16 HALAMAN
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 60 TAHUN KE 71
Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
GEMPA BALI Gejer Bali 1917 Gempa Seririt 1976 (6,2) Gempa Karangasem 1979 (6,0) Gempa Oktober 2011 (6,8) Nusa Dua Bali
1.500 Korban Jiwa
Korban - 559 Tewas - 850 Luka Berat - 3.000 Luka Ringan
Likuifaksi Berpotensi Terjadi di Bali Selatan PANTAI KUTA
Terjadi Pukul 10.52 Wita Posisi 143 Km Barat Daya Nusa Dua
BANDARA NGURAH RAI
kedonganan Tanjung Benoa
GWK (Bali Post/ADE)
DITAHAN - Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (16/10) kemarin. KPK resmi menahan Billy Sindoro terkait kasus dugaan suap perizinan proyek pembanguan Meikarta di Kabupaten Bekasi.
Suap Perizinan Meikarta
Direktur Operasional Lippo Group Ditahan Jakarta (Bali Post) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih memeriksa Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin (NNY) bersama dua orang lainnya yang telah ditetapkan sebagai tersangka suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. ‘’Tiga tersangka dalam kasus suap terkait perizinan Meikarta masih dalam proses pemeriksaan di KPK. Sedangkan pihak lain
yang diamankan saat OTT kemarin secara bertahap telah keluar pada dini hari tadi,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, Selasa (16/10) kemarin. Dua tersangka lainnya yang masih diperiksa yakni Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro (BS) dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi (NR). Hal. 15 Bupati Bekasi
RUPIAH
data penjualan ritel Amerika Serikat yang diperkirakan di bawah estimasi pasar turut menjadi faktor yang membebani mata uang dolar AS, sehingga diharapkan dapat membuat rupiah kembali bertahan di area positif. Sementara itu, ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, potensi dolar AS kembali menguat masih terbuka menyusul defisit anggaran pemerintah AS tahun fiskal 2017/2018 yang melebar. ‘’Melebarnya defisit itu membuat pemerintah AS menarik utang lebih besar yang membuat reversal danadana asing dari negara lain dan membuat penguatan terhadap mata uang dolar AS,’’ katanya. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa (16/10) tercatat mata uang rupiah menguat menjadi 15.206 dibanding sebelumnya Senin (15/10) di posisi 15.246 per dolar AS. (ant)
Dewan Segera Sidak Agen Perjalanan Tiongkok
Ismaya Dijebloskan ke Lapas Kerobokan Penyidik Polresta Denpasar sudah merampungkan pemberkasan kasus dugaan melawan pejabat negara dengan terdakwa Sekjen Laskar Bali I Ketut Putra Ismaya Jaya dan dua rekannya, I Ketut Sutama dan I Gusti Ngurah Edrajaya alias Gung Wah. Atas lengkapnya berkas tersebut, penyidik melakukan pelimpahan tahap II ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Selasa (16/10) kemarin. Halaman 2
NUSA DUA
POTENSI LIKUIFAKSI
Lapisan tanah di Bali banyak dibentuk oleh lahar letusan Gunung Batur. Akibatnya jenis material batuan di Bali adalah batuan pasir yang runcing. Struktur batuan ini pun sangat khas dan kuat. Kedonganan-Tanjung Benoa-Serangan memiliki lapisan lanau-pasir sangat lepaslepas. Dengan kondisi geologi seperti ini, wilayah tersebut memiliki kerentanan terhadap likuifaksi yang dipicu oleh gempa bumi. Yang cukup mengkhawatirkan tentu saja pesisir selatan Pulau Bali ini merupakan wilayah dengan kerentanan bahaya gempa bumi karena terletak kurang lebih antara 100 hingga 150 kilometer di sebelah utara zona subduktif aktif yakni Subduksi Lempeng Indo-Australia.
PELURU NYASAR
Penyidik Tetapkan Dua Tersangka
Menguat Jadi 15.180/Dolar PERGERAKAN nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (16/10) sore bergerak menguat sebesar 40 poin menjadi 15.180 dibandingkan posisi sebelumnya 15.220 per dolar AS. Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, membaiknya kinerja neraca perdagangan Indonesia pada September 2018 manjadi salah satu faktor yang menopang fluktuasi rupiah. Bank Indonesia (BI) menyampaikan, neraca perdagangan Indonesia pada September 2018 mencatat surplus 0,23 miliar dolar AS, membaik dibandingkan dengan neraca perdagangan bulan sebelumnya yang mencatat defisit sebesar 0,94 miliar dolar AS. Perbaikan neraca perdagangan itu diharapkan berdampak positif pada kinerja neraca transaksi berjalan,’’ katanya. Di sisi lain, lanjutnya,
serangan
Korban - 25 Orang Tewas - 47 Luka Berat
Isu mengenai pariwisata Bali dijual murah oleh agen perjalanan di Tiongkok, disikapi serius wakil rakyat Badung. Wakil rakyat pun mengagendakan sidak agen perjalanan Tiongkok. Halaman 3 CPNS 2018, Formasi SepuluhDokter Spesialis Nihil Peminat Pendaftaran perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 telah ditutup, Senin (15/10). Di Kabupaten Klungkung, sejumlah lowongan dokter spesialis nihil pendaftar. Halaman 12
Jakarta (Bali Post) – Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan dua tersangka berinisial IAW dan RMY terkait penembakan peluru nyasar pada dua anggota DPR, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat. ‘’Keduanya diduga lalai saat latihan menembak,’’ kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Nico Afinta, di Jakarta, Selasa (16/10) kemarin. Ia menjelaskan, penyidik menelusuri bukti proyektil peluru senjata yang ditemukan di tempat kejadian perkara dengan peluru milik tersangka. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan proyektil peluru
itu identik dengan peluru yang digunakan tersangka latihan di Lapangan Tembak Senayan, yang jaraknya cuma ‘’sepelemparan batu’’ dari Gedung Parlemen. IAW dan RMY dikenakan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12/1951 tentang Senjata Api dan Bahan Peledak dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Selain menetapkan dua tersangka, polisi menyita barang bukti satu pistol merek dan tipe Glock 17 kaliber sembilan milimeter, peluru 9×19, tiga magazine (wadah penyimpan peluru di pistol) berikut tiga kotak peluru ukuran 9×19. Glock -- bukan standar pistol sport -- dengan bahan dasar polimer
diperkeras lazim dipakai kalangan penegak hukum dan militer di banyak negara. Juga satu pistol sport merek AKAI Costum buatan Austria kaliber 0,40 warna hitam, dua buah magazine, dan satu kotak peluru ukuran 0,40. Sebelumnya, dua tembakan peluru nyasar di ruangan anggota DPR Wenny Waraow dan Bambang Purnama pada Senin sekitar pukul 15.40 WIB. Sebetulnya ada aturan, prosedur, dan etika yang mengikat semua petembak atau atlet tembak saat berlatih atau berlomba di lapangan tembak. Semuanya untuk menjamin keamanan dan keselamatan semua pihak di lapangan tembak. (ant)
Publik tercengang dengan tertelannya Perumnas Petobo di Kota Palu akibat likuifaksi yang dipicu gempa bumi berkekuatan 7,4 SR akhir September lalu. Istilah likuifaksi yang merujuk pada pergerakan tanah pun kemudian menjadi populer. Sejumlah daerah lainnya termasuk di Bali terutama bagian selatan juga berpotensi mengalami hal serupa. KedongananTanjung Benoa-Serangan termasuk kategori rawan likuifaksi.
Likuifaksi adalah fenomena yang terjadi ketika tanah yang jenuh atau agak jenuh kehilangan kekuatan dan kekakuan akibat adanya tegangan, misalnya getaran gempa bumi atau perubahan ketegangan lain secara mendadak, sehingga tanah yang padat berubah wujud menjadi cairan atau air berat. Fenomena ini paling sering diamati pada tanah berpasir yang jenuh dan longgar. Ini karena pasir yang longgar memiliki kecenderungan untuk memampat ketika diberikan beban, sebaliknya pasir padat cenderung meluas dalam volume atau melebar. Potensi terjadinya likuifaksi di Bali, menurut akademisi di Fakultas Teknik Universitas Warmadewa I Nengah Sinarta, S.T., M.T., belum dapat dipastikan karena belum didukung data memadai. ‘’Fenomena likuifaksi memang jarang terjadi,’’ katanya. Pihaknya dalam waktu dekat berencana melakukan penelitian. Memetakan Pulau Bali secara keseluruhan mengenai potensi likuifaksi, pernyataan dari Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM Antonius Ratmodipurbo mungkin cukup menenangkan. Dalam sebuah pemaparannya di Kantor Gubernur Bali, Kamis (4/10) lalu, Purbo yang telah melakukan penelitian sejak tahun 2000
di Bali mengatakan lapisan tanah di Bali banyak dibentuk oleh lahar letusan Gunung Batur. Akibatnya jenis material batuan di Bali adalah batuan pasir yang runcing. Struktur batuan ini pun sangat khas dan kuat. Ini tentu berbeda dengan lapisan tanah yang pasirnya bulat dan lepas seperti yang ada di Petobo, Palu. Meski demikian, perlu diwaspadai adalah kawasankawasan yang berupa tanahtanah muda yang terbentuk dari sedimentasi atau dikenal dengan lapisan alluvial. Di Bali, sejumlah kawasan di sebelah selatan pulau memiliki potensi lapisan tanah yang masih muda. Penelitian LIPI Sementara itu, penelusuran Bali Post terhadap hasil-hasil penelitian mengenai likuifaksi di Bali menemukan hasil peneliti pada Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Eko Wibowo yang meneliti potensi lukuifaksi di kawasan Bali Selatan. Dalam jurnal RISET terbitan Juni 2016, artikel penelitian Eko Wibowo tersebut mennyimpulkan tentang bahaya amblesan, likuifaksi di bagian selatan Pulau Bali. Kawasan yang diteliti adalah Serangan-Tuban-Tanjung Benoa, Bali. Hal. 15 Cukup Masif
Kawasan Bedugul Juga Rawan TIDAK hanya di kawasan Bali Selatan, kawasan wisata Bedugul juga termasuk kategori rawan likuifaksi. Bedugul bahkan termasuk paling potensial terkena dampak likuifaksi. Hal itu dikatakan dosen peng a m p u matakuliah Geomorfologi di Fakultas Pertanian Unud Drs. R. Suyarto, M.Si., Selasa (16/10) kemarin. Menurutnya, untuk di Bali selama ini memang tidak ada
penelitian khusus terkait potensi likuifaksi tersebut. Namun, dikatakannya, untuk wilayah Bali memang ada potensi seperti itu. Untuk Bali, dikatakan, likuifaksi bisa saja terjadi di beberapa tempat. Namun dari data yang ada, adanya lapisan pasir yang berpotensi mengakibatkan likuifaksi justru ada di kawasan Bedugul. Dijelaskannya, itu biasanya seperti lapisan khusus pasir. Hal. 15 Lapisan Pasir
Untuk Bali likuifaksi bisa saja terjadi di beberapa tempat. Namun dari data yang ada, adanya lapisan pasir yang berpotensi mengakibatkan likuifaksi justru ada di kawasan Bedugul. R. Suyarto
Desa Mandiri Bibit Kopi di Pupuan
Lahan Pinjaman, Modal dari Kementerian Pertanian PUPUAN terkenal dengan produk kopi robustanya. Total luas lahan kebun kopi di Tabanan 9.586,31 hektar yang berpusat di Kecamatan Pupuan dengan luasan sekitar 7.700 hektar dan sisanya tersebar di wilayah Selemadeg Raya, Penebel dan Baturiti. Rata-rata per hektar ditanami 1.000 pohon kopi, sehingga dari total luas lahan didapatkan sebanyak 95.863.100 pohon kopi. Jika setengahnya saja memerlukan peremajaan maka dibutuhkan bibit sebanyak 47 juta lebih. Potensi pemenuhan bibit ini kemudian dilirik enam desa di Pupuan yang telah terbentuk Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) sebagai salah satu usahanya. Enam desa ini kemudian berusaha menuai rezeki lewat pembuatan bibit kopi robusta. Saat ini Tabanan dipilih menjadi salah satu pilot project pembentukan LEM. Ada enam desa di Pupuan yang terpilih
yaitu Desa Belatungan, Desa Munduktemu, Desa Pajahan, Desa Pujungan, Desa Padangan dan Desa Kebon Padangan. Dipilihnya enam desa ini karena solidaritas dan semangat kerja antara petani dan subak abian yang tinggi. ‘’Enam desa ini nanti diharapkan mampu memberikan kontribusi dan contoh bagi kelompok tani yang ada di Pupuan,’’ ujar Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Tabanan Dewa Ketut Budidana Susila, Selasa (16/10) kemarin. Langkah awal untuk menjadi masyarakat mandiri melalui LEM, enam desa ini didorong untuk menjadi desa mandiri benih. Selain dari modal yang dikumpulkan lewat anggota, pada tahap awal membuat usaha pembenihan ini, pemerintah pusat memberikan anggaran lewat dana TP Kementerian Pertanian. Hal. 15 Pembuatan Bibit
KOPI - Proses pembuatan bibit kopi di Desa Belatungan, Pupuan, Tabanan.
DENPASAR
2
Rabu Kliwon, 17 Oktober 2018
Pertemuan IMF-WB Sukses
Kapolresta Dapat Promosi Jabatan
Denpasar (Bali Post) Perhelatan akbar IMF-WB Annual Meeting 2018 berlangsung aman dan sukses. Seiring dengan kesuksesan tersebut, sesuai Surat Telegram Kapolri No:ST/2595/X/KEP./2018 tanggal 14 Oktober 2018, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo mendapat promosi jabatan sebagai Direktur Polair Polda Bali. Sedangkan penggantinya, Wadir Reskrimsus Polda Bali AKBP Ruddi Setiawan. Sementara itu, Direktur Polair sebelumnya, Kombes Pol. Iskandar, dimutasi sebagai Widyaiswara Muda Sespimti Sespim Lemdiklat Polri. Selanjutnya, jabatan Wadir Reskrimus dijabat AKBP Bambang Tertianto yang saat ini menjabat Kapolres Klungkung. Pengganti AKBP Bambang Tertianto adalah Kasubdit III Ditreskrimum Polda Bali AKBP I Komang Sudana.
Dikonfirmasi, Selasa (16/10) kemarin, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja membenarkan adanya mutasi tersebut. Dikatakan, Kombes Hadi Purnomo menjadi orang nomor satu di Polresta Denpasar berdasarkan Surat Telegram Kapolri No: ST/1513/VI/2016 tanggal 21 Juni 2016. Sebelum dipercaya sebagai Kapolresta, perwira melati tiga asal Surabaya, Jawa Timur ini, menjabat Irbidops Itwasda Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Dia juga pernah menjabat Koorspripim Polda Bali dan Kapolres Gianyar. Sementara AKBP Ruddi Setiawan mengawali tugasnya di Bali sebagai Kapolres Badung. Sebelum menjadi orang nomor satu di Polres Badung, perwira ramah asal Madura, Jawa Timur ini merupakan mantan Kapolsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara. (kmb36)
Kombes Hadi Purnomo dan AKBP Ruddi Setiawan
Bali Post/ist
Jaksa Jebloskan Ismaya ke Lapas Kerobokan Denpasar (Bali Post) Penyidik Polresta Denpasar sudah merampungkan pemberkasan kasus dugaan melawan pejabat negara dengan terdakwa Sekjen Laskar Bali, I Ketut Putra Ismaya Jaya dan dua rekannya I Ketut Sutama dan I Gusti Ngurah Edrajaya alias Gung Wah. Atas lengkapnya berkas tersebut, penyidik melakukan pelimpahan tahap II ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Selasa (16/10) kemarin. Sebelum diboyong ke kejaksaan, petugas Polresta Denpasar terlebih dahulu menjemput Putra Ismaya Jaya di tahanan Brimobda Bali, untuk selanjutnya dibawa ke Polresta Denpasar untuk dilimpahkan ke kejaksaan. Setelah menerima berkas, pihak kejaksaan langsung menahan Putra Ismaya Jaya ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan. Kasiintel Kejari Denpasar Agus Sastrawan bersama Kasipidum Arief Wirawan mengatakan, penahanan Ismaya dan kawan-kawan dilakukan karena pihak kejaksaan mempunyai kewenangan subjektif dan objektif. “Alasan itu di antaranya takut menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatannya dan tidak melarikan diri. Itu alasan subjektif,” jelas Agus Sastrawan. Dalam perkara ini, kata jaksa, ada beberapa pasal yang disangkakan kepada Ismaya yang kemarin mendapat dukungan moral dari sejumlah kerabatnya itu. Di antaranya, Pasal 211 KUHP jo Pasal 214 KUHP. Dikatakan, tersangka Ismaya bersama Ketut Sutama dan Gusti Ngurah Edrajaya alias Gung Wah, pada Senin 13 Agustus 2018 sekitar pukuk 15.30 Wita, persisnya di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali di Jalan Panjaitan Nomor 10, Renon, Denpasar, yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa pejabat untuk melakukan perbuatan jabatan atau untuk tidak melakukan perbuatan jabatan yang sah.
Sedangkan Pasal 212 KUHP jo Pasal 214 KUHP dalam dakwaan kedua, yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah. Ketiga, Pasal 335 ayat 1 ke 1 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Yakni sebagai orang yang melakukan atau turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum memaksa orang lain supaya tidak melakukan atau membiarkan sesuatu dengan memakai kekerasan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain. Sementara itu, Ismaya yang dikonfirmasi atas pelimpahan tersebut mengaku menyerahkan ke tim kuasa hukumnya. “Minta doanya saja,” tandas Ismaya. Sementara kuasa hukumnya, Harmaini Hasibuan, mengatakan, penganiayaannya tidak terbukti. Soal pengancaman aparat negara, Harmaini Hasibuan mengatakan untuk Ismaya tidak ada hal tersebut (penganiayan red) dan tidak terbukti. “Bisa dibuktikan nanti,” jelasnya. Lantas, soal penahanan? Harmaini Hasibuan mengatakan, itu hanya karena kekuasaan saja dan bukan masalah hukum karena itu penilaian subjektif saja. Jadi, Ismaya tidaklah bersalah. Karena, sambung dia, yang dituduhkan adalah penganiayaan dan pengeroyokan. “Itu tidak ada sama sekali,” ujarnya seraya menanyakan bagaimana orang tidak bersalah bisa ditahan. Pada kesempatan kemarin di kejaksaan, Harmaini sempat mengajukan permohonan penangguhan penahanan dengan jaminan kuasa hukum dan istri Ismaya. Namun, kata jaksa, penahanan Ismaya tidak bisa ditangguhkan dengan alasan takut kehilangan barang bukti. Hal inilah yang disesalkan kuasa hukumnya karena dia menilai tidak ada barang bukti dan hasil visum dalam kasus tersebut. “Cukup ya. Yang pasti, Ismaya tidak bersalah sejuta persen,” tegas Harmaini Hasibuan. (kmb37)
Denpasar (Bali Post) Keributan terjadi di Jalan Suwung Batan Kendal, Denpasar Selatan (Densel), Selasa (16/10) kemarin. Seorang Anak Buah Kapal (ABK), Vence Tameon (30), saat asyik ngopi bersama teman-temannya di Andi Mart, didatangi pemabuk. Saat menyelamatkan diri, Vence ditusuk. “Kejadiannya sekitar pukul 02.00 Wita,” kata sumber. Awalnya, korban bersama tiga temannya, Andreas (24), Nexon (26), dan Riki (30), ngopi di Andi Mart di Jalan Suwung Batan Kendal. Tiba-tiba datang pelaku dalam keadaan mabuk menghampiri korban dan saksi. Pelaku ngoceh tidak karuan sambil menantang korban dan saksi. Karena tidak ditanggapi, pelaku pergi menuju ke
arah barat. Beberapa menit kemudian pelaku datang lagi membawa pisau dan menantang berkelahi. Melihat kelompok korban lebih banyak, pelaku lari ke arah barat dan memanggil temannya. “Pelaku dan temannya lalu mengejar korban saat menyalamatkan diri ke arah timur Andi Mart, lalu menyeberang jalan. Pelaku terus mengejar,” pungkas sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Akhirnya, pelaku berhasil menusuk lengan kiri bagian atas dan lengan kanan bagian atas korban. Setelah itu, pelaku langsung kabur. Saat dikonfirmasi, Kanitreskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika membenarkan adanya kejadian tersebut. “Masih kami selidiki kasus ini,” ujarnya. (kmb36)
ABK Ditusuk Pemabuk
Topik :
Bali Post/eka
PENATAAN - Dua orang pekerja sedang menyelesaikan penataan alur Tukad Badung.
Penataan Bantaran Tukad Badung Capai 36,33 Persen
Denpasar (Bali Post) – Pemkot Denpasar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Denpasar kembali melakukan penataan bantaran sungai. Kali ini, bantaran Tukad Badung kembali mendapat penataan. Kegiatan ini melanjutkan penataan bantaran dari Pasar Kumbasari sampai Jembatan Jalan Hasanudin, di samping Gedung BCA. Proyek sepanjang 300 meter ini menelan dana Rp 2,6 miliar dari pagu Rp 3,1 miliar. Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta mengatakan, penataan kembali bantaran Tukad Badung ini sebagai bentuk revitalisasi sungai agar kembali terlihat bersih. Proyek yang dikerjakan sejak Agustus 2018 lalu, hingga minggu ke-11 (8 Oktober-red) progresnya sudah mencapai 36,33 persen dari target 24,46 persen. “Jadi, ada deviasi sebanyak 11,87 persen,” ujar Jimmy Sidarta, Selasa (16/10) kemarin. Pria yang juga menjabat Asisten
I Setda Kota Denpasar ini menambahkan, penataan ini merupakan lanjutan dari penataan Tukad Badung di bawah jembatan Jalan Gajah Mada sepanjang 120 meter ke arah selatan. Penataan bantaran sungai itu menelan dana Rp 5.015.206.000. Pengerjaan proyek ini telah dilakukan sejak 22 Juni 2017 dan rampung per 18 Desember 2017 lalu. Penataannya meliputi sisi kanan dan kiri sungai dengan dipasangi paving dan di bawahnya ada batu sikat. Proyek ini digarap PT Chandra Dwipa dengan pengawas
PT Mitra Tri Sakti. Sebelumnya, Kepala Bidang Tata Kelola Air Dinas PUPR Denpasar I Gusti Ngurah Putra Sanjaya, S.T. mengungkapkan, penataan bantaran sungai pada intinya untuk bisa mengubah image masyarakat yang menganggap sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Akibatnya, aliran sungai dipenuhi sampah. Dengan penataan ini, warga tidak lagi membuang sampah ke sungai. Tujuan lainnya, yakni dengan tertatanya bantaran sungai, masyarakat bisa memanfaatkan untuk kegiatan yang positif. Misalnya, melakukan rekreasi di pinggir sungai, serta kegiatan interaksi lainnya seperi mancing, jogging, serta tempat berselfi-ria yang kini menjadi trend di kalangan anak muda. Putra Sanjaya mengakui, belum semua alur sungai memiliki jalan inspeksi. Sejumlah bangunan sangat dekat dengan alur sungai, sehingga
menyulitkan penataan. Karena itu, masih saja ada beberapa warga di bantaran sungai yang membuang sampah ke sungai. Sementara itu, pada 2016 lalu bantaran sungai yang telah ditata, meliputi Tukad Loloan, Tukad Tagtag, serta Tukad Badung (di bawah Jembatan Jalan Gajah Mada bagian utara). Sedangkan penataan lainnya juga dilakukan oleh Dinas Tata Ruang dan Perumahan (kini Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman). Bantaran yang ditata oleh DTRP, yakni bantaran Tukad Bindu. Sementara untuk bantaran Tukad Punggawa ditata oleh Desa Sidakarya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Kedua Kalinya, Delegasi IMF Kunjungi Tukad Bindu
Sebut Inovatif, Pikirkan Masa Depan dan Sukses Bentuk ”Community Based”
MENGIKUTI - Delegasi IMF-World Bank mengikuti permainan anak tradisional “Mecagcag” bersama Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Rombongan ini juga disambut Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara. TUKAD Bindu kembali menerima kunjungan delegasi IMF setelah sebelumnya secara khusus dikunjungi oleh CEO World Bank, Kristalina Georgieva. Selasa (16/10) kemarin, delegasi IMF-World Bank Grup yang berjumlah puluhan orang dipimpin oleh Knowledge Sharing and Learning Global Practice for Social, Urban, Rural and
Resilience Steffen Soulejman Janus diterima Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Kehadiran delegasi IMF tersebut juga disambut oleh seniman cilik “Kendang Adi Mardangga”, serta disambut Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, seluruh pimpinan OPD Pemkot Denpasar, didampingi
Ketua Yayasan Tukad Bindu Ida Bagus Ari Manik dan pengelola Tukad Bindu I Gusti Ari Rai Temaja. “Tempat ini sangat luar biasa, inovatif dan sangat memikirkan masa depan. Saya berharap semua desa di Indonesia dan dunia mampu menginspirasi seperti yang dilakukan di Tukad Bindu yang sukses bentuk Community Based,’’ ungkap Knowledge Sharing and Learning Global Practice for Social, Urban, Rural and Resilience Steffen Soulejman Janus. Steffen Soulejman Janus mengatakan, dirinya sangat tertarik dengan komunitas ini. Ia melihatnya sangat baik, pengelolaan dan partisipasi masyarakatnya baik, mulai dari ada budidaya ikan, sampai memasak sayur yang ditanam sendiri. “Komunitas ini berhasil menginisiasi Tukad Bindu, yang sebelumnya tidak tertata, kini mampu dikembangkan menjadi tempat yang menginspirasi dan luar biasa. Ini dapat menjadi contoh untuk wilayah lainnya,” katanya seraya menambahkan, hal ini tentunya berkat dukungan dari banyak pihak khususnya perhatian Pemerintah Kota Denpasar. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, fokus utama yang dilaku-
kan di Tukad Bindu ini adalah revitalisasi sungai dengan tujuan membentuk kemandirian masyarakat dan akselerasi pembangunan. “Membentuk karakter masyarakat adalah yang utama, karena ini program jangka panjang dan berkelanjutan,” terangnya. Hal senada diungkapkan oleh Ketua Yayasan Tukad Bindu Ida Bagus Ari Manik. Ditegaskan, partisipasi masyarakat adalah hal yang utama menyukseskan program di Tukad Bindu. “Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, World Bank melalui PNPM Mandirinya, dan khususnya Pemkot Denpasar yang selalu mendukung terbentuknya community based yang ada,” ujarnya. Diketahui, Tukad Bindu saat ini terdapat beberapa lokasi menarik. Permainan anak tradisional, kuliner tradisional Bali, Kopi Bindu, taman anggrek, hingga pengelolaan budidaya ikan lele dengan aquaponik. “Tentunya kami mengarahkan lokasi Tukad Bindu nantinya mampu menjadi lokasi natural dan mengurangi penggunaan plastik,” ujarnya sembari mengharapkan, ke depan Tukad Bindu dapat terus mengedukasi dan menginspirasi masyarakat dalam kebersihan sungai. (ad690)
Sukses Kembangkan ”Smart Village”, Berikan Kemudahan Pelayanan Masyarakat
Delegasi IMF-WB Studi Lapangan di Desa Dangin Puri Kangin SINERGITAS pembangunan yang diterapkan Pemkot Denpasar mendapat apresiasi dari kalangan internasional. Dengan menanamkan pola Sewaka Dharma dan Denpasar Smart City hingga tingkat desa/kelurahan menjadikan seluruh lapisan pemerintahan terkoneksi dengan maksimal. Seperti halnya di Desa Dangin Puri Kangin yang telah sukses mengembangkan Smart Village melalui aplikasi M-Desa yang merupakan pengembangan dari E-Sewaka. Karena itu, Selasa (16/10) kemarin, Desa Dangin Puri Kangin mendapat kunjungan studi lapangan delegasi Annual Meeting IMF-World Bank (WB) guna mengetahui lebih dalam tentang program Smart Village dan M-Desa yang mengantarkan Desa Dangin Puri Kangin menjadi desa terbaik di Indonesia. Dalam kunjungan tersebut terdapat sedikitnya 63 delegasi yang berasal dari 20 negara di seluruh dunia. Kehadiran delegasi disambut Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, serta seluruh jajaran OPD di Pemkot Denpasar. Beragam kesenian turut menyambut kedatangan para delegasi yang juga disuguhkan kuliner, kerajinan dan jajanan khas Bali. Di sela-sela kesempatan tersebut, tak jarang para delegasi turut mencoba busana adat Bali yang disediakan salah satu kelompok UKM lokal Salon Agung. Dalam pemaparannya, Perbekel Desa Dangin Puri Kangin, IGN Putrawan menjelaskan, program Smart Village yang di-
wujudkan melalui pengembangan E-Sewaka dalam balutan M-Desa menjadikan Desa Dangin Puri Kangin salah satu pilihan kunjungan delegasi IMF-WB yang dilaksanakan di Bali. Beragam inovasi yang berhasil diwujudkan ini tak lepas dari inovasi dan sinergitas antara masyarakat, pemerintah desa dan Pemerintah Kota Denpasar. Dengan pengembangan program berbasis digitalisasi ini tentu dapat mewujudkan smart village dan digital village yang merupakan pengejawantahan dari program Smart City Pemkot Denpasar. “Kunjungan ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua, khususnya masyarakat Desa Dangin Puri Kangin. Besar harapan inovasi ini dapat menjadi referensi bagi seluruh pemerintahan di Indonesia dan internasional bahwa desa di Kota Denpasar telah menerapkan teknologi dan digitalisasi dalam memberikan layanan kepada masyarakat,” paparnya. Putrawan mengatakan, melalui M-Desa ini pelayanan masyarakat dapat dipermudah seperti surat kependudukan dan kegiatan pemerintahan desa berada dalam genggaman. Di mana, masyarakat Desa Dangin Puri Kangin dapat mengunduh aplikasi M-Desa ini pada Android dan iOS. “Dengan adanya aplikasi M-Desa ini tentu pelayanan masyarakat menjadi lebih maksimal. Hal ini dikarenakan masyarakat dapat melaksanakan pengurusan administrasi kapan pun dan di manapun serta hanya dengan genggaman android, besar harapan pelayanan dapat terus
DELEGASI - Kunjungan Delegasi IMF-WB di Desa Dangin Puri Kangin, Selasa (16/10) kemarin. dimaksimalkan sebagai wujud implementasi Sewaka Dharma dan Sewaka Prajahita dengan melayani adalah kewajiban,” tegasnya. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra turut mengapresiasi beragam prestasi yang dicapai Desa Dangin Puri Kangin. Dikatakan, hingga saat ini penerapan Desa Digital dan Smart Village di Kota Denpasar sudah menyasar seluruh desa. Sehingga, upaya memberikan kemudahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dapat terus dimaksimalkan. “Saat ini sebagian besar desa di Kota Denpasar telah menerapkan layanan berbasis digitalisasi. Ke depan akan terus didorong untuk berinovasi dalam memaksimalkannya,” paparnya sembari
menambahkan, kunjungan delegasi IMF-WB ini merupakan wujud nyata dalam memberikan citra positif dalam mendukung berbagai program dan capaian kerja Pemkot Denpasar beserta jajaran hingga sektor terbawah yakni desa/kelurahan. Sa la h seoa ra ng d eleg a si, Greace asal Nigeria, mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi inovasi dan terobosan yang dilaksanakan oleh Desa Dangin Puri Kangin. Dengan adanya aplikasi M-Desa ini, masyarakat dapat dengan mudah mengakses program desa dan layanan-layanan yang ada. “Ini sangat bagus. Ke depan, konsep ini dapat diterapkan di daerah lain sebagai upaya memberikan kemudahan kepada masyarakat,” tegasnya. (ad689)
BADUNG
Rabu Kliwon, 17 Oktober 2018
Soal Bali Dijual Murah
Dewan Segera Sidak Agen Perjalanan Tiongkok Mangupura (Bali Post) –
Isu mengenai pariwisata Bali dijual murah oleh agen perjalanan di Tiongkok, disikapi serius wakil rakyat Badung. Pasalnya, masalah ini berdampak terhadap pendapatan Kabupaten Badung yang bertumpu pada sektor pariwisata. Ketua Komisi II DPRD Badung I Wayan Luwir Wiana menyatakan, penjualan pariwisata murah akan berdampak buruk terhadap pendapatan khususnya dari pajak daerah. Karena itu, pihaknya menginginkan agar dilakukan pengawasan dan sidak bersama instansi dan stakeholder terkait. ‘’Mulai dari sidak masalah perizinan, travel agent, guide-nya, restoran mau pun tempat mereka menginap dan lainnya. Ini harus dilakukan agar tidak menjadi masalah di kemudian hari,’’ ungkap Luwir Wiana, Selasa (16/10) kemarin. Menurutnya, jika terbukti melanggar, harus
ditindak tegas serta di berikan sanksi, bahkan dideportasi. Sebab, jika Bali dijual murah, tentu daerah tidak akan mendapat manfaatnya. Hal ini mengingat transaksi mulai dari hotel, restoran dan lainnya sudah berlangsung di negara asal wisatawan. ‘’Tentu ini akan mempengaruhi pendapatan daerah. Kita tidak dapat pendapatan, sementara tamu ini bikin macet dan buat permasalahan di Badung,’’ tegasnya. Karena itu, legislator Badung sangat tidak setuju pariwisata Bali dijual murah di Tiongkok. Pelaku pariwisata dan pemerintah di Bali khususnya Badung,
menginginkan pariwisata dan wisatawan berkualitas. ‘’Harapan saya, semua komponen harus turun. Bila perlu lakukan sweeping saja sekalian,’’ katanya. Seperti diberitakan, sejumlah tokoh pariwisata yang selama ini khusus menangani wisatawan Tiongkok mengungkap Bali dijual murah di negeri tirai bambu. ‘’Kasarnya gini ya, Bali itu dijual sangat murah di Tiongkok oleh agen-agen tertentu. Sangat murah, bahkan semakin berlomba untuk lebih murah,’’ ungkap Ketua Divisi Bali Liang (Pangsa Pasar Mandarin) Asita Bali Elsye Deliana. Dikatakan, praktik jual
murah itu sudah berlangsung sejak 2-3 tahun terakhir. Diduga ada permainan mafia yang tentunya sangat merugikan Bali. Data setahun terakhir, Bali hanya ‘’dijual’’ seharga 999 Renminbi atau sekitar Rp 2 juta. Harga miring tersebut sudah termasuk tiket pesawat pergi-pulang, makan dan menginap di hotel selama 5 hari 4 malam. Belakangan, harga sudah turun menjadi 777 Renminbi atau sekitar Rp 1,5 juta. Lalu turun lagi menjadi 499 Renminbi atau sekitar Rp 1 juta dan yang teranyar 299 Renminbi atau sekitar Rp 600 ribu. ‘’Coba dipikir, dengan Rp 600 ribu bisa dapat tiket ke Bali dan balik lagi ke Tiongkok. Dapat makan dan hotel selama 5 hari 4 malam. Jadi kualitasnya seperti apa?’’ jelasnya. (kmb27)
Penanganan Pertama Kebakaran
Satlinmas Diharapkan Jadi Garda Terdepan Mangupura (Bali Post) Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang selama ini mempunyai tugas melaksanakan kegiatan perlindungan masyarakat di desa/kelurahan, diharapkan bisa menjadi garda terdepan penanganan pertama kebakaran. Terkait hal tersebut, puluhan anggota Satlinmas Seminyak dan Legian, Kecamatan Kuta diberikan pemahaman terkait penanganan kebakaran, di kantor Lurah Legian. ‘’SatLinmas kita siapkan sebagai garda terdepan las-
kar sapugeni untuk antisipasi bahaya kebakaran. Sehingga nantinya mereka akan menginfokan kepada masyarakat dan membantu bagaimana penanganan awal terhadap kebakaran,’’ kata Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung I Wayan Wirya, Selasa (16/10) kemarin. Menurutnya, saat ini kesadaran masyarakat dan berbagai instansi di Kabupaten Badung sudah semakin meningkat, terutama untuk memperoleh informasi tentang cara penanggulangan
bahaya kebakaran. Salah satunya, Satpol PP khususnya Satlinmas saat ini telah menjalin sinergi dengan Dinas Kebakaran dan Penyelamatan. Sinergi dimaksud dalam hal memberikan keterampilan dasar cara penanggulangan bahaya kebakaran pada Satlinmas. Disinggung terkait pengamanan tim Damkar selama pertemuan tahunan IMFWB, Wirya mengatakan, semua berjalan sesuai harapan. Meski pihaknya juga sempat menangani sejumlah kebakaran di luar kawasan
IMF, namun hal itu tidak mengganggu. ‘’Kejadian kebarakan di kawasan pelaksanaan pertemuan tahunan IMF-WB memang nihil. Namun, beberapa kejadian kebakaran sempat ditangani, namun semua itu terjadi di luar kawasan pelaksanaan IMF-WB,’’ katanya. Wirya yang juga Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Badung menyebutkan, selama pelaksanaan IMF, memang ada beberapa kejadian, namun tidak menimpa peserta pertemuan. (kmb23)
3
Delegasi HLM4 Kagumi Keberhasilan Pembangunan Badung SEBANYAK 27 delegasi peserta The 4 High Level Meeting on Country-Led Knowledge Sharing (HLM4) atau pertemuan tingkat tinggi ke-4 tentang berbagai pengetahuan yang dipimpin negara, Selasa (16/10) kemarin berkunjung ke Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung di Sempidi. Kunjungan delegasi HLM4 diterima Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Putu Parwata, Sekda I Wayan Adi Arnawa dan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali Ari Dwikora Toni. Sementara delegasi yang dipimpin Stephan Osingo tersebut didampingi Direktur BPKP Pusat Bea Rejeki dan Dewan Bank Dunia Novira Asra. Dewan Bank Dunia Novira Asra mewakili para delegasi menerangkan, para delegasi sangat mengagumi keberhasilan pembangunan di Kabupaten Badung. Oleh karenanya, Badung menjadi objek kunjungan delegasi ini. Maksud dan tujuan kunjungan ke Badung, untuk belajar dan mengetahui sejauh mana kerja sama antara Pemkab Badung dengan BPKP dan sejauh mana ilmu BPKP dapat diterapkan di Badung. ‘’Para delegasi ingin mengetahui implementasi kerja sama Badung dengan BPKP baik di bidang internal kontrol, penguatan internal audit maupun Simda dan manfaatnya bagi masyarakat Badung,’’ terangnya. Dijelaskan, 27 delegasi ini mewakili 250 peserta dari 40 negara. Tujuh orang di antaranya dari tim negara Kenya yang ingin belajar tentang pemerintahan di Badung. Dari Puspem, delegasi juga akan berkunjung ke lapangan melihat implementasi infrastruktur maupun Siskeudes di Sading dan Mengwi. Bupati Badung Giri Prasta menyampaikan terima kasih kepada dunia, karena telah mempercayai Indo-
HLM4 - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup Ketut Suiasa, Ketua DPRD Putu Parwata saat menerima kunjungan delegasi HLM4 di Puspem Badung, Selasa (16/10) kemarin. nesia, Bali dan khususnya Badung menjadi tuan rumah pelaksanaan Annual Meeting IMF-WB. Menurutnya, dampak pertemuan dunia ini secara langsung telah dapat dinikmati, yaitu terbangunnya underpass simpang tugu Ngurah Rai, apron bandara, patung GWK dan sanitari landfill sampah sarbagita. ‘’Kalau diuangkan, mencapai Rp 5,9 triliun,’’ jelasnya. Annual Meeting IMF-WB juga secara otomatis mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, peningkatan PDRB, membuka peluang kerja, termasuk mendapatkan promosi secara gratis. Giri Prasta juga memaparkan kebijakan yang telah dilakukan dalam meningkatkan kesejahteran dan kebahagiaan masyarakat. Dikatakan, Pemkab Badung telah melaksanakan 6 prinsip dasar pembangunan, yaitu pro-growth, pro-job, pro-poor, pro-culture, proenvironment, dan pro-law enforcement. Selain itu Bupati memutuskan untuk meringankan beban pribadi dan komunal masyarakat dengan kebijakan pendidikan, kesehatan, PBB gratis, dan masyarakat, agar tidak lagi mengeluarkan urunan untuk pembangunan tempat suci dan tempat umum
lainnya. ‘’Dana itu dapat dikelola di rumah tangga sehingga ekonomi masyarakat Badung naik, kemiskinan menurun. Kami pastikan tahun 2020, nol persen kemiskinan di Badung,’’ tegasnya. Badung juga memiliki lima bidang prioritas pembangunan dengan konsep PPNSB yaitu pangan, sandang dan papan; kesehatan dan pendidikan; jaminan sosial dan ketenagakerjaan; seni, adat, agama dan budaya, serta pariwisata. Sementara dalam pengelolaan APBD, Pemkab telah bekerja sama dengan BPKP dalam penggunaan Simda Perencanaan (e-planning), Simda keuangan, Simda barang milik daerah, sistem informasi manajemen hasil pemeriksaan dan peningkatan kapabilitas APIP level 3. Termasuk aplikasi Siskeudes yang diperoleh tanpa dipungut biaya, dalam mendorong terwujudnya good governance dan clean government di Kabupaten Badung. Sebagai wujud nyata penggunaan Simda di Badung, Kabupaten Badung telah berhasil empat kali berturut-turut sejak tahun 2014 hingga 2018 meraih opini WTP atas LKPD dari BPK RI. (ad687)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Parwata Paparkan Kebijakan Pro-Rakyat Badung KETUA DPRD Badung I Putu Parwata turut menyambut kunjungan peserta The 4 High Level Meeting on Country-Led Knowledge Sharing (HLM4) di Kawasan Pusat Pemerintah (Puspem) Badung. Delegasi diterima oleh Bupati Badung Nyoman Giri Prasta di Ruang Kertha Gosana, Selasa (16/10) kemarin. Dalam sambutannya, Parwata mengungkapkan, pihaknya sebagai legislator Badung akan tetap mengawal kebijakan pemeritah yang pro-rakyat. ‘’Kebutuhan dasar masyarkat sudah dipenuhi oleh pemerintah termasuk kebutuhan pegawai pun dipenuhi. Intinya pemerintah dan dewan tidak mau melanggar aturan dan patuh akan aturan,’’ ujarnya. Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya sebagai bagian dari Pemerintahan Kabupaten Badung selalu mendengar keluhan dan memahami kebutuhan masyarakat. ‘’Kami di pemerintah selalu ingin menyejahterakan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami memperhatikan masyarakat bersama bupati dan membuat kebijak yang berpihak
DELEGASI - Ketua DPRD Badung Putu Parwata saat menerima kunjungan delegasi The 4 High Level Meeting on Country-Led Knowledge Sharing (HLM4) di Kawasan Pusat Pemerintah Badung, Selasa (16/10) kemarin. kepada masyarakat. Semua program dan penggunaan anggaran kami sepakati bersama untuk kepentingan masyarakat menuju masyarakat yang sejahtera,’’ paparnya. Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi atas kedatangan delegasi The 4 High Level Meeting on
Country-Led Knowledge Sharing di Kabupaten Badung. ‘’Terima kasih kepada dunia internasional, karena telah mempercayai Indonesia, Bali dan khususnya Badung menjadi tuan rumah pelaksanaan Annual Meeting IMF-WB,’’ katanya. (ad689)
SMAN 6 Denpasar Banjir Prestasi
Siswanya Juara LKTI Internasional, Gurunya Boyong Piala Bergilir Undiksha SMAN 6 Denpasar awal Oktober ini banjir prestasi. Siswa dan gurunya bersamaan mencetak prestasi. Dua medali perak diraih pada ajang internasional. Kali ini trio SMAN 6 Denpasar, Romiza Zildjian (XIIPA-5), I Gede Teguh Permana (XIIPA-4) dan Putri Dwi Mega Cahyani (XIPS-3) meraih perak di ajang International Young Inventors Award (IYIA) 2018. Bahkan, Universitas Mercubuana memberikan beasiswa bagi trio ini. Penelitiannya soal briket dan dulang fiber terbarukan dari sampah tangkai buah palm Bali dan getah kudo. Briket ini dipergunakan untuk memasak, sedangkan dulang untuk upacara dan dekorasi rumah dengan sistem knock down. Masih di IYIA, siswa Sixsma I Gede Arjun Mulia Mahardika dan Ghaia Pandunata meraih perak. Kedua siswa XII-IPA-5 ini dibina oleh I Kadek Artayasa, S.T. dan I Made Gunada Putra, S.Si. Mereka menemukan ‘’Kombinasi ekstrak daun dapdap, jahe merah dan cabai Jawa sebagai salep herbal terapi rematik’’. Salep ini 100 persen herbal dan lolos uji di BPOM Denpasar. Di ajang berbeda Romiza, Teguh dan Anak Agung Sagung Mas Putri Agung (XI-IPA-3) meraih juara harapan III dalam lomba pelajar pelopor se-Kota Denpasar. Di bidang olahraga, siswa Sixsma juga menorehkan prestasi. Futsal Sixsma Team sukses meraih juara I Hidro Coco Silver Qualification Bali 2018. Ini artinya Sixsma Team yang dikapteni I Dewa Gede Agus Dwi Utama bersiap menuju tingkat nasional. Tim didukung Gede Sunu, Agus Indra, Hendro, Budi, Damar, Lanang, Yoga Prasetya dan Ngurah Febriana dibina oleh Kade Candra, S.Pd. Masih di olahraga, pesilat Sixsma I Ketut Dodik Saputra (XII-IPS-2)
BERPRESTASI - Kasek Nyoman Mudita bersama guru dan siswa berprestasi SMAN 6 Denpasar. mewakili Bali dalam Kejurnas PPLP, PPLPD, SKO Ragunan di Makassar. Anak binaan I Ketut Kania, S.Pd., M.Pd. ini juga dua kali meraih emas di Porjar, sekali di Ganesa Cup dan perunggu di Proseni Bali. Sementara itu, tim bola voli putra Sixsma yang dibina I Gusti Made Tantra meraih juara I di Poltek Negeri Bali dan emas Porjar Denpasar. Di Porjar dan Wali Kota Cup anak-anak Sixsma tetap berjaya. Di antaranya juara I, II dan III di karate, juara I lomba petangque dan juara I lomba monolog. Di lomba Paskibraka, Tim Paskibra Sixsma meraih juara I di Bali yang diadakan PPI Bali 2017. Tim ini juga meraih juara harapan I di PPI Kota Denpasar 2018. Paskibra Sixsma dikomandani I Gusti Bagus Radjayanindra (XI-IPA-5) dibina Waka Kesiswaan Wayan Subiakta, S.Pd. Dalam bidang budaya anakanak Sixsma juga mengukir prestasi. Di antaranya juara harapan I lomba pidarta bahasa Bali tingat provinsi di Festival Anak Hindu
2018. Prestasi ini dipersembahkan Sayu Putu Ratih (XI-IPS-1). Siswa binaan A.A. Ngurah Pujana, S.Ag., M.Pd.H. ini juga meraih juara I MC bahasa Bali di Utsawa Bali Shanti 2018. Rekannya, Kadek Wira Suarnata (XII-IPS-1), juara I lomba kekawin dan juara II dharma gita se-Bali. Sementara guru Sixsma juga tak mau kalah menyumbang prestasi. I Made Yadnya Tresna Putra, S.Pd., M.Pd. meraih juara I lomba penelitian ilmiah guru se-Bali dan memboyong piala bergilir Rektor Undiksha. Guru fisika ini meneliti model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Kepala SMAN 6 Denpasar Drs. I Nyoman Mudita, M.Pd. berterima kasih siswa dan gurunya memiliki semangat dan motivasi berprestasi yang tinggi dalam mengembangkan bakat diri, pencitraan sekolah dan keluarga. Sekolah hanya Tut Wuri Handayani, dengan biaya minim namun berkat bersinergi dengan orangtua siswa, semuanya menghasilkan prestasi. (ad688)
Puncak HUT Ke-80 KONI
Gubernur Apresiasi Dedikasi KONI Bali Majukan Prestasi Olahraga JAJARAN pengurus KONI Bali bersama KONI kabupaten/kota, para atlet dan insan olahraga di Bali memperingati HUT ke-80 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di halaman Gedung KONI Bali di areal GOR Ngurah Rai, Denpasar, Senin (15/10). Momentum ini diharapkan dapat menguatkan pembinaan olahraga berkelanjutan menuju prestasi. Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bali KN Boy Jayawibawa mewakili Gubernur Bali dan Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi. Selain apel olahraga, digelar juga penyerahan penghargaan kepada para pelaku olahraga berprestasi baik atlet, pelatih, pembina, wasit dan ilmuwan olahraga berprestasi. Mereka yakni Gusti Made Oka Sulaksana (atlet selancar), Ni Made Wahyuni (atlet pencak silat), Bagus Ketut Dani Suparta (pelatih pencak silat), Koko Adiputra (wasit/juri pencak silat), Ida Bagus Antara (pembina olahraga berprestasi) dan Prof. I Gusti Ngurah Nala (ilmuan olahraga berprestasi). Dalam sambutan Gubernur Bali yang dibacakan Kepala Dispora KN Boy Jayawibawa mengapresiasi komitmen dan dedikasi jajaran KONI Bali dan KONI kabupaten/ kota dalam mengembangkan dan memajukan prestasi keolahragaan di Bali. ‘’Kepada seluruh jajaran KONI Bali dan kabupaten/kota terima kasih atas kerja keras bahumembahu membangun olahraga di Bali,’’ kata Gubernur Koster. Gubernur juga mengapresiasi prestasi yang ditorehkan lima atlet Bali dalam ajang Asian Games 2018 yang mampu mempersembahkan total 4 medali (dua emas, satu perak dan satu perunggu). Hal ini juga tidak terlepas dari pembinaan
Rabu Kliwon, 17 Oktober 2018
Libatkan 1.000 Seniman
ISI Denpasar Sukseskan Pawai Budaya IMF-WB PADA perhelatan International Monetary Fund-World Bank (IMFWB) Annual Metting yang digelar di Nusa Dua-Bali beberapa waktu lalu, civitas akademika Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar turut serta menjadi pengisi acara dan menyukseskan pawai budaya ‘’The Economy and Life in Bali’’. Pawai budaya tersebut dimeriahkan lebih dari 1.000 seniman kolaborasi seniman ‘’keluarga besar’’ ISI Denpasar dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Pawai yang disaksikan langsung Presiden Joko Widodo, Gubernur Bali Wayan Koster dan para delegasi IMF-WB tersebut, ISI Denpasar menampilkan garapan tentang ritual ‘’Pecaruan Rsi Gana’’, yakni upacara mengenai pembersihan alam semesta yang dilakukan oleh pemangku (pemimpin ritual keagamaan), serati banten (pembuat sesajen), tukang kidung, petugas ngiderang (pemutar) caru, pasukan bhuta kala dan sebagainya. Ritual tersebut diiringi gamelan ‘’Ketug Bumi’’. ‘’Dalam pawai budaya tersebut, bagaimana ekonomi itu kaitannya dengan kehidupan masyarakat Bali. Kehidupan orang Bali dari lahir sampai mati ada ritualnya, dan ritus itu dilakukan dengan suka cita,’’ ujar Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum., Selasa (16/10) kemarin. Menurut Prof. Arya, dengan tampilan ritual yang dibawakan ISI Denpasar dan sejumlah sanggar seni di Pulau Dewata yang merupakan keluarga besar ISI Denpasar dan melibatkan siswasiswi SMK seni, sesungguhnya untuk memancing para delegasi dalam memaknai kehidupan masyarakat Bali dari ritual kelahiran hingga kematian, yang di dalamnya sangat lekat dengan nilai-nilai budaya. ‘’Ada unsur pertunjukannya, pemaknaan nilai moral dan
ISI - Pentas pawai ritual ‘’Pecaruan Rsi Gana’’ yang diiringi gamelan Ketug Gumi garapan ISI Denpasar saat tampil pada event IMF-WB di Nusa Dua, beberapa waktu lalu. religius, serta perputaran ekonomi suasana perkuliahan efektif. Kenjuga, sehingga menjadi kebang- dati demikian, mahasiswa yang gaan dan jati diri sebagai orang terlibat di dalamnya tidak saja Bali,’’ ujarnya. mendapatkan kemampuan prakSebagai pimpinan perguruan tik, tetapi sekaligus memperoleh tingg seni di Bali, pihaknya terus tata kelola seni pertunjukan dan berupaya dalam setiap kegiatan kewirausahaan. ‘’Ikut dalam event budaya melibatkan ISI Denpasar ini diperlukan kemampuan mesebagai pengelola dan tidak me- manage banyak orang dan waktu lepaskan keterlibatan keluarga yang tersedia pun cukup singkat besar ISI Denpasar dari embrio di luar jam perkuliahan,’’ ujar hingga lulusannya, sehingga Ketut Garwa. semua dapat merasakan manSelain itu, menurut Garwa, faatnya. ‘’Kami sangat senang pentas pada event internasional dalam pawai budaya IMF-WB itu tidak hanya memberikan penternyata Bapak Presiden, para galaman berharga bagi lembaga, delegasi, dan semua yang hadir melainkan memberikan nilai tamantusias dan enjoy menyaksikan bah bagi lembaga, termasuk yang pawai budaya,’’ ungkap Prof. Arya. terlibat di dalamnya. Apalagi, Sementara itu, Wakil Rektor pertemuan IMF-WB ini merupakan Bidang Perencanaan dan Kerja ajang bergengsi yang dihadiri puluSama ISI Denpasar I Ketut Gar- han ribu delegasi dari 189 negara. wa, S.Sn., M.Sn. mengucapkan ‘’Selain terlibat dalam pawai buterima kasih kepada para maha- daya, sebelumnya tiga orang persiswa dan dosen yang telah terli- wakilan ISI Denpasar juga berkebat dalam pawai budaya tersebut, sempatan memainkan rindik saat sehingga pawai berjalan lancar penandatanganan MoU Presiden dan sukses, meskipun dalam Jokowi,’’ pungkasnya. (ad684)
DAIHATSU kembali memberikan wadah melalui aktivitas dress-up sebagai perwujudan ekspresi dan kreasi dalam melakukan modifikasi kendaraan. Kontes bertajuk ‘’Daihatsu Dress-Up Challenge 2018’’ merupakan ajang kompetisi modifikasi mobil bagi generasi kekinian atau kawula muda hadir di 16 kota di Indonesia. Kontes Daihatsu Dress-Up Challenge 2018 kunjungi kota ke-15, berlangsung di Gedung Graha Karya Utama, Bandar Lampung pada 13–14 Oktober 2018. Tercatat sebanyak 37 unit peserta yang mengikuti kontes ini, terdiri atas 20 unit Xenia, Granmax dan Luxio 6 unit, 6 Taruna, 2 Ayla, 2 Sirion, dan 1 Terios. Selain hasil modifikasi, para peserta juga di-challenge untuk tetap memperhatikan berbagai aspek, seperti keamanan dan kenyamanan pengendara dengan memberikan perhatian 8 aspek, yakni overall build, exterior, interior, paint, engine, undercarriage, car audio & video dan presentation. Proses seleksi peserta terbaik dibagi menjadi dua kategori pemenang (Best dan Runner-Up) pada setiap produk line-up Daihatsu di setiap kota penyelenggara. Peserta juga ditantang untuk bersaing memperebutkan
elite point yang akan diakumulasi pada setiap seri sampai final dengan total hadiah hingga ratusan juta rupiah. Kontes ini siap tantang para modifikator pada destinasi akhir, yakni final di Jakarta. Peserta dapat mendaftarkan modifikasi mobil kreasi Daihatsu baik perorangan maupun klub dengan menghubungi panitia di nomor 0815-937-1128. Kontes ini juga terselenggara berkat kerja sama dengan Hot Import Night (HIN)
Kontes Adu Keren Mobil Daihatsu Hadir di Lampung
dan merupakan bagian dari pameran Indonesia Auto Modified (IAM). ‘’Selain sebagai wadah kreativitas para modifikator, peserta juga ditantang untuk tetap memperhatikan berbagai aspek, seperti keamanan dan kenyamanan pengendara. Semoga acara ini dapat menjadikan para pecinta modifikasi agar lebih dekat dengan Daihatsu,’’ ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns1)
Almarhum Drs. Putu Sedana
Berjasa Memajukan Dunia Pendidikan
HUT KONI - Kepala Dispora Provinsi Bali KN Boy Jayawibawa mewakili Gubernur Bali, Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi, jajaran pengurus KONI kabupaten/kota dan para atlet serta tokoh olahraga saat peringatan HUT ke-80 KONI, Senin (15/10). dan pendampingan jajaran KONI bersama cabang olahraga (cabor) bersangkutan. Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi mengatakan momentum peringatan HUT ke-80 KONI yang bertema ‘’Pembinaan Olahraga Berkesinambungan Menuju Prestasi’’ ini bertujuan menggelorakan dan memasyarakatkan olahraga, memajukan Indonesia lewat olahraga serta mencapai prestasi olahraga. Dikatakan, perkembangan olahraga di Bali belum bisa maksimal. Sebab, tidak didukung dengan infrastruktur, fasilitas dan saranaprasarana olahraga yang memadai. Untuk itu, KONI Bali menagih political will atau komitmen yang kuat dari pemerintah untuk membangun infrastruktur dan fasilitas keolahragaan di Bali. Di sisi lain, Suwandi mengaku akan mendorong penguatan peran KONI Bali bukan hanya mencetak
prestasi olahraga tetapi juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah Bali. Salah satunya dilakukan dengan menggalakkan event sport tourism. Pengurus KONI Bali Bidang Hubungan Luar Negeri dan Sport Tourism I Dewa Putu Susila menambahkan, percuma jika Bali bicara ingin berprestasi lebih di ajang nasional maupun internasional jika tidak didukung dengan fasilitas keolahragaan yang memadai. Untuk itu, ia berharap pemerintah mulai mencanangkan program strategis untuk membangun sarana dan prasarana serta fasilitas olahraga yang berstandar internasional di Bali. Rangkaian HUT ke-80 KONI yang digelar KONI Bali ini sebelumnya juga diisi dengan sarasehan keolahragaan pada Kamis (10/10) serta senam dan kerja bakti di areal GOR Ngurah Rai pada Jumat (11/10). (ad691)
MANTAN Kepala SMAN 1 Denpasar dan SMAN 3 Denpasar Drs. Putu Sedana (82) mengembuskan napas terakhir, Minggu (14/10) lalu di RS Mangusada Kapal. Jenazah almarhum dikremasi atau makingsan di geni di Setra Mumbul, Nusa Dua, Selasa (16/10) kemarin. Putra sulung almarhum, Gede Ari Sedana, menuturkan sebelumnya ayahandanya tidak pernah mengeluhkan sakit keras semasa hidupnya, namun saat dibawa ke rumah sakit memang tensinya naik 190/100. ‘’Mungkin Hyang Widhi berkehendak lain, sehingga kita semua mesti rela atas kepergian tokoh panutan keluarga dan siswa-siswi yang pernah beliau didik,’’ ujarnya lirih. Wijaya Dharma, Ketua OSIS pertama SMAN 3 Denpasar di era 1977-1979, menyampikan jasa almarhum sangat luar biasa dalam memperjuangkan dan memajukan dunia pendidikan. Sekitar tahun 1960-an almarhum mengajar di sekolah-sekolah di Denpasar hingga Kabupaten Klungkung dengan mengayuh sepeda. Selain itu, menanamkan 4 pilar Trisma, sebutan untuk SMAN 3 Denpasar, yang dijunjung tinggi hingga kini yakni: Kedisiplinan, Kesederhanaan, Kekeluargaan dan Kebersamaan. Keempat pilar tersebut diejawantahkan dalam keseharian aktivitas siswa di antaranya dilarang mengendarai sepeda motor atau mobil ke sekolah dan diwajibkan naik sepeda, menggunakan seragam batik
Putu Sedana (alm) lengan panjang sejak tahun 1977 hingga sekarang, dan meraih penghargaan nasional. Mewajibkan siswa dalam kegiatan mendaki gunung. Sekolah dengan motto ‘’Datang dan Pergi untuk Sebuah Cita-cita’’ ini dikenal disiplin dan berprestasi di segala bidang, baik tingkat nasional maupun internasional. Kala beliau menjabat Kepala SMAN 1 Denpasar oleh siswanya diberi julukan Jango, jagoan dalam film cowboy, karena berani menentang kebijakan atasan yaitu P & K jika ada yang dianggap tidak ses-
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Bali Post/kmb
uai pandangan dan hati nuraninya. Mantan Kepala SMAN 3 Denpasar Drs. Ketut Suyastra, M.Pd. menyatakan almarhum adalah sosok guru yang amat mulia untuk dijadikan teladan. Banyak nilai dan karakter yang dibangun di dunia pendidikan khususnya SMAN 3 Denpasar menjadi warna pendidikan bagi siswa dan alumninya. Di saat beliau purnabakti tiada henti untuk memberikan motivasi bagi pelanjutnya. ‘’Kita kehilangan sang teladan pendidikan. Selamat jalan Bapak Kita Putu Sedana,’’ pungkasnya. (kmb)
DAERAH
Rabu Kliwon, 17 Oktober 2018
5
Pagerwesi
Bapenda Buka, PMPTSP dan Disdukcapil Libur Mangupura (Bali Post) Pelayanan di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Pasedahan Agung Kabupaten Badung akan tetap buka selama hari Pagerwesi, Rabu (17/10) ini. Hal ini diupayakan agar warga tetap mendapatkan pelayanan penting selama libur. Sebaliknya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memilih libur. Kepala Bapenda dan Pasedahan Agung Badung I Made Sutama mengatakan pihaknya akan membuka pelayanan adminitrasi mulai pukul 07.30 hingga pukul 13.00 Wita. ‘’Kami tetap buka untuk semua pelayanan, sehingga pelayanan administrasi tetap bisa dilakukan,’’ kata Sutama, Selasa (16/10) kemarin. Menurutnya, pelayanan yang dibuka adalah pelaporan pajak daerah (SPTPD) yang dilakukan secara manual, SPTPD juga dapat dilakukan secara online, PHR, pajak penerangan jalan, pajak mineral bukan logam dan batuan serta pajak parkir. ‘’Pembayaran pajak dapat dilakukan di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali,’’ ucapnya. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Badung I Made Agus Aryawan mengatakan tidak membuka layanan selama libur Pagerwesi. Salah satunya adalah Mall Pelayanan Publik (MPP). Tutupnya MPP yang melayani sebanyak 121 jenis pelayanan tersebut untuk memberikan kesempatan kepada seluruh pegawai melakukan upacara saat hari Pagerwesi. ‘’Ya betul besok (hari ini) kami tutup untuk merayakan hari Pagerwesi. Kami harus menghormati pegawai yang sedang melakukan upacara di hari itu,’’ ujar Agus Aryawan. Pihaknya pun menyampaikan permakluman kepada seluruh masyarakat terkait hal ini. Namun, lanjut Agus Aryawan, masyarakat tak perlu khawatir sebab pada hari Kamis (18/10) seluruh aktivitas di MPP kembali buka normal. Senada dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Badung. Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Badung Putu Suryawati mengatakan di instansi yang melayani administrasi kependudukan tersebut turut libur sehari bertepatan pada hari Pagerwesi. ‘’Ya, pelayanan di Disdukcapil libur,’’ sebutnya. Dijelaskan, pelayanan di Disducakpil terpaksa libur saat hari Pagerwesi karena sedang mempersiapkan sebuah acara di Kuta Selatan. ‘’Kalau pada Pagerwesi sebelumnya atau hari besar lainnya pelayanan tetap buka. Tapi untuk besok (hari ini) kami tutup,’’ pungkasnya. (kmb27)
Empat IRT Dituntut Dua Tahun Penjara
Denpasar (Bali Post) Empat orang berstatus ibu rumah tangga (IRT), Selasa (16/10) kemarin dituntut hukuman pidana selama dua tahun penjara. Mereka adalah Astutik Rira Andriani (40), Mutiah (48), Ema (55) dan Paina (39). Keempat orang tersebut sebelumnya didakwa atas kasus pencurian belasan potong pakaian di Pasar Senggol Kreneng. Atas tuntutan itu, terdakwa melakukan pembelaan secara lisan. Intinya memohon agar hakim berkenan meringankan hukuman yang akan ditetapkan nanti. ‘’Saya punya anak. Mohon keringanan hukuman yang mulia,’’ ujarnya. Jaksa Mia Fida E mengatakan keempat terdakwa asal Jember, Jawa Timur itu terbukti melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana dakwaan tunggal, yakni Pasal 363 ayat (1) Ke-4 e KUHP. Aksi pencurian itu dilakukan Juli 2018 lalu di parkiran Pasar Kereneng. Mereka sudah menyusun strategi dan bagi tugas agar aksi mereka sukses. Ema dan Painah bertugas mengalihkan perhatian pedagang. Sementara Astutik dan Mutiah bertugas sebagai eksekutor mengambil barang korban. Pertama dilakukan di lapak milik I Made Swendra. Saat itu Astutik dan Mutiah mengambil tiga celana dan satu jaket yang disembunyikan dalam baju dasternya kemudian dilepit dengan tangan. Agar tidak terlihat, Mutiah berada di belakang dan Astutik di samping, sehingga saat menyembunyikan pakaian yang dicuri tidak terlihat. Selesai melakukan aksinya, keduanya kabur ke parkiran. Mereka bertemu dengan Min dan Yunus yang tidak lain suami mereka masing-masing. Min dan Yunus menunggu di luar. Kepada suami masing-masing, mereka mengaku baru habis belanja. Berhasil pada aksi pertama, membuat Mutiah dan Astutik ketagihan. Dia lanjut lagi melakukan aksinya ke tempat semula. Korban baru sadar kalau 12 potong celana dan satu jaket dagangannya dibawa kabur setelah pengunjung memergoki mereka, lalu diinformasikan ke korban. (kmb37)
Bali Post/kmb23
Truk Jasa Kuras Limbah Tabrak Pembatas ’’Underpass’’
Mangupura (Bali Post) Truk warna hijau dengan nomor polisi DK 9387 JF mengalami kecelakaan di Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Selasa (16/10) kemarin. Truk yang digunakan untuk usaha jasa kuras limbah ini menabrak pembatas hingga patung sekar jepun yang terpasang di sana. Dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Nyoman Yasmara membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskannya, truk tersebut awalnya datang dari arah Denpasar menuju ke Tol Bali Mandara. Menurutnya, tabrakan ini terjadi karena pengendara dalam kondisi mengantuk. Tidak hanya itu, laju kendaraan juga dikatakan cukup kencang. ‘’Kejadian sekitar pukul 06.00 Wita. Sopirnya mengaku saat mengendarai kendaraannya dalam keadaan ngantuk,’’ kata Yasmara. Akibat kejadian tersebut, pembatas jembatan utara underpass sisi timur sebelum pelican crossing mengalami kerusakan. Kendaraan mengalami ringsek pada bagian depan. ‘’Akibatnya kanstin pulau jalan dan parapet hancur. Selain itu juga menabrak patung sekar jepun yang dipasang di ujung dinding underpass dan barier bundaran Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai,’’ ucapnya. Akibat kejadian tersebut, Yasmara mengaku belum bisa menghitung besarnya kerugian. Saat ini timnya sedang melakukan pendataan. Sebagai tindak lanjut, dikatakan, pemilik mobil juga sudah datang ke kantornya untuk membuat surat pernyataan. Disepakati, pemiliknya bersedia memperbaiki kerusakan itu sesui dengan kondisi semula. ‘’Saat ini kerugiannya sedang didata oleh tim lapangan. Sementara tadi kami tahan mobilnya,’’ ujarnya. (kmb23)
Bali Post/ist
DIPERBAIKI - Tapal batas Tabanan diperbaiki.
Tapal Batas Tabanan Diperbaiki
Tabanan (Bali Post) Tapal batas Kabupaten Tabanan berupa bangunan sejenis lumbung di bagian barat, tepatnya di timur Tukad Yeh Leh, kondisinya memprihatinkan. Selain kurang terawat, warna cat juga mulai kusam. Di tahun anggaran 2018 ini, tapal batas tersebut dipermak agar lebih cantik. Di samping ada rencana dibuat rest area
dengan anggaran Rp 819 juta dari nilai pagu yang dipasang sebesar Rp 1 miliar. Kabid Bangunan Gedung Dinas Pekerjaan Umum, Penata Ruang dan Penataan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Ni Made Faridatini Suweca mengatakan, kegiatan perbaikan dan penataan tapal batas itu memang usulan dari desa setempat ke pemerintah. ‘’Itu usu-
lan desa adat. Tahun ini mulai dibenahi dan lokasinya juga merupakan tanah adat,’’ ungkap Faridatini, Selasa (16/10) kemarin. Dikatakan, dalam APBD Induk 2018 dipasang pagu sebesar Rp 1 miliar. Sementara setelah dilelang, kontrak kerja senilai Rp 819 juta dimenangkan CV Mekarsari. Dengan masa pengerjaan sembilan
puluh hari kalender mulai 9 Agustus sampai 9 Desember. Selain itu akan dibuat rest area. Diharapkan, pengendara yang mau masuk Tabanan terlebih dahulu istirahat di areal tersebut sebelum melanjutkan perjalanan ke arah Tabanan dan selanjutnya. Lokasi tersebut lebih rendah dari jalan akan diuruk setinggi dengan jalan. Untuk penguatannya senderan
di pinggir Tukad Yeh Leh juga disender sehingga lebih rapi. ‘’Nantinya di sekitar tapal batas tersebut juga akan ditata untuk jadi rest area, termasuk akan dibuatkan gapura,’’ jelasnya. Terkait pengerjaan, saat ini progresnya sudah mencapai 56 persen. Dia juga memprediksi proyek tersebut selesai sesuai batas akhir 9 Desember dan bisa lebih cepat. (kmb28)
Kemudian Guru Kelas Ahli Pertama dari 140 yang dicari pendaftar mencapai 431 orang. Lalu disusul oleh Guru Agama Hindu Ahli Pertama dari 4 yang diperlukan pendaftar cukup banyak mencapai 317. Kemudian Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Pertama dari 5 yang diperlukan pendaftar mencapai 288. Perawat dari 23 yang diperlukan pelamar mencapai 208. Analisis Ahli Pertama dari 2 yang dibutuhkan pendaftar mencapai 168. Perencana Ahli Pertama dari 5 orang yang diperlukan pendaftar mencapai 183 orang. (kmb28)
Dua Formasi CPNS Nihil Pelamar
Tabanan (Bali Post) -
Kabid Formasi dan Pengembangan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ni Luh Putu Mahadi, Selasa (16/10) kemarin mengatakan, dari 32 jenis formasi yang ada, memang benar ada dua jabatan nihil pelamar hingga akhir masa pendaftaran. Dua jabatan itu yakni Tenaga Kesehatan Khusus K2 dan Perencana Ahli
Pratama khusus disabilitas. Mahadi menjelaskan, pelamar K2 yang nihil pelamar itu kemungkinan disebabkan ada persyaratan yang tidak bisa dipenuhi seperti kualifikasi umur karena usia maksimal 35 tahun per 1 Agustus 2018. Belum memiliki tanda bukti kartu peserta ujian K2 tahun 2013, harus bekerja terus-menerus sampai dengan
sekarang, dan harus memiliki kualifikasi pendidikan minimal D-3 kesehatan sebelum 3 November 2013. Sehingga kelanjutannya, menurut Mahadi, khusus jabatan Tenaga Kesehatan K2 yang tanpa pelamar otomatis hangus. Sementara untuk jabatan Perencana Ahli Pratama khusus disabilitas akan dibawa ke Jabatan Perencana Ahli
Pratama formasi umum. Tahap selanjutnya pelamar yang sudah resmi mendaftar menunggu pengumuman seleksi administrasi diinformasikan lebih lanjut di pengumuman BKSDM Tabanan dan website http://tabanankab. go.id. ‘’Pelaksanaan tes CAT, saat ini masih tahap persiapan dan koordinasi,’’ tegasnya. Berdasarkan data yang diperoleh di BKSDM Kabupaten Tabanan, selain pelamar Auditor Ahli Pertama yang mencapai 1.537 padahal hanya dicari 12 orang, pelamar Penyuluh Pertanian Ahli Pertama juga diminati. Dari 14 yang diperlukan pendaftar mencapai 476.
Banyuwangi (Bali Post) Musim kemarau mulai berdampak pada produksi gula merah di Banyuwangi. Krisis air membuat produksi gula merah anjlok hingga 30 persen. Imbasnya, harga merangkak naik. Bali masih menjadi pasar potensial pengiriman gula merah. Dalam kondisi normal, produksi gula merah rata-rata 6 ons per pohon. Sejak kemarau, produksi anjlok menjadi 4 ons per pohon. ‘’Turunnya memang lumayan. Ini fenomena biasa. Saat kemarau, produksi nira selalu turun,’’ kata Sukatmin, Ketua Gabungan Kelompok Perajin Gula Merah di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Selasa (16/10) kemarin. Pria ini menjelaskan rata-
rata satu perajin bisa memproduksi 20 kilogram per hari. Sejak kemarau, jumlah produksi terus turun. Kondisi ini diikuti naiknya harga. Dari Rp 12.000 per kilogram, komoditi ini mulai naik menjadi Rp 15.000 per kilogram. Meski produksi kurang, lanjut Sukatmin, para perajin tetap normal melakukan produksi. Menurutnya, pasar gula merah cenderung stabil. Selain Bali, gula merah Banyuwangi banyak terserap ke Surabaya dan Semarang. ‘’Gula merah kami tanpa pengawet. Jadi, berani bersaing dengan produksi dari Jawa Tengah,’’ jelasnya. Selama ini pengiriman bisa tembus 3-4 ton per bulan. Ditangani pengepul. Harga gula merah, lanjutnya, akan terus merangkak naik ketika bulan
puasa. Di desa ini terdapat lebih dari 200 perajin gula merah. Seluruhnya masih mengandalkan teknologi tradisional. Tanpa menggunakan pengawet dan pewarna, sehingga kualitasnya bisa diserap ke pasar nasional. Sayangnya, kata Sukatmin, banyak perajin gula merah yang mulai tutup. Penyebabnya, kekurangan tenaga penderes. ‘’Ini yang menjadi persoalan. Jumlah tenaga penderes ikut berkurang. Salah satunya dipicu kecelakaan, jatuh dari pohon,’’ imbuhnya. Untuk mendongkrak harga, perajin mulai memopulerkan gula merah organik. Harganya jauh lebih mahal. Meski proses produksi lebih lama. Tanpa pengawet dan ada ramuan khusus. Selain organik, dikem-
GULA - Perajin gula merah di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi memamerkan produknya, Selasa (16/10) kemarin. bangkan juga gula merah batok. besar, tiga kali lipat dibandUkurannya lebih besar, unik. ingkan panen kelapa. ‘’Perajin Selama ini perajin lebih gula merah di sini memang bertahan memproduksi gula turun-temurun. Sudah mulai ketimbang memanen kelapa. sejak tahun 1970-an,’’ pungSebab, hasilnya jauh lebih kasnya. (udi)
Pelamar CPNS yang mendaftar di Kabupaten Tabanan tercatat sebanyak 4.454 orang dari 319 formasi yang disediakan. Namun, ada dua formasi yang nihil pelamar yakni jabatan Tenaga Kesehatan K2 yang dibutuhkan 1 orang dan jabatan Perencanaan Ahli Pertama khusus disabilitas sebanyak 1 orang. Sedangkan posisi yang paling banyak diminati yakni Auditor Ahli Pertama sebanyak 1.537 pelamar, yang nantinya akan merebutkan 12 formasi.
Produksi Gula Merah Anjlok
Bali Post/udi
Terkait Pencabulan Warga Jepang
Pelaku Mengaku Pernah Bekerja di Spa Denpasar (Bali Post) Penyidik Unit V Satreskrim Polresta Denpasar menahan tukang ojek, KB (42), terkait kasus pencabulan terhadap warga Jepang, SK (53), di salah satu hotel di Jalan Benesari, Kuta, Sabtu (13/10) lalu. Modusnya, pelaku mengaku pernah bekerja di spa dan korban percaya. Pelaku melakukan pencabulan setelah mendorong korban di tempat tidur. Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan, Selasa (16/10) kemarin, mengatakan korban pada Sabtu (13/10) pukul 02.00 Wita jalan-jalan sendirian menuju salah satu club di Jalan Legian, Kuta. Saat itulah korban disapa oleh pelaku, diajak berkenalan dan ditawari minum bir. ‘’Korban mengaku tidak memiliki uang, tapi tersangka mengatakan akan membayarnya. Selanjutnya korban bersedia minum satu botol bir kecil di club tersebut,’’ ujarnya. Kerena suasana sangat ramai, pelaku mengajak korban keluar club untuk men-
gobrol. Saat itulah pelaku mengatakan pernah bekerja di spa dan bisa mijat. Selanjutnya korban bersedia diantar oleh tersangka ke hotel tempatnya menginap sekalian mencoba pijatan pelaku. Sesampainya di hotel, korban mengajak pelaku ke kamarnya. Karena niat awalnya massage, korban ganti pakaian, hanya mengenakan baju tangtop dan celana pendek. Pelaku mulai memijat korban dari kaki sampai ke
punggung. Usai dipijat, korban hendak bangun tetapi pelaku langsung mendorongnya sampai jatuh. Pelaku langsung memegang tangan korban dengan erat serta menindihnya. Karena korban terus melawan dan berteriak, akhirnya pelaku cepat-cepat pergi dari kamar tersebut. ‘’Kasus ini dilaporkan hari Minggu tanggal 14 Oktober 2018, kami menerima laporan kasus ini. Selanjutnya kami menang-
Bali Post/ist
DITAHAN - Tersangka KB ditahan di Mapolresta terkait kasus pencabulan.
kap pelaku di rumahnya di Jalan Nuansa Jimbaran, Kuta Selatan. Pelaku sudah
kami tahan,’’ ucap mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini. (kmb36)
OPINI
6
Rabu Kliwon, 17 Oktober 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Guru Harus Berpolitik BEBERAPA tahapan proses politik menuju Pemilu 2019 sudah dimulai. Guru adalah sasaran empuk bagi mereka yang mengais rezeki di bidang politik. Makanya paradigma lama yang menyebutkan guru tak boleh berpolitik harus dibalik guru harus berpolitik dalam kasus-kasus tertentu. Saat ini sudah mulai diterjemahkan berbagai strategi politik dari partai politik dan tim sukses calon presiden/wapres. Mengingat politik itu adalah kecerdikan bersiasat. Rumusan absolut politik praktis cuma satu saja; menang. Menang dalam arti memperoleh kekuasaan, baik di parlemen maupun di eksekutif. Bagaimana cara meraih kekuasaan lalu mempertahankannya, menjadi kalkulasi politik paling asasi. Pihak yang berkontestasi (parpol, caleg, dan capres) berpikir keras bagaimana agar dipilih rakyat. Rakyat yang berasal dari pelbagai latar belakang, profesi, agama, kultur, suku dan daerahnya. Termasuk kalangan guru menjadi incaran mereka. Guru adalah salah satu kelompok profesi yang ada di masyarakat, dianggap sebagai kelompok terpelajar, bahkan di daerah tertentu kalangan guru masih diletakkan di kelas atas. Guru menjadi rujukan, apalagi guru ngaji dan pesantren. Sejak era kolonial dulu, di beberapa daerah, guru dianggap subjek strategis yang harus dikuasai. Bayangkan seorang guru yang memerintahkan anak didiknya yang sudah memiliki hak pilih menentukan pilihan untuk parpol dan caleg tertentu bisa jadi 90 persen diikuti oleh siswanya. Para caleg pun bergembira satu orang didekati dengan puluhan massa. Lebih irit biaya lagi. Nah, bagaimana seharusnya guru bersikap? Kesimpulannya guru harus berpolitik, namun bukan berpolitik praktis. Yang terakhir ini sudah digariskan PGRI bahwa PGRI adalah organisasi independen. Demimkian juga anggotanya. Yang kita maksud guru harus berpolitik adalah upaya guru untuk bersiasat agar para tim sukses atau caleg tak memaksakan kehendaknya. Apalagi dengan menjadikan mereka tim sukses cukup dengan kata ‘’ya dan siap’’. Inilah politik sederhana bagi seorang guru untuk menghadapi serangan tim sukses dan caleg 2019. Apa sulitnya mengatakan ‘’ya dan siap’’ toh yang menetukan pilihan guru adalah hati nuraninya sendiri. Pasang saja kata ’’ya dan siap’’ untuk semua orang. Semakin licin guru menghadapi terjangan politik para elite, semakin cerdas guru tersebut. Makanya guru jangan mau dijadikan anjing borosan, sibuk dan payah mencari massa, yang dapat kedudukan orang lain. Kedua, guru juga harus berpolitik dengan cara menentukan pilihan pada caleg dan pasangan yang benar-benar membela kepentingan guru dan PGRI. Inilah peran politik guru dalam menentukan SDM calon anggota legislatif dan esksekutif. Ketiga, guru harus berpolitik dengan tidak mau menerima suap menjelang pemilihan. Jadi, politik guru masih banyak. Guru di Indonesia yang berjumlah sekitar 3,1 juta orang (BPS, Data Pendidikan 2016/2017). Yang perlu diingat, guru jangan mau menjadi mesin politik. Para politikus pun jangan mempolitisasi guru. Banyak di daerah terjadi ketika bupati tertentu dipilih guru yang belum memenuhi syarat juga diangkat menjadi kepala sekolah. Mari kita koreksi diri masing-masing.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Jalan Alternatif Ceking Rusak Jalan alternatif Ceking, Tegallalang menuju Banjar Gagah, Banjar Pejengaji rusak parah. Sekitar seratus meter dari jalan utama jalan raya Tegallalang setelah objek wisata ceking dari arah Denpasar ada badan jalan yang berlubang sangat dalam. Saya sebagai pemandu wisata dan sering mengajak wisatawan bersepeda di jalur ini merasa waswas. Jalannya sudah rusak parah. Lokasinya dekat jalan utama menuju Ceking sekitar Polsek Tegallalang ke barat. Mohon Dinas PU Kabupaten Gianyar membantu kami pelaku pariwisata untuk menambal jalan ini jika memang tak ada anggaran perbaikan. Kami khawatir tamu kami jatuh di jalur ini mengingat badan jalannya habis dan tinggal dua lubang menganga. Saya berharap perbaikan jalan di jalur-jalur pariwisata mendapat perhatian agar kami juga merasa nyaman jika mengantar tamu. Toh PAD yang didapat Kabupaten Gianyar juga dominan dari sektor pariwisata. Saya mohon kepada Perbekel Desa Tagallalang memerhatikan usulan ini dan meneruskan ke instansi terkait di Kabupaten Gianyar. I Made Sunadra Denpasar, Bali
Bahan Bacaan Hindu Untuk mendukung program Gubernur Bali Wayan Koster dalam memasyarakatkan bahasa dan aksara Bali, saya sebagai orangtua siswa berharap ke depan dianggarkan untuk pengadaan bahan bacaan agama Hindu. Ini penting dilakukan agar bahan ajar untuk mengajak anak-anak generasi muda Bali lebih dekat dengan budayanya. Para penulis Hindu agar diberikan ruang untuk ini. Saya juga berharap bahasa yang digunakan dalam menulis buku ini sederhana sehingga bagi anak-anak SD mudah dipahami. Selama ini, buku-buku Hindu yang beredar bahasanya berat-berat dan lebih condong ke ilmu-ilmu Weda sehingga sulit diterima dan dipahami anak sekolah. Sebagai orangtua siswa, saya sangat mendukung program Gubernur Bali ini dengan harapan kita bisa mewariskan budaya Bali ini kepada generasi Bali. Ni Putu Purnami Gianyar, Bali
Guru Bukan Dongkrak Politik Fobia politik juga sangat dirasakan di kalangan ASN (baca: guru) terutama di akhir pesta demokrasi. Perjamuan politik terkadang penuh kelucuan seperti dagelan lawak, terkadang seperti sinetron. Semua rasa dan perilaku politik bergantung masing-masing orang menyikapi dan melakoni. Sejatinya, harapan masyarakat dunia politik bisa membuat sejahtera, bisa membuat lebih nyaman dan aman. Berdamai dengan politik, nyaman dan aman dengan politik adalah harapan semua orang. Politik sejatinya mulia, indah, dan bagian dari seni beretorika apabila berada di tangan-tangan politikus yang beradab dan bermartabat. Akan tetapi, politik akan menjadi hina, jahat, menggelikan bahkan menyakitkan jika berada di tangan politikus biadab tanpa adab. Suksesi kepemimpinan melalui pesta demokrasi merupakan bagian dari hajatan politik sebagai jembatan menuju gerbang kesejahteraan.
Oleh I Komang Warsa, S.Pd., M.Si., M.Pd.
U
ndang-undang mensyaratkan ASN (Aparat Sipil Negara) guru ada satu larangan untuk terlibat dalam politik praktis di negeri demokrasi Pancasila. Posisi ASN merupakan pilihan sulit dan berdiri di ambang batas keraguan, ibarat makan buah simalakama. Undang-undang yang mengatur merupakan bagian dari produk hukum untuk melegalkan atas nama konstitusi dan bukan atas nama kekuasaan. Sedangkan produk hukum itu sendiri bagian dari produk politik. Setiap produk politik mengandung agenda politik yang tersembunyi di dalamnya (hidden political agenda). Dengan demikian, keberadaan produk hukum lahir tidak terlepas dari produk politik. Jika produk hukum adalah bagian dari produk politik maka undang-undang yang mengatur tentang kenetralan ASN (Aparatur Sipil Negara) juga bagian produk politik. Akankah kenetralan ASN bagian dari retorika produk politik? Dan akankah kenetralan ASN ada unsur yang tersembunyi di balik produk hukum itu? Keraguan dengan penuh pertanyaaan pasti wajar berkecambuk dalam hati ASN (Baca: guru). Akan tetapi, aturan terkadang bias
dalam mengimplementasikan hak dan kewajiban insan ASN (termasuk di dalamnya guru). Jagat demokrasi yang memformat aturan ASN dengan payung undang-undang, tanpa disadari atau memang diformat untuk menjadikan abu-abu alias hak politik yang semu bagi ASN guru. Buktinya, guru juga (terkadang) terseret ke panggung politik dan ujung-ujungnya menjadikan guru bekerja penuh kecemasan dan ketakutan. Ketika guru dalam bekerja penuh kecemasan dan ketakutan maka harapan guru mengajar dengan hati akan sirna dan hanya isapan jempol. Semua itu memunculkan satu retorika di kalangan ASN (guru) yakni mendukung salah, tidak mendukung juga salah jika mendukung incumbent dan kalah maka karier hancur kalau tidak mendukung incumbent dan terpilih kembali karier bisa hancur serta bersikap netral terkadang juga dikatakan tidak berkeringat dalam pertarungan politik, ironis. Guru mesti terbebas dari klimaks alur drama politik agar tercipta suasana mengajar di kelas adalah suasana yang penuh kedamaian, penuh keterbukaan, dan penuh keriangan untuk menciptakan pembelajaran yang manusiawi. Sekolah bukan tempat robot-robot manusia, bukan tem-
pat orasi politik, dan bukan juga tempat memenjarakan pelanggar pemartabatan manusia. Sekolah adalah rumah pendidikan untuk memanusiakan manusia menjadi manusia yang manusiawi. Akan tetapi, realitas guru sangatlah berbeda dengan pahlawanpahlawan lain seperti pahlawan pembela tanah air yang patut dijiwakan dalam diri dan juga pahlawan olahraga yang memperoleh medali emas sebagai pahlawan sejati di bidang olahraga. Guru dalam perjalanan hidup di negeri seribu pulau selalu menelan pil pahit dari zaman guru Oemar Bakri sampai zaman milenial. Guru secara normatif memang sebagai pencerdas bangsa dalam ranah intelektual dan apektif. Guru “seakan” tidak pernah merdeka dalam hal politik jika menganalogi bekerja ibarat dongkrak. Padahal guru juga terlahir bagian dari produk politik termasuk dalam politik birokrasi. Apakah ini yang disebut imperalisme politik di kalangan guru? Guru boleh menentukan hak pilih, tetapi kenapa hak dipilih menjadi hilang entah ke mana? Hak-hak politik guru dalam jagat demokrasi seharusnya jangan dikebiri (dalam segala hal) karena guru merupakan bagian wadah moralitas yang terdalam dari hukum demokrasi (inner morality of law). Guru bekerja bukan sebagai pe-
nopang (dongkrak) politik semata seperti layaknya dongkrak sebuah mobil ketika tidak diperlukan disimpan begitu saja. Bisa mengangkat beban yang berat tetapi tetap bekerja di bawah satu tekanan dari kekuasaan yang menguasai. Kekuasaan adalah amanah yang harus dijalankan dengan rujukan konstitusi. Jika kekuasaan yang dipenuhi hasrat untuk berkuasa, menguasai menjadi tuan dari kuasa adalah awal dari sebuah keruntuhan. ASN guru bukan budak kekuasaan dan bukan juga dongkrak kekuasaan. ASN guru adalah perpanjangan tangan dari kekuasaan bermartabat. Urusan birokrasi politik, sampai urusan program pembelajaran, penilaian, dan urusan karakter siswa ada di pundak guru sehingga perjalanan tugas-tugas guru padat merayap tapi tidak pernah macet. Begitu berat beban tanggung jawab pekerjaan dengan urusan moralitas bangsa belum lagi urusan dampak politik dibeban pundak guru. Urusan mendidik adalah urusan hati, urusan pendidikan adalah urusan moral dan bukan urusan dukung-mendukung. Sekolah bukan panggung politik dengan urusan dukung-mendukung suara apalagi urusan kudeta akan sangat tidak mungkin dilakukan oleh pendidik. Wadah yang terhormat dari guru yang disebut PGRI sebagai rumah guru, dengan suara lantang dengan diksi retorika dengan penuh kesantunan dalam menyuarakan ke-indepeden-an guru patut menjadi isapan jempol. PGRI bukan organisasi euforia atau organisasi tempat nongkrongnya politikus yang berbaju PGRI untuk mendongkrak suara-suara politik dari suara guru dalam birokrasi. Rumah guru (baca: PGRI) bukan sekretariat partai bukan juga bengkel politik (sebagai dongkrak) hanya menampung orang bermasalah. PGRI bukan organisasi bengkel guru melainkan PGRI organisasi pemartabatan guru dalam memperjuangkan hak-hak yang melekat dalam keguruannya dan termasuk hak
Keadilan Sosial Melalui Dana Desa Cita ketiga dari Program Nawacita pemerintah adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satu kebijakan belanja publik tertuang dalam Undangundang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa adalah pengelolaan Dana Desa. Dana Desa adalah anggaran yang diperuntukkan bagi desa dan desa adat yang ditransfer melalui APBD Kabupaten/Kota yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat, dan kemasyarakatan. Dana Desa bersumber dari Belanja Pusat dengan mengefektifkan program yang berbasis desa dialokasikan secara merata dan berkeadilan. Alokasi Dana Desa yang semakin meningkat setiap tahun diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dalam konteks dana desa, pemerintah sedang mengarahkan gerak kebijakan ekonomi publik pada pembangunan yang berkeadilan sosial. Indonesia sebagai negara yang menganut welfare state selalu berupaya mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia, baik yang diperkotaan maupun pedesaan, dengan memerhatikan keadilan sosial bagi suluruh warga masyarakat. Argumen yang dibangun dalam mendukung kebijakan Dana Desa yaitu argumen kontraktarian yang menyatakan uang publik dapat didistribusikan untuk golongan lemah/miskin atau yang
Oleh Eko Budi Sutrisno, S.E. tidak memiliki sumber daya untuk berkontribusi membayar pajak. Argumen kontrakrian menyatakan bahwa setiap manusia terlahir dengan tidak memiliki kemampuan untuk lahir dalam lingkungan mampu ataupun tidak mampu. Sehingga sudah selayaknya masyarakat yang terlahir sebagai golongan yang kuat/pemilik modal untuk membantu masyarakat umum selaku golongan lemah untuk memperoleh akses dalam berpartisipasi dan menikmati hasil-hasil pembangunan. Sesuai amanat sila kelima dari Pancasila, negara berkewajiban untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyatnya. Cita-cita untuk mewujudkan keadilan sering terkendala oleh kaum pemilik modal atau kaum kapitalis. Kaum kapitalis beranggapan pola pengelolaan dana desa sangat tidak efisien, pemborosan, menambah biaya dan mengurangi kekayaan atau modalnya. Mereka beranggapan bahwa tingkat kesejahteraan dan efisiensi sedapat mungkin mereka kendalikan sebagai wujud kompensasi telah membawar pajak. Kaum kapitalis selalu berusaha untuk meraih keungtungan sebanyak-banyaknya dengan menghalalkan segala cara. Harapan kaum kapitalis tersebut, tidak terkecuali dalam pelaksanaan anggaran dana desa yang dibiayai dari APBN. Mereka beranggapan
sumber penerimaan negara terbesar dari sumber perpajakan. Penerimaan pajak sebagai penopang APBN diklaim sebagai pajak atas kekayaannya. Mereka tidak rela apabila uang APBN yang bersumber dari pajak dimanfaatkan atau dibagikan secara cuma-cuma dengan dana desa yang dikelola secara swakelola. Pemilik modal mengharapkan agar pekerjaan dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan desa dapat mereka lakukan secara kontraktual. Mereka berdalih bahwa pengelolaan dana desa secara swakelola yang dikerjakan masyarakat desa tidak efisien, capaian output-nya tidak optimal, keterbatasan kualitas sumber daya manusia desa dan pengawasan pengelolaan dana desa yang lemah, serta alasan lainnya. Pola pengelolaan melalui swakelola menunjukkan sikap keberpihakan pemerintah kepada kaum lemah. Melalui pola swakelola diharapkan mampu menyerap tenaga kerja setempat, bahan baku lokal, serta kegiatan lainnya yang mendorong masyarakat lebih produkti secara ekonomi. Tugas pemerintah di antaranya adalah melaksanakan pembangunan dengan mengikutsertakan seluruh komponen masyarakat dan mendistribusikan kue pembangunan secara adil kepada segenap lapisan masyarakat. Pemerintah telah dalam posisi yang tepat untuk menciptakan pembangu-
nan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia melalui Dana Desa. Dengan fungsi alokasi dan distribusi anggaran dalam bentuk uang (cash transfer) atau dalam bentuk barang (in kinds transfer) memberikan solusi atas trade off efisiensi guna menciptakan ekuilibrium yang kompetitif. Secara ekonomi, kesejahteraan masyarakat akan meningkat lebih tinggi ketika transfer dilakukan dengan pola cash daripada pola transfer dalam bentuk barang. Namun, pola cash transfer mempersyaratkan pengawasan pemerintah yang lebih baik agar tepat sasaran. Akuntabilitas menjadi tantangan sendiri dalam pengelolaan Dana Desa. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terus memberikan asistensi pengelolaan keuangan Dana Desa. Transfer pemerintah ini sebaiknya diikuti output nyata yang dapat dihasilkan atau kita kenal dengan cash for work (padat karya tunai). Tujuan lain cash for work adalah menciptakan lapangan kerja dan memberikan edukasi kerja masyarakat desa dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di desa. Selain itu, setiap pembangunan yang ada benar-benar tepat sasaran karena direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh masyarakat desa itu sendiri sebagai bagian dari subjek pembangunan. Dana Desa digulirkan dengan fokus kepada swakelola (padat karya).
politiknya. Memberikan ruang kebebasan kepada guru merupakan bagian yang meringankan dari beban politik sehingga guru bukan bekerja ibarat dongkrak. Guru bukan spionase atau menjadi objek spionase. Perhelatan dalam dunia demokrasi seakan menyisakan cerita pilu di kalangan dunia pendidikan (baca: guru). Guru dibentuk ibarat ulat yang mengalami proses metamorfosis dari kepompong hingga menjadi kupu-kupu yang indah untuk bisa terbang dalam membentuk insan yang terdidik. Guru adalah pekerjaan profesional sama halnya dengan pekerjaan dokter yang dididik dan dicetak untuk menjadi seorang profesional sejati. Perjalanan jagat demokrasi dengan partai politik sebagai piranti untuk mengukur sebuah negara dikatakan demokratis masih menyisakan debudebu demokrasi yang terkadang menjadikan mata terpejam bahkan amat menyakitkan. Kenyataan berkata lain, suksesi kepemimpinan di daerah (pemilihan presiden, gubernur dan bupati atau pileg) suarasuara guru menjadi lirikan untuk mendongkrak kemenangan politik kekuasaan. Guru dihadapkan dengan satu dilema politik. Kecemasan dan kebimbangan pilihan bagi guru mulai mengganggu kinerja. Guru takut menentukan pilihan tetapi jika tidak memilih takut kena dosa sosial-politik. Guru bukan dongkrak yang bisa mengangkat suara-suara politik kekuasaan. Guru juga bukan dongkrak dalam regulasi pekerjaan, artinya bekerja di bawah tekanan sungguh menyakitkan dan menyirnakan keadaban profesional. Semakin berat tekanan di atas guru semakin tidak nyaman. Semua itu PGRI selalu bersuara tetapi suara PGRI bukan untuk suara politik kekuasaan tetapi suara guru untuk didengarkan. Penulis, Wakil Ketua PGRI Cabang Rendang dan Bendesa Adat Alasngandang, Pempatan, Rendang
POJOK Bali Selatan berpotensi likuifaksi. - Tetap waspada. *** Di Jatiluwih, sampah bisa ditukar sembako dan layanan BPJS. - Terobosan kreatif. *** Di Klungkung, formasi sepuluh dokter spesialis nihil peminat. - Kekurangan dokter spesialis idealis?
Penulis, pegawai kantor Wilayah Ditjen PBN Provinsi Bali
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Rabu Kliwon, 17 Oktober 2018
7
Harga Pakan Naik Tiap Pekan, Peternak Kelimpungan Tabanan (Bali Post) -
Jika peternak babi masih mendapatkan keuntungan di tengah kenaikan harga pakan, hal ini tidak berlaku bagi peternak ayam petelur. Kenaikan harga pakan yang terjadi hampir setiap pekan, tidak diiringi membaiknya harga telur. Kondisi bahkan diperparah penyerapan telur yang lamban di tingkat konsumen. Peternak ayam petelur pun semakin gigit jari. Salah satu peternak telur di Desa Buruan, Penebel, Darma Susila, Selasa (16/10) kemarin, mengatakan kenaikan harga pakan ternak diakibatkan melemahnya nilai tukar rupiah. Pelemahan rupiah telah membuat pabrik pakan melakukan penyesuaian harga untuk produk-produknya. Alasan kenaikan yaitu bahan baku atau kandungan pakan masih harus diimpor.
Kenaikan ini juga dipengaruhi naiknya harga produksi untuk bahan baku pakan yang bersumber dari kandungan lokal. Kenaikan tersebut di antaranya, jagung yang sebelumnya dibanderol Rp 3.500 per kg kini naik menjadi Rp 5.500 per kg. Begitu juga dedak yang kini seharga Rp 4.000 per kg. ‘’Akibatnya, harga pakan dari pabrikan hampir setiap minggu naik, dan setiap ke-
naikan rata-rata mencapai Rp 150 per kg. Terakhir, harga pakan ini sudah mencapai Rp 6.000 per kg,’’ tuturnya. Menurutnya, kenaikan harga pakan dari pabrikan ini sudah terjadi tiga kali. Kenaikan pertama ketika rupiah berada di level Rp 14 ribuan. Seiring makin melemahnya rupiah, harga pakan tersebut kembali naik hampir setiap pekan. Bahkan, ada informasi dari
pabrikan, harga pakan ini akan kembali naik seiring posisi rupiah yang sudah berada di level Rp 15.200. Persoalan ini sangat membebani peternak. Sebab, harga telur justru menurun. Harga telur ayam di Bali saat ini menyentuh Rp 1.050 per butir atau sudah di bawah HPP yang Rp 1.100 per butir. ‘’HPP telur ini sebelumnya ditetapkan pemerintah berbarengan dengan lonjakan harga daging ayam, yang tujuannya untuk menekan harga di pasaran. Memang kebijakan itu berhasil, namun penurunan yang diharapkan pemerintah ini malah terkesan tidak terk-
endali,’’ ujarnya. Hal ini bisa dilihat dengan kondisi saat ini yaitu biaya produksi naik karena dampak mahalnya pakan, tetapi harga telur ayam tidak mengikuti dan malah cenderung turun. Tidak berhenti di situ, permasalahan ditambah dengan melemahnya serapan telur ke pasaran. Hal ini menyebabkan banyak telur di sejumlah peternak menumpuk dan belum terjual. Akibatnya, banyak peternak yang kewalahan dalam mengelola usaha karena biaya operasional yang jauh lebih tinggi dibandingkan keuntungan. (kmb24)
Bali Post/san
PETERNAK - Salah satu peternak ayam petelur di Desa Buruan, Penebel.
Pertemuan IMF-WB
Diyakini Mampu Dongkrak Kunjungan Wisatawan
Bali Post/bit
GELADI - Geladi tari Rejang kolosal yang melibatkan 525 penari di Lapangan Kerambitan, Selasa (16/10) kemarin. Tari ini akan dipentaskan dalam Festival Kerambitan IV.
TPS 3R di Jatiluwih
Sampah Bisa Ditukar Sembako hingga Pembayaran BPJS
SIAPA bilang sampah hanya untuk dibuang dan tidak berguna? Dengan pengelolaan yang baik di tingkat rumah tangga, sampah bisa menjadi sembako bahkan bisa membayar iuran bulanan BPJS. Penukaran sampah menjadi sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat ini diterapkan di Desa Jatiluwih lewat Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R)) yang dikelola manajamen DTW Jatiluwih. Hasilnya, masyarakat sedikit demi sedikit mulai sadar mengelola sampah dan tentunya menjadikan Desa Jatiluwih terutama objek wisatanya lebih bersih. Perbekel Jatiluwih Nengah Kartika memaparkan, warung sampah ini diterapkan sejak lima bulan lalu. Masyarakat yang menukar sampah anorganiknya dalam berat tertentu bisa menukarkannya dengan sembako baik itu gula ataupun beras. Untuk pengelolaan sampah, Desa Jatiluwih sudah memiliki TPS 3R yang memungut sampah ke rumah-rumah penduduk sesuai jadwal. ‘’Pengelolaan sampah diserahkan ke manajemen DTW Jatiluwih,’’ ujar Kartika. Menurut Kartika, sebelum adanya TPS 3R, masih ada warga Jatiluwih yang membuang sampah anorganiknya di pekarangan atau membakarnya. Namun saat ini, kebiasaan tersebut sudah jauh berkurang. Manajer DTW Jatiluwih Nengah Sutirtayasa menjelaskan, sejak awal pembentukan Badan Pengelola DTW Jatiluwih yang menjadi permasalahan adalah sampah. Untuk menangani ini, pihak badan pengelola telah memberi-
kan satu spot pengalokasian dana dalam hal penanganan sampah tidak hanya di areal DTW tetapi Desa Jatiluwih secara keseluruhan. Besaran dana mencapai Rp 500 juta per tahun. Sutirtayasa melanjutkan, saat TPS 3R dibentuk tahun 2016, awal kegiatannya adalah mengumpulkan dan mengolah sampah organik menjadi pupuk serta menjual sampah organik ke pengepul. Namun, ada beberapa sampah anorganik seperti bungkus mi atau plastik ukuran kecil yang tidak laku jika dijual ke pengepul. Agar sampah-sampah ini bisa jadi hal berguna dan tidak terbuang percuma, serta semakin meningkatkan minat masyarakat untuk memilah sampah, dibuatkanlah program warung sampah. Dengan berat tertentu, masyarakat bisa menukarnya dengan sembako. Bahkan bisa untuk membiayai iuran BPJS. ‘’Jadi lewat sampah, bisa untuk iuran kesehatan mereka,’’ jelas Sutirtayasa.
Sampah-sampah anorganik yang ditukarkan lewat warung sampah ini terutama yang tidak populer di kalangan pengepul, tidak hanya diendapkan di TPS 3R tetapi dijual ke pengepul yang mau membelinya. ‘’Untuk sampah anorganik tidak populer ini harga jualnya memang rendah. Tetapi yang penting mengurangi pembuangan sampah di lingkungan,’’ jelas Sutirtayasa. Lewat program warung sampah ini, residu atau sampah yang tidak terkelola di TPS 3R menjadi sedikit berkurang. Berdasarkan data, sampah yang dikumpulkan TPS 3R sebelumnya mencapai 20 meter kubik per hari dengan rincian residu 60 persen, organik 15 persen dan non-organik 25 persen. Saat ini, volume sampah yang terkumpul di TPS 3R meningkat menjadi 25 meter kubik dengan rincian residu 50 persen, organik 20 persen dan non-organik 30 persen. Dari data dapat digambarkan, meski terjadi peningkatan pengumpulan sampah, tetapi sampah residu atau tidak terkelola mengalami penurunan. Untuk mengatasi sampah residu, kata Sutirtayasa, pihak pengelola bekerja sama dengan DLHK Tabanan, mengangkutnya ke TPA. ‘’Ke depan, sampah residu ini akan semakin ditekan dengan cara pemilahan langsung di sumber penghasil sampah,’’ ujar Sutirtayasa. (san)
Bali Post/san
SAMPAH - Kegiatan penjualan sampah anorganik di TPS 3R Jatiluwih.
Tabanan (Bali Post) Pertemuan tahunan IMFWB yang digelar di Nusa Dua, Bali belum lama ini membawa vibrasi luar biasa bagi sektor pariwisata Kabupaten Tabanan. Hal ini mengingat sejumlah objek wisata seperti Tanah Lot, Jatiluwih, Ulundanu Beratan, dan Bedugul sempat dikunjungi sejumlah delegasi dari 189 negara tersebut. Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Made Yasa, Selasa (16/10) kemarin, mengatakan dampak pertemuan tersebut tidak serta merta memengaruhi kunjungan wisatawan ke Tabanan. Dia memperkirakan, dampaknya baru akan diketahui akhir tahun. Setidaknya, kehadiran para tamu istimewa itu bisa menjadi corong promosi pariwisata Tabanan. ‘’Mereka bisa mengenalkan atau member tahu tentang Bali dan Tabanan kepada rekan-rekannya.
Hasilnya tidak bisa diketahui secara instan, yang pasti pariwisata Bali dan Tabanan pasti akan menggeliat,’’ ucapnya. Menurutnya, para delegasi IMF-WB merasa kagum dengan keindahan alam, panorama, keramahtamahan masyarakat serta budaya adiluhung di Tabanan. Pihaknya pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempromosikan pariwisata Tabanan. Meski demikian, Yasa meminta pelaku objek wisata tidak terlena dengan pujian para tamu negara tersebut. Masyarakat dan stakeholder terkait harus terus menjaga adat dan budaya Bali. Selain itu, tetap menjaga kebersihan dan kealamian alam Bali. ‘’Banyak masukan yang diberikan, terutama soal kebersihan agar dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi,’’ ucapnya. (kmb28)
Bali Post/dok
TANAH LOT - Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Made Yasa saat menyambut para delegasi IMF-WB di Tanah Lot.
BULELENG
8
Rabu Kliwon, 17 Oktober 2018
Keuangan Desa Jadi Objek Audit BPK Dinas PMD Gembleng Perangkat Desa
Bali Post/kmb38
BIMTEK - Perangkat desa di Buleleng mengikuti bimtek pengelolaan keuangan desa, Selasa (16/10) kemarin.
Aplikasi OPD Harus Aman dari ’’Hacker’’ Singaraja (Bali Post) – Tim IT Security Assessmen Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) berkunjung ke Dinas Kominfo dan Persandian (Kominfo-Sandi) Buleleng Selasa (16/10) kemarin. Kunjungan BSSN itu sebagai upaya awal sebelum melakukan audit dan menilai celah keamanan informasi aplikasi milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Buleleng itu. Pimpinan rombongan IT BSSN Anggrahito mengatakan, celah keamanan itu adalah masuknya hacker (pihak 3 yang membahayakan -red) dengan cara mengambil, merusak, dan mengubah data base di aplikasi tersebut. Kalau hal itu tidak diawasi, maka akan berdampak pada aplikasi merugikan dan merugikan OPD bersangkutan. Untuk itu, peningkatan pengawasan untuk mencegah hacker
ini menjadi keharusan. Terkait hasil assessmen, Anggrahito mengatakan, nantinya akan dijadikan dasar OPD dan Dinas Kominfo-Sandi sebagai pengelola server terus meningkatkan keamanan data dan sistem informasi dengan prinsip keamanan, ketersediaan, keutuhan, keaslian, dan tidak ada bersifat penyangkalan suatu informasi. Kepala Dinas KominfoSandi Ketut Sueca mengatakan, peningkatan keamanan aplikasi milik pemkab itu sudah menjadi program di lembaga yang dipimpinnya itu. Agar aplikasi dan data pendukung dapat diproteksi, Sueca memandang perlu ke depan ada kerja sama dengan BSSN, utamanya dalam meningkatan pengawasan aplikasi dari serangan hacker itu sendiri. (kmb38)
Ditabrak Sepeda Motor
PJK Tewas di Rumah Sakit
Singaraja (Bali Post) – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) melibatkan pelajar terjadi Selasa (16/10) kemarin, di Jalan Desa Sambangan Km 4 – 5 tepatnya di sebelah utara SDN 3 Sambangan, Kecamatan Sukasada. Seorang pelajar Kadek RECA (15), warga Jalan Mayor Metra, Singaraja itu menabrak seorang pejalan kaki (PJK) hingga mengalami luka parah. Bahkan, kemudian dinyatakan meningal dunia. Diduga, hal itu terjadi lantaran pengendara sepeda motor itu kurang memerhatikan situasi di lokasi kejadian hingga menambrak PJK tersebut. Kasat Lantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, kondisi lalu lintas di TKP ramai lancar. Saat kejadian, kendaraan lalu lalang relatif banyak, karena memasuki jam anak-anak masuk sekolah. Kadek RECA saat itu mengendarai sepeda motor Honda Beat DK 5216 UAJ melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Singaraja menuju SMAN 2 Singaraja. Diduga saat melintas di lokasi kejadian, Kadek RECA kurang memerhatikan situasi lalu lintas di jalan itu. Akibatnya, dia tidak sengaja menabrak seorang PJK, I Ketut Gelgel Rianada (68), yang merupakan warga Banjar Dinas Babakan, Desa Sambangan. Setelah menabrak korban, Kadek RECA terjatuh dari sepeda motornya. Warga yang melihat kejadian itu kemudian berusaha menolong PJK Gelgel Rianada. Saat itu, korban menderita luka berat mulai patah kaki kanan, tangan kanan, luka robek pada kepala atas sampai di belakang. Korban kemudian diantar berobat ke rumah sakit. Nahas, akibat luka parah yang dialami, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. Sementara, pengendara sepeda motor, Kadek RECA, hanya mengalami luka lecet di kaki kiri, dan sempat juga dirawat di rumah sakit. “Dari laporan laka Unit Lantas Polsek Sukasada memang benar ada kasus lakalantas yang melibatkan pelajar dan PJK hingga seorang korban meninggal dunia. Sekarang, kasus ini masih ditangani lebih lanjut,” katanya. Dari pemeriksaan sementara, AKP Kurniawandari menyebut, lakalantas itu diduga karena pengendara sepeda motor itu kurang hati-hati saat melintas di jalan raya. Pengendara ini pun diduga terlambat ke sekolah, sehingga melaju dengan kecepatan tinggi, kebetulan saat itu situasi jalan ramai lancar. Seakan nasib tidak bisa ditolak, pengendara sepeda motor yang sedang apes itu kemudian menabrak PJK di pinggir jalan. “Kemungkinan karena buru-buru ke sekolah. Kadek RECA tidak mengetahui ada PJK, sehingga terjadi lakalantas itu. Kita imbau para pelajar, saat mengendarai sepeda motor agar tetap memerhatikan situasi di jalan. Tidak boleh berkendara ngebut apalagi saat situasi ramai, walau dengan alasan terlambat ke sekolah,” pintanya. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Perangkat desa di sembilan kecamatan di Buleleng mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek), Selasa (16/10) kemarin. Bimtek itu harus dimengerti oleh perangkat desa itu karena pemerintah pusat memasukkan komponen pengelolaan desa dalam objek pemeriksaan (audit -red) keuangan pemerintah oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI). Atas kondisi itu perangkat desa dituntut menjaga prestasi pemerintah daerah yang sudah empat kali merebut predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Buleleng, Made Subur, mengatakan, bimtek untuk meningkatkan kinerja perangkat desa itu dilangsungkan dengan melibatkan sekretaris desa (sekdes), bendahara, dan kepala urusan (kaur) perencanaan dalam mengelola
keuangan desa. Pada program itu, PMD melatih perangkat desa itu agar keuangan bisa dikelola dengan baik, mengikuti regulasi yang sudah ditentukan pemerintah. Selain itu, mereka juga dituntut dari sekarang mempersiapkan desa yang akan menjadi objek pemeriksanaan oleh BPK-RI. “Keuangan di desa akan dijadikan objek pemeriksaan BPK. Ini kita antisipasi lebih awal dengan latihan dan mempersiapkan desa lebih baik, menghadapi audit oleh BPKRI,” katanya. Mekanisme pengelolaan keuangan desa, kata Subur, mengacu Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 20 Tahun 2018. Terbitnya, regulasi ini harus dimengerti oleh setiap perangkat desa. Hal itu penting dalam kaitan membantu mereka memahami regulasi. Karena itu dipandang
perlu ada ruang pembinaan dan pelatihan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain itu, administrasi menjadi hal penting dalam pengelolaan keuangan desa. Atas fakta ini, perangkat desa harus mengerti dengan baik, terkait penyusunan administrasi pengelola keungan di desa itu. “Kita buat ruang ‘sekolah desa’ untuk penguatan kapasitas pengelola keuangan desa untuk sekretaris desa, bendahara, dan perencana,” katanya. Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa Gusti Mastika mengatakan, bimtek digelar 15 Oktober dan berakhir 30 Oktober 2018. Setiap peserta mengikuti presentasi materi dari narasumber tentang pengelolaan aset desa mengacu Permendagri No. 1 Tahun 2016, dan pengelolaan keuangan desa sesuai Permendagri No. 20 Tahun 2018. (kmb38)
Ribuan Pelamar CPNS Dipastikan Tereliminasi Pendaftar ’’Online’’ Capai 5.402 Orang
Singaraja (Bali Post) – Setelah sempat diperpanjang, masa pendaftaran perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 akhirnya ditutup Senin (15/10) lalu. Di Buleleng tercatat 5.402 orang pelamar telah mendaftar diri secara online. Karena hanya 332 kuota formasi CPNS yang nantinya direkrut, maka dapat dipastikan ribuan pelamar CPNS itu akan tereliminasi. Pelamar yang dinyatakan lolos passing grade dan juga tes persyaratan lainnya yang akan diterima mengisi formasi baik itu guru, tenaga kesehatan, dan formasi tenaga teknis/infrastuktur. Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng Gede Wisnawa di ruang kerjanya, Selasa (16/10) kemarin, mengatakan ribuan pelamar itu berhasil mendaftar sesuai ketentuan yang diatur Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Pusat. Masing-masing pelamar ini pun sudah mendapat
bukti pendaftaran secara online berupa dokumen lamaran dari sistem komputerisasi. “Walau ribuan pelamar itu sudah terdaftar. Masih ada proses lanjutan yang wajib mereka ikuti,” katanya. Pria pengagum Iwan Fals itu menambahkan, semua dokumen lamaran sedang tahap penelitian tim verifikator.
Penelitian ini sesuai mekanisme yang sudah ditentukan Panselnas dan difasilitasi BKPSDM Buleleng. Bagi pelamar yang mampu melengkapi semua syarat lamaran otomatis akan masuk daftar pelamar yang lolos seleksi administrasi. Sedangkan, pelamar yang tidak mampu melengkapi syarat,
maka yang bersangkutan dinyatakan gugur. Mereka tidak berhak mengikuti tahapan selanjutnya. Daftar pelamar yang lolos seleksi administrasi akan diumumkan secara online. “Lamaran ini diteliti. Dan kemudian hanya yang lengkap saja dinyatakan lolos. Kalau tidak lengkap, otomatis pelamar itu dinyatakan gugur. Mudah-mudahan pelamar yang sudah mendaftar itu bisa lolos semuanya, sehingga bisa mengikuti tahapan seleksi selanjutnya,” harapnya. Sebelumnya diberitakan, Men-PAN RB menyetujui formasi CPNS tahun ini sebanyak 332 orang. Jatah ini
berkurang dari total usulan formasi CPNS 365 orang. Dari 332 formasi CPNS yang disetujui pemerintah pusat itu mereka dipersiapkan mengisi sejumlah pos jabatan. Di antaranya, tenaga pendidik 158 orang, tenaga kesehatan 126 orang, tenaga teknis/infrastruktur 37 orang. Selain itu, ada 11 orang tenaga honorer eks K-2 (data base Men-PAN RB) juga mendapat kuota. Meski berstatus tenaga honorer eks K2, namun pelamar dari jalur ini tidak serta merta langsung lolos menjadi CPNS. Mereka juga mengikuti tahapan seleksi sama seperti pelamar umumnya. (kmb38)
Kuatkan Fondasi Dinding Tukad Pulukan
Diusulkan ke BWS Bali-Penida Pengurus Parpol Bentuk Lembaga Keuangan Mikro
Kerusakan areal SDN 1 Sepang Kelod, Kecamatan Busungbiu akibat tergerus banjir bandang awal tahun lalu, mulai ditangani Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng. Untuk menguatkan fondasi dinding sungai, maka pada awal tahun 2019 mendatang, PUPR akan mengajukan proposal pemasangan dinding penguat di bantaran sungai itu ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali – Penida. Lalu, bagaimana jika usulan PUPR itu tidak disetujui, apa sudah disiapkan alternatif lainnya? PIHAK PUPR ternyata sudah punya langkah-langkah efektif mengantisipasi kalau proposal ke BWS Bali-Penida itu tidak disetujui. Karena itu, strateginya pada APBD induk tahun 2019 akan memasang anggaran untuk membiayai pemasangan beton, penguat tebing sungai agar lahan sekolah itu tidak kembali tergerus air ketika hujan dan banjir datang. Kepala Dinas PUPR Buleleng Ketut Suparta Wijaya menegaskan hal itu, Selasa (16/10) kemarin. Menurutnya, sejauh ini pihaknya baru mendapat laporan, bahwa tepian Tukad Pulukan tergerus karena dilalui banjir bandang. Terjangan banjir bandang itu bahkan menjebol pagar pembatas SDN 1 Sepang Kelod. Sebagian tanah kosong yang dijadikan lapangan upacara dan tempat anak-anak bermain itu juga ikut tergerus. Hanya, pihaknya belum memiliki data valid tentang volume dinding sungai yang tergerus itu. “Sudah
ada laporan yang masuk. Pastinya, kerusakan dinding sungai itu akan kita perbaiki mulai awal tahun depan,” katanya. Dalam sepekan ini, Suparta Wijaya akan turun ke lokasi memastikan kondisi bantaran sungai termasuk areal SDN 1 Sepang Kelod itu. Setelah mengecek ke lokasi, pihaknya akan menyusun proposal yang akan diajukan ke BWS BaliPenida. Alasan mengusulkan ke BWS, karena persoalan sungai dan pantai sepenuhnya ditangani BWS. Untuk itu, upaya pertama, PUPR meminta bantuan BWS untuk membuat pengamanan dinding sungai itu. Sebagai upaya antisipasi kalau usulan itu tidak disetujui, maka pihaknya mencoba menyusun program dan mengalokasikan kebutuhan anggaran lewat APBD Induk 2019. “Kami lakukan dua langkah yakni mengusulkan ke BWS, karena memang masalah kerusakan sungai itu merupakan tangung jawab mereka. Apalagi
kerusakan dinding sungai itu menimbulkan dampak terhadap sekolah, sehingga kami kira hal itu urgen harus dilakukan, sehingga kita juga programkan dan susun anggaran di Induk APBD 2019,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, orangtua siswa SDN 1 Sepang Kelod bersama tokoh-tokoh masyarakat akhir pekan lalu, bergotong royong memasang pagar darurat di areal sekolah. Ini dilakukan karena sejak lama lahan sekolah ini tergerus saat banjir bandang menerjang awal tahun lalu. Pagar pembatas dan sebagian tanah untuk lapangan anakanak bermain hanyut saat terjadi banjir. Seorang tokoh masyarakat, Komang Dauh, mengatakan, setelah kejadian itu, areal sekolah yang berada di atas bantaran sungai itu tanpa pagar pembatas. Karena itu, para orangtua siswa khawatir situasi ini mengancam keselamatan anak-anak mereka. Mantan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sepang Kelod ini, meminta pemasangan pagar darurat itu dilakukan hanya untuk memberi peringatan kepada anakanak, agar hati-hati dan tidak beraktivitas di bibir sungai. Apalagi, kalau nanti musim hujan bisa saja volume air sungai itu naik, sehingga dikhawatirkan mengancam keselamatan anak-anak dan juga bangunan
sekolah ini. Untuk itu, para orangtua siswa berharap agar pemerintah daerah segera membuat pagar pembatas sekolah dengan permanen. “Kami berharap, segera ada penanganan. Sebab, kalau tidak diperbaiki nanti saat musim hujan datang, air sungai itu kembali naik, bisa saja menimbulkan kerusakan yang lebih parah dari sekarang di sekolah kami itu,” ujarnya. (mud)
Ketut Suparta Wijaya
Bali Post/kmb 38
GIANYAR
Rabu Kliwon, 17 Oktober 2018
9
Tinggi, Pelanggaran Parkir di Ubud
Gianyar (Bali Post) Pelanggaran rambu lalu lintas di kawasan wisata Ubud menjadi persoalan yang tidak pernah tuntas. Rambu larangan parkir yang selama ini terpampang di kampung turis itu hanya menjadi pajangan. Pelanggaran parkir yang dilakukan oleh pemilik kendaraan roda empat dan roda dua masih tetap tinggi.
PARKIR - Sebuah mobil parkir tepat di bawah rambu larangan parkir di kawasan Ubud.
Ranperda Lansia
Bantuan Disesuaikan Kemampuan Daerah
Gianyar (Bali Post) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Warga Lanjut Usia (Lansia) terus dimatangkan kalangan DPRD Bali. Melalui peraturan ini, para lansia akan mendapat santunan seperti di Kabupaten Badung. Namun, bantuan itu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing pemerintah kabupaten/kota. Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta mengatakan, dalam Ranperda Lansia ini tidak memberikan santunan dengan nilai seperti Badung. “Perda ini tidak mengatur uang begitu. Perda mengatur supaya gubernur dan bupati se-Bali membuat program itu (bantuan bagi lansia - red),” ujar Nyoman Parta seusai sosialisasi di Balai Budaya Gianyar, Selasa (16/10) kemarin. Mengenai nilai nominal bantuan, kata Parta, diserahkan kepada masing-masing daerah. Dalam Ranperda Lansia, selain berisi pasal mengenai bantuan sosial, juga berisi mengenai pelayanan kesehatan para lansia. Parta mengakui, beberapa desa di Gianyar sudah memberlakukan program cek kesehatan bagi para lansia. “Dengan adanya perda ini, malah ini akan menguntungkan. Kalau desa berpatokan ke aturan desa.
Dengan perda ini lebih leluasa, karena sudah ada aturan yang lebih tinggi menaungi,” jelas politisi asal Desa Guwang ini. Dalam sosialisasi yang dihadiri perbekel se-Kabupaten Gianyar itu juga mencuat usulan mengenai istilah ranperda dengan mengangkat istilah lokal Bali. “Ada usulan kearifan lokal, mengganti namanya menjadi Perda Werda atau Panglingsir. Itu nanti terakhir kami usulkan lagi ke Jakarta, apa boleh pakai istilah lokal. Tentu akan kami konsultasikan,” terangnya. Anggota Komisi IV DPRD Bali Made Dauh Wijana menambahkan, apa yang sudah dilaksanakan beberapa desa, nantinya akan disandingkan dengan aturan tambahan yang tertuang dalam ranperda. “Kami ada up date beberapa istilah. Masukan tadi ada bersifat inovatif dan ada yang sudah berjalan,” jelasnya. Politisi Golkar ini menegaskan, Ranperda Lansia ini dirancang merata menyasar seluruh lansia di Bali, tidak memandang kaya atau miskin. Sebagai masyarakat Bali, kata Dauh Wijana, harus melaksanakan hal ini demi kesejahteraan Bali. “Kalau dilaksanakan, tidak ada lagi orang telantar,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
SOSIALISASI - Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta menemui sejumlah perbekel usai sosialisasi di Balai Budaya Gianyar.
Bali Post/kmb35
Berdasarkan pantauan, pelanggaran parkir masih terjadi hampir di setiap ruas jalan yang berisi rambu larangan parkir. Seperti yang tampak di Jalan Raya Ubud, tepatnya di depan Puri Ubud hingga ke utara. Pelanggaran tidak saja dilakukan sepeda motor, banyak mobil pribadi yang parkir sembarangan. Kasat Lantas Polres Gianyar AKP Gusti Udayani Addi mengatakan, polisi sudah terusmenerus diterjunkan untuk patroli di kawasan Ubud. Ketika mendapati ada kendaraan parkir sembarangan, pemiliknya langsung diberi peringatan melalui pengeras suara. “Jadi, ada satu mobil patroli yang secara rutin berkeliling Ubud setiap hari,” kata Udayani Addi, Selasa
Direvitalisasi, Pasar Umum Gianyar Dilengkapi Eskalator Gianyar (Bali Post) Revitalisasi Pasar Umum Gianyar kini terus dimatangkan oleh jajaran eksekutif dan legislatif di Kabupaten Gianyar. Berbagai fasilitas pun akan melengkapi bangunan pasar dengan enam lantai tersebut. Salah satunya, dilengkapi dengan eskalator untuk menghubungkan setiap lantai. Hal itu terungkap dalam rapat gabungan antara eksekutif dan legislatif di Gedung DPRD Gianyar, Senin (15/10). Dalam rapat gabungan tersebut, pihak legislatif menyampaikan rentetan pertanyaan dan usulan. Salah satunya agar tidak hanya membuat pasar yang megah dan modern. Namun, juga harus matang dalam penataan pedagang di setiap lantainya. Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan penataan di setiap lantai. Untuk menghubungkan setiap lantai tersebut akan dipasang eskalator. “Karena itu, terkait penataan pedagang nanti akan menyesuaikan dengan jenis dagangannya. Artinya, pedagang daging di lantai berapa, pedagang kain di lantai berapa dan sebagainya. Itu nanti akan diatur dan ditata sedemikian rupa,” ujarnya. Meski pembangunan Pasar Gianyar yang baru menggunakan anggaran hingga Rp 250 miliar, bupati yang akrab disapa Agus Mahayastra ini memastikan tidak
Bali Post/kmb35
RAPAT KERJA - Suasana rapat kerja di Gedung DPRD Gianyar. Salah satu agendanya membahas kesiapan revitalisasi Pasar Umum Gianyar. ada target break event point (BEP) yang ditepatkan. “Karena itu, untuk pasar ini kami tak hitung (kapan - red) BEP. Itu tidak bisa,” katanya. Mahayastra beralasan hal tersebut dilakukan karena Pasar Gianyar lebih berfungsi sebagai pelayanan masyarakat, sekaligus meningkatkan ekonomi kemasyarakatan. “Ya, karena memang lebih ke pelayanan. Tapi, jika nanti dikelola dengan baik, saya yakin setahun pemasukannya bisa lebih dari Rp 10 miliar. Hal yang sama juga untuk RSUD Sanjiwani
dan RS Payangan,” terangnya. Pada kesempatan tersebut, Mahayastra juga menjabarkan proses relokasi pedagang. Dikatakan, pemerintah sudah menyiapkan dua lokasi berbeda untuk relokasi selama proses revitalisasi. “Rencana awal relokasi pedagang disiapkan pada dua lokasi berbeda. Yakni, antara Setra Beng dan sebuah lahan di wilayah Samplangan yang bakal dikontrak pemerintah,” katanya. Namun, Mahayastra yang mengaku menerima masukan dari kalangan dewan terkait informasi
Gianyar (Bali Post) Jajaran Polsek Ubud masih mendalami kasus penggelapan puluhan sepeda motor yang dilakukan oleh pelaku Ni Made Dwi Partimawati alias Ayik. Apalagi, jumlah barang bukti mencapai 51 sepeda motor. Diduga, masih ada kendaraan lain yang digelapkan oleh pelaku asal Desa Peliatan, Kecamatan Ubud ini. Kapolsek Ubud Kompol Raka Sugita mengatakan, sampai saat ini pelaku memang mengaku hanya melakukan aksi penggelapan puluhan sepeda motor itu sejak tiga bulan lalu, dengan barang bukti 51 kendaraan. Namun, ada dugaan pelaku sudah beraksi cukup lama. “Masih kita dalami ini,” ujar Raka Sugita, Selasa (16/10) kemarin. Menurut Raka Sugita, hingga Selasa kemarin, baru tiga korban yang sudah melapor ke
sesuai dengan amanat RPJMN 20152019. Seperti ditegaskan oleh Pj. Perbekel Desa Taro I Nyoman Karang di depan rombongan World Bank tahun 2016, Pemdes Taro mengikuti sosialisasi program Pamsimas tingkat kabupaten. Desa Taro ditetapkan sebagai desa lokasi program Pamsimas III tahun anggaran 2017 dengan total nilai RKM Rp 393.000.000. Setelah adanya program ini, kata Nyoman Karang, seluruh masyarakat yang terdiri 1.239 jiwa di Banjar Ked, Desa Taro sudah bisa mengakses air minum aman (60 liter per orang per hari). “Sebelum ada program Pamsimas, warga Banjar Ked secara bergiliran dilayani kebutuhan air minumnya, tapi kini masyarakat dapat mengakses air minum selama 24 jam,” jelasnya. Biaya operasional, menurut Nyoman Karang, cukup rendah. Masyarakat hanya perlu membayar iuran Rp 2.000 per meter kubik. Ini jauh lebih murah, yang sebelumnya warga harus membayar Rp 4.000 per meter kubik. Nyoman Karang menambahkan,
pelaksanaan karya agung yang kemungkinan bersamaan, maka Pemkab Gianyar bakal mengomunikasikan lebih lanjut dengan pihak terkait mengenai rencana relokasi ke Setra Beng. Ia menegaskan, semua pedagang tradisional sudah menandatangani formulir terkait proses revitalisasi ini. Kecuali pemilik toko. “Itu (pemilik toko - red) akan kami intensifkan lagi komunikasinya. Jika sudah clear semua, kami berencana mengundang sekitar 600 pedagang yang aktif tersebut untuk makan bersama,” tandasnya. (kmb35)
Polisi Dalami Kasus Penggelapan Puluhan Sepeda Motor Mapolsek Ubud. Yakni, I Ketut Darsa pemilik CV Ubud Taksu di Jalan Nyuh Kuning Kelurahan Ubud yang memiliki empat unit sepeda motor, dan I Wayan Sugiarta pemilik usaha The Bulan Bali Tourist Service Jalan Subak Ubud yang memiliki 26 sepeda motor yang disewa pelaku secara bertahap sejak Agustus hingga September 2018. Sedangkan, Ratna Rent Car yang beralamat di Banjar Penestanan Ubud memiliki 16 unit sepeda motor. Sementara lima sepeda motor lagi belum diketahui pemiliknya. Raka Sugita mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor untuk datang ke Mapolsek Ubud dengan membawa surat kendaraan. “Kalau ada yang merasa ditipu oleh pelaku, tolong bawa surat bukti kepemilikan kendaran seperti STNK, BPKB dan surat lain-
Delegasi World Bank Kunjungi Desa Taro Gianyar Terkait Program Pamsimas
TERKAIT program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Banjar Ked, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, yang pendanaannya didukung oleh Bank Dunia dan APBD Kabupaten Gianyar sebagai dana pendamping di daerah, Desa Taro menjadi salah satu tujuan kunjungan delegasi World Bank dalam kegiatan The Fourth High-Level Meeting On Country-Led Knowledge (HLM4 on CLKS). Rombongan diterima Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Gianyar Ngakan Putu Darmajati, S.H., Pj. Perbekel Desa Taro I Nyoman Karang, S.H. dan beberapa kepala OPD terkait di Lingkungan Pemkab Gianyar di Wantilan Pura Agung Desa Taro, Selasa (16/10) kemarin. Program Pansimas merupakan salah satu wujud nyata dan upaya Pemerintah Indonesia untuk mendukung pencapaian target akses 100 persen air minum dan sanitasi yang layak bagi masyarakat di wilayah perdesaan pada akhir tahun 2019
(16/10) kemarin. Apabila pemilik kendaraan tidak menggubris imbauan lewat pengeras suara, kata Udayani Addi, maka pelanggar langsung ditindak. Mengenai masih maraknya pelanggaran, ia meminta peran serta masyarakat untuk menjaga ketertiban lalu lintas di Ubud. “Kami minta kesadaran masyarakat untuk tertib,” pintanya. Sesuai kesepakatan beberapa pihak yang sudah tertuang dalam deklarasi, maka parkir kendaraan diarahkan ke sentral parkir terdekat. Untuk kawasan wisata Ubud, area parkirnya di sentral parkir Monkey Forest. Selanjutnya, para wisatawan dan para pekerja diangkut dengan shuttle bus sesuai rute yang sudah ditentukan. (kmb35)
manfaat lain yang dirasakan oleh warga di Banjar Ked, Desa Taro adalah meningkatnya produktivitas ibu-ibu terutama di bidang peternakan. Ada tambahan 10 SR bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan. Sementara itu, menurut Kasubdit Sistem Penyediaan Air Minum Pedesaan selaku Ketua Sentral Proyek Manajemen Unit Pamsimas, Direktoral Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR RI Ir. Tanozisochilaze, M.Sc., secara nasional capaian air minum aman di Indonesia sampai akhir tahun 2017 adalah sebesar 72 persen. Sedangkan untuk sanitasi 76 persen. Dikatakan, program Pamsimas sampai dengan tahun ini dilaksanakan di 396 kabupaten dan 11 kota, sehingga totalnya berada di 407 daerah melalui program implementasi. Terkait dengan proses implementasi program, prosesnya relatif sama yaitu mulai dengan tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan hasil program. “Desa Taro hanyalah salah satu contoh hasil kerja ma-
syarakat dengan dukungan pemerintah lebih dari 16.500 desa yang telah melaksanakan Pamsimas,” jelas Tanozisochilaze. Sementara itu, Staf Ahli bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Gianyar Ngakan Putu Darmajati, S.H. mengatakan, Pemkab Gianyar sangat berterima kasih kepada Bank Dunia dan jajaran Kementerian PUPR atas terfasilitasinya kunjungan delegasi beberapa negara di Desa Taro. Menurutnya, Desa Taro merupakan desa yang mengalami kesulitan air karena kondisi geografisnya. Berkat program Pamsimas, kini warga Desa Taro khususnya di Banjar Ked telah memiliki sambungan rumah (SR) air minum hingga seratus persen. (ad685) KUNJUNGAN - Desa Taro menjadi salah satu tujuan kunjungan delegasi World Bank dalam kegiatan The Fourth High-Level Meeting On CountryLed Knowledge.
nya,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang ibu rumah tangga (IRT), Ni Made Dwi Partimawati alias Ayik (30) dan Ni Made Arnasih alias Ibu Celeng harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Ubud, Senin (15/10). Kedua pelaku terjerat kasus menggadaikan puluhan sepeda motor sewaan di wilayah Gianyar, Klungkung, Karangasem, dan Bangli. Kapolsek Ubud Kompol Raka Sugita menerangkan, penangkapan pelaku Ayik asal Desa Peliatan Kecamatan Ubud ini bermula dari laporan sejumlah korban. “Modusnya, pelaku Ayik menyewa sepeda motor kepada para korban dengan alasan dipesan oleh wisatawan. Nyatanya, sepeda motor itu malah digadaikan ke Ibu Celeng,” ujarnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Rabu Kliwon, 17 Oktober 2018
Abrasi di Jineng Agung Makin Parah
Pemasangan Beton Penghalang Ombak Belum Terealisasi Negara (Bali Post) Abrasi pantai di Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk semakin hari semakin parah. Kendati telah mendapatkan penanganan sementara, namun puluhan warga yang tinggal di tepi pantai tersebut tetap mengaku waswas. Apalagi janji kelanjutan pemasangan beton buis untuk penghalang ombak hingga kini belum terealisasi.
ABRASI – Kawasan Jineng Agung, Gilimanuk yang terkena dampak abrasi dan kini kondisinya semakin parah.
Bali Post/olo
Sejumlah warga yang ditemui akhir pekan lalu mengaku heran belum adanya respons untuk pemasangan senderan yang melindungi pantai. Padahal di sekeliling garis pantai yang terkena abrasi di Jineng Agung itu sudah lebih dulu dipasangi. “Hanya di tengah saja yang belum. Padahal kondisinya sudah parah sampai ke rumah warga,” keluh salah seorang warga. Saat air laut pasang, gempuran ombak tak dapat terbendung dan pecahan air laut masuk sampai ke rumah warga. Kini permukiman warga sudah sangat dekat dengan bibir pantai. Hanya dibatasi jalan antarlingkungan yang kini juga sudah mulai putus. Sebelumnya warga bersama pemerintah daerah sempat bergotong royong memasang benteng menggunakan beton buis dan tumpukan karung berisi pasir. Namun hingga kini masih banyak buis yang dijanjikan untuk warga belum terpasang.
Dari pengamatan, Selasa (16/10) kemarin, puluhan buis yang dijanjikan sudah datang. Namun hanya ditaruh di sekitar pantai, belum terpasang di lokasi yang sesuai. Sama seperti pemasangan sebelumnya, perlu menggunakan alat berat. Melihat kondisi yang sudah cukup parah, air cepat naik saat laut pasang. Lurah Gilimanuk Gede Wariana Prabawa sebelumnya mengatakan untuk penanganan jangka panjang, pihaknya sudah mengajukan permohonan penanganan abrasi sepanjang 300 meter, terutama di Lingkungan Jineng Agung. Sedangkan untuk penanganan jangka pendek, dipasang benteng penahan ombak secara swadaya. Saat ini dampak abrasi di sepanjang pantai itu memang sudah cukup parah. Bahkan akses jalan antarlingkungan sudah mulai putus. Teranyar, sedikitnya 22 rumah warga di pinggir pantai terkena dampak ketika gelombang air laut tinggi. (kmb26)
Air PDAM Sering Mampet, Warga Mengeluh Negara (Bali Post) Keberadaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) bagi sebagian warga di wilayah Baler Bale Agung, Terusan, Tegal Badeng Timur dan lainnya mulai dikeluhkan. Pasalnya, air sering mampet dan hanya bisa mengalir pada malam hari, sehingga warga harus begadang. “Kami sampai begadang menampung air,” kata sejumlah warga di perumahan Tegal Badeng Timur. Krisis air bersih ini sejatinya sudah dirasakan sejumlah warga di Kabupaten Jembrana. Bahkan, beberapa hari belakangan ini, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah. Petugas BPBD ini bekerja sama dengan PDAM Jembrana dalam menyalurkan bantuan air bersih tersebut. Direktur PDAM Tirta Amertha Jati Jembrana Ida Bagus Kerta Negara saat dikonfirmasi, Selasa (16/10) kemarin, mengatakan di musim kemarau ini debit air sumur bor milik PDAM turun hingga 10 persen. “Namun di wilayah perkotaan di Jembrana masih aman. Tidak sampai mati total,” jelas Kerta Negara.
Selain itu, yang menyebabkan air sedikit terganggu karena adanya proyek drainase di Baler Bale Agung dan sudah berlangsung beberapa minggu sehingga mengakibatkan saluran air terhambat. Tak hanya itu, terjadinya gempa berkekuatan 6,3 SR yang berpusat di Situbondo, Jawa Timur juga cukup berdampak. Akibat getaran yang kuat itu tentu menyebabkan pipa PDAM bergeser. Dengan bergesernya pipa itu membuat pihaknya harus melakukan perbaikan secara maksimal selama beberapa hari. Perbaikan ini juga mengakibatkan para pelanggan PDAM yang sebelum mendapat suplai secara normal, jadi terganggu. “Kalau dampak gempa sudah mulai normal lagi, tapi debit air yang turun selama musim kemarau juga sangat berpengaruh,” tandasnya. Terkait kerja sama dengan BPBD Jembrana untuk penyaluran air bersih ke wilayah yang krisis air, Kerta Negara menegaskan pihaknya sudah menyiapkan air yang dibutuhkan. “Pihak BPBD yang mengkaji dan mensurvei berapa kubik diperlukan air di wilayah yang akan bantu. Kami sudah siap untuk membantu warga yang kekurangan air,” jelasnya. (kmb)
Tiga Petahana Komisioner KPU Kembali Terpilih Negara (Bali Post) – Tiga dari empat petahana komisioner KPU Jembrana kembali terpilih menjabat selama lima tahun mendatang. Ketiganya lolos setelah masuk 10 besar dalam seleksi yang dilakukan sebelumnya. Ditambah dua anggota Komisioner baru yang salah satunya merupakan perempuan. Sekretaris KPU Jembrana Gede Martiana, Selasa (16/10) kemarin, mengatakan keputusan lima anggota komisioner KPU Jembrana itu berdasarkan pengumuman dari KPU RI yang diterima, Senin (15/10). Pengumuman nomor 1259/ PP.06-PU/05/KPU/X/2018 tentang anggota KPU Kabupaten tahun 2018-2023 untuk di Kabupaten Jembrana ada lima orang. Di antaranya I Nengah Suardana, I Ketut Gde Tangkas Sudiantara, Made Widiastra, Ni Putu Angelia, dan I Ketut Adi Sanjaya. “Hari ini lima komisioner terpilih ini ke Jakarta untuk langsung dilantik dengan anggota KPU lainnya,” terang Martiana. Setelah dilantik, selanjutnya kelima anggota komisioner
itu melakukan rapat internal guna menentukan Ketua KPU Jembrana. Sementara untuk pembagian masing-masing divisi akan dibahas dalam rapat selanjutnya setelah di KPU Jembrana. Dari kelima anggota yang terpilih itu tiga orang merupakan incumbent. Sedangkan dua orang baru, satu merupakan mantan PPK (penyelenggara tingkat kecamatan), yakni I Ketut Adi Sanjaya. Terakhir Ni Putu Angelina merupakan wajah baru. “Kalau Pak Adi memang sebelumnya PPK di Kecamatan Jembrana. Yang satunya baru, belum pernah tercatat di penyelenggara,” ujar Martiana. Setelah dilantik banyak agenda yang akan dilakukan komisioner, khususnya tahapan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Perlu diketahui, dari lima komisioner sebelumnya, dua di antaranya memilih tidak mencalonkan diri kembali pada periode 20182023. Mereka yakni I Gusti
Agus Darma Sanjaya yang sebelumnya menjabat Ketua KPU Jembrana, kini menjadi komisioner KPU Provinsi Bali. I Putu Eka Sutamarbawa selaku Divisi Perencanaan Rumah Tangga dan Logistik sejak awal memilih tidak mendaftar. Sementara tiga petahana lainnya mendaftar dan masuk 10 besar hingga akhirnya kembali terpilih untuk lima tahun mendatang. (kmb26)
Negara (Bali Post) – Terdakwa kasus illegal logging di hutan Sombang, Desa Tukadaya, Melaya I Ketut Pungki Sumawan (55), dituntut jaksa penuntut umum (JPU) 1,5 tahun penjara. Selain pidana penjara, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Negara, Selasa (16/10) kemarin, JPU dari Kejari Jembrana Gedion Ardana Reswari juga menuntut denda Rp 1 juta subsidiair 2 bulan kurungan. JPU menuntut terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 83 ayat (1) huruf b jo Pasal 12 huruf e UU RI No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan. Di mana terdakwa dengan sengaja
mengangkat, menguasai atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi dengan Surat Keterangan Sah Hasil Hutan (SKSHH). JPU juga meminta agar 81 batang kayu jenis sonokeling atau total 4,9 meter kubik yang merupakan barang bukti dirampas untuk negara. Mendengar tuntutan JPU itu, di hadapan majelis hakim Fakhrudin Said Ngaji, Mohammad Hasanuddin Hefni dan Alfan Firdauzi, terdakwa yang berasal dari Kelurahan Dauhwaru, Jembrana itu meminta keringanan hukuman. Pertimbangannya terdakwa merupakan tulang punggung keluarga. Diberitakan sebelumnya, terdakwa diamankan oleh Polsek Melaya lantaran memiliki kayu hutan jenis so-
nokeling yang diduga berasal dari hutan Sombang, Desa Tukadaya. Terdakwa sebelumnya membeli dari seseorang asal Banjar Sombang I Made Kartika yang saat ini masih DPO. Oleh pencari kayu, terdakwa membeli seharga Rp 15 ribu per batang untuk kayu olahan dan kayu bulat, Rp 20 ribu per batang. Dari pengecekan yang dilakukan polisi, total jumlah kayu yang diamankan berjumlah 81 batang berbagai ukuran yang terdiri dari kayu olahan dan kayu bulat. Puluhan kayu yang hendak diangkut dengan truk Isuzu warna putih DK 9597 UG itu tidak dilengkapi dengan SKSHH. Rencananya kayu itu akan diolah dan dijual lagi. (kmb26)
Pelaku ”Illegal Logging” Dituntut 1,5 Tahun
Bali Post/olo
AKTIVITAS – Aktivitas warga di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan ketika hasil tangkapan ikan melimpah.
Atasi Harga Ikan Anjlok
HNSI Sebut Perlu Perluas ”Buyer” Negara (Bali Post) Harga jual ikan yang anjlok saat musim tangkapan melimpah sepertinya menjadi persoalan tahunan. Hampir setiap tangkapan melimpah harga turun karena kualitas ikan yang tidak bagus. Salah satu pemicunya, yakni sistem manajemen bongkar dan antrean penimbangan yang menyebabkan ikan rusak. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jembrana I Made Widanayasa, Selasa (16/10) kemarin mengatakan, satusatunya jalan mengatasi harga anjlok yakni harus ada penyangga atau perusahaan yang menampung hasil tangkapan nelayan
supaya harga tetap stabil. Perusahaan itu bisa dari BUMN atau BUMD yang berfungsi membeli hasil tangkapan sesuai harga. Begitu juga harus memperluas buyer (pembeli) antarprovinsi. “Saya sudah sampaikan ke DPD HNSI Provinsi agar mendatangkan pembeli yang bisa menangani (anjloknya harga) ini. Namun itu harus ada koordinasi antarprovinsi,” terangnya. Dari pengalaman, turunnya harga dipicu kualitas yang rendah dan banyak rusak. Sejatinya bila dilihat dari kondisi TPI yang ada saat ini, menurutnya memang permasalahan ada di distribusi dan teknis bongkar ikan.
“Semestinya ikan tangkapan diturunkan dari kapal ke TPI tidak lagi terkena air laut agar tidak cepat busuk. Tapi yang terjadi, mau tidak mau diangkut panol, tetap kena air laut,” tandasnya. Selain itu distribusi dari kapal ke TPI agak lambat karena banyaknya perahu yang hendak bongkar. Untuk solusi distribusi ikan dari kapal ke TPI di beberapa pelabuhan menggunakan craine (katrol pemindah barang). Selain itu kapal juga harus bersandar agar lebih dekat. Tapi di Pelabuhan Pengambengan karakteristiknya berbeda dan tidak memungkinkan kapal bersandar, terlebih bila terjadi
pasang surut. Seperti rantai yang saling merangkai, antara nelayan, buruh panol, blantik ikan dan pekerja lainnya di Pengambengan saling membutuhkan. Buruh panol yang jumlahnya puluhan orang di TPI Pengambengan juga terkena dampak mendapatkan penghasilan harian. Setiap ton ikan yang mereka angkut dari kapal menuju timbangan memperoleh upah yang cukup lumayan. “Kami berkelompok, biasanya sudah dikontrak kapal, khusus untuk angkut. Semakin banyak ikan semakin banyak kita dapat (upah),” terang Sumita (50), buruh panol asal Desa Baluk, Kecamatan Negara. (kmb26)
Rabu Kliwon, 17 Oktober 2018
SOSOK ’’Rumaket’’ Jaga Persaudaraan
GUNA menjalin komunikasi antarwarga anak rantau, sejumlah tokoh di Desa Geriana Kangin, Selat, membentuk komunitas anak rantau. Mereka tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali. Kepengurusan telah dibentuk beberapa waktu lalu. Terpilih sebagai Ketua I Ketut Mariasa. ‘’Kami ingin menggunakan wadah ini bersama-sama berkontribusi membangun desa,’’ Kata Mariasa. Dengan wadah ini warga rantau akan semakin intens berkomunikasi, merencanakan segala sesuatu agar bisa berkontribusi membangun desa pakraman. Saat ini warga rantau yang baru terdata ada 42 KK. Mereka ini tersebar di Kota Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, Buleleng, Negara dan juga Klungkung. Mariasa mengakui masih banyak warga yang belum terdata. Ke depan, akan terus dilakukan pendekatan dan pendataan. Sebagai bentuk mandat dari Bendesa Geriana Kangin Jro Ketut Yasa, agar warga rantau setempat terdata dengan baik dan komunikasi bisa terjalin terus-menerus untuk ikut menjaga, melestarikan dan membangun desa adat setempat. Terlebih, pasca-erupsi Gunung Agung, kondisi desa cukup sulit berkembang. Sebagian besar warga di desa kembali memulai berbagai usaha mereka dari nol. ‘’Saya berharap wadah ini bisa bermanfaat. Selain bisa rumaket menjaga persaudaraan, juga mampu merawat rasa memiliki dan memberikan yang terbaik untuk tanah kelahirannya,’’ tegas Mariasa. (gik)
Jalan Batumadeg Rusak Berat, Warga Perbaiki Secara Swadaya Amlapura (Bali Post) Puluhan warga Lingkungan Otan, Banjar Batumadeg, Desa Besakih terpaksa memperbaiki jalan yang rusak secara swadaya. Penambalan jalan itu menggunakan rabat beton dilakukan secara gotong royong oleh warga, Selasa (16/10) kemarin. Warga Lingkungan Otan, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Jro Mangku Jati, mengatakan jika kerusakan jalan itu memang sudah terjadi sejak lama. Sebelumnya jalan itu memang sempat dapat bantuan pengaspalan, namun sekarang ini kondisi jalan sudah sangat memprihatinkan. Jalan mulai bergelombang, batu geladaknya pun mulai bermunculan ke permukaan. ‘’Jalan umum ini merupakan akses yang menembus ke Pura Besakih. Setiap karya di Pura Penataran Agung maupun di Pura Dalem Puri banyak pamedek yang melintasi jalan ini karena macet,’’ ucapnya. Melihat kondisi seperti itu, Mangku Jati bersama warga lain akhirnya berinisiatif melakukan penambalan jalan menggunakan rabat beton, sehingga kondisi jalan itu lebih baik. Menambal jalan yang berlubang itu memakai rabat
beton. Dana yang dipergunakan adalah dana swadaya warga. Setelah dana terkumpul dibelikan semen, pasir dan air. ‘’Mengerjakan penambalan jalan itu dilakukan secara swadaya oleh warga. Sebagai warga hanya berharap jalan bisa diperbaiki, karena jalan ini merupakan jalan kabupaten,’’ harapnya. Kadus Banjar Batumadeg Putu Eka Januarta mengatakan jalan yang ditambal memakai rabat beton oleh warga itu memang jalan kabupaten. Pihaknya pun telah mengusulkan perbaikan jalan itu ke pemerintah d a e ra h. T erm asuk jalan tanah menuju ke terminal utama di Ulun Setra Besakih juga sudah diusulkan dilakukan pengaspalan. Hanya, sampai saat ini belum ada kepastian kapan akan dibantu. ‘’Kita berharap jalan itu segera bisa diaspal,’’ harapnya. Kabid Binamarga PUPR I Ketut Prama Budarta mengakui jika jalan itu belum diketahui apakah statusnya jalan kabupaten atau desa. ‘’Kita cek dukumennya dulu. Itu penting untuk memastikan apakah hal itu benar merupakan jalan kabupaten atau desa,’’ ujarnya. (kmb41)
Karangasem
11
Kemarau Panjang, Warga Datah Dibantu Air Minum Amlapura (Bali Post) Warga di wilayah Desa Datah, Abang, dapat distribusi air minum dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Selasa (16/10) kemarin. Pendistribusian air itu dilakukan, guna membantu masyarakat yang benarbenar mengalami krisis air bersih, akibat musim kemarau berkepanjangan dan hingga saat ini masih berlangsung. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengungkapkan, pihaknya sebelumnya juga telah mendistribusikan air bersih kepada warga di Desa Datah. Pendistribusian air Selasa (16/10) kemarin sebanyak 10 ribu liter. Kemudian ditambah lagi 5 ribu liter. “Pendistribusian air bersih kepada masyarakat setempat untuk dimanfaatkan keperluan sehari-hari. Kita harap pendistribusian air bersih bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat. Jika memang nantinya masyarakat memerlukan air bersih,maka kita segera akan distribusikan lagi,” katanya. Warga di Desa Datah Ni Luh Subaradi menjelaskan dirinya beserta warga lainnya sudah mengalami krisis air bersih, sejak musim
kemarau. Selama ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih itu terpaksa membeli air dari mobil tangki. “Setiap musim kemarau, warga di sini memang kesulitan air bersih,” katanya. Selama musim kemarau, pihaknya sudah membeli lima truk air bersih. Satu tangki air bersih harganya Rp 250 ribu. Subaradi mengakui, di Desa Datah itu memang ada sejumlah sumber mata air. Hanya, jarak untuk mencarinya lumayan sekitar 2-3 kilometer. Kesulitan lainnya medan untuk mencari lokasi sumber air, sangat terjal, sehingga sangat sulit menuju ke lokasi sumber mata air tersebut. “Saya sangat terbantu adanya distribusi air bersih ini. Semoga bantuan ini bisa terus berlanjut,” harapnya. Perbekel Desa Datah I Gede Arta mengungkapkan, jika warga di Desa Datah itu mulai mengalami krisis air bersih sejak awal September lalu. Sejauh ini, pihak BPBD baru dua kalinya memberikan bantuan air bersih kepada warga. Jika nantinya bantuan air masih itu kurang, maka pihaknya kembali akan mengajukan bantuan air bersih untuk warga. “Kita sampaikan terima kasih atas bantu-
an ini. Warga sangat terbantu dengan sumbangan air bersih ini. Kita sangat berharap paceklik air bisa
berakhir. Artinya, hujan bisa segera turun. Biasanya hujan mulai turun akhir tahun. Tapi musim tidak
dapat diprediksi kapan akan turun hujan. Semoga saja secepatnya ada hujan,” harapnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
AIR BERSIH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem mendistribusikan air bersih kepada warga di wilayah Desa Datah, Abang, Karangasem, Selasa (16/10) kemarin.
Kota Amlapura Tak Mungkin Pindah
PUPR Siapkan Susun Ranperda RDTR Amlapura (Bali Post) Sebagian kawasan kota Amlapura merupakan wilayah rawan bencana jika Gunung Agung itu meletus seperti halnya tahun 1963. Sebab, sebagian kota Amlapura, terutama di barat Sungai Janga, merupakan wilayah aliran lahar panas dan juga dingin. Kendati demikian, mustahil memindahkan kota Amlapura berikut permukiman penduduknya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ketut Sedana Merta mengatakan hal itu, Selasa (16/10) kemarin. Menurutnya, untuk memindahkan kota Amlapura ke lokasi aman, misalnya lebih ke timur, seperti ke Seraya, maka diperlukan anggaran sangat besar. Alokasi anggaran itu untuk menyiapkan ganti rugi lahan baru yang akan dipakai. Bahkan mungkin warga meminta ganti rugi pemindahan fasilitas umum dan juga permukiman. ‘’Tidak mungkin memindahkan kota Amlapura dari lokasi sekarang ini. Pastinya
selain perlu anggaran sangat besar. Di samping itu, di tanah kelahiran warga itu ada sanggah atau juga pura. Karena itu, tidak mudah bagi warga dipindahkan ke lokasi baru,’’ ucapnya. Namun, adanya pengalaman warga panik dan ratusan ribu lari mengungsi akibat gejolak Gunung Agung pada September, menyusul erupsi gunung tertinggi di Bali itu, memang penting disosialisasikan dan dilakukan mitigasi bencana. Itulah solusi yang lebih memungkinkan, dalam rangka mengantisipasi seandainya ada bencana alam termasuk gunung meletus,
juga gempa bumi termasuk kemungkinan tsunami. Sebab, Karangasem memiliki garis pantai terpanjang kedua di Bali setelah Kabupaten Buleleng. Terkait pengembangan kota ke arah timur yang lebih aman, Sedana Merta menegaskan, nantinya dirancang tata ruang wilayah atau rencana detail pengembangan kawasan Kecamatan Karangasem. Karena, yang baru dibahas saat ini adalah persiapan menyusun Ranperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Amlapura. Dia mengakui, memang bagus kalau pengembangan permuki-
man yang dimotori kalangan pengembang itu diarahkan ke timur wilayah kota Amlapura. Seperti ke Seraya, tujuannya untuk menjauhkan dari lokasi Gunung Agung. Seraya itu berada di ketinggian dan jauh dari alur sungai yang dialiri lahar panas dan dingin tahun 1963. ‘’Saat gejolak Gunung Agung pada September, warga di timur kota Amlapura tenang. Mereka tidak panik dan tak ada seorang pun yang mengungsi. Mer-
eka justru banyak menerima pengungsi. Pengungsi banyak memilih Seraya karena dinilai aman. Wilayah Seraya juga merupakan lahan kering, sehingga tidak mengorbankan lahan sawah subur atau kelas satu di sekitar kota Amlapura yang selama ini juga sudah banyak beralih fungsi menjadi fasilitas umum, permukiman, dikapling dan dikorbankan untuk pembangunan perumahan oleh para pengembang,’’ jelas Sedana Merta. (kmb41)
’’
Tidak mungkin memindahkan kota Amlapura dari lokasi sekarang ini. Pastinya selain perlu anggaran sangat besar. Di samping itu, di tanah kelahiran warga itu ada sanggah atau juga pura. Karena itu, tidak mudah bagi warga dipindahkan ke lokasi baru.
’’
Kepala Dinas PUPR Ketut Sedana Merta
Terbentuknya Kampung KB
Paradigma Banyak Anak Diharapkan Berubah
Bali Post/kmb41
SWADAYA - Warga Lingkungan Otan, Banjar Batumadeg, Desa Besakih terpakasa memperbaki jalan yang rusak secara swadaya.
Amlapura (Bali Post) Program Kampung KB itu sesungguhnya merupakan bagian agenda Nawa Cita Presiden Joko Widodo. Kampung KB dikatakan sudah terbentuk di delapan kecamatan. Rencananya akan ditambah tiga lagi di tiga desa. Pihak Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ir. Catur Sentana, mengatakan hal itu ketika bertemu Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Selasa (16/10) kemarin. ‘’Rencana kami launching lagi tahun depan. Kami meminta agar Ibu Bupati bisa membuka. Berharap semua program terlaksana dengan lancar,’’ pinta Catur Sentana. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengaku berkewajiban mendukung program pemerintah pusat itu. Terbentuknya Kampung KB
diharapkan dapat menjadikan masyarakat berkualitas. Selain itu, juga dapat mengubah paradigma lama masyarakat Karangasem, soal anak. ‘’Setelah saya sendiri mencermati, di Karangasem ini banyak warga yang masih berpikiran, banyak anak banyak rezeki,’’ katanya. Persoalan itu masih menjadi kendala dalam hal mewujudkan program Kampung KB itu sendiri. Sehingga, ia berharap untuk melancarkan program tersebut pemerintah pusat bisa membuat aturan yang lebih mengikat terkait program Kampung KB ini. Hal itu dianggap penting, karena dipercaya berdampak di tengah masyarakat. ‘’Kita bekerja harus ada hasil dan harus bermanfaat untuk masyarakat. Ada sasaran jelas, setelah berhasil ada dampak yang jelas pula,’’
tegasnya. Kampung KB ini didesain pemerintah pusat, bertujuan menekan kelahiran dan
mempercepat kemakmuran masyarakat. Tetapi dalam memperlancar program itu harus ada aturan yang mene-
kan. Intinya Bupati Mas Sumatri sangat siap mendukung, tujuan dan sasaran BKKBN Provinsi Bali itu. (kmb31)
Bali Post/kmb31
KUNJUNGAN - Bupati Mas Sumatri usai menerima kunjungan BKKBN Provinsi Bali.
Kejaksaan Kebut Penanganan Kasus LPD Sega Tersangka Gelapkan Dana Rp 548 Juta
Kejari Amlapura mempercepat proses pemberkasan kasus dugaan penggelapan dana LPD Sega, Desa Bunutan, Kecamatan Abang. Kajari Amlapura I Nyoman Sucitrawan, Selasa (16/10) kemarin, mengatakan saat ini berkas kasus yang melibatkan tersangka kepala LPD-nya itu, sedang dalam tahap penelitian oleh jaksa peneliti. Pihaknya memperkirakan proses ini bisa rampung dalam waktu seminggu ke depan. Bagaimanakah trik-trik yang dilakukan tersangka sehingga bisa menggelapkan dana LPD hingga Rp 548 juta itu? KASUS LPD Sega ini dipastikan akan dikawal empat JPU (jaksa penuntut umum). Mereka itu adalah A.A.
Ngurah Jayalantara, Made Santiawan, Nur Apriliyanto, dan Ni Kadek Driptayanti. Kajari Sucitrawan menegas-
kan, paling tidak awal bulan depan, berkas perkara tersangka diperkirakan sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Denpasar. “Sejauh ini, tersangka kasus itu termasuk tunggal. Tersangkanya adalah Kepala LPD yang merangkap juga sebagai bendahara,” kata Kajari asal Kuta, Badung ini. Pada proses penelitian berkas, seandainya jaksa peneliti menganggap agar tersangka I Wayan SY alias Mangku Ktr tetap dalam tahanan, maka Kepala Kejari Amlapura kembali akan mengeluarkan surat perintah penahanan pada pra-penun-
tutan. Setelah seluruh proses itu dilalui, berkas lengkap dan penyerahan tersangka serta barang bukti, baru perkara itu akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Denpasar, untuk menjalani proses persidangan. Untuk diketahui, tersangka Mangku Ktr dijerat dua pasal berlapis. Perbuatan tersangka melanggar pasal 2 Subsider pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001. Ancaman hukumannya minimal 4 tahun
dan maksimal 20 tahun penjara. Selain itu, denda minimal Rp 200 juta hingga maksimal Rp 1 miliar. “Dia melakukan sendiri karena merangkap ketua dan bendahara di LPD Sega,” kata Sucitrawan, untuk memastikan tak ada tersangka lain dalam kasus ini. Sebagaimana diberitakan, sejak tahun 2005 sampai tahun 2009, tersangka sebagai Kepala LPD Desa Adat Sega, diduga telah menggunakan uang nasabah untuk keperluan pribadi seperti judi tajen. Caranya, ketika nasabah ada yang menabung, tidak semua uang nasabah itu disetor ke Kas
LPD. Melainkan, sebagian dipergunakan tersangka untuk keperluan pribadi. Ini dilakukan tersangka secara berulang-ulang dari tahun 2005 sampai tahun 2009. Tersangka diduga membuat laporan fiktif/manajeman laba setiap bulannya. Seolah-olah LPD Sega sehatsehat saja. Bahkan, mendapatkan keuntungan. Padahal kenyataannya, LPD itu mengalami kerugian. Karena banyak kredit macet. Selain itu, banyak uang nasabah dipakai untuk keperluan pribadi tersangka. Namun, laporan keuangan LPD itu seolah-olah sehat karena sengaja membuat
laporan fiktif. Trik lainnya, para pengurus LPD tetap mendapatkan gaji setiap bulannya. Melihat permasalahan seperti itu, pada tahun 2009, bendahara LPD Sega sendiri atas nama Ni Nyoman Yani, memutuskan mengundurkan diri dari jabatan bendahara. Sejak saat itu, tersangka pun semakin mudah menggunakan kas LPD. Perbuatan tersangka malah lebih banyak merugikan kas LPD. Sesuai hasil audit yang dilakukan tim audit Lembaga Pemberdayaan Perkreditan Desa (LPLPD) Karangasem, kerugiannya ditaksir Rp 548 juta. (gik)
KLUNGKUNG
12
Rabu Kliwon, 17 Oktober 2018
SOSOK Sukseskan Kampung KB KAMPUNG Keluarga Berencana (KB) terus digenjot pemerintah, baik pusat, provinsi maupun kabupaten. Di Kabupaten Klungkung, Desa Dawan Klod, Kecamatan Dawan menjadi salah satu sasaran. Oleh perbekel setempat, I Nengah Suardita, itu sangat didukung dan siap menyukseskan. “Kami sangat mendukung ini. Dengan keluarga yang berencana, akan bisa menciptakan kehidupan lebih baik, terutama bidang perekonomian,” ungkapnya, Selasa (16/10) kemarin. Saat ini, desa yang terdiri atas 4 banjar dinas tersebut memiliki 2.808 jiwa penduduk atau 669 KK. Dari jumlah itu, 445 KK merupakan pasangan usia subur. 325 KK atau 73 persen di antaranya telah tercatat sebagai peserta KB. Meski sudah terbilang tinggi, namun pihaknya masih mengejar target agar yang lainnya bisa mengikuti. “Kami terus genjot kepesertaannya supaya bisa menyentuh seratus persen,” jelasnya. Langkah yang ditempuh, yakni dengan menggencarkan sosialisasi, baik melalui bidan yang ada di puskesmas maupun pengurus PKK secara door to door. Tak dimungkiri, dalam hal ini kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan. “Kalau kendala di petugas tidak ada. Hanya pada kesadaran masyarakat saja,” kata Suardita. Selain kepesertaan, program Kampung KB juga diharapkan dapat meningkatkan pemberdayaan keluarga melalui program-program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Untuk mewujudkannya, diharapkan dukungan lintas sektor serta mitra kerja. “Kemajuan pembangunan di desa akan terasa bila lintas sektor bersinergi. Nanti kami juga akan berupaya memberi dukungan pendanaan melalui APBDes,” ujarnya. (sos)
Anggaran Pemilu
KPU Baru Dialokasikan Rp 7,4 Miliar Semarapura (Bali Post) Tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 telah bergulir. Khusus tahun anggaran 2018 ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung baru mendapat alokasi Rp 7,448 miliar dari APBN. Anggaran untuk tahapan 2019 akan menyusul. Ketua KPU Klungkung Made Kariada, Selasa (16/10) kemarin mengungkapkan, anggaran tersebut sudah masuk Dipa 2018. Hajatan politik lima tahunan ini tidak ada menggunakan anggaran dari daerah. “Seluruhnya APBN. Tidak seperti pilkada, sumbernya dari daerah,” sebutnya. Anggaran yang diperkirakan baru sekitar separuh dari total itu dialokasikan untuk menunjang pelaksanaan akuntablitas pengelolaan administrasi keuangan hingga fasilitasi pelaksanaan tahapan pemilu, publikasi, sosialisasi, partisipasi masyarakat dan PAW. “Anggaran itu untuk mendukung tahapan sampai kampanye. KPU tinggal mengamprah saja,” jelasnya. Sementara untuk anggaran lain, seperti honor penyelenggara, yakni PPK, PPS, KPPS dan sekretariat hingga untuk mendukung
saat pemilihan maupun gugatan ke Mahkamah Konstitusi, akan dikucurkan pada tahun anggaran 2019. “Ini bertahap. Semuanya juga dari APBN,” ungkap Kariada. Pria asal Desa Jungutbatu, Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida ini menjelaskan pada Pemilu tidak ada istilah buang-buang anggaran. Seluruhnya digunakan untuk peserta pemilu dan pemilih maupun pendidikan politik. “Anggaran itu berputar di wilayah Indonesia, dipergunakan untuk orang Indonesia, dan dimanfaatkan untuk Indonesia,” imbuhnya. (kmb45)
TOWER - Tower bodong di Dusun Minggir, Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung dipantau Satpol PP Klungkung beberapa waktu lalu.
Bali Post/sos
Soal Tower Seluler Bodong
Bupati Terkesan Melunak, Sebut Pembongkaran Aneh
Semarapura (Bali Post) Sikap Pemkab Klungkung terhadap tower seluler bodong di Dusun Cempaka, Desa Pikat Kecamatan Dawan dan Dusun Minggir, Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung belum muncul. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta justru mengisyaratkan untuk membiarkannya berdiri. “Tapi kembali lagi, kita butuh kok sinyal. Kita butuh tower. Tetapi saya berharap para investor bisa menaati peraturan yang berlaku,” ungkapnya usai sidang paripurna pembahasan Ranperda APBD 2019 di DPRD Klungkung, Selasa (16/10) kemarin. Bupati asal Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida ini mengupayakan untuk bisa mengeluarkan izin sesuai dengan ketentutan.
“Dibandingkan melakukan pembongkaran setelah berdiri, ini tentu sesuatu yang aneh,” ucapnya. Guna mengantisipasi hal serupa terulang, pengawasan pembangunan akan diperketat. “Sekarang Satpol PP harus perketat pengawasan. Seharusnya baru gali tanah saja, sudah diketahui,” jelasnya. Sesuai data dari Dinas Komunikasi, pembangunan tower itu telah melanggar
Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Penetapan Zona Penempatan Lokasi Pembangunan dan Pengoperasian Menara. Selain itu, juga Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembangunan dan Penataan Menara Telekomunikasi Bersama. Hal tersebut mendapat sorotan kalangan legislatif. Anggota Komisi III DPRD Klungkung Sang Nyoman
Putrayasa sempat mendesak pemkab untuk bertindak tegas menyikapi hal itu. “Pemerintah harus berani. Jangan lembek,” ungkapnya. Ketua Fraksi PDI-P ini menyebutkan jika pemkab terus “menyerah”, dikhawatirkan menjadi angin segar bagi para investor untuk semakin masif melakukan pembangunan yang melanggar aturan. Langkah tegas sangat perlu diambil, bahkan sampai pembongkaran. “Jangan isi ewuh-pakewuh. Apalagi kalau isi main mata,” tegasnya. Disampaikan lebih lanjut, pembangunan tower seluler harus mengacu pada
peraturam daerah. Jika itu dilanggar, terlebih berada di luar zonasi, berpotensi menimbulkan kesemrawautan tata ruang. Satpol PP juga tak berkutik menghadapi itu. Yang dilakukan hanya sebatas meninjau ke lapangan. Tidak ada gerakan penertiban, namun hanya menggembok pagar. Muncul dalih, langkahnya untuk melayangkan surat peringatan kepada investor tidak bisa dilakukan lantaran alamat kantornya tidak diketahui. Sementara untuk tindakan yang diambil, bergantung pada instruksi bupati. (kmb45)
Terkait Ranperda APBD 2019
I Made Kariada
Fraksi DPRD Soroti Target PAD hingga Program TOSS Bali Post/sos
RSUD KLUNGKUNG - Suasana di RSUD Klungkung. Pada CPNS 2018, dibuka formasi untuk sejumlah dokter spesialis. Namun hingga pendaftaran berakhir, masih nihil pendaftar.
CPNS 2018
Formasi Sepuluh Dokter Spesialis Nihil Peminat Semarapura (Bali Post) Pendaftaran rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 telah ditutup, Senin (15/10) pukul 23.59 Wita. Di Kabupaten Klungkung, sejumlah lowongan dokter spesialis nihil pendaftar. Demikian juga halnya dengan bidang teknis khusus untuk penyandang disabilitas. Kepala Bidang Data, Pengadaan dan Promosi, Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Ni Made Sulistiawati, Selasa (16/10) pagi kemarin mengungkapkan, berdasarkan data final, pendaftar yang masuk mencapai 1.894 orang. Rinciannya, bidang pendidikan 460 orang, kesehatan 344 orang dan bidang teknis umum 1.078 orang serta khusus 12 orang. “Untuk formasi tetap seperti awal. Pendidikan 70, kesehatan 56, teknis umum 46 dan khusus cumlaude 2 orang. Kalau khusus untuk penyandang ada 2 formasi,” jelasnya didampingi Kasubid Formasi dan Pengadaan Ida Bagus Putu Darmayasa. Khusus formasi dokter spesialis, yang ada pelamar hanya penyakit dalam, ortopedi, dan periodonsia di RSUD Klungkung. Sementara untuk rehabilitasi medik, jantung, patologi anatomi, paru-paru dan saraf masih nihil. Hal serupa juga terjadi pada RS Pratama Gema Santi Nusa Penida untuk spesialis penyakit dalam, anastesi, obstetri dan genikologi, patologi klinik dan anak. “Untuk pranata laboratorium di Puskesmas Nusa
Penida III dan RS Pratama juga nihil. Begitu juga bidang teknis khusus untuk penyandang disabilitas. Kalau untuk bidang lain, seluruhnya ada pelamar,” ungkapnya. Tidak diketahui apa penyebabnya. Dalam waktu dekat Sulistiawati berencana menyampaikan hasil pendaftaran ini ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Nasional dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB). “Kami rencananya komunikasikan ini. Menanyakan apakah formasi yang nihil pelamar bisa dialihkan untuk formasi tenaga medis yang lain,” katanya. Pascapendaftaran, proses dilanjutkan dengan seleksi administrasi. Ditargetkan sudah tuntas pada 21 Oktober. Setelah itu lanjut seleksi kompetensi dasar dan bidang. “Desember sudah selesai semua tahapan termasuk pengumuman,” imbuhnya. Soal kebutuhan dokter spesialis untuk RSUD Klungkung dan RS Pratama Gema Santi Nusa Penida, Kepala Dinas Kesehatan Klungkung dr. Ni Made Adi Swapatni sempat mengatakan cukup mendesak. Itu sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Direktur RSUD Klungkung dr. I Nyoman Kesuma mengatakan, dengan penambahan dokter spesialis akan bisa menangani pasien lebih banyak, terlebih rumah sakit tipe B yang menjadi rujukan wilayah Bali Timur. (kmb45)
Semarapura (Bali Post) Fraksi DPRD Klungkung memberikan pemandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019, Selasa (16/10) kemarin. Sejumlah hal menjadi sorotan, mulai dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga tindak lanjut terhadap permohonan bantuan warga miskin. Pada sidang yang dipimpin Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru, Fraksi PDI-P dengan pembicara Anak Agung Gede Anom Artha menyampaikan, target PAD pada 2019 dirancang Rp 179,13 miliar lebih, meningkat dibandingkan 2018 yang mencapai Rp 152,47 miliar lebih. Rancangan tersebut dinilai kurang progresif. “Kami melihat hal ini belum optimal, karena target PAD yang dirancang masih pada zona aman, terkesan bersifat rutinitas saja karena target tersebut akan dapat tercapai atau under estimate supaya capaiannya nanti terkesan melampui target. Kami berharap Saudara Bupati dan jajarannya lebih berani memasang target karena telah didukung oleh inovasi-inovasi di bidang pendapatan,” sebutnya. Secara kasat mata, sambungnya masih banyak sumber-sumber PAD yang belum tergarap secara maksimal.
Tak jauh berbeda dengan pemandangan umum Fraksi Demokrat. Melalui pembicara I Made Jana rancangan kenaikan PAD dipandang masih rendah atau “sengaja direndahkan” agar realisasinya dengan mudah dapat terlampaui. “Terkait dengan praduga tersebut, maka kami tetap mendorong OPD terkait untuk lebih memacu kinerja dan terus melakukan optimalisasi formulasi tata kelola pada setiap potensi pendapatan daerah. Tetapi harus juga dijadikan pertimbangan jangan sampai kenaikannya terlalu membebani masyarakat dan kontra produktif terhadap upaya penumbuhan iklim usaha yang kondusif,” ungkapnya. Sementara itu, Fraksi Hanura melalui pembicara I Ketut Serinada lebih menekankan pada 2019, pembangunan infrastruktur ke objek wisata baru perlu dilakukan secara cepat dan konsisten. Pihaknya juga mendukung prioritas anggaran infrastruktur untuk pariwisata di Kecamatan Nusa Penida sebesar Rp 39,28 miliar dan pembangunan jembatan sebesar Rp 3,7 miliar lebih. “Dengan anggaran yang besar tersebut, kami berharap Nusa Penida ke depan mampu menjadi pulau idaman pendulang PAD,” tegasnya. Tak hanya itu, fraksi lima kursi ini juga menyoroti lambatnya tindak lanjut permo-
honan masyarakat miskin yang memohon bedah rumah dan rehab rumah. Bupati pun diminta untuk mengevaluasi kinerja di Dinas Sosial. “Mengingat kinerjanya tidak bisa ditoleransi. Parahnya, permohonan masyarakat miskin banyak tidak ditindaklanjuti. Ini fakta bukan pencitraan semata,” katanya. Berbeda halnya dengan Fraksi Golkar. Melalui pembicara I Wayan Mardana mengomentari program Beli Mahal Jual Murah (Bima Juara). Meskipun konsep ini telah mendapat penghargaan TOP 99 inovasi pelayanan publik dari pemerintah pusat, namun kenyataannya Kabupaten Klungkung belum bisa mencukupi kebutuhan sendiri dan masih banyak yang didatangkan dari luar daerah lain, seperti beras dari Banyuwangi, kacang-kacangan terutama kedelai dari Kabupaten Karangasem. Fraksi Persatuan Nasional mengkritisi Pembentukan Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Sesuai yang didengungkan bupati, program tersebut akan sangat efektif untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan bahkan mempunyai nilai ekonomis tinggi sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat kecil. Namun fakta di lapangan, program yang bergulir sejak akhir 2017
Bali Post/sos
SIDANG - Suasana sidang paripurna DPRD Klungkung dengan agenda pemandangan umum fraksi terhadap Ranperda APBD 2019, Selasa (16/10) kemarin.
itu dinilai belum adanya peningkatan yang signifikan. Sangat berbeda dengan pemandangan umum fraksi Gerindra. Hampir tidak ada hal yang menjadi sorotan. Rancangan anggaran dinilai sudah relevan. Demikian juga dengan program yang digulirkan. Sementara Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta tak keberatan dengan sejumlah masukan itu. Namun ditegaskan, untuk target PAD yang dipasang, bukan berarti karena pemkab pesimis untuk bisa mencapai. “Walaupun angka yang dipasang targetnya seperti itu, bukan berarti kami pesimis atau sekadar memasang. Tetapi terus digenjot dan yakin bisa lampaui target. Kami sudah hitung-hitungan kok terkait
potensi-potensi lost,” jelasnya. Khusus soal TOSS, itu dikatakan bukan program anginanginan. Dalam waktu dekat, PT Indonesia Power akan membeli pelet yang diproduksi untuk pembangkit listrik. “Untuk listrik hasil yang di Lepang juga sebentar lagi akan tersambung dengan jaringan PLN,” tegasnya. Sementara itu, untuk program Bima Juara, mantan Manager Koperasi Pasar Srinadi ini harus mendapat support dari seluruh pihak. “Bima Juara sudah berjalan. Pusat sudah mengakui. Sekarang tinggal support. Jangan sampai kita ikut-ikut mengembuskan, program ini sekadar pencitraan. Enggaklah. Fokus saya untuk membangun,” pungkasnya. (kmb45)
Rabu Kliwon, 17 Oktober 2018
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dcr Receptionist & Kasir Hub:0361289700/081802987999
B.BP.153.10.18.0000610
Looking for:Operation Manager, Sales & Marketing Executive, Accounting,Front Office, Butler /Housekeeping,Cook & Head Cook Please Send Your CV to: info@thecolonyhotelbali.com
Dicari Tenaga Berpengalaman untuk Posisi : Accounting Supir Lamaran dapat dikirim ke : info.hrd@putribintanggroup.com atau Datang Langsung ke : Jl.Danau Poso No.35 Sanur Telp.0361-288679
Bth Sgr Posisi Marketing P/W Max35Th,Min SMA Memiliki SIM C Fasiltas Gaji/Insentif/ Tunjangan.Hubungi:081806814014
Dicari Sopir untuk Villa Jln. KesambiGangKesambiIndahNo.22 Kerobokan Hub:081337542061
Dcr Admin Min SMA/SMK Sinergi Jl.Ciung Wanara I/12 Renon Dps
B.BP.004.10.18.0000599
B.BP.001.10.18.0000683
BVC Kerja luar Negri resmi biaya Koperasi LPD unt semua usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto pasti Berangkat line WA081375409869&087754689692
B.BP.004.10.18.0000566
B.BP.004.10.18.0000525
B.BP.001.10.18.0000653
Dbth Tng Produksi u/Percetakan Laki2 Hub:Diponegoro 51.228872
B.BP.001.10.18.0000470
B.BP.001.10.18.0000669
Dcr Room Boy(HK)Min SLTA/SMK CV Lkp:Puri Cendana Seminyak 081212886674 / 0361-372947
B.BP.001.10.18.0000672
Dcr Sgr Tng Garden u/di Hotel Hub:Diponegoro 51 Dps T:228872
B.BP.001.10.18.0000469
Bedira Tour,Bth Drvr Bhs. Ingrs Max.40Th H:081338332775
Dcr Sgr Waitress u Malo’s Rest Legian 0361 730913
B.BP.004.10.18.0000666
B.BP.154.10.18.0000671
Cook Octopus Restoran Tanjung Benoa Telp:(0361) 4728511
Dcr:1 org AA/D3 Farmasi utk Apotik di Dps HP/WA:0811399886
B.BP.001.10.18.0000655
B.BP.001.10.18.0000668
SERVICE
SERVICE
SERVICE
SERVICE
Dibthkan Sgr Cleaning Service, Hub:723593/723637/081246400852
Dicari PRT Cewek Freelance 3x Seminggu4Jam/Hari08123816794
Dicari Cook, Waiter/s,Steward Hub:0818555988/087861507533
Estimator/Pelaks Civil D3/S1, Admin D3/S1 :P.Singkep 46X Dps
Dicari Kepsek TK dan Guru TK Hub.0811398772
Dcr SMK Teknik Elektro, Diploma Teknik untuk bekerja sebagai tenaga Produksi, kameramen, Transmiter. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63 A Denpasar
B.BP.001.10.18.0000632
B.BP.001.10.18.0000652
B.BP.001.10.18.0000676
Shankara Sanur lowongan Waiter,Barista Jl .Danau Toba 7 Sanur Hub: 0818621818
G.06
Dicari Spa Therapist Wanita, DW Accounting,DW HRD u/Villa Jl. Tirta Akasa No.28 Sanur/270260 B.BP.001.10.18.0000662
Export Handycraft Cr Karyawan Serabutan Ada Mess Max.28 th Yg Serius Hub.085792112079 B.BP.001.10.18.0000658
Dcr Tenaga Min. SMP mau belajar berkerja keras dan jujur untuk menjadi tenaga handal, Cleaning Service, Tehnik AC, Operator Air kemasan,Satpam, Tukang kebun Hydroponik , ikuti pelatihan sambil bekerja ikuti working space Bali Coffee Jl.Veteran 66 Denpasar sebelah Pasar BurungSatriaHub:0818621818
B.BP.166.10.18.0000681
B.BP.001.10.18.0000656
G.02
Bekerja sebagai Presenter, Jurnalis, Produser program Bali TV ayo bergabung ikuti pelatihan kerja dan magang kerja tamatan Diploma sampai Sarjana berbagai jurusan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa No. 63 A Denpasar
G.03
Ayo kerja tidak tamat sekolah: sebagai Waiter, Tukang Masak, CS, dibidang kuliner. Lamaran ke Warung 63 Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar Hub:0818621818
G.04
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
G.01
SERVICE
G.05
RUPA-RUPA
Shankara Kuta lowongan Waiter,Barista Kuta Square Blok D33 Hub: 0818621818 G.07
DIJUAL MOBIL MINI COOPER
Jual Mini Cooper 1.6 S.Turbo 2 Pintu Th 2012 Hub.081246068999 B.BP.001.10.18.0000660 SUZUKI
Karimun Wagon GX’2013 Warna Abu2 Metalik Hub.081338663234 B.BP.001.10.18.0000682
Suzuki Jimny Th’89 Akhir 28 Juta 081236363015 B.BP.154.10.18.0000670 TOYOTA
*Toyota Alphard SC Prem Audio Th’2016,Jok Kulit *Toyota Nav1 2.0 V Th’2016 Pth KM.17 Ribu *Wrangler 3.6 Th’2013 Hitam *Hub:464168,081238116467 B.BP.001.10.18.0000679
Fortuner G.Matic Hitam’2013 Tgn I dari baru, 085100489183 B.BP.001.10.18.0000677
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL RUMAH
PENGUMUMAN
Dijual Murah Rumah/Villa Terrace Pavillion No.22 Jimbaran.Ada Pool Besar, Parkir 3 Mobil.Rp.2,5M Hp.0812 88888 67 B.BP.031.10.18.0000678
DIJUAL TANAH Dijual Tanah luas 2 are SHM di Sanur Hub.0811398772 B.BP.001.10.18.0000675
Tanah Kvl Di Mengwi 130Jt/A & 40Jt/A,Bs Kredit, 087862450004 B.BP.001.10.18.0000434
DIJUAL RUKO Dijual Ruko di Jl Merdeka Tbn DP 10% Bunga Krd 0.9% perbln Hub:082236881191/081805374433 B.BP.004.09.18.0001005
Ruko 2,1 are Lt2 Bangunan Baru Jl.Ry.Gatsu Timur,085319188988 B.BP.001.10.18.0000657
Telah Terjadi Pengalihan Seluruh Saham PT.Visi Raya Abadi berkedudukan di Kota Denpasar disesuai dgn RUPS Tanggal 10 Oktober 2018. Apabila ada pihak yg masih punya hutang piutang harap menghubungi pemegang saham terdahulu B.BP.001.10.18.0000590
KEHILANGAN Srtfikat Tnh H/M No7788 a/n Pt Agus Darmaya Hub:087761435519 B.BP.166.10.18.0000601
RUPA-RUPA
BIRO JASA
Syukur Pada Tuhan Atas Terkabul Doa Novena Tiga Salam Maria
Saya Siap Kerja sbg Staf Pajak Gaji 350Rb/Bln H.085931263189
B.BP.001.10.18.0000651
B.BP.004.10.18.0000665
RUPA-RUPA
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
KURSUS
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
BANGLI
14
Rabu Kliwon, 17 Oktober 2018
Disdikpora Prioritaskan Perbaikan Sekolah Terdampak Gempa
RUSAK - Kondisi salah satu bangunan di SMPN 4 Bangli yang rusak akibat gempa Lombok.
Klaim Biaya Pengobatan Pengungsi Belum Dibayar Bangli (Bali Post) -
Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli belum menerima pembayaran klaim biaya pengobatan dan perawatan pengungsi Gunung Agung. Totalnya senilai Rp 163,7 juta lebih. Berdasarkan data RSU Bangli, jumlah pengungsi Gunung Agung yang sempat menjalani perawatan di RSU Bangli setahun lalu mencapai 245 orang. Rinciannya, 164 pengungsi menjalani rawat jalan, 78 orang rawat inap, dan 3 orang dirawat dan meninggal di RSU Bangli. Dari jumlah itu, total klaim biaya pengobatan dan perawatan pengungsi Gunung Agung yang ditanggung RSU Ban-
gli nilainya mencapai 252.081.700. Sementara, yang sudah dibayarkan baru Rp 88.319.000. Klaim itu dibayarkan Satgas Bencana Kabupaten Bangli. Sementara sisanya, Rp 163.762.700, sampai sekarang belum dibayarkan. Direktur RSU Bangli dr. Wayan Sudiana yang dikonfirmasi, Selasa (16/10) kemarin, mengatakan sesuai informasi yang diterimanya, klaim biaya perawatan pengungsi Gunung Agung
akan dibayarkan Pemerintah Pusat melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Pihaknya mengaku tidak tahu pasti kendala belum bisa dibayarkannya klaim tersebut. Hal ini, kata dia, tidak hanya dihadapi RSU Bangli namun juga beberapa rumah sakit lainnya di Bali. ‘’Di kabupaten lain juga belum dibayarkan, seperti di Klungkung, Karangasem, Singaraja dan lainnya,’’ ungkapnya. Menurut Sudiana, jika
dibandingkan dengan RSU di kabupaten lain, angka klaim yang masih belum dibayar di RSU Bangli nilainya tergolong kecil. Di kabupaten lain, nilai klaimnya mencapai miliaran rupiah. Kondisi ini juga diakuinya tidak sampai berpengaruh terhadap operasional RSU Bangli. Meski demikian, pihaknya tetap berharap sisa klaim tersebut segera dibayarkan. ‘’Kita sekarang tinggal menunggu saja realisasinya. Keinginan kita ya dibayar. Semoga di anggaran perubahan ini sudah terbayar,’’ ujarnya. (kmb40)
Peduli Kesehatan Krama
Desa Adat Selat Kembali Gelar Pengobatan Gratis DESA Adat Selat, Kecamatan Susut, Bangli, sangat peduli terhadap kesehatan kramanya. Ini terbukti dari seringnya Desa Adat Selat menggelar kegiatan sosial berupa pengobatan gratis. Seperti yang dilaksanakan Selasa (16/10) kemarin. Pengobatan gratis yang bekerja sama dengan sejumlah yayasan dan perguruan tinggi itu disambut antusiasme ratusan krama setempat. Bendesa Adat Selat Ketut Pradnya mengatakan, pengobatan gratis yang digelar di wantilan Desa Adat Selat tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan, Fakultas Kedokteran Unud dan Yayasan GKRI Petra Jakarta. Selain itu, kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli. ‘’Krama yang datang berobat sekitar 340 orang dari tiga banjar,’’ ujarnya. Pradnya menjelaskan, pengobatan gratis ini merupakan salah satu wujud pengamalan konsep Tri Hita Karana yakni Pawongan. Melalui kegiatan ini, pi-
haknya selaku orang tua di Desa Adat Selat ingin memuliakan krama terutama yang sudah berusia lanjut. ‘’Selama ini rutinitas komit yang berjalan di masyarakat, termasuk di Desa Adat Selat adalah melaksanakan upacara seperti ngodalin, macaru dan lainnya, sebagai bentuk syukur dan penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. ‘’Sekarang bagaimana memuliakan manusianya? Dengan kegiatan sosial pengobatan gratis ini kami ingin memuliakan manusia, memberi kenyamanan batin dan kesehatan fisik bagi krama, utamanya yang membutuhkan,’’ terangnya. Pihaknya merancang pengobatan gratis berjalan secara berkesinambungan. Bahkan dalam setahun bisa terlaksana 2 hingga 3 kali. Untuk menggelar kegiatan sosial dan kemanusiaan secara rutin, pihaknya juga telah membentuk yayasan yang diberi nama Yayasan Ning. Selain komit dalam kesehatan krama-nya, Desa Adat Selat juga sangat komit dengan seni dan budaya. Itu
PENGOBATAN GRATIS - Pengobatan gratis yang digelar Desa Adat Selat, Selasa (16/10) kemarin. diwujudkan dengan menghadirkan sebuah balai budaya di jaba Pura Puseh Bale Agung desa setempat. Balai Budaya ini untuk mewadahi kreativitas krama dalam berkesenian, sastra dan lainnya.
Rencananya balai budaya itu akan di-pelaspas dalam waktu dekat. ‘’Balai Budaya itu juga akan secara rutin kita gunakan sebagai tempat pengobatan gratis,’’ kata Pradnya. (ad692)
Bali Post/ina
Bangli (Bali Post) – Kerusakan sejumlah sekolah di Bangli akibat gempa Lombok beberapa bulan lalu, hingga saat ini belum mendapatkan penanganan dari pemerintah. Salah satunya, SMPN 4 Bangli yang mengalami kerusakan parah pada empat ruang kelas. Terkait hal itu, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli, merencanakan perbaikan terhadap beberapa bangunan sekolah yang rusak akibat gempa dilakukan tahun depan. Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja, Selasa (16/10) kemarin, mengatakan pihaknya telah mengantongi data kerusakan dan kerugian sekolah akibat gempa Lombok. Pihaknya bersama sekolah juga sudah melaporkan data tersebut ke BPBD Bangli agar bisa mendapatkan perbaikan menggunakan dana kebencanaan. ‘’Laporan kerusakan sudah masuk ke BPBD dan sudah diverifikasi oleh BPBD,’’ ungkapnya. Hanya saja sampai sekarang belum ada informasi atau tindak lanjut rencana perbaikan menggu-
nakan dana pascabencana tersebut. Dikatakannya, jika hingga akhir tahun ini kerusakan sekolah akibat gempa belum bisa mendapatkan penanganan, pihaknya akan menganggarkannya pada APBD 2019. ‘’Dari sekian sekolah yang rusak akibat gempa, yang kita akan prioritaskan yang kerusakannya parah. Seperti SMPN 4 Bangli yang akan kita jadikan skala prioritas,’’ terangnya. Dijelaskan Suteja, akibat diguncang gempa, sedikitnya ada empat ruang kelas di SMPN 4 Bangli yang mengalami kerusakan. Total kerugian mencapai Rp 278 juta. Bagian bangunan yang mengalami kerusakan paling parah yakni atap. Empat ruang kelas tersebut sementara ini tidak digunakan untuk kegiatan belajar. Selain SMPN 4 Bangli, ada 23 sekolah lainnya yang dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa Lombok. Sekolah tersebut tersebar di empat kecamatan. Selain ruang kelas, gempa juga merusak tembok sekolah. Total kerusakan dan kerugian akibat gempa mencapai hampir Rp 3 miliar. (kmb40)
Bali Post/ina
TINJAU PROYEK - Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata bersama Wakil Ketua I Nyoman Basma dan Ketua Komisi III Ketut Suastika saat meninjau proyek perbaikan jalan di Jalur Culali-Yeh Mampeh, Selasa (16/10) kemarin.
Tinjau Proyek Jalan Culali-Yeh Mampeh
Dewan akan Rekomendasikan Pengalihan Arus Lalin Truk
Bangli (Bali Post) DPRD Bangli akan merekomendasikan pengalihan arus lalu lintas (lalin) truk pengangkut material galian C ke jalur Penelokan untuk sementara waktu. Hal itu dilakukan sehubungan ditemukannya sejumlah kendala dalam pengerjaan proyek perbaikan jalur Culali-Yeh Mampeh. Jika pengalihan tidak dilakukan, dikhawatirkan proyek perbaikan jalan tersebut akan terganggu. Rencana pembuatan rekomendasi pengalihan arus lalin truk yang ditujukan ke Bupati Bangli itu disampaikan Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata usai meninjau proyek di Culali, Selasa (16/10) kemarin. Kutha Parwata menjelaskan, sebagaimana hasil kunjungannya bersama Wakil Ketua DPRD Bangli I Nyoman Basma dan Ketua Komisi III Ketut Suastika, pihaknya menemukan sejumlah kendala dalam proses pengerjaan proyek perbaikan jalan di jalur Culali-Yeh Mampeh. Banyaknya truk galian C yang lalu lalang di sepanjang jalur tersebut, menyebabkan pelaksanaan proyek menjadi terganggu. ‘’Sebelum di-hotmix, jalan itu kan harus diampar pakai koral untuk pondasi awalnya, dan sekarang masih
dalam tahap pengerjaan itu. Karena truk masih lalu lalang lewat di sana, ya jadinya terganggu pengerjaannya,’’ ungkapnya. Agar proyek lancar dan kualitas proyek bisa tetap terjaga, pihaknya pun memandang perlu adanya solusi terkait lalu lintas truk galian C. Sekitar empat bulan lalu, pihaknya sudah sempat mengundang Dinas PU, Dinas Perhubungan serta pengusaha galian C, untuk membahas sejumlah persoalan yang kemungkinan akan dihadapi di lapangan saat proyek berjalan. Salah satunya menyangkut lalu lintas truk. Saat pertemuan itu, muncul kesepakatan mengenai pembatasan jam operasi sopir truk. Dalam kesepakatan itu, truk tetap bisa beroperasi pagi sampai pukul 12.00 wita. Sementara setelahnya hingga malam hari, giliran pengerjaan proyek yang berjalan. Dalam penerapannya, kesepakatan itu tidak berjalan efektif. Jalan yang telah dipadatkan kembali rusak akibat banyak truk bermuatan pasir yang melintas di lokasi. Kondisi ini pun menjadi kendala bagi pihak rekanan dalam bekerja. ‘’Karena itu, muncullah keinginan Dinas PU untuk menstop sementara truk-truknya. Tapi kalau ini
distop begitu saja, kan tidak bisa. Kita harus pikirkan juga isi perut mereka yang bekerja di sana. Dan informasinya, tadi PU telah bersurat ke Bupati berkaitan permasalahan yang ditemui di lapangan. Tapi belum mendapat tanggapan,’’ jelas Kutha Parwata. Politisi asal Desa Bangbang, Tembuku ini pun berencana membuat rekomendasi yang ditujukan ke Bupati Bangli berkaitan dengan kendala di lapangan. Dalam rekomendasi yang segera akan dibuatnya itu, pihaknya akan meminta Bupati untuk mengizinkan pengalihan arus truk galian C ke jalur Kedisan-Penelokan. Pengalihan arus dilakukan untuk sementara waktu selama pengerjaan proyek berlangsung. Agar pengalihan arus lalin ke jalur Penelokan tak sampai mengganggu pariwisata, tentunya harus ada beberapa persyaratan yang wajib disepakati sopir truk. Di antaranya mengenai pembatasan tonase dan larangan membuang pasir sembarangan di tengah jalan. ‘’Kita akan segera buat rekomendasi ini, biar Bupati nanti yang mengundang Forkompinda untuk membahas persoalan ini sehingga ada jalan keluar yang terbaik,’’ kata Kutha Parwata. (kmb40)
15 Ribu Data Penduduk Masih Bias
Bali Post/ina
SOSIALISASI - Sosialisasi kebijakan administrasi kependudukan yang digelar Disdukcapil Kabupaten Bangli, Selasa (16/10) kemarin.
Bangli (Bali Post) – Jumlah penduduk Bangli yang wajib memiliki e-KTP pada 17 April 2019 mendatang sebanyak 190 ribu lebih. Namun hingga bulan ini, yang sudah memiliki e-KTP baru 174 ribu lebih. Hal itu terungkap dalam sosialisasi kebijakan administrasi kependudukan yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangli di ruang pertemuan Dinas PKP Bangli, Selasa (16/10) kemarin. Masih banyaknya penduduk belum mengantongi e-KTP dengan angka mencapai 15 ribu lebih, disebabkan sebagian data kependudukan di Bangli masih bias atau perlu perbaikan. Sebagaimana disampaikan Kepala Disdukcapil Bangli I Nyoman Sumantra, masih biasnya data kependudukan di Kabupaten Bangli disebabkan tiga faktor. Pertama, karena ada kasus perpindahan penduduk ke daerah lain. Jika ada penduduk yang sudah mengurus surat perpindahan, namun surat perpidahan tersebut belum disampaikan ke Disdukcapil pada daerah yang dituju, maka pada
hari ke-31, sistem akan mengembalikan yang bersangkutan sebagai penduduk Bangli. Hal itulah yang menyebabkan data penduduk bias. Faktor kedua, adanya warga yang meninggal dunia namun tidak dilaporkan. Sebelum warga dilaporkan meninggal, maka pemerintah tidak akan mengeluarkan akta kematian. Otomatis yang bersangkutan tidak akan bisa keluar dari database. Ketiga, data bias bisa terjadi karena adanya data ganda sebelum penerapan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Sebelum penerapan SIAK, masyarakat bisa dengan mudahnya mengajukan permohonan pembuatan KTP baru, meskipun sebelumnya sudah memiliki KTP. ‘’Tiga faktor inilah yang membuat data kependudukan di Bangli sampai saat ini masih bias. Untuk itu, hari ini kita kumpulkan kepala dusun yang wilayahnya paling banyak mengalami masalah data kependudukan, sehingga data kependudukan bisa segera divalidasi. Yang sudah pindah, diberi tanda
pindah. Yang meninggal, diberi tanda meninggal. Yang ganda, kita hapus datanya yang tidak valid,’’ kata Sumantra. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar yang hadir membuka sosialisasi kemarin mengatakan, apapun bentuknya, semua administrasi itu sangat penting. Gianyar mengungkapkan, selama ini masih banyak masyarakat yang belum sadar mengenai pentingnya pengurusan adminduk. Saat belum memerlukan, masyarakat banyak yang acuh tak acuh untuk mengurusnya. Tetapi kalau ada keperluan mendadak, barulah sibuk ngurus. ‘’Misalkan, mau kerja ke kapal pesiar, harus ngurus SKCK. Sebelum ngurus SKCK, harus punya e-KTP. Kemudian datang ke kantor Dukcapil marah-marah, bilang pelayanan tidak baik. Ngurus eKTP aja lama. Padahal kalau dipahami, ngurus e-KTP tidak lama, tetapi karena serba mendadak, akhirnya yang disalahkan pemerintah,’’ ungkapnya. Lanjut dikatakan Gianyar, selama ini pemerintah sudah mene-
tapkan kebijakan penggunaan e-KTP. Meskipun program e-KTP ini sudah berjalan hampir lima tahun, nyatanya masih banyak masyarakat yang belum melakukan perekaman. Untuk itu, dalam kesempatan kemarin, Gianyar kembali mengajak semua pihak, khususnya masyarakat yang belum melakukan perekaman e-KTP, untuk segera datang ke Disdukcapil melakukan perekaman. Apalagi saat ini ada kebijakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang akan memblokir database penduduk di atas 23 tahun jika belum melakukan perekaman sampai 31 Desember tahun ini. ‘’Jika mengacu kebijakan Kemendagri, bagi masyarakat yang sudah berumur 23 tahun per 31 Desember 2018, namun belum melakukan perekaman e-KTP, untuk sementara data kependudukannya akan dinonaktifkan dari database. Jika sampai dinonaktifkan, artinya yang bersangkutan tidak akan mendapatkan pelayanan dalam bentuk apapun, karena dianggap sudah tidak ada,’’ kata Gianyar. (kmb40)
15
Rabu Kliwon, 17 Oktober 2018
GEMPA LOMBOK
PEDULI palu
Bantuan Perbaikan Rumah Cair
Gempa dan tsunami telah mengguncang Palu, Donggala dan kabupaten lain di Sulawesi Tengah. Banyak korban luka-luka. Mereka memerlukan uluran tangan. Bali Post dan Bali TV menerima titipan sumbangan untuk saudarasaudara kita di daerah itu. Titipan bisa langsung dibawa ke Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer malalui DOMPET SIMPATI ANDA BALI POST BCA CABANG DENPASAR NO: 040-3555000. SD Saraswati 5 Denpasar Mediterranean Bali SD Negeri 5 Padangsambian Salmon, Denpasar Ni Wayan Suwarni I Nengah Suarda Nyoman Winda dkk Oktri N Meichelu I Komang Sukarja Bapak Cecep Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
16.616.000 15.000.000 4.424.600 1.000.000 500.000 500.000 500.000 400.000 200.000 100.000
Rp 39.240.600 Rp 372.498.148 Rp 411.738.748
Mataram (Bali Post) Bantuan dana total sekitar Rp 75 miliar untuk pembangunan kembali atau perbaikan rumah korban gempa bumi di Mataram sudah cair. Demikian disampaikan Wali Kota Mataram Ahyar Abduh, Selasa (16/10) kemarin. ‘’Bantuan tersebut sudah masuk ke rekening 1.077 kepala keluarga (KK) korban gempa, yang dengan kategori rumah rusak berat (mendapat bantuan) sebesar Rp 50 juta per KK,’’ katanya. Selanjutnya, Wali Kota akan mengumpulkan organisasi perangkat daerah (OPD) serta kelompok masyarakat (pokmas) penerima bantuan untuk me-
nyegerakan pelaksanaan pembangunan kembali rumah yang rusak akibat gempa. ‘’Proses pencairan saat ini sudah lebih disederhanakan hanya dengan satu lembar, sehingga pokmas bisa lebih mudah melakukan pencairan,’’ katanya. Di Mataram, ia melanjutkan, warga bisa memilih dua model rumah tahan gempa yakni rumah instan seder-
Lapisan Pasir
PALU - SD Saraswati 5 Denpasar menyerahkan titipan sumbangan untuk korban gempa dan tsunami Palu berupa uang tunai Rp 16.616.000. Sumbangan diserahkan oleh Kepala SD Saraswati 5 Denpasar Dra. Desak Made Asri, M.Si. didampingi guru, perwakilan siswa, dan perwakilan paguyuban orangtua.
Apabila lapisan pasir ini terpicu oleh gerakan, itu bisa mengakibatkan pasir bergerak seperti longsor di dalam tanah yang memengaruhi gerakan di atas. Ini biasanya dipicu oleh adanya patahan sesar. Secara geomorfologi atau ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi dan perubahan-perubahan yang terjadi pada bumi, bentuk alam Indonesia, terkait likuifaksi atau dislokasi, itu hal bisa terjadi. Namun hal itu, kata Suyarto, belum diketahui oleh masyarakat. Saat kejadian di Aceh, masyarakat mulai mengerti istilah lempeng. Begitu juga kejadian di Yogya, Lombok dan Palu, masyarakat mulai teredukasi, bahkan terhadap kejadian likuifaksi. ‘’Seperti yang terjadi di Sulteng, di sana memang dipengaruhi adanya lumpur. Lapisan tanah itu berjalan, kemungkinan dipicu oleh patahan sesar,’’ pungkasnya.
Diungkapkannya, dari data di Bali memang belum pernah mengalami likuifaksi, namun kalau gempa sering terjadi di Bali hal ini bisa terjadi. Pemicu gempa memang biasanya akibat dari patahan sesar. Yang paling potensial, di samping patahan di utara, patahan yang di Bali Selatan yaitu patahan yang membatasi Bali dan Bukit Jimbaran. Akibat adanya patahan di sana, maka muncul tebing dan perbukitan di Jimbaran. ‘’Itu menunjukkan adanya patahan, namun sekarang tidak aktif,’’ tambahnya. Untuk gempa, potensi di Bali memang sangat besar. Karena ada patahan naik Flores di utara dan ikut lempeng selatan. Namun sebagian besar yang di utara, termasuk juga yang Situbondo juga dekat dengan Bali Utara. ‘’Bali sama dengan Lombok dan Sulteng. Untuk di Bali, Bali Utara sangat besar potensi gempa. Karena dari data gempa bumi, penyebab paling banyak adalah masuk potensi di utara,’’ ujarnya. (kmb23)
Jumlahnya Rp 583.800.000 untuk enam LEM yang digunakan untuk membuat bedeng sampai proses pembuatan bibit dan ongkos tenaga kerjanya. Ketua LEM Desa Belatungan Pupuan I Ketut Ringin mengatakan, tahap awal pembentukan LEM Desa Belatungan beranggotakan 50 orang. Untuk modal per anggota dikenakan urunan Rp 1 juta di mana 20 di antaranya sudah melunasi, sementara sisanya masih mencicil. Agar bisa menjadi mandiri, melihat profesi warga Desa Belatungan yang sebagian besar adalah petani kopi dan memiliki keterampilan dalam membuat bibit, desa ini bersama lima desa yang memiliki LEM di Pupuan menjadi desa mandiri benih. Sebagai modal awal, menurut Ringin, LEM dari desanya mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Untuk lahan pengembangan bibit seluas empat are didapatkan dengan sistem pinjam pakai. ‘’Lahan ini milik warga di Desa Belatungan. Sistemnya pinjam pakai selama lima tahun. Kontribusi bagi pemilik lahan adalah memenuhi bibit kopi di lahannya yang seluas
lima puluh are,’’ ujar Ringin. Proses pembuatan bibit kopi robusta dimulai pada April 2018 lalu. Dan saat ini bibit yang dikembangkan tumbuh baik dan menunggu untuk proses penyambungan sehingga menjadi bibit siap pakai. Ringin mengatakan potensi usaha pembibitan ini cukup besar dan pembibitan dibutuhkan paling cepat setiap lima tahun sekali atau paling lama 25 tahun sekali tergantung perawatan dan kualitas pohon kopi. Untuk harga, biasanya Ringin membeli bibit kopi yang belum disambung seharga Rp 3.500 hingga Rp 5.000 per bibit. Sementara harga bibit yang sudah disambung, kata Ringin, akan ditentukan dengan desa mandiri benih lainnya, sehingga ada kesepakatan harga. Saat ini usaha pembibitan lewat Desa Mandiri Benih di Desa Belatungan sudah menghasilkan 25.000 bibit. Bibit ini nanti sepenuhnya akan dijual ke pasaran untuk menambah modal LEM dan membuat benih kembali. ‘’Kami jual dulu dan tidak untuk dipakai sendiri. Hasil penjualannya nanti dipakai modal kembali, sehingga bisa mandiri tanpa bantuan pemerintah lagi,’’ ujar Ringin. (wira)
Pembuatan Bibit
TITIPAN - SD Negeri 5 Padangsambian menyerahkan titipan sumbangan untuk korban gempa dan tsunami Palu Rp 4.424.600. Sumbangan diserahkan oleh Kepala Sekolah Made Saptudiarta, Selasa (16/10) kemarin.
SUMBANGAN - Yayasan Cahaya Tunas Indonesia Bali yang beralamat di Jalan Prof. Moh Yamin 9A Renon, Denpasar, menyerahkan sumbangan untuk korban bencana gempa dan tsunami Palu. Sumbangan berupa uang tunai Rp 15.000.000 diserahkan oleh perwakilan dari Medi Group (A.A. Gede Abdiarta, A.A. Gede Widnyana), Mediterranean Bali (Gede Agus Arya Saputra Yasa), LSP P3 Pariwisata Bali (Kadek Wira Adi Saputra), dan CTI Group Bali (Ni Putu Sari Saraswati), Selasa (16/10) kemarin.
Bupati Bekasi Febri menyatakan dari sejumlah bukti dan konfirmasi para saksi dan tersangka terkait kasus tersebut, dugaan pemberian kepada Bupati Bekasi semakin menguat terkait perizinan Meikarta. ‘’Termasuk pertemuan-pertemuan yang pernah dilakukan dengan pihak swasta dalam pengurusan izin,’’ ungkap Febri. KPK total telah mene-
tapkan sembilan tersangka dalam kasus suap tersebut. Dari sembilan tersangka, KPK telah menahan sejumlah tersangka. Enam tersangka itu antara lain dua konsultan Lippo Group masing-masing Taryudi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ), Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor (SMN), dan
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati (DT). Kemarin Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro juga ditahan. Ia mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta. KPK menahan Billy Sindoro terkait kasus dugaan suap perizinan proyek pembanguan Meikarta.
Dalam kasus ini, diduga Bupati Bekasi dan kawankawan menerima hadiah atau janji dari pengusaha terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Diduga pemberian terkait dengan izin-izin yang sedang diurus oleh pemilik proyek seluas total 774 hektar yang dibagi ke dalam tiga fase/tahap, yaitu fase pertama 84,6 hektar, fase kedua 252,6 hektar, dan fase ketiga 101,5 hektar. (ant)
hana sehat (Risha) dan rumah instan konvensional (Riko). Pemerintah kota, menurutnya, akan memanggil pihak ketiga yang bertanggung jawab menyediakan material bangunan untuk menjamin pasokan bahan bangunan rumah warga terpenuhi. ‘’Jangan sampai masyarakat sudah semangat mempercepat proses pembangunan tapi material tidak tersedia,’’ katanya. Mengenai 597 KK yang rumah rusak berat dan belum menerima bantuan dana, Ahyar mengatakan pencairan bantuan dana untuk mereka masih dalam proses. ‘’Begitu juga
dengan rumah rusak sedang dan ringan menunggu proses pencairan berikutnya. Kita tunggu saja,’’ katanya. Gempa bumi yang melanda Kota Mataram pada Agustus lalu menyebabkan 1.674 rumah rusak berat, 1.702 rumah rusak sedang dan 2.930 rumah rusak ringan. Korban meninggal mencapai 2.000 orang lebih. Sementara itu, pemerintah menyiapkan rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi Palu, termasuk relokasi hunian warga terdampak bencana ke area baru yang lebih aman di sekitar Kota Palu, Sulawesi Tengah. “Daerah-daerah yang
likuifaksi itu akan dihindari, tidak boleh ada bangunan lagi. Daerah Palu-Koro yang di atasnya sesar harus dihindari,” kata Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil ,Selasa kemarin. Sofyan menjelaskan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan mengoordinasi kementerian dan lembaga termasuk Kementerian ATR, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral mengkaji lebih lanjut lokasi-lokasi di Kota Palu.(ant)
WARUNG GLOBAL
Lakukan Pembenahan Strategi Pemasaran Bali BALI mestinya dikelola lebih profesional dengan pengelolaan pariwisata yang berorientasi pada kualitas. Kabar mengenai Bali dijual murah oleh travel agent di Tiongkok mestinya segera dicermati dan dilakukan pendekatan persuasif. Bali jangan sampai diobral hanya untuk mengejar target kunjungan wisatawan. Strategi pemasaran harus ditinjau. Bali mestinya menjadi destinasi pilihan wisatwan berkualitas. Demikian terungkap pada Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Selasa (16/10)kemarin. Bu Lilis di Tabanan merasa heran kenapa pejabat baru mengetahuinya karena hal ini sudah berlangsung cukup lama. Permasalahan ini agar segera ditangani secara serius karena masyarakat Bali kebanyakan bertumpu pada sektor pariwisata. Budiada di Tabanan mengatakan, travel agent yang menerapkan harga paket wisata di bawah standar harus diselidiki, diberi peringatan dan sanksi. Pemimpin Bali harus bisa mengatasi dan mencarikan solusi untuk kebaikan pariwisata Bali. Bima Sena di Gianyar menyatakan harus diselidiki
secara profesional karena menyangkut citra pariwisata Bali. Dispar harus memantau dan mengecek tarif paket wisata. Tarif perlu ditata, tidak diserahkan ke mekanisme pasar karena bisa merusak industri pariwisata. Werda di Tegallalang setuju dengan cara ini. Tetapi apakah aturan untuk mengatur hal ini sudah ada. Kalau aturannya belum ada maka akan susah mengatasinya. Paket yang ditawarkan terlalu murah. Apakah ini tidak penipuan. Gubernur dan Dewan harus membuat regulasi agar bisa menindaknya. Sugi di Mambal men-
gatakan harus ada aturan hukum yang jelas terkait standardisasi tarif paket wisata. Dengan membuat payung hukum, tarif minimum dapat digunakan sebagai patokan penetapan harga. Selain memicu persaingan harga, juga memberi dampak signifikan terhadap citra pariwisata. Sementara Suardana di Tabanan mengatakan paket wisata yang murah dari travel agent luar tak masalah. Yang terpenting aturan di Bali tetap diterapkan seperti karcis masuk dan harga produk Bali tetap mahal. (dika)
Cukup Masif Dipilihnya wilayah tersebut sebagai penelitian mengingat adanya pengembangan kawasan yang cukup masif untuk kebutuhan sarana akomodasi penunjang pariwisata. Hasil penelitian Eko Wibowo menunjukkan bahwa daerah Serangan-Tuban memiliki lapisan lempung sangat lunak hingga lunak, plastitas tinggi dan kuat geser rendah. Hal ini mengakibatkan tanah di daerah tersebut rentan mengalami amblesan. Sementara daerah Kedonganan-Tanjung BenoaSerangan memiliki lapisan lanau-pasir sangat lepaslepas. Dengan kondisi geologi seperti ini, wilayah tersebut memiliki kerentanan terhadap likuifaksi yang dipicu oleh gempa bumi. Penelitian serupa juga dilakukan Rah-
mat Nawi Siregar, mahasiswa S-2 Ilmu Fisika FMIPA Universitas Gadjah Mada, dengan menggunakan metode Ground Penetrating Radar (GPR) dan Geolistrik di Sanur-Serangan-Tanjung Benoa dan Tuban. Hasilnya menunjukkan bahwa materi pasir lanau lempung mempunyai persentasi fines kurang dari 20 persen dan dikategorikan sebagai daerah yang mempunyai potensi tinggi likuifaksi. Yang cukup mengkhawatirkan tentu saja pesisir selatan Pulau Bali ini merupakan wilayah dengan kerentanan bahaya gempa bumi karena terletak kurang lebih antara 100 hingga 150 kilometer di sebelah utara zona subduktif aktif yakni Subduksi Lempeng Indo-Australia. Sejarah kegempaan yang tercatat dari tahun 1862 hingga 1979 akibat aktivitas subduksi aktif ini menunjuk-
kan kekuatan gempa ratarata MMI VII. Sementara dari tahun 1985 hingga 2011 pengukuran kekuatan gempa berkisar antara 5,7 SR hingga 6,8 SR. Pemetaan potensi likuifaksi menjadi sangat penting untuk mempersiapkan langkah-langkah antisipasi. Kemajuan pengetahuan di bidang teknik sipil memungkinkan dilakukan antisipasi terutama melalui persiapan struktur bangunan yang tahan gempa dan ancaman likuifaksi. Seperti yang dilakukan di Bandara Ngurah Rai, di mana tanah yang berpasir dibuat padat terlebih dahulu. Hal ini diungkapkan ahli dari ITB Bandung Prof. Masyur Irsyam menanggapi fenomena likuifaksi yang terjadi di Petobo, Palu dikaitkan dengan potensi fenomea serupa terjadi di beberapa wailayah lainnya di Indonesia. (ata)
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
rabu Kliwon, 17 oktober 2018
Kejurprov untuk Munculkan Kenshi Baru Denpasar (Bali Post) – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Shorinji Kempo kategori kelompok remaja digelar di GOR Lila Bhuana, Denpasar, 20-21 Oktober mendatang. Kejurprov ini merupakan kerja sama Pengprov Perkemi Bali dengan PLN Distribusi Bali yang dihelat serangkaian Hari Listrik Nasional (HLN) ke-73. Wakil Ketua Umum Pengprov Perkemi Bali Fredrik Billy menyatakan, kejuaraan ini bertajuk Hari Listrik Nasional Cup 2018. Ajang ini bakal dibuka General Manager (GM) PT PLN (Persero) Distribusi Bali Nyoman S. Astawa yang juga Ketua Umum Pengprov Perkemi Bali. ‘’Beliau sudah janji bakal membuka kejurprov bergengsi ini sekaligus untuk memotivasi para kenshi yang berlaga,’’ katanya di Denpasar, Selasa (16/10) kemarin. Menurut Nyoman S. Astawa, kejurprov ini selain untuk memupuk tali persaudaraan di antara para kenshi, juga guna memunculkan bibit-bibit atlet baru yang nantinya dapat menggantikan para seniornya untuk berlaga di kancah nasional dan internasional. PLN sebagai sponsor tunggal berupaya agar HLN Cup 2018 bisa menjadi agenda tetap PLN Distribusi Bali setiap tahun. HLN Cup tahun ini diikuti sekitar 200 kenshi dari seluruh kota dan kabupaten di Bali. Mereka bertanding dalam 25 nomor kategori remaja perorangan putra-putri, remaja berp a s a n gan putra-putri dan remaja campuran putra-putri. (kmb)
Denpasar Terbuka
Libatkan Taekwondoin dari Lima Provinsi Denpasar (Bali Post) – Kejuaraan taekwondo bertajuk Denpasar Terbuka akan digelar di GOR Lila Bhuana, Denpasar, 19–21 Oktober. Turnamen mempertandingkan sejumlah kategori dan khusus kategori prestasi harus masuk level nasional seperti ketentuan yang diberlakukan Pengurus Besar (PB) TI. Oleh karena itulah kategori tersebut diikuti lima provinsi di luar Bali yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, NTB, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. ‘’Ya, prestasi harus level nasional, karena itu penting untuk peningkatan kualitas taekwondoin di daerah. Hanya, kami belum tahu taekwondoin tangguh level nasional yang bakal turun di Denpasar nantinya. Apakah kelima provinsi itu menampilkan taekwondoin tangguh yang dipersiapkan ke Pra-PON atau PON nantinya, kami masih menunggu kepastian-
nya,’’ ujar Ketua Pengkot TI Denpasar Laksmi Duarsa, Senin (15/10). Belum diketahuinya nama-nama taekwondoin level nasional yang bakal turun membuat pihaknya tidak bisa mengukur sejauh mana kekuatan kelima provinsi tersebut bagi Bali sebagai tuan rumah. ‘’Intinya, kami menginginkan taekwondoin Denpasar bisa berlaga di event lokal berbalut nasional. Kami berharap taekwondoin kami tampil maksimal dan meraih prestasi,’’ jelas Laksmi Duarsa yang juga pengurus KONI Bali. Lewat ajang yang digelar Pengkot TI Denpasar dan Pengprov TI Bali itu, TI Denpasar berharap bisa mempersiapkan taekwondoin yang akan dimasukkan dalam Pelatihan Kota (Pelatkot) TI Denpasar. Under Dog Dojang Under Dog menurunkan 45 taekwondoin di
Denpasar Terbuka. Menurut pelatih kepala Agus Indra, atlet asuhannya merupakan taekwondoin pemula, junior dan senior yang tampil di kategori festival dan pemula. ‘’Kami membidik target meraih juara umum di kategori prestasi. Target yang realistis karena selama ini dojang kami selalu mendapatkan juara umum kategori yang bervariasi di kejuaraan yang setara dengan Denpasar Open,’’ jelasnya. Under Dog juga memiliki misi lainnya yakni ingin mendominasi pelatkot yang diadakan Pengkot TI Denpasar. Modal mereka di antaranya pemegang DAN IV Kukkiwon, yakni Devo dan Bayu Satria. Bayu merupakan peraih medali perunggu Kejurnas Junior 2016 di kelas U-59, sedangkan Devo dipasang khusus untuk menghadang atlet Badung yang menjadi juara kelas fin pada Porprov 2017 di Gianyar. (kmb)
Bali Post/afp
PERDAYA – Penyerang Inggris Raheem Sterling (10) memperdaya penjaga gawang Spanyol David de Gea dalam pertandingan Liga Negara Eropa, Selasa (16/10) kemarin.
Liga Negara Eropa
Keberanian Inggris Hancurkan Spanyol Sevilla –
Inggris secara mengejutkan menghancurkan Spanyol 3-0 di babak pertama melalui dua gol Raheem Sterling pada menit ke-16 dan 29 serta Marcus Rashford menit ke-38. Dua gol balasan tuan rumah dicetak Paco Alcacer pada menit ke-60 dan kapten Sergio Ramos pada menit-menit terakhir. Ini merupakan kemenangan pertama Inggris di Spanyol sejak 1987. Pelatih tim nasional Inggris Gareth Southgate memuji pemainnya karena telah memperlihatkan keberanian. Pengalaman mengalahkan salah satu tim papan atas dunia akan membantu para pemain menghadapi pertandingan berikutnya. ‘’Kualitas permainan tim luar biasa. Kami bermain dan menggiring bola dengan penuh keberanian. Kami menunjukkan kualitas yang sesungguhnya,
kualitas saat melakukan serangan dan kualitas dalam penyelesaian akhir,’’ katanya saat konferensi pers. Meskipun mampu mencapai semifinal Piala Dunia 2018 di Rusia, Inggris memiliki catatan buruk bila berhadapan dengan tim papan atas. Hasil terbaik mereka yang terakhir adalah saat mengalahkan Jerman 5-1 pada kualifikasi Piala Dunia 2001. ‘’Kemenangan ini bagus untuk pemain muda. Anda perlu kemenangan dan pengalaman positif untuk memberi kepercayaan diri untuk masa depan,’’ tambah Southgate yang menerjunkan tim termuda Inggris di awal abad ini. Rashford yang ikut mengantar Inggris ke babak empat besar di Piala Dunia di Rusia, menyatakan kegembiraannya. Kemenangan atas
Spanyol adalah kemenangan terbesar yang pernah dirasakannya bersama tim nasional. ‘’Perasaan yang luar biasa, dan memberikan pengaruh besar pada kami,’’ ujar striker asal Manchester United ini. Islandia Pada pertandingan lain di Divisi A Grup 2, tuan rumah Islandia takluk 1-2 dari tamunya Swiss. Hasil ini memaksa Islandia terdegradasi. Kiper Swiss Yvon Mvogo menjadi pahlawan bagi timnya berkat keberhasilannya mengatasi sejumlah ancaman, sedangkan kedua gol kemenangan mereka dibukukan Haris Seferovic dan Michael Lang. Di Divisi B Grup B, Bosnia mencatatkan kemenangan 2-0 atas Irlandia Utara di Sarajevo. Edin Dzeko menjadi penyumbang kedua gol
kemenangan Bosnia untuk memberikan kekalahan ketiga secara beruntun bagi tim tamu. Bosnia kini memuncaki klasemen grup dengan koleksi 6 poin. Enam gol tercipta saat Estonia dan Hungaria berhadapan pada pertandingan Divisi C Grup 2 yang dimainkan di Le Coq Arena, Tallin, Estonia. Pertandingan berakhir imbang 3-3. Siim Luts membuka keunggulan Estonia pada menit ke-20. Hungaria menyamakan kedudukan melalui gol Dominik Nagy empat menit berselang. Hungaria berbalik memimpin pada menit ke-54 melalui gol Adam Szalai, namun Mate Patkai mencetak gol bunuh diri pada menit ke-70 untuk membuat kedudukan kembali imbang. Estonia kemudian unggul melalui gol Henri Anier pada menit ke-79, tetapi Szalai mencetak gol ketiga timnya dua menit berselang. Masih dari grup yang sama, Finlandia unggul 2-0 atas Yunani berkat gol Pyry Soiri pada menit ke-46 dan Glen Kamara menit ke-89. (ant/rtr)
Manila – Tim CLS Knights Indonesia siap mengarungi musim keduanya di kompetisi ASEAN Basketball League (ABL) 2018-2019 yang kini telah memasuki musim kesembilan. Hal itu dipaparkan Ferry Humardani, General Manager CLS Knights Indonesia, di sela-sela konferensi pers di Marriot Hotel, Filipina, Selasa (16/10) kemarin. ‘’Musim ini persiapan kami jauh lebih bagus dibandingkan tahun lalu. Mulai dari fisik para pemain juga mengalami banyak kemajuan. Hadirnya pela-
tih fisik baru Derry Drew (lulusan Pensacola, Florida) membuat kondisi anak-anak bisa bermain konsisten selama empat kuarter. Hal itu sudah teruji dalam dua kali uji coba di turnamen Malaysia dan Piala Raja di Yogya. Kami juga diperkuat muka baru dengan hadirnya Brandon Jawato dan point guard nasional Singapura yang kedua orangtuanya berasal dari Indonesia, Wong Wei Long. Saya juga meminta dukungan kepada fans setia kami untuk terus dukung CLS Knights khususnya saat bermain di Kertajaya,’’ ujar Ferry Humardani.
Keyakinan CLS musim ini dipertegas dengan didatangkannya pelatih Brian Rowsom asal AS menggantikan Koko Heru Setyo Nugroho yang kini didaulat sebagai asisten pelatih. Brian Rowsom merupakan eks pemain Indiana Pacers dan Charlotte Hornets serta pernah juara di salah klub profesional Liga Jepang dan Qatar. Semangat optimis yang sama juga dikemukan Brandon Jawato. Pebasket berusia 25 tahun ini mengaku merasa nyaman dengan tim barunya. Ia pun bertekad membawa CLS ke jenjang yang lebih
tinggi lagi. Sementara Jericho Ilagan, Chief Operating ABL, menganggap CLS Knights sebagai salah satu tim yang mempunyai potensi di musim 2018-2019. Sepuluh tim mengikuti ABL musim kesembilan yaitu juara bertahan San Miguel Alab (Filipina), CLS Knights Indonesia, Singapore Slingers, Saigon Heat (Vietnam), Wesport Malaysia Dragons, Mono Vampire (Thailand), Hongkong Eastern, Formosa Dreamers (Taiwan), Black Bears (Makao) dan Zhuhai Wolf Warrios (Cina) yang diperkuat eks point guard CLS Knights, Mario Wuysang. (kmb)
Inggris mengalahkan tuan rumah Spanyol dengan skor 3-2 pada pertandingan Divisi A Grup 4 Liga Negara Eropa di Estadio Benito Villamarin, Seville, Selasa (16/10) dini hari kemarin. Kemenangan ini membawa Inggris mengoleksi 4 poin dari tiga pertandingan, namun Spanyol masih memuncaki klasemen grup dengan koleksi 6 poin.
CLS Knights Optimis Arungi ABL
Denmark Terbuka 2018
Gregoria Lewati Rintangan Pertama Bali Post/wan
KEJUARAAN – Kejuaraan taekwondo di GOR Lila Bhuana, Denpasar, beberapa waktu lalu.
Pebulu Tangkis Jepang dan Denmark Tampil di Bali
Denpasar (Bali Post) – Atlet dari luar Indonesia akan turun pada Sirkuit Nasional (Sirnas) Bulu Tangkis VIII/2018 yang digelar di GOR Lila Bhuana, Denpasar, 5-10 November mendatang. Dua negara yang sudah memastikan diri mengirim wakilnya adalah Jepang dan Denmark. Menurut Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov PBSI Bali Made Darmiyasa, Selasa (16/10) kemarin, Pengurus Besar (PB) PBSI menginformasikan bahwa
Jepang sudah mendaftarkan 20 pebulu tangkisnya, sedangkan Denmark baru mendaftarkan satu pemain. Mereka mendaftar melalui email. Ia memprediksi jumlah negara yang ambil bagian pada Sirnas Bali bakal bertambah meski sampai saat ini baru Jepang dan Denmark yang memastikan diri turun. Semuanya bakal terlihat saat pendaftaran terakhir pada 22 Oktober. ‘’Kemungkinan besar ada tambahan. Biasanya pebulu tangkis
mendaftarkan diri sehari sebelum atau pas hari pendaftaran terakhir,’’ ujarnya. Sampai saat ini pebulu tangkis yang ambil bagian melalui pendaftaran sistem infomasi (SI) sudah mencapai 273 orang. Jumlah ini belum termasuk pemain Bali. ‘’Kami optimis peserta bakal banyak karena sirnas dihelat di Bali. Pasalnya, selain bertanding, mereka juga bisa berlibur dan berwisata di Pulau Dewata,’’ tambah Darmiyasa yang juga pengurus KONI Denpasar. (kmb)
Odense – Pemain tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung melewati rintangan pertamanya di turnamen bulu tangkis Denmark Terbuka 2018 usai menekuk Chen Xiaoxin asal Tiongkok 21-9, 24-22, Selasa (16/10) kemarin. Ini adalah kemenangan kedua Gregoria atas Chen setelah unggul di Cina Terbuka 2018 dengan skor 12-21, 21-19, 23-21. Belajar dari pertemuan pertamanya, kali ini Gregoria tak ingin kalah start. Ia memegang kendali permainan dan memanfaatkan situasi lawan yang belum beradaptasi dengan suasana lapangan, sehingga tak dapat mengembangkan permainan. ‘’Chen adaptasinya agak lambat di game pertama, jadi saya lebih enak mengaturnya. Saya merasa lebih lepas untuk coba-coba pukulan. Chen di bawah tekanan, banyak melakukan kesalahan sendiri dan tidak percaya diri,’’ katanya usai pertandingan. Di babak kedua, Gregoria akan bertemu dengan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 Carolina Marin (Spanyol) atau wakil tuan rumah Mia Blichfeldt. Marin adalah juara dunia 2018. Sebelumnya, kedua pemain ini berjumpa di kejuaraan Malaysia Terbuka 2018. Kala itu Gregoria kalah 4-21, 21-18, 8-21. Ke-
cepatan Marin menjadi hal utama yang paling diwaspadai oleh Gregoria. Marin memang terkenal dengan pergerakannya yang cepat. ‘’Saya mesti bisa mengatasi kecepatannya, bukan berarti saya harus main cepat juga, tapi bisa mengimbangi. Kalau pola main kan beda-beda,’’ ujar Gregoria. Marin masih harus berhadapan dengan wakil tuan rumah Mia Blichfeldt di babak pertama. Di atas kertas Marin lebih diunggulkan, namun tak tertutup kemungkinan Blichfeldt membuat kejutan di kandang sendiri. Masih ada tiga wakil Indonesia yang bertanding kemarin yaitu pasangan ganda putra Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/ Ade Yusuf Santoso serta dua tunggal putra Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. (kmb)