Skip to main content

Edisi Kamis 16 Mei 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Proyek ’’Shortcut’’ Singaraja-Mengwitani di Titik 5 dan 6

Realisasi 43,50 Persen, Curah Hujan Tinggi Jadi Hambatan Singaraja (Bali Post) – Realisasi proyek pembangunan jalan baru batas kota Singaraja–Mengwitani, yang lebih dikenal masyarakat dengan istilah proyek shortcut, di titik 5 dan 6 telah mencapai 43,50 persen. Pengerjaan yang berada wilayah Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada ini berupa pembangunan konstruksi badan jalan dan jembatan. Proyek yang akan mempersingkat perjalanan Denpasar- Singaraja ini mengalami hambatan karena faktor cuaca. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Ketut Payun, Rabu (15/5) kemarin, mengatakan sejak ground breaking akhir 2018 lalu, untuk konstruksi badan jalan baru sampai minggu ini tercatat 42,77 persen. Dalam tahapan ini, pelaksana masih melakukan Biaya pembukaan lahan untuk dijadikan jalan permanen. Setelah Rp 1,3 Triliun badanbadan jalan dibangun sesuai desain akan dilakuMulai Dikerjakan kan pemadatan dan tahapan pekerjaan Akhir 2018 teknis berikut-

SHORTCUT DENPASAR - SINGARAJA DATA UMUM Nama Proyek PEMBANGUNAN JALAN BARU BATAS SINGARAJA-MENGWITANI

Bali Post/kmb38

SHORTCUT – Setelah ground breaking akhir tahun 2018 lalu, pelaksanaan proyek shortcut di titik 5 dan 6 sudah mencapai 43,50 persen. Pelaksana mengalami hambatan karena cuaca, sehingga mekanisme dan jam kerja diubah.

nya. Sementara untuk pembangunan jembatan progres pelaksanaannya sudah mencapai 45,82 persen. Untuk jembatan, pelaksana proyek sudah membangun tiang jembatan di Jumlah Titik Shortcut : 10 Titik atas lahan yang sebelumnya sudah dibuka. Lokasi jembatan 2 Titik ini berada persis di 3 dan 4 3 Titik selatan bangunan 4 mushola di DuTitik 7 dan 8 sun Amerta Sari, 9 dan 10 Desa Pegayaman. 5 Titik Saat ini tiang jembatan sudah tahap 1 dan 2 pengecoran. Ditanya hambatan di lapan-

Tahapan Pengerjaan U

1 Titik

5 dan 6

ke Singaraja

Lokasi Proses pembangunan titik 5 dan 6 Desa Pegayaman Sukasada Progres hingga Minggu ke-2 Mei 2019 : 43,50% Target selesai Mulai dikerjakan Akhir 2019 November 2018

Legenda: Jalan Nasional Existing Trase Terpilih Jembatan

ke Denpasar

Antisipasi Masuknya Cacar Monyet

Penumpang dari Singapura Dipantau Melalui Thermoscanner

TERKAIT antisipasi masuknya virus cacar monyet (Monkeypox) melalui Bandara Ngurah Rai, seluruh penumpang yang datang dari Singapura akan dilakukan scanning di terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai. Menurut Kepala Otban wilayah IV Elfi Amir saat dikonfirmasi, Rabu (15/5) kemarin, sebagai langkah antisipasi, hal ini sudah dirapatkan bersama dengan pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar. Hal. 15 Diambil Sampel

Bali Post/ist

DIPANTAU - Penumpang yang datang dari Singapura dipantau melalui Thermoscanner saat tiba di terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai, Rabu (15/5) kemarin.

Target 2021

gan, Payun mengatakan dari koordinasi dengan pelaksana di lapangan, pelaksana proyek mengalami hambatan dengan curah hujan tinggi. Ini tidak lepas karena di lokasi proyek topografi wilayahnya di dataran tinggi yang memiliki curah hujan tinggi. Kondisi ini tidak saja mengganggu pekerja, tetapi kalau dipaksakan tetap bekerja akan berisiko terjadi longsor yang mengancam keselamatan pekerja dan juga lingkungan di sekitar proyek. Meskipun mengalami hambatan karena faktor cuaca, Payun tetap optimis proyek ini dikerjakan tuntas pada Desember 2019. Beberapa item pekerjaan dilakukan pada malam hari dengan konsekuensi penerapan jam kerja lembur dan menyiapkan penerangan yang memadai. ‘’Di lokasi itu dari pukul 12.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita sudah hujan. Kami sudah koorSelesai dinasikan dengan pelaksana untuk mengubah mekanisme kerja, sehingga hambatan ini tidak sampai berdampak pada target penyelesaian proyek Desember tahun ini,’’ jelasnya. (kmb38)

Bali Perlu Waspada Penularan ’’Monkeypox’’ Denpasar (Bali Post) Pemerintah Singapura telah mengonfirmasi adanya virus Monkeypox atau cacar monyet di negara mereka. Virus tersebut terbawa oleh seorang warga Nigeria yang berkunjung ke Singapura pada 28 April dan terbukti positif mengidap cacar monyet pada 8 Mei. Indonesia umumnya dan Bali khususnya berpotensi tertular monkeypox karena tinggi mobilitas manusia dari Singapura. Otoritas kesehatan Singapura telah menegaskan risiko penyebaran monkeypox rendah di Singapura Berdasarkan data dari SINKARKES dari Januari sampai 10 Mei 2019, kedatangan kapal yang terbanyak adalah dari Singapura (18.176 kapal) serta penerbangan dari Singapura relatif cukup banyak. Sementara kedatangan dari Singpura ke Bali juga cukup banyak menduduki peringkat ke-8 kedatangan internasional yaitu sebanyak 14.606 melalui udara dan 7 orang melalui pelabuhan laut pada Maret 2019. Direktur RSBM dr. Ba-

gus Darmayasa, M.Repro. menjelaskan, cacar monyet merupakan penyakit langka yang disebabkan virus. Penyakit ini ditularkan pada manusia melalui hewan, seperti tikus atau hewan pengerat lainnya, terutama di kawasan Afrika Tengah dan Barat. Seseorang bisa terkena virus cacar monyet melalui kontak darah, cairan tubuh atau mukosa (selaput lender - red) hewan yang terinfeksi. Hal. 15 Sembuh Sendiri

Penularan

cacar monyet

Melalui gigitan, cakaran, kontak darah, cairan tubuh atau lesi di kulit atau mukosa hewan dan makan daging hewan mengandung virus monkeypox yang tidak dimasak dengan baik. Penularan dari manusia ke manusia bisa dimungkinkan namun sangat terbatas, melalui sekret pernapasan atau lesi pada kulit.

Gejala Cacar Monyet

Penyembuhan

* Demam * Sakit kepala hebat * Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening) * Nyeri punggung * Nyeri otot dan lemas * Ruam mulai dari bintik merah seperti cacar, lepuh berisi cairan bening lalu berisi nanah kemudian mengeras.

Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14-21 hari.

Kasus Kematian

Bervariasi tetapi kurang dari 10 persen kasus yang dilaporkan, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak.

Mantan Pentolan Ormas Ketut Is Bali United Fokus Kejar Kemenangan Ditangkap Kasus Narkoba Denpasar (Bali Post) Tim Satresnarkoba Polresta Denpasar menangkap eks pentolan ormas Ketut Is (40) di depan Kantor Pos di Jalan Seroja, Denpasar Utara, Rabu (15/5) kemarin. Selain itu juga ditangkap sopir Ketut Is, Gede War (27), dan polisi mengamankan paket sabu-sabu (SS) seberat 0,73 gram. Informasi di lapangan, Ketut Is yang tidak lolos jadi anggota DPD-RI ini ditangkap saat bersama Gede War asal Kubutambahan, Buleleng. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka. Terungkapnya kasus ini setelah polisi melakukan penyelidikan beberapa hari terakhir. Pada Rabu (15/5) dini hari, petugas dapat informasi jika pelaku akan transaksi narkoba. Saat mengintai di seputaran TKP, polisi melihat pelaku datang dan langsung mengambil paket narkoba tersebut. Saat itulah polisi langsung meringkusnya. Barang bukti yang diamankan paket SS seberat 0,73 gram. Selanjutnya polisi membawa tersangka Is ke rumahnya di Perum Nuansa Seroja, di Jalan Seroja Gang Belimbing, Denpasar. Setelah dilakukan penggeledahan di rumah tersebut, polisi tidak menemukan barang bukti narkoba. Selanjutnya kedua pelaku dibawa ke Mapolresta Denpasar. Menurut sumber, Kamis (16/5) hari ini polisi akan merilis kasus ini. Saat dikonfirmasi, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. ‘’Masih diselidiki, sabar dulu,’’ tegas Kombes Ruddi. (kmb36)

Gianyar (Bali Post) – Bali United fokus merebut poin penuh pada laga perdana kompetisi Liga 1 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (16/5) malam ini. Tuan rumah tidak terpengaruh oleh kondisi Persebaya Surabaya yang tidak dapat menurunkan tiga pemain intinya. Hal itu ditegaskan pelatih kepala Bali United Stefano ‘’Teco’’ Cugurra di Stadion Wayan Dipta, Rabu (15/5) kemarin. ‘’Kami enggan berpikir soal kondisi tiga Persebaya yang absen. Klub seperti Persebaya pasti memiliki pemain pengganti yang bagus untuk menutupi pemain lainnya yang tak bisa diturunkan. Kami fokus dengan tim kami sendiri dan menang tampil di depan publik sendiri,’’ katanya. Teco tahu benar Persebaya yang merupakan finalis Piala Presiden 2019 sulit dikalahkan baik di kandang maupun dalam laga tandang. Tim besutan Djajang Nurjaman ini

juga termasuk klub besar di Indonesia. Mereka berhasil menekuk Bali United dengan skor 5-2 di Stadion Dipta pada putaran kedua Liga 1 2018. Akan tetapi Stefano Lilipaly dan kawan-kawan harus bisa mendapatkan poin. ‘’Kami harus respek dan bekerja keras untuk bisa memenangkan pertandingan,’’ ujarnya. Pemain belakang Willian Pacheco berjanji bermain habis-habisan dengan rekanrekannya di belakang untuk menjadi tembok pertahanan yang kuat guna menahan serangan lawan. ‘’Kami selalu siap melawan setiap pemain depan lawan, termasuk Persebaya. Jangan sampai mereka bisa mencuri gol lantaran ada celah terbuka. Kami akan menutup rapat pergerakan mereka dan semoga itu bisa dilakukan,’’ tegas Pacheco. Hati-hati Persebaya datang ke Bali tidak dengan kekuatan penuh.

Pelatih Djajang Nurjaman tidak dapat menurunkan bek tengah Otavio Dutra yang masih cedera, gelandang bertahan Misbagus Solihin yang terganjal masalah administrasi dan striker Amido Balde yang juga dalam kondisi cedera. Oleh karena itu, bermain hati-hati menjadi prioritas tim Bajul Ijo. Djanur menyebut Bali United sebagai tim bagus dan ditangani pelatih yang mumpuni. Kerja keras dan kepercayaan diri tinggi pemain menjadi modal utama pasukannya. ‘’Saya tahu permainan Bali United di Piala Presiden lalu. Itu bagian dari taktik kami dalam menyiapkan skuad menghadapi laga ini,’’ tandasnya. Mantan pelatih Persib itu mengaku tahu sekali setiap permainan para pemain Bali United. Demikian juga tuan rumah, mengetahui benar kekuatan Persebaya. ‘’Jadi,

kami tak pantang menyerah untuk bisa mencuri poin. Kami selalu motivasi pemain di setiap pertandingan tak hanya tandang seperti ini juga laga

kandang,’’ tamba Djanur. Salah satu pemain Persebaya, Muhamad Hidayat, menyatakan siap mencuri poin di markas Bali United. ‘’Kami selalu siap di mana pun berlaga termasuk di markas Bali United. Lawan kami merupakan tim bagus, tapi kami akan tetap berjuang untuk mencuri poin,’’ sebutnya. (kmb)


DENPASAR

2

Kamis Umanis, 16 Mei 2019

Dua Wilayah Belum Tersentuh Layanan Bus Sekolah Denpasar (Bali Post) Program pengadaan bus sekolah untuk melayani siswa-siswa di Denpasar sudah diluncurkan Pemkot Denpasar sejak 2017 lalu. Namun, hingga kini belum semua wilayah di Denpasar tersentuh layanan ini. Wilayah tersebut yakni Kecamatan Denpasar Barat dan Denpasar Selatan. Kondisi ini akibat terbatasnya jumlah armada yang dimiliki. Kepala UPT Transportasi Darat Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Dewa Ketut Adi Pradnyana mengatakan hal itu, Rabu (15/5) kemarin. Menurut Adi Pradnyana, trayek bus sekolah diprioritaskan untuk sekolah yang tak ada layanan angkutan umum sama sekali. Sementara untuk wilayah Denpasar Barat dan Denpasar Selatan, angkutan umumnya masih aktif. “Wilayah yang belum terlayani bus sekolah, seperti di Denpasar Selatan masih aktif angkutan umumnya. Seperti yang dari Sanglah ke Benoa, banyak sekolah yang dilintasi angkutan umum. Anak-anak juga banyak yang menggunakan angkutan umum di sana. Jadi prioritas kedua itu, yang utama yang tidak ada layanan sama sekali,” katanya. Dalam waktu dekat, kata Adi Pradnyana, wilayah Denpasar Barat akan segera

dituntaskan penyediaan bus sekolahnya. Untuk tahun 2019 dan 2020 ini akan dituntaskan untuk trayek Denpasar Barat. Sedangkan Denpasar Selatan masuk tahap ketiga, paling terakhir. Pihaknya menargetkan tahun 2021 semua wilayah Denpasar sudah dilalui trayek bus sekolah. Namun, belum semua mampu terlayani karena jumlah bus yang ada. Untuk awal tahun 2019 ini, pihaknya mengatakan ada tambahan satu trayek bus sekolah di Kota Denpasar. Trayek tersebut yakni ke wilayah Ubung dengan menyasar SDN 5 Ubung, SDN 1 Ubung, dan SMP PGRI 8 Denpasar. “Di awal 2019, baru tiga sekolah sehingga total sekolah yang dilayani

bus sekolah ini ada 21 sekolah,” katanya. Pada Maret 2019 lalu, pihaknya juga sudah menambah dua armada dengan pembiayaan dari APBD Kota Denpasar. Sehingga total, Denpasar sudah memiliki delapan armada. Sebelumnya, Sekretaris Dinas Perhubungan Ketut Sriawan mengatakan, tahun ini ada penambahan dua unit armada bus. Dengan adanya dua bus baru ini diharapkan mampu mengangkut siswa lebih banyak lagi. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

FIGUR Gelorakan #NyageDenpasar WAKAPOLRESTA Denpasar Kompol Benny Pramono didampingi Kasatlantas Kompol Adi Sulistyo dan pejabat lainnya, Rabu (15/5) kemarin masimakrama ke Kantor Bali Post. Pada kesempatan tersebut, AKBP Benny menyosialisasikan #NyageDenpasar. ‘’Program Nyage Denpasar ini merupakan program Bapak Kapolresta (Kombes Pol. Ruddi Setiawan - red) sebagai implementasi perintah Bapak Kapolda poin pertama yaitu kita harus menjaga apa yang sudah kita punya,’’ ujarnya. Ia menambahkan, yang sudah kita punyai di wilayah Denpasar ini adalah rasa aman, tidak ada preman, narkoba disikat dan sudah kondusif. Oleh karena itu, semua harus dijaga. ‘’Dengan tagline NyageDenpasar ini, Bapak Kapolresta ingin mengajak seluruh masyarakat dan stakeholder untuk menjaganya. Kedamaian itu ada di Denpasar,’’ ungkapnya. Menurutnya, gerakan ini akan digelorakan. ‘’Kami berterima kasih kepada Kelompok Media Bali Post atas support-nya selama ini. Kita juga akan ke masyarakat untuk menggelorakan tagline ini sehingga menjaga Denpasar di setiap hari dan ada di hati masyarakat,’’ tandasnya. Sementara makna angka 24 dan 7, kata perwira melati dua yang dikenal kalem ini, simbol daripada kepolisian menjaga Denpasar 24 jam selama 7 hari, tidak pernah berhenti. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Terkait perayaan hari raya Idul Fitri,

katanya, kepolisian akan menggelar Operasi Ketupat. Operasi ini difokuskan untuk memberikan pelayanan warga yang akan melaksanakan mudik dan akan melaksanakan liburan pascaLebaran. Polresta Denpasar akan mendirikan pos pengamanan dan pelayanan. Semua ini dilakukan untuk memberikan rasa aman, ketertiban dan kelancaran lalu lintas kepada seluruh warga melaksanakan Lebaran. ‘’Kita berusaha sekuat tenaga, sebaikbaiknya memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya yang ada di Denpasar dan Badung,’’ tegasnya. (ken)

Topik :

Artha, KSU Gunung Sari Mas, KSU Dana Sari Waringin, KSU Budi Utama Sejahtera, KSP Bali Prima Mandiri, KSU Tirta Dana Mandiri, KSU Ayu Werdi, KSP Kartika Dharma Sasana dan KSP Priuma Karya Sedana. Tindakan tegas yang diambil terhadap gerakan koperasi yang mati suri dan tidak pernah melaksanakan RAT serta tidak pernah melaporkan hasil RAT menjadi prioritas utama dalam pembinaan. Kalau sudah tidak bisa dibina, langkah terakhir yang diambil adalah mengusulkan ke Kementerian Koperasi dan UKM agar izin operasional koperasi tersebut dibekukan sekaligus dicabut agar tidak merusak citra koperasi yang lainnya. ‘’Kami tidak menginginkan banyak koperasi. Namun, jumlah anggota koperasi terus bertambah sehinggga koperasi tersebut berkualitas,’’ ujarnya. Erwin Suryadarma mengungkapkan, sesuai Pasal 25 dan 26 Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992, seharusnya batas akhir koperasi primer melaksanakan RAT sampai akhir Maret 2019 ini. Namun, dari ribuan koperasi yang ada sebagian sudah melaksanakan RAT. Diharapkan gerakan koperasi agar mengikuti aturan sesuai AD/ART. Ia akan menurunkan tim pengawas melakukan monitoring dan eveluasi (monev) terhadap

Penyuluh Bahasa Bali Dapat Tugas Tambahan Denpasar (Bali Post) Penyuluh Bahasa Bali kini mendapat tugas tambahan terkait penanggulangan sampah plastik. Tugas tambahan ini juga merupakan bentuk implementasi Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman

Parta, Rabu (15/5) kemarin. “Saya berharap penyuluh bahasa Bali nanti ikut sosialisasi tentang penanggulangan sampah plastik. Perkenalkan dulu bahaya sampah plastik itu begini,” ujarnya. Parta menambahkan, saat ini Pemprov Bali lewat Dinas Pendidikan tengah melakukan rekrutmen penyuluh Bahasa Bali. Penyuluh yang

dibutuhkan sebanyak 68 orang untuk mengisi kekosongan di 68 desa. Terbanyak di Tabanan, Buleleng dan Jembrana. “Kekosongan itu karena ada yang mundur, ada yang menjadi PNS,” jelas politisi PDI-P ini. Pengumuman pendaftaran penyuluh Bahasa Bali telah dilakukan sejak 13 Mei lalu. Selanjutnya pen-

giriman berkas pendaftaran melalui pos dijadwalkan pada 20-24 Mei. Seleksi administrasi berlangsung 28-31 Mei, pengumuman kelulusan seleksi administrasi pada 10 Juni, tes tulis 12 Juni, pengumuman kelulusan tes tulis 14 Juni, tes wawancara 17-20 Juni, dan pengumuman akhir 21 Juni mendatang. (kmb32)

Buntut Kasus Penganiayaan

Anggota DPRD Bali Sama-sama Melapor

50 Persen Koperasi Sudah Laksanakan RAT Denpasar (Bali Post) Jumlah koperasi di Kota Denpasar hingga Mei 2019 sebanyak 1.060 koperasi. Di antaranya 13 koperasi tidak aktif dan diusulkan dibekukan badan hukumnya karena tidak ada kegiatan dan operasional sama sekali. Sementara itu, koperasi yang sudah melaksanakan RAT sekitar 50 persen dari jumlah koperasi yang aktif dan kini masih ada yang melangsungkan RAT. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Koperasi UMKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena didampingi Kabid UKM Ngakan Widnyana, Selasa (14/5). Menurut Erwin Suryadarma, sebelumnya tercatat 68 koperasi dicabut badan hukumnya. Kini Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Denpasar kembali mengusulkan 13 koperasi ke Kementerian Koperasi dan UKM untuk dibekukan badan hukumnya sekaligus dibubarkan. Pasalnya, koperasi tersebut tidak pernah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan tidak beroperasi. Erwin Suryadarma menjelaskan, ke-13 gerakan koperasi yang tidak aktif diusulkan dibubarkan badan hukumnya ke Kementerian Koperasi dan UKM adalah KSP Samiarta, KSU Eka Dang, KSU Merta Sanjiwani, KSU Darana

Bali Post/eka

BUS SEKOLAH - Trayek bus sekolah diprioritaskan untuk melayani para siswa di sekolah yang tak ada layanan angkutan umumnya.

koperasi-koperasi yang usahannya belum berjalan baik. ‘’Kami akan mencari tahu mengapa koperasi tersebut tidak melaksanakan RAT. Apa penyebab dan masalahnya. Kami mencari solusi atau jalan keluar agar koperasi tersebut bisa melaksanakan kewajibannya,’’ jelasnya. Erwin Suryadarma menambahkan, pihaknya terus meningkatkan kapasitas dan kualitas koperasi bukan kuantitas. Sehingga koperasi yang ada terus maju lewat pembinaan. Selain itu, memberikan bimbingan teknis (bimtek) bagi pengurus, manajer maupun pengawas koperasi. Bimtek yang diberikan itu sangat penting agar ke depan koperasi mampu bersaing, baik dengan koperasi itu sendiri maupun menghadapi persaingan di era global ini. Pelaksanaan bimtek bagi pengawas koperasi, lanjut Erwin Suryadarma, tujuannya memberikan pemahaman kepada pengawas koperasi agar melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai apa yang diamanatkan. Mengingat posisi pengawas sangat penting dan strategis sehingga bisa memberikan masukan serta memberikan laporan. Bahkan, memberikan opini kepada manajemen. Apakah koperasi tersebut baik atau kurang baik dalam menjalankan roda usahanya. ‘’Pengawas tugasnya mengawasi koperasi secara internal. Kalau kita sebagai pengawas eksternal sehingga peran pengawas mengawasi khususnya kinerja koperasi sangat penting. Karena itu, pengawas perlu dibekali pengetahuan dan pemahaman tentang aturan-aturan tentang koperasi sehingga tidak keluar jalur dalam menjalankan tugasnya,’’ ujar mantan Kabag Humas Pemkot Denpasar ini. (kmb12)

Denpasar (Bali Post) Setelah anggota Komisi III DPRD Bali I Kadek Diana melaporkan Dewa Nyoman Rai dalam dugaan kasus penganiayaan ke Polda Bali, hal sama juga dilakukan Dewa Nyoman Rai. Selasa (14/5) lalu dia melapor sempat dipukul oleh Kadek Diana. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja saat dikonfirmasi, Rabu (15/5) kemarin, membenarkan kedua anggota DPRD Bali tersebut saling lapor. ‘’Sama-sama melapor ya… sama-sama diperiksa nanti. Masih dimintai keterangan, termasuk saksi-saksinya,’’ ujarnya. Direktur Reskrimum Polda

Bali Kombes Pol. Andi Fairan menjelaskan, laporan Kadek Diana sudah diterima dan terlapornya adalah Dewa Nyoman Rai. ‘’Rencananya Kamis (hari ini) akan kita ambil keterangan korban,’’ tandas Kombes Andi Fairan. Selain itu akan dipanggil saksi terkait kasus tersebut. ‘’Termasuk hasil visumnya juga. Setelah itu dilakukan gelar perkara untuk menentukan langkah ke depan,’’ kata Andi Fairan. Sebelumnya, politisi PDI-P yang juga anggota Komisi III DPRD Bali I Kadek Diana melapor ke Polda Bali lantaran tiba-tiba dipukul oleh Dewa Nyoman Rai, sebelum

rapat paripurna DPRD Bali, Selasa (14/5) lalu. Akibat pemukulan tersebut, pelipis Diana harus mendapatkan 5 jahitan saat ditangani di RS Bali Mandara. Menurut Diana, Dewa Rai memukul dengan tangan kosong. Namun politisi PDI-P asal Gianyar ini tidak tahu jika rekannya sesama kader PDI-P itu memakai cincin atau tidak. Ia sendiri merasa tidak ada masalah dengan Dewa Rai. Khususnya bila dikaitkan dengan percakapan di grup WhatsApp (WA) Fraksi PDI-P Bali. Sementara itu Dewa Rai mengaku hanya reflek memukul Diana. Hal ini berawal

dari sebulan lalu, lantaran Diana mengajaknya berkelahi di grup WA Fraksi PDI-P Bali. Namun saat itu, anggota Komisi I DPRD Bali ini masih mengalah dan tidak ingin ribut. Menurut Dewa Rai, Diana sempat membalas sampai ada memar di tangannya. Kalau memang dianggap salah, ia meminta maaf kepada publik dan partai atas perbuatannya memukul Diana. Mengenai laporan Diana ke polisi, politisi PDI-P asal Buleleng ini langsung menyerahkan kepada pengacaranya. Sebab, ia bersama pengacaranya melaporkan Diana ke polisi. (kmb36)

Standardisasi Tempat Penitipan Anak agar Diawasi Denpasar (Bali Post) Pascakejadian bayi meninggal di Tempat Penitipan A n a k ( T P A ) Princess H o u s e Childcare, Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali mengingatkan pemerintah untuk kembali melakukan pendataan keberadaan TPA. Selain pendataan, pengawasan dan pembinaan menjadi hal penting yang harus dilakukan ke depan sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi.

Anggota KPPAD Bali Ni Luh Gede Yastini menegaskan hal itu, Rabu (15/5) kemarin. Menurut Yastini, saat ini keberadaan TPA di Bali berkembang pesat, karena keberadaannya dibutuhkan oleh masyarakat dan ada regulasi mendukung untuk itu. “Hanya dalam hal pengawasan terhadap standardisasi TPA ini yang perlu diperhatikan ke depan oleh instasi terkait,” katanya. Yastini menambahkan, TPA diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Pendidikan Usia Dini. Di sana memasukkan bahwa satuan atau program layanan PAUD salah satunya adalah TPA. Sebelumnya di tahun 2011 juga Dirjen Pembinaan PAUD Kementerian Pendidikan Nasional mengeluarkan petunjuk teknis penyelenggaraan TPA. Di sana sudah diatur secara jelas standar yang harus dipenuhi oleh penyelenggara TPA termasuk kompetensi pengasuh ada di sana. “Dalam juknisnya tersebut juga ada mengenai mekanisme evaluasi, pelaporan dan pembinaan yang harus dilakukan oleh instansi terkait, dalam hal ini Dinas Pendidikan. Akan tetapi, terkait kasus kematian bayi di TPA ini, di mana TPA

tersebut tidak memiliki izin tentu sangat disayangkan,” ujarnya. Yastini mengakui, dari hasil penyelidikan yang diikutinya, memang TPA tempat meninggalnya bayi ini tidak terdaftar dan tidak berizin. Makanya, Dinas Pendidikan ke depan agar mendata TPA yang ada. Apabila tidak berizin dan belum memenuhi standar seharusnya ada tindakan yang dilakukan. TPA tidak boleh beroperasi sampai perizinan dan standar dipenuhi sehingga meminimalisasi halhal yang berakibat buruk tidak sampai terjadi pada anak. “Di samping mendata juga membina sehingga TPA memenuhi standar yang diatur oleh pemerintah. Kalau tidak terdaftar, jangan didiamkan tapi dibina agar memenuhi standar dan tersertifikasi. Itu yang harus dilakukan ke depan oleh instansi terkait,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, bayi Elora Nathania meninggal di TPA Princess House Chilecare di Jalan Badak Sari I Nomor 2A Denpasar. Saat ini kasusnya sedang ditangani Polresta Denpasar. Pengasuh maupun pemilik TPA yang hanya beroperasi dengan izin yayasan ini telah ditahan. (kmb16)


BADUNG

Kamis Umanis, 16 Mei 2019

3

Bali Post/08

PUJAWALI – Bertepatan dengan hari raya Pagerwesi, Rabu (15/5) kemarin, berlangsung pujawali di Pura Ratu Mas, Desa Adat Seseh, Mengwi Badung. Dalam foto tampak pamedek melakukan persembahyangan bersama di Pura Kramat Ratu Mas Sakti yang berlokasi dekat Pantai Seseh. Selanjutnya pamedek melanjutkan persembahyangan di Pura Ratu Mas.

Asita Sayangkan Kenaikan Tarif Masuk DTW Mangupura (Bali Post) -

Kebijakan Pemkab Badung menaikkan tarif masuk Daya Tarik Wisata (DTW) mendapat respons negatif para pelaku pariwisata. Mereka menilai kebijakan tersebut tak elok diputuskan di pertengahan tahun lantaran kontrak kerja berlaku setahun. Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali I Ketut Ardana mengatakan, kenaikan tarif DTW yang terkesan mendadak serta tanpa pemberitahuan merugikan para pelaku usaha perjalanan. Sebab, kontrak kerja yang terjalin dengan biro perjalanan, baik luar maupun dalam negeri masih mengacu

pada kebijakan terdahulu. ‘’Kami bekerja sama dengan partner di luar itu ada masa berlakunya. Nah kalau tiket masuk ke objek wisata harganya naik mendadak tanpa ada komunikasi terlebih dahulu, sedangkan harga yang dipegang oleh partner kami masih sedang berjalan, tentu akan mengakibatkan

Pemkab Hitung Ulang Batas Belasan Kelurahan

Mangupura (Bali Post) Pemkab Badung akan menghitung ulang batas-batas wilayah di 16 kelurahan. Tak hanya itu, pemerintah setempat juga akan menguatkan batas wilayah kelurahan dengan peraturan bupati (perbup). Kabag Pemerintahan Pemkab Badung IGA Made Wardika belum lama ini mengatakan, tim dari Bagian Pemerintahan Kabupaten Badung tengah berkoordinasi dengan pihak terkait dalam rangka sinkronisasi data. ‘’Tim kami sedang melakukan pengecekan ke kelurahan secara langsung. Ini kami lakukan dalam upaya mempertegas batas wilayah kelurahan,’’ ungkapnya. Pihaknya akan membuatkan berita acara penegasan terkait batas wilayah di tingkat kelurahan dengan disaksikan oleh desa/kelurahan yang bersentuhan atau berbatasan, sehingga tidak ada lagi kata sepakat atau tidak sepakat. ‘’Kalaupun ada sedikit persoalan, ya kami musyawarahkan dengan solusi terbaik,’’ ujarnya. Mantan Kabag Keuangan Setwan Badung itu juga mengatakan, pihaknya masih terus bekerja membuat peta titik-

titik koordinat. ‘’Bila ini nanti selesai, akan dibikinkan perbup. Jadi perbup di sini sifatnya penegasan saja dari pergub,’’ tegasnya. Wardika mengaku akan segera menyelesaikan program tersebut. ‘’Secepatnya akan diselesaikan. Kami juga merencanakan akan mengundang pihak kelurahan,’’ tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Badung Putu Gede Sridana menyebutkan, batas wilayah 16 kelurahan akan dibuatkan perbup. Langkah ini sebagai salah satu syarat pengajuan perubahan kelurahan menjadi desa. ‘’Usulan perubahan kelurahan jadi desa yang diminta adalah batas wilayah kelurahan berdasarkan penetapan perbup. Sedangkan yang diajukan berdasarkan pergub yang penetapannya sekitar tahun 1980, melalui SK Gubernur,’’ terangnya seraya menyebutkan jika perbup penegasan batas wilayah kelurahan telah keluar, pihaknya akan kembali mengajukan ke pusat sebagai salah satu syarat usulan perubahan kelurahan jadi desa. (kmb27)

kerugian,’’ ujar Ketut Ardana, Rabu (15/5) kemarin. Pihaknya sejak awal telah mengingatkan para pemegang kebijakan agar menginformasikan rencana kenaikan tarif masuk DTW sebelum kebijakan tersebut diberlakukan, sehingga biro perjalanan wisata dapat menyiapkan kontrak kerja sama sejak

awal. ‘’Kami di Asita sudah dari sejak dulu mengatakan bahwa entrance fee jika akan ada kenaikan supaya dikomunikasikan dulu dengan pihak Asita, sehingga kapan akan diberlakukan waktunya bisa tepat. Ini kan kami tidak ada diberitahukan,’’ keluhnya. Dia menegaskan, pihaknya tidak meminta pemerintah melibatkan Asita dalam menentukan setiap kebijakan yang berkaitan dengan sektor pariwisata. Hanya saja, pihaknya perlu mengetahui sejak awal besaran kenai-

kan tarif dan kapan tarif baru tersebut diberlakukan. ‘’Sebab kami bekerja berdasarkan contract rates, dan tentu pembuatan contract itu berdasarkan entrance fee yang sudah ada atau yang sebelumnya ada,’’ jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra mengatakan akan mengundang pengelola objek wisata termasuk Asita guna menyosialisasikan kenaikan tarif retribusi DTW sekaligus rencana penggunakan e-tiket pada sejum-

Ketua DPRD Badung Rekomendasikan Pembekuan Izin Sementara POLEMIK pembangunan usaha restoran pada lahan bekas Sari Club di Jalan Legian, Kuta, hingga kini belum menemukan titik terang. Sementara pemerintah Australia tetap bersikukuh lahan tersebut tidak dimanfaatkan lantaran sejarah banyak warga negeri kanguru yang meninggal saat terjadi bom Bali 2002 di lahan tersebut. Menyikapi polemik tersebut, Ketua DPRD Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M. merekomendasikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk membekukan sementara izin pembangunan sarana penunjang pariwisata tersebut. ‘’Dibekukan dulu izinnya sampai ada solusi. Para pihak, termasuk pemilik lahan kita hargai hak-haknya. Tapi kalau kita bisa bersama-sama mengedepankan kepentingan yang lebih besar untuk bangsa dan negara terutama daerah saya sangat memberi apresiasi kepada pemilik lahan yang peduli juga terhadap

kemanusiaan dan hubungan bilateral,’’ ungkap Parwata, Rabu (15/5) kemarin. Menurut politisi PDI Perjuangan ini, pembekuan sementara IMB yang telah dikeluarkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap niat baik pemerintah Australia. Terlebih, warga negara Australia telah menganggap Bali, khususnya Badung, sebagai rumah kedua. ‘’Ditunda dulu IMB-nya sambil menunggu hasil musyawarah, karena bagaimanapun juga banyak warga Australia yang kena musibah bom Bali. Kita menghargai secara kemanusiaan dan kami pun DPRD mengharapkan agar negosiasi segera terwujud, sehingga sama-sama saling menghormati dan menghargai,’’ ujarnya. Dikatakannya lebih lanjut, protes dari Australia terkait rencana pembangunan restoran di lahan bekas Sari Club karena tempat tersebut memiliki sejarah. ‘’Banyak warga Australia yang meninggal di sana. Jadi perlu

dibicarakan, sehingga tercipta suasana nyaman di antara negara tetangga,’’ ucapnya. Politisi asal Dalung, Kuta Utara ini pun berharap para pemangku kepentingan harus berkomunikasi, sehingga jangan sampai persoalan ini memperkeruh hubungan Bali, khususnya Badung dan Australia. ‘’Saya tidak menyalahkan pihak perizinan mengeluarkan izin membangun. Sebab, kawasan tersebut masuk dalam zonasi perdagangan dan jasa, sehingga pemerintah setempat tidak dapat melarang,’’ jelasnya. Meski demikian, pihaknya berharap ada solusi terbaik dalam mengatasi masalah tersebut. Karena itu, Putu Parwata menyarankan Gubernur, Bupati, dan Ketua DPRD melakukan diplomasi dengan pihak Australia. ‘’Kita tidak mau berseteru, karena akan merugikan daripada pariwisata itu sendiri. Dalam hal ini baik itu Bupati, Ketua DPRD dan Gubernur agar melakukan diplomasi. Ini saran saya agar tidak menim-

aan wisatawan yang loyal kepada Bali seperti dengan memberikan paket khusus agar kondisi pariwisata Bali segera pulih. Member Asita Bali yang mempunyai usaha yang beroperasi di bandara, Nyoman Suharta, berharap penurunan tarif batas atas maskapai bisa segera terasa imbasnya. Sebab selama ini kondisi wisatawan, terutama wisdom cenderung sepi. Apalagi ditambah efek bulan puasa, yang memang kecenderungan masyarakat luar Bali lebih banyak menghabiskan waktu luangnya di rumah. ‘’Kami ingin harga tiket bisa segera normal seperti dulu dan tarif bagasi juga tidak seperti sekarang. Jika ini terus dibiarkan berlarutlarut, pariwisata Bali bisa mati. Travel agent juga bisa mati suri,’’ jelasnya. (kmb23)

bulkan polemik,’’ ungkapnya. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung ini menilai polemik pembangunan restoran tersebut berisiko jika semua pihak yang terlibat sama-sama menjalankan kewenangannya. Bahkan, dapat dipastikan akan berdampak pada sektor pariwisata Bali, khususnya Badung. ‘’Ini akan berdampak pada tourism, sehingga perlu adanya diplomasi. Pihak Australia, Bali, dan Badung harus duduk bersama, sehingga ada kesepakatan yang tidak merugikan para pihak. Harus ada win-win solution, jangan sampai ini menimbulkan risiko berkepanjangan untuk Badung dan Bali,’’ tegasnya. (ad598)

Bayi Ditelantarkan di Depan Panti Asuhan

Diharapkan Tingkatkan Kunjungan Wisdom didominasi wisdom. ‘’Memang kita belum melihat dampak yang signifikan. Tapi dengan penurunan 16-20 persen ini akan memberikan stimulus bagi wisatawan domestik untuk liburan,’’ terangnya. Dikatakannya lebih lanjut, pada periode Lebaran tahun ini, tingkat hunian hotel mulai naik di atas 60-70 persen. Sebelumnya kondisinya selalu di bawah angka itu. Penurunan kunjungan wisdom juga seiring menurunnya kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali yang merupakan imbas dari kasus mafia Tiongkok. Penurunan kunjungan wisdom dan wisatawan Tiongkok sama-sama menyumbang penurunan 30 persen tingkat hunian hotel. Untuk itu pemerintah diharapkannya merancang langkah strategis untuk mengembalikan kepercay-

digunakan di enam DTW di Badung yakni Sangeh, Taman Ayun, Uluwatu, Air Terjun Nungnung, Pandawa dan Labuan Sait,’’ ujar Badra. Terkait kapan tarif baru sejumlah objek wisata akan diberlakukan, birokrat asal Kuta ini menegaskan akan ditentukan setelah pertemuan dengan pengelola objek wisata. ‘’Kami akan sosialisasikan dulu kenaikan tarif retribusi ini. Untuk pemberlakuannya menunggu hasil pertemuan dengan pihak pengelola,’’ jelasnya. (kmb27)

Polemik Pemanfaatan Lahan Bekas Sari Club

Penurunan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat

Mangupura (Bali Post) Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan akhirnya mengambil kebijakan untuk menurunkan tarif batas atas harga tiket pesawat untuk semua maskapai penerbangan. Penurunan ini berkisar di angka 12 sampai 16 persen yang akan berlaku setelah Rabu (15/5) kemarin. Wakil Ketua II DPD IHGMA Bali Made Ramia Adnyana berharap dengan kebijakan ini, mobilitas wisatawan domestik (wisdom) bisa kembali bergairah. Diharapkan, terjadi peningkatan kunjungan wisdom ke Bali. Momen menjelang libur Lebaran ini menurutnya sangat tepat untuk membuktikan dampak penurunan tarif batas atas tiket maskapai. Sebab pada umumnya menjelang Lebaran tingkat hunian hotel cukup tinggi,

lah objek wisata di Badung. ‘’Rencananya rapat akan dilakukan besok (hari ini - red) untuk sosialisasi kebijakan tiket masuk ke sejumlah objek wisata menggunakan sistem elektronik,’’ katanya. Penggunakan e-tiket dimaksudkan untuk efisiensi, sehingga tidak perlu lagi mencetak tiket masuk dalam bentuk kertas. Sistem ini diklaim lebih praktis, karena tidak memerlukan karcis. Kebijakan ini juga dalam rangka menekan kebocoran retribusi. ‘’Semoga e-tiket ini nanti bisa

Bali Post/ist

DIRAWAT - Setelah ditemukan di pintu gerbang panti asuhan, bayi laki-laki dirawat di klinik.

Mangupura (Bali Post) Penghuni Panti Asuhan Sidhi Astu di Jalan Raya Tuka, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Rabu (15/5) kemarin, dihebohkan dengan penemuan bayi lakilaki. Bayi tersebut ditemukan di dalam tas tergantung di pintu gerbang. Kasubag Humas Polres Badung Iptu I Ketut Oka Bawa mengatakan, penyidik telah minta keterangan Suster Clementia (79) yang pengurus Pantai Asuhan Sidhi Asthu. Suster Clementia menyampaikan, seperti biasa setiap hari pukul 05.00 Wita, ia berangkat ke gereja. Namun karena merasa gereja masih tutup, dia berinisiatif mampir ke Yayasan Panti Asuhan Sidhi Asthu. Kala itu pintu pagar panti asuhan masih tertutup. Suster Clementia pun menyuruh anak panti, Linda untuk membuka pintu. Saat menunggu, dia meli-

hat tas pakaian tergantung di pintu pagar. Awalnya Suster Clementia mengira bahwa bungkusan tersebut adalah beras. Sebab sering terjadi ada bungkusan beras yang sengaja ditaruh untuk Yayasan Panti Asuhan Sidhi Asthu. Namun Suster Clementia mendengar suara rengekan anak. Selanjutnya dia meminta Linda mengangkat serta menaruh di bawah dengan perlahan. Saat tas dibuka, dia terkejut ternyata yang ada di dalam tas tersebut adalah sesosok bayi laki-laki diperkirakan berumur 3 hari dengan berat 3 kg dan panjang 50 cm, terbungkus kain popok dalam keadaan masih hidup. Hal ini lantas dilaporkan ke Klian Dinas Banjar Tuka I Made Winarta. Sedangkan bayi tersebut membawa ke Klinik Pratama Astiti Tuka untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. (kmb36)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S

FIGUR

Sikapi Keberatan Orangtua terhadap Program Study Tour

Jangan Pilih Pekerjaan SEBAGAI sekolah vokasi, pendidikan SMK diukur dari sejauh mana bisa mengantarkan lulusannya bekerja dan bekerja mandiri. Inilah komitmen sekaligus dijadikan tantangan oleh Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Dra. Ni Ketut Nuka. Pasalnya, sekolah yang dipimpinnya kini menduduki lulusan terbanyak kedua di Bali, yakni 652 siswa kelas XII. Dari jumlah tersebut, 311 siswa dari Program Keahlian Tata Boga, sisanya 342 orang dari Akomodasi Perhotelan (AP). Dengan jumlah siswa yang banyak, katanya, tentu tingkat kesulitan yang dihadapi juga berbeda dengan sekolah lainnya. Sejumlah strategi dilakukan Ni Ketut Nuka guna mengantarkan 80 persen lulusannya siap kerja. Pertama, merekrut SDM guru dari pelaku pariwisata yang kaya dengan pengalaman di dunia kerja. Kedua, membangun citra positif sekolah dengan membangun fasilitas ruangan dan lab. ‘’Saat ini calon siswa baru melihat fasilitas dulu, baru menentukan pilihan,’’ tegas Ni Ketut Nuka, Rabu (15/5) kemarin. Dengan langkah berani meminjam uang, kini sekolah ini membangun dua tambahan lab kitchen dan dua lab restoran setara hotel bintang lima yang diberi nama Golden Suite Restaurant. Jika tidak lab diperkuat, katanya, bagaimanapun pintarnya guru tak akan dekat di hati siswa. Apalagi pendidikan di kejuruan 70 persen menggunakan praktik. Ketiga, dia memotivasi siswa dan lulusannya untuk tidak memilih pekerjaan. Menempuh pendidikan di sekolah, kata guru seni tari ini, tujuan utamanya menambah kompetensi dan wawasan. Kini ditambah dengan membangun networking dan komunikasi. Soft skill inilah kunci sukses mereka bekerja. Makanya dia mengaku ada lulusannya tahun ini membuka bisnis catering bersama, jual nasi dan kosmetik secara online, bisnis florist, menjual es kepal, dll., tak masalah menyimpang dari kompetensi yang diajarkan. Yang penting tumbuhnya jiwa kewirausahaan anak muda Bali. Jika semua lulusan SMK begini, dia yakin tak ada istilah lulusan SMK menganggur. ‘’Yang menganggur kan karena mereka masih milih-milih pekerjaan. Bagi saya midnset itu harus dihilangkan, ambil semua pekerjaan apa saja. Nanti sambil bekerja melanjutkan studi, justru akan lebih sukses,’’ tegasnya. Di sisi lain, Ni Ketut Nuka bersama Ketua Komite Drs. I Wayan Darya Kusuma tetap memotivasi siswa meraih nilai UNBK tertinggi, sekalipun nilai ini tak dipakai lagi untu bekerja dan studi lanjut. Makanya dia menetapkan nilai minimal kelulusan kompetensi 75. Sekaligus 400 lulusanya berhak menerima sertifikat kompetensi dari LSP sesuai visi Denpasar kota kompetensi. (sue)

Wedakarna Ingatkan Pemaksaan Study Tour ke Siswa Berpotensi Pidana Pemerasan SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III akhirnya menanggapi aspirasi masyarakat, khususnya para orangtua yang mempertanyakan adanya kebijakan study tour yang dianggap memberatkan orangtua. Salah satunya kebijakan mewajibkan siswa yang tidak ikut study tour untuk membayar biaya yang sama atau setengah dari peserta yang mengikuti study tour. Hal ini dianggap tidak Pancasilais, terutama bagi siswa dengan orangtua berpenghasilan rendah. Dan solusi bijak telah disampaikan oleh Senator Arya Wedakarna (AWK) saat memediasi pertemuan di LPK Bappepar Nusa Dua, Badung, dan juga SMK Kesehatan Bali Dewata Denpasar. Senator hadir didampingi oleh pejabat dari Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan serta Yayasan dan manajemen sekolah, serta pihak pelapor yakni orangtua yang berkeberatan. Dalam kesempatan terpisah tersebut, Senator AWK mendengarkan informasi seimbang dari pihak sekolah dan juga pihak orangtua yang berkeberatan, sehingga DPD bisa memberikan yang terbaik. Secara bijak Senator AWK menyampaikan pandangannya bahwa orangtua harus memahami bahwa sekolah swasta yang dikelola oleh yayasan, memiliki badan hukum tersendiri dan tidak bisa diperlakukan sama dengan sekolah negeri. ‘’Perguruan swasta nike memiliki otonom, dan memang berbeda dengan sekolah negeri yang bisa saber pungli turun tangan. Tapi di satu sisi, sekolah swasta juga harus memberikan kebijaksanaan terhadap siswa, apalagi terhadap siswa

D I S I N I

yang kurang mampu khususnya mengenai study tour. Karena jika sampai dipaksakan maka orangtua siswa juga memiliki hak untuk membela diri dan jika dimasalahkan bisa dikaitkan dengan pasal pemerasan sesuai UU Pidana asal ada bukti hukum perjanjian dua pihak, kontrak dan pernyataan yang tidak adil. Pesan tiang, agar pihak sekolah membijaksanai dan tidak memaksa. Kalau sudah pakai kata wajib mohon agak berhati-hati nggih. Tugas tiang adalah pengawas UU dan memberi masukan agar tidak melebar. Dan syukurlah orangtua yang keberatan sudah mendapat solusi baik dari yayasan,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Sejumlah rekomendasi yang disampaikan oleh Senator AWK yakni DPD menganggap bahwa kegiatan study tour sekolah adalah program biasa yang dilaksanakan oleh sekolah terkait dengan kurikulum, namun dalam pelaksanaannya tidak boleh memaksa. Kedua, DPD menolak jika siswa yang tidak ikut program diwajibkan untuk membayar penuh atau 50% sebagaimana tanggung jawab siswa yang ikut program. Ketiga, DPD memberikan solusi, agar siswa diberikan pilihan (opsi) dalam memilih program study tour, yakni di luar pulau, di dalam provinsi dan bagi yang tidak mampu dipersilakan membuat tugas paper mandiri. Jangan sampai ada kesan sekolah di Bali mengadakan kegiatan study tour sebagai ajang bisnis karena sekolah swasta memiliki badan hukum yayasan yang bersifat sosial. Keempat, DPD meminta agar agenda study tour lebih difokuskan untuk kunjungan studi ke unit-unit institusi sesuai

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat berkunjung ke LPK Bappepar Nusa Dua dan SMK Kesehatan Bali Dewata didampingi dinas terkait. jurusan SMA/SMK, jangan sebagian besar kegiatan study tour hanya terfokus pada wisata belanja dan rekreasi. Pihak sekolah harus membedakan mana study tour dan mana dharma wisata. Kelima, DPD meminta kepada guru agar berhati-hati menyampaikan pesan ke siswa yang diduga mengancam siswa atau memaksa membayar administrasi dengan bahasa yang melanggar hukum. Ada sanksi UU ITE yang menjerat jika bukti pengancaman via WA. Keenam, DPD tidak setuju jika ada pihak sekolah yang mengumumkan nama–nama siswa yang telat membayar SPP dan administrasi dalam acara terbuka

seperti di upacara sekolah dan di aula, karena dikategorikan termasuk bully terhadap siswa dan menyebabkan traumatik. Ketujuh, DPD akan meminta kepada Dinas Pendidikan di provinsi dan kabupaten/kota untuk membuat aturan baku dan pedoman tentang study tour, sehingga pihak sekolah dan pihak orangtua siswa sama-sama tidak merasa dirugikan. Kedelapan, bagi orangtua siswa yang berkeberatan, DPD memberikan wawasan bahwa mereka memiliki hak hukum dan dipersilakan melapor ke aparat hukum jika ditemukan indikasi pungli, pemerasan dan juga pengancaman sesuai dengan UU. (ad601)

LPCW Periode V Diikuti 220 Orang

BERSANDAR – Sejumlah kapal nelayan saat bersandar di Pantai Kedonganan, Badung.

Manfaatkan Teknologi Optimalkan Hasil Tangkap Nelayan Mangupura (Bali Post) Sebagai upaya untuk menyejahterakan dan meningkatkan produktivitas nelayan di Kabupaten Badung, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Badung telah menerapkan aplikasi fish finder dan GPS di kapal nelayan. Peralatan ini dipasang terutama pada kapal nelayan yang berbobot 50 GT ke atas. Menurut Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Badung Made Badra, upaya tersebut ditempuh untuk meningkatkan nilai tukar nelayan agar menjadi lebih bagus. Sehingga kesejahteraan nelayan semakin meningkat dan hasil tangkap nelayan semakin berlipat. ‘’Kita tetap bantu fasilitasi penangkapan ikan dari nelayan yang ada di Badung. Jadi kita sekarang sudah memanfaatkan teknologi, tidak dengan cara tradisional lagi. Sehingga nelayan kita sekarang bukan berorientasi mencari ikan, tapi menangkap ikan,’’ kata Badra, Rabu (15/5) kemarin. Dikatakannya, potensi perikanan laut di Badung cukup tinggi. Karenanya, optimalisasi dan modernisasi alat tangkap sudah selayaknya

dilakukan. Untuk mengoptimalkan hal itu, pihaknya mengaku akan mengoordinasikan hal itu dengan Dinas Perikanan Provinsi, sebab kewenangan menyangkut laut kini berada di provinsi. Termasuk nantinya agar ada asuransi nelayan, sehingga nelayan bisa terlindungi dari potensi kecelakaan di laut. Kembali soal alat, aplikasi fish finder merupakan alat mendeteksi adanya ikan, sehingga nelayan mengetahui di mana tempat berkerumunnya ikan. Itu akan mempermudah dalam penangkapan ikan di laut. Semantara GPS diterapkan untuk menentukan titik koordinat kapal. Di mana kedua sistem tersebut akan dilengkapi tool change system yang disiapkan juga coolbook berisi es. Menurutnya, ukuran kapal 50 GT ke atas selayaknya sudah harus memakai alat itu, karena dia melaut dengan jarak di atas 4 mil. Alat itu kini sudah dipasang di kapal nelayan Kelan, Kedonganan dan Tanjung Benoa, yang menjadi sentra penangkapan ikan. ‘’Jumlahnya sekitar 25 alat, satu kapal cukup satu alat,’’ jelasnya. (kmb23)

Dibekali Kompetensi Keilmuan, Lulusan FEB Unud Siap Bersaing di Dunia Kerja FAKULTAS Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana (Unud) kembali menggelar prosesi Lepas Pesan Calon Wisudawan (LPCW) periode V tahun akademik 2018/2019, Selasa (14/5). Bertempat di Gedung Auditorium Widya Sabha, LPCW kali ini diikuti sebanyak 220 calon wisudawan. Menurut Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan Prof. Dr. Ni Nyoman Kerti Yasa, S.E., M.S., LPCW periode V tahun akademik 2018/2019 ini jumlahnya setengahnya dibandingkan dengan periode IV. Untuk periode IV jumlahnya sekitar 400 orang, sedangkan untuk periode V ini totalnya 220 orang yang tersebar pada Prodi S-1, S-2 dan S-3. Dijelaskannya, untuk Prodi S-1 ada sebanyak 193 orang. 96 orang dari Prodi S-1 reguler di Jimbaran dan 97 orang dari Prodi reguler di Denpasar. Sedangkan sebanyak 27 orang dari program magister yaitu dua dari Magister Ilmu Ekonomi kemudian Magister Manajemen ada 5 dan 19 dari Magister Akuntansi. Sedangkan untuk level S-3 itu hanya satu orang dari Program Doktor. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unud Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, S.E., M.Si. menyebutkan LPCW merupakan acara rutin dilakukan setiap tiga

Orang Asing Terkesan Lebih Beruntung

B R A N D I N G

Kamis Umanis, 16 Mei 2019

Hakim Mesti Beri Efek Jera Penyelundup Narkoba PERKARA narkoba masih mendominasi persidangan di PN Denpasar. Hampir setiap hari, belasan pelaku narkoba diadili. Tidak hanya masyarakat pribumi, namun orang asing banyak yang tersangkut kasus pidana narkoba. Tak hayal, Lapas Kerobokan yang berkapasitas 323 orang, kini menampung seribuan tahanan dan narapidana dalam perkara narkotika. Tercatat hingga 6 Mei lalu, tahanan narkotika berjumlah 1.071 dari total 1.690 yang menghuni Lapas terbesar di Bali itu. Berdasarkan angka kasus yang masuk PN Denpasar, yang mewilayahi Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, kasus narkoba juga mendominasi. Bahkan mereka tak jarang berstatus residivis, pelaku mengulangi perbuatannya kembali. Efek jera dalam pemberian hukuman baik melalui tuntutan jaksa maupun vonis hakim dinilai masih ada disparitas. Khususnya bagi perlakuan narapidana orang asing dibandingkan dengan pelaku orang pribumi. Beberapa contoh kasus di atas memang kerap terjadi, walau hakim mempunyai pertimbangan sendiri. Namun faktanya, banyak barang bukti hasil penyelundupan narkoba yang jumlahnya banyak, namun pelakunya mendapatkan hukuman ringan. Ada beberapa yang menjadi

pertimbangan jaksa dalam menuntut dan hakim dalam menghukum terdakwa. Antara lain peran pelaku, pertimbangan yuridis, pertimbangan kemanusiaan. Bagi orang awam, banyak putusan hakim dilihat nyeleneh, karena orang asing banyak yang direhab, atau tuntutan hukumannya kadang tidak sebanding dengan ketentuan pasal yang diterapkan. Atau istilah pengadilan, hukuman di bawah maksimal. Salah satu contoh dalam persidangan yang terjadi adalah kasus narkoba yang melibatkan pria asing asal Malaysia, Mohd Husaini Bin Jaslee. Dia ditangkap atas kasus menyelundupkan 1.887 butir pil ekstasi. Pria 35 tahun ini hanya dituntut 10 tahun penjara oleh jaksa dan divonis ringan oleh majelis hakim yang diketuai I Dewa Budi Watsara. Yakni penyelundup 1.887 butir pil ekstasi itu dipidana 7 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar subsider 4 bulan kurungan. Sedangkan pria asal Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), terdakwa Abdul Manan alias Andi (23), yang ditangkap karena kepemilikan sabu seberat 30,42 gram dan ekstasi sebanyak 200 butir dihukum selama 11 tahun. Selain itu I Putu Adi Sastrawan dituntut pidana penjara selama 15 tahun atas kasus 63,58 gram netto

sabu-sabu dan 94 butir ekstasi. I Nyoman Mahardika dituntut 15 tahun oleh jaksa, dan dihukum 12 tahun oleh majelis hakim. Teranyar, kasus heboh dengan barang bukti yang besar, yakni menyelundupkan 2 kilogram lebih narkotika golongan I jenis hasish, dituntut ringan. Ya, orang asing penyelundup narkoba itu hanya dituntut 15 tahun. Padahal ancaman hukumannya 20 tahun, seumur hidup, bahkan mati. Akankan majelis hakim memberikan efek jera bagi penyelundup narkoba, yang sering disebut sebagai penghancur generasi bangsa? Masyarakat sangat ingin melihat efek jera bagi pelaku narkoba. Kepala Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab, Rabu (15/5) kemarin berpendapat, hakim dalam menjatuhkan hukuman atau vonis seharusnya relevan dengan dampak yang ditimbulkan dari narkoba tersebut. ‘’Artinya bisa memberikan efek jera bagi penyelundup dan pengedar narkoba,’’ kata Umar Alkhatab. Menurutnya, hukuman ringan akan membuat upaya pemberantasan narkoba tidak maksimal. ‘’Para penyelundup dan pengedar narkoba akan memanfaatkan keringanan hukuman ini untuk memasok narkoba lebih masif lagi,’’ katanya. (asa)

bulan sekali. Yaitu pelepasan secara formal di fakultas sebelum akan dilepas pada wisuda bersama di tingkat universitas. Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin memberi pesan kepada alumni. Yakni setelah berhasil menuntaskan tugas mereka dan mulai terjun di dunia kerja, baik nanti mereka berusaha sendiri atau berkarir. Mereka harus tahu dan yakin di mana posisi mereka terbaik, dalam artian harus siap memasuki persaingan di dunia kerja atau berwirausaha yang bisa menciptakan kesempatan kerja bagi dirinya dan orang lain. ‘’Jadi kita perlu ingatkan, karena biasanya setelah tamat kuliah, mereka bingung menghadapi pilihan itu. Sekarang mereka harus sudah siap, dan itu sudah kita siapkan dengan baik dalam proses pembelajaran yang selalu disesuaikan dengan kebutuhan dinamika dunia kerja termasuk juga bagaimana mereka menjadi seorang wirausaha,’’ katanya. Pihaknya juga meyakinkan bahwa lulusan FEB sudah dibekali kompetensi yang memadai untuk bersaing dan siap untuk masuk pasar kerja. Di samping itu, selain mereka diberikan kompetensi di bidang keilmuan yang memadai, juga dibekali kompetensi praktis yang merupakan keunggulan mereka. Keunggulan praktis yang

FEB UNUD - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, S.E., M.Si. bersama jajaran saat berfoto bersama dengan lulusan terbaik pada LPCW periode V tahun akademik 2018/2019 FEB Unud, Selasa (14/5). disiapkan dalam bidang kewirausahaan dan berinvestasi di pasar modal melalui Galeri Investasi. Semua kompetensi unggulan tersebut dimulai dari proses pembelajaran melalui mata kuliah kewirausahaan dan pasar modal. ‘’Kita siapkan ajang kompetisi di bidang kewirausahaan dan pasar modal sesuai dengan dinamika di lapangan secara reguler. Sehingga mereka bisa menjadi wirausaha yang adaptif terhadap dinamika pasar yang sesungguhnya,’’ pung-

kasnya. Untuk LPCW kali ini, secara persentase, predikat kelulusan untuk lulus memuaskan sebanyak 19%, lulus sangat memuaskan sebanyak 65% dan 16% lulus dengan pujian atau cumlaude. Adapun lulusan terbaik pada LPCW V ini yaitu untuk program Magister diraih oleh A.A. Sagung Ary Nur Arista dengan IPK 4.00. Sedangkan untuk program sarjana diraih oleh Ni Kadek Supartini dengan IPK 3.98 dengan pujian. (ad498)

’’Berkenalan’’ Lebih Jauh dengan Penyakit ’’Monkeypox’’ KASUS penyakit monkeypox atau yang dikenal sebagai cacar monyet baru saja menggemparkan negara tetangga kita yaitu negara Singapura. Terdengar berita bahwa penyakit tersebut diderita oleh seorang warga negara Nigeria yang baru saja tiba di Singapura. Penyakit monkeypox pertama kali ditemukan sekitar tahun 1970–an di Kongo, Afrika. Penyakit monkeypox disebabkan oleh virus monkeypox atau virus zoonosis yang berasal dari genus orthopoxvirus. Sebagian besar kasus terjadi pada anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga dapat terinfeksi. Cara penularan penyakit melalui kontak langsung dengan hewan primata atau non–primata seperti kelinci, tikus, trenggiling atau anjing yang terinfeksi. Biasanya ditularkan melalui gigitan atau cakaran dari hewan yang terinfeksi atau melalui kontak dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi. Virus berkembang biak di lokasi cedera dan bermultiplikasi pada kelenjar getah bening, kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Gejala penyakit monkeypox mirip dengan gejala penyakit variola atau smallpox. Biasanya diawali dengan adanya demam, menggigil, sakit kepala, nyeri– nyeri otot, tulang, atau sendi yang dapat berlangsung sekitar 2-3

hari. Sakit tenggorokan, batuk, sesak napas, diare, dan nyeri perut juga dapat timbul. Setelah muncul gejala tersebut, kemudian akan muncul ruam dan bintil– bintil pada kulit. Biasanya lokasi awal timbul ruam atau bintilbintil tersebut terdapat di wajah atau badan, kemudian menyebar ke tempat lain. Selanjutnya bintil tersebut akan berisi cairan berupa nanah, dan dapat meninggalkan keropeng. Limfadenopati atau pembesaran kelenjar getah bening adalah ciri khas dari monkeypox yang biasanya tidak terlihat pada cacar. Apabila tidak ditan-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

gani dengan baik, komplikasi yang dapat terjadi pada penderita, yaitu pneumonia, ensefalitis, dan gangguan pada mata. Saat ini belum ada pengobatan yang spesifik untuk penyakit monkeypox. Pengobatan yang diberikan untuk mengatasi gejala yang ada, atau dapat diberikan obat antivirus. Vaksinasi dapat dilakukan untuk pencegahan terhadap penyakit monkeypox, namun masih belum jelas keefektifannya apabila vaksin diberikan kepada pasien yang telah terpapar penyakit monkeypox. Diharapkan dengan munculnya kasus ini kembali, para peneliti kasus penyakit monkeypox, tim kesehatan yang merawat, atau seseorang yang memiliki hubungan terdekat dengan pasien yang terinfeksi untuk mendapatkan vaksinasi sebelum kontak dengan pasien. ‘’Kita juga dapat menerapkan gaya hidup hygienis dengan sering mencuci tangan, segera mandi setelah terpapar dengan kotoran hewan, penggunaan sarung tangan bila akan bersentuhan langsung dengan hewan yang dicurigai terinfeksi,’’ tandas dr. Lidya Alexandra. Pasien yang terinfeksi juga sebaiknya dirawat di dalam ruang perawatan khusus dan mendapat terapi yang optimal, sehingga penyakit monkeypox dapat diatasi secara maksimal. l dr. Lidya Alexandra


DAERAH

Kamis Umanis, 16 Mei 2019

5

FIGUR Percepat Jemput Tahanan BANYAK saksi dalam perkara yang disidangkan di PN Denpasar mengeluh karena jadwal sidang tidak pasti. Bahkan mereka tak jarang harus pulang tanpa memberi kesaksian, karena ada persidangan yang berlangsung hingga malam. Baik pihak pengadilan maupun kejaksaan, seakan tidak ada solusi karena selama ini tahanan kadang datangnya sore. Dengan jumlah perkara yang banyak, tentu sidang kadang berlangsung hingga malam. Para jaksa, para hakim, panitera, pasti punya keluarga, sehingga mereka mestinya tidak sampai sidang hingga petang bahkan larut malam. Mengantisipasi sidang hingga malam, dan mempercepat proses persidangan, Kasipidum Kejari Denpasar yang baru beberapa pekan lalu dilantik langsung membuat gebrakan. Dia adalah I Wayan Eka Widanta. Kasipidum asal Gianyar itu memerintahkan petugas penjemput tahanan untuk berkoordinasi dengan pengawal dari kepolisian dan juga berkoordinasi dengan petugas Lapas Kerobokan. Bahkan, dia ikut langsung menjemput tahanan, untuk memastikan bahwa penjemputan sesuai prosedur. Alhasil, setelah diperintahkan menjemput tahanan lebih awal, yakni jam 10 pagi mobil tahanan harus sudah berangkat ke Lapas Kerobokan, dalam sepekan ini sidang dapat dipercepat. Tak hayal, gebrakan yang dilakukan Eka Widanta mendapatkan apresiasi dari pihak pengadilan, pencari keadilan dan saksi-saksi, karena mereka bisa sidang lebih cepat dan tidak lagi ada sidang hingga malam.Di samping itu, pola pengaturan penjemputan dan pengambilan tahanan tidak mesti berlarut-larut hingga malam. Memang, yang menjadi kendala sebelumnya adalah pelimpahan tahap II dari kepolisian. Kadang pelimpahan tahanan di atas jam 12 siang, sehingga petugas antar-jemput tahanan mesti ngirim tahanan tersangka yang baru dilakukan pelimpahan ke Lapas Kerobokan terlebih dahulu. Setelah itu baru bisa jemput tahanan yang akan disidang. Dengan adanya komitmen dari semua pemangku kebijakan, kini penjemputan tahanan diproyeksikan lebih awal. ‘’Dan bisa dilihat, sekarang kami harapkan sidang lebih cepat. Tidak ada lagi sampai larut malam,’’ tandas Eka Widanta, yang lama bertugas di Intel Kejati Bali itu. (asa)

Yessy Diana, dari Ngebeat ke Melow

SUKSES dengan single ‘’Jomblo Bahagia’’ yang diluncurkan tahun lalu, kini penyanyi Bali asal Nusa Penida, Yessy Diana, kembali meluncurkan single teranyarnya. Berbeda dengan tiga single sebelumnya, kali ini single yang berjudul ‘’Ngenehang’’ ini diaransemen dengan genre berbeda. Di mana ketiga single sebelumnya dihadirkan dengan genre ‘’ngebeat’ yang penuh ceria, kali ini justru terbalik. Single yang diciptakan adik kandungnya, Dewa Yessa, ini diciptakan bernuansa melow. ‘’Lagu ini berbeda dengan lagu kedua dan ketiga saya, karena kemarin itu memang lagu ngebeat, sedangkan yang sekarang itu memang melow. Jalan cerita di video klip yang digarap Jibolba Baker dan DNJ Production ini memang sengaja dibuat agar kesannya seperti soundtrack film,’’ ujar Yessy Diana di sela-sela peluncuran single ‘’Ngenehang’’ di salah satu warung makan di Matahari Terbit, Sanur, Selasa (14/5) malam. Pemilik nama lengkap Dewa Ayu Yessi Diananingsih ini menjelaskan bahwa single terbarunya ini mengisahkan tentang pengkhianatan salah satu pasangan kekasih yang telah lama menjalin hubungan. Di mana pria pada pasangan tersebut telah berpaling dengan wanita lain. Meskipun dikhianati, wanita itu tetap mengingat mantan kekasihnya tersebut. Bahkan tetap merindukan dan menanyakan kabar, apakah dia bahagia dengan pasangannya yang baru. ‘’Ini sebenarnya bukan kisah nyata saya, mungkin ini kisah nyata yang dialami pencipta lagu ini (Dewa Yessa - red),’’ tukas Yessy Diana sembari tertawa. Diluncurkannya single yang diaransemen Sila Home Studio ini diharapkan mampu memikat para penggemarnya. Apalagi, ia merupakan salah satu selebgram ternama di Bali dengan jumlah followers sebanyak 255.000 lebih. ‘’Harapan saya di lagu ini astungkara semoga semua suka, banyak yang nonton dan banyak yang request di radio-radio kesayangan mereka, karena lagu ini sudah ada di seluruh radio di Bali,’’ harap wanita kelahiran Batununggul, 20 Desember 1993 ini. Seperti diketahui, Yessy Diana mengawali kariernya menjadi foto model, lalu terlibat langsung dalam beberapa video klip musik Bali, kemudian memberanikan diri untuk bersolo karier dengan single pertamanya ‘’Pada Ngelahang’’. Tidak hanya itu, Yessy Diana juga lihai dalam adu akting. Menjadi pemeran utama dalam film ‘’Leak’’ edisi 2 diperankannya dengan sukses. Selain itu, ia juga menjadi salah satu pemeran pada film ‘’Napak Pertiwi’’ yang konsep identik dengan agama, adat, dan budaya Bali. (win)

Bali Post/ist

Pembantu Disiram Air Panas

LAPOR - Eka Febriyanti didampingi pengacaranya melapor kasus KDRT, Rabu (15/5) kemarin.

Denpasar (Bali Post) -

Seorang pembantu rumah tangga, Eka Febriyanti (21), didampingi pengacaranya melaporkan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ke Polda Bali, Rabu (15/5) kemarin. Sambil menangis menahan sakit, Eka menceritakan kalau dirinya disiksa majikannya berinisial Desak MW beralamat di seputaran Stadion Dipta, Gianyar, dengan cara disiram air panas. Pemicunya hanya garagara gunting pemotong besi hilang. ‘’Disiram air panas mulai dari kepala, punggung, tangan dan paha. Air panas dua panci besar,’’ kata wanita asal Jember, Jawa Timur ini didampingi pengacaranya, Supriyono. Sambil meringis menahan sakit, korban menceritakan peristiwa naas yang dialaminya. Dia bekerja di rumah majikannya diajak adik tirinya. Pada Selasa (7/5) siang, korban disuruh mencari gunting besi tetapi tak kunjung ketemu. ‘’Kalau tidak ketemu akan dikasi sanksi,’’ ceritanya. Korban yang sudah tujuh bulan bekerja di sana berusaha mencari gunting tersebut, tetapi tidak

ditemukan. Karena tidak ketemu, majikannya berinisial MW kemudian menyiram korban dengan menggunakan air panas. Perbuatan keji itu juga dilakukan satpam dan adik tiri korban. Saat hendak disiram ketiga kalinya, korban melarikan diri dan sembunyi di warung dekat lokasi peristiwa mengenaskan itu. Oleh pemilik warung, korban diberi uang Rp 5.000 dan kue. Polisi sempat dipanggil ke warung tersebut, tetapi korban tidak berkata jujur karena takut. Saat polisi tanya luka di wajahnya, korban mengaku jatuh. ‘’Saya naik angkot sampai Terminal Batubulan. Saya

Dituding sebagai Pengedar Narkoba

Sastrawan Dituntut 15 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Didakwa atas dugaan menjadi pengedar narkoba, persisnya narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi, terdakwa I Putu Adi Sastrawan, Selasa (14/5) dituntut pidana penjara selama 15 tahun. JPU I Gede Arthana di hadapan majelis hakim pimpinan I Made Pasek menyatakan bahwa perbuatan terdakwa terbukti bersalah sebagaimana dalam Pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dikatakan jaksa bahwa perbuatan terdakwa itu bersalah mengedarkan 63,58 gram netto sabu-sabu dan 94 butir pil ekstasi. Selain dituntut 15 tahun penjara, terdakwa juga dituntut pidana denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan. ‘’Terdakwa I Putu Adi Sastrawan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menerima, menjadi perantara dalam jual-beli, menukar atau menyerahkah narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman,’’ tandas jaksa kelahiran Buleleng itu. Mendengar putusan itu, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar akan mengajukan pembelaan dalam sidang berikutnya. Diuraikan jaksa dari Kejati Bali itu, bahwa pada 17 Januari 2019 pukul 18.00 Wita terdakwa dihubungi seseorang berinisial GS. Terdakwa disuruh mengambil paketan yang di dalamnya berisi narkotika jenis sabu-sabu di Jalan Mertanadi, Denpasar, persisnya di bawah pohon palem berupa kotak makanan yang di dalamnya berisi sabu-sabu seberat 30 gram. Kemudian sabu-sabu tersebut dipecah sebanyak 10 paket. Setelah dipecah terdakwa memasukannya ke dalam bungkus rokok. Selanjutnya ditaruh dalam tas pinggang dan sisanya dimasukkan ke dalam kresek hitam. Terdakwa kemudian menempel barang di sekitar Jalan Tukad Badung, Renon, Denpasar. Selanjutnya terdakwa diperintahkan GS menempel di sekitaran Jalan Gunung Soputan. Lewat tengah malam pukul 00.10 Wita ketika menempel itulah terdakwa didatangi dan ditangkap petugas dari Polda Bali. Hasil pengembangan hingga ke rumahnya, di Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara, di kamar tidurnya di sebelah rak televisi petugas kembali menemukan kresek berisi ekstasi sebanyak 94 butir. Ditemukan juga alat isap sabu-sabu atau bong dan timbangan elektrik. (kmb37)

hendak ke rumah teman saya di Nusa Dua. Saya baru menceritakan kejadian sebenarnya saat ditanya petugas terminal,’’ kata Eka sambil menangis. Sementara pengacara korban, Supriyono asal Probolinggo, Jawa Timur ini menjelaskan, dia ditelepon temannya, Senin (13/5) lalu terkait kasus ini. Selain itu ada perwira TNI berpangkat kapten tugas di Kodam IX/Udayana siap membantu. ‘’Kebetulan disediakan hotel oleh anggota TNI tersebut di Kuta. Saya ketemu korban, konfirmasi dan investigasi. Di situlah saya baru tahu ternyata yang dialami korban sangat sadis

dan kejam. Bahkan di luar perikemanusiaan,’’ tegasnya. Pengakuan korban, kata Supriyono, disiram air panas itu puncak kemarahan pelaku. Selama ini majikannya itu dikenal tempramental. ‘’Awalnya enggak ngaku. Tapi saat ditanya polwan, korban ngaku sering dipukuli. Tapi itu dianggap biasa karena hanya ditempeleng dan tidak sampai melukai,’’ ujarnya. Pada Selasa (7/5) pukul 13.00 Wita, terjadilah kasus penganiayaan tersebut. Kejinya, korban disiram air panas dua panci tetapi menggunakan gelas. Sementara adik tiri korban ikut melakukan perbuatan keji tersebut, menurutnya, itu dilakukan karena diduga tekanan majikannya. Pasalnya korban pernah melihat adik tirinya itu pernah dipukuli. ‘’Adik tirinya itu kerja di sana sebagai baby sitter. Kalau

korban sebagai pembantu rumah tangga. Korban katanya digaji Rp 1 juta tiap bulan tapi belum pernah dapat. Dia takut kalau tanya soal gaji kepada majikannya,’’ kata Supriyono. Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan saat dikonfirmasi mengatakan sudah memerintahkan Kasubdit IV Ditreskrimum menindaklanjuti laporan tersebut. ‘’Kalau saya lihat kasus ini masuk ranah KDRT. Tapi saat ini masih proses pelaporan dulu,’’ ujarnya. Apakah akan ada pemanggilan terlapor? ‘’Pasti. Kita akan proses lanjut laporan ini,’’ tegas Andi Fairan. Informasi terakhir dari Direskrimum Polda Bali, pihaknya sudah melakukan olah TKP. Selain itu tiga orang sudah diamankan di Polda Bali, yang diduga mereka sebagai pelaku. (kmb36)

Krama Desa Perean akan Gelar ’’Pacaruan dan Guru Piduka’’ Tabanan (Bali Post) Pascatragedi jebolnya jembatan penghubung Banjar Puseh dengan Banjar Bunyuh, Desa Perean, Baturiti, yang terjadi pekan lalu, krama Subak Palian dan krama banjar Desa Adat Puseh akan menggelar pacaruan dan guru piduka di lokasi kejadian bertepatan dengan purnama, Sabtu (18/5) mendatang. Upacara ini digelar untuk menghilangkan leteh di lokasi kejadian, sekaligus memohon maaf secara niskala. Dari pantauan, kondisi jembatan pascaperistiwa itu memang masih belum ada perbaikan. Warga juga belum berani mendekati lokasi jembatan tersebut. Mereka masih trauma dengan kejadian yang menewaskan dua

orang krama Subak Palian saat melakukan kerja bakti perbaikan jembatan. Nah, untuk menghilangkan rasa trauma termasuk sebagai wujud permohonan maaf secara niskala akan digelar pacaruan dan guru piduka. Klian Dinas Banjar Puseh I Nyoman Suda saat dikonfirmasi, Rabu (15/5) kemarin, membenarkan jika upacara pacaruan dan guru piduka akan digelar Sabtu mendatang bertepatan dengan purnama. Hari itu dianggap hari baik untuk menetralisir segala sesuatu yang bersifat mencemari alam, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. ‘’Nggih benar, jam 10.00 rencananya mulai,’’ terangnya. Rangkaian upacara yang digelar, lanjut Nyoman Suda,

seperti macaru brumbun, ngaturang tebasan guru piduka, pamayuh bumi/panegteg jagat, serta mulang pakelem di tempat kejadian berupa bebek selem dan ayam selem. Perbekel Desa Perean yang sudah purnatugas per tanggal 9 Mei 2019, I Nyoman Sunantra, mengatakan tragedi jembatan jebol yang terjadi Selasa (7/5) hingga menewaskan dua krama Subak Palian masih membawa duka tersendiri bagi pihak desa. Warga pun, kata Sunantra, masih sedih mengingat peristiwa tersebut. Ditanya kelanjutan perbaikan jembatan penghubung dua banjar tersebut, Sunantra hanya mengatakan dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan krama terlebih dahulu. (kmb28)

Warung Global

Pemukulan di Gedung Dewan Sangat Memalukan PEMUKULAN dan saling lapor antara Kadek Diana (Ketua Fraksi PDI-P) dengan Dewa Nyoman Rai yang juga merupakan Aanggota Komisi I DPRD Bali dari PDI-P, dinilai sungguh memalukan. Apalagi peristiwa itu terjadi di gedung terhormat, persisnya di ruangan utama jelang rapat paripurna gedung DPRD Bali. Tak hayal, peristiwa itu sangat disayangkan dan dinilai sungguh memalukan. Hal itu mengemuka dalam dialog Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Rabu (15/5) kemarin. Dalam acara dengan topik ‘’Pemukulan di DPRD Bali’’ itu, masyarakat menuding bahwa peristiwa itu sangat mencoreng citra anggota dewan. Apabila di perusahaan swasta dan bila melakukan tindakan seperti itu, sudah pasti diberikan sanksi yang berat. ‘’Berkelahi di tempat kerja pasti mendapatkan sanksi yang berat. Bisa-bisa kita dipecat,’’ kata Berathayasa dari Sangeh, Badung. Dia mengatakan kalau anggota dewan yang melakukan pastilah sangat memalukan. Karena anggota dewan adalah orang-orang terpilih yang tahu sopan santun dan mampu menyampaikan aspirasi rakyatnya. Akan tetapi malah yang terjadi sebaliknya. ‘’Malu dan sangat

malu,’’ tegasnya. Putu Artha dari Padangsambian, Denpasar, mengatakan anggota dewan adalah orang-orang terpilih. Seharusnya tidak perlu lagi dikasi tahu, karena sudah tahu apa tugasnya. ‘’Saya ketawa mendengar berita tersebut. Masak anggota dewan berkelahi. Kalau sudah seperti itu lanjutkan saja berkelahi,’’ katanya. Masyarakat lain berpendapat sama. Pemukulan yang dilakukan oleh sesama kader PDI-P sangat memalukan. ‘’Main pukul sampai berdarah-darah sampai melapor ke polisi, sungguh malu,’’ kata Bu Vera dari Tabanan. Bu Vera mengharapkan, walaupun memalukan akan tetapi masalah tersebut agar diselesaikan secara kekaluargaan atau secara damai. Inti per-

istiwa tersebut hanya terjadi sekali ini saja, dan tidak akan terulang kembali. Ayu dari Petang, Badung menambahkan, anggota dewan sebagai contoh bagi masyarakat. Tidak sepantasnya melakukan tindakan semacam itu. Menurut Ayu, sebaiknya berikan sanksi yang membuat efek jera. Jangan dibiarkan karena kalau dibiarkan maka akan sangat berpengaruh pada kinerja dan bagi anggota dewan yang lainnya. ‘’Saya ingat dengan kata-kata Gus Dur, mantan presiden, kalau perilaku anggota dewan seperti anak TK, yang suka berkelahi,’’ tandas Febri dari Denpasar. Dia mengatakan kalau ada masalah kenapa tidak diselesaikan dengan cara terhormat. (eka putri)


OPINI

6

Kamis Umanis, 16 Mei 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Inovasi dan Keberpihakan Pemerintah Jaga Lingkungan ERA teknologi membawa dampak ikutan yang tergolong revolusioner. Adaptasi teknologi pun membutuhkan daya kreatif dan inovasi yang cerdas. Kini, inovasi pun masuk dalam segala hal, baik dari segi produk, pemasaran hingga seni menjaga dan mengelola lingkungan agar tetap nyaman dan aman bagi kehidupan. Inovasi dalam mengelola alam ini dijabarkan dalam bentuk kebijakan-kebijakan yang terukur dan berdampak nyata pada tata kelola lingkungan. Di Bali, gerakan menjaga sanitasi lingkungan pun bergulir cepat. Pada Bali era baru di bawah kendalai Gubenur Wayan Koster, terobosan nyata dilakukan baik dalam bentuk regulasi dan aksi nyata. Setidaknya, dalam menjaga kualitas lingkungan, pergub tentang pelarangan plastik dan gerakan Bali bersih bergulir. Gerakan ini direspons publik dengan cepat. Ini menandakan ada kesadaran baru bahwa lingkungan yang nyaman akan menjadi ruang hidup yang berkualitas. Ini juga menandakan bahwa kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan termasuk sanitasinya secara langsung berkorelasi dengan kualitas hidup. Untuk itu, gerakan menjaga kualitas lingkungan bisa dilakukan dengan beragam cara. Menjaga hutan, sumber mata air, dan menekan polusi udara merupakan bentuk nyata partisipasi aktif manusia. Selama ini, salah satu hal paling krusial yang sulit ditekan adalah menjaga kualitas udara. Polusi udara tak saja akibat industri, transportasi, juga akibat tingginya perokok. Walaupun polusi akibat rokok kontribusinya masih rendah namun tetap harus ditekan. Untuk itu, solusi atas hal ini adalah melakukan kajian dan pendekatan alternatif dalam berbagai hal. Salah satunya mungkin pada produk-produk yang berdampak pada sanitasi udara. Dengan semakin berkembangnya teknologi, maka sangatlah mungkin melakukan varian dalam mengolah tembakau. Rokok yang selama ini menjadi produk utama pengolahan tembakau kini mesti dikembangkan. Ini tentu harus kita dukung mengingat jumlah perokok sangat tinggi. Di sisi lain, rokok juga masih menjadi sumber pendapatan strategis negeri ini. Pada dasarnya, apa pun aktivitas dan peran kita di dunia ini tanggung jawab moral menjaga lingkungan haruslah dibangun. Kita tentu tak bisa mengabaikan hal ini mengingat kita punya kontribusi nyata dalam hal ini. Setidaknya, pada tahap sederhana kita harus bergerak memproduksi dan menikmati produk-produk yang ramah lingkungan. Semoga perkembangan teknologi bisa memberikan kontribusi kepada kita dalam menjadikan bumi nyaman dan layak menjadi tempat hidup manusia dan habitat lainnya. Melihat berbagai fenomena di atas, seluruh pengembangan dan inovasi sektor kesehatan khususnya di Bali sangat ditentukan kemauan politik (goodwill) pemerintah daerah. Kendati pro-inovasi, penyusunan kebijakan tentang produk tembakau alternatif adalah sebuah pilihan politik yang berpotensi mengundang pro dan kontra. Yang jelas, pemerintah daerah maupun nasional selalu punya pilihan dalam memperbaiki tingkat kesehatan masyarakat. Pemerintah mestinya menjalankan kebijakan pengaturan rokok dengan memerhatikan aspirasi publik dan realita di lapangan. Pelarangan yang selama ini dengan mengedukasi publik tentang bahaya rokok terbukti tak efektif sama sekali. Hal lainnya, perlunya pemerintah mendorong atau setidaknya mengadopsi hasil inovasi produk tembakau alternatif melalui kebijakan persuasif yang dibarengi dengan riset lokal, edukasi dan akses seluas-luasnya kepada publik untuk mengetahui informasi mengenai suatu produk. Meski belum tuntas, pendekatan ini sudah terbukti efektif menurunkan prevalensi merokok dan risiko kesehatan di berbagai negara maju. Akhirnya, semua kembali pada kemauan politik pemerintah dan pemangku kepentingan lain yang berwenang.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Menunggu Ketegasan Pemerintah Rakyat sudah melaksanakan kewajibannya selama proses demokrasi, datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan menggunakan hak pilihnya. Bahkan, partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 ini tergolong paling tinggi selama pesta politik dilakukan. Selama proses pemilu berlangsung, suasana dan dinamika politik terkesan aman dan nyaman. Justru yang terasa panas kini ketika proses penghitungan hasil. Untuk itu, sebagai rakyat, kami berharap agar pemerintah segera bertindak dan menjaga stabilitas politik pasca-pemilu. Rakyat perlu rasa aman dan nyaman untuk bisa beraktivitas. Negara dan aparat keamanan saya yakini pasti paham betul untuk membuat rasa aman itu hadir di masyarakat. Jika ada pihak-pihak yang ingin membuat rusuh terlebih berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, maka aparat saya harapkan bertindak tegas. Jika kompromi sudah mentok, mungkin penjara bisa diberdayakan. Untuk itu, kami berharap aparat keamanan harus hadir dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Terkait dengan hasil pemilu, saya juga berharap KPU mengumumkannya sesuai data yang ada. Tekanan jangan sampai membuat KPU terhambat menghitung data pilihan politik publik. Artinya, jika tanggal 22 Mei ini, pemenang pilpres sudah bisa diumumkan, tentu proses berikutnya tinggal proses hukum jika ada gugatan. Setelah itu, saya harapkan proses politik berlangsung dengan aman. Artinya, saya berharap semua pihak hendaknya menghormati proses politik yang dilakukan oleh lembaga negara yang sah dan diberi kewenangan oleh rakyat. Intinya, mari jaga stabilitas negara, jangan nodai dukungan masyarakat pada Pemilu 2019 dengan tindakan anarkis. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Kemauan Politik dan Inovasi Bali Berbicara tentang Bali tak pernah lepas dari inovasi dan gerakan sosial masyarakatnya. Berbagai aktivitas lokal yang kemudian menjelma menjadi sebuah kampanye nasional kerap bermula dari Pulau Dewata. Sebut saja salah satunya kampanye tentang bijak menggunakan kantong plastik.

Oleh Adi Sastra Wijaya

B

ermula dari keprihatinan masyarakat mengenai timbunan ribuan ton sampah plastik yang merusak lingkungan, Gubernur Bali Wayan Koster akhirnya resmi melarang penggunaan plastik sekali pakai melalui Peraturan Gubernur Nomor 97/2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai mulai Senin, 24 Desember 2018. Larangan ini meliputi penggunaan sedotan, wadah plastik, dan styrofoam oleh produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh Bali. Gerakan masyarakat Bali ini pun menggema hingga ke tingkat nasional. Saat ini, Kementerian Keuangan sedang menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Barang Kena Cukai Berupa Kantong Plastik. Dengan pengenaan cukai, penggunaan plastik diharapkan akan turun. Meski pengendalian baru dari aspek ekonomi, sampah plastik kini sudah menjadi perhatian semua orang di tingkat nasional. Apalagi Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik ke laut kedua terbesar di dunia set-

elah Cina. Tak cuma plastik yang erat dengan lingkungan, inovasi masyarakat Bali juga merambah ke sektor kesehatan. Kini di Bali sedang berkembang usaha kecil dan menengah yang mendistribusikan dan menjual produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik (vape). Seperti namanya, produk tembakau alternatif, yang terdiri dari produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar dan rokok elektrik, adalah sebuah inovasi di bidang kesehatan yang berupaya memberikan pilihan kepada masyarakat untuk mengonsumsi produk tembakau dengan risiko kesehatan lebih rendah. Sudah banyak literatur dan penelitian ilmiah yang menjelaskan mengenai berbagai manfaat produk tembakau alternatif. Produk ini pun telah banyak digunakan masyarakat negara maju di Eropa dan Amerika yang ingin menurunkan jumlah konsumsi (prevalensi) merokok dan memangkas biaya kesehatan. Hal yang sama juga terjadi di negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan. Saat berkunjung awal 2019 lalu, saya mendapati banyak konsumen rokok konvensional

di Korea Selatan telah beralih ke produk tembakau alternatif, terutama produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar. Yang terbaru, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US Food and Drug Administration) memperbolehkan penjualan salah satu produk tembakau alternatif di negara itu. Tentu saja, keputusan lembaga sekelas US FDA semestinya dapat menjadi rujukan bagi negara-negara lain di dunia. Dalam perspektif politik dan kebijakan publik, keberadaan inovasi termasuk salah satunya produk tembakau alternatif perlu mendapatkan dukungan. Setiap inovasi yang ditunjang perjalanan riset panjang dan limpahan bukti ilmiah harus mendapatkan sokongan payung hukum yang kuat. Apalagi, pemerintah tak cukup menggunakan pendekatan lama untuk memangkas prevalensi merokok dan biaya kesehatan. Terobosan dan perubahan pendekatan dalam penyusunan kebijakan perlu dipilih untuk menyesuaikan inovasi yang berkembang begitu cepat. Dalam konteks produk tembakau alternatif di Bali, perlu keberanian pemerintah daerah untuk memisahkan

kebijakan produk ini dengan rokok konvensional. Pemisahan Aturan Paling tidak, ada tiga alasan yang menjadi dasar mengapa kebijakan produk tembakau alternatif ini perlu dipisahkan. Pertama, berdasarkan mayoritas hasil kajian ilmiah, produk ini terbukti memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah hingga 95 persen daripada rokok konvensional. Dengan demikian, kebijakan yang dibuat tidak dapat disamakan dengan produk lain yang risiko kesehatannya lebih tinggi, seperti rokok konvensional. Dalam Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), misalnya, produk tembakau alternatif seyogianya tidak berada satu rumpun dengan rokok konvensional. Dengan demikian, tidak terjadi salah persepsi di masyarakat tentang kedua produk tersebut. Kedua, berdasarkan Undang-undang Nomor 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, masyarakat berhak mengetahui secara detail mengenai kelebihan dan kekurangan suatu produk. Pemisahan aturan dan kebijakan mengenai produk tembakau alternatif akan membuka ruang publik dan konsumen dalam mengakses informasi yang benar. Selain itu, proses penyusunan kebijakan juga dapat melibatkan para pemangku kepentingan yang jauh lebih relevan. Ketiga, pemisahan aturan produk tembakau alternatif dapat membantu penyusunan kebijakan fiskal yang tepat. Peraturan Men-

Odapus Tersembunyi Dalam 1.000 Wajah LUPUS eritematosus sistemik dikenal dengan lupus, adalah penyakit autoimun. Autoimun menunjukkan imunitas yang overactive. Normalnya, saat tubuh terserang berbagai agen penyebab penyakit, seperti bakteri, virus, dan kuman lainnya, sistem imun menjadi lini satu-satunya pada tubuh yang akan menyerang agenagen tersebut sehingga stabilitas kesehatan tubuh manusia dapat dipertahankan. Pada orang dengan lupus (odapus), sistem imun tersebut tidak dapat membedakan antara agen asing penyebab penyakit dan sel tubuh yang normal, seperti sel-sel pada organ ginjal, kulit, otot, pencernaan, pernapasan, otak, dan lainnya yang bermanfaat fisiologis bagi tubuh. Efek yang ditimbulkan dari aktivitas imun adalah reaksi inflamasi (keadaan radang), nyeri dan kerusakan sel. Demikianlah penyerangan yang seharusnya hanya terjadi pada sel-sel asing penyebab penyakit, namun pada kondisi autoimun terjadi penyerangan yang sama pada sel-sel sehat yang tak bersalah namun harus menerima kenyataan mendapat serangan dari sistem imun karena ketidakmampuan imun membedakan sel yang normal dan sel perusak. Sifat ‘’auto’’ pada lupus ini juga dilengkapi dengan sifat lain yang memperburuk keadaan individu yang terkena. Kronis menandakan bahwa orang dengan lupus harus menjalani masa hidup yang cukup panjang (berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun) dengan gejalagejala yang membuat orang di sekitarnya merasa tidak nyaman, termasuk menyiksa diri sendiri. Namun, di samping mengetahui kenyataan buruk ini, setiap orang perlu mengetahui bahwa penyakit ini tidak menular, bahkan tidak juga melalui hubungan seks, seperti penyakit HIV/AIDS (penurunan aktivitas sistem imun). Anda tidak

Oleh dr. Ninik Maris Saragih dapat menerima penyakit tersebut dari orang lain dan mereka pun tidak dapat memberikan penyakit tersebut kepada Anda. Penyakit ini juga bukan sejenis kanker di mana sel-sel berkembang berlebihan dan menyebar ke jaringan lain. Gejala khas dari lupus adalah gejala berkala memburuk dan suatu waktu dapat membaik. Namun, sifat kronis lupus membuat gejala yang berkala menjadi tak berarti karena gejala akan tetap terjadi sampai akhir hidup penderita lupus. Apakah penyakit lupus adalah penyakit yang fatal? Ya, mungkin beberapa orang dapat berpendapat demikian. Namun, tak jarang orang dengan lupus dapat bertahan tanpa penurunan kualitas hidup, yaitu mereka yang patuh pada pengobatan dan gaya hidup yang tepat. Meskipun demikian, sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan. Pengobatan hanya dapat mengurangi progresi penyakit. Setiap individu harus menaruh perhatian yang besar pada orang dengan lupus. Mengapa? Ternyata tak seorang pun di dunia ini dapat mengira kemungkinan siapa pun terkena lupus. Itu artinya, tak seorang pun diperbolehkan menghakimi orang lain yang terkena lupus karena mereka pun tak mengerti mengapa harus mereka mengalami penyakit tersebut. Berada di posisi mereka adalah hal terberat. Di saat tidak ada penerimaan terhadap Anda karena pipi wajah Anda memerah bercorak khas kupu-kupu, atau Anda tidak dapat melakukan aktivitas dengan benar karena kelelahan otot atau nyeri tulang, atau bahkan Anda mengeluhkan kehilangan inga-

tan atau nyeri pada organ-organ tubuh lainnya karena serangan sistem imun yang tidak memiliki sensor yang tepat lagi. Berbicara mengenai prevalensi, sebuah penelitian menyatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya lupus, yaitu seks (90% orang dengan lupus adalah wanita), usia (rentang 14-44 tahun), ras (Africa lebih sering dari pada Caucasian), dan riwayat keluarga (anggota keluarga dengan lupus kemungkinan 5-13% anggota lain dari keluarga tersebut terkena lupus. Namun hanya 5% ibu dengan lupus akan menjadikan anaknya terkena lupus). Bagaimanapun, keempat hal tersebut adalah faktor risiko sehingga memungkinkan orang di luar faktor risiko juga dapat terkena lupus. Bila Anda seorang dengan lupus, cobalah untuk mulai menyampaikan hal-hal yang sebaiknya diketahui rekan-rekan Anda. Anda tidak perlu memberi tahu semua tentang lupus. Anda cukup menyampaikan pengobatan yang sedang Anda jalani dan gejala-gejala yang dapat Anda alami sehingga tatkala Anda menunda suatu rencana dengan mereka, mereka dapat mengerti alasan Anda. Mungkin orang lain memiliki pendapat atau komentar yang kurang tepat untuk Anda, Anda tidak perlu merasa tidak sabar untuk menjelaskan kepada mereka tentang kenyataan yang sebenarnya Anda alami. Karena itu, hanyalah bukti bahwa masih banyak orang yang belum memahami sifat unpredictable dari penyakit lupus. Sehari-hari, saya bertemu dengan teman atau saudara

dengan lupus, lalu apa yang seharusnya saya lakukan? Pertama, jangan pernah mencoba menghindari mereka. Mereka sangat membutuhkan bantuan Anda. Sama seperti kesehatan fisik, kesehatan mental memiliki nilai yang sangat berarti bagi orang dengan lupus. Orang dengan lupus mudah depresi, baik karena penyakit maupun karena salah satu jenis obat yang mereka konsumsi. Anda harus percaya bahwa mereka tidak akan pernah dapat memberikan penyakit mereka kepada Anda. Jadi, tidak perlu menghindar. Tanyakanlah kepada mereka kapan Anda dapat membantu mereka, khususnya saat gejala timbul dan membuat mereka kesulitan melakukan aktivitas mereka. Setiap tahun, riset-riset terbaru menunjukkan penemuan yang tak terduga. Progresi pengobatan dan diagnosis selama dekade terakhir berkembang sangat pesat dibandingkan 100 tahun yang lalu. Oleh karena itu, masih ada harapan yang masuk akal untuk mengontrol penyakit ini dan mungkin esok hari penyakit lupus dapat disembuhkan bahkan dicegah. Tanggal 10 Mei ditetapkan sebagai Hari Lupus Sedunia. Saya mengajak masyarakat untuk semakin memerhatikan dan peduli pada keluarga, teman, rekan, dan siapa saja yang Anda ketahui terkena lupus karena kondisi lupus (lupus eritematosus sistemik) dapat menyerang berbagai organ tubuh sehingga disebut 1.000 wajah, namun terkadang tidak diketahui keberadaannya (tersembunyi) dan orang-orang yang mengalami lupus juga terkadang bersembunyi di balik kesehariannya.

teri Keuangan (PMK) Nomor 156/2018 tentang Perubahan atas PMK Nomor 146/2018 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau masih menerapkan besaran cukai 57 persen. Itu pun hanya untuk rokok elektrik. Padahal, ada banyak jenis produk tembakau alternatif yang punya turunan dan karakteristik unik sehingga memungkinkan diterapkan tarif cukai lebih rendah dengan level berbeda. Melihat berbagai fenomena di atas, seluruh pengembangan dan inovasi sektor kesehatan khususnya di Bali sangat ditentukan kemauan politik (goodwill) pemerintah daerah. Kendati pro-inovasi, penyusunan kebijakan tentang produk tembakau alternatif adalah sebuah pilihan politik yang berpotensi mengundang pro dan kontra. Yang jelas, pemerintah daerah maupun nasional selalu punya pilihan dalam memperbaiki tingkat kesehatan masyarakat. Pertama, menjalankan kebijakan pengaturan rokok yang sebagian besar mengandung unsur pelarangan disertai pemberian sanksi yang tegas bagi mereka yang melanggar. Sayangnya, pendekatan ini terbukti tak efektif sama sekali. Kedua, mengadopsi hasil inovasi produk tembakau alternatif melalui kebijakan persuasif yang dibarengi dengan riset lokal, edukasi dan akses seluas-luasnya kepada publik untuk mengetahui informasi mengenai suatu produk. Meski belum tuntas, pendekatan ini sudah terbukti efektif menurunkan prevalensi merokok dan risiko kesehatan di berbagai negara maju. Akhirnya, semua kembali pada kemauan politik pemerintah dan pemangku kepentingan lain yang berwenang. Penulis, dosen Ilmu Politik dan Praktisi Pariwisata

POJOK Puluhan desa pakraman di Buleleng susun pararem antinarkoba. - Dari desa selamatkan Bali. *** Di Tabanan hingga April ditemukan 24 kasus HIV baru. - Ayo selamatkan manusia Bali. *** Asita sayangkan kebijakan Pemkab Badung naikkan tarif masuk DTW. - Sekali-sekali Asita diminta bijak.

Penulis, dokter Internship RSUD Panglima Sebaya, Tanah Grogot

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7 TABANAN Pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Bongan Puseh 2019-2024 Kamis Umanis, 16 Mei 2019

SETELAH melalui tahapan pemilihan, delapan orang prajuru Desa Adat Bongan Puseh Kecamatan Tabanan periode 20192024 dikukuhkan oleh Majelis Madya Desa Pakraman Tabanan, Rabu (15/5) kemarin, di Wantilan Pura Dalem desa setempat. Hadir dalam acara tersebut, Camat Tabanan I Putu Arya Suta, Kepala Desa Bongan I Ketut Sukarta, S.E. dan prajuru desa adat seKecamatan Tabanan. Pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Bongan Puseh 2019-2024 diawali dengan upaPAKELING - Sebelum dikukuhkan, Prajuru Desa Adat Bongan Puseh ‘’mapekeling’’ di Pura Tri Kahyangan desa setempat.

cara mapekeling di Pura Tri Kahyangan desa adat setempat. Dengan pengukuhan ini, bendesa dan prajuru baru ini selanjutnya bertanggung jawab atas segala tugas adat untuk menjaga kelestarian Desa Adat Bongan Puseh selama periode tahun 2019 sampai 2024. Dalam susunan bendesa dan prajuru baru ini, sebagai Bendesa Adat dipercayakan kepada I Gusti Putu Sukarata dari Banjar Adat Bongan Kauh dengan perolehan suara terbanyak. Sebagai Petajuh atau Wakilnya adalah I Made Arya Sutamba, S.Pd., M.Pd. dari Banjar Bongan Gede. Kemudian Sekretaris dijabat oleh I Nyoman Sulendra dari Banjar Adat Bongan Lebah Kelod, Bendahara I Nyoman Sulendra, S.Pd., M.Pd. dari Banjar Adat Bongan Kauh,

Kasinoman/Juru Arah I Ketut Sukarada dari Banjar Bongan Lebah Kaja, Baga parahyangan Drs. I Ketut Putra dari Banjar Adat Bongan Jawa, Baga Pawongan I Gusti Made Manubagia dari Banjar Adat Bongan Tengah dan Baga Palemahan I Wayan Mustika dari Banjar Adat Bongan Jawa. Bendesa Adat periode sebelumnya, I Gusti Putu Nuryasaadi, dalam kesempatan tersebut mengucapkan permohonan maaf jika selama masa kepengurusannya ada hal-hal yang tidak berkenan, dan berharap para prajuru desa adat yang baru bisa melanjutkan program-program pembangunan dan kegiatan upacara yadnya disesuaikan dengan aturan dari pemerintah. Sementara itu, Bendesa Adat Bongan Puseh I Gusti Putu Su-

karata memohon doa restu agar bisa mengemban amanah yang diberikan oleh warga dengan baik serta bisa melanjutkan program pembangunan di desa dan mendukung program yang telah dirancang oleh Gubernur Bali. Di samping itu, pihaknya menyatakan akan senantiasa meminta tuntunan dari prajuru sebelumnya serta bersinergi dengan seluruh krama yang ada mengingat Desa Adat Bongan Puseh juga telah mengantongi SK sebagai desa wisata. ‘’Kami prajuru baru memiliki konsep prinsip ngaturang ayah, diawali dengan niat tulus dan suci, serta akan menjalankan program-program dari prajuru lama. Kami juga akan senantiasa duduk bersama dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab,’’ ucapnya. (ad594)

Hingga April Ditemukan 24 Kasus HIV

Tabanan (Bali Post) -

Penyebaran HIV/AIDS khususnya di Kabupaten Tabanan, makin mengkhawatirkan. Tahun ini, dari Januari hingga April, kasus baru HIV tercatat 24 kasus. Dari jumlah tersebut, 18 kasus ditemukan pada usia produktif. Sementara 5 kasus ditemukan pada usia 50 tahun ke atas dan 1 kasus lagi tidak diketahui usia pengidapnya. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Rabu (15/5) kemarin, mengatakan dalam menemukan kasus baru HIV, setiap puskesmas di Tabanan sudah mampu melakukan pemeriksaan HIV. Bahkan telah diterapkan pemeriksaan HIV bagi setiap ibu hamil yang melakukan kontrol kandungan ke Puskesmas. Langkah ini diambil mengingat faktor risiko penularan HIV dari hubungan heteroseksual menduduki peringkat teratas. Melihat dominasi usia penderita HIV yang ada dalam rentang usia produktif, penemuan dan pencegahan penularan HIV di masyarakat menjadi semakin mendesak dan harus diambil langkah yang tepat. Suratmika menegaskan, selain langkah pasif atau menyediakan pemeriksaan HIV di setiap puskesmas, pihaknya juga menggelar langkah aktif dengan menemukan langsung kasus di lapangan. Salah satu langkah aktif ini adalah dengan

mengeluarkan program survei keluarga sehat. Pada program ini, petugas puskesmas akan langsung turun ke rumahrumah memberikan layanan kesehatan, penyuluhan sekaligus penemuan kasus. Untuk penemuan kasus, lanjut Suratmika, ada lima penyakit menjadi sasaran utama yaitu TBC, HIV, hipertensi, kencing manis, dan gangguan jiwa. ‘’Tim mendatangi rumahrumah sambil melakukan layanan kesehatan. Sasaran utama pemeriksaan adalah lansia, anak-anak dan ibu hamil. Sementara untuk penemuan penyakit adalah TBC, HIV, kencing manis, hipertensi, dan gangguan jiwa,’’ ujarnya. Penemuan lima penyakit ini akan langsung ditindaklanjuti dengan merujuk pasien untuk mendapatkan pengobatan lanjutan di puskesmas atau rumah sakit. Selain itu, petugas juga akan memberikan penyuluhan mengenai kesehatan. Ketua KPA Tabanan Ketut

Randem belum lama ini mengungkapkan, pergeseran infeksi HIV ke usia lebih muda menunjukkan pergaulan generasi muda saat ini makin memprihatinkan. Terutama mulai adanya pergaulan bebas dan melakukan seks usia dini. Menurut Randem, infeksi HIV di Tabanan pernah ditemukan pada anak usia 15 tahun. Dari penelusuran, yang bersangkutan terinfeksi bukan dari orang tuanya, tetapi karena seks dini. Infeksi HIV akibat faktor risiko heteroseksual ini menjadi peringatan tersendiri agar pihakpihak terkait baik itu pemerintah, sekolah maupun keluarga memberikan informasi mengenai risiko seks dini maupun bahaya HIV dan bagaimana penyebarannya kepada generasi muda. KPA Tabanan rutin melakukan penyuluhan dan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Randem juga mengimbau agar orangtua lebih memerhatikan pergaulan anak dan memantau penggunaan internet. (kmb24)

Bali Post/san

NELAYAN - Nelayan di Tabanan. Tahun ini, Tabanan mendapatkan kuota asuransi nelayan untuk 550 orang.

Asuransi Nelayan

Tabanan Dapat Kuota 550 Orang Tabanan (Bali Post) Tahun ini Kabupaten Tabanan mendapatkan kuota asuransi nelayan untuk 550 nelayan. Program ini digulirkan pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Berdasarkan data, total nelayan di Tabanan berjumlah 1.208 orang. Hingga tahun 2018, tercatat 1.100 nelayan yang terdaftar mendapatkan asuransi nelayan. Ini artinya ada 108 nelayan yang belum mendapatkan program ini. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Tabanan A.A. Raka Icwara, Rabu (15/5) kemarin, mengatakan untuk kuota sebanyak 550 nelayan ini, akan diprioritaskan bagi nelayan yang belum terdaftar dalam

program asuransi nelayan. Jika ada sisa, barulah diperbolehkan untuk nelayan yang ingin memperpanjang asuransinya. Ia melanjutkan, ada kebijakan dari pemerintah pusat yakni nelayan yang sudah pernah dapat bantuan asuransi, boleh kembali mendapatkan bantuan yang sama atau diperpanjang untuk tahun ke dua. Seperti diketahui, awalnya nelayan hanya bisa mendapatkan program ini selama satu tahun. Premi selama satu tahun Rp 170 ribu dibayarkan penuh oleh pemerintah pusat. Tahun berikutnya, nelayan didorong untuk mandiri. ‘’Ternyata KKP memberikan kebijakan baru, di mana nelayan yang sudah mendapatkan bantuan pembayaran premi asuransi

Tabanan (Bali Post) Polres Tabanan bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Tabanan berkomitmen menjaga stabilitas perekonomian dan mendorong munculnya wirusahawan muda. Komitmen tersebut ditandai penandatanganan kesepakatan bersama antara kedua belah pihak di Tabanan, Rabu (15/5) kemarin. Kasatintelkam Polres Tabanan AKP Luh Komang Sri Subakti mengatakan, setidaknya ada lima poin yang mengandung sinergitas antara kepolisian dengan Hipmi Tabanan. ‘’Gereget Hipmi di Tabanan sangat kurang.

Dengan adanya kegiatan ini minimal mampu merekrut wirausahawan muda yang ingin menunjukkan eksistensinya dalam membentuk kelompok wirausaha,’’ ucapnya. Selain bertujuan menjaga stabilitas perekonomian Kabupaten Tabanan, kata Subakti, sinergi ini juga untuk menjaga kamtibmas yang kondusif serta meningkatkan pendapatan masyarakat dengan menciptakan bidang usaha baru melalui pendidikan kewirausahaan kepada generasi muda. ‘’Kami Polres Tabanan siap membantu berkoordinasi dengan Pemkab Tabanan, sehingga apa yang menjadi kendala selama ini bisa dibantu

nelayan bisa mendapatkan bantuan kembali untuk tahun kedua,’’ ujarnya. Dari 1.100 nelayan yang terdaftar mendapatkan asuransi, tercatat 318 orang nelayan yang mendapatkan bantuan asuransi untuk kedua kalinya. Untuk pendaftaran asuransi nelayan tahun ini, kata Raka Icwara, akan dibuka hingga 31 Desember mendatang. Nelayan yang bisa mendapatkan asuransi ini selain memiliki Kartu Nelayan juga harus berusia kurang dari 65 tahun. ‘’Tidak semua nelayan Tabanan bisa mendapatkan bantuan asuransi ini baik yang baru ataupun perpanjangan karena terbentur usia,’’ ujarnya. Mengenai minat nelayan dalam mengikuti asuransi ini,

Raka menyebutkan, sudah cukup tinggi karena mereka sudah melihat manfaatnya. Pada tahun 2018 tercatat satu klaim, yang kala itu nelayan yang ter-cover asuransi ini meninggal dunia sehingga pihak keluarga yang ditinggalkan berhak mendapatkan dana klaim asuransi Rp 50 juta. Hal ini sesuai dengan keinginan pemerintah pusat untuk melindungi nelayan saat melakukan aktivitasnya. ‘’Kesadaran nelayan sudah tinggi mengenai asuransi. Bahkan, ada 34 orang nelayan yang secara mandiri melakukan perpanjangan asuransi. Ini artinya, mereka sudah merasakan dan tahu manfaat asuransi,’’ ujar Raka. (kmb24)

Polres dan Hipmi Bersinergi Jaga Stabilitas Ekonomi

Bali Post/bit

MOU - Penandatanganan MoU antara Polres Tabanan dengan Hipmi Tabanan.

dan didukung oleh Pemkab Tabanan,’’ terangnya. Sementara itu, Ketua Hipmi Tabanan I Nyoman Derbi Prayanova Giri menegaskan, pihaknya menyambut baik sinergi yang dilakukan dengan pihak kepolisian. ‘’Kami siap menjaga stabilitas ekonomi di Tabanan serta meningkatkan pendapatan masyarakat dengan menciptakan bidang usaha baru melalui pendidikan kewirausahaan kepada generasi muda,’’ ucapnya. Putra dari tokoh politik Golkar Arya Budi Giri ini mengakui selama ini Hipmi Tabanan memang cukup kesulitan dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan terhadap generasi muda.

Karena sistem yang dibentuk di sekolah lebih membentuk jiwa pekerja bukan jiwa wirausaha. Ke depan, Hipmi Tabanan akan terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah terutama di tingkat SMA dan SMK untuk melakukan kaderisasi dan memupuk jiwa kewirausahaan terhadap generasi muda sehingga jika lulus nanti, para generasi ini bisa mengambil sikap dalam menjalani kehidupan. ‘’Para pengusaha muda yang berhasil ini akan kita ajak sebagai inspirator bagi para generasi milineal. Mereka kita ajak ke sekolah sekolah untuk membagikan pengalaman mereka,’’ jelasnya. (kmb28)


8 Bayar THR ASN Sedot Anggaran Rp 93 M Singaraja (Bali Post) – Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dipastikan akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini. Pemerintah memastikan pembayaran gaji ke-13 dan THR tersebut minggu depan. Dari data yang dihimpun di Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng, untuk membayar gaji ke-13 dan THR pegawai dan pejabat daerah itu, memaksa Pemkab Buleleng mengalokasikan anggaran di APBD tahun 2019 itu mencapai Rp 93,07 miliar. Rinciannya, alokasi gaji ke-13 itu Rp 46,538 miliar. Sedangkan THR Rp 46,535 miliar. Gaji ke-13 dan THR itu diberikan terdiri dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, dan tunjangan kinerja. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BKD Buleleng Gede Suyasa Selasa (14/5) lalu, mengatakan, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 36 Tahun 2019 tentang Pemberian THR kepada PNS, TNI, Polri, Pejabat Negara, Pensiunan, dan Penerima Tunjangan, disebutkan THR itu dibayarkan 10 hari sebelum hari raya Idul Fitri tahun ini. Untuk mencapai target pembayaran itu, dipastikan tidak ada kesulitan berarti. Realisasi anggaran itu bisa diatur menggunakan Peraturan Bupati (Perbup) “Awalnya kalau regulasinya berbentuk peraturan daerah (Perda). Jika menggunakan Perda, maka dipastikan waktunya tidak nutup. Sekarang sudah bisa menggunakan Perbup, sehingga kami memastikan pembayaran hak pegawai dan pejabat ini tidak akan sulit kita bayarkan,” katanya optimis. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Buleleng ini, sesuai rencana, THR mulai dibayarkan Jumat (24/5) minggu depan. Draf Perbup pencairan THR sudah tuntas disusun dan tinggal dilakukan pengkajian lewat Bagian Hukum Sekkab Buleleng. “Setelah itu ditandatangani. Anggarannya sudah bisa diamprah dan realisasinya pasti cair tepat waktu,” jelas birokrat asal Desa Tejakula itu. (kmb38)

Bantu Pasang Pipa

Nelayan Asal Situbondo Tewas di Laut Singaraja (Bali Post) – Seorang nelayan ditemukan tewas saat membantu memasang pipa untuk mengalirkan air laut ke lokasi tambak bandeng di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak. Nelayan itu diketahui bernama Santoso (45) asal Situbondo, Jawa Timur (Jatim). Peristiwa itu sudah terjadi Senin (13/5) lalu, namun kasusnya baru diteruskan ke Polres Buleleng. Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Rabu (15/5) kemarin mengatakan, sebelum korban ditemukan tewas oleh saksi Hasan Basri, warga Desa Penyabangan Kecamatan Gerokgak itu memasang pipa paralon di tengah laut. Keduanya menerima pekerjaan itu dari Abdul Mukit (45), warga Desa Musi, Gerokgak. Korban bersama saksi meggunakan perahu ke tengah laut dengan jarak dari daratan sekitar 50 meter. Di lokasi itu, korban membantu saksi memasang pipa untuk memgalirkan air laut ke kolam tambak milik Kevin Hamdani (32). Saat di tengah laut saksi menyelam menggunakan alat pernapasan dengan bantuan mesin kompresor. Sedangkan korban menunggu di atas perahu karena tidak bisa menyelam. Saat saksi kembali ke atas perahu sekitar pukul 10.00 Wita, ternyata korban tidak ditemukan di atas perahu. Setelah diamati secara seksama, saksi awalnya menemukan selang kompresor mengambang di atas laut. Dengan penuh curiga, saksi menyusuri arah selang itu. Kontan saja saksi terkejut, karena menemukan korban sudah mengambang. Saksi lalu memberitahukan kejadian itu kepada Kevin Hamdani. Korban yang sudah lemas itu dievakuasi ke daratan menggunakan kapal boat. Saat diantar ke Puskesmas Gerokgak, dokter yang memeriksa menyatakan kalau korban sudah meninggal dunia. ‘’Sebab-sebab kematian korban itu belum dipastikan. Korban ditemukan sudah mengambang dan kemungkinan sempat tenggelam,’’ katanya. Dugaan sementara korban tewas, kata Iptu Sumarjaya, karena kecelakaan saat membantu saksi memasang pipa di tengah laut. Korban diduga terjatuh dari atas parahu. Lantaran tidak bisa berenang akhirnya tewas tenggelam. Atas kejadian ini, keluarga korban menerima secara ikhlas kematian korban. Keluarga menolak melakukan outopsi untuk memastikan penyebab kematiannya. (kmb38)

BULELENG

Kamis Umanis, 16 Mei 2019

Puluhan Desa Pakraman Susun ”Pararem’’ Antinarkoba

Singaraja (Bali Post) – Partisipasi desa pakraman di Buleleng ikut ambil bagian dalam program pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba mulai meningkat. Buktinya sudah banyak desa pakraman di Bali Utara menyusun pararem antinarkoba. Komitmen ini diyakini akan mengoptimalkan pemberantasan tindak penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang saat ini sudah menyasar semua lini kehidupan umat manusia. Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengungkapkan hal itu saat menghadiri penandatanganan Momorandum of Understanding (MoU) Badan Narkotika Nasional (BNP) dengan Universitas Udayana (Unud) dan

penandatanganan pararem antinarkoba belum lama ini. Lebih jauh, Sutjidra mengatakan, peran serta desa pakraman dalam pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba telah diwacanakan sejak lama. Setelah sekian

lama hanya diwacanakan, pihaknya bersama jajaran Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng kemudian menggenjot agar prajuru di desa pakraman menyusun pararem antinarkoba ini. Hasilnya, sekarang 32 desa pakraman sudah menyusun pararem. Diyakini pararem itu efektif dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di daerahnya. Apalagi, aturan adat itu mampu mengikat kehidupan sosial setiap komponen masyarakat. “Kami akan terus menggalakkan penyusunan pararem itu. Apalagi

sudah ada MoU BNN dengan Unud. Salah satunya ada MoU tentang penyusunan pararem antinarkoba ini, sehingga desa pakraman yang belum kami istruksikan agar segera menyusun pararem,” pintanya. Tidak hanya dalam menyiapkan aturan adat, desa pakraman sendiri dapat berpartisipasi membentuk relawan untuk mengampanyekan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) itu. Peran ini bisa dilakukan sekaa truna atau anggota pecalang di desa pakraman masing-masing. (kmb38)

113 Peserta Ikuti Ngaben Massal di Desa Pakraman Buleleng Singaraja (Bali Post) – Desa Adat Pakraman Buleleng menggulirkan program ngaben massal bagi krama di lingkungan desa adat pakraman setempat. Tercatat 113 peserta mengikuti ngaben massal itu. Dari jumlah itu, ada 19 peserta ngaben massal yang merupakan atma papa (jasad manusia yang tidak jelas keluarganya - red). Belasan jasad itu sebelumnya dikuburkan di Desa Adat Pakraman Buleleng oleh Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng. Klian Desa Pakraman Buleleng Nyoman Sutrisna, M.M. didampingi Ketum Panitia Jro Dalang Nyoman Rugada, Rabu (15/5) kemarin, mengatakan batas waktu pendaftaran peserta ngaben massal itu telah ditutup. Selama pendaftaran dibuka, pihaknya menerima 113 peserta yang terdiri dari 107 sawa. Rinciannya, 60 sawa laki-laki dan 53 sawa perempuan. Sedangkan peserta yang mengikuti tingkatan upacara ngelungah terdaftar 6 peserta dan ngerapuh 73 peserta. Untuk tingkatan atma papa itu merupakan titipan Dinsos Buleleng 2012 lalu. Rinciannya, 13 orok dan bayi serta 6 jasad orang dewasa. Mengapa mengikutsertakan atma papa kata Sutrisna, mengingat orok dan mayat itu dikubur di Setra Adat Pakraman Buleleng. Hal itu sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Bali “Nangun Sad Kerthi Loka Bali” yakni Atma Kerthi. Terkait pembi-

ayaan tingkatan ngaben atma papa itu sepenuhnya ditanggung Desa Adat Pakraman Buleleng. Hal ini dilakukan karena hasil koordinasi dengan Dinsos, anggaran untuk menggelar pengabenan bagi jasad yang tidak dikenali keluarganya itu tidak dialokasikan di APBD Buleleng. “Sejak 2012 sampai 2019, setiap ada kasus penemuan mayat atau orok bayi yang nggak jelas asal usulnya diupacarakan di Setra Desa Adat Buleleng. Hanya, kami tidak tahu anggaran pengabenan itu tidak masuk APBD, sehingga kita tanggung dari desa adat,” katanya. Pria yang juga menjabat Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng ini menambahkan, biaya ngaben massal tahun ini disubsidi dari anggaran Desa Adat Pakraman sebesar 50 persen. Biaya yang dikenakan kepada para peserta setelah disubsidi sebesar Rp 1.750.000 untuk tingkatan ngelungah Rp 350.000, ngerapuh dikenakan Rp 350.000 dan nyekah biaya yang dikenakan Rp 650.000. Rangkaian ngaben itu digelar 22 Juni 2019 mendatang dengan upacaranya di-puput Ida Ratu Pedanda Mas dari Kelurahan Liligundi. Ida Nabe Sri Begawan Yoga Wiswa Dwija Putra dari Kelurahan Paket Agung, Ida Pandita Empu Dharma Jaya Nanda Kusuma dari Kelurahan Banjar Tegal dan Jro Mangku Dalem, Dharma Tanaya dari Desa Adat Pakraman Buleleng. (kmb38)-

Nyoman Sutrisna

Bali Post/kmb38

Pembangunan Los Pasar Darurat

434 Pedagang Pasar Tumpah Direlokasi Pembangunan los pasar darurat di Terminal Banyuasri, Kecamatan Buleleng memaksa pedagang pasar tumpah yang sekarang berjualan di lambung barat Terminal Banyuasri akan direlokasi. Bahkan, Perusahaan Daerah (PD) Pasar menargetkan memindahkan 434 pedagang pasar tumpah itu ke lambung timur Terminal Banyuasri 19 Mei 2019. Lalu, bagaimanakah skema pembangunan pasar itu dan hingga kapan diperkirakan pasar modern itu bisa diselesaikan? RELOKASI pedagang pasar tumpah itu molor dari jadwal sebelumnya. Alasannya, ada kesibukan aktivitas pasar sebab bersamaan hari raya Pagerwesi, Rabu (15/5) kemarin. Di lambung barat itu Dinas Perindustrian Perdagangan (Disdagprin) Buleleng akan membangun los pasar darurat sampai di ruas Jalan Samudra, Singaraja. Los dan rumah toko (ruko) yang dibangun itu nantinya ditempati ribuan pedagang yang sekarang berjualan di Pasar Banyuasri. Pemerintah Daerah merevitalisasi pasar lama itu menjadi pasar semimodern pertama di Bali Utara. Pembangunan ini disepakati dengan skema tahun jamak. Diperkirakan berlangsung selama dua tahun ke depan. Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Buleleng Made Agus Yudi Arsana, Rabu (15/5) kemarin, mengatakan sesuai perencanaan pihak rekanan mulai membangun pasar darurat 16 Mei 2019 ini. Sesuai rencana pedagang pasar tumpah

itu dipindahkan ke lambung timur mulai 15 Mei 2019 lalu. Karena hari itu bersamaan dengan hari raya Pagerwesi di mana aktivitas pasar itu ramai, sehingga pemindahan itu sementara diundur. Ditargetkan 434 pedagang pasar tumpah itu harus sudah menempati lokasi di lambung timur 19 Mei 2019 ini. “Rencana semula kita memindahkan pedagang pasar tumpah itu lebih awal. Rekanan mulai mengerjakan pembangunan pasar darurat itu Kamis (16/5) ini. Namun karena bersamaan Pagerwesi kita undur dan paling lambat 19 Mei 2019 ini. Semua pedagang musiman itu sudah kami pindah ke lokasi baru,” katanya. Mantan anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan itu menambahkan, dibandingkan di lambung barat, lokasi yang baru ini diperkirakan lebih sempit. Menghindari ada pedagang tidak ditampung, maka ukuran kios yang disiapkan 1 x 1,5 meter. Meskipun ukurannya tergolong sempit,

Bali Post/kmb38

AREAL PASAR – Terminal Banyuasri, lambung timur akan difungsikan menampung 434 pedagang pasar tumpah. Yudi Arsana berharap para pedagang memahami kondisi ini, sehingga tidak mengemuka pemasalahan serius. “Kita optimalkan lokasi yang baru. Kelihatannya lebih sempit. Ukurannya kita seragamkan, sehingga semua pedagang pasar tumpah ini mendapatkan tempat berjualan,” jelasnya. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng Gede Gunawan, AP mengatakan, aktivitas terminal sudah dipindahkan ke terminal barang Ahmad Yani Barat. Di terminal itu dijadikan lokasi parkir armada bus Antar-Kota Antar-Provinsi

(AKAP) dan bus Antar-Kota Dalam Provinsi (AKDP). Sedangkan armada angkutan kota (angkot) ditampung di bahu Jalan Ahmad Yani mulai jembatan Banyuasri ke timur sampai depan Koramil Buleleng. “Aktivitas angkutan umum itu sudah diatensi para kepala terminal. Kalau soal pemanfaatan itu kewenangan PD Pasar, Disdagprin, dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Buleleng,” jelasnya. Terkait pengaturan kendaraan di lokasi pasar darurat itu, Gunawan menyebut, denah rekayasa arus kendaraan

di pasar darurat itu sudah dibuat. Secara garis besar, pintu masuk dari Jalan Pantai Lingga, kemudian ke timur di Jalan Samudra sisi utara. Lokasi di lambung timur dari pintu utara itu akan disekat pembatas, sehingga bisa dilalui kendaraan keluar di pintu terminal sebelah selatan. “Lay out rekayasa lalu lintas sudah kami sampaikan. Tinggal dalam pembangunan pasar darurat itu nanti disiapkan material seperti pembatas jalan portable dan kelengkapan lain yang masuk dokumen proyek pasar darurat,” jelasnya. (mud)


GIANYAR

Kamis Umanis, 16 Mei 2019

9

Lakalantas, Dua Pengendara Motor Kritis Gianyar (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di simpang empat Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, sekitar pukul 10.00 Wita, Rabu (15/5) kemarin. Dua pengendara motor yang terlibat tabrakan kondisinya masih kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kasus ini masih ditangani Sat Lantas Polres Gianyar. Informasi yang dihimpun di TKP, dua kendaraan yang terlibat tabrakan adalah motor Honda Vario DK 6217 KAI yang dikendarai I Wayan Sudana (44) dan Honda Scoopy DK 3608 KAE yang dikendarai Rudi Hartono (31) asal Banyuwangi. Honda Vario DK 6217 KAI datang dari arah selatan hendak berbelok ke timur. Sedangkan Honda Scoopy DK 3608 KAE datang dari timur ke barat. Setibanya di lokasi kejadian, Vario pada saat datang dari selatan hendak belok ke timur kurang hatihati. Vario tidak memerhatikan Scoopy yang datang dari timur sehingga terjadi tabrakan.

Kedua pengendara itu terkapar. Pengendara Vario, I Wayan Sudana, sempat tidak sadarkan diri. Kepala belakangnya mengalami robek, alis dan pipi kanan lecet. Sedangkan pengendara Scoopy, Rudi Hartono mengalami alis kiri dan kaki kanan lecet. Kedua korban pun langsung dilarikan ke RS Ganesha Celuk. Kanit Lakalantas Polres Gianyar Iptu Ketut Nariawan mengatakan, polisi sudah menerima laporan dan langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Aparat kepolisian juga mengantarkan kedua korban ke rumah sakit. “Kami membantu mengirim korban ke rumah sakit, melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti,” katanya. Nariawan mengatakan, dua pengendara yang terlibat kecelakaan masih dalam kondisi kritis. Sampai sore kemarin, kedua korban belum bisa dimintai keterangan polisi. “Korban masih dirawat intensif dan belum bisa dimintai keterangan,” tegasnya. (kmb35)

OLAH TKP - Polisi melakukan olah TKP terkait lakalantas di Desa Batuan, Rabu (15/5) kemarin.

Penghipnotis Jero Mangku Diamankan Polisi

Gianyar (Bali Post) Polisi bergerak cepat menangani kasus penipuan dengan h i p n o ti s t e r h a d a p k o r b a n N i Made Nyantuh atau Jero Mangku Made Nyantuh. Seorang pelaku hipnotis, I Nyoman Edi Wirawan, berhasil diamankan polisi, Selasa (14/5) sore. Kini, polisi masih memburu pelaku lainnya yang diketahui memiliki ciri-ciri tubuh tambun. Dikonfirmasi Rabu (15/5) kemarin, Kapolsek Ubud Kompol Nyoman Nuryana membenarkan jajarannya sudah menangkap pelaku I Nyoman Edi Wirawan di sebuah rumah kos di Kecamatan Kediri, Tabanan. Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan. “Pelaku ditangkap Selasa sore sekitar pukul 16.00 Wita. Ia sudah mengakui perbuatannya,” katanya. Pada penggerebekan Selasa sore itu, pelaku berusia 26 tahun itu hanya seorang diri di kamar kos tersebut. Saat itu, polisi juga mengamankan sejumlah uang tunai, perhiasan dan sepeda motor Honda Beat DK 3205 EK. “Sekarang, pelaku menjalani pemeriksaan di Mapolsek,” jelasnya. Sementara itu, pelaku lainnya yang turut beraksi bersama I Nyoman Edi Wirawan masih

Bali Post/kmb35

PENIPUAN - Pelaku penipuan I Nyoman Edi Wirawan. dalam pengejaran polisi. Kompol Nuryawan belum mau membeberkan identitas pelaku tersebut. “Masih kita buru. Yang jelas, dia bertubuh tambun,” katanya. Lantas seperti apa saja modus pelaku dalam melakukan aksinya? Nuryana menegaskan, jajarannya masih melakukan pemeriksaan terhadap I Nyoman

gianyar - 943056

DPRD

BPBD

- 943144 - 7844717/7844718

PMK

- 943113

Kantor Satpol PP

- 944436

RSUD Sanjiwani PDAM

- 943020

Penjambret Spesialis WNA Diringkus Polisi

Gianyar (Bali Post) Jajaran Polres Gianyar yang dibantu Tim Resmob Diteskrimum Polda Bali mengamankan dua pelaku kasus penjambretan spesialis warga negara asing (WNA). Dua pelaku tersebut I Gede Astawa alias Ode (23) dan I Ketut Agung (18). Kini, kedua pelaku sudah diserahkan ke Polsek Tegallalang. Dikonfirmasi Rabu (15/5) kemarin, Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan membenarkan penangkapan dua penjambret spesialis WNA tersebut. Selain meringkus dua pelaku, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha NMAX warna hitam dengan pelat palsu DK 4444 ABY. “Ya, benar ada penangkapan pelaku. Sekarang sudah diserahkan ke Mapolsek Tegallalang,” katanya. Menurut Deni Septiawan, pelaku beraksi dengan modus operandi mengambil paksa barang korban yang sedang mengendarai sepeda motor. Salah satu korbannya adalah Susana Simoaea Rebelo. Polisi langsung melakukan penyelidikan kasus yang menimpa warga Afrika ini. Akhirnya, polisi mendapat informasi pelaku sebanyak dua orang mengendarai sepeda motor

Yamaha NMAX warna hitam. Selanjutnya, Tim Resmob Polda Bali melakukan penyelidikan di sejumlah toko HP. Ada informasi ada seorang mencurigakan yakni Ketut Agung menjual HP yang diduga hasil curian. Polisi langsung membekuk pelaku asal Karangasem itu. Ketut Agung mengakui beraksi bersama temanya, I

Gede Astawa. Kepada polisi, dua pelaku ini mengakui perbuatannya telah melakukan aksi pencurin lintas kabupaten. Maret lalu, mereka melakukan satu kali aksi di Seminyak dan tiga kali beraksi di Canggu. Kini polisi masih melakukan pendalaman adanya dugaan pelaku beraksi di tempat lain. (kmb35)

Bali Post/ist

PENJAMBRETAN - Pelaku kasus penjambretan yang menyasar warga negara asing.

Pembukaan PKB 2019

Telepon Penting Kantor Bupati

Edi Wirawan. “Sampai sekarang, dia masih kita periksa. Masih kita dalami keteranganya,” tegasnya. Berdasarkan hasil penelusuran awal pihak kepolisian, aksi penipuan itu terjadi pada Selasa siang sekitar pukul 12.30 Wita. Saat sedang berjualan, korban didatangi oleh pelaku Edi dan temannya. Selesai makan bubur di warung itu, Edi mengatakan kepada korban bahwa temannya yang berperawakan gemuk ini bisa menyembuhkan saudaranya yang sakit. Selanjutnya, pelaku yang berperawakan tambun itu langsung menyuruh korban mengeluarkan semua uang yang dimiliki, dengan maksud diberi mantra agar dagangan laris. Usai memberi mantra pada uang milik korban yang berjumlah Rp 875 ribu, pelaku lantas menanyakan perhiasan. Tanpa ragu-ragu, korban menyerahkan seluruh perhiasan yang dimilikinya. Perhiasan dan uang itu selanjutnya dimasukkan ke dalam kotak. Kotak itu lantas dibawa oleh korban ke dalam rumah, namun setelah dicek isinya malah kosong. Korban yang terkejut lantas kembali keluar ke arah warung, namun kedua pelaku sudah kabur menggunakan sepeda motor. (kmb35)

Bali Post/kmb35

- 944225/943233

KPA Gianyar

- 942184

PMI Gianyar

- 8958414

KONI Gianyar

- 947261

BNN Kab. Gyr.

- 946122

PLN

- 947166

Kodim 1616 Gyr

- 943069

Koramil Gianyar

- 942289

Koramil Blahbatuh

- 941167

Koramil Tegallalang

- 974792

Koramil Tampaksiring

- 901601

Duta Tampaksiring Kerahkan Ratusan Seniman

Gianyar (Bali Post) Ribuan seniman Kabupaten Gia ny a r kini t eng a h b ersia p mengikuti rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 yang rencananya dibuka pada pertengahan Juni mendatang. Khusus untuk pembukaan akan ditampilkan pawai perwakilan dari Kecamatan Tampaksiring. Pawai yang melibatkan ratusan seniman itu akan menampilkan musik yang bersumber dari angin. Kepala Bidang Kesenian dan Kebudyaaan Dinas Kebudayaan Gianyar I Nyoman Jagra, S.SKar. mengatakan, perwakilan Kabupaten Gianyar pada pawai pembukaan PKB memang menerapkan sistem bergilir antarkecamatan. Satu kecamatan yang ada

di Gianyar setiap tahunnya menampilkan kreativitas tersendiri. Tahun ini menjadi giliran Kecamatan Tampaksiring untuk unjuk kebolehan. ‘’Sesuai tema PKB tahun ini, Kecamatan Tampaksiring akan pentas berkolaborasi dengan memainkan berbagai jenis musik yang bersumber dari angin, karena temanya tahun ini adalah Bayu Premana,’’ katanya. Menurut Jagra, sekitar 800 seniman dan warga Tampaksiring akan dilibatkan dalam pawai budaya tersebut. Bahkan, sejak November 2018 lalu sudah diselenggarakan latihan secara rutin. Pemilihan seniman maupun warga yang terlibat di dalamnya tidak luput dari potensi yang ada dan hasil perekrutan dari tim

PKB Gianyar. Selain pementasan musik yang bersumber dari angin, juga dipersembahkan 100 tarian Sang Hyang Jaran. Selain itu dikolaborasikan juga dengan 100 Kecak, hingga baleganjur bonang besar. ‘’Itu semua akan dipacu oleh tim dan para seniman yang ada. Propertinya menggunakan bahan ramah lingkungan, dan tidak menggunakan properti mobil hias,’’ ujarnya. Disinggung terkait anggarannya, Jagra enggan menyebutkan jumlah dana yang diperuntukkan untuk pawai PKB tersebut. Namun, ia meyakinkan Kabupaten Gianyar akan menampilkan pementasan yang terbaik. ‘’Tentu akan ditampilkan yang terbaik,’’ tegasnya. (kmb35)

I Nyoman Jagra, S.SKar.

Bali Post/kmb35


JEMBRANA

10

Kamis Umanis, 16 Mei 2019

Belasan Bonek Tak Beridentitas Dipulangkan

Jelang Arus Mudik

Syahbandar Cek Kelaikan KMP di Gilimanuk Negara (Bali Post) –

Petugas gabungan yang terdiri dari Syahbandar, Pol Air dan ASDP memeriksa kelaikan sejumlah kapal penumpang (KMP) di Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang, Rabu (15/5) kemarin. Pemeriksaan berkala ini juga difokuskan untuk menghadapi arus mudik dan arus balik yang akan datang dalam waktu dekat. Kapal-kapal tersebut diharapkan bisa beroperasi dengan baik selama arus mudik Lebaran. Petugas pemeriksa keselamatan kapal atau marine inspector dari Syahbandar antara lain mengecek mesin dan safety (alat kelengkapan), serta memeriksa kelaikan alat komunikasi. Selain itu juga yang tak kalah penting sarana dan prasarana pendukung, baik dalam ruang nakhoda maupun ruang penumpang serta dokumen pelayaran yang wajib diperlukan. “Semua kita cek, termasuk alat keselamatan yang ada di dalam kapal seperti tabung pemadam kebakaran serta jaket keselamatan yang dimiliki,” terang Marine Inspector Unit Penyelenggara Pelabuhan

(UPP) Kelas II Gilimanuk, Dimas Ardiyanto. Menurutnya, alat keselamatan merupakan aspek yang penting sehingga harus dipastikan. Termasuk alat pendukung seperti senter dan peluit dalam jaket keselamatan. Selain di bagian atas dek, petugas juga mengecek kelaikan lokasi parkir kendaraan dalam kapal. Khususnya untuk sling atau tali pengikat kendaraan agar truk maupun roda empat tidak goyang atau ambruk ketika terjadi gelombang tinggi saat kapal berlayar. “Secara umum semua sudah tersertifikasi dan sudah diuji dari badan inspektor penerbit dokumen. Dari 56 unit kapal yang disediakan untuk armada, semuanya juga kita periksa secara berkala. Dan kapal masih layak laut,” tambahnya. Dari puluhan kapal penumpang yang beroperasi di Selat Bali ini, yang umurnya paling tua ada dua kapal buatan tahun 1960-an eks kapal penumpang dari Jepang. Tetapi meskipun sudah uzur, kapal tersebut telah tersertifikasi dan masih layak untuk digunakan. (kmb26)

Bali Post/olo

Periksa Kapal – Petugas dari Syahbandar, Polair dan pihak terkait melakukan pengecekan kondisi kapal-kapal penumpang di Gilimanuk agar laik saat digunakan untuk arus mudik nanti.

Negara (Bali Post)Jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk mengamankan 18 bonek asal Surabaya, Jawa Timur, Selasa (14/5) lalu. Belasan remaja tersebut diamankan di pos 2 pelabuhan Gilimanuk setelah turun dari kapal dan hendak masuk Bali. Pasalnya, mereka kedapatan tidak membawa identitas diri termasuk bekal saat diperiksa petugas. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol I Gede Subawa dikonfirmasi, Rabu (15/5) kemarin mengatakan, semua remaja laki-laki tersebut mengaku suporter bola Surabaya FC. Mereka datang ke Bali hendak menonton kesebelasan kesayangannya di Gianyar. Lantaran tidak membawa identitas diri dan tidak membawa bekal sama sekali, ke-18 remaja tersebut dipulangkan dengan menumpang KMP Trans Jawa 9. Sebelum dipulangkan, mereka terlebih dulu diberikan pembinaan oleh petugas. Mereka dipulangkan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tindakan kriminal. Selain itu, untuk menghindari mereka telantar dalam perjalanan dan demi keselamatan mereka pula. “Jangan sampai nanti telantar dan kelaparan karena tidak bawa bekal mereka melakukan hal-hal tidak diinginkan di Bali,” jelasnya. (kmb)


Karangasem

Kamis Umanis, 16 Mei 2019

SOSOK Siap Serap Aspirasi Masyarakat BELASAN caleg muka baru menghiasi DPRD Kabupaten tahun ini. I Putu Eka Juliawan, pemuda asal Banjar Batumadeg, Besakih itu merupakan salah satu new comer yang akan menduduki kursi DPRD Kabupaten lima tahun ke depan. Caleg dari Kecamatan Rendang itu berhasil merebut satu kursi di legislatif setelah meraup 1.729 suara lewat partai Perindo. I Putu Eka Juliawan saat dikonfirmasi Rabu (15/5) kemarin, mengungkapkan, keberhasilannya merebut satu kursi di dewan itu merupakan kerja keras semua pihak, termasuk keluarganya. Pasalnya, bukan saja keluarga, ia juga mendapat dukungan dari kerabatnya untuk maju mencalonkan diri menjadi dewan. “Astungkara doa dan usaha ekstra keras yang saudara dan kerabat lakukan itu akhirnya mengantarkan saya mendapat suara lumayan sekaligus merebut satu kursi di DPRD Kabupaten. Ini artinya, masyarakat memberikan kepercayaan kepada saya untuk dapat duduk di DPRD,’’ ujarnya. Dengan perasaan yang tulus dari hati, dirinya mengucapkan terima kasih kepada saudara dan masyarakat yang telah mendukung hingga mendapatkan satu kursi di DPRD. Sekarang ini tinggal menunggu pelantikan saja. Pemuda 26 tahun itu menambahkan, dengan keberhasilan itu, pihaknya tetap menjaga komitmen awal akan senantiasa menyerap aspirasi dan merangkul semua elemen masyarakat. Nantinya dapat memperjuangkan hak-hak masyarakat. “Saya tetap pada prinsip awal pencalonan. Saya berusaha tetap komit dan selalu siap memfasilitasi setiap kepentingan masyarakat, sehingga selama lima tahun ke depan, saya dapat memberikan andil konstruktif kepada masyarakat,” ujar Juliawan. (nan)

I Putu Eka Juliawan

11

Dewan Pertanyakan Keterlambatan Pembayaran Sertifikasi Guru Amlapura (Bali Post) Komisi IV DPRD Karangasem melaksanakan rapat kerja dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Senin (13/5) lalu. Pada rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi IV I Nyoman Musna Antara itu, dewan mempertanyakan keterlambatan pembayaran tunjangan sertifikasi guru. Mengapa sampai saat ini belum dibayar. Anggota Komisi IV, I Gede Dana, mengungkapkan hal itu, berdasarkan keluhan yang diterima dari sejumlah guru di Karangasem. Sampai saat ini, pembayaran tunjangan sertifkasi guru belum dibayarkan. Karena itu, pihaknya ingin tahu ada permasalahan apa sehingga sertifikasi guru itu belum dibayar. “Saya dapat informasi dua minggu lalu sertifikasi guru itu belum dibayarkan. Saya ingin tahu apa kendala dan permasalahannya, sehingga sertifikasi itu belum dibayar. Tetapi saya kurang tahu apakah sekarang belum dibayar atau sudah,” ujar Gede Dana. Selain menanyakan masalah sertifikasi guru yang belum dibayarkan, pihaknya juga ingin tahu mekanisme PPDB tahun 2019 ini. Apakah sekarang ini, PPDB masih menggunakan

sistem zonasi atau tidak. Bila masih memakai zonasi, pihaknya meminta supaya Disdikpora dapat mengawasi PPDB di seluruh kecamatan di Karangasem. Jangan hanya diawasi di kota. Semuanya perlu diawasi, sehingga ada pemerataan. ‘’Dengan demikian, tidak menimbulkan kecemburuan sosial antara sekolah A dengan sekolah B,’’ katanya. Kasi yang membidangi sertifikasi, Sumiani, menambahkan, untuk di Karangasem jumlah guru yang menerima tunjangan sertifikasi 2.621 orang. Tunjangan sertifikasi untuk semester I itu belum dibayarkan kata Sumiani karena adanya aturan baru terkait kenaikan gaji. Selain itu, ada perbaikan sistem pembayaran di pusat. Info GTK yang di-input Maret masih menggunakan regulasi PP lama. Proses

pembayarannya harus memakai PP baru. Atas kondisi itu, para guru yang menerima sertifikasi harus mengulang lagi meng-input info GTK yang baru dan gaji terbaru. Sumiani menambahkan, pihaknya masih melakukan proses pengajuan sertifikasi itu. Pihaknya juga masih meng-input data yang ada di Disdipora Setelah data itu valid, selanjutnya, para guru menyetorkan data ke pihaknya. Kemudian data itu dicocokkan dengan data Simbar. Kalau gajinya sama antara GTK dan Simbar, baru akan diproses dan diusulkan untuk di-SK-kan. “Jadi, pencairannya itu butuh proses waktu relatif lama,” katanya. Ketua Komisi IV, I Nyoman Musna Antara, mempertanyakan program kegiatan yang dilakukan Disdikpora pada tahun 2019. Selain itu juga, pihaknya menyinggung program beasiswa yang diberikan kepada siswa. Termasuk penurunan angka buta aksara. Sejauh ini, masih berapa ribu warga yang menderita buta aksara. “Kita ingin tahu, berapa kuota beasiswa. Berapa yang belum menerima beasiswa. Termasuk berapa target

menurunkan angka buta aksara pada tahun 2020,” ujarnya. Terkait pertanyaan itu langsung dijawab oleh Kepala Disdikpora I Gusti Ngurah Kartika. Menurutnya, program kerja yang dijalankan pada tahun 2019 ini di antaranya rehab gedung, pengadaan sarana prasarana komputer, panyengker, ada pemberian beasiswa kepada siswa kurang mampu. Sementara mengentasan buta aksara dilakukan secara bertahap, lewat pemberian membaca menulis, dan berhitung (calistung). “Dengan kegiatan ini, pengentasan angka buta aksara bisa dituntaskan secara perlahan,’’ tambahnya. Kartika juga berharap, dewan dapat menganggarkan pengadaan sarana komputer pada tahun 2020. Pengadaan sarana komputer ini, untuk menunjang sekolah melaksanakan UNBK. Pasalnya, sekarang ini dari 41 sekolah SMP, baru 13 sekolah yang melaksanakan UNBK. Sedangkan 38 siswa masih dengan mekanisme UNKP. “Jadi, kami minta Komisi IV bisa ikut mengawal ini. Sehingga tahun 2020, minimal 50 persen sekolah bisa menggelar UNBK,” ujar Kartika. (kmb41)

Gaji Ke-13, THR, dan TPK Dipersiapkan Rp 76 Miliar Amlapura (Bali Post) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Karangasem sebentar lagi bisa tersenyum sumringah. Hal itu menyusul disiapkannya anggaran pemberian gaji ke-13, Tunjangan Hari Raya (THR) dan Tunjangan Peningkatan Kinerja (TPK) sebesar Rp 76 miliar. Kepastian itu terkuak setelah terbitnya surat dari Kemendagri terkait revisi PP 35 dan 36 tentang gaji dan tunjangan. Kepala BPKAD I Nengah Mindra mengatakan sebelumnya PP 35 dan 36 mengisyaratkan pemberian gaji dan tunjangan itu ditindaklanjuti pembuatan Peraturan Daerah (Perda). Tetapi, ada surat Mendagri untuk melakukan revisi agar THR secepatnya bisa dicairkan.

“Surat dari Mendagri merevisi PP tersebut, agar gaji ke-13 dan THR bisa cair tanpa menunggu pembuatan Perda,” ucapnya. Mindra menambahkan untuk pemberian gaji ke-13 dan THR itu, pihaknya tidak menunggu Perda. Pembuatan payung hukum Perda itu memerlukan waktu relatif lama karena Perda itu melibatkan eksekutif dan legislatif. Sementara hari raya sudah semakin dekat. Tentunya akan memakan waktu cukup lama dalam pembahasanya. “Kalau kita menunggu Perda, bisa bisa hari rayanya keburu lewat,” ujarnya. Dia menjelaskan jumlah THR maupun gaji ke-13 yang diterima masingmasing PNS itu disesuaikan dengan

pangkat dan golongannya. Pemkab Karangasem menerima melalui DAU (Dana Alokasi Umum) dari pemerintah pusat sejumlah Rp 60 Miliar. Anggaran sebanyak itu diperuntukkan tujuh ribu PNS yang tersebar di OPD Pemkab Karangasem. “PNS di Karangasem sekitar 7 ribu, gaji ke-13 dan THR anggaranya dari pemerintah pusat. Dianggarkan juga Tunjangan Peningkatan Kinerja (TPK) sebesar Rp 16 miliar dari APBD Pemkab Karangasem. Jadi, total anggaran yang disiapkan untuk gaji ke-13, THR, dan TPK atau Tunjangan Peningkatan Kinerja (Tukin) pegawai sebesar Rp 76 miliar. Pencairannya diberikan 24 Mei mendatang. Saat ini, sedang proses administrasi,” tegas Mindra. (kmb41)

Foto Bali Post/kmb41

I Nengah Mindra

Keterbatasan Hidup Pasutri dari Tanah Barak Seraya

Suami Tunanetra, Istri Disabilitas dan Mengandung 3 Bulan

Masyarakat Karangasem masih relatif banyak berada di bawah garis kemiskinan. Salah satunya dialami pasangan suami istri, I Wayan Palit dan Ni Nengah Genten. Pasutri asal Banjar Tanah Barak, Desa Seraya Timur itu, dari segi perekonomian masih serbakekurangan. Malah pasutri ini tidak bisa bekerja layaknya warga normal lantaran keterbatasan fisik. Sang suami I Wayan Palit tidak dapat melihat karena mengalami tunanetra sejak lahir. Sedangkan, istrinya disabilitas pada kedua kakinya, malah saat ini sedang mengandung tiga bulan. Lalu, bagaimanakah kehidupan pasutri yang mengalami keterbatasan itu?

DENGAN terkendala fisik seperti itu, pasutri tersebut tidak bisa bekerja optimal mencari uang untuk menyambung kebutuhan hidupnya sehari-hari. Hanya mengandalkan bantuan tetangga, saudara, dan pihak yang bersimpati. Pasutri yang tinggal di Banjar Tanah Barak, Seraya Timur itu tidak terlihat melakukan aktivitas di gubuk kecil 2 x 3 meter. Rumahnya sangat sederhana, berlantaikan tanah. Dinding rumahnya mempergukanan gedek. Di tempat tidurnya tidak terlihat bantal apalagi selimut. Saat tidur, keduanya hanya memakai kamben guna menutupi tubuhnya dari kedinginan. Wayan Palit mengungkapkan dirinya memang sudah tidak melihat sejak lahir. Begitu juga istrinya mengalami disabilitas pada kedua kakinya sejak lahir. Atas kondisi itu, kata Palit, saat ini, dirinya tidak bisa bekerja layaknya orang normal. Demikian juga istrinya, tidak bekerja. “Sekarang saya tidak bekerja. Istri juga sama tidak bekerja,” ucapnya dengan lugu. Sebelumnya, dirinya kata Palit, sempat bekerja menjual jasa sebagai tukang pijat di Bangli selama tiga tahun. Akan tetapi, sejak lima bulan ini, sudah berhenti karena bos di tempatnya bekerja, membuka usaha lain. Karena itu, mau tidak mau, ia kembali ke kampung halamannya. “Sekarang, saya hanya memelihara ayam. Di sini jarang ada yang mau pijat. Sempat pelihara babi, tetapi mati,” tuturnya. Dengan keadaan seperti itu kata Palit, untuk kebutuhan makan sehari-hari mengandalkan bantuan keluarga dekat, tetangga, dan

bantuan dari masyarakat. Sejauh ini, belum ada bantuan yang diberikan pemerintah daerah. “Makan ya apa yang ada saja. Kemarin ada yang memberi bantuan ngakunya dari Dinas Sosial. Bantuan yang diberikan berupa beras, minyak, kopi dan gula,” terangnya. Bagaimana ketika tidur, Palit menegaskan kadang-kadang memang kepanasan dan sering juga kedinginan menyerang tubuhnya. Tidak memakai bantal, karena memang tidak punya bantal. Termasuk istrinya hanya memakai kamben, lantaran tidak memiliki selimut. Bahkan saat ini, istrinya sedang mengandung anak pertama. Usia kandungannya sudah memasuki tiga bulan. “Kemarin, sempat periksa ke dokter. Katanya usia kandungan istri saya sudah tiga bulan. Saat memeriksa, ada relawan yang mengantar. Untuk biaya pemeriksaan rencananya dibayari relawan. Karena dokter kasihan dengan istri, akhirnya tidak dikasi bayar,” terang Palit. Kadus Tanah Barak, Made Putra, mengakui kondisi perekonomian pasutri itu tergolong miskin. Keduanya tidak bisa bekerja lantaran keterbatasan fisik yang mereka derita sejak lahir. Atas kondisi itu, pihaknya berharap ada perhatian lebih dari pemerintah. Seperti memberikan bantuan bedah rumah. “Selama ini, ada beberapa bantuan dari pemerintah. Tetapi sifatnya belum secara berkelanjutan. Saya berharap, ada bantuan bedah rumah untuk mereka. Sehingga, pasangan ini bisa menempati rumah layak huni,” harap Putra. (nan)

Bali Post/nan

KETERBATASAN FISIK -Pasangan suami istri (pasutri), I Wayan Palit dan Ni Nengah Genten, asal Banjar Bias Barak, Desa Seraya Timur yang mengalami keterbatasan fisik. Bahkan saat ini, Genten sedang mengandung anak pertama yang usinya sudah tiga bulan.


KLUNGKUNG

12

Kamis Umanis, 16 Mei 2019

Diduga Lakukan ”Skimming”

SOSOK

Dua Warga Bulgaria Diamankan di Nusa Penida

Semarapura (Bali Post) Masyarakat di wilayah Kepulauan Nusa Penida mulai waspada terhadap kejahatan di mesin ATM. Sebab, dua WNA asal Bulgaria berhasil diamankan polisi, karena diduga melakukan upaya skimming (pencurian data nasabah bank) di ATM Kampung Toya Pakeh, Nusa Penida. Kini, keduanya menjalani pemeriksaan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Momentum Tanamkan Toleransi BULAN suci Ramadan menjadi momentum bagi masyarakat di Bali untuk mempererat tali silaturahmi sebagai umat beragama. Tidak hanya sesama umat Islam, tetapi juga dengan umat lainnya, agar terus terbangun sikap saling menghormati dan saling menghargai, yang terkandung dalam nilai-nilai toleransi antarumat beragama. Demikian disampaikan tokoh masyarakat Klungkung, A.A. Gde Anom, saat berada di Panti Asuhan Fajar Dua di Jalan WR Supratman, Kota Semarapura, dalam acara buka puasa bersama, Selasa (14/5) malam. Ketua DPC PDI-P Klungkung ini mengaku hadir setelah diundang khusus oleh salah satu komunitas masyarakat yang menggagas acara itu di Panti Asuhan tersebut. Menurutnya, dalam suasana bulan Ramadan ini, harus dibangun kebersamaan itu untuk membentengi diri dari ancaman paham-paham radikal yang bisa merongrong persatuan di tengah masyarakat. Sebab, keberagaman sejatinya adalah kekuatan, bukan alasan untuk terpecah belah. Dia mengingatkan itu agar nilai-nilai toleransi itu terus tertanam di kalangan masyarakat antarumat beragama. Dia berharap, kebersamaan itu terbangun semakin luas dengan adanya komunikasi yang harmonis antarumat beragama, yang bisa digagas langsung oleh para tokoh agama. Pihaknya mendorong itu, sehingga mampu terus memperkokoh tujuan bersama dan utama, yaitu persatuan dan kesatuan masyarakat. “Toleransi itu bisa ditanamkan dengan cara-cara sederhana. Asalkan, didasari dari niat yang tulus dan tujuan yang mulia,” tegas Anom, yang digadang-gadang, bakal menjabat kembali sebagai Ketua DPRD Klungkung periode 2019-2024, setelah pada pileg tahun ini, mampu lolos lagi ke DPRD Klungkung dari dapil Kecamatan Klungkung. (gik)

Bali Post/kmb31

SKIMMING - Kedua WNA Bulgaria diamankan di Polsek Nusa Penida atas dugaan kasus skimming.

Turis Kerap Hilang, Pemandu Diminta Ketatkan Pengawasan Semarapura (Bali Post) Banyaknya wisatawan yang meregang nyawa saat berlibur di LembonganJungut Batu, Nusa Penida, disesalkan banyak pihak. Semestinya ini tidak terjadi andai wisatawan yang bersangkutan mengindahkan arahan dan peringatan para guide yang sudah biasa mengantar dan mengarahkan turis. Belajar dari banyak kasus seperti itu, para guide diminta memberikan perhatian penuh saat mengantar tamu dan sedikit lebih tegas kepada wisatawan terhadap larangan daerah atau tempat yang dianggap berbahaya. Demikian disampaikan Perbekel Jungut Batu, Nusa Penida, Gede Made Suryawan, Rabu (15/5) kemarin, belajar dari kasus Kaushal Aditya (23), WNA India yang terseret arus saat nekat berdiri dan foto-foto di atas tebing Devil’s Tear pekan lalu, maupun kasuskasus sebelumnya di mana wisatawan yang kerap hilang saat diving di luar tempat yang telah ditentukan. “Guide kami di sini (Lembongan-Jungut Batu), selalu memperingatkan wisatawan, tentang daerah berbahaya dan larangan-larangan yang harus diikuti. Tetapi, kadang arahan guide

Bali Post/kmb31

WISATAWAN - Ratusan wisatawan saat turun di Pelabuhan Jungut Batu, Nusa Penida. tidak diikuti. Contoh kasus WNA India itu, diingatkan sudah, papan peringatan sudah dipasang, dipagari sudah. Tetapi, malah ke sana juga,” katanya. Berbeda dengan Lembongan, wilayah Jungut Batu dikatakan wilayahnya tidak bertebing seperti itu. Tetapi, tamu hilang saat berlibur juga kerap terjadi, khususnya ketika melakukan diving, di luar tempat biasa. Atau melakukan diving, ketika cuaca sedang buruk. “Kalau di Jungut Batu, kami selalu ingatkan pemandunya. Lihat betul tamunya turun di mana. Kadang kalau tamunya turunnya di timur, biasanya keluarnya di barat,” kata Suryawan.

Pihaknya sebagai perbekel, berharap kepada wisatawan lokal atau asing, agar selalu mendengarkan arahan pemandu. Demikian juga para pemandu agar diikuti dan terus diawasi turisnya turun di mana dan naiknya nanti di mana. Dia juga berharap peran Balawista, sebagai upaya pengawasan terhadap wisatawan yang beraktivitas di laut, juga sinergi dengan para pemandu. Sebelumnya, setelah pencarian selama 7 hari dan upaya koordinasi dengan pihak terkait termasuk keluarga korban telah dilakukan, maka disepakati Operasi SAR terhadap Kaushal Aditya ditutup 13 Mei lalu. (kmb31)

Kapolsek Nusa Penida Kompol Nyoman Reka Sanjaya, Rabu (15/5) kemarin, mengatakan kedua lelaki itu adalah Konstantin Zlatkov Ivanov (24) dan Georgi Zhivkov Ivanop (25). Pengungkapan kasusnya bermula dari adanya laporan warga, Ahmad Fahrozi (24), yang melaporkan dugaan tindak kejahatan tersebut ke Polsek Nusa Penida, sesuai Laporan No.pol .LP-B/11/IV/2019/bali/seknusapenida tanggal 14 Mei 2019. Saat itu, diduga ada wisatawan dari Bulgaria melakukan tindakan percobaan pencurian data bank. “Pelapor dan saksi sudah tiga hari mengintip tindak-tanduk kedua WNA itu dari kantornya yang kebetulan jaraknya 10 meter dari mesin ATM,” kata Reka Sanjaya. ATM di Kampung Toyapakeh menjadi sasaran mereka. Warga setempat curiga dengan gerak-gerik mereka, sehingga terus melakukan pengintaian. Kecurigaan warga ini semakin besar, setelah beberapa hari terakhir melihat beberapa kawanan WNA ini semakin mencurigakan setelah terlihat menaruh sesuatu pada mesin ATM berlokasi di Desa Kampung Toyapakeh, tepat sebelum menuju pelabuhan. Kemudian, tepatnya pada Senin (13/5) lalu, sekitar pukul 23.40 Wita, pelapor dan saksi melihat lampu mesin ATM mati. Seketika itu pelapor beserta teman lainnya, Sahabudin (31) mendekati mesin ATM itu. Mereka kaget, setelah mendapati

kedua terlapor sedang memasang kabel pada mesin ATM itu. Kedua WNA yang sudah tertangkap basah, sontak panik. Bahkan, sempat terlihat ingin berdamai dengan menawarkan sejumlah uang untuk diam dan tidak melaporkan kejadian tersebut kepada warga lain dan polisi. Namun, warga menolaknya dan memilih menyeret keduanya ke Polsek Nusa Penida. Petugas Polsek Nusa Penida bergegas ke lokasi, kemudian mengamankan kedua WNA Bulgaria ini. “Belajar dari kasus ini, kami berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Segera laporkan bila melihat ada tindakan WNA yang mencurigakan, agar tidak ada warga kita menjadi korban,” tegasnya. Setelah sempat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Nusa Penida, Kompol Nyoman Reka Sanjaya mengatakan kasus ini sekarang sudah dilimpahkan ke Polres Klungkung. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan dihubungi Rabu kemarin, belum bisa memberikan keterangan. Sementara itu, Kasubag Humas Polres Klungkung AKP I Putu Gede Ardana menegaskan kasusnya sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian di Polres Klungkung, usai menerima pelimpahan perkara dari Polsek Nusa Penida. Khususnya, adanya dugaan keterlibatan pihak lain, di balik aksi nekat kedua WNA Bulgaria itu. (kmb31)

Bupati Suwirta Terima Tim Desk Kemenkopolhukam RI TIM Desk Wilayah Perbatasan (Wiltas) dan Pulaupulau Kecil Terluar (PPKT) Kemenkopolhukam RI mengadakan kunjungan kerja di Kabupaten Klungkung. Rombongan Tim Desk dipimpin Asisten Deputi Wilayah Perbatasan Tata Ruang Kemenkopolhukam Yasid Sulistya, S.Sos., M.Si. Mereka diterima langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Rabu (15/5) kemarin. Kegiatan ini rangkaian dari program kerja tim Kemenkopolhukam dalam pemantauan lapangan terkait implementasi kebijakan pulau-pulau kecil terluar. Sehingga memperoleh data faktual tentang kondisi pertahanan dan keamanan dalam rangka singkronisasi dan penyusunan kebijakan pengelolaan pulau-pulau kecil terluar. Tim melihat langsung pengelolaan pulau-pulau kecil terluar, seperti Kepulauan Nusa Penida. Sebab, Kepulauan Nusa Penida belakangan ini menjadi daya tarik wisata utama di Klungkung. Kunjungan ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian khusus dalam penanganan pulau-pulau terluar yang ada di Kabupaten Klungkung. Apalagi pengawasan dan pengelolaan pulau

terluar ini harus dilakukan semaksimal mungkin. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan, Klungkung merupakan kabupaten yang luasnya terkecil kedua setelah Kota Denpasar dari 9 kabupaten/kota di Provinsi Bali. Luas wilayah Kabupaten Klungkung hanya 315 km2 atau 31.500 hektar, di mana 1/3 terletak di Klungkung daratan (112,16 km2) dan 2/3 di Kepulauan Nusa Penida (202,84 km2). Kedatangan Kemenkopolhukam merupakan gayung bersambut dari cita-cita bersama untuk menuntaskan telor emas yang ada di Nusa Penida yang sudah mulai menetas. Status Pulau Nusa Penida yang menyatu sebagai pulau terluar tentu pihaknya berharap semua perencanaan, permasalahan dan semua potensi yang ada, pihak Kemenkopolhukam bisa mendukung serta mendorong semua perencanaan yang diusulkan. “Kami pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, tentu harus ada dorongan dari pemerintah pusat untuk menginventarisir semua pemersalahan dan potensi. Sehingga bisa dipertanggungjawabkan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Bupati Suwirta. Sementara itu, Asisten Deputi Wilayah Perbatasan

Tata Ruang Kemenkopolhukam Yasid Sulistya, menjelaskan di Indonesia ada sebanyak 111 pulau kecil terluar, 42 pulau berpenghuni termasuk Pulau Nusa Penida yang ada di Kabupaten Klungkung dan sisanya tidak berpenghuni. “Kedatangan kami untuk memantau perkembangannya, karena pulau-pulau kecil merupakan Kawasan Strategis Tertentu (KST) khususnya di bidang pertahanan dan kedaulatan. Jangan sampai pulau kecil terluar kita hilang karena abrasi atau dikuasai negara lain. Di sini kami ingin melihat bagaimana pengelolaannya dan apa yang harus kita benahi,”

jelas Yasid Sulistya. Pihaknya juga menambahkan, setelah kunjungan ini akan segera dirapatkan di tingkat pusat. Apa yang menjadi keinginan Bupati Klungkung akan disinkronkan dengan perencanaan pusat. Agar pembangunan lebih cepat dan bermanfaat sesuai dengan peruntukannya. Turut hadir dalam acara tersebut Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Klungkung, Camat Nusa Penida I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, Kepala OPD Klungkung dan undangan terkait lainnya. (ad595)

TIM WILTAS - Bupati Suwirta saat menerima Tim Desk Wilayah Perbatasan (Wiltas) dan Pulau-pulau Kecil Terluar (PPKT) Kemenkopolhukam, di Klungkung, Rabu (15/5) kemarin.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Umanis, 16 Mei 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dicari kary Reservasi & Sopir Hub. Bakas Adventure 0361287082

Urgently Required!! Reservation / Receptionist / Marketing. Send CV direct to Jl.Danau Buyan IV Gang III No.8B Sanur Denpasar Bali 0361-4720925 E-mail: karangvillagesanur@gmail.com

“Dcr Sgr! SPG Gj 2,25Jt+Bonus di Jl.Drupadi Seminyak sblm Hotel Harris telp Pak Leo 082145548444"

B.BP.004.05.19.0000571

Bella Vista Coffee and Bar urgent need Supervisor,Captain Waitress,Waiter,Bartender,Cook Send CV direct to Padma Utara No.2 Legian Kuta Bali B.BP.154.05.19.0000579

BIRO JASA

B.BP.004.05.19.0000526

B.BP.004.05.19.0000597

BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto Pasti Brangkat Line WA 081375409869 & 087754689692 B.BP.004.05.19.0000486

Dcr 8org SopirB1/A&Tng Angkat2 Gj Min 75Rb / Hr,Kos+U.Mkn,Makmur Abadi Bangunan Jl.T.Umar Brt888 B.BP.004.05.19.0000580

BIRO JASA

Cari Sopir Pariwisata Hub:081353004000 B.BP.004.05.19.0000573

Cr PRT wanita tidur dalam gaji 1,5 Jt keatas Tel.081529343788 B.BP.001.05.19.0000409

Dbthkn security brpglmn (mmlki srtfkt security),brtggung jwab bersedia & mmpu melindungi diri sendiri & lingkungan kerja email:asahrd2018@gmail.com telp:0361-289742 B.BP.001.05.19.0000563

Dcari PRT,utk Batubulan rumah/ Villa Prbadi Gusti 08123806901 B.BP.001.05.19.0000604

Dicari Staf Toko Babykids di Klk WA: 08123641782 B.BP.004.05.19.0000600

Dcr Adm Sopir B1,Teknisi.Gj+ Bns+Kms+BPJS.Lam PT.PMA Jl.Bedahulu XVII/7 Dps B.BP.821.05.19.0000567

Dcr Pembantu Rumah Tangga, Gaji 1,5Jt Hub:082145997989 B.BP.001.05.19.0000570

Dcr Sgr 1 org Kasir,3 org Waitress Hub.085737930084 B.BP.001.05.19.0000446

Dcr Sopir Peng Prbdi Kesiman Gj.2,3 Jt+U.mkn / 08123850501 B.BP.101.05.19.0000603

Dicr karyawati u/laundry 2 org bs tidur dlm Hub.087861070289 B.BP.001.05.19.0000574

Dicari Courier Motor Operasional,Sopir(Max28Th),Krm Jl Gn.Soputan I/107.Tl:8466317 B.BP.001.05.19.0000357

Dicari Sopir u/Farmasi SMA/SMK Bujang tdk Merokok,Spd Mtr.Lam PT.BKS Jln.Bung Tomo V/14 DPS B.BP.001.05.19.0000589

Luxurious villas located in Seminyak is looking for 2 speaking English Butler and 2 speaking English night Security. Please call 081238321945 B.BP.004.05.19.0000596

Dibutuhkan Marketing Pria / Wanita,Min SMA/SMK Hub.Jl.Tkd. Musi 7x Denpasar Telp.233 123

Garmen Cr Staff Akunting & Quality Control Wnt,Berpglmn dibid. Lam.ke sari.oktora25@gmail.com

B.BP.801.05.19.0000566

B.BP.001.05.19.0000491

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

DIJUAL MOBIL

SERVICE

RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL

SERVICE

SERVICE

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOBIL HONDA

Jl salah 1 Freed’09 PSD VR17 135jt, Jazz12 149jt,08123811345 B.BP.001.05.19.0000524

DIJUAL TANAH

Jl.Raya Gilimanuk – Denpasar Kaliakah, jembrana (SHM, Lt. 2.000m2) Hub: 0821 2222 7068/ 0812 5253 8165 B.BP.031.05.19.0000605

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL RUMAH

DIJUAL HOTEL

Jual BU Cepat,Rumah 120m2 Jl. Sehati 18 Pesanggaran Pedungan Densel Hub.085230008221

Dijual Hotel Kerobokan Bdg DP 10% Bunga Krd 0.83%/Bln Hub:087862017342/081805374433

B.BP.001.05.19.0000591

B.BP.004.04.19.0000541

PROPERTY DIJUAL TANAH

RUPA-RUPA

T.Kvl Jl.Pura Warung Blk Villa Anci HP:081236877147 Kws Villa

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

B.BP.001.05.19.0000517

B.BP.001.05.19.0000205


BANGLI

14

Kamis Umanis, 16 Mei 2019

Renovasi Habiskan Ratusan Juta

Pesanggrahan di Pasar Singamandawa Terbengkalai Bangli (Bali Post) –

Renovasi bangunan pesanggrahan di areal Pasar Singamandawa, Kintamani yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli sekitar tahun 2017 lalu terkesan mubazir. Pasalnya, hingga saat ini bangunan yang rencananya bakal dijadikan tourist information center (pusat informasi turis) itu, tak kunjung dimanfaatkan dan terbengkalai. Padahal untuk merenovasi bangunan tua itu, anggaran yang dihabiskan tidak sedikit, mencapai setengah miliar rupiah lebih.

TAK TERAWAT - Kondisi bangunan pesanggrahan di areal Pasar Singamandawa yang tak terawat.

Bali Post/ist

LUBANG - Kondisi lubang bekas galian kabel di wilayah Desa Bangbang.

Dipecat, Empat Mantan ASN Ajukan Keberatan ke Bupati Bangli (Bali Post) – Empat dari lima aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Bangli yang telah dipecat lantaran tersangkut kasus korupsi, mengajukan keberatan terhadap Bupati Bangli. Salah satu alasan pengajuan keberatan karena keputusan pemecatan dari Bupati Bangli I Made Gianyar dinilai cacat hukum. Informasi yang dihimpun Rabu (15/5) kemarin menyebutkan, empat ASN yang mengajukan keberatan atas sanksi pemecatan tersebut yakni Cok Istri Trisnadewi, Dewa Rai, A.A. Alit Darmawan, dan Wayan Gobang. Surat keberatan telah dilayangkan empat ASN tersebut ke Bupati Bangli sekitar beberapa bulan lalu. Lantaran surat keberatan mereka ditolak oleh Bupati, beberapa dari mereka kini ada yang menempuh upaya lanjutan dengan mengajukan banding ke Komisi ASN. Seperti langkah yang dilakukan Cok Istri Trisnadewi. Kuasa Hukum Cok Istri Trisnadewi, I Wayan Sumardika, menyampaikan, sebagaimana yang diatur dalam pasal 129 Undang-undang ASN, sengketa ASN harus ditempuh dengan upaya mengajukan keberatan terhadap Bupati Bangli. Akan tetapi, karena keberatan yang diajukan ditolak oleh Bupati, sesuai pasal tersebut, pihaknya kemudian melakukan upaya banding administrasi ke

yang tak terawat itu. Sementara itu, Kabid Bina Objek Disparbud Bangli Wayan Bona saat dihubungi tak menampik bahwa bangunan pesanggrahan itu belum dimanfaatkan sejak selesai direnovasi dua tahun lalu. Pihaknya beralasan, belum memanfaatkan bangunan itu sampai saat ini lantaran masih menunggu pembentukan kelompok sadar wisata (pokdarwis) di Desa Kintamani. “Nanti setelah dibentuk, mereka (pokdarwis - red) yang akan memanfaatkannya,” ujarnya. Hanya, sampai kapan akan menunggu, Bona tak bisa memastikannya. Sementara itu disinggung mengenai kondisi pesanggrahan yang jorok dan tak terawat, Bona mengakui bahwa selama ini memang tidak pernah ada pemeliharaan terhadap bangunan itu. Alasannya, karena tak ada anggaran untuk pemeliharaan. (kmb40)

Duktang Terjaring Operasi Cipkon

Bekas Galian Kabel Dibiarkan Menganga Bangli (Bali Post) Aktivitas pembongkaran kabel yang sempat dilakukan pihak Telkom di beberapa titik di wilayah Desa Bangbang, Tembuku sebulan lalu, dikeluhkan warga. Masalahnya, pascadigali, lubang bekas galian kabel sampai saat ini masih dibiarkan menganga. Pihak desa pun meminta Telkom menutup kembali lubang bekas galian agar tak membahayakan warga. Perbekel Desa Bangbang Komang Sudianta, Rabu (15/5) kemarin mengatakan, saat ini ada beberapa titik lubang bekas galian yang masih menganga. Salah satu di antaranya di selatan perempatan Desa Bangbang menuju Desa Nyanglan. Lubang bekas galian, ukurannya cukup besar. Rata-rata panjangnya mencapai 1,5 meter dengan lebar sekitar 40-50 cm. Tak hanya merusak jalan, pembongkaran untuk pemasangan kabel kata Sudianta juga sampai merusak trotoar. “Lubangnya besar-besar dan sampai sekarang tetap dibiarkan mengangga. Padahal aktivitas pembongkarannya sudah selesai sebulan lebih,” ungkapnya. Tak mengeluhkan soal kondisi lubang yang dibiarkan menganga, pihaknya juga menyayangkan bahwa saat proses pembongkaran dilakukan tidak ada laporan dan surat pemberitahuan ke desa atau kepala wilayah. “Saya sempat tanyakan, ngakunya saat itu akan langsung ditutup besoknya dan dipastikan sudah bersih lagi. Tapi nyatanya sampai sekarang dibiarkan begitu saja,” ujarnya. Ia mengaku sempat berinisiatif menutup lubang bekas galian itu dengan tanah namun khawatir nantinya dibongkar kembali. Agar tak membahayakan warga, pihaknya pun meminta agar lubang bekas galian ditutup. (kmb40)

Bali Post/kmb40

Berdasarkan pantauan Rabu (15/5) kemarin, bangunan pesanggrahan tersebut tampak tak terawat. Bagian pintu masuk tampak kumuh dijejali lapak pedagang. Halamannya dipenuhi rumput dan semak. Bangunan pesanggrahan yang sempat disinggahi Presiden RI pertama itu juga terlihat kotor terutama bagian lantainya. Bahkan tanaman merambat seperti labu, mulai menggelayuti bagian belakang bangunan tua itu. Beberapa bagian tembok panyengker juga mulai banyak yang rusak. Kondisi itu terlihat ironis, mengingat tergolong masih baru. Pembangunan tembok panyengker dilakukan bersamaan dengan kegiatan renovasi bangunan pesanggrahan yang menghabiskan anggaran Rp 600 juta lebih. Kepala Disparbud Wayan Adnyana belum bisa dikonfirmasi terkait keberadaan bangunan pesanggrahan

Komisi ASN di Jakarta. “Sementara ini kami sudah lakukan upaya banding administrasi ke Komisi ASN. Suratnya sudah kami kirimkan pada tanggal 2 April dan diterima oleh Komisi ASN di Jakarta tanggal 4 April 2019,” terangnya. Dari hasil koordinasi yang dilakukan pihaknya ke Komisi ASN di Jakarta, pihaknya mendapat informasi bahwa saat ini surat itu sedang diproses. Komisi ASN kini masih melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). K a t a Sum a rd ika , jika nantinya banding administrasinya diterima, maka tentu kliennya akan bisa kembali menjadi ASN. Namun kalau ternyata ditolak, undang-undang memberikan peluang kepada pihaknya untuk mengajukan gugatan ke PTUN Jakarta. Sumardika mengaku optimis, pihaknya akan dapat memenangkan perkara ini. Sebab menurutnya, SK Bupati Bangli tentang pemberhentian kliennya sebagai ASN cacat yuridis. Dia menjelaskan bahwa peristiwa hukum atas kasus tipikor yang dialami kliennya terjadi pada tahun 2013. Semestinya, jika memang harus diberhentikan sebagai ASN, kliennya harusnya diberhentikan pada tahun itu. “Faktanya Bupati Bangli memberhentikan tidak hormat klien kami,

31 Desember 2018. Dengan dasar hukum UU ASN yang terbit tahun 2014 dan PP yang terbit tahun 2017. Padahal peristiwa hukumnya terjadi tahun 2013. Peraturan perundangan kan tidak berlaku surut. Di sanalah letak cacat yuridisnya,” jelas Sumardika. Sementara itu, Kabag Hukum Setda Bangli Ida Bagus Widnyana saat dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya keberatan yang diajukan empat mantan ASN tersebut. Dalam surat keberatan yang diajukan tersebut, pada intinya mereka memohon agar keputusan atas pemecatan ASN tersebut bisa dibatalkan Bupati. Terhadap surat keberatan itu, Ida Bagus Widnyana mengaku bahwa pihaknya sudah memberikan jawaban. Pihaknya menegaskan, pemerintah tidak mungkin mencabut keputusan yang telah dibuat terkait hal itu. Sebab pemerintah taat asas. Kata Widnyana, keputusan pemecatan itu diterbitkan berdasarkan perintah peraturan perundang-undangan. “Kecuali kalau memang pengadilan yang memutuskan bahwa apa yang kita lakukan dianggap tidak sesuai dengan prinsip-prinsip yang diputuskan oleh pengadilan. Kalau pengadilan memutuskan agar dibatalkan ya kita batalkan,” pungkasnya. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – Sedikitnya empat penduduk pendatang (duktang) tanpa identitas diri terjaring dalam operasi Cipkon Agung 2019 yang digelar Polres Bangli, Selasa (14/5) malam. Mereka terjaring di wilayah Kelurahan Bebalang, Bangli. Empat orang duktang yang terjaring tersebut semuanya merupakan buruh asal Kabupaten Sumba Barat NTT. Mereka berinisial MAB (26), TDH (21), NDH (21), dan NP (21). Keempatnya terjaring operasi yang dipimpin langsung Kasat Sabhara AKP Dewa Gde Oka, lantaran tak bisa menunjukkan identitas asli terbaru. Selama tinggal di Bangli beberapa dari mereka hanya membawa fotokopi KTP yang sudah tidak berlaku. Sebagian lainnya hanya mengantongi surat keterangan identitas sementara yang masa berlakunya sudah kedaluwarsa. Terhadap keempat orang duktang tersebut, petugas kemudian melakukan pendataan dan memberikan pembinaan agar memenuhi kewajibannya mengurus administrasi kependudukan. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, selain menyasar tempat-tempat duktang, kegiatan operasi cipkon yang dilaksanakan dari tanggal

14 hingga 21 Mei juga menyasar sejumlah tempat keramaian seperti pasar. Kegiatan peningkatan pengamanan di tempat ibadah juga dilakukan. “Tujuannya untuk menciptakan situasi kondusif agar masyarakat nyaman, tenteram dan aman pada saat bulan Ramadhan,” terangnya. Selama operasi cipkon

ini, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor dan operasi miras di sejumlah warung. Seperti yang dilakukan Selasa (14/5) siang. Di sebuah warung di komplek pertokoan Pasar Kidul, petugas berhasil mengamankan miras jenis arak sebanyak 15 botol ukuran 600 ml. (kmb40)


Kamis Umanis, 16 Mei 2019

FOPSSI Bali Gelar Liga Mahasiswa Denpasar (Bali Post) – Kejuaraan sepak bola bertajuk Liga Mahasiswa 2019 U-21 Piala Menpora Regional Bali akan digelar di Denpasar, 1-7 Juli mendatang. Panitia mengundang universitas, institut, akademi dan sekolah tinggi yang ada di Pulau Dewata untuk ambil bagian dalam ajang ini. Koordinator Liga Mahasiswa 2019 Wilayah Provinsi Bali Ida Bagus Putu Purnaya, M.Pd. di Denpasar, Rabu (15/5) kemarin, menyatakan kejuaraan ini untuk mencari satu wakil guna berlaga pada kejuaraan tingkat nasional yang akan berlangsung di Yogyakarta, 17-22 September mendatang. Penyelenggara kejuaraan ini adalah Forum Pembina Sekolah Sepak Bola Indonesia (FOPSSI) Bali. Menurutnya, masing-masing peserta dikenai biaya pendaftaran Rp 1,5 juta. Setiap tim boleh mendaftarkan lebih dari satu tim tetapi harus berasal dari universitas/ institute/akademi/sekolah tinggi yang sama. Pemain yang didaftarkan maksimal 18 orang termasuk tiga mahasiswa asing. Pemain yang bisa tampil kelahiran 1 Januari 1998 ke atas. Pendafaran dibuka hingga 15 Juni . Purnaya yang juga Ketua FOPSSI Bali menambahkan, untuk menjaga kualitas tim dan kejuaraan, tiap-tiap kesebelasan harus didampingi oleh pelatih berlisensi D. Persyaratan atau ketentuan lainnya akan diberitahukan kepada peserta saat pertemuan teknik yang dilaksanakan di Renon pada 23 Juni 2019. (kmb)

Warriors Ungguli Blazers Washington – Stephen Curry membuat sembilan lemparan tiga angka dan total mencetak 36 poin untuk membawa Golden State Warriors meraih kemenangan 116-94 atas Portland Trail Blazers dalam pertandingan pertama final NBA Wilayah Barat, Rabu (15/5) kemarin. Curry menambahkan 7 assist dan 6 rebound untuk Warriors. Klay Thompson menambah 26 poin dan memberikan posisi bertahan yang mengesankan menyusul absennya Kevin Durant yang cedera. Draymond Green menyumbang 12 poin, 10 rebound, 5 assist dan 2 steal untuk juara bertahan dua kali yang bermain di final Wilayah Barat kelima berturut-turut. Curry mengatakan hanya mengambil keuntungan dari pelanggaran yang dilakukan pemain Blazers yang mengalir padanya. ‘’Itu aliran yang bagus. Itu memberi banyak tekanan pada pertahanan. Kami tidak bisa mengunci satu orang karena yang lain akan terbuka,’’ ujarnya. Blazers hanya menyumbang 36,1 persen dari tembakan dari lapangan dan membuat tujuh dari 28 upaya tiga poin. Damian Lillard hanya mencetak empat dari 12 tembakan untuk membuat 19 poin, 6 assist dan 4 rebound. C.J. McCollum mencetak 17 poin hasil tujuh dari 19 tembakan. Lillard mengaku sulit untuk kembali dari emosi yang luar biasa setelah mengalahkan Denver Nuggets pada semifinal. Menurutnya, Blazer perlu membuat segalanya lebih sulit bagi Curry yang memiliki tampilan terbuka. Sebab, Warriors adalah tim yang bisa berlari dan membuat tembakan. Pelatih Warriors, Steve Kerr, menilai timnya diuntungkan oleh jadwal pertandingan. ‘’Saya pikir kami mengambil keuntungan dari situasi ini dan memulai dengan awal yang baik,’’ katanya. Warriors akan mencoba menggandakan keunggulannya pada laga kandang kedua yang berlangsung Jumat besok. Akan tetapi mereka dipastikan kembali bermain tanpa Durant yang mengalami cedera pada betis kanannya. (afp/kmb)

Guardiola Lengkapi Gelar London – Manajer Manchester City Pep Guardiola menyisihkan pelatih Liverpool Juergen Klopp untuk kedua kalinya dalam tiga hari. Guardiola merebut gelar manajer terbaik Liga Utama Inggris tahun ini, Rabu (15/5) kemarin. Pelatih asal Spanyol itu melengkapi trofinya untuk City yang sukses mempertahankan gelar Liga Primer musim 2018/2019. Ia juga mengalahkan Klopp yang harus puas menempatkan Liverpool di posisi kedua dengan hanya selisih satu poin pada akhir perlombaan yang mendebarkan. Setelah memenangkan Piala Liga pada Maret lalu, Guardiola bisa menyelesaikan treble domestik pertama dalam sepak bola Inggris jika mampu mengalahkan Watford pada final Piala FA di Wembley, Sabtu lusa. Guardiola memuncaki pemungutan suara disusul Klopp, Mauricio Pochettino yang membawa Tottenham ke final Liga Champions pertama dan Nuno Espirito Santo yang sukses mengantarkan Wolves finis ketujuh di musim perta-

Pihaknya meminta kepada pihak KKP agar lebih intensif mengecek penumpang yang datang dari Singapura. Dalam hal ini pihaknya menyiapkan scanner di terminal kedatangan. Memang, dikatakannya, terkait scanning terhadap penumpang, saat ini hanya dilakukan terhadap penumpang yang datang dari Singapura saja. Diungkapkan, teknis penanganan dikhususkan kepada penumpang yang

Jakarta (Bali Post) – Petenis putri Indonesia Jessy Rompies menyusul rekannya, Beatrice Gumulya, melaju ke babak 16 besar turnamen Singapore W25 setelah meraih kemenangan 3-6, 6-4, 6-4 atas Eudice Chong di Kallang Tennis Cetre Singapura, Rabu (15/5) kemarin. Jessy membutuhkan waktu 2 jam 19 menit untuk mengalahkan wakil Hongkong itu. Salah satu petenis terbaik Indonesia ini dikalahkan lawannya pada set pertama dengan skor 3-6. Servisnya dipatahkan tiga kali oleh Eunice Chang pada gim ketiga, ketujuh dan kedelapan. Pada set kedua, Jessy melancarkan serangan-se-

10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Solusi Alternatif Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Dharma Santhi (4) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:05 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita DW TV 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Dunia Kita 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini

2 5 2 pertandingan untuk Atletico. Ia berperan membawa klub ini menjadi runner-up Liga Champions 2016 setelah dikalahkan Real Madrid. Namun tahun 2018 Atletico menundukkan Marseille di final Liga Eropa. Griezmann finis ketiga untuk Ballon d’Or 2016, setelah Prancis takluk dari Portugal pada final

rangannya untuk menyamakan kedudukan. Serangan berturut-turut yang dilakukan Jessy pada gim pertama membuatnya mendapatkan poin dengan mudah dalam waktu 8 menit. Servisnya pun semakin mumpuni. Pada gim keempat di set kedua Jessy melakukan tiga kali as yang menghasilkan dua poin lebih unggul dari lawannya 3-1. Eunice sempat mencoba mengejar poin yang tertinggal di gim kelima, namun Jessy berhasil mengalahkannya dan menyamakan kedudukan di set kedua dengan skor 6-4. Pada set ketiga, Jessy tetap bermain gemilang sehingga mampu menahan tekanan lawan. Skor 6-4 kembali diraih dan

kemenangan pun akhirnya mampu digapai wakil Indonesia ini. Kemenangan itu merupakan yang kedua kalinya bagi Jessy Rompies atas Eunice Chang. Pada 2016, Jessy mengalahkan Eunice pada Turnamen Kao-Siung W10. Jessy Rompies selanjutnya bertanding melawan Chompoothip Jundakate (Thailand) untuk menuju babak perempatfinal. Jessy Rompies juga akan bermain bersama Beatrice Gumulya pada kategori ganda pada turnamen Singapore W25 melawan Sowjanya Bavisetti/Zoe Kruger (India/ Rusia). (ant)

Sembuh Sendiri Dikutip dari World Health Organization (WHO), gejala cacar monyet baru timbul 14 hingga 21 hari sejak pertama kali terinfeksi virus. Sebelum gejala muncul, cacar monyet biasanya diawali dengan periode inkubasi selama enam sampai 16 hari. Berdasarkan surat edaran dari Kementerian Kesehatan RI tentang kewaspadaan importasi penyakit monkeypox disebutkan Afrika Tengah dan

Kamis, 16 Mei 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Dharma Santhi (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Aranyaka Parwa(2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Agrobisnis Pengembangan Cacing dan Pengolahannya 09:30 Wita Ocydia Home Shopping

Griezmann Striker Prancis Antoine Griezmann meninggalkan Atletico Madrid pada akhri musim ini. Pemain berusia 28 tahun ini memiliki kontrak hingga 2023 dengan Atletico, tetapi mempunyai klausul pembelian 120 juta euro (134 juta dolar AS). Dia menjadi target beberapa klub termasuk Barcelona. ‘’Antoine Griezmann mengatakan kepada klub bahwa dia tidak akan melanjutkan sebagai Rojiblanco (merah dan putih, warna klub) musim depan,’’ kata klub itu di Twitter. Beberapa saat kemudian sang pemain memposting video yang menjelaskan dirinya sendiri. ‘’Setelah berbicara dengan Cholo (pelatih klub

Jessy Rompies Melaju di Singapura

Diambil Sampel berasal dari negara Singapura yang diduga mengidap atau terkena gejala Monkeypox dipantau melalui Thermoscanner. Apabila ada penumpang terdeteksi di suhu 38 derajat akan dievaluasi dan dibawa ke ruangan observasi KKP untuk diperiksa. Setelah itu akan dirujuk ke RS Sanglah untuk diambil sampel dan diteruskan ke Kantor Pusat Kesehatan Pelabuhan di Jakarta guna dilakukan penelitian, sementara si pasien akan dilakukan evaluasi dan observasi tiap hari. (kmb23)

manya kembali ke Liga Primer.

Diego Simeone), kemudian dengan Miguel Angel dan orang-orang di klub, saya ingin berbicara dengan Anda, para penggemar, yang selalu memberi saya banyak cinta,’’ ujar Griezmann yang mengenakan kaos hitam polos di depan latar belakang putih sederhana di belakangnya. Griezmann mencetak 133 gol dalam

16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Taman Sari PAUD Dharma Negara 17:00 Wita Diabemed 17:30 Wita Taman Sari TK Kumara Eka Santhi 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Solusi Alternatif Jamu Tetes HaGe 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Sistem Zonasi dalam PPDB 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel

Barat merupakan daerah endemis monkeypox. Gejala monkeypox mirip dengan smallpox (cacar) namun lebih ringan dengan masa inkubasi 5-21 hari. Gejala yang timbul berupa demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri punggung, nyeri otot dan lemas. Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening (vesikel), lepuh berisi nanah (pustule), kemudian mengeras.

Biasanya diperlukan waktu hingga tiga minggu sampai ruam tersebut menghilang. Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14-21 hari. Kasus kematian bervariasi tetapi kurang dari 10 persen kasus yang dilaporkan, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak. Secara umum, kelompok usia yang lebih muda tampaknya lebih rentan terhadap penyakit monkeypox. (kmb42)

Piala Eropa. Striker Prancis ini berandil besar membawa Les Bleus menjadi juara Piala Dunia 2018 di Rusia dan kembali menempati uru tan ketiga dalam pemilihan pemenang

Ballon d’Or. Penyerang yang dikenal karena melakukan tarian dari video game Fortnite ketika merayakan golnya itu mengaku sulit mengambil ini, tetapi itulah yang harus dilakukannya sekarang. ‘’Saya ingin memberi tahu Anda bahwa saya telah mengambil keputusan untuk pergi. Saya memiliki lima musim yang indah di sini dan Anda akan selalu berada di hati. Saya berterima kasih kepada kalian semua atas cinta yang telah ditunjukkan padaku selama lima tahun,’’ tambah Griezmann. (afp/kmb)


balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Kamis Umanis, 16 Mei 2019

Semua Kader Demokrat Terpilih Berpeluang Jabat Wakil Ketua DPRD Gianyar Gianyar (Bali Post) Partai Demokrat untuk lima tahun ke depan masih bisa mempertahankan lima kursi di DPRD Gianyar. Selain mengamankan lima kursi, Demokrat juga dipastikan tetap mempertahankan jatah kursi pimpinan Dewan di posisi wakil ketua. Hanya, siapa yang akan menduduki kursi jabatan wakil ketua

DPRD Gianyar masih memunculkan wacana. Di kalangan Partai Demokrat mencuat untuk lima tahun ke depan posisi wakil ketua Dewan diisi oleh orang baru. Hal ini untuk adanya suasana yang berbeda di kalangan pimpinan DPRD Gianyar, khususnya untuk kaderisasi Partai Demokrat. Namun, Ketua DPC

Penolakan Hasil Pilpres Berdampak pada Pileg Jakarta (Bali Post) – Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan bahwa penolakan hasil Pemilu Presiden 2019 akan berdampak juga pada hasil Pemilu Legislatif, sehingga kontestan pilpres harus dewasa dalam berpolitik. ‘’Kalau pemilu tidak diakui maka konsekuensinya berdampak pada hasil pemilihan legislatif, padahal partai politik pengusung kedua caprescawapres memperoleh capaian maksimal bagi para calon anggota legislatifnya,’’ kata Bambang di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/5) kemarin. Hal itu dikatakannya mengomentari pernyataan BPN Prabowo-Sandi yang akan menolak hasil rekapitulasi suara KPU yang curang. Menurut Bamsoet, kalau hasil pemilu tidak diakui, maka pertanyaannya adalah apakah harus dilakukan pemilu ulang, dan para caleg yang sudah ‘’berdarah-darah’’ di pileg ingin mengulang prosesnya karena pileg dan pilpres merupakan satu-kesatuan yang dilakukan dalam satu hari. Karena itu, dia menyarankan agar semua pihak dewasa dalam berpolitik, kalau memiliki bukti-bukti yang sah terkait dugaan kecurangan pemilu, silakan ajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK). ‘’Kalau nanti di MK ternyata benar (ada kecurangan) dan yang bersangkutan menang, itu langsung secara resmi dan legal ditunjuk sebagai pemenang,’’ ujarnya. Bamsoet menilai kalau hanya pembentukan opini

bahwa ada dugaan kecurangan dalam pemilu, hanya akan menghasilkan kebisingan dan ketidaknyamanan di masyarakat. Karena itu, dia mengimbau kepada para elite di paslon 01 maupun 02, segera redakan tensi dan dahulukan kepentingan bangsa yang besar karena 265 juta penduduk Indonesia ingin hidup tenang. ‘’Kalau masyarakat tenang maka ekonomi bisa berjalan dengan baik, namun kalau dibuat bising maka yang rugi adalah 265 juta rakyat Indonesia dan ujungnya kepada penerimaan rumah tangga,’’ katanya. Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso, mengatakan pihaknya menolak hasil rekapitulasi suara yang sedang dilakukan KPU, karena diduga banyak kecurangan yang terjadi dalam proses pelaksanaan Pemilu 2019. ‘’Kami BPN Prabowo-Sandi bersama rakyat Indonesia yang sadar demokrasi, menolak hasil perhitungan suara dari KPU-RI yang sedang berjalan,’’ kata Djoko dalam acara ‘’Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019’’ di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa lalu. Dia mengatakan, Pilpres 2019 harus dilaksanakan secara langsung, umum, bebas dan rahasia (luber) yang harus dilaksanakan dengan memegang teguh prinsip jujur dan adil. Djoko mengatakan, dalam acara tersebut telah dipaparkan oleh para pakar dan ahli tentang dugaan kecurangan Pemilu 2019 yang bersifat terstruktur, sistematis, masif, dan brutal. (ant)

Partai Demokrat Gianyar Tjokorda Anom Sukawati mengaku belum mendengar aspirasi tersebut. Jikapun ada tentunya nanti akan disampaikan melalui rapat DPC Demokrat untuk penentuan wakil ketua Dewan. Tjok Anom menegaskan bahwa kalau dari hasil pemilu, lima tahun ke depan

dipastikan kursi Fraksi Demokrat di DPRD Gianyar terisi penuh. Untuk itu, jatah kursi sebagai anggota pimpinan dalam hal ini wakil ketua Dewan akan tetap dimiliki oleh Demokrat. Namun untuk posisi wakil ketua, Tjok Anom mengatakan, semua kader Partai Demokrat yang ter-

pilih dan berhasil lolos di DPRD Gianyar berpeluang untuk itu. Mekanisme pemilihannya dilakukan dalam rapat DPC Demokrat. Dari usulan itu akan direkomendasikan ke DPD Partai Demokrat dan ke DPP Partai Demokrat. ‘’Muara dan putusan akhirnya semuanya ada di DPP partai,’’ katanya. Terkait peluang, semua

kader Demokrat yang duduk di DPRD Gianyar memilikinya. Hanya ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan. Seperti senioritas kader partai, perolehan suara, pengalaman, dan sebagainya. ‘’Kita tunggu sajalah mekanismenya setelah penetapan perolehan suara tanggal 22 Mei mendatang,’’ katanya.

Jabatan wakil ketua DPRD dari Partai Demokrat selama dua periode terakhir dijabat I Ketut Jata, S.H. Selain Ketut Jata, caleg Demokrat lainnya yang kembali lolos ke DPRD Gianyar yakni Ketut Karda, Made Janji, dan Gede Sudiarta. Kemudian ada satu caleg new comer, Ida Bagus Gaga Adi Saputra. (kmb16)

Prabowo-Sandi Takkan Ajukan Gugatan Pemilu ke MK

Jakarta (Bali Post) – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tidak akan mengajukan gugatan sengketa pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK) lantaran sudah tidak ada lagi kepercayaan terhadap lembaga penegak hukum. ‘’Karena ada distrust, kami memutuskan tidak akan melakukan gugatan ke MK,’’ kata Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, ketika ditemui sesaat setelah Diskusi ‘’Lawan Kecurangan Pilpres 2019 Terstruktur, Sistematis & Masif’’, di Media Center Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/5) kemarin.

Dahnil Anzar Simanjuntak

Bali Post/ant

Kehilangan rasa kepercayaan terhadap lembaga hukum, kata Dahnil, terjadi setelah menjalani segala proses tahapan pemilu. Mulai dari proses kampanye, pencoblosan, hingga pascapencoblosan yang diduga dipenuhi dengan kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM). ‘’Terus terang, kami melihat proses hukum yang sudah kami lalui, mulai dari

proses kampanye, kami banyak dihalang-halangi, kriminalisasi tokoh-tokoh BPN, kemudian pada saat pencoblosan, pascapencoblosan, kami kehilangan distrust proses hukum,’’ kata mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah ini. Ia menambahkan, saat ini hukum sudah diinterpretasikan oleh siapa yang paling kuat. Saat ini, kata Dahnil, BPN Prabowo-Sandi akan

fokus menunggu perkembangan beberapa hari ke depan. Seperti yang disampaikan Prabowo fokus pada proses adil dan berkeadilan itu dulu. Ketika ditanyakan, kalau pasangan calon JokowiMa’ruf yang menang dalam pilpres yang akan diumumkan oleh KPU pada 22 Mei 2019, jawab dia, ‘’Kita lihat nanti, berdoa pada Allah SWT.’’ (ant)

Penolakan Prabowo atas Hitungan KPU Tak Pengaruhi Apa pun

Bambang Soesatyo

Data Situng KPU Cakup 83,28 Persen TPS Jakarta (Bali Post) – Data penghitungan suara Pilpres 2019 yang masuk dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU-RI hingga pukul 16.15 WIB, Rabu (15/5) kemarin, telah mencakup 83,28 persen TPS atau 677.438 dari total 813.350 TPS. Berdasarkan perolehan suara sementara, pasangan Jokowi-Ma’ruf memeroleh 56,21 persen atau 71.715.619 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga memeroleh 43,79 persen atau 55.867.365 suara. Dalam disclaimer Situng, KPU menyatakan bahwa data entri yang ditampilkan pada Menu Hitung Suara adalah data yang disalin apa adanya atau sesuai dengan angka yang tertulis pada Salinan Formulir C1 yang diterima KPU kabupaten/kota dari KPPS. Apabila terdapat kekeliruan pengisian data pada Formulir C1, dapat dilakukan perbaikan pada rapat pleno terbuka rekapitulasi di tingkat kecamatan. Apabila terdapat perbedaan data antara entri di Situng dan Salinan Formulir C1, akan dilakukan koreksi sesuai data yang tertulis di Salinan Formulir C1. Data yang ditampilkan di Situng bukan merupakan hasil resmi penghitungan perolehan suara. Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka. (ant)

Bali Post/ist

Jakarta (Bali Post) – Pengamat hukum tata negara dari Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar mengatakan penolakan Prabowo Subianto atas hasil penghitungan suara KPU tidak akan memengaruhi apa-apa. ‘’Karena kita enggak bisa nolak-nolak di jalan, teriak. Yang memengaruhi itu tatkala penolakan itu dibawa ke forum yang sudah disepakati oleh negara. Itu yang disebut sengketa hasil pemilu di MK,’’ ujar

Zainal dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (15/5) kemarin. Dalam persidangan sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) itulah, kata Zainal, bukti-bukti atas klaim kecurangan itu disampaikan. ‘’Buktikan kecurangan-kecurangan itu, mana datanya. Kalau KPU salah dalam penghitungan, tunjukkan salahnya. Kalau penyelenggaraan pemilu ada yang tidak berimbang, tunjukkan mana ketidakberimban-

gannya. Baru kemudian disusun logika yang namanya TSM (terstruktur, sistematis dan masif),’’ ujarnya. Dosen Fakultas Hukum UGM ini mengatakan jika Prabowo ingin menggugat hasil Pemilu 2019, permohonannya sudah harus dipersiapkan dari sekarang, karena batas pengajuan gugatan adalah tiga hari dari pengumuman penetapan KPU. ‘’Permohonan di MK itu siapa yang mendalilkan maka dia membuktikan.

Perolehan Suara Sementara Data Situng KPU Rabu (15/5 ) pukul 16.15 WIB

56,21%

677.438 TPS (83,28 %)

JOKO WIDODO MA’RUF AMIN

71.715.619

43,79%

PRABOWO SUBIANTO SANDIAGA UNO

55.867.365

Kalau dia mendalilkan ada kecurangan, dia harus buktikan kecurangan itu,’’ tutur Zainal. Zainal mempertanyakan penghitungan KPU yang mana yang ditolak oleh Prabowo. Kalau yang ditolak Situng maka tidak tepat. ‘’Situng kan enggak dipakai. Yang berlaku itu adalah pleno C1 yang diangkat dari TPS, PPK, kabupaten, provinsi sampai ke KPU. Kalau yang ditolak rekap, rekap kan belum selesai,’’ ucap Zainal. (ant)

Golkar Tolak Pembentukan Pansus Pemilu Jakarta (Bali Post) – Fraksi Partai Golkar DPR-RI secara tegas menolak dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) Pemilu 2019 karena proses pemilu di setiap tahapan dinilainya telah berjalan dengan baik. ‘’Apabila dirasa masih ada masalah yang belum selesai terkait pemilu, silakan mengajukan perselisihan hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK),’’ kata Sekretaris Fraksi Golkar DPR Adies Kadir saat jumpa pers di Ruang Rapat F-PG, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/5) kemarin. Dia menilai setiap masalah yang muncul telah diselesaikan secara tuntas sesuai prosedur, mekanisme dan aturan yang berlaku dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan PKPU serta Peraturan Bawaslu. Adies mengatakan secara umum, Fraksi Golkar memandang pemilu serentak sudah berjalan dengan baik dan partisipasi pemilih meningkat dibandingkan pemilu sebelumnya, yaitu mencapai 80 persen di atas target yang ditetapkan. ‘’Apresiasi terhadap keberhasilan pelaksanaan pemilu ini pun datang dari dalam dan luar negeri, sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia berhasil melaksanakan pemilu serentak terbesar di dunia,’’ ujarnya. Namun, Adies mengatakan, Fraksi Golkar tidak menutup mata terhadap yang terjadi dalam pelaksanaan Pemilu 2019, termasuk banyaknya penyelenggara pemilu dari jajaran KPU dan Bawaslu yang wafat saat menjalankan tugasnya. Karena itu, dia berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya 469 orang anggota KPPS dan 92 orang pengawas pemilu di berbagai tingkatan di seluruh Indonesia sebagai pahlawan demokrasi. Sebelumnya, Fraksi PKS DPR-RI mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Pemilu untuk menyelidiki terkait penyelenggaraan Pemilu 2019 yang dinilai banyak menimbulkan permasalahan. Usulan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR-RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (8/5) lalu. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 16 Mei 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu