terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
8 HALAMAN
NOMOR 227 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
senin Wage, 13 april 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Akses Masuk di Pantai Sanur Dibatasi
Penyemprotan Disinfektan Massal di Munggu
Bale Pesantian Ambruk
Sejumlah akses masuk ke Pantai Sanur dibatasi atau ditutup. Pembatasan akses masuk ini dilakukan dengan pemasangan plang dan kayu.
Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa memimpin langsung penyemprotan disinfektan massal di wilayah Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Minggu (12/4) kemarin.
Bangunan Bale Pesantian di Pura Dalem Alit, Banjar Baung, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Sabtu (11/4), ambruk. Diduga bangunan itu ambruk akibat terjangan angin kencang.
BADUNG | HAL. 3
DENPASAR | HAL. 2
GIANYAR | HAL. 5
WASPADAI LONJAKAN COVID-19 GELOMBANG KEDUA DI BALI Bali belum menuju zona aman penularan Covid-19. Bahkan, jika mencermati pergerakan angka Covid-19 di Bali, potensi terjadi penularan gelombang kedua pascakedatangan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali menguat. Kedatangan PMI asal Bali merupakan hal serius yang harus disikapi. Dilema memang, namun kepastian mereka terbebas dari potensi sebagai carrier Covid-19 harus dilakukan.
B
ali pertama kali mengumumkan pasien positif 11 Maret 2020, saat salah seorang WNA yang dirawat di RSUP Sanglah meninggal. Kematian WNA ini bahkan menjadi kematian pertama yang dikonfirmasi di Indonesia. Sejak saat itu, pergerakan pasien Covid-19 di Bali mulai terus dipantau. Perkembangan angka awal dari 1 orang, per 11 Maret menjadi 75 positif per 10 Maret bergerak terus. Bahkan, angkanya mengalami lonjakan fantastis tiga hari terakhir. Pergerakan data pasien positif di Bali (27/3) 9 orang, (29/3) 10 orang, (30/3) 19 orang, (7/4)
43 orang, (8/4) 49 orang, dan 9 April menjadi 63 orang dan 10 April menjadi 75 orang. Saat ini ribuan PMI asal Bali sudah pulang kampung. Gubernur Bali Wayan Koster dalam paparannya 8 April lalu mengatakan, akan ada 20 ribu PMI asal Bali pulang. Tercatat sudah ada 7.041 orang mendarat di Bali dan sisanya terus kembali rata-rata 600700 orang per hari. Angka ini memang fantastis. Diungkapkan, dari hasil rapid test yang dilakukan 8 April terdeteksi yang positif 8 orang. Sedangkan pada tes yang sama 9 April yang positif 9 orang. Sehingga dari kepulangan 7.041 orang PMI
Kasus Positif Covid-19 Jadi 81 SELAMA empat hari terakhir, sejak Kamis (9/4), Bali mencatatkan penambahan kasus positif Covid-19. Namun pada Minggu (12/4) kemarin, jumlah penambahan kasus positif di Bali mulai menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya. Dilihat dari dashboard pemantauan kasus Covid-19 yang diperbarui per pukul 16.00 WIB dari situs resmi BNPB, akumulatif kasus Covid-19 di Bali mencapai 81 orang dari sehari sebelumnya sebanyak 79 orang. Artinya, ada penambahan sebanyak dua orang dalam 24 jam terakhir. Masih dari dashboard itu, jumlah pasien sembuh tidak bergeser di angka 19 pasien. Begitu juga yang meninggal masih 2 orang. Untuk posisi, Bali kembali duduk di peringkat ketujuh. Berada di bawah Jawa Tengah dengan kasus positif sebanyak 200, sembuh 19 orang, dan meninggal 25 orang. Di bawah Bali ada Sumatera Utara dengan jumlah kasus positif sebanyak 65 orang, sembuh 8 orang, dan meninggal 8 orang. Untuk Indonesia terjadi penambahan signifikan. Menurut Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam video conference streaming-nya, terjadi penambahan 399 pasien. Jumlah kasus baru tertinggi harian sejak Indonesia pertama kali melaporkan temuan kasus positif Covid-19. Total akumulatif positif Covid-19 di Indonesia menjadi 4.241 kasus. Kematian juga terjadi penambahan sebanyak 46 jiwa dengan total kasus menjadi 373. Jumlah pasien sembuh juga bertambah sebanyak 73 orang, sehingga totalnya mencapai 359 sembuh. Yurianto mengatakan, sudah ada 27 ribu spesimen dites Polymerase Chain Reaction (PCR). ‘’Ini membuktikan bahwa pemerintah serius mencari orang-orang yang positif,’’ klaimnya. Hal. 7 Gotong Royong
saja terdeteksi 14 orang positif. Lonjakan angka ini membuat Bali pada 10 April 2020 sudah memasuki angka 75 orang. Tingginya angka positif ini pun diyakini akan terus bergerak mengingat potensi penularan kepada warga lokal yang merupakan kerabat atau keluarga PMI sangat terbuka. Tanpa mengabaikan rasa kemanusiaan, kata Gubernur Bali Wayan Koster dalam paparannya, kedatangan para pekerja ini sudah diantisipasi dengan pendekatan sesuai protokol penanganan Covid-19. Namun, dukungan semua pihak dalam hal ini desa adat, kesadaran pribadi PMI/ABK sangat diperlukan. ‘’Kami sudah melakukan partisipasi yang memadai untuk itu. Menyiapkan ruang karantina dan menambah fasilitas RS rujukan Covid-19,’’ ujar Gubernur pada jumpa pers 8 April lalu di Jayasabha. Berdasarkan data kapasitas rujukan RS Covid-19 RS PTN Unud terdiri atas jumlah kamar
untuk pasien positif 9 kamar, penambahan 40 kamar dengan 65 tempat tidur. Sedangkan untuk PDP disiapkan 32 kamar. Sekda Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah mengingatkan warga untuk tidak diskriminatif terhadap PMI/ABK yang pulang. Namun, kewaspadaan tetap perlu dilakukan. Data juga menunjukkan, 10 April lalu lonjakan cukup signifikan. Dilihat dari dashboard pemantauan kasus Covid-19 dihttp:// covid19.bnpb.go.id, jumlah ka-
sus di Bali secara akumulatif mencapai 75 kasus dari sehari sebelumnya mencapai 63 kasus. Ini artinya terdapat penambahan kasus sebanyak 12 kasus dari sehari sebelumnya yang didominasi dari PMI atau orang yang memiliki riwayat bekerja di luar negeri. Pasien positif Covid-19 di Bali
Mayoritas Kasus Positif Covid-19 ’’Imported Case’’
Denpasar (Bali Post) Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra memastikan seluruh imported case Covid-19 dengan riwayat perjalanan dari luar negeri adalah pekerja migran Indonesia (PMI). Secara akumulatif hingga Sabtu (11/4), tercatat 79 kasus positif Covid-19 di Bali yang terdiri dari 7 WNA dan 72 WNI. Dari 72 WNI, 51 orang di antaranya imported case dengan riwayat perjalanan dari luar negeri, 13 orang imported case dengan riwayat perjalanan ke daerah lain di luar Bali seperti Jawa
dan lainnya, serta 8 orang positif karena transmisi lokal. Untuk kasus positif meninggal dunia masih tetap sama yakni 2 WNA. Pun dengan pasien positif yang sembuh masih tetap 19 orang. Lantaran mayoritas kasus positif adalah imported case, strategi yang dilakukan Gugus Tugas adalah memperkuat pertahanan di pintu masuk. Utamanya Bandara Ngurah Rai dan Pelabuhan Gilimanuk. Upaya pencegahan dilakukan dengan sangat ketat. Seperti di bandara, semua PMI asal Bali yang pulang discreening m e n g gunakan rapid test.
‘’Kita melakukan rapid test terhadap semua PMI yang pulang itu sejak 22 Maret karena pada saat itu kita baru punya rapid test kit,’’ ujar Dewa Indra. Menurut Sekda Provinsi Bali ini, PMI yang pulang ke Bali sejak 22 Maret hingga 10 April berjumlah 7.621 orang. Seluruhnya sudah menjalani rapid test. Sebagian besar sudah pulang ke rumah dan menjalani karantina mandiri karena hasil rapid test-nya negatif. Sedangkan yang hasil rapid test-nya positif dibawa ke karantina untuk mengikuti tes lanjutan dengan metode PCR atau uji swab di Lab RSUP Sanglah. Jika hasilnya kembali positif, PMI tersebut dibawa ke RS rujukan untuk
OPINI
Model Karantina Wilayah Bali Oleh : Putu Rumawan Salain TIGA kata kunci dalam kajian singkat ini adalah Karantina Wilayah, Lingkungan, dan Covid-19. Ketiganya menjadi komponen yang memiliki peran saling pengaruh-memengaruhi di mana Covid-19 menjadi aktor utama yang mesti ditanggulangi penyebarannya. Wilayah dan lingkungan merupakan satu-kesatuan ekologi yang mudah diamati, diawasi, dan dikelola. Hubungan timbal balik di antara wilayah dan lingkungan berakibat pada kenyamanan, keamanan, untuk tinggal, bahkan sangat mungkin memberikan derajat keteduhan, kesehatan, dan keindahan, jika memenuhi kaidah daya dukung dan daya tampung. Yang agak sulit diprediksi adalah lingkungan sosial. Covid-19 yang merupakan virus tidak tampak mata dan mematikan ini merupakan bagian dari isi alam yang diduga berkembang karena ketidakseimbangan ekologis, kemajuan peradaban modernitas yang serba cepat, atau mungkin saja oleh hasil rekayasa manusia sebagai Weapon of Mass Destruction (WMD)? Apa pun dia telah terbukti mampu mencekam dunia setelah untuk pertama kalinya terpapar di Wuhan-Tiongkok pada pengujung tahun 2019. Hal. 7 Menutup Akses
terus mengalami penambahan dalam dua hari berturut-turut. Pada Kamis (9/4) ada penambahan 14 kasus, sementara pada Jumat (10/4) bertambah lagi 12 kasus. sementara itu, un-
tuk yang sembuh mencapai 19 orang, sedangkan yang meninggal masih tetap 2 orang. Di Denpasar tercatat 25 kasus positif Covid-19. Kondisi ini tentu layak diwaspadai sebagai potensi penyebaran tahap kedua pascakedatangan PMI/ABK. Ini juga berkontribusi terhadap lonjakan angka di tingkat nasional yang rata-rata mencapai 200-300 pasien positif per hari. Hal. 7 Berpotensi Jadi
’’Secara akumulatif hingga Sabtu (11/4), tercatat 79 kasus positif Covid-19 di Bali yang terdiri dari 7 WNA dan 72 WNI. Dari 72 WNI, 51 orang di antaranya imported case dengan riwayat perjalanan dari luar negeri.’’ Dewa Made Indra mendapatkan penanganan di RS. ‘’Tapi yang positif juga sudah ada yang sembuh dan sudah pulang,’’ imbuhnya. Dewa Indra menambahkan, memang tidak semua PMI atau orang yang pulang dari luar negeri dikarantina. Di negara mana pun termasuk pemerintah Indonesia juga tidak melakukan itu. Apalagi, jumlah PMI yang pulang diperkirakan mencapai 22 ribu lebih. Selain itu, prosedur yang telah berjalan juga harus dihormati. Mengingat, PMI khususnya ABK di kapal pesiar sebelum pulang ke Bali juga sudah melalui proses karantina. Ke-
mudian mengikuti pemeriksaan kesehatan dan rapid test sehingga bisa mengantongi health certificate. ‘’Kita dalam rangka kewaspadaan, di sini tetap melakukan rapid test meskipun mereka sudah pulang membawa health certificate. Kita abaikan itu dan tetap di-rapid test,’’ jelasnya. Bagi yang negatif, lanjut Dewa Indra, bisa pulang untuk karantina mandiri di bawah pengawasan pemerintah kabupaten/kota dan Satgas Gotong Royong yang sudah terbentuk hingga di desa adat. Hal. 7 Kedatangan PMI
Semua PMI Diusulkan Dikarantina di Hotel ’’Kami usulkan pemda bekerja sama atau menyewa hotel-hotel melati dengan negosiasi harga yang lebih murah, di mana hotel dan konsumsi ditanggung pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dari mana PMI tersebut berasal.’’ I Nyoman Sugawa Korry
Denpasar (Bali Post) Sejumlah usulan kepada Gubernur dilayangkan dalam mencermati peningkatan kasus positif Covid-19 di Bali yang mayoritas imported case. Pertama, menyangkut pengawasan di bandara dan pintu masuk lainnya diusulkan lebih diperketat. Khusus bagi pekerja migran Indonesia (PMI) agar tidak hanya dirapid test, tetapi juga wajib diisolasi atau menjalani karantina di tempat layak yang sudah disiapkan dan ditanggung pemerintah. ‘’Kami usulkan pemda bekerja sama atau menyewa hotel-hotel melati dengan negosiasi harga yang leb-
ih murah, di mana hotel dan konsumsi ditanggung pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dari mana PMI tersebut berasal,’’ ujar Ketua DPD Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry, di Denpasar, Minggu (12/4) kemarin. Sugawa Korry yang juga Wakil Ketua DPRD Bali ini meminta Pemprov Bali segera mengusulkan kepada dewan terkait rencana anggaran yang dibutuhkan. Sebab, untuk mendukung penanganan Covid-19 harus ada realokasi anggaran melalui perubahan anggaran 2020 secepatnya. Dengan asumsi jumlah PMI yang masih akan datang sekitar
13.000 orang dan dikarantina di hotel-hotel melati selama 14 hari, maka total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 32 miliar. Perkiraan anggaran itu sudah mencakup untuk biaya hotel dan konsumsi. ‘’Kalau sharing provinsi 60% dan 40% ditanggung kabupaten/kota dari mana PMI itu berasal, maka jumlah anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 19,2 miliar saja. Saya kira bisa diatasi anggaran provinsi,’’ paparnya. Menurut Sugawa Korry, karantina dengan pola tersebut memiliki sejumlah keuntungan. Hal. 7 Izin Penggunaan
Senin Wage, 13 April 2020
Isolasi Mandiri, PMI Diharapkan Diawasi Ketat
Denpasar (Bali Post) Kepulangan para pekerja migran Indonesia (PMI) ke Bali saat ini menjadi perhatian publik. Ribuan PMI yang sebelumnya bekerja di luar negeri, kini telah pulang kampung (Bali red) dan menuju daerahnya masing-masing. Mereka yang sudah berada Bali ini diimbau untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Pihak Polresta Denpasar pun mengaku telah melakukan pemantauan dari sejak mendarat di Bandara Ngurah Rai hingga wilayah tujuan PMI tersebut. Akan tetapi, isolasi atau karantina mandiri ini perlu dimatangkan lagi dengan cara menerjunkan pengawas. Hal ini dilakukan guna
Bali Post/kmb36
Kompol Gatra
memastikan kedisiplinan mereka selama dikarantina mandiri. ‘’Belum tentu mereka benar-benar isolasi mandiri kalau tidak diawasi ketat. Oleh karena itu, pengawasan lebih fokus ke PMI yang baru datang ini,’’ kata Kabag Ops. Polresta Denpasar Kompol Gatra, Minggu (12/4) kemarin. Untuk memantau kepulangan PMI ini, lanjut mantan Kapolsek Kawasan Laut Benoa, Denpasar Selatan ini, di bandara telah ditempatkan personel untuk melakukan pengawasan. ‘’Sampai saat ini sudah ribuan PMI yang dipulangkan. Anggota kami siaga terus di bandara,’’ ujarnya. Di samping itu, tempat karantina di Biaung dan Jalan Hayam Wuruk, Denpasar Timur, menurutnya juga diawasi. Hal ini dilakukan untuk memantau jumlah yang datang dan keluar. Setelah keluar dari bandara atau tempat karantina, pihaknya juga melakukan pemantauan di wilayah yang dituju dan tempat karantina mandiri. ‘’Pengawasan karantina mandiri harus benar-benar dilakukan dan diawasi. Tujuannya selama karantina mandiri tidak melakukan kontak dengan orang lain,’’ harapnya. (kmb36)
Dana Desa Adat Diusulkan Direalokasi untuk Sembako
Denpasar (Bali Post) Penanggulangan Covid-19 di Bali lebih banyak bersifat preventif atau pencegahan. Anggaran yang ada utamanya dipakai untuk penyediaan masker, hand sanitizer dan penyemprotan disinfektan. Sementara dalam 1,5 bulan terakhir, masyarakat yang terdampak Covid-19 juga harus bergulat dengan pemenuhan kebutuhan pangan. Tak sedikit sudah mulai menjerit karena tidak bisa bekerja akibat kebijakan social dan physical distancing. ‘’Sektor pariwisata cukup terdampak. Sekarang para pekerja pariwisata di Bali sudah mulai kena PHK, kemudian masyarakat miskin juga banyak kelimpungan terhadap kebutuhan pangannya,’’ ujar anggota Fraksi PDI-P sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiartha, di Denpasar, Sabtu (11/4). Menurut Budiartha, Fraksi PDI-P sudah mengusulkan kepada Gubernur agar bantuan dana desa adat dapat direalokasi untuk pengadaan pangan. Terutama bagi masyarakat di desa adat yang terdampak Covid-19 tersebut. Seperti diketahui, dana desa adat sudah ditransfer ke rekening desa adat masing-masing Rp 300 juta. Dari jumlah itu, Rp 50 juta dapat dipakai untuk penanggulangan Covid-19, termasuk membiayai operasional Satgas Gotong Royong Berbasis Desa Adat. Pihaknya berharap dana itu dapat disisihkan lagi sebesar Rp 100 juta untuk pengadaan pangan
atau sembako. ‘’Desa adat yang sudah memprogramkan lewat Pergub No. 34, bahwa ada pembangunan fisik dan pembangunan lainnya. Itu sesegera mungkin bisa kita tunda dulu,’’ imbuhnya. Ketua DPRD Bali sekaligus Penasihat Fraksi PDI-P, I Nyoman Adi Wiryatama, sepakat agar dana desa adat Rp 100 juta dari total yang diterima Rp 300 juta dapat direalokasi untuk pengadaan sembako bagi masyarakat adat yang memerlukan dalam rangka menangani Covid-19. Kalau memang nanti kurang, pihaknya siap memperjuangkan penambahan anggaran untuk desa adat pada APBD Perubahan 2020 atau APBD Induk 2021. ‘’Kita selesaikan masalah kemanusiaan ini bersama-sama. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tapi kita semua warga Bali,’’ ujarnya. Menurut Wiryatama, Fraksi PDI-P mendukung setiap langkah Gubernur Bali beserta jajarannya, dan juga semua langkah-langkah masyarakat, baik secara pribadi maupun kelompok guna memutus mata rantai Covid-19 ini. Pihaknya melihat Covid-19 sudah menjadi bencana bagi Bali. Ditambah lagi, sekitar 20 ribu pekerja migran asal Bali akan pulang. Mereka harus diterima dan diperlakukan dengan baik, sehingga Pemprov Bali harus siap memfasilitasi kedatangan para pekerja migran agar tidak menjadi masalah bagi keluarga mereka serta masyarakat secara luas. (kmb32)
Bali Post/eka
KEBUTUHAN POKOK - Seorang pedagang tengah melayani pembeli yang membeli kebutuhan pokoknya di Pasar Badung, Denpasar.
Topik : waspadai lonjakan covid-19 gelombang kedua
DITUTUP - Beberapa pecalang memantau Pantai Sindu, Sanur yang ditutup untuk wisatawan, Sabtu (11/4). Penutupan akses ke pantai ini dimaksudkan untuk membatasi kunjungan warga dan wisatawan, agar pencegahan dan memutus mata rantai pandemi Covid-19 dapat dilakukan secara optimal. Bali Post/eka
Akses Masuk ke Pantai Sanur Dibatasi
Denpasar (Bali Post) -
Sejumlah akses masuk ke Pantai Sanur dibatasi atau ditutup. Pembatasan akses masuk ini dilakukan dengan pemasangan plang dan kayu di sejumlah pintu masuk pantai. Ada 14 akses masuk ke Pantai Sanur yang dibatasi. Di antaranya Dalem Pengembak, Kayu Menengen, Mertasari, Mercure, Jalan Cemaran Sanur Beach, Pantai Semawang, Jalan Duyung Hyatt, Jalan Pantai Indah, Pantai Parigata Batujimbar, Pantai Karang, Pantai Sindu, Pantai Segara Ayu, Pantai Matahari Terbit dan Pantai Bangsal. Pembatasan ini dilakukan untuk menekan penyebaran pandemi Covid-19 yang jumlahnya terus bertambah. Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, Ida Bagus Gede Sidharta Putra, saat dikonfirmasi mengatakan, pembatasan akses dan aktivitas ini hanya bersifat sementara sampai situasi lebih kondusif. Pembatasan ini juga dilakukan guna menjalankan aturan pemerintah, yakni protokol kesehatan physical distancing. Sebab, banyak warga dari luar juga memanfaatkan Pantai Sanur untuk kegiatan mancing, jogging track, senam dan lainnya. Bahkan dampak dari penu-
tupan Pantai Kuta dan Seminyak, beberapa wisatawan mancanegara melakukan surfing board di Pantai Sanur. ‘’Ini membawa dampak yang tidak bagus bagi kawasan dan warga Sanur,’’ ujar Gusde, Minggu (12/4) kemarin. Berdasarkan data update penanggulanan Covid-19, Jumat (10/4) lalu, Pemerintah Provinsi Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyampaikan perkembangan Penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) di Provinsi Bali jumlah
kumulatif pasien positif sebanyak 75 orang. Sedangkan di Sanur sudah ada dua warga yang positif. ‘’Tentu ini sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat Sanur secara keseluruhan dan Denpasar pada umumnya,’’ ujarnya. Maka untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona ini, semua pihak dengan penuh disiplin melaksanakan imbauan pemerintah. Seperti penggunaan masker di tempat terbuka. Karena penggunaan masker memiliki dua fungsi, yakni bagi yang sakit (batuk
dan flu), maka percikan atau droplets akan tertahan oleh masker dan tidak mengenai orang lain. Sedangkan penggunaan masker bagi yang sehat akan terhindar (terutama pada wajah bagian hidung, mulut dan mata) dari percikan orang lain. ‘’Intinya mengurangi pergerakan manusia supaya tinggal di rumah,’’ tegas Gusde. Sementara itu, salah seorang pecalang dari Desa Adat Intaran Sanur yang ditemui saat melakukan patroli mengatakan, penutupan akses ke pantai dimulai sejak pukul 07.00 Wita. Untuk mengawasi pembatasan yang dilakukan ini, pihak desa menerjunkan sekitar 39 orang pecalang, yang dibagi dalam tiga shiff. ‘’Penutupan ini sesuai surat edaran yang dimulai hari ini (Sabtu - red). Semua akses jalan setiap wilayah
pantai di Sanur ini dibatasi,’’ terangnya. Ditambahkan, pembatasan yang dilakukan ini untuk mengurangi kunjungan warga dan wisatawan yang akan berlibur ke pantai. Di mana di Pantai Sindu sendiri kunjungan tiap harinya bisa mencapai 300 orang. Jadi untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, maka dilakukan upaya pembatasan kunjungan dan aktivitas di pantai, seperti rekreasi di pantai baik mandi, berenang, memancing. Pembatasan ini akan terus dilakukan hingga kondisi Bali telah dianggap membaik. (kmb24/kmb19) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
RSUP Sanglah Dilengkapi Ruang Dekontaminasi Denpasar (Bali Post) RSUP Sanglah menyiapkan ruang dekontaminasi sebelum masuk ruang isolasi. Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan petugas medis dan petugas lainnya dalam menangani pasien penyakit menular, khususnya Covid-19. Kasubbag Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna, Minggu (12/4) kemarin mengatakan, ruang dekontaminasi tersebut dilengkapi shower mandi serta bahan untuk membunuh kuman atau virus. Baju-baju atau
APD (Alat Pelindung Diri) habis pakai juga diganti di ruang tersebut. Selain di ruang isolasi, di jalur kendaraan ambulans IGD RSUP Sanglah juga dilengkapi dengan semprotan disinfektan. Tujuannya, untuk mensterilkan ambulans yang akan masuk IGD. Hanya, alat tersebut hanya membersihkan kendaraan ambulan saja. Mengingat petugas di rumah sakit rentan terhadap Covid-19, maka upaya pencegahan telah dilakukan sebelumnya. Seperti mema-
sang wastafel di beberapa titik yaitu di Poliklinik, Ruang Nusa Indah, Ruang Mawar, Wing Amertha, dan beberapa titik kerumunan. ‘’Sebelum ada Covid-19, kita sudah menerapkan sterilisasi sebelum dan sesudah menangani pasien. Karena itu sudah SOP kami,’’ tegasnya. Sebelum disinfektan dilarang, di beberapa lokasi juga dipasangi tempat untuk semprotan disinfektan seperti di lobi, IGD, Ruang Ratna, poliklinik. Sementara demi memberi perlindungan imunitas, RSUP
Sanglah memberikan vaksin pada petugas-petugas tertentu seperti front office, petugas gizi dan lainnya. Dengan dilakukannya upaya pencegahan ini, ia memastikan makanan yang disajikan pada karyawan, petugas medis dan utamanya pasien, tidak terkontaminasi dan aman. ‘’Makanya RS mendorong masyarakat yang memberikan sumbangan makanan agar memastikan keamanan dan menyesuaikan kebutuhan gizi dari pasien dan petugas medis,’’ jelasnya. (kmb42)
Jumlah Napi Penerima Ratusan Naker Migran dari Yunani Tiba di Bali Asimilasi Belum 100 Persen
TENAGA kerja (naker) migran asal Bali kembali pulang. Kali ini, ratusan naker migran dari kelompok perusahaan kapal pesiar Carnival tiba di Bali, Minggu (12/4) kemarin. Kepala Otoritas Bandara (Otban) Wilayah IV Bali Elfi Amir saat dikonfirmasi membenarkan kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI) ini. Ia mengatakan dari data yang diterimanya, PMI ini bekerja di Carnival Cruiseline, Carnival Inspiration, Carnival Miracle, Carnival Panorama. Mereka berangkat dari Yunani dan tiba di Bandara Internasional, I Gusti Ngurah Rai pukul 11.52. Pesawat yang digunakan adalah Wamos Air. Rute yang diterbangi Madrid-AthenaDenpasar-Madrid. “Total ada 243 orang naker migran dan 15 kru pesawat yang tiba bandar,” ujarnya. Sesuai protap, para naker ini harus menjalani tiga tahapan pemeriksaan kesehatan di
area kedatangan internasional. Yaitu pemeriksaan thermo scanner, pendataan penumpang (penyerahan Health Alert Card dan wawancara), dan pelaksanaan rapid test (dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali).
Sebelumnya, pada Jumat (10/4) lalu ratusan naker migran juga sudah pulang dari Yunani. Mereka diangkut pesawat milik maskapai yang sama. Totalnya ada 434 pekerja migran Indonesia (PMI) yang tiba saat itu. (jay)
Bali Post/ist
AWASI - Petugas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saat mengawasi para pekerja migran dari Yunani yang baru tiba di Bali.
Denpasar (Bali Post) Pembebasan 646 narapidana (napi) di Bali penerima asimilasi berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly No. M.HH-19.PK.01.04.04 tahun 2020 belum mencapai 100 persen. Hingga saat ini, baru tercatat 534 napi yang bebas menerima asimilasi. “Sampai saat ini, sudah 534 narapidana yang bebas di seluruh Bali. Sisanya menunggu syarat yang harus dipenuhi,” kata Humas Kemenkumham Bali, Putu Surya Dharma, Minggu (12/4) kemarin. Dalam Surat Keputusan Menkum HAM RI itu, ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi supaya narapidana dan anak bisa bebas melalui asimilasi. Di antaranya, napi yang 2/3 masa pidananya jatuh sampai dengan 31 Desember dan anak yang 1/2 masa pidananya sampai dengan 31 Desember 2020. Selanjutnya napi dan anak tidak terkait dengan PP 99 Tahun 2012 yang tidak sedang menjalani sub-
sider dan bukan warga negara asing. Asimilasi dilaksanakan di rumah dan suratnya diterbitkan Kalapas, Kepala LPKA dan Karutan. Selain itu, pembebasan bagi napi dan anak melalui integrasi (PB, CB dan cuti menjelang bebas) dilakukan dengan ketentuan yang telah menjalani 2/3 masa pidana. Anak yang telah menjalani 1/2 masa pidana, napi dan anak yang tidak terkait dengan PP 99 Tahun 2012 yang tidak sedang menjalani subsider dan bukan warga negara asing. Dan atas surat itu, di Bali sendiri ada 646 narapidana yang bakal bebas. Dari 646 napi dan anak itu, paling banyak di Lapas Kelas II Kerobokan, yakni sebanyak 294 orang. Sisanya di Lapas Kelas II B Singaraja sebanyak 64 orang, Lapas Narkotika Bangli 30 orang, Lapas Karangasem 46 orang, Tabanan 39 orang, Lapas Perempuan Denpasar 37 orang, LPKA Karangasem 12 orang, Bangli 29 orang, Gianyar 42 orang, Klungkung 15 orang dan Negara 38 orang. (kmb37)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Senin Wage, 13 April 2020
Penyemprotan Disinfektan Massal di Munggu Mengwi
Wabup Suiasa Harapkan Ketaatan dan Kepatuhan Masyarakat untuk Memutus Covid-19 WAKIL Bupati Badung, I Ketut Suiasa, memimpin langsung penyemprotan disinfektan massal di wilayah Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Minggu (12/4) kemarin. Meskipun Pemkab Badung telah gencar dan intensif dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19, masyarakat juga diimbau bisa mengimbanginya dengan melakukan bersih-bersih di rumah masing-masing.
PIMPIN PENYEMPROTAN - Wabup Badung I Ketut Suiasa memimpin langsung penyemprotan disinfektan massal di wilayah Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Minggu (12/4) kemarin.
‘’Untuk sementara masyarakat bisa berpartisipasi membersihkan rumah masing-masing dan tetap berada di rumah. Ketaatan dan kepatuhan kita semuanya dalam menerapkan protokol pencegahan merupakan kunci utama dalam memutus rantai pandemi Covid-19,’’ ujar Wabup Suiasa. Menurut Wabup Suiasa, partisipasi publik sangatlah penting, hanya perannya tentu berbeda dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah. Menjaga rumah dan lingkungan agar tetap bersih, menjaga diri tetap sehat, segera memeriksakan diri bila sakit, itu juga merupakan bentuk partisipasi positif masyarakat. ‘’Tidak hanya
dengan penyemprotan disinfektan massal yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Badung di area publik dan ruas jalan protokol. Namun, diperlukan upaya pencegahan secara masif, tidak bisa dari sisi pemerintah saja. Masyarakat beserta unit lain seperti perhotelan dan perusahaan juga harus secara swadaya ambil bagian dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19,’’ jelasnya. Atas segala upaya bersama yang tak henti-hentinya dilakukan dalam rangka memutuskan rantai pandemi Covid-19 di Kabupaten Badung, Wabup Suiasa pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran OPD terkait yang
bergabung dalam Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, TNI, Polri serta relawan lainnya yang turut dalam aksi pencegahan penyebaran dan percepatan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Badung. Pihaknya juga minta aparat desa adat dan desa dinas selalu kompak dan solid bergerak mencegah Covid-19 di wilayahnya masing-masing. ‘’Terima kasih sudah bergerak bersama mengabdikan jiwa dan raga untuk terus bergerak agar Kabupaten Badung cepat terbebas dari Covid-19. Yakinlah kondisi ini akan segera berlalu bila kita semua selalu mengedepankan semangat gotong royong dalam me-
Kependudukan Senator Minta PLN Bantu Penerangan Tenaga Surya di Segara Rupek
Tinjau Gilimanuk, Wedakarna Belum Puas Angka Penurunan Pendatang 77 Persen
HAMPIR sebulan krisis pandemi Covid-19, Senator RI dua periode, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, tetap saja rajin blusukan ke berbagai tempat di Bali. Di antaranya blusukan ke Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, mengingat banyaknya aspirasi dari konstituen yang meminta Pelabuhan Gilimanuk ditutup terbatas. Tiba di Pelabuhan Gilimanuk, Senator Arya Wedakarna (AWK) disambut oleh Kepala Pelabuhan, ASDP, Kapolsek, Tim Kesehatan Kemenkes, Tim Balai Transportasi Kemenhub dan sejumlah petinggi. Adapun yang dibahas adalah Peraturan Pusat dan Peraturan Provinsi Bali terkait upaya pemutusan hubungan Covid-19. ‘’Tujuan DPD-RI datang ke Gilimanuk adalah untuk meluruskan hal-hal disinformasi yang beredar di masyarakat. Termasuk saya memeriksa apakah benar ada tekanan dari manajemen Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, ke Pelabuhan Benoa. Tadi sudah dijawab oleh manajemen Gilimanuk dan tentu ini akan saya tindak lanjuti. Kita hormati surat dan keputusan pemerintah pusat dan Provinsi Bali dan tentunya Provinti Jawa Timur harus menghormati. Bali memerlukan sterilisasi dengan baik dan jika dilihat dari kasus yang ada, jelas Covid-19 di Bali berasal dari luar pulau, tidak dari dalam Bali sendiri. Kita juga sadari bahwa status Provinsi Bali adalah tidak lockdown atau Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB) dan tidak mungkin pemerintah menutup pelabu-
han dan airport, karena ada logistik yang harus didistribusikan ke Bali hingga NTB dan NTT. Tapi, saya harap manajemen pelabuhan bisa melakukan pencegahan preventif terhadap pendatang yang tidak jelas tujuannya datang ke Bali. Misalnya, mereka yang ingin berwisata, pencari kerja dan yang datang dari zona merah. Di sini peran manajemen Pelabuhan Gilimanuk. Tadi saya sudah dapat laporan bahwa sudah banyak pendatang yang dikembalikan ke seberang dan terus sampaikan ke masyarakat Bali. Terima kasih bahwa hingga hari ini angka penurunan pendatang di Gilimanuk sudah
mencapai 77%, ini bagus. Target kita April, Mei mencapai 92%. Saya akan awasi sesuai peran sebagai Pengawas UU,’’ ungkap Gusti Wedakarna. AWK juga menyempatkan hadir di Pura Segara Rupek yang terletak di dalam Taman Nasional Bali Barat (TNBB) sekaligus mensurvei aspirasi masyarakat terkait fasilitas jalan yang rusak. ‘’Dua kali saya rapat dengan TNBB dan sudah saatnya Kementerian Kehutanan dan LH memperhatikan Bali. Saya minta jalan akses menuju Pura Segara Rupek dimulai dari Posko Masuk, Prapatan Agung, hingga ke Pura Segara dihaluskan. Jangan kalah dengan Taman
Nasional lainnya yang sudah rapi. Saya juga kaget Pura Khayangan Jagat Segara Rupek belum dialiri listrik sama sekali. Saya akan rekomendasikan PLN agar memasang tiang listrik dan penerangan dengan tenaga surya,’’ jelas Gusti Wedakarna. Selain berdialog dengan pemangku pura dan tokoh Hindu, AWK juga melihat penangkaran jalak Bali serta
memeriksa proyek Bali Crossing (SUTET) lintas Jawa-Bali yang direncanakan oleh pemerintah. Semua demi Satyagraha dan Bali Berdaulat. (ad119) GILIMANUK DAN PURA - Senator RI Dr. Arya Wedakarna di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, dan Pura Segara Rupek, Buleleng.
mutus rantai pandemi Covid-19,’’ pungkasnya. Kegiatan penyemprotan disinfektan massal yang dipimpin oleh Wabup Suiasa menggunakan dua truk tangki Damkar Badung yang bergerak menyisir jalanan wilayah Desa Munggu. Pada kesempatan tersebut, Wabup Suiasa memakaikan masker secara simbolis kepada pedagang di Munggu. Kegiatan ini juga dihadiri anggota DPRD Kabupaten Badung Luh Gede Rara Hita Sukma Dewi dan I Wayan Edi Sanjaya, Kadis Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung I Wayan Wirya, Camat Mengwi Nyoman Suhartana, Perbekel Desa Munggu I Ketut Darta, Bendesa Adat Munggu I Made Rai Sujana, Bendesa Adat Kerta Bujangga I Putu Purwita, Bendesa Adat Pande I Made Anom Pande dan Ketua BPD Munggu I Made Rai Sidaparna. (ad118)
Enam Positif Covid-19
Negara (Bali Post) – Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Jembrana bertambah menjadi 10 orang, tujuh di antaranya masih menjalani perawatan. Dari ketujuh PDP itu, enam orang positif terjangkit virus Corona atau Covid-19. Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr. I Gusti Agung Arisantha, Minggu (12/4) kemarin menyatakan, lima orang yang positif dirawat di RSU Negara, satu PDP dirawat di RS Unud dan satu lagi masih menunggu hasil swab. “Yang
masih menunggu hasil swab satu di RSU Negara. Jadi, yang dirawat di ruang isolasi RSU Negara saat ini enam orang dan satu PDP asal Gumbrih di RS Unud,” ujarnya didampingi Wakil Ketua I Gugus Tugas Jembrana Letkol Kav. Djefry M. Hanok dan Wakil Ketua II
Gugus Tugas AKBP Ketut Gede Adi Wibawa. Enam orang yang positif didominasi pekerja migran di luar negeri yang baru pulang ke Jembrana. Dua orang PDP asal Melaya dan Pergung merupakan hasil pelacakan. “Benar, dua yang positif itu pekerja
migran dan saling berkaitan. Mereka pulang dari bandara dalam satu mobil,” tambahnya. Sementara itu, Wakil Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, AKBP Ketut Gede Adi Wibawa, mengimbau masyarakat tidak melakukan penutupan jalan yang merupakan akses umum. Warga juga diharapkan selalu memakai masker dalam kegiatan penting di luar rumah. (kmb26)
Kesehatan
Senin Wage, 13 April 2020
PMI Asal Kerambitan PDP
Tabanan (Bali Post) Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kerambitan yang dibawa ke Rumah Sakit Umum Tabanan hingga Minggu (12/4) kemarin masih berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Alasannya, meski hasil rapid test-nya dinyatakan positif, untuk memastikan apakah yang bersangkutan terjangkit Covid-19 harus dikuatkan dengan hasil tes swab. “Hasil tes swab pasien dari Kerambitan ini belum keluar. Yang bersangkutan memang baru pulang dari bekerja di luar negeri, namun sudah menjalani isolasi mandiri,” beber Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Tabanan, Putu Dian Setiawan. Sesuai laporan harian satgas, selain satu
orang PDP tersebut, Rumah Sakit Tabanan saat ini masih merawat dua orang pasien yang dikonfirmasi positif virus Corona. Sementara dua orang PMI asal Tabanan tengah dirawat di RS PTN Unud dan satu orang di RS Bali Mandara, Denpasar. “Jadi, di Kabupaten Tabanan pasien dikonfirmasi positif sebanyak lima orang terdiri atas dua orang diisolasi/dirawat di BRSUD Tabanan, dua orang dirawat di RS PTN Unud dan satu orang di RS Bali Mandara. Semua ini adalah PMI yang baru pulang dari bekerja di daerah yang terdampak,” terangnya. Sementara jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 12 orang dan orang tanpa gejala (OTG) 16 orang. (kmb28)
Agama
KIH Denpasar Lakukan Operasi Tumor Otak Masyarakat Diingatkan Disiplin Pakai Masker dengan Teknik Pasien Sadar PHDI Batasi Ritual Keagamaan KASIH Ibu Hospital (KIH) Denpasar melakukan operasi tumor dengan kondisi pasien dalam keadaan sadar. Operasi ini didukung tenaga medis yang ahli, alat yang canggih serta pengalaman yang cukup panjang. Ditemui, Selasa (31/3) lalu, Dokter Anastesi Konsultan Neuroanestesi KIH dr. Agus Baratha Suyasa, Sp.An., KNA. menjelaskan, tindakan operasi yang ditangani langsung Dr. dr. Nyoman Golden, Sp.BS.(K) sangat jarang dilakukan baik di Bali khususnya, Indonesia maupun dunia, karena memerlukan kerja sama yang baik dengan pasien serta akurasi dan presisi dari teknik dan obat yang digunakan. Tindakan operasi ini disebut awake craniotomy, operasi tumor otak, yang mana pasien dalam keadaan sadar. Operasi yang membutuhkan kooperatif pasien ini biasanya dikerjakan untuk pengangkatan tumor yang terletak pada bagian eloquent area (daerah penting seperti area menggerakkan anggota badan, berbicara dan lain-lain). Tidak tegasnya area eloquent membuat operasi ini berisiko dilakukan karena dapat merusak area otak yang sehat, sehingga menimbulkan komplikasi kelumpuhan atau kecacatan pasca-operasi. Namun, berbeda kondisinya jika operasi tumor otak yang dilakukan benar– benar detail dengan melakukan koordinasi langsung dengan pasien. ‘’Saat operasi kita minta pasien melakukan aktivitas motorik seperti mengangkat tangan, menggenggam, kegiatan motorik halus lain, mengenali bentuk gambar, mendengar untuk memastikan tindakan operasi yang kit a la kukan tid a k m erusa k saraf–saraf yang sehat,’’ jelas Agus Baratha. Direktur KIH Denpasar dr.
AHLI - KIH Denpasar melakukan operasi tumor dengan kondisi pasien dalam keadaan sadar. Operasi ini didukung tenaga medis yang ahli, alat canggih dan pengalaman yang cukup panjang. I Wayan Kesumadana, Sp.OG., K.Fer. menambahkan, dari sisi teknik tindakan operasi ini juga sulit dilakukan karena memerlukan pengalaman, serta akurasi dalam mengkombinasi obat yang digunakan. KIH memiliki dokter ahli bedah saraf yaitu Dr. dr. Nyoman Golden, Sp.BS.(K), dokter bedah saraf, konsultan skull base tumor yang sudah berpengalaman dalam bidang tumor otak. Selain tenaga ahli, KIH memiliki alat–alat yang canggih untuk menunjang keamanan dan keberhasilan operasi serta kecepatan operasi. Di antaranya bor yang canggih, mikroskop bedah terbaru, Intra Operatif Neuro Monitoring (IONM) untuk
melakukan tes dan monitoring fungsi saraf, sehingga mampu mencegah terputusnya saraf di sekitar organ yang dilakukan operasi supaya setelah operasi tetap berfungsi normal, satusatunya di Bali, serta alat CUSA (Cavitron Ultrasonic Surgical Aspirator) untuk memudahkan pengambilan tumor dan juga merupakan satu-satunya di Bali. Semua alat penunjang itu untuk meminimalkan komplikasi seperti kelumpuhan atau kecacatan pasca-operasi. ‘’Keberadaan fasilitas dan tenaga medis di Kasih Ibu Hospital merupakan sumbangsih kami untuk kemajuan layanan kesehatan di Bali,’’ tutupnya. (ad116)
STATISTIK persebaran virus Corona (Covid-19) di Bali masih cenderung meningkat. Untuk itu, semua pihak diharapkan bersama-sama menjaga kedisiplinan. Hal itu disampaikan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra. Untuk bisa memutus rantai penyebaran Covid-19, Dewa Indra mengatakan sangat penting menggunakan masker saat berada di tempat terbuka. Mengutip hasil penelitian ahli kesehatan, virus ini menular dengan dua cara. 80 persen penularan Corona lewat droplets atau percikan, sedangkan 20 persen lewat kontak langsung atau tidak langsung. Oleh karena itu, pihaknya kembali mengingatkan masyarakat Bali dari semua kelompok usia untuk disiplin menggunakan masker. Penggunaan masker tidak hanya untuk yang sakit, namun juga buat yang sehat. Orang yang sakit (batuk dan flu) saat batuk atau bersin dengan masker maka percikan/droplets akan tertahan oleh masker serta tidak keluar dan tidak mengenai orang lain. ‘’Sementara penggunaan masker bagi yang sehat akan melindunginya dan terhindar terutama pada wajah bagian hidung, mulut dan mata dari percikan orang lain,’’ ucapnya. Selain penggunaan masker, masyarakat diminta rajin mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. ‘’Karena penyebaran virus yang menempel pada benda tertentu yang kemudian kita sentuh dan menempel pada tangan akan lebih mudah hanyut melalui sabun dan air mengalir,’’ tandasnya. Masyarakat juga diimbau tidak menyentuh bagian wajah terutama hidung, mulut dan mata setelah menyentuh benda tertentu dan sebelum mencuci tangan. ‘’Karena tiga indera dalam tubuh kita tersebut akan memudahkan virus Corona untuk masuk ke tubuh,’’ tukas Dewa Indra. Sementara itu, Ketua Parisada
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra (kiri) dan Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Ngurah Sudiana. Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali Prof. Dr. Ngurah Sudiana menyatakan PHDI Provinsi Bali sudah membuat kesepakatan dengan Majelis Desa Adat (MDA) Bali. ‘’Kami sudah sejak awal, sebulan yang lalu berkoordinasi dengan Pemprov Bali agar umat Hindu melaksanakan pola hidup bersih dan sehat di pura,’’ katanya. Sebagai bentuk nyata, pihaknya pada 6 April lalu bersama petugas kesehatan datang ke sejumlah pura untuk menyumbangkan disinfektan dan hand sanitizer. Poinnya agar umat Hindu dalam kegiatan ritual apa pun membatasi jumlah orang yang terlibat maksimal 20 orang. ‘’Jumlah orangnya dibatasi, artinya tanpa pelibatan massa, tidak ada gamelan dan keramaian,’’ tegasnya saat ditemui di gedung Pascasarjana IHDN Denpasar, Kamis (9/4) lalu. Ia melanjutkan, saat pelaksanaan Karya Ida Batara Turun Kabeh di Besakih, umat yang akan melakukan persembahyangan juga diatur hanya perwakilan. ‘’Kami mengapresiasi umat telah menaati seruan pemerintah. Ngaben dan upacara lain diputus-
kan tidak diperkenankan, sedangkan upacara terencana, menikah, madiksa dan butha yadnya agar ditunda karena saat sasih ini banyak sekali upacara,’’ ujar Rektor IHDN Denpasar ini. Dengan demikian, yang melaksanakan hanya prajuru dan pemangku. Sementara krama yang mau mengikuti bisa ngacep dari rumah atau di merajan masing-masing. Terkait orang meninggal dunia, dalam situasi seperti sekarang, PHDI minta umat Hindu langsung dikremasi. Kalau terpaksa ada ngaben, pitra yadnya, rsi yadnya dan butha yadnya harus mengikuti protokol kesehatan, tidak pakai bade dan harus pakai masker. ‘’Kami di Bali benar-benar menekankan agar umat Hindu menaati imbauan pemerintah dan instruksi protokol kesehatan untuk menekan persebaran Corona,’’ ucapnya sembari menambahkan, pada 22 April nanti akan ada upacara paneduh jagat dengan unsur terbatas. Salah satu tujuannya memohon doa untuk menjinakkan virus Corona sehingga segera sirna. (ad117)
Senin Wage, 13 April 2020
Tujuh Warga Bangli Positif Covid-19 Seorang Sudah Sembuh
Bangli (Bali Post) -
Jumlah warga Bangli positif terinfeksi virus Corona (Covid-19) terus bertambah. Berdasarkan update data terakhir yang ditampilkan Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Bangli, Sabtu (11/4) lalu, terdapat tujuh orang warga Bangli positif Covid-19. Dari tujuh orang itu satu di antaranya sudah dinyatakan sembuh.
dr. I Nengah Nadi
Bali Post/kmb40
Kepala Dinas Kesehatan Bangli, dr. I Nengah Nadi, dikonfirmasi Minggu (12/4) kemarin mengatakan, satu warga yang sudah sembuh itu berasal dari Desa Abuan, Susut. Saat ini pasien itu sudah dibolehkan pulang dari RSUP Sanglah dan tinggal di Denpasar. Sedangkan enam warga positif lainnya kini masih menjalani perawatan. Dua di antaranya di RSUP Sanglah, seorang di RSU Sanjiwani Gianyar, dan tiga orang di RS PTN Unud, Denpasar. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi keenam warga asal Bangli tersebut saat ini sudah membaik. Tinggal menunggu tes selanjutnya sesuai SOP. Dari total tujuh warga itu, enam di antaraanya merupakan pekerja migran. ‘’Yang tambahan tiga itu baru datang dari luar negeri. Belum dapat pulang ke Bangli. Begitu mendarat langsung di-rapid test. Hasilnya positif dan swabnya juga positif sehingga kemudian dirawat,’’ jelasnya. Selain melakukan pemantauan terhadap perkembangan warga yang positif Covid-19, Dinas Kesehatan Bangli juga terus memantau warga Bangli yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (PDP). (kmb40)
Bali Post/kmb35
AMBRUK - Warga Banjar Baung tengah membersihkan bangunan Bale Pesantian di Pura Dalem Alit, Desa Sayan, Ubud yang ambruk, Sabtu (11/4).
Bale Pesantian Ambruk Kerugian Rp 450 Juta Gianyar (Bali Post) Warga digegerkan dengan ambruknya bangunan Bale Pesantian di Pura Dalem Alit, Banjar Baung, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Sabtu (11/4). Diduga bangunan itu ambruk akibat terjangan angin kencang. Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 450 juta.
Klian Dinas Banjar Baung I Kadek Arianta mengatakan, bangunan bale pesantian itu memang roboh setelah diterjang angin kencang. ‘’Sabtu kemarin tiba-tiba angin sangat kencang berembus di wilayah Desa Sayan. Sekitar pukul 12.30 bangunan bale pesantian yang ada di Pura Dalem Alit, Desa Sayan itu roboh akibat diterjang an-
gin tersebut,’’ jelas Arianta saat ditemui, Minggu (12/4) kemarin. Pascakejadian itu, krama Banjar Baung datang ke pura untuk melakukan pembersihan puing-puing bangunan di sekitar lokasi. Disinggung langkah selanjutnya, kata Arianta, akan melakukan pacaruan di lokasi kejadian itu. (kmb35)
NEKAT menggondol tablet (tab) di hostel di wilayah Kintamani, seorang pemuda berinisial GA (17) diciduk polisi. Pemuda yang masih di bawah umur itu kini masih diperiksa di Unit Reskrim Polsek Kintamani. Aksi pencurian yang dilakukan GA itu berawal dari adanya laporan I Wayan Purna (22) karyawan hostel itu. Purna melapor, Rabu (8/4)
lalu tab merek Samsung yang ditaruh di dalam laci kasir hostel tempatnya bekerja itu hilang. Ia sempat menayakan keberadaan tab itu ke pemiliknya, I Nengah Ariono. Diah mengatakan tidak dapat mengambil tab tersebut. Karena hasilnya nihil mencari di seputaran hostel, korban yang rugi Rp 3,5 juta itu akhirnya melaporkan peristiwa itu
ke Polsek Kintamani. Tim Opsnal Polsek Kintamani diback-up kring Serse Polres Bangli melakukan penyelidikan. Petugas berhasil mengantongi identitas pelaku, yakni GA. Kasubag Humas Polres AKP Sulhadi, Minggu (12/4) sebelum diamankan petugas di Kedisan, pelaku mengakui telah mencuri tab milik korban itu. (kmb40)
Curi Tablet di Hostel, GA Diciduk Polisi
Berisiko, Kaling Tangani PMI Hanya Pakai Masker Terkendala Anggaran, APD Tak Terealisasi
GELOMBANG kepulangan ribuan PMI (pekerja migran Indonesia) terus berdatangan ke Bali. Ini membuat petugas di lapisan terbawah wajib bekerja ekstra keras. Tak terkecuali, para kepala lingkungan (kaling) di seputaran kota Semarapura. Faktanya mereka bertugas dengan penuh risiko penularan. Pasalnya, ketika bertugas hanya menggunakan masker saja, tanpa APD (alat pelindung diri) lengkap. Bagaimanakah ketika usulan APD itu disampaikan kepada kelurahan? Kepala Lingkungan Kemoning Kaja, Kelurahan Semarapura Klod, Made Alit Sudibia, mengungkapkan sejak wabah virus Corona mengancam, ia hanya mengandalkan alat seadanya. Padahal, bersentuhan dengan warga yang punya riwayat PMI itu sangat berisiko. “Ke-
tika mereka datang ke Bali dan kembali pulang. Pihak yang pertama mendata dan menangani adalah kalingnya. Tentu harus bertemu. Awalnya cukup waswas, tetapi inilah tanggung jawab,” kata Alit Sudibia, Minggu (12/4) kemarin. Dia harus memastikan se-
tiap warga yang datang dari luar, benar-benar mendapatkan penanganan awal. PMI itu harus melakukan isolasi mandiri awal di rumahnya hingga rapid test. Kemudian hasilnya dicek apa negatif atau mengarah positif. PMI itu wajib menjalankan isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari. “Saya sadar hanya modal nekat, karena menangani mereka tanpa APD lengkap. Risikonya memang tinggi, seharusnya ada APD lengkap buat kami di bawah,” harap Alit Sudibia. Berbeda sekali dengan tim kesehatan, seperti puskesmas ketika turun ke lapangan melakukan penanganan, tentu mereka mengenakan APD
lengkap. Malah dalam praktiknya, kalinglah yang lebih berperan bertemu PMI itu atau orang lainnya yang dicurigai terpapar virus di rumah warga. Karena itu kaling mengenal setiap warga-nya secara personal, sehingga memudahkan koordinasi di lapangan. Kata Alit Sudibia, kaling itu memang perlu APD. Hal itu malah sudah disampaikan kepada pihak kelurahan. Tetapi, masalah anggaran menjadi kendala, karena itu belum bisa terealisasi. Meski demikian, dia tetap bertugas menerapkan arahan pemerintah mengedukasi masyarakat. Kebetulan, ia juga tergabung dalam Satgas Gotong Royong di Desa Adat Kemoning. (gik)
Senin Wage, 13 April 2020
Penanganan Covid-19
Undiksha Sumbangkan APD dan Masker
UNIVERSITAS Pendidikan Ganesha (Undiksha) terus melakukan upaya antisipasi penyebaran Covid-19. Upaya yang diambil tidak hanya dengan menerapkan pembelajaran dalam jaringan (daring) bagi mahasiswa, dan juga bekerja dari rumah bagi para dosen serta pegawai. Tetapi juga turut mendukung pemenuhan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis di Kabupaten Buleleng yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19. Perhatian itu ditunjukkan melalui pemberian sumbangan APD dan beberapa kebutuhan lainnya yang diserahkan secara simbolis oleh Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. kepada Sekretaris Daerah Buleleng Drs. I Gede Suyasa, M.Pd., Jumat
(10/4) lalu. Bantuan yang diserahkan itu terdiri dari baju hazmat, masker, sepatu boot, hand sanitizer, dan peralatan lainnya. Pada kesempatan itu, Rektor Jampel didampingi Wakil Rektor I Dr. Gede Rasben Dantes, S.T., M.TI., Wakil Rektor II Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd. dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undiksha Prof. Dr. Gede Astra Wesnawa. Usai penyerahan APD itu, Rektor Jampel mengungkapkan, APD tersebut sangat diperlukan, sehingga perlu mendapat perhatian serius. ‘’Ini sesuai dengan kebutuhan para dokter dan tenaga medis. APD itu memang kita sudah pesan
dua minggu lalu. Undiksha sudah sangat sigap melakukan antisipasi penyebaran Covid-19,’’ jelasnya. Menurutnya, pendanaan pengadaan APD itu merupakan kontribusi dari seluruh warga Undiksha. Pegawai dan dosen memberikan sumbangan berdasarkan golongannya yang telah disepakati dalam rapat pimpinan. Di samping itu, dana juga dikumpulkan dari satu kali tunjangan jabatan pimpinan. ‘’Kita membuat edaran untuk menggalang bantuan melalui Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Undiksha, yang mana saat ini sedang berproses,’’ sebutnya. Selain pengadaan APD tenaga medis, sebagian dana yang sudah terkumpul juga akan digunakan membantu
pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat dan mahasiswa yang betul-betul dalam kondisi kurang mampu dan terdampak di masa pandemi Covid-19 ini. ‘’Memang kita akan kaji, terutama bagi mahasiswa Bidikmisi, Afirmasi, mahasiswa UKT level I, dan II,’’ jelas Jampel. Dalam upaya memperlancar pelaksanaan proses belajar mengajar, pihaknya memberikan bantuan paket data internet bagi mahasiswa yang diberlakukan selama pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 ini. Dalam situasi seperti ini, pimpinan di tingkat fakultas juga diminta untuk terus memantau kondisi mahasiswa, dosen maupun pegawai, kalau seandainya ada permasalahan atau keluhan,
sehingga bisa segera ditangani. Prof. Jampel juga menyampaikan, walaupun saat ini menghadapi kondisi sangat sulit, tetapi pelayanan terhadap mahasiswa dan seluruh stakeholder harus tetap berjalan dengan baik. ‘’Para pimpinan, baik di tingkat universitas, fakultas, sampai ke level prodi harus memonitoring dan mengevaluasi apa yang sedang berjalan saat ini,’’ tegasnya. Sumbangan APD itu diapresiasi Sekda Buleleng Gede Suyasa. Ia menjelaskan, alat tersebut sangat dibutuhkan mendukung kinerja tenaga medis. ‘’Ini akan kami distribusikan kepada tenaga medis yang merawat, memeriksa pasien Covid maupun yang bergejala,’’ jelasnya. Mantan Kepala Dinas
Rektor Undiksha Prof. Jampel menyerahkan bantuan APD kepada Sekda Buleleng Gede Suyasa. Pendidikan Buleleng itu menyebutkan, ketersediaan APD masih tergolong aman, tetapi masih perlu ada penambahan. Alasannya, ancaman Covid-19 belum hilang. ‘’Karena alat ini ada yang sekali pakai. Jadi selama penanganan masih berlangsung, harus tetap tersedia,’’ imbuhnya. Selain APD, Undiksha juga membagikan masker kepada warga Buleleng, Minggu (12/4)
kemarin. Kegiatan yang dipimpin Wakil Rektor III Undiksha Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd. ini juga mendapat dukungan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa, Program Bidikmisi dan Program Afirmasi. Sekitar seribu masker dibagikan di Pasar Banyuasri, Pasar Anyar, Pasar Buleleng dan di wilayah Kampung Tinggi. (ad122)
Senin Wage, 13 April 2020
Berpotensi Jadi Episentrum Covid-19 Juru bicara pemerintah dalam penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan ini merupakan kasus yang masa inkubasinya 5-6 hari yang lalu. Ancaman gelombang kedua juga sangat terbuka, ketika kesadaran masyarakat untuk social distancing tak
terbangun. Bahkan, kesadaran itu tergolong lemah di Bali. Hal lainnya adalah masih belum optimalnya kontrol atas mobilitas orang di pintu masuk Bali. Kontrol masih lemah. Terbukanya orang-orang dari luar Bali mencari pekerjaaan di sektor konstruksi di Bali juga masih terjadi. Proyek-proyek yang mempekerjakan tenaga asal luar
Bali masih ada. Bahkan, mereka masuk ke desa-desa tanpa kontrol yang jelas. Jika pemerintah abai dalam hal ini maka Bali akan memerlukan waktu relatif lama untuk lepas dari ancaman Covid-19. Bali berpotensi menjadi episentrum Covid-19, jika Bali tak mengambil langkah–langkah ekstrem dalam hal ini. Pengamat kesehatan ma-
syarakat I Ketut Swarjana, S.KM., M.PH., Dr.PH. telah mengingatkan Bali untuk melakukan antisipasi terburuk dalam hal ini. ‘’Bali harus tegas dan segera membatasi mobilitas orang,’’ sarannya. Persiapan karantina dan menambah pusat layanan kesehatan bagi pasien Covid-19 harus dilakukan jika Bali tak ingin menjadi episentrum Covid-19. (044)
Di antaranya PMI lebih mudah diawasi dan disiplin menjalani karantina dengan menugaskan Satpol PP dan aparat di lokasi karantina, tidak terjadi keresahan di desa-
desa, serta PMI akan merasa lebih nyaman dan dihargai. Di sisi lain, pihaknya juga mengusulkan kepada Gubernur Bali supaya desa adat segera diberikan petunjuk dan arahan yang jelas berkenaan dengan izin penggunaan anggaran desa adat. ‘’Begitu juga dengan peng-
gunaan anggaran dana desa yang akan dipergunakan untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 di desa-desa,’’ imbuhnya. Usulan berikutnya, Sugawa Korry menyebut soal ketersediaan APD di rumah-rumah sakit umum sampai dengan di puskesmas agar segera disiap-
kan dalam jumlah yang memadai. Terkait implementasi atas kebijakan pemerintah pusat, seperti bantuan tunai, kartu pra-kerja, program padat karya dan lain-lain, diharapkan dipercepat proses administrasinya, sehingga segera dapat diimplementasikan. (kmb32)
Yurianto menambahkan, sudah ada 60 lab diaktifkan dengan kapasitas yang ditingkatkan. Sebanyak 790
ribu alat pelindung diri (APD) dengan kualitas medical grade didistribusikan ke tenaga medis, sehingga pelayanan bisa lebih maksimal dan para tenaga medis merasa aman.
Yurianto juga melaporkan donasi masyarakat saat ini sudah terkumpul sebanyak Rp 194,9 miliar yang terhimpun dan akan digunakan semaksimal mungkin. ‘’Gotong royong kita diuji, kepedulian
kita diuji. Kita telah berulangkali melewati munculnya wabah, munculnya bencana. Mari sekali lagi bersamasama melakukan gotong royong melawan Covid-19,’’ ujarnya. (iah)
Sementara itu, kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI) sebagian besar diorganisir oleh Kementerian Luar Negeri melalui kantor perwakilan di negara para PMI itu bekerja. Dengan demikian, setiap hari ada laporan terkait PMI/ABK kapal pesiar apa saja yang akan pulang, berapa jumlahnya, menggunakan pesawat apa, berikut dengan jam kedatangan di Bandara Ngurah Rai. Jika terjadi molor karena pesawat delay, tetap diketahui sepanjang pulang lewat kedatangan internasional. ‘’Itu sudah diberitahukan kepada kita. Pada saat yang sama, kami pasti menjaganya,’’ ujar Dewa Made Indra. Namun, lanjut Dewa Indra, perlu juga dipahami bila ada
PMI yang tidak pulang mengikuti jalur itu. Ada PMI yang turun di Jakarta sehingga mereka pulang ke Bali menggunakan jalur domestik. Sementara pihaknya tidak memiliki data kepulangan PMI lewat jalur domestik karena tidak ada pemberitahuan. Sehingga jam kedatangan, pesawat apa yang dinaiki serta dari negara mana mereka datang menjadi tidak jelas. ‘’Meski demikian, kami Gugus Tugas Provinsi juga sama menjaga di kedatangan domestik meskipun tanpa kepastian jadwal,’’ jelasnya. Walaupun harus menunggu tanpa kejelasan, Dewa Indra menyebut hal ini dilakukan agar tidak ada PMI yang lolos dari pemeriksaan. Meskipun tiba malam hari di kedatangan domestik, tetap ada petugas yang akan membawa mereka
ke kedatangan internasional untuk melakukan rapid test. Hanya PMI dengan hasil rapid test negatif yang boleh pulang untuk melanjutkan karantina mandiri di rumah. Pihaknya bersyukur karena pemerintah kabupaten/kota telah berinisitif untuk menyediakan tempat karantina bagi PMI yang diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri. Langkah ini akan sangat membantu karena jika isolasi mandiri dilakukan di rumah masing-masing, ada kemungkinan mereka tidak disiplin. ‘’Selain itu, hal ini juga terkait kondisi rumah yang dimiliki tiap PMI. Ada yang punya jumlah kamar yang mencukupi, namun sebagian lagi mungkin tak memiliki kamar yang memadai,’’ imbuhnya. Dewa Indra menambahkan, kabupaten/kota telah menyiasati hal itu dengan me-
nyediakan tempat karantina lengkap dengan ketersediaan konsumsi. Hal ini akan memudahkan untuk melakukan pengawasan, sehingga tak ada sumber risiko yang masuk ke masyarakat dan potensi penyebaran bisa diredam. Sedangkan bagi PMI dengan hasil rapid test positif, tim melakukan pemilahan dan membawa mereka ke tempat karantina untuk melakukan uji lab lanjutan berupa swab yang akan diperiksa dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Sampel diuji di Laboratorium RSUP Sanglah. Jika hasilnya positif, mereka akan dirawat di RS PTN Unud, RSUP Sanglah atau RS Bali Mandara. ‘’Mereka tak kami lepas, kami rawat di provinsi untuk mencegah sumber penyebaran baru di masyarakat,’’ tandasnya. (kmb32)
Izin Penggunaan Anggaran Desa Adat
Gotong Royong Melawan Covid-19
Kedatangan PMI di Kedatangan Domestik Tak Jelas
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
PROPERTY
Dcr Asisten Apoteker Sgr u/Apotik.H:08123928624/085100410755
Tnh Kav1-4A Tohpati Kertalangu 430Jt, 2,27 Dlg. 081999231333.
B.BP.001.04.20.0000114
DIJUAL MOBIL DAIHATSU
Dijual Unit Mobil DK1812KH, DK 1246FC,DK1835BN,DK1092DLOleh PT.Finansia Multi Finance. Hubungi:0361-255388
B.BP.004.04.20.0000090
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Rmh 3KT,2Km,Jl .5mtr, Jl.Padma Dps Tmr H.500jt, H.081916321288
B.BP.001.04.20.0000113
Penulis, Guru Besar Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana
KEHILANGAN Hilang BPKB NO.C8752845-O DK 6044 ACI AN.Kadek Mudastra
B.BP.001.04.20.0000088
Hilang SHM NO.Hak 380/Bunutin Luas:1250 M2 An.Ida I Dewa Nyoman Rai(Alm),Br.Dadia Puri Desa Bunutin Kec/Kab.Bangli
B.BP.001.04.20.0000060
Hlg BPKB No.A.3874004-G An:I Gst Bagus Suwela Adiputra
B.BP.012.04.20.0000094
Hlg BPKB No.F.65203180 AN: I Wayan Sami,Rendang, K.Asem
B.BP.012.04.20.0000096
Hlg BPKB No:J-006146670 AN: I Gede Darmawan Ababi.K.Asem
B.BP.012.04.20.0000095
BIRO JASA
B.BP.001.04.20.0000111
Jual Tnh kavling Jl.Hangtuah Hrg 475/are SHM, 081916321288
tidak menambah jumlah yang tertular. Persoalan penting lainnya yang dapat mengoyak lingkungan sosial ketika karantina wilayah dilakukan dan berlaku untuk waktu yang agak panjang (lebih dari tiga bulan) maka yang terpapar perekonomiannya akan semakin terhimpit kehidupannya. Semisal buruh atau tukang harian atau pekerja swasta lainnya tidak akan mungkin menghidupi diri dan keluarganya (bagi yang sudah berkeluarga). Hal yang sama akan dirasakan pula oleh UMKM yang gulung tikar, begitu pula dengan koperasi dapat saja seluruh nasabah koperasi akan mengambil dananya sehingga akan terjadi rush. Di samping itu pula keberadaan Pulau Bali di samping menunjukkan ketergantungan dengan kota/ kabupaten dalam satu provinsi juga sangat tergantung dengan kota atau wilayah luar Bali, akan berdampak pada penurunan pendapatan di seluruh sektor. Dan yang paling penting dipikirkan adalah ketersediaan bahan pokok untuk setidaknya tiga bulan ke depan. Jika ini tidak sanggup dipenuhi maka modal sosial dan budaya akan terdegradasi. Bila jumlah penduduk dan jenis pekerjaannya diketahui dengan pasti, jelas dan benar, pemerintah provinsi bersama kota dan kabupaten akan mampu memberikan perhatian khusus terhadap tagihan PAM, PLN, sampai dengan kebutuhan fisik minimum setiap harinya. Oleh karenanya ada dua karantina wilayah yang dilakukan bagi Bali, yang pertama adalah karantina Pulau Bali dari tujuan masuk dan keluar kecuali kebutuhan bahan pokok, yang disebut dengan Karantina Berbasis Pulau (KBP atau Ransisau). Kedua, melakukan karantina wilayah terkecil yang melibatkan peran desa adat atau banjar adat dan dinas bagi warganya yang terpapar Covid-19, sehingga kita sebut saja Karantina Berbasis Banjar (KBB atau Ransisjar). Yang manapun dipilih Bali wajib hukumnya dibingkai oleh pelestarian lingkungan alam dan sosial berkelanjutan.
B.BP.004.04.20.0000120
Rumah T125/100.Jl.Tkd .Pancoran Hub:08123800352/087862232050 DIJUAL TANAH
Virus ini menumpang melalui berbagai aktivitas manusia, sehingga karena pergerakan tanpa batas ruang dan waktu dia melumpuhkan kotakota di dunia seperti Italia, Paris, Iran dan lainnya. Banyak yang terpapar, ada yang meninggal, dan ada pula yang sembuh. Data pada 10 Maret lalu menyebutkan 113.582 penduduk bumi terjangkit, 3.411 orang meninggal dunia, dan 62.512 disembuhkan. Kasus Covid-19 yang merebak di Indonesia bersumber dari data Kemenkes menyebutkan bahwa jumlah masyarakat yang positif ada sejumlah 1.285 orang, meninggal 114 orang, dan sembuh 64 orang. Demikian cepatnya penularan berlangsung konon sudah hampir menyentuh seluruh provinsi di Indonesia dengan angka terpapar pada variasi yang beragam. Kota Jakarta dinyatakan terpapar Covid-19 sekitar Februari lalu, kini berada pada posisi puncak positif tertular. Beragam alternatif telah diupayakan oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk mencegah jatuhnya korban, setelah social distancing, kini muncul narasi tentang karantina wilayah. Tujuan karantina wilayah ini diduga untuk mengunci wilayah lalu-lalangnya manusia-barang-peralatan dari satu tempat ke tempat lainnya. Jika ini yang dilakukan maka karantina wilayah yang paling efisien adalah menutup akses masuk maupun keluar Pulau Bali dari jalur laut, udara, darat. Turunnya kunjungan wisatawan ke Bali merupakan indikator tingginya risiko akan kesehatan dan keselamatan jiwa mereka bukan hanya karena terinfeksi namun juga menjadi sumber penularan. Pergerakan ini juga akan memicu persebaran Covid-19 lebih cepat dan banyak dan sulit melacaknya. Untuk mengatasi pergerakan ini seluruh akses keluar dan masuk ke dan dari Bali sebaiknya ditutup sampai dengan situasi yang kondusif. Model tersebut dipandang sebagai model pertama. Model karantina yang kedua adalah melingkupi wilayah yang lebih sempit, hanya mengunci wilayah satuan terkecil misalnya banjar karena di
wilayah banjar tersebut dijumpai penderita Covid-19. Jika ini yang akan dilakukan pemerintah provinsi, kabupaten/kota sampai dengan perangkat desa hingga banjar adat dan dinas dapat mengaturnya. Pertanyaan berikutnya apakah penderita akan dirawat di rumah atau di rumah sakit yang ditunjuk? Atau hanya bermaksud untuk mengunci wilayah banjar tersebut agar mengurangi penularannya. Dengan demikian akan berlaku pula orang-orang tidak boleh lalulalang keluar masuk wilayah terdampak ‘’banjar’’. Permasalahan selanjutnya adalah bahwa harus dipahami bahwa ruang suatu wilayah yang terkecil sekalipun seperti banjar tidak memiliki batas fisik. Artinya bahwa unsur lingkungan tidak bisa dinyatakan sebagai suatu micro condition dalam satu banjar. Ruang lingkungan alam tanpa batas akan mengalirkan udara, air, dan lainnya. Covid-19 memang tidak menular melalui udara, akan tetapi menular melalui bersin, batuk, ataupun jejak virus yang berpindah oleh jari tangan ke handel pintu, uang, kertas, plastik, pakaian, logam, dan lainnya. Dengan demikian, lingkungan secara langsung tidak merupakan jembatan penyebaran Covid-19. Aka tetapi lingkungan akan berperan sebagai pengantar bila masker bekas yang digunakan pembawa virus jika dibuang sembarangan akan dapat menjadi media pengantar, terlebihlebih ada yang memungutnya dan menggunakannya kembali. Dari http:www.rivm.nl menyebutkan penemuan Covid-19 pada jalur gastrointestinal yang keluar berupa/bercampur dengan tinja yang selanjutnya mencemari air limbah. Jika ini benar maka wilayah yang dikarantina wajib mengelola tinjanya dengan baik dan benar serta mencermati saluran drainase yang kebetulan masih ada yang menjadi satu dengan saluran irigasi. Di samping itu juga agar diimbau masyarakat tidak membuang hajat ke sungai atau saluran-saluran air. Karantina wilayah hingga wilayah terkecil berupa banjar dapat saja dilakukan mengingat lingkungan alam tidak terlalu berperan, yang lebih penting dan utama adalah mengendalikan lingkungan sosialnya agar
DIJUAL TANAH
B.BP.001.04.20.0000110
Dcr PRT utk Jaga Anak Denpasar Hub.087860336360/081805551299
Menutup Akses Keluar-Masuk Pulau Bali
Siap nyusun Lap.Keuangan dan Pajak PPh. Gaji Rp.300 rb/bln H:085931263189
B.BP.001.04.20.0000112
B.BP.004.04.20.0000115
BALI POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIAN @balipost_com @balipostcom web: www.balipost.com balipost Global 96,5 FM
www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL
}
PAKET
1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE
Senin Wage, 13 April 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Jangan Sampai Terlambat HAMPIR semua negara nampak kebingungan menghadapi pandemi Covid-19. Penyebarannya yang demikian cepat membuat nyaris belum ditemukan cara yang paling efektif untuk memutus bergeraknya virus. Negara dengan tingkat modernitas yang sangat tinggi seperti Amerika Seirkat, Italia, Spanyol dan Jerman, mengalami perkembangan jumlah kasus positif Covid-19 yang terus meningkat. Di antara cara memutus penyebaran yang dianggap efektif secara komunal adalah membatasi pergerakan dan menjaga jarak antara manusia. Ini berarti upaya yang harus dilakukan adalah dengan melakukan karantina wilayah serta menerapkan social dan physical distancing. Menjaga jarak sosial telah menjadi kebijakan pemerintah melalui imbauan kerja, belajar dan beribadah di rumah. Meski dalam beberapa kasus kebijakan menjaga jarak ini nampak mulai diabaikan. Khusus langkah karantina wilayah belum dilakukan secara serius. Bali, misalnya, masih membiarkan sejumlah pintu masuknya yakni pelabuhan dan bandara tetap buka. Hal ini mengakibatkan lalu lintas manusia masih terus terjadi termasuk mereka yang berasal dari daerah berzona merah. Jika di bandara dapat dilakukan pemantauan lebih baik, akan sangat sulit mengharapkan hal yang sama terjadi di pelabuhan. Gubernur Bali memang telah mengeluarkan Instruksi Nomor 8551 tentang Penguatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Bali awal April lalu. Salah satunya mengatur pengetatan pintu masuk Bali, di mana yang boleh melintas hanyalah yang memiliki kebutuhan mendesak. Jika instruksi ini dilaksanakan dengan tindakan tegas, Bali sebenarnya telah melakukan karantina wilayah berbasis pulau. Sayangnya, pintu masuk terutama pelabuhan di Gilimanuk masih berjalan seperti biasa. Demikian pula di Bandara Ngurah Rai, penerbangan menuju Bali dari daerah zona merah seperti Jakarta misalnya masih tetap buka. Kebijakan lainnya Gubernur Bali bersama dengan Majelis Desa Adat adalah membentuk Satgas Gotong Royong Pencegahan Covid-19 Berbasis Desa Adat. Salah satu tugas Satgas adalah melakukan pengawasan terhadap mereka termasuk kategori orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif Covid-19 termasuk mereka yang pernah punya riwayat bepergian ke luar daerah yang rawan penyebaran Covid-19. Keberadaan Satgas di desa adat sebenarnya dapat melaksanakan fungsi pengawasan lingkungan dengan lebih ketat, sehingga termasuk dalam bentuk karantina wilayah dalam teritorial yang lebih kecil. Namun dalam implementasinya, ada banyak fungsi yang tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Melihat perkembangan yang terjadi, instruksi Gubernur Bali tentang penegasan pembatasan sosial menghadapi banyak tantangan bahkan hanya menjadi macan kertas. Jika tidak dilakukan penyikapan segera dengan lebih tegas, maka penyebaran virus tidak akan terbendung.
Menanti Kepedulian Investor BALI tengah berjuang melawan dampak meluasnya penyebaran Covid-19. Tak hanya dari sisi kesehatan, namun juga ekonomi. Peran investor dari luar Bali yang berpuluh-puluh tahun mengeruk dolar dari pariwisata Bali pun jadi sorotan. Mereka diminta membantu, misalnya dengan menyisihkan dana untuk menyelamatkan Bali. Jangan hit and run, sebatas mengeruk keuntungan, namun tak mau ikut peduli nasib Bali. Soal ini, sebagian besar netizen yang berkomentar di akun Facebook @balipost menyatakan sepakat. Netizen menanti gerakan investor dalam penyelamatan Bali, misalnya melalui dana CSR yang difokuskan untuk membantu perekonomian masyarakat terdampak Covid-19. Minimal, investor mempertahankan karyawan dan tidak sampai melakukan PHK. Apa pun skemanya, netizen mendesak ada tanggung jawab moral investor. Jangan justru sembunyi dan pura-pura tuli. Sekaranglah waktunya investor luar turut berjuang dan meyadnya bersama masyarakat menjaga stabilitas Bali dari berbagai aspek. Buat masyarakat dan pemerintah di Bali, momen ini tentu penting sebagai pembelajaran. Sekarang waktunya belajar agar ke depannya lebih selektif menerima sebuah investasi. I Dewa Gede Suardatika Selektif terhadap investor pariwisata Bali, agar tidak hanya mengeruk keuntungan saja di Bali. Bencana dan wabah melanda Bali, mereka sembunyi dan menyelamatkan diri masing-masing. Pekerja diPHK, gaji dipotong, tanggung jawab 0 terhadap lingkungan. Ade Noiz Sekarang saatnya masyarakat Bali belajar untuk selanjutnya setelah wabah Covid-19 selesai, bersikap lebih ketat terhadap pendatang dan pengusaha pariwisata dari luar.
Agung Bayu Kurniawan Semoga pemerintah pusat tidak hit and run juga, tidak lupa dengan berapa persentase pendapatan daerah yang disetorkan ke pusat.
pariwisata Bali. Sekarang harus ada take and givenya dong. Itu sangatlah logis sekali.
Pram Sanjaya Wacana yang bagus, cuma sayang kenapa hanya muncul saat krisis. Saat bisnis booming tidak ada yang berpikir biar hasil pariwasata bisa dimaksimalkan untuk pembangunan Bali.
Wayan Sutaasmaya Kenapa baru sekarang ingat. Dari dulu ke mana saja? Saya senang anda mulai sadar menjadi orang Bali. Dan berterima kasihlah kepada Corona. Sebelum terlambat, ikutilah anjuran dari pemerintah. Di seluruh dunia sama. Semoga badai ini cepat berlalu.
Ketut Sudarmika Ya benar, selama ini mereka dapat profit besar dari
Adi Kusuma Bagus Perlu dana abadi Pemprov dari hasil pariwisata. Kalau
ada lockdown, masih dana cadangan.
Grafis : Tomik Cahya
ada
kita sekarang beli beras saja sulit.
Nyoman Budi Cool Cool Ya. Minimal pertahankan karyawan.
Utama Made Cuma sekadar usul, ini kesempatan bagus untuk mengubah semua regulasi keuangan Bali. Terutama, rebut Bandara Ngurah Rai dan dua pelabuhan dikelola sendiri.
Gus Putra Nah ini baru ide yang bagus. Solusi menghadapi permasalahan. Rnds Rindasa Banyak hotel yang tidak bayar ke vendornya. Kadek Suyatni Setelah sukses jangan berlarian. Putu Giri Ini momen seluruh elemen masyarakat dan pemerintah Bali untuk selanjutnya harus minta otonomi khusus Bali. Karena Bali punya adat budaya yang perlu dilestarikan. Kalau sudah khusus, baru bicara masalah bagi hasil bandara, pelabuhan, pariwisata, dll. Sungguh lucu selama ini penghasilan pariwisata triliunan, kenyataan
Endar Setiawan Pengusaha pariwisata juga lagi pada kelimpungan. Pajak harus dibayar, belum lagi listrik, perawatan, dll. Mereka hampir tidak ada pemasukan. Mau jual aset juga siapa yang mau membeli? Sebaiknya Bali jangan hanya mengandalkan pariwisata saja. Adi Kusuma Bagus Investor harus punya empati atau CSR dengan orang Bali atau masyarakat adat Bali. Harus ada kontribusinya, jangan hanya eksploitasi atau nyari keuntungan saja karena pariwisata Bali terkenal karena masyarakat adat Bali yang melestarikan budaya.
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Kertajaya Pendem Kembangkan Objek Wisata Spiritual MESKI berada di kota Negara, Desa Adat Kertajaya Pendem memiliki wilayah berbatasan dengan hutan lindung. Guna menjaga keasrian hutan, salah satu strategi untuk mengembangkan perbatasan ini yakni dijadikan wisata alam, termasuk juga wisata spiritual dengan melibatkan desa adat. Puncak Mawar merupakan salah satu objek wisata alam yang belakangan ini dikenal dengan pemandangannya yang indah dari perbukitan. Puncak Mawar ini juga berada dekat dengan Wisata Air Macebur Batu Belah yang juga berada di Dewasana. Batu Belah ini memiliki kekhasan alam di perbukitan. Air sungai yang mengalir masih segar dengan dikelilingi pepohonan yang asri. Di sekitar lokasi juga terdapat telaga tiga warna yang juga dijadikan objek wisata religius serta Pura Tirta Empul. Supaya tidak terpaku dengan dua lokasi tersebut, pihak desa juga mengembangkan spot lainnya. Salah satunya dengan membuka wisata spiritual di
POJOK
Waspadai lonjakan Covid-19 gelombang kedua di Bali. - Saatnya tegas, stop kompromi. *** Mayoritas kasus positif Covid-19 di Bali ”imported case”. - Kekhawatiran krama Bali terbukti. *** Dana desa adat diusulkan direalokasi untuk sembako. - Rakyat belum mendengar suara wakilnya.
sekitar lokasi. Di beberapa titik terdapat kumpulan bebatuan yang berbentuk mirip naga (dragon hill) serta bongkahan batu mirip Lingga-Yoni. Wisata ini dirintis sejak beberapa tahun oleh desa dan kelompok sadar wisata setempat. Desa adat juga membina warga dengan produk UMKM yang memiliki citarasa lokal yakni Gula Semut Mawar Bali. Bendesa Adat Kerta Jaya Pendem I Wayan Diandra mengatakan, pengembangan objek wisata ini bukan semata-mata untuk wisata. Tetapi juga merupakan upaya desa adat untuk menjaga hutan yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat di hilir. Salah satunya objek wisata spiritual di sekitar Puncak Mawar. Di lokasi terse-
but terdapat sejumlah titik yang memiliki simbol spiritual. Seperti bebatuan alami yang berbentuk lingga-yoni dan telaga tiga warna. Diakuinya, di tengah kondisi darurat Covid-19 ini, tingkat kunjungan wisatawan sangat berpengaruh. Desa adat juga fokus ikut melakukan upaya untuk penanganan penyebaran Covid-19. Selain membentuk satgas di desa, juga melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin di masing-masing tempek dan Pura Khayangan Tiga. Masyarakat tempek secara sadar melakukan penyemprotan secara mandiri di sowang-sowang rumah tangga. ‘’Kita bersama unsur kelurahan membuat Posko Covid-19 di Kantor Kelurahan. Di sini
masyarakat bisa melaporkan dan mendapatkan informasi terkait penanganan,’’ ujar Diandra. Salah satu upaya dari desa adat yakni memanfaatkan dana sosial dari LPD Pendem untuk penyediaan tablet disinfektan. Dari total 32 tempek, di awal penyemprotan masingmasing digelontorkan 5 tablet untuk dicampur 50 liter air. Sementara teknis penyemprotan dilakukan masingmasing tempek. ‘’Ini murni bantuan dari LPD menggunakan dana sosial. Kami juga ingin menggugah desa adat lainnya, pengusaha dan masyarakat secara umum untuk ikut membantu pemerintah melawan Covid-19 ini dengan berbagai
upaya,’’ tambah Diandra. Upaya penyemprotan ini harus dilakukan secara rutin. Karena itu, perlu ada gotong royong dari masyarakat untuk bersama-sama memerangi Covid-19 ini. Pihaknya juga sangat mengapresiasi bisa digunakannya anggaran desa adat untuk penanggulangan Covid-19. (olo) Kita bersama unsur kelurahan membuat Posko Covid-19 di Kantor Kelurahan. Di sini masyarakat bisa melaporkan dan mendapatkan informasi terkait penanganan.
Bali Post/olo
Puncak Mawar - Pemandangan indah dari objek wisata alam Puncak Mawar.