terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
8 HALAMAN
NOMOR 231 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
jumat pon, 17 april 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pantai Kedonganan Akhirnya Ditutup
Meja dan Kursi Pedagang Diamankan
Desa Adat Sukawati Bagikan Sembako
Kawasan Pantai Kedonganan, Kecamatan Kuta ditutup untuk aktivitas rekreasi sejak Rabu (15/4) lalu. Pantai hanya diperbolehkan untuk kegiatan upacara agama dan aktivitas nelayan.
Tindakan tegas diambil Satpol PP Tabanan pada sejumlah pedagang yang tidak mengikuti instruksi Bupati Tabanan terkait larangan menyediakan meja makan dan tempat duduk bagi pembeli.
Mendukung warga melakukan social distancing dan physical distancing, Desa Adat Sukawati membagikan paket sembako untuk 2.378 KK krama adat, Kamis (16/4) kemarin. Satu paket sembako itu senilai Rp 150 ribu.
TABANAN | HAL. 4
BADUNG | HAL. 3
GIANYAR | HAL. 5
ABK Negatif Covid-19 Tetap Dikarantina Denpasar (Bali Post) Protokol kesehatan 232 anak buah kapal (ABK) yang datang dari luar negeri melalui Pelabuhan Benoa dilakukan secara ketat. Selain karantina sendiri selama 14 hari atau lebih di atas kapal, juga mengikuti cek kesehatan tiga hari sekali,
dan tidak boleh berhubungan dengan kru lainnya. Kendati demikian, Tim Satgas Covid-19 Provinsi Bali tetap melakukan protap kesehatan lagi. Ketua Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Cabang Bali Dewa Putu Susila menegaskan hal itu, Kamis (16/4) kemarin.
Menurut Susila, protap kesehatan tersebut yaitu kembali melakukan rapid test sebelum turun dari kapal. ‘’Kapal ini berlabuh, tidak bersandar, dari tim medis kita naik ke atas kapal, rapid test lagi. Yang negatif langsung kita bawa ke suatu tempat untuk di-
karantina kembali, yang positif langsung dibawa ke rumah sakit untuk penanganan,’’ katanya memaparkan. Dari semua ABK yang a d a d i a t a s ka p a l , ka t a Susila, hasil pemeriksaan sebelumnya negatif. Kendati demikian, ia tegas menyebutkan akan di-rapid test
kembali. ‘’Walaupun negatif, tetap dikarantina selama 14 hari dengan karantina yang diawasi secara ketat, tidak karantina mandiri,’’ tegasnya. Menurut Susila, tempat karantina tersebut di antaranya di hotel, tempat yang disediakan pemerintah
seperti Bapelkes dan Diklat Provinsi. Setelah kedatangan kapal pertama pada Kamis kemarin, dalam empat hari ke depan akan datang lagi kapal yang membawa ABK. ‘’Hari ini, besok, dua hari lagi, tiga hari lagi, setiap hari ada kapal,’’ ujarnya. Total ABK yang datang se-
banyak 777 orang. Dari jumlah itu, 560-an di antaranya warga Bali. ABK tersebut datang dengan empat kapal. Sedangkan dari bandara, diprediksi dalam waktu satu minggu ini akan datang sekitar 1.200 orang. Hal. 7 Gelombang Kedatangan
Bali Post/eka
ABK - Sejumlah anak buah kapal (ABK) MV Voyager of The Sea yang baru turun dari sekoci di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Kamis (16/4) kemarin.
Pemprov Bali Diminta Tegas Denpasar (Bali Post) Kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI) di Pelabuhan Benoa secara bergelombang, menjadi perhatian jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Denpasar. Mengingat, yang datang dan turun di pelabuhan tersebut bukan saja PMI asal Bali, melainkan beberapa dari daerah lainnya di Indonesia. Bukan hanya itu, semestinya semua PMI yang baru pulang dari luar negeri semua turun di Pulau Nipah, Tanjung Balai Karimun dan Pulau Galang, Kepulauan Riau, bukan di Pelabuhan Benoa. Hal ini diungkapkan Kepala Dishub Denpasar I Ketut Sriawan, Kamis (16/4) kemarin. Sriawan mengatakan, sebenarnya dalam kaitannya dengan pemulangan PMI asal Bali, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan semua berbagi tugas. Saat koordinasi, pihaknya akan mendapat tugas untuk menjemput para PMI di tempat karantina untuk disebar ke masing-masing kabupaten/kota. Hanya, dalam pelaksanaannya saat ini ada kekurangtegasan dari pemerintah provinsi dalam menjalankan protap yang sudah ada. Terutama dalam upaya untuk mengurangi ODP. Komitmen ini sudah disampaikan Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekda ke masing-masing Satgas Penanggulangan Covid-19 kecamatan, satgas desa hingga terbawah. Hal. 7 Keputusan Gugus Tugas Nasional
OPINI
Nasib Pahlawan Devisa Oleh: I Wayan Ramantha
BERBAGAI sebutan mulia telah diberikan kepada saudarasaudara kita yang bekerja ke luar negeri. Dengan gaji yang relatif besar, apalagi diterima dalam bentuk valuta asing, kita menyebut mereka sebagai pahlawan devisa. Agar terhindar dari kesan sebagai tenaga kerja kasar, kita sebut mereka sebagai pekerja migran Indonesia (PMI). Sebutan PMI, bahkan cenderung baur dengan Palang Merah Indonesia yang memang duluan menggunakan singkatan itu. Keterbaurannya tidak pernah jadi masalah, karena keduanya memang bersifat mulia. PMI adalah orang-orang ulet dan pekerja tangguh yang tidak hanya pahlawan bagi penopang ekonomi keluarganya, tetapi juga pejuang bagi majunya perekonomian Bali. Sebagaimana kita ketahui, angka pengangguran merupakan salah satu indikator penting bagi perekonomian suatu daerah. Dan peran pekerja migran kita sangat signifikan dalam menekan angka pengangguran Bali yang hanya 1,19 persen berdasarkan catatan terakhir Badan Pusat Statistik (BPS). Angka itu merupakan capaian terbaik se-Indonesia. Hal. 7 Melindungi Masyarakat
DESA ADAT DIIZINKAN BANTU WARGA TERDAMPAK EKONOMI
Denpasar (Bali Post) Bali melakukan langkah terukur dan melakukan pemetaan secara cermat dalam penanganan Covid-19. Hingga saat ini, pengalokasian anggaran untuk percepatan penanganan dan pemulihan sedang proses finalisasi. Pada tahap awal, Pemprov Bali memperbolehkan desa adat menggunakan anggaran yang diterima untuk membantu warga terdampak ekonomi akibat Covid-19.
H
ingga saat ini, anggaran yang disalurkan ke desa adat sudah 100 persen dengan total Rp 300 juta per desa adat. Awalnya, dana desa adat hanya boleh digunakan maksimal Rp 50 juta untuk penanganan Covid-19. Belakangan, Pemprov Bali mengizinkan separuh dari dana desa adat dipakai untuk penanganan Covid-19 dan membantu masyarakat yang kesulitan secara ekonomi. ‘’Rinciannya dari Rp 300 juta itu, Rp 150 juta boleh dipakai (untuk penanganan Covid-19 dan dampaknya). Rincian Rp 150 juta itu juga
ada,’’ ujar Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, di Denpasar, Rabu (15/4). Menurut Dewa Indra, masing-masing Rp 50 juta dipakai untuk penanganan Covid-19 dan Rp 100 juta untuk membantu ekonomi masyarakat. Bisa dengan memberikan bantuan uang tunai atau sembako. ‘’Berarti Rp 100 juta per desa adat sudah dialihkan dananya untuk penanganan dampak ekonominya,’’ jelasnya. Dengan kata lain, lanjut Dewa Indra, alokasi anggaran untuk penanganan dampak ekonomi dari dana desa adat saja mencapai Rp
’’Alokasi anggaran untuk penanganan dampak ekonomi dari dana desa adat saja mencapai Rp 149,3 miliar. Meskipun Pemprov Bali tidak mengumumkan lewat paket social safety net atau jaring pengaman sosial, tapi uang itu sudah mengalir ke masyarakat. Dalam hal ini digunakan desa adat untuk membantu warganya yang terdampak Covid-19.’’ Dewa Made Indra Sekda Provinsi Bali
149,3 miliar (Rp 100 juta dikali 1.493 desa adat - red). Meskipun Pemprov Bali tidak mengumumkan lewat paket social safety net atau jaring pengaman sosial, tapi uang itu sudah mengalir ke masyarakat. Dalam hal ini digunakan desa adat untuk membantu warganya yang terdampak Covid-19. ‘’Dana desa adat itu datangnya juga dari Pemprov. Uangnya sudah ada di sana. Gunakan dulu itu, arahan sudah diberikan,’’ paparnya. Dewa Indra menambahkan, Pemprov Bali sudah memiliki skema besar untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 jika memang dana desa adat masih kurang. Saat dana itu habis, Pemprov Bali sudah siap menyangga. ‘’Itu (dana desa adat - red) juga uang Pemprov Bali. Selain itu, dana desa di desa dinas juga sama untuk penanganan Covid-19 dan dampaknya,’’ tegasnya. (kmb32)
Dewan Isyaratkan Realokasi Rp 150 Miliar Denpasar (Bali Post) – Anggaran daerah Provinsi Bali dalam penanganan Covid-19 diharapkan segera dilakukan realokasi. Gubernur Bali diharapkan segera merespons surat rekomendasi pimpinan DPRD Bali yang telah disampaikan beberapa hari lalu. ‘’Harapan kami, Bapak Gubernur segera merapatkan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah - red), merancang realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19,’’ ujar Ketua Fraksi PDI-P DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, Kamis (16/4) kemarin. Sebagaimana hasil rapat pimpinan DPRD Bali, kata Mahayadnya, rencana realokasi yang akan dilakukan terhadap APBD sebesar Rp 150 miliar. Jumlah itu diperoleh dari hasil penyisiran anggaran yang kegiatannya ditunda. Seperti perjalanan dinas di dewan maupun di eksekutif, penyisiran anggaran rapat-rapat, makan dan minum, pelaksanaan PKB dan sejumlah kegiatan lainnya di Pemerintahan Provinsi Bali yang tidak bisa dilaksanakan. ‘’Dari rancangan jumlah dana yang akan direalokasi tersebut, nantinya akan melalui persetujuan dewan. Untuk sidang paripurna tinggal menunggu agenda dari Sekwan. Seluruh anggota sudah siap untuk melakukan sidang melalui vicon, setelah dilakukan uji vicon Rabu lalu,’’ katanya. Sebelumnya, DPRD Bali merekomendasikan lima
hal terkait penanggulangan Covid-19 kepada Gubernur Bali. Di antara kelima isi rekomendasi itu, Dewan berharap dalam menangani Covid-19, pemerintah daerah Provinsi Bali agar segera mengajukan realokasi anggaran guna mendukung upaya-upaya penanggulangan Covid-19. Selain itu, Dewan juga merekomendasikan agar pemerintah daerah Provinsi Bali mewajibkan masyarakat untuk menggunakan masker dengan sanksi yang tegas bagi mereka yang melanggar. Pemerintah daerah Provinsi Bali agar melakukan langkah-langkah ketat terhadap pintu-pintu masuk Bali guna mencegah mewabahnya Covid-19, dan bila perlu didukung dengan regulasi, baik berupa pergub ataupun ketentuan lainnya. Terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) yang berasal dari Bali, Dewan meminta agar wajib dikarantina oleh Pemerintah Provinsi Bali dengan memperioritaskan penggunaan tempat-tempat yang layak dan nyaman seperti hotel-hotel milik BUMN atau hotel melati. Selain itu, dalam surat rekomendasinya dewan meminta agar pemerintah daerah Provinsi Bali agar selalu berkoordinasi dengan DPRD Provinsi Bali terhadap pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Rekomendasi tersebut dituangkan dalam surat bernomor 900/1683/ DPRD, tertanggal 14 April 2020 yang ditandatangani Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama. (kmb16)
Jumat Pon, 17 April 2020
Di Bali, Jumlah Pasien Sembuh 9 Orang
Denpasar (Bali Post) Selama sepekan ini, penambahan kasus positif Covid-19 di Bali terus melonjak. Namun, pasien sembuh juga meningkat signifikan. Pada Kamis (16/4) kemarin, jumlah kasus konfirmasi harian hingga pukul 12.00 WIB juga bertambah. Dilihat dari dashboard pemantauan kasus Covid-19 di situs resmi BNPB, jumlah akumulatif kasus di Bali mencapai 113 orang, dari sehari sebelumnya sebanyak 98 orang. Ini artinya ada penambahan sebanyak 15 orang dalam 24 jam terakhir. Jumlah ini merupakan yang tertinggi sejak Bali mengumumkan adanya temuan kasus positif Covid-19 pada 11 Maret. Sebelumnya, sejak Kamis (9/4) lalu kasus positif terus bertambah. Masih dari dashboard itu, jumlah pasien sembuh juga mengalami penambahan signifikan, sebanyak 9 orang.
Total jumlah pasien sembuh di Bali kini mencapai 32 orang, seperti dilaporkan Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, saat melakukan video conference streaming-nya. Sehari sebelumnya jumlah pasien sembuh sebanyak 23 orang. Sementara itu, untuk Indonesia, Yurianto mengatakan ada penambahan sebanyak 380 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga total kasus positif akumulatif menjadi 5.516 kasus. Juga masih terjadi 27 kematian sehingga total korban meninggal menjadi 496 orang. Yurianto menambahkan, hari ini terjadi peningkatan signifikan pasien sembuh sebanyak 102 orang, sehingga total menjadi 548 orang yang sembuh. “Kita patut bersyukur pada hari ini akumulasi pasien sembuh sebanyak 102 orang,” katanya. (iah)
EDUKASI - Tim gabungan ketika memberikan edukasi pencegahan Covid-19 di Pasar Kereneng, Denpasar, Kamis (16/4) kemarin.
Tim Gabungan Sasar Warga Tak Gunakan Masker Denpasar (Bali Post) Petugas Satpol PP Provinsi Bali bersama Relawan Bencana Bali dan Satgas Gotong Royong terus melakukan edukasi terhadap masyarakat di tengah merebaknya Covid-19. Pemerintah pusat mengimbau semua warga yang beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker. Rupanya, imbauan tersebut masih belum dilaksanakan secara maksimal oleh warga.
Sampoerna dan KMB Serahkan Bantuan kepada Gubernur Koster Denpasar (Bali Post) Sebagai bentuk partisipasi dalam upaya pencegahan penyebaran dan dampak Covid-19 di Bali, PT HM Sampoerna, Tbk. melalui Sampoerna untuk Indonesia bersama Kelompok Media Bali Post (KMB) menyerahkan bantuan kepada Gubernur Bali Wayan Koster, Kamis (16/4) kemarin. Bantuan yang diserahkan tersebut berupa masker sebanyak 3.000 buah, hand sanitizer sebanyak 100 liter dan disinfektan sebanyak 100 liter. Bantuan diserahkan Agus Winarto selaku Manager Area Retail Engagement dan Sammy Yunardi selaku Manager Area Consumer Engagement bersama Pimpinan Redaksi Bali Post I Wayan Dira Arsana, dan diterima Gubernur Wayan Koster didampingi Kadis Sosial Provinsi Bali dan Kadis Kominfo Bali di Rumah Jabatan Gubernur Bali. Gubernur Koster selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Bali mengapresiasi partisipasi PT HM Sampoerna, Tbk. dan KMB yang telah memberikan bantuan berupa masker, hand sanitizer dan disinfektan dalam
upaya pencegahan virus Corona di Bali. Dikatakan, bantuan yang diberikan tersebut memiliki makna yang sangat besar bagi tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19. ‘’Bantuan ini akan segera disalurkan oleh tim gugus tugas melalui Satgas Gotong Royong Desa Adat dan Relawan Desa yang ada di Bali,’’ ujar Gubernur Koster. Koster berharap pandemi Covid-19 di Tanah Air, termasuk di Bali agar cepat berlalu. Apabila ada relawan yang ingin berpartisipasi memberikan bantuan kepada tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Bali, pihaknya akan menerima dengan senang hati. Sebab, belum diketahui secara pasti kapan Covid-19 ini akan berakhir. ‘’Mudah-mudahan masalah ini cepat selesai dan berakhir di Bali,’’ harapnya. Selain itu, bantuan juga disalurkan ke sejumlah daerah. Misalnya di Tabanan berupa 5 hand-washer portable, kemudian di Denpasar berupa 1.500 masker kain, di Badung berupa 100 liter disinfektan, 100 liter hand sanitizer dan 1.500 masker kain serta di Karangasem berupa 1.500 masker kain. (win)
Buktinya ketika tim gabungan melakukan sidak di Pasar Kereneng, Denpasar, Kamis (16/4) kemarin, masih banyak ditemukan warga yang belum menggunakan masker. Untuk itu, petugas memberikan imbauan kepada mereka untuk memakai masker saat berada di luar rumah. ‘’Sejak pukul 06.00 Wita, kami bergerak ke Pasar Kereneng untuk melakukan imbauan ke warga, terutama yang tidak menggunakan masker,’’
kata Kepala Satpol PP Provinsi Bali Dewa Rai Dharmadi. Ia menjelaskan, pihaknya menerjunkan 30 personel. Petugas ini disebar di Pasar Kereneng. Hasilnya, masih banyak ditemukan masyarakat yang masih tidak menggunakan masker di luar rumah, terutama yang datang dan jualan di Pasar Kereneng. ‘’Kami sayangkan sekali. Akhirnya kami mengingatkan lagi untuk menggunakan masker. Bah-
Bali Post/win
Topik : desa adat diizinkan bantu warga terdampak ekonomi
kan, kami berikan masker gratis kepada mereka,’’ ucapnya. Diharapkan, warga semakin tertib dalam mencegah penyebaran Covid-19 ini. Dengan mengikuti anjuran pemerintah yakni jaga jarak, sering cuci tangan dan menggunakan masker jika di luar rumah, hal ini bisa lebih cepat memutus rantai penyebaran Covid-19. Dalam upaya melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di Bali, pihaknya juga mengajak ma-
syarakat maupun organisasi kemasyarakatan, komunitas, untuk ikut bergabung dengan melakukan aksi nyata. Semakin banyak komponen masyarakat akan peduli hal ini, maka akan semakin baik pula. Ini merupakan bukti masyarakat Bali semakin sadar pentingnya mematuhi anjuran pemerintah dalam rangka percepatan penanganan dan pencegahan penyebaran virus Corona yang makin meluas. (kmb16)
diambil pemerintah. ‘’Ini kan untuk keselamatan keluarga dan juga dirinya sendiri serta masyarakat dan lingkungannya,’’ ujar Widiada. Untuk lebih optimalnya kegiatan, pihaknya menyarankan keterlibatan semua satgas yang ada, baik di pusat sampai ke tataran masyarakat terbawah, yakni banjar dan lingkungan. Demikian pula peran para generasi muda yang tergabung dalam STT diharapkan ikut berpartisipasi dalam penanganan Covid-19 ini. Sementara untuk regulasi anggaran, sudah menjadi ke-
wenangan pemerintah untuk mengeksekusinya. Artinya, dalam kondisi darurat seperti ini, relokasi anggaran bisa dilakukan untuk penanganan wabah ini. Selain itu, pemerintah serta semua komponen diharapkan lebih tegas agar jangan sampai kasus ini terus bertambah tanpa ada penyelesaian yang komprehensif. (kmb12)
Disiplin Ikuti Protap Penanganan Covid-19
Denpasar (Bali Post) -
Protap kesehatan yang distandarkan WHO dalam penanganan Covid-19 sudah jelas. Bila itu bisa dilakukan, termasuk pelaksanaan karantina atau isolasi, maka dipastikan akan dapat memutus mata rantai menyebaran Covid-19. Karena itu, terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru pulang harus taat mengikuti anjuran pemerintah untuk dikarantika selama 14 hari. Setelah masa karantina berakhir dan dinyatakan bebas Covid-19, barulah para PMI ini bisa kembali ke rumahnya masing-masing. Ketua Fraksi NasDem-PSI DPRD Denpasar, A.A. Ngurah Gede Widiada, Kamis (16/4) kemarin mengungkapkan, pentingnya mengikuti protap penanganan Covid-19 demi kesehatan bersama. Pihaknya mengaku prihatin dan sedih melihat adanya penolakan
warga terhadap lokasi karantina bagi PMI. Kondisi ini merupakan kelemahan dari pemerintah serta kurangnya komunikasi, sehingga terjadi peristiwa yang sangat tidak elok tersebut. Dikatakan, semua pihak harus mengikuti protap kes-
ehatan, termasuk juga para PMI. Mereka harus pulang setelah kasus Covid-19 melanda hampir ke semua belahan dunia. Mereka dipastikan ingin cepat bertemu keluarganya, namun harus disadari karena kondisi sekarang, PMI harus mengikuti prosedur yang telah
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Sejumlah Personel Polresta Dikarantina di SPN Singaraja Denpasar (Bali Post) Covid-19 bisa memapar siapa saja, termasuk anggota Polri. Oleh karena itu, pengawasan internal diperketat dan rutin dilaksanakan pengecekan kesehatan. Kapolresta Denpasar, AKBP Jansen Avitus Panjaitan, mengakui ada sejumlah anggotanya saat ini masih dikarantina di SPN Singaraja. ‘’Anggota kami itu (dikarantina - red) merupakan siswa SIP (Sekolah Inspektur Polisi). Setelah yang bersangkutan dirumahkan sementara, langsung dikarantina di SPN Singaraja,’’ kata AKBP Jansen di sela-sela kegiatan donor darah
di Mapolresta, Kamis (16/4) kemarin. Informasi di lapangan, sejumlah personel Polresta lulus SIP mengikuti pendidikan di kompleks Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Lemdikpol), Sukabami, Jawa Barat. Saat wabah virus Corona melanda Indonesia, seluruh siswa SIP ini menjalani rapid test. Hasilnya, dari ratusan siswa itu, beberapa di antaranya terdiagnosa positif Covid-19. Siswa yang positif tersebut langsung dikarantina di Asrama Setukpa. Sedangkan yang
negatif langsung dikembalikan ke daerah masing-masing, termasuk ke Polda Bali. Sementara ditanya soal kegiatan donor darah, Kapolresta Jansen mengatakan, kesadaran warga negara untuk melakukan donor darah agak menurun akibat virus Corona. Oleh karena itu, Polresta Denpasar menunjukkan diri bahwa ada di tengah-tengah masyarakat. ‘’Kami menunjukkan tetap bersama masyarakat dan berkontribusi menyumbangkan darah,’’ tegas mantan Wadir Krimsus Polda Papua Barat ini. (kmb36)
BNNP Limpahkan Tiga Tersangka Narkoba ke Kejari BANTUAN - Gubernur Koster menerima bantuan masker, hand sanitizer dan disinfektan dari PT HM Sampoerna, Tbk. dan KMB.
Bali Post/ist
Denpasar (Bali Post) Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Kamis (16/4) kemarin melimpahkan tiga tersangka perkara narkoba ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar. Para tersangka itu yakni Rika Yuliana alias Riri (37), Retno Puwaningsih (30) dan I Gede Darmawan alias Lenong (25). ‘’Tadi ada tahap II dari penyidik Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali ke Kejari Denpasar. Pelimpahan perkara ini dilakukan melalui teleconference,’’ ujar Kasipidum Kejari Denpasar, Eka Widanta. Ia menjelaskan, para tersangka ini ditangkap petugas BNNP dengan barang bukti 9 plastik klip sabu dengan berat keseluruhan 57,43 gram brutto. Mengenai penahanan, Eka Widanta menyatakan dikembalikan atau dititipkan di tahanan BNNP Bali. Hal ini juga
berlaku bagi tersangka lainnya yang juga menjalani pelimpahan tahap II. ‘’Sesuai surat dari Menteri Hukum dan HAM RI, sementara lapas dan rutan tidak boleh menerima tahanan baru. Karena itu, ketiga tersangka masih kami titipkan di BNNP Bali,’’ tegasnya. Kasus narkoba ini terungkap pada 11 Januari 2020 sekitar pukul 15.30 Wita di Jalan Cempaka Permai Selatan, Penamparan, Padangsambian, Denpasar Barat. Petugas BNNP Bali mengamankan Rika Yuliana alias Riri, Retno Puwaningsih, I Gede Darmawan alias Lenong dan I Gede Agus Edi Mahayana (tersangka berkas terpisah). Selain tersangka, petugas juga menyita barang bukti narkotik. Dari tersangka Rika diamankan 9 plastik klip sabu dengan berat keseluruhan 57,43 gram brutto. Juga tersangka lain disita 11 paket sabu 5,06 gram brutto. (kmb37)
Bali Post/ist
DONOR DARAH - Kapolresta Denpasar AKBP Jansen mengecek kegiatan donor darah.
Cegah Covid-19 Korem Perketat Pengawasan Denpasar (Bali Post) Saat menggelar rapat dengan Komisi I DPR-RI, Rabu (15/4) lalu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan ada seribu lebih kasus terkait Corona di Mabes TNI dan terkonfirmasi positif ada 55 orang. Menyikapi kondisi tersebut, Korem 163/ W i r a Satya memper-
Bali Post/ist
Mayor Arm. Ida Bagus Putu Diana Sukertia
ketat pengawasan personelnya, terutama yang tugas di lapangan seperti Babinsa. Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm. Ida Bagus Putu Diana Sukertia, Kamis (16/4) kemarin menjelaskan, hingga saat ini belum ada laporan terkait anggota Korem terpapar virus tersebut. Meski demikian, pengawasan dan sosialisasi terus dilakukan, terutama kepada anggota yang sering bersentuhan dengan masyarakat yaitu Babinsa. Oleh karena itu, pejabat utama korem tidak bosanbosan menyampaikan untuk mengikuti secara benar protokol pencegahan penyebaran virus Corona. ‘’Termasuk dalam tugas di lapangan, membantu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan juga Satgas Gotong Royong yang ada di tingkat desa,’’ ujarnya. (kmb36)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Jumat Pon, 17 April 2020
Pantau Posko Gotong Royong Pencegahan Covid-19 di Desa
Wabup Suiasa Ajak Petugas Satgas Jaga Kesehatan dan Tingkatkan Kesiapsiagaan WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa yang sekaligus menjabat Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Badung, melaksanakan pemantauan kesiapsiagaan petugas Satgas Posko Gotong Royong Pencegahan Covid-19 di beberapa desa di wilayah Kecamatan Mengwi bertempat di Wantilan Desa Adat Sading, Kantor Desa Penarungan, Wantilan Desa Adat Baha, Kantor Desa Mengwi, Balai Gong Jaba Pura Desa Mengwitani dan Wantilan Desa Adat Kapal.
PANTAU POSKO - Wabup I Ketut Suiasa sekaligus menjabat sebagai Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Badung melaksanakan pemantauan kesiapsiagaan petugas Satgas Posko Gotong Royong Pencegahan Covid-19 di beberapa desa di wilayah Kecamatan Mengwi, Rabu (15/4) malam.
Pada kesempatan itu, Wabup Suiasa sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas pengabdian petugas satgas dan meminta kepada para petugas di Posko Gotong Royong Pemantauan Pencegahan Covid-19 selalu menjaga kesehatan, meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. “Terima kasih kepada semua petugas atas pengabdiannya dan saya harap semua petugas di posko gotong royong seluruh pintu masuk semua wilayah desa Kabupaten Badung selalu memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing serta tetap waspada dan tingkatkan kesiapsiagaan,” pesan Suiasa, Rabu (15/4) malam. Wabup Suiasa mengatakan, peran petugas posko di seluruh pintu masuk masing-masing
wilayah sangat penting guna mencegah penyebaran virus Corona, seperti melakukan pemeriksaan kepada setiap penduduk pendatang di masing-masing wilayah. “Peran seluruh petugas yang berjaga pada setiap pintu masuk wilayah desa merupakan bukti nyata pengabdian dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Jalankan seluruh prosedur pemeriksaan sesuai SOP. Mudah-mudahan dengan upaya maksimal yang kita laksanakan, penyebaran Covid-19 dapat ditekan dengan maksimal,” ujarnya seraya minta petugas di Posko Gotong Royong dapat terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan selama bertugas. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung
Disdikpora Bali Masih Kaji Teknis PPDB DINAS Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali masih mengkaji teknis pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2020/2021, khususnya PPDB tingkat SMA/SMK yang menjadi kewenangan provinsi. Sebab, dalam protokol kesehatan dan protokol pendidikan, tidak dimungkinkan adanya tatap muka di tengah pandemi Covid-19. ‘’Kalau PPDB sebelumnya dalam kondisi normal, walaupun sudah secara online ada di sana verifikasi atas nilai-
nilai calon peserta didik,’’ ujar Kepala Disdikpora Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, saat dimintai konfirmasinya, Kamis (16/4) kemarin. Dijelaskannya, calon peserta didik biasanya mendapat nomor setelah mendaftar secara online. Nomor itu kemudian dipakai membawa syarat ijazah, nilai-nilai dan sebagainya, selanjutnya diverifikasi tim PPDB di sekolah. Dengan kata lain, calon peserta didik hadir ke sekolah dalam proses verifikasi itu. ‘’Sekarang tidak memungkinkan itu, tidak boleh. Nah,
itulah yang akan kami ubah. Misalnya verifikasi langsung melalui online atau bagaimana,’’ terangnya. Selain itu, lanjut Boy, teknis pendaftaran kembali masih dibahas karena calon peserta didik tidak boleh lagi datang berbondong-bondong. Walaupun nanti dibatasi, misalnya, kemungkinan pendaftaran kembali akan mengundang keramaian masih tetap ada. Jadi, hal ini pun masih dikonsultasikan dengan MKKS. ‘’Bagaimana teknisnya, kita ubah atau tambah lagi poin aturannya,’’ imbuhnya.
Kendati masalah teknis masih dikaji, ia menyebut jalur PPDB justru sudah pasti. Jalur zonasi kini ditetapkan 50 persen dari sebelumnya 90 persen. Ini dilakukan untuk memberikan keleluasaan bagi siswa berprestasi. Sebab, jalur prestasi baik akademik maupun nonakademik kini dijatah 30 persen. Sisanya 20 persen untuk jalur afirmasi dan perpindahan tugas orangtua. ‘’Itu sudah fix sekali. Hanya sekarang teknisnya di lapangan kita harus antisipasi,’’ jelasnya. PPDB rencananya digelar Juni mendatang. (kmb32)
Kesehatan
Karantina PMI Wajib Dilakukan, Masyarakat Jangan Mudah Percaya Berita ’’Hoax’’ SAAT ini gelombang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali terus berdatangan. Sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Sugawa Korry berharap kepada pemerintah untuk meningkatkan pengawasan di masing-masing pintu masuk, baik di bandara maupun di pelabuhan. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan PMI yang baru datang. Dikatakannya, secara bertahap sebanyak 20 ribu pekerja migran akan berdatangan. Selama ini dari pengalaman,
biasanya pekerja migran yang datang dari negara terpapar menjadi imported cased Covid-19. Untuk itu, pihaknya kembali menyampaikan agar jangan menunda lagi kebijakan untuk mengarantina PMI yang baru tiba. ‘’Saudara-saudara kita para pekerja migran ini merupakan warga kita. Mereka sudah banyak berjasa bagi keluarganya, daerah dan untuk negara dalam hal devisa,’’ ungkapnya, Kamis (16/4) kemarin. Menurutnya, dengan mewabahnya Covid-19, pemerintah harus mempunyai kewajiban
I Nyoman Sugawa Korry (kiri) dan IGMB Dwikora Putra
bagaimana penegakan disiplin karantina dilakukan dengan memperlakukan mereka secara layak. Oleh karena itu, selaku pimpinan DPRD dan pimpinan Partai Golkar, dirinya mendesak pemerintah agar karantina itu wajib selama 14 hari, walaupun setelah dites di pintu masuk rapid test-nya dinyatakan negatif. ‘’PMI ini juga harus disiplin menjalankan prosedur karantina. Dengan demikian mereka terjamin betul-betul sehat,’’ ucap Sugawa Korry. Sementara masyarakat di lokasi sekitar tempat karantina juga harus diedukasi. Masyarakat mesti terus diberikan pemahaman terkait prosedur penanganan Covid-19. Jangan sampai ada salah persepsi dari masyarakat terhadap penerimaan PMI yang baru pulang ini. ‘’Kami harapkan masyarakat tidak melakukan tindakan penolakan kepada pekerja migran yang baru datang,’’ ujarnya. Di sisi lain, terkait pemberitaan perkembangan Covid-19, Ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra menyampaikan imbauan. Pertama, rekan media atau wartawan yang meliput dalam melakukan
peliputan harus selalu menjaga kesehatan dan keselamatan diri. Jangan sampai demi memburu informasi perkembangan Covid-19, malah melupakan kesehatan dan keselamatan diri sendiri. ‘’Oleh karena itu, dalam peliputan harus memperhatikan SOP peliputan salah satunya jaga jarak,’’ sebutnya. Kedua, selama pandemi Covid-19, banyak informasi yang tersebar di sosial media atau informasi yang tidak benar atau hoax. Untuk itu, pihaknya berharap jangan sampai informasi yang disampaikan mengutip informasi yang dari berita hoax tersebut. Oleh karenanya, konfirmasi dan check and recheck harus dilakukan dengan mencari narasumber yang memang mempunyai kapabilitas dan kapasitas untuk menyampaikan tentang Covid-19. ‘’Sebelum mendapat konfirmasi yang benar dari pihak yang berwenang, saya kira itu jangan disebarkan ke masyarakat. Kepada masyarakat juga kami imbau agar jangan langsung percaya dengan informasi yang berkembang di medsos,’’ tandas Dwikora Putra. (ad161)
tha, S.E., M.Si., pantai hanya diperbolehkan untuk kegiatan upacara agama dan aktivitas nelayan. Dikatakannya, dalam seminggu ke depan, kebijakan ini masih dalam masa sosial-
isasi dan imbauan. Mulai minggu kedua, apabila ada krama adat, krama tamiu dan tamiu yang melanggar, akan diberikan peringatan tertulis. Jika kemudian mereka ditemukan dan masih melanggar, Mertha
menyebut akan diberikan sanksi berupa bersih-bersih dan menyapu di wewidangan Desa Adat Kedonganan. Keputusan penutupan ini dilakukan mengingat kawasan Pantai Kedonganan beberapa hari terakhir masih diserbu wisatawan dan warga. Hal ini karena sejumlah objek wisata di Badung sudah ditutup. Untuk itu, pihaknya menyiagakan sejumlah petugas keamanan desa untuk melakukan pengawasan di kawasan pantai. Terkait langkah memutus rantai penyebaran Covid-19, Satgas Gotong Royong yang ada di Kedonganan terus melakukan kontrol ketat. Krama yang memiliki kos-kosan tidak diperbolehkan lagi menerima penghuni baru. Selain itu, setiap warga harus sangat selektif menerima tamu. ‘’Ini diawasi oleh tim satgas dari masing-masing klian adat dan kepala lingkungan di masing-masing wilayah banjar,’’ terang Mertha. (kmb23)
Pantai Kedonganan Akhirnya Ditutup untuk Rekreasi
Mangupura (Bali Post) – Kawasan Pantai Kedonganan, Kecamatan Kuta, akhirnya ditutup untuk aktivitas rekreasi sejak Rabu (15/4) lalu. Menurut Bendesa Adat Kedonganan Dr. Wayan Mer-
DITUTUP - Kawasan Pantai Kedonganan ditutup untuk aktivitas rekreasi sejak Rabu (15/4) lalu.
Nyoman Gunarta menyatakan, saat ini seluruh kecamatan di Kabupaten Badung telah dibentuk Posko Gotong Royong Pemantauan dan Pencegahan Pandemi Covid-19. Berdasarkan laporan yang diterima dari seluruh camat, saat ini seluruh Posko Gotong Royong sudah diaktifkan. “Semua sudah bergerak bersama melakukan upaya yang lebih maksimal dalam mencegah penyebaran Covid-19. Salah satunya melakukan pengawasan kepada setiap pendatang melalui posko pemantauan,” katanya. Bukan hanya di kecamatan, hingga ke tingkat desa juga telah banyak yang mengaktifkan posko pemantauan yang dijaga oleh aparatur desa adat, desa dinas, pecalang, hansip dan relawan. “Seluruh petugas
yang berjaga di setiap posko pemantauan mulai tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa merupakan petugas yang berada di garda terdepan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” jelasnya. Terlibatnya seluruh pihak untuk bersama-sama bergerak melakukan pengawasan dan pemantauan di seluruh pintu masuk wilayah desa diharapkan bisa memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Badung. Pada giat pemantauan tersebut Wabup Suiasa turut didampingi anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Yudana, I Made Suwardana, Komang Tri Ani, Kadis Kesehatan Nyoman Gunarta dan Camat Mengwi Nyoman Suhartana. (ad167)
Sosial
Ringankan Beban Ekonomi, Prajuru Bagikan Paket Sembako kepada Seluruh Krama Banjar Taman PANDEMI Covid-19 mengakibatkan merosotnya perekonomian, baik makro maupun mikro. Dampaknya ke masyarakat Bali sangat terasa, mengingat tulang punggung perekonomian yakni sektor pariwisata lumpuh. Banyak masyarakat kini mengalami kesulitan ekonomi. Guna membantu meringankan beban warga, Banjar Taman, Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara memberikan bantuan kepada warga setempat, Kamis (16/4) kemarin. Tak tanggung-tanggung, kas banjar disisihkan ditambah doBANTUAN – Prajuru Banjar Taman, Desa Adat Kerobokan, nasi dari organisasi Kecamatan Kuta Utara, memberikan bantuan sembako kepada di banjar setempat warga setempat, Kamis (16/4) kemarin. untuk menyediakan paket sembako bagi Kami ingin membantu me- giatan sosial serupa. seluruh krama banjar yang ringankan beban warga,’’ Sementara itu, Banjar Taberjumlah 209 KK. ujar Agung Parwata. man juga telah melakukan Klian Adat Banjar Taman Dijelaskannya, bantuan berbagai upaya pencegahan Anak Agung Ngurah Parwa- tersebut berbeda dengan Covid-19 sejak beberapa ta didampingi Klian Dinas bantuan dari desa adat. waktu lalu. Langkah yang Banjar Taman I Nyoman Karena pihaknya menilai diambil seperti memberikan Purnajiwa mengungkapkan, dampak pandemi Covid-19 edukasi ke masyarakat mensatu paket bantuan bernilai tidak saja dirasakan magenai pentingnya physical Rp 450 ribu. Isinya berupa syarakat kurang mampu, distancing hingga perilaku beras 25 kg, telur 1 kerat, m e l a i n k a n s e l u r u h m a hidup bersih dan sehat. Peminyak goreng 2 liter dan syarakat. ‘’Makanya kami nyemprotan disinfektan juga 1 dus mi instan. Pemberian berinisiatif mengarahkan telah gencar dilaksanakan ke bantuan paket sembako ini bantuan kepada seluruh seluruh rumah dan fasilitas tidak memandang status warga,’’ katanya. umum di kawasan Banjar Tamasyarakat. Apalagi sebaTerkait keberlanjutan man. Penyemprotan digelar gian besar warga berkec- program ini, Agung Parwata seminggu sekali. impung di industri pariwi- menyatakan pihaknya akan ‘’Kami juga mendata pensata. Seluruh krama banjar terlebih dahulu melakukan datang yang sempat beperm e n d a p a t b a n t u a n d e n - evaluasi dan membahasnya gian ke luar dan datang ke gan pertimbangan semua lebih lanjut dengan stakelingkungan Banjar Taman. lapisan masyarakat terkena holders terkait. Namun, Ini juga menjadi perhatian dampak. apabila kondisi ekonomi khusus kami dalam upaya ‘’Kami terdorong untuk masih seperti ini dalam pencegahan penyebaran m e n g u p a y a k a n b a n t u a n beberapa waktu ke depan, virus Corona di wilayah bagi warga karena dampak dia memastikan pengurus Banjar Taman,’’ tegasnya. pandemi Covid-19 dirasakan banjar akan menggelar ke(ad162) semua lapisan masyarakat.
Jumat Pon, 17 April 2020
Kabar Baik, Tiga Pasien Covid-19 di Jembrana Sembuh
TIGA orang warga Kabupaten Jembrana yang sebelumnya dirawat karena Covid-19 akhirnya diperbolehkan pulang dari ruang isolasi RSU Negara, Kamis (16/4) kemarin. Dua terkonfirmasi positif Covid-19 dan satu orang merupakan PDP positif hasil rapid test. Direktur RSU Negara dr. Gusti Bagus Oka Parwata, Kamis kemarin mengatakan, pasien pertama yang dinyatakan sembuh adalah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Pangyangan, Kecamatan Pekutatan. Yang bersangkutan terinfeksi Covid-19 lewat hasil swab positif pada 1 April 2020. Swab berikutnya pada 9 dan 13 April hasilnya negatif. Pasien kedua asal Melaya Tengah Kaja, terinfeksi Covid-19 hasil swab positif pada 4 April. Tes swab selanjutnya pada 13 April dan 15 April hasilnya negatif dan dinyatakan sembuh. ‘’Pasien ketiga juga
PMI asal Pangkung Tanah, Melaya, yang dinyatakan sembuh merupakan PDP hasil rapid test positif pada 11 April. Dinyatakan sembuh setelah dua kali hasil swabnya negatif pada 13 dan 15 April,’’ papar Oka Parwata. Bupati Jembrana I Putu Artha bersyukur tiga pasien warga Jembrana dinyatakan sembuh dan boleh pulang. ‘’Ini kabar baik sekaligus memotivasi kami untuk lebih semangat menangani penyebaran Covid-19 di Jembrana,’’ katanya. Bupati Artha yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 didam-
pingi Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan, Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Jefry M. Hanok dan Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa menyampaikan terima kasih kepada tenaga medis yang sudah bekerja sepenuh hati menangani pasien yang dirawat selama di ruang isolasi. Begitu juga Gugus Tugas dan masyarakat secara gotong royong menangani virus ini secara bersama-sama dengan mengikuti imbauan pemerintah. ‘’Saya sampaikan apresiasi dan terima kasih atas perjuangan tim medis Jembrana. Sembuhnya pasien terpapar Corona
ini membuktikan Jembrana juga mampu menyembuhkan melalui perawatan di RSU Negara,’’ terangnya. Selanjutnya Artha minta jangan ada stigma negatif apalagi penolakan- penolakan di masyarakat. Ia juga berpesan kepada pasien yang sudah dinyatakan sembuh agar tetap disiplin mengisolasi diri tinggal di rumah. ‘’Tetap disiplin lakukan isolasi diri. Waspadai terinfeksi ulang. Semoga kesembuhan awal akan memotivasi kesembuhan pasien selanjutnya,’’ ujarnya. Terkait gelombang kedatangan pekerja migran, Artha mengatakan, Pemkab Jembrana sesuai instruksi dan koordinasi dengan pemerintah provinsi akan mengarantina pekerja
yang dinyatakan negatif selama 14 hari. Untuk mempermudah pengawasan disiapkan Hotel Jimbarwana sebagai tempat karantina. Pada kloter awal sudah dikarantina 18 orang PMI yang sebelumnya negatif rapid test. Sementara untuk yang positif akan ditindaklanjuti dan dirawat langsung oleh pemerintah provinsi. Sementara itu, salah satu pasien sembuh asal Pangyangan mengatakan kesembuhannya atas support serta perawatan dokter dan tim medis yang bertugas di RSU Negara. ‘’Dukungan dokter dan tim medis sangat membantu saya untuk sembuh. Pelayanannya juga sangat baik,’’ sebutnya. Ia berpesan kepada masyarakat agar senantiasa mengikuti imbauan pemerintah
untuk hidup bersih dan sehat dengan rajin mencuci tangan, selalu pakai masker dan menjaga jarak. ‘’Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak rumah sakit, Bapak Bupati
Jembrana atas dukungannya serta Bapak Wakil Bupati yang selalu memantau keadaan saya dengan memberikan support melalui video call,’’ pungkasnya. (ad160)
SEMBUH - Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi Wabup I Made Kembang Hartawan, Dandim 1617 Jefry M. Hanok dan Kapolres Ketut Gede Adi Wibawa menyampaikan terkait tiga warga yang sudah sembuh dari Covid-19.
Membandel, Meja dan Kursi Pedagang Diamankan
Bali Post/kmb26
GUDANG BULOG – Bupati Jembrana bersama Dandim 1617 mengecek persediaan beras di gudang Bulog Penyaringan.
Bupati dan Dandim Cek Stok Beras di Gudang Bulog Negara (Bali Post) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana mengecek persediaan pangan (beras) di gudang Bulog, Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Kamis (16/4) kemarin. Pengecekan ini untuk mengantisipasi ketersediaan stok beras selama pandemi Covid-19. Kunjungan dipimpin Ketua Gugus Tugas Jembrana I Putu Artha dan Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefry M. Hanok bersama jajaran terkait. Hasil pengecekan, saat ini beras yang ada di gudang Bulog sebanyak 417.072.17 kilogram. Dengan rincian, beras NTB 228.710.00 kilogram dan beras Jawa Timur
188.362.17 kilogram. Stok beras ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat (Cadangan Beras Pemerintah/CBP) dan prajurit TNI hingga Juni atau tiga bulan ke depan. Dandim M. Hanok mengungkapkan, pengecekan ini sebagai antisipasi kelangkaan stok beras di Kabupaten Jembrana berkaitan dengan pandemi Covid-19. Selain itu, untuk antisipasi pemerintah daerah dalam membantu masyarakat melalui Bulog dengan harga beras yang sesuai standar. Dandim bersama Gugus Tugas juga melakukan pengecekan barang di Pasar Umum Jembrana. Dari data Dinas Pertanian
dan Pangan Jembrana, saat ini sejumlah subak sudah mulai panen. Bahkan, pada Mei-Juni diperkirakan terjadi panen raya. Pada April ini 1.700 sampai 2.000 hektar sawah yang akan panen. Selanjutnya disusul bulan berikutnya sekitar 3.000 hektar sawah yang panen. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Sutama, hasil panen itu dapat memenuhi kebutuhan pangan di daerah untuk dua tiga bulan mendatang. ‘’Jembrana bisa menyediakan pangan, beras, telur dan daging. Yang lainnya seperti gula dan minyak masih tergantung pasokan daerah lain,’’ tandasnya. (kmb26)
Kasus DBD di Tabanan Juga Meningkat Tabanan (Bali Post) Di tengah upaya pemerintah mencegah kian mewabahnya virus Corona atau Covid-19, muncul pula kasus DBD (demam berdarah dengue) yang juga harus menjadi perhatian. Apalagi dalam siklus tahunan lima tahun kali ini, jumlah pasien DBD mengalami peningkatan selama tiga bulan terakhir. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan menunjukkan lonjakan terjadi pada Maret 2020 yakni 84 kasus. Sebelumnya terjadi 18 kasus pada Januari dan 56 kasus pada Februari. Namun, dari total jumlah kasus tersebut tidak sampai ada korban jiwa. Kepala Bidang Penanganan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Tabanan dr. Ketut
Nariana, Kamis (16/4) kemarin mengatakan, di wilayah kecamatan/desa kasus DBD terbanyak ada di Kecamatan Kediri sebanyak 54 kasus. Selanjutnya di Kecamatan Tabanan 47 dan Marga sebanyak 16 kasus. Ketiga lokasi tersebut memang padat permukiman warga. Ia mengimbau warga setempat agar selalu membersihkan lingkungan dan membudayakan perilaku 3M, sehingga dapat mencegah nyamuk aedes aegypti berkembang biak. ‘’Kasus selama tiga bulan tahun 2020 sudah di angka 158, tersebar di 10 kecamatan. Ada tren jumlahnya meningkat tiap bulana,’’ terangnya. Pihaknya telah melakukan fogging di daerah yang
ditemukan kasus. Selain fogging, masyarakat juga harus aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). ‘’Sebab, fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa selama dua sampai tiga jam, setelah itu nyamuk muda akan lahir. Jadi, PSN dan abatisasi harus tetap dilakukan,’’ tegas Nariana. Ia juga mengimbau kepala sekolah dan guru tetap menjaga kebersihan lingkungan sekolah di masa libur ini. Seperti menutup dan menguras serta menutup rapat bak mandi atau tempat penampungan air agar jentik nyamuk tidak bisa berkembang biak. Rumah kosong yang jarang dihuni oleh pemiliknya juga harus menjadi perhatian bersama. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Tindakan tegas terpaksa diambil Satgas Pengamanan (Satpol PP) Kabupaten Tabanan pada sejumlah pedagang yang tidak mengikuti instruksi Bupati Tabanan terkait larangan menyediakan meja makan dan tempat duduk bagi pembeli. Ini merupakan hasil pengawasan yang dilakukan petugas saat menyisir sepanjang Jalan By-pass Ir. Soekarno, Rabu (15/4) malam. Puluhan pedagang makanan dan lesehan kedapatan membandel dengan masih menghidangkan makanan di tempat. Alhasil, petugas memberikan teguran serta mengamankan ratusan meja dan kursi. ‘’Sudah dilarang menghidangkan makanan di tempat, tetap saja ada yang bandel. Kami terpaksa amankan kursi
dan mejanya biar tidak bisa lagi dipakai selanjutnya. Sebanyak 266 kursi dari 21 pedagang yang kami amankan,’’ beber Ketua Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba, Kamis (16/4) kemarin. Menurutnya, dalam instruksi Bupati Tabanan sudah jelas disampaikan bahwa pedagang tetap bisa melakukan aktivitas dagangannya. Hanya, untuk sementara waktu pedagang diminta tidak menyediakan meja dan kursi agar pembeli tidak nongkrong atau berkerumun. Ini dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. ‘’Mereka boleh berjualan, tetapi tidak usah pakai meja dan kursi. Jadi, makanan dibungkus dan pembeli langsung pulang,’’ terangnya. Terkait hal itu, pihaknya akan kembali melakukan koor-
dinasi dengan para camat, satgas desa dan desa adat untuk bersama-sama ikut mengawasi pedagang di wilayahnya masing-masing. Dikatakannya, satgas desa memiliki kewenangan yang sama dengan satgas di kabupaten untuk melakukan pengawasan, pencegahan bahkan menindak tegas pedagang yang membandel atau tidak mengikuti instruksi yang telah
dibuat. ‘’Jangan ragu-ragu, mari sama-sama gotong royong awasi agar cepat bisa ditangani. Jika perlu diamankan atau ditutup saja, hanya dilakukan dengan cara yang baik. Kalau terus dibiarkan, dikhawatirkan wabah ini akan berkepanjangan dan dampaknya lebih terasa lagi pada perekonomian masyarakat,’’ pungkas Sarba. (kmb28)
Bali Post/ist)
DIAMANKAN - Petugas mengamankan meja dan kursi milik pedagang yang membandel.
Kesehatan DPD-RI Minta Dinkes Segera ’’Rapid Test’’ SDM Imigrasi dan Pelabuhan
Senator Arya Wedakarna Puji Tampilan ’’Front Office’’ di Kejaksaan Negeri Denpasar
WALAUPUN masih dalam masa Covid-19, Senator DPDRI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III tetap melakukan kunjungan kerja sebagai bagian dari Komite I Bidang Hukum dan Politik DPDRI Utusan Bali. Sebagaimana terekam dalam kunjungan kerja ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar dan ke Kantor KPUD Bali. Dalam rangka menjalankan fungsi sebagai pengawas UU, Senator DPD-RI Arya Wedakarna (AWK) disambut oleh Luhur Istighfar, S.H., M.Hum. (Kepala Kejari Denpasar) dan jajaran. Dalam pertemuan tersebut sejumlah hal dibahas, di antaranya pelaksanaan sidang online oleh jaksa selama pandemi Covid-19. Senator AWK juga mendapat sejumlah masukan dan usulan dari Kajari Denpasar, seperti terkait pembangunan Gedung Pengadilan Badung yang sedang berproses dan diharapkan dapat mengurangi beban sidang perkara di PN Denpasar, terkait anggaran penanganan perkara yang dirasa jauh dari target mengingat banyaknya kasus yang ditangani di PN Denpasar, serta sejumlah masukan terkait pelaksanaan UU dan aturan terkait narkotika. Pada kesempatan itu, AWK juga berdiskusi terkait rencana Omnibus Law dan RUU KUHP yang menjadi prioritas
KEJARI DAN IMIGRASI - Senator Dr. Arya Wedakarna saat hadir di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar dan Kantor Imigrasi Kemenkum HAM di Jimbaran. Prolegnas 2020. Usai pertemuan, Senator AWK meninjau tampilan kantor depan (front office) Kantor Kejari Denpasar yang sudah disulap layaknya front office hotel lengkap dengan tampilan yang berbudaya. ‘’Saya akui mungkin ini Front Office Kejaksaan Negeri terbaik di Indonesia ya. Sangat humanis dan menjadikan wajah
Kantor Kejaksaan menjadi sangat berbudaya. Saya puji dan ini akan menjadi laporan baik Komite I ke Jaksa Agung,’’ ungkap AWK. Upaya preventif pencegahan Covid-19 juga disampaikan oleh AWK saat hadir di Kantor Imigrasi Ngurah Rai di Jimbaran. Terkait pelaksanaan Peraturan Menteri tentang orang asing,
Senator AWK meminta agar Kantor Imigrasi melayani orang asing dengan sebaik-baiknya, mengingat citra negara saat pendemi ini dipertaruhkan. ‘’Kejadian viral tempo hari saat turis mengular antre hingga ke jalan raya agar tidak terjadi lagi. Kasihan nama baik imigrasi di Bali jika hal itu viral hingga ke nasional dan internasional. Saya sudah berikan sejumlah nasihat saat rapat dan syukurlah dalam dua hari semua bisa ditangani dengan baik. Kita sudah lihat pelaksanaan Peraturan Menteri 08 tempo hari sudah baik. Termasuk adanya pembebasan biaya denda overstay kepada wisatawan asing yang ada di Bali dalam batas waktu tertentu,’’ papar AWK. Terkait pengamanan kesehatan para staf dan aparat Imigrasi, baik di bandara maupun pelabuhan, Senator AWK mengeluarkan rekomendasi kepada Kemenkes dan Dinkes di Bali agar memprioritaskan SDM terdepan yang berhubungan dengan kedatangan orang (migrasi) yakni petugas Imigrasi. ‘’Saya kira badan kesehatan harus memprioritaskan SDM terdepan. Saya dukung jika Imigrasi, staf di pelabuhan, airport dan terminal menjalankan rapid test karena mereka sangat berisiko. Kita akan kirimkan rekomendasi resmi. Kita bantu,’’ ujar Senator AWK. (ad165)
Jumat Pon, 17 April 2020
Bupati Suwirta Ikuti ’’Teleconference’’ Terkait Bansos Tunai Kemensos BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra dan Kadisos Klungkung Ida Bagus Anom Adnyana mengikuti teleconference Gubernur, Bupati/ Wali Kota se-Indonesia dengan Kementerian Sosial dari Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Kamis (16/4) kemarin. Rapat dipimpin Menteri Sosial Juliari P. Batubara di Jakarta dengan materi terkait Bantuan Sosial (Bansos) Tunai yang diberikan kepada masyarakat dalam rangka pencegahan dampak Covid-19. Menteri Sosial Juliari P. Batubara dalam teleconference itu disebutkan ada 33 provinsi penerima di luar DKI Jakarta dengan sasaran
sebanyak 9 juta keluarga. Masing-masing menerima bansos tunai Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan mulai April, Mei dan Juni. Kriteria penerima adalah skala prioritas, yakni KK yang termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos. Daerah dapat melakukan usulan penambahan dengan catatan KK non-program sembako, KK non-PKH, KK non-Prakerja-non-DTKS dan By Name By Address, By NIK dan By Nomor Telepon. ‘’Daerah dapat mengusulkan tambahan penerima karena daerah yang tahu situasi masyarakatnya,’’ ujar Mensos Juliari Batubara. Bupati Suwirta usai mengikuti teleconference menyam-
Usulan Tambahan Penerima Diserahkan ke Daerah but baik hal itu. Pihaknya mengatakan akan membuat pemetaan terkait warga yang telah menerima bantuan. Baik bantuan itu dari pusat, provinsi, kabupaten maupun desa. Mereka akan dimasukkan ke dalam satu tabel baru dengan jenis-jenis bantuan yang pernah diterima, agar tidak ada penerima bantuan ganda (dobel). ‘’Dalam tabel itu akan terdata warga dengan jenis bantuan yang diterima. Yang tidak mendapat bantuan juga akan tercatat di sana dengan alasan yang jelas,’’ ujarnya. Adapun mekanisme pelaksanaan Bansos Tunai ini, di antaranya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai acuan sasaran penerima Program Bansos Tu-
nai disiapkan Pusdatin Kesos Kementerian Sosial, Alokasi awal Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bansos Tunai per kabupaten/kota oleh Kemensos serta kabupaten/ kota mengirimkan usulan calon KPM Bansos Tunai kepada Kemensos melalui persetujuan Bupati/Wali Kota dan diketahui Gubernur melalui SIKS-NG dan penetapan KPM Bansos Tunai oleh Kemensos. Mekanisme lainnya yakni Kemensos menyediakan anggaran Bansos Tunai, proses penyaluran Bansos Tunai itu dilakukan melalui mitra kerja dengan dukungan pemkab serta pengendalian dan sosialisasi Bansos Tunai dilakukan terpadu oleh pusat dan daerah. (ad164)
TELECONFERENCE - Bupati Suwirta saat mengikuti teleconference.
Gianyar Catat 10 Orang Positif Covid-19
Gianyar (Bali Post) Pasien positif Covid-19 di Gianyar terus mengalami penambahan. Tambahan satu orang positif Covid-19 itu dari kalangan pekerja migran Indonesia (PMI), sehingga kini total ada 10 warga positif Covid di Gianyar. Namun dua di antaranya sudah sembuh. ‘’Ya benar ada tambahan positif satu lagi, dia PMI,’’ ucap Ketua Satgas Covid-19 Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya, Kamis (16/4) kemarin. Sekda Wisnu Wijaya mengatakan, satu pasien positif
Covid- 19 ini merupakan seorang laki-laki asal Desa Siangan, Gianyar. Selama ini warga tersebut memang sebagai PMI yang bekerja di kapal pesiar. ‘’Dia tiba di Bali 6 April kemarin,’’ katanya. Nah, berselang enam hari
sejak kepulangan itu, PMI asal Desa Siangan ini mulai mengeluhkan batuk pilek hingga sesak napas sejak 12 April 2020. ‘’Sudah dilakukan pengetesan swab 14 April,’’ katanya. Dikatakan, keesokan
harinya hasil swab tes itu langsung keluar. Dan hasilnya positif Covid-19. ‘’Hasil VCR positif yang kita terima pada 15 April 2020,’’ katanya. Kini pasien tersebut sudah dapat perawatan di ruang isolasi RSUD Sanjiwani Gianyar. Sesuai regulasinya, petugas juga menelusuri siapa yang pernah kontak dengan pasien positif Covid-19 itu. (kmb35)
Dukung Warga Lakukan ’’Social Distancing’’
TERIMA PENGHARGAAN - Buda Parwata saat menerima penghargaan dari Direktur RSUD Klungkung atas kepeduliannya mengirimkan APD.
Dukung Penanganan Covid-19 Hanura Kirim APD ke RSUD Klungkung
PARTAI Hanura kian menunjukkan kepeduliannya dalam penanganan Covid-19. Melihat kebutuhan APD begitu tinggi, Hanura menjadi contoh partai politik yang serentak mengirimkan APD kepada setiap RS rujukan Covid-19. Sementara di Klungkung, DPC Hanura Klungkung sudah mengirimkan APD (alat pelindung diri) kepada RSUD Klungkung, Kamis (16/4) kemarin. Bantuan APD dari Hanura itu berupa baju 10 unit, slop tangan 100 pasang hingga masker bedah tiga lapis dua boks. Bantuan APD ini akan terus mengalir ke RSUD Klungkung secara bertahap, hingga penanganan Covid-19 ini tuntas. Hanura tergerak membantu rumah sakit, karena ikut merasakan penanganan Covid-19 ini harus dilakukan dengan prosedur penggunaan APD yang ketat. Sementara APD yang tersedia sangat terbatas. ‘’Ketika pemerintah daerah sudah menunjuk RSUD Klungkung sebagai RS rujukan, kami langsung fokus membantu kebutuhan APD. Inilah yang sangat mereka butuhkan,’’ kata Sekretaris DPC Hanura Klungkung I Wayan Buda Parwata ditemani sejumlah Pen gurus DPC Partai Hanura Klungkung saat ditemui usai penyerahan APD kepada Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma.
Menurutnya, dengan bantuan APD ini, petugas medis akan semakin percaya diri dalam melaksanakan tugasnya, sehingga penanganan pasien positif atau pun negatif Covid-19 berjalan lebih maksimal. Bahkan, mampu memberi kesembuhan. Dengan penyerahan APD ini, juga akan mampu membangun kepedulian lembaga atau kelompok masyarakat lain, untuk bersama-sama membantu rumah sakit memenuhi kebutuhan APD ini. ‘’Kami menyampaikan terima kasih atas penghargaan dari RSUD Klungkung terhadap Partai Hanura. Walaupun bukan itu tujuan kami memberikan bantuan. Bantuan ini murni panggilan hati nurani Partai Hanura secara tulus dalam melawan virus Corona ini. Semoga cepat berlalu. Dengan solidaritas dan gotong royong, saya yakin cobaan ini bisa cepat berlalu,’’ harap Buda Parwata yang juga anggota DPRD Klungkung ini. Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma menyampaikan terima kasih kepada Partai Hanura. Bantuan APD ini sangat berarti bagi rumah sakit, di tengah ketersediaan APD yang sudah menipis. Kebutuhan APD memang sangat tinggi. Pasalnya, rumah sakit menghabiskan APD sheet lengkap sebanyak 15 sheet per hari. Maka, dipastikan
rumah sakit menghabiskan 1.500 sheet APD lengkap setiap bulan. Sementara satu sheet APD harganya sekitar Rp 1 juta. ‘’APD ini hanya sekali pakai. Setelah dipakai harus langsung dimusnahkan. Ini yang bikin kebutuhan APD itu jadi tinggi. Maka, kami sangat bersyukur Hanura tergerak membantu kami. Mudah-mudahan menjadi contoh dan diikuti lembaga lainnya, sebagai bentuk kepedulian,’’ ujarnya. Kesuma menegaskan, stok APD saat ini masih cukup untuk kebutuhan seminggu ke depan. Khususnya APD yang terpisahpisah. Kebutuhan masker paling tinggi, sebanyak 850 pcs per hari untuk tenaga medis hingga pegawai. Sebagai persiapan jangka panjang, pihaknya juga segera melakukan pengadaan APD dan alat kesehatan untuk ruang isolasi, melalui dana tanggap darurat bencana sebesar Rp 10 miliar. ‘’Karena keamanan petugas medis kami tetap harus diutamakan,’’ tegasnya. Sejauh ini penanganannya sudah maksimal. Dari empat pasien positif Covid-19 yang dirawat di sana, tiga di antaranya sudah sembuh berkat kerja keras dokter dan tenaga medis. Sedangkan satu pasien lagi terus dipantau perkembangannya melalui tes swab. (ad163)
PDAM Bangli Tak Mampu Gratiskan Tagihan Air
Bangli (Bali Post) – Beberapa kabupaten di Bali kabarnya telah mengambil kebijakan menggratiskan biaya tagihan rekening air pelanggan untuk meringankan beban masyarakat di tengah wabah Covid-19. Namun hal itu tidak bisa dilakukan Kabupaten Bangli. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bangli tak mampu menggratiskan b i -
aya tagihan rekening air pelanggannya karena kondisi keuangan perusahaan yang tidak memungkinkan untuk itu. Direktur PDAM Kabupaten Bangli, I Dewa Gede Ratno Suparso Mesi, dikonfirmasi Kamis (16/4) kemarin tak menampik bahwa pandemik Covid-19 saat ini telah mengakibatkan terganggunya perekonomian masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, beberapa pemerintah kabupaten diakuinya mengeluarkan kebijakan yang salah satunya memberikan subsidi penuh/ m e n g gratiskan
I Dewa Gede Ratno Suparso Mesi
tagihan air terhadap kelompok masyarakat tertentu di wilayah pelayanannya masing-masing. Namun, PDAM Bangli sebagai salah satu BUMD milik Pemkab Bangli masih belum mampu mengambil kebijakan menggratiskan pembayaran tagihan rekening air. ‘’Meski kami menyadari betapa pentingnya hal tersebut untuk dilaksanakan pada saat kondisi seperti ini,’’ terangnya. Alasannya, 58 persen produksi air PDAM menggunakan tenaga listrik. ‘’Tarif listrik yang dikenakan adalah tarif listrik premium,’’ jelasnya. Adapun biaya listrik yang dihabiskan sekitar 30 persen dari total pendapatan perusahaan dalam satu bulan. Belum lagi biaya gaji pegawai sebesar 22 persen dari pendapatan PDAM per bulan. (kmb40)
Desa Adat Sukawati Bagikan Ribuan Sembako Gianyar (Bali Post) Mendukung warga melakukan social distancing dan physical distancing, Desa Adat Sukawati, Kecamatan Sukawati membagikan paket sembako untuk 2.378 KK krama adat, Kamis (16/4) kemarin. Satu paket sembako itu senilai Rp 150 ribu. Bendesa Adat Sukawati I Nyoman Suantha mengatakan, paket sembako senilai Rp 150 ribu itu terdiri dari beras 10 kg, minyak goreng, gula dan mi instan. Dua ribu lebih KK penerima bantuan sembako yang tersebar di 14 banjar adat. Sembako itu didrop ke balai banjar masing-masing dengan mengerahkan lima armada angkut. ‘’Kami serahkan ke klian adat. Bagaimana teknis pembagian agar jarak diatur, menghindari kerumunan,’’ jelasnya. Pembagian sembako itu telah dinanti-nantikan krama adat setempat. Sebab, semua sektor sudah merasakan imbas wabah Covid-19. ‘’Tidak saja krama, kami yang bekerja di sektor pariwisata terkena dampak. Jadi hampir semua kalangan terkena imbasnya,’’ jelasnya. Suantha menyadari sembako yang digelontor tidak akan cukup memenuhi kebutuhan hidup krama selama pandemi Covid-19 ini. Apalagi, belum diketahui pasti kapan musibah ini berakhir.
Namun prajuru adat diharapkan tetap berupaya. ‘’Minimal bisa mengobati psikologis krama, ini sebagai salah satu bentuk perhatian dari desa adat,’’ jelasnya. Imbas Covid-19 itu juga berdampak pada pelaksanaan pujawali di Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Sukawati. Pujawali digelar sederhana, hanya melibatkan pemangku, krama banjar pangemong dan prajuru yang jumlahnya tidak lebih dari 20 orang. ‘’Rahina Anggara Kasih Tambir, Selasa (14/4) semestinya berlangsung piodalan nadi di Pura Dalem Gede Sukawati nyejer selama empat hari. Tetapi dalam situasi pandemi ini, piodalan hanya digelar satu hari mingkup sari,’’ jelasnya. Demikian juga pujawali nadi di Pura Desa Adat Sukawati itu digelar pada Rahina Budha Kliwon Matal, Rabu (29/4) mendatang. Bahkan pelaksanaannya dengan tradisi peed itu juga dilaksanakan empat hari berturutturut. Namun tidak digelar sama sekali. Tradisi peed biasanya diikuti ribuan krama dengan berjalan beriringan menuju Pura Taman Beji Cengcengan. ‘’Kami menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat sampai ke desa. Dengan keputusan bersama bendesa dan perbekel, maka peed ditiadakan untuk piodalan kali ini,’’ tandasnya. (kmb35)
PEMBAGIAN SEMBAKO - Bendesa Adat Sukawati I Nyoman Suantha di sela pembagian sembako, Kamis (16/4) kemarin.
Dikarantina di Hotel Pekerja Migran Pulang Kloter Kedua SEBANYAK 29 orang pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Bangli, Rabu (15/4) lalu, telah dikarantina Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangli di sebuah klinik pratama swasta di Kelurahan Bebalang, Bangli. Informasi Kamis (16/4) siang, rencananya akan ada lagi puluhan pekerja migran asal Bangli yang pulang. Namun berbeda dengan pekerja migran yang sudah pulang Rabu lalu, para pekerja migran yang pulang di kloter kedua itu rencananya langsung dibawa dan dikarantina di hotel di luar Bangli. Lalu kenapa mereka harus dikarantina di hotel berbintang? Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli, dr. I Nengah Nadi, dihubungi Kamis siang kemarin menjelaskan, 29 pekerja migran yang sudah pulang dan menjalani karantina di klinik pratama itu terdiri dari 28 pekerja migran pria dan seorang perempuan. Kebanyakan mereka datang dari Miami dan Jepang. Sesuai protap (prosedur tetap)
mereka menjalani karantina selama 14 hari. Pada hari ke10 mereka di-rapid test. Jika ada hasil tesnya positif, maka akan dirujuk dan ditangani Satgas Provinsi Bali. Sedangkan yang negatif, melanjutkan masa karantina hingga hari ke-14. ‘’Setelah itu sudah bisa pulang,’’ terangnya. Selama menjalani karantina, keperluan logistik para
pekerja migran itu disiapkan oleh Dinas Sosial Bangli. Dari sisi keamanannya, di-back-up Kepolisian, Kodim dan Satpol PP. Diungkapkan dr. Nadi, dari informasi yang diterimanya siang kemarin, akan ada lagi pekerja migran yang pulang ke Bangli. Namun terkait jumlah dan waktu kedatangan mereka, pihaknya mengaku belum tahu pasti. Sebab, kepulangan pekerja migran itu dikoordinir oleh Dinas Perhubungan. Rencananya para pekerja migran asal Bangli yang datang pada kloter kedua ini akan dikarantina di hotel yang lokasinya ada di Denpasar. ‘’Tadi tiang kontak Kabag Umum, sedang berusaha mencari hotel berbintang di Denpasar,’’ ungkapnya. Kenapa dikarantina di hotel? Nadi mengatakan, sebab karantina yang dilakukan Satgas Kabupaten di klinik pratama dikeluhkan pekerja migran. Ada dari mereka yang meminta agar dikarantina di tempat nyaman seperti hotel. ‘’Apakah PMI yang sudah dikarantina di klinik
pratama juga nanti akan digeser ke hotel, kami belum tahu pasti,’’ ujarnya. Dia menambahkan, untuk melayani dan mendampingi para pekerja migran yang dikarantina itu, pihaknya membentuk tiga tim relawan yang masing-masing terdiri dari satu dokter, paramedis dan sopir. Satu tim akan bertugas selama satu hari penuh. ‘’Besoknya digantikan tim kedua, sehingga bisa efisien dan efektif,’’ katanya. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli I Gede Redika mengatakan, rencananya ada 24 orang pekerja migran asal Bangli yang akan pulang Kamis (16/4). Sesuai SOP, para pekerja migran itu akan dijemput. Sedangkan yang sudah datang Rabu lalu, mereka sudah melakukan rapid test. Pekerja migran yang diserahkan ke satgas kabupaten adalah pekerja migran yang hasil rapid test-nya negatif. Memang pekerja migran itu, kata Redika, rencananya dikarantina di hotel. Kabag Umum, katanya, masih mencari hotel di seputaran Kuta. (ina)
Jumat Pon,17 April 2020
PMI Karangasem Akhirnya Diterima Made Urip Bagi-bagi Ratusan Jalani Karantina di Hotel Ramayana Masker dan ’’Hand Sanitizer’’
Sosial
Ajak Krama Desa Adat Bedha Gotong Royong Perangi Corona KETUA DPP PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. mengajak krama adat terus ikut turun bergotong royong membantu pemerintah memerangi pandemi wabah virus Corona (Covid-19) yang semakin meresahkan masyarakat hingga ke pelosok desa. Bahkan, selain mengancam kesehatan masyarakat, wabah virus Corona ini telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian, sehingga beban ekonomi masyarakat semakin berat. Karena itulah, anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini bersama Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga dan Ketua PAC PDI-P Tabanan I Wayan Widnyana alias Regen didampingi Camat Tabanan, Kapolsek Tabanan, Danramil dan Bendesa Adat Bedha, menyerahkan bantuan ratusan masker dan hand sanitizer yang diterima secara simbolis oleh para klian adat dari 38 banjar untuk dibagibagikan gratis kepada krama adat se-Desa Bedha, Kamis (16/4) kemarin. Pada kesempatan itu, Made Urip mengajak masyarakat, khususnya krama Desa Adat Bedha untuk terus bersamasama memerangi pandemi virus Corona. Secara khusus, ia meminta kepada masyarakat
di Tabanan untuk ikut peduli dan waspada terhadap penyebaran virus tersebut. Karena itulah, apa pun bisa dilakukan oleh masyarakat, agar bisa ikut memutus mata rantai penyebaran wabah Corona. Salah satunya, membagikan masker dan hand sanitizer bersamasama seluruh kader Banteng di Bali, sekaligus diimbau agar terus turun membantu meringankan beban masyarakat, khususnya yang sudah terdampak dari wabah virus yang mematikan ini. ‘’Kerja apa yang bisa kita kerjakan, walaupun sedikit, terpenting bermakna bagi orang banyak. Istilahnya masyarakat bisa care (peduli - red) terhadap bahaya virus Corona ini, dan harus kita lawan bersama,’’ kata politisi senior asal Marga, Tabanan ini saat membagikan masker dan hand sanitizer kepada para klian adat. Dalam kegiatan aksi peduli itu, anggota DPR-RI lima periode yang akrab dikenal wakil rakyat sejuta traktor itu juga menyosialisasikan pencegahan penyebaran virus Corona. Krama adat diminta harus mengikuti kebijakan pemerintah menangani penyebaran Covid-19 itu, seperti jaga jarak dan membatasi interaksi sosial. Hal ini mengingat di
BANTU RATUSAN MASKER – Ketua DPP PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. didampingi I Made Dirga dan I Wayan Widnyana saat menyerahkan secara simbolis bantuan ratusan masker dan hand sanitizer kepada klian adat dari 38 banjar se-Desa Bedha.
Provinsi Bali jumlah penderita virus Corona masih terus meningkat, meskipun kasusnya lebih banyak dari para pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru datang dari luar negeri. Untuk itulah, Made Urip mengajak seluruh krama desa adat, agar mau terus bergotong royong dan saling bantu menumbuhkan rasa solidaritas serta rasa kebersamaan. ‘’Terus perkuat imun dan lakukan budaya bersih dengan menerapkan social distancing, physical distancing dan perkuat ketahanan pangan keluarga, dan terakhir terus nunas ica ring Sesuhunan,’’ tandas Made Urip. Di sisi lain, Made Dirga selaku petugas partai mengaku kegiatan sosialisasi cegah virus Corona ini, sembari membagikan masker dan hand sanitizer dilakukan agar masyarakat sadar pentingnya kesiapan melawan virus Corona. Bersama Made Urip, pihaknya meminta kepada pemerintah khususnya Pemprov Bali dan Pemkab Tabanan, agar terus melakukan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona, sehingga tidak semakin banyak memakan korban. ‘’Kenapa, karena memang virus Corona ini sangat berbahaya dan sangat cepat penyebarannya. Kita perlu terus sosialisasi yang baik dan mengajak masyarakat menjaga kebersihan atau menjaga kehati-hatian dalam melakukan kegiatan. Jaga jarak, jaga imun biar aman,’’ tutur Dirga, seraya meminta masyarakat agar terus peduli dan menjaga kebersihan. ‘’Jangan lupa cuci tangan pakai sabun, memakai masker dan pencegahan lainnya. Pemerintah juga harus siaga. Siapkan antisipasi dan pola penanganannya secara baik. Kita bersama-sama melawan virus Corona ini,’’ ujarnya. (ad166)
Buleleng Tambah Satu Orang Positif Covid-19
Singaraja (Bali Post) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali mengonfirmasi tambahan pasien positif Covid-19. Tambahan satu orang positif Covid itu setelah hasil tes swab pasien bersangkutan dinyatakan positif Covid-19. Dengan tambahan ini, sekarang ada dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Keduanya ini sekarang dirawat di Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas, Kecamatan Sawan. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. mengatakan, tambahan kasus Covid-19, Kamis (16/4) kemarin, setelah yang bersangkutan menunjukkan gejala mirip terinfeksi Covid. Tim medis puskemas lantas merujuk pasien ke RSP Giri Emas. Selasa (14/4) lalu tim medis melakukan rapid test. Hasilnya, pasien dinyatakan positif Covid. Tim dokter melakukan tes swab PCR yang pertama. Setelah swab-nya diteliti, hasilnya juga terkonfirmasi positif Covid. Dengan hasil itu, tim gugus tugas kemudian menyatakan pasien yang diketahui memiliki riwayat pergi ke luar negeri itu dikategorikan
positif Covid-19. ‘’Jadi tambahan satu pasien terkonfirmasi positif ini sesuai hasil rapid test dan tes swab, sehingga yang bersangkutan dirawat intensif di RSP Giri Emas,’’ katanya. Selain ada tambahan satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19, Suyasa menambahkan, tim dokter juga merawat satu orang pasien yang sebelumnya menunjukkan gejala mirip tertular Covid. Pasien ini diketahui memiliki riwayat bekerja di luar negeri. Dari hasil rapid test, hasilnya positif. Namun, tim dokter masih menunggu konfirmasi hasil tes swab PCR yang belum turun. Menurutnya, ada lima pasien asal Buleleng juga terkonfirmasi positif Covid-19. Hanya, kasus ini ditangani Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali. Hasil rapid test dinyatakan positif, sehingga mereka dirawat di rumah sakit di Denpasar. ‘’Kita masih tunggu hasil swab pasien yang dirawat di RSP Giri Emas. Yang lima orang itu kasusnya ditemukan gugus tugas di provinsi dan sampai sekarang dirawat di rumah sakit di Denpasar,’’ jelasnya.
Secara komulatif positif Covid di kabupaten ditemukan lima kasus. Dari jumlah itu, tiga orang pasien dinyatakan sembuh, dan dua orang masih dirawat di RSP Giri Emas. Pasien dalam pengawasan (PDP) secara kumulatif tercatat 11 orang dan enam orang di antaranya dinyatakan negatif. Orang dalam pemantauan (ODP) 83 orang terdiri dari ODP yang bergejala tiga orang, ODP telah selesai masa pantau sebanyak 78 orang, dan dua ODP melakukan karantina mandiri. Orang tanpa gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 163 orang dan seluruhnya sudah selesai masa karantina. Ada juga warga yang melakukan perjalanan daerah terjangkit dan daerah transmisi lokal sebanyak 2.014 orang. Rinciannya, 996 selesai mengikuti masa pantau 14 hari. Sisanya, 1.018 orang yang terdiri dari pekerja kapal pesiar yang sebelumnya berjumlah 408 menjadi 391, TKI lainnya 16 orang, WNA 2 orang, warga yang pulang dari luar negeri seorang, dan datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia sebanyak 608 orang. (kmb38)
Amlapura (Bali Post) Para pekerja migran Indonesia (PMI) asal Karangasem yang datang dari luar negeri akhirnya diterima dikarantina di Hotel Ramayana Candidasa. Sebelumnya sempat mendapat penolakan warga Sengkidu, Rabu (15/4) malam. Namun setelah Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri menangis nunas kepada warga akhirnya warga yang memblokade jalan menuju Hotel Ramayana itu menerima. Walau menerima PMI itu dikarantina di sana, pemerintah juga diharapkan mencari tempat karantina di luar Hotel Ramayana. Atas harapan warga itu, Penjabat Sekda Karangasem I Gede Darmawa berusaha akan mencari hotel lain di Kuta, Kabupaten Badung. ‘’Kami sedang menjajaki hotel di Kuta. Ini sebagai antisipasi saja jika ada tekanan dari warga. Namun jika tidak, sudah pasti PMI asal Karangasem itu tetap dikarantina di Hotel Ramayana,’’ ujar Gede Darmawa. Diterimanya tiga hari para PMI itu tidak terlepas dari usaha Bupati Karangasem IGA Sumatri yang menangis atas reaksi keras penolakan kehadiran PMI dari warga Sengkidu itu. Perbekel Sengkidu, I Wayan Darpi, Kamis (16/4) kemarin mengungkapkan, memang awalnya ada warga menolak PMI ini dikarantina di Hotel Ramayana. Namun, ditegaskan, tidak semua warga menolak PMI itu manjalani karantina di hotel tersebut. Banyak juga warga yang setuju PMI itu dikarantina di hotel itu. ‘’Negosiasi berlangsung hingga pukul 01.00 dini hari. Bupati datang menangis
tersedu-sedu, titiang nunas… titiang nunas, agar PMI bisa dikarantina di sana,’’ ucapnya. Darpi menambahkan, pihaknya bersama Dandim, Kapolres, Bupati, Satpol PP terus berusaha menyadarkan warganya supaya legowo menerima PMI menjalani karantina di hotel itu. Sebab, PMI ini merupakan warga Karangasem juga. Mereka juga sehat,’’ katanya. Dia menegaskan, pihaknya sebagai pemerintah desa terus berupaya mengedukasi masyarakat, supaya warga menerima dan mengizinkan para PMI menjalani karantina di sana. Sebab, tidak saja Hotel Ramayana yang akan dipergunakan karantina, juga kemungkinan hotel lain dijadikan tempat karantina. Alasannya, jumlah kendatangan PMI bertambah. ‘’Saya sekarang ini kembali turun memberikan pemahaman kepada masyarakat. Saya pastikan, hari ini tidak ada pergerakan massa lagi yang turun ke hotel,’’ tegas Darpi. Kabid Linmas Satpol PP
Karangasem I Nyoman Adi mengungkapkan, sesuai permintaan warga, memang warga mengizinkan para PMI ini menjalani karantina di Hotel Ramayana. Jumlah PMI yang menjalani karantina di Hotel Ramayana itu, kata Adi, sebanyak 21 orang yakni 2 PMI perempuan dan 19 PMI
laki-laki. ‘’Kamar yang dipergunakan 12 unit. Satu kamar diisi dua orang,’’ katanya. Para migran ini, kata Adi, telah menjalani rapid test dari Dinas Kesehatan Karangasem. Hasilnya semua negatif. Kesehatan PMI itu akan terus dipantau tim medis sampai 14 hari ke depan. Selain melakukan rapid test, mereka juga telah mengikuti kegiatan olahraga pagi di halaman hotel untuk menjaga kesehatan tubuh. ‘’Petugas BPBD juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di ruangan. Makan ditanggung selama tiga kali,’’ jelasnya. (kmb41)
PMI akan Dipindah ke Kuta Amlapura (Bali Post) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karangasem memastikan akan mengarantina PMI asal Karangasem di dua hotel di Kuta, Badung. Itu dilakukan menghidari polemik yang terjadi di masyarakat, menyusul aksi penolakan oleh warga Banjar Subagan, Desa Sengkidu, Kecamatan Manggis, Rabu (15/4) malam, yang hanya menoleransi tiga hari. Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 Pemkab
Karangasem I Gede Darmawa dikonfirmasi, Kamis kemarin, membenarkan hal itu. Menurutnya, Pemkab Karangasem sudah menyiapkan dua hotel melati di Kuta, Badung untuk mengarantina 34 PMI yang baru datang dari luar negeri. ‘’Hotelnya sudah siap, bahkan Pak Wakil Bupati (Wayan Artha Dipa) langsung melakukan pengecekan di Kuta. Harganya bahkan jauh lebih murah,’’ kata Gede Darmawa. (kmb41)
Sinergi Pemkab Buleleng Bersama Dealer Honda Siapkan Wastafel Portabel di Tujuh Titik Strategis
BENTUK kegiatan sosial yang dilakukan Astra Motor Bali melalui program CSR Honda Untuk Bali, secara berkesinambungan terus bergerak cepat hingga ke kabupaten di seluruh Bali. Sesuai imbauan pemerintah melakukan physical distancing, serta menjalani pola hidup sehat dan bersih, Astra Motor Bali bersama tujuh dealer resmi Honda di wilayah Singaraja bersinergi dengan Pemkab Buleleng menyiapkan bantuan berupa tempat mencuci tangan di tujuh titik strategis kota Singaraja, Rabu 15 April 2020. Penyediaan wastafel portabel itu diawali penyerahan langsung dilakukan Gabungan Dealer Honda Singaraja kepada Sekretaris Daerah Kabupaten, bertempat di Taman Kota Singaraja. Dalam acara serah terima itu, Sekkab Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. mengucapkan terima kasih atas kepedulian pihak swasta dalam hal ini Dealer Honda yang telah memberikan bantuan CSR berupa tempat cuci tangan. Bantuan itu nantinya dipasang di tujuh lokasi keramaian di antaranya Taman
Kota, Pasar Buleleng, Pasar Banyuasri sementara, Pasar Banyuasri mobil, Pasar Anyar, Pasar Bungkulan, dan Pasar Tamblang yang akan dimonitor penanganannya oleh PD Pasar Buleleng. ‘’Bentuk bantuan ini sangat bermanfaat khususnya untuk masyarakat Singaraja. Hal itu sekaligus mengedukasi warga agar selalu mencuci tangan di air mengalir, sehingga secara mandiri mereka bisa melakukan pencegahan dimulai dari tindakan dasar mencuci tangan dengan baik yang membuat kita terhindar dari kuman,’’ ungkapnya. Usai serah terima, secara serentak wastafel tersebut langsung dipasang di titik yang sudah disasar melibatkan tujuh Dealer Honda (Astra Motor Singaraja, Astra Motor Sangsit, Astra Motor Seririt, Garuda Agung Motor, Mertha Buana Motor, Dealer 63 Sehatera A Yani & 63 Ngurah Rai) dan terlihat antusias masyarakat yang langsung memanfaatkan wastafel tersebut untuk mencuci tangan. Owner Dealer Honda 63 Sejahtera, Budi Sanjaya, mengatakan sejalan den-
gan program ‘’Satu Hati bersama Indonesia Sehat’’ pihaknya ingin berpartisipasi membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu sehat, yang secara otomatis juga turut membantu perekonomian masyarakat di tengah kondisi seperti ini. ‘’Bantuan wastafel ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kami dari Honda, sekaligus kami ingin mengedukasi masyarakat mulai menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kami berharap gerakan cepat pemasangan wastafel di lokasi pasar ini bisa bermanfaat dan masyarakat diharapkan turut menjaga kebersihan wastafel terse-
but,’’ ungkap Budi. Kegiatan CSR yang sudah dijalankan, Astra Motor Bali bersama dealer resmi di antaranya penyediaan wastafel portabel di area Denpasar, Klungkung, Gianyar dan kini Singaraja serta menyusul kabupaten lainnya. Sementara untuk membantu meringankan beban masyarakat, Honda sudah membagikan sembako kepada petugas kebersihan, sopir angkot, driver ojek online, paramedis di Rumah Sakit Sanglah, para pedagang serta perajin di wilayah Tampaksiring, dan karyawan jasa penyeberangan di Dermaga Sanur yang turut terdampak wabah ini. (bns)
Jumat Pon, 17 April 2020
Telkom Peduli Serahkan Bantuan APD ke RSUP Sanglah TELKOM Peduli menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) untuk penanganan Covid-19 di RSUP Sanglah, Denpasar, Kamis (16/4) kemarin. Bantuan tersebut berupa baju APD Spunbound sebanyak 50 pcs, sarung tangan latex Maxwell 50 dus, masker premium BestMed 50 dus, sepatu boots 50 pasang dan thermo gun Alcare 5. Penyerahan bantuan alat pelindung diri ini dihadiri Manajemen Witel Denpasar diwakili Deputi GM Witel Denpasar I Gusti Gde
Donny Wardhana, Manajemen Witel Singaraja yang diwakili Mgr Log & GS Singaraja Putu Gde Radar Jaya dan Manajer HR & CDC Denpasar Putu Edy Swantajaya. Penyerahan bantuan ini diterima langsung oleh Direktur Utama (Dirut) RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, M.Kes. Manajer HR dan CDC Denpasar Putu Edy Swantajaya mengatakan, bantuan ini diberikan sesuai kebutuhan RSUP Sanglah. Ada tiga kebutuhan pokok yang diperlukan RSUP Sanglah
yang ketersediaannya saat ini sedang langka. Selain bantuan tersebut, minggu depan pihaknya akan memberikan bantuan hand sanitizer mengingat benda cair harus diangkut lewat laut sehingga pengirimannya membutuhkan waktu 5-7 hari. Deputi GM Witel Denpasar I Gusti Gde Donny Wardhana menyatakan Telkom tanggap terhadap bencana Covid-19. Selain bergabung dalam Satgas Penanggulangan Covid-19 untuk BUMN, di Bali pun
aktif membantu Satgas Covid-19. Telkom juga memastikan di internal perusahaannya selamat dengan melengkapi pasukan di lapangan dengan APD. Di internal perusahaan juga menjalankan SOP penanganan Covid-19. Tidak hanya itu, Telkom berkontribusi eksternal salah satu contohnya memberikan sumbangan pada RSUP Sanglah. ‘’Mudah-mudahan kita bisa berkontribusi lebih banyak lagi ke depannya dan wabah Covid-19 cepat berlalu,’’ ujarnya. (bns)
TELKOM PEDULI - Penyerahan bantuan Telkom Peduli berupa APD untuk penanganan Covid-19 di RSUP Sanglah.
Gelombang Kedatangan Pekerja Migran Melindungi Masyarakat dari Ancaman Penyakit ‘’Data di kami, masih cukup banyak yang ada di luar,’’ ujarnya. Susila mengatakan, gelombang kedatangan pekerja migran sampai akhir April akan ada perkembangan baru. ‘’Karena Mei ini ada kapal yang menyatakan diri beroperasi, sehingga ditahan tidak pulang sekitar 30-50 kapal,’’ ujarnya. Sementara itu, Sekda Bali Dewa Made Indra mengatakan,
sesuai dengan informasi dari Kementerian Luar Negeri, akan ada empat kapal yang akan datang lagi membawa ABK, sehingga total 911 orang ABK yang akan datang. Ia menambahkan, tim kesehatan Satgas Covid-19 sudah melakukan pengecekan pada ABK yang akan turun dari kapal. Setelah di-rapid test, dipilah ABK asal Bali dan non-Bali. ABK asal Bali yang positif dibawa ke RS untuk diambil sampel swab dan pemeriksaan PCR. Jika benar-benar positif akan
dilakukan karantina. Yang positif tanpa gejala akan dibawa ke tempat karantina yang disediakan pemerintah dan yang negatif dijemput pemkab/pemkot untuk dikarantina oleh pemkab/pemkot. Ia menegaskan, ABK nonBali juga dipilah yang positif dan negatif. Yang negatif dikarantina di salah satu hotel sambil menunggu untuk dipulangkan ke daerah asalnya. Sedangkan yang positif dibawa ke rumah sakit. (kmb42)
Upaya ini juga ditindalanjuti oleh jajaran Dishub dengan membuat regulasi transportasi dalam masa pandemi Covid-19. Regulasinya, yakni membatasi orang lain masuk ke wilayah Denpasar dalam kondisi pandemi Covid-19. Pembatasan ini tidak berlaku untuk transportasi logistik, kesehatan dan keamanan. Berkaitan dengan itu, kata Sriawan, semua harus bergerak secara sistem. Termasuk provinsi. Namun, kini ada PMI asal Bali dan luar Bali turun bersama di Benoa. ‘’Ini bukan kami anti-NKRI, NKRI kita hormati, apalagi ini masalah kemanusiaan. Tapi, mereka ini ada rumahnya, ada wilayahnya, dan untuk
pembatasan virus Corona ini salah satunya pembatasan pergerakan orang. Nah, kemudian kalau ada orang yang didatangkan dari luar dan dikarantina di wilayah kita, ini kan sia-sia. Kasihan lingkungan kita, satgas desa, satgas yang sudah bekerja,’’ katanya. Dengan kejadian ini, katanya, upaya physical distance atau mengatur jarak akan siasia. Ini yang perlu ditegaskan. Semua harus bekerja terintegrasi. ‘’Pemkot, pemkab tegas, namun bila provinsi tidak tegas, mati kita. Ini dilakukan untuk menjaga Bali secara teknis,’’ tegasnya. Menanggapi hal itu, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, malah berharap pernyataan itu tidak benar.
Tetapi kalau memang seperti itu, disebutnya tidak tepat. ‘’Kalau seperti itu, maka namanya itu tidak tepat. Satu OPD menolak keputusan nasional,’’ ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (16/4) kemarin. Menurut Dewa Indra, pemulangan ABK menggunakan kapal pesiar yang berlabuh di Pelabuhan Benoa adalah keputusan Gugus Tugas Nasional. Sebagai aparat, tugasnya adalah bekerja melaksanakan perintah. Kalau di provinsi ada yang menyayangkan seperti itu, maka pihaknya sudah pasti mengambil tindakan tegas. ‘’Karena itu tidak tepat. Bagaimana mungkin seorang kepala dinas menolak kebijakan pemerintah pusat,’’ katanya. (kmb12/kmb32
Keputusan Gugus Tugas Nasional
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
PROPERTY
Dcr sopir u/BPR Sadana Utama Bali, 085106462956
Rumah T125/100.Jl.Tkd Pancoran Hub:08123800352/087862232050
TOYOTA
BUC Fortuner putih’12 VR,Turbo Sdp Malam Prum Griya Undagi 8 B.BP.001.04.20.0000147
rus Corona. Peran PMI Sebagaimana berulangulang disampaikan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah, bahwa penanganan wabah Covid-19 ini harus berbasis pada komunitas. Langkah-langkah strategis apa pun tidak akan mengatasi masalah, kalau itu hanya dilakukan oleh satu sektor saja. Kolaborasi aksi dari seluruh lapisan, baik pemerintah pusat, daerah, desa dan masyarakat luas sangatlah diperlukan. Peran sentral masyarakat dalam hal ini tidak hanya sebagai objek, tetapi juga subjek dalam pencegahan. Langkah-langkah yang dirancang dalam bentuk karantina wilayah, pembatasan sosial berskala besar, bahkan kalaupun nyepi tiga hari yang disebut Sipeng jadi dilaksanakan, tidak akan banyak berarti tanpa dukungan masyarakat luas. Memang harus disadari, bahwa untuk menyatukan pikiran banyak orang, bukanlah perkara mudah. Tetapi di lain sisi harus pula dipahami, bahwa untuk segera bisa keluar dari permasalahan Covid-19, semua komponen harus kompak. Tidak terkecuali masyarakat luas, siapa pun mereka. Kalau semua unsur pemerintah kini sedang si-
buk mengupayakan sarana dan prasarana kesehatan, di samping mengoptimalkan jaring pengaman sosial, juga diharapkan dunia usaha dapat berperan aktif. Sekurang-kurangnya tidak sampai melakukan pemutusan hubungan kerja, karena kita semua berharap kasus ini tidak akan berlangsung lama. Semua lapisan masyarakat diharapkan juga berperan aktif, apakah mereka politisi, agamawan, cendekiawan dan tokoh masyarakat lainnya. Sebagai bagian dari masyarakat Bali, peran para pekerja migran yang pulang tentu amat-sangat menentukan keberhasilan Bali dalam menghadapi tantangan ini. Kepada mereka yang juga kita sebut sebagai PMI, kini kita berharap ikut berperan nyata dalam menghindarkan Covid-19 bagi keluarganya, dan juga bagi masyarakat Bali secara lebih luas. Kejujuran dan rasa tanggung jawab mereka selaku masyarakat yang menyandang predikat pahlawan, sangat diperlukan. Tidak saja pada bidang perolehan devisa, tetapi juga pada bidang pencegahan Covid-19. Penulis, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud, warga Desa Batubulan
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.04.20.0000111
B.BP.803.04.20.0000157
DIJUAL MOBIL
Kini setelah virus Corona menyebar ke Indonesia, banyak pihak yang mewaspadai perilaku pekerja migran kita yang pulang ke Bali. Kekhawatiran itu bukannya tanpa alasan. Berdasarkan data hingga Sabtu, 11 April 2020, telah ada 79 orang dinyatakan positif Covid-19. Dari jumlah itu, 72 orang WNI dengan perincian 51 orang tertular karena imported case atau dibawa oleh orang yang baru datang dari luar negeri. Sementara itu, Satgas Penanggulangan Covid-19 juga mempublikasikan data bahwa hingga kini telah ada 7.621 orang PMI asal Bali yang pulang, serta akan menyusul 13.000 orang lagi, karena adanya kasus Covid-19 di banyak negara. Pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, di tengah kewajibannya memberi contoh kepada masyarakat untuk bekerja dari rumah (work from home), kini memang memiliki kesibukan ekstra, yaitu menyiapkan berbagai program untuk melindungi masyarakat dari ancaman penyakit yang mematikan itu. Pemerintah tidak cukup hanya menyiapkan sarana dan prasarana kesehatan saja, tetapi juga memikir-
kan ketersediaan kebutuhan hidup dasar rakyat, serta anggaran dan operasionalisasi jaring pengaman sosial. Khusus untuk mengantisipati kemungkinan adanya penyebaran Covid-19 dari para pekerja migran yang pulang, kepada mereka yang memang tinggal di Bali yang disebut dengan istilah transmisi lokal. Pemerintah bahkan tidak cukup hanya mengawal saja kepulangannya, tetapi harus pula menyiapkan wisma, penginapan atau hotel untuk mengkarantina mereka sampai bisa mendapat kepastian semuanya negatif virus yang hingga kini belum diketemukan obatnya itu. Kesulitan program pemerintah ini tidak hanya pada terbatasnya anggaran yang tersedia, tetapi juga pada sistem dan prosedur penggunaannya. Para pengambil kebijakan banyak yang khawatir akan risiko penyalahgunaan anggaran, ketika mereka menyewakan hotel bagi PMI yang pulang. Walaupun secara substansi anggaran itu memang riil dibutuhkan, ada juga pejabat yang khawatir untuk menggunakannya. Kendala lain yang dirasakan adalah sulitnya mencari hotel yang bersedia menerima tamu yang potensial tertular vi-
KEHILANGAN BPKB No.J06360431-O DK 8445 C AN.Jusak Wahono Njotodihardjo
B.BP.001.04.20.0000156
Hlg IMB No.1139 Th.2006 Lokasi Jln.Raya Pererenan Mengwi Badung AN.Gilles Jean Aramini
B.BP.001.04.20.0000155
BIRO JASA
SERVICE
BENGKEL LAS
BALI POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIAN @balipost_com @balipostcom web: www.balipost.com balipost Global 96,5 FM
www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL
}
PAKET
1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE
Jumat Pon, 17 April 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Rasa Kemanusiaan dan Keselamatan Warga SELAIN Covid-19, yang kini banyak dibicarakan publik adalah kembalinya pekerja migran Indonesia (PMI) dari tempat mereka mengadu nasib. PMI merupakan pekerja yang mengedepankan profesi dan predikatnya pun sangat jelas sebagai pahlawan devisa. Sebelum Covid-19, bekerja sebagai PMI dengan tujuan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Spanyol dan Italia adalah mimpi bagi banyak generasi muda, termasuk Bali. Makanya tak heran jika tercatat sampai 20 ribu orang Bali bekerja di sektor ini. Kini, ketika pandemi Covid-19, PMI pun terpaksa harus meninggalkan tempat kerja mereka. Mereka harus kembali ke negara masing-masing. Celakanya stigma terhadap PMI telanjur negatif dalam hal penyebaran virus Corona. Asumsi yang berkembang mereka dianggap salah satu potensi penularan virus Corona atau Covid-19. Namun, asumsi ini harus diurai dengan pendekatan yang lebih valid. Kemanusiaan haruslah dikedepankan. Sebagai putra-putri Bali, PMI yang kembali ke Bali merupakan warga Bali yang selama ini menjadi tulang punggung bagi banyak keluarga mereka. Mereka sebenarnya kebanggaan Bali. Mereka telah rela meninggalkan Bali untuk merebut peluang kerja. Mereka tak berebut peluang kerja di Bali. Yang pasti, kita memang harus wellcome terhadap kehadiran mereka di Bali. Tetapi, ketika Covid-19 menjadi hal yang sangat membuat warga waswas, maka standar pengelolaan kedatangan mereka yang harus sesuai protokol penanganan Covid-19. Mereka memang wajib dikarantina untuk memastikan mereka aman untuk kembali bersosialisasi dengan masyarakat. Negara dan pemimpin harus hadir dan berkonsentrasi mengurus mereka. Ketika mereka menyumbang penghasilan bagi negara dan ketika mereka harus menghadapi tantangan berat untuk segera diterima masyarakat, pemerintah harus memfasilitasi. PMI haruslah ditangani secara cermat dan pendataannya harus valid. Pengawasan terhadap kedatangan mereka juga harus jelas. Kalaupun mereka harus dikarantina, tempat yang layak tentu harus disiapkan. Kita patut mengapresiasi ketika banyak pengusaha menyediakan hotelnya sebagai rumah singgah. Ini merupakan bentuk partisipasi publik kepada pemerintah untuk mengatasi masalah kehidupan. Artinya, pemerintah dengan kemampuan komunikasinya dan anggaran yang ada, hendaknya memastikan para PMI mendapat pengawasan dari sisi penanganan Covid-19, dan mendapat pelayanan sebagai bentuk kemanusiaan. Publik juga jangan terlalu paranoid terhadap PMI. Kesadaran harus dibangun. Jangan sampai publik termakan provokasi berlebihan yang pada akhirnya membuat masyarakat menolak kehadiran PMI. Kita tentu tak mau warga kita terasing di tanah kelahirannya. Takut boleh saja, namun kemanusiaan harus dijabarkan. Masyarakat haruslah ikut mendukung menyediakan suasana yang kondusif bagi para PMI yang kembali ke Bali. Artinya, masyarakat hendaknya menjadi salah satu rumah yang lapang bagi para PMI untuk segera bisa bersosialisasi. Keterbukaan harus dibangun dan untuk itu pemerintah harus memanfaatkan jajarannya untuk membangun komunikasi dan mengedukasi publik.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Mohon Tetap Awasi PMI Informasi kedatangan puluhan ribu pekerja migran Indonesia (PMI) ke Bali mestinya membuat saya senang. Karena bagaimanapun akan ada banyak keluarga di Bali yang bertemu dengan saudara-saudaranya. Ini kabar gembira. Sayangnya, ternyata selama ini pendataan tentang PMI asal Bali tak begitu valid. Angkanya tak jelas. Buktinya, ketika mereka datang, tak ada kabupaten/kota yang bisa memastikan berapa jumlah warganya yang bekerja di kapal pesiar atau di luar negeri. Akibatnya ketika mereka datang, beban itu kembali diberikan ke desa adat untuk melakukan pelaporan atau pendataan. Ke depan, saya berharap pemerintah khususnya Disnaker membuat pemetaan tenaga kerja secara jelas. Catat dan pastikan data para PMI. Ini akan membantu kita ketika terjadi wabah seperti saat ini. Ketika mereka pulang ke Bali dari tempat mereka bekerja, mereka tak terpantau secara pasti. Celakanya lagi, ada yang menolak kehadiran mereka. Mohon bantu agar ke depan, 20 ribu PMI yang katanya asal Bali jelas angkanya, mereka dari mana saja. Ini juga bagian untuk memastikan warga terhindar dari penularan Covid-19. Wayan Arsana Gianyar, Bali
POJOK
Desa adat diizinkan bantu warga terdampak ekonomi.
Grafis : Putu Suarsana
Stop Stigma terhadap PMI PEMILIHAN tempat karantina bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di Karangasem menuai polemik. Rencana penempatan sementara PMI di sebuah hotel di kawasan Candidasa ditolak warga. Bahkan warga sempat memblokir jalan menuju hotel, meski akhirnya para PMI tetap bisa dikarantina di hotel tersebut. Kasus ini menunjukkan masih adanya pandangan negatif di masyarakat terhadap PMI. Para PMI yang pulang ke Bali dianggap membawa virus Corona. Hal ini sangat disayangkan, demikian pendapat sebagian besar netizen di akun Facebook @ balipost. Netizen menilai, kasus ini terjadi akibat kurangnya pemahaman masyarakat mengenai Covid-19. Ini juga menyiratkan belum maksimalnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah terutama mengenai proses penerimaan PMI dan pencegahan Covid-19 secara umum. Ke depan, kasus serupa tak boleh terjadi. Konflik sosial sebisa mungkin dihindari. Sesuai anjuran pemerintah pusat dan daerah, stigma terhadap PMI mesti dihentikan. Sebab, mereka adalah krama Bali, putra Bali, yang hanya ingin pulang ke kampung halaman. Sadarilah bahwa para PMI ini pula yang akan diajak bersama-sama memulihkan kondisi Bali. Masyarakat Bali harus bersatu dan bergotong royong melawan virus Corona. Wayan Sudiastawan Ya, kalau menurut saya, ini ada provokatornya. Bisa diusut, biar tidak ada kejadian lagi dalam bentuk kasus lainnya. Miris dan malu saya melihatnya. Mank Arba Kasihan saudara-saudara kita, ke kampung halaman sendiri ditolak, padahal mereka bukan positif Covid-19. Bantu warga Bali, jangan bikin susah. Kalau mereka benarbenar positif berdasarkan
rapid test, pasti sudah masuk di masuk RS bukan masuk hotel. Buat perbekel setempat, tolong edukasi warganya. Yasa Sangat disayangkan, entah apa yang ada di otak para penolak PMI untuk dikarantina di hotel. Khawatir warga ini diprovokasi, jangan berstigma bawa warga PMI pembawa Corona. Itu saudara kita, mestinya kita bersatu bergotong royong menghadapi Corona.
Juni Arsini Mungkin ini karena kurang adanya sosialisasi tentang Covid-19 dari pihak terkait terhadap masyarakat. Dex Awan Sedih mendengarnya, coba saudara kita sendiri atau anak sendiri dibegitukan, bagaimana perasaannya. Mereka saudara kita semua. Sang De Mereka saudara kita. Kalau
sudah positif pada rapid test, pasti sudah di RS. Kalau negatif, dikarantina mandiri. Ini sudah benar dikarantina di hotel. Pemerintah sudah tepat. Bagus Salman Kenapa ditolak, orang dia saudara kita semua. Luh Zekar Rasa takut berlebihan tapi tidak pakai logika. Orang luar Bali datang ke sini, jangankan ada rapid test sebelumnya, mereka tetap lolos tinggal di Bali. Sungguh miris. Adiguna I Gede Agus Sangat disayangkan. Semoga mereka itu ada yang memberi pencerahan dan segera sadar. Tapi bupatinya keren. Rafael Nyoman Ganapurwa Penyakit ini tidak menular melalui udara berjarak lebih dari 2 meter. Santai saja sameton, mereka yang dikarantina pun belum tentu positif.
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Gusti Ariyasa Kalau benar mengikuti anjuran pemerintah untuk diam di rumah, kenapa takut sama orang yang tinggal di hotel? Kecuali masyarakat itu akan ke hotel, baru pantas takut. Sudiarsa Kalemboy Sudah dikarantina di hotel berarti bagus. Pengawasan lebih ketat ketimbang langsung ke rumahnya karantina mandiri belum tentu disiplinnya bagus. Aldie Diputra Pande Apa bedanya sama yang nolak jenazah? Malah lebih parah. Jenazah sudah positif, lha ini masih ODP. Tolonglah sadar diri masing-masing. Warga jangan nolak. Yang karantina juga jangan bengkung. Biar aman, sama-sama jalan. Ketut Suarnaya Itu sudah untung ada hotel dipakai karantina ketimbang nanti berkeliaran. Itu yang karantina saudara kita.
Desa Adat Kerobokan Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19 WACANA Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bali mengundang banyak komentar. Terlebih di kalangan desa adat yang menjadi benteng Pulau Dewata. Meski demikian, keberadaan desa adat menyikapi adanya wacana tersebut bukan dalam posisi menolak atau mendukung. Seperti halnya diungkapkan Bendesa Adat Kerobokan Anak Agung Putu Sutarja, belum lama ini. Menurutnya, PSBB adalah kebijakan pemerintah pusat yang diusulkan daerah. ‘’Kami di desa adat tidak ada wewenang, tapi kami akan mengikuti semua kebijakan Guru Wisesa (pemerintah) apakah nanti PSBB atau ada kebijakan lainnya,’’ ujarnya. Sutarja tidak ingin desa adat dijadikan alat politik dalam memutuskan PSBB di Bali. ‘’Saya tidak mau desa adat jadi alat politik untuk itu (PSBB). Silakan pemerintah mengkaji, kami di desa adat siap melaksanakan,’’ tegasnya. Terkait upaya Desa Adat Kerobokan dalam mencegah penyebaran Covid-19 sangat jelas. Dari melakukan pa-
troli, melibatkan peran serta masyarakat dan membantu masyarakat yang terkena dampak virus Corona. ‘’Kami sudah jalankan semua standar yang diajurkan pemerintah melalui Satgas Gotong Royong, bahkan setiap minggu kami memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19,’’ jelasnya. Paket bantuan yang diberikan adalah dalam bentuk sembako. Selain bantuan, Satgas Gotong Royong Kerobokan secara aktif memberikan edukasi untuk warga terkait Covid-19. Sutarja berharap informasi yang diberikan mampu memberikan pemahaman kepada warga. ‘’Terutama bagaimana
- Izin ‘’karantina’’ wilayah adat juga ditunggu. *** ABK negatif Covid-19 tetap dikarantina. - Sesuai harapan rakyat. *** Disdikpora Bali masih kaji teknis PPDB. - Pastikan tak memberatkan orangtua siswa. Bali Post/ist
SEMPROT - Salah satu warga Desa Adat Kerobokan melakukan penyemprotan disinfektan.
warga harus bersikap jika menemukan pasien dalam pemantauan maupun positif, dan tentu saja Satgas di desa siap menerima laporan dan menindaklanjuti jika ada temuan kasus baru di masyarakat,’’ paparnya. Petugas penyuluh dan Satgas Gotong Royong juga dibekali dengan alat pelindung diri (APD) yang lengkap. Sewaktu-waktu ada laporan kasus di masyarakat, dikatakan Sutarja, petugas telah siap dengan perlengkapan yang dibutuhkan. ‘’Begitu juga kalau ada warga kami yang bekerja di luar negeri pulang ke rumah, orangtua yang bersangkutan harus melapor ke klian. Yang
bersangkutan akan ditangani dengan standar pemerintah. Seperti harus dikarantina 14 hari, rapid test, dan lainnya. Jadi bukan kami tolak, karena bagaimanapun dia adalah saudara kita, semeton kita,’’ terangnya seraya menambahkan, wilayah Desa Adat Kerobokan membawahi 50 banjar adat. (par)
Kami sudah jalankan semua standar yang diajurkan pemerintah melalui Satgas Gotong Royong, bahkan setiap minggu kami memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.