Skip to main content

Edisi Jumat 13 September 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 28 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Musnahkan Barang Bukti Narkoba

Wisata ’’Swing’’ Disidak

Lagi, Hutan Gunung Agung Terbakar

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Kamis (12/9) kemarin memusnahkan barang bukti narkotika senilai Rp 8,2 miliar. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar menggunakan mesin insinerator.

Pemkab Gianyar melalui Dinas Satpol PP menyidak wisata swing untuk menjamin keamanan bagi wisatawan. Hal ini mengingat risiko jenis wisata ayunan ini cukup tinggi.

Kebakaran lahan hutan di lereng Gunung Agung kembali terjadi Rabu (11/9) malam. Petugas belum bisa berbuat banyak karena titik api berada di puncak dengan medan yang sulit dijangkau.

GIANYAR | HAL. 9

DENPASAR | HAL. 2

KARANGASEM | HAL. 11

Terima Kasih Pak Habibie

Jakarta (Bali Post) – Rasa dukacita mendalam seluruh bangsa Indonesia mengiringi pemakaman Presiden ke-3 RI Baharuddin Jusuf Habibie, Kamis (12/9) kemarin di Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Ribuan warga memenuhi sisi jalan yang dilalui iringiringan mobil jenazah dari rumah duka. Di areal Makam Pahlawan Kalibata, selain para pejabat, tokoh dan artis, ribuan warga juga hadir ingin memberikan penghormatan terakhir. Bangsa Indonesia tidak akan melupakan jasa-jasa sosok presiden yang meletakkan dasar-dasar teknologi dan demokrasi ini. ‘’Kita tidak akan pernah lupa dengan jasa almarhum saat menjadi Presiden Indonesia, yang saat itu almarhum dengan cepat dan kuat meletakkan fondasi demokrasi Indonesia yang kita semua turut nikmati saat ini,’’ ujar Jokowi di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Menurut Jokowi, sewaktu muda Habibie adalah sosok yang visioner dan memberikan banyak inspirasi. ‘’Namun pada saat senja Habibie juga terus mengingatkan masyarakat Indonesia untuk menjadi manusia yang terbaik bagi Indonesia,’’ kata Jokowi. ‘’Almarhum mengingatkan kita untuk menjadi manusiamanusia berhati Indonesia. Beliau terus mengingatkan pentingnya sumber daya manusia untuk diisi dan dikuatkan dengan agama, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan,’’

kata Jokowi. Oleh sebab itu, Jokowi mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk berterima kasih dan memberikan penghormatan yang tinggi atas dharma bakti Habibie semasa hidupnya kepada bangsa dan negara. Jokowi kemudian menutup kata sambutannya dengan mengutip pesan Habibie, ‘’Jangan terlalu banyak diskusi, jangan cengeng, tetapi terus terjunkan diri ke proses nilai tambah secara konsisten, sehingga Indonesia menjadi terkemuka tidak hanya di Asia Tenggara, namun juga di dunia.’’ Presiden Pertama Habibie merupakan presiden pertama yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Hal. 15 Di Sebelah Istri

Demo Penolakan Revisi UU KPK di DPRD Bali Denpasar (Bali Post) Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Bali Antikorupsi menggeruduk DPRD Bali, Kamis (12/9) kemarin. Mereka utamanya mengkritisi upaya pelemahan pemberantasan korupsi di Tanah Air. Mulai dari seleksi calon pimpinan (capim) KPK yang bermasalah, hingga UU KPK yang hendak direvisi. DPRD Bali diharapkan ikut bersama masyarakat dan mahasiswa menolak upaya pelemahan tersebut. ‘’Kami tidak ingin KPK nantinya malah semakin dihancurkan, yang kemarin soal capim yang belum kelar. Kemudian sekarang juga ditambah dengan regulasi yang ingin melemahkan,’’ ujar Humas Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Bali Antikorupsi Made Aristya Setiawan. Sedikitnya ada 10 poin dalam draf revisi Undang-undang KPK yang disebut akan melemahkan KPK. Yakni terkait pembentukan dewan pengawas sebagai representasi pemerintah dan DPR yang ikut campur tangan dalam kelembagaan KPK, kewenangan penerbitan surat perintah dan pemberhentian penyidikan atau SP3, KPK harus berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dalam melaksanakan tugas penuntutan, penyadapan harus seizin dewan pengawas, KPK tidak lagi lembaga negara independen, KPK hanya dibatasi waktu satu tahun untuk menangani sebuah perkara, KPK tidak bisa lagi mengangkat penyidik atau penyelidik independen, KPK tidak bisa membuka kantor perwakilan di seluruh Indonesia, serta syarat untuk menjadi pimpinan KPK harus berusia minimal 50 tahun. Hal. 15 Kasus Korupsi

Bali Post/ant

PEMAKAMAN - Personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengusung peti jenazah Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie menuju liang lahat saat tiba di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9) kemarin.

Sikap Jokowi Disayangkan Rabu (11/9), dan dirinya telah mengonfirmasi pada Sekjen DPR pada Kamis (12/9) pagi, ternyata sudah masuk ke DPR. Menurutnya, dalam surpres tersebut menyebutkan Presiden Jokowi menugaskan Menteri Hukum dan HAM dan Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Sipil Negara mewakili pemerintah melakukan pembahasan revisi UU KPK. ‘’Setahu saya tidak ada (menyebutkan Presiden setuju atau tidak revisi UU KPK), hanya menunjuk wakil pemerintah,’’ kata Bamsoet di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis kemarin.

Jakarta (Bali Post) – Setelah beberapa kali pihak legislatif sejak 2010 hendak merevisi Undang-undang KPK, namun hampir selalu gagal, akhirnya tahun ini ada sinyal positif. Presiden sebagai pihak eksekutif yang sebelumnya selalu bersikap menolak, kini memberi respons. Hal ini ditandai dengan dikirimkannya surat presiden (surpres) ke DPR yang menugaskan perwakilan pemerintah dalam membahas revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Ini berarti, pihak Istana dan DPR segera melakukan pembahasan. Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo, di Jakarta, Kamis (12/9) kemarin, mengatakan DPR telah menerima surat presiden. Dia mengatakan surpres tersebut telah diterima pada

Sikap Presiden Jokowi yang mengirimkan surpres ke DPR terkait revisi UU KPK disayangkan pakar hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof. Hibnu Nugroho. ‘’Ya, ini (surpres - red) memang ngeri-ngeri sedap. Kita tidak tahu arah isinya, jangan sampai ini membuat kepercayaan publik, masyarakat, akademisi, dan tokoh kepada Presiden menjadi menurun. Ini yang kita khawatirkan,’’ kata Hibnu Nugroho di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis kemarin. Kendati demikian, dia mengharapkan surpres tersebut tidak mengarah ke pelemahan melainkan dalam upaya menguatkan posisi KPK. Oleh karena itu, dia sangat menyayangkan terbitnya surpres tersebut karena masyarakat menginginkan rencana revisi UU KPK ditolak namun ternyata direspons oleh Presiden. ‘’Harusnya ditolak, tapi kenapa ditanggapi. Okelah sekarang ditanggapi tapi jangan diselesaikan sekarang, melainkan diselesaikan untuk waktu ke depan,’’ katanya. (ant/kmb14)

Berdoa di Makam Habibie, Warga Rela Antre TOLAK - DPRD Bali bersama Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Bali Antikorupsi menolak upaya-upaya pelemahan terhadap KPK.

Harian Bisnis Bali Properti Bali Utara ’’Menggeliat’’ Sektor properti di Bali Utara yang cerah dan prospektif pada 2019 diprediksi makin menggeliat. Properti jenis apa saja yang menggeliat?

www.bisnisbali.com

Jakarta (Bali Post) – Beberapa jam setelah upacara pemakaman Presiden ketiga RI BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan, warga mengantre untuk berziarah di makam Habibie, Kamis (12/9) petang. Warga diperbolehkan masuk berziarah setelah upacara militer pemakaman Habibie selesai dilaksanakan sekitar pukul 15.00 WIB. Warga pun berbondong-bondong mendatangi makam yang terletak di Blok M nomor 120. Tempat di samping makam Habibie terdapat makam ibu Hasri Ainun Habibie di nomor 121. Warga dengan tertib menunggu antrean bergiliran untuk berdoa di depan makam Habibie. Ada yang berdoa secara mandiri ada juga yang dipandu oleh juru doa, baik dari makam ataupun perwakilan keluarga. Selain berdoa warga juga mengabadikan momen dengan foto di depan nisan Habibie. Hingga pukul 17.29 WIB warga masih mendatangi makam Habibie untuk berdoa dan berfoto. Petugas makam sudah mulai menginformasikan kepada warga bahwa

makam sudah ditutup, tetapi warga masih ada yang bertahan untuk mendoakan almarhum. ‘’Udah bu kasihan mayatnya biar istirahat dulu,’’ kata salah seorang petugas makam yang mencoba memberi tahu warga yang masih berdatangan. Walau sudah petang warga satu per satu masih berdatangan, ada yang membawa rangkaian bunga lalu menaruhnya di atas pusara. Ada juga warga yang menaruh kertas yang dilipat menyerupai pesawat di atas pusara. Salah seorang yang mengaku perwakilan keluarga meminta petugas makam untuk merapikan pusara dari kertas-kertas menyerupai pesawat tersebut. ‘’Tolong ya mas, nanti keluarga tidak berkenan,’’ pinta wanita yang mengaku perwakilan keluarga. Kepala Seksi TMPNU Kalibata Deddy Prasetyo mengatakan, setelah upacara pemakaman warga diperbolehkan berziarah kapan saja terbuka 24 jam. ‘’Setelah upacara pemakaman makam terbuka untuk umum warga bisa berziarah kapan saja, 24 jam,’’ katanya. (ant)

MENGENANG HABIBIE - Siswa SD Negeri Joglo, Solo menunjukkan pesawat kertas lipat yang dibuatnya untuk acara Doa Bersama bagi almarhum Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie, di Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/9) kemarin.


Jumat Umanis, 13 September 2019

Sudikerta Diadili, Istrinya Ikut Disebut-sebut

FIGUR Sumber Daya Air KEBERADAAN air bersih sangatlah penting bagi kelangsungan hidup manusia dan juga lingkungan. Apalagi Bali yang mengandalkan perekonomian dari sektor pariwisata. Di sisi lain, masih ada daerah yang tercatat mengalami kekeringan atau krisis air bersih. Oleh karena itu, upaya perlindungan untuk menjaga kelangsungan sumber daya air menjadi suatu keharusan di Pulau Dewata. “Sumber daya air dan semua bidang sesuai dengan kebutuhan provinsi itu sudah pasti kita harus perjuangkan. Masingmasing daerah mempunyai hak dan kewajiban untuk memperjuangkan itu,” ujar anggota Fraksi Gerindra DPRD Bali Nyoman Ray Yusha, Kamis (12/9) kemarin. Secara khusus, ia mendukung langkah Gubernur Bali yang sedang menyiapkan regulasi berupa perda dan pergub untuk melakukan konservasi alam, yaitu pantai, laut, danau, sungai dan sumber mata air lainnya agar tidak tercemar dan tidak diberdayakan secara berlebihan. Terkait sumber daya air, yang sudah ada agar ditingkatkan dan dijaga kelangsungannya. Sementara yang masih belum sempurna, agar disempurnakan sehingga ada pemerataan masalah air. “Supaya betulbetul pemanfaatan air itu efisien, karena kalau kita sampai kekurangan air akan berat kita. Bagaimana melestarikan itu sekarang,” tegas politisi asal Buleleng ini. (rin)

Saham Kurang Diminati Investor Lokal

Denpasar (Bali Post) Literasi keuangan secara nasional masih rendah. Kondisi ini menyebabkan produk-produk keuangan yang memiliki return tinggi kurang diminati. Salah satunya saham. Menurut Head of Wealth Management & Client Growth Commonwealth Ivan Jaya, saat ini yang terjadi di pasar saham adalah 40-45 persen dana berasal dari investor asing. ‘’Kondisi ini menyebabkan jika ekonomi Indonesia bergejolak, pasar sahamnya juga akan terdampak. Karena investor yang sebagian besar asing akan menjual saham mereka dan menarik modal untuk ditanamkan di negara lain,’’ ujar Ivan Jaya didampingi Head of Corporate Communication & Financial Inclusion Bayu Irawan saat berkunjung ke Kantor Bali Post, Kamis (12/9) kemarin. Ivan Jaya mengutarakan, di Indonesia jumlah warga yang berinvestasi di saham baru sekitar 1,6 juta orang dari total 260 jutaan penduduk. Sementara di negara-negara tetangga, kondisinya jauh lebih baik. Seperti di Singapura, jumlah penduduk yang memiliki saham mencapai 75 persen dari total populasi. Terkait investasi ini, ia mengatakan, Commonwealth Bank memulai kerja sama dalam mendistribusikan reksa dana di bawah kelolaan Sucor AM, yakni Sucorinvest Equity Fund. Untuk melengkapi reksa dana saham Sucor AM, Bank Commonwealth juga mendistribusikan reksa dana Sucorinvest Money Market Fund, reksa dana pasar uang. Chief Executive Officer Sucor AM Jemmy Paul Wawointana mengatakan, saham merupakan investasi yang return-nya sangat tinggi. Bahkan, untuk long term bisa mencapai angka 300-500 persen return. ‘’Jika kita investasi di perusahaan-perusahaan yang benar, return-nya akan jauh lebih tinggi untuk jangka panjang,’’ ujarnya. Khususnya Bali, Ivan Jaya mengatakan, Commonwealth Bank sudah sekitar 20 tahun beroperasi. Bahkan pada hari ini, Commonwealth Bank membuka satu lagi kantornya di Bali, tepatnya di wilayah Badung. Bank yang bermarkas besar di Australia ini sudah tersebar di 25 kota di Indonesia dan memiliki 34 kantor cabang. (kmb18)

Bali Post/kmb18

BERKUNJUNG - Manajemen Commonwealth Bank dan Sucor Asset Management berkunjung ke Kantor Bali Post, Kamis (12/9) kemarin.

Dimusnahkan, Sabu-sabu Senilai Rp 8,2 Miliar

Denpasar (Bali Post) Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali untuk kesekian kalinya memusnahkan barang bukti narkotika dalam jumlah besar. Kamis (12/9) kemarin dilaksanakan pemusnahan barang bukti 5.183,65 gram netto sabu-sabu (SS) senilai Rp 8,2 miliar (estimasi 1 gram harganya Rp 1,6 juta). Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar menggunakan mesin insinerator. Barang bukti tersebut disita dari sindikat Aceh-Medan-Bali, tersangka Supriyadi, Amirrullah, Azhari dan barang sitaan 3.745,79 gram SS tak bertuan. ‘’Untuk pemilik 3.745,79 gram sabu-sabu sudah ada titik terang pemiliknya. Mudah-mudahan segera ditangkap,’’ tegas Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa, S.H. Pemusnahan dilakukan setelah ada penetapan dari Kepala Kejari Denpasar. Sebelum dimusnahkan, petugas Labfor Mabes Polri Cabang Denpasar mengetes barang bukti tersebut di hadapan para pelaku. Perlu diketahui, tersangka Supriyadi ditangkap di wilayah Tuban, Kuta, Minggu (18/8) lalu dan diamankan SS seberat 476,83 gram netto. Tersangka Amirrullah ditangkap di areal parkir Terminal Kedatangan Domestik Bandara Ngurah Rai, Tuban, Badung, Senin (26/8) lalu, disita barang bukti SS seberat 489,27 gram netto. Sedangkan Azhari dibekuk di parkir Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Rabu (28/8) lalu dengan barang bukti 471,76 gram netto SS dan 3.745, 79 gram netto SS tak bertuan diamankan di perusahaan ekspedisi di Jalan Kargo Permai, Denpasar. ‘’Pengiriman lewat darat masih jadi idola penyelundupan barang tersebut. Peredaran narkoba cukup masif dan sistemik, sehingga harus diantisipasi dengan cara pencegahan dan pemberantasan,’’ tegasnya. Dasar dilakukan pemusnahan adalah UU Nomor 35 Tahun 2009 dan Surat BNN RI Nomor 8 Tahun 2013. Batas waktu pemusnahan tujuh hari setelah mendapat penetapan dari kejaksaan. ‘’Selain itu demi keamanan, mencegah hilangnya barang bukti dan penyalahgunaan barang bukti,’’ ujar Brigjen Suastawa. (kmb36)

Topik : SisWA DIKELUARKAN DARI SEKOLAH

Denpasar (Bali Post) Mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta, Wayan Wakil, dan A.A. Ngurah Agung mulai diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (12/9) kemarin. Ketiga terdakwa kompak mengenakan pakaian adat serba putih, dan kompak juga diborgol dan dipakaikan rompi orange. “Pada hakikatnya permasalahan ini bukan mulai dari saya. Tapi dimulai dari Maspion Group yang datang ke rumah saya tahun 2013. Mereka yang datang Henry Kaunang dan Wayan Santoso sebagai presdir komisaris dan lawyer-nya,” ujar Sudikerta menyikapi persoalan yang sedang dihadapinya. Sementara itu, JPU Edy Arta Wijaya dan Ketut Sujaya dalam dakwaannya yang dibacakan di depan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi, juga menyeret nama istri Sudikerta. Ida Ayu Ketut Sri Sumiatini. yang memang menjabat komisaris, beberapa kali namanya disebut jaksa. Awalnya jaksa dari Kejati Bali menjelaskan bahwa kasus ini terjadi pada tahun 2011, di mana terdakwa Sudikerta bersama Wayan Wakil dan A.A. Ngurah Agung melakukan proses pergantian sertifikat hak milik No. 5048 seluas 38.650 m2 atas nama Pura Luhur Jurit/Uluwatu. Kata jaksa, mereka mengetahui jika sertifikat yang asli ada di kantor Notaris Nyoman Sudjarni dan sertifikat tersebut tidak bisa diambil oleh para terdakwa. Sertifikat itu dititipkan Agustus tahun 2000 oleh Subakat dan kawan-kawan. “Proses permohonan pergantian sertifikat tersebut karena adanya keinginan terdakwa mendapatkan keuntungan, dengan tujuan menjual tanah tersebut tanpa sepengetahuan Subakat,” tandas JPU Ketut Sujaya. Dijelaskan, dalam proses permohonan sertifikat, BPN Badung melakukan pengukuran ulang. Hingga terbit sertifikat yang ditandatangani Tri Nugraha selaku Kepala BPN Badung. Pada 2013, saksi korban Ali Markus (Maspion Group) bersama Wayan Santoso menemui Sudikerta yang saat itu menjabat Wakil Bupati Badung. Mereka menyampaikan ingin berinvestsi. Sudikerta mengaku

memiliki sertifikat 5.048 seluas 38.650 m2 atas nama Pura Luhur Jurit/Uluwatu yang berlokasi di Balangan. “Sudikerta menawarkan kepada saksi korban untuk berinvestasi,” tandas jaksa. Hingga akhirnya kembali mengadakan pertemuan beberapa kali, termasuk di Kantor Bupati Badung, di rumah Sudikerta, dan di sebuah rumah makan. Salah satu yang dibahas juga soal perizinan hotel. Akhir Juni 2013, kembali diadakan pertemuan di Surabaya. Sertifikat 5048 seluas 38.650 m2 dan sertifikat No.16249 seluas 3.300 m2, diklaim milik terdakwa Sudikerta. Keabsahan kepemilikan nantinya pakai PT Pecatu Bangun Gemilang, karena itu perusahaan miliknya dan sebagai komisaris istrinya, Ida Ayu Ketut Sri Sumiatini. Pertemuan berikutnya kemudian soal pelepasan hak tanah, serta harga yang disepakati. Sudikerta dan Gung Ngurah meyakinkan pihak Maspion bahwa sertifikat itu milik Sudikerta (PT Pecatu Bangun Gemilang) dan di atas tanah tersebut bisa dibangun hotel dan vila. “Terdakwa Sudikerta juga menjamin soal perizinan dan menjamin bahwa tanah itu bukan tanah sengketa. Karena terdakwa menjabat Wakil Bupati Badung, korban tergerak dan tergiur hatinya untuk berinvestai,” tandas jaksa. Dari sanalah kemudian muncul pembagian saham, dan merger perusahaan. Yakni antara PT Marindo Investama yang mana Alim Markus adalah salah satu pemilik saham, dengan PT Pecatu Bangun Gemilang, dan menjadi PT Marindo Gemilang, dengan komposisi saham PT Marindo Investama 55 persen, atau senilai Rp 149.971.250.000 dan istri Sudikerta (PT Pecatu Bangun Gemilang) sebesar 45 persen atau Rp 122.703.750.000. Dan terjadilah pelepasan hak tanah,

Bali Post/eka

DIGIRING - Terdakwa Ketut Sudikerta digiring petugas menuju ruang sidang di PN Denpasar, Kamis (12/9) kemarin. dan terbit SHGB No.5074/Jimbaran dengan luas 38.650 m2 atas nama PT Marindo Gemilang. Sedangkan SHM No.16249 seluas 3.300 m2 diserahkan untuk kepentingan pura oleh Alim Markus. Tanggal 27 Oktober 2014 SHGB itu diblokir. Kata jaksa, secara fisik SHGB itu tidak bisa dikuasai oleh Alim Markus untuk membangun hotel dan vila. Namun tanah itu tidak mau dikosongkan oleh Wayan Wakil, karena uang yang diberikan oleh Sudikerta tidak sesuai. Tahun 2016 pihak PT Marindo Gemilang meminta pertanggungjawaban Sudikerta, Wayan Wakil dan Agung Ngurah Agung untuk menyerahkan fisik tanah tersebut. Namun tidak pernah kesampaian hingga korban batal membangun hotel dan vila. “Saksi korban beberapa kali melakukan pertemuan dengan ketiga terdakwa untuk menyelesaikan kasusnya, dan meminta uangnya dikembalikan, namun tidak pernah berhasil. Sehingga korban yang merasa ditipu dan merasa dibohongi melaporkan kasus ini ke polisi,” tandas jaksa dan menambahkan, korban merasa dirugikan Rp 149.971.250.000. Atas dakwaan itu, Sudikerta bersama tim kuasa hukumnya langsung

mengajukan eksepsi atau keberatan. Salah satu yang menjadi dasar keberatan soal pemalsuan. Mestinya, kata tim kuasa hukum Sudikerta, bahwa si pembuat surat yang diduga palsu mestinya dijadikan terdakwa. Kedua, kasus itu sudah dilaporkan ke Polda Bali, dan pihak Polda Bali sudah mengeluarkan SP3 yang dilaporkan Subakat. Bahkan SP3 itu juga sudah dipraperadilankan oleh Subakat dan hakim menyatakan SP3 itu sah. Selain itu, menurut kuasa hukum terdakwa Sudikerta yang dimotori oleh Darmada, persoalan ini adalah keperdataan. Yakni adanya kesepakatan-kesepakatan yang diikat oleh suatu perjanjian. Pihak terdakwa menjelaskan, dakwaan jaksa tidak cermat dan tidak lengkap. Sementara kuasa hukum Wakil dan Ngurah Agung, Agus Sujoko dan kawan-kawan akan mengajukan eksepsi Minggu depan. (kmb37) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Pimpinan DPRD Kota Denpasar Periode 2019-2024 Dikukuhkan

Rai Mantra Tekankan Sinergitas Dukung Terwujudnya Kesejahteraan Rakyat

SETELAH melalui beragam tahapan sesuai dengan aturan yang berlaku, Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Denpasar masa jabatan tahun 2019-2024 secara resmi telah ditetapkan. Penetapan pimpinan tersebut tertuang dalam Surat Gubernur Bali Nomor : 1969/01-A/HK/2019 tentang Peresmian Pengangkatan Pimpinan DPRD Kota Denpasar Masa Jabatan Tahun 2019-2024. Adapun dari surat tersebut, I Gusti Ngurah Gede dari Fraksi PDI Perjuangan kembali didapuk menjadi Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira dari Fraksi Partai Golkar menjadi Wakil Ketua I, I Made Muliawan Arya dari Fraksi Partai Gerindra menjadi Wakil Ketua II dan A.A. Ketut Asmara Putra dari Fraksi Partai Demokrat menjadi Wakil Ketua III. Pengambilan Sumpah dan Janji Pimpinan DPRD Kota Denpasar yang diagendakan melalui Sidang Paripurna digelar di Gedung DPRD Kota Denpasar, Kamis (12/9) kemarin. Dengan menggunakan busana adat Bali, rangkaian kegiatan diawali dengan proses majaya-jaya, dilanjutkan dengan agenda Sidang Paripurna Pengambilan Sumpah dan Janji Pimpinan DPRD Kota Denpasar Masa Jabatan Tahun 2019-2024 yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Kota Denpasar Dr. Bambang Eka Putra. Dalam kesempatan tersebut turut diserahkan palu sidang kepada Pimpinan DPRD Kota Denpasar. Hadir dalam kesempatan

PELANTIKAN - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menghadiri pelantikan dan memberikan selamat bagi pimpinan DPRD Kota Denpasar masa bakti 2019-2024 di Gedung DPRD Kota Denpasar, Kamis (12/9) kemarin.

GERAKAN Gema Perdamaian semakin besar karena didukung oleh semua stakeholder mulai dari masyarakat umum sampai dengan pemerintah. Hal tersebut disampaikan oleh Ida Rsi Wisesanatha dalam pertemuan di Kantor Wali Kota Denpasar dan diterima langsung oleh Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, Ida Rsi memaparkan kegiatan Gema Perdamaian tahun ini sudah dimulai sejak Juni 2019 dengan Sarasehan Damai yang dilangsungkan di Kampus Denpasar Hotel School (DHs). Kemudian dilanjutkan dengan beberapa kegiatan Road Show to Campus, Pemilihan Putra-Putri Ambassador Gema Perdamaian, Charity Golf Tournament for Peace dan lomba-lomba kreatif yang bertemakan perdamaian. Ida Rsi menambahkan, perayaan Hari Perdamaian Dunia akan diselenggarakan pada tanggal 21 September 2019 di Gong Perdamaian Kertalangu, Denpasar yang melibatkan para pemuka agama dan etnis yang ada di Bali. Sedangkan acara puncak Gema Perdamaian XVII akan diselenggarakan pada 5 Oktober 2019 di lapangan sisi timur Bajra Sandhi, Denpasar dan tahun ini bertepatan dengan Hari TNI. Ida Rsi berharap agar kegiatan

ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, sehingga semakin tumbuh kesadaran untuk memelihara keanekaragaman dan perbedaan dengan lebih bijak. Untuk itu, acara Gema Perdamaian rutin diadakan setiap tahun sebagai pengingat, menjadi tonggak penyegar upaya perdamaian yang diupayakan dan dirindukan semua pihak. ‘’Acara peringatan ini diselenggarakan pada Sabtu terdekat sebelum tanggal 12 Oktober yang merupakan simbol bahwa kita harus senantiasa melakukan tindakan preventif serta eling lan waspada. Lalu menjaga rasa eling tersebut sebagai bentuk kesadaran antisipatif jikalau kita ingin memelihara keadaan damai yang kondusif,’’ paparnya. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyampaikan, Gema Perdamaian ini sangat penting digaungkan di tengah kondisi bangsa yang mengalami guncangan intoleransi. Gerakan seperti ini harus dilakukan oleh berbagai tingkatan generasi terutama oleh generasi muda yang menguasai teknologi digital di era milenial ini dengan memanfaatkan berbagai macam bentuk media sosial yang ada. Rai Mantra menegaskan, masyarakat Bali yang mengandalkan sector pariwisata sebagai pendapatan utama sudah seharusnya memelihara

tersebut Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Forkompinda Kota Denpasar serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede dalam sambutannya menekankan, pelantikan pimpinan DPRD ini dilaksanakan sesuai dengan amanat undang-undang. Dari pelantikan ini tentunya diharapkan dengan semakin berkembanganya peradaban manusia dapat diimbangi dengan profesionalitas dalam melaksanakan tugasnya. Sehingga mampu memberikan dukungan terhadap kemajuan pembangunan nNegara In-

donesia, khususnya Kota Denpasar. ‘’Dari pelantikan ini tentunya kami berharap profesionalitas untuk terus bekerja maksimal sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yakni fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan dalam mendukung kemajuan bangsa, khususnya Kota Denpasar,’’ terangnya. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutannya menjelaskan, DPRD memegang peranan penting dalam mendukung pembangunan di setiap daerah. Sebagai negara yang menganut trias politika, keberadaan legislatif sangatlah penting, selain eksekutif dan yudikatif.

Rai Mantra menambahkan, dari pelantikan ini diharapkan mampu melahirkan gagasan, dedikasi, ide kreatif serta inovasi dalam mendukung kemajuan pembangunan di Kota Denpasar. Tentunya dengan melaksanakan fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan antara eksekutif dalan legislatif dapat terus bersinergi dalam mendukung pembangunan kota yang bermuara pada kesejahteraan rakyat. ‘’Tentunya sinergitas yang telah terbangun ini agar terus ditingkatkan sebagai upaya memaksimalkan rancangan kebijakan serta pembangunan yang memberikan dampak terhadap kemajuan kota menuju kesejahteraan rakyat Kota Denpasar. Selamat atas dilantiknya Pimpinan DPRD Kota Denpasar masa jabatan tahun 2019–2024. Semoga senantiasa dapat bersinergi dalam mendukung kemajuan kota menuju kesejahteraan rakyat,’’ ujarnya. Untuk diketahui, dari susunan keanggotaan DPRD Kota Denpasar periode 2019-2024 juga telah ditetapkan pimpinan fraksi. Di mana untuk PDI Perjuangan kembali mempercayai Kadek Agus Arya Wibawa sebagai ketua fraksi, Partai Golkar kembali mempercayai Putu Oka Mahendra sebagai ketua fraksi, Partai Gerindra mempercayai I Kompyang Gede sebagai ketua fraksi, Partai Demokrat mempercayai A.A. Putra Ariewangsa sebagai ketua fraksi, dan fraksi gabungan PSI-NasDem mempercayai A.A. Ngurah Gede Widiada sebagai ketua fraksi. (ad430)

Wali Kota Dukung Kegiatan Gema Perdamaian XVII

PERDAMAIAN - Ida Rsi Wisesanatha dan jajaran Panitia Gema Perdamaian XVII saat bertemu Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Kamis (12/9) kemarin. perdamaian dan mengupayakannya dengan berbagai tindakan nyata. Rai Mantra yang merupakan senior Hipmi ini berharap dengan semakin tumbuhnya pengusaha di Bali dapat memengaruhi sikap dan perilaku masyarakat, sehingga kesejahteraan dapat menjadi cikal bakal tumbuhnya perdamaian. Ketika kebutuhan sudah terpenuhi, maka perdamaian akan lebih mudah tercipta. Di sisi lain, Ketua Panitia Gema Perdamaian XVII Kadek Adnyana meminta dukungan Wali Kota Denpasar bukan hanya untuk tahun ini saja, namun berlanjut di tahuntahun yang akan datang. Dengan

terbentuknya badan hukum Yayasan Gema Perdamaian dan Perkumpulan Komunitas Gema Perdamaian dapat memperkuat roda organisasi dan selalu dapat menjaga transparansi dengan membuat laporan rutin kepada pemerintah dan masyarakat. Ia menyampaikan tanpa dukungan seluruh komponen masyarakat gerakan ini akan sulit dilaksanakan. Untuk itu pihaknya selalu mengajak berbagai organisasi dan seluruh komponen masyarakat bersama-sama bergabung dalam komunitas Gema Perdamaian dan mengupayakan perdamaian secara terus-menerus dengan aksi nyata. (ad429)


Jumat Umanis, 13 September 2019

Bupati Resmikan Forum BPD Se-Badung Ajak BPD Bekerja Kreatif dan Inovatif

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup I Ketut Suiasa meresmikan Forum Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Badung masa bakti tahun 2019-2025, sekaligus penunjukan I Putu Raka Mandiana dari BPD Desa Mengwitani sebagai Ketua Forum BPD se-Badung, Kamis (12/9) kemarin, di Puspem Badung. Bupati Giri Prasta menekankan agar anggota BPD kreatif dan inovatif serta bekerja keras, cerdas, ikhlas dan tuntas. Acara peresmian Forum BPD dirangkaikan dengan orientasi tentang tugas pokok dan fungsi BPD dengan narasumber dari Kemendagri dan Kejari Badung. Dalam pengarahannya, Bupati Giri Prasta menyampaikan terima kasih kepada Kemendagri dan Kejari Ba-

dung yang bersedia menjadi narasumber berkenaan dengan program yang ada di desa yang dilaksanakan oleh Perbekel bersama BPD. Sementara terkait dengan pengukuhan Forum BPD, Bupati menekankan, BPD dengan Perbekel harus bersinergi dan menyamakan persepsi serta pola pikir dalam upaya meningkatkan pembangunan di desa. Selain itu, Bupati mewajibkan BPD mengetahui tentang UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, Permendagri No. 110 Tahun 2016 tentang BPD dan Permendagri No. 20 Tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan desa. ‘’Inilah tatanan regulasi yang harus diikuti bersama sehingga sumber dana dari manapun kita harus masuk pada tatanan regulasi ini. Se-

hingga manfaat pelaksanaan penganggaran bisa berjalan dengan baik dan ke depan tidak ada masalah hukum berkenaan dengan penggunaan anggaran dan kewenangan yang kita lakukan,’’ jelasnya. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Badung Putu Gede Sridana mengatakan, BPD mempunyai tugas pokok dan fungsi bersama Perbekel dalam Pemerintahan Desa dalam merencanakan pembangunan desa, mulai dari Musdes, Musrenbang hingga menetapkan APBDes. Tujuan dari orientasi ini untuk meningkatkan pengetahuan bagi Perbekel dan BPD mengenai dasar-dasar hukum sebagai dasar dalam melaksanakan pemerintahan desa. Narasumber pada kegiatan

tersebut di antaranya Kasubdit Pinjaman dan Obligasi Daerah Ditjen Bina Pemdes Kemendagri Rooy Jhon E Salamony dengan materi Kebijakan fungsi dan peran BPD sesuai Permendagri 110 Tahun 2016 dan Kepala Seksi Perangkat Desa dan Layanan Administrasi Direktorat Penataan dan Administrasi Pemerintahan Desa Ditjen Bina Pemdes Kemendagri I Ketut Sukadana dengan materi ‘’Membangun hubungan yang harmonis antara Pemdes dan BPD untuk mewujudkan pemerintahan desa yang maju, mandiri dan demokratis’’. Sementara, narasumber dari Kejari Badung yaitu Fajar Said dan Agus Suraharta memberikan materi ‘’Sinergi Perbekel dengan BPD.’’ (ad428)

FORUM BPD - Bupati Badung Giri Prasta bersama Wabup Suiasa mengukuhkan Forum BPD se-Badung masa bakti tahun 2019-2025, Kamis (12/9) di Puspem Badung.

Sejumlah Toko Tiongkok Belum Setorkan LKPM Mangupura (Bali Post) -

Tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali bersama Satpol PP Kabupaten Badung dan dinas terkait, Kamis (12/9) kemarin melakukan monitoring terhadap sejumlah toko Tiongkok yang berada di kawasan Kuta. Monitoring ini merupakan tindak lanjut dari pengawasan pascamencuatnya kasus mafia Tiongkok.

Bali Post/edi

PENGECEKAN - Tim gabungan melakukan pengecekan di salah satu toko Tiongkok di kawasan Kuta, Kamis (12/9) kemarin.

BPBD Gencar Bentuk Desa Tangguh Bencana

Mangupura (Bali Post) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung gencar membentuk desa tangguh bencana. Ditargetkan, Badung memiliki 42 desa tangguh bencana tahun ini. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Badung I Wayan Netra mengatakan, pembentukan desa tangguh bencana betujuan supaya masyarakat dapat berperan aktif mengurangi risiko bencana. ‘’Ke depan bukan saja pemerintah yang

melakukan penanganan kedaruratan, melainkan desa juga memiliki kapasitas melakukan penanganan kedaruratan secara mandiri,’’ ungkapnya. Menurutnya, pihaknya memberikan pemdampingan karena ke depannya untuk pengembangan desa tangguh bencana lebih lanjut adalah desa bersangkutan, baik dari peningkatan kapasitas desa maupun anggarannya. ‘’Bila desa sudah berstatus desa tangguh bencana, maka desa tersebut bisa

ikut menyediakan peralatan yang dibutuhkan melalui anggaran yang ada di desa sehingga tidak bergantung sepenuhnya kepada pemerintah,’’ terangnya. Disebutkan, pihaknya telah menambah dua desa tanggap bencana, yaitu Desa Sembung di Kecamatan Mengwi dan Desa Taman Kecamatan Abiansemal. Yang sedang berjalan yaitu di Desa Mekar Bhuana, Abiansemal. ‘’Untuk yang lain sudah kita jadwalkan. Kami men-

argetkan pembentukan desa tangguh bencana di 11 desa se-Badung. Tahun ini kami target 11 desa, ditambah 31 desa yang telah dibentuk sebelumnya, maka sampai tahun 2019 ini target total 42 desa,’’ jelasnya. Berikut desa yang akan mendapat pendampingan untuk pembentukan desa tanggung bencana yaitu Desa Punggul, Desa Selat, Blahkiuh, Desa Kuwum, Desa Werdi Buana, Desa Baha, Desa Sobangan dan Desa Penarungan. (kmb27)

Kepala Bidang Pembinaan Masyarakat Satpol PP Badung Ir. Anak Agung Oka Ambara Dewi menyebutkan, dari pengecekan, izin yang sebelumnya masih belum dipenuhi saat ini banyak yang sudah ditindaklanjuti. Namun Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LPKM) belum dilaporkan oleh pengusaha bersangkutan. LKPM gunanya untuk mengetahui realisasi kegiatan penanaman modal di Indonesia seperti penambahan pegawai dan penambahan nilai investa-

si. ‘’Kalau itu tidak dilaporkan, kemungkinan izin usaha bisa dibekukan,’’ tegasnya. Diungkapkannya lebih lanjut, pengawasan ini sesuai dengan tupoksi yakni untuk menegakkan aturan. Untuk pengawasan kali ini, kebetulan sasarannya toko Tiongkok di Kuta. ‘’Kita melanjutkan evaluasi hasil penindakan yang dilakukan tahun lalu,’’ katanya. Selain pengawasan terhadap perizinan, secara tidak langsung, kata Ambara Dewi, kegiatan ini juga terkait ke-

beradaan tenaga kerja asing dan guide asing. Hasilnya, tidak ditemukan adanya guide asing. Namun, dia menegaskan hal ini perlu dicek kembali untuk memastikan legalitas tenaga kerja di usaha-usaha tersebut. Menurutnya, di wilayah Kuta pengawasan dilakukan pada usaha bernama Ratu Sutera, Kalimantan, Bali Gems dan Aruna Natural Latek. Pengawasan yang sama juga dilakukan di wilayah Kuta Selatan. (kmb23)

Bali Post/kmb

RADIO - Para undangan foto bersama usai pemotongan tumpeng pada peringatan Hari Radio Nasional.

Lembar Pakta Integritas Penerimaan Takkan Tinggalkan Konten Lokal Santunan Lansia Jadi Pergunjingan

Mangupura (Bali Post) Lembar pakta integritas yang ditandatangani para orang lanjut usia (lansia) penerima program Santunan Lansia di Kabupaten Badung, beredar di media sosial. Sepintas tidak ada hal yang krusial dalam lembar tersebut. Namun jika diteliti, terdapat hal yang menarik pada poin kedua. Pakta integritas yang kabarnya wajib diteken penerima bantuan tersebut berisikan ketentuan, apabila di kemudian hari kemampuan keuangan daerah tidak memungkinkan, penerima santunan lansia tidak akan menuntut bantuan selanjutnya. Isi poin kedua ini menjadi pergunjingan masyarakat di kabupaten terkaya di Bali ini. Sementara, pada poin pertama pakta integritas tersebut menekankan agar penerima santunan lansia bersedia menggunakan bantuan yang diberikan dari pemerintah itu untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya perawatan kesehatan. Ketiga, apabila di kemudian hari terdapat penyalahgunaan bantuan maka penerima lansia bersedia diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pakta integritas tersebut mengejutkan sejumlah kalangan. Sebab pada tahun 2018 lalu, tidak terdengar bahwa penerima santunan lansia harus menandatangani pakta integritas semacam itu. Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta saat dikonfirmasi, Kamis (12/9) kemarin, mengatakan tidak ada hal yang

aneh dalam pakta integritas tersebut. Menurutnya, penandatanganan pakta integritas penerima santunan lansia telah dilakukan sejak awal program tersebut dikucurkan. ‘’Awal bergulirnya program ini, penerima santunan telah membikin pakta integritas untuk bisa dipertanggungjawabkan di kemudian hari. Awal Januari 2019 mereka sudah menandatangani itu,’’ ujar Thomas Yuniarta. Menurutnya, tujuan dibuatnya pakta integritas adalah untuk mengantisipasi penerima santunan lansia ganda. Seperti ada pemangku yang berumur 72 tahun dan sudah mendapat

santunan. Kemudian untuk santunan lansia mereka juga dapat dan ini termasuk dobel menerima santunan. Dia menyebutkan, pada triwulan I dan II para lansia telah menerima santunan tersebut melalui rekening masing-masing. Di tempat terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Badung I Ketut Gede Suyasa membenarkan bahwa santunan lansia triwulan I dan II periode Januari-Juni tahun 2019 sudah dicairkan. ‘’Jumlah yang dibayarkan totalnya mencapai Rp 47 miliar. Ini untuk dua triwulan ini,’’ katanya. Seperti diketahui, Pemer-

intah Kabupaten Badung melalui Dinas Sosial Badung menggelontorkan anggaran puluhan miliar rupiah untuk memberikan bantuan berupa santunan khusus kepada warga Badung yang telah lansia. Jumlah penerima santunan pada tahun 2019 bertambah dibandingkan tahun sebelumnya karena warga yang telah memasuki usia lanjut bertambah signifikan. Jika pada 2018, penerima santunan lansia kurang lebih 13 ribu orang, sekarang menjadi 16 ribu orang. Artinya ada tambahan 3 ribuan orang. Santunan lansia dengan nominal Rp 1 juta per bulan ini diberikan 3 bulan sekali. (kmb27)

HARI Radio Nasional diperingati setiap 11 September. Hari Radio Nasional juga sekaligus diperingati sebagai hari kelahiran Radio Republik Indonesia (RRI) yang didirikan pada 11 September 1945. Hari Radio diperingati di seluruh Indonesia, termasuk oleh RRI Denpasar. Perayaannya dilangsungkan di panggung terbuka RRI Denpasar. Perayaan itu ditandai dengan penyulutan obor

Tri Prasetya oleh Kepala LPP RRI Denpasar Sophia Endang Widowati. Sophia Endang Widowati mengatakan, di ulang tahun ke-74 ini RRI Denpasar masih dipercaya oleh masyarakat di Bali. ‘’Kami akan selalu menjadi media yang selalu ikut perkembangan zaman dan tidak meninggalkan konten lokal,’’ katanya. Perayaan HUT kali ini

mengambil tema “Untuk Indonesia Lebih Bertoleransi”, dengan makna bahwa RRI selalu mengedepankan toleransi dan tangkal hoax. Hadir pada acara tersebut, angkasawan RRI, perwakilan PKK Provinsi Bali, Ketua PWI dan undangan lainnya. Pada acara tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng yang selanjutnya diserahkan kepada karyawan tertua dan termuda. (kmb)


Jumat Umanis, 13 September 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

DPD-RI Bali Dukung Pencabutan Izin LPK Lumbung Deso Terkait Program Ilegal

Senator Wedakarna Adakan RDP di Disnaker Kota Terkait Aspirasi Penahanan Ijazah di UD Putri KOMITE I Bidang Hukum DPD-RI Utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III akhirnya bersikap tegas terhadap laporan dari masyarakat Bali tentang kegiatan wanprestasi yang dilakukan LPK Lumbung Deso di Denpasar terkait dugaan penipuan terhadap program tawaran pekerjaan ke luar negeri. Dalam RDP menghadirkan Dinas Tenaga Kerja Provinsi, Dinas Tenaga Kerja Kota Denpasar, Kepala BP3TKI termasuk manajemen LPK Lumbung Deso yang berhadapan dengan sejumlah perserta didik yang melapor ke DPD-RI Bali. Pada RDP tersebut, Senator Arya Wedakarna (AWK) memberikan kesempatan kepada LPK Lumbung Deso untuk mengklarifikasi terkait dengan dugaan penipuan tersebut, dan setelahnya DPD meminta penjelasan dari Dinas Tenaga Kerja tentang status perizinan dari LPK Lumbung Deso dan juga posisi kegiatan di hadapan aturan dan UU. ‘’Selaku pengawas UU, baik terkait ketenagakerjaan dan juga pidana, saya melihat bahwa apa yang dilakukan LPK Lumbung Deso ini sudah mengarah kepada penipuan. Dari sisi perizinan saja, tadi Dinas Tenaga Kerja Pemkot Denpasar sudah menyampaikan status lembaga ini sudah nonak-

tif. Belum lagi saya periksa ada program kerja ke luar negeri yang tidak menjadi kewenangan LPK secara aturan. LPK itu ya… harusnya fokus pada pelatihan, mendidik SDM Indonesia agar siap kerja dan memiliki skill. Masalah penyaluran TKI atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu sudah wewenang dari lembaga lain dengan jenis aturan dan izin yang berbeda. Tidak boleh juga misalnya menggunakan travel agent semata. Jadi saya kira wajar jika peserta didik ini keberatan. Apalagi tadi pihak pengawas tenaga kerja, pemerintah juga memberi pandangan yang sama bahwa ini salah,’’ kata Gusti Wedakarna. Maka dari itu, Senator AWK langsung memerintahkan LPK Lumbung Deso untuk mengembalikan dana para peserta didik agar tidak menimbulkan masalah hukum. ‘’Sebenarnya masalah ini bisa dilaporkan sesuai dengan UU Pidana dan itu hak dari pelapor. Tapi sebelum itu terjadi, saya beri kesempatan agar LPK menyelesaikan semua administrasi keuangan dengan transparan dan saya sudah minta BP3TKI untuk mengawasi. Selebihnya, saya dukung keputusan Pemkot untuk tidak memproses lagi izin LPK ini karena parameter dan syarat-syaratnya tidak dipenuhi. Jika mau legal ya…

mulailah izin dari awal dan harus manut pada UU,’’ terang Gusti Wedakarna. Selain menangani kasus Lumbung Deso, beberapa waktu lalu DPD-RI Bali juga menindaklanjuti aspirasi dari sejumlah mantan karyawan UD Putri (Ravid Mart) terkait dengan keberadaan ijazah asli yang masih ada di tangan perusahaan. Dalam RDP yang diadakan di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Denpasar ini dihadiri Rita Rusmarti (Kanwil Hukum dan HAM), I Gede Jendra (Disnaker ESDM Provinsi Bali), Ni Luh Putu Ratna (DTKSK Kota Denpasar), Emanuel (KPSI Kota Denpasar), FA Nanang AP (LKS Tri Partit). Adapun yang menjadi permasalahan adalah sejumlah mantan karyawan yang merasa keberatan dengan jumlah penalti yang dibebankan kepada mereka yang ingin mengambil ijazah saat mengundurkan diri. Terhadap hal ini, Senator AWK menyampaikan pandangan yang seimbang. ‘’Dalam kasus ini, saya berpatokan pada UU MD3 Tahun 2018 bahwa anggota DPD-RI wajib membantu masyarakat yang menghadapi masalah. Dan berdasarkan surat aspirasi yang dikirim resmi pada 6 Juni 2019, perlu saya ingatkan calon pekerja harus berhati-hati

Jalan Santai dan Porseni Meriahkan Dies Natalis Ke-35, Lustrum Ke-7 dan Wisuda Ke-61 Unwar SERANGKAIAN Dies Natalis ke-35, Lustrum ke-7 dan Wisuda ke-61 Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar jalan santai yang dirangkai dengan pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) 2019, Kamis (12/9) kemarin. Peserta jalan santai dan porseni diikuti seluruh civitas akademika Unwar bersama Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali sebagai penyelenggara pendidikan tinggi Unwar. Porseni yang dipusatkan di lapangan kampus Unwar ini akan berlangsung hingga Sabtu (14/9) besok. Mengusung tema ‘’Tingkatkan Hard Skill dan Soft Skill Guna Menciptakan Atlet yang Unggul serta Memiliki Rasa Sportivitas dan Solidaritas’’ ini melombakan enam cabang olahraga. Di antaranya futsal, basket, voli, bulu tangkis, tenis meja, dan catur. Selain itu, empat cabang seni yaitu karikatura, pidato, musikalisasi puisi, dan monolog juga dilombakan yang diikuti perwakilan masing-masing fakultas yang ada di lingkungan Unwar. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. mengatakan selain sebagai media silaturahmi untuk memperkuat tali persaudaraan antara civitas dan pegawai, jalan santai dan porseni juga untuk meningkatkan kebugaran seluruh civitas akademika, baik yang masih muda maupun yang sudah tua. Sehingga nilai aerobik pada gerak jalan santai ini bisa didapatkan secara optimal untuk memperbaiki status kesehatan. Di samping juga membangunkan mahasiswa untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan wisuda, lustrum dan dies natalis tahun 2019. Apalagi, lustrum merupakan kegiatan lima tahunan, sehingga harus dirayakan dengan suka cita dan meriah. Bahkan, pada saat upacara wisuda pada 17 September 2019 mendatang akan dihadiri

JALAN SANTAI - Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. bersama Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. dan seluruh civitas akademika Unwar, serta peserta jalan santai dan porseni 2019. Menteri Pariwisata RI. ‘’Karena lustrum kita adakan setiap lima tahun sekali, maka akan diadakan secara besar-besaran, bahkan pada saat wisuda nanti kita telah mengundang Menteri Pariwisata dan sudah menyatakan kehadirannya. Gubernur Bali juga kita undang untuk hadir di tengah-tengah wisudawan, sehingga Unwar harus benar-benar membenahi diri agar terlihat lebih ‘cantik’ nantinya,’’ ujar Prof. Widjana. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. mengatakan kegiatan jalan santai dan porseni dilaksanakan sebagai upaya untuk introspeksi dan refleksi diri menyambut lustrum yang ke-7. Diharapkan kegiatan ini dapat membangun rasa kekeluargaan, kebersamaan dan tetap pada poros untuk mewujudkan visi dan misi Unwar menuju ekowisata global tahun 2034. Pada kesempatan ini, pihaknya

sangat berbangga karena di ulang tahun Unwar yang ke-35, Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Unwar mendapatkan kado istimewa, yaitu meraih akreditas unggul (A). Dengan segala dukungan dan dorongan dari yayasan, pihaknya berharap agar prodi-prodi lain bisa mengikuti jejak Prodi Ilmu Hukum. Seluruh civitas akademika Unwar harus selalu berjuang, bekerja keras, dan tentunya membangun soliditas dan solidaritas di antara keluarga besar Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali dan Rektorat Unwar. Bahkan, apabila ada yang ingin mengacaukan lembaga pendidikan Unwar, maka seluruh civitas akademika harus siap menghadapinya. ‘’Siapa pun yang ingin mengacaukan pendidikan di Universitas Warmadewa, saya di Yayasan Kesehahteraan Korpri Provinsi Bali akan melawan, dan saya berharap kita semua harus bersatu padu melawan mereka,’’ tegas Wisnumurti dalam sambutannya. (ad434)

SD Negeri 5 Padangsambian Wakili Denpasar Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Bali

PERILAKU hidup sehat anak usia sekolah benar-benar diaplikasikan oleh siswa-siswi di SD Negeri 5 Padangsambian, Denpasar. Hal ini terlihat saat Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi Bali tahun 2019 mendatangi sekolah tersebut, Kamis (12/9) kemarin. Dalam lomba sekolah sehat tahun ini, SD Negeri 5 Denpasar menjadi wakil dari Kota Denpasar. Tim penilai terdiri dari 11 orang, berasal dari Kanwil Agama Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Biro Kesra, Dinas Kesehatan, PMI Provinsi Bali, BPOM, tim Penggerak PKK Bali, Sekretariat TP UKS/M Provinsi Bali. Adapun tema dalam lomba sehat tingkat Provinsi Bali ‘’Kita tingkatkan perilaku hidup bersih dan sehat anak usia sekolah dalam rangka mewujudkan generasi sehat, cerdas dan berkarakter’’. Kepala SD Negeri 5 Padangsambian I Made Saptu Diarta, S.Pd. mengatakan lomba UKS yang diselenggarakan bertujuan meningkatkan mutu pendidikan. Melalui lomba sekolah sehat tingkat Provinsi Bali ini diharapkan dapat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat anak usia sekolah dalam rangka mewujudkan generasi sehat, cerdas dan berkarakter. Sekolah yang dipimpinnya memiliki motto lingkungan sehat, cerdas, prestasi oke. Melalui lomba ini, sekiranya sekolah bisa memperbaiki perilaku siswa untuk bisa selalu hidup bersih dan sehat di sekolah sampai di rumah. Di samping itu, melalui Trias Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) diarahkan dapat

DINILAI - SDN 5 Padangsambian saat dilakukan penilaian oleh Tim Penilai Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019. membentuk perilaku anak-anak untuk hidup. Mulai dari pendidikan, pelayanan dan pembinaan lingkungan sehat. Dijelaskan, SDN 5 Padangsambian mempunyai program unggulan meliputi Si Darling (Siswa Sadar Lingkungan). Dalam program Si Darling, sekolah melakukan pengelolaan sampah dengan bekerja sama dengan pihak asosiasi bank sampah Indonesia Kota Denpasar. ‘’Di mana setiap Sabtu, siswa membawa sampah dari rumah ke sekolah untuk ditabung. Sampah yang dibawa sudah dipilah dan dipilih dari rumahnya, di sekolah tinggal dicatatkan dalam buku tabungan,’’ katanya. Selain itu, SDN 5 Padangsambian juga mempunyai program TRC (Tim Reaksi Cepat) dan TOSS (Tempat Olah Sampah). TRC terdiri dari anak-anak yang tugasnya setiap hari mengawasi sampah di sekolah. Sedangkan TOSS merupakan tim yang dibentuk dari anak-anak

untuk mengelola sampah. Sementara itu, dalam sambutan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati selaku Ketua Tim Pembina UKS/M Provinsi Bali yang dibacakan Kepala Bagian Pelayanan Dasar Biro Kesra Provinsi Bali Dewi Handayani, S.E., pelaksanaan program UKS/M dijadikan sebagai wahana penting yang memiliki nilai strategis dan efektif dalam penyampaian kesehatan di masyarakat melalui informasi kesehatan di masyarakat melalui pemberdayaan peserta didik di sekolah. Harapannya, melalui pelaksanaan kegiatan lomba sekolah sehat ini diharapkan banyak muncul terobosan yang kreatif dan inovatif dalam rangka menggali serta memanfaatkan sumber daya yang ada secara optiml di sekolah sebagai bagian dari sarana pembinaan, pengembangan dan evaluasi pelaksanaan program UKS/M berkarakter. (ad432)

dalam membaca kontrak kerja. Jika merasa tidak yakin maka tidak usah disetujui. Tapi jika anda menandatangani kontrak secara sadar, maka itu akan menimbulkan konsekuensi, termasuk salah satunya tentang kewajiban ganti rugi untuk mengambil ijazah jika karyawan mengundurkan diri saat kontrak masih berlangsung. Di satu sisi, DPD mengakui secara UU Ketenagakerjaan tidak diatur secara jelas tentang detail penahanan ijazah karyawan. Tapi jika ini dikaitkan dengan UU HAM misalnya, atau UU Pidana bisa saja ini dimasalahkan. Maka saya minta, masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan. Saya minta pengusaha untuk mengembalikan ijazah karyawan dimaksud dan begitu juga bekas karyawan agar memiliki tata krama dan sopan santun saat ingin pamit dari perusahaan. Apalagi ini adalah perusahaan lokal Bali dan yang bekerja juga krama Bali,’’ ungkap Gusti Wedakarna. DPD juga menerima masukan dari serikat pekerja, Dinas Tenaga Kerja dan terkait untuk dapat hal ini dijadikan pelajaran. ‘’Ke depan karena kebetulan DPRD dan Pemprov Bali sedang menggodok Perda tentang Tenaga Kerja, saya kira ini momentum

SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Dr. Arya Wedakarna saat hadir di BP3TKI dan Dinas Tenaga Kerja Kota Denpasar terkait aspirasi tentang ketenagakerjaan. untuk menambahkan klausul tentang hal penahanan ijazah ini. Ke depan tidak boleh lagi ada kejadian penahanan ijazah di Bali. Coba tengok Perda Jawa Timur No. 8 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Ketenagaker-

jaan, ada klausul tegas melarang perusahaan menahan ijazah. Saya kira Bali perlu mengadopsi itu,’’ imbuh Gusti Wedakarna yang juga mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini. (ad431)

PKKMB Stikes Wira Medika Bali ’’United in Diversity’’ PELAKSANAAN PKKMB Stikes Wira Medika Bali yang berlangsung 4 sampai 8 September 2019 mengambil tema ‘’United in Diversity’’. Kegiatan diikuti 382 orang peserta yang berasal dari berbagai daerah, bahkan hingga luar negeri yang meliputi semua kabupaten/kota di Bali, Sulawesi, Banyuwangi, Sumba, Lombok, Papua dan Timor-Leste. PKKMB ini diisi dengan berbagai aktivitas yang dapat meningkatkan rasa solidaritas, kesatuan dan kekeluargaan di lingkungan kampus. Ketua Stikes Wira Medika Bali Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M. dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan, mempersiapkan dan mengakselerasi mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang sadar akan hak dan kewajibannya yang dilaksanakan berdasarkan asas keterbukaan, demokratis dan asas humanis. Wakil Ketua III Putu Gede Subhaktiyasa, S.T., M.M. juga menyampaikan kegiatan PKKMB ini menjadi bekal mahasiswa dalam membangun kedisplinan, kesiapan mental dan fisik tanpa harus melakukan tindakan perpeloncoan, sehingga ke depannya mahasiswa akan mampu

mengikuti proses pendidikan dengan baik dan menghasilkan lulusan yang tangguh, berdedikasi, berinovasi serta memiliki kompetensi unggul. Kegiatan PKKMB ini juga menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, di antaranya Kepala LLDikti Wilayah VIII, Kepala BNN Bali, Kepala Departemen Pertahanan Bali, Polda Bali, PT Indonesian Power, RSUP Sanglah Denpasar, Ketua PPNI Bali, Ketua PATELKI Bali serta Ketua PORMIKI Bali. Secara umum materi PKKMB berupa pembinaan kesadaran belanegara, kehidupan berbangsa dan bernegara, gerakan revolusi mental, perguruan tinggi di era revolusi industri 4.0, sistem pendidikan tinggi dan kesadaran

lingkungan hidup serta kesiapsiagaan bencana di perguruan tinggi. Stikes Wira Medika Bali konsisten menyelenggarakan pendidikan tinggi yang kompeten dan sesuai dengan regulasi. Keberhasilan ini ditunjukkan dengan hasil akreditasi perguruan tinggi dan program studinya yang memperoleh peringkat terakreditasi B. Stikes Wira Medika Bali memiliki Program Studi D-3 Rekam dan Informasi Kesehatan, D-3 Teknologi Laboratorium Medik, S-1 Keperawatan dan Profesi Ners yang kembali membuka penerimaan mahasiswa baru untuk tahun 2020 dengan pendaftaran offline dan online melalui pmb.stikeswiramedika. ac.id. (ad433)

Kelola Ekonomi Secara Mandiri

Dikunjungi Jokowi, Desa Kutuh Jadi Percontohan Mangupura (Bali Post) Dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat benar-benar memberi peluang dan kesempatan bagi Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung. Karena berkat dana desa itu Desa Kutuh bisa mengembangkan desanya hingga menghasilkan gemerincing dolar. Kepala Desa Kutuh I Wayan Purja, S.E. mengatakan, Desa Kutuh merupakan desa pemekaran. Sejak tahun 2002 Desa Kutuh menjadi desa yang terpisah secara administrasi dan adat. Meski terbilang baru, namun desa ini siap membangun dirinya. Pada tahun 2017, Desa Kutuh meraih juara I Nasional terkait inovasi dan pemanfaatan dana desa yang tepat. Desa dengan dua pemimpin yaitu pemimpin desa dan pemimpin desa adat yang disebut bendesa ini melakukan eksplor untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat. Belum lama ini, Jokowi datang ke desa yang terletak di selatan Pulau Bali ini. ‘’Karena adanya dana yang turun ke desa, kami maksimalkan sesuai arahan pemerintah yang sifatnya produktif. Kami berharap pemanfaatan dana desa tepat dan inovasi yang dikembangkan dapat mengembangkan desa,’’ ujarnya. Beberapa unit usaha dibangun di bawah naungan BUMDA. Sementara Bendesa Adat Kutuh Dr. Drs. I Made Wena, M.Si. mengatakan tujuan akhir dari visi-misi Desa Kutuh agar mandiri dan sejahtera. Maka dari itu, ketika dana desa dikucurkan, BUMDA melakukan inovasi. Menurutnya, sebelum pemerintah mencetuskan BUMDes, Desa Kutuh sudah memiliki BUMDA (Baga Usaha Manunggal Desa Adat atau badan usaha terintegrasi milik desa adat). Ada sembilan unit bisnis yang dikembangkan yaitu LPD, banknya masyarakat adat. LPD Desa Kutuh yang awalnya bermodalkan Rp 13 juta kini beraset Rp 125 miliar.

FOTO BERSAMA - Dari kiri: Bendesa Adat Kutuh, Kepala Desa Kutuh dan Direktur Retail Banking Bank Mandiri foto bersama. Selain itu, BUMDA juga memiliki unit usaha atraksi wisata khusus timbus paragliding. Atraksi Kecak, Desa Adat Kutuh juga tak kalah dengan atraksi Kecak di Uluwatu. Tari Kecak ini mempunyai potensi seni dan budaya dan kesakralan. Unit usaha lainnya yaitu barang jasa yang menyuplai barang dan jasa untuk kebutuhan di desa atau luar desa. Salah satu produknya adalah air mineral. Dapat dikatakan unit usaha ini menjadi pusat grosirnya desa karena pasokan barang didapat dari tangan pertama atau produsen. Unit usaha lainnya pengelolaan objek wisata Pantai Pandawa dan pengelolaan kawasan rintisan Gunung Payung Cultural Park. Dari sisi keagamaan, BUMDA juga mengelola unit usaha piranti yadnya. Satu hal yang menarik dari pengelolaan ekonomi masyarakat Desa Kutuh adalah transportasi. Meski sektor transportasi saat ini berkembang pesat, Desa Kutuh tak kehabisan akal. Mereka bekerja sama dengan Grab, transportasi daring. Hanya pengembangannya sesuai mekanisme yang dibuat

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Desa Kutuh. Desa Kutuh juga memiliki unit usaha jasa konstruksi Karya Undagi dan unit usaha layanan Panyukerta Desa Adat yang bergerak di sektor keamanan. Lebih melengkapi lagi, Desa Kutuh memiliki unit layanan kesehatan dan asuransi. Unit ini memiliki ambulans 24 jam. Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang mengatakan Desa Kutuh paling optimal mengelola dana desa. Dengan tagline ‘’BUMN Bersama Membangun Negeri’’ wujud hadirnya BUMN yaitu Bank Mandiri di Desa Adat Kutuh. Bank Mandiri bersinergi membangun desa adat agar lebih hebat lagi. Mandiri tidak hanya tumbuh di korporasi, tetapi juga UMKM. Mandiri telah mengucurkan kredit UMKM Rp 87 triliun tiap tahunnya, Rp 4,1 triliun di antaranya dikucurkan untuk Bali dan Nusa Tenggara. Total UMKM yang disalurkan yaitu sebesar Rp 127 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya. Ini merupakan komitmen Bank Mandiri mendukung sektor UMKM. (kmb42)


Jumat Umanis, 13 September 2019

Pilwali 2020

PDI-P Solid Usung Kader Denpasar (Bali Post) – Menjelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kota Denpasar pada 2020 mendatang, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kota Denpasar memastikan akan mengusung kader. Meski demikian, partai ini secara resmi juga membuka pendaftaran bakal calon wali kota dan wakil wali kota Kota Denpasar untuk periode lima tahun mendatang. Pendaftaran dilakukan sejak 6 September 2019 hingga 16 September 2019. Hal ini ditegaskan Ketua DPC PDI-P Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Kamis (12/9) kemarin. Ngurah Gede menjelaskan, penjaringan calon wali kota dan wakil wali kota di internal partai dilakukan secara tertutup dan terbuka. ‘’Artinya tetap kita lakukan penjaringan secara tertutup dan terbuka. Tertutup artinya diumumkan secara intern partai, tetapi bila ada eksternal partai mendaftarkan diri dalam pencalonan wakil wali kota kita tetap terima,’’ ujarnya. Lebih lanjut, tokoh Puri Pemayun Kesiman ini menerangkan, sesuai amanat partai yang memutuskan kader menjadi calon wali kota maupun wakil wali kota sudah solid. Saat ini yang sudah digadang-gadang sebagai calon wali kota dari kader adalah IGN Jaya Negara yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Denpasar. ‘’Kalau untuk calon wali kotanya sudah jelas, Pak Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara. Ini sesuai dengan rakerda lalu,’’ jelasnya. Untuk pendaftaran, Ngurah Gede menyatakan belum menerima laporan apakah sudah ada yang mendaftar atau belum. ‘’Sementara belum saya terima apakah sudah ada pendaftaran atau belum di Kantor DPC PDI-P, ya… kita tunggu saja hingga nanti kita tutup 16 September mendatang,’’ bebernya. Sejalan dengan Ngurah Gede, tokoh PDI-P Kadek Agus Arya Wibawa selaku Sekretaris DPC PDI-P menyatakan sikap kader tetap solid terkait Pilwali 2020. ‘’Kita tetap solid mengajukan kader PDI-P untuk pendamping calon wali kota,’’ ucap Kadek Agus. (kmb12)

Melalui Mina Wisata Festival Kedonganan

Tumbuhkan Jiwa ’’Entrepreneurship’’ Sejak Dini Mangupura (Bali Post) Desa Adat Kedonganan tahun ini kembali menggelar event Mina Wisata Festival Kedonganan. Untuk tahun 2019, event ini sudah masuk dalam calendar event Pemda Badung. Kegiatan yang digelar selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 September 2019, selain untuk membangun dan menumbuhkan jiwa entrepreneurship sejak dini juga sebagai wujud kepedulian dan pemanfaatan sumber daya pesisir barat Kedonganan. Menurut Ketua Panitia Mina Wisata Festival Kedonganan Indra Wijaya, dengan adanya festival ke-2 ini diharapkan semangat generasi muda di Kedonganan tetap berkobar serta tumbuhnya jiwa entrepreneurship sejak dini. Dengan mengambil tema ‘’Soul of The Sea’’ yang bermakna laut sebagai jiwa bagi kelangsungan hidup masyarakat pesisir Pantai Kedonganan, event ini nantinya akan melibatkan nelayan, pemuda dan seniman untuk menampilkan kreativitas budaya. Sehingga diharapkan perputaran ekonomi, pariwisata, seni, adat dan budaya di Kedonganan semakin berkembang. Ragam kegiatan yang digelar pada Mina Wisata Festival Kedonganan ke-2 ini di antaranya lomba layang-layang, lomba memasak, lomba mancing, lomba mencar, lomba lampion, flair bartending competition, lomba patung pasir, lomba fotografi dan film dokumenter, lomba hygene dan sanitasi café, makan ikan gratis, food bazzar. Ada juga pameran, pemeriksaan kesehatan gratis, demo masak artis kuliner dan stand up paddle competition. Dikatakannya, kegiatan ini sebagai langkah awal untuk meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya para pencinta stand up paddle. Ditambahkan, sebagai langkah awal menjaga lingkungan khususnya lingkungan bahari di pesisir Pantai Kedonganan, Komunitas Sukma Bali dan IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Association) akan mengadakan aksi bersih pantai serentak di seluruh Bali pada 21 September pukul 06.00 Wita yang akan dihadiri 1.500 orang. Sementara itu, Christian Gumala selaku General Manager Jimbaran Bay Beach Resort 7 Spa, menyampaikan apresiasi terhadap segala kegiatan positif yang diadakan masyarakat Kedonganan. Dengan adanya kegiatan ini pihaknya berharap masyarakat lokal, domestik maupun wisatawan mancanegara akan lebih mengetahui dan mengenal keberadaan Pantai Kedonganan yang tidak kalah indahnya dengan pantai-pantai lain yang ada di Indonesia khususnya di Bali. (kmb23)

FESTIVAL - Mina Wisata Festival Kedonganan akan digelar selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 September 2019. Selain untuk membangun dan menumbuhkan jiwa entrepreneurship sejak dini juga sebagai wujud kepedulian dan pemanfaatan sumber daya pesisir barat Kedonganan.

Atlet Taekwondo Diancam Dibunuh

Mangupura (Bali Post) Atlet taekwondo Badung Muhammad Abdurrahman Wahyu melapor ke SPKT Polres Badung, Kamis (12/9) kemarin. Dia melaporkan bahwa dirinya mendapat ancaman pembunuhan lewat SMS oleh orang tidak dikenal. Saat melaporkan kasus itu, peraih dua medali emas di Porprov Bali XIV ini didampingi Sekretaris KONI Badung I Made Sutama dan Ketum Pengkab TI Badung Thjin Yohanes. Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa mengatakan, laporan pengancaman pembunuhan tersebut sudah diterima SPKT. Selanjutnya akan diteruskan ke Satreskrim. ‘’Ini kan baru laporan awal. Pelapor masih dimintai keterangan oleh penyidik,’’ tegas Oka Bawa. Menurut Oka, saat melapor korban menyampaikan pada Minggu (8/9) lalu, dia berada di Cibubur, Jakarta Timur dan hendak berangkat ke Bali untuk mengikuti Porprov Bali XIV di Tabanan. Saat itu korban ditelepon orang tidak dikenal. Suara penelepon gelap tersebut laki-laki dan menggunakan unknown number. Keesokan harinya korban berangkat ke Bali untuk mengikuti Porprov di Tabanan. Merasa terancam, korban lalu melapor ke Polres Badung. ‘’Nanti kita lihat hasil penyelidikan awalnya. Kan bisa dilimpahkan ke sana (Polres Metro Jakarta Timur - red),’’ ungkap Oka. (kmb36)

Bali Post/ist

DITAHAN - Setelah ditangkap di Jember, Sigit Puryono ditahan di Mapolres Badung.

Rebut Senpi Polisi, Pelaku Jambret Ditembak

Mangupura (Bali Post) -

Penggerebekan rumah DPO pelaku jambret Sigit Puryono (30) di Desa Sanen Rejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (9/9) lalu menegangkan. Pasalnya pelaku berusaha merebut senpi yang dibawa petugas. Saat rebutan itu, pistol tersebut meletus dan mengenai bahu belakang kanan pelaku hingga tembus ke dada kanan atas. Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens R. Heselo didampingi Kasubbag Humas Iptu Ketut Oka Bawa, Kamis (12/9)

kemarin, mengatakan kasus jambret terjadi pada Rabu (22/5) lalu di wilayah Kuta Utara. Hasil penyelidikan, polisi menangkap tersangka

Agung. Pengakuan Agung, dia beraksi bersama Sigit dan langsung dilakukan pencarian. ‘’Kami dapat informasi jika pelaku ada di kampungnya di Jember. Anggota langsung saya perintahkan ke sana,’’ ucapnya. Pada Senin (9/9) sekitar pukul 01.00 WIB, Tim Resmob Polres Badung di-back up anggota Opsnal Polres Jember Brigadir

Ragil melakukan penggerebekan. Waktu itu rumah dalam keadaan gelap. Saat digerebek, pelaku melakukan perlawanan dan berusaha merebut senpi dibawa Aiptu I Wayan Ariana. Ariana berusaha mempertahankan senpinya hingga mereka bergumul. Dalam kondisi membahayakan, Ariana menembak bahu belakang pelaku hingga tembus ke dada atasnya. Pelaku langsung

mengerang kesakitan dan tidak mampu melawan. Selanjutnya pelaku dibawa ke RS Soebandi, Jember. Setelah mendapat penanganan tim medis, pelaku langsung dibawa ke Bali. Setibanya di Mapolres Badung, pelaku langsung diperiksa. Dia mengaku melakukan jambret bersama Agung. Sedangkan tersangka Agung telah dilimpahkan ke Kejari Badung. (kmb36)

Pembentukan AKD Ditarget Rampung Seminggu Denpasar (Bali Post) – Setelah pengambilan sumpah dan janji pimpinan dewan definitif dilakukan, kini fokus untuk menyelesaikan alat kelengkapan dewan (AKD). Dirancang pembentukan AKD ini akan rampung dalam seminggu ini. Karena akan ada banyak pekerjaan yang harus selesai dikerjakan dalam waktu dekat ini. Hal ini ditegaskan Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede usai sidang paripurna dengan agenda tunggal, pengambilan sumpah dan janji, Kamis (12/9) kemarin. Pengambilan sumpah dan janji pimpinan dewan Denpasar periode 2019-2024 dipandu Ketua PN Denpasar atas nama Ketua MA. Hadir pula dalam pengambilan sumpah dan janji pimpinan dewan ini, di antaranya Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Sekda AAN Rai Iswara, pimpinan instansi vertikal, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Pada periode ini, pimpinan dewan tidak mengalami perubahan bila dibandingkan dengan periode 20142019. Sesuai dengan SK Gubernur No. 1969/01-A/ HK/2019 tentang Peresmian Pengangkatan Pimpinan DPRD Denpasar Masa Ja-

batan 2019-2024. Dalam SK tersebut, sebagai Ketua I Gusti Ngurah Gede, Wakil Ketua Wayan Mariyana Wandhira, Made Muliawan Arya, dan A.A. Ketut Asmara Putra. SK ini ditetapkan Gubernur Bali per 10 September 2019. Ngurah Gede mengatakan pihaknya segera akan membentuk AKD untuk menunjang kelancaran tugas dan fungsi lembaga legislatif yang dipimpinnya. Karena itu, dalam waktu seminggu ini semua akan rampung. Ditanya target untuk kursi ketua komisi, Ketua DPRD yang juga Ketua DPC PDI-P Denpasar ini mengaku tidak akan memborongnya. PDI-P tetap mengedepankan kebersamaan. Semua akan dibicarakan untuk hasil yang lebih baik. ‘’Tidak ada borong-borongan gitu,’’ ujar Ngurah Gede. Dikatakan, dalam lima tahun ke depan ini pihaknya akan lebih memaksimalkan fungsi dewan, yakni legislasi, penganggaran, serta pengawasan. Pihaknya berjanji akan bersinergi dengan wali kota dalam melaksanakan pembangunan Kota Denpasar ke depan. Sinergi ini akan menjadi modal utama dalam melaksanakan pembangunan sesuai dengan RPJMD yang telah ada. (kmb12)

Simpan Narkoba Turis Inggris Diadili Denpasar (Bali Post) Turis asal Inggris terdakwa Gilles Thomas Allcard William (43) bersama teman wanitanya, Putri Rahmawati (24), Kamis (12/9) kemarin diadili kasus narkotika. Bertempat di Pengadilan Negeri Denpasar, terdakwa disebut kedapatan menyimpan narkotika di vila tempatnya menginap. Jaksa penuntut umum (JPU) D.I Rindayani di hadapan majelis hakim pimpinan Partha Bhargawa mendakwa keduanya dengan dua pasal yakni Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 127 ayat 1 huruf a Undangundang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terdakwa Gilles Thomas Allcard William dan terdakwa Putri Rahmawati disebut tanpa hak dan melawan hukum memiliki, menyimpan,

Bali Post/ara

SUMPAH - Suasana pengambilan sumpah dan janji pimpinan Dewan Kota Denpasar periode 2019-2024, Kamis (12/9) kemarin.

menguasai dan menyalahgunakan narkotika jenis kokain untuk dirinya sendiri. Terdakwa dibekuk Satnarkoba Polresta Denpasar di Vila Ning, Sindu Kelod, Desa Sanur, Denpasar Selatan, pada 30 April 2019. Petugas menemukan satu klip kokain seberat 0,08 gram dari terdakwa Thomas alchard. Saat diiterogasi, terdakwa mengaku membeli kokain itu dari seseorang bernama Paul (DPO) dengan harga Rp 3 juta. Selain itu, petugas juga menggeledah teman wanita Thomas bernama Putri Rahmawati. Saat itu ditemukan tiga klip sabu-sabu di meja rias kamarnya dengan berat total 0,40 gram dan empat klip kocain dengan berat 0,02 gram serta dua klip tembakau gorila dengan berat total 3,04 gram. (kmb37)

Sepuluh Pejabat Badung Dirotasi Mangupura (Bali Post) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Badung harap-harap cemas. Pasalnya, pemerintah setempat bakal melakukan rotasi untuk mengisi sejumlah jabatan lowong. Berdasarkan informasi, ada sekitar 10 orang pejabat setingkat eselon III setingkat kepala bagian dan kepala bidang, sekretaris dan eselon IV setingkat kepala seksi, kepala subbagian yang bakal kena rolling. Setelah rolling eselon III dan IV ini, giliran kursi eselon II yang akan di-rolling, Jumat (13/9) ini. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung I Gede Wijaya membenarkan adanya rolling pejabat di lingkungan Pemkab Badung. Sayangnya, birokrat asal Ker-

obokan, Kuta Utara ini masih merahasiakan siapa-siapa yang bakal kena rolling. ‘’Pelantikan dan pengambilan sumpahnya besok (hari ini - red). Administrator dan pengawas, termasuk ada yang fungsional 50-an yang akan dilantik dan diambil sumpah jabatannya,’’ terang Gede Wijaya, Kamis (12/9) kemarin. Wijaya menjelaskan, untuk pejabat yang kena rolling adalah eselon III dan eselon IV. Namun, jumlahnya tak lebih dari 10 orang saja. Meski demikian, pihaknya masih enggan membuka namanama yang bakal kena rolling. ‘’Yang jelas sudah dijadwalkan besok (hari ini - red) pelantikannya,’’ sebutnya seraya menambahkan, untuk pengisian kursi eselon II belum ada perintah lebih lanjut dari bupati. (kmb27)


Jumat Umanis, 13 September 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Jam Kunjung Perpustakaan Sekolah PERPUSTAKAAN sekolah memiliki fasilitas tersendiri. Pada tahun 1990-an, perpustakaan sekolah adalah ruang baca yang sangat nyaman bagi siswa. Novel dan buku-buku pelajaran menjadi pilihan. Jumlah judul buku dan keragaman topik yang tersedia juga nyaris memadai. Kondisi ini tampaknya juga makin berkembang dan nyaman pada era ini. Sayangnya, belakangan jam kunjung perpustakaan sekolah nyaris minim. Yang lebih sering terjadi adalah jam kunjungi website di handphone siswa. Ini adalah efek dari pembejalaran berbasis teknologi dan terlalu seringnya guru memberikan tugas-tugas yang berhubungan dengan handphone. Makanya, tak heran jika belakangan banyak siswa lebih banyak ada di warnet. Padahal jika ada gerakan yang jelas, mereka bisa diarahkan menuntaskan tugas-tugas pembelajaran di perpustakaan. Ke depan, hal semacam itu hendaknya diimbangi dengan motode pembelajaran yang mengarahkan anak mengerjakan tugas-tugas di perpustakaan sekolah. Buku-buku yang ada haruslah menjadi bagian pembelajaran, bukan sebatas koleksi perpustakaan sekolah. Jadi, haruslah ada kebijakan yang jelas untuk menjadikan perpustakaan sekolah lebih berperan dalam peningkatkan kecerdasan siswa. Jadikan perpustakaan sekolah sahabat anak. Gerakan ini tentu harus dijabarkan dengan target membangun budaya membaca. Gerakan ini pun telah dijabarkan di sekolah dalam upaya membiasakan anak mengunjungi perpustakaan. Namun, gerakan ini masih sebatas program formal. Anak merasa wajib membaca ketika ada pengawasan. Hal semacam ini tentu kita harapkan terus bergerak sampai pada bangunnya kesadaran membaca. Dari sisi fasilitas, negeri ini sebenarnya sudah memiliki fasilitas yang memadai. Perpustakaan sekolah, desa, dan perpustakaan keluarga mestinya bisa dijadikan ruang untuk itu. Bahkan, perpustakaan mobil juga telah banyak digulirkan. Ini tentu sebagai terobosan membuat ruang makin dekat dengan masyarakat. Bahkan, belakangan, pengelolaan perpustakaan juga melakukan berbagai terobosan untuk mengajak dan mengedukasi warga gemar membaca. Sayangnya, tantangan menjadikan perpustakaan sahabat atau ruang baca terkendala banyak hal. Mulai dari rendahnya minat baca dan bergesernya cara mendapatkan informasi. Teknologi informasi yang berkembang pesat patut juga dicatat sebagai tantangan. Masalahnya, teknologi informasi membuat anak menghabiskan waktunya membaca dalam media handphone. Buku akhirnya menjadi pilihan kedua setelah mereka merasa wajib atau terpaksa membacanya. Di tengah lesunya minat baca ini, syukurnya Kemendikbud juga giat mengembangkan program literasi. Tak hanya di sekolah, literasi kampung atau literasi desa juga digarap. Tujuannya untuk meningkatkan minat baca, membuat pemuda kian beraktivitas serta berwawasan luas. Jadi, pada dasarnya budaya bisa diawali dengan gerakan wajib. Artinya, harus ada sedikit paksaan pada babak awal agar anakanak terbiasa mengunjungi perpustakaan. Reward mungkin saja bisa diberikan kepada anak-anak yang sering datang dan membaca di perpustakaan. Hal lainnya adalah menata ruang perpustakaan menjadi ruang yang nyaman untuk anak, bukan menjadi ruang koleksi buku semata. Kenyamanan berada di perpustakaan sekolah hendaknya menjadi salah satu strategi selain menyediakan buku yang beragam.

Optimalisasi Perpustakaan sebagai Sumber Belajar Kualitas pendidikan pada era sekarang ini perlu mendapatkan penanganan dan perhatian khusus. Salah satu solusinya adalah pemenuhan sarana dan prasarana yang memadai sebagai pusat sumber belajar. Perpustakaan merupakan suatu tempat untuk menyimpan sebuah koleksi bahan pustaka dan sebagai sarana yang diharapkan dapat menunjang suatu proses belajar-mengajar di sekolah agar peserta didik dapat mencapai kualitas pendidikan sesuai tujuan yang diharapkan. Keberadaan perpustakaan sekolah diharapkan dapat memenuhi kebutuhan warga sekolah untuk mendapatkan informasi serta menumbuhkan minat baca yang dirasa masih lemah. Dengan tersedianya perpustakaan di sekolah-sekolah, akan memberi kemudahaan bagi warga sekolah, khususnya peserta didik untuk menggali informasi dari sumbersumber bacaan digital maupun buku-buku.

Oleh I Wayan Kerti

S

eiring dengan perkembangan dunia pendidikan, proses pendidikan pun menuntut perubahan pelayanan siswa. Pembelajaran tidak terpaku pada proses tatap muka di kelas tetapi mampu menjadikan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar. Bentuk layanan pendidikan pun selalu berkembang dan berubah, termasuk pendekatan mengajar dari pendekatan tradisional ke arah aspek modern dengan pelibatan sistem multimedia dan komunikasi elektronik. Kenyataan selama ini, ternyata perpustakaan tidak diminati siswa untuk digunakan sebagai sumber belajar karena banyaknya multimedia canggih yang lebih mudah dan cepat digunakan. Oleh karena itu, perpustakaan sekolah tidak hanya sebagai penyedia

bacaan siswa di kala senggang. Perpustakaan harus menjadi sumber, alat, dan sarana untuk belajar siswa. Perpustakaan harus siap setiap saat untuk menunjang dan terlibat dalam pelaksanaan proses pembelajaran, baik di dalam jam pelajaran maupun di luar jam pelajaran. Perpustakaan dapat digunakan sebagai sarana peningkatan wawasan dan pengetahuan, meningkatkan minat dan kebiasaan membaca siswa, sarana pencarian pengetahuan atau informasi dan perpustakaan pun dapat digunakan sebagai tempat diskusi, ajang bertukar pikiran antara kelompok belajar. Jadi, sangat wajar apabila perpustakaan sekolah diibaratkan jantungnya sekolah karena perpustakaan sekolah merupakan unit kerja yang menghimpun, mengolah, dan menyajikan kekayaan intelek-

SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Informasi Lapangan Kerja

Penanganan Sampah di Desa

Saya dan mungkin juga ratusan orang yang baru lulus perguruan tinggi belakangan ini mengharapkan adanya informasi lapangan kerja. Selama ini, selama saya kuliah mungkin ada halhal yang tak terpikirkan oleh kita-kita yang kini tamat perguruan tinggi. Kita asyik memikirkan menamatkan studi dan menikmati dunia kampus. Namun, setelah diwisuda, kita dihadapkan pada tantangan baru, yakni mencari pekerjaan. Untuk itu, saya berharap Dinas Tenaga Kerja lebih aktif menginformasikan peluang kerja yang ada. Ini setidaknya bisa membantu kami para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan. Mudah-mudahan informasi ini bisa kami jadikan panduan untuk melamar pekerjaan.

Sejak dana desa digelontorkan pusat, memang banyak hal positif yang bisa dirasakan. Pertama, selain kantor-kantor desa kini mulai bagus, fasilitasnya juga bagus. Pemerintahan desa juga bisa membantu pembangunan infrastruktur baik untuk banjar maupun fasilitas umum lainnya. Bahkan, dalam urusan kebersihan kini di wilayah Gianyar, Badung, dan kabupaten lainnya di Bali mungkin setiap desa sudah memiliki mobil sampah. Warga juga sudah menjadi pelanggannya. Ini saya yakini membuat warga makin minim yang membuang sampah ke sungai. Mudah-mudahan terbangun budaya peduli sampah. Saya hanya berharap ke depan setiap desa memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Jika ini bisa dibangun, saya yakin beban TPA Suwung akan berkurang. Selebihnya, mohon juga pengelolaan dana desa lebih berpihak pada upaya-upaya membangun ekonomi kerakyatan. Jangan sampai dana desa diarahkan untuk memfasilitasi kepentingan kepala desa. Saat ini, masih banyak potensi desa yang mungkin bisa dikelola untuk penguatan ekonomi kerakyatan. Jadi, kepala desa hendaknya lebih kreatif dalam memfasilitasi pengelolaan dana desa.

Made Sudana Gianyar, Bali

I Gede Purda Buleleng, Bali

tual untuk kepentingan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa (Lasa, 2009:20). Manfaat Perpustakaan Tri Septiyanto dalam Rahayuningsih (2007:6) menjelaskan beberapa fungsi dari perpustakaan sekolah yaitu: (a) Sebagai sumber kegiatan belajar-mengajar, maksudnya adalah perpustakaan dapat menjadi tempat bagi anak untuk mengembangkan kemampuan menggunakan informasi, dan bagi guru dapat membantu dalam mengajar dan menambah pengetahuan. (b) Membantu siswa untuk memperjelas dan memperluas pengetahuannya pada setiap bidang studi, yakni dengan menjadikan perpustakaan sebagai semacam laboratorium yang sesuai dengan tujuan yang terdapat di dalam kurikulum.

(c) Mengembangkan minat dan budaya membaca yang menuju kebiasaan mandiri, dengan cara menambah kelengkapan koleksi pustaka. (d) Membantu siswa untuk mengembangkan bakat, minat, dan kegemarannya. (e) Membiasakan siswa untuk mencari informasi di perpustakaan, bisa dilakukan dengan pemberian tugas dari guru. (f) Merupakan tempat untuk mendapatkan bahan rekreasi sehat, melalui buku-buku bacaan yang sesuai dengan umur dan tingkat kecerdasan siswa. (g). Memperluas kesempatan belajar bagi para siswa, di luar kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Perpustakaan sekolah adalah suatu unit atau lembaga yang menghimpun dan mengelola bahan-bahan pustaka dan hasil penelitian ilmiah yang digunakan sebagai sumber informasi oleh setiap yang membutuhkan. Oleh karena itu, perpustakaan sekolah merupakan bagian penting dari program penyelenggaraan pendidikan tingkat sekolah yang memiliki fungsi dan manfaat untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan. Fungsi dan manfaat perpustakaan sekolah tersebut diharapkan dapat bermanfaat sebagai pusat sumber belajar untuk mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan tidak hanya untuk siswa akan tetapi untuk semua warga sekolah. Oleh karena itu, perpustakaan sekolah hendaklah dapat lebih mengelola perpustakaannya secara menarik,

proporsional dan profesional, agar fungsi dan manfaat dari perpustakaan dapat lebih baik. Perpustakaan sekolah diharapkan dapat menjadi sumber belajar bagi siswa maupun warga sekolah dalam mencari dan memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan. Perpustakaan sekolah agar dapat menambah koleksi bahan pustaka yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini agar siswa tetap up to date dalam mengakses dan memperoleh informasi. Perpustakaan sekolah juga hendaknya dapat memperbaiki dan menambah sarana dan prasarana dalam perpustakaan, agar pengunjung perpustakaan dapat senang dan nyaman berada di dalam perpustakaan sebagai pusat sumber belajar. Penulis, guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Abang, Ketua Tim Literasi Sekolah, Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kabupaten Karangasem

POJOK

BJ Habibie wafat, Presiden ajak bangsa Indonesia berterima kasih.

Warung Global

- Selamat jalan Pak.

Generasi Muda Bangsa Mesti Lanjutkan Cita-cita Habibie

***

”Masa lalu saya adalah milik saya, masa lalu kamu adalah milik kamu, tapi masa depan adalah milik kita”, demikian sepenggal kata mutiara yang ditulis B.J. Habibie. Sambil mengenang jasa Habibie, para pendengar setia Radio Global 96,5 FM menyampaikan ungkapan dukacita yang mendalam atas berpulangnya Presiden ke-3 RI ini. P r e sid e n k e t i g a R I Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto pada Rabu (11/9) malam. Ia meninggal karena sakit yang dideritanya dan dirawat intensif sejak 1 September 2019. Ungkapan dukacita mendalam melepas Bapak Teknologi ini disampaikan kawan global. Selain itu, dalam acara Warung Global, kawan global ber harap agar prestasi Habibie, hasil karya Habibie dilanjutkan oleh generasi muda bangsa. Fera dan Lilis di Tabanan serta Ayu di Petang mengungkapkan rasa duka yang mendalam. Jasa Bapak Habibie

patut dibanggakan. Baik bagi diri kita sendiri, panutan bagi bangsa dan negara. mereka berharap prestasi Habibie yang jenius ini diteruskan oleh kaum muda Indonesia. Patut dicontoh juga sikap kebersamaan dan saling menjaga keluarga. Sementara Ketut Dawi di Abiansemal menambahkan, agar dalam duka, keluarga yang ditinggalkan harus tabah dan dihibur juga, jangan terlalu larut lama dalam duka. Karena pada akhirnya, semua manusia akan dijemput kematian. Selamat jalan Habibie. Selamat jalan Bapak Teknologi dan Bapak Demokrasi Indonesia. (sikha)

Lagi, hutan lereng Gunung Agung terbakar. - Tetap waspada. *** Pariwisata Nusa Penida maju, Bupati Suwirta minta warga waspada konflik sosial. - Berebut dolar.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Umanis, 13 September 2019

Tiga Kabupaten Bantu Penanganan Kebakaran TPA Mandung

PETUGAS - Penanganan kebakaran di TPA Mandung kini melibatkan petugas damkar lintas kabupaten.

Bali Post/bit

Rumah Kos akan Dikenakan Pajak Tabanan (Bali Post) -

Kepala Bakeuda Tabanan Dewa Ayu Sri Budiarti mengungkapkan, rumah kos sekarang ini sudah banyak yang tidak pernah dilaporkan, padahal pemiliknya niatnya berbisnis. ‘’Rumah kos yang kami sasar yang memiliki di atas 10 kamar dan terbanyak ada di Kecamatan Tabanan dan Kediri,’’ ucapnya, Kamis (12/9) kemarin. Tidak hanya tempat kos, pendataan potensi wajib pajak baru juga diarahkan pada hotel, restoran dan vila. Tahun

2018 di Kabupaten Tabanan tercatat 375 wajib pajak. Dari hasil penyisiran didapatkan, hingga September 2019 ada 66 wajib pajak baru sehingga total wajib pajak sampai saat ini sebanyak 441 wajib pajak. ‘’Untuk wajib pajak baru itu kami dapat dari pendataan hotel dan restoran. Hotel 15 wajib pajak dan restoran 51 wajib pajak. Tim kami masih terus turun melakukan pendataan untuk optimalisasi pendapatan daerah,’’ ucapnya. Dari 9 jenis pajak daerah,

target pendapatan sebesar Rp 105 miliar lebih. Dari target tersebut, sampai Agustus sudah tercapai Rp 67 miliar lebih atau 63,88 persen. Sementara disinggung tentang terobosan taping box atau alat perekam transaksi sebagai upaya mencegah kebocoran pendapatan daerah khususnya pajak hotel dan restoran, Budiarti menambahkan hal itu sudah terpasang dan difungsikan di sejumlah akomodasi pariwisata. Dengan penggunaan tap-

ing box, kemungkinan adanya penggelapan data dari wajib pajak dapat dihindari. Sistem ini juga dapat memberikan pemetaan yang jelas, sehingga tidak memungkinkan adanya data yang disembunyikan oleh oknum tertentu. ‘’Seluruh transaksi penjualan terekam di sini dan bisa ditentukan pajaknya sesuai dengan penghasilan. Jadi, tidak bisa membohongi penghasilan,’’ jelasnya. Ditambahkannya, terobosan tersebut akan dikerjasamakan dengan perbankan. Kerja sama terutama menyangkut pengadaan aplikasi pemantauan secara online untuk wajib pajak yang belum terhubung secara online. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) – Jumlah koperasi yang tercatat di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan ada sebanyak 580 unit. Dari total itu sebanyak 170 koperasi tidak aktif. Meski demikian, hal itu tidak berpengaruh pada pertumbuhan jumlah koperasi di Kabupaten Tabanan. Terbukti tahun 2019 ini hingga September terdapat 14 koperasi yang baru berdiri. Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Tabanan Ni Nyoman Yudiani mengatakan, adanya pengumuman rencana pembubaran koperasi tidak aktif yang sudah tidak bisa dibina lagi sebanyak 99 koperasi di tahun 2019, tidak menyurutkan pertumbuhan koperasi baru. Bahkan jumlahnya mengalami

peningkatan tiap tahunnya. ‘’Tahun 2018 untuk jumlah koperasi baru ada 12. Tahun ini sudah di angka 14 koperasi,’’ ucapnya belum lama ini. Koperasi baru ini, kata Yudian, sebagian besar merupakan non koperasi simpan pinjam (KSP) atau koperasi yang bergerak di sektor riil. Sepuluh koperasi bergerak di sektor riil, empat sisanya bergerak dalam bidang simpan pinjam. Selain itu, ada satu Koperasi Pegawai Negeri (KPN) yang melakukan perubahan anggaran dasar (PAD) dan baru tercatat tahun ini. Koperasi ini tidak tergolong baru karena sudah memiliki badan hukum sejak lama. ‘’Jumlah koperasi baru kemungkinan masih akan bertambah hingga akhir tahun

nanti mengingat ada sejumlah koperasi masih dalam tahap proses mendapatkan badan hukum dari Kementerian Koperasi,’’ tuturnya. Bertumbuhnya jumlah koperasi di Kabupaten Tabanan, menurut Yudiani kemungkinan karena faktor geliat perekonomian di daerah lumbung pangan ini. Selain itu, ada kecenderungan bergesernya minat masyarakat yang sebelumnya ramai-ramai mendirikan koperasi simpan pinjam menjadi sektor riil. Sebenarnya, di tengah kian ketatnya persaingan lembaga pembiayaan dan keuangan, keberadaan koperasi masih berpeluang terus eksis. Sebab, eksistensi koperasi terletak di manajemen, khususnya

dalam upaya menjaga fanatisme para anggota koperasi itu sendiri. Menurutnya, jika anggota merasa fanatik merasa ikut memiliki koperasi, bunga tinggipun yang dibandrol koperasi bersangkutan akan dipinjam oleh anggota. Dari rasa fanatisme tersebut, nantinya akan kembali dinikmati oleh anggota koperasi bersangkutan, salah satunya dalam bentuk SHU. Di samping itu, banyaknya bermunculan koperasi baru tentu saja diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja dan pemerataan pendapatan sehingga tingkat kesenjangan atau ketimpangan ekonomi dapat dikurangi. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Pascakejadian dua pemancing yang tewas terseret gelombang tinggi di Pantai Tanah Lot, manajemen DTW Tanah Lot pada Wraspati Kliwon Merakih atau Kamis (12/9) kemarin menggelar upacara macaru dan penyucian kawasan mulai dari Pura Batu Bolong sampai kawasan Tanah Lot bagian timur. Rangkaian upacara dipuput Jro Mangku Gede Pura Luhur Tanah Lot Mangku Semudra. Manajer Operasional DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana mengatakan, upacara ini diharapkan dapat memberikan kerahayuan jagat sekaligus membersihkan kawasan Pura Tanah Lot dari segala mala atau kekotoran. Sebab, dasar dan tujuan upacara pacaruan ini adalah kembali menyucikan kawasan setelah kasus pemancing asal Banjar Batanpoh Desa Pandak Gede dan Banjar Batanbuah Desa Beraban terseret gelombang dan tewas. Tidak hanya di lokasi kejadian atau di belakang Pura

Enjung Galuh, upakara juga dihaturkan di sebelah Pengayatan Pura Tanah Lot dan di luhur. ‘’Kami lakukan di bawah atau sebelah Pengayatan, karena kondisi air pasang,’’ ucapnya. Dijelaskannya lebih lanjut, lokasi jatuhnya pemancing atau belakang Pura Enjung Galuh memang kerap menjadi incaran para pemancing karena sangat strategis dan banyak ikan. Bahkan kawasan terlarang yang sudah dipasangi pintu larangan dan terkunci inipun kerap dibuka paksa. Pemancing terkadang mengabaikan keselamatan hanya untuk bisa mendapatkan lokasi strategis mendapatkan ikan. ‘’Kalau untuk pemantauan wisatawan dari pagi sampai sore, masih bisa kami lakukan. Contohnya jika ada wisatawan melewati areal yang dilarang, langsung diberitahu. Kalau pemancing ini kan datangnya malam, jadi tidak bisa terpantau,’’ terangnya. Untuk menghindari kasus serupa, pengamanan di areal terlarang sudah kembali

Guna menjaring lebih banyak para wajib pajak untuk mengoptimalisasi pendapatan daerah, Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan melalui bidang terkait menyasar wajib pajak baru. Salah satu sasarannya, bisnis rumah kos dengan minimal 10 kamar.

Positif, Grafik Pertumbuhan Koperasi

Pascatewasnya Dua Pemancing DTW Tanah Lot Gelar ”Pacaruan”

Bali Post/ist

PACARUAN - Suasana pacaruan di kawasan Tanah Lot. diperketat. Bahkan kunci sejumlah pintu yang awalnya hilang karena dirusak oknum warga, sudah diperbaiki. ‘’Kami hanya berharap, baik pengunjung ataupun masyarakat setempat bisa tetap menaati larangan untuk keselamatan masing-masing,’’ tegasnya.

Sementara itu, kejadian dua pemancing tewas itu tidak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung. Dari data manajemen DTW Tanah Lot, rata-rata kunjungan per hari mencapai 7 ribu wisatawan yang didominasi wisatawan mancanegara. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Upaya penanganan kebakaran di TPA Mandung di Desa Sembung Gede Kecamatan Kerambitan yang dilakukan non stop oleh petugas pemadam kebakaran Tabanan dan petugas TPA, belum membuahkan hasil maksimal. Oleh karena itu, Kamis (12/9) kemarin petugas pemadam kebakaran (damkar) dari tiga kabupaten lain didatangkan untuk membantu penanganan kebakaran yang terjadi sejak 4 September lalu. Dari pantauan di lapangan, petugas damkar dari Kabupaten Badung, Bangli dan Gianyar silih berganti datang ke areal TPA Mandung untuk membantu petugas damkar Tabanan. Para petugas mulai berdatangan pukul 09.00 Wita. Dari tiga kabupaten tersebut, mengerahkan satu unit mobil pemadam dengan anggota sebanyak lima hingga enam orang. Tampak pula dalam upaya penanganan kebakaran, petugas TRC BPBD Tabanan. Kabid IV Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Tabanan I Ketut Suardi mengatakan, pengerahan petugas gabungan ini merupakan saran dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan Made Subagia, dan diteruskan oleh BPBD Provinsi. Harapannya, kebakaran segera tuntas tertangani, karena asap jika terlalu lama dibiarkan akan mengganggu

kesehatan warga di dekat TPA Mandung. Apalagi belakangan ini angin kencang cukup menjadi kendala dalam pemadaman. Dengan adanya bantuan petugas damkar dari sejumlah kabupaten, penanganan kebakaran dibagi menjadi tiga bagian. Bagian selatan dilakukan oleh petugas damkar Tabanan dan bagian utara bertugas damkar Bangli dan Badung. ‘’Sedangkan petugas dari Gianyar penanganan dilakukan dari atas. Intinya kita bersinergi,’’ tegasnya. Selain faktor angin yang cukup kencang, proses pemadaman di TPA Mandung mengalami kendala lainnya. Seperti akses masuk kendaraan ke titik api di bagian timur yang merupakan sumber asap yang paling banyak tidak bisa dijangkau. Petugas pun hanya bisa melakukan penyambungan selang sejauh 300 meter. ‘’Ditambah lagi kebakaran juga telah meresap ke tumpukan sampah, meskipun sudah disemprot asap pasti muncul lagi,’’ ucapnya. Dengan adanya bantuan petugas damkar dari tiga kabupaten tersebut, diharapkan penanganan bisa segera tuntas. ‘’Mudah-mudahan segera bisa padam total dan tidak kembali muncul karena sudah seminggu lebih penanganan,’’ ucap Suardi. (kmb28)

Bali Post/ist

KUNKER - Komisi I DPR-RI yang dipimpin Meutya Viada Hafid, Kamis (12/9) kemarin, melakukan kunker spesifik di Mako Rindam IX/Udayana. Rombongan disambut tari Kecak dan Hanuman.

Komisi I DPR-RI Kunjungi Mako Rindam IX/Udayana

Tabanan (Bali Post) Komisi I DPR-RI yang dipimpin Meutya Viada Hafid, Kamis (12/9) kemarin melakukan kunjungan kerja spesifik di Mako Rindam IX/Udayana yang berlokasi di Desa Banjar Anyar Kecamatan Kediri, Tabanan. Kedatangan rombongan ini untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana Dodik Bela Negara dalam mendukung pelaksanaan program kader bela negara sebagai upaya memberikan penguatan kesadaran dan pemahaman kebangsaan bagi rakyat Indonesia. Rombongan Komisi I DPR disambut langsung Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. beserta jajaran. Kegiatan dilanjutkan rapat dengar pendapat yang juga dihadiri pejabat Kemhan dan pejabat Mabes TNI-AD. Pangdam IX/Udayana pada kesempatan itu menyampaikan, Kodam IX/Udayana merupakan bagian integral TNIAD sebagai komponen utama pertahanan negara di wilayah Bali dan Nusa Tenggara dalam mewujudkan pertahanan nasional. Tugas pokok Kodam IX/ Udayana yaitu menegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah darat NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia di wilayah

daratan Bali dan Nusa Tenggara dari berbagai ancaman dan gangguan terhadap bangsa dan negara dalam rangka mendukung tugas pokok TNI-AD. ‘’Penyelenggaraan program pelatihan bela negara oleh Kodam IX/Udayana merupakan salah satu wujud nyata upaya pembinaan sumber daya manusia sebagai potensi pertahanan, guna mendukung terwujudnya kekuatan dan kemampuan komponen pertahanan, sebagai kekuatan bangsa yang mampu mengantisipasi dan menghadapi setiap bentuk ancaman,’’ tegas Pangdam. Ia berharap melalui kunjungan kerja ini dapat memberikan inspirasi, motivasi dan solusi bagi jajaran Kodam IX/ Udayana khususnya menyangkut pelaksanaan program bela negara dalam upaya memberikan penguatan kesadaran dan pemahaman kebangsaan bagi rakyat Indonesia. Serta memberikan masukan, dukungan dan bantuan guna mewujudkan tugas pokok Kodam lX/ Udayana melalui pelaksanaan program bela negara. Sementara itu, beberapa hal yang menjadi perhatian dari Komisi I DPR-RI di antaranya menyangkut kesiapan pelaksanaan bela negara dan kinerja Kodam IX/Udayana terkait program-program menyangkut tugas pokok dan fungsi bidang pertahanan. Menurut Ketua Komisi I DPR-RI Meutya Viada

Hafid, pihaknya sudah melaksanakan peninjauan terhadap 83 ribu warga yang sudah dilatih bela negara. Namun sejauh ini masih ada kendala di lapangan. Dijelaskan, anggaran di Kemhan tahun 2020 akan mengalami kenaikan guna mendukung tercapainya tugas pokok kader bela negara. Hal ini agar menjadi catatan Kodam IX/Udayana selaku penyelenggara program. Terdapat pemaparan dari Komandan Rindam IX/Udayana terkait sarana dan prasarana Resimen Induk Kodam IX/Udayana guna mendukung pelaksanaan program bela negara sebagai upaya memberikan penguatan kesadaran dan pemahaman kebangsaan bagi rakyat Indonesia. Ini sebagai bahan masukan kepada tim Komisi I DPR-RI yang nantinya dapat dikaji secara bijak dan seksama. Kegiatan juga diisi tanya jawab antara Komisi I DPR dengan Kodam. Acara dihadiri Kasdam IX/ Udayana, Irdam IX/Udayana, Kapok Sahli Pangdam IX/ Udayana, Asrendam IX/Udayana, para Asisten Kasdam IX/ Udayana, LO AL, LO AU, Kapendam IX/Udayana, Kazidam IX/Udayana, Dandodik Bela Negara Rindam IX/Udayana dan para Kabag Rindam IX/ Udayana. Acara diakhiri dengan penyerahan cenderamata dan peninjauan ke barak bela negara. (kmb)


Jumat Umanis, 13 September 2019

Gerah pada Manajemen Hotel

BKD Tempeli Stiker Penunggak Pajak Singaraja (Bali Post) – Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng mulai gerah dengan manajemen hotel dan restoran yang tidak menyetorkan pungutan pajak dari wisatawan yang berlibur ke Buleleng. Atas perilaku tidak disiplin itu, BKD gencar menjatuhkan sanksi. Caranya, dengan memasang stiker untuk menunjukkan kalau hotel tersebut menunggak pajak.

Bali Post/kmb38

NUNGGAK PAJAK – BKD bersama Satpol PP Buleleng menjatuhkan sanksi dengan menempel stiker untuk hotel yang menunggak menyetor pajak hotel, pajak restoran, dan pajak air tanah.

Pemasangan stiker penunggak pajak itu dilakukan Kamis (12/9) kemarin. Pemberian sanksi itu menyasar Hotel Singaraja yang merupakan eks Hotel Pop Hardy’s Singaraja. Hotel yang ada di tepi pantai kawasan Dermaga Eks Pelabuhan Buleleng itu, bukan saja menunggak pajak, juga didenda sejak tahun 2018. Rinciannya, pajak hotel senilai Rp 427.608.177, pajak restoran Rp 15.786.362 dan pajak air tanah Rp 298.750. Pemasangan stiker kemarin dipimpin Kepala Bidang (Kabid) Pajak Daerah Gede Sasmita Ariawan didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasapol PP) Putu Dana. Sebelum menempelkan stiker di lobi hotel itu, dilakukan pertemuan dihadiri Manajer Hotel Singaraja Putu Darma Sartikayasa. Gede Sasmita Ariawan mengatakan, sebelum pihaknya menjatuhkan sanksi dengan menempel stiker penunggak pajak, pihaknya sudah memberikan surat peringatan pertama. Tujuh hari berselang peringatan pertama itu, pihak manajemen belum juga melunasi pajaknya, sehingga kembali dikirim surat peringatan kedua. Sesuai Peraturan Bupati (Perbup) No. 18 tahun 2018 pasal 11 ayat 5, BKD diberikan kewenangan untuk menjatuhkan sanksi penempelan stiker. Dari sanksi ini, manajemen diharapkan sadar dan melunasi tunggakan pajaknya, baik itu pokok pajak dan denda yang

Pemanfaatan SPAM Regional Burana-Titab

sudah tercatat. “Kami menempel stiker itu bukan ujug-ujug (tanpa dasar -red). Sebelum ini, ada tahapannya. Diawali peringatan pertama dan belum juga ada tindak lanjutnya, lalu peringatan kedua. Pajak belum juga dibayar, maka sesuai Perbup itu, kami ditugaskan memasang stiker. Sanksi itu berlaku sampai tunggakan pajak itu dilunasi,” katanya. Terkait sanksi lanjutan, Sasmita Ariawan menyebut, upaya penegakan hukum seperti diatur Peraturan Daerah (Perda) No. 8 tahun 2011 tentang Pajak Hotel itu bisa saja dilakukan. Namun sebelum tahapan itu, BKD masih mengutamakan sanksi persuasif. Harapannya agar pihak manajemen ada kemauan menyetorkan pajak yang dititipkan oleh setiap wisatawan yang membeli jasa akomodasi wisata itu. Pendekatan Persuasif “Soal penegakan hukum (yustisinya) memang ada sesuai amanat perda. Namun belum sampai ke ranah hukum itu. Pendekatan persuasif ini akan kita utamakan. Namun, tidak menutup kemungkinan penegakan hukum akan diambil sesuai arah kebijakan pimpinan kami,” jelasnya. Manajer Singaraja Hotel Putu Darma Sartikayasa mengaku, pihak manajemen sudah mengupayakan melunasi tunggakan pajak itu. Hanya, karena hunian tamu sepi dan

ditambah permasalahan internal perusahaan, sehingga tunggakan pajak itu belum dilunasi. Namun, sanksi yang sudah dijatuhkan oleh BKD dan Satpol PP, Sartikayasa mengaku dalam waktu dekat akan dilaporkan kepada owner Singaraja Hotel. Terkait kemungkinan akan dilunasi atau tidak, pihaknya belum bisa menjamin. Alasannya, hal itu sepenuhnya kebijakan dan keputusan owner perusahaan. “Kami tidak mencari–cari alasan. Tetapi fakta dan mungkin sudah diketahui masyarakat kalau hotel ini berada satu pengelolaan dengan manajemen Hardy’s yang sudah bangkrut. Jadi, imbas itu membuat hotel ini tidak bisa berbuat banyak. Ditambah situasi tamu sepi, sehingga kami fokus pemenuhan biaya operasional perusahaan saja,” jelasnya. Di sisi lain, Sartikayasa menambahkan, imbas sanksi penempelan stiker penunggak pajak itu membuat image perusahaan semakin tidak baik. Tidak heran, dirinya hanya bisa pasrah. Namun, tetap berupaya mengikuti aturan tertib pajak kepada pemerintah. “Perusahaan apa pun kalau ditempel stiker seperti ini, tidak baik ketika dilihat oleh tamu. Apa pun itu, kami tidak bisa berbuat banyak. Upaya kami adalah berusaha keras melunasi tunggakan pajak yang sudah tercatat di BKD itu,” jelasnya. (kmb38)

Pilkel di Buleleng

PDAM Rancang Tambah 20 Ribu Pelanggan Baru 8.615 Surat Suara Singaraja (Bali Post) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR-RI) sedang membangun Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Regional Burana-Titab. Paket pembangunan infrastruktur bidang air minum ini merupakan lanjutan pemanfaatan sumber mata air Bendungan TitabUlaran. Dari pembangunan SPAM ini, nantinya Buleleng mendapat jatah pemanfaatan sumber mata air baku dengan debit sekitar 300 liter per detik. Dengan tambahan produksi air baku itu, diperkirakan dapat memenuhi 20 ribu pelanggan air minum di Bali Utara. Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng Made Lestariana belum lama ini mengatakan, saat ini pembahasan teknis terkait pemanfaatan air baku Bendungan Titab-Ularan itu melalui jaringan SPAM Regional Burana-Titab yang baru tahap awal. Dari pembahasan yang pernah diikuti, SPAM Regional itu akan beroperasi pada 2020 mendatang. Jaringan ini secara penuh dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Air Minum Dinas PUPR Bali. Dari pengelolaan itu, Buleleng memperoleh produksi air

bersih 300 liter per detik dari total produksi air baku yang dikelola di bendungan itu. Hanya, skema pemanfaatan dari UPT itu masih proses kajian. Sejauh ini, PDAM akan mempersiapkan kajian terutama besaran tarif penjualan air bersih dari UPT tersebut melalui perhitungan manajemen PDAM Buleleng. “Kita baru pembahasan awal. Memang Buleleng akan

mendapatkan 300 liter per detik. Nantinya, pemberian debit air sebesar itu diatur UPT Pengelolaan Air PUPR Bali. Nanti akan ada pembahasan lebih lanjut. Kami yang akan mengelola juga masih menghitung air yang akan kita kelola penuh untuk pelanggan,” katanya. Meskipun baru pembahasan awal, Lestariana mengaku pembangunan jaringan

SPAM Regional Burana-Titab itu, sangat membantu PDAM dalam menambah kapasitas produksi air bersih untuk pelanggan setianya. Ini karena persediaan sumber air baku di daerahnya sekarang semakin sulit. Apalagi saat musim kemarau seperti sekarang ini, mata air baku yang dikelola PDAM itu mengalami penurunan debit. Untuk itu, setelah jatah produksi air

Bali Post/kmb38

SPAM REGIONAL – Jaringan SPAM Regional Burana-Titab sedang dikerjakan. Dari infrastruktur yang sedang digarap ini, Buleleng mendapat produksi air bersih dari air baku Bendungan Titab-Ularan 300 liter per detik.

dari SPAM itu, maka diyakini PDAM dapat meningkatkan cakupan pelayanan terutama di Kecamatan Banjar, Seririt, dan Gerokgak. Estimasi awal, untuk tiga kecamatan itu, akan dapat memenuhi air minum untuk tambahan pelanggan baru. Diperkirakan, ada sekitar 20 ribu pelanggan baru di wilayah Buleleng Barat itu. “Kita sangat perlu tambahan produksi air itu. Pasalnya, untuk mengantisipasi penurunan debit ketika kemarau tiba. Selain itu menjawab tuntutan penambahan pelanggan baru. Sehingga kalau produksi SPAM Regional ini beroperasi 100 persen, maka akan ada tambahan pelanggan baru sekitar 20 ribu,” katanya. Pria yang juga menjabat Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Buleleng itu menambahkan, selain mempersiapkan pemanfaatan SPAM Regional, tahun ini, pihaknya memprogramkan penambahan pelanggan baru tiga ribu. Rinciannya, 1.000 pelanggan baru melalui program layanan air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Selain itu, dua ribu tambahan pelanggan baru dari program reguler yang sudah disusun pada program kerja PDAM Buleleng. (kmb38)

Salah Cetak

Singaraja (Bali Post) – Pencetakan surat suara pemilihan perbekel (pilkel) serentak tahun 2019 terganjal masalah. Dari 79 desa yang menggulirkan pilkel serentak, baru surat suara untuk 18 desa yang selesai dicetak. Dari jumlah surat suara yang sudah dicetak, terdapat surat suara untuk satu desa mengalami salah cetak. Jumlah surat suara yang salah cetak itu tercatat 8.615 lembar. Atas masalah itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) menuntut rekanan pemenang tender agar mencetak surat suara pengganti. Surat suara yang salah cetak itu untuk Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak. Harusnya pada lembar surat suara itu tertulis “Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak” tetapi tercetak “Desa Pejarakan, Kecamatan Buleleng”. Kesalahan cetak itu ditemukan saat Pilkel Kabupaten dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng melakukan monitoring setelah surat suara untuk 18 desa diterima dari percetakan pada Rabu (11/9) lalu. Kepala Dinas PMD Made Subur mengatakan, salah cetak surat suara untuk Desa Pejarakan itu murni kesalahan rekanan CV Delima Denpasar. Subur megaku telah melaporkan kesalahan cetak itu dan menuntut rekanan segara mencetak surat suara pengganti. “Ini tanggung jawab rekanan karena mereka yang salah mencetak, dan kita sudah koordinasikan agar dicetak surat suara pengganti,” katanya. Menurut Subur, surat suara yang sudah tercetak dengan benar, untuk sementara disimpan di kantor PMD, sambil menunggu pengiriman surat suara untuk desa yang lain. Nantinya, surat suara itu akan dipilah sesuai dengan desa peserta pilkel kemudian dilipat. Dalam pemilahan dan pelipatan surat suara tersebut, PMD melibatkan panitia pilkel desa yang dikoordinir staf PMD. Ini dilakukan untuk mempercepat pemilahan dan pelipatan. Rencananya, surat suara itu didistribusikan ke masing-masing desa, tiga hari sebelum pencoblosan pada 31 Oktober 2019 mendatang. “Kalau dilakukan di kabupaten jelas tidak memungkinkan, sehingga kami melibatkan panitia pilkel di desa. Nanti setelah pelipatan dan dipilah sesuai desa, kita rapatkan lagi untuk teknis pendistribusian pada H-3 pencoblosan,” jelasnya. (kmb38)

1.129 Pelanggar Terjaring Selama Operasi Patuh Agung 2019 Operasi Patuh Agung tahun 2019 resmi ditutup. Operasi lalu lintas itu berlangsung selama sebelas hari. Selama operasi itu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Buleleng menemukan 1.129 pelanggaran. Ribuan pelanggaran ini sebagian besar akibat pengendara tidak menggunakan helm dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), selain itu tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), melawan arus, tidak menggunakan sabuk pengaman dan jenis pelanggaran lain. Lalu, bagaimanakah harapan pihak Satuan Lalu Lintas Polres Buleleng kepada warga agar menaati segala ketentuan sebagai pengendara yang baik? SATLANTAS tidak saja mencatat total jumlah pelanggar yang berhasil ditindak sebanyak 1.129 pelanggar. Polisi juga membukukan jenis profesi pengendara yang melanggar. Ada sebagai karyawan swasta, pelajar, hingga mahasiswa. Kasat Lantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Kamis (12/9) kemarin mengatakan, selama Operasi Patuh Agung 2019, total pelanggaran tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) 342 orang, 195 pengemudi

tidak memakai sabuk pengaman, 53 pengendara melawan arus, 45 pengendara di bawah umur, dan pelanggaran lainnya dilakukan oleh 449 pengendara sepeda motor dan 126 oleh pengemudi roda empat. Barang bukti yang berhasil disita yakni SIM 181, STNK 943, dan 92 unit kendaraan berbagai jenis. “Hasil operasi tahun ini dibandingkan tahun 2018. Jumlah penindakannya mencapai 96 persen. Kenaikan ini menunjukkan kalau perilaku tertib berkendara di jalan masih perlu ditingkatkan,”

katanya. Terkait pengambilan barang bukti, Kurniawandari menyebut siapa pun pengendara yang terjaring Operasi Patuh Agung 2019 itu, wajib mengikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja. Dari tahapan itu kemudian dijatuhkan sanksi hukum dan pengambilan barang bukti baik kendaraan maupun SIM atau STNK. “Prosesnya tetap melalui sidang tilang di PN. Pengambilan barang bukti yang sudah divonis PN itu tidak dikenakan biaya apa pun,” jelasnya. Pelanggaran berkendara di bawah umur kata Kurniawandari, menjadi pekerjaan rumah (PR - red), tidak saja kepolisian. Penting juga peran orangtua dan para guru di sekolah. Ke depan diperlukan pembinaan kepada anak-anak agar mereka berperilaku tertib saat mengendarai kendaraan di jalan raya. Kalau memang belum cukup umur berkendara yang dibuktikan dengan SIM, anak-anak bersangkutan diharapkan tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor. “Kesadaran tata tertib berkendara ini perlu peran semua stakeholders, terutama

untuk pelanggaran di bawah umur. Kita mengharapkan orangtua dan guru. Ortunya diharapkan memberikan pembinaan anaknya agar jangan sesekali berkendara tanpa SIM, atau tanpa membawa STNK karena melanggar. Regulasi itu sudah dibuat negara, sehingga semua warga negara wajib mematuhi,” jelasnya. Kurniawandari menyebutkan selama Operasi Patuh itu korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) berhasil ditekan. Terutama jatuhnya korban meninggal dunia. Selama Operasi Patuh Agung tahun 2018, tercatat satu korban meninggal dunia. Sedangkan pada Operasi Patuh tahun ini tidak ada korban jiwa. Selama ini, jajaran Polres Buleleng melakukan pencegahan korban lakalantas. Ini dilakukan dengan pemasangan spanduk pada ruas jalan rawan lakalantas di jalur Singaraja – Bedugul dan jalur lain di Bali Utara. Selain itu, sosialisasi tentang tertib berlalu lintas melalui media massa dan kampanye simpatik dan program Police Go to School untuk meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas. (mud)

Bali Post/kmb38

OPERASI PATUH AGUNG – Kasatlantas Polres Buleleng AKP Putu Diah Kurniawandari (tengah) akhir pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2019, Kamis (12/9) kemarin.


Jumat Umanis, 13 September 2019

Gelapkan Mobil Sewaan

Pria Asal Denpasar Diciduk Gianyar (Bali Post) Nekat menggelapkan mobil sewaan, I Komang Gede Nugrahanegara harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Sukawati, Kamis (12/9) kemarin. Pelaku berusia 43 tahun ini telah menggelapkan mobil Suzuki Splash DK 1247 YH yang disewa dari korban Ni Putu Yulia Diana Putri (20). Kanit Reskrim Polres Gianyar Iptu IGN Jaya Winangun mengatakan, kasus ini bermula dari pelaku yang datang ke tempat rent car milik korban pada PT Vidi Jaya di Jalan Pasekan Nomor 68 Sukawati, Sabtu 20 Juli 2019. Kala itu pelaku menyewa satu unit mobil Suzuki Splash warna abuabu metalik. “Pelaku mengaku menyewa mobil itu untuk satu bulan dengan harga Rp 2,7 juta,” jelas Jaya Winangun seizin Kapolsek Sukawati AKP Suryadi. Namun, kala itu pelaku baru membayar uang muka sebesar Rp 300 ribu. Untuk sisa pembayaran, pelaku mengaku akan membayar via transfer. Namun hingga jatuh tempo sisa pembayaran tak kunjung dilunasi. “Setelah jatuh tempo pada 20 Agustus 2019, mobil tersebut tidak dikembalikan dan sisa sewa kendaraan tidak dibayar,” kata Jaya Winangun memaparkan. Menurut Jaya Winangun, akibat kejadian ini korban mengalami kerugian sebesar Rp 115 juta. Usai batas waktu itu, korban juga berulang kali menghubungi pelaku, namun tak kunjung ada jawaban. “Korban sudah mencoba menghubungi pelaku dan mencarinya, namun pelaku tetap tidak mengembalikan mobil dan tidak melunasi sisa sewa kendaraan,” katanya. Kejadian ini lantas dilaporkan ke Mapolsek Sukawati Senin (9/9) lalu. Berdasarkan LPB/34/IX/2019/Bali/Res Gianyar/Sek Sukawati itu, polisi langsung melakukan perburuan terhadap pelaku. Keesokan harinya polisi langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku di rumahnya di seputaran Denpasar, Selasa (10/9) siang sekitar pukul 13.00 Sita. Saat penangkapan itu, kata Jaya Winangun mobil milik korban tidak dibawa oleh pelaku. Ternyata mobil tersebut sudah disewakan kembali di seputaran Tabanan. “Mobil itu disewakan kembali oleh pelaku di Tabanan, senilan Rp 25 juta untuk beberapa bulan. Tapi sekarang mobil sudah diamankan di Mapolsek,” katanya. Dari hasil interogasi sementara, pelaku mengaku baru pertama kali melakukan aksi tersebut. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP. “Berdasarkan pasal itu pelaku diancam dengan pidana penjara selama empat tahun,” kata Jaya Winangun. (kmb35)

Bali Post/kmb35

PENGECEKAN - Aparat Satpol PP Gianyar melakukan pengecekan ke salah satu wisata swing di Kabupaten Gianyar, beberapa waktu lalu.

Pastikan Keamanan Wisata ”Swing”

Satpol PP Panggil Puluhan Pengelola Gianyar (Bali Post) -

Pemkab Gianyar kembali menyoroti keberadaan wisata swing (ayunan) yang marak dibuka di sejumlah objek wisata di Kabupaten Gianyar. Bahkan Pemkab Gianyar melalui Dinas Satpol PP sudah menyurati puluhan pengusaha swing untuk diajak duduk bersama membahas keamanan wisata tersebut. Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha mengatakan hal itu, Kamis (12/9) kemarin.

Bali Post/kmb35

PELAKU - Polisi menunjukkan pelaku beserta barang bukti mobil yang digelapkannya Kamis (12/9) kemarin.

Lakalantas Mahasiswi Tewas Gianyar (Bali Post) Seorang mahasiswi Ficky Awinda harus meregang nyawa setelah terlibat lakalantas di wilayah Pengosekan, tepatnya di sebelah timur SPBU Pengosekan, Kelurahan Ubud, Kamis (12/9) kemarin. Saat melintasi jalur itu, remaja berusia 22 tahun yang mengendarai sepeda motor DK 6575 VX ini diserempet oleh pengendara motor dari lawan arah, hingga akhirnya korban terjatuh dan meninggal. Kasus ini langsung ditangani Sat Lantas Polres Gianyar. Kanit Laka Polres Gianyar Iptu I Ketut Nariawan mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus lakalantas tersebut. Dikatakan, ada tiga kendaraan yang terlibat. “Setelah kejadian, semua pengendara ada di TKP. Namun laporan detailnya belum dikirim dari Polsek Ubud,” jelasnya. Mengenai status para pengendara yang terlibat, Nariawan mengaku masih dalam penyelidikan. “Sampai saat ini semua yang terlibat masih sebatas saksi,” jelasnya. Penyebab kecelakaan, kata Nariawan, diduga karena human error dari pengendara sepeda motor DK 3495 KAO yang melaju dari arah timur dengan korban yang melaju dari arah berlawanan. “Mungkin human error, karena salah satu pengendara mendahului kendaraan yang beriringan dengan dia, ambil haluan terlalu ke kanan sehingga terjadi srempetan dengan korban,” jelasnya. Informasi yang dihimpun di TKP, korban yang lulusan SMK Pariwisata Budaya Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh Gianyar ini datang dari arah barat jalur tersebut pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Mendekati TKP yang merupakan jalan turunan, dari arah berlawanan korban, datang seorang pengendara sepeda motor DK 3495 KAO mendahului mobil yang identitasnya tidak diketahui. Diduga pengendara motor ini mengambil haluan terlalu ke kanan sehingga terjadi serempatan dengan korban Fikcy yang mengakibatkan kedua pengendara terjatuh. Oleh karena jalan menurun, setelah jatuh Ficky juga terseret menuruni aspal dan mengenai Sepeda Motor DK 4476 LH. Akibat kecelakaan itu, korban Ficky mengalami lukaluka dan dipastikan meninggal di TKP. Sementara pengemudi DK 3495 KAO mengalami luka lecet pada kaki kanan, lecet pada siku kiri dan lecet pada punggung kaki kanan. Sedangkan pengemudi DK 4476 LH nihil luka. Warga setempat bersama aparat kepolisian lantas melarikan Ficky ke Rumah Sakit Ari Canti Desa Mas Ubud. Ibu korban, Ida Fitria, yang ditemui di rumah duka di Perumahan Kelapa Gading Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh mengatakan, jasad Ficky sudah dikuburkan di kuburan Kelurahan Beng, Gianyar. Ia mengaku tidak menyangka putri sulungnya ini akan meninggal secara tragis. “Tidak ada firasat apa-apa, tadi pagi seperti biasa dia ngantar saya untuk jualan di Lodtunduh. Lalu lanjut training di Pelataran, belum juga buka warung sudah dapat telepon anak mengalami kecelakaan,” ungkapnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

LAKALANTAS - Polisi mengamankan lokasi lakalantas, Kamis (12/9) kemarin.

Menurut Watha, pemerintah saat ini sedang fokus menyoroti keberadaan wisata swing di Kabupaten Gianyar. Khususnya yang marak di seputaran Kecamatan Tegallalang dan Payangan. “Kalau kecamatan lain hanya ada beberapa, seperti Sukawati satu, dan beberapa di Ubud. Paling banyak memang di

Payangan dan Tegallalang,” katanya. Watha menegaskan, pihaknya mengumpulkan para pengelola wisata swing untuk memastikan keamanan dan keselamatana wisatawan. Terlebih saat ini jenis wisata ini begitu digandrungi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Gianyar.

“Ini begitu diminati, tetapi kita tidak boleh tergiur begitu saja. Bila nanti ada persoalan terkait keamanan dan keselamatan wisatawan, jelas bisa mencoreng citra pariwisata Gianyar,” tegasnya. Belajar dari kasus yang pernah terjadi di seputaran Kecamatan Tegallalang ta-

hun lalu, kata Watha, tentu saja harus ada kajian atau kesepakatan terkait safety atau keamanan wisata ini. ”Saat ini memang belum ada kajian tegas terkait hal tersebut,” katanya. Lantaran belum ada kajian, pihaknya kini mencoba berkoordinasi dengan puluhan pengelola objek wisata swing di Kabupaten Gianyar. Menurut Watha, pihaknya sudah menyurati puluhan pengelola objek wisata swing untuk diajak membahas keamanan wisata swing tersebut. “Ini mau

kita buat kesepaktan terkait safety-nya. Misal ukuran talinya atau tiangnya harus besi atau semacamnya, sehingga ada pemerataan demi menjamin keamanan wisatawan,” jelasnya. Watha juga mengakui belum ada regulasi jelas dari pemerintah terkait perizinan wisata swing. Namun pihaknya sudah melakukan pendataan jumlah wisata swing yang ada di Kabupaten Gianyar. “Sesuai pendataan kami, sementara ada sekitar 35 pengelola swing di Gianyar,” katanya. (kmb35)

Bawa SS

Dua Bersaudara Dibekuk Polisi

Bali Post/kmb35

MENUNJUKKAN - Wakapolres Gianyar Kompol Adnan Pandibu didampingi Kasat Resnarkoba AKP Pawana Jaya Negara saat menunjukkan pelaku beserta barang bukti narkotika, Kamis (12/9) kemarin.

Gianyar (Bali Post) Polisi mengamankan dua bersaudara penyalah guna narkoba, yakni Agung Wirayuda (47) dan Agung Alit Satria (30). Kedua pelaku ditangkap saat mengambil sabu-sabu (SS) di seputaran Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati. Kedua pelaku beserta barang bukti diamankan di Mapolres Gianyar, Kamis (12/9) kemarin. Wakapolres Gianyar Kompol Adnan Pandibu didampingi Kasat Resnarkoba AKP Pawana Jaya Negara mengatakan, penangkapan kedua pelaku bermula ketika Agung Wirayuda mengajak adik sepupunya Agung Alit Satria mengambil SS, Kamis (5/9) sekitar pukul 22.30 Wita. “Jadi, dua pelaku ini merupakan saudara sepupu,” ujarnya. Adnan Pandibu menambahkan, dua pelaku yang samasama berasal dari Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat itu awalnya naik sepeda motor Honda Scoopy. Setiba di seputaran Desa Ba-

tubulan, mereka mengarah ke Terminal Batubulan. Saat itu polisi yang sudah siaga merasa curiga dengan gerak-gerik mereka. “Saat itu mereka usai mengambil sabu-sabu yang ditempel di dekat Terminal Batubulan,” katanya. Petugas yang mengendus aksi mereka langsung memburunya. Kedua pelaku itu berhasil diamankan. “Polisi langsung melakukan penggeledahan dan ditemukan narkoba di dashboard motor. Barang itu diduga sabu-sabu seberat 0,19 gram neto,” terang Adnan Pandibu. Usai penangkapan, kata Adnan Pandibu, pelaku beserta barang bukti digiring ke Mapolres Gianyar untuk pengembangan lebih lanjut. Polisi berupaya menelusuri dari mana para pelaku ini memesan barang haram itu. Namun sayang jaringan terputus. Hingga Kamis kemarin polisi tidak berhasil menelusuri lebih dalam. “Karena mereka memakai sistem tempel dan jaringan seperti ini memang sistemnya

tertutup,” jelasnya. Kasat Narkoba Polres Gianyar AKP Pawana Jaya Negara menambahkan, pelaku Agung Wirayuda merupakan pedagang lawar di daerah Pemecutan Denpasar. Sedangkan Alit Satria dulu sempat menjadi satpam di sebuah proyek. Pelaku Agung Wirayuda sudah pernah ditangkap atas kasus yang sama. ”Dia pernah ditangkap oleh jajaran Polresta Denpasar sekitar 2010,” ujarnya. Pawana mengatakan, kala itu Agung Wirayuda divonis empat tahun penjara, namun dijalani selama dua tahun. Setelah bebas, ia kembali ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkotika. Atas perbuatannya kali ini, ia dan saudara sepupunya dijerat dengan pasal 112 ayat (1) UU Narkotika dengan ancaman kurang lebih empat tahun penjara. “Pelaku dan barang bukti kami amankan di Mapolres untuk proses lebih lanjut,” tegasnya. (kmb35)

Hadiri Sidang di PN Gianyar

Hotman Paris Soroti Terdakwa yang Tidak Ditahan Gianyar (Bali Post) Pengadilan Negeri (PN) Gianyar dihebohkan dengan kehadiran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, Kamis (12/9) kemarin. Pengacara kondang ini hanya menghadiri sidang penipuan berupa surat palsu, dengan agenda pemeriksaan saksi korban. Pada kesempatan itu, pengacara yang identik dengan cincin berlian di tangannya ini juga menyoroti tidak dilakukannya penahanan pada salah satu terdakwa, bahkan tiga kali berkelit dengan alasan sakit. Hotman Paris tiba di PN Gianyar Kamis pagi sekitar pukul 10.00 Wita. Setibanya di pengadilan yang beralamat di Jalan Ciung Wanara Gianyar itu, Hotman Paris langsung menjadi bidikan foto para pengujung. Sementara dalam sidang yang dipimpin Ketua PN Ida Ayu Sri Adriyanti Astuti Widja itu, Hotman Paris menonton jalannya persidangan. Ditemui usai sidang, Hot-

man Paris menerangkan terkait kliennya yang pascaditinggal mati suami, sejumlah hartanya langsung beralih atas nama orang lain. Diungkapkan, paling menonjol adalah salah satu saksi korban, disebut menandatangani berita acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 21 Desember 2015. “Padahal pada waktu yang bersamaan resepsionis saya melihat saksi ada di kantor saya di Jakarta. Ini salah satu bukti dugaan pemalsuan,” katanya. Hotman Paris juga menyoroti tidak ditahannya seorang notaris yang dijadikan terdakwa dalam kasus tersebut. Padahal, pengadilan sudah mengeluarkan surat penahanan dan lima terdakwa lainnya sudah ditahan di Rutan Kelas II B Gianyar. “Setiap mau ditahan tiba-tiba jatuh sakit, ada sampai tiga kali dirawat di rumah sakit berbeda. Kalau di KPK apakah benar sakit atau tidak, itu KPK yang kirim dokternya sendiri,” katanya.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Gianyar Wawan Edi Prasetyo membenarkan bahwa pihaknya sudah mengeluarkan penetapan penahanan. Namun, diakui jaksa penuntut umum tidak melaksanakan penetapan tersebut kepada salah satu terdakwa. “Dalam berkas perkara terpisah itu ada enam terdakwa yang harus ditahan, tetapi satu (tidak ditahan-red) karena alasan sakit. Apakah benar sakit atau tidaknya, itu kan harus ada pemeriksaan dokter,” katanya. Menyikapi hal itu, kata Wawan Edi Prasetyo, dalam sidang berikutnya majelis hakim disebut telah meminta agar dihadirkan dokter pemeriksa. Dokter tersebut akan dihadirkan dalam persidangan minggu depan. “Majelis hakim meminta menghadirkan dokter pemeriksa dari dokter pemerintah. Itu akan dihadirkan dalam sidang minggu depan,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb13

SIDANG - Hotman Paris saat mendatangi PN Gianyar untuk menghadiri sidang kasus penipuan, Kamis (12/9) kemarin.


Jumat Umanis, 13 September 2019

Dua Bangunan Poskeswan di Yehembang Kangin Terbakar Negara (Bali Post) – Kebakaran kembali terjadi di Jembrana, Rabu (11/9) malam. Dua unit bangunan kantor kesehatan hewan di Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo ludes dilalap api. Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut. Namun, dua unit bangunan yang berdekatan nampak ludes terbakar menyisakan puing struktur bangunan beton saja. Dari informasi, kebakaran bangunan kantor pos kesehatan hewan (poskeswan) itu pertama diketahui sekitar pukul 18.30 Wita. Besarnya api mengharuskan tiga unit

Bali Post/olo

Sempat Ditolak, RSS Berlanjut Dibangun Negara (Bali Post) – Pembangunan perumahan di Banjar Anyar, Desa Batuagung, Jembrana masih berlanjut. Kendatipun sempat dihentikan Satpol PP, pihak pengembang yang beralamat di Sangkaragung masih melakukan aktivitas pembangunan. Dari pengamatan, sejak sebulan terakhir aktivitas pembangunan berlanjut di lokasi yang bersebelahan dengan balai Tempek Munduk. Hampir setiap hari, truk-truk membawa material keluar-masuk menuju lokasi meskipun jalannya sempit. Pada jam sekolah, tak sedikit kendaraan proyek berpapasan dengan pengantar murid. Karena jalan yang sempit, salah satu kendaraan harus mengalah dan mepet ke pinggir jalan. Selama pengerjaan berlangsung sedikitnya sudah ada empat unit bangunan berdiri. Di antaranya ada yang baru sebatas tembok, dan beberapa lagi sudah menaikkan kap. Di sekeliling areal untuk perumahan itu sudah dikelilingi tembok batako dan pintu seng. Lahan yang sebelumnya kebun ini sempat menuai prokontra oleh warga sekitar. Selain tidak ada izin pembangunan rumah kecil, sosialisasi ke warga penyanding dan aparat banjar maupun desa belum dilakukan. Jalan yang dilalui kendaraan berat juga mengalami kerusakan. Kadis Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSPTK) Jembrana I Komang Suparta belum lama ini mengaku belum ada kelanjutan pengurusan pembangunan perumahan sangat sederhana di Banjar Anyar, Desa Batuagung itu. Sebelumnya, diketahui perizinan rencana pembangunan Rumah Sederhana Sehat (RSS) di Banjar Anyar, Desa Batuagung baru sebatas Surat Keterangan Tata Ruang (SKTR) dari Dinas PU Jembrana. Dalam SKTR itu terdapat sejumlah ketentuan yang harus diikuti pihak pengembang, yakni terkait jumlah batasan unit yang dibangun dan luas minimal satu unit rumah (persil). Syarat kepadatan rendah dengan ketentuan jumlah antara 10-40 unit rumah per hektar. Sementara itu sesuai izin yang diajukan rencananya pihak pengembang membangun di lahan seluas 4.920 m2. (kmb26)

Bali Post/olo

Bangunan – Salah satu bangunan rumah sederhana sehat yang dibangun di Banjar Anyar, Desa Batuagung.

Tersangka Pengoplos Gas Dilimpahkan ke Kejari Negara (Bali Post) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana menahan tersangka kasus pengoplosan gas 3 kilogram ke tabung gas 12 kilogram, Kamis (12/9) kemarin saat pelimpahan dari Polres Jembrana. Tersangka IGN PY (49) asal Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo ini dilimpahkan berikut barang bukti tindak pidana pengoplosan gas elpiji. Dalam melakukan aksinya, pelaku melakukan pengoplosan gas 3 kilogram ke tabung gas 12 kilogram ini di Candikusuma, Melaya. Untuk mengoplos, tersangka berbekal alat pemindah gas dari pipa besi dan es batu. Untuk satu tabung 12 kilogram, tersangka mengisi dengan 5 tabung elpiji 3 kilogram. Tersangka menjual gas hasil oplosan itu dengan harga yang sama tapi isi berkurang. Dalam aksinya, tabung 12 kilogram kosong disalurkan dengan gas 3 kilogram menggunakan pipa besi. Di sekitar tabung gas 12 kilogram itu, diberi es batu. Sedangkan untuk gas 3 kilogram, digenangi air panas. Tersangka mengaku mendapatkan keahlian mengoplos gas ini dari kawannya. Dari hasil oplosan ini ia mendapat selisih harga jual. Untuk tabung gas 12 kilogram dijual Rp 150 ribu. Sedangkan bahan untuk mengoplos gas 3 kilogram dibelinya seharga Rp 14.500 setiap tabungnya. Tetapi dalam menjalankan aksinya selama ini, ia berdasarkan pesanan. Dalam sebulan, tersangka mengoplos 6 tabung gas elpiji 12 kilogram. Aksi pengoplosan ini sudah dilakukannnya sejak setahun terakhir. Tersangka dijerat pasal 55 Undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi atau pasal 2 ayat 2 junto pasal 30 Undang-undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang metrologi legal. (kmb26)

KEBAKARAN - Kebakaran bangunan Poskeswan di Tegak Gede, Desa Yehembang Kangin. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

mobil damkar silih berganti memadamkan api. Api baru benar-benar padam sekitar pukul 20.00 Wita. Belum diketahui pasti pemicu munculnya api. Namun, diperkirakan api berasal dari dalam bangunan. Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan PMK Satpol PP Jembrana I Putu Prananjaya, Kamis (12/9) kemarin mengatakan, kebakaran ini merupakan yang

kesekiankalinya terjadi selama bulan September ini. Penanganan kebakaran bangunan ini bermula dari informasi masyarakat desa Yehembang Kangin, bahwa ada kebakaran di poskeswan yang berada di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk tersebut. “Apinya sudah besar, setelah dua jam penanganan baru bisa padam,” terang Prananjaya. Api membakar seluruh bagian bangunan seluas 50 meter persegi tersebut. Selama kejadian, di dalam bangunan itu kondisinya kosong. Menurut Prananjaya, kejadian kebakaran di Banjar Tegak Gede, Desa Yehembang Kangin ini menambah deretan

kejadian kebakaran di Jembrana selama bulan September ini. Dari data penanganan pemadam kebakaran, selama 12 hari ini, sudah terjadi lima kejadian kebakaran. Di antaranya, Pura Puseh Desa Adat Banyubiru, dengan kerugian mencapai Rp 1,2 miliar, kebakaran kebun karet dan semak belukar, kebakaran kebun karet di Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan seluas 5 hektare, kebakaran kebun bambu seluas 20 are di Banjar Tegak Gede Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, gudang kayu di Baler Bale Agung, dan terakhir kebakaran bangunan Poskeswan di Yehembang Kangin, Rabu malam. (kmb26)

Karyawan Perkebunan Karet Datangi Disnaker

Bali Post/olo

MENGADU - Sejumlah perwakilan karyawan Perusda Bali di Unit Perkebunan Pulukan mengadu ke Kantor Dinas Tenaga Kerja, meminta agar kasusnya dimediasidan dicarikan solusi.

Negara (Bali Post) Setelah mengadu ke DPRD Jembrana, sejumlah karyawan Perusda Bali Unit Perkebunan Pulukan, mendatangi Kantor Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana, Kamis (12/9) kemarin. Para karyawan yang masih aktif ini mengadu terkait gaji mereka yang belum dibayar dari pihak pengelola perkebunan karet tersebut. Total ada 101 karyawan Perusda yang bekerja di perkebunan bekerja sama dengan PT CIPL, belum digaji sejak Juli lalu. Kepala Dinas PMPTSPTK Jembrana I Komang Suparta seusai pertemuan mengatakan, para karyawan ini meminta solusi terkait permasalahan ketenagakerjaan tersebut. Salah satunya dengan melakukan mediasi antara perusahaan, yakni PT CIPL dan Perusda serta para karyawan. Menurut para karyawan, sudah dua bulan lebih, gaji yang menjadi hak mereka belum dibayarkan perusahaan. “Kita akan mengundang dari pihak perusahaan dan karyawan, kita mediasi,” terang Suparta. Para karyawan mengharapkan adanya kepastian gaji mereka bisa

dibayarkan dari perusahaan. Dinas juga menyampaikan aturan apabila pembayaran hak terlambat dibayarkan, pihak perusahaan wajib hukumnya membayar denda dan bunga sesuai PP 78/2015 tentang pengupahan dan bila tak dilaksanakan akan dikenakan sanksi sesuai Permenaker 20/2016. Selain itu agar masalah ini tidak berlarut-larut, secepatnya dilakukan pertemuan mediasi antara perusahaan dengan karyawan. Rencananya pertemuan digelar Senin depan di Kantor Perkebunan Karet CIPL, Pekutatan. Sebelumnya, sejumlah perwakilan karyawan juga sempat mengadu terkait nasib mereka ke DPRD Jembrana. Mereka diterima langsung Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi. Para karyawan ini juga menyampaikan aspirasi yang sama, yakni terkait kepastian gaji mereka. Dari hasil pertemuan sebelumnya, Perusda Bali mengaku sanggup membayar gaji pada September ini. Tetapi karena pengelolaan kebun karet ini dari PT CIPL, mereka yang akan membayar. Hal ini tetap harus diperhatiakan, agar ke depannya tidak terjadi masalah serupa. (kmb26)

Dipertanyakan, Bangun TPS Tanpa Sosialisasi Negara (Bali Post) – Perataan dan pembangunan pondasi di dekat Jembatan Pekutatan dipertanyakan warga. Sejumlah warga, termasuk penyanding yang tinggal puluhan tahun di sana tidak mengetahui adanya rencana pekerjaan di sana. Bilapun dari pemerintah ataupun desa, semestinya ada papan informasi pembangunan. Pembangunan juga terkesan dipaksakan di lokasi tersebut. Dari informasi, pekerjaan ini sudah berlangsung hampir sebulan. Sedikitnya tiga pekerja silih berganti melakukan pekerjaan tahap pembangunan pondasi. Sebelumnya, alat berat diturunkan untuk membersihkan areal yang sebelumnya kebun ini. Pohon-pohon yang ada di bantaran sungai tersebut dibabat dan diratakan menjadi lahan terbuka. Meskipun telah dilakukan pengerjaan selama hampir sebulan, warga belum mengetahui pasti lahan itu untuk apa. Nengah Suardana, pamucuk desa di sekitar lokasi, mengaku awalnya pihaknya juga tidak tahu untuk apa lahan di sisi selatan Jembatan itu diratakan. Namun setelah bertanya ke desa dinas, diketahui lahan tersebut akan digunakan untuk tempat pengolahan sampah dari desa. Tetapi lebih

lanjut pihaknya tidak mengetahui pasti dan rencananya dalam waktu dekat ini baru digelar rapat sosialisasi berkaitan dengan hal tersebut. “Besok rencananya sosialisasi,” terangnya. Hal serupa juga diungkapkan Adi (29), warga yang tinggal di dekat lahan tersebut. Pengerjaan yang diawali dengan pembuatan akses jalan yang mepet dengan rumah warga. “Sempat tanya katanya untuk TPS dari desa, tapi tidak ada pemberitahuan. Papan nama proyek juga tidak ada kalau memang anggaran dari rakyat,” ujarnya. Di lahan yang dibangun ini juga sudah ditempati sejak 1960-an oleh almarhum kakeknya dan turun-temurun. Ia pun sempat terkejut adanya pembabatan pohon di sana yang sudah bertahun-tahun. Pjs. Perbekel Pekutatan Nyoman Sukesajayasa dikonfirmasi mengatakan, pengerjaan yang dilakukan di lahan selatan jembatan itu memang menggunakan APBDesa untuk TPS. Desa bekerja sama dengan desa adat dikuatkan dengan MoU. Ia mengungkapkan proyek ini sudah direncanakan sejak tahun 2018 lalu senilai Rp 200 juta dan baru bisa terlaksana tahun ini. “Ini sudah melalui perencanaan tahun lalu. Pengerjaan

Pembangunan – Pembangunan dari Desa Pekutatan melalui perataan lahan dan pondasi di sisi selatan jembatan Pekutatan dipertanyakan warga. baru bisa sekarang,” ujarnya. Kalau- gun, ditegaskannya merupakan lahan pun sudah direncanakan matang sejak pelaba desa adat. Dan sertifikat pelaba tahun lalu, Pjs. perbekel tak dapat desa itu sudah keluar tahun 2019 ini. menjawab ketika ditanya tidak adanya Karena itu desa menganggarkan APBpemberitahuan ataupun papan nama Des untuk membangun TPS meskipun proyek sejak awal pembangunan. Ter- berdekatan dengan rumah warga dan masuk terkait lokasi tanah yang diban- sungai. (kmb26)


Jumat Umanis, 13 September 2019

Rancangan RKA Baru Tuntas Setengah Paling Lambat Diserahkan Senin Amlapura (Bali Post) Permintaan dewan terhadap eksekutif untuk segera menyerahkan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) APBD Perubahan 2019 langsung ditanggapi Penjabat Sekda Karangasem, I Gusti Gede Rinceg. RKA itu rencananya diserahkan Senin (16/9) depan. Hanya, sampai saat ini rancangan RKA itu diperkirakan baru selesai setengahnya. Penjabat Sekda I Gusti Gede Rinceg, Kamis (12/9) kemarin mengungkapkan, sampai saat ini rancangan RKA Perubahan masih dalam proses pengerjaan oleh masing-masing OPD. Kata dia, sampai saat ini rancangan RKA baru selesai setengah. “Rancangan RKA sudah ada. Jika diperlukan kita akan siapkan sesuai permintaan dewan. RKA masih dalam bentuk gelondongan. Nanti kita siapkan sebab baru se-

lesai setengahnya,” ungkap Gusti Gede Rinceg. Rincag menegaskan, pihaknya akan secepatnya menyerahkan rancangan RKA de dewan. Kata dia, paling lambat pihaknya bakal menyerahkan RKA itu Senin (16/9) mendatang. Jelas Rinceg, ploting anggaran yang disusun dalam RKA. Agenda RKA itu paling banyak arahnya ke sektor pendidikan dan juga Kesehatan. Sedangkan, untuk fisik akan diarahkan di APBD Induk 2020. “Dana program fisik itu diarahkan ke induk. Pasalnya tidak memungkinkan di perubahan,” tegasnya. Sebelumnya, Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana meminta agar pihak eksekutif menyerahkan RKA APBD Perubahan 2019 itu. Sebab, rancangan RKA itu merupakan dasar dari dewan untuk bisa melakukan pembahasan. Karena pihaknya ingin mengetahui rancangan anggaran yang dibuat eksekutif. (kmb41)

Bali Post/ist

TERBAKAR - Titik api kebakaran lahan hutan di lereng Gunung Agung.

I Gusti Gede Rinceg

Bali Post/kmb41

Petani Gigit Jari

Harga Tomat Anjlok Amlapura (Bali Post) Harga tomat petani di Karangasem anjlok sehingga mereka harus gigit jari. Anjolknya harga tomat itu mengakibatkan petani merugi banyak. Petani tomat di Karangasem, Ni Nengah Widiantari, mengungkapkan, harga tomat saat ini anjlok pada kisaran Rp 1.500 sampai Rp 2.000 per kilogramnya. Padahal sebelumnya, harga tomat sempat tembus Rp 8.000 per kilogramnya. “Harga tomat mulai turun drastis sejak beberapa hari belakangan ini. Itu disebabkan stok melimpah karena musim panen raya. Sehingga pasokan tomat dari sejumlah kabupaten seperti Klung-

kung, Bangli, Karangasem, dan Tabanan melimpah,” ujarnya. Widiantari menambahkan, turunnya harga tomat itu pembuat dirinya harus gigit jari. Pasalnya, hasil penjulan ikut menurun drastis, karena tidak sebanding saat harga tomat normal. “Memang saya rugi cukup banyak,” katanya. Atas kondisi itu, Nengah Widiantari berharap harga tomat bisa kembali normal seperti sebelumnya. Sehingga, tidak harus beralih menanam jenis tanaman lainnya. “Kalau harganya terus jeblok, bisa-bisa kami beralih membudidayakan tanaman jenis lainnya,” katanya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

HARGA TOMAT ANJLOK - Harga tomat anjlok sejak beberapa hari belakangan ini. Kondisi ini membuat petani gigit jari karena merugi.

Lagi, Hutan di Lereng Gunung Agung Terbakar Amlapura (Bali Post) Kebakaran lahan hutan di lereng Gunung Agung sempat terhenti, beberapa saat. Namun, Rabu (11/9) malam kembali mengalami kebakaran. Kebakaran lahan hutan terjadi di wilayah hutan lindung Dusun Belong, Desa Ban, Kubu, Karangasem. Petugas belum bisa berbuat banyak akibat kebakaran itu, karena titik api berada di puncak dengan medan yang sulit dijangkau. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengungkapkan, sebelumnya 27 Agustus sampai 1 September lahan hutan di lereng Gunung Agung itu

memang sempat terbakar. Sedangkan 2 September api itu sudah sempat padam. Namun, Rabu (11/9) malam, kembali terlihat titik api yang membakar lahan hutan di

Gunung Agung. “Petugas sempat turun ke Dusun Pucang untuk melakukan pemantauan lokasi titik kebakaran. Dari hasil pemantauan terlihat di lima

titik kepulan asap itu. Posisi kebakaran sama seperti saat terjadi kebakaran sebelumnya. Dugaan sementara kebakaran akibat gesekan dahan kering dan ranting kayu,” ujarnya. Arimbawa menambahkan, luas area lahan hutan yang terbakar kali ini belum bisa dipastikan. Sebab, patugas tidak bisa mengakses lokasi terjadinya kebakaran lantaran

lokasi titik api itu berada di lereng Gunung Agung yang sangat sulit untuk dijangkau. “Kita akan terus lakukan pemantauan lokasi kebakaran itu. Kita buat sekat untuk mengantisipasi kebakaran lahan yang semakin meluas lagi. Di samping itu, untuk mengantisipasi kebakaran lahan yang mendekati rumah-rumah penduduk,” kata Arimbawa. (kmb41)

40 Tahun Vakum

Desa Waringin Gelar Upacara Metik dan Pasupati Tapakan Amlapura (Bali Post) Sempat uacara metik dan pasupati tapakan di Desa Waringin itu vakum puluhan tahun. Namun, prosesi metik dan pasupati itu dilaksanakan lagi Rabu (11/9) lalu. Pada saat itu menyaksikan ritual pasupati tapakan Ida Batara Mangku Gede, Batara Nini, Batara Bayu, dan Batara Ayu Pingit. Entah bagaimana ceritanya, akhirnya kembali digelar prosesi metik dan pasupati tapakan itu di Pura Dadia Pasek Gelgel Waringin. Tampak dipentaskan sebuah tarian sakral yakni wayang wong. Klian Dadia Pasek Gelgel Waringin Jro Mangku Wayan Tegteg mengungkapkan, upacara itu sudah lama tidak dilaksanakan bahkan tercatat 40 tahun. Tahun ini, upacara tersebut kembali digelar berdasarkan hasil kesepakatan krama. ”Relatif lama upacara itu tidak pernah digelar. Pasalnya, disebabkan berbagai faktor. Salah satunya, adanya perehaban palinggih. Tujuan dilaksanakan kembali upacara itu untuk meningkatkan taksu Ida Batara,” ujarnya. Tegteg menambahkan, pada

upacara itu dipentaskan tarian sakral berupa wayang wong. Pementasan wayang wong itu dilakukan setiap tahun. Bila ada warga yang ngaturang sesaudan atau sesangi, maka tarian wayang wong ini dipentaskan di rumah-rumah krama yang ngaturang sesangi. Hanya, waktunya tidak menentu. Karena kapan krama ngaturang sesangi itu. Baru saat itu tarian wayang wong dipentaskan di sana. “Pada sasih kaenem juga diadakan ngelawang ke tanggun desa yang bertujuan memohon keselamatan krama dari segala bentuk marabahaya,” terangnya. Sejarah dari wayang wong ini, kata Mangku Wayan Tegteg, sudah ada sejak berabad-abad. Kurang lebih sudah sembilan keturunan. Namun, topengtopeng wayang wong itu tetap utuh dan tidak ada yang rusak sedikit pun. “Itu merupakan keajabian. Jadi benar-benar sulit dipercaya akal. Itulah keagungan beliau. Kini, topeng-topeng itu disimpan di gedong Pura Dadia Pasek Gelgel Waringin itu,” jelasnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

WAYANG WONG - Warga Desa Pakraman Waringin saat mementaskan tari sakral wayang wong.

Jelang Pilkel Serentak 24 November

Digelar Pleno Pencocokan Data Calon Perbekel Menjelang gelaran pemilihan perbekel (pilkel) pada 24 November mendatang, rencananya Jumat (13/9) ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) akan melaksanakan pleno. Agenda pleno itu terkait pembuatan data calon perbekel di 21 desa yang akan menggelar hajatan pemilihan itu. Selama ini, ada sedikit permasalahan. Namun terkait kotak suara, meminjam pada instansi apa sehingga pilkel itu bisa digulirkan tepat waktu? KEPALA DPMD Karangasem I Nengah Mindra, Kamis (12/9) kemarin mengungkapkan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa telah menggelar berbagai tahapan. Di antaranya menetapkan calon perbekel Jumat (13/9) ini. Menjelang

pelaksanaan pilkel serentak di 21 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan 24 November, pihaknya juga akan menggelar rapat pleno terkait penetapan data calon perbekel. Termasuk juga berapa jumlah riil warga yang mengikuti pilkel.

“Dalam rapat pleno kita akan bahas tentang nomor urut calon. Selain itu, juga data calon perbekel, bilik suara, kotak surat suara. Di samping itu, juga kita akan bahas terkait nomor urut masing-masing calon yang akan bertarung pada pilkel itu sesuai jumlah TPS dan contoh surat suara itu,” ucapnya. Mindra menambahkan, setelah melakukan rapat pleno, nantinya panitia pemilihan di tingkat desa itu bisa menyosialisasikan masing-masing calon kepada masyarakat. Selain itu, panitia desa juga menyampaikan data masing-masing calon serta nomor urut calon kepada warga.

“Setelah itu, kami baru akan melakukan pencetakan surat suara. Rencananya, cetak surat suara itu yang akan digarap 1 Oktober mendatang,” katanya. Mantan Kepala BKPAD itu menjelaskan, untuk massa kampanye para calon perbekel bisa melakukan mulai 18-20 November mendatang. Sementara masa tenangnya dimulai 12-23 November. “Masa tenang calon selama tiga hari. Karena 24 November baru pencoblosan itu dimulai,” jelasnya. Terkait masalah logistik, Mindra menegaskan, bilik suara dan kotak suara akan meminjam ke KPU Karangasem. Sejauh ini, pihaknya telah menjalin komunikasi

sangat baik dengan Ketua KPU terkait rencana peminjaman logistik tersebut saat pilkel. “Kita akan meminjam sekitar 609 bilik suara dan juga 203 kotak suara. Sedangkan logistik lainnya mari kita siapkan,” tandas Mindra. Mindra mengimbau kepada masyarakat di desanya, agar menjalankan pilkel serentak itu dengan tertib dan lancar. Masyarakat supaya datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilihnya pada hajatan pilkel nanti. “Partisipasi warga, kami harapkan tinggi saat pencoblosan. Warga agar menentukan pilihannya sesuai hati nuraninya,” harapnya. (nan)

I Nengah Mindra

Bali Post/kmb41


Jumat Umanis, 13 September 2019

Garda Tipikor Datangi Kejati Bali

Made Raka Adnyana

SOSOK Bendesa Merangkap Jadi Anggota Dewan Anggota DPRD Klungkung periode 2019-2024 banyak diwarnai wajah baru. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi. Seperti Ketut Gunaksa. Ia adalah Bendesa Jungut Batu, Nusa Penida, yang maju dari Partai Gerindra. Setelah dilantik, rupanya dia tidak bergegas mundur sebagai bendesa. Setiap hari dia justru berusaha membagi tugas sebagai anggota dewan dan bendesa, dengan sama baiknya, meski situasinya harus melakukan penyeberangan antarpulau setiap hari. “Mungkin saya satu-satunya anggota dewan yang tiap hari harus rutin bolak-balik menyeberang lautan dari Jungut Batu ke Klungkung daratan,” kata Gunaksa, belum lama ini. Menurutnya, itu dilakukan agar tetap bisa menunaikan tugas sebagai Bendesa Jungut Batu. Jadi, saat pagi dia berangkat dari Jungut Batu menuju Gedung DPRD Klungkung untuk menunaikan tugas sebagai wakil rakyat, kemudian sore kembali balik nyeberang naik fast boat ke Jungut Batu, untuk menunaikan tugas sebagai bendesa. Sejauh ini, dia mengaku tidak menjadi beban. Sebab, keduanya sesungguhnya saling berkaitan, karena kepercayaan hingga dipilih oleh masyarakat, juga berkat hasil ngayah bertahun-tahun kepada masyarakat sebagai bendesa. Sehingga, sekarang bisa mewakili mereka di Gedung Dewan. Gunaksa mengaku memasuki periode kedua sebagai bendesa. Periode pertama, yaitu tahun 2011 sampai 2016, kemudian dilanjutkan periode kedua dari tahun 2016 sampai tahun 2021. Bahkan, sebelumnya, Gunaksa pernah sembilan tahun menjadi Perbekel Jungut Batu, dari tahun 1999 sampai 2008. Pengalaman itulah, yang membuat dirinya tidak seketika langsung berhenti jadi bendesa. Sehingga, masyarakat setempat masih mempercayakan kepada Gunaksa untuk tetap menjadi bendesa sekaligus sebagai anggota dewan. Bahkan, sampai ada sejumlah masyarakat yang protes kalau sampai Gunaksa mundur sebagai bendesa. (gik)

Semarapura (Bali Post) Tim Ahli dari Unud sempat turun ke SDN 1 Banjarangkan dan SMAN 1 Semarapura setelah Unud dimintai pendapat oleh Penyidik Kejati Bali. Pendapat Tim Ahli Unud sangat menentukan seperti apa langkah penyelidikan selanjutnya dari kasus ini. Apakah mengerucut pada suatu bentuk penyimpangan atau tidak. Persoalan ini tetap mendapat perhatian khusus dari Garda Tipikor Indonesia (GTI) Klungkung. Pascakedatangan Tim Ahli Unud, belum lama ini, Ketua GTI Klungkung Made Raka Adnyana, Kamis (12/9) kemarin mengatakan, langsung mendatangi Kejati Bali. Raka Adnyana, kepada Bali Post, menyampaikan

pihaknya ingin terus mengawal penanganan kasus ini, sekaligus mendukung langkah Kejati Bali, agar permasalahan ini semakin terang. Pihaknya mengaku cukup terkesan dengan cara Kejati Bali menangani kasus ini, karena cukup cepat memanggil pihak terkait dan melibatkan lembaga lain untuk segera memutuskan kasus ini apakah lanjut ke tahap penyidikan atau dihentikan. “Setelah datangi Kejati Bali, kami juga akan bersurat ke KPK dan Kejagung. Kami akan kawal terus ke aparat penegak hukum terkait. Agar tidak seperti kasus-kasus sebelumnya, misalnya kasus Perdin, yang hanya ramai di awal, tetapi akhirnya tidak jelas ujung

pangkalnya,” kata Raka Adnyana. Menurutnya, ini sejalan dengan program pembangunan Joko Widodo, yang menekankan penegakan hukum yang tuntas, terhadap penyimbangan pembangunan infrakstruktur. Apalagi, yang berkaitan dengan insfrakstruktur pendidikan. Wakil Ketua GTI Klungkung Bidang Hukum Nyoman Suastika menambahkan, saat tiba di Kejati Bali pihaknya diterima oleh Anang. S, salah satu Kasi Penyelidikan di Kejati Bali. Pihaknya menegaskan GTI Klungkung akan memastikan kasus ini tertangani sampai tuntas. Tidak seperti banyak kasus sebelumnya yang tiba-tiba menguap. Bila kasus ini da-

pat tertangani dengan baik, pihaknya sebagai mitra kerja aparat penegak hukum, sebagaimana instruksi dari pengurus pusat, siap terus bekerja sama mengungkap sejumlah benang kusut persoalan lainnya yang juga perlu mendapat atensi dari kejaksaan dan kepolisian. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, persoalan pembangunan gedung lantai dua SDN 1 Banjarangkan, menjadi sorotan banyak pihak, setelah Kejati Bali menerima laporan dari sejumlah tokoh masyarakat. Seluruh dewan guru di sekolah setempat, komite sekolah, tokoh masyarakat Desa Banjarangkan, sejumlah pejabat di Disdikpora Klungkung hingga pengurus par-

tai, ramai-ramai dipanggil Kejati Bali, untuk dimintai keterangan. Belum jelas, bagaimana posisi kasusnya dalam pembangunan ini. Apakah ada dugaan korupsi, penggelapan atau pembangunannya yang dianggap tidak sesuai dengan perencanaan. Semuanya masih dalam tahap penyelidikan. Lama tidak ada tindak lanjut, kasusnya kembali ramai setelah baru-baru ini Tim Ahli dari Unud turun ke SDN 1 Banjarangkan, sebelum memberikan pendapat sebagai ahli kepada Kejati Bali. Tidak hanya SDN 1 Banjarangkan yang didatangi Tim Ahli Unud, mereka juga mendatangi SMAN 1 Semarapura, terhadap dugaan kasus serupa. (kmb31)

Sudah Tak Bisa Dibina, Seorang Siswa SMAN 1 Dawan Dikeluarkan

Semarapura (Bali Post)Siswa kelas XII SMAN 1 Dawan, I Putu NAP, terpaksa dikeluarkan dari sekolah, lantaran dianggap sudah tidak bisa dibina. Pihak sekolah terpaksa mengambil keputusan tegas ini, karena anak tersebut sudah berulang kali melakukan pelanggaran aturan sekolah. Orangtua dan keluarga besar anak tersebut sempat datang ke sekolah, untuk meminta agar NAP bisa diberikan kesempatan lagi untuk menamatkan pendidikannya di sekolah. Tetapi, pihak sekolah sudah tidak bisa mentolelir lagi. Keputusan untuk mengeluarkan NAP, tertuang dalam surat resmi dari pihak sekolah nomor 463/421/SMA.1 DW/ DISDIK tertanggal 10 September 2019. Surat ditujukan kepada orangtuanya. Kepala SMAN 1 Dawan Made Mardika, Kamis (12/9) kemarin mengatakan, keputusan mengeluarkan seorang siswa sudah berdasarkan berbagai pertimbangan. Catatan kenakalan siswa ini sudah terlalu banyak. Berbagai cara pembinaan sudah dilakukan, baik oleh dewan guru, BK (Bimbingan Konseling) dan kepala sekolah. Bahkan, siswa tersebut sempat diminta menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi dan dihukum wajib lapor ke BK. Namun, sanksi terakhir tersebut tidak diindahkan. Sehingga disimpulkan sekolah sudah tidak bisa membina dia lagi.

“Siswa ini dulu sesungguhnya pindahan dari SMA Pariwisata Saraswati. Dia pindah ke sini saat kelas XI. Sebagai Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) Klungkung, saya tidak mau ada siswa putus sekolah, sehingga kami coba bina di sini. Ternyata juga tidak bisa. Jadi, kami kembalikan saja ke orangtuanya,” kata Mardika. Pascakeputusan tersebut, kakek dari siswa ini sempat datang ke sekolah, Kamis (12/9) kemarin. Dia meminta agar cucunya bisa diterima lagi di SMAN 1 Dawan. Tetapi, untuk saat ini pihaknya mengaku tidak mau mentolelir lagi. Mardika menyarankan agar pihak orangtua siswa membiarkan NAP untuk introspeksi diri selama setahun. Kalau memang sudah ada perubahan perilaku dan sikap, Mardika mengaku siap menerima, namun kembali dengan

syarat ada surat pernyataan. Kepala sekolah yang sudah delapan tahun memimpin SMAN 1 Dawan ini mengaku baru pertama kali mengambil sikap sampai mengeluarkan keputusan mengembalikan siswa binaannya. Sebelumnya, siswa biasanya kalau sudah dipanggil ke BK sekali, pasti siswa tersebut langsung bisa lebih baik lagi. Mardika tidak mau hanya karena satu siswa, bisa membawa pengaruh buruk kepada 763 siswa lainnya. “Terakhir, siswa ini berkelahi lagi dengan anak Paskibraka di sekolah, di Pura Dalem Desa Sampalan, sampai videonya viral di medsos. Kami berikan sanksi agar wajib lapor ke BK sebagai bagian pembinaan, tetapi tetap juga tidak diindahkan. Ini membuat kami tidak bisa lagi mentolelir anak ini, sehingga kami kembalikan kepada orangtuanya,” jelas Mardika. (kmb31)

Made Mardika

Bendesa Akah Persoalkan Proyek Rabat Beton Semarapura (Bali Post)Pelaksanaan proyek rabat beton di sejumlah gang di Desa Akah dipersoalkan Bendesa Akah, Ida Bagus Wirata. Ini dipicu karena ada titik proyek yang dikerjakan di luar yang sudah disepakati di dalam RPJMDes Akah. Persoalan ini semakin ramai, karena rabat beton gang yang dimaksud, salah satunya dikatakan mengarah ke rumah salah satu kadus. Wirata saat ditemui di rumahnya, Kamis (12/9) kemarin mengatakan, secara keseluruhan, program infrakstruktur di Desa Akah sudah berjalan cukup baik.

Namun, menurutnya, saat ini pengawasan di bawah masih sangat kurang. Salah satunya, soal program rabat beton di gang, dimana sesuai RPJMDes dan kesepakatan dengan Tim Sebelas Desa Akah, seharusnya dikerjakan pada 29 titik. Tetapi, menurutnya ada rabat beton gang yang dikerjakan tidak sesuai dengan isi RPJMDes. “Ini salah satunya rabat beton gang yang ke arah rumah Kadus Pekandelan. Setahu saya itu tidak masuk dalam RPJMDes. Tetapi, dikerjakan tahun ini. Apa boleh seperti itu?” tanyanya. Dia mempertanyakan, bagaimana dengan pros-

es verifikasi tersebut dari pihak-pihak terkait. Padahal, ada gang yang semestinya lebih dulu mendapat penanganan. Seperti jalur menuju ke Pura Pengancing Jagat yang merupakan fasilitas umum Desa Adat Akah. Dia menilai itu lebih prioritas, karena itu merupakan fasilitas umum. “Menurut saya, akses ke Pura Pengancing Jagat seharusnya lebih prioritas, ketimbang rabat gang ke arah rumah Kadus. Selain menuju ke tempat suci, ini juga akses ke tempat umum,” katanya, seraya menyorot program lain, seperti program pelayanan Smart Desa yang

dinilainya tidak jelas. Perbekel Akah Nyoman Sujati, tegas membantah, bahwa proyek rabat beton di gang tersebut, tidak masuk ke dalam RPJMDes. Menurutnya, semua proyek yang dikerjakan secara swakelola tahun ini tentu sudah masuk ke dalam RPJMDes. Termasuk rabat beton gang menuju rumah Kadus Pekandelan itu. “Kalau tidak masuk RPJMDes dulu, bagaimana memasang anggaran? Sebelum dikerjakan juga ada verifikasi dari kecamatan. Ini tidak sembarangan kami menentukan titik-titiknya. Sebaiknya, kalau ada persoalan yang

dianggap kurang jelas, silakan langsung tanyakan ke kantor perbekel,” kata Sujati. Proyek rabat beton tahun ini, dikatakan sudah dipasang anggaran sebesar Rp 400 juta. Dia meminta bendesa dan masyarakat Akah lainnya, agar mencermati untuk apa saja anggaran desa tersebut, sesuai dengan isi baliho besar yang sudah dipasang di depan Kantor Perbekel Akah. “Tolong dicermati itu pelanpelan. Agar tidak rugi kami memasangnya. Kalau tidak jelas, silakan tanya ke kantor perbekel,” tegasnya. (kmb31)

Pariwisata Pesat, Bupati Suwirta Minta Waspadai Konflik Sosial Semarapura (Bali Post) Pemerintah daerah cukup berhasil mengubah wajah Nusa Penida menjadi ramai dengan aktivitas wisatawan. Namun di sisi lain, kemajuan itu juga menimbulkan dampak negatif terhadap warga setempat. Salah satunya, kerap terjadi konflik sosial, yang kerap dipicu persoalan-persoalan kecil di media sosial. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta pun meminta masyarakat setempat mewaspadai dampak-dampak ini, agar sama-sama bisa menahan diri demi kepentingan yang lebih besar bagi wilayah kepulauan Nusa Penida. Menurut Suwirta, pariwisata di Nusa Penida menimbulkan terjadinya konflik sosial masyarakat maupun pemerintahan. Mulai kecemburuan sosial, ketidakharmonisan antar pegawai dan persaingan antarusaha yang tidak sehat. “Penyebab terjadinya konflik sosial, kerap diawali dari media sosial. Untuk itu, perlu diperlukan penguatan sikap dan karakter

agar lebih dewasa menyikapi persoalan,” ujar Bupati Suwirta didampingi Kepala Badan Kesatuan bangsa dan Politik Klungkung, I Wayan Sujana, saat sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan Mencegah Konflik Sosial di Balai Desa Batununggul, Nusa Penida, Kamis (12/9) kemarin. Di hadapan puluhan masyarakat, dari para bendesa, perbekel, sekaa teruna dan para siswa SMA/ SMK se-Kecamatan Nusa Penida, Bupati meminta agar bisa merasakan ini sebagai dampak yang bisa diantisipasi sejak dini. Saat ini, Pemkab Klungkung masih berupaya untuk menata fasilitas di tempat objek-objek wisata agar nantinya wisatawan yang berkunjung bisa merasa nyaman dan aman. Oleh karena itu, Bupati Suwirta meminta jangan memposting black campaign tentang objek wisata di medsos, karena ini akan sangat cepat mempengaruhi wisatawan untuk datang ke Nusa Penida. Sehingga, dia

meminta warga tetap bisa menahan diri. “Dalam mencegah terjadinya konflik sosial perlu dilakukan langkah-langkah dengan memberikan penjelasan yang tepat. Sehingga permasalahan tersebut tidak sampai menggelinding begitu saja yang akan menambah konflik berkepanjangan,” tegasnya. Kasat Narkoba Polres Klungkung I Dewa Gede Oka menambahkan, khusus mengenai penyalahgunaan narkoba, dia menegaskan saat ini sudah begitu maraknya terjadi terutama di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, pihaknya meminta peran orangtua sangat diharapkan fokus mendidik anak agar selalu menjauhi narkoba. Demikian juga Kepala Kesbangpolinmas, Wayan Sujana, juga meminta orangtua tidak melepas pemantauan pergaulan anak-anaknya di luar sekolah. “Orangtua adalah filter pertama bagi anakanak untuk tidak menyentuh narkoba. Apapun alasannya,” tegasnya. (kmb31)

Masyarakat Nusa Penida saat hadir di Balai Desa Batununggul, Nusa Penida.


Jumat Umanis, 13 September 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

2Org PRT Wnt U/Brsh2&Strka,jjr rajin,Gj.2,5Jt/Bln 081236900223

Dicari Pembantu RT Gaji 1,6Jt Plus Bonus.Hub:085857085888

A luxurious villa in Seminyak is looking for experienced and fluent English speaking Buttler. Please contact 081238321945.

Cr Tng Krj Bag.Pemasaran(L)Min D3,Bs Autocad,Design Grafis & Admin(P)SMKAkt,H.081770656167 Perum Residence Abian 9 No.9 Jl.Sedap Malam Kesiman Dentim

Dicari Pendamping Paud bisa kerja team Hub:08977357234

Dcr Sopir Pribadi,Bs Matic, Jl. RayaMasUbud.Hub:081239319997

Urg.Markting Komunikasi u/Bali Team Work,Hard work,good speak English disiplin min.exp.2yrs CV:hrdbali2019@gmail.com

B.BP.004.09.19.0000410

Dcr Staff toko Bisa Bhs.Jepang Hub.082236365599 Email: office999992344@gmail.com B.BP.154.09.19.0000425

BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.09.19.0000269

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.09.19.0000417

B.BP.001.09.19.0000412

B.BP.001.09.19.0000353

Dicari : 1 Site Mgr(SM) dan 1 Pelaksana Sipil, 1 Pelaksana MEP utk Villa di Gianyar. Pengalaman dlm Pengawasan dan Pelaksanaan Villa sampai selesai, D3/S1, Domisili di Bali, CV di WA 081338496477

B.BP.004.09.19.0000397

BIRO JASA

B.BP.001.09.19.0000092

B.BP.001.09.19.0000230

Dicari Sopir Berpengalaman SIM A, Hp/WA:081347645888 B.BP.001.09.19.0000324

B.BP.001.09.19.0000426

Dicr sgr PRT yang bs masak, bpnglmn, max. 35th, tgl dlm makan ditanggung,Gj 1,7-1,9 lok.Jl.Himalaya, serius Hub/WA:085838399110

Dicr PRT Wnt Tgl. Dlm Renon 1,5 Jt . Sehat,Rajin.Hb:082145428767 B.BP.001.09.19.0000418

B.BP.004.09.19.0000367

Spa Delivery Canggu membthkan Terapis wanita, pengalaman Hub.08113804020 B.BP.004.09.19.0000366

Staf Ops&Admin Keu.Bs Komp.CV: BaliAgroNusantara.087754434981 B.BP.001.09.19.0000354

Urg.DW Housekeeping laki,disiplin,jujur,teamwork, u/25 s/d 1 Okt19CV:hrdbali2019@gmail.com

PROPERTY DISEWAKAN RUMAH

Dikont.Sgr rmh Type 36 Renovvila Tanah 2Are Bukit Jimbaran good view 200m barat RS Unud Blok B4 hub.0817564481 B.BP.001.09.19.0000330

PROPERTY

B.BP.001.09.19.0000427

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

B.BP.004.09.19.0000436

RUPA-RUPA

Travel bth Staff Accounting & Reservation Hub.08123803997

DIJUAL RUMAH

Jual Rmh SHM Teras Ayung.A12 Lt615M,LB550MDenpasarHub Putu 0811994747/081213282323 B.BP.031.09.19.0000437

G.01

DIJUAL MOBIL

Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Sale: Rmh mewah Bali Residence Jimbaran,Kuta,T417,B600,4KT,4KM Swpool view Bgs, 087839410497 B.BP.033.09.19.0000364

PROPERTY DIJUAL TANAH

Tnh 3,5A Tk.Badung Renon,±35A Ubud-Tegalalang.HP:0811394712 B.BP.001.09.19.0000190

KEHILANGAN

Hilang BPKB No.M01600948-O DK 3058 QH AN.Putu Sugianti B.BP.001.09.19.0000411

Hlg Sertifikat Tanah No.3153 L.250m2 a.n. I Made Suarya B.BP.004.09.19.0000435

KEHILANGAN Hlg Sertipikat SHM:972 Ls200m2 AN.I Wajan Tengah Rijasa & SHM 409 Ls580M2 AN.Ni Nyoman Nardi B.BP.001.09.19.0000413

BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.09.19.0000334

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.09.19.0000008

Dijual Boat Dari Fiberglass Panjang 3,60mtr, Mesin Yamaha Hp.2 Hub.087736367071 B.BP.001.09.19.0000414


Jumat Umanis, 13 September 2019

Didesak Pindah ke Pasar Loka Çrana

Sejumlah Pedagang Kain Mengadu ke Dewan Bangli (Bali Post) -

Sejumlah pedagang kain di lantai dua Pasar Kidul Bangli yang selama ini menolak dipindah ke Pasar Loka Çrana beramai-ramai mendatangi gedung DPRD Bangli, Kamis (12/9) kemarin. Mereka datang mengadukan terkait surat peringatan (SP) dari Disperindag Bangli yang mendesak para pedagang kain segera mengosongkan tempat jualanya di lantai dua Pasar Kidul. Mereka mengaku keberatan dipindah lantaran sudah kehabisan modal dan lelah berpindah tempat berjualan pascamusibah kebakaran Pasar Kidul 2012 silam.

Bali Pos/kmb40

MENGADU - Sejumlah pedagang kain lantai dua Pasar Kidul mengadu ke gedung DPRD Bangli, Kamis (12/9) kemarin.

Kedatangan belasan perwakilan pedagang kain Pasar Kidul diterima dua anggota dewan, Made Natis dan Putu Arya Astawa di ruang rapat DPRD Bangli. Made Adi, salah seorang perwakilan pedagang mengungkapkan sebelum proses pemindahan berjalan, Disperindag Bangli awalnya sempat menyampaikan bahwa pemindahan pedagang sifatnya tidak dipaksakan. Pemindahan hanya bagi pedagang yang mau, sedangkan bagi yang tidak mau dipersilakan menempati tempat jualannya sekarang. Namun kenyataanya, saat pemindahan berjalan, dirinya dan beberapa pedagang kain lainnya yang sedari awal menolak dipindah, malah ‘dikejar-kejar’ petugas. Mereka didesak agar segera pindah. Sebagai bentuk penolakan,

Pemkab-DenPost Gelar Pelatihan Jurnalistik

Aparat Desa Diharapkan Punya Pengetahuan Menulis Berita Bangli (Bali Post)Aparatur desa di Kabupaten Bangli diharapkan memiliki pengetahuan tentang kode etik jurnalistik serta teknik penulisan berita yang baik dan benar. Sehingga bisa mengelola informasi di desa dengan baik untuk membangun citra positif bagi pemerintahan desa sekaligus mampu memilah dan meluruskan berita hoax atau berita tidak benar. Harapan itu disampaikan Bupati Bangli I Made Gianyar saat membuka pelatihan jurnalistik aparatur desa tahun 2019 yang digelar Pemkab Bangli bekerja sama dengan Harian DenPost (Kelompok Media Bali Post) di Gedung Diklat RSJ Provinsi Bali, Kamis (12/9) kemarin.

Gianyar mengatakan, di zaman modern seperti sekarang ini, keberadaan media sangatlah vital. Informasi sudah tanpa batas, karena bisa diakses di mana saja termasuk desa. Dengan kemajuan teknologi dan digitalisasi, berita-berita sangat cepat tersebar, baik berita yang positif maupun negatif, termasuk berita bohong (hoax). Karenanya, Gianyar sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan jurnalistik ini. Melalui pelatihan ini, Gianyar berharap para peserta bisa menulis dengan baik dan benar. Sehingga informasi yang disampaikan bisa sesuai dengan keinginan yang ingin disampaikan. “Dengan pengetahuan jurnalistik, aparatur

Bali Post/kmb40

JURNALISTIK - Bupati Bangli I Made Gianyar dan Pimpinan Redaksi DenPost berfoto bersama aparat desa yang menjadi peserta pelatihan jurnalistik.

desa bisa menginformasikan pembangunan di desa, sehingga bisa diketahui seluruh dunia. Selain itu, yang tidak kalah penting, semua informasi yang ada di desa bisa terkelola dengan baik untuk kemajuan desa,” kata Gianyar. Sementara itu, panitia penyelenggara yang juga Pimpinan Redaksi Harian DenPost Gede Suyadnyana menyampaikan, pelatihan jurnalistik ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan khususnya dunia jurnalistik kepada aparatur desa mengenai berita, foto dan video. Jelas dia, peserta dalam pelatihan ini berjumlah 68 orang dari perwakilan desa se-Kabupaten Bangli. Pelatihan jurnalistik ini akan berlangsung selama tujuh hari, yakni dari tanggal 12 sampai dengan 18 September 2019. Ada tiga materi yang diberikan kepada peserta, yakni Menulis Berita untuk Website Desa dengan narasumber I Made Sujaya, Video Creative Berbasis Android dan Narasi Video oleh Bram Wijaya dan Pengambilan Video Berita oleh Made Jaya Kusuma. Setelah pembekalan materi, sambungnya, peserta pelatihan juga akan diajak studi lapangan ke Yogyakarta. (kmb40)

para pedagang kemudian membuat surat kesepahaman sekitar Juni lalu. Dalam surat itu, pedagang intinya meminta agar diberikan kebijakan untuk menempati kios di lantai dua Pasar Kidul. Namun surat itu tidak mendapat tanggapan. Para pedagang kemudian berinisiatif menata diri dengan ngomplek di sisi tenggara lantai dua pasar Kidul. Pada tanggal 3 September, Disperindag melayangkan surat peringatan (SP) kepada pedagang kain yang masih bertahan di lantai dua Pasar Kidul. Dalam SP I itu, Disperindag memberikan batas waktu kepada mereka agar segera pindah paling lambat tanggal 9 September. Menanggapi SP tersebut, para pedagang membuat surat yang ditunjukan ke Disperindag. Saat surat dikirim, mereka malah diberikan SP II. Di mana

dalam SP II itu, mereka diminta segera mengosongkan tempat jualan mulai tanggal 10 hingga 13 September. Perwakilan pedagang lainnya mengungkapkan, pihaknya enggan dipindah ke Pasar Loka Çrana karena modal yang selama ini dihabiskan untuk berjualan di lantai dua Pasar Kidul sangat besar. Untuk menempati kiosnya sekarang, para pedagang kain harus mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah guna membeli dan memasang rolling door, serta keperluan lainnya. Alasan lainnya yang juga membuat pedagang enggan pindah karena merasa sudah lelah berpindah-pindah tempat berjualan pascamusibah kebakaran Pasar Kidul. Karena alasan itulah, para pedagang kain memohon kepada anggota dewan memberikan perlindungan

kepada mereka. Sehingga mereka bisa tetap berjualan di lantai duaPasar Kidul. Pedagang juga mengundang para anggota dewan untuk sesekali turun ke pasar agar memahami permasalahan yang sebenarnya. Menanggapi aspirasi yang disampaikan beberapa perwakilan pedagang, anggota DPRD Bangli Made Natis mengaku akan segera menindaklanjutinya dengan mengundang Disperindag untuk diajak rapat kerja. Pihaknya akan membedah dan mencari solusi terbaik atas persoalan penataan pasar selama ini. “Kami tidak juga tidak mau hanya kerja di atas meja. Setelah AKD (alat kelengkapan dewan) terbentuk, kami juga akan segera turun ke lapangan,” terangnya. Dalam rapat bersama Disperindag nanti, Natis juga akan mempertanyakan mengenai sisa kios di Pasar Loka Çrana. Dikatakannya, saat ini terdapat 27 pedagang kain yang masih bertahan di lantai dua Pasar Kidul dan tidak ikut pengundian tempat di Loka Çrana. Sementara di Pasar Loka Çrana sendiri, jumlah kios yang tersisa hanya 9. (kmb40)

Merak Hijau Berkeliaran di Permukiman BKSDA Imbau Warga Tak Menangkapnya Bangli (Bali Post) Video seekor burung merak berkeliaran di permukiman warga di wilayah Bangli viral di media sosial beberapa hari terakhir. Kondisi ini cukup membuat warga kebingungan sekaligus khawatir. Sebab, burung merak merupakan salah satu jenis satwa Indonesia yang dilindungi dan keberadaanya nyaris punah. Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Bali Sulistyo Widodo dikonfirmasi terkait hal itu mengaku sudah melakukan pemantauan terhadap keberadaan satwa dilindungi tersebut, pascavideonya viral di media sosial. Diketahuinya, burung merak tersebut berkeliaran di wilayah Antugan, Desa Jehem, Tembuku lalu berpindah ke wilayah Kuta Undisan. Jumlahnya ada dua ekor. Menurutnya, burung merak itu kemungkinan dilepas orang. Sebab dari informasi yang didapat, terdapat ring pada kaki burung tersebut. “Artinya itu ada penandaan,” ungkapnya,

Kamis (12/9) kemarin. Sulistyo mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan warga dan aparat desa setempat, agar keberadaan burung merak itu tidak diganggu, ditangkap apalagi dibunuh. “Kalau sudah diketahui lokasi tempat menetapnya, kita sudah koordinasi dengan Bali Bird Park untuk ditranslok ke kandang di Bali Bird Park,” ujarnya. Dijelaskannya, dari hasil pemantauan diketahui bahwa burung merak tersebut berjenis merak hijau. Burung merak hijau termasuk satwa yang dilindungi negara. Saat ini populasi merak hijau sudah menurun, sebarannya terbatas dan terancam punah. Untuk mencegah punahnya hewan tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan ke BKSDA atau polisi bilamana menemukan satwa tersebut berkeliaran di permukiman warga. Karena dilindungi, apabila ada warga yang mengganggu,

menangkap apalagi membunuh burung merak hijau termasuk satwa lainnya yang dilindungi negara, terancam sanksi pidana sebagaimana

yang diatur dalam UU No. 5 Tahun 1990. Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. (kmb40)

Sulistyo Widodo

Bali Post/kmb40


OLAHRAGA

Jumat Umanis, 13 September 2019

15

FIBA World Cup 2019

AS Gagal Total

AUDISI - Salah satu peserta audisi yang digelar di Nusa Tenggara Barat.

Bali Post/r

Audisi Bulu Tangkis Dilanjutkan

Jakarta (Bali Post) – Audisi umum bulu tangkis PB Djarum dipastikan tetap berjalan. Namun namanya akan berubah, sesuai kesepakatan dalam pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI). Kesepakatan tersebut terjalin dalam pertemuan antara PB Djarum, Menpora Imam Nahrawi, KPAI, dan PBSI di Kantor Kemenpora , Senayan, Kamis (12/9) kemarin. Keputusan ini sekaligus diharapkan mengakhiri polemik terkait penyelenggaraan audisi umum yang dinilai mengandung eksploitasi anak, karena mencantumkan merek, brand image rokok. ‘’Ada beberapa hal yang telah disepakati secara bersama-sama, semoga ini jadi catatan penting dan harapan bagi kami, bahwa para pihak yang beberapa waktu hari terakhir berpolemik masalah audisi bulu tangkis Djarum

yaitu KPAI dan Djarum Foundation, telah mengadakan pertemuan bertujuan untuk mencari solusi agar audisi bulu tangkis tetap berkesinambungan dengan sejumlah catatan penting dan sesuai ketentuan yang berlaku,’’ kata Imam. ‘’Kedua alasan utama ada kesinambungan audisi ini adalah dengan mempertimbangkan adanya ketersediaan atlet bulu tangkis usia muda, yang secara selektif dan berjenjang berkontribusi dalam bulu tangkis nasional,’’ imbuhnya. Nahrawi juga menjelaskan, karena cabang olahraga bulu tangkis masih menjadi salah satu cabang olahraga penyumbang utama perolehan

1. Bahwa PB Djarum sepakat mengubah nama yang semula bernama ’’Audisi Umum Beasiswa PB Djarum 2019’’ menjadi ’’Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis’’ tanpa menggunakan logo, merek dan brand image Djarum. 2. Dalam pertemuan ini pula, KPAI sepakat mencabut surat permintaan penghentian audisi yang dikeluarkan pada tanggal 29 Juli. 3. Selanjutnya Kemenpora, KPAI, dan PBSI akan memberikan kesempatan ke PB Djarum untuk melakukan konsolidasi internal. 4. Audisi di tahun 2020 dan seterusnya akan mengacu pada kesepakatan yang telah diambil oleh pertemuan tanggal 12 September 2019 bertempat di kantor Kemenpora. medali olahraga internasional, termasuk olimpiade, maka muncullah kesepakatan yang terdiri dari beberapa hal. (Lihat tabel di atas) ‘’Empat poin itu yang kami sepakati dengan demikian selesailah polemik tentang audisi umum untuk tahun 2019 ini dan semoga 2020 nanti PB Djarum secara internal bisa

Di Sebelah Istri

Pratikno dalam jumpa pers di gedung utama Kementerian Sekretaris Negara, Rabu (11/9), mengatakan BJ Habibie dimakamkan di sebelah istrinya, Ibu Ainun Habibie, di TMP Kalibata.

Jumat, 13 September 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita

11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita

12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita

21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah, Mupuk Padagingan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Pedanan Lan Ngusaba Pitra (4) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball Ganesh (3) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Dunia Kita Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Taksu I Wayan Bawa Antara, Karya Lukisan Realis Sarat Makna dan Pesan Kehidupan Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah, Mupuk Padagingan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Pedanan Lan Ngusaba Pitra (5) Berita Siang Klip Bali Bali Channel Tourist TV Klip Bali Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini DW TV Folk Song Dialog Putra SBA Puja Trisandya Seputar Bali Malam Giliran Anda Orti Bali Bali Now Yan Bali, Pembudi Daya Lebah I Nyoman Adi Suardita, Pelaku Seni dan Pembuat Alat Musik Hangdrum Dialog Interaktif Hypnoterapy Codesname Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Dunia Kita Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel

BJ Habibie dimakamkan di kapling slot 120, tepat di sebelah slot makam Ibu Negara Ainun Habibie. Upacara pemakaman dipimpin oleh Presiden Joko Widodo

sebagai inspektur upacara. Berbeda halnya dengan pemakaman Presiden RI sebelumnya yakni almarhum Soekarn o , S o e h a r t o d a n Abdurrahman Wahid atau

melanjutkan audisi umum 2020 dan tahun seterusnya. Kesepakatan yang telah sama-sama kami ambil tadi semoga mengakhiri polemik, kekhawatiran, kecemasan atlet-atlet muda, orang tua secara keseluruhan, tentang masa depan tentang bulutangkis Indonesia,’’ tutup Imam. (kmb33) Gus Dur yang tidak dimakamkan di TMP Kalibata, namun di tempat kelahiran maupun di tempat keluarganya masing-masing. (ant)

Shanghai – Amerika Serikat (AS) pulang dengan tangan hampa gelar di FIBA World Cup 2019 usai kalah di perempatfinal, Selasa (11/9) kemarin, di Shanghai, China. Anak asuh Gregg Popovich gagal memperoleh medali setelah dalam dua edisi sebelumnya selalu meraih emas. Prancis adalah biang keladinya. Mereka menyingkirkan AS di perempatfinal dengan skor 89-79. Sebenarnya pertandingan berlangsung ketat dan di atas kertas AS punya kans untuk unggul. Akan tetapi, mereka mulai kecolongan di lima menit terakhir kuarter empat. Duo Rudy Gobert dan Evan Fournier bermain cemerlang dengan menyumbang 43 poin bagi Prancis melawan Amerika Serikat. Kondisi ini membuat AS tersingkir. Mereka akan berjumpa Serbia dalam perebutan peringkat lima

sampai delapan. Kegagalan tim ini di FIBA World Cup 2019 sudah dapat diduga sebelumnya. AS tidak turun dengan skuad terbaik di FIBA World Cup 2019. Hilangnya Kyle Kuzma dari skuad membuat Gregg Popovic tidak memiliki banyak pilihan di kamar ganti. Selain itu, Jason Tatum juga mengalami cedera engkel sehingga membuatnya absen di empat pertandingan secara beruntun. Meski begitu, AS tidak dapat mengesampingkan kemampuan pemain-pemain yang mereka bawa, seperti Kemba Walker, Khris Middleton, Joe Harris, dan Donovan Mitchell. ‘’Saya pikir tidak layak mengungkit lagi keberadaan pemain-pemain bintang yang tidak tampil. Ini adalah turnamen World Cup. Prancis mengalahkan kami. Tidak masalah siapa yang ada di dalam tim,’’ ungkap Popovic.

Hanya, ketidakhadiran pemain berpengalaman seperti James Harden dan Anthony Davis, dalam skuad Amerika Serikat membuat mereka sulit bersaing dengan tim-tim hebat dan terbukti saat kalah dari Prancis. Selain tidak hadirnya pemain-pemain bintang karena sibuk mempersiapkan NBA 2019/20, AS juga kurang dalam segi persiapan tim. Amerika Serikat hanya memiliki waktu 40 hari untuk mempersiapkan diri dan membangun kekompakan jelang FIBA World Cup 2019. Pada laga uji coba, tim besutan Popovic harus menelan kekalahan dari Australia 94-98 di Stadion Docklands, Melbourne. Kekalahan atas Australia untuk pertama kalinya sejak 13 tahun terakhir itu kian menambah keraguan Amerika Serikat bisa berbicara banyak di FIBA World Cup 2019. (kmb33/afp)

Tabanan (Bali Post) Tim taekwondo Badung dipastikan menjadi juara umum dalam Porprov Bali XIV, yang digelar di Wantilan Braban, Kediri, Tabanan. Hingga Kamis (12/9) kemarin, taekwondoin Badung mendulang 11 emas. Ke-11 medali emas itu dipersembahkan atletnya M. Abdurrahman Wahyu dan Melinda Evelyna (poomsae perorangan), Wahyu/Fajri/Nanda dan Najmi/Diva Enjelica/ Rai Putri (poomsae beregu).

Sementara atlet taekwondo Badung yang mendulang emas di nomor kyorugy (tarung) I Made Vendra Shahisma, Theresia Melati, dan Permata Sari. Tambahan 4 emas disumbangkan I Kadek Heni Prikasih, Wulandari Tri Suryadi, Argya Virangga, dan Dewa Gede Tri Dharma Duta. Sampai dengan kemarin, dari total 14 nomor yang dipertandingkan, Badung menyabet 11 emas, Denpasar 2 emas, dan Gianyar 1 emas. Ketua Pengkab Taekwondo

Indonesia (TI) Badung Tjhin Johanes menegaskan dalam laga terakhir Jumat (13/9) ini cabor taekwondo mempertandingkan 6 nomor. Johanes mengakui target awal TI Badung mematok 12 emas. ‘’Namun, menurut tim pelatih dari 6 kelas yang dipertandingkan Badung berpeluang merebut 5 emas,’’ ungkap Johanes. Menurutnya, Badung juara umum taekwondo ini, harus melalui rintangan yang berat, sampai melalui sidang. (022)

Taekwondo Badung Borong 11 Emas

Kasus Korupsi ‘’Secara garis besar, pembentukan dewan pengawas nantinya akan menjadi sangat super, itu perlu kita kritisi karena secara teoretis lembaga independen tidak ada yang membentuk dewan pengawas,’’ jelas Aristya. Kemudian soal batas waktu satu tahun, dikatakan tidak cukup untuk mengungkap kasus korupsi. Terkait dengan

aspirasi tersebut, tujuh orang anggota DPRD Bali yang menerima aliansi menyatakan turut menolak upaya-upaya pelemahan KPK. Di antaranya I Nyoman Sugawa Korry (Wakil Ketua Sementara dari Fraksi Golkar), I Nyoman Adnyana (Fraksi PDI-P), Tjok Gde Asmara Putra (Fraksi Demokrat), I Nyoman Purwa Arsana (Fraksi PDI-P), IGK Kresna Budi (Fraksi Golkar), I Made Rai Warsa (Fraksi PDI-P), dan Nyoman Ray Yusha (Fraksi Ger-

indra). Ketujuh anggota dewan bahkan menandatangani surat pernyataan sikap. Intinya dewan ikut menolak pembahasan terhadap revisi UU KPK yang melemahkan KPK dan siap mengawal sampai tuntas, serta konsisten memberantas korupsi di Indonesia dan Bali. ‘’Kita bersama-sama harus mengawasi, seluruh Indonesia harus mengawasi agar jangan terjadi pelemahan terhadap KPK,’’ ujar Sugawa Korry. (kmb32)


Jumat Umanis, 13 September 2019

Kiprah SAB dan GAB 2019 (2)

Dari Guru Merangkap Bendesa, Pande Besi hingga Pendiri Sanggar Seni

Di bidang seni dia piawai menari Topeng Sidakarya, drama tari Arja, aktif di Sekaa Gong Samuantiga Bedulu, Sekaa Calonarang Gria Taman Angsoka Laplapan Ubud, Sekaa Pesantian Puspa Wargita Br. Mas, serta ikut aktif di Sanggar Kayon Pejeng. ‘’Inilah sebagai wujud nyata melestarikan seni dan budaya Bali sebagai implementasi dari ajeg Bali,’’ tegasnya. Pande menyelesaikan studi S-1 di S e n i Rupa d a n Kerajinan

di IKIP PGRI Bali, sedangkan S-2 di Penelitian dan Evaluasi Pendidikan di Undiksha. Prestasi yang pernah diraih juara I lomba merangkai bunga dan janur PKB Kabupaten Gianyar dan juara II di PKB Bali, juara II kakawin dewasa putra pada Utsawa Dharma Gita Gianyar. Di samping itu prestasi bidang akademik yaitu sebagai peserta terbaik dalam KMD Pramuka di Cibubur Jakarta, juara I guru berprestasi dan berdedikasi Kabupaten Klungkung sekaligus juara II di Bali. Dia pun seorang pencipta seni dengan garapan teater yang berjudul ‘’Pupus Raga Hilang Nyawa Demi Ibu Pertiwi’’, ‘’Ibuku Pahlawanku’’, ‘’Sampah, Dibuang Jadi Musibah, Diolah Jadi Anugerah’’ yang dilombakan pada HUT Puputan Klungkung dan memborong juara I, II dan III. Selain itu juga membuat garapan pragmentari dalam rangka karnaval HUT Kemerdekaan RI berjudul

‘’Sisya Mahottama’’, ‘’Nusantara Satu Indonesia Jaya’’, tahun 2018 ‘’Sisya Amrih Widya’’, pada 2019 ‘’Janji Suci’’. Pemain Arja ini juga membuat garapan dramatari Arja dalam Parade Tari Arja PKB mengambil lakon ‘’Sayembara Pingit’’ hingga ‘’Padupaan Hyang Pramesti Guru’’. Dia mengaku bangga kini menjadi bagian dari Kelompok Media Bali Post sebagai GAB 2019. Media baginya melestarikan seni dan budaya Bali dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Bali yaitu ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ serta sebagai sebuah tanggung jawab untuk meneruskan dan menggetoktularkan kepada generasi berikutnya. ‘’Ajeg Bali adalah memahami seni dan budaya Bali sebagai sebuah karakter dan identitas diri, berpikir global, dan menguasai iptek, sehingga mampu bersaing dalam era Revolusi Industri 4.0 demi secercah cahaya untuk Ajeg Bali,’’ ujarnya. Sementara itu, juara II GAB 2019 Tingkat SD diraih guru SD Saraswati 3 Denpasar, I Made Sukarda, S.Sn., S.Pd. Pria kelahiran Bangli, 31 Desember 1971 ini adalah j u g a seorang penari bahkan sukses mendirikan sanggar tari yang diberi nama ‘’Taksu Mudra Sarasga’’. Dia adalah lulusan SMKI Bali, STSI (1997) dan PGSD (UT). Sebelum menjadi guru SD, Made Sukarda juga sebagai dosen tata rias di IKIP PGRI Bali, guru di TK Lokasari, SD Dwijendra, dan kini dipercaya sebagai Waka Kesiswaan dan Tenaga Pendidikan SD Saraswati 3 Denpasar. Selain sebagai guru GAB 2019 ini juga dipercaya sebagai pembina seni tradisional Kota Denpasar, pembina Porsenijar SMPN 1 Denpasar, pembina FLS2N, pembina Sanggar Tari Warini. (sue/suk)

apalagi tanaman sukulen. Karena rasa penasaran kami dari kegagalan merawat kaktus itu akhirnya sampai saat ini kami bisa menggeluti bisnis ini,’’ bebernya. Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam merawat kaktus. Yaitu cahaya matahari dan penyiraman. Kaktus membutuhkan sinar matahari yang cukup. Kalaupun diletakkan di dalam ruangan, menurutnya, juga harus mendapatkan sinar matahari dengan meletakkan dekat jendela atau sesekali meletakkannya di luar ruan-

gan. ‘’Atau bisa juga dengan menempatkannya di bawah lampu,’’ imbuhnya. Selain itu, teknik penyiraman juga penting diperhatikan. Menyiram kaktus dengan cara dituangkan air 2-3 sendok makan ke dalam media tanamnya. Ia menyarankan untuk tidak disemprot atau berlebihan air agar tidak busuk. Lanjutnya, 3-4 tahun lalu susah ditemui penjual kaktus, bahkan pedagang-pedagang tanaman di Hayam Wuruk yang khusus menjual tanaman kaktus atau suku-

len, sama sekali tidak ada pada saat itu. Dari sana ia mulai berpikir untuk berjualan kaktus, karena masih minimnya pedagang-pedagang kaktus. Hingga saat ini dapat dikatakan kaktus dan sukulen sedang booming. Pedagangpedagang kaktus sekarang sudah banyak. ‘’Pada saat awal kita berjualan kaktus 2016 masih sangat minim, mungkin hanya ada satu, dua pedagang kaktus, tetapi sekarang sudah puluhan yang berjualan kaktus,’’ imbuhnya. (may)

JUARA II Guru Ajeg Bali (GAB) 2019 tingkat SMA diraih Komang Warsa, S.Pd., M.Si., M.Pd. Selain sebagai seorang guru, dia juga dipercaya sebagai bendesa adat di desanya. Komang Warsa adalah seorang guru SMA Negeri 1 Rendang yang pernah menerima anugerah tokoh kebahasaan dan kesastraan dari Kemendikbud RI, merupakan putra bungsu dari sebelas bersaudara. I Komang Warsa lahir di Karangasem 1969 di Banjar Alasngandang, Desa Pempatan, Rendang, Karangasem dari pasangan I Made Tjanderi (alm) dengan Ni Nyoman Canderi (alm).

Bali Post/iah

PERDAMAIAN - Panitia Gema Perdamaian ‘’masimakrama’’ ke Kantor Bali Post, Kamis (12/9) kemarin.

Puncak Gema Perdamaian XVII Digelar di Bajra Sandhi Denpasar (Bali Post) Kegiatan Gema Perdamaian berupa doa bersama yang pada awalnya muncul karena keprihatinan banyak pihak terhadap peristiwa Bom Bali 2002, masih secara kontinu berlangsung. Pada tahun ini, untuk ketujuh belas kalinya, kegiatan puncak Gema Perdamaian akan dilangsungkan Sabtu (5/10) di lapangan sisi timur Museum Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) atau yang dikenal dengan sebutan Bajra Sandhi. Menurut Ketua Panitia Gema Perdamaian XVII Kadek Adnyana, pelaksanaan kegiatan Gema Perdamaian sudah digelar sejak Juni 2019. Salah satunya dengan mengunjungi universitas untuk mengedukasi mahasiswa tentang perdamaian.

Harapannya, akan ada upaya dari mahasiswa menginisiasi perdamaian di masyarakat sehingga pesan damai ini bisa lebih meluas gaungnya. Selain itu, lanjut Adnyana yang didampingi sejumlah panitia saat masimakrama ke Kantor Bali Post, Kamis (12/9) kemarin, digelar pemilihan Putra-Putri Gema Perdamaian. Tujuannya agar makin banyak yang menyuarakan tentang perdamaian. ‘’Hingga saat ini sudah ada 32 orang Ambassador Damai. Pemilihan ini merupakan yang kedua kalinya kami selenggarakan. Ambassador ini menyasar ke panti asuhan, anak telantar, dan di perdesaan. Tujuannya menyosialisasikan bahwa damai itu bukan menjadi milik sebagian, tapi semua orang,’’ jelasnya. Juga digelar penggalan-

KULINER

gan dana lewat Charity Golf Tournament serta beragam lomba-lomba kreatif, seperti pembuatan film pendek dan fotografi. Diharapkan ini bisa ditonton dan menjadi inspirasi terkait perspektif damai dari generasi muda. Ia mengutarakan pelaksanaan Gema Perdamaian akan digelar pada 21 September, berupa sarasehan yang melibatkan tokoh lintas agama di Gong Perdamaian, Kertalangu sekaligus sebagai peringatan Hari Perdamaian Dunia. Sedangkan puncaknya Gema Perdamaian akan digelar Sabtu (5/10) yang bertepatan dengan Hari TNI di Bajra Sandhi. ‘’Kebetulan tahun ini, pelaksanaannya digelar pada 5 Oktober yang merupakan Hari TNI. Kami mengajak juga TNI untuk ikut serta,’’ ujarnya. (kmb18)

KESEHATAN Lestarikan Warisan Leluhur

Sudiantara Produksi ’’Boreh’’ TOP IN VASI BOREH dan minyak urut tradisional, jenis obat-obatan yang digunakan para leluhur, terbukti ampuh. Namun seiring kemajuan zaman, pengobatan tradisional ini perlahan ditinggalkan. Karenanya untuk melestarikan warisan leluhur ini, Ketut Sudiantara, mencoba memproduksi Boreh Bali dan juga minyak urut. Menurut Sudiantara, boreh dan minyak urut biasanya digunakan untuk terapi asam urat, rematik, saraf kejepit dan sebagainya. Cara pemakaiannya juga sangat mudah, hanya dibalurkan untuk membantu penyembuhan dari luar. Dalam membuat produk boreh dan minyak urut, Sudiantara menggunakan resep leluhur zaman dulu dan penggalian Lontar-lontar Taru Premana. ‘’Keunggulan obat zaman dulu sudah sangat terbukti oleh para leluhur kita. Tapi karena sekarang kebanyakan orang sudah beralih ke sistem pengobatan modern, sehingga kekayaan leluhur itu sekarang hampir punah,’’ ungkapnya.

WONDERFUL BALI

Khasiat obat tradisional ini sebenarnya tidak kalah dengan obat modern. Apalagi prosesnya dari zaman dulu masih tradisional dan tanpa ada bahan-bahan kimianya. Ia berharap dengan membangkitkan dan melestarikan kekayaan leluhur ini, generasi penerus mengetahui bahwa obat tradisional ini digunakan oleh leluhur untuk pengobatan, sebelum adanya obat-obat modern. Boreh ukuran 30 gram dibandrol Rp 20 ribu, sedangkan minyak herbal 100 ml Rp 120 ribu. Saat ini Sudiantara mengalami kendala dalam pemasaran. Sebab, untuk masuk pasar modern membutuhkan syarat seperti memiliki izin BPOM. (san)

BUDAYA

Bali Post/san

Nur Hakim Produksi PENDIDIKAN Tempe Dibungkus Daun JIKA selama ini pelaku usaha pembuatan tempe menggunakan pembungkus plastik, belakangan mulai melirik bahan alami. Daun pohon jati dan daun pisang pilihannya. Di Buleleng, tempe dibungkus daun ini dirintis oleh Nur Hakim beralamat di Jalan Pulau Bali, Singaraja.

Saat ditemui Rabu (11/9), Nur Hakim menuturkan, awalnya dia menggunakan plastik sebagai pembungkus tempe. Hal ini karena dari hasil belajar bersama orangtuanya memang tempe dibungkus dengan plastik. Seiring dengan perjalanan usahanya, Nur Hakim tertarik memproduksi tempe dengan keunggulan tersendiri dalam merebut pasar. Ia mencoba memproduksi tempe yang dibungkus dengan daun pohon jati atau dengan daun pisang. Kendati masih terbatas, produksi pangannya itu laku terjual. ‘’Waktu mulai belajar memang memakai plastik, karena lebih mudah dan plastik juga murah. Namun saya tertarik membuat tempe dibungkus daun ini karena ingin tempe buatan saya memiliki keunggulan, baik dari gizi dan bebas dari dampak kimia,’’ katanya. Menggunakan daun jati atau daun pisang memang memiliki kekurangan, karena waktu produksinya lebih lama dibandingan memakai plastik. Meski demikian, Nur Hakim berupaya memakai daun. Pihaknya optimis tempe bungkus daun laku di pasaran. ‘’Kalau dilihat dari kecepatan produksi dan biaya memang plastik lebih murah, tapi dampak kimia dari pemakaian pelastik itu masih ada. Tempe dibungkus daun ini walau lebih sulit membuatnya, namun keunggulannya adalah heigenis dan bebas dari dampak kimia,’’ jelasnya. (mud)

SENIMAN

Bali Post/mud

TEMPE – Pembuatan tempe dengan pembungkus daun.

Jebolan lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unud menyelesaikan S-2 di Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar program Ilmu Agama dan Kebudayaan dan S-2 di PPs Undiksha Singaraja Program Ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia sambil mengajar di SMA Negeri 1 Rendang. Bahkan, dia termasuk pendiri Yayasan Giri Pendawa, staf pengajar di STKIP Suar Bangli, dan sebagai tutor di Universitas Terbuka. Selain urusan pendidikan, Warsa pun mengabdi di masyarakat sebagai Bendesa Desa Alasngandang, Ketua PHDI Kecamatan Rendang, tim Dharma Duta Kabupaten Karangasem. Pande Besi Di Klungkung siapa tak mengenal sosok Pande Nyoman Budiarta, S.Pd., M.Pd. Dia adalah guru SMPN 2 Semarapura sekaligus penari topeng yang penuh kocak. Kini dia dipercaya masyarakat Bali sebagai duta ajeg Bali setelah meraih juara II GAB tingkat SMP. Putra ketiga pasangan Pande Made Mardika dan Ni Made Leci yang lahir 25 Juli 1977 ini juga wirausaha muda. Suami tercinta Nyoman Sariani dan ayahnda Pande Putu Mia Ditasari dan Pande Kadek Nadin Sopiantari ini belum mau melepaskan profesi sebagai pande besi yang menekuni sebagai pembuat keris Bali sebagai sebuah profesi warisan leluhur.

ALIT dan Baskara, pasangan ini sejak 2016 mulai menekuni kaktus dan sukulen. Mereka asyik merawat kaktus dan sukulen lantaran pengalaman pertamanya mendapatkan hadiah kaktus yang tak berselang lama, mati. Mereka berpikir kaktus adalah tanaman yang mudah dirawat, namun nyatanya tidak semudah itu. Kaktus tidak memerlukan banyak air namun juga tidak bisa hidup tanpa air. ‘’Pada awalnya tahun 2015, kami pernah tukar hadiah. Hadiahnya berupa terarium. Pada saat itu karena kami masih awam, belum sebulan kaktus dan sukulen kami mati. Dari sana kami penasaran dan tertarik mencari informasi tentang perawatan tanaman tersebut,’’ tutur Alit, Kamis (12/9) kemarin. Sejak hobi merawat kaktus tersebut, ia bersama suami merintis usaha tanaman indoor khususnya kaktus dan sukulen di tahun 2016. Nama usahanya plantamory. ‘’Jadi usaha kami berawal dari kegagalan kami merawat kaktus. Sehingga kami penasaran karena diketahui tanaman kaktus itu memang gampang dirawatnya. Tetapi ketika tanaman kaktus itu dikasih banyak air atau kekurangan air juga, tanaman kaktus akan cepat mati, cepat busuk

PLANTAMORY - Alit dan Baskara di Store Plantamory.

Bali Post/ist


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook