Skip to main content

Edisi Minggu 13 Oktober 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 58 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengamanan di Gilimanuk

Soal ’’Banten’’

Underwater Photography

Warga Bali mulai diusik dengan ancaman serangan teroris. Bagaimana pengamanan di pintu masuk Bali melalui Gilimanuk?

Banten tak bisa dilepaskan dari ritual beragama masyarakat Hindu di Bali. Baca ulasan lengkapnya.

Bagaimana menjepret objek di dalam air. Perlu teknik dan minat khusus.

BALI ORTI | HAL. 6

DAERAH | HAL. 2

FOTOGRAFI | HAL. 8

Mengangkat Martabat ”Grassroot” dari Pasar Tradisional

Denpasar (Bali Post) Setelah menyapa pembacanya di Buleleng dan Pasar Badung, Pimpinan Kelompok Media Bali Post (KMB) , Satria Naradha, bersama seluruh redaksi kembali turun bersama ke pasar tradisional. Sabtu (12/10) kemarin, rombongan membagikan koran secara gratis dan Tabungan Ajeg Bali di Pasar Nyanggelan. Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, pun ikut turun menemui pembaca KMB di Pasar Nyanggelan.

“Kita tidak mau masyarakat kita di tingkat grassroot ini, tidak berdaya, justru akan menimbulkan kemiskinan baru. Lewat revitalisasi pasar tradisional, kita meningkatkan harkat

dan martabatnya,” ungkap Rai Mantra di sela–sela membagikan koran. Untuk itu, penguatan pasar tradisional dilakukan. Dimulai 2009 dari Pasar Renon, lalu Pasar Sindhu, sampai ke Pasar Agung dan Nyanggelan. Hampir 60 persen pasar sudah direvitalisasi. Selain merevitalisasi bangunan, penguatan dan mengubah mindset pedagang juga dilakukan yaitu dengan sekolah pasar.

Di sekolah pasar, pedagang dididik cara berdagang, cara menata, pembukuan, dan juga sudah banyak pasar tradisional yang sudah menggunakan e-money. Dengan revitalisasi di segala lini, dari sisi omzet mengalami peningkatan. Seperti di Pasar Agung yang awalnya Rp 900 juta per bulan setelah direvitalisasi meningkat menjadi Rp 13 miliar. Hal. 11 Pedagang Tersenyum

Wali Kota Dukung ’’Bali Post’’ Perkuat Identitas Budaya Bali ”Bali Post diharapkan dapat terus mengawal, menguatkan, dan mengembangkan pemahaman–pemahaman kepada masyarakat tentang main power dari kekuatan pembangunan di Bali adalah kebudayaan. Ini merupakan suatu sinergitas yang sangat baik. Bali Post bertugas untuk mencerahkan masyarakat, kita di pemerintah melaksanakan hal-hal yang menjadi kewajiban kita.” I.B. Rai Dharmawijaya Mantra Wali Kota Denpasar Denpasar (Bali Post) Dalam rangka HUT ke-71 Bali Post, Pimpinan Kelompok Media Bali Post (KMB) menyerahkan koran edisi khusus kepada Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Sabtu (12/10) kemarin. Satria Naradha juga bertindak sebagai wartawan melakukan wawancara dengan Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya mantra yang direkam Bali TV. Setelah dari kediaman Rai Mantra, rombongan selanjutnya menuju Pasar Nyanggelan, salah satu pasar tradisional di Kota Denpasar. Rai Mantra pun turut turun ke pasar bersama KMB untuk membagikan koran dan menyerahkan tabungan Ajeg Bali dan busana Bali. Semua dilakukan guna mendukung visi Gubernur ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Atas nama masyarakat Kota Denpasar, Rai Mantra mengucapkan terima kasih dan apresiasi pada Bali Post yang telah memahami konsep pembangunan kebudayaan terutama di dalam menunjang pembangunan nasional di Bali. “Ini penting karena bagaimanapun juga, kita perlu pemahaman, karena kita harus memiliki suatu identitas khusus di dalam pembangunan tersebut yang akhirnya dapat menggerakkan sektor–sektor atau elemen ekonomi ke depan,” ujarnya. Untuk itu, ke depan, Bali Post diharapkan dapat terus mengawal, menguatkan, dan mengembangkan pemahaman–pemahaman kepada masyarakat tentang main power dari kekuatan pembangunan di Bali adalah kebudayaan. Hal. 11 Sinergisitas yang Baik

Terduga Teroris di Bali Ada Hubungan dengan Penusuk Wiranto Denpasar (Bali Post) Pengembangan penangkapan terduga teroris yang ditangkap di wilayah Jembrana terus dilakukan Tim Densus 88. Ternyata terduga teroris yang ditangkap di Bali ada hubungannya dengan pelaku penusukan Wiranto. Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja merilis penangkapan terduga teroris di Jembrana. Menurut Hengky Sabtu (12/10) kemarin, dua terduga teroris berinisial AT dan ZAI ditangkap di Jembrana, Kamis (10/10). Saat ini, Densus 88 Polri dan tim Counter Transnational and Organize Crime (CTOC) Polda Bali sedang melakukan pendalaman keterangan terduga teroris AT

dan ZAI. Ia menambahkan, AT dan ZAI diduga berbaiat kepada pimpinan kelompok radikal ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi. Bahkan, AT mempunyai hubungan dekat dengan Abu Rara, pelaku yang menusuk Menkopolhukam Wiranto di Banten. Dia juga masuk grup medsos “Menanti Al Mahdi’’. “Yang bersangkutan juga sudah mengetahui niatan Abu Rara untuk melakukan amaliyah. AT menyiapkan panah, airsoft gun, dan sangkur yang diduga bertujuan untuk amaliyah di wilayah Bali,” jelasnya. Kedua terduga teroris ini sudah merencanakan apabila sewaktu-waktu ditangkap, akan ada perlawa-

nan. Mereka sudah merencanakan membuang HP dan laptop ke dalam air untuk menghilangkan jejak. “Dari tangan terduga teroris, tim gabungan mengamankan barang bukti berupa panah, airsoft gun, sangkur, handphone, dan laptop,” tegas Hengky. Bapak dan Anak Kabid Humas membenarkan jika kedua terduga teroris tersebut berstatus bapak dan anak. Mereka diduga berafiliasi dengan ISIS. “Penangkapan dua hari lalu (Kamis). Mereka kos di Jalan Sedap Malam, Denpasar Timur (Dentim),” ujar mantan Kabag Binkar Karo SDM Polda Bali ini. Sementara sumber lain

mengungkapkan, kedua orang tersebut memang tinggal di Jalan Sedap Malam, Denpasar. Pada Kamis, mereka hendak nyeberang ke Banyuwangi, Jawa Timur. “Sebelum menyeberang, mereka ditangkap di jalan yang sepi. Lokasi persisnya saya tidak tahu,” tegasnya. Kedua tersangka tersebut sedang mempersiapkan aksi teror di Bali. Anggota Densus 88 mengamankan banyak barang bukti di antaranya anak panah dan airsoft gun yang sudah dimodifikasi. Di Jakarta, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menyebutkan, dua terduga teroris tersebut berinisial

NK dan JA. Sedangkan, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja menyampaikan inisialnya, AT dan ZAI. (kmb36)


2

Minggu Umanis, 13 Oktober 2019

Seminar Nasional Unmas Denpasar Hadirkan Dr. Hotman Paris

Dekatkan Layanan LOKA Pengawasan Obat dan Makanan Buleleng memiliki wilayah pengawasan dan pelayanan di Jembrana dan Buleleng. Kendatipun secara resmi berkantor di Singaraja, Loka POM berupaya mendekatkan pelayanan hingga Jembrana. Salah satunya dengan disediakannya kantor pos Loka POM di Jembrana. “Kita coba selama dua hari kegiatan, kita berkantor di gedung PLUT di Jalan Ngurah Rai. Jadi, ketika kami ke sini (Jembrana), sudah ada kantor,” ujar Kepala Loka POM Buleleng, Made Ery Bahari Hantana. Uji coba itu dilakukan dengan pelayanan edukasi pangan aman. Masyarakat maupun usaha ritel atau produsen makanan yang hendak berkonsultasi terkait pangan aman. “Dengan cakupan yang luas tentu kami hanya pada waktu tertentu di Jembrana. Tetapi kita uji cobakan untuk mendekatkan pelayanan, kebetulan juga difasilitasi dari Dinas Koperindag,” tambah Ery. Menurutnya, bila dibandingkan dengan tahun lalu, masyarakat Jembrana saat ini lebih aware (perhatian) terkait pangan aman ini. Namun, pihaknya tetap mensosialisasikan agar KLIK (kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa) selalu diperhatikan oleh konsumen dan penjual. Harapannya, agar apa yang dikonsumsi masyarakat aman. (olo)

Wali Kota Denpasar Rai Mantra Motivasi Mahasiswa Ajak Tingkatkan Kreativitas SEMINAR nasional yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menghadirkan pembicara Dr. Hotman Paris Hutapea, S.H., L.L.M., M.Hum., Sabtu (12/10) kemarin, di Inna Grand Bali Beach Sanur. Kegiatan ini dibuka secara resmi Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, dan Dekan Fakultas Hukum Unmas Denpasar I Nengah Surama. Wali Kota Rai Mantra mengapresiasi kegiatan seminar yang dilaksanakan BEM Fakultas Hukum Unmas Denpasar. Kegiatan seminar sebagai kegiatan di luar kampus yang mampu memberikan peningkatan wawasan kepada mahasiswa terlebih menghadirkan pembicara yang berkompeten di bidangnya seperti Dr. Hotman Paris Hutapea. “Seperti harapan Rektor Unmas Denpasar bahwa mahasiswa tidak saja mengejar nilai IPK, namun mampu meningkatkan komunikasi sosial. Karena 33 persen pendidikan terdapat di sekolah maupun di kam-

pus, 33 persen di rumah dan lingkunagn yang juga dapat ditunjang dengan pembentukan sosial entrepreneurship dan leadership. Lebih lanjut disampaikan Rai Mantra yang mengutip kata-kata bijak dan motivasi dari tokoh terkenal Sanur yakni Ida Pedanda Made Sidemen “Selampah Laku” yang berkaitan dengan perilaku atau perbuatan kita. Selampah laku, mekinkin meyasa lacur artinya kalau merasa miskin, tong ngelah karang sawah, tidak memiliki lahan sawah atau kebun untuk ditanam. Tandurin karang awak, pakai badan ini sebagai lahan, tanamilah semua ilmu pengetahuan dalam badan atau diri kita. Meguna dusun, berguna lingkungan ne kanggo di desa dan berguna bagi desa. Dari kata-kata bijak tersebut, Rai Mantra mengharapkan mahasiswa harus tahu makna kehidupan. Mengenyam ilmu pendidikan di kampus tidak ada lain untuk tidak pernah merasa “miskin” karena menanam bibit dalam tubuh di pikiran otak dan hati kita. “Di samping itu, katakata bijak yang disampaikan Prof. I.B. Mantra menemukan

diri Anda sendiri itu adalah sumber kreativitas. Caranya yakni tanamkan ilmu pengetahuan. Kalau mau sejahtera berlakulah kreatif. Kreatif pasti melalui pendidikan lewat mengenyam pendidikan,” ujar Rai Mantra. Dalam kesempatan tersebut, Rai Mantra juga mengharapkan civitas akademika Unmas Denpasar untuk terus meningkatkan leadership, sosial entrepreneurship, dan entrepreneurship menjadi satu kesatuan dan tidak dapat dilepaskan satu sama lain. “Mari kita bangun leadership untuk bisa menjadi entrepreneurship sehingga mampu menjadi sosial entrepreneurship,” katanya. Rektor Unmas Denpasar Dr. Drs. Sukamerta mengatakan, kegiatan seminar nasional yang dilaksankan Fakultas Hukum Unmas Denpasar berkaitan juga dengan yang telah mendapatkan nilai akreditasi A. Menghadirkan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea diharapkan dapat memberikan motivasi berkaitan dengan mata kuliah tentang entrepreneurship yang mampu memotivasi mahasiswa setelah mendapatkan gelar

SEMINAR – Wali Kota Rai Mantra bersama Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta dan Dr. Hotman Paris Hutapea, S.H., L.L.M., M.Hum., Sabtu (12/10) kemarin, di Inna Grand Bali Beach Sanur pada kegiatan Seminar Nasional Unmas Denpasar. mampu menjadi entrepreneurship. “Menghadirkan Bang Hotman Paris agar mampu memberikan motivasi kepada mahasiswa kami sehingga mampu melihat peluang dan mengikuti jejak narasumber kami sebagai entrepreneurship,” ujarnya. Sementara Hotman Paris Hutapea mengatakan, nantinya dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa Hukum Unmas Denpasar.

Bagaimana motivasinya nanti, mahasiswa tidak saja berkutat pada peluang sebagai pegawai negeri namun bagaimana dunia lawyer itu sendiri yang mampu kita gali untuk meningkatkan kemampuan diri. “Mahasiswa nantinya mampu melihat peluang tidak saja di daerah, namun mampu melihat pelung di luar daerah seperti di dunia internasional,” ujarnya. (ad357)

Penyandang Tunadaksa Raih Prestasi Tingkat Nasional Mangupura (Bali Post) Prestasi anak penyandang disabilitas saat ini patut diapresiasi. Selain tingkat provinsi, prestasi bertaraf nasional pun diraih. Seperti prestasi anakanak Sekolah Luar Biasa (SLB) D Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) di Jimbaran, Kuta Selatan, mengharumkan Bali tingkat nasional. Sebagai wujud apresiasi, Polresta Denpasar mengunjungi dan memberi support kepada anak-anak penyandang tunadaksa ini, Sabtu (12/10) kemarin. Dalam kunjungan tersebut, rombongan Polresta Denpasar dipimpin Wakapolresta AKBP Benny Pramono. Menurut AKBP Benny, SLB D YPAC Jimbaran merupakan sekolah yang diperuntukkan bagi anakanak khusus penyandang tunadaksa. Sebagian besar siswasiswinya saat sekolah menggunakan kursi roda, tongkat, dan kaki palsu. Polresta mengapresiasi anak-anak didik SLB YPAC Jimbaran yang berjuang keras dalam berbagai perlombaan di tingkat provinsi dan nasional. Berkat perjuangan tersebut, mereka berhasil meraih juara. “Kami bersyukur diberi kesempatan mengunjungi dan bercengkerama dengan anakanak SLB D ini yang memiliki segudang prestasi walaupun di tengah kekurangannya. Jujur, saya bangga sekali ketika mendengar anak-anak memiliki prestasi yang luar biasa. Saya berharap agar terus dit-

ingkatkan dan jangan pernah putus asa dan jangan pernah menyerah,” ungkapnya. Lebih lanjut, Benny menjelaskan, kegiatan ini sebagai wujud kepedulian Polresta Denpasar dengan sesama dan sudah menjadi program dari Mabes Polri. Mantan Wakapolres Badung ini berharap apa yang Polresta berikan menjadi berkah dan bermanfaat untuk yayasan ini. “Semoga kita semua selalu senantiasa diberikan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya. Kepala SLB D YPAC Jimbaran I Putu Nitiasa mengapresiasi kunjungan Wakapolresta Denpasar beserta rombongan tersebut. Apalagi pihaknya mendapat bantuan dari Polresta. Ia berharap dari kunjungan Polresta ini mampu memberikan motivasi kepada anak-anak untuk terus berusaha dan tidak menyerah. “Di balik kekurangan tersebut, mereka memiliki kelebihan yang belum tentu dimiliki oleh kita. Kami memberikan keterampilan kepada anak-anak dengan harapan jika sudah keluar dari YPAC sudah punya ilmu sesuai dengan keahliannya,” tegasnya. Kegiatan diberi nama Peduli Kasih Polri ini sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan memberikan bantuan kepada para siswa. Selain itu, ada pula kegiatan pemeriksaan mata dan membagikan kacamata gratis, serta pembagian obat tetes mata. (kmb36)

PEMERIKSAAN Pemeriksaan di Pos II Pelabuhan Gilimanuk oleh sejumlah petugas gabungan. Pemeriksaan berjalan seperti biasa dan belum ada penebalan personel. BPM/olo

Pascapenangkapan Dua Terduga Teroris di Bali

Kapolres Sebut Pengamanan di Gilimanuk Normal

Negara (Bali Post) -

Pascaditangkapnya dua terduga teroris di Bali, pengamanan di pintu masuk Gilimanuk berjalan normal. Tidak ada peningkatan pengamanan dan penjagaan dilakukan sesuai protap. Artinya, petugas yang berjaga di sana tetap melakukan pemeriksaan surat, kendaraan, dan barang. Pemeriksaan yang berlaku di Pos II (pintu masuk Bali) Pelabuhan Gilimanuk dilakukan secara manual. Tiap kendaraan yang masuk terutama mobil pribadi dan

roda dua diperiksa petugas di pos II ini oleh jajaran Polsek dan Polres. Sementara kendaraan barang (truk dan boks) serta bus dan travel diarahkan di pos III.

Khusus untuk bus dan kendaraan umum lainnya, penumpang diperiksa di pos pemeriksaan barang bawaan (security door) yang dijaga personel Brimob.

Para penumpang ini selanjutnya diperiksa di pos KTP Gilimanuk (Terminal Gilimanuk) yang berjarak sekitar 100 meter dari secdoor. Pemeriksaan identitas diri ini dilakukan tim gabungan dari Dinas Dafdukcapil, Satpol PP, unsur TNI, dan instansi terkait. Sementara itu, Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede

Wibawa Adi Wibawa saat dikonfirmasi Sabtu (12/10) kemarin, mengatakan, untuk pemeriksaan di Gilimanuk atau pintu masuk sampai saat ini masih seperti biasa (protap). Tidak ada penebalan personel. “Penebalan personel tidak ada. Tetap berjalan seperti biasa,” ujar Kapolres Wibawa. (kmb26)

Cuaca Panas Diperkirakan Dirasakan hingga Akhir Oktober

BPM/ist

BANTUAN - Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono menyerahkan bantuan kepada siswa SLB D YPAC Jimbaran.

Denpasar (Bali Post) Cuaca panas dan terik melanda Bali yang dirasakan beberapa hari belakangan ini. Bahkan di Kota Denpasar suhu mencapai 33 o C. Fenomena cuaca panas dan terik ini merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi setiap tahunnya, terutama terjadi pada bulan-bulan puncak musim kemarau dan musim peralihan. Cuaca panas

ini diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober 2019. Lia Cahyani, Staf Pelayanan Jasa BMKG Wilayah III Denpasar menjelaskan cuaca panas dan terik di Bali disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, dikarenakan gerak semu matahari mulai bergerak ke Selatan, masih adanya aliran massa udara dingin dan kering yang bergerak dari Australia menuju wilayah Indonesia

sebelah selatan khatulistiwa, terutama di sekitar Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Kondisi tersebut ditandai dengan kelembaban udara yang kurang dari 60 persen. “Cuaca panas ini akan dirasakan hingga akhir Oktober,” ujarnya, Sabtu (13/10). Bahkan lanjutnya, suhu maksimum tercatat di Stasiun Pengamatan Geofisika Sanglah mencapai

33 C yang melanda Kota Denpasar. Sedangkan suhu minimun yaitu 23 C tercatat di Stasiun Pengamatan Geofisika Sanglah, Ngurah Rai, dan Kahang-Kahang yang melanda sebagian besar Kabupaten di Bali. “Untuk suhu maksimum tercatat 33 C yang dirasakan di Kota Denpasar dan suhu minimum 23 C dirasakan hampir di seluruh kabupaten di Bali,” pungkasnya. (win)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Umanis, 13 Oktober 2019

Bali Post/asa

TARI REJANG - Nyonya Putri Suastini Koster saat berbaur dengan masyarakat untuk menarikan tari rejang saat mapepada agung di Pura Hulundanu Batur Desa Adat Songan.

Bali Post/asa

NUMBAK KEBO - Jero Gede Hulundanu Batur Songan saat prosesi numbak kebo di areal Pura Hulundanu Batur Tri Khayangan Jagat Desa Songan.

Upacara ”Mapepada Agung” di Pura Hulundanu Batur di Songan

Suastini Koster Nari Rejang Bersama Warga NGUSABA purnamaning kapat di Pura Hulundanu Batur Tri Khayangan Jagat di Desa Pakraman Songan, Kintamani, Bangli, yang puncaknya akan berlangsung Minggu (13/10) hari ini, sudah berlangsung sejak 25 September 2019. Pada Sabtu (12/10)

kemarin krama pangempon menyelenggarakan upacara yang sangat sacral, yakni mapepada agung yang berlangsung di areal Pura Hulundanu Batur Songan. “Ini ritual yang sangat sakral, sehingga berlangsung sangat kusyuk,” kata Sekretaris Panitia sekaligus Jero

Nyarikan I Gede Kariawan, S.Pd., M.Pd. Dalam acara mapepada agung hadir juga Ibu Gubernur Bali Nyonya Putri Suastini Koster. Bahkan bersama rombongan, dengan rendah hati Suastini Koster berbaur dengan ratusan masyarakat dan ikut

menarikan tari rejang. Walau oleh panitia diminta untuk berbaris paling depan, namun Suastini Koster memilih di tengah, dan berbaur dengan masyarakat. “Mapepada ini merupakan rangkaian upacara ngusaba kapat. Besok (Minggu inired) puncak karya,” tandas

Jero Nyarikan Kariawan. Pantauan saat mapepada agung, ratusan jero-jero hadir dan mengucapkan doa (mantra). Lanjut Jro Gede Hulundanu Songan, dengan berpakaian khas ala Songan, mengambil tombak suci dan dibantu Jro Mangku Hulundanu. Kemudian

menarikan tombak tersebut lalu dipakai menombak kerbau alias numbak kebo, kambing dan soroh buron lainnya yang dipakai sarana upakara. Pola numbak kebo itu dari semua sisi, yakni dari arah utara, selatan, barat dan timur. Jero Nyarikan Kariawan

menambahkan, setelah puncak ngusaba, besoknya pada 14 Oktober dilakukan bhakti panganyar dari kabupten/kota seluruh Bali. Hingga terakhir pada Sabtu, 19 Oktober dilakukan subakti ngaturin, maprani dan malamnya kasineb antuk subakti ngeluhur. (asa)

Lepas Tukik di Pantai Yeh Gangga

Gubernur Bali Tekankan Masyarakat Jaga ’’Taksu’’ Bali GUBERNUR Bali Wayan Koster menekankan agar masyarakat senantiasa menjaga taksu Bali sebagai salah satu pendongkrak sektor pariwisata dengan menjaga alam dan lingkungan. Hal itu terungkap saat pihaknya melepas tukik (anak penyu) di Pantai Yeh Gangga Desa Sudimara Kabupaten Tabanan, Sabtu (12/10) kemarin. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga serta OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. Menurut Koster, Bali merupakan pulau yang sangat unik. Selain potensi pariwisata yang merupakan potensi unggulan, Bali juga memiliki masyarakat yang selalu menerapkan keseimbangan dalam menjalani hidup dengan berpedoman pada Tri Hita Karana. Menurutnya, potensi yang dimiliki Pantai Yeh Gangga yang ada di Kabupaten Tabanan, harus bisa dikelola dengan maksimal, bahkan kalau bisa

dikelola orang lokal. “Ini merupakan acara yang luar biasa karena momen ini bertepatan dengan Tumpek Kandang. Kegiatan ini merupakan bentuk dari kepedulian kita terhadap sekala niskala, karena kedua hal ini selalu berdampingan dalam kehidupan kita di Bali,” ungkap Koster. Dirinya menambahkan, acara ini juga merupakan wujud nyata dari pelaksanaan program visi Pemprov Bali, yakni “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang mempunyai makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali berserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala niskala yang dilaksanakan dengan pola pembangunan semesta berencana yang telah diterapkan. “Isi alam salah satunya adalah manusia, tumbuhan dan binatang, seperti tukik (anak penyu) yang keberadaannya sudah sangat langka. Sebelum kita lepas tukik, tukik ini kita upacarai dulu untuk memberikan penguatan kehidupan agar mendapat restu dari alam

untuk bertahan. Ini merupakan warisan leluhur yang luar biasa, keseimbangan sekala niskala harus selalu kita terapkan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, supaya alam Bali beserta isinya terus berjalan dengan baik,” imbuhnya. Sementara Wabup Sanjaya dalam mengawali sambutannya mengatakan, tradisi tumpek kandang yang rutin dilaksanakan umat Hindu di Bali merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan alam. Salah satunya hewan seperti tukik. Dijelaskannya, pelepasliaran tukik adalah bentuk penyeimbangan alam serta wujud pelestarian karena tukik termasuk hewan yang sudah langka keberadaannya. “Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tabanan mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap perhatian yang diberikan Gubernur Bali terhadap lingkungan, khususnya lingkungan Pantai Yeh Gangga. Hal ini selaras dengan program Pemprov Bali yang kami terapkan di Kabupaten Tabanan,” ujarnya. Sanjaya menambahkan, saat ini Pemkab Tabanan juga tengah giat-giatnya memerangi sampah plastik dan telah diterapkan di seluruh OPD serta masyarakat Kabupaten Tabanan. “Program bebas sampah plastik yang diterapkan Pemprov Bali juga tengah kami giatkan di Tabanan. Karena kalau bukan dari kita yang memulai, maka program ini tidak akan berjalan sukses. Sudah sepatutnya kita harus mendukung segala bentuk program yang bersifat prorakyat yang manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat,” tegasnya. (ad356)

Hilirisasi Pertanian Pedesaan untuk Tingkatkan Nilai Tambah Produk Denpasar ( Bali Post)Hingga saat ini, pemerintah telah mengimplementasikan teknologi budidaya pertanian, seperti tanaman pangan, hortikultura dna perkebunan. Aplikasi teknologi tersebut telah berhasil meningkatkan produktivitas pertanian di tingkat petani. Peningkatan produktivitas tersebut ternyata belum mampu mendorong kenaikan pendapatan dan kesejahteraan petani secara signifikan. Hal itu diungkapkan pengamat pertanian Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., MMA., Sabtu (12/10) kemarin. Gede Sedana yang juga Ketua HKTI Kabupaten Buleleng dan Wakil Ketua Perhepi Bali menegaskan kondisi ini perlu penanganan yang lebih serius dari pemerintah agar sektor pertanian tetap menjadi harapan para petani termasuk generasi muda. Perbaikan atau peningkatan nilai tambah produk pertanian dapat dilakukan melalui hilirisasi pertanian. Hilirisasi pertanian secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu proses pengelolaan produk pertanian melalui industri yang dikenal dengan sebutan agroindustri. Konsep yang diintroduksi dalam hilirisasi pertanian ini

adalah konsep GUNA, yaitu guna bentuk, guna tempat, guna waktu dan guna milik. Melalui guna bentuk, produk pertanian harus diubah bentuknya guna diperoleh nilai tambah terhadap produk tersebut. Misalnya, gabah yang dihasilkan petani dapat diubah bentuknya menjadi beras, tepung, roti dan produk-produk olahan lainnya. Dengan adanya perubahan bentuk tersebut, tingkat harga yang diperoleh pasti akan menjadi lebih tinggi dan dapat dinikmati juga oleh petani atau kelompok petani. Demikian juga halnya dengan guna waktu, proses hilirisasi pertanian membutuhkan adanya industri penyimpanan selain

Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., MMA

pengolahan produk. Penundaan waktu dalam penjualan produk pertanian dapat dilakukan jika tingkat harga saat itu masih rendah. Oleh karena itu, tempattempat penyimpanan produk melalui industri sangat penting dibangun di perdesaan sehingga produk pertanian dapat tersimpan secara baik dan tidak menjadi rusak, akibat sifatnya yang perishable. Dampak lain yang ditimbulkan dalam pembangunan hilirisasi pertanian di perdesaan adalah menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga masyarakat, termasuk generasi muda. Kesempatan kerja di perdesaan memberikan manfaat dan jaminan menurunkan angka pengangguran dan mencegah adanya urbanisasi. Selain itu, perekonomian di perdesaan juga akan semakin lancar dan bertumbuh secara baik. Ini berarti bahwa konsep hilirisasi dapat diimplementasikan secara langsung di tingkat petani atau kelompok petani, atau pelaku bisnis pertanian lainnya, guna memberikan nilai tambah dan peningkatan pendapatan masyarakat, termasuk keluarga petani. (025)

DITAHAN - Tesangka narkoba berinisial RRS asal Australia saat ditahan terkait kasus narkoba.

Bali Post/ist

Terlibat Narkoba, Warga Australia Ditangkap Denpasar (Bali Post)Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Bali mengungkap kasus narkoba melibatkan warga Australia berinisial RRS (57), Jumat (11/10) lalu. Pelaku dibekuk di Jalan Bisma, Legian Kaja, Kuta, Badung, dengan barang bukti satu paket sabu-sabu (SS). Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, S.I.K., Sabtu (12/10) kemarin saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. Pelaku ditangkap di Bisma Suite kamar nomor 102 di Jalan Bisma, Legian Kaja, Kuta, Badung, pukul 02.00 Wita. Kombes Hengky menjelaskan, penangkapan pelaku be-

rawal dari informasi masyarakat. Selanjutnya polisi melakukan penyelidikan dan penggeledahan sesuai dengan prosedur. “Saat digeledah dompet warna hitam milik pelaku, polisi menemukan satu paket sabu seberat 0,38 gram bruto atau 0,09 gram neto. Polisi juga mendapatkan satu buah pipa kaca didalamnya terdapat narkotika saat melakukan penggeledahan,” ungkap

Kombes Hengky. Menurut perwira lulusan Akpol 1993 ini, pelaku mengaku membeli barang terlarang tersebut dari seseorang berinisial RZ seharga Rp 700 ribu. Polisi langsung melakukan pengembangan berdasarkan pengakuan pelaku tersebut. “Ditangkapnya RRS menambah daftar panjang penyalahgunaan narkoba dengan pelaku

orang asing. Polda Bali tetap berkomitmen memberantas narkoba dan tidak mentolerir para pelakunya,” ujarnya. Hengky berharap jangan sampai Bali yang sudah dikenal dengan Pulau Sorga, Pulau Dewata, Pulau Damai, dan Pulau Toleransi berubah menjadi Pulau Narkoba. Tersangka dan barang bukti dibawa ke Kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali untuk proses lebih lanjut. “Ditresnarkoba Polda Bali masih melakukan pemeriksaan di Bidlabfor Polda Bali,” tutup Kombes Hengky. (kmb36)

Lindungi Plasma Nutfah Sapi Bali dengan Kelompok Sipadu Denpasar (Bali Post)Sapi Bali adalah salah satu plasma nutfah Bali. Untuk meningkatkan populasinya selain program yang dikeluarkan pemerintah pusat seperti program Sapi Wajib Bunting (Siwab), pemerintah Provinsi Bali juga mengeluarkam program kelompok Sipadu (Sistem Pertanian Terpadu). Dalam Sipadu ini kelompok wajib memiliki sapi minimal 21 ekor, yang mana kotorannya baik yang padat dan cair dikelola menjadi pupuk organik. Kepala UPT Sipadu Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Pemprov Bali I Wayan Suanda mengatakan, sejak tahun 2009 jumlah sapi yang ada di kelompok Sipadu semakin meningkat. Untuk tahun 2009 dari 10

kelompok Sipadu tercatat 210 ekor sapi induk. Hingga tahun 2018 kelompok Sipadu saat ini berjumlah 752 kelompok. Dari total kelompok ini jumlah sapi induk yang dimiliki mencapai 15.743 ekor. Sementara untuk jumlah anak sapi mencapai 14.040 ekor. Menurut Suanda, adanya kelompok Sipadu menjadi salah satu cara pemerintah untuk mempertahankan maupun meningkatkan jumlah Sapi Bali. Sebab permintaan sapi Bali tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan Bali, tetapi juga luar Bali. Dari jumlah sapi yang dimiliki kelompok Sipadu saat ini dihasilkan 70.000 ton pupuk organik padat dan 580.000 liter pupuk organik cair. Sementara itu, Kepala Dinas

Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Wayan Mardiana, beberapa waktu lalu mengatakan, untuk meningkatkan jumlah kelahiran sapi Bali dikeluarkan program Siwab, dimana proses reproduksi dilakukan secara inseminasi buatan oleh petugas dan biayanya digratiskan. Tahun ini ditargetkan 70.000 ekor induk betina yang mengikuti program Siwab. Dari 70.000 ini diharapkan 70 persennya bunting atau sebanyak 49.200 ekor dan dari jumlah ini diharapkan 80 persennya terjadi kelahiran sapi baru atau sebanyak 39 ribu ekor. Menurut Mardiana, keberhasilan Siwab untuk menambah populasi baru sapi Bali selalu melebihi target. Ini bisa dilihat dari tahun 2018, dari 76.300 aseptor atau induk

betina yang menjalani program Siwab, berhasil bunting sebanyak 60.806 ekor atau sebanyak 79,69 persen. Melebihi target yang ditetapkan sebanyak 70 persen. Dari induk betina yang berhasil bunting, sapi yang lahir sebanyak 50.169 ekor atau sebanyak 82,5 persen. Melebihi target yang ditetapkan sebanyak 70 persen. Pentingnya sapi Bali dilestarikan dan ditingkatkan populasinya, karena permintaan akan sapi Bali cukup banyak setiap tahunnya. Menurut Murdiata setiap tahunnya kouta sapi potong untuk memenuhi kebutuhan luar Bali sebanyak 48 ribu ekor dan untuk kebutuhan Bali sebanyak 33 ribu ekor. Sehingga tiap tahun terjadi pengurangan kurang lebih 81 ribu ekor. (kmb24)


4

Minggu Umanis, 13 Oktober 2019

hannya tinggi, yaitu 89 persen dari kasus yang ditemukan. Angka kesembuhan yang tinggi berarti kesadaran masyarakat untuk berobat tinggi. Sementara di daerah lain, angka kesembuhan masih sulit dicapai. “Jika ada keluarga yang batuk–batuk lebih dari 2 minggu, nafsu makan menurun, mengalami penurunan berat badan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan, gratis,” imbaunya. Pengobatan Pengobatan penderita TBC kuncinya hanya satu, yaitu rutin minum obat, tidak sampai putus obat. Minimal pengobatan TBC adalah 6 bulan. Dalam jangka waktu 6 bulan itu, penderita harus rutin minum obat. Obat hanya diminum satu kali dalam sehari. Jika sampai putus obat, penderita TBC akan menjadi TBC resisten (TB MDR). “Setiap hari minum obat. Makanya puskesmas atau rumah sakit itu memberikan obat untuk 1 minggu,” ungkapnya. Obat TBC bisa didapatkan di puskesmas, rumah sakit pemerintah maupun swasta. Obat dan pemeriksaan TBC didapatkan secara gratis. Ia menegaskan TBC - Selain rutin minum obat, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dan diri. Penu­ stok obat TBC masih banyak, sehingga laran TBC melalui udara dan dahak. Sehingga jika ada salah satu keluarganya menderita TBC, agar tidak batuk ia berharap penderita TBC rutin minum batuk dan meludah sembarangan. Rumah juga dibersihkan dan dibuka agar sinar matahari dapat masuk ke obat. dalam ruangan, karena kuman TBC bisa mati dengan terkena sinar matahari. Keluarga yang memiliki salah satu Penderita TBC juga wajib tes HIV/ keluarga penderita TBC, maka keluarga lain juga harus tes TBC, agar tidak menularkan ke orang lain. Penderita AIDS. Karena penyebab tertinggi kemaTBC yang rutin minum obat, kumannya dapat ditekan dan tidak akan menularkan ke orang lain. tian orang dengan HIV/AIDS (ODHA) adalah TBC. Sehingga penderita TBC juga wajib tes HIV, begitu juga penderita “Artinya penemuan kasus kita masih ANGKA penderita TBC di Bali berdasarkan data Di- kurang. Itu kan perhitungan nasional, semen- HIV/AIDS wajib tes TBC. Telah lama penyakit ini menjangkiti Bali. nas Kesehatan Provinsi Bali yaitu 3.700-an (31 pers- tara kehidupan masyarakat di Bali beda, baik Bahkan penyakit ini telah menjadi momok dari segi ekonomi, gaya hidup, kemakmuran en). Angka ini lebih rendah dari angka prediksi TBC lebih makmur dibanding provinsi lain. Makan- bagi masyarakat Bali. “Penyakit ini bahkan dalam rangka menggali kekurangan itu, jadi momok di masyarakat karena susah diknasional yang menyatakan di Bali ada 12.000 kasus ya, kita berupaya agar semua fasilitas kesehatan endalikan,” imbuhnya. Ia berharap semakin untuk penyisiran kasus. Siapa tahu banyak masyarakat Bali yang secara sadar TBC. Tentu jika angka 12.000 ini benar, maka kasus (faskes) ada beberapa kasus yang tidak terlaporkan. memeriksakan dirinya ke fasilitas kesehatan. semakin cepat ditemukan, semakin cepat di Bali cukup besar. Karena 1 orang penderita TBC Kita keliling dari RS swasta dan pemerintah, Agar puskesmas, tapi tidak banyak kita temukan. masyarakat itu disembuhkan. akan mampu menularkan pada 10 – 15 orang. Na- Itu yang masih kita dalami, apakah benar prediksinya segitu?” jelas I Made Widya, Minum Obat mun nyatanya, setelah Dinas Kesehatan Provinsi Bali Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Selain rutin minum obat, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkun(8/10). melakukan pendataan melalui fasilitas kesehatan Selasa Meski penemuan kasus tidak banyak gan dan diri. Penularan TBC melalui udara didapatkan, dikatakan angka kesembu- dan dahak. Sehingga jika ada salah satu keyang ada di Bali, angka kasus TBC hanya 3.700-an.

luarganya menderita TBC, agar tidak batuk– batuk dan meludah sembarangan. Rumah juga dibersihkan dan dibuka agar sinar matahari dapat masuk ke dalam ruangan, karena kuman TBC bisa mati dengan terkena sinar matahari. Keluarga yang memiliki salah satu keluarga penderita TBC, maka keluarga lain juga harus tes TBC, agar tidak menularkan ke orang lain. Penderita TBC yang rutin minum obat, kumannya dapat ditekan dan tidak akan menularkan ke orang lain. “Pada prinsipnya penderita TBC harus rutin minum obat, tidak putus obat, maka dia bisa sembuh dan tidak perlu minum obat lagi,” tegasnya. Pemerintah juga memiliki strategi untuk mengeliminasi TBC tahun 2030 di seluruh dunia yaitu dengan gerakan bersama menemukan semua kasus dan mengobati sampai sembuh. Belum tuntasnya permasalahan ini disebabkan karena kesadaran masyarakat rendah untuk memeriksakan diri dan kerap tidak berobat karena merasa gejala yang dialami ringan. Dari sisi pelayanan, banyak tenaga kesehatan yang tidak mencurigai bahwa kasus yang ditangani adalah kasus TBC. Sehingga terlewatkan atau pun kasus TBC diobati dengan obat yang lain sehingga menimbulkan resistensi/kekebalan pada obat. “Ini juga menimbulkan risiko yang lebih besar sehingga kasus-kasus yang banyak yang seharusnya ada, itu tidak dapat ditangkap oleh tenaga kesehatan,” ungkapnya. Aktif Tenaga kesehatan diminta pro aktif menemukan kasus. Tidak hanya menemukan kasus di puskesmas atau di rumah sakit saja, tapi juga memeriksa ke rumah-rumah penduduk. Selain itu petugas kesehatan juga diharapkan menghampiri ke rumah warga tersebut. Karena ada yang sudah ada gejala, tapi tidak datang ke pelayanan kesehatan. “Inilah yang kita lakukan agar menemukan lebih banyak orang yang menderita. Agar lebih banyak orang yang bisa kita obati dan sembuhkan,” ungkapnya. Pemerintah juga sempat mencetuskan program TOSS untuk menangani kasus TBC yaitu, Temukan, Obati Sampai Sembuh. (may)

Menjaga Postur Tubuh Tetap Tegak Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.

MELATIH otot lengan secara rutin merupakan salah satu cara untuk mempertahankan postur tubuh tetap tegak. Dengan gerakan yang nampaknya sederhana namun besar manfaatnya serta dapat memperbaiki postur tubuh. Ikuti peragaan berikut ini bersama instruktur Naomi dari Lala Studio.

Gb. I: Berdirilah dengan posisi tegak, kedua kaki tutup rapat dan kedua lengan direntang­ kan. Putar kedua lengan ke arah depan dengan posisi kedua lengan tetap diren­ tangkan. Dan lakukan 2x8 hit.

Dengan latihan yang sederhana namun dilakukan secara rutin, postur tubuh akan tetap tegak dan salam bugar dari Lala Studio.

Gb. II: Den­ gan tetap berdiri tegak, tekuk kedua siku lengan depan dada lalu gerak­ kan ke atas ke bawah pada posisi kedua siku lengan tetap tekuk. Lakukan 2x8 hit

2

1

Gb. III: Lu­ ruskan ked­ ua lengan depan dada, telapak tan­ gan meng­ hadap ke luar. Putar pergelan­ gan tangan ke arah dalam dan ke luar pada 2x8 hit. dan lakukan pada posisi kedua lengan tetap lurus/ tidak ditekuk.

Gb. IV: Luruskan kedua len­ gan ke atas pada posisi kedua len­ gan menem­ pel telinga. Tekuk kedua siku lengan, seperti yang nampak pada gambar lalu lu­ ruskan kembali dan ulangi hingga 2x8 hit. Maka akan terasa tarikan otot trisep.

3

4

Kupon

Kisara

Menemukan Mimpi

”Halo Kak. Aku Andreana. Tahun ini aku udah masuk kelas 12 Kak, tapi sayangnya nih aku kalo ditanya mau jadi apa masih mikir lama. Masih gatau nantinya mau jadi apa atau mau masuk jurusan apa, padahal ujian masuk universitas udah di depan mata. Nah, Kakak KISARA punya tips gak buat nemuin mimpi? Makasi Kak ya. Tolong dijawab ya Kak.” Halo Andreana, salam kenal ya. Terima kasih udah berbagi nih bareng Kisara. Kalau ditanya lulus nanti mau kuliah jurusan apa? 5 tahun lagi mau jadi apa? 10 tahun lagi mau jadi apa? Mau kuliah dulu atau langsung kerja? Atau malah langsung nikah? Berbahagialah bagi kalian yang dapat dengan cepat, tegas, dan jelas dalam menjawabnya. Artinya kalian sudah tahu arah hidup kalian dan saat ini sedang berfokus untuk mendapatkan-

nya. Tetapi ternyata terdapat beberapa orang yang tidak dapat menjawabnya secara jelas dan pasti. Banyak yang masih bingung mau jadi apa, belum menemukan bidang kesukaannya atau mimipi masa depannya. Jadi, kalau ditanya mau jadi apa, kadang kita suka bingung sendiri. Nah, ini beberapa saran dari MyDreamHero.uk yang sudah Kisara rangkum yang mungkin bisa membantu dan diikuti oleh sahabat Kisara: Take a time to think! Beri waktu diri

kalian untuk merenung guna me-review dan flashback kembali pada masa lalu, contohnya ketika waktu kanak-kanak. Kalian bisa mengingat hal-hal apa saja yang membuat masa kanak-kanak kalian terasa sangat menyenangkan. Misalnya, kalian merasa senang waktu bisa menjual mangga hasil memetik di kebun belakang rumah dan menjualnya ke teman-teman kalian seharga Rp 500. Nah, dari situ bisa saja keinginan utama kalian adalah menjadi seorang wirausaha, pemasaran, dan sebagainya. Write what you want! Tuliskan sebanyak-banyaknya keinginan kalian. Dengan melakukan hal tersebut, maka otak kalian akan dilatih untuk dapat mengetahui keinginan kalian. Awalnya memang sulit, menulis 10 keinginan saja membutuhkan waktu, hal ini dikare-

nakan otak kita belum terbiasa untuk menginginkan sesuatu. Dengan makin banyaknya yang kalian inginkan maka akan makin bergairah hidup kalian untuk mewujudkannya. Be Limitless! Limitless di sini artinya jangan batasi pikiran kalian. Berpikir dan bermimpilah yang besar. Jangan merendahkan diri dengan berpikir sempit. Ingat, cara kerja otak itu 20% dalam keadaan sadar dan 80% dalam keadaan bawah sadar. Ketika kalian sering berpikir besar maka alam bawah sadar kalian akan terbiasa untuk mendorong kalian melakukan hal-hal yang besar juga! Scaling your dream! Setelah menuliskan keinginan

kalian tersebut, maka sekarang saatnya kalian memilah dan menjadikannya dalam satu kesatuan periode tertentu. Manusia diberikan otak kiri yang dapat berpikir logis, jadi buatlah skala jangka waktu untuk keinginan kalian tersebut. Bagilah dalam skala jangka pendek, menengah, dan panjang. Selain itu, kita pun diberikan akal yang berguna untuk membedakan mana keinginan yang baik dan mana yang buruk, so kalian bisa mengeliminasi keinginan yang buruk tersebut. Nah, sekian dulu bahasan kita kali ini yaa, kalau para pembaca ada pertanyaan yang lagi ngeganjel banget di hati, kirim aja pertanyaanmu ke sosial media Kisara ya!


5

Minggu Umanis, 13 Oktober 2019

Capricorn Peruntungan: Cobalah untuk bisa lebih bersabar dalam menghadapi segala masalah yang ada, hadapilah segalanya dengan kepala dingin. Minggu ini penuh dengan jebakan sehingga jika lengah bisa fatal akibatnya. Kesehatan: Kurangilah olahraga ataupun beraktivitas terlalu berat, karena kondisi badan Anda masih belum 100 persen fit. Cinta: Apa untungnya marah-marah terus, bukankah hal tersebut hanya akan bikin jengkel hatinya. Aquarius Peruntungan: Minggu ini apa yang tidak Anda duga ternyata terjadi dan tentunya itu cukup membuat diri Anda kelabakan. Walau begitu, masih ada harapan untuk menanggulangi semua itu dengan sikap yang tenang dan tidak terlalu terhanyut oleh perasaan hati. Kesehatan: Tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena segalanya berjalan seperti biasanya dan kondisi badan juga tampak cukup segar. Cinta: Hilangkan segala keluh kesah di hati yang selalu Anda ucapkan terusmenerus, cobalah untuk diam dulu. Pisces Peruntungan: Minggu ini harus yakin dan optimis agar tidak sulit meraih setiap peluang yang datang. Kejenuhan sudah mulai mencapai ambang batas, maka dari itu usahakan selalu rileks dan tidak terlalu tegang dalam berpikir. Kesehatan: Jangan biarkan ketidaktenangan mengganggu makan dan tidur Anda. Untuk itu, jangan ragu bersikap tegas asalkan telah dipikir benar-benar. Cinta: Waspadalah terhadap orang yang baru Anda kenal, walaupun cukup menarik hati. Aries Peruntungan: Cemoohan orang sebaiknya bisa disikapi dengan hati yang lapang agar hati dan pikiran bisa tetap concern dengan urusan yang lebih besar dan penting. Kesehatan: Cobalah kembali disiplin dalam berpola makan dan istirahat yang benar. Cinta: Sikap dan tingkah laku Anda jangan sampai menimbulkan rasa cemburu bagi pasangan Anda, sebisa mungkin dihindari. Taurus Peruntungan: Buat apa ingin hasil cepat kalau untuk hal tersebut harus berkorban yang tidak sedikit jumlahnya. Lebih baik berkembang pelan tapi pasti dan kuat. Kesehatan: Jagalah posisi tidur yang benar dan jangan terlalu larut malam agar istirahat Anda bisa maksimal. Cinta: Adalah hal yang biasa kalau dalam mengarungi bahtera cinta selalu dihadapkan pada sesuatu yang kurang sesuai di hati. Gemini Peruntungan: Bangkitlah walaupun dari nol sekali pun karena hal itu bukanlah masalah yang berat bagi diri Anda. Jagalah kepercayaan dari para kolega dan partner Anda sebaik mungkin, jangan sampai mengecewakannya. Kesehatan: Tak perlu ditanggapi omongan orang karena hanya akan membuat tidur Anda menjadi tidak tenang dan nafsu makan mnenjadi terganggu. Cinta: Ambillah hikmah dari semua ini sehingga untuk langkah ke depannya bisa lebih harmonis dan berbahagia. Cancer Peruntungan: Hubungan kerja dengan relasi tetap terjaga dan akan berlangsung dengan baik serta lancar. Jangan takut menginterupsi pendapat rekan Anda jika memang telah menyalahi prinsip yang ada. Kesehatan: Kondisi badan cukup terjamin sehingga dalam beraktivitas akan selalu enjoy dan tak akan terganggu karenanya. Cinta: Cukup mesra dan tidak ada yang perlu dirisaukan. Jika ada masalah masih seputar beda pendapat yang tak terlalu prinsip. Leo Peruntungan: Jangan memaksakan diri jika memang tidak bisa, ada baiknya menunggu sampai timingnya tepat. Biarkan orang lain berjalan, yang penting Anda mencari selamatnya saja daripada dipaksakan akan tetapi hasilnya minim. Kesehatan: Agak terganggu karena cuaca yang lagi kurang bersahabat. Untuk itu, kurangilah keluar malam dan aturlah pola makan yang benar. Cinta: Jaga selalu hatinya agar selalu tenang dan tidak tersinggung karena ucapan Anda. Virgo Peruntungan: Bukan saatnya ongkangongkang kaki, akan tetapi harus mau banting tulang agar hasil yang dirasa benar-benar memuaskan hati. Inilah kesempatan untuk meraih hasil yang semaksimal mungkin. Kesehatan: Jangan menuruti hawa malas yang terkadang sulit dikalahkan. Ingatlah bahwa kesehatan itu mahal harganya. Cinta: Permasalahan sebenarnya berawal dari kurang terbukanya pada pasangan Anda, mengakibatkan kesalahpahaman sering timbul. Libra Peruntungan: Kesulitan besar yang terjadi minggu ini berawal dari ambisi yang terlalu besar dan tidak melihat kondisi, sehingga kadang keputusan yang diambil bisa menimbulkan beban yang cukup berat di kemudian hari. Kesehatan: Badan Anda benar-benar kecapekan dan kurang tidur, maka wajar saja jika Anda menjadi cepat lelah. Cinta: Itulah cinta yang kadang indah untuk dikenang akan tetapi pahit untuk dirasakan. Scorpio Peruntungan: Peluang jangan dibiarkan mengambang tanpa ada kepastian untuk meraihnya, meskipun minggu ini suasana tampak tenang karena terbawa oleh nasib bintang Anda yang lagi mujur. Kesehatan: Masalah hanya di seputar pencernaan yang sebenarnya bisa dicegah jika Anda mampu meredam selera makan yang senang pedas dan terlalu asam. Cinta: Semua kembali kepada diri Anda sendiri. Selama mampu menyerap segala keinginannya, maka ketulusan cintanya akan dapat dijaga terus. Sagitarius Peruntungan: Minggu ini sering dihadapkan pada perkara yang membingungkan. Percaya saja pada suara hati Anda sendiri walaupun tidak sedikit orang yang menentangnya. Yakinlah bahwa itu merupakan pilihan terbaik bagi diri Anda. Kesehatan: Walau sekilas tampak sehat akan tetapi sebenarnya diri Anda masih rentan dengan penyakit. Cinta: Jangan mengecewakan hatinya dengan melakukan sesuatu hal yang jelas-jelas tidak disukai dirinya.

Diasuh Oleh : Astrologer Ki Wongso Wijoyo Berlaku : 13 - 19 Oktober 2019

Mengenal Keadaan Mati Semasih Hidup (2-habis) Yasmai devah prayacchanti purusaya parabhavam Buddhim tasyapakarsanti so’vacinani pasyati (Vidura Niti 2.81) “Ketika kekuatan ‘niskala’ Tuhan hendak mengalahkan seseorang, maka kekuatan ‘niskala’ Tuhan mencuri kecerdasan orang tersebut. Dengan demikian, perhatian orang tersebut akan tertuju pada perbuatan-perbuatan rendah.” “Yasmai devah prayacchanti purusaya parabhavam” - ketika kekuatan “niskala” yang dinamakan “daivi sakti” menunjukkan kekuatannya yang maha dahsyat maka segala jenis kekuatan material tidak akan kuasa berhadapan dengannya. “Daivi sakti” bekerja secara halus dan sekaligus tidak terdeteksi oleh kekuatan lain. Ia merupakan kekuatan yang tidak dapat terbendung oleh apa pun dan siapa pun. Ketika “daivi sakti” memperlihatkan “parabhavam” (kekuatan mengalahkan yang lain) maka ia akan merampas kecerdasan orang tanpa ampun. Kecerdasan orang akan hilang dan sama sekali tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Tanpa kecerdasan aktif, orang akan menjadi “mayat hidup”, atau berada dalam keadaan masih hidup tetapi dia dianggap sudah mati. Dalam keadaan seperti itulah orang akan menjadi tidak lebih dari sebuah “mayat hidup”. Angada, putra Raja Kera (Su) Bali menunaikan tugasnya sebagai “Rama Duta” dengan baik tanpa rasa takut sedikit pun. Kepada Ravana, Angada meminta dengan tegas dan berani agar ia mengembalikan Dewi Sita sesegera mungkin kepada Sri Rama. Angada mengatakan bahwa tentara Sri Rama semua sangat sakti dan siap menghancurkan kerajaan Lanka (Alengka). Tibatiba, dengan beraninya Angada menaruh kaki kanannya ke depan dan menekankan dengan keras ke atas tanah lalu

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

“menantang” semua yang sedang hadir di “sabha” (sidang)nya Ravana, termasuk pada Jenderal perang dan menterimenterinya Ravana. Angada sesumbar di hadapan sidang para jenderal dan menteri Ravana, “Jika ada di antara kalian mampu dan berhasil mengangkat kakiku, kalian boleh mengambil Dewi Sita!.” Semua Menteri dan Jenderal perang Ravana menjadi keheranan. Melihat tantangan dan “tawaran” boleh mengambil Dewi Sita maka semuanya satu persatu maju ke depan mencoba mengangkat kakinya Angada. Saking saktinya Angada, tidak ada satu pun yang berhasil mengangkat kaki Angada. Pada akhirnya Ravana maju ke depan. Begitu Ravana menunduk hendak mengangkat kaki Angada, tiba-tiba Angada mengangkat dan menarik kakinya mundur sambil berkata lantang mengejek, “Eiii Ravana, engkau tidak malu? Seorang Raja besar menyentuh kaki seekor monyet pelayan Sri Rama?!” Mendengar ejekan Angada, Ravana menjadi sangat malu. “Bukan kakiku melainkan engkau seharusnya menyentuh kaki Sri Rama meminta pengampunan”, kata Angada lanjut. Ia berjalan menunduk kembali ke tempat duduk singasana kebesarannya. Tidak cukup sampai di situ saja. Mengetahui mental Ravana terpukul keras oleh ejekannya maka Angada kembali menghina Ravana dengan mengatakan bahwa Ravana sesungguhnya hanyalah mayat hidup. “Wahai Ravana, apa gunanya aku membunuhmu karena engkau sesungguhnya sudah mati?!” Diejek dan dihina seperti itu oleh Angada, Ravana tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun dari mulutnya. Sambil

derma. Orang-orang “kañjusa” (kikir, pelit) seperti itu dianggap sudah mati semasih hidup. (4). Kemiskinan membuat orang merasa seperti berada dalam keadaan antara hidup dan mati. Keadaan sangat miskin (ati-daridra) dianggap keadaan “mati semasih hidup”. Mereka hendaknya dibebaskan dari kewajiban-kewajiban dalam bentuk uang serta dibantu meringankan hidupnya oleh krama banjar, para Grhastha, orang berkeluarga yang hidupnya lebih mampu dan berkecukupan rezeki. (5). Orang-orang yang sangat bodoh (vimudha), yang kecerdasannya sama sekali tidak bekerja dan hidupnya sangat tergantung dari orang lain, mereka adalah orang yang “sudah mati semasih hidup”. (6). Mereka yang hidupnya terhina di masyarakat, namanya tidak baik, dikucilkan dan tidak dihargai di keluarga, lingkungan pergaulan, dan di masyarakat, mereka dianggap sudah mati semasih hidup. Orang-orang seperti itu sangat memerlukan bantuan ajaran dan tuntunan suci Veda. (7). Orang yang hidupnya selalu berada dalam kesakitan (sada Roga-vasa) juga dianggap sudah mati semasih hidup. Sakit-sakitan menyebabkan pikiran tidak tenang. Sebaliknya, pikiran tidak tenang dapat menyebabkan munculnya berbagai jenis penyakit. Berbahayanya adalah penyakit pikiran yang tidak ada obatnya. (8). Orang yang sangat tua (ati-budha) juga dianggap sudah mati semasih hidup. Badan dan kecerdasan tidak akan bekerja dengan baik. Bahkan tidak jarang keluarganya mendoakan yang bersangkutan agar cepat meninggal. (9). Kemarin (7/10/2019) kami bercakap-cakap dengan seorang pendeta di daerah Himalaya Barat. Beliau menceritakan keadaan seorang krodhi (pemarah) yang sangat menyedihkan. Orangnya tidak mampu menguasai pikirannya, penuh emosi, sedikit-sedikit tegang, kasar, galak, dan kecerdasan “mandeg” sama sekali. Keadaan kroddha seperti itu menyebabkan keluarga dan pergaulan dengan kawan-

kawannya menjadi berantakan. Berada selalu dalam keadaan kemarahan meledak-ledak seperti itu merupakan “kematian semasih hidup”. (10). Mereka yang mengumpulkan uang dan harta benda melalui perbuatan-perbuatan berdosa dinamakan Agha-khani. Para Agha-khani memberi makan minum atau memelihara keluarga melalui perbuatan-perbuatan dosa. Mereka dianggap sudah mati semasih hidup. (11). Ada orang-orang yang dinamakan Tanu Posaka, yaitu orang yang sepenuhnya hanya memikirkan diri sendiri, makan minum bersenang-senang hanya untuk diri sendiri, dan tidak pernah memperhatikan kebaikan yang lain, mereka dianggap sudah mati semasih hidup. (12). Para Nindaka adalah orang-orang yang mempunyai kecendrungan menghina, menjelek-jelekkan yang lain, dan memfitnah. Di mana pun dan kemana pun pergi mereka pasti akan menabur keburukan dan memfitnah orang lain. Mereka giat “menjadikan” orang baik-baik untuk ikut-ikutan menjadi “nindaka” pula. Orang seperti itu dianggap tidak hidup melainkan sudah mati semasih hidup. (13). Jika para Vama-margi hidupnya bertentangan dengan adat-istiadat dan tradisi, sebaliknya para Paramatma Vimukhi hidupnya selalu berseberangan haluan dengan Tuhan. Dia tidak perduli Tuhan ada atau tidak ada yang penting dirinya sendiri ada, eksis. Ia akan mempunyai pendapat kuat bahwa dirinyalah yang berperan dan menjalankan segala sesuatu dunia ini. Orangorang yang “melawan” Tuhan merupakan orang mati semasih hidup. (14). Akhirnya, keadaan mati semasih hidup yang nomor 14 adalah mereka yang menentang atau berlawanan dengan tuntunan suci para Resi, Muni, Guru-guru suci, dan ajaran-ajaran suci Veda (Sruti/ Santa Virodhi). Perenungan untuk mengoreksi diri, dari daftar di atas, berapa yang dimiliki oleh Ravana dan berapa yang dimiliki oleh diri kita?

yang menjalankan vassa. Berdana di bulan Kathina dapat diibaratkan seperti menanam bibit di ladang dan di musim tertentu. Banyak hal yang perlu diperhatikan yaitu bibit yang ditanam, musim yang tepat, ladang yang cocok, dan perawatan yang dibutuhkan di masa depan. Semua kondisi tersebut akan memberikan pengaruh pada hasil dari tanaman yang ditabur. Bibit yang baik perlu dipersiapkan dengan baik pula. Dana yang diberikan hendaknya diperoleh dengan cara yang baik, tidak ada pelanggaran sila atau bukan berdasarkan usaha salah dalam memperolehnya. Dana tersebut juga harus tepat dengan penerimanya. Para bhikkhu hanya mempunyai empat kebutuhan pokok yaitu pakaian (jubah), makanan (terbatas waktunya), tempat tinggal, dan obat-obatan. Ladang yang subur akan

memberikan hasil yang lebih besar daripada ladang yang kering. Sangha dikatakan sebagai ladang yang subur, bukan pribadi bhikkhu. Bahkan, Buddha sendiri pernah menolak dana yang dipersembahkan kepada Beliau pribadi. Buddha menyarankan untuk dipersembahkan kepada Sangha. Semoga kita bisa benar-benar bisa berdana kepada sangha pada saat bulan Kathina ini. Musim juga memberikan pengaruh pada bibit yang sedang ditabur. Bulan Kathina dianggap sebagai musim yang paling tepat untuk berdana. Karena itu, tidak mengherankan jika semangat umat yang berdana sangat luar biasa. Tidak mengenal lelah, bahkan tidak mengenal waktu. Demikian banyak ‘bibit’ yang ditaburkan. Yang juga penting adalah pikiran pemberi selama melakukan perbuatan baik ini. Muncul niat yang baik untuk melakukan. Mempersiapkan persembahan dengan niat yang baik. Memberikan dengan niat yang baik pula.

Tidak pernah ada penyesalan dengan apa yang sudah diberikan setelah masa Kathina berakhir. Bila semua kondisi di atas telah terpenuhi, dapat dikatakan bahwa dana yang diberikan telah memenuhi syarat pada materi, pikiran, tempat, dan waktunya. Namun, banyak orang yang selanjutnya melupakan dan mengabaikan perbuatan baik yang telah mereka lakukan. Mereka tidak pernah memeliharanya, mengawasi, menambahkan pupuk, mencabut rumput liar yang muncul, dan sebagainya. Berdana di luar bulan Kathina sebenarnya seperti pupuk yang akan memberikan nilai tambah, bagaikan mengawasi dan mencabut rumut liar yang ada sehingga tanaman yang akan memberikan hasil yang maksimal, baik dalam kehidupan ini maupun di kehidupan yang akan datang. Mari kita mempersiapkan diri untuk berbuat kebaikan di bulan Kathina. Selamat berbuat baik. Selamat Kathina.

santun, tidak pantas menyebut orang lain yang tidak sejalan dengannya seperti iblis. Bahkan, menuduh perut mereka kuburan. Aku pun yang masih mengosumsi daging, berupaya bersikap sopan malah menyingkat namanya dengan inisial, kendati ada rasa tersinggung di hati,’’ ungkap Rubag. “Membaca status itu, asumsiku, orang yang berasal dari Ahmedabad, Gujarat tersebut, adalah seorang fanatikus. Fanatikus dalam bahasa Latin berarti amarah dan gangguan jiwa. Seorang yang dibelit fanatisme tidak setuju dengan pandangan hidup orang lain dan tidak mau mendengar apa pun alasan buat mendukung perbedaan itu dan sikap seperti ini merefleksikan suatu gangguan kejiwaan. Orang seperti ini perlu mendengar ungkapan almarhum Robert Mugabe. Mantan Presiden Zibambwe yang meskipun pernah disetarakan nasionalismenya dengan Nelson Mandella dan Julius Nyerere ini, kebengisannya saat memerintah dikategorikan sebagai

seorang diktator. Ungkapanungkapannya pun sering nyeleneh dan terkesan vulgar. Tentang fanatisme, Mugabe pernah mewanti-wanti kaum fanatikus di bidang moral dan jalan hidup. Perlu sekali Anda memperhatikan bagianbagian dari handukmu, sebab bukan tidak mungkin bagian yang Anda gunakan menyeka bokongmu di pagi hari, dipakai mengeringkan wajahmu di malam hari. Kata mutiara ini menandakan Mugabe paham, banyak fanatikus tidak konsisten dengan prinsipnya, bahkan banyak yang melanggar konsep yang dilarangnya dilakukan orang lain. Vegan seperti APG bisa jadi suka makan kangkung dan bayam, namun tidak tahu kalau sayur yang disantapnya hasil perbuatan membunuh. Sebab, kangkung dan bayam berbeda dengan kelor yang dipetik daunnya, pohon dan rantingnya tetap hidup, sedangkan yang kusebut duluan, mati karena dicabut! Mungkin karena itu kemarahan APG tetap meledak-ledak karena melaksanakan vegan secara setengah matang, hahaha,”

gelak Nyoman Sudiantara menutup argumennya. “Bisa jadi dia tidak paham kalau sayur, buah, dan tumbuh-tumbuhan juga makhluk hidup yang bernyawa. Dia mungkin tidak sempat membaca karya E.F. Schumacher bertajuk ‘Keluar dari kemelut‘. Pengarang Small is beautiful tersebut menulis bahwa isi jagat ini terdiri atas benda mati dan makhluk hidup. Benda mati diberinya nama Pelikan disingkat P, sedangkan makhluk hidup adalah tumbuh-tumbuhan (P + X), binatang (P + X + Y) dan manusia (P + X + Y + Z). Kalau saja APG konsisten menjadi vegan, dia harus memilih sayur yang tidak dicabut tapi dipetik sebelum dimasak. Atau sekalian makan pelikan seperti batu dan sejenisnya agar sesuai ajaran Ahimsa. Kalau tidak konsekuen, berarti dia vegan setengah matang yang juga setara iblis, seperti setan, hantu, pocong, gendurwo dan kuntilanak, hahaha,” ujar Made Surjanegara yang juga terbahak di akhir komentarnya.

menunjukkan keterpelajarannya perihal “mati semasih hidup”, Angada menjelaskan kepada Ravana bahwa ada 14 (empat belas) jenis “kematian” semasih hidup. Keempatbelas jenis kematian tersebut terjadi pada diri orang ketika 14 jenis keburukan sudah menguasai diri orang secara kuat. Bahkan walaupun hanya satu saja dari ke-14 jenis keburukan tersebut menguasai diri orang maka orang tersebut dianggap sudah mati walaupun masih bernafas. Dalam pandangan Angada, Ravana hanyalah mayat hidup yang tidak berguna sama sekali. Angada lalu memberikan pelajaran indah kepada Ravana perihal 14 jenis “mati semasih hidup”. 14 Jenis kematian semasih hidup seperti dijelaskan oleh Angada, antara lain: (1). Penikmat dunia, yaitu orang-orang yang termasuk dalam tangkapan kamavasa atau terkungkung rapat dan rapi dalam kesenangan-kesenangan atau kenikmatankenikmatan dunia material. Orang-orang yang dikatagorikan sebagai penikmat dunia, selalu berada lelap dalam kesenangan dan kenikmatan duniawi. Kesadaran orang-orang seperti itu hanya memikirkan harta benda dan kenikmatankenikmatan material belaka. Orang seperti itu dianggap orang sudah mati semasih hidup. (2). Mereka yang kesadaran dan hidupnya terbalik dengan kesadaran dan cara hidup orang kebanyakan, mereka dikatagorikan sebagai para Vama-margi. Pada umumnya, para Vama-margi selalu menentang adat dan tradisi adiluhung, tradisi loka-dresta, dan tradisi-tradisi mulia lainnya. Mereka menjadi penentang ajaran, adat-istiadat, dan tradisi luhur leluhurnya. Tidak jarang di antara mereka akhirnya secara sadar atau pun tidak sadar menjadi penghancur ajaran dan tradisi leluhurnya. Para Vama-margi seperti itu dianggap orang yang sudah mati semasih hidup. (3). Banyak orang yang hidupnya berkecukupan, tetapi tidak pernah ber-“dana-punya”, selalu menghindar dari ber-

MIMBAR AGAMA

Bulan Kathina Dhana Putra HARI ini, bertepatan dengan uposatha bulan terang di akhir masa vassa (musim hujan), dikenal juga sebagai hari Pavarana. Besok hingga uposatha bulan terang yang akan datang (12 November 2019) dikenal sebagai bulan Kathina, saatnya umat Buddha melakukan perbuatan baik dengan berdana kepada Sangha (pasamuan para bhikkhu). Bulan Kathina merupakan saat yang sangat baik untuk melakukan perbuatan baik, dengan cara berdana, yang paling ditunggu oleh umat Buddha di berbagai tempat. Semangat umat untuk melakukan perbuatan tidak perlu dilakukan lagi. Rencana untuk melakukan puja bakti pada bulan Kathina di se-

jumlah vihara, bahkan sudah dijadwalkan sejak beberapa bulan yang lalu. Ada umat yang telah mempersiapkan diri jauh hari. Ada yang melakukan perjalanan khusus ke Thailand, misalnya untuk berdana kepada sejumlah bhikkhu-bhikkhu sepuh yang diyakini memiliki moral yang baik dan kemampuan batin yang mumpuni. Ada yang bertekad berdana di sejumlah vihara, bahkan setiap ada acara kebaktian Kathina. Acara Kathina selama sebulan mendatang, pada umumnya adalah sangha dana di bulan Kathina. Bukan merupakan upacara Kathina yang sesungguhnya. Tahun ini, acara Kathina sesungguhnya hanya berlangsung di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, Jakarta, pada Sabtu mendatang, dan di Padepokan Dhammadipa Arama, Malang, pada Minggu mendatang. Ada lebih dari lima orang bhikkhu

“Vegan Setengah Matang“ Orang yang makan daging seperti iblis. Perut mereka adalah kuburan. (APG) “Begitu kalimat sebuah status di facebook dari pemilik akun yang sengaja kuungkap hanya inisialnya, karena ingin menjaga perasaan kendati aku pemakan daging. Pemilik akun tersebut konon tinggal di DKI Jakarta, namun mengaku berasal dari Karnavati, India. Selanjutnya kuselusuri profil dan lini masanya, kulihat sebagian besar statusnya ditulis dalam aksara India atau Dewanagari. Soal betul atau tidak, baik nama maupun asalnya, itu tidak perlu kuperpanjang. Namun, kalimat dari statusnya yang berbahasa Indonesia dan bertulis huruf Latin, menurutku perlu dibahas. Kurasa APG adalah seorang yang memilih jalan hidup sebagai vegetarian. Vegetarian hanya mengonsumsi sayur-sayuran untuk mengganjal perut, sedangkan segala macam

brolan BALE BANJAR ARIDUS daging tidak dimakan. Kalau tidak salah, vegan menganggap makan daging sebagai tindakan yang bertentangan dengan Ahimsa. Sayur-sayuran bagi mereka menyehatkan tubuh dan menjernihkan pikiran serta meningkatkan kesabaran. Namun, status yang diunggah APG di media daring di Bali, ternyata banyak mengundang respons negatif bahkan hujatan dari netizen. Sebab, seorang yang sudah menjalani hidup vegan, sepatutnya lebih bijak dan


6

Bali

Redité Umanis, 13 Oktober 2019

Upakara, Daging Tattwa Hindu sané Kasinahang Antuk Pidabdab Seni

MAOSANG indik Bali antuk sakatah kawéntenanipun jakti nénten telas-telas, napi malih saking kahuripan kramannyané, makéh jagi kapanggihin parindikan sané macihna. Minakadi ngamargiang upacara yadnya antuk sekancan ilén-ilén utawi sesolahan sané taler madaging antuk dresta saking soang-soang wewidangan. Sapunika taler tetamian budaya saking para panglingsir marupa makatah soroh lan wangun upakara utawi banten. Punika sampun majanten kawigunayang sajeroning parikrama upacara agama Hindu ring Bali antuk wangun ageng lan alit. Upakara utawi banten wantah parindikan sané macihna pisan sajeroning budaya Bali. Manut Drs. I Dewa Gede Windu Sancaya, M.Hum., budayawan taler dosén ring Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, makarya banten wantah parikrama sané nénten dangan. Sios punika soang-soang banten taler madaging nilai seni taler makatah tetuek lan tattwa agama Hindu. Minakadi kawéntenan sarana sané kanggén marupa segitiga, bunter, mrepat miwah sané siosan pinaka niyasa jalaran spiritual sané kajantenang jagi nuntun pidabdab yadnyané prasida ngamolihang tetujon sané kaaptiang. Punika mawinan patut

pisan kramané polih panuntun mangda nénten iwang mikayunin tatkala ngamargiang upacara yadnya. Minakadi nincapang tur nyumekenang upacara lan upakaranyané kémanten tan pauningayang miwah nénten teleb ring tattwa agama saking upacara sané kamargiang inucap. Punika wantah pariindikan sané patut becik kauratiang mangda indik tattwa lan upacara saking yadnya inucap prasida masikian tur mamargi sinarengan. “Krama Bali sujatiné maparikrama utawi maparilaksana nganutin tetulad ring wewidangannyané utawi sapunapi sané kapanggihin ring pakraman. Manawita tetuladnyané nénten becik ngicén tata-titi lan katattwan sané patut ring pakraman ngeninin indik parikrama ngamargiang upacara yadnya utawi makarya upakara, sinah ngawinang kramané punika maparikrama sané kirang becik,” baos dané. Malih dané maosang, ring soang-soang wewidangan ketah kapanggihin wangun upakara sané mabina-binayan yadiastun upacara sané kamargiang pateh. Punika nénten iwang duaning sekancan soroh upakara kadasarin antuk sastra dresta utawi kakaryanin manut katatattwan sastra agama sané raris kapaduang

Bencingah UPAKARA utawi banten wantah sarana sané nénten prasida lémpas saking kahuripan krama Hindu utamanipun sané meneng ring Bali. Napi malih antuk panglimbak ring kawéntenan seni sakadi mangkin, sinah nénten arang krama Bali sané tatkala makarya upakara jagi ngawigunayang kawagedan seni sané kaduénang mangda upakara sané katurang kasinahang becik. Sakadi baos Dr. I Made Adi Surya Pradnya S.Ag., M.Fil.H., ring Bali upakarannyané akéhan kasinahang bungah tur becik duaning kramané setata mautsaha mangda upakara sané katurang kasinahang melah tur ngawinang kayun sayan becik taler nénten kimud tatkala maturan. Minakadi conto ketah taler kramané ngawigunayang makudang-kudang soroh bunga sané ring Bali nénten méweh kapanggihin sané prasida ngawinang upakaranipun sayan bungah kapanggihin. Yadiastun asapunika, kaaptiang pisan mangda tetuek saking upacara yadnya sané kamargiang nénten ical wiadin kaengsapang. Napi malih antuk panglimbak kahuripan ring masané mangkin sané majanten sayan méwehan, sinah kramané patut setata éling ring unteng tetujon ngamargiang upacara tur nénten ulah-ulah maupacara yadnya tan pauningayang antuk daging tetujon saking parikrama sané kamargiang. Kahanan pungkuran mangkin, sayan akéh krama sané sampun éling nelebin tattwa agama sinambi becik-becik ngamargiang upacara yadnya. “Mangda sayan becik kahanan sané kapolihang, sinah parindikan sané prasida kamargiang minakadi mapakéling ring para krama pamekas para yowana mangda setata becik nyagra kasucian lan tenget upacara yadnya sané kamargiang malarapan antuk setata maparikrama nganutin tata-titi sané sampun kapatutang. Sios punika taler ngélingang malih daging-daging sastra agama, mangda nénten wénten krama pamekas para yowana sané ngamargiang upacara yadnya wantah pinaka jalaran nyinahang raga kémanten,” baos dané. (was)

Basa Bali

AKSARA BALI

BAhAsa INDONESIA

1. encak

1. h)zÇk/,

pecah

2. enceb

2. h)zÇ)b/,

celup

3. enceg

3. h)zÇ)g/,

hinggap

4. encep

4.

h)zÇ)p,

menetap

5. éncol

5.

ehezÇol/,

cepat

6. encot

6.

h)ezÇot/,

percepat

7. endag

7. h)dÑg/,

terbit

8. endeh

8.

riuh

9. ender

9. h)nÑ$,

kejar

10. endih

10. h)nÑi;,

nyala

h)nÑ);,

utawi kasarengang antuk loka dresta utawi kawéntenan lan parikrama sané kamargiang ring soang-soang wewidangan. Ngeninin indik ngaryanin upakara, Dr. I Made Adi Surya Pradnya S.Ag., M.Fil.H., dosén ring IHDN Denpasar maosang

yéning upakara sané katur ring upacara sarahina sinah prasida kakaryanin olih sapasira kémanten krama Hindu Bali sané sampun uning makarya upakara. Sakéwanten yéning punika upakara sané jagi katur ring upacara ageng sinah patut kakaryanin olih

krama sané sampun mawinten sadurungnyané. Minakadi makarya upakara pulagémbal miwah bebangkit sané jagi katur ring upacara sané kamargiang nganem bulan apisan, awarsa apisan, dasa warsa, satus warsa napi malih sané kamargiang ring siu warsa

apisan. Patut taler kramané tatkala makarya upakara inucap becik-becik mapikayunan, nénten mabebaosan caah-cauh napi malih ngomongang sané nénten becik. “Sané patut taler kautamayang, becik tur degdeg raga mapikayunan

tur nénten maksayang raga tatkala sampun marasa kenyel. Duaning tatkala maksayang raga sinah sané medal wantah pikayunan mamedih utawi krodha sané majanten wantah parindikan sané patut kaicalang,” dané nartayang.(was)

Makatah Wangun Upakara

Upacara lan Tattwa

Kruna

UPAKARA – Sinalih tunggil cihna sajeroning kahuripan krama Hindu Bali inggih punika ngamargiang pidabdab magama wantah kawéntenan makatah soroh lan wangun upakara utawi banten sané katurang ring upacara yadnya sané nganutin loka dresta miwah sastra dresta sané katami saking nguni.

Kawagedan Panglingsir Ngwedar Sastra Agama UPAKARA utawi banten wantah sinalih tunggil cihna sajeroning kahuripan krama Hindu utamanipun sané wénten ring Bali. Yadiastun yadnya sané kamargiang akéhan pateh, nanging upakara sané katurang kapanggihin mabina-binayan ring soang-soang wewidangan. Duaning kahanan ring soang-soang genah utawi loka dresta sané katami saking para panglingsir wantah mabina-binayan. Yadiastun asapunika, tetuek utawi tattwa agama ring upakara inucap nénten bina duaning pateh kadasarin antuk dasar tattwa utawi sastra dresta sané pateh. Sakatah wangun upakara patut kauningayang tetuek

saking upakara inucap. Manut Drs. I Dewa Gede Windu Sancaya, M.Hum., pikayunan-pikayunan filosofis utawi tattwa agama kamedalang antuk parikrama ritual utawi upacara yadnya sané kamargiang sarahina olih kramané. Minakadi conto ngawigunayang sarana marupa susu lan madu sané méweh kapolihang daweg nguni ring Bali. Dadosné ring upakara, susu inucap kagentosin antuk pisang duaning pateh mawarna putih susu lan madu kagentosin antuk tebu duaning pateh marasa manis. Sios ngawigunayang sarana sané magentos, ketah taler kawigunayang sarana sangkaning wangunipun mapaiketan ring tetuek agama. Minakadi conto

Dura désa

ngawigunayang canang sari pinaka niyasa pangider-ider bhuana sané kasinahang antuk makatah warnan bunga sané malian-lianan saha becik-becik kagenahang pinaka niyasa Dewata Nawa Sanga utawi pangider bhuana. Mawinan punika, nénten wantah budaya kekunan kémanten sajabaning wantah cihna bukti kawagedan para panglingsir Bali ngamedalang utawi nyinahang daging tattwa agama Hindu sané sujatiné katengetang pisan malarapan antuk sarana sané kasinahang madué wangun “estetik” taler ketah kapanggih tur kakaryanin ring pakraman. Punika wantah “terjemahan kultural” sané kalintang becik saking panglingsir mangda

daging tattwa agama prasida gelis tur nénten méweh karesepang olih kramané. “Punika mawinan banten utawi upakara prasida kabaosang pinaka “produk budaya” lan “produk agama” duaning wantah sarana budaya Bali sané ngamedalang dagingdaging tattwa agama Hindu,” baosnyané. Malih dané nartayang, ngeninin indik ngawigunayang upakara taler munggah ringLontar Tutur Candrabhairawa. Irika kamedalang satua indik pabinayan parikrama magama sané ngutamayang upakara kalawan ngutamayang daging tattwa sané sujatiné sampun ketah kanggén patembung baos saking nguni. Makekalih

inucap nénten ja matungkalikan kawéntenanipun, nanging pinaka cihna pidabdab utawi jalaran sané prasida kaselehin tur kamargiang olih kramané tatkala ngrereh pidabdab sané pinih becik anggén raganyané tatkala nyiwi Ida Sanghyang Widhi Wasa. Makekalih jalaran inucap sané ketah kawastanin karma niyasa lan yoga niyasa. “Karma niyasa lan yoga niyasa nénten prasida pasah utawi setata madampingan kawéntenannyané. Duaning pepadon saking makekalih punika wantah pidabdab sané kamargiang olih krama Hindu ring Bali sakadi tetamian para panglingsiré nguni,” dané nartayang. (was)

Rampak Gendang

Kasenian ”Energik” saking Jawa Barat RAMPAK Gendang wantah sinalih tunggil kasenian sané “energik” saking Jawa Barat. Sakadi arannyané, Rampak Gendang wantah kasenian sané ngawigunayang gendang utawi kendang pinaka sarana utama sajeroning peméntasan. Satios gendang, peméntasan Rampak Gendang puniki taler kairingang alat musik tiosan, minakadi; bonang, gong, rebab, kenong, demung, peking, saron I miwah II, miwah rincik.

Rampak mawit saking basa Sunda sané maartos “serempak” utawi sinarengan mawinan Rampak Gendang prasida kaartosang pinaka pidabdab nepuk gendang utawi kendang sinarengan. Kasenian Rampak Gendang wantah niyasa kebersahajaan krama Sunda. Sajeroning kasenian inucap makéh madaging nilai-nilai filosofis, nyinahang kahanan krama Sunda sané guyub miwah tentram kadasarin rasa manyama

braya, saling tulungin, saling asihin. Punika mawinan, kahanan kasenian Rampak Gendang patut kalestariang santukan makéh madaging tetuek sané becik. Manut krama Sunda, kasenian Rampak Gendang madué teges sané madaging sejarah. Santukan majalaran kasenian Rampak Gendang puniki prasida nyinahang karumaketan krama saling guyub. Mawinan sané nyaksiang Rampak Gendang puniki pacang marasa seneng. Rampak Gendang ketah ka-

margiang ring makudangkudang acara resmi wiadin acara adat. Ri kala kunjungan tamu Negara, kasenian Rampak Gendang taler ketah kapéntasang, minakadi ri kala Raja Salman kunjungan ka Istana Bogor kasambut antuk Tari Saman miwah Rampak Gendang. Pungkuran puniki, peméntasan Rampak Gendang ketah kapaduang sareng kasenian tiosan, minakadi Tari Jaipong utawi kadadosang pangiring lagu pop. Pungkuran puniki

Rampak Gendang taler ketah kapaduang sareng gamelan Jawa, mawinan ngwetuang suara sané becik taler nyinahang kasenian Rampak Gendang sané matiosan saking sané sampun ketah kapéntasang. Panglimbak kasenian Rampak Gendang nénten wantah rauh irika kémanten. Sané mangkin, akéh toris sané rauh ka Indonesia malajahin kasenian Rampak Gendang puniki. Kumentos sinalih tunggil universitas ring Amreika mungkah mata kuliah kasenian Indonesia, antuk dosén sané karauhang saking Indonesia. Sinalih tunggilnyané malajahin kasenian Rampak Gendang. (pusdat/berbagai sumber)


Nyastra

Redité Umanis, 13 Oktober 2019 KATOS gati mancan matambun baana krunané, apang metu baana cara ulung-ulungan bungan tanjungé bungah masuluh, seléh tepuk miyik adek. Busanbusan uleh-ulehanga. Busan-busan ten mabucu baana. Nyelé keneh baana Wayahan Supat. Puisi, cerita pendek, novel, kayang cerita anak-anak baca-bacana. Gaguritan, kakawin, Kidung Wargasari, kayang tuturan satua baca-bacana. Koran, tabloid, majalah masih baca-bacana. Ten gati mapilih. Anggona pangumpan. Cara nulukang danyuh di nujuné lakar mapunpun di jalikané. Anggona nundunin apang nyak makita nganggit satua. Lampah tuyuh mémé, saab-seeb sliksika. Cara ngunuh kacang tanah. Sai-sai uling semengan kanti peteng. Ten taén embang. Uling kari cenik kanti kayang mangkin. Uling né kari inget baana, takontakonang di nyama braya, kanti ngalih di media sosial. Aruuh, patuh masih. Ten kepit baana satuané. “Mémé naké anggon unteng satua. Lekadang mémé di keneh Wayahané, apang lengut nyen dadi manik anggitanggitan satuan Wayahané. Di kapahé té. Di acepoké masih kanggo. Apang taén ma-cetak adan méméné. Apang taén adan méméné bacana di korané. Anak dogén anggon unteng satua. Joh-joh cedang paliaté, ané di malun cunguhé saru-saru.” Ingan gati pangidih mémén Wayahan Supaté. Perahné ten ketil baana ngisinin pangidih mémén Wayahan Supaté nika. Ampun taén té satua reriptan Wayahan Supaté kawedar di korané. Ampun nyet, ngagen gati, ten sanget ngutang bayu, ten tuyuh pesu peluh. Ané ten kakeneh baana, sabilang mémén Wayahan Supaté anggona unteng satua, pramangkin ilang kitan Wayahan Supaté nganggit satua. Dong nggih té. Dija alihang pamatut? Baan meledé ngisinin pangidih mémé, taén satuané ané ampun pragat baana nganggit, gentina adan, éras-érasanga lelintihan satuané. Aluh baana. Bacana. Geleng mémén Wayahan Supaté mirengang. Kenyem-kenyem mémén Wayahan Supaté. “Beleng nyalud basé.” “Sangkan kénten, Mé?” “Mesib di goba, bina di kecap.” Singsal baan ngadungang basa, campah kecap lawaré. Satua ampun nyarik, padalem ngutang, ulihang ka panyumu. Cara nasi ampun dadi sengauk jumunin nguskus. “Anak anggon unteng satua, énggal nyarik baan. Mémé anggon unteng satua, ten nyarik-nyarik baan. Dija tongos ketilné? Tulah idup-idupan baana.” Kitak-kituk Wayahan Supat. Kanti ampun lakar semengan. Kanti ampun telung lumur telah kupiné. Ten kepit-kepit baana satuané. Pitung jam magadang. Pitung jam mamocol. Ten mabucu baana tastrané. Kebet-kebet papéléngan Wayahan Supaté. “Magantung bok akatih nyen mémé nglekadang sentana.” Titian serambut dibelah tujuh. Magantung bok akatih. Kénten anaké luh ngetohang urip ngadakang sentana. Peting-peting apang lanus. Apang pait getihne. Apang nutugang tuwuh. Barak cara maan mapilus kuping Wayahan Supaté. Ten masih pelut kepit baana nganggit satua. Masesangi? Yéning dadi baan, impasin malu. Jejeh engsap. Ampun ketil gati mémén Wayahan Supaté nglekadang Wayahan Supat, kapi

Nglekadang Mémé Komang Berata ten lekad adeg, kapi ten lekad kilit ari-ari, lambihan pedina masih mémén Wayahan Supaté meting-meting Wayahan Supat ulingé kari barak. Gurun Wayahan Supaté lambihan telah tuyuhné ngayah di cariké, ten gati maan ngarap tanah tegal. Tuyuh masih ngupapira sampi, bisa kanti telung akit ngubuh sampi. Kamula drika demenné. Drika pican Suwungé. Drika swargan gurun Wayahan Supaté. Semengan neruput makaad, liwatan sandikala mara teked jumah. Ten nika dadi wiwilan sebet. “Mertiwi mundut Bhatari Sri, ngubuh sampi ngacep Bhatara Sadana. Kéto caran guruné nyungsung Hyang Ibu. Kelih baana Wayahan. Nawang tastra baana Wayahan.” Ulihan ten taén nawang madan mémé, uling kari barak ampun kalahin mémé, nika mirib ané makada gurun Wayahan Supaté ngempahang angen kenehné ka carik ka sampi. Nganéhin maan sayang rerama, kari kuang mirib sayang guruné. Ngalih apang bulangkep, luh muani bakat sayangné makabungkul. Nanging ten taén gurun Wayahan Supaté ngetuwen. Ten taén masih mémén Wayahan Supaté ngetuwen. Kayang Wayahan Supat ten taén ngetuwen. Ampun pada-pada ngelah tulis gidat. Leket keneh ten ugi madeket raga. Ten pati maan matulung ka cariké, ten demen ngubuh sampi, ten asi ngubuh bangkung, mémén Wayahan Supaté ngubuh kucit, ngubuh siap, najuk kunyit, isén, banglé, seré di tegalé. Ngulat tiing

masih bisa. Mémé, dadong, kumpi makejang bisa ngulat tiing. Lapah gati ngaé kuskusan, ngaé gaangan, ngaé saingan, ngaé bodag. Bisa, nanging ten demen ngaé sokasi. Mémén Wayahan Supaté masih ngalapin pamupun tegal, kadep ka peken. Jalanan ajam ka peken, jalanan ajam lebih mulih uling peken. Ka peken majalan nyerodin, mulih uling peken majalan ngalgal. Tuyuh mimbuh kenyel. Ngempu anak cerik lambihan ten taén lénga. Anak cerik pélag, anak cerik maméta, anak cerik ngiyeg ten kanti nundunin gedeg basang. Napi ané kari kuangan? Déréng genep anggon unteng nganggit satua? Buka ibi puané, maan dogén Wayahan Supat maseeban medasang mémé bapa masaré. Sagét di enten Wayahan Supaté. Sagét di suud Wayahan Supaté ngetik lakar masaré. Medasang anak masaré, tulén medasang bunga mengpeng kembang. Bungah bakat, miyik masih bakat. Di kéngkéné bakat tain pedemé nyekala di semita. Di kapahé ipit masih bisa. “Di telapakan limané nyen sentanané morbor bangkén méméné, ten inggas nyen kapiutangan sentanané tekén mémé.” Melahanga gati medasang mémén Wayahan Supaté. Kari ngidem mémén Wayahan Supaté. Kari aris gati masaré. Ipit, mirib. Ngujang ngatih gati raosné? Cara anak pedasang uli di duri, nadaksara makita makipekan. Nadaksara enten mémén Wayahan Supaté. Kadapetan Wayahan Supat medasang mémé. Pramangkinan

mémén Wayahan Supaté ngusap-usapin bibih, kadéna pesu tétéh bibihné. “Masaré kénten malu.” Mémén Wayahan Supaté medasang jam dinding. “Ampun kanti liwat tengah lemeng gedéné. Ampun maan masaré?” “Déréng. Ampun kidemang, ten arisaris baan.” “Sangkan pabedikan naké makeneh. Patapan padangé salud. Masan panes, telah tuh, makejang mati. Masan maga, samah mabelun. Masan dingin, puret ten nyidaang malonjokan. Ampun pada ngelah wanengan. Ten dadi paksaang.” “Di kéné-kénéné, nagih tungkulang aji tuturan satua, mirib.” “Ampun tua cakluk kari nagih baang tuturan satua.” “Kapi tua cakluk, kari tileh anak cerik méméné.” “Ampun telah tuturan satuan méméné.” “Ané ampun tuturang mémé, jumunin nuturang. Mén Tiwas Mén Sugih, dadi. Galuh Pitu, dadi. Dadong Bungkut Ngantih Benang, dadi. Napi ja tuturan satuané tuturang mémé, kanggo. Sina nyak kiap baana tiang.” “Baang naké mémé ngidih yéh anget alumur. Apang colohan kekolongan méméné. Apang ten sukak baana kuping Wayahané.” Ngénggalang Wayahan Supat ka paon. Ten kanti limolas menit, duang lumur Wayahan Supat ngaba yéh anget mulihan. Yéh anget dogén. Ten masalin lelintihan mémén Wayahan Supaté matuturan satua. Kéngkén dugas kari cenik Wayahan Supat tuturina satua, buka kénten mangkin mémén Wayahan Supaté matuturan satua. Gantin matembang tetep matembang. Gantin marerambangan tetep marerambangan. Pageh ngrajegang tetikas matuturan satua. “Ngujang mémé ten makita madagang jaja laklak cara biang Galuh Pituné? Sina napi tiang nepuk aget cara Galuh Kapitu.” “Ané jejehin Mémé, Wayahan nepukin lepet cara rakan-rakan Galuh Kapituné makanenem.” “Lepet koné tanggarin Mémé. Ané aget naké papagin Mémé.” “Ten wénten nyen rerama ngelah nyet apang sangsara tepukina tekén sentanané.” Telahanga nyiup yéh angeté ané kari bin atenga di lumuré. “Ampun aget gati nyen Mémé numitis ka lemah, sangkan ten Mémé makita nunasin Suwung. Ten wénten bin ané lakar lungsur Mémé. Ampun nyarik.” “Buung sugih baana.” “Alih pada payuné dogén.” Abesik dogén mémén Wayahan Supaté nyak mesuang tuturan satua. “Rakan-rakan Galuh Kapituné anggon guru anggon sikut. Ampunang jejeh yéning beneh nanging ngaku pelih. Ampunang jejeh yéning beneh nanging kadanan pelih. Ampun pada-pada ngiring Suwung. Patilesang ngendon di padésaan. Cara Galuh Kapitu nika.” “Angayubagia tepuk buka kénten.” “Cutet anggon Mémé unteng satua. Apang lekad ugi Mémé uling keneh panak Méméné. Mangkin Mémé lakar pules malu. Ampunang dunduna.” Ampun kanti tegeh suryané, déréng masih ngendusin mémén Wayahan Supaté.

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 21.hudu;edwekenÐnæm(gient\Ðil/,

Uduh Déwa kénkén pamarginé tangkil, mp)k)2m/,

mapekelem, npilbÑk(y, napi labda karya, epoli;t^`k)kulueh, polih Tirtha Kekuluhé, senm)dluæk&kukus/, sané medal saking kukus, r&t)pin&pus(tsik/, ring tepining Pusar Tasik, ydinÙnÓ;hk)etln/, yadin wantah aketélan, kÙldedosÀe\ánétu, kwala dados anggén jatu, mulsimã¡lßht^`, mula simbul Maha Tirtha, r&b)etnn/, ring beténan, tuns*he\ánåÛenÓonin/,

tunasang anggén ngwantonin,

-0-

pnÑiknÀjienbnãn/.

I Wayan Sudirana

Satua

Meled dados ”Dokter”, Mangkin dados ”Doktor”

I Belog Mantu (15) Kaketus saking Satua-satua Bali (IV) SUBA kéto, tutut ia mulihan bapan Luh Sari ajaka makejang suud ngaturang sembah. Suba jani suung di sanggahné, pesu ia I Belog tuun ka piasané. Jemaka punjung rayunané brekesa bénné takila, enuanga doné dogén di dulangé. Ia lantas mulih ka umahné. Teked jumahné daaranga nasi, bé, jukut magenepané totonan. Kanti wareg basangné naar guling siap kurungan aukud. Suba kéto, kacarita bapan Luh Sari, mani semengané nu plimunan ia ka sanggah bakal ngalih surudané. Dapetanga telah sodané, enu plispisan dogén patrebes. Api kéto masih lega atiné, bana bantené suba kaambil baan Bhatara Hyangné. Ia lantas nari pianakné, payu bakal pakurenanga tekén I Belog buka pawuwus Bhatarané di sanggah. Pianakné turu tusing bani tulak. Gelising satua, raris I Belog masakapan ajaka Luh Sari. Makejang pada pisagané pakademi, apa buin truna-trunané lénan ané pada mabudi, makejang nyengsemang unduké ento. Kénkén I Belog ané tuah jlema bocok buin jelek ento, suba masi ubuh, tiwas ento anggona mantu pakurenanga ngajak I Belog. Kasuén-suén suba makelo ia I Belog makurenan ajak Luh Sari, mara maorta undukné i mantu ento nyaru dadi Bhatara di sanggah mapawuwus buka ané suba kasatuang i malunan. Ditu sebet pesan keneh bapan Luh Sariné, nanging tusing dadi baana ngwirangang, apan mantuné lebihan celang buin ririh. Dadiné buka senggak anaké, apin kudiang kadung suba bakatanga ento kudiang ngalih ané ibi. (Puput)

ANGEN-angen sadawegé alit néntén setata prasida kapolihang. Nanging, samian punika prasida ngicén semangat mangda setata malajahang raga. Parindikané punika sané karasayang seniman I Wayan Sudirana. Lanang sané embas ring Gianyar, 31 Mei 1980 puniki daweg alit meled dados dokter, nanging mangkin anggané dados sinalih tunggil dosen ring Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar antuk gelar Doktor. Yadiastun sadurungnyané nénten wénten pikayunan dados dosen. Pikayunan punika etu ri sampun dané mawali ka Bali. “Dumun, pangaptin tiangé meled dados dokter, sakadi pangaptin reraman tiangé. Nanging, samian buyar. Tiang nelebin widang seni musik saking alit. Tiang meled malajahin kasenian musik saking sajebag jagaté puniki. Punika mawinan tiang ngambil jurusan Seni Karawitan daweg kuliah ring ISI Denpasar,” baosnyané. Sudirana—sapunika dané ketah kasambat wus kuliah ring ISI Denpasar, malioh nglanturang ngranjing ring jurusan Ethnomusicology ring University of British Columbia, Kanada, mawinan polih gelar master (2009). Malih nglanturang ngruruh gelar doctor ring jurusan taler perguruan tinggi sané pateh miwah tamat ring warsa 2013. Dané makarya disertasi antuk judul Gamelan Gong Luang: Ritual, Time, Place, Music, and Change in a Balinese Sacred Ensemble. Pinaka dosen, seniman, komposer, miwah etnomusikolog, satios ngajahin ring kampus, Sudirana taler ngajahin alit-alit magamel ring banjar. “Gamelan wantah roh saking kebudayaan Bali sané patut kalestariang. Tiang marasa seneng ri kala polih ngajahin alitalité magamel. Satios punika, tiang taler akéh ngripta karya seni, inggian tradisi miwah modern,” weweh Sudirana. Pinaka seniman, lanang sané sampun madué tetiga pianak puniki sampun akéh ngripta ka ry a se ni, rumasuk n g w a n gun sekaa makese-

nian, minakadi Yayasan Cudamani (1998), Chandra Wirabuana Ubud (1999), miwah Cenik Wayah Ubud (2000). Dané taler pinaka direktur ring Gamelan Yuganada. Karya seni sané karipta minakadi; musik Ketug Bumi pada 2015. Musik inucap mangkin kawigunayang pinaka musik pembuka Pesta Kesenian Bali. Gita Asmara ”a new musical composition for Gamelan Gita Asmara Canada, 2007, “Arakok,” a new musical composition with combining western instrument and gamelan for Gamelan Gita Asmara Canada (2006) miwah sané tiosan. Satios ngripta musik, Sudirana taler nyurat makudang-kudang karya ilmiah miwah prosiding sané kawedar ring jurnal nasional miwah internasional. Minakadi “Meguru Panggul and Meguru Kuping; The Method of Learning and Teaching Balinese Gamelan (2018) miwah Tradisi Versus Modern: Diskursus Pemahaman Istilah Tradisi dan Modern di Indonesia (2017)”. “Buku taler wénten. Judulnyané Borrowing, Stealing, Transforming: Intercultural Influences in Balinese NeoTraditional Composition sajeroning buku Performing Arts in Postmodern Bali: Changing Interpretations, Founding Traditions (2013), miwah sané tiosan,” dané ngwewehin. Pinaka seniman sané umandel, Sudirana sampun akéh molihang penghargaan kantos ka dura Negara. Minakadi Cultural Service Awards saking pemerintah Klungkung lan Gianyar daweg warsa 2000 lan 2004, ngripta karya ring The Cultural Olimpiad for Winter Olympic G a m e s 2010 ring Vancouver, Kanada, Composition Award saking Bentara Budaya Bali (2016), miwah kantun akéh penghargaan tiosan sané sampun kapolihang.

pandikan ajiné banban.

Saking Langit Bali Joko-Jéka bhupalaka joka-jéka sangka pancaka saka mrawartaka ngéka bhinéka matemahan tunggal ika maka sloka nusantara loka sang hyang arka garuda naka mucah sengka munah papengka mamah papa ngka manah kicaka munuh si mu(r)ka mapan alpaka ri rupaka républika ari-raka joko-jéka sanek jenek mameka muka rai-raka anyar teka

nglinggihi palangka I Madé Suarsa 060819


8

Minggu Umanis, 13 Oktober 2019

Eling

Tiga Sajak Winar Ramelan Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Duka dari Seberang

Jangan berulah Ketika tubuh tak keluhkan sakit Ketika hati tiada senandungkan pedih Semua kan terhenti Entah kapan

Senin yang gelisah Udara kian kering Sedang dada telah basah Oleh rembesan air duka dari celah mata Udara kian kumuh Terhirup dari lubang hidung yang menghitam Oleh arang yang bersarang Dari birahi yang tak mampu dikekang

Jangan berulah Bila langit tanpa gerimis Bila mendung tiada surya Semua kan berganti Memutar roda pedati

Kabut ngebut Asap bergulung gulung Dari hutan singgah ke kamar Menempel pada kasur bantal Dan paru

Jangan berulah, jangan berulah Bila hati sedang tinggi Lupa tempat tuk kembali Maksud melesat ke ujung langit Kian dekat bintang takkan terang, eling! lI Gede Suwartama

Hidup terasa terlunta Bukan jarak pandang saja terhalang Nalar turut terhimpit oleh kepentingan kepentingan yang sungsang

Angin September

Sepenggal Ubud

Angin cemas telah bertiupan Karena terbakanya birahi hingga di akar Api membumbung tinggi melampaui akal Membakar dan membakar hutan-hutan di pedalaman

Ricik campuan yang dulu Rinai gamelan di pinang angin mendesau Lamat-lamat memperdengar silam cinta Pada hamparan relung-relung tanah purba

Jemari telah terkunci Pohon dan bunga tak lagi mampu tersemai Tanah-tanah telah retak Oleh kemarau dan pembalak

Tatap toko seni mendesak ruang Hiasan lonceng bamboo berayun menembang Peluit jalanan menghardik suka-suka Bersilang sengit mematahkan mata telinga

Kenduri telah usai di september ini Yang tersisa hanya air yang mengalir dari celah mata Berharap awan kan berarak Dan hujan menderas Untuk mengakhiri ritual pembakaran hutan yang terus berulang

Mendaki julang hari-hari jumawa Pengap merebak menghamburkan tuba Lirih pematang menyisakan sedu gulana Dirundung rayu silau gombal moderna

Semoga, esok dari celah jemari ini Akan tumbuh pinus dan meranti Enau dan rotan merimbun Serimbun doa yang dipanjatkan Seranum tawa anak-anak pedalaman Agar tak ada lagi cemas yang bertiupan

lI Ketut Aryawan Kenceng

Dari Atas Bukit Jambul

Riau Ku Ingatanku terus meraba Secantik apa wajah yang kau punya Hutan yang hijau dengan cericit burung-burung Udara yang segar yang melanggarkan paru-paru Sungai yang bening dengan ikan-ikan bebas berenang Embun yang menggelayut manja pada hutan perawan Namun, dadaku telah memar oleh resah Setelah semuanya hanya tinggal kenangan Ingatanku tak mampu mengembalikan keindahan tentangmu Sekarang kota ini seperti bertungku Membakar setiap jengkal kampung halamanku Telah lama kuimpikan getah enau Untuk melepas dahagaku Dan rotan muda untuk mengisi perutku Seperti ketika kanak-kanak Para moyang melimpahkan pangan pada setiap insan Namun, kini hanya tinggal kenangan Yang tersisa hanya arang yang mencoreng muka kita Dan debu yang semakin mendesak Menyempitkan rongga napas manusia Kini, bukan hutan yang lebat Namun duka begitu pekat menyesak dada Hanya doa yang menyemut bagai kabut ini Berkumandang di tengah ratap dan harap Untuk meredakan risau yang berkarat

fi a r g o t Fo

Clown Fish karya Ketut Latra

Sorga Bawah Laut karya Ketut Latra

Angin gunung utara Menepuk kerumunan pohon cengkeh Siul berkesiuran Jalan melingkar menuruni punggung bukit Serupa lata liuk ular belukar Jauh nun di bawah Tarian selendang hijau kelapa Tersaput dendang biru tubuh laut Pukau tak surut -surut Mengepakkan sayap burung-burung kelengkung langit Yang serbuk udaranya semerbak Menampar-nampar dekil sekujur ku Obat pucuk perih saat letih menggelambir Sejenak hinggap mengadu rasa Bersulang secangkir kopi pahit Celoteh cerita yang rimbun Merujuk pelangi sore hari Menyerbuki pelataran Melimpah ruah Sampai ke tengah-tengah perkampungan tubuh Seperti mengelus-elus Dengan warna-warna yang kilau Segalanya nikmat bentangan cinta Sementara malam mengenakan jubahnya Menetaskan kerlip bintang-bintang di selatan sana Aku bersijingkat dengan binar serumpun kunang-kunang lI Ketut Aryawan Kenceng

”Underwater Photography”

Menjelajah Keindahan Alam Bawah Air UNDERWATER photography merupakan salah satu genre fotografi yang proses pemotretannya dilakukan di dalam air. Umumnya, fotografer yang memiliki minat khusus pada genre fotografi ini juga memiliki keterampilan diving (menyelam) yang mumpuni karena pemotretan dilakukan saat scuba diving. Namun, tidak tertutup kemungkinan, pemotretan juga bisa dilakukan saat snorkeling, berenang atau menaiki glass bottom boat yang memang dirancang untuk menikmati keindahan bawah laut. Dalam underwater photography, objek yang dijadikan target pemotretan biasanya aneka jenis satwa dan tanaman air yang memiliki keragaman warna dan bentuk yang indah. Namun, sejumlah fotografer juga seringkali menjadikan gua bawah air, kapal karam dan bentang landscape atau pemandangan bawah laut sebagai sasaran bidikan lensa kamera mereka. Intinya, tidak ada batasan khusus dalam underwater photography. Sepanjang pemotretan dilakukan di bawah air, sudah bisa digolongkan sebagai underwater photography. Lantas, apa saja yang wajib dipersiapkan seorang fotografer sebelum melakukan underwater photography? Suatu keterampilan

The Beauty of Yellow karya Ketut Latra.

yang mutlak dimiliki adalah kemampuan berenang dengan baik. Tanpa kemampuan berenang yang baik, sama saja dengan bunuh diri. Sebelum memutuskan menjelajahi keindahan bawah air, fotografer juga sangat disarankan mengikuti pelatihan selam secara intensif untuk menjamin keselamatan diri saat melakukan pemotretan di bawah air. Dalam underwater photography, pengalaman atau “jam terbang” yang tinggi dalam menyelam akan sangat membantu fotografer mengambil gambar yang sempurna. Untuk pemotretan di bawah air, bisa menggunakan kamera jenis apapun baik kamera DSLR, action camera atau jenis kamera lainnya. Yang perlu dicatat, setiap kamera memiliki ketahanan yang berbeda terhadap air. Ada beberapa kamera yang memang dirancang tahan air, namun ada juga kamera yang sangat sensitif dengan air sehingga memerlukan case waterproof. Jika menggunakan kamera DSLR, smartphone atau jenis kamera lainnya yang tidak dirancang untuk digunakan di bawah air, maka penggunaan case waterproof merupakan hal yang mutlak yang bertujuan agar air tidak masuk ke dalam

Resting karya Ketut Latra

kamera sehingga kamera tidak rusak. Dengan demikian, kamera akan terlindungi dan bisa menghasilkan gambar sesuai yang diinginkan. Sebelum menjajal underwater photography di laut, ada baiknya mempraktikkan mengambil gambar di kolam atau sumber mata air yang tidak terlalu dalam terlebih dahulu. Hal ini sekaligus untuk mengasah keterampilan berenang dan menyelam sebelum “terjun” ke medan yang sebenarnya. Saat melakukan pemotretan di bawah air, gunakan mode burst. Dengan mode ini, sekali menekan shutter kamera, kita bisa mengambil gambar dengan jumlah yang banyak. Selanjutnya, seleksi gambar dilakukan ketika sudah naik ke permukaan. Hal yang penting saat pemotretan di bawah air adalah mengutamakan kehatihatian. Ketika berada di dalam air, tak hanya teknik fotografi yang wajib diperhatikan, tapi faktor keamanan dan keselamatan diri merupakan prioritas utama. Jangan sampai hanya karena ingin mendapatkan gambar yang menarik, namun nyawa melayang. Selamat menjelajah keindahan alam bawah air! (ian)


Minggu Umanis, 13 Oktober 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dicari Segera Site Manager Proyek Min S1 Teknik Sipil pnglmn min 2th.WA 081238597227 B.BP.004.10.19.0000323

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

SERVICE

Sardine Restaurant looking for Female Bartender & Gardener must speak English,experienced Mail:sardine@sardinebali.com T:0361-733617 Jl.Petitenget 21 B.BP.001.10.19.0000326

Dcr Krywan u/Rest,Staf Kitchen Waiter/s,Kasir.Hb:082145111470 B.BP.001.10.19.0000314

Welder Las Pipa,Admin Finance, Sales Marketing : 085103167222 B.BP.001.10.19.0000134

DIJUAL RUMAH

Btuh Mknik ut Bngkel Mtr di Ns Penida,SIM C,utama SMK Mesin / Pelatihan,jujur,H.082246639850

Dcr krywn Toko Wnt max.25th, mnrik,min.SMA/SMK.081228277717

B.BP.004.10.19.0000320

Butuh segera Sopir brpengalmn SIM A&C Hub:Ayu Orchid(484526)

Cr Manager Prod Garmen penglmn B.Inggris,Ulet,Cuma satu klien WA:081338714187 B.BP.001.10.19.0000310

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL RUMAH

DIJUAL TANAH

DISEWAKAN HOTEL

Rmh Lok.Pering 2KT,1KM,RT,Grs Mbl, 1 Gdg H.500jt,081339508758

BU!Jual Cepat Tanah 1,5Are Lok Pering Hrg 375Jt.081339506814

Disewakan Hotel di Jln.Melasti Legian Kuta Hub.085100888379

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

Sawah di Dps 125jt/A(total 10A) jog trek Peguyangan08123816666

HONDA

DISEWAKAN RUMAH

B.BP.001.10.19.0000352

B.BP.001.10.19.0000313

Dibthkn Karyawan House Keeping &Krywti Laundry.Krm Lam:Sylvia Bali, Jl.Tk. Baru Timur,Pemogan

Accord CM5 VVTi-I’04 AT Black Solid,VR20,sensor.081238031418

B.BP.001.10.19.0000312

B.BP.001.10.19.0000353

BIRO JASA

Informasi pasang iklan Telepon

BIRO JASA

B.BP.001.10.19.0000359

Rmh Kosong,Jl.Akasia XV Gg Uma Padma No.9 Hub.085100825922

B.BP.001.10.19.0000337

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.10.19.0000315

B.BP.004.10.19.0000345

Tanah1,5Are10x15M2,Penarungan Mengwi 250jt smua,081999976677 B.BP.001.10.19.0000358

B.BP.004.10.19.0000344

KEHILANGAN HlgBPKBNo.K02725246-ODK1373 QC AN.Baiq Suhaibatul Elmiah B.BP.001.10.19.0000342


10

Minggu Umanis, 13 Oktober 2019

Mendatar: 1. Nota, surat peringatan tidak resmi 3. Peluk (Bali) 8. Rintih karena sakit 9. Negara di Amerika Tengah 13. Merek lem 14. Terlambat ; Lewat waktu 15. Akademi militer nasional 16. Negara kepulauan di Eropa Selatan 18. Bambu 19. Turun (Bali) 20. Sudut putar dari arah barat ke timur dengan sudut nol di utara 23. Lubang di kaki gunung 25. Pertolongan 28. Dupa cina 30. Padang rumput yang dipenuhi semak 33. Kubur 34. Salah satu zodiac 35. Toko pakaian eksklusif khusus wanita 38. Tuang 39. Pohon kelapa 40. Juga (Bali) 42. Radang uretra 44. Orang yang ahli di bidang agama 45. Terkam (Bali) 46. Kombinasi tiga nada atau lebih yang terdengar harmonis

LIPI Identifikasi Spesies Baru Katak, Kodok, Cicak, dan Burung Cibinong (Bali Post)– Lembaga Ilmu Penge tahuan Indonesia (LIPI) mengidentifikasi satu spesies baru katak, tiga spesies baru kodok wayang, satu spesies baru cicak, dan satu spesies baru burung. Peneliti bidang herpetologi Pusat Penelitian Biologi LIPI Amir Hamidy di Pusat Penelitian Biologi LIPI di Cibinong, Jawa Barat, beberapa hari lalu menjelaskan, spesies katak yang baru diidentifikasi dinamai katak tanduk Kalimantan (Megophrys kalimantanensis). Tim peneliti dari LIPI, Kyoto University dan Aichi University of Education di Jepang, Institut Teknologi Bandung, serta Universitas Negeri Semarang mendeskripsikan jenis katak baru itu. Temuan mereka dipublikasikan dalam jurnal Zootaxa vol.4679. Katak tanduk Kalimantan ditemukan dalam ekspedisi di pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, Bario (Sarawak), dan pegunungan Crocker di Sabah, Malaysia. Morfologi katak tanduk Kalimantan sangat mirip dengan katak tanduk pinokio (Megophrys nasuta) yang tersebar luas di Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaya, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya. “Jenis baru ini memiliki tanduk atau dermal accessory pada bagian moncong dan mata yang lebih pendek dibandingkan dengan katak tanduk pinokio,” kata Amir. Katak tanduk Kalimantan juga memiliki sepasang lipatan lateral tambahan pada sayap. Pada katak jantan lipatan lateral tambahan pada sayap variasinya

lebih banyak dan lebih panjang dengan katak tanduk pinokio. Amir menjelaskan, tiga spesies kodok wayang yang baru diidentifikasi ditemukan di hutan dataran tinggi Sumatera, yakni Sigalegalephrynus gayoluesensis di Gayo Lues, Aceh, Sigalegalephrynus burnitelongensis di Gunung Burni Telong, Aceh, dan Sigalegalephrynus harveyi di Gunung Dempo, Sumatera Selatan. Genus Sigalegalephrynus memiliki lebih banyak spesies endemik dibandingkan genus kodok lainnya di Indonesia. Selain katak dan kodok, peneliti LIPI mendeskripsikan spesies burung baru bernama Myzomela prawiradilagae, burung endemik di Indonesia yang ditemukan di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur. “Hasil penelitian ini merupakan salah satu contoh kolaborasi dengan berbagai pihak. Penelitian terhadap burung di Indonesia timur ini adalah hasil kerja sama Museum Zoologicum Bogoriense LIPI dan Museum Lee Kong Chian Natural History Museum di Singapura,” ujar peneliti bidang ornitologi Pusat Penelitian Biologi LIPI Mohamad Irham. Secara fisik, Myzomela prawiradilagae memiliki kemiripan warna dengan Myzomela dammermani dari Sumba dan Myzomela vulnerata dari Timor. Burung itu mempunyai bagian warna merah dari kepala hingga sedikit ke leher. Penamaan burung jenis baru dari Pulau Alor merupakan bentuk penghargaan kepada peneliti senior bidang ornitologi LIPI Dewi Prawiradilaga atas

kontribusi besarnya untuk pengembangan penelitian ekologi dan konservasi burung Indonesia. Meskipun burung pemakan madu alias nektorivora tersebut secara filogenetik berkerabat dekat dengan Myzomela kuehni dari Pulau Wetar, Maluku, karakter morfologi, bioakustik, dan ekologinya berbeda nyata. Hasil penelitian mengenai burung jenis baru itu telah dipublikasikan di Journal of Ornithology pada 24 September 2019. Peneliti LIPI juga mengidentifikasi spesies baru cicak yang dinamai Cnemaspis muria atau cicak-batu Gunung Muria yang merupakan satwa endemik Jawa. Spesies lain yang diidentifikasi peneliti LIPI adalah Litoria pinocchio atau katak pinokio yang merupakan binatang endemik Papua. Peneliti LIPI merekomendasikan tiga spesies kodok yang baru diidentifikasi dikategorikan berstatus critically endangered (kritis atau sangat terancam punah), katak tanduk Kalimantan berstatus vulnerable atau rentan, burung Myzomela prawiradilagae berstatus endangered (genting). Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI Cahyo Rahmadi menyatakan, kegiatan penelitian khususnya fauna merupakan bagian dari upaya untuk mengeksplorasi keanekaragaman hayati Indonesia dari Sabang sampai Merauke. “Kita menghabiskan sekian miliar rupiah untuk kegiatan eksplorasi, dan menghasilkan penemuan baru yang bisa dipertanggungjawabkan ke masyarakat,” jelasnya. (ant)

Ketentuan Menjawab

Menurun: 1. Negara bagian di AS yang beribu kota Helena 2. Tua (Bali) 3. Nama kue 4. Gunung di selat sunda 5. Salah satu wadah untuk berinvestasi 6. Tokoh legenda silat di tanah betawi 7. Sering disamakan dengan pertahanan 10. Ibu kandung karna 11. Minuman keras yang disuling dari tebu 12. Bola masuk gawang 17. Asean free trade area 21. Nama huruf kesebelas abjad arab 22. Keadaan muncul dimana-mana 24. Ujian akhir nasional 26. Mencampuri pembicaraan orang lain 27. Bukan imitasi 28. Kabut 29. Pembicaraan 31. Cabut (Bali) 32. Penyerang 36. Dasi (Inggris) 37. Kredit usaha rakyat 41. Lagu 43. Tempat kejadian perkara

Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 417 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 19 Oktober 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 27 Oktober 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 415 Mendatar: 1. MENTOK 4. NASABAH 8. ONLY 9. EJAAN 11. TKA 12. TERNYATA 14. IGAU 16. ATRAKSI 19. ABLA (ALBA) 21. UROSCOPY 23. MAGAZINE 25. IMLA 28. ADVANCE

29. ENAU 31. PROVINSI 33. EBI 35. SUAKA 36. ABDI 37. LANGKAT 38. ROMUSA Menurun: 2. EFEK 3. KONTRAKSI 4. NYINYIR 5. SAGA 6. BODAG 7. HANTU 10. JAJAL

11. TOYA 13. TIUCRIC (CIRCUIT) 15. AMPEL 17. TAFAKUR 18. SULED 20. BRAIN 22. ORGANISIR 24. NASIHAT 26. MEREK 27. AHLI 29. EMPAL 30. APRON 32. ONAK 34. BAOS

Pemenang TTS No. 415 1. I Nengah Astrawan Jl.Raya Besakih No.102, Desa Nongan, Kec. Rendang, Kab.Karangasem (HP:081-347-149-XXX) 2. I Putu Edi Sumartika Br.Pikat, Desa Bunga Mekar, Kec.Nusa Penida, Kab.Klungkung (HP:081-259-191-XXX) 3. Ni Wayan Muryanti Jl.Subak Letabu No.5 Lem beng, Kab.Gianyar (HP:081-237-244-XXX) 4. Ni Nyoman Puspa Jl.Ken Umang Gang 7 No.6, Denpasar (HP:081-933-079-XXX) 5. Kadek Diana Anggariati Lingk.Jerokuta, Kel. Jimbaran, Kec.Kuta Selatan, Kab.Badung (HP:081-999-404-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : NI WAYAN RANGIN Alamat : Jl.Raya Penelokan No.128, Desa Suter, Kec. Kintamani, Kab.Bangli (HP:085-238-316-XXX)

Nyeri Lutut pada Usia Tua? Ini Solusinya PENYAKIT degeneratif merupakan penyakit yang muncul akibat faktor penuaan, salah satunya pada persendian. Orang tua terutama yang berusia di atas 50 tahun sering kali mengeluhkan nyeri pada persendian terutama lutut yang bisa jadi merupakan tanda peradangan sendi atau artritis. Ada banyak penyakit yang ditandainya oleh nyeri persendian atau peradangan sendi. Orang awam sering kali menyebut bila ada nyeri pada persendian itu adalah penyakit rematik atau asam urat, padahal tidak selalu nyeri sendi disebabkan oleh rematik atau kadar asam urat yang tinggi. Untuk itu, perlu memeriksakan diri ke dokter agar diagnosis dapat diketahui secara pasti dan mendapatkan pengobatan yang tepat. Penyakit peradangan sendi/artritis yang paling sering mengenai lutut adalah osteoarthritis. Osteoartritis merupakan salah satu penyakit sendi yang disebabkan oleh kerusakan pada tulang rawan sendi. Tulang rawan berfungsi sebagai shock breaker pada sendi. Penyakit ini paling banyak dijumpai terutama pada usia di atas 50 tahun. Osteoartritis paling sering mengenai sendi tubuh yang menopang berat badan seperti lutut, panggul, dan bahu. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoarthritis adalah usia di atas 50 tahun, berat badan berlebih/ obesitas, ada riwayat di keluarga, faktor metabolik/hormonal seperti pada wanita yang sudah berhenti menstruasi, ada riwayat patah tulang yang berdekatan dengan sendi, dan faktor pe-

kerjaan/aktivitas terutama yang harus mengangkat beban berat dan naik turun tangga. Osteoartritis ditandai keluhan nyeri sendi, terutama saat bangkit dari posisi duduk, jongkok, berjalan, dan naik turun tangga. Sering kali juga dikeluhkan suara “kretek-kretek” pada lutut/sendi saat menekuk dan meluruskan sendi, kaku sendi terutama pagi hari yang berlangsung sekitar 30 menit. Pada kasus yang cukup berat dapat ditemukan pembengkakan sendi dan lutut menjadi bengkok. Pemeriksaan rontgen dapat membantu menegakkan diagnosis dan menentukan derajat beratnya osteoarthritis lutut. Penatalaksanaan osteoarthritis lutut harus dilakukan secara komprehensif sedari awal agar tidak terjadi kerusakan persendian lebih lanjut dan mencegah kekambuhan. Penanganannya dimulai dari pemberian obatobatan untuk mengurangi nyeri dan pada kasus yang berat dapat dilakukan penyuntikan pada persendian untuk mengurangi peradangan sendi atau penyuntikan nutrisi untuk tulang rawan sendi atau sering disebut suntikan pelumas sendi. Selain dengan obatobatan, penanganan di bidang Rehabilitasi Medik juga memegang peranan penting. Tata laksana Rehabilitasi Medik terdiri atas fisioterapi dengan penggunaan alat-alat modalitas terapi seperti TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation), SWD (Shortwave Diathermy), USD (Ultrasound Diathermy), SWT (Shockwave Therapy; fisioterapi dengan terapi latihan yang bertujuan menjaga kelenturan sendi dan meningkatkan kekuatan otot-otot anggota gerak bawah), pemilihan olahraga yang tepat sehingga tidak memperberat nyeri sendi,

penggunaan alat bantu/ ortotik seperti deker lutut, pemasangan kinesiotaping, teknik perlindungan/ konservasi sendi dalam aktivitas sehari-hari, dan menurunkan berat badan. Pada kasus dengan osteoarthritis yang berat (derajat III–IV), maka dipertimbangkan operasi penggantian sendi lutut/Total Knee Replacement sebagai tata laksana definitif. Tata laksana yang komprehensif sangat penting dilakukan pada penderita osteoartritis lutut, karena jika kurang pada salah satu aspek saja, nyeri lutut akan menetap atau dapat terjadi kekambuhan. Contohnya bila pasien sudah mendapat pengobatan yang tepat dan fisioterapi dengan alat modalitas terapi yang tepat, tetapi tidak melakukan terapi latihan, tidak melakukan konsevasi sendi lutut dan berat badan tetap berlebih, keluhan nyerinya bisa jadi menetap dan mudah terjadi kekambuhan. Terapi latihan sangat penting untuk menjaga kelenturan sendi, meningkatkan kekuatan otot yang berfungsi menyangga sendi. Teknik konservasi sendi

sangat penting untuk mengurangi pembebanan pada lutut sehingga tidak memperparah kerusakan tulang rawan sendi atau memicu kekambuhan. Berat badan berlebih menyebabkan pembebanan terus-menerus pada sendi lutut terutama saat posisi berdiri, berjalan, dan naik turun tangga, yang memicu kerusakan tulang rawan sendi. Jadi, tata laksana harus dilakukan secara komprehensif secara bersamaan sebagai suatu kesatuan pengobatan. Untuk lebih jelasnya mengenai tata laksana rehabilitasi medik pada osteoarthritis lutut, silakan bergabung dalam Seminar dan Demo Manajemen Rehabilitasi Medik yang diadakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Perdosri) Bali-Nusra pada 2 November 2019 di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. dr. Bagus Diva Indra Dharma, Sp. KFR Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Bali Nusra.


Minggu Umanis, 13 Oktober 2019

SELFIE - Kebiasaan Presiden Jokowi melakukan selfie dengan masyarakatnya bisa mengundang bahaya atas keselamatannya setelah kasus penusukan Wiranto.

Pemangkasan Subsidi Energi Rugikan UMKM

Jakarta (Bali Post) Pemangkasan subsidi energi dalam Rancangan Pendapatan dan Belanja Negara 2020, dianggap akan berdampak langsung pada para pemilik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sebab, hingga saat ini, keuntungan yang didapat masih tergantung dari pengeluaran energi. Hal itu dikatakan oleh Ekonom Indef, Bhima Yudistira. Ia menjelaskan, banyak UMKM bergantung pada subsidi BBM dan LPG, terutama LPG 3 kg.

“Belum ada kebijakan pemerintah yang bisa memproteksi masyarakat miskin. Subsidi sektor energi Rp 12 triliun dicabut, akan mengorbankan UMKM kita,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (12/10) kemarin. Bhima menuturkan, zaman dulu, UMKM menggunakan kayu bakar sebagai sumber energi. Lalu, mereka beralih ke LPG 3 kg yang mendapat subsidi dari pemerintah. Begitu pula dengan listrik. Jika dulu, para pelaku UMKM hanya berani me-

makai listrik 450 VA, saat ini mereka beralih ke 900 VA. Dengan adanya rencana pencabutan subsidi, maka bisnis mereka bisa kembali ke titik awal. Ia melihat, hingga saat ini sektor UMKM belum kuat untuk menghadapi pengurangan subsidi, sebagai dampak dari ancaman resesi ekonomi global. “Kuat bagaimana? Semua naik, iuran BPJS, tarif tol. Listrik 900 VA mau dipangkas juga. Pemerintah kelihatannya tak punya empati pada UMKM,” tuturnya. (kmb)

Pedagang Tersenyum “Jadi, pedagangnya pun tersenyum. Pada saat Jokowi meresmikan Pasar Badung, saya mengatakan di sana, ini bukan masalah omzet tapi bagaimana caranya mengangkat harkat dan martabat grassroot. Omzet ada di dalamnya tapi dia terangkat secara martabat,” ungkapnya. Kepala Pasar Nyanggelan, Wayan Dharmana, mengatakan, mengawali program revitalisasi tahun 2013, berkoordinasi dengan Pasar Agung, Pasar Nyanggelan mendapat bantuan Rp 5 miliar. Dengan dana itu, ia bisa membangun pasar tersebut ditambah dengan APBD dan swadaya pedagang. Secara perlahan, pembinaan pedagang, pembinaan penataan dagangan juga dilakukan. Sehingga secara

perlahan, pasar ini mulai terangkat. Sebelum revitalisasi, omzet pasar berkisar Rp 2,5 miliar, setelah direvitalisasi meningkat menjadi Rp 6,5 miliar tahun 2019. Pedagang pun meningkat kesejahteraannya. “Sehingga tingkat kesejahteraan, pendapatan maupun omzet dari pasar itu sendiri mulai meningkat,” ujarnya. Pasar Nyanggelan juga mendapatkan peningkatan status dari Kemendag yaitu pasar rakyat ber-SNI (Standar Nasional Indonesia) selain Pasar Agung dan Poh Gading. “Sehingga lengkap sudah. Sekarang, kita mempertahankan semua aspek, baik fisik pasarnya, konsistensi pembinaan pedagang sehingga sekolah pasar yang dirancang Disperindag Kota Denpasar terus kita gaungkan, secara kontinu kita laksanakan secara internal,” imbuhnya.

Pedagang yang menjual alat–alat upakara di Pasar Nyanggelan, Made Made, mengatakan, pasar tradisional sudah berkembang. Revitalisasi pasar ini juga membuat pedagang–pedagang yang notabene UMKM juga ikut berkembang. Ia mengaku sudah berjualan sejak tahun 1994, sejak berdirinya pasar tersebut. Barang yang dijual juga konsisten, alat–alat upakara. Karena menurutnya, alat upakara selalu dibutuhkan masyarakat Bali. Dengan revitalisasi ini juga omzetnya meningkat 20 persen. Tidak main–main, pengembangan pasar di Kota Denpasar. Selain Pasar Nyanggelan, Pasar Sindhu di Sanur juga menjadi the best attractive di ASEAN karena banyak dikunjungi wisatawan asing. Jadi, kini turis pun sudah biasa berbelanja di pasar tradisional. (kmb42)

Sinergisitas yang Baik “Jadi, saya rasa ini merupakan suatu sinergitas yang sangat baik. Bali Post bertugas untuk mencerahkan masyarakat, kita di pemerintah melaksanakan hal-hal yang menjadi kewajiban kita,” imbuhnya.

Untuk memperkuat SDM Kota Denpasar, Wali Kota bersinergi dengan media. Sejalan dengan program Presiden Jokowi yaitu menguatkan SDM, yang pertama kali dilakukan adalah memberikan pencerahan pemahaman. Maka dari itu, peranan media terutama Bali Post sangat penting.

“Apa yang menjadi strategi pengembangan tersebut terutama di daerah-daerah belum tentu sama, dengan cara yang menjadi khasnya. Saya rasa Bali Post sudah tahu di Bali itu caranya seperti apa memperkuat identitas SDM masyarakat Bali,” tandasnya. (kmb42)

Minggu, 13 Oktober 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Memuja Dan Memelihara (2) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Aero Mix Dance Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Belajar Menggambar

10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita

Menggambar Adik Kakak Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Dunia Kita Puja Trisandya Dharma Wacana Memuja Dan Memelihara (3) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini DW TV

16:30 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Folk Song Inovator Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Kris Samatra Artis Bali Trio Kirani Indi Band Generation Wisnu SWR & Nada Bali Band Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Pura Dalem Tanjung Denkayu (3) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song

Jokowi Masuk Daftar Hitam Target Teroris Jakarta (Bali Post) Kasus penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto membuat aparat keamanan selalu siaga. Pelakunya adalah Syahril Alamsyah alias Abu Bara serta istrinya, Fitri Andriana. Insiden tersebut disesalkan oleh banyak pihak, terutama Bupati Pandeglang, Irna Narulita. Selain meminta maaf, Irna mengakui, pihaknya kecolongan. “Keamanan rasanya sudah cukup untuk memberikan pengawalan untuk beliau, tetapi mohon maaf ini kami sedikit kecolongan dan mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang kembali,” kata Irna. Sementara itu, Agum Gumelar yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu menegaskan, intelijen harus bekerja ekstra. “Teror itu berada di tempat yang gelap. Untuk menghadapi teror seperti ini, mampu memberdayakan intelijen kita. Tidak seperti itu (kecolongan),

intelijen harus bekerja lebih maksimal,” ujarnya. Berdasarkan hasil identifikasi, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan menyatakan, kedua pelaku penyerangan merupakan anggota Jamaah Ansharud Daulah atau JAD jaringan Bekasi. Menanggapi kasus penyerangan tersebut, menurut pemerhati terorisme, Al Chaidar Abdul Rahman Puteh, kelompok teroris sekarang ini sudah punya daftar hitam atau “Aimmatul kufur”, berisi daftar hitam target yang akan diserang. Al Chaidar mengungkap, dugaan akan terjadinya serangan atas sejumlah pejabat publik sudah diinformasikan

oleh kepolisian dua bulan yang lalu. Para penyerang tergabung dalam kelompok teroris jaringan JAD yang berafiliasi kepada Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Presiden Joko Widodo, menurut Al Chaidar, bisa jadi sasaran serangan kelompok teroris. Pasalnya, Jokowi yang populis dengan kebiasaannya berbaur dengan masyarakat akan mudah dijadikan target serangan teroris. Jokowi mengakui, pascapenyerangan atas Wiranto, membuat pengamanan dirinya lebih ditingkatkan. Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) lebih siaga demi menghindari kejadian serupa. “Kewaspadaan Paspampres lebih ditingkatkan karena

peristiwa kemarin,” ujar Presiden Jokowi. Lalu, bagaimana dengan kebiasaan Jokowi berbaur dan menyalami warga, apakah akan terus dilakukan mengingat risiko penyerangan? Mantan Gubernur DKI itu memastikan, kebiasaannya enggak akan berubah. Masyarakat tetap bisa mendekat untuk menyapa dan selfie dengannya, meskipun ada peristiwa penusukan terhadap Wiranto. “Ya masihlah, selfie kan enggak apa-apa. Yang paling penting pengamanan Paspampres lebih waspada. Biasa, tetap seperti biasa,” katanya. Hal ini juga ditegaskan oleh Al Chaidar, bahwa diperlukan pengamanan ekstra dari Paspampres. “Teroris bisa saja masuk melalui kerumunan untuk menyerang. Harus ada pemantauan yang serius dari Paspampres atau intelijen tentang hal ini,” tegasnya. (kmb)


MINGGU UMANIS, 13 oktober 2019

Serangkaian HUT ke-71 Bali Post, Kelompok Media Bali Post (KMB) menyapa pembacanya di Denpasar, Sabtu (12/10) pagi kemarin. Kunjungan kepada pelanggan setia Bali Post langsung dipimpin Pimpinan KMB Satria Naradha. Setelah mengantar koran untuk Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, rombongan bersama Wali Kota menyapa pembaca di Pasar Nyanggelan, Denpasar Selatan. Sebelumnya, hal serupa dilakukan KMB dengan Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook