Skip to main content

Edisi Kamis 16 April 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

8 HALAMAN

NOMOR 230 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

kamis paing, 16 april 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Proyek PDAM Dijadwal Ulang

Penumpang Dialihkan ke Kapal Roro

PMI Dipindahkan ke Hotel

Sejumlah rencana proyek milik PDAM pada 2020 harus dijadwal ulang. Salah satunya proyek perpipaan yang rencananya dikerjakan tahun ini.

Setelah adanya kasus positif Covid-19 di Desa Kusamba, layanan penyeberangan fast boat di Pelabuhan Rakyat Tribuana dan Banjar Bias terpaksa ditutup. Selanjutnya, penumpang dialihkan ke kapal roro.

Tujuh belas pekerja migran Indonesia (PMI) asal Buleleng, Rabu (15/4) kemarin dipindahkan dari tempat isolasi khusus di gedung SD di Jalan Ngurah Rai, Singaraja ke sebuah hotel.

KLUNGKUNG | HAL. 5

BADUNG | HAL. 3

BULELENG | HAL. 6

BERGERAK MENUJU SWASEMBADA PANGAN

Denpasar (Bali Post) Pemerintah Provinsi Bali telah memprediksi bahwa Bali akan mengalami stagnasi perekonomian yang relatif lama. Prediksi perbaikan ekonomi pada triwulan 1V pun masih banyak diperdebatkan. Mencermati kondisi ini, krama Bali harus membaca tanda-tanda zaman terkait potensi terjadinya stagnasi transaksi. Untuk itu, Bali sudah saatnya bergerak menuju swasembada pangan.

P

OPINI

Menghindar dari Gelombang Pandemi Covid-19 Oleh: Gusti Ngurah Mahardika SELURUH dunia sekarang mengalami kejadian luar biasa penyakit Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), tak terkecuali Indonesia dan Bali. Diidentifikasi di Kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019, dalam waktu tiga bulan saja, virus ini sudah terdeteksi pada orang di hampir semua negara. Per 31 Maret 2020, jumlah kasus melebihi 750.000 orang. Korban jiwa melebihi 36.000 jiwa. WHO telah mendeklarasikan penyakit ini se- bagai pandemi sejak 11 Maret 2020. Pandemi artinya penyakit sudah menyebar di berbagai penjuru dunia. Pandemi Covid-19 baru dalam fase penaikan aktivitas yang cepat. Dalam fase awal saja, guncangannya sudah terasa luar biasa. Ini bukan saja masalah kesehatan. Fatalitas kasus sebenarnya tidak tinggi sekali. Sampai saat naskah ini ditulis, 13 April 2020, porsi fatalitas dibandingkan dengan jumlah kasus terkonfirmasi di seluruh dunia adalah 6%. Akan tetapi, pandemi lebih mematikan sosial-ekonomi negara dan masyarakat. Pekerja dirumahkan. Banyak pabrik tutup karena ketiadaan bahan baku atau pasar. Bursa saham anjlok. Ekspor-impor berhenti. Pariwisata hilang. Kasus Covid-19 kini memasuki gelombang kedua di seluruh dunia, setelah kasus awal di Tiongkok sebagai gelombang pertama. Episentrum sekarang ada di Eropa dan Amerika Serikat. Hal. 7 Mengalami Perubahan

andangan itu dilontarkan Guru Besar Pertanian Unud Prof. I Nyoman Sucipta merespons paparan Gubernur Bali Wayan Koster terkait dengan pemulihan ekonomi Bali yang diprediksi akan lambat. Gubernur Bali Wayan Koster mengisyaratkan ekonomi Bali mengalami pukulan sangat telak. Pariwisata terdegradasi. Kunjungan domestik dan asing tidak ada. Kondisi ini akan berdampak pada lambatnya pemulihan ekonomi Bali sebagai dampak Covid-19. Mencermati hal ini, ia mengajak masyarakat Bali jangan menyerah. Ada banyak hal yang bisa dilakukan. ‘’Masyarakat Bali harus merespons isyarat ini dengan melakukan gera k a n swasembada pangan. Ke-

butuhan utama ini setidaknya bisa dihasilkan secara mandiri oleh setiap keluarga di Bali. Krama Bali saya yakini mampu mandiri walaupun stagnasi ekonomi akan menguat,’’ sarannya. Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Unud ini mengatakan, ada banyak hal yang mendukung Bali siap mandiri dalam swasembada pangan. Pertama, karakteris-

Mangupura (Bali Post) – Wabah pandemi Covid-19 akan berdampak pada distribusi kebutuhan pokok dari luar Bali, termasuk ke Badung. Kondisi ini tentunya akan menimbulkan kelangkaan barang, lonjakan harga hingga berujung pada krisis pangan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan setempat mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah yang masih tersisa untuk menanam kebutuhan pokok sehari-hari, seperti cabai, sayur-mayur, umbiumbian dan lainnya. ‘’Kami ada program rumah pangan lestari yang mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan. Mereka bisa menanam kebutuhan sehari-sehari. Seperti cabai, sayuran, sehingga dalam kondisi seperti sekarang ini (pandemi Covid-19) tentu sangat bermanfaat,’’ ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana, Rabu (15/4)

kemarin. Wijana mengatakan, pihaknya telah menerapkan program rumah pangan lestari di sejumlah wilayah, seperti Sibang Gede, Darmasaba, Abiansemal, Tibubeneng, dan Kekeran. ‘’Kami sudah terapkan program di sejumlah wilayah yang biasanya mulai Agustus,’’ katanya. Menurut Wijana, pihaknya optimis masyarakat Badung tidak akan mengalami kekurangan pangan utamanya beras. Sebab, sektor pertanian di Badung kini sedang mengalami musim panen raya padi seluas 5.266 hektar dengan produktivitas rata-rata 7 ton/hektar, sehingga dalam tiga bulan ke depan stok beras masih mencukupi. ‘’Saat ini produksi gabah kering giling (GKG) sekitar 26.324 ton atau setara beras 14.883 ton, sedangkan kebutuhan beras 11.484 ton, sehingga masih ada surplus 3.398 ton,’’ tegasnya. Kendati demikian, kata Wijana, pihaknya meminta

tik krama Bali yang terbiasa bekerja keras. Lahan-lahan masih bisa diolah dan diberdayakan. Bali juga pernah berada dalam kondisi sulit terdampak bencana erupsi Gunung Agung. Mentalitas untuk bertahan hidup harus dibangun dan dijabarkan dalam bentuk swasembada pangan. Hal. 7 Mendukung Gerakan

’’Masyarakat Bali harus merespons isyarat ini dengan melakukan gerakan swasembada pangan. Kebutuhan utama ini setidaknya bisa dihasilkan secara mandiri oleh setiap keluarga di Bali. Krama Bali saya yakini mampu mandiri walaupun stagnasi ekonomi akan menguat.’’

’’Pemprov Bali segera mencermati tanda-tanda zaman serta tantangan dan ancaman yang dihadapi dunia global, regional dan lokal terhadap perubahan perilaku pasar yang sulit ditebak terkait dunia yang sedang mengalami perubahan besar di dua bidang utama, yaitu disrupsi teknologi dan perubahan demografi.’’ Viraguna Bagoes Oka Pengamat Ekonomi

I Nyoman Sucipta Guru Besar Unud

Mengantisipasi Krisis Cadangan Pangan para petani tidak menjual seluruh hasil panennya sebagai cadangan pangan ketika terjadi krisis akibat Covid-19. ‘’Kami meminta kepada petani untuk tidak menjual hasil panen seluruhnya, namun sebagian disimpan sebagai cadangan pangan keluarga,’’ katanya mengingatkan. Wijana menambahkan, ada kekhawatiran proses panen raya kali ini akan mengalami sedikit kendala, terutama terkait ketersediaan tenaga kerja, karena adanya pembatasan sosial yang semakin ketat di mana kemungkinan buruh panen dari luar daerah akan sangat langka. Oleh karena itu, pihaknya telah mengantisipasi dengan menugaskan para penyuluh lapangan untuk berkoordinasi dengan para pekaseh dan kelompok tani agar memanfaatkan tenaga kerja lokal dengan menghidupkan kembali sekaa manyi yang jumlahnya cukup banyak dan sudah dibantu oleh pemerintah dengan berbagai peralatan untuk panen. (kmb27)

Hadapi Covid-19, Bupati Mas Sumatri Luncurkan Tujuh Paket Kebijakan

Sisir Sejumlah Kegiatan OPD hingga Rp 86,7 Miliar BUPATI Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menyisir anggaran puluhan miliar rupiah untuk penanggulangan Covid-19. Bahkan, Mas Sumatri telah meluncurkan sebanyak tujuh kebijakan dan program yang telah dan akan dilaksanakan dalam mencegah, menangani dan mengelola dampak Covid-19 di Bumi Lahar. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Rabu (15/4) kemarin mengungkapkan, dalam penanggulangan menghadapi Covid-19 ini, pihaknya meluncurkan sebanyak tujuh kebijakan. Yakni, yang pertama, pihaknya telah merelokasi anggaran APBD Tahun 2020 sebesar Rp 86,7 miliar. Kata dia, angka sebesar itu berasal dari rasionalisasi dan relokasi

anggaran di Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas PU, Dinas Perkim, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Dinas Perindag, dan BKK Non-Rutin. ‘’Dari jumlah sebesar itu program yang sudah berjalan sebesar Rp 8,7 miliar difokuskan untuk pengadaan APD, disinfektan, operasional satgas, dan penyiapan tempat karantina. ‘’Dari kebijakan penghentian kegiatan infrastruktur yang berasal dari DAU 25 persen berhasil disisir anggaran sebesar Rp 78 miliar yang difokuskan untuk penanganan dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial,’’ ujar Mas Sumatri. Mas Sumatri menambahkan, untuk kebijakan kedua, pihaknya telah menyiapkan tem-

pat karantina terpadu untuk para pekerja migran Indonesia (PMI) asal Karangasem di hotel berbintang di kawasan Candidasa. Dijelaskan, berdasarkan data dari Asosiasi Pelayaran Indonesia Pusat, diperkirakan sekurang-kurangnya 1.000 orang pekerja migran asal Karangasem akan pulang kampung dalam beberapa gelombang ke depan dan mulai Rabu kemarin, Bupati Karangasem telah mengambil kebijakan untuk melakukan karantina terpadu selama 14 hari bertempat di hotel berbintang di kawasan Candidasa. ‘’Selama menjalani karantina mereka akan ditanggung kebutuhan konsumsi dan biaya penginapan selama masa karantina. Sejauh ini baru dialokasikan

anggaran sebesar Rp 400 juta. Apabila ada kekurangan Bupati akan mengambil kebijakan untuk menambah anggaran dimaksud,’’ katanya. Selain itu, jelas Bupati wanita pertama ini, untuk kebijakam ketiga, pihaknya juga telah mengambil kebijakan pembebasan pembayaran langganan air PDAM bagi masyarakat yang kurang mampu dimulai dari pemakaian April 2020 sampai Juni 2020. Hal. 7 Berikan Insentif KEBIJAKAN - Bupati Mas Sumatri meluncurkan tujuh kebijakan dan program dalam mencegah, menangani dan mengelola dampak Covid-19.


Kamis Paing, 16 April 2020

Bantu Ringankan Beban Ekonomi Warga

Pemkot Salurkan Sembako Sasar ODP, PDP dan Keluarga Pasien Positif Covid-19 STRATEGI perlindungan sosial dan ekonomi yang dirancang Pemkot Denpasar mulai direalisasikan. Guna memastikan terpenuhinya kebutuhan masyarakat terdampak Covid-19, khususnya yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) yang melaksanakan isolasi mandiri, Pemkot turut memberikan bantuan sembako yang diserahkan dengan metode jemput bola, Rabu (15/4) kemarin. Kadis Sosial Kota Denpasar I Made Mertajaya saat dikonfirmasi menjelaskan, masyarakat yang berstatus ODP, PDP dan

keluarga pasien yang positif Covid-19 secara otomatis tidak dapat keluar rumah lantaran melaksanakan isolasi mandiri yang diawasi Satgas Covid-19. Karenanya, Pemkot Denpasar menyadari akan kebutuhan pangan masyarakat yang harus terpenuhi selama penanganan Covid-19 ini. ‘’Hal ini sebagai implementasi penerapan strategi perlindungan sosial dan ekonomi serta lumbung pangan guna memastikan ketersediaan pangan dan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak Co-

vid-19,’’ ujar Mertajaya. Lebih lanjut dijelaskan, penyerahan bantuan sembako yang terdiri atas beras, mi instan, gula, minyak, sarden dan sabun ini menyasar seluruh ODP, PDP, OTG yang berada di Kota Denpasar yang totalnya berjumlah 329 orang terdampak. Selain sembako, keluarga yang berstatus ODP juga dilengkapi dengan bantuan masker dan sabun sebagai upaya untuk melindungi diri dan pencegahan dini penularan. ‘’Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap dan

akan menyasar seluruh keluarga yang masuk status ODP, PDP dan OTG serta keluarga pasien yang positif. Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol yang juga Jubir Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai mengatakan, pemberian bantuan ini menindaklanjuti arahan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. ‘’Bapak Wali Kota menginstruksikan kepada Dinas Sosial agar segera menyalurkan bantuan sembako keluarga pasien yang terdampak

Covid-19. Dengan bantuan ini kami berharap meringankan beban keluarga dan dapat menciptakan keseimbangan sosial dan ekonomi di masyarakat selama penananganan Covid-19 ini,’’ kata Dewa Rai. Selebihnya, pria asal Klungkung ini mengajak masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan diri mulai dari menggunakan masker, rajin mencuci tangan, penerapan PHBS, serta melaksanakan imbauan pemerintah secara disiplin dan bertanggung jawab. (ad152)

BANTUAN - Penyaluran bantuan sembako bagi warga yang berstatus ODP, PDP dan keluarga pasien positif Covid-19, Rabu (15/4) kemarin.

Transmisi Lokal Kecil Penerapan PSBB Belum Tepat

Denpasar (Bali Post) -

Arus kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI) menjadi sumber risiko terbesar terkait penyebaran Covid-19 di Bali. Dari akumulatif 92 kasus positif hingga Selasa (14/4) sore, hanya 10 orang yang terjangkit dari transmisi lokal. Sisanya, mayoritas imported case terutama dengan riwayat perjalanan dari luar negeri. Melihat tingkat risiko yang dihadapi Bali ini, maka aspirasi untuk menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) belum tepat.

Di Bali, Positif Covid-19 Capai 98 Orang Denpasar (Bali Post) Kasus positif Covid-19 di Bali terus bertambah. Jumlah akumulatif pada Rabu (15/4) kemarin hampir mencapai seratus kasus. Dilihat dari dashboard pemantauan kasus Covid-19 di situs resmi BNPB, jumlah kasus positif Covid-19 di Bali mencapai 98 orang. Sebelumnya berjumlah 92 orang, sehingga terjadi penambahan 6 kasus. Sedangkan jumlah pasien sembuh juga mengalami penambahan 2 orang dan kini totalnya 23 pasien. Sementara yang meninggal masih 2 orang. Sementara untuk di Indonesia, menurut Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto melalui video conference, terjadi penambahan 297 ka-

sus positif Covid-19, sehingga totalnya menjadi 5.136 kasus. Sedangkan untuk yang sembuh ada penambahan 20 dengan total akumulatif sebanyak 446 kasus. Untuk yang meninggal bertambah 10 orang, sehingga totalnya 469 kasus. Saat ini masih terdapat 4.241 orang dalam perawatan. ‘’Seperti yang kita perhatikan bersama, penularan masih terjadi. Penyebaran masih terjadi. Mari kita saling bahumembahu, saling menjaga, sehingga tidak ada lagi penularan,’’ ujarnya. Ia pun mengingatkan masyarakat jangan melakukan diskriminasi pada pasien Covid-19 yang sudah sembuh. Termasuk menolak penguburan jasad penderita Covid-19. (iah)

Diundur 9 Desember KPU Sinkronisasi Data Pemilih

Denpasar (Bali Post) Mundurnya pelaksanaan pilkada serentak sebagaimana surat keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU)-RI akan berimbas pada jumlah data pemilih, termasuk alokasi anggaran yang dibutuhkan. Untuk itu, KPU harus melakukan sinkronisasi data pemilih yang nantinya menjadi daftar pemilih tetap (DPT) dalam pilkada. Menurut Ketua KPU Bali Dewa Agung Lidartawan, Rabu (15/4) kemarin, pihaknya hingga saat ini tetap mengikuti perkembangan dari KPU Pusat. Diakui, ada opsi penundaan pelaksanaan pilkada serentak dilakukan hingga 9 Desember 2020. Opsi ini menguat saat dilakukan rapat kerja antara pemerintah dengan Komisi II DPR-RI, Selasa (14/4). Dengan menguatkan pemilihan penundaan hingga 9

Desember, KPU daerah sudah mengambil langkah-langkah. Di antaranya menyiapkan data tambahan pemilih. Karena dengan mundurnya jadwal pencoblosan secara otomatis akan terjadi penambahan maupun pengurangan pemilih. ‘’Untuk itulah kami perlu melakukan sinkronisasi DPT dan DP4 guna persiapan DPT baru akibat mundurnya pilkada untuk proyeksi anggaran TPS,’’ katanya. Untuk lebih tepatnya, KPU kabupaten dan kota, termasuk Bali masih menunggu regulasi yang jelas untuk kepastian penundaan itu. Sebelumnya, KPU sedianya menunda beberapa tahapan pilkada serentak saja. Namun karena perkembangan virus Corona, akhirnya diputuskan jadwal pemilihan tetap pada 29 September 2020 dilakukan penundaan. (kmb16)

Topik : bergerak menuju swasembada pangan

‘’Apakah dengan transmisi lokal hanya 10 orang itu lalu kita menjadikan Bali tertutup untuk semua? Terlalu besar risikonya,’’ ujar Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra, di Denpasar, Rabu (15/4) kemarin. Menurutnya, angka transmisi lokal bisa terus ditekan kalau masyarakat Bali mau disiplin menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Terbukti dalam dua bulan terakhir, hanya ada 10 kasus transmisi lokal di Bali. Kalaupun ada pergerakan angka positif, itu lebih banyak dise-

babkan oleh PMI. Pihaknya menilai sah-sah saja saat ada logika yang menyebut Bali lebih baik mengajukan PSBB lebih awal saat kasus transmisi lokal masih sedikit. ‘’Sebagai logika sah-sah saja. Sekarang kita bandingkan antara risiko yang dihadapi dengan cost yang harus kita bayar. Risikonya baru 10 orang, tapi kalau menerapkan PSBB, 4,2 juta rakyat Bali akan merasakan,’’ jelasnya. Dalam PSBB, lanjut Dewa Indra, pembatasan aktivitas betul-betul dilakukan. Masyarakat, termasuk yang mengandalkan penghasilan harian dipastikan tidak bisa bekerja seperti sekarang. Itu artinya, mereka akan

terdampak sangat serius dengan PSBB. Pemerintah memang berkewajiban untuk memberikan sekurang-kurangnya bantuan pangan atau sembako. Tetapi perlu diingat, hidup tidak hanya melulu urusan sembako. ‘’Usulan itu baik, tapi waktunya belum, karena cost yang akan kita bayar terlalu besar. Bukan hanya cost ekonomi, tapi menimbulkan persoalan pangan, sosial di masyarakat dan persoalan pada perekonomian yang akan berhenti,’’ papar Sekda Provinsi Bali ini. Kalau dicermati, Dewa Indra menyebut kebijakan penanganan Covid-19 di Bali sebetulnya dinamis, mengikuti arah

kebijakan nasional dan tingkat perkembangan risiko. Artinya, kebijakan mengalir mengikuti kebutuhan di lapangan. Kalau hari ini memang masih belum waktunya menerapkan PSBB, bukan tidak mungkin Bali akan menuju ke arah sana jika ekskalasi kasus meningkat. Bila saatnya tiba, Pemprov Bali dikatakan siap. Kendati, pihaknya terus mengupayakan agar transmisi lokal bisa ditekan dan tidak terus bertambah. Untuk sumber risiko terbesar yakni arus kepulangan PMI, telah dilakukan strategi pengawasan dan pengetatan pemeriksaan di pintu-pintu masuk. Bandara Ngurah Rai, misalnya, dijaga 24 jam. Rapid test tidak lagi hanya dipusatkan di kedatangan internasional, tetapi juga kedatangan domestik. Apabila hasil rapid test di bandara menunjukkan tanda positif maka Pemprov Bali akan

segera melakukan penanganan sesuai SOP yang berlaku. Jika hasilnya negatif maka yang bersangkutan akan dijemput oleh pemerintah kabupaten/ kota guna dilakukan karantina. Namun pada masa 8 hari karantina (orang yang negatif ini) dilakukan tes swab dan hasilnya positif, maka akan diserahkan kembali kepada Pemprov Bali untuk dilakukan langkah perawatan. Kemudian di Pelabuhan Gilimanuk, setiap pendatang dari daerah yang terjangkit di Jawa juga dilakukan rapid test, selain pemeriksaan suhu tubuh dan wawancara riwayat perjalanan. Kalau hasilnya positif, maka langsung dipulangkan kembali ke daerah asalnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Raka Sandi Dilantik Guru Jejali Siswa dengan Tugas Jadi Anggota Antarwaktu KPU-RI Kelemahan PBM Daring

Denpasar (Bali Post) Sebulan sudah siswa di Bali menjalani proses belajar mengajar (PBM) online alias e-learning dari rumah akibat pandemi Covid-19. Dalam pelaksanaannya, dievaluasi dan dipantau oleh Disdikpora Bali. Salah satu kelemahan cara mengajar guru dalam PBM online (daring) yakni guru sering menjejali siswa dengan tugas. Hal itu dibenarkan Kadisdikpora Bali Dr. N.K. Boy Jayawibawa, M.Si., Rabu (15/4) kemarin. Dengan kelemahan itu, katanya, mengakibatkan jam pelajaran cenderung padat dan bertabrakan karena semua guru ingin segera menuntaskan materi kurikulum. Metode mengajarnya juga sedikit memberi ruang siswa dan orangtua berdialog dan padat akibat semuanya memberikan tugas kepada setiap siswa. Masalahnya lagi, semua tugas tersebut menumpuk pada jam-jam yang sama sehingga membuat siswa kurang nyaman belajar di rumah. Jika kondisi normal, katanya, hal itu tak masalah. Namun dalam

kondisi darurat Covid-19, semua perlakuan siswa harus membuat siswa dan guru nyaman belajar serta memperhatikan sistem imun siswa dan guru. Sebab, dalam pandemi Corona, kualitas imun siswa dan guru perlu dipertimbangkan karena tugas dan beban yang banyak bisa menurunkan imun siswa dan guru tetap terjaga agar terhindar dari penyebaran virus Corona. Dia menegaskan, dalam kondisi darurat, guru tak boleh memaksakan diri agar menuntaskan materi kurikulum. Disdikpora Bali, katanya, tak mengharuskan semua materi kurikulum pelajaran tuntas sesuai kondisi normal. Makanya, Boy Jayawibawa bersama PGRI Bali dan IGTIK Bali akan terus berupaya memperkuat kompetensi guru di tengah pandemi Covid-19. Di antaranya dengan mengadakan pelatihan daring soal pembelajaran online. Ketua PGRI Bali Komang Artha Saputra, S.Pd., M.Pd. mengakui jajaran guru di Bali sebenarnya sudah mampu menjalani PBM online. Hanya perlu diperkuat dalam penerapan metodelogi pengajaran dalam kondisi darurat. Makanya dia menyarankan guru jangan memaksakan siswa dengan materi yang terlalu padat dalam suasana pandemi Covid-19 agar tak sampai menurunkan sistem imunnya. (025)

KAI Bali Sumbang Masker Denpasar (Bali Post) Sebagai bentuk solidaritas di musim wabah Corona atau Covid-19, Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokad Indonesia (KAI) menyerahkan sumbangan masker untuk para juru parkir dan pedagang pasar di Denpasar. Penyerahan dilakukan melalui Dirut PD Parkir Nyoman Putrawan dan Direktur PD Pasar Denpasar Ida Bagus Kompyang. ‘’Kita semua harus bergerak untuk bersama mencegah penularan, salah-satunya melalui penggunaan masker,’’ kata Ketua DPD KAI Bali Nyoman Sudiantara. Jumlah bantuan sebanyak 500 masker. Menurutnya, profesi juru parkir dan pedagang pasar adalah termasuk yang rentan tertular karena setiap hari berinterakai dalam jarak dekat dengan banyak orang yang

berbeda-beda. Sementara itu, Dirut PD Parkir Nyoman Putrawan menyatakan, dalam situasi saat ini, pihaknya berusaha menekankan kepada para juru parkir untuk selalu men-

jaga kebersihan dan mengenakan masker. ‘’Harus sesering mungkin mencuci tangan. apalagi mereka kan harus menyentuh motor atau uang kembalian yang kita tidak tahu kondisinya,’’ ujarnya. (kmb)

Bali Post/ist

MASKER - DPD KAI Bali menyerahkan sumbangan masker untuk para juru parkir dan pedagang pasar di Denpasar.

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) melantik I Dewa Kadek Wiarsa Raka Sandi sebagai anggota antarwaktu Komisi Pemilihan Umum (KPU)-RI masa jabatan tahun 2017-2022 menggantikan Wahyu Setiawan, Rabu (15/4) kemarin. Dikutip dari Antara, Raka Sandi mengucapkan sumpah jabatan dengan dibimbing oleh Presiden Jokowi. Pelantikan Raka Sandi tersebut berdasarkan Keppres 38/P Tahun 2020 tentang Pengesahan Pengangkatan Antarwaktu Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tahun 2017-2022 tertanggal 13 April 2020. Setelah mengucapkan sumpah jabatan, Raka Sandi lalu menandatangani berita acara pelantikan. Pelantikan itu dihadiri undangan terbatas sekitar 20 orang termasuk Ketua KPU Arief Budiman. Pemberian ucapan dilakukan dari jarak sekitar 1 meter dengan mengatupkan kedua tangan di dada. Raka Sandi menggantikan Wahyu

Setiawan yang sebelumnya menyatakan mundur, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap penetapan anggota DPR 2019-2024. DPR-RI menetapkan Raka Sandi sebagai Komisioner Antarwaktu KPU-RI. Raka Sandi berada di urutan ke-8 saat uji kelayakan dan kepatutan yang sebelumnya telah dilakukan DPR pada 2017. Berdasarkan uji kepatutan dan kelayakan saat itu, Raka Sandi memperoleh nilai 21 poin. (kmb)

Denpasar (Bali Post) Polda Bali bekerja sama dengan RSUD Bali Mandara akan melakukan pemetaan (mapping) dan pemeriksaan Covid-19 secara door to door kepada pekerja migran Indonesia (PMI) serta masyarakat yang baru kembali dari luar negeri. Kegiatan ini akan melibatkan tim gabungan dari RSUD Bali Mandara, RS Bhayangkara Denpasar dan aparat kepolisian. Hal itu disampaikan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose saat memberi bantuan alat medis yakni APD (alat pelindung diri), masker kesehatan dan hand sanitizer ke RSUD Bali Mandara untuk penanganan virus Corona, Rabu (15/4) kemarin. Bantuan tersebut diterima Direktur UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) RSUD Bali Mandara dr. Gede Bagus Darmayasa,

M.Repro. di Lounge Andalan Polda Bali, dengan menerapkan physical distancing dan menggunakan masker. Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga menyampaikan, Polda Bali melaksanakan program kegiatan bantuan mingguan yang berkelanjutan. Bantuan tersebut berupa bahan pokok untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu di masing-masing kabupaten/kota di Bali. Sumbangan tersebut disalurkan melalui Polres/Polresta masing-masing wilayah di Bali. Irjen Golose menegaskan pihaknya melaksanakan sterilisasi di setiap satuan kerja (satker) sampai dengan seluruh satuan wilayah (satwil) jajaran Polda Bali. Di akhir pertemuan, Kapolda menyerahkan sumbangan 100 APD, 200 masker dan 5 liter hand sanitizer. (kmb36)

Bali Post/dok

I Dewa Kadek Wiarsa Raka Sandi

Polda Bali akan ’’Mapping’’ Keberadaan PMI

Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Kamis Paing, 16 April 2020

Badung Gratiskan 59.975 Pelanggan PDAM Berlaku Mulai Mei hingga Juli 2020

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta memutuskan enam kebijakan strategis dalam penanggulangan penyebaran Covid-19 dan dampak sosial yang ditimbulkan. Salah satunya adalah kebijakan menggratiskan penggunaan jasa air minum yang dikelola oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung kepada pelanggan. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Diretur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Tirta Mangutama I Ketut Golak didampingi Kabag Humas Made Suardita memberikan keterangan resmi terkait penggratisan yang dilakukan untuk pelanggan PDAM saat jumpa media di Rumah Jabatan Wakil Bupati, Puspem Badung, Rabu (15/4) kemarin. Wabup Suiasa mengatakan, kebijakan ini mengacu pada Permendagri Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum, sehingga dilakukan secara terarah, terukur dan teratur. ‘’Ini perlu kami sampaikan untuk menghindari adanya pemikiran-pemikiran serta pemahaman yang bias di masyarakat

terkait kebijakan penggratisan biaya penggunaan air minum,’’ tegasnya. Penggratisan pembayaran air minum ini berlaku untuk klaster atau golongan sosial A, B dan G yang diberikan secara penuh. Selanjutnya pembebasan untuk klaster atau rumah tangga D1, D2 dan D3. ‘’Untuk kategori rumah tangga ini dibebaskan pemakaian 10 m3 per bulan. Kenapa tidak lebih, ini mengacu kepada Permendagri Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum. Dalam pasal 1 angka 10 disebutkan Standar Kebutuhan Pokok Air Minum adalah kebutuhan air 10 meter kubik/kepala keluarga/bulan atau 60 liter/orang/hari atau sebesar satuan volume lainnya.

KETERANGAN - Wabup I Ketut Suiasa didampingi Dirut I Ketut Golak saat memberikan keterangan kepada awak media pada jumpa pers di RJ Wakil Bupati, Puspem Badung, Rabu (15/4) kemarin. Di samping itu, mengapa tidak semena-mena dalam menggu- kebijakan itu mulai berlaku semua digratiskan, karena nakan air, tetapi seefektif dan untuk pembayaran bulan Mei, PDAM juga perlu menjaga seefisien mungkin. Prioritaskan Juni dan Juli 2020. Dijelaskannya, kebijakan stabilitas dan kesehatan pe- untuk kepentingan minum, merusahaan,’’ kata pejabat asal masak, mandi dan keperluan yang diputuskan oleh BuPecatu ini seraya menyebut ibadah. ‘’Ini penggunaannya 10 pati Badung I Nyoman Giri untuk penggunaan lebih dari m3 per bulan. Karena itu saya Prasta itu berlaku terhadap 10 m3 per bulan pelanggan imbau masyarakat menggu- 59.975 sambungan langsung dikenakan tarif normal. nakan air seefisien dan seefektif atau pelanggan atau setara Walau digratiskan, Suiasa mungkin sesuai kebutuhan,’’ dengan 359.850 orang. Bila mengimbau masyarakat tidak ujarnya seraya menambahkan, dirupiahkan, kebijakan terse-

Desa/Kelurahan Dilarang Blokir Jalan

Mangupura (Bali Post) Wabah Covid-19 merupakan bencana nasional non-alam dengan penanganan terpusat dan tidak ada yang membuat aturan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi mengingatkan aparat pemerintah terkecil (desa/kelurahan) tidak ada lagi melakukan kebijakan yang bersifat sektoral dan dilarang memblokir jalan. ‘’Tolong sampaikan ke aparat desa atau kelurahan tidak ada karantina wilayah lagi. Tidak ada kebijakan sendirisendiri, apalagi memblokir jalan dengan kayu atau bambu,’’ tegas AKBP Roby Septiadi, Rabu (15/4) kemarin. Kapolres kelahiran Jakarta ini mengimbau warga agar tidak main hakim sendiri. Pasalnya, semua penanganan Covid-19 di bawah kendali pemerintah dan tidak boleh ada kebijakan lain. ‘’Kinerja rekanrekan baik dalam masalah penanganan Covid-19 maupun tugas rutin, semua saya nilai sudah on the track,’’ ucap mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Bali ini. Roby Septiadi menyam-

Bali Post/ist

BINGKISAN - Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi menyerahkan bingkisan kepada anggotanya. paikan, anggotanya bisa belajar dari Kanitreskrim Polsek Dimembe, Polda Sulawesi Utara, Bripka Jerry Tumundo. Bripka Jerry mendapatkan tiket sekolah perwira tahun depan langsung dari Kapolri atas jasanya memakamkan jasad pasien virus Corona yang telantar. ‘’Saat melakukan tugas dengan ikhlas, tidak ada sesuatu yang mustahil dalam hidup ini,’’ ujarnya.

Menurutnya, saat ini merupakan momentum yang tepat untuk berbagi kepada sesama demi kemanusiaan. Dia juga membagikan bingkisan peduli kasih dari Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose kepada para PHL Polres Badung, jero mangku, dokkes dan Kapolsek yang nantinya akan diberikan kepada Warakauri dan anggota Polsek yang sakit. (kmb36)

Bali Post/ist

SPANDUK - Satgas Gotong Royong Penanggulangan Covid-19 Desa Adat Dalung memasang spanduk imbauan mengenakan masker. sejumlah warga yang belum taat terhadap imbauan pemerintah tersebut, jadi kami imbau kembali dengan pemasangan spanduk ini,’’ ujarnya. Terkait sanksi adat yang ditulis di spanduk setelah dilakukan koordinasi dengan klian adat, sanksi dimaksud adalah pemberian masker

saat disidak ditemukan tanpa masker. ‘’Maksud dari sanksi adat ini adalah pemberian masker kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker memasuki wilayah Dalung. Anggaran pemberian masker ini nantinya diambilkan dari pihak desa adat,’’ pungkasnya. (kmb27)

perpipaan yang rencananya dikerjakan tahun ini. Hal itu disampaikan Dirut PDAM Tirta Mangutama Badung Ketut Golak saat dihubungi, Rabu (15/4) kemarin. Menurutnya, saat ini ada beberapa proyek PDAM yang harus dijadwal ulang. Termasuk pengerjaan perpipaan di kawasan Kuta Selatan yang masih membutuhkan pelayanan lebih optimal dalam rangka pemenuhan kebutuhan air

bersih. ‘’Sejumlah investasi yang rencananya dilakukan tahun ini karena kondisi seperti sekarang harus dijadwalkan dulu,’’ ucapnya. Covid-19 yang berdampak pada sektor pariwisata menyebabkan pendapatan PDAM dari sektor niaga, industri dan perhotelan merosot. Kondisi ini membuat produksi air bersih dari PDAM Tirta Mangutama juga menurun. ‘’Penurunan produksi mencapai 20-30 persen, karena niaga atau industri perhotelah yang tutup sampai 80 persen,’’ ujar Golak. Demi membantu masyarakat di tengah wabah Covid-19, Pemkab Badung sudah mengeluarkan kebijakan menggratiskan tagihan air PDAM. Meski demikian, ia berharap masyarakat bijak menggunakan air. Jangan karena gratis, masyarakat malah menghambur-hamburkan air PDAM. ‘’Kami harapkan masyarakat tidak menggunakan air dalam volume yang berlebihan, harus hemat,’’ tandasnya. (kmb23)

Sejumlah Proyek PDAM Dijadwal Ulang

Mangupura (Bali Post) – Mewabahnya Covid-19 yang berdampak pada sektor pariwisata di Bali juga berimbas pada seluruh sektor ekonomi. Kondisi ini membuat sebagian besar industri perhotelan mulai tutup. PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung pun terpaksa mengambil langkah penyesuaian. Sejumlah rencana proyek milik PDAM pada 2020 harus dijadwal ulang. Misalnya proyek

lebarnya termasuk got 7 meter ke atas. Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama I Ketut Golak mendukung penuh kebijakan Pemkab Badung di bawah kepemimpinan Bupati I Nyoman Giri Prasta dan Wabup I Ketut Suiasa. Untuk mendukung kebijakan pemerintah, pihaknya selaku direksi tidak menghitung rugi. Yang terpenting baginya memberikan kemudahan bagi masyarakat di tengah wabah Covid-19 serta dampak yang ditimbulkan. Untuk menyukseskan kebijakan Bupati Badung selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kebupaten Badung, pihaknya berupaya memaksimalkan pelayanan air terhadap seluruh pelanggan yang digratiskan yaitu 59.975 sambungan langsung dari total keseluruhan pelanggan 73 ribu lebih. ‘’Walaupun digratiskan tidak akan mengurangi pelayanan kami kepada masyarakat,’’ tandasnya. (ad153)

Agama Senator Kunjungi Gereja Rock Ministry (Lembah Pujian)

Doakan Jadi Pengayom Umat Nasrani, Pendeta Timotius Beri ’’Tongkat Komando Asal Kei’’ kepada Wedakarna

Melintas di Desa Adat Dalung Tanpa Masker Dikenakan Sanksi

Mangupura (Bali Post) – ‘’Perhatian! Anda Telah Memasuki Wilayah Wajib Masker, Melanggar Dikenakan Saksi’’. Di Bajar Tegeh, spanduk juga terpampang dengan tulisan ‘’Perhatian, Anda Telah Memasuki Wilayah Wajib Masker, Melanggar Kena Sanksi Adat’’. Spanduk bertuliskan imbauan tersebut ditempatkan di setiap sudut jalan di Desa Adat Dalung, Kuta Utara. Spanduk itu guna mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker. Spanduk ini dipasang oleh Satgas Gotong Royong Penanggulangan Covid-19 Desa Adat Dalung. Perbekel Desa Dalung Putu Gede Arif Wiratya dihubungi, Rabu (15/4) kemarin, mengatakan kegiatan itu dilakukan oleh Satgas Gotong Royong Desa Adat Dalung. Spanduk dipasang sejak 5 April lalu dan berlanjut di sejumlah wilayah Dalung. ‘’Dasar penerapan ini adalah imbauan pemerintah untuk menggunakan masker saat pandemi Covid-19. Ada

but senilai Rp 7,9 miliar lebih selama tiga bulan. Rincian pembebasan beban untuk Sosial A sebanyak 35 SL (sambungan langsung) dan sosial B sebanyak 1.151 SL. Selanjutnya untuk saluran rumah tangga D1 sebanyak 3.244 SL, D2 sebanyak 41.068 SL, dan D3 sebanyak 14.477 SL. Sosial A dan G merupakan saluran untuk kamar mandi dan WC umum, terminal air dan keran umum. Sosial B meliputi yayasan sosial, sekolah negeri/swasta, panti asuhan dan rumah ibadah. Sementara untuk golongan rumah tangga D1, D2 dan D3 mengacu pada lebar jalan. D1 dengan ketentuan perumahan yang di muka rumah terdapat jalan yang lebarnya termasuk got 0-3,99 meter, rumah tangga D2 ketentuan perumahan yang di muka rumah terdapat jalan yang lebarnya termasuk got 4-6,99 meter dan rumah tangga D3 dengan ketentuan perumahan yang di muka rumah terdapat jalan yang

Bali Post/kmb23

CEK AIR - Petugas dari PDAM Tirta Mangutama Badung mengecek pengolahan air bersih.

SETELAH bertemu dengan Uskup Denpasar dan Ketua Persekutuan Gereja (Bali), Senator DPD-RI asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, kembali menemui tokoh umat Nasrani di Gereja Rock Ministry (Lembah Pujian) yang merupakan salah satu gereja yang memiliki jamaat terbesar di Bali. Senator disambut langsung oleh Pendeta Timotius Arifin, Pendeta Thomas Tanudharma dan Eddy Widjaja. Senator Arya Wedakarna (AWK) berkomunikasi terkait kebijakan gereja menyangkut ibadah selama masa pendemi Covid-19 serta membicarakan sejumlah hal terkait toleransi dan kerukunan umat beragama. DPD-RI mendapatkan penjelasan yang sangat baik dari Pendeta Tomotius, bahwa pihak gereja sudah melakukan berbagai program dalam membantu imbauan pemerintah, di antaranya menyediakan program ibadah secara live streaming dan pelayanan doa melalui online. Hal lainnya, pihak gereja menyampaikan sinergi dengan desa adat terkait pencegahan Covid-19 yakni bersama-sama melakukan kegiatan disinfektan. Terhadap hal ini, Senator AWK menyampaikan rasa salutnya karena institusi gereja telah melaksanakan

imbauan pemerintah dengan baik dan membuat terobosan bagi pelayanan umat. ‘’Gereja Rock Ministry ini sudah sangat terkenal dengan misi kemanusiaannya yang baik. Saya berharap ke depan tetap menjadi contoh. Gereja ini juga pernah dicatat sebagai tempat pertemuan para guru TK seBali (IGTKI) dan pertemuan pecalang se-Bali oleh Polda Bali saat itu. Terima kasih telah sering berbagi kebaikan dengan masyarakat,’’ ungkap AWK. Pada kesempatan yang sama, Senator AWK menyampaikan harapannya agar seluruh jamaat gereja mengikuti registrasi Sensus Penduduk Online 2020 yang dilakukan oleh BPS. Sensus Penduduk Online sudah diperpanjang oleh BPS menjadi 29 Mei 2020 dan AWK berharap umat minoritas di Indonesia bisa berpartisipasi dalam sensus penduduk agar eksistensi umat Nasrani di hadapan negara bisa berlanjut. ‘’Rock Ministry ini memiliki 40.000 jemaat dan gereja yang banyak tersebar di seluruh penjuru. Mohon diwartakan kepada seluruh Indonesia agar umat Nasrani ikut sensus penduduk. Karena jika ingin anggaran pembinaan umat Kristen meningkat dan alokasi pengangkatan guru agama atau penyuluh Kristen meningkat, maka angka umat Kristen di Indonesia

BERSAMA PENDETA - Senator RI Dr. Arya Wedakarna bersama Pendeta Timotius Arifin di Gereja Lembah Pujian, Denpasar. harus meningkat signifikan. Ini harapan saya dan karena saya yakin umat Kristen dan umat Hindu adalah penjaga utama Pancasila dan NKRI,’’ papar Gusti Wedakarna yang juga Duta Besar Perdamaian UPF-PBB. Ada yang menarik dari kunjungan Wedakarna ke Gereja Lembah Pujian. Sebelum kembali, Pendeta Timotius memberikan se-

buah tongkat komando yang berasal dari Kei kepada Arya Wedakarna, dengan harapan agar Ratu Aji Wedakarna bisa menjadi pemimpin Bali yang mengayomi semua golongan dan umat. Ratu Aji Wedakarna pun berjanji tongkat dari gereja ini akan diletakkan secara terhormat di Istana Mancawarna Tampaksiring. (ad154)


Kamis Paing, 16 April 2020

Wabup Sanjaya Bagikan APD kepada Petugas Medis DALAM upaya mencegah penyebaran Covid-19, Pemerintah Kabupaten Tabanan telah melakukan berbagai upaya untuk masyarakat Tabanan. Mulai dari memberikan imbauan dasar tentang pelaksanaan tindak pencegahan, penyemprotan disinfektan di seluruh wilayah Tabanan hingga pembagian masker secara gratis. Kali ini melalui Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., Pemkab Tabanan bekerja sama dengan beberapa pihak seperti BNPB Pusat menyerahkan alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis di Tabanan, Rabu (15/4) kemarin. Petugas medis merupakan salah satu garda terdepan dalam upaya pencegahan penyebaran wabah pandemi Covid-19, sehingga harus

dilengkapi dengan APD guna meminimalisir penyebaran. APD diserahkan Wabup Sanjaya kepada petugas medis di BRSU, Dinas Kesehatan, Puskesmas Kediri dan Puskesmas Kerambitan di kantor masing-masing. Sementara yang lainnya akan diberikan melalui perwakilan dan tetap menjalankan prosedur keamanan yang ditetapkan dalam menangani wabah mematikan ini. Wabup Sanjaya mengatakan, penyerahan ini dilakukan mengingat APD sangat susah didapat. APD yang diserahkan di antaranya pakaian hazmat lengkap, masker standar petugas medis dan slop tangan. APD bukan hanya dipakai di Kabupaten Tabanan melainkan untuk keperluan seluruh dunia dalam menangani

Covid-19, sehingga keberadaannya sangat minim untuk petugas medis di Tabanan. Untuk itu, Pemkab Tabanan berupaya maksimal melengkapi petugas medis di Tabanan dengan APD dan kelengkapan lainnya guna memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat dalam krisis Covid-19. ‘’Jujur kami sampaikan bahwa APD sangat minim di Tabanan. Kenapa minim? Karena APD ini sangat diperlukan di seluruh dunia,’’ ungkap Sanjaya di selasela kegiatan. Lebih lanjut Wabup Sanjaya mengungkapkan, saat ini Pemkab Tabanan menerapkan program wajib masker. Sesuai instruksi Bupati, pemkab telah membagikan 15 ribu masker secara gratis untuk petugas medis dan masyarakat. Pemkab

Tabanan juga memperhatikan arus kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI) yang kembali ke daerah asalnya. Dia menyebut sekitar 20 ribu PMI asal Bali bekerja di luar negeri. Sejauh ini yang telah pulang sekitar 9 ribu orang. Situasi perkembangan Covid-19 saat ini, menurutnya, masih didominasi oleh penularan secara imported case atau orang yang pernah memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. Salah satu kategorinya adalah PMI. ‘’Kami siap bekerja dan hari ini menggelar rapat khusus untuk menyiapkan tempat karantina terpusat, biar tidak menyebar di seluruh kecamatan. Karena kalau menyebar, apalagi sampai ke seluruh desa, akan susah dari sisi pengawasan,’’ ungkapnya.

Data dari Dinas Kesehatan, PMI yang kembali ke Tabanan kurang lebih 800 orang. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Suratmika menjelaskan, puskesmas merupakan garda terdepan menghadapi kasus Covid-19. ‘’Karena petugas puskesmas itu ke lapangan mencari kalau ada yang positif dan yang melakukan kontak dengan yang telah positif,’’ imbuhnya. Ia juga mengimbau seluruh masyarakat khususnya di Tabanan agar selalu menerapkan langkah-langkah sederhana yang dianjurkan oleh pemerintah, yakni disiplin menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan masker baik di dalam maupun di luar rumah, melengkapi diri dengan hand sanitizer, mencuci

SERAHKAN APD - Wagub Tabanan I Komang Gede Sanjaya (kanan) menyerahkan APD bagi petugas medis di Tabanan, Rabu (15/4) kemarin. tangan dengan sabun setiap memulai kegiatan, menerapkan anjuran jaga jarak dan jangan bepergian apabila tidak penting. Pencegahan atau pemutusan mata rantai wabah

ini memerlukan kerja sama semua pihak dengan penuh kesadaran dan semangat gotong royong. Bukan saling menghujat atau menyalahkan salah satu pihak. (ad151)


Kamis Paing, 16 April 2020

Eksekusi Dana Tak Terduga Baru Rp 600 Juta Bangli (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Bangli telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 34 miliar lebih untuk penanggulangan Covid-19. Namun sejauh ini eksekusi dana itu baru Rp 600 juta. Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Bangli I Ketut Riang, Rabu (15/4) kemarin, mengatakan dari Rp 34 miliar dana yang disiapkan di pos belanja tak terduga, saat ini baru Rp 600 juta yang dicairkan. Rinciannya Rp 500 juta diamprah RSU Bangli dan Rp 100 juta diamprah Dinas Sosial untuk pembelian beras.

SIAPKAN TELECONFERENCE - Terlihat petugas menyiapkan siaran sidang dengan teleconference di Gedung DPRD Gianyar, Rabu (15/4) kemarin.

Sidang DPRD Gianyar dengan ’’Teleconference’’

Gianyar (Bali Post) Eksekutif dan legislatif menggelar sidang pertanggungjawaban Bupati Gianyar terhadap APBD 2019 di Gedung DPRD Gianyar, Rabu (15/4) kemarin, tampak berbeda dari sebelumnya. Sidang itu hanya dihadiri belasan peserta. Sementara unsur lainnya mengikuti sidang lewat teleconference. Itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Selain Bupati Gianyar I

Made Mahayastra, hadir juga Wakil Bupati A.A. Gde Mayun dan Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya. Sekretaris Dewan (Sekwan) Gianyar I Wayan Kujus Pawitra mengatakan, hanya 12 orang dari unsur pimpinan dan alat kelengkapan DPRD yang hadir secara fisik di ruangan sidang DPRD Gianyar, Rabu kemarin. Sisanya dirancang mengikuti sidang dari rumah masingmasing dengan teleconference. Sebelum dimulai persidan-

gan, ruang sidang dan seluruh areal gedung DPRD disemprot disinfektan. Sebelum peserta rapat paripurna memasuki gedung DPRD Gianyar suhu tubuhnya dicek. Kemudian diarahkan cuci tangan serta wajib dibersihkan lagi menggunakan hand sanitizer. Tidak hanya itu, semua peserta harus memakai masker. Selama proses persidangan jarak tempat duduk diatur sekitar dua meter. Hal itu sesuai standar protokol kesehatan. (kmb35)

Semarapura (Bali Post) Hasil rapid test terhadap 177 ODP terdapat enam warga positif terpapar Covid-19, Selasa (14/4) lalu. Salah satu dari mereka adalah warga Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. Sebagai langkah antisipasi, keluarga dari warga positif Covid-19 itu langsung diisolasi dalam satu pekarangan. Pihak desa menanggung kebutuhan sembakonya selama menjalani isolasi selama 14 hari. Perbekel Kusamba I Nengah Semadi Adnyana, Rabu (15/4) kemarin mengatakan, warga yang positif Covid-19

ini merupakan PMI (pekerja migran Indonesia). Dia dikatakan sudah pulang sejak tanggal 23 Maret lalu. Total sudah ada sekitar 40 orang PMI yang sudah pulang ke Bali. Namun, sebagian besar masih menjalani karantina oleh pemerintah, sebagaimana protokoler terbaru penanganan Covid-19. Setelah karantina mandiri selama 14 hari baru nanti dipulangkan, kalau hasilnya negatif. ‘’Warga yang dinyatakan positif Covid-19 sudah ditangani pemerintah. Sementara keluarganya sudah diisolasi. Kebetulan

dalam satu pekarangan. Selama isolasi, kebutuhan sembakonya ditanggung oleh desa,’’ katanya. Bendesa Adat Kusamba A.A. Raka Swastika mengatakan, protokoler antisipasi di lingkungan desa adatnya tetap mengacu pada arahan desa dinas. Meski mengakui warganya waswas, dia berupaya menenangkan warga dan benar-benar melakukan upaya-upaya pencegahan. Sejauh ini desa adat juga sudah membagikan sembako kepada 979 KK alias 3000 jiwa warga Desa Adat Kusamba. (kmb31)

Warga Terpapar Covid-19 Desa Kusamba Isolasi Satu Keluarga

’’Fast Boat’’ Tutup Penyeberangan Penumpang Dialihkan ke Kapal Roro WABAH Covid-19 kian berdampak luas. Setelah adanya kasus positif Covid-19 di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, layanan penyeberangan fast boat di Pelabuhan Rakyat Tribuana dan Banjar Bias terpaksa ditutup. Dua operator fast boat besar, Gangga Express dan Sekarjaya, memutuskan menutup seluruh penyeberangan. Lalu bagaimana halnya alat pengangkutan baik itu penumpang, sembako maupun barang/bahan bangunan ke Nusa Penida? Di lapangan, Sekarjaya menutup layanannya sejak Rabu (15/4) ini. Penutupan itu dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan hingga situasi membaik. Pihak operator tidak mau ambil risiko di tengah penyebaran Covid-19 yang semakin meluas, menyusul kepulangan para pekerja migran Indonesia (PMI) ke Bali. Sedangkan Gangga Express mulai menutup rute penyeberangannya dari Pelabuhan Rakyat Tribuana sejak Kamis (16/4) nanti. Surat edaran (SE) yang diterbitkan Bupati Klungkung mengingatkan Selasa (14/4) lalu, untuk melakukan pengurangan jumlah penumpang hingga 50 persen dari kapasitas. Tetapi operator fast boat memilih keputusan menutup penyeberangan. Dalam pengumuman resminya, Gangga Express menutup seluruh penyeberangan se-

lama 15 hari ke depan sampai 1 Mei nanti. Ini karena situasi kian memburuk setelah adanya kasus positif Covid-19 di Desa Kusamba. Kasus ini terungkap setelah Dinas Kesehatan melakukan rapid test di GOR Swecapura Gelgel. Kepala Dinas Perhubungan Klungkung Nyoman Sucitra, Rabu kemarin mengatakan pihaknya sudah menerima surat dari operator fast boat terkait keputusan menutup sementara aktivitas layanan penyeberangannya. Dia menambahkan, bagi masyarakat yang hendak melakukan penyeberangan ke Nusa Penida agar memanfaatkan Kapal Roro Nusa Jaya Abadi. Kapal pelat merah milik Pemkab Klungkung yang lego jangkar di Pelabuhan Padangbai, Karangasem itu dikatakan sudah disiapkan sementara melayani seluruh akses penyeberangan ke Nusa Penida. Saat ini kapal tersebut

dikatakan sudah melayani dua kali rute penyeberangan. Dengan situasi ini, apabila penambahan trip dibutuhkan, nanti dilakukan penambahan sesuai kebutuhan di lapangan. ‘’Akses untuk sembako, BBM dan elpiji bagi warga Nusa Penida tetap diprioritaskan, selain penumpang,’’ kata Sucitra. Camat Nusa Penida Komang Widyasa Putra juga kembali menekankan agar mengikuti semua arahan yang sudah diatur pemerintah pada semua tingkatan. Baik di tingkat desa, pemerintah daerah hingga pusat. Batasi keluar rumah, apalagi keluarmasuk wilayah sendiri tanpa melakukan prosedur protokoler antisipasi Covid-19. Sementara jangan lakukan itu, jika situasi tidak mendesak. ‘’Jangan lagi dibahas dan diperdebatkan. Mari jaga Nusa Penida ini bersama-sama,’’ katanya. (gik)

Riang mengaku tidak tahu pasti kenapa sampai sekarang belum banyak OPD yang mengamprah dana itu untuk penanggulangan Covid-19. Kemungkinan masih ada keraguraguan dari OPD mengeksekusi dana tersebut.

Dalam beberapa kali rapat, jelas Riang, Bupati, Kajari, Kapolres dan Dandim terus mendorong OPD untuk memanfaatkan dana itu. Seperti saat rapat yang diadakan Rabu kemarin. Dalam rapat itu semuanya mendukung dan

mendorong agar OPD tidak ragu-ragu mengeksekusi dana yang ada di pos belanja tak terduga itu, untuk penanggulangan Covid-19. ‘’Semua sudah mendorong agar segera mengamprah dan dieksekusi. Jangan takut, yang penting

tidak ada niat menyalahgunakan dan memperkaya diri,’’ terangnya. Riang mengatakan, pihaknya di BKPAD siap memproses pencairan dana setelah adanya amprah dari OPD dan persetujuan Ketua Satgas. Pihaknya memastikan pencairan dana belanja tak terduga hanya butuh waktu satu hari. ‘’Kami selalu siap standby kapan saja untuk memfasilitasi tatkala ada OPD yang ngamprah dana untuk penanggulangan Covid-19,’’ kata Riang. (kmb40)

’’Padudusan Agung’’ di Pura Penataran Pande Blahbatuh

Gianyar (Bali Post) Di tengah keterbatasan aktivitas warga akibat wabah Covid-19, sejumlah krama menggelar rangkaian Karya Padudusan Agung Tawur Balik Sumpah, Numbug Padagingan, Melaspas, Ngenteg Linggih, Mapeselang lan Pedanan di Pura Penataran Pande di Banjar Tengah, Desa Blahbatuh. Karya Padudusan Agung yang pertama kali itu dilangsungkan di Pura Penataran Pande itu, diharapkan dapat mengembalikan keharmonisan alam di tengah wabah Covid-19 ini. Manggala Karya Pande Sutawan, Rabu (15/4) kemarin, mengatakan karya ini sebenarnya sudah direncanakan sejak dua tahun lalu. Jadi kendatipun di tengah wabah Covid-19, krama tetap menggelar karya dengan menjalankan berbagai petunjuk dan aturan yang ada. ‘’Kita menjalankan sesuai anjuran pemerintah, yakni ada pembatasan kerumunan,’’ katanya. Rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah, Melaspas, Numbug Padagingan lan Pedanan sudah dilaksanakan sejak 1 April hingga puncak karya 8 April. ‘’Terakhir kami menyelenggarakan upacara Ngeremekin, Sidakarya, Rsi Bujana, Nuek Bagia, Nyineb lan Mendem Bagia Senin 13 April,’’ katanya. Kemudian, upacara nyipeng berupa pelaksanaan nyepi di areal pura, dengan menghentikan semua aktivitas selama 24 jam. ‘’Nyipeng itu digelar Selasa pagi 14 April hingga`Rabu pagi 15 April,’’ pungkasnya. (kmb35)

PADUDUSAN AGUNG - Rangkaian Karya Padudusan Agung Tawur Balik Sumpah, Numbug Padagingan, Melaspas, Ngenteg Linggih, Mapeselang lan Pedanan di Pura Penataran Pande, di Banjar Tengah, Desa Blahbatuh.

Siapkan 100 Ribu Masker untuk Masyarakat Pemkab Libatkan Puluhan Penjahit

Bangli (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Bangli saat ini sedang menyiapkan seratus ribu masker yang akan dibagikan kepada masyarakat dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Untuk pengadaan seratus ribu masker itu, Pemkab melibatkan puluhan penjahit yang ada di Kabupaten Bangli. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bangli I Ketut Gede Wiredana, Rabu (15/4) kemarin, mengatakan pengadaan seratus ribu

masker untuk masyarakat Bangli adalah tindak lanjut dari hasil rapat Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangli, belum lama ini. Sesuai seruan pemerintah, kata Wiredana, seluruh masyarakat wajib menggunakan masker. Tidak hanya bagi yang sakit namun juga yang sehat. Untuk pengadaan seratus ribu masker, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Bangli, melibatkan UMKM/tenaga penjahit

yang ada di Kabupaten Bangli. Masker yang dibuat berjenis masker kain. ‘’Dengan kita melibatkan UMKM jadinya UMKM kita di Bangli tetap bisa bergerak,’’ terangnya. Saat ini masker tersebut sedang dalam proses produksi. Pihaknya tidak hafal betul berapa total anggaran untuk pengadaan seratus ribu masker itu. Yang jelas pembuatan satu buah masker itu disiapkan anggaran sekitar Rp 5 ribu. Rencananya seratus ribu masker itu akan dibagikan

ke seluruh desa. Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli Luh Ketut Wardani mengatakan pihaknya melalui camat sudah menyampaikan kepada masyarakat/ UMKM yang berminat ikut pembuatan masker kain itu. Ada banyak masyarakat/UMKM yang sudah memberi respons. ‘’Saat ini ada sekitar 50 orang lebih dari semua kecamatan ikut terlibat dalam pembuatan masker itu,’’ ungkapnya. (kmb40)


Kamis Paing,16 April 2020

Karantina PMI

Karangasem Siapkan Hotel Berbintang di Candidasa Amlapura (Bali Post) kekurangan dana, maka kembali dialokasikan. Pemerintah Kabupaten Karangasem meran- Jadi pemanfaatan hotel di Candidasa itu mulai cang lokasi memadai dalam rangka menampung hari ini. Ada dua PMI sudah datang dan langsung para pekerja migran Indonesia (PMI) agar bisa menjalani karantina selama 14 hari. Setelah menjalankan masa karantina 14 hari dengan menjalani karantina selama 14 hari dinyatakan baik. Selain disiapkan gedung Sanggar Kegiatan negatif Covid-19, baru mereka diperbolehkan Belajar (SKB) di Lingkungan Jasri yang sedang pulang,’’ katanya. direnovasi. Ternyata Bupati juga menyiapkan Pihaknya melakukan semua itu, kata Mas hotel berbintang di kawasan Candidasa, me- Sumatri, guna memberikan perlakuan layak nampung para migran yang baru pulang dari kepada para PMI itu, karena merupakan pejuang luar negeri itu. devisa. Jangan sampai dalam situasi seperti ini, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mereka justru dikucilkan di masyarakat. Sebab, mengatakan, Rabu (15/4) kemarin, pihaknya belakangan ini di masyarakat mereka selalu telah menyiapkan gedung Sanggar Kegiatan diidentikkan membawa virus dari luar negeri. Belajar (SKB) sebagai lokasi karatina para PMI Pihaknya memandang PMI harus mendapatyang baru datang dari luar negeri. Namun saat kan perhatian khusus dari pemerintah. ‘’Kami ini SKB itu dalam proses renovasi. membuat masyarakat agar tidak khawatir. ‘’Gedung SKB kini masih proses Kalau PMI itu sudah ditangani secara terpadu, perbaikan. Jumlah kamar yang maka agar setelah masa karantina, mereka disiapkan mencapai 58 kamar. bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Semoga perbaikan cepat ramsekitar,’’ harapnya . pung, sehingga gedung SKB Berdasarkan informasi dari asosiasi itu segera bisa dioperasikan,’’ pelayaran pusat, jumlah warga Karangasharapnya. em yang pulang dari kapal pesiar diperkiLantaran hingga saat ini gerakan mencapai 1.000 orang. Kedatangan dung SKB itu masih diperbaiki, mereka secara bertahap. ‘’Ratusan PMI pihaknya mengantisipasi dengan memang sudah pulang kampung. menyiapkan 78 kamar hotel berMereka sudah menjalani isolasi bintang di kawasan Candidasa mandiri. Tetapi masih ada untuk tempat masa karantina gelombang kedatangan para PMI yang baru pulang lanjutan. Selama meritu. eka menjalani masa ‘’Kita telah mengangkarantina mereka garkan sewa hotel sebesar ditanggung,’’ pungRp 400 juta. Bila nanti kasnya. (kmb41) I Gusti Ayu Mas Sumatri

17 PMI Dipindahkan ke Hotel

Singaraja (Bali Post) Tujuh belas orang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Buleleng, Rabu (15/4) kemarin dipindahkan dari tempat isolasi khusus di gedung SD di Jalan Ngurah Rai, Singaraja. Sebelumnya, mereka mengikuti anjuran pemerintah diisolasi dengan menempati fasilitas yang disiapkan pemerintah daerah. Hanya beberapa hari ditempati, namun ruang kelas itu dinilai kurang layak. Sehingga Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng menggunakan hotel untuk isolasi khusus PMI. Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan, pemindahan PMI itu dimulai sekitar pukul 07.00 Wita. PMI yang sebelumnya bekerja di kapal pesiar dan beberapa sektor di darat ini dipindahkan ke hotel tempat isolasi yang baru itu menggunakan armada Bus Sekolah Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng. Seluruh barang perlengkapan mereka terlebih dahulu disterilkan dengan penyemprotan disinfektan. Setelah semua perlengkapan milik PMI ini dimasukkan ke bagasi. Armada bus itu kemudian berangkat ke Hotel Aneka di kawasan wisata Pantai Lovina, Kecamatan Buleleng. Para awak bus sekolah yang memfasilitasi para PMI itu memakai alat pelindung diri (APD) sesuai protokol kesehatan. Camat Buleleng Gede Dody

Oktavia Askara membenarkan pemindahan belasan orang PMI tersebut. Menurutnya, pemilihan tempat isolasi khusus menggunakan gedung SD itu sebenarnya merupakan pilihan terakhir. Pasalnya, setelah penjajakan ke beberapa lokasi hotel di kota Singaraja, tidak ada satu pun hotel yang bersedia dijadikan tempat isolasi khusus PMI yang baru pulang dari luar negeri. Dari kondisi itu, tim gugus tugas kabupaten berkoordinasi dengan Badan Pengurus Cabang (BPC) Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng. Dari negosiasi itu, Hotel Grand Wijaya dan Hotel Aneka Lovina itu akhirnya bersedia dijadikan tempat isolasi khusus PMI. Menyusul kesepakatan itu, belasan orang PMI

lantas dipindahkan ke hotel tersebut. ‘’Sudah dipindahkan tadi sekitar pukul 07.00 Wita menggunakan dua armada Bus Sekolah Dishub. Kita berharap tempat yang baru ini bisa diterima dan memberi rasa nyaman bagi yang menempati selama masa isolasi 14 hari,’’ katanya. Sampai Selasa (14/4) malam lalu ada 39 orang PMI yang bersedia mengikuti masa isolasi di tempat khusus yang disiapkan tim gugus tugas di desa/ kelurahan itu. Mereka berasal dari Kecamatan Gerokgak 3 orang, Busungbiu 1 orang, Seririt 3 orang, Banjar 1 orang, Buleleng 17 orang, Sukasada 6 orang, Sawan 0 (belum ada data masuk), Kubutambahan 3 orang, Kecamatan Tejakula 5 orang. (kmb38)

Bali Post/ist

DIPINDAHKAN KE HOTEL – Sebanyak 17 orang PMI yang sebelumnya ditampung di tempat isolasi khusus menggunakan gedung SD di kota Singaraja, Rabu (15/4) kemarin dipindahkan ke Hotel Aneka, Lovina.

’’Deadline’’ Refocusing Anggaran hingga 23 April

Gagal Dituntaskan, Transfer Dana Tak Direalisasikan

Singaraja (Bali Post) Di tengah masa darurat pandemi Covid-19 ini, pemerintah pusat menginstruksikan agar pemerintah daerah segera melakukan kebijakan refocusing anggaran. Diharapkan tahapan memfokuskan kembali kebijakan anggaran di setiap daerah itu, wajib harus tuntas 23 April 2020. Jika tidak maka transfer dana dari APBN ke daerah tidak akan direalisasikan. Sekkab Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. mengatakan, di masa darurat pandemi Covid-19 ini pengelolaan keuangan terutama pos anggaran penanganan Covid-19 itu selalu berubah mengikuti dinamika perkembangan kasus di lapangan. Dari

dana tanggap darurat Covid-19 senilai Rp 17 miliar yang telah dialokasikan untuk penanganan Covid-19 itu. Kemudian pemerintah daerah menerima instruksi refocusing anggaran dari pemerintah pusat. Perubahan anggaran itu sendiri ditargetkan sudah tuntas 23 April 2020 ini. Bahkan, pemerintah pu-

Drs. Gede Suyasa, M.Pd.

sat telah mengingatkan kepada pemerintah daerah, jika refocusing anggaran itu belum diselesaikan sampai batas waktu alias deadline itu, risikonya dana transfer ke daerah dari APBN akan ditunda. Tidak ingin hal itu terjadi, pihaknya mau tidak mau melakukan refocusing anggaran itu secara maraton. ‘’Kita sudah bahas dan muncul beberapa skema refocusing dan sebelum batas akhir itu selesai, kami akan sampaikan hasil refocusing anggaran di masa darurat pandemi ini,’’ katanya. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menambahkan, pembahasan refocusing ini menyangkut ketersediaan angga-

ran tanggap darurat wabah Covid-19. Tuntutan agar anggaran itu tersedia cukup, dipastikan harus ada alokasi penambahan dana tanggap darurat. Akibat pemenuhan tambahan anggaran dan anjloknya pendapatan daerah, maka secara otomatis pos anggaran Belanja Langsung (BL) dalam dokumen APBD dipastikan terkoreksi. Selain itu, akibat refocusing pemerintah pusat, Pemkab Buleleng mau tidak mau harus menerapkan kebijakan rasionalisasi anggaran untuk setiap organisasi perangkat daerah (OPD). Rasionalisasi itu antara lain terkait perjalanan dinas, anggaran belanja barang jasa habis pakai, dan pembatalan kegiatan pertemuan yang memang sejak masa darurat Covid-19 ini telah dihentikan. Selain itu, efisiensi melalui penundaan pelaksanaan program dan kegiatan fisik akan tetap dilakukan di masa darurat pandemi ini. (kmb38)

Siapkan Tempat Isolasi Khusus PMI

PHRI Buleleng Diinstruksikan Dekati ’’Owner’’ Hotel MENGANTISIPASI kepulangan para pekerja migran Indonesia (PMI), pemerintah daerah terus menyiapkan fasilitas isolasi khusus untuk para PMI. Salah satu solusi yang sudah disepakati, Buleleng menggunakan kamar hotel dan vila yang menyebar di Bali Utara sebagai tempat isolasi khusus. Badan Pengurus Cabang (BPC) Peratuan Hotel Indonesia (PHRI) Buleleng mendata keberadaan hotel dan vila agar mau berpartisipasi menanggulangi penyebaran pandemi Covid-19 itu. Lalu sejauh ini berapa unit jumlah kamar hotel dan vila sudah disiapkan Pemkab Buleleng untuk menampung PMI itu? Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana bersama Ketua DPRD Gede Supriatna dan Ketua BPC PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa memantau 17 PMI di Hotel Aneka, Rabu (15/4) kemarin. Mereka baru pulang dari luar negeri. Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Buleleng, kata Bupati, terus berupaya mencari hotel atau vila yang bersedia menampung para PMI yang akan pulang ke Bali Utara itu. Saat ini beberapa hotel sudah bersedia menyewakan kamarnya sebagai tempat isolasi khusus PMI. Beberapa hotel itu seperti Grand Wijaya, Sunari, Billibo, dan Hotel Mandiri. Dari beberapa hotel itu jumlah kamar

yang sudah siap menampung para PMI asal Den Bukit sebanyak 178 unit. Ratusan kamar itu nantinya disewa Pemkab dengan anggaran APBD 2020 dengan tarif sewa terendah Rp 150 ribu dan termahal Rp 200 ribu per malam. Mengantisipasi membeludaknya PMI yang harus ditampung di isolasi khusus, Bupati menginstruksikan PHRI kembali mendata hotel atau vila yang lain dijadikan tempat isolasi khusus itu. Bahkan, Bupati juga meminta kalau memang kebutuhan kamar terus bertambah, maka akan dicarikan satu hotel dengan kapasitas kamar banyak, sehingga bisa fokus melayani para PMI menjalani masa

isolasi selama 14 hari ke depan. ‘’Sudah disepakati kita memakai kamar hotel dan vila, dan mohon juga dipahami karena memang kebutuhannya tinggi, kami akan upayakan terus menambah kamar hotel atau vila yang siap untuk isolasi khusus. Bisa saja nanti kalau ada hotel besar akan fokus melayani teman-teman PMI,’’ katanya. Di sisi lain, Bupati telah menginstruksikan kepada manajemen hotel yang menerima PMI agar mengikuti protap pelayanan selama masa isolasi. Ini seperti sarapan, pihak hotel tidak menyiapkan sarapan dengan prasmanan. Sarapan diganti dengan nasi bungkus. Perlengkapan kamar seperti sprei tempat tidur wajib diganti PMI bersangkutan tiga kali seminggu. Sebelum perlengkapan itu dicuci, wajib disterilkan dengan disin-

fektan. Ketua BPC PHRI Dewa Ketut Suardipa mengatakan, berdasarkan data yang ada di Buleleng terdapat 171 hotel dan vila. Akomodasi wisata ini menyebar dari Buleleng Timur, Tengah, Barat, dan Buleleng Selatan. Pihaknya berjanji terus melakukan negosiasi dengan pendekatan kemanusiaan agar akomodasi wisata di Bali Utara ini lebih banyak lagi bersedia dijadikan tempat isolasi khusus PMI. Hal senada diungkapkan Sales Manager Hotel Aneka Gede Sukayasa. Dia mengatakan, 55 unit kamar disiapkan menampung PMI dengan standar kamar bintang tiga. Kesiapan pihak hotel menjadi tempat isolasi khusus PMI, kata Sukayasa, untuk membantu pemerintah agar lebih cepat menangani penyebaran pandemi Covid-19. Kalau pandemi ini lebih cepat dapat diatasi, pihaknya sendiri optimis dampaknya konstruktif. Aktivitas wisata di Buleleng kembali normal. Hal itu akan kembali menghidupkan bisnis hotelnya. Putu Agus Suradnyana (mud)


Kamis Paing, 16 April 2020

Masih Dihitung, Anggaran untuk JPS Denpasar (Bali Post) Bali disebut sebagai salah satu provinsi yang belum merealokasi anggaran untuk penanganan dampak ekonomi terkait Covid-19. Selain itu, Pemprov Bali juga belum mengalokasikan anggaran untuk social safety net atau jaring pengaman sosial (JPS). Dikonfirmasi terkait hal ini, Selasa (14/4), Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam keterangan persnya mengatakan, Pemprov Bali tidak pernah tidak mengikuti arahan kebijakan pemerintah pusat. Bahkan dalam urusan

Indonesia terdampak saat gelombang kedua ini. Pandemi ini menunjuk satu hal bahwa tidak ada negara yang siap. Pola gelombang wabah dalam tiga gelombang sudah terjadi saat pandemi Flu Spanyol 19181919. Gelombang kedua saat itu tercatat lebih dahsyat. Itulah yang terjadi sekarang di seluruh dunia. Semua negara lalai. Coronavirus Coronavirus adalah makhluk superkecil. Jika tebal rambut hanya 1 mm, virus Corona besarnya satu per 12.000 tebal rambut. Covid-19 berasal dari virus kelelawar. Ia mengalami perubahan genetik sehingga mudah menular dari orang ke orang. Banyak yang belum diketahui tentang Covid-19. Wabah Coronavirus oleh Covid-19 adalah wabah ketiga oleh virus dari keluarga yang sama. Wabah pertama adalah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) tahun 2003. Yang kedua adalah Middle East Respiratory Syndrome (MERS) tahun 2013. Gejala yang ditimbulkan oleh ketiga virus ini mirip, yaitu gangguan pernapasan akut dan berat. Karenanya, Covid-19 disebut para ahli sebagai SARSCoronavirus 2 (SARS-CoV-2). Yang membedakan ketiganya adalah daya sebar, lingkungan penularan, dan fatalitas kasus. Daya sebar Covid-19 luar biasa cepat dibandingkan dua pendahulunya. Diketahui

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dicari Acounting berpengalaman Hubungi: 08113993388 B.BP.001.04.20.0000134

BIRO JASA Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant, Toko NPWP,SIUP. HP:081.338.344.155

B.BP.001.03.20.0000204

penanganan Covid-19, langkah-langkah Pemprov Bali diklaim seringkali lebih dulu dan lebih cepat dari pemerintah pusat. Akan tetapi, angka anggaran belum bisa dirinci karena sedang dihitung. ‘’Mengenai jaring pengaman sosial, Pemprov Bali mengikuti skema pemerintah pusat melalui Program Keluarga Harapan, kemudian Bantuan Pangan Non-Tunai,’’ ujarnya. Dewa Indra mengakui Pemprov Bali memang tidak seperti daerah lain yang sudah berbicara angka terkait alokasi anggaran. Namun,

pihaknya memastikan telah memiliki data terpadu kesejahteraan sosial. Berapa yang diusulkan mendapat bantuan dari pemerintah pusat, dan berapa yang akan ditanggung daerah. Gubernur juga disebut telah bersurat lagi ke Menteri Sosial untuk menambah jatah Bali terkait penerima PKH dan BPNT. Dijelaskan, bila penentuan besaran anggaran haruslah berbasis data. ‘’Jadi kalau daerah lain sudah memasang angkanya, kalau sekadar angka global saja kita juga punya. APBD kita cukup untuk itu. Tetapi tentu kita

harus rasional. Anggaran yang dialokasikan harus berbasis data,’’ paparnya. Menurut Dewa Indra, Gubernur Bali Wayan Koster sudah mempertaruhkan APBD Bali Tahun 2020 untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan dampaknya. Orang nomor satu di Bali itu bahkan sudah mengeluarkan perintah agar menghentikan semua kegiatan yang tidak urgen. Semua dana APBD, pertama, digunakan untuk memenuhi kebutuhan wajib seperti gaji pegawai serta membayar listrik, air dan telepon. Setelah

itu, baru digunakan untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan dampak atau jaring pengaman sosial. Tetapi, angkanya memang sedang dihitung berdasarkan data yang ada dan nanti melihat respons dari pemerintah pusat. ‘’Kalau mengenai anggaran tidak ada masalah. Biarkan daerah lain sudah mengumumkan, tapi dia baru melakukan pendataan. Kalau kami balik, anggaran sudah tersedia lalu nanti pendataan dan pada ujungnya maka angka kita tepat,’’ jelasnya. (kmb32)

sejak akhir 2019, virus ini sudah dikonfirmasi pada 750.890 orang di berbagai penjuru dunia sampai 31 Maret 2020. Itu tiga bulan sejak ditemukan. SARS dalam waktu 8 bulan hanya terkonfirmasi pada 8.000 orang. MERS lebih lambat. Ditemukan 2012 di Saudi Arabia, sampai 2017 jumlah kasus terkonfirmasi hanya sekitar 2.000 orang. Lingkungan penularan tiga serangkai Coronavirus patogen manusia ini juga berbeda. Covid-19 membentuk pola transmisi antarorang di komunitas (community transmission), walau penularan di rumah sakit (hospital setting) juga terjadi. SARS dan MERS lebih dominan penularan antarorang di rumah sakit. Kefatalan kasus Covid-19 masih harus ditunggu. SARS dan MERS mempunyai tingkat kefatalan sekitar 9% dan 35%. Dari pengamatan penulis, Covid-19 mempunyai ciri molekuler yang unik, sebagian ciri molekuler mirip SARS, sebagian mirip MERS. Dalam keganasan, penulis prediksi Covid-19 bisa mendekati keganasan SARS (fatalitas 9%), bisa mendekati MERS (fatalitas 35%), atau bisa berbeda sendiri. Angka ini baru kita akan tahu setelah pandemi berakhir. Kecepatan penyebaran yang luar biasa dari Covid-19 pasti dipengaruhi oleh sifat genetik virusnya. Transportasi udara yang meningkat tahun 2019 dibandingkan 2003-2004 mestinya tidak menyebabkan peningkatan yang meroket. Dari data

statistik (www.statista.com), jumlah penumpang udara 20032019 meningkat 130%. Jumlah penduduk kemungkinan mempunyai peran yang kecil. Data Bank Dunia menunjukkan penduduk dunia meningkat antara 2003-2018 sebesar 37% (https://data.worldbank.org/).

sakit sembuh tanpa pengobatan khusus. Perlu ditekankan bahwa tidak setiap orang yang terpapar virus akan tertular dan menjadi sakit. Data dari karantina Kapal Diamond Prince di Jepang bisa kita jadikan patokan dalam kondisi yang ekstrem seperti dipublikasi di Journal Eurosurveillance. Persentase orang terpapar tetapi tak terinfeksi sekitar 75%. Proporsi yang positif tanpa gejala adalah 8%, dan yang simptomatik adalah 17%. Kalau panduan WHO kita pakai, pasien yang perlu pengobatan khusus hanya 3,4% dari populasi. Data dari Wuhan yang dipublikasi di JAMA menyebutkan pasien yang kritis hanya 5% dari yang mengeluh ringan sampai berat. Berarti 5% dari 17%. Itu hanya 0,85%. Di alam yang sebenarnya, bukan kapal pesiar, angkanya dapat jauh lebih kecil.

nya adalah peraturan perundangan, infrastruktur rumah sakit dengan ruang isolasi dan ventilator yang memadai, infrastruktur diagnostik yang modern, sistem karantina mandiri, perencanaan logistik, serta pelatihan sumber daya rutin. Jika wabah terjadi lagi, sistem itu tinggal diimplementasikan. Semua siap. Masyarakat merasa aman. Masyarakat tak perlu panik. Jumlah yang sakit sampai perlu perawatan intensif porsinya kecil. Sebagian besar tidak akan terinfeksi walau terpapar. Jikapun tertular, sebagian besar tak menjadi sakit. Kalaupun sakit, peluangnya lebih banyak sakit ringan sampai sedang yang tidak memerlukan perawatan khusus. Pembatasan sosial skala kecil yang diterapkan di Bali dan banyak daerah di Indonesia hanya efektif jika semua warga taat, diam di rumah. Ngoyong jumah. Meneng ring jero/ puri/geria/pondok. Kalau terpaksa keluar rumah, kita pakai masker dan rajin cuci tangan pakai sabun. Mereka yang diwajibkan karantina mandiri agar disiplin. Jika anda keras kepala, anda membahayakan orang-orang tua yang anda sayangi. Mari kita lindungi terutama orang-orang sepuh berusia lebih dari 60 tahun. Bagi Covid-19, merekalah yang paling mudah sakit yang membahayakan.

Mengalami Perubahan Genetik

Porsi Sakit Parah Kecil Artinya, kita menghadapi virus yang punya daya penularan antarmanusia yang demikian efisien. Walau demikian, Covid-19 tampaknya ringkih suhu dan kelembaban yang tinggi. Jika dilihat peta pusat-pusat kasus terkonfirmasi, virus ini terutama terjadi di daerah suhu sedang sampai dingin di belahan bumi utara. Kasus di belahan bumi selatan, termasuk Indonesia, Australia, India, Afrika, dan Amerika Selatan, seperti limpahan (spill-over) dari pusat pandemi. Di wilayah ini yang selalu panas dan lembab, atau sedang musim panas, virus tak tahan lama. Penularan hanya terjadi melalui kontak dekat. Walau limpahan, risiko juga tak rendah. Beberapa negara, seperti Indonesia, Filipina, dan India mempunyai kepadatan penduduk yang tinggi, sehingga virus dapat mempunyai media subur untuk menyebar. Pembatasan sosial yang diberlakukan di negara-negara tropis, termasuk Indonesia, akan sangat efektif jika penduduk displin menjalankannya. Informasi dari WHO, sebagian besar (80%) pasien yang

Lindungi Warga Sepuh Pandemi ini mengajari kita, penyakit bukan hanya masalah dokter, perawat, dan rumah sakit. Jika meletup hebat seperti sekarang, penyakit akan melumpuhkan semua sistem sosial ekonomi rakyat. Kalau tidak ditangani benar, ancaman keamanan bisa saja terjadi. Pandemi seperti ini bisa saja berulang di waktu yang akan datang. Karena itu, pemerintah dan politisi harus mengubah strategi. Sistem kesiap-siagaan menghadapi bencana pandemik harus dibangun di pusat dan daerah. Termasuk di dalam-

Penulis adalah profesor dalam ilmu virologi Universitas Udayana, Bali

Mendukung Gerakan Mandiri Pangan ‘’Sekaranglah saatnya kita membuktikan bahwa gotong royong dan ikatan sosial budaya krama Bali kuat menyangga kehidupan. Krama Bali bisa memanfaatkan secara efektif lahan yang ada untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya,’’ jelasnya. Dosen pengampu mata kuliah Robotik Pertanian ini mengajak krama Bali jangan cengeng dan pasrah ketika sektor pariwisata terpuruk. Tenaga kerja yang dirumahkan akibat pukulan ekonomi ini bisa secepatnya beradaptasi dengan sektor pertanian untuk mendukung gerakan mandiri pangan. ‘’Pemerintah harus hadir di sini mengedukasi warganya. Di tengah pandemi, semua OPD harus kreatif memikirkan solusi untuk bertahan. Momentum yang ada saat ini mesti diarahkan untuk mengajak masyarakat bergerak menuju swasembada pangan, sehingga ketergantungan bahan pangan bisa ditekan,’’ sarannya. Pengamat ekonomi Viraguna Bagoes Oka menyarankan agar Pemprov Bali segera mencermati tanda-tanda zaman serta tantangan dan ancaman yang dihadapi dunia global, regional dan lokal terhadap perubahan

perilaku pasar yang sulit ditebak terkait dunia yang sedang mengalami perubahan besar di dua bidang utama, yaitu disrupsi teknologi dan perubahan demografi. Viraguna Bagoes Oka mengatakan, disrupsi digital akan lebih cepat oleh temuan baru para kreativitas milenial, lebih sering dengan biaya jauh lebih efisien dan memberikan dampak yang lebih besar bagi kehidupan kita yang sulit diprediksi, sehingga diharapkan pemimpin Bali harus adaptif terhadap perubahan. Karena dalam 5-10 tahun ke depan generasi milenial yang akan menjadi pengambil keputusan utama. Ia juga mengingatkan pemimpin Bali harus bisa menerapkan leadership dan panutan dalam kondisi prihatin saat ini. Ia berharap kajian-kajian ekonomi tetap diwacanakan sebagai inspirasi melakukan antisipasi ke depan. ‘’Memang jika kondisi sulit, dan transaksi macet akibat stagnasai pertumbuhan ekonomi, swasembada dan kemandirian harus menjadi gerakan bersama. Karakter dan naluri untuk mempertahankan hidup harus terus dibangkitkan. Dalam hal ini pemerintah harus tampil sebagai motivator dan memfasilitasi gerakan itu,’’ tegasnya. (044)

Kebijakan ini sudah dikomunikasikan sebelum 9 April dengan Kepala Perumda Tirta Tohlangkir. Selain itu, kebijakan keempat, pihaknya juga bakal memberikan insentif bagi tenaga medis yang bertugas merawat pasien Covid-19 dengan rincian insentif bagi tenaga dokter spesialis Rp 10 juta, dokter umum Rp 7,5 juta, perawat Rp 5 juta dan asisten tenaga kesehatan Rp 3,5 juta. ‘’Untuk kebijakan lainnya, kita akan memberikan asurasi kematian bagi tenaga medis yang gugur dalam menjalankan tugas sebesar Rp 100 juta. Dan untuk mengatasi dampak ekonomi rakyat,

Bupati meluncurkan paket bantuan tak terduga dengan pemberian paket sembako sebesar Rp 1,5 miliar. Sedangkan untuk kebijakan terakhir, menginstruksikan seluruh jajaran untuk mempercepat realisasi sejumlah kebijakan nasional yang meringankan beban rakyat seperti Program Keluarga Harapan Rp 200 ribu/ KK/bulan, Bantuan Langsung Tunai Rp 600 ribu/KK/bulan, Kelompok Penerima Manfaat, bantuan Pangan Non-Tunai Rp 200 ribu/KK/bulan, bantuan ibu hamil Rp 250 ribu/ bulan, bantuan penyandang disabilitas Rp 200 ribu/bulan, pembebasan biaya listrik bagi masyarakat pengguna 450 VA oleh PLN,’’ tegas Mas Sumatri. (ad150)

Berikan Insentif bagi Tenaga Medis

KEHILANGAN Hilang BPKB No.F2863798-O DK 1429 CU AN.I Made Suryatha

B.BP.001.04.20.0000145

Hilang SHM No.Hak 380/Bunutin Luas:1250 M2 An.Ida I Dewa Nyoman Rai(Alm), Br.Dadia Puri Desa Bunutin Kec/Kab.Bangli

B.BP.001.04.20.0000060

Hlg BPKB No.O 03370952-O, an: I Gede Handreawan Karangasem

B.BP.012.04.20.0000148

Print & On Line Radio

HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id

denpost.id dan denpost.post

denpost

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat GENTA BALI

gentabalifm

genta bali

JENIS PAKET Bronze Silver Gold

HARIAN DENPOST 1 kolom x 45 mm 1 kolom x 100 mm 1 kolom x 150 mm

RADIO GENTA 12 x siar / bulan 24 x siar / bulan 36 x siar / bulan

PAKET

300.000,- / bulan 400.000,- / bulan 800.000,- / bulan

BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN


Kamis Paing, 16 April 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Pembelajaran Menguatkan Sinergi Kehidupan PANDEMI Covid-19 yang tidak juga kunjung reda memang membuat derita hampir seluruh manusia di planet ini, baik langsung maupun tidak langsung. Namun, setidaknya wabah ini juga mengajarkan atau mungkin lebih tepatnya mengingatkan serta menyadarkan manusia tentang hal-hal dasar manusia sebagai makhluk individu maupun sosial. Bahwa manusia merupakan makhluk yang saling ketergantungan dengan lainnya. Dia bukan soliter melainkan mesti ada interaksi dengan lingkungannya. Dia bukan penyendiri, tetapi berkomunikasi dengan lainnya. Setidaknya, manusia diajarkan pada hal-hal yang sangat ‘’sepele’’ dan sangat dianggap sesuatu hal yang remeh. Dulunya, ya dulu sebelum wabah ini menerjang dan menghancurkan sisi-sisi kehidupan manusia. Soal bersin yang mulutnya mesti ditutup agar droplets-nya tidak menyebar, soal mesti rajin cuci tangan, menjaga jarak atau social distancing serta physical distancing dan sebagainya. Ketika kemudian ini menjadi pandemi pun, manusia semestinya sadar bahwa sebagai makhluk sosial mesti menumbuhkan rasa simpati serta empati kepada masyarakat lain. Apa pun profesinya yang terkena dampak dari wabah ini. Sikap ini menjadi hal penting bagaimana kita memandang perjuangan serta pengorbanan garda terdepan penanggulangan Covid-19 ini, yakni bagi tenaga medis maupun paramedis. Bagi mereka yang kurang beruntung secara ekonomi, tentu wabah ini menjadi sebuah mimpi buruk. Dalam kondisi inilah, perlunya bergandengan tangan untuk setidaknya meringankan masalah. Bagi pemerintah, diharapkan punya skema rencana yang tegas dan tepat. Tidak boleh ada keraguan. Keputusan yang cerdas akan menyelamatkan bangsa ini. Tegas bagi setiap pelanggar dan keras bagi yang membandel. Kita berada dalam kondisi sulit, tetapi bukan berada di jalan buntu karena masih banyak jalan dan makin terang jalan itu ketika kita patuh, disiplin dan kooperatif. Bagi kalangan ilmuwan, tentu ini merupakan sebuah pembelajaran baru bagaimana mengembangkan suatu metode yang membangun sebuah bidang keilmuan baru terutama di bidang kesehatan. Tentu perlu adanya sinergi antara beberapa pihak, karena ilmuwan tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada dukungan dana dari pemerintah. Pendek kata, di tengah keterpurukan ini, kita mesti tetap semangat dan satu kata dan komando. Mengikuti anjuran pemerintah dan selalu menjaga kesehatan. Menyebarkan sikap serta informasi yang benar, akurat dan bisa dipertanggungjawabkan merupakan obat tersendiri dalam meningkatkan daya imunitas.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Tetap Lakukan Langkah ’’Niskala’’ Saya mendengar ada banyak orang kini takut menonton berita-berita terkait dengan sebaran virus Corona. Apalagi yang ditayangkan televisi adalah proses penguburan warga yang meninggal karena Covid-19. Ini tentu sangat layak dijadikan panduan bahwa informasi yang menakutkan bisa membuat banyak orang jadi trauma dan semakin takut. Di sisi lain ada juga warga yang menuntut agar berita-berita terkait ini ditayangkan agar masyarakat bisa membangun kewaspadaan diri. Jika saya simak, keduanya ada benarnya. Yang penting dilakukan sekarang adalah mari membangun kebersamaan mengatasi beban hidup saat ini. Kini, pada bulan ketiga setelah pandemi, kita mungkin sudah ada pada fase khawatir. Kita waswas bepergian, namun tetap pergi karena harus bekerja. Terlepas dari hal itu, saya hanya berharap pemerintah Bali tanggap atas semua isu yang berkembang. Perlu juga mendengar aspirasi masyarakat dan berikan penjelasan secara bagus. Kominfo hendaknya proaktif mengedukasi warganya. Bahkan, saya tetap berharap pemerintah dan tokoh di Bali tetap melakukan pendekatan niskala untuk mengatasi masalah ini. Saya yakin pemerintah sudah berbuat, namun semua jalan harus dilakukan. Kita juga harus terus mengajak masyarakat untuk bersatu mengatasi masalah ini.

POJOK

I Putu Andrean Gianyar, Bali

Grafis : Tomik Cahya

Mempertanyakan Kelayakan Tempat Karantina PEMKAB Bangli menyediakan tempat karantina bagi pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bangli. Tempat yang disediakan yakni Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali dan Sanggar Kegiatan Belajar di Kayuamba. Pemilihan dua tempat ini mengundang reaksi publik. Di akun Facebook @balipost, netizen menilai kedua tempat itu kurang layak. Tempat isolasi seharusnya dirancang lebih baik, bahkan kalau bisa seperti kabupaten lainnya yang menyiapkan hotel bagi PMI. Hal ini demi kenyamanan PMI yang harus menjalani karantina selama 14 hari. PMI adalah pahlawan devisa yang selayaknya diperlakukan dengan baik. Jangan sampai karena tempat tidak layak, orang yang sehat justru jatuh sakit. Diharapkan pula tempat karantina tidak malah jadi episentrum Covid-19 karena tidak ada jaminan physical distancing diterapkan maksimal di tempat tersebut. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pemerintah diharapkan menyiapkan dengan baik lokasi hingga sistem pengawasan dan logistik bagi PMI yang menjalani masa isolasi. Berikut komentar sejumlah netizen. Van Glory Ini enggak seharusnya jadi tempat karantina, karena kalau karantina mestinya satu kamar dan satu toilet hanya untuk satu orang. Maaf, ini kurang aman bagi mereka yang dikarantina. Wayan Sadra PMI kita bukan tahanan kriminal. Mereka memasukkan devisa tinggi buat negara kan? Kalau ditaruh di tempat yang kayak ginian, walaupun mereka sehat akan cepat bisa kena ketularan wabah yang enggak kelihatan kan? Bangli juga

banyak ada hotel seperti di Toya Bungkah kan? Dogliz Adiguna Putra Ini memang tidak layak. Tapi harus kita ketahui Bangli di mana tidak terlalu banyak ada hotel. Tidak seperti Denpasar atau Badung. Itu pun kalau di Bangli ada, apakah pihak hotel izinkan hotelnya untuk jadi tempat karantina? Dibia Astawa Katanya jaga jarak. Bagaimana mau jaga jarak, ruang isolasi seperti ruang

pengungsi. Tempat tidur berjejer. Ida Bagus Km Wisnu Lebih bagus hotel jadikan tempat karantina, biar ada pemasukan hotelnya juga. Candra Arbawa Begitu banyak hotel di Bali, tidak bisakah bekerja sama dengan pihak hotel? Sekalian yang karantina untuk bersih-bersih hotel sebagai ganti uang sewa. I Kadek Wijaya Kami sebagai pelaut, bahasa umumnya bekerja di pesiar, berani bayar buat karantina yang pantas. Jika dibandingkan dengan standar kehidupan kami di kapal, jauh berbeda. Kami sehat, setelah karantina di RSJ, bisa gila keluarnya. Raisa Belis Ingat, yang datang itu bisa saja ada yang kemungkinan sudah kena. Kalau model begini, bisa kena semua. Ketut Santosa Ini tidak standar WHO. Karantina har-

us satu orang satu kamar. Kalau ini cocok untuk pengungsi. Agung Maybe Ini yang sehat jadi sakit. Ina Ramadhani Kenapa tidak dipusatkan saja dan jadi tanggung jawab provinsi? Penanganan akan lebih baik dan tentukan lokasi yang nyaman. ELi Trisna Shatwara Mohon maaf, kalau karantinanya seperti ini, malah lebih aman karantina mandiri, siapkan kamar khusus sendiri di rumahnya. Ini bercampur soalnya, malah social distancing-nya tidak jalan kalau begini. Padahal selama di kapal saja sudah karantina 30 hari sebelum pulang, satu kabin sendiri-sendiri, pas pulang pakai pesawat charter, juga duduknya berjarak. KT Alit Sugiantara Sangat disayangkan. Seakan pahlawan devisa tidak layak untuk mendapatkan tempat yang lebih baik.

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Desa Adat Besakih Awasi Kesehatan Pekerja Migran DI TENGAH kondisi pandemi Covid-19, setiap desa adat di Bali diminta ikut secara bersama-sama mengawasi pekerja migran Indonesia (PMI). Seperti yang dilakukan Desa Adat Besakih, Rendang, Karangasem, kini fokus mengawasi para pekerja migran yang baru datang dari luar negeri. Dalam pengawasan itu, desa adat bergandengan tangan dengan desa dinas. Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha mengatakan, saat ini pihaknya telah menjalankan instruksi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dalam penanggulangan Covid-19 yang semakin merebak. Kata dia, Desa Adat Besakih telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Gotong Royong. ‘’Kita telah menjalankan tugas provinsi dalam penanggulangan Covid-19 ini, khususnya di Desa Besakih. Desa adat telah melakukan penyemprotan disinfektan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Dalam menjalankan tugas ini, desa adat berkolaborasi dengan desa dinas,’’ ucapnya.

Widiartha mengatakan, pihak desa adat kini terus memantau kesehatan para naker migran yang baru datang dari luar negeri. Khusus di Desa Besakih, jumlah migran yang dipantau perkembangan kesehatannya sebanyak 20 orang. ‘’Mereka tersebar di sejumlah banjar di Besakih. Desa adat terus memantau perkembangan mereka selama menjalani isolasi mandiri selama 14 hari,’’ tegasnya. Dia menjelaskan, kalau mengacu program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, Desa Adat Besakih telah menjalankan hal itu. Di antaranya ikut berperan dalam menjaga keberlangsun-

gan hidup krama Bali, khususnya di Desa Adat Besakih dengan cara ikut bersama-sama mencegah virus Corona atau Covid-19 ini. Sebab, jika virus ini sudah menjangkiti manusia, maka dapat memicu kematian. ‘’Jadi, ini bagian dari penyelamatan jiwa dari Covid-19. Kalau dikaitkan ke program ‘Nagun Sat Kerthi Loka Bali’ maka ini bagian dari penjagaan kehidupan seseorang,’’ tegasnya sembari menyatakan selalu mengimbau dan mengedukasi masyarakat agar selalu menerapkan social distancing dan perilaku hidup bersih dan sehat. Tak hanya secara sekala, namun pihak desa adat juga

Bergerak menuju swasembada pangan. - Buktikan krama Bali mandiri. *** Desa Adat Besakih awasi kesehatan pekerja migran. - Perhatikan juga nasib krama Bali. *** Masih dihitung, anggaran untuk jaring pengaman sosial. - Kata rakyat jangan hanya menghitung. SUASANA - Suasana sepi terlihat di Pura Besakih.

Bali Post/nan

melakukan antisipasi Covid-19 ini secara niskala. Yakni melaksanakan Yasa Kerthi selama 4 hari berkaitan dengan kondisi jagat Bali saat ini. ‘’Itu adalah upaya dari sisi niskala agar Ida Batara di Besakih memberikan panugerahan keselamatan dan kerahayuan jagat Bali dan dunia khususnya,’’ tegas Widiartha. (nan)

Jadi, ini bagian dari penyelamatan jiwa dari Covid-19. Kalau dikaitkan ke program ‘Nagun Sat Kerthi Loka Bali’ maka ini bagian dari penjagaan kehidupan seseorang. Jro Mangku Widiartha


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 16 April 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu