terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
8 HALAMAN
NOMOR 229 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
rabu umanis, 15 april 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Lapangan Renon Ditutup
Pasien Positif Covid-19 Sembuh
Pedagang Pasar Kusamba Ditertibkan
Dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, kegiatan olahraga di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, ditutup sementara. Masyarakat diminta untuk berolahraga di rumah.
Satu dari lima pasien asal Kabupaten Tabanan yang dikonfirmasi positif terjangkit Covid-19 dinyatakan sembuh. Ini dikuatkan dengan hasil swab yang menunjukkan negatif.
Petugas gabungan membubarkan kerumunan pedagang di sekitar Pasar Rakyat Kusamba. Mereka dianggap membandel, karena tidak mengikuti aturan jam buka pasar.
TABANAN | HAL. 4
DENPASAR | HAL. 2
KLUNGKUNG | HAL. 5
PEMULIHAN EKONOMI BALI TAK BISA CEPAT ’’Domestik tidak ada, asing juga tidak ada. Karena itu, sudah pasti dampaknya besar sekali terhadap pariwisata. Seberapa besar ini konsekuensinya, kita berharap jangan sampai ada PHK.’’ Wayan Koster
’’Jika tidak ketat maka akan semakin lama. Jadi semakin pendek sakitnya dan semakin ketat, berdampak ekonomi tidak akan terlalu berat. Menurut saya Bali lebih relatif terkontrol karena terdiri dari satu pulau dengan tidak banyak pintu masuk.’’ Trisno Nugroho
OPINI
Mereka-reka Perekonomian Akibat Covid-19 Oleh: Prof. Dr. IB Raka Suardana, S.E., M.M.
HASIL assessment yang dilakukan oleh Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Kemenkeu, BI, OJK dan LPS, ada dua skenario yang dihasilkan dalam memperkirakan dampak dari pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia tahun 2020, yakni skenario berat dan sangat berat. Skenario berat diprediksikan ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh 2,3% atau turun 3% dibanding asumsi APBN 2020 yang sebesar 5,3%, serta skenario sangat berat adalah ekonomi Indonesia minus 0,4%. Bagaimana dengan ekonomi Bali? Kondisi saat ini cenderung lebih parah dibandingkan 20082009 karena sektor konsumsi domestik masih berjalan. Pada waktu itu, masyarakat di daerah masih tetap beraktivitas normal, demikian juga UKM yang tidak berhubungan dengan ekspor-impor masih beroperasi normal. Sementara situasi saat ini berbeda, pandemi Covid-19 merusak hingga ke level konsumsi masyarakat di bawah. Agar skenario sangat berat tidak terjadi, pemerintah berupaya melalui kebijakan fiskal berupa belanja negara dengan mengeluarkan kebijakan dan stimulus yakni dengan menambah belanja sebesar Rp 405,1 triliun sebagai upaya meminimalisir dampak pandemi Covid-19. Dana sebesar itu digunakan untuk dana kesehatan, jaring pengaman sosial (Social Safety Net/ SSN), insentif perpajakan, alokasi untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional, termasuk restrukturisasi kredit dan penjaminan serta pembiayaan untuk UMKM dan usaha.
Denpasar (Bali Post) – Ekonomi Bali mengalami pukulan sangat telak. Belum pernah terjadi sebelumnya, mesin utama penggerak pertumbuhan ekonomi Bali yakni pariwisata terjerembab begitu dalam seperti saat ini. Perbaikan sangat tergantung dari cepat-lambatnya pandemi Covid-19 lenyap. Meski demikian, muncul prediksi bahwa ekonomi Bali akan mulai merangkak di triwulan IV 2020.
P
rediksi yang sedikit optimistik ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan keterangan pers usai rapat Tim Percepatan Penanganan Dampak dan Pemulihan Akibat Covid-19, di Jayasabha, Denpasar, Senin (13/4). Ekonomi Bali mengalami penurunan di triwulan II saat ini dan kemungkinan masih berlanjut di triwulan III akibat Covid-19. Kenaikan di triwulan IV nantinya, jika dapat terjadi, tidak mungkin mencapai target yang sudah direncanakan di akhir 2019 lalu. ‘’Akumulatif sampai triwulan IV menurut saya masih positif. Walaupun tentu di bawah dari target yang kita rencanakan. Rencana kan 6 persen pertumbuhannya di Bali,’’ ujar Wayan Koster. Menurut Koster, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 3 persen saja sudah bagus. Kondisi ini tidak lepas karena Bali menggantungkan perekonomian pada sektor pariwisata. Sekalipun Covid-19 bisa lebih dikendalikan kalau selu-
ruh pekerja migran Indonesia (PMI) atau anak buah kapal (ABK) asal Bali sudah pulang seluruhnya ke Pulau Dewata, tetapi proses pemulihan tidak akan bisa dilakukan secepat yang diharapkan. Ini karena ada faktor eksternal yang berpengaruh terhadap pergerakan perekonomian Bali. Melihat situasi sekarang, ada Permenkum HAM yang melarang WNA untuk berkunjung atau bahkan hanya transit di Indonesia. ‘’Jadi, sudah praktis dari sisi regulasi, wisatawan kita nol sejak April. Karena itu, sudah pasti pengusaha bidang pariwisata itu mengalami stuck, tidak berjalan,’’ jelasnya. Koster menambahkan, kasus Covid-19 di pasar domestik seperti Jakarta masih cukup besar dan terus naik di daerah itu. Dengan demikian, kunjungan wisatawan domestik juga sama-sama belum bisa diharapkan seperti halnya kunjungan wisman. Saat ini hotel-hotel yang tutup sudah mencapai lebih dari 90 persen. Hal. 7 Menyelamatkan Ketahanan
Bali Post/eka
SEPI - Untuk mencegah meluasnya penyebaran pandemi Covid-19, sejumlah pantai di Badung telah ditutup. Suasana sepi terlihat di sejumlah pantai, seperti yang terlihat di Pantai Legian.
Karyawan Bank Terancam PHK
Denpasar (Bali Post) Jika Covid-19 berlangsung lama, tidak hanya industri pariwisata yang terdampak, industri jasa keuangan juga akan terdampak yang akhirnya juga akan berdampak pada karyawannya. Berdasarkan data tahun 2017, pekerja di lapangan usaha keuangan, asuransi dan usaha persewaan bangunan berada di peringkat ke-6 terbanyak dari sembilan lapangan usaha yang ada di Bali yaitu sebanyak 99.784 orang. Pengamat ekonomi Nyoman Sender mengatakan, dalam jangka pendek, mungkin belum sampai di-PHK. ‘’Paling cuma digilir atau ada shift kerja atau seperti sekarang sudah ada karyawan yang WFH (Work
from Home - red), terutama karyawan-karyawan di bagian pemasaran dan back office. Karyawan di bagian pelayanan nasabah mesti tetap masuk kantor dengan sistem giliran atau shift,’’ ujar Sender, Selasa (14/4) kemarin. Apabila kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang atau lebih dari enam bulanan, katanya, bisa saja akan ada karyawan yang sebagian dirumahkan (unpaid leaved) yaitu cuti tidak masuk kerja dengan tidak dibayar, tetapi status belum di-PHK. Paling buruk, jika wabah Covid-19 ini sampai lewat enam bulan, bahkan lebih, menurutnya, bisa saja terjadi PHK terutama karyawan-karyawan yang kurang strategis
Bagaimana dengan Bali? Perekonomian Bali saat ini mengalami kondisi terburuk sepanjang sejarah Bali sebagai daerah wisata. Dampak Covid-19 lebih parah dibandingkan Bom Bali dan erupsi Gunung Agung. Hal. 7 Strategi Mempercepat
bagi bank seperti pegawai kontrak dan sebagainya. Sementara bagi bisnis bank sendiri, dalam suasana apa pun, bank tersebut sangat diperlukan dalam kehidupan. ‘’Bagaikan darah dalam tubuh. Jika mau survive hidup, maka darah itu sangat diperlukan oleh tubuh manusia. Begitu juga sistem perbankan itu akan tetap diperlukan oleh perekonomian suatu bangsa,’’ jelasnya. Meski wabah Covid-19 mengamuk di berbagai belahan dunia, ia tetap optimis bisnis bank akan tetap bertahan. Apalagi pemerintah bersama Bank Indonesia dan OJK telah melakukan upaya-upaya penyelamatan dan stabilitas sistem keuangan. Namun di tengah upaya penyelamatan, ia menilai akan ada beberapa bank yang menghadapi kesulitan. Hal. 7 Fokus pada Pencegahan
’’Bhakti Paneduh’’ akan Digelar di Pura Ulun Danu Batur
Bangli (Bali Post) Bertepatan dengan rahinan Tilem Sasih Kadasa, Rabu (22/4) mendatang, akan dilaksanakan upacara Bhakti Paneduh di Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani. Upacara tersebut digelar untuk memohon keselamatan serta mendoakan agar wabah Covid-19 yang melanda sejumlah negara termasuk Indonesia segera berakhir. Rencana pelaksanaan Bhakti Paneduh tersebut diungkapkan Pangemong Pura Ulun Danu Batur Jero Gede Batur Duwuran, Selasa (14/4) kemarin. Dikatakan, ini akan dilaksanakan sore hari. ‘’Saya bersama krama Desa Adat Batur akan melaksanakan Bhakti Paneduh lagi untuk yang kedua kalinya,’’ ujarnya. Dalam upacara itu, pihaknya bersama krama akan memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar wabah Covid-19 segera berakhir. Warga yang sakit karena terjangkit virus ini agar lekas sembuh. Menurut Jero Gede Batur Duwuran, B h a k t i
Paneduh ini juga dilaksanakan untuk menyikapi banyaknya fenomena alam yang terjadi di Bali akhirakhir ini. Seperti kejadian petir yang menyambar mudra Gelung Agung di Pura Penataran Besakih, kulkul Pajenengan Puri Klungkung yang masuara dan kejadian gempa. Melalui pelaksanaan upacara Bhakti Paneduh ini, pihaknya akan memohon semua kejadian alam tersebut bukan merupakan pertanda buruk, melainkan sebaliknya pertanda baik bagi jagat Bali. Jero Gede Batur Duwuran pun tak henti-hentinya mengajak seluruh umat Hindu untuk selalu ngrastiti bhakti dan nunas icayang jagat Bali beserta isinya diberi keselamatan dan kerahayuan. (kmb40)
Wabah dan Kemunculan Tradisi Baru di Bali
Oleh: Sugi Lanus
PENELITI Belanda Liefrinck (1890) memaparkan bahwa banyak peristiwa penting yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Bali diputuskan berdasarkan petunjuk niskala -- petunjuk leluhur dan para dewa. Masyarakat Bali disebutkan punya kebiasaan berkomunikasi dengan leluhur dan para dewa. Para dewa dan leluhur diturunkan dengan upakara dan sesaji, lewat medium (balian, sutri, pemangku, orang suci) lalu dimintai petunjuk. Petunjuk-petunjuk niskala tersebut dijadikan acuan memutuskan berbagai hal, termasuk dalam ‘’mengkreasi tradisi baru’’. Banyak tradisi Bali bersumber dari petunjuk-petunjuk niskala tersebut. Sampai kini masyarakat Bali punya banyak kisah tentang petunjuk-petunjuk niskala yang turun ketika Bali dilanda wabah. Petunjukpetunjuk niskala isinya beragam. Dari petunjuk pembuatan segehan, sangu, caru, tawur, penjor, tari, dan seterusnya. Tari Sanghyang, Rejang, Gandrung, dan tari-tari sakral umumnya muncul ketika wabah melanda Bali di masa lalu. Tari-tari sakral tersebut ‘’dikreasi” di berbagai desa berdasarkan petunjuk-petunjuk niskala
sebagai bagian dari penanggulangan wabah. Di Dukuh Penaban, Karangasem, terdapat tari Canglongleng. Tari sakral ini lahir ketika terjadi grubug atau gerubug (wabah ganas). Tersebutlah seorang siddhi (mumpuni) mendapat petunjuk niskala atau pawisik. Pawisik dikomunikasikan dengan pihak desa sesuai parikrama desa. Krama (warga desa) patuh mengikuti. Diselenggarakan upacara macaru atau suguhan dengan mengogong Ida Batara dengan busana poleng (hitam putih). Sambil bersorak: “Aahh… iiihhh… uuuhhh...” Singkat cerita, grubug pun berlalu. Tari yang ‘’dikreasi” di masa wabah tersebut sekarang menjadi tari sakral yang ditarikan setiap aci atau perayaan di Pura Puseh Desa Dukuh Penaban. Di Sidatapa, Buleleng, terdapat unen-unen (prosesi suci) Sanghyang dan Gandrung. Kisahnya, ketika desa dilanda grubug bah bedeg (wabah yang membuat korban terkapar seperti gedek bambu), seorang pertapa siddhi menerima petunjuk niskala untuk mengadakan unen-unen Sanghyang dan Gandrung. Wabah ini diceritakan turun-temurun dalam dongeng asal-usul
nama Desa Sidatapa, yang sebelumnya bernama Gunung Sari. Untuk mengenang sang pertapa penyelamat maka nama Gunung Sari diubah menjadi Sidatapa -- desa yang diberkati oleh sang siddha-tapa (pertapa mumpuni). Sampai kini tari sakral ini digelar tiga tahun sekali, di awal Sasih Karo (bulan Agustus), di jaba Pura Bale Agung Desa Sidatapa. Tarian dilakukan selama 42 hari, diawali dengan upacara pacaruan, dilengkapi tabuh rah (upacara sabung ayam) 9 hari berturut-turut. Tari Canglongleng dan Sanghyang-Gandrung hanyalah contoh bagaimana cikal-bakal tradisi ‘’dikreasi” ketika Bali dilanda wabah di masa lalu. Kami mendata tidak kurang dari 30 tari dan tradisi sakral di berbagai desa di Bali kemunculannya terkait dengan wabah. Apa yang kita warisi sekarang sebagai tradisi adalah ‘’kreasi baru” di masa lalu. Collective Healing yang Melampaui Nalar Tari-tari dan tradisi sakral tersebut memiliki fungsi kurang lebih sama, sebagai tolak bala (penghalau wabah) dan permohonan ke-
selamatan. Umumnya ‘’dikreasi” berdasarkan petunjuk niskala -- pewahyuan lokal. Petunjuk niskala ‘’diadopsi” menjadi kebijakan desa, ‘’dikreasi” dan dijalankan sebagai ritual. Di tataran psikologis, tari sakral merupakan solusi alternatif -- semacam collective healing (penyembuhan kolektif). Desa-desa di Bali punya mekanismenya masing-masing untuk menjawab berbagai gejala alam dan ketidakwajaran, dengan tarian atau upakara suci --collective healing yang bersumber local wisdom dan bersifat desakala-patra. Jika collective healing ini dikatakan ‘’tidak nalar”, maka krama yang paham akan menjawab bahwa ini ‘’melampaui nalar”. Ini bukan sesuatu yang irrational, tetapi sesuatu yang beyond-ratio. Apa yang kadang dianggap ‘’tidak masuk akal” di suatu era, menjadi masuk akal di era selanjutnya. Bukan karena ‘’tidak masuk akal” tetapi ‘’akal belum masuk” ke tataran yang lebih tinggi. Akal yang apriori menutup diri untuk memasuki ‘’sesuatu yang melampaui rasionalitas”. Hal. 7 Polemik Tradisi Baru
Rabu Umanis, 15 April 2020
Sabtu dan Minggu Lapangan Renon Ditutup
Denpasar (Bali Post) Menindaklanjuti instruksi Gubernur Bali dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19, kegiatan olahraga di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, ditutup sementara. Masyarakat diminta untuk berolahraga di rumah. Penutupan lapangan ini khusus dilakukan pada Sabtu dan Minggu. Kepala Satpol PP Provinsi Bali Dewa Rai Dharmadi mengatakan, pihaknya sudah memasang spanduk imbauan di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar. ‘’Penutupan dilakukan setelah melihat perkembangan kasus Covid-19,’’ jelasnya, Selasa (14/4) kemarin.
Rai Dharmadi menjelaskan, penutupan dilakukan lantaran pada kedua hari ini masyarakat banyak yang melakukan aktivitas olahraga. Penutupan ini guna mengurangi kegiatan kerumunan orang, sehingga dapat mengurangi risiko penyebaran. Selain itu, sejumlah areal publik di Denpasar juga menjadi perhatian Satpol PP. Dengan menggandeng sejumlah relawan Penanggulangan Bencana Bali, Satpol PP Bali melakukan edukasi pencegahan penularan Covid-19. Sekitar pukul 15.30 Wita, tim gabungan melakukan pengamanan, pencegahan penyebaran berupa edukasi tentang bahaya virus Corona ini. (kmb16)
TUTUP - Beberapa warga berolah raga di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Selasa (14/4) kemarin. Untuk mencegah meluasnya penyebaran pandemi Covid-19, pemerintah melakukan penutupan lapangan ini tiap hari Sabtu dan Minggu. Bali Post/eka
Hasil ’’Rapid Test’’ Negatif
PMI Tetap Dikarantina di Kabupaten/Kota Denpasar (Bali Post) -
Pekerja migran Indonesia (PMI) yang hasil rapid test-nya negatif saat diperiksa di Bandara Ngurah Rai, selama ini diperbolehkan pulang lalu melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing. Namun, kini Gubernur Bali bersama bupati/wali kota telah memutuskan bahwa PMI tersebut akan dikarantina oleh pemerintah kabupaten/kota. Untuk tempat karantina disesuaikan dengan kebijakan kepala daerah masing-masing.
Positif Covid-19 di Bali Terus Bertambah
Denpasar (Bali Post) Hampir sepekan, jumlah kasus positif Covid-19 di Bali terus bertambah. Sejak Kamis (9/4) hingga memasuki hari keenam, Selasa (14/4) kemarin, jumlah pasien Covid-19 di Bali makin banyak yang dikonfirmasi positif. Dilihat dari dashboard pemantauan kasus Covid-19 di situs resmi BNPB, akumulatif kasus di Bali mencapai 92 orang, dari sehari sebelumnya sebanyak 86 orang. Ini artinya ada penambahan sebanyak 6 orang dalam 24 jam terakhir. Masih dari dashboard itu, jumlah pasien sembuh mengalami penambahan 1 orang menjadi 21 pasien dari sebelumnya 20 pasien. Sementara yang meninggal masih 2 orang. Untuk posisi, Bali masih berada di peringkat ketujuh. Berada di bawah Sulawesi Selatan yang memiliki kasus terkonfimasi positif sebanyak 231 orang. Sementara yang sembuh sebanyak 33 orang dan
jumlah kematian 15 orang. Untuk Indonesia masih juga terjadi penambahan kasus. Menurut Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam video conference streaming-nya, terjadi penambahan 282 pasien. “Total ada sebanyak 4.839 kasus positif secara akumulatif yang ditangani Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, terdapat 46 sembuh sehingga total kasus sembuh menjadi 426 orang. Untuk yang meninggal masih terjadi dengan jumlah kematian harian mencapai 60 kasus. Total kematian menjadi 459 orang. “Masih saja ada saudara kita yang meninggal sebanyak 60 orang. Banyak faktor penyakit comorbid yang menyebabkan pasien meninggal. Di antaranya hipertensi, sesak napas karena kelainan pada paru-paru, seperti asma dan TBC. Termasuk di antaranya adalah diabetes,” ujarnya. (iah)
‘’Sekarang tidak lagi di rumah, tapi ditangani pemerintah kabupaten/kota. Jadi, bisa menggunakan hotel atau fasilitas milik Pemprov di kabupaten/kota. Ada sekolah yang dipakai, tergantung kepala daerahnya,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster, Senin (13/4). Koster menambahkan, karantina juga dapat memakai fasilitas milik pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa dan desa adat. Kalau situasi tidak memungkinkan, lanjut Koster,
maka PMI akan dikarantina dulu oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali. Sebagai contoh, PMI tersebut datang pada saat tengah malam atau dini hari, sehingga kabupaten/kota tidak memungkinkan untuk melakukan penjemputan. Pada masa karantina, kabupaten/kota juga akan melakukan pengujian yang lebih mutakhir melalui uji swab yang akan diperiksa dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) di
RSUP Sanglah. Tes PCR ini akan dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas. Sementara itu, penanganan pasien positif Covid-19 menjadi tanggung jawab Pemprov Bali. ‘’Ini satu kemajuan dalam penanganan Covid-19, jadi clear dan tegas tanggung jawabnya masing-masing,’’ jelasnya. Sementara itu, pimpinan DPRD Provinsi Bali, Selasa (14/4) kemarin menggelar rapat dalam rangka penanggulangan Covid-19. Hasilnya, ada lima hal yang
bayi itu, lalu ditaruh di pinggir sungai. ‘’Jenis kelamin (bayi) perempuan. Kemungkinan bayi ini hanyut dibawa arus sungai,’’ ujar Kompol Karang. Informasi di lapangan, saat ditemukan, mayat bayi itu telanjang bulat dengan ari-ari masih melekat. Kondisinya sudah membusuk, hanyut mengapung di sungai. Pukul 11.00 Wita, Tim Identifikasi Polresta Denpasar tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP. Hasilnya, mayat bayi perempuan dengan panjang sekitar 50 sentimeter, diperkirakan meninggal dunia lebih dari 24 jam dan nihil ditemukan tanda-tanda kekerasan. (kmb36)
Topik : puluhan ribu pekerja dirumahkan
berkoordinasi dengan DPRD Bali terkait pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Hasil rapat pimpinan dewan tersebut lebih lanjut akan diserahkan kepada Gubernur Bali. Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama mengatakan, melalui surat Nomor 900/1683/DPRD tertanggal 14 April 2020, agar segera ditindaklanjuti. Rapat yang dihadiri pimpinan dewan ini menyikapi berbagai aspirasi masyarakat dan juga melihat perkembangan kasus positif yang semakin meningkat. (kmb32/kmb16) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Terkait Korupsi Parkir Bandara
Jaksa Serahkan Uang Hasil Lelang Rp 6,5 Miliar ke AP 1 Denpasar (Bali Post) Kajari Denpasar Luhur Istighfar, Selasa (14/4) kemarin menyerahkan uang hasil lelang kasus korupsi parkir bandara dari terpidana Chris Sridana kepada GM PT Angkasa Pura (Persero) 1 Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai. Penyerahan uang sebanyak Rp 6.564.230.400 ini dilakukan secara simbolis dan melalui teleconference. Uang tersebut diterima Andanina Megasari selaku Manager Communication and Legal
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. ‘’Ini adalah uang lelang parkir yang dikelola PT Penata Sarana Bali. Namun kita setor ke kas negara melalui kerugian di Angkasa Pura (AP) 1,’’ kata Luhur Istighfar. Dalam putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, sesuai putusan pengadilan dana disetorkan ke PT AP 1. Dijelaskan, sebenarnya ada delapan item, baik SHM maupun tanah dan barang milik terpidana Crish Sridana
yang dilelang melalui Kejaksaan Agung. Namun baru satu bidang tanah yang laku di Tuban. ‘’Sisanya belum laku. Memang ada yang menawar, tapi harganya masih jauh. Nanti kita lakukan lelang lagi,’’ tandas Luhur. Yang menarik, dalam korupsi yang telah memidanakan mantan Dirut PT Penata Sarana Bali Chris Sridana, Rudi Jhonson Sitorus, staf administrasi Penata Sarana Bali (PSB), Mikhael Maksi selaku Manager Oprasional
Mayat Bayi Ngambang Antisipasi Dampak Terburuk Covid-19 Kodam Siapkan Tim Pemakaman di Sungai Lobong
Denpasar (Bali Post) Kegaduhan terjadi di pinggir Tukad (Sungai) Lobong di Jalan Narakusuma Gang XVIII, Denpasar Timur (Dentim), Selasa (14/4) kemarin. Seorang ibu histeris karena melihat mayat bayi hanyut di sungai tersebut. Kapolsek Dentim Kompol Nyoman Karang Adiputra saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat bayi tersebut. ‘’Kejadiannya sekitar pukul 09.33 Wita,’’ tegasnya. Saat itu saksi teriak-teriak dan didengar Rahmad Andika (17). Remaja beralamat di Jalan Tukad Banyu Poh Gang 7, Denpasar Selatan ini langsung turun. Andika mengangkat mayat
direkomendasikan pimpinan dewan kepada Gubernur Bali. Salah satunya Pemerintah Provinsi Bali agar melakukan langkahlangkah dengan mengawasi dan penjagaan ketat di pintu masuk Bali. Sedangkan, terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali, dewan meminta agar wajib dikarantina dengan memperioritaskan penggunaan tempat-tempat yang layak dan nyaman seperti hotel milik BUMN atau hotel melati. Dalam menangani Covid-19, Pemprov Bali agar segera mengajukan realokasi anggaran guna mendukung upaya-upaya penanggulangan Covid-19. Selain itu, wakil rakyat juga meminta agar Pemprov Bali selalu
Denpasar (Bali Post) Upaya pencegahan dan penanggulangan serta penanganan wabah Covid-19 terus dilakukan pemerintah, aparat serta komponen masyarakat. Bahkan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto selaku Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi Bali mengaku telah menyiapkan tim pemakaman. ‘’Kami sudah siapkan (tim) untuk antisipasi kemungkinan kondisi terburuk. Kalau diperlukan pemakaman dengan protokol kesehatan, sudah disiapkan personel untuk melakukan itu semua dengan APD yang lengkap agar tidak terpapar (virus Corona),’’ tegas Pangdam usai melakukan donor darah di Aula Kesdam, Denpasar, Selasa (14/4) kemarin. Selain itu, lanjut Mayjen Benny Susianto, pihaknya juga menyiapkan RS Udayana, Denpasar sebagai cadangan. Dengan keterbatasan, dari tiga ruang isolasi hanya satu yang dapat dioperasionalkan. ‘’Kami siapkan antisipasi kemungkinan kondisi terburuk. Mudah-mudahan Covid-19 segera bisa kita lewati dengan baik,’’ ujarnya. Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali juga terdampak Covid-19. Pasalnya stok darah di PMI menipis karena jumlah pendonor menurun dan dilarang mengumpulkan orang. Padahal PMI Bali memerlukan 120 kantong darah tiap hari. Sedangkan tiap bulannya dibutuhkan 3.000 sampai 4.000 kantong darah. Untuk memenuhi stok darah, PMI Bali minta bantuan ke Kodam IX/Udayana beserta jajarannya. ‘’Dalam minggu ini sudah ketiga kalinya dilakukan donor darah. Saya baru bisa hadir hari ini (kemarin - red). Ini atas permintaan PMI Bali. PMI Bali kekurangan stok darah sejak Covid-19
Bali Post/rah
DONOR DARAH - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto saat donor darah di Aula Kesdam, Denpasar. ini. Sudah terkumpul 1.483 kantong darah,’’ ujar Pangdam. Oleh karena itu, PMI koordinasi dengan Kodam manakala ada prajuritnya berkenan untuk donor darah. ‘’Kami sambut dengan baik. Ini momentum kami memberi yang terbaik bagi bangsa ini dengan potensi yang kami punya,’’ ujarnya. Pangdam mengerahkan personelnya untuk membantu PMI. Instruksi sama juga disampaikan ke dua provinsi masuk wilayah Kodam Udayana, yaitu NTB dan NTT. Berhubung tidak boleh mengumpulkan banyak orang, maka waktunya diatur sedikit lama agar tidak terjadi penumpukan anggota. Sementara itu, Ketua Pengurus PMI Provinsi Bali I Gusti Bagus Alit Putra mengucapkan terima kasih kepada Pangdam dan jajarannya yang bersedia mendonorkan darah untuk menanggulangi kesulitan stok di PMI Bali. (kmb36)
PSB dan Indrapura Barnoza, mantan General Manager PSB, total kerugian negara yang mesti dikembalikan sebanyak Rp 19 miliar. Sementara dalam amar putusan di Pengadilan Tipikor Denpasar, Crish Sridana dibebankan uang pengganti sebesar Rp 28,01 miliar. Namun dalam putusan kasasi, kerugian keuangan negara yang harus dikembalikan terpidana Crish Sridana sebesar Rp 19 miliar. Kata jaksa, selaku eksekutor, sangat yakin bahwa sisa
tujuh item SHM dan barang milik terdakwa, sebagaimana putusan pengadilan akan mencukupi kekurangan lagi Rp 13 miliar itu. Sementara Andanina Megasari menyatakan uang itu akan disetorkan ke AP 1. Bukan ke PT PSB, karena yang dirugikan adalah AP 1, walau yang ngelola parkir itu adalah pihak ketiga (PSB). ‘’Saya ucapkan terima kasih pada kejaksaan. Pada 13 Januari 2020 lalu, sudah diterima hasil lelang ini,’’ imbuhnya. (kmb37)
Puluhan Ribu Pekerja Dirumahkan Denpasar (Bali Post) Jumlah pekerja yang dirumahkan dan di-PHK akibat dampak Covid-19 sudah hampir menembus angka 50.000 di Bali. Data Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali hingga 13 April 2020 pukul 16.00 Wita, tercatat 46.787 pekerja yang dirumahkan dan 824 pekerja di-PHK dengan jumlah perusahaan 606. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda dikonfirmasi Selasa (14/4) kemarin, merinci pekerja yang dirumahkan terbanyak ada di Kabupaten Badung yakni 25.108 orang. Lalu di Gianyar sebanyak 8.608 orang, Denpasar 7.028 orang, Karangasem 2.085 orang, Buleleng 1.990 orang, Klungkung 682 orang, Tabanan 583 orang, Bangli 381 orang, dan Jembrana 322 orang. Sementara untuk pekerja yang di-PHK, masing-masing 431 orang di Badung, 231 orang di Denpasar, 135 orang di Gianyar, 13 orang di Karangasem, 6 orang di Jembrana, 6 orang di Klungkung, dan 2 orang di Tabanan. Tak hanya sektor formal, sektor informal juga banyak terdampak Covid-19. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Wayan Mardiana mengatakan, sektor informal seperti unit-unit usaha berskala kecil dan UMKM banyak yang mengalami penurunan omzet penjualan. Dengan adanya penutupan objek-objek wisata, mereka juga tidak bisa berjualan. Para pekerja dan pelaku usaha kecil yang terdampak Covid-19 dapat mendaftar program Kartu Pra-Kerja secara online. “Silakan mendaftar lewat online. Nanti diseleksi oleh Kemenko Perekonomian,” ujarnya. Menurut Mardiana, awalnya memang ada jatah untuk Bali, namun kini sudah tidak ada lagi. Dikatakan, pendaftaran dimulai 11 April 2020 hingga minggu ke-4 November 2020. Untuk gelombang pertama dibuka sampai Kamis, 16 April 2020 pukul 17.00 Wita. Peserta yang lolos di gelombang pertama ini akan diumumkan 17 April 2020. Kalau tidak lolos pada gelombang pertama, bisa ikut lagi di gelombang kedua. (kmb32)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Rabu Umanis, 15 April 2020
Badung Siapkan Hotel Berbintang untuk Rumah Singgah
TINJAU HOTEL - Wabup Badung I Ketut Suiasa didampingi Kadiskes I Nyoman Gunarta saat meninjau hotel untuk rumah singgah, Selasa (14/4) kemarin. MENINDAKLANJUTI langkah strategis Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam menangani Covid-19, salah satunya menyiapkan rumah singgah untuk karantina bagi pekerja migran Indonesia (PMI) dan maha-
siswa Badung yang pulang dari luar negeri, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa langsung bergerak cepat dengan mengunjungi beberapa hotel bintang 4 di Kuta untuk dijadikan sebagai tempat karantina dalam pencegahan
Loket Karcis di Objek Wisata Uluwatu Terbakar
Mangupura (Bali Post) – Bangunan loket karcis di objek wisata kawasan luar Pura Uluwatu, Pecatu, Kuta Selatan, terbakar Selasa (14/4) kemarin. Bangunan berukuran 5 x 3 meter ini habis dilalap api. Beruntung tidak ada korban pada kejadian tersebut, pasalnya objek wisata ini sedang ditutup untuk wisatawan. Menurut Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung (Damkar) I Wayan Wirya, S.E., M.Si., kebakaran terjadi sekitar pukul 10.30 Wita. Penuturan seorang petugas parkir di sana, Mangku Jastra (56), api cukup besar membakar bangunan loket karcis. Karena keterbatasan alat, ia kemudian menghubungi Pos Damkar BPG untuk meminta bantuan. Atas laporan tersebut, petugas damkar langsung diturunkan ke lapangan. Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos BPG dan Pos Lurah Benoa diluncurkan ke lokasi kejadian. Petugas memerlukan waktu sekitar satu jam untuk melakukan pemadaman. Kebakaran ini diduga disebabkan oleh korsleting listrik. ‘’Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian diperkirakan Rp 500 juta,’’ tutur Wirya. (kmb23)
penyebaran Covid-19. Didampingi dan diawasi oleh petugas medis, Pemkab Badung juga menetapkan persyaratan khusus yang harus dipenuhi pihak hotel sebagai lokasi karantina. Pemkab saat ini mengamankan beberapa fasilitas akomodasi untuk memastikan bahwa hotel tersebut siap ketika dibutuhkan. ‘’Sejauh ini yang telah siap satu hotel di wilayah Kuta dengan 64 kamar sebagai tempat karantina PMI asal Badung dan 25 kamar untuk petugas medis. Skemanya nanti, saat sampai bandara, PMI langsung diarahkan untuk diperiksa petugas medis secara komprehensif. Apabila dari tes medis tersebut ada PMI yang terindikasi positif Covid-19 akan dibawa ke rumah sakit rujukan untuk mendapatkan perawatan medis, sedangkan PMI yang hasil tesnya negatif diarahkan ke hotel tempat karantina,’’
penyebaran Covid-19. Dalam kunjungannya ke beberapa puskesmas, Wabup Suiasa didampingi anggota DPR-RI Komisi VIII IGN Alit Kesuma Kelakan yang sekaligus memfasilitasi pendistribusian APD bantuan pemerintah pusat. ‘’Kami selaku wakil rakyat berusaha membantu pemkab dan masyarakat dengan mendistribusikan APD kepada semua tenaga medis yang ada di masing-masing puskesmas wilayah Kabupaten Badung. Selama ini bantuan APD pemerintah pusat diutamakan untuk rumah sakit rujukan di setiap daerah,’’ ungkap Alit Kelakan. Menangggapi hal tersebut, Wabup Suiasa menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada mantan Wakil Gubernur Bali ini. ‘’Kami mewakili pimpinan pemerintah daerah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada
anggota DPR-RI Perwakilan Bali Bapak IGN Alit Kelakan karena secara proaktif sudah ikut mendukung Pemkab Badung dalam memfasilitasi pemenuhan APD bagi tenaga medis kita di semua puskesmas. Pemerintah daerah juga memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada petugas medis yang mempertaruhkan jiwa dan raganya berada di garda terdepan dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Badung. Harapan kita semua semoga kondisi ini lekas berlalu sehingga kehidupan masyarakat kembali berjalan normal,’’ jelasnya. Pada kegiatan peninjauan beberapa hotel, Wabup Suiasa turut didampingi anggota DPRD Badung A.A. Anom Gumanti dan Luh Gede Sri Mediastuti, Kadis Kesehatan Nyoman Gunarta, Kadis Kominfo IGN Jaya Saputra dan Kabag Humas I Made Suardita. (ad140)
Bupati Giri Prasta Belum Ajukan PSBB
Mangupura (Bali Post) -
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Badung mengonfirmasi adanya penambahan warga terkonfirmasi positif virus Corona, Senin (13/4) malam. Menurut Koordinator Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Badung, dr. Nyoman Gunarta, ada tambahan satu positif. Dengan demikian total tujuh warga Badung yang terjangkit. ‘’Warga positif Covid-19 terbaru berasal dari Sobangan, Mengwi. Warga ini merupakan PMI (pekerja migran Indonesia - red). Ini artinya zona merah di Badung juga bertambah,’’ jelas Gunarta, Selasa (14/4) kemarin. Selain mencatat bertambahnya warga positif, Badung juga melaporkan seorang warga yang sudah sembuh dari Covid-19. Pasien itu adalah warga dari Sibang Gede. Terdapat juga penambahan PDP satu orang sehingga menjadi 18 orang. Rinciannya, 7 positif, 10 negatif dan 1 orang belum
keluar hasilnya. Orang dalam pemantauan (ODP) tetap 220 orang, 61 di antaranya masih dalam pemantauan dan 159 sudah selesai pemantauan. Sementara orang tanpa gejala (OTG) 71 orang. Sedangkan pelaku perjalanan yang dipantau mencapai 163, terdiri atas 161 WNI dan dua WNA. ‘’Jadi, sampai hari ini penduduk Badung yang positif tujuh orang, enam orang PMI. Perlu dipikirkan karantina terpusat agar memudahkan pemantauan PMI yang selama ini masuk kelompok pelaku
sus pembelian sepeda motor Honda tipe Honda PCX150, Honda ADV150 dan Honda Sccopy dalam bentuk sales discount menarik untuk tenaga medis. Untuk info lebih lanjut silakan kunjungi dealer resmi Honda di seluruh Bali atau melalui aplikasi Motorku X. Berbagai informasi mengenai motor Honda lengkap ditampilkan. Astra Motor Bali bersama dealer resminya sebelumnya melakukan kegiatan sosial dengan menyalurkan bantuan berupa wastafel di sejumlah pasar dan tempat umum di Denpasar, Gianyar dan Klungkung. Sementara untuk membantu meringankan beban masyarakat, diserahkan sembako bagi petugas kebersihan, sopir angkot, driver ojek online, paramedis di RSUP Sanglah, pedagang, perajin dan karyawan jasa penyeberangan di Dermaga Sanur. (bns)
Diserbu Wisatawan, Pantai Kedonganan akan Ditutup
Mangupura (Bali Post) – Sejumlah objek wisata di Kabupaten Badung ditutup sejak mewabahnya Covid-19. Tidak terkecuali kawasan pantai yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan, seperti Pantai Jimbaran, Kuta, Legian, Seminyak dan bentang pantai di Kuta Utara. Menyusul ditutupnya sejumlah pantai di Badung untuk rekreasi, wisatawan dan warga malah “menyerbu” Pantai Kedonganan. Menurut Bendesa Adat Kedonganan, Dr. Wayan Mertha, S.E., M.Si., Selasa (14/4) kemarin, selama ini Pantai Kedonganan hanya memberlakukan pembatasan jam kunjungan. Akibatnya, masyarakat dan wisatawan malah datang ke Pantai Kedonganan. Untuk itu, pihaknya segera menutup semua aktivitas rekreasi di Pantai Kedonganan untuk menghindari masyarakat atau wisatawan berkumpul. “Sebelumnya dicoba dibatasi waktu berkunjung, namun ternyata sulit sekali mengontrol. Setelah dilakukan rapat desa, diputuskan semua aktivitas rekreasi ditutup,” katanya. Sebelum melakukan penutupan, pihaknya harus
penuhi,’’ katanya. Pihaknya juga memuji integrasi dan upaya bersama semua lembaga untuk mengatasi krisis Covid-19 saat ini, baik yang berada di lingkungan pemkab maupun tim yang bekerja di lapangan. ‘’Upaya pemkab bersama semua unsur dalam mengingatkan kewaspadaan serta mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 sangat penting dilakukan,’’ terangnya. Sebelum meninjau tempat karantina untuk PMI, Wabup Suiasa menyempatkan diri mengunjungi tempat karantina tim medis RSUD Badung di Kelurahan Kapal. Selain itu, mengecek kesiapan dan kelengkapan APD tenaga medis yang bertugas di beberapa puskesmas di Kabupaten Badung yang meliputi wilayah Abiansemal, Mengwi, Kuta Utara dan Kuta sebagai garda terdepan dalam menanggulangi
Positif Covid-19 Bertambah
Apresiasi Tenaga Medis, AHASS Bali Berikan Program Istimewa SEBAGAI bentuk apresiasi kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan situasi saat ini, Astra Motor Bali bersama seluruh jaringan resmi AHASS wilayah Bali memberikan program istimewa bertajuk “Kami Peduli Paramedis”. Program yang diberikan dalam bentuk diskon 50 % servis lengkap dan diskon 25% injector cleaner serta bebas antre di Pit Fast Track. Periode program ini berlangsung 1-30 April 2020 dengan mengunjungi AHASS terdekat atau menggunakan layanan Customer Assistance Service di rumah melalui armada Honda Care atau program Sruput Asyik yaitu layanan antarjemput servis tanpa kontak fisik. Technical Service Manager Astra Motor Bali, Agung Surya, Selasa (14/4) kemarin mengatakan, dokter, perawat, suster dan tenaga medis lainnya adalah pihak yang paling berjasa saat ini di tengah upaya menyembuhkan orang-orang yang sedang sakit. Sebagai bentuk terima kasih atas tugas mulia mereka yang mengorbankan banyak hal di antaranya keluarga, kesehatan diri sendiri dan lingkungan. Honda ingin berpartisipasi dalam bidang kesehatan sesuai kampanye ‘’Satu Hati Bersama Indonesia Sehat’’. “Dengan semangat Satu Hati Honda Berbagi, kami ingin memberikan pelayanan terbaik dengan program istimewa untuk paramedis. Untuk mendapatkan program ini sangat mudah, cukup menunjukkan tanda pengenal sebagai petugas medis atau instansi kesehatan, petugas AHASS siap membantu. Besar harapan kami ini bisa menjadi penyemangat dan dapat meringankan paramedis dalam bekerja sehari-hari. Kami ingatkan konsumen yang lain agar mengikuti imbauan pemerintah untuk physical distancing,” ungkap Agung Surya. Astra Motor juga menawarkan promo khu-
ujar Wabup Suiasa, Selasa (14/4) kemarin. Wabup Suiasa mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pengusaha hotel karena sudah ikut bersinergi untuk turut serta dalam memberikan perawatan yang diperlukan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Pihaknya juga memastikan kesehatan dan keselamatan warga dan penduduk Badung yang kembali dari luar negeri dengan menampung mereka di hotel dengan fasilitas yang baik dan didampingi petugas medis selama menjalani masa karantina. ‘’Kami menghargai inisiatif pemilik hotel dan fasilitas akomodasi wisata yang ingin menyumbangkan unit hotel mereka untuk menerima kasus karantina. Kami berkomunikasi dan berkoordinasi dengan mereka untuk memastikan bahwa semua persyaratan dan standar yang diperlukan di-
menyiapkan personel untuk melakukan pengawasan. Terkait langkah memutus rantai penyebaran Covid-19, Satgas Gotong Royong di Kedonganan terus melakukan
kontrol ketat. Krama yang memiliki kos-kosan tidak dibolehkan lagi menerima orang kos baru. Setiap warga harus selektif menerima tamu. (kmb23)
perjalanan,’’ terangnya. PSBB Sementara itu, berkenaan dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna menanggulangi penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Badung, Bupati I Nyoman Giri Prasta menegaskan pihaknya belum mengajukan ke pemerintah pusat. Ini agar roda perekonomian di Kabupaten Badung tetap hidup dan berputar demi menjaga stabilitas sosial ekonomi masyarakat. ‘’Sudah barang tentu kami
selaku Bupati sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 tetap berusaha menjaga kestabilan ekonomi masyarakat di Kabupaten Badung. Jangan sampai masyarakat kita lapar karena itu akan mengakibatkan dampak sosial yang lebih parah dari Covid-19,’’ katanya. Untuk itu, Pemkab Badung akan mengatur upaya pemenuhan segala kebutuhan dasar masyarakat. ‘’Semoga musibah ini lekas berlalu, sehingga
kehidupan sosial masyarakat kita kembali normal dan pariwisata Kabupaten Badung segera pulih,’’ tambah pejabat asal Pelaga, Petang ini. (kmb27)
Pendidikan PGRI Bali Gandeng Disdikpora Bali Gelar Pelatihan Daring
Perkuat Kompetensi Guru Jalankan E-Learning Tanpa Turunkan Imun Siswa
JAJARAN pengurus PGRI Bali 2020-2024 bergerak cepat memperkuat kompetensi guru dalam proses pembelajaran abad ke-21 berbasiskan IT di tengah pandemi Covid-19. Selasa (14/4) kemarin, PGRI Bali bekerja sama dengan Disdikpora Provinsi Bali dan Ikatan Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (IGTIK) Bali mengadakan pelatihan secara daring kepada para guru di Bali. Ketua PGRI Bali I Komang Arta Saputra, S.Pd., M.Pd. menjelaskan, program ini adalah amanah program kerja hasil Konferensi PGRI Bali guna memberikan pelayanan pembelajaran online berkualiatas dengan metode yang benar tanpa menurunkan imun siswa. Pelatihan enam sesi hingga 24 April mendatang menyasar 1.000 guru di Bali dan diikuti guru luar Bali. Para pembicara adalah instruktur guru terbaik di Bali dan tingkat nasional. Masalah pedagogik e-learning diberikan oleh Indra Charismiadji, hipno teaching, cara afektif pembelajaran oleh Hai Dai Nguyen dari Vietnam dan arahan Ketum PB PGRI Pusat Prof. Unifah Rosyidi. Komang Artha Saputra yang juga Kepala SMA PGRI 2 Denpasar mengatakan, pelatihan bagi guru ini selain menjadi program unggulan PGRI Bali juga mengimplementasikan SE Mendikbud No.4 Tahun
2020 guna memperkuat kompetensi guru dalam e-learning termasuk memilih metode yang tepat PBM di rumah selama pandemi Covid-19. Dengan demikian tercipta PBM online yang membuat siswa dan guru nyaman belajar dan mengajar. Di samping itu, lanjut Komang Artha Saputra yang baru tiga bulan dilantik menjadi Ketua PGRI Bali, guna menjawab tantangan bahwa guru di Bali tak ada yang gagap teknologi. Makanya dia minta pelatihan lewat jejaring Disdikpora Bali ini bisa ditularkan kepada guru lainnya. Dengan demikian semua guru mendapatkan penyegaran soal materi dan teknik pembelajaran online yang baik dan benar. Sekum PGRI Bali Dr. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. menambahkan, program ini sekaligus menjawab bahwa jajaran guru (PGRI Bali) sudah siap melaksanakan pendidikan masa depan. Sebab, pendidikan masa depan adalah model pendidikan masa kini. Dia mencontohkan model PBM online yang seharusya kita terapkan dua tahun lagi mulai sekarang sudah bisa dilakoni siswa dan guru di Bali. Ini artinya guru di Bali dua tahun lebih maju dibandingkan tantangan riilnya. Dikatakannya, pelatihan model daring ini selain efisien juga efektif. Sebab, memberi ni-
PELATIHAN DARING - Kadisdikpora Bali, Boy Jayawibawa, didampingi Ketua PGRI Bali Komang Artha Saputra dan Sekum Gede Wenten Aryasuda saat membuka pelatihan daring bagi guru. lai manfaat jika hasilnya diterapkan dan ditularkan kepada guru lainnya. Namun, guru menyadari masih banyak yang perlu dievaluasi dari e-learning yang sedang berjalan. Pelatihan inilah jawabannya guna menemukan formula terbaik dalam mengelola pembelajaran dari rumah. Hal itu dibenarkan Kadisdikpora Bali N.K. Boy Jayawibawa, M.Si. Menurutnya, jam pelajaran cenderung padat dan bertabrakan karena semua guru ingin segera menuntaskan materi kurikulum. Metode mengajarnya juga sedikit memberi ruang siswa dan orangtua berdialog dan padat dengan tugas. Padahal saat pandemi Corona, kualitas imun siswa dan guru
perlu dipertimbangkan karena tugas dan beban yang banyak menurunkan imun. Dalam kondisi darurat, guru tak boleh memaksakan diri agar menuntaskan materi kurikulum, demi menjaga imun siswa dan guru agar tak mudah diserang virus. Hal ini perlu dilakukan agar siswa dan guru nyaman belajar dan mengajar. Boy Jayawibawa mengacungkan jempol atas ide kreatif pengurus PGRI Bali dan IGTIK Bali yang terus berupaya memperkuat kompetensi anggotanya di tengah pandemi Covid-19. Ke depan, guru harus pintar memanfaatkan teknologi dengan konsep mari belajar bersama. (ad139)
Rabu Umanis, 15 April 2020
Desa Adat Kertajaya Pendem Bagikan Masker
SEMPROT - Kendaraan yang masuk wilayah Desa Adat Pendem disemprot disinfektan dan pengendaranya dibagikan masker.
Waktu Buka Pasar Jembrana Digeser Negara (Bali Post) – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Jembrana menerapkan jadwal buka dan tutup pasar di Jembrana guna mengantisipasi penyebaran Covid-19. Salah satu pasar yang akan menerapkan adalah Pasar Umum Jembrana di Dauhwaru, Kecamatan Jembrana. Pasar pagi di tepi Jalan Ngurah Rai ini diimbau buka mulai pukul 06.00 dan tutup pukul 11.00 Wita. Kepala Dinas Koperindag Jembrana, Komang Agus Adinata, Selasa (14/4) kemarin, membenarkan adanya pergeseran waktu buka dan tutup pasar di Jembrana. Tujuannya tidak lain agar masyarakat dan penjual bisa melakukan social distancing dan mendapat sinar matahari langsung. Tidak dini hari yang kondisinya masih gelap dan belum ada sinar matahari. Penerapan seluruh pasar menyesuaikan dengan situasi. Yang jelas di Pasar Jembrana diterapkan mulai 15 April.
‘’Masih kami sosialisasikan dan diharapkan seperti itu di semua pasar sekaligus untuk mengedukasi masyarakat,’’ ujarnya. Selain itu, semua warga yang ada di pasar diwajibkan mengenakan masker, baik pedagang maupun pembeli. Penyesuaian waktu jam buka pasar ini termasuk untuk pasar adat. Bendesa Dauhwaru I Nengah Rinata mengatakan, khusus di Pasar Umum Jembrana sudah dilakukan sosialisasi bersama lurah dan pengelola pasar terkait penyesuaian jam buka dan tutup. ‘’Waktu buka dimulai pukul 06.00, tidak seperti sebelumnya dini hari sudah mulai ramai. Ini untuk antisipasi mencegah penyebaran virus,’’ jelasnya. Desa adat juga ikut mengawasi pelaksanaan pergeseran waktu buka pasar tersebut. Pecalang akan dilibatkan dalam pengawasan. Desa adat juga menyediakan tempat cuci tangan di pasar agar bisa digunakan oleh pengunjung dan pedagang. (kmb26)
Negara (Bali Post) – Satgas Gotong Royong Pendem minta warga yang melintas melalui Pendem agar mengenakan masker. Upaya yang dilakukan dengan imbauan dan pembagian masker bagi pengendara yang lewat. Seperti yang terlihat Senin (13/4) sore, unsur Satgas Gotong Royong Desa Adat Kertajaya Pendem bersama sekaa teruna dan aparat membagikan masker kepada warga yang melintas di depan
Balai Banjar Satria. Sekaa teruna dan pecalang juga menyemprot setiap kendaraan yang masuk ke wilayah Pendem. Hal ini merupakan upaya untuk menekan dan mengantisipasi penyebaran virus Corona di wilayah desa adat. ‘’Kami sosialisasikan ini serta memberikan selebaran ke setiap pengguna jalan, imbauan perilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan untuk menghindari virus
(Disnakertrans) Kabupaten Tabanan I Putu Santika mengatakan, jumlah karyawan yang dirumahkan terus bertambah. Semula hanya 300 lebih, kini sudah di angka 716 orang. ‘’Dari jumlah itu yang di-PHK dua orang,’’ ujarnya. Perusahaan yang merumahkan karyawan tersebut tidak hanya di sektor pariwisata, melainkan juga yang bergerak di perusahaan industri makanan dan kebutuhan rumah tangga. Di sektor pariwista, perusahaan merumahkan
pegawai hotel, restoran, tempat wisata dan tempat makan. Ini karena imbas Covid-19. Data tersebut telah dilaporkan ke Provinsi Bali. Provinsi Bali langsung mendaftarkan untuk masuk program Kartu Pra-Kerja. ‘’Nantinya pusat yang seleksi berapa yang lolos, kami tinggal menunggu laporan,’’ jelas Santika. Dari informasi yang dihimpunnya, sejak tiga hari dibuka sudah mendaftar secara online 2 juta orang dari kuota 5,6 juta. (kmb28)
Bali Post/ist
ARAHAN - Kapolres Tabanan memberikan arahan agar jangan sampai ada kegiatan blokade jalan di wilkum Tabanan.
Polres Tabanan Cegah Blokade Jalan Tabanan (Bali Post) Kapolres Tabanan AKBP Mariochristi P.S. Siregar, S.IK., M.H. memerintahkan seluruh anggota Polres Tabanan untuk memonitor wilayah masing-masing guna mencegah adanya aksi blokade jalan yang dapat menghambat distribusi logistik di tengah wabah Covid-19. Hal ini ditekankannya pada apel pagi di halaman Mako Polres Tabanan, Selasa (14/4) kemarin. Hal itu, dikatakannya, sesuai arahan Kapolri dan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pemblokadean jalan tidak boleh dilakukan kepada masyarakat, terlebih lagi bagi angkutan yang mengangkut sembako termasuk penyitaan KTP pada saat seseorang memasuki suatu wilayah. ‘’Para Kapolsek dan Bhabinkamtibmas agar berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di masing-masing desa/banjar,’’ ucapnya. Ditanya apakah untuk wilayah kabupaten sudah ada kegiatan blokade jalan, Kapolres mengatakan sejauh ini belum ada. Ia mengharapkan tidak sampai terjadi karena dikhawatirkan menghambat pengiriman distribusi bahan pokok. Di bagian lain, AKBP Siregar kembali berpesan kepada anggotanya agar
tetap menjaga jarak atau menerapkan physical distancing guna mencegah penyebaran Covid-19. Wajib memakai masker saat
keluar rumah juga terus dilakukan dan ikut serta mengawasi kegiatan penanganan wabah virus Corona di tiap-tiap desa. (kmb28)
dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan. ‘’Paling tidak mereka melaksanakan isolasi mandiri dulu di rumah selama 14 hari,’’ tambahnya. Pihaknya berterima kasih kepada Gubernur Bali yang sudah memberikan kebijakan menggunakan dana Desa Adat Semesta Berencana untuk menanggulangi Covid-19 di wilayah desa adat masingmasing. Di sisi lain, berharap desa adat lainnya melakukan langkah yang sama. (kmb26)
’’Rapid Test’’ Negatif PMI Karantina di Rumah
Negara (Bali Post) –
TANGANI PMI - Wabup Kembang Hartawan selaku Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, memberikan keterangan terkait penanganan PMI yang pulang.
yang hasil rapid test-nya negatif. ‘’Kabupaten juga menyediakan kendaraan, sehingga mereka kembali ke daerah asalnya tidak sendirisendiri. Kami di Jembrana menggunakan bus dari Dinas Perhubungan. Hasil koordinasi dengan Bapak Bupati, kami terapkan isolasi mandiri di masing-masing rumah mereka,’’ terangnya, Selasa (14/4) kemarin. Menurutnya, selama isolasi mandiri di rumah, para PMI mendapat pengawasan dari tenaga pengawas yang ditempatkan di masing-masing desa/kelurahan. Jadi, tidak perlu ada tempat khusus untuk mereka menjalani karantina mandiri secara bersama baik hotel maupun sekolah seperti yang dilakukan kabupaten lain. Sementara yang positif ditangani provinsi di beberapa rumah sakit yang sudah disediakan. ‘’Peran satgas desa dan
pengawas sangat diperlukan agar mereka disiplin menjalani isolasi mandiri. Kalau dari perilaku, PMI ini cenderung lebih disiplin. Tetapi tetap selama karantina mandiri itu mereka diawasi,’’ tambah Kembang yang juga Wakil Bupati Jembrana. Sementara itu, dari data yang dihimpun Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPSPTK) Jembrana, sejak Maret hingga April tercatat 284 PMI yang pulang di Jembrana. PMI yang terdata ini tercatat di Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (Siskoktln). Mereka termasuk kategori pekerja yang dirumahkan atau terkena PHK dampak Covid-19. ‘’Ini yang terdata di kami dan akan kita sampaikan ke satgas di desa,’’ jelas Kepala Dinas PMPSPTK Jembrana I Komang Suparta. PMI asal Jembrana yang pulang diperkirakan terus bertambah. Sebab, berdasarkan data dinas tahun 2019, sekitar 600 warga kabupaten ini bekerja di luar negeri. (kmb26)
gulangan Covid-19 Tabanan (Sekda Tabanan), I Gede Susila, berencana menyiapkan fasilitas untuk isolasi mandiri. Lokasinya masih terus dijajaki dengan menggandeng para camat seKabupaten Tabanan dan satgas terkait. Sentralisasi tingkat desa atau kecamatan bagi pekerja migran yang baru pulang dari bekerja di luar negeri ini adalah untuk memudahkan pengawasan dan mengurangi keresahan masyarakat. Dikatakannya, karantina atau tempat isolasi mandiri bagi pekerja migran yang rapid test-nya negatif di provinsi
wajib dijemput oleh kabupaten setelah satu hari di tempat tersebut. ‘’Setelah dijemput oleh Dinas Perhubungan, mereka dibawa ke tempat rumah singgah yang telah disiapkan untuk menjalani isolasi selama 13 hari lagi,’’ jelasnya. Terkait rumah singgah, gugus tugas dan jajaran telah melakukan pengecekan di beberapa tempat yang layak. Dalam rapat dengan para camat melalui video conference, disepakati rumah singgah disebar di kecamatan atau desa secara bergrup untuk memudahkan pengawasan dan pelay-
anan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi keresahan warga dan menyiapkan tempat yang dianggap layak bagi pekerja migran menjalani isolasi diri. ‘’Para camat dibantu satgas desa dan satgas gotong royong berupaya mencarikan rumah singgah dengan memanfaatkan penginapan/rumah kosong yang dipinjamkan warga atau fasilitas pemerintah yang ada. Pengawasan kesehatan dilakukan petugas kesehatan dan pengawasan keamanan dilaksanakan bersama petugas keamanan dan pecalang desa adat,’’ tandasnya. (kmb28)
Pemerintah Kabupaten Jembrana mengambil kebijakan karantina mandiri di rumah masing-masing untuk menangani pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang dan hasil rapid test-nya negatif. PMI itu diawasi satgas di desa/kelurahan dan tenaga pengawas yang disediakan di masing-masing desa. Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, I Made Kembang Hartawan, mengatakan karantika mandiri ini sesuai
kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster yang memberikan kewenangan kepada masing-masing kabupaten/ kota dalam penanganan PMI
Di Tabanan 716 Karyawan Dirumahkan Tabanan (Bali Post) Jumlah karyawan yang dirumahkan dan di-PHK akibat dampak wabah Covid-19 di Kabupaten Tabanan terus bertambah. Data yang dihimpun Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tabanan, hingga Selasa (14/4) kemarin tercatat 716 orang dari 11 perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata. Semuanya telah didaftarkan sebagai peserta program Kartu Pra-Kerja di Provinsi Bali. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Corona,’’ ujar Bendesa Adat Kertajaya Pendem, I Wayan Diandra. Sosialisasi di pintu masuk ini diharapkan dapat membuat warga membiasakan diri berperilaku mengantisipasi penyebaran Covid-19 minimal di lingkup desa adat. Dalam imbauan tersebut juga disebutkan agar masyarakat melaporkan setiap ada warga yang datang dari luar daerah atau luar negeri. Satgas akan menindaklanjuti
Bali Post/kmb26
Satu Pasien Positif Sembuh, PDP Bertambah
Tabanan (Bali Post) Satu dari lima pasien asal Kabupaten Tabanan yang dikonfirmasi positif terjangkit Covid-19 dinyatakan sembuh. Ini dikuatkan dengan hasil swab yang menunjukkan negatif. Pasien ini sebelumnya dirawat di ruang isolasi BRSU Tabanan. Sementara empat orang pasien lainnya masih menjalani perawatan. Rinciannya, satu diisolasi/dirawat di BRSUD Tabanan, dua dirawat di RS PTN Unud dan satu di RS Bali Mandara, Denpasar. Di sisi lain, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Tabanan bertambah. Hingga Selasa (14/4) kemarin, sesuai laporan harian Satgas Penanganan Covid-19 Tabanan, berjumlah empat orang. Menurut Juru Bicara Satgas yang juga Kadiskominfo Tabanan Putu Dian Setiawan, dari keempat pasien PDP tersebut, satu dirawat di ruang isolasi BRSU Tabanan dan tiga di RS Nyitdah, Kecamatan Kediri. ‘’Semuanya pekerja migran yang baru pulang dari bekerja di daerah yang terdampak. Mereka kini telah menjalani perawatan di rumah sakit,’’ terangnya. Sementara jumlah orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 16 orang dan 12 orang masuk dalam indikator orang dalam pemantauan (ODP). Satgas yang dipimpin langsung Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penang-
PENGANGKUTAN - Satgas area dan transportasi menyiapkan pengangkutan PMI. Rencananya dibuat sekat pembatas antara sopir dan penumpang.
Rabu Umanis, 15 April 2020
Bupati Mahayastra Distribusikan Bantuan Sembako untuk 7.554 KK Miskin di Gianyar
PEMERINTAH Kabupaten Gianyar mendistribusikan 7.554 bantuan paket sembako untuk KK miskin yang tersebar di 70 desa dan kelurahan, yang terkena dampak Covid-19. Pendistribusian bantuan paket sembako itu disaksikan langsung Bupati Gianyar Made Mahayastra didampingi Wakil Bupati A.A Gde Mayun, Sekdakab Gianyar Made Wisnu Wijaya, Kajari Gianyar Agung Mardiwibowo, Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana, Dandim 1616/Gianyar Letkol Inf. Frandi Sibo, Ketua TP PKK Kab. Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra, dan anggota DPRD Gianyar. Bantuan itu dibagikan di GOR Kebo Iwa Gianyar, Selasa (14/4) kemarin. Bupati Mahayastra mengatakan, Pemkab Gianyar saat ini telah menyiapkan 7.554 paket sembako yang
dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan akibat terdampak pandemi Covid-19. Paket sembako itu terdiri dari beras 25 kg, satu dus mie instan dan telur sebanyak satu krat. ‘’Tidak dimungkiri pandemik Covid-19 itu berdampak besar pada menurunnya perputaran ekonomi masyarakat. Paket sembako ini merupakan salah satu bentuk bantuan pengamanan sosial untuk masyarakat akibat pandemik Covid-19,’’ tegas Bupati Mahayastra. Lebih lanjut, kata Bupati Mahayastra, yang mendapat prioritas bantuan dari pemerintah adalah masyarakat yang kurang mampu. Alasannya, mereka tidak mempunyai penghasilan tetap. Sedangkan untuk pekerja harian seperti buruh, hotel dan lain-lainnya berdasarkan kajian yang telah dilaku-
kan, mereka itu baru satu bulan berhenti bekerja. Jadi logikanya, kata Bupati Mahayastra, mereka masih punya tabungan. Mereka masih bisa bertahan satu atau dua bulan ke depan. Kalau nanti sudah saatnya dan setelah anggaran dikalkulasi maka mereka juga harus dibantu. Karena itu, saat ini pihaknya telah menyiapkan dua tim guna melakukan pendataan, yaitu tim dasa wisma. Hal itu diarahkan Ketua TP PKK Provinsi Bali, dan satu lagi tim yang dikomandoi Sekretaris Daerah. ‘’Yang paling penting di sini adalah data. Berdasarkan pada datalah kita bergerak. Sebagus apa pun kebijakannya, namun jika tidak didukung data akurat, maka bisa-bisa nanti dapat memicu kekacauan di tengah warga,’’ kata Bupati Mahayastra khawatir.
Pendistribusian paket sembako yang dilakukan Bupati Mahayastra saat ini berdasarkan data yang ada. Beberapa waktu lalu Pemkab Gianyar telah mendata jumlah KK miskin yang dilakukan oleh masing-masing OPD di lingkungan Pemkab Gianyar. Namun data ini terus mengalami perubahan terkait adanya peningkatan taraf hidup, sehingga statusnya kemudian berubah dan bisa juga sebaliknya. Data inilah yang dijadikan dasar pendistribusian bantuan paket sembako itu yang diserahkan oleh masing-masing OPD kepada KK miskin di desa binaannya. Terkait kedatangan sejumlah PMI lagi, khususnya di Kabupaten Gianyar, pihaknya telah menyiapkan segala sesuatunya termasuk lokasi alias tempat karantina. (ad138)
DISTRIBUSI - Terlihat suasana pendistribusian bantuan paket sembako. Pendistribusian itu disaksikan Bupati Gianyar Made Mahayastra didampingi Wakil Bupati A.A. Gde Mayun, Sekdakab Gianyar Made Wisnu Wijaya, Kajari Gianyar Agung Mardiwibowo, Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana, Dandim 1616/Gianyar Letkol Inf. Frandi Sibo Ketua TP PKK Kab. Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra, dan anggota DPRD Gianyar di GOR Kebo Iwa Gianyar, Selasa (14/4) kemarin.
KMB dan PT Indo Bali Gas Grup Serahkan Bantuan APD di Pura Ulun Danu Batur
Bangli (Bali Post) – Sebagai bentuk dukungan terhadap seruan pemerintah tentang penggunaan masker, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19), Kelompok Media Bali Post (KMB) bersama PT Indo Bali Gas Grup menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD). Bantuan APD itu berupa satu dus baju pelindung, masker serta hand sanitizer untuk prajuru dan pecalang di Desa Adat Batur, Kintamani. Penyerahan APD oleh Pemimpin Redaksi Bali Post Wayan Dira Arsana dan Manager PT Indo Bali Gas Grup Ni Made Juniati itu diterima langsung Pangemong Pura Ulun Danu Batur Jero Gede Batur Duwuran, di Pura Ulun Danu Batur, Selasa (14/4) kemarin. Pemimpin Redaksi Bali Post Wayan Dira Arsana mengatakan, di tengah wabah Covid-19, prajuru dan pecalang perlu dibekali APD. Pasalnya mereka tergolong rentan tertular karena berinteraksi dan kontak langsung dengan orang banyak. Terlebih selama pelaksanaan karya/ upacara di pura. Karena
itu pihaknya mewakili KMB menyerahkan APD untuk prajuru dan pecalang di Pura Ulun Danu Batur. Manager PT Indo Bali Gas Grup Ni Made Juniati menyebutkan, bantuan masker dan hand sanitizer yang diserahkan sebanyak kurang lebih 200 pcs. Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk partisipasi PT Indo Bali Gas Grup dalam penanganan Covid-19. Pihaknya berharap wabah Covid-19 yang melanda sejumlah negara di dunia ini bisa segera berakhir. Jero Gede Batur Duwuran menyampaikan terima kasih atas bantuan APD
BAGI SEMBAKO - Para tokoh spiritual Pasraman Taksu Syama Prana Desa Adat Karangsari membagikan sembako gratis kepada para lansia.
Tokoh Spiritual Bagikan Sembako Gratis ke Lansia
Semarapura (Bali Post) Di tengah situasi yang semakin mengkhawatirkan akibat dampak pandemi Covid-19 yang terus masif di Bali, masyarakat, komunitas, tokoh, dan dermawan diharapkan bergotong royong saling membantu satu sama lain. Terutama kepada mereka yang mengalami kesulitan ekonomi dan kebutuhan pokok sehari-hari. Setelah sebelumnya membagikan masker secara gratis kepada masyarakat Nusa Penida, kemudian Pasraman Taksu Syama Prana Desa Adat Karangsari di bawah Yayasan Persaudaraan Penuh Kasih Nusa Penida kembali melakukan aksi sosial. Yayasan yang diketuai Mangku I Wayan
Sandika itu membagikan sembako gratis kepada warga di wewidangan Desa Adat Karangsari, khususnya di Banjar Pidada. Selain di wewidangan Desa Adat Karangsari, aksi sosial juga dilakukan di Banjar Sental. Warga yang disasar adalah para lansia, janda dan duda yang jumlahnya 50 orang. Sembako yang diberikan berupa beras, telur, minyak goreng, kopi, dan mi instan. Bendahara Yayasan Persaudaraan Penuh Kasih Nusa Penida I Wayan Budi Mustika mengatakan, tujuan kegiatan sosial yang dilakukan untuk meringankan masalah ekonomi yang dihadapi masayarakat, terutama para lansia akibat pandemi Covid-19. (win)
Gianyar (Bali Post) Warga positif Covid-19 di Gianyar kembali bertambah, Selasa (14/4) kemarin. Bahkan dua orang sekaligus dipastikan positif, yakni seorang pekerja migran Indonesia (PMI) termasuk pamannya. “Ada tambahan pasien positif dua orang lagi asal Desa Petulu, Ubud,” ucap Ketua Satgas Covid-19 Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya, dikonfirmasi Selasa kemarin. Sekda Gianyar mengatakan, PMI yang positif ini baru datang dari Amerika dan tiba di Bali 24 Maret 2020 lalu. Nah sejak beberapa hari lalu PMI ini dan pamannya mengeluhkan batuk ringan. Setelah dilakukan tes swab, hasilnya positif Covid-19. “Keluhannya batuk ringan, mereka satu
keluarga PMI dan pamannya,” katanya. Dikatakan, kini dua pasien positif itu dirujuk ke RS PTN Unud, untuk ditangani lebih lanjut di ruang isolasi. “Saat ini kedua pasien dirawat di RS PTN Unud,” katanya. Sekda Gianyar menambahkan, paman dari PMI itu termasuk kategori transmisi lokal. Dikatakan, penularan inilah yang selama ini paling ditakutkan. ”Ini yang sebenarnya kita takutkan, makanya setiap yang datang dari luar negeri mulai saat ini kita harus karantina,” tegas Wisnu Wijaya. Sekda Gianyar ini juga menegaskan semua PMI yang pulang harus lapor ke Posko Covid yang ada di masingmasing desa. (kmb35)
PMI dan Pamannya Positif Covid-19
serta hand sanitizer yang diberikan itu. Menurutnya, APD yang diterimanya tersebut tentunya sangat bermanfaat bagi prajuru dan pecalang untuk melindungi diri dan mencegah penyebaran wabah Covid-19 saat ini. ‘’Terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Semoga wabah Covid-19 cepat berlalu,’’ harapnya. Jero Gede Batur Duwuran mengajak seluruh umat Hindu di Bali untuk selalu ngerastiti bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, memohon kerahayuan jagat Bali. ‘’Di mana pun umat berada, saya mengajak untuk tidak henti-
hentinya ngerastiti bhakti, nunas ica kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa bisa dari
Merajan atau Pura Khayangan Tiga di wilayah masingmasing,’’ katanya. (kmb40)
SERAHKAN APD - Pemimpin Redaksi Bali Post, Wayan Dira Arsana, menyerahkan satu dus APD berupa baju pelindung yang diterima Pangemong Pura Ulun Danu Batur Jero Gede Batur Duwuran, di Pura Ulun Danu Batur, Selasa (14/4) kemarin.
Bangli Siapkan Dua Tempat Karantina PMI
Bangli (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Bangli kini menyiapkan tempat khusus untuk mengkarantina pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru datang dari luar negeri. Ada dua tempat yang disiapkan yakni Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kayuambua, Susut. Dari dua tempat itu mampu menampung hingga 160 orang PMI. Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangli I Made Gianyar, Selasa (14/4) kemarin, mengatakan penyiapan tempat khusus un-
tuk karantina PMI itu merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi yang diadakan Pemerintah Provinsi Bali, Senin (13/4). Di mana dalam rapat itu diputuskan diberlakukan karantina mandiri secara terorganisir terhadap PMI yang pulang dari luar negeri. ‘’Kalau selama ini kan PMI yang datang diarahkan karantina mandiri di rumahnya masingmasing. Sekarang sesuai hasil rapat, karantina mandiri PMI itu diorganisir satgas kabupaten,’’ ungkapnya. Made Gianyar yang juga Bupati Bangli ini menjelaskan, untuk PMI yang pulang ke Bali
terlebih dahulu dilakukan tes oleh satgas provinsi. Apabila hasilnya positif dan menunjukkan gejala sakit mengarah Covid, maka akan dirawat di RS PTN Unud atau RSUP Sanglah. ‘’Begitupun dengan mereka yang positif namun tidak menunjukkan gejala (OTG) juga akan dikarantina satgas provinsi,’’ terangnya. Sementara mereka yang hasil tesnya negatif maka akan dikarantina selama satu hari oleh satgas provinsi di Balai Diklat Provinsi yang berlokasi di Renon atau di Bali Pelatihan Guru yang ada di Yangbatu, Denpasar. (kmb40)
Semarapura (Bali Post) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Klungkung merespons cepat perubahan pola penanganan PMI (pekerja migran Indonesia). Mereka langsung menyiapkan tempat khusus untuk karantina bagi PMI yang baru tiba di Bali, khususnya yang dari Klungkung. Jumlahnya cukup banyak, diperkirakan 700 orang. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada, Selasa (14/4) kemarin mengatakan, kebutuhan ruang karantina sedang dipersiapkan. Tahap pertama sedang dipersiapkan 200 kamar. Kalak BPBD ini lebih lanjut menjelaskan, 200 kamar tersebut sebagian di Puskesmas Banjarangkan II, SKB Banjarangkan dan bekas Kantor Dinas Pertanian. Diperkirakan terdapat sekitar 700 pekerja migran asal Kabupaten Klungkung. Sekitar 400 orang diperkirakan sudah tiba di Klungkung yang datang secara bertahap. Sesuai perintah Bupati Klungkung, selanjutnya akan segera dibuatkan sekatsekat untuk kamar dan sejum-
lah perbaikan dan penambahan fasilitas pendukung. Setelah gedung Puskesmas Banjarangkan II siap, Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta melakukan pengecekan terhadap sejumlah tempat yang akan dijadikan tempat karantina, Selasa kemarin. Lokasi itu di antaranya SKB Banjarangkan dan bekas Kantor Pertanian Klungkung yang terletak di Jalan Gajahmada. Kasta menjelaskan, kedua lokasi mulai dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kepulangan PMI. Mengingat gedung Puskesmas Banjarangkan II kapasitasnya terbatas, hanya sekitar 80 orang. Sehingga kedua lokasi ini nantinya menjadi tempat karantina pendukung jika seandainya gedung Puskesmas Banjarangkan II sudah penuh. Menurutnya, SKB Banjarangkan masih tampak bagus dan bisa dipergunakan. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada dan Kadis PUPRKP A.A. Lesmana juga mengamininya. Gedung ini masih layak dimanfaatkan. Menurut Widiada, hanya perlu perbai-
kan sejumlah pintu kamar mandi, perbaikan plafon dan pembuatan sekat untuk menjadikan kamar tidur. Gedung SKB Banjarangkan diperkirakan akan mampu menampung sekitar 79 orang. Sama dengan di SKB Banjarangkan, di Kantor Dinas Pertanian, gedung-gedung juga masih bagus tinggal pembuatan sekat kamar dan penambahan fasilitas MCK. Gedung ini nantinya mampu menampung sekitar kurang lebih 85 orang. (kmb31)
Jumlah PMI Asal Klungkung Diperkirakan 700 Orang
TINJAU SKB - Wabup Kasta dan Kalak BPBD serta Kadis PUPRKP saat meninjau SKB Banjarangkan.
Orangtua Pasien Positif Covid-19 Dikarantina Warga Sekitar Di-’’rapid Test’’
Gianyar (Bali Post) Orangtua dari pasien positif Covid-19 di Desa Saba, kini sudah dibawa ke tempat karantina di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh. Kini petugas masih melakukan penelusuran warga lain yang sempat berinteraksi dengan pasien positif Covid-19 itu. Hal ini disampaikan Ketua Satgas Covid-19 Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya, Selasa (14/4) kemarin. Menurutnya, dua orangtua dari pasien positif asal Saba itu sudah bersedia tinggal sementara di tempat karantina Desa Bedulu. Kini tim Satgas Covid-19 masih berkoordinasi dengan anggota keluarga lainnya untuk turut serta mengisolasi diri di lokasi karantina terse-
but. ‘’Orangtua kandungnya sudah dibawa ke Bedulu. Sekarang tergantung keluarga yang di luar orangtua, kalau mau kita tampung, kalau tidak ya… tolong isolasi secara mandiri, tetapi harus disiplin,’’ pinta Sekda Gianyar. Kadiskes Gianyar Ida Ayu Cahyani mengatakan, petugas masih melakukan pengecekan terhadap siapa pun yang pernah kontak dengan pasien positif di Desa Saba itu. Dikatakan, mereka yang pernah kontak langsung diberikan rapid test. ‘’Semua kita rapid, kadang dia (pasien positif - red) tidak jujur dibilang hanya kontak dengan orangtua, padahal sebetulnya sudah sempat berkunjung ke tetangga,’’ katanya. (kmb35)
Membandel, Pedagang Pasar Kusamba Ditertibkan
Semarapura (Bali Post) Petugas gabungan dari Satpol PP, TNI dan Polri membubarkan kerumunan pedagang di sekitar Pasar Rakyat Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Selasa (14/4) pagi. Mereka dianggap membandel, karena tidak mau mengikuti aturan jam buka pasar. Padahal sudah diingatkan petugas pasar untuk bersama-sama tertib aturan, guna mencegah penyebaran Covid-19 lebih meluas. Kepala Satpol PP dan Damkar Pemkab Klungkung Putu Suartha mengatakan, petugas gabungan langsung turun pagi-pagi ketika hari masih gelap. Sesuai laporan awal, pedagang sudah berkumpul di depan pasar dan melakukan transaksi di luar pasar itu. Situasi itu menyalahi aturan yang sudah dibuat pemerintah dalam situasi pandemi Covid-19, di mana jam buka pasar sudah disepakati pukul 07.00 Wita. ‘’Hari ini cukup kami beri peringatan dan pembinaan. Besok kalau melanggar lagi kami angkut ke kantor,’’ tegasnya. Upaya serupa sebelumnya juga sudah dilakukan pada pedagang di pasar tradisional lainnya. Seperti di Pasar Umum Galiran maupun di Pasar Semarapura. Mereka sebelumnya juga membandel, sehingga harus berulang kali ditertibkan petugas dan dilakukan pembinaan. Bahkan, situasinya sempat menjadi runyam. Pasalnya terjadi kemacetan pada pintu masuk. Mengatasi hal itu, pembinaan dilakukan langsung Bupati Klungkung Nyoman Suwirta sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Klungkung. (kmb31)
DITERTIBKAN - Petugas gabungan saat menertibkan pedagang.
Rabu Umanis, 15 April 2020
Ketua DPRD Gede Dana Dorong Bupati Ambil Langkah Nyata Tangani Covid-19 di Karangasem PENYEBARAN Coronavirus Disease (Covid-19) semakin hari kian bertambah. Di Karangasem sendiri tercatat ada tujuh warga bumi lahar yang terkonfirmasi terjangkit positif Covid-19. Atas kondisi memprihatinkan itu, Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana mendorong Bupati Karangasem I Gusti
Ayu Mas Sumatri mengambil langkah nyata dan strategis dalam penanganan Covid-19 tersebut. Gede Dana menegaskan pihaknya mendorong Bupati Karangasem supaya bisa mengambil langkah-langkah atau upaya strategis di dalam pencegahan Covid-19. Hal itu penting agar perkembangan
I Gede Dana
Covid-19 itu tidak semakin merebak. ‘’Kami mendorong Bupati Karangasem segera mengambil langkah strategis dan nyata untuk pencegahan sekaligus untuk penanganan dampak dari wabah Covid-19 itu,’’ harapnya. Pihaknya, kata Gede Dana, memberikan beberapa saran masukan kepada Pemkab Karangasem. Di antaranya agar alat pelindung diri (APD) khususnya masker diberikan kepada seluruh masyarakat, karena hal itu sesuai arahan pemerintah pusat. Menurutnya, setiap masyarakat yang keluar rumah harus memakai masker. Selain itu, Gede Dana juga mendorong pihak eksekutif menganggarkan pemberian sembako dalam APBD Perubahan kepada masyarakat Karangasem yang terkena dampak wabah Corona itu. ‘’Bagi pelanggan PDAM yang masuk kategori MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) digratiskan untuk pembayaran rekening air. Upaya itu untuk meringankan beban masyarakat akibat dampak ekonomi yang ditimbulkan dari Covid-19 ini,’’ jelasnya. Selain itu, jelas Gede Dana, menyimak semakin banyaknya pekerja migran Indonesia (PMI) asal Karangasem yang akan pulang, maka untuk mengantisipasinya wajib dilakukan karantina mandiri. Karena itu, pemkab perlu menyiapkan penginapan kelas melati yang ada di Karangasem. Dengan cara itu, PMI itu tidak berbaur dengan masyarakat. Sudah pasti langkah itu untuk meminimalisir penularan Covid-19. (ad141)
Isolasi PMI dari LN Bisa 20 Hari
Singaraja (Bali Post) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Buleleng diinstruksikan melakukan isolasi terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) termasuk menjemput di Bandara Ngurah Rai yang pulang dari luar negeri (LN). Isolasi direncanakan bukan hanya 14 hari, bisa jadi diperpanjang mencapai 20 hari. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyampaikan update kasus Covid-19, Selasa (14/4) kemarin. Menurutnya, instruksi untuk mengisolasi para PMI ini setelah pihaknya mengikuti rapat
koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Bali. Dari rapat itu, tim gugus tugas kabupaten mengharuskan setiap PMI mengikuti program isolasi khusus di tempat yang sudah disiapkan di masing-masing desa atau kelurahan. Sesuai protap kesehatan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes-RI), isolasi khusus ini wajib diikuti selama 14 hari sampai 20 hari setelah tanggal kedatangan. ‘’Setelah kita mengikuti rapat koordinasi, jadi diputuskan setiap PMI ini wajib diisolasi di kabupaten dengan memanfaatkan tempat isolasi khusus yang sudah dibuat
di kabupaten. Sesuai SOP isolasi khusus ini, sampai 14 hari ke depan dan tergantung situasi di lapangan bisa sampai 20 hari,’’ katanya. Mencegah kepulangan ke masing-masing kabupaten yang tidak terkontrol, tim gugus tugas kabupaten diinstruksikan agar menjemput PMI dari kabupaten masingmasing menggunakan angkutan yang disiapkan oleh kabupaten. Pihaknya tidak hanya menyiapkan kendaraan, para awak bus yang akan menjemput ‘’dibekali’’ alat pelindung diri (APD) dan armada bus yang akan menjemput disemprot disinfektan, untuk mencegah halhal yang tidak diinginkan. (kmb38)
TMMD Ke-107 Berakhir
Warga Panji Anom Nikmati Air Bersih dan Jalan Baru
WARGA Desa Panji Anom Kecamatan Sukasada sekarang terbebas dari persoalan krisis air bersih. Sebelumnya, warga di desa itu kesulitan mendapat pasokan air bersih akibat debit air kecil dan jaringan pipa tidak memadai. Sekarang debit air itu sudah bertambah dan jaringan pipa distribusinya juga sudah menjangkau semua warga, sehingga kendala air bersih itu saat ini sudah bisa diatasi. Lalu instansi apakah yang berperan penting bisa memecahkan masalah air di Desa Panji Anom itu? Masyarakat Desa Panji Anom sekarang ini bisa tersenyum lega. Pasalnya persoalan air yang sudah menjadi kendala sejak lama saat ini sudah teratasi dengan air itu sudah mengalir ke rumah-rumah warga. Keberhasilan itu tidak lepas dari kontribusi jajaran TNI Kodim 1609 Buleleng yang melaksanakan TMMD ke-107 di Desa Panji Anom itu. Dengan adanya program TMMD ke-107 itu, anggota TNI dan warga bergotong royong mengatasi masalah krisis air bersih tersebut. Hasilnya, setelah TMMD ke-107 berakhir warga yang menetap di semua dusun itu dapat menikmati air bersih. Ini karena debit air yang semula bervariasi dari empat sampai lima liter per detik, kemudian ditingkatkan menjadi tujuh sampai delapan liter per detik. Perbekel Desa Panji Anom Made Gina mengatakan, krisis air bersih itu menjadi persoalan pelik yang belum terpecahkan sebelumnya. Pasalnya, bukan saja debit airnya kecil, juga ada kerusakan jaringan pipa distribusi, Nah… hal itulah memicu permasalahan air di Desa Panji Anom. Setelah desanya dipilih menjadi lokasi TMMD, krisis itu dapat diatasi hingga 100 persen. Dengan semua warga di-cover air bersih maka ke depannya akan menjadi sumber pendapatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang akan
mengelola air bersih di desanya itu. ‘’Kalau dulu distribusi air bergiliran. Karena itu warga dipaksa harus antre. Namun sekarang sudah semua bisa terlayani air bersih itu. Hal itu berkat program nyata TMMD. Kemudian, pengelolaannya akan menjadi pendapatan BUMDes kami,’’ katanya. Hal senada diungkapkan Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Menurutnya, Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-107 telah berhasil membangun infrastruktur di Desa Panji Anom, meskipun di tengah wabah pandemi Covid-19. Untuk itu, Sutjidra menginstruksikan agar pemerintahan desa bersama warga bisa memelihara fasilitas yang sudah dibangun pihak TNI itu dengan baik. ‘’Dengan fasilitas itu dipelihara, maka warga akan menerima manfaat lebih lama dari bakti TNI melalui TMMD. Apalagi TNI siap turun melengkapi fasilitas yang belum dikerjakan saat TMMD tahun ini. Dandim 1609 Buleleng Letkol Inf. Muhammad Windra Lisrianto mengatakan, kegiatan fisik dan nonfisik selama TMMD itu sudah dikerjakan sesuai target. Program fisik yang dikerjakan adalah pembangunan jalan baru, rabat beton sepanjang 340 meter lebar enam meter. Selain itu juga membangun jalan baru
dan rabat beton volume 100 meter dan lebar tiga meter, pelebaran jalan lama dan rabat beton sepanjang 417 meter dan lebar enam meter. TNI juga membangun gorong-gorong untuk penguatan penahan tanah, dan pemasangan pipa air minum sepanjang 8.360 meter, tiga unit bak lepas, dan satu unit resevoar. Pihaknya juga sudah membangun fasilitas mandi cuci dan kakus (MCK) untuk warga miskin. Syukurlah sasaran yang diprogramkan dalam TMMD itu sudah terbangun 100 persen. Karena itu kebersihan lingkungan warga terjaga dengan fasilitas itu. ‘’Untuk fisik ini sudah terealisasi 100 persen. Sekarang sudah siap digunakan warga di sana,’’ katanya. Sedangkan sasaran nonfisik juga terealisasi 100 persen, meliputi edukasi pencegahan wabah Covid-19, penyemprotan disinfektan, aksi pembagian sembako untuk warga kurang mampu di lokasi TMMD. Penutupan TMMD ke-107 dilaksanakan di Makodim 1609 Buleleng, Selasa (14/4) kemarin. Penutupan itu bukan saja menghadirkan yang punya gawe Dandim 1609 Buleleng Letkol Inf. Muhammad Windra Lisrianto, S.E., M.IK., juga Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Ketua DPRD Gede Supriatna termasuk Muspida Buleleng. (mud)
Awasi Pekerja Migran
Desa Adat Berkolaborasi dengan Desa Dinas
mandiri di rumahnya masingmasing dalam pengawasan satgas. ‘’Kita rutin melakukan pemantauan dan pengecekan kesehatan terhadap tenaga migran yang baru pulang dari luar negeri itu,’’ jelasnya. Kepala Disnakertrans KaSusuan ada sebanyak semrangasem I Nyoman Subilan orang PMI. Menurutradnyana mengatakan, nya, dari jumlah berdasarkan data itu, lima orang yang dimiliki, jumlah sudah pulang, PMI asal Karangassedangkan em yang pulang dari empat orang luar negeri sebanyak masih di luar 358 orang. Mereka negeri. Konmasuk pemantauan disi PMI Covid-19. Keberadaan yang pulang mereka tersebar di negatif. Sekadelapan kecamatan. rang mereka ‘’Untuk Kecamatan Kasedang melakurangasem ada 77 kan karanorang, Bebandem tina (48), Selat (65), Rendang (49), Sidemen (51), Manggis (14), Abang (26), dan Kubu 28 orang,’’ katanya. (kmb41) Jro Mangku Widiartha
Amlapura (Bali Post) Desa adat diminta ikut secara bersama-sama pembantu pemerintah di dalam menanggulangi Coronavirus Disease (Covid-19) lewat satuan tugas (satgas) yang dibentuk di masing-masing desa adat. Dalam penanggulangan Covid-19 ini, desa adat menjalin kolaborasi dengan desa dinas terkait pencegahan virus ini semakin meluas. Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha mengatakan, untuk di Desa Besakih terdata sebanyak 20 pekerja migran Indonesia (PMI) yang mencari penghidupan di luar negeri. Sejauh ini pihak desa adat telah membuat satgas gotong royong. Satgas itulah yang memantau atau mengawasi para PMI itu. ‘’Dalam pengawasan PMI itu desa adat berkolaborasi dengan desa dinas. Kita pantau mereka selama menjalani isolasi mandiri. Termasuk semua PMI itu diperiksa kesehatannya. Itu wajib dilakukan untuk mengetahui perkembangan kesehatan mereka guna mencegah penyebaran Covid-19,’’ jelas Widiartha. Sementara itu, Bendesa Adat Dukuh Penaban I Nengah Suarya mengatakan,
di Desa Dukuh Penaban memang ada seorang pekerja migran. Dia telah menjalani karantina dan kesehatannya sudah dicek. Hasilnya negatif Covid-19. Kendati sudah tidak menjalani karantina, akan tetapi yang bersangkutan jarang keluar rumah, bila tidak ada kepentingan. Suarya menambahkan, pihaknya sudah memberikan pelayanan berupa cek kesehatan kepada yang bersangkutan. Saat ini, dia juga sedang menunggu jadwal pemeriksaan tim medis dari relawan yang dibentuk desa adat. ‘’Mereka diperlakukan lebih pihak desa. Jadwal pemeriksaan kesehatan adalah tanggal 11-14,’’ katanya. Ketua Satgas Gotong Royong Desa Adat Susuan I Gede Sandi mengatakan, khusus di
Antisipasi Penyebaran Covid-19
Desa Adat Besakih Tempuh Upaya ’’Sekala dan Niskala’’ Amlapura (Bali Post) Desa Adat Besakih menempuh upaya sekala dan niskala dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19. Upaya ini sudah dilaksanakan secara efektif sejak Karya Tabuh Gentuh dan Karya Ida Batara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih diselenggarakan. Hal itu diungkapkan Bendesa Adat Besakih yang juga Ketua Panitia Karya IBTK di Pura Agung Besakih, Jro Mangku Widiartha, didampingi Satgas Gotong Royong Penanggulangan Covid-19 Desa Adat Besakih saat menerima bantuan alat pelindung diri (APD), masker serta hand sanitizer dari Kelompok Media Bali Post dan PT Indo Bali Gas Grup, Selasa (14/4) kemarin. Bantuan diserahkan oleh Pemimpin Redaksi Bali Post Wayan Dira Arsana dan Manajer PT Indo Bali Gas Grup Ni Made Juniati. Jro Mangku Widiartha menjelaskan, sesuai dudonan, Karya Ida Batara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih sejatinya kasineb Selasa kemarin. Namun panitia karya memutuskan karya masih nyejer sampai empat hari ke depan. ‘’Kami panitia karya telah menggelar paruman internal. Keputusannya, tetap nyejer hingga empar hari lagi untuk yasa kerthi, berkaitan dengan kondisi jagat Bali saat ini,’’ kata Mangku Widiartha. Menurutnya, itu adalah upaya dari sisi niskala agar Ida Batara di Besakih menga-
nugerahkan keselamatan dan kerahayuan jagat. Sementara terkait upaya sekala, pihaknya terus mengedukasi umat melaksanakan social distancing dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Upaya mengedukasi umat, misalnya dengan mengimbau umat yang hendak tangkil ke Pura Agung Besakih agar tidak melebihi 25 orang dalam satu rombongan serta menjaga jarak ketika bersembahyang. Di Pura Agung Besakih juga telah dipasang spanduk imbauan mengenai pentingnya
penerapan social distancing dan perilaku hidup bersih dan sehat. Bahkan, di tiap sudut pura telah tersedia wastafel lengkap dengan sabun yang bisa digunakan pamedek untuk mencuci tangan. Di sisi lain, Desa Adat Besakih juga sudah membentuk satgas gotong royong untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. ‘’Kami juga sudah merasionalisasi anggaran untuk kepentingan penanganan Covid-19,’’ katanya. Lebih lanjut Jro Mangku Widiartha juga menyampai-
kan terima kasih atas bantuan berupa APD, masker dan hand sanitizer dari Kelompok Media Bali Post dan PT Indo Bali Gas. Dia menyatakan, ketiga jenis barang tersebut sangat dibutuhkan pihaknya, sebab merupakan bagian terpenting dalam penanganan virus Corona. APD akan melindungi sekaligus memberikan rasa aman bagi mereka yang bertugas. ‘’Ini sangat memotivasi kami. Kami mengucapkan terima kasih, mudah-mudahan bantuan ini besar bermanfaatnya,’’ katanya. (kmb25)
Bali Post/ded
MASKER - Bendesa Adat Besakih yang juga Ketua Panitia Karya IBTK di Pura Agung Besakih, Jro Mangku Widiartha, menerima bantuan masker dari PT Indo Bali Gas.
Rabu Umanis, 15 April 2020
Menyelamatkan Ketahanan Pangan Masyarakat Bali Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. ‘’Domestik tidak ada, asing juga tidak ada. Karena itu, sudah pasti dampaknya besar sekali terhadap pariwisata. Seberapa besar ini konsekuensinya, kita berharap jangan sampai ada PHK,’’ jelasnya. Sementara itu, Kepala Bank Indonesia KPw Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan,
saat ini adalah masa-masa yang tidak mudah untuk semua negara. Tidak hanya Indonesia tetapi negara di seluruh dunia. Pertumbuhan ekonomi dunia turun, Indonesia dan Bali juga sama. Triwulan II dan III merupakan masa yang penuh dengan ketidakpastian, sehingga perhitungan ekonomi unpredictable. Namun, triwulan IV diyakini akan ada kebangkitan ekonomi. Menurut Trisno Nugroho, semakin cepat sakitnya dengan menyeleksi kedatangan dari
bandara atau pelabuhan, maka akan semakin cepat recovery perekonomian. ‘’Jika tidak ketat maka akan semakin lama. Jadi semakin pendek sakitnya dan semakin ketat, berdampak ekonomi tidak akan terlalu berat dan menurut saya Bali lebih relatif terkontrol karena terdiri dari satu pulau dengan tidak banyak pintu masuk,’’ ujarnya. Menuju recovery perekonomian, katanya, ditentukan dari seberapa cepat wabah Covid-19 ini berhasil dihen-
tikan. Ditegaskan, pihaknya terus mengkalibrasi data perekonomian karena bersifat sangat dinamis yang diperkirakan sampai Mei dan Juni. Namun dari sisi ekonomi, yang terpenting saat ini adalah menyelamatkan ketahanan pangan masyarakat Bali. ‘’Bank Indonesia telah membentuk TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah - red) yang bertugas menjaga stabilisasi harga pangan terutamanya bahan pokok,’’ katanya.(kmb32/kmb42)
Masyarakat Bali yang teguh dalam tradisi dharma akan mampu membedakan mana petunjuk niskala yang ‘’akal-akalan” dan mana yang ‘’melampaui akal”. Mana yang ‘’nalar” dan mana ‘’sesuatu yang melampaui nalar”. Batin terasah dan hati yang hening bisa membedakan getar-getar tersebut. Di tengah mewabahnya Covid-19 beredar surat Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, bertanggal 31 Maret 2020, ditujukan kepada Bendesa Agung MDA (Majelis Desa Adat) Provinsi Bali. Isinya: Permohonan bantuan untuk menyampaikan kepada seluruh desa adat dan krama desa adat di Bali untuk melaksanakan upacara Nunas Ica Karahayuan (permohonan keselamatan) kepada Ida Batara Sasuhunan untuk keharmonisan alam, krama, dan budaya Bali secara serentak. Ini dimaksudkan sebagai upaya mencegah persebaran Covid-19 sesuai adat dan kepercayaan Bali. Pada prinsipnya imbauan tersebut diterima oleh warga. Hanya, timbul polemik karena sesaji Wong-wongan Manca Warna (replika sosok manusia dari nasi dengan 5 warna) mengundang interpretasi visual beragam. Bahkan ada yang menganggap tidak sesuai pakem dan mempertanyakan pijakan tekstualnya. Pembuatan Wong-wongan harus mengikuti ketentuan pewarnaan: Kepala
warna putih, tangan kanan warna merah, tangan kiri warna kuning, badan manca warna, dan kaki warna hitam. Ini sebuah ‘’tradisi baru” yang tidak dikenal umum oleh umat Hindu di Bali. Di luar riuh polemik -- yang mengundang pandita, politisi dan pengamat budaya angkat bicara, dan gaduh medsos -- diam-diam ‘’tradisi baru” Wong-wongan Manca Warna ini dijalankan oleh masyarakat Bali. Komentar yang merundung meredup seiring waktu. Wabah Covid-19 telah melahirkan tradisi baru sesaji Wongwongan Manca Warna. Covid-19 juga memicu ‘’embiro tradisi baru” tiga hari Eka-Brata Amati Lelungan (berdiam dan berdoa di rumah selama 3 hari penuh). Ide ini mendapat banyak dukungan. Dalam status facebooknya 7 April 2020, Prof. Dr. I Gde Pitana, sosiolog senior dan agamawan, mengatakan: ‘’Saya sangat mendukung rencana ‘Nyepi Nusa Dewata’ selama 3 hari -- bila perla awuku (seminggu). Ini adalah sebuah kontektualisasi tradisi”. Budayawan dan agamawan lain menilai gagasan ini sangat baik dijadikan salah satu upaya pencegahan Covid-19. EkaBrata Amati Lelungan dinilai bisa menjadi sebuah pedoman untuk dipakai di masa depan jika Bali secara darurat perlu melakukan ‘’tutup pulau”. Namun, embrio tradisi baru ini keburu dirundung cemooh dan penolakan pedas. Video viral berisi pernyataan pimpinan MDA, yang mengabarkan
rencana pelaksanaan ‘’Nyepi tiga hari penuh”, dinilai terlalu prematur. Pemakaian istilah ‘’Nyepi” dipertanyakan. Dinilai tidak tepat istilah, salah diksi. Salah waktu penyampaian, tergesa sebelum dibahas matang. Dinilai tidak cermat menimbang pula-pali parikrama upakara. ‘’Pemakaian istilah Nyepi ini mengaburkan Nyepi Çaka yang disakralkan”, sanggah dua politisi berpengaruh. Warga medsos gemuruh. Debat kusir diksi dan terminologi merontokkan niatan baik di baliknya. Tergelincir menjadi polemik medsos, tanpa sempat menjadi pembahasan matang internal desa-desa pakraman. Pemda Bali melalui siaran pers 7 April 2010 mengatakan ‘’Nyepi Desa Adat bukan kewenangan Pemda’’ namun siap mendukung jika dijalankan. Pemda bersedia mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan logistik. Di lapangan, beberapa desa pakraman siap, bahkan telah jauh-jauh hari menutup akses pantai dan desa. Ada baiknya kita serius kembali menelisik bagaimana tradisi-tradisi baru bermunculan ketika Bali dilanda wabah di masa lalu. Alasan kunci kenapa gagasan-gagasan bersifat niskala diterima di desa pakraman adalah karena yang menerima petunjuk niskala adalah sosok kredibel -- pertapa siddhi, sosok mumpuni, pemangku suci. Dikomunikasikan ke publik oleh sosok tepat, juru raos yang paham paribasa (rasa-tata-bahasa) dan menguasai parindikan (ruang ling-
kup masalah dan solusi), sesuai tata-titi dan pula-pali leluhur. Manut dewasa, manut paruman, dan manut parikrama upakara -- sesuai hari baik, sesuai putusan dan tata acara rapat, dan mempertimbangkan secara matang tata cara ritual yang berlaku secara turuntemurun. Hal-hal yang nalar saja akan terjegal dan gagal jika salah strategi komunikasi, apalagi yang hal ‘’melampaui nalar” yang beririsan dengan dunia niskala. Sikap terbuka leluhur pada ‘’tradisi baru” dalam menghadapi wabah di masa lalu perlu kita renungi kembali. Demikian juga tata-titi dan pula-pali leluhur dalam menyampaikan ide-ide di depan publik perlu kita dalami. Tidak bisa kita mungkiri banyak kalangan apriori pada gagasan-gagasan baru dalam penanggulangan wabah, terlebih jika gagasan tersebut dikait-kaitkan dengan alasan niskala. Tidak sepenuhnya salah mendebat ide atau gagasan ‘’tradisi baru” sepanjang didasari kejernihan berpikir, sepanjang didasari pengetahuan utuh melihat sejarah kebudayaan Bali. Berbagai wabah di masa lalu adalah momentum leluhur melahirkan tradisi. Bali tidak akan mewarisi kekayaan berbagai tradisi suci dari masa lalu seandainya leluhur Bali hanya ngotot bersandar pada keterbatasan akal yang diboncengi keinginan bergaduh. Penulis adalah budayawan pembaca manuskrip lontar
Polemik Tradisi Baru di Tengah Covid-19
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
PROPERTY
Dicari PRT utk area Batubulan segera!! Hub.081 2380 6901
Dicari!! Tnh Strategis di ring luar Denpasar u/dijual kembali Budget Rp.5-10Mil.082146112554
B.BP.001.04.20.0000125
Dcr Asisten Apoteker Sgr u/Apotik.H:08123928624/085100410755
B.BP.001.04.20.0000134
Ketahanan bisnis bank itu akan sangat bergantung pada seberapa cepat wabah Covid-19 ini bisa diatasi atau hilang. ‘’Kesimpulannya, bisnis bank akan tetap bertahan dan sangat diperlukan masyarakat terlebih dalam masa-masa recovery nanti pasca-Covid-19,’’ tegasnya. Menurut Ketua Perbanas (Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional) Bali IGN Mulya Perbawa, tidak semua bank tutup atau meniadakan jam operasional. Secara umum saat ini bank melakukan penutupan 25 persen kantor cabangnya dan bekerja dari rumah (WFH). ‘’Kebijakan ini ditentukan oleh masing–masing bank tergantung kondisi di daerah,’’ ujarnya. Dengan operasional bank yang sebagian besar masih
berjalan, masing-masing bank belum melakukan simulasi terhadap dampak wabah Covid-19 pada karyawan. ‘’Belum ada simulasi seperti itu (perumahan karyawan atau PHK). Penemuan vaksin dan pencegahan menjadi hal yang mutlak dilakukan saat ini, semoga segera ada solusinya,’’ ungkapnya. Semakin masifnya penyebaran Covid-19 di Tanah Air, dan di Bali pada khususnya, pemerintah diharapkan fokus pada pencegahannya. Meskipun saat ini perekonomian sangat terganggu akibat dampak dari virus ini, namun yang lebih penting dilakukan adalah memastikan kesehatan masyarakat tetap terjamin, sehingga penyebaran virus ini tidak meluas. ‘’Untuk saat ini, pemerintah harus fokus dulu terhadap pencegahan penyebaran Covid-19, tentang ekonomi
itu urusan berikutnya. Saat ini jauh lebih penting kesehatan, karena kalau penyebaran Covid-19 tetap terjadi maka apa pun akan macet,’’ ujar pengamat ekonomi Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si. Apalagi, katanya, saat ini ada beberapa Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang dimiliki masing-masing desa adat telah menggunakan dana sosialnya untuk membantu krama dengan pemberian bantuan sembako. Namun, LPD yang melakukan hal itu masih sangat sedikit. Sebab, saat ini ada 1.433 LPD. ‘’Jika semua LPD mau menggunakan dana sosial, yakni sebesar 5 persen dari keuntungan LPD, maka dipastikan kepanikan dan kecemasan msyarakat bawah akan berkurang,’’ ujar Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Undiksha ini. (kmb42/win)
Bali pernah mengalami tragedi Bom Bali I (2002) dan II (2005) beberapa tahun silam yang menyebabkan tingkat hunian hotel menurun, tetapi masih berada di angka 20 persen. Sementara pada peristiwa erupsi Gunung Agung, tingkat hunian Bali Selatan seperti Badung, Denpasar dan Gianyar masih mencapai 60 persen. Sementara dengan adanya pandemi Covid-19, sejak awal April 2020 hampir 90 persen hotel di Bali sudah tutup, karena tidak ada kunjungan wisatawan lagi. Bahkan kemungkinan bisa meningkat hingga 100 persen, karena wisman yang sekarang ada akan dipanggil pulang ke negaranya masing-masing. Pariwisata Bali kehilangan pendapatan hingga puluhan miliar rupiah per harinya. Sebelum wabah ini terjadi, kedatangan wisman sekitar 16.000-17.000 orang per hari, di mana spending wisatawan berkisar di angka Rp 12 juta Rp 20 juta. Dapat dibayangkan, berapa kehilangan pemasukan Bali dari industri pariwisata setiap harinya akibat pandemi
Covid-19. Selama ini, pemasukan dari industri pariwisata telah memberikan multiplier effect bagi pendapatan masyarakat Bali secara keseluruhan, karena pemasukan dari pariwisata tidak hanya dinikmati oleh mereka yang berkecimpung di industri itu saja, tetapi berdampak pula secara ekonomi bagi masyarakat lainnya yang di luar industri pariwisata. Seandainya pandemi ini berlangsung lama, tak dapat dibayangkan bagaimana perekonomian Bali. Kalaupun pandemi Covid-19 berakhir, maka untuk proses pemulihan bagi pariwisata Bali memerlukan waktu yang cukup untuk kembali normal, mungkin sekitar 4-5 bulan, sebab negara pemasok wisatawan saat ini juga masih bergelut dengan pandemi Covid-19. Jika di belahan dunia lainnya pandemi Covid-19 berakhir juga, maka pemulihannya bisa lebih cepat sekitar 2-3 bulan. Lalu strategi apa yang harus dilakukan agar bisa lebih mempercepat pemulihan? Tentu diperlukan sinergitas seluruh komponen, baik yang ada di Bali maupun di tingkat nasional. Komponen pariwisata
Bali harus melakukan konsolidasi internal, menggencarkan promosi melalui virtual, penata-ulangan event seni dan budaya, pembenahan destinasi wisata yang terbengkalai selama Covid-19 serta memulihkan psikologis para pelaku pariwisata. Di tingkat nasional, pemerintah harus membuat kebijakan yang mengarahkan seluruh kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) skala nasional dan internasional dilaksanakan di Bali. Jika itu dapat dilakukan secara baik dan terkoordinasi, maka pemulihan pariwisata Bali diyakini akan semakin cepat terwujud. Dengan pulihnya pariwisata Bali, maka ekonomi Bali akan bergeliat, yang berdampak kepada geliat ekonomi masyarakat Bali secara keseluruhan sesuai teori multiplier effect.
Strategi Mempercepat Pemulihan Ekonomi
Penulis adalah Guru Besar Manajemen dan Dekan FEB Undiknas Denpasar, Wakil Ketua ISEI Bali, Tim Kelitbangan Kabupaten Badung dan Pembina Bidang Pawongan Paiketan Krama Bali
DICARI DICARI TANAH
B.BP.004.04.20.0000137
B.BP.001.04.20.0000110
Dicari Acounting berpengalaman Hubungi: 08113993388
Fokus pada Pencegahan Covid-19
KEHILANGAN Hlg BPKB Nosin:HR15992582A DK 1968 KU AN.I Gst Ngurah Yoga P B.BP.001.04.20.0000135
PROPERTY DICARI TANAH DICARI
!!!Dicari tanah di Kuta Selatan Strtegis/view super, hrg miring Total Rp.5-10M.Ph 081238951150
BIRO JASA Sy siap Bntu Bayarkan Laporkan Pajak Blnan,SPT Tahunan HP/WA 087887729409 & 081.338.344.155
B.BP.004.04.20.0000136
B.BP.001.03.20.0000203
BALI POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIAN @balipost_com @balipostcom web: www.balipost.com balipost Global 96,5 FM
www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL
}
PAKET
1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE
Rabu Umanis, 15 April 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Memahami Sebuah Risiko TIDAK ada sektor ekonomi dan keuangan yang sakti dalam pandemi Covid-19. Apalagi di Bali, setelah sektor pariwisata bangkrut, semua sektor semakin lemah. Daya beli masyarakat juga turun drastis. Semua sektor terpengaruh. Jika pemerintah cepat mengatasi pengaruh Covid-19, secara cepat juga terjadi pemulihan sektor ekonomi dan keuangan. Masyarakat bisa segera bergairah, berkreativitas dan berproduksi. Saat itu juga daya beli akan merangkak naik. Namun jika pemerintah gagal, jangankan gagal, lambat saja mengatasi pandemi Covid ini, sektor ekonomi dan keuangan akan tambah bangkrut. Pertumbuhan ekonomi Bali yang awalnya diprediksi tumbuh 2,5 persen akan turun ke angka minus. Bahkan, Menkeu Sri Mulyani mengatakan bisa menyentuh minus 0,4 persen. Ini artinya segala lini serba macet. Di Bali kita bersyukur sejak lama dianugerahi ekonomi yang baik juga berkat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Saat pariwisata booming semua dunia usaha nendapatkan keuntungan berlipat. Mestinya kita memahami tidak selamanya usaha itu untung, sebab ada risiko merugi. Pengusaha perlu menyadari dan pasti sudah memiliki dana cadangan tiap tahun termasuk dalam kondisi terjelek sekalipun. Makanya sangat ironis pengusaha pariwisata cepat-cepat mem-PHK karyawan ketika tamu sepi. Itu pun baru berjalan setengah bulan. Bukankah masih ada dana cadangan lainnya? Orang Bali menyebutnya pasti berjalan rwabhineda. Ada masa jaya dan untung, ada juga masa merugi. Makanya benar kata Ketua PHRI Badung, pengusaha hotel dan restoran di Bali jangan hit and run. Saat booming mereka memboyong uang keluar Bali sebanyak-banyaknya. Saat krisis mereka lari dan mengabaikan hak-hak karyawan. Pahamilah bahwa ada risiko berusaha. Demikian juga dalam dunia perbankan dan keuangan. Dalam situasi sulit kita tetap menggapai dampak positifnya kasus Covid-19 yakni dengan ingat dan meningkatkan dana darurat, memikirkan proteksi asuransi jiwa, memprioritaskan makanan sehat bergizi dan hidup bersih, hemat biaya transportasi karena aktivitas di rumah saja. Selain itu berpikir lebih kreatif untuk mendapatkan pendapatan baru, rancang ulang prioritas keuangan, meningkatkan kepedulian berbagi dengan sesama serta berhati–hatilah membuat pinjaman baru. Sebab, omset bisnis banyak menurun, pendapatan menurun, risikonya tak bisa bayar cicilan ke bank tepat waktu. Biaya sekolah dan kuliah bertambah untuk menunjang belajar dengan teknologi.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Gotong Royong Jaga Bali Beban masyarakat dan pemimpin belakangan ini sangat berat. Bahkan bagi pengusaha tahun ini mungkin menjadi pertarungan hidup-mati. Jika gagal melakukan adaptasi dan merancang strategi pengusaha akan menuju titik nol. Namun yang pasti para pekerja telah lebih dulu mencari alternatif untuk bertahan. PHK dan perumahan karyawan sudah menjadi hal yang sulit dihindarkan. Untuk itu saya sependapat jika kita membangun pola hidup gotong royong. Mari kita bangun toleransi saat susah. Mari jaga Bali dengan gotong royong. Mudah-mudahan tantangan superberat ini segera bisa diatasi dan dunia kembali normal. Saat hidup dalam tekanan kita mesti bersatu. Mari jaga rasa kemanusiaan di musim sulit ini. I Kadek Trinatha Gianyar, Bali
POJOK Pemulihan ekonomi Bali tak bisa cepat. - Apalagi pasien positif Covid-19 terus meningkat. *** Sabtu dan Minggu, Lapangan Renon ditutup. - Bali kapan ‘’ditutup’’ ya? *** Dewan minta pekerja migran Indonesia wajib dikarantina. - Rakyat sudah lebih dulu bicara.
Grafis : Putu Suarsana
Bimbang Menimbang PSBB KASUS Covid-19 di Bali terus meningkat. Untuk itu, Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali mendesak Pemprov Bali segera mengambil tindakan lebih tegas untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran virus Corona. Dalam hal ini, pemerintah diminta segera mengusulkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke pemerintah pusat. Pendapat netizen soal PSBB cukup beragam. Di akun Facebook @balipost, sebagian netizen menyatakan langkah tersebut sudah perlu dilakukan. Pemerintah diharapkan tidak menunggu hingga kasus semakin banyak. Mengingat, Bali pulau kecil dan padat penduduk. Sedikit saja terlambat ambil keputusan, dampaknya akan sangat mengkhawatirkan. Di sisi lain, sebagian netizen memandang PSBB belum perlu diberlakukan. Pertimbangannya, selain jumlah kasus masih sedikit dan masyarakat dari sisi ekonomi belum siap. Mereka menilai, pembatasan akses pintu masuk Bali sudah cukup. Tinggal sekarang bagaimana mengefektifkan dan mengoptimalkan perangkat dan sistem yang sudah ada. Dualisme pendapat publik tersebut tentu akan menjadi pertimbangan Pemprov Bali dalam mengambil sikap selanjutnya. Kita tunggu saja, sembari berharap pemerintah memutuskan yang terbaik bagi Bali. Koming Martin Putra Kalau diterapkan, tolong juga disiapkan bantuan minimal sembako buat semua orang yang ada di Bali, tidak terkecuali. Pendatang ataupun warga asli harus dapat bantuan, baik yang kos, kontrak, karena mereka semua warga negara Indonesia. Kasihan saudara-saudara kita yang tidak dapat bantuan. I Made Daulay Bagus, harus secepatnya, tapi pemerintah harus menyediakan kebutuhan pokok, walau-
pun tidak gratis. Ya, paling tidak harga terjangkau dan buat yang kurang mampu baru digratiskan, supaya cepat kita putuskan rantai Covid-19. Muh Legy Kasus cuma sedikit, saya ragu PSBB akan diterima. Transmisi lokal bisa dibilang sangat kecil. Nutup pelabuhan dan bandara saja diusulkan enggak bisa, kok mau PSBB. Yang gawat itu sebenarnya tingkat pengangguran yang besar dan akan semakin besar kalau PSBB dilaksanakan.
Prince Agung Hyo-ju Beri kami biaya hidup, beri kami kebutuhan hidup, harus merata, maka saya siap PSBB. Jangan asal kurung orang tapi tidak bisa memberi makan. Sudah berapa minggu tidak bekerja, tagihan jalan terus. Ketut Mandala Harus siapkan dana yang cukup besar untuk itu. Di Jawa saja sampai triliunan disiapkan, kalau Bali sebatas Rp 85 miliar lebih. Sedangkan penduduk Bali padat. Agak susah diterap-
kan. Cukup diperketat pelabuhan dan airport. Walau dirasa kurang ketat. Tiik PiTiik PSBB semoga tidak telat ya. Dan rakyat diperhatikan juga kebutuhan makannya. Saat Wuhan mau lockdown karena Corona, banyak yang kabur dan masuk ke Bali, kalian ke mana? Santai toh. Nope Nope Wan Chitoz Bansos per rumah. Jangan ada perbedaan. Langsung bagi-bagi ke rumah masingmasing. Made Surasih Orang Bali sudah banyak yang sadar dan taat anjuran. Cuma, mohon di setiap jalur pintu masuknya ditutup atau diperketat. Petugas lebih tegas. Ayik Ikwakoe Siapkan bansos rumah ke rumah, baik warga lokal maupun pendatang. Karena kita semua sama-sama WNI. Jan-
gan sampai ada dan terjadi diskriminasi. Putra Wangsa Surya Jangan PSBB, Pelabuhan Gilimanuk sama airport tutup dulu untuk sementara, pak. Bisa kok untuk mengurangi penyebaran virus. Endar Setiawan Siapkan dulu dana bansos untuk seluruh orang yang berada di Bali. Ole Seiyan Pas. Supaya tidak setengahsetengah. Benarkah Bali akan berani mengeluarkan bansos? Gd Taat Aryana Lebih cepat lebih baik. Sang Tarka Usul PSBB itu boleh saja, paling belum disetujui. Buda Armaya Betul. Jangan menunggu sampai ratusan jumlah pasiennya, pak.
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Wanayu Mas ’’Concern’’ Jaga Lingkungan MENJAGA kelestarian lingkungan menjadi fokus Desa Adat Wanayu Mas, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar dalam menjalankan program ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’. Salah satu upaya yakni dengan menggalakkan penanganan sampah. Penanganan sampah difokuskan dalam 3R yakni reduse, reuse dan recycle.
Bali Post/ist
Di Bali ada Tri Hita Karana. Saya pikir bukan hanya di Wanayu, seluruh desa adat pastinya menjalankan program ini dengan sebaik mungkin. IB Made Parsa
Bendesa Adat Wanayu Mas Ir. Ida Bagus Made Parsa menyampaikan apresiasi terhadap program Gubernur Bali terkait ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’. Juknis program ini pun sudah difokuskan dalam penguatan desa adat yang meliputi Tri Hita Karana. ‘’Gubernur sudah memberi arahan dalam juknis penyusunan bantuan dari provinsi. Ini otomatis programnya mencerminkan program dari terjemahan ‘Nangun Sat Kertih Lokal Bali’,’’ katanya. Pihaknya meyakini tidak hanya Desa Adat Wanayu Mas, namun seluruh desa adat di Bali akan menjalankan program ini dengan
baik. ‘’Di Bali ada Tri Hita Karana. Saya pikir bukan hanya di Wanayu, seluruh desa adat pastinya menjalankan program ini dengan sebaik mungkin,’’ ucapnya. Dalam menjalankan program ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’ secara khusus, Desa Adat Wanayu Mas memberi penekanan lebih pada penataan palemahan dalam kaitan ini kebersihan lingkungan. ‘’Kami sudah membuat program terkait dengan penanganan pegelolaan sampah terpadu 3R (reduse, reuse, recycle),’’ terangnya. Dikatakan, program ini dijalankan mulai dari mengurai hingga menggunakan sampah
Bali Post/nik
BERSIH-BERSIH - Warga yang tergabung dalam komunitas peduli lingkungan di Desa Adat Wanayu Mas melakukan aksi bersih-bersih di sungai. yang masih bisa dipakai berupa pupuk. ‘’Kita juga dapat bantuan CSR. Kita berharap dalam waktu dekat ini segera bisa difungsikan dengan baik,’’ ujarnya. Pihaknya berharap mulai dari Desa Adat Wanayu, yang lainnya ke depan semakin menjaga dan
memelihara lingkungan. Jangan sampai menunggu lingkungan rusak, baru melakukan pembenahan. ‘’Kita memang memberikan concern lebih (terhadap lingkungan). Jangan sampai sudah rusak baru kita memperbaiki lingkunngan,’’ tandasnya. (kmb35)
Cegah Penyebaran Covid-19
Desa Adat Karangsari Tindak Tegas Krama Membandel
DESA adat di Bali diharapkan menjadi ‘’Panglima Perang’’ dalam memutus mata rantai penyebaran wabah pandemi Covid-19 di Bali. Oleh karena itu, desa adat diminta untuk membentuk Satuan Tugas Gotong Royong Pencegahan Covid-19. Hal ini pun dilakukan seluruh desa adat di Bali. Salah satunya, Desa Adat Karangsari, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Sejumlah langkah tegas dilakukan dan disepakati melalui paruman desa adat. Di antaranya melarang seluruh pelaku usaha yang melakukan usahanya di wewidangan desa adat untuk memulai usahanya dari pukul 07.00 hingga pukul 20.00 Wita dan wajib menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer. Bagi pelaku usaha yang berasal dari luar Pulau Nusa Gede dilarang berjualan di wewidangan Desa Adat Karangsari.
Selain itu, krama desa adat (krama aktif, non-aktif, krama nyada dan yowana) yang datang dari luar negeri diwajibkan menjalankan isolasi diri sendiri selama 14 hari di rumahnya sesuai dengan protokol yang ditetapkan pemerintah. Sementara itu, bagi
krama yang bepergian (pergi/ pulang) keluar Pulau Nusa Gede wajib melaporkan diri ke Satgas Gotong Royong Pencegahan Covid-19 Desa Adat Karangsari. ‘’Bagi krama kami yang bepergian keluar dari Pulau Nusa Gede wajib lapor paling lambat 1 x
Bali Post/win
MASKER GRATIS - Para anggota Pasraman Taksu Syama Prana Desa Adat Karangsari membagikan masker gratis kepada krama Nusa Penida.
24 jam. Begitu juga sebaliknya. Apabila mereka balik dari zona merah wajib menjalankan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing,’’ ujar Bendesa Adat Desa Adat Karangsari I Nyoman Yoga, belum lama ini. Selain itu, krama desa adat juga dilarang menerima tamu dan mempekerjakan pekerja di luar Pulau Nusa Gede, kecuali pekerja tersebut sudah bekerja di wewidangan Desa Adat Karangsari sebelum keputusan bersama ini ditetapkan. Kendati demikian, para pekerja ini diwajibkan menggunakan masker saat bekerja, dan apabila pekerja tersebut pulang ke daerah asalnya, maka tidak diperbolehkan kembali lagi ke Desa Adat Karangsari sebelum ada pengumuman resmi secara nasional mencabut status darurat pandemi Covid-19. ‘’Kami juga melarang krama kami bergerombol lebih dari 5 orang dari pukul
20.00 hingga pukul 06.00 Wita. Apabila, larangan-larangan tersebut dilanggar, maka kami akan tindak tegas dan kenakan sanksi berupa denda sesuai jenis pelanggaran,’’ imbuhnya. Sementara itu, guna memutus rantai penyebaran Covid-19, Pasraman Taksu Syama Prana Desa Adat Karangsari di bawah koordinator Mangku Wayan Sandika membagikan masker gratis kepada krama Desa Adat Karangsari. Tidak hanya di lingkungan Desa Adat Karangsari, pasraman di bawah Yayasan Persaudaraan Penuh Kasih Nusa Penida ini juga menyasar seluruh masyarakat Nusa Penida. Bahkan, pembagian masker season kedua akan menyasar puskesmas dan rumah sakit di Nusa Penida. Harapannya agar seluruh masyarakat Nusa Penida wajib menggunakan masker saat bepergian. (win)