Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
16 HALAMAN
NOMOR 89 TAHUN KE 71
Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Hujan Guyur Denpasar
Tujuh SD di Densel Terendam, Tiga Sekolah Pulangkan Siswanya
BENCANA di musim hujan kembali terjadi di Denpasar. Sejumlah wilayah yang menjadi langganan banjir, kembali terendam, Kamis (15/11) kemarin. Sedikitnya tujuh Sekolah Dasar (SD) di Denpasar Selatan (Densel) terendam banjir. Tiga SD di antaranya terpaksa memulangkan siswanya, karena air masuk kelas. Tak hanya sekolah, sejumlah permukiman juga terendam. Dari pantauan di lapangan, banjir terparah terjadi di Jalan Tukad Melangit, Jl. Tukad Languan, Jl. Tukad Irawadi, serta beberapa lokasi di Jalan Waturenggong, Panjer. Ketinggian air bervariasi dan di bebarapa titik menyentuh lutut orang dewasa. Salah seorang warga Panjer, Nyoman Darsa, mengakui
hujan yang lebat menyebabkan air tergenang cukup tinggi. Beberapa rumah warga sempat terendam. ‘’Saat baru bangun, air sudah masuk ke garasi rumah saya. Beruntung airnya segera surut. Ya… sekitar pukul 08.00 air sudah surut,’’ ujar anggota DPRD Denpasar ini. Selain merendam rumah
dan jalan, banjir kemarin juga merendam sekolah. Di Denpasar Selatan terdata tujuh Sekolah Dasar terendam banjir. Dari tujuh sekolah, tiga di antaranya harus memulangkan siswanya, karena air masuk ruang kelas. Hal. 15 Satu Meter
Bali Berpotensi Hujan Lebat Denpasar Potensi Banjir Tertinggi Denpasar (Bali Post) Bali saat ini telah memasuki musim penghujan. Berdasarkan monitoring dan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, anomali cuaca di Bali tidak menunjukkan kondisi yang signifikan. Sebab, intensitas hujan berada pada kisaran ringan-sedang. Berdasarkan
data hasil pengamatan yang tercatat di beberapa stasiun BMKG menunjukkan curah hujan yang tercatat tertinggi hanya 18.2 mm/hari di Stasiun Klimatologi Jembrana, sedangkan di Denpasar hanya 13.3 mm/hari. ‘’Untuk kondisi saat ini Bali tengah memasuki peralihan dari musim kemarau ke penghujan, dan dalam
beberapa hari terakhir hujan sudah sering terjadi terutama di Bali bagian Barat, Tengah dan Timur pada sore dan malam hari. Sedangkan di pesisir selatan Bali pada dini hari,’’ ujar Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar Eka Putra Wirawan, Kamis (15/11) kemarin. Hal. 15 Diguncang Gempa
Sejumlah Wilayah di Kuta Tergenang
Siulan GIANYAR Sumerta Padangsambian
TABANAN
Panjer Kerebokan KelodDENPASAR Sanglah
BADUNG Seminyak
JALAN - Suasana jalan yang tergenang akibat banjir yang melanda kawasan Kuta.
Sidakarya Suwung
Kuta
Wilayah Banjir di Denpasar & Badung Jl.Gunung Payung, Umadui Padangsambian Bumi Ayu Sanur Jl. Puau Kawe Perum Kerta Winangun, Sidakarya Tukad Punggawa, Sidakarya Jl. A.Yani Utara Jl. Bay-pass Ngurah Rai Jl. Tukad Pekerisan Jl.Imam Bonjol Gang Nyuh Hibidra Jl. Pulau Bali Simpang Teuku Umar - Batanta Jl.Mertasari,Suwung Kangin Jl. Pura Demak I Gang 1 Perum Dukuh Sari Permai, Sesetan Jl. Mekar Jaya, Pemogan Jl. Gunung Tangkuban Perahu, Perum Padang Asri Jl. Kunti 2 Jl. Kartika Plaza Jl. Pantai Kuta Kawasan Seminyak
RAWAN LONGSOR
Potensi longsor sedang Potensi longsor tinggi
Mangupura (Bali Post) Hujan deras, Kamis (15/11) kemarin, mengakibatkan sejumlah kawasan di Kecamatan Kuta tergenang air. Seperti di Jalan Kunti 2, Jalan Kartika Plaza, Jalan Pantai Kuta, dan kawasan Seminyak sempat tergenang air. Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Badung A.A. Gde Dalem mengatakan, dari hasil monitoring, hingga siang kawasan Jalan Kunti masih tergenang air. Diakuinya, kawasan Jalan Kunti memang merupakan alur dari sungai, sehingga saat musim hujan, kawasan tersebut selalu tergenang. Secara teknis, katanya, sudah mempersiapkan langkah antisipatif. Saat ini dari Balai Wilayah Sungai (BWS) sedang membangun pompa penyedot di alur sungai yang berada di kawasan Seminyak. Selain itu, di muara Tukad Mati juga sedang ada pengerjaan, kelanjutan dari proyek long storage. Sementara di tempat lain seperti di Jalan Sunset Road Timur, dulu me-
mang pembuangan air dibawa ke rawa-rawa di sana. Namun akibat adanya pembangunan underpass terjadi penyempitan, sehingga kemungkinan jalan tergenang air tentu bisa saja terjadi. Selain di Jalan Kunti 2, Seminyak, kawasan Jalan Kartika Plaza juga sempat tergenang air. Pihaknya membantah kalau pompa penyedot yang ada di sana tidak berfungi. Namun, diakuinya, genangan air tersebut diakibatkan oleh curah hujan yang cukup tinggi. ‘’Pompa di sana normal. Cuma karena curah hujan tinggi, maka pembuangan air agak lambat,’’ ujarnya. Lurah Seminyak Kadek Oka Parmadi mengakui genangan air cukup tinggi. Bahkan, banyak kendaraan yang mati akibat menerobos genangan. Dikatakan, sumber genangan berasal dari sungai yang berada di utara. ‘’Ini merupakan air kiriman dari utara. Datangnya air ini dua jam setelah hujan,’’ pungkasnya. Hal. 15 Curah Hujan
Bali Post/ara
BANJIR - Suasana halaman SD 6 Panjer yang terendam banjir. Akibat kejadian ini, siswa pun belajar di rumah.
Diskusi Merah Putih (1)
Kepolisian Tak Perlu Masuk ’’Dapur’’ Desa Pakraman
Siaga Bencana, BPBD Siapkan Empat Posko Memasuki musim hujan dan cuaca ekstrem, BPBD Kota Denpasar berkoordinasi dengan OPD terkait untuk menghadapi ancaman bencana. Beragam upaya dilaksanakan guna meminimalisasi dampak yang ditimbulkan. Mulai dari menjaga kebersihan sungai, irigasi, gorong-gorong, drainase, perompesan pohon perindang, hingga menyiagakan petugas 24 jam. Halaman 2 DPRD Bali Buat Surat Keputusan Rapat Masalah Desa Pakraman DPRD Bali telah mengeluarkan surat terkait hasil rapat permasalahan desa pakraman yang digelar Selasa (13/11) lalu. Suratnya sudah dibuat dan ditandatangani. Karena keputusan bersama, harus ditaati bersama. Itu intinya. Demikian penegasan Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama. Halaman 15
Kapolri Soroti Kemacetan di Bali Kapolri menyoroti kemacetan di Bali. Di Bali pun ke mana-mana mulai macet. Maaf Pak Koster (Gubernur Bali - red), panjang dan lebar jalan tetap segitu. Mari kita berpikir kemacetan di daerah-daerah di Jawa, luar Jawa, Jakarta. Kalau di Papua, Kalimantan masih oke. Halaman 5 Serangan Ulat Bulu Resahkan Warga Munduk Anggrek Halaman 10
I Nyoman Parta
KEPOLISIAN sudah bersepakat untuk tidak masuk ke ranah desa adat. Terutama saat desa adat melaksanakan awig-awig, pararem, dan keputusan adat. Apalagi, posisi desa adat dalam peraturan perundang-undangan sudah sangat jelas yakni diakui dan dihormati oleh negara. Hanya, ada masalah ketika menyangkut persoalan hukum tertentu masih memakai kacamata formal. ‘’Ini yang tidak clear,’’ ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta dalam Diskusi Merah Putih, Selasa (13/11). Cara berpikir seperti itu, lanjut Parta, akan membuat seluruh keputusan yang dibuat
desa pakraman/adat menjadi tidak berlaku. Pada prinsipnya sekarang, mereka yang melaksanakan tugas atas perintah desa pakraman atau awigawig yang diturunkan dengan pararem maupun keputusan bendesa pakraman, itu tidak bisa disentuh dengan pidana umum. Sebagai contoh pungutan atas perintah adat, walaupun bertentangan dengan kacamata hukum positif, pemungutnya tidak bisa ditangkap Tim Saber Pungli. ‘’Kalau pelanggaran menyangkut halhal di atas, itu diselesaikan di internal desa pakraman. Ada aturan main menyangkut tentang pamidanda warga,
krama, atau prajuru yang salah,’’ jelasnya. Parta menambahkan, pertanggungjawaban pelaksanaan uang dan lainnya merupakan ‘’dapur’’ desa pakraman. Jadi, aparat penegak hukum cukup masuk di halamannya saja, jangan sampai ke wilayah dapur desa pakraman. Selain itu, kalau ternyata ada keputusan desa pakraman yang diatur dalam awig-awig, ada dalam pararem, diteruskan dengan keputusan bendesa, baik tertulis maupun lisan, seperti misalnya kegiatan upacara yang butuh parkir. Hal. 15 Kegiatan Adat
Ida Putu Wedanajati
Gede Pasek Suardika
Gubernur Koster Tanda Tangani MoU, Bali Gabung Jaringan Samsat Online Nasional PEMERINTAH Provinsi Bali secara resmi ikut bergabung ke dalam jaringan pemanfaatan aplikasi Samsat Online Nasional. Gubernur Bali Wayan Koster secara langsung menandatangani Nota Kesepahaman disaksikan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian dan Dirut Jasa Raharja Budi Rahardjo. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepolisian Negara RI, Kemendagri, PT Jasa Raharja dan 24 pemerintah provinsi dengan 23 BPD, 4 bank BUMN dan 3 bank swasta se-Indonesia tentang pengembangan dan pemanfaatan aplikasi layanan Samsat Online Nasional dilakukan pada pembukaan Rapat Koordinasi Pembina Samsat
Nasional 2018 di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Bali, Kamis (15/11) kemarin. Kakorlantas Polri Irjen Pol. Refdi Andri mengatakan, Samsat Online Nasional ini merupakan upaya dalam rangka mempermudah pelayanan kendaraan bermotor. Penggabungan ini akan menyempurnakan sistem aplikasi yang ada di masing-masing daerah, sehingga pelayanan samsat bisa dilakukan di mana saja. Kapolri Tito Karnavian mengatakan pelayanan samsat kendaraan bermotor jadi bagian yang penting karena lalu lintas seperti pembuluh darah. ‘’Kalau lalu lintas lancar maka segalanya akan berjalan lancar, terutama ekonomi dan pembangunan,’’ kata Jenderal
Tito. Sebagai sumber pendapatan daerah, ia berharap samsat tidak membuat masyarakat terbebani. Caranya dengan mengurangi kebocoran yang disebabkan adanya calo dan perilaku koruptif. Untuk menyiasati itu salah satunya dengan menggunakan pemanfaatan IT melalui sistem online. Ia berharap ke depan ada terobosan-terobosan lain yang bisa dilakukan untuk membuat pelayanan menjadi lebih baik mulai dari hulu sampai ke hilir. Di sisi lain, Kapolri juga mengingatkan daerah-daerah di Indonesia yang rawan macet agar mulai memikirkan untuk mengurangi insentif untuk kendaraan pribadi dan sebaliknya memberi insentif untuk
angkutan publik. Ia berharap insentif untuk pembangunan transportasi publik ditambah dan laju pertumbuhan kendaraan pribadi mulai ditekan atau dikendalikan. Seusai acara, Gubernur Wayan Koster mengatakan Bali sudah cukup lama menjalankan samsat online, sehingga tak ada kendala dalam penggabungan ini. Di sisi lain, ia juga sepakat dengan Kapolri bahwa Bali membutuhkan transportasi publik dan perlu mengurangi insentif untuk kendaraan pribadi. ‘’Benar yang dikatakan Pak Kapolri kalau insentif (untuk kendaraan pribadi) yang diberikan bagus, nanti sepeda motor tambah banyak di Bali,’’ ujarnya. (ad666)
SAMSAT ONLINE - Gubernur Bali Wayan Koster menandatangani MoU disaksikan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian dan Dirut Jasa Raharja Budi Rahardjo. MoU ini terkait aplikasi layanan samsat online nasional.
DENPASAR
2
Jumat Kliwon, 16 November 2018
FIGUR
Bali Perlu Jalan Berbayar Selain shortcut, Bali juga memerlukan jalan berbayar atau jalan tol. Karena jalan tol lebih mempercepat dari sisi waktu. Ketua Umum Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra mengatakan, selain shortcut juga di utara dan barat Bali diharapkan membuat jalan berbayar atau jalan tol untuk mengakomodasi kendaraan berat yang menuju ke sana, sehingga tidak menjadi satu jalur. “Kendaraan pribadi bisa pakai jalan umum. Kendaraan berat misalnya truk harus pakai berbayar sehingga dengan begitu jalan bisa terjaga dan arus lalu lintas lancar,” ujarnya, Kamis (15/11) kemarin. Menurutnya, saat ini ke Negara dan Singaraja, truknya juga melewati satu jalur. Sehingga semua kendaraan berbaur antara kendaraan pribadi, kendaraan pariwisata dan kendaraan angkutan barang. Ini menyebabkan macet dan rawan kecelakaan.Kadin berharap
Bali Post/ist
infrastruktur jalan berbayar juga dibangun. Nantinya kendaraan angkutan barang harus masuk tol. Sementara kendaraan pariwisata dan kendaraan pribadi bisa melewati jalur lain atau bisa masuk tol. “Angkutan barang harus masuk ke tol. Sehingga terjadi kestabilan dari transportasi. Kalau kendaraan pribadi bisa dua-duanya. Tapi,
kendaraan berat harus,” tegas Calon DPR-RI Dapil Bali dari Partai Gerindra ini. Sehingga ke depannya dengan infrastruktur jalan berbayar ini yang menjadi alternatif dari transportasi. Dengan demikian akan menumbuhkan perekonomian lebih baik lagi. Kadin berharap ada tiga jalan berbayar yang diperlukan Bali yaitu Denpasar-Gilimanuk, Denpasar-Singaraja, dan Denpasar- Karangasem. Selama ini, infrastruktur jalan menghambat perekonomian. Sehingga dengan adanya infrastruktur jalan yang dibangun, perekonomian akan lebih meningkat dan merata antara Bali Utara, Selatan, Barat dan Timur. Menurut pria asal Badung ini, pusat perekonomian pariwisata Bali adalah Nusa Dua dan Kuta. Sehingga akses dari dua tempat ini menuju tempat lainnya juga harus dipermudah. Dengan demikian, pemerataan pariwisata bisa terwujud. (may)
Dana Pusat Terkait Penguatan Infrastruktur Nol Rupiah
Denpasar (Bali Post) Struktur rancangan APBD Provinsi Bali 2019 mengalami perubahan dari yang sebelumnya diajukan eksekutif. Terutama menyangkut dana transfer berupa dana perimbangan dari pemerintah pusat. Kendati dari total empat jenis dana perimbangan, satu di antaranya masih nol rupiah alias belum didapatkan Bali. Yakni dana penguatan infrastruktur dan prasarana daerah. Dikonfirmasi Kamis (15/11) kemarin, Ketua Pansus Ranperda APBD 2019 I Kadek Diana memaparkan, empat jenis dana perimbangan yang dimaksud adalah dana bagi hasil pajak dan bukan pajak, dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK), serta dana penguatan infrastruktur dan prasarana daerah. “Dana penguatan infrastruktur dan prasarana daerah itu nol. Belum pernah kita dapat. Saya tanyakan ke DKI Jakarta, dia dapat. Ini kan butuh pendekatan, butuh perjuangan, lobi-lobi ke pusat,” ujar politisi PDI-P asal Gianyar ini. Menurut Diana, eksekutif khususnya Gubernur perlu lebih sering berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dana tersebut. Dalam hal ini, menyampaikan segala macam persoalan infrastruktur yang ada di Bali pada kementerian terkait. Mengingat, PAD Bali yang hanya Rp 3,5 triliun terhitung kecil untuk membangun infrastruktur. “Kalau bisa dapat, kan tidak usah lagi dengan dana PAD (Pendapatan Asli Daerah - red) karena PAD kita kan kecil. Peningkatannya sekarang sangat stagnan. Kayaknya sulit untuk bergerak,” jelasnya.
Diana menambahkan, tidak ada batas nilai maksimal berapa untuk bisa mendapatkan dana penguatan infrastruktur dan prasarana daerah tersebut. Kuncinya hanya pada lobi yang proporsional. Eksekutif butuh meyakinkan pemerintah pusat bahwa pembangunan infrastruktur di Bali memang harus dibiayai oleh APBN. “Dengan syarat tidak ada lobi-lobi yang akhirnya ada ikutan di belakangnya. Nanti kesangkut masalah hukum dan sebagainya seperti di daerah lain,” katanya mengingatkan. Sementara tiga dana perimbangan lainnya, lanjut Diana, sudah dipastikan meningkat dari proyeksi KUA-PPAS sebelumnya. Dana bagi hasil pajak dan bukan pajak dari Rp 146 miliar lebih, kini menjadi Rp 185 miliar lebih atau meningkat Rp 39 miliar lebih. Kemudian, DAU dari Rp 1,2 triliun lebih naik sebesar Rp 57 miliar lebih menjadi Rp 1,3 triliun lebih, serta DAK dari Rp 1,1 triliun lebih kini menjadi Rp 1,7 triliun lebih atau naik Rp 600 miliar lebih. “DAK ada dua, fisik dan nonfisik. Yang gede itu yang nonfisik Rp 1,6 triliun, di sini ada untuk tunjangan peningkatan penghasilan guru. Kemudian DAK fisik Rp 69 miliar lebih untuk infrastruktur biasanya,” terangnya. Diana mengatakan, peningkatan juga tampak pada PAD yang semula diproyeksikan Rp 3,4 triliun menjadi Rp 3,5 triliun lebih serta lain-lain pendapatan daerah yang sah khususnya dari dana penyesuaian dan otonomi khusus atau sering disebut Dana Insentif Daerah (DID) dari Rp 41,5 miliar menjadi Rp 68 miliar lebih. Besaran DID yang didapat Bali ditentukan oleh ketepatan pembahasan APBD dan laporan keuangan daerah dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Di sisi lain, menyangkut janji kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur diupayakan semaksimal mungkin untuk direalisasikan. “Itu kan janji kampanye selama lima tahun. Misalkan di tahun pertama tidak memungkinkan untuk melaksanakan secara maksimal karena keterbatasan fiskal, maka akan diupayakan pada tahun kedua atau tahun ketiga secara bertahap,” jelasnya. Untuk lebih detailnya, imbuh Diana, DPRD Bali dan Gubernur Bali akan membahas dalam rapat kerja, Senin (19/11) mendatang. Sejak dilantik, rapat kerja ini akan menjadi momen di mana Gubernur dan DPRD Bali bertemu untuk pertamakalinya dalam sebuah pertemuan dua arah. “Kalau sebelumnya kita bertemu lewat paripurna, itu kan satu arah,” ujarnya. (kmb32)
Bali Post/kmb36
LAKALANTAS - Mayat Melisa Febiyanti dievakuasi setelah mengalami lakalantas.
Karyawati Tewas Ditabrak Mobil
Denpasar (Bali Post) Saat menuju tempat kerjanya di wilayah Kuta, Melisa Febiyanti (19) mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Kuta, tepatnya selatan Central Parkir Kuta, Kamis (15/11) kemarin. Wanita yang tinggal di Tabanan ini tewas di TKP setelah ditabrak mobil. Kanitlaka Satlantas Polresta Denpasar Iptu Debi
Wiharyadi menyampaikan, dari hasil olah TKP dan penyelidikan kejadiannya sekitar pukul 07.45 Wita. Awalnya, korban mengendarai sepeda motor Honda Scoopy melaju dari utara. Setibanya di TKP, korban hendak menyalip kendaraan. “Ketika hendak menyalip, korban hilang keseimbangan sehingga oleng ke kanan dan langsung jatuh ke jalan,” ujarnya.
819446 / 081337032965
Topik : Bawaslu Soroti Maraknya Pelanggaran APK
Pada saat bersamaan datang mobil yang dikemudikan FD dari arah berlawanan. Mobil tersebut langsung menabrak korban yang tergeletak di jalan. Akibat kejadian tersebut, korban yang beralamat di Banjar Dinas Pemenang, Kediri, Tabanan dan mengenakan baju putih dan celana biru ini langsung meregang nyawa. “Setelah menerima laporan kejadian itu, kami langsung ke TKP,” ujar Debi Wiharyadi. Dari pantauan di TKP, pascakejadian mobil putih yang menabrak korban masih parkir di tengah jalan. Sedangkan mayat korban dipindahkan ke trotoar dan ditutupi kain. Seorang warga menimbun darah korban yang tergenang di jalan dengan tanah. Beberapa menit kemudian datang ambulans dan mayat korban dievakuasi ke RSUP Sanglah. (kmb36)
TUMBANG - Petugas saat melakukan penanganan pohon tumbang di Jalan Raya Puputan, Renon.
Bali Post/kmb12
Siaga Bencana, BPBD Siapkan Empat Posko
Denpasar (Bali Post) -
Memasuki musim hujan dan cuaca ekstrem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar berkoordinasi dengan OPD terkait untuk menghadapi ancaman bencana. Beragam upaya dilaksanakan guna meminimalisasi dampak yang ditimbulkan. Mulai dari menjaga kebersihan sungai, irigasi, gorong-gorong, drainase, perompesan pohon perindang, hingga menyiagakan petugas 24 jam. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar I.B. Joni Ariwibawa, pihaknya saat ini telah bersiap menghadapi musim penghujan. Berbagai upaya telah dilaksanakan, salah satunya memaksimalkan Denpasar Mantap Penanggulangan Bencana (Damapancana) yang terkoneksi dengan Denpasar Mantap Kesehatan Masyarakat (Damakesmas). “Kami mempunyai empat posko yang siap siaga untuk melayani kegawatdaruratan di Kota Denpasar selama 24 jam,” ujar Joni Ariwibawa, Kamis (15/11) kemarin.
Joni Ariwibawa menambahkan, pihaknya tidak memungkiri masih ada dampak dari cuaca ekstrem dan musim penghujan ini. Seperti terjadi bencana pohon tumbang dan banjir di sejumlah titik. Hal senada juga disampaikan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar I.B. Putra Wirabawa. Ia mengatakan, DLHK secara rutin melaksanakan perompesan pohon perindang guna meminimalisasi adanya pohon tumbang saat angin kencang. Selain itu, pengelolaan keber-
SEMPAT diwarnai aksi siswa terkait kisruh internal pengurus yayasan, Proses Belajar Mengajar (PBM) di semua sekolah di Dwijendra Denpasar, Kamis (15/11) kemarin berjalan kondusif. Hal itu diungkapkan oleh siswa, kepala sekolah dan Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. Hasil pengamatan Bali Post kemarin juga menunjukkan bahwa PBM berjalan normal. Guru pun menjalankan tugasnya dengan baik. Bahkan, anak-anak SMA Dwijendra ada yang diberi hukuman sembahyang karena tak memakai pakaian adat baju batik. Mantan Ketua OSIS SMA Dwijendra Desak Made Tia menegaskan, PBM di sekolahnya kemarin berjalan normal. Dia mengaku tak ada yang menggerakkan siswa dalam aksi tersebut, melainkan muncul secara spontan. Bahkan usai kejadian, anak-anak belajar sampai jam terakhir. Dia pun melihat gurunya koar-koar minta anak-anak jangan sampai berbuat melampaui batas. Pengurus OSIS SMP Dwijendra Gede Yoga Bhiksana Parwatha juga membenarkan rekan-rekannya belajar seperti biasa. Dia bahkan tak setuju uang yayasan dikorupsi. ‘’Memangnya mencari uang dikira gampang,’’ ujarnya. Siswa SMP lainnya, I Komang Putra Wijaya, mengaku hanya menonton saat aksi. Namun, dia tetap membela sekolah. Makanya, wajar siswa bergerak secara spontan, tanpa mengganggu PBM. Yang menarik, ketiga siswa ini mengaku sudah tahu konflik internal yayasan ini sejak lama ma-
kanya siswa cepat bersikap. Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar M.S Chandra Jaya menjelaskan, semua kegiatan sekolah Dwijendra berjalan normal. Bahkan saat kejadian, PBM berjalan normal, dia sendiri berada di ruang yayasan. Kedatangan pengurus ini yang membuat kegaduhan karena siswa ingin tahu oknum pengurus yang diduga korupsi, sehingga para siswa yang antikorupsi melakukan penolakan. ‘’Ini juga bentuk simpati siswa yang antikorupsi,’’ ujarnya. M.S. Chandra Jaya tampak santai saja menghadapi konflik internal ini. Dia meminta semua pihak bersabar sampai menunggu turunnya SK Kemenkum HAM soal pengurus yayasan. Sebab, selama ini kepengurusan baru ditolak oleh sistem ketika didaftarkan online ke Kemenkum HAM karena belum ada keputusan pengadilan yang bersifat inkracht. Apalagi, perkara perdata masih berlangsung di PN Denpasar. Untuk menjaga kondusivitas sekolah, dia mengatakan siswa dan guru menjalankan tugas dengan normal. Semua program yayasan tiap tahun disampaikan kepada komite sekolah di hadapan rapat orangtua siswa. Laporan yayasan sudah diaudit akuntan publik Gunarsa. Dia mengungkapkan, pemblokiran dana yayasan bisa menghambat pembayaran gaji guru dan mengganggu operasional sekolah. Namun, jangan sampai guru Dwijendra dikriminalisasi. ‘’Saya siap menyerahkan jabatan setelah ada keputusan Kemenkum HAM. Saya mengerti dan taat hukum,’’ kata doktor hukum alumni Untag Surabaya ini.
sihan dan persampahan juga dimaksimalkan melalui sistem swakelola yang tentu dapat mencegah adanya sampah masuk ke drainase. “Perompesan telah rutin kami laksanakan, mengingat cuaca ekstrem dan musim penghujan telah tiba guna meringankan beban pohon dan meminimalisasi adanya pohon tumbang,” jelasnya. Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Denpasar I Gusti Ngurah Putra Sanjaya mengatakan, pihaknya secara
rutin melaksanakan penggelontoran drainase. Hal lainya yakni merivisi desain eksisting saluran berupa sodetan dan membuat penampang tersusun dengan menurunkan elevasi saluran. “Kami secara rutin terus melakukan upaya guna meminimalisasi adanya banjir dan genangan. Namun karena tingginya intensitas hujan dan volume air, maka akan terjadi genangan. Namun, hal itu sifatnya sementara saja dan diperlukan juga partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air,” katanya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
PBM Sekolah Dwijendra Denpasar Berjalan Kondusif
KONDUSIF - Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya bersama kepala sekolah dan siswa tampak gembira di tengah PBM yang kondusif. Kepala SMA Dwijendra Oka Antara menegaskan, semua PBM di SMA Dwijendra berjalan lancar dan kondusif. Bahkan dalam sepekan ini, anak-anak SMA Dwijendra mengukir banyak prestasi. Di antaranya sukses pentas di Nawanatya. Juara III mading Pramuka, juara II melukis dan juara III mading di Forkom Festival, juara III dan harapan LKTI Kimia tingkat Nasional dan juara II CC Empat Pilar Kebangsaan. Selain itu, meraih juara II LKTI Agama Hindu seBali, juara II lomba makekawin se-Bali, juara II melukis se-Bali. Siswanya juga meraih juara I Australian Football se-Kota Denpasar dan juara II kabaddi. Siswanya, Riski Apriadi, meraih juara I tarung derajat tingkat Nasional dan juara II Putri oleh Hening Gayatri. Suasana PBM kondusif juga ditemukan di TK, SD dan SMP Dwijendra. Kepala SMP Dwi-
jendra Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd. mengungkapkan, tak ada masalah PBM di sekolahnya selama ini. Bahkan, banyak siswanya berprestasi. Di antaranya juara II melukis dan busana ke pura dan casual, juara II membuat figura, juara III dan harapan lagu pop Bali dan juara II wushu open. Di Wali Kota Cup meraih juara II lomba yoga, juara umum I woodball (5 emas, 1 perak, 1 perunggu), juara umum kabaddi putra dan putri (dua emas dan satu perak). Sementara di atletik meraih satu emas. Juga meraih juara I lomba baca puisi, juara II nyurat aksara Bali dan juara harapan lomba ngelawar HUT Kota. Komite sekolah Dwijendra saat rapat Kamis kemarin juga meminta semua pihak bersabar menunggu proses hukum di pengadilan dengan mengutamakan suasana nyaman di sekolah. (ad665)
Jumat Kliwon, 16 November 2018
BADUNG
3
Ketua DPRD Badung Temui Rektor Unud
Bahas Techno Park dan Kerja Sama Rumah Sakit Unud
KUNJUNGAN - Ketua DPRD Badung Putu Parwata saat berkunjung ke Unud. Parwata diterima langsung oleh Rektor Unud A.A. Raka Sudewi dan Wakil Rektor Ida Bagus Wiasa. KETUA DPRD Badung Putu Parwata, Kamis (15/11) kemarin, melakukan kunjungan ke Universitas Udayana (Unud). Parwata diterima langsung oleh Rektor Unud A.A. Raka Sudewi dan Wakil Rektor Ida Bagus Wiasa. Kedatangan pimpinan Dewan Badung tersebut untuk menindaklanjuti pembahasan rencana pembangunan Techno Park di kawasan Badung Utara dan keberlanjutan kerja sama Rumah Sakit Universitas Udayana yang ada di Jimbaran. Parwata berharap sinergi perguruan tinggi dengan pemerintah terus dilakukan sehingga terus bermanfaat bagi masyarakat. ‘’Adanya kampus, tujuannya untuk mencerdaskan dan mendidik. Sama dengan pemerintah, tugasnya mengedukasi sehingga sinergi
kampus dengan pemerintah harus dilakukan. Kedatangan kami ke sini adalah menyinergikan program pariwisata di Badung dengan kajian yang dilakukan pihak kampus Unud,’’ ujar politisi asal Desa Dalung tersebut. Lebih lanjut alumni Program Doktor Ekonomi Pembangunan Unud ini mengatakan, saat ini Badung sedang menggodok pengembangan pariwisata Badung Utara berupa techno park dan pihaknya berharap ada kajian dari Unud tentang hal tersebut. ‘’Selain techno park, layanan kesehatan di Badung Selatan juga menjadi bahasan sehingga ke depan Badung bisa merancang hospital menjadi daya tarik wisata atau healthy tourism. Tahun 2018, Rumah Sakit Udayana sudah kita ajak
kerja sama untuk memberikan pelayaan kepada masyarakat di Badung Selatan. Namun, agar kerja sama ini nantinya tidak menimbulkan keributan di kemudian hari, perlu adanya kerja sama lebih lanjut ke depannya, apakah Badung bisa melakukan penyertaan modal dalam rumah sakit tersebut,’’ paparnya. Sementara itu, Rektor Unud A.A. Raka Sudewi mengungkapkan pihaknya merasa terhormat dikunjungi oleh Ketua DPRD Badung. Unud merupakan bagian dari Kabupaten Badung dan akan terus bersinergi dengan Pemkab Badung. ‘’Kita ingin Pemerintah Kabupaten Badung juga terus bersinergi untuk mengawal Universitas Udayana lebih berkembang. Kita akui perhatian Badung cukup besar ke lembaga kami utamanya di bidang kesehatan, sehingga saat ini rumah sakit yang dimiliki universitas bisa beroperasi dan melayani masyarakat di Badung,’’ ujarnya. Lebih lanjut ia mengatakan, terkait Badung Techno Park, hal ini sudah bekerja sama dengan Balitbang Badung dalam kajiannya dan nantinya kerja sama Badung dengan Unud bisa berlanjut di tahun 2019. ‘’Nanti kita akan buat proposalnya, sehingga program Badung mengembangkan pariwisata di Badung Utara bisa bekerja sama dengan Udayana,’’ terangnya. (ad660)
Pelayanan Prima PT Taspen dan Bank Mantap
Jemput Bola Dana Pensiun Mantan Gubernur Bali
SERAHKAN THT - Kepala Cabang PT Taspen Denpasar Hestraningtyas Wira Yoga (pakai udeng merah) didampingi Kepala Cabang Bank Mantap Kantor Melati I Nengah Purnayasa (kanan) menyerahkan tabungan pensiun THT dan pensiun kepada mantan Gubernur Bali Made Mangku Patika, Kamis (15/11) kemarin. PT Taspen dan Bank Mantap semakin mendekatkan diri dengan nasabah. Kali ini, dengan langsung menjemput bola salah satu pensiunan mantan pejabat negara. PT Taspen bersama Bank Mantap menyerahkan dana THT dan pensiun kepada mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika di kediamannya di Perumahan Teras Ayung, Denpasar, Kamis (15/11) kemarin. Tabungan THT dan pensiun diserahkan secara simbolis oleh Kepala Cabang PT Taspen Denpasar Hestraningtyas Wira Yoga didampingi Kepala Cabang Bank Mantap Denpasar I Nengah Purnayasa bersama jajarannya. Wira Yoga menjelaskan, kedatangannya bersama Bank Mantap untuk semakin mendekatkan diri kepada para nasabah. Mengawali jalinan pelayanan dan kerja sama, ditandai dengan penyerahan langsung atau pembayaran hak berupa dana THT dan pensiun kepada Made Mangku Pastika. Selain itu PT Taspen juga memberikan Lay-
anan Klaim Otomatis (LKO), sehingga pensiunan tidak perlu langsung ke bank. ‘’Beliau yang pensiun tidak usah datang ke Taspen langsung. Kita datangi seperti beliau ini. Langsung kita kirimkan uangnya sudah masuk ke rekening. Secara simbolis kita serahkan ke seluruhnya,’’ ungkap Yoga. Made Mangku Pastika dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT Taspen dan Bank Mantap dengan pelayanan jemput bola yang diberikan ini. Layanan prima ini dinilai memberikan kemudahan bagi pensiun untuk menikmati masa pensiunnya, utamanya untuk mendapatkan hak atas THT dan pensiun. ‘’Masa pensiun kan juga kadang-kadang kita malas bergerak ke mana-mana. Jadi dengan pelayanan seperti ini saya juga memberi penghargaan kepada Taspen dan kepada Bank Mantap yang sudah mempermudah pelayanan. Karena orang tua itu kadangkadang seperti itu tadi, malas bergerak ke mana-mana jadi
harus selalu jemput bola dan itu bagian dari pelayanan perbankan. Saya rasa itu bagus, mudah-mudahan ke depan makin mantap,’’ ucapnya. Kepada awak media, usai menyerahkan Tabungan THT dan pensiun, Kepala Cabang PT Taspen Denpasar Hestraningtyas Wira Yoga juga menjelaskan, pelayanan yang sama juga diberikan kepada PNS lainnya termasuk untuk mantan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta. Saat ini di Bali ada sekitar 54 ribu pensiunan yang telah dilayani melalui Bank Mantap yang juga berkesempatan untuk melakukan top-up untuk asuransi sekolah dari jenjang SD hingga Perguruan Tinggi (PT). Ke depan PT Taspen juga akan melengkapi pelayanan untuk pegawai buruh dan honorer untuk layanan jaminan keselamatan kerja dan jaminan kematian. ‘’Ke depan, kita juga menerapkan untuk pegawai buruh atau pegawai yang honorer, yang nantinya kita lindungi untuk asuransi JKK dan JKN,’’ papar Wira Yoga seraya menjelaskan PT Taspen sudah melakukan pertemuan dengan Gubernur Bali Wayan Koster untuk melakukan kerja sama ini. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Cabang Bank Mantap Denpasar I Nengah Purnayasa mengatakan, Bank Mantap sebagai anak perusahaan PT Taspen sesuai filosofi bisnis 80 persen melayani para pensiun. Pelayanan jemput bola ini sengaja dibangun dengan sistem pelayanan seperti melayani orang tua sendiri. Untuk mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika diserahkan THT sekitar Rp 9 juta dan pensiun sebesar 75 persen dari jumlah penghasilan yang diterima saat menjabat. (ad656)
ZANZIBAR - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menerima kunjungan Menteri Pariwisata dan Warisan Dunia Republik Zanzibar Mahmoud Thabit Kombo, Kamis (15/11) kemarin, di Puspem Badung.
Menteri Informasi Pariwisata dan Warisan Dunia Republik Zanzibar Kunjungi Badung WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa menerima kunjungan rombongan Menteri Pariwisata dan Warisan Dunia Republik Zanzibar Mr. Mahmoud Thabit Kombo, Kamis (15/11) kemarin, di Puspem Badung. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Made Madra, Ketua PHRI Badung A.A. Ngurah Rai Suryawijaya, Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Kabag Administrasi Umum A.A. Wardika, Kabag Ekonomi A.A. Sagung Rosyawati, dan dinas terkait di Pemkab Badung. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Badung mengucapkan terima kasih atas kehadiran Menteri Informasi Pariwisata dan Warisan Dunia Republik Zanzibar Mahmoud Thabit Kombo beserta rombongan. Wabup berharap kunjungan ini tidak hanya berhenti sampai di sini mengingat Kabupaten Badung Bali yang mempunyai karateristik alam yang hampir sama dengan apa yang ada di Republik
Zanzibar, sehingga ke depannya bisa terjalin kerja sama berkelanjutan. ‘’Kehadiran Menteri Informasi Pariwisata dan Warisan Dunia Republik Zanzibar Mr. Mahmoud Thabit Kombo beserta rombongan di Badung merupakan tindak lanjut dari pertemuan para kepala negara di Kabupaten Badung pada IMF bulan Oktober kemarin, di mana Presiden Republik Zanzibar juga ikut hadir di GWK, Badung, Bali. Saling berbagi informasi sangatlah penting di era sekarang ini dalam bidang apa pun termasuk pariwisata,’’ jelas Wabup Suiasa. Lebih lanjut dikatakannya, Kabupaten Badung sebagai pintu gerbang pariwisata di Bali dan Indonesia mengharapkan kehadiran wisatawan dari penjuru dunia selalu stabil bahkan bertambah setiap tahunnya. Tentunya di samping untuk menjalin silaturahmi dan saling berbagi informasi bagi perkembangan pariwisata dan informasi lainnya, kehadiran delegasi dan rombongan dari Republik Zanzibar
dapat menambah kunjungan para wisatawan ke Badung Bali ke depannya. ‘’Dengan menerapkan pariwisata budaya diharapkan Kabupaten Badung tetap dapat bersaing dan selalu menjadi tujuan wisata yang dapat dikunjungi. Silaturahmi Zanzibar dan Badung agar terus dapat terjalin dengan pengembangan sarana dan prasarananya. Ini tentu sangat penting untuk saling berbagi bermacam-macam informasi, baik dalam pengembangan pariwisata Badung dan Zanzibar,’’ imbuhnya. Sementara itu, Mr. Mahmoud Thabit Kombo dalam sambutan singkatnya mengatakan, Badung yang menjadi tujuan pariwisata dunia dengan alamnya yang indah dan masyarakatnya yang ramah tentu tidak salah untuk dikunjungi. ‘’Keindahan wilayah Bali khususnya Kabupaten Badung sangat berbeda dengan daerah lain yang pernah kami kunjungi. Kehadiran kami beserta rombongan dan melihat langsung alam Bali dengan adat dan istiadatnya telah menggugah kami untuk
dapat mengambil hikmah kunjungan kami di Badung agar bisa kami kembangkan di negara kami sesuai potensi yang kami miliki,’’ ujar Thabit Kombo. Thabit Kombo menjelaskan, maksud kunjungannya ke Badung tiada lain untuk menyinkronisasikan antara daerah Zanzibar dengan alam Bali mengingat apa yang ada di Pulau Bali hampir sama dengan apa yang ada di Zanzibar, seperti buah-buahan dan hasil bumi lainnya. ‘’Kami juga mengembangkan minyak kelapa untuk oil spa seperti apa yang ada di Bali. Kami berharap kunjungan ini akan terus terjalin mengingat pengembangan potensi wisata di Zanzibar juga berakar dari budaya dan hasil bumi daerah kami. Semoga apa yang kami peroleh dari kunjungan di Badung, Bali, dapat kami kembangkan di Zanzibar,’’ jelasnya. Guna menambah tali silaturahmi antara Republik Zansibar dan Pemkab Badung, dilaksanakan tukarmenukar cenderamata dan sesi foto bersama. (ad659)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Jumat Kliwon, 16 November 2018
Mahasiswa Unmas Dialog Soal Radikalisme Prodi PWK FT Unhi Denpasar Gelar LKTI dengan Perwakilan Kemenhan Bali dan Lomba Essai ”Kota yang Berbudaya’’ Mewadahi Ide-ide dan Kreativitas Ilmiah Siswa SMA/SMK dan SMP
HIMPUNAN Mahasiswa Program Studi (Prodi) Perencanaan Wilayah Kota Fakultas Teknik Universitas Hindu Indonesia (PWK FT Unhi) Denpasar menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah Perencanaan Wilayah Kota (LKTI-PWK) tingkat SMA/SMK dan Lomba Essai tingkat SMP se-Bali dengan tema ‘’Kota yang Berbudaya’, Kamis (15/11) kemarin. Lomba LKTI dan Lomba Essai yang ke-8 ini diikuti sebanyak 10 finalis untuk lomba LKTI dan 10 finalis untuk lomba Essai. Ketua Panitia LKTI dan Essai ke-8 Putu Cempaka Mas Puspita Wardana menjelaskan, perkembangan pembangunan perkotaan di era saat ini, khusunya di Bali, telah mencapai tahap yang lebih maju, sehingga diperlukan usaha memacu untuk lebih baik lagi dengan mengakomodasi pemikiran siswa-siswi terpelajar. Salah satu usaha yang dilakukan untuk memacu perkembangan pembangunan perkotaan tersebut adalah menyediakan ruangan pemikiran dan gagasan-gagasan cerdas melalui karya ilmiah dan essai tentang kota yang berbudaya. Kaprodi PWK FT Unhi Denpasar Ni G.A. Diah Ambarwati Kardinal, S.T., M.T. mengatakan bahwa sejak dilakukan pada tahun 2011, peserta LKTI tingkat SMA/SMK se-Bali dan lomba essai tingkat SMP se-Bali terus mengalami peningkatan peserta. Tahun ini peserta LKTI yang mendaftar sebanyak 12 kelompok dan peserta lomba essai yang mendaftar sebanyak 36 peserta. Namun, setelah dilakukan seleksi yang ketat, masing-masing meloloskan 10 finalis peserta. Lebih jauh dikatakan, LKTI dan lomba essai yang melibatkan siswa-siswi
LKTI - Wakil Rektor III Unhi Denpasar Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T. didampingi Dekan FT Unhi I Komang Gede Santhyasa, S.T., M.T. dan Kaprodi PWK FT Unhi Ni G.A. Diah Ambarwati Kardinal, S.T., M.T. memukul gong tanda dibukanya LKTI dan Lomba Essai ke-8 Prodi PWK FT Unhi, Kamis (15/11) kemarin. SMA/SMK dan SMP bertujuan untuk menanamkan sejak dini tentang kesadaran siswa mengenai tata ruang perkotaan. Sebab, tanggung jawab tentang tata ruang perkotaan tidak hanya kepada orangtua, tetapi kepada anak-anak sejak masih duduk di bangku sekolahan. ‘’Kita menanamkan kesadaran terhadap lingkungan, kepedulian tentang keajegan budaya Bali itu harus sudah mulai sejak dini,’’ ujarnya. Hasil karya ilmiah dan essai yang dihasilkan para siswa, dikatakan, nantinya akan dijadikan buku sebagai dokumentasi akademik, sehingga bisa dibaca dan diketahui oleh masyarakat luas untuk mendukung program pemerintah daerah dalam hal tata ruang perkotaan. Wakil Rektor III Unhi Denpasar Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T.
mengatakan, LKTI merupakan sebuah wadah untuk memberikan ruang kepada siswa SMA/SMK untuk terbiasa menulis karya ilmiah sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Sementara untuk lomba essai bertujuan untuk memberikan ruang kepada siswa untuk mengekspresikan ide-idenya tentang masalah-masalah lingkungan yang ada di sekitarnya. Sehingga hasil karya ilmiah dan essainya bisa memberikan kontribusi terhadap perkembangan tata ruang perkotaan di Bali. Dekan FT Unhi Denpasar Komang Gede Santhyasa, S.T., M.T. menambahkan, melalui kegiatan ini, pihaknya ingin memberi ruang pelajar SMA/SMK memikirkan bersama pembangunan kotanya, termasuk mencari solusi dari permasalahan yang ada. (ad662)
E-Samsat Tahap II Dibuka
BNI Perluas Layanan ke 16 Provinsi
SETELAH sukses memberikan layanan samsat secara online atau Samsat Online Nasional tahap I di tujuh provinsi, kini PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI mendapatkan kepercayaan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menjadi salah satu bank yang melayani Samsat Online Nasional tahap II, yaitu di 16 provinsi lainnya. Digandengnya kembali BNI dalam Samsat Online Nasional tahap II ini tidak terlepas dari suksesnya BNI dalam memberikan layanan ‘’BNI ESamsat’’ di Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, di mana pengembangan dari BNI E-Samsat ini bekerja saama dengan pemerintah daerah, Kepolisian Daerah (Polda), dan Jasa Raharja setempat. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Samsat Online Nasional Tahap II ini dilaksanakan Kamis (15/11) kemarin di Discovery Hotel Kartika Plaza, Kuta. MoU antara BNI dan Polri ditandatangani oleh Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Polisi Refdi Andri dan General Manager Hubungan Kelembagaan BNI Koen Yulianto. Pada kesempatan itu, Polri bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta PT Jasa Raharja melakukan perluasan kerja sama tahap II dengan 9 bank umum serta 16 bank daerah (BPD) dalam pelaksanaan Samsat Online Nasional. Dalam tahap II ini perluasan aplikasi layanan Samsat Online Nasional akan meliputi 16 daerah/provinsi yaitu Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Sumut, Sumsel, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Barat. Ke-16 provinsi ini akan melengkapi layanan serupa yang telah diberikan
SAMSAT - Penandatanganan Nota Kesepahaman Samsat Online Nasional tahap II tahun 2018 oleh G.C Koen Yulianto (GM Hubungan Kelembagaan) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. di Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Bali. Corporate Secretary BNI Kiryanto menuturkan, ‘’BNI E-Samsat’’ merupakan inovasi pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui channel ATM. Dengan layanan ini akan terwujud peningkatan pelayanan publik samsat, mulai dari pendaftaran, penetapan, dan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK). ‘’Sistem E-Samsat yang kami kembangkan memberikan kemudahan bagi wajib pajak kendaraan bermotor dalam membayar pajak. Cukup dengan menggunakan fasilitas yang disediakan BNI, wajib pajak dapat membayar Pajak Kendaraan Bermotor atau PKB tahunan miliknya di seluruh ATM BNI. Dengan berbagai kemudahan yang disiapkan BNI melalui BNI E-Samsat, maka
sinergi BNI dengan Polri, Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Daerah, dan PT Jasa Raharja (Persero) akan memberikan banyak faedah bagi semua pihak dan masyarakat pemilik kendaraan. Untuk memanfaatkan layanan BNI E-Samsat ini wajib pajak cukup mengakses aplikasi ‘’Samsat Online Nasional’’ di handphone dan menginput Data Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor (NRKB), Nomor Induk Kependudukan (NIK), 5 digit terakhir nomor rangka kendaraan bermotor, serta nomor telepon atau handphone. Setelah diverifikasi oleh server Kepolisian Daerah (Polda) maka wajib pajak akan mendapatkan kode billing (kode bayar). Setelah itu, Wajib Pajak dapat melakukan pembayaran berdasarkan kode billing tersebut di channel ATM BNI dan kemudian mendapatkan bukti pembayaran. Setelah mendapatkan bukti pembayaran di ATM, wajib pajak melakukan pengesahan STNK di seluruh sentra layanan Kantor Bersama Samsat di masing-masing wilayah hukum Polda. (ad663)
Terios 7 Wonders 2018
Keindahan Pantai Pintu Kota
EKSPEDISI Terios 7 Wonders bertajuk ‘’Moluccas Next Chapter’’ digelar Daihatsu dengan menempuh perjalanan selama sembilan hari pada 10–18 November 2018, serta menjelajahi tiga pulau utama Provinsi Maluku: Pulau Buru, P. Ambon, dan P. Seram. Setelah hari sebelumnya tim ekspedisi berpetualang ke air terjun Telaga Pange, kali ini Tim Terios 7 Wonders melanjutkan perjalanannya menuju destinasi ke-5 yaitu Pantai Pintu Kota. Perjalanan menuju ke Pantai Pintu Kota terbilang cukup terik, namun dengan dukungan dari Digital Auto AC yang mengatur suhu kabin Terios lebih presisi menjadikan ekspedisi ini terasa lebih nyaman selama di perjalanan. Setibanya tim di sana, tim langsung disambut oleh Heri Tumanseri De Fretes, yang akrab dipanggil dengan sebutan Oma Heri selaku pengelola pantai tersebut. Pantai yang dikelola oleh masyarakat Desa Airlow ini memiliki cerita tersendiri tentang asal-muasal terbentuknya nama pantai ini. Meskipun Pantai Pintu Kota penuh dengan cerita mistis, namun keindahan pantai dan bawah lautnya membuat takjub tim ekspedisi, serta pencinta aktivitas cave-dive dari dalam negeri dan mancanegara. Selain itu, tim ekspedisi juga melakukan rapeling, yakni menuruni puncak Pintu Kota ke dasar karang dengan tinggi kurang lebih 25 meter. Aktivitas ini membuat setiap anggota tim terpacu adrenalinnya. Saat matahari mulai terbenam, tim ekspedisi bergegas pulang. Saat perjalanan pulang, Terios dengan fitur Auto Head Lamp, yakni tuas lampu pada posisi Auto, membuat lampu otomotis menyala saat kondisi sekitar sedang gelap, sehingga semakin menambah kenyamanan dan keamanan tim saat berpetualang TIM - Dua peserta dari tim turut menguji adrenalin dengan rapeling di Pantai Pintu Kota menjelajahi Maluku. (bns1) dengan ketinggian kurang lebih 25 meter.
MAHASISWA Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Kamis (15/11) kemarin melakukan dialog dengan Menteri Pertahanan diwakili Kepala Perwakilan Kementerian Pertahanan Provinsi Bali Kol. Inf. Nyoman Budiastawa, S.Sos., M.Si. Dialog mengambil tema ‘’NKRI Harga Mati, Cegah Radikalisme’’. Saat itu diserahkan MoU antara Kemenhan RI dengan Unmas oleh Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. kepada Kol. Inf. Budiastawa. Rektor Made Sukamerta mengungkapkan kerja sama dengan Kemenhan RI ini untuk memberi penguatan insan Unmas dalam menegakkan empat pilar kebangsaan. Dia menegaskan bahwa Unmas adalah kampus terdepan dalam menegakkan NKRI. Kampus ini harus bersih dari paham radikal, apalagi paham teorisme. Untuk itu lewat MoU dengan Kemenhan RI dia mengaktualisasikan tugas dan fungsi kampus sebagai panggung akademik bebas dari paham radikal. Selain itu, Unmas adalah kampus yang bebas narkoba dan kawasan bebas asap rokok. Hal ini telah menjadi komitmen bersama, karena mahasiswa Unmas Denpasar adalah calon pemimpin masa depan yang berkarakter. Calon pemimpin yang berkomitmen menegakkan NKRI. Untuk itu di tahun politik ini, dia berjanji memperketat kemungkinan masuknya paham lain di Unmas, sebab risikonya dipecat sebagai mahasiswa. Rektor didampingi WR I Dr. Wayan Gede Wiryawan, S.H., M.H., WR II Dr. Nengah Landra, S.E., M.M. dan WR III Ir. I Made Sastra Wiba-
Bali Post/sue
RADIKALISME - Kepala Perwakilan Kementerian Pertahanan Provinsi Bali Budiastawa saat diterima oleh Rektor Unmas Made Sukamerta dan wakil rektor serta mahasiswa Unmas saat berdialog soal radikalisme. wa, M.Erg. kembali menegaskan mahasiswa Unmas harus menjadi panutan dan garda terdepan dalam membela Tanah Air. Termasuk menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila. Budiastawa menekankan pentingnya jiwa anak muda dan mahasiswa Bali mempertahankan NKRI, menjunjung tinggi nilai Pancasila serta empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Untuk itu diperlukan adanya kesadaran bela negara guna mencapai cita-cita bangsa merdeka, bersatu, berdaulat serta adil dan makmur. Soal bendera Merah-Putih, Kol. Inf. Budiastawa mengungkapkan adalah pilihan warna leluhur kita sarat makna. Bendera Merah-Putih, katanya, sudah dilakukan sejak zaman Kerajaan Majapahit. Merah
berarti badan dan putih berarti jiwa atau roh. Warna merah dan putih juga diartikan lambang pertiwi dan akasa sebagai cikal bakalnya kehidupan di bumi. Untuk itu dia mengajak spirit Merah-Putih harus terus dipertahankan dan digelorakan. ‘’TNI-Polri siap korbankan jiwa dan raganya demi Merah-Putih,’’ tegasnya. Dia meminta mahasiswa Unmas jangan sampai merendahkan diri, apalagi melecehkan simbol negara. Namun sebelum membela negara kita harus mengetahui ancaman bangsa Indonesia yakni ancaman militer, hibrida dan nirmiliter. Ancaman paling akhir inilah yang dia katakan paling berbahaya. Ancaman nonmiliter ini mencakup politik, ekonomi, ideologi, legislasi, teknologi, sosial budaya dan keselamatan umum.(025/k250)
Dewan dan TAPD Gelar Rapat Bahas Rasionalisasi Anggaran
RASIONALISASI Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Badung tahun 2019 masih menjadi hal yang menarik untuk dilakukan pembahasan. Setelah komisi-komisi menggelar rapat kerja bersama sejumlah perangkat daerah terkait, Kamis (15/11) kemarin DPRD Badung kembali menggelar rapat dengan pihak eksekutif kali ini bersama Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD) Badung. Rapat yang cukup alot itu dipimpin Ketua DPRD Badung I Putu Parwata didampingi wakilnya I Nyoman Karyana dan I Made Sunarta, juga hadir langsung Ketua TAPD I Wayan Adi Arnawa bersama sejumlah kepala perangkat daerah di antaranya Kepala Bapanda I Made Sutama, Kepala Bappeda I Made Wira Dharmajaya, dan Asisten Sekda Cokorda Raka Darmawan. Pada rapat yang dihadiri anggota DPRD Badung di antaranya I Nyoman Mesir, I Putu Alit Yandinata, I Made Retha, I Ketut Subagia, IGN Shaskara dibahas rasionalisasi anggaran tahun 2019 yang tercermin dari asumsi target pendapatan Kabupaten Badung tahun 2018 sebesar Rp 6,6 triliun yang berpeluang tercapai hanya Rp 3,7 triliun lebih. Atas asumsi tersebut, RAPBD Badung 2019 yang semula dirancang sebesar Rp 10 triliun dilakukan rasionalisasi dan menjadi Rp 7,7 triliun dengan pendapatan asli daerah dirancang Rp 6,6 triliun. Diturunkannya target pendapatan Badung membuat sejumlah program dirasionalisasi. Meski demikian, kalangan Dewan meminta belanja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Badung lebih diutamakan ketimbang kebutuhankebutuhan lainnya yang notabene telah mendapat anggaran dari pusat. ‘’Kebutuhan untuk masyarakat Badung agar diutamakan,’’ kata
RAPAT - Ketua DPRD Badung I Putu Parwata didampingi wakilnya I Nyoman Karyana dan I Made Sunarta memimpin rapat dengan Ketua TAPD I Wayan Adi Arnawa bersama sejumlah kepala perangkat daerah. anggota DPRD I Ketut Subagia yang juga Ketua Fraksi Demokrat ini. Selanjutnya, Ketua Komisi III DPRD Badung I Putu Alit Yandinata menekankan, asumsi pendapatan yang dirancang di tahun 2019 harus benar-benar terealisasi, sehingga tidak terjadi lagi pendapatan yang tidak tercapai seperti di tahun 2018. ‘’Untuk itu, perlu terobosan-terobosan yang dilakukan Badan Pendapatan Daerah untuk menggali lebih banyak lagi potensi-potensi pajak, sehingga apa yang dirancang benarbenar bisa terjadi di tahun 2019,’’ kata politisi PDI-P Alit Yandinata. Kepala Bapenda I Made Sutama mengaku sudah mulai menjajaki potensi pendapatan yang selama ini masih belum tergarap. Di antaranya transaksi online, seperti booking (dot) com, travaloka, tiket(dot)com, agoda dan lainnya. ‘’Ini kami sedang jajaki, semoga bisa menjadi partner untuk dibuatkan NPWPD,’’ kata Sutama. Sementara itu, Ketua TAPD Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan, berbagai masukan yang diterima akan disampaikan ke-
pada Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. ‘’Masukannya saya terima, nanti kami akan sampaikan kepada pimpinan,’’ kata Adi Arnawa. Tegas Adi Arnawa, sejauh ini Pemerintah Kabupaten Badung belum memiliki utang terkait pelaksanaan proyek yang telah berjalan di tahun 2018. Ketua DPRD Badung Putu Parwata mengatakan, rasionalisasi ini sebagai bentuk evaluasi kehatihatian dalam merancang anggaran. ‘’Sebagai bentuk evaluasi agar ke depan merancang anggaran secara realistis sesuai prioritas,’’ katanya. Parwata pun mengingatkan agar OPD benar-benar memanfaatkan dengan baik dan secara profesional anggaran yang telah dirasionalisasi ini. OPD juga diingatkan agar berhati-hati dalam merasionalisasi jangan sampai program skala prioritas dipangkas. Wakil Ketua I DPRD Badung Nyoman Karyana menambahkan, pendapatan daerah agar lebih diprioritaskan untuk kesejahteraan dan kebutuhan masyarakat Badung. (ad661)
di setiap wilayah. Pada kesempatan ini kami ingin lebih intens memberikan edukasi keselamatan berkendara agar para bikers dapat berkendara aman dan menyenangkan saat menuju maupun pulang dari merayakan satu dekade HBD di Pangandaran,’’ ujarnya. Dalam kegiatan ini, para bikers mendapat kesempatan mengasah keterampilan berkendaranya sekaligus pembekalan terkait penggunaan safety riding gear saat touring dan pengetahuan terkait pembagian peran dalam touring jarak jauh sebagai Road Captain dan Sweeper. Tak hanya itu, para bikers juga mendapatkan pelatihan basic life support, terkait pemberian pertolongan pertama pada korban kecelakaan dari tim Palang Merah Indonesia atau tim medis di setiap wilayah.
didukung oleh AHM dan PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku main dealer Honda area Jawa Barat membentuk tim touring yang bertajuk Pusaka Reksa Bakti (PURBA) untuk menjalankan misi menjelajahi Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Tim ini memiliki misi mengajak komunitas motor dari seluruh Indonesia untuk bergabung dalam perayaan satu dekade HBD Nasional 2018. Tim touring ini terbagi menjadi empat tim. PURBA Andalas yang bertugas mengajak komunitas motor di wilayah Sumatera. PURBA Borneo bertugas menggandeng komunitas di area Kalimantan. PURBA Celebes bertugas untuk wilayah Sulawesi, dan PURBA Napak Tilas yang mengundang komunitas motor di wilayah Jawa, Bali dan NTB. Tim ini bergerak sejak tanggal 3 Oktober dan telah menempuh jarak sejauh 2.200 km untuk menjalin persaudaraan dalam semangat Satu Hati. (bns2)
Bekal Bikers Menuju Satu Dekade HBD 2018 MENYAMBUT satu dekade Honda Bikers Day (HBD), PT Astra Honda Motor (AHM) bersama jaringan main dealernya mengadakan pelatihan keselamatan berkendara bertajuk ‘’Cari_Aman Gas ke Honda Bikers Day’’ di 28 kota besar di seluruh Indonesia. Aktivitas ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus pembekalan perusahaan kepada bikers yang akan berangkat menuju ke HBD. Para bikers Honda yang telah mendaftarkan diri untuk bergabung di pesta akbar bikers Honda HBD 2018 di Lapangan Ketapang Doyong, Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (17/11), mengikuti serangkaian aktivitas sejak pembekalan keselamatan berkendara mulai safety touring serta pelatihan terkait basic life support saat melakukan touring jarak jauh. Kegiatan pembekalan ‘’Cari_Aman Gas ke Honda Bikers Day’’ diselenggarakan pada periode Oktober hingga awal November yang dilaksanakan di Wing Dealer Honda dan Safety Riding Center Main Dealer Honda di Tanah Air. General Manager Marketing Planning & Analysis AHM A. Indraputra mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan beserta jaringan dalam memastikan kesiapan para bikers menuju Satu Dekade Honda Bikers Day dengan mengutamakan keselamatan berkendara. ‘’Secara rutin kami mengadakan latihan keselamatan berkendara bersama komunitas
Komunitas Motor Ikatan motor Honda Jawa Barat
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Jumat Kliwon, 16 November 2018
Daerah
LP2M Undiksha Gelar Senari Ke-6
Bahas Sinergi Pendidikan dan Teknologi Hadapi Era Revolusi Industri 4.0 LEMBAGA Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha (LP2M Undiksha) Singaraja menggelar Seminar Nasional Riset Inovatif (Senari) ke-6 di Kuta, Badung, Kamis (15/11) kemarin. Senari ke-6 mengangkat topik tentang sinergi pendidikan dan teknologi menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0. Ada dua pembicara utama yang dihadirkan yakni Teknolog Pembelajaran Universitas Negeri Malang Prof. Dr. Nyoman Sudana Degeng dan Prof. Ir. Dr. Ing. Eko Supriyanto dari Universiti Teknologi Malaysia. Wakil Rektor II Undiksha Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd. mengatakan, Senari merupakan kegiatan rutin yang digagas dan dilaksanakan oleh LP2M. Kegiatan ini bertujuan untuk mewadahi para peneliti di seluruh Indonesia. Diharapkan peneliti internasional juga ada yang ikut mengaktualisasikan temuan penelitiannya melalui forum ini. ‘’Dalam kegiatan ini, untuk saat sekarang ada beberapa perguruan tinggi di luar Undiksha yang mengirimkan papernya dan ini membuktikan bahwa Senari ini levelnya sudah diakui secara nasional. Ke depan, kita berharap Senari ini bisa di-upgrade menjadi sebuah seminar internasional,’’ ujarnya. Menurut Lasmawan, LP2M memang harus melakukan terobosan untuk bisa go international. Jajaran rektorat siap mendukung sepanjang menguatkan domain akademik di
SENARI - Salah seorang pembicara utama sedang memaparkan materi dalam Seminar Nasional Riset Inovatif (Senari) ke-6 yang digelar LP2M Undiksha Singaraja di Kuta, Badung. Undiksha. Di sisi lain, pihaknya merasa bangga lantaran Senari telah menjadi salah satu primadona bagi para peneliti Indonesia untuk menyajikan temuan-temuan penelitiannya. ‘’Melalui kegiatan ini kita berharap juga ada sinergi dan berbagi pengalaman antarpara peneliti, karena berdasarkan apa yang saya lihat tadi, penelitian-penelitian yang dipresentasikan itu dari berbagai skim. Mulai dari skim LPDP, bahkan sampai pada skim dosen pemula,’’ imbuhnya. Ini membuktikan, lanjut Lasmawan, para peserta yang hadir tidak saja datang dari latar belakang keilmuan yang beragam, tetapi juga memiliki dana penelitian dan temuantemuan yang variatif. Di samping menguatkan batang tubuh keilmuan di perguruan tinggi masing-masing, Senari juga diharapkan dapat menghasilkan banyak ide kreatif untuk bang-
sa. Apalagi di tengah era revolusi industri 4.0 yang menuntut masyarakat untuk selalu siap berpacu dengan waktu dan menguasai koneksitas. ‘’Pendidikan sebagai salah satu medium pembangunan dan pengembangan morality manusia memegang peranan yang sangat penting pada konteks pemenuhan kriteria manusia yang diharapkan oleh revolusi industri 4.0 ini,’’ jelasnya. Lasmawan menambahkan, revolusi industri 4.0 tidak bisa hanya dijawab oleh satu segmen yaitu penguasaan teknologi, tetapi bagaimana menyiapkan manusia-manusia dengan mainstream berpikir dan berperilaku yang sejalan dan beriringan dengan perkembangan teknologi itu sendiri. ‘’Artinya, manusia atau bangsa yang bisa eksis di era revolusi industri 4.0 adalah bangsa atau manusia yang menguasai teknologi, mampu bersinergi dan selalu
berpacu, dan siap mempertahankan ide-ide pribadinya untuk mengglobal,’’ tandasnya. Ketua LP2M Undiksha Prof. Dr. I Gede Astra Wesnawa, M.Si. mengatakan, Senari sesungguhnya menyinergikan antarpeneliti agar terbangun networking. Mengingat, hasil riset yang dilakukan di satu tempat belum tentu bisa tercover di tempat lain. Ketika para peneliti dari berbagai perguruan tinggi bertemu dan saling berbagi, tentu batang tubuh keilmuan bisa dikembangkan dengan baik. ‘’Kemudian bagaimana pengembangan ke depan untuk mencapai riset dasar, riset terapan, riset pengembangan, bagaimana menghilirisasi ke depan karena tagihan yang ada sekarang kan bukan hanya produk publikasi, bukan hanya paten atau hak cipta, tapi ke depan bagaimana hilirisasi sampai dengan menghasilkan sesuatu ke depan sehingga ada nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat,’’ ujarnya. Ketua Panitia Senari ke-6 Dr. Nyoman Swarmanayasa, M.Pd. mengatakan, tahun ini 14 peserta yang terlibat berasal dari 14 universitas dari luar Bali. Ini menandakan Senari telah diterima secara nasional dan ke depan akan ditingkatkan grade-nya menjadi seminar internasional. ‘’Tahun ini ada 147 paper yang masuk, tetapi karena ada proses seleksi yang sangat ketat, kita hanya bisa menerima sebanyak 106 paper dan ini dipresentasikan setelah seminar utama,’’ ujarnya. (ad657)
Gelar RDP di Dishub Bali, Resmikan Bus Bali Driver
Tegur Tiga Wilayah, Senator Wedakarna Minta LPJ By-pass Mantra Segera Diperbaiki
SENATOR DPD-RI Utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III sampai harus turun tangan mengadakan pertemuan RDP terkait dengan aspirasi masyarakat Bali khususnya pengguna Jalan By-pass Ida Bagus Mantra terkait dengan kondisi jalan yang gelap-gulita di sejumlah titik. Hal ini terekam dalam pertemuan di Kantor Dishub Provinsi Bali dan dihadiri oleh sejumlah pihak di antaranya Balai Pemelihara Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Kementerian Perhubungan RI, Dishub Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Organda, PLN dan juga asosiasi sopir Bali Bus Driver (BBD). Dalam pertemuan itu, Senator Wedakarna mendapat laporan jika hampir 90 persen atau hanya 102 titik lampu penerangan jalan (LPJ) di Jalan By-pass Mantra yang menyala dari sekitar 1.045 titik lampu. Selain meminta penjelasan dari BPTD, Senator AWK juga meminta klarifikasi langsung dari Dishub Denpasar, Klungkung dan Gianyar terkait SOP pemeliharaan maksimal yang bisa dilakukan oleh kabupaten/ kota. ‘’Kita–kita yang pejabat ini paham bahwa Jalan By-pass Mantra itu adalah jalan nasional, di bawah tanggung jawab
SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS saat meresmikan Asosiasi Bus Bali Driver di selasela RDP LPJ di Dishub Bali. negara dan ada keterbatasan haraan lampu di jalan nasional kabupaten/kota melakukan di seluruh Bali. Ini Bali ya, the pemiliharaan. Tapi yang na- first class island katanya, tapi manya masyarakat di bawah, infrastruktur lampu saja tidak tidak paham ada jalan nasional, becus mengurusi. Belum lagi jalan provinsi atau kabupaten. masyarakat mengeluh jika Mereka tahunya lampu mati lampu-lampu penerangan jalan dan pemerintah tidak becus hanya menyala secara lengkap mengurus. Ini memang kelema- saat acara World Bank-IMF kehan UU kita, tapi kan selama marin. Ini sudah mengkhianati aturan itu dibuat oleh manusia program Nawa Cita Presiden kan tetap saja eksekusinya bisa Joko Widodo. Saya minta segera disiapkan dengan baik. Misal- ajukan anggaran lengkap ke kan BPTD tadi mengatakan pusat, dan bereskan masalah jika anggaran penggantian LPJ ini dengan baik. Nanti lampu sampai perbaikan di ta- saya akan bicara dengan atasan hun 2018 tidak mencukupi, lalu saudara Menteri Perhubungan, kenapa tidak dianggarkan saja ini harus beres 2019 ini,’’ ung1.045 titik lampu? Ini saya baru kap Arya Wedakarna. bicara tentang By-pass Mantra, Ia pun meminta pengertian belum saya bicara tentang By- kepada pemerintah, bahwa pass Ngurah Rai, atau pemeli- keselamatan masyarakat no-
mor satu dan harus dijalankan dengan baik. ‘’Coba Anda bayangkan yang melewati Jalan By-pass Mantra yang gelap itu adalah anak, saudara, istri, suami dan keluarga kita. Mereka harus melewati jalan gelap di mana truk dan bus besar lewat. Belum lagi jika ada begal dan kriminalitas. Jika sesuatu terjadi dengan rakyat Bali, maka kita semua yang akan berdosa. Ini masalah sepele, seharusnya tidak perlu seorang Senator DPD-RI turun menangani hal ini. Saya akan periksa nanti Januari 2019,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Dalam kesempatan itu, Senator Wedakarna juga merespons permintaan dari asosiasi BBD yang meminta pengayoman terkait kalah bersaingnya pemilik dan driver bus yang selama ini dikalahkan oleh investor luar Bali termasuk juga sejumlah tindakan wanprestasi yang dilakukan oleh pengusaha Tiongkok di Bali. Salah satunya adalah bagaimana masalah transportasi luar Bali dengan pelat bus luar Bali semakin merajalela dengan persaingan harga tidak sehat. Selain itu, Senator juga menyetujui agar pengurusan izin angkutan pariwisata dan hal teknis lainnya yang selama ini diambil alih pusat dan harus diurus di Jakarta, agar diberikan kewenangan pada Balai di Provinsi. (ad655)
Prodi Anastesiologi Stikes Bali Diakreditasi LAM PT Kes Unggul Dalam Anastesi Kardiovaskular
SEJAK mengantongi izin Prodi Sarjana Terapan (D-4) Keperawatan Anastesiologi dua tahun lalu, prodi milik Stikes Bali ini sangat laris di dunia kerja. Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anastesiologi sudah merekrut 300 mahasiswa baru. Prodi ini, Kamis (15/11) kemarin diakreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) PT Kes. Dua asesor LAM PT Kes melakukan visitasi ke Stikes Bali masing-masing Dra. A. Murni H. Suliantoro, S.Kp., M.Si. dan Mardiana, ST.M.Biomed. Mereka diterima langsung Ketua YP2LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka bersama pengurus didampingi Ketua Stikes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. serta para mahasiswa. Putu Gede Darma Suyasa mengungkapkan sejak menerima SK Ditjen Dikti, saat itu juga prodi ini sudah menerima akreditasi minimum. Kali ini melakukan reakreditasi yang sudah dipersiapkan sejak delapan bulan lalu. Di antaranya mengirim isian borang, pendaftaran, pengajuan hingga divisitasi asesor. Pada akreditasi kali ini, dia menargetkan minimal meraih nilai B. Dikatakannya, Prodi Sarjana Terapan Keperawatan
ASESOR - Asesor LAM PT Kes A. Murni dan Mardiana saat diterima oleh jajaran Stikes Bali. Anestesiologi ini adalah satusatunya dan pertama di kawasan Indonesia Timur. Prodi ini didukung 20 SDM dosen, sebagian besar dosen produktif di bidangnya. Makanya Putu Darma mengatakan pada akreditasi kali pertama ini menampilkan tujuh bidang keunggulan seperti kurikulum, penguatan bahasa asing dan keilmuan serta prestasi mahasiswa dalam debat bahasa Inggris. Khusus dalam bahasa Inggris mahasiswanya diberikan 4 jam/semester dan wajib masuk lab bahasa selama satu semester. Dengan demikian lulusannya berdaya saing internasional. Secara keilmuan, Prodi Sar-
jana Terapan Keperawatan Anastesiologi Stikes Bali memiliki keunggulan bidang anestesiologi kardiovaskular yakni menyangkut bedah saraf, bedah jantung, pembuluh darah, dll. Ketua YP2LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka mengungkapkan Stikes Bali yang pertama mengantongi izin Prodi D-4 Keperawatan Anastesiologi di Indonesia sejak menerima SK/izin dua tahun lalu sudah melakukan persiapan akreditasi. Dengan demikian jangka waktu dua tahun ini dimanfaatkan secara maksimal guna meraih akreditasi minimal B. ‘’Kalau dikasi A juga tak apaapa,’’ ujarnya. Bagi Yayasan, katanya,
akreditasi ini sangat besar implikasinya bagi lulusan. Dengan berbekalkan PBM dan sarana berkualitas, dia yakin lulusan Stikes Bali yang sudah biasa diajak go international juga berdaya saing internasional. Untuk itu kini yayasan sedang mempersiapkan diri meningkatkan status Stikes Bali menjadi institut. Namun, ditegaskan, tak akan ada program merger dengan PT lainnya. Sementara itu, Ketua Asosiasi Dokter Ahli Anastesi Bali Prof. Dr. dr. Made Wiryana mengungkapkan pihaknya ikut menggodok kurikulum prodi ini sehingga benar-benar profile kompetensi lulusannya sesuai dengan tantangan dunia kesehatan kekinian. Apalagi menjadi produsen anastesi kardiovaskular satu-satunya di Indonesia Timur. Peluang kerja lulusan prodi ini sangat diperlukan di dunia medis manapun juga. Mereka adalah partner dokter ahli anastesi di ruang kerja dan kamar bedah. Makanya dia berkepentingan prodi ini dikelola secara berkualitas termasuk untuk mempersiapkan uji sarjana terapan ini. Lulusan prodi ini akan tampil percaya diri karena dia mengenal nama Stikes Bali yang sudah go international. (ad667)
5 Kapolri Soroti Kemacetan di Bali Minta Pemda Kembangkan Transportasi Publik
Mangupura (Bali Post) Berbagai kemudahan diberikan kepada pemilik kendaraan supaya mereka taat membayar pajak, di antaranya program E-Samsat atau Samsat Online. Pemilik kendaraan bisa membayar pajak lewat bank dan mobile banking. Namun, Kapolri Jenderal Tito Karnavian justru khawatir dengan kemudahan tersebut karena jumlah kendaraan pribadi akan terus meningkat. ‘’Di Bali pun ke mana-mana mulai macet. Maaf Pak Koster (Gubernur Bali - red), panjang dan lebar jalan tetap segitu. Okelah kita mempermudah masyarakat dalam pelayanan mengurus administrasi dan mendapatkan keuntungan PNBP pusat maupun daerah. Mari kita berpikir kemacetan di daerah-daerah di Jawa, luar Jawa, Jakarta. Kalau di Papua, Kalimantan masih oke,’’ tegas Kapolri saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pembina Samsat Nasional 2018, Kamis (15/11) kemarin, di Hotel Kartika Plaza, Kuta. Di hadapan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo, Gubernur Bali Wayan Koster serta seluruh gubernur di Indonesia, pimpinan bank dan pejabat lainnya, Jenderal Tito mengharapkan pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur serta mengintensifkan transportasi publik. Menurutnya, saat ini tercatat ada 130 juta kendaraan bermotor di seluruh Indonesia dan setiap tahun ada penambahan 6 juta kendaraan baru. ‘’Ini angka sangat besar dan peluang bagi negara, pusat maupun daerah. Samsat online sistem lain yang koneksi ke sistem perbankan,’’ ungkap mantan Kapolda Metro Jaya ini. Inovasi yang dilakukan saat ini dalam rangka mempermudah masyarakat men-
Bali Post/rah
RAKOR - Kapolri Jenderal Tito Karnavian membuka Rakor Pembina Samsat Nasional 2018 ditandai pemukulan gong. gurus dokumen administrasi ini. Dengan kemudahan-kemukendaraan bermotor sehingga dahan yang diberikan tersebut, menguntungkan publik secara layanan tidak hanya dirasakan pribadi dan mendatangkan di kota-kota besar tetapi sampemasukan bagi negara mau- pai ke desa-desa. Oleh karena pun daerah. ‘’Tapi mari kita itu, pihaknya melibatkan perberpikir secara makro. Manaje- bankan pemerintah dan bank men transportasi sebetulnya swasta, terutama BPD seluruh memiliki dampak negatif- Indonesia. nya, di balik segala kemudaKemudahan E-Samsat, kata han dalam rangka mendorong Irjen Refri, bisa melakukan mempermudah mengurus transaksi di mana saja, terukendaraan mendorong me- tama di bank-bank yang sudah miliki kendaraan pribadi,’’ ditunjuk. Pemilik kendaraan ujarnya. tidak perlu lagi antre di kanKemudahan tersebut men- tor Samsat, cukup datang ke gakibatkan kendaraan pribadi bank-bank ditunjuk. ‘’Waktumenumpuk, sementara pan- nya juga sangat efisien. Tadi jang jalan maupun infrastruk- kita saksikan sendiri tidak tur tidak dipersiapkan. ‘’Di sampai 2 menit transaksinya. Singapura itu terbalik. Insentif Untuk melakukan transaksi kendaraan pribadi dipersulit pembayaran kendaraan berdan sebaliknya insentif untuk motor, sumbangan wajib dana kendaraan publik diberikan kecelakaan lalu lintas dan maksimal. Parkir juga mahal pengesahan STNK, itu nanti sekitar Rp 100 ribu,’’ kata man- online dan pusat datanya ada di tan Kapolda Papua ini. Korlantas Polri,’’ ujarnya. Tingginya jumlah kendaSaat ini masing-masing raan pribadi mengakibatkan provinsi sudah melaksanakan kemacetan di mana-mana. program ini secara internal. Justru di Indonesia, katanya, Artinya, mereka melakukan insentif kendaraan publik Samsat Online untuk kabutidak banyak dipikirkan dan paten/kota pada masing-masing malah dipersulit. provinsi. ‘’Online seluruh IndoSementara itu, Kakorlantas nesia sudah ada di 24 provinsi, Polri Irjen Refri Andri menyam- tinggal 10 lagi dan akan dipaikan pihaknya meluncurkan programkan tahun depan,’’ program Samsat Online tahun katanya. (kmb36)
Indonesia-Malaysia Bahas Kerja Sama Wilayah Perbatasan pada GBC Malindo Ke-41 Mangupura (Bali Post) Wilayah perbatasan adalah wilayah terdepan suatu negara, yang tentunya sangat rawan dan berpotensi untuk dimanfaatkan oleh oknum yang menjadi pelaku kejahatan lintas negara, seperti perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Di wilayah perbatasan, kedua negara ini sampai saat ini masih terdapat permasalahan yang masih belum terselesaikan. Tentunya hal tersebut memerlukan semangat bersama untuk mencari solusi yang terbaik. Untuk membahas masalah perbatasan tersebut, Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu bersama Menteri Pertahanan Malaysia Haji Mohamad bin Sabu memimpin kegiatan Sidang General Border Committee MalaysiaIndonesia (GBC Malindo) ke-41 tahun 2018, Kamis (15/11) kemarin di Legian. Pertemuan ini selain membahas isu-isu keamanan yang masih tetap memerlukan perhatian, juga peningkatan usaha bersama kedua negara khususnya dalam mencegah dan mengatasi isuisu keamanan yang bersifat trans-nasional. Untuk itu, forum GBC Malindo juga mempunyai peran penting untuk mengatasi perpindahan ilegal termasuk narkoba, pergerakan kelompok teroris, kelompok radikal dan sebagainya. Menurut Menhan RI, sejauh ini forum kerja sama Malindo telah mengalami banyak kemajuan dengan hasil-hasil yang konkret dan dirasakan manfaatnya, baik dalam mengatasi permasalahan keamanan di wilayah perbatasan maupun dalam memajukan dan meningkatkan kesejahteraan,
Bali Post/edi
GBC - Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu (kanan) bersama Menteri Pertahanan Malaysia Haji Mohamad bin Sabu saat menghadiri Sidang General Border Committee Malaysia-Indonesia (GBC Malindo) ke-41 tahun 2018, Kamis (15/11) kemarin di Legian. perekonomian dan sosial budaya kedua negara serta yang berkaitan dengan persoalan perlintasan orang dan barang. ‘’Manfaat dari kerja sama ini dapat kita rasakan dengan terpeliharanya hubungan antarpemerintah juga hubungan antarmasyarakat kedua negara yang semakin erat,’’ katanya. Kinerja forum GBC Malindo yang terus meningkat juga ditunjukkan dari jumlah dan jenis aktivitas di berbagai bidang. Prestasi yang telah dicapai ini diharapkan menjadi modalitas utama untuk menyongsong masa depan yang lebih baik bagi kedua negara. Melalui Sidang GBC Malindo ke-41 tersebut kedua negara memanfaatkannya untuk mengevaluasi laporan kemajuan bersama di badan-badan di bawah GBC, baik di bidang operasi maupun nonoperasi
termasuk hasil-hasil dari pertemuan kelompok kerja. Hasil evaluasi tersebut digunakan untuk menentukan langkahlangkah peningkatan kerja sama di masa mendatang. Kedua negara juga memanfaatkan Sidang GBC Malindo ke-41 ini untuk mendiskusikan setiap permasalahan bersama yang dihadapi kedua negara dan mencari jalan pemecahan yang tepat bagi kepentingan bersama. Menhan RI mengatakan, Sidang GBC Malindo ke-41 ini merupakan forum yang sangat penting dan strategis dalam memelihara dan meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Indonesia dan Malaysia adalah dua negara serumpun yang dalam tataran regional memiliki peran penting dalam memelihara stabilitas dan kemajuan di kawasan Asia Tenggara. (kmb23)
OPINI
6
Jumat Kliwon, 16 November 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Mari Jaga Martabat Bali DESA pakraman mesti diayomi. Perlindungan terhadap desa pakraman tentu tidak bisa dilakukan secara temporer saat ada kepentingan politik dan kepentingan pencitraan. Desa pakraman adalah ruang hidup komunitas umat Hindu yang di dalamnya ada tanggung jawab moral untuk mengawal budaya, tradisi, dan ritualnya. Tanggung jawab ini perlu biaya dan biasanya juga banyak. Untuk itulah, desa pakraman membuat berbagai upaya untuk mendapatkan dana selain dari pos dana punia umat dan urunan wajib. Pos anggaran menjaga tradisi inilah yang diputuskan lewat pararem dan mengikat. Dalam konteks pemberdayaan desa pakraman dan tantangannya dengan penegakan hukum positif, maka harus ada titik temu. Penerapan secara sepihak hukum positif terhadap desa pakraman tentu tidaklah elok. Bali sebagai bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tentu memiliki identitas dan jati diri. Terkadang untuk menjaga jati diri ini ada aturan khusus dan kesepakatan khusus. Tanggung jawab moral menjaga jati diri ini juga tak sebatas sejalan dengan hukum positif. Ada rasa di dalamnya. Ada tanggung jawab moral dan keyakinan yang juga menjadi identitasnya. Untuk itulah, ketika kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap petugas pungutan desa pakraman di objek wisata, kepedulian itu bangkit. Pandangan terhadap otoritas desa pakraman mengalir deras. Ini tentu harus kita kelola dan posisikan sebagai sebuah reaksi. Bisa saja reaksi ini bermakna protes atau bisa juga sebagai bentuk kekhawatiran. Bahkan, mungkin juga ini sebuah kritikan ketika kepekaan pejabat dan penegak hukum terhadap otoritas desa pakraman dianggap belum memadai. Yang jelas, mengelola dan menjaga martabat Bali, bisa kita awali dengan menjaga independensi dan otoritas desa pakraman. Sebagai sebuah komunitas, desa pakraman jelas memiliki rujukan dan aturan main. Semua komunitas sosial yang masuk wilayah desa pakraman dan menjadi warga desa pakraman sangat paham dengan ketentuan yang mengikatnya. Hukum adat yang menjadi rujukan dan tata kelola desa pakraman jelas tidak semuanya sejalan dengan hukum positif. Namun, jika kita cermati tujuan dari hukum adat itu juga untuk menciptakan kedamaian stabilitas. Lalu, apa gunanya menegakan hukum ketika gejolak sosial muncul dan stabilitas berpotensi terganggu? Ada kalanya penegakan hukum memerlukan rasa dalam hal ini rasa keadilan dan keberpihakan. Bagi masyarakat Bali, yang dalam hal ini memeluk keyakinan Hindu, hukum adat ini juga aturan yang kami sangat hormati dan kami jalankan dengan sepenuh hati. Itu artinya, ketika apa yang diputuskan desa pakraman untuk menjaga jati diri dan martabatnya, sepantasnya juga mendapatkan pengakuan dari semua pihak. Apalagi UUD Dasar 1945 mengakui bahwa hak-hak adat mendapat ruang jelas di negeri ini. Untuk itu, agar ada kepastian posisi dan perlakuan hukum positif terhadap hak-hak desa pakraman maka ruang dialog harus dilakukan. Dialog tentu akan melahirkan kompromi yang lebih jelas dan terukur untuk memayungi desa pakraman. Pendekatan hukum dalam konteks ini hendaknya lebih arif, bukan sekadar memilah antara pelanggaran dan pidana. Dalam konteks ini, para bupati/wali kota dan gubernur hendaknya menjadi pengayom bukan malah memosisikan diri sebagai pihak yang membuka ruang terjadinya penghakiman terhadap ruang adat. Tentu, kita sebagai umat Hindu akan sangat hormat kepada pemimpinnya yang peka dengan masalah adat dan melakukan perlindungan. Peka bukan sebatas membangun fasilitas adatnya, tetapi membangun karakteristik SDM Hindu yang berdaya saing. Peka bukan berarti datang dan berpihak saat ada kepentingan politik, melainkan selalu bersama desa pakraman untuk menghadapi tantangan dan dinamika zaman. Untuk itulah, apa yang dicapai dalam pertemuan di DPRD Bali terkait dengan kesepakatan bahwa Saber Pungli tak akan masuk ke ranah desa pakraman adalah kemajuan diplomasi dan komunikasi antarpihak di Bali. Semoga kebaikan dan niat baik menjaga martabat Bali datang dari semua pihak, tak hanya bagi orang Bali yang setia menjaga tradisi dan budayanya.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Kesepakatan Saber Pungli dengan Desa Pakraman Berita terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyasar petugas pungut di tingkat desa pakraman mendapat perhatian luas di Bali. Ini tentu merupakan bentuk kepedulian terhadap nasib desa pakraman ke depan di tengah hukum positif. Namun, sebagai krama Bali, saya sangat senang ketika membaca Harian Bali Post bahwa telah ada kesepakatan ‘’sementara’’ antara Tim Saber Pungli Polda Bali dengan desa pakraman. Artinya, desa pakraman tak akan diobok-obok dan diberikan ruang untuk menyiapkan diri membuat aturan yang sejalan dengan hukum positif. Wacana ini cukup menyejukkan di tengah keprihatinan sekaligus kekhawatiran terhadap OTT di tingkat desa pakraman. Saya berharap kesepakatan ini dikelola oleh pemerintah daerah Bali untuk merumuskan payung hukum dalam pengelolaan desa pakraman dalam kaitan pengelolaan potensi pedesaan. Jangan sampai ada hal-hal yang diabaikan untuk menjaga desa pakraman. Saya pikir semua pejabat di Bali juga harus mengayomi desa pakraman, baik itu bupati, gubernur, maupun penegak hukum. Jangan malah memberikn ruang terjadinya intervensi hukum terhadap pararem desa pakraman. Saya juga berterima kasih terhadap sejumlah akademisi Bali, politisi, dan pihak-pihak yang telah memberikan pencerahan terkait dengan desa pakraman. Mudah-mudahan pemikiran ini bisa menjadi rujukan bagi para pihak yang memegang keputusan dan kekuasaan hukum di Bali. Mohonlah ada upaya pembinaan terhadap desa pakraman sebelum menjerat petugas mereka dengan jeratan pidana. Karena saya yakin, mereka yang ditugaskan sebagai juru pungut atas potensi desa pakramannya merupakan penugasan resmi. Mudah-mudahan semua pihak melakukan langkah-langkah terbaik dalam hal ini. Pihak DPRD Bali dan media yang telah memfasilitasi ruang dialog dalam menuju otoritas yang lebih jelas dalam pengelolaan desa pakraman, saya sampaikan terima kasih. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Desa Pakraman dan Sistem Ekonomi Hindu
Desa pakraman yang sebelumnya dikenal dengan desa adat dan keberadaannya jauh lebih dulu dari desa dinas. Sampai saat ini, desa pakraman atau desa adat di beberapa kabupaten dan kota di Bali masih berperan sangat strategis dalam mewujudkan kesatuan masyarakat hukum adat dan mempunyai satu-kesatuan tradisi serta tata krama pergaulan hidup masyarakat umat Hindu secara turuntemurun, juga mempunyai ikatan terhadap Kahyangan Tiga atau Kahyangan Desa yang berfalsafahkan konsep Tri Hita Karana.
Oleh Bambang Gede Kiswardi
A
dapun desa pakraman di Bali sangat dijiwai oleh agama Hindu. Oleh karena itu, konsep-konsep dasar agama Hindu dijadikan landasan dalam pengembangan dan pemberdayaan desa pakraman seperti konsep Tri Mandala dan konsep Tri Hita Karana. Dengan pandangan hidup yang demikian, maka kultur di Bali memiliki karakteristik yang sangat menyatu terhadap rohnya krama adat. Maka dari itu, desa pakraman sebagai pusat pelestarian nilainilai adat, nilai-nilai budaya, dan nilai-nilai agama harus diperjuangkan dan dipertaruhkan sampai titik darah penghabisan, atau yang sering dikenal dengan istilah puputan. Namun, keberadaan desa pakraman masih cukup banyak yang ditandai dengan kerentanan, ketidakberdayaan, keterisolasian, dan ketidakmampuan untuk menyampaikan aspirasi juga ketidakmampuan untuk menguasai perekonomian Bali. Kondisi tersebut mengakibatkan pertama, tingginya beban sosial krama adat. Kedua, rendahnya kualitas dan produktivitas kra-
ma adat. Ketiga, sulitnya membuka akses ekonomi. Keempat, termasuk rendahnya partisipasi aktif krama adat dalam membangun ekonomi krama Bali. Sejalan dengan kondisi tersebut, desa pakraman sampai saat ini berjumlah 1.493 yang terdiri dari desa 1.390 dan kelurahan 103 (Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, 2018) dengan jumlah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) 1.433 unit dengan aset Rp 19,5 triliun. Ini berarti, desa pakraman memiliki potensi ekonomi yang cukup besar dan diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam usaha mengoptimalkan peran dan otonomi desa pakraman. Untuk itu, desa pakraman perlu memiliki sistem ekonomi Hindu yang bercirikan: pertama, roda perekonomian digerakkan oleh rangsangan ekonomi, social, dan moral. Maka sistem ekonomi Hindu seyogianya dilandasi oleh konsepsi Tri Warga (dharma, artha, kama). Konsepsi ini telah mencakup rangsangan ekonomi, sosial, dan moral. Ciri kedua, perwujudan pemerataan sosial ekonomi dan keadilan ekonomi untuk tujuan hidup yang berupa
moksaartham jagadhita yang merupakan tujuan sekaligus landasan dari sistem ekonomi Hindu. Ciri ketiga, jiwa nasionalisme yang melandasi kebijaksanaan ekonomi, dalam hal ini makna sistem ekonomi Hindu adalah sistem di mana kebijaksanaan ekonomi yang dilahirkannya untuk menjaga keselarasan hubungan dengan masyarakat dan di lingkungan di mana sistem ekonomi itu berada yang dapat memberikan multiplier effect terhadap segi pawongan dan palemahan dari konsep Tri Hita Karana yang mempunyai peranan sangat strategis. Ciri keempat, Badan Usaha Milik Adat adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa pakraman atau desa adat melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa pakraman yang dipisahkan guna mengelola potensi ekonomi untuk sebesar-besarnya kesejahteraan krama adat. Model ini dapat dijadikan episentrum kekuatan ekonomi desa pakraman, sebagaimana diketahui bahwa inti pokok Badan Usaha Milik Adat (BUMA) sebagai
lembaga ekonomi adalah adanya semangat saling asah, saling asih, saling asuh, gilik seguluk, dan selunglung sabayantaka yang juga merupakan konsep kekeluargaan, tolong menolong dan gotong royong dalam pengelolaan ekonomi dengan sistem ekonomi Hindu. Ciri kelima, menyangkut perumusan kebijaksanaan ekonomi dalam rangka pencapaian keadilan ekonomi dan keadilan sosial, diperlukan kepemimpinan model asta brata, sebagaimana termuat dalam buku Ramayana yang merupakan kelompok smerti, akan dapat memberikan visi moksaartham jagadhita kepada pimpinan di bidang ekonomi untuk merumuskan kebijaksanaan yang mengarah kepada pencapaian cita-cita keadilan sosial ekonomi yang sesuai dengan amanat dan cita-cita pasal 33 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Berdasarkan ciri-ciri dari sistem ekonomi Hindu dalam pengelolaan potensi desa pakraman, diharapkan ada kolaborasi dalam akses pembiayaan, akses pemasaran, akses jaringan usaha, akses teknologi secara struktural antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, stakeholder terkait dan desa pakraman dalam merumuskan kebijaksanaan ekonomi yang berbasiskan sistem ekonomi Hindu. Terkait dengan kebijaksanaan ekonomi tersebut, diharapkan ke depan desa pakraman akan bisa mengelola potensi ekonomi, sosial, dan budaya secara proporsional dan profesional untuk sebesarbesarnya krama adat Bali. Mengingat Bali yang pen-
Hak Privasi dan Kekuatan Hukum SMS Iklan Pada era digital saat ini, masyarakat sudah tak dapat dipisahkan lagi dari teknologi dan internet, dan kita dapat menggunakan media sosial dan mengakses informasi yang kita inginkan di mana pun dan kapan pun. Kemajuan teknologi tersebut mendorong berkembangnya isu privasi di masyarakat. Isu privasi ini telah menjadi masalah global dalam penggunaan IT. Isu privasi tersebut dihadapi oleh semua individu maupun perusahaan di seluruh dunia. Sayangnya, sejumlah masyarakat merasakan bahwa hak privasi mereka terenggut oleh kecanggihan teknologi yang ada di genggamannya. Isu privasi ini sangat mudah kita temui di Indonesia. Tanpa kita sadari, kita rasakan setiap hari bahkan tidak hanya satu kali, tetapi berkalikali. Salah satu di antaranya adalah SMS Broadcast atau SMS Iklan. SMS Broadcast merupakan aplikasi yang memberikan layanan pengiriman pesan ke banyak nomor secara massal dari satu server. SMS Broadcast ini digunakan oleh perusahaan untuk kegiatan promosi produk mereka, di mana perusahaan akan melakukan kerja sama dengan provider telekomunikasi untuk mengirimkan pesan-pesan iklan tersebut. SMS Broadcast mulai dipertanyakan oleh sejumlah masyarakat terkait dengan privasi mereka. Apakah SMS Broadcast melanggar hak privasi mereka? Apakah SMS Broadcast tersebut memiliki kekuatan hukum? Terdapat peraturan yang mengatur tentang privasi di Indonesia. Peraturan tersebut adalah Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2016 tentang Per-
Oleh Ni Putu Erviani Astari lindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik. Berdasarkan pasal 1, data pribadi merupakan data perseorangan yang disimpan, dirawat, dijaga kebenaran, serta dilindungi kerahasiannya. Dalam upaya perolehan dan mengumpulan data pribadi, pihak penyelenggara harus memperoleh persetujuan pemilik data pribadi. Persetujuan tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk pernyataan tertulis secara manual ataupun elektronik setelah pengumpul data memberikan penjelasan secara lengkap terkait tindakan perolehan, pengumpulan, pengolahan, penganalisisan, penyimpanan, penampilan, pengumuman, pengiriman, penyebarluasan, hingga kerahasiaan data pribadi. Walaupun terdapat peraturan pemerintah yang mengatur masalah privasi, konsumen masih mempertanyakan hak privasi mereka karena merasa dirugikan dengan adanya SMS Broadcast. Hal tersebut dikarenakan konsumen merasa terganggu saat menerima SMS promosi dan tidak menginginkan SMS tersebut. Namun, jika ditelusuri lebih jauh lagi, terdapat peraturan yang telah mengatur SMS Broadcast ini. Peraturan tersebut adalah Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika nomor 01/PER/M.KOMINFO/01/2009 tentang Penyelenggaraan Jasa Pesan Premium dan Pengiriman Jasa Pesan Singkat ke Banyak Tujuan. Peraturan ini hanya menjelaskan mengenai pelarangan pengiriman SMS ke banyak tujuan yang berten-
tangan dengan kepentingan umum, kesusilaan, ketertiban umum, dan keamanan. Selain itu, peraturan ini juga menegaskan bahwa bahwa konsumen yang merasa dirugikan akibat adanya SMS Broadcast, dapat mengungkapkan penolakannya terkait dengan pengiriman pesan selanjutnya. Terkait dengan upaya perolehan izin konsumen untuk dikirimkan SMS Broadcast ini belum diatur dalam peraturan ini. Tidak diaturnya aspek perolehan izin konsumen tersebut menimbulkan ketidaksesuaian dalam peraturan mengenai perlindungan data pribadi yang telah disampaikan sebelumnya. Perolehan izin konsumen tetap diperlukan dalam mengirim SMS Broadcast karena hal ini terkait dengan kesediaan konsumen untuk menerima pesan tersebut. Jika persetujuan konsumen telah diperoleh maka banyaknya pesan yang dikirimkan setiap harinya juga harus dipertimbangkan, dengan tujuan untuk menjaga kenyamanan konsumen. Maka dari itu, diperlukan adanya revisi terhadap peraturan tersebut dengan menambahkan aspek persetujuan konsumen dan jumlah maksimum pesan broadcast yang dikirimkan per hari. Berdasarkan pasal 26 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Infomasi dan Transaksi Elektronik menjelaskan bahwa penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang berkaitan dengan data pribadi seseorang harus berdasarkan persetujuan pemilik
data pribadi. Media elektronik tersebut meliputi seluruh media elektronik termasuk layanan komunikasi, sedangkan data pribadi tersebut termasuk nomor ponsel. Dengan adanya UU tersebut, maka telah diatur dengan jelas bahwa penggunaan nomor ponsel seseorang harus disetujui terlebih dahulu oleh pemilik. Jika provider mengirimkan pesan iklan kepada konsumen tanpa adanya persetujuan konsumen, maka konsumen dapat mengajukan gugatan atas ketidaknyamanan yang timbul. Selain adanya peraturan yang telah mengatur SMS Broadcast ini, pihak provider telekomunikasi juga telah mengatur SMS Broadcast ini dalam syarat dan ketentuan dalam menggunakan produk atau jasa yang disediakan oleh provider. Syarat dan ketentuan tersebut dapat diakses melalui website resmi provider ataupun muncul saat konsumen melakukan registrasi simcard baru mereka. Dalam syarat dan ketentuan bagian lain-lain dijelaskan bahwa konsumen atau pengguna setuju jika sewaktu-waktu memperoleh penawaran maupun informasi produk (iklan) sesuai dengan batas kewajaran yang telah ditetapkan oleh provider. Dengan adanya poin tersebut maka konsumen yang telah menyetujui syarat dan ketentuan dengan meng-klik “saya setuju” akan dikirimkan pesan-pesan iklan baik atas nama provider maupun perusahaan-perusahaan lain yang telah bekerja sama dengan provider. Jika konsumen merasa terganggu dengan adanya pesan iklan tersebut, dalam syarat dan ketentuan bagian lain-lain juga menjelaskan bahwa konsumen
duduknya mayoritas Hindu memungkinkan diterapkannya sistem ekonomi Hindu, sehingga tidak ada lagi kecurigaan antara desa dinas dan desa pakraman dalam pengelolaan potensi ekonomi di Bali. Dengan demikian, tidak ada lagi krama adat sebagai petugas pemungut retribusi apa pun bentuknya di wilayah desa pakraman di Bali tidak menjadi objek penangkapan oleh petugas yang berwenang (operasi tangkap tangan/OTT) dalam bentuk pungli (pungutan liar). Karena wilayah Bali merupakan wilayah desa pakraman secara ketentuan awig-awig dan pararem itu berarti secara hukum adat sah adanya. Apalagi dengan disempurnakannya Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2001 tentang Desa Pakraman menjadi Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2003 tentang Desa Pakraman, yang menyatakan pendapatan desa pakraman berdasarkan ketentuan pasal 10 ayat (1) Peraturan Daerah Provinsi Bali nomor 3 tahun 2003 diperoleh dari :(a) urunan krama desa pakraman, (b) hasil pengelolaan kekayaan desa pakraman, (c) hasil usaha Lembaga Perkreditan Desa ( LPD ), (d) bantuan pemerintah dan pemerintah daerah, (e) pendapatan lainnya yang sah, (f) sumbangan pihak ketiga yang tidak mengikat. Ini berarti desa pakraman boleh melakukan kegiatan untuk meningkatkan pendapatan desa pakraman yang sesuai dengan peraturan daerah tersebut. Penulis, pemerhati ekonomi kerakyatan dapat menolak pesan iklan tersebut dengan menghubungi customer service yang telah disediakan oleh setiap provider. Penulis, mahasiswi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
POJOK Dana pusat terkait penguatan infrastruktur daerah di Bali nol rupiah. - Saatnya Bali jangan ‘’belog-ajum’’. *** Tujuh SD di Densel tergenang banjir, tiga di antaranya pulangkan siswa. - Waspada. *** Curah hujan tinggi, kawasan pariwisata Kuta tak luput dari banjir. - Banjir air.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Jumat Kliwon, 16 November 2018
Dampak Tanah Longsor
Akses Jalan dan Irigasi Subak Penataran Putus Tabanan (Bali Post) -
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tabanan, Rabu (14/11) malam, menyebabkan bencana longsor di sejumlah titik di Kecamatan Marga. Bahkan, tanah longsor menutup akses jalan dan irigasi dua tempekan di Subak Penataran, Banjar Lebah Desa Marga. Dari pantauan di lapangan, tanah longsor terjadi pada saluran irigasi yang menghubungkan dua tempekan subak. Material tanah longsor menutup aliran irigasi. Petani di Tempek Klumpu, Nyoman Lonak, mengungkapkan, longsor dipicu hujan deras pada Rabu malam. Dia baru mengetahui kejadian itu, Kamis (15/11) kemarin. Dari pengecekan, dua sal-
Bali Post/bit
TANAH LONGSOR Sejumlah petani di Subak Penataran mengecek kondisi jalan dan saluran irigasi yang tertimbun longsor.
uran irigasi Subak Penataran yakni di bagian atas untuk Tempek Klumpu Kaja yang berfungsi mengairi delapan hektar lahan pertanian dan aliran irigasi bawah yang mengaliri Tempek Klumpu Kelod seluas sepuluh hektar, tertimbun material longsor. Hal ini sangat merugikan petani, terlebih mengingat masa tanam akan segera tiba. Hal senada disampaikan petani lainnya, I Made Wirna. Dikatakannya, saluran irigasi memang dalam kondisi retak dan sebelumnya pernah longsor. Hanya, telah dilakukan pemasangan drum sepanjang enam meter agar air irigasi bisa tetap mengalir. ‘’Lihat saja, drum yang
kami pasang bahkan tidak terlihat lagi akibat tertimpa material longsor,’’ ucapnya. Para petani berharap pemerintah bisa segera melakukan perbaikan, agar mereka bisa melakukan penanaman padi pada pertengahan Desember mendatang. Sementara itu, Kepala BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Made Sucita mengatakan, pihaknya rencananya melaksanakan rapat dengan instansi terkait pada hari ini guna membahas dampak dan penanganan longsor tersebut. ‘’Akan kita koordinasikan dulu. Masih atau tidak, ada anggaran yang bisa dieksekusi tahun ini,’’ ucapnya. (kmb28)
Belum Terakreditasi Pengelola Jatiluwih Optimis Kunjungan Wisatawan Penuhi Target Kerja Sama RS Nyitdah dan BPJS Ditunda Tabanan (Bali Post) Tahun 2018 ini, DTW Jatiluwih menargetkan angka kunjungan 250 ribu orang. Angka ini sama dengan target yang dipasang tahun sebelumnya. Manajer DTW Jatiluwih I Nengah Sutirtayasa, Kamis (15/11) kemarin, mengatakan tidak dinaikkannya target kunjungan 2018 dikarenakan kondisi kunjungan yang sempat turun akibat erupsi Gunung Agung pada 2017 lalu. Dampak erupsi ini sangat signifikan pada kunjungan wisatawan ke Jatiluwih dan berlangsung hingga awal 2018. ‘’Karenanya, target tidak dinaikkan dan tetap dipasang 250 ribu pengunjung. Sama dengan tahun 2017,’’ ujarnya. Secara perlahan, kunjun-
gan yang sempat turun akibat erupsi Gunung Agung, kembali normal. Meski tahun 2018 masih sisa 1,5 bulan, Sutirtayasa optimis target dapat tercapai. Target kunjungan Jatiluwih akan tercapai seratus persen melihat ada momen libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Untuk mendukung kunjungan wisatawan ke DTW Jatiluwih, pihak manajemen telah melakukan beberapa perbaikan fasilitas penunjang. Selain itu, dilakukan beberapa terobosan, salah satunya menggelar pertunjukan rutin di DTW Jatiluwih. ‘’Akan ada pertunjukan budaya rutin. Saat ini sedang dalam tahap persiapan,’’ ujar Surtitayasa.
Untuk asal wisatawan yang berkunjung ke DTW Jatiluwih, masih didominasi wisawatan asal Eropa. Selain itu, saat ini untuk wisatawan domestik (wisdom) khususnya mengarah kalangan anak muda, ada kecenderungan mengalami lonjakan. Dengan meningkatnya angka kunjungan wisdom, persentase wisman dan wisdom berubah dari 85 persen wisman menjadi 75 persen wisman dan sisanya adalah wisdom. ‘’Peningkatan wisdom karena pihak manajemen gencar berpromosi di sosial media. Promosi ini berdampak positif dan menyebabkan banyak generasi muda yang datang ke Jatiluwih,’’ ujar Sutirtayasa. (kmb24)
Tabanan (Bali Post) Rencana penyediaan layanan bagi pasien BPJS di RS Nyitdah pada akhir tahun ini harus ditunda. Hal ini menyusul adanya aturan baru pemerintah yang mewajibkan seluruh RS yang bekerja sama dengan BPJS harus terakreditasi. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Kamis (15/11) kemarin, mengatakan RS Nyitdah sedang melengkapi seluruh persyaratan. ‘’RS Nyitdah sendiri baru saja berdiri dan proses pembangunan juga masih berjalan. Ditargetkan awal tahun 2019 sudah menjalani proses akreditasi ini,’’ ujarnya. Untuk akreditasi, salah satu yang harus dipenuhi adalah SDM. Saat ini, RS Nyitdah masih kekurangan dokter spesialis. Agar bisa mendapatkan akreditasi C, dokter spesialis yang harus dimiliki adalah empat spesialis dasar yaitu spesialis penyakit dalam, spesialis anak, spesialis bedah, dan spesialis obgyn. Saat ini yang baru terpenuhi adalah Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Agar bisa memenuhi tenaga dokter spesialis ini, terlebih Tabanan tidak mendapatkan formasi CPNS untuk dokter spesialis tahun ini, cara yang diambil adalah kerja sama
dengan BRSU Tabanan dalam hal penugasan dokter spesialis ke RS Nyitdah. Sementara itu, Direktur RS Nyitdah dr. Nyoman Wisma Brata mengakui, jika pihaknya masih kekurangan dokter spesialis. Lantaran tahun ini tidak mendapatkan formasi CPNS untuk dokter spesialis, pihaknya sedang menunggu kebijakan dari Pemkab Tabanan. ‘’Solusi yang ditawarkan adalah dengan menugaskan dokter spesialis BRSU ke RS Nyitdah. Tapi ini sedang menunggu SK Bupati,’’ ujarnya. Mengingat pelayanan BPJS belum bisa terealisasi, hingga saat ini RS Nyitdah baru bisa melayani pasien rawat darurat dan poliklinik penyakit dalam berstatus umum. Jika dilihat dari persyaratan gedung dan peralatan, Wisma Brata menyatakan, RS Nyitdah sebenarnya sudah siap membuka layanan poliklinik. Sayangnya, karena dokter spesialis belum lengkap, RS Nyitdah saat ini hanya bisa membuka poli penyakit dalam dan itu pun statusnya masih pasien umum. ‘’Sudah ada beberapa pasien yang berobat. Dibuka poli penyakit dalam karena memang baru memiliki spesialis penyakit dalam. Diharapkan proses akreditasi dan pemenuhan
Tabanan (Bali Post) Polemik terkait postur belanja pada RAPBD Tabanan 2019 belum ada kejelasan. Hingga Kamis (15/11) kemarin, atau dua pekan pascapenundaan rapat kerja Banggar DPRD Tabanan dan TAPD, belum ada kejelasan mengenai kelanjutan pembahasan RAPBD 2019. Bahkan, eksekutif belum menyetorkan kembali rancangan belanja daerah ke dewan. Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratmaja mengakui pihaknya belum melakukan koordinasi dengan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) terkait postur belanja pada RAPBD. Namun ditegaskannya, hal tersebut akan dibahas hari ini. Dihubungi terpisah, Kepala Bakeuda Tabanan Dewa Ayu Sri Budiarti mengatakan, TAPD akan bertemu dengan Banggar pada Sabtu (17/11) besok. ‘’Formulanya akan diputuskan bersama,’’ katanya. Seperti diberitakan sebe-
lumnya, rapat kerja Banggar dengan TAPD terkait RAPBD 2019 ditunda. Hal ini lantaran postur belanja daerah pada RAPBD dinilai belum sesuai aturan. Ketua Banggar yang juga Ketua DPRD Tabanan, I Ketut Suryadi, menyatakan, draf yang dibuat TAPD belum mengacu aturan baru dari Kementerian Keuangan. Menurutnya, sesuai aturan baru, dalam penyusunan RAPBD khususnya pada sisi belanja, semua dana pusat yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tidak boleh sepenuhnya digunakan untuk biaya tidak langsung terutama untuk belanja pegawai. Ada sebagian yang harus dialokasikan untuk biaya infrastruktur atau belanja langsung. ‘’Sesuai aturan yang baru, 25 persen DAU harus dialokasikan untuk infrastruktur. Sementara dari postur RAPBD 2019 dari sisi belanja, hal tersebut belum diterapkan sehingga belum bisa membahas,’’ jelasnya. (kmb28)
Belum Jelas, Kelanjutan Pembahasan RAPBD 2019
Bali Post/bit
POHON TUMBANG - Petugas BPBD Tabanan dibantu warga melakukan pembersihan pohon tumbang yang menimpa palinggih di Pura Beji.
Ditimpa Tiga Pohon
’’Palinggih’’ Pura Beji Batan Duren Rusak Berat
Tabanan (Bali Post) Hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan tiga pohon berukuran besar tumbang dan menimpa Pura Beji Batan Duren di Banjar Tegal Desa Kukuh Kecamatan Marga, Kamis (15/11) kemarin. Akibat kejadian tersebut, palinggih pemayasan dan tembok panyengker di pura tersebut rusak berat. Jro Mangku Pura Batan Duren I Nyoman Budia menuturkan, ketiga pohon yakni pohon tep, pohon nyantuh dan pohon kelapa berada tepat di atas pura beji. Sebelum tumbang, salah seorang warga bernama Ketut Warta (49), pukul 04.30 Wita tengah bersepeda menyusuri jalan yang baru saja selesai dibeton. Ketika melintas di lokasi, Warta melihat ada yang janggal. Dengan berbekal senter yang dibawanya, barulah ia mengetahui ada pohon tumbang menimpa Pura Beji Batan Duren. Warta pun menginformasikan hal tersebut ke warga yang tinggal
dekat dengan lokasi kejadian dan meneruskan ke pemangku pura setempat. Tidak hanya menimpa palinggih, pohon tersebut juga menutup akses jalan menuju Beji Pura Batan Jaba yang terletak di sebelah Pura Beji Batan Duren. ‘’Akses jalan ke beji dan pancoran untuk cari air minum tertutup. Biasanya banyak warga yang mencari air ke beji,,’’ ucapnya. Sebanyak 31 KK pangempon pura dibantu petugas BPBD Tabanan melakukan pembersihan di lokasi tersebut. Jro Mangku Nyoman Budia mengatakan, kerugian ditaksir Rp 50 juta. Dalam waktu dekat akan dilakukan rembuk dengan pangempon pura untuk membahas rencana perbaikan sekaligus upacara keagamaan yang perlu digelar. Tak hanya itu, longsor juga terjadi di sebelah utara SD 2 Petiga Banjar Geluntung Kaja, Desa Geluntung, Marga. Tembok panyengker SD tersebut roboh dan tanah sekitar tergerus sepanjang
9 meter dengan kerugian sekitar Rp 8 juta. Tembok panyengker TK Adikumara juga roboh karena longsor sepanjang 13 meter. Atap bangunan TK tersebut rusak dan satu palinggih tergerus ke dalam jurang dengan total kerugian kurang lebih Rp 12 juta. Terkait mulai banyaknya bencana longsor yang dipicu hujan, BPBD Tabanan membuat surat edaran ke masing-masing kecamatan agar senantiasa melakukan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap bencana. Bahkan, BPBD juga meminta warga aktif memberikan informasi terkait dampak bencana agar bisa didata dan ditindaklanjuti. ‘’Intinya, kami selalu mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan untuk meminimalisir terjadinya korban jika kemungkinan ada bencana alam,’’ kata Kepala BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Sucita. (kmb28)
Bali Post/san
IRD - Layanan IRD di RS Nyitdah. Saat ini, RS Nyitdah hanya membuka layanan IRD dan poliklinik penyakit dalam status pasien umum. Kerja sama dengan BPJS ditunda karena RS Nyitdah belum terakreditasi. SDM bisa segera sehingga RS Nyitdah bisa melayani pasien BPJS,’’ jelasnya. Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Tabanan I Wayan Triana mengatakan, kekurangan dokter spesialis tidak hanya dialami RS Nyitdah tetapi juga RS tipe C swasta di Tabanan. Guna memenuhi kebutuhan dokter spesialis, RS swasta masih memakai dokter spesialis dari RS pemerintah. Di sisi lain, dokter spesialis hanya boleh membuka praktik di tiga tempat saja sehingga keterbatasan ini menyebabkan mereka tidak bisa melayani seluruh RS tipe C di Tabanan. Lanjut Triana, kebutuhan
dokter spesialis untuk RS tipe C terbagi atas tiga kategori yaitu spesialis dasar, spesialis penunjang dan spesialis gigi dan mulut. Menurut Triana, untuk RS pemerintah, pemenuhan dokter spesialis dilakukan dengan mengusulkan ke Pemkab Tabanan baik melalui tenaga kontrak maupun CPNS. Untuk RS Swasta memenuhi kebutuhan dokter spesialisnya dengan cara merekrut sendiri. ‘’Saat merekrut, RS swasta wajib bersurat ke Dinas Kesehatan perihal permohonan perekrutan dokter spesialis yang akan diteruskan ke provinsi dan tembusan ke Universitas Udayana,’’ ujar Triana. (kmb24)
BULELENG
8
Jumat Kliwon, 16 November 2018
RPH Dusun Batu Pulu Kembali Dikeluhkan Singaraja (Bali Post) –
Keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) di Dusun Batu Pulu, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Bulelang, kembali menuai keluhan warga sekitar. Warga mengeluh lantaran lingkungan mereka tercemar aroma tidak sedap yang dinilai mengganggu kesehatan. Beberapa tulang belulang bekas potongan hewan seperti sapi masih sering ditemukan berserakan di lingkungan perumahan warga.
Bali Post/dok
RPH – Suasana di sekitar kawasan RPH di Dusun Batu Pulu, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada. Warga kembali mengeluh karena lingkungannya tercemar limbah bekas pemotongan hewan.
Diduga Sakit Tak Kunjung Sembuh
Nenek 83 Tahun Tewas Gantung Diri
Singaraja (Bali Post) – Warga Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng dikejutkan dengan adanya penemuan mayat tergantung di pohon mangga, Kamis (15/11) kemarin. Belakangan diketahui mayat tersebut merupakan nenek berusia 83 tahun berinisial Luh SR. Korban nekat gantung diri diduga karena sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh. Guna memastikan hal itu, petugas Polsek Gerokgak masih menyelidiki kasusnya. Kasubag Humas Polres Bulelang Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan, kasus gantung diri ini pertama kali diketahui oleh cucunya, Kadek Rehan Wananta. Saksi yang sehari-hari tinggal bersama korban ini mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 06.00 Wita. Saat itu, saksi baru bangun tidur dan keluar rumah. Begitu keluar rumah, ia melihat neneknya
sudah tergantung di dahan pohon mangga. Saksi pun panik dan berteriak minta tolong sehingga tetangganya ramai-ramai mendatangi lokasi. Dibantu warga lainnya, saksi menurunkan tubuh korban yang sudah terbujur kaku. ‘’Setelah diturunkan, jenazah korban langsung disemayamkan di rumah duka,’’ katanya. Menurut Iptu Sumarjaya, kejadian ini murni gantung diri. Hal ini dikuatkan dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan. Pada tubuh korban tidak ditemukan tandatanda kekerasan. Yang ada hanya tanda-tanda gantung diri yakni lidah menjulur, terdapat luka lebam bekas jeratan, keluar air mani, dan pada kuku sudah membiru. Sementara terkait motifnya diduga korban putus asa dengan kondisi penyakit rematiknya yang tidak kunjung sembuh. ‘’Pihak keluarga sudah mengikhlaskan kematian korban dan menolak untuk dilakukan autopsi,’’ tegasnya. (kmb38)
Sebenarnya, keluhan warga ini bukan yang pertama kalinya. Namun beberapa bulan lalu, warga juga sempat mengeluhkan hal serupa. Adanya keluhan itu, Dinas Pertanian (Distan) Buleleng telah melakukan perbaikan pagar pembatas RPH agar anjing atau hewan lain tidak bisa masuk mencari tulang atau sisa daging yang tidak diolah. Demikian pula pintu masuk RPH sudah dipindah, sehingga mengurangi gangguan kenyamanan warga. Hanya, penanganan itu belum optimal karena dana penataan yang tidak mencukupi. Seorang warga setempat, Putu Mara, mengatakan pencemaran lingkungan ini sejatinya masalah lama dan belum tertangani tuntas oleh instansi. Pria yang juga menjabat sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Panji Anom ini menilai Dinas Pertanian hanya memperbaiki pagar pembatas. Sementara, upaya penanganan limbah sampai sekarang belum dilakukan dengan optimal. Kondisi ini pun dinilai mengganggu ling-
kungan warga, terutama yang tidak jauh dari kawasan RPH. ‘’Dulu bukan hanya aroma tidak sedap, tapi banyak juga limbah seperti tulang, sisa daging, dan lain berserakan di pekarangan dan perkebunan warga. Waktu itu keluhan sudah ditangani, tapi sekarang kembali terjadi. Kemungkinan pengolahan limbahnya belum optimal,’’ jelasnya, Kamis (15/11) kemarin. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanain (Distan) Wayan Nartha tidak menampik kalau warga di sekitar RPH mengeluhkan kondisi RPH tersebut. Ia menjelaskan pemerintah daerah sudah mengalokasikan dana untuk menata areal RPH. Misalnya, membuat pagar pembatas agar limbah tidak mudah menyebar. Pintu yang semula di sebalah timur, kini sudah dipindahkan ke barat dan posisinya sama dengan jalan raya Desa Panji Anom. Selain itu, limbah yang dihasilkan ditampung dengan membuat septic tank. ‘’Waktu muncul keluhan warga terda-
hulu, kami sudah melakukan perbaikan termasuk membuat bak untuk menampung limbah. Saat itu, penanganan dianggarkan Rp 50 juta dan itu belum mencukupi sehingga penanganan limbah itu belum maksimal,’’ katanya. Menurut Nartha, pemerintah tidak ada maksud membiarkan hal itu. Hanya, karena pemerintah masih mencari anggaran tambahan untuk menuntaskan penanganan limbah. Tahun 2019 nanti, Distan mengalokasikan tambahan pengolahan limbah bekas pemotongan di RPH itu dengan nilai Rp 150 juta. Dengan dana itu, tidak saja menambah pembangunan septic tank, tetapi juga dilengkapi peralatan untuk mengolah limbah sehingga tidak lagi mengganggu kondisi lingkungan. Limbah itu diolah menjadi kompos yang bisa dimanfaatkan warga di sekitar RPH. ‘’Untuk sementara kita harapkan warga bersabar. Tahun depan, kami akan menambah septic tank dan limbahnya akan dijadikan kompos,’’ jelasnya. (kmb38)
Pembebasan Lahan ’’Shortcut’’ Singaraja-Mengwitani
Pemilik Tanah Harapkan Harga Wajar Singaraja (Bali Post) – Menyusul proyek pembangunan jalan baru batas Kota Singaraja-Mengwitani telah dimulai, sekarang ini Pemkab Buleleng mulai menuntaskan tahapan pembebasan lahan milik warga Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada. Sejak awal tahapan pembebasan lahan ini, pemilik tanah meminta agar pemerintah membeli tanah warga dengan harga wajar, sehingga ganti rugi itu dapat digunakan membeli tanah di tempat yang baru. Salah seorang pemilik tanah, Ketut Gede, mengaku dari 3,50 hektar tanah miliknya yang dinyatakan masuk jalur proyek pembangunan shortcut di lokasi lima dan enam seluas 91 are. Lahan miliknya itu selama ini menghasilkan kopi dan sebagian ditanami bunga dan anggur hutan. Selain lahan, sebuah palinggih Paibon dan lingkungan rumahnya juga masuk jalur proyek shortcut. ‘’Sudah berkali-kali diajak rapat dan setelah diukur, 91 are tanah kami yang terkena jalur proyek. Sekarang tanahnya berisi kopi, dan cucu saya menanami bunga untuk penghasilan tambahan,’’ katanya. Terkait penawaran harga, pria yang akrab dipanggil Pan Putu Yasa ini menyerahkan sepenuhnya kepada pemerin-
tah yang akan membeli tanah miliknya. Meski demikian, dia berharap tanah itu dibeli dengan harga wajar. Dengan demikian, hasil penjualan itu, ia kembali bisa membeli tanah yang sebanding dengan tanah yang akan dibebaskan pemerintah. ‘’Pokoknya harga itu sesuai dengan perkembangan harga tanah di sini dan saya yakin pemerintah akan memberikan harga yang wajar. Kalau sudah harga wajar, saya bisa beli lagi tanah untuk mengganti yang dipakai pemerintah untuk jalan,’’ jelasnya. Hal senada juga diungkapkan pemilik tanah lain, Sang Ketut Oka. Pria yang seharihari menjadi pemangku di Pura Yeh Ketipat ini mendukung penuh pemerintah yang akan membeli tanah miliknya itu. Apalagi, pembangunan shortcut yang menelan biaya mahal itu bisa memperlancar transportasi dan membangkitkan perekonomian di Buleleng. Terkait keinginan harga jual tanah, Ketut Oka tidak menyebut berapa harga yang akan ditawarkan kepada pemerintah. Sebaliknya dia menyerahkan kepada pemerintah dan tidak merugikan pemilik tanah itu sendiri. ‘’Biar tidak merugikan pemilik tanah saja, dan saya pribadi menyerah-
gunan infrastruktur pertanian memerlukan anggaran yang tergolong murah yakni hanya Rp 20 juta per unit. Embung sendiri dibangun untuk menampung air hujan yang kemudian dialirkan dengan teknik grafitasi ke lahan-lahan pertanian yang ada. Pemanfatan air dari embung ini dilakukan dengan teknik tetes. Artinya, untuk mengairi lahan pertanian dilakukan dengan meneteskan air dengan batas waktu yang sudah diatur. Dengan cara ini, tentunya menghemat pemakaian air di musim kemarau. ‘’Kami merancang untuk membangun embung kecil dengan memanfaatkan Dana Desa (DD). Kalau ini ada dukungan dari kebijakan pemerintah daerah, kami yakin ancaman kekeringan yang terus terjadi setiap tahun dapat diatasi dengan tuntas,’’ katanya. Tak hanya itu, persoalan lain juga ada. Petani
di daerahnya belakangan ini banyak yang putus asa dan terpaksa membiarkan lahan dengan menanam tanaman keras seperti pohon jati. Ini karena sejak bertahuntahun petani belum berhasil membasmi serangan hama jenis gayas. Hama ini tidak saja menyerang tanaman hortikultura, tetapi juga kelapa hingga jambu mete. Tak heran, petani tidak berani menanam tanaman hortikulura karena dipastikan akan merugi akibat hama tersebut. ‘’Jangankan dijual, untuk memenuhi kebutuhan saja sudah tidak bisa,’’
kan penentuan harga tanah kepada pemerintah dan yakin harganya wajar, sehingga pembebasan tanah ini adalah memberikan keuntungan untuk pemilik seperti kami ini,’’ jelasnya. Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Buleleng I Gusti Pariatna mengatakan pengukuran tanah yang terkena jalur proyek shortcut lima dan enam sudah tuntas. Dari tahapan itu, lahan yang terkena lintasan shortcut seluas 10,8 hektar. Lahan ini menyebar pada 30 bidang tanah. Data kebutuhan lahan shortcut dan sebaran bidangnya sudah diumumkan kepada warga. Sebelum nantinya dijadikan tahapan untuk ganti-rugi, BPN memberikan kesempatan kepada pemilik untuk menyampaikan sanggahan atas hasil pengukuran. Jika dalam batas waktu itu tidak ada sanggahan, maka data itu dijadikan acuan oleh tim appraisal dalam menghitung harga tanah, tanaman dan bangunan. ‘’Sudah diumumkan dan kita berikan kesempatan untuk warga mengajukan sanggahan dan kalau tidak ada maka tahapan akan berlanjut pada penghitungan harga tanah,’’ ucapnya.
Bali Post/dok
SHORTCUT – Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri upacara peletakan batu pertama (ground breaking) proyek pembangunan shortcut di lokasi lima dan enam di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada. Sebelumnya dalam upacara ground breaking, Rabu (14/11) lalu, Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan sepenuhnya proses pembebasan lahan oleh tim appraisal yang sudah ditunjuk. Meski demikian, pihaknya menjamin kalau dalam proses pembebasan lahan tidak
ada warga pemilik tanah yang dirugikan. Bahkan, Gubernur asal Desa Sembiran Kecamatan Tejakula ini menginstruksikan kalau ada rumah warga masuk jalur proyek agar segera diganti dengan yang baru dan dilengkapi pembangunan sanggah. (kmb38)
Perbekel Desa Tembok Beberkan Penghambat Sektor Pertanian Singaraja (Bali Post) – Momen pembahasan APBD tahun 2019 dimanfaatkan para perbekel di Buleleng untuk menyampaikan persoalan yang terjadi di wilayah mereka. Seperti Perbekel Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Dewa Komang Yudi. Ia membeberkan persoalan yang menghambat pengembangan sektor pertanian dan perkebunan. Dengan lugas masalah itu disampaikan di hadapan Ketua Komisi II Putu Mangku Budiasa bersama Gusti Made Artana dan Dewa Putu Tjakra serta Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Wayan Nartha mewakili Kepala Dinas Pertanian. Yudi mengatakan kehadirannya menemui dewan ini bersamaan dengan pembahasan rancangan APBD tahun 2019. Lewat kesempatan ini, ia berkoordinasi dengan wakil rakyat mencari solusi guna mengatasi masalah yang dih-
adapi petani. Persoalan itu yakni terkait ketersediaan irigasi pertanian tanaman hortikultura. Petani melakukan budi daya tanaman hortikultura mengandalkan saat musim hujan saja. Pada musim kemarau, usaha tani terhenti total. Selain itu, infrastruktur irigasi di desanya juga tidak mendukung. ‘’Kalau lahan pertanian di daerah sangat potensial. Hanya ketersedian air, terutama di daerah bukit mengandalkan air hujan dan di bagian bawah memakai sumur bor. Namun, petani menanam tanaman keras seperti mangga, rambutan, dan kelapa. Padahal bisa ditanam sayur, kacang, jagung, dan tanaman hortikultura lain,’’ katanya, Kamis (15/11) kemarin. Menurut Yudi, permasalahan irigasi ini dapat diatasi dengan membangun embung berkapasitas kecil. Pemban-
Balu Post/mud
BEBERKAN – Perbekel Desa Tembok Kecamatan Tejakula Dewa Komang Yudi saat membeberkan masalah kondisi pertanian di desanya kepada DPRD Buleleng, Kamis (15/11) kemarin.
jelasnya. Penanganan hama itu, lanjut Yudi, instansi terkait di daerah sudah melakukan pengendalian dengan berbagai cara. Hanya, upaya itu masih perlu ditingkatkan. Selain itu, diharapkan ada kebijakan serius untuk membasmi hama gayas dengan cara lain. Bisa saja melibatkan para peneliti dan ahli pertanian, sehingga hama ini tidak lagi menjadi momok yang menghambat pengembangan sektor pertanian di Desa Tembok. ‘’Sebenarnya, kami sudah menemukan obat organik yang efektif membasmi hama gayas,’’
ucapnya. Menanggapi masalah itu, Ketua Komisi II Putu Mangku Budiasa menerangkan keseriusan pemerintah Desa Tembok dalam mengatasi masalah pertanian patut diapresiasi. Bahkan, inisiatif perbekel yang melaporkan persoalan ini sangat tepat. Untuk itu, apa pun masalah yang menganjal pengembangan pertanian perlu ditindaklanjuti. Bahkan, untuk mengakomodir masalah petani, Budiasa mendorong agar instanasi yang membidangi men-
gubah program kegiatan yang sudah disusun. ‘’Saya kira apa yang disampaikan perbekel ini harus ditindaklanjuti. Kami akan koordinasikan dulu apa masuk dalam rencana kegiatan dan kalau misalnya tidak, kami akan dorong untuk mengubah program yang memang diperlukan petani. Buat apa program sudah jauh hari dirancang lalu pemanfaatannya tidak optimal, sehingga kalau diperlukan programnya bisa saja diubah,’’ tegasnya. (kmb38)
Jumat Kliwon, 16 November 2018
GIANYAR
9
Ibu-ibu Beradu Membuat ’’Gebogan’’ Gianyar (Bali Post) Seratus lebih anggota PKK di Kabupaten Gianyar beradu keterampilan membuat gebogan yang dilaksanakan di Taman Prakerti Bhuana, Beng, Gianyar, Kamis (15/11) kemarin. Lomba gebogan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Gianyar ini diikuti 22 grup. Masing-masing grup terdiri dari enam orang. “Lomba gebogan dengan merangkai bunga, buah, dan janur merupakan salah satu upaya pemberdayaan perempuan khususnya dalam pembuatan sarana upacara agama,” ujar panitia yang juga Kabid Pemberdayaan Perempuan P3AP2KB Kabupaten Gianyar Ni Made Agustiniwati di sela-sela lomba. Dalam perlombaan yang dinilai beberapa juri yang berkompeten ini, masing-masing peserta harus menuntaskan pekerjaan dalam waktu
empat jam. Para pemenang akan diumumkan saat Hari Ibu, Desember mendatang. Agustiniwati mengatakan, P3AP2KB memang konsisten dalam pemberdayaan perempuan. Sebelumnya juga telah dilaksanakan berbagai kegiatan yang melibatkan kaum perempuan, di antaranya penyuluhan agama, outbound, dan pengembangan kepribadian, pelatihan table manner, membuat banten, lomba vocal group, dan workshop kain tradisional. Sementara itu, Plt. Asisten Administrasi, Ekonomi dan Pembangunan Gede Widarma Suharta menyampaikan, perlombaan membuat gebogan diharapkan makin mengasah keterampilan dan kreativitas ibu-ibu. Selain itu, perlombaan nantinya menyasar anak-anak usia dini sehingga mereka terampil membuat gebogan sebagai salah satu sarana upacara agama. “Kegiatan dalam pemberdayaan perempuan harus terus dilaksanakan sebagai upaya kesetaraan gender,” ujarnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
GEBOGAN - Suasana lomba membuat Gebogan di Taman Prakerti Bhuana, Beng, Gianyar, Kamis (15/11) kemarin.
Bawaslu Soroti Maraknya Pelanggaran APK
Polisi Masih Dalami Kasus OTT Tirta Empul Gianyar (Bali Post) Polisi sampai saat ini masih mendalami penanganan kasus operasi tangkap tangan (OTT) di Pura Tirta Empul. Kendati demikian, jajaran Polres Gianyar terkesan enggan ketika dikonfirmasi terkait kelanjutan kasus yang menyeret Bendesa Adat Manukaya Let sebagai calon tersangka ini. “Sabar dulu,” ujar Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan Kamis (15/11) kemarin. Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menilai dalam kasus yang terjadi di Tirta Empul tidak ada upaya pelemahan desa pakraman. “Masih saya cermati. Apa yang saya lihat memang ada kekeliruan pada dasar hukum pemungutan, namun tidak ada itu pelemahan desa pakraman,” ujar Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini. Menurut pejabat asal Puri Ubud ini, desa pakraman melalui pararem hanya mengatur di internal desa adat. “Saya melihat pararem itu mengatur ke internal, kemudian pihak lain itu tidak memaksa. Ini kalau sudah ada harga bagaimana?” katanya. Namun, ia mengaku sudah
melakukan pertemuan dengan Gubernur Bali Wayan Koster terkait desain payung hukum yang akan menguatkan dan melindungi desa pakraman. “Kita punya filosofi tidak ada sejengkal tanah pun yang bisa lepas dari aci di Bali, dan ini kan sudah menjadi sebuah kesepakatan sebenarnya. Maka dari itu, pemerintah akan buatkan payung hukum agar lebih menguatkan desa pakraman,” tegasnya. Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengaku menyerahkan segala proses terkait kasus ini kepada polisi. Menurutnya, jika memang ada unsur memperkaya diri sendiri, tentu akan segera terungkap. “Kan ada gelar perkara. Nanti pasti kelihatan ke mana larinya uang itu. Siapa yang bertanggung jawab. Termasuk jika ada aparat dari pemerintah sebagai leading sector terlibat, saya tidak akan lindungi,” tegasnya. Mahayastra mengatakan, semua orang sama di mata hukum. “Kalau sudah oknum yang diuntungkan, menjabat sebagai bupati, gubenur hingga menteri pun akan dilibas. Semua sama di mata hukum, termasuk desa pakraman,” terangnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gianyar mengintensifkan pengawasan proses pemilihan legislatif yang sedang berjalan pada tahap kampanye. Bawaslu Gianyar sudah menerima satu laporan resmi terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh salah seorang calon legislatif selama masa kampanye ini. Selain laporan itu, Bawaslu juga menyoroti maraknya pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye (APK). Ketua Banwaslu Gianyar I Wayan Hartawan mengatakan, pihaknya menerima satu laporan resmi terkait dugaan pelanggaran masa kampanye yang dilakukan oleh caleg asal Kabupaten Gianyar. Namun, ia enggan menjabarkan detail dari laporan tersebut. “Ada satu terkait proses kampanye yang menurut laporan dilakukan di tempat ibadah dalam hal ini pura, termasuk dugaan politik uang,” ujar Hartawan, Kamis (15/11) kemarin. Menerima laporan ini,
Hartawan beserta jajaran Bawaslu Gianyar sudah melakukan penelusuran ke lapangan. Pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. “Kami masih melakukan penelusuran terkait laporan itu. Belum ada kesimpulan apakah itu pelanggaran atau tidak,” katanya. Selain laporan resmi itu, Bawaslu Gianyar juga banyak menerima informasi via telepon terkait pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye. Hartawan mengakui, realitas di lapangan memang banyak caleg yang memasang APK tidak sesuai ketentuan. “Jumlah APK yang tidak sesuai ketentuan itu puluhan, bahkan bisa mencapai seratusan,” ujarnya. Hartawan menegaskan, pihaknya sudah berkoordinasi
dengan Pemkab Gianyar terkait pelanggaran tersebut, agar segera dilakukan penertiban. Terlebih sesuai aturan, pelanggaran APK itu jelas melanggar Perda Nomor 15 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. “Sudah kami koordinasikan itu ke Pemkab Gianyar agar segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait. Dalam hal ini Satpol PP sebagai penegak perda,” tegasnya. Hartawan mengatakan, APK resmi saat ini sedang diproses oleh KPU Kabupaten Gianyar. Diakui, proses ini cukup lama lantaran jumlahnya cukup banyak. Untuk baliho yang akan dipasang maksimal berukuran 4x7 meter. “Penempatan APK juga sudah ditentukan oleh KPU. Di luar itu jelas tidak boleh,” katanya. (kmb35)
WNA Asal Latvia Menghilang Sejak Enam Bulan Penemunya Disiapkan Imbalan Rp 150 Juta
Bali Post/kmb35
BEBAS NARKOBA - Kepala BNN RI Komjen Pol. Heru Winarko me-’’launching’’ desa bebas narkoba di Balai Budaya Gianyar, Kamis (15/11) kemarin.
Kepala BNN ”Launching” 16 Desa Adat Bersih Narkoba
Gianyar (Bali Post) Badan Narkotika Nasional (BNN) makin menggalakkan penanganan permasalahan narkoba dari tingkat desa. Kamis (15/11) kemarin, Kepala BNN RI Komjen Pol. Heru Winarko melantik 115 orang perwakilan komponen masyarakat menjadi relawan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Jenderal bintang tiga di pundaknya ini juga melakukan penandatanganan Pararem Anti-Narkoba dan me-launching desa bersih narkoba di tujuh desa dinas dan 16 desa adat. Acara yang digelar di Balai Budaya Gianyar itu dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Deputi Pencegahan BNN RI Irjen Ali Johardi, Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa, Inspektur III Inspektorat Utama BNN Edhie Mulyono, S.E., Ak., M.M., QIA., Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Provinsi Bali Drs. Bambang Yogasuara, S.H., Bupati Gianyar Made Mahayastra dan para bendesa adat di Kabupaten Gianyar. Ditemui seusai melantik relawan, Kepala BNN RI Komjen Heru Winarko mengatakan, program ini dimulai dari Kabupaten Gianyar dan akan dilanjutkan di seluruh Indonesia.
Dikatakan, desa-desa akan digiatkan sebagai desa bersinar (bersih dari narkoba). “Bersama-sama kita lakukan, desa ini bisa bersih dari narkoba,” katanya dan menambahkan, kebijakan ini juga akan diturunkan ke pemerintah Provinsi Bali dengan mengarahkan seluruh desa untuk bersih dari narkoba. Heru Winarko membeberkan, narkoba kini sedang mengincar negeri ini. Bahkan, sampai 80 persen lebih narkotika dari luar rencananya dibawa ke Indonesia. “Kita perketat perbatasan untuk melakukan pengawasan terhadap prekursor. Apabila tidak ada pengawasan ketat, maka fatal akibatnya,” ujarnya. Menurut Heru Winarko, saat ini sudah masuk 73 jenis narkotika di Indonesia dan menyusup ke desa-desa. Bahkan, Bali masuk lima besar pengguna narkoba di Indonesia. Beberapa narkotika jenis baru masuk ke Bali melalui pariwisata. Kebanyakan turis internasional menggunakan heroin dan sabu. “Karena itu, saya harapkan Babinsa dan Babinkamtibmas serta kepala desa dapat menjadi pilar di desa-desa untuk melakukan pengamanan terhadap desanya,” katanya. Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra mengatakan, pi-
haknya menyambut positif pelantikan relawan dan penandatanganan pararem untuk desa bersih narkoba. Ke depan, aturan tentang narkotika akan dimasukkan pada awig-awig 273 desa pakraman yang ada di Kabupaten Gianyar dan dibiayai sepenuhnya oleh Pemkab Gianyar. “Pembinaan akan dimasukkan langsung ke desa pakraman,” katanya. Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, peredaran gelap narkoba di Tanah Air khususnya di Bali sangat memprihatikan, serta menyasar seluruh komponen masyarakat. “Saya berikan apresiasi kepada BNN Provinsi Bali yang selama ini selalu giat menggandeng desa adat dan dinas dalam bentuk pengukuhan relawan dan pararem antinarkoba,” ujarnya. Ia mengatakan, keberadaan pararem sangat strategis dan mengikat masyarakatnya khususnya krama desa. Apabila ada masyarakat yang terlibat narkoba, maka akan terkena hukum negara dan sanksi adat yang mengikat. “Kepada para relawan agar dapat melaksanakan swadharma dengan sungguh-sungguh dan dengan kerja keras dapat menyelamatkan bangsa ini khususnya Kabupaten Gianyar dari kehancuran,” tegasnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Warga negera asing asal Republik Latvia, Gatis Baumanis, sudah hampir enam bulan menghilang. Aparat kepolisian pun terus melakukan pencarian sejak awal dilaporkan hilang pada Mei 2018 lalu. Sementara pihak keluarga kini memasang brosur di seputaran Kecamatan Sukawati. Bahkan, dalam brosur itu terpasang uang imbalan Rp 150 juta. Kapolsek Ubud Kompol Raka Sugita mengatakan, brosur pencarian Gatis Baumanis dengan imbalan ratusan juta rupiah bagi penemunya itu ditempel oleh pihak keluarga. Pemasangan brosur ditempatkan di sejumlah jalur strategis di kawasan Ubud atau jalur lain seperti simpang empat Jalan Raya Kemenuh, dan di areal Patung Bayi Sakah. “Itu ditempel oleh keluarganya,” ujar Raka Sugita, Kamis (15/11) kemarin. Raka Sugita mengatakan, polisi sudah keliling mencari Gatis. Bahkan, pencarian sudah dilakukan ke luar Kabupaten Gianyar, Kuta, Sanur, Nusa Dua, sampai Nusa Lembongan. Namun, sampai saat ini, keberadaan Gatis belum diketahui.
“Kami juga datang ke restoranrestoran, vila dan hotel-hotel tapi tidak ada yang tahu. Tanpa jejak dan bekas. Hilang ditelan bumi, ini masih nihil,” tegasnya. Pemasang brosur, Tira, mengaku memasang brosur itu di tempat-tempat strategis di wilayah wisata. Harapannya, Gatis bisa ditemukan dan yang membawa Gatis akan dihadiahi uang tunai. “Saya kebetulan dipercayai sama ayahnya ikut mencari Gatis. Sudah sejak Mei lalu mencari, belum ketemu juga,” ujarnya. Menurut Tira, beberapa kali dia menemukan pria mirip Gatis. “Pernah di Sanur, ada bule mengorek sampah. Ternyata, bukan dia. Terakhir saya ketemu bule sedang mandi di sungai, setelah saya tunggu, ternyata bukan Gatis,” ujarnya. Menurut Tira, Gatis masih membawa handphone, tapi tidak aktif. Begitu pula tidak ada pesan terakhir dari Gatis yang diketahui sedang depresi akibat diputus oleh pacarnya. “Mei lalu, dia datang ke vila sekitar pukul 15.00. Malamnya dia mungkin minum, sehingga paginya dilihat sama pegawai mabuk tidak sadar,” jelasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
PENCARIAN - Brosur pencarian Gatis Baumanis yang terpasang di kawasan Sukawati.
JEMBRANA
10
Jumat Kliwon, 16 November 2018
Pedagang Resah
Pembangunan Pasar Melaya Terlihat Mangkrak Negara (Bali Post) –
Revitalisasi Pasar Melaya sejak beberapa pekan ini mandek. Padahal pengerjaan belum selesai dan batas waktu pengerjaan sangat mepet. Kondisi ini sering dikeluhkan warga dan para pedagang di pasar tradisional di Kecamatan Melaya ini. Padahal dari pengamatan, Kamis (15/11) kemarin, di lokasi pembangunan bangunan pasar senilai Rp 671.879.997,51 ini masih ada peralatan konstruksi. Hanya saja tidak ada satu pun pekerja yang melakukan aktivitas. Padahal batas waktu sudah nyaris habis. Sementara pekerjaan baru sekitar 60 persen. Sejumlah pedagang yang ditemui, Kamis kemarin mengungkapkan, sudah sejak dua pekan terakhir tidak ada aktivitas kerja. Kondisi ini sering menjadi pertanyaan warga dan para pedagang. Pasalnya sudah cukup lama tidak ada pekerjaaan dan bahan-bahan material juga tak terlihat. Apalagi saat ini atap berangka baja ringan ini juga belum terpasang. Wayan Suenda, salah seorang pedagang pakaian di dekat lokasi mengungkapkan, aktivitas proyek sudah tidak ada sejak dua minggu lalu. Padahal banyak pedagang yang sudah dipindah sementara dan berharap segera
kembali ke dalam pasar. Dari pengamatan di papan informasi proyek disebutkan kontrak pelaksanaan pekerjaan dimulai 15 Juli 2018 dengan batas waktu 120 hari kerja. Sehingga November ini sejatinya sudah batas waktu pengerjaaan. Sejatinya selain atap, juga masih ada rentetan pekerjaan lainnya yang harus dikerjakan. Seperti pemasangan keramik, pembuatan los dan lain-lainnya. Namun hingga berita ini diturunkan tidak ada aktivitas dan sepi. Para pedagang, khususnya yang direlokasi sementara meminta agar pengerjaan segera dirampungkan. Apalagi saat ini sudah memasuki
musim penghujan. Sementara itu, Kadis Koperindag Jembrana I Made Gede Budhiarta dikonfirmasi Kamis sore mengatakan, berdasarkan pengawasan yang dilakukan proses pengerjaan berlangsung lambat dan ada keterlambatan tahapan pengerjaan. Sampai 4 November 2018 baru mencapai 50,397%. Untuk itu sesuai mekanisme aturan, pihak Dinas terkait telah mengeluarkan teguran I, II dan III kepada pelaksana proyek yang berisi langkah-langkah penyelesaian seperti menambah tenaga kerja serta alat untuk mendukung pekerjaan. Atas temuan tersebut pi-
hak dinas juga telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Jamkrida selaku penjamin serta Gapensi selaku asosiasi bernaungnya kontraktor. Dinas juga telah memanggil pelaksana beberapa kali untuk mencari solusi yang terbaik. Pihak pelaksana proyek telah menyatakan kesanggupan menyelesaikan proyek sesuai dengan batas waktu dengan menandatangani surat pernyataan kesanggupan. Kontrak baru bisa diputus serta pelaksana proyek di-black-list apabila tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu. Di sisi lain, Pimpinan CV Dua Serangkai Jaya Lantik Wijaya kepada wartawan mengakui adanya keterlambatan proyeknya. Kendalanya karena pihaknya baru mengambil uang muka dan belum menarik termin. “Segera kami selesaikan dan lanjutkan,” jelasnya. (kmb26)
Bali Post/olo
LAMBAT – Pengerjaan Pasar Melaya yang berlangsung lambat, bahkan beberapa pekan tidak ada kegiatan.
Rabat Beton di Tuwed
Warga Pertanyakan Berhentinya Pengerjaan
Bali Post/olo
DIPERBAIKI – Perbaikan jalan nasional di jembatan Sebual, Desa Dangintukadaya kemarin. Sebelumnya warga memasang portal dan bendera di tengah jalan nasional itu lantaran terdapat lubang dan membahayakan pengguna jalan.
Jalan Rusak di Sebual Diperbaiki
Negara (Bali Post) – Setelah sempat diberitakan di media karena adanya pemasangan portal dan bendera Merah Putih oleh warga yang protes, jalan nasional yang berlubang di jembatan Sebual, Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana, Kamis (15/11) diperbaiki. Sejumlah pekerja siang kemarin nampak mulai membersihkan lubang dan memperbaiki jalan rusak itu. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 03, Cekik-Batas Kota Tabanan pada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah III, I Gede Agus Punarta, Kamis (15/11) kemarin mengatakan, perbaikan jalan langsung dilakukan kema-
rin dari pihak kontraktor. Sehingga jalan yang rusak di Sebual tersebut sore kemarin sudah bisa dilalui kendaraan seperti biasanya. Punarta didampingi site manager Putu Joni Andika dari PT Aditya Sinar Pratama mengungkapkan, pelaksanaan perbaikan struktur jalan yang rusak di Sebual ini dilakukan dengan penanganan rekonstruksi. Yakni mengganti material struktur bawah jalan yang sebelumnya urugan tanah dan sudah mengalami penurunan. Petugas perbaikan jalan menggali hingga mencapai struktur tanah keras dengan kedalaman sekitar 125 cm kemudian menutupnya dengan agregat A dan pemadatan setiap layernya 30 cm.
Selanjutnya di atas agregrat A itu diaspal hotmix dengan dua lapisan. Lapisan pertama ACBC setebal 7 cm dan selanjutnya ACWC setebal 5 cm. Sebelumnya diberitakan sejumlah warga memasang portal dan bendera merah putih di tengah jalan Denpasar-Gilimanuk, Sebual, Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana, lantaran jalan tersebut rusak. Pemasangan ini dilakukan selain sebagai penanda jalan rusak, juga bentuk protes jalan nasional yang sering rusak. Khususnya di titik jembatan Sebual itu. Mereka berharap agar jalan rusak itu segera diperbaiki dan tidak kembali rusak seperti sebelumnya. Apalagi jalan tersebut merupakan jalur jalan nasional. (kmb26)
Memang ulat yang berdampak gatal bila bersentuhan dengan kulit manusia itu belum sampai merambah ke rumah warga. Namun warga cukup resah apalagi bila melintas di sekitar pohon beringin tersebut. Dampak lainnya, fasilitas lapangan umum yang sebelumnya sering digunakan siswa sekolah dan warga sejak beberapa hari ini sepi. Banyak warga yang merasakan gatal-gatal saat berolahraga dan diduga pemicunya dari serangan ulat tersebut. Dari pengamatan ulat bulu yang berwarna putih kekuningan ini nampak
bergerombol di pohon beringin besar ini. Tidak hanya di batang, di ranting-ranting dan bagian bawah pohon juga terlihat banyak ulat. Daun-daun pohon juga sudah jarang terlihat. Bahkan pohon setinggi 20 meter ini menjurus mati merangas. Yang banyak terlihat kerumunan ulat bulu yang diperkirakan jumlahnya hingga ribuan. Meskipun lokasinya jauh dari permukiman penduduk, warga berharap agar serangan ulat bulu ini bisa ditangani. Setidaknya jangan sampai meluas hingga ke permukiman warga. (kmb26)
Negara (Bali Post) – Pembangunan rabat beton di Desa Tuwed, Kecamatan Melaya belakangan dipertanyakan warga. Pasalnya pengerjaan rabat beton di Sanghyang Cerik justru berhenti di tengah jalan. Dari informasi ada protes warga hingga perusakan molen pengaduk oleh orang tak dikenal. Sehingga pengerjaan di jalan menuju kawasan hutan mangrove itu terhenti. Dari pengamatan Kamis (15/11) kemarin, memang sudah ada pengerjaan rabat beton namun hanya sepanjang 20 meter. Namun tidak ada tanda-tanda pengerjaan yang dilakukan secara swadaya itu. Di sekitar lokasi masih ada sejumlah material berupa pasir. Menurut warga yang ditemui memang sudah sejak beberapa hari ini tidak ada pengerjaan. Diduga karena ada insiden perusakan alat
berupa molen dan pembuangan semen ke mangrove pada Selasa (13/11) malam. “Katanya memang ada perusakan, tapi tidak tahu siapa. Sampai sekarang tidak ada pengerjaan,” tandas salah seorang warga. Sementara itu Perbekel Desa Tuwed Putu Coblos Mudiana dikonfirmasi kemarin membantah tidak adanya pengerjaan karena insiden. Proyek rabat beton itu dihentikan sementara karena masih menunggu material. “Hanya miskomunikasi saja, nanti akan dilanjutkan menunggu material. Tidak ada (perusakan - red) itu,” ujar Perbekel. Pengerjaan menurutnya tetap akan dilanjutkan pada Senin depan sambil menunggu material datang. Menurutnya, material masuk ke lokasi agak sulit karena medan masuk menuju hutan mangrove itu berat. (kmb26)
Bunga Bangkai Tumbuh di Depan LPD Banjar Tengah
Serangan Ulat Bulu Resahkan Warga Munduk Anggrek
Bali Post/olo
DIPENUHI ULAT – Batang pohon beringin yang dipenuhi dengan ulat bulu di Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo. Negara (Bali Post) – Sejumlah warga di Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo diresahkan adanya serangan ulat bulu. Hama yang sering muncul di pepohonan itu tidak seperti biasanya. Pasalnya, jumlahnya hingga ribuan dan hanya berada di salah satu pohon tua di dekat lapangan Yehembang Kauh. Menurut warga sekitar, Kamis (15/11) kemarin, ribuan ulat bulu ini mulai terlihat di pohon beringin besar itu sejak tiga minggu lalu. Warga yang mengetahui ada serangan ulat bulu itu enggan berada di sekitar pohon tersebut. Bahkan kini ulat bulu rata-rata sebesar jari kelingking orang dewasa ini juga berada di jalan dan sekitar lapangan. “Mungkin banyak yang tertiup angin, sehingga jatuh dan mencari pohon baru. Beringin itu sudah merangas juga karena banyaknya ulat,” tandas Ketut Ardana, salah satu warga.
Bali Post/olo
KURANG MATERI – Pengerjaan rabat beton di Sang Hyang Cerik, Desa Tuwed yang dihentikan sementara karena menurut Perbekel masih kurang material.
Bali Post/olo
BUNGA BANGKAI – Sejumlah warga di sekitar Jalan Kapten Saestuhadi berkerumun melihat bunga bangkai yang tumbuh tepat di taman depan Kantor LPD Banjar Tengah.
Negara (Bali Post) – Warga di Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, tepatnya di Jalan Kapten Saestuhadi, Kamis (15/11) kemarin dikejutkan munculnya bunga yang sudah jarang ditemukan di perkotaan. Tanaman sejenis Bunga Bangkai berukuran sebesar bola voli ini tumbuh tepat di depan kantor LPD Banjar Tengah. Menurut warga sekitar lokasi, baru kali ini muncul bunga yang biasanya berbau kurang sedap itu. Entah bagaimana tiba-tiba bunga yang biasanya ditemukan di kebun atau hutan ini tumbuh di pinggir jalan. “Baru kali ini muncul sebesar ini juga. Setahu saya biasanya bunga ini baunya busuk,” ujar salah seorang warga ditemui kemarin. Karena dianggap tak biasa, tak sedikit warga yang datang hanya sekadar melihat bunga tersebut dan mengabadikan gambar menggunakan ponsel mereka. Ketut Wikanadi, salah seorang pegawai di LPD Banjar Tengah juga terkejut mendapati adanya bunga bangkai yang biasa disebut warga Bunga Lading ini. Ia baru mengetahui sekitar tiga hari lalu saat dirinya duduk di warung dekat kantor LPD. Wikanadi mencium bau busuk dari arah depan kantor dan mencarinya. Ternyata sumber bau itu berasal dari bunga berwarna cokelat itu. “Saya kira bau itu dari truk angkut ikan yang lewat, ternyata dari bunga ini,” tandas Wikanadi. Dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jembrana juga telah turun mengecek adanya bunga yang diduga bunga bangkai itu. Bunga ini diketahui memiliki lebar 60 centimeter dan tinggi 40 centimeter ini adalah bunga bangkai jenis Amorphopallus Paeinopolius. Bunga ini memang sering ditemukan tumbuh di daerah tropis dan muncul saat musim hujan. Saat ini kondisi bunga sudah mulai layu dan baunya mulai berkurang. (kmb26)
Jumat Kliwon, 16 November 2018
KARANGASEM
11
2019, Anggaran Bedah Rumah Capai Rp 27 Miliar
Amlapura (Bali Post) Anggaran untuk bedah rumah tahun 2019 mengalami peningkatan yang signifikan dari sebelumnya. Anggaran yang digelontorkan untuk program bedah rumah mencapai Rp 27 miliar, sedangkan sebelumnya hanya dianggarkan Rp 16,7 miliar. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Karangasem I Made Suama mengatakan naiknya anggaran bedah rumah ini atas kesepakatan DPRD Karangasem dan pemkab. Terpenting untuk mengentaskan rumah tidak layak huni. Ia menjelaskan anggaran bedah rumah tahun 2019 melebihi usulan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Karangasem. Saat itu, Dinas Perumahan dan Permukimam hanya mengusulkan sekitar Rp 18 miliar. Pihaknya tidak mengetahui alasan naiknya dana bedah rumah ini. “Rp 27 miliar ini sumber anggarannya dari APBD. Ditambah lagi anggaran dari pemerintah pusat dan CSR,” katanya, Kamis
(15/11) kemarin. Suama menambahkan, dana bedah rumah 2019 merupakan anggaran terbesar dibandingkan sebelumnya. Anggaran ini cukup untuk memperbaiki 900 unit rumah tak layak huni. Per unit rumah diberikan anggaran sekitar 30 juta. Penanganan hampir di delapan kecamatan di Karangasem. Selain APBD, pusat juga memberikan bantuan bedah rumah sekitar 501 unit untuk Karangasem. Nominalnya lebih kecil dari kabupaten, sekitar 15 juta per unit. “Bantuannya bernama dana stimulan perumahan swadaya. Sementara untuk bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan CSR, kita belum ketahui jumlahnya. Semoga
jumlahnya naik dibandingkan sebelumnya supaya rumah tak layak huni di Karangasem bisa dientaskan,” tambah pejabat asal Kecamatan Kubu ini. Lebih lanjut dikatakan pihaknya telah membentuk panitia yang bertugas mengelola dana tersebut. pihaknya juga membentuk panitia yang fungsinya untuk mensurvei ke lapangan, mengecek penerima, apakah layak menerima atau tidak. Sementara sisa rumah tidak layak huni saat ini sekitar 5.800 unit. “Semuanya tersebar di delapan kecamatan. Paling banyak berada di Kecamatan Kubu dan Abang. Pihaknya berharap sisanya bisa segera dituntaskan,” ujar Suama. (kmb41)
Jaring Pemilih Generasi Muda
KPU Sosialisasi ke Sekolah dan Kampus Amlapura (Bali Post) Tingginya persentase pemilih milenial usia 17 sampai 40 tahun yang mencapai 78,3 persen dari total pemilih 380.283, menjadi salah satu faktor kesuksesan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Melihat potensi itu, KPU Karangasem semakin gencar mengajak pemilih dari kalangan generasi muda ini untuk menjadi corong ke masyarakat dalam menyukseskan perhelatan lima tahunan ini. Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan SDM, KPU Karangasem, Putu Deasy Natalia, Kamis (15/11) kemarin, mengatakan potensi pemilih milenial untuk menjadi corong menginformasikan ke masyarakat. “Kita harapkan mereka menjadi media untuk bersama-sama menyukseskan Pilpres dan Pileg nanti. Apalagi ini untuk pertama kalinya digelar bersamaan,” ujarnya. Deasy Natalia menambahkan, seluruh masyarakat Karangasem bisa tersentuh sosialisasi. Paling tidak pihak-pihak yang telah disentuh dalam kegiatan sosialisasi ini dapat menular-
kannya kepada lingkungan di sekitarnya. Apalagi, pemilih dari anak muda cukup besar dengan jumlah 298.719 usia 17 sampai 40 tahun. “Potensi suara milenial cukup besar, sehingga mereka kita garap,” ujarnya. Selain melakukan sosialisasi ke banjar, kata Deasy Natalia, pihaknya juga turun ke sekolah
dan kampus di Karangasem. Bahkan, pihaknya juga menyasar dharma wanita hingga SLB, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat informasi. “Biasanya, pemilih pemula itu memiliki keingintahuan yang tinggi. Makanya kita sasar SMA dan kampus,” ujar Deasy Natalia. (kmb41)
Umat Hindu ”Ngaturang Bhakti” di Pura Peninjoan Besakih
Amlapura (Bali Post) Puncak karya di Pura Peninjoan Besakih, Banjar Batumadeg, Besakih, Rendang, Karangasem berlangsung Kamis (15/11) kemarin. Pada puncak karya tersebut, umat Hindu pedek tangkil ngaturang bhakti. Selain itu, upacara tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa. Untuk menuju pura ini harus melewati jalan setapak, menuruni lembah dan menyu-
suri pinggir sungai kering. Perjalanannya kurang lebih atara 15 sampai 25 menit. Di sana terdapat sebuah Meru Tumpang Sia. Dari tempat inilah konon Empu Kuturan meninjau wilayah Desa Besakih yang sekarang menjadi tempat palinggih-palinggih di Pura Penataran Agung dan sekitarnya. Di tempat ini pula, Empu Kuturan menjalankan tapa yoga samadhi bila beliau ke Besakih. Bendesa Adat Besakih
Jro Mangku Widiarta mengatakan piodalan di pura ini berlangsung tiga hari. Panganyar hingga panyineban berlangsung sampai 18 November 2018. Piodalan di Pura Peninjoan yang jatuh pada Wraspati Wage Tolu dipuput Ida Pedanda Siwa dari Geria Bangli dan Ida Pedanda Budha Ala Kajeng dari Geria Nongan. “Dalam puncak karya ini bebantenan yang dihaturkan yakni sanggar tawang
rong pat catur muka, ayaban-ayaban sor sanggah tawang, ayaban bayangbayang, sorohonan kebo, sarat agung, teteg agung, pulakerti agung, pulagembal agung, caru manca si, sate bebali, dangsil 1, 3, 5, 7, 9, 11, serta sorohan bebangkit. Dihaturkan pula persembahan tari Wali Topeng, Rejang Giri Kusuma, Rejang Sari, Rejang Renteng dengan gamelan slonding,” ujarnya. (kmb41)
DESA Amerta Bhuana, Selat, Karangasem membuat terobosan baru. Mereka memproduksi gula semut dengan bahan baku tuak aren hasil produksi warganya. Gula semut ini menggunakan bahan baku tuak manis dan juga gula merah. Bahan baku berupa tuak diambil dari warga setempat. Langkah ini juga untuk mengurangi produksi tuak wayah atau tuak yang mengandung alkohol. Dengan diproduksi jadi gula semut, maka akan mengurangi tuak wayah. Ketua Kelompok Gula Semut Ambu, Komang Arnawa, mengungkapkan gula semut tersebut merupakan gula merah yang dikristalkan dengan diopen dan dikeringkan. Gula Semut Ambu ini yang digunakan adalah tuak aren atau jaka. Sementara bisa juga menggunakan tuak kelapa dan tuak ental. Untuk tuak kelapa dan tuak aren diakui cukup bagus untuk gula semut. Guna menghasilkan gula dengan kualitas bagus tergantung juga ramuan yang digunakan pada tuak. Biasanya dengan campuran las nangka, maka tuak akan bagus dan gulanya juga bagus. “Gula ini sangat bagus untuk diabet dan juga mencegah diabet. Untuk diabet boleh karena ini pemanis alami bukan buatan,” ujarmya. Arnawa menambakan salah satu kendalanya adalah soal kandungan air. Hanya, sekarang sudah ada
solusi yakni menggunakan mesin open bantuan pemerintah. Mesin ini mampu membuat kandungan air menjadi nol persen. Dengan kandungan air seperti ini, maka gula semut akan semakin awet dan bisa tahan sampai satu tahun. “Kalau banyak air cepat lengkat,” ujarnya. Karena itu, kadar air harus sesuai standar. Memang beda antara satu dengan yang lainya tergantung bahan baku atau jenis tuak yang dipergunakan. “Ada yang cokelat, ada pula yang cokelat muda. Tergantung tuaknya,” terangnya. Industri ini dalam satu hari produksinya dibatasi 25 kg gula semut. Sementara untuk 40 liter tuak bisa menghasilkan 15 kg gula semut. Untuk harga per kilogramnya diakui memang mahal. Ini karena bahan bakunya juga mahal. “Per kilogram kita jual Rp 150 ribu,” ucapnya. Untuk membuat gula semut dari tuak butuh waktu empat jam. Tuak direbus sampai jadi gula, kemudian dikristalkan. Lalu gula yang sudah dikristalkan diopen agar kandungan airnya betul-betul habis. Untuk pemasaran memang belum dilakukan. Namun, pihaknya mengaku sudah beberapa kali ikut pameran. “Kalau penjualan baru lokal saja,” tambahnya. Sebelumnya, masyarakat juga sempat mendapatkan pelatihan. Mereka ini dilatih membuat gula merah
dan gula semut. Gula merah yang dibentuk nantinya akan diambil kelompok ini dan dikristalkan jadi gula
semut. Sementara untuk bahan baku seperti tuak diakui sangat melimpah. (kmb41)
Gula Semut Baik untuk Mencegah Penyakit Diabetes
Bali Post/nan
SOSIALISASI - KPU Karangasem saat melakukan sosialisasi Pilpres dan Pileg ke salah satu kampus pariwisata, Kamis (15/11) kemarin.
Kisah I Kadek Pait yang Derita Gizi Buruk
Keterbatasan Ekonomi, Orangtua Tak Mampu Biayai Pengobatan NASIB kurang beruntung dialami putra dari pasangan Ni Kadek Sariati (23) dengan I Ketut Desel (30) yakni I Kadek Pait. Di usianya yang masih 16 bulan, Kadek Pait tidak tumbuh dengan normal layaknya anak-anak pada umumnya. Bayi asal Banjar Dinas Dalem, Tianyar Barat, Kubu, Karangasem ini mengalamani gizi buruk. Ironisnya dengan kondisi fisik seperti itu, Kadek Pait belum mendapatkan perawatan medis. Sebab, orangtuanya tidak memiliki biaya untuk berobat. Sariati, ibu Kadek Pait, menuturkan anaknya mulai mengalami gizi buruk sejak memasuki umur dua bulan. Ketika dilahirkan, kondisi fisiknya normal. Setelah sempat mengalami panas tinggi, tubuhnya jadi berbeda. Kondisi tubuhnya kurus kering. Karena itu, orangtuanya membawa Kadek Pait ke salah satu bidan di Banjar Munti Tukad Bumbung untuk berobat. Kata bidan, Kadek Pait mengalami sesak napas. Kendati diberikan obat, akan tetapi tidak ada perubahan. Karena tidak
Bali Post/nan
PUNCAK KARYA - Umat Hindu saat ngaturang bhakti pada puncak karya di Pura Peninjoan Besakih, di Banjar Batumadeg, Besakih, Rendang, Karangasem, Kamis (15/11) kemarin.
ada perubahan yang signifikan, orangtua membawa anaknya ke RSU Karangasem. Alih-alih sembuh, kondisi tubuhnya semakin menurun dan menjadi seperti sekarang ini. “Setelah selesai berobat di rumah sakit, anak saya tidak lagi pernah dibawa ke dokter untuk berobat. Karena saya tidak memiliki biaya untuk berobat. Anak saya memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) mandiri. Tapi sayang, sejak setahun lalu tidak mampu bayar premi karena tidak memiliki uang. Saya sudah
Bali Post/nan
GENDONG - Ni Kadek Sariati saat menggendong anaknya I Kadek Pait (16 bulan) didampingi suaminya, I Ketut Desel, Kamis (15/11) kemarin.
dua memiliki anak. Anak pertama putri yakni Ni Wayan Ita (alm). Kasusnya sama seperti adiknya ini menderita gizi buruk juga,” katanya. Sariati menambahkan, saat ini kondisi anaknya sangat kurus. Berat badannya hanya 2,8 kg. Jari-jari tangannya kaku, tidak bisa digerakkan dan kedua kaki serta tangan bengkak. Sariati menambahkan sebelum menderita gizi buruk, berat badan anaknya normal yakni 4 kg. “Makan buburnya sedikit saja, palingan satu sendok. Begitu juga dengan minum susu, hanya dua sendok,” ceritanya sambil menggendong sang anak. Dengan kondisi itu, Sariati mengaku sangat kesulitan dari segi perekonomian. Sebab, ia bersama suaminya hanya sebagai petani pencari tuak yang penghasilannya sangat tidak menentu. “Penghasilan hanya Rp 20 ribu per dua hari. Kalau musim penghujan saya bekerja sebagai buruh serabutan,” ujarnya. Sementara itu, Kadus Banjar Dinas Dalem, Tianyar Tengah, I Nyoman Sujana, mengungkapkan ia sudah menyarankan kedua orangtuanya untuk membawa anaknya ke dokter. Namun, mereka tidak punya biaya. “Ayahnya sudah pasrah dengan kondisi anaknya sekarang ini,” terang Sujana. Di pihak lain, anggota DPRD asal Kubu I Nyoman Musna Antara mengaku akan berusaha membatu Kadek Pait agar bisa berobat. “Kita sudah melakukan komunikasi dengan salah satu yayasan untuk membantu mereka. Yayasan tersebut sudah menyatakan siap untuk membantu,” ujarnya. Selain itu, pihaknya juga bakal mengurus KIS yang sudah dimiliki keluarga ini. (nan)
Bali Post/nan
GULA SEMUT - Proses pembuatan gula semut.
KLUNGKUNG
12
Jumat Kliwon, 16 November 2018
Disdikpora Kesulitan Penuhi Kekurangan Guru Semarapura(Bali Post) Disdikpora Klungkung pusing memenuhi kebutuhan guru, khususnya di Kecamatan Nusa Penida. Sebab, formasi CPNS yang diharapkan menutupi kekurangan, nyatanya masih jauh, karena kuotanya masih minim. Situasi demikian membuat sebaran tenaga guru, semakin tidak merata.
TILANG - Para pengguna jalan yang kena sanksi tilang dalam Operasi Zebra Agung saat sedang mengurus sanksi administrasinya di Kejari Klungkung, setelah melalui proses persidangan, Kamis (15/11) kemarin. Nampak situasi membeludak, hingga membuat petugas setempat kewalahan.
Operasi Zebra Agung 2018
Pelanggaran Pemotor di Bawah Umur Naik 123 Persen Semarapura (Bali Post) Operasi Zebra Agung 2018 telah ditutup. Hasilnya cukup mengejutkan. Pelanggar terbanyak dilakukan pengguna kendaraan di bawah umur. Jumlahnya 259 pelanggaran, naik 123 persen dari tahun sebelumnya, 116 pelanggaran. Demikian disampaikan Kasat Lantas Polres Klungkung AKP Taufan Rezaldi, Kamis (15/11) kemarin. Total jumlah pelanggaran hasil Operasi Zebra Agung 2018 mencapai 1.314 pelanggaran. Pelanggaran memang diakui didominasi kelompok pengguna jalan yang masih di bawah umur. Kelompok di bawah umur ini, antara 0-15 tahun.
Sementara kelompok usia 16-20 tahun juga naik dari tahun sebelumnya 192 pelanggaran menjadi 209 pelanggar pada tahun 2018. Sedangkan pada usia 21-25 tahun juga naik 27 persen, dari 139 pelanggar pada tahun 2017, menjadi 176 pelanggar tahun ini. Taufan Rezaldi menambahkan, dari jumlah pelanggaran sebanyak itu, tindakan tilang dilakukan kepada 1.230 pelanggar, naik dari jumlah tahun sebelumnya 974 pelanggar. Sementara sisanya hanya diberikan teguran. “Pelanggaran paling banyak kami temukan pada pengguna sepeda motor, khususnya mereka yang di bawah umur. Kami ingin memberikan efek
jera, karena berbahaya kalau mengendarai sepeda motor tanpa paham aturan berlalu lintas,” katanya, seraya menyampaikan akan membentuk Komunitas Guru Keselamatan Pelajar, untuk memberikan pemahaman kepada mereka yang melanggar. Keterlibatan sepeda motor yang melanggar cukup tinggi, mencapai 831 pelanggar, selama Operasi Zebra Agung dari tanggal 30 Oktober sampai 12 November. Disusul pengendara sepeda motor yang tidak membawa SIM sebanyak 529 pelanggar. Operasi Zebra Agung ini digelar dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat di bidang Kamseltibcarlantas. Operasi Zebra Agung 2018
difokuskan pada tujuh pelanggaran serius. Seperti pengendara dan pembonceng sepeda motor wajib menggunakan helm SNI, gunakan sabuk pengaman untuk keselamatan, kurangi kecepatan kendaraan demi keselamatan, jangan berkendara atau mengemudi saat keadaan mabuk, jangan biarkan anak di bawah umur berkendara sepeda motor, jangan menggunakan handphone saat berkendara/mengemudi, dan pengendara dilarang melawan arus dalam keadaan apapun. Dengan pelaksanaan Operasi Zebra ini di wilayah Polres Klungkung, diharapkan akan dapat meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya. (kmb31)
Kepala Disdikpora Klungkung Dewa Gede Dampak dari masalah ini, menurut DarDarmawan, Kamis (15/11) kemarin, menga- mawan bukan ada di pihak siswa melainkan takan kekurangan guru paling banyak pada secara psikologis, guru bersangkutanlah guru kelas dan guru mata pelajaran. Awal- yang menjadi amat terbebani. Sebab, dengan nya, untuk mengatasi persoalan ini, semen- mengajar lintas mapel, guru menjadi tidak tara melalui langkah pemetaan. Mengatasi fokus mengajar. Apalagi, guru yang sudah kekurangan, pihaknya sempat berharap ban- tersertifikasi. yak dengan rekrutmen CPNS guru tahun ini. Sebelumnya, berdasarkan data Dinas PenTetapi, formasi yang ada masih minim, jauh didikan, jumlah guru, baik PNS dan kontrak dari kebutuhan dasar Disdikpora. masing-masing untuk tingkat TK dan PAUD Selain itu, dia menambahkan, minimnya sebanyak 125 guru PNS, 18 guru kontrak. jumlah guru yang bersedia mengajar di Nusa Sementara di tingkat SD, terdapat 1.152 Penida karena tidak bisa mengejar target guru PNS, 214 guru kontrak. Sedangkan di mengajar 24 jam dalam seminggu sebagai tingkat SMP, memiliki 567 guru PNS, 101 syarat dasar untuk memperoleh tunjangan guru kontrak. Kekurangan gurunya mencapai sertifikasi guru. Sekolah di Nusa Penida, kata 437 guru, baik tingkat TK, PAUD, SD, SMP. dia, rata-rata memiliki enam kelas. Tahun 2018 ini Klungkung mendapat Jika dihitung setiap hari mengajar jatah kuota PNS 176 orang. Dari satu kelas dengan waktu dua jumlah itu untuk formasi tenaga jam pelajaran, maka rata-rata guru hanya 70 orang. Sisanya, mereka tak bisa memenuhi tartenaga kesehatan 56 orang dan get jam mengajar itu. Ini yang tenaga teknis 50 orang. menyebabkan pendistribusian Adapun untuk di tingkat guru tak merata. TK dan PAUD terdapat 267 Karena tidak bisa melatenaga pengabdian, SD 93 lui formasi CPNS, pemenupengabdian, dan SMP sebanhan kebutuhan, khususnya di yak 77 pengabdian. Sehingga Klungkung daratan, dilakukan total tenaga pengabdian mendengan melakukan zonasi guru. capai 437 orang. Penyebarannya dilakukan dengan Meski mengalami kekuranmelihat kualitas dan kemamgan guru, menurutnya proses puan setiap guru. “Mepembelajaran semennyikapi kekurantara dapat berlanggan guru, banyak sung sebagai mana guru mengajar mestinya karena lintas mata keberadaan pelajaran. tenaga pengKekurangan abdian dan lainnya, sekontrak yang mentara diisi membantu dengan guru proses pemkontrak,” belajaran. Dewa Gede Darmawan katanya. (kmb31)
Sukses Dorong Peningkatan UMKM
”Rest Area” Pantai Goa Lawah Segera Diperluas Klungkung Terima Penghargaan Natamukti ICSB Indonesia
Semarapura (Bali Post) Rest area Pantai Goa Lawah, Kecamatan Dawan, Klungkung, rencananya akan diperluas tahun ini. Dinas Pariwisata Klungkung sudah memasang anggaran Rp 2 miliar dalam APBD Perubahan. Rencananya, di sana akan ditambah fasilitas umum, seperti areal bermain, lapangan bola voli, gazebo, toilet dan penataan taman. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Nengah Sukasta, Kamis (15/11) kemarin. Dia menegaskan, perluasan areal rest area ini untuk mempercantik tempat tersebut. Tempat ini sudah semakin ramai dikunjungi warga. Sebagai pintu masuk wilayah Klungkung dari timur, tempat tersebut akan ditata lebih bagus. Selain untuk mendukung daya parkir Pura Goa Lawah juga menjadi tempat yang layak untuk beristirahat dan rekreasi. Saat ini, Sukasta mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak desa dinas dan desa adat setempat. Diakui masih ada persoalan terkait lahan yang
masih dikomunikasikan, agar rencana penataan tempat ini bisa diselesaikan tahun ini, sebagaimana direncanakan dalam APBD Perubahan. “Perluasannya nanti ke arah timur. Ada penambahan sejumlah fasilitas umum, agar tempatnya semakin tertata,” tegas Sukasta. Sebelumnya, Perbekel Pesinggahan I Nyoman Suastika pernah mengatakan, kehadiran objek tersebut mendapat respons positif dari
masyarakat. Sebab, mampu menjadi penopang perekonomian. Selain itu, juga ada pemasukan ke desa adat melalui retribusi parkir. Hanya, objek yang berada di timur Pura Goa Lawah ini belum didukung fasilitas memadai. Toilet yang menjadi kebutuhan pengunjung, belum tersedia. Ditambahkan, sesuai rencana, penataan oleh pemkab juga akan dilakukan sampai Pantai Belatung. Diharapkan itu
bisa terealisasi sehingga dampak ke masyarakat bisa lebih luas. Banyak warga yang memanfaatkan tempat ini untuk beristirahat, khususnya yang dari Karangasem ke Denpasar maupun sebaliknya. “Di sini kurangnya, toilet belum ada. Sama tempat makan. Kalau itu ada, tambah lengkap lagi. Ke sini jadi lebih betah,” kata salah satu pengunjung, Nengah Wira. (kmb31)
DIPERLUAS - Rest Area Pantai Goa Lawah rencananya akan diperluas tahun ini. Dinas Pariwisata Klungkung sudah memasang anggaran Rp 2 miliar.
Rumah Husen Dibobol Maling
Semarapura (Bali Post) Ulah maling kembali meresahkan warga Klungkung. Korbannya kali ini adalah Husen (57), pemilik rumah di Jalan Gunung Merapi, Lingkungan Sengguan, Kelurahan Semarapura Kangin, Kamis (15/11) kemarin. Maling menggasak benda-benda berharga milik Husen dan keluarganya, seperti uang dan beberapa HP. Kapolsek Klungkung Kompol I Wayan Sarjana mengatakan, hasil olah TKP menunjukkan
Alami Kerugian Rp 42 Juta
peristiwa ini disadari pertama kali oleh istri korban Nia Widia Ningsih (36). Saat itu, dia melihat pintu belakang rumahnya dekat kamar mandi sudah terbuka. Gorden di sekitarnya juga sudah dalam kondisi terlepas. Waktu itu, dia belum menyadari kalau ada maling yang sebelumnya masuk ke rumahnya. Karena setelah melihat kondisi pintu, dia masih sempat membangunkan anak-anaknya seperti biasa, kemudian melaksanakan ibadah shalat subuh.
Dia baru curiga, ketika mau mengambil HP di atas kasur tidurnya, karena saat itu HPnya di tempat biasa sudah tidak ada. Dia semakin curiga, ketika saat mencari keberadaan HP suaminya, ternyata juga sudah raib dari tempatnya menyimpan seperti biasa. Bahkan, HP anaknya yang ditaruh di dalam tas sekolah juga hilang tak berbekas. “Ketika ketiga HP yang dicari sudah tidak ada, saksi ini mulai curiga, kalau rumahnya
PENCURIAN- Aparat kepolisian saat melakukan olah TKP di rumah Husen di Jalan Gunung Merapi, Lingkungan Sengguan, Kelurahan Semarapura Kangin yang dibobol pencuri.
sudah jadi sasaran maling,” kata Kompol I Wayan Sarjana. Curiga rumah telah jadi sasaran maling, Nia bergegas mencari tas miliknya di bawah bantal tidurnya. Sebab, di sana dia menyimpan uang hasil dagangan. Ternyata, uang di dalam tas tersebut juga raib. “Tasnya masih, tetapi isinya sudah hilang,” kata Nia. Atas peristiwa ini, sang suami, Husen, lantas melaporkannya ke Polsek Kota Klungkung. Dalam laporan korban, dia mengatakan kehilangan tiga HP, antara lain Vivo Y65 gold, Oppo F1 dan Xiaomi 5A, beserta sejumlah uang tunai. Total, korban mengalami kerugian sebesar Rp 42 juta. Kapolsek Kota Klungkung, Kompol I Wayan Sarjana, menegaskan hasil olah TKP menunjukkan, pelaku diduga masuk ke rumah korban melalui pintu belakang. Caranya dengan mencongkel pintu tersebut, kemudian beraksi di dalam rumah saat tengah malam, tepat di saat seluruh penghuni rumah sudah tertidur lelap. Guna menguak kasus pencurian ini, pihaknya saat ini sedang bekerja keras melakukan penyelidikan. Belum ada pihak-pihak yang dicurigai terlihat dalam aksi tersebut. Demikian juga dugaan adanya keterlibatan orang lain dalam menjalankan aksinya. Dia meminta waktu untuk bekerja dan berharap bisa segera membongkar kasus pencurian ini dalam waktu singkat. (kmb31)
KABUPATEN Klungkung sukses mendapat Penghargaan Natamukti dari International Council for Small Business (ICSB) Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan karena Klungkung dinilai berhasil dalam memasarkan, mendorong peningkatan kualitas serta membangun ekosistem Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah. Penghargaan Natamukti diterima Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dari Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia A.A. Gede Ngurah Puspayoga pada acara penganugerahan penghargaan ICSB Indonesia City Award 2018 di Graha Widya Bhakti, Gedung 123 Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (15/11) kemarin. Bupati Kungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan penghargaan ini merupakan penghargaan yang diraih dari penilaian yang dilakukan oleh tim independen. Dengan didapatnya penghargaan ini akan menjadi penyemangat dalam melakukan kepedulian terhadap UMKM yang merupakan pondasi ekonomi. “Mudah-mudahan dengan penghargaan ini kita akan lebih semangat lagi melakukan kepedulian terhadap UMKM. Ini merupakan pondasi ekonomi, karena dalam situasi apapun koperasi dan UMKM tetap bisa bertahan,” ujar Bupati Suwirta. Bupati yang sebelumnya malang-melintang di dunia perkoperasian ini menyatakan di tengah persaingan dan serbuan para pengusaha-pengusaha dari luar, masyarakat atau pelaku UMKM di Klungkung harus bisa menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Sehingga saat berkompetisi nanti tidak berbicara dari mana, tetapi siapa yang kuat, siapa yang mampu bertahan dan siapa yang inovatif itu yang akan mampu menang dalam persaingan. “Tentu dengan koperasi dan UMKM ini masyarakat Klungkung bisa menjadi tuan rumah di daerah sendiri di tengah persaingan atau serbuan pengusaha-pengusaha dari luar,” jelasnya. Di samping itu, tambah Bupati Suwirta, bentuk perhatian pemerintah terhadap UMKM di Klungkung tidak hanya dalam bentuk sarana prasarana saja, tetapi bantuan anggaran. “Selain prasarana, anggaran juga kita bantu, seperti pasar, koperasi, KUD kita juga bantu permodalan dan prasarana,” imbuhnya. Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia A.A. Gede Ngurah Puspayoga menyatakan pemberian penghargaan yang dirangkaikan dengan Gebyar UKM Tahun 2018 sangat strategis untuk kewirausahaan.
Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat. Meningkatknya pertumbuhan ekonomi ini harus dikejar dengan kesejahteraan masyarakat. “Dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi harus ada pemerataan kesejahteraan,” ujar Menkop UKM Puspayoga. Sebelumnya, Presiden ICSB Indonesia Hermawan Kartajaya mengatakan, ICSB adalah sebuah organisasi nirlaba Internasional yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil dan menengah di seluruh dunia. Di Indonesia, UMKM
sebagai penggerak roda perekonomian utama saat ini menjadi perhatian pemerintah dan lembaga Internasional. Peran pemerintah daerah dalam mendukung UMKM menjadi pilar pendorong utama ekonomi lokal. “ICSB Indonesia bersama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) menginisiasikan sebuah penghargaan Piala Natamukti, sebagai apresiasi kepada kota dan kabupaten yang berhasil mendorong keberlangsungan UMKM di daerah masingmasing,” ujarnya. (ad658)
NATAMUKTI - Penyerahan penghargaan Natamukti diterima Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dari Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia A.A. Gede Ngurah Puspayoga.
Jumat Kliwon, 16 November 2018
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dicr Reservasi PT.Neverneverland Travel Agent Kuta / 757636 / 081337682886
B.BP.004.11.18.0000542
Sardine Restaurant Looking for Cook, Kitchen Cleaning Must Speak English Mail : sardine@sardinebali.com Telp.733617 Jl.Petitenget 21
B.BP.141.11.18.0000549
Dibthkan Segera Waiter/ess, Orange T.Umar 48, 085722466168 B.BP.141.11.18.0000643
**Dcr Accounting/Admin Wanita, Max.30Th,Pengalaman Min.2Th Langsung ke Jl.Gn.Guntur 882 883 dengan CV Lengkap
B.BP.001.11.18.0000651
BVC Kerja luar Negri resmi biaya KoperasiLPD unt semua usia Pasutri no pdidikan Hotel pkebunanResto pasti brangkat Line WA.081375409869&087754689692 B.BP.004.11.18.0000452
Cari Kryawati Money Changer Wilayah Ubud WA 081236178482 B.BP.001.11.18.0000622
Coco Group Bali membuka peluang kerja untuk posisi: 1.Buyer Manager Grosir 2.Asst. Grosir Manager 3.Supervisor Grosir 4.Sopir No.1 & 3 minimal mempunyai pengalaman 1 th di bid.grosir Krm Lam:hrm@cocogroupbali.com recruitment@cocogroupbali.com
B.BP.803.11.18.0000532
Dcr Sopir utk Area Pedungan SIM A,Bs Bawa Mobil Box.Lam: Jl.P.Moyo 27A-B H.085738727673
B.BP.001.11.18.0000654
Cr Sales,Helper,Staf Gdg gaji Tinggi H.081558096445/235062
B.BP.001.11.18.0000649
Dcr HK Wnt utk Villa Ulet Bkrj Keras & Jujur Hub.081238013689
B.BP.001.11.18.0000618
Dcr Pgawas Lap Proy Bgn SMK/S1 Sipil/Arst Bs Exel.Hub:By Pass Ngr Rai 315 Sanur.081805454591
B.BP.001.11.18.0000617
Dcr SPG Max 21th Gaji+Bonus+ THR Hub.Novi 087762447047 Lokasi Kuta dan Seminyak
B.BP.001.11.18.0000572
Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818
DIJUAL MOBIL
DISEWAKAN RUKO
DIJUAL TANAH
Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818
KIA
Dicari tukang perak segera, Usia max 35 Th.hub.08113990076
Picanto Putih Manual Th 2013 Tgn 1, 99Jt Hub.08123605780
Sewa ruko Jl.Tk.Petanu 11 Panjer Salon Mulia H.087860661177
Jual/SHM/LT=640M2/L Dpn=14M Jln Dewi Sri 2 Legian/Lokasi Premium/HP:08113999108 (Adi)
B.BP.001.11.18.0000652
B.BP.004.11.18.0000496
G.02
G.03
Dicari SPG,Wnt Max28Th Min SMU Penampilan Menarik.Penempatan Bali Collection Nusa Dua & Discovery Mall Kuta. Gaji 2,5Juta.Hub.Lusi (082144355655)
APV Pickup 2015 AC/PS Ban Baru Pajak Panjang Harga 98Jt Nego Hub.Wayan Tantra 081337983034
B.BP.001.11.18.0000620
DISEWAKAN GUDANG
Looking for Housekeeping, Villas in Seminyak. E:info@kem balivillas.com P:081294794608
Alphard SC Prem.S KM57Rb’2015 Vellfire ZG’14 H.081353696360
B.BP.001.11.18.0000571
B.BP.001.11.18.0000591
B.BP.001.11.18.0000536
TOYOTA
B.BP.141.11.18.0000645
B.BP.031.11.18.0000546
Therapist Wnt Pglm/Tdk,Pnghsln 2,5-3Jt u/MySPA Jl.Gatsu Brt 10 Dps.Hub:0811396612/0361-416130 Therapist,JuiceBar,ScuritySIMA Reborn Spa,Sunset SS.Ph:766744
B.BP.004.11.18.0000602
G.01
G.04
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
RUPA-RUPA
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.11.18.0000523
DIJUAL TANAH
Lexus RX300 Ready Stock,Sonic White,Interior,Black Brand New Hub : 081 139 8998
Tnh Kvl Di Mengwi 130Jt/A & 50Jt/A Bs Kredit. 087862450004
Rush’14 TRDSport Putih Pribadi Samsat Baru,Hub.081999645123 B.BP.001.11.18.0000623
DIJUAL RUMAH Djl Rmh 200 m2 Lok:H.Wuruk G.8 Br.Kelandis,Dps,08123665546
B.BP.001.11.18.0000445
Dikontrakan Gudang + Kantor LT 1125,LB LT1 353,LT2 70m2,2KM, 5KT,PLN 3500Watt,Sumur Bor. A.Yani Utara.Hub:085238063577
Tnh 1,5Are Perum Bhayangkara Badung Jl.5mt SHM, 081338593219
B.BP.141.11.18.0000644
B.BP.001.11.18.0000531
B.BP.001.11.18.0000530
Dijual Mobil Kijang Kapsul Th 1998 Wrn Hijau Hub:0817357441
B.BP.001.11.18.0000634
B.BP.001.11.18.0000590
B.BP.001.11.18.0000574
Free
KONTRAKTOR
Pick Up Th2018,STNK Hidup,Pth, Kredit,Unit Mulus,KM Rendah Hub.8495821/081999064002
Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818
BIRO JASA
B.BP.004.11.18.0000545
Looking SPG For Boutique At Maldives Country 18-30 Yr Old Fluent in English.Email CV To: reyyy_2003@yahoo.com Contac :Bu Ketut 08123890647
Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818
BENGKEL LAS
Servis Rumah/Vila,Borong Bangunan,Design.081239460955
Djl Futura Pick Up 2011 Akhir, Mulus,Putih.Hub:081999019991
B.BP.001.10.18.0000900
Tk Retail di Jimbaran Bth Back Office / Admin (4Jt/Bln) CV Krm ke bagkidsbali@gmail.com
SERVICE
B.BP.001.11.18.0000444
JASA KONTRUKSI
Arsitek,Vila,Ruko,Rmh,Interior Furnitur,Rmh Kayu.087819586605
Dcr Tng Srbutan,Laki2 Max.25Th DenBar,GjUMR,SMS.081936015543
B.BP.001.11.18.0000646
B.BP.001.11.18.0000635
SUZUKI
GarmenKamiMembutuhkanSegera 1.Sekretaris,Bisa Excel & Bhs Inggris 2.Staff Quality Control Yg Berpengalaman 3.Cleaning Service Wanita Bagi Yg Serius Silahkan Bawa CV Ke Jl.Batas Dukuhsari 38X Telpon:8474108-8474099
B.BP.001.11.18.0000619
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dicari Karyawan utk jaga Counter Hub.087862263635
Urgent 4 Bedroom Luxury Villa in Ubud looking for Butler must be good English & able to serve Breakfast.Send your CV to: manager@villanagaputih.com Mobile: 082 144 726 617
Dcr Therapist Pengalaman&Tidak Jln Camplung Tanduk Seminyak. “Balidise SPA”Hub:082235854027
Informasi pasang iklan Telepon
B.BP.012.11.18.0000594
Rmh Jl.Nangka Utara Gg.Nangka 4A LT1.80M2 HP:081337893000 B.BP.001.11.18.0000627
B.BP.001.11.18.0000653
B.BP.001.11.18.0000625
20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum,Ubud - Bali Cp+6281318685007,No Brokerage
B.BP.004.11.18.0000637
Djl Tanah 14800 m2,Lok:Bukit Cinta,Ubud,Gianyar,08123665546
B.BP.012.11.18.0000595
T.12A SHM 300m Pantai View Bgs Tinggi Tbn150Jt/A 085257539923
B.BP.167.11.18.0000639
Tnh Pgr Jl By Pass Kediri Tbn 18,5/720Jt/A,Ng /088219124095
B.BP.001.11.18.0000478
B.BP.001.11.18.0000630
RUPA-RUPA Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns B.BP.001.11.18.0000632
Atasi Rumah Bocor Dak Dinding Talang,Dll(Daris)085102796346 B.BP.001.11.18.0000642
Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.11.18.0000442
KEHILANGAN BPKB No.J03255952-O DK 2379 DS An.Ni Ketut Mertiniati B.BP.001.11.18.0000633
BPKBNo.L07103268-ODK6748EK An.I Nengah Redep B.BP.001.11.18.0000631
BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.11.18.0000009
PENGUMUMAN Kepada Direktur dan Ahli Waris PT.Gajah Cinta Bunga (Resto Fat Gajah), Agar Segera Menghubungi PT.Alamboga Internusa,0361720200 untuk Segera Menyelesaikan Kewajiban Hutang. Terima Kasih B.BP.001.11.18.0000518
BANGLI
14
Jumat Kliwon, 16 November 2018
Terowongan Irigasi Ambrol, Seret ’’Panyengker’’ Rumah Warga Bangli (Bali Post) -
Terowongan irigasi di Banjar Abuan Kauh Desa Abuan Kecamatan Susut ambrol, pascahujan deras disertai gempa, Kamis (15/11) dini hari. Terowongan irigasi ambrol lantas menyeret tembok panyengker rumah warga dan saluran irigasi yang berada di atasnya. Derasnya hujan yang mengguyur Bangli sejak beberapa hari terakhir juga kian memperparah kerusakan jalan yang berada tak jauh dari lokasi terowongan. Berdasarkan pantauan siang kemarin, luas terowongan irigasi yang ambrol sekitar 4 meter persegi, dengan kedalaman sekitar 5 meter. Ambrolnya terowongan menyebabkan tembok panyengker milik warga I Nyoman Tika yang berada tepat di atasnya hancur karena terseret tanah terowongan yang ambrol. Tak hanya itu, saluran irigasi subak yang ada di dekatnya juga rusak parah dan terputus karena terseret terowongan ambrol. Tidak jauh dari lokasi, bahu jalan sepanjang kurang lebih 2,5 meter, jebol. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena di bawahnya terdapat terowongan air. Untuk mengantisipasi warga yang terperosok, sebuah barrier berwarna orange telah terpasang di dekat lokasi jalan jebol. Menurut penuturan warga, I Nyoman Tika, kronologi ambrolnya terowongan yang menyeret panyengker rumahnya bermula saat hujan deras disertai gempa mengguncang wilayah setempat sekitar pukul 02.00 Wita. Sesaat setelah gempa, terdengar suara gemuruh dari depan rumahnya. Saat dicek, dia mendapati tembok panyengker rumah dan saluran irigasi yang ada di depan rumahnya telah hancur.
Bali Post/ina
BPK Atensi Pengelolaan Dana BOS Bangli (Bali Post) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menaruh perhatian terhadap pengelolaan Dana Operasional Sekolah (BOS). Atensi ini untuk mencegah adanya Kepala Sekolah yang sampai terseret kasus hukum. Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Bali Sri Haryoso Suliyanto saat sosialisasi pengelolaan dana pendidikan di Kabupaten Bangli yang dilaksanakan di ruang pertemuan SMPN 3 Bangli, Kamis (15/11) kemarin, mengatakan pemeriksaan dana pendidikan, khususnya dana BOS sangat penting dilakukan. Mengingat selain program
Dana Desa, program BOS juga menjadi bahan perhatian masyarakat luas, termasuk aparat penegak hukum. BPK menaruh perhatian lebih terkait pengelolaan kedua dana tersebut. ‘’Sekarang ini BPK memang sedang melakukan pemeriksaan terhadap kedua dana tersebut. Dana Desa kita pakai sampel di Kota Denpasar dan Kabupaten Jembrana. Untuk dana BOS, salah satunya kita pilih Kabupaten Bangli dan Provinsi Bali,’’ terangnya. Lebih lanjut dikatakannya, dana BOS menjadi perhatian khusus BPK, mengingat dana ini memiliki peranan yang sangat penting dalam mem-
bangun manusia Indonesia. Pihaknya berharap, pengelolaan dana BOS di Kabupaten Bangli tidak ada ditemukan permasalahan-permasalahan yang berdampak hukum. Dijelaskannya, pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK ada dalam koridor hukum administrasi pengelolaan keuangan negara. Seandainya BPK menemukan dampak yang menimbulkan berkurangnya keuangan negara terkait penggunaan dana BOS, maka penyelesaiannya pun dilakukan dalam koridor hukum administrasi pengelolaan keuangan negara. Artinya sebatas pada pengembalian. Sedangkan
sanksi administratif lainnya diserahkan pada pemerintah kabupaten yang bersangkutan. Sementara itu, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengungkapkan, Pemkab Bangli berkomitmen untuk berpegang teguh pada aturan dalam pengelolaan keuangan daerah. Rekomendasi yang diberikan BPK terkait tata kelola keuangan selalu dijadikan acuan. Sedana Arta pun meminta pimpinan BPK RI Perwakilan Provinsi Bali bisa memberikan arahan sejelas-jelasnya. Tujuannya agar tata kelola keuangan di Kabupaten Bangli semakin baik. (kmb40)
Bali Post/ina
SERAH TERIMA - Apel serah terima Panji-panji dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai di Lapangan Kapten Mudita.
Generasi Muda Diajak Meneladani Semangat I Gusti Ngurah Rai Bangli (Bali Post) Setelah diarak di Kabupaten Klungkung, Panji-panji dan Surat Sakti Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai tiba di Kabupaten Bangli, Kamis (15/11) kemarin. Panjipanji dan Surat Sakti dibawa oleh rombongan napak tilas dari Pemuda Panca Marga. Serah terima Panji-panji dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai dilaksanakan melalui apel yang digelar di Lapangan Kapten Mudita. Apel dihadiri Wakil Bupati Bangli selaku inspektur upacara. Turut hadir Sekda Kabupaten Klungkung, pimpinan OPD, perwakilan TNI, Polri, ASN dan pelajar di Kabupaten Bangli. Ketua Pemuda Panca Marga Markas Cabang Bangli Ida Bagus Putra mengatakan, Panji-panji dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai diserahterimakan secara estafet dari Provinsi Bali ke Kabupaten Jembrana. Serah terima berlanjut ke Kabupaten Karangasem, Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Bangli.
Setelah dilaksanakan apel serah terima, Panji-panji dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai dilepas oleh Wakil Bupati Bangli untuk diarak menuju Gunaksa. Dari sana, akan diarak menuju Landih. Di Desa Landih, akan dilaksanakan upacara penghormatan dan sembahyang di sebuah tempat yang disakralkan. Selanjutnya, panji dan surat sakti diarak menuju Suter untuk dilaksanakan upacara penghormatan di Monumen Suter, lanjut menuju Penelokan, kemudian ke Susut, Penatahan, Pukuh, langsung menuju jembatan Bangli dan terakhir bersemayam di Monumen Pahlawan Penglipuran. ‘’Itulah perjalanan Panji-panji dan Surat Sakti untuk Kabupaten Bangli,’’ jelasnya. Selanjutnya, pada Jumat (16/11) hari ini akan dilaksanakan apel serah terima Panji-panji dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai ke Kabupaten Gianyar. Dikatakan Ida Bagus Putra, serangkaian kegiatan napak tilas ini juga
dilaksanakan pelantikan pengurus PPM untuk masa bakti 2018 - 2023, cerdas cermat kepahlawanan dan saresehan, serta acara hiburan untuk menjaga Pataka tersebut di Penglipuran. ‘’Tujuan dari pelaksanaan napak tilas ini adalah untuk menggugah anak muda agar selalu ingat dengan para pahlawannya. Belakangan ini nilai-nilai nasionalisme kebangsaan kita menurun. Jadi, inilah momen tepat untuk membangkitkannya kembali,’’ katanya. Sementara itu, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta ditemui usai melepas rombongan pembawa Panji-panji dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai jasa para pahlawannya. Sebagai generasi penerus bangsa, pemuda Pulau Dewata harus menghargai jasa pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai. Melalui apel serah terima Panji-panji dan Surat Sakti
I Gusti Ngurah Rai ini diharapkan generasi muda bisa meneladani semangat I Gusti Ngurah Rai dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia dan menghilangkan sifat-sifat individualis untuk membangun bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sedana Arta mengharapkan semangat juang I Gusti Ngurah Rai bisa terus menyala pada generasi muda saat ini sehingga lahir pahlawanpahlawan pada zamannya. ‘’Kalau beliau lahir pada zaman untuk memerdekakan NKRI, maka kita harapkan semangat yang menyala di dada ini harus kita gunakan untuk menjadi pahlawan pada bidangnya masing-masing baik itu bidang olahraga, bidang pertanian dan bidang pariwisata yang nantinya mampu mengangkat nama Kabupaten Bangli secara positif baik di tingkat provinsi, nasional dan bahkan internasional yang akan membawa kesejahteraan bagi Kabupaten Bangli,’’ kata Sedana Arta. (kmb40)
RUSAK - Tembok panyengker dan saluran irigasi yang rusak berat akibat terseret terowongan air yang ambrol.
Karena khawatir berdampak lebih parah, sekitar pukul 06.00 Wita, dia kemudian berinisiatif menutup sementara aliran air di bagian hulu dari saluran irigasi yang mengalami ambles. ‘’Saya tutup sementara karena airnya deras,’’ jelasnya. Saat ini total ada empat titik lokasi yang ambles di jalur terowongan. Dua titik di antaranya ada di lahan pertaniannya dan satu lainnya berada di pinggir akses jalan raya ke desa tersebut. ‘’Yang dua titik di lahan pertanian saya sudah jebol sejak tiga tahunan lalu,’’ ujarnya. Warga lainnya, Ketut Tama Wika Aryawan, mengatakan derasnya hujan akhir-akhir ini menyebabkan kondisi bahu jalan yang jebol di dekat terowongan irigasi tersebut kian bertambah parah. Dia mengatakan, bahu jalan jebol yang diakibatkan terseret terowongan ambles, sudah terjadi sekitar lima hari lalu. Saat bahu jalan itu jebol, sebuah truk pengangkut pasir sempat terperosok di dalamnya. Warga lainnya, Wayan Sudarta, menambahkan jebolnya bahu jalan yang berada persis di seberang rumahnya membuat warga waswas. Warga khawatir bahu jalan yang jebol akan menjadi bertambah luas, karena terowongan yang ada di bawahnya terus-menerus terkikis air. Agar tak semakin parah, dia pun berharap pemerintah bisa segera turun tangan. (kmb40)
Dishub Usulkan Penambahan Trayek Bus Damri Bangli (Bali Post) – Angkutan umum berupa bus Damri di Kabupaten Bangli yang dioperasikan sejak 2017 lalu, cukup diminati masyarakat. Terkait hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangli pun telah mengusulkan penambahan trayek bus Damri, dari dua trayek yang sudah ada saat ini. Kepala Dishub Kabupaten Bangli Gede Arta, Kamis (15/11) kemarin, mengatakan sejak resmi beroperasi, respons masyarakat terhadap bus Damri cukup positif. Angkutan yang pengelolaannya dilakukan langsung Pemerintah Pusat bekerja sama dengan PT Damri selaku pihak ketiga, diakuinya banyak diminati masyarakat. ‘’Peminatnya semakin meningkat,’’ ujarnya. Dijelaskan Gede Arta, selama ini bus Damri yang dioperasikan dengan tujuan untuk meringankan beban masyarakat dan menekan angka kecelakaan lalu lintas ini melayani dua trayek, yakni Kota Bangli - Songan dan Kota Bangli-Tejakula, Buleleng. Dua trayek tersebut merupakan jalur-jalur yang selama ini tidak tersedia layanan angkutan umum. Untuk trayek Kota Bangli-Songan, ada empat
Bali Post/ina
BUS - Bus Damri yang beroperasi di Kabupaten Bangli. unit bus yang dioperasikan. Sementara trayek Kota BangliTejakula, dua unit bus. Dalam sehari, bus Damri dioperasikan melayani penumpang hingga dua kali untuk masing-masing rute, dengan jadwal yang sudah ditentukan yakni pukul 07.00 Wita, 09.00 Wita, 12.00 Wita dan 14.00 Wita. Tarif yang dikenakan terhadap penumpang relatif murah yakni hanya Rp 5 ribu untuk rute Kota Bangli-Songan. ‘’Bus Damri yang ke jurusan Bangli - Songan banyak dimanfaatkan masyarakat. Banyak anakanak sekolah dari Kedisan, Toya Bungkah, Songan yang sekolah ke Kayubihi pakai bus Damri,’’ ungkapnya. Karena cukup banyak diminati masyarakat, pihaknya pun telah mengusulkan ke
Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan agar dilakukan penambahan trayek. Sesuai usulan yang telah disampaikannya belum lama ini, jalur yang diusulkan bisa terlayani bus Damri, yakni Kota Bangli-Desa Catur, Kintamani. Alasannya, di jalur itu belum ada layanan angkutan umum. Alasan lainnya, Desa Catur kini sudah menyandang status sebagai desa wisata. Diharapkan usulan tersebut bisa direalisasikan mulai tahun depan. ‘’Sasaran bus perintis ini adalah jalur-jalur yang sama sekali belum terlayani angkutan umum. Kalau nantinya sudah ada angkutan umum yang mampu melayani trayek itu, kita tidak akan lagi ke sana,’’ kata Gede Arta. (kmb40)
15
Jumat Kliwon, 16 November 2018
Pajak, Andalan Pendapatan Negara Mangupura (Bali Post) Semakin hari penerimaan pajak makin meningkat. Antara target dan realisasinya pun diupayakan makin meningkat. Kondisi ini berbalik dengan kondisi yang terjadi pada sektor migas yang makin hari kontribusinya makin menurun. Demikian diungkapkan Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi, Kamis (15/11) kemarin, saat Rapat Koordinasi Tim Pembina Samsat tingkat Nasional di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta. Lebih lanjut Heru menerangkan, pajak akan menjadi salah satu andalan pendapatan. Karena grafiknya selalu menunjukkan tren yang meningkat. Demikian juga dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) diupayakan memberikan kontribusi yang juga meningkat. Maka dengan adanya samsat online ini akan semakin meningkatkan aksel-
erasi, sehingga penerimaan pajak akan meningkat. ‘’Kami sekali lagi sangat surprise. Kalau dulu saya di kampung sulit membayar. Sekarang semua difasilitasi, bisa memakai handphone, internet banking,’’ bebernya. Hal inilah yang akan dilaporkan kepada pimpinan sebagai perwujudan daripada policy di bidang PNBP yang menginginkan percepatan dan
transparansi. Menurutnya, ini akan menjadi tonggak baru bagi masyarakat. ‘’Karena selama ini kita selalu sedemikian bingungnya dan kemudian kita meminta bantuan jasa untuk pengurusan ini. Tentunya bagi sebagian orang ini masih akan relevan. Tapi bagi sebagian yang lain, ini akan membantu dan menjawab kebutuhan akan percepatan dan transparansi itu,’’ ungkapnya. BRI adalah salah satu bank partner dalam pembayaran samsat online. Sehingga dengan adanya samsat online yang pembayarannya bisa dilakukan melalui chanel BRI akan lebih memudahkan nasabah BRI. Demikian disampaikan Direktur Hubungan Kelembagaan Bank BRI Sis Apik Wijayanto.
BRI memiliki 10.000 kantor layanan dan 24.000 ATM di seluruh Indonesia. Dengan adanya aplikasi e-samsat, maka para pemilik kendaraan bermotor bisa melakukan pembayaran di seluruh ATM yang ada, terutama BRI. Tidak hanya BRI yang bekerja sama dalam pembayaran pajak, tetapi juga 24 Bank Pembangunan Daerah (BPD), 4 bank BUMN, 3 bank swasta. BRI sendiri memiliki nasabah sebanyak 90 juta di seluruh Indonesia. ‘’Harapannya adalah masyarakat yang punya rekening BRI semakin mudah untuk melakukan pembayaran e-samsat,’’ tandasnya sembari menyebut, jika nasabahnya semakin banyak maka simpanannya juga akan bertambah. (kmb42)
PM Jepang-Jokowi Bahas 10 Bali Baru Singapura – Sejumlah isu di bidang ekonomi dibahas oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dalam pertemuan bilateral di Singapura. Salah satunya soal pengembangan 10 Bali baru. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam jumpa pers di Hotel Conrad, Singapura, Kamis (15/11) kemarin, menjelaskan salah satu hal yang dibahas adalah rencana pembangunan proyek dengan Jepang di Indonesia. ‘’Terkait proyek kerja sama yang dilakukan dengan Jepang antara lain kerja sama infrastruktur
u n t u k MR T f a s e 1 y a ng direncanakan selesai Maret tahun depan dan ground breaking fase 2 akan dilakukan tidak terlalu lama dari Maret 2019,’’ kata Menlu ketika menjelaskan pembahasan Presiden Jokowi dan PM Abe. Selain itu, Presiden juga menyampaikan permintaan kepada pemerintah Jepang untuk memperhatikan standardisasi minyak sawit. Presiden meminta Jepang memerhatikan standar lain, selain Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), yakni Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). ‘’Kalau memang
masih ada gap, justru harus diberdayakan. Harus ditambahkan sehingga mengenai standardisasi akan sama,’’ jelas Menlu. Selanjutnya kedua pemimpin negara membahas perundingan ulasan umum Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Menlu menjelaskan pemerintah Indonesia memohon fleksibilitas dalam kerja sama itu kepada Jepang. Presiden Jokowi dan PM Abe juga membahas tentang pengembangan potensi terluar Indonesia terkait
Kegiatan Adat Bendesa atas kesepakatan krama kemudian secara lisan menyerahkan kepada pecalang untuk memungut dan mengatur parkir agar pamedek tertib. ‘’Memungut seribu atau dua ribu rupiah, kalau itu dikaitkan dengan harus punya tiket, karcis, harus sesuai dengan hukum positif, berapa kegiatan adat, kebudayaan, dan keagamaan yang tidak terurus di lapangan. Jadi, tidak bisa seluruhnya memakai pendekatan hukum positif,’’ jelas politisi PDI-P asal Guwang, Gianyar ini yang juga mengatakan OTT pun telah membuat investasi di desa pakraman terhambat karena para bendesa ketakutan. Kasubdit III/Tipidkor Polda Bali Ida Putu Wedanajati mengatakan, operasi tangkap tangan yang dilakukan Polda Bali didasari atas Perpres No.87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli. Di tahun 2016, ada penindakan satu kasus terkait oknum kepala desa yang melakukan pungutan terhadap warga. Tahun 2017 naik menjadi 45 kasus dan di 2018 ini sudah ada 32 kasus. Sementara jumlah pelaku yang melakukan dugaan pungli sebanyak 125 orang. ‘’Dari rangkaian penyelidikan dan penyidikan, modus-modus yang sering terjadi adalah oknum meminta sesuatu untuk alasan surat-surat dan sebagainya, melakukan pemerasan dengan alasan biaya keamanan dan sebagainya, pungutan parkir tanpa memberi karcis kepada pengguna jasa parkir ataupun sama sekali mereka langsung memungut, ini paling banyak terjadi. Termasuk juga pemalakan oleh oknum kepada penduduk pendatang, pungutan kepada pengembang dan sebagainya,’’ paparnya. Menurut Wedanajati, penegakan hukum tidak terlalu saklek harus sampai ke proses
penyidikan. Memang ada yang sampai P21 dan sidang di pengadilan. Tetapi ada juga yang ditipiring dan terkadang dilimpahkan ke Inspektorat, atau langsung dilakukan pembinaan. Menyangkut ranah desa adat, dikatakannya, kasuistik seperti kasus OTT di Sanur dan Objek Wisata Pura Tirta Empul. Di Tirta Empul khususnya, dari peristiwa yang terjadi, pihaknya melihat ada perbuatan melanggar hukum, ada aturan-aturan yang dilanggar sesuai dengan hukum positif, termasuk dari pemanfaatan dana. ‘’Ada informasi dari masyarakat masuk ke meja Satgas. Banyak sekali pengaduan lewat online yang diterima Sekretariat Saber Pungli. Kemudian kita telaah dan pendalaman, apakah ini termasuk ke dalam ranah pidana atau hanya penyimpangan bersifat pelanggaran dan sebagainya, kita kaji dengan baik,’’ jelasnya. Anggota DPD-RI Gede Pasek Suardika mengapresiasi kinerja aparat kepolisian khususnya Kapolda dalam penegakan hukum selama ini. Jangan sampai lantas terpeleset karena menyentuh ranah adat. Terutama pada kasus OTT di Objek Wisata Pura Tirta Empul yang menurutnya ‘’menarik’’. Dalam kasus ini ada perjanjian antara desa adat dan Pemerintah Kabupaten Gianyar. Mestinya, perjanjian yang tidak memenuhi persyaratan atau wanprestasi masuk ke dalam kasus perdata dan bukan pidana. Baik desa adat maupun Pemkab Gianyar merupakan subjek hukum yang sama-sama bisa menggugat ke pengadilan kalau masalah perjanjian tidak bisa diselesaikan dengan mediasi. Bukan malah di-OTT yang disebutnya menggunakan ‘’tangan orang lain’’. ‘’Dalam OTT, yang ditangkap itu menjadi tersangka. Tapi yang terjadi dalam kasus ini kan tidak, ditangkap seak-
industri perikanan dan industri pariwisata 10 Bali baru. Presiden telah mengikuti KTT ke-33 ASEAN dan rangkaian KTT lain di Singapura sejak Selasa (13/11) hingga Kamis kemarin. Sejumlah pertemuan bilateral telah dilakukan Presiden saat kunjungan kerja di Singapura yakni dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Presiden Chile Sebastian Pinera, Presiden Rusia Vladimir Putin, serta Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence membahas beragam kerja sama, antara lain di sektor ekonomi. (ant)
Curah Hujan an itu bukti kejahatan, sampai sekarang statusnya belum sebagai tersangka. Kalau di KPK, OTT 1x24 jam itu tersangka karena dia melakukan tindak pidana. Saya melihat ini ada yang tidak beres, harus kita luruskan. Ini bisa melemahkan desa adat,’’ ujarnya. Pasek menambahkan, saat ini upaya penegakan hukum memang dikatakan untuk memperkuat desa adat. Tetapi disaat yang bersamaan, banyak bendesa adat diyakini ragu-ragu. Secara psikologis, mereka akan terganggu dan itu sudah bisa dikatakan melemahkan. Kalau memang mau memperkuat desa adat, mestinya mereka diberdayakan. Tim Saber Pungli memiliki tugas untuk mencegah dan memberdayakan masyarakat supaya paham. Sementara dalam kasus Tirta Empul, kalau seandainya prajuru menilep uang di sana, itu sebetulnya tergolong penggelapan. Tetapi sekarang malah dikonstruksikan sebagai korupsi. Dampak lebih jauh adalah Pura Tirta Empul dapat disita ke depannya. ‘’Jangan bermain-main dengan hukum seperti itu, nanti hukum karma mengikuti pejabat-pejabat itu. Saran saya, Bali ini orangnya tidak ingin ribut, kalem, sering mengalah, tapi tidak mau selalu dikalahkan. Makanya punya budaya puputan, selalu ending terakhirnya di sana,’’ jelasnya. Ketua MMDP Kabupaten Buleleng Dewa Putu Budharsa mengaku setuju dengan penegakan supremasi hukum. Dengan catatan, memang didapat bukti-bukti pelanggaran hukumnya. Di sisi lain, pihaknya juga memohon agar aparat kepolisian melakukan pembinaan. Sebab, sampai saat ini upaya pembinaan belum pernah menyentuh desa pakraman. ‘’Mari kita bersama-sama duduk mendengarkan apa itu pungli, kriterianya apa, ramburambunya apa. Ini yang perlu dijelaskan, pembinaannya dari kepolisian,’’ ujarnya. (kmb32)
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Badung Sang Nyoman Oka Parmana membenarkan sejumlah ruas jalan di Kuta dan Seminyak tergenang air. Setelah dilakukan pengecekan, kondisi tersebut diakibatkan curah hujan yang tinggi. ‘’Setelah kita cek ternyata curah hujan tinggi dan tidak bisa masuk ke ke drainase. Sebab, kondisi pembuangan drainase juga sudah penuh,’’ kata Oka Parmana. (kmb23)
Kondisi cuaca seperti ini dipicu oleh adanya aktivitas aliran massa udara basah, yaitu fenomena Madden Jullian Oscillation (MJO) yang sedang aktif di wilayah Indonesia terutama Indonesia bagian Barat dan Tengah yang menyebabkan kondisi atmosfer wilayah tersebut sangat basah. Selain itu, suhu muka laut di sekitar di wilayah Bali yang berkisar antara 29-31º C memberikan kontribusi terhadap penguapan air untuk pembentukan awan. ‘’Untuk beberapa hari ke
DPRD Bali Buat Surat Keputusan Rapat Terkait Desa Pakraman Denpasar (Bali Post) DPRD Bali telah mengeluarkan surat terkait hasil rapat permasalahan desa pakraman yang digelar Selasa (13/11) lalu. Surat yang ditandatangani Ketua DPRD Bali ini ditujukan kepada Gubernur Bali, Kapolda Bali, Kejaksaan Tinggi Bali, Pengadilan Tinggi Bali, dan Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP). Ada enam poin penting yang tertuang berkenaan dengan pelaksanaan pungutan di wilayah desa pakraman. ‘’Suratnya sudah dibuat dan ditandatangani. Karena keputusan bersama, harus ditaati bersama. Itu intinya,’’ ujar Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama dikonfirmasi, Kamis (15/11) kemarin. Pada poin pertama, hasil
rapat mengingatkan tentang sejumlah peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pengakuan dan perlindungan kesatuan masyarakat hukum adat dan hak-hak tradisionalnya. Di poin kedua, eksistensi desa adat semakin diperjelas lewat pengakuan, perlindungan, dan otonomi dalam melaksanakan tugas dan kewenangan untuk mengurus rumah tangganya sendiri sesuai dengan peraturan perundang-undangan pada poin pertama. Di poin ketiga, barulah disebutkan mengenai Polda Bali dan jajaran, Tim Saber Pungli di Provinsi Bali, dan aparat penegak hukum lainnya di wilayah hukum Provinsi Bali telah sepakat untuk melakukan upaya tindakan persuasif dan tidak
melakukan upaya penindakan serta yustisi terhadap pungutan-pungutan yang dilakukan desa pakraman sesuai awig-awig, pararem, dan keputusan desa pakraman. Selanjutnya di poin keempat, pemprov dan pemerintah kabupaten/kota, serta penegak hukum wajib melakukan pembinaan, pendampingan, dan advokasi kepada desa pakraman di dalam menyempurnakan dan menyusun aturan-aturan adat di desa pakraman. Poin kelima, MUDP melakukan pembinaan dalam penyempurnaan aturan-aturan adat di desa pakraman. Poin terakhir, desa pakraman segera memperbaiki tata kelola dan manajemen pendapatannya. (kmb32)
Satu Meter Plt. Kepala UPT Diknas Densel Karmianingsih yang ditemui di SD 6 Panjer mengakui banjir merendam tujuh sekolah. Beberapa sekolah masih bisa melakukan kegiatan belajarnya. Tiga sekolah yakni SD 6 Panjer, SD 13 dan SD 18 Sesetan terpaksa siswanya belajar di rumah. ‘’Airnya masuk kelas, Pak,’’ ujarnya. Sementara itu, Winten, guru di SD 6 Panjer, mengakui sekolahnya menjadi langganan banjir. Ketinggian air sempat mencapai satu meter, sehingga bangku ikut terendam. Diakuinya, bencana ini terjadi karena penyempitan saluran air yang berada di sebelah timur sekolah itu. Belum lagi di pojok sekolah yang memiliki 475 siswa ini, terdapat persimpangan saluran air yang cukup kecil. ‘’Ketika luberan airnya cukup banyak dari arah timur, saluran yang ke selatan kecil, sehingga air masuk ke halaman sekolah,’’ ujarnya. Di sisi lain, data dari BPBD Denpasar menyebutkan bencana yang terjadi kemarin sudah dapat ditangani. Seperti pohon tumbang
dengan diameter 50 cm di Jl. Raya Puputan, Renon sudah ditangani petugas BPBD dan dibersihkan tim dari DLHK. Demikian pula banjir di Perum Padang Indah Permai, Padangsambian dengan ketinggian air mencapai sebetis orang dewasa, sudah ditanggulangi pula. Selain itu, banjir di SD 10 Dauh Puri Kauh, SD 11 Padangsambian Klod, dan SD 13, SD 14, SD 12 Dauh Puri Kauh juga dilakukan penanganan dengan penyedotan. ‘’Penanganan banjir di sekolah ini sering kali harus dibantu dengan mesin untuk mengurangi airnya,’’ ujar Kepala Pelaksana BPBD Denpasar Drs. I.B. Joni Ariwibawa, M.Si. Dikatakannya, banjir juga terjadi di rumah warga Jalan Hayan Wuruk 173 Dentim. Untuk penanganan semua bencana kemarin, pihaknya menerjunkan puluhan personel yang regu piket malam di 4 pos ditambah petugas PSC, Pusdalops yang totalnya mencapai 35 orang. Sedangkan regu pagi yang diterjunkan sebanyak 30 orang. Dikonfirmasi terpisah, Kabid Sumber Daya Air DPUPR Kota Denpasar I Gusti Ngurah Putra Sanjaya mengatakan, sejak ada
sodetan yang dibuat P2LP Werdhapura dari Tukad Jo Gading menuju Jalan Tukad Sangiang terus ke Tukad Rangda berdampak pada wilayah Jalan Tukad Irawadi dan Jalan Tukad Melangit menjadi rawan banjir saat hujan. Karena hulu Tukad Rangda yang notabene ada penyempitan menerima tiga limpahan pembuangan, yaitu dari saluran pembuang Jalan Tukad Irawadi, saluran pembuang Jalan Tukad Melangit dan saluran pembuang/sodetan Jalan Jo Gading-Jalan Pakerisan- Jalan Tukad Sangiang menuju Tukad Rangda. Pada saat terjadi hujan, air di saluran pembuang Jalan Tukad Irawadi dan saluran pembuang Jalan Tukad Melangit tidak bisa lancar karena tekanan air pembuang dari sodetan Jalan Pakerisan menuju Tukad Rangda. Kondisi ini mengakibatkan volume air yang ada di kedua saluran pembuang tersebut meluap ke jalan dan lingkungan sekitarnya. Tujuan adanya sodetan di Jalan Pakerisan-Jalan Tukad Sangiang menuju Tukad Rangda untuk mengurangi banjir yang sering terjadi sepanjang Jalan Tukad Pakerisan dan Jalan Dewata. (kmb12)
Diguncang Gempa depan masih perlu diwaspadai potensi hujan yang terkadang disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat,’’ pungkasnya. Diguncang Gempa Sementara itu, BPBD Provinsi Bali belum menerima informasi yang ditimbulkan akibat gempa pada Kamis (15/11) pukul 24.30 Wita. Pusat gempa yang tidak berpotensi tsunami itu berada pada kedalaman 20 km, 78 km barat daya Klungkung. Selain dirasakan di Tabanan, Karangasem, Kuta, Nusa Dua, Legian, Jimbaran dan Denpasar, juga terasa hing-
ga Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa, Lombok Utara, dan Lombok Barat. ‘’Untuk gempa, tidak ada korban dan dampak pada kita,’’ ujar Plt. Kepala BPBD Provinsi Bali Dewa Putu Mantera. Kata dia, fase musim kering kini sudah diikuti dengan musim penghujan. Ada sejumlah peristiwa kebencanaan yang terjadi. Seperti banjir di Perumahan Padang Indah Denpasar dengan mengevakuasi dua orang sesuai hasil koordinasi dengan BPBD Kota Denpasar dan SAR. Kemudian, air Tukad Mati telah mulai naik di atas wajar, banjir di daerah
Jl. Kunti yang mengakibatkan macet hingga 5 km, genangan air di Pegambengan Kangin dekat Lapas Kerobokan, pohon tumbang di depan Plaza Renon, pohon tumbang di Pura Beji, Tabanan, serta longsor di jalan raya Gunaksa, Klungkung. Semua peristiwa kebencanaan itu telah ditangani oleh BPBD kabupaten/kota masing-masing dan tidak ada korban jiwa. Kota Denpasar merupakan daerah dengan potensi banjir tinggi sesuai peta potensi banjir Provinsi Bali. Sementara untuk potensi longsor, paling banyak ada di daerah perbukitan. (win/rin)
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
Jumat Kliwon, 16 November 2018
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Kejuaraan SEATTA
Tim Putra Indonesia ke Semifinal Denpasar (Bali Post) Tim nasional putra Indonesia melaju ke babak semifinal nomor beregu pada kejuaraan tenis meja Asia Tenggara bertajuk ‘’11th South East Asian Table Tennis Association Championship 2018’’ yang digelar di GOR Merpati, Denpasar. Tim putra tuan rumah menantang Malaysia dalam perebutan tiket ke final, Jumat (16/11) ini. Timnas putra Indonesia lolos ke empat besar setelah keluar sebagai juara Grup A berkat dua kemenangan beruntun atas Brunei Darussalam dan Thailand masing-masing dengan skor telak 3-0, Kamis (15/11) kemarin. Sementara Malaysia melangkah ke semifinal selaku runner-up Grup B. Semifinalis lainnya mempertemukan Thailand dengan Singapura. Angka kemenangan Timnas Merah-Putih atas Brunei dihasilkan M. Luki Purkani setelah menaklukkan A. Abdula Rasheed Bin PG MD Noo dengan skor 11-2, 11-4, 11-1 di partai pertama. Selanjutnya Deepash Bhagwani mengalahkan Abd. Wafi Bin Suhardi 114, 11-3, 11-6 dan Rahmat menang atas AK MD Sufi Fahirullah PG MD Sufian 11-9, 11-2, 11-3. Akan tetapi langkah mulus tim putra Indonesia gagal diikuti oleh rekan putrinya yang bergabung di Grup B. Pada laga pertama Indonesia mengalahkan Filipina dengan skor 3-2. Siti Aminah mengatasi Fado 3-0 (11-8, 11-3, 11-4) dan menekuk Dael 3-0 (11-7, 11-6), 11-9), sedangkan Aisyah mengalahkan Balatbat 3-1 (11-9, 11-13, 11-5, 6-11, 11-7). Namun, pada pertandingan kedua tim putri tuan rumah harus mengakui keunggulan Malaysia 0-3. Tim putri Indonesia tersingkir setelah
dalam laga lainnya Filipina membuat kejutan dengan memukul Malaysia 3-0. Dengan hasil ini, Malaysia melawan Singapura dan Thailand meladeni Filipina di babak semifinal beregu putri. Pelatih tim putra Indonesia Tony Meringgi menilai pemain Malaysia lebih berpengalaman dibandingkan asuhannya yang bermaterikan pemain U-20. Meski demikian, timnya akan memberikan perlawanan sengit di semifinal untuk bisa merebut tiket ke final. Manajer Tim Indonesia Haryono Wong mensyukuri lolosnya tim beregu putra ke babak empat besar. ‘’Yang penting mereka harus berjuang maksimal. Jika mampu menaklukkan Malaysia, berarti minimal juara dua di tangan. Namun, jika kalah, ya… harus puas menduduki posisi ketiga,’’ jelasnya. (022) PUTRI - Atlet tenis meja putri Indonesia Aisyah Farah Aini (kanan)ketika berhadapan dengan S. Balatbat dari Filipina dalam pertandingan SEATTA di GOR Merpati, Denpasar, Kamis (15/11) kemarin. Tim putri tuan rumah gagal melangkah ke semifinal.
Piala Bupati Badung
Susila Putra Juara Grup G Mangupura (Bali Post) – Kesebelasan Susila Putra Sibangkaja mengalahkan PSM Munggu dengan skor 4-0 (1-0) dalam lanjutan pertandingan Grup G kejuaraan sepak bola Piala Bupati Badung III/2018 di Lapangan I Gusti Ngurah Rai, Sibangkaja, Abiansemal, Kamis (15/11) sore kemarin. Ini merupakan kemenangan kedua yang diraih Susila Putra dalam tiga kali laga setelah sebelumnya mengalahkan Perssib Blahkiuh dan bermain imbang 2-2 kontra Personi Mengwitani. Hasil gemilang ini membawa tim tuan rumah sebagai juara grup dengan nilai 7 dan lolos ke babak 16 besar. Pendamping Susila Putra ke babak kedua masih menunggu hasil duel Personi kontra Perssib. Meski menang besar, Susila Putra baru bisa merobek gawang PSM yang dikawal Made Adi Kencana
menjelang turun minum. Wahyu Permana mengawali pesta gol Susila Putra pada menit ke-42. Striker yang juga kapten tim Yoga Devayana mempersembahkan gol kedua pada menit ke-65. Dua gol lainnya oleh Windu Segara pada menit ke-76 dan Yusa Upadana menit ke-82. Manajer Tim Susila Putra, Ida Bagus Purnaya, menyatakan bangga karena pemain inti dan pengganti kualitasnya berimbang. Kemampuan pemain yang merata memudahkan pelatih Galung Setyadi dalam meramu tim. Seluruh pemain juga tampil maksimal di lapangan sehingga hasil pertandingan sesuai dengan harapan. Terlebih pemain Susila Putra mendapat dukungan penuh dari penggemarnya, tokoh masyarakat, perbekel, bendesa, Nyoman Oka (anggota DPRD Badung asal Sibangkaja), Sekum Made Legayasa dan Humas Wayan Sudibagia. (kmb)
Timnas Basket Panggil 12 Pemain Jakarta (Bali Post) – Pelatih tim nasional bola basket putra Indonesia Fictor Roring memanggil 12 pemain untuk menghadapi pra-kualifikasi zona timur Piala Asia FIBA tahun 2021 di Thailand. Ke-12 pemain tersebut akan berkumpul mulai minggu ketiga November sebelum berangkat ke Thailand untuk menjalani turnamen yang digelar pada 26 November-1 Desember 2018. Pelatih yang akrab disapa Ito itu tidak merinci siapa saja pemain tersebut, namun dia memastikan tidak jauh dari skuad Asian Games 2018. ‘’Dari 12 pemain tersebut, lima orang merupakan pemain Satria Muda, empat pemain Pelita Jaya dan tiga pemain Stapac,’’ ujarnya di Jakarta, Kamis (15/11) kemarin. Fictor hanya membeberkan tiga pemain yang tidak berlaga di Asian Games 2018 yang akan ikut prakualifikasi Piala Asia 2021 ke Thailand yakni Avan Seputra, Hardianus Lakudu dan Agassi Goantara.
Khusus Agassi, ini adalah pemanggilan perdananya ke timnas usai berstatus debutan Liga Bola Basket Indonesia (IBL) musim 2017-2018 di tim Stapac Jakarta. Pra-kualifikasi wilayah timur Piala Asia FIBA 2021 di Thailand diikuti tujuh negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Macau, Guam dan Fiji. Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia dan Macau, sedangkan di Grup B ada Thailand, Singapura, Fiji dan Guam. Empat tim terbaik lolos ke kualifikasi yang melibatkan 24 tim guna bertarung memperebutkan satu dari 16 tempat di putaran final Piala Asia 2021. Indonesia yang bertindak sebagai tuan rumah bersama Jepang dan Filipina ditargetkan lolos ke Piala Asia 2021 demi tampil di Piala Dunia tahun 2023. FIBA mewajibkan Indonesia berada di posisi delapan besar Piala Asia 2021 agar dapat tampil di putaran final Piala Dunia 2023. (ant)
LeBron James Cetak 44 Poin Los Angeles – LeBron James mencetak 44 poin, 10 rebound dan 9 assist untuk melompati Wilt Chamberlain di peringkat pencetak gol terbanyak NBA saat Los Angeles Lakers mengalahkan Portland Trail Blazers dengan skor 126-117 di Staples Center, Kamis (15/11) kemarin. Poin tertinggi James sejak bergabung dengan Lakers membuatnya menempati posisi kelima dengan mencetak total 31.425 poin sepanj a n g kariernya. L e g enda Lake r s , K a r e e m AbdulJ a b b a r , adalah pemimpin poin NBA sepanjang masa dengan 38.387 poin, diikuti Karl Malone (36.928), Kobe Bryant (33.643) dan Michael Jordan (32.292) di peringkat keempat. Ini adalah kemenangan kedelapan Lakers dalam 14 pertandingan (86) untuk naik ke urutan ketujuh di klasemen Wilayah Barat. ‘’Aku senang kami mendapat kemenangan lagi. Tapi setiap kali namaku disebutkan dengan beberapa pemain hebat, aku selalu berpikir kembali ke kampung halamanku dan seberapa jauh aku datang,’’ kata James. Pemain berusia 33 tahun itu yang sempat frustrasi pada awal musim setelah Lakers menjalani start lambat, mengatakan yakin timnya secara bertahap menuju ke arah yang benar. ‘’Ini masih proses. Kami ingin mencoba dan menjadi lebih baik setiap hari. Saya yakin kami telah melakukan itu sejak dimulainya kamp pelatihan. Kami sudah lebih baik sejak September dan Oktober. Kami hanya ingin mencoba dan melanjutkannya,’’ tambahnya. JaVale McGee mendukung James dengan 20 poin disusul Brandon Ingram (17), Kentavious Caldwell-Pope (13) dan Lonzo Ball (11). Di kubu Portland (10-4), Damian Lillard mencetak 31 poin, C.J. McCollum 23 poin dan Jusuf Nurkic menambahkan 21. Dalam pertandingan
lainnya, Dallas mengatasi Utah 11868, Boston menundukkan Chicago 111-82, Brooklyn ditaklukkan Miami 107-120, Toronto mengalahkan Detroit 104-106, Phoenix menundukkan San Antonio 116-96, Milwaukee dikalahkan Memphis 113-116, Minnesota menang atas New Orleans 107-100, Oklahoma City menjungkalkan New York 128103, Orlando menyudahi Philadelphia 111-106 dan Washington memperdayai Cleveland 119-95. (kmb/afp)
Putra Tresna Disingkirkan PS Ngada
Tim Putra Tresna
Bali Post/ist
Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Putra Tresna Denpasar berhasil menahan tuan rumah PS Ngada (NTT) dengan skor 0-0 pada babak pendahuluan kedua putaran kedua kompetisi Liga 3 Indonesia Regional Bali, NTB, NTT di Lapangan Bajawa, Ngada, Kamis (15/11) kemarin. Atas hasil ini, PS Ngada melaju ke putaran nasional 32 besar, sedangkan Putra Tresna tersingkir mengingat kalah 0-2 pada putaran pertama di kandang. Kapten Putra Tresna, AAN Surya Negara, yang dikontak dari Denpasar mengemukakan, timnya menguasai jalannya pertandingan sepanjang 90 menit. Pemain belakang PS Ngada dua kali menyentuh bola di petak keramat, namun tidak disemprit sebagai penalti oleh wasit asal Tulungagung, Jatim. ‘’Kami unggul dari segi permainan dan mestinya diberikan penalti oleh wasit. Kubu PS Ngada juga mengakui Putra Tresna berhak mendapatkan penalti dua kali,’’ kata pemain yang akrab disapa Wah Ole ini. Menurutnya, Lapangan Bajawa dipadati sekitar 2.000 penonton. Di antara penonton itu terdapat 150 warga Bali yang memberikan dukungan kepada Putra Tresna. Mereka antara lain berprofesi menjadi anggota TNI, Polri dan jaksa. Usai berlaga, rombongan Putra Tresna dijamu makan malam oleh warga Bali di sana. Manajer Tim Putra Tresna, IGAN Anom Jaksa Saputra, sependapat dengan pemainnya bahwa timnya layak mendapatkan hadiah penalti dari wasit. Ia akan mempertahankan skuad berikut pelatih tim ini guna melakoni ajang serupa tahun depan. (022)
Bali Post/wan
PS Badung Tunggu Putusan Tuan Rumah
Mangupura (Bali Post) Pemkab Badung mengucurkan dana Rp 650 juta kepada tim PS Badung guna melakoni kompetisi Liga 3 Indonesia yang kini memasuki babak 32 besar. Kekurangannya akan dicarikan dari para donatur yang peduli terhadap persepakbolaan di Badung. Pada babak 32 besar, PS Badung menghuni Grup D bersama Perssu Sumenep (Jatim), Provinsi (Jateng) dan Lampung Sakti. ‘’PS Badung dan Lampung mengajukan diri menjadi tuan rumah,’’ sebut Ketua Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana di Kuta, Kamis (15/11) kemarin. Pria yang akrab disapa Koming itu menjelaskan, babak 32 besar akan digulirkan mulai 26 November mendatang. ‘’Kami masih menunggu keputusan soal tuan rumah. Dana Rp 650 juta jelas kurang untuk melakoni satu musim kompetisi. Kekurangannya kami tutupi dengan menggalang dana dari para donatur,’’ ucapnya. Tim Keris mematok target lolos ke babak 16 besar yang diambil dari dua tim juara dan runner-up grup. Koming optimis PS Badung promosi ke Liga 2 pada musim kompetisi tahun depan, sebab duet pelatih AAK Bramastra dan Kadek Loco Ediana telah menambah sederet pemain baru yang dipersiapkan khusus untuk babak 32 besar. (022)
Jonatan Hentikan Anthony
Hongkong – Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengalahkan rekannya sesama atlet Pelatnas PBSI Anthony Sinisuka Ginting pada laga kedua turnamen bulu tangkis Hongkong Terbuka 2018. Dipantau di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Jonatan menang dengan skor 21-15, 25-23 di Kowloon, Kamis (15/11) kemarin. Catatan pertemuan kedua pemain Merah-Putih itu kini imbang 2-2. ‘’Saya mampu mengantisipasi kondisi angin di lapangan sejak game pertama. Hasil pertandingan game pertama sesuai dengan harapan saya. Saya tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan itu dengan maksimal,’’ kata Jonatan selepas pertandingan seperti tercantum dalam situs PBSI. Jonatan menjadi satu-satunya pemain tunggal putra Indonesia yang lolos ke putaran perempatfinal Hongkong Terbuka 2018. Pemain tunggal putra lainnya Tommy Sugiarto disingkirkan Jan O. Jorgensen (Denmark) pada laga pertama dengan skor 21-17, 19-21, 10-21. Sementara itu, dua pasangan ganda putra Indonesia belum terbendung hingga babak empat BWF World Junior Championships 2018 di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mengalahkan Manjit Singh Khwairakpam/Dingku Singh Konthoujam (India) 21-14, 21-11, sedangkan Dwiki Rafian Restu/Bernandus Bagas Kusuma Wardana menang 21-16, 21-17 atas Wessel Van Der Aar/Ties Van Der Lecq (Belanda). Selanjutnya, Leo/Daniel berhadapan dengan Cheng Kai Wen/ Lu Chih Wei (Taiwan). Melihat peluang di atas kertas, Leo/Daniel yang merupakan unggulan ketujuh lebih difavoritkan menang. Sementara Dwiki/Bagas bertemu Vishnu Vardhan Goud Panjala/ Srikrishna Sai Kumar Podile (India). Tunggal putri Yasnita Enggira Setiawan sukses mengatasi Amalie Schulz (Denmark) 21-13, 21-11 di babak ketiga. Putri Kusuma Wardani juga lolos ke babak empat usai menghadang Talia Ng (Kanada) 21-16, 21-14. (ant)