sanghyang Jaran di Banjar Bun. Sebelum tari Sanghyang Jaran, di Banjar Bun juga pernah ada tari Sanghyang Memedi dan tari Sanghyang Dedari,’’ katanya. Sejak kemunculannya tahun 1905, pragina tari Sanghyang Jaran Banjar Bun sudah mengalami regenerasi. Tahun 2020 ini memasuki generasi kelima. Pengadeg tari Sanghyang Jaran generasi pertama tercatat sejumlah pragina di antaranya Mangku Wayan Gerda, Ketut Rintug, Mangku Ruda dan Mangku Ketut Jambot. Sebagai pemangku Tari Sanghyang Jaran pada generasi pertama adalah Jro Mangku Made Ampug. Pengadeg generasi kedua, tercatat sejumlah pragina yaitu Wayan Winda, Wayan Badra, Nyoman Warta, dan Wayan Puger. Pemangkunya, Jro Mangku Ketut Jambot.
Pengadeg generasi ketiga tercatat nama Made Mantra, Nyoman Lembut Ardana, Made Dana, Nyoman Seronca, Nyoman Suarta, Made Pujawan, Wayan Sudira dan Nyoman Weda. Pemangkunya, Jro Mangku Ketut Jambot. Pengadeg generasi keempat tahun 1995, tercatat nama penari di antaranya Made Antara, Putu Tutik Wirastuti, Wiwin Setiari, Putu Yuniari, Luh Evayanti, Agus Jaya Adiputra, Nyoman Sumantara, Ketut Purnawata, Gede Suwirta dan Anan Raditya dan Nyoman Tri Laksana. Pemangkunya, Jro Mangku Ketut Parka. Tahun 2020 ini, penari Sanghyang Jaran Banjar Bun memasuki generasi kelima. Prosesinya diawali sejak 4 Oktober 2019 dengan sejumlah rangkaian acara, seperti matur
Tari Sakral Peninggalan Prasejarah
TARI Sanghyang Jaran salah satu tari sakral peninggalan prasejarah. Berfungsi sebagai media untuk menghubungkan dunia sekala ke dunia niskala. Tari ini terdapat di sejumlah daerah di Bali. Di Kota Denpasar, salah satunya ada di Banjar Bun. Budayawan Prof. Dr. Wayan Dibia menyampaikan, dalam kesenian ini, Sanghyang Jaran diyakini perwujudan ancangan roh kuda suci dari kahyangan yang dapat melindungi wilayah dari hal-hal buruk. Karena itu beberapa daerah yang dulunya memiliki kesenian ini tetapi nyaris punah, tetap berupaya melestarikannya melalui rekonstruksi. Dalam pertunjukannya, tari Sanghyang Jaran melibatkan penari yang melalui prosesi ritual mengalami karauhan. Elemen tarinya menggunakan api dari serabut kelapa atau batok kelapa, abstraksi jaran menggunakan janur atau ambu, lengkap dengan kepala dan ekor. Ada juga menggunakan pelawatan berupa jaran yang terbuat dari kulit sapi. Elemen lainnya, ada penyanyi laki-laki dan perempuan. Penyanyi perempuan melantunkan lagu-lagu pujaan suci. Penyanyi laki-laki bisanya bernyanyi lagu-lagu cak atau kecak, yang bernuansa ritmis.
Sebagai tari sakral, tari Sanghyang Jaran hanya dipentaskan dalam konteks ritual. Tetapi belakangan ada yang menjadikan tari sekuler yang dipentaskan untuk kepentingan wisata. Bahkan, tahun 70-an ada sekaa Cak yang memasukkan tari Sanghyang Jaran ke dalam garapan Kecak Ramayana, karena kesenian Cak dianggap lahir dari tari Sanghyang Jaran. Dalam pementasannya, penari menari dalam keadaan karauhan, berkeliling sambil memejamkan mata, menginjak bara api dari serabut atau batok kelapa yang telah dihamparkan. ‘’Tari Sanghyang Jaran merupakan tari sakral peninggalan zaman prasejarah. Tetapi belakangan ada yang telah mengalami degradasi karena dipentaskan sebagai pertunjukan pariwisata,’’ ujar Prof. Dibia yang Guru Besar ISI Denpasar. (lun)
piuning, guru piduka di Merajan Jro Mangku Selonog dan ngadegin pragina melalui prosesi nyanjan pada 2 Desember 2019. ‘’Bertepatan dengan rahinan Buda Kliwon Gumbreg, 15 Januari 2020, digelar Karya Nangunang Ida Ratu Pragina Sanghyang Jaran Banjar Bun,’’ ujar Jro Mangku Sugiana yang pegawai Pemkab Badung tersebut. Pada generasi kelima ini, ada sejumlah orang terpilih jadi pragina melalui prosesi nyanjan. Pragina termuda berusia kelas IV SD, dan tertua seorang mahasiswa. Penarinya laki-laki dan perempuan. Mereka di antaranya I Gede Krisna Putra Antara, I Made Satria Purnama, Ni Luh Nyoman Puspita Wardani, I Gede Dodi Putra Natih, Gede Gangga, Komang Isa, dll. Pemangkunya, Jro
Mangku Nyoman Antara. Dikatakan, tarian ini sedikit berbeda dengan tari Sanghyang Jaran di daerah lain, terutama dalam pemakaian sarana api. Jika di daerah lain, sarana yang digunakan pada saat menari adalah api serabut kelapa, sedangkan di Banjar Bun justru bara api dari batok kelapa. Batok kelapa dibakar, kemudian diletakkan di atas dulang tanah lihat. Dihubungi usai pentas, Gde Gangga, salah satu penari, mengakui tak merasakan apaapa saat menginjak bara api. Saat menari dalam keadaan trance, ia mengaku tidak ingat apa-apa. Siswa SMPN 1 Denpasar ini sangat setuju tari Sanghyang Jaran Banjar Bun dilestarikan. Dipilih sebagai penari oleh sesuhunan, dijalani dengan ikhlas. (subrata)
Kendaraan Dewa Indra DALAM mitologi Hindu, Uccaihsrawa (Sanskerta) atau kadangkadang disebut Oncèrsrawa adalah seekor kuda putih milik Dewa Indra, yang muncul saat pengadukan ‘’lautan susu’’ dalam cerita Pemutaran Mandara Giri. ‘’Jika dilihat dari filosofi dasarnya, jaran atau uccaihsrawa merupakan kendaraan Dewa Indra. Jadi, Sanghyang Jaran adalah ritus liminalitas antara dunia nyata dan dunia kedewataan, yang biasanya berurusan dengan kos-
mologi perang, hujan, petir dan sebagainya,’’ ujar Guru Besar Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar Prof. Dr. Nengah Duija. Mantan Rektor IHDN ini menyampaikan, Sanghyang Jaran, sebagai tari sakral tetap memiliki kaitan dengan spirit Hindu, khususnya tarian kosmik. Prof. Duija menambahkan, secara kultural tarian ini juga berkaitan dengan budaya setempat. Sangyang Jaran juga berkaitan dengan tata nilai kehidupan masyarkat setempat, karena orientasi nilainya sesuai dengan pranata yang dijadikan pedoman hidup. (lun)