Skip to main content

Edisi 17 Desember 2017 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu Umanis, 17 desember 2017

u g g n Mi Pengemban Pengamal Pancasila

20 HALAMAN

NOMOR 117 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418


terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu Umanis, 17 desember 2017

u g g Min Pengemban Pengamal Pancasila

20 HALAMAN

NOMOR 117 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Gempa di Jawa

Tiga Tewas, Ratusan Bangunan Rusak

Jakarta (Bali Post) Memasuki musim penghujan akhir tahun 2017 ini, sebagian besar kawasan di Indonesia dilanda bencana. Mulai dari erupsi Gunung Sinabung, Gunung Agung, hingga tanah longsor di sejumlah daerah serta banjir di Jakarta dan daerah lainnya.

BPM/ant

PASIEN - Pihak RSUD Banyumas, melakukan penanganan medis terhadap pasien di pelataran parkir, Sabtu (16/12) kemarin, akibat gempa 6,9 SR yang merusak RS tersebut.

Belum surut banjir yang melanda sejumlah daerah, Jumat malam (15/12) dua gempa besar mengguncang Pulau Jawa bagian barat (Jabar, Jateng, dan Yogyakarta). Bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat memperingatkan adanya tsunami pascagempa tesebut. Akibat gempa tersebut tiga orang tewas dan ratusan rumah, perkantoran, sekolah, dan masjid rusak berat. Tiga korban tewas ditemukan di Ci-

amis dan dua orang di Bantul. Korban meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan. Situs web Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mencatat gempa bermagnitudo 7,3 terjadi pada pukul 23.47 WIB di 8,03 derajat lintang selatan dan 108,04 derajat bujur timur atau 43 km dari arah barat daya Kabupaten Tasikmalaya. Pusat gempa berada di kedalaman 105 km. Hal. 19 Hingga Depok

Presiden Sampai Tak Bisa Tidur

Jakarta (Bali Post) Bukan hanya warga Yogyakarta, Jabar, dan Jateng yang terganggu dengan gempa kuat 6,9 SR Jumat malam (15/12). Presiden Jokowi pun sempat waswas dengan gempa tersebut. Bahkan, Jokowi mengaku sampai tak bisa tidur akibat gempa besar tersebut. Ditemui usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tiga Pilar PDI-P di ICE Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang, Banten, Presiden Joko Widodo mengaku sempat tak bisa tidur akibat dua gempa besar yang dirasakan hingga di Jakarta. “Tadi malam, saya tidak tidur, karena gempanya bukan gempa yang kecil, skala

richter-nya kan pertama 7,3 skala richter, kemudian 6,9 itu angka uang besar,” ujarnya kepada wartawan. Sepanjang malam, tutur Presiden, ia menunggu laporan dan berita terakhir gempa yang berpusat di selatan Jawa itu, tepatnya di daerah Tasikmalaya, Jawa Barat itu. Presiden pun menunggu berita-berita dari daerah dan bersyukur tak ada tsunami, tegasnya. Dari rekaman stasiun-stasiun tide gauge yang dekat dengan pusat gempa, tidak terekam adanya kenaikan air laut. Untuk itu, BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 02.26 WIB. BMKG juga mencatat hingga

pukul 02.14 WIB, telah terjadi tiga kali gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,2, 3,4 dan 3,2. Berdasarkan hasil analisis tingkat guncangan (shakemap), intensitas gempa bumi berpotensi dirasakan sekitar Tasikmalaya juga dirasakan cukup keras di Bandung, Kebumen, Karangkates, Yogyakarta, Jakarta, Depok, Ngawi, Banyumas, Sukabumi, Madiun, Nganjuk, Mataram. Presiden Joko Widodo akan terus memantau penanganannya di lapangan. Sekali lagi, saya terus mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap gempa, terutama yang berada di tengah laut

karena itu bisa menimbulkan tsunami,” kata Presiden. Presiden menilai masyarakat sudah cerdas dalam menanggapi gempa. “Saya sangat senang tadi malam. saya mengikuti sampai jam tiga, masyarakat merespons langsung peringatan yang diberikan mengenai kemungkinan adanya tsunami dan mengevakuasi mandiri yang diarahkan oleh aparataparat kita dengan membunyikan peringatan-peringatan. Saya kira ini sebuah hal yang sangat baik, dan alhamdulillah sudah tidak terjadi apaapa,” ungkap Presiden. Hal. 19 Jangan Resah

BPM/kmb38

MACET - Arus kendaraan jalan Singaraja – Bedugul macet total akibat air meluap ke badan jalan karena hujan deras, Sabtu (16/12) sore.

Hujan Deras di Sukasada

Jalur Singaraja – Bedugul Macet Singaraja (Bali Post) – Kemacetan arus lalu lintas terjadi di Jalan Singaraja – Bedugul tepatnya di perbatasan Desa Pancasari dengan Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Sabtu (16/12) kemarin. Kemacetan tidak terhindarkan karena meluapnya air got ke badan jalan. Tidak hanya itu, luapan air hujan yang deras mengakibatkan satu sepeda motor terseret air. Informasi yang dikumpul-

kan di lapangan menyebutkan, sebelum kejadian hujan deras melanda kawasan Desa Pancasari dan sekitarnya sejak pukul 14.00 wita hingga pukul 15.00 wita. Got di pinggir jalan provinsi Singaraja – Bedugul tepatnya di kilometer 22 menuju Desa Pancasari tidak mampu menampung volume air yang terus membesar sampai meluap ke badan jalan. Karena kondisi jalan pada turunan, air pun mengalir deras

menyusuri badan jalan. Akibat peristiwa ini, arus kendaraan dari arah utara dan selatan tersendat. Beberapa truk atau bus nekat menerobos aliran air yang merendam badan jalan. Sementara, pengendara mobil dan sepeda motor tidak berani menerobos karena aliran air deras. Akibatnya, kemacetan pun tidak terhindarkan. Hal. 19 Sepeda Motor Terseret


4

Minggu Umanis, 17 Desember 2017

Tugas-tugas sekolah yang dilanjutkan di rumah yang sering disebut Pekerjaan Rumah (PR), seringkali dianggap sebagai beban oleh anak dan orangtua. PR sesungguhnya merupakan dampak akhir dari sebuah proses pembelajaran di kelas yang tidak tuntas. Seorang guru yang mampu menciptakan suasana pembembelajaran aktif, efektif, dan menyenangkan biasanya akan memberikan PR yang sangat minim kepada anak. Mengapa? Karena semua aktivitas yang sesuai dengan tujuan pembelajaran telah dicapai atau tuntas, sehingga tugas-tugas yang berkaitan dengan ketidaktuntasan pembelajaran di kelas cenderung minim bahkan tidak ada. Bagaimana dengan tugastugas yang ada pada Kurikulum 2013 saat ini? Tugas-tugas yang ada pada kurikulum 2013 lebih mengarah ke studi pustaka, kegiatan eksplorasi (proyek), dan kegiatan remedial/pengayaan. Buku siswa pada kurikulum 2013 berbasis aktivitas bukan materi, yang artinya bahwa buku siswa menyediakan aktivitas yang konsruktif, bukan materi dalam bentuk jadi yang sifatnya informatif yang kecenderungan untuk dihafal anak didik. Aktivitas yang disediakan pada buku siswa menuntut anak harus mampu menemukan atau mengkontruksi sendiri pengetahuannya melalui kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan (kegiatan 5M). Perubahan pendekatan ini harus disadari sepenuhnya oleh siswa dan orang tua, karena perubahan ini lebih berorientasi pada proses bukan hasil, kebermaknaan kegiatan 5M untuk membangun cara berpikir yang benar tentang belajar, jauh lebih penting dibandingkan hasil akhir dari proses belajar itu sendiri. Apa yang harus dilakukan oleh orangtua untuk membantu anak belajar di rumah? Ini mungkin menjadi hal yang lebih penting untuk bahas setelah mengulas sedikit filosofi perubahan pendekatan pembelajaran pada kurikulum 2013. Berikut 10 Tips bagi orang tua dalam membantu anak belajar di rumah. Cermati tips berikut, terapkan, dan rasakan perubahan pada anak Anda. 1. Luangkan waktu untuk anak Luangkan waktu Anda sebagai orangtua untuk berdiskusi atau mendengarkan curhatan anak tentang kejadian di sekolah. Topik yang dibahas bisa berkaitan dengan kejadian yang menyenangkan, ke-

jadian yang tidak menyenangkan, kegiatan pembelajaran yang dilakukan di sekolah, dan tugas-tugas dari sekolah. Dengan meluangkan waktu bersama anak secara tidak langsung akan berpengaruh kepada motivasi diri dan kepercayaan dirinya dalam melakukan aktivitas belajar yang telah dan harus mereka lakukan. 2. Bersikaplah Penuh Perhatian (Atentif) Umumnya anak akan merasa jenuh terhadap tugas-tugas yang diberikan guru, oleh karena itu, sebagai orangtua, Anda harus mampu membangkitkan semangat anak Anda ketika dalam kondisi jenuh dan capek. Jagalah perasaan anak sebelum mengerjakan tugas agar tetap semangat! Jangan sekali-kali mendikte dan memaksa anak yang dapat menyulut emosi mereka yang berujung kepada demotivasi, bersikaplah penuh perhatian! 3. Pahami tujuan dan jenis tugas anak Kurikulum 2013 secara umum mengelompokkan kedalam 3 kategori tugas, yaitu tugas studi pustaka, tugas pengembangan (proyek) dan tugas remedial/pengayaan. Berikut contoh kategori tugas yang ada di buku siswa kelas 5 Kurikulum 2013. Amati dan cermati setiap bentuk berikut. Contoh Tugas Studi Pustaka: Tugas ini bertujuan untuk mengarahkan anak agar lebih mengenal Tari Saman secara lebih mendalam yang akan digunakan untuk mengerjakan aktivitas lanjutan yang ada di buku siswa. Ayo lakukan 1. Carilah info mengenai Tari Saman dari berbagai sumber, misalnya buku, majalah, surat kabar, internet, atau orang-orang di sekitar yang kamu anggap mengetahui. 2. Berdasarkan info yang kamu peroleh, buatlah artikel singkat mengenai Tari Saman dan upaya masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tarian daerah tersebut Sumber: Buku Siswa kelas 5 Tema 3 hal 36 Contoh Tugas Proyek: Jenis tugas ini membutuhkan waktu yang lebih banyak dalam penyelesaiannya, mengedepankan proses, dan hasil akhir berupa hasil karya (produk). Tugas ini lebih cenderung mengasah dan mengukur keterampilan murid. Ayo lakukan 1. Sediakan 2 buah batu baterai, 3 buah lampu 5 watt, dan kabel. 2. Rangkailah 3 buah lampu tersebut dalam rangkaian seri hingga semua lampu menyala. 3. Rangkailah 3 buah lampu tersebut

Tips Mendampingi Anak Belajar dalam rangkaian paralel hingga semua lampu menyala. 4. Buatlah laporan hasil kegiatanmu ini. Sumber: Buku Siswa kelas 5 tema 3 hal 35 Contoh Tugas Pengayaan: Tugas ini bertujuan meningkatkan kemampuan murid secara optimal melalui kerja sama orangtua. Kerja Sama dengan Orang Tua Cari iklan-iklan di majalah, surat kabar, atau internet tentang barangbarang dari luar negeri. Tulislah jenis barang-barang dalam iklan tersebut. Sumber: Buku Siswa kelas 5 Tema 3 hal 11 4.Bila tugas anak adalah tugas studi pustaka. Orangtua hendaknya mengarahkan anak untuk menemukan tempat di mana sumber/pustaka tersebut bisa ditemukan. Misalnya, bila menggunakan internet, dampingi anak dalam melakukan searching atau browsing mengenai tugas tersebut. Awasi anak agar fokus terhadap pencarian tugasnya, karena internet dapat mengalihkan perhatian anak ke bentuk yang lain seperti game, facebook, musik, film dan lain-lain. Setelah sumber pustaka ditemukan, lakukan diskusi dengan kegiatan 5M yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan. Ingat! Pendekatan 5M bukan hanya terjadi di ruang kelas, namun harus dibiasakan di rumah Anda. 5. Bila tugas anak adalah tugas proyek. Dampingilah anak Anda dalam menyelesaikan proyek tersebut. Orang tua sebisa mungkin membantu anak mempersiapkan alat dan

bahan yang dibutuhkan dalam meyelesaikan proyek tersebut untuk menjaga motivasi anak. Hindari memonopoli pengerjaan proyek tersebut, biarkan anak Anda mengerjakannya sendiri apapun hasilnya, bantulah dia jika ada pekerjaan yang sulit atau cendrung membahayakan bagi dia, beri kepercayaan kepadanya untuk menyelesai proyek tersebut. Ingat! Biarkan anak melakukan sendiri sebagai proses belajar untuk mengasah keterampilannya (proses jauh lebih penting daripada hasil akhir). Pengalaman saya sebagai guru, saya pernah diantarkan tugas proyek oleh siswa, hasil karyanya bagus, tanpa cacat dan membuat saya takjub (mau bilang wow… gitu). Namun setelah saya telusuri ternyata yang mengerjakannya adalah orangtuanya. Apa yang saya lakukan sebagai guru? Saya tetap memberi nilai bagus (nilai 10), yaitu nilai “9” untuk orangtuanya dan nilai “1” untuk anak itu. Jika Anda sebagai orangtua melakukan hal yang sama seperti cerita di atas, dan seandainya saya sebagai guru anak Anda, pasti saya juga berikan nilai seperti di atas dan saya akan tuliskan dengan angka ukuran besar di karya anak Anda tersebut, supaya Anda sadar yang harus dibelajarkan adalah anak Anda, bukan diri Anda. 6. Bila tugas tersebut adalah tugas remedial/pengayaan. Sebagai orang tua Anda harus menggali terlebih dahulu apa maksud tugas yang diberikan dari anak Anda, apakah tugas itu diberikan karena anak Anda tidak tuntas dengan tugas yang sama di sekolah? Bila ya, berarti tugas itu adalah adalah tugas remedial (pengulangan), atau mungkin karena anak

PENDAMPINGAN ORANGTUA - Sebagai orang tua Anda harus menggali terlebih dahulu apa maksud tugas yang diberikan dari anak Anda. Bila itu tugas remedial, lakukan pendampingan yang terstruktur ke anak terhadap kesulitan-kesulitan yang ditemukan dalam pengerjaan tugas tersebut. Bila tugas anak Anda berupa tugas pengayaan, berikan kepercayaan penuh kepada anak apapun hasilnya, karena anak-anak yang diberikan tugas pengayaan mempunyai kemampuan yang baik, lebih mandiri, dan lebih bertanggung jawab.

Anda cerdas (kemampuan belajarnya baik) sehingga diberikan tugas lain yang melebihi dari standar? Bila ya, itu berarti tugas pengayaan (pengembangan). Setelah Anda mengetahui jenis tugas tersebut, apa yang harus Anda lakukan? Bila itu tugas remedial, lakukan pendampingan yang terstruktur ke anak Anda terhadap kesulitan-kesulitan yang ditemukan dalam pengerjaan tugas tersebut, Anda tidak diharapkan sebagai pelaku utama dalam mengerjakan tugas tersebut, Anda diharapkan mampu memberikan scaffolding untuk menggali perlahan-lahan kemampuan anak dan kesulitan-kesulitannya termasuk materi prasyarat yang belum mereka kuasai, setelah itu komunikasikan kepada guru mengenai kelemahannya yang seharusnya dibantu di kelas. Bila tugas anak Anda berupa tugas pengayaan, berikan kepercayaan penuh kepada anak Anda apapun hasilnya, karena anak-anak yang diberikan tugas pengayaan mempunyai kemampuan yang baik, lebih mandiri, dan lebih beratnggung jawab. Sebagai orang tua, Anda harus merasa bangga bila anak anda sering mendapat tugas pengayaan (pengembangan), itu berarti guru memenuhi kebutuhan belajar anak Anda secara optimal. Lebih sabar menghadapi anak, nikmati prosesnya bersama anak. Ingat semua anak adalah unik, memiliki keterbatasan dan kelebihan. Sebagai orangtua Anda harus sabar, sabar, dan sabar mendampingi anak Anda! 7. Lakukan komunikasi dengan guru yang memberi tugas Seringkali anak tidak memberikan imformasi yang lengkap mengenai tugasnya, orangtua harus menjalin komunikasi dengan guru. Menjalin komunikasi dengan guru merupakan salah satu bentuk perhatian Anda kepada anak. Pengamatan saya sebagai guru, orangtua siswa yang sering berkomunikasi dengan guru mengenai tugas-tugas sekolah berdampak postif pada peningkatan kepercayaan diri anak dalam penyelesaian tugas-tugas di kelas. 8. Bimbing anak dalam menentukan target penyelesaian tugas. Biasanya anak mengulur-ulur waktu penyelesaian tugasnya, sebagai orangtua, Anda harus membimbing anak dalam menentukan target peyelesaian. Target yang dimaksud dapat berupa target waktu, dan target hasil akhir. Orangtua harus sadar bahwa umumnya anak masih lemah dalam hal mengatur waktu, sehingga membantu menetapkan target waktu kerja menjadi hal penting untuk dilakukan

bersama anak agar menjadi lebih fokus. Target hasil kerja perlu juga Anda diskusikan, tetapkan target maksimal dalam penyelesaian tugas agar hasil kerja tugas tidak terkesan asal jadi, dan tidak berbobot (kurang berkualitas). 9. Pertimbangkan Mastery (penguasaan) Beri imbalan (reward) pada kinerja anak Anda, imbalan yang mengisyaratkan penghargaan atas penguasaan materi atau keterampilan, bukan imbalan hanya melakukan tugas walaupun hasil akhir asal jadi dan kurang berkualitas. 10. Tunjukkan sikap proaktif, bukan reaktif. Anak jarang membuat rencana penyelesaian tugas secara detail atau mengelola waktu mereka untuk belajar, sebagaian besar cenderung menyelesaikan tugas mereka mendekati waktu batas akhir penyelesaian tugas. Sebagai orangtua, dorong anak Anda untuk lebih proaktif dan mengembangkan rencana penyelesaian tugas-tugas sekolah secara efektif. Disadari atau tidak peran orangtua dalam kurikulum 2013 semakin penting, bahkan genting. Kurikulum menuntut kerja sama yang baik antara sekolah, guru dan orangtua dalam menyukseskan kehidupan anak, peran ini dinyatakan secara eksplisit di buku siswa, yaitu bagian “kerja sama dengan orangtua” yang terdapat di setiap akhir pembelajaran. Berikut contoh bentuk kerja sama dengan orangtua pada buku siswa. Rencanakan kegiatan yang dapat kamu lakukan bersama teman-teman sekolahmu di rumah. Misalnya, bergantian menyediakan rumah sebagai tempat kegiatan belajar kelompok. Adanya bentuk kerja sama yang tertuang secara eksplisit pada buku siswa diharapkan dapat membantu orang tua dalam mendampingi anak untuk melakukan tugastugas yang bermakna di rumah, melalui kegiatan 5M (Mengamati, Menanya, Menalar, Mencoba, dan Mengkomunikasikan). Saya ingatkan kembali bahwa kegiatan 5M bukan hanya kegiatan yang dilakukan guru di ruang kelas, namun juga harus dilakukan oleh orang tua siswa di rumah. Suksesnya anak Anda sangat bergantung dari diri Anda sebagai orangtua. Mari bergandeng tangan membangun pendidikan dan karakter anak bangsa untuk menjadikan “Indonesia Hebat” melalui lingkungan rumah dan ruang kelas. l I Nengah Konten

”Patibrata”

Membaca Pesan Ibunda Sita kepada Generasi Milenial

PANAH bernama guhya wijaya yang diberikan Dewa Indra kepada Rama berhasil menggugurkan Rawana. Apakah masalah selesai? Ternyata tidak. Setelah musuh di luar diri dikalahkan, maka pertempuran yang sejati adalah perang melawan musuh yang konon tempatnya dekat. Pengarang kakawin Ramayana sejak awal telah mengingatkan bahwa musuh itu tidak jauh, ia dekat, ia berada di dalam diri, ia bermarkas di hati. Pada gilirannya, reinkarnasi Wisnu itu juga berhadapan dengan dirinya sendiri. Benih keraguan atas kesucian Sita yang telah lama di negeri musuh tumbuh, berbunga, mekar dan berbuah dalam hatinya. Benalu keraguan yang telah tumbuh di pohon hati itu ternyata sulit dihilangkan. Ketika ia perlahan membesar, pohon cinta RamaSita yang justru diancamnya.

Dengan keraguan itu sesungguhnya Rama menunjukkan sisi kemanusiaannya. Ia juga menggunakan logika manusia pada umumnya, mana mungkin seorang perempuan yang telah lama di negeri musuh tidak pernah dijamah oleh penculiknya. Terlebih tempat diculiknya Sita adalah sarang raksasa yang aktivitas kesehariannya memang bergelut dalam dunia yang diklaim oleh pengarang berkecimpung dengan minuman keras, sanggama, pemerkosaan, perang, dan sejenisnya. Sekali lagi logika Rama sangat masuk akal. Meskipun Ia lupa, raksasa Rawana yang telah menculik istrinya itu juga adalah raksasa berkualitas, pemuja Siwa yang taat, dan tidak hanya ingin memenangkan tubuh tetapi sekaligus hati Sita. Keraguan yang kuat itu disikapi oleh Rama dengan cara menyatakan ingin menceraikan Sita. Rama sama sekali tidak menggunakan kekuatan kedewataannya yang ‘betel tingal’ untuk mengetahui salampah laku Sita selama berada di Alengka. Apabila Rama menggunakan kemampuannya itu, Ia tentu tahu bahwa istrinya selama berada di negeri Alengka dengan teguh menjalankan patibrata. Lalu apakah patibrata itu,

apa godaannya, dan apa anugerah yang diterima Sita? Seperti itulah pada umumnya cara kita sebagai manusia pragmatis berpikir dengan orientasi apa yang hendak didapatkan ketika melaksanakan suatu ajaran. Dengan tidak melandaskan diri pada kewajiban, tidakkah kadar ketulusan pelaksanaan suatu ajaran akan berkurang? Ajaran patibrata yang dijalani Sita tidak dinyatakan secara langsung, tetapi kita ketahui dari ungkapan-ungkapan Tri Jata, satu di antara perempuan raksasa baik hati anak Wibhisana yang melayani Sita selama disekap di taman Angsoka. Sita sendiri tidak pernah sekalipun menyatakan dirinya melaksanakan ajaran patibrata. Ajaran itu misalnya dinyatakan Tri Jata setelah menyaksikan penolakan mentah-mentah yang dilakukan Sita atas rayuan Rawana yang telah dipersiapkan dengan matang. Meski telah memberi berbagai hadiah, Sita tetap menolak untuk dipersunting Rawana. Maka dengan meminjam lidah Tri Jata, pengarang menyatakan tuwi satya tar papadha ring patibrata ‘Sita benar-benar setia tanpa tanding dalam pelaksanaan Patibrata”.

Brata Barangkali, tidak menyatakan diri melaksanakan suatu brata adalah bagian dari brata itu sendiri. Berbeda sekali dengan sejumlah penekun dunia spiritual saat ini yang dengan terang-terangan menyatakan diri sedang melakukan suatu brata. Justru ketika ada seseorang yang menyatakan diri melaksanakan brata tertentu, apalagi sampai menggembargemborkannya, kita patut bertanya kesejatian brata yang dilakukannya. Konon brata adalah janji diri yang sifatnya sangat personal. Seseorang yang menempuhnya harus siap dengan kesendirian sebagai hadiah pertama atas janji dirinya, sementara godaan adalah hadiah berikutnya. Tanpa godaan kualitas brata seseorang tidak akan diketahui. Baru mendapatkan godaan, belum tentu juga seseorang akan menerima anugerah. Sita mempelajari dan mempraktikkan langsung ajaran patibrata di sebuah ‘universitas’ di luar negerinya bernama Alengka, setelah

ia berhasil diculik Rawana dengan wujud pandeta di hutan Citrakuta. Sita yang ditinggalkan Rama dan Laksmana mencari kidang emas seorang diri di hutan ternyata merasa kesepian. Memanfaatkan kesepian itu, Rawana merubah wujud menjadi seorang pendeta dan berhasil melarikannya. Seorang perempuan yang tengah kosong hatinya, perlu berhati-hati dari raksasa yang menyamar menjadi pendeta, barangkali itulah pesan yang dapat ditangkap dari fragmen ini. Sita sesungguhnya tidak sepenuhnya salah dalam kejadian ini, ia hanya setia pada konvensi tradisi, bahwa salah satu sumber kebenaran dapat diraih dari tutur kata pendeta. Memang demikianlah yang diungkapkan dalam teks-teks sastra. Niti Raja Sasana misalnya menyatakan bahwa sarisari sastra dan baik-buruk kehidupan dapat dicari pada nasihat pendeta (reh saking pandita sami, kojaran sarining sastra, ala ayu benar sisip).

Lemah Dari gambaran pengarang, Sita bukanlah sosok yang lemah dalam intelektual, Ia adalah figur perempuan terpelajar. Pada zamannya ia membaca kitab-kitab parwa, purana, dan kanda. Oleh sebab itu, ketika dilanda kesedihan yang mendalam setelah berpisah dengan suaminya, Ia meminta tolong kepada Tri Jata untuk dibacakan kisah-kisah perpisahan dan pertemuan seperti yang tersurat dalam pustaka-pustaka tersebut. Tidak hanya itu, Sita juga menguasai ilmu kecantikan yang ia pelajari dari kitab Indrani Sastra. Dalam konteks penculikannya, Sita hanya kurang terlatih mengidentifikasi pendeta sejati dan pendeta samaran, sama juga dengan kita saat ini yang kurang peka menyadari sosok wiku nagara dan wiku raksasa. Setelah diculik, Sita ditempatkan di taman Angsoka. Angsoka yang berarti taman bebas dari kesedihan, tak mampu sedikit pun mengobati lara hati Sita selama di Alengka yang long distance relation dengan Rama. Di taman itulah kualitas patibrata Sita diuji. Sita dibujuk oleh Rawana dengan berbagai hadiah berupa intan, permata, pakaian, dan perhiasan lainnya. Rawana bahkan telah membuatkan rumah

yang terbuat dari permata ‘umah manik’ sebagai tempat tidur, tetapi Sita lebih memilih menghabiskan malam-malamnya dengan berbaring di atas pertiwi. Selain itu, Sang Dasanana juga menjanjikan Sita kedudukan di ketiga dunia. Jika Sita mau saja menerima permintaannya, Dewa Indra sekalipun akan dijadikan pelayannya. Meskipun Rawana telah menggunakan seluruh daya upaya, Sita bagaikan gunung yang tidak pernah goyah kesetiaannya. Keteguhan Sita lantas menyebabkan Rawana tidak lagi memilih pendekatan dialogis. Ia berusaha melakukan tekanan psikologis dengan cara menipu Sita menggunakan penggalan kepala Rama. Hati Sita hancur, tetapi berhasil ditenangkan oleh informasi Wibisana yang menyatakan Rama masih hidup. Tekanan fisik juga sempat dilakukan Sang Dasamuka dengan menghunuskan keris kepada Sita, namun Dewi Janaki tak takut kepada kematian. Keteguhannya menyebabkan Rawana tidak berhasil sekalipun menjamah Sita. Cinta Sita yang sesungguhnya telah tamat dari godaan cinta, harta, dan tahta yang ditawarkan Rawana, ternyata belum lulus. Ujian tahap akhir ditempuhnya ketika menghadapi keragu-raguan suaminya sendiri. Luka hati yang belum benar-benar kering atas penculikan yang dilakukan Rawana, dilanjutkan dengan sayatan luka baru dari penolakan Rama atas dirinya. Setelah Dasamuka berhasil dikalahkan, Rama justru menyangsikan integritas Sita selama berada di negeri Alengka. Ia pun takut, Sita akan mengotori keturunan Ragu apabila tidak menceraikan Dewi Janaki yang telah ternoda. Dengan sungguh-sungguh Ia lalu menawarkan Sita untuk kembali ke Metila, tinggal bersama Wibisana di negeri Alengka, menuju ke tempat Sugriwa, atau menetap bersama Barata dan Laksmana. Sungguh memilukan. Sita sebagai perempuan tegar tentu tidak menerima tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia meminta Tri Jata untuk memberikan testimoni, sebab dialah saksi hidup selama Sita di Alengka. Tri Jata telah menyampaikan betapa bakti dan setianya Sita selama

berada di kerajaan Rawana. Dia berusaha meyakinkan Rama sebagai reinkarnasi Wisnu yang tampaknya dilanda kebingungan. Dalam konteks inilah pengarang menyampaikan ungkapan tatar hana saswat?nulus yang artinya “tidak ada kehidupan yang sempurna”. Sebuah ungkapan yang saat ini biasa dikutip untuk dijadikan penutup dalam suatu pidato, sambutan, darma wacana dengan berbagai variasi tanpa pernah membaca sumbernya. Tidak hanya meminta penjelasan Tri Jata, putri raja Janaka itu juga berseru kepada lima unsur alam semesta yaitu tanah, air, sinar, angin, dan udara yang ada di luar dan di dalam diri sebagai saksi. Kepada tanah yang menjadi tempat hidup semua ciptaan, kepada air yang menghidupi jagat, kepada sinar yang selalu ada siang dan malam, kepada angin yang menyusupi semua makhluk, dan kepada angkasa yang merangkul bumi, Sita meminta bantuan. Akan tetapi sia-sia, karena Rama masih tetap tidak percaya. Kesucian Tidak ada jalan lain kecuali membuktikan kesuciannya dengan cara malabuh geni ‘menceburkan diri ke dalam kobaran api’. Kepada Dewa Agni sebagai saksi dunia Sita berikrar, jika ia ternoda maka tubuhnya akan terbakar. Akan tetapi, jika ia suci maka perlindungan dan

pembuktian yang ia mohonkan. Tidak berselang lama, persiapan segara dilakukan oleh Laksmana. Kayu-kayu dibakar dengan lidah apinya yang berkobar. Sita terjun ke dalam lautan api, namun dirinya sama sekali tidak terbakar. Melainkan perasaan orang-orang yang melihat peristiwa itu yang hangus. Api seketika berubah menjadi teratai emas (kanaka pangkaja), nyalanya menjadi kelopak daun (dadi dala tang dilah), dan asapnya menjadi keharuman bunga teratai (kukus arum). Dengan cara itu Sita membuktikan kesetiaannya. Itulah anugerah bagi ia yang melakukan ajaran patibrata. Ajaran patibrata yang dijalankan Ibunda Sita dalam kakawin Ramayana barangkali menitipkan pesan ketegaran dan kesetiaan kepada generasi yang disebut-sebut milenial kini. Kata Sita memang sangat dekat dengan Siti yang artinya ‘pertiwi’ atau ‘bumi’. Sita dan Siti sama-sama menitipkan pesan ketegaran dan kesetiaan. Ibunda Sita setia terhadap Rama, sedangkan ibu bumi selalu setia pada bapa akasa. Di zaman sekarang tentu kita bisa bertanya, apakah kesetiaan hanya harus dilakukan oleh seorang perempuan? Adakah sumber sastra yang menyebutkan kesetiaan seorang laki-laki? Jawabannya ada. Tetapi kita akan bahas di lain kesempatan. l Putu Guna Eka

RAMAYANA - Pengarang kakawin Ramayana sejak awal telah mengingatkan bahwa musuh itu tidak jauh, ia dekat, ia berada di dalam diri, ia bermarkas di hati. Pada gilirannya, reinkarnasi Wisnu itu juga berhadapan dengan dirinya sendiri.


5

Minggu Umanis, 17 Desember 2017

CERPEN

Lelaki yang Membunuh Kekasihnya Oleh Kim Al Ghozali AM

Kini dengan rasa bangga kau menceritakan peristiwa itu kepada siapa saja yang menemuimu. Bahkan tentang rahasia-rahasia kekasihmu atau tentang apa saja yang berkaitan dengannya. Kau tidak merasa takut pengadilan nanti akan menjatuhkan hukuman yang berat karena perbuatanmu. Kau tidak menyesal sedikit pun meski telah merampas hak hidup orang lain, hak hidup kekasihmu sendiri. Kau juga mengatakan kepada polisi yang memeriksamu jika kekasihmu itu memang layak dibunuh. Dan kau senang bukan main, bahkan di hadapan polisi di hari pertama kau ditangkap. Singkatnya kau tak merasa berdosa dan apa yang dilakukan adalah benar. Perempuan laknat memang harus dilempar ke neraka, begitu katamu. Kau merasa kehormatanmu sebagai lelaki telah tercoreng. Kegagahanmu dipermainkan. Maka malam itu ketika keadaan sudah sangat sepi dan kekasihmu sudah terlelap, kau mencekiknya sampai mati. Setelah itu kau merasa lega, sangat lega, seperti ada batu yang terbang dari kedua pundakmu. Kau melihat sebuah jalan terbentang dan begitu terang di depanmu. Jalan di mana tak ada lagi kebohongan-kebohongan. Namun benarkah atas semua keyakinanmu itu? Keyakinan bahwa membunuh bisa dibenarkan? Ah, mungkin kau terlalu banyak minum malam itu. Terlalu banyak menghisap serbuk yang kau dapatkan dari rekanmu di ibu kota, sehingga kau menjadi asik dengan fantasi gilamu. Atau mungkin pikiranmu yang terlalu lelah karena bekerja terus menerus dari senin sampai sabtu, dari jam delapan pagi dan tak jarang sampai larut malam. Kau kekurangan istirahat, kurang olah raga dan yang pasti kurang liburan dan hiburan. Itu tentu memiliki pengaruh besar dalam hidupmu. Tapi apakah semua ini benar adanya, ketika kau tetap kokoh pada keyakinanmu walaupun sedang berada di balik jeruji besi, dan kau mengatakan kau baik-baik saja saat atau sebelum kejadian itu. Dalam arti kau memang membunuhnya lantaran kelelakianmu merasa dikibuli. Bukan membunuh atas dasar atau efek lainnya. Tidak, itu bukan alasan yang tepat di mata hukum. Bahkan apa pun alasannya, menghilangkan paksa nyawa orang lain tetap tidak dibenarkan. Agama melarang, hukum pemerintah melarang, nurani manusia juga melarang. Kau tak punya tameng untuk bersembunyi dari perlakuanmu itu, tameng satu-satunya adalah kau cuma merasa benar terhadap tindakanmu. “Kata siapa nurani melarang membunuh orang? Buktinya nuraniku tak pernah melarangnya, bahkan menyuruh untuk membunuhnya!” begitu pembelaanmu. Oke. Jika memang begitu kata nuranimu, berarti nuranimu yang sedang tidak beres. Kau sakit! Nurani Hitler mungkin berkata begitu juga saat peristiwa Holocaust, berkata bahwa tindakannya sesuai nuraninya. Begitu pun Weterling atau para pembantai 50 tahun silam di negeri ini. Mereka mengikuti nuraninya, nurani tidak beres! Para pembantai itu mungkin masih lebih baik karena mereka membunuh orang-orang yang dibenci, sedangkan kau membunuh orang yang kau cintai. Hewan saja tidak sebiadab itu. Namun bagaimanapun pembunuhan tetap tidak dibenarkan, baik membunuh orang yang dibenci, apalagi orang yang dicintai. Kau hanya tersenyum sambil menyandarkan badanmu ke tembok di balik ruang pengap. Dan teman-temanmu tentu berharap setelah mendekam di ruangan tanpa udara itu kau akan menyesali tindakanmu atau paling tidak menyadari bahwa apa yang kau lakukan itu tidak benar. Tapi memang itulah kau, bukannya berterima kasih pada mereka karena telah mengunjungi dan membawakanmu makanan, dan tentu juga menghiburmu, kau malah mengata-ngatai mereka sebagai orang yang ikut andil dalam menghianatimu. Bukan itu saja, kau juga mencekik salah satu dari mereka, sahabatmu sendiri, sehingga polisi di penjara itu harus turun tangan untuk melerainya, kemudian memborgolmu pada satu bagian jeruji. Karena ulahmu ini pulalah persidangan yang akan digelar pada minggu depan kini ditunda lagi, dan kau tentu akan semakin lama menghuni ruangan sempit ini (semoga kau tak membusuk di situ).

Kau akan semakin ketar-ketir menunggu putusan hakim. Oh tidak, kau tak pernah ketar-ketir karena kau memang merasa tidak bersalah. Mungkin juga kau tak butuh sidang karena hanya akan membuat keadaan menjadi bertele-tele. Yang kau butuhkan kali ini hanya seorang yang mau mendengarkan kisahmu dengan seksama, tanpa membantah apa yang kau ceritakan, tanpa menyalahkan apa yang kau benarkan. Ya itu saja. Dan kau lebih tahu siapa dia yang akan mendengarkan kisahmu itu. Setelah seharian kau diborgol, pada malam harinya borgol yang mengikat tanganmu dengan satu ruas besi jeruji itu telah dibuka oleh seorang polisi yang piket di situ. Mungkin ia merasa kasihan padamu, atau mungkin pula polisi itu ketika melihatmu menjadi ingat pada saudaranya sendiri dan bergumam: Bagaimana jika seorang dari keluargaku yang mengalami keadaan seperti ini? Kini pun kau lebih leluasa menikmati ruang tahanan. Dan sejak malam itu kau berjanji pada diri sendiri bahwa esok pagi kau akan menceritakan semuanya pada seseorang. Seseorang? Ah tidak juga. Dengan perasaan mantap dan pikiran yang dikondisikan setenang mungkin kau sudah siap untuk membeberkan sedetaildetailnya peristiwa maupun hubunganmu dengan perempuan itu, kekasihmu. Mulailah kau melihat dengan seksama gambar seorang perempuan di salah satu tembok dalam penjara itu, gambar perempuan tanpa badan, hanya kepala dengan rambut tergerai. Matanya sangat tajam tapi juga lembut ketika melirikmu. Entah siapa yang menggambar, mungkin tahanan sebelumnya. Dan bisa diduga tahanan itu sangat mahir menggambar, atau ia seniman lukis yang dipenjara di situ? Buktinya gambar itu sangat bagus, bahkan bisa dikatakan sempurna, padahal cuma digambar dengan menggunakan spidol hitam. Setiap kali kau menatapnya, kau merasa sedang menatap seorang perempuan yang paling mengasihimu, perempuan yang tak pernah membohongimu. Kau juga merasa ia adalah jelmaan ibumu, adalah peri yang turun di bulan Juli, adalah pohon kehidupan yang melindungi anak manusia. “Aku tahu bagaimana perasanmu sebagai seorang lelaki ketika dihianati orang yang paling kau cintai,” begitu kau menerjemahkan ucapan gambar perempuan itu saat kau mulai bercerita. “Kau memang layak membunuhnya karena di situlah letak kemormatan seorang lelaki. Kau juga layak membunuh selingkuhan kekasihmu itu. Dan kau tidak salah. Budaya mengajarkan begitu.” Kau melongo ketika mendengar kata “budaya”. Ya, ya, kau kini menemukan perlindungan baru, yaitu ketika agama, hukum pemerintah dan nurani melarang orang membunuh, maka bagimu kini budaya mengijinkannya. Tapi tentu kau tak paham juga, budaya macam apa pula yang menghalalkan manusia membunuh manusia?! Itu hanya budaya kanibal, budaya primitif, budaya hutan rimba, budaya yang bertentangan dengan budaya modern yang menjunjung tinggi kemanusiaan. Kau tetap tidak dibenarkan. Karena budaya kita budaya yang memanusiakan manusia. Tapi kau lebih percaya ucapan gambar perempuan itu daripada suara-suara lain, ucapan yang sebenarnya terpantul dari imajinasimu sendiri, imajinasi yang bermasalah. Kau pun menciumi gambar perempuan yang menurutmu menggambarkan karakter perempuan sejati itu. Perempuan dengan segala kasih sayang harus dicintai dan dilindungi, begitu katamu. Tapi saat itu pula kau sedang menjadi tersangka karena membunuh perempuan. Otak paradoks! Puas menciumi gambar perempuan itu, kau menarik nafas untuk melanjutkan ber-

cerita. Dan ia dengan wajah tenang menatapmu, tak sabar ingin segera mengetahui kelanjutan ceritamu. Namun sebelum kau melanjutkan bercerita, perempuan itu tibatiba bertanya? “Mengapa kau tak membunuh selingkuhannya juga?” Kau hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu. Kemudian melanjutkan. Bukan hanya dia dan selingkahannya yang aku bunuh, melainkan juga seluruh dunianya, ucapmu. Gambar perempuan itu sedikit terkejut mendengarkan itu, tapi cepat-cepat disembunyikan keterkejutannya dengan senyumnya yang manis. “Aku tak mengerti apa yang kau ucapkan,” ia menatapmu seperti meminta penjelasan. Kau agak kebingungan untuk menjelaskannya secara lugas. Kau tolah-toleh ke polisi yang sedang bekerja di ruangannya, takut ia mendengarkan ucapanmu. Ah, ternyata kau masih punya rasa takut juga! Kemudian

kau mendekat ke telinga gambar perempuan itu. Berbisik. Lama, sangat lama... Akhirnya gambar yang diajak bicara itu mengerti bahwa kau membunuh kekasihmu bukan karena ia benar-benar selingkuh, tapi karena kamu curiga bahwa kekasihmu memiliki kekasih lain dalam mimpi di tidurnya. Bahwa kekasihmu sering tersenyum ketika tidur, seperti sedang tersenyum pada seseorang. Bahwa kekasihmu sering berbicara saat tidur dan tak jarang kata-kata yang keluar dari mulut kekasihmu yang sedang tidur itu adalah kata-kata mesra, lembut dan menyebut nama lelaki. Yang jelas nama lelaki itu bukan namamu. Bahwa kekasihmu saat tidur sering mengeluarkan rintihan-rintihan nikmat selayaknya sepasang kekasih yang sedang bercinta. Dan kau meyakini ia memang memiliki selingkuhan di alam mimpinya. Kini kau pun lega setelah menceritakan itu semua dan yang diajak bercerita mendengarkan dengan seksama. Kau

ingin menciumi gambar perempuan itu lagi sebagai ucapan terima kasih karena ia mengerti tentang dirimu. Tapi sebelum hidungmu menyentuh pipinya tiba-tiba ada yang menyeretmu dari belakang, ada tenaga begitu kuat memegang kedua tanganmu. Sambil berusaha untuk melepaskan diri dari tenaga itu kau mendongakkan muka ke belakang, ternyata tak lain dua orang polisi dan kini menyeretmu ke luar. Sedangkan di luar jeruji beberapa dokter telah menunggu dan akan membawamu ke sebuah rumah sakit jiwa. Yach! semoga suatu saat kau paham bahwa membunuh itu memang dilarang agama, dilarang hukum pemerintah, dilarang hati nurani dan dilarang oleh budaya. Yang memperbolehkan hanya jiwa dan pikiran tidak waras. Dan tentu saja itu tidak akan berurusan dengan hukum, tetapi dengan dokter ahli atau dengan kerangkeng dan pasung, ditempatkan secara khusus dan dijauhi manusia.

Resensi Buku

Memahami SDD dengan Riang Judul Buku : Sapardi Djoko Damono Penulis : Bakdi Soemanto

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Penerbit: Grasindo Tahun Terbit : Desember, 2017 Jumlah hal. : 255 hal.

Buku ini juga memuat tinjauan atas semua karya-karya asli Sapardi. Sebagai penyair, Sapardi sangat sadar bahwa ia bermain tidak hanya dengan kata, tetapi yang lebih penting lagi, dengan makna. Mengapa demikian? Bukan saja bermain-main dengan media merupakan kegiatan lumrah dari setiap seniman untuk menemukan kekuatan ungkap yang paling efektif, tetapi juga merupakan cara di tengah kegalauan dan hiruk-pikuk pemakaian kata yang tidak lagi mampu menyentuh yang terdalam. Dengan demikian puisi bagi Sapardi adalah juga arena eksperimen dengan kata yang tiada henti-hentinya. Buku ini juga memuat hal-hal trivial dari seorang Sapardi. Ia adalah pemain gitar andal yang sempat membentuk band semasa kuliah di UGM. Semasa menjadi dekan di UI, ia bahkan disebut suka membawa gitar tiap hari. Soal sapaan pun dipaparkan. Selain jamak disapa dengan sebagai “Pak Sapardi”, ia juga dipanggil “Mas Djoko” oleh istrinya dan ada seorang di UGM yang memanggilnya “Dam”. Sapardi pun pernah ikut bermain drama dan disutradarai oleh Rendra. Satu alasan lagi kenapa Sapardi layak diberi hormat sebagai sosok penyair yang penting. Ia bukan penyair yang besar kepala. Ia bahkan mengakui bahwa setiap kali menulis puisi, bahkan sampai sekarang pun, selalu merupakan langkah awal belajar menulis lagi. Tentu maksudnya, ia melakukan percobaan-percobaan. Puisi tidak tercipta secara serta merta, tidak siap saji. Menarik membaca buku ini sambil menakar diri kita sendiri. (osi)

W.G. Sumarta

Budi Hari Pujiono


Refleksi

6

Mencapai Hidup Sejahtera melalui Penguatan Indria Badan Om bhadram karnebhih srnuyama devah Bhadram pasyemaksabhir yajatrah Sthirairangaistustuvam sastanubhih Vyasema devahitam yadayuh (Rg Veda, Mandala 1, Sukta 89, Mantra 8) “Om Ya Tuhan, semoga kami mendengarkan melalui telinga kami segala hal yang menyejahterakan, semoga melalui mata kami selalu melihat segala hal yang menyejahterakan. Ya Tuhan, semoga kami selalu berpuas hati dengan anggotaanggota badan yang kuat serta kesehatan badan yang baik.” Semua orang menginginkan hidup yang tenang, damai dan sejahtera di dunia ini. Mereka yang ingin hidup yang tenang dan damai sebenarnya persyaratannya tidak begitu rumit. Semua menjadi rumit dan “tergantung di langit tinggi” hanya karena kita sendiri yang membuat segalanya menjadi rumit dan sulit. Orang-orang menciptakan hidup yang serba rumit padahal sesungguhnya Hyang Parama Kawi menyediakan hidup yang sangat ringan, aman, dan nyaman. Ribuan-ribuan indria penikmat yang disediakan oleh Tuhan kita biarkan tetap dalam keadaan “mentah tidak termatangkan” sehingga ia menjadi pengantar pada tujuan “tidak kemana-mana”. Adalah kewajiban orang untuk “mematangkan” indria-indrianya melalui disiplin yama-niyama, yoga dan Samadhi. Indria-indria yang tidak termatangkan tersebut akhirnya berubah rupa menjadi penghalang melalui pemenuhan segala keinginan duniawi. Semua itu menyebabkan manusia menjadi merasa nyaman bersama indria-indria “tidak termasak” tersebut. Orang-orang menjadi seolah-olah damai, merasa aman dan nyaman dalam keterpanggangan indria-indria duniawinya. Pikiran merupakan raja seluruh indria. Ia menjadi berkuasa dan dengan leluasa mengarahkan hidup manusia ke arah tanpa arah. “Cañcalam hi manah” pikiran sifatnya selalu tidak tetap dan goyah. Ia lemah dalam memuliakan tetapi kuat dalam mengobrak-abrik kesadaran manusia. Pikiran tidak akan pernah merasa tenang damai melihat orang hidup damai dan berbahagia. Bagaimana pun ia harus berhasil “menghardik dan mengusir” kedamaian dari diri orang, sedangkan kebanyakan orang menjauhkan dirinya dari

Redaktur Khusus MIMBAR

HINDU I Gusti Ketut Widana Terkadang orang kebanyakan tidak menyadari bahwa perjalanan hidup itu berhubungan dengan hitungan umur. Seringkali orang ketika berulang tahun misalnya melantunkan lagu panjang umurnya, padahal bertambah angka umur sebenarnya berarti semakin pendek usianya. Begitu seseorang dilahirkan, hitungan umur itu berlangsung mundur. Semakin bertambah angka umur sama artinya dengan kian bertambah pendek usianya. Sebab pada setiap keyakinan, Tuhan menciptakan manusia untuk lahir dan hadir di dunia sudah dilengkapi “SIM H” (Surat Ijin Menikmati Hidup), dilengkapi “STNK” (Surat Tanda Nomor Kematian) dan juga “BPKB” (Buku Pencatat Kehidupan di Bumi) yang masing-masing mempunyai batas waktu masa berlaku. Jika masa batas waktunya sudah habis, sebagaimana menjadi kehendak-Nya, semuanya akan berakhir, kembali ke dunia kematian fana. Oleh karenanya, menyambung lagu ulang tahun tadi, lebih baik dilantunkan kata “sehat umurnya” dari pada panjang umurnya tetapi tidak sehat. Jika didoakan sehat umurnya, berarti pada setiap tahapan umurnya selalu dalam keadaan sehat, meski pada akhirnya memang harus “tamat”. Hanya saja bagi umat Hindu, sepatutnya lebih mengutamakan “otonan” daripada ulang tahun yang tidak dikenal dalam konsep Hindu. Dengan otonan, basis ajaran Hindu menjadi pijakan dalam meritualisasi keberadaan sang diri, sehingga diharapkan senantiasa dalam keadaan “sadar diri” atas eksistensi diri sebagai Sang Atman yang nantinya diharapkan bisa kembali manunggal pada Sang Paramatman (Brahman), sebagai sumber awal dan final semua makhluk ciptaan-Nya.

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa sentuhan kitab suci Veda. Hal inilah yang menyebabkan pikiran beserta seluruh indria-indria lebih leluasa menyerongkan lalu merajalela menghancurkan kesadaran dan hidup manusia. Selama orang merasa “nyaman” menjauhkan diri dari sentuhansentuhan ajaran kitab suci Veda maka selama itu orang akan hidup dalam “kepastian” yang tidak pasti. Orang menganggap hidupnya baik-baik saja hanya karena berhasil memiliki persyarakan keberhasilan duniawi. Kenyamanan dan kepuasan hidup seperti itu dapat diumpamakan sebagai kepuasan dan kenyamanan anak kecil memeluk boneka. Si kecil merasa segalanya sudah cukup baginya. Orang merasa cukup puas dalam pencapaian-pencapaian kecil seperti mendapatkan pekerjaan, berkeluarga, mempunyai rumah, dan lain-lain. Demi tujuan itulah kitab suci Veda hadir di tengahtengah peradaban manusia untuk selalu mengingatkan dan menyadarkan agar manusia segera berusaha untuk mendekatkan dirinya pada hal-hal yang nyata mengangkat hidup manusianya. Veda tidak pernah berhenti mengimbau manusia agar berusaha mendisiplin diri melalui tapa brata yoga Samadhi. Tanpa lelah mengadakan pengekangan indriaindria dan pikirannya melalui praktik yama-niyama-vrata. Tapa brata seperti itu akan membersihkan, menyucikan dan memperkuat pikiran serta indria-indria. Dengan demikian, kesadaran orang menjadi terangkat dan orang akan selalu tertarik untuk memuliakan hidup manusianya tanpa henti dalam segala keterbatasan keinsanannya. “Bhadram karnebhih srnuyama devah” - Ya Tuhan... izinkanlah agar telinga hamba selalu mendengar hal-hal yang memuliakan hidup manusia hamba. Secara naluri keinsanan, orang selalu ingin memberikan kesenangan dan kepuasan pada telinganya dengan cara mengisi pendengaranpendengaran yang menyenangkan dan memberikan kenikmatan secara luar tetapi merusak secara dalam. Mendengarkan musik keras dengan hentakan-hentakan drum yang “merontokkan jantung”

memberikan kepuasan pada telinga secara luar. Akan tetapi, ia sesungguhnya mempersiapkan orang untuk membeli alat pendengar alias indria-indria pendengan akan menjadi rusak oleh musik keras tetapi “menyenangkan” tersebut. Orang akan sangat bersemangat untuk memberikan kenikmatan dan kesenangan pada telinganya dengan mendengarkan gossip-gossip tentang keburukan orang lain. Bahkan banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya (baca: telinganya) sudah menjadi ter-”addicted” alias kecanduan mendengarkan keburukan orang lain. Telinganya tidak akan nyaman dan senang mendengarkan segala hal-hal yang baik dan penuh kemuliaan. Mendengarkan nasihat-nasihat orang tua dan guru di sekolah membuat hati anak-anak menjadi gemuruh berontak. Sedangkan mendengarkan tentang gossip para artis hati mereka menjadi mekar berbunga-bunga. Telinga mereka sama sekali tidak akan pernah siap untuk mendengarkan getaran spiritual mantra-mantra Veda atau ajaran-ajaran mendamaikan hati dari kitab suci Veda. Mereka akan merasa “selamat” dengan cara menjauhkan telinganya dari mantra-mantra dan ajaran suci Veda. Semua mengetahui bahwa biasanya acara-acara gossip di TV selalu mendapat rating tinggi. “Bhadram pasyemaksabhih yajatrah” - Ya Tuhan..., izinkanlah agar mata hamba selalu melihat hal-hal yang memberikan kemuliaan dan kesejahteraan lahir batin. Kitab suci Rg Veda mengajarkan agar orang senantiasa mempergunakan indria penglihatannya untuk melihat segala hal yang memberikan kesejahteraan dan kemuliaan hidup lahir batinnya. Aksabhih pasyema bhadram- selalulah mempergunakan indriaindria mata untuk melihat segala hal yang memberikan bhadram atau kesejehteraan hidup lahir batin. Aksabhih pasyema berarti melihat dengan mata. Secara nalusi keinsanan orang biasanya ingin mempergunakan mata untuk melihat segala hal yang menyenangkan secara duniawi. Di sanalah kepuasan indria mata. Ketika melihat segala yang memberikan kepuasan pada indria mata, walaupun hanya sekejap dengan susulannya berupa kedukaan dan kesakitan tetapi mata akan selalu mengarahkan orang agar memberikan kepuasan pada mata lagi dan lagi tanpa henti. “Sthirairangaistutuvamsas tanubhih” - Ya Tuhan ... izinkanlah agar hamba hidup selalu dalam

kepuasan memuliakan Tuhan melalui anggota-anggota badan yang kuat serta kesehatan yang baik. Bercermin pada doa prarthana di atas maka setiap orang hendaknya jangan alpa untuk mengusahakan hidup yang berpuas hati terhadap apa yang ada di hadapannya. Mengagungkan Tuhan dan memiliki kepuasan hati terhadap karunia Tuhan yang ada di hadapan kita sekarang ini merupakan suatu kemuliaan tersendiri. Orang biasanya tidak pernah berpuas hati terhadap kemuliaan-kemuliaan dan rezeki yang sudah dikaruniai oleh Tuhan kepadanya. Mereka ingin lebih lagi lebih lagi dan lebih lagi tanpa batas kepuasan sama sekali. Keinginan duniawi tidak akan pernah berhenti dalam menawarkan kesenangan dan kenikmatan duniawi tanpa batas. Orang hendaknya merasa cukup akan karunia yang sudah dikaruniai oleh Tuhan kepadanya. Kata tusta berarti berpuas hati terhadap segala yang sudah dimiliki. Samtusta berarti berpuas hati sepenuhnya terhadap segala hal yang dikaruniai oleh Tuhan kepada dirinya sekarang ini. Ia akan mempergunakan segala titipan Tuhan sebaik mungkin sesuai dengan karunia yang sedang ada di hadapannya. Mereka akan mengatur hidup sesuai dengan rezeki dan karunia yang sedang ada di hadapannya. Kepuasan dan kedamaian akan ada pada mereka yang mampu dengan baik menata segala kemuliaan yang ada di hadapannya. Mereka tidak akan hidup berlebihan hingga melebihi kemampuan dan kelengkapan yang dimiliki. Orang juga diajarkan agar senantiasa berusaha untuk menjaga badan beserta anggota badannya dengan baik. Setiap anggota badan hendaknya selalu dijaga agar tetap berada dalam keadaan bersih, suci dan terkuatkan oleh dislipin-disiplin agama spiritual. Badan jasmani bukanlah “musuh” melainkan “kawan” dan “alat” untuk pencapaian hidup yang tenang sejahtera serta berbahagia. Disiplin-disiplin spiritual yang dilakukan secara teratur serta bersungguh-sungguh akan sangat membantu orang untuk memiliki kesehatan yang baik sehingga dapat dipergunakan untuk berbhakti kepada keluarga, bangsa dan negara serta menciptakan pencapaian kedamaian abadi setelah meninggalkan dunia ini kelak. Hal ini sangat sesuai dengan tujuan Hindu Dharma, yaitu “moksa artham” (tujuan pencapaian pembebasan kekal abadi dari putaran kesengsaraan) dan “jagat hita” (kesejahteraan selama hidup di dunia).

MIMBAR AGAMA

Sadar Umur

Berbicara kesadaran diri, dapat diawali dengan refleksi “sadar umur”, bahwa pada setiap tahapan umur ternyata dapat memberikan sentuhan atau gugahan untuk menyadari bahwa perjalanan hidup dengan hitungan umur, dari waktu-ke waktu selalu mengajak kita untuk mulat sarira ring angga. Berikut, tahapan umur sebagai sarana introspeksi diri melalui lontaran pertanyaan bermakna : Ketika masih berumur 0 tahun, siapapun tidak akan dikenalnya, sehingga terhadapnya tidak perlu ditanyakan apapun. Pertanyaan bermakna baru muncul secara bertahap setelah memasuki umur 20-an, yaitu: “Anda kuliah dimana, mengambil jurusan apa?” Di saat memasuki umur 30-an, pertanyaannya: “Anda kerja dimana?”; umur 40an “Anak sudah berapa?”; umur 50-an: “cucu sudah berapa?”; umur 60-an :”teman yang sudah meninggal berapa?”; umur 70an: “teman yang masih hidup tinggal berapa ?”: dan ketika memasuki umur 80-an pertanyaannya: “kamu siapa ya?”, sebagai pertanda sudah tidak mengenal siapa lagi, persis saat berumur 0 tahun, kembali seperti bayi yang tidak bisa berbuat apa-apa, sangat tergantung pada orang lain

dan tampak sudah tidak berdaya. Refleksi diri atas pertanyaan bermakna pada setiap tahapan umur di atas, tiada lain mengajak kita untuk “Sadar Umur”. Caranya, memanfaatkan masa hidup dengan tahapan umurnya untuk selalu sadar, bahwa setiap pertambahan angka usia sama maknanya dengan pengurangan angka umur hidup. Apalagi, yang namanya perjalanan hidup, seringkali tidak dirasakan, dengan begitu cepat terus berjalan dan berlalu, sebagaimana disuratkan di dalam kitab Sarasamuscaya, bahwa hidup itu hanya sekejap seperti kilatan petir, benar-benar sekelebat. Begitu cepat berlalu tanpa disadari akan semakin dekat kehidupan berakhir. Jika dianalogikan dengan sekolah, hidup ini adalah sebuah pembelajaran, yang kesemuanya pasti akan sampai pada semester “akhir-at”. Sadar bahwa hidup ini adalah fana, tidak kekal apalagi abadi, semuanya serba maya, bahkan dunia maya pun kini telah menguasai dan mengendalikan kehidupan. Sebagai insan beragama, hanya ada satu kata dalam konteks “Sadar Umur”, yaitu selalu mengucap kata “astungkara, angayubagia”, yang dalam bahasa umum disebut

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

“bersyukur” atas apa yang sudah dimiliki, meski seringkali merasa belum memiliki, bahkan selalu merasa kekurangan (miskin). Apa saja yang patut disyukuri, banyak hal, di antaranya : bersyukur atas napas yang masih menghidupi, tubuh yang masih bisa berkarma, kesehatan dalam setiap perjalanan umur, pekerjaan yang melancarkan kebutuhan, keluarga yang selalu dekat dalam sejahtera bahagia, teman yang masih setia, dan yang paling penting masih tetap bisa bersyukur sebelum masuk liang kubur. Melalui “Sadar Umur”, setiap orang disentuh atau digugah kesadarannya, untuk bagaimana menjalani hidup dan kehidupan ini dengan selalu bersyukur atas apapun keadaan diri. Selain mensyukuri kelebihan, terutama atas apa yang dirasakan sebagai kekurangan, tetap disadari sebagai berkah anugrah Hyang Widhi untuk senantiasa meningkatkan sradha bhakti. Hanya dengan kualitas sradha bhakti yang semakin menguat dan meningkat, kesadaran atas tahapan perjalanan umur, akan membuat selalu bersyukur hingga dapat mengantarkan kita pada keluhuran budi, pekerti, hati dan nurani sampai akhirnya mencapai obsesi tertinggi – Hyang Widhi. OTONAN - Ni Putu Indira Ayundari genap berusia 6 bulan dua pekan lalu. Putri pertama dari pasangan I Made Indra Divayana dan Ni Komang Karismayani itu lahir pada 29 April 2017. Upacara otonan pun digelar guna mendoakan agar Indira tumbuh menjadi anak yang berbakti.

Minggu Umanis, 17 Desember 2017

Capricorn Peruntungan: Karena minggu ini Anda banyak menemui orang yang bertampang bunglon, maka dari itu tak perlu terhanyut oleh omongan yang sekadar bualan. Cobalah tetap concern dengan berbagai urusan yang lagi Anda hadapi, tak perlu tengok kanan kiri, karena secara tidak langsung akan mempengaruhi kelancaran berbagai urusan Anda. Karier: Bila tidak mengerti jangan segan untuk bertanya, daripada dipaksakan untuk jalan nanti hasilnya malah akan membikin kecewa saja. Kesehatan: Pikiran tiba-tiba melayang dan mata berkunang-kunang, jika itu terjadi sebaiknya Anda berhenti beraktivitas dulu. Keuangan: Pemasukan cukup baik dan pengeluaran masih terkontrol, sehingga keuangan tak sampai memusingkan. Asmara: Jagalah hatinya supaya bisa berbunga-bunga terus, jangan malah Anda sakiti dengan kata-kata pedas. Aquarius Peruntungan: Minggu ini masih ada rintangan yang harus diwaspadai, walau begitu tak perlu berkecil hati dan tak perlu risau akan ejekan yang muncul, biarkan saja omongan orang lain itu, toh akhirnya akan berhenti sendiri. Karier: Sekalipun kecil yang namanya persoalan tetap saja harus diselesaikan, untuk itu segera saja diselesaikan jangan tunggu menjadi besar karena akan lebih sulit dalam penanganannya. Kesehatan: Tak perlu terlalu cemas apalagi sampai minum obatobatan penambah stamina karena hanya akan menimbulkan masalah di kemudian minggu saja. Keuangan: Income minggu ini masih cukup tinggi dan segala kebutuhan penting dapat teratasi. Asmara: Asmara yang mulus mesti dijaga keserasiannya, kalau ada pihak yang ingin mengacaukan suasana jangan dibiarkan saja. Pisces Peruntungan: Hasil dari kerja keras Anda untuk sementara ini memang belum begitu memuaskan, meski begitu jangan berkecil hati, teruslah bekerja keras dan tinggalkan kemalasan agar apa yang Anda mimpi-mimpikan dapat terlaksana. Karier: Waspadalah akan tipu muslihat yang dilancarkan oleh orang yang tidak menyukai diri Anda, untuk itu jangan mudah percaya dengan setiap omongan yang datang. Kesehatan: Untuk sementara jangan sering keluar malam agar kondisi badan Anda tidak terus menurun. Keuangan: Tak ada salahnya Anda menyisihkan sebagian dana untuk antisipasi perkembangan berikutnya. Asmara: Masih mesra dan harmonis, tinggal bagaimana Anda menjaga emosi Anda. Aries Peruntungan: Tak perlu ragu untuk melangkakan kaki walaupun hambatan ada di sana-sini, uluran tangan yang datang sebaiknya bisa disikapi dengan sebaik mungkin jangan sampai disia-siakan begitu saja. Karier: Jangan cari ribut dengan siapapun karena tak ada untungnya bila perlu mengalah saja. Kesehatan: Di sekitar kaki dan tangan masih terasa pegal-pegal dan cukup mengganggu, tetapi semua itu bisa teratasi dengan terapi pemijatan yang biasa Anda lakukan. Keuangan: Pemasukan masih cukup baik dan selalu ada saja rezeki yang datang tak perlu cemas dan berkecil hati. Asmara: Agak merenggang coba selidiki sebab musababnya, tak perlu malu bila Anda di pihak yang salah, sadari dan ubah sikap agar hubungan bisa membaik lagi. Taurus Peruntungan: Masih penuh dengan masalah yang bisa membuat hati kecewa dan jengkel, untuk itu jaga emosi Anda dan usahakan untuk bisa lebih berkonsentrasi dan bekerja seprofesional mungkin sehingga masalah pribadi bisa dipisahkan dan tidak dicampuradukkan dengan masalah kantor. Karier: Jangan cemas sekalipun sepintas terlihat banyak yang antipati dengan diri Anda, tetapi sebenarnya yang simpatik juga tak kalah banyak. Kesehatan: Karena kondisi badan lagi menurun untuk itu perlu menjaga stamina agar tetap selalu fit sepanjang waktu. Keuangan: Income minggu ini sudah cukup membikin tenang hati Anda. Asmara: Hiasilah hubungan percintaan ini dengan sesuatu yang indah dan menyenangkan bukan hanya dengan suatu olok-olok dan debat mulut yang tiada henti. Gemini Peruntungan: Turuti saja kemauan pasar sekalipun terkesan aneh dan menyulitkan. Tak ada gunanya Anda menentang arus jika akhirnya Anda kehabisan order karena tak sesuai dengan selera pasar. Peluang cukup terbuka lebar untuk itu janganlah bersikap keras kepala, ada baiknya Anda bisa membaca situasi dengan benar. Karier: Ada orang yang iri dengan diri Anda, tak perlu ditanggapi secara serius. Kesehatan: Hati boleh saja panas tetapi pikiran harus tetap tenang dan dingin. Jangan biarkan emosi berkecamuk di dalam hati karena hanya akan bikin tidur tak tenang dan makan menjadi tak selera. Keuangan: Dana yang tersedia sebaiknya dilihat lagi dan sesuaikan dengan anggaran yang akan Anda belanjakan. Asmara: Jangan buru-buru mengatakan cinta pada orang yang baru Anda kenal, karena jika cinta Anda bertepuk sebelah tangan, bagaimana malunya Anda? Cancer Peruntungan: Sekalipun peluang terbuka lebar jika Anda tidak bisa berhati-hati apalagi dengan mudahnya percaya dengan perkataan orang maka akan sulit untuk bisa meraih kesuksesan besar. Sangat ironis sekali jika Anda hanya berpedoman pada omongan orang yang kurang bisa dipertanggungjawabkan kredibilitasnya. Karier: Waspadalah! Minggu ini penuh dengan jebakan yang cukup rapi sekali, sehingga jika lengah sedikit maka masalah besar akan menimpa Anda. Kesehatan: Jagalah kondisi badan Anda sebaik mungkin, sebelum bertindak dipikir dulu faedahnya daripada mementingkan kesenangan yang sifatnya hanya sementara saja. Keuangan: Sekalipun tawaran yang datang itu cukup menguntungkan sebaiknya segalanya harus jelas kekuatan hukumnya. Asmara: Minggu ini penuh dengan selisih pendapat yang mengarah kepertengkaran, mengalah sajalah. Leo Peruntungan: minggu yang penuh dengan kejutan, karena berbagai rencana yang tak terduga ternyata membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Teruslah berinovasi dan berkreasi jangan biarkan langkah Anda terkesan monoton dan membosankan saja. Karier: Meskipun suasana hati lagi runyam jika sudah berada di kantor usahakan muka tetap ceria dan menyenangkan. Kesehatan: Jangan takabur dulu walaupun kesehatan dirasa cukup baik untuk sat ini, karena jika tidak ada upaya untuk menjaganya maka tidak lama akan jatuh sakit juga. Keuangan: Masalah terletak pada bagaimana Anda memanage waktu dengan benar sehingga peluang itu tidak sampai terbuang percuma. Asmara: Hilangkan segala keluh kesah di hati yang selalu Anda ucapkan terus menerus, karena itu akan bikin hatinya menjadi jengkel saja. Virgo Peruntungan: Minggu ini tak ada gunanya negative thinking bila ada peluang segera saja ditindaklanjuti jangan dibiarkan mengambang tanpa kepastian. Suasana tampak tenang karena terbawa oleh nasib bintang Anda yang lagi hoki dan penuh dengan kemujuran. Kesehatan: Jangan menuruti jengkelnya hati apalagi sampai berbuat sesuatu yang malah merugikan kondisi badan Anda. Jaga dengan baik kesehatan Anda selagi dianugerahi badan sehat. Keuangan: Tak perlu mengobral dana jika tidak ingin pusing di kemudian minggu, berhemat adalah langkah yang tepat untuk saat ini. Asmara: Tergantung diri Anda pribadi, jika mampu menyerap segala keinginannya maka tentu saja ketulusan cintanya dapat dijaga terus. Libra Peruntungan: Sekalipun ada dorongan kuat yang mensupport langkah Anda sebaiknya kewaspadaan tetap dijaga. Bila perlu mengalah dan jauhi segala bentuk konfrontasi dengan siapapun, karena akan percuma saja Anda menuruti panasnya hati karena tak ada hasil yang bisa diraih dari konfrontasi tersebut. Karier: Jangan takut untuk menginterupsi pendapat rekan Anda jika memang telah menyalahi dengan prinsip yang ada. Kesehatan: Batuk dan pilek masih mengganggu, sehingga wajar saja jika konsentrasi kerja menjadi terganggu. Hindari mengkonsumsi makanan yang dapat memperparah batuk pilek Anda. Keuangan: Tampak jauh dari rintangan yang berat, jika ada itu hanyalah masalah kecil yang bisa diselesaikan dengan waktu yang singkat. Asmara: Tak perlu gelisah dalam menghadapi suasana yang penuh liku-liku yang menjengkelkan ini. Scorpio Peruntungan: Minggu ini hati Anda memang sedang diliputi oleh kekhawatiran, namun Anda harap maklum karena memang sudah putarannya alam yang harus dihadapi dengan sikap tenang dan kepala dingin, agar tidak semakin terpuruk karena situasi yang ada. Karier: Kabar burung yang Anda dengar jangan terlalu dipikirkan, yang penting Anda tidak pernah menyakiti siapapun. Kesehatan: Pikiran usahakan jangan terlalu tegang karena akan mempengaruhi kondisi tubuh Anda, untuk itu berusahalah serileks mungkin dalam bekerja. Keuangan: Sekalipun pengeluaran tampak meninggi tetapi masih tertutupi dengan income yang masuk di minggu ini. Asmara: Tetaplah bersabar dan memandang masalah dari beberapa sisi jangan hanya satu sudut pandang saja agar tak timbul salah persepsi yang merugikan. Sagitarius Peruntungan: Harapan masih jauh dari bayangan Anda sehingga harus lebih banyak bersabar dan berdoa serta selalu berusaha, agar kesuksesan bisa cepat teraih. Jika hati dilanda kebingungan tetaplah berpedoman pada feeling yang ada daripada mendengarkan omongan orang lain. Karier: Cemoohan orang sebaiknya bisa disikapi dengan hati yang lapang, agar hati dan pikiran bisa tetap concern dengan urusan yang lebih besar dan penting. Kesehatan: Hati-hati terserang diare, untuk itu jangan suka jajan makanan di luaran tanpa memperhitungkan faktor higienis. Keuangan: Masih tetap lancar dan income masih cukup mengalir dengan derasnya sehingga segala kebutuhan bisa tercukupi. Asmara: Diasuh Oleh Sekalipun ada sedikit kecekcokan di sana sini Putri Wong Kam Fu tetapi suasana percintaan Anda terbilang masih Berlaku : 17 - 23 Desember 2017 harmonis.


Redité Umanis, 17 Desember 2017

Bali L e m b a r

Bencingah I Gusti Made Ngurah

Dresta Adat Nusantara

PARA panglingsir majanten sampun ngicénin tata-titi indik bebantenan taler ngwigunayang tetanduran sané wénten ring palemahan. Parindikan punika kapanggihin ring Bali minakadi nabdabang parikrama ngawigunayang tetanduran dadap ring bebantenan. Manut Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., budayawan taler manggalaning Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Provinsi Bali, don dadap nénten wantah kawigunayang ring Bali kémanten, nanging taler ring dura Bali. Pabinayannyané, nénten ketah kawigunayang sakadi ring Bali. “Yadiastun mabinayan, nanging krama Hindu ring dura Bali nandur dadap ring genahnyané soang-soang. Sakéwanten, tatkala ipun makarya upakara, nanging nénten polih ngrereh don dadap, sinah nénten kaucap iwang yéning nénten madaging don dadap,” baos dané. Kakanwil Depag Provinsi Bali warsa 19992008 puniki malih maosang, dresta ngawigunayang taru dadap puniki nénten wantah kamargiang olih krama Hindu kémanten, nanging taler olih krama non-Hindu sané kantun susatya ngamargiang makudang-kudang soroh dresta panglingsirnyané. Sangkaning punika, ring makudang-kudang wewidangan Nusantara wénten parikrama makarya tepung tawar sané kajantenang pinaka panawar miwah kajantenang prasida ngicalang sekancan kaon tur reget ring krama miwah piranti sakadi sané kajantenang olih krama Hindu. “Ring krama non-Hindu pinaka krama panyokong dresta adat Nusantara, taru dadap kantun akéh kawigunayang sajeroning pamargin drestannyané. Indiké punika kasinahang saking aran taru puniki kaucap pinaka kayu sakti,” Gusti Made Ngurah nartayang. (was)

Jero Mangku Pasek

Nénten Patut Maupakara Ageng SAMPUN kauningin, turus lumbung wantah palinggih sané kakaryanin antuk taru dadap. Turus lumbung wantah kakaryanin olih krama sané durung prasida makarya palinggih permanén utawi ngamargiang parikrama pamlaspas sangkaning kirang prabéa. Manut Jero Mangku Pasek, jero mangku dalang sané taler nelebin makudang-kudang sastra lontar, sujatiné upacara mlaspas nénten patut maupakara ageng. Prasida ngawigunayang banten suci ulunnyané madaging antuk bébék aukud sinah sampun prasida kawastanin puput. Krama sané jagi ngamargiang upacara yadnya patut uning ring paletan upacara yadnya, luiré: nistamadya-utama. Risampuné asapunika sinah nénten wénten krama sané takut ngwangun parahyangan sangkaning marasa abot ring banten sané jagi katurang ring pamargi upacara mlaspas. “Sané patut kamargiang wantah banten pamlaspas, banten pangurip-urip, banten pasupati, banten dasar miwah lelabaan sané katur ring prabotnyané. Indik ayabannyané, dados kaselehin sakasidan, minakadi suci kémanten, nganggén pulagémbal utawi kantos bebangkit,” baos dané. Dané sané meneng ring Jln. Pekandelan, Br. Dukuh Sari, Kerobokan, Kuta, Badung puniki ngaptiang pisan mangda kasuén-suén krama setata kapaicayang paungu mangda kramané sayan uning yéning turus lumbung wantah dados kawigunayang ajebos. Sios punika mangda tatas uning yéning makarya merajan utawi parahyangan sané becik nénten ja patut bungah sajabaning jangkep antuk daging-dagingnyané asapunika taler indik upakara miwah upacara sané kamargiang. “Nénten patut bungah yéning sané alit kémanten sampun prasida ngawinang parikrama yadnya kawastanin puput. Sané mautama, krama tatas uning tur éling ring tetuek miwah tattwa saking nista, madya, miwah utama ring parikrama yadnya,” Jero Mangku negesang. (was)

(107)

B a s a

7

B a l i

DADAP – Pinaka tetanduran sané ketah kapanggihin ring pakraman, taru dadap mabuat pisan sajeroning kahuripan krama Hindu Bali utamanipun tatkala ngamargiang makudang-kudang upacara yadnya utawi makarya bebantenan.

Tetanduran Dadap

Taru Sakti antuk Sakatah Kawigunan

SADAGING jagaté puniki majanten mabuat pisan, sakadi kawéntenan tetanduran sané ketah kawigunayang. Satios pinaka paneduh, ring kahuripan krama Hindu, kawéntenan tetanduran kabuatang pisan ring makudang-kudang pariindikan. Minakadi ngawigunayang taru dadap ring sajeroning makarya bebantenan, pinaka tamba, saha pinaka panyangkep parikrama upacara. Tetanduran sané aran latinnyané Erythrina variegate puniki wantah tetanduran sané ketah kawigunayang ring makudang-kudang upacara yadnya Hindu Bali. Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., maggalaning Yayasan Sabha Budaya Hindu Bali punika maosang, dadap ketah kawigunayang pinaka tepung tawar inggih

punika donnyané. Tepung tawar inucap kajantenang pinaka sarana panawar, ngicalang mala taler reget, miwah mabuat ring makudang-kudang soroh bebantenan. Minakadi ring banten penyeneng sané dados jejangkepan ring banten pasucian, banten panglukatan, banten durmanggala miwah prayascita. Ring sarana marupa lis cenik, don dadap taler kawigunayang. Don dadap taler kaanggen dados sasap, kalih bidang don dadap kadagingin antuk jejaitan alit sané kategul ring makudangkudang piranti. Punika kajantenang prasida ngicénin kasidhian mangda piranti-piranti inucap prasida becik kawigunayang taler sué tuuhipun. “Sané ketah kapanggihin ring pakraman, dadap kajantenang pinaka taru sakti sané prasida

ngicén kasidhian taler ngicalang sekancan mala tur kaon ring anggan i manusa. Sangkaning punika, don dadap nénten prasida kagentosin pinaka panyangkep bebanten,” baos dané. Dané malih maosang, sané kawigunayang sajeroning upacara yadnya nénten wantah donnyané kémanten, nanging taler carang miwah bantangnyané. Minakadi dados panyujug utawi piranti nyikut dalem bangbang padagingan ring parikrama mlaspas palinggih. Sané kawigunayang wantah bantang sané sampun kadabdabang lantangnyané tur macarang tetiga. Tatkala bantangnyané kacelekang ka tanah tur carangnyané sampun ngantug sinah dalem bangbang padagingan inucap kaucap sampun becik. Sios punika, bantang sané sampun tuh

dados kaanggén darasep utawi kawigunayang ring pasepan tur kadagingin menyan miwah cenana. Duaning kayu dadap kaucap miik tur akéh ngamedalang andus. Sios punika, sajeroning parikrama wayang lemah taler ngawigunayang apasang taru dadap sané kantun madaging don. Punika katancebang ring kiwa-tengen genah ngwayang tur kasambung antuk benang tukelan niyasa panyambung jagat. Tetujonnyané mangda sahananing kaon ring parikrama upacara yadnya sané kamargiang punika prasida ical. Indik kawigunan sané siosan, dané ngwewehin ring sastra indik taru pramana kocap I Taru Dadap utawi punyan dadap punika nartayang raga pinaka taru tis sané donipun prasida kawigunayang pinaka tamba.

Sangkaning punika, ketah toya pesengan don dadap kasaip kanggén loloh tur kainem. Wénten taler kanggén nyengker tetanduran ring tegalan minakadi kopi, taler dados tetanduran penyandal utawi kanggén genah nglilitang tetanduran minakadi mica, base, miwah sané siosan. Sangkaning ring tengahan bantangnyané nénten padet, sinah prasida dados lemekan utawi tanah genahnyané katanem sayan becik. Mabinayan sareng kaséla sawi sané ngawinang tanahnyané sayan tuh. “Pinaka taru tamba taler piranti panyangkep upacara yadnya, dadap kantun dangan kapolihang kantos mangkin. Tatkala katandur ring paumahan, prasida nyengker tetanduran sané wénten ring pakarangan,” dané nartayang. (was)

Palinggih Turus Lumbung

Nénten Dados Nglintang Awarsa

RING kahuripan krama Hindu pamekas ring Bali, samian pastika uning ring taru dadap sané akéh pisan kawigunannyané utamanipun pinaka panyangkep upakara sajeroning upacara yadnya. Satios punika, taru dadap taler kawigunayang makarya palinggih sané kawastanin antuk Turus Lumbung. Turus lumbung wantah aran saking parahyangan utawi palinggih sané dangan pisan kakaryanin, inggih punika bantang dadap katancebang tur kadagingin antuk lapan genah ngunggahang canang utawi banten. Punika satmaka wangun pangawit saking parahyangan utawi palinggih sané jagi kawangun ring sanggah kamulan wiadin ring genah siosan. Jero Mangku Pasek saking Br. Dukuh Sari, Kerobokan, Kuta, Badung maosang, turus lumbung punika nénten ja nerus kawigunayang santukan wénten waneng galahnyané tur nénten dados lintang saking awarsa. Yéning sampun awarsa, sabeciknyané

kagentosang antuk palinggih permanén. Duaning risampuné turus lumbung punika nglintang awarsa, majanten dados taru idup sané sayan ngagengang. Manut sastra agama Hindu sajeroning Widhi Tattwa kabaosang, manawita wénten genah nyinggihang Ida Sang Hyang Widhi Wasa taler sahananing prabawanida sané nénten mapadagingan, maplaspas miwah mapasupati, sinah manados linggih Dengen utawi Bhuta Kala. Punika kajantenang jagi ngawinang kahanan ring paumahan dados benyut minakadi ketah miyegan utawi nénten guyub makulawarga. “Kahanan sakadi punika sané ketah kapanggih. Boya parindikan sané serem wiadin tenget minakadi medal api sané ngéndah. Punika mawinan yadiastun soroh palinggih dados kakaryanin turus lumbung, nanging patut mangda kakaryanin wangun sané becikan,” baos dané. Palinggih turus lumbung ketah kawangun ring merajan sangkaning sang sané madué

karang durung madué prabea kanggén makarya sané becik. Turus lumbung taler kawangun ring genah siosan sangkaning durung jangkep pikayunannyané jagi makarya palinggih irika. Minakadi dané maosang, yéning wénten kulawarga sané keni panyungkan tur nénten prasida seger. Risampuné polih mapinunasan, medal pabaos mangda kulawarga inucap makarya palinggih ring teba utawi genah siosan. Yadiastun irika kulawarga inucap sumanggup, nanging risampuné teked ring jero malih ipun matetimbang napi ké jakti risampuné ngwangun palinggih punika, kulawargannyané jagi seger. Napi malih punika ngawinang sayan ngakéhang palinggih sané patut kaupapira. Dadosné, kulawarga inucap makarya turus lumbung sané pacang kagentosin antuk sané becikan yéning angga kulawarganyané sampun jakti seger. Yadiastun wantah ajebos, ngwangun turus lumbung taler ngawigunayang déwasa becik.

Dewasa sané ketah kambil kabaosang dané minakadi déwasa mentas, déwa sampurna utawi dewa anglayang inggih punika makasami dinané kaucap melah. Ketah taler kamargiang ring raina sakadi Kliwon utawi Purnama Kadasa. Risampuné kapolihang dina becik, wawu bantang utawi carang dadap punika katancebang ring genah sané sampun kajantenang tur kadagingin antuk lapannyané. Manawita nénten madué carang utawi bantang dadap, dados ngawigunayang kayu biasa, sakéwanten kadagingin jejatonan taru dadap akidik. Wusan punika wawu karesikin miwah kabyakaonin, durmanggala, prayascita miwah katurang pangulapan. “Indik soroh dadap sané kawigunayang nénten ja kajantenang, dados nganggén taru dadap lengis, dadap wong utawi dadap sakti. Sané utama wantah tarunnyané kantun becik duaning makasami soroh dadap wantah pateh Taru Sakti pinaka cihna Siwa,” dané nartayang. (was)

“MATUR suksma, yén suba kéné, Beli sing bisa ngomong apa. Melahang ngaba janjiné. Masaksi yéh tukadé ening, apang ening teked katelenging hredaya. Sawiréh yéhé ané jani membah ngatebénang, tusing taén pegat tekén sumberné ané mara nglebut pesu uli di dulu. Tresnané pinaka toya, iraga pinaka subak apang sing marebut ngundukang yéhé ngupadi rahayu ngecokin carik di déwéké apang nyak mupu pamulain,” baosné Ngurah Jelada. Sesampuné masiram saha malangsehan ring pancorané, samian raris mantuk. Luh Méga magelut magandéng sareng Arniek lan Ngurah Jelada ngandéng rainné ninggal tukad genah anaké rafting sampun samun, congé-congéné masuara umung ngelad prana. Rauh ring jeroné dapetanga ibunné sampun usan maratengan. Ambun pelalah udangé muah urutan magoréng lan sambel bongkoté makius ngilinin irung. Sami ngambu ka pawaregan.

“Tubiang ngarya napi niki, aéng jaen ambunné. Basang titiangé marasa seduk usan mameman,” baosné Arniek sareng Luh Méga sinarengan macelig ka pawaregan. “Né kanggoang dedadakan ngoréng urutan ajak ngaé sambel darang nasi jani.” “Ooh yéning kénten, anggén janganné titiang jaga ngarya capcay. Niki sedeng becik wénten poh, sawi, buncis miwah kool anggén ijoanné. Ulamné cukup udang sareng urutan manten,” aturné Arniek makrépakan ngracik bumbu ngiris poh. Luh Méga sareng Ayu Jeladi ngiris sayur ijoané lianan. Sami nguratiang abahné Arniek masak ngétakang sendok, sutil ring pangoréngané sakadi chef sané cekatan. Atengah jam sampun puput.. “Hmm, bonné dogén jaen Niek. Dadi cicipin bedik?” baosné Luh Méga nyud. “Ooh dadi pesan apang tawang rasan bumbuné, niih…,” Arniek nyéndok alépékan alit. Ibunné nyicipin

sidumun, wau Luh Méga, Ngurah Jelada lan Ayu Jeladi saling kecapin. “Naah né mara ya capcay, basanné pas pesan yadiapin bahanné saderana. Irisan pohé cara makaroni rasanné cara muluk gajih asem manis,” baos Tubiang Siwi ngajumang. “Nah lamun kéto jani jalan ngajeng malu di Balé Daja,” baos Ibunné nanjénin. Sami mangkin pakrémos ngajengang. Ajinné rauh saking tegalé makta tuak sareng malagaran. Pas wau pisan Ngurah Jelada usan ngajengang HP-né macruit wénten sané ngontak. “Ooh Mang Padmini, tumbén, ada apa?” saurné saha ngagengang spieker HP-né. “Tungurah dija mangkin? Tiang niki di Denpasar kari naftar di Unud ajak timpalé.” “Tiang jumah di Pringalot, nu marembug ngiring anak lingsir. Arniek masih dini.” “Oh pantesan alih jumahné ten ada, mesra-mesraan ni yé? Tiang ibi nelokin Madé Budi-

ana ngantén ajak Sudiari. Dados ten ada timpal ané rauh, napi mula ten undanga?” “Ooh, tiang sing pesan ningeh. Tuaji sing masih polih gatra di Banjarané. Yén kéné sinah ada ané sing bérés ajak matimpal. Yén manut jumah di Pasaban kénkén koné?” “Nggih yén manut timpalé ané masuk di Amlapura, Ketut Pajar, Gedé Pandé, Ketut Dangin lan Luh Candri ané bareng teka, ngoraang Madé Sudiari sampun beling pat bulan.” “Pat bulan? Dadinné mirib kadung kalulutan dugas malajah bareng lakar ujian ento. Tiang ajak Arniek taén masih nepukin padaduanan di Kopi Shop Bukit Jambul mesra gati.” “Nggih Tungurah, belinné mula sampun ngwangun villa di sisi Kauh Bukit Jambulé. Minab anggéna persiapan ngarya hotél utawi rumah makan, yén pidan sampun pensiun.” “Mirib ditu mepes anggona pasinggahan. Nanging padalem Sudiari buung kuliah.” “Aah sira uning Sudiari

BPM/was

TURUS – Sadurung kramané sida makarya palinggih utawi parahyangan sané becik, majanten ipun makarya turus lumbung sané kakaryanin saking taru dadap antuk wates galah nénten nglintang ring awarsa. dados managerné derika. Yén Budiana ngaku lakar masuk di D3 Pariwisata mangda nyidayang makarya di kapal pesiar kadi belinné, cukup berhasil.” “Man Padmini, yapin tusing undanga, baan ingeté matimpal uli pidan, kénkén yén buin mani ajakin timpal grup iragané nelokin nganténé. Jeg tomplok tekain ramé-ramé.” “Ooo, ide bagus Tungurah. Tiang ngoling timpalé ane di Denpasar saha ngabarin Sudiari lan Budiana mangda siap bénjang jumahné. Tungurah ngabarin sané lianan, oke?” “Oke Mang Ni, makumpul jumahné Arniek di Nongan jam dua siang?” baosné Ngurah Jelada raris nutup HPné. Sami sané mireng pada ngituk. Luh Méga matakén: “Nguda bengong Tungurah. Napi kapingin dados pangantén remaja kadi Sudiari?” “Amit-amit jabang bayi, sampunang ngawé jengah Tungurah,” baosné Arniek teges. (Masambung)


8 Parahyangan

BPM/ist

PALINGGIH - Sinalih tunggil palinggih ring Pura Penataran Luhur Medang Kamulan

Pura Penataran Luhur Medang Kamulan

Piodalan Nyabran Saniscara Paing Ukir

SATIOS ring Bali, wangunan pura taler akéh wénten ring wewidangan Gresik. Wangunan pura irika madué soang-soang cihna. Sakadi Pura Penataran Luhur Medang Kamulan, sané magenah ring Dusun Buku, Desa Mondoluku, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. Pura sané kawangun daweg warsa 1960 puniki mawit wénten saking kawéntenan Pura Setia Dharma Bakti sané kawangun olih umat Hindu Mondoluku. Satios punika, pura puniki ketah kawigunayang genah pamuspaan antuk keyakinan Jawi. Piodalan ring Pura Penataran Luhur Medang Kamulan rauh nyabran Saniscara Paing Ukir. Samian wangunan pura ngawigunayang batu bata. Puniki wantah sinalih tunggil cihna saking wangunan Pura Medang Kamulan. Pura Medang Kamulan puniki sampun polih kabecikang. Ring warsa 1980, antuk wantuan krama Hindu kirang langkung 75 KK ngwangun pura inucap ring tanah sané jimbarnyané kirang langakung 612 m 2.. Nanging mangkin, jimbar palebaan pura sampun 3.966 m 2. Naen wénten diskriminasi agama ring désa inucap. Kantos wantah pitung KK sané kantun pageh ngamargiang swadharma magama Hindu. Yadiastun wénten diskriminasi sané kaon, dané kantun prasida ngamargiang upacara miwah pamuspaan madasar kalascaryan. Daweg Oktober 2010, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Wringinanom, Sai, miwah Ketua PHDI Kabupaten Gresik, Kusno, ngrauhin pondok Kadek Sumanila, sinunggil krama Hindu ring désa inucap. Kadek kauduhang mangda ngranjing dados pengurus anyar ring PHDI. Pamuput, Kadék kayun dados pengurus PHDI. Salanturnyané, Kadek, Kusno, miwah Sai, rauh ka Desa Mondoluku matemu sareng krama Hindu ring Mondoluku. Rauh irika, samian ngamargiang pamuspaan saha paum ngrincikang pawangunan pura. Ring tanggal 25 Desember 2010, wantah raina piodalan Pura Penataran Agung Margo Wening. Kala punika, Kadek kacunduk sareng Ida Pandita Sri, Mpu Nabe Daksa Samyoga, miwah Pinandita, Drs. I Nyoman Murba Widana M.Ag., nlatarang kahanan krama Hindu miwah kahanan pura ring Mondoluku. Mawit punika, kahanan krama Hindu miwah kahanan pura sayan mecikang. Ring Pura Penataran Luhur Medang Kamulan, aran-aran palinggih akéhan ngawigunayang model Jawa. Gedong lingga kamulan pinaka genah pamuspaan majeng Ida Bhatara. Ring tengahnyané madaging rong tiga, luiré: Bapanta ring tengen, Ibunta ring kiwa, matemahan Sang Hyang Iswara ring tengah. Nyinahang yéning Ida wantah Hyang Tunggal Kamulan Sakti Kamimitan. Pura Penataran Luhur Medang Kamulan rumasuk sthananya para leluhur nusantara saking peradaban Kerajaan Majapahit rauh ring Kerajaan Mataram kuno (Medang Kamulan). Panyiuan krama Hindu pamekas saking Bali sampun naen pedek tangkil ka pura inucap. (kmb)

Dura Désa

Redité Umanis, 17 Desember 2017

Candi Purwo ring Alas Purwo, Banyuwangi

Genah Patemon Brawijaya sareng Sabdopalon Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur sané dumun kasub pinaka Blambangan, akéh pisan sejarahnyané. Sinalih tunggil, kawéntenan Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Ring wewidangan alas puniki, wénten wangunan Candi Alas Purwo sané kasuciang. Kabaosang, genah inucap wantah genah patemon pinih untat pantara Prabu Brawijaya sareng Sabdopalon, patemon punika kamargiang wus Kerajaan Majapahit runtuh. CANDI Purwo magenah ring pasisi Teluk Pangpang. Manut pahpahan désa, genah Candi Purwo ngranjing ring Dusun Pondok Asem, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo. Genahnyané nepet ring tengahing hutan bakau. Genahnyané sepi saha asri. Nampek saking candi wénten muara, patemon toya telabah sareng segara. Duluan saking genah puniki wénten ring Semenanjung Sembulungan, Muncar. Wangunan candi kanten ngadeg tegeh, ukirannyané macihna pisan khas Majapahit. Genah puniki ketah karauhin pinaka genah wisata religi. Utamanipun olih umat Hindu saking Bali miwah saking Tegaldlimo. Wénten taler pengikut Kajawen sané ketah rauh ka genah inucap ngamargiang semedi. Krama irika taler nyengguh genah inucap antuk aran Gumuk Gadung. Gumuk Gadung, manut krama irika wantah pinaka saksi bisu patemon pantara Raja Majapahit, Prabu Brawijaya sareng sang abdi dalem, Sabdopalon. Kabaosang, kala punika, ri kala Kerajaan Majapahit runtuh, Brawijaya ka Blambangan. Ring Gumuk Gadung puniki sang kalih mabebaosan. Asilnyané, Brawijaya ngambil pamutus matilar ka Gunung Lawu. Sabdopalon sané satia ring ajah-ajahan le-

luhur, sahasa ical ring genah i nuca p . Dum un, s a d urung kawangun candi ring genahé punika, wénten taru ageng sané mawasta kelampis ireng. Aran Candi Purwo puniki taler matetuek dalem pisan. Kaaptiang, krama mangda setata éling ring kawitan miwah sejarahnyané. Satios punika, Candi inucap pinaka niyasa kaagungan Nusantara antuk kabhinnekaan. Ketua Parisad ha Hind u Dharma (PHDI) Kecamatan Tegaldlimo, Joko Setiyoso maosang, Pura Agung Candi Purwo puniki kawangun daweg warsa 1996. Prabéa pawangunan mawit saking swadaya umat Hindu Tegaldlimo, kawantu p u n i a saking Bali. Daweg 11 September 2011, kamargiang upacara mlaspas. “Kala punik a , k a j a n ten a n g , tonggak sejarah mawal i n nyané Sabda-

palon ka tanah Jawi. Sapisanan tonggak sejarah Nusantara,” tutur Setiyoso. Genah candi sané doh saking paumahan ngawi kahanan genah inucap sepi. Wangunan candi taler nyihnayang pisan pepadonan cihna Jawi miwah Bali. Yadiastun akéhan cihna Jawi antuk cihna tetamian era Majapahit. Wangunannyané majeng Kangin, genah Sang Hyang Surya endag, pinaka niyasa kawitan utawi wit, asal, pangawit. Nuju genah candi, muatang perjuangan. Saking Kota Banyuwangi ka genah puniki nelasang galah kantos kalih jam. Ngranjing ring wewidangan Alas Purwo, wénten papan nama nuju genah candi. Ngranjing ring Dusun Pondok Asem, Desa Kedungasri, krama sané rauh patut nglintangin jalan macadam, sapanjang tigang kilo. Salanturnyané margi tanah cupit, kalanturang malih kantos rauh ring penataran candi. Santukan margi nuju genah inucap nénten prasida kalintangin montor wiadin mobil, majeng krama sané seneng berpetualang spiritual, wewidangan candi puniki yukti pas pisan. Genahnyané sepi, ning, doh saking paumahan krama. Ring nuju rerainan, akéh krama sané makemit irika, minakadi krama saking Bali wiadin wewidangan tiosan. (udi/uma)

Tumpeng Sewu - Ajengan sané kakaraning sajeroning tradisi Tumpeng Sewu marupa pecel pitik, ayam panggang jangkep antuk bebasannyané.

”Tumpeng Sewu”, Sinunggil Tradisi Suku Osing

YADIASTUN ring Kota Banyuwangi akéh wénten suku, sakadi suku Madura, Tionghoa, Mandar, Arab, wiadin Bali, Banyuwangi madué suku asli miwah madué basa asli Banyuwangi. Suku asli Banyuwangi kawastanin “Suku Osing”. Suku Osing wantah sinalih tunggil suku sané wénten ring Pulo Jawi. Suku Osing madué basa sané kawastanin Basa Osing. Suku Osing puniki kantun prasida kapanggihin ring wewidangan Giri miwah Glagah, Banyuwangi. Satios madué suku miwah basa Osing, Suku Osing puniki madué tradisi “makan besar” sané kawastanin Tumpeng Sewu. Tradisi Tumpeng Sewu puniki kantun kamargiang saha kalestariang olih suku asli Banyuwangi kantos mangkin. Tradisi makan besar puniki kamargiang nyabran bulan Haji. Krama Osing precaya, antuk kamargiangnyané tradisi wiadin upacara inucap, krama Suku Osing pacang doh saking pancabaya. Upacara utawi tradisi puniki rumasuk ring tradisi panulak bala. Suku Osing precaya, yéning tradisi inucap nénten kamargiang, pacang wénten pancabaya sané nibénin. Ngeninin indik ajengan sané kasayagayang sajeroning tradisi Tumpeng Sewu marupa pecel pitik. Pecel pitik puniki marupa ayam panggang sané kadagingin serutan kelapa miwah bebasan khas Suku Osing. Satios Tradisi Tumpeng Sewu, krama Suku Osing taler madué tradisi puputan, pateh sakadi krama Bali. Puputan utawi tradisi puputan Suku Osing puniki naen mamargi antuk yudha ageng. Parindikan punika mamargi daweg warsa 1771 M, kawastanin Puputan Bayu. (kmb)

Satua

Taluh Mas

Kaketus saking Pupulan Satua Bali V

UNDUKÉ ento lantas kapirengang olih Ni Daa Corah. Disubané ia nawang apa ané ngranayang pisagané bisa dadi sugih, ditu lantas ia nylibsib ka umahné Ni Daa Dana ané suba dadi sugih ento lakar ngamaling kedis dedarané ento. Mara pesan kedis dedarané neked di guungané lantas ejuka baan Ni Daa Corah tur abana mulih. Disubané teked jumahné lantas ia celepanga ka guungan gelahné tur pejanga jumah metén, apanga ditu ia ngidaang mataluh mas. Sakéwala kedis dedarané ento tusing ja nyak-nyak mataluh. Makelo pesan Ni Daa Corah ngantiang, masi kedis dedarané tuara ja nyak mataluh, kanti ia gedeg tur lakar emposa baongné. Mara Ni Daa Corah ngungkabang jelanan guungan lakar nyemak i kedis dedara, kedisé ento lantas masiluman dadi lelipi gedé tur mandi miwah matendas duang dasa. Ba…, apa kadén tengkejutné Ni Daa Corah, ia lantas jerit-jerit ngidih tulungan. Ditu lantas makejang pisagané teka nyagjagin kema, ada ngaba tumbak, ada ngaba kayu miwah ané siosan bakal anggona ngamatiang lelipi gedé ané matendas duang dasa ento. Sakéwala mara pisagané makejang neked ditu di umahné Ni Daa Corah, dapetanga lelipiné ento buin masiluman dadi kedis dedara. Nglantas ia makeber malipetan ka alasé. Ditu mara makejang anaké ané teka ento pada ngon tur angob sawireh nawang tur ningalin kénkén kasaktian kedis dedara ané suba mataluh mas ento. Buina kramané makejang lantas pada marasa takut sawiréh orahanga kedis dedarané ento tuah Ida Bhatara sané nyalantara ka mercapada nguji kabecikan tur kalewihan bikas jadmané. Sakéwala lacur baan Ni Daa Corah, sawiréh sesukat unduké ento ia lantas kaucap jelé ring desané. Bali Post/udi

(Puput)

CANDI – Wangunan Candi Purwo ring wewidangan Dusun Pondok Asem, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi.

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu umanis, 17 DESEMBER 2017

9

SPORT

Bulls Menang Beruntun

HAL 12

Tampil Buruk

Yamaha Enggan Disebut Gagal Tavullia –

Dualisme yang diciptakan Valentino Rossi dan Maverick Vinales di tahun pertama pada MotoGP 2017, telah menyebabkan tim Movistar Yamaha berada dalam posisi terjepit. Ini terkait proyek pengembangan motor M1. Ini tidak ada sangkut pautnya dengan egoisme pembalap papan atas MotoGP itu, tapi ini lebih kepada tingkat teknis. Akibatnya, perkembangan motor M1 di musim ini terlihat sangat lamban. Itu terjadi lantaran selama fase penting di tes musim dingin atau pra musim, kedua pembalap mendorong pengembangan motor ke arah yang berbeda. Yamaha pun harus fokus pada perbedaan itu. Vinales misalnya. pendatang baru di tim Garpu Tala awalnya tampak antusias dengan model terbaru M1 yang juga didukung oleh hasilnya. Pada awalnya Vinales tampil impresif dengan menggondol kemenangan. Namun, ketika masalah muncul itu menghancurkan semua perjalanannya di sisa MotoGP 2017. Sementara Rossi lebih membicarakan mengenai perubahan sasis yang pernah dilakukan tim Yamaha. Saat itu Rossi berkata bahwa selama menjalani tes privat di Valencia dirinya

mencoba untuk menggunakan motor dengan sasis lama (2016). Artinya, baik Rossi dan Vinales sepakat bahwa motor 2017 lebih buruk. “Sekarang kami harus menunggu dan memeriksa motor baru, akan ada sesuatu yang menarik. Kami berada dalam masa yang sulit, mulai dari sini sampai Februari Yamaha harus membuat lompatan besar dalam kualitas dengan mengerjakan sasis dan mesin,” ujar Rossi beberapa waktu lalu. “Titik awalnya akan menjadi motor 2016. Saya dan Maverick telah melakukan sebagian besar pekerjaan, sekarang bola panas berada di tangan mekanik Jepang,” imbuhnya. Sementara itu, Vinales sama sekali tidak menyangka

memiliki hubungan yang cukup baik dengan Rossi hingga akhir musim. Padahal Rossi sempat memiliki masalah dengan rekan setimnya, Lorenzo yang membuatnya memutuskan untuk hengkang ke Ducati. “Saya sempat berpikir akan kesulitan menjalin kerja sama dengan Rossi. Namun kami justru bekerja sangat baik. Kami saling menghormati dan itu sangat penting di periode yang sulit seperti ini,” ungkap Vinales. Vinales pada akhirnya harus puas finis di peringkat ketiga di belakang Marquez dan Dovizioso. Sedangkan Rossi mengakhiri balapan di peringkat kelima. “Jika motor bekerja dengan baik, kami berdua bisa menggeber motor dengan cepat. Anda tidak bisa me-

nyalahkan Yamaha atas performa motor yang tidak stabil. Mereka sudah berusaha memberikan terbaik 100 persen dari awal musim dan tidak ada yang berubah,” sambung pebalap asal Spanyol itu. Selain karena timnya gagal menciptakan settingan motor yang kompetitif, kondisi balapan musim lalu juga diperparah dengan kecemerlangan tim Repsol Honda. Sehingga, menurut Vinales semua faktor saling mempengaruhi. “Saya tidak ingin memarahi tim dan saya hanya ingin memberikan penampilan 100 persen. Tidak ada yang berubah sejak hari pertama. Jika tahun ini berjalan seperti ini, saya akan mengatakan kegagalan ini adalah karena penampilan rider dari dua tim (Honda dan Ducati), dan sisanya disebabkan oleh saya dan juga tim,” kata Vinales. Penampilan Yamah memang jauh dari ekspektasi musim lali. Dari 18 seri, hanya empat kemenangan yang bisa diraih oleh keduanya. Dari jumlah tersebut, tiga di anta-

ranya menjadi milik Vinales. Pembalap kebangsaan Spanyol itu menjuarai balapan di Qatar, Argentina, serta Prancis. Sementara Rossi hanya memenangkan lomba di Belanda. Meski demikian, kubu Yamaha enggan disebut gagal. Mereka tetap puas karena ini hasil terbaik di tengah keterpurukan. “Setidaknya kami memiliki Vinales yang finis di peringkat tiga kejuaraan. Jadi ini bukan sesuatu yang mengkhawatirkan. Secara keseluruhan kami dapat memenangkan empat perlombaan dan tiga jadi milik Vinales di awal musim,” ucap Lin Jarvis selaku Direktur Teknik Yamaha Racing. “Pada tes di musim dingin lalu kami memang sangat kuat. Kami juga menang tiga kali dalam lima perlombaan awal. Tapi kami mengalami kesulitan dan ini tidak diharapkan sama sekali. Kami terus berusaha untuk menyelesaikan masalah. Kami coba mengatasi keluhan grip yang rendah dengan mengganti

sasis dan terus memperbaiki berbagai hal,” jelasnya. Pada kesempatan yang sama, Jarvis juga memberikan pujian untuk Johann Zarco. Sebagai pendatang baru di pentas MotoGP, Zarco sukses memperlihatkan aksi terbaik dan mampu finis di peringkat enam klasemen akhir. “Johann Zarco adalah pendatang baru terbaik. Me-

menangkan balapan dengan tim satelit merupakan suatu kebanggaan buat kami. Ini menunjukkan bahwa kami punya dasar yang bagus. Kami harus tetap maju jika ingin mengalahkan semua pesaing,” tegas Jarvis. Musim 2017 lalu Zarco tiga kali naik podium. Pembalap Monster Yamaha Tech 3 itu finis tiga terdepan di GP Prancis, Malaysia dan Valencia. (kmb33/rtr)

Klasemen Konstruktor MotoGP 2017 1. Repsol Honda Team 2. Movistar Yamaha MotoGP 3. Ducati 4. Monster Yamaha Tech 3 5. Octo Pramac Yakhnich 6. Team Suzuki Ecstar 7. Estrella Galicia 0,0 Marc VDS 8. LCR Honda 9. Pull & Bear Aspar Team 10. Red Bull KTM Motorsport 11. Reale Esponsorama Racing 12. Aprilia Racing Team Gresini

508 442 405 258 206 130 117 112 107 95 73 67

Michelin Enggan Disalahkan

Ban Michelin yang digunakan oleh para pembalap MotoGP.

BPM/rtr

Paris – Michelin selaku pemasok ban MotoGP membantah tudingan menjadi penyebab kegagalan tim Movistar Yamaha pada musim 2017. Bos Michelin, Pierro Taramasso mengatakan pihaknya telah melakukan yang terbaik. Menurut Taramasso, menjelaskan penyediaan ban selama 18 balapan di musim ini telah sesuai aturan yang berlaku, alias sudah mendapat respons positif dari para pebalap. Jadi Michelin tidak berada dalam posisi yang salah. Sebelumnya tim Movistar Yamaha gagal merebut gelar juara dunia dan konstruktor. Duet Valentino Rossi dan Maverick Vinales tak mampu memberikan gelar juara dunia MotoGP setelah tercecer di urutan kelima dan ketiga pada klasemen akhir. Rossi maupun Vinales menduga penyebab kegagalan itu terjadi lantaran ban belakang Michelin yang kurang pas untuk kuda besi YZR-M1. Hal itu menyebabkan duo Yamaha tersebut sering mengalami degradasi ban, terutama saat menjalani balapan di paruh kedua MotoGP 2017. “Saat kami menguji ban baru, kebanyakan pengendara menyukainya dan tidak ada masalah. Masalah yang mereka (Yamaha) hadapi di Jerez dan Barcelona adalah aspal sirkuit yang sudah tua dan memiliki daya cengkram yang rendah,” jelas Taramasso, Sabtu (16/12) kemarin. “Tapi kini kedua sirkuit tersebut akan memiliki aspal baru musim depan, dan saya yakin kinerja Yamaha akan lebih baik,” katanya. “Bagi saya ini adalah alasan yang tepat untuk menjelaskan penampilan buruk Yamaha, meskipun tidak ada data teknis khusus yang bisa untuk menjelaskan apa yang terjadi,” tutup Taramasso. (kmb33/rtr)


Bola

10

Profil

Minggu Umanis, 17 Desember 2017

West Brom Vs MU

Menang Guna Jaga Asa Juara

London – Manchester United bertekad untuk terus membayangi Manchester City di puncak klasemen. Untuk itu, Setan Merah akan menargetkan kemenangan saat bertandang ke Hawthorn Stadium, markas West Bromwich Albion malam nanti.

Tak Bergairah Nonton Piala Dunia

MANTAN pelatih tim nasional Italia, Marcello Lippi mengaku tidak akan bergairah menyaksikan Piala Dunia 2018 Rusia, karena Gli Azzurri dan Belanda tidak berpartisipasi. Italia gagal lolos ke Rusia setelah disingkirkan Swedia pada babak playoff, sedangkan Belanda tidak mampu melewati fase grup. Khusus bagi Italia ini adalah kali pertama mereka absen di ajang Piala Dunia sejak 1958. “Italia dan Belanda gagal lolos ke Piala Dunia karena peluang lolos dalam event tersebut rendah,” kata Lippi. “Rencana FIFA untuk memperbesar turnamen menjadi 48 tim sedikit beralasan, karena hal itu dapat mengurangi hal semacam itu.” “Saya merekomendasikan delapan tim Eropa dan delapan tim Amerika Latin otomatis lolos. Piala Dunia tidak lengkap tanpa tim-tim kuat,” ia menambahkan. Menurutnya, tim-tim dengan tradisi sepak bola kuat seperti Italia layak mendapatkan tiket otomatis di setiap Piala Dunia. Lippi beralasan, turnamen sepak bola terakbar itu bakal kehilangan rohnya jika tidak diikuti negara-negara tersebut. Lippi merupakan pelatih yang sukses mengantarkan Italia menjuarai Piala Dunia 2006. Saat ini eks pelatih Juventus tersebut menjadi arsitek tim nasional China yang gagal melangkah ke Piala Dunia 2018. Lippi juga membahas peluang Tiongkok, tim yang dilatihnya saat ini untuk lolos ke Piala Dunia berikutnya. Ia merasa yakin dengan kebangkitan sepak bola Tiongkok dalam satu dekade ke depan. “Saya harap Tiongkok bisa lolos ke Piala Dunia 2026, ketika usia saya sudah 82 tahun. Jika Tiongkok baru bisa lolos di Piala Dunia 2030, maka saya akan tetap merayakannya meski harus menggunakan kruk!” serunya. (kmb33/rtr)

Tidak Peduli Dianggap Penuh Kontroversi

Bek andalan Barcelona, Gerard Pique blak-blakan terkait sifat asli dirinya. Gerard Pique memang kerap memancing kontroversi berkat ucapannya yang begitu blak-blakan. Salah satu kontroversi Pique tahun ini adalah betapa lantangnya ia bersuara terkait Referendum Catalonia. Pique tanpa takut menyuarakan pandangan politiknya di hadapan umum. Isu sensitif tersebut sempat membuat Pique dibenci oleh publik Spanyol. Namun kini Pique mengaku bahwa ia tak menyesali hal-hal yang pernah ia ucapkan. “Saya telah bermain untuk Barcelona selama lebih dari 10 tahun, dan tahu konsekuensi dari setiap ucapan saya,” ujar Pique, Sabtu (16/12) kemarin. “Terkadang kejujuran sangatlah menyakitkan dan orangorang belum siap untuk mendengarnya,” kata bek tengah yang sempat bermain untuk Manchester United tersebut. Pique pun mengaku bahwa meski blak-blakan ia senantiasa memilah kata-kata yang akan ia ucapkan. Jika pada akhirnya orang-orang masih menganggap ucapannya kontroversial, Pique hanya bisa pasarah. Ia mengaku bahwa hal tersebut merupakan bagian dari kesalahan yang lumrah diperbuat oleh manusia. (kmb33)

Carlos Tevez

BPM/rtr

Boca Incar Tevez

Rio de Janeiro – Boca Juniors memiliki keyakinan kuat bisa kembali memboyong Carlos Tevez untuk ketiga kalinya setelah masa depannya di Shanghai Shenhua memudar. Tevez gagal menunjukkan kesan positif selama berada di Liga Super Tiongkok, dengan hanya mengemas empat gol dari 16 penampilan. Itu dinilai tak sebanding dengan harga yang harus ditebus Shenhua ketika mendatangkannya pada awal tahun ini. Mantan penggawa Manchester City dan Juventus tersebut bahkan kerap bermasalah dengan situasi di luar lapangan, yakni ketika dianggap melewati batas berat badan ideal untuk pesepakbola, serta komitmennya yang berulang kali dipertanyakan. Saat ini perwakilan Tevez sedang dalam proses negosiasi dengan Shenhua yang sebelumnya sempat mengeluarkan ultimatum kepada sang pemain berusia 33 tahun untuk segera kembali ke skuat atau dilepas pada bursa transfer musim dingin. Jika meninggalkan Shanghai, Tevez sepertinya tak perlu khawatir sulit menemukan klub, setidaknya Boca sudah berada di baris terdepan untuk bisa memulangkannya ke Argentina dengan ikatan kontrak dua tahun. “Saya optimistis tentang transfer Tevez, tapi kami juga harus hati-hati,” ujar presiden Boca, Daniel Angelici Sabtu (16/12) kemarin. “Perwakilannya sedang melakukan negosiasi di Tiongkok. Yang pertama ingin kami lihat adalah hubungannya dengan klub saat ini berakhir, dan setelah itu apakah ia akan melanjutkan karier atau tidak,” imbuhnya. “Kami berharap situasi ini akan segera diputuskan sebelum Januari. Yang pertama kami ingin kejelasan masa depannya di Tiongkok. Jika Tevez diizinkan pergi, maka saya ingin mengikatnya untuk dua tahun,” kata Angelici lagi. (kmb33/rtr)

Setan Merah tengah kecewa berat. Kekalahan mereka di Derby Manchester minggu lalu membuat pasukan Jose Mourinho semakin terpisah jauh dari sang pemuncak klasemen, Manchester City. Hingga pertandingan pekan ke 17 kemarin, mereka masih terpaut 11 poin dari tetangga mereka sehingga mereka tidak boleh kehilangan poin lagi untuk menjaga asa juara mereka. Pada pertandingan pekan ke 18 nanti Setan Merah dijadwalkan akan melakoni laga tandang ke Hawthorn untuk menghadapi West Bromwich Albion. The Baggies musim lalu berhasil finish sebagai tim papan tengah, tepatnya finish di peringkat 10 dengan raihan 45 poin. Meski tampil cukup apik musim lalu, The Baggies harus tertatih begitu memasuki musim 2017/2018 ini. Mereka tercatat baru meraih dua kemenangan dari 17 pertandingan EPL sejauh ini, sehingga mereka saat ini berada di peringkat 17, hanya unggul selisih gol dari Crystal Palace dan West Ham United yang berada di zona degradasi. Hasil itu membuat manajemen harus memecat Tony Pulis untuk digantikan dengan Alan Pardew. Semenjak ditangani Pardew, belum ada perubahan yang signifikan dalam tubuh West Brom. Namun mereka tercatat sudah mulai menunjukan permainan yang lebih baik, di mana pada tengah pekan lalu mereka sukses menahan imbang kandidat juara EPL lainnya, Liverpool dengan skor 0-0. Manchester United sendiri memang harus mewaspadai West Brom pada pertandin-

gan nanti. Pasalnya, mereka hanya mampu memenangkan dua dari enam pertandingan terakhir mereka melawan tim asal Midlands Barat tersebut, di mana terakhir kali The Baggies sukses menahan imbang setan merah dengan skor 0-0 pada bulan April yang lalu. Di kubu tim tamu, Jose Mourinho datang ke Hawthorn juga tanpa tim terbaiknya. Michael Carrick, Eric Bailly, Marouane Fellaini dan Marcos Rojo kemungkinan besar absen pada laga ini karena cedera sementara Paul Pogba belum bisa dimainkan akibat hukuman kartu merah yang ia dapatkan pada laga kontra Arsenal. Mourinho diprediksi akan menurunkan skema 4-2-3-1 dengan Romelu Lukaku sebagai ujung tombaknya pada laga ini. Di lini tengah Nemanja Matic akan kembali diduetkan dengan Ander Herrera, sementara duet Phil Jones dan Chris Smalling akan menjadi tembok yang kokoh di jantung pertahanan Setan Merah. Mourinho terus dihujani kritik karena terpaut jauh dari Manchester City yang kokoh di puncak. Saya tahu tidak mudah pekerjaan ini. Saya punya pengalaman sebelumnya,” kata Jose Mourinho Sabtu (16/12) kemarin. Manchester United adalah klub dengan sejarah panjang kejayaan. MU merajai Eropa di tangan Sir Alex Ferguson. Manajemen dan fans tak mau kompromi dengan target juara. “Kamu bergabung klub dengan sejarah hebat, di mana orang-orang melihat sejarah itu tidak pada momen dan harapan mereka begitu tinggi, sehingga pekerjaan ini terasa begitu sulit,” katanya. Tun-

BPM/rtr

ANDALAN - Striker Romelu Lukaku akan menjadi andalan Manchester United untuk membobol gawang West Brom dalam lanjutan Premier League malam nanti. tutan ini sama dengan yang dirasakannya saat menangani raksasa Spanyol, Real Madrid. Manajer yang membawa Inter Milan menjadi juara Liga Champions itu tiga musim di Santiago Bernabeu. Mourinho dipecat Real Madrid karena tak bisa mempersembahkan piala sebagaimana harapan para petinggi klub dan tentu saja Madridista. “Ketika saya pergi ke Real Madrid, itu adalah momen sulit. Tidak ada gelar

liga dalam beberapa tahun, tidak ada gelar kejuaraan dalam beberapa tahun, apalagi Liga Champions. Itu berat tetapi tentu saja bagus buat perkembangan karier manajer saya,” katanya. Jelang laga ini Alan Pardew dipastikan tidak bisa menurunkan skuat terbaiknya untuk menjamu MU. Tercatat James Morrison, Craig Dawson, Matt Phillips dan Nacer Chadli harus absen pada laga ini karena menga-

lami cedera. Pardew sendiri kemungkinan akan menurunkan skema 4-3-3 dengan trisula Jay Rodriguez, Solomon Rondon dan Hal Robson-Kanu sebagai juru gedor mereka pada laga ini. Di lini pertahanan, eks pemain MU Jonny Evans akan berduet dengan Ahmed Hegazi untuk meredam serangan sang tamu, sementara Ben Foster akan kembali menempati pos penjaga gawang pada laga ini. (kmb33/rtr)

Punya Utang Besar

Milan Terancam Sanksi

Milan – Raksasa Italia, AC Milan akhirnya benar-benar harus siap menghadapi sanksi Financial Fair Play (FFP) dari UEFA. Badan sepak bola Eropa itu resmi menolak proposal voluntary agreement (kesepakatan sukarela) yang diajukan Milan beberapa waktu lalu, Sabtu (16/12) kemarin. Proposal tersebut merupakan langkah yang ditempuh AC Milan guna menghindari sanksi FFP di akhir musim nanti. Dalam proposal itu, AC Milan memohon penangguhan untuk menyeimbangkan neraca keuangan mereka dalam waktu empat tahun. Langkah serupa sebelumnya pernah ditempuh oleh AS Roma. Penolakan UEFA ini didasarkan pada keraguan bahwa AC Milan sanggup melunasi utang mereka senilai 300 juta euro kepada perusahaan investasi Amerika, Grup Elliot Oktober tahun depan. Utang tersebut dipinjam oleh pemilik baru I Rossoneri, Yonghong Li untuk

Skuat AC Milan membeli klub tersebut dari Silvio Berlusconi April lalu. “Dewan Investigasi Pengontrolan Keuangan Independen UEFA telah memeriksa pengajuan kesepakatan sukarela yang diajukan oleh AC Milan sebagai bagian dari peraturan Financial Fair Play (FFP). Setelah memeriksa dengan hati-hati seluruh dokumen dan pen-

BPM/rtr

jelasan yang dipaparkan, dewan memutuskan tidak menyetujui kesepakatan sukarela dengan AC Milan,” demikian bunyi pernyataan resmi UEFA. “Secara khusus dewan mempertimbangkan bahwa hari ini masih ada beberapa ketidakpastian dalam kaitannya dengan pendanaan ulang dari pinjaman yang harus

dibayar pada Oktober 2018 dan jaminan keuangan yang disediakan oleh donatur utama,” lanjut pertanyaan tersebut. Dengan demikian, AC Milan terancam tidak dapat melakukan aktivitas transfer pemain musim panas mendatang, serta terancam tidak dapat ikut serta di kompetisi Eropa. “AC Milan akan terus dimonitor dan situasinya akan diuji kembali di bulan pertama di tahun 2018,” masih dalam pernyataan UEFA. Jika pemilik baru AC Milan, Yonghong Li tidak mampu mengatasi masalah ini, besar kemungkinan juara Serie A 18 kali itu akan diambilalih oleh Grup Elliott, perusahaan yang memberi pinjaman sebesar 300 juta euro kepada Li. Perusahaan yang berpusat di Ameriksa Serikat itu kabarnya bahkan akan menunjuk Creative Artist Agency (CAA) untuk mencari jajaran direktur dan CEO AC Milan yang baru. Namun, kabar tersebut

segera ditepis oleh Grup Elliott. Melalui juru bicaranya mereka tetap akan mendukung AC Milan yang urusan teknisnya saat ini ditangani oleh Marco Fassone (CEO) dan Massimiliano Mirabelli (Direktur Olahraga). “Elliott jelas tidak ada memberikan mandat kepada CAA dalam kaitannya dengan Milan atau institusi manapun. Elliott sangat percaya pada jajaran AC Milan dan CEO-nya,” demikian juru bicara Elliott yang tak disebutkan namanya. Jika sanksi ini benar-benar dijatuhkan, tentu akan sangat merugikan bagi AC Milan. Pasalnya, melakukan aktivitas transfer di musim panas sangat penting bagi klub untuk mempersiapkan diri jelang musim baru. Apalagi jika di musim sebelumnya mereka dapat prestasi yang tak menggembirakan. AC Milan sendiri termasuk tim yang cukup royal belanja pemain pada bursa transfer musim panas. (kmb33/rtr)

Simeone Izinkan Griezmann Pindah

Madrid – Setelah berulang kali menolak wacana penjualan Antoine Griezmann, pelatih Atletico Madrid Diego Simeone kini tampaknya mulai melunak. Simeone berjanji untuk mempersilakan Griezmann pergi jika penyerang Prancis itu memang ingin meninggalkan Atletico suatu saat nanti. Simeone merasa dirinya tidak berhak menghalangi pemainnya yang ingin berkembang di klub lain, sebagaimana saat ia membiarkan Diego Costa dan Arda Turan hengkang. “Saya suka dengan pemain saya dan dengan senang hati ingin melihat mereka terus berkembang,” kata Simeone Sabtu (16/12) kemarin. “Jika seorang pemain datang kepada saya bilang, “Bos, saya ingin menjajaki pengalaman sekali seumur hidup dengan memperkuat tim tertentu dan oleh karena itu saya ingin pergi,” maka saya tidak akan mempermasalahkannya. Termasuk dalam kasus ini adalah Griezmann. Saya tahu dia ingin

terus berkembang. Tentu saja Griezmann akan diperbolehkan untuk hengkang suatu saat nanti, seperti halnya saat kami melepas Diego Costa dan Arda Turan,” imbuhnya. Pernyataan Simeone ini tentu menjadi angin segar bagi Manchester United yang santer dikabarkan sangat meminati Griezmann dalam beberapa tahun terakhir. Barcelona juga disebut-sebut tertarik menggaet penyerang berusia 26 tahun ini. Griezmann sendiri pada musim panas lalu telah menanda tangani kontrak baru bersama Los Rojiblancos yang mengikatnya hingga 2022. Ia baru mencetak tujuh gol di semua ajang musim ini, setelah sukses mengemas minimal 25 gol di tiap musim dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya, sebuah kode kembali diluncurkan oleh pemain asal Prancis tersebut. Dirinya disinyalir menyebutkan inisial klub yang akan ia bela pada tahun depan. Hal itu ia lakukan melalui akun Instagram pribadinya.

Mantan pemain Real Sociedad tersebut mengunggah kilasan pertandingan basket antara Antonio Spurs kontra Boston Celtic. Menariknya, Griezmann memberikan fokus lebih kepada pebasket yang memiliki nama Manu Ginobili. Dalam postingannya, Griezmann juga menyertakan caption ‘MANUUUU’. Hal ini bisa saja diartikan sebagai inisial klub yang akan ia bela. Ya, klub tersebut adalah Manchester United. Seperti yang diketahui, Manchester United kerap kali disingkat menjadi Manu. Kertertarikan Manchester United untuk memboyong Griezmann ke Old Trafford memang sudah tak menjadi rahasia. Mengingat Manchester United membutuhkan pemain seperti Griezmann di lini serang mereka. Namun, pecinta sepak bola hanya bisa menebak-nebak, apakah ini sebuah kode atau hanya kebetulan. Masa depan Griezmann akan terjawab pada bursa transfer Januari mendatang. (kmb33/rtr)

Antoine Griezmann

BPM/rtr


Juara

11

Minggu Umanis, 17 Desember 2017

PROFIL Boyke Simanjuntak

Protes Wajar KETUA Panpel kejuaraan taekwondo terbuka bertajuk “Takewondo For Children Tournament 2017”, Boyke Simanjuntak mengakui protes yang diajukan dari para pelatih dojang, karena taekwondoin asuhannya merasa dirugikan. Misalnya tendangannya masuk atau tidak dan semestinya mendapatkan poin. ‘’Saya kira protes yang diajukan para pelatih masih dalam batas kewajaran,’’ terang pria kelaBPM/nel hiran Jakarta, 3 Maret 1977 ini. Ia mengakui, kultur dan budaya Bali yang cool menjadikan jalannya pertandingan berjalan lancar. Boyke punya pengalaman menjadi ketua panpel kejuaraan taekwondo di Ibu Kota, namun diwarnai keributan. ‘’Di ajang Taekwondo For Children ini, jika pelatih tak puas bisa mengajukan kartu merah atau biru, kemudian para wasit dan juri berembuk, dan spontan bisa diputuskan,’’ ujar ayah dua putri ini. Boyke sendiri menjadi Pembina Dojang Sportif Denpasar, namun kapasitasnya selaku ketua panpel dilarang menjadi coach untuk mendampingi atlet. Boyke belajar bela diri asal Korea sejak duduk di bangku TK. ‘’Saya menjadi pelatih dan menyandang DAN I sejak 1996 silam,’’ ujar suami Chintia Setiawan ini. Selain pengalaman menjadi ketua panpel, Boyke sendiri juga biasa membawa tim ke berbagai turnamen. (nel)

’’Waiter Fun Run’’ Diikuti 1.000 Peserta Ajang Tunjukkan Bali Aman Mangupura (Bali Post)Indonesian Food and Beverage Executive Association (IFBEC) Bali, menyelenggarakan ajang Waiter Fun Run pada Sabtu (16/12) sore di Pantai Kuta. Ajang ini melibatkan 1.000 peserta. Panitia menyediakan uang bagi peserta yang menjadi Juara I, II, III disediakan serta hadiah lainnya. Ketua Panitia Waiter Fun Run Bolly Kusdiana mengatakan, fun run yang baru pertama kali digelar ini menjadi ajang yang terbilang unik. Pasalnya, peserta menggunakan pakaian adat madya Bali. “Peserta sambil berlari juga

harus membawa tray yang di atasnya berisi botol air. Airnya tak boleh sampai tumpah, hingga tiba di garis finis. Dan siapa yang tercepat tiba itulah yang jadi juara,” jelas Bolly. Panitia juga mengundang pihak MURI untuk menyaksikan lomba ini. Waiter fun run diharapkan bisa menggugah wisatawan untuk berkunjung ke Bali. Sekaligus juga untuk menunjukkan dan membuktikan bahwa Bali aman untuk dikunjungi. “Kita ingin buktikan kalau kondisi Bali aman dan dampak erupsi hanya sekitar 10 km dari lokasi Gunung Agung,”

ujarnya. Bolly menambahkan Waiter Fun Run yang digagas IFBEC Bali ini, dilaksanakan dengan tujuan untuk memulihkan kondisi pariwisata Bali yang tengah merosot akibat dampak erupsi Gunung Agung. Ketua IFBEC Bali yang juga menjabat F&B Director Grand Istana Rama Hotel Ketut Darmayasa, SIPem.MM., CHT., mengatakan Bali tengah mengalami cobaan berat akibat terdampak erupsi Gunung Agung. Dia berharap melalui berbagai ajang dan kerja sama dengan pihak terkait pariwisata bisa segera pulih. Hal senada juga disampaikan Kabid Industri

BPM/kmb42

AMAN - Waiter Fun Run sebagai ajang untuk membuktikan Bali aman. Disparda Badung Ngakan Putu Tri Ariawan yang mengaku salut dengan kegiatan

yang dinilai sangat positif untuk memulihkan pariwisata saat ini. tambahnya. (kmb42)

BPM/wan

SASAR KEPALA - Seorang taekwondoin putri menendang menyasar kepala lawannya, namun berupaya ditangkis di nomor tarung (kyorugi) pada hari kedua kejuaraan terbuka antardojang bertajuk “Taekwondo For Children Tournament 2017”, di GOR Lila Bhuana Sabtu (16/12) kemarin.

Yaasiin Somma

BPM/ist

Yaasiin Juara Nasional di Sentul Mangupura (Bali Post)Pembalap asal Bali Yaasiin Somma, keluar sebagai juara dalam One Make Race (OMR) Honda kelas 150 cc, seri VI, di Sirkuit Sentul, Minggu (10/12) lalu. Yaasiin yang menunggang Honda CBR 150 cc, setelah melakoni enam seri tercatat empat kali finis terdepan, kemudian sekali juara II dan III. Yaasiin yang ditemui di Kerobokan, Badung, Sabtu (16/12) kemarin menjelaskan, dirinya mengusung bendera Ultraspeed Racing Team Jakarta dan tiap seri pasti dihelat di Sirkuit Sentul. Sedangkan juara II Wawan Hermawan (Astra Racing team). Yaasiin mengemukakan, dirinya baru dua tahun beralih dari motocross ke road-race. ‘’Saya juara II pada event serupa dan di kelas yang sama,’’ kata pembalap kelahiran Denpasar, 19 Desember 1999 ini. Menurut dia, dirinya ketika menekuni motocross sejak usia Sembilan tahun, juga merebut juara nasional di kelas 50 cc, 65 cc dan 85 cc. Yaasiin juga merebut medali emas untuk Badung di kelas 125 cc perorangan dan 125 cc beregu bersama Diva Ismayana. Sejak beralih dari motocross ke road-race, Yaasiin awalnya bergabung dengan Golden Racing Team Subang. Yaasiin selama di Bali tidak pernah berlatih, mengingat tidak ada sirkuit di Pulau Dewata. Dirinya hanya menjaga kondisi fisik dan staminanya, dengan berlatih di fitness dan berlari di pantai. (022)

Rebut 18 Emas, Bali Pari Peringkat Empat Mangupura (Bali Post)Klub renang Bali Pari Badung mendulang 18 keping emas, lima perak dan 10 perunggu (poin 1.313,5), berhasil menduduki peringkat empat dari total peserta 164 perkumpulan pada Kejuaraan Renang Antar Perkumpukan Seluruh Indonesia (KRAPSI) yang dirangkaikan dengan Indonesia Open, sekaligus test event Asian Games di Kolam Renang Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 10-15 Desember lalu. Juara umum direbut Millenium Aquatic Jakarta yang merebut 26 emas, 33 perak, 27 perunggu (poin 3.752). Sedangkan juara II Petrokimia Gresik (enam emas, sembilan perak, 21 perunggu/poin 2.079,5). Peringkat III direbut Aquarius Bandung, dengan perolehan 18 emas, 16 perak, 11 perunggu (poin 1.599). Tambahan medali emas Bali dipersembahkan Ni Nyoman Dewi Setiari (KU-1) di nomor 1.500 gaya bebas. AA Oka Satria Prabawa (KU-2) di 50 meter gaya punggung, Pande Made Iron Digjaya (KU-1) di 100 meter gaya dada, estafet 4 x 200 meter gaya bebas KU-1 (Ni Luh Made Citradewi, Ista Wirya Ardhiani, Putu Kania Putri Sumerta, Ni Nyoman Dewi Setiari). Estafet gaya bebas 100 meter (KU-1) Ni Nyoman Dewi Setiari, Ista Wirya Ardhiani, Putu Widi Ananda Putri, Ni Luh Made Citradewi. Estafet gaya ganti 4x100 meter (KU-1) yang menurunkan Ni Luh Made Citradewi, Ni Made Putri Darmayanti, Ista Wirya Adhiani, Ni Nyoman Dewi Setiari). Estafet gaya ganti 4x100 meter mix (KU-1) yang menerjunkan Gede Wahyu Widyantara, Pande Made Iron Digjaya, Ista Wirya Ardhiani, Ni Luh Made Citradewi. Peraih emas lainnya, Putu Wirawan (KU-2) dan Komang Adinda Nugraha (KU-2), 200 meter gaya punggung. Wirawan merebut emas di 100 meter punggung dan 200 meter gaya ganti, Komang Adinda Nugraha menyumbang emas di 50 meter gaya punggung (KU-3). Wirawan juga mendulang emas di 100 meter gaya kupu-kupu Ni Made Putri Yunadi (KU-2) menyabet emas di 50 meter gaya dada. (022)

Dojang Waringin A Memimpin Sementara

Denpasar (Bali Post)-

Para taekwondoin dari Dojang Waringin A memimpin sementara perolehan medali, sampai dengan hari kedua kejuaraan taekwondo terbuka antardojang bertajuk “Taekwondo For Children Tournament 2017”, di GOR Lila Bhuana, Sabtu (16/12) kemarin. Dojang Waringin A mendulang tujuh emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Disusul Dojang Warrior A merebut empat emas, tiga perak dan lima perunggu, serta Dojang Family A yang menyabet empat emas, satu perak, lima perunggu. Peringkat yang ditorehkan ketiga dojang tersebut untuk kategori prestasi. Medali emas atlet Dojang Waringin A antara lain dipersembahkan atlet I Komang Gede Sidha Pastika, (kadet -53 kg), Cokorda Agung Wisnu Yudha P (kadet 057 kg), Ida Bagus Made Karang (kadet -29 kg), Melinda

Evelyna (poomsae individu junior), A.A. Putra Ananda Caesar Jagadhita (poomsae individu junior), Sementara empat medali emas Dojang Warrior A, seperti Made Rizky Indra Gunawan (junior -48 kg), Theresia Melati (junior -42 kg), Ni Putu Putri Suci Indriyani (junior -55 kg). Dojang

Family A juga meraih empat emas, dipersembahkan oleh taekwondoin Ketut Gandi Sedana P (kadet -61 kg), Gede Galang Krisna (kadet -39 kg) dan Firda (kadet -37 kg). Sedangkan untuk kategori pemula, peringkat sementara teratas adalah Dojang Underdog (tujuh emas, empat

perak, tiga perunggu), disusul Posaidon (tujuh emas, satu perak, tiga perunggu), serta Spartan (enam emas, 16 perak, 12 peunggu). Tujuh emas Dojang Underdog dipersembahkan atlet Gede Pradnya Ary Suardinata, Daffa Naufal, Wedangga Yudatama, Laksmi Dewi, Zacky Prawira, Andriko Saputra, dan Yosua william. Tujuh medali emas Dojang Posaidon antara lain diraih oleh atlet Vanny Dararhiska Rahmadhani, Ayu Dwi Meitari Diana Dewi, sedangkan enam emas Dojang Spartan seperti dipersembahkan Ni Nyoman Alline Lalita Shady

dan Ni Putu Ayu Nandini. Ketua Panpel Boyke Simanjuntak mengakui sampai hari kedua seluruh atlet mengerahkan segala kemampuan pada dirinya secara maksimal. ‘’Kami akui peta kekuatan dojang di Bali dan luar Bali merata,’’ kata Boyke. Di sisi lain, Ketua Umum Pengprov TI Bali Lan Ananda menyatakan antusias penonton, suporter, maupun orangtua atlet menyaksikan tiap pertandingan sejak pagi sampai sore. ‘’Terbukti penonton berjubel dan mereka tak beranjak dari kursi sejak pagi sampai malam hari,’’ kata Lan Ananda. (022)

Ni Putu Ayu Nanda Sakarini

Obsesi Piala Dunia PEMAIN cricket asal Gianyar Ni Putu Ayu Nanda Sakarini sukses ikut andil membawa tim Gumi Seni merebut tiga keping emas pada Porprov Bali XIII/2017. Tim cricket Gianyar menyabet tiga emas di nomor super eight, twenty-twenty dan tradisional. Nanda pun kecipratan bonus belasan juta rupiah. ‘’Uang bonus saya tabung,’’ kata putri pertama pasangan Nyoman Sukara dengan Gusti Ayu Riani ini. Nanda mengaku mulai belajar cricket sejak duduk di bangku kelas I SMAN 1 Gianyar (Dosman). ‘’Saat itu saya mengambil ekstra kurikuler cricket dilatih Za-

karia Awang,’’ kenang mahasiswi Jurusan Manajemen FE Unud ini. Ia mulai tertarik cricket persisnya ketika membela Gianyar pada Porprov Bali XI di Denpasar (2013). Berkat menekuni cricket, Nanda pun masuk skuad timnas Merah-Putih pada SEA Games, di Malaysia (2017). ‘’Kami merebut perak di nomor twenty-twenty dikalahkan Thailand, namun selisih poinnya tipis,’’ ujar pemain yang biasa berposisi batsman dan wicket keeper ini. Nanda yang sempat cuti kuliah setahun pada semester IV dan V ini berobsesi suatu saat dirinya masuk timnas hingga berlaga ke

Piala Dunia (World Cup). ‘’Saya berobsesi ingin membawa timnas berlaga ke Piala Dunia. ‘’Peluang bagi tim putri sangat terbuka berlaga ke Piala Dunia, sebab persaingannya tidak seketat di sektor putra,’’ ucapnya. Nanda pun mulai berhitung peta kekuatan tim Asia seperti Thailand, India, termasuk Inggris, Australia, dan Zimbabwe. ‘’Kenyataannya tim mereka diperkuat pemain gael, sedangkan Indonesia bermaterikan pemain muda bertalenta. Faktor inilah yang membuat saya optimis kelak Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia,’’ ungkap dia. (nel)

Ni Putu Ayu Nanda Sakarini

BPM/nel

Suwandi Kembali Pimpin KONI Bali

BPM/kmb38

BUKA - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta (kanan) membuka Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprop) KONI Bali di Lovina, Sabtu (16/12) kemarin.

Singaraja (Bali Post) – KONI Bali kembali dipimpin Ketut Suwandhi. Dia terpilih secara aklamas periode 2017-2021 mendatang dalam musorprov KONI Bali 2017 di Lovina, Sabtu (16/12) kemarin. Musorprov yang dibuka Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta itu berlangsung singkat. Musorprov hanya berlangsung selama dua jam sudah menghasilkan keputusan. Bahkan pengurus KONI Pusat memberi apresiasi positif, karena musorprov berlangsung cepat. Ketut Suwandi mengatakan, kepengurusan yang akan datang harus meningkatkan sinergitas pemerintah dalam pembangunan infrastruktur olahraga di Bali. Terutama dalam mencari

sumber-sumber keuangan di luar pemerintah. Upaya ke depan itu untuk mewujudkan target Bali bersama NTB, menjadi tuan rumah PON 2024 mendatang. “Target tuan rumah PON harus dipikirkan dan pada PON 2016 lalu atlet Bali merebut peringkat enam, sekarang harus bisa bertahan di posisi enam dan kalau bisa kita naikkan lima besar,” katanya. Terkait tren keberadaan atlet bodong, Suwandi mengatakan, KONI Bali berupaya melakukan langkah pencegahan atlet bodong. Upaya itu salah satunya adalah menerapkan KONI Card. Hanya langkah ini perlu ditingkatkan lagi, karena pada proses mutasi yang ilegal masih saja ditemukan. Selain itu, pihaknya akan

memberikan sanksi tegas kepada oknum pengurus cabor yang bermain dalam proses mutasi atlet. Bahkan tidak menutup kemungkinan KONI Bali akan memangkas alokasi dana pembinaan bagi cabang olahraga bersangkutan. Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengatakan, masalah utama di Bali infrastruktur olahraga. Untuk menjadi tuan rumah PON, Bali membutuhkan sebuah fasilitas olahraga dengan standar internasional. Pemprov Bali sudah mengajukan usulan pembangunan GOR internasional kepada pemerintah pusat. Bahkan dia mengklaim usulan itu kalau disetujui, maka pembangunan bisa segera dilaksanakan 2018 mendatang. (kmb38)


Arena Bulls Menang Beruntun

12

Minggu Umanis, 17 Desember 2017

Profil

Milwaukee – Chicago Bulls terus melanjutkan kebangkitan pada NBA. Mereka meraih kemenangan kelima beruntun dengan menumbangkan Milwaukee Bucks 115-109 di BMO Harris Bradley Center, Sabtu (16/12) kemarin.

Djokovic Jadi Lawan Tersulit

RIVALITAS petenis Spanyol, Rafael Nadal dengan Roger Federer memang menjadi salah satu moment yang paling dinantikan oleh para penggemar olahraga tenis. Perseteruan mereka di atas lapangan merupakan hiburan tersendiri. Baik bagi para penonton maupun sesama petenis lainnya. Namun, siapa yang menyangka jika lawan tersulit menurut Nadal ternyata bukanlah Federer? Nadal mengakui bahwa lawan paling tangguh yang pernah dihadapinya ialah Novak Djokovic dari Serbia. Kendati saat ini Djokovic sedang mengalami fase karier yang kurang baik, Nadal tak bisa menampik jika rivalnya tersebut adalah yang tersulit. “Ketika Djokovic sedang berada di puncak permainan, saya harus mengatakan bahwa saya menghadapi pemain yang tidak terkalahkan,” tutur Nadal. Menilik rekor pertemuan, Nadal memang masih kalah dari Djokovic. Hingga duel ke-50, Nadal baru bisa menang 24 kali. Sementara itu, saat menghadapi Federer, petenis berusia 31 tahun tersebut justru lebih superior. Sampai pertemuan ke-38 Nadal unggul 23-15. Tahun ini Nadal dan Federer sama-sama tampil cemerlang dengan meraih masing-masing dua titel Grand Slam. Selain merengkuh gelar AS Terbuka 2017, Nadal juga sukses membukukan rekor La Decima alias 10 kali juara pada turnamen Prancis Terbuka (Roland Garros). Melalui prestasinya itu, Nadal pun dipastikan menyelesaikan kalender kompetisi tahun ini sebagai petenis nomor satu dunia. Ada pun Federer yang menyabet gelar Grand Slam Australia Terbuka dan Wimbledon 2017 menuntaskan kalender kompetisi tahun ini tepat satu strip di bawah Nadal. (kmb33/rtr)

Bulls yang sebelumnya menumbangkan Charlotte Hornets, New York Knicks, Boston Celtics dan Utah Jazz, kini memiliki rekor 8-20. Namun mereka belum beranjak dari posisi kedua dasar klasemen Wilayah Timur. Juara NBA enam kali ini hanya lebih baik ketimbang Atlanta Hawks (6-23). Nikola Mirotic menentukan kemenangan Bulls dengan menciptakan sembilan angka di tiga menit terakhir pertandingan. Pemain berkebangsaan Spanyol tersebut total menghasilkan 22 poin dan delapan rebound. Robin Lopez turut berkontribusi dengan menyumbang 18 angka dan delapan rebound. Sedangkan Kris Dunn menciptakan 17 nilai dan tujuh assist. Bobby Portis keluar sebagai pencetak angka tertinggi Bulls pada laga ini, meski beraksi dari bangku cadangan. Bermain 29 menit 24 detik, dia menghasilkan 27 angka dan 12 rebound. Dengan performa ini Bulls coba mempertahankan momentum pada lanjutan kompetisi NBA. Mereka selanjutnya melakoni dua pertandingan kandang

melawan Philadelphia 76ers dan Orlando Magic. Khris Middleton dan Giannis Antetokounmpo masing-masing mencetak 29 poin bagi Bucks pada laga melawan Bulls. Antetokounmpo juga menghasilkan 16 rebound. Kekalahan ini membuat rekor Bucks menjadi 15-12. Mereka menderita hasil negatif beruntun setelah sebelumnya ditumbangkan New Orleans Pelicans. Sementara itu, Houston Rockets mempertahankan rekor bagus mereka dengan mengalahkan San Antonio Spurs. Keunggulan 15 angka pada kuarter pertama membuka jalan bagi Rockets untuk menang 124-109 di Toyota Center. Dengan 12 kemenangan beruntun, Rockets pun mengukuhkan diri sebagai tim terbaik di NBA saat ini. James Harden dan kawan-kawan memiliki rapor 23-4. Terakhir kali ditumbangkan Toronto Raptors pada 14 November, Rockets kemudian menyapu Phoenix Suns, Memphis Grizzlies, Denver Nugetts, New York Knicks, Brooklyn Nets, Indiana Pac-

Nicola Mirotic ers, Los Angeles Lakers, Utah Jazz, Portland Trail Blazers, New Orleans Pelicans dan Charlotte Hornets. Dominasi mereka terlihat dengan selisih rata-rata kemenangan pada periode ini hampir mencapai 17 angka per laga. Di sisi lain, Spurs masih

menjadi tim terbaik ketiga Wilayah Barat dengan rekor 19-10. Mereka di bawah Rockets dan juara bertahan NBA Golden State Warriors (23-6). Harden dan Chris Paul masing-masing menghasilkan 28 poin bagi kemenangan Rockets. Sedangkan

BPM/rtr

Clint Capela (18 poin 10 rebound) dan Ryan Anderson (12 poin 10 rebound) menciptakan double-double. Tidak ada sosok menonjol di Spurs. LaMarcus Aldridge menjadi pemain paling bersinar dengan 16 poin dan enam rebound. (kmb33/rtr)

Penonton Makin Lesu

Tugas Berat bagi Liberty Media Optimis Hadapi Musim Depan

Pembalap Tim Ducati Corse, Andrea Dovizioso mendulang hasil gemilang di MotoGP 2017. Rider berjuluk Desmo Dovi itu menjadi runner-up pada klasemen akhir dengan raihan 261 poin dari 18 seri balapan. Sepanjang MotoGP 2017, Dovi mencatatakan enam kemenangan di Grand Prix (GP) Italia, Catalunya, Austria, Inggris, Jepang dan Malaysia. Ia pun juga mencicipi posisi runner-up di GP Qatar dan podium ketiga di GP San Marino. Dovizioso mengaku optimis dapat meraih hasil gemilang di pentas MotoGP 2018. Ia pun akan berusaha memperbaiki performanya di musim depan dan bertekad merengkuh gelar juara dunia. Lebih lanjut, Dovi mengungkapkan raihan enam kemenangan di musim ini memberikan dampak positif untuk menatap MotoGP 2018. Ia menyebut tidak akan banyak perubahan terkait pengaturan motornya. Meski begitu, pembalap berpaspor Italia itu ingin tetap meningkatkan penampilannya di lintasan. “Saya pikir podium utama di MotoGP 2017 bisa memberikan dampak positif, karena kami memang merasa mampu. Jadi saya pikir para pesaing sekarang akan melihat kami dengan cara yang sedikit berbeda dibandingkan dengan di awal tahun ini,” kata Dovi, Sabtu (16/12) kemarin.“Selain itu, tidak akan ada banyak hal yang berbeda jauh pada tahun depan karena tak banyak juga yang berubah dari tim, rider dan peraturannya. Jadi saya pikir kami bisa memulai musim depan dengan cara yang sangat mirip seperti ketika kami mengakhiri 2017,” imbuhnya. (kmb33/rtr)

Paris – CEO Formula One (F1), Chase Carey mengaku bahwa Liberty Media memiliki tugas untuk menarik lebih banyak penggemar F1 menuju olahraga. Hal tersebut ia lakukan setelah melihat kondisi para penggemar yang kian lesu menyaksikan balapan jet darat paling prestisius se-dunia itu. Pria berkebangsaan Amerika tersebut dipercaya menjadi penerus pemerintahan Bernie Ecclestone yang telah membina olahraga sejak 1978. Kala itu ia menjabat sebagai CEO Formula One Construction Association (FOCA). Setelah berpindah kekuasaan, Carey mengaku bahwa saat ini ia memiliki pekerjaan yang harus dilakukan untuk meyakinkan para penggemar agar dapat terus menyaksikan F1. Oleh sebab itu, beberapa upaya mulai dicoba untuk meningkatkan kepercayaan dalam diri penggemar. Barubaru ini Liberty Media berencana untuk mengubah logo F1 yang sudah mendarah daging dalam olahraga. Namun hasilnya negatif karena mendapatkan banyak pertentangan dari para penggemar yang mengaku keberatan dengan hal tersebut. Wacana penerapan regulasi mesin balap pada musim

BPM/rtr

BALAPAN - Salah satu balapan yang digelar di ajang F1 musim lalu. 2021 juga dinilai sebagai usaha untuk membuat F1 menjadi seru dan menarik para penggemar ke dalam olahraga. Namun peraturan tersebut langsung mendapatkan banyak pertentangan dari para tim, terutama dari Ferrari dan Mercedes. Bahkan tim berlogo Kuda Jingkrak tersebut berencana untuk keluar dari F1 sebagai wujud penolakannya. “Mungkin orang-orang yang telah menjadi penggemar sejak awal akan menyukai apa yang tumbuh bersama mereka. Mereka mewakiliki fondasi olahraga dan ini sangatlah penting bagi para penggemar,” ungkap Carey Sabtu (16/12) kemarin.

“Tapi kami ingin menarik perhatian penonton baru, dan untuk itu kami harus menemukan solusi untuk menghormati elemen historis yang membuat kategori tersebut sangat special, sekaligus menarik orang baru di saat bersamaan. Kami harus menarik minat para generasi baru,” lanjutnya. “Hal ini dapat dilakukan dengan pertunjukkan menarik di dalam lintasan. Saya menggunakan kata Show, karena memang begitulah adanya. Kami bisa membuat kompetisi menjadi lebih baik dan memperbaiki tindakan di sekitarnya. Kami ingin memastikan dapat menangkap imajinasi publik,” tutupnya.

Model F1 kabarnya sedang melakukan peninjauan kuat terhadap penggunaan model wanita atau biasa yang disebut grid girls di dalam perlombaan. Hal ini dilakukan untuk menghormati negara-negara yang menjadi tuan rumah balapan dalam kalender F1. Dalam sebuah wawancara, direktur pengelola F1, Ross Brawn mengakui hal ini telah menjadi topik yang sulit untuk dipertimbangkan. Pasalnya, tradisi ini sudah ada sejak lama dengan tujuan untuk mempermanis acara sebelum balapan dimulai. “Kami berusaha untuk menghormati semua pihak. Ada banyak orang yang menginginkan tradisi grid girls, namun ada juga pihak yang merasa hal tersebut tidak diperlukan. Oleh sebab itu kami membahasnya saat ini,” terang Brawn. Selain itu, CEO F1 Chase Carey yang mengambil alih tugas Bernie Ecclestone juga turut mengomentari penggunaan grid girl dalam balapan. “Apa yang perlu dilakukan adalah mendapatkan banyak sudut pandang dan membuat keputusan yang tepat untuk masa depan olahraga,” ucapnya. “Dalam daftar hal-hal yang telah saya hadapi, grid

girl tidak benar-benar berada di atas sana. Kami sangat menghormatinya. Mengenai masalah ini, saya harap para penggemar akan menyukainya dan berharap melihat seorang pembalap wanita dalam kompetisi F1,” tegasnya. “Apakah ini sesuatu di masa lalu, atau apakah ada sesuatu yang berbeda yang seharusnya bisa menjadi bagian dari masa depan? Saya tidak berpikir itu akan menjadi keputusan pribadi untuk saya. Saya mungkin memiliki sudut pandang, tapi ketika Anda memiliki olahraga, Anda akan berhadapan dengan tim dan penggemarnya yang sangat bersemangat. Tidak akan pernah ada consensus, yang ada hanyalah satu set pandangan,” lanjutnya. Perdebatan grid girl memang telah diperdebatkan karena sikap sosial yang telah berubah, selain itu tempattempat tertentu mulai bereksperimen dengan alternatif lain. Contohnya penggunaan model laki-laki dan bukan perempuan dan juga anak laki-laki sebagai maskot. Dalam sebuah jajak pendapat yang dilakukan BBC, sekitar 60 persen pemilih mengatakan sosok grid girl harus tetap ada dan dipertahankan dalam gelaran F1. (kmb33/rtr)

Life Sport

Tingkatkan Kualitas Tidur dengan Aerobik

Conor McGregor

BPM/rtr

McGregor Tidak akan Naik Ring Lagi

London – Presiden UFC, Dana White mengatakan bahwa Conor McGregor tidak akan kembali ke dunia tinju dalam waktu dekat. Pernyataan White tersebut muncul setelah beredar kabar bahwa legenda tinju dari Filipina, Manny Pacquiao mengatakan bahwa dia tengah melakukan negosiasi pertarungan dengan McGregor. “Saya ingin melihat Conor ke ring lagi, tetapi bukan tinju,” kata White Sabtu (16/12) kemarin. Pada Agustus lalu McGregor membuat debut pertama tinjunya saat menghadapi Floyd Mayweather Jr dalam pertarungan bernilai triliunan rupiah, bertajuk “The Money Fight”. Juara kelas ringan UFC tersebut berhasil dikalahkan secara TKO (Technical Knocked Out) oleh Mayweather pada ronde kesepuluh. Meski mendulang kekalahan, aksi McGregor justru membuat banyak pencinta olahraga tarung terkesan. Vakum dari ring sejak pertarungan melawan Mayweather, berbagai wacana pertarungan pun hilir-mudik ditawarkan untuk McGregor. Sayangnya meski menyatakan akan fokus kembali ke Octagon atau ke ring, McGregor belum mengambil sikap. “Tahun 2017 adalah sejarah bagi saya. Saya telah berhasil melampaui MMA dan tinju,” kata McGregor mengenang perjalanan kariernya. “Pada tahap karier saya yang sudah berada di level ini, setiap lawan potensial harus melobi untuk bisa bertarung dengan saya,” sambung petarung UFC asal Irlandia tersebut. Tidak segera mengambil keputusan untuk melakoni pertarungan lagi, spekulasi bahwa McGregor akan mengambil absen lebih lama pun muncul ke permukaan. Menurut White, jika akan bertarung lagi McGregor diperkirakan akan kembali pada musim semi tahun depan. Kemungkinan besar, lawan yang menanti McGergor adalah Tony Ferguson sebagai upaya menyatukan sabuk UFC kelas ringan. (kmb33/rtr)

TIDUR merupakan suatu siklus dari bagian ritme biologis untuk mengembalikan stamina. Pada saat tidur akan terjadi suatu keadaan tidak sadar, di mana persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun atau menghilang dan dapat dibangunkan kembali dengan indra atau rangsangan yang cukup. Tidur merupakan bagian dari proses mempertahankan fungsi fisiologis normal, karena saat tidur tubuh akan memperbaiki dan menyiapkan energi yang akan dipergunakan setelah periode istirahat. Kebutuhan tidur masing-masing orang bervariasi pada umumnya 6-8 jam perhari. Tidur berfungsi untuk memperbaiki kembali

organ-organ tubuh atau yang disebut dengan restoratif, sehingga tidur merupahan hal yang penting. Banyak hal yang mempengaruhi pola tidur, salah satunya dipengaruhi oleh lingkungan, pekerjaan, penyakit dan usia, sehingga dapat mengganggu pola tidur seseorang. Apakah gangguan tidur itu? Menurut Ni Komang Ayu Juni Antari, S. Ft., sebagai seorang lulusan sarjana fisioterapi yang sekarang sedang menempuh kuliah S-2 Fisiologi Olahraga. Gangguan tidur adalah kondisi di mana seseorang mengalami gangguan dan perubahan waktu tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas sehari-hari, suatu kondisi bilamana tidak

BPM/ist

Aerobik secera rutin dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.

diobati pada umumnya akan menyebabkan tidur terganggu. Adanya gangguan pola tidur buruk ini dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang. Lalu bagaimana dengan kualitas tidur? Kualitas tidur merupakan kondisi tidur seseorang yang dapat digambarkan dengan lama waktu tidur dan keluhan-keluhan yang dirasakan saat tidur maupun saat bangun tidur seperti merasa letih, pusing, badan pegal-pegal atau mengantuk berlebihan pada siang hari. Kualitas tidur sangatlah penting, karena gangguan tidur yang berlangsung dalam jangka waktu yang panjang bisa menurunkan kesehatan umum dan fungsional, sehingga mempengaruhi kualitas hidup. Kualitas tidur yang baik dapat terlihat dari kepuasan seseorang terhadap tidur yang dirasakannya, sehingga tidak adanya perasaan lelah, mudah tersinggung dan gelisah, lesu dan apatis, kehitaman di daerah sekitar mata, kelopak mata bengkak, konjungtiva merah. Kebugaran ketika bangun tidur ditentukan oleh kualitas tidur sepanjang malam. Kualitas tidur yang baik dapat membantu seseorang merasa lebih segar di pagi harinya. Kualitas tidur dapat dikatakan baik, apabila tidak menunjukkan tanda-tanda kekurangan tidur secara fisik maupun psikologis atau tidak mengalami masalah selama tidur. Normalnya setelah mere-

bahkan diri ke tempat tidur seseorang akan mencapai tidur kurang dari 15 menit. Tandatanda kekurangan tidur yang dilihat dari tanda fisik berupa ekspresi wajah (area gelap disekitar mata, bengkak di kelopak mata, konjungtiva kemerahan dan mata terlihat cekung), serta adanya kantuk yang berlebihan. Kekurangan tidur dapat menyebabkan hilangnya kemampuan dalam berkonsentrasi, adanya tanda keletihan seperti penglihatan kabur dan berkunang-kunang. Sedangkan tanda psikologis dari kualitas tidur yang buruk, yakni kecenderungan seseorang akan menarik diri, apatis dan respons tubuh menurun, daya ingat menurun, bingung, halusinasi, mudah tersinggung dan gelisah. Sehingga sangatlah penting bagi kita untuk mejaga kualitas tidur. Lebih lanjut lagi mahasiswa yang gemar berolahraga ini memaparkan, bahwa Olahraga memberikan banyak manfaat bagi tubuh terutama bagi kesehatan dan juga meringankan kecemasan serta meningkatkan suasana hati dan juga kualitas tidur. Berolahraga membuat tubuh mengeluarkan hormon-hormon yang akan bekerja secara bersama-sama untuk membuat tubuh menjadi lebih baik. Salah satu jenis olahraga yang dapat dilakukan untuk meningkatkan suasana hati dan kualitas tidur adalah olahraga kardiovaskuler atau

olahraga aerobik yang dilakukan secara teratur. Olahraga aerobik merupakan gerakan otot yang menggunakan oksigen untuk membakar karbohidrat dan lemak dalam menghasilkan energi. Contoh olahraga aerobik adalah jogging, berjalan, berenang, bersepeda dan juga senam aerobik. Senam aerobik adalah salah satu latihan aerobik yang terkenal dikalangan masyarakat. Senam aerobik dapat menurunkan hormon stres seperti kortisol dan meningkatkan hormon endorphin, di mana endorphin merupakan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari di otak yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit alami dan membuat tubuh menjadi lebih baik sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan menurunkan stres, serta meningkatkan suasana hati. Selain itu, senam aerobik juga dapat merangsang pikiran dan emosi di pusat otak sehingga mempengaruhi fungsi kognitif yang berdampak terhadap meningkatkan aktivitas gelombang di otak yang berhubungan dengan keadaan rileks. Olahraga aerobik sebaiknya dilakukan secara rutin, minimal 30 menit dan 3-5 kali dalam satu minggu. Jadi dengan melakukan olahraga aerobik secara rutin dan teratur maka akan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan juga peningkatan kualitas tidur. (kmb33/rtr)


Redité Umanis, 17 Desember 2017

I Kaki Dengkil

Mingmang SEMENGÉ puniki, I Kaki Dengkil kapangguh paliatné mingmang. Doh sawat paliatipun nyureng ambara. Wantah sampun sapunika, pastika sampun wénten sané abot pisan manahang ipun. Indik sapunapi ké manahang ipun? Indik Ida Sang Angawa Raté sané ngapak-apak nyekjek baudanda ipuné? Nyekjek piranti nagara? Ngawalat wekasing wala? Pating kacuh masuang isin basang? Napiké nyarca indik paripolah wargi Tepisiringé sané sayan adoh ring dresta? Kuna dresta, desa drestané katilar? I Kaki Dengkil nyiksik déwék, “Apa pajalan déwéké ené suba beneh? Apa tusing nyemingmang, tusing leser pajalané niti dharma?” Mingmang ipun ngamanahang padéwékané sané sampun kadung nyelebang déwék dados pangemit Kamalasana. Ulian ngemit Kamalasana niti dharma? “Depinang suba anaké ngadanin!” Sapunika pasautipuné ri kala wénten sané moyanin solah ipuné ngraina tur nyengguh ipun tuna karya. “Apa déwéké dogén ané mingmang kakéné? Tegarang balihin wargi Tepisiringé ané lénan!” Wusan ngrémon asapunika, I Kaki Dengkil raris ngelisang mandus ring Telabah Sampwan, telabah alit patemon toya Tukad Jangga, Tukad Nyuling, tur toya Klebutan Tauka. Wantah marasa leteh sakadi mangkin, ipun nglukat déwék ring Telabah Sampwan. Napi malih sané leteh rasayang ipun mangkin, manahipuné! Ring pagehan tanah panyuciané, I Kaki Dengkil manggihin bun seet mingmang. “Né koyanga caciréné! Sing tuyuh alih johjoh, dini maan bun seet mingmang! Lakar baang cucuné I Doglagan apang anggona gagemet!” Wusan mandus ring Telabah Sampwan, semengan I Kaki Dengkil sampun nganggur ring margi agungé. Ring lénengné I Dada, sastran Ida Rainé. Irika, ipun negak ngelut entud mabalih wargi Tepisiringé pasliwer. Wéntén sané mamasar, mamangket, masekolah, makarya ka otel, pagawé pameréntahé dépak mamargi ka kantor. Makasami saling paliwat, wénten sané negakin onda, wénten sané negakin montor, sampun nénten wénten sané negakin sepeda! Napi malih sané numpang dokar. Gruwang-gruwéng makasami ngédéngang kapradnyané nguyeng setir, nguyeng setang ngilut gas. “Pantes pameréntahé jani kéweh ngitungang lengis! Makejang ngelah tegakan cara kalialah ngoyot lengis sai-sai!” Katelektekang pisan makasami wargi Tepisiringé sané ngliwat ring margi agungé. I Kaki Dengkil negesin néwék. “Béh… makejang jelemané mingmang! To balihin paliatné, sing ada ané tiling, makejang anrawang-anruwung paliatné! Muridé mingmang! Mirib ngenehang paplajahané ané tusing karuan pesu di ujian nasionalé! Dagangé mingmang! Mirib lenged ngitungang batiné ané tusing karuan pepek! Pagawé otélé mingmang! Mirib ngenehang buin pidan kontrakné suudanga tekén sépné! Pagawé pamerentahé? Né buin abesik! Pagawé pamerentahé kamula sai-sai mingmang! Ada ané ngenehang akuda lakar maan presénan proyék! Ada ané ngenahang buin pidan mutasina! Ada ané ngenehang kénkén baan madaya mapan orahina maang adin pangageng jagaté proyéké, yén tusing nyak buin mani suudanga dadi pimpro! Né buin abesik! Pangageng jagaté masé lenged ngitungang, apaké tusing tawanga kén kapékané déwéké korupsi?” I Kaki Dengkil ngadébras, kagésonan mamargi ka tanah panyuciané, nyliksik bun ring pagehané ngrereh bun seet mingmang! Nénten wénten kenianga bun seet mingmangé malih. “Béh… kénken baan madaya jani, tuah abesik bakat bun seet mingmangé! Nyén baang ené? Ah… melahan aturang tekén Ida Padanda! Yan Ida aturin sing nyanan Ida pagéh nyurya séwana! Sasubané kéto, jagaté pastika landuh, gemah ripah loh jinawi!” Di Balé Pawédaané, Ida Padanda wawu pisan usan mayoga, nyurya séwana. Raris saharsa I Kaki Dengkil ngaturang bun seet mingmang. “Puniki Ratu Padanda, titiang ngaturang bun seet mingmag sané kaloktah dados kanggén gagémet mangda kayuné tegteg!” “Apa pikenohné ené Kaki? Apaké Kaki ngentenin tiang sawiréh engsap maseet mingmang?” Ida Padanda salit arsa! “Nénten Ratu Padanda, manahang titiang bun seet mingmangé puniki becikan Ida Ratu sané ngraksa. Mangda pageh ngamargiang sesana kawikon, nyukertaang jagat!” I Kaki Dengkil tan nué kanda santukan kasangsayain nyimbingin Ida Padanda sané sampun sué lali maseet mingmang. Maka ciri Ida Padanda naler mingmang! Riantukan asapunika, ipun raris magésonan mapamit mantuk. “Sajan! Tusing makejang kenehé ané melah, katampén melah!” I Kaki Dengkil nyelselin déwék, negak ring bongkol Kamalasanané bengong nyureng ambara, manahipuné kantun mingmang. (Jelantik)

Nyastra

BULANÉ pangelong ping nem, kala ento yéh pasihé enu arad. Ejoh di tengah, nusané ngancan tinglis kataledin krocokan baledé pakemyahmyah nuut pajalan luwahé madingang aus. Kerug ombak Kalimané ngangsan gencar magabluran ngencah di tinggangé ba dangin. Jukung-jukung lan boaté ané macangcang di yéhé, maalunan egal-egol, ngwiragayang gambelan ombaké nawanang. Aluné nyansan nyehceh nyiriang pasangé nyulajah ka pasisi, kadandan sirsiran lauté ngungkulin peteng. Nyeng buih tanggun ombaké kangin rasa makasih-kasihan ngajakin malebleban ngutsaha nyujuh jerijin batisné ané putih nyalig mamegak nyaihin putih batu kaangé. Di selaganné, yuyuné saling padengkek mangiwasin. Mirib metu kamaniané meled ngapit-ngapitin biasé ané langah-langah enu bengkung sanek di betekan batisé sada nyentak meling padi. Sakéwala tanggehanga malu, legané tuah saking manonton wiréh jejeh kaambulin magedi. Langsing maimbuh lanjar, bangkiangné ané rengkiang kagelut tekek uli duri tekén I Gendis, gelanné. Adung pesan jegég kalawan bagusé. Yén pada jujukang, masaihan asikutan kuping I Gendisé ungkulan Luh Manisé. Maselaté tuah duang tiban, miribang semaya beli kalawan adi ané cumpu makekasih. “Sané lanang alisé nyerarit, cunguhé mancung, kenyemé manis imbuhin kumisé tipis, cadiké nirus ka jagut, pangawaké jegjeg, tur palanné bentar. Déwa ratu mula bagus.” Kakéto omang-omangé masaut uli di beténan kaangé sambilanga misbis laadan roti ané dapetanga mawadah plastik uék. “Yén sané istri, paningalanné gedégedé, cunguhé ngesuna nunggal, bibihé tebel, payasin giginé gingsul. Duh.. jegeg pasaja. Minabang leluhuré, Ni Layonsari sané mantuk pawayangan.” I Yuyu muani manimpalin sambilanga kirigkirig ngamaekin I Omang-omang saha magapgapan jagung matunu abulih. Kala ento malam minggu, suba saking liwat saru muané ia padaduanan mamanying-manyingan ngulat semara di duur keribé ané masasang kancing nambakin ombak samudrané ditu di dangin Muséum Lemayeuré. Uli kaja paterég kelod luh muaniné mapasang-pasangan ngapling keribé mademenan sambilanga melut kacangé malablab, jagung matunu mabasa lahlah manis, lan ada masi ané mabekel yéh kuud. “Melah-melahang Jegég, Bagus, mademenan di petengé! Ulian manyaruang liangé apanga tusing ketara, panulamé nemu pakewuh. Kanggoang keledang lan tunaan buin abedik, yadiastun kasambat kuna. Sané penting nemu rahayu tur reramané pakedék pakenyung.” Kakéto samar-samar munyin I Kedis Celepuké uli ba duur punyan ketépéngé ba dauh. Sakéwala lebihan suba pongah ngambarang semarané. Tusing buin mangitungang lemah panjang. Wiréh pada élah, rumasa maan selah, mangisinin bedaké katuju. Kagét prajani engsap tekéning sesana, nglamuk dresta, tusing jerihin séma, apabuin tutur rerama. Ancukancukin timpal, awig-awigé kasempal. “Beli, Apa enu sayang ngajak tiang? Tresna Beli tekén tiang? Yén pét pradé kenapa-kenapa, apa enyak Beli nyuang tiang?” Dabdab pesan munyin Luh Manisé nakonang unduk kasujatian kenehné I Gendis tekéning ia. Jerijinné ané lurus mangancan, gandénganga di baong gelanné. Makadadua saling gelut saling neng-

13

Nuntut I Gede Suwartama neng. Dulurina baan kenyeman manis tekén I Gendis. Usap-usapina pabaan Luh Manisé, nglantas ia masaut kéné, “Luh, asananga patakoné ené tusing ja acepok pindo tekedang Iluh tekéning beli. Sakéwala beli ngerti unduk patakon Iluhé buka kéto. Lan tegarang keneh-kenehang jani. Iraga matunangan pangawité nyumunin Iluh masuk ka SMA, dugasé ento beli mara menék kelas roras. Nganti jani beli suba makinkin mragatang kuliahé, Iluh masi suba maan diploma. Yén wilangin, méh ada suba lebihan tekening petang tiban iraga mademenan. Salami ento apa taén beli micundangin Iluh? Kadén tusing taén?” “Ah.. ané tawang tiang, tur ané tegesang Beli dong ja tusing ada. Ané engkebang Beli, ento banget jerihin tiang?” Sauté Luh Manis. “Beli! Sautin anaké Bli! Seken Beli demen ngajak tiang?” Keto buin Luh Manis nyumekenang I Gendis. Siku tengawanné ngingguk-nginggukang

basangné I Gendis. “Aduh.. suudang Luh! Suba tawang beli gining. Mirib tusing genep baan Iluh sapangayah tresnan beliné kén Iluh mawinan setata sedsed nakonang unduk kasujatian keneh beliné. Apa sujatiné ané ngaénang Iluh rumasa sengsaya tekén beli?” Saut I Gendis neesang. “Takut tiang ampas tebuang Beli. Wiréh jani tiang suba nyerahang atunggalan ukudané kén Beli. Ento tusing ja ada lén ulian tresnan tiangé kaliwat, makada manahé peteng, mawinan kirang tetimbang, sinah tanpa takut maparilaksana sané tondén patut.” Ditu lantas Luh Manis nekekang gelutanné sig bangkiang I Gendisé. Muanné ané bunter témpélanga ka tangkah I Gendisé manyaruang yéh paningalanné ngembeng. I Gendis rasa kabucuang laut sahasa nekekang ngelut gélanné. Magesah ia ngelus-elusin ebok Luh Manisé ané magambahan lantang inggel abangkiang. “Luh.. ajanian tusing ada ané lénan

Aswamédha Parwa

Saking Langit Bali

Sang Parikshit Mawali Maurip Olih : I K. Satria SESAMPUNÉ Dewi Uttara matur sakadi asapunika, Ida Sang Prabhu Krishna raris ngambil toya hening macemana saha ngawit ngambil senjata mawisésa sané wénten ring angga sariran putra alit punika. Sinambil mamargi sakadi asapunika, raris wénten pangandika sané dahat mautama saking angga sariranidané. “Uduh Dewi Uttara! Sujatiné titiang nénten naen ngandikayang sané nénten patut! Sané mangkin, jagi kacihnayang bebaosan titiangé wantah patut kawéntenannyané! Titiang sané pacang nguripang putrané puniki, antuk pasaksi samian sané wénten ring genahé puniki! Titiang nénten pisan naén ngandika sané nénten patut, yadiastun ring pakedékan! Titiang nénten naen mundur ring pamargipamargi sané patut, taler nénten pisan naen mundur ring payudan! Antuk waranugraha sané polihang titiang, titiang pacang nguripang putra puniki. Salanturnyané putra puniki sané pacang mélanin kapatutan ring jagaté, taler setata rumasa asih ring para brahmanané. Taler subhakti majeng ring para sujana mautama. Dumogi waranugrahané punika prasida nguripang anaké alit puniki! Antuk kapatutané punika, dumogi sami sané sampun molihang kautaman prasida jaya sangkaning kautamané punika! Kapatutan miwah kawicaksanan punika pacang rauh ring angga sariran titiangé! Kawisésané punika pacang metu saha ngicén kahuripan ring anak alit puniki. Asapunika taler, sami sané padem ring rainané mangkin mangda prasida kahuripang.” Sesampuné Ida Sang Prabhu Krishna ngandika sakadi asapunika, wyakti sami sadaging genahé punika dahat ajerih saha dahat ngutamayang bhakti majeng ring Ida Sang Prabhu Krishna. Indiké punika taler ngawinang putran Ida Dewi Uttara prasida molihang kahuripan. Genahé punika raris masunaran dumilah! Sunaré punika medal saking angga sariran anaké alit punika. Putrané sané mautama punika kapeséngin Sang Parikhsit sané sujatinnyané kantun alit. Samian déwata, yaksa, miwah raksasa taler wénten irika nyaksiang kautaman Ida Sang Prabhu Krishna sakadi asapunika. Raksasa sané wénten irika kasuénsuén mamargi ngruruh genah sané becik sangkaning ajerih ring kawisésan Ida Sang Prabhu Krsihna. Wénten taler raksasa sané padem sangkaning kalintang jerih nyaksiang kawisésané punika! Ring ambarané wénten raris suara sané medal, sakadi asapuniki bebaosannyané. “Becik, mautama, tur paripurna pisan Sang

kén Iluh di keneh beliné. Tusing pesan ada nyet beliné tekén anak eluh elénan sajabaning Iluh. Dong ja kapahin nyedsedang beli aji patakoné ento sesai-sai! Beli anak seken tresna, kéwala antiang apanga tamat malu kuliah. Yén suba pada tamat tur maan gaé ané melah, ditu lan iraga mataki-taki alaki rabi.” Rayun I Gendisé. “Seken Bli?” “Aa seken.” “Sumpah?” Luh Manis ngédéngang tujuhné ané suba celékina paes ka muan I Gendisé. “Sumpah apanga tusing rahayu.” I Gendis nyawis turin malaksana ané patuh. “Ah.. tiang tusing sabar Beli. Eda ja lakaran ngantiang tiban-tibanan, ngantiang ané aminggu dogénan rasayang engsap inget. Enyeh tiang Beli lakar pondong anak lén. Tlektekang tiang timpal-timpal Beliné ané jani di kampus lebian ané jegég-jegég. Mirib kéh Beli suba maan ngéker. Nyén kéh anak eluh suba nyadcad bagus Beliné? Timpal tiangé di kampus dogénan liu ané ngajumang déwék Beliné bagus, yén nuju bakat iwasina Beli nyemput tiang ka kampus.” “Muah, muah, mmmmuah.” Kecupan Luh Manisé matinggah di pipin I Gendisé mapamuput di bibihné ané mula setata barak. Nerima anget kecupan Luh Manisé, I Gendis tusing enyak kalah. Walesa baan kecupan ané angetan. Makadadua lantas saling walesin tusing kelésan. Bulané sayan tegeh ba dangin. Yéh pasihé suba ngebek. Ketara baan grudugan ombaké sayan ngedénang, ditu ajaka dadua lantas pada inget ngrérénang payudanné. “Luh ka kos yuk? Orahang dogénan nginep sig Man Kasihé buin mani yén takonanga jumah!” I Gendis makejit sada makenyem. “Ah.. suba baca tiang keneh Beliné. Takut tiang Beli ... boya ja ulian manginep ané jerihin tiang. Kéwala yén iraga bakat kakéto sesai nyan ada apa-apaan ento ané jejehin tiang. Bulané ené dogénan tiang tondén maan giliran, kagét Beli suba buin ngamalunin nagih paduman. Jejeh tiang Beli… kéwala....” Luh Manis makenyem kimud. “Kéwala lek-lek gurita, elek nanging sujatiné makita kéto?” I Gendis nyumekenang sada makenyir. Luh Manis tusing masaut wantah maanggutan. Saja sambuké suba kadung colékin api sinah lakara makudus dilapa makaukud. Nglaut cara godél matelusuk Luh Manis oroda di biasé ngalih tongos ondané maparkir. Liwat tengah wengi. Kosané karasa upek, sang kalih peluhé deres nyrékcék mesegin pasaréanné. Ambu petengé atep ngengkebang téjan bulané. Sayan peteng sayan tebel, gulemé neduhang gerimis patristis nuju ngedas lemahang. Ngabagngabag suaran kedis celepuké nundunin kulkul lemahé, i manuk apanga manyuarayang. Luh Manis kagét enten uli pasaréanné, “Uék… uéék… uéék...” Basangné ditu pateesanga. Negak ia nganyampingin palangkané. Marasa tau tekén unduk, I Gendis ngrenjit sépanan ia bangun. Usugusugina gidat lan baongé duri. “Uék… uék… uék… uék… uk. Aduh Bli, dadi nadaksara tumbén seneb kakéné basang tiangé.” Luh Manis ngangsehang mamunyi. “Masuk angin mirib Luh, kipasé lebian,” pasaut I Gendisé. “Kadén mati kipasé Beli?” saut Luh Manisé. ***

Prabhu Krishna!” Tatkala punika raris senjata Brahmaastra sané sampun medal malih mawali nuju ambara, nuju genah sang maraga utama sané ngupapira sadaging jagaté! Sang Parikshit sampun nampi kahuripannyané mawali. Putrané punika mawali urip sakadi putra sané lianan saha prasida nglanturang kahuripan antuk makudang-kudang kawisésan. Manggihin indiké punika, samian anak istri sané wénten irika rumasa bagia, seneng sangkaning ngamanggihin sentana Astinapurané mawali prasida maurip. Antuk pinunas Ida Sang Prabhu Krishna raris akéh brahmana sané karepang ngwacén daging Catur Weda Samhitané pinaka sarana ngaturang panyuksma. Sami sané wénten irika raris ngaturang sembah majeng ring Sang Janardhana sané mawisésa. Ida Dewi Kunti, Dewi Draupadi, Dewi Subhadra miwah Dewi Uttara rumasa bagia saha saling kenyemin sangkaning Ida Sang Prabhu Krishna rauh saha ngicénin kahuripan ring sentanan kulawarga Kuruné! Wyakti dahat ageng kasukané duk punika! Para sujana, para undagi, miwah sané waged ring makudangkudang seni sampun rauh saha ngaturang sembah majeng ring Sang Janardhana. Sami wantah ngwacén daging-daging catur vedané saha ngutamayang kaluwihan Ida Sang Prabhu Krishna. Sesampuné punika, Ida Dewi Uttara matangi saking genah dané marerepan sinambi makta putranidané sané sampun maurip saha ngaturang parama suksma majeng ring Ida Sang Prabhu Krishna. Rasa angayubagia sané karasayang Ida Sang Prabhu Krishna taler nénten sida kabaosang malih. Ida kalintang rena nyaksiang kahanan sakadi asapunika. Antuk punika Ida Sang Prabhu Krishna ngicén putrané punika watu mulia sané mautama tanpa tandingan ring jagaté! Asapunika taler makasami sarwa branané sané kabakta olih ksatria Dwarakané nuju Astinapura, sami kasukserahang irika. Samian punika dahat akéh, nénten prasida kawilangin malih! Ida Sang Prabhu Janardhana sujatiné sané ngicénin makasami arta branané punika, nénten wénten malih sané tiosan. Ida Sang Prabhu Krishna raris ngandika, “Kautaman anak alit punika tan patanding, sangkaning punika Ida kapeséngin Sang Parikshit, sangkaning kahuripin antuk kawisésan kapatutan.” Kawéntenan Jagat Astinapurané dahat becik sangkaning pangrauh putran Sang Abhimanyu. (Puput)

Krana Sayang Krana sayang Tusing lakar ilang Tresna tusing musna Kasih setata kaabih Ané makada atiné jegjeg Tegteg majalan Sumeken matindakan Manahé tusing obah Yapitui galah ka galah Mamaksa ngengsapang makejang Krana sayang Ada ané madan gegodan Banban kanggoang Eda ngredeg tusing karuan Pinih mabuat rahayu ngantos tujuan Krana sayang Tusing lakar nilar semaya Pageh jeroning hrédaya

I Komang Alit Juliartha

Manyama Manyama Raketang setata Buka sampaté Buka sepité Igum mabesikan Luget mapasangan Ulet magarapan Adung kawekasan Ngedum suka Nungkulang duka

I Ketut Aryawan Kenceng


Jayanti

14

Anggis Devaki

Cerakén

Krama Bali Patut Masikian

Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

YOWANA antuk aran panjang Pande Putu Damae Anggis Devaki, marasa bangga santukan polih ngraménin acara Pagelaran Kolosal Pelangi di Negeri Bhinneka Kertharaharja. Anggis – sapunika dané ketah kasambat, kala punika ngendingang tembang “Bali Masikian”. Tembang sané karipta I Komang Darmayuda, S.Sn., M.Si., puniki wantah nyaritayang kasujatian sané karasayang krama Baliné pungkuran puniki. Minakadi marebat pantara sameton, saling timpug, masiat, miwah paiyeg tiosan. Parindikan punika sujatiné nénten perlu kamargiang, yéning krama Bali kayun masikian. Tembang punik i manut Anggis, wantah tembang sané nyinahang kasujatian sané wénten ring Bali taler pinaka tantangan pisan ri kala katembangang. Anggis meled tembang inucap boya wantah asal katembangang kémanten, nanging mangda krama taler ngrasayang kahanan inucap. “Sampun dados kewajiban titiang setata nyokong utsaha sané kamargiang nuju Bali shanti trepti. Sakadi sané kamargiang Bali Post mapaiketan ring HUT kaping 69 sané sampun lintang,” baos Anggis sumeken. Kaabih kekalih reraman dané, I Wayan Gede Utama Manik Meranggi - Kadek Yunita, Anggis éling pisan napi sané sampun kapolihang galahé mangkin nénten lémpas saking sokongan kekalih reramané. Mawit saking album kompilasi Bali Kumara Generasi ke-2, Anggis kala punika ngendingang tembang Bunga Sunar Raga sané taler reriptan Komang Darmayuda. Anggis rumasa aget matemu

Pupuh Pangkur 47. sk&s*hmwrt/, Saking Sang Amawa Rat,

miw;Ádt/,

miwah Adat,

Ágmt2(mm(gi, Agama taler mamargi,

kpuputÀnÓ¡kuæ*wiku, kapuput antuk Sang Wiku,

m\Ñebzé*pu\С(,

mangda bénjang pungkuran,

hinÑikÙri;, indik warih,

ennÓ)nãi\u*ptikpÞ¡g/, nénten bingung patikaplug,

mulptutÐpurus,

mula manut ka purusa,

s)nÓnhinÑ¡r&bli.

sentana Hindu ring Bali. 48. hinÑikÀ¡pkrydñ, Indik upakara yadnya,

eboysi\uæl/, boya singsal,

mnutÀdtÞnÑÌsÓi, manut adat lan dresti,

stßkpuputÀ\iyu, satmaka puput angiyu,

r&p\enÓenãykl, ring pangantén béakala,

pÉysÇitÓ, prayascitta,

pklklnuæ)syut/, pakala-kalan sesayut,

ttbnÙnÓ;hdul*, tataban wantah adulang,

tik);dkÑknÓnßri. tikeh dakdakan tan mari.

Mangda Prasida Nyarengin ”Persaingan”

PARIKRAMA sané kamargiang olih makekalih reramannyané tatkala nglimbakang kahuripan Pande Made Iron Digjaya mangda prasida dados yowana mandiri sampun katelebang ngawit saking ipun kantun alit. Duaning sané kawastanin antuk tanggungjawab miwah disiplin wantah parindikan sané patut kadaginin olih Iron - asapunika ipun ketah kasambat, nénten dados katawah malih. Minab tatkala kantun alit, yowana sané embas ring Denpasar 11 Maret 2001 punika durung uning tur éling ring tetujon makekalih reramannyané. Sakéwanten pikolih saking parikrama tegas makekalih reramannyané punika karasayang saking prestasi renang sané sampun kapolihang. “Wénten liang taler sebet tatkala ngélingang sapunapi kahanan daweg alit. Bapak setata tegas ri kala ngicén paplajahan taler piteket ring tiang. Yéning tiang wénten galah embang kapatutang mangda kanggén mararian utawi malajah renang,” baosnyané. Risampuné Iron nincap tur dados yowana wawu bapaknyané, Putu Bagus Suputra Wijaya nuturang napi tetujon parikrama tegas sané kamargiang. Punika wantah kanggén nelebang kedisiplinan, tanggung jawab miwah kemandirian mangda ipun prasida nyarengin parikrama persaingan sané sayan kéwuh. Iron sané mangkin kantun ngranjing ring kelas XI MIPA 9

SMAN 1 Abiansemal, Badung puniki ngélingang, makekalih reramannyané meled mangda ipun prasida dados yowana sané bertanggungjawab ring padéwékan taler mandiri mangda nénten setata ngaptiang kapitulungan saking krama siosan rumasuk ring makekalih reramannyané. Kantun becik kaélingin Iron, sapunapi tetuek saking makekalih rerama, kahanan kahuripan Iron riwekasan nénten jagi kajantenang olih makekalih reramannyané taler sangkaning gurunnyané ring sekolah sakéwanten sangkaning déwéknyané preragan. Kahuripan riwekasan jagi becik yéning kramané prasida madué préstasi sakéwanten yéning nénten madué prestasi sinah méweh pisan nyarengin persaingan sakadi mangkin. Iron éling yéning kapatutannyané wantah ngrajegang prestasi akademis mangda nénten “terkorbankan” sangkaning nincapang préstasi renang. Minab punika sané ngawinang ipun setata becik ngawigunayang galah embangnyané kanggén malajah, mangda parikrama ring widang renang nénten ngawinang kahanan ring paplajahan akademisnyané kagulgul. Yadiastun sané kapanggihin ipun, sangkaning nyarengin kejuaraan renang wénten peplajahan sané nénten prasida becik kadabdabang. “Tiang éling pisan yéning wénten kalih parindikan, renang miwah pep-

”Pemutusan Hubungan Kerja” Sayan Ramia ring Sektor Pariwisata

PEMUTUSAN hubungan kerja (PHK) pungkuran puniki ramia kawicaraang, pamekas olih krama sané makarya ring sektor pariwisata. Kahanan inucap metu mawit saking penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai daweg puniki sané kawinang abu vulkanik saking erupsi Gunung Agung. Parindikan punika maius ring tedunnyané tingkat hunian kamar hotel ring Bali kantos 15% persén. Satios punika, tamiu taler sayan sepi. Kahanan inucap taler ngwetuang wacana PHK. Kahanan inucap janten ngawinang kalangan pelaku pariwisata ngambil pamutus sakadi PHK, nglaksanayang efisiensi mangda beban sané katanggung sayan ngidikang utawi ngirangang. Parindikan punika kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 12 Désémber 2017 lintang.

Mologan, Mayong Kasujatiané, ius saking erupsi Gunung Agung puniki nénten wantah majeng séktor pariwisata kémanten. Kahanan inucap taler maius ring makudangkudang parindikan, minakadi pertanian, dagang, kahuripan

krama, miwah sané lianan. Santukan samian saling mapaiketan. Kaaptiang, pamerintah lan dinas pariwisata mangda gelis nglaksanaang koordinasi ngrereh pidabdab sané becik, satios pamargin PHK. Gung De, Singaraja Sayan sepinyané pariwisata Bali pacang maius ring karyawan taler majeng ring pendapatan dévisa negara. Salami puniki, Bali satmaka magnet utama rauhnyané wisatawan mancanegara ka Indonésia. Santukan Bali ring dura negara

sareng Komang Darmayuda, sané tembangtembangnyané akéhan nyaritayang indik adat, seni, budaya, miwah tradisi Bali. Yadiastun nénten kasub sakadi tembang-tembang Bali tiosan, Anggis marasa bangga prasida ngendingang tembang inucap. Anggis éling, kasenengang dané ring widang tarik suara patut kaimbangin antuk kasumekenan malajah taler nénten kantos lali ring swadhrama pinaka siswa. Yadiastun pungkuran puniki Anggis akéh polih job magending, bilih-bilih kantos ka Yogyakarta, dané setata ngutamayang sekolahnyané. “Tiang seneng magending, makekalih rerama taler nyokong kasenengan tiang puniki. Yadiastun akéh polih job, tiang setata ngutamayang sekolah tiangé,” baos sameton Pande Made Gede Kanha Rajaya Meranggi. Embas taler tumbuh ring kulawarga pengusaha, Anggis setata angayubagia santukan kekalih reramané kantun éling ring anggané taler nyokong kasenengané. Sokongan kekalih reramané punika karasayang pisan ngwantu anggané prasida sakadi mangkin, rumasuk nyarengin pacentokan magending tingkat nasional. Yadiastun asapunika, Anggis malih negesang, sekolahnyané sané pinih utama. Sakéwanten ketah dané karepin antuk pilihan sané sukil, pantara ngambil job magending utawi sekolah. Irika, pitutur reramané banget kaaptiang prasida ngwantu anggané. “Kekalih reraman tiang sané ngwantu ri kala tiang bimbang. Tiang bangga madué rerama sakadi puniki,” dané makenyem. Majalaran tembang “Bali Masikian”, Anggis nguduhang sameton Bali, krama Bali mangda sayan masikian nyaga Gumi Bali, urati ring Gumi Bali. Santukan Bali pacang benyah yéning kramané wantah ngawi biyut kémanten. Antuk punika, krama Bali mangda sayan masikian ngemit kahanan Jagat Bali mangda sayan becik, sayan trepti kertaraharja. (ast/uma)

Pande Made Iron Digjaya

Isin Gumi

Putu Gama, Patemon Perusahaan patut menyiasati, minakadi ngirangin jam kerja karyawan. Tetujonnyané mangda samisami mrasidayang memargi. Pantaraning karyawan miwah perusahaan tetep saling koordinasi.

Redité Umanis, 17 Desember 2017

lewih kasub saihang Indonésia. Bali pinaka panyumbang dévisa pinih ageng, mawinan patut gelis karerehang pidabdab sané becik. Aji Bima, Banjar Pemerintah Provinsi Bali maprakanti sareng pihak PHRI patut nyobyahang majalaran media massa utawi medsos indik gatra sané jakti. Taler nyobyahang yéning Bali kantun aman, wedar gatra sané positif. Indiké puniki penting mangda pariwisata Bali mawali ramia sakadi sadurungnyané. Sapunika taler kahanan perékono-

mian Bali sayan mecikang. Salanturnyané, saking perusahaan ring widang pariwisata nénten kantos ngambil pamutus PHK majeng para karyawan. Adi Putra, Lovina Ring tengahing kahanan sepi sakadi mangkin, tunas titiang majeng ring perusahaan widang pariwisata, mangda nénten nglaksanayang PHK. Pengusaha mangda nénten lali taler ring jasa-jasa para karyawan sané sampun ngawinang perusahaan maju. Satios punika, bénjangan pariwisata Bali pastika

pacang ramia sakadi jatimula. Komang Alit, Sambangan Aptiang titiang, pemerintah Provinsi Bali sareng pelaku pariwisata mangda gelis mapidabdab, ngruruh pamutus sané becik. Boya mapineh bawak ngambil pamutus PHK. Parindikan punika penting antuk prasida ngrameang pariwisata Bali wus érupsi Gunung Agung. Satios taler prasida ngwaliang Bali pinaka distinasi wisata sané becik. Nengah Sudiasa, Seririt Yéning parindikan puniki nénten gelis ngamolihang pidabdab miwah uratian saking samian angganing, janten pacang ngawinang pengangguran sayan nincap. Santukan Bali salami puniki ngandelang widang pariwisata. Samian angganing, pantara pemerintah, pelaku pariwisata, anggota déwan, miwah krama mangda masikian mikayunin, sapunapi antuk mangda para karyawan nénten dados korban PHK, napi malih sampun makarya tibantibanan. (ama)

lajahan akademis sané sujatinné patut pisan kaselehin. Sakéwanten tiang nyelehin nelebang makekalih punika yadiastun sapatutné wantah asiki kémanten,” baosnyané misaratang. Iron sané sampun malajah renang ngawit saking SD puniki kakawitin sangkaning tugas bapaknyané pinaka PNS ring Disdikpora Badung dados pelatih renang. Agetnyané kolam renang sané kadruenang olih Pemkab Badung nampek sareng genah menengnyané ring Br. Kembangsari, Blahkiuh, Badung. Dadosné ipun prasida dangan tur sering malajah renang, napi malih sané ngurukang wantah bapaknyané. Putra kaping kalih saking pasametonan sareng tiga puniki sampun akéh pisan madué medali tur akéhan medali emas. Minakadi molihang emas ring parikrama Olimpiade Siswa Nasional (O2SN) paletan Nasional ring Makassar. Ring parikrama pacentokan renang antar siswa sajebag Indonesia punika, rai saking Pande Putu Brilliant ngamedalang parikrama renang gaya dada 50 meter miwah 100 meter. Nénten wantah irika nanging Iron taler ngamolihang prestasi becik ring pacentokan renang ring Solo warsa 2015 sané lintang antuk gaya dada sakadi ring Makassar i wawu. “Minab sampun spesialis tiangé nganggén gaya dada,” baosnyané. Iron taler aget pisan polih galah dados pamilet lomba Children of Asia ring Rusia 2016 sané lintang. Sios punika ipun taler ngamolihang juara kaping tiga antuk gaya dada ring Kejuaraan Asean School Games 2016 ring Chiang Mai Thailand. Ring Porprov 2017 sané lintang, putra saking Putu Bagus Suputra Wijaya - Ni Kadek Ariani puniki taler prasida ngamolihang tetiga medali emas. “Tiang nyuksmayang pisan ring makasami sané sampun setata nyokong tiang nyantos prasida madué préstasi ring renang,” asapunika raka saking Pande Nyoman Winner Pamungkas sané taler waged renang puniki maosang. (ast/was)

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

Bahasa Indonésia

1.

kaang

1. kh*,

2.

kabilbil

2.

kbilãil/,

2. kikuk

3.

kabinawa

3.

kbinw,

3. luar biasa

4.

kabisan

4.

kbisn/,

4. bakat

5.

kacék

5.

keck/,

5. kurang

6.

kalangan

6.

kl\n/,

6. panggung

7.

kaleson

7. k2eson/,

8.

kaloktah

8.

kelokÓ;,

8. terkenal

9.

kampih

9.

kmæi;,

9. terdampar

10. kania

10. knê,

1. karang

7. payah

10. bujang, gadis


15 BOLA TANPA PEMAIN….

Minggu Umanis, 17 Desember 2017

OLIGARKI KUBURAN…. l Seribu Cakrawala dan Ketenteraman Hati…

AKU ANAK bangsa Indonesia. Tidak akan main-main dalam mengelola Kambing. Tidak pula akan pernah kuucapkan sekadar kambing. Kambing itu salah satu hasil karya Allah swt, yang terpilih untuk bergabung naik Bahtera Nabi Nuh. BAHKAN pun seandainya yang kupelihara adalah Babi, yang menurut sebuah Kitab tercipta dari luka perus Gajah, atau Tikus yang berasal dari darah yang meleleh dari luka Babi-takkan pernah kuucapkan sekadar babi dan sekadar tikus. Aku masih sakit hati kepada Iblis yang mensekadar-kan manusia ketika menolak bresujud kepada Mbah Adam. AKU BERJANJI mengemukakan dari mana aku memperoleh Bismillahi Ia yadhurru….untuk menyeret kambing. Bahkan sebenarnya sebelum memutuskan akan beli kambing di Pasar Peterongan, aku memproses kepastian bahwa di dalam diriku sudah tumbuh potensi manajemen Alimul ghoib was-Syahadah, Rahman dan Rahim, sebagai syarat primer kepemimpinan atas kambing. TUHAN MAHA MENGETAHUI dan Maha Menyaksikan segala yang ghaib. Kalau manusia berposisi mempelajari dan rajin menyaksikan. Maka manusia itu Muta ‘allimul ghoibi was-syahadah. Tidak hanya teoretis, tapi juga empiris. Sebelum mencalonkan diri sebagai penggembala kambing, aku harus berhijrah dari belum tahu apa-apa menjadi muali tahu apa-apa tentang kambing. Aku harus mempelajari dan belajar untuk mengurangi volume belum tahu dan menambah volume mulai tahu. Mempelajari itu teoretis, belajar itu empiris. KETIKA TIBA di pasar Peterongan, sebenarnya kambing masih ghaib babiku. Ketika mulai menyeretnya, mulailah aku berhijrah ke muali tahu tentang sifar kambing. Demikianlah tahap demi tahap keghaiban kambing kubuka tabirnya. Pada saat yang sama harus kurintis program Rohman dan Rahim: aku harus merintis dan menumbuhkan cinta dan sayangku kepada kambing. Aku wajib mengabdi kepada kemashlahatan kambing, karena mereka telah memberiku kegembiraan dan menerimaku sebagai sahabat dan saudara mereka sesame makhluk Tuhan. KALAU SAMPAI KADAR yang diperlukan sudah kumengerti hal-hal mengenai kambing, sudah pula kokoh bersemi cinta dan sayangku-baru aku diperbolehkan oleh akal sehat dan nurani kehidupan untuk memimpin kambing. Sesudah sah menjadi Malikul-ghonam atau pemimpin kambing, berikutnya harus kujamin bahwa setiap tindakanku Quddus kepadanya. Setiap tahap manajemenku harus Salam menjamin keselamatannya. Jangan sampai sebagai pemimpin Kambing aku tidak bias dipercaya oleh kambing. Aku harus Mu’min. DAN MUHAIMIN, kupelihara hubungan saling percaya itu. Jangan sampai kambing kelaparan, terluka atau bersedih hatinya. Kepertahankan Aziz rasa tidak tega kepada deritanya. Maka hubungan kami akan solid. Jabbar. Dengan cara yang kami kerjasamakan terus, kami menjadi saling berbuat untuk menguasai masalah yang muncul. Harus Mutakkabir, menjadi lebih besar, lebih kuat dan lebih cerdas disbanding permasalahan. Harus takabbur terhadap tantangan dan ancaman. Aku terlanjur memimpin Kambing, maka semuya persyaratan itu wajib kutekuni, kusetiai dan kuistiqamahi. SEMUA REZEKI NILAI ITU kuperoleh dari sahabat karibku. Ia salah satu dari 36 orang yang tinggal di rumah Ayah ibuku. Umurnya 12 tahun lebih tua 3 tahun

dariku. Sahabatku ini bias mendengar suara hati orang di sekitarnya. Ia tahu sebuah ayat terletak di halamn berapa baris ke berapa di Mushab Al-qur’an standar. Ia tahu Pamong Desa menjual sapi jatah rakyat dari Pemkab. Ia tahu lelaki itu barusan pulang dari ngondhol atau melacur. Ia tahu sangat banyak hal yang ghaib bagi kebanyakan orang. UNTUK BEBERAPA LAMA ia menjadi semacam mini-oligarki yang berkuasa di desa kami. Semua orang ngeri ketemu di karena takut dituding dosanya. Kalau malam larut ia berteriak-teriak keliling desa, membangunkan semua orang memanggil namanya satu per satu, menggiringnya ke Masjid untuk shalat tahajud. Di malam lain langsung diajak beramai-ramai ke Kuburan yang dikenal paling angker. Setiap orang di suruh duduk di tempat yang berbeda-beda di seantero kuburan. Tidak ada yang berani melawannya. Tidak ada yang tidak taat kepadanya. KECUALI aku, tidak ada perintah apaapa untukku. Biasanya setelah mobilisasi kuburan, ia menemuiku, menyodorkan ayat Qur’an atau hadits Nabi, mengajakku berdiskusi, atau langsung minta apa pendapatku tentang itu. Setiap Jumat siang kami berboncengan sepeda ke Masjid- masjid yang berpindah setiap Jumat. Aku yang bertugas adzan dan dia yang khutbah kemudian mengimami shalat. IA TIDAK MENGAJARIKU APAAPA, tapi dari seringnya ia mengajak diskusi: aku jadi rajin juga melirik-lirik ayat dan hadist ini itu. Bismillahi la yadhurru atau Wakhotama Sulaimana... atau Allahumma tekno… dan banyak kausul lain, termasuk bermacam-macam hizib: itu bukan paket apa-apa. Ia firman Allah dan aku nekat menerapkannya ke apa saja setelah kupertimbangkan dan kurasakan mashalahat-mudharatnya. KEHIDUPAN di masa kanak-kanakku sangat liberal, penuh keterbukaan berpikir, menghampar beribu-ribu pintu dimensi hidup, tidak banyak stigma, sentiment, fobia, atau sinisme-sinisme pandangan yang mubadzir untuk keluasan ilmu, wawasan pengetahauan dan makrifat kehidupan. Di zaman itu manusia tidak lebay terhadap Agama. Tidak terpesona oleh Ilmu Katon, yang sekarang didesa-dewakan dan dijadikan tuhan pembangunan oleh hamper semua Negara di muka bumi. AKU BERSYUKUR pernah mengalami kehidupan yang masih ada cakrawala. Bahkan ketika di masa tua sekarang ini aku dikepung oleh radikalisme Negara, fundamentalisme pembangunan materi, linierisme intelektual, keterkotakan akadkemis, intoleransi modernism terhadap apapunsa aja yang disangka tidak seperti ia, birokrasi yhang ultra-konservatif, manajemen sejarah tanpa sangkan paran, Negara identitas yang hanya paham identitas, Lima Sila nilai diklaim menjadi pembangunan materi, Pemerintahan yang gagal menjelaskan kemauannya, Kejumudan-kejumudan ekstrem dalam penggunaan metologi berpikir, sangat menguasai pembenaran subjektif tanpa minat terhadap kebenaran objektif, Serta berbagai dekadensi pra-Jahiliyah yang menguasai ummat manusiaAKU TETAP BISA menemukan seribu cakrawala, kemerdekaan diri dan ketenteraman hati. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 21 Septembert 2017

Rudra – Siva…

l Pujian Larut ke Dasar Sumur

DI Candi Somdev. Kurang lebih 40 kilometer selatan Dungarput. Tumbuh kepercayaan kuno. SEMUA ORANG di Somdev mengatakan dewa perlu dipaksa agar mau memberikan berkat pada mereka. Kabarnya candi ini, dengan gaya arsitektur sederhana, dengan balok-balok batu pasir merah disusun teratur, plafon dan pintu penuh ukiran bunga, berusia lebih dari seribu tahun. SEBUAH PUTUNG sapi dari marmer putih ditempatkan di bawah kubah. Lampu kuningan kecil menyala di masing-masing sudut. Di tembok tampak gambar swastika. Di tengah ruangan, di antara bau setanggi dan lampu minyak, terdapat lingga. Hitam. Mengkilap. Dan di lorong candi itu tergantung patung ular dengan kepala tegak. Konon, patung ulat itu melindungi sekelilingnya, pernah selama enam bulan seluruh ruangan terendam. Semuanya terbenam, tapi tidak patung ular itu. Air tak sampai menyentuh. BEBERAPA RATUS kaki dari candi, sebuah sungai-sungai Som yang ditumbuhi rumput-rumput liar dan belukar mengalir tanpa beban, damai. Di dekatnya ada sumur. Sering para peziarah, sebelum menghabiskan waktu untuk berdoa, menimba air dari sumur lalu mengalirkannya ke candi. Mereka berharap keinginannya dikabulkan, doanya akan naik kahyangan. SUMUR ITU sendiri tidaklah menarik,

melainkan seluruh pujian larut ke dasarnya. Di sumur itu, berabad-abad, orang membasuh tubuhnya, mereka mengucapkan Om Nama Siva tanpa suara. MEREKA BILANG Siva luar biasa. Dan Siva yang ‘’lembut’’ dan ‘’pemurah’’ semula hanya sebutan untuk Rudra yang ‘’bengis’’ dan ‘’keji.’’ Mereka juga bilang ia kasar dan kejam, ia mencari orang yang bisa dimangsa dan akan melepas anak panah pada siapa pun, dan panah itu mengantarkan kematian dan penyakit, racun dan demam. Ia ditakuti para dewa, karena tidak ada yang lebih kuat darinya. Ia, Asura agung dari surga, penuh amarah dan tak bisa diduga. Ia menggeram bagai seekor binatang buas. Dan tidak satu pun buruannya dapat lepas. GAMBARAN tentang Rudra terlihat amat ngeri. Tapi begitulah kisah yang sampai. Bahkan dalam kitab-kitab suci, ia dilukiskan ‘’hitam, gelap, pembunuh dan menakutkan,’’ sebagai ‘’perampok, penipu, raja para pencuri dan tukang bagal’’. Ia guru bagi setiap pertapa kumal. Dan raja dari kehidupan liar dan berantakan. Ia suka menyusuri jalanan sepi, memiliki ribuan macam jampi dari hasil tapanya yang berat, dan sesekali tinggal di gunung-gunung dan hutan-hutan. SIVA tak terkecualikan. Padanya melekat ciri-ciri Rudra yang mengerikan. Wa-

Tutup BUKU Desember 2017-JKP-109

Jatijagat Kampung Puisi – JKP-109 Rabu MALAM Umanis 27 Desember 2017 Dari Margarana LONG MARCH Gunung Agung Bung Rai Bung Mudita Freedom For… Freedom to Fulfill Your Vision and Mission Wenten – Play Tumpah Darah IMAJINASI Tanah Air Secure Your Sacred Time (Kala Jagra) Now Please Silent Revolution, Its Happenings, Be Ready…

l Anggur

l Qadla dan Qadar (di Balik Salah satu Sila)

_A_B_L_N_ 25 Desember 2017 Panggilan untuk 27 Agustus 27 Desember

ANDA penghayat, pengamal, pengemban APRESIASI-SENI yang lahir 27 Agustus, 27 Desember berpendidikan PALING RENDAH SMP sampai berpendidikan Tinggi dari berbagai disiplin Ilmu, BUKTIKAN dengan Curiculum Vitae anda dengan datang menghadiri NGAMPOENG SENI Jatijagat Kampung Puisi (JKP-109) Rabu MALAM Umanis 27 Desember 2017 pukul 20.00 wita di Jalan Cok Agung Tresna 109 Renon Denpasar (Muka TVRI Denpasar) Selamat Datang l Lailatul Kiptiyah Momentum Magrib Seekor burung yang berpulang pada magrib menjatuhkan cericitnya ke pundak kita begitu dekat ia Merambati jantung kita yang takluk, yang sabar yang takjub oleh doa dan derita Aula Surapati IBU Napak Tilas Hari IBU -Jumat, 22 Desember 2017 Pukul 15.00 – selesai Di Aula SMP Negeri 1 Dps Trio dokter: Dewa Putu Sahadewa, Ari Duarsa, dan Eka Kusmawan Napak Tilas Almamater, bermonolog Putu Wijaya, baca puisi, dan musikalisasi puisi, serta bincang sastra dan teater. NAURA Shinta (Singaraja) Menutur Menyanyikan Puisi Rabu 27 Desember 2017 jam 19.00 wita di Jatijagat Kampung Puisi, Jl. Cok Tresna No. 109 Renon-Denpasar. Kardanis Mudawijaya akan pentas monolog naskah karya Putu Wijaya. Lalu, Naura Shinta akan baca puisi. Duet-mesra akhir tahun dan pesta ulang tahun kelahiran Desember.

Bima, Jauh ke Dalam Lubuk Hati l Tapi Hanya Manusia Sejati… (1)

BIMA KECIL, dalam umur yang masih belasan, adalah Bima yang usil. Di antara kelima Pandawa dan keseratus Kurawa, ia yang paling besar, bongsor, juga antara lucu dan bergajulan. Ia sering menganggu Duryudana dan Kurawa dengan memukuli mereka, membenamkan ke dasar kolam, mengguncang-guncang pohon hingga mereka jatuh terjengkang. DURYUDANA yang hidupnya berlehaleha dan merasa sebagai pewaris sah tahta Hastinapura tak terima. Marah. Muak. Dan betapa bengisnya, dan betapa mengerikan, dendam Duryudana itu setelahnya. Ia tak ingin melihat ada Pandawa di sisinya, ia ingin agar Bima dibunuh, diikat pada batu, dilempar ke sungai Gangga. Mahabharata, setelah bagian yang menceritakan ‘’Kematian Pandu’’ kedukaan yang menyakitkan, dengan hidup melukiskan dendam Duryudana yang tak kunjung putus itu. ‘’Saya ingin Bima rubuh, melihat tubuhnya menggelepar, dipatuki ular-ular, dan jadi kaku,’’ kata Duryudana kepada adik-adiknya. ‘’Ia adalah perintang jalan, ia harus dibasmi, harus dihabisi, tak ada ampunan. Musuh adalah musuh. Ia harus jadi abu.’’ HARI ITU - Mahabharata tidak mencatat persisnya- Duryudana telah berseru kepada adik-adiknya agar membabat semua putra Pandu. Mereka bersiasat untuk membuang Bima ke sungai Gangga setelah meracuninya, tapi sebelumnya mereka telah mengirim Yudhistira dan Arjuna ke penjara. PADA DETIK berikutnya, setelah tubuh tinggi dan kekar itu lemas, mereka ikat tubuh itu di sebuah pasak, diberatinya dengan batu besar, lalu melemparkannya ke sungai yang terjal dan deras. Tapi kemudian Duryudana kaget dan sebal dengan segala yang terjadi, Bima tak tertusuk paku, Bima tak bias dibunuh. l Agus Roisalam Yogya – Ceribon P.P jahnya tampak sangar dengan tulang pipi yang menonjol, dihiasi mata ketiga yang aneh yang terletak di atas batang hidungnya. Beberapa waktu dalam setahun ini, dengan leher berkalungkan tengkorak dan rambut terbelit ular, dan istrinya, Durga, yang sama mengerikan dengan lidah dan telek yang menjulur pucat, akan mendatangi tempat pembakaran mayat. Medan peperangan. Dan persimpangan jalan. BAGAIMANAPUN Hara, nama lain untuk Siva, ditampakkan pertama sebagai Rudra. Tapi nama itu telah lama dilupakan. Kecuali di Somdev, ketika pencuri sial digelandang buat mengakui perbuatannya, dan ia gemetar. l Agus Roisalam Yogya – Ceribon P.P.

KALAU TANGAN KANANMU MEMBERI, selalu diusahakan jangan sampai ketahuan oleh tangan kiri. Akibatnya tangan kiri sering uring-uringan kepada tangan kanan: Kenapa kamu tidak pernah bersedekah? PADA KOORDINAT dilemma itulah Tuhan meletakkan manusia dalam kehidupan. Kalau manuisia menunjukkan perannya, bias terbentur tembok riya. Kalau manusia menyembunyikan perannya, manusia bias disampah-kan oleh sesamanya. Buku sejarah bukan hanya tidak mencatatnya, lebih dari itu malah bias mengutuknya. KALAU MANUSIA BERDOA memohon ini itu, allahbisa berposisi defensift: Fabiayyi ala’i Robbikuma tukadzdziban. Nikrmati Tuhan yang mana yang kau dustakan wahai Jin dan Manusia. Tapi kalau manusia pasrah bongkokan, terserah serah Tuhan mau kasih apa atau tak kasih apa-apa Allah melambaikan tangan Ud’uni Astajib lakum, Memohonlah kepada-Ku, niscaya Kujawab dan Kukabulkan. BERGAUL dengan Tuhan Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang saja memerlukan kecerdasan, kepekaan dan kejelian menghitung posisi dan momentum. Apalagi berinteraksi dengan sesama manusia yang keterbatasan tetapi mudah menyimpulkan, yang penuh kelemahan tapi sombong, yang penuh kekurangan tapi cenderung mengagumi dir sendiri. KALAU BATANG HIDUNG anda tidak tampak di antara tujuh juta manusia gelombang 212, Anda bias disimpulkan sebagai Munafik, tidak punya sikap, atau minimal dikategorikan sebagai jenis manusia yang hanya bicara-bicara saja, tetapi tidak berani berjuang di medan perang. Agar Anda tidak dicatat sebagai sampah yang tidak berguna. Anda harus mengumumkan bahwa Anda yang mengolan perubahan tempat Jumatan dari Jl. Thamrin Sudirman ke Monas, demi simulasi yurisprudensi, supaya tidak membuka peluang di masa berikutnya bagi kemungkinankemungkinan kemudharatan politik. JIKA ADA PERTEMPURAN, pasukan yang dicatat oleh sejarah hanya pasukan Infanteri. Plus sedikit Kavaleri dan Altileri. Tetapi pasukan Bayangan pasukan Siluman, termasuk pasukan Pengintai dan divisi Gerilyawan tidak diketahui oleh siapapun. Dan kalau Anda adlaah bagian dari itu, Anda ditegur oleh temanteman: Kok kamu tidak ikut berjuang? KETIKA BERLANGSUNG keramaian di mana sebuah Masjid baru yang besar dan megah diresmikan, yang dihadiri oleh para pejabat tingig, para Ulama dan tokohtokoh masyarakat ada seorang tua yang tidak diizinkan masuk, hanya berdiri di balik pagar luara lingkungan Masjid. Ia berdesakan dengan ratusan hadirin lain di luar pagar. Hanya Allah dan satu dua pihak lain yang tahu bahwa orang itulah pewakaf tanah yang didirikan Masjid itu, dan ia pulalah yang membiayai seluruh keperluan pembangunannya. DALAM DUNIA sepakbola dikenal pemain tanpa bola, Pasukan jangan hanya memfokuskan diri kepada pergerkaan bola dan para pemain yang sekitarnya. Yang justru tidak kalah penting untuk diwaspadai adalah para pemain yang tanpa bola, atau yang melakukan pergerakan di luar lalu lintas bola. Setiap pembawa bola justru selalu berpikir tentang teman-temannya yang tanpa bola berlaari ke suatu posisi untuk siap-siap mengakselesai bergulirnya bola menuju gawang lawan. DI LUAR ITU ternyata permainan bola, lapangan bola serta apapaun saja yang terkait dengan itu adalah bagian dari kehidupan yang jauh lebih luas dan multidimensional disbanding batas-batas urusan teknis bola. Ternyata tidak hanya ada pemain tanpa bola, tapi mengerikan juga ada bola tanpa pemain. Artinya, bola bias bergerak ke luar wilayah yang dirancang dan dimaksudkan oleh pemain bola. Seakan-akan ada pemain lain yang tidak kelihatan, yang menggagalkan permainan pemain yang kelihatan. ANAK-ANAK KITA U-19 berlatih sepakbola dipandu coach Sjafri - tentu demikian juyga kesebelasan-kesebelasan lainnya - tidak hanya sebagai pesepakbola, tapi juga dengan kesadaran sebagai bangsa

Indonesia, sebagai manusia dan sebagai hamba Tuhan. Mereka membiasakan diri bersujud syukur dalam posisi apapun, serta pada keadaan menang atau kalah. Kemudian sewajarnya, bahkan selayaknya - karena sudah melakukan segala yang terbaik kepada Tuhan mereka memohon kemenangan. DAN ALLAH MEMBERKATI KESEHATAN dan stamina mereka, meridlai skill dan permainan canggih mereka, sehingga pada pertandingan menentukan melawan Thailand itu mereka sungguhsungguh menguasai permainan, mengurung lawan. Tetapi Allah juga merahmati kiper Thailand sehingga bermain seakan akan dibantu oleh bebrapa Malaikat yang turut menjaga gawang kewajibannya. DUA KALI pernah saya alami kebuntutan seperti yang dialami anak-anak saya Kesebelasan U-19 di Myanmar tempo hari. Bedanya tidak dan skala mereka ASEAN, sedangkan yang saya alami adalah sepakbola Tarkam, Antar-kampung. KAMI KUASAI seperti lapangan di depan gawang lawan sepanjang permainan hingga Magrib hampir menjelang. Kami menang skill, kematangan kerjasama maupun ketangguhan tubuh. Puluhan kali shooting kami lakukan tetapi selalu digagalkan oleh kiper Pulut lawan, dimelencengkan oleh desakan udara mendadak, atau posisi kaki kami ketika menendang bola sudutnya digeser 1-2 derajar sehingga arah bola melenceng 1-2 meter. SEPERTI ADA INVISIBLE ball keeper, atau ada jala rahasia, jaring nir-kasyaf di depan gawang lawang. Atau Dukun mereka kuat. Kami tidak pern ah bawa dukun. Hanya selalu berusaha menang undian awal untuk menentukan posisi bagian kiri atau kanan di lapangan, melalui koin yang dilempar dan kami harus memilih Angka atau Beri (Garuda). Itu memuluskan rancangan strategi kami. Tetapi kali ini rasanya lawan kami tidak hanya 11 pemain. Seperti ada bonbonan gaib, entah Jin entah Demit, atau Aji Lembu Sekilan yang membuat bola mental balik sebelum mencapai sasaran. ATAU MALAH MUNGKIN INI adalah Qadar: Allah tidak memperkenankan kami menang kali ini demi pertimbangan jangka agak panjang, yang menyangkut psikologi kami serta posisi Kesebelasan desa kami dalam kostelasi Tarkam. Padahal secara Qadla kami sudah ditulis lebih unggul di lembar kesekian Kitab Lauhul Mahfudh. ALLAH SEDANG demo. Minimal dengan tiga orasi. Pertama, Apa yang kamu hindari dan tak kau sukai, mungkin malah itu yang baik bagimu. Dan sesuatu yang kau inginkan karena kau sukai, bias jadi itu buruk bagimu Kedua, Allah memberi rezeki melalui cara dan jalan yang kau tak biasa perhitungkan. Mungkin kesulitan memasukkan gol sampai senja meremang ini adalah rizki, yang besok atau lusa baru kami ketahui maknanya. Dan ketiga, Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. Barang siapa menolak ketetapan-Ku, silahkan mencari bumi atau tempat lain yang bukan Milik-Ku, Nah Lu. Mampus kami. Akhirnya kapten kesebelasan kami mengambil keputusan yang sangat aneh, radikal dan anarkis. Mohon menjadi referensi dulu bahwa di tahun 1960-an bola sepak ada bagian luar dan bagian dalamnya yang harus dipompa dulu. Kemudian belalai tempat masuknya udara dilipat, dimasukkan kedalam semacam mulut dibulatan luar. Sesudah masuk, harus ditali seperti mengikat tali sepatu. Jadi ada bagian dari bulatan bola yang menonjol, sakit kalau ditendang, dan mulut itu bagian lemah dari tekanan. Kapten menyuruh saya mengoper bola tleser atau datar merambat di tanah, tapi diarahkan kesalah satu pemain lawan. Kapten mengambil posisi mengejar, bola itu berlawanan arah dengan pemain lawan. Mereka berdua berlari kencang menuju bola, kemudian Kapten menendang bola itu sangat keras kearah kaki lawan. Benturan frontal terjadi, sedemikian rupa sehingga muncul letusan keras, seperti petasa ukuran besar atau bom ukuran kecil. Bersamaan dengan itu karet bagian dalam melesat keluar mulut kulit luar, menjadi kembungan besar seperti balon raksasa. Sesaat kemudian balon itu meletus dan karetnya menjadi sobekkan-sobekkan. Tidak seperti laguMeletus balon hijau dor!. Yang meletus dari bola itu, sebagaimana lazim balon: ia berwarna merah. Permainan berhenti. Skor 0-0. Semua tegang, Kapten kami senyum-senyum. Mohon jangan bayangakan pertandingan antar klub profesional di stadion, di mana bola tersebut dalam jumlah banyak. Sepak bola Tarkam 1960-an punya satu bola saja sudah sebuah sukses. Begitu bola meletus, selesailah permainan. Indonesia Raya ini punya berapa bola? Siapa saja yang berkuasa atas Indonesia, baik para pemain dengan bola maupun mereka para pemain tanpa bolasudah mantapkan kalian tidak ada bola tanpa pemain di sekitar kalian? Benarkah tidak ada Qadla dan Qadar di balik salah satu Sila dari Pancasila? Coba kita lihat bersama mulai awal 2018 sebentar lagi. l Emha Ainun Nadjib Perth, 22 September 2017

JATIJAGAT Kampung Puisi - JKP-109

Merah BALI UTARA jkp - 109 untuk Fenomena 27 dalam 72… l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2017 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

Desember Rememberance: 27 in 72, 72 in 27 Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

DESEMBER Para: Dewi Sartika, AH Nasution Rizal – Ramli, Rhoma Irama, Nyoman Tusthi Eddy, Charles Darwin, Frank Sinatra, I Dewa Gde Palguna, Beethoven, Moenir, Lius Ponyoh, Hoesnizar Hooed Nevatuhela, Humam S.Chudori, Tien Marni, Nyoman Wirata, Hasan L. Banna, Hasan Bisri BFC Luilyati, Luh Putu Udayati, Kim Al-GhozaliAM, Hankus GM Tankabaka…. SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya masih keliling Bali sampai Desember 2017 – berakhir. BAGI Komunitas, Grup Seni dari Luar Bali yang ingin beraktivitas di JKP–109 harap selalu MENGIKUTI dan MENGHUBUNGI Wayan Jengki Sunarta via Face-Book-nya. PALING LAMBAT dua (2) MINGGU sebelum Anda/Grup Anda menghubungi Jengki Sunarta untuk MEMASTIKAN JKP-109 SIAP melayani Anda (Grup-Kom-Rombongan) Anda….


Daerah

16

Minggu Umanis, 17 Desember 2017

”Samsara” Nyata

Mahasabha III Mahagotra CSBM

Lahirkan Pemikiran Perkataan dan Perbuatan Baru

MAHAGOTRA Catur Sanak Bali Mula (CSBM) menggelar mahasabha III di wantilan Pura Samuan Tiga, Desa Bedahulu, Blahbatuh pada Jumat (15/12). Kegiatan yang bertema “Melalui Mahasabha III Mahagotra Catur Sanak Bali Mula, Diharapkan Melahirkan Pemikiran, Perkataan dan Perbuatan Baru Tentang Peran Semeton CSBM dan dalam Mengisi Pembangunan Mental Spritual”, ini diikuti ratusan pasemeton CSBM. Ketua Panitia Mahasabha III Mahagotra CSBM Ketut Mandia, menerangkan bahwa dasar melakukan Mahasabha ke III karena kepengurusan Mahasabha yang sudah dilakukan pada 9 September 2012 di Klungkung itu sudah masa tugasnya berakhir. “Sebelumnya dipimpin oleh bapak Made Supurna, sekarang tujuan kita mendaulat kepengurusan yang baru,” jelasnya. Nah ketika kepengurusan yang lama belum dilengkapi dengan sabha pandita, sementara saat ini pihaknya sudah memiliki catatan sulinggih yang berjumlah 10 orang. “ Maka itu, untuk memberikan tempat yang benar kepada sulinggih, kami menginginkan dilengkapi dengan Sabha Pan-

CSBM - Suasana mahasabha III Catur Sanak Bali Mula yang digelar di wantilan Pura Samuan Tiga, Desa Bedahulu, Blahbatuh pada Jumat (15/12). dita,” ucapnya. Diharapkan Sabha Pandita ke depannya mampu memberikan gambaran, petunjuk serta sinar sucinya kepada para semeton di CSBM. Melalui tuntunan Sabha Pandita semeton di CSBM diharapkan tidak lagi bingung, bingung urusan kawitan, urusan kajang, urusan prosesi upacara-upacara, sebab ada tuntunan sabha pandita yang sudah meraga siva. “ Karena di Bali mula itu unik, ketika kita bicara Bali mula di Trunyan beda, Kayu Selem juga beda, ketika bicara Bali mula di Tenganan juga beda, sehingga jangan ini disamakan, maka kita berikan peluang kembali

kepada rasa melakukan upacara, sehingga tidak keluar dari tatwa yang sudah disuratkan oleh leluhur-leluhur Bali mula yakni Kayu Selem, Kayuan Celagi dan Terunyan, “ jelasnya. Selain pematangannya terhadap Sabha Pandita, Ketut Mandia menegaskan Mahasabha kali ini bertujuan untuk merancang program kerja yang bisa memberikan pemahaman kepada seluruh semeton CSBM, agar semeton itu kembali kepada rangkulan satu visi satu persepsi yakni bakti kepada leluhur. Mandia pun mengaku bahwa kegiatan ini sangat ditunggu-tunggu, sehingga

dirinya selaku Ketua Panitia Mahasabha sekaligus Ketua Harian Mahasaba bisa menyampaiakan kepada semua semeton CSBM, yakni Kayu Selem, Celagi, Kayuan dan Tarunyan agar mengetahui pasemetonan CSBM sedang memiliki hajatan besar. “Ini hajatan besar kita untuk kembali merenungkan jalan leluhur kita, sehingga apa yang leluhur kita sudah perbuat dan apa yang leluhur kita belum perbuat, “ ucapnya. Dikatakan untuk mewujudkan rasa bakti kepada leluhur semeton CSBM bisa berbuat untuk memajukan sumber daya manusia pasemetonan, khususnya memajukan sumber daya manusia yang ada di Bali, sehingga Bali tetap terjaga aman dengan sinergi kepada semua pihak”. Jangan sampai karena klan-klan ini kita terpecah belah dalam urusan menjaga adat budaya bali, karena justru rasa subakti inilah yang kita gunakan untuk menjaga adat budaya dan agama yang ada di Bali, sehingga ada toleransi-toleransi yang kita bisa telurkan, toleransi di sameton, toleransi rasa toleransi bhakti, nah itu lah yang ingin kita tekankan, “ tandasnya. (ad862)

Astra Motor Bali Luncurkan Motor ”On-Off Sport” Sejati, All New Honda CRF150L ASTRA Motor Bali, Sabtu (16/12) meluncurkan All New Honda CRF150L dengan desain dan performa mesin motor onoff sport sejati. Motor ini siap menghadirkan petualangan menyenangkan melebihi ekspektasi pengendaranya yang mampu menaklukan tantangan di segala kondisi medan. All New Honda CRF150L dengan konsep terbaru Take You to Off Fun Ride hadir melalui penyematan desain terbaru, fitur unggulan baru dan mesin baru yang nyaman digunakan untuk berkendara di jalan raya dan menaklukan berbagai rintangan. Ketangguhan All New Honda CRF150L diklaim berkat penyematan mesin 150cc SOHC PGM-FI berperforma tinggi, fitur terbaik seperti Long Travel Inverted Front Fork, ban dual purpose dan velg ukuran besar. Selain itu, dengan Wavy Disc Brake, mendukung kemampuan jelajah optimal dengan nyaman dan mudah dikendalikan di berbagai kondisi jalan. Region Head Astra Motor Bali Ronaldo Widjaja mengatakan, CRF merupakan mereka yang sangat populer yang telah terbukti secara mendunia mampu menghadirkan petualangan yang menyenangkan bagi pecinta motor. All New Honda CRF150L hadir dengan konsep on-off Sport bagi pengendara di

Indonesia untuk melengkapi jajaran motor Honda CRF series yang sudah hadir sebelumnya, yakin CRF1000L Africa Twin dan CRF250RALLY. “All New Honda CRF150L akan menghadirkan petualangan bagi pengendara setiap hari, karena memberikan sensasi berkendara menyenangkan baik di jalanan penuh tantangan maupun di jalan raya. Model ini sangat tepat bagi para pengendara yang memiliki semangat tinggi mengambil tantangan dan berjiwa bebas,” pungkasnya. Sementara Marketing Head Astra Motor Bali Modus Vivendi, mengatakan saat ini gaya hidup konsumen sangat beragam dan kecenderungan motor sebagai sarana penyaluran hobi di Bali yang mengalami peningkatan. Model ini telah lama ditunggu oleh pecinta motor on-off sport di Bali untuk menjadi kendaraan yang dapat dibanggakan. “Berkendara untuk menaklukan berbagai rintangan saat ini telah menjadi tren bagi pengendara yang ingin menyalurkan jiwa petualang, berjiwa muda dan memiliki semangat persaudaraan tinggi,” katanya. Dikatakannya, All New Honda CRF150L yang dirakit langsung oleh putra bangsa hadir untuk menjawab kebutuhan pecinta petualang. Untuk mendukung performa tinggi All New

CRF - Suasana peluncurkan All New Honda CRF150L dengan desain dan performa mesin motor on-off sport sejati. Honda CRF150L, Astra Motor Bali turut menghadirkan layanan terbaik dan purna jual yang tersebar di seluruh jaringan Honda di seluruh Bali sebagai ujung tombak untuk mendukung aktivitas konsumen. Untuk melengkapi gaya saat berkendara, Astra Motor Bali turut hadirkan custom parts berupa Excel Rim berwarna hitam untuk velg depan dan belakang. Selain itu, ada juga Honda Genuine Accessories (HGA) berupa Bar Pad, Heel Guard, Skid Plate dan Rear Rack yang tersedia dengan Harga Eceran Tertinggi (HET)

Rp 100.000 hingga Rp 850.000. Sementara itu, untuk menunjang gaya pengendara yang berani untuk memacu adrenalin tersedia Apparel Honda yakni Honda CRF Jersey & pants, Honda CRF Helmet, Knee & Elbow Protector, Honda CRF Printing Glove dan Honda CRF Snapback yang tersedia dalam dua warna Merah dan Hitam dengan kisaran harga HET Rp 95.000 hingga Rp 750.000. All New Honda CRF150L tersedia dengan warna Extreme Red dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) Bali Rp 33.500.000. (bns1)

Federasi Serikat Pekerja BUMN Strategis

SAMSARA! Itu sebuah konsep berawal dari salah satu ajaran Budha menyangkut kelahiran berulang-ulang kembali ke dunia yang dialami roh. Ajaran ini juga dianut Hindu dan di Bali dilekatkan pada Panca Sarada, yakni lima konsep dasar keyakinan di masyarakat Pulau Dewata. Punarbawa atau reinkarnasi adalah kesepadanan Samsara yang hakikatnya adalah sengsara. Bila dalam Budha tujuan hidup adalah Nirwana, di Hindu ada ujaran,“ dharma, artha, kama, mokshanam sarira sadhanam“. Artinya, manusia diberkati anggota tubuh yang lengkap untuk mencapai moksha, lewat harta dan hasrat berdasar kebajikan. Tujuan hidup ini diberi istilah Catur Purusa Artha. “Nirwana dan moksha bermakna sama, yakni bebas dari kelahiran kembali atau tidak mau berinkarnasi lagi, sebab ingin bebas dari penderitaan. Namun manusia dan makhluk lainnya tidak menciptakan diri mereka sendiri. Mereka tidak bisa menentukan apa yang mereka inginkan. Sebab, dalam keyakinan agama Tuhan lah yang menentukan segalanya. Seseorang berpaham pragmatis yang otaknya dijejali positivisme ilmiah boleh saja mengingkari keyakinan agama, namun di otaknya mungkin sering muncul pertanyaan, apa tujuan hidup ku dan siapa membimbing hidup ku? Pertanyaan itu bisa jadi muncul saat mengalami kegagalan, penderitaan, sakit atau sekarat, sedangkan arahan spiritualitas tidak diakrabinya. Kembali ke masalah samsara, agaknya di zaman yang penuh tantangan dan godaan ini tidak mungkin ada orang yang bebas dari penderitaan. Kekayaan berlimpah, status sosial melangit, bukan jaminan kebahagiaan akan selalu mendampingi hidupnya. Apalagi status sosial-ekonomi yang moncer tersebut diperoleh dari cara-cara tak terpuji, maka hasil dari karma atau perbuatannya akan menerpanya seperti bumerang yang dia lempar sebelumnya. Itulah karma phala, konsep berikut dari Panca Sarada, yang komplitnya adalah keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Atman atau Roh, Punarbawa, Karma phala dan Moksha,“ papar Rubag. “Setuju! Lahir, hidup lalu tumbuh dewasa dan kematian adalah kepastian yang tidak bisa dihitung secara matematika dan dikaji secara ilmiah lewat fisika misalnya, namun berlangsung tanpa bisa diintervensi manusia. Otak boleh dijejali berbagai disiplin ilmu, namun seperti paparanmu tadi, saat kegagalan

beruntun dalam hidup atau sakit hingga sekarat, manusia tidak mungkin mengabaikan renungan. Benar bahwa kekayaan melimpah dan ketenaran melangit tidak membuat orang selalu berbahagia. Kita sering baca di media tentang selebriti kondang, politisi beken dan negarawan hebat mati bunuh diri. Paradoks, tidak sedikit orang berstatus sosial mentereng dan kaya-raya, namun perilaku mereka membuat masyarakat terpingkal melihat gerak-geriknya dan mendengar ucapannya yang tidak jelas. Ada kepala daerah yang mengujarkan kata-kata tidak jelas, bahkan diselingi istilah asing yang tidak tepat saat ditanya wartawan ikhwal kemacetan lalu lintas dan banjir. Kalimat dan kata-katanya seperti pecahan prasasti yang dijumpai arkeolog di timbunan dan galian tanah, terpaksa disambung dengan pemahaman sendiri agar bisa menjadi kalimat yang agak sempurna seturut gtamatika, struktur dan komposisi. Akhirnya warga net yang sempat memantau potongan-potongan kata yang nyaris tidak berarti itu, ramai-ramai membuat meme kocak, membuat yang membaca terpingkal sulit menahan geli. Padahal saat kampanye sebelum meraih jabatan, faktor pendidikan dan kekayaan serta perusahaan tokoh itu dipaparkan mengagumkan. Meski ketika terjadi debat dengan lawan politiknya sering ditertawai para penonton di stasiun TV maupun yang memirsa di rumah,“ komentar Wayan Wijaya. “Ya, solusinya untuk mengatasi kemacetan, membuatku seperti memformulasi dua angka dalam kode buntut togel yang berkalimat membingungkan. Buat mengurangi kemacetan, kata bapak itu perlu partisipasi orang-orang berduit untuk menambah kendaraan mereka. Nah, ini harus dimaknai secara terbalik, cari mistik lama dilawankan dengan mistik baru, lalu angka yang didapat dicari teisennya dengan membaca paito, hahaha. Guna mengatasi banjir, katanya tidak boleh melawan kehendak alam akibat anomali cuaca, karena climate of change. Dia mengaku sudah baca buku Climate of Hope, sehingga bisa memprediksi kalau terjadi banjir akan banyak pohon yang tumbang. Sebab itu, dia menyarankan kita tidak bisa bertindak be as usual harus prepare for worst, dengan menghadapi banjir dengan sistem. Celakanya, dia tidak punya sistem yang dimaksud, malah baru memberi briefing pada bawahannya saat banyak bangunan telah terendam air sebatas pinggang. Bagi masyarakat yang langsung menjadi korban banjir mungkin merasa gemas melihat perilaku pimpinan seperti itu, namun bagi mereka yang jauh dari musibah, seperti kita di Bali, akan tersenyum geli. Menganggapnya sebagai hiburan pengganti Srimulat dan Ketoprak Humor, kendati hati juga was-was dan cemas terhadap fenomena Gunung Agung. Erupsi G. Agung den-

gan segala gejalanya memang tidak bisa diprediksi oleh seorang pakar hebat vulkanologi pun! Ini berdampak keras pada arus wisatawan yang menyurut datang ke Bali dan ini adalah samsara nyata!“ ujar Made Surjanegara. “Syukurnya di Bali kita tidak biasa melawan alam, namun selalu dekat dengan alam, seperti dikonsepkan Tri Hita Karana. Meski sektor pariwisata yang dianggap primadona perekonomian masyarakat Bali terganggu akibat letusan Hyang Tohlangkir, kita terus berdoa agar tidak terjadi bencana hebat. Semoga terus terjadi sinergi antara seluruh komponen masyarakat dengan para pemimpin di Bali supaya ada solusi yang baik buat mengatasi cobaan besar ini. Bila pariwisata anjlok, dampak dominannya sangat hebat terhadap sektor-sektor perekonomian lain dan ini harus diakui secara jujur. Tentu selain berdoa, seluruh komponen masyarakat harus bekerja sama menghadapi segala isu yang muncul dengan hati sejuk. Di era informasi dan komunikasi yang dijalin perkembangan elektronika yang kian canggih, isu yang dikirim lewat gadget bisa menjadi senjata yang lebih mematikan dari pada bom napalm. Namun demikian, kita tidak perlu pesimis, sebab segala kebohongan yang dimuat berbagai isu akan terbongkar lewat persatuan dan kesatuan masyarakat Bali. Kalau boleh memberi contoh, jaringan terorisme dunia pun terkuak lewat tragedi bom Bali 1 dan 2. Itu berkat masyarakat Bali yang terdiri dari berbagai ras, suku dan agama dewasa ini bersatu!“ tegas Nyoman Muka. “Ya, kalau dipikir-pikir hidup ini sebenarnya menderita, seperti dirisalahkan konsep samsara. Namun kita disarankan untuk tidak cepat putus asa, agar segala penderitaan berbuah kegembiraan, kalau enggan menyebut bahagia yang relatif sifatnya. Sebab bahagia adalah gembira yang tak putus-putus atau tidak pernah disela duka dan sedih. Sama seperti kejujuran, tidak ada yang absolut atau jujur seratus persen. Itu menyebabkan Darmawangsa mengumumkan kematian Aswatama saat Bharata Yudha sedang bergolak buat memancing emosi Bhagawan Drona agar meledak. Meski yang dimaksud Aswatama adalah gajah, bukan putra Sang Bhagawan, namun tujuan dari pada ucapan itu adalah untuk menipu. Namun, bila berbohong terus menerus demi keuntungan diri sendiri, tidak seperti dilakulan Puntadewa, justru menambah kadar penderitaan atau samsara. Sekali kebohongan terkuak, kebohongan-kebohongan yang lain akan terungkap. Malah perbuatan jujur akan dicap bohong, karena sekali lancung ke ujian, seumur-umur orang tak akan percara. Makanya pengakuan 20 kali alami diare, tidak menghentikan langkah aparat pengadilan untuk melangsungkan sidang peradilan. Ini samsara nyata!“ ungkap Anom Wijaya. (Aridus)

Tolak RPM Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi PT BPR Pasarraya Kuta ”Launching” Simara Gelombang Ke-6

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informasi mengenai Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi mendapat penolakan dari Federasi Serikat Pekerja BUMN Strategis. Ketua Umum FSP BUMN Strategis Wisnu Adhi Wuryanto menolak RPM, tersebut karena berisi tentang pengaturan di mana Penyelenggaraan Jasa Telepon Dasar tidak diselenggarakan oleh penyelenggara jaringan tetap lokal, jaringan bergerak seluler dan jaringan bergerak satelit, tapi oleh penyelenggara jasa telepon dasar melalui jaringan telekomunikasi atau satelit asing. Pengaturan ini sebelumnya sudah pernah diajukan untuk direvisi melalui Peraturan pemerintah, namun tidak disetujui oleh Presiden Joko Widodo. Tampaknya Menteri Kominfo Rudiantara mengupayakan “jalan melingkar” setelah Revisi terhadap PP Nomor 52 Tahun 2000 dan PP Nomor 53 Tahun 2000 tidak disetujui Presiden. Trik yang ditempuh adalah dengan cara mengubahnya menjadi Peraturan Menteri, karena dengan hanya mengubah Peraturan Menteri tidak perlu persetujuan Presiden. Langkah Presiden Joko Widodo sebenarnya sudah on the track dengan mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Strategis, termasuk di dalamnya pembanguan jaringan pita lebar untuk peningkatan jangkauan broadband yang dikenal dengan

proyek Palapa Ring. Kementerian terkait mestinya konsentrasi mengawal proyek besar itu agar selesai sesuai jadwal, yaitu beroperasi di tahun 2019. Tidak perlu mengutak-atik sesuatu yang sudah berjalan yang justru berpotensi menimbulkan kegaduhan baru. “Keberhasilan Telkom yang notabene berstatus BUMN dalam menjalankan pembangunan dan bisnis telekomunikasi di era kompetisi yang sangat sengit dan terbuka, seharusnya menjadi role model bagi semua pihak dan menjadi bukti yang nyata bahwa anak bangsa ini punya potensi dan kemampuan untuk bersaing secara global. Telkom telah menerapkan strategi jangka panjang yang sangat tepat dalam mengembangkan jaringannya. Dibarengi dengan semangat nasionalisme NKRI dan agen pembangunan, Telkom membangun jaringan di seluruh pelosok negeri, tidak peduli apakah akan untung atau buntung, sehingga saat ini telah meng-cover 95 persen wilayah Indonesia berpenduduk. Berbeda dengan penyelenggara telekomunikasi lainnya yang kebanyakan hanya mau beroperasi di wilayah-wilayah gemuk yang profit saja,” katanya, di Bandung Jumat (15/12). Namun demikian, kata Wisnu dengan RPM Penyelenggara Jasa, pihak Kominfo tampaknya ingin mengakomodasi keinginan pihak tertentu agar mereka ikut menikmati asset yang dimiliki Telkom. Walaupun selama ini mereka juga sudah diberi kesempatan oleh Telkom untuk menjalin

kerja sama Business to Business (B2B) dalam memanfaatkan jaringan milik Telkom. Rupanya mereka ingin lebih dan memanfaatkan tangan pemerintah. “Kami hanya berharap Menkominfo sadar sesadar-sadarnya bahwa RPM Penyelenggaraan Jasa tersebut yang isinya lebih memanjakan operator milik asing adalah langkah yang keliru, baik secara formal maupun substansial. Pertama, Undang Undang Nomor 36 Tahun 1999 sama sekali tidak mengamanatkan hal yang diatur dalam RPM tersebut. Dengan demikian, maka RPM ini jelas-jelas bertentangan dengan Undang Undang. Kedua, bertentangan dengan peraturan pemerintah nomor 52 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi, karena dengan pengaturan dalam RPM tersebut maka para pelaku bisnis yang mayoritas sahamnya dimiliki asing itu akan semakin malas untuk ikut membangun jaringan di Indonesia. Mestinya mereka masuk ke Indonesia memberi nilai tambah nasional, bukan menggerogoti milik Indonesia,” Wisnu menegaskan. Menurut Wisnu, secara politis kebijakan ini bisa dimaknai bahwa bangsa ini semakin terpuruk pada kemauan asing. Padahal Presiden Jokowi telah menetapkan program nawacita, bahkan dalam salah satu kampanye Pilpres yang lalu, Presiden Jokowi berjanji akan membeli kembali saham Indosat yang telah terlanjur dijual pada pemerintahan Presiden Megawati. Kini, boro-boro membeli saham Indosat, bahkan asset

yang nyata-nyata milik BUMN malah akan dibagi-bagi. Belum lagi kalau kita analisis dari aspek legalitas dan tata cara pembuatan peraturan perundang-undangan. Memang menteri punya kewenang mengatur Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi seperti yang diamanahkan PP 52 Tahun 2000, tetapi Peraturan Menteri (PM) tentunya tidak boleh bertentangan dengan Peraturan Pemerintah, demikian pula peraturan pemerintah tidak boleh bertentangan dengan Undang Undang, demikian seterusnya. Jika lingkungan bisnis membutuhkan sebuah pengaturan baru, atau UU Nomor 36 Tahun 1999 yang mengatur telekomunikasi sudah dianggap ketinggalan, maka menurut kami tahapan perubahannya harus dimulai dengan mengubah Undang Undang. Dalam hal ini kita harus hati-hati, karena telekomunikasi adalah cabang produksi yang penting dan dikuasai negara, maka pengaturan yang gegabah dapat merugikan kepentingan masyarakat banyak. “Kami sebagai pekerja di BUMN sangat menentang Rancangan Peraturan Menteri tersebut, karena akan merugikan bangsa. Kami akan lakukan judicial review ke Mahkamah Agung dan turun kejalan mengerahkan ribuan anggota Federasi Serikat Pekerja BUMN Strategis menyuarakan aspirasi ini, jika Menkominfo tetap nekad menyetujui Rancangan Peraturan Menteri tentang Jasa Telekomunikasi tersebut,” pungkasnya. (bns2)

PT BPR Pasarraya Kuta me-launching Simpanan Arisan Bank Raya (Simara) gelombang ke-6, Sabtu (16/12) di Swiss-Belhotel Rainforest, Jalan Sunset Road, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Acara ini dihadiri oleh jajaran Direksi staff Bank Raya Kuta dan perwakilan dari nasabah. Acara yang diselenggarakan untuk yang keenam kalinya ini berjalan dengan lancar dan meriah. Direktur Utama BPR Pasarraya Kuta, Sudarto, didampingi Direktur Sri Dewi Ambarani, di sela-sela kegiatan mengatakan, acara kali ini ada dua agenda yang dilaksanakan yakni pembukaan Simara ke-6 dan pengumuman pemenang piala bergilir lomba-lomba yang diselenggarakan seluruh sekolah yang bekerja sama dengan BPR Pasarraya Kuta. Sudarto mengungkapkan, Simara merupakan program unggulan dari BPR Pasarraya Kuta dengan konsep arisan, setoran Rp 300 ribu sebulan selama 30 kali setoran dan setiap bulan ada pemenang dan Simara ini diakuinya memiliki banyak keunggulan. “Ini konsep yang kita buat dengan berbagai hadiah menarik yang didapatkan nasabah dan hadiah utamanya berupa satu unit sepeda motor,” ucapnya. Sudarto lebih jauh mengungkapkan, peserta yang ikut produk Simara dari gelombang pertama

SIMARA - Direktur BPR Pasarraya Kuta, Dewi Ambarani memukul gong menandai pembukaan Simara gelombang ke-6 didampingi Direktur Utama BPR Pasarraya Kuta, Sudarto. hingga gelombang ke enam mencapai 2.500 orang. Hal itu tentu diakuinya produk Simara dari BPR Pasarraya Kuta diminati masyarakat. Selain itu, produk Simara juga berkontribusi besar dalam perkembangan BPR Passaraya Kuta, khususnya dalam menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK). “Sejak berjalan 2,5 tahun, Simara berkontribusi sekitar Rp 12 miliar. Jadi produk Simara salah satu produk yang berkontribusi besar untuk pertumbuhan DPK kita,” ucapnya. BPR Pasarraya Kuta den-

gan motto Mitra sukses untuk hidup yang lebih berarti ini juga konsen dalam dunia pendidikan, yakni dengan mengadakan berbagai lomba bahkan hingga olimpiade yang memperebutkan piala bergilir. Dalam kegiatan ini, SD Bintang Mandiri Jimbaran keluar sebagai pemenang lomba dan berhak membawa piala bergilir. kegiatan ini berlangsung meriah dengan berbagai pentas seni dan hiburan. Pembukaannya ditandai dengan pemukulan gong oleh direksi BPR Pasarraya Kuta. (ad864)


Minggu Umanis, 17 Desember 2017

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dcr Tkg Sablon/Konveksi Hub.081238703661

B.BP.001.12.17.0000843

Dcr HouseKeeping/HK,FO,Puri Asih Htl.Jl.Pantai Kuta 40 Kuta

B.BP.001.12.17.0000856

Dcr Capster/therapist u/Salon di Jl.Bedugul Sidakarya Bth Cpt deal Gj Lsg Krj WA:08124669355

B.BP.001.12.17.0000860

Dicari Tukang Kebun & House Keeping Utk Villa Pribadi di Legian Hub:081805596048 B.BP.145.12.17.0000837

Dicari SPG,Min SMU,Max 27thn penampilan menarik,rajin,jujur Gj 1,8jt penempatan Kuta&Nusa Dua. Hub Lusi 082144355655

Dcr Sopir Truck&PickUp Max30Th Peng 2Th,Adm bs Komp Min SMA Sdrjt,& Mekanik bs Las Max 30Th Peng 1Th.Lmrn Email ke mekanik.nrcbali@yahoo.co.id / Krm ke Jl.By Pass I Gst Ngurah Rai No.38 Tohpati B.BP.001.12.17.0000761

Dibutuhkan Segera Sopir Untuk Sekolah P.D.N Kirim Lamaran ke Jl. Tukad Banyusari 107 Sesetan B.BP.001.12.17.0000801

Dibutuhkan segera Perush. Distribusi di Denpasar:Sales khusus Food & Beverage (FB) Lmrn + CV + Foto terbaru ke: sales@gap-indo.com Telp. (0361)9075914, 0812-3661-0053 B.BP.004.12.17.0000839

B.BP.001.11.17.0001551

BIRO JASA

Dibutuhkan sgr Kasir dan Pramuniaga u.Surya Mas Mart Jl.Legian Kaja 478,753732/087862979641

B.BP.154.12.17.0000816

Dicr House Keeping Speak English Vila Pribadi di Sanur Hub.Kadek 085238199920

B.BP.004.12.17.0000795

B.BP.001.12.17.0000732

DIJUAL MOTOR

Inova Pth’2013&VR17 Ban Baru Bs Tukar,085100856999 Pribadi

Djl Mtr NinjaFI’13 Mrah Hrg 46jt Hb:08123894212 ODO 19.571 KM

B.BP.141.12.17.0000846

Toyota Camry 2.4cc,Type V th’ 2013,DK Hub.081916206621

B.BP.001.12.17.0000808

SUZUKI

Karimun’16 KM6rb,Futura’17 KM 1000, asli Bali H.0816577397

B.BP.001.12.17.0000858

B.BP.001.12.17.0000813

KAWASAKI

B.BP.001.12.17.0000794

DIJUAL RUMAH Djl Rumah Jl.Sesetan Gg.Seroja No.Telp: 081236203602

B.BP.001.12.17.0000778

B.BP.001.12.17.0000853

Rmh 4,46A LB780M2 Lt3 5,5M di Kota Klungkung Ng 087861722981

B.BP.001.12.17.0000836

Rmh 60m2 Jl.Gn.Patuha VI/101 Perumnas M.Maning,081353270423

Splash GL 2012 Silver tangan 1 BUC Hub:087862270180 Dijual Toyota Calya 100% baru A.n. sendiri Perum Teras Ayung Blok C No.12 Gatsu Timur

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Agya TRD Manual’13 Silver AsDK Bgs Mls 95Jt Ng 08123969166

B.BP.001.12.17.0000857

Dicari OB Pria,max 25th,tidur DIJUAL MOBIL dalam(Dps)Gj 2jt,Max Lulus SMA Hub.087862270491, 085100808287 DAIHATSU kjpp.rna.dps@gmail.com Ayla X’16 KM 7rb,Granmax’17 KM B.BP.001.12.17.0000805 4000 asli Bali, 081353220100 Cr Tng Produksi Kue,Karyawati B.BP.001.12.17.0000854 & Admin Hub:081246361068 Over Kredit Sigra X’2016 AT B.BP.001.12.17.0000803 Dlx Mrh&Grey @25jt 082247191953 PT.Dirgaputra.Cari Marketing B.BP.001.12.17.0000863 berpglm Max 30Th,Gj+uang mkn+ KIA transport+Incentive 0817354626 AllNew Picanto MT AsBali Mkl B.BP.001.12.17.0000744 Dokter Jl.Trijata No3,08123918628 Penerbit Nasional Cr Marketing B.BP.001.12.17.0000850 Seluruh Bali,Min D3,Jln .Cargo TOYOTA Indah No.8 Telp:9075695, Email: Inova G Matik’13 Putih Bensin yudhistiradps@yahoo.com AsDK BgsMls 175Jt 081936222166

Informasi pasang iklan Telepon

Swif Th2012 Mnual Silver VR17 Baru Gres,081999925143 Pribadi

B.BP.001.12.17.0000852

Szk Splas Th’2012 Istmewa VR17 Baru,Pribadi,Trwt,081238169620

B.BP.001.12.17.0000851

B.BP.001.12.17.0000859

DIJUAL TANAH Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809

B.BP.001.12.17.0000840

B.BP.001.11.17.0001062

Jual Tutup Galon Isi Ulang !!!Petitenget dkt Pantai 3A,7A 25A cckVila/Hotel,081338977777 Harga Pabrik Hub.081334412900 B.BP.001.12.17.0000810

B.BP.033.12.17.0000649

Kav 2.56A Jl.Palapa Sdkrya,Dps Siap Bnt Adm Pjk Bln/Th-SPT TaCukup u/Bgn 2 Rmh.082340393560 hunan&Byrkn Pjk H.082146447060 B.BP.001.12.17.0000844

B.BP.001.12.17.0000455

DISEWAKAN TOKO KONTAK JODOH Op.Kont 2 Tk Ry Palapa 4x12&Ry Pria Cr Wanita Bali sngle 30th Ssetan 2LT,5mx26m 081999925387 kbwh srius&stia Hp087754455442 B.BP.001.12.17.0000752

B.BP.001.12.17.0000845

DISEWAKAN RUMAH Dikont Rmh Jl.P.Moyo Pedungan Jadi Pesona XI-4, 08123957582

RUPA-RUPA Atasi Rumah Bocor Dak Dinding Talang,Dll(Daris) 085102796346

DIJUAL RUKO Djl Ruko+Gudang 4are Belakang BMC Bangli Hub:081337344884

B.BP.166.12.17.0000861

B.BP.001.12.17.0000793

KEHILANGAN Hlg Buku KIR Innova DK 1943 AS a/n Ida Bagus Made Wirata,Dps

B.BP.163.12.17.0000784

B.BP.001.12.17.0000788

SERVICE

DIJUAL MOBIL BIRO JASA

SERVICE

BIRO JASA

SERVICE

BALI WANGI

WC

JASA KURAS

LIMBAH

MELAYANI MAMPET

BERGARANSI KLOSET, WASTAFEL, BATHUB SALURAN AIR, SALURAN DAPUR

0877 6129 5235 081 238 450 210 C.0000620-brj

AGENDA BALI 2017 Bali Post Media Partner Anda Sosial | Bisnis | Seminar | Workshop | Ulang Tahun Aktivitas Kampus | Festival | Peluncuran Produk Event Nasional International

MUAT GRATIS DI AGENDA Liputan Live Event BALI TV BALI POST 2017 Dialog | Laporan Khusus WA/SMS

Bali TV 0818411818 Bali Post 081802411818

mfi/3kol.rpa.agenda bali 2017

BALI POST BALI TV


18

Asah

Minggu Umanis, 17 Desember 2017

Pertanyaan Mendatar: 1. Nama mata uang jaman dulu 4. Gagah berani 8. Pakar 9. Orang 11. Pulau Sumatera 12. Gejala penyakit dengan tanda kuning pada sebagian atau seluruh tubuh 13. Dibalik : Kuno 15. Badan antariksa Amerika 18. Dibalik : Rasa garam 19. Ketupat panjang khas Buleleng 21. Dibalik : Hari peringatan pergantian Tahun Caka 23. Cadas 25. Respon 27. Tidak ada yang menang ataupun kalah 28. Berhenti 31. Benda yang disucikan dan dianggap bertuah 33. Sebutan 35. Salah satu penyakit mata 36. Utusan 37. Lapisan/Tingkatan 38. Seroja 39. Ahli ilmu Tasawuf Menurun: 1. Peka 2. Makhluk jadi-jadian khas Bali 3. Keadaan dengan rasa loyo 5. Anggapan kurang baik terhadap sesuatu 6. Olahragawan 7. Tidak menentukan sikap 10. Hati batang pisang 14. Dibalik : Kera dengan bulu berwarna kekuning-kuningan ; “Semnopithecus Melalophos” 16. Sapi kecil khas Sulawesi 17. Pengikisan 20. Pengadilan atau daerah hukum 22. Salah satu cabang olahraga bela diri 23. Lem 24. Saat-saat menjelang ajal 26. Tahun yang bulan Februarinya berjumlah 29 hari 29. Terbuat dari kedelai 30. Dukun bayi 32. Satuan dasar ukuran isi 34. Sejenis tumbuhan bergetah yang bijinya dibuat minyak untuk obat

Malini Agro Park

Wisata Sehat dengan Panorama Exotis DI kawasan Kuta Selatan, objek wisata pantai sudah biasa ditemui. Selama ini, objek wisata sehat memang jarang ditemui di Bali, bahkan di Indonesia. Namun, saat ini, konsep tersebut sudah mulai hadir di kawasan bukit Pecatu dengan nama, Malini Agro Park. Objek wisata yang lokasinya berdekatan dengan kawasan Pura Uluwatu ini, selain menyandang tempat wisata sehat, juga menyajikan panorama tebing kapur yang exotis yang cocok untuk penggemar fotografi. Menurut pemilik Malini Agro Park, Wayan Tana, tempat wisata ini dikatakan

sehat, karena semua sajian berupa sayur, langsung diambil dari kebunnya. Di lokasi ini, ada sekitar 20 varietas tanaman sayur yang ditanam. Bahkan, melalui program learning farm, wisatawan diberi kesempatan untuk ikut menaman sayur. Dalam learning farm tersebut, wisatawan juga diberikan penjelasan, terkait perkembangan tanaman sayur serta penghasilan dari petani. Proses dari wisata sehat yang dimaksud yaitu, ketika sayur itu didapat mulai dari menanam, memetik, kemudian memasak dan akhirnya disuguhkan langsung kepada

TTS Bali Post

TTS No. 326

wisatawan. “Inilah yang disebut dengan konsep farm to table. Konsep ini belum ada yang menerapkan di Indonesia,” katanya. Dengan menyajikan langsung setelah dipanen di kebun, membuat kadar nutrisi, mineral maupun vitamin dari sayur tersebut akan terjamin sekali. Selama ini, dikatakan sebagian besar sayur didatangkan dari luar Bali dan dari Bedugul. Akibat jarak yang jauh sebelum sampai di tempat konsumen, banyak mineral, vitamin dan nutrisinya yang hilang. “Sayur di sini semua organik. Di sini bisa dikonsumsi langsung secara mentah. Baik dengan cara dibuat jus atau smoothie,” pungkasnya. Di malini Agro park, ada sejumlah kegiatan, di antaranya, learning farm, bercocok tanam, outbount, gathering, meditasi, cliff adveture, afternoon tea dan sebagainya. Sedangkan bagi pecinta fotografi, lokasi ini menjadi lokasi yang bagus untuk mengabadikan keindahan alam. Karena lokasi ini berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Ada juga sejumlah sport foto dengan nuansa alam yang sangat indah dan pemandangan saat matahari terbenam. (kmb23)

Bukittinggi Hibahkan Harimau Sumatera ke Bali Zoo TAMAN Marga Satwa dan Budaya itu membutuhkan waktu mencapai seta- hingga Kementerian Lingkungan Hidup Kinantan (TMSBK) Bukittinggi, Sumatera hun untuk mengurus perizinan. dan Kehutanan. Saat akan mengirimkan Barat, menghibahkan dua harimau suma“Banyak perizinan yang harus dise- satwa, kami juga berkomunikasi dentera (Panthera tigris sumatrae), berjenis lesaikan, mulai dari Balai Konservasi gan pihak yang membantu mengawal,” kelamin jantan dan betina, ke Bali Zoo. Sumber Daya Alam (BKSDA), gubernur, ujarnya. Kepala Dinas Pariwisata, Pengiriman satwa itu dari Pemuda dan Olahraga Provinsi TMSBK ke Bali Zoo melalui jalur Sumatera Barat, Erwin Umar, darat melibatkan pengawalan di Bukittinggi, Jumat (15/12), dari tiga polisi hutan, Kepolisian mengatakan bahwa hal itu Daerah Sumatera Barat dan menindaklanjuti kerja sama seorang dokter hewan. kedua pihak pada Oktober Dengan telah dihibahkan2016 untuk meningkatkan nya dua ekor satwa dilindungi fungsi konservasi. itu, menurut dia, maka koleksi TMSBK Bukittinggi telah harimau sumatera di TMSBK lebih dulu menerima hibah yang semula 12 ekor menjadi satwa dari Bali Zoo, yaitu 10 ekor. singa afrika, burung bayan dan “Lewat kerja sama berupa kangguru tanah yang masinghibah satwa ini, kami harap masing spesies berjumlah tiga harimau sumatera dapat beekor. Kesembilan satwa itu radaptasi di sana sehingga diterima TMSBK pada April akan menjadi sarana pendiBPM/net 2017. HARIMAU - TMSBK Bukittinggi, Sumatera Barat, meng- dikan pula bagi anak-anak Erwin menerangkan proses hibahkan dua harimau sumatera (Panthera tigris suma- yang berkunjung ke Bali Zoo,” hibah satwa dengan Bali Zoo trae), berjenis kelamin jantan dan betina, ke Bali Zoo. demikian Erwin Umar. (ant)

Ketentuan Menjawab

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 326 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 23 Desember 2017. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 31 Desember 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 324 Mendatar: 1. Sembari 4. Paruman 8. Narmada 10. Kemelut 11. Entok 12. Idiot 14. Najis 16. ALL 17. Tie 18. Improvisasi 22. Radioterapi 27. OKE 28. Mau

29. Germo 31. Aurum 33. Ageng 34. Pelangi 35. Sompret 36. Itrareb (Berarti) 37. Similar Menurun: 1. Sanggar 2. Morbili 3. Rodeo 5. Aneka 6. Melasti 7. Notulen

DIJUAL TANAH

9. Antropologi 10. Konsiderans 13. IAP 15. JNA 19. MMA 20. Sup 21. Korupsi 22. Reguler 23. Dor 24. Air 25. Immoral 26. Kurator 30. Magae 32. Ugoki

Pemenang TTS No. 324 Made Arsana Br. Bajangan, Dencarik, Banjar, Buleleng 81152 (HP: 085 965 966875) I Made Sudananjaya Br. Dinas Kukuh Kangin, Desa Kukuh, Kec. Kerambitan, Tabanan 82161 Ni Nyoman Dhesy Ariyati SMA Negeri 2 Amlapura 80813 (HP: 081 237 152185) I Md Sudarma Yadnya Kantor BMKG Wilayah III Denpasar, Jl. Raya Tuban, Kuta, Badung (HP: 082 144 845556) Ni Nyoman Sumitri Jl. Pulau Serangan No.7 Denpasar (HP: 081 339 342406) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Wayan Eka Yasa Alamat : Br. Tingas, Desa Mekarbuana, Badung (HP: 081 236 044353)


19

Minggu Umanis, 17 Desember 2017

RAKORNAS - Presiden Jokowi, JK, dan Megawati saat menghadiri Rakornas Tiga Pilar PDI-P, Sabtu (16/12) kemarin.

BPM/ant

Airlangga Temui Mega di Rakornas PDI-P Jakarta (Bali Post) Ketua Umum terpilih Partai Golkar, Airlangga Hartarto, bergerak cepat merapat ke kubu pemerintah. Dia tampak menghadiri acara Rakornas Tiga Pilar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), di Jakarta, Sabtu (16/12) kemarin. Airlangga Hartarto sempat bincang-bincang dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Presiden Joko Widodo atau Jokowi, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK. Dalam acara tersebut, sempat ada pertemuan antara Airlangga, Jokowi, Jusuf Kalla, dan Megawati. Airlangga

menuturkan, dalam pertemuan tersebut, dia mengundang Jokowi untuk menghadiri acara Musyawarah Nasional Luar (Munaslub) Golkar. ‘’Ya pembicaraan dengan Bapak (Jokowi). Dalam konteks mengundang munaslub,” ucap Airlangga. Ketika ditanya apakah Jokowi akan hadir, dia

menuturkan, semuanya dikembalikan ke agenda Presiden. “Beliau hadir dalam acara nanti,” tandas Airlangga. Sementara itu, dua kursi menteri diprediksi segera kosong. Menteri Sosial bakal kosong jika Khofifah Indar Parawansa resmi menjadi Cagub Jatim. Begitu pula kursi Menteri Perindustrian jika Airlangga Hartarto telah resmi menjabat Ketua Umum Partai Golkar. Presiden Jokowi mengaku sudah menerima surat dari Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Menurut

Jokowi, surat itu berisi permohonan izin untuk mengikuti Pilkada Jawa Timur 2018. Untuk itu, Jokowi berencana memanggil Menteri Sosial tersebut. Namun, Jokowi tak mengatakan apa yang bakal dibahas antara dia dan Khofifah. Sementara, Airlangga Hartarto ditunjuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto. Airlangga pun belum memikirkan soal pengunduran dirinya sebagai Menteri Perindustrian. Airlangga menyerahkan semua keputusan kepada Presiden Jokowi. (kmb/ant)

Kurang Seminggu, Tahanan Upacara ’’Caru Penyaag’’ akan Lapas Ditangkap di Lombok Digelar di 25 Pura di Besakih Mangupura (Bali Post) Berkat kerja keras tim Opsnal Satuan Reskrim Polres Badung akhirnya berhasil menangkap tahanan LP Kerobokan yang kabur, Christian Beasley, Jumat (15/12) malam. Penangkapan tersebut kurang dari seminggu pascakaburnya pelaku. Christian dibekuk di gang menuju Indah Home Stay, Senggigi, Lombok, NTB. “Pelaku ditangkap pukul 21.30 wita. Semua ini berkat kerja keras anggota,” kata Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, Sabtu (16/12) kemarin. Setelah ditangkap di Lombok, tahanan kasus narkoba ini langsung dibawa ke Bali. Setibanya di Polres Badung, pelaku diperiksa intensif. “Pelaku masih menjalani pemeriksaan, terutama soal pelariannya,” ujarnya. Sebelumnya, perburuan terhadap tahanan LP Kerobokan, Kuta Utara, Christian Beasley, sedang dilakukan Polda Bali jajaran. Selain itu, pintu keluar Bali dijaga ketat seperti di bandara dan pelabuhan. Polisi juga memeriksa saksi-saksi, termasuk menginterogasi pacar pelaku. Terkait kasus tersebut, petugas telah memeriksa delapan sipir. Hasil pemeriksaan sipir tersebut, ibu kandung pelaku sempat berkunjung ke lapas. Polisi dalam waktu cepat berhasil menemui pacar pelaku dan langsung diinterogasi. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap teman-teman sekamar pelaku di lapas. (kmb36)

Amlapura (Bali Post) Upacara Caru Penyaag akan dilaksanakan di 25 kompleks pura yang berada di Besakih, Rendang, Karangasem bertepatan dengan Tilem Kaenem pada Senin (18/12) besok. Selain melaksanakan upacara Caru Penyaag, juga akan digelar upacara bumi suda yang dipusatkan di Pura Pengubengan Besakih. Upacara dilaksanakan bertujuan untuk memohon agar jagat Bali tetap ajeg dan rahayu. Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiarta, Sabtu (16/12) kemarin, mengungkapkan, upacara Caru Penyaag ini bakal dilaksanakan di 25 kompleks pura yang ada di Besakih. Kata dia, upacara akan dilaksanakan mulai pagi hari. Upacara Caru Penyaag ini dilaksanakan di jaba tengah masing-masing pura. “Tujuan dari pelaksanaan Caru Penyaag ini adalah manyomiakala ke 25 pura tersebut,” ungkap Jro Widiarta. Jro Widiartha menambahkan, setelah upacara Caru Penyaag selesai dilaksanakan, maka dilanjutkan dengan upa-

Jro Mangku Widiartha cara Bumi Suda yang dipusatkan di Pura Pengubengan Besakih. Makna dari upacara Bumi Suda ini untuk mengucapkan puji syukur kepada Ida Hyang Widhi Wasa atas anugerah yang dilimpahkan selama ini dan memohon agar

Jagat Bali tetap ajeg dan rahayu. Terlebih lagi dengan kondisi Gunung Agung yang masih terus mengalamai erupsi. Sehingga apa yang menjadi tujuan bisa diterima dan dikabulkan. “Sarana upacara akan memakai panca sanak sesuai dengan warna. Untuk di Padma Tiga memakai Caru Panca Sata dan palinggih yang lain semuanya memakai Eka Sata. Dan munggah banten pejatian. Nanti upacara di-Puput sulinggih,” jelas Jro Widiartha. Dikatakannya, upacara ini rangkaiannya pada tiga pura yang ada di Bali yakni Besakih, Pura Batur, dan Pura Watu Klotok. Kata Jro Widiartha, setelah tirta (air suci) dari tiga pura ini yakni Besakih, Batur, dan Pura Watu Klotok dicampur dijadikan satu, baru akan dilanjutkan persembahyangan dipusatkan di Pura Watu Klotok. “Nanti umat se-Bali melalui klian adat akan nunas tirta tersebut. Selanjutnya tirta akan disebarluaskan ke masyarakat masing-masing desa di Bali,” jelasnya. (kmb41)

Sepeda Motor Terseret Dari Hal. 3

Christian Beasley

Jangan Resah Dari Hal. 3

Selain itu, Presiden Jokowi menambahkan masyarakat juga tidak usah terlalu resah karena peristiwa

tadi malam menunjukkan peringatan dan evakuasi mandiri suatu yang bagus karena negara kita memang dikelilingi oleh titik gempa. (ant/kmb)

Saat kejadian, pengendara banyak memarkir sepeda motor mereka di tepi jalan. Saat itu, sebuah sepeda motor tiba-tiba terseret aliran air deras hingga beberapa meter dari lokasi parkir. Beruntung, pemiliknya dibantu warga berhasil mengevakuasi sepeda motor tersebut ke tempat lebih aman. Perbekel Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Wayan Gumiasa, ketika dihubungi membenarkan peristiwa tersebut. Dari laporan staf di desa, air meluber ke badan jalan saat hujan deras. Di pinggir jalan provinsi tersebut kita harus melintasi hutan lindung. Pada jalan yang menurun sudah

dilengkapi got. Hanya, got itu tidak mampu mengalirkan air ke bawah (menuju penampungan di Danau Buyan, Desa Pancasari -red). Air itu kemudian meluber ke badan jalan hingga memicu kemacetan parah dan air sempat menghayutkan sepeda motor hingga jarak beberapa meter dari lokasi parkir. Beruntung, hujan reda, sehingga aliran air mulai surut. Lalu lintas pun kembali normal, namun pengendara harus berhati-hati karena jalan licin dan masih dipenuhi kerikil saat air hujan meluber. “Got berfungsi baik, tapi karena hujan deras sehingga volume air membesar hingga meluap ke jalan,” jelasnya. Sementara itu, Kepala

Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Made Subur mengatakan, setelah mendapat laporan kejadian tersebut, pihaknya menerjunkan personel posko siaga bencana. Setelah hujan reda, petugas melakukan pembersihan kerikil di aspal jalan sehingga tidak membahayakan pengendara. Sementara, sepeda motor yang dilaporkan terserat itu sudah diambil pemiliknya. “Sudah kita tangani dan karena airnya besar dari ujung got di Desa Wanagiri itu mengalir ke bawah meluap dan jalan berubah menjadi sungai, sehingga terjadi kemacetan. Kita terjunkan personel dan arus kendaraan sudah kembali lancar,” katanya. (kmb38)

Pesisir Pantai Ketapang Lampu Dipenuhi Sampah Negara (Bali Post) Sampah memang menjadi sesuatu yang memprihatinkan karena tampak berserakan di mana-mana. Seperti halnya di Jembrana di tiap sudut jembatan kerap ada sampah menumpuk. Demikian juga sungai dan pesisir pantai. Pantai Dusun Ketapang Lampu, Desa Pengambengan Kecamatan Negara sampah juga tampak berserakan. Selain sampah kiriman sampah rumah tangga juga memenuhi pinggir pantai, warga tampak sembarangan membuang sampah di pinggir jalan dan pantai. Kondisi ini juga membuat Kepala Dusun Ketapang Lampu, Desa Pengambengan Kamaruzaman, mengeluh. Di sela-sela aksi bersih sampah yang dilaksanakan relawan Sabtu (16/12) kemarin, Kamaruzaman mengatakan kerap emosi melihat ulah oknum warga buang sampah sembarangan. “Cukup sulit menyadarkan. Contohnya tadi saja kita kerja bakti malah ditonton saja bukan ikut dibantu. Kami sudah pernah ajak kerja bakti tidak mau. Bahkan, ketika ada air tergenang, saya sendiri bersihkan got. Tapi karena tanggung jawab saya berusaha kerjakan tugas dengan baik,” katanya. Dikatakan, pihaknya juga sudah mengajukan untuk membuat TPS di wilayah itu atau kontainer. Namun sampai saat ini, belum ada bantuan. Pihaknya berharap agar kesadaran masyarakat menjaga lingkungan dan buang sampah juga meningkat. Sementara itu, Kepala SDN 2 Pengambengan Anom Karyono mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah relawan untuk mengedukasi anak-anak untuk meningkatkan kepedulian pada lingkungan. “Kami siap bekerja sama jika ada sampah yang perlu kita bersihkan khususnya di wilayah Pengambengan. Agar memotivasi juga warga untuk meningkatkan kesadaran pada lingkungan,” jelasnya. Diharapkan kegiatan ini juga rutin dilaksanakan. (kmb)

BPM/kmb

AKSI - Aksi bersih sampah yang dilaksanakan relawan bersama anak-anak-anak SD.

Hingga Depok Dari Hal. 3

BMKG kemudian memutakhirkan data bahwa gempa tersebut bermagnitudo 6,9 dan berpusat di 7,75 derajat lintang selatan dan 108,11 derajat bujur timur atau 11 km dari arah yang sama dari Tasikmalaya. Pusat gempa berada di kedalaman 107 km. Gempa terasa hingga Depok, Bogor, dan sebagian Jakarta. Warga di Bogor mengaku tempat tidur hingga lemari berderit karena gempa ini. Adapun penghuni apartemen di kawasan Jakarta Selatan berlarian keluar setelah merasakan guncangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa

Barat, mencatat sementara terdapat 109 rumah rusak akibat bencana gempa bumi. Tumbukan Lempengan BMKG mengatakan gempa bumi ini disebabkan aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia di daerah selatan Jawa. “Berdasarkan posisi dan kedalamannya, kejadian gempa bumi ini disebabkan aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan atau penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia di daerah selatan Jawa,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Mochammad Riyadi, di Jakarta, Sabtu (16/12) kemarin. (ant/kmb)

Minggu, 17 Desember 2017

05:00 Gayatri Mantra 05:52 Mars Indonesia Raya 05:54 Mars Bali Jagadhita 05:56 Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Puja Trisandya 06:05 Dharma Wacana

Memaknai Upacara Yadnya dalam Kehidupan Sehari-hari (3) 06:35 Seputar Bali Pagi akhir Pekan 07:35 Sehat & Bugar 08:00 Klip Bali 08:00 Bali Channel Tourist TV

09:05 Kartun Ball Ganesh (1) 09:30 Belajar Menggambar Membuat Boneka Tangan 10:05 Bali Channel Tourist TV 11:30 Dunia Otomotif 12:00 Puja Trisandya

12.05 Dharma Wacana Memaknai Upacara Yadnya dalam Kehidupan Sehari-hari (4) 12:30 Traventura 13:00 Wirasa 13:30 Lejel Homeshopping

14:30 Tembang Bali 15:30 Bali Channel Tourist TV 16:05 Harmoni Bali 17:00 Inovator 17:30 Gita Santhi Sekaa Santhi PWRI Kecamatan Mengwi (2)

18:00 Puja Trisandya 18:05 Seputar Bali 19:00 Lipsus BBPOM 19:30 Kris 20:00 Samatra Artis Bali 21:00 Lila Cita Calonarang Pura Dalem

Bekak Mengwi (1) 22:00 Berita dan Bincang Terkini 22:05 Parade Band Indle 23:00 Berita dan Bincang Terkini 23:05 Lila Cita Calonarang Banjar Tatasan (2)


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Minggu Umanis, 17 Desember 2017

u g g n Mi

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

BPM/wan

SEMARAK - Penampilan para artis pengisi acara Menyongsong Matahari Bali 2018 di Panggung Terbuka Art Centre, Sabtu (16/12) kemarin, mendapat sambutan meriah dari ribuan penonton yang menyemarakkan penampilan para musisi yang pentas malam kemarin.

Semarak Menyongsong Matahari Bali 2018 PANGGUNG terbuka Ardha Candra, Sabtu (16/12) kemarin, dipenuhi masyarakat Bali. Riuh rendah pekik penonton terdengar ketika pembawa acara angkat suara membuka acara. Penampilan pertama dibuka tampilan teater dari SMPN 3 Denpasar dan SMAN 3 Denpasar. Setelah penampilan teater dua sekolah itu, disusul Lolot Band, Hary Santi, Ayu Saraswati, Dua Januadi, Gek Diah feat Duo Centil. Penonton semakin semarak setelah hadirnya Trio Kirani, Tika Pragaky, Roktober, dan ditutup penampilan XXX. Untuk teater, mengangkat tema ‘’Bullying’’, penampilan teater ini mendapat sambutan hangat dari penonton. Konseptor JAM (Jerit Anak Muda), Kadek Ryo Aryawan dengan teater yang

ditampilkan ini ia berharap dapat meningkatkan semangat teater di kalangan muda. Karena saat ini peminat teater minim. Teater yang dilakoni anakanak Teater Tiga dan Teater Jepun ini menceritakan tentang seorang gadis desa yang kehilangan orang tua sejak kecil. Anak yang pintar menari ini pergi dan bersekolah di kota. Namun, nasib malang dialaminya ketika temanteman sekolahnya mem-bullynya. Hingga akhirnya, ia tuli.

Pertunjukan teater yang melibatkan 45 orang ini tak hanya bercerita dengan operet tapi juga siluet, tarian dan lagu-lagu. Latihan yang cukup singkat tetap membuat mereka tampil maksimal. Yenni Agung, artis sekaligus pembina juga terlibat dalam pementasan tersebut. Ia yang pernah terlibat dalam dunia teater membuatnya juga terjun ke dunia acting. Namun di sela-sela kesibukan jadwal syutingnya, ia menyempatkan diri berlatih. Walaupun singkat, hanya 6 hari namun ia berhasil tampil prima. Yenni yang berperan sebagai guru dalam teater itu mengaku miris dengan minimnya peminat anak muda dalam teater. Padahal menurutnya, kegiatan berteater memberikan dam-

pak positif bagi anak muda. Anak muda milenial sangat akrab dengan dunia gadget hingga memiliki teman di dunia maya. Dunia digital ini dinilai sangat memengaruhi perilaku anak zaman sekarang. Salah satunya adalah bullying seperti yang diangkat pada teater itu. “Gejala sosial anak-anak sekarang cenderung bermedsos. Bagi mereka bully itu membanggakan bisa menyakiti orang. Jadi, kita dalam teater mengajak bersosial secara nyata,” ujarnya. Ia berharap anak muda kembali ke dunia sosial yang nyata. Melalui dunia teater, anak muda dapat bersosialisasi dengan teman-teman nyatanya. Kreativitas juga akan tumbuh melalui dunia teater. (may)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 17 Desember 2017 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu