terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 31 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
senin wage, 16 Sepetember 2019
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Selang Gas Amoniak Bocor
Verifikasi Hutan Adat
TPS Bertentangan dengan Pergub
Selang tabung amoniak Pabrik Es Semilang, Jalan Segara Madu, Kedonganan, mengalami kebocoran, Minggu (15/9) kemarin. Bau gas yang menyengat membuat warga mengalami gangguan pernapasan.
Pemerintah pusat tengah memverifikasi dua kawasan hutan di Kabupaten Tabanan yang diusulkan tahun 2018 untuk ditetapkan menjadi hutan adat. Hutan apa saja yang diverfikasi tersebut?
Desa Pekutatan kini membangun TPS. Lokasinya di lahan pelaba pura. Di TPS yang tempatnya di selatan jembatan Pekutatan, sampah warga akan dibakar. Cara ini bertentangan dengan Perda dan Pergub Bali.
TABANAN | HAL. 7
BADUNG | HAL. 3
JEMBRANA | HAL. 10
Jadi Sumber Pendapatan Alternatif
Bupati Giri Prasta Resmikan Balai Budaya Giri Nata Mandala
DIRESMIKAN - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta disaksikan Wabup Ketut Suiasa dan para undangan, Sabtu (14/9) meresmikan Balai Budaya Giri Nata Mandala yang ditandai dengan pelepasan panah pasupati.
KPK Bukan Mandataris Presiden Yogyakarta (Bali Post) – Sikap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengembalikan mandat ke ‘residen dinilai kurang tepat. Para pimpinan KPK bukanlah bawahan dari presiden. KPK juga merupakan lembaga independen meski berada di cabang eksekutif. Meski demikian, Presiden Jokowi diminta untuk bijak dengan melibatkan KPK dalam soal revisi UU KPK. Selama ini, KPK justru diabaikan karena Jokowi hanya mengutus Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin guna membahas revisi UU KPK bersama DPR. Demikian disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD di Yogyakarta, Minggu (15/9) kemarin. ‘’Secara hukum, KPK itu bukan mandataris presiden, tidak bisa dia lalu mengembalikan mandat kepada presiden karena presiden tak pernah memberikan mandat ke KPK,’’ kata Mahfud. Mahfud menjelaskan, di dalam ilmu hukum mandataris adalah orang yang diberikan mandat oleh pejabat tertentu, tetapi yang bertanggung jawab adalah pemberi mandat. Sehingga yang diberi tugas disebut mandataris. ‘’Sebelum 2002, presiden adalah mandataris MPR. Presiden diberi mandat dan yang bertanggung jawab MPR. Nah, KPK itu bukan mandataris presiden sehingga tak ada istilah hukum mandat kok dikembalikan,’’ katanya. Mahfud melanjutkan, di dalam Pasal 32 Undang-undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002, orang yang mengembalikan mandat karena pensiun, meninggal dunia, atau karena mengundurkan diri. Adapun KPK bukan mandataris siapa pun. Lembaga itu independen kendati berada di lingkaran kepengurusan eksekutif, namun bukan di bawah presiden. Dengan demikian, kata Mahfud, secara yuridis pengembalian mandat yang dilakukan pimpinan KPK tidak berarti KPK kosong karena lembaga antirasuah itu bukan mandataris presiden. Meski demikian, menurut Mahfud, secara arif Presiden Joko Widodo perlu memanggil para pimpinan KPK untuk bertukar pendapat, konsultasi, serta berdiskusi mengenai nasib KPK. ‘’Apa salahnya dipanggil kan mereka mengatakan saya kok tak pernah diajak bicara tentang nasib KPK. Nah, sekarang waktunya mereka diajak bicara dalam situasi seperti ini. Saya kira Presiden cukup bijaksana untuk mengundang mereka,’’ kata Mahfud. (ant)
BERTEPATAN dengan Purnama Sasih Katiga, Sabtu (14/9), Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, S.Sos. didampingi Wabup Drs. Ketut Suiasa, S.H. meresmikan Balai Budaya Giri Nata Mandala dan Taman Nandiswara. Peresmian ditandai dengan pelepasan panah serta penandatanganan prasasti. Peresmian dihadiri mantan bupati sebelumnya seperti I Gusti Bagus Alit Putra dan A.A. Gde Agung. Acara juga dihadiri mantan Sekda yakni Wayan Subawa dan Kompyang R. Swandika. Hadir juga Kapolres Badung Yudith Satriya Hananta, Kepala Kejaksaan Negeri Badung Sunarko, Wakil Ketua DPRD Badung Made Sunarta dan anggota, serta ratusan undangan lainnya. Usai melakukan persembahyangan bersama pamelaspasan yang di-puput 9 sulinggih Siwa-Buda, Bupati dan undangan lainnya memasuki gedung budaya berkapasi-
tas 2.500 penonton dengan disambut Celekontong Mas. Dipentaskan pula tari maskot Badung yakni tari Sekar Jepun dan Giri Jaya Wisesa. Kadis PUPR Badung selaku pimpinan proyek melaporkan, biaya yang dihabiskan untuk pembangunan balai budaya ini mencapai Rp 388.187.646.000. Biaya ini meliputi pembangunan gedung beserta interior Rp 362.687.646.000 serta penataan halaman dan pengadaan patung lembu Rp 25,5 miliar. Bangunan Balai Budaya Giri Nata Mandala ini, ujar Surya Suamba, dirancang dengan eksterior arsitektur Bali Bebadungan konsep Tri Angga. Penataan ruang memadukan konsep tradisional Bali dan modern dengan perpaduan interior Bali modern dengan patra atau ornamen tradisional Bali. Balai budaya ini, tegasnya, dibangun sebagai wadah untuk meningkatkan kreativitas seniman Bali dan Badung khususnya yang dilengkapi dengan
peralatan modern berupa sound system atau tata suara, lighting atau tata cahaya, led screen outdoor dan back ground led screen indoor, setra lift panggung. Ditambahkan, balai budaya ini dibangun di atas lahan 18.441 meter persegi dengan kapasitas 2.500 orang untuk indoor. Balai budaya juga memiliki fasilitas open stage dengan kapasitas 10.000 orang. Tak hanya itu, katanya, balai budaya juga dilengkapi dengan fasilitas ruang transit VIP, ruang persiapan artis umum dan VIP, cafetaria, ruang ekshibisi atau pameran, klinik kesehatan dan laktasi, mushola, smoking room di setiap lantai, 8 toilet laki-laki dengan 16 closet 24 urinoir, 8 toilet wanita dengan 36 closet, 4 toilet difabel, satu lift orang bagi tamu VIP dan difabel serta 2 lift barang, ruang manajemen gedung serta ruang rapat umum dan VIP. Fasilitas lainnya, ujar Surya Suamba, parkir VIP dan artis di
basement dengan kapasitas 4 truk, 33 mobil dan 150 sepeda motor serta fasilitas parkir pengunjung di sekitar gedung dengan kapasitas 362 kendaraan. Daya listrik PLN yang tersedia 315 kVA digunakan untuk listrik operasional gedung dan genset 2.000 kVA digunakan saat pertunjukan berlangsung. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya menegaskan, Badung dengan PPNSB-nya meletakkan program agama, adat dan budaya di dalamnya. ‘’Di sinilah balai budaya ini sangat diperlukan terutama untuk pementasan kesenian maupun pentas kreativitas budaya oleh masyarakat,’’ kata Bupati asal Pelaga Petang ini. Balai budaya ini, tegasnya, tak berhenti sampai di sini. Di tempat ini juga akan dibangun tempat pameran bagi produkproduk UMKM Badung serta fasilitas lainnya. Hal. 15 Fasilitas MICE
Bencana Asap Masih Mengepung
Palangka Raya (Bali Post) – Perintah Presiden Jokowi agar bencana asap yang diakibatkan kebakaran hutan dan lahan gambut diatasi, nampaknya belum terpenuhi. Sejumlah daerah di Pulau Kalimantan dan Sumatera masih dikepung kabut asap. Kerugian ekonomi dan kesehatan masyarakat menghantui. Negara tetangga sepeti Malaysia dan Singapura telah menyampaikan protes ke pemerintah Indonesia. Bencana asap telah mengancam kesehatan warga setempat. Instansi terkait terus melakukan upaya antisipasi. Pemerintah Kota Palangka Raya misalnya melalui Dinas Kesehatan
kota setempat menyiapkan 12 ruang oksigen yang dapat dimanfaatkan warga merasa kekurangan oksigen. Hal. 15 Posko Kesehatan
Bali Post/ant
GANGGU AKTIVITAS - Warga menggunakan masker saat berada di objek wisata bantaran Sungai Kahayan, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (15/9) kemarin. Kota Palangka Raya kembali diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah, sehingga menimbulkan aroma yang menyengat dan mengganggu aktivitas warga.
Xanana Gusmao Ziarah di Makam Habibie Bali Post/ant
DUKUNG - Warga yang menamakan diri Srikandi Cinta Tanah Air menujukkan pin saat melakukan aksi ketika berlangsungnya Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (15/9) kemarin. Aksi tersebut untuk mendukung pemerintah dan lembaga legislatif merevisi UU KPK demi kinerja KPK yang lebih baik.
Harian Bisnis Bali Cegah Rugi Panen Raya Musim panen seharusnya menjadi berkah bagi kalangan petani. Namun yang terjadi kadang sebaliknya. Petani justru menderita kerugian. Apa yang harus dilakukan?
www.bisnisbali.com
Jakarta (Bali Post) – Setelah tiga hari dimakamkan, Presiden pertama Timor Leste Kay Rana Xanana Gusmao melakukan ziarah ke makam Presiden ke-3 RI BJ Habibie. Kehadiran Xanana Gusmao mewakili pemerintah dan rakyat Timor Leste. Saat berziarah, Xanana didampingi puluhan mahasiswa Timor Leste yang menempuh pendidikan di Jakarta, Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia Alberto XP Carlos, Sekretaris Pribadi Habibie, Rubijanto, dan putra Habibie, Ilham Akbar Habibie. ‘’Saya ke sini bukan atas nama pribadi tetapi mewakili pemerintah dan rakyat Timor Leste,’’ kata Xanana di Makam Pahlawan Kalibata, Minggu (15/9) kemarin. Xanana tiba di TMP Kalibata sekitar pukul 09.45 WIB. Setibanya di makam Habibie, Xanana sempat duduk terdiam, kemudian ia mengalungkan rangkaian bunga dan menaburkan bunga ke pusara Habibie. Tak lama setelah Xanana menaburkan bunga, putra
Habibie, Ilham, tiba ke TMP Kalibata. Xanana pun menggandeng Ilham dan kembali menaburkan bunga ke makam Habibie serta pusara istrinya, Hasri Ainun Besari. Sebelumnya, Xanana pergi takziah ke kediaman mendiang BJ Habibie di Patra Kuningan, Jakarta, Sabtu malam. Di sana, mantan Presiden Timor Leste itu menyampaikan rasa dukanya langsung ke putra BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie. Dalam pertemuan itu, Xanana memberikan dua surat ke Ilham, yang satu di antaranya merupakan titipan dari pemerintah Timor Leste, dan satu sisanya merupakan surat pribadi Xanana. Menurut Xanana, kedatangan puluhan mahasiswa Timor Leste merupakan bentuk penghormatan dari generasi muda negaranya kepada BJ Habibie. ‘’Mereka juga harus menyempatkan datang ke sini memberi hormat kepada beliau (BJ Habibie) karena atas jasanya 20 tahun yang lalu, mereka bisa menikmati sekarang kebebasan,’’ kata Xanana usai berziarah. (ant)
ZIARAH - Presiden pertama Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao atau Xanana Gusmao (kanan) bersama Ilham Akbar Habibie (kiri depan) menaburkan bunga saat berziarah ke makam Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu (15/9) kemarin.
Senin Wage, 16 September 2019
Banyak Tantangan Era Milenial
FIGUR
Ny. Putri Koster: Orangtua Benteng Pertahanan Keluarga
Taman Lansia PEMERINTAH Kota Denpasar secara berkelanjutan terus berkomitmen untuk menciptakan kota yang ramah bagi beragam kalangan. Kali ini, guna memberikan wadah bagi para lansia untuk berekreasi, melalui Dinas PUPR Kota Denpasar akan melaksanakan penataan di Sempadan Tukad Ooangan. Penataan tersebut akan dikemas dengan konsep Taman Lansia dengan beragam fasilitas yang ramah bagi para lansia. Kadis PUPR Kota Denpasar I Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta menjelaskan, penataan Sempadan Tukad Oongan, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara dengan konsep pembuatan Taman Lansia ini dilaksanakan di atas lahan seluas 1.095 meter persegi. Penataan tersebut menggunakan Dana APBD Kota Denpasar sebesar Rp 3,6 miliar lebih. “Sungai merupakan saluran air yang merupakan elemen penting dalam sistem tata ruang Bali sejak dahulu. Tentunya sungai juga menjadi kawasan suci yang harus kita jaga kebersihannya, sehingga dengan menata sungai dengan beragam fasilitasnya diharapkan mampu membangkitkan rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, utamanya untuk ikut menjaga kebersihan,” ujarnya. Ia menjelaskan, Taman Lansia ini akan dikemas ramah terhadap lansia dan dilengkapi beberapa fasilitas. Mulai dari fasilitas parkir, toilet, ruang edukasi, kantin. Taman Lansia ini telah dimulai pengerjaannya sejak tanggal 9 Juli lalu dan ditargetkan rampung 5 Desember mendatang. “Penataan Sungai merupakan program pokok pembangunan Kota Denpasar di bawah kepemimpinan Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara yang tentunya menjadi wahana edukasi untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, utamanya sungai yang kita sucikan bersama,” tegasnya. (ara)
Teroris Gunakan ”Drone” untuk Lakukan Pengeboman Denpasar (Bali Post) Kerja sama bidang intelijen terus ditingkatkan antara Polri, termasuk Polda Bali dengan New York Police Departement (NYPD). Salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah penggunaan drone. Pasalnya, akhir-akhir ini drone telah digunakan oleh para pelaku kejahatan untuk melakukan aksi kejahatan, seperti terorisme. Teroris menggunakan drone untuk melakukan pengeboman. Terkait hal tersebut, Polri diwakili Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose memenuhi undangan dari Intelligence Bureau NYPD. Kerja sama tersebut khususnya terkait sharing intelligence information dan combating crimes di Kantor The High Intensity Drug Trafficking Areas (HIDTA) NYPD, Jumat (13/9) lalu. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja mengatakan, peningkatan kerja sama ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui perkembangan informasi di kedua negara terkait aksi kejahatan maupun situasi yang terjadi sekarang ini. “Tentu hal ini sejalan dengan program pemerintah mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju,” ujar Hengky Widjaja, Minggu (15/9) kemarin. Setibanya di HIDTA NYPD, jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini berkesempatan meninjau Operation Desk - Command Center. Ruangan ini diisi oleh para analis yang bekerja selama 24 jam. Selain menerima berbagai macam data, petugas yang bekerja di Operation Desk-Command Center juga mengontrol aktivitas di Kota New York, termasuk memantau aktivitas di cyber space. “Pada kesempatan tersebut, Commander of International Laisson Program, Lt. John Miedreich menyampaikan bahwa jumlah anggota Kepolisian New York sebanyak 36 ribu personel. Dari 36 ribu itu, ada 21.500 personel memiliki kemampuan bahasa selain Bahasa Inggris dan juga memiliki pengetahuan geografis dan cultural dari masing-masing negara asalnya,” ujar Hengky Widjaja. Menurut Hengky Widjaja, Kapolda juga mendapat penjelasan terkait penanganan terhadap ancaman drone, terutama mengenai Evolving and Revolving Weapons Remote Pilot Aircraft. Terkait pertemuan tersebut, lanjut Hengky Widjaja, Kapolda Golose mengatakan semakin berkembangnya pola komunikasi dengan menggunakan sosial media platform, maka diperlukan peningkatan kemampuan dalam penguasaan platformplatform tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa ada banyak jenis platform di New York, mulai dari yang sangat terkenal hingga yang sangat sulit untuk intellijen telusuri. Terkait ancaman drone, pihak NYPD menjelaskan tentang timeline penggunaan drone, keunggulan drone, keunggulan strategi drone dan ancaman drone saat digunakan oleh pelaku kejahatan. Di Kota New York dilarang untuk menerbangkan drone, kecuali NYPD. Itu pun digunakan untuk kegiatan kepolisian, seperti pemantauan barang berbahaya. Apalagi akhir-akhir ini drone telah digunakan oleh para pelaku kejahatan untuk melakukan aksi kejahatan, seperti terorisme. Golose mengungkapkan, jika teroris menggunakan drone untuk melakukan pengeboman. Dari pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyatakan perlunya peningkatan kerja sama menghadapi isu-isu transnational and organized crime yang semakin hari terus meningkat modus operandinya. Para pelaku kejahatan memanfaatkan teknologi informasi sehingga mereka dapat beraksi dengan tanpa mengenal batas-batas wilayah. (kmb36)
Bali Post/ist
HIDTA - Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose saat berada di Kantor HIDTA NYPD, Jumat (13/9) lalu.
Topik : PANGKAS PERCALOAN IZIN
KETUA Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menekankan bahwa orangtua memiliki peranan yang teramat penting dalam pendidikan karakter anak, terutama di tengah berbagai tantangan-tantangan yang dihadapi pada era milenial saat ini. “Tantangan yang ada seperti pemanfaatan kemajuan teknologi yang tidak tepat guna, misalnya pemakaian ponsel terlalu lama atau hanya untuk permainan, maupun pergaulan negatif seperti penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, para orangtua sebagai benteng pertahanan keluarga diharapkan mampu menerapkan pola asuh yang tepat, karena akan mempengaruhi fisik, psikis, dan kemampuan sosialnya,” demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat dipercaya menjadi narasumber pada acara seminar bertajuk “Deteksi Dini Hambatan Perkembangan Anak serta Mengembangkan Potensi Anak Secara Optimal”, oleh Departemen Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) di Ruang Pertemuan Dr. A.A. Made Djelantik FK Unud, Jalan Sudirman Denpasar, Minggu (15/9) kemarin. Ny. Putri Koster menegaskan, orangtua harus selalu ada di samping putra-putrinya untuk membangun komunikasi yang intensif. “Kita harus bisa memposisikan diri sebagai orangtua sekaligus sebagai teman bagi mereka, karena anakanak zaman sekarang tidak bisa diintervensi. Dengan komunikasi, kita bisa tahu kebutuhan mereka, permasalahan yang sedang dihadapi,
maupun harapan-harapan mereka. Kita harus mampu memberikan koridor yang tepat bagi mereka dalam menjalani kehidupan,” ujarnya. Ny. Putri Koster lebih jauh menyampaikan bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya didasarkan pada seberapa banyak ilmu pengetahuan yang diberikan, tapi orangtua diharapkan mampu mengharmoniskan mental spiritual anak sehingga bisa tumbuh bahagia. “Anak-anak jangan hanya dijejali pelajaran, karena masingmasing anak tumbuh kembangnya berbeda, masing-masing memiliki talenta, dan yang tahu talenta mereka ya para orangtua. Talenta itu yang harus kita asah, memastikan mereka bisa menyalurkan apa yang mereka senangi, jika sudah tersalur tentu mereka akan bahagia dan memiliki pandangan lebih positif. Tingkatkan pendidikan mental spiritualnya, agar perkembangan otak kanan dan kiri seimbang,” kata Ny. Putri Koster yang juga alumni Unud Jurusan Ekonomi Bisnis ini. Selanjutnya, pendamping orang nomor satu di Bali ini mengharapkan para civitas akademika kedokteran maupun lembaga-lembaga yang bergerak di bidang pendidikan anak bisa membantu mengarahkan para orangtua menerapkan pola asuh yang tepat. “Selebihnya ya tugas bapak ibu sekalian dalam memberikan pendampingan para orangtua, bagaimana semestinya para orangtua mengarahkan kemampuan anaknya, psikolog kan seperti itu. Secara umum, kedokteran ya bisa mencegah terjadinya stunting, anak-anak autis, dan
NARASUMBER - Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat menjadi narasumber pada seminar “Deteksi Dini Hambatan Perkembangan Anak serta Mengembangkan Potensi Anak Secara Optimal” di Ruang Pertemuan Dr. A.A. Made Djelantik FK Unud, Jalan Sudirman Denpasar, Minggu (15/9) kemarin. sebagainya. Memberikan wawasan kepada orangtua semenjak anak dalam kandungan, memastikan janin yang dikandung sehat, lahir dan tumbuh dengan baik. Sehingga bisa menjadi generasi penerus bangsa yang berprestasi,” kata Ny. Putri Koster. Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FK Unud Dr. dr. Anak Agung Wiradewi Lestari, Sp.PK., dalam sambutan pembukaannya menyampaikan, seminar yang diadakan ini diharapkan bisa menambah wawasan dan pengalaman para peserta, sehingga bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga maupun dalam lingkungan pendi-
dikan di sekolah masing-masing. “Faktor psikologi merupakan hal penting bagi tumbuh kembang anak untuk mengetahui adanya gangguan psikis yang dipengaruhi lingkungan yang tidak mendukung, di samping gangguan fisik. Dengan adanya deteksi dini dan penanganan yang tepat, maka diharapkan gangguan yang dialami dan tumbuh kembang anak diharapkan dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya. Seminar tersebut diikuti oleh sekitar 160 orang peserta yang berasal dari berbagai kalangan, seperti ibu rumah tangga perorangan, lembaga pendidikan negeri-swasta, mahasiswa-mahasiswi dan sejumlah instansi terkait. (kmb)
Tangkal Virus ”African Swine Fever”
Dinas PKH Bali Gandeng Angkasa Pura dan Karantina
Denpasar (Bali Post) Hingga saat ini, Bali aman dari virus African Swine Fever. Untuk mencegah masuknya virus ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Bali bekerja sama dengan Angkasa Pura dan Karantina mengantisipasi produk-produk makanan yang dibawa oleh wisatawan Tiongkok. “Memang belum ada obat dan vaksinnya. Kalau sampai masuk ke Bali, ancaman bagi peternak babi yang ada di Bali. Untuk itu, kami melakukan antisipasi dan koordinasi dengan AP, Karantina, mencegah masuknya penyakit ini ke Bali melalui wisatawan yang membawa sisa-sisa makanan dari
Tiongkok ke Bali,” ujar Kepala Dinas PKH Provinsi Bali Wayan Mardiana, belum lama ini. Menurut Mardiana, antisipasi sudah dilakukan sejak Juli lalu. Sampai saat ini virus tersebut tidak terdeteksi di Bali. Dirjen PKH Kementan I Ketut Diarmita menjelaskan, African
Swin Paper adalah penyakit yang sifatnya zoonosis yang bisa menular lewat manusia. Penyakit ini menyebabkan kematian yang sangat tinggi karena penyebabnya adalah virus. “Penyakit ini sudah dekat, ada di China, Myanmar, Thailand dan terakhir terjadi kematian yang sangat tinggi di Filipina,” katanya. Menurut Diarmita, penyebab penularan penyakit ini diduga dari sisa-sisa makanan yang dibawa oleh penumpang pesawat. “Kalau ini tidak terdeteksi di Bali dengan baik, kalau keburu masuk, meng-
hilangkannya susah,” katanya mengingatkan. Untuk itu, kata Diarmita perlu dilakukan monitoring dan surveilans terhadap penyakit ini. Di antaranya, melalui lintas orang dan barang dari negara sumber dan penyebar. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Giliran Mantan Kadispenda PTUN-kan Bupati Bangli Denpasar (Bali Post) Setelah Cokorda Istri Tresnadewi yang dipecat secara tidak hormat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) mem-PTUN-kan Bupati Bangli I Made Gianyar, hal serupa juga dilakukan A.A. Gde Alit Darmawan. Mantan Kadispenda Bangli yang menjabat tahun 2009-2010 ini, sekaligus terpidana dua tahun empat bulan dalam kasus dugaan korupsi upah pungut itu, juga menggugat Bupati Made Gianyar ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar. Sidang sudah dilakukan beberapa kali, termasuk Rabu (18/9) lalu.
Kuasa hukum A.A. Gde Alit Darmawan, I Putu Agus Putra Sumardana, Minggu (15/9) kemarin mengatakan, sidang berikutnya masuk agenda kesimpulan. Di-PTUNkannya Bupati Bangli berawal dari SK Bupati No. 824/756/2018 tertanggal 31 Desember 2018 tentang pemberhentian A.A. Gde Alit Darmawan sebagai PNS. Saat itu jabatan terakhir penggugat adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan dan KPA Sekda Bangli. Dengan terbitnya SK Bupati Bangli tersebut membuat penggugat kehilangan uang pensiun yang seharusnya diterima sebagai mantan PNS.
Dijelaskannya, sejak ditetapkan sebagai tersangka korupsi upah pungut dan menjalani penahanan sejak 1 Juni 2016, A.A. Gde Alit Darmawan sudah mengajukan upaya administrative, yaitu pengajuan usulan pensiun untuk mendapat haknya sebagai PNS dengan persyaratan lengkap. Bahkan penggugat juga sudah tidak menerima gaji sejak Januari 2017. Namun usulan pensiun yang diajukan tak membuahkan hasil. Melainkan SK Bupati No. 824/756/2018 tertanggal 31 Desember 2018 tentang pemberhentian A.A. Gde Alit Darmawan sebagai PNS karena melakukan tin-
dak pidana yang ada hubungannya dengan jabatan yang diterima. “SK Bupati ini jelas melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya. Pasalnya, penggugat telah diputus penerimaan gaji sejak 1 Januari 2017 oleh sistem aplikasi BPKAD mengingat tanggal tersebut penggugat sudah masuk BUP (Batas Usia Pensiun) yaitu 58 tahun. Bahwa perbuatan Bupati Bangli Made Gianyar menerbitkan objek sengketa menyebabkan permohonan hak pensiun penggugat menjadi terhenti. Padahal, penggugat sudah memasuki BUP. (kmb37)
Kota Denpasar Raih Penghargaan ”Most Prosperous City” dari FIABCI-Asia Pacific DEWAN Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia merilis hasil penelitian tentang Indonesia City Prosperity Index 2019 atau Indeks Kemakmuran Kota. City Prosperity Index merupakan metode yang dikembangkan oleh UN-Habitat untuk memonitor implementasi dari Sustainable Development Goals (SDGs) dan New Urban Agenda. Hasilnya, Denpasar berhasil meraih peringkat pertama dengan nilai tertinggi sebagai kota paling makmur di Indonesia. Disusul kemudian kota Batam, Balikpapan, dan Tangerang Selatan. Penghargaan ini diberikan FIABCI-Asia Pacific International Real Estate Federation saat menggelar Asia Pacific Real Estate Congress 2019 bertemakan “Prospering Cities Through Alignment on Disriptive Technology” di Jakarta, Jumat (13/9). Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Presiden FIABCI Asia Pacific Soelaeman Soemawinata yang diterima Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara. Soelaeman Soemawinata mengatakan, diberikannya penghargaan Indonesias Most Prosperous City pada Asia Pacific Real Estate Conference 2019 kepada Kota Denpasar didasarkan pada penilaian sejumlah bidang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. “Kota Denpasar dinilai telah memenuhi
berbagai persyaratan seperti di antaranya di bidang ekonomi/produktivitas, pengembangan infrastruktur, kualitas hidup, inklusi sosial, kualitas lingkungan, sosial budaya, dan tata kelola pemerintahan (good government). Dalam perjalanannya, riset mengenai kelayakan Kota Denpasar meraih penghargaan ini telah dilaksanakan selama tiga bulan lamanya dengan mengikuti metode penilaian dari City Prosperity Index (CPI), UN Habitat di mana telah dilakukan seleksi ketat terhadap 21 kota besar di seluruh Indonesia dan Kota Denpasar mendapatkan nilai tertinggi 60,20. Soelaeman menambahkan, peluncuran CPI sebagai bentuk komitmen REI dalam berkontribusi bagi pengembangan perkotaan di Indonesia. “Ini merupakan sumbangsih kami sebagai organisasi yang memiliki keberagaman anggota, mulai dari pengembang rumah rakyat hingga pengembang kota baru, dari pengembang hotel hingga pengembangan kawasan pariwisata dan kawasan industri,” jelasnya. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra I Made Toya dan Kabag Humas dan Protokol Dewa Gede Rai, ditemui usai menerima penghargaan mengaku bersyukur atas penghargaan yang diberikan dari FIABCI-Asia Pacific International Real Estate
PENGHARGAAN - Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat menerima penghargaan Indonesia Most Prosperous City dari FIABCI-Asia Pacific yang diserahkan Presiden FIABCI Asia Pacific Soelaeman Soemawinata di Jakaarta, Kamis (13/9). Federation kategori Indonesias Most Prosperous City kepada Kota Denpasar. Ini merupakan wujud telah diakuinya derap program pembangunan serta inovasi pelayanan yang selalu digencarkan Pemkot Denpasar untuk kesejahteraan masyarakat berdasarkan motto Sewaka Dharma (Melayani adalah Kewajiban). “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kerja keras yang
dilakukan jajaran OPD Pemkot Denpasar melalui program pembangunan yang berlandaskan visi Kota Berwawasan Budaya telah memberikan hasil. Namun, hal ini tidak boleh membuat cepat berpuas diri, namun ke depannya harus tetap ada pengembangan dan peningkatan untuk pembangunan kota yang berkelanjutan” pungkas Sekda Rai Iswara. (ad509)
Senin Wage, 16 September 2019
Badung Raih Penghargaan WTN Tingkat Nasional untuk Ke-18 Kali KABUPATEN Badung kembali menorehkan tinta emas di ajang penilaian Wahana Tata Nugraha (WTN). Untuk kesekian kalinya Kabupaten Badung kembali menunjukkan prestasi terbaiknya dengan meraih penghargaan tertinggi di bidang tertib lalu lintas dan angkutan kota tingkat nasional berupa WTN. Kuta sebagai wilayah perkotaan yang menjadi duta Kabupaten Badung dalam ajang penganugerahan WTN Tingkat Nasional Tahun 2018-2019. Kuta berhasil meraih penghargaan tertinggi di bidang tertib lalu lintas dan angkutan kota tersebut untuk ke-18 kalinya, dengan kategori penghargaan WTN Tanpa Catatan bersama beberapa kota lainnya di seluruh Indonesia. Sebelumnya, Kuta juga berhasil meraih penghargaan yang sama pada tahun 1998, 2000, 2001, 2002, 2003, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015 dan 2018-2019. Berbeda den-
gan tahun-tahun sebelumnya, penganugerahan penghargaan WTN Tingkat Nasional yang diserahkan tahun 2019 ini adalah merupakan hasil penilaian tertib lalu lintas dan angkutan kota yang dilakukan selama dua tahun, yaitu tahun 2018 dan 2019. Penyerahan penghargaan WTN kali ini dilakukan bersamaan waktunya dengan penyerahan penghargaan di bidang transportasi darat lainnya, seperti penghargaan kepada perusahaan angkutan logistik, angkutan umum dan angkutan pariwisata terbaik tingkat nasional, penyelenggara angkutan penyeberangan terbaik dan penghargaan Abdiyasa Tingkat Nasional yang diberikan kepada awak kendaraan umum teladan. Hasil penilaian dan penghargaan WTN Tingkat Nasional tersebut dibagi dalam tiga kategori, yaitu penghargaan WTN Tanpa Catatan diraih oleh 39 kabupaten/ kota, penghargaan WTN Dengan Catatan diraih oleh 38 kabupaten/kota dan peng-
hargaan WTN Wiratama bagi pemerintah-pemerintah provinsi di Indonesia yang mampu mengikutsertakan sebagian besar kabupaten/kota di provinsinya. Dalam ajang penilaian penghargaan WTN tingkat nasional tersebut, diraih oleh 15 provinsi. Penganugerahan WTN diserahkan oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Minggu (15/9) di Jakarta Convention Centre (JCC) dan diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, S.H. yang mewakili Bupati Badung. Dalam sambutannya, Menteri Perhubungan RI menyampaikan, tujuan diselenggarakannya penganugerahan penghargaan ini adalah untuk menumbuhkembangkan dan meningkatkan tertib lalu lintas dan angkutan di wilayah perkotaan di seluruh Indonesia. Di samping itu, kegiatan ini adalah sebagai sarana evaluasi penyelenggaraan transportasi perkotaan, sebagai sarana meningkatkan motivasi Pemerintah Dae-
rah dalam menyelenggarakan transportasi perkotaan, serta meningkatkan partisipasi Pemda terhadap kegiatan di bidang transportasi perkotaan yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Sementara itu, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma menyampaikan, pihaknya menyadari masih terdapat beberapa permasalahan lalu lintas dan angkutan yang terjadi di ‘’kampung turis’’ Kuta yang perlu mendapatkan penanganan. Namun Pemkab Badung memiliki komitmen yang kuat untuk terus dan terus berbenah serta menata lalu lintas dan angkutan yang ada agar mampu memberikan keamanan, keselamatan dan kenyamanan mobilitas masyarakat di Kuta. Keberhasilan meraih penghargaan WTN ini bukan semata-mata keberhasilan Pemkab Badung semata, tetapi juga keberhasilan masyarakat Ba-
dung secara keseluruhan. Karena berkat partisipasi masyarakat juga keberhasilan tersebut dapat diraih. ‘’Contoh konkret dari tingginya peran serta masyarakat dan komitmen pemerintah baik eksekutif maupun legislatif dalam peningkatan dan pengembangan sistem transportasi tersebut adalah penataan dan pelarangan parkir di badan jalan di kawasan Kuta dan pengembangan strategi manajemen rekayasa lalu lintas di wilayah Kuta. Langkahlangkah tersebut mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan,’’ ujar Adi Arnawa. Adi Arnawa menyatakan, penghargaan WTN untuk Kuta tersebut diperoleh setelah melalui proses pengamatan terhadap kinerja jaringan jalan dan persimpangan serta melalui proses seleksi administrasi maupun lapangan. Komponen yang dinilai, yakni kelengkapan dan kondisi sarana parasarana transportasi seperti
TERIMA WTN - Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa yang mewakili Bupati Badung menerima penganugerahan WTN Tingkat Nasional Tahun 2018-2019 dari Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi. jalan, trotoar, traffic light, rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, pagar pengaman jalan, parkir, terminal angkutan jalan, serta keberadaan dan kondisi angkutan umum maupun kendaraan pribadi yang ada. ‘’Penilaian juga menyangkut kinerja lalu lintas pada simpang maupun ruas jalan yang ada, seperti Derajat Kejenuhan (Degree of Saturation) simpang, V/C Ratio ruas jalan, tundaan lalu lintas, antrean kendaraan pada simpang dan sebagainya, tambah Kadishub Badung,’’ terangnya. Di samping itu, juga dinilai tingkat disiplin masyarakat
dalam tertib berlalu lintas, kemampuan SDM bidang transportasi serta tingkat partisipasi masyarakat dalam peningkatan dan pengembangan sistem transportasi. ‘’Yang tidak kalah penting adalah adanya dokumen perencanaan yang matang di bidang pengembangan transportasi serta political will dan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah bersama stakeholder transportasi lainnya untuk mewujudkan transportasi yang tertib, selamat, aman, nyaman, serta mampu menunjang pergerakan yang efisien dan efektif,’’ terang Adi Arnawa. (ad503)
Pangkas Percaloan Izin
Masyarakat Diminta Manfaatkan Aplikasi Laperon Mangupura (Bali Post) -
Pemkab Badung terus berbenah guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satunya memangkas praktik percaloan dalam kepengurusan izin dengan menerapkan sistem Layanan Perizinan Online (Laperon). Dengan memanfaatkan aplikasi digital berbasis online tersebut, masyarakat bisa mengurus izin secara online tanpa memanfaatkan biro jasa atau calo. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung I Made Agus Aryawan, Minggu (15/9) kemarin. Dikatakan, pihaknya selalu berorientasi memberikan pelayanan dengan cepat, mudah, tepat, dan transparan melalui aplikasi secara online. Laperon sejauh ini sudah bisa melayani 121 jenis permo-
honan izin secara online. Aplikasi Laperon dapat diakses melalui website dan di-download di Playstore melalui smartphone Android. Masyarakat dapat mengakses dari mana pun dan kapan
pun. ‘’Aplikasi ini juga telah menyediakan tanda tangan elektronik, terintegrasi dengan bank, bisa dipantau, bisa ditembuskan izin ke instansi terkait secara real time dan izin bisa langsung diterima masyarakat dengan real time,’’ terangnya. Selain itu, masyarakat tidak perlu khawatir kalau dalam pengurusan izin tidak paham. Karena pihaknya telah menyiapkan layanan berbantuan. Ada petugas dari perizinan yang membantu masyarakat untuk memohon perizinan di aplikasi Laperon. Setiap tahapan juga ada pemberitahuan. Perbaikan
Bali Post/edi
PENGECEKAN - Petugas Rescue Damkar Badung dengan peralatan lengkap melakukan pengecekan lokasi kebocoran gas amoniak di pabrik es Kedonganan, Minggu (15/9) kemarin.
Selang Gas Amoniak Bocor
Warga Berhamburan Cari Lokasi Aman
Mangupura (Bali Post) Selang tabung gas amoniak yang berada di dalam Pabrik Es Semilang, Jalan Segara Madu, Kedonganan, mengalami kebocoran, Minggu (15/9) kemarin. Akibat kebocoran tersebut, gas amoniak menguap sehingga mengakibatkan udara tercemar. Bau gas yang menyengat tersebut membuat warga yang tinggal di sekitar pabrik mengalami gangguan pernapasan. Ditemui di lokasi kejadian, mekanik pabrik Roni (30) menuturkan, kebocoran selang terjadi saat dirinya akan melakukan maintenance yaitu sekitar pukul 11.00 Wita. Kemungkinan kebocoran selang terjadi akibat umur selang yang sudah saatnya diganti. Mengingat bau sangat menyengat, Roni mengatakan, masyarakat sekitar berhamburan mencari lokasi aman. Bahkan ada yang lari ke
pantai. Untuk penanganan, pihaknya dibantu petugas dari Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Badung. Sebanyak delapan petugas yang terdiri dari empat tim Rescue dan empat tim Damkar, turun dengan peralatan lengkap. Setelah dilakukan pengecekan dan kebocoran gas berhasil ditangani, kondisi di dalam pabrik kembali normal. Dijelaskannya, di lokasi pabrik seluas 50 m x 50 m milik warga lokal bernama Ketut Yutama tersebut, ada tiga tabung amoniak dengan ukuran diameter 60 cm dan panjang 4 m. Masing-masing tabung memiliki kapasitas 250 kg. Saat terjadi kebocoran, tabung ini terisi seperempatnya. Untuk satu tabung kapasitas produksinya bisa mencapai sekitar 800 balok es batu. Lina, warga yang tinggal di depan lokasi pabrik
tersebut menuturkan, saat terjadi kebocoran, pihaknya bersama warga lain berlari mencari lokasi yang lebih aman. Bahkan banyak warga memilih ke arah pantai untuk menghindari bau gas yang sangat menyengat. ‘’Warga semua berhamburan, termasuk saya juga. Bau gas sangat menyengat,’’ tuturnya. Sementara itu, Komandan Rescue Damkar Badung, Agung Mahendra menyebutkan, pihaknya menurunkan empat tim Rescue dengan peralatan lengkap dan empat tim Damkar. Petugas harus mengenakan masker SelfContained Breathing Apparatus (SCBA) sebagai alat bantu pernapasan saat melakukan pengecekan ke dalam pabrik. ‘’Dari pengecekan, keran saluran sudah ditutup untuk menghentikan aliran gas. Sudah aman, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,’’ bebernya. (kmb23)
pun langsung bisa dilakukan karena masyarakat bisa membuat akun personal di aplikasi tersebut. ‘’Aplikasi ini untuk memudahkan mengajukan permohonan izin tanpa calo. Verifikasi berkas oleh petugas DPMPTSP secara online. Pemantauan posisi berkas
secara online. Revisi berkas permohonan izin secara online dan unduh izin resmi Anda secara online,’’ jelasnya. Lebih lanjut diungkapkannya, sampai saat ini pihaknya telah melayani 8.171 permohonan izin. Rinciannya, permohonan dalam proses
sebanyak 1.095 berkas, permohonan selesai sebanyak 5.547 berkas, permohonan ditolak sebanyak 833 berkas, izin ditolak sebanyak 61 berkas, pembatalan permohonan oleh pemohon sebanyak 295 berkas dan revisi permohonan sebanyak 340 berkas. ‘’Tidak sepenuhnya
kami berikan kepuasan dalam pelayanan, karena kami bekerja berdasarkan aturan. Kalau memang aturannya tidak ada yang dilanggar, persyaratan terpenuhi baik secara administrasi dan teknis, kami bisa layani dengan cepat,’’ tegasnya. (kmb27)
Senin Wage, 16 September 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Meneliti ’’Caregiver’’ Indonesia di Jepang
Road to 60th Diamond Years Jubileum Mahendradatta University 2023
Putu Dewi Merlyna Yuda Pramesti Lulus ’’Cumlaude’’ FH Unmar Gandeng Universitas Janabadra Yogyakarta Gelar Seminar Nasional
MEMILIKI keuletan, kedisiplinan dan kecerdasan intelektual telah mengantarkan Putu Dewi Merlyna Yuda Pramesti, S.S., M.Hum. meraih gelar doktor di Program Studi Doktor (S-3) Ilmu Lingusitik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana (Unud), Jumat (13/9) lalu. Bahkan, hasil ujian terbuka promosi doktor yang dipimpin Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. ini menyatakan Dewi Merlyna lulus dengan predikat cumlaude dengan IPK 3.92. Dewi Merlyna merupakan doktor ke-70 di FIB Unud dan doktor ke-151 di Program Doktor Ilmu Linguistik FIB Unud. Gelar doktor yang diraihnya bukan hal yang mudah. Pasalnya, dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jepang di Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha ini melakukan penelitian penulisan disertasi di tiga wilayah di Jepang yaitu Okayama, Toyohashi, dan Yokohama. Istri dari I Gede Sarasatwika, S.T., M.T. ini meneliti tentang kesantunan berbahasa Jepang caregiver Indonesia sebagai pelayan lansia di Jepang. Bahkan, studi penelitian yang dilakukan sejak tahun 2017 dan penelitian lanjutan pada tahun 2018 selama tiga bulan, menjadi temuan sintesa teori baru (novelty), yaitu semiopragmatik. Ketertarikannya meneliti caregiver Indonesia di Jepang dilatarbelakangi karena semakin meningkatnya caregiver yang dibutuhkan pemerintah Jepang untuk merawat penduduk lansianya. Bahkan, setiap tahun pemerintah Jepang membutuhkan 10.000 caregiver. Hal ini dikarenakan faktor demografi, sebab jumlah penduduk lansia sangat banyak dibandingkan penduduk usia produktif, karena tidak ada kelahiran. Sementara itu, jumlah caregiver Indonesia di Jepang sebanyak 68 orang yang tersebar di tiga wilayah
PROMOSI DOKTOR - Dr. Putu Dewi Merlyna Yuda Pramesti, S.S., M.Hum. berfoto bersama keluarga seusai ujian terbuka promosi doktor di FIB Unud, Jumat (13/9) lalu. Jepang. Semua caregiver Indonesia ini dijadikan subjek penelitian. ‘’Alasan inilah yang menyebabkan saya tergelitik untuk meneliti kasus caregiver di Jepang, terutama bagaimana mereka berbahasa di sana, mampukah mereka melayani lansia di sana sesuai dengan aturanaturan dan budaya orang Jepang,’’ ujar Dewi Merlyna. Saat melakukan penelitian, wanita kelahiran Singaraja, 25 Februari 1982 ini mengatakan tidak semua berjalan mulus. Sebab, ada beberapa rumah lansia yang tidak memberikan izin untuk diteliti karena bersifat privasi. Namun, setelah dilakukan pendekatan persuasif dan bantuan beberapa pihak, semua rumah lansia yang caregiver-nya orang Indonesia dapat diteliti, terutama terkait kesantunannya berbahasa Jepang. Dari hasil analisis yang dilakukan, dikatakan, caregiver Indonesia menggunakan dua jenis tuturan dalam interaksinya dengan lansia, yaitu tuturan langsung dan tuturan tak langsung dengan pemakaian bahasa hormat
dan nonformal bahasa Jepang yang disesuaikan dengan konteks tuturan. Selain itu, dikatakan, caregiver Indonesia menggunakan strategi bald on record, strategi kesantunan negatif, dan strategi kesantunan positif atau kombinasi ketiga jenis strategi. Strategi yang digunakan ini juga dipengaruhi beberapa faktor, yaitu kepemilikan lisensi, usia, jenis kelamin, hubungan kedekatan, dan situasi tuturan. Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. selaku promotor mengaku bangga atas pencapain dan hasil yang diraih Dewi Merlyna. Apalagi, dari hasil penelitian ini telah diterbitkan buku dasar-dasar bahasa Jepang untuk perawat lansia (caregiver) asing maupun untuk perawat lansia yang sedang menimpa ilmu di LPK (Lembaga Pelatihan Kerja), serta masyarakat umum. Diharapkan, Promovenda terus berkarya di era revolusi industri 4.0 ini dengan tetap mengedepankan inovasi dan kolaborasi. (ad511)
Visitasi Tim Men-PAN RB
IHDN Denpasar Tingkatkan Status Menjadi Universitas INSTITUT Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar kini tengah mengusulkan peningkatan status dari institut menjadi universitas. Dalam rangka peningkatan status tersebut, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) RI melakukan visitasi ke IHDN Denpasar, Sabtu (14/9). Kegiatan visitasi Men-PAN RB yang dipimpin Prof. Dr. Suwito, M.A., Karo Ortala H. Afrizal Zen, M.Si. dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu yang diwakili oleh Direktur Pendidikan Hindu Drs. Ida Bagus Gede Subawa, M.Si. Kehadiran rombongan MenPAN RB disambut hangat Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. bersama Dewan Penyantun IHDN Denpasar, para Wakil Rektor, para Dekan, dan seluruh civitas akademika IHDN Denpasar. Rektor IHDN Denpasar Prof. Sudiana mengatakan umat Hindu di Bali dan di Indonesia sudah lama mendambakan peningkatan status IHDN Denpasar menjadi Universitas Hindu Negeri. Kini, impian dan cita-cita tersebut sedang dalam proses perjuangan. Dengan visitasi Men-PAN RB ini, diharapkan mampu menjawab harapan umat Hindu dan alih status IHDN Denpasar menjadi universitas segera terwujud. Apalagi, Kegiatan Visitasi Alih Status dari Tim Visitasi Kementerian Agama RI pernah dilakukan pada tanggal 16 Oktober 2018. Pada saat itu, Tim Visitasi memverifikasi persiapan dan kelengkapan dokumen serta kesiapan dosen, pegawai, program studi, serta kesiapan sarana-prasarana IHDN Denpasar yang diajukan menjadi universitas melalui proposal perubahan alih status sebelumnya. Lebih jauh dikatakan, IHDN Denpasar sebagai salah satu lembaga pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu kehinduan tidak da-
FOTO BERSAMA - Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. (3 dari kanan) bersama Dewan Penyantun IHDN Denpasar, para Wakil Rektor, para Dekan berfoto bersama rombongan visitasi Men-PAN RB, Sabtu (14/9). pat terpisahkan dalam kerangka sistem pendidikan nasional untuk ikut berperan memajukan kehidupan masyarakat Indonesia. Seiring dengan besarnya tantangan di masa depan dan meningkatnya tuntutan masyarakat dan peran lembaga ini, maka IHDN Denpasar merasa tertantang untuk melakukan upaya pengembangan secara institusional dalam format yang lebih jelas, yakni perubahan status IHDN Denpasar menjadi universitas. ‘’Sejatinya alih status bukan sekadar transformai secara institusional, tetapi kebutuhan yang sesungguhnya adalah pencapaian akhir dari masyarakat akan tuntutan kualitas Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri (PTKHN). ‘’Kami segenap civitas akademika berharap IHDN Denpasar segera menjadi universitas,’’ ujarnya. Dewan Penyantun IHDN Denpasar yang juga Ketua Umum PHDI Pusat Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya mengatakan, diusulkannya IHDN Denpasar menjadi universitas tujuannya untuk meningkatkan kualitas SDM Hindu yang unggul, bermoral dan beragama menuju Indonesia maju.
Sebab, negara-negara maju memiliki SDM dengan karakter moral dan agama yang kuat. Sehingga dengan kolaborasi ilmu pengetahuan, skill, moral dan agama yang kuat, maka SDM bangsa akan berkualitas dan berdaya saing tinggi untuk memajukan bangsa dan negara. Staf Khusus Kepresidenan yang juga Dewan Penyantun IHDN Denpasar Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana mengapresiasi usulan peningkatan status IHDN Denpasar menjadi universitas yang akan menjawab dua hal. Yaitu, berkaitan dengan perkembangan keilmuan, di mana ilmu agama dan ilmu meterial tidak dapat dipisahkan, karena terintegrasi. Hal lainnya, yaitu menjawab perkembangan masyarakat. Sebab, jumlah sarjana di Indonesia hanya 11% dari jumlah penduduk. Jumlah ini masih rendah dibandingkan negara-negara tetangga, seperti Malaysia. Oleh karena itu, diharapkan semua pihak, baik krama Bali, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait bersinergi untuk mewujudkan peningkatan status IHDN Denpasar menjadi universitas. (ad512)
FAKULTAS Hukum Universita Mahendradatta (FH Unmar) kembali menggelar seminar nasional dengan tema ‘’Kebijakan Hukum Bidang Pasar Modal Dalam Meningkatkan Investasi Pasar Modal Indonesia’’. Seminar yang digelar tersebut merupakan kegiatan rutin yang harus dilaksanakan dalam Perguruan Tinggi (PT). Di mana kegiatan seminar tersebut juga merupakan kerja sama FH Unmar dengan Program Magister Ilmu Hukum Universitas Janabrada Yogyakarta. Seminar nasional yang diselenggarakan di Kampus A Unmar, Jalan Ken Arok Denpasar dihadiri seluruh mahasiswa/i Pascasarjana Unmar yang memiliki Prodi Hukum Pemerintahan serta mahasiswa/i Pascasarjana Universitas Janabrada Yogyakarta. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum Ni Ketut Wiratny, S.H., M.H. mengatakan kegiatan ini tidak hanya sebatas kerja sama yang dilakukan FH Unmar dengan Fakultas Hukum Universitas Janabrada, melainkan menambah hubungan baik atas univesitas yang berada di luar Bali serta menerapkan Tri Dharma PT. Hal yang sama juga disampaikan Rektor Unmar Dr. Putri Anggreni, S.E., M.Pd. Ia sangat berterima kasih atas kunjungan Program Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Janabrada
serta sangat mengharapkan agar kegiatan seminar ataupun kunjungan ke masing-masing universitas tersebut tidak hanya sampai di sini, melainkan akan dilaksanakan setiap tahunnya. Berkaitan dengan kegiatan seminar tersebut, FH Unmar mengambil tema ‘’Kebijakan Hukum Bidang Pasar Modal Dalam Meningkatkan Investasi Pasar Modal Indonesia’’. Hal ini mengingat perkembangan globalisasi dan perdagangan di pasar global sangat pesat. Terlebih dengan perkembangan informasi dan teknologi yang hampir di setiap aspek kehidupan mendapatkan dampaknya, termasuk dalam kegiatan pasar modal. Dalam seminar tersebut, FH
Unmar mengundang pembicara yang memiliki kemampuan dalam bidang hukum bisnis, terutama yang berkaitan dengan pasar modal. Di antaranya Prof. RA. Retno Murni, S.H., M.H., Ph.D., Dr. Sudiyana, S.H., M.Hum. yang merupakan Dekan Fakultas Hukum Universitas Janabrada Yogyakarta serta Dr. Erikson Sihotang, S.H., M.Hum., Sekretaris Prodi Magister Ilmu Hukum Pemerintahan Universitas Mahedradatta. Dalam seminar tersebut moderator yang ditugaskan adalah Kadek Dedy Suryana, S.H., M.H. mengajak kepada seluruh peserta untuk mulai menabung di pasar modal demi membantu meningkatkan investasi di pasar modal Indonesia. (ad501)
LEMBAGA pelatihan kerja di bidang perhotelan dan kapal pesiar Monarch Bali yang bernaung di bawah Yayasan Widhi Sastra Nugraha melaksanakan kegiatan 8th Graduation Ceremony Monarch Bali I pada 12 - 14 September 2019, bertempat di Grand Inna Bali Beach, Sanur-Bali. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap yaitu pada Kamis, 12 September 2019 dihadiri wisudawan/i dari Monarch Bali-Singaraja dan Monarch Bali-Candidasa. Dilanjutkan pada Jumat, 13 September 2019 dihadiri wisudawan/i dari Monarch BaliGianyar dan Monarch Bali-Negara. Pada Sabtu, 14 September 2019 dihadiri wisudawan/i dari Monarch Bali-Dalung. Kegiatan ini dihadiri pihak mitra kerja sama (stakeholder internal dan eksternal) yaitu Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Bali, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, Karangasem, Buleleng, dan Kota Denpasar, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Jembrana, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Kabupaten Karangasem, Gianyar, Jembrana, dan Badung, PHRI Provinsi Bali, Direktur LSP LPK Monarch Bali & LSP Pariwisata Nugraha Internasional, Asosiasi di bidang Pariwisata, Perwakilan Manajemen dari Industri Perhotelan dan Manajemen PT Ratu Oceania Raya Bali. Ketua Yayasan Widhi Sastra Nugraha I Made Sumitra, S.E., M.M., CHT. mengucapkan selamat atas keberhasilan seluruh wisudawan/i yang telah menyelesaikan program pendidikan dan pelatihan di Monarch Bali. Pengembangan Monarch Bali seiring dengan peningkatan kualitas menjadi perhatian dari yayasan melalui tim penjamin mutu dengan mengembangkan sistem tata kelola yang tersusun dalam sistem manajemen mutu dan menjadi panduan di dalam kegiatan operasional Monarch Bali. Ia menjelaskan pengembangan sarana-prasarana telah dilakukan sepanjang tahun 2018 hingga 2019 ini, yaitu pengembangan fasilitas di Monarch Bali-Gianyar, Negara, Candidasa dan Monarch Bali-
Singaraja. Yayasan secara konsisten melaksanakan CSR program dalam bentuk pemberian beasiswa kepada anakanak kurang mampu di setiap tahun ajaran baru sebagai bentuk komitmen dalam mencerdaskan anak bangsa. Kemudian, Monarch Bali juga memberikan bantuan kepada panti asuhan dan masyarakat yang kurang mampu di lima kabupaten di Provinsi Bali melalui program jalinan kasih yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Pada tahun 2019 ini, Monarch Bali melaksanakan program BRIGHT Community Service yang merupakan program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di lima kabupaten yang ada di Bali. Program ini bersinergi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Bali yang bertujuan untuk mengembangkan potensi desa menjadi daerah tujuan wisata, sehingga dapat melestarikan budaya, meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan, membina industri kecil dan menengah, dan mengembangkan produk lokal yang berpotensi sebagai ciri khas desa wisata tersebut. Program BRIGHT Community Service dilandasi dengan konsep Tri Hita Karana, yakni Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan sebagai wujud nyata Monarch Bali dalam mengimplementasikan nilai luhur budaya Bali. Pada acara wisuda ini, Gubernur Bali yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Bali Dr. Drs. Ida Bagus Kade Subhiksu, M.M. dalam sambutannya menyampaikan lulusan Monarch Bali akan mampu mengisi peluang kerja yang ada di
dunia industri atau bisa membuka usaha mandiri/berwirausaha sesuai dengan bidang keterampilan yang telah diperoleh di Monarch Bali. I Ketut Sudama, A.Md.Par. selaku Ketua Panitia 8th Graduation Ceremony menyampaikan seluruh wisudawan/i Monarch Bali telah lulus dengan mendapatkan sertifikat kelulusan dari lembaga dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Lebih lanjut juga dikemukakan bahwa 8th Graduation Ceremony Monarch Bali ini mengambil tema ‘’Achieving BRIGHT Hospitality Carreer Throught Competency and Empowerment of Cultural Value’’. Tema ini memberikan makna bagi seluruh wisudawan dalam pencapaian karier yang cemerlang di industri pariwisata melalui kompetensi dan profesionalisme di bidangnya serta tetap mengedepankan nilai budaya yang adiluhung. Serangkaian acara pada 8th Graduation Ceremony Monarch Bali ini dilengkapi dengan pemberian penghargaan kepada para wisudawan terbaik yang telah lulus dengan predikat sangat memuaskan dan predikat dengan pujian. Kemudian juga dilaksanakan penyerahan sertifikat kompetensi kepada seluruh wisudawan/i oleh I Nengah Yasa Adi Susanto, S.H., M.H., CHT. selaku Direktur LSP LPK Monarch Bali. Kegiatan 8th Graduation Ceremony ini juga dihadiri pihak asosiasi profesi di bidang pariwisata yang bersinergi dengan Monarch Bali dalam proses peninjauan kurikulum dan proses pelatihan peserta didik, sehingga sesuai dengan harapan industri. (ad507)
SEMINAR - Dekan Fakultas Hukum dan pejabat struktural Universitas Mahendradatta bersama Dekan FH Universitas Janabadra.
Kegiatan 8th Graduation Ceremony Monarch Bali Berlangsung 12 - 14 September 2019
Sirosis Hati, Kenali Gejala untuk Pencegahan dan Penanganan yang Baik SIROSIS hati/sirosis hepatis atau dalam bahasa Inggris disebut liver cirrhosis oleh masyarakat umum lebih banyak dikenal sebagai ‘’penyakit lever’’ adalah penyakit hati menahun yang disertai kerusakan sel hati dan timbulnya jaringan ikat yang merusak susunan arsitektur hati. Angka kejadian sirosis hati di Indonesia pada tahun 2007 adalah 1,7%, dan merupakan penyebab kematian nomor tujuh. Terdapat berbagai penyebab dari sirosis hati. Penyebab yang paling sering adalah infeksi hepatitis virus (hepatitis virus B dan virus hepatitis C), kemudian minum alkohol jangka panjang. Penyebab lain adalah penyakit hati berlemak, penyakit jantung kongestif, penyakit saluran empedu, dan penyakit autoimun. Di Indonesia pada tahun 2013 terdapat 18 juta penderitan hepatitis B dan 3 juta penderita hepatitis C dengan 10% di antaranya menjadi sirosisn
hati. Hepatitis A jarang dilaporkan menjadi sirosis hati. Dalam suatu penelitian di Banda Aceh tahun 2015-2016, dari 216 penderita sirosis hati ternyata 81% disertai hepatitis B, 10% hepatitis C dan 6% gabungan hepatitis B dan hepatitis C. Keradangan hati kronik, terutama oleh karena virus hepatitis B dan C menyebabkan kerusakan sel-sel hati (liver failure). Kerusakan hati ditandai oleh peningkatan suatu ensim yang disebut SGPT dan peningkatan bilirubin. Peningkatan bilirubin menyebabkan timbulnya ikterus, yang ditandai oleh warna kuning pada bagian putih dari mata, penumpukan cairan dalam rongga perut, oleh karena berkurangnya kadar albumin dalam darah. Penumpukan cairan ini disebut asites (ascites). Gejala yang paling berat dari kegagalan hati adalah penurunan kesadaran
yang disebut coma hepaticum. Radang kronik disertai dengan peningkatan jaringan ikat yang disebut fibrosis. Fibrosis menyebabkan kerusakan arsitektur hati, sehingga pembuluh darah dalam hati (vena porta) tertekan sehingga terjadi peningkatan tekanan darah dalam vena porta, disebut sebagai hipertensi portal. Hipertensi portal menyebabkan penumpukan darah dalam limpa, sehingga limpa membesar disebut sebagai splenomegali, pelebaran pembuluh darah dalam kerongkongan disebut ‘’varises esofagus’’ yang jika pecah akan menimbulkan muntah darah, disebut sebagai hematemesis dan berak darah berwarna hitam disebut sebagai melena. Hipertensi portal juga meningkatkan timbulnya asites dan menimbulkan semacam ambien atau hemoroid. Apabila dijumpai gejala seperti tersebut di atas, segera
periksakan diri ke dokter, supaya dapat ditangani dengan baik. Komplikasi sirosis hati yang paling sering adalah hematemesis dan melena apabila disertai perdarahan hebat akan menyebabkan syok yang dapat berakibat kematian. Komplikasi kedua adalah timbulnya coma hepaticum, yang menandakan kerusakan hati sudah parah, sehingga dapat juga menimbulkan kematian. Komplikasi jangka panjang dari sirosis hati adalah perubahan menjadi ganas, sehingga timbul kanker hati, sering disebut hepatoma atau kanker hepatoseluler. Untuk pengobatan terhadap sirosis hati, sampai saat ini belum ada obat yang spesifik. Dokter akan berusaha untuk mencegah kerusakan hati lebih lanjut dengan melarang minum alkohol dan menghindari pemakaian obat yang dapat merusak hati. Diusahakan juga untuk mencegah komplikasi,
terutama untuk mencegah muntah darah dengan melakukan tindakan dengan endoskopi untuk mengeriputkan pembuluh darah di esofagus (sklerosis), pemberian obat yang dapat menurunkan tekanan darah porta dan diet yang lunak sehingga mengurangi kemungkinan pecahnya varises esofagus. Pencegahan dapat dibagi menjadi pencegahan primer, yaitu mencegah timbulnya hepatitis menahun terutama hepatitis B dengan memberikan vaksinasi mulai lahir kemudian dilakukan secara berkala. Vaksin hepatitis C belum ditemukan sampai saat ini. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menghindari minum alkohol berlebihan yang dapat merusak hati. Pencegahan sekunder adalah mengobati dengan baik apabila terjadi hepatitis B ataupun hepatitis C. Berbagai obat
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
telah tersedia untuk mengurangi beban virus hepatitis. Pencegahan tertier, apabila sudah terjadi sirosis hati adalah mencegah timbulnya komplikasi terutama bahaya hematemesis melena, mencegah kerusakan hati lebih lanjut dengan menghentikan konsumsi alkohol atau menghindari pemakaian obat-obatan yang merusak hati. Dilakukan pemantauan dengan baik untuk mendeteksi dini adanya kanker hati. Kanker hati stadium dini sebagian masih dapat diobati, sedangkan kanker hati stadium lanjut sulit diobati. Diharapkan masyarakat dapat melakukan pencegahan dengan vaksinasi hepatitis B sejak baru lahir, berobat dengan baik ke dokter jika sudah dijumpai hepatititis atau sirosis. l dr. Dewa Purwita Agustini, S.Ked.
Senin Wage, 16 September 2019
Pascasarjana UNR Yudisium 114 Magister
Optimalkan Tri Dharma PT, Hasilkan SDM Unggul PASCASARJANA Universitas Ngurah Rai (UNR) melaksanakan yudisium pada Sabtu (14/9) di Hotel Harris Cokroaminoto, Denpasar. Yudisium Pascasarjana ini merupakan yudisium ke-10 untuk program Magister Ilmu Administrasi (MIA) dan ke-3 untuk program Magister Ilmu Hukum (MIH). Sebanyak 114 orang yang diyudisium pada hari itu terdiri dari 43 orang dari Prodi Magister Ilmu Hukum dan 71 orang dari Prodi Magister Ilmu Administrasi. Dengan demikian jumlah alumni Pascasarjana UNR sebanyak 751 orang. Direktur Pascasarjana UNR Dr. Luh Nila Winarni, S.H., M.H. mengatakan yudisium merupakan acara yang penting karena kegiatan yudisium sebagai proses akhir dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (PT), dari status mahasiswa menjadi alumni. Dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, unggul untuk dapat bersaing di tempat kerja berdasarkan Tri Hita Karana, Pascasarjana UNR telah melaksanakan Tri Dharma PT yaitu proses pembelajaran berjalan sesuai rencana kerja prodi per semester, dosen-dosen yang mengajar adalah minimal kualifikasi S-3, melaksanakan seminar nasional dan internasional, pelatihan-pelatihan untuk peningkatan SDM, baik bagi dosen dan tenaga kependidikan, pelatihan penelitian, workshop KKNI, dan bahasa Inggris. Dharma kedua yaitu penelitian telah berjalan sesuai rencana kerja. Terbukti pencapaian hasil dari suksesnya dharma kedua adalah dua orang dosen tetap pascasarjana lolos dalam penelitian di jurnal internasional scopus yaitu Dr. Nyoman Diah Utari Dewi, A.Par., M.AP. dan Dr. Drs. A.A. Gde Rai, M.Si. ‘’Artinya tinggal satu langkah lagi untuk menuju gelar profesor,’’ ujarnya. Kemudian dharma ketiga, pengabdian kepada masyarakat. Setiap satu semester, Pascasarjana UNR bersama mahasiswa melaksanakan pengabdian kepada
YUDISIUM - Direktur Pascasarjana UNR meyudisium 114 orang calon wisudawan pada Sabtu (14/9) lalu. masyarakat berkolaborasi dengan instansi terkait, baik pemda maupun penegak hukum. Seperti di Tanah Ampo, Pulau Serangan, Kedonganan dan terakhir di Desa Lembeng. Untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan, Pascasarjana UNR juga telah menandatangani MoU dan MoA antara Pemda Buleleng, Tabanan, Badung dalam persiapan internasional dengan Tamassat University dan nasional dengan University UMY Yogyakarta. Pascasarjana UNR juga telah melaksanakan studi banding dalam rangka pengembangan lembaga ke Tamassat dan mengadakan kuliah umum bersama yang disampaikan Prof. Amphon Tanggrolak. Selain itu, juga melaksanakan studi banding ke UMY dan mengadakan kuliah umum bersama serta kunjungan balasan dari UMY Yogyakarta ke UNR. Pascasarjana UNR telah mengadakan workshop writing book atau journal national atau internasional oleh Prof. Dr. Burhan Bungin pada Maret lalu, mengadakan kuliah dosen tamu dari MKP Fisipol UGM Prof. Dr. Agus Pramusinto pada Juli lalu dan studi banding dan kuliah umum nasional di MKP Fisipol UGM pada akhir Juli. Pada hari itu, ada 114 orang mahasiswa yang diyudisium. Dari 114 orang tersebut, semuanya telah bekerja dan menduduki ja-
batan penting di instansinya masing–masing. ‘’Walaupun demikian, ibarat dua sisi mata uang yang berlawanan tapi saling membutuhkan. Artinya bahwa teori tanpa praktik adalah hampa, dan praktik tanpa teori adalah buta,’’ ungkapnya. Untuk itu, Pascasarjana UNR memiliki program post graduated, yang bertujuan untuk menghasilkan produk sarjana yang mampu menyelesaikan masalah-masalah yang sifatnya teoretis dan abstrak atau inconcreto. Artinya tidak hanya mempelajari teori hukum dan administrasi, tetapi juga harus dilandasi etika dan moral atau filosofi. Nila Winarni juga mengumumkan peroleh IPK tertinggi dari Program Pascasarjana adalah 4,00 dan terendah 3,30, dan IPK rata–rata 3,67 dengan lulusan tercepat 20 bulan. Pada malam itu juga diumumkan lulusan terbaik I sampai III. Yaitu dari Prodi MIA atas nama Cok Istri Mirah, Kadek Ari Sanjaya, dan I Nyoman Agus Mariana lulusan terbaik I. Dari Prodi MIH lulusan terbaik III adalah Agung Intan Ary Dwi Maya Suksma, I Made Semadiari Winjana, dan terbaik I Dewa Ayu Betty Handayani. Penentuan lulusan terbaik ini, tidak hanya didasarkan IP, tetapi juga keaktifan sewaktu kuliah, dedikasi serta loyalitas dari mahasiswa kepada lembaga. (ad508)
Perampok Toko HP Dihajar Warga
Bali Post/ist
DITAHAN - Tersangka Dwi Ribut Santoso yang merampok Farrell II Phone Shop di Jalan Uluwatu, Ungasan, Kuta Selatan kini ditahan di Mapolsek Kutsel.
Mangupura (Bali Post) Farrell II Phone Shop di Jalan Uluwatu, Ungasan, Kuta Selatan (Kutsel), Jumat (13/9) lalu disasar perampok Dwi Ribut Santoso (32). Selain mengambil dua HP, pelaku memukul karyawan toko. Namun pelaku berhasil ditangkap warga dan sempat dihajar. Kapolsek Kutsel AKP Yusak Agustinus Sooai didampingi Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin, Minggu (15/9) kemarin, mengatakan pelaku yang kesehariannya jadi pemulung ini tinggal di Jalan Bali Clif Gang Pasraman, Kutsel. Pada waktu kejadian sekitar pukul 17.00 Wita, pelaku tiba di TKP mengendarai sepeda motor Honda Scoopy. Agar tidak dicurigai, pelaku purapura membeli HP. ‘’Waktu itu situasi counter dalam keadaan sepi pembeli dan pelaku dilayani seorang karyawan wanita,’’ ungkapnya. Pelaku menyuruh karyawati toko mengambil dua HP baru di dalam etalase untuk dilihat-lihat. Setelah HP tersebut diserahkan dan karyawan tersebut lengah, pelaku langsung kabur. Melihat pelaku kabur, karyawan tersebut langsung mengejarnya. Saat ditarik, pelaku memukul karyawati tersebut. Warga melihat kejadian itu dan ikut pengejar pelaku. ‘’Saat pelaku hendak melarikan diri, dia malah jatuh dan langsung diamankan. Selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek,’’ ucap Iptu Yaqin. Terkait kasus ini, petugas mengamankan barang bukti berupa sepeda motor, dua HP hasil curian, dompet dan kartu identitas pelaku. (kmb36)
Bakti Sosial Tutup Kegiatan PKKMB
STIMI Handayani Dukung Pariwisata Berwawasan Ekowisata UNTUK kesekian kalinya, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Handayani Denpasar menggelar kegiatan bakti sosial di areal Pantai Mertasari, Desa Sanur Kauh, Sanur. Kali ini, kegiatan bakti sosial berupa bersihbersih, sekaligus penanaman dan penataan tanaman pot bunga yang ditanami bunga kembang kertas dilakukan di areal Pura Dalem Pengembak, Minggu (15/9) kemarin. Kegiatan gerakan kebersihan ini serangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Ajaran 2019/2020 yang telah dilaksanakan selama tiga hari (13-15 September 2019). Bakti sosial yang mengusung tema ‘’Mendukung Program Pemerintah Kota dalam Menanggulangi Sampah Plastik, Menciptakan Keasrian dan Keindahan Pantai’’ ini dibuka Kepala LLDikti Wilayah VIII Bali-Nusra Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa. Hadir pula Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H., Ketua STIMI Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Gede Udiyana, S.E., M.Si.Ak. serta diikuti 425 peserta dari seluruh civitas akademika STIMI Handayani Denpasar. Ketua STIMI Handayani Denpasar Ida Bagus Gede Udiyana mengatakan bakti sosial merupakan wujud salah satu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian masyarakat yang di-
jadikan program tahunan STIMI Handayani Denpasar. Bahkan, dilaksanakan dua kali setahun, yaitu pada saat Dies Natalis dan pada saat PKKMB. Tujuan pelaksanaan bakti sosial ini adalah untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang aspek lingkungan yang menjadi tantangan berat bagi bangsa Indonesia, khususnya Bali menuju revolusi Industri 5.0. Di samping guna meningkatkan interaksi sosial antara mahasiswa, dosen dengan masyarakat desa dan pemerintah kota, serta mendukung program pemerintah untuk menyediakan tempat rekreasi yang indah, asri, bersih, aman, nyaman dan terbebas dati sampah plastik. Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Dr. Radendra Suastama mengatakan kegiatan bakti sosial yang dilakukan secara berkelanjutan merupakan upaya STIMI Handayani dalam mendukung pariwisata Bali berwawasan lingkungan (ekowisata) dengan tetap berbasis budaya Bali. Sebab, segala sesuatu di dunia ini saling berhubungan satu sama lain (interconnected). Sehingga diperlukan upaya nyata untuk memenuhi kebutuhan interconnectedness tersebut yang dapat dirasakan nyata oleh masyarakat. ‘’Kami STIMI Handayani menetapkan dan komit daerah areal Pantai Mertasari ini menjadi daerah binaan kita dalam wisata pantai. Dan program zero plastic yang menja-
Mangupura (Bali Post) Setelah Ni Putu Darmayanti (23) asal Bangli melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari jembatan Tukad Ngongkong, Petang, awal Agustus lalu, kejadian serupa terjadi pada Sabtu (14/9) lalu. I Ketut Desadia (29) asal Lovina melakukan hal sama. Dia ditemukan di dasar sungai dengan kondisi lengan kiri patah. Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa didampingi KBO Satreskrim Iptu I Ketut Wiwin Wirahadi, Minggu (15/9) kemarin mengatakan, kejadian ini baru diketahui sekitar pukul 21.00 Wita. Saksi yang menemukan pertama kali adalah dua pelajar, Dewa Nyoman Ariana (16) dan I Made Hendra (16) yang tinggal di Banjar Sandakan, Desa Sulangai, Petang. Dari keterangan dua saksi tersebut, saat melintas di jembatan Tukad Ngongkong sekitar pukul 21.00 Wita, mereka mendengar ada teriakan minta tolong dari dasar jem-
batan tersebut. Kedua pelajar ini mengecek sumber suara. Tetapi saat itu situasi gelap sehingga mereka hanya mendengar teriakan korban. ‘’Kedua saksi melihat ada sepeda motor Honda Beat warna hitam strip merah nopol DK 3954 KL parkir di samping palinggih di ujung timur jembatan,’’ ujarnya. Selain sepeda motor, juga ditemukan satu tas di dalamnya ada kabel charger, celana pendek dan STNK sepeda motor atas nama Ni Made Armini, alamat Banjar Pagutan Kaja, Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar. Kedua saksi langsung melapor ke Polsek Petang. ‘’Tim penyelamat atau evakuasi dari Polsek Petang, SAR Polda Bali, Basarnas, BPBD Badung, Damkar Badung dan perawat Puskesmas Petang tiba di TKP pukul 22.30 Wita,’’ ucap Oka. Berkat kerja keras tim evakuasi, pukul 23.38 Wita korban berhasil dievakuasi ke atas jembatan Tukad Ngongkong. Korban lang-
juta populasi dunia mengalami mata kering. Sementara di Indonesia, prevalensinya tahun 2017 mencapai 30,6%. Diperkirakan hampir setiap orang pernah atau akan mengalami kondisi ini dalam hidup mereka. Sindroma mata kering adalah kondisi di mana mata mengalami gangguan lubrikasi (pelumasan) akibat kelainan pada air mata. Akhir-akhir ini, digitalisasi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Berjam-jam menatap layar komputer atau HP membuat mata jarang berkedip, lelah, berat dan mudah kering. Penggunaan AC dan polusi udara akibat rokok dan asap juga memperberat kerja mata. Tidak heran jumlah penderita mata kering semakin membeludak. Pada mata yang sehat, kornea akan terus dilapisi oleh air mata. Air mata membasahi permukaan mata, menjaga tetap lembab, membersihkan debu, dan melindungi mata dari infeksi. Air mata terdiri atas tiga komposisi utama, minyak, air, dan musin. Saat produksi air mata berkurang, komposisinya berubah
di program sangat happening sekarang kita juga support penuh, karena plastik tidak dapat diurai secara alamiah, sehingga perlu dipisahkan agar alam bebas dari plastic,’’ ujar Radendra. Kepala LLDikti Wilayah VIII Bali-Nusra Prof. Dasi Astawa mengapresiasi program bakti sosial yang secara kontinu dilakukan STIMI Handayani Denpasar di areal Pantai Mertasari yang merupakan tempat binaan STIMI Handayani Denpasar. Sebab, lembaga pendidikan tinggi mempunyai kewajiban dan
harus terlibat langsung dalam menjaga keasrian lingkungan yang kian terdegradasi karena berbagai faktor. Apalagi, Bali mengedepankan eco-tourism berbasis budaya, sehingga kebersihan harus menjadi prioritas dalam keberlangsungan pariwisata Bali. Diharapkan perguruan tinggi lain yang ada di Bali mempunyai desa binaan masing-masing untuk ditata kebersihan dan keasrian lingkungannya. Sehingga perguruan tinggi bersangkutan memiliki tanggung jawab moral terhadap desa binaan tersebut. (ad510)
Lagi, Percobaan Bunuh Diri di Tukad Ngongkong
Bali Post/ist
EVAKUASI - Proses evakuasi I Ketut Desadia dari dasar jembatan Tukad Ngongkong, Petang. sung dibawa ke Puskesmas Petang I untuk penanganan lebih intensif. Korban yang mengalami patah lengan kiri selanjutnya dirujuk ke RSUD Mangusada. ‘’Motif kejadian ini masih diselidiki Unit Reskrim Polsek Petang, mengingat korban belum bisa memberikan keterangan. Informasi dari kelu-
arganya, keperibadian korban tertutup,’’ ucap Iptu Wiwin. Sementara itu, petugas dari SAR Polda Bali Bripda Nopa A.P. sempat mengalami penurunan kesadaran karena kekurangan oksigen dan kedinginan. Namun setelah mendapat penanganan medis Bripda Nopa kembali pulih. (kmb36)
Musim Tanam Okmar
Bali Ajukan Tambahan Kuota Pupuk Subsidi Denpasar (Bali Post) Memasuki puncak musim tanam Oktober-Maret (Okmar), Bali dipastikan akan memerlukan tambahan pupuk subsidi sebanyak 12.166 ton. Kasi Pupuk, Pestisida dan Alsintan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Made Ariawan mengatakan ketersediaan pupuk bersubsidi saat ini hanya bisa memenuhi kebutuhan hingga September. Ariawan melanjutkan, berdasarkan rancangan definitif kebutuhan kelompok (RDKK) kuota pupuk bersubsidi yang didapatkan Bali untuk jenis pupuk urea sebanyak 30.276 ton di mana hingga Juli telah terealisasi sebanyak 18.835
ton (62%). Pupuk jenis SP36 mendapatkan kuota 1.197 ton, telah terealisasi 717 ton (59%). Pupuk jenis ZA mendapatkan kuota 3.239 ton, telah terealisasi 1.120 ton (34%). Pupuk jenis NPK mendapatkan kuota 19.337, telah terealisasi 15.115 (78%) dan pupuk organik dengan kuota 5.298 ton, telah terealisasi 1.168 ton (37%). Dari sisa kuota pupuk yang ada ini, Ariawan yakin Bali akan membutuhkan tambahan pupuk bersubsidi. Untuk itu, Dinas Pertanian Bali sudah mengajukan surat usulan tambahan alokasi pupuk bersubsidi ke Kementerian Pertanian. Diharapkan kebutuhan pupuk petani untuk musik tanam
’’Dry Eye’’, si Sindroma Mata Kekinian SEIRING berjalannya globalisasi dan pemakaian barang elektronik, mata kering menjadi salah satu keluhan tersering pada mata pada saat ini. Menurut National Institute of Health, sekitar 60
TANAM POHON - Kepala LLDikti Wilayah VIII BaliNusra Prof. Dasi Astawa bersama Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. dan Ketua STIMI Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Gede Udiyana, S.E., M.Si.Ak. menanam pohon kembang kertas pada kegiatan kerja bakti di Pura Dalem Pengembak, Sanur Kauh, Minggu (15/9) kemarin.
atau radang, mata sulit membersihkan debu dan kuman. Gejala yang timbul berupa mata terasa gatal, perih/rasa terbakar, mengganjal, berair, atau merah. Mata juga menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, berat, dan cepat lelah. Faktor–faktor seperti usia lanjut, wanita, kelainan bentuk mata, perubahan hormon, penggunaan gadget berlebihan, paparan zat iritan, serta pemakaian AC jangka panjang menyebabkan mata kering. Faktor risiko lainnya adalah operasi laser mata, obat-obatan (obat diuretik, alergi, dekongestan), penyakit autoimun, kanker, dan AIDS. Apakah saya menderita sindroma mata kering? Dalam mendiagnosis dokter akan menanyakan gejala dan faktor risiko, memeriksa mata dan melakukan Schirmer’s test, jika hasilnya <10mm digolongkan mata kering. Kondisi ini seringkali ringan, namun pada tingkat lebih berat dapat menyebabkan kornea terluka dan tajam penglihatan menurun sehingga perlu tes fluorescein/pewarnaan kornea.
Penanganan sindroma mata kering bervariasi dan tergantung pada penyebabnya. Prioritas pertama adalah mencari penyebab dan berkonsultasi dengan dokter mengatasi penyebab tersebut. Pada pengguna lensa kontak disarankan sementara memakai kacamata dan menggunakan air mata buatan. Penderita mata kering juga sebaiknya mengistirahatkan mata secara berkala dan menghindari AC yang menghadap ke waja, serta memakai alat pelembab ruangan yang dapat menurunkan penguapan air mata. Pilihan operasi dilakukan apabila berbagai usaha tidak berhasil. Penyakit mata kering dicegah dengan menjaga kebersihan area mata, menghindari faktor risiko, dan mengistirahatkan mata secara berkala. Hindari menggosok mata karena menambah iritasi. Anda juga dapat mengonsumsi Omega 3 dan kafein dan banyak minum air. l dr. Clara Valentina
Okmar dapat terpenuhi. Dikatakan Ariawan, pihaknya mengajukan tambahan alokasi pupuk sebanyak 6.266 ton urea, 50 ton SP 36 dan 5.850 ton NPK. Ketiga jenis pupuk tersebut yang paling diminati petani. Saat ini pihak Dinas Pertanian Bali masih menunggu tanggapan dari pemerintah pusat di mana permohonan tersebut masih harus melewati tahap evaluasi dan disesuaikan dengan anggaran pemerintah. Mengenai penambahan kuota pupuk bersubsidi ini, menurut Ariawan, adalah hal terjadi setiap tahun meskipun petani sudah mengajukan rencana devinitif kebutuhan kelompok
tani (RDKK). Ia menambahkan, jika permohonan tidak dapat dipenuhi pemerintah pusat maka pihaknya akan melakukan langkah-langkah seperti relokasi pupuk baik antarkecamatan maupun antarkabupaten. Langkah lainnya apabila langkah relokasi tidak bisa diterapkan adalah mengharapkan petani memanfaatkan pupuk nonsubsidi dengan catatan harus betulbetul memperhatikan rekomendasi pupuk yang disesuaikan dengan kondisi daerah dan lahan bukan berdasarkan keinginan petani, sehingga pemupukan dapat lebih efisien dan efektif. (kmb24)
Senin Wage, 16 September 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Membangun Kepedulian Anak BERITA siswa SMA di Klungkung dikeluarkan dari sekolah, kini menjadi perdebatan. Tentu ada yang pro dan kotra. Ada yang menyalahkan sekolah, karena guru dianggap gagal mendidik anak tersebut. Mereka juga beralasan, betapapun nakalnya seorang siswa adalah tanggung jawab guru untuk memperbaikinya. Namun tak sedikit pula yang menyalahkan siswa dan membenarkan tindakan sekolah. Mereka memastikan bahwa sekolah sudah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki sikap mental anak. Namun tak jua berhasil. Akhirnya diputuskan untuk mengeluarkan daripada memengaruhi siswa lain untuk berbuat serupa. Di sini tentu kita tak ingin menyalahkan salah satu pihak. Tetapi bagaimana menumbuhkan sikap empati anak. Tidak saja cerdas, juga menghormati orang lain, peduli pada lingkungan serta kasih pada sesama. Apalagi anak merupakan generasi penerus. Harus diakui, terkadang kita lalai dan abai mengawal mereka sebagai generasi bangsa yang akan menentukan nasib bangsa ini ke depan. Untuk itulah gerakan membangun kepedulian terhadap anak hendaknya terus bergulir. Kita wajib dan mutlak harus membangun kesadaran untuk membahagiakan anak. Kita harus mengawal masa depan anak kita dengan rasa tanggung jawab sebagai orangtua atau sebagai bagian dari lingkungan dari si anak. Kita juga sadar bahwa di tangan anak-anaklah kelanjutan dan masa depan serta nasib suatu bangsa dipertaruhkan. Kalau mereka mutunya jelek, maka akan jeleklah nasib bangsa itu ke depan. Kalau sebaliknya, maka akan cemerlanglah perjalanan bangsa itu. Tetapi persoalan anak-anak memang bukan masalah sederhana. Tidak hanya cukup memberi mereka makanan, pakaian, pendidikan dan lalu selesai. Kasih sayang sebagai tambahan lain juga tidak cukup. Kompleksitas persoalan anakanak memang sangat terasa. Tidak hanya bagi orangtua, guru, masyarakat ataupun pemerintah. Itulah makanya, membangun masa depan anakanak, mengatasi persoalan mereka diperlukan gerakan sinergis yang berkesinambungan. Siapa yang bisa membayangkan kalau anakanak serta generasi muda suatu bangsa akan rapuh serta keropos oleh berbagai persoalan! Oleh sistem pendidikan yang buruk, kesehatan yang sama jeleknya, perhatian minim dari pemerintah walaupun masalah anak-anak dijamin undang-undang. Dalam konteks kekinian, sering kali anak-anak dijadikan semacam komoditas politik. Belum muncul sepenuhnya sifat ketulusan dalam membenahi hal ini. Kalau bicara angka, tentu sudah ada pakarnya. Yang jelas angka anak-anak kita yang tidak mendapat kehidupan yang layak, kesehatan yang pantas, pendidikan yang seharusnya mereka dapatkan dan lain-lain, semakin banyak saja jumlahnya. Kalau kita lihat, banyak dari mereka dalam keseharian harus memikul beban berat. Memikul tanggung jawab sebagai orangtua dalam menyambung kehidupan. Mereka dalam beberapa kasus justru menjadi tulang punggung keluarga. Bekerja atau diperkerjakan sebagai pengemis di jalanan, berjualan makanan serta minuman ringan di berbagai perempatan jalan di kota-kota besar, diperdagangkan sebagai budak seks dan sebagainya. Cerita sedih ini bisa berlanjut dan bersambung sampai kita tidak tahu entah kapan akan tamat. Banyak hal di sekeliling mereka yang mengancam mereka. Mereka harus diselamatkan karena undang-undang mengamanatkan hal itu. Pemerintah mesti memberi mereka pendidikan, pelayanan kesehatan, keamanan dan sebagainya sehingga mereka akrab dengan dunianya. Jangan biarkan mereka berada di dunia yang sebenarnya bukan ‘’miliknya’’. Mereka akan terasing, merasa sendiri dan ketakutan. Pemerintah bersama masyarakat harus menajamkan kepekaan terhadap kondisi lingkungan. Mereka sejatinya berada dalam bahaya. Kita tidak sedang dalam kondisi menakut-nakuti. Kejahatan seksual, narkoba menjadi predator mereka. Belum lagi yang lain. Guru, pemuka agama, pemuka adat, dan tentu saja keluarga mesti menjadi benteng terdepan dalam menjaga mereka. Memberikan mereka sebuah dunia yang patut mereka miliki.
S URAT PEMBACA
Setiap Detik, Satu Orang Bunuh Diri Bunuh diri menempati urutan ke-10 sebagai penyebab kematian di Amerika Serikat dan penyebab kedua kematian pada anak dan remaja usia 15-24 tahun. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat setiap detik terdapat satu orang yang melakukan bunuh diri di seluruh dunia. Diperkirakan terdapat 700.000 orang yang bunuh diri tiap tahunnya. Berdasarkan CDC, terdapat 44.965 bunuh diri di Amerika Serikat pada tahun 2016. Meskipun 79 persen kasus kematian akibat bunuh diri terjadi di negara menengah dan miskin, prevalensi kematian terbesar datang dari negara maju.
Oleh Dr. dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ.
B
unuh diri dapat terjadi pada semua umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status sosial ekonomi. Laki-laki tiga kali lebih sering melakukan bunuh diri dibandingkan wanita. Laki-laki lebih sering menggunakan pistol, menggantung diri, atau lompat dari tempat yang tinggi. Pada laki-laki, puncak bunuh diri setelah usia 45 tahun; pada wanita jumlah terbesar bunuh diri yang berhasil adalah di atas usia 55 tahun. Angka sebesar 40 per 100.000 populasi ditemukan pada lakilaki yang berusia 65 tahun dan lebih. Orang yang hidup sendirian dan tidak pernah menikah memiliki risiko dua kali lipat unutk bunuh diri. Gangguan pada kesehatan fisik juga meningkatkan risiko bunuh diri. Bunuh diri adalah masalah kesehatan mental masyarakat global. Berbagai model pemberitaan di berbagai media seperti cetak, elektronik, online, berita-berita tentang bunuh diri berdampak negatif dan dapat menyebabkan dorongan bagi seseorang yang sedang dalam masalah kesehatan mental untuk bunuh diri. Komentar-komentar dari pemberitaan di berbagai media, biasanya menyalahkan lingkungan menjadi penyebab seperti dilarang orangtua pacaran, bertamasya dengan teman, dimarahi orangtua, beban utang,
gan kuat untuk seseorang melakukan tindakan bunuh diri antara lain gangguan depresif, penyalahgunaan zat narkotika, skizorenia/gangguan psikotik, dan gangguan mental lainnya. Seseorang yang mengalami gangguan depresi berat, ditandai dengan perasaan lelah, kehilangan minat untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan, merasa tidak berguna, merasa gagal dalam hidup dan ingin mengakhiri hidup. Gangguan depresi dapat disertai dengan dorongan-dorongan negatif dari dalam suara-suara dalam pikiran, perasaan atau langsung terdengar di telinga walaupun tidak ada sumber suara tersebut. Berbagai faktor dapat memicu timbulnya gangguan depresi, antara lain dari sekitar kehidupan seseorang, masalah komunikasi dalam keluarga, kehilangan orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, sosial ekonomi, pendidikan. Penyebab secara biologis dari hormon-hormon dalam tubuh antara lain terganggu regulasi zat yodium dari kelenjar tiroid/gondok, hormon seksual pada perempuan seperti estrogen dan progesteron (saat kehamilan, melahirkan, menopause), teganggunya regulasi neurotransmiter seperti serotonin. Gangguan lain yang dapat menimbulkan tidakan bunuh diri adalah gangguan psikotik dan skizoprenia, pada kedua gangguan jiwa yang
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Membudidayakan Tanaman Bali Belakangan ini budi daya sektor pertanian terus berkembang. Fakultas pertanian juga ada di sejumlah universitas di Bali. Bahkan, Bali kini juga dibanjiri dengan buah-buahan impor. Bahkan, peminat buah impor sangat tinggi terlebih sebelum ada pergub yang mengatur penggunaan buah lokal. Saya sendiri mengapresiasi pergub ini agar buah-buah lokal tetap eksis. Sebagai generasi Bali yang kini memasuki usia 50 tahun, saya jutru prihatin dengan tingkat kepedulian kita terhadap tananam Bali yang dulu mungkin menjadi teman akrab kita saat masih kana-kanak. Ada badung, semaga Bali, poh Bali, cermai, sentul, boni, pundung dan ceroring (duku) dan beragam tanaman yang dulu
keinginan tidak terpenuhi, gagal dalam ujian, kehamilan yang tidak diharapkan serta masih banyak komentar lainnya. Dampak komentar ini menimbulkan masalah baru pada keluarga penyintas/korban. Kejadian yang luar biasa bagi keluarga penyintas/korban, akan menimbulkan perasaan bersalah yang akhirnya dapat meningkatkan risiko melakukan bunuh diri. Jika penyintas bunuh diri diwawancara setelah selamat, tidak mengetahui dengan pasti mengapa pikiran dan keinginan bunuh diri bisa timbul dan melakukan tindakan tersebut tanpa memikirkan apakah akan rasa sakit atau nyeri, luka, patah tulang, cacat seumur hidup. Para penyintas menyatakan tiba-tiba saja semuanya terjadi, baru sadar saat sudah di ruangan gawat darurat. Apakah para penyintas dalam keadaan trance? Hampir semua orang pernah merasakan perasaan putus asa dan ingin mengakhiri hidup, walaupun masalah yang sedang dihadapi masalah kehidupan sehari-hari yang sudah sering dialami. Keadaan tersebut biasanya hanya muncul sesaat dalam perasaan setiap orang. Biasanya muncul saat masa remaja saat perubahan hormonal yang dialami oleh semua orang, disertai masa-masa mencari aktualisasi diri. Terdapat beberapa keadaan yang menimbulkan doron-
sangat mudah kita jumpai. Tapi kini tanaman atau pohon-pohon tersebut sangat jarang kita jumpai. Bahkan mungkin anak-anak kita tak pernah mengenal tanaman itu. Mudah-mudahan ke depan fakultas pertanian dan profesor bidang pertanian di Bali bisa lagi membudidayakan tanaman tersebut. Haraan saya mudahmudahan juga ke depan tanaman-tanaman itu ada di satu kawasan yang bisa kita kunjungi sebagai destinasi pariwisata. Atau mungkin juga tanaman tersebut nanti ada di sekitaran Pura Besakih, agar saat penataan kawasan Besakih selesai kita tetap dekat dengan tanaman yang dulu menjadi sumber kehidupan kita. I Wayan Supartha Gianyar, Bali
Permohonan Bantuan Pembangunan Pura Agung Blambangan Dalam rangka melengkapi bangunan tempat suci kami, maka dengan ini kami sampaikan permohonan bantuan dana pembangunan pura. Perlu dimaklumi terlebih dahulu bahwa unitunit bangunan sebelumnya yang kami rintis bangunan suci pokok seperti: 1) Candi, yang kami beri nama Candi Luhur Moksajati Dalem Puri Blambangan. 2) Pura, yang kami beri nama Pura Sendang Nusantara. 3) Patirtan, yang kami beri nama Patirtan Gajahmina. Yang ketiganya merupakan satu kelompok kesatuan dalam suatu areal. Di samping bangunan pokok tersebut kami juga telah sempat benah-benah membangun lingkungan dan yang terakhir pada tahun 2018 yang lalu kami telah sempat pula membangunan bale gede sebagai kelengkapan pura.
Sebagai tradisi bangunan suci Hindu semacam itu diperlukan gapura masuk ke lokasi areal suci yang dinamai candi kurung. Inilah yang kami rencanakan untuk dibangun pada periode tahun 2019 sekarang ini. Mengingat keterbatasan kami dalam hal finansial maka mohon perkenannya untuk memberikan bantuan. Demikianlah permohonan kami dan atas perhatian serta kemurahannya kami sampaikan terima kasih. Dana punia bisa disalurkan ke Rekening 0680-01-004852-53-8 Bank BRI KCP Muncar Banyuwangi atas nama Yayasan Pura Agung Blambangan. Atas bantuan dan dukungan para umat kami panitia menyampaikan terima kasih. Achmad Riyadi, S.Pd. Ketua Panitia Pembangunan
bertaraf sedang sampai berat ini disertai dengan tanda dan gejala antara lain, sulit tidur, menyendiri, tidak mau keluar rumah/kamar, bicara bicara sendiri, bingung, memiliki keyakinan yang salah bahwa dirinya seorang yang tidak berguna, penuh dosa, kotor, sampah, tidak diharapkan. Mendengar suara-suara di telinga dan atau pikiran yang mengatakan, ‘’mati mati saja kamu tidak berguna’’, penuh dosa, manusia gagal, dunia akan kiamat, runtuh. Bunuh diri dapat dicegah dengan menggabungkan pendidikan kesehatan mental keluarga, mulai sejak memulai kehidupan perkawinan yang sehat, anak-anak yang diharapkan kelahirannya, diberi pengasuhan dan pendidikan sesuai umur dengan keseimbangan fisik, mental dan spiritual. Faktor lingkungan memulai hidup kembali ke alam dengan memaksimalkan potensi alam, termasuk mengurangi penggunaan pestisida. Meregulasi peraturan pemberitaan di media cetak, elektonik dan onl i ne agar tidak memberitakan secara terinci serta gambar-gambar foto atau video saat peristiwa beserta korban, apalagi narasi berdasarkan wawancara dari penyintas bunuh diri. Kesadaran kesehatan mental sejak dini sangat penting untuk membantu seseorang ketika mengalami stres. Harapannya orang lebih bisa mengontrol stres, mampu beradaptasi dalam suatu hubungan dengan orang lain, dan membuat pilihan. Selain itu, kondisi mental yang sehat juga bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari, seperti pekerjaan, sekolah maupun pola pengasuhan. Terdapat beberapa cara meningkatkan kesehatan mental Anda setiap harinya. Mulailah dari hal kecil seperti olahraga, konsumsi makanan sehat yang seimbang, istirahat cukup, dan tidur malam yang baik. Berkonsultasilah segera
ke ahli kedokteran jiwa atau psikiater untuk konsultasi dan penanganan gangguan jika Anda memiliki gejala tersebut dan berkeinginan untuk bunuh diri. Cegah bunuh diri dan gangguan jiwa dengan pengasuhan penuh cinta.
POJOK Pangkas percaloan izin, Pemkab Badung minta masyarakat gunakan sistem online. - Jangan dipersulit. *** Desa Adat Gelgel revitalisasi pasar secara swadaya. - Jaga pedagang tetap Bali. *** Bencana asap masih mengepung Indonesia. - Ayo selamatkan udara dan hutan.
Warung Global
Sudah Baik, KPK Jangan Diutak-atik Lagi REVISI UU KPK untuk siapa? Kenapa direvisi, bukankah KPK selama ini sudah bagus kinerja, atau jangan-jangan ada yang gerah alias tak suka dengan KPK. Demikian pertanyaan yang muncul dari pendengar Radio Global 96,5 FM dalam acara dialog interaktif Warung Global. Semua sepakat jika korupsi adalah musuh bersama, harus diberantas, kalau ada yang tak suka dengan keberadaan KPK, niscaya pemberantasan korupsi di negara kita sulit diwujudkan. Kawan global yang beropini pun merasa pesimis.
Fera di Tabanan salah satunya. Korupsi adalah musuh bersama, gara-gara korupsi, pembangunan bangsa jadi tersendat. Ia juga beharap, dengan wajah baru saat ini, KPK diharapkan lebih tegas, jangan memihak, jangan mudah disuap. Beratayasa di Sangeh mengucapkan selamat bertugas kepada KPK yang baru. Meskipun ada pro-kontra soal revisi UU KPK. Sepertinya niat Dewan untuk merevisi sudah dapat restu dari Presiden Jokowi meskipun ada beberapa poin yang tidak disetujui. Sebagai rakyat, ia mengajak agar sikap Presiden tetap dihargai. Hanya, masih ada pihak yang ingin menggembosi KPK dengan jalan revisi ini. Ia setuju KPK diperkuat dan hukuman bagi koruptor memberikan efek jera agar perilaku korup tidak ada lagi. Semua bisa bicara berantas korupsi, tetapi tak selaras dengan tindakannya. Demikian Werdha di Tegallalang. Awalnya
ia optimis jika KPK nantinya akan diperkuat dengan revisi ini, tetapi sekarang justru pesimis sebab poin-poin yang mengarah ke pelemahan KPK, justru disetujui Presiden seperti izin penyadapan dan dewan pengawas. Ditambahkan Suardana di Tabanan, sepertinya ada yang gerah dan marah dengan KPK. Apalagi mau jadi KPK lantaran kasihan dengan oknum pejabat yang akhirnya dibui karena terlibat korupsi. Kalau demikian adanya ia juga pesimis korupsi bisa diberantas. Sugik di Mambal berpendapat, KPK memang harus dikuatkan, jika harus direvisi malah harus lebih kuat lagi KPK itu. Jangan beri toleransi buat pelaku korupsi. Yuli di Tabanan menanyakan revisi UU KPK untuk siapa? Kenapa direvisi, bukankah KPK selama ini sudah bagus kinerja, atau jangan-jangan ada yang gerah alias tak suka dengan KPK. (sikha)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Senin Wage, 16 September 2019
DLH Usulkan Perekrutan 133 Penyuluh Bank Sampah Tabanan (Bali Post) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan mengusulkan perekrutan 133 orang penyuluh bank sampah. Saat ini DLH tengah menunggu persetujuan Bupati. DLH sebagai organisasi perangkat daerah yang mengatasi persoalan lingkungan, belakangan gencar melakukan inovasi untuk mengatasi sampah rumah tangga. Selain program ecobrick atau sampah plastik yang ditimbun dan dipadatkan dalam botol plastik, DLH mengajukan usulan perekrutan penyuluh bank sampah. Penyuluh bank sampah diharapkan bisa memberikan sosialisasi terkait konsep 3R (reuse, reduce dan recycle) dalam pengolahan sampah sebelum dibuang ke TPA. Terkait usulan perekrutan penyuluh bank sampah, DLH Tabanan telah bersurat ke Bupati. Di surat tersebut ada beberapa persyaratan yang akan dipenuhi oleh para pelamar, di antaranya pendidikan
minimal SMA/sederajat, berdomisili di Kabupaten Tabanan, mempunyai pengalaman dalam mengelola sampah atau bank sampah, serta sehat jasmani dan rohani. ‘’Surat permohonan sudah kami ajukan kepada Bupati dan tembusan ke Wakil, Sekda dan BKPSDM. Kami ajukan usulan sebanyak 133 orang, serta dilampirkan syaratnya,’’ ucap Kepala DLH Tabanan I Made Subagia, Minggu (15/9) kemarin. Subagia berharap, pengajuan tersebut bisa dipertimbangkan oleh Bupati. Sebab, tugas dari penyuluh sampah ini akan sangat penting untuk membantu mengolah serta mengurangi sampah plastik. Direncanakan, 133 petugas tersebut disebar ke masingmasing desa di Tabanan. ‘’Usulan kami masih berproses. Kemungkinan pimpinan sedang mempertimbangkan regulasi dan anggarannya,’’ ucapnya. Tugas utama penyuluh
Stok ”Ecobrick” Habis
adalah mengajak masyarakat memilah sampah dengan konsep 3R. Selain itu, perekrutan tenaga diperlukan sesuai dengan juknis program pemberdayaan sampah berbasis desa dari Direktorat Pengelolaan Sampah Limbah B3 selain juga program ini akan didukung Instruksi Bupati Tabanan Nomor 1 Tahun 2019 tentang pembatasan timbulan sampah plastik yang salah satu poin di dalamnya adalah pemberdayaan bank sampah. ‘’Mereka nanti memiliki tiga tugas pokok, yakni memantau, mendampingi dan melaporkan terkait pengelolaan sampah di desa,’’ terangnya. Kata Subagia, sesuai dengan juknis program pemberdayaan sampah berbasis desa dari Direktorat Pengelolaan Sampah Limbah B3, pemilahan sampah dengan konsep 3R akan lebih dikedepankan sehingga bank sampah akan tetap ada untuk pembinaan ke masyarakat. (kmb28)
Permintaan Beras Hitam Terus Meningkat Tabanan (Bali Post) Beras hitam yang memiliki kandungan serat tinggi mulai digemari masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya permintaan beras hitam yang dipasarkan oleh Perusahaan Daerah (PD) Dharma Santhika. Sayangnya permintaan tinggi tidak dibarengi dengan jumlah pasokan yang mencukupi dari petani di Kabupaten Tabanan. Perusahaan daerah inipun tengah bergerilya ke sejumlah petani yang masih menyimpan gabah beras hitam. Pokja Komoditi Beras yang juga Kabag Umum SDM PD Dharma Santhika I Wayan Nonok Aryasa, Minggu (15/9) kemarin mengatakan, ada tiga varian beras dari petani Tabanan yang sudah dipasarkan di toko modern berjaringan yaitu beras merah, beras putih mentik susu dan beras hitam. Khusus beras hitam awalnya memang sulit dipasarkan. Namun sekarang permintaan sudah cukup tinggi. Permintaan tiap pekannya di angka 300 kilogram. Sementara yang sifatnya konsinyasi baru 75 kilogram. ‘’Lebih ban-
yak permintaan untuk toko modern, karena pangsa pasar beras hitam itu di masyarakat menengah ke atas. Kebanyakan masyarakat tahunya beras hitam ada di toko modern, karena masuk kategori beras khusus,’’ ucapnya. Diterangkan Nonok, awalnya banyak petani di Kabupaten Tabanan yang menanam varian beras hitam. Namun karena sempat terkendala pemasaran, sejumlah petani beralih ke beras konvensional. Kondisi inilah yang mengakibatkan pasokan beras hitam tersendat, sejak Februari 2019. Padahal keran pemasaran beras hitam ke toko modern terbuka lebar. ‘’Sampai bulan ini permintaan masih bisa dipenuhi petani. Namun untuk ke depannya atau sekitar bulan November ke atas, sedikit susah. Namun banyak petani yang simpan gabah beras hitam yang dulunya tidak laku. Itu yang sedang kita gerilya mencari sekarang,’’ terangnya. Sementara untuk pemenuhan permintaan beras hitam ke toko modern, berasal dari
sejumlah petani di wilayah kecamatan Penebel, Kediri dan Marga. ‘’Masih sedikit, karena petani masih berpikir bahwa beras hitam itu tidak ada pasarnya. Dari petani per bulan paling banyak dapat 500 kilogram dan total keseluruhan tiap bulan dapatnya 1,2 ton paling banyak. Itupun habis untuk permintaan satu bulan,’’ ucapnya. Agar tetap bisa memenuhi permintaan konsumen toko modern, pihaknya akan terus melakukan pembinaan kepada petani yang sudah terbiasa menanam beras hitam untuk menanam lagi varietas yang sama. ‘’Kebetulan juga petani di Riang, Penebel dan Bengkel, Kediri sudah tanam lagi. Ditambah lagi Mengesta dan Jatiluwih di Penebel juga sudah jalan. Mudah-mudahan bisa terus menyambung permintaan,’’ jelasnya. Saat ini stok beras merah di gudang Perusda tinggal 300 kilogram. Stok tersebut hanya untuk pemenuhan bulan ini. ‘’Minggu depan kami sudah dapat lagi 250 kilogram dari Banjar Pagi, Penebel,’’ terangnya. (kmb28)
Bali Post/ist
BERAS - Tiga varian beras dari Kabupaten Tabanan cukup banyak diminati konsumen toko modern.
Pembangunan Tembok ”Panyengker” SDN 1 Mambang Dihentikan Sementara Tabanan (Bali Post) Keinginan SDN 1 Mambang untuk segera memiliki tembok panyengker harus tertunda. Pasalnya, stok material utama berupa ecobrick atau sampah plastik padat dalam botol, habis. Pembangunan pun terpaksa dihentikan sementara. Guru sekaligus Pembina Peduli Sampah Plastik di SDN 1 Mambang I Wayan Budi Susila mengatakan, sejauh ini sudah terpasang delapan ribu ecobrick. Untuk penyelesaian keseluruhan tembok panyengker, dibutuhkan sekitar 20 ribu ecobrick. Tembok tersebut akan memiliki panjang 101 meter dan lebar 1,5 meter. ‘’Masih kekurangan sekitar 12.000 ecobrick. Sebenarnya ada ribuan ecobrick yang datang, tapi tidak siap pakai. Sehingga kita hentikan pembangunan dulu sambil menunggu bantuan dari pemerintah,’’ katanya, Minggu (15/9) kemarin. Budi Susila menilai, pemerintah kurang serius dalam memberikan bantuan ecobrick pada pembangunan tahap I. Sebab banyak ditemukan ecobrick yang tak layak pakai. Menurutnya, ada banyak bantuan ecobrick baik dari pemerintah maupun dari siswa di Tabanan. Hanya saja setelah disortir, ribuan di antaranya tak siap pakai. Teksturnya lembek, bahkan ada yang hanya diisi beberapa lembar sampah plastik saja. ‘’Jadi ada yang sekadar
penuh, tidak padat. Itu karena saat ditumbuk. Setelah sampah di botol sudah penuh, seharusnya sedikit demi sedikit ditumbuk sejak plastik mulai dimasukkan ke dalam botol,’’ terangnya. Menurutnya, tembok panyengker dari ecobrick ini jika sudah rampung akan
mampu bertahan hingga 70 tahun. Hal ini mengingat limbah plastik memerlukan puluhan tahun agar bisa terurai. Gerakan membuat ecobrick ini merupakan turunan dari program Taktik (Tabanan Anti Sampah Plastik). Cara pembuatannya pun
mudah, yakni memadatkan limbah plastik dalam satu buah botol mineral. Ecobrick bisa dimanfaatkan menjadi beragam hasil karya, seperti bisa menjadi bangku taman dengan bentuk-bentuk yang unik, untuk dekorasi taman, dinding, dan lainnya. (kmb28)
Bali Post/dok
ECOBRICK - Pembuatan tembok panyengker SDN 1 Mambang tahap I harus dihentikan sementara lantaran stok ecobrick habis.
Pemerintah Pusat akan Tetapkan Dua Hutan Adat
Tabanan (Bali Post) -
Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah memverifikasi dua kawasan hutan di Kabupaten Tabanan yang diusulkan tahun 2018 untuk ditetapkan menjadi hutan adat. Hutan dimaksud yakni hutan di Banjar Dinas Pemudungan Desa Belimbing Kecamatan Pupuan dan di Banjar Lodalang Desa Kukuh Kecamatan Marga. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan I Made Subagia menjelaskan, hutan di Pupuan yang diusulkan jadi hutan adat yakni seluas 18,6 hektar. Sementara di Kecamatan Marga seluas 8,89 hektar. “Saat ini tim dari kementerian masih proses verifikasi ke lapangan. Selanjutnya baru akan dikeluarkan SK penetapan hutan adat tahun 2019,’’ ucapnya, Minggu (15/9) kemarin. Lebih lanjut dia menyampaikan, hutan adat bertujuan memberikan perlindungan kepada masyarakat adat dan kearifan lokalnya. Hutan adat tidak menghilangkan fungsi sebelumnya seperti fungsi konservasi. Selain itu, kekhususan adat adalah kebersamaan atau komunal, sehingga hutan adat juga tidak untuk diperjualbelikan dan dipindahtangankan. ‘’Intinya bagaimana agar kawasan hutan tersebut tetap berfungsi sebagai hutan lindung, kawasan spiritual maupun
objek wisata dan bisa dikembangkan untuk ekonomi kerakyatan masyarakat sekitar,’’ terangnya. Dengan adanya SK penetapan hutan adat, akan memudahkan pemerintah pusat dalam merealisasikan anggaran untuk program pelestarian hutan. ‘’Kelestarian hutan bisa tetap dipertahankan sebagai paru-paru Kabupaten Tabanan. Keunggulan lainnya, pemerintah pusat melalui programnya akan membantu penguatan fungsi hutan dengan beragam kreativitas yang pas, jadi bukan mengintervensi,’’ terangnya. Setelah ditetapkan menjadi hutan adat, kata Subagia secara otomatis akan ada pembinaan dari Pemerintah provinsi maupun pusat. Sementara Pemkab Tabanan bertugas memfasilitasi berbagai kegiatan yang dilakukan oleh pusat maupun provinsi terkait pengelolaan hutan adat. Selain dua kawasan hutan
tersebut, Subagia juga melihat banyak potensi kawasan hutan yang bisa diusulkan untuk ditetapkan pada tahuntahun selanjutnya. Hanya
saja pihaknya masih melakukan sosialisasi dengan majelis desa adat. ‘’Kami sudah berkoordinasi dengan tim verifikasi dan dipersilahkan pemerintah daerah mengajukan berapapun, karena nanti pusat akan melakukan perankingan tentang berapa kawasan yang bisa ditetapkan. Semua kembali dan tergantung anggaran pusat,’’ tegasnya. (kmb28)
I Made Subagia
Bali Post/kmb28
Senin Wage, 16 September 2019
PMI Asal Desa Kaliasem Meninggal Dunia di Turki Singaraja (Bali Post) – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banjar Dinas Jungsangyang, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar meninggal dunia saat bekerja di Turki. PMI yang diketahui bernama A.A. Ayu Deni Sustinayani (23) meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit di Turki pada Kamis (12/9) lalu. Hingga sekarang belum ada informasi pasti penyebab kematian PMI yang baru empat bulan menjadi terapis spa tersebut. Meski demikian, keluarga mendapat kabar sebelum meninggal dunia, almarhum Sustinayani mengalami pingsan di tempatnya bekerja.
Persiapan Upakara – Pihak keluarga almarhum PMI A.A. Ayu Deni Sustinayani (23) mempersiapkan keperluan upakara saat jenazah tiba di rumah duka di Dusun Jungsangyang, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar.
Orangtua Sustinayani, Ketut Artini (50), saat ditemui di rumahnya tampak terpukul dengan kabar meninggalnya sang putri di luar negeri. Dia menceritakan, Sustinayani berangkat ke Turki pada 26 Mei 2019 yang lalu. Sustinayani memilih bekerja menjadi terapis spa atas keinginannya sendiri. Karena kebulatan tekad untuk mencari penghidupan di negeri orang, dia memberi dukungan agar almarhum dapat memenuhi cita-cita anaknya menjadi PMI ke Turki. Sejak diterima bekerja, Sustinayani sering menghubungi keluarganya di Kaliasem. Setiap kali menelpon, almarhum anaknya menyampaikan selalu sehat dan bisa bekerja dengan baik. Sebelum kabar duka diterima, Artini terakhir berkomunikasi dengan anaknya sehari sebelum mengalami pingsan pada 11 September 2019 sore. “Perbincangan kami seputar pekerjaannya di Turki dan dia bilang kondisi kesehatan. Tapi tidak disangka anak kami sudah dikabarkan menin-
ggal. Dia ingin pulang setelah kami memperbaiki palinggih merajan dari jerih payahnya di sana, namun belum kesampaian Ayu sudah meninggal,” terangnya. Hal senada diungkapkan saudara ipar almarhum Sustinayani, Komang Lian Agustina (28). Agustina mengaku, kabar duka itu diketahui setelah diberitahu oleh rekan almarhum sesama PMI di Turki, Kamis (12/9) sekitar pukul 19.30 Wita. Almarhum dikabarkan meninggal dunia setelah pingsan di tempatnya bekerja. Pasca-tidak sadarkan diri, rekannya itu kemudian bersama pihak perusahaan mengantar almarhum berobat ke rumah sakit di Turki. Namun dalam perawatan dokter, Sustinayani dinyataan meninggal dunia. “Saya lupa nama temannya yang menginformasikan dan kami langsung menghubungi Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Buleleng untuk mendapatkan kepastian kapan pemulangan jenazah Ayu,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Ni Made Dwi Priyanti Putri Koriawan membenarkan, PMI Sustinayani telah meninggal dunia di luar negeri. Dwi Priyanti mengatakan, kejadian yang dialami PMI asal Buleleng itu kemudian dilaporkan kepada Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Bali. Dari penelusuran oleh BP3TKI ke KBRI di Turki, memang benar PMI atas nama Sustinayani meninggal dunia. Pemulangan jenazah almarhum telah diproses dan dikabarkan akan diserahkan oleh BP3TKI Bali kepada keluarga di rumah duka. Terkait legalitas almarhum sebagai PMI ke Turki, hingga kini Disnakertrans masih menunggu hasil penelusuran BP3TKI Bali. “Upaya kami prioritas membantu kepulangan jenazah almarhum ke Bali. Dari informasi BP3TKI yang telah berkoordinasi ke KBRI di Turki, proses pemulangan jenazah almarhum sedang dilakukan,” katanya. (kmb38)
Optimalkan PPDM Undiksha Ajarkan Petani Dosen Muda Sasar Desa Belatungan
Produksi Pupuk Organik Granul
Tim pelaksana Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja memperkenalkan cara pembuatan pupuk organik granul. Program ini menyasar petani di kelompok subak abian, Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) dan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Belatungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan. Ketua pelaksana PPDM I Nyoman Sukarta, M.Si. mengatakan, pelatihan tentang teknik membuat pupuk organik Granul ini merupakan salah satu rangkaian PPDM tahun pertama dari rencana tiga tahun (2019-2021) yang telah disusun. Pelatihan ini sendiri dibiayai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti-RI). Desa
Belatungan dipilih sebagai mitra implementasi PPDM karena desa ini memiliki potensi besar dalam sektor pertanian terutama budi daya Kopi Robusta. Pelatihan pembuatan pupuk organik dengan mengoptimalkan pemanfaatkan sumberdaya internal merupakan wahana edukasi sekaligus mendorong terwujudkan pertanian berkelanjutan. “Desa ini (Belatungan - red) adalah daerah pertanian dengan komoditas utama dan yang diunggulkan adalah Kopi Robusta. Budi daya kopi telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, sehingga kami turun tangan ke desa ini dengan membina petani dalam memproduksi pupuk organik granul,” katanya. Menurut Nyoman Sukarta, dengan pelatihan pembuatan pupuk organik
Pelatihan – Petani, pengurus BUMDes dan LEM Desa Belatungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik granul. Pelatihan ini digelar PPDM Undiksha, Singaraja.
granul ini, melalui tiga pilar sektor ekonomi desa BUMDes, kelompok subak abian dan LEM akan melirik pupuk organik granul sebagai peluang bisnis penyedia pupuk organik bagi masyarakat petani internal desa dan masyarakat umum. Saasaran besar lainnya adalah dari PPDM ini terciptanya agro industri hulu kopi yaitu “Pupuk Organik Granul” serta pengembangan ke depan agro industri hilir, aneka produk turunan Kopi Robusta Desa Belatungan. Berdasarkan data Pemerintah Desa Belatungan menyebutkan, kebutuhan pupuk organik untuk pemeliharaan kopi mencapai 700 ton setiap tahun. Kebutuhan sebanyak itu sampai sekarang ini belum mampu terpenuhi. Sebenarnya, produksi pupuk organik yang satu ini bisa ditambah. Ini karena ketersediaan bahan baku pembuatan pupuk organik sangat berlimpah. Salah satunya, diperoleh dari kotoran peternakan kambing yang merupakan bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui program Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri). Selain itu, hampir di setiap keluarga memelihara ternak babi sebagai sumber pendapatan tambahan. “Lebih dari itu, sebagai daerah pertanian, bahan baku pupuk dari limbah pertanian sangat mudah diperoleh khususnya sehabis panen kopi keberadaan kulit kopi kian menumpuk dan belum termanfaatkan, dan bahan baku ini bisa
diolah, sehingga kebutuhan pupuk di desa ini bisa ditingkatkan,” jelasnya. Sementara itu, anggota pelaksana PPDM Dr. I Dewa Ketut Sastrawidana, M.Si. yang sebelumnya pernah mengikuti pelatihan pembuatan pupuk tersebut menjadi instruktur pada pelatihan ini. Dalam presentasinya, Sastrawidana menjelaskan pupuk organik granul memiliki keunggulan, yakni sifat pupuk yang ramah lingkungan. Ini karena pupuk dibuat dengan mengolah kotoran ternak dan limbah pertanian. Pupuk ini tidak hanya mampu memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah, namun juga menjaga kelembaban tanah karena bahanbahan organiknya dapat mengikat air lebih lama. Selain untuk memenuhi kebutuhan petani setempat, pupuk tersebut juga bernilai ekonomis. Di samping itu, saat aplikasi di lapangan telah ditentukan takarannya, sehingga pemakaian pupuknya bisa lebih efisien. Guna mempermudah produksi pupuk organik granul ini, tim pelaksana PPDM Undiksha menyerahkan bantuan alat pencacah pupuk organik (APPO) dan mesin granulator. “Dengan mesin APPO ini daun-daun, rumput bahkan ranting-ranting kecil bisa dibuat ukuran kecil sehingga sangat membantu untuk penyediaan bahan baku pupuk organik. Sementara mesin granulator digunakan untuk membuat kompos menjadi bentuk butiran (granul - red),” tegasnya. (ad505)
Singaraja (Bali Post) – Menghadapi era revolusi industri dan digitalsiasi, perguruan tinggi bernapaskan Hindu di Bali mulai mempersiapkan diri. Menghadapi era yang dikenal dengan sebutan 4.0 dan persaingan sesama perguruan tinggi sumber daya manusia (SDM) dan tenaga pengajar menjadi kunci agar performa kampus Hindu diterima oleh masyarakat dan menjadi solusi keumatan. Demikian dikatakan Ketua Jurusan Dharma Duta STAHN Mpu Kuturan Singaraja Dr. Made Sedana dalam Ramah Tamah (Ratam) di Monumen Bhuwana Kerta, Desa Panji Kecamatan Sukasada, Buleleng, Minggu (15/9) kemarin. Made Sedana mengatakan, STAHN Mpu Kuturan identik sebagai perguruan tinggi mencetak sarjana agama. Ini terbantahkan, dengan keberadaan program studi (prodi) umum seperti Ilmu Komunikasi dan Pariwisata Budaya. Tahun depan, pihaknya merancang pembukaan Program Studi Bisnis dan Akuntansi. “Membangun pendidikan dan SDM Hindu tak cukup dengan jurusan agama, tapi berbagai jurusan yang relevan dengan kehidupan saat ini,” katanya. Sementara itu, Ketua Panitia Ratam Jurusan Dharma Duta I Putu Mardika, M.Si. mengatakan, kegiatan ini membangun kebersamaan, perkenalan mahasiswa baru antara dosen, pegawai dan civitas akademika kampus. Ratam digelar secara gotong royong dan penuh kekeluargaan yang melibatkan mahasiswa baru, pegawai dan dosen. (kmb38)
RAMAH TAMAH – STHAN Mpu Kuturan Singaraja menggelar Ramah Tamah Jurusan, Minggu (15/9) kemarin di Monumen Bhuana Kertha, Desa Panji, Kecamatan Sukasada.
Senin Wage, 16 September 2019
SOSOK Operasi Antik JAJARAN Sat Res Narkoba Polres Gianyar akan menggelar operasi Antik (anti narkotika). Operasi ini dilakukan untuk lebih dalam mengupas penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Gianyar. Sepanjang operasi ini, polisi bahkan sudah membidik empat target operasi. Kasat Res Narkoba Polres Gianyar AKP Nyoman Pawana Jaya Negara menerangkan, operasi ini akan berlangsung dalam 16 hari, mulai Jumat (13/9) hingga Sabtu (28/9) mendatang. ”Sasaran dalam operasi Antik ini adalah pengguna dan pengedar,” katanya. Selama operasi ini, pihaknya akan gencar menyasar sejumlah titik yang diduga kerap terjadi transaksi narkoba. Ia mengaku optimis menuntaskan empat target operasi. “Target kami selama operasi antik ada tangkapan. Kami sudah ada target operasional (TO) empat orang sebagai pengedar,” tegasnya. Ia menambahkan, operasi Antik ini khusus untuk menangkap pelaku pengedar dan pengguna narkotika yang masuk di wilayah Kabupaten Gianyar. Diakui, peredaran narkotika sudah semakin marak. Selain menyasar warga di perkotaan, juga menyasar warga di pedesaan. Bahkan, belakangan ini pengguna dan pengedar narkotika kebanyakan asal luar Kabupaten Gianyar. Diakui, kendala yang dihadapi selama ini untuk mengungkap bandar narkoba, karena para pelaku menggunakan sistem jaringan terputus dari sistem tempel. ”Kami sudah berhasil menangkap pengguna atau pengedar narkoba. Saat diinterogasi, pelaku mengaku mendapat BB dari tempelan yang merupakan hasil kormunikasi dengan orang tak dikenal,” ujarnya. (nik)
Hindari Penyalahgunaan HP
SMPN 1 Ubud Buka Ekstrakurikuler Film
Gianyar (Bali Post) Edukasi terkait pembuatan film di kalangan pelajar, mungkin hanya diajarkan pada sekolah kejuruan atau setingkat SMK. Namun, berbeda halnya dengan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Ubud yang sudah membuka ekstrakurikuler pembuatan film. SMP ini pun menjadi yang pertama di Gianyar menerapkan ekstrakurikuler tersebut. Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali Made Ariasa mengatakan, beberapa tahun belakangan ini terjadi beberapa kali kasus kekerasan terhadap anak (KTA). Kasus yang sering kali ramai di media sosial (medsos) itu kerap dilatarbelakangi permasalahan kecil. “Tetapi menjadi besar bahkan merembet menjadi kasus hukum yang menyebabkan anak-anak berhadapan dengan hukum,” terang Ariasa, Minggu (15/9) kemarin. Menurut Ariasa, penyalahgunaan handphone dengan berbagai menu fitur itu menjadi salah satu penyebab. Sehingga, menyeret anak-anak menjadi memiliki mental yang kurang bertanggung jawab. “Berkenaan dengan itu, KPPAD Bali akan terlibat secara langsung dalam kegiatan ekstrakurikuler pendidikan pembuatan film yang baru pertama kali ada di tingkat SMP di Gianyar,” katanya. Ariasa menambahkan, pihaknya menyambut baik langkah yang diterapkan oleh SMPN 1 Ubud. Melalui ekstrakurikuler baru itu, sekolah-sekolah lainnya diharapkan mempertimbangkan model kegiatan ini. “Tentunya untuk menjawab berbagai masalah yang banyak dimasalahkan oleh kita semua. Yaitu dampak sosial dari medsos dan HP. Bisa dilakukan dengan wadah kegiatan seperti itu,” jelasnya. Ariasa yang juga pengelola di Yayasan Ketut Alon menambahkan, pihaknya siap membantu para siswa dalam membuat video. “Kami siap membantu terlibat secara langsung dan berkarya nyata untuk perlindungan anak dalam kegiatan pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya,” katanya. Di samping itu, ia juga mengimbau peran serta orangtua siswa turut serta mengawasi dan membina anak-anaknya dalam penggunaan HP. Sehingga dapat labih kuat mencegah anak dari hal yang tidak diinginkan. “Peran orangtua ini yang paling penting, agar optimal turut membina anak ke arah yang lebih baik,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
INFORMASI - Aparat kepolisian saat manggali informasi dari GDMP di Banjar Banda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Minggu (15/9) kemarin.
Siswa SD Diduga Alami Percobaan Penculikan
Gianyar (Bali Post) Warga Desa Saba diresahkan dengan informasi seorang siswa SD setempat yang diduga mengalami percobaan penculikan. Anak berinisial GDMP itu diduga mengalami percobaan penculikan oleh orang tak dikenal yang membawa sepeda motor. Meski enggan dilaporkan ke aparat kepolisian, kasus tersebut kini masih didalami oleh aparat desa setempat. Dikonfirmasi, Minggu (15/9) kemarin, Klian Dinas Banjar Banda I Kadek Merta Anggara membenarkan adanya informasi dugaan penculikan yang dialami seorang anak di banjarnya. Menurut keterangan si anak, dugaan percobaan penculikan itu terjadi, Sabtu (7/9) lalu sekitar pukul 18.00 Wita. “Sudah Sabtu lalu, namun baru diketahui sejak tiga
hari belakangan ini. Korban yang masih duduk di kelas empat SD ini baru cerita kepada orangtuanya,” paparnya. Merta Anggara mengakui, cerita si anak ini pun dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut, hingga meresahkan para orangtua di desa setempat. Sementara itu, Merta Anggara baru mendapat laporan terkait informasi itu, Sabtu (14/9). Menyikapi keresahan warga, ia bersama aparat desa beserta Babinsa dan Bhabinkamtibmas akhirnya mendatangi si anak yang baru duduk di sekolah dasar itu. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pengakuan tersebut. “Dari pengakuan korban, memang benar ia sempat dibekap mulutnya dengan tisu saat ia mengalami kecelakaan menggunakan
sepeda gayungnya,” katanya. Menurut Merta Anggara, dugaan penculikan itu terjadi di seputaran perbatasan Banjar Banda dengan Bonbiyu. Awal kejadiannya saat GDMP sedang bersepeda mengalami kecelakaan dengan dua orang terduga pelaku yang menggunakan sepeda motor. Saat korban jatuh, si pelaku ini menolong korban sambil menutup mulut korban menggunakan tisu yang diduga berisi bius. Pada waktu bersamaan, sejumlah warga datang sehingga diduga pelaku mengurungkan aksinya, dan GDMP bisa diselamatkan dikira hanya jatuh biasa. Sedangkan sepekan berlalu, korban baru bercerita orang yang diajaknya tabrakan tersebut sempat menutup mulutnya menggunakan tisu yang berisi bius. “Kasus ini masih
kami dalami dan belum dilaporkan ke pihak kepolisian, agar kami juga tidak gegabah dan menimbulkan berita hoax nantinya,” katanya. Disinggung apakah di desanya tersebut rawan kasus penculikan ataupun kejahatan? Merta Anggara mengatakan, selama ini aman-aman saja. Sedangkan kasus pencobaan penculikan ini baru pertama kali terjadi di desanya. Selain mengimbau masyarakat setempat agar lebih waspada, ia mengaku akan menyampaikan kasus tersebut dalam rapat bulanan yang akan datang di desa setempat. “Berbekal informasi tersebut, kami sudah informasikan kepada para orangtua agar lebih mengawasi anak-anaknya saat bermain,” tegasnya. Sementara itu, Kapolsek Blahbatuh Kompol Ketut
Dwikora mengatakan, polisi meliputi Babin, intel hingga Reskrim Polsek Blahbatuh sudah turun mendalami informasi tersebut. Alhasil, perwira melati satu di pundaknya ini memastikan tidak ada insiden percobaan penculikan. ” Itu (penculikan - red) tidak ada, miskomunikasi saja antara anak itu dengan yang disangka pelaku,” tegasnya. Dwikora mengatakan, sesuai hasil penelusuran polisi, yang terjadi bukanlah penculikan. Kala itu sesunguhnya GDMP ditolong oleh orang yang diduga pelaku. “Kejadianya di dekat Bonbiyu. Padahal, ia ditolong karena rumahnya jauh. Begitu dekat rumahnya (Balai Banjar Banda - red) terjadi serempetan, selanjutnya anak ini langsung turun dan lari,” tegasnya. (kmb35)
Blangko Kosong
Layanan SIM Keliling Ditiadakan Menurut Kanit Regident Satlantas Polres Gianyar Ipda Untung Laksono, persediaan blangko SIM memang kosong sejak sebulan terakhir. Hal itulah yang menyebabkan mobil layanan SIM keliling harus off untuk
sementara waktu. “Kondisi ini terjadi hampir di seluruh Indonesia. Sehingga untuk pelayanan SIM keliling sementara kami tiadakan dan dialihkan ke Kantor Polres Gianyar,” jelasnya. Sebagai gantinya, kata
Untung Laksono, masyarakat pemohon SIM diberikan Surat Keterangan (Suket) sementara. Suket ini fungsinya sama dengan SIM, hanya saja bersifat sementara dan harus diganti lagi ketika blangko SIM telah datang. “Semen-
tara kita berikan lembaran SIM sementara,” jelasnya. Akibat kondisi itu, polisi sudah cukup banyak menerbitkan Suket, bahkan tercatat sebanyak 422 Suket telah dicetak untuk pemohon SIM yang tak kebagian blangko terhitung hingga Kamis (12/9). “Per Kamis lalu sudah mencetak 422 Suket,” terangnya. Untung Laksono menambahkan, keterlambatan pengiriman blangko SIM dari
Gianyar (Bali Post) Pelukis tanda tangan I Kadek Rudiantara atau yang dikenal Aboedt Art ini membuat karya lukis untuk mengenang Presiden Republik Indonesia yang ketiga Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie yang wafat beberapa waktu lalu. Lukisan itu dibuat dengan menghias desain tanda tangan almarhum, lengkap dengan gambar pesawat. Lukisan itu lantas dipamerkan keliling hingga ke Buleleng. Aboedt mengaku tanda tangan almarhum BJ Habibie sengaja dilukis menjadi sebuah pesawat terbang terinspirasi
dari semangat Presiden ketiga RI itu. “Melukis tanda tangan ini saya terinspirasi dari semangat beliau, khususnya segala perjuangan beliau untuk negara ini. Selain itu juga turut berduka atas meninggalnya beliau,” paparnya saat ditemui, Minggu (15/9) kemarin. Setelah lukisan tersebut rampung, lantas dipamerkan sepanjang jalan, dari Ubud hingga ke Singaraja. Dikatakan, ia melakukan pameran sepeda motor di Singaraja dibarengi dengan pameran lukisan sosok presiden yang ia kagumi tersebut. “Sebentar lagi saya keliling lagi ke Singaraja. Lukisan ini
mau dipakai pameran, bawa motor ini juga,” ungkapnya. Menurut Aboedt, menjadi seorang seniman jalanan baru ditekuninya sejak empat tahun lalu. Hal ini berawal dari mulai memiliki sosial media. Kala itu ia berpikir membuat sebuah lukisan dan karya seni, selanjutnya diunggah dalam media sosial miliknya tersebut. “Awalnya bingung. Karena saat melihat Facebook banyak teman-teman yang memposting status yang sepele dan tidak bermanfaat. Saya coba untuk pamerkan hasil karya di sana setelah keliling mengendarai sepeda motor ini,” terangnya. (kmb35)
LUKISAN - Aboedt menunjukkan lukisan TTD Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie, Minggu (15/9) kemarin.
Gianyar (Bali Post)-
Sejumlah pengunjung Car Free Day (CFD) di Taman Kota Gianyar mengeluhkan tidak adanya layanan mobil SIM keliling di areal tersebut, Minggu (15/9) kemarin. Pasalnya, kondisi di lapangan tidak sesuai dengan jadwal pelayanan keliling yang diposting pada media sosial. Jajaran Polres Gianyar menerangkan hal ini terjadi karena kosongnya persediaan blangko SIM.
Mabes Polri itu berkaitan dengan peralihan update program SIM lama ke Smart SIM. Akibat kondisi itu, hingga kini material blangko SIM belum diterima. Pihaknya menegaskan, meski blangko kosong masyarakat tetap dilayani untuk pembuatan SIM baru maupun perpanjangan. “SIM akan segera dicetak bila material sudah datang. Jadi, sementara Suket ini bisa dipergunakan,” tegasnya. (kmb35)
Aboedt Lukis Tanda Tangan BJ Habibie di Ubud
Bali Post/kmb35
Senin Wage, 16 September 2019
Bangun TPS di Pekutatan Bertentangan dengan Pergub Negara (Bali Post) – Aktivitas perataan, pembabatan pohon dan pembersihan lahan di Banjar Pasar tepatnya Selatan jembatan Pekutatan akhirnya terkuak. Meskipun penggarapan sudah berjalan hampir sebulan, sosialisasi terkait TPS itu baru dilakukan Kamis (12/9) lalu. Selain itu, dari pihak pelaksana proyek baru memasang papan nama pekerjaan, Sabtu (14/9) lalu. Di lahan yang disebut tanah pelaba desa adat itu akan dibangun Tempat Pengolahan Sampah (TPS) untuk mendongkrak pendapatan desa. Tetapi, pembuatan TPS ini sejatinya masih menuai polemik di masyarakat.
Bali Post/olo
PAPAN NAMA - Papan nama proyek pembangunan TPS di Banjar Pasar, Desa Pekutatan yang baru terpasang, Sabtu lalu, meskipun pengerjaan sudah hampir sebulan. Salah satu bangunan yang dibangun digunakan untuk tungku bakar sampah.
Kemarau, Petani Tunda Tanam Padi
Negara (Bali Post) – Musim kemarau yang terjadi hingga September ini, juga berdampak pada sektor pertanian. Beberapa Subak di Jembrana merubah pola tanam dengan kondisi minimnya air pengairan ini. Subak yang semestinya menanam padi ketiga tahun ini, terpaksa merubah masa tanamnya. Seperti yang dialami di Subak Tamblang, Jembrana yang mencakup persawahan di Desa Dangin Tukadaya dan Desa Batuagung. Subak ini menunda waktu tanam lantaran pasokan air untuk irigasi sangat kecil. Hal tersebut dipicu debit air dari Bendung Jero Pengentuh yang turun. Klian Subak Tamblang, Gusti Suantra, Minggu (15/9) kemarin mengatakan, semestinya saat ini Subak sudah melakukan pola tanam padi ketiga-kalinya. Namun, karena kondisi kering seperti ini, waktu tanam padi di Subak seluas 47 hektar yang semestinya pada bulan Oktober ini, diperkirakan mundur sampai Februari tahun de-
Selain lokasi yang berada di dekat rumah warga, juga terkait pengerjaan dari desa yang terkesan diam-diam. Meski dilakukan sudah sebulan, baru terpasang papan nama proyek. Ditambah lagi, dalam program yang diterapkan dalam pengolahan sampah itu disinyalir bertentangan dengan peraturan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali dan Peraturan Daerah (Perda) Jembrana. Salah satu bangunan yang dibangun
menggunakan anggaran desa tersebut, diketahui untuk pembangunan tungku pembakaran sampah. Padahal sesuai Perda nomor 8 tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah, dilarang membakar sampah. Lebih rinci lagi, dalam Bab XV pasal 46 tentang Larangan, jelas disebutkan tiga poin larangan membakar sampah apapun. Justru, pemerintah desa membangun mengunakan dana desa untuk tungku Pem-
bakaran Sampah. “Ini juga menjadi pertanyaan, kalau memang sudah direncanakan matang pengolahan sampah, tapi di proyek juga ada pembakaran sampah. Berlawanan dengan Perda dari pemerintah daerah sendiri,” tandas salah seorang warga, Minggu (15/9) kemarin. Apalagi, kawasan Pekutatan merupakan kawasan Pariwisata. Dari pengamatan, pascadipertanyakan warga, pengerjaan sempat berhenti selama beberapa hari. Baru setelah papan nama terpasang pada akhir pekan lalu, pekerjaan kembali berjalan. Dalam papan nama yang dipasang, ada dua pekerjaan. Pertama, untuk pembangunan gedung TPS senilai Rp 160.540.999 dengan sumber dana DDS. Pekerjaan kedua, Pembangunan Tungku Pembakaran Sampah, senilai Rp 31.316.386 bersumber dari DDS. Kedua pekerjaan yang
bersamaan ini dengan sistem pekerjaan swakelola. Sementara itu, Pjs. Perbekel Pekutatan Nyoman Sukesajayasa sebelumnya mengungkapkan, pengerjaan TPS ini sudah direncanakan matang oleh desa setahun lalu. Dan baru tahun ini bisa dikerjakan. Begitu juga dengan penetapan lokasi tanah yang dibangun, merupakan lahan pelaba desa adat. Dan sertifikat pelaba desa itu sudah keluar tahun 2019 ini. Karena itu desa menganggarkan APBDes untuk membangun TPS meskipun berdekatan dengan rumah warga dan sungai. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana I Wayan Sudiarta menegaskan, pengelolaan sampah dengan cara membakar sampah bertentangan dengan Perda dan Pergub Bali tentang pengelolaan sampah. (kmb26)
pan. “Tidak bisa menerapkan pola tanam ketiga tahun ini. Musim kemarau masih berlangsung dan debit air dibendung kecil,” terangnya. Subak tersebut bergantung dari Bendung Jero Pengentuh. Setelah dirinya mengecek, ternyata air masih jauh di bawah. Karena itu, untuk mengisi masa waktu kosong selama masa tanam padi itu, maka rencananya akan dikosongkan. Termasuk untuk tanam palawija tidak memungkinkan. “Kita menunggu sampai ada hujan turun dan diperkirakan baru Februari pola tiga baru bisa dilaksanakan,” terangnya. Sementara untuk panen padi kedua tahun ini, menurutnya, di Subak ini tergolong berhasil. Seperti yang dilakukan kemarin, para petani memanen padi mereka. Bibit yang digunakan jenis Chierang dan Infari 42. Rata-rata per hektare panen 6,5 ton hingga 7 ton. Musim panen ini petani juga mendapat harga gabah Rp 260 ribu hingga Rp 300 ribu per arenya. (kmb26)
Korban Tenggelam Dijemput Keluarga Negara (Bali Post) Jenazah buruh bangunan Saiful Bahri (27) asal Dusun Bunder RT 1/RW 15 Kecamatan Pakusari, Jember, Jawa Timur yang ditemukan mengambang di Selat Bali, Sabtu (14/9) siang akhirnya dijemput istri korban. Diana Siska Febrianti (27) datang menjemput jenazah korban di kamar jenazah RSU Negara. Dari informasi Minggu (15/9), istri korban mengaku sebelum ditemukan, suaminya yang bekerja sebagai buruh di salah satu proyek di Jalan Pidada Ubung Denpasar, sempat pamit dari kos sekitar pukul 06.00 Wita. Dia mengenakan pakaian lengkap, namun tidak diketahui jelas tujuannya. Istri korban yang mengaku sudah merantau bersama korban ke Bali enam tahun lalu menuturkan korban memang sering mengeluh masalah ekonomi dan hingga kini masih tinggal menumpang di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Jember. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogi Paramagita dikonfirmasi, Minggu menyatakan jenazah ayah satu anak ini, setelah dijemput istrinya, sudah dibawa ke rumah duka di Jember, Minggu (15/9) dini hari, sekitar pukul 01.00 Wita. Kendati penyebab kematian korban belum diketahui, namun pihak keluarga mengikhlaskan kepergian korban dan menolak untuk dilakukan otopsi. “Kat-
Bali Post/olo
Atap – Atap Wantilan di KR Jagatnata yang dikerjakan tahun 2018 lalu nampak dibongkar kembali akhir pekan lalu. Pengerjaan tahap 2018 itu, ternyata berujung pada PTUN.
Kontrak Diputus, Rekanan PTUN-kan PPK
Bali Post/kmb
JUKUNG - Jenazah Saiful Bahri saat diturunkan dari jukung warga. Korban yang buruh bangunan di Denpasar tersebut, Minggu dini hari kemarin sudah dijemput keluarganya. anya mereka memang sering ribut dan korban sering mengeluhkan masalah ekonomi. Tapi keluarga menolak jenazah korban diotopsi,” tandasnya. Diberitakan sebelumnya, jasad warga Jember, Jawa Timur ini ditemukan oleh nelayan yang sedang memancing di Gilimanuk, Sabtu (14/9) siang. Jasad korban ditemukan Ismail (32) asal Kalipuro, Banyuwangi dan Sukir (43) Lingkungan Penginuman, Gilimanuk saat perjalanan kembali ke darat menggunakan jukung. Mayat tersebut mengambang sekitar 300 meter dari bibir pantai Monumen Lintas Laut Jawa-
Bali, Cekik, Gilimanuk. Selanjutnya mayat laki-laki tersebut diangkut menggunakan jukung milik Sukir dan dibawa ke pantai Gilimanuk. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Satpolair Polres Jembrana di Gilimanuk dan Polsek Kawasan Laut Gilimanuk. Dari hasil identifikasi dengan menggunakan alat INAFIS Portable System, mayat tersebut teridentifikasi warga Jember, Jawa Timur, yakni Syaiful Bahri. Sementara berdasarkan pemeriksaan luar terhadap mayat yang dilakukan oleh dokter dari Puskesmas Gilimanuk tidak ditemukan adanya tanda kekerasan. (kmb26)
Negara (Bali Post) Proyek pembangunan Kebun Raya (KR) Jagatnatha tahun 2018 lalu berujung pada gugatan hukum. Pihak rekanan proyek senilai Rp 10 miliar ini, PT MBPS, menggugat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja (Satker) Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Bali, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Gugatan ini terkait pemutusan kontrak pekerjaan. Rekanan menilai PPK, tidak memberikan waktu melakukan klarifikasi sehingga pemutusan itu dinilai cacat hukum. I Made Arnawa, penasihat hukum PT MBPS, Minggu (15/9) kemarin membenarkan adanya gugatan PTUN ini. Proyek yang dikerjakan PT MBPS bersumber dari
APBN itu yang digugat terkait pemutusan kontrak pekerjaan. Pihak rekanan telah serah terima pada 12 Desember 2018 lalu, dan melakukan kewajiban pemeliharaan selama 6 bulan. Tetapi setelah hasil pemeriksaan pemeliharaan diserahkan pada perusahaan, disebutkan di sana ada memutus kontrak. Menurutnya, apabila pekerjaan pemeliharaan tidak sesuai, ada keputusan lagi. Tetapi faktanya langsung putus kontrak. “Pekerjaan sudah selesai dan pemeliharaan sudah dikerjakan,” terangnya. Jaminan masa pemeliharaan senilai 5% dari nilai proyek yang semestinya dicairkan karena rekanan sudah mengerjakan, tidak dicairkan. PPK Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Bali, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,
Ketut Suarta, dikonfirmasi membenarkan adanya gugatan ke PTUN tersebut. Tetapi, PPK akan menghadapi prosesnya dan sudah siapkan langkah untuk menghadapi gugatan tersebut. Pembangunan KR Jagatnata ini pada tahun 2018 lalu dikerjakan Kontraktor pelaksana PT Mari Bangun Persada Spesialis (MBPS). Dari kontrak awal, pengerjaan bersumber dari APBN ini diberikan waktu masa pengerjaan 180 hari dari 26 April hingga 22 Oktober 2018. Namun hingga batas waktu Oktober itu, molor dan baru rampung pada Desember 2018. Proyek dengan pengawasan dari Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi Bali, dikenai pinalti denda keterlambatan sebesar Rp 500 juta lebih. (kmb26)
Senin Wage, 16 September 2019
Musim Kemarau, Debit Air di Embung Karangasem Menurun
Amlapura (Bali Post) Jumlah embung yang tersebar di sejumlah kecamatan mencapai belasan embung. Dari jumlah embung yang ada, di musim kemarau saat ini debit airnya mengalami penurunan. Hal itu diungkapkan Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Karangasem I Made Wiguna, Minggu (15/9) kemarin.
TATA - Taman Jagat Karana kembali ditata.
Bali Post/kmb41
Taman Jagat Karana di Dekat Stadion Kembali Ditata
Amlapura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Karangasem kembali melakukan penataan terhadap taman Jagat Karana yang lokasinya berada di sebelah Stadion Wikrama Mandala, Amlapura. Anggaran yang digelontorkan untuk penataan tersebut mencapai Rp 1,2 miliar lebih. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Karanagsem I Gusti Ngurah Kartika, Minggu (15/9) kemarin mengungkapkan, anggaran yang digelontorkan untuk penataan objek tersebut mencapai Rp 1,2 miliar lebih. Kata dia, untuk masa pengerjaannya selama 120
hari sejak 5 Agustus lalu. Saat ini penataan sedang berlangsung. ”Sekarang masih dikerjakan. Target pengerjaan rampung 2 Desember mendatang,” ujarnya. Kartika menambahkan, fasilitas yang ditambah nantinya merupakan fasilitas pendukung yang selama ini masih belum ada. Mulai dari fasilitas taman, permainan anak-anak, jalan lingkar paving, tiang bendera, pembuatan papan nama stadion, outdoor fitness, skate board dan yang lainnya untuk memberikan kenyamanan kepada para pengunjung. Pasalnya, selama ini masyarakat yang berkun-
jung ke tempat tersebut cukup banyak. “Dengan tambahan sejumlah fasilitas, nantinya objek tersebut semakin ramai dikunjungi oleh warga,” katanya. Sementara itu, salah seorang warga Aryaningsih mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung adanya penataan taman ini. Pasalnya, selama ini warga yang berkunjung sangat ramai. Namun fasilitas yang ada selama ini masih minim. “Saya harap dengan penataan ini nantinya fasilitas pendukung bisa bertambah. Sehingga warga yang berkunjung bisa lebih puas dan menikmati objek ini,” ujarnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
TKP - Petugas kepolisian Polsek Rendang saat melakukan olah TKP.
Diduga Depresi Sukini Nekat Gantung Diri
Amlapura (Bali Post) Kasus warga meninggal dengan cara gantung diri kembali terjadi di Karangasem. Kali ini adalah Ni Wayan Sukini asal Dusun Alasngandang, Desa Pempatan, Rendang, Minggu (15/9) kemarin. Korban nekat menggantung lehernya di pohon kopi. Hal ini diduga karena korban mengalami depresi berat. Berdasarkan informasi yang dihimpung dilapangan, sebelum ditemukan tewas gantung diri di kebun miliknya, pada Sabtu (14/9) korban biasa tidur di kamarnya sekitar pukul 22.00 Wita. Sedangkan ketiga anaknya tidur di kamar tamu. Pada Minggu kemarin sekitar
pukul 05.30 Wita, anak korban I Wayan Endrawan dan korban seperti biasa melakukan aktivitas memasak. Dan berselang sesaat, anak korban tidak lagi melihat korban di dapur. Karena tidak ada di dapur, Endrawan terus mencari ibunya di belakang rumahnya. Betapa kagetnya, sampai dibelakang rumah dia melihat ibunya sudah tergantung di pohon kopi. Setelah itu, dia berusaha untuk membangunkan ayahnya I Nengah Terus. Kapolsek Rendang AKP Made Sudartawan membenarkan adanya kasus warga gantung diri di Dusun Alasngandang, Desa Pempatan. Katanya dia menerima adanya
laporan tersebut, pihaknya langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Pengecekan jasad korban juga dilakukan oleh tim medis dari Puskesmas Rendang. “Setelah dilakukan pemeriksaan oleh medis, di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban murni meninggal akibat gantung diri. Untuk dugaan sementara, korban nekat melakukan aksi itu karena mengalami depresi berat. Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi karena sudah menerima dengan iklas kepergiannya,” katanya. (kmb41)
Wiguna mengatakan, memasuki musim kemarau saat ini, debit air yang ada disejumlah embung yang ada hampir semuanya debit airnya menurun. Hanya saja debit air yang menurun tidak terlalu signifikan. Karena air masih ada, masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga
sekitar. “Dari 17 embung yang kita pantau di Dinas PUPR, untuk saat ini hampir semua embung debit airnya mengalami penurun. Tapi masalah berapa kibik penurunannya, kita
tidak tahu pasti. Yang jelas di musim kemarau ini debit air menurun,” ujarnya. Terkait kualitas air di sejumlah embung yang sudah sempat di cek Dinas Kesehatan yang mengandung Ecoli, Wiguna
menegaskan, kalau air yang terkandung Ecoli tersebut, dapat dikomsumsi oleh warga. Hanya saja, sebelum air dikonsumsi warga sudah diimbau untuk lebih dulu direbus. “Dinas Kesehatan menyatakan kalau air setelah di rebus lebih dulu tidak masalah untuk dikonsumsi. Untuk memberitahukan itu, kita sudah layangkan surat imbauan kepada masyarakat melalui perbekel setempat. Nanti dari Perbekel yang menginformasikan kepada warganya terkait itu,” katanya. (kmb41)
TURUN - Debit air di embung Batudawa, Kubu, Karangasem menurun di musim kemarau.
Bali Post/kmb41
BRI Serahkan Bantuan CSR Pembuatan Taman Bawah Laut kepada Warga Banjar Dinas Lebah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyerahkan bantuan berupa pembuatan Taman Bawah Laut dan sarana pendukung pariwisata kepada warga di Teluk Jemeluk, Banjar Dinas Lebah, Desa Purwa Kerthi, Abang, Karangasem, Minggu (15/9) kemarin. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Bisnis Kecil, Ritel dan Menengah BRI Priyastomo yang diterima secara simbolis oleh Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, selanjutnya diserahkan kepada Klian Banjar Adat Lebah I Nengah Suanda dan Klian Banjar Dinas Lebah I Wayan Suartana. Dalam acara kemarin, juga turut dihadiri oleh Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Ida Bagus K. Subagia, Kepala Audit Intern BRI Wilayah Denpasar Joni Alwadris, dan jajaran Muspida Kabupaten Karangasem. Direktur Bisnis Kecil, Ritel dan Menengah BRI Priyastomo mengungkapkan, bantuan yang diberikan kepada warga Banjar Dinas Lebah, Abang berupa pembuatan taman bawah laut ditujukan untuk menjaga dan memperbaiki terumbu karang yang sebelumnya rusak. Kata dia, diharapkan dengan terumbu karang yang bagus, nantinya para wisatawan domestik maupun mancanegara bisa terus berdatangan ke Jemeluk Amed ini. “Kami sangat berharap bantuan yang diberikan ini bisa dijaga oleh masyarakat
setempat. Tidak boleh lagi ada warga yang memancing atau mencari ikan di pinggir-pinggir pantai. Kalau seperti itu, nantinya tidak ada wisatawan yang mau berkunjung ke sana, ikan kosong dan terumbu karangnya rusak,” ungkapnya. Priyastomo menambahkan, bantuan yang diberikan ada dua, yakni CSR untuk pembuatan taman laut sebesar Rp 55.434.000 dan CSR dalam bentuk sarana untuk mendukung pariwisata di Amed sebesar R. 100.000.000. Jelas dia, sarana pendukung yang akan dibuat adalah tempat para
penyelam untuk memakai peralatan dan pakaian diving sebelum melakukan aktivitas menyelam di laut. “Dengan pembuatan itu, akan lebih memudahkan turis untuk menyelam dan mengurangi risiko kecelakan,” katanya sembari menyatakan, selama ini bantuan yang diberikan yakni berupa CSR untuk pendidikan, tempat-tempat ibadah, pelestarian alam, bantuan sosial, sarana yang dipakai untuk masyarakat umum, dll. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengungkapkan, pihaknya
SERAHKAN - Direktur Bisnis Kecil, Ritel dan Menengah BRI Priyastomo saat menyerahkan bantuan CRS secara simbolis kepada Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, selanjutnya diserahkan kepada Klian Banjar Adat Lebah I Nengah Suanda dan Klian Banjar Dinas Lebah I Wayan Suartana.
sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan kepada karangasem. Tidak hanya CSR untuk biota laut, tapi juga bisa membantu disekitar dunia pendidikan, UMKM dan yang lainnya. “Apa yang dberikan ini salah satunya untuk medukung kinerja dan kemajuan warga Karangasem, khususnya warga di Jemeluk, Banjar Dinas Lebah, Abang,” katanya. Mas Sumatri berpesan, kepada masyarakat Jemeluk supaya bisa secara bersamasama menjaga biota laut agar tidak mengalami kerusakan. Sebab, biota laut wajib dijaga untuk mendukung pariwisata di Amed. Pasalnya, banyak wisatawan yang melakukan diving di pantai ini. “Kalau terumbu karang rusak dan biota lautnnya tidak terjaga, maka mereka tidak akan mau berkunjung lagi ke sini untuk melihat keindahan bawah laut,” tegas Sumatri. Sementara itu, Klian Banjar Adat Lebah I Nengah Suanda mengucapkan banyak terima kasih kepada BRI yang sudah berkenan membantu. Kata dia, bantuan ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai tolok ukur untuk mengembangkan wisata di Jemeluk. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Karena bantuan ini, diharapkan perekonomian warga ke depannya bisa terus meningkat dan lebih sejahtera. Serta dapat membantu dalam pengentasan kemiskinan di wilayahnya,” jelas Suanda. (kmb41)
Senin Wage, 16 September 2019
Pemkab Klungkung ”Muspayang Pujawali” Parahyangan Agung Jagatkartha Gunung Salak Bogor
GUNUNG SALAK - Bupati Suwirta bersama Ny. Ayu Suwirta saat melaksanakan persembahyangan di Parahyangan Agung Jagatkartha Taman Sari Gunung Salak Bogor, Sabtu (14/9).
Gelgel Bangun Pasar Desa Tanpa APBD Semarapura (Bali Post) -
Para pedagang Pasar Desa Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung kini menempati gedung baru. Desa Adat Gelgel telah merampungkan pembangunan Pasar Desa Swecapura dengan anggaran Rp 800 juta. Menariknya, Desa Adat Gelgel mampu merevitalisasi pasarnya sendiri, tanpa bantuan APBD.
Bali Post/gik
PASAR DESA - Bupati Suwirta saat berkeliling Pasar Desa Swecapura Gelgel, Minggu kemarin. Kepala Pasar Swecapura Wayan Suparta mengatakan, revitalisasi pasar ini bersumber dari penghasilan pasar itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa Desa Adat Gelgel, yang mewilayahi tiga desa dinas ini, sebagai desa yang mandiri. “Pasar ini sudah ada dari zaman kerajaan, yang berjualan pun dari semua kecamatan yang ada di Klungkung Daratan,” ujar Suparta. Ia berharap dengan revitalisasi ini bisa membuat
pedagang lebih nyaman serta aman berjualan. Namun, ia juga meminta para pedagang untuk menjaga kebersihan pasar serta harus belajar memilah sampah organik dan anorganik dan membuang ke tempat sampah yang sudah disiapkan. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta juga sempat datang ke Pasar Desa Swecapura, Minggu (15/9) kemarin. Bupati Suwirta, juga lega melihat hasil akhir pasar desa
ini, karena dibangun tanpa APBD. Ini sebagai salah satu contoh yang baik, dalam mewujudkan kemandirian desa. Tanpa campur tangan pemerintah, Desa Gelgel sudah bisa merevitalisasi pasar desa dengan penataan konsep pasar yang sama atau setara dengan standar pasar yang ada di Klungkung. Tidak hanya menjadi tempat bertransaksi, dengan merevitalisasi pasar ini, aktivitasnya nanti dapat lebih menghidupkan roda perekonomian di desa. Sekaligus bisa meningkatan pendapatan desa adat. Sehingga pembangunan desa adat dapat berjalan lebih baik dan mendukung proyeksi desa wisata yang sedang berkembang. Setelah sempat berkeliling pasar, Bupati Suwirta meminta agar jumlah tempat sampah ditambah. Agar kebersihan pasar tetap terjaga dan masyarakat dapat membuang sampah pada tempatnya. Pengurus pasar juga diminta membina para pedagangnya agar mau tertib dan menjaga kebersihan. (kmb31)
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Ayu Suwirta, Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra dan OPD terkait menghadiri Pujawali Parahyangan Agung Jagatkartha, Taman Sari Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat pada Purnama Sasih Katiga, Sabtu (14/9) lalu. Bupati Suwirta bersama rombongan berbaur dengan krama pamedek dari penjuru Nusantara mengikuti persembahyangan bersama. Pujawali ke-14 tahun 2019 di-puput Ida Pedanda Oka Jelantik dari Geria Bogor,
Ida Pedanda Istri Buruan Lor dari Geria Halim dan Ida Pedanda Singarsa dari Geria Cimahi. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan, persembahyangan serangkaian Pujawali Parahyangan Agung Jagatkartha Taman Sari Gunung Salak sebagai wujud sradha bhakti ke hadapan Ida Batara yang berstana di sini. Melalui upacara ini, Bupati berharap umat sedharma selalu diberikan perlindungan dan kerahayuan serta diberikan tuntunan dalam melanjutkan pembangunan di Kabupaten
Klungkung. “Semoga melalui upacara ini seluruh umat selalu diberikan perlindungan dan kita di Kabupaten Klungkung diberikan tuntunan dalam melanjutkan pembangunan,” ujar Bupati Suwirta. Panitia Pujawali Parahyangan Agung Jagatkartha Taman Sari Gunung Salak Bogor ke-14 I Gede Darma Yusa menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi Pemkab Klungkung dalam pelaksanaan pujawali ini. Menurut Dirga Yusa, rangkaian pujawali diawali dengan prosesi Nedunang
Ida Batara, Ngebejiang, lan Murwa Daksina sebelum nantinya kalinggihang di masing-masing palinggih. Prosesi dilanjutkan dengan menggelar upacara Pacaruan Manca Sata dan Padudusan. Upacara ini diiringi Topeng Sidakarya, tari Rejang Dewa, Baris Gede dan Wayang Lemah. Upacara Nyineb dilaksanakan Minggu (15/9), diawali dengan persembahyangan bersama, Nedunang dan Murwa Daksina. “Kami atas nama panitia dan pangempon mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Klungkung,” ujar Darma Yusa. (ad506)
Bakti Sosial ”Peduli dan Berbagi” LPK Glory International Cruise Knowledge Klungkung
Tanamkan Peduli Lingkungan, Bantu Warga Kurang Mampu hingga Donor Darah
LPK Glory Internasional Cruise Knowledge tidak hanya mematangkan siswanya dengan kemampuan kerja ke kapal pesiar, juga menanamkan jiwa sosial, agar anak-anak didiknya tumbuh sebagai generasi yang unggul dan berbudi pekerti luhur. Mengisi kegiatan usai Ujian Tengah Semester, LPK Glory menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk “Peduli dan Berbagi” selama tiga hari, 12-14 September lalu. Siswa diajarkan bagaimana menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, kepedulian terhadap warga kurang mampu hingga berjiwa sosial dengan rutin berdonor darah. Kegiatan ini sebagai wujud pelaksanaan konsep Tri Hita Karana yang tertuang dalam visi dan misi Lembaga Pelatihan Kerja yang bernaung di bawah Yayasan Ganesh Aksara Wiguna ini. Peduli lingkungan hidup diimplementasikan dengan ngaturang ngayah mareresik di areal Pura Penataran Agung serta Pura Dalem Agung, Klungkung pada Kamis (12/9) lalu. Kemudian, pada hari kedua, dilanjutkan dengan bakti sosial dengan memberikan bantuan kepada warga kurang mampu di sejumlah desa di Klungkung dan Karangasem. Total, ada warga kurang mampu yang dibantu di tujuh dusun, tersebar di empat desa, seperti di Desa Akah, Gunaksa, Tangkup dan di sekitar lingkungan LPK Glory di Jalan Ngurah Rai Nomor 99 Semarapura Kauh. Pada hari terakhir, Sabtu (14/9) lalu, diisi dengan kegiatan donor darah, yang dipusatkan di LPK Glory. Warga LPK, baik staf, manajemen, siswa hingga sejumlah komunitas, nampak begitu antusias mengikutinya. Mengingat kebutuhan darah begitu vital bagi yang membutuhkan. “Bakti sosial LPK Glory ini, digelar rutin setiap tahun. Ini sebagai wujud nyata kepedulian kami terhadap
sesama, sekaligus membangun rasa kemanusiaan dan persaudaraan pada manajemen, staf, instruktur maupun siswa,” kata Ketua Panitia Kegiatan Bakti Sosial Putu Sukardiawan. Operation Manager LPK Glory Ida Bagus Putra Astawa menambahkan, bakti sosial ini sebagai bagian dari proses pembelajaran. Tujuannya, mampu membentuk karakter sekaligus menunjukan kepada anak didik, bagaimana wujud nyata kepedulian kepada lingkungan maupun sesama. Setelah ini, siswa akan merasa bersyukur atas apa yang dimiliki saat ini. Ketua Yayasan Ganesh Aksara Wiguna Ketut Suarnata menegaskan, berbagi tidak harus menunggu jadi kaya. Namun, bagaimana mampu memberikan
sesuatu yang berguna dengan ketulusan dan keikhlasan. “Kami berharap peserta didik dapat mengambil hikmahnya. Apalagi untuk anak muda agar mengetahui bagaimana kehidupan nyata di lingkungan sekitar,” tegasnya. Kepala Dusun Sangging, Desa Akah, Wayan Sulitra, menyampaikan terima kasih kepada LPK Glory, karena sudah tulus membantu warganya. Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh kadus di desa lainnya yang sudah dibantu LPK Glory. Ucapan terima kasih juga datang dari PMI Klungkung. Kabag Pelayanan Umum PMI Klungkung, Nyoman Alit, sangat mengapresiasi kepedulian LPK Glory, sekaligus berharap ke depan agar donor darah dapat dilaksanakan secara rutin. (ad500)
PIAGAM - PMI Klungkung saat menyerahkan piagam kepada LPK Glory atas partisipasi dalam kegiatan donor darah.
Senin Wage, 16 September 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Travel bth Staff Accounting & Reservation Hub.08123803997
*Cr Security SIMA,SpaTherapist REBORNspa,Jl.SunsetA1P:766744
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818
B.BP.001.09.19.0000496
Cr Pembantu rumah tangga premp Gj.1,7jt,tidur dlm, 081934342727
B.BP.001.09.19.0000488
Dcr 1 Sopir,KTP Bali,umur Max. 25th Hub:082145997989
B.BP.001.09.19.0000473
Dcr 2 pembantu bisa masak,Tdur dalam&bersih2Hub:082145997989
B.BP.001.09.19.0000472
Dicari Admin Wanita Hub:0361-499124/08123965387 B.BP.001.09.19.0000441
Dicr Tkg Ukur,Tkg Cheking(QC), Pnjahit Dlm&Pngepul Kaos Bpglm Jl .P.Ambon 25S Dps/08172363000 B.BP.001.09.19.0000451
B.BP.004.09.19.0000367
G.01
Urgent Req:Junior Chef for 3 star Htl in Ubud min 2yrs exp contact:+6287761443431 ASAP
B.BP.001.09.19.0000479
MESIN Djl 1bh Genzet Body Silent ex Caterpilar 80KVA kondisi sngt istimewa minat H.081338528811
SERVICE
SERVICE
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
BIRO JASA
B.BP.001.09.19.0000321
KEHILANGAN Hlg BPKB No.7122051-O an.Badan Perpustakaan Daerah Prov Bali
B.BP.012.09.19.0000456
Hlg BPKB No.L.07084771-O an. Ni Md.Darmi Nusa Indah,K.asem
BENGKEL LAS
B.BP.012.09.19.0000455
PROPERTY DIJUAL TANAH
Djl Tnh Jl.Gn.Talang,GnSoputan Marlboro,Padang.Galak & Ruko Jl.Gajah Mada,Dps, 08155733388 B.BP.001.09.19.0000459 JEMBRANA
Segera ART/Pembantu Bisa kerja Tidur dalam 087860163160
Tnh 87A lok 250M utr Rest area Rambut Siwi Hp.08174792710 TP
B.BP.001.09.19.0000498
B.BP.001.09.19.0000492
Hlg BPKB No.L07083116-O an. Ida Nyoman Sugata,Karangasem
B.BP.012.09.19.0000454
SERVICE
SERVICE
BIRO JASA
Free
n
Desig
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228
B.BP.001.09.19.0000494
BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155
B.BP.001.09.19.0000334
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
Senin Wage, 16 September 2019
Program Pengembangan Desa Mitra LPPM Unud
Petani Desa Buahan Dilatih Olah Hasil Pertanian Organik
PELATIHAN - Kegiatan pelatihan pengolahan hasil pertanian, program PPDM di Desa Buahan Kintamani, Minggu (15/9) kemarin.
PROGRAM Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yang dilaksanakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana di Desa Buahan, Kintamani terus berlanjut. Dalam pelaksanaanya di tahun kedua ini, para petani binaan yang tergabung dalam kelompok tani organik Desa Buahan, Kintamani dilatih mengolah hasil pertanian bawang dan tomat organik menjadi produk bawang goreng dan saos siap jual. Kegiatan pelatihan yang diadakan di Desa Buahan, Minggu (15/9) kemarin, diharapkan dapat mendukung pengembangan Desa Buahan sebagai sentra agrowisata organic farming sekaligus penyelamatan Danau Batur. Dalam pelatihan pengolahan hasil pertanian organik, para petani diajarkan langsung membuat bawang goreng
dan saos tomat oleh Chef Eko Sulistyo dari Indonesia Chef Association. Para peserta tampak sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan dari awal hingga pengemasan. Menariknya, proses pembuatan bawang goreng dan saos tomat dilakukan dengan memanfaatkan bahan bakar biogas yang dihasilkan dari pengolahan limbah ternak sebagai bentuk kemandirian petani di bidang energi. Ketua Pelaksana kegiatan Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S. mengatakan, PPDM sudah dilaksanakan secara intensif sejak setahun yang lalu. Saat ini pelaksanaannya telah memasuki tahun kedua. Dalam pelaksanaan PPDM selama ini, pihaknya memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat petani dan peternak di Desa Buahan mengenai pengin-
tegrasian pertanian organik dengan ternak menjadi paket agrowisata dengan sistem organik terpadu SaBiCaTaA (Sapi-biogas-cacing-tanah-ikan, tanaman organik, lebah dan agrowisata). Tujuannya dapat memberikan nilai tambah tentang pemahaman pertanian organik, pengolahan limbah ternak dan manfaatnya secara ekonomi produk tanaman sayuran dan sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan para petani. “Program ini juga menyelesaikan permasalahan di danau. Karena semakin hari kondisi Danau Batur semakin rusak, baik dari segi kualitas air dan sedimentasi. Dengan program ini dapat mengurangi pencemaran,” terangnya. Lanjut dikatakan Kartini, di tahun kedua ini pihaknya memberikan pelatihan langsung kepada para petani tentang cara pengolahan hasil pertanian
organik menjadi produk siap jual, berupa bawang goreng dan saos tomat. Dengan tujuan menambah nilai ekonomis dari pertanian organik yang dihasilkan petani. Ketika nantinya harga hasil pertanian seperti bawang dan tomat murah, petani diharapkan bisa mengolahnya dengan memanfaatkan energi yang dihasilkan dari biogas sehingga tidak merugi. “Dengan peningkatan pendapatan, nantinya petani di sini bisa fokus di pertanian dengan sistem pertanian organik terpadu dan agrowisata. Kalau sudah berjalan bagus, Danau Batur pasti akan bersih dan lestari, masyarakat pendapatannya mencukupi dan sehat,” jelasnya. Dr. Kartini mengharapkan, sistem pertanian organik yang telah diterapkan di Desa Buahan ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya terutama 15
desa yang ada di kawasan Danau Batur. “Harapan ke depan Desa Buahan dan pertanian terpadu yang sudah ada di Yeh Mampeh Desa Batur Selatan bisa jadi tempat pembelajaran bagi petani di sekitar Danau dan petani di seluruh Bali juga Nusantara,” imbuh Ketua Forum Danau Nusantara itu. Ketua Kelompok Tani Organik Desa Buahan, Kintamani I Nyoman Tara mengungkapkan, pertanian dengan sistem organik memberikan banyak keuntungan bagi petani. Hasil panen yang didapat dari pertanian sistem organik jauh lebih tinggi dibandingkan pertanian dengan menggunakan kimia. Pihaknya mengapresiasi program yang dilaksanakan LPPM Unud. Pihaknya berharap LPPM Unud bisa terus memberikan pendampingan terhadap kelompoknya. (ad502)
OLAHRAGA
Senin Wage, 16 September 2019
15
Teco Puji Lini Pertahanan
Gianyar (Bali Post) – Hasil imbang yang diraih tim Serdadu Tridatu saat laga tandang kontra tuan rumah Bhayangkara FC memang wajib untuk disyukuri. Satu poin tersebut cukup untuk membuat tim Serdadu Tridatu menjaga jarak di puncak klasemen sementara kompetisi Shopee Liga 1 2019.
Stefano Cugurra
Petarung Badung dan Gianyar Berbagi Medali Emas Tabanan (Bali Post) Tarung derajat Porprov Bali 2019 diselenggarakan dari 12 – 15 September 2019 di Wantilan Beda, Tabanan. Hingga di hari final, Minggu (15/9) kemarin, petarung Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar berbagi medali emas. Petarung Badung berhasil membawa delapan medali emas, petarung Gianyar enam medali emas, dan petarung Denpasar harus puas menerima satu medali emas. Pertandingan yang disesaki oleh penonton, mendapat perhatian dari sang guru Haji A. Derajat atau AA Boxer yang datang ke Tabanan bersama tim juri dari Perguruan Tarung Derajat Pusat. Cabang tarung derajat pada Porprov XIV di Tabanan mempertandingkan sebanyak sembilan kelas untuk petarung putra, dan lima kelas di
petarung putri serta satu kelas seni gerak. Untuk delapan medali emas yang diraih petarung Kabupaten Badung, di antaranya untuk putra di kelas 58,1-61 kg diraih Gede Dicky Handika Putra, kelas 64,1-67 kg I Made Ardi Arimbawa, kelas 75,1-80 kg Andre Surya. Sedangkan untuk putri, emas disumbangkan dari kelas 50,1-54 kg diraih Ni Made Cyndy Agustina Dinata Putri, kelas 54,1 - 58 kg Ni Made Ratna Suwari, kelas 58,1 - 62 kg Ni Made Yogi Astrini, kelas 62,1 - 66 kg Kadek Krisna Dewi. Sementara di kelas seni gerak, I Made Dwika Wartama Putra dan I Made Panji Ambara Putra. Untuk enam medali emas Gianyar disumbangkan dari kelas 40,1–50 kg oleh I Komang Widana, kelas 52,1-55 kg diraih I Made Adi Pratama, kelas 55,1–58 kg diraih Rudi Nurudi,
kelas 61,1-64 kg diraih Dewa Komang Tridarma Putra, kelas 67,1-70 kg diraih I Nyoman Mardiana. Untuk putri emas disumbangkan oleh Ni Luh Putriku Rahayu di kelas 45,1-50 kg. Sementara untuk petarung Denpasar, medali emas hanya disumbangkan dari kelas 70,175 kg oleh Putu Sugantara. Sementara itu secara terpisah, Ketua Umum PC Tarung Derajat Gianyar Anak Agung Gede Oka Digjaya mengatakan medali emas yang diraih oleh petarung Gianyar sudah melampaui target. Di mana pada Porprov sebelumnya, Gianyar hanya memperoleh empat medali emas, namun kini di Tabanan mencapai enam medali emas, tiga medali perak dan medali perunggu. ‘’Kami ucapkan terima kasih buat para petarung Gianyar,’’ katanya. (kmb16)
Fasilitas MICE ‘’Ruang pameran atau ekshibisi ini memberikan kesempatan pelaku usaha untuk memperkenalkan dan memperjualbelikan produkproduknya. Fasilitas ini menjadi tempat pemasaran produk UMKM,’’ tegasnya. Bupati pun optimis, balai
budaya ini akan menjadi sumber pendapatan alternatif bagi Pemkab Badung. Selain pementasan atau pagelaran seni, tempat ini juga akan digunakan untuk fasilitas MICE baik skala lokal, nasional maupun internasional,’’ tegasnya. Untuk ini, Bupati merencanakan membentuk badan pengelola. ‘’Badan pengelola
sudah siap karena kami sudah siap dengan sumber daya manusia (SDM),’’ tegasnya. Penyelenggaraan event nasional maupun internasional, tegasnya, sangat cocok digelar di tempat ini. Hal ini karena akses sangat mudah didukung oleh infrastruktur jalan yang sangat baik serta fasilitas parkir yang memadai. ‘’Dengan fasilitas ini,
Hasil tersebut pun ditanggapi oleh pelatih kepala Bali United, Stefano Cugurra. Menurutnya, baik Bali United dan Bhayangkara FC sama-sama kesulitan menciptakan peluang lantaran solidnya lini pertahanan kedua tim. ‘’Ya, kami memang tidak mampu mencetak gol di pertandingan kemarin. Secara keseluruhan juga baik kami maupun Bhayangkara FC sama-sama kesulitan menciptakan peluang. Dari kami hanya ada dua peluang yang membentur mistar,’’
‘’Satu ruang oksigen berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Palangka Raya dan 11 sisanya di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas),’’ kata Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Andjar Hari Purnomo di Palangka Raya, Minggu (15/9) kemarin. Bagi warga yang merasa kesehatannya terganggu, kata Andjar, agar segera periksakan kesehatan ke pusat layanan kesehatan terdekat. Kalau merasa perlu oksigen bisa langsung datang ke ruang oksigen saat jam operasional. Sementara itu, berdasarkan pantauan, kebakaran di lahan kosong masih marak terjadi di Palangka Raya. Pemerintah Kota Palangka Raya pun menetapkan sekolah tingkat SD dan SMP libur selama tiga hari terhitung mulai 16 hingga 18 September 2019. Di Riau, Palang Merah Indonesia (PMI) mendirikan posko kesehatan untuk membantu korban kabut asap. ‘’Posko kesehatan itu kami dirikan di Markas PMI Provinsi Riau dan juga berkoordinasi dengan PMI kabupaten dan kota untuk
Ganggu Penerbangan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Tjilik Riwut Palangka Raya menyatakan jarak pandang di Kota Palangka Raya terbatas karena masih tebalnya kabut asap yang menyelimuti kota tersebut. ‘’Hari ini pukul 07.00 WIB pagi hingga siang tadi jarak pandang di Palangka Raya kurang dari 500 meter,’’ kata prakirawan BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian
sedang tidak dalam kondisi yang fit. ‘’Andhika tidak bisa kami turunkan karena mengalami sakit. Ricky Fajrin juga cedera setelah kembali dari Timnas. Untuk Lilipaly kondisinya bagus dan siap untuk bermain. Itu mengapa akhirnya kami menurunkan dia kemarin,’’ kata Coach Teco. Skuad Serdadu Tridatu sendiri akan kembali menjalani sesi latihan sebagai persiapan menghadapi laga selanjutnya kontra tuan rumah Persija Jakarta. (kmb33)
Gol Penalti Loloskan Badung
Tabanan (kiri) dan Badung (merah). Tabanan (Bali Post) Tim sepak bola Badung melaju ke babak final Porprov Bali 2019 setelah mengalahkan tuan rumah Tabanan dengan skor tipis 1-0 di Stadion Debes, Tabanan, Minggu (15/9) kemzrin. Satu-satunya gol itu didapat lewat tendangan penalti. Tabanan yang memainkan babak semifinal hanya dengan jeda satu hari setelah pertandbalai budaya sangat layak untuk penyelenggaraan event nasional maupun internasional,’’ katanya. Seusai memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan tari inagurasi. Salah satu penari menjemput Bupati untuk melepas anak panah serta penandatanganan prasasti sebagai pertanda balai budaya tersebut diresmikan. (ad504)
Posko Kesehatan melakukan upaya respons dengan mendistribusikan masker kepada masyarakat yang terdampak langsung kabut asap karhutla,’’ kata Kepala Markas PMI Provinsi Riau Amrina Ramli. Pihaknya juga sudah mendistribusikan ribuan masker PMI kabupaten maupun kota yang berada di bawah jajaran PMI Provinsi Riau, serta membagikan masker N95 untuk para petugas di lapangan.
ujar Coach Teco, Minggu (15/9) kemarin. ‘’Saya rasa pertahanan Bali United dan Bhayangkara FC samasama bermain bagus. Pastinya kami harus menerima hasil imbang atas Bhayangkara FC kemarin,’’ imbuhnya. Disinggung mengenai diturunkannya Stefano Lilipaly dan tidak diturunkannya Made Andhika serta Ricky Fajrin, pelatih asal Brazil ini memberikan jawabannya. Ia mengatakan Andhika dan Ricky Fajrin
Adriani. Kabut asap pekat juga meliputi wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, sehingga mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Pangsuma di Putussibau, ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu. ‘’Hari ini penerbangan dibatalkan karena jarak pandang terbatas di Pontianak dan Putussibau,’’ kata Kepala Bandara Pangsuma Putussibau Hery Azari Batubara. (ant)
ingan sebelumnya terlihat tak kelelahan meladeni permainan Badung. Meskipun begitu, tuan rumah selalu mendapat serangan. Buruknya finishing akhir Badung juga membuat masih amannya gawang Tabanan dari kebobolan di babak pertama. Di babak kedua, tempo pertandingan masih sama seperti paruh sebelumnya. Soal peluang, Badung juga masih mendominasi, tetapi sesekali gawang mereka mendapat ancaman juga dari Tabanan. Petaka terjadi di menit ke74 bagi Tabanan. Kiper tuan rumah, I Putu Santika Adi Utama, melakukan pelanggaran dengan menjatuhkan Ryan Egy Saputra dari Badung. Otomatis pelanggaran itu berbuah
hadiah penalti untuk Badung. Kapten tim Wayan Artha Mahardika yang menjadi eksekutor sukses melaksanakan tugasnya dengan baik. Gol itu pun menjadi penentu meloloskan Badung ke babak final dan tinggal menunggu lawan antara Denpasar dan Jembrana yang bertanding hari ini. Pelatih kepala Badung Nyoman Sujata usai laga mengatakan tidak puas dengan permainan asuhannya, meski sangat bersyukur dengan kemenangan ini. ‘’Tabanan memainkan negative football untuk meredam serangan kami, jadinya permainan kami tidak berkembang,’’ ucap Sujata. Bagi Badung, tentu saja final ini amat berarti, apalagi sampai mendapat medali emas, mengingat lolosnya Badung ke final ini menjadi yang keempat kalinya secara beruntun sejak tahun 2013. ‘’Badung sudah pasti penasaran dengan emas. Besok (hari ini - red) kami harus berjuang habis-habisan demi target yang dicita-citakan oleh kami dan masyarakat Badung tentunya,’’ tegas Sujata. Sementara di lain pihak, Ketua Askab PSSI Tabanan I Ketut ‘’Boping’’ Suryadi yang menyaksikan langsung laga kemarin mengaku puas dengan penampilan anak-anak Tabanan. ‘’Kami menunggu
sampai 12 tahun untuk bisa lolos ke semifinal. Ini sudah luar biasa. Tapi, akan lebih bagus lagi jika anak-anak bisa meraih medali perunggu di perebutan juara ketiga nanti,’’ tegas Ketut Suryadi. Lanjutnya, ia bangga dengan perjuangan pemain Tabanan yang sudah berjuang total, meski sehari sebelumnya sempat bermain di babak penyisihan. ‘’Ya… ini produk asli Tabanan, anak-anak kita. Tabanan pada prinsipnya memang selalu ingin mencetak pemain berkualitas, terbukti dengan lolosnya pemain Tabanan ke akademi Bali United saat ini,’’ tandas Boping. (kmb)
Senin, 16 September 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Kasuksman Dewa Pitara Pratistha (2) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Krishna Garuda (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali TV Shop 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Homeshopping 11:00 Wita Seputar Bali Terkini
11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Kasuksman Dewa Pitara Pratistha (3) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Ocydia Home Shopping 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Yowana Live Pentingnya Pendidikan Bagi Yowana Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Nangun Yadnya Pura Segara Wukir,Jogja 17:00 Wita Dialog
Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Perempuan Bali Bicara Peran Seorang Ibu Dalam Keluarga 21:00 Wita Diabemed 21:30 Wita Taksu Dewa Gede Agung Palguna,Dharmaning Pengayah Ida Ba tara 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Solusi Alternatif Proaktif Bentraf 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel Tourist TV