Skip to main content

Edisi Jumat 12 Oktober 2018 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Jokowi-PM Lee Bertemu

Dibuka Jalur Laut Singapura-Buleleng Mangupura (Bali Post) Presiden Jokowi, Kamis (11/10) kemarin, menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Long, di Nusa Dua. Annual Leaders Retreat merupakan rangkaian acara dari pertemuan tahunan IMF-WB 2018. Pada pertemuan tersebut dibahas sejumlah kerja sama. Selain itu, keduanya menyambut baik pembukaan jalur laut dari Singapura ke sejumlah destinasi wisata di Indonesia. Salah satunya Singapura-Buleleng.

Bali Post/edi

BERTEMU - Presiden Jokowi bersama PM Singapura Lee Hsien Long, bertemu di Nusa Dua, Kamis (11/10) kemarin.

Menurut Presiden Jokowi, di tengah ketidakpastian ekonomi global, kerja sama ekonomi menjadi fokus perhatian bersama dengan PM Lee. “Saya menyambut baik kerja sama swap dan repo antara BI dan Monetary Authority of Singapore senilai 10 miliar USD,” kata Presiden Jokowi.

Selain itu, dua dari tiga MoU yang ditandatangani merupakan upaya untuk mendotong kerja sama ekonomi dan keuangan. Keduanya adalah MoU persetujuan perlindungan dan promosi penanaman modal (P4M) dan MoU bidang teknologi finansial. Secara khusus di-

Jadikan Kemajuan Teknologi Peluang, Bukan Ancaman Mangupura (Bali Post) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Menkeu) dan pendiri Bill & Melinda Gates Foundation Melinda Gates sepakat bahwa kemajuan teknologi harus dipandang sebagai peluang, bukan ancaman. Negara berkembang harus mampu beradaptasi dengan disrupsi teknologi agar mampu mendapatkan peluang. Sebagai Co-chair dari Komisi Pathways dan The Bill and Melinda Gates Foundation Sri Mulyani menegaskan bahwa revolusi teknologi berikut disrupsi yang terjadi akibatnya, menawarkan ber-

bagai peluang sekaligus tantangan. “Ini adalah cara baru untuk meningkatkan kesejahteraan bagi banyak orang, termasuk mereka yang tinggal di negara sedang berkembang. Sekarang tinggal bagaimana memastikan agar teknologi bermanfaat untuk pertumbuhan yang inklusif,” ujar Sri Mulyani dalam diskusi bertajuk Policies for Harnessing Technology for Growth di Ruang Nusantara, BICC, pada Kamis (11/10) kemarin. Pada forum ini, Sri Mulyani maupun Melinda Gates tampil menyampaikan pandangan mereka tentang

GEMPA SITUBONDO

6,3 SR Kedalaman 10 KM

SURABAYA

SITUBONDO

lokasi 7.42 LS 144.47 BT

MALANG

DENPASAR

Lagi, Kemendag Sertifikasi Dua Pasar Tradisional Revitalisasi pembenahan fisik dan menajemen pasar di Denpasar sudah mencapai 34 unit. Salah satunya menjadi pasar percontohan tingkat nasional serta menjadi pasar percontohan Standar Nasional Indonesia (SNI). Kini, dua pasar lagi disertifikasi oleh Kemendag. Halaman 2 Dikibuli Waria, Warga Australia Kehilangan Perhiasan Halaman 5 Data Penduduk Usia 23 Tahun ke Atas akan Diblokir Disdukcapil Bangli mengimbau seluruh penduduk yang berusia di atas 23 tahun dan belum memiliki E-KTP agar segera melakukan perekaman. Sebab, data kependudukan yang bersangkutan akan diblokir akhir tahun ini. Halaman 14

Meluas, Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Agung Kebakaran di hutan lereng Gunung Agung semakin meluas. Pamadaman yang dilakukan warga beserta aparat terkendala medan terjal. Tak hanya membakar lereng di sebelah barat juga di bagian timur gunung. Halaman 11

manfaat teknologi untuk pertumbuhan, khususnya di negara-negara sedang berkembang. Negara yang ekonominya sedang berkembang, lanjut Menkeu, harus mampu menghadapi dan beradaptasi dengan disrupsi teknologi. Di Indonesia misalnya, teknologi digital telah menghubungkan sektor ekonomi informal dengan sektor ekonomi formal. Karena itu, Indonesia perlu segera memulai diskusi baru terkait upaya pemberdayaan para pengambil keputusan di negara-negara berkembang. Hal. 15 Cukup Mapan

ungkapkan, P4M merupakan yang pertama ditandatangani Indonesia sejak pemerintah melakukan revisi terhadap perjanjian investasi tahun 2014. Diharapkan dengan kerja sama ini, akan meningkat kepercayaan investor Singapura untuk terus berinvestasi

di Indonesia. “Persetujuan ini juga akan menjadi model dan referensi untuk perjanjian investasi ke depan. Saya dengan PM Lee juga sepakat terus mendorong kerja sama ekonomi digital,” tambah Presiden Jokowi. Untuk bidang pariwisata, keduanya menyambut baik pembukaan jalur penerbangan antara Singapura-Toba, Singapura-Belitung. Serta penambahan destinasi kapal pesiar dari Singapura ke Surabaya, ke Bali Utara, ke Jakarta, Kuala Tanjung, dan ke Bintan. “Diharapkan, kerja sama ini dapat meningkatkan kunjungan turis mancanegara ke sepuluh Bali Baru,” tambahnya. (kmb23)

Produk UMKM Diburu Delegasi

Bali Post/may

KIPAS - Menteri BUMN mencoba membuat kipas dari Bee Handicraft.

Mangupura (Bali Post) Produk UMKM binaan Bank Indonesia yang berkesempatan pameran di Ring 1, Taman Jepun, BNDCC merasakan manisnya meeting IMF-WB 2018. Barang yang dipamerkan diburu para delegasi khususnya delegasi Afrika, Amerika, dan India. Ketua kelompok tenun Putri Mas Ketut Widiadnyana menuturkan, berpameran sejak Senin (8/10), penjualannya sangat bagus, lebih dari Rp 10 juta dalam waktu empat hari. Karena di sana juga tersedia penjahit ekspres, dua hari selesai. Kain songket yang dibeli delegasi bisa dijahit langsung

di sana dan dalam waktu dua hari bisa selesai. “Di sini ada unit perancangan busana,” ungkapnya Kamis (11/10) kemarin. Oleh karena itu, ia membuat songket dengan panjang 2,5 meter agar bisa dibuat baju. “Kita bikin yang lebih lebar, spesial songket batik alam Jembrana,” imbuhnya. Tak hanya songket, Putrimas juga menyediakan pakaian songket modifikasi dengan kain katun. Rata-rata harganya Rp 400.000-an. Untuk jasa menjahit dengan panjang kain 2,5 meter, biayanya di bawah Rp 1 juta. Hal. 15 Produk Mahal

Gempa Situbondo

Rusak, Sejumlah Bangunan di Jembrana dan Madura

Surabaya (Bali Post) – Gempa 6,3 SR yang berpusat di Situbondo, mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali. Sedikitnya, tiga orang dinyatakan meninggal dan puluhan rumah rusak. Kerusakan paling parah terjadi di Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura. Sementara di Bali kerusakan terjadi di Kabupaten Jembrana. Dari laporan Pusat Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, menyebutkan, lebih dari 26 bangunan yang mengalami kerusakan. Selain di Kota Negara, Kecamatan Jembrana dan Kecamatan Negara, dampak gempa juga terjadi di wilayah perbukitan seperti di Yehembang, Kecamatan Mendoyo. Di wilayah kota, gapura tembok Kantor Samsat Jembrana roboh hingga material menutupi jalan. Sementara di Jawa Timur kerusakan terparah terjadi

di Kepulauan Sepudi. Selain merobohkan sejumlah bangunan, gempa yang terjadi pukul 01.45 WIB tersebut juga menyebabkan tiga orang meninggal di kepulauan itu. Warga menyebutkan, seberapa warga desa setempat, juga mengalami lukaluka. Bahkan, ada warga yang sampai sekarang masih mendapat perawatan di Puskesmas Gayam. Gubernur Jawa Timur Soekarwo didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol. Luki Hermawan dan Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman saat ini juga sedang berada di Kecamatan Gayam. Sebelumnya, BMKG melaporkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo pada kedalaman 12 kilometer. Hal. 15 Garasi Warga

Bali Post/olo

RUSAK - Salah satu pura di Jembrana rusak akibat gempa yang berpusat di Situbondo, Kamis dini hari.

Gubernur Koster Nyatakan Visi Pembangunan Bali Sejalan dengan Upaya Pengurangan Kemiskinan di Indonesia GUBERNUR Bali, Wayan Koster, memaparkan visi pembangunan Bali yang tertuang dalam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dalam acara International Conference on Inclusive Economic Growth: Reducing Poverty and Inequality yang juga merupakan rangkaian dari event IMF-World Bank Forum 2018 di Hotel Anvaya, Kuta, Rabu (10/10). Pada acara yang dihadiri Menteri/Ketua Bappenas Bambang Brodjonogero dan Presiden International Fund for Agriculture Development (IFAD), Gilbert F Houngbo, Koster menyatakan saat ini Pemprov Bali tengah fokus terhadap pembangunan terhadap manusia, konservasi alam dan budaya. “Arti yang terkandung dalam visi tersebut adalah menjaga kesucian

alam Bali beserta isinya demi mewujudkan masyarakat Bali yang sejahtera,” ujarnya. Selain itu, Ia juga memamaprkan konsep Tri Hita Karana yaitu cara hidup untuk memelihara keseimbangan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, serta manusia dengan Tuhan. Salah satu dari konsep tersebut yaitu hubungan dengan alam juga bertujuan untuk menjaga kelangsungan kehidupan manusia itu sendiri. Menurutnya konsep ini sudah mendunia dan diadopsi oleh banyak negara. Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi terpilihnya Bali sebagai tuan rumah perhelatan internasional IMF-World Bank 2018. Menurutnya, dengan berlangsungnya di Bali, tentu akan

memberikan keuntungan baik bagi Indonesia maupun Bali itu sendiri. Seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan jumlah wisatawan dan tentu saja berimbas kepada lapangan pekerjaan serta peningkatan promosi pariwisata. “Saya ucapkan selamat datang di Bali, semoga vibrasi kesucian dan keindahan alam Bali, serta keramahtamahan masyarakatnya akan memberikan kekuatan dan inspirasi bagi seluruh peserta. Saya yakin pertemuan ini akan berjalan dengan baik, lancer, dan sukses. Dan tentu saja bisa melahirkan rumusan mengenai hal-hal terbaik bagi kemajuan perekonomian dunia,” tandasnya. Sementara itu, Presiden IFAD Gilbert F Houngbo menekankan pentingnya

peningkatan sistem pertanian untuk mengurangi angka kemiskinan di dunia. Ia menyatakan bahwa kemiskinan banyak terjadi di daerah pinggiran daripada di daerah perkotaan, sehingga ia menekankan pentingnya perluasan lahan pekerjaan di daerah tersebut seperti petani maupun nelayan. Menurutnya, IFAD adalah lembaga khusus PBB yang bertujuan untuk menyediakan pendanaan dan menggerakkan sumber-sumber tambahan untuk programprogram yang khusus dirancang dalam pengembangan ekonomi wilayah miskin, terutama dengan mengembangkan produktivitas agrikultural. Hal. 15 Daerah Terpencil

Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara International Conference on Inclusive Economic Growth: Reducing Poverty and Inequality di Hotel Anvaya, Kuta, Rabu (10/10).


DENPASAR

2

Jumat Kliwon, 12 Oktober 2018

FIGUR Menghadapi Tantangan Global PERKEMBANGAN ilmu pengetahuan dan teknologi membawa implikasi besar dalam berbagai sendi kehidupan. Di balik perkembangan itu, tantangan dan permasalahan di masyarakat juga turut berubah. Hal itu menimbulkan konsekuensi tuntutan bagi kita untuk selalu dinamis. Tak terkecuali dengan perguruan tinggi agar segera merespons segala perkembangan itu. “Sehingga perguruan tinggi tidak terjebak pada zona nyaman dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada,” ujar Ketua Pengurus Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BPPTSI) Wilayah Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., Kamis (11/10) kemarin. Menghadapi persaingan global, kata dia perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri harus cepat merespons perubahan zaman tersebut. Sebab, perguruan tinggi ada untuk mencetak lulusan sumber daya manusia (SDM) generasi muda yang mempunyai kualifikasi, baik secara teoritikal skill maupun teknikal skill-nya. “Kami di Asosiasi (BP-PTSI Wilayah Bali-red) sudah menyikapi hal itu. Kami punya tanggung jawab moral terhadap perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi swasta di Bali agar memiliki kualifikasi yang memadai. Tidak sekadar hanya bersifat konservatif, yang artinya hanya kuliah, datang, lalu selesai. Namun, bagaimana mahasiswa bisa berinovasi dan bisa menghadapi tantangan global,” tegasnya. Menurut Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali ini, agar perguruan tinggi tetap bisa eksis dan mampu menghasilkan lulusan sesuai dengan kebutuhan pasar, perguruan tinggi bersangkutan harus membuka program studi (prodi) yang sesuai dengan perkembangan zaman. Apalagi amanat pemerintah sudah jelas menginstruksikan kepada perguruan tinggi agar membuka prodi terbaru yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. “Dalam beberapa kali pertemuan, kami selalu memberikan masukan ke Kemenristekdikti tentang bagaimana kondisi di lapangan, termasuk pembentukan prodi. Semoga regulasi pembentukan prodi di perguruan tinggi diperpendek. Apalagi sekarang ada L2DIKTI, di mana kepengurusan izin pembukaan prodi baru bisa diselesaikan di L2DIKTI. Tidak lagi ke pusat,” ujarnya. (win)

BUSANA - Mulai Kamis (11/10) kemarin, para siswa di Denpasar mengenakan busana adat Bali ke sekolah.

Bali Post/wan

Kalangan Kampus Dukung Kamis Berbusana Bali

Denpasar ( Bali Post)Penggunaan busana atat Bali dan bahasa Bali selain didukung instansi pemerintan dan swasta, juga didukung para siswa dan kalangan kampus. Sejumlah kampus mulai menerapkan rahina berbusana Bali dan bahasa Bali, Kamis (11/10) kemarin. Hal ini tampak di Kampus Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Universitas Dwijendra dan Undiknas Denpasar. Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. mengungkapkan, kebijakan Gubernur Bali ini patut didukung karena bagian dari pendidikan karakter. Unmas, kata dia adalah kampus multietnis dan kampus nasionalisme. Untuk itu, kebijakan ini diterapkan secara bertahap tanpa unsur paksaan. Artinya, mahasiswa yang

beragama non-Hindu boleh mengikuti aturan ini dan boleh juga tidak. “Kami tidak memaksakan. Mereka boleh menggunakan busana adat Bali kalau mereka memang suka,” tegasnya. Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. mengatakan, begitu membaca iklan Gubernur di Bali Post,

dia langsung mengeluarkan surat edaran agar semua unit sekolah hingga kampus Undwi menerapkan Kamis sebagai hari berbusana Bali dan berbahasa Bali. Bahkan, pihaknya juga menerapkan PBM berbahasa Bali untuk pendidikan dasar dan menengah, sedangkan di kampus disesuaikan dengan kondisi. Chandra Jaya menekankan, sebagai perguruan nasional berbasiskan Hindu, warga Dwijendra sudah terbiasa menerapkan program berbahasa Bali dan berbusana Bali. Kalau dulu diadakan setiap purnama, tilem dan Rabu, kini disesuaikan dengan surat edaran Gubernur setiap Kamis, tilem-purnama

dan hari besar lainnya. Kendati begitu, dia mengingatkan agar pemakaian busana Bali kepada siswa dan mahasiswa non-Hindu jangan diartikan mengagamakan mereka. Para siswa dan mahasiswa tetap diberi hak memilih bisa menggunakan pakaian nasional atau busana adat Bali. Bahkan, dia mengaku banyak siswa dan mahasiswa dari Timor Leste dan Kupang mau berbusana Bali dengan alasan senang dengan budaya Bali. “Jadi, tak ada upaya kami menekan mereka pindah agama,” tegasnya. Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma, D.B.A. juga mendukung program Gu-

bernur Bali Wayan Koster. Dia justru salut ada payung hukum untuk melestarikan busana Bali. Bila perlu, semua warga Bali setiap Kamis, purnam dan tilem serta hari besar agama menggunakan pakaian adat Bali sebagai simbol keunikan Pulau Dewata. ‘’Mahasiswa Undiknas juga diimbau untuk berbusana Bali. Sementara soal PBM berbahasa Bali disesuaikan dengan sikon dan materi,” tegasnya. (025) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

”Launching” Penerapan Berbahasa dan Berbusana Adat Bali

Di Denpasar, Rabu dan Kamis Kini ”Mabasa” Bali Diserahkan, Bantuan Pembaca ”Bali Post” untuk Ciltabi Denpasar (Bali Post)Bantuan pembaca Bali Post melalui Rekening Simpati Anda untuk Putu Ciltabi Antari, anak penderita hydrochepallus asal Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, diserahkan kepada I Gede Juniantara yang merupakan ayah Ciltabi di Kantor Bali Post Jalan Kepundung 67 A Denpasar, Kamis (11/10) kemarin. Jumlah bantuan yang diserahkan sebanyak Rp 6 juta. Juniantara mengucapkan terima kasih kepada pembaca Bali Post yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama yang membutuhkan bantuan. “Tiyang mengucapkan terima kasih kepada pembaca Bali Post yang telah membantu kami,” katanya sambil memangku Ciltabi yang nampak lemah. Juniantara menceritakan, hingga saat ini anak pertamanya tersebut masih menjalani perawatan medis di RSUP Sanglah. Untuk mendapatkan kesembuhan,

Ciltabi menjalani terapi pemberian obat-obatan selama dua tahun secara terusmenerus dan dengan syarat tidak mengalami kejang di sela-sela masa pengobatan tersebut. “Tetapi Ciltabi masih sering mengalami kejang di sela-sela masa pengobatan, sehingga pemberian obat harus kembali diulang dari awal,” kata Juniantara yang nampak tegar dan sabar dengan kondisi Ciltabi. Hingga berusia enam tahun Ciltabi yang mengalami hydrochepallus setelah menderita panas demam tinggi, bahkan sempat divonis mati suri, belum bisa duduk dan bicara. Saat ini kepala Ciltabi masih dipasangi selang hingga ke bagian perut. Dana bantuan pembaca Bali Post, kata Juniantara akan dipergunakan untuk biaya pengobatan dan perawatan. Dengan kondisi keluarganya yang mengalami keterbatasan ekonomi, bantuan dalam bentuk dana sangat meringankan bebannya. (kmb14)

Bali Post/wan

BANTUAN - Penyerahan bantuan Dompet Simpati Anda “Bali Post” kepada balita Putu Ciltabi Antari yang menderita hydrocepalus, Kamis (11/10) kemarin.

Topik :

PENCANANGAN - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, menyerahkan udeng sebagai tanda pencanangan berbahasa dan berbusana adat Bali setiap Kamis. PEMERINTAH Kota Denpasar telah mencanangkan Kamis sebagai hari berbahasa Bali dan penggunaan busana Bali. Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan

dan Penggunaan Bahasa. Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat ditemui usai pencanangan Hari Berbahasa Bali dan Busana Adat Bali di Pura Jagatnatha Denpasar, Kamis (11/10) kemarin. Pencanangan tersebut dihadiri Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede beserta

sejumlah anggota DPRD dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, beserta Kepala OPD dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Pencanangan Kamis berbahasa dan berbusana Bali diawali dengan Tari Rejang Renteng dan Rejang Dedari yang dibawakan oleh perwakilan pegawai di Kota Denpasar. Dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang di-puput oleh Ida Pedanda Gede Ketut Peling dari Geriya Puniawati Bengkel. Dengan resmi dimulainya penerapan Pergub Bahasa dan Busana Adat Bali ini, maka Rahina Mabasa Bali di Denpasar bertambah menjadi Rabu dan Kamis. IGN Jaya Negara mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar sendiri telah melaksanakan hari Rabu sebagai hari berbahasa Bali dan Purnama, Tilem berbahasa serta berbusana adat Bali sejak tahun 2016 sesuai dengan Surat Edaran Wali Kota Denpasar Nomor 434/1419/BKPP tertanggal 28

September 2016 ke seluruh instansi Kota Denpasar. Hal ini sejalan dengan adanya Pergub yang mengatur penggunaan bahasa dan busana adat Bali di seluruh Bali. “Ini semakin memperkuat pelaksanaan penggunaan bahasa dan busana adat Bali di Kota Denpasar,” ujarnya. Jaya Negara menambahkan, penggunaan bahasa dan busana adat Bali merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan bermasyarkat di Bali. Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan adat dan budaya maupun agama sebagai ciri khas masyarakat Bali. Mengingat penggunaan busana adat Bali mempunyai ciri khusus setiap pelaksanaan upacara di Bali, mulai upacara Dewa Yadnya sampai pada pelaksanaan rapat. Sementara untuk bahasa Bali, menurut Jaya Negara merupakan salah satu bahasa daerah yang ada di Indonesia. Di tengah era milenial tantangan pengunaan bahasa Bali sangat berat. Mengingat sebagian besar masyarakat dalam

melakukan komunikasi lebih cenderung menggunakan bahasa selain bahasa Bali. Ini menjadi tantangan untuk melestarikan busana dan bahasa Bali, salah satunya dengan dicanangkannya hari sebagai pengunaan bahasa dan busana ada Bali. “Saya berharap pendidikan berbahasa Bali dan pengunaan bahasa Bali agar terus ditingkatkan, sehingga adat dan budaya Bali tetap ajeg,” harapnya. Salah seorang pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, Tresna Yasa, mengaku sangat setuju penerapan hari berbusana dan berbahasa Bali. Hal ini juga untuk melestarikan adat dan budaya Bali. Kendati demikian, Tresna Yasa mengakui penggunaan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari saat ini lebih jarang di gunakan, terutama di kota-kota besar. Terlebih lagi bahasa yang digunakan untuk rapat memang lebih sulit. Tentunya ini perlu proses sehingga penggunaan bahasa Bali terutama di kalangan anak-anak dapat diterapkan. (ad498)

Ritual ”Gangga Pratistha”

Sangat Baik Wariskan Tradisi Weda kepada Kaum Milenial BANYU Pinaruh jatuh setiap 6 bulan sekali (210 hari), yaitu pada Minggu Pahing Wuku Sinta. Hari suci ini merupakan rangkaian Hari Raya Saraswati. Pada hari itu umat Hindu, khususnya di Bali, mendatangi pantai atau tempat-tempat mata air suci, seperti pancuran, danau, dan sebagainya untuk melakukan penglukatan. Ritual yang telah menjadi tradisi dan berkembang di tengah masyarakat ini tentu harus mendapat perhatian dan pelurusan makna serta tujuan ritual Banyu Pinaruh tersebut oleh semua kalangan. Baik dari rohaniwan, pemuka dan tokoh adat, PHDI, pemerintah daerah dan umat Hindu. Sehingga, pelaksanaan ritual Banyu Pinaruh dapat dilaksanakan berdasarkan sastra, tatwa, dan agama. Untuk itulah, Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korda Denpasar akan menggelar ritual “Gangga Pratistha” pada Banyu Pinaruh, Minggu (14/10) mendatang. Kegiatan ini akan digelar di Pantai Mertasari, Sanur mulai pukul 06.00 wita hingga 09.00 wita. Lalu, apa makna dan tujuan ritual “Gangga Partistha” bagi umat Hindu tersebut? Ida Mangku I Dewa Gede Ambara Putra Manacika,

menjelaskan bahwa Gangga Pratistha mengandung pengertian menstanakan spirit Bhatari Gangga sebagai sosok surgawi yang memiliki kekuatan penyucian dalam wujud Sungai Suci Gangga yang mampu melebur sehananing mala, papa, dan petaka manusia di Bumi. Dengan kekuatan kesucian Gangga dapat mewujudkan keseimbangan bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit, yaitu tubuh manusia yang diyakini sebagai representasi dari bhuana agung yang memiliki kekuatan spirit Ilahi yang terselubung oleh kekuatan maya duniawi. Ritual Gangga Pratistha bukanlah hal yang baru digelar di Bali. Ritual ini telah dilaksanakan 10 tahun lalu oleh Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba. Bahkan, pada tahun lalu ritual ini juga telah digelar di Pantai Watu Klotok, Klungkung yang di-puput oleh 33 Wiku Sulinggih dari semua Wangsa yang ada di Bali. “Ritual Gangga Pratistha tujuannya untuk meningkatkan Sradha Bakti umat, sekaligus momen introspeksi diri, mulat sarira untuk membangun kesucian diri dan batin agar bangkitnya kesadaran jati diri kelahiran sebagai manusia, terpeliharanya sifat-sifat kedewataan atau

Manawa Madawa dalam diri,” jelas Mangku Ambara Putra beberapa waktu lalu. Mentradisikan pelaksanaan ritual Gangga Pratistha yang semakin masif, dikatakan sangat baik untuk mewariskan tradisi-tradisi Weda kepada generasi muda milenial seperti saat ini. Di samping juga sebagai daya tarik wisata yang tiada duanya di dunia, sebagai destinasi wisata baru (spiritual tourism). Apalagi, tatanan konsepnya disatukan dengan seni dan budaya Bali, sehingga akan menjadi sebuah event spiritual yang layak dinikmati. Wisatawan tidak hanya sebagai penonton tetapi juga bisa terlibat dalam prosesi ritual ini dengan ikut melakukan Penglukatan Agung Gangga Pratistha. “Ini akan menjadikan Bali sebagai inspirasi dunia dalam hal kedamaian, kesucian, keharmonisan yang tak terbantahkan. Di samping juga untuk mewariskan nilai-nilai tradisi Weda kepada kaum milenial,” tandasnya. Ida Pandita Mpu Jaya Acarya Nanda, mengatakan bahwa “Gangga Pratistha” yang mengandung makna suatu usaha untuk menstanakan kekuatan spirit Dewi Gangga sebagai Dewi yang memiliki kekuatan penyucian dan pele-

Bali Post/dok

BANYU PINARUH - Umat saat melakukan ritual Banyu Pinaruh di Pantai Sanur sebelumnya. buran mala, papa dan dosa, sangat baik jika dilakukan pada hari Banyu Pinaruh. Sebab, Banyu Pinaruh mempunyai makna untuk membangkitkan kesadaran Brahman dalam diri melalui kekuatan Tirta Amrita yang merupakan air suci Brahma. Dengan harapan, umat yang mengikuti ritual ini bisa bertindak terpuji dan bisa kembali pada jati diri masing-masing, terutama bagi generasi milenial agar eling pada diri masingmasing. “Bagi generasi milenial, jangan ritual ini hanya dijadikan pencitraan belaka, seperti melakukan selfie, tetapi bagaimana ritual ini bisa di-

jadikan sebuah simbol untuk meningkatkan spirit untuk berpikir, bersikap, dan bertindak sesuai tatwa agama,” pesan Acarya Nanda. Apalagi, dikatakan, mewariskan keteladanan yang baik untuk dijadikan tradisi mulia oleh generasi penerus tidaklah mudah. Apalagi, kepada generasi milenial yang dewasa ini diwarnai arus transformasi informasi yang pesat, cenderung memilih jalur yang serba cepat, instan, dan meninggalkan suatu proses yang baik dan benar, sering menabrak tata nilai keluhuran untuk mencapai sesuatu tujuan yang sifatnya materialistik semu. (win)


Jumat Kliwon, 12 Oktober 2018

BADUNG

Tiga Pantai Belum Dilengkapi Alat Pendeteksi Tsunami

3

Mangupura (Bali Post)–

Sejumlah pantai di Kabupaten Badung tidak dilengkapi alat pendeteksi tsunami atau Tsunami Early Warning System (TEWS). Setidaknya, ada tiga pantai yakni Pantai Petitenget, Pantai Batu Bolong dan Pantai Seseh yang tidak dilengkapi alat tersebut.

Bali Post/eka

PANTAI - Belum semua pantai di Badung dilengkapi alat pendeteksi tsunami, salah satunya Pantai Batu Bolong.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung, terdapat lima unit TEWS yang telah dipasang di sejumlah wilayah. Alat ini ditempatkan di wilayah Badung selatan, seperti Pantai Tanjung Benoa, ITDC, Pantai Kedongan, Pantai Kuta dan Pantai Double Six, Seminyak. ‘’Kita perlu delapan unit, namun baru lima yang terpasang, jadi masih kurang tiga yakni untuk Pantai Petitenget, Pantai Batu Bolong dan Pantai Seseh,’’ ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Badung, I Wayan Netra, Kamis (11/10) kemarin. Menurutnya, Badung selayaknya memiliki delapan unit TEWS. Alat-alat ini dipasang dan dikendalikan oleh BPBD Provinsi Bali.

Pihaknya di Badung hanya melakukan evaluasi dan monitoring tiap bulan. Sejauh ini pihaknya memastikan lima alat ini berfungsi dengan baik. Pihaknya pernah mengusulkan penambahan TEWS ke Pemerintah Provinsi Bali. Namun, sejauh ini belum ada penambahan. Harga TEWS cukup mahal, sehingga hanya mengandalkan bantuan pusat. ‘’Satu alat saja dulu harganya sekitar Rp 1,5 miliar. Kalau sekarang mungkin sudah Rp 2 miliar lebih dan kalau kita beli, harus koordinasi dengan BMKG dan BPBD Provinsi,’’ jelasnya. Disebutkan, masyarakat pesisir sebagian besar paham akan fungsi dan apa yang harus dilakukan apabila alat sirine yang dipasang

di atas tower tersebut bersuara. ‘’Kita juga sudah bentuk Desa Tangguh Bencana dan Forum Pengurangan Risiko Bencana. Ini yang gencar ikut memberikan sosialisasi ke masyarakat,’’ katanya. Selain itu, pihaknya juga sudah memasang ramburambu dan peta evakuasi apabila terjadi bencana. Bila terjadi gempa, maka masyarakat diimbau mencari tempat lapang. Apabila gempa disusul ancaman tsunami, masyarakat diimbau segera melakukan langkah evakuasi dengan mencari tempat-tempat tinggi. ‘’Untuk wilayah Badung selatan kami sudah membuat MoU dengan sejumlah hotel. Bila terjadi bencana tsunami, maka hotel tersebut wajib memberikan tempat berlindung,’’ jelasnya. (kmb27)

Luncurkan Kartu BRIZZI Edisi Kopi Cegah Kebakaran Lahan, Dinas Damkar Bank BRI Tunjukkan Komitmen Lestarikan Kopi Indonesia Siagakan Personel Mangupura (Bali Post)– Kemarau panjang membuat sejumlah kawasan di Badung mengalami kekeringan cukup parah. Tidak hanya lahan pertanian milik warga mengalami kekeringan, sejumlah wilayah juga berpotensi mengalami kebakaran seperti di Petang dan Kuta Selatan. Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung Wayan Wirya mengatakan, pihaknya telah mensiagakan personel di setiap kecamatan, terutama Petang. ‘’Masing-masing unit Damkar di kecamatan kita siagakan berkenaan dengan musim kemarau. Ini untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran,’’ ungkap Wirya, Kamis (11/10) kemarin. Selain akibat kemarau panjang, Wirya menyebutkan kebakaran juga banyak terjadi akibat kebiasaan buruk masyarakat yang kurang mawas diri mengenai masalah kelistrikan. Untuk itu, Damkar Badung terus mengintensifkan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran. ‘’Saat ini kami tengah gencar melakukan sosialisasi penanggulangan kebakaran di setiap

kecamatan. Ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, sehingga mereka bisa antisipasi sejak dini,’’ jelasnya. Menurutnya, kebakaran sampah yang mendominasi kejadian kebakaran di Badung. Dari 25 kasus di September lalu, 10 di antaranya kebakaran sampah. Sementara selama 2018 hingga kemarin, angka kebakaran telah mencapai 151 kasus. Di samping itu, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung memberikan bantuan pemadaman kebakaran sampah yang terjadi di TPA Suwung, Denpasar Selatan sebanyak 12 kali. ‘’Meningkatnya jumlah kebakaran sampah yang terjadi belakangan ini diperkirakan dipicu oleh menguatnya gas methana pada suhu panas di siang hari, serta tersedianya oksigen di atmosfer,’’ ucapnya. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati bila membakar sampah di siang hari. Dampaknya bisa semakin meluas karena musim kemarau. ‘’Kalau membakar sampah, kami sarankan agar ditunggu,’’ tegasnya. (kmb27)

Bali Post/edi

Gempa Situbondo Tak Pengaruhi ”Event” IMF Mangupura (Bali Post)Gempa yang berpusat di perairan Situbondo, Jawa Timur, Kamis (11/10) kemarin, tidak mengganggu pertemuan tahunan IMFWB di Nusa Dua. Semua aktivitas berjalan normal. Hal itu ditegaskan Ketua Pelaksana Harian Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018, Susiwijono Moegiarso, Kamis (11/10) kemarin. Dikatakannya, setelah terjadi gempa pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan instansi terkait yang berada di command center, ITDC. ‘’Sudah dilakukan rapat dengan tujuh unsure, seperti panitia nasional IPT, MTS, BMKG, BNPB, Kodam, Polda, ITDC. Kami 24 jam mengkoordinasikan, membahas semua instansi terkait diputuskan bersama dan di-share ke seluruh official delegasi,’’ ucapnya. Menurutnya, pascagempa

pihaknya mengecek semua lokasi kegiatan. Pengecekan terkait infrastruktur IT. Secara teknis tidak ada peralatan yang terganggu. Tidak hanya itu, beberapa hotel juga sudah dihubungi dan dinyatakan aman. ‘’Kita cek ke beberapa event, bidang penyelenggaraan acara siap semua. Dapat disimpulkan dampak gempa tidak mengganggu dan mengubah jadwal kegitan,’’ katanya. Sementara itu, hingga kemarin jumlah peserta yang terdaftar mencapai 36.058 orang. Sebanyak 21.469 orang terdaftar melalui panitia nasional dan 14.589 pada Meetings Team Secretariat (MTS). Jumlah wartawan yang terdaftar pun cukup banyak, yaitu 1.420 orang. ‘’Kami memperkirakan jumlah peserta sampai tanggal 12 kemungkinan masih akan bertambah,’’ ujarnya. (kmb23)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI bersama dengan Javara Kopi Konservasi mengadakan talk show dan diskusi mengenai kopi pada Kamis (11/10). Pada hari itu juga sekaligus diperkenalkan kartu BRIZZI edisi kopi di Kenja, Javara Culture, Nusa Dua, Badung. Kegiatan ini dilakukan untuk memperkenalkan kepada masyarakat mengenai konservasi kopi sekaligus bentuk dukungan Bank BRI dalam mendukung eksistensi dan kelestarian kopi di tanah air. ‘’Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan juga memiliki berbagai varian kopi yang sudah mendunia,’’ jelas Direktur Konsumer BRI Handayani. Melalui acara yang didukung Bank BRI ini, Handayani memiliki harapan berbagai varian kopi yang ada di Indonesia dapat terus dilestarikan dan dijaga kualitas dan kuantitasnya. Dengan demikian, kopi dapat menjadi salah satu warisan Indonesia yang dikenal dunia. ‘’Bank BRI sangat mendukung acara ini dan saya berharap kopi khas Indonesia dapat terus dilestarikan dan memiliki kualitas dan kuantitas yang terus ter-

jaga,’’ ungkap Handayani. Dalam kesempatan yang sama, Bank BRI turut memperkenalkan kartu BRIZZI edisi kopi yang sebelumnya juga sudah mulai dibagikan secara gratis di acara IMF di Bali. Bank BRI berharap dengan dihadirkannya BRIZZI edisi kopi ini dapat turut ikut andil dalam langkah memperkenalkan kopi khas Indonesia kepada dunia. ‘’Dalam waktu dekat nasabah yang ingin mendapatkan kartu BRIZZI edisi kopi dapat mengunjungi unit kerja BRI yang telah ditentukan,’’ imbuhnya. Sebagai bentuk benefit bagi nasabah yang telah memiliki kartu BRIZZI edisi kopi, Bank BRI juga memberikan penawaran spesial berupa diskon 40 persen bagi nasabah yang melakukan transaksi di Kenja, Javara Culture. Promo yang sama juga berlaku bagi nasabah yang bertransaksi menggunakan produk My QR dari BRI. Hal ini merupakan keseriusan BRI dalam mendukung gerakan konservasi kopi di Indonesia. Handayani melanjutkan, Bank BRI sangat concern terhadap kopi khususnya tumbuhan kopi. Indonesia memiliki banyak jenis kopi

dan budaya minum kopi yang sudah baik dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. ‘’Tapi ada banyak jenis kopi yang sudah hampir punah karena tidak terpelihara dengan baik. Sehingga dalam kesempatan ini kita bersama dengan Javara Culture ikut membudidayakan jenis kopi yang perlu dikonservasi,’’ ujarnya. Untuk itu, banyak kegiatan yang dilakukan, seperti mensosialisasikan kembali tentang kekayaan kopi Indonesia, menceritakan jenis kopi yang digemari, kemudian dikemas dalam kemasan yang baru. ‘’Mudah-mudahan ini menarik masyarakat untuk kembali menikmati dan mencari tahu tentang kopi tersebut,’’ imbuhnya. Founder and CEO Javara Indigenous Indonesia Helianti Hilman mengatakan, Javara selalu mengangkat produk terbaik dari Indonesia yang juga bermanfaat bagi petani lokal serta ramah lingkungan. ‘’Tentunya untuk mendapatkan impact yang besar maka perlu scaling up. Ini memerlukan kerja sama dengan banyak pihak baik dari sisi capacity building, akses ke pasar, eksposure, pembiayaan,’’

BRIZZI - Direktur Konsumer Bank BRI Handayani menunjukkan kartu BRIZZI edisi kopi. bebernya. Sementara Bank BRI sendiri tertarik untuk mendorong promosi kopi Indonesia, Javara Indigenous sedang meluncurkan inisiatif baru kopi konservasi yaitu kopi yang diarahkan tidak hanya menghasilkan produk

kopi berkualitas tapi juga menjaga lingkungan dengan melakukan kegiatan konservasi supaya ekologi bisa terjaga dengan baik. Kopi yang dimiliki merupakan produk dari enam region di Indonesia dengan 12 jenis kopi. (ad502)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Perkuat Penetrasi Asuransi

Jumat Kliwon, 12 Oktober 2018

Peksiminas XIV 2018 Yogyakarta

AXA Mandiri Buka CCC di RSU Kasih Ibu Denpasar BPSMI Bali Lepas 67 Orang Mahasiswa Duta Seni Bali PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) hadirkan kantor layanan nasabah atau Customer Care Corner (CCC) di Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Ibu, Denpasar. Pembukaan kantor CCC ini merupakan wujud komitmen AXA Mandiri agar lebih dekat pada nasabah, serta memperkuat penetrasi asuransi di Bali. Peresmian kantor layanan ini ditandai dengan pengguntingan pita bunga oleh Director of In-Branch Channel AXA Mandiri, Henky Oktavianus, didampingi Direktur RSU Kasih Ibu, Area Head Bank Mandiri Denpasar, serta undangan lainnya, Kamis (11/10) kemarin. Peresmian CCC dilakukan bersamaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 RSU Kasih Ibu. Turut dihadiri oleh Direktur RSU Kasih Ibu Denpasar dr. I Wayan Kesumadana, Sp. OG-K, Perwakilan Bank Mandiri Wilayah XI Bali & Nusa Tenggara, Kepala bagian Pengawasan Industri Keuangan Nonbank (IKNB) OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara, serta segenap manajemen AXA Mandiri dan RSU Kasih Ibu. Henky Oktavianus mengatakan, AXA Mandiri hadir di tengahtengah masyarakat dengan terus menambah kantor pelayanan di sejumlah daerah. Hal ini untuk menerapkan prinsip Customer Centricity, atau menjadikan nasabah sebagai prioritas utama. “Kami bangga dapat meresmikan kantor CCC AXA Mandiri yang ke-8 di Indonesia, dan kali ini didirikan di RSU Kasih Ibu Denpasar. Kami yakin dengan kehadiran kantor CCC di sini akan mempermudah dan mempercepat nasabah dalam mendapatkan layanan untuk memenuhi kebutuhan

BUKA - Suasana peresmian pembukaan kantor layanan nasabah AXA Mandiri di RSU Kasih Ibu, Denpasar, Kamis (11/10) kemarin. nasabah di bidang asuransi. Kantor CCC di Denpasar ini merupakan kota ketujuh setelah Medan, Palembang, Bandung, Jakarta, Semarang, dan Surabaya. CCC ini juga merupakan yang kedua kalinya dihadirkan di rumah sakit setelah Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta,” ujar Henky. Di kantor CCC ini, nasabah bisa mengakses layanan langsung terkait AXA Mandiri yakni seputar informasi produk asuransi dan polis nasabah, penanganan keluhan, pengajuan klaim, perubahan data polis, layanan express claim, dan layanan terkait nasabah yang lainnya. Direktur RSU Kasih Ibu, dr. I Wayan Kesumadana, Sp.OG-K, mengatakan senang dapat bekerja sama dengan AXA Mandiri mengingat rekam sukses AXA Mandiri

sebagai perusahaan asuransi jiwa yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia. “Kami berterima kasih dapat bekerja sama dengan AXA Mandiri dalam hal bisa lebih dekat dengan masyarakat. Keberadaan kantor CCC AXA Mandiri di RSU Kasih Ibu ini akan membantu pelayanan pelanggan agar lebih mudah dan nyaman,” katanya. Pada kesempatan yang sama, AXA Mandiri juga menyerahkan polis Asuransi Kumpulan Mandiri Kecelakaan Diri kepada sejumlah karyawan RSU Kasih Ibu. Hal ini merupakan apresiasi AXA Mandiri di hari ulang tahun RSU Kasih Ibu dan juga sebagai wujud kontribusi AXA Mandiri untuk mendorong tingkat inklusi keuangan yang dicanangkan oleh OJK. (ad500)

Honda PCX 150 Pikat Hati Masyarakat HONDA PCX 150 berhasil memikat hati masyarakat Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian skutik premium produksi PT Astra Honda Motor (AHM) ini meraih gelar ”Favorite Motorcycle by Survey” pada Gridoto Award 2018 yang dirilis di Jakarta, Rabu (10/10). Hasil survei ini menyatakan, skutik premium Honda PCX 150 ini menjadi salah satu sepeda motor yang dipercaya oleh masyarakat dalam hal kualitas produknya, serta digunakan sebagai kendaraan pilihan utama untuk mendukung gaya hidup kaum urban. GM Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin mengungkapkan PCX hadir di Indonesia pertama kali pada tahun 2010 dengan mesin 125 CC, diikuti generasi kedua berkapasitas mesin 150 CC pada tahun 2012. Awal 2018 ini, AHM memutuskan untuk merakit di dalam negeri menyusul permintaan yang terus meningkat. “Sejak diproduksi oleh anak bangsa, Honda PCX semakin diminati pencinta skutik berteknologi tinggi ini. Permintaannya terus meningkat hingga kami harus kerja keras untuk memenuhinya. Terima kasih atas kepercayaan konsumen terhadap skutik premium kami,” ujarnya. Apresiasi masyarakat untuk Honda PCX itu melengkapi 10 penghargaan yang diperoleh AHM. Selain difavoritkan masyarakat, PCX juga meraih penghargaan Scooter Automatic 150 CC terbaik. Honda Goldwing mendapatkan dua penghargaan, yaitu Big Bike terbaik dan The Most Viewed Video Motorcycle Category. Gridoto.com juga memberikan penghargaan lain terhadap produk sepeda motor Honda yaitu sepeda

DUTA SENI - Ketua Umum Pengda BPSMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes. (2 dari kiri) bersama Asisten I Sekda Provinsi Bali, Dr. I.B. Kade Subhiksu dan Panitia, serta tamu undangan lain berfoto bersama perwakilan mahasiswa Duta Seni Bali. seriosa putra, penulisan puisi, dan penulisan cerpen. “Total tim kita ada 67 orang yang terdiri atas 28 pembina dan 39 orang peserta Duta Seni Bali dari 10 perguruan tinggi di Bali, yakni ISI Denpasar, Universitas Hindu Indonesia, Universitas Udayana, Universitas Warmadewa, IKIP PGRI Bali, Undiknas, Stikom Bali, Undiksha, Politeknik Negeri Bali, dan IHDN Denpasar,” papar Wayan Citrawan. Ketua Umum Pengda BPSMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes., mengatakan ajang Peksiminas yang digelar tiap tahun ini akan diikuti delegasi dari seluruh provinsi di Indonesia. Berbagai persiapan telah dilakukannya sejak empat bulan terakhir. Sehingga, diharapkan peserta Duta Seni Bali dapat memberikan hasil maksimal dan bisa menjaga nama Bali sebagai salah satu pusat seni budaya di Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Prof. Artayasa yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni ISI Denpasar

ini berpesan kepada mahasiswa Duta Seni Bali agar tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam perlombaan. Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Sekda Provinsi Bali, Dr. I.B. Kade Subhiksu menyatakan, selain menguasi ilmu pengetahuan dan sastra, mahasiswa juga sangat perlu menguasai dan mengasah aspek seni dan budaya yang mengandung segisegi kepekaan sosial, rasa disiplin, kekompakan, kebersamaan, dan kepercayaan diri. Dengan menguasai seni dan budaya, maka mahasiswa akan mampu menangkal derasnya arus globalisasi. “Momentum ini hendaknya juga dijadikan momen mengembangkan wawasan dan meningkatkan pengalaman, karena akan bertemu mahasiswa lainnya dari berbagai pelosok Indonesia. Jadi, bukan semata-mata untuk mencari kemenangan, tetapi bagaimana menjalin dan meningkatkan tali persaudaraan,” pesan Gubernur Bali. (ad494)

Senator RI Bangga Ketua Unit FSPM Diundang ke Swiss Wakili Bangsa

Wedakarna Minta Pemprov Tetapkan UMR Rp 3 Juta di Bali

motor Dual Purpose 150 cc terbaik untuk Honda CRF150L, Scooter Automatic 110-150 cc Entry Level terbaik untuk Honda BeAT dan penghargaan Sport 250 Cc serta Best Acceleration Motorcycle untuk Honda CBR250RR. Penghargaan spesial diberikan untuk bebek Honda Revo X yang dinobatkan sebagai sepeda motor dengan konsumsi bahan bakar terbaik. Salah satu artikel yang membahas tentang Honda BeAT dinobatkan sebagai The Most Read Article Motorcycle Category. “Sederet penghargaan yang diterima AHM ini menjadi bukti, produk-produk yang dihadirkan Honda mampu menjawab kebutuhan konsumen di Indonesia. Kami berharap awarding ini bisa menjadi panduan dan rujukan masyarakat untuk memilih produk dan teman aktivitas sehari-hari. Penghargaan ini kami persembahkan untuk konsumen setia Honda di mana pun

mereka berada,” ucap Muhibbuddin. Seluruh penghargaan kategori kendaraan roda dua dan roda empat telah melewati proses penjurian oleh tester berpengalaman. Jangka waktu review dilakukan selama satu tahun dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti desain, fitur, performa, kenyamanan, value for money, serta jumlah varian. Dalam hal survei, GridOto Award mengukur minat dan awareness masyarakat terhadap produk otomotif, khususnya mobil dan sepeda motor, pada periode 10-25 September 2018. Gridoto.com melakukan survei secara online sepanjang periode tersebut, dan berhasil menjaring 1.098 responden dari seluruh wilayah di Indonesia. Responden paling banyak berusia antara 26-35 tahun, diikuti usia responden 18-25 tahun. Sekitar 85 persen di antara responden berjenis kelamin pria dengan beragam kemampuan daya beli. (bns1)

Pameran Teknologi Pengolahan dan Pengemasan Terbesar di Indonesia 2018

KRISTA EXHIBITIONS untuk ke-19 kalinya menyelenggarakan pameran Allpack Indonesia 2018, Pameran Internasional dalam bidang teknologi pengolahan dan pengemasan makanan & minuman, biskuit & konfeksioneri, farmasi/ obat-obatan, jamu, kosmetika, personal care, kecantikan, pertanian, oli/cairan/kimia, elektronika, pendingin, dan industri terkait lainnya. Pameran ini akan diselenggarakan pada tanggal 17 – 20 Oktober 2018 di Jakarta International Expo, Kemayoran. Allpack Indonesia diikuti oleh lebih dari 800 perusahaan dari berbagai negara seperti Austria, China, Prancis, Jerman, Hongkong, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, Spanyol, Swiss, Taiwan, Thailand, USA, dan Vietnam. Pameran yang dikunjungi lebih dari 37.000 pengunjung dari dalam dan luar negeri ini akan diselenggarakan bersamaan dengan Allprocess Indonesia 2018 – The 6th International Exhibitions on Food & Beverage, Dairy, Confectionary, Meat & Seafood Processing, Industries, Technology & Services dan IPEX – Indonesia Pharmaceutical Expo – The 14th International Exhibition on Pharmaceutical, Ingredients, Contract Manufacturing, Processing, Technology, Packaging Machinery, Equipments and Services. Berbagai seminar dengan tema menarik juga turut dihadirkan dalam pameran ini antara lain, seminar dari PT Rieckermann “CCIT Technologies and 100%

PENGURUS Daerah Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (Pengda BPSMI) Bali melepas 67 orang peserta, yang terdiri atas 28 orang pembina dan 39 orang duta seni Bali di Gedung Natya Mandala Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Kamis (11/10) kemarin. Mereka akan mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Nasional (Peksiminas) XIV tahun 2018 yang akan berlangsung pada 15-21 Oktober di Kota Yogyakarta. Jumlah duta seni Bali ini berasal dari 10 perguruan tinggi di Bali, baik negeri maupun swasta. Pelepasan duta seni Bali dilakukan Asisten I Sekda Provinsi Bali, Dr. I.B. Kade Subhiksu, yang mewakili Gubernur Bali, ditandai dengan penyematan atribut kepada mahasiswa duta seni Bali. Pelepasan dihadiri Ketua Umum Pengda BPSMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes., bersama pimpinan masing-masing perguruan tinggi, serta disaksikan oleh perwakilan L2DIKTI Wilayah VIII Bali-Nusra. Ketua Penitia, Dr. Drs. I Wayan Citrawan, M.Pd., mengatakan para peserta yang terpilih sebagai kontingen Bali dalam gelaran Peksiminas XIV 2018 di Yogyakarta telah melewati sejumlah rangkaian seleksi. Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan aspek prestasi yang ditandai dengan penyertaan piagam maupun sertifikat penghargaan. Ada beberapa jenis lomba yang akan diikuti oleh mahasiswa duta seni Bali pada Peksiminas nanti. Di antaranya vocal group, tari, nyanyi tunggal keroncong putra/putri, lukis, fotografi hitam putih, komik strip, nyanyi pop putri, nyanyi pop tunggal putra, baca puisi putri, penulis lakon, monolog, fotografi warna, nyanyi tunggal

HARAPAN dan cita-cita agar jumlah upah minimum regional (UMR) di Provinsi Bali bisa mencapai Rp 3.000.000 disambut hangat oleh Senator DPD RI Utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Bebannya besar para pekerja di Bali khususnya menjaga adat dan budaya Hindu, menjadikan kenaikan angka UMR sangat masuk akal. Demikian diungkapkan Senator Wedakarna di sela-sela hadir dalam hari jadi Forum Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) ke–18 yang diselenggarakan di Wantilan Pantai Matahari Terbit, Sanur Denpasar. Tampak hadir Ida Bagus Oka Dirga (Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Badung ), Putu Wiardi (Ketua FSPM Seminyak) dan puluhan pengurus FSPM dari sejumlah unit di Bali. Dalam kesempatan itu, Senator Arya Wedakarna (AWK) memberikan motivasi kepada pengurus dan anggota, bahwa seharusnya pemerintah di Bali baik Provinsi dan Kabupaten/Kota memikirkan kebijakan yang pro kaum Marhaen khususnya dengan memberikan angka realistis dalam menaikkan angka UMR di Bali. “Secara peraturan dan UU, bahwa setiap provinsi memiliki hak untuk menaikkan UMR dari pekerjanya. Semua ada hitung–hitungannya. Di satu sisi, kebijakan tidak merugikan pengusaha dan tentu saja tidak merugikan para pekerja. Di sini letak dan peran organisasi seperti FSPM untuk memperjuangkan hak-hak pekerja. Saya tetap berprinsip bahwa UMR Bali seharusnya sama dengan Ibu Kota DKI Jakarta yakni di atas Rp 3 juta, kenapa? Karena secara ekonomi Bali berhak mendapatkan perhatian. Apalagi tahun ini pertumbuhan ekonomi Bali naik dari 5,9 % menjadi 6,5 % dan terbaik di Indonesia. Jadi, tidak ada alasan pengusaha tidak menaikkan UMR nanti di tahun 2019. Idealnya ya Rp 3 juta,’’ ungkap Shri Arya We-

HARI JADI – Senator Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat hadir di Sanur dan bersama Agus Sarwatama di Kerobokan. dakarna. Ia memberikan alasan bahwa pengusaha di Bali harus memahami bahwa kebutuhan pekerja di Bali untuk menjaga adat istiadat dan Agama Hindu yang menjadi daya tarik ekonomi di Bali sangat tinggi dan memelihara budaya Bali bukanlah barang murah. “Banyaknya kaum pendatang di Bali, banyaknya pengusaha Indonesia membuka cabang usaha di Bali dan juga kedatangan belasan juta wisatawan di Bali itu kan karena budaya dan Agama Hindu. Tanpa asap dupa, tanpa kidung Ibu Indonesia, tanpa pura-pura yang menjadi DTW dan juga budaya Hindu, maka Bali akan kering seperti wilayah lainnya. Jadi, mulailah pemerintah berpikir untuk pro-pekerja, bukan pro-pengusaha. Saya yakin pengusaha di Bali ini mendapatkan keuntungan yang

melimpah ruah, saya yakin benar. Semoga Gubernur Bali sekarang bisa mempertimbangkan usulan kami ini,’’ ungkap Senator Arya Wedakarna. Dalam kesempatan itu pun, Senator AWK juga memuji prestasi salah satu Ketua Unit FSPM yakni Agus Sarwatama (putra asli Sanur) yang sampai diundang ke negara Swiss untuk mewakili Indonesia untuk bekerja dalam hal hak-hak pekerja orang Bali. “Saya kenal Agus Sarwatama saat memediasi masalah beliau dengan manajemen Hotel W Seminyak. Saya lihat beliau adalah kader potensial anak muda Bali. Saya senang, ada anak muda Bali bermental singa. Semoga perjuangan Agus Sarwatama berhasil dan tetap jaga taksu FSPM agar menjadi organisasi hebat,’’ ujar Senator Arya Wedakarna. (ad504)

Mobil Modifikasi Daihatsu Ramaikan Palembang

Inspection Supporting USP 2017”, “Innovation in Crackers”, seminar dari PT I.C.F & Welko “Spray Dryer Cleaning System”, seminar dari PT Mettler Toledo “Preventing Contaminated Products from Reaching Your Costumer, seminar dari PT Ruwac Asia Limited “Planning & Selection of Dust Control Equipment for Food Processing Factories”, seminar dari PT Mandala Hamolangan Sude “Safety for Food Processing Machinery: H-1 Lubricant, Loto, Fire Supressant”, seminar dari Matcon “Lean Manufacturing in Food Industry – With a Sensible Level of Automation”, seminar dari PT. B+B Automation “Serialisation-Track & Trace: Key Concepts and Solutions”, seminar dari Indonesia Packaging Federa-

tion (IPF) dengan tema “Sertifikasi Profesi Tingkatkan Daya Saing Industri 4.0”, Member Gathering Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), seminar dari GP Farmasi & PPMC, serta masih banyak acara menarik lainnya. Allpack Indonesia 2018 diharapkan dapat meningkatkan dan memberikan inovasi baru untuk teknologi di bidang pengemasan dan pengolahan. Pameran terbuka untuk pelaku bisnis pukul 10.00 – 19.00 WIB. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Kristamedia di nomor telepon (021) 634 5861; 634 5862, atau dengan mengirimkan e-mail ke info@kristamedia.com Kami tunggu kehadirannya di Allpack Indonesia 2018. (bns2)

AKTIVITAS dress-up di bidang otomotif dikenal sebagai perwujudan ekspresi dan kreasi dalam melakukan modifikasi kendaraan. Daihatsu memberikan wadah melalui acara bertajuk Daihatsu Dress-Up Challenge 2018. Acara yang merupakan ajang kompetisi modifikasi mobil bagi generasi kekinian atau kawula muda hadir di 16 kota di Indonesia. Kontes Daihatsu Dress-Up Challenge 2018 kunjungi kota ke-14, yaitu Palembang, dan berlangsung di area parkir PCC Transmart pada 6–7 Oktober 2018. Tercatat 50 unit peserta yang mengikuti kontes ini, terdiri dari Granmax dan Luxio 18 unit, 11 Ayla, 8 Sirion, 7 Xenia, 4 Sigra, dan 2 Taruna. Selain hasil modifikasi, para peserta juga diberikan challenge untuk tetap memerhatikan berbagai aspek, seperti keamanan dan kenyamanan pengendara dengan memberikan perhatian 8 aspek, meliputi aspek overall build; exterior; interior; paint; engine; undercarriage; car audio & video; dan presentation. Proses seleksi peserta terbaik dibagi menjadi dua kategori pemenang (Best dan Runner Up) pada setiap produk line-up Daihatsu di setiap kota penyelenggara. Peserta

DAIHATSU - Ayla milik member CAI (Club Ayla Indonesia) memeriahkan Daihatsu Dress-up Challenge seri Palembang. juga ditantang untuk bersaing dengan Hot Import Night (HIN) dan memperebutkan elite point yang merupakan bagian dari pameran akan diakumulasi pada setiap seri Indonesia Auto Modified (IAM). sampai final dengan total hadiah “Selain sebagai wadah kreativitas hingga ratusan juta rupiah. para modifikator, peserta juga ditanKontes ini siap tantang para tang untuk tetap memerhatikan bermodifikator di Bandar Lampung, bagai aspek, seperti keamanan dan dan final di Jakarta. Peserta dapat kenyamanan pengendara. Semoga mendaftarkan modifikasi mobil kreasi acara ini dapat menjadikan para Daihatsu baik perorangan, maupun pencinta modifikasi agar lebih dekat klub dengan menghubungi panitia dengan Daihatsu,” ujar Amelia Tjandi nomor 0815-937-1128. Kontes ini dra, Marketing Director PT Astra juga terselenggara berkat kerja sama Daihatsu Motor (ADM). (bns3)

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Jumat Kliwon, 12 Oktober 2018

Daerah

5

Ratusan Delegasi IMF-WB Kunjungi Usaha Kerajinan Perak Mangupura (Bali Post) Selain Pura Taman Ayun, lokasi yang banyak dikunjungi para delegasi IMF-World Bank (WB) adalah usaha kerajinan perak PT Karya Tangan Indah (KTI) di wilayah Mambal, Abiansemal, Badung. Sekitar 200 delegasi antusias melihat kerajinan perak yang dihasilkan perajin Bali, Rabu (10/10) lalu. “Kami melakukan pengamanan kunjungan tersebut sesuai SOP. Tujuannya memberikan keamanan dan kenyamanan para delegasi,” kata Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta didampingi Kapolsek Abiansemal Kompol Nyoman Weca, Kamis (11/10) kemarin. Menurut Kapolres, delegasi dari California, Wolly, menyampaikan kepadanya akan datang lagi ke Bali karena senang melihat indahnya dan keramahan orang Pulau Dewata ini. Setibanya di sana, para delegasi diarahkan melihat hasil kerajinan tangan masyarakat. “Kedatangan ratusan delegasi itu bertahap. Beliau-beliau ini antusias melihat hasil kerajinan masyarakat khusus terbuat dari perak,” ungkapnya. Untuk mengamankannya melibatkan personel dari Polres Badung, Polsek Abiansemal, dan pecalang setempat. “Kami melaksanakan pengamanan rangkaian kunjungan rombongan delegasi IMF-WB 2018 ini mulai dari pengamanan jalur, pengamanan lokasi dengan pola pengamanan terbuka dan pengamanan tertutup, bahkan pecalang pun terlibat dalam pengamanan ini,” tandas orang nomor satu di Polres Badung ini. Pada Kamis kemarin, Wakil Gubernur Bank Albania, Kepala Staf IMF dan Kepala Departemen Bank Albania, mengunjungi objek wisata Pura Taman Ayun, bahkan mereka menyempatkan diri berswafoto. Ketiga delegasi ini sangat menikmati suasana dan keindangan Pura Taman Ayun. Mereka nampak serius mendengar penjelasan sejarah pura tersebut. Mereka mengatakan sangat senang di Bali dan berjanji akan datang lagi. “Bahkan, salah satu delegasi mengatakan Bali merupakan salah satu pulau indah di dunia dan dia cinta Bali,” ungkap Yudith. (kmb36)

Bali Post/ist

KERAJINAN PERAK - Para delegasi IMF-WB saat melihat hasil kerajinan perak di Mambal.

Terkait Purnabakti

DPMD Tabanan Penuhi Panggilan Dewan Tabanan (Bali Post) Menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan Forum Perbekel Kabupaten Tabanan ke gedung dewan, Selasa (9/10), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) akhirnya memenuhi panggilan DPRD, Kamis (11/10) kemarin. Dalam pertemuan tersebut, Ketua Forum Perbekel Tabanan, I Made Arya, kembali menyampaikan terkait 98 perbekel yang akan memasuki masa purnabakti tahun 2019 dan masih belum dipahaminya aturan pengelolaan sistem keuangan desa (Siskeudes) sesuai dengan Permendagri 20 tahun 2018. Di samping berharap agar segera diadakan workshop untuk memberikan pemahaman kepada perbekel dan perangkat desa, sesuai aturan baru pengelolaan keuangan desa. Hal lainnya yakni tentang salah satu poin Permendagri 20 tahun 2018 terkait penghasilan tetap (siltap) perbekel dan perangkat desa yang diatur dalam pasal 17 yang tidak lagi mengatur soal tunjangan beban kerja perbekel dan perangkat desa seperti di Permendagri 113 tahun 2016. “Kami tetap berharap agar purnabakti bisa diapresiasi, meski kami tidak menuntut itu harus, karena kembali ke kewenangan daerah,” ucap Arya. Sementara itu, Ketua DPRD Tabanan, I Ketut Suryadi, menyampaikan dana apresiasi untuk perbekel purnabakti harus dikuatkan secara hukum melalui perbup. Namun kembali lagi, tergantung kemampuan keuangan daerah. Meski demikian bagi Ketut Suryadi, hal ini akan menjadi prioritas. Karena ini menjadi komitmen pemerintah pusat untuk membangun dari desa. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Roemi Liesyowati, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dan menyusun anggaran terkait dana apresiasi purnabakti. Tentang perubahan Permendagri 113 menjadi Permendagri nomor 20 tahun 2018, diterangkan Roemi sejatinya sudah dibahas sejak September dengan Ketua Forum Perbekel. Hanya memang keterbatasan anggaran, terpaksa dilakukan dengan cara mendompeng sosialisasi kegiatan lain dengan mengundang sekdes masing-masing desa. “Sebenarnya sudah dijelaskan secara detail pada para sekdes, untuk selanjutnya disampaikan kepada perbekel dan perangkat desa lainnya, bahkan tentang peraturannya, bahan juga kita berikan softcopy- nya,” terangnya. Dijelaskannya, dalam Permendagri nomor 20 tersebut, jika digunakan perhitungan ADD 30 persen, maka kurang lebih anggaran yang dibutuhkan untuk siltap, tunjangan dan beban kerja mencapai Rp 12 miliar. “Kita akan carikan win-win solution bagaimana rumus menghitungnya, agar bagaimana operasional desa tidak berkurang dan bisa tetap jalan, jadi kita akan mohon arahan dari TAPD dan Badan Anggaran (Banggar),” ujarnya. (kmb28)

MEDIA - Deklarasi media bermartabat untuk pemilu berkualitas di Gesibu Blambangan, Banyuwangi, Rabu (10/10) malam.

Penyebar ”Hoax’’ Didenda Miliaran Rupiah

Banyuwangi (Bali Post) Bahaya hoax disikapi serius pemerintah. Dalam waktu dekat, Peraturan Pemerintah (PP) terkait penyebaran hoax segera diberlakukan. Sanksinya cukup berat. Selain penjara, pelaku bisa didenda miliaran rupiah. Tak hanya penyebar, penyedia platform untuk media sosial (medsos) juga bisa ikut terkena sanksi. Hal itu diungkapkan Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemeninfo) RI, Prof. Henri Subiyakto, usai Deklarasi Media Bermartabat untuk Pemilu Berkualitas di Gesibu Blambangan, Banyuwangi, Rabu (10/10) malam. Menurut Henri, penyebaran berita hoax sudah sangat mengkhawatirkan. Tahun 2017, pihaknya terpaksa memblokir sekitar 8.000 akun dan situs yang terindikasi menyebarkan hoax. Jumlah

itu terus meningkat. Januari 2018, sebanyak 8.000 akun dan situs diblokir karena kasus serupa. “Menjelang pemilu, penyebaran berita hoax, makin meningkat. Namun, intensitasnya

Denpasar(Bali Post)Keberadaan pasar rakyat di Kota Denpasar dengan langkah revitalisasi pembenahan fisik dan menajemen pasar, sampai saat ini mencapai 34 pasar rakyat. Dari sejumlah pasar tersebut, program revitalisasi lewat dana Tugas Pembantuan (TP) Kemendag RI juga dilakukan, serta pendampingan dari Pemkot Denpasar. Beberapa pasar seperti Pasar Agung Peninjoan telah mampu menjadi pasar percontohan tingkat nasional serta menjadi pasar percontohan Standar Nasional Indonesia (SNI). Program revitalisasi berlanjut ke Pasar Poh Gading Desa Pakraman Poh Gading dan Pasar Nyanggelan Panjer. Program revitalisasi memberikan dampak pada peningkatan omzet pasar per bulannya. Pasar Nyanggelan sebelum revitalisasi tahun 2013 dengan omzet rata-rata Rp 2,7 miliar, setelah revitalisasi omzetnya mencapai rata-rata Rp 7 miliar. Pasar Poh Gading sebelum revitalisasi tahun 2013 dengan omzet rata-rata Rp 2

mengubah PP 82/2012. Tinggal diundangkan. Targetnya, akhir tahun ini,” imbuhnya. Pihaknya berharap penyebar hoax bisa menghentikan aksinya. Lalu, masyarakat tak mudah terprovokasi. Apalagi, dengan mudah membagikannya di media sosial. Menurutnya, saat ini mesin pelacak penyebar hoax sudah sangat canggih. Sehingga, hanya dengan nomor ponsel, bisa dilacak pemiliknya. Bahkan, lokasi di mana pun. Karena itu, kebijakan tersebut harus gencar disosialisasikan ke masyarakat. “Harapannya, masyarakat sadar. Tidak mudah terprovokasi dan membagikan berita hoax,” ujarnya. (udi)

miliar setelah revitalisasi mencapai Rp 5 miliar, dan Pasar Agung sebelum revitalsiasi tahun 2011 dengan omzet rata-rata Rp 1,5 miliar, setelah revitalisasi mencapai Rp 15 miliar. “Beberapa pasar di Denpasar telah mendapatkan sentuhan program revitalisasi dan kali ini peningkatan manajemen pengelolaan dan peran pedagang dilakukan melalui kegiatan sekolah pasar,” ujar Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Denpasar I.B. Anom Suniem pada pelaksanaan Sertifikasi Pasar SNI dan Sekolah Pasar yang digelar di Pasar Poh Gading Denpasar, Kamis (11/10) kemarin. Pelaksanaan Sekolah Pasar juga melibatkan Tim SNI Pasar Rakyat Kemendag RI yang dipimpin Kepala Sub Direktorat Kasubid Pengembangan Sarana Distribusi Kemendag RI Imanuel Kasigran Ibro sekaligus melakukan sertifikasi dan pendampingan di dua pasar, yakni Pasar Poh Gading dan Pasar Nyanggelan, Panjer. Anom Suniem menambahkan, Seko-

lah Pasar menjadi rangkaian dari pelaksanaan Pasar SNI. Kegiatan ini disinergikan melibatkan pengelola pasar, pedagang dan OPD terkait di Pemkot Denpasar. “Tim pusat datang langsung melakukan sertifikasi dan pendampingan pasar SNI di Pasar Poh Gading dan Pasar Nyanggelan. Pengelola pasar di Denpasar terus berkomitmen mewujudkan manajemen pengelolaan yang baik mengarah pada pasar rakyat yang ramah, segar dan terpercaya,” ujarnya. Kepala Sub Direktorat Kasubid Pengembangan Sarana Distribusi Kemendag RI Imanuel Kasigran Ibro mengatakan, revitalisasi pasar yang dilakukan Kemendag RI tidak saja dalam tataran pembenahan fisik namun juga pelaksanaan pengelolaan pasar yang berstandar pasar SNI. Di Kota Denpasar telah terdapat satu pasar yakni Pasar Agung Peninjoan yang berstandar SNI dan menjadi pasar percontohan nasional. “Pasar Agung Peninjoan Kota Denpasar menjadi satu-satunya pasar

yang berstandar SNI di Bali,” katanya. Pogram ini terus berlanjut. Tahun ini menyasar dua pasar di Kota Denpasar yakni Pasar Poh Gading dan Pasar Nyanggelan. Pasar Poh Gading masuk dalam pasar tipe IV dari persyaratan dan ketentuan pasar SNI 8152:2015. Persyaratan ini meliputi jumlah pedagang kurang dari 250 orang, zonasi pedagang, ketersediaan ruang menyusui, pencegahan kebakaran, pemilahan sampah, hingga kebersihan pasar. Pengelola Pasar Pohgading Made Suparta mengatakan, pihaknya memiliki 201 pedagang. Pasar Poh Gading mendapatkan dana TP dari Kemendag RI secara bertahap pada tahun 2013, 2015 dan 2016 dengan total anggaran Rp 11 miliar lebih. Disamping itu, juga mendapatkan dana bantuan dari Pemkot Denpasar. “Dari program ini kami selaku pengelola dan pedagang mengucapkan terima kasih dan mendukung pelaksanaan terwujudnya SNI Pasar Rakyat Poh Gading,” ujarnya. (kmb12)

Nyolong Tas, Pria Aljazair Dibui Setahun Denpasar (Bali Post)Dinyatakan terbukti bersalah melakukan pencurian, tiga pria berkewarganegaraan Aljazair, terdakwa Mohamed Triki (52), Nour El Islam Manaa (31), dan Islam Bettayeb (20), Kamis (11/10) kemarin diputus dengan pidana penjara masing-masing selama setahun. Majelis hakim pimpinan Gde Ginarsa menyatakan para terdakwa terbukti melakukan pencurian sebagaimana diatur dalam ketentuan dan melanggar Pasal 363 ayat 1 ke-4 KUHP. Dalam perkara ini, para ter-

Bali Post/ist

DITAHAN - Ryan Sumardi alias Eki, ditahan di Polsek Kuta Terkait kasus pencurian. tersebut, korban dihampiri pelaku yang mengaku teman Sera. Diduga pelaku mendengar percakapan korban dengan Sera,’’ ujarnya. Saat itu pelaku menawarkan diri untuk mengambil bing-

tak sebanyak ketika Pilkada DKI,” jelasnya. Dari sekian hoax, peredaran foto yang paling banyak. Modusnya, foto lama yang diunggah lagi. Namun, diberikan keterangan yang baru. Ciri hoax, lanjut dia, pembaca akan marah setelah melihatnya. Lalu, memicu kebencian dengan kelompok tertentu. “Yang jelas, berita hoax ini narasumbernya tidak jelas,” tegasnya. Ditambahkan Henri, penyebar hoax selain penjara, pemerintah mulai memikirkan sanksi denda. Sehingga ada efek jera. Selain itu, ada sumber pemasukan negara bukan pajak. “Kami sudah

Lagi, Kemendag Sertifikasi Dua Pasar Tradisional di Denpasar

dakwa disebut mencuri barang atau nyolong tas terhadap warga lokal yang notabene pengunjung warung makan beberapa waktu lalu. Vonis majelis hakim itu lebih ringan enam bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) I Nyoman Triarta Kurniawan. Jaksa dari Kejari Badung itu menuntut supaya majelis hakim menghukum ketiga turis dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan. Atas putusan itu terdakwa langsung menerima. Sedangkan jaksa masih menyatakan pikir-pikir.

Dikibuli Waria, Warga Australia Kehilangan Perhiasan Denpasar (Bali Post)Polsek Kuta mengungkap kasus pencurian yang dialami warga asal Australia, Kenlee Laetiticia Irene Kelly (40) di sebuah hotel di Seminyak, Kuta, Badung, beberapa waktu lalu. Pelakunya ternyata waria, Ryan Sumardi alias Eki (24) yang mengaku teman dari sahabat korban. Akibat kejadian itu, korban kehilangan dua cicin bertatahkan permata senilai Rp 35 juta. Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Putu Ika Prabawa seizin Kapolsek, Kamis (11/10) kemarin mengungkapkan, pada Sabtu (29/9) sekitar pukul 20.00 Wita korban check-in di hotel. Sekitar pukul 23.00 Wita korban ke luar menuju sebuah diskotek untuk menemui temannya, Sera, dengan maksud memberikan bingkisan. Namun saat itu korban tidak bisa bertemu karena Sera masih bekerja. ‘’Ketika ke luar dari diskotek

Bali Post/udi

kisan tersebut, lalu mereka menuju hotel tempat korban menginap. Setibanya di kamar korban, pelaku sibuk mencoba bingkisan yang akan diberikan kepada Sera. Ketika korban masuk kamar mandi dan be-

gitu ke luar, pelaku tidak ada di sana. Korban sadar kemalingan setelah tidak menemukan dua cincin yang ditaruh di atas meja. Selanjutnya korban melapor ke Polsek Kuta. Berdasarkan laporan itu, tim Buser Polsek Kuta dipimpin Kanit Iptu Putu Budi Artama melakukan penyelidikan. Pada Jumat (5/10) pukul 09.30 Wita, polisi berhasil melacak keberadaan pelaku di homestay di Jalan Sri Krisna, Kuta. Pelaku berhasil ditangkap saat berada di kamarnya dan digelandang ke Polsek. Saat diinterogasi, pelaku mengaku telah menjual dua cincin hasil curian itu di toko emas di Jalan Kendedes, Kuta, seharga Rp 2,6 juta. Selanjutnya uang tersebut dibelikan cincin emas lagi seharga Rp 1,5 juta. ‘’Tersangka sudah kami tahan,’’ kata mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Utara ini. (kmb36)

Terungkap di persidangan, para terdakwa dengan mengendarai sepeda motor datang dan masuk ke warung makan tepatnya Warung Pepe di Jalan Dewi Sri, Kuta, Badung, Senin (23/4) sekitar pukul 20.30. Mereka masuk ke dalam warung secara beriringan. Saat itu melintasi di meja makan yang sudah terisi, persisnya kursi duduk seorang perempuan diketahui bernama Sri Lestari sedang menikmati makanan yang ada di mejanya. Sedangkan tas selempang milik Sri Lestari ini tergantung di pinggiran

kursi. Dengan cepat kilat terdakwa Nour mengambil tas tersebut lalu menyerahkan pada terdakwa Triki. Triki bersama terdakwa Bettayeb pergi ke toilet dengan membawa tas milik korban. Sementara terdakwa Nour menunggu di areal parkir warung. Di dalam toilet, Triki dan Bettayeb mengeluarkan isi tas korban dan mengambil barang yang dikira berharga seperti uang tunai Rp 400 ribu, kartu kredit dan benda lainnya. Tak lama mereka langsung kabur. (kmb37)


OPINI

6

Jumat Kliwon, 12 Oktober 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Manfaat Sosial Ekonomi Pertemuan IMF-WB PERTEMUAN IMF-Bank Dunia yang berlangsung di Bali, kiranya mempunyai manfaat banyak bagi kedua belah pihak. Ini merupakan pertemuan penting bagi Indonesia untuk memperlihatkan kondisi nyata kepada anggota lembaga IMF tersebut. Tidak tanggung-tanggung, lembaga ini telah mempunyai sekitar 189 anggota. Dan jumlah seluruh partisipan yang datang ke Bali, mencapai puluhan ribu orang. Tentu ini memberikan keuntungan bagi para pengusaha hotel yang ada di Bali. Kita tahu bahwa hotel di Bali tidak hanya dimiliki oleh orang Indonesia, tetapi juga dimiliki oleh orang asing. Jadi keuntungan dari penuhnya okupansi hotel ini boleh juga kita katakan kembali ke luar negeri. Jangan-jangan lebih banyak keuntungannya ke luar negeri. Hotel di Bali tidak hanya dimiliki orang Bali tetapi dari luar Bali juga. Namun demikian, efek sosial-ekonomi dari digelarnya pertemuan IMF-Bank Dunia ini boleh dikatakan sistematis dari lapisan atas sampai dengan lapisan bawah. Para pemilik hotel jelas untung. Pegawai hotel dapat bonus, dan sopir juga demikian, akibatnya para warung toko dan sejenisnya juga mendapatkan keuntungan selama perhelatan seminggu ini. Kita tentu saja memberikan apresiasi terhadap hal ini. Bahwa sekolah-sekolah di sekitar lokasi pertemuan diliburkan, apaboleh buat, itu akibat dari kekhawatiran kemacetan yang terjadi. Mungkin kalau disiasati lebih baik, libur ini tidak perlu karena dapat dilakukan dengan pengaturan jadwal waktu belajar-mengajar serta rekayasa lalu lintas. Dalam hal rekayasa lalu-lintas, Denpasar dan Badung harus waspada. Ini telah menandakan kemacetan di wilayah itu sudah tidak dapat ditolerir lagi. Ke depan haruslah pemerintah lebih mampu mengatur masalah ini secara lebih baik. Pada konteks Indonesia, penyelenggaraan event ini memberikan kontribusi positif juga secara politik. Dalam hal politik internasional, Indonesia dipandang telah mampu menggelar acara yang bersifat internasional. Dan ini bukan main-main, karena acara internasional ini boleh dikatakan ibarat pertemuan seluruh presiden atau pemimpin pemerintahan di dunia. Pejabat yang hadir di Bali bukan orang sembarangan. Mereka terdiri dari direktur bank sentral dari masing-masing negara, menteri keuangan, pejabat pembangunan dan sudah tentu pula direktur IMF dan Bank Dunia. Mereka-mereka itu menjadi penentu kebijakan keuangan dan pembangunan di negaranya masingmasing. Ini tentu saja mereka itu bukan pejabat sembarangan. Dan Indonesia berhasil menyelenggarakan event ini. Sudah sejak setahun yang lalu Indonesia mempersiapkan acara ini. Maka, dengan momen seperti ini Indonesia menjadi telah berpengalaman untuk menyelenggarakan event dunia. Tidak salah jika sejak sekarang harus dipersiapkan tentang upaya penyelenggaraan Olimpiade yang akan datang. Opini internasional juga akan menilai bagaimana stabilitas politik domestik di Indoensia. Stabilitas akan terlihat dari pandangan mereka. Dalam konteks politik domestik, mau tidak mau pemerintah akan mendapat apresiasi dari masyarakat, bahwa mereka telah mampu menyelenggarakan event ini secara baik. Harus diakui juga, pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo akan mendapatkan kredit positif terhadap penyelenggaraan ini. Mungkin juga tim kampanye mereka akan memanfaatkan momen ini secara baik, sehingga menguntungkan pihaknya di masa yang akan datang. Tetapi yang paling penting, Indonesia seharusnya memanfaatkan ini sebagai diplomasi positif. Kalaupun Indonesia harus melakukan pendekatan dengan bank Dunia dan IMF untuk mendapatkan bantuan pembangunan, seharusnya event ini dipakai sebagai ajang berdiplomasi, meminta bantuan yang lebih lunak dan mendapatkan porsi yang besar untuk menentukan arah pembangunan domestik yang harus dilakukan. Bukan didikte oleh para donator IMF.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Tambahan Les Bahasa Bali

Menyambut Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali disamping bahasa Bali, merupakan mata pelajaran wajib di Bali sesuai Pergub sebelumnya. Pergub ini juga menunjuk ketentuan KTSP berdasarkan Perkendikmas Nomor 22 tahun 2006, bahwa mata pelajaran bahasa daerah masuk dalam kategori muatan lokal yang merupakan kewenangan daerah. Untuk memantapkan Pergub tersebut yang merupakan kebijakan lokal daerah di mana bahasa Bali juga pelajaran yang cukup sulit bagi siswa masa kini, maka diusulkan agar pemerintah daerah juga bisa membiayai les (tambahan belajar diluar pelajaran reguler) Bahasa Bali khususnya pelajaran cara menulis aksara Bali kepada semua murid. Les tambahan ini bisa menyasar jenjang pendidikan dasar dan menengah secara gratis, karena pendidikan Bahasa Bali merupakan salah satu disiplin ilmu yang akan banyak memberikan manfaat baik dalam melestarikan kebudayaan Bali maupun dalam menyongsong masa depan anak, di mana kekuatan Bali adalah kebudayaannya, sedangkan keindahan alam merupakan faktor pendukung. I Kadek Agus Mulyawan, SH.MH. Semarapura, Klungkung Bali

Penggunaan Bahasa Bali Ada imbauan dari pemerintah yang saya baca di Koran, bahwa setiap pegawai di kantornya masing agar menggunakan bahasa daerah Bali pada hari-hari tertentu. Peraturan ini secara pribadi saya nilai lucu. Mengapa? Maaf saya juga pernah jadi pegawai cuma 25 tahun dan pensiun tahun 2000. Kita pergaulan di kantor dan di mana pun berada jika jumpa selalu pergunakan bahasa daerah Bali, kecuali sama teman dari luar daerah yang belum bisa ngomong dengan Bahasa Bali. Saya belum ngerti peraturan tersebut, apakah harus berbahasa Bali halus atau berbahasa yang lumrah sehari-hari. Jika bertemu dengan teman yang sudah kita kenal sejak lama, ya...biasanya saja kasar sedikit tak masalah, karena sudah akrab. Kecuali dengan orang yang belum pernah kita kenal. Secara etika dan santun kita wajib berbahasa Bali yang halus. W.Beratha Yasa Kapal,Badung

Donatur IMF- WB Mestinya Belajar dari Negara Berkembang Mengatakan Bali akan lebih terkenal jika pertemuan IMF dan Bank Dunia diselenggarakan di Bali, mungkin tidak terlalu benar. Konon Bali sudah dikenal di dunia melebihi Indonesia sekalipun. Tetapi menyebutkan Denpasar dan Badung bertambah macet akibat pertemuan ini, kemungkinan besar benar. Mahasiswa dan anak-anak sekolah harus libur semata-mata demi pertemuan dunia ini. Bisa jadi juga “terowongan” Tuban dan Garuda Wisnu Kencana cepat-cepat diluluskan, disebabkan oleh perhelatan dunia seperti ini. Memang kemudian harus diakui sorotan dunia langsung ke Bali sebagai akibat dari adanya pertemuan ini. Namun, yang seharusnya lebih dipentingkan adalah semakin tereksposnya bencana alam yang terjadi di Palu dan Donggala ke berbagai penjuru dunia akibat dari event IMF ini. Bertepataan dengan pertemuan IMF-Bank Dunia, Situbondo ternyata juga dilanda gempa dengan berkekuatan cukup besar, 6,3 skala richter.

Oleh GPB Suka Arjawa

B

ukan hendak meminta untuk diperhatikan semata-mata karena adanya bencana alam, tetapi pertemuan ini justru mampu memberikan pembelajaran kepada berbagai pihak soal kebencanaan di bumi. Sebagai sebuah lembaga donor dan “dimiliki” oleh negara-negara (Barat) maju, International Monetary Fund dan Bank Dunia memang kemudian memberikan kesempatan bagi lembaga ini untuk belajar juga kepada negara berkembang dan negara berkembang belajar kepada negara maju. Apa yang harus dipelajari dari konteks ini? Dari konteks sejarahnya, IMF dan Bank Dunia memang dibangun secara umum tujuannya untuk saling membantu kesetaraan keuangan dan pertumbuhan ekonomi antara negara-negara di dunia. Pertemuan Bretton Woods tahun 1944 antara negara maju (Amerika Serikat dan Inggris) melahirkan IMF dan Bank Dunia, termasuk juga Organisasi Perdagangan Internasional. Efek kemerosotan ekonomi negara-negara di dunia akibat perang dunia II, membuat negara-negara ini melakukan pertemuan dan membuat kesepakatan untuk membantu pertumbuhan ekonomi, pem-

bangunan nasional termasuk kestabilan neraca keuangan negara-negara di dunia dengan cara memberikan bantuan kredit keuangan berjangka. Sampai kini anggota IMF sebanyak 189 negara, termasuk Indonesia. Ada kontroversial di dalam tujuan dan penerapan bantuan dari lembaga tersebut kepada negara-negara lain di dunia, dan inilah yang menjadi persoalan bagi negara-negara di dunia, terutama negara-negara yang sedang berkembang. Dana Moneter Internasional (IMF) memberikan bantuan keuangan dengan jangka waktu menengah dan jangka pendek. Bank Dunia lebih fokus dalam memberikan bantuan lunak jangka panjang dengan tujuan untuk mengentaskan kemiskinan. Bank Dunia misalnya memberikan bantuan untuk membangun pusat kesehatan masyarakat, pengembangan listrik, penanggulangan penyakit, pelestarian lingkungan dan sejenisnya. Tetapi harus diingat, pada awalnya dibentuk institusi IMF dan Bank Dunia ini adalah untuk membantu pembangunan negara-negara Eropa yang hancur karena Perang Dunia II. Ini boleh dikatakan sebagai kontroversi pertama dari terbentuknya lembaga ini. Tidak boleh dilupakan juga bahwa pelopor pertama dari

lahirnya lembaga ini adalah Amerika Serikat dan Inggris. Selanjutnya, hingga sekarang donator dari lembaga internasional ini adalah negara-negara Barat dengan kemampuan ekonomi tinggi, seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jerman, dan Prancis, di mana donator utamanya adalah Amerika Serikat. Fakta ini boleh dikatakan sebagai kontroversi kedua dari dua lembaga tersebut. Dan kontroversi ketiga dalam memberikan bantuan keuangannya, baik jangka menengah maupun jangka panjang, negara-negara donator tersebut (dan tentu Amerika Serikat) berwenang untuk menentukan kebijakankebijakan mana yang harus dibangun di negara yang hendak dibantu. Artinya, kebijakan pembangunan negara-negara terbantu (misalnya Indonesia) akan ditentukan oleh negaranegara donor tersebut (“pemilik” Bank Dunia dan IMF), dan Amerika Serikat kemungkinan akan meminta porsi paling besar dalam menentukan porsi pembangunan tersebut. Bisa dibayangkan, bagaimana jauhnya nilai-nilai pembangunan di negara-negara berkembang yang meminta bantuan, apabila kemudian nilai bantuan tersebut ditentukan oleh negara-negara pendonor IMF dan Bank Dunia tersebut!

Ini kemudian menjadi kontroversi keempat apabila negara terbantu ini berasal dari negaranegara berkembang. Dasar nilai ideologis pembangunan dari negara-negara pemberi bantuan adalah ekonomi liberalkapitalis, dan dengan dasar inilah mereka mampu bergerak maju. Sedangkan dasar nilai ekonomi dan pembangunan dari negara-negara berkembang belum tentu kapitalis-liberal. Indonesia misalnya, bukanlah negara kapitalis-liberal dalaam pembangunan ekonomi. Indonesia mengenal ekonomi Pancasila, ekonomi gotong-royong atau ekonomi koperasi. Jika misalnya nilai-nilai pembangunan ekonomi seperti ini “ditabrakkan” dengan nilai ekonomi liberal, maka akan mampu mengacaukan pembangunan ekonomi negara-negara terbantu (misalnya Indonesia). Masyarakat yang biasa mengayuh sepeda dilombakan dengan masyarakat yang biasa mengendarai mobil bahkan pesawat, jelas kalah dan semua pencapaian pembangunannya pasti akan didapatkan oleh mereka yang mengendarai mobil. Maka dari konteks itulah pertemuan IMF dan Bank Dunia yang berlangsung di Bali ini harus mampu memberikan pembelajaran kepada kedua belah pihak. Jelas memang harus disadari, bahwa ekonomi dan bisnis mempunyai tujuan mencari keuntungan maksimal. Tetapi dalam melihat pembangunan di negara-negara berkembang, konteks sosial negara bersangkutan haruslah dipelajari oleh negara pendonor. Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali memberikan kesempatan kepada negara-negara donor dua lembaga tersebut untk melihat fakta nyata bagaimana kehidupan di negara berkembang. Mungkin wisata bagi peserta pertemuan IMF-Bank Dunia di Jimbaran ini haruslah juga diberikan kesempatan untuk melihat kemiskinan di balik pembangunan yang ada di Bali

Perempuan sebagai Ibu Bangsa

HIDUP seorang perempuan adalah pengorbanan. Wajar jika pada acara ICW (International Council of Woman) di Yogyakarta pada awal September lalu, Presiden Jokowi berpesan untuk menyebut perempuan sebagai ibu bangsa, bukan lagi ‘emakemak’ hingga muncul banyak anekdot tentang the power of emak-emak yang sejatinya melangar aturan tapi bisa dikemas lucu dan menggelitik. Tidak mudah menjadi perempuan berprestasi di dalam dan di luar rumah. Sebab langkah seorang perempuan selalu terikat oleh hal-hal domestik. Saya pribadi sangat kagum pada perempuan yang bisa optimal dalam dua dunia yang jauh berbeda, keluarga dan karier. Sebuah pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan intelektual dan emosional yang tinggi. Perdebatan tentang ibu bekerja dan ibu rumah tangga nampaknya tidak akan pernah mempunyai titik temu. Karena kedua belah pihak membutuhkan satu sama lain untuk bisa mengklaim kebenaran pribadi. Seorang ibu rumah tangga membutuhkan ibu bekerja untuk dijadikan contoh penelantaran anak atau keluarga yang tidak terurus, sehingga posisinya di lingkungan sosial menjadi aman. Sedangkan ibu bekerja, membutuhkan ibu rumah tangga untuk dijadikan oposisi, supaya ia bisa membuat kesimpulan bahwa ibu

Oleh Sriwiyanti S.Psi. rumah tangga yang stressful dengan rutinitas bisa berdampak buruk bagi anak dan keluarga. Kedua belah pihak nampaknya merasa aman dengan berlindung di balik kesalahan orang lain. Adapun definisi perempuan ibu bangsa yang dimaksud oleh presiden ialah, perempuan yang mampu mendidik anak-anak sebagai penerus bangsa, menjaga mentalitas bangsa, menjaga moral keluarga dan masyarakat, menjaga alam untuk anak cucunya serta menggerakkan perekonomian keluarga dan masyarakat. Barangkali kita perlu menyepakati bagaimana seorang ibu bangsa bersikap dan bertindak, sebab jika hanya dilihat dari feminitas, tentu busana dan gaya bicara serta pembawaan Menteri Kelautan yang tangguh dan perkasa tidak mencerminkan ibu bangsa. Padahal tak ada yang meragukan kontribusi beliau perihal kelautan dan perikanan. Bukankah memakan ikan jadi sedemikian familiar, murah dan mudah setelah beliau menjabat. Lalu kata-kata “tenggelamkan!” menjadi begitu melekat pada sosok ibu Susi Pudjiastuti yang tegas. Lantas, bagaimana sikap-sikap yang tercermin pada perem-

puan ibu bangsa? Pertama, seorang perempuan ibu bangsa harus memiliki jiwa yang kuat, tidak mudah mencari kambing hitam ketika dihadapkan masalah, tidak lantas mencari pembenaran untuk sesuatu yang benar-benar dilakukan. Tapi, sigap mencari problem solving yang tepat dengan analisis yang akurat. Kemampuan semacam itu disebut locus of control internal, sebuah teori yang dikemukakan oleh seorang tokoh psikologi sosial bernama Julian Rotter, di mana seseorang mampu mengambil kendali atas sebuah masalah, bukan melemparnya pada orang lain. Keberhasilan dan kegagalan ditentukan oleh diri sendiri, bukan sibuk menyalahkan lingkungan atau faktor eksternal lain. Jadi, jelaslah bahwa perempuan ibu bangsa tidak akan menghabiskan waktu untuk stalking akun media sosial tertentu, lalu mencari-cari aib dan mendaulat dirinya sebagai haters, hingga kolom komentar dipenuhi oleh ujaran kebencian. Kedua, motivasi yang tinggi. Perempuan ibu bangsa harus menjadi pemimpin, minimal untuk diri pribadi. Sebab, musuh terbesar seseorang adalah dirinya sendiri. Seringkali yang mem-

buat individu tidak produktif bukan karena saingan, tapi karena kemalasan. Oleh karena itu, perempuan harus bisa melakukan hal-hal yang konstruktif dan inovatif. Jangan sampai kita termasuk pada individu tipe-X yang dijelaskan oleh Mc Gregor dalam teori motivasinya, di mana individu tipe-X ini tidak mampu berinisiatif dan kreatif, mereka hanya menunggu untuk dikendalikan dan dipaksa oleh pihak lain, misalnya pemimpin di rumah tangga atau atasan di tempat kerja. Ketiga, coping stress yang efektif merupakan kemampuan menghadapi sumber stress yang muncul dalam kehidupan. Pada saat ini banyak kasus perempuan yang terlibat narkoba, seks bebas hingga jasad yang ditemukan di hotel. Fenomena semacam ini berawal dari ketidakmampuan menghadapi masalah, sebab sumber masalah utama tidak terselesaikan dengan baik. Keempat, mental pembelajar. Seorang yang benar-benar pintar dan bijak tidak pernah merasa pintar, karena ketika ia belajar selalu menemukan sesuatu yang tidak diketahui. Terlebih jika perempuan ibu bangsa diharapkan menguasai seluruh aspek keilmuan, mulai dari mengatur perekonomian, mendidik anak, menjaga lingkungan hingga menjaga moralitas bangsa. Sungguh sebuah tugas maha berat yang melibatkan banyak disiplin ilmu.

(Indonesia). Mumpung melakukan tempat pertemuan di Bukit, wilayah ini ada pemandangan controversial juga. Di balik demikian menterengnya pembangunan hotel di Bukit, masih terdapat cukup kemiskinan di wilayah ini. Atau yang lebih seksi, ajak mereka berwisata ke Kintamani sambil melihat kondisi desa di wilayah-wilayah pegunungan di daerah tersebut. Berikan anggota delegasi itu menilai sendiri bagaimana kondisi desa di negara berkembang. Sesungguhnya tidak keliru juga kalau mereka diberikan suguhan kemacetan di Denpasar dan Badung. Kemacetan ini identik dengan kemacetan di Jakarta (bahkan lebih parah). Dalam konteks lokal, berikan mereka pengetahuan bagaimana pembangunan bale banjar di Bali. Sekarang banyak bale banjar yang kuat-kuat dirobohkan semata-mata untuk membangun kembali yang baru karena mendapat bantuan pembangunan ratusan, juga bahkan miliaran rupiah. Meski fasad bale banjarnya baru, tetapi tidak diketahui apakah fondasinya kuat atau tidak dari sebelumnya. Beri pengetahuan juga para delegasi tentang berapa jumlah biaya yang dihabiskan masyarakat untuk upacara ngaben, terutama di kalangan feodal. Tujuan itu semua tidak lain agar negara-negara pendonor tahu lebih banyak tentang kondisi sosial dan budaya negara berkembang, sehingga dalam memberikan bantuan menjadi jauh lebih lunak. Sebaliknya, bagi negara berkembang yang meminta bantuan, mampu melakukan negosiasi secara lebih riil dan masuk akal berdasarkan sosial budaya. Akibat gempa yang terjadi di Indonesia seharusnya juga mampu memberikan mereka pengetahuan untuk merenung. Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP, Universitas Udayana

Sudah saatnya perempuan saling memberi dukungan, bukan sibuk membuat perbandingan. Penulis, tinggal di Jalan Adi Sucipto, No 6. Sungai Raya Dalam, Pontianak

POJOK Jokowi dan PM Lee sambut baik jalur laut Singapura-Bali Utara. -Jalur kejayaan Nusantara. *** Puluhan rumah dan pura rusak akibat gempa Situbondo. -Pertanda alam tetap eling dan waspada. *** Tiga pantai di Badung belum terpasang alat pendeteksi tsunami. -Belum terpikirkan.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Kliwon, 12 Oktober 2018

7

TABANAN

Kemarau, 205 Hektar Tanaman Padi Terancam Kekeringan Tabanan (Bali Post)-

Musim kemarau saat ini menyebabkan tanaman padi pada lahan seluas 205 hektar terancam kekeringan. Berdasarkan data Dinas Pertanian Tabanan, lahan tersebut berada di tiga kecamatan, yaitu Selemadeg Timur seluas 25 hektar, Penebel 48 hektar dan Kerambitan seluas 132 hektar. Kepala Bidang Peningkatan Produksi dan Hortikultura Dinas Pertanian Tabanan, Wayan Suandra, Kamis (11/10) kemarin mengatakan, seharusnya musim kemarau ini petani menanam palawija. Namun hujan sempat turun beberapa kali sehingga ada petani yang memutuskan menanam padi. ‘’Ternyata setelah tanam, hujan tidak turun kembali dan tanaman terancam kering karena kurang air,’’ jelas Suandra.

Agar 205 hektar lahan yang ditanami padi yang rata-rata usianya 14-72 hari itu tidak masuk kategori kekeringan, pihaknya dan petani berharap musim hujan benar-benar terjadi November mendatang. Lebih lanjut Suandra menyebutkan, selain 205 hektar tersebut, hingga September 2018 telah terdata tanaman padi yang sudah masuk dalam kategori kering ringan. Kondisi ini terjadi di Kecamatan Pupuan seluas

tujuh hektar, Selemadeg Timur 59 hektar, Selemadeg 5 hektar, Penebel delapan hektar dan Kerambitan lima hektar, sehingga total yang mengalami kekeringan ringan seluas 84 hektar. Dijelaskan Suandra, tingkat kekeringan tanaman padi dibagi atas tiga kategori yaitu ringan, sedang, berat hingga puso. Untuk kekeringan ringan standar pengukurannya adalah tingkat kerusakan kurang dari 25 persen. Kekeringan sedang tingkat

kerusakannya antara 25 persen hingga 50 persen. Jika tingkat kerusakan antara 50 hingga 85 persen, termasuk kekeringan berat dan dinyatakan puso jika tingkat kerusakan mencapai lebih dari 85 persen. Selain kekurangan air akibat musim kemarau, beberapa subak juga mengalami undur tanam karena adanya perbaikan jaringan irigasi. Perbaikan ini dilakukan Subak Kesiut, Kerambitan seluas 52 hektar dan Subak Benana, Penebel seluas 50 hektar. ‘’Kontrak untuk perbaikan jaringan irigasi di dua subak hingga Desember,’’ ujar Suandra. (kmb24)

Peresmian Penggunaan Busana dan Bahasa Bali

Di Tabanan Ditandai Pemakaian Udeng

SESUAI Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali dan Bahasa Bali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan melaksanakan peresmian penggunaan busana adat dan bahasa Bali di wantilan Pura Luhur Batukau, Kamis (11/10) kemarin. Peresmian dalam upaya meng-ajeg-kan serta menunjukkan jati diri masyarakat Bali ini dilakukan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan I Wayan Miarsana, ditandai dengan pemakaian udeng dan selendang kepada perwakilan OPD di Tabanan. Sebagai pembuka acara ditampilkan salah satu tarian yang sekarang sedang populer, Tari Rejang Renteng. Acara dirangkaikan dengan persembahyangan bersama di Pura Luhur Batukau. Saat itu hadir perwakilan dari seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, dengan mengajak masing-masing lima orang staf. Bupati Tabanan dalam sambutannya yang dibaca oleh I Wayan Miarsana men-

gatakan, Bali merupakan wilayah yang memiliki seni dan budaya beragam. Budaya tersebut merupakan budaya adiluhung masyarakat Bali yang bertumpu pada Agama Hindu. ‘’Budaya adiluhung yang telah diwariskan oleh para pendahulu pendiri Bali harus dijaga ke depannya agar tetep ajeg dan lestari,’’ katanya. Ditegaskan, budaya yang patut diajegkan dan dilestarikan di antaranya busana adat dan bahasa Bali. ‘’Bahasa Bali merupakan bahasa ibu, atau bahasa pertama yang dikenal masyarakat Bali untuk sarana komunikasi bermasyarakat di Bali,’’ ucapnya. Dibuatnya peraturan oleh Pemprov Bali, supaya ada pengikat di dalam penggunaan busana adat dan bahasa Bali. Pemkab Tabanan sangat mengapresiasi usaha dan inovasi Pemerintah Provinsi Bali yang sudah menerbitkan peraturan hari penggunaan busana dan bahasa Bali, yaitu setiap Kamis. Melalui kegiatan kemarin, Bupati mengimbau seluruh jajaran Pemkab Tabanan dan masyarakat Tabanan agar berkenan bersama-sama menyambut baik dan melaksanakan hari

Tabanan (Bali Post)Penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Tabanan selalu memenuhi target. Di tengah penyerapan yang tinggi ini, tentu memerlukan pemantauan agar penggunaannya memang untuk kemajuan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menjadi tujuan KUR dikucurkan. Mengenai hal ini, kalangan perbankan penyalur KUR di Tabanan memastikan kredit yang tersalurkan dimanfaatkan sepenuhnya oleh debitur guna peningkatan usaha produktif. Kepala Bank BPD Cabang Tabanan I Gusti Ngurah Supardi, SE., MM. beberapa

waktu lalu mengatakan, setiap KUR yang disalurkan digunakan debitur untuk membiayai sektor usaha yang sifatnya produktif. Ini berdasarkan pemantauan yang dilakukan pihaknya. Pemantauan ini diwajibkan oleh pemerintah sehingga bank penyalur KUR melalui analis kredit melakukan pemantauan ke lapangan, terkait bagaimana perkembangan usaha hingga pemanfaatan dana kredit program tersebut. Dari hasil pemantauan, belum ditemukan penyimpangan atau penyalahgunaan KUR di kalangan debitur. ‘’Ini bisa juga dilihat dengan

PERESMIAN - Peresmian penggunaan busana adat dan Bahasa Bali di Tabanan. ditandai pemasangan udeng dan selendang oleh Asisten I Setda Tabanan I Wayan Miarsana. penggunaan busana adat Bali dan bahasa Bali ini dengan pikiran yang tulus ikhlas dan bahagia dalam rangka menuju Tabanan Serasi. Terkait penerapan penggunaan bahasa Bali, akan dilakukan bertahap dan menyesuaikan situasi. Penggunaan bahasa Bali bisa dilakukan tiap Kamis, sebagai kata pengantar dalam rapat internal Pemkab Tabanan. Untuk diketahui, penggunaan busana adat Bali di Tabanan sebenarnya

sudah dilaksanakan sejak tahun 2016, bahkan sudah diatur dalam Perbup No. 42 tahun 2016 tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Selain pada purnama dan tilem, tiap Kamis para pegawai menggunakan busana adat Bali. ‘’Kalau busana adat Bali sudah kita lakukan sebelum keluarnya Pergub. Yang masih proses saat ini yakni penggunaan bahasa Bali,’’ kata Miarsana. (ad499)

posisi kredit bermasalah atau NPL di Bank BPD Bali Cabang Tabanan untuk KUR yang masih terkendali,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Tabanan yang sekaligus menjadi Tim Monitoring penyaluran KUR, I Gusti Putu Ekayana mengungkapkan, dari pemantauan penyaluran KUR di kalangan perbankan, di Tabanan belum ditemukan ada penyimpangan. Artinya, debitur penerima KUR memang merupakan pelaku usaha dan memanfaatkan dana penguatan modal tersebut untuk kemajuan usaha.

Ia melanjutkan, masih banyak pelaku UKM di Tabanan yang sangat antusias untuk mengakses KUR. Namun karena sejumlah persyaratan, salah satunya masih memiliki kewajiban kredit, beberapa pelaku usaha belum bisa mengakses KUR. Banyaknya pelaku UKM yang melirik KUR karena bunga yang ditawarkan meringankan yaitu sekitar tujuh persen per tahun. Sebab, suku bunga KUR yang tergolong murah tersebut, bagi pelaku usaha tidak terasa membebani dalam melakukan kewajiban membayar kredit KUR. (kmb24)

Belum Ada Penyimpangan Pemanfaatan KUR

Perekaman Data E-KTP

Disdukcapil Gencar Jemput Bola

Bali Post/ist

PEREKAMAN - Perekaman data e-KTP di SMAN 1 Tabanan. Tabanan (Bali Post)Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabanan tidak mau ada warga yang telah berumur 17 tahun saat Pemilu

2019, tidak bisa menyalurkan hak pilihnya lantaran belum melakukan perekaman data e-KTP. Terkait hal itu, Disdukcapil kembali mengaktifkan sistem jemput bola ke

sekolah-sekolah khususnya SMA/SMK untuk melakukan perekaman data e-KTP. Tak hanya itu, perekaman e-KTP juga akan menyasar para pedagang. Rencananya, pada Sabtu (13/10) besok Disdukcapil Tabanan bekerja sama dengan KPU Tabanan akan melakukan perekaman e-KTP menyasar pasar tradisional. ‘’Jadi, bagi para pedagang yang belum sempat melakukan perekaman e-KTP karena kesibukan mereka, kami datangi langsung untuk bisa memberikan pelayanan perekaman. Ini merupakan kerja sama dengan KPU Tabanan,’’ kata Kepala Disdukcapil Tabanan I G.A. Rai Dwipayana, Kamis (11/10) kemarin. Perekaman menyasar pasar tradisional yakni Pasar Kota Tabanan. Untuk sementara, perekaman di sekolah ditunda hingga pekan depan. Layanan jemput bola perekaman e-KTP menyasar sekolah

sudah kembali dilakukan sejak Senin (8/10) lalu. Dikatakan Rai, program jemput bola ini dilakukan untuk menyasar para pemilih pemula dan warga masyarakat yang belum memiliki kesempatan untuk melakukan perekaman. ‘’Kami harapkan mereka yang berumur 17 tahun saat H-1 dimulainya pemilihan umum, sudah melakukan perekaman. Karena Inpres saat pemilihan wajib e-KTP sebagai salah satu syarat. Ini yang akan kita genjot terus,’’ ucapnya. Inovasi lain yang dikeluarkan oleh Disdukcapil Tabanan yakni program Samita (Sabtu Minggu Rekam Cetak). Tidak ada istilah pelayanan libur di Disdukcapil. ‘’Meskipun ada hari raya, jam layanan kita sesuaikan. Ini untuk memberikan kesempatan kepada warga yang ingin mengurus administrasi kependudukan,’’ terangnya. (kmb28)

PETERNAK - Peternak babi membersihkan kandang ternaknya.

Bali Post/san

Peternak Babi Khawatirkan Kenaikan Harga Pakan Tabanan (Bali Post)Saat ini harga jual babi hidup di tingkat peternak masih bertahan Rp 35 ribu per kg. Bertahannya harga ini dalam rentang waktu cukup lama menyebabkan peternak bisa bernapas lega di tengah kenaikan harga pakan yang sudah beberapa kali terjadi akibat naiknya kurs dolar. Petani berharap tidak ada lagi kenaikan harga pakan. Sebab, jika itu terjadi harga jual babi saat ini tidak memberikan keuntungan yang berarti. Salah satu peternak babi di Tabanan, I Ketut Sukarta, Kamis (11/10) kemarin mengatakan harga babi di tingkat peternak cukup stabil dan tergolong cukup tinggi. ‘’Ini tumben lama

bertengger di harga ini. Kondisi ini tentu membuat peternak babi sumringah,’’ ujar Sukarta yang juga Perbekel Bongan ini. Namun kondisi harga yang tinggi ini dikhawatirkan tidak memberikan keuntungan cukup lama bagi peternak jika harga pakan pabrikan kembali naik. Tahun ini, kata Sukarta harga pakan sudah naik beberapa kali. Terakhir bertengger di harga Rp 430 ribu per sak. Alasan kenaikan harga pakan pabrikan adalah kenaikan dolar. Beberapa bahan baku pakan harus diimpor. Menurut Sukarta, sempat ada wacana menyatukan peternak untuk membuat pabrik pakan berbahan lokal. Namun sayang-

nya membutuhkan modal tinggi. Di samping itu, bahan baku harus didatangkan dari luar Bali. Hingga saat ini juga belum ada terobosan dari peternak yang menemukan pakan pengganti pakan pabrikan. ‘’Sayangnya belum ada dan untuk bisa menggemukkan ternak harus memakai pakan pabrikan. Jika memakai makanan biasa, gemuknya lama dan peternak bisa merugi,’’ jelas Sukarta. Beternak babi saat ini tidak seperti dulu yang dijadikan pekerjaan sampingan dan panen saat hari raya Galungan. Makanya, agar bisa mendapatkan hasil yang cepat, peternak masih tergantung pada pakan pabrikan. (kmb24)


BULELENG

8

Jumat Kliwon, 12 Oktober 2018

Terbelit Masalah Ekonomi, AR dan GMY Nekat Edarkan Narkoba

Singaraja (Bali Post) – Terbelit ekonomi keluarga, membuat AR (50), nekat menjalankan bisnis “haram”. Warga Kelurahan Kampung Singaraja itu mengedarkan narkoba kepada pelangganya di Buleleng. AR, sesungguhnya bukan sebatas pengedar saja, ia juga sekaligus mengonsumsi narkoba yang dijualnya. Dalihnya guna menghilangkan stres yang kadang-kadang muncul. Tidak lama setelahnya, AR pun ditangkap polisi, hingga bisnis haramnya itu bangkrut. Kemudian, AR pun harus mendekam di balik terali sel kepolisian. Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Kamis (11/10) kemarin mengatakan, tersangka itu ditangkap Rabu (26/9) lalu pukul 00.30 wita di dekat pintu keluar Eks Pelabuhan Buleleng. Dari AR, polisi menyita tujuh paket sabu. Berat totalnya 0,68 gram. Rinciannya, satu pekat seberat 0,15 gram, 0,06 gram, 0,18 gram, dan 0,08 gram. Ada tiga paket lainnya yang masing-masing beratnya 0,07 gram. Paket narkoba ini didapat dari seseorang yang tidak diketahui identitasnya. Tersangka mengambil pesanannya itu dengan sistem tempel. Paket narkoba itu ditaruh di suatu tempat, kemudian antara tersangka dan penjualnya berkomunikasi untuk menginformasikan paket narkoba yang sudah ditaruh di suatu tempat itu. Paket narkoba itu kata Kapolres, tidak seluruhnya dijual oleh tersangka kepada pelanggannya di Buleleng. Pada situasi tertentu terutama ketika pikirannya sedang kalut (stres-red), tersangka sendiri juga meng-

gunakan paket narkoba. “Modusnya sebagai pengedar, selalu mengaku hanya mengambil dan disuruh orang. Hasil penyelidikan anggota dari tujuh paket itu memang sebagian besar dijual. Tetapi ada beberapa paket digunakan sendiri,” tegasnya. Tersangka mengaku, terpaksa menjadi pengedar na rkob a karena terbelit masalah ekonomi keluarga. Sehari-hari dirinya bekerja menjaga bangunan sarang wallet. Gajinya Rp 300 ribu. Gaji sebesar itu diakui tidak mencukupi untuk menanggung keperluan keluarganya, sehingga ia menggeluti bisnis narkoba guna menambah penghasilannya. “Untuk mencukupi kebutuhan istri, anak dan cucu saya nekat lakukan bisnis ini. Terkadang bingung, stres, sehingga saya pernah juga menggunakan narkoba ini,” jelasnya. Satu tersangka penyalahgunaan narkoba lainnya juga ditangkap polisi. Putu GMY (27) asal Desa Bubunan, Seririt itu menyimpan paket sabu seberat 0,10 gram netto. Sebelum ditangkap Jumat (5/10) lalu sekitar pukul 20.30 wita, tersangka diduga melakukan transaksi sabu dengan pelanggannya. Belum selesai bertransaksi, polisi langsung menangkap untuk menjalani proses lebih lanjut. Dari dua kasus ini, polisi menjerat kedua tersangka itu dengan pasal 112 ayat (1) atau pasal 127 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman penjaranya paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun. (kmb38)

Bali Post/kmb38

SOSIALISASI – BNNK Buleleng melaksanakan sosialisasi bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kecamatan Buleleng, Sukasada, dan Sawan, Rabu (10/10) lalu.

BNNK Dorong ”Pararem” Dibentuk

Singaraja (Bali Post) – Desa atau kelurahan di Buleleng diminta menyusun pararem awig-awig guna mendukung peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Ini penting dilakukan, karena regulasi secara tradisional, dipercaya lebih kuat mengikat warga agar mereka lebih disiplin. Selama ini pararem itu hukumnya lebih “ditakuti”. Jika semua desa atau kelurahan menyusun pararem pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, maka kejahatan yang memicu dampak buruk masa depan anak-anak bangsa itu dapat diberantas. Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), AKBP Gede Astawa, Rabu (10/10) lalu mengatakan hal itu saat menjadi narasumber sosialisasi bahaya peredaran dan penyalhgunaan narkoba di tiga kecamatan yakni Buleleng, Sukasada, dan Kecamatan Sawan. Lebih jauh AKBP Astawa mengatakan, pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, sejatinya tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah, BNNK, dan polisi semata. Akan tetapi, hal itu perlu dukungan semua elemen masyarakat. Wujud partisipasi, mengawal komitmen bersama, menyusun perarem di desa pakraman atau kelurahan di setiap daerah. Dari sekian banyak desa dan kelurahan di Buleleng, beberapa desa dan kelurahan, itu sudah memasukan aturan terkait dukungan pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di pararem. Sejauh ini baru sebagian kecil baik desa atau kelurahan yang menyusun pararem itu. Atas kondisi itu AKBP Astawa tidak henti-hentinya meminta agar lebih banyak lagi desa atau kelurahan, menyusun pararem tersebut. Agar target itu terwujud, pihaknya meminta dukungan Pemkab Buleleng melalui instansi teknis yang membidangi, agar memfasilitasi

desa-desa atau kelurahan yang akan menyusun atau merevisi pararem dengan memasukan aturan, terkait pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba Untuk sosialisasi ke kecamatan, AKBP Astawa mengatakan, sasaran yang ingin dicapai adalah agar aparat desa, prajuru desa pakraman, Aparatur Sipil Negara (ASN) di kecamatan dan elemen masyarakat lainnya dapat memahami bahaya penyalahgunaan narkoba itu. Jika dampaknya benar-benar dapat dipahami, pihaknya berharap akan muncul kesadaran dan kepedulian warga utamanya lakukan pemberantasan kepada setiap pelaku peredaran dan juga penyalahgunaan narkoba. Kepedulian publik itu sangat penting dalam hal menginformasikan terjadinya kejahatan narkoba. Diharapkan, pengguna narkoba sebagai korban kejahatan, tumbuh kesadarannya melakukan rehabilitasi. (kmb38)

Bali Post/ist

TEMBOK AMBRUK – Tembok rumah warga di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada roboh akibat getaran gempa dengan magnitudo 6,3 SR, Kamis (11/10) dini hari kemarin.

Akibat Gempa 6,3 SR, Tiga Rumah Warga Rusak

Singaraja (Bali Post) – Gempa dengan kekuatan magnitudo 6,3 Skala Richter (SR) yang berpusat di Situbondo, Jawa Timur (Jatim), Kamis (11/10) dini hari kemarin menimbulkan kerusakan tiga rumah warga di Buleleng. Dari penelusuran Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ditemukan tiga rumah warga rusak, akibat guncangan gempa itu. Satu rumah di Banjar Dinas Banyupoh, Desa Banyupoh, Gerokgak. Sedangkan dua rumah lainnya milik warga masing-masing di Banjar Dinas Kubu dan di Banjar Dinas Kubu Lebah Madya, Desa Pegayaman, Sukasada. Diperkirakan total kerugian materiil yang dialami korban bencana itu lebih dari Rp 35 juta. Rumah milik Gede Merta Jiwa, warga Dusun Banyupoh itu roboh akibat guncangan gempa. Beruntung, dia bersama istri dan anaknya selamat dari reruntuhan bongkahan batako yang hancur itu. Perbekel Desa Banyupoh, Gerokgak Ketut Bijaksana mengatakan, sebelum kejadian, pemilik rumah dan keluarganya sedang beristirahat di dalam rumah. Saat gempa terjadi, dia dan keluarganya dengan cepat berlari ke luar rumah. Mereka secara bersamaan menyelamatkan diri. Goncangan gempa itu mem-

buat tembok atas rumahnya ambruk. Tidak hanya bongkahan batakonya jebol, kayu kusen jendela di rumah semipermanen juga terlepas. “Laporan staf kami dari desa, memang benar ada tiga rumah warga rusak karena gempa dini hari itu. Berapa volume tembok yang roboh masih pastinya belum tahu, karena sedang dicek oleh staf,” katanya. Pascakejadian itu, Merta Jiwa bersama keluarganya berusaha membersihkan puingpuing tembok rumahnya yang ambruk. Namun, keluarga itu masih tetap bertahan di rumah-

nya. Mereka belum memutuskan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Di Banjar Dinas Kubu Sementara dua rumah warga yang rusak akibat gempa lainnya ada di Desa Pegayaman. Masing-masing rumah milik Syahyan Afif, warga Banjar Dinas Kubu dan Sopian, warga Banjar Dinas Kubu Lebah Madya. Kedua rumah warga itu rusak, hingga menimbun sejumlah peralatan rumah tangga. Meski rusak, pemilik rumah bersama keluarganya itu tetap menempati rumah

itu karena masih ada ruang kosong yang bisa untuk dipergunakan. Camat Sukadada, Made Dwi Adnyana, saat gempa mengguncang dini hari kemarin, kedua keluarga itu sedang istirahat di dalam rumah. Ketika gempa mereka menyelamatkan diri. Bersamaan dengan itu tembok rumah batako pun roboh. Akibat kejadian itu, rumah kedua warga tersebut rusak kategori sedang. Sejumlah peralatan rumah tangga ikut tertimbun reruntuhan bongkahan bata merah, batako dan potongan kayu yang patah. Untuk memastikan kerusakan, Dwi Adnyana telah memerintahkan perbekel desa di wilayahnya itu mengecek kerusakan bangunan lainnya akibat gempa itu. Semua kerusakan itu akan dilaporkan kepada BPBD Buleleng untuk mendapatkan penanganan darurat bencana termasuk paket sembako. “Dari laporan sementara,

baru dua KK rumah warga kami rusak karena gempa. Mereka masih tinggal di rumah karena kerusakannya sedang,” katanya. Di tempat terpisah, Sekretaris BPBD Ketut Susila mengatakan, kerusakan rumah akibat gempa di dua desa itu sudah di-assessmen oleh personel TRC. Hasilnya, secara materiil, kerusakan rumah di Banjar Dinas Banyupoh itu sekitar Rp 8 juta. Sedangkan kerugian material dua rumah di Desa Pegayaman, diperkirakan masing-masing Rp 30 juta dan Rp 5 juta. Dengan hasil pendataan itu, BPBD hari ini akan mendistribusikan logistik kepada korban yang terdampak gempa. Bantuan dibagikan untuk keperluan sehari- hari korban. Terkait perbaikan rumah, Susila menyebut penanganan secepatnya akan diupayakan. Pihaknya akan mengusulkan dana bantuan perbaikan rumah terdampak gempa. (kmb38)

Program Rehabilitasi Pecandu Narkoba

Puskesmas Ditugaskan Lakukan ”Treatment” BADAN Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menggelar sosialisasi terkait program rehabilitasi dan pascarehabilitasi bagi pecandu narkoba, di salah satu restoran di Lovina, Kamis (11/10) kemarin. Sosialisasi ini diikuti pimpinan puskesmas, penyidik, dan perwakilan petugas rumah sakit di Buleleng. BNNP Bali ingin mengoptimalkan program rehabilitasi dan pascarehabilitasi pecandu narkoba dengan cara memberdayakan petugas puskesmas, rumah sakit, dan rehabilitasi oleh lembaga sosial kemasyarakatan. Apa saja yang perlu dipersiapkan terkait tugas-tugas yang harus diemban puskesmas itu? Sosialisasi itu menghadirkan narasumber Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H., Kepala BNNK Buleleng AKBP I Gede Astawa, dan Kabid P2M Dinas Kesehatan Buleleng dr. I Gde Suaryawan, M.PH. Kepala BNNP mengatakan, tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam hal pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Salah satunya melaksanakan program rehabilitasi pecandu narkoba. Hanya saja, peran petugas

di bidang ini terkesan belum optimal. Hal itu bisa terjadi disebabkan banyak faktor. Sejauh ini, memang pelaksanaan pelayanan rehabilitasi adiksi, belum maksimal. Masih terbatasnya lembaga rehab rawat inap, lembaga rehabilitasi. Selain itu juga komponen masyarakat belum paham tentang birokrasi dan administrasi. Lembaga rehabilitasi komponen masyarakat, sering ditumpangi kepentingan–kepentingan pribadi. Atas kondisi itu BNNP Bali dan jajarannya sekarang

berupaya membangkitkan kembali memberdayakan puskesmas, rumah sakit, dan lembaga sosial kemasyarakatan, dalam melayani program rehabilitasi dan pascarehabilitasi pecandu narkoba. Upaya ini diyakini akan bisa berjalan, jika pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan utamanya yang mengatur rehabilitasi dan pascarehabilitasi. Tanggung jawab itu memang benarbenar diserahkan kepada instansi teknis, di daerah dan komponen sosial kemasyarakatan. “Tantangan terbesar rehabilitasi saat ini, adanya stigma negatif terhadap pecandu. Sehingga hal itu justru membuat para pecandu itu sungkan menjalani program rehabilitasi,” katanya. Brigjen Pol Gede Suastawa menambahkan, UU No. 35 Tahun 2009 mengatur rehabilitasi pecandu yang berstatus tersangka itu diatur pada beberapa pasal terkait regulasi. Pecandu narkoba dapat menjalani proses rehabilitasi, tanpa harus menjalani proses hukum atas kesalahannya menggunakan narkoba. Dengan syarat pecandu menjalani

rehabilitasi atas kesadaran dan kemauan dirinya sendiri. Sebab sesungguhnya pecandu narkoba itu sebagai korban. Karena itu sesuai pasal 54 pecandu itu harus direhabilitasi secara medis, dan juga rehabilitasi sosial. Rehabilitasi medis dapat dilakukan di rumah sakit yang ditunjuk pemerintah pusat. Sedangkan rehabilitasi sosial, adalah rehabilitasi yang diadakan oleh instansi pemerintah ataupun masyarakat. Selain, itu ketika pecandu narkoba itu terjerat hukum, hakim berhak memutuskan atau mengharuskan si pecandu itu wajib jalani rehabilitasi, baik ketika ia terbukti bersalah atau tidak terkait tindak pidana narkotika. “Pendekatan kesehatan adalah cara utama menekan permintaan narkotika. Statusnya mereka hanya wajib lapor. Penanganan korban atau pecandu narkotika melalui rehabilitasi itu sangat penting, karena itu harus dilakukan secara masif,” jelasnya. Dr. Gde Suaryawan, M.PH. mengatakan, secara kelembagaan, puskesmas siap mendukung pelaksanaan

rehabilitasi atau pascarehabilitasi pecandu narkoba. Sebelum memberikan dukungan terhadap program, perlu dilakukan koordinasi dengan semua puskesmas. Karena kesiapan sarana prasarana harus sudah bisa dipastikan. Selain sumber daya manusia (SDM) termasuk sokongan anggaran dana. Nah, hal itu perlu dibahas secara mendetail. Setelah sosialisasi ini, pihaknya akan mengkomunikasikan dengan pimpinan puskesmas termasuk rumah sakit. Sehingga semua berada pada posisi kesamaan komitmen, menyukseskan program rehabilitasi dan pascarehabilitasi pecandu narkoba itu. “Bukan hanya SDM, dan sarana prasarananya belum memadai, namun mengapa rehabilitasi dan pascarehab di puskesmas itu masih kurang karena tidak banyak pecandu itu sadar, dengan legowo direhab. Mereka umumnya ketakutan. Sadar sebagai pengguna narkoba, maka akan diproses hukum. Hal itu yang perlu dikoordinasikan dengan detail termasuk harus dapat dukungan dana dan sarana prasarana,” jelasnya. (mud)


Jumat Kliwon, 12 Oktober 2018

GIANYAR

9

Kunjungi Pura Desa Batuan

Delegasi IMF-WB Kagumi Aktivitas Budaya

Bali Post/nik

DELEGASI - Sejumlah delegasi IMF-WB Annual Meetings 2018 menyaksikan aktivitas budaya di Pura Desa Batuan, Sukawati.

Tampung Pengaduan Masyarakat

Pemkab akan Terapkan Aplikasi LAPOR!-SP4N Gianyar (Bali Post)Pemkab Gianyar akan menerapkan aplikasi Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat - Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (LAPOR!-SP4N). Aplikasi ini bertujuan menampung pengaduan layanan publik dari masyarakat yang terintegrasi dengan seluruh lembaga pemerintah, baik yang ada di pusat maupun daerah. Sekda Kabupaten Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan hal itu, Kamis (11/10) kemarin. Dengan aplikasi LAPOR!-SP4N ini, kata Wisnu Wijaya, masyarakat bisa mengadukan segala jenis permasalahan terkait pelayanan publik. Dalam penerapan aplikasi ini, Pemkab Gianyar sudah menyusun SK Bupati tentang Tim Koordinasi Pengelolaan Pengaduan dan Petugas Administrator pada Organisasi Perangkat Daerah dan Badan Usaha Milik Daerah Pemerintah Kabupaten Gianyar. “Selanjutnya akan diselenggarakan sosialisasi dan bimbingan teknis bagi pengelola dan aplikasi dapat diterapkan pada tahun 2019 mendatang,” katanya. Wisnu Wijaya menambahkan, aplikasi ini dipastikan dapat menyelesaikan persoalan pengelolaan pengaduan. Aplikasi ini diluncurkan oleh tiga lembaga negara yakni Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), dan Ombudsman RI. “Jadi, setiap pengaduan masyarakat dalam aplikasi ini dapat dipantau apakah sudah ditindaklanjuti atau belum. Jika dalam 60 hari belum ditindaklanjuti, maka pengaduan akan masuk Ombudsman,” tegasnya. (kmb35)

Diamankan Satpol PP, ODGJ Kabur ke Payangan Gianyar (Bali Post)Berulang kali bolak-balik RSUJ Bangli, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Anak Agung Gede Agustina, kembali berulah. Saat petugas berupaya mengamankannya, Kamis (11/10) kemarin, ODGJ yang akrab disapa Agus ini kabur ke Payangan. Pengamanan terhadap ODGJ berusia 30 tahun asal Banjar Tunon, Desa Singakerta Kecamatan Ubud ini rencananya dilanjutkan Jumat hari ini. Petugas Satpol PP Kabupaten Gianyar I Wayan Nasta mengatakan, pihak keluarga banyak menerima keluhan dari perbuatan Agus. Awalnya, ODGJ ini memalak dengan mengambil uang saku pelajar SMP di wilayah Singakerta, Ubud. “Karena uang sakunya diambil, pelajar ini lantas melapor kepada gurunya,” ujar Nasta. Tidak cukup di situ, Agustina yang berkeliaran dengan mengendarai sepeda motor ini juga sempat menyeruduk kendaraan pedagang krupuk di Pasar Singakerta. Dagang krupuk yang ditabrak akhirnya melapor ke polisi. Banyaknya laporan dan keluhan terhadap perbuatan Agustina, membuat orangtuanya gelisah. “Ayahnya minta anaknya diamankan. Maka, tim Satpol PP turun ke rumahnya di Banjar Tunon,” ujar Nasta. Petugas Satpol PP bersama polisi tiba di kediaman Agustina pada Kamis siang kemarin sekitar pukul 11.00 Wita. Namun, setiba petugas di Banjar Tunon, Agustina yang mengendarai motor kabur menuju Desa Buahan, Payangan. Orangtuanya juga sempat mengontak Agustina, katanya dia akan pulang secepatnya. Lantaran Agustina kabur ke Payangan, petugas Satpol PP balik ke markas. “Rencananya, besok (hari ini-red) kami agendakan lagi pengamanan ulang. Menunggu

dia pulang dulu,” kata Nasta. Apabila pihaknya berhasil mengamankan Agus, Jumat hari ini, yang bersangkutan tidak bisa langsung dibawa ke RSJ Bangli. Sesuai prosedur, ODGJ harus dibawa ke Dinas Kesehatan terlebih dulu. “Kalau dinyatakan depresi atau perlu dibawa ke Bangli, maka kami antar ke RSJ Bangli,” jelasnya. Menurut Nasta, Agustina sudah tiga kali diantar petugas Satpol PP ke RSJ Bangli. ODGJ yang sudah punya anak itu terakhir kali dibawa ke RSJ Bangli pada 10 September 2018 lalu. Kasusnya saat itu mengganggu dan membuat resah setiap perempuan yang melintas. “Ayahnya sudah pasrah. Ayahnya sering dipukuli dan sering berulah di desanya,” tegasnya. (kmb35)

ROMBONGAN delegasi dan pendamping delegasi International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) Annual Meetings 2018 mengunjungi objek wisata Pura Desa Batuan, Kamis (11/10) kemarin. Selama kunjungan ini, delegasi nampak mengagumi aktivitas budaya di pura tersebut, seperti sejumlah krama lanang yang sedang mebat atau krama istri yang sedang membuat upakara banten menjadi bidikan kamera para delegasi. Rombongan yang di-handle oleh Asita itu disambut hangat oleh Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun didampingi Kadisparda Gianyar A.A. Ari Brahmanta, Camat Sukawati, Perbekel Batuan I Nyoman Netra, Bendesa Batuan I Made Djabur dan pejabat terkait. Setiba di pelataran pura, rombongan delegasi tampak sumringah menikmati alunan suara gamelan yang ditabuh oleh PKK Desa Batuan. Selama 30 menit berkunjung, delegasi juga terkesan karena berkesempatan melihat langsung aktivitas budaya masyarakat Bali yakni ngayah. Sejumlah krama lanang yang sedang mebat maupun krama istri yang sedang membuat upakara banten tak luput dari bidikan kamera para delegasi. Bendesa Batuan I Made Djabur mengatakan, aktivitas budaya

ini bertepatan dengan nyanggra piodalan Saraswati di Pura Desa Batuan. Sehingga, aktivitas budaya tersebut memang murni untuk upacara, bukan didesain menyambut delegasi. “Kami di desa pakraman memang sedang persiapan upakara. Jadi, aktivitas ngayah ini menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan,” jelasnya. Salah satu delegasi, Marie Louise asal USA, mengaku baru pertama kali ke Bali. Di selasela mengikuti sidang IMF-WB, pihaknya juga telah berkesempatan mengunjungi destinasi wisata dan atraksi budaya di Bali. “I Love Bali. Very colourful,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun mengatakan, kunjungan delegasi IMF-WB ini secara otomatis berdampak positif bagi Kabupaten Gianyar. Diharapkan, ke depan semakin banyak event internasional yang digelar di Bali. “Mudahmudahan, ke depan semakin banyak event berskala internasional yang digelar di Bali,” harapnya. Menurut Mayun, para delegasi ini sekaligus menjadi media promosi destinasi wisata di Gianyar kepada dunia. “Mereka secara tidak langsung sudah mempromosikan objek wisata di Gianyar,” katanya. Kadisparda Gianyar A.A. Ari Brahmanta menambahkan, pro-

gram wisata delegasi IMF-WB ini terdiri dari grup dan privat. Gianyar sebagai destinasi yang paling banyak dikunjungi, menerima delegasi secara privat maupun grup. Dalam sehari, rombongan delegasi IMF-WB ini juga mengunjungi I.B. Marka Galeri di Desa Kemenuh, Museum Puri Lukisan di Ubud, lanjut menikmati santap malam di Royal Pitamaha Ubud. Secara keseluruhan, kata Ari Brahmanta, ada 13 destinasi wisata yang menjadi tujuan kunjungan para delegasi. Gianyar termasuk yang paling banyak dikunjungi, karena destinasi wisata di sini cukup lengkap. Selain art and culture, juga ada wisata rekreasi. “Di setiap destinasi, ada aktivitas budaya yang ditonjolkan. Tujuannya untuk memberi suatu nilai yang beda,” jelasnya. Mengenai dampak IMF-WB Annual Meetings 2018 tersebut, Ari Brahmanta mengakui memang tidak bisa dirasakan secara instan. Namun, akan berdampak jangka panjang pada pariwisata di Bali. “Dampak pertemuan tahunan IMF-WB ini bukan dilihat sekarang, dilihat jangka panjang. Ada hal yang sangat diuntungkan, karena delegasi akan bercerita tentang Bali, Gianyar dan destinasi yang dikunjungi. Sehingga, ke depan akan datang kembali,” ujarnya. (nik)

Lurah Beng Pastikan Sudah Sosialisasikan Proyek IPAL

Gianyar (Bali Post)Pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di dua titik di Kelurahan Beng, Kecamatan Gianyar dipastikan sudah melewati tahap sosialisasi. Bahkan, dari porses sosialisasi itu sudah mendapat persetujuan warga setempat. Hal ini ditegaskan Lurah Beng Putu Pradana, Kamis (11/10) kemarin. Pradana menjelaskan, proses sosialisasi terkait IPAL ini sudah diselenggarakan sebelumnya. Namun, keluhan terkait pengerjaan I P A L k e m b a l i d i p e r t a nyakan dalam rapat bulanan salah satu banjar, Selasa (9/10) lalu. Mengenai adanya pertanyaan yang mencuat, Pradana mengaku sudah menjelaskan secara rinci kepada warga mengenai fungsi IPAL dan kegunaannya bagi warga. “IPAL ini untuk menampung kotoran di pemukiman warga, supaya air tanah tidak tercemar. Bagi yang tidak mau mengaliri ke IPAL, tidak apa-apa,” ujarnya. Dising-

gung terkait pengerjaan IPAL yang diduga sempat mangkrak, Pradana mengaku hanya ditinggal oleh pekerja proyek selama empat hari, lantaran mereka pulang kampung. “Tapi kalau diukur pengerjaannya sudah melebihi target itu. Kali ini tukang sudah mulai bekerja lagi,” katanya. Terkait lokasi pembangunan IPAL di pinggir sungai, Pradana mengaku pemilihan lokasi tersebut sudah sesuai ketentuan. Dijelaskan, awalnya ada dua lokasi yang dipilih. “Pertama memang ada di atas tanah warga di Banjar Kelod Kauh. Tapi, itu sudah ada perjanjian pinjam pakai di atas kertas,” jelasnya. Sementara bangunan

IPAL di sempadan sungai Banjar Beng Kaja Kauh sudah sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Dijelaskan, bangunan IPAL seharga Rp 1 miliar per unit itu ada tujuh ruangan. Nanti ruangan keenam sudah bisa dipakai memelihara ikan. Ruangan ketujuh nanti airnya dibuang ke sungai, itu sesuai prosedur. “Lokasi memang di pinggir sungai, karena nanti diolah dulu, hingga proses terakhir limbah dibuang ke sungai,” katanya memaparkan. Pradana menegaskan, apabila warga ada yang menolak membayar iuran sebesar Rp 2.000 per bulan, pihaknya juga tidak mem-

permasalahkan hal tersebut. Dia menegaskan, keberadaan IPAL ini tidak akan mencemari tanah warga setempat. “Justru ini salah satu upaya supaya warga tidak terkena kasus stunting. Ini untuk faktor kesehatan. Jangan sampai sumur warga tercemari kotoran septic tank. Maka ini satu solusinya,” tegasnya. (kmb35)

24 Oktober, 24 Perbekel Dilantik Gianyar (Bail Post)Usai menggelar pemilihan kepala desa (pilkades), Pemkab Gianyar akan melakukan pelantikan 24 perbekel secara serentak pada 24 Oktober mendatang. Dalam sehari itu, pelantikan akan digelar di tiga lokasi yang berbeda. Plt. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Gianyar Dewa Alit Mudiarta mengatakan hal itu, Kamis (11/10) kemarin. Menurut Alit Mudiarta, tiga lokasi untuk pelantikan 24 perbekel itu

disesuaikan per daerah pemilihan (dapil). Seperti delapan orang perbekel terpilih dari Kecamatan Gianyar dan Blahbatuh akan dilantik di Pura Samuan Tiga. Delapan perbekel dari dapil Sukawati dan Ubud akan dilantik di Pura Taman Pule Desa Mas, Kecamatan Ubud. Sementara delapan perbekel dari dapil Payangan, Tegalalang dan Tampaksiring akan dilaksanakan pelantikan di Desa Buahan. “Rencananya, Bapak Bupati Gianyar akan mendatangi satu persatu tempat tersebut untuk melakukan melantik para perbekel pada 24 Oktober mendatang,” katanya. Disinggung dipilihanya tiga lokasi tersebut, Alit Mudiarta mengatakan pola ini dilakukan agar masyarakat bisa menyak-

sikan pelantikan pimpinan di masing-masing desa. “Tujuannya untuk lebih mendekatkan kepada masyarakat, agar masyarakat tahu pelantikan para pemimpin mereka. Kalau pelantikan di satu tempat, kan kapasitas undangan jadi terbatas,” katanya pejabat yang juga Kepala Badan Kesbanglinmas Gianyar ini. Alit Mudiarta menambahkan, pelantikan 24 perbekel ini secara otomatis akan mengakhiri peran para penjabat (Pj.) perbekel yang selama ini mengisi kekosongan. Kecuali lima orang Pj. perbekel yang mengisi jabatan kosong karena pimpinan sebelumnya mundur untuk maju dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. “Jadi, tinggal lima penjabat perbekel yang masih bertugas,” tegasnya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Jumat Kliwon, 12 Oktober 2018

Sembilan Warga Sempat Dirawat KESUNYIAN malam di Jembrana dan sekitarnya tiba-tiba pecah menjadi riuh. Sebab, gempa berkekuatan 6,4 SR yang berpusat di timur laut perairan Situbondo, Jawa Timur pada Kamis (11/10) dini hari, sangat dirasakan warga setempat. Mereka pun panik dan berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Meski tidak ada bangunan yang ambruk sampai menimpa warga, namun ada beberapa warga yang mengalami luka-luka. Informasi yang dihimpun kemarin tercatat ada sembilan warga mengalami luka-luka saat menyelamatkan diri. Kesembilan warga itu sempat dirawat di IRD RSU Negara. Namun, mereka sudah dipulangkan (rawat jalan). Direktur RSU Negara Made Dwipayana melalui Humas RSU Negara Asrika Wedayanti mengatakan, kesembilan pasien yang mengalami luka ringan itu sudah dibolehkan pulang. “Tidak dirawat inap. Sebagian besar luka ringan seperti keseleo dan terbentur benda karena panik saat berlarian keluar rumah,” terangnya. Sembilan warga yang sempat mendapatkan perawatan itu, yakni Ni Ketut Tuti Parwati (39) asal Penyaringan, I Putu Sentana (45) asal Pangkung Liplip, Dr. Metya Dewi (34), warga Banjar Tengah, Daffta Rizky Alvan (6) dan Kristian Tri Hardiyanto (31) asal Tegal Badeng Timur, Komang Aris Setiawan (19) asal Kaliakah, I Gede Yasa Priadi (23) asal Lelateng, Dewi Darmawati (45) asal BB Agung dan IA Anggraeni dari Loloan Timur. Dari sembilan warga luka itu, satu di antaranya mengalami patah tulang di sekitar leher karena terjatuh, namun sudah ditangani. Ia menambahkan sejatinya ada lebih dari sembilan warga yang mengalami luka. Namun karena lukanya ringan mereka tidak sampai ke RSU. Seperti yang dialami Dharma Putra asal Kelurahan Lelateng. Tembok rumahnya yang terbuat dari batako ambruk ke sisi luar rumah. “Untungnya jatuhnya ke luar, kalau ke tengah bisa adik saya kena timpa tembok. Dia tidur bersebelahan dengan tembok kamar itu,” ujarnya. Rumah milik I Wayan Budiarta itu kini separuh terbuka. Bahkan kusen jendela terpaksa disangga menggunakan kayu agar tidak ikut roboh. Saat gempa terjadi, Putra (20) langsung berlari keluar rumah dan kakinya sempat terbentur benda. (olo)

Dampak Gempa Situbondo

Puluhan Rumah, Sekolah, dan Pura Rusak

Negara (Bali Post) Gempa berkekuatan 6,4 SR dengan kedalaman 10 KM yang berpusat di timur laut perairan Situbondo, Jawa Timur pada Kamis (11/10) dini hari kemarin berdampak sampai di Kabupaten Jembrana. Selain membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah, getaran yang terasa beberapa detik itu hingga merusak puluhan bangunan, baik rumah, sekolah maupun pura. Dari laporan Pusat Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana hingga Kamis sore terdata lebih dari 26 bangunan yang mengalami kerusakan. Selain di Kota Negara, Kecamatan Jembrana dan Kecamatan Negara, dampak gempa juga terjadi di wilayah perbukitan seperti di Yehem-

bang, Kecamatan Mendoyo. Di wilayah kota, gapura tembok Kantor Samsat Jembrana roboh hingga material menutupi jalan. Kepala UPT Samsat Jembrana Ida Bagus Surya Negara membenarkan salah satu gapura pintu masuk ambruk saat terjadi gempa. Begitu menerima laporan, ia men-

gaku langsung mengecek ke lokasi dan material reruntuhan dibersihkan. Kendati di bagian depan tertumpuk puing material, pelayanan Kantor Samsat bersama tetap dibuka. Selain itu, sejumlah pura juga mengalami kerusakan ringan hingga parah. Yang terparah terjadi di Pura

Puseh, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo. Sejumlah bangunan yang berada di areal pura hancur akibat gempa tersebut. Dari pengamatan, bangunan yang rusak paling parah, di antaranya candi Agung Pura Puseh dan beberapa bangunan lainnya. Bendesa Mendoyo Dauh Tukad Gusti Ngurah Kade Sunarta mengatakan kejadian diperkirakan terjadi pukul 02.30 Wita. Selain candi bentar yang roboh, sejumlah bangunan seperti bale piasan, bale pemangku dan terob juga

rusak. Kerugian materinya diperkirakan mencapai Rp 300 juta. Oleh warga dan BPBD serta Tagana, puing bangunan langsung dibersihkan. Pihaknya juga sudah menyampaikan kerusakan ini ke pemkab. Tak hanya pura, kerusakan juga terjadi pada sekolah. Seperti bangunan ruangan kelas TK Negeri Negara dan SLB Negeri 1 Negara. Di TK Negeri yang dikenal dengan TK Jabon ini, plafonnya di ruang kelas ambruk menimpa perlengkapan belajar mengajar. Kondisi

tersebut mengharuskan para siswa-siswi TK A kecil yang berjumlah sekitar 26 anak terpaksa belajar lesehan di aula. Begitu juga ada belasan rumah warga terdampak gempa. Seperti pagar dan tembok rumah hancur. Kepala BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila Artha Pramana mengatakan dari pemantauan di lapangan ada 27 titik yang mengalami kerusakan karena gempa. Di antaranya bangunan setengah jadi milik Komang Aryana di Banjar Pasar, Desa Yehembang, atap rumah milik Pari-

ana Wijaya, tembok kamar mandi di dekat Puskesmas Pembantu, Loloan Barat, Tembok SD 1 Loloan Timur yang roboh, tembok rumah milik warga di Jalan Gunung Semeru Ketugtug. “Kami masih melakukan pemantauan lagi. Untuk korban jiwa nihil,” terangnya. Diperkirakan masih banyak lagi rumah yang mengalami kerusakan belum terdata. Pihaknya mengimbau kepada warga untuk melaporkan ke petugas jika rumah atau bangunannya terdampak. (kmb26)

HUT Ke-24 SMKN 2 Negara

Digelar Donor Darah dan Peresmian Bengkel TEFA

SMK Negeri 2 Negara meray- kegiatan dilakukan dalam kerja gapresiasi upaya yang dilakuakan Hari Ulang Tahun (HUT) sama terutama dengan pihak kan SMKN 2 Negara. Terlebih sekolahnya yang ke-24. Puncak industri. Misalnya, dengan Japfa dengan diresmikannya TEFA perayaan digelar, Kamis (11/10) Foundation, dalam bidang peter- diharapkan bisa menghasilkan kemarin ditandai dengan pemo- nakan atau agrobisnis ternak lulusan yang berkualitas. “Ketika tongan tumpeng oleh Kepala unggas (ayam pedaging). lulus, mereka sudah bisa dilepas UPT Dinas Pendidikan Provinsi P a d a b i d a n g p e r t a n i a n ke masyarakat. Baik membuka Bali di Kabupaten Jembrana, pengembangannya di bidang bengkel sendiri atau bekerja. Gede Subandi. Puncak perayaan budi daya pembibitan jamur Saya acungi jempol, ada kemayang diikuti seluruh komponen tiram. Sedangkan di bidang ke- juan dan perubahan dari SMK sekolah, komite sekolah, per- lautan, SMKN 2 Negara bekerja ini. Apalagi SMK ini merupakan wakilan mantan guru, tokoh sama dengan PT Harini (Perusa- sekolah rujukan,” ujarnya. masyarakat, Babinkamtibmas haan Jepang) di Benoa dan dan Puncak acara ini juga ditandai setempat dan relasi sekolah LPM Bina Tunas Bahari di Pati, dengan penyerahan hadiah lombaini dirangkai dengan peres- Jawa Tengah. lomba, seperti lomba tarik tambang mian bengkel Teaching Factory Kepala UPT Dinas Pendidi- dan puisi. Sekolah juga memberi(TEFA) dari AHASS Honda. kan Provinsi Bali di Kabupaten kan penghargaan untuk mantan Kepala SMKN 2 Negara Adam Jembrana Gede Subandi men- guru SMK. (kmb26/k250) Iskandar Bunga mengatakan, perayaan HUT ini berlangsung dari Senin (8/10) sampai Kamis (11/10) kemarin dengan serangkaian kegiatan seperti donor darah, olahraga gembira dan beberapa perlombaan lainnya. “Puncaknya hari ini (kemarinred). Semestinya HUT-nya pada 5 Oktober lalu. Namun, dari rapat kita jadwalkan hari ini puncaknya dirangkai dengan peresmian TEFA di depan sekolah,” ujarnya. Dengan adanya TEFA ini diharapkan mencetak lulusan yang berkualitas. Lulusan siswa SMKN 2 Negara semakin bisa bersaing dan tertampung di Bali Post/olo dunia usaha dan industri. Di SMKN 2 Negara selain bidang HUT – Puncak perayaan HUT ke-24 SMKN 2 Negara digelar, Kamis Teknik Otomotif, juga beberapa (11/10) kemarin dirangkai dengan peresmian TEFA.

DIAMANKAN – Dua tersangka pencurian diamankan di Polres Jembrana, Kamis (11/10) kemarin.

Pencuri Mobil ”Pick-up” dan HP Ditangkap

Negara (Bali Post) Dua pelaku pencurian yang belakangan meresahkan warga Jembrana dibekuk jajaran Polres Jembrana. Pelaku yang ditangkap, yakni Imam Hanafi (26) asal Malang, Jawa Timur dan Moh Ilhan Fannani alias Fani (22), seorang residivis pencuri asal Pengambengan Negara. Imam Hanafi mencuri mobil Suzuki carry pickup warna hitam DK 9893 WI milik Wayan Mawa di Banjar Serong, Desa Gumbrih. Sedangkan Fani, dibekuk mencuri handphone (HP) milik I Ketut Agus Santika (18), warga Banjar Lemodang, Desa Perancak, Jembrana. Wakapolres Jembrana Kompol Komang Budhiarta, Kamis (11/10) mengatakan, pelaku Imam Hanafi melakukan pencurian mobil dengan

membuka paksa pintu mobil yang parkir di pinggir jalan. Imam dibekuk jajaran Reskrim Polres Jembrana di Jawa sebulan setelah melakukan pencurian tersebut. Dari hasil interogasi tersangka mengaku telah mengambil mobil tersebut bersama Dodik Darmawan, Rudi Antonius, dan Nur Arifin. Untuk Dodik Darmawan dan Rudi Antonius telah ditangani Polres Badung dalam kasus lain. Sedangkan Nur Arifin hingga saat ini masih menjadi buronan. Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 363 ayat (1) ke 3 dan 4 KUHP. Dari hasil perbuatannya tersangka Imam Hanafi mendapatkan uang Rp 2 juta. Di mana Rp 800 ribu sudah dibelikan HP dan Rp 1,2 juta habis dipakai untuk keperluan

sehari-hari. Selanjutnya, residivis kasus pencurian, Fani dibekuk lantaran mencuri HP merek Vivo V5 dengan kerugian Rp 3,8 juta. Pelaku melakukan pencurian pada Minggu (19/8) dini hari di sebuah rumah kos di Banjar Tengah Negara. Saat itu korban yang berasal dari Perancak menginap di kos milik temannya bernama Gapeng di Banjar Tengah. Saat itu korban mengecas HP dan terlelap tidur. Saat tidur itulah pelaku mencuri HP milik korban. Dari pengungkapan tersangka Fani mengaku bisa masuk ke dalam kamar kos teman korban melalui pintu yang tidak terkunci. Kini tersangka ditahan di Polres Jembrana dan dijerat pasal 363 KUHP. (kmb26)

Penguatan Budaya

Pemkab ”Launching” Penggunaan Aksara dan Busana Bali

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Jembrana me-launching penggunaan aksara dan busana Bali, bertempat di Pura Jagatnatha Jembrana, Kamis (11/10) kemarin. Hal itu dilakukan sesuai amanat Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali dan Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Sastra Bali. Launching diawali dengan pementasan tari Rejang Renteng, ditandai dengan pemasangan destar dan selendang oleh Bupati Jembrana I Putu Artha dan Ny. Ari Sugianti Artha kepada perwakilan pegawai. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Sekda Jembrana I Made Sudiada, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Majelis Madya, perwakilan siswa dan pegawai di lingkup Pemkab Jembrana. Maksud dari amanat berbusana adat Bali, menurut Bupati Artha agar berbusana adat Bali setiap Kamis, Purnama dan Tilem, serta peringatan hari besar provinsi maupun kabupaten. Selama mengenakan busana adat Bali wajib melakukan komunikasi Bahasa Bali sesuai sor singgih (tata bahasa). Termasuk saat menggelar rapat juga menggunakan bahasa pengantar Bahasa Bali. “Kebijakan ini bentuk kes-

eriusan melestarikan budaya Bali. Juga untuk menguatkan bahasa, sastra serta aksara Bali,“ ujar Artha. Sebelumnya, pada 5 Oktober 2018, sudah diresmikan plang nama Kantor Bupati Jembrana menggunakan aksara Bali. Pemasangan plang nama beraksara Bali itu juga diikuti sampai tingkatan pemerintah terbawah. Bupati Artha berharap launching penggunaan aksara serta busana Bali ini juga bisa disosialisasikan ke masyarakat. Seperti bagaimana tata krama berbusana Bali yang benar, khususnya saat masuk ke parahyangan. Penggunaannya sendiri juga diatur sesuai etika yakni nilai kesopanan, kesantu-

nan, kepatutan, dan kepantasan yang berlaku di masyarakat. Selama ini ia melihat di desa pakraman masing-masing sudah memberikan pemahaman yang benar tentang bagaimana busana adat Bali serta busana ke pura itu digunakan. Namun, ia berharap hal itu terus diupayakan sehingga bersama-sama paham akan pakem busana yang benar. Sementara di lingkup Pemkab Jembrana sendiri, Artha mengatakan kebijakan berbusana adat Bali itu sudah diterapkan selama ini, sehingga Pemkab Jembrana sangat mendukung penuh kebijakan Gubernur Bali guna penguatan dan mengajegkan budaya Bali. (ad495)

LAUNCHING - Bupati Jembrana I Putu Artha saat me-launching penggunaan aksara dan busana Bali, bertempat di Pura Jagatnatha Jembrana, Kamis (11/10) kemarin.


Jumat Kliwon, 12 Oktober 2018

KARANGASEM

11

Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Agung Meluas Pemadaman Api Terkendala Medan

Amlapura (Bali Post)Musim kemarau panjang sampai saat ini terus saja berlangsung. Kenyataan itu membuat pohon, rumput kering di lereng Gunung Agung terbakar. Parahnya, akibat terkendala medan terjal, petugas kesulitan menjangkau wilayah titik api, hingga kebakaran merembet kian meluas.

KEBAKARAN - Lahan hutan yang terbakar di lerang Gunung Agung kian meluas. Petugas sulit melakukan pemadaman karena terkendala medan yang terjal.

Lokasi titik api berada jauh di atas. Sedangkan medan untuk dapat mencapai lokasi tersebut sangat medannya sangat terjal. KRPH Kubu, Made Putra Ariawan saat dikonfirmasi Kamis (11/10) kemarin mengungkapkan, jika kebakaran lahan hutan di lerang Gunung Agung memang masih terus terjadi hingga saat ini. Masih terlihat asap terus mengepul. Bukan

saja lahan hutan yang berada di lereng sebelah barat, tetapi kebakaran juga melanda lereng sebelah timur. “Saat ini kita bersama Babinsa dan Babimkum sedang melakukan pemantauan kebakaran dari Banjar Apadsari Batudawa Kaje, Desa Tulamben, Kubu. Hingga saat ini di puncak masih terlihat ada api,” ucapnya. Saat ini api sudah merem-

bet ke lahan hutan di wilayah Bebandem. Dengan cuaca panas ditambah tiupan angin cukup kencang, maka kebakaran lahan dikhawatirkan bakal terus meluas. Sementara proses pemadamannya sejauh ini belum bisa dilakukan. Pasalnya, lokasi kebakaran jauh berada di atas. Ditambah medan menuju ke sana juga cukup terjal. Jadi, untuk sementara ini hanya

bisa dilakukan pemantauan saja. “Kebakaran kemarin terjadi di lereng barat. Namun yang masih tertinggal kepulan asapnya saja. Tetapi kebakaran di perbatasan Kedampal apinya semakin meluas. Kita khawatir nantinya api akan terus merembet ke bawah. Sampai saat ini kita belum dapat memastikan berapa hektar lahan yang sudah terbakar. Semoga saja kebakaran tidak semakin membesar, sehingga lahan hutan yang terbakar tidak tambah meluas,” harapnya. (kmb41)

Busana Adat Bali Pelan-pelan akan Diluruskan Bahasa Bali Tak Boleh Kehilangan Identitas

Karangasem (Bali Post)Perkembangan busana adat Bali saat ini rupanya membawa kekhawatiran tersendiri. Pasalnya, hampir tidak ada perbedaan antara busana adat ke Pura dengan yang dipakai ke acara lain, seperti pesta. Padahal, busana adat ke Pura sebetulnya memiliki filosofi tersendiri. “Untuk busana adat ke Pura sudah mulai agak bergeser. Ke Pura itu kan kita sembahyang. Beda kalau kita ke pesta atau ke acara-acara yang lain. Ini perlu dibuatkan satu pakem,” ujar Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati usai meresmikan dimulainya penggunaan busana adat Bali dan bahasa Bali di Pura Pena-

taran Agung Besakih, Karangasem, Kamis (11/10). Pria yang akrab disapa Cok Ace ini mengajak seluruh masyarakat Bali untuk menjaga kelestarian busana adat dan bahasa Bali demi meneguhkan jati diri, karakter, dan budi pakerti. Fungsi busana adat dan bahasa Bali diupayakan selaras dalam kehidupan masyarakat. Bagaimana agar masyarakat mengenali nilai-nilai estetika, etika, dan spiritual yang terkandung dalam objek kebudayaan Bali tersebut, sehingga sejalan dengan arah pemajuan kebudayaan Bali dan Indonesia. “Juga untuk meningkatkan pemanfaatan produk dan

Bali Post/Rin

PERSEMBAHYANGAN BERSAMA - Peresmian dimulainya penggunaan busana adat dan bahasa Bali juga diisi dengan kegiatan persembahyangan bersama.

industri busana lokal Bali,” imbuhnya. Menurut Cok Ace, Pergub No.79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali itu masih akan memiliki turunan. Khususnya terkait teknis bagaimana busana adat ke Pura. Kendati tanpa sanksi, namun upaya ini dilakukan untuk mulai membiasakan masyarakat sehingga ada rasa kebanggaan terhadap busana adat yang dikenakannya. “Itu semua ada filosofinya. Udeng pun sekarang kita banyak lihat rancu, udeng mangku dipakai sama walaka dan sebagainya. Ini nanti kita luruskan pelan-pelan. Saya sendiri bingung ketika ke Pura, yang mana mangku, yang mana bukan, karena ada kekaburan berbusana,” jelasnya. Penggunaan Bahasa Bali Cok Ace menambahkan, hal yang sama juga terjadi dalam penggunaan bahasa Bali. Dalam hal ini, masyarakat Bali yang berkomunikasi dalam bahasa Bali semakin berkurang. Masyarakat cenderung mengabaikan sor singgih. Inilah yang kemudian mendasari terbitnya Pergub No.79 Tahun 2018 dan Pergub No.80 Tahun 2018 Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali, serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa. Pihaknya juga menyadari adanya kritik mengenai penulisan aksara Bali pada papan nama yang masih dikatakan salah. Sama seperti penggu-

naan busana adat dan bahasa Bali yang belum tepat. Hal ini pun perlu diperbaiki secara pelan-pelan agar ke depannya menjadi benar. Peresmian dimulainya penggunaan busana adat Bali yang dipimpin Cok Ace ditandai penyerahan destar kepada Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiarta serta tokoh masyarakat, Prof. Made Surada dan Prof. I Nengah Duija. Seluruh rangkaian acara menggunakan bahasa Bali. Hal itu menandai dimulainya pelaksanaan penggunaan bahasa Bali secara serentak di seluruh wilayah Pulau Dewata. Acara kemudian dilanjutkan persembahyangan bersama dipimpin sulinggih. Tarian sakral juga dipentaskan pada saat peresmian. Masingmasing tari rejang renteng dan tari Baris Kincang-kincung di awal acara, serta Tari Rejang Giri Kusuma yang menutup seluruh rangkaian peresmian. Selain wakil gubernur, tampak hadir Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra beserta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali, dan Ketua MUDP Bali Jero Suwena Putus Upadesa. Gubernur Bali Wayan Koster tak hadir lantaran menemani Presiden RI Joko Widodo di Nusa Dua terkait pertemuan tahunan IMF-World Bank. (kmb32)

Karangasem (Bali Post)DPRD Bali mengapresiasi positif penggunaan busana adat Bali dan bahasa Bali setiap hari Kamis, Purnama, Tilem, serta hari jadi provinsi dan kabupaten/kota. Bahasa Bali khususnya mesti lebih aktif dan dibiasakan lagi digunakan pada saat berkomunikasi sehari-hari. Sebelum nantinya menjadi kaku, dan lama-lama hilang. “Saya khawatir sebagai wakil rakyat, ke depannya kalau ini terus menerus tidak kita laksanakan, bahasa Bali dan busana Bali akan kehilangan identitasnya,” ujar Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, saat menghadiri peresmian dimulainya penggunaan busana adat Bali dan bahasa Bali di Pura Penataran Agung Besakih, Karangasem, Kamis (11/10). Bahasa pada intinya, kata Wiryatama memang harus dipergunakan untuk mempertahankan eksistensinya. Karena itu, penggunaan bahasa Bali perlu dibiasakan sejak kecil. Sor singgih bahasa Bali

juga tidak boleh diabaikan untuk menjaga taksu Bali itu sendiri. “Di sekolah wajib dihidupkan lagi dan dipergunakan. Dari yang lebih kecil mulai, lebih bagus,” imbuh Politisi PDI-P asal Tabanan ini. Bagi para pendatang, lanjut Wiryatama, memang tidak harus menguasai bahasa Bali. Namun sebagai salah satu sarana berkomunikasi di Bali, tentu mereka harus mengerti. Hal senada disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta. Jika memang ingin mebaosan dengan krama Bali, tidak ada salahnya bagi para pendatang belajar bahasa Bali. “Intinya, bahasa Bali ini kan sarana komunikasi. Sama dengan di Bali kalau ingin komunikasi dengan tamu (wisatawan, red), harus mengerti bahasa Inggris,” ujar Politisi PDI-P asal Gianyar ini. Begitu juga dengan busana adat. Pada momen tertentu, Parta mengaku tak masalah mengenakan busana adat dari daerah lain di Indonesia.

Jadi, tidak ada urusan dengan agama. “Di momen tertentu (pernah) saya pakai pakaian Sunda. Jadi, berpakaian Bali, berbahasa Bali itu urusan adat istiadat saja, tidak ada urusan dengan agama,” jelasnya. Ketua MUDP Bali Jero Gede Suwena Putus Upadesa mengatakan, bahasa dan aksara Bali merupakan kekayaan Pulau Seribu Pura. Sekaligus sarana untuk mengajeg-kan Bali. Peresmian di Pura Besakih itu sekaligus memohon restu agar bahasa Bali ke depan dapat terus digunakan oleh krama Bali. Berkaitan dengan busana adat Bali, pihaknya sepakat bila ke depan dibuatkan aturan berbusana ke Pura. “Sekarang bagaimana agar masyarakat Bali tahu tentang berbusana Bali yang menjadi ciri warga Bali yang beragama Hindu. Saat berada di Pura agar berbusana sesuai aturan, seperti memakai baju putih, destar putih, memakai selendang, seselet. Semua sesungguhnya ada maknanya,” ujarnya. (kmb32)

Parpol Tak Daftarkan Akun Medsos Bawaslu Tidak Bisa Menindak

Masa kampanye Pemilu 2019 telah dimulai akhir September lalu. Namun sejauh ini tidak ada partai politik (parpol) di Karangasem yang mendaftarkan akun media sosial (medsos) yang digunakan untuk kampanye atau sebatas mensosialisasikan keberadaan parpol maupun calegnya. Hal itu dibenarkan Ketua KPU Karangasem Putu Deasy Natalia, Kamis (11/10) kemarin. Lalu, bagaimana upaya menindak dan juga kampanye ada branding foto sang kandidat, nomor urut pada mobil caleg itu? MENGACU PKPU 23/2018 tentang Kampanye, masing-masing parpol, kata Putu Deasy Natalia memang wajib mendaftarkan akun medsosnya. Di mana setiap parpol maksimal mendaftarkan 10 akun untuk masing-masing medsos. Terkait peraturan itu, pihak KPU sudah berulang kali menyampaikan ke parpol. Namun sampai saat ini tetap tidak ada yang mendaftar. “Karena memang tidak punya akun atau bagaimana. Hal itu kami kurang tahu. Yang pasti tidak ada parpol daftarkan akunnya ke KPU,” ucapnya. Kampanye di medsos itu, kata Deasy Natalia sudah mulai ramai, khususnya di facebook. Mere k a menggunakan a k u n yang foto dan namanya

identik dengan sejumlah caleg di Karangasem. Atas kondisi itu, Deasy mengimbau supaya akun yang menggunakan nama caleg agar mendaftarkan akunnya melalui parpol. Bisa juga parpol yang membuat akun mendsos untuk memfasilitasi para caleg kampanye di medsos. “Caleg tidak bisa daftarkan medsos. Yang wajib mendaftarkan itu adalah parpolnya. Karena ketika parpol sudah mendaftarkan akunnya, maka Bawaslu lebih mudah melakukan pengawasan,” jelasnya. Dikonfirmasi terpisah, Ketua Bawaslu

Putu Deasy Natalia

Karangasem I Putu Gede Suastrawan mengakui tidak ada tembusan dari KPU Karangasem terkait pendaftaran akun medsos parpol itu. Pihaknya pun kesulitan melakukan pengawasan. Sama halnya dengan KPU, Suastrawan juga mencurigai banyak akun medsos mulai gencar kampanye menggunakan akun yang nama dan fotonya sama dengan caleg. “Kami tidak bisa menindak. Karena tidak tahu, apakah itu benar milik caleg bersangkutan atau ada orang lain sengaja menggunakan nama dan foto caleg itu. Berbeda ketika akun tersebut terdaftar secara resmi di KPU. Itu akan memudahkan pengawasan karena akunnya jelas, datanya tercatat di KPU,” tandasnya. Terkait cukup banyak mobil pribadi berisi branding foto caleg berikut nomor urut untuk mencoblos,

Suastrawan menegaskan, sesuai peraturan jika mobil berisi branding atau stiker caleg, hal itu diperbolehkan. Hanya saja yang diperbolehkan foto caleg saja. Tanpa berisi nomor urut pencoblosan. Apalagi imbauan untuk mencoblos. Untuk menertibkan mobil branding, pihaknya nanti akan bekerja sama dengan Satpol PP dan pihak kepolisian dalam hal ini Satlantas. “Kalau branding foto caleng saja di mobil pribadi sesuai aturan memang diperbolehkan. Tapi kala berisi nomor pencoblosan dan imbauan mencoblos. Nah hal itu yang tidak diperbolehkan. Kita akan bekerja sama dengan pihak kepolisan dan Satpol PP untuk menertibkan mobil pribadi yang berisi branding. Supaya tidak ada mobil di tempel branding seperti itu,” pintanya. (eka)

Bali Post/Rin

SERAHKAN DESTAR - Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati menyerahkan destar kepada tiga tokoh masyarakat sebagai tanda peresmian dimulainya penggunaan busana adat dan bahasa Bali secara serentak tingkat provinsi yang dipusatkan di Pura Besakih.


KLUNGKUNG

12

Jumat Kliwon, 12 Oktober 2018

”Karya Ngusaba” Pura Agung Kentel Gumi

Momentum Memohon ”Paneduh” Jagat

Bali Post/sos

NGAYAH - Suasana krama ngayah di Pura Agung Kentel Gumi, Kamis (11/10) kemarin berkaitan dengan Karya Ngusaba yang puncaknya 24 Oktober 2018.

Semarapura (Bali Post) Pura Agung Kentel Gumi menjadi salah satu Triguna Pura atau Kahyangan Tiga Bali. Kamis (11/10) kemarin, suasana di Pura yang berlokasi di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung ini nampak berbeda. Pada madya mandala, puluhan perempuan tengah duduk di bawah tetaring. Bersimpuh, tangannya nampak cekatan memotong janur. Ada pula yang mempersiapkan perlengkapan lain, seperti bunga. Mereka tengah mempersiap-

kan sarana untuk Karya Ngusaba Jagat yang puncaknya, 24 Oktober 2018. Kaum laki-laki juga tak ingin ketinggalan. Turut mempersiapkan berbagai perlengkapan. Meski situasinya demikian, umat Hindu yang ingin melakukan persembahyangan tetap diperkenankan. Suasana tetap khusyuk, bersenandung dengan alunan gamelan. Ketua Umum Panitia Karya Dewa Made Tirta mengatakan, persiapan upacara tahunan ini sudah berlangsung sejak 15 September lalu, diawali matur

piuning dan mendirikan tetaring. Setelah itu, hingga sebelum hari puncak masih ada sederet prosesi yang dilaksanakan, seperti melasti dan mapepada. “Prosesi ini dilaksanakan krama pangempon yang mendapat giliran. Puncaknya 24 Oktober. Saat itu akan ada beberapa upacara yang berlangsung sebelum ngaturang bhakti,” jelasnya. Seperti pura besar lainnya, pada karya ini diisi nyejer sebelas hari. Upacara akan berakhir pada 4 November. Sejalan dengan itu, diharapkan krama

Hindu, khususnya di Bali bisa menghaturkan bhakti, memohon keselamatan, baik untuk Bhuana Agung maupun Alit. “Kami berharap saat karya ini umat Hindu meluangkan waktu untuk tangkil,” katanya. Dijelaskan pula, pura ini sebagai stana Ida Reka Bhuana yang diyakini memberikan kesejukan dan keteduhan jagat. Dari hal itu, dengan situasi belakangan ini yang kurang bersahabat, sangat tepat jika dijadikan momentum untuk memohon keselamatan. (kmb45)

Resmikan Hari Penggunaan Busana Adat Bali

Bupati Suwirta Minta Tampil Sederhana dan Sopan DALAM rangka implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang hari Penggunaan Busana Adat Bali dan Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan peresmian di Pura Agung Kentel Gumi, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (11/10) kemarin. “Pelaksanaan program ini supaya dimanfaatkan untuk belajar meskipun busana, bahasa dan sastra sudah digunakan setiap hari. Namun pada hari ini kita pertegas pemakaiannya yang benar,” ujar Suwirta. Penggunaan bahasa dan busana Bali hanya akan dilaksanakan setiap Kamis, serta saat Purnama dan Tilem. Sedangkan hari lainnya seluruh pegawai menggunakan pakaian seperti biasanya. Khusus untuk busana, Suwirta menginstruksikan untuk

menampilkan sederhana dan tidak mengabaikan etika. “Setiap Kamis serta Purnama dan Tilem, untuk busana pria wajib mengenakan baju dan udeng putih dengan saput kuning. Sementara untuk busana wanita, diwajibkan mengenakan kebaya putih sederhana yang tidak transparan dan sopan. Ini dibuatkan keputusan bupati,” ucapnya. Untuk melestarikan bahasa, aksara, dan sastra Bali, dinyatakan pula kepada Majelis Alit Desa Pakraman untuk menyiapkan anggaran pembinaan. Dalam hal ini juga akan dilibatkan para Penyuluh Bahasa Bali yang ada di setiap desa. “Selama ini penyuluh lebih banyak bergerak dalam dunia pendidikan. Tentu dengan adanya Pergub, diharapkan perannya bisa semakin luas,” ungkapnya. Terkait dengan masih adanya kesalahan penulisan aksara Bali pada papan nama kantor instansi pemerintah, bupati

tiga anak ini tidak menampik. “Untuk sekarang jangan dilihat dulu kesalahannya. Tetapi yang terpenting memiliki kemauan yang kuat untuk memulai program ini. Tercatat sudah seluruh kantor instansi pemerintah di kabupaten klungkung sudah memasang papan nama baru yang dilengkapi dengan aksara Bali,” tegasnya. Acara peresmian diawali sembahyang bersama di Pura Agung Kentel Gumi, dilanjutkan dengan pementasan tari Rejang Renteng serta penyerahan destar/udeng dan selendang oleh Bupati Suwirta kepada sejumlah kepala perangkat daerah. Turut hadir dalam acara tersebut Ny. Ayu Suwirta dan Ny. Sri Kasta, Sekda Klungkung Gede Putu Winastra, Forkompinda, Forum Pimpinan Kecamatan Banjarangkan, Kepala OPD, MMDP Kabupaten Klungkung, Majelis Alit Desa Pakraman dan Pengurus Forum Perbekel Kabupaten Klungkung. (ad496)

Bali Post/sos

NUSA PENIDA - Kunjungan wisatawan ke Nusa Penida tak pernah berhenti. Hal ini menjadi salah satu penyumbang PAD Klungkung.

Sektor Pariwisata Ditarget Jadi Penyumbang PAD Tertinggi

Semarapura (Bali Post) Pariwisata di Kabupaten Klungkung, khususnya kepulauan Nusa Penida belakangan ini berkembang pesat. Kunjungan wisatawan tak pernah berhenti, baik domestik maupun mancanegara. Sektor ini menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah. Namun masih dikalahkan oleh pendapatan RSUD Klungkung sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Berdasarkan data yang dihimpun di Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Klungkung, pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Induk 2018, pendapatan dari sektor pariwisata, dalam hal ini pajak hotel, restoran, dan retribusi tempat rekreasi sekitar Rp 20,4 miliar. Sementara untuk pendapatan RSUD Klungkung ditarget Rp 55 miliar. Menjadi yang tertinggi jika dibandingkan dengan sektor lain. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta pun mengakui

perbedaan tersebut. Namun, ia menargetkan beberapa tahun ke depan sektor pariwisata menjadi penyumbang pendapatan paling tinggi. “Ke depan memang kita targetkan dalam menaikkan PAD itu ada di pariwisata. Bukan di rumah sakit,” sebutnya, Kamis (11/10) kemarin.. Untuk mewujudkan itu, mantan Manager Koperasi Pasar Srinadi ini menyatakan sudah mempersiapkan strategi, yakni dengan memperbaiki sistem dan manajemen pengelolaan. Data kunjungan wisatawan harus valid, demikian juga dengan

infrastruktur juga memadai. “Pariwisata ini masih sangat bisa dikembangkan. Makanya sekarang bagaimana menciptakan sistem yang baik, sehingga perlu membangun pelabuhan segi tiga emas dan badan pengelola,” ungkapnya. Khusus untuk pembangunan pelabuhan, berlokasi di Desa Pesinggahan Kecamatan Dawan dan Banjar Sampalan, Desa Batu Nunggul, Nusa Penida dengan luas masing-masing 50 are serta di Bias Munjul, Desa Lembongan, Nusa Penida dengan luas lahan 52 are. Dari itu,

baru di Sampalan yang finalisasi DED. Sementara untuk lainnya baru akan memulai penyusunan DED. Untuk merealisasikan ketiganya, memerlukan anggaran sekitar Rp 155 miliar. Bagi pemkab, itu tergolong fantastis dan sulit terpenuhi dengan APBD. Oleh sebab itu, sangat diharapkan adanya suntikan dana dari pemerintah pusat. “Ini sudah diusulkan, termasuk juga langsung ke Presiden,” imbuh Suwirta. Sementara itu, untuk badan pengelola, Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta mengatakan masih digodok di bagian hukum. “Masih dikaji tim produk hukum. Nanti kalau sudah selesai, saya kabari,” katanya. Demikian juga halnya dengan badan pengelola khusus city tour. (kmb45)

Musim Kemarau

Picu Penurunan Debit Air Irigasi Bali Post/ist

SIMBOLIS - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Kamis (11/10) kemarin secara simbolis menyerahkan selendang di Wantiilan Pura Kentel Gumi, Banjarangkan sebagai bentuk implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali.

Laporan Keuangan 2017

Opini WTP, Pemkab Sabet Penghargaan dari Menkeu TRANSPARANSI pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Klungkung kembali memperoleh penghargaan dari Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati. Penghargaan ini merupakan yang ketiga kali diraih atas keberhasilan menyusun dan menyajikan laporan keuangan dengan capaian standar tertinggi tahun 2017 dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyatakan, perolehan penghargaan ini tidak terlepas dari kerja keras dan koordinasi semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Terima kasih

kepada semua OPD Pemkab Klungkung, ini merupakan hasil kerja sebuah tim,” ujarnya usai menerima penghargaan yang diserahkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pembendaharaan Provinsi Bali, Dedi Sopandi, Kamis (11/10) kemarin. Menurut Bupati asal Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida ini, penghargaan bukanlah sebuah tujuan utama. Tetapi capaian ini akan menjadi cemeti untuk tetap bekerja profesional sesuai peraturan yang berlaku. Selain itu, terkait akrual (metode akuntansi) untuk pengelolaan keuangan di Kabupaten Klungkung akan tetap beru-

saha untuk ditingkatkan. “Ke depan harapan kami WTP ini jangan sampai ada catatan,” harapnya. Sementara itu, Dedi Sopandi menyampaikan penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah yang memperoleh opini WTP dari BPK RI terkait laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2017. Diharapkan prestasi ini bisa dipertahankan dan hal-hal yang masih menjadi catatan dapat diperbaiki dan kualitasnya meningkat. “Saya ucapkan selamat atas capaian ini dan ke depan bisa dipertahankan predikat ini bila perlu ditingkatkan,” ujarnya. (ad497)

Bali Post/ist

PENGHARGAAN - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memperlihatkan penghargaan yang diterima Kemenkeu RI atas keberhasilan menyusun dan menyajikan laporan keuangan dengan capaian standar tertinggi tahun 2017 dengan opini WTP dari BPK RI. Penghargaan itu diserahkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pembendaharaan Provinsi Bali Dedi Sopandi (tiga dari kanan), Kamis (11/10) kemarin.

Semarapura (Bali Post) Musim kemarau yang semakin parah di Kabupaten Klungkung tak hanya berpotensi memicu kebakaran lahan di kawasan Nusa Penida. Namun juga menyebabkan debit air irigasi yang “menghidupi” ribuan hektar sawah turun. Kondisi itu diakui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PU-PRKP) Klungkung I Made Jati Laksana, Kamis (11/10) kemarin. Sesuai data, ada 19 saluran

irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Hampir seluruhnya mengalami penurunan debit air kisaran 5 sampai 10 cm. “Itu terlihat pada pengukuran air yang ada di bendung,” sebutnya. Namun demikian, kondisi tersebut belum memicu kekeringan. Subak sudah mengatasinya dengan pembagian air ke lahan persawahan sesuai kebutuhan. “Sampai saat ini klian subak yang diajak komunikasi masih berusaha membagi air sebaik mungkin dengan petani,” katanya.

Bali Post/sos

SAWAH - Salah satu petani yang mengerjakan lahan persawahan di Kabupaten Klungkung. Memasuki musim kemarau, debit air pada saluran irigasi menurun.

Disampaikan lebih lanjut, saluran irigasi yang mengairi 2.306 hektar sawah belum sepenuhnya mantap. Dicontohkan, kerusakan terjadi di Tempek Jumpung, Subak Kacangdawa, Desa Kamasan. Selain itu ada pula di Subak Toya Cau, Desa Tojan. “Memang ada kebocoran sedikit,” sebutnya. Pemkab, sambungnya sudah melakukan perbaikan. Hanya saja belum mampu menyentuh secara keseluruhan. Tahun ini misalnya, baru tiga daerah irigasi. Itu pun lebih banyak mengandalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikucur-

kan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR). Sementara untuk 2019, telah diusulkan permohonan anggaran untuk enam daerah irigasi. “Anggaran terbatas. Jadi belum bisa memperbaiki seluruhnya. Kami berharap usulan pemohonan anggaran direspons,” kata pejabat asal Desa Kamasan, Klungkung ini. Sejauh ini, katanya tidak ada keluhan berarti yang disampaikan petani. “Memang rusak, tapi air tetap bisa mengalir. Jadinya petani tidak mengeluh,” imbuhnya. (kmb45)


Jumat Kliwon, 12 Oktober 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Karyawan/ti, lulusan SD,SMP SMA,Adm,Sopir.SMS:081999251555 B.BP.001.10.18.0000438

*Segera Bth Waiter Pria&Wanita Pglmn/Tdk,Min.SMU,081999670006

B.BP.001.10.18.0000488

Admin Wanita Min SMA/SMK,Area Gianyar.Lam:Bali Asri Jl.Raya Silakarang Sngpdu.087862722817

B.BP.001.10.18.0000435

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto Pasti Brangkat Line WA.081375409869&087754689692

B.BP.004.10.18.0000320

Dcr Sales Pnglaman Bhs Cina Gj 5Jt Krj 6Jam Kuta 081916378855

B.BP.001.10.18.0000359

Dcr Sgr Tng Garden u/di Hotel Hub:Diponegoro 51 Dps T:228872

B.BP.001.10.18.0000469

Dicr Tng Helper Bs Nyopir u/di Perush.Gen Z Hub:08124601000

Dcr Waiter/ss &Kitchen u/Santa Fe Rest Jl.Camplung Tanduk 11 Hub.731147 WA.081999418286

Kami Prshn Kontraktor yg sdng Brkmbng Mmbthkn QS,Spv & Admin untk Pryk Hotel di Bali, Min Pnglmn2Thn.H:085400434106(WA)

B.BP.001.10.18.0000471

B.BP.154.10.18.0000487

Dicari Karyawan Serabutan yg ngrti Listrik & Bangunan Hub.0361 723630

B.BP.004.10.18.0000490

Di cari Sopir Pariwisata Hub : 085100454671

Cr Hairstylist utk org asing bs mengerti English 5th exp & Therapist 2th exp bs manipedi 08123972084/081238438863Sanur

Dicari Driver SIM A, punya Motor Sendiri 089668043266

B.BP.001.10.18.0000472

Dbth Tng Produksi u/Percetakan Laki2 Hub:Diponegoro 51.228872

B.BP.001.10.18.0000470

Dcr Karyawati utk di Ubud,Gaji MenarikPengalamn,083144478960

B.BP.001.10.18.0000360

Dcr Mekanik +Srbt SpdMtr Resmi TamanAgungDalung081236700700

B.BP.001.10.18.0000475

Dcr QS Min.S1 Tehnik Sipil utk Kontraktor.081805585472/Kirim CV ke:hakersenbali@yahoo.co.id

B.BP.001.10.18.0000400

Free

B.BP.004.10.18.0000483

B.BP.004.10.18.0000484

Dicari Marketing/Administrasi Pria/Wanita Penampilan Menarik Hub:(0361)262167, 4747562 Tatia

B.BP.001.10.18.0000461

Dicari Sopir Pariwisata Hub.081999040400 B.BP.154.10.18.0000485

Dicari Tkg Sablon Kertas Pengalaman utk Percetakan WA/SMS. 081916258197

G.03

Kami prshn kontraktor yg sdng Brkmbng mmbthkan QS & Spv untk pryk Hotel di Bali min pnglamn 2 thn. Hub:085100434106(WA)

G.01

B.BP.001.10.18.0000368

Dcr SMK Teknik Elektro, Diploma Teknik untuk bekerja sebagai tenaga Produksi, kameramen, Transmiter. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63 A Denpasar

Looking for Magister Manajemen (S2/S3)graduate to work for international company in Bali Must read,write and spoke fluent English. Send CV and copies of university diploma to: bluediamondklub@gmail.com

G.02

Ayo kerja tidak tamat sekolah: sebagai Waiter, Tukang Masak, CS, dibidang kuliner. Lamaran ke Warung 63 Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar Hub:0818621818

B.BP.004.10.18.0000202

T.Admin Wnt Bs Compt&B.Krm,SIM C,Max25Th.08179710550/4714126

B.BP.001.10.18.0000426

G.04

Tng Srabutan Sbyk2nya Dpt Mes, Bns Gj 80-150/Hr. 081237899111

G.05

SPA

B.BP.001.10.18.0000486

Innova Diesel MT’12 +’10 AT As. DK Terawat H:081236009045/Krdt B.BP.001.10.18.0000476

DIJUAL RUMAH Djl Cpt Rmh Tipe 70/103M2 Jln. Rajawali Pesona Village,Tbnan Hub:082236611276/082146184448 B.BP.001.10.18.0000190

DIJUAL TANAH BUC 1,5are Perum Bhayangkara BadungSHMpemilik,081338593219 B.BP.001.09.18.0000492

Dijual Tnh Kav Lovina Bllng DP 10% Bunga Krd 0.9% perbln Hub:082236881191/081805374433 B.BP.004.09.18.0001000

Sanur Tnh Kav 2 Lok Jln Sedap Malam&Kutat Lestari Cck u/vila /Rmh.082144836241/08123922938 B.BP.001.10.18.0000468

Tanah Kvl Di Mengwi 130Jt/A & 40Jt/A, Bs Kredit, 087862450004 B.BP.001.10.18.0000434

PROPERTY *Ruko 2,1Are Lt2 Bangunan Baru di Gatsu Timur 081807779807***

B.BP.001.10.18.0000458

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

B.BP.001.09.18.0001419

Dijual Database Pilihan untuk Beriklan Lewat WhatsApp Harga 2Jt Hub.082244904490

B.BP.031.10.18.0000478

BIRO JASA Bantu Murah Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

B.BP.001.10.18.0000121

PENGUMUMAN

B.BP.001.10.18.0000491

B.BP.166.10.18.0000493

B.BP.001.10.18.0000462

DIJUAL RUMAH

SERVICE

DIJUAL RUMAH

SERVICE

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

RUPA-RUPA

PENGUMUMAN

Szk Splas Th2010 Hitam,SptBaru H94JtNg H081238169620 Istimewa

Money Back Guarantee �

TOYOTA

Fortuner’17 Diesel VRZ/AT Ist Putih,KM9Rb,Tangan 1,Full Ori Velg Racing,TP,H.081338251999

Terima Kos-kosan fasilitas komplit Jl.Bikini V No.18B Marlboro-Teuku Umar Barat Dps, Hub.081238356815/081907694848

SUZUKI

Shankara Kuta lowongan Waiter,Barista Kuta Square Blok D33 Hub: 0818621818

G.07

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dg ini Sy Nurana H,29Th,Singrj Mytkn Pmntaan Maaf Kpd PT.Arta Sedana Retailindo Ats Pncurian tgl. 7/10/18 di Hardys Seririt Dmkn prmhon maaf inisy smpaikn

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.10.18.0000430

B.BP.001.10.18.0000371

Bekerja sebagai Presenter, Jurnalis, Produser program Bali TV ayo bergabung ikuti pelatihan kerja dan magang kerja tamatan Diploma sampai Sarjana berbagai jurusan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa No. 63 A Denpasar

Dcr Tenaga Min. SMP mau belajar berkerja keras dan jujur untuk menjadi tenaga handal, Cleaning Service, Tehnik AC, Operator Air kemasan,Satpam, Tukang kebun Hydroponik , ikuti pelatihan sambil bekerja ikuti working space Bali Coffee Jl.Veteran 66 Denpasar sebelah Pasar BurungSatriaHub:0818621818

B.BP.004.10.18.0000413

Dicari Tng Cuci Mobil,Dpt Mes UM,%.PriaHb:081805514000(SMS)

DIJUAL MOBIL

n

Desig

G.06

B.BP.001.10.18.0000477

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

B.BP.004.10.18.0000482

Shankara Sanur lowongan Waiter,Barista Jl.Danau Toba 7 Sanur Hub: 0818621818

B.BP.004.10.18.0000463

Dcr Sopir,Serabutan Jln.Sekar Tunjung 12B Telp:081236642706 085738794057

Bakery di PH Tiara Dewata Bth Prod L/P Max35.085101979497

B.BP.001.10.18.0000382

Dicari: Marketing,Cewek, Usia 19-25th, Pengalaman min 1th, Kirim CV: Jl.Danau Buyan 5 B Sanur. 0361-288223 Email : info@goddesbakery.com

Informasi pasang iklan Telepon

KOST


BANGLI

14

Jumat Kliwon, 12 Oktober 2018

Wabup Sedana Arta Resmikan Penggunaan Busana Adat dan Bahasa Bali

KJA - KJA di Danau Batur

Bali Post/ina

Gelombang Tinggi

Petani Ikan Batasi Aktivitas di Danau Batur

Bangli (Bali Post) -

Petani ikan di Danau Batur, Kintamani, sejak beberapa hari terakhir kesulitan beraktivitas di keramba jaring apung (KJA). Hal itu disebabkan kondisi gelombang di Danau Batur yang tidak bersahabat. Kencangnya angin disertai tingginya gelombang di danau yang mencapai 1 meter, memaksa petani mengurangi pemberian pakan untuk ikan-ikan di KJA. Salah seorang petani ikan di Danau Batur Made Antara mengungkapkan, angin kencang disertai gelombang tinggi di Danau Batur sudah terjadi sejak hampir dua pekan terakhir. Akibatnya, petani ikan mengurangi pemberian pakan. ‘’Kalau normal, porsi pakan yang kita beri untuk ikan di KJA dua kali sehari.

Sekarang, terpaksa satu kali sehari,’’ ungkapnya, Kamis (11/10) kemarin. Selain khawatir dengan keselamatan diri, tujuan petani mengurangi pemberian pakan di KJA juga untuk menghindari kerugian. Menurut pria asal Desa Buahan ini, pemberian pakan di tengah kondisi air danau yang bergelombang, akan

menyebabkan petani merugi karena banyak pakan terbuang percuma terbawa gelombang ke luar KJA. ‘’Sekian persen pakan yang kita berikan di KJA pasti ke luar dan terbuang banyak karena gelombang besar. Apalagi itu pakan apung. Jadi kalau dihitung-hitung, rugi ngasi pakan,’’ ujarnya.

Meski pengurangan pakan dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan di KJA, namun Antara mengaku, pengaruhnya tidak signifikan. Terlebih kondisi ini diprediksi tidak akan berlangsung lama. Sebagaimana pengalaman sebelumnya, biasanya gelombang tinggi hanya berlangsung selama satu hingga dua pekan. ‘’Setiap tahun memang rutin seperti ini. Biasanya gelombang tinggi terjadi setiap sasih kaulu, sasih karo dan sasih kapat atau kalima,’’ katanya. (kmb40)

PENGGUNAAN busana adat dan Bahasa Bali setiap Kamis di seluruh instansi pemerintahan dan sekolah di Kabupaten Bangli, resmi dimulai, Kamis (11/10) kemarin. Peresmian dilakukan Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta di Pura Kehen, dihadiri Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra, Forkompinda, Ketua PHDI, perwakilan Kantor Departemen Kementerian Agama, pimpinan OPD serta ASN di lingkungan Pemkab Bangli. Penggunaan busana adat dan bahasa Bali setiap Kamis ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga keluhuran dan kelestarian budaya adat Bali khususnya di Kabupaten Bangli. Wabup Sedana Arta dalam sambutannya menyampaikan, dimulainya penggunaan busana adat dan Bahasa Bali sejak kemarin merupakan tindak lanjut Pemkab Bangli atas terbitnya Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 dan Nomor 80 Tahun 2018 tentang penggunaan pakaian adat Bali dan bahasa Bali termasuk aksara Bali untuk instansi pemerintahan dan sekolah.

lah anjing liar yang berhasil dieliminasi sebanyak 24 ekor. Dia menjelaskan, eliminasi ini dilakukan untuk mencegah rabies. Selain eliminasi, pihaknya sudah melakukan vaksinasi anjing di Kelurahan Kubu. Di samping mencegah rabies, eliminasi anjing liar ini dalam rangka menjaga keamanan menjelang kunjungan para delegasi IMF ke objek wisata Penglipuran. Sebagaimana hasil pemantauannya selama ini, di Kelurahan Kubu cukup banyak ditemukan anjing liar. Pihaknya tidak ingin anjing liar sampai mengganggu atau membahayakan para delegasi. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ada dua destinasi wisata di Bangli yang rencananya dikunjungi delegasi IMF-WB, yakni Penglipuran dan Restoran Lake View di Kintamani. Rencananya, jumlah delegasi yang akan berkunjung sekitar 200 orang. (kmb40)

Anak Sapi di Belancan Mati Misterius

Data Penduduk Usia 23 Tahun ke Atas akan Diblokir Bangli (Bali Post) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangli mengimbau seluruh penduduk yang telah berusia di atas 23 tahun, tetapi belum memiliki E-KTP agar segera melakukan perekaman sebelum akhir tahun ini. Jika tidak, data kependudukan yang bersangkutan akan diblokir atau dinonaktifkan. Kepala Disdukcapil Kabupaten Bangli Nyoman Sumantra, Kamis (11/10) kemarin, mengatakan, sanksi pemblokiran data kependudukan itu dikeluarkan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri. ‘’Kenapa usia di atas 23 tahun? Usia wajib KTP kan 17 tahun. Pemerintah sudah memberikan waktu kepada penduduk tersebut untuk membuat E-KTP selama lima tahun. Kalau tidak juga melakukan perekaman sampai akhir tahun ini, pemerintah akan memberikan sanksi berupa pemblokiran data,’’ terangnya. Dengan diblokirnya data kependudukan tersebut, nantinya warga yang ber-

Bali Post/ina

BANGKAI SAPI - Petugas kepolisian bersama warga mengecek kondisi bangkai sapi di Desa Belancan.

Belum Perekaman E-KTP Hingga Akhir 2018

sangkutan tidak akan bisa berurusan dengan hal yang menyangkut administrasi kependudukan. ‘’Misalnya, mau berurusan dengan bank yang ada kaitanya dengan data kependudukan, tidak bisa. Karena data kependudukannya sudah diblokir,’’ terangnya. Lanjut dikatakan Sumantra, data kependudukan yang bersangkutan nantinya akan diaktifkan kembali oleh pemerintah apabila sudah datang ke kantor pelayanan Disdukcapil untuk melakukan perekaman E-KTP. Terkait adanya kebijakan pemblokiran itu, Disdukcapil juga diminta mempersiapkan pelayanan di daerah masing-masing. Saat ini untuk menuntaskan perekaman E-KTP, Disdukcapil Bangli gencar melakukan pelayanan jemput bola ke desa-desa. Disdukcapil sejak beberapa bulan terakhir juga menambah waktu pelayanan. Tak hanya Senin sampai Jumat, saat ini pelayananan Disdukcapil juga dibuka pada Sabtu, Minggu dan hari libur. (kmb40)

Bali untuk tetap menjaga dan melestarikan seni budaya Bali untuk ajeg Bali,’’ kata Sedana Arta. Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra menambahkan dimulainya penggunaan busana adat dan bahasa Bali merupakan upaya pemerintah untuk memberikan pemahaman bagaimana pentingnya pelestarian adat dan bahasa Bali di masyarakat. Dia mengimbau agar dalam berbusana adat tetap memperhatikan tata cara berbusana yang baik dan benar, sesuai dengan etika dan kesopanan yang mencerminkan karakter budaya Bali. Demikian juga dalam penggunaan Bahasa Bali, harus diperhatikan tata bahasa yang pantas. Sementara itu, Ketua PHDI Bangli I Nyoman Sukra menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Gubernur Bali karena telah mengeluarkan kebijakan mengenai penggunaan busana adat dan bahasa Bali setiap hari Kamis. Menurutnya, ini sangat baik untuk menjaga agar budaya adat Bali bisa ajeg dan lestari. (ad503)

PERESMIAN - Suasana peresmian penggunaan busana adat dan bahasa Bali setiap hari Kamis di Kabupaten Bangli.

Dinas PKP Eliminasi Anjing Liar di Kubu Bangli (Bali Post) – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli melakukan eliminasi anjing liar di kawasan Kelurahan Kubu termasuk di kawasan Desa Tradisional Penglipuran. Kegiatan ini serangkaian persiapan menyambut kunjungan rombongan delegasi IMF-WB ke objek wisata Penglipuran yang dijadwalkan pada Sabtu (13/10) besok. Kepala Dinas PKP Bangli I Wayan Sukartana, Kamis (11/10) kemarin, mengatakan, sebelum eliminasi dilakukan, pihaknya telah mengadakan sosialisasi ke warga melalui kelian dinas, b e nd esa , p eca la ng sert a Bhabinkamtibmas atau Bimas setempat. Dalam sosialisasi itu, warga diminta mengikat atau mengandangkan anjing peliharaannya. Pada eliminasi kemarin, pihaknya menurunkan beberapa petugas. Para petugas juga didampingi pecalang, Bimas serta tokoh masyarakat setempat. Jum-

Dikatakan Sedana Arta, penggunaan busana adat Bali sudah menjadi hal yang umum bagi masyarakat Bali. Terdapat perbedaan dalam tata cara pemakaian busana adat Bali saat akan melaksanakan kegiatan dinas dengan saat kegiatan adat dan persembahyangan. Terkait peresmian dimulainya penggunaan busana adat dan bahasa Bali setiap hari Kamis, jelas Sedana Arta, kegiatan ini bertujuan menjaga keluhuran busana adat Bali dan bahasa bali di dalam kehidupan sehari hari. Tujuan lainnya, memberikan pemahaman kepada masyarakat dan generasi penerus tentang budaya adat Bali yang harus dilestarikan karena merupakan buah karya dan warisan leluhur masyarakat Bali. ‘’Yang lebih penting adalah bagaimana meningkatkan rasa cinta dan bangga dalam menggunakan bahasa Bali dan pakaian adat Bali. Semoga dengan diresmikannya penggunaan bahasa Bali dan pakaian adat Bali, Ida Batara atau Tuhan Yang Maha Esa memberi kekuatan bagi kita masyarakat

Bangli (Bali Post) – Kasus kematian anak sapi secara misterius dengan kondisi organ dalam hilang terus terjadi di Kintamani. Jika sebelumnya kejadian ini menimpa anak sapi milik peternak di Desa Langgahan, pada Kamis (11/10) kemarin, kejadian serupa terjadi di Desa Belancan. Seekor anak sapi milik warga setempat ditemukan mati dengan usus tercecer serta terdapat banyak luka bekas gigitan dan cakaran di beberapa bagian tubuh. Kapolsek Kintamani Kompol Putu Gunawan mengatakan, hal ini merupakan kejadian pertama di Desa Belancan. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh pemilik ternak I Nyoman Sudirta sekitar pukul 07.00 wita. Saat itu, Sudirta datang ke kandang sapi untuk memberi pakan. Namun, dia kaget karena melihat anak sapinya hilang. Setelah dicari, dia menemukan anak sapinya sudah mati sekitar 10 meter dari kandang induknya. Setelah diperiksa, terdapat beberapa luka bekas gigitan dan cakaran pada leher, paha dan kaki belakang. Tak hanya itu, beberapa organ dalamnya juga hilang. Ciriciri ini hampir sama dengan ciri kematian anak sapi di Desa Lang-

gahan. ‘’Hanya saja, anak sapi yang mati di Belancan ini, ususnya tidak habis. Ususnya ditemukan tercecer di dekat lokasi,’’ terangnya. Kompol Gunawan menyampaikan, berdasarkan ciri yang ditemukan pada bangkai anak sapi tersebut, pihaknya masih menduga ini merupakan ulah binatang buas. Binatang buas yang memangsa anak sapi warga di Belancan ini tidak sempat menghabiskan seluruh isi jeroannya, karena terusik oleh kedatangan manusia. ‘’Atau kemungkinan juga karena indukannya yang ribut mengetahui anaknya dibantai, sehingga pemangsanya kabur sehingga tidak sempat menghabiskan usus anak sapi tersebut,’’ ujarnya. Dia juga memprediksi binatang buas yang memangsa anak sapi di Belancan ini sejenis dengan yang di Langgahan. Kemungkinan binatang tersebut pindah ke Belancan karena merasa terganggu dengan aktivitas ronda dan perburuan yang belakangan ini dilakukan warga Langgahan. Kini dengan bertambahnya kasus kematian anak sapi misterius, pihaknya mengimbau peternak di Belancan meningkatkan kewaspadaan. Ternak harus dijaga dan diawasi dengan baik. (kmb40)


15

Jumat Kliwon, 12 Oktober 2018

’’ Green Investments’’ Kurang Beragam Mangupura (Bali Post) Proyek green infrastructure perlu lebih dipasarkan dengan imbal hasil yang bersaing dan risiko yang bisa diminimalkan. Ini diperlukan untuk dapat memikat para investor swasta. Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam sambutan di acara Seminar Japan Bank of International Cooperation (JBIC), Kamis (11/10) kemarin. Pasar potensial untuk proyek green investments masih sangat kecil dan kurang beragam. Green infrastructure juga membutuhkan investasi di depan, dan baru memberikan hasil dalam jangka panjang, kemudian juga kerap berisiko

terkait ketidakpastian regulasi, ekonomi dan perkembangan teknologi. Green infrastructure adalah proyek infrastruktur yang pada tahap perencanaan dan pembangunannya memerhatikan aspek konsep penataan ruang yang men-

gaplikasikan infrastruktur ramah lingkungan. “Pemerintah harus melakukan intervensi agar green financing dan green infrastructure dapat terus berkembang. Kita perlu mengoreksi pasar bebas yang cenderung tidak memperhitungkan dampak proyek yang tidak ramah lingkungan,” jelas Menkeu. Acara seminar JBIC ini juga menghadirkan pembicara dari Menteri PPN/ Kepala Bappneas Bambang Brodjonegoro, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ma-

safumi Ishii, Gubernur JBIC Tadashi Maeda, dan 200 peserta dari ADB, Astra Infra, OPIC dan perusahaanperusahaan jepang. Sri Mulyani memaparkan juga, bahwa JBIC telah menjadi salah satu mitra strategis Indonesia dan selama ini memberikan bantuan teknis dalam bidang pembiayaan infrastruktur. JBIC telah berkontribusi dalam pembiayaan proyek infrastruktur di Indonesia untuk mendukung konstruksi pembangkit energi, rel kereta dan jalan tol. (kmb42)

Gempa Lagi di Palu Palu (Bali Post) – Kota Palu, Sulawesi Tengah kembali diguncang gempa pada Kamis malam. Belum diketahui kekuatan dan pusat gempa, tetapi dirasakan warga cukup keras membuat warga yang baru saja mau beristirahat tidur di rumah maupun tenda-tenda pengungsi berhamburan. Warga tampak masih trauma berat dengan gempa pertama berkekuatan 7,4 SR yang juga diikuti tsunami yang terjadi pada 28 September 2018 lalu. Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah selama 14 hari, terhitung mulai 13 sampai dengan 26 Oktober 2018. “Setelah mendengarkan dan memerhatikan

secara saksama seluruh masukan dan saran-saran kementerian, lembaga terkait, bupati dan Wali Kota Palu serta rekomendasi teknis dari Sekretaris Utama BNPB, saya menetapkan perpanjangan masa tanggap darurat selama 14 hari,” katanya usai rapat lengkap komando satuan tugas gabungan-paduan penanganan bencana alam Sulteng di Kantor Gubernur Sulteng di Palu, Kamis kemarin. Dalam rapat yang dipimpin Panglima Kosatgasgabpad Mayjen TNI Tri Suhandono itu, pihak Kementerian PUPR melaporkan bahwa pemulihan bidang infrastruktur masih terus dilaksanakan, termasuk melakukan kajian-kajian terhadap rencana permukiman hunian sementara dan hunian tetap. Kementerian PUPR ses-

uai arahan menteri masih memberikan waktu dua minggu untuk melakukan pembersihan dan pembangunan infrastruktur lainnya sehingga masih dibutuhkan perpanjangan masa tanggap darurat. Kementerian Sosial menyampaikan bahwa melihat kondisi pengungsi yang saat ini masih membutuhkan penanganan yang sangat kompleks, termasuk pe menuhan kebutuhan dasar mereka, maka masih dibutuhkan perpanjangan masa tanggap darurat. Bupati Sigi Irwan Lapata mengatakan bahwa kondisi masyarakat yang terdampak gempa di wilayah Sigi, seperti penanganan pengungsi, distribusi bantuan logistik, pembukaan jalan ke tempat yang masih terisolasi yang masih cukup berat, maka diharapkan Gubernur mem-

Produk Mahal

PEDULI palu Gempa dan tsunami telah mengguncang Palu, Donggala dan kabupaten lain di Sulawesi Tengah. Banyak korban luka-luka. Mereka memerlukan uluran tangan. Bali Post dan Bali TV menerima titipan sumbangan untuk saudarasaudara kita di daerah itu. Titipan bisa langsung dibawa ke Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer malalui DOMPET SIMPATI ANDA BALI POST BCA CABANG DENPASAR NO: 040-3555000. Gerakan Koperasi Provinsi Bali Alumni SMPN 1 Dps /SLS th 1970 SMA SLUA Saraswati 1 Denpasar SD Negeri 20 Dangin Puri, Denpasar Dewa Gede Putra Cahyadi

Rp Rp Rp Rp Rp

14.000.000 7.850.000 2.477.200 1.018.500 200.000

Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp Rp Rp

25.545.700 295.856.448 321.402.148

Harga ini bagi delegasi yang notabene Menteri Keuangan, Gubernur Bank Sentral, Perdana Menteri, Wakil Perdana Menteri sangat murah. Apalagi dengan kurs dolar yang saat ini menguat. Mereka jarang mengatakan produknya mahal ataupun ingin mendapatkan diskon. Sementara itu, di Indonesia Pavilion juga ada 150 UMKM dari 64 kabupaten/kota. Di sini ada UMKM dari Bali yang berpameran yaitu Bee Handicraft dan seniman barong dari Singapadu. Seniman topeng asal Batubulan Cok Raka Bawa mengaku tidak ada perusahaan yang dimiliki. Ia hanya membuat barong dan topeng dengan kelompok seniman lainnya dari Singapadu. Ia berharap dengan ikut IMF-WB, seniman Bali akan lebih dikenal, budaya Bali dikenal. “Harapan kita pemerintah memerhatikan seniman– seniman Bali dan Indonesia umumnya,” ujarnya. (kmb42)

Garasi Warga

Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Provinsi Bali dan Gerakan Koperasi Provinsi Bali menyerahkan sumbangan untuk korban gempa dan tsunami di Palu berupa uang tunai Rp 14.000.000. Sumbangan diserahkan pimpinan Dekopinwil Bali yaitu : Ketua Dr. Dewa Nyoman Badra, Wakil Ketua Kt Tiwi Effendhi, Sekretaris Wayan Asta, serta Pengurus Wayan Suryana dan Wayan Harta Hardana di Bali Post, Kamis (11/10) kemarin.

Selain Jembrana dan Sumenep, gempa juga menimbulkan kerusakan di Banyuwangi. Sebuah garasi rumah milik warga ambruk. Menimpa mobil dan motor. Gempa juga sempat membuat panik tamu hotel. Garasi mobil milik Sugeng (55), warga Dusun Krajan, Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, ambruk. Mobil Honda Civic dan motor miliknya rusak, tertimpa atap. “Kejadiannya sangat cepat. Untungnya, saya lari keluar rumah tidak lewat garasi. Jadi, selamat dari reruntuhan,” kata Sugeng. (olo/udi/ant)

perpanjang masa tanggap darurat bencana. Sedangkan Wali Kota Palu Hidayat dan Bupati Parigi Moutong Samsurizal menyampaikan bahwa pihaknya masih membutuhkan dukungan dalam penanganan dampak bencana karena masih banyak hal yang perlu dilakukan secara lebih cepat untuk menangani para korban. Sementara itu, Sekretaris Utama BNPB sependapat bahwa perpanjangan masa tanggap darurat masih diperlukan. (ant)

Bali Post/ant

PM MALAYSIA - Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana menyambut Perdana Menteri Malaysia Mahatir Mohamad (kiri) dan Ibu Siti Hasmah Mohamad Ali (kedua kanan) sebelum mengikuti jamuan makan malam bagi kepala negara/pemerintahan negaranegara ASEAN, Kamis (11/10) kemarin.

Indonesia Raih Investasi Rp 202 Triliun Mangupura (Bali Post) – Indonesia melalui 14 BUMN mengantongi investasi hingga 13,5 miliar dolar AS atau setara Rp 202,5 triliun (kurs Rp 15.000/dolar AS) untuk pengembangan proyek infrastruktur dari kesepakatan di rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, Nusa Dua, Bali, Kamis kemarin. Menteri BUMN Rini Sumarno di Forum Infrastruktur Indonesia, Nusa Dua, Bali, Kamis kemarin, mengatakan, 80 persen dari total nilai in-

vestasi merupakan kerja sama berbentuk kemitraan strategis antara BUMN dan investor, sedangkan sisanya adalah investasi melalui pasar modal dan pembiayaan proyek. “Sebanyak 14 BUMN dapat sekitar 19 transaksi dengan nilai kesepakatan mencapai 13,5 miliar dolar AS,” ujarnya. Rini mengatakan kesepakatan pembiayaan ini menjadi solusi untuk menambah alternatif sumber pendanaan di tengah kebutuhan membangun banyak proyek infrastrukur.

Dengan mayoritas skema investasi berbentuk kemitraan strategis, Rini mengharapkan BUMN domestik mendapatkan keahlian dari sektor swasta untuk pembangunan infrastruktur dengan kualitas internasional. Selain kesepakatan investasi, Indonesia juga menandatangani kerja sama lindung nilai (hedging) kurs mata uang berbasis syariah. Lindung nilai syariah ini pertama kalinya diterapkan di Indonesia, kata Rini. (ant)

Cukup Mapan Tujuannya, agar mereka lebih bisa mengkapitalisasi teknologi baru serta mengelola dengan lebih baik disrupsi yang terjadi. “Kami tidak ingin mengorbankan manusia untuk teknologi. Negara ini masih dalam kategori pendapatan menengah dan kita punya unicorn yang cukup mapan, ini kesempatan untuk memanjat teknologi dan

menciptakan kesempatan” lanjut Menkeu. Sementara, Melinda Gates mengatakan bahwa dirinya bersama Sri Mulyani membentuk sebuah komisi yang disebut Komisi Pathways yang bertujuan untuk menyebarluaskan manfaat positif dari teknologi. “Kami sekarang sangat senang berbicara dengan Gojek, tidak hanya pengemudi, tapi juga pedagang. Saya ingin menyampaikan bahwa peluang dari

transformasi digital ini sangat menjanjikan’ ujar istri Bill Gates ini. Dalam diskusi ini terungkap berbagai risiko dan tantangan terhadap kemajuan teknologi, sekaligus peluangpeluang yang bisa diciptakan. Sejumlah risiko dan tantangan antara lain ancaman kehilangan pekerjaan, investasi baru pemerintah untuk memenuhi kebutuhan teknologi dan tata kelola teknologi. Di sisi lain, kemajuan teknologi

akan mampu mendorong perubahan struktural dalam perekonomian serta menciptakan efisiensi, menciptakan peluang-peluang baru dalam ekonomi global hingga menghasilkan cara baru bagi pemerintah dalam berinteraksi dengan masyarakat. Selain Menkeu dan Melinda Gates, pembicara lain pada forum ini adalah CEO Grup Bank Dunia Kristialina Georgieva, dan CEO of EcoNet Strive Masiyiwa. (kmb42)

Daerah Terpencil Misi IFAD adalah untuk memberdayakan masyarakat miskin di pedesaan dengan tujuan menghapuskan kemiskinan. IFAD bergerak di bidang pertanian dengan dasar bahwa 75% penduduk miskin di dunia—sejumlah 720 juta manusia—hidup di daerah terpencil dan sangat bergantung dengan aktivitas pertanian untuk mempertahankan hidupnya. Ia juga menambahkan dalam melakukan aktivitasnya, IFAD bekerja sama dengan pemerintah, donor, organisasi non-pemerintahan, dan rekanan lainnya. IFAD berfokus pada solusi country specific, yang akan menin-

gkatkan akses penduduk miskin kepada jasa finansial, pasar, teknologi, lahan, dan sumber daya alam. Menteri/Ketua Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial memang masih ada di Indonesia. Ia menambahkan angka kemiskinan saat ini di Indonesia memang tercatat di titik terendah, namun pemerintah tetap mengupayakan pengentasannya. “Salah satunya adalah dengan mengurangi subsidi yang tidak tepat sasaran,” ujarnya. Selain masalah kemiskinan hal yang menjadi perhatian pemerintah adalah kesenjangan sosial. Ia menambahkan beberapa hal yang menyebabkan lambat-

nya penanganan kemiskinan dan kesenjangan. Antara lain kurangnya akses pelayanan keuangan di daerah pinggiran, kepemilikan lahan sampai saat ini mayoritas dari kalangan menengah ke atas, kurangnya akses teknologi informasi hingga ke pelosok serta masih banyak daerah pinggiran yang terdampak bencana alam. Beberapa langkah pemerintah untuk menguranginya antara lain peningkatan sistem pendidikan, kesehatan, serta nutrisi untuk masyarakat dan peluasan lapangan pekerjaan. Bambang juga menyebutkan bahwa Bali merupakan provinsi terbaik keempat di Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari tingginya pertumbuhan ekonomi, rendahnya

angka kemiskinan, tingginya kapabilitas penduduk dalam mengakses berbagai kesempatan, serta tingginya persamaan gender, serta kesenjangan sosial yang rendah. Akan tetapi di sini juga terlihat bahwa di Bali tercatat bahwa sektor manufaktur cukup rendah, karena sektor utama Bali adalah industri pariwisata. Untuk itu, ia menyatakan Bali memerlukan langkah strategis untuk menanggulangi sektor pariwisata yang cukup riskan. “Salah satunya adalah revitalisasi sistem pertanian untuk mem-back up sektor wisata. Sektor pertanian juga bisa mendongkrak sektor lainnya seperti industri kecil dan menengah,” tandasnya. (ad501)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Jumat Kliwon, 12 oktober 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Arianti dan Widiasih Sumbang Medali Jakarta (Bali Post) – Atlet Bali mempersembahkan medali perak dan perunggu bagi kontingen Indonesia pada hari keenam Asian Para Games 2018 di Jakarta, Kamis (11/10) kemarin. Perak disumbangkan Ni Made Arianti Putri dari cabang olahraga (cabor) altetik nomor lari 400 meter T13 putri dan perunggu didapat Ni Nengah Widiasih di cabor angkat berat kelas 86 kilogram putri. Arianti mencatat waktu 1 menit 05,29 detik. Torehan waktu atlet berusia 22 tahun ini memecahkan rekor Asian Para Games 1 menit 05,86 detik yang dibuat pelari Thailand Supannee Prawat pada 2010 di Cina. Medali emas diraih Sasaki Mana dari Jepang dengan waktu 1 menit 01,48 detik, sedangkan perunggu digaet Mahdavikiya Ozra dengan cacatan waktu 1 menit 08,18 detik. Itu menjadi medali perak keduanya di Asian Para Games 2018 setelah meraup medali serupa di nomor 100 meter T13 putri dengan waktu 13 detik, Rabu (10/10). “Tidak menyangka bisa mendapatkan medali perak di nomor 400 meter karena sebelumnya tidak ditargetkan medali di nomor ini,” kata Arianti usai berlomba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Dara yang lahir di Gianyar pada 4 Februari 1996 tersebut secara khusus memberikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang hadir langsung di stadion untuk mendukungnya. “Saya berterima kasih kepada semua yang telah mendukung saya, termasuk keluarga, pelatih, teman-teman dan masyarakat Indonesia,” ujarnya. Sorak sorai suporter di sekelilingnya menjadi motivasi tersendiri untuknya. Rasa percaya dirinya semakin meningkat. Sementara di Balai Sudirman, Widiasih meraih medali perunggu dengan angkatan terbaik 95 kilogram. Peringkat pertama dengan perolehan emas ditempati Feifei Zheng dengan angkatan terbaik 139 kg. Atlet Cina ini sekaligus memecahkan rekor Asia yang sebelumnya 138 kg dan rekor Para Games yang tercatat 135 kg. Medali perak direbut Youngsun Lee (Korsel) dengan angkatan 107 kg. Perunggu yang dihasilkan Widiasih merupakan medali kedua yang disumbangkan

Daftar Perolehan Medali 1. Cina 113 2. Korea Selatan 41 3. Iran 36 4. Uzbekistan 27 5. Jepang 25 6. Indonesia 23 7. Thailand 17 8. Malaysia 9 9. India 7 10. Hongkong 6 11. Filipina 6 12. Vietnam 6 13. Kazakhstan 4 14. Sri Lanka 4 15. Singapura 3 16. Chinese Taipei 2 17. Irak 2 18. Uni Emirat Arab 1 19. Kuwait 1 20. Arab Saudi 1 21. Yordania 1 22. Timor Leste 1 23. Laos 1 24. Pakistan 1 25. Myanmar 0 26. Oman 0 27. Mongolia 0 28. Suriah 0 29. Makao 0 30. Qatar 0 31. Bahrain 0 32. Korea Bersatu 0 33. Turkmenistan 0

56 33 27 14 45 31 24 16 14 9 6 4 11 4 1 7 5 5 3 3 1 0 0 0 4 2 1 1 1 1 0 0 0

45 214 30 104 29 92 11 52 48 118 35 89 32 73 16 41 20 41 19 34 7 19 13 23 10 25 3 11 4 8 8 17 8 15 3 9 3 7 2 6 0 2 1 2 0 1 0 1 2 6 1 3 3 4 3 4 1 2 0 1 1 1 1 1 1 1

atlet Bali untuk tim Merah Putih dari angkat berat. Sebelumnya, tepatnya pada hari kedua Asian Para Games, Minggu (7/10) lalu, rekannya yang juga bernama Ni Nengah Widiasih berhasil menyabet perak di kelas -41 kg putri. Emas Tambahan emas kontingen Indonesia diberikan atlet renang Jendi Pangabean setelah menjuarai nomor 100 meter gaya punggung putra S9 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno. Jendi menyelesaikan lomba dengan waktu 1 menit 7,45 detik. Medali perak diraih Qingquan Quo (Cina) dan perunggu direbut Yonghwa Kwon (Korea Selatan). Jendi Pangabean mempersembahkan medali emasnya untuk masyarakat Indonesia yang sedang menjadi korban bencana gempa bumi dan tsunami. “Ini untuk bangsa Indonesia yang banyak menjadi korban bencana. Saya harap ini menjadi semangat untuk masyarakat apalagi untuk saudara-saudara kita yang ada di Donggala. Kita di sini selalu mendukung dan mendoakan mereka,” sebutnya usai perlombaan. Tim atletik menambah dua medali untuk kontingen Tanah Air melalui Eko Saputra dan Nur Ferry Pradana. Eko Saputra menyabet perunggu di nomor lari 400 meter T12 putra dengan catatan waktu 53,16 detik. Alinajimi Vahid (Iran) menjadi yang terbaik dan perak didapat Pham Nguyen Khanh Minh (Vietnam). Nur Ferry Pradana merebut perak di nomor lari 400 meter T45/46/47 dengan catatan waktu 49,86 detik. Dia mengalahkan Maan Sandeep Singh (India) yang meraih perunggu dan kalah dari Wang Hao (Cina) yang mendapatkan emas. Dengan demikian, Indonesia sudah mengumpulkan 6 emas, 11 perak dan 8 perunggu dari atletik. (ant)

Bali Post/ant

BASKET - Pebasket Indonesia Donald Pura Santoso (kanan) mencoba melewati hadangan pemain Irak dalam babak kualifikasi basket kursi roda Asian Para Games 2018 di Hall Basket Senayan, Jakarta, Kamis (11/10) kemarin.

Bali Tuan Rumah Sirnas Ajang Pemantauan Pesilat Porprov

Denpasar (Bali Post) – Bali akan menjadi tuan rumah kejuaraan bulu tangkis Sirkuit Nasional (Sirnas) seri terakhir tahun ini. Sirnas bakal digelar di GOR Lila Bhuana, Denpasar, pada 5-20 November mendatang. Atlet Bali diharapkan tampil dalam ajang ini. Sebab, khusus untuk pebulu tangkis junior dan senior di bawah usia 25 tahun, sirnas bisa dijadikan ajang mengintip kekuatan lawan dari provinsi lainnya yang akan diturunkan pada Pra-PON tahun depan. “Ini kesempatan bagus untuk diikuti pebulu tangkis Bali, karena tak perlu lagi mencari lawan tangguh ke luar dengan biaya cukup banyak,’’ ungkap Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Bali, Nengah Wirata, di Denpasar, Kamis (11/10) kemarin.

Menurutnya, provinsi lain yang ambil bagian di event ini dipastikan menerjunkan pebulu tangkis yang diproyeksikan di Pra-PON. Tujuannya sama, yaitu melihat perkembangan kualitas pemain sekaligus mengintip kekuatan lawan yang akan dihadapi di Pra-PON. Pra-PON 2019 kemungkinan besar memakai sistem zona seperti pada Pra-PON 2015. Tampil di sirnas juga bisa dipakai ajang evaluasi terkait kekurangan dan kelemahan yang ada, sehingga bisa segera dibenahi. Sekaligus menjadi tolok ukur perkembangan pebulu tangkis provinsi lainnya. “Intinya, sirnas merupakan kesempatan yang harus diambil pebulu tangkis Bali sebagai persiapan menghadapi event lokal, nasional, dan bahkan internasional,” ujar Wirata. (kmb)

Pengkab WI Badung Gelar BBC 2018

Mangupura (Bali Post) – Pengurus Kabupaten Wushu Indonesia (Pengkab WI) Badung akan menggelar kejuaraan wushu bertajuk Bupati Badung Cup (BBC) 2018 Bali Open Tournament di GOR Lumintang, Denpasar, 19-21 Oktober mendatang. Ajang ini bakal melibatkan 200 atlet asal pengkab, pengurus kota (pengkot), sasana dan klub wushu di seluruh Bali. Menurut Ketua Pengkab WI Badung, Made Arya Sukantara, kejuaraan mempertandingkan tiga kategori yakni prajunior, junior, dan senior nomor taulo dan sanda putraputri perorangan. Taulo dibagi lagi menjadi 12 nomor dan sanda terdiri atas 11 nomor. ‘’Nomor-nomor itulah yang akan dipertandingkan di Porprov Bali, Pra-PON dan PON nanti,” katanya di Mangupura, Kamis (11/10) kemarin. Ia mengharapkan atlet wushu di Bali ambil bagian karena

ajang ini sangat bagus untuk menambah pengalaman dan menempa mental bertanding. Bagi pengkab dan pengkot, kejuaraan ini bisa dijadikan ajang pemantauan atlet yang akan diturunkan pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. Sebab, wushu sudah dipertandingkan resmi di Porprov Bali termasuk pada Porprov di Tabanan tahun depan. Arya Sukantara yang juga Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) WI Bali menambahkan, Bupati Badung Cup 2018 juga dijadikan arena pemantauan atlet wushu potensial yang nantinya dipanggil untuk diseleksi guna pembentukan tim bayangan Pra-PON Bali. “Kemungkinan besar kategori junior dan senior dipantau WI Bali. Atlet itu ke depannya diharapkan bisa memberikan prestasi untuk Bali di event nasional termasuk Pra-PON tahun depan,” tandasnya. (kmb)

Panjat Tebing Kawinkan Emas di Cina Huaian – Dua atlet panjat tebing nasional Indonesia mengawinkan medali emas nomor kecepatan putra dan putri dalam ajang The Belt and Road International Climbing Master Tournament 2018 di Huaian, Cina, yang berakhir Rabu (10/10). Kemenangan ini dipersembahkan kepada para korban gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah. Dua emas ini diharapkan mampu menjadi pelipur lara atas bencana alam yang terjadi. Medali emas kecepatan putra disumbangkan Pangeran Septo Wibowo dengan catatan waktu 6,33 detik. Ia mengalahkan Rukin Sergei dari Rusia

yang terjatuh saat final. Peringkat ketiga diduduki Sabri yang menorehkan catatan waktu 6,28 detik. Ia mengatasi Muhammad Hinayah yang mencatat waktu 6,37 detik. Di bagian putri, emas diraih Aries Susanti Rahayu dengan catatan waktu 7,93 detik. Ia mengungguli He Cuilian (Cina) yang menorehkan cacatan waktu 8,86 detik di babak final. Peringkat ketiga diperebutkan oleh atlet Indonesia yakni Agustina Sari dan Nurul Iqamah. Agustina menang setelah mencatat waktu 6,28 detik berbanding 11,21 detik. Pelatih Indonesia Hendra Basir mengatakan, atlet yang berangkat ke Cina untuk mengikuti kompetisi ini

adalah Aspar Jaelolo, Alfian M. Fajri, Sabri, Muhammad Hinayah, Veddriq Leonardo, Pangeran Septo Wibowo, Puji Lestari, Aries Susanti Rahayu, Rajiah Sallsabillah, Agustina Sari, dan Nurul Iqamah. Menurut Ketua Umum PP Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Faisol Riza, kompetisi di luar negeri sangat bermanfaat bagi para atlet Indonesia. “Olimpiade Jepang tahun 2020. Kita tidak punya cukup waktu untuk bersiap. Apalagi pemerintah belum menetapkan pelatnas. Nah, kompetisi yang diikuti atlet-atlet kita di luar negeri sangat penting untuk menjaga performa,” ujarnya. (kmb)

Bima Sakti Sudah Punya Kerangka Timnas

Cikarang (Bali Post) – Pelatih sementara tim nasional sepak bola Indonesia Bima Sakti mengatakan sudah memiliki kerangka tim yang ditujukan untuk Piala AFF 2018. Bima yang sejatinya belum ditunjuk sebagai pelatih timnas untuk Piala AFF, menyebut tinggal mencari pemain untuk posisi-posisi tertentu. “Saya tinggal mencari beberapa pemain di posisi yang diperlukan. Semuanya akan sesuai kebutuhan dan sebagai pengganti, misalnya karena cedera,” ujar Bima usai menemani timnya bertanding menghadapi Myanmar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Rabu (10/10) malam. Pelatih kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur, itu memastikan kerangka tim yang direncanakannya tersebut terdiri atas pemain senior dan U-23. Gaya bermainnya pun diproyeksikan tak berbeda jauh kala timnas masih ditangani oleh pelatih asal Spanyol Luis Milla. Meski demikian, Bima Sakti menyadari bahwa dirinya belum bisa menerapkan semua konsep kepelatihannya di timnas karena Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) belum menunjuk sosok pelatih timnas Indonesia untuk Piala AFF 2018 yang digelar 8 November-15 Desember 2018. (ant)

Denpasar (Bali Post) – Kejuaraan pencak silat terbuka memperebutkan Piala Prabowo akan dihelat Desember mendatang. Pesilat putra dan putri terbaik Bali berpeluang tampil, sebab ajang ini sifatnya event, bukan kalender Pengurus Pusat (PP) IPSI seperti kejuaraan nasional (kejurnas) yang membawa nama daerah atau provinsi. Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov IPSI Bali Nyoman Yama Dhiputra memprediksi kejuaraan itu akan diikuti pesilat tangguh dari seluruh provinsi di Indonesia untuk menguji kemampuan dan kualitas, termasuk perkembangan teknik dan fisiknya. “Informasi yang kami peroleh memang seperti itu. Asa kami sih pesilat tangguh Bali bisa turun, sebab event itu bebas, siapa saja boleh tampil,’’ ujarnya di Denpasar, Kamis (11/10) kemarin. Ia menilai Piala Prabowo sangat bagus diikuti oleh pesilat yang ada di daerah dan perguruan silat di Bali. Di samping bisa dijadikan ajang pemantauan atlet yang disiapkan turun di Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, juga sebagai persiapan pesilat yang akan dikirim ke Pra-PON tahun depan. Yama yang juga Binpres KONI Bali melanjutkan, pesilat Bali yang berprestasi di ajang itu bakal diakomodir namanya untuk diseleksi sebelum membentuk tim bayangan Pra-PON. Soal kemungkinan pesilat dari luar Indonesia ambil bagian di Piala Prabowo, ia masih menunggu informasi selanjutnya dari PP IPSI. (kmb)

ATLET - Atlet panjat tebing Indonesia membawa pulang 2 medali emas dan 2 perunggu dari Cina.

Bali Post/ist

Nyoman Yama Dhiputra

Bali Post/dok

FOPI Tabanan Gelar ”Coaching Clinic’’

Tabanan (Bali Post) – Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Tabanan bekerja sama dengan KONI Tabanan menggelar Coaching Clinic Tabanan 2018 yang dibuka Ketua KONI Tabanan I Dewa Gede Ary Wirawan di lapangan petanque kompleks Stadion Debes, Kamis (11/10) kemarin. Pelatihan kali ini cukup spesial karena mengundang narasumber/fasilitator dari luar negeri yaitu Ketua Bidang Teknik Asosiasi Petanque Asia Pratakorn Sakimngam yang akrab dipanggil Mr. Tui asal Thailand. Pelatihan berlangsung hingga 24 Oktober mendatang. Dalam sambutannya, Ketua FOPI Tabanan, Ketut Westra, mengatakan, pelatihan melibatkan 15 atlet utama dan 100 atlet pemula. Khusus bagi atlet utama, pelatihan ini merupakan persiapan untuk meningkatkan teknik, fisik, dan mental atlet petanque Tabanan dalam menghadapi Porprov Bali 2019 dengan target mempertahankan juara umum. Ketua KONI Tabanan, I Dewa Gede Ary Wirawan, berharap seluruh atlet petanque Tabanan dapat memanfaatkan kesempatan berlatih dengan pelatih internasional dan berpengalaman Mr. Tui dengan baik agar bisa membantu meningkatkan kualitas dan skill permainan sehingga nantinya mampu bersaing pada event tingkat daerah, nasional, dan internasional. Ketua FOPI Bali Yama Dhiputra menyambut baik langkah FOPI dan KONI Tabanan mengundang pelatih petanque level internasional. Mr. Tui berasal dari tim terbaik di tingkat Asia dan paling mengerti tentang teknik olahraga petanque. “Sudah saatnya atlet petanque Bali memiliki visi bertanding tingkat internasional dan bersyukur hal itu sudah dimulai oleh FOPI Tabanan,” ujarnya. Ia meminta atlet petanque Tabanan mulai berpikir go international sekaligus belajar bahasa asing, apalagi tahun 2024 kita memiliki target agar atlet petanque Indonesia bisa tampil di Olimpiade Paris. (kmb)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat 12 Oktober 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu