Skip to main content

Edisi Jumat 15 Nopember 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 90 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila Terobos Penjagaan Brimob Sambil Teriak Ada Bom Seorang pria asal Banyuwangi, Jawa Timur, Cok Subagio (55) menerobos penjagaan Mako Brimob Tohpati, Denpasar Timur (Dentim). Tak hanya itu, Subagio berteriak-teriak ada bom. DENPASAR | HAL. 2

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Buleleng Diguncang Tiga Kali Gempa

KMP Trisakti Adinda Kandas

Kabupaten Buleleng dilanda gempa pada Kamis (14/11) malam kemarin. Tercatat tiga kali getaran gempa berpusat di Buleleng. Akibat gempa itu, rumah penduduk, palinggih dan bangunan fasilitas umum (fasum) dilaporkan mengalami kerusakan. BULELENG | HAL. 8

Arus yang cukup kuat di perairan Gilimanuk mengakibatkan Kapal Motor Penumpang (KMP) Trisakti Adinda yang hendak bersandar di dermaga Pelabuhan Gilimanuk kandas, Kamis (14/11) dini hari. JEMBRANA | HAL. 10

Menparekraf Wishnutama Kusubandio

Pariwisata Indonesia Maju dengan Kekuatan Budaya Bangsa ’’ Saya tidak akan mengubah kultur dan kekuatan budaya Bali itu. Dan saya tidak punya hak mengubah itu. Tugas saya justru mempromosikan, mengembangkan. Justru saya harus melindungi budaya kita dari budaya-budaya asing. Saya jamin itu. Itu budaya yang saya kagumi sejak saya lahir. Itu yang harus kita jaga, yang harus kita kelola dan promosikan ke seluruh dunia…’’ Demikian pernyataan Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, saat wawancara dengan Satria Naradha, Wartawan Utama Kelompok Media Bali Post dalam program ‘’Indonesia Maju’’ Bali TV di Jakarta, Rabu (13/11). Dalam wawancara tersebut juga terungkap komitmen Wishnutama dalam hal perlindungan budaya bangsa karena merupakan daya tarik yang luar biasa untuk wisatawan mancanegara. Berikut petikan wawancara yang juga disiarkan hari ini Jumat (15/11) di Bali TV pukul 19.00 Wita. Bagaimana visi Pak Presiden dalam konteks perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif kita ke depan? Hal. 15 Menguatkan Budaya

Belanjakan Dana DIPA 2020 Secepatnya

APBD untuk Birokrasi Rakyat Hanya Dapat Sisa-sisa Jakarta (Bali Post) – Belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagian besar digunakan membiayai orang-orang pemda (birokrasi). Rakyat hanya mendapatkan sisa-sisanya. Belanja birokrasi meliputi belanja pegawai, belanja jasa kantor dan perjalanan dinas yang besarannya bisa mencapai 70 persen APBD. Dengan demikian hanya 30 persen untuk rakyat. Pemda diingatkan untuk melakukan efisiensi salah satunya dengan mengurangi perjalanan dinas.

SAMPAIKAN ARAHAN - Presiden Joko Widodo (kanan) menyampaikan arahan di sela penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian dan Lembaga, serta Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/11) kemarin. Presiden mengatakan bahwa DIPA yang ditransfer ke kementerian dan lembaga sebesar Rp 909 triliun dan Rp 556 triliun untuk pemerintah daerah beserta dana desa secepatnya digunakan, terutama untuk belanja modal. Jakarta (Bali Post) – Salah satu upaya menghadapi tekanan pertumbuhan ekonomi adalah dengan meningkatkan konsumsi masyarakat. Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daeraah (APBD) akan memicu tingkat konsumsi. Untuk itu, seluruh lembaga baik pusat maupun daerah diminta membelanjakan dana yang sudah ada di Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2020 secepat-cepatnya. Januari 2020 diharapkan sudah dilakukan tender. Hal tersebut diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa 2020 di Istana Negara Jakarta, Kamis (14/11) kemarin. Hal. 15 Sejak Januari

Harian Bisnis Bali Pertumbuhan Produksi IBS dan IMK Bali justru Turun Triwulan III 2019 BPS Bali mencatat produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) dan produksi IMK Bali mengalami penurunan. Mengapa itu bisa terjadi? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Bayi Diduga Infeksi Paru, Terkendala Pengobatan Ni Putu Krisna Dewi (2 bulan), warga Subagan, Karangasem, yang diduga mengidap infeksi paru, terkendala pengobatan. www.denpostnews.com

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Sosialisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa 2020, di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (14/11) kemarin. Sri Mulyani menilai selama ini ada inefisiensi terhadap penggunaan APBD. Sekitar 13,4 persen dari total anggaran yang diberikan oleh pemerintah pusat ke daerah digunakan untuk melakukan perjalanan dinas. ‘’Tolong untuk perjalanan dinas setahun sekali saja, jangan wira-wiri. Sehingga wira-wirinya itu 13,4 persen sendiri dari APBD dan belum unit cost-nya juga lebih mahal,’’ katanya. Tak hanya itu, Sri Mulyani juga me40 35 30 25 20

Belanja Pegawai

Alokasi APBD Belanja Jasa Kantor

15 10 5 0

nyebutkan porsi belanja pegawai yang terbilang sangat tinggi yaitu mencapai 36 persen dari total APBD serta belanja jasa kantor yaitu sebesar 17,5 persen dari total APBD. ‘’Jadi Bapak/Ibu sekalian kalau dilihat perjalanan dinas dan jasa kantor itu sudah 31 persen sendiri, itu belum belanja pegawai tadi, 36 persen,’’ ujarnya. Ia menuturkan, sekitar 70 persen dari total APBD justru digunakan untuk membiayai keperluan pegawai daerah, sedangkan 30 persen sisanya baru dipakai untuk kebutuhan masyarakat. ‘’Hampir 70 persen untuk mengurus orang-orang pemda. Makanya sisa-sisa untuk rakyat, itu kan salah,’’ tegasnya.

17,5%

Sri Mulyani menegaskan, seharusnya APBD dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk membantu masyarakat setempat agar kehidupannya lebih sejahtera dan terjamin, sehingga diharapkan pemerintah daerah dapat lebih efisien dalam menggunakan anggaran. (ant)

Untuk Rakyat

Perjalanan Dinas

30%

13,4%

Istri Pelaku Bom Medan Diperiksa

Diduga Rencanakan Aksi Teror di Bali Jakarta (Bali Post) – Setelah mengetahui RMN sebagai pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, pihak kepolisian mengamankan dan memeriksa istri dan mertua pelaku. Hasil pemeriksaan, istri RMN yang berinisial DA ternyata telah terpapar paham radikal terlebih dahulu. Selain itu DA juga diduga merencanakan aksi terorisme di Bali. Keterangan tersebut disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo di Jakarta, Kamis (14/11) kemarin. ‘’DA diduga terpapar lebih dahulu dibandingkan pelaku,’’ kata Brigjen Dedi.

DA, kata Dedi, juga diketahui cukup aktif di media sosial. Dalam komunikasi di media sosial, mereka diduga merencanakan aksi terorisme. ‘’Lagi didalami dan dikembangkan (kasus),’’ katanya. Dari hasil penelusuran tim Densus 88 dan Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri, DA terbilang cukup aktif di media sosial. Selain itu, DA disebut juga pernah berkomunikasi dengan seseorang berinisial I yang saat ini diketahui tengah mendekam di Lapas Kelas 2 Wanita di Medan. ‘’Si istri (DA) sering mendatangi, berkunjung ke lapas ataupun ke lokasi, itu yang masih kita dalami,’’ ujar Dedi. Polisi juga, katanya, menemukan perencanaan aksi terorisme di Bali dalam jaringan komunikasi DA di media sosial.

‘’Itu lagi didalami dan dikembangkan. Apakah pelaku RMN ini dalam melakukan serangannya ini memiliki jejaring, baik terstruktur atau pun nonstruktur. Ini masih didalami oleh densus 88,’’ tuturnya. Selain itu, pihak kepolisian Kamis kemarin juga melakukan penggeledahan di rumah pimpinan pengajian yang diikuti RMN. Informasi dihimpun, pimpinan pengajian tersebut berinisial SA, warga Jalan Serdang, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Medan, Sumatera Utara. Di lokasi rumah SA, petugas gabungan TNI-Polri melakukan penjagaan ketat di seputaran rumah SA. Petugas juga memasang garis polisi di area rumah. ‘’Ya, ini rumah dia (SA), kenal aku ini orangnya. Tadi malam juga ada digeledah rumahnya ini. (ant)


Jumat Wage, 15 November 2019

World Hindu Federation Bahas Perkembangan Hindu Dunia

Bali Post/kmb16

PERTEMUAN - Sejumlah pimpinan WHF saat pembukaan pertemuan internasional di Aston Hotel and Convention Center, Denpasar, Kamis (14/11) kemarin. Denpasar (Bali Post) Sejumlah pemimpin World Hindu Federation (WHF) dari berbagai negara membahas perkembangan Hindu di berbagai negara di dunia di Aston Hotel and Convention Center, Denpasar, Kamis (14/11) kemarin. Pertemuan tahun ini merupakan kelanjutan dari pertemuan-pertemuan sebelumnya yang dilaksanakan setiap tahun di berbagai negara secara bergantian. Hadir kali ini, pengurus inti dari India, Malaysia, Fiji, Australia dan tuan rumah Indonesia. President WHF Chapter Indonesia Letnan Jenderal (Pur) Dr. Wayan Midhio, M.Phil. sekaligus sebagai panitia penyelenggara mengatakan, selain membahas perkembangan Hindu dunia, pertemuan juga membahas penyempurnaan konstitusi WHF Internasional yang sebelumnya telah dibahas dan sudah mendapat masukan dari pengurus inti. Ditegaskan,

World Hindu Federation (WHF) adalah organisasi advokasi nirlaba komunitas Hindu Diaspora dengan perspektif yang unik, rasa tujuan yang mendalam dan keberanian serta keuletan untuk menangani masalahmasalah penting yang menjadi perhatian komunitas Hindu di seluruh dunia. WHF mewakili berbagai organisasi dan komunitas Hindu di lebih dari 100 negara di seluruh dunia, didirikan pada tahun 2016. Presiden WHF International Dr. Ajay Singh memimpin langsung pertemuan bersama Wakil Presiden WHF International Dr. (Hon) Prabhu Darmayasa, Sekretaris Jenderal WHF Mr. Mayangk Shekhar Agarwal, beberapa pengurus inti WHF Internasional dan lima perwakilan, yaitu President WHF Chapter Malaysia Mr. Rajaretinam Arggunan, Presiden WHF Chapter Fiji Mr. Sunil Kumar, perwakilan WHF Chapter India dan perwakilan WHF Chapter

Australia. Selama ini kegiatan WHF telah nampak dalam menangani berbagai masalah, mulai dari pemetaan keberadaan Hindu hingga masalah terkait politik dan hak asasi manusia, serta dalam mengatasi masalah kontemporer, seperti konflik antaragama dengan menerapkan spirit ajaran Dharma. Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. I Ketut Widnya, Ph.D. yang membuka pertemuan WHF menyampaikan tentang kebijakan pembinaan kehidupan beragama, termasuk masyarakat Hindu di Indonesia. Upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan, dukungan dan perlindungan kepada semua agama yang ada di Indonesia, termasuk aliran kepercayaan berdasarkan budaya dan keyakinan yang banyak ada di masyarakat Indonesia saat ini. Menurut Widnya, selama ini pengakuan, perlindungan, pembinaan dan pemberdayaan yang adil telah diupayakan oleh pemerintah RI terhadap semua kelompok keagamaan, walaupun masih terjadi berbagai tindak kekerasan dan konflik di tengah masyarakat. Masyarakat Hindu Indonesia yang berada hampir di seluruh wilayah Indonesia, selama ini mendapat perlindungan, dukungan, dan perlakuan adil dari pemerintah. Pancasila sebagai ideologi negara menjamin keberadan warga minoritas temasuk warga Hindu agar hidup berdampingan secara damai. (kmb16)

Bali Post/ist

DIAMANKAN - Setelah menerobos penjagaan Mako Brimob Tohpati, Subagio diamankan di Polsek Dentim.

Subagio Terobos Penjagaan Brimob Sambil Teriak Ada Bom Denpasar (Bali Post)Seorang pria asal Banyuwangi, Jawa Timur, Cok Subagio (55) menerobos penjagaan Mako Brimob Tohpati, Denpasar Timur (Dentim). Tak hanya itu, Subagio berteriak-teriak ada bom. Padahal, saat itu sedang digelar Upacara Memperingati HUT ke-74 Brimob. Apalagi pengamanan markas polisi diperketat pascabom di Medan. Alhasil, Subagio langsung diamankan dan dibawa ke Mapolsek Dentim. Menurut sumber, kejadiannya sekitar pukul 08.15 Wita. Subagio saat itu mengena-

Bali Post/ist

Brimob Diharapkan Makin Profesional Denpasar (Bali Post)Upacara peringatan HUT ke-74 Korps Brimob Polri dilaksanakan di Lapangan Iptu Sutarjo Mako Brimob Polda Bali, Tohpati, Denpasar Timur, Rabu (14/11) kemarin. Pasukan elite Polri ini diharapkan semakin profesional dan menjadi kebanggaan masyarakat. Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha, selaku Inspektur Upacara membacakan amanat Kapolri mengucapkan selamat kepada 41.170 personel Brimob di mana pun berada dan berharap makin profesional serta unggul. Selain itu, mereka diharapkan senantiasa menjadi kebanggaan masyarakat, bangsa, dan negara. Dalam momentum yang penuh dengan kehormatan tersebut, juga disampaikan bela sungkawa atas gugurnya personel Brimob dalam berbagai penugasan menjaga NKRI. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, memberikan balasan atas seluruh pengorbanan, per-

juangan, dan pengabdian, serta memberikan kesabaran dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Sedangkan melalui berbagai penugasan, anggota Brimob telah menunjukan eksistensinya. Di antaranya, keberhasilan dalam mendukung pengamanan Pilpres dan Pileg Serentak Tahun 2019, penanggulangan aksi-aksi terorisme, pengamanan Operasi Ketupat 2019, aksi unjuk rasa di Bawaslu pada Mei 2019, demo terkait isu Papua, dan unjuk rasa penolakan berbagai UU dengan jumlah massa sangat besar beberapa bulan terakhir ini. Pada kesempatan tersebut, Wakapolda Sunartha juga menyampaikan selamat kepada seluruh personel dan sesepuh Korps Brimob Polri yang selama ini turut membesarkan kesatuan ini. Pada ulang tahun ke-74 ini diharapkan dapat terus menunjukkan eksistensi dan bermanfaat bagi masyarakat. (kmb36)

kata sumber. Saat diinterogasi, pengakuan Subagio berubahubah. Awalnya ia mengaku mau sembahyang. Namun saat mau di-cross check ke pengurus masjid, keterangannya langsung berubah dan mengaku akan menegakkan Pancasila. “Waktu ditanya petugas kenapa menyuruh mau menembak dirinya, yang bersangkutan mengaku sedang mengejar bom yang tidak terlihat yang sasarannya ada di Brimob. Polisi lalu membawanya ke Polsek Dentim,” ungkap sumber.

Petugas langsung mencari keluarga Subagio dan diajak ke Polsek Dentim. Dari keterangan istri Subagio, Haminah mengatakan kalau suaminya itu stres. Saat kejadian, Subagio pergi dari rumah tanpa sepengetahuan keluarga. Kebetulan saat itu istri dan anaknya keluar rumah beli obat. Kapolsek Dentim Kompol I Nyoman Karang Adiputra membenarkan adanya kejadian tersebut. “Yang bersangkutan masih diamankan di Polsek Dentim,” tegasnya. (kmb36)

perhatian yang besar dari pemerintah. Desentralisasi membuat pemahaman daerah tentang kesehatan hewan itu menjadi hal yang penting. Padahal, 2/3 penyakit manusia berasal dari hewan. “Kalau kita lihat, kesehatan hewan tidak dianggap sebagai kesehatan secara menyeluruh. Kesehatan hewan dianggap parsial, hewan dan lingkungan tidak,” ungkapnya. Anggota Komisi Ahli Kesehatan Hewan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan ini juga menyoroti penerimaan CPNS tahun ini, karena ada banyak daerah yang tidak mencari dokter hewan. Ada pekerjaan yang harus dan mesti dipegang oleh dokter hewan, namun yang dicari justru sarjana dari kompetensi lain misalnya sarjana Kehutanan. “Padahal kalau pemerintah mau, berpikir bahwa hulu dari kesehatan manusia adalah kesehatan hewan, sehingga hewan sehat, manusia juga tidak akan tertular,” tegasnya. Menurut Puja, PP Nomor 3 Tahun 2017 mengharuskan daerah membuat lembaga otoritas veteriner yang menangani masalah kesehatan hewan. Demikian juga Permentan Nomor 8 Tahun 2019 tentang dokter hewan

yang berwenang. “Tapi, sampai sekarang pemda belum memahami pentingnya dokter hewan itu. Hal itulah ke depan sebenarnya tantangan bagi anggota kami khususnya

di Bali yang jumlahnya lebih dari 750 orang yang mendaftar di PDHI,” tegas pria yang juga dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ini. (kmb42)

Kesehatan Hewan Belum Dapat Perhatian Pemerintah

Denpasar (Bali Post)-

UPACARA - Upacara peringatan HUT ke-74 Korps Brimob Polri dilaksanakan di Lapangan Iptu Sutarjo Mako Brimob, Tohpati, Denpasar Timur, Rabu (14/11) kemarin.

kan sarung bercorak garis lurus hitam dan abu-abu, serta baju kaos mengendarai sepeda motor Honda Revo. Pria yang beralamat di Jalan Siulan Gang Plamboyan, Dentim ini menerobos penjagaan Mako Brimob. Petugas jaga langsung menghentikannya, tapi Subagio langsung tancap gas sambil teriak-teriak ada bom. Polisi langsung mengejarnya dan berhasil ditangkap di depan Kantor Staf Yon A Pelopor Brimob Polda Bali. “Yang bersangkutan langsung dibawa ke Ruang Provos untuk dimintai keterengan,”

Selama ini kesehatan hewan belum mendapat perhatian yang besar dari pemerintah daerah. Padahal, penyakit yang ditularkan oleh hewan ataupun penyakit hewan membawa dampak kerugian yang besar bagi ekonomi. Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Prof. Dr. drh. I Ketut Puja, M.Kes. didampingi Wakil Ketua PDHI Bali Dr. drh. IKG Nata Kesuma, MMA mengatakan, Bali sangat rentan dengan isu penyakit termasuk penyakit hewan karena Bali adalah daerah wisata. Beberapa penyakit yang pernah muncul berkaitan dengan hewan khususnya penyakit zoonosis seperti streptococcus swiss, flu burung, flu babi, cacar monyet dan baru-baru ini yang merebak adalah African Swine Fever (ASF). Menurut Puja, kasus ASF pertama ditemukan di China. Ribuan babi mati dan dibuang ke sungai. Kemudian ASF ditemukan di Timor Leste. Belakangan juga diduga ditemukan di Medan. Namun, ia belum berani mengkonfirmasi bahwa penyebab kematian babi di Medan karena ASF, karena dari Kementan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hasil laboratorium pemeriksaan babi di Medan. Bali khususnya Indonesia sangat rentan dengan penularan ASF. Terlebih ada penerbangan langsung dari China ke Indonesia. “Kita juga harus bersiap karena

kalau itu sampai terjadi, banyak sekali kerugiannya. Babi di Bali bisa habis karena belum ada obat dan vaksinnya. Kalau habis, bagaimana dengan pariwisata, bagaimana dengan upakara di Bali yang menggunakan babi? Itu akan menjadi problem, dan problem keagamaan juga,” ujar Puja seraya menyebutkan permasalahan-permasalahan terkait tantangan dokter hewan akan dibahas dalam Rapat Kerja Pengurus PDHI Cabang Bali di Hotel Nirmala, Denpasar, Jumat (15/11) hari ini. Puja menambahkan, penyakit Streptococcus swiss yang menyerang babi dan bersifat zoonosis juga sempat dialami Bali. Akibat isu yang beredar, peternak dan pedagang babi terdampak secara ekonomi, yaitu penurunan permintaan serta penjualan. Belum lagi rabies yang lebih dari 11 tahun belum terselesaikan sampai sekarang. Banyak rupiah telah dikeluarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk menangani rabies di Bali. Puja menegaskan, itulah tantangan dokter hewan ke depan. Banyaknya permasalahan dan penyakit karena hewan justru belum mendapat

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Prof. Dr. drh. I Ketut Puja, M.Kes.

Bali Post/kmb42

Topik : sebagian besar apbd untuk birokrasi

Seminar Nasional Pra-Munas Putaran Kelima Kagama Resmi Dibuka

SDM Indonesia Harus Mampu Hadapi Revolusi Industri 4.0

NARASUMBER - Salah Satu narasumber saat memberikan materi dalam Seminar Nasional Pra-Munas putaran kelima bertema “Kesiapan SDM Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0: Roadmap Pembangunan SDM Indonesia” yang digelar Kagama di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Kamis (14/11) kemarin.

KELUARGA Alumni Gadjah Mada (Kagama) menggelar Seminar Nasional PraMunas putaran kelima. Seminar kali ini mengusung tema “Kesiapan SDM Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0: Roadmap Pembangunan SDM Indonesia”. Kegiatan ini dibuka secara resmi di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur Bali, Kamis (14/11) kemarin. Kegiatan ini menghadirkan lima narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Rektor UGM Panut Mulyana, ekonom Faisal Basri, Rektor Unud Raka Sudewi, ekonom CORE Indonesia Hendri Saparini, CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara dengan moderator presenter TV One Brigita Manohara. Kagama ingin menghimpun gagasan tentang bagaimana peta jalan pembangunan SDM Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman yang ditandai oleh kemajuan teknologi informasi. “Salah satu tantan-

gan yang dihadapi bangsa ini adalah bagaimana mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menggerakkan dan memanfaatkan teknologi Revolusi Industri 4.0 dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional, daya saing, dan kesejahteraan sosial,” ujar Sekjen PP Kagama AAGN Ari Dwipayana saat pembukaan seminar nasional ini. Data World Economic Forum dan peringkat Indonesia di Global Innovation Indeks (GII) 2019 menunjukkan bahwa posisi Indonesia masih tertinggal. Menurut Ari Dwipayana, diperlukan usaha-usaha luar biasa untuk memacu tingkat inovasi nasional, baik pada input maupun output. “Penting dan mendesak untuk menaruh perhatian pada sektor pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan kewirausahaan, selain pembenahan-pembenahan struktural pada ekosistem politik, riset dan reproduksi pengetahuan,

ekonomi, penegakan hukum, dan keuangan,” jelasnya. Beberapa faktor penentu Revolusi Industri 4.0, kata Ari Dwipayana, khususnya pada pengembangan SDM ini menghadapi tantangan pelik. Sektor pendidikan, kesehatan, dan kewirausahaan yang menjadi penggerak kemajuan bangsa di bidang industri, jasa, dan perdagangan, menghadapi tantangan yang tidak sederhana. “Padahal, keempat sektor tersebut akan menentukan dinamika sektor-sektor tradisional seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan kerajinan. Tantangan yang dihadapi adalah nyata dan tidak ringan,” ujarnya. Salah satu pembicara yakni Rektor UGM Panut Mulyana dalam pemaparannya mengatakan, dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0, SDM harus memiliki karakter yang kuat dan etos kerja yang baik. Sebab itu harus dibangun dari

diri sendiri untuk membenahi SDM dalam Revolusi Industri 4.0. Di era ini manusia harus berkompetisi untuk terus maju dalam industri dengan inovasi-inovasi yang harus beda dan bagus serta bisa diterima khalayak banyak. Sementara itu, Rektor Unud Raka Sudewi menjelaskan, SDM adalah hal yang krusial di mana Indonesia ada di peringkat 70 dari 129 negara di dunia dalam SDM Global Innovation Indeks. Untuk itu, SDM haruslah mampu mengembangkan kreativitas dengan inovasi berbasis digital. Apalagi generasi milineal saat ini sangat cepat dalam mencari informasi-informasi di dunia digital. Untuk itu, para generasi milineal ini harus diarahkan ke hal-hal baik dalam pengembangan bakat karakter yang kuat, dimulai dari lingkungan, sekolah dan sosial masyarakat yang berdasarkan jati diri Bangsa Indonesia. (ad373)


Jumat Wage, 15 November 2019

Kemendikbud Fokus pada Pendidikan Karakter Mangupura (Bali Post) Pendidikan karakter saat ini menjadi fokus utama pemerintah pusat. Guna mempercepat peningkatan kualitas pendidikan karakter, digitalisasi dinilai perlu dilakukan. Hal itu diungkapkan Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Ade Erlangga Masdiana. ‘’Seperti pesan Menteri Pendidikan, pembangunan karakter ditempatkan pada posisi nomor satu. Sementara terkait digitalisasi, ditempatkan pada posisi nomor lima, atau nomor terakhir. Dengan kata lain, digitalisasi adalah untuk mempermudah proses pembangunan

karakter,’’ katanya saat ditemui di sela-sela Fasilitasi Hubungan Kehumasan Kemendikbud dengan Pemerintah dan Lembaga Daerah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (14/11) kemarin, di Kuta. Diungkapkannya, pendidikan karakter melalui digitalisasi ini serupa dengan pembangunan knowledge. Tentunya, sentuhan teknologi ini akan mampu mempercepat. Penerapannya bisa melalui pembuatan konten-konten di internet khususnya yang mampu membangun karakter. Meski demikian, harus pula dipahami, pembangunan karakter melalui hubungan

guru dan murid tidak bisa digantikan dengan digitalisasi. Untuk itu, guru juga diharapkan mampu mengikuti perkembangan teknologi. Sentuhan teknologi atau digitalisasi sekaligus akan menjawab problem yang sempat mengemuka pada kegiatan tersebut. Peserta yang sempat menyampaikan harapan penyederhanaan administrasi proses belajar mengajar. Karena saat ini, hal itu dirasa terlalu kompleks. ‘’Jadi sebenarnya sama, dengan aplikasi, maka itu akan lebih mudah dan cepat untuk diakses ataupun dievaluasi,’’ ujarnya. (kmb23)

Bali Post/par

PUSPEM BADUNG - Pengamanan di kawasan Puspem Badung makin diperketat. Kurir hanya diperbolehkan mengantar barang sampai lobi kantor.

Masuk Puspem Badung Akses Kurir Dibatasi

Mangupura (Bali Post) -

Akses kurir barang di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung dibatasi. Para pengantar pesanan ini hanya diperbolehkan mengantarkan pesanan sampai lobi utama kantor. Tak hanya kurir, pengunjung pun kini harus melapor kepada petugas bila hendak masuk ke dalam gedung di Puspem Badung. Pembatasan akses tersebut kembali ditegaskan menyusul aksi bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, Rabu (13/11) lalu. Meski demikian, Kepala Bagian Umum Setda Badung I Nyoman Suardana, Kamis (14/11) kemarin, membantah pembatasan akses kurir dan diperketatnya pemeriksaan bagi pengunjung lantaran adanya bom bunuh diri di

Medan. ‘’Kami tegaskan lagi, untuk meningkatkan keamanan kawasan. Jadi ini bukan karena kasus yang terjadi di Medan,’’ ungkapnya. Menurutnya, petugas keamanan atau satpam yang ada di pintu gerbang Puspem akan melakukan pemeriksaan setiap tamu. Ini sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. ‘’Termasuk para pengantar makanan atau

barang juga diperiksa. Kami imbau kepada pengantar barang cukup sampai di lobi saja biar yang memesan turun ke lobi. Ini berlaku untuk semua gedung di Puspem Badung,’’ tegasnya. Dikatakan, keamanan di kawasan Puspem Badung buka hanya menjadi tanggung jawab para petugas keamanan saja, melainkan tanggung jawab bersama.

Untuk itu, mengantisipasi hal tidak diinginkan diharapkan pengertiannya dari semua pihak. ‘’Kami ada sebanyak 206 orang pengaman. Mereka terbagi dalam beberapa shift yakni pagi, sore, dan malam hari sehingga selama 24 jam Puspem Badung dijaga oleh petugas keamanan,’’ jelasnya. Seperti diketahui, pascabom bunuh diri di Medan, sejumlah kawasan vital di Kabupaten Badung dijaga ketat. Bahkan, sejumlah tempat melarang kurir makanan, barang, dan pedagang mengakses ruangan-ruangan demi keamanan. (kmb27)

Polisi Ringkus Sindikat Penggelapan Mobil Sewaan Mangupura (Bali Post) Tim Opsnal Polsek Kuta berhasil menangkap sindikat penggelapan mobil sewaan lintas provinsi. Para pelaku berasal dari Medan, Sumatera Utara yaitu Janfrisa Sembiring (30), Sahdan Guntur Harahap (34) dan Gerry Tobing (32). Mereka ditangkap di wilayah Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Sedangkan mobil hasil penggelapan yaitu Toyota Fortuner VRS milik Tarsudi (36) masih dilacak keberadaannya. ‘’Mobilnya belum ditemukan. Pelaku mengaku dipindah tangan ke Jatim, Medan sampai Aceh,’’ ujar Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Putu Ika Prabawa, Kamis (14/11) kemarin. Kronologinya, lanjut Kanitreskrim, pada Rabu (9/10) pukul 17.00 Wita, korban mendapat orderan sewa mobil lewat online selama tiga hari dengan harga sewa Rp 2.850.000. Sedangkan mobilnya disuruh diantar ke depan lobi Hotel Watermark, Kedonganan, Kuta. Pukul 21.00 Wita, korban bersama temannya, Firmansyah, mengantar mobil tersebut ke TKP dan setibanya di sana langsung diserahkan kepada pelaku. ‘’Korban awalnya tidak curiga karena uang sewa sudah dibayar,’’ ujarnya. Namun setelah jatuh tempo yaitu 12 Oktober 2019 pukul 21.00 Wita, pelaku tidak bisa dihubungi dan HP-nya tidak aktif. Akibat

kejadian itu korban mengalami kerugian Rp 430 juta dan kasus ini dilaporkan ke Polsek Kuta. Berdasarakn laporan tersebut, Tim Opsnal Polsek Kuta dipimpin Panit Reskrim Ipda Erick Wijaya Siagian melakukan penyelidikan dan mengecek rekaman CCTV yang ada di TKP. Hasil olah TKP dan rekaman CCTV, diduga pelaku sebanyak tiga orang. Selanjutnya polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait keberadaan pelaku. Akhirnya pada Minggu (27/10) lalu, petugas berhasil melacak keberadaan pelaku yaitu di Surabaya. Polisi bersama korban menuju ke Surbaya dan berhasil menangkap pelaku. Hasil interogasi, tersangka Janfrisa mengaku berperan membuat berkas s e w a m o b i l , b e r k o m u n ikasi denga pihak rental, membuat identitas palsu, koordinasi dengan towing untuk pengangkutan mobil dan transaksi mobil. Sahdan berperan menerima mobil, transaksi dan penyalur mobil. Sementara Gerry bertugas membuka dan pelepas GPS mobil. ‘’Terkait kasus ini kami mengamankan barang bukti sepasang pelat mobil DK 1069 EI dicat hitam, satu lembar agreement, satu unit alat laminating, satu buah printer dan satu buah mesin cutting,’’ ucap mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat ini. (kmb36)

Bali Post/ist

DIAMANKAN - Pelaku penggelapan mobil sewaan diamankan anggota Polsek Kuta.

Dinilai Mampu Timbulkan Efek Jera jak Februari 2019 memberikan dampak positif terhadap pendapatan Badung. ‘’Dari 18 pemasangan spanduk yang kami lakukan sejak Februari lalu telah berhasil mendapatkan dana baru Rp 13.239.082.742,30. Ini menunjukkan pemberian sanksi moral bagi WP nakal cukup ampuh,’’ ungkapnya. Menurutnya, timnya terus bergerak ke lapangan mencari WP membandel yang benarbenar tidak mau melakukan pembayaran pajak. ‘’Dengan pemasangan spanduk WP yang tadinya tidak menyetorkan pajak yang dipungut

Desa Petang Bangun TPST 3R

Mangupura (Bali Post) Setelah Desa Dalung, kini giliran Desa Petang yang membangun tempat pengolahan sampah terpadu reduce, reuse, recycle (TPST 3R). Bahkan, telah dilakukan ritual pacaruan atau upacara pembersihan di lahan Subak Munduk Gunung, Petang yang akan dimanfaatkan sebagai lokasi pengolahan sampah. Perbekel Desa Petang I Wayan Suryantara saat dikonfirmasi, Kamis (14/11) kemarin, membenarkan adanya rencana pembangunan TPST 3R tersebut. Luas lahan yang dimanfaatkan mencapai 26 are. ‘’Lokasi TPST ini merupakan tanah pribadi milik salah satu warga kami di Petang. Kami masih proses penataan, mau enggak mau kita ambil sikap,’’ ungkapnya. Menurutnya, pembangunan TPTS 3R ini anggarannya sementara diambil dari APBDes. Targetnya, awal tahun 2020 sudah bisa beroperasi. Sedangkan teknik penanganan sampah nantinya menggunakan konsep 3R. Sampah diterima, kemudian dipilah nonorganik dan organik. Kemudian, dari sisi petugas juga sudah siap. Desa Petang telah memiliki 14 personel. Termasuk dua armada, dua kecil dan armada besar. ‘’Pembangunan TPST ini juga kita buatkan Perdes tentang pengolahan sampah. Kita serahkan kepada lembaga desa yakni BUMDes sehingga memiliki suatu peluang baik pendapatan dan membuka lapangan pekerjaan,’’ jelasnya. Lebih lanjut diungkapkannya,

Pemasangan Spanduk pada WP Nakal

Mangupura (Bali Post) Spanduk berwarna merah bertuliskan ‘’Objek pajak ini menunggak pajak daerah’’ cukup ampuh membuat malu para wajib pajak (WP) nakal di Kabupaten Badung. Setidaknya, dari 18 spanduk yang dipasang pada WP, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) berhasil meningkatkan pendapatan daerah dari sektor PHR. Kepala Bapenda Badung I Made Sutama, Kamis (14/11) kemarin, mengatakan gerakan memasang spanduk pada penunggak pajak bandel yang telah dilakukan se-

Bali Post/edi

PENDIDIKAN - Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Ade Erlangga Masdiana memaparkan kebijakan di bidang pendidikan, Kamis (14/11) kemarin, di Kuta.

menjadi ketakutan dan mulai melaksanakan kewajibannya. Paling tidak memiliki iktikad baik untuk mencicil,’’ katanya. Dia mengakui, jumlah tunggakan pajak masih cukup banyak hingga ratusan miliar rupiah, bukan saja pajak hotel tetapi termasuk pajak restoran, hiburan, reklame maupun PBB. Bagaimana dengan ancaman pemblokiran rekening? Sutama menjelaskan, pemblokiran rekening adalah langkah terakhir yang dilakukan bila upaya-upaya peringatan seperti pemasangan stiker

tidak digubris oleh penunggak pajak. ‘’Dengan cara-cara yang kami terapkan, optimis target Rp 4,6 triliun lebih tercapai hingga akhir tahun ini. Untuk saat ini sudah tercapai Rp 3,6 triliun lebih,’’ ujar Sutama. Optimisme tersebut juga didukung adanya 1.640 sistem perekam transaksi yang telah dipasang pada WP. Seperti tapping box, web service, dan cash register. Rinciannya, tapping box sebanyak 400 unit, 530 web service dan cash register sebanyak 710 unit. Alat monitoring ini terpasang di 1.523 WP. (kmb27)

volume sampah di Petang per harinya berkisar 3 hingga 5 ton. Volume sampah di Pasar Petang yang mendominasi. TPST ini juga nantinya diisi mesin pengolahan sampah dengan memanfaatkan teknologi terbaru. ‘’Kami juga mengundang pihak PD Pasar, karena Pasar Petang juga menghasilkan volume sampah yang cukup besar. Kita undang bagaimana terobosan kerja sama dengan kita,’’ ungkapnya. Dengan adanya TPST tersebut, pihaknya yakin sampah yang dihasilkan di Petang dapat tertampung. Tak hanya itu, adanya pembangunan TPST di Desa Petang nantinya dapat membantu permasalahan sampah di Kabupaten Badung. ‘’Kami juga harapkan ke depan mungkin dari Pemkab Badung membantu terkait hal-hal kekurangan untuk pengembangan TPST ini,’’ sebutbya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung I Putu Eka Merthawan mendukung penuh upaya yang dilakukan Desa Petang dengan membangun TPS 3R, seperti keinginan Bupati. ‘’Tentu kami sangat mendukung. Berarti desa sudah proaktif membantu pemerintah,’’ katanya. Pihaknya pun berjanji bakal memberikan pendampingan kepada seluruh desa/kelurahan yang akan membuat TPS 3R termasuk dari segi anggaran. ‘’Kalau ada desa/kelurahan yang belum memiliki lahan, apakah nanti akan sewa atau menggunakan tanah desa adat, kami akan bantu untuk mencarikan solusi,’’ tegasnya. (kmb27)


Jumat Wage, 15 November 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Bali Tuan Rumah Pemilihan Duta Wisata Tingkat Nasional 2019

Shri Arya Wedakarna Undang Duta Wisata ’’Royal Dinner’’ di Istana Mancawarna Tampaksiring

TAHUN 2019 ini Bali mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah dari sebuah perhelatan tingkat nasional di bidang duta wisata Indonesia yakni Pemilihan Duta Wisata Indonesia (PDWI) ke-14. Selama hampir seminggu penuh, para Duta Wisata Indonesia dari seluruh nusantara hadir di Bali atas undangan Yayasan Duta Wisata Indonesia (YDWI) yang didukung Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo). Sebagaimana diungkapkan Putu Andre Purna Mahendra, S.H., M.H. (Ketua Panitia) yang menyatakan ajang PDWI ini adalah satu-satunya pemilihan duta wisata yang diselenggarakan secara konsisten sejak tahun 2005. Hal ini bermula dari gagasan pendiri Adwindo yakni Senator DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III sejak Kongres Adwindo ke-1 pada tahun 2005 di Bali pada zaman Menteri Pariwisata I Gede Ardika. ‘’Sebelum ada Adwindo dan PDWI, cukup banyak provinsi di Indonesia yang tidak memiliki Duta Wisata Indonesia. Selama ini, duta wisata hanya dianggap sebagai pendamping pejabat dan pelengkap dari sebuah acara. Sejak ada PDWI, maka peran Duta Wisata Indonesia setahap demi setahap sudah mulai diberdayakan. Ternyata Duta Wisata Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dalam bidang akademik, kepemimpinan dan juga networking. Syukurlah, Duta Wisata Indonesia diberdayakan oleh pemerintah di daerahnya, termasuk direkrut menjadi bagian dari Dinas Pariwisata di wilayah masing-masing. Ini yang menyebabkan semangat PDWI sejak 14 tahun penyelenggaraan sudah mendarahdaging dalam diri Duta Wisata Indonesia. Dan semoga Bali menjadi milestone dari penyelenggaraan PDWI Nasional ini, termasuk keberadaan Teruna Teruni Bali yang menjadi duta wisata resmi Provinsi Bali sebagai tuan rumah,’’ kata Andre Purna Mahendra ini. Hal senada juga diungkapkan Ayu Nesa Santini, S.E. yang bertindak sebagai Ketua Dewan Juri PDWI Nasional. Ia menyatakan secara kualitas keberadaan peserta PDWI tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini bisa dinilai dari kualitas

ISTANA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Pembina Duta Wisata Indoneia) bersama Ketum Adwindo dan para Duta Wisata Indonesia di Istana Mancawarna Tampaksiring. penampilan, latar belakang pendidikan dan juga pengalaman organisasi. ‘’Kita melihat setiap tahun perfomance dari peserta semakin meningkat. Misalkan dari kostum yang dikenakan, mereka sudah sangat well organize terkait dengan protokoler berbusana. Begitu juga penguasaan bahasa Inggris sudah sangat baik, termasuk wawasan kebangsaan yang ada juga semakin meningkat. Ini penting, karena mereka akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan,’’ ucap Ayu Nesa. Dalam pidato singkatnya, sebelum jamuan makan malam istana dilaksanakan, Senator Arya Wedakarna yang juga bertindak sebagai Dewan Penyantun Acara, menyampaikan harapannya agar anak muda Indonesia, khususnya generasi milenial kembali menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam dunia kepariwisataan saat ini. Ini penting agar pariwisata Indonesia memiliki jati diri yang sesuai dengan kepribadian bangsa. ‘’Para Duta Wisata Indonesia, mari kita ingat pesan Bung Karno, Bapak bangsa kita bahwa rakyat Indonesia harus memahami tiga hal tri-

sakti yakni berdaulat dalam politik (pariwisata), berdikari dalam ekonomi (pariwisata) dan berkepribadian dalam budaya (pariwisata). Jadi mari gunakan Pancasila sebagai landasan menegakkan pariwisata nusantara yang ramah, terbuka, antidiskriminasi dan juga berstandar internasional serta jangan sampai mencabut akar budaya leluhur kita. Itu tugas para duta wisata,’’ tegas Senator Arya Wedakarna yang juga anggota MPR-RI ini. Adapun duta wisata yang hadir di Bali yakni Teruna Teruni (Bali), Dimas Diajeng (DI Yogyakarta), Mas Mba (Jawa Tengah), Uda Uni (Sumatera Barat), Duta Wisata (Kalimantan Timur), Raka Raki (Jawa Timur), Bujang Dara (Riau), Putra Putri Pariwisata (Papua), Jagau Bawi Nyai (Kalimantan Tengah), Nou Uti (Gorontalo), Bujang Gadis (Jambi), Bujang Dayang (Bangka Belitung), Dara Daeng (Sulawesi Selatan), Nanang Galuh (Kalimantan Selatan) dan Randa Kabilasa (Sulawesi Tengah). Tampak juga hadir Awalsyah Damara Fajar (Ketua Umum DPP Adwindo) dan Yan Mita Dyaksana (Ketua SC). (ad371)

Dana Komite SMPN 11 Denpasar Lahirkan Siswa Berprestasi SMPN 11 Denpasar di Desa Serangan ibarat mutiara terpendam. Sekalipun berada nomor dua paling muda di Denpasar, keterbatasan dana di sekolah ini dijawab dengan prestasi di kademis dan nonakademis tingkat nasional dan internasional. Prestasi teranyar SMPN 11 Denpasar diukir Ni Kadek Putri Dwipayanti. Siswa kelas VIII-C ini meraih juara II Olimpiade Bahasa Indonesia se-Bali yang diadakan Universitas Mahasaraswati Denpasar. Bahkan Putri Dwipayanti bulan lalu juga meraih juara II lomba Peneliti Remaja di Unud. Sementara itu, salah seorang siswa SMPN 11 Denpasar Ni Made Asriani (kelas IX-D), kini sedang menjadi duta Bali di ajag kejuaraan baseball tingkat nasional. Bukan itu saja, SMPN 11 Denpasar memiliki sejumlah atlet berprestasi go international. Belum lama ini dua pesilatnya meraih medali emas di Pencak Silat Pandu Samudra Championship Terbuka 2019 oleh I Komang Agus Tripajina I Made Romeo Eka Agastia. Mutiara lain di SMPN 11 Denpasar adalah Sayu Bella Sukmadewi juara II balap sepeda Pra-PON 2020 dan Pande Made Jaya Sedana Putra, juara I balap sepeda nasional. Sementara itu empat siswanya dikirim menjadi duta Bali pada sepak bola dalam Piala Menpora U-14 tahun putaran Nasional di Solo. Mereka adalah I Komang Ari Wirasana, Milan Prada Asura Ongso, Aloysius Figo Mariano dan A.A. Dwi Trisna Putra. Siswa binaan Eka Pradana Putra. Kepala SMPN 11 Denpasar Drs. Putu Jaya, M.Psi. mengaku siswa dan gurunya tak pernah mengalah jika diajak berlomba melahirkan prestasi. Sekalipun sekolah berada di luar pusat kota, dia bangga mendidik anak-anak Serangan ibarat mutiara terpendam, dipoles sedikit menjadi siswa berprestasi. Dia menegaskan sebagian besar prestasi yang diperoleh dibantu dari dana komite. Termasuk pemasangan CCTV di 35 titik, pembangunan satu

OLIMPIADE - Siswa SMPN 11 Denpasar Ni Kadek Putri Dwipayanti bersama guru pembinanya meraih juara II Olimpiade Bahasa Indonesia se-Bali. ruang kelas baru, pembangunan lab komputer dua ruang, dan pembangunan taman lingkungan sekolah. Dana komite juga dipakai menerapkan PBM berbasis IT, membangun enam ruang kelas baru dilengkapi LCD dan wifi. Gebrakan lainnya yakni menata lab, perpustakaan, membeli gamelan, menata tembok panyengker, menata kantin dan pertamanan. Jadilah kini SMPN 11 Denpasar sesuai visinya yakni ‘’Berprestasi, berakhlak mulia, cinta lingkungan berlandaskan nilai budaya dan berkarakter’’ pembangunan fisik didanai dari dana komite. Makanya dia mengajak guru d a n ka r y a w a n h a n y a f o ku s pada upaya peningkatan mutu pendidikan. Salah satu terobosan sekolah ini yakni menggunakan dana komite untuk mensubsidi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 3 Denpasar. Hal ini dilakukan sekolah di kawasan Desa Serangan ini belum memiliki unit

komputer yang memadai. Untuk itu, SMPN 11 Denpasar berani memberi subsidi semua biaya UNBK kepada anak didiknya. Ini artinya, sekolah membantu meringankan beban masyarakat karena siswa tak dikenakan biaya tambahan UNBK. Termasuk biaya dua kali simulasi, geladi bersih dan latihan. Putu Jaya sejak memimpin sekolah ini 2013 sadar benar bahwa guru berprestasi akan mampu menghasilkan siswa berprestasi. Untuk itu di tengah minimnya dana pengelolaan sekolah, dia tetap memotivasi gurunya membina dengan ikhlas dan berkualitas. Sebelumnya, Ketua Komite I Nyoman Temuantara, S.E. mengungkapkan rasa bangganya karena prestasi anakanaknya hingga go national dan international. Bahkan 75 persen lulusannya diterima di sekolah negeri. ‘’Komite mendukung program sekolah guna melahirkan sekolah yang rindang, sejuk, bersih, disiplin dan berprestasi,’’ tegas Temuantara. (ad370)

International Conference on Sustainability Science and Management Diikuti 230 Orang dari 12 Negara

UNIVERSITAS Udayana (Unud) dipercaya menjadi tuan rumah International Conference on Sustainability Science and Management: Advanced Technology in Environmental Research. Kegiatan ini merupakan gabungan dari The 9th Indonesia Japan Joint Scientific Symposium (IJJSS) tahun 2019, 2th Coastal Resilience and Climate Change Adaptation (Corect) dan Seminar on Microwave Remote Sensing (Somires) 2019. Konferensi diikuti 230 orang dari 12 negara ini dilaksanakan di Hotel Werdhapura, Sanur, Denpasar Selatan, dibuka Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan SDM Ni Luh Made Wiratmi, Kamis (14/11) kemarin ,serta berlangsung hingga Jumat (15/11) ini. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., M.Hum. menyampaikan, kegiatan ini merupakan kerja sama bertingkat. Di internal Unud merupakan kerja sama antara program pascsarjana dengan Fakultas Kelautan dan Perikanan. Kemudian di level universitas, Unud bekerja sama dengan Universitas Brawijaya dan Chiba University sebagai pelaksana konferensi tahun ini. Menurut Prof. Wyasa Putra, sebenarnya kegiatan ini merupakan satu bagian dari kerja sama internasional yang terus tumbuhkan di Unud. ‘’Kita berharap hasilhasilnya bisa bermanfaat tidak hanya bagi para pengajar tetapi

KONFERENSI - International Conference on Sustainability Science and Management: Advanced Technology in Environmental Research dilaksanakan di Hotel Werdhapura, Sanur, Denpasar Selatan. juga bagi mahasiswa, pemerintah dan masyarakat pada umumnya,’’ ujarnya. Sedangkan tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut memperkenalkan advanced technology untuk riset lingkungan. Jadi suatu konferensi itu adalah tempat untuk berbagai hasil riset, pengalaman-pengalaman dalam penggunaan temuan-temuan baru dalam bidang teknologi. Ending dari konferensi ini adalah teknologi ini tidak hanya milik negara-negara maju, tetapi bisa diserap di Indoneia untuk kepentingan dalam mengatasi berbagai masalah. Teknologi yang dibahas dalam konferensi ini yang erat hubungannya dengan perubahan iklim. Saat ini sedang berhadapan dengan masalah polusi, konsentrasi korbondioksida yang terlalu tinggi di atmosfer mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat. Ini mengakibatkan

perubahan iklim. ‘’Perubahan iklim mengakibatkan pencarian es di kutub utara dan selatan sehingga kenaikan air laut. Ini adalah persoalan besar bagi kita sebagai negara kepulauan,’’ ujarnya. Ketua Panitia I Wayan Gede Astawa Karang, Ph.D. mengatakan, peserta konferensi ke-9 ini dari 12 negara berbeda yaitu Asia, Eropa dan Amerika. Menghadirkan enam pembicara kunci mewakili masing-masing universitas terkemuka di dunia dari Hawaii, Italia, Jepang, Taiwan dan China. ‘’Dengan kehadiran pembicara kunci tersebut bisa berbagi advanced technology, bisa diserap dan digunakan di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan tiap tahun tapi pelaksananya bergilir. Tahun 2019 ini Universitas Udayana ditunjuk sebagai tuan rumah bekerja sama dengan Universitas Brawijaya,’’ ungkapnya. (ad347)

LPPM Unud Selenggarakan ICoSTH Bali Ke-2

Rektor Unud Berharap Publikasi Hasil Penelitian Dorong Pembangunan Berkelanjutan LEMBAGA Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana (LPPM Unud) menyelenggarakan International Conference od Science, Technology, and Humanity (ICoSTH) Bali ke-2 tahun 2019, selama dua hari, dari tanggal 14-15 November di Patra Jasa Hotel. Konferensi internasional bertemakan ‘’Strengthening Collaboration of Science, Tecnhnology, and Humanities Towards Sustainable Development’’ mengundang keynote speaker Prof. Nyoman Darma Putra. Sejak tahun 2014, LPPM Unud telah menggelar konferensi ini sebagai wadah diskusi masalah kritis terkait perkembangan sains, teknologi, dan humaniora serta dampaknya terhadap inovasi. Tahun 2018, kegiatan ini menjadi konferensi internasional bertajuk ‘’International Conference on Science, Technology and Humanities’’ yang diharapkan dapat memperluas jangkauan publikasi hasil–hasil penelitian di tingkat internasional. Konferensi internasional diisi tiga orang keynote speaker antara lain Leonid Petrov, Senior Lecturer at International College of Management Sydney, Norikazu Shimizu, Professor of Yamaguchi University, dan I Nyoman Darma Putra, Professor of Udayana University. Selain itu terdapat delapan invited speaker yaitu Dr. Khairul Adha A. Rahim dari Universiti Malaysia Sarawak, Malaysia; Prof. Myunggi Baik dari Seoul National University, South Korea; Dr. Viachaslu Filimonau dari Bournemouth University, UK; Prof. Marcos Bosquetti dari Federal University of Santa Catarina, Brazil; Assoz. Prof. Ing. Mag. Dr. Thomas Hofer dari University of Inssbruck, Austria; Dr. Yasna Sigh, Antropologist, Denmark; Gregory Labarre dari Rajamanggala University of Technology Krungthep, Bangkok, Thailand; Dr. Michael Fletcher dari University of Melbourne. Selama dua hari pelaksanaannya, terdapata

368 paper dan 529 poster dari para akademisi dan peneliti yang dipresentasikan. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). mengatakan, akademisi telah banyak menghasilkan penelitian, namun banyak pula yang belum dipublikasikan. Konferensi internasional ini menjadi wadah bagi pertemuan bagi para akademisi dan peneliti untuk mempresentasikan penelitiannya, bertukar informasi, dan mengembangkan kerja sama. ‘’Konferensi ini dihadiri para peneliti dari berbagai bidang ilmu pengetahuan dari seluruh Indonesia. Hasil-hasil penelitian akademisi ini kami harap dapat memberikan ide dan solusi untuk memperkuat peran Indonesia dalam pembangunan berkelanjutan,’’ jelasnya usai membuka acara, Kamis (14/11) kemarin. Kata Sudewi, merupakan suatu kewajiban bagi peneliti, dosen dan juga melibatkan mahasiswa untuk mendiseminasikan hasilhasil penelitiannya. Acara ini berkelanjutan dilakukan dari tahun ke tahun dan dikembangkan menjadi event berskala internasional kedua. Sebelumnya telah dilakukan kegiatan serupa selama empat kali namun dengan sekala

DAIHATSU kembali mengupdate pencapaian penjualannya pada Oktober 2019. Tercatat market share untuk penjualan ritel Daihatsu pada Oktober 2019, mengalami kenaikan menjadi 17,6% dibandingkan September 2019 lalu yang sebesar 15,9%. Pada Oktober 2019, Daihatsu juga mencatat total angka retail sales mencapai 15.578 unit, dan whole sales sebesar 17.530 unit. Jika dibandingkan dengan bulan September sebelumnya, secara volume, penjualan Daihatsu mengalami peningkatan pada retail sales sebesar 18,8% dari 13.112 unit menjadi 15.578 unit. Seperti data tabel di atas, penjualan total ritel Daihatsu pada Oktober 2019, dari 15.578 unit, didominasi oleh Sigra dengan pencapaian 4.436 unit atau berkontribusi sebesar 28,5%. Selain itu, penjualan terbesar lainnya juga disusul oleh Gran-

Max (PU) 3.336 unit (21,4%) dan Terios 2.075 unit (13,3%). Untuk Ayla, GranMax (MB) dan Xenia berada di angka 1.600 – 1.900-an unit (10-12%). Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, hampir semua

nasional. Penelitian-penelitian memang harus dihilirisasi, dan diaplikasikan oleh masyarakat bahkan mempunyai dampak bernilai ekonomi yang menyejahterakan. Diakui ada beberapa hasil penelitian yang sudah diaplikasikan, misalnya produk–produk yang dihasilkan oleh farmasi, kedokteran, pertanian dan peternakan serta teknik. Ketua LPPM Unud Prof. I Gede Rai Maya Temaja berharap hilirisasi hasil penelitian merupakan kewajiban sebagai pengelola penelitian dan pengabdian. ‘’Jadi kita siapkan energi dana untuk mendorong hasil–hasil penelitian yang applicable,’’ ujarnya. Tahun ini Rektor Unud menggelontorkan dana yang cukup besar yaitu tambahan Rp 17 miliar dari yang biasanya Rp 12 miliar hanya untuk melakukan inovasi hilirisasi hasil-hasil penelitian. ‘’Jadi memperkuat penelitian yang ke arah industri,’’ imbuhnya. Ia berharap hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasi dapat menjadi pertimbangan pengambilan kebijakan dan solusi permasalahan di masyarakat, terutama mewujudkan pembangunan berkelanjutan. (ad365)

PEMBUKAAN ICOST - Rektor Unud, Ketua LPPM Unud, keynote speaker dan invited speaker foto bersama usai pembukaan ICoST kedua tahun 2019.

Oktober 2019, Penjualan Ritel Daihatsu Naik 18,8%

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

model Daihatsu mengalami tren positif pada penjualan ritelnya. ‘’Kami bersyukur, penjualan Daihatsu menunjukkan tren positif, dengan kenaikan hampir di seluruh model Daihatsu. Hal ini didukung oleh program-program penjualan yang Daihatsu lakukan,’’ ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns1

t


Jumat Wage, 15 November 2019

Pencuri Pistol Kapolsek Dituntut Tiga Tahun Denpasar (Bali Post) I Wayan Soma (45) alias Yeremia, terdakwa yang mencuri pistol milik Kapolsek Kota Negara, Jembrana Kompol I Ketut Maret, Kamis (14/11) kemarin dituntut pidana penjara selama tiga tahun. JPU Cokorda Intan Merlany Dewie dalam surat tuntutan menyatakan terdakwa melakukan tindak pidana pencurian sebagai mana diatur dan diancam dalam Pasal 362 KUHP. Masih menurut jaksa, yang memberatkan tuntutannya karena berstatus residivis kasus curat. Sedangkan hal yang meringankan yang bersangkutan bersikap sopan dalam persidangan dan mengakui serta menyesali perbuatannya. Aksi pelaku dilakukan pada 3 Agustus 2019 sekitar pukul 21.15 Wita, bertempat di tempat parkiran mobil Pura Sakenan, Desa Serangan, Denpasar Selatan. Dijelaskan jaksa, pria asal Klungkung itu ditangkap setelah mengambil sesuatu berupa tas kulit warna hitam yang berisikan satu unit senpi jenis HS-9 Cal 9X19, H190073 warna hitam Made In Crotia, 4 butir peluru, KTP, SIM C, KTA Polri, dan 3 buah kartu ATM, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, yakni milik I Ketut Maret. Dijelaskan, awalnya terdakwa datang ke Pura Sakenan untuk sembahyang. Setelah

selesai sembayang, terdakwa kemudian jalan-jalan di seputaran areal parkiran mobil dan melihat mobil Daihatsu Taft Jeep warna hijau DK 1904 RT sedang parkir dengan kondisi pintu di bagian kemudi tidak tertutup rapat. Saat itulah niat terdakwa muncul dan melakukan aksi pencurian. Berhasil mengambil tas tersebut, terdakwa bergegas pergi dan mencari ojek di jembatan Suwung Bantak Kendal. Setelah itu, terdakwa memeriksa isi tas dan melihat satu pucuk senpi. Kemudian terdakwa mengambil senpi tersebut dan menyelipkannya di pinggang. Sedangkan tas beserta isi lainnya dibuang ke sungai. Atas hasil curiannya, terdakwa menuju Pasar Kreneng untuk menjual senpi berisi 4 butir peluru. Terdakwa menjual senpi itu ke Kadek Sudarma, yang awalnya dibayar Rp 500 ribu. Hanya malamnya batal karena mengetahui pistol itu asli. Terdakwa dan Sudarma bertemu pada 4 Agustus 2019 di dekat Pura Goa Lawah Klungkung. Saksi Sudarma pun menyerahkan senpi tersebut ke terdakwa. Setelah membawa senpi tersebut ke Gor Lila Buana dengan maksud untuk disembunyikan dengan cara dikubur. Hingga akhirnya polisi mengendus informasi itu dan pelaku ditangkap. (kmb37) Bali Post/ist

PENGHARGAAN - Dirlantas Polda Bali Kombes Pol. A.A Made Sudana ketika menerima penghargaan dalam penyelenggaraan Millennial Road Safety Festival (MRSF) 2019 di acara Rakernis Korps Lalu Lintas Polri di Hotel Discovery, Kuta, beberapa waktu lalu.

Ditlantas Polda Bali Dapat Penghargaan MRSF dari Kapolri

Bali Post/ist

BRANKAS - Kantor LPD Serampingan dibobol maling dan brankas berisi uang puluhan juta dibuang pelaku di depan pabrik penyosohan beras.

Brankas LPD Serampingan Dibobol Maling Uang Rp 85 Juta Raib

Tabanan (Bali Post) Kasus pencurian terjadi di wilayah hukum Polsek Selemadeg Timur. Rabu (13/11) lalu, maling menyasar LPD Serampingan di Banjar Serampingan, Desa Megati, Selemadeg Timur. Brankas milik LPD setempat dibobol dan uang sebesar Rp 85 juta berhasil dibawa kabur. Sementara beberapa BPKB dan sertifikat agunan pinjaman masih utuh. Brankas tersebut ditemukan di depan pabrik penyosohan beras. Informasi yang dihimpun, saksi yang merupakan warga setempat I Made Surya Irawan (35) hendak mengambil sekam di pabrik penyosohan beras sekitar pukul 07.15 Wita. Begitu tiba di depan pabrik, saksi terkejut melihat sebuah brankas tergeletak. Saksi pun memberitahukan hal itu kepada petugas Babinkamtibmas setempat dan juga melapor ke Polsek Seltim. Berdasarkan laporan tersebut, petugas dari Reskrim Polsek Seltim datang ke lokasi

melakukan olah TKP. Petugas langsung memasang garis polisi di lokasi. Petugas mengecek brankas yang sudah rusak dan terbuka. Tidak ada isinya, selain beberapa buku BPKB dan sertifikat milik warga yang dijadikan agunan atau jaminan pinjaman. Sementara dalam pemeriksaan di kantor LPD Desa Adat Serampingan ditemukan jendela terbuka bekas dicongkel. Pelaku masuk lewat jendela dan mengambil brankas yang ada. Dalam pemeriksaan di lokasi tersebut juga dihadirkan Ketua LPD I Nyoman Suryanta (51) dan mengatakan kalau di dalam brankas tersebut ada uang sebesar Rp 85 juta serta beberapa BPKB dan sertifikat agunan. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskan dari hasil olah TKP, pelaku masuk ke kantor LPD dengan cara mencongkel jendela. “Pelakunya masih lidik,” katanya, Kamis (14/11) kemarin. (kmb28)

Denpasar (Bali Post) Tiga warga negara Bulgari yakni Boycho Angelov Karadzhov (41), Filip Aleksndrov Lyamov (45), dan Stoyan Vladimirov Stoyanov (37), Kamis (14/11) kemarin diadili kasus skimming. Mereka diduga mencuri data nasabah BNI melalui mesin ATM. Jaksa penuntut umum (JPU) Ida Ayu Ketut Sulasmi dalam sidang yang dipimpin hakim I Wayan Gede Rumega tersebut menjerat ketiga terdakwa dengan dua pasal. Pada dakwaan primer adalah Pasal 30 ayat (2) jo Pasal 46 ayat (2) UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan dakwaan subsider, adalah Pasal 30 ayat (1) jo Pasal 46 ayat (1) UU yang sama. Kata jaksa, para terdakwa telah dengan sengaja tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer atau sistem elektronik dengan cara apa pun dengan maksud memperoleh informasi elektronik atau dokumen elektronik. Dalam surat dakwaan disebut, komplotan

ini sudah beraksi di dua tempat yang berbeda. Pertama, di mesin ATM BNI Apotek Restu Madika di Jalan Komodo No. 6-8, Denpasar pada 1 September 2019. Kedua, di mesin ATM BNI Pande Putri 2 di Jalan Tunggak Bingin, Sanur, Denpasar pada 3 September 2019. Aksi ketiganya berhasil diendus pihak polisi atas laporan pihak BNI Denpasar terkait adanya aktivitas WNA yang melakukan transaksi mencurigakan di beberapa ATM BNI di wilayah Denpasar. Awalnya polisi mencurigai tiga orang asing yang selalu bersama-sama mengendarai mobil Toyota Avansa warna putih DK 1701 FO yang datang ke beberapa mesin ATM BNI wilayah Denpasar untuk melakukan transaksi. Aksi mereka kemudian terekam CCTV. Terlihat para terdakwa membagi peran. Boycho masuk ke ATM untuk bertransaksi menggunakan kartu putih, Stoyan mengawasi situasi ATM atau pengawal dan Filip sebagai sopir. Mereka pun akhirnya ditangkap. (kmb37)

Tiga Warga Bulgaria Diadili Kasus ’’Skimming’’

Denpasar (Bali Post) Pelaksanaan event akbar yakni Millennial Road Safety Festival (MRSF) yang digelar Ditlantas Polda Bali di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, pada 17 Februari 2019, sempat menjadi perhatian warga Bali. Sebab, pada pagelaran itu, puluhan ribu warga datang untuk meme-

riahkan kegiatan tersebut. Berkat kerja keras seluruh jajaran Ditlantas Polda Bali di bawah komando Kombes Pol. A.A. Made Sudana, kegiatan tersebut berjalan sukses, aman dan damai. Atas kesuksesan kegiatan tersebut, Jenderal Tito Karnavian yang saat itu masih menjabat sebagai Kapolri

sangat mengapresiasi dengan memberikan penghargaan kepada Ditlantas Polda Bali. Penghargaan tersebut diserahkan saat acara Rakernis Korps Lalu Lintas Polri di Hotel Discovery, Kuta, beberapa waktu lalu. ‘’Polantas, dalam menjalankan tugasnya agar tidak melakukan hal yang dapat menurunkan kepercayaan

publik,’’ kata Kakorlantas Polri Irjen Pol. Refdi Andri. Ia menjelaskan, selain menjalankan tugas dengan baik, Polantas juga mesti kerja berbasis SOP dan tingkatkan pelayanan publik dengan kedepankan sistem IT sesuai dengan program prioritas Kapolri. Disampaikan pula, apresiasi terhadap

jajarannya yang telah bekerja dengan baik, sehingga diberikan reward untuk memotivasi kinerja yang lebih baik. Untuk reward ini berdasarkan Surat Keputusan Kapolri No : Kep/1696/IX/2019 yakni pemberian penghargaan kepada Ditlantas Polda Bali yang berprestasi dalam penyelenggaran MRSF 2019. (kmb21)

Mantan Kepala BPN Badung Bersaksi

Uang Rp 10 Miliar dari Sudikerta Diakui Pinjaman Denpasar (Bali Post) -

Mantan Kepala BPN Badung Tri Nugraha akhirnya bersaksi, Kamis (14/11) kemarin, dalam dugaan penipuan dan TPPU kasus jual-beli tanah senilai hampir Rp 149 miliar dengan terdakwa mantan Wakil Gubernur (Wagub) Bali Ketut Sudikerta, Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung. Di hadapan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi, oleh tim JPU Ketut Sujaya dkk., saksi tampak diberondong berbagai pertanyaan, khususnya soal uang Rp 10 miliar yang diterima Tri Nugraha dari Sudikerta. Uang sebanyak itu sempat disimpan ke rekening istri Tri Nugraha atas nama Dian Fatmayanti. Di depan persidangan, Tri Nugraha menyebut jika uang itu adalah pinjaman atau utang dari Sudikerta. Terdakwa Tri Nugraha mengaku uang tersebut sudah dikembalikannya. ‘’Ada kuitansinya juga,’’ kata Tri Nugraha.

Atas jawaban itu, jaksa menanyakan soal hasil pemeriksaan di Polda Bali, jika disebut uang Rp 10 miliar itu adalah uang fee penjualan tanah oleh Sudikerta kepada pihak Maspion Group. Tri Nugraha mengatakan, jika dalam percakapan telepon adalah fee, tetapi saat bertemu adalah pinjaman. ‘’Jadi itu pinjaman karena kan enggak

ada prestasi dari saya. Saya hanya tanda tangan saja,’’ ucap saksi yang juga mantan Kepala BPN Badung itu. Yang menarik, uang tersebut sempat digunakan membeli kebun di daerah Lubuk Linggau, Sumatera Selatan dan di wilayah Lombok, NTB. Kembali soal pinjaman cuma Rp 10 miliar menjadi bahan pertanyaan karena

Denpasar (Bali Post) Guru berperan ganda di masyarakat. Selain sebagai guru pengajian di sekolah, mereka juga menjadi tokoh panutan di masyarakat da-

lam segala hal. Termasuk dalam mentransferkan nilainilai pendidikan karakter. Kini PGRI Bali mengambil inisiatif membentuk guru berkarakter lewat seni ge-

guntangan. Hal itu terungkap saat puluhan guru di Bali terlibat dalam lomba geguntangan serangkaian HUT ke-74 PGRI dan Hari Guru

dinilai tidak masuk logika. ‘’Saya saja pinjam uang ke BRI Rp 200 juta syaratnya banyak sekali. Harus gadaikan SK, foto ini dan itu. Ini enak sekali. Rp 10 miliar tanpa jaminan apa pun,’’ sentil hakim Esthar. Tri Nugraha pun terdiam. JPU Martinus mempertegas kembali uang Rp 10 miliar tersebut. ‘’Pinjaman, karena tidak ada prestasi saya juga dalam penjualan tanah. Saya hanya tanda tangan sertifikat,’’ terangnya. Sementara hakim Kony Hartanto mengejar uang yang digunakan Tri Nugraha untuk apa saja. Saksi Tri Nugraha mengatakan, un-

tuk mengambil cek uang Rp 10 miliar dirinya bertemu dengan Sudikerta di ruangan Wagub Bali. Saat itu, Sudikerta baru saja terpilih sebagai Wagub Bali. Hakim Esthar kemudian bertanya apakah pernah meyakinkan korban Alim Markus bahwa tanah di Balangan tidak bermasalah dan bisa dibeli? Tri Nugraha membantah tidak pernah meyakinkan Alim Markus. ‘’Anda jangan bohong. Ini ada keterangan saudara di penyidik Polda Bali bahwa tanah di Balangan tidak bermasalah,’’ sodok hakim Esthar. ‘’Kalau itu betul, Pak,’’ akunya. (kmb37)

Nasional 2019 di IKIP PGRI Bali, Kamis (14/11) kemarin. Seni geguntangan diambil, menurut Ketua PGRI Bali Dr. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., selain sedang ngetren dilakoni para guru juga merupakan kombinasi gambelan tradisi dengan seni vokal serta syair pupuhnya sarat mengandung nilai-nilai pendidikan karakter. Makanya dia menegaskan untuk bisa mencetak siswa berkarakter, gurunya harus tampil berkarakter lebih dulu. Hal itu juga menjadi penekankan pada Permendikbud soal Pendidikan Karakter melalui kearifan lokal. ‘’Lewat seni, kita menemukan keharmonisan baik olahrasa, olahhati, olahpikir, dan olahraga. Bahkan lewat seni kita bisa memperhalus budi. Sasaran

inilah yang ingin dicapai agar semua guru mengajar dengan harmonis,’’ katanya. Seni geguntangan, katanya, mengandung keindahan melalui harmoni nada-nada yang disajikan. Juga sebagai media komunikasi yang mempersatukan masyarakat Bali. Sisi lainnya bisa dipakai hiburan yang sarat dengan edukasi. Lomba geguntangan antarguru se-Bali berjalan semarak. Kadis Kebudayaan Bali Dr. I Wayan Kun Adnyana memberi apresiasi bahwa guru perlu lebih banyak dilibatkan dalam urusan seni. Faktanya, potensi guru di Bali sangat luar biasa, apalagi diadakan di IKIP PGRI Bali yang menjadi pusat pengembangan pendidikan karakter. (025)

Membentuk Guru Berkarakter Melalui Geguntangan

Bali Post/sue

GEGUNTANGAN - Para guru se-Bali tampak mengikuti lomba geguntangan.

t


Jumat Wage, 15 November 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menjadikan Literasi sebagai Gerakan Strategis MINAT baca menjadi tantangan serius dalam memajukan dunia pendidikan. Padahal, membaca merupakan salah satu faktor utama dalam menuju kecerdasan. Turunnya minat baca dan terabaikannya upaya-upaya membangun budaya membaca diyakini akan memperburuk kualitas generasi muda. Terlebih kini pola pembelajaran tak lagi menjadi sebagai rujukan utama. Metode pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan online membuat perpustakaan sekolah juga minim pengunjung. Maka ke depan, gerakan menuju pembudayaan minat baca haruslah menjadi agenda strategis. Kesadaran membangun minat baca harus digaungkan di semua lini. Kita harus menyadari bahwa membaca itu penting, bahkan sangat penting. Di sinilah peran sekolah menjadi sangat strategis untuk membudayakan gerakan membaca. Guru tentu harus kreatif dan menyiapkan bahan pelajaran yang bisa mengajak siswa membaca untuk tahu materi yang diajarkan. Metode pembelajaran guru juga mengarah pada upaya-upaya yang terukur untuk menuju Gerakan Literasi Sekolah (GLS) menjadi efektif. Selain itu, sekolah harus memosisikan buku sebagai gudang ilmu yang bisa membawa kita menuju masa depan yang lebih cemerlang. Untuk itulah, sekolah harus menjadi pilihan utama dalam mengajak anak untuk gemar membaca. Format perpustakaan sekolah mungkin bisa dibenahi agar sesuai dengan selera anak sekolah kekinian. Jika dulu modelnya sangat konvensional dengan ruang baca seadanya, maka perpustakaan sekolah harus dibenahi total. Di sinilah, inovasi pengelola sekolah diperlukan. Dalam era kekinian, hal gerakan membaca semacam ini mesti tetap diingatkan, dilakukan, dan bahkan ditingkatkan. Namun, beberapa penelitian mengungkapkan, minat baca di kalangan siswa kita masih kalah jauh dibandingkan dengan masyarakat negara lain. Tidak mengapa. Tidak masalah, sepanjang hal ini dimaklumi dan kemudian diupayakan cara, jalan keluar, solusi yang lebih solutif bagaimana keluar dari masalah ini. Kini, ruang untuk membudayakan minat baca sangat terbuka. Pegiat literasi tumbuh secara alamiah dan siap mendedikasikan diri untuk menuju kesadaran membaca. Semangat ini hendaknya dikelola secara proporsional. Ketika banyak semangat untuk membangun iklim literasi di kalangan generasi muda mesti dilakukan secara sinergis. Tidak hanya oleh kalangan akademis, sekolah, kampus dan sebagainya. Tetapi juga oleh kalangan orangtua yang memang lebih banyak mendapatkan sesi waktu bersama mereka. Di tengah gempuran gadget serta informasi dunia maya yang tidak semuanya edukatif, maka tugas menjadi tentu lebih sulit. Kemungkinan mereka menjadi generasi yang ‘’iliterasi’’ menjadi semakin terbuka. Teralinasi dari lingkungan sudah menjadi fakta yang tidak terbantahkan. Sudah ada di depan mata dan banyak keluhan dari para orang tua, guru, serta kalangan lainnya. Belum ada langkah strategis membuat mereka beralih pada hal-hal yang lebih positif. Membiarkan mereka semakin asyik dan terasing dengan dunia maya tentu menjadi persoalan yang berbahaya. Bacaan yang bermutu serta bergizi saja tentu tidak cukup. Mengkombinasikannya dengan kemampuan serta potensi local genius di masingmasing daerah menjadi langkah yang barang kali sangat menjanjikan. Masing-masing daerah punya kekhasan, kekayaan, serta pengalaman hidup yang tentu sangat menarik untuk dikembangkan menjadi sesuatu ramuan serta olahan edukatif. Mereka akan menjadi sosok yang partisipatif dan evaluatif.

SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Permohonan Bantuan Dana Pembangunan Pura Agung Blambangan

Dalam rangka melengkapi bangunan tempat suci kami, maka dengan ini kami sampaikan permohonan bantuan dana pembangunan pura. Perlu dimaklumi terlebih dahulu bahwa unit-unit bangunan sebelumnya yang kami rintis bangunan suci pokok seperti: (1) Candi, yang kami beri nama Candi Luhur Moksajati Dalem Puri Blambangan. (2) Pura, yang kami beri nama Pura Sendang Nusantara. (3) Patirtan, yang kami beri nama Patirtan Gajahmina. Yang ketiganya merupakan satu kelompok kesatuan dalam suatu areal. Di samping bangunan pokok tersebut kami juga telah sempat benah-benah membangun lingkungan dan yang terakhir pada tahun 2018 yang lalu kami telah sempat pula membangunan Bale Gede sebagai kelengkapan Pura. Sebagai tradisi bangunan suci Hindu semacam itu diperlukan ‘’gapura masuk’’ ke lokasi areal suci yang dinamai ‘’candi kurung’’ dan inilah yang kami rencanakan untuk dibangun pada periode tahun 2019 sekarang ini. Mengingat keterbatasan kami dalam hal finansial maka mohon perkenannya untuk memberikan bantuan. Demikianlah permohonan kami dan atas perhatian serta kemurahannya kami sampaikan terima kasih. Achmad Riyadi, S.Pd. Ketua Panitia

Guru dan Buku Tantangan Nyata GLS Selama Oktober-November 2019, Balai Bahasa Bali menyelenggarakan kegiatan disiminasi komunitas literasi yang diikuti kurang lebih 400 guru SD di seluruh Bali. Berhadapan dengan para guru yang merepresentasikan keadaan nyata, khususnya dalam hal literasi sekolah, dapat dikemukakan satu persoalan mendasar: guru tidak mengenal buku.Ketika guru mengisi daftar koleksi buku nonteks pelajaran yang dimiliki, mereka tampak malu karena tidak mengenal satu buku pun. Hal ini berarti guru tidak berminat membaca buku. Guru tidak ingin membeli buku. Guru tidak mengoleksi buku. Guru tidak menilai bahwa buku sangat penting. Guru meremehkan peranan buku.

L

Oleh Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.

antas, ketika Gerakan Literasi Sekolah (GLS) tercetus tahun 2015, guru menjadi penggerak literasi di sekolah. Apa lacur, GLS berhadapan dengan guruguru yang tidak literat. Maka guru hanya berperan semu dalam GLS. Mereka tidak tahu, bagaimana seharusnya berperan. GLS pun berjalan tanpa arah. Seorang penggerak literasi harus seorang yang literat. Memiliki pengalaman membaca dalam hidupnya. Mengetahui dunia perbukuan. Memiliki cita rasa bacaan. Mendapat manfaat besar dari aktivitas membaca buku. Membaca buku telah terintegrasi dengan diri dan hidupnya. Maka seorang yang demikian, dan jika ia adalah seorang guru, maka akan sangat mudah menjadi penggerak literasi. Memerhatikan kondisi guru yang antibuku/antimembaca dalam kaitan dengan GLS maka program tersebut tidak bisa mengubah keadaan. GLS harus berubah arah. Guru bergeming. Para pegiat gerakan literasi tidak percaya dengan GLS. Alasannya jelas, guru-guru tidak mengenal buku. Karena itu, di masyarakat berkembang gerakan literasi yang digawangi oleh aktivis-aktivis literasi yang berpengalaman nyata, baik sebagai pembaca dan penulis buku. Esai ini bertujuan untuk mengatakan kepada pemerintah bahwa terjadi permasalahan krusial di kalangan guru, mereka tidak membaca. Bagi guru, hal ini dianggap biasa. Pemerintah

daerah juga kurang jeli dan beralih dari persoalan ini. Faktor literasi diri guru adalah salah satu indikator kualitas SDM pendidikan. Pengetahuan guru menyusut dan mengerdil karena tidak diperbarui lewat membaca buku. Lalu, siswa “disusui” oleh guru-guru yang demikian. Maka dapat ditebak, apa jadinya. Sejalan dengan masalah yang dibicarakan dalam esai ini, literasi guru harus menjadi salah satu pendekatan dan tindakan nyata meningkatkan mutu SDM pendidikan. Literasi yang ditangani lewat GLS hanya untuk siswa. Padahal, guru sendiri secara sangat umum belum literat. Mengubah keadaan dari guru iliterat menjadi guru literat adalah wujud lain yang lebih kritis implementasi GLS. Guruguru di sekolah harus “digarap”. Guru-guru harus siap melakukan transformasi pada dirinya, menuju pribadi pembaca. Karena itu, praktik GLS garus ganda: GLS bagi siswa dan GLS bagi guru. Guru sendiri harus sadar bahwa GLS-guru sebagai tuntutan profesional. GLS bagi guru adalah untuk meningkatkan kapasitas atau kualifikasi. Hal ini harus menjadi paradigma praktik meliterasi diri. Pribadi yang literat tidak hanya bermanfaat bagi siswa karena peran mengajar dan mendidik, tetapi secara ideologis meningkatkan harkat diri seorang guru. Guru terlalu apriori bahwa literasi hanya untuk siswa dan pada diri mereka persoalan membaca buku sudah selesai karena rasa jemawa sebagai

“penguasa” di kelas-kelas sekolah. Justru sebaliknya, literasi dalam makna “literarus” atau pribadi pebelajar, tidak akan pernah selesai. Literasi bukan suatu pekerjaan yang membutuhkan waktu khusus karena pada masyarakat literasi tinggi, membaca buku untuk mebelajar diri sudah menjadi satu dengan kehidupan. Yang mana hal itu adalah salah satu hasrat atau kebutuhan yang harus dipenuhi. Jika tulisan ini dibaca oleh guru-guru yang disinggung karena adanya permasalahan bahwa mereka tidak mengenal buku, seyogianya menjadi sumbangan kritis untuk mengingatkan lagi bahwa literasi guru masih terkendala. Syukur jika guru-guru dapat menerima kritik ini dan melawan atau menolak pandangan penulis dengan melakukan gerakan literasi yang berbasis pada diri sendiri, gerakan meliterasi diri. Guru menjadi motor literasi untuk meliterasi dirinya. Alangkah arifnya. Diam-diam, di balik gempita semu yang tidak terarah GLS, muncul guruguru yang berjalan sunyi di jalur literasi diri. Guru-guru ini menarik diri dari kerumunan kampanye GLS yang menjadikan dirinya para boneka atau robot yang tidak bisa berbuat banyak. Paling hanya berdiri di depan siswa dengan kata-kata kliese, “Silakan baca karena bacaan sangat penting!” Tapi ini lagi-lagi “tong kosong nyaring bunyinya” karena senyatanya, guru hanya berucap dan tidak berbuat. Gerakan literasi guru mung-

kin tidak harus sama dengan GLS bagi siswa. GLS bagi guru adalah praktik kesadaran belajar lewat membaca buku dan menyampaikan buah pemikiran dengan cara tertulis. Harus ada paradigma kesadaran diri menjadi seorang yang literatus. Guru tidak perlu melihat lingkungan yang antiliterasi. Harus mencoba satu kemungkinan untuk keluar dari lingkungan tersebut, memasuki jalan sunyi literasi. Tapi jalan yang sunyi ini hanya akan dilewati pada tahap permulaan. Pada perjalanan meliterasi diri di tahap-tahap selanjutnya, akan berjumpa dengan banyak orang di jalan literasi yang mungkin sama-sama pada awalnya adalah perjalanan sunyi. Literasi diri adalah retret atau tirakat manusia untuk memasuki dunia pengetahuan yang sangat luas, agung, dan menakjubkan. Pengetahuan yang didapat dengan membaca dalam konsentrasi yang nikmat atau ekstase, akan memberi keluasan wawasan, pembangunan konsep diri dalam hidup, keberanian karena pengetahuan itu adalah kekuatan. Dan, ujung dari semua itu adalah menjadi pribadi yang arif. Literasi yang berbuah kearifan bukanlah jalan instan tetapi melalui proses seseorang dalam jalan literasi yang digerakkan oleh paradigma kesadaran diri menjadi literatus, dibingkai atau ada di dalam lorong sebuah koridor: menjalani profesi guru. Guru adalah profesi yang berkaitan dengan pengelolaan pengetahuan yang dijalankan dalam sistem pengajaran. Maka literasi adalah dasar dari profesi ini. Karena itu, adalah hal yang memalukan jika guru tidak literat. Lebih bikin malu lagi jika guru pura-pura literate dan menjadi para “penjaga gawang” GLS. Paradigma baru dalam GLS, yang mana guru harus menjadi sasarannya adalah tindakan yang sangat terpuji dalam mengkritisi diri sendiri. Guru melakukan peningkatan kualitas diri secara proaktif dan mandiri dengan jalan meliterasi diri, den-

gan membaca buku yang bagus, secara berkesinambungan. Ada kesadaran untuk menjadi pribadi literatus dengan pendekatan praktik sosial literasi diri. Jalan literasi diri mendekatkan guru dengan buku dan dunianya. Penulis, dosen Undiksha-Singaraja, Pegiat Gerakan Literasi Akar Rumput pada Komunitas Desa Belajar Bali

POJOK Pariwisata Indonesia maju dengan kekuatan budaya bangsa. - Budaya bangsa tidak ada duanya. *** Sebagian besar APBD untuk birokrasi, rakyat hanya dapat sisa. - Rakyat tetap sengsara. *** Istri pelaku Bom Medan berencana lakukan teror di Bali. - Bali tetap jadi target.

Info Singaraja FM 081933004217

infosingarajafm

Jaga Keamanan Buleleng RENCANA kenaikan iuran BPJS kembali mengemuka pada acara Suara Buleleng, Kamis (14/11) kemarin. Masyarakat menilai kenaikan itu sangat memberatkan. Selain soal BPJS juga disorot soal kasus pelecehan seksual yang terjadi beberapa hari lalu di Buleleng. Berikut rangkumannya. Gung Surya di Lovina mengemukakan soal pembangunan Buleleng di segala sektor. Untuk itu, jangan sampai para pelaku kejahatan akan berupaya mengganggu perkembangan situasi di Buleleng. Ia pun berharap pada seluruh warga masyarakat bersama dengan aparat keamanan agar terus bergandengan tangan mengamankan Buleleng.

Terkait rencana kenaikan iuran BPJS, ia menilai sangat memberatkan. Terutama masyarakat yang berpenghasilan rendah. Untuk itu, ia mengingatkan pemerintah daerah agar membantu masyarakat. Misalnya memberikan subsidi terhadap iuran yang selama ini mereka bayar. Selain itu, pelayanan terhadap peserta BPJS agar

terus ditingkatkan kualitasnya. ‘’Semoga ada solusi dari pemkab sehingga warga mendapatkan pelayanan kesehatan,’’ tegasnya. Sengen di Nagasepeha juga menyoroti rencana kenaikan iuran BPJS. Ia berhadap agar wakil rakyat bisa menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat. Jangan sampai saat memerlukan bantuan suara dari masyara-

kat menyatakan siap membela rakyat. Namun, kenyataannya setelah menduduki jabatan apa yang sudah diucapkan nyaris tak terdengar. Untuk itu, para wakil rakyat dan pejabat perlu menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat guna melindungi kepentingan warga. Gung De yang beralamat di Jalan Ngurah Rai kembali menyoroti persoalan pelecehan seksual yang baru-baru ini terjadi di Buleleng. Terlambatnya penanganan kasus pelecehan seksual di Buleleng perlu mendapatkan respons dari aparat penegak hukum agar cepat dilakukan proses

penyidikan. Sehingga mampu memberikan penanganan secara profesional. Apalagi korbannya adalah anak di bawah umur. Jangan sampai dengan terlambatnya penanganannya akan membuat pelaku lainnya semakin garang beraksi. Selain soal pelecehan seksualitas, ia juga menyoroti penanganan sampah di TPA Bengkala. Menurutnya, TPA tersebut sudah overload dan berupaya akan dipindahkan ke wilayah Gerokgak. Semoga hal ini bisa dilakukan oleh Pemkab Buleleng dan Dinas LH dengan memanfaatkan teknologi modern. (kmb)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata, Nyoman Winata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Wage, 15 November 2019

Program ’’One Man One Hope’’

PLN Bali Bantu 29 Warga Kurang Mampu di Tabanan PROGRAM One Man One Hope atau bentuk kepedulian pegawai PLN kepada masyarakat kurang mampu yang belum mendapatkan akses listrik kali ini menyasar sejumlah warga kurang mampu di Kabupaten Tabanan. Terdapat 29 warga Tabanan yang mendapatkan penyambungan listrik gratis melalui program ini. Penyalaan pelanggan program One Man One Hope dilakukan secara simbolis, Kamis (14/11) kemarin, di salah satu rumah warga penerima bantuan yang berlokasi di Banjar Semingan, Desa Petiga, Kecamatan Marga oleh Asisten II Setda Tabanan A.A. Gede Dalem Trisna Ngurah didampingi General Manager PLN Unit Induk Distribusi Bali Nyoman Suwarjoni Astawa. Turut mendampingi Kabag Ekonomi Setda Tabanan I Gusti Putu Ekayana dan Camat Marga I Gusti Agung Alit Adiatmika. Dalam sambutannya, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Bali Nyoman Suwarjoni Astawa menerangkan, gerakan

One Man One Hope ini berupa penggalangan dana sukarela dari para pegawai PLN termasuk pegawai Unit Induk Distribusi Bali. Sumbangan sukarela tersebut dikumpulkan sampai dengan 13 November 2019. Dana terkumpul Rp 431.134.197 dari pegawai PLN Unit Induk Distribusi Bali yang ada di kantor Unit Induk Distribusi Bali, UP2D, UP3 Bali Selatan, UP3 Bali Utara dan UP3 Bali Timur, Unit Pelaksana Transmisi dan Indonesia Power Bali. Anggaran satu sambungan listrik yang lengkap dengan dua lampu serta satu stop kontak per pelanggan adalah Rp 632.500. Artinya, total dana yang telah terhimpun, dapat membantu KK tidak mampu sejumlah 681 KK yang tersebar di Provinsi Bali. Sementara KK yang belum memiliki sambungan listrik sendiri atau belum memiliki id_pel sendiri dan tidak mampu berjumlah 1.364 KK berdasarkan data Lisdes per 30 September 2019. Dengan anggaran yang ter-

kumpul tersebut proses penyambungan yang telah dan sedang dilaksanakan lewat program One Man One Hope PLN ini sejumlah 429 KK. Berdasarkan survei, di Kabupaten Tabanan terdapat pelanggan tidak mampu sebanyak 215 KK. Namun baru bisa dilakukan penyambungan melalui program ini sebanyak 79 KK. ‘’Tahap I khusus di Tabanan sudah diselesaikan sebanyak 29 KK, salah satunya di Banjar Semingan, Desa Petiga, Kecamatan Marga,’’ terangnya. Dikatakannya lebih lanjut, meski telah berakhir 31 Oktober, namun khusus di Bali, program One Man One Hope ini masih akan terus dilaksanakan secara bertahap. Hal ini dikarenakan di Bali masih ada pelanggan yang menikmati listrik tetapi mendapatkannya dari tetangga atau keluarga. Sebagian tidak dapat melakukan pengajuan pasang baru karena terbentur biaya. ‘’Itu yang kami bantu. Instalasi juga dibantu untuk memberi-

kan rasa aman dan nyaman karena banyak yang terjadi pemasangan sambungan yang terkadang asal-asalan mengakibatkan kejadian yang tidak diinginkan bahkan mengakibatkan kematian lantaran tersengat arus listrik akibat kabel yang dipasang sembarangan,’’ terangnya. Terkait bantuan sosial yang diinisiasi PLN Bali ini, Asisten II Setda Tabanan A.A. Gede Dalem Trisna Ngurah memberikan apresiasi. Untuk menjangkau warga lainnya yang belum tersentuh bantuan program ini, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pimpinan daerah dengan harapan nantinya bisa bersama-sama menuntaskan terkait kebutuhan listrik khususnya bagi warga kurang mampu. ‘’Program ini sangat inspiratif dan akan disampaikan ke pimpinan daerah dengan harapan bisa menjangkau KK yang kurang mampu lainnya agar bisa juga terjangkau listrik mandiri,’’ terangnya. (ad362)

PENYERAHAN BANTUAN - Penyerahan simbolis bantuan program One Man One Hope PLN Bali.

’’Pujawali’’ di Pura Luhur Sri Rambut Sedana

Tabanan (Bali Post) Pujawali dan peresmian wantilan di Kahyangan Jagat Pura Luhur Sri Rambut Sedana, Jatiluwih, Kecamatan Penebel akan berlangsung pada Budha Wage Kelawu atau Rabu (20/11). Sementara pamelayagan atau Ida Batara Munggah Masineb pada Saniscara Paing Kelawu atau Sabtu (23/11) mendatang. Manggala Prajuru Kahyangan Jagat Pura Luhur Sri Rambut Sedana I Nengah Sukra mengungkapkan,

pujawali pada Budha Wage Kelawu akan dimulai pukul 07.00 Wita. Sedangkan prosesi panyineban dilaksanakan pada Saniscara Paing Kelawu pukul 24.00 Wita. Selama jangka waktu tersebut, umat Hindu diharapkan dapat tangkil ke pura ini. Dijelaskannya lebih lanjut, pada saat nangkil ke Pura Luhur Sri Rambut Sedana, pamedek diharapkan melengkapi diri dengan upakara berupa pejati, daksina panyeneng, segehan putih kuning dan su-

jang 1 buah mawastra putih kuning. ‘’Nanti, tirta tersebut kemargiang di tempat usaha masing-masing,’’ ujarnya. Tujuan ritual ini, katanya, adalah memohon agar diberikan tuntunan sehingga usaha menjadi lancar. Sebab, Ida Batara Sri Rambut Sedana merupakan perwujudan Tuhan atau Sang Hyang Widhi sebagai manifestasi pembagi rezeki bagi kehidupan umat manusia sesuai swadharma atau profesi masing-masing. (kmb)

Tabanan (Bali Post) Ribuan arsip yang tidak memiliki nilai guna dan telah habis masa retensi atau masa simpannya, dimusnahkan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tabanan, Kamis (14/11) kemarin, di halaman depan kantor setempat. Pemusnahan arsip sebanyak 305 boks atau 124.487 lembar tersebut menggunakan alat mesin pencacah kertas dan disaksikan oleh sejumlah perwakilan dari OPD dan jajaran Muspika. Arsip yang dimusnahkan kali ini adalah milik BP7, Kepegawaian dan Sekretariat dari tahun 1958-2004. Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Tabanan I Wayan Kotio, untuk melakukan pemusnahan arsip terbilang cukup lama yakni sejak awal tahun 2019. Sebab, pemusnahan

arsip harus sesuai aturan dan mekanisme yang telah diatur oleh undang-undang dan tidak boleh sembarangan. Prosesnya diawali dengan pembentukan tim penilai arsip yang terdiri dari arsiparis, Inspektorat dan Bagian Hukum. Tim inilah yang selanjutnya membuat daftar arsip usul musnah dan melakukan penilaian apakah dipandang layak untuk dimusnahkan atau tidak. Tim ini pula yang bertugas menilai arsip sesuai dengan penilaian Jadwal Retensi Arsip (JTA) yang nantinya daftar usul yang sudah dinilai diajukan ke Arsip Nasional Republik Indonesia untuk mendapatkan persetujuan dimusnahkan. ‘’Setelah dinilai kembali oleh Arsip Nasional dan telah dinyatakan boleh

untuk dimusnahkan, barulah Bupati Tabanan membuat surat keputusan persetujuan pemusnahan arsip,’’ terangnya. Pemusnahan arsip oleh pihaknya baru pertama kali dilakukan setelah adanya dasar hukum untuk pelaksanaannya seperti UU No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang ditindaklanjuti dengan PP No. 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan UU tersebut, Perda No. 13 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kearsipan serta Perbup Tabanan No. 35 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Perda Arsip. ‘’Sebelumnya tidak ada payung hukum sehingga kami tidak berani lakukan pemusnahan. Ke depan, tiap-tiap OPD diharapkan bisa melaksanakan pemusnahan arsip,’’ ucapnya. (kmb28)

Pemkab Musnahkan Ribuan Arsip

SIDANG - Para pelanggar perda mengikuti sidang tipiring di areal Terminal Kediri, Tabanan.

Bali Post/bit

Puluhan Pedagang Asongan dan Duktang Terjaring Sidak

Tabanan (Bali Post) -

Puluhan pedagang asongan yang berjualan di traffic light sepanjang jalur nasional Denpasar-Gilimanuk, Tabanan, ditertibkan petugas Satpol PP Tabanan, Kamis (14/11) kemarin. Mereka yang terjaring selanjutnya digiring ke areal Terminal Kediri untuk mengikuti sidang tipiring.

Para pedagang tersebut dikenakan sanksi lantaran melanggar Perda No. 12 Tahun 2002 tentang Ketertiban Umum. Tidak hanya menyasar para pedagang asongan, tim Yustisi Pemkab Tabanan juga menyasar sejumlah tempat kos di wilayah Kecamatan Kediri untuk penegakan Perda No. 5 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan. Hasilnya, masih banyak penduduk pendatang (duktang) yang ditemukan belum melengkapi

diri dengan kartu identitas kependudukan. Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba mengatakan, penegakan dua perda secara bersamaan ini untuk menindaklanjuti keluhan dan laporan dari sejumlah masyarakat yang melihat kondisi arus lalu lintas kian semrawut dan diwarnai banyaknya pedagang asongan. Petugas juga menyasar sejumlah titik lainnya seperti di Jalan Gajah Mada dan sekitarnya karena ditengarai banyak

oknum pedagang yang kerap membandel meski sudah sering diberikan teguran dan pembinaan. ‘’Ada sepuluh pedagang yang berhasil terjaring dan tanpa memiliki KTP sebanyak 14 orang. Jadi total 24 pelanggar,’’ terangnya. Para pelanggar ini selanjutnya disidang dan diberikan pembinaan. Untuk penertiban administrasi kependudukan duktang, Sarba menyebut, hal ini untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi teror dan

mencegah duktang ilegal. Sarba juga menjelaskan, penegakan dua perda ini merupakan kebijakan Pemkab Tabanan untuk menata kawasan kota agar lebih tertib, indah, nyaman dan aman. Sarba pun mengimbau masyarakat, investor, pengusaha maupun jajaran OPD jika memasang iklan hendaknya jangan di pohon ataupun di trotoar. Diakuinya, selama ini masih banyak didapati OPD yang memasang spanduk diikat di pohon. ‘’Ini kan memberi kesan semrawut dan tidak sedap dipandang. Mari samasama ciptakan wajah kota yang bersih,’’ pungkasnya. (kmb28)

Bali Post/bit

PEMUSNAHAN ARSIP - Pemusnahan arsip di areal kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Tabanan.

Pohon Rambutan Keluarkan Air Gegerkan Warga Mekarsari

Bali Post/bit

POHON RAMBUTAN - Warga silih berganti berdatangan ke lokasi pohon rambutan yang mengeluarkan air.

Tabanan (Bali Post) Warga Banjar Peneng, Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti, dihebohkan adanya fenomena air yang keluar dari pohon rambutan di tegalan milik Wayan Sandeh (85). Pohon berdiameter 20 sentimeter dengan ketinggian 15 meter tersebut mengeluarkan air dari daun dan ranting bagian atas sejak Selasa (12/11) lalu. Informasi ini dengan cepat menyebar dan membuat warga dari berbagai daerah berdatangan ke lokasi untuk memperoleh air yang dianggap sebagai tirta atau air suci dari pohon itu. Menurut warga yang sempat meminum air tersebut, air tersebut berbau harum, tidak seperti air tawar biasa. Tak jarang pula warga yang datang untuk mengambil air tersebut untuk selanjutnya dibawa pulang.

Menariknya, munculnya air dari pohon rambutan ini bersamaan dengan mimpi salah satu warga Banjar Peneng. Dalam mimpinya, akan muncul tirta di sekitar Pura Batur, Banjar Peneng. Untuk diketahui, lokasi pohon rambutan tersebut hanya berjarak 300 meter arah selatan Pura Batur, Banjar Peneng. Dari pantauan di lapangan, Kamis (14/11) kemarin, bagian batang pohon telah dibalut kain putih-kuning dan dilengkapi palinggih dari bambu untuk warga yang akan menghaturkan canang. Sementara di bagian selatan pohon dibentangkan plastik bening untuk menampung air yang jatuh dari pohon tersebut. Padahal di lokasi tersebut banyak pohon lainnya dengan jarak yang berdekatan, namun yang mengeluarkan air han-

ya pohon rambutan itu saja. Keluarnya air dari pohon rambutan ini pertama kali diketahui oleh I Wayan Purna (51) pada 12 November atau saat Purnama. Saat itu, ia ke tegalan sekitar pukul 06.00 Wita. Namun saat melintas di bawah pohon rambutan tersebut, tiba-tiba dirasakan ada air seperti hujan. ‘’Saat itu, iseng mau cari jagung untuk dibakar. Pas lewat seperti hujan, tetapi di tempat lain tidak ada air, hanya di sekitaran pohon rambutan saja,’’ ucapnya. Purna pun kemudian menyampaikan apa yang dilihatnya kepada pemilik tegalan, Wayan Sandeh. Sang pemilik tegalan mengaku terkejut atas peristiwa ini. Sebab, sehari sebelum Purnama tidak ada muncul air dari pohon rambutan yang ditanam sekitar 10 tahun lalu itu. Sebelum menjadi

tegalan kawasan ini adalah sawah. ‘’Saya setiap hari memang ke tegalan, dan sama sekali tidak pernah muncul air,’’ terangnya. Meski demikian, ia berharap kemunculan air dari pohon rambutan ini merupakan berkah. Rencananya, ia akan memohon petunjuk niskala atas kejadian ini. Sementara itu, banyak warga datang ke lokasi karena penasaran terhadap pohon rambutan yang keluarkan air. Bahkan aparat Desa Mekarsari juga turun ke lokasi dipimpin Perbekel Mekarsari I Wayan Darsana untuk mengecek. Sesampai di lokasi mereka bahkan sembahyang kemudian nunas air yang dipercaya sebagai tirta tersebut. ‘’Rasa airnya harum seperti bercampur daun pandan, tidak seperti air tawar biasa,’’ jelas Darsana. (kmb28)


Jumat Wage, 15 November 2019

Buleleng Tiga Kali Diguncang Gempa

Satu ’’Palinggih’’ dan Beberapa Rumah Warga Rusak Singaraja (Bali Post) – Kabupaten Buleleng dilanda gempa, Kamis (14/11) kemarin. Tercatat tiga kali getaran gempa berpusat di Buleleng. Gempa itu bukan saja mengakibatkan terjadi kerusakan rumah penduduk, juga palinggih termasuk fasilitas umum (fasum ). Sejauh ini terdata beberapa rumah warga rusak di Desa Patas dan Desa Musi Kecamatan Gerokgak dan juga di Kecamatan Seririt, selain itu juga satu palinggih rusak.

RETAK- Buleleng tiga kali diguncang gempa mengakibatkan tembok rumah warga menjadi retak.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tercatat di Buleleng terjadi tiga kali gempa sejak pukul 17.09 Wita. Awalnya kekuatan gempa 4.4 skala Ricter (SR). Pusat gempa saat itu berada di 8.16 LS dan 114.88 BT (23 kilometer di barat daya Buleleng) dengan kedalaman 11 kilometer. Tidak berselang lama gempa kedua terjadi pukul 19.10 Wita dengan kekuatan 4.6 SR. Gempa kedua

berlokasi di 19 LS 114.89 BT (23 kilometer barat daya Buleleng) dengan kedalaman satu kilometer. Sementara gempa ketiga berkekuatan 5.1 SR terjadi sekitar pukul 17.21 Wita. Gempa itu berlokasi di Lintang 8.16 LS, Bujur 114.90 BT dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa itu terasa cukup keras, sehingga warga di beberapa desa di Buleleng panik. Mereka pun secepat kilat berhamburan keluar rumah. Kepala Badan Pelaksana

Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Ida Bagus Suadnyana mengatakan, pascagempa itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan para perbekel dan kelurahan. Aparat ditugaskan menggali informasi untuk menelusuri kemungkinan terjadinya kerusakan akibat gempa itu. Selain itu, pihaknya terus memperbarui informasi dan data terkait gempa itu. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya keresahan warga.

‘’Kami masih menelusuri kerusakan akibat tiga kali Buleleng diguncang gempa itu. Kami juga masih mencari informasi valid dari BMKG, sehingga warga tidak panik termakan isuisu miring terkait gempa hingga juga tersebar isu tsunami,’’ jelasnya. Hingga malam kemarin, laporan kerusakan dampak gempa terjadi di Desa Patas dan Desa Musi, Kecamatan Gerokgak. Camat Gerokgak Putu Juartawan menjelaskan ada satu rumah warga di Dusun Yeh Panes bagian atapnya rusak. Atapnya terjatuh akibat getaran gempa itu. Selain itu, sebuah palinggih milik warga tadi roboh akibat gempa. ‘’Untuk sementara baru satu rumah warga yang rusak di Patas. Kami masih menelusuri ke para perbekel agar mereka tu-

run mendata kemungkinan ada kerusakan tambahan,’’ katanya. Dari Kecamatan Seririt laporan sementara ada tiga rumah warga yang terdampak gempa. Camat Seririt Nyoman Riang Pustaka menyebut tiga rumah warga yang rusak itu berlokasi di Dusun Tegallenga, Desa Kalisada dan Desa Pangkung Paruk. Temboknya retak dan genteng berjatuhan karena goyangan gempa itu. Atap gedung wantilan Desa Unggahan juga dilaporkan berjatuhan akibat gempa itu. ‘’Itu data sementara. Kami minta warga agar tetap waspada dan juga tenang. Jangan percaya dengan isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,’’ pinta Camat Seririt Nyoman Riang Pustaka. (kmb38)

Pensiunan PNS Meninggal di Ladang Singaraja (Bali Post) – Warga Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng dikejutkan dengan ditemukannya sosok mayat manusia di lahan pertanian milik warga setempat. Setelah diidentifikasi, mayat itu adalah I Gusti Made Mangku (62) yang beralamat di Jalan Bisma Barat No. 17 Kelurahan Banjar Tegal. Diduga korban meninggal dunia karena stroke dan penyakit jantungnya kumat setelah kelelahan pergi ke kebun. Dari infomasi di lapangan Kamis (14/11) kemarin, sebelum korban ditemukan meninggal dunia, almarhum meninggalkan rumahnya pergi ke kebun milik kerabatnya menggunakan sepeda dayung. Setelah memarkir sepedanya tepat di depan kuburan (setra) Desa Pakraman Beratan Samayaji, Kecamatan Buleleng, korban kemudian jalan kaki menyeberang kali sampai di lokasi kejadian. Diduga korban kelelahan dan penyakitnya kambuh hingga akhirnya meninggal dunia. Anak kandung korban, Gusti I Gusti Made Rai Adnyana (33), menuturkan, ia dapat informasi ayahnya meninggal dunia setelah diberitahukan kerabatnya sekitar pukul 13.00 wita. Dia kemudian menyusul ke lokasi kejadian. Sama sekali tidak dibayangkan ayahnya telah meninggal dunia. Di lokasi kejadian, tubuh ayahnya terbaring tengadah menggunakan celana pendek dan baju kaus. Tidak berselang lama, polisi bersama aparat TNI, petugas kesehatan, dan PMI Markas Cabang mendatangi lokasi kejadian. Jenazah ayahnya kemudian dievakuasi dari

lokasi kejadian dibawa ke rumah duka. “Saya pas mengajar, informasi itu dikabarkan paman. Waktu ditinggal kerja, bapak saya kira menengok kakek yang lagi sakit. Saya cek tidak ada. Tahu-tahunya bapak kami sudah meninggal di lahan pertanian,” kata Rai Adnyana sembari menyebut jenazah ayahnya akan dikuburkan setelah pihak keluarga menyepakati hari baik menurut kebiasaan di keluarganya. Kapolsek Kota Singaraja Kompol IGN Yudistira mengatakan, dari pemeriksaan luar dan keterangan saksi-saksi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Selain itu, keterangan dari saksi, korban semasa hidupnya memang memiliki riwayat penyakit stroke dan jantung. Diduga penyakitnya itu tiba-tiba kambuh akibat kelelahan saat di lahan pertanian. Korban terjatuh lemas, kemudian meninggal dunia. Atas kejadian ini, pihak keluarga menyatakan menerima kepergian korban sebagai jalan hidupnya. Untuk itu, penyelidikan kasus ini tidak dilakukan. Namun, polisi tetap menghimpun keterangan saksi dan barang bukti atas kejadian tersebut. “Kami periksa TKP dan juga saksi–saksi. Memang korban menderita stroke dan jantung. Keluarga sudah menerima dan tidak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ada kemunginan pengaruh penyakitnya jadi kambuh akibat kelelahan. Karena tidak segera dapat pertolongan kemudian korban meninggal di TKP,” tegasnya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

EVAKUASI JENAZAH – Polisi bersama TNI dan personel PMI Markas Cabang Buleleng mengevakuasi jenazah pensiunan PNS yang ditemukan di lahan pertanian, Kamis (14/11) kemarin.

Bali Post/kmb38

KOLABORASI GENGGONG-GENJEK – Kolaborasi seni Genggong dengan Genjek dipentaskan pada pembukaan Gasebu 2019 di kawasan RTH Taman Bung Karno, Kelurahan Sukasada, Rabu (13/11) malam lalu.

Kolaborasi Genggong-Genjek Warnai Gasebu 2019 Singaraja (Bali Post) – Setelah lama tidak dipentaskan, seni Genggong kembali ditampilkan di depan publik. Kali ini kolaborasi seni Genggong dengan Genjek dipentaskan pada pembukaan Gelar Seni Budaya (Gasebu) Kecamatan Sukasada 2019. Sanggar seni dari Desa Selat, Sukasada menampilkan dua kesenian langka itu di atas panggung utama kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno Rabu (13/11) malam lalu. Gasebu 2019 digelar 13 sampai 16 November 2019 dengan tema “Jagra Adikara”. Tema ini bermakna ada suatu kesadaran melestarikan warisan seni budaya nenek moyang. Pembukaan Gasebu 2019 itu dihadiri Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. didampingi Camat Sukasada Made Dwi Adnyana, dan anggota DPRD Buleleng Wayan Indrawan.

Nyoman Sutjidra mengatakan, Gasebu 2019 ini merupakan suatu ajang mempromosikan potensi daerah itu. Bukan saja untuk menggairahkan perekonomian setempat juga event itu bagian dari menghibur masyarakat Sukasada khususnya. Dan pada akhirnya, dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Potensi seni di Kecamatan Sukasada itu dinilai masih banyak yang terpendam. Salah satunya seni Genggong. Selama ini, seni Genggong jarang mendapat ruang pentas. Digelarnya Gasebu dapat memberikan ruang pentas kesenian Genggong itu yang dikolaborasikan dengan seni Genjek. “Adanya festival seperti ini sangat bagus karena dapat memberikan ruang kreasi pada seniman-seniman untuk menggali potensi seni yang beberapa di antaranya masih terpendam. Menjadi bermanfaat jika nantinya seni

yang ada itu dapat lebih dikembangkan,” katanya. Pembina Seni Genjek Kolaborasi Genggong Ketut Sarjana menjelaskan, Seni Genggong ini memang dinilai hampir mengalami kepunahan. Alasannya, sebagian besar sekaa Genggong itu merupakan orang-orang yang telah lanjut usia. Sejak itu, atraksi seni Genggong itu jadi suatu yang unik akibat jarang dipentaskan. Warisan kesenian itu sebetulnya belum pernah pentas dalam satu panggung. Untuk itu, dalam gelaran Gasebu ini, pihaknya ingin menciptakan inovasi baru. Menggali potensi seni yang terpendam sehingga bisa dinikmati masyarakat. “Karena faktor usia dan banyak yang sudah meninggal dunia, seni Genggong ini sempat vakum. Kami ingin membangkitkan kembali dengan cara membentuk sekaa baru,” katanya. Kolaborasi Genggong den-

gan Genjek itu melibatkan 30 orang seniman. Sekaa itu telah terbentuk sejak setahun lalu. Selama proses latihan, memang terdapat beberapa hambatan yang tidak bisa dimungkiri, tetapi karena tekad dan motivasi membangkitkan seni terpendam itu, akhirnya berhasil dikolaborasikan antara Genggong dan Genjek itu. Atraksi seni ini menurutnya bukan termasuk seni sakral. Pementasan seni yang tergolong sakral itu hanya dipentaskan pada upacara agama tertentu. Tetapi Genggong ini dapat dipentaskan di mana saja tanpa diawali ritual khusus. “Menjelang pentas, kami hanya mapiuning atau memohon kelancaran kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kami harap seluruh sekaa Genggong yang ada di desa lain juga termotivasi membangkitkan kembali kesenian yang nyaris punah itu,” harap Ketut Sarjana. (kmb38)

BLP Tetapkan Pemenang Tender Revitalisasi Pasar Banyuasri Setelah bergulir beberapa bulan lalu, akhirnya ditetapkan pemenang tender proyek revitalisasi Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng itu. Awalnya, ada enam perusahaan yang mengikuti seluruh tahapan tender proyek itu. Kemudian, hasilnya, PT Tunas Jaya Sanur menjadi pemenang tender itu setelah mengantongi skor tertinggi yaitu 97,52. Sesuai dokumen penawarannya, perusahaan itu menawar pekerjaan revitalisasi Pasar Banyuasri itu dengan harga Rp 159.522.880.000,530. Kemudian, bagaimanakah agenda proyek itu akan dimulai, berlangsung, dan kapan harus rampung? DARI data di lapangan yang dikumpulkan Kamis (14/11) kemarin, tahapan tender megaproyek itu dilakukan lima kali seleksi, yaitu evaluasi administrasi, evaluasi teknis, evaluasi kualifikasi, pembuktian kualifikasi, dan evaluasi harga. Dari evaluasi itu, terdapat dua evaluasi yang dikategorikan besar yaitu, evaluasi penawaran harga dengan bobot skor sebesar 30 persen. Selain itu, ada juga evaluasi teknis 70 persen. Dari semua tahapan evaluasi itu, nilainya kemudian diakumulasikan untuk mendapatkan skor akhir guna menentukan perusahaan yang menjadi pemenang tender itu. Bukan saja skornya yang dihitung,

juga track record perusahaan dan kesiapan peralatannya ditelusuri Kelompok Kerja (Pokja) Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Barang dan Jasa Pemkab Buleleng bersama Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D). Sesuai akumulasi skor itu, PT Nindia Karya mendapat skor 94,63, PT Adi Prasada Gedung skornya 95,45, PT Armata Karaya sekornya 95,23, PT PP Urban dapat skor 90,38, PT Tunas Jaya Sanur skornya 97,52, dan PT Jaya Konstruksi Manggala mendapat skor 89,03. Dengan hasil itu, PT Tunas Jaya Sanur memperoleh skor tertinggi dan kemudian ditetapkan sebagai peme-

nang tender proyek revitalisasi Pasar Banyuasri. Kepala BLP Barang dan Jasa Pemkab Buleleng Putu Adiptha Eka Putra membenarkan pemenang tender itu sudah diumumkan terbuka melalui aplikasi LPSE. Setelah pengumuman pemenang itu, tahapan lelang bisa dikatakan sudah

hampir final. Tinggal satu tahapan saja setelah pengumuman yaitu masa sanggah mulai Jumat (15/11) ini sampai Kamis (21/11) pekan depan. Setelah batas waktu masa sanggah ini berakhir, pihaknya akan melanjutkan tahapan akhir tender yaitu persiapan penandatanganan kontrak dan pembayaran

jaminan pelaksanaan oleh rekanan pemenang tender itu. Persiapan hingga penandatanganan kontrak akan dilakukan Jumat (22/11) pekan depan sampai tanggal 25 November 2019 kontrak pelaksanaan sudah ditandatangani. Terkait mekanisme pembayaran uang jaminan itu, kata Adiptha, pihak

rekanan diwajibkan melunasi jaminan pelaksanaan sebesar 5 persen dari nilai kontrak. Jaminan ini sendiri harus sudah dilunasi dalam waktu dua minggu setelah penandatanganan kontrak pelaksanaan. “Sudah hampir final. Tinggal menunggu masa sanggah saja. Kalau tidak ada keberatan, maka

Bali Post/kmb38

REVITALISASI PASAR – Proyek revitalisasi Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng dalam bulan ini mulai dikerjakan. Hal itu menyusul ditetapkannya perusahaan pemenang tender megaproyek ini.

persiapan tanda tangan kontrak sudah bisa dilakukan. Itu artinya, rekanan sudah bisa melaksanakan pekerjaanya,” jelasnya. Alokasikan Rp 50 Miliar Sementara itu, sesuai perencanaan pelaksanaan revitalisasi dilakukan dalam dua tahun mulai 2019 sampai 2020 dengan skala anggaran tahun jamak. Sesuai perencanaan itu, dalam APBD tahun 2019 ini pemerintah sudah mengalokasikan anggaran Rp 50 miliar. Anggaran itu untuk membiayai pelaksanaan awal yang efektif pelaksanaannya hanya 35 hari. Dalam waktu tersebut, pemerintah akan memanfaatkan alokasi dana 2019 untuk membayar uang muka sebesar 15 persen dari nilai kontrak. Sisanya, dialokasikan untuk membayar pelaksanaan fisik konstruksi tahap awal seperti pembongkaran bangunan pasar lama, penyiapan struktur bangunan dan tahapan pekerjaan awal. “Memang singkat waktunya sampai 31 Desember 2019, sehingga dana itu tidak harus habis. Berapa pelaksanaan di lapangan sebesar itu kita bayar menggunakan dana yang dialokasikan tahun 2019,” tegas Putu Adiptha. (mud)


Jumat Wage, 15 November 2019

Bangkitkan Kain Endek

Wabup Agung Mayun Buka Lomba Busana Adat ke Kantor

MEMBUKA - Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun saat membuka Lomba Busana Adat ke Kantor di Balai Budaya Gianyar, Rabu (13/11). MEMPERINGATI Hari Ibu ke-91 tahun 2019, Pemkab Gianyar melalui Disperindag bekerja sama dengan Dekranasda Kabupaten Gianyar menggelar Lomba Busana Adat ke Kantor. Lomba busana dibuka oleh Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun di Balai Budaya Gianyar, Rabu (13/11). Lomba yang berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai corak dan warna kain tenun endek khas Gianyar ini juga turut disaksikan oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra, BPD Bali Cabang Gianyar, ASEPHI Bali, serta Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Giannyar. Wabup A.A. Gde Mayun saat membacakan sambutan Bupati Gianyar mengatakan sangat mengapresiasi lomba busana adat ke kantor ini. Selain sebagai upaya untuk melestarikan busana adat Bali agar tidak terlupakan keberadaannya, hal ini juga berkaitan dengan Pergub Bali nomor 79 tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Sebagai wujud komitmen serius

pada upaya pelestarian busana adat Bali. “Lewat lomba ini mungkin kita bisa banyak belajar, bagaimana berbusana yang baik sesuai dengan etika, namun tetap kekinian tanpa meninggalkan pakem-pakem bagaimana tata cara berbusana yang baik dan benar,” ujarnya. Hal senada juga ditegaskan oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra. Lomba busana ini lebih menekankan agar konsep dasar dari busana adat Bali ini tidak terlupakan keberadaannya. Maka diperlukan kesadaran dari kita semua betapa pentingnya untuk melestarikannya. Di samping itu juga sebagai Ketua Dekranasda, Ny. Adnyani Mahayastra sangat menyadari di Kabupaten Gianyar begitu banyak menyimpan potensi yang terpendam, baik itu para desainer maupun potensi keragaman corak, motif maupun warna dari kain tenun endek. Jika hal ini digabungkan tentu akan sangat menguntungkan, karena dapat meningkatkan perekonomian daerah serta dapat meningkatkan kesejahteraan perajin di Gianyar. “Apalagi saat lomba busana ini, kita

lihat begitu banyak corak, motif, dan warna kain endek yang dipadukan dalam bentuk kebaya dan kamen sangat indah dan menarik ditampilkan oleh para model. Saya yakin, masyarakat yang turut menyaksikan pasti akan tertarik untuk membuatnya. Hal ini tentu akan berimbas pada perajin kita juga,” ujar Ny. Adnyani Mahayastra bangga. Ny. Adnyani Mahayastra menambahkan, lomba ini juga sebagai salah satu upaya untuk melindungi para perajin kain tradisional di Kabupaten Gianyar. Bagaimana tidak, jika masyarakat sudah tertarik dengan keindahan desain busana adat yang ditampilkan saat ini, tentu mereka tidak lagi kepincut kain motif sejenis dari luar yang dijual dengan harga murah. “Ini juga salah satu upaya kami melindungi para perajin di Gianyar agar tetap bisa eksis dan terus berkembang, di samping juga bentuk dukungan kami atas Pergub Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Panitia Lomba yang juga Kadis Perindag Kabupaten Gianyar Ni Luh Gede Eka Suary menambahkan, lomba diikuti oleh 63 peserta dari karyawaan dan karyawati OPD dan BUMN/BUMD yang ada di Kabupaten Gianyar. Dengan menghadirkan dewan juri dosen ISI Denpasar yaitu Drs. Tjok. Gde Abinanda Sukawati, M.Sn. dan Dr. Tjok. Istri Ratna Cora Sudaharsana, S.Sn., M.Si. dan Ketua Asosiasi Perancang Busana Gianyar Kadek Wira Dika saskara, S.Tr.ds., M.Sn. Lomba busana adat ke kantor dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-91 di Kabupaten Gianyar ini menentukan tiga terbaik yaitu juara I diraih wakil dari Bank BPD Bali Cabang Gianyar, juara II diraih oleh wakil dari Dinas Perhubungan dan juara III diraih wakil dari BNI Cabang Gianyar. (ad364)

Sebulan Juarai Lima Kompetisi NGAKAN Putu Bagus Aditya Pradnya merupakan salah satu siswa cerdas dengan segudang prestasi yang kini menempuh pendidikan di SMPN 1 Gianyar. Remaja kelahiran 18 Juni 2015 ini rutin mengikuti kompetisi, khususnya untuk mata pelajaran Matematika dan Fisika. Sepanjang Oktober hingga awal November 2019, remaja asal Desa Suwat Kecamatan Gianyar ini berhasil menjuarai lima kompetisi sekaligus. Lima kompetisi yang diikui siswa kelas IX F SMPN 1 Gianyar ini selama sebulan tersebut dan membuahkan prestasi yang gemilang, di antaranya ranking I lomba Matematika tingkat Provinsi Bali yang diselenggarakan Universitas Mahasaraswati Denpasar. Ia juga meraih ranking I untuk lomba IPA di Kampus Undiksha dan meraih medali perak untuk lomba Fisika di Kampus Undiksha, Singaraja. Ia juga meraih juara I lomba Fisika di Kampus Universitas Udayana. Terakhir, ia meraih mendali perak di tingkat nasional untuk lomba Matematika yang diselenggarakan di Universitas Gajah Mada (UGM). Dikatakan, lomba terakhir ini persaingannya sangat ketat, karena para peserta merupakan siswa terbaik dari seluruh Indonesia. ‘’Prestasi terakhir

minggu lalu di UGM dapat medali perak,’’ kata remaja berusia 14 tahun ini. Aditya Pradnya menegaskan, berbagai prestasi itu tidak diraih dengan mudah. Namun, perlu ketekunan dan konsistensi belajar, khususnya mata pelajaran Matematika, Fisika dan IPA. ‘’Pas mau kompetisi malah tidak ada persiapan khusus. Tinggal persiapan mental dan sedikit membuka buku saja, karena materi sudah dikuasai sebelumnya,’’ katanya. Lantas, seperti apa pola belajar putra dari pasangan Ngakan Made Adnyana dan Jero Nyoman Nirnawati ini? Remaja berkacamata ini mengaku lebih banyak belajar di sekolah. Selain serius mengikuti setiap pembelajaran, ia juga terus mengasah kemampuan dengan mengikuti ekstra Matematika, IPA dan Fisika di sekolah. ‘’Di rumah malah lebih banyak istirahat, bersantai baca komik,’’ ujarnya. Menurut Aditya Pradnya, ia bersama sejumlah temannya yang tergabung dalam kelompok belajar juga kerap memanggil guru khusus dari luar Bali. ‘’Jadi, beliau datang ke Bali. Seminggu di sini, selama itu pula kami terus belajar. Sekarang guru pembimbing ini sudah menjadi dosen di Kampus Brawijaya,’’ kata siswa yang bercita-cita menjadi dokter ini. (nik)

PENGHARGAAN - Ngakan Putu Bagus Aditya Pradnya saat menerima penghargaan usai menjuarai salah satu kompetisi.

tua tidak mengekang harus belajar. Orangtua hanya mennyuruh belajar pas di sekolah dasar,’’ katanya. Saat di rumah, Fajar lebih suka bercengkrama dengan keluarga, serta adiknya, Kadek Canda Ananda A.W. Selain itu, Fajar juga merupakan siswa yang suka membaca komik dan novel. ‘’Kalau di rumah lebih suka baca komik dan novel,’’ kata pelajar berkacamata ini. Namun jangan salah, sejak pertama masuk di sekolah yang menerapkan full day school ini, Fajar selalu mendapat juara umum, peringkat satu atau dua. Tidak hanya itu, ia juga meraih juara dalam berbagai kompetisi. Seperti juara III lomba Cerdas Cermat Ekonomi yang diselenggarakan Bank Indonesia di Denpasar pada 17 Agustus 2019. Juara II Olimpiade Sains tingkat provinsi dan juara III Karya Tulis Ilmiah Humaniora di Fakultas Ilmu Budaya Unud. ‘’Waktu di Unud itu persaingan cukup ketat dengan peserta regional wilayah Jawa Timur, Bali Nusra,’’ jelasnya. (nik)

DESA Bona, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar dinilai Tim Penilai Lomba Kesatuan Gerak (KG) PKK, Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga Kesehatan (KKBPK) dan BBGRM Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019. Tim penilai yang dipimpin Sekretaris TP PKK Provinsi Bali Ni Made Suastini diterima oleh Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra beserta pejabat terkait di Wantilan Pura Puseh Desa Bona, Kamis (14/11) kemarin. Wabup Agung Mayun pada kesempatan itu mengatakan, keberadaan PKK tidak bisa dipisahkan dengan pemerintah dalam menjalankan program-program pemberdayaan keluarga. Usaha yang tertuang dalam 10 Program Pokok PKK memang diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ia menambahkan, lomba ini juga sebagai usaha untuk lebih meningkatkan rasa gotong royong masyarakat dalam menghadapi lomba. Namun, ia juga mengingatkan lomba ini tidak sematamata mengejar juara saja, namun lebih pada kelanjutan ke depannya. ‘’Bagaimana kelanjutannya setelah lomba. Jangan sampai kader PKK hanya semangat saat lomba, namun setelahnya adem ayem. Saya tidak ingin hanya semangat saat menghadapi lomba saja, namun apa yang menjadi program-program dalam 10 Program Pokok PKK dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, saya sangat berharap agar mampu menampilkan yang terbaik, karena usaha yang terbaik pasti akan menghasilkan yang terbaik juga,’’ tegasnya. Sementara itu, Sekretaris TP PKK Provinsi Bali Ni Made Suastini mengharapkan agar pelaksanaan PKK senantiasa dapat terlaksana untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera.

DINILAI - Desa Bona saat dinilai Tim Penilai Lomba Kesatuan Gerak (KG) PKK, Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga Kesehatan (KKBPK) dan BBGRM Tingkat Provinsi Tahun 2019, Kamis (14/11) kemarin. Ditegaskan, penilaian lomba Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan, dan lomba PKK dalam rangka HKG PKK tingkat Provinsi Bali terdiri dari sembilan jenis perlombaan. Adapun perlombaan dari gerak PKK-KKBPK-Kesehatan terbagi menjadi empat jenis perlombaan yaitu lomba PKKKKBPK-Kesehatan, lomba Lingkungan Bersih dan Sehat, lomba Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), dan lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah tangga. Sedangkan untuk lomba PKK dalam rangka HKG dan Jambore terdiri dari lomba Tertib Administrasi, lomba Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR), lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K-PKK), lomba Pemanfaatan Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (Hatinya PKK), dan lomba Visual dengan Asam Asetat (IVA Test). Dengan kriteria tiga indikator berupa indikator input, indikator proses dan indikator output.

Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Adnyani Mahayastra mengatakan, program yang dilaksanakan TP PKK Kabupaten Gianyar tentunya telah bersinergi dengan perangkat daerah, mengacu pada program pembangunan Kabupaten Gianyar. Pihaknya secara rutin telah melakukan pembinaan, di mana tujuannya sebagai evaluasi 10 Program Pokok PKK untuk menumbuhkan motivasi dan penguatan kelembagaan serta pemberdayaan masyarakat dan kemandirian dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK guna membangun masyarakat sejahtera. Untuk lomba kali ini, pelaksana terbaik pola asuh anak dan remaja dengan penuh cinta kasih dan sayang dalam keluarga diwakili oleh Desa Petulu, Ubud. Sedangkan untuk pelaksana terbaik Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan diwakili oleh Desa Ketewel, Sukawati dan sisanya diwakili oleh Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh. (ad363)

SMPN 1 Gianyar

Dorong Prestasi Siswa dengan Pembinaan Intensif Gianyar (Bali Post) -

SMPN 1 Gianyar merupakan salah satu sekolah tertua di Kabupaten Gianyar. Sekolah ini juga konsisten melahirkan siswa berprestsi di tingkat nasional. Hal ini tidak luput dari kontinuitas guru di sekolah tersebut dalam melakukan pembinaan. Hal ini diungkapkan Kepala SMPN 1 Gianyar Dewa Nyoman Bawa S.Pd., M.Pd., Kamis (14/11) kemarin. Bawa mengakui sejak lama sekolahnya menerapkan pola penjaringan siswa berprestasi sejak dini. Hal ini dilakukan dengan menggelar lomba sains untuk tingkat SD. “Untuk anak (siswa SD - red) yang mendapat peringkat 10 besar untuk mata pelajaran Matematika, IPA, dan IPS ke depannya kami terima di sekolah ini melalui jalur prestasi,” katanya. Saat sudah belajar di SMPN 1 Gianyar, kata Bawa, para siswa dibina dalam kelompok pencinta mata pelajaran yang dijaring dari bakat dan minat siswa. Pembinaan melalui kelompok ini dilakukan secara intensif setiap Selasa sore. “Kalau menjelang ada perlombaan, ada penambahan kuantitas waktu pembinaan,” ujarnya. Bawa mengaku berupaya mengirim peserta didiknya dalam berbagai perlombaan, baik yang digelar oleh pemerintah maupun instansi terkait. Dikatakan, yang menjadi prioritas dalam lomba ini bukan hasil juara, melainkan memberi pengalaman anak dalam berkompetisi. “Kami selalu beru-

Fokus Belajar Saat di Sekolah SMAN 1 Gianyar senantiasa bertabur prestasi. Sekolah dengan julukan Dosman ini memang kental dengan budaya belajar yang tinggi, sampai akhirnya melahirkan banyak siswa berprestasi. Salah satunya adalah Gede Fajar Kananda A.W. asal Desa Tulikup Kecamatan Gianyar. Pelajar yang akrab disapa Fajar ini mengaku lebih fokus belajar saat sudah berada di lingkungan sekolah. Terlebih bisa sharing dengan teman sebaya yang juga memiliki semangat belajar yang tinggi. Sementara apabila sudah di rumah, ia justru mengaku jarang belajar. ‘’Jarang belajar di rumah. Paling di rumah membuat tugas saja. Jadi, belajar hanya fokus saat di sekolah saja,’’ ujar remaja kelahiran 14 Juli 2002 ini. Fajar mengaku orangtuanya tidak begitu mengekang dirinya untuk harus belajar saat di rumah. Padahal, kedua orangtuanya merupakan pendidik. Bapaknya, Wayan Gede Phunarbawa, merupakan guru SMPN 3 Gianyar dan ibunya, Ni Made Anggreni, merupakan guru di SMKN 1 Gianyar. ‘’Orang-

Kesatuan Gerak PKK-KKBPK Desa Bona Dinilai Tim Provinsi Bali

Bali Post/nik

Gede Fajar Kananda A.W.

paya mengirim anak-anak mengikuti lomba, walaupun dengan dana minim,” tegas bapak dua orang anak ini. Sebagai kepala sekolah, ia mengaku tidak pernah berhenti mendorong semangat para guru dalam membina peserta didik. Dikatakan, peran guru menjadi tonggak penentu dalam melahirkan siswa beprestasi. “Jadi, bukan semata karena input siswa pintar, tetapi ini lebih pada peran guru. Prestasi sekolah dominan ditentukan oleh proses. Kalau prosesnya sudah berkualitas dan kontinuitas, maka prestasi pasti akan datang,” kata suami Ni Ketut Murniati ini. Berkat pola ini, siswa-siswa SMPN 1 Gianyar rutin memborong prestasi tingkat nasional setiap tahunnya. Tidak hanya para siswa, sebagai kepala sekolah Dewa Nyoman Bawa juga sudah mengantongi banyak prestasi. Seperti juara dua kepala sekolah berprestasi tingkat nasional pada 2016 lalu, lomba karya tulis best praktis tingkat nasional (2017). Kemudian pada 2019 ini ditetapkan sebagai fasilitator nasional Pen-

guatan Pendidikan Karakter Terintegrasi Satuan Pendidikan Aman Bencana. SMPN 1 Gianyar yang berlokasi di Jalan Ciung Wanara, Gianyar ini sudah ada sejak era penjajahan Belanda yang kala itu dinamakan Sekolah Menengah Nasional. Pascakemerdekaan, tepatnya pada 1955, sekolah ini ditetapkan sebagai SMP negeri. Hingga kini, SMPN 1 Gianyar terus tumbuh. Saat ini, sekolah ini memiliki 1.053 siswa. Rinciannya, kelas VII 413 siswa, kelas VIII 326 siswa, dan kelas IX 314 siswa. Sekolah yang sejak lama menerapkan Kurkikulum 2013 ini juga memiliki puluhan guru serta tenaga pegawai. (kmb35)

Tanamkan Etika dan Budi Pekerti kepada Anak Didik

Gianyar (Bali Post) I Dewa Nyoman Anom, S.Pd., M.Pd. merupakan salah satu guru berprestasi yang kini mengajar di SMAN 1 Gianyar. Guru yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan ini memiliki kedekatan dengan hampir seluruh siswa di sekolah dengan julukan Dosman itu. Ia menjadi guru yang paling getol mengarahkan penanaman etika dan budi pakerti kepada anak didiknya. Guru kelahiran 12 Desember 1973 ini merupakan alumni Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Pada 1999, ia diangkat sebagai guru. Sebelumnya ia sempat mengajar di SMPN 1 Gianyar dan SMPN 1 Tapaksiring. Pada 2 Januari 2012, ia dipindahkan sebagai guru di SMAN 1 Gianyar hingga kini menjabat sebagai Wakasek Kesiswaan. Sebagai Wakasek, Anom selalu berpatokan pada visi dan misi sekolah. Sesuai visi dan misi itulah ia mulai mengarahkan anak didik

melalui berbagai kegiatan yang melibatkan para siswa. “Mulai dari visi misi sekolah, dari sana kita bergerak mau ke mana mengarahkan anak didik dan merancang kegiatan sesuai visi misi,” ujarnya. Suami dari Nyoman Suwarastuti Kusumarini, S.Pd. ini mengatakan, yang terpenting adalah penanaman karakter anak. Dikatakan, pihaknya memulai dari pembentukan karakter pembiasaan baik, beretika dan berbudi pekerti. “Penanaman ini rutin disampaikan melalui apel serta aktivitas sehari-hari, ditambah pula melalui esktrakurikuler yang membentuk karakter seperi pesantian dan pramuka,” katanya. Berkat kerja keras itu, ia meraih juara III tingkat Provinsi Bali sebagai guru berprestasi pada 2017 lalu. Dia mengakui, juara itu diraih dengan berbagai indikator pe-

nilaian, mulai dari sosial, akademik termasuk indikator masyarakat. Selain itu, sejak 2011 hingga kini ia juga konsen sebagai pembina Pramuka. (kmb35)


Jumat Wage, 15 November 2019

KMP Trisakti Adinda Kandas Puluhan Penumpang Dievakuasi Negara (Bali Post) Arus yang cukup kuat di perairan Gilimanuk mengakibatkan, Kapal Motor Penumpang (KMP) Trisakti Adinda yang hendak bersandar di dermaga Pelabuhan Gilimanuk kandas, Kamis (14/11) dini hari. Puluhan penumpang termasuk tiga anak-anak yang berada di kapal dievakuasi ke daratan sekitar pukul 01.30 Wita. Hingga Kamis sore kemarin, kapal yang berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi ini masih kandas di perairan dangkal di Gilimanuk. Sementara para penumpang ada yang masih di Pelabuhan sejak Kamis dini hari menunggu kenda-

raan mereka yang masih di kapal. Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana I Komang Sudiarsa mengatakan, evakuasi yang dilakukan menggunakan tag boat pada Kamis dini hari setelah tim mendapatkan informasi tersebut. Total ada 49 orang termasuk tiga anak-anak yang dievakuasi ke darat dan semuanya selamat. Hingga sore kemarin, kapal yang mengangkut belasan kendaraan ini masih belum bisa bergerak dan mengapung di perairan Gilimanuk. Kapal masih menunggu air laut pasang dan selanjutnya dilakukan upaya penarikan kapal. Sejatinya sejak kapal diketahui kandas

pada 00.15 Wita, sudah diupayakan untuk menarik kapal dengan KMP Trisakti Elfina. Namun, gagal dan kapal belum bisa bergerak. Hingga akhirnya, para penumpang dievakuasi dengan bantuan dari Tim SAR. Dari manifest kapal, selain mengangkut 49 orang, di dalam kapal tersebut juga terdapat 3 unit minibus, 7 sepeda motor, 6 truk sedang dan besar serta truk tronton 4 unit. Dari informasi, kapal ini kandas terseret arus saat menunggu giliran untuk bersandar di dermaga Pelabuhan Gilimanuk. Hingga kemarin sore, nakhoda masih berupaya melakukan olah gerak. (kmb26)

Bali Post/olo

DEPAN RSU – Sejumlah reklame rokok terpasang di ruas jalan depan RSU Negara.

Puluhan Reklame Rokok Ditertibkan

Negara (Bali Post) – Satpol PP Jembrana belum lama ini menertibkan puluhan reklame rokok yang terpasang di sejumlah tempat. Penertiban ini menindaklanjuti surat dari Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSPTK) Jembrana dimana reklame yang sebagian besar merupakan rokok itu melanggar Peraturan Bupati Jembrana Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pajak Reklame. “Semuanya belum berizin, tersebar dari Gilimanuk sampai Mendoyo. Ada puluhan yang dipasang dari pihak perusahaan rokoknya,” ujar Kepala Bidang Penegakkan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Jembrana, I Made Tarma, Kamis (14/11) kemarin. Satpol PP juga sudah memanggil pihak pemilik reklame belum lama ini dan diberikan peringatan. Satpol PP melakukan tindakan persuasif dengan meminta kepada pihak pemilik untuk menurunkan. “Mereka meminta waktu berkoordinasi dengan perusahaan untuk menurunkan sendiri dan membuat surat pernyataan,” tambah Tarma. Selain tidak berizin, juga belum membayar pajak. Di samping itu juga merunut Surat Edaran (SE) Bupati Jembrana nomor 919/DPMPTPSTK/2019 tertanggal 9 Oktober 2019 lalu, pemerintah daerah tidak menerbitkan izin pemasangan reklame/iklan rokok di wilayah Kabupaten Jembrana. Menurut Tarma, dari pen-

dataan yang dilakukan Dinas Perizinan, sebagian besar merupakan reklame yang dipasang menggunakan besi dan digunakan untuk namanama toko atau warung. Satpol PP memberikan waktu agar reklame itu diturunkan hingga batas waktu sesuai prosedur Kepala Dinas PMPTSPTK Jembrana I Komang Suparta membenarkan adanya larangan reklame/iklan rokok berdasarkan SE Bupati Jembrana yang terbit awal Oktober lalu. Pihaknya juga telah melakukan pendataan, reklame ini banyak terpasang tanpa berizin. SE Bupati Jembrana ini mengacu pada UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012

tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa Produk Tembakau bagi kesehatan, SE Gubernur Bali nomor 480/10287/Kesmas Diskes tentang pelarangan iklan rokok dan Perda Jembrana nomor 4 tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Selain Pemkab tidak menerbitkan izin pemasangan reklame rokok, juga mengimbau kepada pemilik usaha advertising/penyelenggara reklame agar menurunkan reklame atau iklan rokok yang ada di wilayah Kabupaten Jembrana. Dalam SE itu juga tertuang untuk mensosialisasikan kepada pengguna sarana reklame agar tidak memasang reklame rokok di seluruh ruas jalan di wilayah Jembrana. (kmb26)

Tersangka Rokok Ilegal Ditahan di Gianyar Kerugian Negara Rp 99 Juta Negara (Bali Post) Kantor Bea Cukai Denpasar masih melakukan penyidikan terhadap tersangka penyelundupan rokok ilegal. Tersangka HWR yang diamankan di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk, Yehembang Kangin, Kamis (24/10) malam itu, saat ini masih dititipkan di Rutan Kelas IIB Gianyar. Kepala Kantor Bea Cukai Denpasar, Abdul Kharis, dalam keterangannya mengatakan, penangkapan ini merupakan operasi pasar dalam giat rutin yang dilakukan Bea Cukai Denpasar untuk menggempur peredaran rokok ilegal di wilayah Bali. Dari hasil Operasi itu, petugas mengamankan 1.390 slop atau 258.400 batang rokok polos berbagai merek tanpa dilekati pita cukai. Rokok ilegal ini dari pemeriksaan diketahui dengan merek STILL, CN, SOLID, GRAND, GREND, MILO, STEVEN DAN S3 dengan pekiraan nilai barang Rp 268.400 dan total kerugian negara Rp 99.308.000. “Kami juga menyita 1 unit mobil Avanza, l unit mobil APV dan 1 buah handphone,” terang Abdul. Dijelaskan lebih lanjut, penindakan ini dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat adanya pengiriman rokok ilegal dari Jawa menuju Bali. Dari hasil pemantauan dan penyisiran Tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea cukai Denpasar di titik yang berpotensi menjadi tempat pembongkaran, pada Kamis dini hari tim berhasil mendapati aktivitas pembongkaran karung

dan karton yang diduga rokok ilegal. Dari hasil pemeriksaan, didapati rokok-rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai berbagai merek sebanyak 4 karung, 4 karton, dan 44 bal atau setara 1.390 slop atau 268.400 batang. Terhadap HWR beserta supir dan kenek selanjutnya dibawa ke Kantor Bea Cukai Denpasar untuk proses penyidikan dan saat ini tersangka dititipkan ke Rutan Kelas llB Gianyar untuk proses penyidikan lebih lanjut. Sedangkan sopir APV dan kenek truk dibebaskan karena terbukti tidak memiliki keterkaitan dengan praktik bisnis ilegal ini dan hanya diperiksa sebagai saksi. “Operasi ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya Bea Cukai dalam meningkatkan kepatuhan pengusaha Barang Kena Cukai (BKC) Hasil Tembakau (HT) serta dimaksudkan untuk menekan peredaran BKC HT ilegal. Kami juga mengapresiasi peran aktif masyarakat membantu pemerintah dalam hal ini Bea Cukai untuk menggempur praktik bisnis ilegal ini”, tutup Kharis. Kharis juga mengimbau kepada masyarakat agar mengenali produk rokok yang dikategorikan barang Kena Cukai ilegal berdasarkan PMK No. 68/PMK.04/20’18 tentang Pelunasan Cukai. “Ciricirinya rokok tanpa dilekati pita cukai, rokok yang dilekati pita cukai yang bukan peruntukannya, dan rokok yang dilekati pita cukai palsu ataupun rokok yang dilekati pita cukai bekas,” pungkasnya. (kmb26)

Bali Post/olo

Kardus Rokok – Tumpukan kardus berisi rokok ilegal (tanpa cukai) di dalam mobil yang diamankan Bea Cukai Denpasar di Yehembang Kangin beberapa waktu lalu.

Bali Post/olo

Evakuasi – Evakuasi puluhan penumpang kapal yang terjebak kapal kandas di perairan Gilimanuk, Kamis dini hari.


Jumat Wage, 15 November 2019

Pemkab Karangasem Optimalkan Pelayanan Terpadu ’’Goes To Banjar’’ D A L A M ra ng ka leb ih memudahkan mengintegrasikan dan melakukan pendekatan pelayanan kepada masyarakat, Pemkab Karangasem gencar mengadakan kegiatan Pelayanan Terpadu ‘’Goes To Banjar”. Program Goes To Banjar itu dilangsungkan Kamis (14/11) kemarin, di Banjar Dinas Menanga Kangin, Desa Menanga, Kecamatan Rendang. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengungkapkan, kegiatan pelayanan terpadu Goes To Banjar ini merupakan bagian dari program Pemkab Karangasem yang tertuang dalam “Nawa Satya Dharma”. Program ini semata-mata dilaksanakan guna memberikan kemudahan kepada masyarakat agar mereka mendapatkan pelayanan mudah dan ce-

pat. Di antaranya, terkait pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP), perizinan serta dokumen administrasi lainnya. Selain itu, juga diserahkan sertifikat tanah hasil PTSL, penyerahan paket sembako dan door prize kepada masyarakat Desa Menanga dan sekitarnya yang hadir pada acara Goes To Banjar itu. “Program yang dilaksanakan ini tujuannya mempercepat proses kemakmuran masyarakat, khususnya masyarakat di Kabupaten Karangasem,’’ tambah Bupati wanita pertama di Karangasem itu. Program Goes To Banjar itu, di antaranya diagendakan kegiatan Mall Pelayanan Publik (MPP). Dengan cara jemput bola seperti itu, maka dipercaya dapat memudahkan masyarakat mendapatkan layanan per-

izinan dan nonperizinan seperti KTP dan dokumen lainnya termasuk pasar murah dan pendampingan pelayanan hukum. ‘’Dengan model jemput bola ini, warga tidak perlu jauh-jauh harus ngurus dokumennya ke Kota Amlapura. Selain itu, ada juga Public Safety Center (PSC) yang merupakan pelayanan gawat darurat medis 24 jam,” tambah Bupati. Mas Sumatri berharap dengan adanya fasilitas pelayanan terpadu Goes To Banjar itu maka diyakini dapat memberikan kemakmuran kepada masyarakat. Pemerintah berharap fasilitas dari Pemkab Karangasem itu dapat menjadikan rakyat makmur dan memiliki kemampuan lebih dibandingkan lainnya. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-

PTSP) Kabupaten Karangasem I Wayan Putu Laba Erawan menyampaikan, jenis layanan yang diberikan pada kegiatan pelayanan terpadu Goes To Banjar itu sebanyak 161 jenis layanan. Di antaranya layanan perizinan dan layanan nonperizinan, termasuk pasar murah, pelayanan pendampingan dan bantuan hukum dll. Sedangkan MPP (Mall Pelayanan Publik) Kabupaten Karangasem mengintegrasikan 161 jenis layanan, yang diselenggarakan oleh 21 OPD/Kementerian dan Lembaga di MPP. “Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Terpadu Goes To Banjar dikreasi Pemkab Karangasem guna memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat sampai tingkat banjar-banjar di Wilayah Kabupaten Karangasem,” ujar Laba Erawan. (ad361)

BERIKAN SEMBAKO - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat memberikan sembako kepada warga dalam acara pelayanan terpadu ‘’Goes To Banjar’’ di Banjar Dinas Menanga Kangin, Kecamatan Rendang, Kamis (14/11) kemarin.

Air Perumda Tirta Tohlangkir Tak Mengalir

Pelanggan di Seraya Timur Mengeluh

Amlapura (Bali Post) Pelanggan Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem yang ada di Banjar Dinas Tukad Hitam, Desa Seraya Timur mengeluh. Penyebabnya, sejak beberapa hari belakangan ini, air tidak mengalir ke rumah-rumah warga yang menjadi pelanggan. Kondisi itu membuat pelanggan kesulitan mendapatkan air bersih.

BUPATI BESUK KRISNA DEWI - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat membesuk Ni Putu Krisna Dewi di RSUD Karangasem, Kamis (14/11) kemarin.

Bupati Mas Sumatri Besuk Krisna Dewi di RSUD Karangasem

SETELAH sempat disambangi pagi harinya, bayi yang menderita gizi buruk dan juga kelainan jantung itu, Ni Putu Krisna Dewi, akhirnya dirujuk ke RSUD Karangasem, Kamis (14/11) sore kemarin. Setelah sampai di RSUD, Krisna Dewi langsung mendapat perhatian istimewa sebab dibesuk Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Bupati Mas Sumatri langsung mendatangi bayi malang Krisna Dewi di RSUD Karangasem. Bupati juga sempat berbincang-bincang cukup lama dengan ibu bayi tersebut. Desak Gede Sasih pada kesempatan itu dengan gamblang menuturkan awal sakit yang dialami

putrinya tersebut. “Kami Pemerintah Daerah Karangasem sudah mengambil langkahlangkah nyata guna membantu pengobatan bayi ini. Rencananya, besok akan dirujuk ke RSUP Sanglah. Saya akan pantau terus perkembangannya,” ujar Mas Sumatri. Bupati Mas Sumatri menambahkan, kedua orang tua bayi itu tidak memiliki KTP dan juga Kartu Keluarga. Karena itu, pihaknya mengambil inisiatif dengan langsung memerintahkan stafnya di Disdukcapil untuk menyelesaikan segala sesuatunya dalam waktu dua jam guna merampungkan KTP dan juga Kartu

Keluarga yang bersangkutan. Pemkab Karangasem memberikan sumbangan. Kemudian, pihaknya sudah memerintahkan Dinas Sosial agar membantu orangtua bayi tersebut untuk membuatkan rekening. Karena sumbangan atau bantuan akan ditransfer ke rekening, baik itu bantuan dari pemerintah maupun dari donatur. Ibu bayi malang itu, Desak Gede Sasih, menambahkan, awalnya ia mengira bayinya itu lahir normalnormal saja. Waktu diperiksa pertama kali ke Puskesmas Karangasem, anaknya itu dikatakan mengalami gizi buruk dan gangguan

Keluhan itu dilontarkan salah seorang pelanggan di Banjar Dinas Tukad Hitam, Desa Seraya Timur, I Komang Kirdana, Kamis (14/11) kemarin. Menurutnya, sejak beberapa hari, dirinya beserta warga lainnya sebagai pelanggan Perumda Tirta Tohlangkir, benarbenar kesulitan mencari air bersih. Terlebih, ada upacara di desa setempat, sehingga hal itu membuat warga bingung mencari air bersih lantaran air tidak mengalir. “Saya dan pelanggan yang lain bingung. Sejak sekitar 5 November lalu, tidak ada

air mengalir. Sebelum itu tidak masalah,” keluhnya. Kirdana mengaku tidak tahu pasti kenapa cukup lama air itu tidak mengalir ke rumahnya. Sedangkan, pihaknya harus terus membayar tagihan langganan air per bulan dengan tidak pernah terlambat. “Saya jadi bingung kalau terus seperti ini. Air sama sekali tidak mengalir. Sedangkan di satu sisi, saya sudah melakukan kewajiban membayar tagihan air itu per bulan. Saya dan pelanggan lain berharap air segera bisa mengalir lagi. Kalau terus seperti ini di mana

saya dan warga mencari air untuk memenuhi keperluan sehari-hari,” ujarnya. Direktur Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem I Gusti Made Singarsi menegaskan, pihaknya belum tahu kepastian hal itu. Dia akan turun ke lapangan untuk menanyakan kepada pelanggan yang mengeluhkan air Tirta Tohlangkir itu tidak mengalir. “Kami cek dulu kepastiannya. Takutnya ada gangguan di jaringan pelanggan bersangkutan. Semoga keluhan pelanggan segera bisa diatasi,” ucap Singarsi. (kmb41)

infeksi pada paru-parunya. “Saya ingin anak saya sembuh dan mendapatkan pengobatan lanjutan,’’ harap Desak Gede Sasih. Rencananya, anaknya itu dirujuk ke RSUP Sanglah. Namun, ia sendiri bingung jika dirujuk ke RUSP Sanglah akibat ketikdakmampuannya dari segi biaya. ‘’Sebab terus terang saja, saya sama sekali tidak mampu. Kami sangat berharap agar ada bantuan biaya pengobatan putri kami itu dari pemerintah daerah. Untuk nyambung hidup dan makan sehari-hari saja, saya masih sering harus berutang,’’ jelas Desak Gede Sasih, dengan raut muka sedih. (ad372)

Pemkab Gelontorkan Rp 41 M Danai BPJS-PBI Tahun Depan Naik, Perlu Dana Rp 71 Miliar

Endang Simanjuntak

Bali Post/kmb41

Amlapura (Bali Post) Untuk mendanai warga Karangasem masuk BPJSPBI yang didanai melalui APBD dan APBN, pemkab harus mengeluarkan dana Rp 41 miliar per tahun. Namun, jika tahun depan iuran BPJS-PBI itu naik, maka pemkab perlu mengalokasikan bujet mencapai Rp 71 miliar. Demikian dikatakan Kepala BPJS Cabang Klungkung, Endang Simanjuntak, Kamis (14/11) kemarin. Menurutnya, warga Karangasem yang jadi peserta BPJS-PBI yang didanai pemerintah sekitar 99,82 persen. Dari jumlah itu, tercatat hanya 12,14 persen yang menjadi peserta BPJS mandiri. “Sedangkan sisanya telah ditanggung sebagai peserta BPJS-PBI yang pembiayaannya didanai melalui APBD dan APBN,” ucapnya. Endang Simanjuntak menambahkan, saat ini berita terkait rencana kenaikan iuran BPJS itu menjadi isu hangat di masyarakat. Namun, adanya kenaikan itu, tidak terlalu berpengaruh terhadap peserta BPJS yang ingin turun kelas di Karangasem.

“Kalau dilihat peserta BPJS mandiri di Karangasem sekitar 1.500 saja. Dari jumlah itu, tidak ada lonjakan signifikan peserta mandiri yang berencana turun kelas. Masih sama seperti sebelum-sebelumnya. Memang ada yang memutuskan turun kelas, tetapi tidak terlalu banyak,” ujar Endang. Lebih lanjut dikatakannya, dengan adanya rencana kenaikan iuran BPJS itu, pihaknya belum tahu pasti apakah ada masyarakat yang mendaftar menjadi peserta BPJS-PBI di Karangasem. Kalau ada, maka pemerintah daerah dapat lebih selektif melakukan pengecekan, sehingga tidak sampai bantuan itu salah sasaran. Memang, diakui adanya rencana menaikkan iuran peserta BPJS mandiri itu mendapatkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Kendati ada rencana kenaikan itu, akan tetapi sejauh ini belum ada masalah yang berarti. ‘’Maksudnya, belum ada pengaruh signifikan di Kabupaten Karangasem,’’ ujar Endang Simanjuntak. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PELANGGAN MENGELUH - Pelanggan Perumda Tirta Tohlangkir di Banjar Dinas Tukad Hitam, Desa Seraya Timur mengeluh akibat air tak mengalir sejak beberapa hari lalu.


Jumat Wage, 15 November 2019

SOsok Program ”Jaga Gerbang’’ Berbagai upaya dilakukan KPA Klungkung dalam menangani kasus HIV/Aids. Asalkan mau melaporkan diri dan mau mengikuti proses penyembuhan, KPA siap memfasilitasi setiap penderita HIV/Aids sampai sembuh. Demikian disampaikan Ketua KPA (Komisi Penanggulangan Aids) Klungkung, Wayan Sumanaya, Kamis (14/11) kemarin. Sumanaya menjelaskan, HIV menjadi virus penyebab Aids. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh (sel darah Putih), sehingga orang yang telah terinveksi HIV mudah diserang berbagai penyakit yang dapat mengancam hidupnya. HIV bisa mengancam siapa saja, jika perilakunya berisiko. HIV menular melalui hubungan seks berganti-ganti pasangan, menggunakan alat suntik secara bergantian, dari Ibu ke bayi melalui proses hamil, melahirkan dan menyusui. “Perilaku setia dengan pasangan salah satu cara mencegah penularan HIV,” kata Sumanaya. Dia menambahkan, hingga Juni 2019 sudah terakumulasi sebanyak 440 orang penderita HIV/AIDS. Dari jumlah sebanyak itu, sebanyak 64 penderita di antaranya mendapat pendampingan langsung dari KPA Klungkung melalui program inovatif “Jaga Gerbang”. Program tersebut, yakni menjangkau penderitanya, mencarinya, setelah ketemu kemudian dijaga. Setelah tertangani, gerakan badannya agar sehat, kemudian bangun jiwanya dengan berbagai konseling setiap saat. Tujuannya, agar sebagai penderita tetap bisa berpikir positif, bukan malah ingin mengakhiri hidup karena penyesalan. “Semua yang kami berikan pendampingan, dari pemberian HRV (antiretroviral) untuk menekan virusnya sampai ofname di rumah sakit maupun pemeriksaan di lab, total sampai sembuh. Hanya saja sekarang kendalanya membangun kesadaran mereka agar mau melaporkan diri, sehingga bisa tertangani,” imbuhnya. Pihaknya berharap bagi penderita, sebaiknya terbuka, agar bisa diproses dan sembuh dari virus mematikan tersebut. “Selain program inovatif ini, kami juga tetap lakukan penyuluhan-penyuluhan, seperti ke sekolah maupun ke lokasi lainnya,” tegasnya. (gik)

Bappenas Prioritaskan Penanganan SPAM di Nusa Penida Semarapura (Bali Post) Bappenas melakukan kunjungan daerah ke Kabupaten Klungkung, Kamis (14/11) kemarin. Tim pusat ini ingin melihat pengelolaan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) di Kecamatan Nusa Penida. Bappenas ingin memprioritaskan penanganan air bersih di Nusa Penida, agar cakupan pelayanan air bersih di Nusa Penida bisa segera mencapai 100 persen. Direktur Pengairan Irigasi Bappenas Abdul Malik menyampaikan, proritas penanganan air bersih di Nusa Penida untuk menatap perkembangan pariwisata maupun pelayanan dasar kebutuhan masyarakat. Sebab, saat ini mayoritas masyarakat Nusa Penida masih kesulitan air bersih. Demikian juga para pelaku usaha pariwisata. Bila kebutuhan dasar sulit dipenuhi, maka pariwisata berkelanjutan juga kian sulit tercapai. Kedatangannya ke Klungkung, juga terkait rencana Bappenas mendorong agar pembiayaan ini berkelanjutan dan sebisa mungkin melakukan velue engineering, bekerja sama dengan pihak investor. “Langkah ini kami lakukan agar pelayanan masyarakat bisa lebih cepat, profesional dan terjangkau,” ujar Abdul Malik, saat diterima di Ruang Rapat Praja Mandala Pemkab Klungkung. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengatakan, perhatian pusat terhadap Nusa Penida, sudah sewajarnya direalisasikan dalam ber-

bagai program. Terutama yang berkaitan dengan SPAM agar cakupan pelayanan bisa segera 100 persen. Ia memaparkan bahwa Kecamatan Nusa Penida memiliki delapan status predikat nasional. Dua status berasal dari Peraturan Pemerintah, lima status berdasarkan Keputusan Menteri termasuk di dalamnya KSPN, KKP dan satu status berasal dari Keputusan Presiden mengenai Pulau Terluar. Menurutnya, delapan status ini harus direalisasikan dengan berbagai program guna mempercepat pembangunan Nusa Penida. Dari delapan status itu, Bupati Suwirta menyatakan, status sebagai pulau terluar harus direvisi, karena hanya mencantumkan Pulau Nusa Gede. Padahal, Kecamatan Nusa Penida ada dua pulau lain, yakni Ceningan dan Lembongan. Pemkab Klungkung akan mengusulkan ulang pulau terluar ini, agar Lembongan dan Ceningan masuk ke dalamnya. “Kami selalu lebih banyak berbicara mengenai Nusa Penida, karena titik ungkit peningkatan PAD Klungkung terletak di sana,”

Bali Post/gik

BAPPENAS - Bupati Suwirta saat menerima kedatangan Bappenas di Ruang Rapat Praja Mandala Pemkab Klungkung. ujar Bupati Suwirta. Bupati Suwirta menambahkan, PAD hanya akan bisa didapat dari sektor pariwisata. Salah satu kendala terbesarnya, adalah penyediaan cakupan layanan air bersih. Ia

Satpolairud Patroli di Pelabuhan Tradisional Semarapura (Bali Post) Pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatra Utara, jajaran kepolisian terus memperketat pengamanan. Tidak hanya memperketat pengamanan di markas komando, polisi juga mulai memperketat pengamanan di Pelabuhan Tradisional di Kusamba, Kecamatan Dawan, Kamis (14/11) kemarin. Petugas kepolisian dari Satpolairud Polres Klungkung menyisir salah satu “jalur tikus” ke Nusa Penida ini, guna mengantisipasi keluar masuknya barang maupun penumpang, yang membawa benda-benda berbahaya. Kepala Satpolairud Polres Klungkung AKP I Nyoman Arnawa, mengarahkan agar seluruh anggota Satpolairud Polres Klungkung, dengan cara yang humanis, dalam melakukan pengawasan segala aktivitas masyarakat, baik di darat maupun di laut. Kemudian, selalu mengarahkan anggota untuk melakukan imbauan kepada penyedia jasa penyeberangan laut serta masyarakat yang sedang beraktivitas di pesisir pantai, agar selalu sama-sama meningkatkan kewaspadaan. Menyusul, aksi teror kembali menggemparkan masyarakat. Situasi di pelabuhan tradisional ini, cukup memberikan kesan berbeda bagi masyarakat. Meski demikian, langkah ini cukup memberi kesan positif bagi polisi, sebagai reaksi tanggap terhadap situasi yang dihadapi aparat penegak hukum, terhadap aksi terorisme. “Kami melakukan dialog dengan warga yang hendak menyeberang dengan Fast Boat Gangga tujuan Nusa Penida. Agar selalu menjaga barang bawaannya, dan selalu waspada,” tegasnya. Arnawa juga meminta agar penumpang selalu mengunakan life jacket saat di boat, sebagai antisipasi saat melakukan penyeberangan. Salah satu warga, Nengah Nesa, meminta pihak kepolisian tetap melakukan patroli ini dalam beberapa hari ke depan. Tujuannya, untuk tetap mengawasi perkembangan situasi dan memberi rasa aman bagi masyarakat. (kmb31)

Bali Post/gik

PATROLI-Satpolairud saat patroli di Pelabuhan Tradisional Tribuana, Kusamba.

NGURAH RAI - Panji-panji dan surat sakti I Gusti Ngurah Rai saat tiba di Klungkung.

Kirab Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai Tiba di Klungkung Semarapura (Bali Post) Setelah melalui Jembrana, Buleleng dan Karangasem, perjalanan kirab panji-panji dan surat sakti pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai akhirnya tiba di Kabupaten Klungkung, Kamis (14/11) kemarin. Perjalanan kirab penuh dengan semangat kepahlawanan dalam mempertahankan kemerdekaan, untuk meneladaninya dalam mengisi kemerdekaan saat ini. Spirit ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi muda sebagai generasi penerus bangsa. Upacara serah terima dipusatkan di Lapangan Puputan Klungkung, dari Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa kepada Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta, dihadiri Ida Dalem Semaraputra, para veteran, organisasi kemasyarakatan, ASN dan pejabat Pemkab Klungkung serta TNI. Prosesi ini diisi dengan pembacaaan surat Kapten JBT Konig dan Pimpinan Dewan Perjuan-

gan Bali I Gusti Ngurah Rai. Prosesi serah terima ditandai dengan penandatanganan naskah serah terima oleh Wabup Made Kasta dan masing-masing pemimpin pasukan inti pembawa panji dan surat sakti. Seusai upacara, Wakil Bupati Made Kasta selanjutnya melepas panji-panji dan surat sakti di depan Puri Agung Klungkung untuk kemudian diarak keliling Kota Semarapura. Pada malam harinya, panji-panji dan surat sakti disemayamkan di Balai Budaya I Dewa Agung Istri Kanya. Ditemui usai prosesi tersebut, Wabup Kasta mengatakan semangat perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pahlawan, utamanya I Gusti ngurah Rai, diharapkan dapat menjadi inspirasi para generasi muda dalam mewarnai kemerdekaan ini dengan spirit bersama membawa bangsa ini ke arah lebih baik. Bersama-sama berjuang,

bahu-membahu mengisi kemerdekaan dengan turut serta melakukan pembangunan di segala bidang. “Kami ingin generasi muda, selalu mampu meneladani spirit perjuangan mereka,” katanya. Ketua Panitia kirab Ngurah Ambara, mengatakan, kirab ini bertujuan untuk mengenang perjuangan salah satu Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai. Spirit perjuangannya harus merasuk ke setiap generasi muda, dalam setiap kegiatannya. Sebelumnya, kirab napak tilas awalnya dilepas Gubernur Bali Wayan Koster pada 10 November lalu. Kirab panji-panji dan surat sakti telah melalui Kabupaten Jembrana, Buleleng dan Karangasem. Melalui agenda tahunan ini, diharapkan akan dapat meningkatkan nilai patriotisme dan persatuan seluruh masyarakat. Utamanya para generasi muda dalam mendukung pembangunan nasional. (kmb31)

pun sudah menugaskan Dinas PU agar secepatnya membuat perencanaan menyeluruh, menuju 100 persen pelayanan air minum di Nusa Penida. Pihaknya berharap cita-cita Pemkab Klungkung dengan

Bappenas segera dapat terealisasi. Ketika kebutuhan air bersih terlayani, maka kemajuan lainnya akan mengikuti. Baik kesejahteraan masyarakat maupun kemajuan sektor pariwisata. (kmb31)

Setiap Desa Perlu Bentuk KIM

Semarapura (Bali Post) Setiap desa memiliki masalah masing-masing. Namun masyarakatnya kerap mengalami kebuntuan, karena minimnya informasi. Sehingga setiap desa sesungguhnya membutuhkan KIM (Kelompok Informasi Masyarakat), agar dapat menambah pengetahuan. KIM dapat berperan sebagai penyuluhan dan penerangan kepada masyarakat, dalam peningkatan usaha serta kualitas hidup masyarakat. Demikian terungkap saat sosialisasi KIM di Ruang Rapat Kantor Perbekel Kamasan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Klungkung, Kamis (14/11) kemarin. Sosialisasi dibuka Pejabat Perbekel Desa Kamasan I Nengah Sukartina, dengan peserta sosialisasi dari kalangan masyarakat Pelukis Klasik Wayang Kamasan. Sosialisasi menghadirkan pembicara dari Diskominfo, yakni Kepala Bidang Komunikasi I Putu Putra Dewa Antara, Kepala Seksi Pengelolaan Komunikasi Publik I Gede Suartika Dyana dan Ketua KPA Klungkung I Wayan Sumanaya. Kepala Bidang Komunikasi I Putu Putra Dewa Antara mengatakan, KIM sesungguhnya identik dengan Kelompok Pendengar, Pembaca dan Pemirsa (Kelompencapir). KIM hadir sebagai wadah informasi penyuluhan dan penerangan kepada masyarakat. Tujuannya untuk peningkatan usaha serta kualitas hidup masyarakat. Pada era keterbukaan, tuntutan masyarakat untuk memperoleh informasi secara terbuka semakin tinggi. Ini sejalan dengan adanya Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dimana setiap informasi dapat diakses oleh setiap pengguna informasi publik. Kepala Seksi Pengelolaan Komunikasi Publik I Gede Suartika Dyana menambahkan, setiap kecamatan, kota dan kabupaten, bahkan tingkat desa, perlu dibentuk KIM. Terlebih di Desa Kamasan, dengan status sebagai desa wisata, agar bisa menjadi wahana informasi dan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah atau sebaliknya. KIM sangat dibutuhkan dalam menyampaikan informasi terutama dalam menyampaikan informasi yang positif bagi masyarakat. “Artinya KIM yang dibentuk oleh masyarakat harus dapat berguna juga bagi masyarakatnya sendiri. Sehingga, jangan sekadar dibentuk, tetapi harus diberdayakan dan dikembangkan,” tegasnya. (kmb31)


Jumat Wage, 15 November 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Cr PRT wnt bs naik mtr tgl dlm + Sopir bs matik 085238127777

Dicari Accounting wanita berpengalaman mengerti pajak utk Toko Prima Moda, Jl.Teuku Umar 133 Dps T.236735

Dcari Desainer Grafis & Tenaga Serabutan Hub.087861340445

B.BP.004.11.19.0000359

!Dcr Kywti Adm Konsultan Pajak Bs Komputer,SIM C.085102831808 B.BP.001.11.19.0000345

BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt semua usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto pasti berangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.11.19.0000275

B.BP.001.11.19.0000221

Dcr Kryawan/ti rajin&Serius u/ kerja serabutan H.081338085868 B.BP.001.11.19.0000282

Dcr Pembantu rmh tangga niat kerja,jujur, hub.081236760188 B.BP.004.11.19.0000270

Dcr tng krim lele (pke spd mtr) H.081246682139/081916982311 B.BP.004.11.19.0000356

Dicari Staf Kantor 19-30th Hub.0877 5569 4700

BIRO JASA

BENGKEL LAS

BIRO JASA

BIRO JASA

n

Desig

Money Back Guarantee Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

B.BP.001.11.19.0000351

Sales&Sopir kanvas L300 rajin SriusGaji,UM+Instv081338085868 B.BP.001.11.19.0000283

Tng Administrasi Wnt sarjana/ Diploma,Ijasah Terakhir,KTP/CV Srt Ket.sehat&SKCK,Bs Komputer & Paham Kesekretarisan Kantor Lam Bw:ITEKES Bali Jl T.Balian No.180 Dps Telp:(0361) 8956208 B.BP.001.11.19.0000033

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

B.BP.001.11.19.0000299

RUPA-RUPA

Free

�

B.BP.004.11.19.0000366

Dcr Penjaga Kost,SMA,Bpglm 2Th bs Nyetir,Tgl Dlm,KTP Bali,max 30Th.08123928624/085100636609

SERVICE

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

PROPERTY

RUPA-RUPA

KIA

DISEWAKAN RUMAH

DIJUAL TANAH

Kia Picanto Mnual Th08 AsBali FVariasi H081238169620 istimwa

Rumah 4Kmr Jl .Kertawinangun IA No.4 Sidakarya.Hub:08113934393

Dijual, sebidang Tanah SHM, Luas 20 are/2000 M2, lokasi di Ungasan, belakang patung GWK. Hub.Kadek,Hp. 081916362573. TP

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

B.BP.001.11.19.0000369 SUZUKI

Szk Splaz Th2014 Mnual FVariasi H.081238169620 kon Sptbaru H107 B.BP.001.11.19.0000368 TOYOTA

Dijual Yaris Th 2012 Mulus. Hub:Jl.Blimbing 58 Dps...BU!!! B.BP.001.11.19.0000352

B.BP.001.11.19.0000341

PROPERTY DISEWAKAN RUKO

Sewa 2Thn 130Jt Ruko 2Lt tepi Jln Cokroaminoto 087856227779

B.BP.004.11.19.0000357

Tnh 3,5A Tk.Badung Renon,±35A Ubud-Tegalalang.Hp:0811394712 B.BP.001.10.19.0000440

B.BP.033.11.19.0000354

PROPERTY

PROPERTY

B.BP.001.11.19.0000231

KEHILANGAN Hlg IMB No.771 Th2010 Perda No 4/PD/DPRD/74 Atas Bangunan di Jl.Seruni i2 No.8 Puri Gading Hub.087859090907 Andre Hilman B.BP.004.11.19.0000348

Tyt Altis 1.8G Automatic Th2007 Hitam VR17 Tgn Prtma S.Pakai H=105JtNgHub.081238169620Trwt

DIJUAL TANAH

JASA KONTRUKSI

Tanah 80 Are Mengesta Penebel Tbn Mnju Jatiluwih. 08113934393

Bngn Baru,Renovasi, Desain,Las, Smur Bor,Rmh Bcor 081338848318

Hlg Sertifikat No HM/00784 Ls 2200m2 an Ketut Ayu Mira Sauca

B.BP.001.11.19.0000367

B.BP.001.11.19.0000340

B.BP.001.11.19.0000318

B.BP.001.11.19.0000349

SERVICE


Jumat Wage, 15 November 2019

Truk Terguling di Bangbang

Bali Post/ist

TERGULING - Truk terguling di jalan jurusan Tembuku-Rendang tepatnya di Desa Bangbang, Tembuku karena as pendeknya patah.

Banggar Tuding TAPD Tak Serius Bahas APBD

Bangli (Bali Post) –

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangli kecewa dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Banggar menuding TAPD tak punya keseriusan membahas anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2020. Masalahnya, dalam rapat yang diagendakan, Kamis (14/11) kemarin, hanya hadir satu orang perwakilan dari Badan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD). Kehadirannya pun telat beberapa jam dari waktu yang dijadwalkan Banggar. Ditemui siang kemarin, anggota Banggar DPRD Bangli Made Sudiasa mengungkapkan, sesuai agenda, pihaknya berencana melaksanakan rapat lanjutan pembahasan KUA-PPAS 2020. Untuk membahas itu, pihaknya mengundang TAPD serta tiga OPD, yakni Dinas PUPRPerkim, Dinas Perhubungan dan Badan Kesbangpol. Namun, rapat akhirnya dibatalkan karena

sudah lama menunggu, pihak TAPD tak kunjung datang ke gedung dewan. “Hari ini sebenarnya kami rencanakan menggelar rapat lanjutan dari rapat kemarin. Kita ingin bahas kaitannya dengan plafon anggaran. Kita sepakati jam 10.00. Tapi sampai berjamjam menunggu, pihak sekretariat sudah menghubungi, yang datang hanya satu orang (Sekretaris BKPAD A.A. Tris-

nawijaya),” ungkapnya. Kekecewaan yang sama juga diungkapkan anggota Banggar lainnya, Satria Yudha. Dia mengatakan, pihaknya di Banggar memilih membatalkan rapat karena yang hadir hanya Sekretaris BKPAD. “Apa yang mau diselesaikan. Ketika kita mau adu argumen, nanti jawabannya pasti mentok ‘kewenangan ada di pak kepala badan’. Tidak bisa ambil kepu-

Bangli (Bali Post) Pengadilan Negeri Bangli, Kamis (14/11) kemarin, menggelar sidang lanjutan kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu (SS) dengan terdakwa oknum PNS Pemkab Bangli I Nengah Muliartawan alias Sangut. Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Anak Agung Putra Wiratjaya, jaksa penutut umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsidair 4 bulan penjara. Oleh JPU Anak Agung Gede Hendrawan, Sangut dinyatakan, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur pasal 112 ayat (1) Undang-undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam dakwaan subsider. Adapun pertimbangan jaksa yang memberatkan, yakni perbuatan terdakwa yang bertentangan dengan program pemerintah dalam hal pemberantasan narkotika dan psikotropika. Sedangkan yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya dan berlaku sopan dalam persidangan, terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Selain itu hal lain yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, dan terdakwa berstatus PNS yang

menghidupi istri dan anaknya dari gaji dan tunjangan yang diperolehnya. Rencananya sidang lanjutan kasus kepemilikan sabusabu tersebut akan digelar kembali Kamis depan dengan agenda pledoi. Penasihat hukum terdakwa I Ketut Dody Arta Kariawan mengaku akan mengajukan pledoi secara tertulis. Kasus kepemilikan SS berawal dari Sangut memesan dua paket sabu kepada Agustian (DPO) seharga masing-masing Rp 1,6 juta. Setelah Agustian mengkonfirmasi kesediaan narkotika jenis sabu tersebut, terdakwa melakukan transfer uang dari rekening miliknya ke rekening milik Agustian. Selanjutnya Agustian menyuruh terdakwa mengambil 2 paket sabu ke suatu tempat di daerah Tukad Badung, Kabupaten Denpasar. Sekitar pukul 19.00 Wita, ketika terdakwa melintas di Jalan Raya Jurusan Bangli - Gianyar, terdakwa diberhentikan oleh dua anggota kepolisian. Pada saat dilakukan penggeledahan pada diri terdakwa, diperoleh barang bukti berupa 2 potong pipet wana orange yang di dalamnya terdapat plastik klip bening berisi sabu dengan berat bruto masing- masing 1,04 gram dan 1,06 gram yang disembunyikan di dalam lubang tali helm yang dikenakan oleh

terdakwa. Selain itu diperoleh juga barang bukti lainnya berupa dua unit handphone, satu unit sepeda motor bernopol DK8032PI, satu buah helm, ATM dan satu lembar kertas bukti transfer ATM. Setelah dilakukan introgasi selanjutnya dilakukan penggeledahan di Kantor Bupati Bangli di tempat terdakwa bekerja, tepatnya di ruang Bagian Hukum. Di tempat tersebut diperoleh barang bukti berupa satu buah kotak parfum yang di dalamnya berisi satu buah timbangan elektrik, dua bendel plastik bening, dua buah isolasi bening, satu buah tissu, dompet merah yang didalamnya berisi 3 (tiga) buah korek api gas, bong dan gunting. Yang mana semua barang tersebut disimpan di salah satu laci rak lemari arsip. Tujuan terdakwa membeli narkotika jenis sabu tersebut dari Agustian adalah

tusan. Kan mubazir kita adakan rapat,” kata Yudha. Dia menilai ketidakhadiran Ketua TAPD dalam hal ini Sekda dan anggota TAPD lainnya dalam rapat kemarin, menunjukan ketidakseriusan eksekutif membahas APBD 2020. Politisi partai PDIP ini pun mempertanyakan tanggung jawab eksekutif menuntaskan APBD yang menjadi kegiatan rutin setiap tahun. Yudha menginginkan pembahasan APBD bisa dilakukan secara serius dan tidak tergesa-gesa. Jangan lagi seperti tahun-tahun sebelumnya, ada istilah APBD dikaji lagi setelah ditetapkan. “Kita di dewan mau bahas APBD

serius secara detail. Kita tidak mau lagi seperti tahun kemarin kacau. Data yang disampaikan beda-beda. Seolaholah ada duit, tahu-tahunya tidak ada. Ujung-ujungnya kepentingan masyarakat terkorbankan,” jelasnya. Sementara itu, Sekretaris BKPAD A.A. Trisnawijaya saat ditemui di gedung dewan siang kemarin mengatakan, Kepala BKPAD Gede Suryawan tidak bisa menghadiri rapat kerja karena sedang ada tugas ke luar daerah. Sementara dirinya telat datang karena baru siang mendapat perintah untuk menghadiri rapat kerja dengan Banggar. (kmb40)

Muliartawan Dituntut Enam Tahun Penjara

Bali Post/ist

SIDANG - Sidang di PN Bangli, Kamis (14/11) kemarin. untuk dijual kembali kepada Timtim (DPO), Karjo (DPO), Cupak (DPO), dan Sugianto (DPO) yang sebelumnya telah melakukan pemesanan via handphone kepada terdakwa. Penjualan sabu terdakwa lakukan dengan cara membagi satu paket besar

sabu menjadi lima paket kecil dengan menggunakan timbangan elektrik. Pa ket kecil tersebut, biasanya terdakwa jual seharga Rp 500 ribu per paket sehingga terdakwa memperoleh keuntungan sejumlah uang. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Sebuah truk bermuatan pasir terguling di jalan jurusan Tembuku-Rendang tepatnya di Banjar/ Desa Bangbang, Tembuku, Kamis (14/11) kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kecelakaan tunggal itu terjadi karena as pendek truk patah saat kendaraan menanjak. Informasi menyebutkan kecelakaan di jalur tersebut terjadi sekitar pukul 08.45 Wita. Kecelakaan berawal ketika truk bernopol DK 9606 PA yang dikemudikan I Ketut Dirgantara datang dari arah Rendang menuju Tembuku. Sesampainya di lokasi, tiba-tiba truk mengalami masalah. As pendek kendaraannya patah. Hal itu mengakibatkan truk bergerak mundur dan menabrak dinding tebing di sisi utara jalan. Setelah membentur tebing, truk nahas itu kemudian terguling ke kiri dan melintang di badan jalan. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi membenarkan adanya informasi tersebut. Dia mengatakan, tidak ada korban dalam kejadian itu. Sopir truk yang berasal dari Desa Jehem selamat. Kecelakaan menimbulkan kerugian materi Rp 5 juta. Kecelakaan tersebut sudah ditangani pihak kepolisian. Dikatakan Sulhadi, saat truk terguling dan melintang di jalan, arus lalu lintas di jalur tersebut tetap bisa dilalui kendaraan lain. “Masih bisa dilalui satu jalur, jadi pakai sistem buka tutup,” ujarnya. (kmb40)

Pemkab Kekurangan Anggaran Biayai JKN Bangli (Bali Post) – Pemkab Bangli harus menyediakan anggaran Rp 30 miliar untuk membiayai program Jaminan Kesehaan Nasional (JKN) masyarakat Bangli tahun 2020 mendatang. Anggaran yang dibutuhkan meningkat lantaran adanya kenaikan iuran BPJS yang mulai diberlakukan tahun depan. Sejauh ini Pemkab Bangli hanya mampu menyediakankan Rp 19 miliar. Dengan anggaran yang ada itu, Pemkab hanya cukup membiayai jaminan kesehatan masyarakat Bangli sampai bulan Agustus. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli, Nengah Sukarta, Kamis (14/11) kemarin mengatakan, jaminan kesehatan untuk masyarakat Bangli selama ini dibiayai dengan dana sharing dari Pemprov sebesar 51 persen, dan Pemkab Bangli 49 persen. Di tahun 2019 ini, pemprov membiayai sebesar Rp 17,8 miliar lebih, sedangkan Pemkab Rp 17,1 miliar lebih. Dengan adanya kenaikan iuran BPJS di tahun 2020 mendatang, maka Kabupaten Bangli harus menyiapkan anggaran lebih besar. “Jika Bangli nanti capaian 100 persen (jaminan kesehatan) mencapai 129.033, maka Kabupaten Bangli harus menyiapkan anggaran sharing sekitar Rp 30 miliar,” terangnya. Sementara saat ini, dari informasi yang didapatnya dari BKPAD, biaya untuk program JKN baru dianggarkan sebesar Rp 19 miliar. Masih kurang Rp 11 miliar. Sukarta mengaku belum bisa memastikan sumber pendanaan untuk memenuhi kekurangan tersebut. “Kekurangan ini sekarang masih menjadi PR untuk kita penuhi,” katanya. Dijelaskan Sukarta, dengan anggaran sebesar Rp 19 miliar, hanya cukup membiayai jaminan kesehatan masyarakat Bangli sampai bulan Agustus. Nantinya kalau kekurangan Rp 11 miliar tidak bisa dipenuhi Pemkab, maka kartu JKN

Bali Post/kmb40

Nengah Sukarta

penerima bantuan iuran (PBI) daerah akan dinonaktifkan. Agar tak sampai off, pihaknya sekarang sedang mengupayakan dengan BPJS. Apakah kekurangan itu nantinya bisa dibayarkan pada APBD Perubahan. Terkait hal itu pihaknya mengaku sudah sempat membahasnya dengan pihak BPJS dalam rapat beberapa hari lalu. Sukarta mengatakan, untuk mengoptimalkan pengeluaran jaminan kesehatan, pihaknya akan melakukan verifikasi ulang terhadap data warga PBI. Terutama yang telah meninggal namun belum dilaporkan serta warga yang telah pindah domisili. “Seperti di Kedisan, banyak yang pindah domisili ke Denpasar,” terangnya. Di sisi lain, Sukarta mengatakan, pascaadanya pengumuman kenaikan iuran, akhirakhir ini cukup banyak peserta BPJS mandiri yang beralih kepesertaan menjadi peserta BPJS PBI daerah. Hanya dia tidak menyebutkan jumlah pastinya. Dikatakannya, pindah kepesertaan dibolehkan dengan sejumlah persyaratan. Di antaranya tidak punya tunggakan iuran BPJS dan mau ditempatkan di fasilitas pelayanan kelas III. “Yang pindah ini nanti tidak boleh naik kelas,” imbuhnya. (kmb40)


15

Jumat Wage, 15 November 2019

Menguatkan Budaya Visi dari Bapak Presiden intinya adalah, satu, meningkatkan devisa sebesar-besarnya. Kedua, juga kita diharapkan bisa menjadi menyumbang devisa terbesar di Indonesia, karena sekarang ini kita nomor dua. Kita harapkan dengan berbagai macam strategi dan action yang kita lakukan, mudah-mudahan bisa meningkatkan posisi itu menjadi nomor satu. Menurut kami ini sangat penting untuk kita wujudkan. Ekonomi kreatif kita juga diharapkan bisa mempunyai daya saing kualitas barang-barangnya, bahkan bisa diekspor sehingga bisa mendatangkan devisa juga. Memang ke depan bukan devisa yang kita harapkan, tetapi juga membuat dampak yang positif kepada masyarakat di daerah tujuan wisata tersebut. Begitu banyak potensi dari pariwisata ini sendiri. Kita tahu ada lima sumber prioritas, yaitu Labuan Bajo, Mandalika, Likupang, Borobudur, Toba. Itu mirip program yang diakselerasi, agar segera terwujud. Tetapi juga, berbagai macam wilayah di luar itu yang mempunyai potensi wisata juga harus kita kembangkan. Bukan berarti lima itu, yang lain dilupakan. Enggak, enggak begitu sama sekali. Justru tetap kita bangun sedemikian rupa agar mempunyai daya tarik. Salah satu keunggulan bangsa Indonesia dalam hal ini adalah budayanya, kearifan lokalnya dan alamnya. Dan itu berkalikali saya sampaikan dalam berbagai macam kesempatan, bahwa ini yang harus kita lindungi, ini yang harus kita dapat jaga, karena justru di sinilah yang jadi daya tarik yang luar biasa untuk wisatawan mancanegara. Nah itu juga salah satu tantangan bagaimana kita bisa mengemas mengelola ini dan dampaknya untuk kesejahteraan masyarakatnya, memberdayakan masyarakatnya. Apalagi ini ditunjang ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif itu banyak sekali yang bisa menunjang. Dan ini juga akan kita lakukan melalui ekonomi kreatif, karena kami membawahi ekonomi kreatif saat ini untuk dapat dikembangkan. Banyak yang bisa dikembangkan kita kembangkan di destinasi wisata, misalnya kriya, fashion, kuliner, berbagai macam termasuk konten. Itu adalah hal yang saling

Sejak Januari ‘’Saya minta belanja secepatcepatnya, saya harapkan jangan sampai yang kemarin saya sampaikan, November masih ada Rp 31 triliun masih dalam proses e-tendering, padahal ini pekerjaan konstruksi,’’ kata Jokowi seraya menegaskan penggunaan dana APBN 2020 sudah dimulai sejak Januari. Dalam acara yang juga dihadiri Wapres KH Ma’ruf Amin, Presiden Jokowi menyerahkan DIPA senilai Rp 1.767 triliun. Nilai itu terdiri dari DIPA untuk 87 kementerian dan lembaga senilai Rp 909,6 triliun dan DIPA transfer ke daerah dan dana desa senilai Rp 856,9 triliun. ‘’Setelah penyerahan ini, saya ingin melihat ada perubahan cara bergerak kita. Mindset kita, pola lama yang harus kita tinggalkan, mulai secepatnya belanja, terutama belanja modal dari DIPA yang tadi sudah diserahkan,’’ kata Presiden. Seperti disampaikan Menkeu Sri Mulyani, lanjut Presiden Jokowi, ketidakpastian ekonomi global, perlambatan pertumbuhan ekonomi menghantui nyaris semua negara, sehingga diharapkan belanja APBN bisa memicu pertumbuhan ekonomi seawal mungkin.(ant)

menunjang, tidak saling mengurangi menurut saya, saling memperkaya antara pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga mejadi satu kekuatan yang utuh bisa punya dampak yang sangat positif ke banyak masyarakat di Indonesia. Dan itu salah satu yang akan kita kembangkan ke depan. Dan memang banyak, macam-macam strategi yang akan kita lakukan ke depan. Pertama, kita akan mengusulkan Indonesian branding, satu branding yang menjadi brand-nya Indonesia. Memang sebelumnya sudah ada Wonderful Indonesia, tetapi kami berpikir ke depan kita justru harus membuat sesuatu yang relevan dengan perkembangan zaman. Apalagi di era digital seperti sekarang ini. Itu salah satu yang penting juga yang akan kita bangun. Begitu juga dengan brand-brand Indonesia, ini juga harus kita bantu, harus kita support sehinggga produk-produk Indonesia bisa bersaing dengan produk-produk luar negeri. Kita tahu beberapa negara seperti Thailand bahkan Fiji punya brand yang begitu terkenal ke seluruh dunia yang akhirnya bisa menjadi ambassador bagi negaranya, merepresent negaranya juga. Tidak berhenti di situ saja, kuliner, restoran misalnya, saya tahu betul Thailand di pertengahan tahun 80-an dia bikin restoran di mana-mana di seluruh dunia, di kota-kota besar. Restorannya juga bukan yang kelas standar, betul-betul restoran yang berkelas, menjual makananmakanan Thailand, karena di situlah awal muasalnya orang tertarik untuk mengunjungi suatu negara. Dari makanan, makanan itu juga bisa menjadi sarana promosi tanpa kita sadari. Nah, ini salah satu yang membuat Thailand sekarang harus kita akui lebih maju pariwisatanya. Karena mereka punya planning yang begitu panjang dan konsisten, gak berhenti. Selalu dibangun terus, dibangun, dibangun sampai hari ini. Yang sedihnya lagi buat kami, tiap restoran Thailand sudah ada rendang, sudah ada sate, sudah ada nasi goreng, sudah menjadi menu makanan-makanan setiap restoran Thailand. Ini kekayaan bangsa Indonesia, ini budaya bangsa Indonesia. Strategi—strategi itu yang mesti kita lakukan, begitu juga

dengan pemasaran. Pemasaran era digital ini juga harus mikro targeting, bisa kita sesuaikan. O… orang ini suka gunung, bisa kita targeting di era digital. O… orang ini suka pantai, jangan orang suka pantai kita kasi gunung, mana mau datang. Dan juga sebaliknya, itu contoh kecil. Kita juga bisa memanfaatkan konten kreator-kreator dari negara tertentu yang punya pasar untuk datang ke Indonesia. Saya pikir, cara-cara modern, cara-cara yang berbeda harus berani kita lakukan. Kita harus melakukan terobosan cara pemasaran yang baru. Saya ambil contoh New Zealand pada saat film ‘’Lord of The Ring’’ dibuat di New Zealand, pariwisatanya meningkat sangat signifikan. Gara-gara film ‘’Lord of The Ring’’, satu judul film lho. Ini juga bisa menjadi cara kita mempromosikan, tidak melulu dengan cara-cara konvensional. Ini PR kita ke depan. Ini super prioritas dan Presiden mengharapkan tahun 2020 sudah jadi. Tapi pariwisata tidak hanya tentang infrastruktur, ekosistemnya, keramahtamahannya, kesiapan masyarakatnya, menjaga budayanya menjaga kearifan lokalnya, itu justru orang pingin lihat. Karena kalau kita bicara misalnya danau, di mana-mana ada danau, tetapi yang membuat lebih kearifan lokalnya, kulturnya, budayanya. Beberapa destinasi wisata di Indonesia sangat menarik, apalagi Bali. Bali itu daya tariknya di situ, kulturnya, keramahtamahannya. Saat kita di Bali hati ini terasa lega, karena kultur dan budaya Bali. Kita memang sepakat optimis dengan budaya bangsa kita, dengan kearifan lokal kita, kita akan bisa mencapai kemajuan di bidang pariwisata dan kemajuan ekonomi kreatif kita untuk kemajuan bangsa kita. Strategi khusus apa yang bisa kita lakukan dalam menghadapi tantangan global dan perubahan tren generasi milenial kita dalam berwisata yang mungkin berubah, juga sinergi penerbangan dalam mendukung pariwisata di destinasi tertentu? Saya sempat diskusi dengan Pak Presiden, bahwa bagaimana kita mensinergikan pari-

wisata kita ke depan lebih jelas lagi. Saya juga concern bagaimana kita melindungi alam kita, menjaga supaya kita tidak tambah kotor, seperti sampah dan sebagainya. Makanya salah satu strategi kita ke depan juga meningkatkan kualitas wisman. Dengan meningkatnya kualitas wisatawan yang datang ke Indonesia, selain membawa devisa yang jauh lebih besar, juga akan lebih baik untuk melindungi alam kita, melindungi budaya kita, karena semakin orang mempunyai kemampuan semakin menghargai hal-hal seperti itu. Juga punya dampak ekonomi, karena kemampuan daya mereka kan lebih tinggi. Saya lebih prepare bukan jumlah wisatawannya, tetapi devisanya sehingga mempunyai impact yang luar biasa secara ekonomi. Saya ambil contoh New Zealand, wisatawannya cuma 4 juta per tahun, tetapi everage spanding per arrivalnya hampir 5.000 US dolar. Sementara Indonesia sekarang 1.220 US dolar. Kan lebih baik kita ngurusin yang sedikit tetapi berkualitas. Kalau pariwisatanya lebih premium biasanya tidak terlalu mengganggu atau merusak yang ada. Premium cenderung lebih menghargai adat istiadat setemat, budaya setempat. Ini strategi jangka panjang. Untuk kalangan milenial, bagaimana kita menargetkan lebih tepat, mikro targeting. Jadi lebih presisi, di zaman sekarang seperti itu. Cara-cara marketing itu yang kita mesti lakukan ke depan, tetapi caracara konvensional masih perlu juga. Kita harus punya sesuatu yang lebih bisa dipertanggungjawabkan. Karena kalau digital kan… o… yang lihat berapa juta, komennya berapa banyak, itu yang menjadi tolok ukur. SDM-nya juga harus kita sesuaikan, kita tingkatkan sesuai perubahan zaman ini. Itu menjadi salah satu fokus kita. Misalnya kalau kita pergi ke tempat A, budaya atau kulturnya lebih terasa, itu menjadi kelebihan. Bukan kita berlomba ikut-ikut yang modern, karena saya justru khawatir kalau kita ikut-ikut ke arah sana akhirnya kita tidak akan punya suatu keunikan, itu kata kuncinya. Keunikan ini menjadi satu kata yang sangat penting dalam posisioning kita di begitu banyak destinasi wisata di dunia ini. Dan salah satu yang menjadi contoh keunian ini adalah Bali. Menarik sekali, bagaimana seorang menteri muda

komitmennya dalam memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif dengan tetap menjaga alam, manusia Indonesia, dan budayanya. Tetapi bagaimana dengan yang belakangan ramai diperbincangkan di media? Salah satu yang menjadi contoh keberhasilan keunikan itu adalah Bali. Begitu stand out-nya Bali. Bahkan saat saya kuliah tahun 90-an, saya kuliah di Amerika di sebelah ujung sana di perbatasan Kanada, mereka mengetahui Bali. Itu kenyataan. Indonesia dikira di Bali bukan Bali di Indonesia. Kenapa orang tahu, saya tanya. Kenapa tahu? Dia kasi lihat baju-baju tariannya, baju daerahnya, saya lihat sendiri, saya rasakan sendiri sebagai seorang mahasiswa saat itu, itu yang mesti kita jaga, itu yang mesti kita kelola dan kita promosikan ke seluruh dunia. Terus terang saya kaget juga, karena yang diberitakan yang pertama headline dari media tersebut saya sama sekali tidak pernah bicara seperti itu. Dan itu yang dikembangkan justru berlawanan sekali dengan prinsip saya. Secara pribadi, bukan sebagai menteri saja sudah beda dengan dalam visi saya. Jauh sebelum saya jadi menteri, silakan dicek dalam saya sebagai pembicara, dalam kuliah umum, sosial media, saya itu sangat menghargai perbedaan, budaya, saya sangat menghargai minoritas, saya sangat menghargai itu semua, dan bahkan sangat melindungi dalam statemen-statemen saya saat masih bekerja di media dulu. Nah mungkin era sekarang ini, di era digital ini kadangkadang media bikin judul yang

bombastis sehingga mengundang klick-bait biar diklik orang biar dilihat beritanya. Akhirnya menimbulkan polemik yang menurut saya berlawanan sekali dengan apa yang saya yakini selama ini. Sebelum jadi menteri, apalagi jadi menteri. Karena saya begitu meyakini, bahwa pertama saya ini secara pribadi adalah orang yang sangat mengagumi budaya Bali. Saya dibesarkan di keluarga yang mengagumi budaya Bali. Sampai saya dan adik-adik saya semua, memakai nama Bali. Jadi rada kaget juga melihat itu. Tapi sudahlah, namanya media kadang-kadang suka mencari yang tadi saya bilang klick-bait. Justru saya melihat apa namanya, apa yang saya lihat belakangan ini, saya ingin meluruskan, saya tidak akan mengubah, saya tidak akan berubah dan tidak akan mengubah kultur dan kekuatan Bali. Saya tidak punya hak untuk mengubah itu, sama sekali. Tugas saya justru mempromosikan, mengembangkan, justru saya harus melindungi kultur budaya kita dari budayabudaya asing manapun juga itu. Itu justru tugas saya dan saya jamin ini, bahwa itu budaya yang saya kagumi sejak saya lahir. Saya memahami dan mendengar tentang wisdom dari penduduk Bali. Saya diberikan nama juga ada ceritanya. Ada cerita yang begitu kuat tentang Dewa Wisnu. Begitu mendengar itu lumayan kaget, bagaimana orang yang begitu menghargai, bukan karena saya diinterview terus saya mengklarifikasi yang bukan saya demi supaya enggak diserang. Saya orang yang sangat menghargai keberagaman itu. Tidak pernah track record saya dengan

siapa pun juga, bersikap atau berkata atau berucap yang… apa yang namanya ya…tidak menghargai perbedaan dan budaya itu. Jadi sekali lagi saya luruskan, bahwa saya ini meyakini, bahwa keberagaman kita dan ini sering saya sampaikan dalam berbagai macam kesempatan, keberagaman kita bukan kelemahan, keberagaman kita justru sebuah kekuatan bangsa Indonesia. Pada saat bangsa ini bisa harmoni dalam perbedaan, saya meyakini bangsa ini akan melesat pesat menjadi bangsa yang maju. Seperti judul acara ini, Indonesia Maju. Jadi, itu adalah sebuah prinsip yang saya yakini sebagi manusia bukan saja sebagai seorang menteri, apalagi diberi amanah untuk menjadi menteri. Jadi sekali lagi terima kasih, dengan interview ini, mudah-mudahan saudara-saudara kami di Bali, saudara-saudara kita di Bali dapat memahami dan tidak usah khawatir, tidak akan, tidak ada setitik pun dalam pemikiran saya untuk mengubah itu. Memang semua tempat wisata harus welcome dengan semua, berbagai macam golongan, itu yang membuat pariwisata itu menjadi sukses. Mau agamanya apa, bangsanya apa, background-nya apa kita harus welcome, harus kita bisa menyediakan, harus friendly dengan semuanya. Istilah saya itu friendly. Itu yang membuat Bali seperti sekarang ini, dan itu yang membuat Bali mampu menyumbang devisa 40 persen. Semua tempat wisata punya keunikan dan saya tak ingin merusak budayanya, alamnya. (sugiarta) Jumat, 15 November 2019

05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Pitra Yadnya (1) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball Ganesh (1) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Inovator Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Taksu Made Supena, Pelukis

11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita

Abstrak Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Dharma Wacana Pitra Yadnya (2) Berita Siang Klip Bali Folk Song Klip Bali Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Dialog Interaktif Dinas Kesehatan Dunia Kita Kartun Ball Ganesh (2) Puja Trisandya

18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Indonesia Maju Strategi Pariwisata Budaya (Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now Teater Bumi 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Ajeg Bali Mekare - Karean 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Ki Bajera Sakti Samprangan Br. Kediri Tabanan (1) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel


JUMAT WAGE, 15 November 2019

BALI POST GOES TO SCHOOL

Bali Post/eka

SMAPAN - Siswa Smapan foto bersama dengan guru, komite, Kepala SMAN 8 Denpasar, dan Pimpinan KMB Satria Naradha dalam acara Bali Post Goes to School yang bertepatan dengan Smapan Fair 2 di SMAN 8 Denpasar, Kamis (14/11) kemarin.

Tampilkan Aneka Karya Kreatif Siswa STAN pameran yang ditampilkan pada kegiatan Smapan Fair 2 oleh jajaran civitas SMAN 8 Denpasar cukup menarik. Berbagai inovasi yang dilakukan para siswa mampu menampilkan karya yang orisinal dan bebas dari kandungan bahan berbahaya. Dari 20 stan yang ada, berbagai kreasi kuliner serta produk olahan ditampilkan masing-masing kelompok siswa di sekolah tersebut. Angela Aprilia bersama temantemannya menampilkan kuliner Risoles Pisang. Hasil karyanya dijajakan untuk dijual kepada para pengunjung. Bukan saja menarik dari nama stan yakni Pan Kapah, siswi kelas XII IPS 3 ini, dari rasa juga mampu menggoyang lidah, sehingga tergugah untuk membelinya. Apalagi harga yang ditawarkan pun terjangkau untuk semua kalangan.

Beda lagi tampilan stan kelas X IPA 1 yang dikomandoi Saci, mampu menampilkan camilan olahannya sendiri. Mereka beri nama Macaw, serta nama unik lainnya. Bersama teman-temannya, Saci berkreasi membuat kuliner yang bisa dinikmati anak-anak seusianya. Tak hanya kuliner, berbagai inovasi lainnya juga ikut dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya terdapat alat peredam suara yang bisa digunakan di studio-studio musik maupun tempat lainnya. Karya siswa SMAN 8 Denpasar ini sudah pernah menyabet berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional. Karena bahan yang digunakan dari organik. Menariknya lagi, selain mampu menampilkan hasil cipta olah di bidang kuliner, tampilan stannya pun tak

kalah menarik. Berbagai perpaduan warna dan bahan yang ramah lingkungan dimanfaatkan para siswa untuk membuat tampilan stan yang menarik. Seperti menggunakan koran bekas untuk membuat gapura stan mereka. Ada pula yang membuat stan dengan barang bekas lainnya, sehingga mampu menarik pengunjung untuk melihatnya. Kepala SMAN 8 Denpasar Drs. Ketut Suyastra, M.Pd., Kamis (14/11) kemarin mengatakan, Smapan Fair kali ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang sudah berjalan sejak empat bulan lalu dan ini merupakan puncaknya. Pihaknya juga mengaku mendapat program bantuan siswa wirausaha yang bisa dimanfaatkan siswa untuk mengasah talentanya dalam berbagai bidang. Seperti yang sudah dipamerkan di masing-masing stan. (ara)

Bali Post/eka

PENGHARGAAN - Pimpinan KMB Satria Naradha menyerahkan penghargaan kepada Kepala SMAN 8 Denpasar sebagai kasek inovatif, Kamis (14/11) kemarin.

Smapan Fair 2

Membangun Cakrawala Inovasi Rintis Wirausaha Muda

Bali Post/eka

STAN - Deretan stan kuliner para siswa pada Smapan Fair 2 di SMAN 8 Denpasar, Kamis (14/11) kemarin.

Dari Teh Daun Piduh hingga Keripik Daun Singkong SMAN 8 Denpasar alias Smapan adalah gudangnya inovator muda. Banyak hasil temuan bisnis siswa berbasiskan penelitian kemudian sukses dijadikan produk kesehatan yang menghasilkan uang. Hal ini terlihat nyata dari 20 stan kuliner dan inovasi yang dipamerkan di ajang Smapan Fair 2 yang dibuka Pimpinan Kelompok Media Bali Post (KMB) Satria Naradha, Kamis (14/11)

kemarin. Smapan Fair berlangsung semarak. Semua halaman sekolah dihias lampion dari koran bekas, juga disiapkan panggung untuk pentas seni siswa. Kini Smapan pun menambah predikat sebagai sekolah inovatif. Salah satu hasil produk olahan yang sederhana berupa Cica Tea. Dikatakan demikian karena siswa dari UNOS (XII IPA-1) ini mem-

buat teh dari bahan daun piduh atau pegagan. Caranya dipaparkan Krisna Yoga sangat sederhana, daun piduh yang mudah didapat di pematang sawah dikeringkan selama dua hari. Semua menggunakan tangan dengan slop agar steril. Setelah kering, daun piduh tinggal diblender dan dimasukkan dalam saset seperti bahan teh umumnya dan siap diseduh. Soal manfaat, Krisna Yoga

Bali Posr/sue

TEH PIDUH - Teh berbahan daun piduh diperlihatkan anak-anak kelas XII-IPA-1 SMAN 8 Denpasar.

mengatakan teh daun piduh bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan luka dalam dan luar serta memperlancar peredaran darah. Namun, Krisna memaparkan produk teh ini hasil kajian bersama dengan rekan sekelasnya seperti Gung Adit, Sriyani, Diah Cantika, IA Indira, Amelia Surya, Gek Arik, Teja dan Dharma. Pimpinan KMB Satria Naradha mengaku semua hasil karya anak-anak Smapan sangat luar biasa. Namun, dia mengingatkan semua produk jangan lupa memakai nama Bali. Sebab, branding nama Bali sudah dikenal dunia. Bila perlu, daun piduh ini dikaji lewat sastra Bali. Di ajang Smapan Fair 2, dipamerkan 18 produk unggulan dari 36 kelas plus pameran jurnalistik dan KIR serta koperasi siswa. Stan kuliner lainnya seperti kue putri salju, risoles pisang, telur gabus, keripik pare, camilan kulit lumpia, oreo cream cheese, manisan kacang wijen, desert box, kukis baper, telur bagus pedas, keripik singkong bumbu Bali, keripik kelapa, keripik pisang daun ubi, telur rasa nano-nano, keripik daun singkong dan kue semprit. Untuk inovasi berupa sabun minyak jelantah dan keripik kulit pisang. (sue)

JAJARAN civitas SMAN 8 Denpasar atau yang dikenal dengan Smapan kembali melakukan kegiatan ekstrakurikuler yang inovatif. Kegiatan yang bertajuk Smapan Fair 2 tersebut berlangsung selama dua hari hingga Sabtu (16/11) besok. Pada kegiatan ini ditampilkan berbagai ragam karya kreasi siswa, mulai dari kuliner, kerajinan, teknologi, musik dan seni, hingga talkshow. Smapan Fair 2 yang bertema ‘’Young Entrepreneur Spirit’’ ini dibuka Pimpinan Kelompok Media Bali Post (KMB) Satria Naradha didampingi Kepala SMAN 8 Denpasar Drs. Ketut Suyastra, M.Pd., Kamis (14/11) kemarin, yang ditandai dengan pemukulan kulkul. Ketut Suyastra didampingi Ketua Panitia I Made Suardana, S.S. di sela-sela kegiatan mengatakan, Smapan Fair kali ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya. Rangkaian kegiatan ini sudah berjalan sejak empat bulan lalu dan ini merupakan puncaknya. Pihaknya juga mengaku mendapat program bantuan siswa wirausaha yang bisa dimanfaatkan siswa untuk mengasah talentanya dalam berbagai bidang. Seperti yang sudah dipamerkan di masing-masing stan. ‘’Prinsip dasar saya, tidak ingin gebyar saja. Intinya ingin membangun jiwa wirausaha di

Bali Post/eka

PENGHARGAAN - Pimpinan KMB Satria Naradha menyerahkan penghargaan kepada siswa inovatif Smapan. kalangan siswa,’’ ujar Suyastra. Pada Smapan Fair 2 kali ini pihaknya juga mendatangkan motivator untuk membangun cakrawala ide di kalangan siswa. Karena dengan motivasi yang diberikan, pihaknya ingin para siswa dapat meniru dan tergugah jiwanya untuk menjadi wirausaha ketika selesai menamatkan pendidikan. ‘’Anak muda itu pasti memiliki talenta, kita berikan ruang untuk berkreasi. Ini menjadi warna masa depan anak-anak kami,’’ ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Pimpinan KMB Satria Naradha memberikan motivasi kepada siswa-siswi Smapan. Dalam talkshow yang bertema ‘’Strategi Sukses Generai Mile-

nial’’, Satria Naradha banyak memberikan motivasi kepada para siswa untuk lebih kreatif, berani berinovasi, serta mengambil peluang yang ada. ‘’Bila ada peluang di depan, akan bisa diambil ketika adikadik ini inovatif dan kreatif. Seperti yang tadi saya lihat di stan-stan di bawah, itu contoh yang kreatif,’’ ujarnya. Ketua Komite SMAN 8 Denpasar Dr. Drs. I Made Gede Putra Wijaya, S.H., M.Si. sangat mengapresiasi langkahlangkah yang dilakukan pihak sekolah membuat kegiatan seperti ini. Pihaknya berharap kegiatan yang bisa memberikan warna tersendiri bagi siswa ini bisa dilakukan secara berkelanjutan. (ara)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat 15 Nopember 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu