Skip to main content

Edisi Minggu 17 Februari 2019 | balipost.com

Page 1

er 2017

Bali Post

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Menguji Program Jokowi dan Tuduhan Prabowo

Debat Capres II

Jakarta (Bali Post) Capres Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto kembali naik panggung untuk debat capres kedua, Minggu ini (17/2). Kedua kubu saling mengklaim akan memenangkan debat. Debat akan berlangsung menarik sebagai ajang menguji keberhasilan program Jokowi dan tuduhan Prabowo soal penyimpangan pembangunan khususnya bidang infrastruktur. Tema debat capres kedua di Hotel Sultan, Jakarta, adalah energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur. Capres petahana Jokowi mengaku siap membeberkan capaian pemerintah seputar tema tersebut. Untuk persiapan itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin membentuk dua tim untuk persiapan debat capres kedua. Tim yang menyiapkan konten dalam debat dipimpin langsung Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir. “Ada dua tim yang secara maraton bekerja. Pertama, dari aspek konten dan juga seluruh strategi di dalam debat tersebut sudah langsung dipimpin oleh Erick Thohir bersama dengan

Arief Budimanta dan kemudian di luar itu nanti saya yang akan memimpin langsung,” kata Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto, Sabtu (16/2) kemarin. Hasto mengatakan, Jokowi akan menunjukkan kepemimpinan yang merangkul saat debat nanti. Selain itu, TKN ingin menjadikan suasana di luar panggung debat menjadi podium rakyat. “Kami akan tampilkan hal-hal yang menarik. Khususnya di luar panggung debat kami akan jadikan podium rakyat sehingga debat itu betul-betul menghibur, membawa kebahagiaan tetapi sekaligus membangun harapan dan tidak terlepas dari pendidikan politik bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya. Hal. 11 Bukan Jual Janji

Putra Jokowi Turun Tangan

Jakarta (Bali Post) Setelah media sosial ramai tagar #uninstalbukalapak, karena warganet menilai CEO-nya telah menyampaikan data tak tepat di twitter dan menyudutkan Presiden, membuat putra Presiden Jokowi turun tangan. Dia meminta perdebatan itu disudahi. Presiden Joko Widodo juga meminta warganet untuk menghentikan tagar #UninstallBukalapak. Menurut Jokowi, seluruh rakyat Indonesia harus mendorong anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas. Hal itu ditegaskan Jokowi usai bertemu dengan CEO dan Founder Bukalapak, Ahcmad Zaky, Sabtu (16/2) kemarin. Hal. 11 Twitter Pribadi

Angin Puting Beliung di Tusan

Belasan Rumah Rusak

BPM/dok

BERANGKULAN - Jokowi dan Prabowo berangkulan usai debat putaran pertama.

Pelajar dan Mahasiswa Dominasi Korban Lakalantas ANGKA lakalantas di Kabupaten Gianyar dan Buleleng tergolong cukup tinggi. Ironisnya korban lakalantas tersebut didominasi kalangan remaja, khususnya pelajar yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM). Di Gianyar, Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengungkapkan data laka generasi muda usia 17 sampai 35 tahun

mendominasi data korban kecelakaan lalu lintas. Hal ini pun menjadi perhatian aparat kepolisian, terlebih di Indonesia rata-rata satu jam ada 3 orang tewas di jalan raya. Berdasarkan data Sat. Lantas Polres Gianyar sepanjang 2018 tercatat 867 korban lakalantas di kawasan seni ini. Dari jumlah itu, paling banyak korban tercatat dari usia 16-25 tahun 271 korban.

Usia 15 tahun ke bawah 76 korban. Usia 26-30 tahun 83 korban, sisanya di atas 40 tahun. Ditambahkan, dari 867 korban laka sepanjang 2018 lalu, tercatat 64 orang meninggal dunia, korban alami luka berat 15 orang, dan paling banyak korban alami luka ringan 788 orang. Hal.11 Kasus di Buleleng

CUACA ekstrem kembali terjadi di Bali. Warga Banjar Sema Agung, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung dibuat panik. Daerah ini dilanda angin puting beliung disertai intensitas hujan, Jumat (15/2) malam. Kepanikan warga semakin memuncak, kala angin puting beliung tersebut merobohkan bale piasan dan sejumlah palinggih ambruk. Belasan rumah di sekitarnya juga rusak. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada, mengatakan angin puting beliung menerjang wilayah

tersebut sekitar pukul 20.00 wita. Seketika sejumlah warga segera melaporkan kejadian itu, berikut dampaknya kepada BPBD Klungkung. Tim TRC BPBD Klungkung bergegas melakukan gerak cepat dalam penanganan di lapangan. Hasil kaji cepat berdasarkan laporan masyarakat, didapat rincian kerusakan di Banjar Sema Agung dan Banjar Belimbing. “Korban jiwa tidak ada. Hanya, banyak bangunan rusak berat,” kata Putu Widiada. Hal. 11 Rusak Berat

Polresta Dps

er 2018

Polres Gianyar

49

Polres Jembrana

47

Polres Badung

41

Kesatuan

Meninggal Sia-sia di Jalan Korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) meninggal dunia di Indonesia menduduki posisi kelima. Paling banyak korbannya dari kaum milenial. Data menunjukkan, jumlah pelanggaran di Indonesia 91.028 dan 58 persen dilakukan usia 17-35 tahun. Sedangkan korban tewas 1.057 orang dan 35 persennya usia 35 tahun ke bawah.

Korban Tewas 110 83

Polres Buleleng

61

Polres Tabanan

Polres Karangasem

23

Polres Klungkung

17

Polres Bangli

17

Usia Terlibat Lakalantas 2018 16 - 30 tahun

11% 20% 17%

35%

17%

31-40 tahun 41 - 50 tahun diatas 50 tahun Lain - lain

Angkutan Siswa dan Larangan Naik Sepeda Motor MENGATASI tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan para pelajar serta mengurangi tingkat kemacetan, sejumlah pemkab dan kota di Bali menyediakan angkutan umum bagi siswa. Pemkab Tabanan melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan meluncurkan moda angkutan siswa yang diberi nama Trans Serasi. Hingga tahun ini, jumlah armada sudah mencapai 146 armada, 3 bus sedang, 63 bus kecil, dan 80 angkot, dengan layanan mencakup 7 kecamatan. Guna lebih mengoptimalkan upaya menekan angka lakalantas yang melibatkan pelajar maupun generasi milineal, beragam upaya pun terus digalakkan. Salah satunya dari pihak Satlantas Polres Tabanan menggandeng langsung generasi milineal untuk

bersama-sama mendeklarasikan tertib berlalu lintas. Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa pernah menyampaikan dari data satlantas Polres Tabanan, sepanjang tahun 2018 angka kasus lakalantas berjumlah 319 kasus. Dari jumlah tersebut, 71 meninggal, 13 luka berat, dan sekitar 300 luka ringan. “Ironisnya, 169 korban berumur di antara 16-30 tahun yang juga masuk kaum milenial,” ucapnya. Kapolres Tabanan, AKBP Made Sinar Subawa, juga berharap pada seluruh komunitas kendaraan roda dua yang ada di Kabupaten Tabanan dapat mengedukasi seluruh elemen masyarakat untuk tertib berlalu lintas saat berkendara di jalan raya. Menurutnya, peran komunitas ini sangat besar dalam mengurangi angka ke-

celakaan di jalan raya. Apalagi permasalahan bidang lalu lintas khususnya lalu lintas jalan raya memang terus berkembang dan semakin kompleks seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan penambahan jumlah kendaraan. Diharapkan, dengan gebyar Millennial Road Safety Festival ini bisa mewujudkan road safety zero accident. Tentunya dengan memberdayakan kaum milenial dalam mewujudkan keamanan, ketertiban, kelancaran berlalu lintas. Di Klungkung, jajaran kepolisian juga menggunakan berbagai cara untuk membangun kesadaran para pengguna jalan. Apalagi, setelah melihat para korbannya adalah mayoritas generasi muda, pada usia milenial. Hal. 11 Lakukan Kampanye

BPM/gik

AMBRUK - Salah satu bale piasan di Merajan Agung, Banjar Sema Agung, ambruk diterjang angin puting beliung, Jumat (15/2) malam.

Generasi Milenial Bali

Data Lakalantas Jajaran Polda Bali 2018

asus 7 orang 9 orang 98 orang 3,9 miliar

asus 8 orang 0 orang 36 orang 5,5 miliar

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

BPM/dok

TANPA HELM - Anak-anak dibiarkan naik kendaraan tanpa helm.

BAGAIMANA dengan di Bali? Dari data 2017, korban lakalantas kaum milenial di Bali 50 persen. Data teranyar di Polda Bali 2018, korban tewas kaum milenial Bali mencapai 448 orang atau 35 persen lebih dari angka kecelakaan. Jumlah terbanyak tercatat di Denpasar sebanyak 110 orang tewas, disusul Buleleng 83 tewas. Dirlantas Polda Bali Kombes Pol. A.A. Made Sudana, Sabtu (16/2) kemarin, mengungkapkan kini Polri khususnya Korlantas berupaya mencegah kaum milenial Bali tewas sia-sia di jalan. Salah satu cara untuk menekan angka lakalantas yakni dengan cara menggelar Millennial Road Safety Festival (MRSF) 2019 di seluruh Polda dan Polres di Indonesia. Tujuannya untuk mengampanyekan kesadaran cara berlalu lintas

di jalan raya dan menekan angka lakalantas, terutama kepada generasi milenial berusia antara 16-35 tahun. Di Bali, MRSF sudah digelar di Badung diisi dengan berbagai kegiatan, mulai jalan sehat, entrepreneur expo, safety riding, dan deklarasi pelopor keselamatan berlalu lintas yang melibatkan generasi milenial. Kapolres Badung, AKBP Yudith Satriya Hananta, Sabtu (16/2) kemarin, mengungkapkan kegiatan ini merupakan gerakan moral atas kepekaan, kepedulian, dan tanggung jawab, agar mampu bertahan hidup produktif dan tidak menjadi korban tewas sia-sia di jalan raya. Dampaknya sudah dirasakan misalnya ke sekolah mereka pakai helm, saat mengenakan pakaian adat tiap hari Kamis juga pakai helm. Hal. 11 Anak di Bawah Umur

Millennial Road Safety Festival

Wujudkan Milenial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang

MASALAH lalu lintas terus menjadi sorotan. Tak hanya pihak kepolisian, tapi juga pemerintah. Sebab, tiap tahun angka kecelakaan selalu meningkat. Dari angka kecelakaan itu yang mendominasi kaum milenial. Untuk itu, Korlantas Polri mencetuskan festival yang mengambil tema “Millennial Road Safety Festival” dengan sasaran generasi muda dengan umur kisaran 17 tahun hingga 35 tahun. Kegiatan ini pun tujuannya mewujudkan milenial cinta lalu lintas menuju Indonesia cemerlang. Kegiatan berstandar nasional ini dilaksanakan seluruh wilayah di Indonesia, tak terkecuali di Bali. Untuk di Bali, festival ini digelar Polda Bali dan kegiatanya dipusatkan di

Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu ini (17/2). Berbagai kegiatan akan ditampilkan di acara akbar ini. Mulai dari senam Bali Gemilang, expo, free style, hingga hiburan musik (band, DJ dan lainnya) yang akan disuguhkan untuk masyarakat Bali, khususnya kaum milenial. Tak hanya itu, dalam festival ini, sejumlah artis Bali dan ibu kota siap menggeber panggung untuk memeriahkan acara ini. Banyaknya acara yang akan ditampilkan tentu pesertanya dipastikan mencapai puluhan ribu orang. Bahkan, ditargetkan 35.000 orang atau lebih. Hal. 11 Diharapkan Datang

BPM/jay

GELADI BERSIH - Sejumlah anggota kepolisian, mahasiswa, siswa, dan masyarakat umum saat melakukan geladi bersih di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar untuk menyukseskan “Millennial Road Safety Festival”, Minggu (17/2) ini.


2 Minggu Pon, 17 Februari 2019

BPM/sue

NYUUN KEBEN - Salah satu lomba nyuun keben yang mengundang tawa digelar di LLDikti, Sabtu (16/2) kemarin.

Pendirian Universitas Dimoratorium, Dua PTS di Bali Segera ’’Merger’’

Denpasar (Bali Post) -

Bali termasuk daerah yang sudah jenuh dengan jumlah perguruan tinggi swasta (PTS). Untuk itu, pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium bagi pendirian universitas baru (PTS), kecuali pembukaan program studi baru yang langka. Hal itu ditegaskan Kepala LLDikti Wilayah Bali, NTB dan NTT, Prof. Nengah Dasi Astawa, di selasela acara jalan sehat dan pelayanan kesehatan gratis HUT ke- 37 LLDikti Wilayah VIII, Sabtu (16/2) kemarin. Dasi Astawa mengungkapkan, pemerintah mendorong PTS berlomba-lomba membuka program studi yang langka mengarah ke vokasional dan IPA yang belum jenuh di daerah. Izin prodi baru diprioritaskan untuk yang berbasis STEM yakni sains, teknologi, engeneering, dan matematika. Kedua, pemerintah mendorong PTS kecil untuk merger agar menjadi kuat. Saat ini saja ada dua PTS di Lombok yang sudah turun izinnya menjadi universitas baru setelah bergabung dengan 2-3 PTS. Di Bali, saat ini sedang diusulkan dua PTS segera melakukan penggabungan dan merger. Seperti Unmas Denpasar yang akan menggabungkan Akademi Farmasi Saraswati (AFS), Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA ) Saraswati dan Universitas Mahasaraswati di Lombok menjadi satu universitas yakni Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar. Kedua, IKIP PGRI Bali akan merger dengan

dua lembaga pendidikan tinggi lainnya menjadi universitas baru. ‘’Tinggal menunggu turunnya izin, lampu hijau sudah dibuka oleh pemerintah,’’ tegas Dasi Astawa didampingi Sekretaris Ir. AAN. Rai Indra Wardana, dan Kabag Umum, Drs. I Wayan Suarjaya MAP. Langkah merger ini, kata Dasi Astawa, didorong oleh pemerintah agar Indonesia tak banyak dijejali oleh universitas kecil namun kalah dalam kualitas. Makanya, dia meminta pimpinan PTS jika mau tampil kuat dan berkualitas dipersilakan merger. Sebab, pemerintah masih memberlakukan moratorium pembukaan universitas baru di Bali karena dianggap daerah yang sudah jenuh. Ketua Panitia HUT LLDikti, I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D., menambahkan serangkaian HUT digelar jalan sehat, seminar kesehatan, dan pelayanan kesehatan secara gratis. Semua agenda ini diikuti 5.000 civitas akademika 63 PTS di Bali dari unsur mahasiswa, dosen, dan karyawan LLDikti VIII. Mereka juga mengikuti donor darah, pemeriksaan darah, kesehatan gigi, dan pijat. Juga digelar aneka lomba rekreasi seperti menangkap belut, nyuun keben sambil joged dan lari karung. Dasi Astawa mengaku bangga melihat kekompakan civitas akademika LLDikti VIII. Strategi ini dia lakukan guna menjadikan LLDikti sebagai rumahnya para dosen dan mahasiswa untuk masimakrama sekaligus mensosialisasikan kebijakan-kebijakan pendidikan tinggi. ‘’Luar biasa, mereka tampil kompak,’’ tegasnya. (025)

Nelayan Temukan Mayat Mengambang di Laut Amlapura (Bali Post) Warga kembali digegerkan dengan penumuan mayat di tengah laut di Ketapang Mas, Tianyar, Kubu, Jumat (15/2). Identitas mayat diketahui bernama Ni Nengah Tunggu (70), seorang petani asal Banjar Eka Adnyana, Desa Tianyar, Kubu, Karangasen. Korban pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan yang sedang melaut. Beradasarkan informasi yang dihimpun, bahwa pada Jumat (15/2), sekitar pukul 10.30 wita, korban yang diketahui mengalami stres dan meninggalkan r u m a h . B e rs e l a n g s e t e n g a h jam, tepatnya pukul 11.00 wita, korban ditemukan berada di TK Widya Kumala dan dilihat oleh pemilik kantin Ni Made Ningsih. Setelah itu, korban tidak diketahui keberadaannya. Setelah itu, menantu korban, Ni Ketut Sari, berusaha melakukan pencarian termasuk di Pantai Ketapang Mas, namun

tidak kunjung ditemukan. Kemudian pukul 18.00 wita, menantu korban mendapatkan informasi bahwa korban ditemukan di tengah laut oleh seorang nelayan dalam keadaan meninggal. Setelah ditemukan, menantu korban bersama perbekel dan warga setempat membawa korban ke Puskesmas Kubu 2 untuk dilakukan visum. Kapolsek Kubu, AKP I Komang Sura Maryantika, mengungkapkan, kalau berdasarkan keterangan yang didapat dari keluarga korban, bahwa korban memang benar mengalami stres karena sakit yang menahun yang tidak kunjung sembuh pada bagian lutut dan punggung. “Korban meninggal akibat tenggelam. Hasil pemeriksaan Dr. Agus Narendra menerangkan bahwa korban mengalami luka memar di kepala bagian belakang luar, mengalami benjol kepala bagian belakang, keluar busa dari mulut. Di tubuh korban

tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” katanya. Tersetrum Listrik Sementara itu, di Banjar Dinas Umanyar, Desa Ababi, Abang salah seorang warga yakni I Ketut Sayah atau Jro Mangku Sudarma meninggal dunia diduga akibat tersetrum listrik. Berdasarkan informasi, pada Sabtu (16/2) kemarin, pukul 07.45 wita, korban datang ke TKP untuk bekerja sebagai tukang bangunan di Puri Agung Karangasem. Setelah itu, Anak Agung Mas Sri Andari melihat korban sudah naik ke atas bangunan yang berada di bagian timur Puri Agung Karangasem (proyek bangunan). Tidak berselang lama saat Sri Andari mengambil tikar untuk keperluan upacara agama di merajan, pukul 08.00 wita, dia mendengar ada suara benda jatuh di sekitar korban bekerja. Karena penasaran, saksi mendatangi sumber suara tersebut. Setelah dilihat ternyata korban sudah dalam keadaan telentang, di sebelah utara dan terlilit kabel listrik dengan kondisi tubuh kejang dan mengeluarkan asap. Karena panik saksi kemudian memanggil tukang yang berada di Gedong Tua (barat Merajan Puri Agung Karangasem) untuk meminta pertolongan. “Saksi sempat minta pertolongan. Tapi karena di sekitar korban ada genangan air, maka tidak ada yang berani mendekat,” ujar saksi Sri Andari. (kmb41) KORBAN - Jenazah korban saat dievakuasi petugas kepolisian dan warga.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/ SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Pon, 17 Februari 2019

Toya Devasya Raih Penghargaan Bupati Made Gianyar Minta Masyarakat Bijak ”Indonesia Best of The Best Award 2019” Kunjungi Warga Miskin di Yangapi

Menyampaikan Informasi di Medsos

BUPATI Bangli I Made Gianyar meminta masyarakat lebih bijak dalam menyampaikan informasi di media sosial (medsos). Ia meminta, sebelum mengunggah sesuatu di media sosial, infomasi yang disampaikan harus ditelusuri terlebih dahulu untuk memastikan kebenarannya. Hal ini disampaikan Bupati Bangli I Made Gianyar saat mengujungi Kadek Widiana, warga kurang mampu asal Banjar Kubu Suih, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Jumat (15/2). Lebih lanjut Bupati Made Gianyar menekankan, kalau ada informasi tentang kemiskinan, jangan langsung disebarluaskan tanpa ada kros chek kebenaran informasi. Kalau sampai salah menginformasikan isi berita, tentu tidak hanya berdampak pada si pembuat berita, tetapi juga pemerintah daerah. Kalau memang ada informasi kemiskinan, lebih baik koordinasikan dengan perangkat desa, baik klian atau kepala desa untuk dilakukan penelusuran bersama. Tentu langkah ini akan lebih bijak daripada asal sebar ke media sosial. Dengan melakukan koordinasi dan pengecekan bersama, tentu tidak akan ada kesan mengeksploitasi kemiskinan saja, tetapi lebih mengutamakan sisi kemanusiaan. “Saya minta masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Jika ingin menyampaikan

berita kemiskinan, pertama harus dipastikan dulu kondisi sebenarnya dari yang bersangkutan. Kedua, apakah yang bersangkutan berkenan untuk dipublikasikan. Jangan sampai niat baik kita menimbulkan permasalahan,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli Nengah Sukarta mengatakan, sebelum melakukan kunjungan, Bupati Made Gianyar sempat menghubunginya melalui pesan whatshap (WA). Bupati menyampaikan informasi di media sosial, soal adanya anak kurang mampu di Bangli yang nunggak uang sekolah sampai Rp 5,1 juta. Atas dasar itu, ia langsung menelusuri kebenaran informasi itu. Setelah bertemu dan menggali informasi lang-

sung dari yang bersangkutan, Kadek yang masuk di SMK PGRI Tembuku memang benar masih nunggak uang sekolah sampai Rp 5,1 juta. Tunggakan itu berasal dari uang Uji Kompetensi (UK) karena Kadek sudah duduk dikelas XII dan uang pakaian (saat pertama kali masuk sekolah). Ia juga menjelaskan, sebelumnya Kadek dan keluarga juga sudah cukup banyak mendapat bantuan dari Pemkab Bangli, seperti beasiswa 900 ribu/tahun, BPJS KIS dalam satu keluarga, beras sejahtera (Ranstra) dan bedah rumah. Melalui kunjungan kemarin, sambung dia, Bupati Bangli telah memerintahkan pihaknya dan OPD terkait agar secara gotong royong bisa

KUNGJUNGI - Bupati Bangli I Made Gianyar saat mengunjungi Kadek Widiana, warga kurang mampu asal Banjar Kubu Suih, Desa Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Jumat (15/2).

membantu Kadek melunasi semua tunggakan di sekolah dan memastikan Kadek bisa menyelesaikan sekolahnya. Selain itu, Bupati juga sudah menyiapkan bantuan dana bergulir untuk biaya pendidikan dan pinjaman lunak jika Kadek mau melanjutkan pendidikan dan berkarier ke luar negeri. “Tadi Bapak Bupati sudah menyampaikan, kalau Kadek mau melanjutkan sekolah dan bekerja ke luar negeri, Pemkab Bangli sudah menyiapkan program dana bergulir (inventaris bergerak) dan bunga lunak enam persen per tahun untuk biaya pemberangkatan,” terangnya. Sementara itu, pascamelakukan operasi akibat tumor perut jinak yang diderita, kondisi ibu Kadek (Made Sami) sudah berangsur membaik. Untuk memastikan kesembuhan ibu Kadek, jelas Nengah Sukarta Bupati juga sudah dengan tegas meminta Kadis Kesehatan Bangli agar memerintahkan bidan desa untuk rutin memberikan perawatan. Sebelumnya nama Kadek Widiana sempat viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram Denpasar.Viral yang memberitakan Kadek nunggak uang sekolah RP 5,1 juta. Dalam unggahan media sosial tersebut juga disebutkan, kondisi orangtua Kadek Widiana ibu Made Sami juga dalam kondisi sakit dan dirawat dirumah sakit. (ad563)

PUTU Astiti Saraswati selaku direktur PT Murani Ikrar Dharma Utama atau Toya Devasya, meraih penghargaan bergengsi Indonesia 50 Best Leader Award 2019 kategori The Most Inspiring Leaders & Best Executive of The Year dari Indonesia Achievement Center. Bertempat di Inna Kuta Jumat (15/2), award Indonesia Best Of The Best Award 2019 ini diserahkan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Bali, Ida Bagus Sedhawa didampingi Ketua Penyelenggara Indonesia Achievement Center Rere Swastika Tanjung. Penghargaan bergengsi Indonesia 50 Best Leader Award 2019 kategori The Most Inspiring Leaders & Best Executive of The Year, merupakan penghargaan pertama untuk tahun 2019 yang diraih oleh Toya Devasya. Penghargaan ini merupakan pencapaian yang sangat luar biasa. Capaian gemilang ini tentu tidak dapat dipisahkan dari peran dan ketokohan seorang Putu Astiti Saraswati, S.E., M.Bus., jebolan Monash University Melbourne Australia yang saat ini menjabat sebagai direktur PT Nurani Ikrar Dharma Utama Toya Devasya. Perempuan energik ini tercatat menggeluti dunia pariwisata dan hospitality sejak tahun 2007. Sebelum terjun pada dunia pariwisata, Putu Astiti Saraswati yang akrab dipanggil Ayu, bekerja di HSBC (Hongkong Shanghai Bank Corporation) sekitar 3 tahun. Pola kepemimpinan dan strategi manajemen yang diterapkan dalam mengelola bisnis Toya Devasya pada prinsipnya adalah

mengikuti tatanan manajemen yang berlandaskan pada nilainilai spiritual ke-Indonesia-an. Khususnya menyerap berbagai falsafah Bali dengan sedikit memadukan manajemen modern, yakni antara transformational leadership, entrepereneurial spirit dan business owner mentality. Putu Astiti Saraswati mengatakan, penghargaan bergengsi Indonesia 50 Best Leader Award 2019 kategori The Most Inspiring Leaders & Best Executive of The Year, merupakan penghargaan pertama untuk tahun 2019 yang diraih oleh Toya Devasya. Dengan diperoleh penghargaan Indonesia 50 Best Leader Award 2019 kategori The Most Inspiring Leaders & Best Executive of The Year, pihaknya mengaku tidak akan berpuas diri, namun ini akan dijadikan motivasi untuk ke depannya. “Ke depan Toya Devasya akan terus melakukan perbaikan mulai dari servis maupun in-

prastruktur demi kenyaman para tamu yang berkunjung ke Toya Devasya. Di tahun 2019, Toya Devasya juga meresmikan water boom air panas alami satusatunya di dunia,” pungkasnya. Menurut Ketua Penyelenggara Indonesia Achievement Center, Rere Swastika Tanjung, ajang penghargaan ini merupakan program tanggung jawab peningkatan kualitas SDM Indonesia, berupa penghargaan kepada warga Indonesia yang terus berkarya, berprestasi dan memiliki kontribusi secara nyata bagi masyarakat luas. Prestasi ini diberikan karena kerja keras, berdedikasi dan tanpa lelah bermanfaat bagi masyarakat luas. “Kita membutuhkan orang-orang seperti para pemenang pada malam ini. Orang-orang hebat yang menginspirasi bisa menjadi teladan oleh masyarakat dan terutama generasi penerus Indonesia,” katanya. (ad562)

PENGHARGAAN - Putu Astiti Saraswati selaku direktur PT Murani Ikrar Dharma Utama atau Toya Devasya, saat menerima penghargaan Indonesia 50 Best Leader Award 2019, kategori The Most Inspiring Leaders & Best Executive of The Year dari Indonesia Achievement Center.

Inovasi TOSS Dilirik Pihak Asing

Sukseskan Bali ”Biggest Beach Clean-Up” 2019

Archipelago International Gelar Bersih-bersih Pantai Kelompok Peduli Lingkungan Miami Denpasar (Bali Post)Selama tiga tahun berturutturut, Archipelago International yang merupakan manajemen hotel terbesar di Indonesia berpartisipasi dalam acara Bali Biggest Beach Clean-Up yang diadakan oleh komunitas One Island One Voice. Kali ini Archipelago International yang dihadiri oleh tim Corporate Office serta perwakilan 15 hotel yang berada di bawah naungan

Archipelago International mengadakan acara bersih-bersih di Pantai Matahari Terbit, Sanur, hingga Pantai Padanggalak, Kesiman. Aksi bersih-bersih yang dimulai sejak pukul 06.00 Wita ini diikuti 150 partisipan. Tim Archipelago International berhasil mengumpulkan sampah non-organik di pantai sebanyak 200 kg. Director of Operations at Archipelago International, Winston

BPM/win

BERSIH - Archipelago International bersama tim Corporate Office serta perwakilan 15 hotel di bawah naungan Archipelago Internasional, mengadakan acara bersih-bersih di Pantai Matahari Terbit hingga Pantai Padanggalak, Sabtu (16/2) kemarin.

Hanes mengatakan, dikenal sebagai surga dunia, Bali adalah salah satu destinasi favorit para wisatawan, terutama karena keindahan pantainya. Dari Kuta hingga Sanur, terdapat banyak pantai yang masuk dalam list para wisatawan untuk menikmati angin pantai, melihat pemandangan matahari terbenam ataupun sekadar bersantai bersama keluarga dan teman di pesisir pantai. Namun sayangnya saat ini pesisir pantai di Bali terdapat banyak sampah yang ditinggalkan oleh turis dan juga sampah yang terbawa arus dari pulaupulau sekitar Bali. Hal ini tentu dapat mengganggu aktivitas para wisatawan dan membuat mereka tidak nyaman berada di pantai Bali. “Kami sangat senang dapat menjadi bagian dari acara bersih-bersih pantai ini. Dengan banyaknya hotel dan vila di bawah naungan Archipelago International di Bali, sudah merupakan tugas kita untuk menjaga dan melindungi keindahan pulau Dewata ini. Kami

juga telah bekerja sama dengan salah satu produsen plastik ramah lingkungan (dapat terurai) untuk seluruh hotel kami. Tahun ini kami juga berencana untuk mengimplementasikan kebijakan eco-hotel dengan mengurangi pemakaian plastik sekali pakai di seluruh hotel, terutama yang berada di dalam kamar tamu,” ujar Winston Hanes, Sabtu (16/2) kemarin. Dikatakan, bahwa Archipelago International mengoperasikan portofolio terbesar di Indonesia dari 138 hotel dengan 100 properti baru yang sedang dikembangkan di seluruh Indonesia, Malaysia, Filipina, Karibia, dan Arab Saudi. Dengan lebih dari 18.000 kamar dan 10 merek mulai dari yang sangat mewah hingga layanan terpilih di lebih dari 55 kota, merek termasuk ASTON, Alana, Aston Heritage Collection, Huxley, Kamuela, HARPER, Quest, NEO, favehotel, dan NOMAD. “Kegiatan semacam ini (bersih-bersih Pantai-red) akan terus kami lakukan,” pungkasnya. (win)

Lakukan Studi ke Klungkung

INOVASI Pemkab Klungkung bidang pengelolaan sampah yakni Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) dilirik pihak asing. Sebuah kelompok peduli lingkungan dari Miami, Amerika Serikat melakukan studi ke Kabupaten Klungkung, Sabtu (16/2) kemarin. Kunjungan mereka ini untuk mengetahui sistem dan metode pengelolaan sampah yang dilakukan di Kabupaten Klungkung. Lauren, salah satu anggota kelompok menyatakan kunjungannya ke Kabupaten Klungkung ingin mengetahui sistem pengelolaan sampah di Klungkung seperti apa. Kelompoknya ini bergerak di bidang lingkungan, khususnya menangani sistem pengelolaan persampahan organik maupun plastik. Dirinya bersama

anggota yang lain sangat tertarik metode TOSS dan ingin mengetahui lebih jelas terkait pemanfaatan pellet hasil dari pengolahan sampah tersebut. “Kami sangat tertarik dengan metode ini,” ujar Lauren yang sering melakukan pelatihan tentang pengolahan sampah plastik di beberapa hotel di Bali. Menurut Lauren, Klungkung merupakan satu-satunya kabupaten yang memiliki metode TOSS. Didampingi anggota kelompok lainnya, Jean, Lauren mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Klungkung telah melakukan langkah positif dalam pengelolaan sampah dan berharap inovasi ini bisa dikembangkan ke Kabupaten lainnya di Indonesia. “Apresiasi kami kepada Kabupaten Klungkung yang melakukan langkah positif dalam pengelolaan sam-

Danone-AQUA Luncurkan Kemasan Botol Plastik 100 Persen Hasil Daur Ulang Pertama di Indonesia

SEBAGAI merek kelahiran Indonesia, AQUA selalu berupaya untuk memberikan kebaikan bagi masyarakat dengan selalu melakukan inovasi dengan cara mempromosikan hidrasi sehat sembari melestarikan alam. Untuk berkontribusi pada Indonesia yang lebih sehat, pelopor Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), Danone-AQUA meluncurkan kemasan botol plastik 100 persen hasil daur ulang pertama di Indonesia yang juga 100 persen dapat didaur ulang. Inisiatif ini juga merupakan kontribusi perusahaan dalam upaya pemerintah untuk mengurai sampah plastik di lautan sampai 70 persen pada 2025. Peluncuran ini merupakan bagian dari implementasi komitmen #BijakBerplastik yang diluncurkan perusahaan pada pertengahan 2018. Komitmen ini fokus pada tiga pilar untuk menjawab tantangan sampah plastik di Indonesia, yaitu (1) Pengembangan Infrastruktur Pengumpulan Sampah, (2) Edukasi Konsumen, dan (3) Inovasi Produk. Dengan gerakan ini DanoneAQUA juga mempromosikan kolaborasi lintas sektoral untuk inovasi dan bersama-sama mencari solusi untuk menyelesaikan persoalan sampah di Indonesia. Peluncuran botol merupakan langkah lebih maju dari komitmen #BijakBerplastik Danone-AQUA pada pilar inovasi produk dan model ekonomi melingkar yang konkret. Pada infrastruktur pengumpulan sampah, sejak 2010 DanoneAQUA telah mendukung bisnis sosial yang dikhususkan

pada pengumpulan plastik inklusif di Indonesia. Bekerja dengan para komunitas pengumpul sampah dan bank sampah, Danone-AQUA kini telah mengumpulkan 12.000 ton per tahun untuk daur ulang melalui enam pusat pengumpul. Danone-AQUA akan memperluas inisiatif sosial ini untuk mengubah kemasan sampah menjadi sumber daya, meningkatkan nilainya dengan tambahan pusat pengumpul. Di Bali Danone-AQUA telah mengumpulkan lebih banyak sampah botol plastik dibandingkan dengan produksinya. Guna mendukung edukasi publik, Danone-AQUA telah bekerja dengan VICE Impact untuk memimpin kampanye edukasi pada jutaan konsumen. Lebih lanjut, ajakan perilaku baru untuk memisahkan dan mengumpulkan sampah plastik, Danone-AQUA bersama dengan para rekanan meluncurkan sebuah inovasi yang disebut dengan Smart Drop Box untuk para pembeli guna mendaur ulang botolnya. Perusahaan telah menetapkan target untuk menaikkan drop box botol plastik hingga menjangkau 100 juta konsumen di 2025. DanoneAQUA berkomitmen untuk membuat langkah besar pada sirkularitas plastik yang digunakannya dengan 100 persen kemasan daur ulang di 2025. Direktur PT Tirta Investama (Danone-AQUA) Corine Tap menjelaskan, setiap hari Danone-AQUA melanjutkan misinya untuk memberikan hidrasi sehat bagi jutaan masyarakat Indonesia dengan menggunakan berbagai tipe kemasan untuk melindungi

dan mempertahankan kualitas produk. Tetapi, tantangan pengelolaan sampah plastik saat ini menjadi masalah bersama. Sebagai merek ikonik Indonesia, Danone-AQUA memiliki tanggung jawab spesial untuk ditempuh dan kesempatan untuk memberikan perubahan secara besar melalui pelibatan jutaan konsumen. “Kami akan terus melangkah yang dimulai dari usaha yang lebih berkelanjutan untuk memulihkan lingkungan dari plastik, baik di darat dan di air serta kampanye edukasi daur ulang secara nasional. Kami juga akan mendesain ulang kemasan kami secara teratur dengan pengelolaan baru kemasan plastik. Kami akan beralih dari sebuah model linier ke model melingkar, di mana botol yang dibuang menjadi sumber daya berharga untuk digunakan kembali. Hal ini mendorong kami untuk secara aktif berinovasi dan meluncurkan produk 100 persen botol plastik daur ulang di Indonesia.” ujar Corine. Corine berharap inovasi ini dapat menjawab solusi untuk

menyeimbangkan kebutuhkan hidrasi sehat dan menjaga lingkungan di Indonesia. “Kami bertujuan untuk membuat seluruh kemasan kami dapat didaur ulang pada 2025,” jelas Corine. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali Drs. I Made Teja, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Drs. I Dewa Gede Surahardi, M.Si., dalam acara peluncuran tersebut, berpendapat bahwa keterlibatan aktif para pelaku bisnis dalam menjawab tantangan lingkungan, khususnya pengelolaan plastik sangatlah penting untuk menciptakan ekonomi sirkular dan memberikan nilai tambah pada setiap rantai pasokan. “Kami sangat mengapresiasi langkah Danone-AQUA melalui peluncuran kemasan botol plastik 100 persen hasil daur ulang pertama di Indonesia dan membantu misi kami mengurangi sampah, khususnya sampah plastik pada tahun 2025,” katanya. (bns)

TOSS - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung A.A Ngurah Kirana, saat memaparkan metode pengelolaan sampah dengan sistem TOSS.

pah,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung A.A Ngurah Kirana, memaparkan metode pengelolaan sampah dengan sistem TOSS. Dihadapan kelompok peduli lingkungan ini, Kirana menjelaskan bagaimana proses pengolahan sampah dilakukan hingga menghasilkan pellet yang bisa digunakan sebagai bahan bakar kompor rumah tangga dan pembangkit listrik yang sudah terkoneksi dengan PLN. “Mereka melakukan studi melihat metode ini seperti apa dan mereka sangat tertarik dengan sistem TOSS ini,” ujar Kirana usai mendampingi kelompok peduli lingkungan tersebut melakukan studi di TOSS IPLT Lepang. Pejabat asal Desa Paksebali ini menambahkan, selain dengan metode TOSS, Kabupaten Klungkung saat ini juga tengah menerapkan metode “Bang Daus” atau Lubang Daur Ulang Sampah. Dengan metode ini bagaimana sampah dipilah dalam skala rumah tangga khususnya diperkotaan. Metode ini menurutnya sudah diterapkan di Kelurahan Semarapura Kaja, Kecamatan Klungkung. “Ya harapan kita semua Kelurahan bisa menerapkannya untuk menjaga dan menyelamatkan lingkungan dari ancaman bahaya sampah plastik,” pungkasnya. (ad571)

Pascapengeroyokan Sesama Napi

Polisi Tingkatkan Pengamanan di Lapastik Bangli (Bali Post)– Aparat kepolisian dari Polres Bangli dan Polsek Susut kini meningkatkan pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (Lapastik) Bangli yang berlokasi di Banjar Buungan, Desa Tiga, Susut. Hal itu dilakukan menyusul adanya kejadian pengeroyokan yang dilakukan 16 orang narapidana terhadap dua napi lainnya di dalam lapas. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi saat dikonfirmasi Sabtu (16/2) kemarin, mengatakan pascakejadian pengeroyokan Jumat (15/2) kemarin, situasi di dalam Lapastik saat ini sudah kondusif. Pascakejadian polisi kini meningkatkan pengamanan dengan men-standby-kan sejumlah personel di pos depan Lapastik. Pengamanan juga dilakukan dengan meningkatkan intensitas patroli rutin ke Lapastik. Sehingga apabila kejadian serupa terjadi lagi, penanganan bisa dilakukan dengan cepat. “Kalau sebelumnya patroli kita lakukan dua kali, sekarang sampai 3-4 kali termasuk malam hari. Kegiatan patroli dialogisnya juga kita

perpanjang, dari yang biasanya 10 menit sekarang sampai satu jam lebih. Sehingga kami bisa berinteraksi dengan petugas lapas lebih lama,” kata Sulhadi. Dijelaskan Sulhadi, peristiwa pengeroyokan di dalam Lapastik diketahui terjadi pada Jumat (15/2) sekitar pukul 12.00 Wita. Adapun napi yang dikeroyok saat itu yakni berinisial IP (35). Ia dikeroyok enam belas napi lainnya. Kronologis kejadian berawal dari adanya isu bahwa korban menjadi informan petugas Lapastik. Isu itu menimbulkan perasaan tidak nyaman bagi beberapa orang warga binaan lainnya. Atas beredarnya isu tersebut ke 16 napi yang curiga dengan korban kemudian langsung melakukan pengeroyokan. Akibatnya, korban mengalami pendarahan di bagian mata sebelah kiri, bibir lecet, bagian kepala belakang mengalami benjol besar, bengkak pada pinggang sebelah kiri. “Pascamendapat laporan itu, 44 personel dari Polres dan Polsek Susut langsung mendatangi TKP Lapastik, dipimpin langsung Kabag Ops,” terangnya.

Di dalam lapas, polisi kemudian melakukan penggeledahan bersama petugas lapas. Ke 16 warga binaan yang melakukan pengeroyokan kemudian diamankan dan ditempatkan di ruang khusus isolasi Lapastik. “Pascakejadian itu, kami dari Polres Bangli kedepannya akan mem-back up penuh lapas dan meningkatkan patroli rutin secara berkesinambungan ke Lapastik, termasuk rutan,” kata Sulhadi. Sementara itu, Kalapas Narkotika Bangli Arif Rahman saat dikonfirmasi terpisah tak menampik adanya kejadian pengeroyokan yang dilakukan 16 orang napi terhadap dua orang rekan sesama napi. Peristiwa pengeroyokan terjadi di waktu yang berbeda. Satu korban menjadi korban pengeroyokan pada Jumat dan satu korban lainnya mengalami pengeroyokan pada Kamis lalu. Mengenai motifnya, Arif menyebut karena adanya kecurigaan 16 napi tersebut terhadap dua napi yang menjadi korban pengeroyokan. “Sekarang masih dalam pemeriksaan,” terangnya. (kmb40)


4

Minggu Pon, 17 Februari 2019

Jelajah Sungai dalam Sastra dan Sarira PEMBICARAAN mengenai air tak akan pernah usai. Sama seperti keberadaan air di dunia ini sebagai bagian dari unsur alam yang tak akan pernah habis. Meskipun demikian, belum ada yang menjamin kuantitas air akan sama di setiap daerah, pun tak ada yang dapat memastikan kualitas air akan sama di setiap zaman. Yang pasti, air memiliki dwirupa. Dalam wujud tenang ‘shanta rupa’, air adalah kebutuhan pokok manusia untuk menghilangkan dahaga tubuh dan membasuh ruh dari segala kekotoran. Sementara air dalam wujud menakutkan ‘ugra rupa’ dapat meluluhlantahkan tatanan fisik maupun mengacaukan kehidupan sosial manusia. Masih segar dalam ingatan, di pengujung tahun 2018 hanya dalam satu hari hujan, banyak wilayah di Bali yang banjir dan longsor di bilangan wilayah Gianyar memakan korban satu keluarga. Tidak hanya itu, gempa bumi di Sulawesi yang memicu Tsunami memakan ribuan korban. Termasuk pula erupsi Gunung Krakatau yang menyebabkan Tsunami di wilayah Selat Sunda meluluhlantahkan wilayah pesisir Selat Sunda. Citra keganasan air dalam realitas di atas mengingatkan kita pada kisah Yadhu Parwa dalam kesusastraan Jawa Kuno. Dalam karya sastra itu, seluruh wangsa Yadhu tenggelam akibat kutukan Dewi Gandari atas kematian seluruh anaknya ketika perang Bharata Yuddha terjadi. Gandari, seorang ibu yang menyaksikan kepedihan atas kematian seratus putranya tidak merealisasikan sumpahnya secara langsung. Air lautlah yang mengeksekusi sumpah Gandari untuk membinasakan seluruh keturunan Krisna. Dalam fragmen kisah ini, air seolah-olah tunduk dengan sumpah seorang ibu yang kehilangan belahan hatinya. Apa yang terjadi jika ibu para ikan kehilangan tempat hidup untuk anak-anaknya tatkala manusia membuang sampah sembarangan, termasuk mencemari air dengan berbagai bahan kimia? Jangan tanyakan kepada manusia! Sebab alasan pembenaran atas sikapnya bisa lebih

AIR - Berkaca dari warisan tekstual tersebut maka sudah sepatutnya sungai-sungai Bali saat ini direvitalisasi seperti langkah yang dilakukan pemerintah Kota Denpasar. Revitalisasi sungai seperti Tukad Badung, Tukad Bindu, dan Tukad Lumintang menjadi terobosan yang semestinya menginspirasi revitalisasi tukad-tukad lainnya di Bali! Sambil merawat air dan mengharapkan ruwatan darinya, ada pertanyaan yang masih mengganjal, kenapa ikan tidak meninggalkan jejak ketika berenang?

banyak dari taburan bintang di malam kelam. Ideal Apabila bertanya pada sastra, gagasan ideal manusia tentang airlah yang akan didapatkan. Ada sejumlah sastra yang membahas air dalam dalam konteks amerta seperti Adi Parwa, Dewa Ruci, dan Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul. Berdasarkan beberapa pustaka tersebut, air sebagai amerta berpusat di laut dan gunung. Tidak banyak karya sastra yang membahas tentang sungai sebagai penghubung antara mata air di pegunungan dengan laut. Padahal posisinya sebagai perantara menjadi sangat penting. Tanpa sungai, tujuan mata air untuk bersatu dengan samudra luas tak akan tercapai. Sama seperti manusia yang mengidealkan pembebasan akhir ‘moksa’ tanpa melalui proses pergulatan terhadap suka-duka kehidupan. Dari suka-duka kehidupan yang menjajah manusia sejak awal membuka mata sampai akhir tak bisa membuka mata itulah pembebasan final menjadi istimewa. Lalu apakah pandangan sastra tentang sungai? Dari sejumlah karya sastra yang sempat diperiksa, teks Tantu Panggelaran memberikan refleksi yang menarik tentang sungai. Dikisahkan keadaan Pulau Jawa dalam keadaan tidak stabil karena belum adanya manusia dan gunung sebagai tiang pancang pulau itu. Menyadari hal itu, Batara Brahma dan Wisnu diutus ke dunia untuk menciptakan manusia pertama. Manusia tersebut lalu diajari langsung oleh para Dewa berbagai keterampilan seperti Dewa Wisnu mengajarkan ilmu kepemimpinan, Sang Hyang Citrakara mengajarkan kesenian, Bhagawan Wiswakarma mengajarkan ilmu

tata ruang dan arsitektur, dan yang lainnya. Meski manusia telah memiliki berbagai keterampilan untuk menghadapi hidup, keadaan pulau itu masih tetap tidak tenang. Maka dari yoga Shiwa, diketahui tidak ada jalan lain keculai mengutus para Dewa untuk memotong Gunung Mahameru untuk dipindahkan ke Jawa Dwipa sekaligus memutarnya untuk menghasilkan amerta. Gunung Proses pemutaran Gunung Mahameru ternyata menyebabkan para Dewa lelah dan haus. Pada saat yang bersamaan, ada air Kalakuta yang muncul dari Gunung Mahameru. Para Dewa yang tidak mengetahui bahwa air itu mengandung racun seketika mati setelah meneguk air Kalakuta. Mengetahui hal tersebut, Batara Parameswara meminum air itu sehingga leher beliau menjadi berwarna hitam. Sejak saat itulah beliau juga bergelar Nilakanta. Walaupun lehernya berwarna hitam, Batara Parameswara dengan kesaktiannya berhasil mengubah tirta Kalakuta menjadi tatwa amreta siwamba (air kehidupan yang suci). Amreta itu menghidupkan kembali para dewata dan dengan susah payah gunung Mahameru berhasil dipindahkan. Ketika pemindahan Gunung Mahameru dari jagat Jambu Dwipa, ada seorang brahmana bernama Dang Hyang Têkên Wuwung yang ikut pindah ke Pulau Jawa. Ketika ia beristirahat di sebuah hulu sungai di wilayah Sukayadnya, Batara Iswara memberikan teguran kepada sang Brahmana agar tidak meraup air di bagian hulu yang dapat mengotori aliran sungai di hilir. Brahmana itu tidak menghiraukan teguran Batara Iswara, bahkan terus mengobok-obok hulu air dan

Merawat Kulit Bayi

Berbeda dengan Orang Dewasa Kulit bayi dan kulit orang dewasa memiliki struktur yang berbeda. Oleh karena itu dibedakan produk kulit untuk bayi dan dewasa. Produk kulit seperti sabun dan shampoo untuk dewasa tidak tepat untuk digunakan pada bayi dan sebaliknya karena perbedaan struktur kulit tersebut. Hal utama yang membedakan kulit bayi dan dewasa adalah kelenjar sebasea atau kelenjar minyak. Kelenjar minyak pada kulit baru mulai berkembang saat usia remaja. Oleh karena itu tidak tepat untuk memberikan bayi sabun atau shampoo untuk dewasa. Sabun atau shampoo dewasa jika digunakan pada bayi dapat menyebabkan kulit kering hingga iritasi. Kelembapan kulit bayi harus dijaga karena merupakan barrier utama untuk menahan dari bakteri-bakteri dari lingkungan sekitar. Kulit yang kering akan mempermudah bakteri untuk masuk ke kulit sedangkan sistem kekebalan tubuh bayi masih sangat rentan terkena infeksi dibandingkan dewasa. Pada bayi, terutama bayi yang baru lahir terjadi proses pembentukan lapisan kulit. Penggunaan sabun atau produk kulit yang tidak tepat dapat mengganggu proses pembentukan lapisan kulit sehingga mengganggu flora normal kulit dan membentuk barrier kulit yang tidak efektif. Kulit bayi yang tidak bersih, selain dapat menyebabkan

KULIT - Ilustrasi perbedaan kulit bayi dan dewasa, kulit dewasa lebih tebal dan memiliki kelenjar minyak

Kisara

bayi mudah terkena infeksi dapat menyebabkan bayi lebih rentan mengalami reaksi alergi kulit. Merawat Cara merawat kulit bayi agar terjaga kelembapannya adalah dengan memandikan bayi dengan frekuensi yang tepat. Menurut rekomendasi AAP, bayi yang belum merangkak cukup dimandikan tiga kali dalam seminggu. Terlalu sering memandikan bayi dapat menyebabkan kulit bayi menjadi kering. Walaupun bayi jarang tereksposur dengan udara luar atau aktivitas kerja seperti orang dewasa, bukan berarti cukup untuk memandikan bayi hanya dengan air saja. Penggunaan air tanpa sabun kurang efektif untuk membersihkan komponen enzim pada feses bayi, urine, dan berbagai substansi kotor yang terdapat pada kulit. Pada saat dimandikan, bagian tubuh bayi yang perlu diperhatikan adalah area popok, wajah, tangan, dan lipat leher. Durasi mandi sebaiknya tidak lebih dari 15 menit. Terlalu lama memandikan bayi dapat menyeabkan kulit menjadi kering. Bayi perlu diganti popok atau pampers yang digunakan secara rutin setiap kotor. Sabun bayi yang baik adalah sabun yang sesuai dengan usia bayi. Komposisi sabun bayi yang baik adalah yang mengandung pH dibawah atau sama dengan 7 dan sabun yang tidak menggunakan banyak pewarna, pewangi, atau alkohol. Cermati label komposisi sabun bayi sebelum memilih. Pelembab Setelah bayi dimandikan, pemberian pelembab yang aman untuk bayi juga baik untuk menjaga barrier kulit bayi dengan mencegah kekeringan kulit. Penggunaan bedak untuk bayi tidak disarankan karena memiliki partikel-partikel yang kecil dan mudah terhirup oleh bayi. Waspadai masalah kulit pada bayi yang sering seperti ruam kemerahan pada bokong bayi atau ruam popok, dermatitis pada kulit bayi akibat kulit sensitif terhadap detergen atau bahan kimia lain, dan dermatitis atopi atau alergi. ldr. Michelle Husin

Teks Menyimak fragmen teks Tantu Panggelaran, tampak ada pesan penting untuk menjaga kebersihan dan kesucian sungai. Sungai sejatinya sama dengan nadi apabila dianalogikan ke dalam tubuh manusia. Melalui nadilah sari-sari makanan diedarkan ke seluruh tubuh, maka melalui sungai pula sari-sari kehidupan mengalir dan menghidupi kehidupan. Para penekun dunia tantris yang suntuk meneliti sarira untuk pembebasan jiwa bahkan menemukan “danau di pusat langit” tubuh. Yang dimaksud dengan danau adalah cairan otak, sedangkan pusat langit adalah rongga kepala. Di ‘danau otak’ itu konon ada teratai putih tempat bersemayamnya Shiwa sebagai pusat kesadaran. Dari danau itu pula mengalir sungai-sungai ke tujuh lubang yaitu dua lubang mata, dua lubang hidung, dua lubang telinga dan lubang mulut. Lebih lanjut sungai-sungai yang ada di dalam tubuh manusia dalam pustaka Jnyāna Siddhanta disebut dengan Sang Hyang Tirta. Kesucian sungai Narmada sama dengan pikiran (manah), bening sungai Sindu sama dengan budi (buddhi), jernih sungai Gangga sama dengan air pada pangkal tenggorokan,

sungai Saraswati sama dengan air pada lidah, sungai Airawati sama dengan air pada hidung, sungai yang mengaliri air pada mata sama dengan Nadisresta, dan air sungai yang mengalir pada telinga sama dengan Siwapresta. Dari uraian pustaka tersebut, setiap manusia sesungguhnya membawa tujuh sungai di dalam dirinya. Dengan menyadari sungai yang ada di dalam dan luar diri, menjaga kebersihan sungai sekaligus kesuciannya bagi masyarakat Bali yang diklaim sejumlah peneliti sebagai penganut Agama Tirta adalah mutlak dan suatu keharusan. Oleh sebab itu, tidak ada lagi kesan bahwa masyarakat Bali hanya menyucikan sumber air yang terletak di gunung dan sumber air yang berada di laut. Sungai sebagai penghubung keduanya berdasarkan pembacaan terhadap teks Tantu Panggelaran juga sudah semestinya selalu dijaga kebersihan dan kesuciannya. Berkaca dari warisan tekstual tersebut maka sudah sepatutnya sungai-sungai Bali saat ini direvitalisasi seperti langkah yang dilakukan pemerintah Kota Denpasar. Landasan kultural untuk menjaga, merawat, dan memberdayakan sungai untuk kesejahteraan sosial seperti tempat pembangunan kawasan wisata baru sudah sangat jelas. Oleh sebab itu, revitalisasi sungai seperti Tukad Badung, Tukad Bindu, dan Tukad Lumintang menjadi terobosan yang semestinya menginspirasi revitalisasi tukad-tukad lainnya di Bali! Sambil merawat air dan mengharapkan ruwatan darinya, ada pertanyaan yang masih mengganjal, kenapa ikan tidak meninggalkan jejak ketika berenang? lPutu Eka Guna Yasa

Kenali Penyakit Menular Skabies

Skabies merupakan penyakit menular yang dengan mudah menyebar dari satu individu ke individu lain dengan kontak fisik. Hal tersebut dapat menyebabkan wabah atau peningkatan kasus secara mendadak. Kejadian scabies sering terjadi pada Ketika tungau menggali ke dalam kehidupan keluarga di rumah, panti kulit, terbentuk suatu terowongan asuhan atau asrama, sekolah, panti yang menimbulkan rasa gatal, seperti jompo, atau penjara. Setiap tahun, pe- adanya gigitan, jerawat, atau bercak nyakit scabies berdampak pada jutaan dari sisik kulit. Bercak kemerahan manusia di segala usia, daerah, dan sta- yang dialami oleh penderita scabies tus sosio ekonomi. Penyakit ini menular, merupakan hasil dari reaksi alergi mudah disebarkan melalui kontak tubuh terhadap tungau, telur tungau, fisik seperti bersentuhan dan dengan dan tinja tungau skabies. Nyeri, terjadi berbagi ranjang, pakaian, handuk dan jika area yang terinfeksi telah digaalat rumah tangga yang dapat dihing- ruk oleh penderita. Luka terbuka ini gap tungau tersebut. Penyebab dari dapat menimbulkan infeksi sekunder scabies adalah terinfeksi oleh parasit lainnya. Gejala-gejala tersebut dapat Sarcoptes scabiei, yang juga dikenal sebagai human itch mite. Beberapa kelompok masyarakat yang rentan terinfeksi tungau ini antara lain adalah anak di sekolah atau tempat penitipan anak dan asrama beserta keluarganya, dewasa muda yang aktif seksual, lansia yang masuk panti jompo, penghuni daerah padat penduduk, SKABIES - Skadan individu dengan sistem bies, masalah kesehatan masyarakat yang imunitas yang rendah. global, tetapi bukan berarti tidak dapat disembuhkan. Segera konsultaGejala sikan dengan dokter terdekat apabila Waktu timbulnya gejala mengalami gejala-gejalanya. dari penyakit scabies cukup bervariasi tergantung dari individu yang pernah atau tidaknya terpapar terhadap tungau menimbulkan munculnya kerak yang tersebut. Jika merupakan pertama kali tersebar di beberapa bagian tubuh, berterkena tungau skabies, waktu mun- warna abu-abu, tebal, dan bertepung. culnya gejala sekitar 2-6 minggu. Masa Tungau dapat melekat pada kerak waktu ini akan menjadi lebih pendek kulit tersebut dan bias bertahan hidup secara signifikan jika penderita sudah selama berminggu-minggu. pernah terkena tungau tersebut. Tanda dan gejala skabies termasuk: Gatal, ini Tubuh sering lebih buruk pada malam hari Bagian tubuh yang umum terindan bias parah dan terus menerus. feksi pada individu dewasa dan remaja Gatal merupakan gejala yang paling muda termasuk area di antara jari, sering dialami oleh penderita skabies. sekitar kuku, ketiak, lingkar pinggang,

pergelangan tangan, siku, telapak kaki, payudara, daerah kemaluan laki-laki, pantat, dan lutut. Balita dan anak-anak biasanya mengalami infeksi pada bagian kepala, wajah, leher, telapak tangan, dan telapak kaki. Jika dibiarkan, balita dan anak-anak akan mengalami infeksi pada seluruh tubuh. Anak-anak yang terinfeksi scabies cenderung menunjukkan gejala kegelisahan, sulit konsentrasi dan mengikuti pelajaran, dan terganggunya tidur dan makan. Penyakit skabies ini sangat menular, sehingga individu yang tinggal bersama penderita perlu diterapi walaupun tidak menunjukkan gejala. Termasuk individu yang memiliki kontak fisik yang dekat dengan penderita. Untuk mencegah terjadinya infeksi ulang dan penularan, bias dilakukan beberapa langkah, seperti mencuci pakaian dengan bersih sampai kering. Saat dicuci, menggunakan sabun dengan air hangat dan dikeringkan dengan suhu yang panas. Tempatkan barang yang tidak dapat dicuci dengan kantong plastik untuk beberapa minggu sehingga tungau mati. Bersihkan rumah ketika terapi sudah dimulai, termasuk karpet, kain, alat-alat rumah tangga yang dapat ditempati tungau dibersihkan dengan alat pembersih vakum. Skabies merupakan masalah kesehatan masyarakat yang global, akan tetapi bukan berarti tidak dapat disembuhkan. Segera konsultasikan dengan dokter terdekat apabila mengalami gejala-gejala seperti di atas. ldr. Olivia Martha Widjaja

Hari Kasih Sayang

Halo Sahabat Kisara, perkenalkan namaku Rina, mahasiswa ilmu komunikasi di salah satu perguruan tinggi di Denpasar. Kemarin saat pulang kuliah, pacarku tiba-tiba bertanya Kak, apakah aku sayang dengan dia atau tidak, ya spontan saja aku bilang sayang. Lalu dia bertanya, jika di hari Valentine nanti kita tidur berdua di hotel mau? Kan kita saling sayang. Aku terdiam Kak, pura-pura tidak dengar dan dia pun gak ngebahas lagi soal itu. Sampai sekarang aku bingung Kak, apa yang harus aku lakukan jika dia mengajakku untuk pergi ke hotel? Haruskah aku mengatakan iya karena aku sayang dia? Hai Rina, terima kasih sudah mengirimkan pertanyaan dan mau cerita ya! Sebelum Kakak menjawab pertanyaan tentang apa yang menjadi kebingunganmu itu, yuk kita bahas tentang pacaran dan bagaimana caranya kita untuk merayakan Valentine bersama pacar. Pacaran adalah menjalani suatu hubungan dimana dua orang bertemu dan melakukan kegiatan bersama-sama untuk mengenal

membuang berak, serta sisa makanannya di hulu air sungai itu. Batara Iswara sangat murka mengetahui hal ini, maka aliran air yang telah kotor dengan berak dan sisa makanan itu diperintahkan agar membanjiri pertapaan Sang Teken Wuwung. Mengetahui kenyataan itu, Sang Teken Wuwung menghadap Iswara untuk memohon pengampunan, seraya meminta agar diwisuda lagi menjadi wiku. Sejak saat itulah sang Teken Wuwung bergelar Mpu Siddha Yogi.

satu sama lain (DeGenova &Rice, 2005). Jadi Rina, pacaran merupakan proses untuk kamu saling mengenal dan memahami satu sama lain. Lalu, apakah berhubungan seksual itu bisa kamu lakukan? Kalau kamu tidak siap dan kamu memiliki prinsip untuk berhubungan seksual dengan pasangan kamu yang sah, maka katakanlah tidak pada pacar kamu saat ini. Valentine bagi sebagian

orang tentu saja merupakan hari dimana mereka dapat mengungkapkan perasaan sayang mereka kepada pasangan melalui berbagai cara; memberi cokelat, boneka, bunga, makan malam romantis, dan lainlainnya. Sayangnya, saat ini banyak juga remaja yang menyalahartikan Valentine sebagai hari ungkapan rasa sayang melalui hubungan seksual. Padahal, banyak hal positif yang bisa kalian lakukan bersama untuk semakin mengenal satu sama lain. Ini adalah beberapa rekomendasi dari Kisara yang bisa kamu lakukan dengan pacarmu untuk merayakan Valentine : 1. Menonton Film Romantis Salah satu pilihan kegiatan sederhana dan simpel yang bisa kalian lakukan berdua saat merayakan hari kasih sayang adalah nonton film romantis. Nah, alangkah bai-

knya kalau sebelum nonton kalian masakmasak bersama dulu. Wahhhh cute banget kan! 2. Kasih Kejutan Kalau selama ini kekasihmu sering sekali memberimu kejutan, kenapa kamu tidak melakukannya sekali untuk si dia di hari Valentine? Kamu bisa memberikan kejutan kepadanya sebagai bentuk rasa sayangmu kepadanya. Ingat, memberikan kejutan itu tidak harus merogoh kocek yang dalam. Terpenting, kejutan atau hadiah itu memang tulus dari hati kamu. 3. Travelling atau Jalan-jalan Berdua Nah, kalau kalian tipikal pasangan yang antimainstream, boleh banget merayakan Valentine dengan jalan-jalan atau menjelajah tempat baru. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk kalian menguatkan

hubungan kalian. Saat traveling juga kamu akan tahu sifat asli pasangan kamu, loh! 4. Kencan Romantis Meskipun terdengar sudah sangat mainstream, melakukan kencan romantis tetap menjadi pilihan terbaik yang bisa kamu lakukan berdua dengan si dia pada saat hari Valentine. Kencan romantis tidak melulu soal bunga dan cokelat, loh! Kencan dengan cara sederhana saja juga terhitung manis dan romantis, loh! Apalagi kencan yang belum pernah kalian lakukan sebelumnya, misalnya melihat matahari terbenam dari atas gunung atau bersepeda keliling kota berdua. Nah Rina, itu merupakan beberapa kegiatan yang mungkin bisa jadi rekomendasi buat kamu untuk merayakan Valentine. Selamat hari kasih sayang, sahabat Kisara!


5

Minggu Pon, 17 Februari 2019

Capricorn Tidak ada salahnya jika di minggu ini Anda mulai membuka agenda-agenda yang ada, dan segera menyusun langkah-langkah yang harus dilakukan di masa mendatang, agar di waktu saatnya nanti bisa lebih santai dan ringan berjalan. Hadapilah hidup ini dengan proporsional, tak perlu melebih-lebihkan. Asmara: Tidak perlu mengusik hatinya yang lagi kacau, sebab sudah cukup banyak yang menjadi beban pikirannya. Aquarius Usahakan segalanya untuk lebih terkoordinasi dan terkonsep, walau untuk permulaannya memang terasa berat dan menjemukan, akan tetapi untuk langkah ke depannya akan benar-benar terasa. Hindari sikap angin-anginan apalagi dalam membuat keputusan penting. Waktu luang yang tersedia harus benar-benar dimanfaatkan untuk beristirahat. Asmara: Perlu kesadaran yang tinggi, agar selisih pendapat tidak terus-terusan terdengar. Pisces Kerja sama dengan pihak luar sebaiknya benar-benar dipikir secara mendalam, jangan hanya berlandaskan faktor perasaan saja. Cobalah Anda telaah pengalaman di masa lalu sehingga bisa dipetik pelajaran yang benar-benar berharga dari semua itu. Mengenai kondisi badan Anda hampir tidak ada problem. Asmara: Jadilah orang yang pandai mensyukuri nikmat, sehingga tak perlu punya pikiran yang macam-macam. Aries Hindari membuat masalah sendiri karena di minggu ini sudah cukup santai sekali. Kerjakan saja yang ringan-ringan yang penting bisa menyegarkan badan dan pikiran Anda. Di minggu ini cukup baik untuk melakukan koreksi, karena emosi masih stabil. Walau ada kata-kata yang menyinggung perasaan ada baiknya ditanggapi dengan positive thinking, sehingga bisa lebih enjoy menikmati harihari di minggu ini. Asmara: Sedikit perhatian yang dipancarkan dari sikap Anda menjadi penyejuk bagi hati yang sedang galau. Taurus Tak selamanya pandangan orang itu benar, kadangkala perasaan dan faktor internal tampak lebih mendominasi pandangan tersebut, sehingga memang terasa kurang objektif. Untuk itu berbahagialah orang yang disorot atau dicap negatif sebatas orang itu masih bisa menempatkan dirinya pada posisi yang benar dan tidak seperti yang diperkirakan orang. Terlalu banyak makan makanan pedas akan membikin sakit perut, untuk itu cabai sebaiknya dikurangi. Asmara: Kalau lagi emosi sebaiknya cepat-cepat ingat dan hindari berkata kasar walaupun Anda merasa di pihak yang benar sekalipun. Gemini Tidak selamanya mengalah itu kalah maka dari itu jangan cepat berpikiran kecil dulu bila keadaan harus memaksa Anda untuk mengalah. Ingatlah bahwa start yang bagus hasilnya belum tentu bagus pula, karena yang terpenting bagaimana kiat dan motivasi untuk menjaga posisi supaya tetap aman dan memuaskan. Bila ada rencana untuk berpergian jauh, ada baiknya dihindari jika itu membikin Anda super sibuk dan sulit untuk beristirahat. Asmara: Suasana di minggu ini tetaplah ceria dan hampir tidak ada gangguan yang harus dikhawatirkan. Cancer Jangan keburu nafsu untuk mendapat keuntungan besar, semua itu ada temponya yang harus dijalani dengan kesabaran dan ketenangan. Sedikit banyak keuangan Anda akan terganggu karena munculnya kebutuhan mendadak yang tak Anda sangka sebelumnya, meskipun income masih lumayan lancar di minggu ini. Asmara: Jagalah keharmonisan percintaan Anda berdua dengan selalu berbuat yang terbaik dan menyenangkan bagi kedua belah pihak. Leo Posisi perbintangan Anda di minggu ini tampak pada posisi yang bagus dan menguntungkan sehingga tak heran jika banyak muncul order-order baru yang tak Anda sangka sebelumnya. Pemasukan yang Anda harapkan dapat terealisasi di minggu ini, tinggal bagaimana Anda mengalokasikannya dengan benar dan tak sampai terjadi pemborosan. Asmara: Apa gunanya mempercayai ucapan dari luar sana sedangkan kebenarannya belum tentu bisa dipegang. Virgo Saat ini perbintangan Anda ibaratnya sedang melalui jalan yang berliku-liku yang kanan kirinya adalah jurang yang sangat dalam. Ini pertanda bahwa Bintang Libra harus bisa menahan diri, jangan menuruti emosi biarkan segalanya berjalan apa adanya yang penting Anda tetap yakin dengan langkah yang Anda jalankan saat ini. Asmara: Si dia sangat menarik hati dan pikiran Anda, sehingga wajar saja jika sulit untuk menghilangkan bayangbayang wajahnya. Libra Perbintangan Anda di minggu ini masih mujur dan beruntung, yakinlah dengan suara hati yang muncul, tak perlu ragu jika hati sudah merasa pas dan optimis. Mengenai keuangan, tak terlalu memusingkan karena memang ada dana berlebih yang bikin hati tenang dan damai. Asmara: Tak perlu berdebat terus hanya karena omongan yang tak prinsip dan tidak ada untungnya itu. Scorpio Masih ada kerikil-kerikil tajam yang cukup mengganggu perjalanan Anda. Untuk itu sekalipun di atas kertas rencana Anda dapat berjalan dengan mulus sebaiknya Anda juga mengantisipasi faktor x yang mungkin bisa timbul secara mendadak. Asmara: Cintanya cukup tulus, untuk itu positive thinking sajalah dan hilangkan segala pikiran buruk mengenai dirinya. Sagitarius Karier terus merangkak naik, tinggal tergantung bagaimana kepintaran Anda saja dalam melobi kepada atasan. Di minggu ini keuangan masih lancar-lancar saja dan tidak ada hambatan yang memusingkan, bila ingin spekulasi juga tidak ada masalah. Asmara: Binalah komunikasi Diasuh Oleh : sebaik mungPutri Wong Kam Fu kin agar kemesraan tetap Berlaku : terjalin dengan 17 23 Februari 2019 baik.

Kumbhamela dalam Veda Kumbho vanisturjanita sacibhir yasminnagre yonyam garbho’ntah Plasir vyaktah satadhara’utso duhena kumbhi svadha pitrbhyah (Sukla Yajur Veda 19.87) “Perbuatan-perbuatan mulia yang dilakukan dalam Festival Suci Kumbhamela memberikan manfaat kesukaan material kepada umat manusia, dan setelah meninggal memberikan pahala kebahagiaan tertinggi.” Perayaan festival mandi suci Kumbhamela di Prayag atau Allahabad di India Utara, kini sedang menjadi berita besar dunia. Media internasional menyimpulkan bahwa Kumbhamela merupakan festival kumpulan manusia terbesar di dunia, “The Biggest Religious Gathering on Earth”, yaitu perayaan keagamaan terbesar yang ada di muka bumi ini. Herbner dan Osborn memberikan julukan untuk Kumbhamela sebagai perayaan keagamaan terbesar di dunia (the greatest religious gathering in the world), rasanya tidaklah berlebihan. Bayangkan jika satu tempat dibanjiri oleh 35 juta orang dalam satu hari, jumlah yang belum ada tercatat di tempat lain di dunia. Kebetulan kami bersama rombongan berjumlah 51 orang hadir pada puncak mandi suci tahun 2001 di Triveni mengikuti festival Maha Kumbhamela. Rombongan terdiri dari 51 orang, merupakan rombongan tirthayatri pertama Indonesia yang mengikuti Kumbhamela, disusul rombongan lain bersama 4 orang Pandita: 2 orang Pedanda dan 2 orang Begawan. Pada Ardha Kumbhamela tahun 2019 ini banyak warga Indonesia yang menghadiri Kumbhamela, baik pribadi maupun berombongan. Beberapa travel agent bahkan membawa group tirthayatri mengunjungi Ardha Kumbhamela 2019 di Prayagraj ini

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

lebih dari sekali. Festival mandi suci Kumbhamela di Prayagraj/Allahabad dilaksanakan selama rentang waktu kurang lebih dua bulan, yang mencakup pergantian tiga masha (sebutan untuk bulan dalam kalender Hindu) yaitu bulan Pausha, Magha, dan Phalguna. Bulan Pausha sesuai kalender Hindu dimulai pada bulan Desember kalender Masehi, bulan Magha mulai pada bulan Januari, dan bulan Phalguna mulai pada bulan Maret. Khususnya bulan Magha diyakini sebagai bulan teramat suci untuk mandi suci di sungaisungai atau danau suci khususnya di Prayagraj, India Utara. Para Yogi, Resi, Acharya dan Guru-Guru Suci meninggalkan pashraman atau tempat-tempat bertapanya di goa-goa di Himalaya untuk menghadiri festival mandi suci Kumbhamela. Pada Maha Kumbhamela 2001 di Prayagraj tercatat 72 juta jumlah pengunjung selama Kumbhamela berlangsung. Pada hari puncak mandi suci diperkirakan antara 35-40 juta orang hadir hanya dalam satu hari. Demikian pula kepadatan pengunjung pada Kumbhamela 2013, diperkirakan 40 juta orang yang hadir pada hari puncak mandi suci, dan menurut Wikipedia jumlah pengunjung selama Kumbhamela 2013 mencapai 100 juta orang. Sebagai orang yang menyenangi (bila tidak bisa dikatakan menekuni) kitab suci, penulis secara pribadi merasa sulit menerima sesuatu jika ia tidak bersumber pada sastra suci Veda. Ternyata festival mandi suci Kumbhamela memang berdasarkan pada sastra suci Veda. Sukla Yajur Veda secara langsung menyebut dengan kata kumbha. Smrti Sastra

seperti Dharma Sastra dan literatur Veda lainnya sangat banyak menjelaskan tentang kemuliaan Kumbhamela, tentu saja yang paling banyak dan secara detail menjelaskan tentang Kumbhamela adalah sastrasastra Purana (18 purana dan 18 upa-purana serta Itihasa (Ramayana dan Mahabharata). Otoritas terawal, terakhir dan tertinggi ditempati oleh sastra suci Catur Veda (vedo’khilo dharma-mulam), terutama Rg Veda, disusul oleh Yajur, Sama dan Atharva Veda. Keempat pustaka suci ini (Rg, Yajur, Sama dan Atharva Veda) menjelaskan perihal kemuliaan dari festival Kumbha (-mela). Dengan demikian, bagi umat Hindu Dharma, ia merupakan suatu festival suci yang “wajib” diikuti, dalam kesadaran sebagai umat penganut ajaran Veda. Tentu saja, pustaka suci Veda tidak pernah memberikan petuah atau ajaran-ajaran “harga mati” alias yang harus dilakukan tanpa tawar menawar, atau tidak boleh tidak dilakukan. Pustaka suci Veda menaburkan ajaran-ajaran “intan berlian” tiada harga dalam tawaran keterbukaan mereka yang menerimanya. Dilakukan bagus, tidak dilakukan juga bagus. Ia tidak menjadi sebuah “perintah” yang mengharuskan umat untuk mengikutinya. Menurut kutipan Sukla Yajur Veda, orang yang dengan keyakinan serta hati suci bersih melakukan mandi suci pada saat Kumbhamela berlangsung, maka mereka akan mendapatkan kemuliaan selama hidup dan setelah meninggal akan mendapatkan kedamaian abadi. Rg Veda beberapa kali menyebutkan kemuliaan Kumbhamela dengan penyebutan kata kumbha; kumbhi vedyam ma vyathistha, satakumbham asincatam surayah, dan banyak lagi mantra Rg Veda yang menjelaskan perihal Kumbhamela. Atharva Veda juga menyebutkan kemuliaan Kumbhamela melalui kata kumbhi (kumbhika dusikah piyakan). Sedangkan Sama Veda menyebutkan Kumbhamela dengan sebutan Kalasa. Rg Veda lebih menekankan pada kemuliaan melakukan Dana-punia (derma) dan Homa/Agnihotra atau

yajna lain serta perbuatanperbuatan mulia lainnya selama festival suci Kumbhamela berlangsung. Derma dan Agnihotra yang dilaksanakan pada Kumbhamela dapat menghancurkan kumpulan papa-dosa akibat karma-karma pada kehidupan lampau dan sekarang (bibhedagirim navabhinna kumbha-bha ga indro akrnuta svayugbhih). Kumbhamela berasal dari kata kumbha dan mela. Kumbha, juga disebut Kalasa, adalah periuk suci tempat amerta, dan mela berarti festival. Kumbhamela adalah festival amerta kehidupan yang dalam praktiknya diselenggarakan dengan cara mandi suci di empat tempat pusat-pusat permandian di sungai suci, yaitu yang pertama adalah Haridwar, tempat suci di sungai suci Ganga di kaki Himalaya. Tempat suci kedua adalah Triveni di Prayagraj/ Allahabad di pertemuan atau “campuhan” sungai suci Ganga, Yamuna dan Sarasvati di India Utara. Nomor tiga adalah tempat suci Ujjain di India Tengah (Madhya Pradesh) di tepi sungai suci Ksipra, dan yang keempat adalah tempat suci Nashik di tepi sungai suci Godavari di Negara Bagian Maharasthra, India Barat. Menurut pustaka suci, festival Kumbhamela diadakan di 12 (dua belas) tempat suci: delapan ada di alam-alam Surga (astau lokantare prokta) dan empat di bumi ini (catvari bhuvi bharate). Oleh karena itulah festival Kumbhamela diselenggarakan setiap 12 tahun sekali di masing-masing tempat suci di atas. Menurut pustaka Atharva Veda, Dewa Brahma menganugrahkan festival mandi suci ini di empat tempat di atas muka bumi ini demi kesejahteraan hidup umat manusia di dunia dan kebahagiaan serta kedamaian abadi di alam setelah meninggal (caturah kumbhas caturdha dadami). Kumbha atau periuk spiritual merupakan tempat amerta kehidupan yang dinamakan amerta Sanjivani. Kitab suci menyebutkan bahwa para Dewa, tempat suci dan pustaka suci “malinggih” atau bersthana di Kumbha (sarve kalasam tu samasritah). Dewa Visnu

menempati bagian permukaan Kumbha (kalasasya mukhe visnuh), Rudra menempati bagian leher Kumbha (kanthe rudrah samasritah), Dewa Brahma sendiri menempati bagian dasar Kumbha (mule tvasya sthito brahma). Pengadukan Ksira Arnava atau Ksira Sagara adalah cerita terkenal tentang Samudra Manthanam. Di Indonesia Samudra Manthanam dikenal sebagai Pemutaran Gunung Mandara (Mandara Giri). Cerita-cerita pewayangan banyak menjelaskan tentang hal ini. Samudra artinya lautan. Manthanam artinya pemutaran, pengadukan, pengocokan, atau “pemblenderan”. Cerita ini di India dikenal sebagai Samudra Manthanam, sedangkan di Indonesia karena tidak mengedepankan Samudra melainkan gunung, maka cerita Samudra Manthanam lebih dikenal sebagai pemutaran Gunung Mandara (Giri). Pemaparan Samudra Manthanam terdapat dalam kitab-kitab Purana seperti Bhagavata Purana, Vishnu Purana, Skanda Purana, dan juga dapat dijumpai pada kitab Mahabharata. Kemungkinan besar cerita Samudra Manthanam memberikan inspirasi kepada para leluhur Bali untuk membuat bangunan Padmasana. Pada dasar Padmasana terdapat kura-kura (Kurma Avatara), ada Naga (Basuki), dan arca para dewa. Pada bagian puncak Padmasana ada arca Sang Hyang Tintiya. Acintya, sebutan untuk Tuhan di Bali berubah menjadi Tintia atau Tintiya. Pustaka suci Upanisad menyebutkan bahwa Tuhan sebagai Acintya tidak dapat dipahami memalui ketajaman pikiran (na medhaya). Para Dewa (Sura) mewakili kekuatan positif dan para Raksasa (Asura) mewakili kekuatan negatif mengadakan pengadukan lautan susu, “Ksira Arnava”. Akibat pengadukan lautan susu keluarlah Racun Halahala, Ratna permata, dan lain-lain. Terakhir keluarlah Amerta Sanjivani (amrtapurna kalasam) yang menjadi dasar dari penyelenggaraan festival Kumbhamela.

melantunkan lafal doa mantra lokal. Bahkan sekarang sudah menggunakan kitab suci Weda, seperti Bhagawadgita sebagai sumber bacaan doa mantra. Tradisi mengucap atau melantunkan doa mantra seperti ini memang tergolong “baru”, bahkan di Bali masih dianggap “aneh bin soleh”, lantaran belum mentradisi. Padahal efek manfaatnya baik bagi pengucap doa mantra maupun yang ditujukan sangat luar biasa, mampu memberikan vibrasi positif bahkan memiliki daya magis bagi tercapainya pengharapan/permohonan yang disampaikan. Hanya saja, menghindari agar tradisi baru mengucap doa mantram, apalagi pada saat kematian tidak dianggap sebagai “aliran aneh”, sepatutnya mulai mentradisikannya sesuai dengan desa kala patra. Jika masyarakat setempat, waktu yang digunakan dan sumber pedoman bisa diterima silakan dilaksanakan, jika tidak lebih bijaksana melakukannya sendiri dengan menggunakan manasika berdasar atmanastusthi – doa mantra dalam hati yang sebenarnya memiliki nilai lebih tinggi karena dilantunkan dengan suara hati terdalam serta kesungguhan dan ketulusikhlasan membatin. kesal. Celakanya, perilaku yang tak terpuji tersebut ditiru anakanak sekolah. Di Gresik, Jawa Timur ada murid SMP menoyor kepala guru dan menarik kerah leher bajunya, karena dilarang merokok di dalam kelas. Di Takalar, Sulawesi Selatan, seorang petugas kebersihan yang juga satpam SMP dikeroyok empat siswa, yang rata-rata berusia 12 tahun dibantu seorang ayah dari siswa itu. Ini kan contoh hasil peniruan sikap dan perilaku elite yang sering dipertontonkan di TV? Lucunya, ada yang menyarankan agar guru yang ditoyor harus introspeksi diri agar punya wibawa. Padahal untuk menjadi guru, seseorang harus mengikuti kompetensi profesional keguruan? Bahkan Ki Hajar Dewantara pernah mengatakan, guru adalah orang yang patut ditiru dan digugu. Untung ada seorang pengacara kondang yang prihatin terhadap nasib guru itu, lalu mengirim baju baru dan sejumlah uang agar Sang Guru punya wibawa. Lagi pula, menurutnya, berkat jasa guru dia bisa terpandang seperti sekarang,” komentar Made Surjanegara.

MIMBAR AGAMA uai kemampuan pengetahuan masing-masing, sementara bila sudah berhubungan dengan mantra, puja atau stawa, semua ucapan wajib mengikuti sumber acuan pustaka/kitab suci/lontar. Dalam konteks ini, “Doa” sudah berarti “Mantra” yang berasal dari kata “Man” (Manana) yang berarti “pikiran” dan :”Tra” yang artinya “terang”, kemudian bermakna penyampaian pikiran terang (bersih-suci) yang berisi pengharapan/permohonan. Dengan demikian, Mantra tidak lagi hanya sebagai kata dalam doa, tetapi sudah berubah menjadi kalimat suci yang diucapkan sekaligus ditujukan kepada sosok yang dipuja atau disembah, mulai dari Tuhan, para Dewa, Ida Bhatara-Bhatari, Sang Pitara, orang meninggal, bahkan bisa juga tertuju pada sesama manusia dan alam semesta. Pengucapannya pun wajib dilandasi kebersihan hati, kesucian pikiran, dilakukan dengan sungguh-sungguh, disertai kerendahan hati, serta penuh rasa cinta kasih. Oleh kartena itu, kesucian dan ketulusikhlasan pribadi yang merohani sangat menentukan kebermanfaatan dan keberhasilan doa mantra

itu. Tatkala mengucap doa dengan melafalkan mantra, diyakini vibrasi getaran ucapan dapat menciptakan energi, tentunya yang positif sehingga memiliki efek kebaikan, kesehatan, keselamatan atau kebahagiaan, baik pada diri sendiri, manusia lainnya dan alam semesta, bahkan pada seseorang yang sudah meninggal dunia. Bila doa mantra ditujukan kepada sesama manusia, saudara, keluarga, teman atau kerabat tentunya disertai pengharapan agar mendapatkan karahajengan (kesejahteraan) dan karahayuan (kesehatan dan keselamatan) yang disebut dengan Jagadhita. Sementara jika ditujukan kepada orang meninggal, maka doa mantra itu disertai pengharapan agar Atma sang mati diterima dan mendapat tempat, bukan disisi-Nya, melainkan “bersatu” dengan-Nya yang lazim disebut “amor ring acintya” (Moksa). Bagi umat Hindu di Bali, masih belum menjadi “tradisi” mengucap doa mantra untuk hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari, ketika menghadapi situasi atau

mengalami keadaan tertentu. Ucapan doa, apalagi mantra dianggapnya menjadi tugas dan kewajiban Pamangku saat nganteb banten atau Sulinggih ketika mapuja, sedangkan umat cukup dengan mendengar atau memeragakan sikap saat ngaturang sembah. Padahal, yang namanya ucap doa mantra selain untuk lebih mendekatkan diri pada Hyang Widhi, juga dapat menguatkan sraddha bhakti, sekaligus memohonkan karahajengan dan karahayuan bagi yang masih berkehidupan dan kebahagiaan abadi (kalepasan) bagi yang sudah meninggalkan alam dunia ini. Jadi, manfaat atau bahkan efek ucap doa mantra bersifat sekala-niskala. Oleh karenanya, sudah saatnya umat Hindu mulai mentradisikan ucap doa mantra ini dalam kehidupan sehari-hari. Kalau umat Hindu di luar Bali, tradisi mengucap atau mengirim doa mantra relatif sudah biasa, sesuai desa mawa cara. Bahkan dalam suasana kedukaan di kala ada teman, keluarga/kerabat meninggal, ada semacam tradisi menurut hitungan waktu tertentu mengirimkan doa mantra. Praktiknya pun menurut cara dan kemampuan setempat, misalnya dengan

”Ing Ngarso Mangun Angkoro”

tanpa pengajaran menghasilkan manusia yang tidak tahu apa yang bisa dikerjakan setamat sekolah. Keduanya harus bersinergi, sehingga out put sekolah dan universitas melahirkan manusia pintar, cerdas dan berbudi luhur. Mungkin itu yang dimaksud Manusia Indonesia Seutuhnya yang pernah digagas rezim Orde Baru , namun sayang para konseptornya banyak yang terlibat korupsi, kolusi dan nepotisme,” papar Rubag. “Ya, itulah sebabnya Cak Roeslan, panggilan akrab Roeslan Abdulgani memlesetkan semboyan Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, setelah menyaksikan kondisi negara dan bangsa menjelang akhir Orba. Ki Hajar yang nama aslinya Raden Mas Soewardi Soerjaningrat mewanti-wanti para guru agar bersikap terpuji dalam mendidik dan mengajar para siswa. Ing ngarso sung tulodo. Ing madyo mangun karso. Tut wuri handayani. Artinya, di depan guru harus memberi contoh perilaku yang baik. Di tengah membangkitkan semangat dan memotivasi kreativitas murid. Di belakang,

berupaya mendorong para siswa untuk maju sambil memperbaiki hal-hal yang kurang baik. Nah, semboyan ini juga dipakai saat Penataran P-4, yang harus digunakan pakem oleh para pejabat berstatus pemimpin dalam pemerintahan. Namun karena menyaksikan perilaku dan sikap kebanyakan pejabat saat itu, Cak Roeslan menyindir dengan plesetan. Ing ngarso mangun angkoro. Ing madyo numpuki harto. Tut wuri menadahi! Mungkin karena plesetan tersebut dirasakan kebenarannya oleh rakyat, maka rasa tidak percaya terhadap pemerintah meluas, sehingga Orde Baru tutup buku pada 21 Mei 1998,” ulas Nyoman Sdiantara. “Rezim boleh berganti, namun virus mental dan moral bisa jadi tetap berlanjut. Terutama tabiat segelintir elite yang terus mengembangkan Ing ngarso mangun angkoro. Coba baca berita, baik di dunia maya maupun cetak! Perilaku mereka dalam menyebarkan berita bohong, fitnah dan mengujarkan kebencian terhadap lawan politik, membuat sebagian masyarakat muak dan

Mentradisikan Doa I Gusti Ketut Widana SATU kata yang pasti dimiliki semua agama atau kepercayaan apapun adalah “Doa” (prayer). Jangankan umat beragama, mereka yang tidak beragama atau tidak memercayai keberadaan Tuhan sekalipun mengenal dan mempraktikan doa. Sebab doa itu adalah kata atau kalimat yang diucapkan dan ditujukan kepada siapapun, berisi pengharapan/permohonan untuk sebuah kebaikan. Doa bahkan bisa diucapkan tanpa harus diperdengarkan, lewat kata-kata, cukup dengan menggunakan “bahasa hati”. Itulah sejatinya arti doa. Tetapi ketika doa itu sudah berkaitan dengan agama atau suatu kepercayaan, maka ada sumber teks yang menjadi acuan. Sehingga dalam Hindu misalnya, dari kata doa berubah atau berkembang menjadi “mantra, puja, stawa” dan sebagainya. Bedanya, jika doa murni bisa diucapkan dengan katakata atau bahasa sendiri ses-

Ohh ibu dan ayah selamat pagi Kupergi sekolah sampai kan nanti Selamat belajar nak penuh semangat Rajinlah selalu tentu kau dapat Hormati gurumu sayangi teman Itulah tandanya kau murid budiman. “Lagu tersebut saat aku duduk di sekolah rakyat yang kini bernama sekolah dasar, merupakan lagu yang harus dihafal murid-murid. Sebenarnya lagu tersebut dinyanyikan dua pihak. Diawali anak-anak yang pamit dan orang tua yang memberi pesan. Bila disimak, pesan ortu secara tersirat menyatakan sekolah sebagai tempat pengajaran dan pendidikan. Pengajaran lebih berorientasi pada aktivitas otak yang dimotivasi dan fasilitasi proses belajar-mengajar. Namun yang tak kalah penting adalah pendidikan, yang men-

brolan BALE BANJAR ARIDUS gisi nilai-nilai pada apa yang dipelajari. Termasuk sikap dan perilaku para siswa bila sudah menguasai materi pelajaran yang difasilitasi guru. Tentunya nilai-nilai yang terkandung pada pandangan hidup bangsa, budaya dan agama, sehingga sekolah benar-benar menjadi pusat pencerdasan kehidupan bangsa. Pengajaran tanpa pendidikan hanya menghasilkan orang pintar tetapi bermental dan berahklak bobrok. Begitu juga penddikan


Bali

6

Redité Pon, 17 Februari 2019 SAIBAN – Sinalih tunggil yadnya sané kamargiang sarahina wantah ngaturang banten saiban pinaka parikrama bhuta yadnya sané pinih alit.

Mabanten Saiban

Bhuta Yadnya Sarahina Wus Maratengan

NGAMARGIANG kahuripan pinaka krama sané magama Hindu majanten wénten swadharma sané patut kalaksanayang. Sinalih tunggilnyané ngamargiang makudang-kudang upacara yadnya wiadin mabanten manut rerainan utawi paserahinan. Ngamargiang parikrama yadnya ketah kapah dados kalih, luiré; Nitya Karma utawi yadnya sané kamargiang sarahina miwah Naimitika Karma utawi yadnya sané kamargiang ring rerainan utawi galah sané sampun kajantenang. Sinalih tunggil soroh upacara yadnya sané ngranjing ring Nitya Karma

inggih punika ngaturang banten saiban. Mabanten saiban wantah sinalih tunggil soroh utawi wangun upacara bhuta yadnya. Masaiban rumasuk yadnya sané kamargiang utawi katurang krama wusan maratengan utawi ngaryanin ajengan. I Kadek Satria, S.Ag. M.Pd.H., dosén Pendidikan, Veda, Tattwa ring UNHI Denpasar maosang, masaiban ngranjing ring bhuta yadnya duaning tetujon ngamargiang yadnya punika wantah nyomya sahananing bhuta utawi ngamecikang kahanan mangda nénten manados kaon ring arahina inucap.

Bencingah

Kadasarin Pikayunan Suci SAMPUN kauningayang, mabanten saiban wantah parikrama upacara bhuta yadnya sané pinih sor kamargiang antuk tetujon nyomya sahananing bhuta sané kaon mangda prasida manados becik. Manut I Kadek Satria, S.Ag. M.Pd.H., maturan banten saiban wantah sinalih tunggil sarana kémanten duaning sané mautama tur agengan wantah dasar pikayunan sané ning tur suci nirmala mangda parikrama nyomya sané kamargiang antuk sarana inucap prasida becik mapikolih manut sakadi sané kaaptiang. Yéning nénten kadasarin antuk pikayunan suci, sinah wantah kaon sané kapolihang saking parikrama yadnya sané kamargiang. Satria ngwewehin, pinaka sinalih tunggil bhuta yadnya, sinah krama sané nedeng kacuntakan ring kahanan kalayusekaran kantun prasida ngamargiang banten sabian, nanging wantah ring sor kémanten. Nénten kantos ngranjing ring genah-genah suci minakadi ka mrajan. Ngeninin indik sapasira sané dados mabanten saiban punika, Satria maosang nénten wénten waneng indik tuuh utawi yusanipun sajabaning sapasira kémanten krama Hindu dados masaiban nanging patut kadasarin antuk manah lascarya. Napi malih kaaptiang pisan mangda alitalité makasami kayun muruk masaiban, tetujonnyané mangda ipun sampun uning tur éling ngamargiangnyané saking alit tur bénjang pungkuran nénten méweh malih tatkala reramanyané nénten mrasidayang ngaryanin tur masaiban. “Punika mawinan patut pisan ngamargiang regenerasi taler mapiurukan indik banten saiban inucap utamanipun ring para yowana. Tetujonipun, mangda makasami uning tur éling indiké punika tur ngicalang pabaos yéning masaiban wantah parikrama yadnya sané kamargiang olih krama sané sampun lingsir-lingsir kémanten,” asapunika pendharma wacana saking Dusun Bangkiang Sidem, Desa Pedawa, Buleleng puniki nyumekenang. (was)

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

bencah

1.

b)zÇ;,

2.

bencana

2.

b)zÇn,

3.

bencingah

3.

b)zÇi\;,

4.

bencol

4.

b)ezÇol/,

5.

bendéga

5.

b)enÑg,

6.

bendol

6.

b)enÑol/,

7.

bendu

7.

b)nѡ,

8.

bengal

8.

b)\l/,

9.

bengang

9.

b)\*,

10.

bengel

10.

b)\)l/,

Bhuta yadnya sorohnyané mapalet-paletan, sané pinih alit wantah mabanten saiban, agengan malih masegehan sané sampun madaging antuk nasi mawarna. Wus punika nincap malih duaning ngawigunayang ayam antuk warna bulu kawastanin caru. Katincapang malih ngawigunayang beburon sané mabatis patpat kawastanin antuk tawur. “Risampun prasida ngamolihang paica marupa ajeng-ajengan sané raris kakaryanin utawi karatengang, punika raris kasuksmayang olih kramané malarapan antuk ngaturang banten saiban. Nénten arang taler masai-

ban kamargiang risampuné krama budal saking genah makarya, punika nénten ja iwang duaning sané utama wantah parikrama inucap kamargiang wusan maratengan,” baos dané. Satria nglanturang, duaning ngranjing ring bhuta yadnya utawi nyomya sahananing bhuta, sinah sané kasomya indik Panca Maha Bhuta utawi Pertiwi, Apah, Teja, Bayu lan Akasa. Kautamayang pisan mangda masaiban kamargiang ring limang genah pinaka niyasa saking panca maha bhuta, luiré; ring natah paumahan pinaka panyomyan Pertiwi, ring gebeh toya pinaka panyomyan Apah

tur ring cangkem paon panyomyan Teja. Indik Bayu, kamargiang ring genah-genah sané madaging antuk panyiwian, minakadi ring song sombah pakarangan sané taler dados genah angin medal wiadin ring lesung. Pinih untat Akasa kasomya antuk banten saiban sané katurang ring duur raab yéning ring désa, sakéwanten ring kota akéhan katurang ring palangkiran sané kakaryanin tur kagenahang ring arep paonnyané. Yadiastun irika kémanten kaaturang, nanging ketah kramané taler masaiban ring genah sané madaging indik panyomyan minakadi ring sampat, talenan, pamesuan

utawi lebuh, ring sanggah miwah sané siosan. Wénten taler ring baas, nasi miwah genah siosan. Punika prasida dados jalaran nincapang pikayunan krama yéning ring genah inucap patut kasomya mangda kahanannyané prasida resikan malih. Minakadi ring baas, minab sadurung katumbas tur kagenahang ring pulu, ketah kalangkahin olih krama sané prasida ngawinang leteh. Punika sané raris kasupat utawi kasomya mangda dados sukla malih. Parikrama inucap nénten iwang, nanging patut kadulurin antuk mabanten ring lelima genah i wawu, sakéwanten makasami malih

nganutin sima dresta ring soang-soang pakraman. “Tatkala masaiban ring kamulan miwah palinggih, kirang becik yéning katurang ring lapan utawi ajeng palinggih. Sapatutné katurang ring sor kémanten. Duaning saiban wantah sarana panyomyan bhuta. Asapunika taler indik ngayabangnyané kamargiang ka kiwa utawi matungkasan saking pitehan jam sané kawastanin antuk Prasawya. Matungkalikan sareng ngayabang canang sané ka tengen utawi nganutin pitehan jam sané kawastanin antuk Purwadaksina,” Satria nartayang. (was)

Piranti Mabanten Saiban

Matatakan Don Biu Mrepat MABANTEN saiban wantah sinalih tunggil parikrama Nitya Karma, yadnya sané kamargiang sarahina olih krama tur ngranjing ring upacara bhuta yadnya sané pinih alit. Sangkaning kamargiang sarahina, sinah parikrama masaiban inucap manados sinalih tunggil kapatutan sané kamargiang olih krama Hindu tios saking ngamargiang upacaraupacara yadnya sané tiosan.

Nanging nénten akidik pidabdab masaiban ring pakraman sané kasinahang kirang becik kamargiang, minakadi banten saiban inucap kaaturang ring cangkem utawi lapan palinggih sané sapatutné katurang ring sor kémanten. Indik daging bantennyané taler ketah kapanggihin kirang patut. Ketah kapanggihin kramané ngaryanin banten saiban nganggén nasi madaging saur,

SOR – Sangkaning ngranjing ring upacara bhuta yadnya, masaiban nénten dados katurang ring luhur minakadi ring lapan utawi cangkem palinggih sajabaning patut ring sor kémanten nganutin saking dresta ring soang-soang pakraman.

yadiastun sujatiné krama inucap tatkala punika makarya jangan miwah ulam. I Kadek Satria, S.Ag. M.Pd.H. maosang, parindikan punika sujatiné kirang becik duaning masaiban wantah banten sané katurang anggén nyomya bhuta sané kakaryanin antuk ngawigunayang upakara saking nasi madaging ulam wiadin jangan sané kakaryanin miwah kaajeng olih kraman inucap rahinané punika. Yéning rahina inucap kramané makarya nasi sareng jangan, sinah punika kémanten sané kanggén makarya utawi katurang ring banten saiban. Manawita ipun nénten maratengan utawi numbas ajengan, sinah dados kambil dumun akidik kanggén mabanten saiban sadurung ngajeng. Wénten taler krama sané makarya banten saiban ngawigunayang nasi miwah saur kémanten duaning ulam wiadin jangannyané karatengang antuk lengis surudan. Punika kabaosang dané dados sakéwanten sampun majanten ngawigunayang lengis surudan inucap nénten sarahina kamargiang. Punika mawinan sinah becikan pisan yéning

kramané maratengan nganggén lengis sané kantun sukla mangda ajengan sané kakaryanin prasida kanggén makarya banten saiban. “Wénten taler krama sané makarya nasi akéh sané minabang jagi masisa ring magic com saha prasida kaajeng malih kantos benjangnyané. Yéning asapunika sinah nasi inucap dados kaambil malih anggén masaiban bénjang, duaning tetimbang ipun wantah nasi punika kantun prasida kaajeng olih krama sané nuenang. Sangkaning punika dados kanggén masaiban malih,” baos dané. Sinalih tunggil cihna banten saiban punika wantah don biu sané kawigunayang dados aled banten saibannyané. Punika wantah cihna saking local génius krama Bali tatkala mayadnya pinaka niyasa dasar pidabdab inucap kamargiang wantah bakti lan lascarya. Duaning biu wantah tetanduran sané aukudan ipun prasida kawigunayang olih krama napi malih ring makudang-kudang sastra kabaosang pinaka tetanduran sané raris mati risampunné mabuah ping

Dura désa

pisan. Wangun don alednyané mrepat punika kabaosang dané madué tetuek, inggih punika nunas panyomyan saking lelima kasidhian jagat utawi saking petang pangider-ider miwah ring tengah malih siki. Punika sané raris kawastanin antuk Panca Aksara; Brahma, Wisnu, Iswara, Mahadewa, lan Siwa sané katunasang panyomyan mangda bhuta prasida mawali maring pasramannyané soang-soang. Minakadi bhuta ring kangin mangda mawali tur nyiwi Ida Bhatara Iswara, ring kaja mawali malih tur nyiwi Ida Bhatara Wisnu miwah sané tiosan. “Sakéwanten ketah taler aled banten saiban inucap kakaryanin dados tangkih wiadin kakaryanin saking slepan utawi busung. Punika ketah kamargiang tatkala wénten rerainan wiadin krama ring paumahan inucap ngamargiang upacara yadnya minakadi ngodalin utawi ngerainan. Dadosné punika kasinahang becikan, mabinayan saking sané kamargiang sarahina sakéwanten boya parindikan iwang,” asapunika kadartayang. (was)

Air Terjun Selendang Arum

Pecak Genah Patapan Tawangalun Palemahan ring wewidangan Kecamatan Songgon yukti-yukti asri, sakadi swargan sané silib. Sané nedeng kasub, sinalih tunggilnyané wantah air terjun Selendang Arum sané magenah ring Dusun Sumberasih, Desa Sumberarum. Air terjun puniki kasengguh kantun “perawan”, santukan genahnyané doh saking désa. Genahnyané yukti asri tur ngulanguin manah. Becik pinaka genah ngruruh inspirasi, napi malih sané seneng ring fotografi, pamekas selfi. MATAN ai sampun nyentér, sakéwanten kahanan irika kantun dayuh, tis. Kawéntenan tetaruan ageng ngawi genahé puniki dayuh pisan. Kahahan sakadi puniki pacang karasayang sapanjang margi nuju genah air terjun Selendang Arum. Ngruruh genahé puniki nénten ja sukil, santukan krama prasida makta sepéda montor utawi mobil kantos ka genah parkir. Mawit saking irika, krama nglanturang pamargi kirang langkung malih 700 meter nuju air terjun. Santukan kasengguh kantun perawan, genah air terjun puniki yukti-yukti silib. Genahnyané ring balik tebing, tegehnyané kirang langkung 30 meter. Yukti muatang bayu seger tatkala rauh ka genah inucap. Rauh ring genah air terjun,

rasa angob pastika karasayang. Yukti-yukti asri, katimpalin suaran toya sané ngawinang pikayunané degdeg. Krama sané rauh irika pastika kalangen ngatonang kaasrian palemahan saha toya sané ening. “Air terjun puniki wawu kapanggihin. Toyannyané nénten naen nyat sapanjang warsa, mawinan setata makanten becik,” baos Sugiono, silanih tunggil krama sané pinih kapertama manggihin air terjun Selendang Arum puniki. Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) Desa Sumberarum puniki nyaritayang, air terjun Selendang Arum resmi kapanggihin daweg 31 Agustus 2012. Precaya utawi nénten, kapanggihinnyané air terjun inucap kadasarin antuk parindikan tenget, mistis. “Yukti pinaka

yasa pisan prasida manggihin kawéntenan air terjun inucap,” baos Sugiono. Kawewehin malih, manut carita saking pekakipuné, ring wewidangan genah air terjun inucap daweg dumun wantah genah patapan utawi payogan balawadwa Sayuwiwit miwah Sang Prabu Tawangalun. Kacaritayang, wus pamargin yudha puputan Bayu, pasukan Jogopati sané kapucukin Sayuwiwit ngruruh genah ring wewidangan inucap. Kabaosang, genah inucap wantah genah air terjun Selendang Arum. “Kaprecaya, genah inucap taler pecak genah patapan Prabu Tawangalun,” tutur dané. Sangkaning carita inucap, Sugiono sané seneng malancaran manggihin genah air terjun inucap. Ri kala manggihin, dané naen moto, sakéwanten foto inucap nénten dados kabuka malih. Aran Selendang Arum puniki taler kadasarin antuk pengalaman spiritualnyané. Ring genah air terjun inucap kabaosang wénten tigang diri putri sané listuayu ngawigunayang selendang. Wénten sané maseléndang barak, gadang, miwah kuning. “Saking parindikané puni-

Balipost/udi

AIR TERJUN – Air terjun Selendang Arum ring Desa Sumberarum, Songgon. ka, aran Selendang Arum kadadosang aran genah air terjun inucap,” baos dané. Mawit kapanggihin, Sugiono kasarengin krama irika sakakidik ngawi margi nuju genah inucap. Minakadi, ngresikin tetauran mangda krama sané rauh lewih dangan mamargi. Antuk utasaha punika, mangkin kawéntenan air terjun Selendang Arum sayan kasub, sayan kauningin krama. Wewidangan puniki kakelola

olih Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) antuk angganing saking para muda-mudi irika. “Ketah, krama sané malilacita akéhan rauh ring raina Sansicara utawi Redité,” baos Sugiono. Yadiastun kahanané asri ngulangunin, krama sané rauh irika nénten keni prabéa. Wantah kasayagayang kotak genah madana punika manut kayun soangsoang krama. (udi/uma)


Nyastra

Redité Pon, 17 Februari 2019 ME Ketut Sambreg, pembantun Bapak Gedé Tirtané seneng manggihin abah ipun I Ketut Oka, yadiastun dados guru, taler jemet magarapan, nulungin makarya ka tegalé utawi nyampat mabersih ring natahé. I Ketut seringan marembugan, ngorta utawi curhat, sareng Mé Ketut Sambregé, sané karasayang sakadi méménipuné. Ri sampun wusan madaar tengaine, I Ketut sareng Mé Tut pakalihan wénten jumah, ngorta kangin kauh. Wénten nylepit baos Mé Tuté sakadi guyu: “Tut, sing ada kitan Tuté ngalih kurenan? Dini ada ja anak bajang-bajang, okan Pak Gedéné? Ané kelihan, Putu Sri Karpini, apaké ané cerikan, Nengah Rai Sartini? Sing ada kitan Tuté?” “Ah, Mé Tut, ané kakéto satuang Mé Tut! Ada dong ada kitané ngalih kurenan, kéwala nglekahang keneh ken anak luh, tiang sing juari. Buka satuan tiangé mara, tiang jumah sing ngelah nyén-nyén. Mémé, bapa, suba makejang ngalahin lacur. Nyama suba makejang makurenan ka pisaga. Nu tiang dogén ngulintik padidi. Tegal, carik sing ngelah. Sangkala sesai tiang nyatua kén Mé Tut, ngorahang déwék aget buka jani dadi guru. Lacuré makada sing sida baan ngelah umah padidi dini di Blimbing, joh uli désa palekadané di Tunjuk. Kalingké umah, sepéda bekas sing ngelah. Maan gaji telah dadi isin WC. Ipidan tiang makeneh ngoyong di més guru, makejang suba katongosin baan guru-guruné ané senior. Kos madunungan dini, makejang likad rasané. Yén kén okan Pak Déné ané Nengahan, aruh, sing juari!”Wawu amonto I Ketut nyatua, padlengdeng yéh paningalané pesu. Kangen Mé Tut Sambreg madingehang, milu ngwarangin sedih. Bénjangné pasemengan, hari libur, wusan madaar I Ketut ngambil caluk jaga ka tegalé, maorahan ipun ring Mé Tut Sambregé. “Tiang ka tegalé, Mé Tut!” “Nah kema ba, sing ngaba nasi, Tut?” “Sing, Mé Tut. Tiang akejep gén!” Tengainé punika, Ni Nengah sareng Mé Tut Sambreg malali ka tegalé sambilang ipun makta bekel ajengan. Ring tegalané, ring pondok juru tanduné, sareng kalih ngortaang indik isin abiané, pamekasné manggis miwah durén sané nedeng mabuah. “Ngah, ené kadung sepi, Mé Tut matakon abedik, nah!” sapunika Mé Tut Sambreg ngawitin. “Unduk apa, Mé Tut, buka seriuse?” “Né kéné, Ngah. Uli sesukat Nengah ngrawat ya I Ketut Oka, dugasé ia gelem panésé mara tenénan, embok Putuné dadi jag srangsang-srengseng dogén tepuk Mé Tut, semunné jendul. Sesukat totonan, kapah-kapah ia ngraos. Nak kénkén to, Ngah?” “Ah, nto bakat runguang Mé Tut. Tiang sing marasa pelih, sing taén ada masalah ngajak Mbok Tu, sing ja kénkén! Anggap nto angin lalu!” “Da kéto Ngah ngraos. Yan Mé Tut, ané abedik to perlu runguang, apang da kanti nyangetang. Mirib ia cemburu kén Nengah, baan Ngah leket ngajak Tut Oka! Men, kénkén Ngah, ba taén nyatua ajak I Ketut?” “Nyatua dong ba sesai! Bli Tut anak mula dueg nyatua, nyatuang Dewi Sita, Sang Rama, Dewi Dropadi satya kén Sang Panca Pandawa. Ané kéto satuaanga!” Daweg punika, I Ketut sampun mararian makarya. Kapiragi, wénten anak nyatuaang déwékipuné, ngepilang I Ketut maselat gedég, miragiang satuan sang kalih. “Nguda satua kéto? Maksud Mé Tuté, nyatua sulur magegélan, sing kaget taén?” “Ah, yan nyatua sulur kema lakuna, Bli Tut sing taén!” Wawu amonto Ni Nengah nguntul, sambilanga ngurik-ngurik tanah. “Men, kénkén Ngah, apa ada bet, ada kayun, ada klebet ada bayu kén Bli Tut, kéto té?” “Kénkén kadén adanné, Mé Tut? Yan sing tepuk awai gén Bli Tuté, rasayang tiang abulan!” “Nah, yan kéto, ngerti ba Mé Tut! Artiné, Ngah tresna kén I Ketut. Kéto?” “Tawie. Kéto mirib?” Malih Mé Tut nglanturang: “Ia I Ketut sing juari nglekahang keneh tresnané tekén Ngah, reh marasa kén déwék numpang dini, tur marasa déwék sing

Pisuna I Nyoman Jegog

ngelah apa-apa!” “Tiang sing minayang, anak sugih, anak tiwas. Ané tlektekang tiang, bikasné, raosné. Ia Bli Tuté ngerti tekén pamineh tiangé. Nyak ajak matimbang rasa!” Wawu sapunika baos Ni Nengahé, kapiragi olih I Ketut, manahipun girang kembang, nglayang ring langité embang galang, dwaning tresnanipun saimbang, tan nyampélin tan ngatimang. “Nah, ngerti ba Mé Tut! Né suba tengai, kaukin jani ia I Ketut!” “Bli Tut, marérén maluuuu! Tuuut! Dija Bli Tuut?” I Ketut alon-alon rauh saking ungkur, patelanan nekep paningalan Ni Nengahé. Ni Nengah mabading, raris kagelut katekekang. Ni Nengah manuh tan maplawanan, ri kala kadopdop pipi miwah gidatné. Ni Nengah ngwales ngecup pipinipun I Ketut, sarwi mabaos: “Ngajeng malu, Bli Tut, né suba tengai!” “Ilang rasa seduk Bliné, Ngah, mara ningeh raos Ngahé! Bli tresna kén Ngah!” “Tiang masih kéto, Bli! Da kalahina tiang Bli!” Sang kalih saling kecup, saling peluk ngempahang tresnané. “Né suba tengai, ngajeng malu, Bli!” Irika raris sareng sami magibung ngajengang ané kabakta olih Ni Nengah. Ni Nengah sareng I Ketut saling sopin, kabatek antuk liang manahipuné. Juru tanduné sareng Mé Tut makrémosan ngajeng, sarwi kenyem-kenyem ngantenang pidabdab sang kalih. nyoréang raris budal. Ni Nengah ngorahang jaga numbas ajengan mabé guling. Ni Nengah kenehné bungah sumringah, muanné baag nyumangah, tresnané kén I Ketut tan macanggah, ngantosang dauh lan galah, sida lakar ngalekah, tresnané saling timpah, Mé Tut dadi ceti ajak jumah. Ring soréné punika, ri kala nénten adinné jumah, Ni Luh Putu Sri clagcag-cligcig jumah pareragan, malih ka kamar adinné, malih ka kamar I Ketuté. Manahnyané sakadi iri ngantenang adinné raket ring I Ketut. Wawu tedun Bapaknyané saking mobilé, rauh saking toko, Ni Putu nglaporang indik solah adinné Ni Nengah. “Pak, mai ja énggalin! Tingalin ja tenénan di kamarné I Rai. Ada kakéné!” “Ada kakéné apa?” sapunika Bapak Gedé sambilanga nyagjag ka kamar okan danéné. Kacingakin wénten clana dalam I Ketuté maengsel-engselan sig betén kasuré. Mawastu metu manah danéné cenidra ring solahipun I Ketut ngajak okan danéné. Ang-

Satua

I Sigir Jlema Tuah Asibak (3) Kaketus saking Satua-satua Bali (I) MASAUT pianakné, “Sing cang ngelah Bapa? Sangkal ada icang, nyén ngadakang dadi lekad kéné icang, tusing cara lénan genep ukudan? Mabatis tuah anéh, malima tuah abesik, mamata masi abesik, mabungut atebih, apa men kakéné? Éh Mé, encén bapan icangé Mé? Sing mémé nyak ngorahang? Mun sing, icang kal magedi, lek pasajané atin icangé, pang san cang mati, nyak kija ditu.” Lantas masaut méménné, “Nah kéto ja raos I Déwa, ento ajin I Déwané Bhatara Surya. Malinggih di tanggun langité barakbaraké kangin.” Masaut pianakné, “Nah lamun kéto, bekelin icang ketipat taluh abesik tekén bé taluh siap abungkul. Jumah suba Mémé, icang kema luas ngalih bapan icangé sing ja makelo icang teka.” Kéto tembaanga baan méménné pangelingina, “Da I Dewa kema, anak joh dija kadén guminé ento, lacur I Déwa di jalan-jalan, dija alih Mémé? Meneng I Déwa jumah, apa I Déwa kuangan? Mémé ngalihanga I Déwa.” Masaut pianakné, “Apa kuangan, kuangan awak. Dija perah anak buka icangé asibak? Sing, kema Mémé ngaé tipat, mani pasemengan pesan icang majalan!” Apa kéto lejeh panagih pianakné, gaenanga katipat buka panagihné bakal bekelanga. Kacarita di jalan liu anaké nepukin ia pada jejeh malaib, kadéna gook memedi. Ada ané ngorahang tonya. Ada anak matekap tepukina bakat ojoga, rengas sampiné sing itang-itung palaibné. Ané nekapang kanti bah bangun ngedetin talin sampinné, kéné abetné, “Né jlema kénkén teka tuah asibak ngrengas-ngrengasang sampi dogén? Berek tonya, tonya apa iba?” Masaut I Sigir, “Da Jeroné tengkejut, tiang jlema mala. Patujuin tiang ngalih bapan tiangé Bhatara Surya di tanggun langité.” Anaké matekap masaut pedih ngambros, “Saling iba jlema asibak nagih ngalih tanggun langité, anaké nu genep ukudané sing nawang kema.” (Masambung)

sengan danéné noos, kadi banténg makiré nyruduk, nyengking tangan di bangkiang. “Panak Bapak ané kéné-kéné sayangang Bapak. Panak Bapak ané jegég, sing taén glemekin Bapak. Apa ja tagiha, baang Bapak. To buin, I Oka, alep gobanné, gliep-gliep lelipi gadang. Sing tawang Bapak, kakéné solahné, waluya langkahina Bapak,” sapunika pasadun Ni Putuné sakadi manés-manésin. Kagetan nemblés makeblés I Ketut Oka saking diwangan, kakantenang Pak Gedé nyengking matungked bangkiang, tur makaukan: “Oka, mai malu!” Makesiab I Ketut miragi baos sakadi punika, dwaning salaminipun iriki, nénten naenin Pak Gedé makaukan sakadi punika. Paling ten, Ketut. Nyagjag gegésonan I Ketut. “Wénten napi, Pak?” masemu jejeh I Ketut matakén. “Yah, kakéné gén laksanan cainé jumah icangé. Ené ada clana dalam cainé di kamar panak icangé, pasti cai uli makelo suba nyangkutin nguyak panak icangé!” “Ampura, Pak, ampura, tan naenin tiang purun malaksana kadi punika, Pak! Wyakti, Pak. Tiang purun masumpah, Pak!” “Joh para malingé lakar ngaku! Makaad cai! Uli jani suud cai ngenjek natah icangé!” Galak ngapi Pak Gedé tur ka kamar I Ketuté. Panganggon I Ketuté kaentungentungang ka natahé sambilang dané ngomel, yadyapin ping kuda-kuda I Ketut nunas ampura. Raris I Ketut ngambil tas, tur nyelepang panganggonné ané karasayang perlu. Ipun nyumbah-nyumbah marep ka embangé nunas ica mangda kasuryanin. Nyrutcut nguntul mamarga ka lebuhé. Ipun nyujur més Kepala Sekolahé. Bapak Kepala Sekolahé tengkejut. Sesampuné polih mabaosan, raris Bapak Kepala ngandika: “Nah amun kéto, dini ba Tut ngoyong. Ditu Tut kasirep sig laad kamar Pak Nyoman Ardané ané suba pensiun!” Wawu nongol Ni Nengah Rai Sartini sareng Mé Tut Sambreg, kakaukin olih Pak Gedé Tirta : “Rai, mai malu! Rai, kado bapak nyekolahang nyai. Kakéné gén gegaén nyainé jumah!” “Unduk napi, Pak? Dados kénten bapak ngraos?” Katimbal olih Mé Tut: “Sulur apa ené, Dé? Mbok sing nawang unduk?” “Ah, patuh ajaka I Oka, ngorahang sing nawang unduk. Né nyai Rai, milu maengkeb-engkeban. Né buktiné, ada clana dalam I Okané maengselan batan kasur nyainé. Apa gaé nyai ngajak I Oka dini?” “Tan wénten, Pak!” Ni Nengah Rai ngeling ngisis mlaib ka kamarné tur mubet jelanan. Nembé polih raos tan rahayu saking bapaknyané. Kaliwat sedih ipun Ni Nengah. Bénjang pasemengan, kapireng ring kamar Ni Nengahé sakadi angkihan ngerok. Tengkejut Pak Gedé mirengang, tur kapaksa ngampakang pintuné. Kakantenang Ni Nengah nglayab, cangkemné madidih, mambu racun pestisida. Pak Gedé jerit-jerit, katulung-tulung. Sami pada nyagjag, Bu Putu matakén: “Kénkén pianaké Bli? Énggalang ajak ka rumah sakit !” Ni Nengah sané nglemet karampa ka mobilé. “Ka Puskesmas Antosari malu ajak!” Supiré gegésonan nyalanang mobilé. Rauh ring Puskesmas Antosari, kabenengin wénten dokter jaga, gelis katanganin, kacelepin selang cangkemné mangda sida ngutah. Ngutah-utah Ni Nengah, kadi kerik isin lambungnyané, wawu sida mangeehan. Sawetara dasa menit, limolas menit, wawu ipun éling ring angga. “Dija tenenan? Bli Tut dija? Da kalahina tiang, Bli Tut!” “Suba inget, Ngah? Né di Puskesmas! Nguda dadi Nengah ngulah pati? I Oka suba tundung Bapak!” “Aduh, bas gemes Bapak! Tiang ajak Bli Tut sing taén malaksana buka dalihang Bapak! Alih Bli Tut, Bapak! Yan ia magedi sing buungan tiang lakar mati! Tulung Bapak!” Nyagjag raris Ni Putu Sri Karpini, ngelut adinnyané: “Ampurayang Mbok, Ngah, Bapak! Sing madaya lakar kéné panadinné. Tiang ané ngengsutang clana dalam I Ketuté. Ampura Bapak, Ibu!” “Ahhh!” sami bengong, kadi togogé lolohin mireng pangakun Ni Putu Sriné. -0-

Ni Made Ayu Prasetya Kireina Putri

Kayun Malajahang Raga SAJERONING ngamargiang pakaryan, pakaryan napi ja punika, inggian méweh wiadin dangan, pacang gelis puput yéning sumeken kamargiang. Asapunika taler ri kala nelebin widang seni, yéning kayun malajahang raga kasuén-suén sinah sayan waged taler umandel sajeroning ngamargiang kasenian inucap. Bebaosan punika sané setata kagamel Ni Made Ayu Prasetya Kireina Putri sajeroning nelebin widang matembang, inggian mageguritan wiadin magending. “Patut kayun malajahang raga mangda sayan waged. Napi kémanten patut kaplajahin dumun, yéning nénten kayun malajah sinah nénten pacang prasida ngamargiang parindikan inucap,” baos siswa SMP Negeri 4 Negara puniki kalem. Kacunduk daweg ngamiletin pacentokan Utsawa Dharmagita tingkat Provinsi Bali warsané lintang, yowana sané embas ring Jembrana, 13 Agustus 2014 puniki maosang seneng matembang ngawit kantun kelas III SD. Kasenenganipuné matembang kakawitin saking seneng mirengang, kasuénsuén kayun malajah saha prasida ngamiletin pacentokan sakadi mangkin. Pianak pasangan I Made Sudiana Ni Luh Suartini puniki marasa seneng prasida nyarengin pacentokan sakadi puniki. Satios sawitra anyar, akéh pengalaman anyar sané kapolihang nyabran ngamiletin pacentokan. Ipun ngangken, pengalaman wantah guru sané mautama. Satios pengalaman taler sawitra anyar, ipun taler prasida makenalan sareng para pembina saking kabupatén tiosan. Saking pengalaman inucap, akéh paplajahan saha pauningan anyar sané kapolihang. “Manut tiang, pengalaman wantah guru sané mautama. Samian patut kadasarin kayun malajahang raga. Napimalih malajah boya wantah kamargiang ring sekolahan. Ring dija ugi iraga prasida malajahang raga,” baosnyané. Yowana sané seneng magending Pop Bali puniki ngwewehin, satios prasida ngamiletin pacentokan, seneng matembang taler pinaka parikrama sajeroning nglestariang budaya Bali. Pinaka yowana, baos Ayu Prasetya, nénten dados kimud-kimudan malajahin saha nglestariang seni lan budaya Bali. Yadiastun nénten waged, sané utama wantah kayun malajahang raga. Yéning sampun kayun, sinah pacang prasida waged. “Yéning nénten iraga, sira malih sané patut nglestariang seni lan budaya Baliné? Sampunang kimud malajahang raga,” Ayu nguntatin. (uma)

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 44.spuniksjhdi, Sapunika saja Adi, jnijumuninßlj;, jani jumunin malajah, mgew\li;Á(ten, magawé ngalih arthané, meyog\)ÏtÀinÑËiy, mayoga ngeret indria, hp*tus&\umã(km, apang tusing ngumbar kama, a(mptutÀe\ánuæulu;, dharma patut anggén suluh, mlk×ntÙrgi\á*. malaksana tuara ginggang.

Saking Langit Bali Pak Lison pak lison… pak lison… minab jadma salah oton tan suud-suud malaksana kaon tan katon tan tinon tan tumon tan panon tan ulon tan kulon setata tuon maosang kaon cara ipun wong ten taén won tan taén ngebon pak lison…pak lison… cepag kadi tronton bunter tulén klepon tan dados tundén konkon yukti wong tan tiron I Madé Suarsa

Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


8

Minggu Pon, 17 Februari 2019

lSajak-sajak I Nyoman Nuadiana, S.Pd., S.Si.

Mulat Sarira Eda uyut Yening tuara nawang unduk Sajaba lakar magae uwug Luungan nguntul Ditu mara ngenah

Tongosne joh di tengah Apang kanti bakat Bakat baan ngrasang Rasa suwung tur puyung

Di bibihe ada layah Layahe ngarang elah Madasar baan jengah Apa buin misi pongah Sinah lakar motah Melahang ngaba layah

Suryak siu Briyuk siu Ajak siu Tuara nawang unduk Ulian nguluk-nguluk Negak sabilang bucu Nyaru-nyaru rungu Ngelah itungan suba ingkup Ditu lakar ngae uwug

Sakewala rasang rama Di Ramene marasa suwung Ditu mara tawang Ane boya kalawan saja

Layah

Briyuk Siu

Bikase ngadug-ngadug Nyapa kadi aku Majujuk ungkul-ungkul Tusing nawang sulur Geguat unduk idup Kukuh ulian bengkung Cara babuang buntut Tuara nawang jalan bug Sajaba lakar ngae buut

Tuar dadi ngulah-ulah Apa buin ngucap salah Apang tusing amah temah Layahe makade elah Yening suba madasar melah Layahe makada inang

Yening kuping anake seletan Ngaba layah salah ucap Atmane sida malecat Melahang ngaba layah Entire, anggon suluh

Nyuluhin apang galang Suba galang eda uyang Yadyapin gumi lemah Eda pati lemenah Musuhe tuah ngalih selah

Dasar polo embuh Tuara taen ngae luwung Ane ngarnang jagate dayuh Apang taen nada paenjuh Ngae gumine sida landuh Tutur guru patut gugu

Minggu Kliwon, 24 Februari 2019

Pukul 19.30 wita - JKP - 109 JATIJAGAT Kampung Puisi

runalong deepSMSoliloquy ... in the longrun longsilent..., run, sail

Reuni Puisi peluncuran Buku

Coming on Age in Balidwipamandala...

Kembali ke sarang INSPIRASI 1984

16 Agustus 2019

PELADANG KATA KAMPUS LECI

l CUKUP 3 Baris Puisi Besar SP-1928 untuk 90 tahun membelai dan dibelai Nafas Kita... l Spirit

16 Agustus 2020

Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2019 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an

Januari-Rememberance 53 in 61…, 61 in 53

l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! Langsung Aktif menghubungi Wajengki Sunarta dkk via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA wentenplay di JKP-109 dr. Ketut Ngurah

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

I Wayan Nuriarta

Afrizal

dr. Ketut Ngurah

Fotografi

Melihat Pesona Badung Melalui Kamera 360 Derajat PERKEMBANGAN dunia fotografi kini makin semarak. Ide-ide kreatif dan inovasi-inovasi baru dari para fotografer terus bermunculan, seiring sejalan dengan inovasi teknologi di bidang fotografi yang juga bergerak sangat cepat. Salah satu inovasi teknologi itulah adalah kemunculan kamera 360 derajat. Tentunya, kehadiran kamera 360 derajat ini menghembuskan angin segar, khususnya bagi para fotografer yang selama ini menggeluti fotografi seni. Salah satu fotografer yang cukup intensif bereksperimen dengan kamera 360 derajat ini adalah Ketut Kurniawan. Sarjana fotografi jebolan Program Studi Fotografi Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini “menjelajah” pesona keindahan bentang alam Badung melalui kamera 360 derajat sebagai karya tugas akhirnya. Dikatakan, bentuk dari kamera 360 derajat menyerupai seperti bumi bulat yang memperlihatkan seluruh isi yang ada di dalamnya dengan jelas. Kamera ini juga dapat menangkap gambar yang memiliki banyak point of interest atau subjek menarik, misalnya panorama alam, suasana ruangan, keramaian pasar, dan sejenisnya.

Kecak Dance at Uluwatu Temple Karya Ketut Kurniawan

The Temple of Taman Ayun karya Ketut Kurniawan “Saya sangat tertantang untuk mengekplorasi keindahan alam Badung melalui kamera 360 derajat dalam perspektif fotografi seni. Ada sesuatu yang sangat unik dan dramatis saya temukan di sana,” kata pria yang berdomisili di Desa Sading, Badung ini. Sesuai dengan nama yang disandangnya, kata Kurniawan, kamera tersebut memiliki kemampuan menjepret foto atau merekam video hingga sudut 360 derajat. Dengan kata lain, tidak hanya dapat melihat rekaman kamera atau foto dari satu sudut saja, tapi juga sekelilingnya. Kendati begitu, tetap peran manusia menjadi yang utama untuk bisa menghasilkan karya yang tidak sekedar mengulas dokumentasi menggunakan ide. Semakin berkembangnya teknologi, kamera 360 derajat ini dimodifikasi menjadi lebih simpel. Salah satunya dari segi desain. Kamera Gear 360 2017, misalnya, memiliki desain bundar seperti bola mata dengan dua lensa yang diletakkan masing-masing di bagian depan dan belakang. Ada penambahan semacam grip atau pegangan untuk versi baru. Desain semacam ini akan memudahkan pengguna untuk memegang atau menggunakan perangkat ini. Desain versi sebelumnya hanyalah bundar, tanpa dilengkapi grip. Perangkat versi sebelumnya hanya dilengkapi dengan aksesori semacam tripod untuk mempermudah genggaman. Sementara Kamera Gear 360 ini dilengkapi dua kamera dengan resolusi masing-masing 15MP. “Ada dua cara pengambilan foto menggunakan kamera 360 derajat ini. Yakni, dengan cara pengambilan melalui perangkat seluler dan pengambilan langsung dari kamera 360 derajat,” kata Kurniawan memaparkan. Menurut aktivis Stupa Bali Photo ini, dir-

inya sengaja mempresentasikan keindahan pesona alam Badung itu dalam perspektif forografi seni. Ditegaskan, fotografi seni adalah sebuah karya foto yang memvisualisasikan objek berdasarkan proses eksplorasi imajinasi tinggi dari kreatornya, hingga terkadang hasil foto keluar dari logika pemahaman realitas peristiwa. Dalam fotografi seni, proses visualisasi tidak mengacu pada suatu peristiwa nyata seperti layaknya fotografi jurnalistik, akan tetapi nilai proses imajinasi pemikiran dalam menghadirkan suatu peristiwa dengan bantuan berbagai macam teknik dalam pengolahannya. “Itu lebih berbicara daripada logika faktanya,” tegasnya. (ian)

Sailing on Kedonganan Beach karya Ketut Kurniawan


Minggu Pon, 17 Februari 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Cari Drafter Autocad Sipil u/ Proyek Hub Kantor 081999548111

Dcr Tgs Klr/Srbutn&Pnjahit Tas Jl.Patih Nambi 7A 085100061049

Cari SPG Prmpuan,SMA Sederajat Max.25Th,utk Reso di Danau Tamblingan Sanur, 087761524497

Dcr Tng Buka Psg Ban Mobil,Max 30Th Faslts:Gaji,Insentif, Mess Bawa Lamaran ke : Banoli Motor Jln.Buluh Indah No.75 Dps Telp:0361-411964-413964-418642

B.BP.001.02.19.0000559

AKUNTANSI

Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818

G.06

B.BP.004.02.19.0000342

Cari sopir srbt bs matik + PRT wnt tinggal dlm H:085238127777

B.BP.004.02.19.0000567

WAITER

Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818

G.07

DRIVER

SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur

G.08

Sardine Restaurant Looking for Hostess, Kitchen Cleaning Must Speak English Jl.Petitenget 21 T.0361733617 Mail : sardine@sardinebali.com

B.BP.141.02.19.0000537

Bth!Staf Laundry!Ada Mes&Makan diSanur!Hub.085102077800!Cepat B.BP.001.02.19.0000512

Civil Drafter-PT.Cab Sanur kerjabali@gmail.08155733218-WA

B.BP.001.02.19.0000558

Dcr Krywti Salon,Rajin,Jujur, Gaji Memuaskn Hub:081237765162 B.BP.001.02.19.0000332

Dcr Office Boy/Girl Max30Th Bs bawa Sepeda Mtr.Rajin & Jujur Bawa Lamaran ke Banoli Motor Jln.Buluh Indah No.75 Dps Telp:0361-411964-413964-418642 B.BP.001.02.19.0000470

Dcr Pramuniaga,Kasir,Gj. Tinggi Bonuske13,THR,JlWR.Supratman 275 Toko Dapurku/081939084292 B.BP.001.02.19.0000335

Dcr Staff bs Komputer, Bhs Ing, Serius Bkrj Min.SMK Sdrjt,Bali Silver Sukawati 081239235236 B.BP.004.02.19.0000527

B.BP.001.02.19.0000556

B.BP.001.02.19.0000469

Dcr Tukang Gerinda Profesional untuk Mebel Hub.081238499627

B.BP.001.02.19.0000564

Dcr Waiter/es u/restaurant di Bali Collection H:087861616996

B.BP.101.02.19.0000569

Dcr sgr Accounting.PT.Bali Top Changer,min D3/S1 Akuntansi, Hub:087860605702/085737758573 Email:andri.bathonk@gmail.com

B.BP.001.02.19.0000511

Dcr:Digital Marketing.Sy:Male/ Female,Sarjana Komputer/Setara Paham Web Design,Aktif Sosmed, SEO/SEM,English.Lamaran + CV: official.balioffice@gmail.com

Dcr:Legal Drafter u/Law Office Syrt:Female/Male,Sarjana Hukum English(Oral/Written).Lam+CV: aya@vlobali.com / (0361)759722

B.BP.001.02.19.0000387

Dibutuhkan : 1.Accounting & Tax(Acct) 2.Warehouse Admin (WA) 3.QC Furniture&Handicraft (QC) 4.Packing Furniture & Handicraft(P).Berpengalaman Minim 2 Tahun Bahasa Inggris Minimum Pasif Kirim CV ke : info@asean-sourcing.com

B.BP.004.02.19.0000529

Dicr Karywati Salon Kecantikan Lokasi Canggu.Hub:082145357420 B.BP.001.02.19.0000426

Experience store Manager needed for fashion boutique in Nusa Dua area,Min 3yrs experiences,Female,Age Min 30yrs. CV:Pinkelevenbali@gmail.com

Hurry Japanese Language School Bali Membuka Lowongan bagi Masyrakat Yg Ingin Belajar & Berkarier di Jepang Info Hubungi Kami di Jln.Hangtuah 18 Sanur Denpasar.Telp:0361-271700

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

MITSUBISHI

DIJUAL RUMAH

PT.Dipo Star Finance,Mits Mirage’16,L300’17,FE’71’18 dan FE74’14 Lihat Mobil 18-21 Feb Penawaran 22 Feb’19 Tlp.265007

Rmh 2Lt,2,5Are,P.Sula blk Cak Asmo6KM,6Kmd,IMB,08164711067

B.BP.001.02.19.0000523

B.BP.001.02.19.0000516

Urgent:Hotel Mgr,MinD3 Prhotln Pglmn Min3Th, Mguasai Sstm Mjmn Opr Htl.Trampil Bkrj dg Tim. Mmbuat & Mencapai Trg.Jjur, Disiplin Profsnl,Ddiksi, Brintgrits &BrtggngJwb Opr&Asst Htl.Brjiw Pmimpn,Hndl Brkomunikasi Mngus Bhs Eng Bicara&Tulis.di Canggu Seminyak Bali.CV Paling Lambat 19/2/19:hrdshangrila@gmail.com B.BP.004.02.19.0000557

PROPERTY DIJUAL TANAH

Dijual Tnh Kav Ir. Soekarno Tbn DP 10% Bunga Krd 1% Perbln Hub.081338183031/081805374433 B.BP.004.01.19.0000846

Tnh Kebun 150A/22Jt Ds.Klahkah Abang/Karangasem,081239999747 B.BP.001.02.19.0000552

Tnh kavling di Buduk & Sempidi Hub.081337141817 B.BP.001.02.19.0000561

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

B.BP.001.02.19.0000443

Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944 G.04

PROPERTY DISEWAKAN BENGKEL

Di kontrakan Bengkel Sepeda Motor sgt Strategis, Jl.A.Yani Dps,08123636462WA082144341288 B.BP.001.02.19.0000568

PROPERTY DIJUAL VILLA

Jual Villa. Banyuwangi Pusat Kota,Pantai.082237670250/Elena

TOYOTA

DIJUAL RUMAH

Dcri Sgera Guru Private Bahasa Inggris u/anak,sabar & telaten Krm CV : hrdbali2019@gmail.com

Seminyak Restaurant Is Looking For Dinning Manager Must Speak English Experienced Please Send Photograph and CV at Email : johndory2013@yahoo.com

Lexus LX 570 F-Sprt Nov’14 Pth Mutiara KM41Rb Full Ori Air Susp Service Teknisi Lexus Tyt Dijamin Puas Langka(Unit di Dps) Hp:081999399566/0817561500

Dijual Rmh KT4,KM3, KP1, Luas Tnh 1,55Are Jl.Bajataki V No.1 Dijual Rmh Luas Tnh 1Are ada Hal Blkg Jl.Mudutaki VI/Kav Hub.082340968266/087861762330

Dijual Ruko Lt3 Perum Dalung Rp.1M,081315832747/08123949180

B.BP.001.02.19.0000485

B.BP.141.02.19.0000536

B.BP.001.02.19.0000471

B.BP.001.02.19.0000460

B.BP.001.02.19.0000193

B.BP.001.02.19.0000388

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.02.19.0000510

RUPA-RUPA

ALUMINIUM

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUKO

BIRO JASA

SERVICE

B.BP.001.02.19.0000472

PROPERTY DIJUAL RUKO

SERVICE


10

Minggu Pon, 17 Februari 2019

Mendatar: 1. Rokok yang mengandung morfin 4. Hebat ; Cemerlang ; Sangat pandai 7. Nenek 8. Salah satu sifat benda 9. Penganut faham materi sebagai tujuan utama 11. Alkana yang mengandung 8 atom karbon 13. Petasan besar 15. Gelar bangsawan Spanyol 16. Masyarakat ekonomi asean 17. Anak perempuan cina 19. Perkataan bohong untuk menjelekkan orang 22. Sisa persembahan suci 23. Unsur gas dengan nomor atom 7 25. Penghias hidangan 28. Tentara sekutu setelah Jepang menyerah 29. Tidak enak badan 30. Alat penumbuk padi 31. Kerap 33. Rencana pembuatan bangunan dengan segala perincian pembiayaannya 35. Kesan 36. Jalur balapan 37. Garis batas antara tepi jalan dengan tanah milik 38. Batuan Keras 39. Sirkulasi darah dalam pembuluh kapiler paru Menurun: 1. Cangkul 2. Pemicu timbulnya demam 3. Ganggu 4. Emir …….., Anak salah satu dinasti Real Estate terkaya Turki. 5. Sebuah negara besar di ASEAN 6. Pergerakkan bola mata yang tak terkendali 10. Berpindah-pindah tempat tinggal 12. Keturunan 14. Ikat pinggang lebar 18. Pendapat 19. Zat pembasmi cendawan 20. Dibalik ; Belalak 21. Masa remaja 24. Dibalik ; Tempat yang lebih tinggi di stadion atau gedung pertunjukkan 25. Kait 26. Cepat tanggap 27. Negara Indonesia 32. Burung 34. Sekolah tinggi ilmu pelayaran

BPM/ist

KOMODO - Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengungkapkan, rencananya menutup sementara TNK meningkatkan jumlah populasi rusa yang menjadi makanan utama komodo. Postur komodo yang kian mengecil juga menjadi alasan Laiskodat merencanakan penutupan itu.

Taman Nasional Komodo yang Sedang Jadi Perbincangan KAWASAN Taman Nasional Komodo (TNK) yang terletak di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa bulan terakhir ini terus menjadi perbincangan publik. Perbincangan mengenai TNK ini dimulai November 2018, sejak Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mewacanakan untuk ambil bagian dalam pengelolaan TNK yang selama ini menjadi kewenangan pemerintah pusat dengan rencana menaikkan tarif masuk TNK bagi wisatawan mancanegara hingga 500 dolar, dan 100 dolar untuk wisatawan domestik, hingga rencana penutupan kawasan itu. Para petinggi di negeri ini pun mulai angkat bicara, setelah Gubernur NTT mengeluarkan pernyataan soal rencana penutupan kawasan Taman Nasional Komodo selama satu tahun untuk kepentingan konservasi. Tak hanya pelaku wisata, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Pariwisata yang angkat bicara, tetapi juga Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Jangan lupa, dikunjungi dan tidak dikunjungi (rusa) perlu makan. Pertanyaannya, apa perlu dikembangbiakkan di situ atau dibawa ke tempat lain dulu baru ke situ?” ujar Wapres Jusuf Kalla. Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengungkapkan rencananya menutup sementara TNK meningkat-

kan jumlah populasi rusa yang menjadi makanan utama komodo. Postur komodo yang kian mengecil juga menjadi alasan Laiskodat merencanakan penutupan itu. Selain itu, pemerintahannya akan menata Taman Nasional tersebut supaya habitat komodo menjadi lebih berkembang. “Tapi pandangan ibu Menteri Lingkungan Hidup secara pribadi beliau sangat setuju karena kita ingin agar ada revitalisasi Pulau Komodo,” kata Laiskodat. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar sebagai pihak yang memegang otoritas pengelolaan kawasan Taman Nasional Komodo saat ini sedang mempelajari wacana yang sedang dimainkan oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat itu. Wajar jika destinasi wisata itu menjadi bahan perbincangan petinggi negeri ini, karena Kawasan Taman Nasional Komodo yang dihuni biawak raksasa komodo itu, ibarat magnet yang selalu menarik wisatawan berkunjung ke kawasan itu. Kawasan TNK merupakan salah satu dari lima taman nasional tertua di Indonesia, dengan luas 173.300 hektare yang terdiri dari 132.572 ha kawasan perairan dan 40.728 ha kawasan daratan tahun 1977, TNK ditetapkan UNESCO sebagai kawasan Cagar Biosfer (Man and Biosphere Programme - UNESCO),

sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Center - UNESCO) pada 1991. TNK juga sebagai New 7 Wonders of Nature oleh New 7 Wonders Foundation pada tahun 2012. Tahun 2008 area TN Komodo juga ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional, dan pada 2011 ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Selain komodo sebagai salah satu daya tarik pengunjung yang sebagian besar merupakan wisatawan mancanegara, saat ini terdapat 42 dive and snorkeling spot yang juga menjadi daya tarik kunjungan. Tren jumlah pengunjung ke kawasan wisata itu pun terus meningkat dari tahun ke tahun, terutama sejak kawasan itu ditetapkan sebagai New 7 Wonders of Natura pada tahun 2012. Pada 2014, jumlah kunjungan wisatawan tercatat 80.626 ribu, tahun 2015 menjadi 95.410, tahun 2016 naik menjadi 107.711, tahun 2017 naik lagi menjadi 125.069 dan tahun 2018 tercatat 159.217. Dengan tiket masuk wisatawan mancanegara sebesar Rp 150.000, dan wisatawan nusantara hanya Rp 5.000, berdasarkan PP. 12 tahun 2014 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Data Kementerian KLHK menunjukkan, penerimaan pungutan yang disetor oleh Balai TN Komodo kepada kas negara terus mengalami peningkatan. (ant)

Ketentuan Menjawab

Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 386 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 23 Februari 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 3 Maret 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 384 Mendatar: 1. JAGAPATI 5. BENTUL 8. LAP 10. GASAL 11. KONKAF 12. IWA 13. TARO 15. AMPUH 18. ARSENAL 21. AYO 22. FRASA 25. POLIP 28. TRIPS 30. A R A C A (ACARA) 32. RAKIT 34. WAKAF 36. MEE 37. NEGATIF 41. MOTEL

44. LOAN 45. AVA 46. TALIUM 49. CEREK 50. EKS 51. INDIGO 52. GRAMOFON Menurun: 1. JOGJA 2. GOSIP 3. PULIH 4. ILO 5. BPK 6. NAFTA 7. L O K O M O TIF 9. ANUS 11. KAA 14. ALAMAK 16. MIR

17. USSR 19. RIO 20. EMIR 22. FORMULASI 23. ATHENA 24. AIR 25. PSK 26. LAT 27. PAW 29. PAYA 31. CALO 33. ISI 35. ANE 38. ENTRI 39. TRIK 40. FAM 41. MACAM 42. TARAF 43. LOKAN 47. LEO 48. USG

Pemenang TTS No. 384 1. Ni Kadek Mawartini Br.Tengah, Desa Sibetan, Kec. Bebandam, Kab. Karangasem (HP:081-238-407-XXX) 2. Putu Gede Purna Wijaya Kantor BASARNAS Kelas A Denpasar, Kab.Badung (HP:081-353-228-XXX) 3. I Gst Ngr Pt Eka Diputra Jl.Hanoman Gg.Gautama Selatan, Kec.Ubud, Kab.Gianyar (HP:087-860-062-XXX) 4. Ni Nyoman Sukawati Jl.Dahlia No.23i, Kel.Sumerta Kauh, Denpasar Timur (HP:081-805-559-XXX) 5. Ni Luh Tunjung Jl.Raya Besakih, Desa Tegak, Kec.Klungkung, Kab.Klungkung (HP:081-338-872-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama: I Gusti Ketut Trada Alamat: Lingk.Padangkerta Kelod, Kel.Padangkerta, Kec.Karangasem, Kab. Karangasem (HP:087-762-744-XXX)


Minggu Pon, 17 Februari 2019

Kasus Lakalantas di Karangasem Meningkat

Dipicu akibat Kelalaian Pengemudi Saat Berkendara

Amlapura (Bali Post) Kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Karangasem sepanjang tahun 2018 mengalami peningkatan dati tahun sebelumnya. Bahkan, peningkatananya mencapai 148 persen. Penyebab utama dari kejadian tersebut adalah human error atau kesalahan manusia. Meningkatnya kasus ini menandakan disiplin warga Karangasem saat berkendara masih rendah. Berdasarkan data yang diterima dari Satlantas Polres Karangasem, kasus lakalantas pada 2017 yang terjadi 121 kasus. Sementara meninggal dunia 36 orang, luka berat 21 orang, luka ringan 168 orang. Sedangkan kerugian material mencapai Rp 239 juta lebih. Sementara tahun 2018 meningkat menjadi 297 kasus, meninggal dunia 32 orang, luka berat 18 orang, dan luka ringan 430 orang. Total kerugian material tahun 2018 ini mencapai Rp 645 juta lebih. “Kasus lakalantas memang bertambah. Kenaikan sendiri cukup besar yakni mencapai 148 persen. Selain karena kasusnya meningkat juga karena laporan ke BPJS juga meningkat. Kalau dulu banyak kejadian yang tidak dilaporkan hanya diberikan surat keterangan,” ujar Kasat Lantas Polres Karangasem AKP NI Luh Putu Annie Parwisti didampingi Kanit Lakalantas Ipda I Nyoman Sucipta. Anne menambahkan, kendati kasus lakalantas meningkat namun jumlah korban meninggal dunia menurun.

Tahun 2017 meninggal dunia 36 orang, tahun 2018 menjadi 32 orang. Begitu juga dengan luka berat juga turun dari 21 orang tahun 2017 menjadi 18 orang tahun 2018. Hanya luka ringan yang meningkat tajam dari 168 orang tahun 2017 naik menjadi 430 orang tahun 2018. “Pemicu terbesar lakalantas di Karangasem karena kelalaian si pengendara sendiri. Ini karena masih banyak pengendara di Karangasem yang mengabaikan keselamatan dirinya sendiri dan juga orang lain. Meski dalam kondisi mengantuk, warga masih saja tetap memaksakan mengemudi. Kami sarankan kalau kondisi mengantuk dan tidak enak badan supaya tidak mengemudi,” saran Anne. Dia menambahkan, untuk kasus lakalantas di tahun 2019 per 1 Januari sampai 13 Februari sudah terjadi 48 kasus lakalantas. Di mana meninggal dunia 8 orang, luka berat 2 orang, dan luka ringan 62 kasus. Lebih lanjut dikatakannya, untuk menekan kasus lakalantas semakin bertambah,

Rusak Berat Khusus di Banjar Sema Agung, Putu Widiada menjelaskan dampak yang ditimbulkan, banyak bangunan alami rusak berat, antara lain sebuah bale piasan di Pura Melanting, palinggih penunggun karang milik warga Dewa Gede Bambang roboh, demikian juga atap rumahnya rontok. Lain lagi di rumah Dewa Ayu Armini, Palinggih Dewi di rumahnya juga ambruk. Demikian juga di rumah Dewa Wudana, sebuah piasan, panggungan dan Palinggih Segara di Merajan Agung juga ambruk. Sementara dampak di tempat lain, seperti di Pura Dalem Tampuagan, sebuah bale piasan ambruk rusak berat. Bahkan, tembok panyengker juga jebol sekitar 15 meter. Setelah tim kaji cepat sebanyak tujuh personel itu

Minggu, 17 Februari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Widya Jnana Kerthi Mepala Sukertaning Pemangku ( 1) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Senam Aero Militer Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 09:00 Wita Klip Anak 09:30 Wita Belajar Menggambar Mewarnai Bersama TK Harapan Nusantara 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 10:30 Wita Marion Sam 11:00 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita FOLK song 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Widya Jnana Kerthi Mepala Sukertaning Pemangku ( 2) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Wirasa Peduli Sesama 13:30 Wita Lejel Homeshopping 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita Harmoni Bali Obesitas 17:00 Wita INOVATOR 17:30 Wita Kartun Sundara Kanda ( 1) 18:00 Wita Lila Cita 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Kris 20:00 Wita Dialog Interaktif The One 21:00 Wita Parade Band Indie Drafity Band 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calon arang Br. Sribupati Caublayu Marga Tabanan ( 4) 22:30 Wita Dunia Kita 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:30 Wita Folk Song

dibantu Tagana Dinsos, PMI Klungkung, Babinsa dan Babhinkamtibmas serta Perbekel Tusan, menelusuri kembali laporan masyarakat, memastikan ada belasan rumah lainnya yang juga rusak setelah diterjang angin puting beliung tersebut. Rata-rata kerusakan terjadi pada bagian atap rumah hingga merajan, gentingnya banyak rontok disapu angin puting beliung itu. Ada juga sampai rangka atapnya jebol. BPBD Klungkung mencatat, kerusakan seperti itu terjadi di rumah Dewa Putu Sayang Adiyasa, Dewa Ketut Sibang, Dewa Nyoman Sudiana, Sang Nyoman Kurung, Sang Putu Sarna, I Wayan Suasta, I Made Darma, I Nyoman Buda, I Made Mara, I Nyoman Darta, Sang Putu Ardika, dan Sang Putu Suma Nadi. Putu Widiada menambahkan, dampak kerusakan juga terjadi di Banjar Blimbing. Salah satu korban, Dewa Gede Bambang, mengaku saat kejadian memang suasana cukup mencekam. Angin bertiup kencang dari selatan ke utara, kemudian seperti berputarputar di sekitarnya. Saat itu, dia mengaku sangat khawatir dan melihat genting-genting rumah di sekitarnya beterbangan. “Melihat situasi begitu, saya hanya pegangan di pohon belimbing,” kata warga yang palinggih penunggun karang dan atapnya rumahnya rontok ini. (gik)

pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan yakni unit patroli melaksanakan patroli rutin yang terbagi dalam 3 beat yaitu beat Amlapura - Manggis,

Hasto menyebut Jokowi tak akan menjual janji di debat nanti seperti yang disiapkan Tim Prabowo Subianto. Menurutnya, Jokowi harus menyampaikan apa yang sudah dilakukan selama menjadi presiden. Jokowi mengaku akan menyampaikan apa yang telah diperbuat. ‘’Kita sampaikan apa yang sudah dikerjakan juga masalah energi akan saya sampaikan yang kita lakukan. Pangan, data-data yang kita punyai akan disampaikan,” kata Jokowi kepada wartawan di Istana, Sabtu (16/2) kemarin. Sementara Wakil Ketua TKN Moeldoko menyebut Jokowi sudah berpengalaman, terutama soal pembangunan infrastruktur. Karena itu, mudah untuk

mempromosikan Jokowi sebagai capres petahana dengan pencapaiannya kepada masyarakat. Bagaimana dengan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto? Waketum Gerindra Fadli Zon menegaskan kesiapan capres Prabowo menghadapi debat capres putaran kedua. Prabowo disebut sudah menguasai materi debat. “Prabowo sudah hafal di luar kepala data-data. Beliau kan sudah menulis buku tentang ‘Paradoks Indonesia’, tentang ‘Indonesia Menang’,” kata Fadli kepada wartawan. Prabowo, disebut Fadli, bakal melakukan banyak improvisasi saat debat. Namun, dipastikan Fadli, Prabowo sudah menguasai materi debat capres. “Pak Prabowo itu kan sudah biasa bicara soal pangan, soal kedaulatan pangan, soal

Twitter Pribadi

Dikutip dari akun twitter pribadi anak sulung Presiden Jokowi yaitu Gibran Rakabumi @Chili_Pari, Sabtu 16 Februari 2019, mengatakan bahwa #uninstallbukalapak itu terlalu berlebihan dan terkesan sangat norak. Ia pun menilai, selama ini dengan adanya Bukalapak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seperti miliknya sangat terbantu. Bahkan, brand jas hujannya tidak akan seperti sekarang bila tidak dibantu oleh CEO Bukalapak, Achmad Zaky.

Selain itu, Gibran mengakui semua platform jual beli online asli Indonesia tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, bahkan dirinya juga banyak dibantu oleh brand lainnya yaitu Tokopedia. Untuk itu, Gibran menyarakan para warganet untuk bisa belajar memaafkan sebuah kekhilafan seseorang, apalagi Bukalapak itu sudah menjadi unicorn kebanggaan Indonesia dan telah memberikan makan banyak orang di Indonesia. Hal senada juga disampaikan anak bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, lewat akun twitternya @

Anak di Bawah Umur AKP NI Luh Putu Annie Parwisti

BPM/kmb41

Lakukan Kampanye Pihak kepolisian ingin menjadikan generasi muda sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas, dengan kian menggencarkan kampanye safety riding di kalangan generasi milenial. Kapolres Klungkung, AKBP I Komang Sudana, belum lama ini, mengatakan kampanye keselamatan berlalu lintas, secara spesifik ditujukan pada kelompok milenial yang berusia 17-35 tahun. “Kami ingin generasi muda milenial bisa membudayakan tertib lalu lintas,” katanya. Kasat Lantas Polres Klungkung, AKP Taufan Rezaldi, Sabtu (16/2) kemarin, menambahkan melihat angka kecelakaan tahun 2018, korban kecelakaan didominasi dari usia 16-25 tahun, 51 orang, kemudian usia 26-30 tahun ada 10 orang, usia 31-40 tahun ada 35 orang dan usia 41-50 tahun ada 31 orang. “Ada yang luka ringan, luka berat hingga meninggal,” kata Taufan Rezaldi. Angka lakalantas ini meningkat dari tahun sebelumnya. Sebagaimana data lakalantas tahun 2017, angka lakalantas pada usia 16-25 saat itu 35 orang, usia 26-30 tahun 10 orang, usia 31-40 tahun 19 orang,

Diharapkan Datang Untuk itu, supaya lebih meriah dan pesan-pesan lalu lintas bisa sampai ke generasi milenial, maka diharapkan datang ke acara spektakuler ini secara gratis. Sebelum puncak acara, Polda Bali dan jajaran telah mempersiapkan dengan matang guna menyukseskan festival ini. Dengan menggandeng sejumlah pihak, digelar Fokus Group Discussion (FGD). Hasilnya, para peserta FGD sangat mendukung kegiatan ini. Sosialisasi pun terus digencarkan ke sekolah-sekolah, kampus, dan komunitas lainnya. Tak hanya turun ke

Amlapura -Kubu, AmlapuraRendang, dengan penindakan terhadap pelanggaran. Unit Dikyasa melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah, perusahaan swasta, STT, dan unsur pengguna jalan lainnya. “Kami harap upaya yang dilakukan mampu menyadarkan masyarakat untuk lebih disiplin dalam berkendara. Sehingga kasus lakalantas dapat ditekan,” jelas Anne Parwisti. (kmb41)

Bukan Jual Janji

lapangan, tapi sosialisasi juga dilakukan melalui media massa (koran, televisi, radio), brosur dan stiker serta pemasangan baliho dan spanduk. Dalam event tersebut akan disuguhkan berbagai kegiatan anak muda masa kini, seperti Senam Bali Gemilang Milenial, penampilan marching band, milenial entrepreneur expo, safety riding & driving, deklarasi pelopor keselamatan berlalu lintas, lomba jegeg bagus (duta lalu lintas) , free style (sepeda motor dan BMX), penampilan DJ dan band. “Nanti ada Joni Agung, Bali Full Moon, dan DJ Berlin Bintang. Tujuan kegiatan ‘Millennial Road Safety Festival’ ini guna menekan

usia 41-50 tahun 14 orang, dan usia 51-60 tahun 18 orang. Selain razia dan kampanye safety riding, pihak kepolisian juga gencar melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah. Dengan harapan, proses penyadaran generasi muda untuk tertib berlalu lintas lebih cepat. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, mengatakan, pemerintah daerah juga berupaya menekan angka lakalantas di kalangan generasi muda, dengan memperkuat regulasi dan kebijakan. Salah satu bentuk kebijakannya adalah memberlakukan angkutan siswa gratis untuk siswa SMP. Dengan angkutan siswa gratis ini, siswa tidak lagi menggunakam motor saat ke sekolah. Apalagi, siswa SMP masih di bawah umur. Guna memaksimalkan upaya pencegahan ini, Pemkab Klungkung tengah menyusun kerja sama dengan Polres Klungkung, untuk melarang penggunaan kendaraan bermotor ke sekolah oleh anak-anak SMP. “Semua ini dilakukan demi keamanan, kenyamanan, dan keselamatan para siswa serta semua pengendara. Kita harus patuhi aturan tertib berlalulintas,” katanya saat melakukan evaluasi program ini di Kecamatan Klungkung. (bit/gik) angka kecelakaan lalu lintas di kalangan usia produktif,” kata Dirlantas Polda Bali, Kombes Pol. A.A. Made Sudana, Sabtu (16/2) kemarin. Dengan adanya event ini, Kombes Sudana berharap kepada kaum milenial yang ada di Bali dapat hadir dan turut memeriahkan acara. Acara ini juga dirasa sangat bermanfaat untuk menambah wawasan tentang pentingnya pendidikan berlalu lintas. “Bagi kaum milenial diharapkan menularkan kepada rekan-rekannya bagimana berkendara dengan baik dan tentunya harus patuh dengan aturan yang berlaku,” tegas mantan Kapolresta Denpasar ini. (jay)

‘’Anak di bawah umur mulai berkurang yang naik sepeda motor, tapi diantar orangtuanya dan ada yang naik sepeda dayung,” kata Yudith Satriya. Tujuan dari kegiatan ini, menurutnya, semua harus tertib. Apalagi Bali akan dijadikan model tertib berlalu lintas oleh Kapolda sesuai dengan Commander Wishnya untuk mengurangi angka kecelakaan. Kata Yudith, ke depan, pihaknya akan terus melakukan kegiatan ini. Bahkan menjadi agenda rutin tiap Senin ke sekolah dan menjadi pembina upacara, memberikan pengarahan dan imbauan supaya para siswa tertib serta mematuhi aturan berlalu lintas. Selain itu,

pihaknya akan tetap melaksanakan penertiban. Lalu pelanggaran apa yang paling banyak dilakukan kaum milenial? “Paling banyak tanpa helm dan tidak membawa surat-surat. Kalau tertib pakai helm kan otomatis mereka terselamatkan saat kecelakaan dan menjadi korban meninggal. Paling besar kita harapkan dengan kegiatan ini menekan angka kecelakaan terutama meninggal dunia,” ujarnya. Perwira melati dua di pundak ini juga menambahkan, pihaknya akan melakukan pengawasan di jalurjalur maut, di antaranya jalan provinsi, Petang dan Kuta Utara. “Kalau jalan di Petang kan lurus dan sepi sehingga banyak yang ngebut di sana. Kami mengimbau kepada anak-anak tetap patuh pada aturan berlalu

Kasus di Buleleng

Berkaca dari data itu, Polri terus berupaya mensosialisasikan ketertiban berlalu lintas, untuk mencegah angka kecelakaan lalu lintas. Sementara Jajaran Polres Gianyar kini gencar mengampanyekan Mellennial Road Safety Festival. Kasus lakalantas di Buleleng juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Buktinya, catatan kasus lakalantas tahun 2017 dengan tahun 2018 yang lalu menunjukkan peningkatan 37 persen. Tidak hanya dari catatan kasus, namun peningkatan terjadi pada korban lakalantas meninggal dunia (MD) pada tahun 2017 dengan 2018 yang lalu mengalami peningkatan 19 persen. Mirisnya, korban MD tersebut dikategori kaum milenial Bali yakni 17-35 tahun. Data yang dikumpulkan di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Buleleng Sabtu (16/2) kemarin, menyebutkan, tahun 2017 terjadi 369 kasus. Memasuki tahun 2018, kasusnya naik menjadi 590 kejadian. Sementara, korban lakalantas MD pada tahun 2017 tercatat 81 orang dan tahun 2018 naik menjadi 92 orang, sehingga naik 11,9 persen. Korban dengan luka berat (LB) pada tahun 2017 2 orang dan pada tahun 2018 tetap dua orang, sehingga tidak terjadi kenaikan. Sedangkan, untuk luka ringan (LR) tahun

infrastruktur, dan soal-soal lain, terutama Pak Prabowo dua kali menjadi Ketua Umum HKTI. Sekarang, saya meneruskan beliau. Jadi, kepedulian Pak Prabowo terhadap petani dan sektor pertanian terbiasa komitmennya,” papar Fadli. Sedangkan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Faldo Maldini, menyebut keberhasilan capres petahana Jokowi akan diuji saat debat kedua nanti. “Tunggu saja karena memang publik juga ingin tahu kan apa sih yang membedakan antara Prabowo-Sandi dan Jokowi sebagai petahana. Kita akan menguji klaim-klaim keberhasilan yang selalu disampaikan Pak Jokowi. Di sisi lain, Prabowo akan memaparkan kebocoran-kebocoran pembagunan infrastruktur,” kata Faldo. (kmb) kaesangp. Ia pun mengaku akan tetap selalu mendukung aplikasi karya anak bangsa seperti Bukalapak, Tokopedia, Traveloka, dan Gojek. Menurutnya, selama ada Bukalapak, Tokopedia dirinya bisa berbelanja online dengan mudah. Sebelumnya diketahui, cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky yang membandingkan anggaran penelitian dan pengembangan beberapa negara dengan anggaran litbang Indonesia memicu perdebatan karena dia menyebut soal harapan pada presiden baru agar meningkatkan anggaran penelitian tersebut. (kmb)

lintas. Kalau dibonceng tetap pakai helm dan ingat bawa surat kendaraan bagi yang memiliki SIM C. Setop kecelakaan, pelanggaran, dan utamakan keselamaatan,” tandas perwira asal Buleleng ini. Sedangkan Kasatlantas Polres Badung Iptu Kanisius menyampaikan, jumlah korban lakalantas di Badung tahun 2018 sebanyak 222 orang. Sedangkan kaum milenial sebanyak 114 orang. Menyikapi kondisi tersebut, pihaknya sudah melakukan banyak kegiatan, mulai dari sosialisasi ke SD, SMP dan SMA hingga ke kampus. “Kaum milenial harus menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Mereka juga menjadi partner kepolisian untuk mewujudkan Indonesia tertib,” harapnya. (rah)

2017 tercatat 620, naik menjadi tas. Selain itu, dirinya mulai 916 pada tahun 2018 atau 32 memetakan kalau belakangan persen. jalur pintas di desa-desa sepJika korban MD dan luka- erti di Desa Selat, Kecamatan luka menunjukkan tren pen- Sukasada dan jalur di Desa ingkatan, namun untuk catatan Tigawasa, Pedawa, Cempaga, kerugian meteriil antara tahun Sidatapa, Kecamatan Banjar 2017 dengan 2018 justru men- yang mulai ramai dilintasi galami penurunan 20 persen. pengedara. (nik/mud) Kasatlantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, menyusul tingginya lakalantas melibatkan pelajar dan mahasiswa itu, tahun ini pihaknya akan mengoptimalkan edukasi disiplin berkendara ke sekolah dan kampus di Bali Utara. Edukasi ini penting karena dari kajian dan banyaknya kasus lakalantas itu, pelajar atau mahasiswa cenderung melakukan pelanggaran disiplin berlalu lintas. Dia mencontohkan perilaku berkendara di luar kontrol kecepatan, tidak menguasai kondisi jalan raya, atau pengendaranya tidak menggunakan helm. Terkait jalur rawan lakalantas, AKP Kuniawandari mengatakan, jalur Singaraja - Bedugul dan Jalur Seririt - Pupuan (Tabanan) merupakan jalur rawan lakalan- AKP Putu Diah Kurniawandari


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Minggu Pon, 17 Februari 2019

Putu Sugi Mundur dari Exco AFP

Tabanan (Bali Post)Putu Sugi Darmawan menyatakan mundur dari jabatan selaku Executive Committee (Exco) Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Bali sejak dua tahun silam. Alasannya, dirinya mempunyai kesibukan sebagai Direktur Perusahaan Daerah Dharma Cantika di Tabanan yang bergerak dibidang hasil pertanian dan UMKM. Putu Sugi Darmawan, Sabtu (16/2) kemarin menyatakan dirinya kini menjabat Sekum Askab PSSI Tabanan. Hanya kongres tahunan Askab PSSI tabanan bakal memilih ketua umum baru pada Maret mendatang. “Ketua umum Askab PSSI Tabanan sekarang dipegang Ketut Boping Suryadi,” ungkap Sugi Darmawan. Dikemukakan dirinya akan mengikuti kongres tahunan Aspro PSSI Bali yang akan digelar di Kesiman pada Minggu (17/2) ini. Sugi Darmawan menyatakan dirinya mengkhawatirkan kompetisi sepak bola batal digelar. Alasannya, kata dia kasus pengaturan skor mafia bola secara nasional dikhawatirkan berdampak terhadap pembinaan sepak bola di daerah. Untuk itu, dirinya tetap mengusulkan supaya tetap digelar kompetisi liga 3 Rayon Bali berikut kelompok umur, seperti Piala Soeratin U-17, U-15, dan U-13. “Seandainya anggaran Askab PSSI Tabanan sudah turun, lalu kompetisi batal digelar, maka akan dialokasikan ke mana dananya?,” tanya Sugi. Namun, dirinya juga bersyukur, sebab muncul angin segar dari Presiden Jokowi bahwa kesepakatan para menteri dana APBD bisa digunakan untuk pembinaan sepak bola. (022)

GAYA - Pemain Tim Dunia OG Anunoby melakukan dunk di ajang NBA All Star, Sabtu(16/2) kemarin.

Putu Sugi Darmawan

BPM/ist

Joko Driyono Tersangka

PSSI Didesak untuk Segera KLB Jakarta– Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka. PSSI pun didesak untuk segera mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) agar muncul pemimpin baru. Joko ditetapkan sebagai tersangka perusakan barang bukti dugaan pengaturan skor di bekas kantor PT Liga Indonesia di Kuningan, Jakarta pada Kamis (14/2) lalu. Pria asal Ngawi itu menjadi tersangka ke-15 sejak dibentuknya Satgas Anti Mafia Bola. Pemerhati sepak bola Akmal Marhali, berharap proses hukum Joko bisa dibuka secara transparan dan diusut sampai tuntas. PSSI juga harus segera mengambil langkah cepat menentukan pengganti Joko. “Tetap asas praduga tak bersalah harus dijunjung tinggi. Pak Jokdri berhak melakukan pembelaan. Kedua, dari Joko Driyono dan 11 tersangka lainnya kami berharap satgas terus melakukan pengembangan kasus, sehingga bersih-bersih terhadap kejahatan manipulasi pertandingan sepak bola benar-benar dapat diberantas sampai akar-akarnya,” ujar Akmal, Sabtu (16/2). “Ketiga, proses hukum JD harus terbuka dan transparan agar publik bisa memberikan penilaian. Baik terhadap kinerja satgas maupun PSSI,” imbuhnya. “Keempat, posisi PSSI saat ini setengah lumpuh. Edy Rahmayadi mundur, Hidayat dan Gusti Randa (anggota Exco) katanya mundur. Johar Ling Eng dan JD tersangka. Komposisi di Exco timpang. Karena itu, stakeholder sepak bola Indonesia harus segera menginisiasi langkah-langkah strategis untuk menyelamatkan PSSI. Pilihan terbaik adalah KLB untuk membahas masalah yang sedang terjadi sekaligus melakukan langkah revolusioner untuk perubahan komposisi Exco,” tutupnya. (ant)

NBA ”All-Star”

Tim USA Kalahkan Tim Dunia

Charlotte–

Pertandingan Rising Star Challenge antara Tim Amerika Serikat vs Tim Dunia menyajikan permainan dengan dunk-dunk cantik. Hasilnya, tim USA unggul dengan skor 161-144. Rising Star Challenge merupakan laga pembuka dari rangkaian All Star Weekend 2019 di Charlotte, Carolina Utara. Pertandingan ini diikuti oleh pebasket-pebasket yang sedang menjalani tahun pertama atau tahun kedua di NBA. Bogdan Bogdanovic, Ben Simmons, Lauri Markkanen

kembali mengikuti Rising Star Challenge setelah tampil untuk Tim Dunia di 2018. Sedangkan Kyle Kuzma, Jayson Tatum, Donovan Mitchell, John Collins kembali tampil untuk tim AS. Bangku-bangku penonton Spectrum Center tidak sepenuhnya terisi. Bangku-bangku kosong terlihat di tribune bagian bawah,

sedangkan tribune atas terlihat lebih penuh. Bermain pada Sabtu (16/2) kemarin, kedua tim bermain santai di tiga kuarter pertama. Aksi dunk dan alley oop disuguhkan oleh Tim Dunia dan tim AS untuk menghibur para penonton. Di kuarter keempat kedua tim lebih serius karena tidak hanya meny-

Lima Ribu Peserta Ikuti Jalan Sehat LLDikti

ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.

gelaran Rising Star Challenge dengan sebuah dunk memutar 360 derajat, yang disambut riuh penonton di stadion. Pemain tim AS Kuzma didapuk sebagai Most Valuable Player usai menorehkan 35 poin. Sekalipun dia mendapatkan sambutan dingin dari sejumlah kelompok penonton. “Tahun lalu aku bermain, dan ketika aku sangat lesu. Aku tidak mau seperti itu lagi,” ucap power forward berusia 23 tahun ini usai pertandingan. (kmb33/afp)

Oei Kim Han Diundang Kejuaraan Dunia ”zSnooker”

JALAN SEHAT - Kepala LLDikti VIII, Prof. Nengah Dasi Astawa saat memimpin jalan sehat.

PEMERIKSAAN - Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (tengah) didampingi Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha (kanan), bersiap menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (24/1). Joko Driyono diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3.

erang, tapi juga bertahan. Pelanggaran-pelanggaran mulai terjadi, sehingga menghasilkan tembakan bebas. Sebuah insiden menggelitik di detik-detik terakhir permainan. Mitchell tampak hendak melakukan aksi individu spektakuler dengan memantulkan bola ke papan sebelum di-dunk. Tapi jangankan rebound, bola justru meluncur di atas papan sehingga keluar lapangan. Sontak para penonton tertawa. Marvin Bagley III menutup

Denpasar ( Bali Post)Sekitar 5.000 peserta dari unsur mahasiswa, dosen dan karyawan mengikuti jalan sehat serangkaian HUT ke-37 LLDikti Wilayah VIII (Bali, NTB dan NTT), Sabtu (16/2) kemarin. Ketua LLDikti VIII Prof. Nengah Dasi Astawa melepas sekaligus memimpin jalan sehat yang menempuh jarak enam kilometer. Jalan sehat kemarin membuat Jl. Trenggana macet total selama dua jam.

Dasi Astawa meminta maaf kepada pemakai jalan karena baru kali pertama jalan sehat LLDikti diikuti 5.000 peserta melebihi target 2.000 orang sejak memimoin Kopertis hingga berubah nama menjadi LLDikti. Hal ini sangat membanggakan, karena di ajang ini mahasiswa dan dosen dari 63 PTS di Bali bersatu dan berolahraga ria. Hal ini dia tumbuhkan karena LLDikti yang kini tugas dan fungsinya makin luas menjadi

milik bersama. Ketua Panitia HUT LLDikti VIII I Gede Putu Darma Suyasa, SKp., MNg., PhD., menambahkan, selain jalan sehat kegiatan HUT LLDikti VIII juga diisi dengan seminar kesehatan, pelayanan kesehatan dan gigi gratis, donor darah, pijat dan aneka lomba rekreasi. Tujuannya untuk membangun SDM yang cerdas dan sehat. Kedua, sebagai ajang masimakrama warga PTS di Bali. (025)

Tabanan (Bali Post)Pebiliar Bali asal Badung Oei Kim Han diundang guna mengikuti Kejuaraan Dunia Snooker bertajuk “CHINESE POOL WORLD CHAMPIONSHIP” di Cina yang rencananya digulirkan pada Maret mendatang. Atlet yang akrab disapa Hani ini, diundang berkat prestasinya meraih medali perunggu di nomor Snooker Six Red pada PON XIX di Jabar tahun 2016. Wakil Ketua Umum Pengprov POBSI Willy Soedarto di Tabanan, Sabtu (16/2) kemarin menerangkan pihaknya bangga Hani diundang mengikuti kejuaraan dunia snooker. Hanya, untuk mengirim Hani ke Cina memerlukan biaya yang cukup banyak. “Karena itu kami belum berani memastikan, apakah menerjunkan Hani atau tidak pada kejuaraan dunia snooker di Tiongkok tersebut” ucap Willy. Dijelaskannya, Hani merupakan atlet pelatda bersama Irwan Limardi (Badung), dan Made Marsel Tirta (Gianyar). Menurut dia, Irwan dan Marsel menyumbang medali perunggu di nomor ganda bola-10. Sementara Marsel bersama Johanes Tinton menyumbang medali perunggu di nomor ganda bola-8. Satu perunggu lagi dipersembahkan Desak Raka Kasih Ariati di nomor tunggal bola10. “Kami menerjunkan 6 angka di PON dan 5 atlet yang mampu menyumbang medali,” terang Willy.(022)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 17 Februari 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu