Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha
Bali Post
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
16 HALAMAN
NOMOR 143 TAHUN KE 71
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Amankan Pesisir Bali, Jangan Sembarangan Keluarkan Rekomendasi Pernyataan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali Ni Luh Made Wiratmi soal rencana pengerukan pasir laut seluas 400 hektar memantik reaksi anggota DPRD Bali. Wiratmi (BP, 12/1) mengakui bahwa dalam dokumen RZWP3K, ada rencana pertambangan pasir laut. Luasnya 400 hektar. Lokasinya dari Canggu (Badung) sampai Kediri (Tabanan). Adapun jaraknya 4 mil dari bibir pantai. Lalu apa komentar wakil rakyat terkait rencana itu? Ketua Komisi I DPRD Bali I Ketut Tama Tenaya mengingatkan eksekutif agar tidak sembarangan mengeluarkan izin ataupun memberikan rekomendasi pemanfaatan pesisir. Utamanya lagi untuk kegiatan tambang pasir laut. Sebab, pasir yang dikeruk dengan kedalaman tertentu bisa berbahaya bagi lingkungan. ‘’Jangan asal memberi rekomendasi, agar diperketat dan tidak gegabah. Harus ada kajian matang dan dampaknya juga dipikirkan. Itu saja kita ingatkan,’’ ujar politisi PDI-P ini. Ia juga menambahkan, tambang pasir untuk keperluan perluasan Bandara Ngurah Rai memang penting. Tetapi,
keamanan lingkungan tetap harus diperhatikan. Sebab, dikhawatirkan pengerukan pasir yang dilakukan terusmenerus akan menimbulkan abrasi dan dampak negatif lainnya. ‘’Cukup berbahaya pasir dikeruk terus. Tergerus nanti pantainya, sehingga abrasi akan tambah hebat,’’ pungkas ketua komisi yang salah satunya membidangi perizinan ini. Lain dengan Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nengah Tamba. Ia mendorong agar dokumen RZWP3K segera diajukan menjadi ranperda. Dengan demikian, akan ada pengaturan zonasi laut sehingga jelas mana zona pemanfaatan, mana zona
konservasi, dan mana yang tergolong kawasan suci. Lebih dari itu, Pemprov Bali juga dapat menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari 0-12 mil laut yang menjadi kewenangannya. ‘’’Kalau Perda RZWP3K sudah digarap, nanti kita tahu zonasi di situ peruntukannya apa. Kalau sekarang belum bisa kita jawab karena itu kan membutuhkan kajian. Perda yang akan menjawab,’’ ujar Nengah Tamba, Minggu (13/1) kemarin. Menurut Tamba, aktivitas pertambangan pasir laut sudah pasti akan memengaruhi lingkungan sekitarnya. Namun perlu diperhatikan juga mengenai kawasan strategis
nasional, karena itu akan berurusan dengan pemerintah pusat. ‘’Kalau berada di 0-12 mil laut, memang harus kita yang berargumen. Tapi kalau di luar 12 mil, itu kan bukan kewenangan kita lagi. Kita bisa saja mematahkan, sekalipun dapat izin tapi untuk pemanfaatan belum tentu,’’ jelas politisi Demokrat ini. Terlepas dari hal itu, Tamba menyebut Perda RZWP3K dapat menjadi payung hukum untuk mencari potensipotensi dalam menambah pundi-pundi PAD. Di Tanjung Benoa saja misalnya, ada begitu banyak kegiatan watersport pada kawasan 0-12 mil yang bisa menyumbang untuk PAD Provinsi Bali. Setiap perusahaan ataupun pribadi yang memanfaatkan daerah pesisir (0-12 mil) dan memiliki izin lokasi, dapat dikenai kontribusi untuk PAD. Itu sebabnya, Perda RZWP3K mesti berjalan tegak lurus dengan Perda RTRWP Bali. Begitu Perda RTRWP selesai direvisi, agar dilanjutkan den-
gan pembahasan Ranperda RZWP3K. ‘’Jadi, ini sangat penting karena potensinya sangat besar sekali. Saya melihat di Lombok, ini (RZWP3K) sudah menghasilkan uang. Cuma dia membuat sebelum UU 23 Tahun 2014 terbit, sekarang masih ada revisi di Lombok,’’ tandasnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali Ni Luh Made Wiratmi mengakui bahwa dalam dokumen RZWP3K, ada rencana pertambangan pasir laut. Luasnya 400 hektar. Lokasi dari Canggu (Badung) sampai Kediri (Tabanan). Adapun jaraknya 4 mil dari bibir pantai. Itu baru rencana, belum menjadi perda. ‘’Itu baru rencana, belum menjadi perda. Kan ini akan dibahas kembali. Kalau memang mendapat persetujuan, setelah perda, baru kita mengeluarkan rekomendasi perizinan. Sementara ini belum ada yang kita rekomendasikan,’’ tandasnya. (kmb32)
LEGALKAN INDUSTRI MIRAS TRADISIONAL Karya Padudusan Agung, Tawur Balik Sumpah Agung lan Mupuk Padagingan digelar di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk, Sukawati, Gianyar. Puncak upacara akan berlangsung Buda Kliwon Pahang, 30 Januari 2019. Serangkaian upacara tersebut Bali Post membuka dompet punia pura. Punia bisa langsung dibawa ke Bali Post Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer melalui Dompet Punia Bali Post BCA CABANG DPS NO:0403966000. Bukti transfer mohon difax ke 0361-227418. WDA SUE Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
Rp Rp
100.000 100.000
Rp Rp Rp
200.000 200.000
Penerbangan Sepakat Turunkan Harga Tiket Jakarta (Bali Post) Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) sepakat menurunkan harga tiket pesawat, yang sempat melambung beberapa waktu belakangan. ‘’Kami berkomitmen untuk menurunkan harga tiket. Kami sejak minggu lalu, khususnya Jumat, sudah menurunkan tarif harga domestik,’’ kata Ketua INACA Ari Ashkara dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (13/1) kemarin. Ari memaparkan, keputusan tersebut diambil berdasarkan komitmen positif dari stakeholder yakni Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, Airnav dan Pertamina. Selain itu, anggota INACA juga mendiskusikan keprihatinan masyarakat atas tingginya harga tiket penerbangan. ‘’Walaupun di tengah kesulitan maskapai nasional yang ada, tapi kami lebih mendengar keluhan masyarakat tentang harga tiket,’’ ungkapnya. Menurutnya, beberapa tarif penerbangan domestik turun sejak Jumat, di antaranya untuk rute Jakarta-Denpasar, Jakarta-Yogyakarta dan Bandung-Denpasar, JakartaSurabaya. Mulai Minggu (13/1) atau Senin, maskapai juga akan menurunkan harga tiket penerbangan untuk rute domestik lainnya, di antaranya Jakarta-Padang, JakartaPontianak, dan Jakarta-Jayapura. Konferensi pers tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari AP I, AP II, serta beberapa maskapai, yakni Garuda Indonesia, Airasia, Sriwijaya Group, Lion Air Group, dan Citylink. (ant)
’’…lebih dari itu, Pemprov Bali juga dapat menggali PAD yang menjadi kewenangannya. Kalau Perda RZWP3K sudah digarap, nanti kita tahu zonasi di situ peruntukannya apa.’’ Nengah Tamba
’’Jangan asal memberi rekomendasi, agar diperketat dan tidak gegabah. Harus ada kajian matang dan dampaknya juga dipikirkan. Itu saja kita ingatkan.’’ Tama Tenaya
Ranperda Desa Adat
Lebih Progresif Dalam Pengembangan LPD RANCANGAN Peraturan Daerah (Ranperda) Desa Adat yang diajukan Gubernur Bali I Wayan Koster mendapat dukungan dari Koordinator LPD se-Kecamatan Kuta I Ketut Madra. Ranperda ini dinilai membawa angin segar bagi upaya memperkuat dan melindungi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sebagai padruwen (hak milik penuh) desa adat. Untuk itu, para pengurus LPD se-Kecamatan Kuta mendukung ranperda itu untuk disahkan menjadi perda. Hal itu disampaikan Madra didampingi Ketua LPD Kuta I Wayan Gede Budha Artha, Ketua LPD Seminyak I Wayan Ardiana, Ketua LPD
Tuban I Made Ariyasa, Ketua LPD Kelan serta pengurus LPD Legian, Sabtu (12/1). Menurut Madra yang juga Ketua LPD Kedonganan, ditegaskannya LPD sebagai salah satu padruwen desa pada pasal 60 - 61, ranperda ini selaras dengan UU LKM yang mengakui dan menegaskan LPD sebagai lembaga keuangan khusus komunitas adat yang diatur dengan hukum adat. Ranperda ini memenuhi sifat rekognisi (pengakuan) dan memberikan kewenangan lebih besar kepada desa adat selaku pemilik untuk mengatur aspek tata kelola LPD. Hal. 15 LOKA Bali
Denpasar (Bali Post) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw) Provinsi Bali mengembangkan 13 klaster pertanian yang terdiri dari komoditas beras, cabai, peternakan sapi, bawang merah, dan bawang putih. Pengembangan klaster ini sudah dimulai pada 2018. ‘’Khusus bawang putih, kami telah berhasil mengembangkan proyek percontohan pada lahan seluas 2 hektar di Desa Wanagiri, Buleleng dengan produktivitas hingga 7,48 ton per hektar,’’ ungkap Causa Iman Karana, Kepala BI KPw Bali, belum lama ini. Keberhasilan ini diharap-
kan menjadi penyemangat bagi petani yang selama ini memiliki kekhawatiran untuk memulai budi daya bawang putih. Karena tingginya komposisi impor bawang putih hingga mencapai 95 persen dari kebutuhan sebanyak 400.000 ton secara nasional. Kata dia, dulu wilayah Buleleng dikenal sebagai salah satu sentra pengembangan bawang putih di Bali. Namun belakangan bawang putih tak lagi banyak dikembangkan di sana. Kemudian Bank Indonesia kembali membangun pertanian bawang putih. Hal. 15 Bawang Putih
Di Bali, BI Kembangkan 13 Klaster Pertanian
Dewan Pengawas dan Direksi Perusda Bali yang baru dilantik menggagas industri miras tradisional. Sebab, Bali selama ini mengimpor 60 juta botol miras per tahun. Sementara industri miras tradisional seperti arak di Karangasem justru dibuat ilegal. Pemikiran seperti ini tidaklah benar. Selengkapnya di halaman 2.
Jelang Debat Capres-Cawapres 17 Januari 2019
Momentum Penting
TIM Kampanye Nasional (TKN) Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko WidodoMa’ruf Amin menilai debat capres-cawapres yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah hal strategis dan penting untuk menyampaikan visi-misi dan program kepada masyarakat. Karena itu, TKN Joko Widodo-Ma’ruf Amin akan memanfaatkan momentum debat capres-cawapres ini secara maksimal untuk menyampaikan visi-misi dan program kepada masyarakat
yang diyakini dapat meningkatkan elektabilitas pasangan calon. Wakil Ketua TKN Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menilai debat capres-cawapres ini merupakan momentum kampanye yang sangat penting dan strategis untuk menyampaikan visi-misi dan program kepada masyarakat. Apalagi, KPU sampai saat ini belum membolehkan pasangan capres-cawapres berkampanye di televisi. Melalui debat capres-cawapres ini, katanya, masyarakat dapat menyaksikan langsung di televisi, kedua pasangan capres-cawapres menyampaikan visi-misinya sesuai dengan tema yang ditampilkan dalam menjawab pertanyaanpertanyaan dari para panelis. Hal. 15 Harus Taktis
Dapat Dipahami
Bali post/ant
DEKLARASI - Joko Widodo mengendarai sepeda saat menghadiri deklarasi dukungan di kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Sabtu (12/1).
Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengatakan, visi-misi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bertumpu kepada perbaikan ekonomi dengan tiga prinsip yakni aman untuk semuanya, adil untuk semua, dan makmur untuk semua. ‘’Kami ingin ekonomi bisa dibangun untuk menyediakan dan menciptakan lapangan pekerjaan agar ibu-ibu di rumah tidak terlalu khawatir dan prihatin karena harga bahanbahan pokok yang melonjak,’’ kata Sandiaga, Sabtu (12/1). Menurutnya, para pengusaha sekarang mengalami jalan di tempat, tetapi terus dibebani pajak-pajak yang dirasakan oleh mereka sesuatu yang tidak adil. Hal. 15 Jangan Ditekan
Bali Post/ant
PENGUNGSI - Prabowo Subianto saat mengunjungi pengungsi korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi pada lokasi pengungsian di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (8/1) lalu.
DENPASAR
2
Senin Wage, 14 Januari 2019
FIGUR Layanan ’’Online’’ OPTIMALISASI pelayanan publik akan menjadi perhatian serius bagi Camat Denpasar Timur I Wayan Herman, S.Sos., M.Si. Pejabat yang baru dilantik ini berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan publik di wilayah Kecamatan Denpasar Timur. Salah satu yang akan diterapkan, yakni pelayanan online. ‘’Ini sudah pernah saya terapkan di Kelurahan Penatih. Saya akan kembali terapkan di kecamatan,’’ ujar mantan Sekretaris Kecamatan Denpasar Timur ini, Minggu (13/1) kemarin. Layanan publik online yang digagasnya di Kelurahan Penatih tersebut bahkan sudah mendapat penghargaan secara nasional. Karena itu, pola tersebut akan kembali diterapkan di kecamatan. Pelayanan publik online ini dinilai sangat strategis diterapkan di lingkungan kecamatan, karena akan memangkas birokrasi yang ada selama ini. Dengan layanan online, masyarakat yang hendak mengurus surat-surat tidak perlu lagi harus datang ke kecamatan, karena sudah bisa diselesaikan di kantor desa atau kelurahan masing-masing. ‘’Ini sejalan dengan motto Sewaka Dharma yang digaungkan Bapak Wali Kota Denpasar,’’ ujar pejabat yang sebelumnya sempat lima tahun menjadi Lurah di Penatih ini. Terkait dengan perangkatnya, Herman tak cemas lagi, karena semua sudah tersedia di masing-masing desa dan lurah. ‘’Tinggal sekarang menginstal programnya saja. Agar nanti bila desa memerlukan tandatangannya, bisa langsung konek di perangkat mereka. Saya teken di sini, di kantor desa atau lurah sudah bisa di-scan,’’ ujarnya. Selain membuat gebrakan baru di pelayanan publik, bapak satu anak ini juga akan mendukung pelaksanaan pengurangan penggunaan kantong plastik. Salah satu program yang dilakukan, yakni membagikan tas belanja ramah lingkungan di sejumlah pasar tradisional yang ada di Denpasar Timur. ‘’Untuk kegiatan ini, kita akan menggandeng Tim Penggerak PKK kecamatan dan desa masingmasing,’’ ujar suami dari Ni Luh Kencana Dewi ini. (ara)
Tabrak Trotoar, Mahasiswa Tewas di TKP
Denpasar (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di kawasan By-pass I Gusti Ngurah Rai, Kepaon, Denpasar Selatan, Minggu (13/1) kemarin. I Made Alpin Sanjaya (20) yang berstatus sebagai mahasiswa tewas di TKP setelah menabrak trotoar. Sedangkan teman satu kampusnya, I Made Rio Ade Rain (20), cedera berat. Kasatlantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo mengatakan, dari keterangan saksi-saksi, kejadiannya sekitar pukul 05.00 Wita. Korban yang beralamat di By-pass I Gusti Ngurah Rai, Jimbaran, Kuta Selatan ini mengendarai sepeda motor Honda Scoopy DK 4537 QS membonceng Rio. Awalnya korban melaju dari timur ke barat. Setiba di TKP, laju motor itu oleng ke kiri dan akhirnya menabrak trotoar. Saking kerasnya tabrakan tersebut, Alpin menderita luka benjol di dahi dan langsung mengembuskan napas terakhirnya di TKP. Diduga korban mengalami cedera kepala berat. Sementara itu Rio selamat dari maut. Mahasiswa yang beralamat di Jalan Sanggar Agung, Jimbaran ini cedera leher dan tangan kirinya patah. Warga yang melihat kejadian itu langsung menolong korban. Selanjutnya kedua korban dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans BPBD Denpasar. ‘’Kesimpulan sementara, sepeda motor Honda Scoopy DK 4537 QS kurang hati-hati sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut,’’ ujarnya. (kmb36)
Pascadivonis Lima Bulan
Ismaya dan Kawan-kawan Bebas 20 Januari
Denpasar (Bali Post) Majelis hakim pimpinan Bambang Ekaputra didampingi IGN Putra Atmaja dan Ketut Kimiarsa, Jumat (28/12) lalu sudah menjatuhkan vonis atas perkara yang mendudukkan I Ketut Putra Ismaya Jaya dan dua rekannya, I Ketut Sutama dan IGN Endrajaya alias Gung Wah, sebagai terdakwa. Saat itu ada pernyataan bahwa atas vonis lima bulan itu, ketiga terdakwa akan bebas antara rentang waktu antara tanggal 10 Januari hingga 23 Januari. Saat dikonfirmasi Minggu (13/1) kemarin, salah satu kuasa hukum Ismaya, Agus Samijaya, memastikan bahwa Ismaya yang akrab disapa Keris, dan dua rekannya akan bebas murni pada pekan depan. Persisnya Minggu (20/1) mendatang. ‘’Dipastikan bebas tanggal 20 Januari pekan depan. Itu perhitungan lima bulan pas sejak masa penahanan (penahan pada tanggal 23 Agustus - red),’’ tandas Agus Samijaya. Sebelumnya Ismaya dan kawan-kawan dipidana penjara selama lima bulan. Atas vonis itu, Ismaya alias Keris yang merupakan calon anggota DPD-RI memilih menerima vonis dari majelis hakim tersebut. Hukuman yang diterima itu memang lebih rendah dua bulan dibandingkan tuntutan jaksa. Jaksa dari Kejari Denpasar sebelumnya menuntut supaya ketiga terdakwa dipidana penjara selama tujuh bulan. Dalam perkara ini, hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan melanggar Pasal 214 ayat 1 KUHP jo Pasal 211 KUHP. Jadi dalam perkara ini yang dinyatakan terbukti adalah memaksa, bukan melawan pejabat negara. (kmb37)
Bali Post/sue
NGEREBONG - Para pepatih tampak karauhan saat prosesi Ngerebong digelar di Pura Agung Petilan Kesiman, Minggu (13/1) kemarin.
Tradisi ”Ngerebong”
Menjaga Keseimbangan ”Bhuwana Agung” dan ”Bhuwana Alit” RIBUAN krama Desa Pakraman Kesiman menggelar prosesi Ngerebong, Minggu (13/1) kemarin. Prosesi yang rutin digelar setiap enam bulan atau tepatnya pada Wuku Medangsia ini dipusatkan di Pura Agung Petilan Kesiman. Krama Kesiman juga dikenal teguh memegang adat istiadatnya. Makanya tradisi Ngerebong seperti diungkapkan Bendesa Pakraman Kesiman Drs. I Made Karim, tak pernah ditiadakan. Dikatakan, prosesi ini selain bermakna marisudha bumi untuk menjaga keseimbangan bhuwana agung dan
bhuwana alit sekaligus sebagai media pemersatu umat. Prosesi Ngerebong kemarin juga diikuti pepatih dan sesuhunan barong, rangda dari Singgi, Sanur, Tohpati, Bekul dan sekitarnya. Ada yang juga mengartikan Ngerebong adalah berputar. Masyarakat percaya pada hari Ngerebong merupakan hari di mana para dewa berkumpul. Pusat dari tradisi ini dilakukan di Pura Petilan. Makanya pura ini lebih dikenal dengan sebutan Pura Pengerebongan. Ada yang menyebut Ngerebong ini merupakan tradisi kuno agar
warga terhindar dari musibah ataupun bencana. Termasuk upacara bhuta yadnya, di mana bertujuan untuk menetralisasi kekuatan-kekutan jahat (bhuta) agar menjadi kekuatan baik (dewa) sehingga tidak mengganggu umat manusia, khususnya krama di Kesiman. Bendesa Made Karim mengungkapkan, upacara Ngerebong bertujuan untuk mengingatkan umat Hindu melalui ritual sakral tadi untuk terus memelihara keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia dan manusia
dengan alam. Ritual dimulai sejak pagi hari dengan medalan pralingga Batara di semua pura di Kesiman. Dilanjutkan dengan upacara Nyanjan dan Nuwur. Tujuan upacara ini untuk memohon kekuatan suci para Batara yang ditandai dengan karauhan atau trance para pepatih dan Sesuhunan mengelilingi Wantilan Pura Petilah sebanyak tiga kali. Para pepatih lanang dan istri ini menghujamkan keris pada dada, leher, bahkan ubunubun. Anehnya, tidak satu pun dari mereka yang berdarah
akibat hujaman keris tadi. Ritual ini dinamakan ngurek. Usai Ngerebong, para pemangku dipimpin Mangku Gede Dalem melalukan prosesi ngider bhuwana dengan cara mengelilingi wantilan sebanyak tiga kali. Saat itu semua pemangku prasanak dan manca di Kesiman ngayah menunjukkan kesetiaan kepada Batara Dalem. Upacara ini dilaksanakan sesuai ecanecan ala Kesiman. Usai prosesi maecan-ecan ini, barulah semua pralingga kembali ke parahyangan masing-masing. (sue)
Perusda Ingin Legalkan Industri Miras
Denpasar (Bali Post) -
Dewan Pengawas dan Direksi Perusda Bali yang baru dilantik siap menindaklanjuti perintah Gubernur Bali untuk segera membuat masterplan dalam satu bulan ke depan. Terlebih jajaran baru ini sebetulnya sudah menyiapkan konsep pengembangan Perusda sejak beberapa waktu yang lalu. Setidaknya ada empat bidang bisnis yang akan dijalankan secara cepat. Yakni bidang pangan, bidang energi, bidang informasi, komunikasi, dan teknologi, serta bidang air. ‘’Dalam pangan itu kami juga ingin melegalkan industri miras (minuman keras - red),’’ ujar Ketua Dewan Pengawas Perusda Bali Ida Bagus Kesawa Narayana usai acara Pelantikan Dewan Pengawas Perusda Provinsi Bali Periode 2019-2023 dan Direksi Perusda Provinsi Bali Periode 2019-2024 di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Sabtu (12/1). Menurut Kesawa Narayana, Bali selama ini mengimpor 60 juta botol miras per tahun. Sementara industri miras tradisional seperti arak di Karangasem justru dibuat ilegal. Pemikiran seperti ini dikatakan tidak benar. Bali semestinya bisa memproduksi sendiri untuk memenuhi kebutuhan miras, khususnya untuk sektor pariwisata. ‘’Kita ilegalkan (industri lokal - red), tapi kita mengimpor dari orang lain. Kan sing beneh to (tidak benar itu - red). Itu yang akan kita gandeng, kita buat teknologi,’’ jelasnya. Di bidang pangan, lanjut Kesawa Narayana, juga akan ada on-off farming. Off farming khususnya adalah pengembangan industri pengolahan per-
tanian. Sementara di bidang energi bersih, Perusda mengupayakan agar ada investasi power plant gas di Bali. Namun Perusda yang menguasai infrastruktur seperti jalan tol dan perdagangannya untuk memberikan porsi bagi orang Bali. Di bidang informasi, komunikasi dan teknologi, Perusda akan membuat platform-platform yang menyerap tenaga kerja lokal. Termasuk mengembangkan digital technology park. ‘’Keempat, air. Ini adalah suatu badan yang non-profit agar tidak ada lagi orang mengambil air tanah. Tujuan badan air ini untuk menyeimbangkan dan meningkatkan kualitas air. Nanti kita ada program farming water, menanam pohon di daerah aliran sungai, dia mengalirkan air dan airnya kita akan pakai financial income,’’ imbuhnya. Kesawa Narayana menambahkan, ada tiga hal yang menjadi konsep Perusda ‘’baru’’. Pertama, Perusda memosisikan diri sebagai katalis struktur ekonomi Bali yang membesarkan sektor nonpariwisata. Kedua, ekonomi gotong royong, di mana Perusda mengoordinasikan BUMDes-BUMDes. Ketiga, meningkatkan peran serta putra daerah Bali. Sebab, pihaknya ingin membangun Bali bukan membangun di Bali yang hanya mengambil
Bali Post/kmb32
BERSAMA - Ketua Dewan Pengawas Perusda Bali Ida Bagus Kesawa Narayana (kiri) bersama Direktur Utama Perusda Bali Suryawan Dwimulyanto (kanan). keuntungan lalu pergi. ‘’Sebelum kita bisa membalikkan keadaan, kita tidak akan terima gaji dulu,’’ tandasnya. Sementara itu, Direktur Utama Perusda Bali Suryawan Dwimulyanto mengaku tinggal memformulasikan konsep untuk dijadikan masterplan Perusda. Pihaknya memang akan fokus menggarap sektor agro industri, khususnya yang mengarah pada pengolahan dan ekspor. Perusahaan yang sudah memiliki market akan
dihubungkan dengan petani di Bali. Perusda sendiri mengatur kualitas produk agar di hilir terstandardisasi dengan baik. ‘’Jadi, ada beberapa partner kita yang sudah tertarik masuk ke Bali untuk pasar ekspor,’’ ujarnya. Mengenai energi bersih, lanjut Suryawan Dwimulyanto, Perusda memang akan mendorong pula hal itu karena energi bersih dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang ingin
berkunjung ke Bali. Pihaknya juga akan mengevaluasi program-program jajaran Direksi dan Dewan Pengawas Perusda sebelumnya. Termasuk melakukan reorganisasi. ‘’Kalaupun kita tetap jalankan, kita tingkatkan pendapatannya,’’ jelasnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Tak Boleh Ada Premanisme di Bali
819446 / 081337032965
Topik : Perusda Ingin Legalkan Industri Miras Wayan Koster
Bali Post/dok
Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster memastikan segera merespons Surat Rekomendasi Penghentian atau Pembekuan Sementara Kegiatan Tiga Ormas Besar di Bali. Sebelumnya, surat itu dikirim Kapolda Bali pada April 2017 kepada Gubernur Bali saat masih dijabat Made Mangku Pastika. Di sisi lain, Koster juga menegaskan komitmen bahwa di Bali tidak boleh ada premanisme. ‘’Surat rekomendasi itu sedang kita bahas. Prinsipnya, kita sejalan. Itu surat kan dikirim April 2017 pada gubernur sebelumnya, belum ada respons. Karena saya sekarang sebagai gubernur, ya… beliau (Kapolda - red) menanya-
kan bagaimana responsnya, ya… tentu saya akan merespons,’’ ujar Koster usai melantik anggota jajaran direksi dan dewan pengawas Perusda Bali di Kantor Gubernur Bali, Sabtu (12/1). Koster juga mengucapkan terima kasih atas dorongan Kapolda mengenai rekomendasi untuk membekukan sementara tiga ormas besar di Bali. Pihaknya akan bertindak tegas terhadap aksi premanisme di Pulau Dewata. Sebab, premanisme telah membuat kehidupan masyarakat menjadi tidak tenteram, tidak nyaman, dan tidak damai. ‘’Tak boleh ada premanisme di Bali. Dengan berbagai ancamannya, dengan berbagai tindakannya yang merugikan masyarakat,
merugikan kepentingan umum, ini tidak boleh ada kegiatan, aktivitas seperti itu dari organisasi apa pun, ormas apa pun juga di Bali,’’ jelasnya. Menurut Koster, di Bali harus diciptakan kenyamanan, kedamaian, dan keharmonisan kehidupan di masyarakat. Terlebih, Bali merupakan destinasi pariwisata dunia. Anarkhisme ormas terdahulu yang sampai mengakibatkan korban nyawa telah mencoreng nama Bali di mata dunia. ‘’Merugikan nama Bali di mata dunia, merusak citra Bali di mata dunia. Ini tidak boleh dibiarkan, dan harus menjadi kesadaran semua pihak, komitmen semua pihak,’’ tegasnya. (kmb32)
BADUNG
Senin Wage, 14 Januari 2019
3
Besok, Puncak ”Piodalan” di Pura Luhur Uluwatu
PADA Anggara Kasih Medangsia, Selasa (15/1) besok, adalah puncak piodalan di Pura Luhur Uluwatu dan Ida Batara katurang masineb pada Jumat (18/1) mendatang. Panglingsir Puri Agung Jrokuta selaku pangempon Pura Uluwatu, A.A. Ngurah Jaka Pratidnya, Minggu (13/1) kemarin mengungkapkan, pujawali akan diawali dengan mundut Ida Bathara Sakti dari Pura Parerepan dengan berjalan kaki menuju Pura Uluwatu pada pukul 09.0011.00 Wita. Puncak karya di-puput Ida Pedanda Gede Made Karang dan Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa dari Geria Sari Denpasar. Selama Ida Batara nyejer juga katurang bhakti panganyar secara bergiliran oleh umat. Upacara panganyar Rabu hingga Kamis di-puput Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari dan Ida Pedanda Gede Alangkajeng. Sementara upacara panyineban digelar mulai pukul 10.00 Wita, di-puput Ida Pedanda Gede Ngurah
Telaga dari Geria Tegal Denpasar. Jaka Pratidnya yang akrab dipanggil Turah Joko ini meminta masyarakat untuk berhati-hati ketika t a n g k i l ke Puru Uluwa tu terutama saat prosesi mundut Ida Batara. Dia juga mengingatkan, hasil paruman Desa Adat Pecatu memutuskan, selama piodalan umat Hindu dilarang nunas tirta menggunakan kantong plastik atau tempat berbahan plastik. Para pemangku juga tidak melayani dan menyiapkan tirta yang dibungkus dengan plastik karena pangempon dan pangemong Pura Luhur Uluwatu berkomitmen mengurangi penggunaan bahan plastik dalam kehidupan beragama. Para pedagang sekitar pura juga dilarang menggunakan tas plastik saat melayani konsumen. Dengan demikian, Pura Uluwatu yang pertama kali menerapkan kebijakan ini guna ikut mengedukasi umat menjaga lingkungan dan kebersihan.
Selama piodalan, wisawatan dilarang masuk ke areal pura. Umat diharapkan melakukan persembahyangan di Pura Pesambiangan Ratu Gede ring Nusa, lanjut ke Pura Jurit dan Pura Uluwatu. Persembahyangan dipusatkan di jaba tengah (madya mandala), sedangkan jaba dalem (utama mandala) hanya diperuntukkan bagi sulingggih. Turah Joko menambahkan, pangempon dan pangayah sudah menyiapkan upakara khusus untuk mengantisipasi ganasnya serangan monyet penghuni Alas Kekeran, Pecatu. Meski demikian, Turah Joko tetap meminta umat berhati-hati membawa barang berharga seperti tas dan kacamata agar tak menjadi sasaran monyet Alas Kekeran. Menurut beberapa sumber, Pura Uluwatu dibangun oleh Mpu Kuturan atau Mpu Rajakreta pada masa pemerintahan Sri Masula-Masuli pada sekitar abad XI. Dalam Padma Bhuana di Bali, Pura Uluwatu terletak di daerah
barat daya yang merupakan tempat memuja Dewa Rudra. Selain posisi geografis, keunikan lain dari Pura Luhur Uluwatu adalah arah pemujaan yang menuju barat daya. Di jaba tengah, jika kita menoleh ke kiri ada sebuah bak air yang selalu berisi air meskipun musim kering. Di jaba tengah ada candi kurung, yang dibuat sekitar abad ke-11 Masehi. Candi ini dihubungkan dengan keberadaan candi kurung bersayap di Pura Sakenan. Candi Kurung Padu Raksa di Pura Luhur Uluwatu dibuat pada zaman Dang Hyang Dwijendra pada abad XVI. Karena Dang Hyang Dwijendra-lah yang memperluas Pura Luhur Uluwatu. Setelah kita masuk ke jeroan, kita menjumpai bangunan yang paling pokok yaitu Meru Tumpang Tiga tempat pemujaan Dewa Siwa Rudra. Pada Anggara Kliwon Medangsia, Dang Hyang Dwijendra diberi wahyu dari Tuhan pada hari itu juga beliau harus moksha di Pura Uluwatu. (025)
ULUWATU - Upacara yang digelar di Pura Luhur Uluwatu
Bali Post/sue
Dinas Kominfo Minta OPD ”Update” Data Mangupura (Bali Post) Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Badung meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Badung mengupdate data yang dimiliki. Perbaruan data ini untuk melengkapi data di Badung Command Center (BCC). Kepala Dinas Kominfo Badung I Wayan Weda Dharmaja membenarkan masih banyak data yang dibutuhkan, namun belum tersedia. Inilah alasan pentingnya update ulang data. ‘’Untuk itu saya meminta agar semua perangkat daerah dapat mengisi data sesuai dengan tupoksinya dalam konten yang tersedia, sehingga masyarakat luas dapat mengakses data yang diperlukan, seperti jumlah penduduk di Badung, tempat wisata dan sebagainya,’’ katanya. Menurutnya, walaupun saat ini sudah ada sekitar 72 aplikasi dari OPD terkait, tetapi ketersediaan data tergolong masih kurang. ‘’Misalnya, berapa jumlah puskemas
Bali Post/edi
Hujan Lebat, Plafon Bandara Jebol
JEBOL - Plafon Bandara Ngurah Rai yang jebol akibat hujan lebat, Sabtu (12/1).
Mangupura (Bali Post) -
General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, mengungkapkan bangunan tersebut dirancang temporary atau tidak permanen. Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan atap bocor dan beberapa plafon jatuh. ‘’Kami atas nama manajemen menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya bagi para pengguna jasa bandar udara atas hal ini,’’ jelasnya. Ke depan pihaknya akan melakukan penyesuaian terhadap bangunan. Bangunan akan dirancang permanen,
sesuai masterplan pembangunan bandar udara yang sudah ditetapkan. Terkait plafon jebol, pihaknya mengaku langsung melakukan perbaikan. ‘’Petugas kebersihan dan petugas bandar udara langsung kami terjunkan saat itu untuk menangani dampak air hujan yang menggenang dan untuk mencegah supaya air tidak sampai masuk ke area Terminal Kedatangan Domestik,’’ tambahnya. Terkait operasional bandara, hingga saat ini penerbangan tetap berjalan normal. ‘’Terkait kondisi cuaca, dapat
kami konfirmasi bahwa situasi operasional bandara tidak terdapat gangguan dan tetap berjalan normal. Kami tetap memprioritaskan keamanan dan keselamatan penerbangan,’’ kata Yanus. Sementara itu, Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar Wayan Wirata, Minggu (13/1) kemarin menjelaskan, kelembapan lapisan udara di stasiun Ngurah Rai saat kejadian itu terjadi memang cukup tinggi, mencapai 700 mm. Hal itu membuat curah hujan yang turun mencapai 41 mm. Menurutnya, dalam kat-
egori hujan harian, kondisi itu tergolong hujan sedang. Tetapi, katanya, dalam durasi singkat itu tergolong cuaca cukup ekstrem. Penyebabnya, penumpukan awan cumulonimbus (CB) di kawasan tersebut. ‘’Awan CB menandakan adanya potensi hujan lebat, kilat, petir dan angin kencang berdurasi singkat,’’ ujarnya. Dikatakannya, potensi seperti itu bisa saja terjadi di daerah Bali lainnya. Dalam tiga hari ke depan, potensi hujan ringan hingga sedang akan terkonsentrasi di Bali bagian tengah, selatan dan timur. Untuk di Bali bagian tengah, cenderung akan terjadi di kawasan pegunungan, termasuk Bali bagian timur yaitu Karangasem. Sedangkan untuk di bagian selatan akan terjadi di kawasan pesisir. (kmb23)
Mangupura (Bali Post) PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung membeli bahan kimia untuk menjernihkan air yang akan disalurkan ke masyarakat. Pengadaan bahan kimia berupa poly alumunium chloride dan gas clor tersebut dianggarkan Rp 8,7 miliar dan telah masuk tahap tender. Direktur Utama PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung Ketut Golak, Minggu (13/1) kemarin menyampaikan, bahan kimia
ini untuk pengelolaan air bersih di dua kawasan, yakni di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Belusung dan IPA Estuary Dam Produksi I. ‘’Bahan kimia tersebut untuk menetralisir air agar layak disalurkan ke konsumen. Nilai tendernya sudah berdasarkan kajian, dan bahan kimia tersebut digunakan selama setahun,’’ ungkapnya. Dari data yang diperoleh di web lelang barang dan jasa Kabupaten Badung di Layanan Pengadaan Secara
Elektronik (LPSE) Kabupaten Badung, ada dua bahan kimia yang ditenderkan, yakni bahan kimia poly alumunium chloride dan bahan kimia gas clor. Untuk poly alumunium chloride ditenderkan sebesar Rp 5 miliar, sedangkan gas clor senilai Rp 3,7 miliar. Tender dibuka sejak 10 Januari 2019. ‘’Dengan produksi air bersih ini, tentunya ada target di tahun 2019 yakni kenaikan jumlah pelanggan,’’ katanya. Pejabat asal Desa Soban-
gan itu menerangkan, target untuk pelanggan baru di 2019 sebanyak 2.000 pelanggan. Saat ini pelanggan sebanyak 71.600 pelanggan. Jika target tersebut tercapai maka jumlah pelanggan di tahun 2019 akan sebanyak 73.600 pelanggan. ‘’Kajian usaha baru juga telah dilakukan seperti pembuatan air minum dalam kemasan. Semoga bisa dilakukan secara cepat dan akurat, sehingga PDAM Badung bisa terus melakukan inovasi,’’ jelasnya. (kmb27)
Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan lebat berdurasi singkat, menyebabkan plafon di sejumlah bangunan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai jebol pada Sabtu (12/1). Koridor pintu kedatangan domestik pun sempat tergenang air. Terkait kejadian ini, manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Ngurah Rai meminta maaf kepada pengguna layanan serta berjanji akan melakukan pembenahan.
di Badung, siapa Kepala Puskesmas, berapa ada dokter dan perawat, dan lain sebagainya, perlu dilengkapi lagi. Itu yang tahu Dinas Kesehatan,’’ ujar Weda Dharmaja, Minggu (13/1) kemarin. Birokrat asal Sembung, Kecamatan Mengwi itu mengatakan, pembaharuan data telah dibahas dalam rapat konsolidasi beberapa waktu lalu. Rapat dihadiri Wakil Bupati Ketut Suiasa. Bila datadata ini sudah terkumpul, maka pihaknya memastikan seluruh data terintegrasi. ‘’Dengan demikian, masyarakat dapat dengan mudah mengakses. Tujuan awal memang seperti itu, bagaimana supaya seluruh data dapat terintegrasi,’’ tegasnya. Dijelaskannya lebih lanjut, Badung telah membangun BCC. Fasilitas ini sebagai pusat integrasi semua data dari OPD di Kabupaten Badung. BCC juga merupakan pusat akses data serta pusat penyediaan informasi yang mudah dijangkau, akurat, efektif, realtime, timely based
terkait program Smart City di Kabupaten Badung. Visi dari Smart City Kabupaten Badung ini didasari oleh pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). ‘’Tujuannya untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik, kinerja birokrasi pemerintah dan efisiensi kebijakan publik, dengan tetap mempertahankan seni budaya Bali yang berdasarkan Tri Hita Karana,’’ jelasnya. Dalam rapat konsolidasi, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menegaskan dukungannya terhadap langkahlangkah yang telah diambil Dinas Kominfo Badung guna mewujudkan Smart City. ‘’Untuk membangun Smart City kita harus mempunyai progress yang berjalan sesuai dengan inovasi-inovasi lebih kreatif. Di samping itu, perlu kiranya aplikasi-aplikasi yang ada di masing-masing perangkat daerah dapat terintegrasi dalam Badung Command Center, sehingga dapat terwujud Smart City,’’ tegas Suiasa. (kmb27)
Giri Prasta Buka Kenaikan Tingkat Danur Dara PSPS Bakti Negara
Di Mana Ada Bakti Negara, di Situ Ada Kedamaian dan Prestasi
KENAIKAN tingkat danur dara tingkat kader PSPS Bakti Negara Provinsi Bali digelar di Lapangan Sading, Kelurahan Sading Kecamatan Mengwi, Badung, Sabtu (12/1). Danur dara yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan karakter dan penguatan kader muda PSPS Bakti Negara Bali, juga dalam rangka HUT ke-64 Bakti Negara tahun 2019. Acara tersebut dibuka Ketua DPD Bakti Negara Provinsi Bali I Nyoman Giri Prasta serta di antaranya dihadiri Ketua Dewan Pendekar Pusat PSPS Bakti Negara I Bagus Alit Sucipta sekaligus sebagai Pelaksana Harian Bakti Negara Bali, Dewan Pendekar, Pelatih, Penguji, serta pesilat Bakti Negara dari kabupaten/
kota seluruh Bali. Mengawali amanatnya, Ketua DPD Bakti Negara Provinsi Bali yang juga Bupati Badung Giri Prasta mengajak semua peserta menundukkan kepala mendoakan para pendiri Bakti Negara, khususnya almarhum Dira. Di hadapan ratusan pesilat Bakti Negara, Giri Prasta menyampaikan terima kasihnya kepada pengurus Bakti Negara Provinsi Bali, DPC se-Bali, begitu pula para ranting, dewan pendekar, pinisepuh, wasit, juri maupun penguji yang telah bahumembahu meneruskan apa yang telah dilakukan oleh pendiri Bakti Negara. ‘’Inilah kebanggaan saya ketika saya memimpin Bakti Negara ini di pulau dewata. Semoga apa yang kita laku-
kan merupakan kekuatan bagi Bali, kekuatan bagi NKRI yang kita cintai,’’ kata Giri Prasta. Ditegaskannya, Bakti Negara Bali angunggah shanti yang berarti menciptakan kedamaian. ‘’Untuk itu maka di mana ada bakti negara, di situ ada kedamaian, serta di situ pula ada prestasi. Kepada adik-adik pesilat yang melaksanakan kenaikan tingkat, agar menjunjung persatuan, prestasi dan pasemetonan,’’ tegasnya. Lebih lanjut, Giri Prasta menyatakan komitmennya memberikan perhatian yang sungguh-sungguh kepada pesilat Bakti Negara yang mampu membawa nama harum Bakti Negara baik di tingkat provinsi, nasional hingga internasional. (ad503)
Jernihkan Air, PDAM Beli Bahan Kimia Rp 8,7 Miliar
BAKTI NEGARA - Bupati Giri Prasta membuka kenaikan tingkat Danur Dara tingkat kader PSPS Bakti Negara Provinsi Bali yang digelar di Lapangan Sading, Kelurahan Sading Kecamatan Mengwi, Badung, Sabtu (12/1).
Daerah
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
RSUD Wangaya Kini Genap Berusia 98 Tahun
Senin Wage, 14 Januari 2019
Teruna-Teruni Asal Karangasem Berhasil Jadi Sarjana di Unmar Bali
Dorong Pengembangan Inovasi, Tingkatkan Arya Wedakarna Kucurkan Bantuan Pelayanan Maksimal bagi Masyarakat Penelitian Senilai Rp 1,248 Miliar RSUD Wangaya Kota Denpasar kini genap berusia 98 tahun pada 6 Januari lalu yang diperingati dengan pemotongan tumpeng pada Jumat (11/1) di gedung setempat. Beragam kegiatan turut mengisi rangkaian HUT yang dikemas secara sederhana ini. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mewakili Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Dalam kesempatan tersebut turut diresmikan Poliklinik Geriatri, Sistem Eelektronik Medical Record (EMR) dan Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute). Serta turut memberikan kenangkenangan bagi pegawai yang memasuki masa purnabakti dan penghargaan bagi dokter serta pegawai terbaik. Plt. Dirut Wangaya dr. Dewa Alit Parwita menjelaskan, pada peringatan HUT ke-98 tahun 2018 ini, adapun tema yang diangkat yakni ‘’Kita Tingkatkan Efisiensi dan Mutu Peyanan di Era JKN’’. Di era JKN dengan penerapan INA CBGs menjadi penting agar rumah sakit mampu bertahan. Selain itu, efisiensi juga penting sehingga rumah sakit senantiasa memberikan pelayanan bermutu sesuai dengan standar mutu dan biaya harus menjadi penanganan seluruh komponen rumah sakit. Di usia yang ke-98 ini beragam inovasi terus dimaksimalkan sehingga memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Seperti halnya Klinik Geriatri, Sistem Eelektronik
RESMIKAN - Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara bersama Wakil Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny Kerti Rai Iswara saat meresmikan Poliklinik Geriatri di RSUD Wangaya, Jumat (11/1). Medical Record (EMR) dan Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute). ‘’Kami terus mendorong pengembangan inovasi sebagai upaya peningkatan pelayanan sehingga mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat Kota Denpasar,’’ paparnya. Selain itu, beragam kegiatan mulai dari jalan sehat, family getering, bulu tangkis, lomba bernyanyi serta masih banyak lainnya. Sementara itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara menekankan, di usia yang menjelang satu abad ini tentu menjadikan RSUD Wangaya memiliki keunggulan utama dari segi pengalaman. Hal ini tentu dapat menjadi motivasi bersama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang maksimal
bagi masyarakat. ‘’Di usianya ini diharapkan seluruh elemen di RSUD Wangaya senantiasa memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat sesuai dengan motto Sewaka Dharma,’’ jelasnya. Lebih lanjut dikatakan, melayani dengan senyum, keikhlasan, serta penuh rasa tanggung jawab adalah hal yang wajib dalam setiap bidang pelayanan. Sehingga ke depannya RSUD Wangaya dapat terus eksis dalam mendukung kesehatan masyarakat Kota Denpasar. Terlebih lagi saat ini Kota Denpasar dinobatkan sebagai 10 kota tersehat di dunia. ‘’Selamat ulang tahun RSUD Wangaya, teruslah berinovasi dan tetaplah memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat Kota Denpasar,’’ ujarnya. (ad506)
Rayakan 40 Tahun Bermakna
Nutrifood Ajak Masyarakat Indonesia Batasi GGL MEMASUKI ulang tahun ke40 yang jatuh pada 2 Februari 2019, Nutrifood berkomitmen untuk terus menginspirasi masyarakat Indonesia menjalani hidup sehat dengan kampanye #BatasiGGL (Gula, Garam, Lemak) pada 29 titik di berbagai daerah Indonesia, termasuk di Denpasar, Bali. Bertempat di Lapangan Puputan, Badung, Minggu (13/1) kemarin, puluhan relawan yang terdiri dari karyawan Nutrifood dan para mitra berkumpul untuk mengadakan berbagai kegiatan edukatif dan menarik bertajuk #BatasiGGL. Kegiatan ini diikuti anggota komunitas, mahasiswa, puskesmas dan masyarakat umum. Kegiatan ini merupakan bagian dari Nutrifood Volunteerism, program yang mewadahi para karyawan Nutrifood dan mitra untuk turut berkontribusi di bidang sosial dan kerelawanan, salah satunya di bidang kesehatan. Adapun rangkaian kegiatan #BatasiGGL oleh Nutrifood meliputi edukasi batasi konsumsi gula, garam dan lemak (GGL) harian, cek dan konsultasi kesehatan gratis, termasuk cek gula darah dan komposisi massa tubuh (Body Mass Index/BMI), serta olahraga bersama. Acara #BatasiGGL ini juga dihadiri dan didukung GERMAS, Dinas Kesehatan Kota Denpasar dan lainnya. CEO Nutrifood Mardi Wu menyatakan sejalan dengan misi ‘’Inspiring a Nutritious Life’’, selama 40 tahun Nutrifood berkomitmen memberi makna dan menginspirasi masyarakat Indonesia untuk hidup sehat, melalui serangkaian produk berkualitas yaitu Tropicana Slim, NutriSari, HiLo, L-Men, dan Wdank. Nutrifood juga aktif dan konsisten melakukan berbagai program edukatif, berkolaborasi dengan berbagai
SETELAH empat tahun mengenyam pendidikan di bangku kuliah di kampus di Denpasar, teruna-teruni asal Kabupaten Karangasem kini resmi menjadi sarjana di Universitas Mahendradatta (Unmar) Bali. Wisuda dilaksanakan di Bhumiku Hall Denpasar. Adapun biaya penelitian hingga skripsi disubsidi dengan bantuan dari Dr. Arya Wedakarna. Berikut nama penerima beasiswa dari Arya Wedakarna: Ni Wayan Tambun, S.E. (Banjar Dinas Bukit Paon, Desa Bhuanagiri, Bebandem, Karangasem), I Wayan De Setiawan, S.E. (Banjar Semadi, Lingkungan Jasri Kelod, Subagan, Karangasem), I Wayan Eka Aditya, S.E. (Banjar Dinas Beji, Bungaya, Bebandem, Karangasem), Ni Kadek Sudiani, S.E. (Banjar Dinas Tengah, Sibetan, Bebandem, Karangasem), Ni Luh Putu Puspita Sari, S.E. (Banjar Dinas Tegallanglangan, Desa Datah, Abang, Karangasem), Ni Luh Eka Putri Murni, S.E. (Banjar Dinas Tegallanglangan, Desa Datah, Abang, Karangasem), I Kadek Widianta, S.E. (Banjar Dinas Pengawan, Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem), I Kadek Beny Arsa Dwipayana, S.E. (Lingkungan Celuknegara, Karangasem), dan Ni Luh Dewi Purnama Sari, S.E. (Banjar Dinas Labuhan, Desa Antiga, Manggis, Karangasem). Selanjutnya Kadek Lisa Kartini, S.E. (Desa Sengkidu, Karangasem, Ni Nyoman Ariani Lestari, S.E. (Banjar Bau Kawan, Desa Nawakerti, Abang, Karangasem), Ni Made Artini, S.E. (Banjar Dinas Saren Jawa, Budakeling, Bebandem, Karangasem), Ayu Nila Sari, S.E. (Banjar Kelod, Desa Antiga, Manggis, Karangasem). Ayu Julia Anggreni, S.E. (Banjar Dinas Mendira, Desa Sengkidu, Manggis, Karangasem), I Made Tri Sudeka Gita Buana, S.E. (Banjar Dinas Bedugul, Desa Bhuana Giri, Bebandem, Karangasem), Ni
MAHASISWA – Mahasiswa penerima beasiswa asal Karangasem saat wisuda di Universitas Mahendradatta (Unmar) Bali. Kadek Dewi Lestari, S.E. (Banjar Dinas Tengah, Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem), Ni Luh Putu Pebri Wahyuni, S.E. (Banjar Karanganyar, Desa Nyuh Tebel, Manggis, Karangasem), I Gede Prima, S.E. (Banjar Dinas Tengah, Desa Selumbung, Karangasem), I Ketut Suartama, S.E. (Banjar Labuhan, Desa Antiga, Manggis, Karangasem), I Nengah Merta Sari Wadnyana, S.E. (Banjar Dinas Tindih, Desa Datah, Karangasem), Ni Wayan Putu Relantari, S.E. (Banjar Dinas Bukit Kaler, Karangasem), I Made Weda Sukma Wardana, S.E. (Banjar Dinas Tumbu Kelod, Karangasem), dan I Nengah Agus Mardiana, S.E. (Banjar Dinas Gerobog, Desa Seraya Barat, Karangasem). Selain itu juga I Gede Ngurah Wedagama, S.E. (Banjar Dinas Eka Adnyana, Desa Tianyar, Kubu, Karangasem), Ni Luh Trisnawati, S.E. (Banjar Dinas Tengah, Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem), Nurapni Maelani, S.E. (Banjar Dinas Kecicang Bali, Desa Bungaya Kangin, Bebandem, Karangasem), I Dewa Ayu Weda Shuari, S.E. (Jl. Kesatrian Palapa, Karangasem), I Wayan Yatna Pertyaksa, S.E. (Banjar Pekandelan, Desa Culik,
Abang, Karangasem), Ni Wayan Suartini Ningsih, S.E. (Banjar Dinas Tengah, Desa Nyuh Tebel, Manggis, Karangasem), Ni Made Ayu Sutrisna Dewi, S.E. (Desa Tegallinggah, Karangasem), Ni Luh Sumiasih, S.E. (Jl. Pesagi, Lingkungan Pebukit, Karangasem), Ni Kadek Ayu Wardani, S.E. (Banjar Dinas Tengah, Desa Nyuh Tebel, Manggis, Karangasem), Ni Ketut Budiani, S.E. (Banjar Dinas Tegal Bengkak, Bebandem, Karangasem), I Putu Ariasa Suantara, S.E. (Banjar Dinas Untalan, Desa Jungutan, Bebandem, Karangasem), Yude Ary Putu Widya Santhi, S.E. (Banjar Kecicang Bali, Desa Bungaya Kangin, Bebandem, Karangasem), Ni Made Sani, S.E. (Banjar Dinas Bebakan, Desa Purwakerti, Abang, Karangasem), I Gede Sudarma, S.E. (Banjar Dinas Telagatawang, Sidemen, Karangasem), Ni Putu Panca Putriya Sari, S.H. (Desa Antiga, Manggis, Karangasem), dan I Ketut Putra Diantara, S.H. (Dusun Mijil. Desa Sangkan Gunung, Sidemen, Karangasem). Mereka mahasiswa beasiswa berasal dari keluarga kurang mampu dan telah mengikuti kelas beasiswa jalur LP2M selama empat tahun perkuliahan. (ad508)
Soal Pengungkapan 25 Kg Ganja
Sebagian BB Diduga akan Dikirim ke Lombok mitra strategis dari seluruh Indonesia, yang meliputi pemerintah, rumah sakit, lembaga nonprofit, komunitas, kalangan profesi, serta masyarakat umum, untuk menciptakan dampak yang lebih besar dan berkesinambungan demi Indonesia yang lebih sehat. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, angka kejadian penyakit tidak menular di Indonesia meningkat dari 2013 ke 2018. Termasuk diabetes melitus dari 6,9% menjadi 8,5%, stroke dari 7% menjadi 10,9%, dan hipertensi dari 25,8% menjadi 34,1%. Di tahun 2018 pula, 2 dari 10 orang Indonesia menderita obesitas, meningkat dari 14,8% menjadi 21,8%, di mana obesitas merupakan faktor risiko utama diabetes melitus, penyakit jantung dan stroke. ‘’Melihat meningkatnya angka prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia, tahun ini Nutrifood berkomitmen untuk membuat perayaan Ulang Tahun Nutrifood ke-40 semakin bermakna dengan mengangkat tema #BatasiGGL (Gula Garam Lemak). Kami men-
gajak karyawan di berbagai daerah di Indonesia secara sukarela terlibat mengedukasi masyarakat akan pentingnya membatasi asupan gula garam dan lemak,’’ ujar Mardi Wu. Ia percaya bahwa hidup sehat bisa dicapai jika masyarakat mulai membatasi dan mengontrol jumlah asupan gula, garam dan lemak harian mereka sesuai anjuran Kementerian Kesehatan RI. Yaitu gula 50 gram/hari, garam 5 gram/hari, dan lemak 67 gram/hari. Berbagai penelitian kesehatan telah membuktikan pembatasan konsumsi GGL efektif untuk mengurangi risiko obesitas dan berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus, jantung, stroke dan hipertensi. Selain menerapkan pola #BatasiGGL, Nutrifood juga mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan aktif berolahraga rutin sekitar 30 menit per hari, cukup istirahat, serta tidak merokok. Harapannya, semakin banyak masyarakat Indonesia yang bisa hidup sehat lebih lama. (bns1)
Ibu Muda Pembunuh Bayi Diadili
Jasad Korban Sempat Dibawa Kerja dan Ditaruh di Loker Denpasar (Bali Post) Pekan lalu, seorang ibu muda yang baru tamat SMK berinisial TAS (19) harus berurusan dengan pengadilan. Wanita asal Jembrana itu diduga membunuh bayi perempuan yang baru saja dilahirkan di kamar mandi. Jaksa menjelaskan bahwa wanita yang tinggal di bilangan Padangsambian, Denpasar itu pada 9 September 2018 pukul 19.00 Wita merasakan sakit di perut. Kala itu kondisinya memang tengah hamil. Kondisi perut sakit pun disampaikan kepada ibunya. Ibunya kemudian memberikan obat penghilang rasa nyeri pada terdakwa sebanyak satu pepel. Namun terdakwa tidak langsung meminum obat tersebut. Keesokan harinya terdakwa meminum air dicampur gula dan garam, tetapi perut terdakwa masih tetap sakit. Tak lama terdakwa meminum obat nyeri yang diberikan ibunya sebanyak satu tablet. Tetapi perut terdakwa masih terasa nyeri. Terdakwa kembali minun satu tablet. Terdakwa pun merasa seperti ingin buang air besar dan lari ke kamar mandi. Sesampainya di
kamar mandi terdakwa merasa perutnya masih nyeri hingga dia menenggak satu tablet lagi. Setelah itu terdakwa masuk ke kamar mandi dan jongkok di atas kloset. Terdakwa kemudian melahirkan anak di kamar mandi. Seketika bayi perempuan itu menangis. Namun, dengan kejinya terdakwa membekap bayi malang itu sekitar 40 menit hingga tidak lagi bernapas. Terdakwa kemudian membersihkan jasad bayi. Setelah itu dibungkus dengan baju terdakwa dan sehelai kain pantai. Terdakwa memasukkan bayi ke dalam tas kresek yang di atasnya ditumpuk baju kotor. Terdakwa kembali tidur, dan mayat bayinya ditaruh di atas sofa. Besoknya terdakwa sempat membawa jasad bayinya ke tempat bekerja di kawasan Legian, Kuta. Jasad bayi dimasukkan ke dalam loker terdakwa. Pukul 20.00 Wita sepulang kerja terdakwa menggali tanah sedalam 30 sentimeter. Terdakwa mengubur mayat bayi itu di sana. Meski demikian aksinya akhirnya terkuak dan sang ibu jadi tersangka (kini terdakwa). (kmb37)
Denpasar (Bali Post) Kasus pengungkapan 25 kilogram ganja masih dikembangkan tim Berantas BNNP Bali. Selain akan diedarkan di Bali, sebagian ganja tersebut diduga akan dikirim ke Lombok. Sementara pelaku Kurniawan Risdianto dan Muh Haryono ternyata sudah beberapa kali disuruh bandarnya mengambil kiriman ganja. Sumber di lapangan, Minggu (13/1) kemarin mengatakan, kedua pelaku ini mengaku baru kenal. Mereka dikenalkan dua bandar narkoba. ‘’Kalau tersangka Kurniawan bandarnya berinisial PU. Sedangkan Haryono bandarnya berinisial RZ. Informasinya kedua bandar ini sama-sama berstatus napi di lapas berbeda,’’ ujarnya. Antara tersangka Kurniawan dan Haryono, lanjut sumber ini punya tugas berbeda. Haryono bertugas memuluskan pengambilan paket ganja tersebut saat tiba di perusahaan jasa pengiriman paket. Maklum dia mantan karyawan pe-
rusahaan jasa pengiriman paket. Ternyata Haryono dimanfaatkan oleh RZ. Sementara Kurniawan sebagai kurir yang bertugas mengambil paket tersebut, lalu menyerahkan kepada seseorang sesuai perintah PU. ‘’Mereka selalu dipertemukan dengan orang baru sehingga tidak saling kenal. Selain itu penyerahan barang dilakukan di pinggir jalan,’’ ungkap sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Ternyata kedua pelaku ini tidak hanya sekali melakukan pekerjaan melanggar hukum ini. Haryono, misalnya, dia mengaku sekitar enam kali disuruh mengambil paket ganja di perusahaan jasa pengiriman barang dan mendapat upah Rp 3 juta. Berapa kilogram ganja dikirim tiap pengiriman ke Bali? ‘’Kalau pelaku (Haryono - red) bilang tidak tahu. Dia hanya disuruh mengambil beberapa dus lalu diserahkan ke kurir. Tugas dia hanya mengambil saja,’’ tandasnya. Begitu juga dengan Kurniawan.
Paket yang diserahkan Haryono langsung diberikan kepada kurir lainnya. Antarmereka tidak terlalu mengenal sehingga petugas kesulitan melacaknya. ‘’Jaringan narkoba kan menerapkan sistem sel terputus. Tujuannya agar aparat penegak hukum sulit mengungkap jaringannya,’’ ucap sumber ini. Saat penangkapan tersebut, petugas sedikit waswas, takut ditabrak. Pasalnya kedua pelaku masing-masing naik mobil. Diduga karena mengambil paket dalam jumlah banyak sehingga mereka menggunakan mobil. Seperti diberitakan, tim Berantas BNNP Bali dipimpin Kasi Intelijen Kompol Saifudin Jupri berhasil menggagalkan peredaran 25 kilogram ganja asal Medan, Sumatera Utara, Minggu (6/1) lalu. Ganja tersebut dipesan napi Lapas Kerobokan berinisial RZ dan dikirim lewat jasa pengiriman paket. Terkait kasus ini, petugas menangkap dua kurir, Kurniawan Risdianto dan Muh Haryono. (kmb36)
Selain Optimalisasi Kawasan, ITDC akan Siapkan Kendaraan Ramah Lingkungan
Mangupura (Bali Post) Semakin berkembangnya kebutuhan dunia pariwisata saat ini, pihak pengelola kawasan ITDC Nusa Dua akan meninjau kembali untuk melakukan optimalisasi kawasan. Ini akan disesuaikan dengan kebutuhan zaman sekarang, termasuk juga digitalisasi. Menurut Managing Director The Nusa Dua Wayan Karioka, Minggu (13/1) kemarin, untuk transportasi kawasan, pihaknya akan mempersiapkan kendaraan yang green atau ramah lingkungan. Tentunya ini untuk bisa mengurangi polusi di kawasan tersebut. Namun, kata Karioka, untuk saat ini rencana tersebut masih dilakukan kajian oleh pihak konsultan. Kajian ini akan dilakukan sampai dengan Juni nanti. Dari hasil peninjauan kembali ini, nanti juga bisa digunakan sebagai bahan referensi untuk pengembanganpengembangan berikutnya. Termasuk juga terkait dengan kebutuhan parkir di kawasan ITDC. ‘’Terkait parkir, juga akan dilakukan kajian agar lebih nyaman,’’ ujarnya. Sementara untuk penataan pantai, pihaknya masih melakukan kajian terkait pembangunan break water untuk penahan gelombang. Dikatakan, kendala saat ini memang terkait peraturan di pemerintah daerah dengan pemerintah pu-
Bali Post/edi
ITDC - Kawasan ITDC Nusa Dua. sat yang belum sinkron. Pihaknya diperkirakan sebesar Rp 60-80 menargetkan, untuk pembangunan miliar,’’ ucapnya. break water, tahun 2019 ini harus Untuk pengembangan lain akan sudah selesai. Karena kondisi di la- dilakukan optimalisasi. ‘’Yang di pangan saat ini, Pulau Nusa Darma kompleks golf akan dioptimalisasi terus terkikis. ‘’Otoritas perizinan supaya bisa dimanfaatkan lebih sedang dibahas, karena aturan di variatif lagi. Semua sedang di-repemprov belum ada,’’ terangnya. view ulang untuk pengembangan Dijelaskannya, untuk pemasan- ke depan,’’ ujarnya. gan break water, akan dipasang Dari data yang ada, selama sekitar lebih dari 100 meter dari bi- tahun 2018, jumlah kunjungan bir pantai. Break water ini, katanya, ke kawasan Nusa Dua sebanyak tidak akan dipasang permanen, 990 ribu wisatawan. Dari jumlah namun dipasang mengambang, itu, wisatawan yang paling domiagar tidak merusak dasar laut. nan masih dari Tiongkok, disusul ‘’Tidak dibuat permanen, atau di- wisataan Australia. Untuk tahun uruk, supaya tidak merusak dasar 2019 ini, pihak ITDC menargetkan lautnya. Seperti pelampung, nanti sebanyak 1,1 juta kunjungan ke diikat di dasar laut. Total anggaran Nusa Dua. (kmb23)
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Senin Wage, 14 Januari 2019
daerah
5
Kembangkan Plastik Ramah Lingkungan TERBITNYA Pergub No. 97 Tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai mempunyai tujuan untuk menyelamatkan lingkungan Bali dari sampah plastik di masa depan. Upaya ini sekaligus untuk menjaga marwah pariwisata Bali yang asri. Tentu peraturan tersebut memberi peluang pada sektor industri dengan pengembangen kantong plastik ramah lingkungan yang kerap disebut biodegradeble plastic. Produk yang dibuat dari bahan organik tersebut sejatinya sudah berkembang di Indonesia, namun belum secara masif karena biaya produksinya cukup tinggi, sehingga pengusaha cukup pikir-pikir mengembangkannya. Menurut pengusaha muda Singgih Gunawan, produk ramah lingkungan itu bisa menjadi pertimbangan Pemerintah Provinsi Bali untuk mengembangan bisnis tersebut di Bali. ‘’Teknologi ini masih baru sehingga biaya produksi cukup besar. Sehingga perlu bantuan program pemerintah dalam mengembangkan guna menekan biaya produksi biodegredable plastic,’’ ungkapnya, Minggu (13/1) kemarin. Pria yang akrab disapa Leo ini ber-
pendapat, degradasi industri plastik sudah sewajarnya dengan adanya pembatasan penggunaan plastik, dengan kondisi tersebut sebaiknya berinovasi dengan produk sejenis yang ramah lingkungan. Salah satunya Biodegradable berbasis tepung singkong. Prospek dari industri ini cukup menggiurkan, sebab produk ramah lingkungan mulai jadi tren di belahan dunia lain. Menurutnya, dalam hal mengatasi masalah sampah plastik, pemerintah tidak hanya melakukan pembatasan penggunaan plastik, namun juga mempertimbangkan perputaran ekonomi, dan fokus pada penggunaan barang-barang dengan maksimal dan mengubah barangbarang yang telah dipakai menjadi barang lainnya. Sebab, menurutnya, sampah plastik merupakan bahan yang dapat digunakan kembali, didaur ulang, ataupun ditingkatkan efektivitas penggunaannya. ‘’Konsep circular economy (perputaran ekonomi - red) perlu dipertimbangkan, karena berpotensi lebih positif terhadap perekonomian daerah dan dapat menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat bila diolah dengan baik,’’ paparnya. (win)
Antisipasi Kerusuhan di Lapas
Pemeriksaan Pembesuk Diperketat, Napi Dilatih Kreatif
Banyuwangi (Bali Post) Kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Surakarta, Jawa Tengah, membuat jajaran Lapas Banyuwangi ikut siaga. Apalagi, penghuni di lapas ini sangat overload. Mengantisipasi kerusuhan, pengamanan pembesuk diperketat. Lalu, para narapidana (napi) diberikan beragam kesibukan kreatif. Salah satunya, membatik dan membuat aneka kerajinan berbahan kayu.
Jatuh dari Lantai Tiga, Buruh Cedera Pinggang
Denpasar (Bali Post) Kecelakaan kerja terjadi di Jalan Gunung Catur No. 18 Denpasar, Minggu (13/1) kemarin. Korbannya seorang buruh, Supasmito (66), asal Jember. Korban jatuh dari lantai tiga dan tergeletak di atas kanopi lantai dua rumah tersebut. Akibat kejadian ini, korban mengalami cedera di pinggang. Kapolsek Denpasar Barat (Denbar) AKP Johannes mengatakan, selama ini korban tinggal di Jalan Puputan Baru III A No. 4 Denpasar. Kronologinya, pada Minggu pukul 10.00 Wita, korban mulai mengerjakan penggantian automatis tower air yang ada di lantai tiga. Korban naik ke lantai tiga tempat tower tersebut menggunakan tangga. Kaki tangga dipijakkan pada sisi atas tembok rumah lantai dua. Sekitar pukul 12.00 Wita, korban selesai bekerja dan berencana turun dari tangga. Namun sebelum melangkah turun, kaki tangga bergeser dari posisi awal lalu jatuh menimpa atap kanopi lantai dua bersama korban. ‘’Saat jatuh pinggang kanan korban membentur tembok. Beberapa saat kemudian korban diturunkan dari lantai dua kemudian dibawa ke RSUD Wangaya. Informasi awal korban mengalami luka pada pinggang kiri dan bibir serta pinggang terasa sakit,’’ ungkapnya. (kmb36)
Bali Post/udi
ANTRE - Pembesuk antre di pintu masuk Lapas Kelas II B Banyuwangi, Sabtu (12/1).
Jumlah penghuni Lapas Banyuwangi mencapai 10.040 orang. Padahal, kapasitasnya hanya sekitar 250 orang. Dari sekian penghuni, hampir 50 persen adalah kasus narkotika dan obat-obatan terlarang. ‘’Penghuni yang overkapasitas inilah yang rawan konflik. Baik sesama penghuni maupun dengan pembesuk. Ini yang menjadi antisipasi serius kami,
menciptakan suasana nyaman bagi para napi,’’ kata Kepala Lapas Kelas II B Banyuwangi Ketut Akbar Herry Achjar, Minggu (13/1) kemarin. Dijelaskan, kondisi penghuni lapas yang melebihi kapasitas cukup rawan memicu gesekan. Karena itu, pihaknya berupaya memberikan suasana nyaman bagi para napi. ‘’Jadi,
para napi kita buat sibuk dengan kegiatan kreatif. Kita ajak beternak lele, membuat aneka kerajinan kayu hingga membatik,’’ jelasnya. Ada juga kegiatan berlatih musik dengan membentuk band. Harapannya, dengan dibuat sibuk, para napi tak memiliki kesempatan berpikir negatif. ‘’Mereka kita akan kreatif dan menghasilkan,’’ tegasnya. Selama menghasilkan produk, para napi ini mendapatkan upah, sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan seharihari. Kerajinan di lapas, lanjut Akbar, juga banyak menyerap tenaga. Total sekitar 30 orang. Mereka yang dipekerjakan ini rata-rata menjalani masa hu-
kuman di atas satu tahun. Bahkan, ada yang 10 tahun. Agar tak jenuh, mereka diberikan kegiatan kreatif. ‘’Kami juga selalu menjalin komunikasi dengan baik bersama napi. Jadi, tak ada jarak yang bisa memicu konflik,’’ jelasnya. Khusus pembesuk, lanjutnya, dilakukan beragam pengamanan ketat. Pihaknya mendapatkan alat deteksi X-ray untuk mengawasi kegiatan pembesuk, termasuk barang bawaan. Tujuannya, mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang ke lapas. Jam besuk juga diatur sesuai jenis pidana. Pidana umum jadwal besuk hanya tiga kali seminggu, begitu juga pidana khusus. (udi)
Diduga Melakukan Pelecehan Seksual
Cium Kaur, Oknum Sekdes Diadukan ke Polisi Negara (Bali Post) – Kasus dugaan pelecehan seksual kembali terjadi di wilayah hukum Polres Jembrana. Oknum sekretaris desa (sekdes) di salah satu desa di Kecamatan Jembrana berinisial IS diadukan ke polisi gara-gara diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap rekan kerjanya yang menjabat sebagai kepala urusan (kaur) berinisial RD. Oknum sekdes ini disebut-sebut mencium pipi korban di kantor. Saat kejadian itu korban sedang mengerjakan laporan rencana anggaran (RAB) desa di depan laptop dan
berada satu ruangan dengan pelaku. Saat sibuk mengerjakan RAB terkait papan nama kantor menggunakan aksara Bali itu, pelaku tiba-tiba berdiri di sebelah korban dengan posisi membungkuk sehingga wajah mereka bersentuhan (berciuman). Merasa dilecehkan, korban mengadukan kejadian tersebut ke atasannya yakni perbekel dan begitu juga ke suaminya. Menyikapi kejadian tersebut, perbekel setempat melakukan mediasi antarkeluarga pelaku dan korban disaksikan perangkat desa lainnya. Namun upaya kekeluargaan itu
buntu dan akhirnya diadukan ke Polres Jembrana. Camat Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra saat dikonfirmasi, Minggu (13/1) kemarin, membenarkan adanya hal itu. Saat mediasi pada Kamis (10/1) lalu, pihaknya juga sempat menengahi lewat telepon, baik dari keluarga korban maupun pelaku. Namun dari pihak keluarga memang bersikukuh tidak terima dan memilih melaporkan hal tersebut ke polisi. ‘’Sekdesnya juga saya tanya langsung, katanya memang ada kejadian tersebut. Namun disebutkan itu hanya bercanda,’’ terang Anom Sapu-
tra. Sebab, menurut pengakuannya, karena teman sekantor sebelumnya juga sering bercanda. Untuk kelanjutannya, pihaknya meminta kepada pelaku untuk kembali melakukan upaya perdamaian. Namun, karena tidak terima dan akhirnya berlanjut ke kepolisian. Jadi pihaknya menunggu dari keputusan polisi. Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Yusak A. Sooai saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengaduan korban tersebut. Menurutnya, ini bukan laporan melainkan pengaduan masyarakat dan masih ditindaklanjuti. (kmb26)
20 Rubuha Siap Dipasang di Subak Angligan Bali Post/ram
PELANTIKAN PENGURUS PDDI - Ketua Umum PB PDDI Pusat Komjen Pol. (Pur) Adang Dorojatun menyerahkan bendera simbol organisasi kepada Ketua Pengurus Daerah PDDI Bali Ketut Pringantara saat pelantikan Pengurus PD PDDI Bali di The Patra, Sabtu (12/1) lalu.
Pringantara, Ketua PDDI Bali
KETUT Pringantara mendapat mandat dan kepercayaan seba-gai Ketua Pengurus Daerah Perhimpunan Donor Darah Indonesia PD (PDDI) Bali masa bakti 2018-2023. Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Donor Darah Indonesia Pusat Komjen Pol. (Pur) Adang Dorojatun langsung melantik Ketua PD PDDI Bali berserta jajarannya di The Patra, Sabtu (12/1) lalu. Ketua Umum PB PDDI Pusat mengharap PDDI Bali yang melakukan pelayanan sosial kemanusiaan itu dengan menjaga saling asah asih asuh , bekerja optimal menghimpun darah dari pendonor sukarela, sehingga bisa menyiapkan kantong darah yang diperlukan warga yang sakit. Ketua PD PDDI Bali Ketut Pringantara menyambut antusias intruksi Ketua Umum PB PDDI Pusat itu. Di tengah stok darah menipis, pihaknya sendiri kini memiliki beban relatif berat. Walau tanggung jawabnya diakui tidak ringan, guru yoga dan meditator itu berjanji dengan segala potensi dan relasinya yang ada bekerja keras beserta jajarannya mengumpulkan darah guna membantu secara maksimal PMI yang akan menyalurkan ke rumah sakit. Dari rasio penduduk, PD PDDI Bali setidaknya perlu mengumpulkan darah hingga 80 ribu setahun. Pada pelantikan itu juga diberikan penghargaan kepada para pahlawan kemanusiaan, pendonor darah. Rata-rata di atas 100, malah istri Prof. A.A. Djelantik , Ketua PD PDDI Bali sebelumnya, sudah donor mendekati 200 kali. (ram)
Tabanan (Bali Post) Sejak digulirkan tahun 2018, pelestarian burung hantu jenis Tyto Alba di Desa Timpag Kecamatan Kerambitan sudah menjadi fokus utama program Umaurip. Pasalnya, keberadaan burung hantu ini bisa mengubah paradigma petani dalam mengatasi hama tikus dan mengurangi penggunaan zat kimia. Bahkan sampai saat ini sudah ada 19 rumah burung hantu (rubuha) yang dipasang di lahan pertanian di Desa Timpag dengan jarak 200 meter untuk masing-masing sarang. Hal ini perlu dilakukan karena burung hantu jenis Tyto Alba tidak bisa membuat sarang sendiri. Sehingga agar mereka mau menetap di satu lokasi, harus ada sarang untuk tempat mereka tinggal. ‘’Kalau yang ada di penangkaran masih ada enam ekor burung hantu berusia empat bulan, kalau sudah tujuh bulan baru dikurung di rubuha selama tiga hari sebelum nantinya dilepas,’’ jelas I Made Sutarma yang dipercaya sebagai petugas konservasi burung hantu, Minggu (13/1) kemarin. Pria yang akrab disapa Made Subur ini mengatakan, sebelum dilepas selama tiga hari burung hantu dikurung dalam rubuha untuk membiasakan burung
hantu. Agar nantinya setelah dilepas mereka bisa kembali ke rubuha. Dan rencananya di tahun 2019, akan ada 20 rubuha yang dipasang menyasar Subak Angligan. Di mana untuk pemasangan rubuha dilakukan bertahap lantaran dana pembuatan rubuha berasal dari swadaya masyarakat serta melalui kegiatan penggalian dana. Di mana untuk satu rubuha memerlukan biaya kisaran Rp 500 ribu sampai Rp 750 ribu. ‘’Akan ada 20 rubuha lagi menyasar Subak Angligan,’’ ucapnya. Selain membuatkan sarang, saat dalam penangkaran burung hantu ini juga dibiasakan untuk memangsa tikus. ‘’Pengenalan makanan pertama itu penting. Jika dikenalkan tikus, maka akan memangsa tikus,’’ jelasnya. Untuk pakan tikus selama ini, kata Sutarma, tidak mengalami kendala. Karena tidak jarang masyarakat ada yang membawakan tikus hasil tangkapan di rumah ataupun dari sawah. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pakan burung hantu, pria yang memang penghobi burung ini juga mengaku memiliki ternak tikus putih. ‘’Sekarang ada 100 ekor indukan tikus putih,’’ ucapnya. Jika ternak tikusnya belum memadai untuk dijadikan
Bali Post/bit
FOTO SELFIE - Sejumlah pengunjung Umaurip memanfaatkan kesempatan foto selfie dengan burung hantu Tyto Alba. pakan, Sutarma pun kerap membeli di peternak lainnya di wilayah Kecamatan Baturiti. ‘’Dana pembelian pakan bersumber dari donasi pengunjung, apalagi banyak masyarakat yang datang untuk sekadar selfie dengan membawa burung hantu, dan selama ini tidak ada
kendala untuk pakan tikus, biasanya satu burung hantu diberi makan dua ekor tikus tiap harinya,’’ ucapnya. Terkait pelestarian burung hantu Tyto Alba, Camat Kerambitan I Gede Sukanada menambahkan, tahun 2019 ini ada pendampingan dana desa
sebesar Rp 17 juta per tahun untuk ketersediaan pangan burung hantu. Diharapakan dengan pendampingan tersebut tujuan awal pelestarian burung hantu untuk mewujudkan sektor pertanian organik di Kecamatan Kerambitan bisa terwujud. (kmb28)
OPINI
6
Senin Wage, 14 Januari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Perlu Terobosan Atasi Pengangguran PENGANGGURAN sudah merupakan isu nasional di Indonesia. Tak hanya berpendidikan tinggi (S-1), pengangguran juga disumbang tamatan SMK. Bahkan menurut Kadis Pendidikan Bali TIA Kusuma Wardhani, bahwa penyumbang pengangguran tertinggi di Indonesia adalah lulusan SMK. Fakta ini sungguh sangat mencengangkan. Sebab, kita tahu, SMK didirikan untuk menyediakan SDM siap kerja. Bahkan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan mengucurkan dana yang sangat besar untuk pendidikan vokasi ini. Jumlahnya pun melebihi anggaran untuk sekolah umum (SMA). Namun faktanya, pendirian SMK belum mampu menjawab permasalahan mengatasi pengangguran. Artinya, dengan fakta yang ada sekarang bahwa lulusan SMK belum bisa diterima pasar kerja. Ini tentu harus menjadi evaluasi bagi pengelola SMK. Baik terhadap kurikulum yang diajarkan maupun para pengajarnya. Soal kurikulum, misalnya. Harus menyesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja. Harus lebih banyak praktik daripada teori. Praktiknya pun harus berhadapan dengan kondisi yang sama dengan lapangan, sehingga nantinya mereka tidak kagok ketika berhadapan dengan pekerjaan. Kedua soal pengajar. Seperti yang sudah banyak disampaikan, untuk melahirkan lulusan SMK siap pakai, maka guru yang mengajar harus guru produktif. Artinya, mereka yang sudah punya pengalaman kerja di lapangan dan berhasil dalam profesi yang digeluti. Baik sebagai pekerja maupun sebagai manajer. Mengapa guru produktif, karena merekalah yang sebenarnya tahu lapangan. Tidak sekadar teori, tetapi sudah terbukti berhasil dalam melaksanakan pekerjaan. Beda dengan guru sekolah yang lebih banyak mengajar teori. Sebab, mereka berasal dari profesi guru, bukan dari praktisi. Selain lebih banyak pengajaran tentang praktik, guru produktif juga mengajarkan para siswanya tentang etos kerja, disiplin, kejujuran dan tidak gampang menyerah. Ini harus ditanamkan pada mereka. Sebab, di dunia kerja akan banyak tantangan. Tidak sekadar pekerjaan, juga membina hubungan dengan teman, menghormati atasan serta tanggung jawab dalam tugas yang dilandasi kejujuran, kerja keras serta disiplin. Kondisi yang ada sekarang, mestinya juga disikapi oleh pemerintah. Sebab, sering kali keputusan penting dalam pendidikan lebih banyak dilakukan birokrasi. Sementara masyarakat pendidik tidak cukup memahami maksud kebijakan baru dalam pendidikan. Akibatnya, anak-anak jadi korban kebijakan yang coba-coba. Salah satu dampak dari kondisi ini, munculnya sorotan bahwa keluaran dunia pendidikan tidak nyambung dengan kebutuhan dunia kerja (pasar). Hal ini ditengarai menjadi salah satu faktor penyebab tingginya lulusan yang masih menganggur, karena kurang siap dengan dunia kerja sesungguhnya. Tak hanya SMK, sorotan serupa juga diarahkan pada perguruan tinggi. Banyak lulusannya juga menjadi penganggur. Hal ini sudah disadari Kemenristek Dikti. Mereka mulai membuka pendidikan vokasi lebih banyak, yang menekankan pada keterampilan sampai pada sangat mengkhusus. Tujuannya untuk melatih keterampilan para peserta didik kepada keterampilan yang paling khusus. Kita berharap keinginan itu segera diwujudkan agar kelak jumlah pengangguran di Indonesia bisa lebih ditekan. Jadi, di samping politeknik dan pendidikan diploma, jalur vokasi yang menekankan keterampilan di perguruan tinggi ini harus benar-benar diwujudkan. Karena dengan cara itulah perguruan tinggi akan mampu memberikan sumbangan untuk mengurangi pengangguran di negeri ini.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Mempertanyakan Penambangan Pasir Laut Sebagai warga Canggu, saya kaget membaca headline Bali Post halaman 1, terbitan Sabtu (12/1) dengan judul ‘’Pemprov Akui Ada Rencana Penambangan Pasir Laut dari Canggu Sampai Kediri’’. Pada alinea kelima berita tersebut tertera bahwa dokumen Rancangan Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) berisi rencana satu titik zonasi pertambangan pasir laut, yakni dari Canggu sampai Kediri. Saya mempertanyakan, apa pertimbangannya pasir laut Canggu menjadi sasaran penambangan. Mohon penjelasan pihak terkait. Hal ini penting karena saya sebagai warga yang awam tentang pengetahuan laut ingin tahu pasti apa alasannya laut Canggu jadi sasaran. Misalnya, jika pasir dikeruk apa imbasnya, positifkah atau negatif. Kalau menurut saya, pasti akan menyakiti alam laut itu. Setelah itu alam akan mencari upaya penyembuhan alias keseimbangannya lagi. Ketut Werta Canggu, Kuta Utara
Revitalisasi ”Link and Match’’ Atasi Pengangguran SMK Sungguh terkejut membaca berita Bali Post yang terbit Kamis (3/1), menurunkan judul ‘’Lulusan SMK Penyumbang Terbesar Pengangguran’’. Semula hanya dengan melihat judul penulis kurang yakin akan kebenaran berita tersebut, mengingat jargon SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang selama ini kita kenal lulusannya adalah penyuplai tenaga kerja dan siap kerja. Tetapi setelah dilanjutkan membaca, di situ ketemu yang memberikan pernyataan adalah seorang pemegang otoritas (Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga TIA Kusuma Wardhani) akhirnya semakin yakinlah bahwa yang dimaksudkan itu memang begitu adanya. Belakangan ini pemerintah sempat dijuluki menganakemaskan SMK lantaran bantuan yang dikucurkannya kelewat sering dibandingkan yang diberikan kepada sekolah umum. Malah pernah saya baca di media, porsi keberadaan SMK dan SMA diupayakan 70 berbanding 30. Itu artinya pemerintah sudah sangat concern dengan SMK sebagai sekolah yang hendak menelurkan tenaga-tenaga terampil siap pakai dan tentu saja mengarah pada niat mengurangi pengangguran terdidik. Lalu, apanya dan di mananya yang salah sehingga lulusan SMK belum mampu memenuhi harapan pemerintah tersebut?
Oleh
Romi Sudhita elentingan di masyarakat nyaring terdengar bahwa hal itu disebabkan perbandingan mata pelajaran teori dan praktik belum seperti yang diidealkan. Kasarnya, masih lebih mengutamakan teori ketimbang praktik, sehingga muncul julukan SMK sastra. Terhadap yang satu ini sepertinya belum tentu benar seratus persen, mengingat pemerintah secara intensif telah menggelontorkan berbagai macam alat praktikum ke sekolahsekolah (SMK). Di samping itu, gurunya pun sudah teramat sering diberikan pelatihan-pelatihan, ada yang dipanggil ke Jakarta, Makassar, dan ke tempat-tempat yang lain. Kurang Mandiri Dugaan berikutnya muncul jumlah murid yang diterima kelewat banyak, lebih berorientasi pada kuantitas ketimbang kualitas.
Apalagi ada desakan dari atas (Pemprov) agar anak-anak lulusan SMP yang berkeinginan melanjutkan ke SMK, terutama anak-anak miskin agar diterima semua. Itu terjadi pada PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun lalu. Akibatnya, ya… itu tadi murid berdesak-desakan duduk pada sebuah rombel alias rombongan belajar. Akibat lebih jauh sudah dapat diprediksi, pembelajaran tidak akan berjalan secara intensif. Apalagi kalau sudah sampai pada pelajaran praktik, banyak siswa yang menunggu giliran teman-teman lainnya. Ini semua akan berujung pada kualitas hasil pembelajaran yang tidak optimal. Sementara itu, ada juga yang menuding pengangguran lulusan SMK membengkak dikarenakan minimnya dunia usaha dan dunia industri (dudi) yang memanfaatkan keahlian mereka (lulusan SMK). Anggapan seperti ini pun segera
dimentahkan oleh harapan perolehan pengetahuan dan keterampilan (skill) di SMK yang fokusnya mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri. Misalnya, membuka laundry, membuat jajan Bali yang inovatif, menciptakan askesori upakara keagamaan yang layak jual, membuka perbengkelan secara kecil-kecilan, dsb. Yang penting sekarang solusi apa yang bisa kita tawarkan terhadap permasalahan pengangguran terdidik lulusan SMK? Ketika Departemen (sekarang Kementerian) Pendidikan dan Kebudayaan dipimpin oleh Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro, 1993– 1998, sang menteri sangat getol ‘’mengampanyekan’’ kebijakan yang diberi nama Link and Match. Kalau diterjemahkan secara bebas, Link itu dapat diartikan keterhubungan atau memiliki hubungan, sedangkan Match tiada lain upaya penyesuaian. Jadi, Link
and Match itu dimaksudkan agar lulusan-lulusan anak sekolahan, terutama SMK dan sekolah vokasi lainnya dapat terhubung, nyambung, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar yang berada pada ranah dunia usaha dan dunia industri (Dudi). Kalau sudah berbicara kebutuhan ‘’pasar’’ spontans di benak kita akan bergelimang yang namanya kerja, kerja, dan kerja (meminjam istilah Presiden Jokowi). Angkat beban berat, peluh mengucur deras, itu sudah biasa pada dunia kerja. Rasa priyayi dikesampingkan, makna selembar kertas yang bernama ijazah juga dipendam di laci lemari. ”Link and Match’’ Prof. Wardiman memberikan arti Link and Match sebagai suatu upaya peningkatan mutu agar kompetensi siswa sesuai dengan tantangan globalisasi. Intinya, kita sebagai negara yang sudah tergolong besar agar mampu bersaing atau berkompetisi di kancah internasional, dan porosnya ada dan dimulai dari dunia pendidikan. Itu artinya profil lulusan sekolah (SMK) diupayakan memiliki wawasan yang luas dan kompetitif dengan ciri-ciri sebagai berikut. Memiliki sikap etika kerja (work ethic), memiliki motivasi untuk mencapai sesuatu (achievement motivation), penguasaan materi (mastery), memiliki sikap kompetitif (competitiveness), sadar akan arti uang (money beliefs), sikap menabung (attitude to saving). Satu lagi yang penting, bahwa sikapsikap seperti ini tidak saja harus dimiliki oleh para siswa melainkan juga oleh kalangan pendidik atau
guru. Begitu juga jika kurikulumnya dinilai sudah usang dan tidak relevan lagi dengan kebutuhan zaman now, ya... tak ada salahnya dirombak kemudian digantikan dengan kurikulum yang lebih gress dan lebih menjanjikan. Apabila dipetik patisari dari konsep atau kebijakan yang dikemukakan Wardiman, nyata sekali bahwa yang harus ada pada diri siswa adalah penguasaan materi berupa pelajaran teori dan praktik, sikap kerja dan sikap bermotivasi meraih hasil yang tinggi, hingga upaya memproteksi hasil capaian berupa uang dan sesuatu yang berharga lainnya. Kegemaran menabung, kira-kira seperti itu. Jika ini sudah ada pada diri setiap siswa, diyakini wawasan mereka akan semakin terbuka, berpandangan luas, dan tidak hanya terkungkung oleh cita-cita menjadi PNS serta berburu kerja kantoran. Sekalipun pada awalnya harus berkutat dengan kerja tambal ban, ya… tidak mengapa yang penting ada konsep dalam diri siswa ‘’untuk menjadi besar harus diawali dengan yang kecil terlebih dahulu’’. Ingat, kisah si konglomerat Chairul Tanjung, yang kini bertengger sebagai orang terkaya nomor tiga di Indonesia, berawal dari usaha fotokopi kecilkecilan di kampusnya tempat ia menimba ilmu. Justru karena itu, mutiara adiluhung yang pernah digaungkan oleh Wardiman Djojonegoro perlu disemangati ulang dan perlu direvitalisasi sehingga barisan pengangguran lulusan SMK tidak bertambah panjang. Penulis, pemerhati pendidikan dan pengamat perilaku
Catur Guru, Kunci Keberhasilan Pendidikan POJOK
KEGAGALAN-KEGAGALAN pendidikan ini diakibatkan oleh begitu banyak faktor. Tidak ada yang seharusnya dijadikan kambing hitam. Jika melihat kembali, siapa saja yang berperan dalam proses pendidikan, maka akan ditemukan empat guru yang bertanggung jawab. Dalam konsep filsafat Hindu, empat guru ini dikenal dengan Catur Guru. Mengapa empat guru ini penting untuk diingat kembali dalam proses pendidikan? Karena empat guru ini mempunyai peran yang vitalnya masingmasing dalam keberhasilan pendidikan. Guru Rupaka adalah guru yang melahirkan kita, orangtua. Dalam masa hidup manusia, orangtualah yang paling banyak mempunyai banyak waktu dalam melakukan pendidikan. Karakter anak dibentuk oleh orangtua. Sikap anak ditentukan oleh sikap orangtuanya. Menurut Megawangi (dalam Prashanti, 2018, J. Obsesi. Pembentukan Karakter Anak Usia Dini. p.13), disebutkan bahwa anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter bila ada di lingkungan yang berkarakter. Sebagai lingkungan yang pertama, maka orangtua mempunyai kewajiban dalam membangun pondasi karakter yang kuat dan baik. Dengan pondasi yang baik, niscaya kebangunan karakter akan baik. Guru Pengajian adalah guru yang memberikan pembelajaran di sekolah. Setelah terbangun fondasi yang kuat, guru di sekolah akan menguatkan kembali karakter yang telah terbentuk. Sehingga guru tidak membentuk dari awal, ataupun memperbaiki karakter yang kurang dari segi norma aturan yang ada. Sederhananya, guru di sekolah tidak hanya mematangkan karakter tetapi melatih kompetensi dan keterampilan yang akan diperlukan dalam kehidupan di masa depan. Salah satu kompetensi yang seyogianya wajib dikuasai oleh anak adalah kemampuan beradaptasi
Oleh
Adi Soekariawan dengan masalah dan menyelesaikan masalah tersebut. Selain itu, pengembangan kemampuan literasi pun wajib diberikan. Sehingga perubahan problematika apapun yang terjadi di masa depan mampu dikelola dengan baik oleh anak. Dengan kemampuan literasi yang baik, anak tidak mudah emosional dalam menanggapinya. Yang ketiga adalah Guru Wisesa, yaitu pemerintah. Regulasi atau peraturan yang baik diterapkan dengan baik, diawasi dengan cermat dan seksama, penuh dengan kejujuran tanpa ada kepentingan pihak tertentu atau berintegritas adalah idealnya. Namun, jika diamati lebih jeli, maka akan terasa sekali regulasi yang tumpang tindih dan hanya menguntungkan beberapa pihak. Membuat anggaran yang sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003, merupakan kewajiban pemerintah. Faktanya, berdasarkan Neraca Pendidikan Daerah (www.npd.kemdikbud.go.id), Provinsi Bali belum menganggarkan dua persen untuk pendidikan. Tercatat Provinsi Bali menganggarkan 13,78 persen anggaran pendidikan tanpa transfer daerah. Tidak hanya Bali, daerah lain di Indonesia masih banyak yang belum 20 persen. Kerja sama antara orangtua, guru dan pemerintah merupakan kunci dari keberhasilan pendidikan. Saat ini orangtua memang telah dilibatkan dalam komite sekolah, namun komite ini terlihat sekali perannya selalu berhubungan dengan keuangan. Padahal diskusi sistem pembelajaran, program pengembangan kompetensi, termasuk peningkatan mutu guru di sekolah juga penting untuk dilakukan bersama dengan orangtua siswa. Pemerintah
dalam mengambil suatu kebijakan belakangan ini terasa tergesa-gesa dan prematur. Semoga saja bukan karena dipolitisasi oleh beberapa pihak yang berkepentingan. Keterlibatan guru dan orangtua dalam mengambil kebijakan sangat minim dilakukan, sehingga dampaknya meleset. Bahkan cenderung menjauh dari kondisi ideal yang diharapkan. Penelitian dan pengembangan dalam pengambilan keputusan sebaiknya dilakukan dengan lebih baik, dengan sampling yang baik, tidak hanya berpusat di Jawa. Kebijakan zonasi yang sedang dan akan dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ideal untuk daerah yang mempunyai rasio jumlah guru dan siswa yang sesuai. Tetapi untuk daerah yang belum ideal belum ada kepastian. Di sisi lain, kebijakan zonasi terasa mewakili beberapa guru yang kebanyakan tak mau pindah tempat tugas. Padahal saat melamar CPNS terdapat surat pernyataan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah melalui Kemdikbud sebaiknya menyediakan forum seperti sebuah petisi yang mengajak seluruh guru di Indonesia sebelum dibuatkan sebuah kebijakan. Sebagai negara yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, negara ini sangat yakin dengan keberadaan Beliau. Guru Swadyaya, yaitu Tuhan. Dalam pembukaan UUD 1945 telah tersurat dengan jelas, bahwa kemerdekaan adalah atas rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Maka dalam hal ini, keberhasilan pendidikan kita juga nantinya adalah atas kuasa Tuhan Yang Maha Tahu. Dengan kerja sama tiga guru, dan rahmat satu guru, niscaya pendidikan di Indonesia akan mampu mencerdaskan setiap insan Indonesia.
Pemda jangan sembarangan keluarkan rekomendasi penambangan pasir laut. - Jangan tabrak visi Gubernur Koster. *** Di Bali, Bank Indonesia kembangkan 13 klaster pertanian. - Tinggal tunggu hasilnya. *** Perusahaan penerbangan di Indonesia sepakat turunkan harga tiket. - Keamanan dan keselamatan tak boleh turun.
Penulis, pendidik di SMAN 3 Denpasar
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Senin Wage, 14 Januari 2019
Kopi Produk BUMDes Mulai Masuk Toko Modern
SOSOK
Tabanan (Bali Post) -
Empat BUMDes dengan dikoordinir Perusahaan Daerah Dharma Santhika (PDDS) Tabanan telah mampu mengemas dengan baik kopi Pupuan. Produk dengan brand ‘’Kopi Kita Serasi’’ tersebut bahkan telah berhasil menembus toko modern berjaringan di Bali sejak Desember 2018.
Wisata Bunga SELAIN pertanian padi dan hortikultura, Kecamatan Marga ternyata memiliki potensi florikultura. Dengan pengelolaan yang baik, florikultura ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tanaman hias dan bunga untuk persembahyangan, tetapi menjadi tempat kunjungan wisata. Potensi wisata bunga ini sudah mulai dilirik petani di Marga. Camat Marga I Gusti Agung Alit Adiatmika, Minggu (13/1) kemarin mengatakan, di Marga sudah ada tiga desa yang mengembangkan wisata bunga. ‘’Sudah banyak pengunjung yang datang sekadar untuk berfoto di taman bunga yang ditata oleh petani,’’ jelas Alit. Melihat potensi ini, pihaknya tentu tidak berpangku tangan. Untuk mendorong petani semakin kreatif memaksimalkan potensi lahan, petani diberikan pendampingan, salah satunya terkait pemanfaatan lahan kering atau menangani masalah kekurangan air. ‘’Tidak semua lahan pertanian di Marga mendapatkan air yang cukup, sehingga akhirnya tidak bisa ditanam padi. Dengan dorongan masing-masing perbekel, petani didorong untuk menanam tanaman yang produktif selain padi, salah satunya bunga. Sementara kecamatan memberikan pendampingan,’’ ujar Alit. Dana pembinaan ini diambil dari dana PIK pusat. Sayangnya karena turunnya dana sedikit terlambat yaitu akhir November, tidak semua dana PIK tahun 2018 bisa digunakan secara maksimal dan akhirnya dikembalikan ke pusat. Diharapkan tahun ini dana PIK dari pusat ini bisa terserap maksimal. Dengan adanya pengembangan wisata bunga, Kecamatan Marga bisa menyumbangkan destinasi wisata baru di Tabanan. Apalagi kini pihaknya sedang gencar mendorong desa-desa di Marga untuk menjadi desa wisata. ‘’Misalkan jalur trekking, bisa dikembangkan Desa Bantanyuh karena view desanya sangat mendukung, Petiga dengan tanaman hiasnya serta rumah desa di Desa Baru,’’ jelas Alit. (san)
Difungsikan, Dua SMPN Baru di Tabanan dan Kediri
Tabanan (Bali Post) Dua SMP negeri baru yakni SMPN 6 Tabanan yang berlokasi di eks gedung SDN 3 Dajan Peken, Kecamatan Tabanan dan SMPN 5 Kediri di eks gedung SDN 5 Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Jumat (11/1) lalu sudah mulai digunakan sebagai tempat belajar mengajar. Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan pun telah menyiapkan kepala sekolah untuk dua sekolah tersebut. ‘’Dari awal memang sudah kami harapkan agar dua sekolah ini sudah bisa ditempati awal tahun 2019, dan akhirnya bisa terwujud. Sudah kami upacarai Senin lalu,’’ ucap Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Gede Susila. Dijelaskannya, dua sekolah tersebut juga telah dilengkapi sarana dan prasarana, dengan anggaran total Rp 2 miliar. Tak hanya itu, para guru seluruh mata pelajaran juga sudah siap mengajar. ‘’Seluruh sarana sudah siap, termasuk guru dan kepala sekolah sudah dirapatkan
untuk satukan persepsi,’’ terangnya. Dengan sudah berfungsinya gedung baru tersebut, diharapkan masalah dalam PPDB dapat dihindari. Kedua sekolah baru ini didirikan dengan latar belakang banyaknya lulusan SD di Kecamatan Kediri dan Kecamatan Tabanan yang tidak tertampung di wilayah tersebut. ‘’Rata-rata siswa yang dibawa ke SMPN 6 Tabanan dari SMPN 1 Tabanan. Begitu juga siswa dari SMPN 1 Kediri ke SMPN 5 Kediri, merasa senang. Tidak ada yang keberatan,’’ beber Susila. SMPN 6 Tabanan memiliki 156 siswa dan terdiri dari 4 kelas. Sedangkan SMPN 5 Kediri jumlah siswanya 130 siswa dan terdiri dari 5 kelas. Seperti diketahui, Pemkab Tabanan mengambil langkah menyediakan dua SMP negeri baru lantaran kisruh PPDB 2018 khususnya di Kecamatan Kediri dan Kecamatan Tabanan. Kala itu sekitar 700 lebih lulusan SD tidak bisa diterima di dua kecamatan tersebut. (kmb28)
Direktur PDDS Tabanan Putu Sugi Darmawan mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan 134 karton dengan jumlah 3.216 pcs Kopi Kita Serasi ukuran 250 gram ke toko modern. ‘’Masih diuji coba selama tiga bulan, apakah bisa diterima pasar dan bisa bersaing dengan produk kopi lain,’’ ujarnya, Minggu (13/1) kemarin. Selain ke toko modern, Kopi Kita Serasi juga sudah tersedia di 180 toko kelontong di kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan). Serapannya rata-rata 100 kopi bubuk per bulan. Selain menjual produk
Kopi Kita Serasi ke toko modern dan toko kelontong, menurut Sugi, produk ini juga menjadi langganan item bingkisan hari raya Galungan bagi 1.050 karyawan Bank BPD Bali. Ini sudah berlangsung selama tiga kali hari raya Galungan. Mulai banyaknya masyarakat yang melirik produk kopi Tabanan tidak terlepas berkat kepedulian Pemkab Tabanan untuk memberdayakan produk olahan petani dengan mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbub) No. 12 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati No. 40 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Perda
No. 1 Tahun 2016 tentang Penataan Toko Modern. Dalam salah satu pasal dalam Perbup tersebut, toko modern yang beroperasi di Kabupaten Tabanan wajib mengadakan kemitraan dengan UMKM dan BUMDes, dengan memasarkan produkproduk yang dihasilkan. Dipaparkan Sugi, Kopi Kita Serasi saat ini dipasok oleh empat BUMDes di Kecamatan Pupuan, yaitu BUMDes Sri Sedana Munduk Temu, BUMDes Tugu Sari Pajahan, BUMDes Jaya Abadi Kebon Padangan dan BUMDes Batumesari Batungsel. Produk ini dikemas, dibranding dan didistribusi-
kan oleh PDDS Kabupaten Tabanan. Kopi Kita Serasi diproduksi dari biji kopi pilihan yang dijamin keasliannya dari kopi robusta Pupuan yang memiliki rasa khas dan telah tersertifikasi Indikasi Geografis sebagai jaminannya. Setiap BUMDes sebagai produsen kopi bubuk ini juga diberikan SOP oleh PDDS untuk menjamin kualitas, kuantitas dan kontinuitas produk. Masuknya produk kopi Tabanan ke toko modern, diharapkan bisa menggairahkan produktivitas serta merangsang BUMDes penghasil kopi lainnya di Kecamatan Pupuan, khususnya dan Tabanan pada umumnya, untuk berinovasi dan mengasilkan produk kopi terbaik. Sementara itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti berharap masyarakat
Bali bisa mencintai produk asli Bali dengan membeli dan mengkonsumsi Kopi Kita Serasi ini, serta produk lainnya yang dihasilkan UMKM dan BUMDes Kabupaten Tabanan. Jika masyarakat mencintai produk asli Bali, akan mampu mempercepat perputaran ekonomi kerakyatan di Kabupaten Tabanan khususnya dan Bali pada umumnya. ‘’Kami juga berharap jaringan toko modern lainnya bisa segera menyusul dan melakukan MoU dengan Pemkab lewat PDDS selaku penyalur produk BUMDes, UMKM dan produk pertanian tabanan lainnya, sebagai komitmen untuk segera ikut serta memasarkan produkproduk yang ada. Untuk itu, dukungan OPD terkait juga sangat diharapkan,’’ ujarnya. (kmb24)
PERMAINAN ANAK - Wahana permainan anak di UMaurip Subak Celem Manik, Desa Timpag.
Bali Post/bit
Potensi Pariwisata Desa Timpag Terus Dikembangkan Tabanan (Bali Post) Desa Timpag Kecamatan Kerambitan memiliki potensi alam yang sangat besar. Kondisi lingkungannya masih alami dan belum banyak tersentuh pembangunan akomodasi pariwisata. Tak hanya itu, masyarakat setempat memiliki komitmen kuat mempertahankan sektor pertanian. Komitmen ini dituangkan dalam pararem. Berbekal potensi itu, Pemerintah Kecamatan Kerambitan berupaya mengembangkan potensi Desa Timpag. Pengembangan diawali program UMaurip yang di dalamnya ada pelestarian burung hantu, kuliner babi hitam dan jogging track yang telah diluncurkan tahun 2018. Kini potensi Desa Timpag kembali dikembangkan dengan sinergi destinasi wisata lainnya yang telah dikelola oleh komunitas seperti Undagi Farmes Village yakni destinasi wisata religi berupa pancuran
bermata tujuh di Banjar Undagi, destinasi D’Bendungan yang membangkitkan pengelolaan bendungan Telaga Tunjung dengan penyediaan spot selfie dengan view bendungan berlatar belakang panorama Gunung Batukaru dan dilengkapi kuliner khas Kerambitan. Tidak ketinggalan pula, destinasi river tubing dengan memanfaatkan saluran irigasi bersumber langsung dari air Telaga Tunjung. ‘’Keempat destinasi wisata ini yang coba kami sinergikan yang dinamakan Alam Timpag, agar ke depan tidak ada rasa persaingan,’’ ujar Camat Kerambitan I Gede Sukanada, Minggu (13/1) kemarin di sela-sela acara charity desa yang berlangsung di Subak Celem Manik, Desa Timpag. Menurutnya, kegiatan penggalian dana untuk pengembangan desa ini merupakan pre event Festival Kerambitan ke-5 yang akan
digelar Oktober mendatang. ‘’Kegiatan bazar dengan menu babi hitam dan jukut gonda ini bekerja sama dengan pelaku pariwisata dengan tujuan mendapat masukan dan arah pengembangan alam Timpag,’’ ucapnya. Rencananya kegiatan yang juga bertujuan lebih mengenalkan alam Timpag ini akan digelar rutin dengan lokasi bergilir dari empat destinasi wisata setempat. ‘’Kami di pemerintah kecamatan hanya bertugas mengemas, sehingga ada satu kesatuan dan membantu mempromosikan serta mempaketkan kegiatan mereka. Karena nantinya alam Timpag ini akan dikelola oleh badan pengelola yang dibentuk oleh desa dinas. Tentu dilengkapi regulasi sehingga tidak tumpang tindih nantinya,’’ terangnya. Dengan sinergitas wisata alam Timpag, ke depan kunjungan wisatawan yang selama ini terpencar,
bisa lebih terarah. Artinya, tidak hanya fokus pada satu destinasi saja, melainkan menjadi sebuah paket wisata. Apalagi belakangan ini alam Timpag sudah mulai didatangi pengunjung, mulai dari wisatawan lokal hingga mancanegara. Lebih lanjut Sukanada menjelaskan, jika potensi desa ini sudah kuat dan berjalan sesuai harapan, barulah akan diusulkan menjadi desa wisata. Sebab, sebuah desa wisata haruslah dirintis dengan kesiapan potensi desa, penguatan sumber daya masyarakat lokal serta sistem atau regulasi. Hal ini sangat penting, mengingat sejumlah desa wisata lainnya belum maksimal dari sisi pengelolaan. ‘’Untuk alam Timpag ini saya ingin kuatkan dulu potensi dan sistemnya, barulah diusulkan jadi desa wisata. Target 2020 kami ajukan. Biar siap dulu semuanya,’’ tegasnya. (kmb28)
BULELENG
8
Senin Wage, 14 Januari 2019
Belum Lakukan Perekaman E-KTP, 19 Ribu Warga Terancam Tak ”Nyoblos” Singaraja (Bali Post) – Kesadaran penduduk di Buleleng melakukan perekaman eKTP, nampaknya masih kurang. Terbukti, lebih dari 19 ribu jiwa penduduk wajib KTP belum melakukan perekaman data kependudukan. Ribuan warga di Bali Utara, itu sekarang terancam tidak bisa memilih dalam laga Pemilu 2019 April mendatang, kalau mereka tidak melakukan perekaman ke kecamatan atau di kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng. Dari data yang dikumpulkan di lapangan akhir pekan lalu, jumlah penduduk wajib KTP 597.913 jiwa. Namun, hingga sekarang baru 577.942 jiwa penduduk sudah melakukan perekaman e-KTP. Jadi, sisanya 19.971 jiwa penduduk belum lakukan perekaman. Kepala Disdukcapil Buleleng Putu Ayu Reika Nurhaeni mengakui, kemauan penduduk lakukan wajib lakukan perekaman e-KTP memang wajib ditingkatkan. Padahal, Disdukcapil sendiri selain mengandalkan pelayanan di kantor Disdukcapil, juga di masing-masing kecamatan juga pihaknya melayani dengan model “jemput bola”. Layanan perekaman data kependudukan itu juga sering digelar ketika ada kegiatan pemerintah dan swasta di desa atau dimana saja. Upaya ini dilakukan agar kesempatan warga merekam eKTP lebih leluasa. Hanya, upaya action itu belum memberikan hasil sesuai harapan. “Hampir semua peluang dan kesempatan sudah kita sasar untuk memberikan ruang pelayanan perekaman data kependudukan secara lebih luas. Namun, kesadaran warga memang perlu ditingkatkan. Kami sudah sering sosialisasikan dengan perekaman itu. Tidak saja saat mendapat e-KTP. Sebab, kami tahu hampir semua urusan administrasi pelayanan publik itu perlu e-KTP,” katanya. Mantan Camat Banjar ini menambahkan, banyaknya warga yang belum melakukan perekaman e-KTP, bisa saja ini akan mengancam penduduk bersangkutan tidak bisa menyalurkan hak suaranya pada pencoblosan pemilu mendatang. Untuk itu, pihaknya mengingatkan kembali agar warga segera melakukan perekaman sebelum pencoblosan pemilu 17 April 2019 mendatang. Kalau sudah melakukan perekaman, namun e-KTP belum dicetak, maka penduduk bersangkutan bisa “nyoblos”. Ini sesuai peraturan KPU No. 37 Tahun 2018 yang mengatur penduduk yang belum memiliki e-KTP, tetapi sudah melakukan perekaman data kependudukan, maka bisa memilih menggunakan Surat Keterangan (Suket) yang diterbitkan Disdukcapil. Selain suket, penduduk bersangkutan data kependudukannya harus sudah masuk daftar pemilih yang ditetapkan KPU. “Kalau tidak ingin hak suara hilang, kami ingatkan silakan melakukan perekaman. Kalau data sudah di-input dalam sistem komputerisasi, maka sebelum e-KTP terbit penduduk bisa nyoblos. Sebab, Disdukcapil wajib menerbitkan suket pengganti e-KTP yang belum terbit,” jelasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
PEREKAMAN E-KTP - Lebih dari 19 ribu jiwa penduduk yang sudah wajib KTP, sampai tahun ini belum melakukan perekaman data kependudukan untuk mendapatkan e-KTP. Kalau tidak melakukan perekaman sebelum pencoblosan pemilu 2019, ribuan jiwa penduduk ini terancam kehilangan hak suara mereka.
Bali Post/ist
EVAKUASI KORBAN – Polisi mengevakuasi korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) Out of Control di Jalan Singaraja-Bedugul Km 13.00 wilayah Banjar Dinas Pererenan Buntu, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Sabtu (12/1) lalu.
Sepeda Motor Terjun ke Jurang
Ayah, Ibu dan Balita Meninggal Dunia
Singaraja (Bali Post) –
Warga Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada mendadak heboh menyusul kecelakaan lalu lintas (lakalantas) Out of Control (OC), Sabtu (12/1) lalu. Sepeda motor Honda Vario DK 4778 AAA yang dikendarai lima orang itu terjun ke jurang dengan kedalaman sekitar 19 meter dari atas jalan Singaraja-Bedugul Km 13.00 wilayah Desa Gitgit. Akibat kejadian itu, seorang ibu dan anak balitanya meninggal dunia. Pengendara yang sebelumnya dirawat di rumah sakit akhirnya juga meninggal dunia, sehingga lakalantas di awal tahun ini merenggut tiga orang korban jiwa sia-sia di jalan. Sedangkan dua korban lainnya sampai Minggu (13/1) kemarin masih menjalani perawatan intensif di RSUD Buleleng. Informasi dikumpulkan di lapangan, korban kecelakaan ini merupakan satu keluarga asal Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja. Dua korban yang lebih awal meninggal dunia yakni Alhidayah (37) dan anaknya, Zafira Mascatty (2). Sementara pengendara sepeda motor Failasuf Mascatty (39) dinyatakan meninggal dunia dini hari kemarin sekitar pukul 03.30 Wita. Sedangkan dua anaknya yang lain masing-masing Zairah Mascatty (6) serta Zaheen Mascatty (5) mengalami luka parah dan masih menjalani perawatan intensif di rumah
sakit. Salah satu warga di lokasi kejadian, Komang Budiarta, menceritakan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.00 Wita. Dirinya tidak mengetahui pasti bagaimana sampai sepeda motor yang dikendarai satu keluarga itu terjun ke dalam jurang. Namun, tibatiba dirinya mendengar suara benturan keras. Ia bersama temannya berusaha memastikan kejadian tersebut. Saat itu ditemukan korban yang merupakan satu keluarga mengalami luka parah. Warga juga mencoba memastikan kondisi kelimanya, hingga
diketahui dua orang yakni ibu dan seorang putrinya meninggal dunia. ‘’Saya cari mobil yang lewat dan meminta mengantar korban ke rumah sakit. Waktu itu kelimanya terluka dan dua sudah meninggal dunia,’’ tuturnya. Kasat Lantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan telah mendapat laporan lakalantas OC tersebut. AKP Kurniawandari mengatakan, lakalantas itu diawali pengendara Honda Vario DK 4778 AAA Failasuf Mascatty dengan membonceng istri dan tiga
orang anaknya. Kelimanya datang dari arah Denpasar menuju Singaraja. Saat itu suasana lalu lintas ramai lancar dan jalanan basah karena hujan deras. Memasuki lokasi kejadian, diduga laju sepeda motor menjadi liar dan sulit dikendalikan. Padahal pengendara sudah berusaha mengendalikan kendaraannya. Akan tetapi, sepeda motor melaju keluar jalur dan terjun bebas ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 19 meter dari atas jalan. Tak pelak, sepeda motor mengalami benturan keras bersama pengendara dan penumpangnya di dasar jurang yang curam. Warga yang mengetahui kejadian itu, kemudian mendatangi lokasi kejadian. Tidak berselang lama personel Unit Lalulintas (Lantas) Poslek Sukasada dan Satlantas Polres Buleleng tiba di lokasi kejadian. Korban dievakuasi diantar ke rumah sakit. Istri pengendara, Alhidayah, dan anaknya,
Zafira Mascatty, mengalami luka parah. Nyawanya tidak tertolong. Sementara pengendara sendiri dan tiga anaknya mengalami luka berat dan sempat dirawat di rumah sakit. Namun, pengendara akhirnya dinyatakan meninggal. Kedua anaknya kini masih menjalani pengobatan di rumah sakit. Terkait penyebab lakalantas, AKP Kurniawandari belum memastikan apa penyebab lakalantas maut tersebut. Pihaknya sendiri mengaku masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian. Termasuk sepeda motor korban akan diperiksa untuk menyelidiki apakah ada kemungkinan sepeda motor itu mengalami rem blong atau ada sebab lain. ‘’Bukti masih minim termasuk sepeda motor setelah dievakuasi kita periksa. Nanti kami kembangkan lagi untuk memastikan penyebab lakalantas itu,’’ jelasnya. (kmb38)
Bangkitkan Budi Daya Padi ’’Gaga’’
Warga Pedawa Gelar Tradisi ’’Namunang Pulpul’’ Budi daya padi gaga (padi gogo - red) sejak puluhan tahun silam tidak dilakukan petani di Desa Pedawa Kecamatan Banjar. Setelah bertahun-tahun ditinggalkan, petani di desa ini kembali membangkitkan penanaman padi gaga, khususnya di daerah mereka. Kebangkitan menanam padi di lahan kering itu diawali penanaman benih padi gaga serentak empat minggu lalu. Setelah penanaman padi serentak itu dilakukan akhir pekan lalu, petani kemudian melaksanakan tradisi Namunang Pulpul. Lalu, bagaimana selanjutnya proses penanaman padi gaga yang merupakan tradisi unik di Desa Pedawa itu? TRADISI ini merupakan warisan para leluhur warga Desa Pedawa. Dari referensi dan penuturan para tokoh di desa, Namunang Pulpul itu berasal dari dua kata yakni namunang artinya mengumpulkan dan pulpul berarti alat-alat untuk najuk (menanam padi - red). Namunang Pulpul itu berarti sebuah upacara persembahan sarana upakara (sesajen) pertama kali untuk alat-alat yang dipakai pada saat menanam padi gaga itu. Seorang petani Wayan
Dasar didampingi panglingsir Desa Nyoman Kalam menceritakan, saat tradisi ini digelar, petani membuat sebuah palinggih. Palinggih itu didirikan khusus dipuja Dewi Sri, sekaligus sebagai salah satu tempat melangsungkan prosesi upacara. Sedangkan pulpul-nya dikumpulkan menjadi satu kemudian diikat dan dihaturkan sesajen. Persembahan sesajen ini terus dihaturkan pada hari tertentu atau hari baik, sampai petani di desa itu hingga waktu panen padi gaga tiba.
‘’Ini upacara sesajen pertama di lahan padi gaga (padi gogo). Setelah ini akan terus dihaturkan sesajen pada harihari baik berikutnya. Sampai padi gaga itu dipanen,’’ katanya. Wayan Dasar memiliki lahan ditanami padi gaga seluas tujuh are. Di atas lahan seluas itu ditanami benih padi gaga sekitar 5 kilogram saja. Sedangkan sisanya ditanam bibit tanaman produktif lainnya, seperti jagung, ketela, kecipir, kacang-kacangan, jahe, dan juga kencur. Beragam varietas tanaman itu diistilahkan sebagai bijaratus. Warga hanya bisa mendapatkan bijaratus dari hasil Desa Pedawa. Kondisi ini yang membuat Desa Pedawa itu unik, yakni punya tradisi dan juga budi daya padi gaga. ‘’Semua ini dinamakan bijaratus. Bijaratus itu untuk keperluan upacara adat Desa Pedawa. Hasil petikan termasuk padi gaga ini diperlukan untuk upacara adat,’’
ujarnya. Tekad bulat warga mengembalikan budi daya padi gaga itu mendapat perhatian Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana yang menyempatkan diri melihat langsung budi daya padi gaga di Desa Pedawa itu. Menurutnya, kemauan warga membudidayakan padi gaga itu sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah yang fokus pada sektor pertanian. Ini karena sektor pertanian menjadi fokus pembangunan untuk menjaga ketahanan pangan, penguatan pertanian dan peningkatkan perekonomian masyarakat serta menunjang pengembangan pariwisata Bali. Mendukung upaya warga Desa Pedawa, Bupati mengusulkan perlu menyusun pararem alias awigawig terkait pertanian. ‘’Bisa saja dalam pararem itu warga bisa menyisakan lahan seluas 5 atau 10 are untuk ditanami padi gaga, selain tanaman ekonomis
lainnya. Sisa lahan tanaman padi gaga itu untuk menjaga kelestarian ekosistem yang ada,’’ katanya. Bupati menambahkan, kearifan lokal harus terus dilestarikan. Kearifan lokal itu dikembangkan guna kemajuan sebuah daerah. Desa Pedawa selain memiliki alam nan indah, juga potensi adat dan budaya yang sangat baik. Kondisi ini bisa dipadupadankan untuk kemajuan desa setempat. Baik kemajuan di bidang pertanian maupun pariwisata berbasis adat dan budaya. Sehingga tinggal dikembangkan kelebihan apa yang membuat orang atau wisatawan itu lebih tertarik datang ke Desa Pedawa itu. ‘’Alamnya bagus, pemandangannya bagus, sejuk, nanti kalau sudah berkembang tinggal ditingkatkan lagi infrastrukturnya, sehingga wisatawan lebih nyaman berkunjung ke sini,’’ tegasnya. (mud)
Bali Post/mud
NAMUNANG PULPUL - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) mengikuti tradisi Namunang Pulpul sebagai rangkaian kebangkitan warga Desa Pedawa, Kecamatan Banjar membudidayakan padi gaga.
Senin Wage, 14 Januari 2019
GIANYAR
9
Pascalongsor Robohkan Pura Prajapati
Krama Desa Pakraman Badung Gelar ”Guru Piduka”
Gianyar (Bali Post) Bencana longsor yang mengamblaskan Pura Prajapati Desa Pakraman Badung ke dasar sungai di Desa Melinggih Kaja, Kecamatan Payangan, Sabtu (12/1) lalu, dipastikan mengakakibatkan kerugian miliaran rupiah. Terkait bencana itu, krama setempat berencana menggelar upacara guru piduka, Senin (14/1) hari ini. “Besok (hari ini - red) rencananya kami menggelar upacara guru piduka,” ujar Bendesa Pakraman Badung I Wayan Darmika, Minggu (13/1) kemarin. Menurut Darmika, ritual ini sebagai permohonan maaf bila terjadi kekeliruan yang memicu bencana ini terjadi. “Upacara ini sebagai permohonan maaf kami, jika ada pikiran, perkataan dan perbuatan kami
yang keliru,” katanya. Darmika menjelaskan, posisi Pura Prajapati memang berada di pinggir tebing. Sekitar sembilan tahun lalu dilakukan renovasi dan penambahan lantai dasar dekat dengan sungai. “Sementara saat ini di lantai dasar itu sudah ada toilet umum dan tempat menaruh barang-barang. Di lantai dua atau bagian atas, terdapat Pura Prajapati, Ulun Pangkung dan perantenan (dapur - red),” jelasnya. Darmika menambahkan, fondasi Pura Prajapati dan Pura Ulun Pangkung tibatiba retak sejak dua pekan lalu. Pihak desa pakraman sebenarnya sudah menggelar paruman guna membahas retakan itu. Perbaikan keretakan pada fondasi pura berlantai
Februari, Pemkab Jadwalkan ’’Launching’’ KIA
Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar menjadwalkan me-launching penggunaan Kartu Identitas Anak (KIA) pada Februari 2019 mendatang. KIA yang diperuntukan untuk anak usia 17 tahun ke bawah ini akan digunakan untuk sejumlah keperluan administrasi, seperti mendaftar sekolah hingga pengurusan kesehatan. Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Gianyar Ni Ketut Wirati mengatakan, KIA berfungsi sama dengan penggunaan e-KTP, mulai dari registrasi saat naik pesawat, BPJS, bahkan sampai pengurusan sekolah. Peruntukannya khusus untuk anak-anak yang berusia 0 sampai 17 tahun kurang satu hari. ‘’Kalau saat ini mungkin tidak mewajibkan, karena masih menggunakan kartu keluarga,’’ ujar Wirati, Minggu (13/1) kemarin. Menurut Wirati, alasan di-launching-nya KIA karena berkaca dari pengalamannya tahun lalu. Dikatakan, Denpasar dan Badung telah menggunakan KIA sebagai persyaratan calon siswa untuk mendaftar sekolah. Sehingga, sejumlah calon siswa dari Gianyar yang mendaftar sekolah di Denpasar atau Badung banyak yang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Gianyar mencari KIA, meski di Gianyar sendiri belum menerapkan KIA sepenuhnya. ‘’Karena kita belum, seperti tahun lalu banyak anak Gianyar yang akan sekokah di Denpasar, mereka menanyakan KIA ke sini untuk melengkapi persyaratan mereka,’’ katanya. Meski belum sebagai persyaratan bagi calon siswa untuk melanjutkan pendidikan di Gianyar, ia berharap agar nantinya ketika ada pengadaan blanko para orangtua juga ikut mengurus KIA anak-anaknya. Sehingga, ketika KIA dibutuhkan sewaktu-waktu dalam pengurusan administrasi nantinya, tidak grasagrusu membuatnya. ‘’Syarat membuat KIA cukup membawa kartu keluarga (KK), akta kelahiran anak dan pas foto anak. Kalau anak kan tidak dilakukan foto di Disdukcapil, nantinya pembuatan juga bisa di masingmasing kecamatan karena alat cetaknya sama seperti e-KTP. Tapi, saat ini kita masih melihat ketersediaan blanko dan KTP juga, karena kita fokuskan di KTP dulu,’’ tegasnya. (kmb35)
dua itu dijadwalkan Februari mendatang. Sebab, saat ini krama masih fokus melakukan perbaikan Pura Catur Bhuana yang juga di-empon oleh krama. “Maunya biar selesai perbaikan di Pura Catur Bhuana, baru konsentrasi memperbaiki keretakan ini. Tapi, kemarin seluruhnya sudah tergerus tak ada sisa,” ungkapnya. Darmika mengatakan, bencana longsor di pura tersebut terjadi sekitar 30 menit setelah kawasan Payangan diguyur hujan lebat. Hal ini menyebabkan debit air sungai di bawah pura itu tinggi dan mengalir cukup deras. Beruntung, ketika itu tidak ada aktivitas di areal pura sehingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa. “Masih untung kejadiannya kemarin. Kalau hari ini pas
ada prosesi ngaben, bisa jadi banyak korban. Artinya kami percaya, kami masih diberikan perlindungan,” ujarnya. Untuk sementara waktu, kata Darmika, fungsi Pura Prajapati yang erat kaitannya dengan prosesi pengabenan dipindahkan ke jaba tengah Pura Dalem Pakraman Badung yang berlokasi di timur TKP. “Sementara kami buatkan turus lumbung di jaba tengah Pura Dalem. Ke depan, karena tanah sudah longsor semua, pembangunan Pura Prajapati akan digeser agak ke timur. Tentu perlu minta petunjuk ida anak lingsir,” ujarnya. Pascakejadian, Darmika mengatakan belum banyak upaya evakuasi maupun pembersihan yang bisa dilakukan. Selain disibukkan den-
gan upacara ngaben, kondisi longsoran yang ekstrem cukup membahayakan. “Kami rasa tidak ada yang bisa diselamatkan. Makanya, nanti ketika BPBD datang membawa alat berat, maunya diratakan saja,” ujarnya. Selain itu, pihaknya bersama sejumlah prajuru juga rencananya menghadap Bupati Gianyar I Made Mahayastra, Senin ini. Pihaknya berharap dapat perhatian dari pemerintah. Sebab, kerugian akibat musibah ini ditaksir mencapai Rp 3,5 miliar belum termasuk biaya upakara setelah pembangunan. Seperti diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor merobohkan bangunan Pura Prajapati di Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Sab-
Bali Post/kmb35
AMBLAS - Pura Prajapati Desa Pakraman Badung amblas ke dasar sungai akibat longsor. tu (12/1) lalu. Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya yang mendapat laporan ini langsung mengerahkan tim BPBD beserta armada dan perlengkapan untuk melakukan pembersihan material longsor
di lokasi kejadian. “Hingga Sabtu sore sekitar pukul 17.00 Wita, material longsor belum bisa ditangani sepenuhnya, mengingat di lokasi itu kondisi tanah masih labil,” katanya. (kmb35)
Bawaslu Telusuri Pelaku Perobekan Baliho Caleg
Gianyar (Bali Post) Suasana kampanye pemilu legislatif di Kabupaten Gianyar mulai memanas. Pasalnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gianyar telah menerima laporan terkait perusakan alat peraga kampanye (APK), berupa perobekan wajah pada baliho salah satu calon anggota legislatif (caleg), Minggu (13/1) kemarin. Bawaslu yang menerima laporan ini mulai melakukan penelusuran untuk mengungkap pelaku yang melakukan aksi tersebut. Ketua Bawaslu Gianyar I Wayan Hartawan mengatakan, saat ini Bawaslu Gianyar sedang mengatensi dugaan perusakan baliho salah satu caleg. Dijelaskan, pihaknya menerima telepon dari salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya, Minggu pagi sekitar pukul 10.15 Wita. ‘’Warga ini menginformasikan telah terjadi dugaan perusakan baliho dari salah seorang calon anggota DPR-RI yang terpasang di perempatan jalan Banjar Tojan, Desa Pering,’’ ujarnya. Menerima informasi itu, kata Hartawan, pihaknya segera meluncur ke TKP. Setiba di lokasi, ia memang menemukan baliho yang terpasang di sebelah timur jalan menghadap ke barat itu dalam kondisi robek. ‘’Setelah kami teliti dan cermati secara kasat mata, diduga baliho itu dirobek dengan pisau, karena robekannya sangat BALIHO - Ketua Bawaslu Gianyar Wayan Hartawan (baju orange) menunjukkan baliho caleg yang sengaja dirobek oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
rapi dan tepat di bagian kepala dari foto caleg bersangkutan,’’ katanya. Meski sudah mendatangi lokasi, Hartawan mengakui hingga Minggu sore kemarin pihaknya belum menerima laporan dari caleg maupun LO partai politik peserta pemilu tersebut. Namun, pihaknya tetap berharap bila ada masyarakat yang melihat pelaku yang melakukan aksi perobekan baliho tersebut agar bersedia melaporkan ke Bawaslu Gianyar. ‘’Kami siap untuk segera memproses sesuai dengan ketentuan Undang Undang Pemilu,’’ tegasnya. Hartawan mengaku sangat menyayangkan peristiwa tersebut sampai terjadi. Ia mengimbau masyarakat untuk berdemokrasi dengan cara yang elegan. Ditegaskan, sudah tidak zamannya lagi berdemokrasi dengan cara melakukan perusakan ataupun intimidasi. ‘’Peristiwa tersebut dapat kita bandingkan seperti pada Pilkada 2018 lalu. Meskipun kompetisinya keras, tapi tidak sampai melakukan perusakan ataupun perobekan alat peraga kampnye,’’ katanya. (kmb35)
Alami Gangguan di Bagian Kepala
Bayi Telantar Dirujuk ke RSUP Sanglah
Gianyar (Bali Post) Kondisi bayi yang ditelantarkan ibu kandungnya di RSUD Sanjiwani semakin kritis. Setelah dipastikan mengalami gangguan di bagian kepala, bayi yang memiliki berat 1,6 kilogram itu kini harus dirujuk ke RSUP Sanglah untuk mendapat penanganan lebih intensif. Sementara pencarian ibu kandung bayi ini, Ita Wahyuni (23), hingga Minggu (13/1) kemarin belum ada titik terang. Kabid Humas RSUD Sanjiwani Gianyar Anak Agung Gede Putra Parwata mengatakan, usai
dirawat di ruang khusus Neonatus Intensive Care Unit (NICU) RSUD Sanjiwani Gianyar, tepatnya Jumat (11/1) lalu, bayi laki-laki itu kondisinya semakin kritis. Dikatakan, putra dari wanita asal Jember itu mengalami gangguan di bagian kepala. ”Setelah sempat dirawat di ruang NICU selama 26 hari, bayi ini mengalami gangguan di bagian kepala,” kata Putra Parwata, Minggu (13/1) kemarin. Mengingat terbatasnya peralatan yang dimiliki RSUD Sanjiwani, kata Putra Parwata, para dokter di rumah sakit tipe B itu akhirnya merujuk bayi tersebut ke RSUP Sanglah agar mendapat-
kan penanganan dengan peralatan yang lebih lengkap. “Akhirnya, bayi telantar itu dirujuk ke RSUP Sanglah,” ujarnya. Putra Parwata menambahkan, bayi itu sudah diantar ke RSUP Sanglah oleh petugas RSUD Sanjiwani dan petugas Dinas Sosial Kabupaten Gianyar. ”Karena tergolong bayi telantar, sehingga saat dirujuk ke RSUP Sanglah, didampingi petugas Dinas Sosial Kabupaten Gianyar,” jelasnya. Sementara itu, ibu kandung bayi malang tersebut, Ita Wahyuni, sudah dilaporkan pihak Rumah Sakit (RS) Sanjiwani Gianyar ke Polres Gianyar. Pelaporan dilakukan atas dasar dugaan penelantaran bayi selama 21 hari di
RSUD tipe B itu. Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan mengaku masih menindaklanjuti laporan kasus bayi telantar itu. “Kami akan cari dulu keluarganya,” ujarnya. Sementara itu, Direktur RS Sanjiwani Gianyar dr. Ida Komang Upeksa mengaku menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ibu penelantar bayi itu ke kantor polisi. Sementara pihak rumah sakit tetap merawat bayi itu sampai ibunya datang atau sampai ada yang mengadopsi. Ditegaskan, pihaknya akan terus merawat bayi itu dengan tanggungan Jaminan Persalinan (Jampersal). (kmb35)
JEMBRANA
10
Bupati Artha Hadiri Prosesi ”Majejauman” di Pura Penataran Agung Besakih SERANGKAIAN Karya Mamungkah, Padudusan Agung, Manawa Ratna lan Pujawali Pura Niti Praja Pemkab Jembrana, Minggu (13/1) kemarin dilangsungkan upacara majejauman ke Pura Penataran Agung Besakih. Rombongan Pemkab Jembrana dipimpin langsung Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi Ny. Ari Sugianti Artha, Sekda Jembrana I Made Sudiada beserta istri bersama para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Jembrana. Saat tiba di Penataran Pura Besakih, rombongan disambut panglingsir Pura Besakih Jero Mangku Jana. Prosesi majajauman diawali dengan menghaturkan persembahyangan di Pura Agung Penataran
Besakih. Persembahyangan bersama dituntun oleh Jero Mangku Lingsir Jero Mangku Dharma, Jero Mangku Sweca. Dengan prosesi persembahyangan panca sembah. Usai persembahyangan, Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan, prosesi majejauman ini dimaksudkan untuk menghaturkan sujud bakti dan rasa terima kasih atas sukses p e n y e l e ng a ra a n s e l uruh rangkaian upacara/upakara ngenteg linggih di Pura Niti Praja Pemkab Jembrana. “Ini merupakan rangkaian dari prosesi upacara/ upakara ngenteg linggih di Pura Niti Praja. Kita harapkan dengan selesainya seluruh rangkaian dan prosesi upakara itu Ida Hyang Batara yang ber-
stana di Pura Niti Praja selalu memberikan tuntunan sinar suci serta kedamaian umat khususnya pegawai di Pemerintah Kabupaten Jembrana,” terang Bupati Artha. Selain itu, Bupati Artha berharap masyarakat Jembrana juga selalu diberikan keteduhan hati dalam menjalankan swadharma-nya dalam meniti hidup dan kehidupannya yang lebih baik serta selalu menjaga kedamaian dan ketenteraman. (ad507) MAJEJAUMAN – Bupati Artha didampingi Ny. Ari Sugianti Artha dan Sekda Jembana saat proses ‘‘majejauman’’ di Pura Penataran Agung Besakih.
Senin Wage, 14 Januari 2019
Senin Wage, 14 Januari 2019
KARANGASEM
11
Bupati Mas Sumatri Ajak OPD Gotong Royong Bersihkan Sampah di Areal Pura Dalem Puri Besakih DEMI menciptakan suasana bersih dan nyaman di areal tempat suci, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Sekda Adnya Mulyadi mengajak seluruh kepala OPD dan staf melakukan gotong royong di Pura Dalem Puri. Kepala Daerah Karangasem itu tanpa ragu-ragu bersama jajarannya membersihkan sampah-sampah yang masih berserakan di areal Pura Dalem Puri, Desa Besakih, Rendang, Minggu (13/1) kemarin. Bersih-bersih sampah itu dilakukan bertepatan dengan rangkain usaba kasineb. Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, Minggu (13/1) kemarin mengungkapkan, pihaknya merasa hatinya terpanggil ikut membersihkan tumpukan sampah serangkaian upacara usaba di Pura Dalam Puri Besakih. Setelah berita viral di media sosial, pihaknya langsung melakukan rapat dengan kepala OPD, kemu-
dian mengecek langsung ke lokasi. Setelah ada di lokasi, bersama seluruh OPD beserta staf langsung bersih-bersih di areal pura. Kegiatan itu dilakukan agar masyarakat sadar, kebersihan itu milik dan merupakan tanggung jawab bersama. ‘’Usaba di Pura Dalem Puri berlangsung setiap tahun. Untuk menjaga kebersihan areal di Dalem Puri, kami minta partisipasi masyarakat, para krama, pamedek agar menjaga kebersihan usai melaksanakan persembahyangan. Pamedek wajib mengambil bekas-bekas sampian atau canang dan sampah yang dibawa sebelumnya untuk dibawa kembali dan dibuang ke tempat sampah y a n g t el ah di s edi ak an,’’ pinta Bupati IGA Sumatri menambahkan, untuk mengantisipasi hal itu terulang, ke depan pihaknya meminta aparat Desa Besakih termasuk seluruh desa di
BERSIHKAN SAMPAH - Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri bersama Sekda Adnya Mulyadi serta OPD saat ngaturang ngayah membersihkan tumpukan sampah di Pura Dalem Puri Besakih.
Kabupaten Karangasem supaya dapat membuat pararem atau awig-awig agar tidak membuang sampah sembarangan. ‘’Berharap desa adat dan desa dinas membuat pararem, awig-awig atau perdes. Kita juga membuat surat edaran kepada masyarakat, selesai sembahyang agar memungut dan membuang sisa alat persembahyangan yang sudah tidak bermanfaat di tempat sampah,’’ imbau Bupati. Dengan aksi bersih-bersih secara langsung, Mas Sumatri berharap hal itu bisa menjadi contoh kepada masyarakat bahwa di mana pun pura tempat suci untuk sembahyang itu harus dijaga kebersihannya. Bila lingkungan tempat beribadah itu bersih, maka akan tercipta keheningan dan kekhusyukan bersembahyang. ‘’Sebagai bentuk dukungan serius pemerintah, kita telah memberikan 10 arko juga sapu panjang untuk mempermudah masyarakat bersih-bersih untuk saat ini dan seterusnya,’’ tambahnya. Puncak Karya Usaba di Pura Dalem Puri, Desa Besakih, Rendang, Karangasem diselenggarakan Selasa, 8 Januari 2019. Ida Batara nyejer selama enam hari. Panyineban berlangsung Minggu 13 Januari 2019. Usai gotong royong di Pura Dalem Puri, Bupati Mas Sumatri juga menyempatkan diri melihat langsung TPS yang ada di Desa Bugbug. Bupati berharap keberadaan TPS itu benar-benar bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sekitar. Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas kerja sama semua pihak yang sudah ikut berpartisipasi melakukan pembersihan sampah ini. Kata dia, pembersihan sampah di Pura Dalem Puri itu dilakukan puluhan warga dari semua komponen masyarakat yang ngaturang ayah melakukan pembersihan, termasuk Ibu Bupati Karangsem IGA Mas Sumatri yang turun langsung ikut membersihkan sampah-sampah tersebut. ‘’Usaba di Pura Dalem Puri kasineb hari ini (Minggu - red). Pembersihan ini terus dilakukan sampai areal Pura Dalem Puri ini kembali bersih,’’ jelasnya. (ad505)
Di Kawasan Lempuyang, Ribuan Warga Bersihkan Sampah Plastik mereka menaiki anak tangga perbukitan Lempuyang yang relatif terjal. Para peserta start mulai Pura Penataran Lempuyang, melewati Pura Lempuyang Madya, Pura Pasar Agung dan paling puncak Pura Lempuyang Luhur. ‘’Gedasamtik ini bertujuan membersihkan kawasan suci Lempuyang dari ancaman bahaya sampah plastik. Seperti botol minuman, kemasan makanan ringan, kantong plastik, bungkusan pop mi, kulit permen, hingga ada sandal jepit yang terbuat dari karet kami temukan di sekitar
Lempuyang,’’ kata Ketua Panitia Gedasamtik I Ketut Bagus Arjana Wira Putra. Gedasamtik itu melibatkan TNI/Polri, Peradah se-Bali, KMHDI se-Bali, KMHD Stikom, Trash Hero, Pulau Plastik, Geberpasti, Meja Bundar, Bersihbersih Bali, Marine Debrish Guard Udayana, Forum Pemuda Karangasem, Aliansi Pemuda Hindu Bali, Muda Karangasem, Brother Hood, FA KMHDI, Pasraman Satyam Eva Jayate, Pendaki Kecil, Batu Keben, dan hingga para siswa SMP/SMA di Kecamatan Abang. (r)
Amlapura (Bali Post) Dana siap pakai (DSP) untuk biaya pengobatan para pengungsi Gunung Agung sampai saat ini tidak kunjung dibayarkan pemerintah pusat. Padahal Dinas Kesehatan Karangasem telah mengajukan klaim sejak akhir 2017. Atas kondisi itu, Dinas Kesehatan sangat berharap klaim itu dapat segera dibayarkan.
sional RS dan puskesmas bisa berjalan,’’ harap Gusti Bagus Putra Pertama sambil menambahkan, hampir semua RS dan puskesmas yang mengobati pengungsi mempertanyakan dana tersebut. Memang kenyataannya sampai sekarang klaim itu belum dibayar dari pusat. ‘’Wajar pihak RS banyak yang mempertanyakan. Bayangkan dari September 2017 hingga saat ini belum juga cair,’’ jelasnya. (kmb41)
TUMPUKAN sampah plastik secara berlapis tampak di areal perbukitan Lempuyang. Padahal kawasan itu merupakan tempat suci Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur, Kecamatan Abang. Membeludaknya sampah plastik itu menjadi temuan dan tantangan siswa, mahasiswa, pemuda, para komunitas peduli sampah plastik, TNI/Polri, dan masyarakat Bali melakukan Gerakan Kedas Bersih Sampah Plastik (Gedasamtik), Sabtu (12/1). Memanfaatkan momentum
upacara Panca Bali Krama di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur itu ribuan orang di perbukitan Lempuyang bergerak membersihkan kawasan hutan suci itu dari ancaman sampah plastik. Sampah di sana menumpuk di setiap jengkal areal perbukitan Lempuyang tersebut. Gerakan Kedas Bersih Sampah Plastik yang digagas Pimpinan Daerah KMHDI Bali dan DPD Peradah Bali itu berlangsung lancar, walaupun para peserta Gedasamtik itu harus menguras energi. Sebab,
Pusat Belum Bayar Klaim Rp 4 Miliar Biaya Pengobatan Pengungsi
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karangasem Gusti Bagus Putra Pertama, Minggu (13/1) kemarin menjelaskan, klaim anggaran DSP untuk seluruh puskesmas dan RS di Bali jumlahnya mencapai Rp 4 milliar lebih. Di antaranya RSUD dan Puskesmas Karan-
gasem, Klungkung, Singaraja. Hanya memasuki awal tahun 2019 klaim tersebut tak kunjung dibayarkan pusat. ‘’Kita telah mengajukan klaim sebanyak dua kali. Klaim pertama diajukan sebanyak Rp 3 milliar. Tahap kedua Rp 1 milliar lebih. Tapi
sampai sekarang belum ada kejelasan dari instansi yang bersangkutan terkait DSP. Saya enggak tahu penyebabnya. Namun yang pasti saya sudah mengajukan klaim ke BPNP. Kemungkinan masih berproses. Semoga dana DSP itu segera cair agar opera-
Wisatawan Mancanegara Keluhkan Sampah Plastik di Pura Lempuyang Pascaterjadi erupsi Gunung Agung 2017 lalu, kunjungan ke objek wisata Pura Lempuyang terus mengalami peningkatan. Di tengah banyaknya wisatawan asing maupun domestik berkunjung, justru kebersihan kawasan jalan menuju Pura Lempu-yang Luhur mendapat sorotan. Pasalnya, wisatawan mancanegara yang melakukan kunjungan ke pura itu mengeluhkan banyaknya sampah plastik di areal pura tersebut. Lalu, bagaimanakah upaya efektif untuk menghilangkan melubernya sampah plastik di kawasan Pura Lempuyang? SALAH seorang pemandu wisatawan lokal di Pura Lempuyang Luhur, Ni Komang Sudiani, mengungkapkan saat dirinya sedang mengantarkan turis asal Prancis, sempat menerima protes. Keluhan itu disampaikan
lantaran di sepanjang jalan menuju Pura Lempuyang Luhur dipenuhi sampah plastik. Sudiani bahkan sempat diprotes keras ketika dirinya sendiri yang membuang sampah sembarangan di tengah perjalanan.
“Dia (turis Prancis) bahkan menantang saya menjaga lingkungan di kawasan pura tersebut. Setelah ada tantangan itu saya malu dan mulai rajin membersihkan sampah plastik di kawasan tempat berjualan, di dalam pura maupun di jalan menuju Pura Lempuyang Luhur,’’ ujar Ni Komang Sudiani. Walaupun dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin mengumpulkan sampahsampah plastik, tetapi gerakan secara mandiri itu tidak kunjung dapat dukungan dari pihak terkait. Namun, Sudiani tidak kecewa, melainkan ia terus melanjutkan sendiri. Malah karena kesadarannya kebersihan itu penting, dirinya pernah
mengusulkan agar ada mobil sampah yang naik ke Pura Madya untuk mengangkut sampah yang dikumpulkan pihak Desa Gamongan. Namun hingga saat ini belum ada realisasi. Dia berharap pemerintah daerah bisa mengatasi permasalahan itu agar sampah-sampah plastik tidak terus saja berserakan, sehingga mengundang protes wisatawan asing. “Saya sempat mengunggah permasalahan sampah plastik yang tidak diangkut tersebut. Berharap tindakan itu agar membuat pemerintah bisa memberikan jalan keluar yang terbaik,’’ harapnya. Namun hingga saat ini belum ada yang merespons konstruktif apa yang diung-
gah itu. Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa menjelaskan, kalau wisatawan asing maupun domestik masih sangat banyak yang datang melihat pesona Bukit Lempuyang. Dari bukit itu alam Karangasem bisa terlihat keindahannya. Namun semua pihak mesti sadar dan mau menjaga keindahan alam itu. Karena bukit itu diyakini suci dengan ditandai banyaknya pura yang bersthana di kaki sampai ke puncak atau Luhur Lempuyang. Semua pihak termasuk wisatawan hendaknya mematuhi ketentuan yang ada, menjaga kebersihan di kawasan Lempuyang dengan baik. (eka)
Bali Post/kmb41
SAMPAH PLASTIK - Salah seorang pemandu lokal saat mengumpulkan sampah di areal Pura Lempuyang.
KLUNGKUNG
12
Senin Wage, 14 Januari 2019
Bupati Suwirta Minta Kepala OPD Bangun Kebersamaan BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta dan Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra mengadakan rapat di ruang terbuka bersama Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Klungkung di Monumen Revolusi Mental Lapangan Puputan Klungkung, Minggu (13/1) kemarin. Dalam kesempatan itu, Bupati meminta jajarannya membangun kekompakan agar mampu saling mengisi antara dinas yang satu dengan dinas yang lain. Sehingga siapa pun pimpinan OPD-nya, mampu berbicara dalam bingkai yang jelas terhadap kebijakan kepala daerah. Rapat ini diadakan dalam rangka mengajak para kepala dinas di lingkungan Pemkab Klungkung untuk bersamasama menanggapi berita yang terjadi terkait kebijakan yang diambil, program yang dilaksanakan dan lainnya oleh Pemerintah Kabupaten Klungkung di sosial media. Demikian juga dampak yang ditimbulkan. Sehingga ketika berbicara asas manfaat, warga dengan cepat memperoleh informasi yang benar terhadap suatu masalah. ‘’Jangan menjadi sosok yang sok idealis dengan satu dinas yang dipimpin saja. Seorang kepala dinas juga mesti paham, dengan kebijakan dinas yang lain. Jika mampu terjadi sinergi, apalagi di semua OPD, ini akan menjadi kekuatan besar untuk kita berlari kencang lebih maju ke depan,’’ katanya. Misalnya dalam bermedia sosial, Dinas Pendidikan hanya menanggapi komentar
masyarakat mengenai pendidikan saja dan begitu juga dengan dinas lainnya. Bupati mengaku tidak ingin sebuah OPD yang paham tugasnya di OPD-nya saja. Tetapi juga mampu mengerti apa kebijakan prinsip yang ada di OPD lain. Rasa kebersamaan yang tinggi akan melahirkan penanganan masalah yang lebih cepat. ‘’Ingat, sebuah dinas bukan milik kepala dinasnya itu saja. Mari luaskan pikiran untuk ikut memahami bagaimana dinas lain bekerja, dan apa yang bisa dikerjakan untuk bersinergi dalam melayani masyarakat,’’ ujar Bupati Suwirta kepada seluruh Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Klungkung. Terkait unggahan di media sosial dari setiap kegiatan bupati, wakil bupati, maupun pimpinan OPD lainnya, jika ada masyarakat menyampaikan keluhan atau sekadar bertanya, Bupati Suwirta menyarankan kepada semua kepala dinas di lingkungan Pemkab Klungkung supaya tidak terlalu banyak menanggapi dengan regulasi. Tetapi agar mampu menanggapi dengan ringan menggunakan logika berpikir masyarakat. Tujuannya, informasi yang dibutuhkan lebih mudah dicerna dan masyarakat merasakan hasilnya. Sebelum mengadakan rapat, Bupati Suwirta bersama Wakil Bupati Made Kasta juga menyempatkan meninjau kegiatan komunitas Trash Hero yang sedang melakukan aktivitas di areal Lapangan Puputan Klungkung. Bupati Suwirta memberikan apresiasi atas kepeduliannya dalam menjaga insfrakstruktur pemerintah daerah. (ad504)
PENGARAHAN - Bupati Suwirta saat memberikan pengarahan kepada seluruh kepala OPD.
MELASTI - Umat Hindu saat mengikuti upacara melasti di Segara Goa Lawah, Minggu (13/1) kemarin.
Lindungi Pedagang Tradisional
Pemkab Batasi Jam Buka Toko Modern
Semarapura (Bali Post) Toko modern di Klungkung kini tidak boleh buka 24 jam. Ini sebagai imbas pemberlakuan Perda Klungkung Nomor 3 Tahun 2018, yang ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Bupati No.510/227/DISKOP tentang Pengaturan Jam Kerja Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan di Klungkung. Hari Senin sampai Jumat buka sampai pukul 22.00 Wita. Sabtu dan Minggu buka sampai 23.00 Wita. Sedangkan hari libur nasional sampai dengan pukul 00.00 Wita. Namun, kebijakan ini mendapatkan tanggapan pro-kontra dari warga. Kebijakan ini dinilai bisa menimbulkan pengangguran baru, dan menyulitkan masyarakat kota memenuhi kebutuhan, apabila perlu kebutuhan dasar mendesak pada malam hari. ‘’Kalau tempat hiburan malam ditutup, rasanya lebih masuk akal. Kalau toko 24 jam juga dipaksa ditutup, sepertinya terlalu berlebihan,’’ kata seorang warga Gede A. Suhendra. Keluhan ini ditanggapi Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Minggu (13/1) kemarin, dengan mengatakan kebijakan ini sebagai upaya untuk melindungi keberadaan pasar tradisional dan membatasi peredaran ekonomi yang menguntung-
kan pihak luar. Ini juga sebagai upaya untuk memproteksi generasi muda dari pergaulan bebas. Kalau yang dipertanyakan, dampak pemangkasan karyawan, pihaknya menantang agar mengecek langsung, berapa orang Klungkung yang sebenarnya bekerja di toko 24 jam. ‘’Kalau ada orang Klungkung yang putus kerja karena toko tutup jam 10 malam, suruh ketemu saya,’’ kata Suwirta. Dia meminta warganya agar berpikir lebih luas. Sebab, kalau dilihat lebih dalam toko modern 24 jam berjejaring itu, perputaran ekonominya sebenarnya tidak ada di Klungkung. Ini yang dinilai berbahaya, karena dinilai justru akan semakin memperlemah kondisi ekonomi lokal.
Sebelumnya, menindaklanjuti Surat Edaran Bupati No.510/227/DISKOP tentang Pengaturan Jam Kerja Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, Bupati Suwirta didampingi Kasat Pol PP Klungkung I Putu Suarta juga melaksanakan monitoring terhadap pusat perbelanjaan dan toko swalayan yang ada di wilayah Klungkung. Hasilnya, masih banyak menemukan toko swalayan atau minimarket yang tidak mengindahkan surat edaran tersebut. Beberapa dari mereka berdalih belum tahu tentang surat edaran tersebut dan ada juga mengaku belum mendapatkannya. Namun, Suwirta langsung bertindak tegas menyuruh tutup saat itu juga, karena sudah melewati batas waktu. (kmb31)
’’Padudusan Agung’’ di Pura Goa Lawah
Setelah ’’Melasti’’ Besok Digelar Puncak Karya
Serangkaian Karya Padudusan Agung di Pura Goa Lawah, Minggu (13/1) kemarin digelar upacara melasti, mapepada, dan ngaturang pakelem di Segara Goa Lawah. Upacara ini sebagai persiapan puncak karya yang akan diselenggarakan Selasa (15/1) besok. Melasti dimaksudkan sebagai upaya penyucian seluruh pralingga Ida Batara, demikian juga mapepada untuk menyucikan binatang yang akan digunakan sebagai sarana upacara. Sebelum melasti, rangkaian upacara sudah diawali dengan berbagai kegiatan, antara lain nyujukang tetaring, ngunggahang sunari, nyuci, dan nuhur tirtha di Pura Sad Khayangan di Bali. Menurut Bendesa Pura Goa Lawah dr. Bagus Darmayasa, Puncak Karya Padudusan Agung di-puput dua sulinggih yakni Ida Pedanda Istri Anom Keniten dari Geria Jumpung Anyar Dawan Kelod dan Ida Pedanda Budha Wayan Darma Sogata dari Geria Wanasari. Bagus Darmayasa menambahkan, dalam rangkaian karya ini, juga dilaksanakan pawintenan beberapa warga pangempon dan warga lainnya. Nantinya, setelah pelaksanaan puncak karya,
15 Januari besok, Ida Batara nyejer selama tujuh hari, sebelum Karya Padudusan Agung masineb 22 Januari nanti, tepat pukul 15.00 Wita. Kepada umat Hindu di Bali maupun di luar Bali, yang ingin melaksanakan persembahyangan, diharapkan menyesuaikan dengan waktu dudonan karya. Selain itu, bagi umat sedharma yang melaksanakan upacara Nyegara Gunung, agar menghindari tabrakan jadwalnya dengan upacara yang sedang berlangsung di Pura Goa Lawah. ‘’Dimohon kepada umat, yang akan melaksanakan upacara Nyegara Gunung, supaya mencari waktu lain, setelah Karya Padudusan Agung selesai,’’ kata dr. Bagus Darmayasa. Pada kesempatan itu, pihaknya juga mengimbau kepada para wisatawan yang hendak berkunjung ke Goa Lawah, selama pelaksanaan Karya Padudusan Agung ini hanya diperkenankan masuk sampai di Madya Mandala. Panitia juga akan mengatur pamedek yang ingin sembahyang dengan sistem kartu antrean. Tujuannya, agar pamedek yang akan melaksanakan pesembahyangan bisa teratur dan nyaman. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Senin Wage, 14 Januari 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dicari Sopir Pariwisata Hub:081999040400
B.BP.154.01.19.0000485
Dicari Sopir pribadi utk daerah Dps SMS: 0811394065
B.BP.153.01.19.0000500
Cr 2PRT+1B.Sister Gj.2jt Tdr Dlm081999776071/082237995324 B.BP.001.01.19.0000501
BPR Kertiawan Mcr Analis Krdit UMR+Bonus.IBMantra/Hub.461327 B.BP.001.01.19.0000119
Dcr ART bisa masak,tinggal dlm daerah Sanur,pengalaman kerja dgn bule.Hub:081374220873
B.BP.001.01.19.0000482
Dcr Acc+Pjk S1Acc, Writer D3, Web-Design hrd@melali-mice.com
B.BP.004.01.19.0000497
B.BP.001.01.19.0000264
Dcr PRT Wnt Tggl Dlm srius Jujur Gj.2jt 087762800029 no SMS
Need Eng Speaking Driver Max 32Th,Bln+50%.Hub:081338769166
B.BP.001.01.19.0000280
B.BP.001.01.19.0000454
B.BP.004.01.19.0000202
B.BP.004.01.19.0000496
Dcr Peg.Salon yg Mau Kerja Serius.0361-225715/081353810970 B.BP.001.01.19.0000424
Dcr Tng Pria/Wanita Serabutan tinggal dalam.Hub:081999436969
B.BP.004.01.19.0000476
B.BP.001.01.19.0000481
Looking For English Speaking Sales Girl For Gallery In Seminyak Call Astri - 751468 (Mon-Fri 10AM - 4PM)
B.BP.001.01.19.0000317
SERVICE
Dicari Salesman/Girl,Gaji, Transport,Komisi, Bonus. Hub HP:087761391444(Tidak SMS) Dicr HsKeeping Vila di Umalas Hub:081338908041(Jam 9-4 Sore)
Dcr Sopir, Min SMA, Pglm 2Thn Dcr PRT,Tidur dlm, 085829145389
Dibthkn Staf Laundry Pria/Wnt u/Vila di Area Seminyak.Bpglmn Upah Memuaskn.Tlp.0361-289742 CV:asahrd2018@gmail.com
B.BP.001.01.19.0000364
Dcr Guru PAUD Senang Anak,Bisa Kerja Team,S1(Kependdkan+Non) Hub.082145707300/085237089296
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 Cr Pgw Admin Wnt.SMK/D1 Gtsu Brt Dps H:082240787147
Dicari Pengawas/Pelaksana Proyek Hub.081236258886
B.BP.001.01.19.0000370
B.BP.001.01.19.0000420
B.BP.001.01.19.0000464
Persh Handicraft di Ubud Mencari Beberapa Staff u/ Administrasi,diutamakan Tamatan S1/Diploma Menguasai Komputer & bahasa Inggris Pasif. Lamaran Lngsng ke PT Dara Hub.No:087898301403 B.BP.001.01.19.0000466
Sales Mrkting Instlasi Gas LPG Gaji+BBM+Bonus.WA:085103167222 B.BP.001.01.19.0000436
Karywati u/prodksi kue dan PRT (tidur luar)Renon 08123836575 B.BP.004.01.19.0000493
DIJUAL MOBIL
DIJUAL RUMAH
RUPA-RUPA
BIRO JASA
BENGKEL LAS
ALUMINIUM
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.01
Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.02
Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp.081238553358 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.03
Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.04
Satpam Waker. Lamaran datang langsung ke Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818
Dicari Chekker/Quality Control Pglmn Garmen, tlp. 085338223233 B.BP.001.01.19.0000509
Ubud Rest.Waiter/ress,Cook dekco@dekco.comWA0811399375 B.BP.004.01.19.0000486
Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept. Store, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.06
Dibutuhkan cepat: Accounting, Admin, Marketing (min D3, perempuan, usia max.30), Manager (L/P, berpengalaman, suka tantangan, percaya diri, usia max.45). Kirim CV ke Info@RakaDewiBali.com atau WA 081353976118. G.08
G.07
Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.05
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Yaris’2012 Silver 120Jt BU Tk. Badung V/8 Renon 081936055547 B.BP.001.01.19.0000498
DIJUAL RUMAH
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL RUMAH
DISEWAKAN RUMAH
Dijual Rmh Kuta Residence Lt2.Jl.Bay Pass Ngurah Rai, Pesanggaran,Dps.H.0361 228667.
Dkntrkn: Rmh Lt2.Jl.Tukad Gangga Dps.Hub.0361 228667.
B.BP.004.01.19.0000451
Dijl Rmh Kost Jimbaran Lt 2Are 7kmr,Hrg Nego.Hub:087861418878
B.BP.001.01.19.0000467
Dijl Rumah Jl.Kaswari Gg.Iris No.14 Dps Hub:081338267624 B.BP.001.01.19.0000495
Hot..Dijual Rumah Elit di area elit (harganya super) Jl.Sekar Tunjung,30 menit dari airport. Hub:08123830201/089691533919
B.BP.001.01.19.0000315
DIJUAL TANAH Dijual murah: Tnh Kav. Jl.Gunung Salak,Tegal Lantang, Hub.0361 228667.
B.BP.004.01.19.0000450
Jl Tnh 10A Gatsu Brt + Rumah Surabaya Lt.2 H:081339563242 B.BP.001.01.19.0000494
BU Tanah 3A Jl.Induk Pengilian Dalung 5A.Buduk H.082147454248 B.BP.001.01.19.0000502
B.BP.004.01.19.0000448
Kont Rmh 3KT,Grs di Dps Min 3 Th Lok Strtgis Hub.08179468654
B.BP.001.01.19.0000499
DISEWAKAN RUKO Dkntrkn 2 unit ruko Lt3,di Grand Sudirman Blok A No.39 sama No.40 Dps.H.0361 228667.
B.BP.004.01.19.0000449
DICARI TANAH Sgr Beli Tnh Jimbrn Uluwtu dkt Pdg2 Beach,view,akses jln mbl 5A smp 10A Hub.0877-5109-8349
B.BP.001.01.19.0000492
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172
B.BP.001.01.19.0000107
BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.12.18.0000878
BANGLI
14
Senin Wage, 14 Januari 2019
Rumah Hangus Disambar Petir
Pasutri di Banjar Metra Hanya Miliki Pakaian yang Melekat di Badan
JEMBATAN - Proyek pembangunan jembatan Metra-Kedui yang gagal tuntas 2018.
Bali Post/kmb40
Perubahan DED dan Medan Sulit
Proyek Jembatan Metra-Kedui Tak Tuntas Bangli (Bali Post) -
proyek pembangunan jembatan itu dikerjakan selama empat bulan. Pada tanggal 4 Januari 2019 proses pembangunan proyek jembatan dihentikan. Sebagaimana informasi yang didapatnya, penyebab terhentinya proyek itu dikarenakan kontraktor sudah tidak memiliki uang untuk menuntaskannya. Buruh asal Sumba, NTT itu juga mengungkapkan bahwa karena kontraktor mengaku tak adanya uang, dirinya dan sekitar 20 pekerja proyek lainnya tak menerima upah sejak tiga bulan lalu. Untuk bertahan hidup, sejumlah pekerja memilih mencari pekerjaan baru ke Denpasar. Sedangkan dirinya memilih bertahan di lokasi proyek menempati bedeng triplek. Andre mengaku dirinya nekat bertahan di lokasi proyek hanya untuk menunggu janji pihak rekanan membayar jerih payahnya. “Selama ini terus dijanjikan akan dibayar.
Makanya saya tunggu di sini,” ujarnya. Selama mengerjakan proyek itu dirinya berhak menerima upah Rp 90 ribu per hari. Karena sama sekali tak punya uang, untuk bisa makan, buruh 23 tahun itu mengaku hanya bisa mengandalkan belas kasihan dan bantuan makanan yang diberikan warga sekitar lokasi proyek. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PUTRPerkim Kabupaten Bangli Wayan Lawe tak menampik proyek pembangunan jembatan yang dikerjakan PT Global itu gagal tuntas tahun 2018 lalu. Dia menjelaskan penyebab tak tuntasnya proyek itu dikarenakan adanya perubahan DED. Struktur tiang penyangga jembatan dalam gambar sebelumnya, katanya, terlalu mepet dengan tebing sehingga harus di-review. Terhadap keterlambatan itu, Lawe mengatakan pihaknya telah mengenakan sanksi denda terhadap rekanan. Rekanan
hanya dibayar sesuai pekerjaannya yang diselesaikan yakni sekitar 41 persen. Kini meski proyek itu gagal tuntas sesuai kontrak, Lawe memastikan pembangunan jembatan itu akan tetap selesai. Sebab, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada pemborong untuk melanjutkan pekerjaannya hingga tuntas. Sekretaris Dinas PUTRPerkim Made Soma diwawancara terpisah menambahkan, waktu perpanjangan yang diberikan untuk pihak rekanan menyelesaikan pekerjaannya, yakni selama 80 hari terhitung sejak serah terima pertama. Pemberian waktu perpanjangan bagi pihak rekanan, dibenarkan dalam aturan. Menurut Soma, proyek dengan nilai kontrak Rp 4,6 miliar itu gagal tuntas tahun 2018 karena kondisi medan yang lumayan berat. Penyebab lainnya karena adanya keterlambatan pihak rekanan mengamprah beton kriket dari Surabaya. “Selain itu mungkin pengerjaannya terhambat karena begitu kontrak tidak langsung dikerjakan oleh rekanan. Sesuai aturan begitu kontrak disepakati, satu minggu harus mulai dikerjakan,” imbuh Soma. (kmb40)
Bangli (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangli membuka rekrutmen relawan demokrasi. Hal ini merupakan bagian dari upaya KPU untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih dalam menggunakan hak pilihnya saat Pemilu 17 April mendatang. Rekrutmen relawan demokrasi sudah mulai dibuka sejak Kamis (10/1) lalu di Kantor KPU Bangli. Pendaftaran relawan demokrasi berakhir Senin (14/1) hari ini. Untuk bisa menjadi relawan demokrasi ini, ada sejumlah syarat yang wajib dipenuhi para calon relawan. Di antaranya WNI, berusia minimal 17 tahun dan maksimal 25 tahun, pendidikan minimal SLTA, berdomisili di wilayah setempat, yakni setiap kecamatan diharuskan ada perwakilan dari relawan, nonpartisan sekurang-kurang-
nya lima tahun terakhir tidak menjadi anggota parpol. Syarat lainnya, memiliki kompetensi menjadi relawan, memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan atau aktif dalam organisasi kemasyarakatan/ kemahasiswaan, membuat program kerja dan beberapa persyaratan lainnya. Komisioner KPU Bangli I Wayan Sastrapuja, Minggu (13/1) kemarin mengatakan, relawan demokrasi ini dibentuk sebagai pelopor demokrasi. Mereka bertugas untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi pada setiap basis/komunitasnya. Dengan cara itu diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Mereka nantinya akan menggerakkan masyarakat agar mau menggunakan hak pilihnya dengan bijaksana sehingga partisipasi
pemilih bisa meningkat pada penyelenggaraan pemilu nanti,” jelasnya. Total jumlah relawan demokrasi yang direkrut yakni 55 orang. Mereka akan bertugas pada 11 basis/komunitas yang ada. Adapun basis yang dimaksud yakni basis keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, penyandang disabilitas, berkebutuhan khusus, kaum marginal, komunitas keagamaan, basis keluarga internet, dan relawan demokrasi itu sendiri. “Jadi relawan ini membantu tugastugas kita dalam melakukan sosialisasi di masing-masing basisnya,” ujarnya. Dalam menjalankan tugasnya sebagai relawan demokrasi, mereka akan dibayar dengan honor Rp 750 per bulan. Mereka diwajibkan untuk membuat laporan kegiatan/laporan kerja. (kmb40)
Proyek pembangunan jembatan penghubung antara Banjar Metra, Desa Yangapi dan Banjar Kedui, Desa Tembuku di Kecamatan Tembuku gagal dituntaskan tahun 2018. Hingga masa kontrak berakhir, realiasai proyek bernilai miliaran rupiah itu baru sebatas pembangunan fondasi kepala jembatan. Pihak Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Pemukiman (PUTRPerkim) Kabupaten Bangli beralasan tak tuntasnya proyek tersebut disebabkan adanya perubahan detail engineering design (DED), di samping karena medannya yang sulit. Berdasarkan pantauan di lokasi proyek, Minggu (13/1) kemarin, realisasi pembangunan yang terlihat baru sebatas struktur atau fondasi kepala jembatan di kedua sisi. Itu pun kondisinya belum tuntas. Hal itu terlihat dari masih banyak besi yang berdiri pada beton fondasi. Sementara di sekitar lokasi terlihat sejumlah material seperti pasir, koral, dan besi yang menumpuk. Sebagian material ada yang ditutupi terpal dan sebagian dibiarkan terbuka. Peralatan proyek seperti pencampur adonan semen juga masih nangkring di lokasi. Tidak seperti proyek pada umumnya, di lokasi proyek pembangunan jembatan Metra-Kedui yang kabarnya di bawah pengawasan TP4D itu tak nampak adanya papan proyek yang terpasang. Salah seorang buruh pekerja proyek, Andre, saat ditemui di lokasi mengungkapkan,
Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Rekrut Relawan Demokrasi
”Mereka nantinya akan menggerakkan masyarakat agar mau menggunakan hak pilihnya dengan bijaksana sehingga partisipasi pemilih bisa meningkat pada penyelenggaraan pemilu nanti.” Komisioner KPU Bangli I Wayan Sastrapuja
NASIB malang dialami pasangan suami-istri (pasutri) Nengah Sumadana dan Gusti Ayu Made Srinten, warga Banjar Metra Tengah, Desa Yangapi, Tembuku. Rumah yang ditempatinya sejak satu setengah bulan lalu, hangus disambar petir, Sabtu (12/1) sore. Musibah alam itu mengakibatkan seluruh harta benda yang ada di dalam rumah tersebut ludes terbakar. Kini yang tersisa hanyalah pakaian yang melekat di badan mereka. Kebakaran rumah semipermanen tersebut pertamakali diketahui Gusti Ayu Made Srinten sekitar pukul 16.00 Wita. Ketika itu ia baru saja datang dari pura usai ngayah. Dirinya terkejut melihat kondisi rumahnya yang sudah hangus terbakar dan rata dengan tanah. “Setelah itu saya
langsung panggil suami saya di tempatnya bekerja,” ungkap Srinten saat ditemui di lokasi, Minggu (13/1) kemarin. Lanjut Srinten, saat kejadian rumah berukuran 4,5x3,5 meter itu sedang kosong karena ditinggal bekerja suaminya sebagai buruh bangunan. Sementara dirinya ngayah di pura sejak siang hari. Selama ini rumah tersebut hanya mereka tempati berdua. Rumah yang berdinding kasibor itu baru mereka bangun sekitar tiga bulan lalu. Selain barang elektronik dan perabotan rumah tangga, sejumlah perhiasan emas dan uang tunai yang disimpan di dalam rumah juga turut hangus terbakar. Sepeda motor Honda Vario yang diparkir di rumah tersebut juga kini hanya tersisa rangkanya. “Semua barang saya yang
ada di rumah sudah habis. Sekarang saya cuma punya baju yang saya pakai di badan saja,” ujarnya. Ditambahkan suaminya, Sumadana, sebelum kejadian, wilayah Banjar Metra Tengah dilanda hujan disertai petir sejak siang hari. Dia menduga petir pertamakali menyambar antena televisinya yang dipasang pada sebuah tiang bambu. Hal itu terlihat dari kondisi tiang bambunya yang patah dan hancur. “Padahal sebelum keluar rumah, saya sudah cabut semua kabel alat elektronik dari sambungan listrik,” ungkapnya. Kini pascarumahnya ludes terbakar, ia dan istrinya benar-benar tak punya apaapa. Dari seluruh bangunan yang ada, hanya tersisa kamar mandi. Untuk tidur, keduanya saat ini terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya. (ina)
Bali Post/kmb40
PETIR - Kondisi rumah pasutri di Banjar Metra Tengah, Desa Yangapi, Tembuku yang hangus disambar petir.
15
Senin Wage, 14 Januari 2019
Kredit Perbankan Ditargetkan Tumbuh 14 Persen Jakarta (Bali Post) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memasang target pertumbuhan kredit perbankan 2019 sebesar 12-14 persen. Ini sebuah target yang cukup optimistis dengan pertimbangan semakin meredanya tekanan dari ketidakpastian ekonomi global. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam pertemuan tahunan di Jakarta, Jumat (11/1) malam, mengatakan dengan berkurangnya tekanan ekonomi global pada tahun ini, aliran modal masuk akan semakin deras dan mendorong aliran likuiditas perbankan. Dengan pertumbuhan kredit secara tahunan sebesas 13 persen plus minus satu persen itu, OJK juga memproyeksikan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) atau simpanan dana perbankan pada tahun ini dapat mencapai 8-10 persen. ‘’Sedangkan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/ NPL) trennya terlihat akan terus menurun. Kita harapkan bisa di bawah dua persen tahun ini jika ekonomi domestik sema-
kin baik,’’ ujarnya. Berkaca pada 2018, pertumbuhan kredit memang cukup agresif meskipun tekanan ekonomi global masih kencang. Hal itu karena permintaan kredit, terutama dari sektor infrastruktur terus menggeliat. Pada 2018, kredit industri perbankan tumbuh 12,9 persen. Sementara DPK perbankan pada 2018 diperkirakan tumbuh sekitar delapan persen. ‘’Kinerja intermediasi sektor keuangan kami perkirakan pertumbuhan kredit perbankan akan ada di kisaran 13 plus-minus satu persen,’’ ujarnya. Adapun meredanya tekanan ekonomi global pada tahun ini karena rencana kenaikan suku
bunga Bank Sentral AS, The Federal Reserve yang tidak akan seagresif pada 2018. ‘’Tekanan dari The Fed tidak akan seperti 2018. Maka ada tren positif untuk perekonomian domestik. Ekonomi domestik diperkirakan mampu tumbuh 5,3 persen dengan inflasi yang terjaga relatif rendah di level 3,5 persen,’’ ujar Wimboh. Opti-
misme juga terlihat dari pelaku perbankan yang tercermin dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2019, yang menargetkan ekspansi kredit dan DPK masing-masing sebesar 12,06 persen dan 11,49 persen. (ant)
’’Tekanan dari The Fed tidak akan seperti 2018. Maka ada tren positif untuk perekonomian domestik. Ekonomi domestik diperkirakan mampu tumbuh 5,3 persen dengan inflasi yang terjaga relatif rendah di level 3,5 persen.’’
untuk bisa membangun kembali usahanya. Dan, mereka begitu bisnisnya meningkat mereka pasti akan menjadi basis membayar pajak,’’ katanya. Oleh karena itu, Prabowo-Sandiaga mempunyai program satu insentif bagi para pengusaha UMKM yang baru mulai usaha atau mulai memasuki revolusi industri 4.0 akan diberikan
keringanan pajak dengan nol persen tahun pertama. Hal tersebutt, lanjutnya, untuk memberikan agar mereka bisa mendapatkan satu kelonggaran dapat bernapas terlebih dahulu untuk mengembangkan usahanya. UMKM yang masuk pasar terutama revolusi industri 4.0, pada dua tahun pertama mereka mulai usaha atau mereka bertranformasi
masuk ke teknologi digital. UMKM tersebut sudah keniscayaan mereka tidak lagi bisa bertahan, jika tidak masuk ke bisnis digital. ‘’Saya soal debat presiden, kini segera pulang ke Jakarta untuk melakukan persiapan, karena saya rencana pada Senin (14/1) akan memberikan visi-misi. Insya Allah dapat dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia,’’ katanya. (ant)
komoditas cabai, pada awal tahun 2017 harga cabai melonjak drastis dan penyumbang besar inflasi di Bali selama beberapa bulan. Tercatat harga sempat mencapai Rp 110.000 per kg dari normalnya yang hanya berkisar Rp 15.000 sampai Rp 20.000 per kg. Saat itu kondisi curah hujan yang sangat tinggi menjadi pemicu rendahnya produktivitas lahan cabai yang ada. ‘’Kini kelompok Merta Buana yang kami bina telah berhasil memanen cabai di luar musim tanam (off-season) dan juga bersinergi dengan kelompok pendukung dalam sektor hilirisasi hasil budi daya cabai,’’ ujarnya.
Setelah cabai untuk pengendalian inflasi, BI juga berupaya memperkuat komoditas kakao untuk ekspor. Pengembangan kakao di Jembranga dikelola oleh Koperasi Kerta Semaya Samaniya. ‘’Konsep yang kami kenalkan sebagai local economic development (LED) ini berusaha untuk mendorong produktivitas petani serta masyarakat dalam pengembangan sektor-sektor ekonomi unggulan daerah yang dapat menyokong pertumbuhan. Seperti kita tahu bahwa kakao di Jembrana merupakan salah satu kakao terbaik dunia selain dari Pantai Gading dan Ghana dan diakui oleh LSM pemerhati kakao dunia, Cocoa of Excellence,’’ beber Iman.
Seiring pesatnya perkembangan dunia digital, BI ingin mengembangkan wirausahawan start-up yang bergerak di bidang digital economy sejalan dengan upaya Bank Indonesia untuk mengimbangi kemajuan teknologi digital di setiap aspek kehidupan. ‘’Dalam seleksi WUBI ini kami menyeleksi 15 start-up digital dengan model bisnis yang telah jelas dan memiliki revenue yang meskipun belum besar namun sudah konsisten,’’ ungkapnya. Ke depan pengembangan start-up digital akan diarahkan untuk bersinergi dengan pengembangan UMKM lainnya, baik yang merupakan binaan maupun di luar itu. (kmb42)
dengan karakteristik LPD sebagai lembaga keuangan khusus komunitas adat yang diatur hukum adat, nama Labda Pacingkreman Desa lebih tepat. Secara historis dan filosofis, LPD memang sebagai revitalisasi tradisi pacingkreman yang tidak bertujuan profit. Tujuan utama pembentukan LPD bukan meraih laba yang besar, tetapi mencapai labda (manfaat) yang dapat dirasakan masyarakat adat. Sementara itu, Ketua BKS LPD Karangasem Made Mastiawan, Minggu (13/1) kemarin, berharap
nama LPD tidak diubah. Karena nama LPD sudah melekat di hati masyarakat. ‘’Apabila nama LPD diubah jadi Labda Pacingkraman Desa atau sebutan yang lainnya, maka ini akan nengubah subtansinya,’’ ujar Mastiawan. Sejatinya yang harus dipikirkan ke depan adalah penataan LPD dan peningkatan kualitas SDM dan permodalannya. Sehingga LPD yang sudah ada dapat terus bertahan, berkembang dan selalu eksis ke depannya di masyarakat demi ajegnya Bali. (kmb23/kmb41)
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso
Bawang Putih
‘’Kini Kelompok Tani Manik Pertiwi yang kita bina akan diarahkan kepada penguatan pembenihan bawang putih dalam rangka mengawali upaya pengembangan swasembada bawang putih sejalan dengan target pemerintah,’’ ujarnya. Tak hanya bawang putih, BI juga mengembangkan klaster cabai. Ini dilakukan dalam rangka pengendalian inflasi. Selain itu juga sebagai sarana pemanfaatan lahan marginal yang banyak terdapat di wilayah Ababi, Karangasem. Sebelum BI terjun di Desa Ababi untuk pengembangan
OJK Siapkan Lima Kebijakan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jakarta (Bali Post) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan lima inisiatif kebijakan untuk mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas pemerintah, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pada 2019. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso melalui pernyataan resmi di Jakarta, Minggu (13/1) kemarin, mengatakan kebijakan pertama yang akan dilakukan adalah memperbesar alternatif pembiayaan jangka menengah dan panjang bagi sektor strategis melalui pengembangan pembiayaan dari pasar modal. ‘’OJK akan mendorong, memfasilitasi, dan memberikan insentif kepada calon emiten,’’ katanya. Fasilitas yang dapat dipakai untuk pendanaan di pasar modal antara lain melalui penerbitan efek berbasis utang atau syariah, reksa dana panyertaan terbatas (RDPT), efek beragun aset (EBA), dana investasi real estat (DIRE), dan dana investasi infrastruktur (dinfra). Kemudian, ada pula instrumen derivatif berupa Indonesia Government Bond Futures (IGBF), medium-term-notes (MTN), dan pengembangan produk investasi berbasis syariah di antaranya sukuk wakaf. Kedua, OJK juga mendorong lembaga jasa keuangan meningkatkan kontribusi pembiayaan kepada sektor prioritas seperti industri ekspor, substitusi impor, pariwisata, atau sektor perumahan. Realisasi yang dapat mendukung hal itu seperti pengembangan skema pembiayaan serta ekosistem pendukungnya, termasuk asuransi pariwisata. ‘’Kami juga mendukung percepatan peran Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dalam mendorong ekspor,’’ kata Wimboh. Kebijakan ketiga, OJK berusaha memperluas penyediaan
Jangan Ditekan Mereka ingin pemerintah ke depan di bawah pasangan Prabowo-Sandiaga agar memberikan kesempatan mereka jika bisnisnya lagi tidak mengalami peningkatan jangan ditekan dalam segi pajaknya. ‘’Ada sebuah insentif kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ini,
KIRAB - Sejumlah peserta mengikuti prosesi Kirab Ritual Bwee Gee atau Hari Berterima Kasih kepada Dewa Bumi di Kudus, Jawa Tengah, Minggu (13/1) kemarin. Ritual menjelang hari raya Imlek yang diikuti ribuan warga Tionghoa dari 60 perwakilan Klenteng se-Indonesia itu sebagai wujud ungkapan syukur kepada Dewa Bumi serta harapan agar Indonesia tetap aman dan damai.
LOKA Bali Selain itu, Madra menilai Ranperda Desa Adat yang diajukan Gubernur juga lebih progresif bagi pembinaan dan pengembangan LPD di Bali melalui pembentukan lembaga otoritas perekonomian adat (LOKA) Bali seperti tercantum dalam pasal 65—68. Keberadaan LOKA Bali bisa menjadi semacam regulator yang bertanggung jawab dalam pembangunan, pengelolaan, dan pembinaan LPD di Bali. Selama ini, kata Madra,
para pengurus LPD kerap mengalami kebimbangan dalam menjalankan tata kelola LPD karena ketiadaan perangkat aturan yang dapat dijadikan pegangan bersama sesuai dengan kebutuhan LPD. Ketika muncul masalah, seringkali terjadi pengurus LPD menyelesaikan masalahnya sendiri. ‘’Dengan adanya LOKA, LPD memiliki rujukan karena adanya lembaga yang mengayomi dan memberikan pembinaan,’’ ujarnya yang juga mantan Ketua BKS LPD se-Kabupaten Badung ini.
Mengenai perubahan nama Lembaga Perkreditan Desa menjadi Labda Pacingkreman Desa, Madra menyatakan hal itu sebetulnya hanya bungkus luar atau cassing. Yang paling penting, secara substansial LPD tetap menjadi lembaga keuangan khusus komunitas adat yang diatur hukum adat. ‘’Kami tidak masalah. Mau tetap dipakai nama Lembaga Perkreditan Desa, silakan. Mau dipakai nama Labda Pacingkreman Desa, juga silakan,’’ ucapnya. Namun, Madra mengingatkan, jika konsisten
Senin, 14 Januari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Pelatihan Serati Banten (1) Seputar Bali Pagi Bali Channel KartunBall Khrisna (1) Bali Channel Tourist TV Yowana Magz Marion Sam SuguiSinoil Berita dan Bincang Terkini
10:05 Wita Lejel Home Shopping 11:00 Wita Bali Channel Tourist TV 12:050 Wita Dharma Wacana Pelatihan Serati Banten (2) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Yowana Live 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita DW TV 16:30 Wita Folk song 17:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 17:05 Wita Nangun Yadnya 17:30 Wita Kartun
Bagus and Friend Puja Trisandya Seputar Bali Orti Bali Dialog Interaktif Nuansa Property 21:00 Wita DIABEMED 21:300 Wita Taksu Dewa Gede Adnyana, Usia Muda Tekuni Sastra 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Sanggar Aswini Kembar Renon (3) 23:05 Wita Folk Song 23:30 Wita Bali Channel Tourist TV 18:00 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita
Harus Taktis
‘’Masyarakat akan mendapatkan informasi yang lengkap tentang apa yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi, langsung dari orangnya. Momentum ini yang harus dimanfaatkan dan pasangan calon harus tampil maksimal dan taktis,’’ katanya. TKN juga optimistis, pasangan capres-cawapres
nomor urut 01 akan dapat tampil maksimal sehingga mampu meyakinkan masyarakat yang berdampak pada peningkatan elektabilitas. Karena berdasarkan hasil survei dari lembaga survei, masih ada sekitar 9,2 persen pemilih yang belum menentukan pilihannya atau undecided voters serta sekitar 20 persen pemilih yang masih dapat berubah pilihannya atau swing voters. (ant)
akses keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan masyarakat kecil di daerah terpencil yang belum terlayani lembaga keuangan formal. Salah satunya melalui pendirian bank wakaf mikro yang jumlahnya akan ditambah menjadi 100 lembaga pada akhir 2019. Lembaga jasa keuangan juga akan didorong untuk meningkatkan akses keuangan ke daerah-daerah terpencil melalui pemanfaatan teknologi. OJK menargetkan indeks inklusi keuangan bisa ditingkatkan menjadi 75 persen tahun ini dan diharapkan dapat meningkatkan perlindungan kepada konsumen sektor jasa keuangan. Keempat, OJK mendorong inovasi industri jasa keuangan dalam menghadapi dan memanfaatkan revolusi industri 4.0. Mereka menyiapkan ekosistem yang memadai dan mendorong lembaga jasa keuangan melakukan digitalisasi produk dan layanan keuangannya dengan manajemen risiko yang memadai. Selain itu, OJK juga terus
meningkatkan literasi masyarakat terhadap layanan finansial berbasis teknologi (tekfin) dan memperkuat penegakan hukum bagi perusahaan rintisan tekfin ilegal yang merugikan masyakat luas. Sambil terus memfasilitasi dan memonitor perkembangan rintisan tekfin, termasuk pinjam-meminjam (P2P) dan penghimpunan dana. Kebijakan kelima adalah OJK akan memanfaatkan teknologi dalam proses bisnis, baik dalam pengawasan perbankan berbasis teknologi, dan perizinan yang lebih cepat, termasuk proses fit and proper test dari 30 hari kerja menjadi 14 hari kerja. ‘’Tentunya, keseluruhan kebijakan dan inisiatif tersebut membutuhkan kolaborasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan,’’ kata Wimboh. Untuk itu, OJK meminta seluruh pelaku sektor jasa keuangan mewujudkan kolaborasi yang efektif dalam membangun optimisme bersama guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (ant)
u Memperbesar alternatif pembiayaan jangka menengah dan panjang bagi sektor strategis melalui pengembangan pembiayaan dari pasar modal. u Mendorong lembaga jasa keuangan meningkatkan kontribusi pembiayaan kepada sektor prioritas seperti industri ekspor, substitusi impor, pariwisata, atau sektor perumahan. u Memperluas penyediaan akses keuangan bagi pelaku UMKM dan masyarakat kecil di daerah terpencil yang belum terlayani lembaga keuangan formal. u Mendorong inovasi industri jasa keuangan dalam menghadapi dan memanfaatkan revolusi industri 4.0. u Memanfaatkan teknologi dalam proses bisnis, baik dalam pengawasan perbankan berbasis teknologi, dan perizinan yang lebih cepat, termasuk proses fit and proper test dari 30 hari kerja menjadi 14 hari kerja.
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
Senin Wage, 14 Januari 2019
2 2 2 2
2 2 0 0
0 0 0 0
0 0 2 2
5-1 2-0 1-3 0-4
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
6 6 0 0
London – Willian mencetak gol luar biasa yang memastikan Chelsea menang 2-1 melawan Newcastle dalam lanjutan kompetisi Liga Utama Inggris di Stamford Bridge, Minggu (13/1) dini hari kemarin. Pedro membawa tuan rumah unggul lebih dulu, namun mampu diimbangi Newcastle lewat gol Ciaran Clark.
2-0 3-0 2-0 1-0
Klasemen Sementara Grup C Cina Korsel Kirgistan Filipina
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Willian Penting bagi Chelsea
Piala Asia 2019 Hasil Sabtu (12/1) Malam Arab Saudi vs Lebanon Irak vs Yaman Iran vs Vietnam Korea Selatan vs Kirgistan
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
Grup D Iran Irak Vietnam Yaman
2 2 2 2
2 2 0 0
0 0 0 0
0 0 2 2
7-0 6-2 2-5 0-8
6 6 0 0
Grup E Arab Saudi Qatar Korut Lebanon
2 1 1 2
2 1 0 0
0 0 0 0
0 0 1 2
6-0 2-0 0-4 0-4
6 3 0 0
Bali Post/ist
KURSUS - Para wasit sepak bola dan futsal Bali mengikuti kursus.
Wasit Sepak Bola dan Futsal Tes Fisik Tiap Bulan
Denpasar (Bali Post) Selama ini kinerja wasit senantiasa menjadi sorotan dalam memimpin pertandingan sepak bola di ajang Porprov Bali, terutama oleh yang kalah. Oleh karena itu, Asprov PSSI Bali akan memberlakukan tes fisik kepada wasit sepak bola dan futsal yang bertugas pada hajatan multi-event dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali itu. Ketua Departemen Sepak Bola Asprov PSSI Bali Nasser Atthamimy mengemukakan, pihaknya tak mau lagi wasit menjadi sorotan pada Porprov Bali XIV di Tabanan, September mendatang. Untuk itu, wasit sepak bola dites fisiknya tiap bulan hingga Agustus atau sebulan menjelang Porprov. ‘’Apalagi Exco PSSI Bali Wayan Artanayasa telah mengikuti kursus tes fisik dan stamina bagi para wasit,’’ ungkapnya di Denpasar, Minggu (13/1) kemarin. Wasit sepak bola di Bali yang mengantongi lisensi C1 dan C2 berjumlah 58 orang. Dari jumlah ini akan direkrut 18 wasit atau tiap kabupaten atau kota memiliki dua wasit. ‘’Seandainya ada daerah yang dominan meloloskan wasitnya misalnya sampai delapan orang, Askab PSSI berhak merekomendasikan hanya dua yang bertugas di Porprov,’’ katanya. Selain itu, jika tim daerah A dan B yang berlaga, otomatis wasit yang bertugas bukan berasal dari kedua daerah bersangkutan. ‘’Kami ingin Porprov benar-benar bersih dari pengaturan skor, menjunjung tinggi sportivitas dan fair play serta bebas tekanan dari berbagai pihak,’’ tegasnya. Sementara wasit futsal sebanyak 19 orang, terdiri atas wasit nasional 12 dan AFC 7. Mereka juga dites fisiknya tiap dua bulan, mengingat September tahun lalu telah menjalani uji kebugaran ‘’Kami memerlukan 12 wasit futsal yang bertugas di Porprov. Mereka umumnya masih muda, sehingga fisiknya tak ada masalah,’’ pungkas Nasser. (022)
Bali United Kontrak Pemain Kedua Mangupura (Bali Post) – Bali United mendapatkan pemain kedua tahun ini. Pemain tersebut adalah Samuel Charlheins Reimas, penjaga gawang Perseru Serui musim lalu. Ia resmi menandatangani kontrak berdurasi dua tahun bersama tim Serdadu Tridatu. Samuel Reimas merupakan pemain asal Papua kelahiran 11 September 1992. Sebelum memperkuat Perseru, ia membela Persebaya Surabaya. Penampilannya di kompetisi Liga 1/2018 bisa dibilang sangat cemerlang. Kiper bertinggi 176 cm ini sukses melakukan 84 kali penyelamatan sepanjang musim. Jumlah yang sama dengan pencapaian penjaga gawang Bali United Wawan Hendrawan. Samuel hanya kalah dari Teja Paku Alam dalam hal melakukan penyelamatan. Dikutif dari website Bali United, Minggu (13/1) kemarin, Samuel Reimas akan menambah pilihan untuk posisi di bawah mistar tim Serdadu Tridatu. Bali United sebelumnya sudah memiliki penjaga gawang Wawan Hendrawan, Diky Indriyana, Rakasurya Handika dan Putu Pager Wirajaya. Pemain pertama yang dikontrak Bali United adalah Haudi Abdillah. Pemain belakang ini pun mengungkapkan kesiapannya menyambut kompetisi tahun ini bersama klub barunya. ‘’Saya sangat bersyukur akhirnya resmi menjadi bagian dari klub kebanggaan Pulau Dewata ini. Yang pasti saya sangat senang. Alhamdulillah semua berjalan lancar dari awal proses negosiasi hingga akhirnya resmi bergabung dengan Bali United. Saya ingin merasakan tantangan baru dan meraih prestasi seperti halnya yang diharapkan manajemen dan masyarakat Bali,’’ ujarnya. Sosok Eko Purdjianto cukup memberi pengaruh terhadap keputusannya bergabung dengan tim Serdadu Tridatu. ‘’Jujur, kehadiran pelatih Eko Purdjianto membuat saya yakin untuk melanjutkan karier bersama Bali United,’’ kata pemain berusia 25 tahun ini. Haudi Abdillah lahir di Denpasar saat orangtuanya dinas di ibu kota Provinsi Bali ini. Setahun kemudian mereka kembali ke Semarang. (kmb)
Tendangan melengkung Willian yang brilian pada menit ke-57 mengamankan tiga poin bagi The Blues. Itu merupakan gol kelimanya musim ini dan yang pertama di liga sejak Oktober tahun lalu. ‘’Saya pikir itu selalu sulit di Liga Primer. Saya mencetak gol yang bagus. Saya menemukan ruang dan menempatkan bola tepat di tempat yang saya inginkan,’’ katanya kepada BT Sport. Willian telah berulang kali dikaitkan dengan kepindahan dari Chelsea tetapi dia bersikeras ingin tinggal di klub London Barat itu. ‘’Masa depan saya ada di sini di Chelsea. Saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan,’’ kilah pemain Brazil ini. Manajer Chelsea, Maurizio Sarri, ingin Willian tetap menjadi anggota pasukannya, terutama karena ia menempatkan Eden Hazard sebagai striker. ‘’Anda tahu betul bahwa Willian bagi kami adalah pemain yang sangat penting. Willian harus tinggal bersama kami. Dengan Eden bermain sebagai striker, kami membutuhkan pemain sayap. Pada saat ini dia adalah pemain fundamental,’’ sebutnya. Chelsea tetap berada di urutan keempat klasemen, unggul 6 poin atas Arsenal yang kalah di West Ham. Liverpool menjaga jarak keunggulan di puncak klasemen menjadi tujuh poin dari pesaing terdekatnya, Manchester City, seusai menang 1-0 di markas Brighton & Hove Albion berkat eksekusi penalti Mohamed Salah. Si Merah mengoleksi 57 poin, unggul 7 poin dari City (50) yang baru berlaga pada Selasa (15/1) dini hari menjamu Wolverhampton (29). Pelatih Liverpool Juergen Klopp menilai timnya telah melakukan yang dibutuhkan untuk meraih kemenangan atas Brighton & Hove Albion. Penampilan Liverpool cukup baik, walaupun jelas bukan yang terbaik sepanjang musim ini. ‘’Saya lebih suka menyebutnya sebagai penampilan yang paling dewasa musim ini. Itu sangat penting,’’ ujar mantan pelatih Borussia Dortmund ini. PSG PSG kembali ke jalur kemenangan setelah menaklukkan tuan rumah Amiens dengan skor 3-0 dalam pertandingan Liga Prancis. Gol-gol kemenangan PSG dibukukan oleh penalti Edinson Cavani (57), Kylian Mbappe (70) dan Marquinhos (79). Hasil ini membuat PSG mengoleksi 50 poin di puncak klasemen, sedangkan Amiens terpuruk di peringkat ke-17 dengan 18 poin. Pasukan Thomas Tuchel tetap tidak terkalahkan di liga musim ini dan kembali unggul 13 poin atas tim peringkat kedua Lilleyang menang 3-1 di markas
Caen. Sebelumnya, laju 44 kemenangan beruntun PSG di kancah domestik terhenti pada tengah pekan saat takluk 1-2 dari Guingamp di perempatfinal P i a l a L i g a Prancis. AC Milan lolos ke perempatfinal Piala Italia
setelah menang 2-0 atas Sampdoria melalui perpanjangan waktu. Kedua gol kemenangan Rossoneri tersebut dibukukan oleh Patrick Cutrone (102 dan 108). Milan selanjutnya akan berhadapan dengan Napoli atau Sassuolo di delapan besar. (afp/kmb/ant/rtr)
Bali Post/afp
MENANG – Russell Westbrook (kiri) memimpin Oklahoma City Thunder merebut kemenangan atas San Antonio Spurs.
Thunder Akhiri Kekalahan Beruntun Oklahoma – Russell Westbrook mencetak 24 poin dan 10 rebound serta Dennis Schroder membuat 10 poin di babak kedua ketika Oklahoma City Thunder mengalahkan tamunya San Antonio Spurs dengan skor 122-112 pada lanjutan kompetisi NBA, Minggu (13/1) kemarin. Kemenangan itu membalas kekalahan 154-147 yang diderita Thunder dari Spurs dua malam lalu. Paul George menambah 18 poin dan 11 rebound untuk Thunder. Hasil ini mengakhiri tiga kekalahan beruntun Thunder, sedangkan Spurs mengalami kekalahan kedua dalam delapan pertandingan terakhir. ‘’Schroder baru saja memotong kami dan dadu kami. Dia melakukan pekerjaan yang bagus. Pertahanan k a m i mengecewakan,’’ kata pelatih S p u r s , Gregg Popovich. Marco Belinelli mencetak 24 poin, DeMar DeRozan menambah 18 poin dan LaMarcus Aldridge selesai dengan 17 poin untuk Spurs. ‘’Mereka tidak membiarkan saya bermain. Mereka menggandakan saya dalam segala hal. Mereka datang dari garis dasar dan atas. Mereka memastikan bahwa bola tidak ada di tangan saya,’’ ungkap Aldridge usai pertandingan. D i tempat lain, Blake G r i f fin membuat 44 poin s a a t Detroit Pistons menggulingkan tuan rumah Los Angeles Clippers 109-104. Andre Drummond mencetak 20 poin dan 21 rebound, sedangkan Reggie Bullock menyumbang 17 poin untuk Pistons. Danilo Gallinari memimpin Clippers dengan 23 poin, Lou Williams menambah 22 poin serta Montrezl Harrell mengumpulkan 21 poin dan 9 rebound. Laga itu adalah hari yang emosional bagi Griffin karena mencerca pemilik Clippers, Steve Ballmer, sebelum pertandingan. ‘’Saya menantikan game ini dan senang itu sudah berakhir. Di peregangan kami memainkan pertahanan yang hebat, berhenti dan melindungi bola, itulah bedanya,’’ ungkap Griffin. Hasil lengkap: Utah Jazz vs Chicago Bulls 110-102, Sacramento Kings vs Charlotte Hornets 104-97, Phoenix Suns vs Denver Nuggets 102-93, Minnesota Timberwolves vs New Orleans 110-106, Oklahoma City Thunder vs San Antonio Spurs 122-112, Orlando Magic vs Boston Celtics 105-103, Miami Heat vs Memphis Grizzlies 112-108, LA Clippers vs Detroit Pistons 104-109. (afp/kmb)
BETAH – Willian (kanan) masih betah bermain untuk Chelsea.
Atlet Kabaddi Badung Digembleng di Mengwi
Mangupura (Bali Post) Sekitar 30 atet kabaddi putra dan putri Kabupaten Badung menjalani tes fisik di GOR Mengwi, Minggu (13/1) kemarin. Penggemblengan fisik ini bertujuan mengetahui tingkat kebugaran tubuh para atlet. Menurut Ketua Harian Pengkab FOKSI Badung I Kadek Sudharma Hariawan, tes fisik dipantau trio pelatih Halus Suhandana, Rega Padmawan dan Gek Martini. ‘’Kami uji daya tahan dan kebugaran tubuh (VO2Max) para atlet kabaddi Badung. Materi tes juga meli-
puti taktik dan strategi, teknik bermain, serta mental bertanding,’’ ucapnya di sela-sela tes fisik. Dijelaskannya, tim kabaddi bayangan Porprov Badung berlatih tiga kali dalam sepekan tiap Minggu, Rabu dan Jumat. Mereka direkrut dari kejuaraan Piala Mangupura ditambah hasil pemantauan ke sekolah-sekolah tim Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Pihaknya juga membuka keran seleksi. Sejauh ini belum terbentuk tim definitif, dan program FOKSI Badung diselaraskan dengan KONI Badung.
Tim kabaddi Badung tetap mematok target juara umum pada Porprov Bali XIV di Tabanan, September mendatang. Badung menyabet 2 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu pada Porprov Bali 2017 silam. Nomor yang dipertandingkan meliputi senior dan junior putra-putri ditambah campuran atau total memperebtukan 6 emas. ‘’Kami tetap optimis mempertahankan gelar juara umum,’’ ujar Sudahrma. (022)
FISIK - Atlet kabaddi Badung latihan fisik di GOR Mengwi.
Bali Post/ist
Prahesta Dapat Perak Jakarta (Bali Post) – Pembalap sepeda junior Indonesia Angga Dwi Wahyu Prahesta harus puas mendapat medali perak pada nomor balapan Omnium junior putra Asian Track Championship 2019 di Jakarta International Velodrome, Minggu (13/1) kemarin. Prahesta memiliki peluang meraih emas hingga balapan keempat yaitu point race sebelum kecolongan pembalap Kazakhstan Danill Pekhotin. Point race adalah versi balapan Nascar-nya sepeda. Dengan format 20 km untuk junior, pembalap melakuan sprint untuk meraih poin di setiap 10 lap yang ditandai dengan bel. Atlet yang memiliki poin terbanyak keluar sebagai pemenang. Prahesta sempat memimpin lomba hingga sprint ketujuh, namun di 10 lap terakhir Pekhotin melancarkan serangan dan berhasil menyusul di belakang rombongan utama untuk melakukan overlap demi poin ganda di sprint terakhir. ‘’Balapan terakhir yang paling berat,’’ katanya usai lomba. Prahesta mengumpulkan total poin 129. Phekotin memimpin dengan 133 poin. Perunggu direbut Chih Sheng Chang (Chinese Taipe) yang mendulang 116 poin. Perak tersebut menjadi medali ketiga Prahesta di ATC 2019 setelah sebelumnya meraih emas di nomor scratch junior dan perak nomor points race junior. (ant)