terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 57 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila Bupati Eka Tegaskan Pantai Milik Rakyat Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menegaskan pantai adalah milik rakyat dan negara. Tidak ada yang namanya pantai milik pribadi.
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Bale Kulkul Pura Dalem Tegalsaat Terbakar
Kekeringan di Karangasem Meluas
Bale Kulkul Pura Dalem Desa Pakraman Tegalsaat, Jumat (11/10) kemarin terbakar. Diduga akibat atap yang berbahan ijuk terkena percikan api pengabenan.
Kemarau panjang di ujung timur Pulau Bali, tidak pelak membuat sejumlah desa dilanda kekeringan. Bahkan, terus meluas di berbagai desa hingga di Kecamatan Kubu.
GIANYAR | HAL. 9
TABANAN | HAL. 7
KARANGASEM | HAL. 11
Rai Mantra-Jaya Negara
Semangat Berinovasi untuk Melayani
BERBAGAI terobosan yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar di bawah kepemimpinan Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara membuahkan hasil gemilang. Salah satunya adalah menempatkan Kota Denpasar menjadi Kota Terinovatif se-Indonesia dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2019 yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri. Gelar sebagai kota terinovatif tentu sangat membanggakan karena Denpasar menyisihkan 97 kota yang ada di seluruh Indonesia. Terlebih lagi penilaian dilakukan menggunakan standar pengukuran yang sedikit melibatkan manusia di dalamnya. Menurut pihak Kemendagri, penilaian dilakukan melalui teknologi atas data kuantitatif. Hanya pada penilaian visi-misi yang melibatkan tim
juri karena bersifat kualitatif. Inovasi yang dinilai menyangkut berbagai program kebijakan untuk memastikan warga mendapatkan pelayanan publik terbaik. Ada 102 inovasi yang dihasilkan di era kepemimpinan Mantra-Jaya, masing-masing di bidang pelayanan publik ada 50 buah, bidang tata kelola 28 buah dan bidang lainnya 24 buah. ‘’Ini menjadi bukti bahwa pelayanan Pemkot Denpasar
semakin cepat, transparan, efisien dan inovatif. Semoga inovasi tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,’’ ujar Wali Kota Rai Mantra, belum lama ini menanggapi hasil yang dicapai. Rai Mantra berharap ke depan secara keberlanjutan dapat meng-
hadirkan inovasi-inovasi yang mampu mempermudah pelayanan bagi masyarakat Kota Denpasar. ‘’Untuk itu, kami mendorong OPD agar dapat terus berinovasi, serta berharap inovasi harus terus lahir di Kota Denpasar,’’ ujarnya. Keberhasilan Kota Denpasar
meraih berbagai prestasi ini mendapat apresiasi dari kalangan kampus. Seperti yang diungkapkan Guru Besar FT Unud Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si., IAI. Apa yang diperoleh Denpasar s a a t ini tidak
terlepas dari pemikiran yang visioner seorang Wali Kota ditambah dengan perencanaan, koordinasi, pencatatan yang baik dan benar oleh masingmasing OPD. Demikian pula dukungan penuh masyarakat, swasta, dan tentunya DPRD, menjadikan sebuah pro-
gram bisa terealisasi dengan baik. Peran serta masyarakat yang berpusat pada banjar dinas dan adat merupakan modal utama transformasi inovasi oleh pemerintah. Keberhasilan dalam hal inovasi harus juga dipandang sebagai bagian dari usaha memperkuat ideologi dalam menghadapi perubahan yang menggerus identitas. (ara)
Pertemuan Jokowi-Prabowo Harian Bisnis Bali ’’Geliatkan’’ Pasar Tradisional Untuk mengangkat harkat dan martabat para pedagang serta meningkatkan daya saing pasar tradisional, Pemkot Denpasar menggenjot program revitalisasi. Bagaimana hasilnya? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Lahan Pertanian di Denpasar Menyusut 230,6 Hektar Pesatnya pembangunan perumahan, akomodasi pariwisata dan perdagangan mengakibatkan lahan pertanian di Denpasar menyusut 230,6 hektar. www.denpostnews.com
Wujudkan Stabilitas Politik dan Keamanan
Jakarta (Bali Post) – Perekonomian Indonesia menghadapi tantangan yang cukup berat. Perlambatan pertumbuhan ekonomi global akibat berbagai faktor mendorong dunia ke arah resesi. Kestabilan politik dan keamanan menjadi kunci sebuah negara menghadapi ancaman resesi karena akan membuat investor tak ragu menanamkan modalnya. Soal kestabilan politik dan keamanan dikaitkan dengan perekonomian Indonesia menjadi bahasan dalam pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Negara, Jumat (11/10) kemarin.
Wiranto Target Acak
‘’Kita tentu saja perlu sebuah stabilitas keamanan dan politik dan memerlukan persiapan-persiapan dalam rangka memayungi agar tidak terpengaruh oleh penurunan ekonomi global,’’ kata Presiden dalam jumpa pers di Ruang Kredensial, Istana Merdeka. Mewujudkan kestabilan politik,
pemerintahan yang didukung penuh seluruh komponen bangsa sangat dibutuhkan. Hal. 15 Masuk Koalisi
BERTEMU - Presiden Joko Widodo mengundang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ke Istana Negara, Jumat (11/10) kemarin. Berbagai isu dibahas, di antaranya soal mewujudkan stabilitas politik dan keamanan serta tawaran kepada Gerindra untuk berkoalisi.
Jakarta (Bali Post) – Pelaku penikaman terhadap Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto ternyata tidak secara spesifik merencanakan penyerangan terhadap mantan Panglima TNI tersebut. Adapun target teror adalah setiap unsur pemerintahan terutama aparat keamanan karena dianggap bagian dari pemerintahan thogut (tidak sesuai dengan syariat Islam). Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo dalam kofrensi pers, Jumat TUNJUKKAN FOTO - Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo (kanan) menunjukkan foto tersangka pelaku dan barang bukti penikaman Menkopolhukam Wiranto saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/10) kemarin.
(11/10) kemarin di Jakarta. Dedi Prasetyo mengatakan hasil pemeriksaan Densus 88 terhadap Syahril Alamsyah (33), bahwa pelaku penyerangan sebenarnya tidak secara spesifik hendak menyerang Wiranto, namun serangan dilakukan dengan target acak. Tersangka Syahril merencanakan serangan dengan target pemerintah dan aparat keamanan. Setelah pemimpin sel Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi Abu Zee ditangkap beberapa waktu lalu, Syahril mengaku gelisah dan khawatir bila akhirnya dirinya akan ditangkap. Kemudian Syahril hendak mempersiapkan aksi teror. Kebetulan ada kunjungan Menkopolhukam Wiranto dan rombongan ke Universitas Mathla’ul Anwar (Unma), Pandeglang, Kamis (10/10). Rumahnya hanya terpaut 300 meter dari Alun-alun Menes. Syahril pun berbagi tugas bersama istrinya, Fitri Andriana, dalam aksi teror yang dirancangnya.
Usai acara, Wiranto dan rombongan meninggalkan kampus menuju Lapangan Alunalun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, menggunakan mobil. Rencananya Wiranto akan kembali ke Jakarta menggunakan helikopter. ‘’Saat itu kebetulan ada kunjungan (Wiranto). Helikopter datang, masyarakat berbondong-bondong ke Alun-alun Menes. (Syahril) berbicara ke istrinya (Fitri). Nanti saya akan menyerang Bapak itu (Wiranto). Kamu tusuk anggota polisi yang berada dekat bapak itu,’’ kata Brigjen Dedi dalam konferensi pers, Jakarta, Jumat (11/10) kemarin. Saat Wiranto turun dari mobil untuk menuju ke helipad di Alun-alun Menes, Syahril menusuk perut Wiranto menggunakan pisau dan melukai dada kiri seorang warga bernama Haji Fuad. Hal. 15 Gunakan Gunting
Sabtu Kliwon, 12 Oktober 2019
Berencana Lakukan Teror di Bali
Dua Orang Dibekuk
Denpasar (Bali Post) Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, dua terduga pelaku teror berinisial NK dan JA ditangkap di Bali. Informasi di lapangan, NK dan JA dibekuk di wilayah Bali Barat, Kamis (10/10) lalu. Bahkan kedua tersangka tersebut sedang mempersiapkan aksi teror di Bali. “Penangkapan dilakukan Densus 88 di sejumlah wilayah Indonesia. Salah satunya di Bali,” kata sumber, Jumat (11/10) kemarin.
Sumber yang mewanti-wanti identitasnya dirahasiakan ini menyampaikan, kedua terduga pelaku teror tersebut berstatus bapak dan anak. Selain mengamankan kedua orang tersebut, kata sumber, Densus mengamankan banyak barang bukti (BB). “BB-nya banyak. Ada anak panah dan airsoft gun yang sudah dimodifikasi. Informasinya banyak,” ujarnya. Terkait penangkapan tersebut, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja belum bisa dikonfirmasi. (kmb36)
Karyawan Salon Bobol Rekening Majikan
Denpasar (Bali Post) Pemilik Salon Angela di Jalan Raya Pemogan Nomor 54 Denpasar Selatan (Densel), Nadia Faradilla (36) kaget karena uang tabungannya dikuras hingga belasan juta rupiah. Setelah kasus ini dilaporkan ke Polresta Denpasar, ternyata pelakunya karyawan korban, Yeni Astafia (24) dan Sutinah alias Theo (41). Mereka ditangkap dan ditahan di Mapolresta Denpasar Rabu (9/10) lalu. Kejadian ini berawal pada Senin (9/9) pukul 20.00 Wita, korban dan tersangka Yeni berada di ruang tamu salon. Sesaat kemudian korban masuk ke kamar mandi dan meninggalkan tas di atas sofa. “Ketika melihat tas korban, pelaku (Yeni) timbul niat jahatnya,” ujar Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Jumat (11/10) kemarin. Yeni asal Banyuwangi, Jawa Timur ini langsung membuka tas korban dan mengambil kartu ATM BCA. Sebelumnya, pelaku pernah disuruh mengambil uang menggunakan kartu ATM tersebut sehingga dia tahu nomor PIN-nya. Setelah mendapatkan kartu ATM korban, Yeni yang kos di Jalan Gelogor Carik, Densel ini bergegas menuju tempat kos Sutinah alias Theo di Jalan Gunung Karang, Denpasar. Selanjutnya, kedua pelaku melakukan penarikan uang tunai pada Senin (9/9) pukul 23.00 Wita di ATM BRI di Jalan Gunung Soputan, Denpasar Rp 8.500.000. Keesokan harinya mereka menarik uang di ATM BNI di Banjar Semer, Kerobokan, Kuta Utara, Badung Rp 8.500.000. “Uang itu lalu dibagi dua sama rata. Kedua pelaku ditangkap di tempat kosnya masing-masing,” kata mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku kartu ATM BCA milik korban dibuang di sungai Pura Tanah Kilap, Densel. Uang hasil kejahatan tersebut, oleh Yeni digunakan membeli alas keramik dan sisanya dikirim ke keluarganya di Jawa Timur. Sedangkan Sutinah menghabiskan uang tersebut untuk judi online. “Alat bukti kuat sehingga pelaku tidak bisa mengelak. Pengungkapan kasus ini tetap kami kembangkan,” ujarnya. (kmb36)
PROYEK - Suasana pengerjaan proyek revitalisasi Pasar Anyar Sari yang ditinjau instansi terkait, Kamis (10/10).
Bali Post/ist
20 Desember, Revitalisasi Pasar Anyar Sari Ditargetkan Rampung
Denpasar (Bali Post) – Memasuki minggu keempat pelaksanaan revitalisasi Pasar Anyar Sari yang terbakar tahun lalu, progress-nya cukup baik. Hingga Kamis (10/10), rekanan sudah berhasil merampungkan pekerjaan hingga 30,2 persen. Padahal, sesuai jadwal seharusnya baru bisa merampungkan 21,6 persen. Ini artinya ada kemajuan atau deviasi 8,5 persen lebih. Direktur Umum PD Pasar Denpasar A.A. Ngurah Yuliarta mengatakan hal itu seusai melakukan pemantauan ke lapangan, Kamis lalu. Selain dari unsur PD Pasar, pemantauan juga diikuti perwakilan dari Disperindag dan instansi terkait lainnya. “Proyek pembangunan mulai dikerjakan 12
September lalu, dan akan berakhir sampai 20 Desember 2019 atau 100 hari masa pengerjaan,” ujarnya. Yuliarta mengatakan, rehab kios dan los yang terbakar tersebut dananya bersumber dari dana Tugas Perbantuan (TP) 2019. Sesuai dengan hasil review oleh Itjen Kemendag RI tercantum nilai Rp
4 miliar. Jumlah ini terdiri dari konstruksi fisik Rp 3,7 miliar lebih, pengawasan Rp 117 juta, dan administrasi Rp 135 juta lebih. Selanjutnya, dalam proses lelang proyek terjadi penawaran oleh rekanan, sehingga nilainya menjadi Rp 2,9 miliar lebih. Sementara sesuai rencana, pembangunan kios mencapai 48 unit dengan ukuran 3 x 2 meter, los sebanyak 60 unit dengan ukuran 2 x 1,5 meter. Jadi totalnya 108 unit. Pada pembangunan kios kali ini juga dilengkapi dengan ATM dua unit, ruang cold storage dua unit dengan ukuran 3 x 2 meter, ruang
tera ulang satu unit dengan ukuran 1,5 x 2 meter. Seperti diberitakan sebelumnya, pasar ini mengalami musibah kebakaran pada 11 Agustus 2018. Akibat bencana tersebut, sedikitnya 108 kios dan los hangus dilalap si jago merah. Kebakaran tersebut melanda blok I dan blok II di pasar tersebut. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Wayan Wakil Dikeluarkan dari Lapas Kerobokan Denpasar (Bali Post) Satu dari tiga terdakwa kasus dugaan penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Umum (TPPU), Jumat (11/10) kemarin dikeluarkan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan. Dia adalah Wayan Wakil. Sedangkan dua terdakwa lainnya, yakni Ketut Sudikerta dan Agung Ngurah Agung, masih tetap menjalani penahanan di Lapas Kerobokan. Keluarnya Wayan Wakil tidak lepas dari permintaan kuasa hukumnya Agus Sujoko dan kawan-kawan. Karena yang bersangkutan sedang sakit. Bahkan saat sidang Kamis (10/10) lalu, dia harus duduk di kursi roda. Ketika keluar dari Lapas Kerobokan kemarin, Wakil mesti digendong oleh kerabatnya. Wakil duduk di kursi pesakitan lantaran kasus dengan korban Bos Maspion Group, Alim Markus. Penahanan Wakil kemudian dialihkan dari rumah tahanan (Rutan) Lapas Kerobokan ke tahanan kota. Selain pihak keluarga yang menjemput ke Lapas Kerobokan, juga ditemani kuasa hukumnya dan dari pihak kejaksaan. “Kami melaksanakan penetapan majelis hakim yang mengizinkan penahanan terdakwa dialihkan karena sakit diabetes akut sesuai hasil pemeriksaan dokter sepesialis di RS Sanglah,” tandas jaksa Eddi Artha Wijaya. Atas keringanan itu, salah satu kuasa hukum terdakwa Pande Sugiarta mengucapkan terimakasih pada majelis hakim yang mengabulkan permohonan pihak keluarga. Selanjutnya pihak keluarga akan membawanya ke RS Bali Med Jimbaran untuk berobat. Sebelumnya dalam penetapan majelis hakim pimpinan Estar Oktavi yang dibacakan pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Denpasar Kamis (10/10), disebutkan pengalihan penahanan kota ini berlaku mulai 11 Oktober sampai 30 November 2019. Majelis hakim mengabulkan agar terdakwa bisa berobat secara intensif. (kmb37)
Bali Post/ist
PENCURIAN - Yeni Astafia dan Sutinah alias Theo ditahan karena terlibat kasus pencurian.
Penjambret Asal Australia Dibui Empat Bulan
Denpasar (Bali Post) Pria asal Australia yang tersangkut kasus penjambretan, terdakwa Matthew Richard Woods (24) divonis bersalah. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar Kamis (10/10), perbuatan pemuda lulusan SMA itu dinyatakan bersalah melanggar Pasal 363 ayat (1) KUHP. “Menjatuhkan pidana penjara selama empat bulan,” tegas hakim Ni Made Purnami yang memimpin persidangan. Perbuatan terdakwa dianggap meresahkan masyarakat. Sementara pertimbangan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan belum pernah dihukum. Terdakwa juga menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Putusan hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut pidana penjara selama lima bulan. Menanggapi putusan hakim, Matthew yang didampingi Ali Sadikin sebagai pengacaranya menyatakan menerima. Begitu juga JPU juga menyatakan menerima. (kmb37)
Topik : BERENCANA LAKUKAN TEROR, DIBEKUK DI BALI
Bali Post/kmb37
DIGENDONG - Wayan Wakil digendong saat keluar dari Lapas Kerobokan, Jumat (11/10) kemarin.
”Senyum Melia’’ di Tukad Bindu SALAH satu inovasi yang telah dirasakan warga Kota Denpasar, yakni penataan bantaran sungai. Hingga saat ini sedikitnya lima bantaran sungai sudah tersentuh penataan dengan konsep river walk. Lima sungai tersebut di antaranya Tukad Badung, Tukad Bindu, Tukad Loloan, Tukad Tagtag, serta Tukad Punggawa. Penataan bantaran sungai yang cukup mengundang perhatian selain di Tukad Badung adalah Tukad Bindu. Tujuan penataan adalah mewujudkan sungai elok, nyaman untuk masyarakat dengan menjaga lingkungan dan alam yang disingkat Senyum Melia. Belum lama ini tim verifikasi lapangan inovasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) yang terdiri dari tim panel independen (TPI) Prof. J.B. Kristiadi, tim evaluator Prof. Jusuf Irianto beserta pendamping dari Keme-PAN RB Rachmat sempat meninjau Tukad Bindu, Kesiman, Denpasar Timur. Prof. J.B. Kristiadi menyatakan penataan di Tukad Bindu ini merupakan salah satu inovasi yang memberikan manfaat sangat luar biasa kepada masyarakat. Hal ini lantaran inovasi ini dapat mengedukasi masyarakat agar dapat berperilaku bersih, mengajak masyarakat untuk dapat berorganisasi secara baik dan benar yang dilakukan dengan cara membentuk yayasan agar dapat bertanggung jawab, serta bisa mengajari masyarakat untuk berwirausaha sehingga dapat menggerakkan ekonomi lokal. ‘’Saya sangat mengapresiasi inovasi ‘’Senyum Melia’’ di Tukad Bindu ini, karena dapat memberi dampak yang sangat besar kepada masyarakat, dan ini perlu ditularkan kepada masyarakat lainnnya,’’ ujar Prof. Kristiadi. Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR
Bali Post/dok
WISATA – Tukad Bindu, salah satu objek wisata baru di Denpasar yang dikelola dengan konsep community based. Denpasar I Gusti Ngurah Putra Sanjaya, S.T. mengungkapkan penataan bantaran sungai pada intinya untuk mengubah image masyarakat yang menganggap sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Tujuan lainnya yakni masyarakat bisa memanfaatkan untuk kegiatan yang positif. Misalnya saja, melakukan
rekreasi di pinggir sungai, serta kegiatan interaksi lainnya, seperi mancing, jogging, serta tempat ber-selfie ria yang kini menjadi tren di kalangan anak muda. ‘’Syukur bisa menjadi ikon baru bagi generasi muda untuk bisa kumpul-kumpul di bantaran sungai bersama teman-temannya,’’ ujar Ngurah Putra. (ara)
Sabtu Kliwon, 12 Oktober 2019
458 Pura Diduga sebagai Cagar Budaya
Bali Post/eka
TAMAN AYUN - Pura Taman Ayun merupakan salah satu pura di Badung yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Pendataan pura untuk kepentingan penetapan cagar budaya terus dilakukan Disbud Badung.
Mangupura (Bali Post) – Ahli Cagar Budaya Kabupaten Badung dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCG) Bali Nusra mendeteksi ada 458 pura di Badung yang diduga sebagai cagar budaya. Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung juga terus melakukan pendataan keberadaan pura untuk ditetapkan sebagai cagar budaya. Kepala Disbud Badung Ida Bagus Anom Bhasma menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk menjaga warisan budaya yang ada sesuai amanat Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dalam upaya melestarikan cagar budaya, pihaknya sudah membuat surat edaran (SE) kepada masyarakat. ‘’SE ini mengimbau agar bangunan-bangunan yang berumur 50 tahun ke atas agar tidak sembarangan diperbaiki tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan Disbud. Jadi, sekali lagi kami imbau supaya masyarakat melaporkan bila akan melakukan perbaikan atau restorasi pura,’’ ujarnya.
Kasi Registrasi Cagar Budaya Disbud Badung Nyoman Sari, Jumat (11/10) kemarin menerangkan, pada tahun 2019 ada sepuluh pura yang tengah dikaji oleh Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Badung dengan BPCG Bali Nusra. Meliputi Pura Selonding Pecatu, Pura Dalem Madya Tahulan Kerobokan Kelod, Pura Dalem Sarin Bwana di Jimbaran, Pura Dalem Solo di Desa Sedang, Pura Dalem Surya Sekala Sembung Sobangan, Pura Kereban Langit di Sading, Pura Luhur Giri Kusuma di Blahkiuh, Pura Gede Puseh Desa Sading, Pura Gelang Agung di Desa Getasan dan Pura Puseh Desa Adat Lawak Petang. ‘’Sekarang masih berproses, karena masih ada beberapa perbaikan. Karena itu kami tidak berani memastikan kapan sepuluh pura tersebut akan ditetapkan sebagai cagar budaya,’’ sebutnya. Disebutkan, untuk tahun 2018 sudah ada sembilan pura yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Meliputi Pura Taman Ayun, Petirtan di Pura
Dewan Minta Pembangunan Sekolah Diprioritaskan Mangupura (Bali Post) –
Kalangan DPRD Kabupaten Badung menyoroti perihal sejumlah proyek pembangunan gedung sekolah yang mandek. Legislator Gumi Keris meminta program pendidikan menjadi prioritas utama dalam pembahasan RAPBD tahun 2020, sehingga tak lagi tertunda. Hal itu dikemukakan Ketua Komisi IV DPRD Badung Made Sumerta, Jumat (11/10) kemarin. Sumerta menjelaskan, Komisi IV yang membidangi masalah pendidikan ini mengaku memaklumi kondisi keuangan Badung saat ini yang pendapatannya belum mencapai target. Namun pihaknya tetap berharap pembangunan sekolah menjadi prioritas utama pembangunan di tahun 2020. ‘’Kami minta di tahun 2020 tidak ada lagi penundaan dalam pembangunan atau renovasi sekolah. Jangan sampai program yang disusun hanya menjadi perencanaan yang tidak tuntas,’’ ujarnya. Menurutnya, kebutuhan ruang belajar sangat mendesak. Terlebih kondisi sekolahsekolah pada saat penerimaan siswa pada tahun ajaran baru
mengalami overload karena sebaran sekolah dan jumlah kelas yang terbatas. ‘’Sebetulnya tidak hanya SMPN 5 Abiansemal saja yang batal terbangun. Ada sejumlah SMP lain juga sama. Seperti di Kuta, di Jimbaran dan Ungasan,’’ katanya. Politisi asal Desa Pecatu, Kuta Selatan ini mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan rapat kerja dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung guna membahas persoalan tersebut. ‘’Mudah-mudahan kondisi pendapatan stabil sehingga program pembangunan sekolah ini bisa terlaksana,’’ ujarnya seraya menambahkan, pembangunan fisik tidak
dapat dilakukan pada anggaran perubahan mengingat waktu yang dibutuhkan sangat mendesak. Seperti diketahui, pembangunan SMPN 5 Abiansemal batal dilakukan tahun ini. Pembatalan pembangunan sekolah yang terletak di Banjar Dirgahayu, Gerih, Kecamatan Abiansemal itu lantaran keterbatasan anggaran. Pembangunan SMPN 5 Abiansemal tersebut akan dianggarakan lagi oleh Disdikpora Kabupaten Badung pada tahun 2020. Pembatalan pembangunan SMPN 5 Abiansemal terlihat aneh, mengingat sebelumnya proyek sudah masuk proses tender di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)
bersamaan dengan pembangunan SMPN 6 Mengwi yang berlokasi di Banjar Jempayah, Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi. Berdasarkan dokumen tender, masingmasing sekolah nilai pagu anggarannya mencapai Rp 15 miliar. Namun, ternyata pembangunan SMPN 6 Mengwi terus lanjut dan ditarget rampung pada akhir tahun 2019. Sementara pembangunan SMPN 5 Abiansemal justru batal dibangun. Kepala Disdikpora Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika membenarkan pembangunan SMPN 5 Abiansemal tak jadi digarap tahun 2019. ‘’Karena ada berbagai pertimbangan, jadi pembangunan SMPN 5 Abiansemal kami ditunda. Tapi untuk SMPN 6 Mengwi tetap lanjut,’’ ujarnya. Astika mengakui, salah satu pertimbangan yang menyebabkan pembangunan SMAN 5 Abiansemal terpaksa
Penataran Agung Bukian Petang, Pura Saih di Lukluk, Pura Desa Lan Puseh Sibanggede di Desa Sibang, Pura Ntegana di Desa Adat Aban Darmasaba, Pura Luhur Uluwatu Pecatu, Pura Purusada di Kapal, Pura Puseh Kangin Desa Carangsari dan Pura Luhur Gunung Kukus Goa Gong di Jimbaran. ‘’Untuk yang tahun 2018 sudah keluar surat keputusan (SK),’’ ucapnya. Sebelumnya, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta berkomitmen untuk menjaga warisan leluhur terlebih situssitus kuno yang ada di Bali. Pihaknya berharap pendampingan kepada Dinas Kebudayaan di dalam kegiatan restorasi pura yang merupakan cagar budaya, sehingga warisan budaya bisa dipertahankan tanpa mengubah struktur awal dari bangunan. ‘’Sebelum dilakukan perbaikan pura diharapkan Yayasan Bakti Pertiwi Jati (BPJ) bersama dengan Dinas Kebudayaan melakukan pengecekan dan pendataan, apakah pura tersebut termasuk cagar budaya atau tidak,’’ tegasnya. (kmb27)
ditunda lantaran persoalan anggaran. ‘’Iya, karena masalah anggaran saja, jadi ditunda. Tapi tahun depan kami akan ajukan lagi pembangunannya,’’ katanya. Birokrat asal Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara ini menyebutkan, untuk sementara siswa SMPN 5 Abiansemal meminjam tempat belajar di SD 1 dan SD 5 Abiansemal. Begitu juga SMPN 6 Mengwi juga meminjam tempat di SD 2 Kekeran. (kmb27)
I Made Sumerta
Bali Post/par
Aniaya Pemilik Bengkel, Anggota Ormas Ditangkap Pansus Pertanyakan Penurunan Target Pendapatan di RPJMD
Mangupura (Bali Post) Pemilik Bengkel Olivia Motor, Yusup Hutasoit (33), di Banjar Dukuh Pandean, Desa Munggu, Mengwi, dihajar pemilik sepeda motor, I Gede Suartama (43), Rabu (9/10) lalu. Terkait kasus ini, Suartama asal Tabanan ini langsung ditangkap. Dari hasil penggeledahan, ditemukan kartu anggota ormas. Selain itu ditemukan stiker ormas di sepeda motornya. Kanitreskrim Polsek Mengwi Iptu Wayan Sujana saat mendampingi Kapolsek Mengwi AKP I Gede Eka Putra Astawa, Jumat (11/10) kemarin menyampaikan, saat diinterogasi pelaku mengakui menganiaya korban. Terkait kartu anggota ormas tersebut, pelaku berdalih sudah tidak aktif lagi. ‘’Pelaku juga mengaku mengidap penyakit darah tinggi,’’ tegasnya. Kronologisnya, pada waktu kejadian pukul 13.00 Wita pelaku tiba di TKP untuk memperbaiki sepeda motornya. ‘’Antara pelaku dan korban tidak kenal,’’ kata Kapolsek Astawa. Setelah dicek oleh korban, ternyata yang rusak CDI. Korban memberi tahu pelaku jika CDI motornya rusak. Sedangkan stok CDI di bengkel
sedang kosong. Mendengar hal itu pelaku langsung marah dan menuduh korban tidak tahu apa-apa. Saat korban memperbaiki sepeda motor pelanggannya yang lain, pelaku langsung memukul korban beberapa kali ke arah wajah dan kepala. ‘’Akibat pukulan tersebut, bawah mata sebelah kiri korban mengalami bengkak dan kepala bagian belakang terasa sakit. Atas kejadian tersebut korban melapor ke Polsek Mengwi,’’ ungkapnya. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal dipimpin Panit Ipda I Made Mangku Bunciana langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Berdasarkan hasil analisa TKP serta keterangan saksi-saksi, polisi mencari pelaku yang kesehariannya membuat perahu. Sekitar pukul 17.00 Wita petugas mendapatkan informasi bahwa pelaku sedang berada di Banjar Sinjuana, Desa Beraban, Kediri, Tabanan. Polisi langsung ke sana dan menangkap pelaku di tempat kosnya. ‘’Pelaku mengaku jengkel karena korban tidak bisa memperbaiki sepeda motornya,’’ ujar Iptu Sujana. (kmb36)
Bali Post/ist
DITAHAN - Terlibat penganiayaan, anggota ormas ditahan di Mapolsek Mengwi.
Mangupura (Bali Post) Panitia Khusus (Pansus) DPRD Badung mempertanyakan target pendapatan daerah yang dipasang eksekutif dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Badung. Pasalnya, target yang tak tercapai akan berimbas pada program pembangunan di Gumi Keris. Ketua Pansus I Nyoman Satria mengatakan, pihaknya tak ingin memasang target yang tinggi yang pada akhirnya sulit diwujudkan. Karena target yang tidak tercapai membuat Badung defisit anggaran yang akan berimbas pada program pembangunan Badung. ‘’Target ini berkaitan dengan belanja. Kalau tidak tercapai maka belanja akan tertunda. Kami di dewan sangat merasakan itu. Beberapa hibah yang difasilitasi dewan tidak bisa disalurkan ke masyarakat,’’ kata Satria belum lama ini.
Politisi PDI Perjuangan ini meminta pimpinan perangkat daerah untuk memasang target sesuai potensi. ‘’Kalau target itu diyakini sulit tercapai, jangan diterima mentah-mentah tapi berikan argumentasi yang meyakinkan,’’ katanya. Seperti diberitakan, pada dokumen ringkasan eksekutif yang diserahkan ke dewan, pendapatan daerah Badung dirancang menurun dari RPJMD Perubahan Pertama. PAD pada tahun 2019 dipasang Rp 6,4 triliun dan turun menjadi Rp 5,3 triliun. Tahun 2020 yang dirancang Rp 7 triliun justru turun menjadi Rp 6 triliun. Sementara pada tahun 2021 dirancang Rp 7,8 triliun. Target yang dipasang dari tahun-tahun itu pun tak lantas membuat Ketua Pansus I Nyoman Satria yakin akan target tersebut dapat dicapai. Hal tersebut bercermin dari target tahun anggaran 2018
dan 2019 yang tidak tercapai, sehingga mengakibatkan defisit anggaran. Satria pun mempertanyakan kinerja kepala perangkat daerah penghasil terhadap angka yang terpasang tersebut. Pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung misalnya. Dinas yang dipimpin I Made Agus Aryawan yang menerima target Rp 35 miliar, akhirnya angkat tangan. Melalui salah satu Kabid, disampaikan target yang disanggupi hanya Rp 12 miliar atau turun sebesar Rp 23 miliar. Satria mempertanyakan hal yang sama ke Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Badung I Made Sutama. Atas saran tersebut, Sutama mengaku tak berani mengambil keputusan untuk menurunkan target yang telah disepakati eksekutif. (kmb27)
Rendah, Kemampuan Pengusaha Bali Bertransaksi di Perdagangan Internasional
Bali Post/eka
KERAJINAN - Produk Bali salah satunya kerajinan, sangat potensial diekspor ke negara Amerika Latin. Namun potensi ini belum tergarap maksimal karena rendahnya kemampuan pelaku usaha Bali dalam bertransaksi di perdagangan internasional.
Mangupura (Bali Post) Ekspor dari Bali sangat potensial ke Amerika Latin terutama Negara Chile. Namun kemampuan pelaku usaha dari Bali untuk bertransaksi di perdagangan internasional masih rendah. Hal ini menyebabkan ekspor belum maksimal. Untuk itu, perlu ada panduan melalui ambassador eksportir. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Putu Astawa, Jumat (11/10) kemarin. Menurutnya, untuk semakin menggarap potensi pangsa pasar Chile, pihaknya akan mengusulkan anggaran untuk berpromosi di tahun 2020 ke Chile. Sebab kerja sama tanpa
upaya promosi akan tidak maksimal. Promosi perdagangan itu, kata dia akan dipaketkan dengan promosi pariwisata melalui promosi terpadu. Promosi terpadu tersebut dinilainya akan lebih efektif dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan maupun meningkatkan nilai jual produk lokal Bali. Apalagi Bali diakuinya sudah mempunyai branding yang sudah terkenal di luar negeri. Karena itulah promosi produk Bali perlu digiatkan. ‘’Produk kita memiliki daya saing yang tinggi, seperti kerajinan yang berupa handmade. Dengan berpromosi berpaketan ke Chile, maka ini akan
cocok karena wisatawan pasar negara latin ini sangat tertarik dengan wisata preweeding dan suasana romantis,’’ katanya. Sementara itu, Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini mengatakan, ekspor ke negara Amerika Latin selama ini sangat potensial bagi Indonesia, khususnya Bali. Namun potensi tersebut belumlah optimal tergarap. Melalui kerja sama Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA), diharapkan dapat menjadi stimulus bagi kalangan usaha dan masyarakat di Bali untuk memanfaatkan skema preferensial, baik
dalam perdagangan barang, jasa, ketenagakerjaan, investasi dan kerja sama ekonomi. ‘’Chile merupakan salah satu pintu masuk pangsa pasar negara Amerika Latin, dimana perekonomian masyarakatnya cukup maju dan pendapatan per kapita tinggi. Selain itu mereka letaknya strategis secara geografis dan mempunyai beberapa pelabuhan internasional sehingga ini akan menjadi semacam hub bagi produk kita ke negara latin lainnya,’’ jelasnya. Selain kedua faktor tersebut, Chile dinilai memiliki ekonomi yang terbuka dan banyak memiliki perundingan dagang. Sehingga dengan bekerja sama dengan Chile,
maka hal itu akan lebih membuat produk Indonesia semakin dikenal dan menjadi trend di negara latin. Apalagi Chile merupakan salah satu negara free trader sehingga hal itu merupakan peluang bagi Indonesia untuk bisa bekerja sama dengan negara latin lainnya. ‘’Dengan perundingan ini, maka barang kita yang masuk ke sana akan menjadi lebih murah. Perjanjian ini memberikan preferensi, dalam artian Chile memberikan keistimewaan bagi barang Indonesia, begitu pula sebaliknya. Bagi Chile sendiri, negara Indonesia merupakan penggerak ekonomi mereka di Asia Tenggara,’’ terangnya. (kmb23)
Sabtu Kliwon, 12 Oktober 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A
Jadikan Badung Berdaulat Pangan
Dewan Godok Perda Perlindungan Petani dan UMKM
han dasar manusia juga menjadi kebutuhan dasar dan pokok bagi masyarakat Badung. ‘’Perda ini sangat penting, selain memberi perlindungan kepada petani dan UMKM juga kita harapkan dalam implementasinya nanti bisa menjadi sumber-sumber pendapatan baru bagi masyarakat Badung. Baik di bidang pangan, perternakan dan pertanian dalam arti luas. Kemudian di bidang sandang ada potensi di bidang pembentukan UKM-UKM-nya juga, termasuk pula di bidang papannya,’’ ujarnya. Untuk memastikan bahwa semua kepentingan petani dan UKM terakomodir dalam perda tersebut, pihaknya di Pansus bahkan berusaha menggali potensi-potensi yang ada di masing-masing wilayah. ‘’Sebelum perda ini ditetapkan, kami akan memberikan masukan-masukan tentang potensi di daerah masing-masing. Begitu juga dengan permasalahannya. Semua itu kemudian akan kita bahas dan dijadikan acuan dalam penyusunan perda,’’ terangnya.
Sebagai politisi asal Petang yang notabene sebagian besar masyarakatnya bergelut di bidang pertanian dan peternakan, Lanang Umbara mengaku akan berupaya membuat regulasi yang betul-betul berpihak pada sektor pertanian dalam arti luas. Selama ini, katanya, kendala utama para petani di Badung adalah sulitnya dalam hal pemasaran. ‘’Petang adalah daerah pertanian, ke depan kami ingin bagaimana mempersingkat distribusi dari produsen ke konsumen ini. Karena selama ini momok besar petani adalah pasar (sulitnya memasarkan hasil pertanian - red). Dan pemerintah harus bisa memfasilitasi dan menyediakan pasar yang seluas-luasnya untuk menyalurkan produk pertanian petani Badung,’’ paparnya. Selain itu, lanjut politisi PDI-P asal Pelaga ini, yang tak kalah penting adalah bagaimana pemerintah memberikan program-program yang pro pada petani. ‘’Selain masalah pasar, pemerintah juga harus membuat program untuk memberikan perlindungan kepada para petani dan UMKM yang ada. Sehingga mereka bisa hidup, berkembang dan menyejahterakan masyarakat Badung,’’ tukasnya. Sementara dalam draf rancangan perda yang dibahas beberapa program prioritas yang dibahas di antaranya meliputi program peningkatan ketahanan pangan, program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompentif UMKM. Percepatan iklim usaha kecil dan menengah yang kondusif, program pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM dan program pengembangan kawasan perumahan. Secara khusus di bidang pertanian, dalam salah satu pasal yang tertuang dalam perda juga diatur secara spesifik terkait masalah pemberian insentif dan proteksi terhadap usaha tani dan sawah. (ad324)
penuhi secara bertahap selama sepuluh tahun pengembangan kawasan. General Manager PLN UID Bali Nyoman Suwarjoni Astawa dalam sambutannya menyampaikan rencana pemenuhan kebutuhan pelanggan ini nantinya akan berpengaruh terhadap rencana umum penyediaan tenaga listrik PLN pada sepuluh
tahun ke depan. ‘’Tentu RUPTL akan disesuaikan dengan kebutuhan. Tidak hanya jumlah pasokan, tapi juga kebutuhan pembangunan jaringan pendukung keandalan sistem,’’ jelas Astawa. Untuk mengakomodir hal tersebut, PLN berharap dilakukan koordinasi secara berkala untuk rencana pengembangan kawasan yang sinergi antara PLN dengan BTID. GM Project Construction PT BTID Johanes Bosco Indra Wirawan berharap PLN dapat memenuhi kebutuhan listrik seluruh investor dan developer yang akan terlibat dalam pembangunan kawasan BTID. ‘’Kami berupaya agar BTID dapat menjadi kawasan ekonomi khusus di bidang pariwisata. Nota kesepahaman dengan PLN ini menjadi langkah awal untuk lompatan besar selanjutnya,’’ kata Indra. GM PLN UID Bali menambahkan bahwa PLN juga siap apabila kebutuhan pemenuhan tenaga listrik untuk kawasan BTID harus menggunakan energi baru terbarukan. ‘’Akan ada PLT Sampah di Suwung, PLN juga akan membangun dua PLTS berkapasitas 25 MW di barat dan timur Bali,’’ tambahnya. Tidak hanya itu, PLN juga mengaku siap apabila ada kebutuhan PLTS Atap pada pelanggan. ‘’Kami yakin pembangunan kawasan BTID ini bisa membawa dampak positif ke depannya,’’ tutup GM PLN UID Bali. (ad336)
RAPAT - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Badung tengah menyiapkan regulasi untuk melindungi para petani dan UMKM. Rapat pembahasan dipimpin Ketua Pansus I Nyoman Dirga Yusa didampingi Sekretaris Pansus I Gusti Lanang Umbara dan anggota Pansus I Made Wijaya. GUNA menjadikan Badung berdaulat di bidang pangan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat saat ini tengah menyiapkan regulasi untuk melindungi para petani dan UMKM. Regulasi yang dituangkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) tentang Pedoman Alokasi Anggaran Prioritas Bidang Pangan, Sandang dan Papan ini, Kamis (10/10) lalu secara khusus dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD Badung dengan melibatkan tim ahli DPRD dan tim perumus dari Universitas Warmadewa. Rapat pembahasan dipimpin Ketua Pansus I Nyoman Dirga Yusa didampingi Sekretaris Pansus I Gusti Lanang Umbara dan anggota Pansus I Made Wijaya. Lanang Umbara yang ditemui di Gedung Dewan usai pembahasan menegaskan pembuatan perda inisiatif terkait pangan, sandang dan papan ini sangat penting untuk memberikan jaminan kepada para petani dan pelaku UMKM di Badung. Pasalnya, bidang pangan, sandang dan papan ini selain menjadi kebutu-
PLN Siap Penuhi Kebutuhan Investasi untuk Kawasan Bali Turtle Island
S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
PLN Unit Induk Distribusi Bali melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Bali Turtle Island Development dalam pemenuhan kebutuhan tenaga listrik untuk kawasan BTID pada Rabu (9/10) lalu. Pada nota kesepahaman tersebut, PLN diharapkan akan memenuhi kebutuhan listrik hingga 95 MVA yang akan di-
Unwar Tuan Rumah International Student Competition of Bamboo 2019 SETELAH menjuarai event Bamboo Copetition di China tahun lalu, Universitas Warmadewa (Unwar) tahun ini dipilih menjadi tuan rumah International Student Competition In Architectural Design and Construction of Bamboo Indonesian Division. Kompetisi yang diikuti sekitar 10 universitas terpilih tersebut diadakan di Auditorium Widya Sabha Utama Unwar, Jumat (11/10) kemarin. Dalam pembukaan event tersebut hadir Kadis PUPR Provinsi Bali, Rektor Unwar, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Dekan Fakultas Teknik dan Perencanaan, beserta seluruh Dekan di lingkungan Unwar dan undangan lainnya. Menurut Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., kompetisi ini penting dilaksanakan karena kekayaan alam Indonesia, khususnya bambu apabila digunakan dengan baik dan optimal, maka akan menambah nilai ekonomi yang luar biasa. Hal inilah yang membuat Kementerian Lingkungan Hidup terus men-support pemanfaatan bambu Indonesia. Untuk menjadi suatu karya dan kerajinan dengan nilai lebih, sehingga dapat membantu kesejahteraan masyarakat, khususnya perajin bambu. Hal tersebut juga dalam rangka meningkatkan devisa negara. Dikatakan pula, kegiatan International Bamboo Competition juga dirangkaikan dengan International Conference Civil and Architecture Engineering. ‘’Ini merupakan salah satu event internasional dan ini sangat tepat. Tentunya event ini sangat in line dengan visi dan misi Unwar untuk menjadi institusi pendidikan yang bersaing global pada tahun 2034,’’
UNWAR - Prosesi pembukaan International Student Competition of Bamboo 2019 di Unwar, Denpasar, Jumat (11/10) kemarin. terangnya. Dengan dipercayanya Unwar sebagai tuan rumah penyelenggaraan kompetisi bertarap internasional ini, Rektor Unwar merasa sangat bangga dan menyambut dengan sangat antusias. Nantinya pemenang satu dan dua dari kompetisi ini akan menjadi perwakilan Indonesia ke China. Rektor pun menceritakan sekilas bahwa pada event yang sama di tahun sebelumnya di China, Unwar sebagai salah satu perwakilan Indonesia meraih juara satu. ‘’Sejak awal saya sangat setuju dengan kegiatan ini. Apalagi kita mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara ini, yang secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada kita untuk belajar, dan mempersiapkan diri dalam rangka go global di tahun 2034,’’ imbuhnya. Sementara itu, dalam sambutan Wakil Gubernur Bali yang dibacakan Kadis PUPR Provinsi Bali menyatakan pameran yang menghadirkan karya-karya berbahan bambu memiliki makna
yang sangat dalam. Bagaimana memulai karya seni, di mana para seniman dan generasi muda dapat memberikan kontribusi di dalam menggerakkan cakrawala masa depan masyarakat global. Pemerintah tentu akan mendorong agar perkembangan karya desain bambu ini dapat bersaing dengan karya-karya lain di dunia. Untuk itu, menjadi tanggung jawab semua agar senantiasa mendukung upaya memajukan berbagai bentuk kesenian yang dimiliki, seperti seni desain berbahan bambu. Dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Maka Pemprov Bali akan senantiasa mendukung kegiatan dalam rangka pelestarian dan kemajuan kebudayaan. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan kebudayaan Bali, menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat Bali. (ad319)
Alih Status Menjadi Universitas
Tim Menpan Visitasi ke IHDN Denpasar TIM Menpan yang dipimpin Asisten Deputi Menpan R. Roro Vera Yuwantari Susilastuti, S.IP. melakukan visitasi ke IHDN Denpasar meninjau kesiapan IHDN Denpasar beralih status menjadi universitas pada Jumat (11/10) kemarin. Hadir pula dalam giat tersebut, Ketua Dharma Upapati PHDI Provinsi Bali Ida pandita Mpu Dharma Acarya Manuaba, Ketua Asosiasi FKUB se-Indonesia, Kepala Biro Ortala Kementerian Agama RI Jakarta. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengatakan umat Hindu di Bali dan di Indonesia sudah lama mendambakan peningkatan status IHDN Denpasar menjadi Universitas Hindu Negeri. ‘’Kini impian dan cita-cita mulia tersebut sedang dalam proses perjuangan. Semoga hasil visitasi dalam rangka peningkatan status IHDN Denpasar menjadi universitas sesuai harapan dan doa kami bersama. Dan alih status IHDN Denpasar menjadi universitas segera terwujud,’’ ungkapnya. Perjalanan dan perjuangan panjang IHDN Denpasar menjadi universitas telah melewati beberapa proses berat dan menghadapi berbagai tantangan yang tidak mudah. Pemerintah melalui Menteri Agama mengeluarkan Surat Keputusan No. 58B tanggal 25 Mei 1993 tentang Pendirian Akademi Pendidikan Guru Agama Hindu Negeri (APGAHN) Denpasar. Untuk pertama kalinya APGAHN Denpasar membuka Program Studi Diploma 2 (D-2) dan Diploma 3 (D-3) Jurusan Pendidikan Agama Hindu. Berdirinya APGAHN Denpasar penyelenggaraannya menghadapi banyak kendala yang disebabkan karena berbagai keterbatasan. Dalam rangka mengatasi kendala itu, upaya pembenahan dan peningkatan terus diupayakan, baik yang menyangkut pembenahan fasilitas pendukung proses belajar mengajar maupun yang menyangkut komponenkomponen pendidikan lainnya. Pada 20 September 1996, Drs.
FOTO BERSAMA - Foto bersama tim Menpan dengan jajaran IHDN Denpasar. I Gusti Made Ngurah sebagai direktur yang ketiga melakukan berbagai terobosan untuk memajukan APGAHN Denpasar. Salah satu di antaranya adalah mengusulkan peningkatan status APGAHN Denpasar menjadi Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Denpasar. Atas upaya itu, maka pada 3 Maret 1999 keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 20 Tahun 1999 tentang pendirian Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Denpasar yang ditandatangani Presiden RI Prof. Dr. BJ Habibie pada waktu itu. Upaya peningkatan institusi terus dilakukan. Pada 8 November 2004 terbit Peraturan Presiden No. 1 Tahun 2004 tentang Perubahan STAHN Denpasar menjadi Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar. IHDN Denpasar sebagai salah satu lembaga pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu agama Hindu yang tidak dapat terpisahkan dalam kerangka sistem pendidikan nasional untuk ikut berperan memajukan kehidupan masyarakat Indonesia. Seiring dengan besarnya tantangan di masa depan dan me-
ningkatnya tuntutan masyarakat akan peran lembaga ini, maka IHDN Denpasar merasa tertantang untuk melakukan upaya pengembangan secara institusional dalam format yang lebih jelas, yakni perubahan status IHDN Denpasar menjadi universitas. ‘’Alih status bukan sekadar transformasi secara institusional, tetapi kebutuhan yang sesungguhnya adalah pencapaian akhir dari masyarakat akan tuntutan kualitas Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri (PTKHN),’’ ungkapnya. Asisten Deputi Menpan R. Roro Vera Yuwantari Susilastuti, S.IP. mengatakan, visitasi ini merupakan usulan dari Kementerian Agama. Visitasi ini untuk memastikan kebijakan yang diambil benar, dibutuhkan, dan melihat langsung saranaprasarana yang dimiliki IHDN Denpasar. ‘’Tapi proses ini sudah lama berlangsung,’’ ungkapnya. Proses terakhir dalam rangka mengambil kebijakan adalah sudah rapat dengan Setneg. ‘’Kita lihat saja nanti. Tapi yang utama adalah agar mampu melahirkan generasi yang terbaik,’’ ujarnya. (ad329)
Kepedulian Pelestarian Mangrove Mesti Berlanjut KEBERADAAN hutan mangrove memberikan banyak manfaat bagi keseimbangan lingkungan dan mendukung kehidupan manusia. Oleh karena itu, perlu kepedulian masyarakat, termasuk perguruan tinggi untuk menjaga kebersihan dan melestarikan hutan mangrove harus terus dilakukan. Hal inilah dilakukan Fakultas Ekonomi (FE) Undiksha bersama peserta konferensi internasional di hutan mangrove di Jalan By-pass Ngurah Rai, Suwung, Denpasar, Jumat (11/10) kemarin. Dekan FE Undiksha Prof. Dr. Naswan Suharsono, M.Pd. menyampaikan kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan rencana panitia konferensi internasional sebagai wujud pihaknya peduli lingkungan.
‘’Sebenarnya ada dua pilihan, menanam mangrove atau membersihkan wilayah mangrove. Akhirnya disepakati bagaimana mangrove kita bersihkan tahap awal dengan harapan nanti akan dilanjutkan pada waktu berbeda oleh tim lain,’’ ujarnya. Intinya, menurut Prof. Naswan, bagaimana supaya perguruan tinggi juga ikut menjaga kelestarian, membiakkan dan melakukan perawatan. Tujuannya supaya mangrove tidak mati dan justru semakin lestari. ‘’Pelestarian itulah yang kami harapkan. Sesuai motto kami yaitu harmoni antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan lingkungan. Inilah sebenarnya bagian dari upaya untuk mewujudkan atau
mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana di Bali,’’ ungkap Prof. Naswan. Wakil Dekan I FE Undiksha Dr. Gede Adi Yuniarta, S.E., M.Si., Ak.CA., CPA. didampingi Ketua Panitia Dr. Luh Indrayani, M.Pd. mengatakan dipilihnya mangrove yang dikelola Balai Pengelolaan Hutan Mangrove (BPHM) karena merupakan daerah konservasi sebagai penyangga wilayah perkotaan, khususnya di Kota Denpasar. Selain itu, pihaknya menggelar konferensi internasional dekat lokasi. ‘’Bagaimana kami memanfaatkan waktu yang singkat bisa melaksanakan kegiatan peduli lingkungan dan di hutan mangrove patut dilakukan kegiatan tersebut,’’ ujarnya. Selain membersihkan sampah
plastik di areal sungai, pihaknya menyerahkan sejumlah properti, di antaranya peralatan kebersihan seperti kereta dan tempat sampah. Yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah peserta konferensi dari perguruan tinggi se-Indonesia, narasumber dari Deakin University Australia dan dosen, mahasiswa serta staf FE Undiksha. ‘’Konferensi internasional yang kami laksanakan terkait keberlanjutan pembangunan ekonomi di era digital. Ada beberapa subtema tentang bagaimana mengembangkan potensi daerah, pengembangan IKM dan UKM serta menumbuhkan jiwa wirausaha yang dikombinasikan sehingga diharapkan bisa mewujudkan ekonomi yang berkelanjutan,’’ ungkap Adi Yuniarta. (rah)
BERSIHKAN SAMPAH - Dosen, mahasiswa dan staf FE Undiksha serta peserta dan narasumber seminar internasional membersihkan sampah di hutan mangrove, Suwung, Denpasar, Jumat (11/10) kemarin.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Sabtu Kliwon, 12 Oktober 2019
’’School Social Responsibility-Supporting Young Learners’’
Tanggung Jawab Sosial dari Sekolah Guna Mendukung Pendidikan Tunas Bangsa DALAM rangka HUT ke150 Mahatma Gandhi dan Hari Anti Kekerasan Sedunia pada 2 Oktober 2019, Sekolah Taman Rama dan Taman Rama Intercultural School yang bernaung di bawah Yayasan Taman Mahatma Gandhi, baik yang berada di Ubung maupun di Jimbaran dan Asian Intercultural School di bawah Yayasan AHIMSA Internasional, kembali melaksanakan kegiatan sosial yakni berbagi kasih dengan siswasiswi SDN 3 Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem dan SDN 2 Kesimpar, Kecamatan Abang, Karangasem. Kegiatan sosial ini dikemas dalam tema ‘’School Social Responsibility-Supporting Young Learners yakni tanggung jawab sosial dari sekolah guna mendukung pendidikan tunas bangsa’’ yang berkaitan dengan program dari PBB (United Nations Mil-
lennium Development Goals) dalam bidang pendidikan anakanak di seluruh dunia. Dipilihnya dua sekolah ini, dari hasil pemantauan dan kunjungan pihak sekolah secara langsung ke lokasi dan menunjukkan masih jauh dari kelayakan standar minimal pendidikan. Daerah ini berada pada klasifikasi desa tertinggal dengan mata pencaharian penduduknya sebagai buruh dan petani. Hal ini berdampak pada kondisi peserta didik yang memprihatinkan dan layak mendapatkan uluran tangan. Kegiatan berbagi kasih dengan sekolah-sekolah yang siswanya kurang mampu merupakan wujud kepedulian grup Sekolah Taman Rama terhadap sesama yang diwujudkan dalam program nyata berupa mendorong pendidikan di tingkat dasar. Bantuan yang diberikan
kepada masing-masing sekolah berupa seragam putih dan celana/rok merah (putra dan putri), seragam pramuka dan celana/rok cokelat (putra dan putri), seragam olahraga, dasi dan topi, ikat pinggang, sepatu hitam dan kaos kaki, alat-alat tulis berisi buku tulis, pensil, kotak pensil, penggaris, dan penghapus, alat-alat kebersihan yang terdiri dari odol, sikat gigi, dan sabun mandi, paket snack yang berisi biskuit dan susu, seragam olahraga untuk para guru, LCD projector, kotak P3K berisi obat-obatan dan perlengkapan kebersihan terdiri dari sapu dan alat pel. Bantuan ini berasal dari orangtua siswa melalui putraputrinya yang dikumpulkan selama tiga minggu oleh seluruh siswa, baik yang di sekolah Ubung maupun Jimbaran, sehingga terkumpul dana sebesar Rp 164.674.700. Harapannya,
pihak sekolah, selain dapat meringankan beban orangtua siswa yang dibantu, juga sangat bermanfaat bagi siswa-siswi grup Sekolah Taman Rama, dalam hal pengejawantahan pendidikan berkarakter. Aplikasi dari pendidikan berkarakter ini ditanamkan sejak dini melalui berbagai kegiatan yakni peduli terhadap sesama, menjalin tali kasih, dan penanaman jiwa rela berkorban dengan terjun langsung memberi sumbangan, berpartisipasi langsung, berperan aktif, responsif terhadap keadaan lingkungan. Mudah-mudahan dengan partisipasi ini dapat mempunyai arti bagi masyarakat Desa Bhuana Giri dan Kesimpar, khususnya siswa-siswi SDN 3 Bhuana Giri dan SDN 2 Kesimpar dan juga bermanfaat bagi putra-putri kami. Semoga segala yang baik datang dari segala penjuru. (ad318)
Pabrik Roti Vanessa Terbakar
Denpasar (Bali Post) -
Kebakaran kembali terjadi di Denpasar. Kali ini pabrik roti Vanessa Bakery di Jalan Astasura Gang 1, Penguyangan Kaja, Denpasar dilalap api, Jumat (11/10) kemarin. Hingga saat ini belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Bali Post/ist
PERTEMUAN - Kapolsek Dentim Kompol I Nyoman Karang Adiputra bertemu dengan Ketua Orari Daerah Bali Ida Bagus Gde Arnawa.
Tangkal ’’Hoax’’, Polsek Dentim Gandeng Pimpinan Organisasi
Denpasar (Bali Post) Tak hanya saat pemilu dan pilkada, pilkades pun rawan penyebaran hoax. Jika tidak diantisipasi akan mengakibatkan kegaduhan di masyarakat. Untuk itu, Kapolsek Denpasar Timur (Dentim) Kompol I Nyoman Karang Adiputra menggandeng pimpinan komunitas atau organisasi untuk bersama-sama menangkal hoax. ‘’Upaya menangkal hoax bersama-sama pimpinan organisasi, komunitas dan masyarakat terus kami lakukan. Kemarin (Kamis - red) saya bertemu dengan Ketua Orari Daerah Bali Ida Bagus Gde Arnawa,’’ kata Kapolsek Kompol Karang, Jumat (11/10) kemarin. Hal ini dilakukan, lanjut Karang, karena anggota Orari Bali sangat banyak, sekitar empat ribu orang. Bahkan anggota organisasi ini tersebar hingga pelosok desa. ‘’Jangan sampai mereka tersusupi atau ditung-
gangi orang-orang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoax. Apalagi sampai termakan hoax. Di sinilah pentingnya peran pimpinan organisasi atau komunitas melakukan pengawasan,’’ ucapnya. Mantan anggota Spripim Polda Bali ini mengungkapkan dalam waktu dekat akan digelar pilkades serentak di Denpasar. Tidak menutup kemungkinan ada oknum yang menggunakan hoax untuk menjatuhkan kredibilitas salah satu calon. Kalau tidak diantisipasi maka akan menimbulkan kegaduhan di masyarakat. ‘’Jangan salah, penyebaran hoax juga terjadi saat pilkades. Oleh karena itu, kepada masyarakat saya mengimbau supaya jangan mudah mempercayai informasi yang belum tentu benar. Cek dulu kebenarannya. Paling penting adalah tetap menjaga persatuan, kerukunan, keamanan dan kenyamanan
Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Andi Yaqin menyampaikan, pabrik roti tersebut milik Petrus Kurniawan (48) tinggal di Perumahaan Teras Ayung Blok C, Denpasar Timur. Keterangan karyawan korban, Dewa Putu Sudiawan
(42), pada Jumat pukul 09.00 Wita, dia sedang bekerja di TKP bersama karyawan yang lainnya, Nyoman Adio dan Rofiku. Tiba-tiba mesin oven yang dipakainya bekerja mengeluarkan asap. Saat dibuka, api langsung berkobar. Se-
mentara korban mengatakan saat itu dia ke kamar mandi. Sekembalinya dari kamar mandi, dia mendengar karyawan berteriak kebakaran. Korban mendatangi TKP dan dilihat mesin oven terbakar hingga menjalar ke plafon bangunan pabrik.
‘’Korban bersama karyawannya berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam atau APAR. Beberapa saat kemudian datang mobil pemadam kebakaran dan petugas langsung menyemprotkan air ke mesin oven roti yang terbakar,’’ ungkapnya. Hingga saat ini belum diketahui penyebab kebakaran mesin oven roti tersebut. Keterangan korban bahwa barang-barang tersebut diasuransikan. (kmb36)
di masyarakat,’’ tegasnya. Sementara itu, Ida Bagus Arnawa menyatakan sependapat dan mendukung kepolisian menangkal hoax. Sebagai Ketua Orari Bali, ia selalu mengimbau kepada anggotanya supaya turut mencegah penyebaran hoax dan tetap menjaga persatuan serta kesatuan bangsa. ‘’Saya sendiri menjadi korban hoax. Saat ini saya salah satu calon Kepala Desa Sumerta Kaja. Tiba-tiba beredar berita hoax kalau saya tidak mengurus izin anggota Orari Bali dan dicurigai menggunakan uang iuran untuk kepentingan pribadi. Padahal sebagian izin anggota Orari Bali sudah keluar dan sisanya masih diproses di Orari Pusat. Buktinya ada,’’ tegasnya. Arnawa mengimbau supaya masyarakat khususnya anggota Orari Bali jangan sampai telibat penyebaran informasi bohong. Apalagi pada masa pilkada dan pilkades. (kmb36)
Optimalkan Pelayanan Masyarakat PENUNTASAN kasus hukum memang sangat butuh perhatian khusus. Karena itu menyangkut hidup seseorang, khususnya mereka yang terjerat kasus pidana. Salah sedikit, bisa fatal akibatnya. Karenanya, kejaksaan sangat hati-hati dalam penanganan perkara, apalagi menyangkut orang asing, termasuk yang menyangkut pejabat dan mantan pejabat publik. Tak salah, Kasipidum Kejari Denpasar Wayan Eka Widanta selalu sigap, bahkan memantau perkara yang menjadi atensi. Termasuk soal perampokan yang melibatkan orang asing, dan pelimpahan terdakwa dalam perkara yang menyeret nama familiar. Eka Widanta tak segan ikut
ke Lapas Kerobokan guna memastikan administrasi dan kenyamanan pelaku yang ditahan. Tidak hanya perkara besar,
atensi pejabat asal Gianyar itu juga ditorehkan pada kasus kecil semacam tilang. Belum lama ini, ada ribuan masyarakat yang melanggar lalu lintas, dan terjaring Operasi Patuh Agung yang berjalan selama dua pekan. Untuk memberi pelayanan yang nyaman dan maksimal untuk masyarakat, pihak kejaksaan membuat tenda, sehingga pelanggar lalu lintas tidak kepanasan dan berdesak-desakan. ‘’Jadi kami selalu mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat,’’ katanya. (asa)
Bali Post/ist
CEK TKP - Polisi mengecek TKP kebakaran di pabrik roti Vanessa Bakery di Jalan Astasura Gang 1, Denpasar.
Gerindra dan Demokrat Siap Gabung
Partai Pendukung Jokowi Tak Keberatan Jakarta (Bali Post) Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan partainya membuka pintu bagi parpol di luar pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf) untuk bergabung dalam barisan koalisi pendukung pemerintah. Menurut Wakil Ketua MPRRI ini, Indonesia sebagai negara besar harus dikelola bersama-sama. ‘’PDI-P semangatnya adalah semangat gotong royong. Negara yang sangat besar ini harus dikelola secara bersama, sehingga sikap kita membuka diri terhadap kerja sama itu,’’ ucap Basarah, Jumat (11/10) kemarin. Sehari sebelumnya, Jokowi juga menerima Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kedua pimpinan partai tersebut diterima Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta. Salah satu isi pembicaraannya disebut-sebut menyinggug soal rencana Gerindra dan Demokrat bergabung dalam pemerintahan. Basarah mengatakan meski pihaknya mendukung, namun keputusan terkait langkah parpol di luar pendukung bergabung ke dalam koalisi berada di tangan Jokowi. Sementara itu, anggota Dewan Syuro PKB Maman
Imanulhaq mengatakan meski mendukung, namun partainya memberi syarat kepada Gerindra dan Demokrat sebelum bergabung ke dalam koalisi partai politik pendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. ‘’Syaratnya harus sevisi dengan Jokowi-Ma’ruf. Jadi jangan sampai kita yang sudah terus-terusan memenangkan pilpres, janji-janji kepada rakyat Nawacita jilid II itu jangan sampai terganggu oleh manuver pribadi yang berbeda dengan JokowiMa’ruf,’’ kata anggota DPR dari Fraksi PKB ini. Soal jatah kursi PKB yang mungkin akan berkurang karena harus berbagi dengan Gerindra dan Demokrat, mantan Direktur Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Jokowi-Ma’ruf ini mengaku partainya justru berharap ada penambahan satu kursi menteri dari yang sebelumnya empat menjadi lima. ‘’Kalau hari ini empat, ya… nambah satulah jadi lima. Posnya mudah-mudahan sama dengan yang sekarang, tambahnya (Menkop) UKM paling,’’ kata Maman. Kendati demikian, Maman belum mengetahui komposisi menteri di kabinet Jokowi-Ma’ruf mendatang.
Menurutnya, semua parpol masih terus berkomunikasi dan menyerahkan pemilihan menteri kepada Jokowi sebagai pemilik hak prerogatif. ‘’Kalau komposisinya belum, ya… karena kemarin misalnya di rapat kami di DPP (PKB), Cak Imin (Muhaimin Iskanda) bilang komunikasi terus dilakukan dan tentu semua partai akan menyerahkan semuanya kepada prerogatif presiden,’’ ucap Maman. Untuk diketahui, Presiden Jokowi menegaskan Partai Gerindra kemungkinan besar akan masuk ke dalam koalisi partai pemerintahan. Penegasan disampaikan Jokowi usai berbicara dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana
Merdeka. ‘’Kami bicara mengenai kemungkinan Partai Gerindra masuk ke koalisi,’’ kata Jokowi di Jakarta, kemarin. Sementara itu, Prabowo menuturkan dirinya selalu mengutamakan kepentingan yang besar yakni bangsa dan negara. ‘’Apabila kami diperlukan, kami siap untuk membantu. Kalau diperlukan kami siap,’’ katanya. Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga bertemu Presiden Joko Widodo. SBY tiba di Istana Merdeka, Kamis (10/10). Salah satu isi pembicaraan pun terkait dengan kemungkinan Partai Demokrat untuk masuk dalam barisan koalisi partai pendukung Jokowi. (kmb4)
Sabtu Kliwon, 12 Oktober 2019
Korupsi, Dilawan Rakyat Dirangkul Penguasa
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Peran Parpol Memberantas Korupsi KORUPSI kini menjadi musuh bersama. Kondisi ini tentu kita harus sikapi dengan langkah yang tegas dan terukur. Ketegasan menindak pelaku korupsi haruslah melibatkan semua elemen bangsa. Parpol sebagai salah satu elemen yang melahirkan kader pemimpin termasuk wakil rakyat, justru memiliki peran yang strategis. Keterlibatan parpol dalam mengatasi dan menekan pelaku korupsi haruslah mulai dari komitmen elite partainya. Ke depan, operasional parpol jangan lagi terlau berharap dari sumbangan kader. Apalagi memaksakan pendapatan berlebihan dari kader yang duduk di legislatif dan eksekutif. Sepanjang permodalan parpol mengandalkan donasi dari kader yang dianggap menimati keuntungan politis, maka parpol sulit diharapkan perannya memberantas korupsi di negeri ini. Selama ini, banyaknya kepala daerah terjaring korupsi dan banyak pula legislator tersandera di penjara justru dominan politisi. Mereka melakukan perilaku korup karena proses awal menduduki jabatan juga mahal. Mahar politik yang banyak diterapkan partai dalam menjaring pemimpin membuat pejabat publik tersandera beban utang pada awal menjabat. Untuk mengkompensasi utang-utang ini, maka praktik korupsi dan suap dilakukan. Ini memang ironis. Ketika jargon pemerintah bersih dan bermartabat menguat, perilaku korup justru meningkat. Mestinya, integritas haruslah menjadi tolok ukur dalam menempatkan orang dalam jabatan eksekutif maupun legislatif. Jika parpol terjerat korupsi, akibatnya publik tidak percaya terhadap parpol (demokrasi). Jika parpol bersih dari korupsi, maka demokrasi menjadi kokoh. Dalam hal ini, keberadaan KPK dan parpol dapat bersinergi menguatkan demokrasi. Sehingga, setidaknya ada empat alasan besar untuk menguatkan atau tidak melemahkan, dan mengamputasi kewenangan KPK. Di antaranya korupsi telah menyebabkan pelambatan atas pertumbuhan ekonomi dan capaian minimal hasil-hasil pembangunan yang sangat dirasakan oleh rakyat, yang ditengarai bersumber dari besarnya anggaran yang dikorup, penyalahgunaan anggaran, dan penggunaan yang tidak efisien. Selain itu, sekalipun pemberantasan korupsi dijadikan agenda besar dalam pemerintahan Jokowi-Jk dan sudah banyak pula politisi, hakim, jaksa, dan birokrat yang telah dijerat hukuman, pemberantasan korupsi belum optimal memberi efek penjeraan kepada para koruptor dan korupsi masih merejalela. Ini menandakan libido keserakahan elite kekuasaan korup masih besar di dalam tubuh birokrat. Postur anggaran belanja negara tahun 2019 diperkirakan Rp 2,461 triliun. Suatu jumlah yang tidak sedikit dan rentan degan perilaku koruptif penyelenggara negara. Maka sekalipun APBN memiliki postur yang semakin baik dengan defisit yang semakin rendah dan memiliki keseimbangan menuju positif, korupsi tetap menjadi hantu yang menakutkan, dan kejahatan tindak pidana korupsi diyakini, menyebabkan kemiskinan, ketidakadilan dan diskriminatif sebagai sumber utama kegaduhan dan disintegrasi bangsa. Hal tersebut nampak telanjang di depan mata, dan salah satu kebijakan strategis yang dipandang dapat menjawab tantangan tersebut adalah penguatan substansi pengaturan dan kelembagaan KPK bukan dilemahkan, melalui UU KPK yang baru setidaknya memuat kemauan rakyat yang menghendaki korupsi dihabisi, bukan di-generate diturunkan kepada generasi berikutnya. Kehadiran elite parpol untuk menguatkan KPK bisa dijabarkan dengan memberdayakan kadernya di legislatif. Jangan sampai karena banyak elite partai tersander korupsi, KPK yang justru disandera. Ke depan, harus ada kejujuran dan mentalitas yang kuat untuk memastikan partai politik mendukung upaya-upaya terukur memberantas korupsi.
Demokrasi adalah kekuasaan rakyat dalam mengatur dan mengurus kehidupannya melalui negara. Menurut Bryan D. Jones, demokrasi sebagai bentuk pemerintahan yang diorganisasikan sesusai dengan prinsip-prinsip kedaulatan rakyat, persamaan politik, musyawarah dan kekuasaan dalam tangan rakyat. Maka hakikat demokrasi sebagai sistem bermasyarakat dan bernegara dengan pemerintahan yang berbasis rakyat yang diselenggarakan melalui pemisahan kekuasaan. Pemisahan kekuasaan (separation of power) dipengaruhi oleh teori John Locke dalam buku “Two Treaties of Goverment” dan Montesquieu mengemukakan tiga kekuasaan di dalam negara yang masing-masing independen. Pembagian kekuasaan bertujuan agar tidak terjadi kekuasaan yang absolut dan adanya penyebaran tugas negara sehingga lebih efisien dan efektif.
Oleh
Supartha Djelantik oktrin pemisahan kekuasaan merupakan sebuah teori pemerintahan yang bertujuan untuk melindungi kebebasan dan memfasilitasi pemerintahan yang baik (good governance) dengan cara melakukan spesialisasi kekuasaan secara memadai. Namun, sekalipun doktrin ini mudah disepakati, namun NKRI sebagai hasil kesepakatan bersama untuk mewujudkan mimpi besar hidup yang membebaskan, damai, rukun, adil, dan sejahtera, kenyataannya menunjukkan tidak jarang kekuasaan mengembangkan doktrin dengan cara yang menyimpang dari tujuan kesepakatan itu, yang dipengaruhi oleh praktik politik, kebiasaan, dan prinsip-prinsip hukum negara. Indonesia sebagaimana negara-negara modern di dunia sepakat dan meyakini bahwa praksis demokrasi adalah kunci bagi kemakmuran rakyat, tapi harapan tersebut jauh panggang dari api. Tak kunjung tiba ketika demokrasi dibajak egosektoral dan keserakahan elite kekuasaan, melalui politik transaksional, dinasti, dan nepotisme, yang melahirkan korupsi sebagai kapal keruk penyedot kekayaan negara. Sebenarnya, demokrasi yang dibelenggu oleh kalangan elite telah terjadi sejak proses gelombang demokratisasi ketiga bergulir. Banyak rezim yang hanya menjadikan demokrasi sebagai prasyarat minimal untuk mendapatkan label demokratis, tapi pada tataran teknis, publik justru semakin terjauhkan dari proses politik dan proses pengambilan kebijakan. Inilah yang disebut Colin Crouch sebagai fenomena post democracry. Isu yang diangkat sangat menarik, walaupun disayangkan, substansi yang dibawa Colin Crouch tidak terlalu populer, banyak indikasi yang dikatakan Colin yang sebenarnya eksis dalam operasionalisasi demokrasi dan kemudian di daratan Amerika, Larry Diamond juga akhirnya menyimpulkan bahwa telah terjadi resesi demokrasi di negara-negara yang awalnya sempat terkena sapuan gelombang ketiga demokrasi versi Samuel P. Huntington. Selanjutnya, tangkapan Larry Diamond diamini oleh Francis Fukuyama dalam karya penghormatannya terhadap Samuel Huntington, yakni Political Decay dan Political Order (judul ini juga digunakan oleh Huntington pada tahun 1960-an). Indikasi yang disampaikan Colin, diselidiki oleh Diamond, dan diamini oleh Francis Fukuyama,
SURAT PEMBACA
bahwa kehidupan demokrasi dalam sebuah negara pada akhirnya hanya perkara prosedural. Pemilu dijalankan, lembaga demokrasi dilengkapi, media dibiarkan bebas, dan lain-lain, tapi keputusan publik tetap mutlak terletak di tangan-tangan oligarki ekonomi politik, alias di tangantangan beberapa orang saja. Diamond dan Fukuyama menyebutnya patrimonialisme politik dan patron-klientelisme, sementara Colin Crouch menyebutnya neo-aristocratic system. Persamaan dari ketiganya adalah bahwa demokrasi pada akhirnya hanya perkara seremoni di satu sisi, gegayaan, sok demokratis, biar trendi secara politik, tapi di sisi lain kenyataannya hanya digunakan oleh oligar-oligar untuk membangun impresi bahwa daerah kekuasaannya sudah demokratis, sementara kepentingan mereka terselamatkan. Di ranah pengambil keputusan, ternyata demokrasi sudah selesai saat pemilih pulang dari bilik suara lalu kembali berjibaku dengan kehidupan masing-masing. Kedaulatan dianggap sudah berpindah, bertransformasi menjadi kekuasaan dan wewenang yang kemudian dimonopoli oleh beberapa obligar saja. Lama-kelamaan, hal yang demikian melahirkan tatanan masyarakat yang juga bersifat post democratic seolaholah demokrasi milik mereka. Coba perhatikan gaya dan mimik para elite politik dan pejabat negara di acara ILC TV-One, sekelas menteri berteriak seolah mereka sudah menjalankan segala aturan yang dipersyaratkan dan paling tahu tentang rumusan perundang-undangan, gayanya seperti borjuis, merendahkan mahasiswa seolah-olah tidak tahu apa-apa. Permasalahannya tidaklah sesederhana yang dipikirkan mereka, mungkin betul mahasiswa tidak mengetahui atau membaca UU KPK yang direvisi atau RKUHP yang telah diketok palu. Penyulut utama adalah revisi UU KPK yang terkesan janggal, terburu-terburu, dan cenderung secara implisit justru meredupkan marwah KPK sebagai tameng antikorupsi nasional. Boleh jadi, KPK bukan malaikat, bukan institusi tempat orang-orang suci, tapi ada misi suci yang tersimpan di sana. Dan, misi tersebut adalah salah satu harapan yang sempat menggelora di saat transisi demokrasi sekitar dua puluh tahun lalu. Alangkah baiknya DPR dan pemerintah berkomunikasi secara intens dengan elemen-elemen masyarakat yang selama ini tegar
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Permohonan Dana Punia Pura Puncak Sari Dalam rangka menginformasikan dan menghimpun dana pembangunan di Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah Loka) yang terletak di Banjar Adat Peninggaran, Desa Pakraman Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem yang menjadi tanggung jawab Desa Pakraman Seraya, kami pangempon pura mohon bantuan dana punia kepada umat. Dengan adanya dukungan dari para bhakta dan umat akan
sangat besar manfaatnya untuk pengembangan dan mendukung kebutuhan serta penyelesaian sarana dan prasarana fisik pembangunan pura ini. Salah satu upaya untuk melestarikan agama, adat istiadat, dan seni budaya yang diharapkan dapat meningkatkan sradha bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami pangempon Pura Puncak Sari, Desa Pakraman Seraya sangat meng-
harapkan bantuan dari bapak. Bantuan dapat disalurkan ke Rekening Panitia Pembangunan Pura Puncak Sari, No. Rek 461401-019031-53-6 BRI unit Subagan. Demikianlah permohonan ini kami sampaikan ke hadapan Bapak dan besar harapan kami agar dapat dikabulkan serta atas bantuan Bapak tak lupa kami ucapkan terima kasih. Klian Desa Pakraman Seraya I Made Salin
Ruang Perajin dan UMKM Lokal di Bandara Ngurah Rai Bandara Ngurah Rai selama ini selain menjadi pusat transportasi udara lalu lintas orang yang sangat padat juga menjadi etalase bisnis bagi para pengusaha besar. Jika dilihat ruang-ruang yang ada di kawasan bandara banyak diisi produk-produk berkualitas. Ini membuktikan bandara memiliki tempat yang strategis untuk pemasaran. Baru-baru ini, saya sempat mendarat di Bandara Balikpa-
pan yakni di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan International Airport. Sambil menunggu terbang, saya sempat jalan-jalan di ruang tunggu dan melihat ada etalase kerajinan lokal yang dikelola oleh Dekranasda setempat. Saya ingin tahu, apakah ruang semacam itu ada di Bandara Ngurah Rai? Jika memungkinan mohon perajin lokal dan UMKM lokal bisa difasilitasi menggunakan salah satu ruangan
di bandara untuk ruang pajang atau ruang transaksi. Tentunya dengan harga yang terjangkau. Saya sangat berharap produkproduk kerajinan Bali juga tetap mendapat perhatian dari berbagai pihak yang berbisnis di tanah Bali. Setidaknya, ini mesti menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap Bali. Ni Wayan Purnami Gianyar, Bali
mempertahankan eksistensi masyarakat kecil. Dalam kasus revisi UU KPK, gejala post democracy kental terjadi. DPR dan pemerintah menafsirkan sendiri skala, tingkatan, dan cakupan kebutuhan revisi tanpa banyak berkomunikasi dengan aktor-aktor utama pegiat antikorupsi di satu sisi dan publik yang diwakili mahasiswa. Inilah persoalan awal yang “menyinggung perasaan” mahasiswa, yang akhirnya memanggil mereka untuk kembali membuktikan diri di hadapan publik, bahwa mahasiswa adalah kekuatan publik, di luar institusi pemerintah dan di luar partai, yang tak bisa dipinggirkan di dalam proses pembuatan kebijakan strategis, sekelas UU KPK. Tetapi, mereka hadir membawa aspirasi hati nurani murni rakyat bahwa apa yang dipandang baik dan buruk oleh mereka. Korupsi di hadapan mereka adalah amoral secara sosial dan kejahatan secara hukum dan hukum adalah instrumen untuk mengakhiri/ menghilangkan kejahatan, agar tercipta masyarakat yang dikehendaki. Dalam konteks makro seperti di atas, maka jelas misi mahasiswa adalah mulia, suci, tak mungkin ditunggangi. Para pihak, yang bisa datang dari mana saja, kemudian menunggangi pergerakan masif tersebut dengan kepentingan-kepentingan naif seperti penolakan pelantikan presiden, penurunan presiden, khilafah, dan sejenisnya. Peluang bermain “jorok” tak melulu dinikmati oleh lawan politik penguasa, dari lingkaran penguasa sendiri pun bisa saja, tergantung skill para buzzer dalam mem-framing isu dan situasi. Inilah yang harus dibuktikan oleh mahasiswa kepada publik, bahwa pergerakan masif yang dilakukan adalah bagian dari misi nasional untuk mengembalikan napas suci demokrasi dan menghindari munculnya gejala post democracy, bukan untuk bermainbermain dengan salah satu aktor politik praktis, baik di istana maupun di pihak penentangnya. Pembajakan Demokrasi Korupsi menggali dalam-dalam kemiskinan, melumpuhkan sendi kehidupan dan menciptakan ketidakadilan, menjungkirbalikkan dan penebar virus merobohkan pilar-pilar demokrasi. Ada kelakar di masyarakat bahwa pada masa Orde Lama korupsi dilakukan di bawah meja, pada masa Orde Baru korupsi dilakukan di atas meja (terbuka) dengan tidak ada rasa malu, kemudian pada masa reformasi sekalian mejanya yang
dikorupsi. Setiap upaya atau gerakan pemberantasan korupsi akan mendapat pelemahan dan perlawanan langsung dari para koruptor yang didukung elite koruptif yang dilakukan dengan cara yang paling sederhana sampai tindakan yang paling banal, yaitu penghancuran melalui sendi-sendi yang paling mendasar. Kejahatan dirasakan sebagai kewajaran yang diatur melalui hukum, sehingga korupsi menjadi kejahatan by design, sebagai banalisme korupsi pada akhirnya menjadi bagian tak terpisahkan dari sebuah sistem. Korupsi adalah buruk secara moral. Namun, karena korupsi dilakukan massal dan secara periodik, lama-lama cakupan moralitas korupsi berubah menjadi sesuatu yang dapat dibenarkan paling tidak untuk komunitas mereka (para pelaku) dan dapat meluas secara kelembagaan, yang akhirnya ukuran sebuah kebenaran runtuh ke dalam jurang yang terdalam karena hampir semua orang korup, yang lambat laun justru menjadi standar sekaligus aturan. Setiap rezim kekuasaan memiliki kekhasan mengenai sistem hukum yang diberlakukan, yang disebabkan situasi dan kondisi yang berubah. Kekhasan inilah yang menjadi ciri suatu periode kekuasaan, sistem dan budaya hukum yang berlaku berbeda dengan kekuasaan yang lain. Philippe Nonet dan Philip Selznick dengan jelas membedakan keadaan dasar tentang hukum yang berlaku di masyarakat mejadi tiga konsep yaitu: (1) Hukum Represif, yaitu hukum sebagai alat kekuasaan represif, yang secara khusus difungsikan untuk mempertahankan status quo penguasa yang kerap kali dikemukakan dengan dalih menjamin ketertiban. (2). Hukum Otonom, hukum sebagai suatu pranata yang mampu menetralisir represi dan melindungi integritas hukum itu sendiri. Sebagai reaksi dari hukum represif dan untuk membatasi kesewenang-wenangan penguasa. Hukum otonom tidak mempermasalahkan dominasi kekuasaan dalam orde yang ada maupun orde yang hendak dicapai. Hukum otonom merupakan model hukum the rule of law legitimasi hukum otonom terletak pada kebenaran prosedural hukum, bebas dari pengaruh politik sehingga terdapat pemisahan kekuasaan, kesempatan untuk berpartisipasi dibatasi oleh tata cara yang sudah mapan. Pada waktu ini timbul reaksi-reaksi terhadap hukum yang otonom ini, yaitu dalam bentuk kritik terhadap rasa puas yang bersifat dogmatis terhadap kekakuan legislatif dan terhadap kecenderungan-kecenderungan yuridis yang asing terhadap dunia kehidupan umum yang nyata. (3) Hukum Responsif, yaitu hukum sebagai suatu sarana respons terhadap ketentuan-ketentuan sosial dan aspirasi-aspirasi masyarakat. Dalam berbagai lapangan hidup timbul keinginan untuk mencapai hukum responsif yang bersifat terbuka, terhadap perubahanperubahan masyarakat dengan maksud untuk mengabdi pada usaha meringankan beban kehidupan sosial dan mencapai
WARUNG GLOBAL
Kepmen Mesti Diapresiasi, walau Belum Final KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan mengeluarkan surat keputusan menjadikan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi maritim. Keputusan tersebut dikeluarkan pada 4 Oktober 2019 melalui Keputusan Menteri No. 46/KEPMEN-KP/2019. Dengan terbitnya keputusan tersebut, maka Teluk Benoa tak bisa lagi dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi. Apakah dengan dikeluarkannya keputusan menteri (kepmen) ini, reklamasi tidak ada lagi? Menurut salah satu opini yang disampaikan Kawan Global, keputusan menteri ini belum final, masih dibayangi Perpres 51 Tahun 2014. Bisa jadi kepmen ini dipersoalkan oleh para investor atau pihak yang berkepentingan untuk memuluskan reklamasi Teluk Benoa, karena perpres belum dicabut. Para pendengar setia Radio Global 96,5 FM lainnya juga turut menyampaikan opini dalam acara dialog interaktif Warung Global, Jumat (11/10) kemarin. Menurut Sridham di Mengwi, reklamasi sama dengan merusak bumi, reklamasi Teluk Benoa semata dilakukan menuju Bali industri, bukan memajukan sektor pertanian. Sebaiknya, Bali kembali ke pertanian, demikian sarannya. Fera di Tabanan menyampaikan agar eksploitasi terhadap alam Bali dihentikan. Yang keluar mestinya keppres, bukan kepmen, menurut Febri di Denpasar, jadi ini belum final. Sementara itu, Ketut Mursi di Denpasar senang mendengar berita ini. Dengan keluarnya kepmen bahwa Teluk Benoa adalah kawasan konservasi maritim, Teluk Benoa tak bisa diutak-atik lagi dan Perpres 51 mestinya dicabut juga. Bagi Budiada di Tabanan, dengan dikeluarkannya kepmen ini, ia rasa sudah cukup, setidaknya Presiden sudah mengetahui bahwa kepmen ini telah dikeluarkan. Menurut Werdha di Gianyar, kepmen ini
sepertinya sekadar meredam polemik. Ia juga menilai ini belum kuat, karena Perpres 51 belum dicabut oleh Presiden. Sementara secara hierarki, kedudukan kepmen lebih rendah dari perpres. Winaja dan Yuli di Tabanan juga menyampaikan opini serupa. Perjuangan warga adat selama lima tahun lebih menolak reklamasi Teluk Benoa akhirnya membuahkan hasil, walau belum bisa dikatakan final, karena masih ada bayang-bayang Perpres 51/2014. Untuk itu, ia meminta agar Perpres 51 ini dicabut. Buat apa lagi membicarakan agar reklamasi ditolak, karena di lapangan reklamasi telah nyata dikerjakan, seperti buang-buang energi saja, demikian menurut Arya di Denpasar. Ia mengatakan sebaiknya halhal penting yang menyentuh rakyat secara langsung yang mestinya dibahas, misalnya bagaimana mengatasi kekeringan saat ini atau bahas soal kenaikan tarif listrik. (sikha)
sasaran-sasaran kebijakan sosial seperti keadilan sosial, emansipasi kelompok-kelompok sosial yang dikesampingkan dan ditelantarkan serta perlindungan terhadap lingkungan hidup. Dalam konsep hukum responsif ditekankan pentingnya makna sasaran kebijakan yuridis dan reaksi kebijakan serta pentingnya partisipasi kelompokkelompok dan pribadi-pribadi yang terlibat dalam penentuan kebijakan. Nonet dan Selznick tidak bermaksud bahwa penggunaan hukum merupakan alat untuk mencapai sasaran-sasaran yang ditetapkan secara sewenangwenang, tetapi hukum yang mengarahkan pada perwujudan nilainilai yang terkandung dalam cita-cita dan kehendak yuridis dari seluruh masyarakat. Nilai-nilai ini bukan hal yang telah menjadi kebijakan pemerintah, tetapi nilai-nilai ini harus tercermin secara jelas di dalam praktik penggunaan dan pelaksanaan hukum, sehingga dalam penghayatannya nilai-nilai ini mampu untuk memberikan arah pada kehidupan politik dan hukum. Jadi, hukum responsif tidak membuang ide tentang keadilan, melainkan ia memperluasnya untuk mencakup keadilan substantif. Dua ciri yang menonjol dari konsep hukum responsif adalah (a) pergeseran penekanan dari aturan-aturan ke prinsip-prinsip dan tujuan; (b) pentingnya kerakyatan baik sebagai tujuan hukum maupun cara untuk mencapainya. Mungkin kita dapat mengatakan bahwa tanpa partisispasi, pemerintah dan administrasi akan menjadi represif dan tanpa pemerintahan yang baik, maka partisipasi akan menjurus kepada pemerintahan oleh kepentingankepentingan dari pihak yang kuat. Rezim otoriter sudah tentu berbeda dengan rezim demokrasi, sebagaimana diketahui demokrasi di dalam dirinya mempunyai mekanisme untuk mengontrol dirinya untuk menjamin terselenggaranya sistem kekuasaan dan terjaganya hak-hak rakyat, dan terselenggaranya kekuasaan berdasarkan prinsip checks and balances, good governance and clean govermenment sesuai dengan konstitusi. Penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan benar (demokratis) dapat mengurangi korupsi, mengefektifkan anggaran untuk tercapainya sasaran pembangunan. Hal tersebut dapat terwujud karena demokrasi mengusung dua landasan, yaitu: (1) partisipasi publik dan akses informasi yang terbuka lebar-lebar, sehingga setiap penyalahgunaan kekuasaan idealnya bisa ditekan; (2) demokrasi punya prosedur formal kontrol melalui penyelenggaraan pemilu secara berkala, dengan mendorong tampilnya politisi bersih, dan berintegritas, dengan mendorong partai atau politikus korup bisa “ditendang” ke luar lapangan agar tidak dicalonkan menduduki jabatan publik. Untuk itu, parpol memainkan peran penting dalam agenda perang melawan korupsi. Penulis, dosen Fakultas Hukum Universitas Warmadewa
POJOK Jokowi dan Prabowo bertemu bahas upaya wujudkan stabilitas politik dan keamanan. - Ayo bersatu untuk Indonesia jaya. *** Rai Mantra dan Jaya Negara, semangat berinovasi untuk melayani. - Ayo wujudkan Bali Era Baru. *** Warga Jembrana antre air bersih dan biarkan sawah nganggur. - Ayo berdoa segera turun hujan.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Kliwon, 12 Oktober 2019
Bali Post/bit
JALAN - Akses jalan menunju ke pantai yang tengah dikerjakan oleh Ciputra. Jalan ini diklaim untuk kepentingan masyarakat.
Polemik Iklan Ciputra
Bupati Eka Tegaskan Pantai Milik Rakyat Tabanan (Bali Post) -
Iklan Ciputra Beach Resort memantik reaksi Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Usai rapat paripurna DPRD Tabanan Jumat (11/10) kemarin, ia menegaskan, sesuai peraturan dan perundangundangan, pantai adalah milik rakyat dan negara. ‘’Jadi tidak ada yang namanya pantai itu bisa dijadikan milik pribadi, karena jelas itu milik negara dan rakyat. Ini hanya kesalahan iklan. Kadang banyak ditambahi dan dibumbui biar lebih manis dan menarik peminat,’’ ucapnya. Meski demikian, Bupati Eka menyatakan, jika ditemukan ada indikasi pelanggaran pada properti tersebut, pihaknya pasti akan segera menindaklanjutinya. Sementara itu, Project Manager Ciputra Resort I Wayan Sutama mengatakan, polemik muncul akibat kesalahan iklan. Oleh karena itu, manajemen telah menegur agen iklan dan meminta agar iklan segera direvisi dengan tidak mencantumkan menyediakan pantai privat. ‘’Kami pastikan tidak akan ada iklan seperti itu lagi, karena sudah diklarifikasi. Kami tahu jika pantai adalah fasilitas umum dan berhak
dinikmati oleh seluruh masyarakat umum,’’ tegas Sutama. Sutama juga menyatakan, Ciputra sama sekali tidak pernah memiliki niatan untuk menjadikan pantai sebagai wilayah privat. Justru pihak manajemen telah membangun akses jalan ke pantai selebar 4 meter agar masyarakat setempat lebih mudah ke pantai untuk melaksanakan upacara keagamaan, begitu juga dengan harapan kawasan pantai sekitar akan lebih dikenal masyarakat dan ramai dikunjungi. ‘’Akses jalan ke pantai masih kita bangun. Jadi ini kesalahan komunikasi internal mereka, konsultan dengan Lamudi,’’ tegasnya. (kmb28)
Bali Post/bit
SIDAK - Komisi I DPRD Tabanan sidak proyek Ciputra, Jumat (11/10) kemarin.
Dewan Desak Agen Iklan Diberikan Surat Peringatan Tabanan (Bali Post) Video iklan yang sempat viral terkait penjualan unit perumahan Ciputra Beach Resort yang mempromosikan private beach, menjadi perhatian DPRD Tabanan. Komisi I usai rapat paripurna Jumat (11/10) kemarin, langsung sidak ke properti tersebut. Sidak dimaksudkan meng-cross check informasi di lapangan. Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi menjelaskan, dari hasil pengecekan pihaknya menyimpulkan polemik terjadi akibat kesalahan agen iklan. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agen iklan tersebut mendapatkan surat peringatan karena telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Lebih lanjut pihaknya meminta Pemkab Tabanan melalui OPD terkait agar memperketat pengawasan pembangunan. Jangan sampai ada pelanggaran yang
terjadi di wilayah Kabupaten Tabanan. Hal senada disampaikan Sekretaris Komisi I DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani. Ia meminta proteksi pemerintah terhadap tata ruang diperketat. Sementara itu, Kabid Pelayanan Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Tabanan I Kadek Suardana Dwi Putra mengatakan, IMB proyek Ciputra dikeluarkan tahun 2016. IMB itu untuk seluas 71.130 meter persegi dengan peruntukan sebagai areal rumah tinggal sesuai yang dipasarkan. Soal indikasi pelanggaran sempadan pantai, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan. Sebab, pembangunan belum dilakukan menyeluruh. ‘’Namun kami terus melakukan pengawasan mengantisipasi pelanggaran,’’ terangnya. (kmb28)
Diskes Belum Terima Kelanjutan Proyek GOR Debes Belum Jelas Surat Penarikan Ranitidin Tabanan (Bali Post) Belakangan ini di media sosial santer diinformasikan penarikan pada beberapa obat lambung atau obat yang mengandung Ranitidin oleh BPOM karena berpotensi memicu kanker. Di Kabupaten Tabanan, penarikan obat tersebut belum dilakukan. Pasalnya, Dinas Kesehatan (Diskes) belum menerima surat resmi dari instansi terkait. Kadiskes Tabanan dr. I Nyoman Suratmika mengaku sudah mendengar dan melihat di sejumlah media terkait penarikan obat ranitidin tersebut. Hanya saja pihaknya bersama BPOM belum melakukan penarikan. ‘’Kami belum menerima surat edaran secara resmi. Baru melihat di media,’’ ungkap Suratmika belum lama ini. Meski demikian, Suratmika menegaskan pihaknya akan melakukan penarikan jika surat resmi sudah diterimanya. Sembari menunggu surat resmi turun, pihaknya juga akan mengecek ke seluruh fasilitas apotek, Puskesmas dan Puskemas Pembantu di seluruh Tabanan karena kemungkian obat tersebut masih disediakan.
Menurutnya, ranitidin bukan obat yang jadi pilihan dalam penangan pasien penderita sakit lambung atau usus di Tabanan. ‘’Kami di Tabanan memakai antisidin. Kalau ranitidin belum menjadi pilihan obat yang disediakan. Namun akan tetap kami cek,’’ tegasnya. Dijelaskan, ranitidin merupakan obat untuk penderita sakit lambung atau usus. Obat tersebut untuk menghilangkan rasa nyeri. Namun dari informasi yang didapat, kandungan di dalamnya bisa menyebabkan kanker jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama. Dihubungi terpisah, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan Ni Wayan Primayani juga mengaku belum menerima surat edaran terkait obat tersebut. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan BPOM jika memang ada rencana penarikan obat tersebut dari peredaran. ‘’Saya cek dulu ke Kasi Pengawasan. Saya belum terima surat edarannya, jadi belum ada langkah kegiatan,’’ katanya. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Pembangunan GOR Debes sempat dikebut untuk mensukseskan ajang Porprov Bali XIV 2019. Namun untuk kelanjutan pembangunan atau proyek tahap III, belum bisa dipastikan. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan sudah mengajukan proposal senilai Rp 20 miliar ke Bapelitbang untuk melanjutkan pembangunan GOR Debes. Kepala Bidang Bangunan dan Gedung Dinas PUPRPKP Tabanan Kadek Faridatini Sueca menjelaskan, anggaran Rp 20 miliar tersebut adalah untuk melanjutkan pembangunan fasilitas hingga finishing. ‘’Sudah kemarin kami ajukan proposalnya dan masih menunggu berapa yang akan terealisasi. Mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi,’’ terangnya, Jumat (11/10) kemarin. Ditanya terkait ajuan proposal kelanjutan pembangunan GOR tahap III, Kepala Bapelitbang Tabanan Ida Bagus Wiratmaja mengatakan, pihaknya belum melihat pengajuan anggaran proyek tahap III GOR Debes. ‘’Saya belum melihat pengajuan anggarannya,
tetapi dari RAPBD memang belum masuk,’’ ujarnya. Meski demikian, masih ada peluang untuk pengajuan tersebut. Sepanjang disetujui di dewan pasti akan ada reposisi atau pergeseran anggaran. ‘’Jadi masih ada peluang sampai bulan November. Hari ini (kemarin-red) pandangan Bupati atas pandangan fraksi. Jadi masih ada mekanisme rapat kerja dan verifikasi di provinsi dan masih sangat terbuka peluang untuk merevisi atau mereposisi RAPBD 2020,’’ terangnya. Seperti diketahui, pembangunan GOR Debes masih belum tuntas. Pembangunan tahap II baru merampungkan finishing atap dan toilet. Pembangunan dilakukan bertahap karena keterbatasan anggaran. Saat sidak, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga berharap pemerintah tetap memberikan perhatian dan atensi terkait kelanjutan pembangunan GOR usai Porprov. ‘’Setelah Porprov kami akan fokus melakukan pengawasan terkait pembangunan GOR lanjutan,’’ tegasnya. Dia berharap pemerintah tetap konsisten meski pelaksanaan Porprov telah usai. Karena GOR ini nantinya bisa digunakan un-
Bali Post/bit
GOR - Pembangunan GOR Debes masih belum tuntas. Atas hal tersebut Dinas PUPRPKP telah mengusulkan anggaran untuk melanjutkan pembangunan. tuk event olahraga baik bertaraf nasional maupun internasional. Ketua KONI Tabanan Dewa Ary Ariawan juga sangat menaruh harapan untuk penyelesaian pembangunan GOR Debes.
Apalagi semangat olahraga oleh para atlet Tabanan sudah mulai kembali muncul, terbukti dengan keberhasilan atas raihan medali dalam ajang Porprov Bali belum lama ini. (kmb28)
RAPBD 2020
Porsi Belanja Langsung akan Ditingkatkan
Bali Post/ist
PENJELASAN - Bupati Tabanan Eka Wiryastuti saat memberikan jawaban dan penjelasan terhadap pemandangan umum dewan dalam rapat paripurna DPRD Tabanan, Jumat (11/10) kemarin.
Tabanan (Bali Post) DPRD Tabanan, Jumat (11/10) kemarin menggelar rapat paripurna terkait Ranperda tentang APBD Tabanan tahun anggaran 2020 dan Ranperda penambahan penyertaan modal pada Perusda Dharma Santika. Dalam rapat paripurna tersebut, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti memberikan jawaban dan penjelasan terhadap pemandangan umum dewan, khususnya mengenai tudingan postur RAPBD yang tidak sehat. Terkait pendapatan daerah khususnya dari retribusi, Bupati Eka menyampaikan, pada dasarnya mengalami peningkatan. Namun dengan adanya perubahan pengelolaan keuangan pada
Dinas Kesehatan khususnya Puskesmas menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), menyebabkan penerimaan retribusi kesehatan direposisi sebesar Rp 500 juta ke pendapatan asli daerah yang sah. Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah mengalami penurunan akibat kebijakan nasional terhadap transfer dana jaminan kesehatan nasional. Terkait komposisi belanja daerah, yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar 62,64 persen dan belanja langsung 37,36 persen, Eka menyatakan eksekutif sependapat dengan saran dewan untuk meningkatkan komposisi belanja langsung guna menunjang program yang bertujuan meningkat-
kan kesejahteraan masyarakat. Sementara penganggaran sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (Silpa) telah didasarkan pada penghitungan yang cermat dan rasional dengan mempertimbangkan perkiraan realisasi anggaran tahun 2019. Soal dorongan dewan agar Pemkab melakukan inovasi dalam upaya peningkatan pendapatan daerah, Bupati Eka mengatakan, akan memanfaatkan teknologi informasi secara online dan menggali sumber-sumber pendapatan baru. ‘’Tentunya kemampuan SDM dan sarana prasarana yang memadai dalam mengelola pendapatan daerah juga akan ditingkatkan,’’ ucapnya.
Sementara itu, terkait Ranperda penambahan penyertaan modal pada Perusda Dharma Santika, Bupati Eka menyampaikan, pengembangan usaha Perusda akan terus dilakukan sesuai dengan potensi daerah. Terlebih mengingat tujuan dihidupkannya kembali Perusda Dharma Santika adalah memajukan industri pertanian. ‘’Karena yang menikmati hasilnya bukan siapa-siapa. Kalau untung, rakyat makmur. Artinya, ini tidak akan pernah hilang dari visi-misi kita dari rakyat untuk rakyat. Selama Dharma Santika berdiri sampai saat ini sudah menghasilkan kurang lebih Rp 9 miliar,’’ tambahnya. (kmb28)
Sabtu Kliwon, 12 Oktober 2019
Dalami Pengaduan Warga Pengastulan
Pengembang Sebut Beli Tanah Sudah Beralih Fungsi Singaraja (Bali Post) – Komisi I DPRD Buleleng menghadirkan pihak pengembang perumahan bersubsidi di Dusun Purwa, Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Jumat (11/10) kemarin. Selain pengembang, dewan juga memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Satu Pintu (DPMPPSP), dan Camat Seririt. Dari pertemuan ini terungkap, pengembang perumahan sudah mendapatkan semua item perizinannya. Bahkan, pengembang membantah membangun di atas tanah produktif. Ini karena tanah yang sudah dibangun 74 unit rumah bersubsidi itu adalah tanah yang sudah dialihfungsikan dari fungsi awal tanah sawah. Rapat dengar pendapat (RDP) kemarin, dipimpin Ketua Komisi I Gede Odi Busana bersama anggotanya didampingi Tim Pakar DPRD Buleleng. Pengembang perumahan Gede Adi Sucipto menjelaskan, sebelum memulai investasinya di bidang perumahan, dirinya sudah melakukan sosialisasi. Dilanjutkan mengurus sendiri segala bentuk perizinan yang ditentukan. Setelah ada dukungan dari aparat terbawah di Desa Pengastulan, Adi Sucipto mengaku tidak ada pihak
yang memprotes, sehingga hingga saat ini, dia sudah selesai membangun 74 unit rumah bersubsidi. Tanah itu sebetulnya dibeli dari pemilik kedua. Saat itu, status tanah itu tidak lagi sebagai lahan sawah. Sebab, sudah dialihkan sebagai tanah kapling siap bangun. Karena pengembangan perumahan itu sudah legal, maka dalam waktu singkat pihaknya telah membangun 74 unit rumah bersubsidi. Puluhan rumah bersubsidi itu sudah habis terjual. Sebagian besar sekarang dihuni warga dari Desa Pengastulan. “Tak ada saya membangun di atas tanah produktif. Waktu tanah itu saya beli, memang sudah menjadi tanah kavling. Sempat saya cek karena ada informasi di sebelah utara itu masih ada subak. Faktanya tidak ada sawah lagi. Semua izin sudah terbit, tetapi apa masalahnya. Kemudian saya diadukan ke mana-mana
termasuk ke DPRD,” keluh Gede Adi Sucipto. Terkait kekhawatiran perumahan itu mengganggu irigasi subak, Sucipto menyebut sejak melakukan sosialisasi komitmennya menata irigasi subak itu sudah disampaikan. Saat mulai membangun, irigasi sawah masih aktif diperbaiki, sehingga tidak mengganggu aliran air untuk lahan sawah milik petani di dekat perumahan. “Saya membangun perumahan di mana-mana. Tidak pernah saya menutup irigasi. Justru saya memperbaiki irigasi. Seperti di Pengastulan ada irigasi yang sudah tertutup. Saya perbaiki dengan biaya sendiri, sehingga tidak ada gangguan kepada subak,” katanya. Terkait kemungkinan gangguan kesucian pura, Sucipto mengaku lokasi perumahannya itu berjarak sekitar 15 meter dari lokasi pura. Kalau jarak tersebut
dibilang tidak memenuhi aturan radius kesucian pura, pihaknya menyerahkan kepada instansi berwenang untuk mengambil keputusan. “Yang jelas saya membangun perumahan itu sesuai izin yang dikeluarkan pemerintah. Saya serahkan kepada yang berwenang soal kesucian pura itu,” katanya. Ketua Komisi I Gede Odi Busana mengatakan, setelah pihak pengembang perumahan memberikan penjelasanya, dewan akan melakukan mediasi lanjutan dalam waktu dekat ini. Penjelasan dari pengembang disebutkan tanah itu bukan lahan produktif, akan kembali ditindaklanjuti. Pasalnya, dari data di Dinas PUPR lahan perumahan itu sudah masuk sebagai kawasan permukiman. Bahkan, statusnya sebagai permukiman itu sudah legal. Hal itu sesuai Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK) Buleleng. Data itu menunjukkan kalau lahan yang fungsi aslinya untuk pertanian sudah beralih menjadi permukiman. Untuk menguatkan secara yuridis, pihaknya memerlukan ada keterangan
resmi yang disampaikan kepada para pihak, sehingga persoalan ini diselesaikan dengan solusi permanen. “Antara yang mengadukan dengan yang diadukan ini akan kami mediasi lagi. Hasil pertemuan tadi memang ada peralihan status lahan dari pertanian ke permukiman. Kami akan kumpulkan dulu data yuridisnya, sehingga kita jadikan bahan keputusan dewan atas pengaduan warga di sana,” jelasnya. Seperti diberitakan sebe-
Bali Post/kmb38
Dewan Usulkan Hibah Bansos Rp 700 Juta penyelenggara pemerintahan, hal itu tidak membuat dewan canggung. Justru mereka berteriak lantang agar mendapatkan hak-haknya dengan maksimal. Seperti pembahasan RAPBD tahun 2020 di ruang gabungan komisi Jumat (11/10) kemarin, Ketua Komisi II DPRD Buleleng Putu Mangku Budiasa mengatakan, pemangkasan anggaran hibah bansos oleh pemerintah itu memang beralasan. Sebab, tidak saja kondisi keuangan daerah yang belum memungkinkan, juga karena kebijakan pemerintah mengalihkan hasil pengurangan dana hibah itu untuk membiayai pembangunan infrastruktur fisik.
Namun, Budiasa berpendapat, pemerintah juga mempertimbangkan kalau hibah bansos yang difasilitasi anggota dewan itu juga bisa membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan. Karena itu, tidak salah pihaknya mengusulkan anggaran hibah bansos yang difasilitasi dewan itu seharusnya tidak sampai turun 50 persen, sebagaimana yang sudah dirancang. “Kami menyadari kondisi keuangan daerah. Pemerintah memerlukan dana besar untuk infrastruktur fisik. Seperti revitalisasi Pasar Banyuasri. Namun, tugas kami memfasilitasi masyarakat agar tersentuh pembangunan,
Bali Post/kmb38
RAPBD 2020 – DPRD Buleleng mulai membahas Rancangan APBD Buleleng tahun 2020 di gedung Dewan, Jumat (11/10) kemarin.
sehingga kami usulkan, kalau bisa penurunannya tidak sapai 50 persen,” katanya. Hal senada diungkapkan anggota Komisi III yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar, Nyoman Gede Wandira Adi. Dia mengatakan, meskipun alokasi anggaran hibah bansos itu sudah dipangkas, namun peluang mengusulkan angka ideal masih terbuka selama pembahasan RAPBD tahun 2020. Pihaknya mengatakan, di tengah kondisi keuangan daerah dan keperluan anggaran buat proyek besar, hibah bansos itu seharusnya tidak sampai dipangkas 50 persen. Dia pun mengusulkan anggaran hibah bansos Rp 700 juta. Dibandingkan tahun sebelumnya Rp 1 miliar, maka terjadi penurunan Rp 300 juta setiap anggota. “Memang sudah ada kesepakatan. Saya kira dalam pembahasan ini masih ada ruang untuk membuka dialog, sehingga kami minta dialokasikan Rp 700 juta,” jelasnya. Selain soal anggaran hibah bansos, dalam rapat kemarin, juga dibahas rencana dewan mengusulkan kenaikan kegiatan anggaran perjalanan dinas. Selain kenaikan anggaran, kesepakatan beberapa fraksi mengusulkan kenaikan kegiatan baik dalam maupun ke luar daerah. Usul ini pun sudah disikapi. Anggaran perjalanan dinas belum pernah dinaikkan. Hal itu bisa diakomodir. Namun, ada juga usulan dewan yang tidak bisa dipenuhi. Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengatakan, penu-
Pengembang perumahan itu sebetulnya sudah membangun puluhan unit rumah bersubsidi yang sudah siap jual. Konon, pengembang sendiri telah mendapatkan izin dari instansi terkait di Pemkab Buleleng. Akan tetapi, entah karena masalah apa, gelombang protes mulai mencuat. Warga tergabung di Forum Masyarakat Peduli Desa Pengastulan itu, kemudian mengadukan masalah ini kepada Komisi I DPRD Buleleng. (kmb38)
UNDANG PENGEMBANG – Komisi I DPRD Buleleng mengundang pengembang perumahan yang sempat diadukan oleh sekelompok warga Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Jumat (11/10) kemarin.
Pembahasan RAPBD 2020
Singaraja (Bali Post) – Dewan Buleleng bersama pemerintah daerah membahas Rancangan APBD tahun 2020. Pada awal pembahasan ini, para wakil rakyat mengusulkan agar “jatah” hibah bantuan sosial (bansos) mulai tahun depan dialokasikan Rp 700 juta kepada setiap seorang anggota dewan. Nilai itu diusulkan setelah alokasi hibah bansos dari sebelumnya Rp 1 miliar dipangkas menjadi Rp 500 juta atau turun 50 persen. Menyusul penurunan jatah hibah itu, dewan hasil pemilihan legislatif (pileg) beberapa waktu lalu mulai gerah. Meskipun baru memulai tugas-tugasnya sebagai
lumnya, pengembangan perumahan bersubsidi di Dusun Purwa, Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt itu memicu keberatan warga. Ini karena, perumahan itu dibangun dengan mengalihfungsikan sawah yang dikategorikan masih produktif menjadi bangunan. Selain itu, perumahan ini lokasinya dekat lingkungan Pura Dalem, sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu kesucian pura, terutama ketika akan digelar upacara.
runan hibah bansos mulai tahun 2020 itu disampaikan beberapa anggota dan beberapa fraksi. Terhadap hal itu, dirinya sudah mencoba mengomunikasikan dengan pemerintah daerah. Hasilnya, memang opsi pemangkasan hibah bansos itu harus dilakukan. Sebenarnya, tidak saja melalui hibah bansos, namun dewan sendiri memiliki hak mengusulkan kebutuhan masyarakat melalui hasil reses. Hasil reses itu kemudian diusulkan dewan agar pemerintah mengalokasikan anggarannya pada tahun berikutnya. “Faktanya memang kondisi keuangan dan beberapa program pembangunan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Sebenarnya, ada jalan lain. Tidak hanya jatah hibah bansos, tetapi reses dewan itu bisa diusulkan kepada pemerintah. Bagaimana menangani sebuah usulan masyarakat atau konstituen,” jelasnya. Asisten Administrasi Umum Sekkab Buleleng Gede Suyasa mengatakan, rancangan alokasi hibah bansos itu, sudah disepakati dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS. Namun, adanya usulan lembaga dewan itu menjadi kebijakan Bupati bersama pimpinan dewan. “RAPBD ini disusun efektif, efisien, dan tepat sasaran. Tahun 2020 nanti, kita perlu anggaran infrastruktur. Seperti Pasar Banyuasri dan lainnya, sehingga perlu dibuat penyusunan anggaran proporsional,” tegasnya. (kmb38)
Pelaku Industri Kreatif Pasarkan Produk di Pasar Pangan Lokal Singaraja (Bali Post) – Dinas Ketahanan Pangan memberikan ruang kepada para pelaku industri kreatif memasarkan aneka produk pangan lokal. Melalui kegiatan setiap Apel Krida, pemerintah membuka pasar pangan lokal. Seperti Jumat (11/10) kemarin, pasar pangan lokal itu dibuka di Taman Kota. Pasar pangan itu menjual berbagai hasil olahan pangan nonberas, produk pertanian, dan kerajinan. Ragam produk ini merupakan produksi Kelompok Wanita Tani (KWT) dan perajin di Buleleng. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Nyoman Surya Temaja, mengatakan, pada hajatan pasar pangan lokal itu, ditampilkan kerajinan barangbarang daur ulang, kain tenun asli Buleleng. Kegiatan itu rutin dilakukan setiap hari Jumat pada minggu ketiga setiap bulannya. Sasaran agenda itu agar dapat memberikan ruang kepada pelaku UKM dan KWT memamerkan hasil olahan pangan, hasil pertanian maupun bentuk kerajinan yang ada di Buleleng. “Pasar pangan lokal
ini sudah menjadi kebijakan pimpinan. Hajatan ini juga sambil mengedukasi agar lebih kreatif lagi menciptakan menu berbahan nonberas,” katanya. Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengatakan, pasar pangan lokal itu diyakini dapat membantu pemasaran ragam produk pangan lokal dan kerajinan. Dari beberapa kali event itu digelar, hasilnya menunjukkan tren positif. Buktinya, masyarakat lokal banyak yang membeli produk pangan atau kerajinan dari beberapa perajin. “Nantinya, pasar pangan lokal itu diadakan setiap bulan. Hal itu akan semakin dicari masyarakat,” katanya. Di sisi lain, Sutjidra mengapresiasi masyarakat yang terlihat berbelanja menggunakan tas ramah lingkungan. Fakta itu menunjukkan kalau Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbunan Sampah Plastik Sekali Pakai itu ternyata telah diimplementasikan dengan baik. (kmb38)
Bali Post/kmb38
PANGAN LOKAL – Dinas Ketahanan Pangan, Jumat (11/10) kemarin, menggelar pasar pangan lokal di Taman Kota Singaraja. Kegiatan ini membantu KWT dan perajin dalam memasarkan produknya di daerah.
Tes Urine di Lapas Kelas II-B
Puluhan Negatif Narkoba, Satu Positif Alkohol Sebanyak 45 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Singaraja menjalani tes urine, Jumat (11/10) kemarin. Tes urine itu dilaksanakan jajaran Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng. Tujuannya tidak lain mendeteksi kemungkinan ASN terpapar kejahatan narkotika. Lalu, bagaimanakah hasil tes urine yang dilakukan terhadap ASN itu? TES urine kemarin dipimpin Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa didampingi Kepala Lapas Kelas II-B Singaraja Risman Sumantri. Tes digelar secara terpisah. ASN yang bertugas di bagian administrasi dilakukan di lantai dua. Sedangkan, para pejabat lainnya menjalani tes di lantai satu. Begitu anggota BNNK tiba, ASN ini dikumpulkan, kemudian diberikan pengarahan terkait tes urine. Mereka selanjutnya, satu per satu diberikan wadah untuk menampung urine. Sampel urine itu lalu diserahkan untuk dites. Meski sudah terbiasa mengikuti tes urine, ada saja yang terkejut. Akibatnya, air kencingnya sulit ditampung. Setelah ditunggu dan diusahakan dengan minum air putih, peserta tes urine itu pun bisa menampung air kencing mereka. Dari puluhan sempel kencing itu, dicocokkan dengan
delapan item sebagai parameter tes di lapangan. Hasilnya menunjukkan indeks negatif. Namun, ada satu sampel kencing milik ASN ini diketahui positif mengandung alkohol. Terhadap pemilik sampel kencing itu, BNNK menegaskan, hal itu tidak masuk indikasi kejahatan narkotika. Namun, para ASN ini pun diingatkan agar tidak mengonsumsi alkohol apalagi kadarnya berlebihan alias tinggi. Sebab, mengonsumsi alkohol itu bisa saja mengarah pada penyalahgunaan narkotika. Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa mengatakan, ASN termasuk petugas keamanan di lapas rawan terpapar kejahatan narkotika. Ini tidak bisa dihindari. Alasannya, lingkungan lapas adalah tempat para pelaku kejahatan narkotika menjalani masa hukumannya. Jika hal ini tidak diantisipasi dengan
tes urine terjadwal, maka tidak menutup kemungkinan penyalahgunaan narkotika itu melibatkan ASN atau petugas keamanan di dalam lapas. “Di lapas itu rentan terpapar kejahatan narkoba. Sehingga sesuai program pencegahan itu, kami terus menyasar lapas ini, baik narapidana, tahanan, termasuk ASN dan petugas keamanannya,” katanya. Selain melancarkan tes urine, BNNK juga mengampanyekan kepada semua komponen masyarakat agar berpartisipasi menyebarkan informasi jikakalau ada indikasi penyalahgunaan narkotika di lingkungan terdekat. Informasi tersebut diperlukan bukan untuk ditindak secara hukum, tetapi BNNK akan memfasilitasi korban narkoba itu menjalani rehabilitasi. Sejak BNNK terbentuk, di Buleleng sampai sekarang ini sudah ada 64 pelaku penyalahgunaan narkotika yang direhabilitasi. Puluhan penyalah guna narkotika itu ada yang menjalani rehabilitasi dengan rawat inap di Kabupaten Bangli. Selain itu, ada juga mengikuti rehabilitasi rawat jalan di Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Gianyar, dan di Klinik Pratama milik BNNP Bali. Penyalan guna narkoba adalah korban. “Kami minta
jangan takut melapor ke BNNK. Karena kami akan melakukan rehabilitasi. Sebab, siapa pun penyalah guna narkotika itu adalah korban. Cara penanganannya paling efektif adalah merehablitasi,” jelasnya. Kepala Lapas Kelas II-B Singaraja Risman Sumantri mengatakan, tes urine ini lanjutan dari tes urine yang sudah dilakukan sebelumnya. Pada tes urine terdahulu menyasar petugas keamanan. Kemudian ASN yang bertugas dalam administrasi. Dengan tes urine itu, pihaknya menjamin 81 ASN dan petugas keamanan dinyatakan bersih dari pengaruh narkotika. Tes urine menyasar tahanan kata Risman, sudah dilakukan bekerja sama dengan BNNK. Hasil tes urine terdahulu, ditemukan sampel kencing milik penghuni lapas positif mengandung narkotika. Pemilik sampel kencing itu tahanan titipan yang terjerat kasus penyalahgunaan narkotika. Atas hasil itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan BNNK untuk ditindaklanjuti dengan rehabilitasi. “Tersebut dalam pepatah, kalau hendak mencuci, maka airnya sendiri harus bersih dulu. Saya sendiri sudah mengawali. Semua ASN dan petugas keamanan bersih
pengaruh narkotika. Waktu kita lakukan tes urine ada satu positif dan itu memang pengedar, sehingga BNNK sudah menindaklanjuti dengan melakukan rehab,” katanya. Terkait sampel kencing stafnya yang mengandung alkohol, Risman menyebut upaya pembinaan dan pe-
nyadaran dilakukan kepada semua stafnya. Diharapkan bukan saja narkoba itu tidak dikonsumsi, juga termasuk alkohol berlebihan. Sebab, ketergantungan alkohol juga menjadi pintu masuk seseorang terpapar narkotika. “Berkaitan kultur di Bali. Konsumsi minuman beral-
kohol seperti tuak (nira -red) itu sulit dihindari. Namun, itu tidak menjadi alasan. Kami terus membina staf. Ada penyadaran mengonsumsi alkohol berlebih itu berbahaya untuk kesehatan. Malah bisa menjadi batu loncatan menyalahgunakan narkotika,” jelasnya. (mud)
Bali Post/mud
TES URINE – Sebanyak 45 ASN di Lapas Kelas II-B Singaraja mengikuti tes urine Jumat (11/10) kemarin.
Sabtu Kliwon, 12 Oktober 2019
Rem Blong Truk Terjun ke Jurang Gianyar (Bali Post) Sebuah truk dengan Nopol DK 8178 KI terprosok ke jurang di Jalan Raya Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Jumat (11/10) kemarin. Truk berwarna putih tersebut mengalami rem blong saat melintasi jalan turunan di TKP. Untuk menghindari pengendara motor yang ada di depannya, sopir truk terpaksa mengarahkan kendaraannya ke jurang sedalam 10 meter yang ada di sebelah timur jembatan di desa setempat. Kapolsek Payangan AKP I Gede Sudyatmaja membenarkan adanya kejadian tersebut. Dikatakan, saat kejadian truk dikemudikan Rahsan (26) asal NTB, didampingi penumpang Sadlan (24) yang juga asal NTB. “Sopir truk mengalami luka ringan dan sudah dilarikan ke Puskesmas Payangan untuk menjalani perawatan,” katanya. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sopir truk, kata Sudyatmaja, saat itu mereka hendak membawa 300 biji batako ke proyek yang ada di Desa Buahan. Setiba di TKP, truk yang meluncur dari arah barat itu melintasi jalan turunan. “Menurut sopir, saat melintasi jalan turunan ini remnya mendadak blong,”
katanya. Akibat rem blong, laju truk tidak terkendali di jalan turunan tersebut. Ironisnya, tepat di depan truk ada sepeda motor yang melaju beriringan. Berupaya untuk tidak menabrak motor berserta pengendaranya, Rahsan mencoba banting stir ke kanan, hingga akhirnya truk masuk ke jurang. “Sopir berusaha menghindari motor di depannya dengan membanting stir ke kanan,” ujarnya. Saat terjun ke jurang, truk tersebut sempat terguling, hingga akhirnya berhenti dengan posisi terbalik. Karena sempat terguling, kaca depan dan kanan truk ini pecah, serta bagian depan truk juga penyok. Akibat kejadian ini, pemilik truk I Wayan Karyawan asal Desa Singakerta ditaksir mengalami kerugian hingga Rp 30 juta. Proses evakuasi truk tersebut juga langsung dilakukan. Mengantisipasi terulangnya kejadian serupa, Sudyatmaja mengimbau para pengemudi mobil angkutan barang seperti truk, berhati-hati melintasi jalur tersebut. “Memang jalurnya cukup curam. Kami mengimbau para pengemudi lebih berhati-hati,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/nik
PAMERAN - I Wayan Kun Adnyana saat menunjukkan karya lukisannya kepada Erick Tohir dalam pameran di Neka Art Museum, Ubud, Jumat (11/10) kemarin.
Kun Adnyana Gelar Pameran Tunggal ”Sudra Sutra”
Bali Post/kmb35
TERJUN - Truk yang terjun ke jurang di sebelah timur jembatan di Desa Buahan, Jumat (11/10) kemarin.
Pemkab Rancang Lomba Patung Jerami Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar terus berupaya menggeliatkan sektor agraris di wilayah Gianyar. Salah satunya dengan menggelar lomba petung berbahan jerami pada tahun anggaran 2020. Lomba ini akan memanfaatkan jerami usai masa panen padi. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupate Gianyar Dewa Ngakan Adi, mengatakan hal itu belum lama ini. Dalam lomba ini, kata Ngakan Adi jerami usai panen akan dijadikan patung sesuai kreativitas para peserta. Tujuan festival jerami ini agar sektor pertanian di Gianyar lebih produktif, khususnya di sektor pariwisata. “Jerami ini usai panen biasanya dibakar, tapi sekarang diharapkan bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif,” ujarnya. Ngakan Adi mengakui, lomba serupa sempat digelar di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Namun ia meyakini masyarakat di Kabupaten Gianyar yang kesehariannya bergelut dalam bidang seni bisa melahirkan karya-karya yang jauh lebih estetik. “Namanya inovasi kan boleh meniru, tapi tidak sama persis atau dijiplak bulat-bulat. Apalagi di Ginyar banyak seniman, pasti akan lebih bagus,” tegasnya. Ngakan Adi menambahkan,
lomba patung jerami ini juga akan melibatkan tiga instansi, yakni Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, dan Dinas PMD dengan diikuti seluruh desa di Kabupaten Gianyar. “Sudah dikoordinasikan dengan seluruh desa. Semua desa siap mengikuti perlombaan ini,” ujarnya. Menurut Ngakan Adi, pihaknya saat ini masih memilih desa yang siap menjadi tuan rumah. Dikatakan, sudah ada sejumlah desa yang siap menjadi tuan rumah lomba patung jerami perdana di Kabupaten Gianyar tersebut. “Ada sejumlah desa yang mengajukan diri sebagai tuan rumah, di antaranya Desa Sayan,” katanya. Terkait anggaran para peserta, kata Ngakan Adi tidak ada paksaan kepada setiap desa terkait anggaran pada APBDes untuk mengikuti lomba ini. Namun, dipastikan setiap desa akan mengalokasikan anggaran. “Kegiatan ini tentu perlu biaya. Pasti nanti dialokasikan sedikit anggaran pada APBDes,” ujarnya. Disinggung terkait masa panen di Kabupaten Gianyar yang tidak bersamaan, Ngakan Adi mengaku menyerahkan hal itu ke Dinas Pertanian sebagai leading sector. “Memang masa panen tidak bersaamaan. Ini akan diatur oleh Dinas Pertanian,” tegasnya. (kmb35)
Dewa Ngakan Adi
Bali Post/kmb35
Dr. I Wayan Kun Adnyana menggelar pameran lukisan tunggal di Neka Art Museum, Jalan Raya Sanggingan, Ubud. Pembukaan pameran yang dihadiri H. Erick Tohhir, B.A., MBA. ini dilaksanakan Jumat (11/10) malam kemarin. Pameran tunggal dari perupa yang juga Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali ini menampilkan 33 lukisan. Erick Tohhir dalam sambutannya berharap karya dari Kun Adnyana bisa menjadi inspirasi. Menurutnya, setelah mengamati sejumlah karya yang dipamerkan memberikan banyak pesan kepada ma-
syarakat. “Saya lihat banyak pesan yang disampaikan, dimana untuk maju harus mulai dari kerja keras. Harapan kita pameran ini bisa menjadi inspirasi untuk Bali yang lebih baik,” ujarnya. Menurut Erick Tohhir, lukisan karya Kun Adnyana juga memberikan beragam informasi hingga kritik terhadap pemeritnah. “Ini merupakan bagian pemberdayaan yang baik untuk pola pemikiran memajukan bangsa,” katanya. Paling penting bagi Erick Tohhir memberikan apresiasi terhadap kebudayaan yang terus dibangun. Menurutnya,
ke depan kebudayaan harus tetap menjadi nilai ekonomi yang memberi manfaat untuk masyarakat. “Kebudayaan berbeda dengan Sumber Daya Alam yang bisa habis. Jadi, kita tidak bisa mengandalkan Sumber Daya Alam, maka itu kebudayan harus menjadi nilai ekonomi,” tegasnya. Sementra itu, Kun Adnyana mengatakan pameran lukisan ini adalah sebuah diseminasi hasil penelitian yang sudah dilakukan selama tiga tahun. Pameran kali ini juga menjadi pamerannya yang ketiga dalam beberapa tahun terkahir yang didanai
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia. “Saya ambil tiga konsep pendekatan estetika. Misal pendekatan dengan membingkai ulang dari relief di Yeh Pulu kemudian menjadi karya yang baru,” katanya. Pemilik Neka Art Museum Pande Wayan Suteja Neka mengatakan, sejak dari mahasiswa I Wayan Kun Adnyana sudah menjadikan Museum Neka sebagai tempat pameran. Bahkan hal itu berlangsung hingga kini seniman berkepala plontos itu bergelar doktor. “Pada kesempatan ini beliau
memajang lukisan berjudul “Sudra Sutra”, hasil penelitian selama tiga tahun pada relief Yeh Pulu,” katanya. Kurator pameran Warih Wisatana mengatakan, dirinya sudah tiga kali menjadi kurator pameran Dr. I Wayan Kun Adnyana, mulai dari pameran di Museum Neka, pameran di Taiwan, Sydney hingga kini kembali ke Museum Neka dengan menampilkan karya lukisan hasil riset dari relief Yeh Pulu. “Karya Kun Adnyana ini merupakan riset yang panjang dan diimbangi dengan kecerdasan sosial,” tegasnya. (nik)
Puluhan Pegawai Rutan Dites Urine Gianyar (Bali Post) -
Puluhan pegawai Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Gianyar menjalani tes urine di kantor setempat, Jumat (11/10) kemarin. Pemeriksaan urine dilakukan untuk menindaklanjuti banyaknya pegawai Kemenkumham yang terlibat penyalahgunaan obat terlarang.
Bali Post/kmb35
TES URINE - Petugas BNNK Gianyar melakukan tes urine terhadap puluhan pegawai Rutan Gianyar, Jumat (11/10) kemarin.
Petugas BNNK Gianyar melakukan pemeriksaan terhadap 54 orang pegawai Rutan Gianyar. Satu persatu pegawai Rutan Gianyar baik pria maupun perempuan melakukan tes urine dengan mengambil air kencing ke dalam WC. Kepala Rutan Gianyar I Nyoman Mudana mengatakan, pelaksanaan tes urine dilakukan kepada seluruh pegawai Rutan Gianyar bekerja sama dengan BNNK Gianyar. Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan adanya pegawai yang terindi-
kasi menggunakan narkoba. “Dari hasil pemeriksaan sementara, hasilnya negatif,” ujarnya. Mudana menambahkan, tes urine dilakukan tidak harus terjadwal, tapi bersifat insidental atau sewaktuwaktu bisa dilakukan jika diperlukan. “Menyikapi ada beberapa pegawai yang terindikasi terlibat narkoba, kami merasa terpanggil untuk membuktikan diri kalau kami memang komit bersama BNNK Gianyar untuk memberantas Narkoba,” tegasnya. (kmb35)
”Bale Kulkul” Pura Dalem Tegalsaat Terbakar Gianyar (Bali Post) Warga yang sedang mengikuti prosesi ngaben di Banjar Tegalsaat, Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring dikejutkan dengan musibah kebakaran Bale Kulkul Pura Dalem Desa Pakraman Tegalsaat, Jumat (11/10) kemarin. Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat atap bale kulkul yang berbahan ijuk tersebut terkena percikan api sisa pembakaran jenazah. Namun untuk memastikan penyebab kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran
bale kulkul di Pura Dalem Desa Pakraman Tegalsaat terjadi pada Jumat siang sekitar pukul 13.10 Wita. Saat kejadian, warga setempat sedang ramai di lokasi tersebut mengikuti prosesi pembakaran jenazah. Warga terkejut melihat kepulan asap dari arah atap bale kulkul pura setempat. Saat itu warga sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Melihat kejadian itu, warga setempat langsung menghubungi Pemadam Kebakaran Gianyar. Selanjutnya dua armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api. “Kami
kerahkan dua armada ke lokasi,” kata Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha. Berselang satu setengah jam penanganan oleh petugas pemadam kebakaran, api berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa pada musibah tersebut. Namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 80 juta. “Api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas,” katanya. Kebakaran ini diduga terjadi akibat atap bale kulkul yang berbahan ijuk terkena percikan api dari pembakaran jenazah. Posisi bale kulkul dengan tempat pembakaran jenazah hanya berjarak sekitar 40 meter. (kmb35)
Bali Post/kmb35
MEMADAMKAN - Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar atap bale kulkul Pura Dalem Desa Pakraman Tegalsaat, Jumat (11/10) kemarin.
Sabtu Kliwon, 12 Oktober 2019
Liga Pelajar KNPI 2019 Kembali Digelar
Menggali Potensi dan Memupuk Kebersamaan KOMITE Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Jembrana menggelar turnamen sepak bola liga pelajar KNPI 2019. Turnamen tersebut dimulai Jumat sore kemarin (11/10) di stadion Pecangakan, Jembrana. Sebanyak 12 tim sepak bola pelajar dari SMA/SMK dan MA di Jembrana berlaga, mulai dari babak penyisihan hingga final yang akan digelar 25 Oktober mendatang. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Jembrana, Dandim 1617/Jembrana, Staf Ahli Bupati, Camat Jembrana. Ketua Panitia I Gede Gusdiendi mengatakan, liga KNPI rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Tujuannya memupuk semangat sportivitas dikalangan pemuda, khususnya pelajar. Selain itu, juga untuk menggali potensi dan bakat generasi muda Jembrana khususnya
dalam cabang olahraga sepak bola. Dalam kegiatan yang berlangsung hingga 25 Oktober tersebut, Gusdiendi juga mengatakan, kegiatan ini bertujuan menciptakan generasi muda yang sehat jasmani dan rohani, serta berdaya saing, serta untuk menciptakan semangat dan suasana kekeluargaan, kebersamaan hingga persaudaraan dikalangan pemuda khususnya pelajar. Pertandingan sepak bola liga pelajar KNPI dibuka dengan tendangan pertama dari Staf Ahli yang didampingi Kapolres Jembrana dan Dandim 1617/Jembrana. Laga pertama diawali dengan pertandingan dari kesebelasan SMA Negeri 1 Negara melawan SMK TP 45. Pertandingan ini disaksikan ribuan pendukung dari masing-masing kesebelasan. (ad330)
KEMBALI – Liga Pelajar KNPI 2019 kembali digelar, Jumat kemarin. Hadir pada pertandingan itu Kapolres dan Dandim 1617/Jembrana.
Bupati Cek Pembangunan Trotoar Minta Warga Ikut Mengawasi
Negara (Bali Post) Sejumlah pembangunan infrastruktur untuk kepentingan umum ditinjau Bupati Jembrana I Putu Artha, Jumat (11/10) kemarin. Bupati Artha yang turun didampingi OPD terkait dan inspektorat, memantau pembangunan trotoar dan jembatan penyeberangan di Jalan Ngurah Rai, tepatnya Pasar Umum Negara. Pada pembangunan trotoar dan selokan dengan nilai kontrak sebesar Rp 2.184.187.000 ini ditemukan beberapa persoalan, di antaranya kanstin beton/kerb trotoar yang telah terpasang ternyata diatasnya ditemukan pipa PDAM yang terlihat dipasang seadanya. Selain membahayakan bagi pejalan kaki, juga masih ditemukan pipa PDAM yang bocor. Selain pipa PDAM yang sempat disoroti, Bupati Artha juga menemukan gundukan-gundukan tanah yang berasal dari galian yang masih ada di dasar trotoar. Praktis, air yang diakibatkan oleh kebocoran pipa PDAM terlihat menggenangi trotoar, khususnya yang ada di jalur selatan pasar umum Negara. “pipa-pipa ini apakah memang benar memasangnya seperti ini. Kalau memang benar, apakah nanti bisa bertahan lama? Sebab di atas kanstin beton tentu akan ada penambahan beton lagi,“kata Bupati Artha sambil menunjuk pipa tersebut. Dari pihak PDAM, Made Suwija dan Direktur CV Pelita Utama, Muhammad selaku rekanan menjelaskan kalau saat ini pipa-pipa yang terpasang baru hanya sebatas pemasangan sementara. Hal ini dimaksudkan agar pelanggan tidak ada komplain garagara air tidak mengalir. Untuk teknis
pemasangan, pipa-pipa yang ada di atas kanstin beton ini akan dimasukkan ke dalam pipa besi sehingga sekeras apapun tindihan itu pipa akan tetap aman. Untuk memastikan agar proyek ini hasilnya sesuai standar dan bisa memberikan kepuasan kepada masyarakat, Bupati Artha berharap masyarakat juga ikut mengawasi. “Silahkan diawasi. Termasuk pemilik toko dan Satpam di pasar ini ikut mengawasi. Jika tidak sesuai silahkan informasikan ke kami,“ ujar Bupati Artha. Terkait ditemukannya gundukangundukan tanah bekas galian, pihak pemborong mengaku akan segera menindaklanjuti. Gundukan belum bisa dibersihkan lantaran masih dalam pengerjaan. Pihaknya memastikan di sepanjang alur trotoar akan terbebas dari bekas galian sehingga air tidak sampai mandek. (kmb26) TROTOAR - Bupati Artha bersama OPD terkait, Jumat kemarin melakukan pemantauan pembangunan trotoar di depan Pasar Umum Negara. Proyek ini mendapat perhatian Bupati dan meminta warga agar ikut mengawasinya.
Puluhan Pegawai Rutan Tes Urine
Semua Negatif Narkoba Negara (Bali Post) Puluhan pegawai di lingkup Rutan kelas IIB Negara, Jumat (11/10) kemarin mengikuti tes urine. Para pegawai termasuk Kepala Rutan Kelas IIB satu per satu dites urine guna memastikan tidak terlibat penyalahgunaan narkotika (narkoba). Dari sekitar 54 pegawai yang dites urine semuanya dipastikan negatif. Tes urine yang ini dilakukan secara mendadak. Saat petugas penguji memeriksa hasil tes urine, para pegawai sempat kaget. Lantaran dilakukan secara mendadak. SeluTES URINE – Sejumlah pegawai di lingkup Rutan Kelas IIB Negara mengikuti tes urine yang digelar secara mendadak kemarin.
ruh pegawai diminta untuk ikut melakukan tes urine tersebut. Kepala Rutan kelas IIB Negara, Purniawal menyebutkan tes urine ini sengaja dilakukan mendadak untuk memastikan jajarannya terbebas dari narkoba. Ia pun menegaskan tidak akan mentolerir siapa pun pegawai di Rutan yang dipimpinnya terlibat dalam penyalahgunaan atau peredaran gelap narkoba. Dari hasil tes urine puluhan pegawainya itu semuanya negatif. Tes urine ini menurutnya akan dilakukan sewaktu-waktu dan rutin. Pihaknya berkomitmen di lingkup rutan terbebas dari narkoba. Selain di lingkup pegawai, tes urine juga dilakukan kepada Warga Binaan Permasyarakatan (WBP). Namun di waktu berbeda dan sama dengan pegawai dilakukan secara mendadak. (kmb26)
Kemarau Panjang
Warga Antre Air Bersih, Sawah Dibiarkan ”Nganggur” MUSIM kemarau yang melanda Jembrana berdampak pada sendi-sendi kehidupan masyarakat. Mengingat air merupakan sumber kehidupan, baik itu untuk kebutuhan seharihari maupun pertanian pangan. Sumber air mengecil ditambah dengan hujan yang tak kunjung turun berbulan-bulan, menjadikan masyarakat krisis air. Demikian pula hektaran sawah dibiarkan ‘nganggur’ karena kering. Selama dua bulan terakhir, sejumlah wilayah di Jembrana mengalami krisis air. Warga yang biasanya mendapatkan air dari sumber-sumber air terkena dampak. Tercatat ada enam desa yang harus mendapatkan pasokan air dari pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Di antaranya, desa Yehembang di Kecamatan Mendoyo, Desa Berangbang dan Desa Pengambengan di Kecamatan Negara, Kelurahan Pendem di Kecamatan Jembrana dan Desa Tukadaya, di Kecamatan Melaya. Sejak dua bulan terakhir warga kesulitan air bersih. Tandon-tandon air di rumahrumah warga untuk menampung air, kosong lantaran air dari sumber air mengecil. Sumber air baik permukaan sungai maupun sumber air di hutan tidak bisa diandalkan lagi ketika masuk musim kemarau seperti saat ini. Sebagian besar permukiman warga yang mengalami krisis air ini berada di ketinggian. “Kita distribusikan air ketika ada permintaan
dari desa/kelurahan. Sejauh ini beberapa desa yang mengalami kekurangan air bersih kita layani,” ujar Kepala Pelaksana (kalaksa) BPBD Jembrana, I Ketut Eko Susila AP. Desa atau kelurahan yang mengalami krisis air itu menurutnya hampir setiap tahun mengalami permasalahan tersebut. Selain berdampak langsung pada warga, sektor pertanian khususnya subak basah (sawah) juga ikut terdampak. Sejak Juli lalu, sebagian besar subak di Jembrana tidak menanam padi karena kondisi kemarau. Para petani memilih menganggurkan lahannya karena tidak ada air. Sebagian juga masih menanam palawija yang tidak membutuhkan banyak air. Kepala Bidang Pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Nengah Ribawa, Jumat (11/10) kemarin mengatakan, sejak Juli lalu dinas pertanian belum mendapatkan laporan adanya padi puso (gagal panen) dampak dari kekeringan saat ini. Tetapi pada Juli lalu ada satu subak yang mengalami gagal panen di Kaliakah. “Itu karena memang tidak ada air dan saat itu gadu (tanam kedua selama setahun). Sekarang bulan September dan Oktober ini belum ada,” ujar Ribawa. Para petani memilih menunggu Kertamasa saat memasuki musim hujan yang diperkirakan terjadi pada akhir tahun ini. Biasanya memasuki-bulan Oktober ini sudah masuk musim hujan. Tetapi belakangan waktu hujan mundur. (kmb26)
ANTRE – Puluhan warga di Pengambengan mengantre air bantuan dari BPBD beberapa waktu lalu.
Bali Post/olo
Sabtu Kliwon, 12 Oktober 2019
Terkait Pembayaran Klaim JKN-KIS
BPJS Minta RSUD Manfaatkan Mekanisme SCF Amlapura (Bali Post) BPJS Kesehatan Cabang Klungkung menanggapi keluhan RSUD Karangasem terkait keterlambatan pembayaran klaim Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung Endang Triana Simanjuntak, Jumat (11/10) kemarin, menyatakan keterlambatan pembayaran klaim itu memang terjadi dalam lingkup nasional. Namun, BPJS Kesehatan juga sebelumnya telah mensosialisasikan langkah-langkah terhadap kemungkinan keterlambatan pembayaran klaim itu. Salah satu solusinya adalah pemanfaatan metode SCF (Supply Chain Financing).
Bali Post/kmb31
BERI PENJELASAN - Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Endang Triana Simanjuntak, saat memberikan penjelasan, terkait persoalan yang dialami RSUD Karangasem.
SOSOK Normal, Gunung Agung Picu Gempa GUNUNG Agung dalam tiga hari terakhir ini dilaporkan kembali memicu gempa. Ini sesuai hasil laporan Magma VAR, sehingga sempat menjadi perhatian PVMBG dan BPBD Karangasem. Kedua lembaga ini langsung berkoordinasi terkait situasi terkini Gunung Agung. Hal itu dianggap sangat penting agar bisa menjadi gambaran bagi masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil koordinasi BPBD dengan PVMBG yang diterima Kepala Pengamat Gunung Api Agung, di Rendang, situasi Gunung Agung seperti itu dikatakan masih tergolong normal. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, Jumat (11/10) kemarin mengatakan, kegempaan vulkanik di dalam tubuh Gunung Api yang lagi aktif itu merupakan sesuatu hal normal. Keadaan normal itu dimaksudkan kegempaan vulkanik itu tidak melebihi ambang batas kegempaan vulkanik sesuai kondisi masing-masing Gunung Api. Seperti kasus kegempaan vulkanik Gunung Agung, kata Arimbawa itu masih dianggap normal oleh Pos PVMBG Gunung Api Agung, Rendang. Apalagi saat ini, Gunung Api Agung masih dalam Level III (Siaga). Segala situasi yang terjadi di lapangan masih tenang, aman, dan terkendali. Pihaknya meminta masyarakat tetap tenang. Namun, tidak boleh lengah. Artinya, upaya-upaya mitigasi bencana di lingkungan keluarga juga tetap diedukasi. Mitigasi itu penting agar selalu siap dan sigap menghadapi segala bentuk bencana. “Situasi masih aman, karena 18 alat yang dipasang PVMBG di Gunung Api Agung, juga belum mengisyaratkan adanya hal-hal yang membahayakan,” kata Arimbawa. Dirinya memahami persepsi masyarakat didasarkan gempa vulkanik selama tiga hari ini. Hal itu mengindikasikan adanya aktivitas baru di dalam Gunung Agung. Namun, tidak perlu khawatir berlebihan. Alasannya, gempa vulkanik itu masih dianggap normal. ‘’Kami tetap minta masyarakat tetap tenang dan selalu mengikuti arahan PVMBG dan BPBD Karangasem,’’ ujar Arimbawa. (gik)
Terkait pembayaran klaim, BPJS Kesehatan kondisinya saat ini mengalami keterlambatan. Itu sudah disampaikan sebelumnya kepada rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. ‘’Mereka memaklumi dan kami tawarkan solusi yaitu dengan mekanisme Supply Chain Financing ini. Kami berharap rumah sakit yang mengalami dampak keuangan akibat keterlambatan pembayaran klaim itu, agar dapat menggunakan mekanisme tersebut. Kami siap sepenuhnya membantu proses penyiapan administrasi SCF ini,” ungkap Endang. Endang mengatakan, bank-
bank yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat melaksanakan mekanisme ini. Untuk wilayah Bali terdapat Bank BPD Bali, Bank BNI, Mandiri, Bukopin, Permata yang telah siap melaksanakan SCF. Sudah banyak rumah sakit yang memanfaatkan mekanisme ini. Sehingga, mereka tidak mengalami kendala dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN-KIS. SCF ini merupakan proses dana talangan, yakni bank akan menanggulangi pembayaran klaim JKN-KIS terlebih dahulu kepada rumah sakit. Bahkan, sesuai piutang klaim rumah sakit terhadap BPJS Kesehatan.
Secara nasional, mekanisme SCF ini telah dimanfaatkan rumah sakit yang melayani peserta JKN-KIS. Di wilayah BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, rumah sakit swasta telah memanfaatkan mekanisme ini. ‘’Sementara rumah sakit pemerintah memang belum, namun tetap dapat menggunakan mekanisme ini karena Bank BPD telah bekerja sama dengan kami dan siap membantu pembayaran klaim JKN-KIS ini. Sehingga, rumah sakit mendapatkan pembayaran lebih cepat sesuai mekanisme yang berlaku,” lanjut Endang. Terkait proses klaim di
BPJS Kesehatan sendiri, Endang menegaskan bahwa pembayaran klaim itu dilaksanakan sesuai regulasi yang telah ditentukan. Klaim masuk kemudian diverifikasi dalam waktu 14 hari. Kemudian akan dibayarkan ketika dokumen klaim dinyatakan lengkap dan berita acara ditandatangani rumah sakit dan BPJS Kesehatan. Semua proses itu telah dilakukan dengan mekanisme online. Dan, telah melalui berbagai proses ketat untuk memastikan kelayakan klaim tersebut. Jika Klaim tersebut telah layak dibayar, maka BPJS Kesehatan akan segera memprosesnya tanpa menundanunda. Karena kalau terlambat membayar sesuai ketentuan regulasi, BPJS Kesehatan juga akan dikenakan denda. Sehingga, pihaknya berharap fasilitas kesehatan bisa memanfaatkan solusi yang ada saat ini. ‘‘Hal itu penting agar pelayanan kepada peserta JKN-KIS tetap dapat berjalan dengan baik,’’ tambah Endang. (kmb31)
Tes Urine, BNNK Sasar Lapas Karangasem Tujuh Orang Positif Alkohol
Bali Post/kmb31
TES URINE - Pegawai Lapas Kelas II-B Karangasem saat mengikuti tes urine.
Amlapura (Bali Post) Guna mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan lapas, BNNK Karangasem mendadak melakukan tes urine di Lapas Kelas II-B Karangasem, Jumat (11/10) kemarin. Pegawai lapas, pegawai LPKA, dan Bapas Karangasem menjadi sasaran BNNK Karangasem. Dengan dipimpin Kepala BNNK AKBP I Ketut Artha, turun ke lapas dengan kekuatan penuh. Petugas langsung melakukan tes urine dengan rapid test secara mandiri. Hal itu sesuai amanat Inpres Nomor 6 Tahun 2018, kepada pegawai Lapas Kelas II-B Karangasem. Tujuannya, melihat tes dengan cepat dan mencegah bahaya penyalahgunaan narkotika. “Tujuan tes urine pada instansi pemerintah, agar dalam bekerja, para ASN itu betul-betul bersih dari pengaruh peredaran narkoba. Penting, agar mereka dapat menjadi teladan bagi masyarakat lainnya,” kata Ketut Artha. Tes urine dilakukan menggunakan alat rapid test dengan delapan parameter yang mendeteksi zat-zat berbahaya. Seperti metamfetamine atau sabusabu, tetra hidro cabinol atau ganja, benzodiazepine, morfin, ekstasi, kokain, synthetic cannabis, dan alkohol. Hasil tes urine terhadap 55 pegawai Lapas Kelas II-B Karangasem, LPKA, dan Bapas Karangasem, ada tujuh orang positif ETG atau alkohol. Sementara sisanya negatif. Dari pelaksanaan tes urine itu, tidak ditemukan adanya penyalahgunaan narkotika. Tujuh orang yang positif mengandung alkohol memang
mengakui mereka habis minum tuak dan arak. Artha mengaku mengembalikan hasil tes ini kepada internal lapas. Tindakan apa yang diberikan kepada petugas yang positif mengandung alkohol itu. Hal itu tergantung Kalapasnya. Sebab, pihak BNNK statusnya hanyalah diundang melakukan tes. Kegiatan serupa akan terus digalakkan guna mempersempit ruang gerak penyalahgunaan narkoba di Karangasem. Artha mengakui, tes kali ini memang khusus untuk petugas. Ini juga merupakan semangat pihak lapas agar petugas bersih dari narkoba lebih dulu sebelum menangani narapidana. Kalapas Karangasem, Rockidam, mengatakan, tes ini bertujuan mengantisipasi petugas lapas kalau ada yang terpapar barang berbahaya itu. Apalagi, mereka memang kerap bersentuhan dengan narapidana pengguna narkoba. Ini sebagai cara berjaga-jaga agar petugas menjauhi dan tidak tergoda barang haram tersebut. Selain itu, tes urine ini juga merupakan instruksi presiden agar BNNK melakukan kerja sama dengan lembaga lainnya melakukan tes urine. Dengan demikian, BNNK harus berkolaborasi dengan instansi lainnya dalam melakukan tes urine. Ditanya, apakah warga binaan bisa juga dilakukan tes seperti ini? Menurut AKBP Artha, bisa. Ya, bisa juga dilakukan. Namun, persoalannya adalah peralatannya sangat mahal. Karena itu, perlu biaya operasional yang tinggi. Apalagi, total warga binaan jumlahnya cukup banyak. (kmb31)
Kekeringan di Karangasem Meluas
BPBD Distribusikan Air Bersih ke Kubu
Kemarau panjang di ujung timur Pulau Bali, tidak pelak membuat sejumlah desa dilanda kekeringan. Masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, akibat sumber-sumber mata air mulai mengering. Bahkan, situasi ini terus meluas di berbagai desa hingga di Kecamatan Kubu. Sehingga BPBD Karangasem itu harus rutin turun tangan membantu suplai air bersih. Ke mana saja dan berapa liter air bersih sudah didistribusikan sejak bantuan air bersih itu disalurkan mulai 18 Juni lalu? SEBAGAIMANA dilakukan Jumat (11/10) kemarin, BPBD Karangasem melanjutkan misi sosialnya menyuplai air bersih ke dua desa sekaligus di Kecamatan Kubu, yakni Desa Kubu dan Tianyar Tengah. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, BPBD Karangasem mengerahkan dua mobil tangki besar untuk mendistibusikan air bersih ke masyarakat yang mengalami krisis air bersih. Distribusi itu dilakukan sesuai permohonan dari perbekel setempat. Sehingga proses pendistibusian air bersih didampingi langsung masing-masing klian banjar dinas. Adapun titik pendistribusian dan jumlah kepala keluarga yang menerima air bersih dari BPBD itu antara lain di Banjar Dinas Dalem, Desa Tianyar Tengah, didistribusikan air bersih 5.000 liter untuk 117 KK. Kemudian di Banjar Dinas Sambilaklak, Desa Kubu, didistribusikan air bersih 5.000 liter untuk 25 KK. Ada pula di Banjar Dinas Juntal Kaja, Desa Kubu, didistribusikan air bersih 5.000 liter untuk 20 KK.
Proses distribusi air bersih ini rupanya sudah dilakukan sejak 18 Juni lalu. Artinya, kekeringan di sejumlah desa di
Karangasem itu sudah terjadi dalam empat bulan terakhir. Sesuai data BPBD, hingga 11 Oktober kemarin, total BPBD sudah mendistribusikan air bersih 270 ribu liter, disusul Dinas Sosial sebanyak 160 ribu liter, PMI Karangasem 115 ribu liter, dan LSM 90 ribu liter. Jadi, total air bersih yang sudah terdistribusikan 635 ribu liter. Sebelumnya, juga didistribusikan air bersih untuk warga di Banjar Dinas Padangsari, Desa Tianyar Tengah. Di sana, BPBD membagikan air
bersih 5.000 liter di satu titik cubang untuk 30 KK. Cubang itu biasanya digunakan menampung air hujan. Tetapi, hujan sudah beberapa bulan tak pernah turun. Demikian juga di Desa Bukit, Kecamatan Karangasem, khususnya di Banjar Dinas Bukit Kelod dan Jumenang. Distribusi air sebanyak 5.000 liter ke dalam satu titik cubang untuk 20 KK di Banjar Dinas Bukit Kelod dan 10.000 liter ke dalam satu titik cubang untuk 30 KK di Banjar Dinas Jumenang. (gik)
Bali Post/gik
DISTRIBUSI AIR - Mobil tangki BPBD Karangasem saat melakukan distribusi air bersih ke Kecamatan Kubu.
Sabtu Kliwon, 12 Oktober 2019
Penertiban oleh Satpol PP
Dari Kendaraan Parkir di Trotoar Sampai Pedagang Bermobil
Bali Post/kmb
PEDAGANG BERMOBIL - Anggota Satpol PP Klungkung menertibkan pedagang bermobil yang berjualan di badan jalan depan Pura Agung Kentel Gumi, Banjarangkan, beberapa waktu lalu.
PENERTIBAN kini gencar dilakukan anggota Satpol PP Klungkung. Tak hanya penertiban penduduk pendatang (duktang), juga menindak pelanggar Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum. Jumat (11/10) kemarin, anggota Satpol PP menyemprit warga yang parkir dan mencuci mobil di atas trotoar. Termasuk juga menertibkan pedagang bermobil yang berjualan di badan jalan depan Pura Agung Kentel Gumi, Banjarangkan. Anggota Satpol PP Klungkung mulai turun melakukan penertiban sekitar pukul 08.30 Wita. Penertiban diawali dengan menyasar Dusun Koripan, Kecamatan Banjarangkan. Setelah me-
nyusuri jalan, petugas menemukan ada sebuah mobil dan sepeda motor yang parkir di trotoar. Namun menindaklanjuti temuan tersebut, petugas tidak memberikan sanksi kepada pemilik kendaraan. Pemilik kendaraan hanya diberikan pembinaan. ‘’Kami lakukan pembinaan dulu kepada pemilik kendaraan agar tidak parkir lagi di trotoar tersebut. Tapi kalau bandel baru kita proses,’’ ujar Kasat Pol PP dan Damkar Klungkung Putu Suarta, Jumat kemarin. Menurut Putu Suarta, penertiban sudah mulai dilakukan sejak Rabu (9/10) lalu. Ada tiga lokasi sebenarnya yang disasar anggotanya dalam menjalankan Perda tentang Ketertiban Umum
tersebut. Setelah dari Dusun Koripan, tim Ketertiban Umum kemudian lanjut melakukan penertiban di Dusun Selat, Banjarangkan. Di tempat tersebut, anggota Satpol PP menemukan ada beberapa mobil yang juga parkir di trotoar. Bahkan, ada pemilik mobil yang seenaknya mencuci kendaraan di atas trotoar. Sama dengan pelanggar yang lain, pemilik mobil yang melanggar tersebut hanya diberikan pembinaan oleh petugas PPNS. Mereka juga diminta untuk tidak lagi memarkir kendaraan di atas trotoar karena melanggar ketertiban umum. Setelah selesai memberikan pembinaan, anggota Satpol PP juga menemukan ada pedagang bermobil berjualan
di badan jalan persisnya di depan Pura Agung Kentel Gumi. Pedagang bermobil tersebut diketahui bernama Ijang Hyas asal Tasikmalaya, Jawa Barat. Saat itu, dia menjual pakaian di atas mobilnya. Termasuk menaruh beberapa dagangannya seperti beberapa lukisan di badan jalan sehingga anggota Satpol PP langsung menertibkannya. Petugas Satpol PP hanya memberikan pembinaan kepada pedagang bermobil tersebut. ‘’Kami tetap melakukan pembinaan dulu. Tapi penertiban yang kami lakukan tidak sampai di sini saja. Penertiban akan dilakukan secara rutin,’’ ujar pejabat asal Banjar Pegending, Desa Sangkanbuana, Klungkung ini. (kmb)
Koleksi Patung Singa Kerajaan Buleleng PUNYA museum ternyata tidak mudah. Apalagi jika mengoleksi benda bersejarah. Seperti halnya Museum Nyoman Gunarsa, Klungkung. Museum yang dirintis almarhum Nyoman Gunarsa ini mengoleksi ribuan karya seni lukisan, barang antik, dan patung. Yang paling menonjol adalah keberadaan patung Singa Sae yang dipajang di lantai dua museum. Patung singa tersebut merupakan salah satu koleksi masterpice Museum Nyoman Gunarsa. Patung kayu tersebut disebut-sebut merupakan peninggalan zaman Kerajaan Buleleng. Namun, untuk mendapatkan patung yang usianya sangat tua tersebut tidaklah mudah. Karena almarhum Nyoman Gunarsa harus bersaing dengan kolektor dari seluruh dunia untuk mendapatkannya. ‘’Patung ini dibeli Bapak Nyoman Gunarsa puluhan tahun yang lalu dari seseorang di Puri Buleleng. Mendapatkannya pun penuh perjuangan, karena harus bersaing dengan kolektor dari seluruh dunia,’’ ujar istri almarhum Nyoman Gunarsa, Indrawati Gunarsa, Selasa lalu. Sebagai kolektor barang antik, Indrawati yakin patung singa tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Buleleng. Bahkan, asli dibuat langsung oleh Gusti Ngurah Panji Sakti. Patung singa itu terbuat dari kayu nangka, dan warna kilaunya sudah tampak memudar. Meski sudah sangat tua, namun bentuk patung masih cukup baik. Setiap ukirannya terasa khas dan tegas, menunjukkan patung tersebut merupakan karya seni bercorak Bali Utara. Bentuknya agak berbeda, dari patung Singa Ambara Raja yang selama ini menjadi ikon Kota Singaraja. Karya seni tersebut terasa lebih ber-taksu, dan diperkirakan dibuat sekitar abad ke-16. ‘’Bisa lihat sendiri kayu dari patung tersebut sampai jadi fosil dan peninggalan Kerajaan Buleleng tidak itu saja, ada juga patung Garuda Wisnu,’’ kata Indrawati, sambil menunjukkan patung yang dimaksud. (kmb)
Bali Post/kmb
TRANSPLANTASI - UPT KKP Nusa Penida menggandeng penyelam untuk melakukan transplantasi karang di perairan Nusa Penida, belum lama ini.
Di Nusa Penida
Transplantasi, Langkah Awal Memperbaiki Terumbu Karang ALAM bawah laut Nusa Penida menjadi daya tarik bagi wisatawan. Maka tak salah Nusa Penida terus berbenah. Berbagai cara pun dilakukan pemerintah untuk melestarikan alam bawah lautnya.
Bali Post/kmb
PATUNG SINGA - Kondisi patung Singa Sae.
Kasus Siswa Curi HP Temannya
Disepakati Damai JAJARAN Polsek Klungkung berhasil mengungkap kasus pencurian HP milik salah seorang siswa SMPN 2 Semarapura bernama I Kadek Setiawan (13), alamat Kelurahan Semarapura Kaja. Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku diketahui kakak kelas korban yang juga siswi di sana berinisial Ni Putu D (14) asal Klungkung. Upaya mediasi pun dilakukan di Mapolsek Klungkung, Jumat (11/10) kemarin. Upaya mediasi tidak hanya menghadirkan orangtua korban dan pelaku, juga pihak sekolah. Termasuk juga perwakilan Dinas Pendidikan, komite sekolah, pihak P2TP2A Klungkung. Setelah dilakukan mediasi, akhirnya diputuskan kalau kasus pencurian HP tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Apalagi pelaku (Ni Putu D) yang duduk di bangku kelas IX ini masih sekolah dan di bawah umur. Di samping itu kerugian dari kejadian tersebut kurang dari Rp 2 juta. Kapolsek Klungkung Kompol Nyoman Suparta didampingi Kanit Reskrim Iptu Dewa Nyoman Agusman membenarkan adanya mediasi tersebut. Dari hasil mediasi itu juga dikaui diputuskan dilakukan secara kekeluargaan. Apalagi dari pengakuan pelaku, dia tidak ada keinginan untuk memiliki HP korban. “Pelaku tidak ada keinginan memiliki HP korban karena sudah punya HP juga. Dia ngakunya hanya ingin ngerjain saja. Apalagi pelaku merupakan senior korban di pramuka,” ujar Suparta. Namun dalam kasus tersebut, Kapolsek Suparta mengatakan kalau pelaku yang hadir bersama orangtuanya sepakat membuat surat pernyataan. Sementara polisi berhasil mengungkap kasus pencurian tersebut setelah mengecek sinyal HP korban. Di samping itu, polisi juga sudah curiga kalau pelaku tidak mungkin orang luar. Karena saat kejadian korban sedang melaksanakan ekstra pramuka di halaman sekolah. (kmb)
Kali ini, UPT Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Nusa Penida akan melakukan transplantasi terumbu karang di perairan Mangrove Point, Desa Jungutbatu, Lembongan. Mengingat, kondisi terumbu karang di perairan Nusa Penida saat ini banyak yang hancur karena aktivitas wisata air ataupun pertukaran arus. Kepala KKP Nusa Penida Nyoman Karyawan, belum lama ini mengatakan, transplantasi terumbu karang merupakan hal yang urgen.
Hal ini dikarenakan kondisi terumbu karang di perairan Mangrove Point sudah membutuhkan rehabilitasi. Apalagi banyak terumbu karang yang hancur karena pertukaran arus yang sangat keras. ‘’Arus laut sangat memengaruhi terumbu karang. Kalau arusnya keras akan menyebabkan karang itu hancur. Itulah alasan kita memilih lokasi mangrove point. Di samping karena media yang kita buat, berupa spider (menyerupai jaring laba-laba) sangat cocok di
sana. Sekeras apa pun arusnya, media tersebut tidak bisa hancur,’’ jelasnya. Menurut Karyawan, transplantasi terumbu karang rutin dilakukan setiap tahun sekali di perairan Nusa Penida. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan monitoring kesehatan karang. Sedangkan untuk kegiatan transplantasi terumbu karang di mangrove point dirinya akan menggunakan delapan media spider. Masing-masing media tersebut berdiameter hingga 1 meter. Aktivitas ini diharapkan bisa merehab terumbu karang seluas satu are. ‘Bibitnya dari kita di KKP Nusa Penida. Bibit karang inilah yang akan kita transplantasikan,’’ imbuhnya.
Selain di mangrove point, Karyawan mengatakan kerusakan terumbu karang di Nusa Penida juga terjadi di perairan Sental. Namun, kerusakan terumbu karang di sana lebih banyak disebabkan oleh faktor alam yakni
karena arus yang kuat dan ombak besar. ‘’Untuk saat ini kerusakan terumbu karang di Nusa Penida lebih banyak dipicu oleh faktor alam. Kalaupun ada karena aktivitas pariwisata, dampaknya tidak signifikan,’’ tegasnya. (kmb)
Sabtu Kliwon, 12 Oktober 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA IT Support, min SMK, Ahli H/w, S/w, N/w, dan bisa aplikasi design,Bs Bhs Inggris CV ke jobapplybali@gmail.com
B.BP.004.10.19.0000322
Dicari Segera Site Manager Proyek Min S1 Teknik Sipil pnglmn min 2th.WA 081238597227
B.BP.004.10.19.0000323
PT LARP need FO staf,Admin & Accounting M/F.Pls bring yr CV to Jln By Pass Ngurah Rai Sanur 88 Dps, Email : pt@lawuagungrinjanipermai.com
B.BP.004.10.19.0000245
Cr Manager Prod Garmen penglmn B.Inggris,Ulet,Cuma satu klien WA:081338714187
Dibthkn Karyawan House Keeping &Krywti Laundry.Krm Lam:Sylvia Bali, Jl.Tk Baru Timur,Pemogan
*** Dcr PRT 1org,tinggal dalam Sanur,Pengalaman H.08123940424
Dicari SPG Bisa Bahasa Inggris + Komputer untuk Butik di Sanur Hub.0811389822
B.BP.001.10.19.0000310
B.BP.154.10.19.0000333
Butuh segera Sopir brpengalmn SIM A&C Hub:Ayu Orchid(484526)
B.BP.001.10.19.0000313
Carnival Cruises urgent need 500 culinary : galley stwd,ass cook, CDP, souschef, sushi cook,pastry,bakery,requirement: good English, min 21 yr old, exp 4/5 star htl, pls bring CV’s By Pass Sanur 88,Cruise Career Center.Ph 0361-4491251, 081237723021
B.BP.001.10.19.0000312
B.BP.001.10.19.0000200
Dicari Waiter/ss.Wr.Cabe Rawit Jl.Kunti I No.8 Seminyak Ph : 734094 B.BP.004.10.19.0000334
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
Sardine Restaurant looking for Female Bartender & Gardener must speak English,experienced Mail:sardine@sardinebali.com T:0361-733617 Jl.Petitenget 21
Perusahaan Angkutan Pariwisata Membutuhkan Beberapa Tenaga Pengalaman : Admin, Reservasi Hub .No.WA 081235752799
Dcr Krywan u/Rest,Staf Kitchen Waiter/s, Kasir.Hb:082145111470
SERVICE
SERVICE
DIJUAL MOBIL
SERVICE
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
SERVICE
BENGKEL LAS
BIRO JASA
B.BP.004.10.19.0000327
B.BP.803.10.19.0000098
B.BP.001.10.19.0000314
B.BP.001.10.19.0000326
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dcr PRT Wnt bsa msak Vegetarian Dps. Hub/SMS:081999150833
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
PROPERTY
HONDA
DIJUAL RUMAH
DISEWAKAN TOKO
Staf admin Pengalaman ±5thn menguasai Inggris & Akunting Bisa buat Lap.Keuangan, bisa Komputer (Exel,Word,Access) Kirimke PT.APA Jl.Poh Gading Timur 99x Jimbaran,Kuta Slatan Email ke:myriam@apasifik.com Lampirkan srt pengalaman kerja
Honda Brio E Mnual Th2015 Tgn1 AsBali Spake Pth H081238169620
Rumah 1,02A 2Lt 3KT 2KM Perum NuansaSandatDentim089652974339
Dikont toko Gatsu Tengah, Lok sangat strategis, H.08123804087
B.BP.001.10.19.0000308
B.BP.001.10.19.0000266
DIJUAL MOBIL
B.BP.001.10.19.0000332 SUZUKI
AllNew Swif GX’2013 Putih VR17 Kon.IstimewaHp081238169620BUC
B.BP.166.10.19.0000335 DAIHATSU
Granmax PU AC PS 2016 AsliBali 103Jt Nego 081237169070 B.BP.001.10.19.0000325
B.BP.001.10.19.0000267
B.BP.001.10.19.0000331
Ertiga Th 2015,Asli DK,Pribadi DK.1000 Hub.08533826778 B.BP.001.10.19.0000263
BMW
BMW 523i 2005 Silver,Istw,Spt BaruMewahBU149Jt 087789098288
B.BP.001.10.19.0000287
Sgra Rmh Full Bngunan,LT 1,4A Perum Jadi Pesona Utama II Brt Tkd.Buaji Densel 085100579876
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Rmh T.60/111M2,Lok.Jl Mandiri III Jimbaran, Unit Terbatas Hub:08123800352/081999947081 B.BP.001.10.19.0000295
PROPERTY DIJUAL TANAH
BU!Jual Cepat Tanah 1,5Are Lok Pering Hrg 375Jt.081339506814 B.BP.001.10.19.0000315
B.BP.001.10.19.0000317
RUPA-RUPA Language Lab Set Bekas u/ sekolah/tempat kursus 30set,kndsi bgs & berfungsi baik Hub : 085109004445
B.BP.004.10.19.0000321
Dijual Genzet Body Silent Ex Caterpilar, 80KVA Kondisi Sngat Istimewa.Hub:081338528811, Harga 240.000.000 Nego.
Tanah untuk Perumahan 10 Are Jalan Utama Hadap Danau Buyan Desa Wanagiri Kec.Sukasada Buleleng/Bedugul. Hrg 130.Jt/Are.Hub:08123500095
Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155
B.BP.001.10.19.0000311
B.BP.001.10.19.0000082
B.BP.001.10.19.0000271
BIRO JASA
Sabtu Kliwon, 12 Oktober 2019
Pemkab Diminta Evaluasi Kinerja PTT Bangli (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Bangli diminta melakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh pegawai tidak tetap (PTT). Evaluasi perlu dilakukan, terlebih ada rencana Pemkab menaikkan gaji PTT dan GTT pada tahun 2020. Anggota DPRD Bangli Nengah Darsana mengaku setuju dengan rencana Pemkab Bangli menaikkan kembali gaji PTT dan GTT pada tahun 2020 mendatang. Sebab, dia menilai gaji yang diterima para PTT dan GTT di Bangli saat ini masih belum sesuai standar upah minimum kabupaten (UMK). Namun, sebelum menaikkan gaji, menurutnya, Pemkab harus mengevaluasi kembali seluruh PTT yang ada. Sebab, dari keseluruhan PTT, dia menilai tidak semuanya melaksanakan tugasnya dengan baik. Dia mencontohkan, di Sekretariat Dewan. Dari semua PTT yang ada, hanya beberapa yang sering terlihat ngantor. “Kita dapat data ada 1.700-an PTT di Kabupaten Bangli. Mana sih orangnya? Bila perlu adakan apel akbar khusus PTT biar kita tahu orang-orangnya semua,” ungkapnya, Jumat (11/10) kemarin. Agar APBD Bangli tak terus-menerus terbebani oleh keberadaan PTT yang malas kerja, Pemkab diminta melakukan evaluasi dan seleksi secara serius. PTT yang benar-benar malas harus diberhentikan. “Apakah model-model gini (malas) yang akan kita naikkan gajinya. Sementara beban pemerintah daerah sangat luar biasa,” katanya. Politisi Golkar ini mengingatkan Pemkab Bangli agar tidak ewuh pakewuh melakukan evaluasi terhadap PTT. Sebagaimana yang diketahui Pemerintah Kabupaten Bangli berencana akan menaikkan kembali gaji untuk pegawai tidak tetap (PTT) dan guru tidak tetap (GTT) pada tahun 2020 mendatang. Dengan adanya kenaikan tersebut, PTT dan GTT yang sekarang digaji Rp 1.250.000, nantinya dirancang menerima bayaran Rp 2,2 juta per bulan. Berdasarkan rancangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Bangli, besaran angggaran yang dibutuhkan untuk membayar gaji ribuan tenaga PTT dan GTT tahun depan yakni Rp 44,9 miliar lebih. (kmb40)
RAPAT - Banggar DPRD Bangli menggelar rapat Jumat (11/10) kemarin.
Bali Post/kmb40
Banggar Kecewa, Rapat Pembahasan KUA-PPAS Ditunda Bangli (Bali Post) -
Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangli dibuat kecewa oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Masalahnya, dalam rapat yang digelar Banggar Jumat (11/10) kemarin, hanya hadir dua orang perwakilan dari Badan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD). Rapat yang beragendakan pembahasan KUA-PPAS 2020 itu pun akhirnya ditunda. Sesuai undangan, rapat Banggar bersama TAPD dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 Wita. Namun, rapat baru mulai dilaksanakan sekitar pukul 11.30 Wita. Dari pihak Banggar hampir semua anggota hadir. Sementara dari TAPD, hanya dihadiri Sekretaris A.A. Trisna Wijaya didampingi bawahannya I
Nengah Astawa. Rapat sempat dibuka Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles. Namun tak berapa lama, rapat diakhiri lantaran sejumlah anggota Banggar kecewa karena kehadiran TAPD yang minim. Ditemui usai rapat kemarin, Carles mengaku memutuskan menunda pelaksanaan rapat atas masukan rekan-rekan
anggota Banggar. “Usul temanteman tadi biar tidak mubazir rapatnya. Karena yang hadir hanya dua orang, itu pun mewakili BKPAD. Tidak mewakili TAPD,” terangnya. Sesuai agenda, pihaknya berencana melanjutkan pembahasan KUA-PPAS 2020 yang sempat dibahas beberapa waktu lalu. Pihaknya
berkeinginan serius membahas KUA-PPAS 2020, agar hasilnya maksimal. Di samping itu, pihaknya ingin APBD 2020 nanti bisa ketok palu sebelum batas akhir 30 November 2019. “Karena itu, tiap minggu kita jadwalkan ada pembahasan,” ungkapnya. Menurut Carles, dalam KUA-PPAS 2020 yang diterima pihaknya, ada banyak hal yang perlu dibahas. Salah satunya soal sumbersumber pendapatan. Asumsi pendapatan yang dicantumkan untuk beberapa sumber pendapatan dinilai terlalu
berlebihan. “Ada yang asumsi pendapatannya naik 100 persen. Kami meragukan itu,” terangnya. Dia berharap asumsi pendapatan agar tidak dipasang berlebihan. Sehingga kekacauan APBD 2019 tidak lagi terulang. Anggota Banggar, Nengah Darsana, mengatakan, pihaknya di DPRD punya spirit membuat APBD 2020 yang proporsional, murni, bagus, dan benar-benar mengakomodir masyarakat Bangli. Karenanya, pembahasan harus dilakukan dengan waktu yang cukup dan serius. (kmb40)
Masyarakat Banjar Dukuh Tolak Rencana Pembangunan Kereta Gantung
Pujawali di Pura Bukit Mentik PUJAWALI Purnamaning Sasih Kapat di Pura Bukit Mentik ring Gunung Lebah Batur, Desa Adat Batur, Kintamani Bangli. Dudonan Karya Jumat (11/10) 2019 - Pujawali ring Merajan Bukitan-Bukutan - Ida Batara-Batari Katuran Bhakti Pangodal - Ida Batara-Batari Katuran Melasti Sabtu (12/10) - Ida Batara-Batari Katuran Bhakti Panganyar Minggu (13/10) - Puncak Karya Pujawali Purnamaing Sasih Kapat, ngelantur Nugtugang Dasa Warsa Karya Agung Mamungkah, Mupuk Padagingan, Ngenteg Linggih lan Padudusan Agung. Senin (14/10) - Pujawali ring Pura Pandan Harum - Pujawali ring Pura Batu Nyaak - Pujawali ring Pertiwi Taru Alit (Ida I Ratu Ayu Sakti Panca Kerti) -Bakti Panganyar Selasa (15/10) - Pujawali ring Ida I Ratu Sakti Ngurah Suaring Subandar - Bakti Panganyar Rabu (16/10) - Bakti Panganyar - Ida Batara-Batari Katuran Bhakti Penebeng Kamis (17/10) - Ida Batar-Batari Katuran Bhakti Ngeluur/Masineb
Bangli (Bali Post) Masyarakat Banjar Dukuh, Desa Abang Batudinding, Kintamani menolak rencana pembangunan kereta gantung yang akan dilakukan investor di wilayah Bukit Abang, Kintamani. Terkait hal itu, Perbekel desa setempat bersama sejumlah tokoh dari Banjar Dukuh dan beberapa tokoh dari Desa Abang Songan dan Suter berencana menemui Bupati Bangli untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Perbekel Desa Abang Batudinding I Made Diksa, Jumat (11/10) kemarin mengungkapkan, penolakan atas rencana pembangunan kereta gantung itu disampaikan masyarakat saat rapat di Banjar Dukuh, awal September lalu. Dalam rapat yang juga dihadiri sejumlah warga dari Desa Abang Songan dan Suter di wilayah bawah (dekat Danau Batur), masyarakat pada intinya menyatakan tidak setuju dengan rencana pembangunan kereta gantung karena beberapa alasan. Pertama, karena di wilayah Banjar Dukuh dan Desa Abang Songan serta Suter yang ada di bawah, terdapat banyak tempat suci yang dikeramatkan masyarakat. Masyarakat khawatir keberadaan kereta gantung nantinya mengganggu kesucian pura. Beberapa pura yang dimaksud yakni Pura Kawitan Tuluk Biyu,
Purnama Sasih Kapat
Puncak Karya di Pura Tuluk Biyu Batur Bangli (Bali Post) – Krama Adat Batur, Kintamani, Jumat (11/10) kemarin melaksanakan upacara Ida Batara-Batari katuran bhakti pengodal lan pasucian di Pura Tuluk Biyu Batur, Kintamani. Upacara ini merupakan rangkaian karya pujawali ngusaba Purnamaning Sasih Kapat yang puncaknya akan berlangsung pada Minggu (13/10) mendatang. Ketua Panitia Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat di Pura Tuluk Biyu Batur I Ketut Sudana, mengatakan, jelang berlangsungnya puncak karya ngusaba, sejumlah persiapan dan upacara telah dilaksanakan sejak beberapa hari lalu. Persiapan diawali dengan makarya rompok Selasa (1/10) lalu, dilanjutkan dengan ma-
karya sanganan suci pada Jumat (4/10). Pada tanggal Selasa (8/10) dilaksanakan mapiuning karya dan nuur tirta ring pucak Gunung Abang, Tirta Sapuh Jagat dan Tirta Segara Danu. Pada Kamis (10/10), dilaksanakan upacara Rsi Gana di wewidangan Pura. “Hari ini Ida Batara-Batari katuran Bhakti Pengodal lan Pasucian. Ida Batara katedunang dan di-wangsuh. Selanjutnya, tirta wangsuhan Ida Batara dibagikan kepada krama,” terangnya. Selanjutnya, pada Sabtu (12/10), rangkaian karya dilanjutkan dengan mapepada wewalungan. Adapun hewan yang dipergunakan dalam upacara mapepada wewalungan yakni kerbau, babi, dan itik. “Keesokan harinya
bertepatan dengan rahinan Purnamaning Sasih kapat, dilaksanakan puncak karya, dengan prosesi mapepada agung, bhakti pujawali, ngusaba sasih kapat lan pakeling bhakti madewasraya,” kata Sudana. Sesuai dudonan karya, Karya Ngusaba di Pura Tuluk Biyu Batur akan berlangsung hingga Senin (28/10) mendatang, dengan menggelar bhakti Petangi. Sudana berharap seluruh umat Hindu dapat tangkil ngaturang bhakti ke Pura Tuluk Biyu Batur selama karya berlangsung. “Kami harapkan semua umat Hindu dapat tangkil dan ngaturang samatra madewasraya. Mohon perlindungan kepada Ida Batara utamanya Ida Batara Siwa,” imbaunya. (kmb40)
Pura Tirta Paceburan, dan Pura Dukuh Sakti. “Kalau dilihat gambarnya, kereta gantungnya tepat di atas pura. Jadi, pura yang saya sebutkan tadi itu tepat berada di kaki bukit, tepat di bawah kereta gantung yang direncanakan,” terangnya. Alasan kedua, masyarakat menolak kehadiran kereta gantung karena Bukit Abang sangat rawan bencana longsor. Selaku perbekel dan pribadi, Diksa mengaku sependapat dengan penolakan masyarakat. Rencananya, ia bersama tokoh-tokoh di Banjar Dukuh dan Desa Abang Songan serta Suter akan menemui Bupati untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. “Kami tahu Bapak Bupati kan orangnya baik, bijak. Ketika ada keluhan di masyarakat, pasti beliau merespons. Kami akan melakukan pendekatan ke bupati,” jelasnya. Penolakan atas kehadiran kereta gantung, menurut Diksa, juga merupakan bentuk komitmen masyarakat menegakan visi misi Gubernur Bali Sat Kertih Loka Bali. Dia berharap, rencana pembangunan kereta gan-
tung di Bukit Abang dapat dibatalkan, meski ada wacana kehadiran kereta gantung itu dapat menyerap ribuan tenaga kerja lokal. “Secara pribadi, kami berterima kasih dengan wacana investor dan pemerintah itu. Untuk sementara, kami di Banjar Dukuh khususnya, perekonomian masyarakat dengan mengembangkan pertanian, peternakan, budi daya ikan, dan lain sebagainya, sudah cukup stabil,” kata Diksa. Sebagaimana diketahui, investor asing asal Rusia berencana membangun kereta gantung di wilayah Kintamani. Rencana itu mendapat sambutan hangat dari Pemkab Bangli. Bahkan, Bupati Bangli I Made Gianyar telah mengeluarkan rekomendasi terkait rencana pembangunan kereta gantung tersebut. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Made Alit Parwata yang ditemui belum lama ini, mengatakan, dalam surat rekomendasi yang dikeluarkan November 2018 lalu itu, Bupati Made Gianyar merekomendasikan investor, Visnu Investment Grup untuk
bekerja sama dengan Badan Pengelola Pariwisata Batur UNESCO Global Geopark melakukan kegiatan berusaha. Sesuai surat permohonan dari Visnu Investmen Grup perihal persetujuan proyek Abang Teras yang berlokasi di daerah pegunungan Abang Kintamani. Dalam rekomendasi itu, perusahaan diwajibkan menjalankan usa-
hanya tidak bertentangan dengan perundang-undangan, norma agama, adat istiadat setempat, tidak menimbulkan keresahan dan wajib melengkapi perizinan. Dikatakan Alit, rencana pembangunan kereta gantung tersebut juga sudah disosialisasikan oleh pihak investor ke enam desa di sekitarnya. (kmb40)
Bali Post/ist
RAPAT - Rapat yang digelar di Banjar Dukuh, terkait rencana pembangunan kereta gantung.
OLAHRAGA
Sabtu Kliwon, 12 Oktober 2019
15
Indonesia Hancur Lebur di Markas UEA Dubai – Timnas Indonesia hancur lebur di markas Uni Emirat Arab (UEA) dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Skuad Garuda kalah telak tanpa perlawanan. Saat bertanding di Al Maktoum Stadium, Kamis (10/10) malam, Indonesia kalah 0-5 dari UEA. Ini merupakan kekalahan ketiga berurutan tim Merah-Putih di laga Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022. Kekalahan itu boleh dibilang menjadi kekalahan paling telak dan menyakitkan. Meski kualitas di atas kertas ada di bawah UEA, kekalahan tanpa perlawanan bikin luka dua kali lipat. Sepanjang pertandingan, Indonesia cuma melepas satu tembakan on target dari sepakan tendangan bebas Stefano Lilipaly di menit ke-66. Di sisi sebaliknya, UEA bisa melepaskan tujuh tembakan on target, lima berbuah gol, ada sembilan tembakan yang gagal mencapai sasaran.
Indonesia juga kalah telak dari segi penguasaan bola. Tim besutan Simon McMenemy cuma mencatatkan 39% penguasaan bola dan UEA 61%. Pascalaga pelatih Indonesia Simon McMenemy mengeluhkan kondisi tim. Ia kembali menyinggung soal kondisi timnya yang tak siap tempur karena terkuras tenaganya di kompetisi domestik. Hal ini amat berpengaruh ke permainan timnas. ‘’Kami harus angkat topi ke tim yang sangat bagus. Bukan cuma tim yang bagus, tapi juga tim yang dipersiapkan dengan baik dan dalam kondisi bagus,’’ ujar Simon usai pertandingan. ‘’Beberapa hal yang kami hadapi di Indonesia yakni kami tak punya akses ke hal-hal tersebut. Kami tak punya pemain-pemain yang bugar,
siap tampil, dan beristirahat dengan baik,’’ imbuhnya. ‘’Ini adalah sesuatu yang sudah menjadi penghalang dalam 3-4 pertandingan terakhir. Hal yang sama terjadi di tiga pertandingan beruntun, jadi ya… apa pun upayanya untuk membuat tim bugar kembali, itu sulit. Ini situasi yang sulit,’’ tutupnya. Kekalahan ini membuat kans Indonesia lolos menjadi berat. Garuda belum mendapatkan poin dari tiga pertandingan sejauh ini dan ada di dasar klasemen Grup G.
UEA sementara memimpin dengan enam poin dari dua pertandingan. Thailand dan Vietnam ada di posisi 2-3 dengan empat poin, disusul Malaysia dengan tiga poin di urutan keempat. (kmb33)
REBUT - Pemain Indonesia Andik Vermansyah (kanan) berebut bola dengan gelandang Uni Emirat Arab (UEA) Ali Salmeen saat kedua negara bertemu di ajang kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, Kamis (10/10) malam.
Tiket MotoGP Mandalika Mulai Dijual Bulan Depan Jakarta (Bali Post) – MotoGP Indonesia baru akan digelar pada tahun 2021. Namun, penjualan tiketnya akan dilakukan mulai bulan depan. Dikonfirmasi detikSport kepada Corporate Secretary Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Miranti Rendranti, pihaknya merencanakan penjualan tiket pada awal atau akhir November 2019. ‘’Per akhir November 2019 hingga Agustus 2020 akan dilakukan kegiatan Pre-Booking tiket MotoGP Mandalika 2021 untuk 20.000 pemegang hak mendapat tiket yang memesan melalui pemesanan on-
line,’’ ujar Miranti, Jumat (11/10) kemarin. Indonesia mendapat slot dari Dorna untuk menggelar MotoGP per musim 2021. Kontrak berdurasi tiga tahun disebut sudah dikantongi. Adapun sirkuit yang dipakai adalah sirkuit jalan raya kawasan wisata Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sejauh ini pembangunan Mandalika Street Circuit, yang akan digunakan untuk penyelenggaraan MotoGP 2021 telah menyelesaikan proses pengukuran topografi dan penyelidikan tanah. ‘’Kami pastikan pembangunan Mandalika Street
Circuit saat ini berjalan sesuai dengan rencana, yaitu memulai konstruksi pada Oktober 2019. Selain kegiatan di lapangan yang fokus kepada area sirkuit berupa pemagaran yang hampir mencapai 50% dan land clearing, proses homologasi desain Mandalika Street Circuit juga telah menyepakati Center Line desain sirkuit, artinya telah menyepakati titik-titik koordinat, panjang, dan lengkung lintasan satu dengan yang lainnya,’’ kata Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer. (kmb33)
Masuk Koalisi
Sabtu, 12 Oktober 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Memuja dan Memelihara (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Mix Dance 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali TV Shop 09:30 Wita Belajar Menggambar Menggambar Bulan dan Bintang 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Galeri Musik Indonesia 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Memuja dan Memelihara (2) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Folk Song 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz Made Ananda Aditya, Juara Renang 100M Gaya Bebas Porprov 2019 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Solusi Alternatif Totok Aura 17:00 Wita Bunda Arsaningsih Karma dan Reinkarnasi 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Gayatri Dkk 21:00 Wita Classic Bali TV 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Pura Dalem Tanjung Denkayu (2) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song
Karena itu, soal tawaran Gerindra berkoalisi dengan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin juga dibahas. ‘’Kami tadi sudah berbicara banyak mengenai kemungkinan Partai Gerindra masuk ke koalisi kita,’’ kata Jokowi. Kendati demikian, Jokowi menjelaskan kemungkinan koalisi partai berlambang kepala burung garuda itu masih belum diputuskan. Sementara itu, Prabowo mengatakan pihaknya selalu siap untuk membantu pemerintah. ‘’Kalau kami diperlukan, kami siap dan akan memberi gagasan optimal. Kami yakin Indonesia bisa tumbuh double digit, kami yakin Indonesia bisa bangkit cepat, kami ingin membantu dan kami siap membantu kalau diperlukan,’’ ujar Prabowo. Dia mengatakan partainya selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Namun, Prabowo juga mengatakan jika pihaknya tidak masuk dalam kabinet Indone-
Monica Seles Juga Pernah Alami Penusukan Tragedi penusukan mengingatkan publik pada peristiwa yang menimpa petenis asal Amerika Serikat, Monica Seles. Yang menggemparkan, penusukan itu terjadi saat ia sedang bertanding. Pada 30 April 1993, Seles yang masih berusia 19 tahun sedang menghadapi petenis Bulgaria Magdalena Maleeva di babak perempatfinal Citizen Cup yang berlangsung di Hamburg, Jerman. Waktu itu, Seles berstatus petenis papan atas dunia yang telah memenangi delapan gelar Grand Slam. Peristiwa itu terjadi pada set kedua, di mana Sales sedang unggul 4-3. Saat jeda istirahat, seorang pria Jerman bernama Guenter Parche (38) berhasil menyusup ke area lapangan. Dari arah belakang dia kemudian menusuk punggung bagian atas Seles menggunakan pisau dapur. Kondisi itu membuat Seles menderita luka sedalam 1,5 cm. Ia pun segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan, sedangkan Parche
langsung diamankan saat itu juga. Motif penyerangan itu dilatari fanatisme Parche pada Steffi Graf, petenis asal Jerman yang menjadi rival Seles. Ia tidak rela peringkat dunia Graf disalip oleh Seles. Saat kasusnya disidangkan, Parche diketahui mengalami gangguan mental, yang membuatnya memiliki kecintaan berlebihan pada Graf dan begitu membenci Seles. Atas kondisinya itu, Parche hanya dihukum percobaan selama dua tahun. Hal itu membuat Seles kecewa. Setelahnya, ia tak pernah lagi mau bertanding di Jerman. ‘’Jerman adalah negeri di mana pria itu menyerang saya dari belakang, namun tak dihukum dengan semestinya. Saya tidak mengerti mengapa pria itu tidak harus membayar perbuatannya,’’ ujar Seles dalam sebuah wawancara televisi, dikutip dari The Australian. Meski hanya membutuhkan waktu beberapa pekan untuk
pemulihan, namun trauma yang dialami Seles membuatnya absen dua tahun. Ia baru comeback pada Juli 1995 dalam sebuah laga ekshibisi di Atlantic City Convention Center. Setelahnya, penampilan Seles tak lagi sama. Me-
menangi delapan Grand Slam sebelum insiden penusukan itu, ia hanya menambah satu gelar Grand Slam setelahnya, yakni Australia Open 1996. Ia terakhir kali bermain pada tahun 2003, sebelum benarbenar pensiun pada 2008. (kmb33/afp)
taekwondoin,’’ ungkap Ketua Umum Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Badung ini. Dijelaskannya, peserta dari Bali hampir 300 atlet, termasuk dari beberapa provinsi di Indonesia mengirimkan atlet terbaiknya. Ia menyebutkan atlet Thailand menerjunkan lima tim, kemudian Malaysia menurunkan empat tim, serta Australia membawa beberapa atlet terbaiknya. ‘’Taekwondoin Thailand yang berlaga merupakan skuad Timnas SEA Games,’’ jelas Tjhin Johanes. Untuk itu, menurutnya,
event ini sangat cocok bagi atlet untuk menambah jam terbang, sekaligus mencari pengalaman meladeni taekwondoin tangguh. Rencananya, turnamen ini akan dibuka Ketua Umum PB TI Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki, S.Sos. Event ini bertujuan untuk menggeliatkan pariwisata di Badung, yang mempertandingkan nomor kyorugi dan poomsae, untuk kategori prestasi, festival dan pemula. ‘’Kami akan menggulirkan turnamen internasional ini rutin setiap tahun,’’ terang Tjhin Johanes. (022)
Taekwondoin dari Sembilan Negara Berlaga di Badung
sia Kerja, maka akan berlaku sebagai penyeimbang. ‘’Kalau umpamanya kami tidak masuk kabinet, kami tetap akan loyal di luar sebagai check and balances. Sebagai penyeimbang, kan kita di Indonesia tidak ada oposisi,’’ ungkap Prabowo disambut afirmasi oleh Jokowi. Ibu Kota Baru Selain itu, kedua tokoh bangsa itu juga membahas soal ibu kota baru di Provinsi Kalimantan Timur. Jokowi mengatakan dirinya menjelaskan alasan pemindahan ibu kota pemerintahan ke kawasan di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Menurut Prabowo, pihaknya mendukung pemindahan ibu kota ke Kaltim. ‘’Kita bicara ibu kota. Saya menyampaikan saya mendukung gagasan ibu kota. Tentunya beliau juga mengatakan akan melalui kajian-kajian yang tepat, dan sudah dilaksanakan kajian-kajian, jadi kita akan mendukung gagasan itu,’’ ucap Prabowo. (ant)
Bali Post/afp
TUSUK - Petenis AS Monica Seles dilarikan ke ambulans oleh petugas pascaditusuk di tengah pertandingan tahun 1993 silam.
Cabor taekwondo Mangupura (Bali Post) Sekitar 1.600 taekwondoin dari sembilan negara dipastikan akan berlaga pada kejuaraan internasional bertajuk ‘’Pugnator Badung Sport Tourism Taekwondo International Championship 2019’’ di GOR Purna Krida, Krobokan, 25-27 Oktober mendatang. Selain tuan rumah Indonesia, taekwondoin yang berlaga juga datang dari Thailand, Kamboja, Australia, Malaysia, In-
Bali Post/ist
dia, Hongkong, Taiwan dan Singapura. Penanggung Jawab Kejuaraan Tjhin Johanes, di Badung, Jumat (11/10) kemarin menuturkan, pihaknya membatasi jumlah peserta 1.300 atlet. Akan tetapi, beberapa daerah dan atlet asing minta didaftarkan, bahkan beberapa atlet terpaksa ditolak. ‘’Seandainya jumlah peserta tidak kami batasi, dipastikan membeludak hingga mencapai 3.000
Gunakan Gunting Sementara Fitri menyerang Kapolsek Menes Kompol Dariyanto menggunakan gunting sehingga membuat Dariyanto luka di punggungnya. Dedi menyebut belum dite-
mukan bukti utentik bahwa pelaku mempersiapkan penyerangan terhadap Wiranto. ‘’Syahril melakukan serangan secara spontan. Berbagi tugas dengan istri. Dia (Syahril) tidak terlalu kenal dengan pejabat itu (Wiranto),’’ katanya. (ant)
BALI
BUDAYA SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019
PENDIDIKAN De Oka S
Jaga Eksistensi Lewat Karya SENIMAN DALAM upaya menjaga eksistensi di belantika musik Bali, I Nyoman Gede Budiarta, yang akrab di sapa De Oka S, kini mencoba terobosan baru. Ia mulai bergabung di bawah bendera berlabel Jayagiri Production yang diproduseri oleh IGN ‘’Rahman’’ Murthana, S.T. yang juga Wakil Ketua KPID Bali. De Oka mengaku keingin a n n y a bergabung dengan Jayagiri Produc-
Bali Post/ara
PASAR - Suasana jual-beli di Pasar Nyanggelan, Panjer. Pasar ini telah dinyatakan berstandar SNI sejak 2015 lalu.
PASAR rakyat (tradisional) merupakan aspek penting dalam sistem perdagangan nasional. Pemerintah pun terus berupaya mengangkat citra dan merawat eksistensi pasar, agar memiliki daya saing dan mampu bertahan dalam era persaingan bebas. Salah satu yang dilakukan yakni revitalisasi. Seperti yang dilakukan terhadap Pasar Nyanggelan, Panjer, Denpasar. Pasar yang berdiri di lahan milik pelaba Pura Dalem Panjer seluas 4.595 meter pesegi, kini sebagai penggerak perekonomian desa. Pasar ini juga berperan sebagai penyangga ketersediaan barang kebutuhan pokok bagi warga setempat. Kepala Pasar Nyanggelan I Wayan Darmana, S.Pt. yang ditemui Jumat (11/10) kemarin mengungkapkan, pasar yang dikelola desa adat ini direvitalisasi melalui program Kementerian Perdagangan RI pada tahun 2013 dengan bantuan dana pusat sebesar Rp 5 miliar dan dana pendamping dari Pemkot Denpasar sebesar Rp 1,4 miliar. Setelah revitalisasi, pasar ini bukan
KULINER
KESEHATAN
TOP IN VASI
WONDERFUL BALI
saja berubah dalam tampilan, tetapi juga berpengaruh signifikan dalam omzet. Bila sebelumnya omzetnya hanya Rp 2,5 – Rp 3 miliar per bulan, setelah revitalisasi mencapai Rp 6 miliar per bulan. Pasar yang sudah ber-SNI ini juga sering mendapat kunjungan dari pengelola pasar rakyat dari daerah lainnya di Indonesia. Bahkan, dalam lomba pasar ini sudah beberapa kali menyandang predikat juara. Pasar ini dirintis sejak 1994 dan selanjutnya diresmikan Gubernur Bali Ida Bagus Oka pada 26 Januari 1995. Kini, pasar ini menampung ratusan pedagang yang terdiri dari pedagang kios 14, toko 39, los 120, serta warung kuliner 14. Wali Kota Denpasar Rai Mantra mengatakan langkah merevitalisasi pasar rakyat untuk meningkatkan pasar rakyat di tengah gempuran pasar modern. Selama ini diakui ada dikotonomi antara pasar rakyat dengan pasar modern. Karena mau tidak mau, kehadiran pasar modern, sedikit tidak telah memengaruhi perekonomian masyarakat, terutama di pasar tradisional. (ara)
Pasar Nyangelan l Dirintis sejak 1994 l Diresmikan Gubernur Bali 26 Januari 1995 l Direvitalisasi melalui program Kementerian Perdagangan RI pada tahun 2013 dengan bantuan dana pusat sebesar Rp 5 miliar dan dana pendamping dari Pemkot Denpasar sebesar Rp 1,4 miliar. l Menampung ratusan pedagang l Pedagang kios 14 l Toko 39 l Los 120 l Warung kuliner 14
Darmada Temukan Konsep BUDAYA Pancadatu untuk Ekonomi Kreatif PENDIDIKAN BANYAK anak petani miskin kini sukses menjadi pengusaha atau meraih gelar doktor. Salah satunya Dr. Drs. I Made Darmada, M.Pd. Istimewanya, sosok yang satu ini selain menjadi dosen bergelar doktor di IKIP PGRI Bali, dia juga tetap menggeluti pekerjaan leluhurnya sebagai pande besi di Banjar Purwakerta, Gerih, Abiansemal, Badung. Ayah Darmada yakni I Wayan Putru (alm) juga dikenal seorang veteran pejuang. Hasil pernikahannya dengan Ni Made Madri membuahkan 8 anak dan Darmada adalah anak keenam yang sukses menempuh pendidikan doktor berkat menjadi petani dan pande besi. Saking t a n g g u hnya perjuangan s a n g bapak Darmada menyematkan nama itu kepada
SENIMAN
anaknya Pande Putu Thesa Wijaksari dan Made Gede Pande Paron Tangguh Paramartha. Suami tercinta Ni Wayan Kartika Dewi, S.I.Pus. ini bisa meraih doktor dengan disertasi yang berkearifan lokal yakni ‘’Pengembangan Kreativitas Siswa SMK Berdasarkan Budaya Lokal dalam Konteks Industri Kreatif Melalui Pancadatu dan Dewata Nawasanga’’. Penelitiannya menggali peran budaya lokal Bali untuk pengembangan kreativitas siswa SMK dalam konteks industri kreatif serta menginterpretasi dampak dan makna pengembangan kreativitas siswa SMK berdasarkan budaya lokal Bali menggunakan pendekatan kualitatif etnografi. Di sinilah dia menemukan bahwa kreativ i t a s ekonomi terbentuk dari economic balivogenic. Konsep kreativitas sosial terbentuk dari social
balivogenic, konsep kreativitas spiritual religius terbentuk dari spiritual religious balivogenic. Selanjutnya, pengembangan kreativitas melalui ajaran pancadatu yang dikonstelasi dengan ajaran Dewata Nawasanga sebagai sumber dari segala sumber pengetahuan. Kemudian digerakkan lewat ras bhakti dalam putaran swastika menemukan konsep kreativitas sakral dan konsep kreativitas propan. Keterjalinan antara konsep kreativitas sakral dan konsep kreativitas propan, kata Darmada yang juga Ketua LPPM IKIP PGRI Bali ini, menemukan teori tentang kreativitas kehidupan. Makanya dia menegaskan kreativitas kehidupan merupakan interkorelasi antara konsep kreativitas sakral berada pada aliran subjektivas/spiritual dan konsep kreativitas propan berada pada aliran objektivitas/ material. Teori kreativitas hidup ini dapat menjelaskan pengembangan kreativitas dalam konteks industri kreatif yang bersifat sakral dan memiliki nilai spiritual, dan bersifat propan yang akan memiliki nilai material komersial. Pancadatu itu menyangkut unsur perak, emas, tembaga, besi dan perunggu menjadi pancawarna yang harus digerakkan (swastika - red) kemudian diunduh dan disebar lewat konsep Dewata Nawasanga selanjutnya dikonektifkan menjadi kreativitas guna menghadapi tantangan masa depan. Kata kuncinya yakni unsur potensi diri (pancadatu) harus digerakkan untuk ekonomi kreatif. Ilmu konektivitas diperolehnya karena latar belakang I Made Darmada memang dari teknik elektro. Dia menamatkan studi S-1 hingga S-3 di IKIP Negeri Yogyakarta di Pendidikan Teknik Elektro. Ilmu ini juga dia hubungkan dengan tatwa pande besi. (sue)
tion sebagai upaya untuk tetap bisa eksis. ‘’Saya melihat eksistensi Jayagiri Production di blantika musik Bali sangat bagus, makanya saya memberikan diri untuk ikut bergabung, semoga bisa tetap eksis berkarya di dunia musik Bali,’’ ujar De Oka, Kamis (10/10). Kini, penyanyi kelahiran Tabanan, 21 Mei 1970 ini sedang memperkenalkan album terbarunya bertajuk ‘’Ngalahang Matan Ai’’ ke publik. Album ini berisikan sepuluh lagu. Di antaranya ‘’Ngalahang Matan Ai’’, ‘’Pasrah’’, ‘’Dot Ketemu’’, ‘’Doa untuk Angeline’’, D’’ewa Hyang’’, ‘’Lacur’’, ‘’Tak Tergantikan’’, ‘’Masa Lalu’’, ‘’Cinta Pertama’’, ‘’Melajah Metunangan’’. Lagu ‘’Tak Tergantikan’’ diaranjer oleh penyanyi Bali Mang Gita. Menariknya, seiring kemajuan global dengan teknologi serba canggih, lagu-lagu dalam album ini dipasarkan ke publik secara digital melalui Joox, Spotify, iTunes dan lainnya. Sedangkan video klip dapat disaksikan lewat akun Youtube Jayagiri Production Bali. De Oka menuturkan bahwa dirinya sudah berkiprah di musik Bali sejak tahun 2000. Awalnya bergabung dengan Canting Camplung lewat album kompilasi perdana dalam single berjudul ‘’Kedekang Gumi’’, yang merupakan ciptaannya sendiri. Selanjutnya, menyusul album kompilasi kedua dalam lagu berjudul ‘’Bajang Kintamani’’ dan ‘’Ngugul Hati’’. Kedua lagu ini juga karya ciptanya sendiri. Kiprahnya di dunia musik makin bersinar lewat album kompilasi ketiga dalam lagu karya ciptanya berjudul ‘’Jegeg Sayang’’, ‘’Tembang Tresna’’ dan ‘’Idaman Hati’’ yang diproduseri oleh Nyoman Sudiana. Kemudian pada tahun 2004, Dek Oka memberanikan diri tampil sebagai produser albumnya sendiri berjudul ‘’Kembang Desa’’. Album ini berisikan tujuh lagu, yang mana dua lagu didukung oleh De Mas, dan satu lagu duet. Di tahun 2005, nasib Dek Oka semakin moncer setelah dapat kontrak satu album di bawah bendera Aneka Record, yang diproduseri oleh Oka Aneka. Album ini bertitel ‘’Angsa Putih’’ berisikan sembilan lagu, yang mana satu lagu didukung artis pendatang baru. (win)
Ingin Serba Praktis TUNTUTAN pekerjaan dan kehidupan modern makin membuat masyarakat ingin serba praktis. Itulah sebabnya, segala pekerjaan yang tidak berhubungan dengan pekerjaan di kantor, diserahkan kepada pihak ketiga. Seperti halnya mencuci pakaian dan setrika, diserahkan ke jasa laundry. Pekerjaan mencuci memang terlihat sepele, namun cukup menyita waktu. Selain itu, jika tidak teliti mencuci atau menyetrika, bisa-bisa pakaian menjadi rusak atau berubah warna. Untuk itulah, banyak kalangan menyerahkan pekerjaan itu kepada usaha jasa laundry. ‘’Permintaan jasa laundry sekarang tambah banyak. Usaha ini juga makin bertumbuh,’’ ungkap Kadek Ayu Windasari, Owner Cuci House, Kamis (10/10). Pengguna jasa laundry juga tidak hanya kalangan rumah tangga, tetapi juga ada dari instansi pemerintah dan swasta. Setiap tahun, permintaannya selalu meningkat. Hampir 20 persen lebih peningkatan per outlet-nya. Winda memiliki 5 outlet di sekitar Denpasar. Untuk itu ia harus menambah mesin cuci untuk dapat meningkatkan layanan. Dari 5 mesin, kini ia memiliki 9 mesin dengan kapasitas masing– masing 14 kg. ‘’Jadi peningkatannya yang dulunya 50–70 kg, sekarang bisa 100 kg. Itu artinya semakin banyak pelanggan, demand-nya tinggi,’’ imbuhnya. Tidak hanya pakaian, perlengkapan rumah tangga pun di-laundry. Seperti sofa, karpet, perlengkapan bayi, taplak meja dan sebagainya. Perubahan tren masyarakat ini juga dilihatnya sebagai peluang. Dengan meningkatnya permintaan, ia juga menambah layanannya, tidak hanya mencuci, tetapi jua menyetrika, dry clean, dan jenis cucian yang bisa dicuci juga bertambah. Hitungan cuciannya pun tidak hanya kiloan, tetapi satuan. ‘’Sekarang masyarakat ingin praktis, sehingga mereka bisa lebih produktif bekerja, jadi pekerjaan mencuci diserahkan ke laundry,’’ ungkapnya. Teman-temannya sesama Asosisasi Laundry Indonesia (ASLI) juga merasakan demikian. (may)