Skip to main content

Edisi 12 September 2010 | Balipost.com

Page 1

TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp. 60.000 ECERAN Rp 3.000

Bali Post Pengemban Pengamal Pancasila

MINGGU PON, 12 SEPTEMBER 2010

16 HALAMAN NOMOR 26 TAHUN KE 63 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

Jagat Bali

Pura Dalem Peed, Pertemuan Lahirnya ”Rambut Sedhana”

BPM/dok

Pura Penataran Peed, Nusa Penida dan Pura Segara.

PURA kahyangan jagat yang sangat terkenal di Nusa Penida, Klungkung adalah Pura Dalem Penataran Peed. Pujawali di Pura ini jatuh pada Buda Cemeng Klawu, setiap enam bulan sekali. Saat pujawali Ida Bhatara umumnya nyejer selama lima hari. Demikian pula pada pujawali nadi jelih yang puncaknya berlangsung Sabtu (8/9) lalu. Ida Bhatara nyejer selama lima hari dan masineb Senin (13/ 9) pagi. Umat Hindu dari berbagai wilayah memiliki kesempatan yang cukup untuk pedek

tangkil ngaturan bhakti. Umat Hindu yang ingin pedek tangkil mesti menyeberangi laut. Waktu yang ditempuh menuju Pura tersebut sekitar 30 menit dari Pelabuhan Padangbai dan sekitar 1 jam dari Pelabuhan Benoa, Denpasar dengan kapal laut. Umat juga bisa berangkat dari Pantai Sanur menaiki perahu atau jukung. Tak hanya tangkil saat piodalan, pada waktu-waktu tertentu umat umumnya juga ke pura ini dengan tujuan nunas tirtha serangkaian upakara besar di pura-pura di

wilayah desa pakraman. Ada empat peleban pura yang bersatu pada areal Pura Penataran Agung Peed. Pura tersebut yakni Pura Segara, terletak pada bagian paling utara dekat dengan bibir pantai. Pura Segara sebagai tempat berstananya Bhatara Baruna. Beberapa meter mengarah ke selatan ada Pura Taman dengan kolam mengitari pelinggih. Pura ini berfungsi sebagai tempat penyucian, stana Ida Bhatara Ulun Danu. Hal.15 Pura Ratu Gede

BPM/dok

Pura Tamansari dan Palinggih Ratu Gede Mas Mecaling

Peringatan Tragedi 11 September

Pembakaran Al-Quran Batal, Obama Ajak Bersatu New York Pastor Terry Jones yang mengancam akan membakar Al-Quran telah membatalkan rencananya sebagai imbalan bagi pemindahan masjid di New York ke New York City, kata seorang temannya.

BPM/afp

TERORIS - AS, Sabtu (11/9) kemarin, memperingati tragedi serangan teroris yang menghancurkan WTC. Tampak pemandangan terkini di Ground Zero di Manhattan.

FAKTA ”Ratu Togel” Masuk RS Singaraja (Bali Post) Wanita yang diberi julukan ‘’Ratu Togel’’ Luh Mas yang tinggal di Desa Lokapaksa, Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, masuk rumah sakit (RS). Ratu Togel kini menjalani rawat inap di rumah sakit umum daerah setempat sehari usai penangkapannya. Keterangan tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Nandang Irwanto, Sabtu (11/9) kemarin. “Sekarang dia ada di ruang VIP Mahottama RSUD Singaraja dan kami lakukan penjagaan bergilir,” ujar Nandang. AKP Nandang Irwanto menyebutkan sejak ditangkap oleh Buser Polres Buleleng pimpinan Kasat Reskrim sebelumnya yakni AKP Dewa Made Adnyana, sehari setelah itu Luh Mas mengaku shock dan pihak keluarga meminta agar mendapat perawatan medis. Saat dimintai konfirmasi terkait Luh Mas yang sempat diisukan pulang serta menjalani perawatan di rumahnya, Nandang membantah hal tersebut. “Dua orang anggota Reskrim menjaga di ruang tempat menginap tersangka togel itu sehingga tidak mungkin bisa seenaknya pulang,” ujar Nandang. Luh Mas ditangkap Kamis (2/9) malam, dengan barang bukti berupa puluhan lembar kertas rekapan nomor togel serta uang tunai hasil penjualan Rp 4,9 juta. Hal.15 Omzet Rp 1 M

Sempat Terguling-guling

Mobil Kasat Narkoba Buleleng Masuk Jurang Singaraja (Bali Post) Gara-gara rem blong, mobil yang dikemudikan Kasat Narkoba Polres Buleleng, AKP I Gusti Ngurah Wisana Mandala, masuk jurang di daerah Desa Madenan Kecamatan Tejakula, Jumat (10/9) sore. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun Wisana Mandala beserta istri dan keluarganya, termasuk cucunya yang masih balita, mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit. Informasi yang diperoleh Sabtu (11/9) kemarin, menyebutkan Wisana Mandala bersama keluarganya dirawat di Rumah Sakit Kerta Usada Singaraja. Wisana Mandala mengalami luka paling serius. Ia menderita luka di bagian kepala sebelah kiri dan Sabtu kemarin, harus dioperasi untuk mengeluarkan darah yang menggumpal di kepala. Sementara istrinya menderita luka gores di lengan kiri dan luka di kepala bagian kepala kiri dan harus dijahit untuk menutup lukanya. Sedangkan anak-anaknya dan menantu hanya mengalami luka yang tidak serius. Kendaraan yang masuk jurang itu kemarin sudah diangkat ke jalan dan kasusnya sedang ditangani Sat Lantas Polres Buleleng. Hal.15 Hendak Pulang

Dihentikan, Investigasi Kematian Jhony Malela Jakarta (Bali Post) Polisi menghentikan penyelidikan kasus kematian Jhony Malela, seorang tunanetra, yang tewas saat mengantre karena ingin ber-Lebaran dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jumat (10/9) lalu. “Kasus ini dihentikan karena keluarga korban tidak

menuntut. Investigasinya sudah dihentikan,” kata Kepala Kepolisian Sektor Metro Gambir Komisaris Polisi Yossy Runtukahu ketika dihubungi wartawan Sabtu (11/9) kemarin. Yossy menuturkan istri Jhony sepakat dengan hasil pemeriksaan medis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang menyebutkan bahwa ke-

matian Jhony dipicu penyakit darah tinggi yang dideritanya. Menurut hasil pemeriksaan itu pula, tidak ditemukan luka fisik atau tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. “Istri korban menyatakan suaminya memang mendrita sakit darah tinggi,” katanya. Hal.15 Tidak Dilanjutkan

Sepeda Motor Cahyani Berisi Bercak Darah Denpasar (Bali Post) Pelaku kasus pembunuhan mahasiswi Stikes Bali, Dewa Ayu Diah Cahyani, diduga kabur keluar Denpasar. Pasalnya, sepeda motor korban ditemukan warga di Jalan Raya Beringkit, Mengwi, Badung. Barang bukti (BB) penting yang sudah diamankan polisi itu berisi bercak darah di bagian spion dan jok. Walau demikian, tim gabungan Poltabes Denpasar dan Polsek Densel belum bisa berbuat banyak. Akankah polisi kembali menjadi sorotan lantaran gagal menangkap pembunuh Diah Cahyani? Hal.15 Saksi Kunci

BPM/ist

Dewa Agung Diah Cahyani (alm)

Terry Jones berangkat ke New York, tempat ia bertemu Sabtu (11/9) kemarin dengan Imam Feisal Abdul Rauf, tokoh agama Islam di balik rencana pembangunan pusat kebudayaan Islam di dekat lokasi World Trade Center, yang hancur dalam serangan 11 September. “Pastor Jones tak ada lagi Gainesville. Ia terbang ke New York dan saya sendiri yang membelikan dia tiket dan memesan kamar buat dia malam ini di New York,” kata K.A. Paul, seorang teman Jones, Sabtu kemarin. Jones, mengatakan ia telah membatalkan rencananya untuk membakar Al-Quran setelah menerima janji bahwa pusat kebudayaan Israel yang direncanakan dibangun di dekat Ground Zero akan dipindahkan ke tempat lain. Ia terbang ke New York untuk mengadakan pertemuan dengan Abdul Rauf untuk memperingati kesembilan tahun serangan 11 September. Jones sebelumnya mengatakan ia berencana membakar beberapa mushaf Al-Quran. Rencana Jones untuk membakar kitab suci umat Muslim itu menyulut pengutukan di dalam negeri dan internasional. Umat Muslim melancarkan protes di berbagai negara mulai dari Afghanistan sam-

BPM/dok

Barack Obama pai Indonesia. Presiden AS Barack Obama dan Menteri Pertahanan Robert Gates menyeru Jones agar membatalkan rencana tersebut, dan mengatakan tindakan itu membahayakan jiwa tentara AS yang ditempatkan di berbagai negara Muslim dan merusak prinsip AS mengenai toleransi beragama. Presiden AS Barack Obama saat memperingati serangan teroris ke-9, Sabtu (11/9) kemarin, menekankan persatuan nasional dan menjanjikan bahwa Amerika akan ditentukan oleh harapan daripada ketakutan. Hal.15 Tidak Menyerah

Pembangunan Gedung Dewan

Untuk Kenikmatan Anggota DPR Jakarta (Bali Post) Ketua Badan Kehormatan DPR RI, Gayus Lumbuun, menyatakan pihak-pihak yang berkeras melanjutkan pembangunan gedung dewan dengan ruang 120 meter persegi per anggota, perlu dicurigai. “Pembangunan gedung dengan adanya fasilitas ruang dan lain-lain bagi anggota, hanya untuk kenikmatan kerja, bukan untuk kualitas kerja,” tandasnya Sabtu (11/9) kemarin. Karena itu, Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyarankan sebaiknya rencana (pembangunan gedung senilai lebih satu triliun) tersebut dibatalkan. “Tidak beralasan untuk dipaksakan. Masih banyak yang harus dipikirkan Pimpinan Dewan untuk memaksimalkan tugas utamanya, seperti rencana menyelesaikan 70 undang-undang (UU) pada tahun 2010 yang sampai September ini baru berhasil direalisasi tujuh UU saja,” ungkapnya. Bagi Gayus Lumbuun, anggaran lebih dari satu triliun rupiah akan lebih bermanfaat untuk keperluan masyarakat daripada sekadar membuat nyaman kerja anggota dewan yang masih jauh dari prestasi seharusnya dicapainya. “Yang dibutuhkan rakyat sekarang semangat pengabdian bukan menuntut kenyamanan atau kenikmatan,” tegasnya. Karena itu, sekali lagi Gayus Lumbuun menyatakan perlu dicurigai secara hukum dan etika pihak-pihak yang berkeras untuk melaksanakan pembangunan gedung bernilai triliunan rupiah tersebut. (kmb)

Tiga Profesor Bicara Kehancuran Bali

Dosanya Pemerintah Mengatasnamakan Pembangunan Nasional Seminar tentang Reaktualisasi Tri Hita Karana (THK) dalam pengelolaan lingkungan hidup menuju Bali yang bersih dan hijau yang digelar Unwar belum lama ini banyak membuka mata kita betapa kebijakan pemerintah jika dibiarkan seperti sekarang sangat berbahaya bagi pendukung budaya Bali. Tiga profesor berbicara soal tiga keharmonisan dalam THK yang semakin terkikis akibat pembangunan. Apa saja itu?

KEHANCURAN Bali selain diakibatkan serbuan penduduk dan kendaraan, juga dirusak pengelolaan alam yang salah. Birokrat kita saat ini cenderung menggunakan anutan paradigma semata-mata berorientasi pada pertumbuhan yang mengejar target, peningkatan PAD dan devisa negara. Guru besar ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Prof. Nyoman Nurjaya mengkritisi banyak paradigma ini membawa pengaruh negatif khususnya perusakan alam, pencemaran, mengabaikan hak-hak masyarakat lokal serta memarjinalisasi keberadaan masyarakat adat. Hal.15 Dampak Kebijakan

BPM/sue

Made Sudiana Mahendra

Wayan Runa

Nyoman Nurjaya


DAERAH

2

Minggu Pon, 12 September 2010

PADAT PENGUNJUNG Ribuan wisatawan memadati dua kawasan wisata utama Kuta dan Tanah Lot dalam mengisi lbur panjang Lebaran, Sabtu (11/9) kemarin. Tampak pengunjung menikmati indahnya Pantai Kuta (kiri) dan tak kalah banyak wisatawan menyerbu objek wisata Tanah Lot yang mengandalkan keunikan Pura di tengah laut dan sunset-nya yang indah (kanan).

S EKITAR KITA

Pasien DB Meninggal KASUS demam berdarah (DB) pada 2010 ini terus mengalami peningkatan. Korban meninggal pun terus bertambah. Kali ini warga Jalan Tukad Pancoran, Ni made Padmi (49), menjadi korbannya. Padmi yang masuk RS Sanglah sejak Minggu (5/9) lalu ini sempat mendapatkan perawatan di ICU IRD RS Sanglah sebelum akhirnya meninggal Kamis (9/9 lalu. Padmi menderita DHF grade III. Menurut Kepala Ilmu Kesehatan Anak RS Sanglah, dr. BNP Arhana, Sp.A. (K), beberapa waktu lalu tahap shock atau pendarahan pada DBD (Demam Berdarah Denque) biasanya terjadi pada grade III atau IV. “Kalau sudah terjadi perdarahan yang mengakibatkan shock, tahap tersebut disebut DSS (Denque Shock Syndrom),” ujarnya. Jika terjadi perdarahan hingga menyebabkan shock menurut Arhana kondisi pasien DHF memang sulit untuk distabilkan apalagi jika terjadi komplikasi. “Umumnya pasien DB dirawat di RS Sanglah pada hari ke-2 panas sampai hari ke-8. Siklus DB biasanya terjadi selama satu minggu,” ujar Arhana. (san)

Rambut Masuk Mesin, Tewas NAAS menimpa warga Banjar Pakul Sangkan Gunung, Karangasem, Ni Luh Seriati (15), Selasa (7/9) lalu. Gadis belia ini meninggal karena menderita cedera cukup parah di kepalanya. Seriati dilarikan ke RS Sanglah sekitar pukul 19.00 wita Selasa (7/9) lalu. Berdasarkan informasi, kepala Seriati cedera karena terbentur mesin penggiling tepung. Kejadian berawal ketika Seriati pergi ke penggilingan tepung di desanya Selasa sore lalu. Tanpa disengaja, rambut Seriati yang memang panjang masuk ke dalam mesin penggiling. Akibatnya kepala Seriati tertarik ke dalam mesin penggiling bersamaan dengan rambutnya dan mendapatkan benturan keras hingga mengalami cedera cukup parah. Ia segera dilarikan ke RS Karangasem sebelum akhirnya dirujuk ke RS Sanglah. Namun sayang dua hari mendapatkan perawatan di IRD RS Sanglah, Seriati meninggal Kamis (9/9) lalu. Jenazahnya langsung dibawa pulang keluarga untuk disemayamkan. (san)

Minyak Goreng Tumpah WARGA dan petugas Linmas Kuta, Sabtu (11/9) kemarin, dibuat kerepotan dengan tumpahan minyak di Jalan Buni Sari, Kuta. Tumpahan minyak tersebut membuat jalanan licin, sehingga tidak sedikit di antara pengendara motor yang terpeleset. Gara-gara minyak tumpah ini pula, lalu lintas sempat dibuat macet total. Guna mengantisipasinya, petugas dan masyarakat lantas menimbun tumpahan minyak dengan pasir. Seorang petugas Linmas Kuta menyatakan kejadian tumpahnya minyak goreng itu terjadi sekitar pukul 08.00 wita. Namun, tidak diketahui dari mana asal tumpahan minyak tersebut. “Tidak ada yang menyaksikan saat minyak ini tumpah. Makanya kami kesulitan mencari tahu penyebabnya,” ujarnya. (ded)

Gilimanuk Dipadati Mobil Pribadi Negara (Bali Post) Arus mobil pribadi yang keluar Bali sejak hari Lebaran lalu cukup tinggi. Penumpukan di areal Pelabuhan Gilimanuk terjadi pada pagi hingga sore hari, diperkirakan mobil-mobil pribadi ini merupakan warga Bali yang hendak berlibur atau berkunjung ke Jawa. Pengamatan Jumat (10/9) sore dan Sabtu (11/9) kemarin, Pelabuhan Gilimanuk lebih dipadati mobil-mobil pribadi. Bahkan seluruh areal parkir di dalam pelabuhan Jumat sore lalu dijejali mobil-mobil pribadi. Kondisi ini diperkirakan akan terus terjadi hingga Minggu ini. Pasalnya, para wisatawan domestik yang berada di Bali akan kembali ke Jawa. Sementara arus roda dua lebih lancar dan tidak terjadi penumpukan seperti harihari sebelumnya. Nyoman Gamia, warga Jembrana, mengaku sengaja menyeberang ke Banyuwangi bersama rekan-rekannya mendatangi rumah salah satu rekan kerjanya. ‘’Ya kami main saja ke sana, banyak teman kantor yang berasal dari sana. Tetapi ternyata agak padat pada siang sampai sore masih di pelabuhan,’’ tandasnya. Sementara itu, Mariati warga Banyubiru bersama keluarga juga mengaku bersilaturahmi ke rumah saudara di Rogojampi, Banyuwangi. ‘’Banyak saudara kami di sana. Mumpung Lebaran, saya kira lengang ternyata banyak juga yang menyeberang,’’ tandasnya. Ibu dua anak ini mengaku tidak terlalu lama antre masuk ke kapal lantaran berombongan naik sepeda motor. Dari data ASDP pada H-1 jumlah penumpang 43.553, roda dua 8.443 dan mobil serta truk 4.341. Selain itu sejak H-2 lalu juga terjadi peningkatan jumlah kendaraan pribadi yang masuk Bali. Terutama roda empat atau mobil mencapai 3.114. Jumlah itu didominasi warga berbagai kota di Pulau Jawa yang hendak berlibur di Bali. (sur)

Bali Post/eka

Libur Panjang Lebaran

Kuta dan Tanah Lot Dipadati Pengunjung KAWASAN pariwisata Kuta dan Tanah Lot Tabanan masih menjadi favorit wisatawan khususnya pada libur panjang Lebaran, seperti yang terjadi Sabtu (11/9) kemarin. Wisatawan khususnya wisatawan domestik, tampak berjubel memadati kawasan Pantai Kuta, Legian, dan Tanah Lot. Di Tanah Lot, kemacetan pun tak terhindarkan. Kemacetan terutama terjadi di sejumlah ruas jalan utama di Kuta. Misalnya di Jalan Raya Kuta, Jalan Pantai Kuta, dan Jalan Legian. Kemacetan sudah dimulai sejak pagi hari. Diprediksi kawasan Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak dipadati sekitar 500 ribu pengunjung. Di sisi lain, hotel-hotel di kawasan Kuta overbooked. Tempat hiburan malam disesaki pengunjung. Nyaris berlangsung sepanjang hari, Jalan Legian macet total. Pemandangan semacam ini memang kerap dijumpai pada saat liburan panjang. Kuta menjadi tujuan favorit baik wisatawan lokal, domestik, maupun wisatawan mancanegara. Makanya, kemacetan sudah tentu menjadi momok yang sulit dihindarkan. Tidak hanya kemacetan,

sampah pun menjadi kekhawatiran khusus. Anggota DPRD Badung asal Legian I Wayan Puspa Negara mengatakan khusus kawasan pantai Kuta, jumlah sampah regulernya mencapai 650 meter kubik per hari. Jumlah ini bertambah seiring melonjaknya jumlah kunjungan. Puspa Negara mengingatkan pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Badung untuk meningkatkan kinerjanya khususnya melakukan pengambilan sampah di luar jam reguler. “Selain itu, kesadaran masyarakat dan wisatawan untuk menjaga kebersihan, menjadi faktor yang tak kalah pentingnya dalam menjaga kebersihan,” ujarnya. Sementara di Tanah Lot, sejak H-2 Lebaran, arus kedatangan wisatawan memang sudah mulai melonjak. Ribuan wisatawan yang berkunjung ke

tempat ini berasal dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bogor, Malang, Sidoarjo, Bandung, Yogyakarta, hingga Makassar. Kunjungan wisatawan ke objek wisata Tanah Lot 10 September 2010 yakni 10.830, meningkat 48,13% dibandingkan tahun sebelumnya yakni 7.311. Lebaran kali ini memang agak berbeda karena bertepatan dengan week end yang merupakan hari libur bagi sebagian besar masyarakat. Sehingga mulai H-2 Lebaran Tanah Lot sudah dipenuhi oleh wisatawan. Kepadatan wisatawan akan bertambah hingga sore harinya. Ini terlihat dari pagi hari antrean kendaraan pengunjung sudah mulai terlihat di gate tiket sampai di perbatasan objek wisata Tanah Lot. Dan saat pukul 12.30 wita, parkir cadangan di lahan kosong dan Surya Man-

jek Wisata Tanah Lot, Made Sujana. Dia mengatakan pihaknya telah siap mengantisipasi jumlah wisatawan yang meningkat saat Lebaran, baik dari peningkatan kualitas pelayanan terhadap wisatawan dengan tetap melakukan koordinasi dengan masing-masing departemen yang ada sebelumnya. Di objek wisata Tanah Lot, ribuan wisatawan melakukan berbagai aktivitas mulai sekadar berjalan-jalan, tattoo temporary, melihat ular suci, air suci, pemotretan, wisata belanja, wisata kuliner, atau hanya duduk-duduk santai di beberapa kafe dan restoran sambil mengobrol dengan teman atau keluarga mereka. Namun yang paling ditunggu adalah saat munculnya sunset yang sudah terkenal keindahannya hingga ke mancanegara. Momen inilah yang biasanya paling ditunggu oleh wisatawan dan mereka akan mengabadikan momen tersebut dengan jepretan kamera mereka. (ded/kmb)

Pedagang Mudik

Pemakai Narkoba

Ditahan atau Diobati? HUKUMAN bagi orang yang mengedarkan maupun memakai narkoba sangatlah berat. Namun menurut Kepala Rumatan Metadone RS Sanglah, dr. Nyoman Hanati, Sp.KJ. (K), alangkah baiknya jika pemakai narkoba jangan ditahan tetapi diobati. “Mereka itu kan orang sakit. Sebaiknya diobati bukan ditangkap dan ditahan,” ujar Hanati. Memang ada ketentuan batasan membawa narkoba antara pemakai dan pengedar. “Kalau di bawah 0,25 gram masih disebut pemakai,” imbuhnya. Mengapa pemakai disebut orang sakit? Lebih lanjut Hanati menjelaskan seorang pemakai narkoba biasanya disertai dengan cemas dan depresi. “Mereka tahu kalau memakai narkoba itu tidak baik. Meski hatinya lelah, tetapi otaknya tidak bisa diajak kompromi. Orang kecanduan biasanya

dala Cultural Park sudah penuh. Sedangkan arus kendaraan terus berdatangan ke objek wisata Tanah Lot. Diperkirakan hari ini adalah puncak kepadatan pengunjung di Tanah Lot. Dengan tersedianya parkir cadangan sampai ke Surya Mandala Cultural Park, diharapkan akan dapat menampung semua kendaraan pengunjung khususnya roda 4 dan roda 6. Apalagi dengan venue dari Surya Mandala Cultural Park yang langsung menghadap ke laut biru menambah kepuasan dan kenyamanan pengunjung di Tanah Lot. Dari segi keamanan, pihak pengelola juga lebih menyiagakan petugas keamanan mereka di lapangan. Selain itu, faktor keamanan lebih terjamin dengan dipasangnya beberapa kamera pengintai tambahan (8 CCTV) di titik-titik rawan kepadatan. Dengan penjagaan keamanan seperti ini, kami berharap tidak akan terjadi hal-hal yang bisa merugikan wisatawan,’’ kata Manajer Operasional Ob-

mendapatkan perintah-perintah atau bisikan dari otak yang membuat mereka mengonsumsi narkoba terus-menerus,” jelasnya. Bagi pecandu dengan kecenderungan adanya gangguan psikologis seperti itu, penanganannya memang lebih ekstra. Selain mengobati kecanduannya, juga perlu mendapatkan terapi kejiwaan. Di Klinik Rumatan Metadone disiapkan tiga tenaga dokter psikiater untuk menangani kasus-kasus seperti itu. Selain itu menurut Hanati, keterlibatan keluarga maupun pendamping untuk selalu mendukung korban mencapai kesembuhan sangat diperlukan. “Di klinik rumatan, selain korban, pendamping pun juga mendapatkan binaan agar mereka tahu cara mencegah korban agar tidak kumat,” tuturnya. Dari jumlah kasus yang diterapi di Klinik Metadone RS Sanglah, persentase kesembuhan dikatakan Ha-

nati sekitar 15 persen dari jumlah kasus. Angka ini di atas rata-rata nasional yang hanya lima persen. Selain heroin, narkoba yang sekarang ini sedang meningkat kecenderungan pemakaiannya adalah sabu-sabu. Berdasarkan data di Klinik Rumatan Klinik Metadone sepanjang tahun 2010 ada sekitar 20 kasus sabu-sabu yang diterapi. Meski klinik metadone awalnya khusus untuk menangani kasus kecanduan heroin, namun di awal tahun 2010 juga mulai menangani kasus multi drugs mulai dari sabusabu sampai kecanduan alkohol. “Memang untuk sabusabu maupun alkohol tidak ada obat penggantinya seperti heroin. Tetapi di sini kami memberikan pelayanan psikopatologi bagi pecandu Napza di luar heroin,” tutur Hanati. (san)

Pasar Loak Kereneng Sepi Denpasar (Bali Post) Hari raya Lebaran yang dirayakan umat Muslim di seluruh dunia, ternyata memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian mikro di Denpasar. Buktinya, setelah ditinggal pulang kampung (mudik) puluhan stan yang biasanya digunakan para pedagang loak di sebelah Pasar Kereneng, Sabtu (11/9) kemarin, tampak lengang. Penurunan jumlah pedagang aneka barang bekas tersebut cukup tajam, sehingga pasar yang biasanya penuh sesak dengan pedagang tersebut, terlihat sepi. Hanya dua sampai tiga pedagang yang masih terlihat melakukan aktivitas. Pantauan Bali Post pagi kemarin, menunjukkan suasana berbeda dibandingkan hari-hari biasanya. Lahan yang berada di tengahtengah Terminal Kereneng tersebut biasanya sejak pagi hingga siang selalu dipadati pedagang serta pengunjung. Namun, sejak menjelang Lebaran, aktivitas pasar loak tersebut terlihat sepi. ‘’Biasanya, pedagang yang berjualan di sini cukup banyak. Ada yang menjual pakaian bekas, barang elektronik, k a s e t VCD, serta aneka barang bekas dan baru,’’ ujar salah seorang petugas parkir Bali Post/eka di Pasar LENGANG - Suasana lengang di pasar loak, Kereneng Kereneng akibat ditinggal mudik para pedakemarin. gangnya untuk merayakan Lebaran, Sabtu (11/ (kmb12) 9) kemarin.

Laju Pembangunan di Denpasar Tak Terbendung

Penerapan Tri Hita Karana Belum Maksimal KONSEP pembangunan Kota Denpasar yang dirancang Wali Kota I.B.Rai Dharmawijaya Mantra mengacu pada visi terciptanya Kota Denpasar berwawasan budaya dengan keharmonisan dalan keseimbangan secara berkelanjutan, sejatinya merujuk pada filosofi falsafah Tri Hita Karana. Hal ini bertujuan untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungannya, serta manusia dengan Tuhan.

Kerangka filosofi ini diadopsi menjadi kerangka dasar keseluruhan aspek pembangunan di Kota Denpasar. Namun, dalam realisasinya, tidaklah bisa semudah merancang konsep pembangunan yang sejalan dengan filosopi Tri Hita Karana. Buktinya, tidak sedikit pembangunan fisik di Denpasar yang masih menyimpang dari aturan yang ada. Baik menyangkut masalah sempadan, mengabaikan ornamen khas Bali, serta penyimpangan dalam

bentuk lainnya. Data yang dikeluarkan Dinas Tata Ruang dan Perumahan (DTRP) Denpasar untuk bulan Juli 2010 lalu, jumlah pelanggaran terkait pembangunan mencapai 93 kasus. Dari jumlah tersebut, kasus pelanggaran IMB mencapai 72 kasus, pelanggaran sempadan bangunan mencapai 19 kasus. Gambaran ini menunjukkan masih tingginya kasus pelanggaran dalam pemanfaatan ruang di Denpasar. Kasus pelanggaran penataan

ruang di Denpasar ini sejatinya bukanlah hal baru. Sebelumnya, DTRP juga telah menindak sedikitnya 335 pemilik bangunan mendapat surat peringatan. Bahkan, belakangan ini tidak jarang Dinas Tramtib dan Satpol PP selaku dinas penindak melakukan segel terhadap usaha yang tidak mengindahkan Perda yang ada di Kota Denpasar. Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Denpasar Ir. I Made Kusuma Diputra, M.T. mengatakan pemberian SP kepada para pemilik bangunan ini akibat tidak memenuhi standar peraturan yang berlaku. Misalnya saja, bangunan yang tidak mengindahkan sempadan, berada di jalur hijau atau ruang terbuka hijau kota (RTHK), serta tidak memiliki izin membangun. Pemberian peringatan kepada para pelanggar tersebut se-

suai dengan mekanisme yang berlaku. Untuk tahap awal, pihaknya melakukan pemantauan di wilayah Kota Denpasar. Bila ditemukan adanya pelanggaran, tim pengawas akan melakukan pemantauan secara seksama. ‘’Bila dalam pantauan itu sudah jelas ada pelanggaran, akan dilanjutkan dengan pemberikan SP I,’’katanya. Dikatakan, bila surat peringatan pertama tidak ada tindaklanjut dari pemilik bangunan, Dinas Tata Ruang dan Bangunan akan memberikan lagi peringatan tahap II. Setelah itu, akan diberikan surat peringatan tahap III dan ditembuskan kepada Dinas Tramtib. Tindakan pembongkaran atau tindakan sanksi lainya akan dilakukan oleh pihak penegak perda atau dalam hal ini Dinas Tramtib dan Satpol PP. Diakui dari 335 kasus pelang-

garan yang terjadi selama ini, paling banyak menyangkut izin mendirikan bangunan. Banyak pemilik bangunan enggan mengurus izin membangun sebelum membangun. Karena itu, surat peringatan yang dilayangkan tersebut didominasi oleh kasus IMB. Selebihnya pelanggaran yang sering terjadi, yakni sempadan jalan. Ke depan, pihaknya akan melakukan penataan terhadap tampilan bangunan di kawasan Denpasar. Artinya, bangunan yang berada di jalurjalur utama diharapkan tetap mengedepankan ornamen Bali. Paling tidak, untuk dasar penataan ini pihaknya akan menggunakan perwali sebagai dasar melakukan tindakan. ‘’Untuk mengatur perwajahan bangunan ke depan, kami akan menggunakan dasar hukum perwali,’’ jelas mantan Kadis Capil Denpasar ini. (ara)

z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha z Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata z Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab: Alit Purnata zSekretaris Redaksi: Sugiartha z Redaksi: Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry,Dira Arsana,Mawa, Sri Hartini, Suana, Sueca, Wirya, Yudi Winanto z Anggota Redaksi Denpasar: Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subagiadnya, Subrata, Suentra, Sumatika, Asmara Putra, Diah Dewi, Yudi Karnaedi, Wira Sanjiwani, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata. Bangli: Pujawan, Buleleng: Adnyana, Gianyar: Agung Dharmada, Karangasem: Budana, Klungkung: Bali Putra Ariawan, Negara: IB Surya Dharma. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Syamsudin Karim, Izzul Khairi, Raka Akriyani, Nur Haedin, Suyadnya. Surabaya: Bambang Wilianto. z Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Mahadita, Marketing/Pengaduan Pelanggan: Kariawan, z Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, perbaris Rp 30.000,- Iklan Umum: < 100 mmk Rp 37.000 per mmk, >100 mmk Rp 40.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 28.000 per mmk. Advertorial Rp 20.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 50.000, 4 warna Rp 58.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 15.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 60.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/ A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


SEREMONIAL

Minggu Pon, 12 September 2010

3

FH Undwi Bidani Awig-awig Lingkungan di Tanah Aron Lepas 152 Sarjana Baru Denpasar (Bali Post) Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum., Kamis (9/9) lalu meyusidisium 152 sarjana baru. Hampir 100 persen sarjana yang dilepas sudah bekerja. Tampil sebagai lulusan terbaik masing-masing Nyoman Sri Mudani (3,58), A.A. Puspitayani (3,50) dan Ketut Wirna (3,49). Dyatmikawati sangat bangga karena sebagian besar sarjana yang dilepas lulus dengan predikat sangat memuaskan. Ini berarti PBM berkualitas di kampus diserap secara optimal. Dia berharap di masyarakat lulusannya mampu menunjukkan kualitas sebagai lulusan FH yang terakreditasi A. Mereka juga disiapkan menjadi sarjana yang beretika. Hingga kini FH Undwi telah menamatkan 2.402 sarjana. Di acara yag dihadiri Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Drs. Ida Bagus Gde Wiyana dan Rektor Undwi Ketut Wirawan, S.H., M.Hum., itu Putu Dyatmikawati mengatakan saat ini FH Undwi bekerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Unud, Bali Shanti dan

Pemkab Karangasem sedang membidani lahirnya awigawig berbasiskan lingkungan masyarakat Tanah Aron. Tim FH Undwi terdiri dari dia sendiri, Agung Indra Dewi, Wayan Arka dan Made Candrajaya. Dyatmikawati yang sedang menempuh pendidikan S-3 di Unud mengatakan dipilihnya Desa Adat Tanah Aron karena memiliki lahan yang subur dan hutan, namun masih ditemukan praktik penebangan hutan secara liar. Dalam awig-awig ini diwajibkan warga menanam pohon, batas umur pohon yang ditebang dan sanksi terhadap pelanggaran. Awigawig pro-lingkungan ini didanai Dikti dengan dana pendamping dari Pemkab Karangasem. Awig-awig pro-lingkungan ini dinilai Dyatmikawati sangat pas saat gema menuju Bali yang bersih dan hijau. Saat ini penyusunan awigawig baru pada tahap pengumpulan data. Jika sudah tuntas awig-awig ini dikatakannya menjadi yang pertama dan satu-satunya di Bali yang berbasiskan lingkungan. Bahkan akan menjadi ikon awig-awig di Bali menuju Bali yang mataksu.

BPM/025

YUDISIUM - Dekan FH Undwi Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum., saat meyudisium 152 sarjana hukum. Ditanya soal perkawinan padagelahang yang masih menjadi polemik, Dyatmikawati yang banyak menyusun buku kasus adat di Bali ini, menegaskan jenis perkawinan ini ada di masyarakat.

Hanya saja secara hukum formal belum diatur karena zaman dulu tak ada perjanjian hitam di atas putih. Bagi dia, perkawinan padagelahang tetap sah karena itu menyangkut HAM. (025)

15 September, ”Palebon” I.B. Made Wara Denpasar (Bali Post) Puncak upacara palebon jenazah Kepala SMA PGRI 2 Denpasar, Ida Bagus Made Wara, S.Pd., M.M. akan dilaksanakan Rabu, 15 September mendatang. Upacara dipusatkan di Geriya Kutuh Kanginan, Br. Griya, Kamasan, Klungkung. Menurut Kelihan Br. Griya, Kamasan, Ida Bagus Putu Pujawan dan istri almarhum Gusti Ketut Kontri, rangkaian upacara palebon dimulai sejak pagi hari. Sekitar pukul 09.00 wita diadakan upacara mabersih atau nyiramin oleh krama banjar. Dilanjutkan dengan menek tumpangsari dan Ida

Pedanda mapuja. Sekitar pukul 11.30 wita palebon ke setra Ganda Mayu, Kamasan hingga sore hari nganyut ke segara. Sedangkan upacara sebelum puncak palebon dilakukan upacara ngulapin pada 13 September dan maolahan tanggal 14 September. Para pelayat pun sudah berdatangan ke rumah duka di antaranya Kadisdikpora Kota Denpasar Drs. Gusti Lanang Jelantik, Ketua PPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar Dr. Dewa Putu Putra, M.M., M.H., M.Pd., Ketua PD PGRI Bali Drs. Gede Wenten Aryasudha, M.Pd., Ketua PD PGRI Kota Denpasar Drs. I

BPM/sue

Istri almarhum Gusti Ketut Kontri bergambar bersama foto dekat jenazah I.B. Made Wara.

Nengah Madiadnyana, M.M., para kasek yang tergabung dalam MKKS SMA/SMK Kota Denpasar dan guru, teman sejawat di SMAN 4 dan SMA PGRI 2 Denpasar. Sejumlah karangan bunga ucapan berbelasungkawa juga berdatangan. Pelayat juga datang dari teman almarhum di sejumlah kabupaten yang tak menyangka I.B. Wara meninggal karena tak pernah mengeluh sakit. Istri almarhum Gusti Ketut Kontri mengucapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan rekan dan teman sejawat sejak di rumah sakit hingga upacara palebon. Ia sekaligus mewakili keluarga minta maaf jika selama hidupnya almarhum berbuat kesalahan. Sekalipun almarhum selama menjadi kasek dikenal kalem, namun ia yakin yang namanya manusia tak pernah luput dari kesalahan. Kepala SMA PGRI 2 Denpasar Drs. Ida Bagus Made Wara, M.M., meninggal, Senin (6/9) lalu. Perjalanan hidup I.B. Made Wara hingga menjadi kepala di SMA PGRI 2 Denpasar selama 11 tahun dimulai dari pekerja juru sapuh. I.B. Made Wara meniti karier menjadi pesuruh di SPGN Klungkung, 1972 menjadi pegawai TU di perwakilan Pendidikan dan Kebudayaan Singaraja di SPGN

Denpasar. Tahun 1975 pindah ke Kanwil Diknas. Mulai 1999 hingga sekarang I.B. Made Wara sebagai Kepala SMA PGRI 2 Denpasar. (sue)

Diikuti Ribuan Umat Hindu dan Budha

Hari Ini Kirab Pratima Ganesha dari Museum Bali-Pantai Sanur MENGULANGI kesuksesan perayaan tahun lalu, World Hindu Youth Organization (WHYO) didukung oleh puluhan organisasi, pasraman dan wadah spiritual dari ber-

Peringatan Hari Radio Ke-65

LPP RRI Dituntut Tingkatkan Kualitas Siaran PUNCAK peringatan Hari Radio ke-65 di RRI Denpasar, Sabtu (11/9) kemarin, ditandai dengan penyulutan Obor Tri Prasetya oleh Plt. Kepala Stasiun Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Denpasar A.A. Ngurah Tenaya, S.E. Penyulutan obor dirangkaikan dengan mendengarkan sambutan secara langsung dari Direktur Utama LPP RRI Parni Hadi. Dalam sambutannya, Parni Hadi menegaskan perkembangan dan pertumbuhan industri media di dunia menuntut keseriusan angkasawan dan angkasawati LPP RRI dalam menjaga ek-

sistensinya. Jika hal itu tidak dilakukan, ke depan LPP RRI dipastikan akan tergerus gelombang liberalisasi dan perubahan minat masyarakat. Guna mengantisipasi hal itu, Parni Hadi mengatakan pihaknya telah melakukan pembenahan sarana prasarana penunjang siaran di seluruh Indonesia. Beberapa langkah kongkret itu di antaranya penguatan siaran di daerah perbatasan dan pelosok wilayah di Indonesia. Tidak hanya itu, kita juga menggalang kerja sama dengan media-media penyiaran di negara lain, ujarnya. Parni Hadi menambah-

Bali Post/eka

RADIO-Penyulutan Obor Tri Prasetya oleh Plt. Kepsta LPP RRI Denpasar A.A. Ngurah Tenaya, S.E. menandai puncak peringatan Hari Radio ke-65 di RRI Denpasar, Sabtu (11/9) kemarin.

kan, atas berbagai upaya tersebut pihaknya berhasil memboyong penghargaan dari Asia Institute Broadcasting Development untuk karya program siaran pada tahun 2010 ini. Sementara terkait Hari Radio yang tahun ini mengangkat tema Penguatan RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik di Era Konvergensi Media, dia meminta angkasawan dan angkasawati LPP RRI lebih meningkatkan kualitas siaran. Plt. Kepala Stasiun LPP RRI Denpasar A.A. Ngurah Tenaya, S.E. kepada wartawan mengatakan, untuk meningkatkan kualitas siaran pihaknya telah membenahi beberapa pemancar di Bali. Tidak hanya itu, LPP RRI Denpasar juga berkomitmen untuk selalu memperbaiki konten siaran dan mempertahankan siaran bermuatan lokal. Sementara dalam peringatan Hari Radio ke-65 di Panggung Parahita Mandala kemarin juga dilakukan pemberian bingkisan kepada para pensiunan RRI Denpasar dan penyerahan hadiah berbagai lomba. Tahun ini, Bidang Pemberitaan berhasil mempertahankan gelar juara umum dengan memboyong piala uang kepeng diikuti Bidang Programa Siaran dan Keluarga Kesenian Bali (KKB) di posisi kedua dan ketiga. (kmb13)

Adv.615854-adv

bagai daerah di Nusantara, bersama sejumlah klenteng dan wihara di Bali, hari ini, Minggu (12/9) menggelar acara Kirab Pratima Ganesha dari Museum Bali menuju

BPM/ist

KELAHIRAN GANESHA - Sri Maha Ganesha Statue, Patung Dewa Ganesha tertinggi di Asia Tenggara yang berlokasi di Lovina, Singaraja yang didirikan oleh WHYO pada 2006 bersama Indra Maharani Foundation (Indonesia-Jerman).

Pantai Sanur Denpasar. Adapun tujuan acara kirab ini adalah untuk memperingati kelahiran Dewa Ganesha. Demikian diungkapkan oleh Wayan Suantika (Ketua Panitia) ditemui di sela-sela mendak pratima Ganesha Berkepala Dua berusia 1000 tahun dari Pura Ibu Majapahit Trowulan Jawa Timur menuju ke Museum Bali. Acara yang bertajuk 4th International Festival Ganesha Caturthi 2010 sukses diiringi oleh ribuan umat Siwa Budha dan lintas agama dan menjadi salah satu ikon peringatan festival Hindu internasional. ‘’Budaya Hindu begitu kaya, bukan hanya ritual Hindu Bali, tapi banyak budaya Hindu berbasis Nusantara. Dan kegiatan ini mempertegas jati diri Bali sebagai wilayah spiritual yang Hindu. Dewa Ganesha adalah dewa pengetahuan, dewa penolak bala dan dewa kaum muda bagi 1 miliar umat Hindu. Dan berbanggalah karena Indonesia termasuk dari kumpulan negara Hindu yang ikut merayakannya,’’

demikian ungkap R. Shastry (Secretary General Of WHYO). Terlebih pada tahun ini, pratima Ganesha Bermuka Dua (Dwi Muka) peninggalan Raja Hayam Wuruk ikut dikirab bersama pratima Dewi Durga peninggalan Ratu Majapahit, Tribhuwana Tungga Dewi. Pada hari ini, kirab akan dimulai pada pukul 12.00 wita hingga pukul 18.00 wita dengan rute Museum Bali Denpasar menuju Pantai Sanur, dan di pantai rencananya sejumlah Patung Ganesha akan ditenggelamkan di Laut Selatan Bali. ‘’Bagi umat Siwa Budha yang ingin bergabung, agar dapat hadir di Museum Bali pada pukul 12.00 siang, untuk melakukan persembahyangan bersama sebelum prosesi kirab dimulai,’’ ungkap Suantika. Panitia mengucapkan terima kasih kepada warga Tionghoa Budha di Bali yang sudah sejak awal terus bergabung bersama umat Hindu Bali. Juga umat Hindu Nusantara yang sangat antusias. Ini adalah perwujudan Pancasila. (r)

Utsawa Bali Sani Unhi Gairahkan Drama Gong

Hari Ini Mapang Barong, Pop Bali, Jauk Keras dan Kendang Tunggal DI tengah beragamnya pilihan hiburan yang ditawarkan kepada masyarakat di zaman modern ini, kesenian drama gong ternyata masih mampu mempertahankan eksistensinya. Buktinya, penampilan Sekaa Drama Gong Bon Gianyar persembahan Sanggar Gita Lestari Petak-Gianyar yang diketuai A.A. Putrayasa dan Koordinator I Gusti Putu Yasa, di Kampus Universitas Hindu Indonesia (Unhi), Sabtu (11/9) malam kemarin, masih mampu menggaet penonton yang lumayan banyak. Drama gong yang diperkuat 14 orang penari ditambah puluhan penabuh itu menampilkan lakon “Regek Tungek”. Pergelaran berdurasi sekitar tiga jam itu memang diharapkan dapat lebih menggairahkan kesenian ini melalui Utsawa Bali Sani (Pesta Kesenian Bali mini) yang digelar Unhi selama hampir sebulan, 5-30 September 2010. PKB mini itu dilaksanakan dalam rangkaian Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih lan Tawur Tabuh Gentuh di Pura Maha Widya Mandira Unhi, Dies Natalis dan Wisuda. Dalam event budaya ini

Unhi memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pragina untuk tampil menyuguhkan garapan seninya dengan berlandaskan konsep ngayah. Drama gong tersebut menceritakan Putra Kerajaan Kauripan bersama istrinya menuju ke Puri Daha untuk menghadiri upacara Dewa Yadnya. Dalam perjalanan itu ada musibah alam, membuat Raja tidak tahu arah. Akhirnya kesasar di Kerajaan Karang Tanggul yang terkenal ilmu hitamnya. Raja

Kahuripan diguna-guna oleh Ratu Karang Tanggul yang janda, untuk dijadikan suami. Karena terkena guna-guna, Raja Kahuripan menganiaya istrinya dengan bantuan Patih Agung hingga gila. Dalam perjalanan, istri Raja Kauripan ketemu Patih Anom dari Kerajaan Daha. Akhirnya, dengan bantuan Patih Anom, istri Raja Kauripan bisa disembuhkan denga wangsuhpada pajenengan Puri Daha. Begitu pula Raja Kahuripan bisa kembali ke Daha dan

BPM/08

DRAMA GONG - Penampilan drama gong serangkaian acara PKB mini Unhi, Sabtu (11/9) malan kemarin.

Ratu Karang Tanggul bisa dikalahkan. Mapang Barong Sementara itu, animo generasi muda Bali untuk mengikuti lomba Mapang Barong, Jauk Manis dan Kendang Tunggal serangkaian Utsawa Bali Sani (Pesta Kesenian Bali mini) Unhi cukup tinggi. Lomba yang akan mulai digelar Minggu (12/9) hari ini cukup digemari. Lomba Lagu Pop Bali diikuti 30 peserta, Mapang Barong 30 peserta, lomba Jauk Keras 24 peserta dan lomba Kendang Tunggal 30 orang. Ini menunjukkan generasi muda Bali sesungguhnya perlu lebih banyak media berkesenian. Media seperti itu penting diperbanyak ke depan, ujar Rektor Unhi Prof. Dr. IBG Yudha Triguna, M.S., Sabtu (11/9) kemarin. Sementara lomba Mapang Barong, Lomba Jauk Keras dan Kendang Tunggal digelar selama tiga hari yakni Minggu (12/6), Senin (13/6) dan Selasa (14/ 9) malam. Sedangkan lomba Lagu Pop Bali digelar Minggu (12/9) pagi di kampus Unhi. (08)


KELUARGA

4 KESEHATAN

MIMBAR AGAMA

Perawatan Kaki pada Penderita Diabetes PENYAKIT diabetes mellitus (DM) atau yang kita kenal sebagai penyakit kencing manis adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif. Adanya penyakit diabetes ini pada awalnya sering kali tidak dirasakan dan tidak disadari oleh penderita. Diagnosis klinis DM umumnya akan dipikirkan bila ada keluhan khas DM seperti poliuria (banyak kencing), polidipsia (banyak minum), polifagia (banyak makan) dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Diabetes mellitus dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya yaitu kaki diabetes (diabetic foot). Kaki diabetes adalah kelainan tungkai bawah akibat diabetes mellitus yang tidak terkendali. Kaki merupakan salah satu bagian organ tubuh yang sering diserang oleh penyakit diabetes. Banyak penderita diabetes menganggap remeh pada bagian kaki, sehingga banyak kaki penderita diabetes terpaksa diamputasi. Kelainan kaki diabetes mellitus disebabkan oleh adanya gangguan pembuluh darah, gangguan persyarafan dan adanya infeksi. Ada beberapa alasan mengapa orang dengan diabetes lebih tinggi risikonya mengalami masalah kaki yaitu: ✯ Sirkulasi darah dari tungkai yang menurun ✯ Berkurangnya perasaan pada kedua kaki ✯ Berkurangnya daya tahan tubuh terhadap infeksi Karena alasan tersebut di atas maka beberapa masalah yang umum terjadi pada kaki diabetes antara lain kapalan, mata ikan dan melepuh, cantengan (kuku masuk ke dalam jari), kulit kaki retak, kutil pada telapak kaki, radang pada ibu jari kaki. Terdapat 5 pilar penting dalam penanganan kaki diabetik, antara lain:

Oleh dr. I Putu Hartawan Mataram ✯ Pemeriksaan kaki risiko tinggi secara teratur Lakukan pemeriksaan kaki secara teratur, minimal 1 tahun sekali, atau setiap 2-3 bulan pada kaki dengan risiko tinggi. Riwayat ulkus, lama diabetes, pendidikan, kurangnya akses ke fasilitas kesehatan merupakan faktor risiko yang harus diperhatikan. Neuropati, angiopati, kelainan pada kulit, deformitas, gangguan mobilisasi sendi dan penggunaan alas kaki yang tidak adekuat merupakan faktor risiko lain yang harus mendapat perhatian. ✯ Indentifikasi kaki diabetik dengan risiko tinggi Tentukan adanya neuropati sensoris, deformitas pada kaki dan penonjolan tulang, penyakit pembuluh darah perifer, serta riwayat ulkus atau amputasi. ✯ Edukasi pada diabetisi, keluarga dan petugas kesehatan Edukasi yang dilakukan secara teratur, dan terstruktur pada pasien, keluarga dan petugas kesehatan/edukator dapat mencegah problem kaki diabetik. ✯ Penggunaan alas kaki yang tepat Gunakan alas kaki yang cocok dengan bentuk kaki, 1-2 cm lebih panjang dari ukuran kaki. Gunakan selalu alas kaki baik di dalam maupun di luar rumah. Kalau perlu buat sepatu yang dibuat khusus menyesuaikan dengan bentuk atau kelainan kaki yang ada. ✯ Penanganan kelainan kaki diabetik sebelum timbul ulkus Seperti kelainan pertumbuhan kuku yang menebal atau ingrowing, penipisan kalus dan kulit yang kering. Gunakan ortosis untuk mengatasi kelainan bentuk kaki atau jari-jari.

Berikut ini beberapa tips untuk Anda, agar terhindari dari luka diabetes. ✯ Periksa kaki setiap hari, periksa adanya lecet, jamur, kemerahan karena penekanan, atau adanya luka. Gunakan cermin untuk memeriksa bagian telapak kaki. ✯ Jangan merendam kaki. Cuci kaki dengan bersih setiap hari, gunakan sabun yang lembut, keringkan kaki dengan handuk yang lembut terutama di selasela jari. ✯ Berikan lotion untuk melembabkan kaki, tetapi jangan diberikan di sela-sela jari. ✯ Potong kuku sejajar dengan ujung jari dan lurus. ✯ Hindari kaki dari panas atau dingin yang berlebihan. ✯ Jangan pergi tanpa alas kaki. ✯ Gunakan kaos kaki yang menyerap keringat, dan ganti kaos kaki setiap hari. ✯ Hindari penggunaan obatobatan pada luka tanpa resep dokter. ✯ Segera periksakan ke dokter, jika terjadi luka sekecil apapun. ✯ Lakukan senam kaki setiap hari. Perawatan kaki merupakan upaya pencegahan primer terjadinya luka pada kaki diabetes. Tindakan yang harus dilakukan dalam perawatan kaki untuk mengetahui adanya kelainan kaki secara dini. Penderita diabetes perlu mengetahui perawatan kaki diabetik dengan baik, dengan demikian kejadian ulkus gangren dan amputasi dapat dihindarkan. Dengan adanya artikel ini, pembaca diharapkan mengetahui bagaimana perawatan kaki pada penderita diabetes sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari terutama bila memiliki anggota keluarga atau teman yang menderita diabetes.

Mengenal Penyakit Skabies PENYAKIT yang juga dikenal dengan istilah tungu, gudik, budukan, gatal agogo ini dapat menyerang penduduk dari berbagai ras, usia dan sosioekonomi. Di seluruh dunia insiden penyakit ini diperkirakan sebesar 300 juta per tahun. Skabies merupakan masalah yang banyak terjadi di negara berkembang dan negara dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Apa Itu Skabies? Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan reaksi alergi terhadap tungau, Sarcoptes scabiei var hominis, beserta produknya (kotoran, ciran dan lain-lain). Sarcoptes scabiei yang termasuk filum artropoda ini memiliki bentuk oval, punggung yang cembung, perut rata, dan berwarna putih kotor. Ukurannya sangat kecil, yang betina (lebih besar dari jantan) berukuran kurang dari 0,5 mm, sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Diperlukan waktu antara 8-12 hari untuk berkembang dari telur hingga mencapai bentuk dewasa. Bagaimana Gejalanya? Penderita biasanya mengeluhkan rasa gatal yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap tungau dan produknya dalam waktu satu bulan setelah infestasi. Keluhan gatal dirasakan terutama pada malam hari, hingga dapat menyebabkan gangguan tidur, hal ini disebabkan karena peningkatan aktivitas tungai pada suhu yang lebih lembab dan panas. Kelainan kulit yang ditemukan dapat berupa bintik-bintik kecil atau bintik berari, serta pada beberapa penderita dapat ditemukan terowongan yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Terowongan ini berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, dengan panjang ratarata 1 cm yang pada ujungnya ditemukan bintik kemerahan atau bintik berair. Pada umumnya kelainan pada kulit ditemukan pada tempat-tempat tertentu den-

Minggu Pon, 12 September 2010

Oleh dr. Christina Putri Wijaya gan lapisan kulit ari yang tipis seperti: sela-sela jari tangan, pergelangan tangan sebelah dalam, siku bagian luar, lipat ketiak bagian depan, payudara (pada wanita), pusar, bokong, perut bagian bawah, buah zakar dan buah pelir. Kemudian akibat garukan dapat timbul erosi, gambaran seperti luka lecet, keropeng serta dapat menyebabkan terjadinya infeksi sekunder. Penyakit ini tidak menyerang satu orang saja, orangorang di sekeliling penderita biasanya juga terkena, seperti keluarga, teman sekamar di asrama, teman sekelas dan lainnya. Terdapat suatu keadaan dimana penderita sudah terserang penyakit ini namun tidak timbul gejala yang dikenal dengan hiposensitisasi dan orang tersebut dikatakan sebagai pembawa (carrier) penyakit skabies. Untuk menegakkan diagnosis dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan tujuan menemukan tungau. Bagaimana Cara Penularannya? Penyakit ini dapat ditularkan baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, yaitu melalui kontak langsung kulit penderita dengan orang norma, misalnya hubungan seksual dan tidur bersama. Masih menjadi perdebatan mengenai penularan melalui kontak langsung yang singkat seperti berpelukan dan berjabat tangan. Penularan secara tidak langsung (melalui benda yang dipakai bersama), misalnya pakaian, handuk, sprei, bantal, serta benda-benda yang berbahan serat. Di luar tubuh manusia tungai ini dapat bertahap hidup hingga 4 hari. Pada manusia pernah ditemukan sarcoptes scabiei var animalis yang biasa terdapat pada hewan peliharaan. Bagaimana Menanganinya? Pengobatan skabies harus meliputi seluruh anggota ke-

luarga, termasuk penderita yang sudah mengalami infestasi tungai namun tidak mengalami gejala. Pengobatan yang paling sering digunakan untuk skabies adalah pengobatan antiskabies topikal seperti permetrin, krotamiton, gama benzene heksa klorida emulsi benzil-benzoas dan belerang endap. Dapat diberikan antihistamin untuk mengurangi keluhan gatal. Jika terdapat infeksi, maka harus diatasi infeksinya terlebih dahulu dengan pemberian antibiotika oral dan topikal, setelah infeksi teratasi baru diberikan pengobatan scabies. Demi keberhasilan terapi, obat-obatan tersebut harus digunakan dengan benar. Untuk itu diperlukan konsultasi dengan ahlinya mengenai pilihan terapi yang tepat serta cara penggunaannya. Oleh karena tungau dapat hidup pada benda-benda yang mengandung serat maka penting untuk mencuci pakaian, handuk, sprei, selimut, sarung bantal dengan air panas kemudian segera dijemur dibawah sinar matahari atau dikeringkan. Jika tidak memungkinkan untuk mencuci pakaian dengan air panas maka pakaian tersebut dapat dibungkus rapat dengan kantung plastik dan disimpan selama satu minggu, karena tanpa kontak dengan kulit manusia tungai tidak bisa hidup lebih dari 4 hari. Jemur kasur dan bantal secara berkala dibawah sinar matahari. Untuk menghindari terjadinya penularan lebih lanjut, penderita skabies hendaknya menghindari kontak langsung dengan orang lain seperti keluarga, teman sekolah serta orang terdekat. Penderita boleh kembali bersekolah atau bekerja 24 jam setelah pengobatan pertama. Jika diobati dengan baik penyakit skabies ini dapat disembuhkan secara total. Penulis alumni Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Jauhi Sikap Hidup Eksklusif dan Dikotomis DINAMIKA kehidupan kebudayaan di manapun di bumi ini ada kelebihan dan kekurangannya. Apalagi kriteria untuk menentukan kelebihan dan kekurangan suatu produk kebudayaan tidaklah mudah. Unsur subjektivitas dalam menentukan kelebihan dan kekurangan suatu kebudayaan itu sangatlah dominan. Demikian juga kebudayaan Bali yang bersumber dari pengamalan ajaran agama Hindu banyak hal-hal yang amat mengagumkan. Weda Sruti kitab suci agama Hindu itu sebagai sabda Tuhan yang supra empiris bukanlah kebudayaan. Namun sabda Tuhan yang supra empiris itu diwujudkan dalam kehidupan empiris menjadilah kebudayaan Hindu. Dalam banyak hal pada kebudayaan Bali sebagai perwujudan ajaran agama Hindu didalamnya ada gagasan-gagasan atau ide-ide yang amat universal. Ada tata aktivitas dan wujud yang juga amat adi luhung dalam kebudayaan Bali Hindu tersebut. Konsep pemujaan Tuhan dengan bhakti untuk menguatkan gagasan pemeliharaan alam dengan asih. Demikian juga gagasan tentang hidup dalam kebersaman atau dalam kesendirian yang individualis dengan punia. Semua hal itu sebagai inti atau jiwa kebudayaan Bali Hindu. Dalam menyikapi keunggulan kebudayaan Bali Hindu tersebut sebaiknya kita tidak bersikap ekslusif negatif dan dikotomis. Artinya jangan menganggap orang lain tidak punya kelebihan-kelebihan tersendiri. Sebagai pemilik dan pendukung kebudayaan itu janganlah kita mabuk atau gelap hati, karena hal itu tergolong salah satu ‘’timira’’ atau kemabukan yang dilarang Agama Hindu. Bangga memiliki kebudayaan adi luhung tentunya baik dan mulia. Bangga itu sebaiknya dibawa ke dalam diri jangan diekspresikan dengan kesombongan. Yang patut dijauhi adalah sikap eksklusif yang menimbulkan sikap sombong dan menganggu orang lain tidak ada apa-apanya. Sikap eksklusif negatif itu dapat membawa kita berhenti pada berpuas diri karena menganggap diri sudah sampai di puncak kesuksesan dan kesempurnaan. Eksklusif itu adalah sikap yang mabuk pada keberhasilan. Sikap berpuas diri itu dapat menimbulkan lamban bahkan mandegnya kreativitas dalam memelihara dan melindungi kebudayaan sendiri. Karena menganggap diri sudah di puncak kesempurnaan, setiap yang datang dari berbagai arah penjuru dunia dianggap tidak ada apa-apan-

kan penerapan Tatya. Dalam diri setiap twa tersebut. Dalam orang memang ada Redaktur proses penerapan Tatyang disebut nafsu Khusus twa inilah akan terja‘’distinksi’’ yaitu dordi pertemuan keongan untuk menunMIMBAR masan budaya Hindu jukan dirinya berbeHINDU di satu daerah dengan da dan lebih dengan daerah lainnya yang yang lain. Dorongan bentuk luarnya sering instinktif itu Drs. I Ketut Wiana ada perbedaan kehendaknya jangan masan luarnya. ditunjukan dengan pernyataan bahwa dirinya lebih dari Dalam hal inilah sering terjadi adanya dua atau lebih pertemuan budaya yang lain. Tetapi wujudkanlah dengan ken- Hindu. Hal tersebut seyogianya tidak yataan dengan berbuat lebih baik perlu disikapi dengan sikap dikotodari yang lain. Kalau hanya pern- mis. Biarkan satu wujud budaya Hinyataan, itulah yang dapat menimbulkan kesan sikap yang ekslusif menyo- du yang satu dengan yang lain saling mbongkan diri. Sikap itu dapat juga bertemu satu dengan yang lainnya. menimbulkan sikap lengah kurang Biarlah pertemuan itu berlangsung waspada pada adanya berbagai per- dengan alami dan demokratis. Tidak saingan. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra perlu ada sikap dikotomi seperti ada mantan Gubernur Bali pernah men- istilah ke India-Indiaan, Bali sentris yatakan bahwa ‘’letak harga diri kita, dan istilah lainnya yang mengeksejauh mana kita bisa menghargai spresikan sikap dikotomis tersebut. Hal ini akan mengganggu ketentuorang lain’’. Ini artinya kalau tidak bisa kita an negara seperti UUD 1945 yang menghargai orang lain kita juga tidak menjamin kemerdekaan tiap-tiap punya harga diri. Apapun datang dari penduduk untuk memeluk Agama luar diri kita mari kita terima den- dan beribadah sesuai dengan Agama gan sikap kritis atau ‘’upeksa’’. Sikap dan kepercayaannya itu. Jangan samkritis itu tidak mutlak apriori meno- pai ada sikap hidup yang ‘’menderita lak maupun menerima. Ada analisa melihat orang lain bahagia dan yang cerdas dilakukan sebelum me- senang melihat orang lain menderinerima maupun menolak. Dengan ta’’. Sikap hidup tersebut menurut analisa itu segala sesuatunya terukur dengan cermat sebelum melangkah Prof. Dr. Zakiah Darajat, ahli ilmu lebih lanjut. jiwa adalah sikap hidup orang yang Sarasamuscaya 260 mengajarkan menderita penyakit gangguan menadanya proses Weda Abyasa atau tal. Sikap hidup dikotomis itu akan penerapan ajaran Weda sabda suci membawa pembauran budaya akan Tuhan dengan melalui proses pentr- menimbulkan benturan budaya. Tenadisian. Proses tersebutlah yang tunya hal ini tidak diharapkan oleh akan melahirkan kebudayaan Hindu. semua pihak. Pembauran budaya itu Artinya proses pentradisian Weda itu hendaknya disikapi sesuai dengan kalau sudah melembaga dalam konsep hidup bersama yang setara, masyarakat terbentuklah kebu- bersaudara dan merdeka (egality, fradayaan Hindu sebagai hasil karya ternity dan liberty). masyarakat dalam mengamalkan Sikap hidup yang tidak dikotomis ajaran Weda sabda suci Tuhan itu. itu dapat membuat tradisi budaya Sabda Tuhan yang kekal abadi itu Agama Hindu itu akan dinamis atau (Sanatana Dharma) diterapkan den- Nutana dalam menerapkan Tattwa gan landasan Nutana artinya terus kebenaran Weda. Tradisi pengamaada peremajaan sesuai dengan lan Weda itu hendaknya tidak terlaperkembangan zaman. Agar selalu lu banyak diintervensi dengan caraada penyesuaian Weda diterapkan cara dikotomis menggunakan kekuadengan lima dasar pertimbangan. saan dengan alasan mempertahanLima dasar pertimbangan itu dinya- kan tradisi. Tradii itu bukan sesuatu takan dalam Manawa Dharmasastra yang beku. Tradisi itu akan kuat apaVII.10, yaitu: Iksha (pandangan bila tradisi itu hidup dinamis masyarakat setempat), Sakti (ke- mengikuti irama perjalanan zaman. mampuannya), Desa (aturan suci Yang utama adalah dinamika itu yang sudah ada ditempat tersebut), untuk mensukseskan Tattwa Weda Kala (waktunya). Yang penting jan- menjadi dasar kehidupan umat. Digan sampai bertentangan dengan namika tradisi itu menuju penguatan Tattwa atau intisari kebenaran Tattwa menjadi suatu yang nyata Weda. dalam mengantarkan tujuan beragaJustru iksha, sakti, desa dan kala ma Hindu mencapai Jagat Hita dan itu sebagai media untuk mensukses- Moksha.

Jumlah Kendaraan dan Penduduk Tak Seimbang Santi dyauh santa prativi. santa idam urbantariksam santa udanvarti apah santanah santu osadhih. (Atharvaveda, XIX,9,1). Maksudnya: Semoga langit (dyauh) penuh damai, semoga bumi (prativi) bebas dari berbagai, gangguan, semoga suasana lapisan udara (antariksa) yang meliputi bumi (atmosfir) yang luas menjadi tenang. Semoga suasana perairan (apah) yang mengalir menyejukan dan semoga tanaman dan tumbuhan (osadhah) menjadi bermanfaat untuk kami. PUJAAN Mantra Atharvaveda sabda Tuhan itu untuk menuntun umat manusia agar senantiasa memelihara berbagai lapisan dan unsur di bumi ini. Menjaga kebersihan lapisan atmosfir dari polusi udara, adanya pengerusakan lapisan ozon yang dapat mengganggu sinar matahari memberikan kehidupan pada semua makhluk hidup penghuni bumi ini. Pada kenyataannya lapisan atmosfir itu sudah tidak damai. Padahal menurut Atharvaveda XVIII.I.17 tiga lapisan bumi yang disebut Tri Chanda itu wajib dilingungi demi kesejahteraan hidup semua makhluk hidup. Tri Chanda menurut Mantra Atharvaveda itu adalah air atau apah, udara atau vatta dan osadhah atau tumbuh-tumbuhan bahan makanan dan obat-obatan sumber kehidupan semua makhluk. Nampaknya apah, vatta dan osadhah tiga sumber alam itu sudah rusak berat yang telah mengancam kehidupan manusia dan makhluk lainnya. Ketiga unsur alam ini unsur alam yang paling utama yang wajib dilindungi kalau ingin mendapatkan kehidupan yang sejahtera. Upaya untuk melindungi Tri Chanda itu srcara teori tidak begitu sulit. Namun dalam tataran praktek dalam kehidupan sehari-hari tidaklah mudah. Karena idialisme mantra Weda itu harus diaplikasikan dalam kehidupan empiris sampai menjadi suatu tradisi. Mentradisikan suatu kehidupan yang mulia dan tertib sungguh tidak mudah. Salah satu sebabnya karena adanya kemajuan ilmu pengetahuan yang tidak diimbangi oleh kemajuan kualitas moral dan daya tahan mental yang tangguh. Ketidakseimbangan itu telah menimbulkan bergesernya orientasi hidup manusia dari hidup mencari ‘’ketenangan’’ telah bergeser

Oleh I Ketut Wiana untuk hidup mencari ‘’kesenangan’’ dengan mengikuti gejolak nafsu indriawinya. Hal ini menyebabkan sumber daya alam dirusak oleh sebagian manusia untuk memenuhi keinginannya mendapatkan kesenangan indria. Menurut Albert Eistein, agama yang mengarahkan hidup, ilmu dan tekhnologi untuk memudahkan hidup dan seni untuk menghaluskan hidup. Namun dalam penerapannya lebih banyak ilmu diberikan peran untuk memudahkan hidup. Kemudian hidup tanpa disertai dengan moral yang luhur dan mental yang tangguh manusia dimanjakan oleh hasil rekayasa iptek. Memanjaan itu dapat menimbulkan ketergantungan pada produk rekayasa IPTEK. Seperti untuk menguasai ruang dan waktu manusia telah berhasil menciptakan sepeda motor dan mobil Untuk kasus Bali jumlah sepeda motor dan mobil sudah menuju jumlah tujuh juta sedangkan penduduk Bali sedang menuju empat juta. Ini artinya kalau dirata-ratakan seorang penduduk memiliki dua fasilitas kendaraan bermotor. Namun pada kenyataannya ada penduduk bahkan keluarga yang sama sekali tidak punya kendaraan bermotor. Ini artinya ada seorang penduduk memiliki sampai tiga bahkan empat kendaraan bermotor seperti mobil atau sepeda motor. Yang perlu direnungkan segi baik dan buruknya jumlah fasilitas kendaraan bermotor itu. Dari segi pemasukan ke kas pemerintah dari sumber pajak kendaraan bermotor itu sangat menjanjikan. Kalau pemungutan pajak kendaraan bermotor itu berjalan sebagai mana aturannya tentunya ada pemasukan keuangan ke kas pemerintah yang lumayan besar. Apalagi kalau pemasukan itu dikembalikan oleh pemerintah untuk meningkatkan pembangunan demi kepentingan rakyat banyak. Itu kalau dilihat dari sudut positifnya. Yang paling wajib kita perhatikan akibat negatifnya. Jumlah kendaraan bermotor dan berbagai alat-alat mesin yang mengeluarkan gas buang mengotori langit itu tentunya cukup serius membuat lingkungan hidup di Bali ini terganggu. Dengan demikian atmosfir langit menjadi tidak damai berlawanan dengan yang diharapkan oleh Mantra

Atharvaveda yang dikutip diatas. Kalau langit dan atmosfir bumi tidak damai maka berbagai akibat buruk pada lingkungan alam akan timbul. Kalau udara atmosfir itu kotor sedangkan makhluk hidup terutama manusia yang menghirup oksigen dari udara yang kotor itu. Hal ini dapat dibayangkan betapa buruknya udara yang dihirup oleh manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Untuk mengatasi hal itu tentunya tidak segampang teorinya. Apalagi penduduk Bali sudah terlanjur scara empirik menikmati berbagai kemudahan dengan berbagai kendaraan bermotor dan berbagai produk dari berbagai mesin tersebut. Seperti mesin untuk memproduksi listrik yang konon masih memakai minyak fosil yang merupakan mineral yang tak terbarukan. Untuk mengurangi kerusakan tiga lapisan bumi ini perlu dilakukan berbagai langkah. Salah satu adalah dengan mengembangkan gaya hidup yang berorientasi pada ketenangan bukan hidup untuk bersenangsenang. Pemerintah hendaknya menciptakan kondisi agar masyarakat tidak terdorong hidup hedonis atau mengutamakan kesenangan. Produksi barang-barang aksesoris seperti aksesoris untuk hiasan diri, rumah, mobil, alat-alat rumah tangga dan sejenisnya mode-modenya terus merangang benda-benda aksesoris itu memunculkan terjadinya persaingan hidup yang tidak sehat. Masyarakat berlomba-lomba memiliki benda-benda yang bersifat tertier yang benar-benar tidak subtansial itu. Upaya memiliki benda-benda aksesoris itu dirangsang oleh iklan di media massa yang dibayangi oleh masyarakat konsumen. Pengusaha tentunya memasukan biaya iklan itu dalam menentukan harga barang dan jasa yang diiklankan itu. Pemerintahpun tidak mengendalikan produksi barang-barang tersebut. Hal itu salah satu penyebab munculnya gaya hidup konsumtif hedonis. Masyarakat pun pada umumnya tidak melihat fungsi barang aksesoris tersebut. Yang diutamakan adalah gengsi bukan fungsi. Penerapan Agama seyogianya memotivasi umat untuk lebih mementingkan fungsi dari pada gengsi dalam pengadaan barangbarang aksesoris tersebut. Tetapi Agama juga belum berhasil memotivasi masyarakat untuk mementingkan fungsi dari pada gengsi. Gaya hidup hedonis konsumtif terus berlangsung.


Minggu Pon, 12 September 2010

INFO

5 T REND Gaya ”Tank-Top” yang Sederhana Biasanya tank-top digunakan untuk pakaian santai. Tetapi belakangan ini, tank-top justru jadi pilihan busana yang wajib dipakai oleh wanita karier. Kelihatannya sederhana, tetapi tetap elegan. Juga bisa untuk membuat penampilan Anda lebih variatif dan tidak monoton. Busana ini memang terlihat sederhana dan sangat kasual. Namun jika Anda bisa melakukan mix n match, tank top tidak hanya sebagai dalaman busana. Anda bisa menampilkan segudang gaya dengan memadukan tank top bersama item berikut.

BPM/ist

Trik Mewarnai Rambut WARNA rambut bagi seorang wanita saat ini sangat menunjang penampilan. Karena, pemilihan warna yang tepat membuat penampilan jadi terlihat segar, awet muda, juga trendi. Mewarnai rambut sendiri di rumah bisa menjadi proses yang sangat mengerikan dan terkadang tidak berjalan sukses. Dengan berbagai macam warna, merek dan formula yang bisa dipilih di pasaran, mungkin akan sulit mengetahui produk mana yang terbaik untuk Anda. Untuk melawan akar rambut yang beruban, sebagian besar orang perlu mewarnai rambut 4 sampai 6 minggu sekali. Utamakan bagian akar saat mengaplikasikan pewarna rambut dan bukan pada batang rambut. Ini karena akar rambut merupakan bagian yang masih muda dan cepat melakukan penyerapan. Bagi rambut Anda menjadi beberapa bagian lalu terapkan pewarna rambut di sepanjang akar, area tempat tumbuhnya rambut lalu dilanjutkan hingga ke ujung rambut. Para penata rambut bahkan menyarankan menggunakan kapas untuk membantu meratakan warna pada area akar yang menjadi target. Setelah pencucian tahap awal yaitu saat membilas pewarna rambut, cobalah untuk tidak mencuci rambut hingga 24 jam ke depan. Ini dimaksudkan untuk mengatur zat pewarna. Saat berkeramas, pilihlah shampo yang diformulasikan khusus untuk rambut yang diwarnai. Agar warna rambut bertahan lebih lama, cobalah untuk menghindari berlama-lama berada di bawah paparan matahari, karena sinarnya dapat membuat warna rambut cepat pudar. Agar warna rambut bertahan lama, Anda juga bisa menyemprotkan spray penangkal UV untuk rambut yang masih basah. Reaksi Jika takut kulit akan memiliki reaksi terhadap zat pewarna rambut, Anda bisa menguji sebuah produk tanpa harus membeli lebih dari satu kotak. Anda hanya memerlukan satu kotak pewarna jika melakukan pewarnaan di rumah. Belilah produk pewarna tersebut setidaknya 2 hari sebelum Anda berencana mewarnai rambut, sehingga Anda dapat melakukan tes alergi. Caranya tuangkan sekitar satu sendok teh masing-masing kemasan Colorant dan Developer. Campurkan keduanya dalam sebuah wadah plastik. Lalu oleskan campuran tersebut dengan kapas pada daerah siku Anda yang bersih dan kering. Biarkan hingga mengering. Jika tidak muncul ruam atau iritasi setelah 2 hari, maka Anda bisa mewarnai rambut Anda tanpa takut menimbulkan reaksi alergi. Namun, bila timbul gatal maupun iritasi, jangan gunakan produk tersebut. (con)

MODE

Syal Menambahkan syal, panjang ataupun pendek, pada tank top polos akan menambah gaya penampilan Anda. Pilih syal yang bermotif agar terlihat lebih menarik. Ves Sebuah tank top polos yang dipadu dengan vest laki-laki bisa menciptakan edgy look. Sementara vest berbahan kulit adalah pilihan yang tepat untuk acara di malam hari karena bisa memberikan kesan chic penampilan. Biarkan kancing vest terbuka dan memperlihatkan tank top Anda. Belt Belt bisa menambah daya pikat tank top Anda. Belt kulit berwarna hitam yang melingkar pada tank top bisa menonjolkan bagian pinggang Anda di siang hari. Sementara belt yang hadir dengan warna lebih terang akan tampak cantik jika digunakan di malam hari. Bereksperimenlah dengan belt berukuran besar dalam berbagai versi warna.

Jaket Ingin penampilan terlihat lebih sopan? Tank top yang dilapisi cropped jacket atau blazer adalah solusinya. High-Waisted Shorts Celana pendek versi ini akan memberikan pesona glamor pada tank top serta memberikan kesan jenjang pada kaki Anda. Lengkapi perpaduan busana ini dengan sepasang highheels atau sandal bertali. Leggings Legging juga dapat menjadi pasangan tank top Anda. Perpaduan antara legging hitam dengan tank top putih sangat cocok untuk penampilan kasual Anda. Ingin penampilan yang lebih berani? Bermainlah dengan motif dan warna-warna yang funky. Rok Ubah penampilan tank top Anda dari kasual ke penampilan cute dengan rok denim atau rok hitam. Ukuran bukanlah masalah. Baik mini, midi ataupun panjang sebatas mata kaki, rok selalu menjadi pasangan yang tepat untuk tank top Anda. Tapi, jika ingin terlihat lebih sweety, rok di atas lutut adalah pilihan yang tepat. Kardigan Kardigan bisa memberikan sentuhan feminin pada tank top Anda. Kardigan putih terlihat apik melapisi tank top abu-abu atau hitam. Sementara kardigan berwarna terang adalah pasangan tepat untuk tank top putih. Karena tank top terlihat begitu sederhana, maka Anda tidak perlu takut bergaya dengan tas besar ataupun tas bercorak. Aksesoris Entah terbuat dari perak atau emas, anting besar berbentuk lingkaran atau gelang serta kalung panjang akan menambah glamor tampilan tank top Anda. Dengan aksesoris ini Anda bisa

Mendeteksi Kemampuan Diri BEBAN kerja yang kian menumpuk terkadang membuat kita letih, tidak lagi berpikir jernih. Kondisi ini, jika tidak ditangani dengan benar, cenderung membuat kita menanggapi berbagai hal dengan sinis, dan membentuk persepsi negatif. Kita menjadi ragu pada kemampuan diri, dan yang paling fatal, tidak merasa puas pada lingkungan kerja. Misalnya, jika ada teman yang mendapat promosi, Anda pun mulai berpikir negatif, menduga bahwa promosi itu karena kedekatannya pada bos. Atau jika Anda diberi tugas, bukannya segera menemukan strategi menyelesaikannya, melainkan Anda menimbang-nimbang mampu atau tidak melakukan tugas itu. Kalau Anda terus menerus berpikir dan bersikap negatif seperti ini, maka jangan harap dapat mengatasi segala pekerjaan dengan baik. Cobalah untuk mengubah cara berpikir , agar kembali siap menghadapi lingkungan dan tugas-tugas Anda.

”Open Mind” Buka diri dan pikiran terhadap kritik, saran dan ide. Hal ini bisa memperkaya pemahaman dan wawasan Anda dalam memandang persoalan atau sebuah kondisi sehingga tidak mengarah pada satu sudut pandang saja. Gunakan Kata -kata Positif Hindari mengeluarkan kalimat bernada pesimis, misalnya; “Saya tidak bisa” atau “Saya lemah”. Sebaliknya, ucapkanlah kalimat positif dan optimistis seperti, “Saya akan usahakan,” “Saya bisa,” “Saya harus bisa”, dan sebagainya. Abaikan gosip yang tidak jelas Gosip cenderung identik sebagai kabar negatif. Karena itu, jauhkan diri Anda dari gosip dan mulailah mencari sesuatu yang sudah ada fak-tanya. Bersyukur Dengan bersyukur atas semua yang Anda miliki, akan membantu Anda lebih menerima dan menikmati semua yang telah Anda miliki. Bersyukur membuat Anda menjalani hidup lebih ringan, dan gembira. (con)

tampil sedikit mencolok dan terlihat hot. Memilih “Tank Top” Atasan tanpa lengan ini cukup ringkas dan mudah dipadupadankan. Sebagai pelengkap berbusana, tank top ternyata cocok digunakan dalam berbagai acara dan suasana. Tapi akan lebih serasi lagi jika Anda mengkreasikan tank top dengan tambahan busana lain. Untuk penampilan casual, Anda bisa memadukan tank top dengan celana jeans, rok sebatas lutut (knee length) atau celana capri. Kenakan pula sepatu model sneekers yang baru tren akhirakhir ini atau bisa juga Anda gunakan sandal terepes. Sesekali gunakan kemeja berbahan tipis atau katun di luar tank top untuk selingan. Pilihlah tank top dengan bahan lace untuk acara di malam hari. Setelah itu Anda bisa memadukannya dengan rok atau celana panjang dari bahan yang berbeda. Bila perlu, Anda dapat menambahkan blaser atau mantel. Untuk acara cocktail, pilih bahan yang ketat elastis seperti lurex. Padukan dengan rok berwarna gelap atau silver. Buat Anda yang berbadan kurus, dengan bentuk dada besar, dan berbadan gemuk, sebaiknya pilih tank top berwarna hitam atau gelap. Untuk wanita dengan tipe tubuh seperti ini, tank top malah akan membuat tubuh Anda terlihat tak indah. Jangan asal pakai tank top. Coba pilihlah tank top yang sesuai dengan kontur atau bentuk tubuh Anda. Bila Anda kurus, hindari tank top model leher berbentuk V. Tank top dengan model ini akan membuat tubuh Anda terlihat semakin kurus. (osi-pelbagai sumber)

BPM/ist

Senyum Membuat Awet Muda RAHASIA untuk hidup bahagia dan berumur panjang, ternyata tidaklah sesulit yang Anda bayangkan. Anda hanya perlu tersenyum. Semakin lebar senyum Anda dan semakin dalam lipatan di sekitar mata ketika Anda tersenyum, maka akan semakin lama Anda akan hidup. Kesimpulan ini didapat para psikolog di Michigan yang menganalisis 230 foto para pemain liga utama bisbol AS, yang mulai bermain sebelum tahun 1950. Foto-foto ini kemudian dikelompokkan berdasarkan senyum mereka, dan dengan memperhatikan data statistik seperti tahun kelahiran, indeks massa tubuh, status perkawinan dan karier yang panjang, yang mencerminkan kebugaran fisik. Para pemain yang dinilai “tanpa senyum” jika pandangan mereka hanya tertuju pada kamera saat difoto. Yang dikategorikan “setengah tersenyum” jika hanya otot-otot sekitar mulut yang terlibat dalam senyum mereka. Sementara yang disebut “senyum penuh” bila mulut, mata dan kedua pipi ikut terangkat naik saat mereka tersenyum. Hasil penelitian menunjukan, para pemain yang masuk kedalam kategori tidak tersenyum, rata-rata hanya dapat bertahan hidup selama 72,9 tahun. Mereka yang memiliki senyum parsial atau setengah

tersenyum meninggal pada usia rata-rata 75 tahun, sementara pemain dengan senyum lebar, dapat hidup hingga usia tua yaitu ratarata berusia 79,9 tahun. “Sejauh senyum itu mencerminkan intensitas sikap emosional yang mendasarinya, hasil studi ini adalah kongruen dengan yang studi lain yang menunjukkan bahwa emosi memiliki hubungan positif dengan kesehatan mental, kesehatan fisik dan umur panjang,” ungkap para peneliti. Tersenyum Peneliti mengatakan tidak jelas, apakah para pemain bisbol tersenyum secara spontan atau menyeringai karena di bawah perintah dari seorang fotografer. Tapi yang pasti dalam kasus apapun, sangat sedikit individu yang tersenyum lebar ketimbang dengan individu yang hanya tersenyum sedikit atau bahkan tidak tersenyum sama sekali. Ini menunjukkan kepada para peneliti bahwa meskipun jika senyuman tidak didasarkan atas permintaan, intensitas senyum mencerminkan pembawaan sifat atau karakter seseorang. Sehingga bisa disimpulkan, jika Anda ingin panjang umur dan hidup bahagia menyeringailah selebar-lebarnya. (con) BPM/ist

Kebaya Pernikahan SAYA akan melangsungkan resepsi pernikahan, mohon saran Tjok Abi untuk disain kebaya modifikasi agar terlihat sedikit mewah tetapi tetap sopan dan anggun. Juga tetap memperlihatkan unsur etnik yang kental. Ayu, Kuta

Rubrik “Mode” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki hobi desain atau punya problem seputar busana. Ki-rimkan ke Redaksi Bali Post (Jl. Kepundung 67A Denpasar 80232) atau Tjok Abi de Galuh Boutique Jl. Moh. Yamin VII/19 Renon - Denpasar Telp./ Fax: (0361) 242187 Telp.: (0361) 7891147

KUPON

Ayu, saya buatkan model kebaya Bali yang dimodifikasi dengan bahan tulle pada bagian lengan. Anda juga dapat memadankan dua warna bahkan lace yang berbeda untuk ditempel pada bagian bahu sampai di atas dada dan ujung lengan. Tidak lupa berikan detail ruffles pada bagian depan hingga leher agar terkesan mewah, selamat mencoba.

Berlatih ’’Body Language’’ Jadi Pilihan (1) APAPUN alasannya, sosok wanita pasti peduli dengan penampilan, mulai dari perut, pinggang, pantat, kaki hingga payudara. Latihan yang sederhana namun dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, pastilah hasil yang diharapkan akan tercapai. Pinggang ramping misalnya, dapat dilatih dengan body language menggunakan musik yang pas atau tanpa musik sekalipun. Baiklah pengasuh akan menyajikan latihan body language untuk membentuk pinggang ramping, seperti yang dilakukan Diana yang rajin berlatih di Lala Studio. Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post (Jl. Kepundung 67A Denpasar 80232) atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio (Jl. Veteran 66 E,Puri Satria Denpasar, telp. (0361) 283226) Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop. Kupon

Gb. I: Posisi berdiri tegak dengan berat badan bertumpu pada kaki kiri, sedangkan kaki kanan menggantung silang ke belakang. Lengan kanan lurus ke atas, sedangkan lengan kiri rileks di depan tubuh. Lengan kanan digerakkan ke atas/ ke bawah yaitu dengan menggerakkan bahu kanan naik/ turun hingga terasa tarikan pinggang kanan dan lakukan pada 3 X 8 hitungan, setelah itu lakukan juga pada pinggang kiri dengan hitungan yang sama.

Gb. III: Posisi berdiri tegak dengan berat badan bertumpu pada kaki kanan, sedangkan kaki kiri silang di belakang, kedua lengan lurus ke atas, condongkan badan ke kanan hingga terasa tarikan pinggang kiri. Lakukan 2 x 8 hitungan lalu lakukan juga pada arah berlawanan, yaitu pinggang kanan dengan hitungan yang sama pula.

Gb. IV: Tetaplah pada posisi berdiri tegak tumpuan berat badan pada kaki kiri dan kedua siku lengan ditekuk depan dada. Kaki kanan lurus ke samping kanan, lalu putar badan ke arah kiri sejauh mungkin maka latihan ini sangat bermanfaat bagi pinggang kanan. Lakukan 2 x 2 hitungan setelah itu lakukan juga ke arah berlawanan.

Gb. II: Posisi berdiri dengan kedua kaki dibuka lebar dan ditekuk. Lengan kanan lurus ke atas, sedangkan lengan kiri rileks di paha kiri. Condongkan badan jauh ke kiri hingga terasa tarikan pinggang kanan, lakukan 4 x 8 hitungan setelah itu lakukan condong ke kanan dengan cara dan hitungan yang sama.


OLAHRAGA

6 Natasya ‘’Caca’’ Candra Prameswari

Targetkan Lima Emas PERENANG andalan klub Telaga Biru (TB) Natasya ‘’Caca’’ Candra Prameswari, kini sedang getol berlatih di kolam renang Tiara Dewata. Atlet yang akrab disapa Caca ini, hampir tiap hari menceburkan diri ke kolam sepulang sekolah. ‘’Sepulang sekolah, saya berlatih renang hingga pukul 20.00,’’ sebut siswi kelas I SMA Taman Rama ini yang pintar mengatur waktu antara renang dan belajar, dengan menyiasatinya bangun pagi. Maklum, persiapan Caca sangat serius untuk menghadapi kejuaraan renang Piala Bupati Badung IV/2010, di kolam renang Taman Tirta, Gulingan, Mengwi, 1819 September nanti. ‘’Saya menargetkan mendulang lima keping emas,’’ jelas atlet kelahiran Bojonegoro, Jatim, 9 Oktober 1995 ini. Caca membidik lima emas yakni 50 m dan 100 m gaya bebas dan dada, serta gaya ganti 200 meter. Catatan waktunya kian tajam selama dipoles pelatih Made Bek Slamet Budiana, dan Gede Meiga, membuat dia optimis. Apalagi pada kejuaraan sebelumnya Piala Nirmala, dirinya menyabet 3 emas, 2 perak, dan 4 perunggu. ‘’Mudahmudahan bisa tercapai,’’ jelas perenang yang tembus 4 besar dalam kejurnas di nomor 100 m dada ini. Perenang yang turun di KU-II ini, mengaku senang menggeluti olahraga air ini, sebab diyakini mampu menghilangkan stres serta mengusir ketegangan. ‘’Jika pulang sekolah, saya berbasah-basah ke kolam, rasanya segar kembali. Jadi, renang juga bisa sebagai refreshing,’’ jelas putri pertama pasangan Olivier Pouillon (AS) dan Ita B. Candraningish ini. Memiliki wajah blasteran dan tubuh ideal bertinggi 170 cm, Caca sejak kecil menggeluti dunia model. Akan tetapi, belakangan tawaran manggung sering ditolaknya, karena jadwalnya berbenturan dengan latihan renang. (nel)

Minggu Pon, 12 September 2010

ABG Oman 2010

30 Atlet Bali Masuk Timnas Denpasar (Bali Post) Tercatat 30 atlet Bali dipanggil masuk skuad timnas, yang dipersiapkan untuk berlaga pada Asian Beach Games II, di Oman, Desember nanti. Ke-30 atlet yang masuk timnas adalah cabor kabadi 10 putra, 10 putri, plus 10 pemain sepak bola pantai atau beach soccer. Sekjen Federasi Olahraga Kabadi Seluruh Indonesia (FOKSI) Ida Bagus Antara, Sabtu (11/9) kemarin menjelaskan, cabor kabadi ditangani pelatih Ida Bagus Dipta bersama Manajer Ardana, sedangkan sepak bola pantai dipoles Ida Bagus Mahayasa berikut manajer Made Sumer. Dijelaskannya, selama ini atlet kabadi berlatih di Pantai Sanur, dan diproyeksikan melakukan try-out ke Jepang dan Korea. Sementara sepak bola pantai berniat melakukan try-out ke Brazil. Namun, jika dirasa terlalu jauh bertarung ke Amerika Latin, kemungkinan alternatifnya ke Jepang. Sebelum ABG digelar, I.B. Antara juga dipercaya menjadi International Technical Officer (ITO) untuk cabor kabadi, pada Asian Games (AG) di

Guangzhou, Cina, November nanti. Dia bersama lima ITO dari berbagai negara, memimpin pelaksanaan pertemuan teknik.

BISW I.B. Antara saat ini menjadi Ketua Panpel Bali International Sport Week (BISW), yang digelar pada 16-24 Oktober nanti. Ia berharap, kunjungan wisata yang biasa merosot pada Oktober, bisa merangkak naik. BISW mempertandingkan 11 cabor yakni maraton (5 km, 10 km, dan 21 km), golf, biliar, gateball, woodball, catur, bridge, boling, kriket, selancar, dan sepak bola pantai. Dia memastikan cabor sepak bola pantai, maraton, woodball, dan gateball yang mengikuti benar-benar atlet. Sementara cabor lain meli-

batkan wisatawan yang sedang berlibur ke Bali. ‘’Satu cabor bisa digelar minimal melibatkan kontestan dari empat negara,’’ katanya. Menurut dia, nomor maraton diminati negara seperti Cina, Jepang, Singapura, dan Malaysia. Bahkan, pelari kelas dunia dari Kenya juga berniat ambil bagian, namun permintaannya panpel harus merogoh kocek untuk transportasi penerbangan, akomodasi, dan konsumsi. ‘’Kami mungkin menolak permintaan atlet asal Kenya,’’ sebut Gus Antara. Sedangkan cabor kriket, setidaknya lima kota dari negeri kanguru dipastikan ikut yakni Adelaide, Brisbane, Melbourne, Perth, dan Sydney. ‘’Tim kriket India, Malaysia dan Singapura, juga ikut berpartisipasi,’’ jelasnya. (022)

Padang Sumbu Putra Boyong Piala Garuda II

BPM/dok

EMAS - Petembak putri Bali Dwi Crisnawati (tengah) mendulang emas saat PON XVII Kaltim 2008 lalu, dan mengantarkan Bali bercokol di urutan 9. Kini, KONI Bali bertekad mendongkrak peringkat Bali pada PON XVIII Riau 2012 mendatang.

Bali Bertekad Naikkan Peringkat di PON BPM/022

Natasya ‘’Caca’’ Candra Prameswari

Kompetisi Persaka U-23

Beringin Jaya Tumbangkan Cadas Amlapura (Bali Post) Kesebelasan Beringin Jaya mengalahkan lawannya Cadas Candidasa dengan skor 3-1, pada babak perempatfinal kompetisi Persaka U-23 di lapangan Yowana Wijaya, Sabtu (11/9) kemarin. Cadas Bugbug sebenarnya sudah unggul lebih dulu, ketika Adnyana membobol gawang Beringin Jaya pada menit ke4. Namun pada menit ke-38, tim dari Rendang itu mampu menyamakan kedudukan 1-1 lewat gol Widiarsana. Pada menit ke-49 kembali dia menambah gol bagi timnya. Cadas Bugbug sebenarnya mendapatkan peluang emas, ketika mendapat hadiah penalti. Namun, Sujana gagal melaksanakan tugas sebagai eksekutor. Sebaliknya, pada

menit ke-69 justru Beringin Jaya mampu memperbesar skor menjadi 3-1, ketika Widiarta menggetarkan jala Cadas Bugbug. Dengan skor itu, otomatis Cadas tak bisa berbuat banyak. (013)

BPM/022

Ida Bagus Antara

Denpasar (Bali Post) KONI Bali akan menjaring atlet berprestasi lewat Porprov Bali X di Jembrana 2-15 September 2011 nanti. Selanjutnya, mereka dijadikan atlet unggulan mewakili Pulau Dewata dalam PON XVIII Riau 2012. Pembina dan pelatih atlet unggulan, harus siap bekerja keras supaya atlet binaannya dapat meraih prestasi, hingga masuk skuad Bali pada PON Riau. Demikian diungkapkan Ketua KONI Bali Made Nariana, saat bertemu jajaran pengurus KONI Karangasem, Sabtu (11/9) kemarin. Ia menyebutkan, dengan dilibatkannya atlet yang berprestasi dalam Porprov Bali 2010, senantiasa mereka bisa tampil untuk meningkatkan peringkat sembilan besar, yang pernah diraih Bali pada PON Kaltim 2008. Untuk mendukung program tersebut, ia mengharapkan pengurus

KONI kabupaten dan kota, hendaknya mampu membina atlet yang memiliki potensi untuk berkembang di daerah sendiri. Diharapkan, mereka mampu meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Dicontohkan, Karangasem memiliki atlet bola voli pantai unggulan. Ini hendaknya dibina dengan baik, sehingga anak muda yang menggeluti cabang olahraga tersebut bisa bertarung di tingkat nasional. Nariana mengatakan, pembinaan cabor yang muncul di daerah, harus disesuaikan dengan kondisi keuangan pemerintah daerah kabupaten setempat, dan semua itu tergantung perhatian pemerintah terhadap keunggulan olahraga yang ada. Atlet yang mendulang emas pada Porprov Bali, kata dia, sudah dapat dipastikan akan dibina lebih lanjut, supaya bisa mengusung nama Bali di haja-

tan multievent empat tahunan tersebut. (ant)

Negara (Bali Post) Kesebelasan Padang Sumbu Putra (PSP) Denpasar berhasil menjuarai Piala Garuda II, setelah pada final Kamis (9/9) lalu, mengalahkan Perssib, Balhkiuh, Badung, di Lapangan Umum Jembrana. Sejak peluit akhir babak pertama ditiup wasit Maryadi, Padang Sumbu Putra sudah memimpin dua gol, lewat pemain andalannya Nyoman Rafik Armawan. Perssib dibantai Padang Sumbu 3-1 lewat gol hattrick mantan bomber Persegi Gianyar tersebut. Gol pertama Padang Sumbu tercipta melalui sundulan kepala Armawan, usai menerima umpan lambung dari sayap kanan, Agus Winarno. Berlanjut menjelang akhir babak pertama, Armawan kembali mencetak gol dengan kepalanya memanfaatkan kemelut di depan gawang Perssib. Perssib juga sempat melancarkan perlawanan, melalui serangan Kadek Sentana dan kawankawan, senantiasa gagal pada penyelesaian akhir.

Memasuki babak kedua, dua finalis tamu ini merombak taktik dengan mengganti sejumlah pemain. Padang Sumbu yang sudah unggul dua gol, sempat lengah dan Perssib berhasil memanfaatkan situasi itu. Berawal dari pelanggaran di luar kotak penalti, tendangan bebas Kadek Sentana di menit ke51 menggetarkan gawang Padang Sumbu. Selang 13 menit kemudian, Armawan kembali memperlihatkan permainan gemilangnya. Bola umpan lambung dari sayap kanan digiring Armawan hingga masuk ke jantung kotak penalti Perssib. Dari sisi kanan gawang, tendangan datar menggunting mengecoh kiper Perssib, dan bola bersarang tepat di pojok kiri bawah. Kedudukan 3-1 berakhir hingga akhir pertandingan. Hadiah berupa trofi dan uang tunai diserahkan oleh Ketua Persada yang juga Wakil Bupati Jembrana I Putu Artha. Sementara tuan rumah Garuda II berhasil merebut juara III. (sur)

HASIL SABTU (11/9) Perempatfinal Cadas Bugbug vs Beringin Jaya 1-3 JADWAL MINGGU (12/9) INI Putra Mas vs Kesatrian

KUNDALINI AKUPRESUR USADA TAKSU BALI SPESIAL PENGOBATAN SEGALA JENIS KANKER DAN TUMOR ( DIJAMIN BERHASIL KALAU TIDAK UANG KEMBALI!!! ) SERTA PENGOBATAN PENYAKIT MEDIS LAINNYA PASTI AMAN TANPA OPERASI DAN TANPA EFEK SAMPING BONUS : SEGALA PENYAKIT NON MEDIS (BLACK MAGIC) LANGSUNG DIHABISI DATANG SEKARANG JUGA, BESOK MUNGKIN TERLAMBAT!!! DINAS KESEHATAN NOMOR : 448.3/17.PT.28VIII.07/DIKES KEJAKSAAN NOMOR : B-001/P.1.3/Dsp.5/01/2010 Tempat Praktek : Jl. Veteran No. 32 (di sebelah selatan Balai Banjar Desa Belaluan) Telp. (0361) 8879959 Kantor Pusat : Jl. Jagaraga No 4, Ds / Br. Celuk, Sukawati, Gianyar, 80582. Telp. (0361) 298364,fax : (0361)292285 e-mail : taksubali.fondation@yahoo.co.id - www.taksu-bali.com

C.612739-pgbt

C.615884-krs


Redité Pon, 12 September 2010

Bali L E M B A R

B A S A

7 B A L I

Bencingah

Maubal Arternatif, Maubad Jangkep Saking dumun ring Bali sampun ketah kauningin sakancan tetaneman sané dados kanggén ubad. Sakéwanten kemajuan jaman ngawi krama akéhan matamba ka dokter, lan perawat, yadiastun ja sungkanné nénten amunapi. Sakéwanten yéning sungkanné tan guan-guan seger, biasané krama Bali taler matamba Bali utawi alternatif. Indiké punika taler kaangkénang olih silih tunggil pasién nikaang manten arannéNyoman, sané rauh ka gebyar pengobatan alternatif sané kagelar olih IPATRI Bali ring RRI Dénpasar galahé lintang. Duk nika dr. J. M. Maitréya, Sp.PD sané kasarengin antuk Drs. I Ketut Sukadana nganikain pasiénnyané mangdané kayun matamba jangkep mangdané sakancan sané ngawi pinyungkan prasida kauningin. “Rarisang mapotrét aura dumun, mangdané uning sapunapi kawéntenan badan kasar lan badan alus i ragané, wusan punika raris mapijet repléksi, mangdané patut antuk ngicénin tamba,” kénten dané mapaungu. Nyoman sané kasarengin antuk suaminnyané punika raris nguningayang indik pinyungkannyané sané setata kumat ring rahina rerainan. “Sakancan dokter sampun rauhin titiang, sakancan balian taler rereh titiang, sakéwanten kurenan titiangé tan guan-guan seger,” kénten suaminé Nyoman masadu. Dokter Maitréya raris nyléktekang Nyoman. “ Yan cingakin ring angga sarira utawi badan kasarnyané sayuwakti seger uger, sakadi tan wénten pinyungkan sané purun nampekin. Sakéwanten sira uning ring stula sarira utawi badan halusnyané, punika awinan patut kaubadin holistik utawi jangkep,” baos dané. I Ketut Sukadana raris maortan-ortan sareng anaké punika. Dané nakénang weton, genah jero, lan kawéntenan jero anaké punika. “Sané ngawi pinyungkan ibuné ngabotan wantah psikologis ibuné sané lek tan makarya, turin setata takut yéning nampek rarahinan, indayang degdegang dumun kayun ibuné,” kénten Sukadana nganikain. Salanturnyané dané raris micayang pawarah-warah majeng Nyoman, sané dados unteng pawarah-warahnyané mangdané Nyoman kayun taer matamba tur setata ngentegang kayunnnyané mangdané nénten dangan karauhrin sakancan ius kawon. Sios ring Ketut Sukadana sané nambanin antuk nuréksa weton lan genah meneng anaké sané sungkan, pihak Bali Usada nganikaian para pasién mangdané mapotrét aura dumun, sadurung katambanin. Wénten taler Pengobat alternatif saking Yayasan Padma Buana sané ngenahang unteng matamba ring caya ati pinaka pacampuan saking makudangkudang wiwéka indik bhuana agung lan bhuana alit, sapta kanda pat, yoga tantra, réiki, ésotoris, éksatoris, métafisika lan sané siosan. Yayasan sané kawangun olih Jro Mangku Wayan Sukerta puniki nganikang, yéning i raga prasida ngamargiang wiwéka caya hati, i raga pacang prasida ngubadin raga praragan lan prasida waged nyegerang anak siosan, tur prasida idup shanti. Masaih kadi Yayasan Padma Bhuana, Perguruan Sapta Kanda Empat “Dharma Murti” taler ngenahang unteng tatambanné ring rasa percaya ring raga praragan. Yéning i raga sampun percaya ring raga praragan turin éling ring kawéntean i ragané soang-soang, Perguruan puniki mastikayang sinah pacang prasida nambakin sakancan pikobet saking wong ala paksa, léak wis`sa, upas, sasab, mrana, grubug, teluh trangjana lan pinyungkan siosan. (ita/dwi)

dr. J. M. Maitréya, Sp.PD,

Badan Kasar lan Badan Alus

BO/ita

Alitan, Ius Kawon Ubad Herbal Tamba sujatinné wénten nampek saking widang i ragané. Yéning uning pangawi pinyungkanné, nénten wantah doktér, i raga pastika taler prasida nambanin. Jadma pateh kadi sarwa maurip siosan mawangun antuk Panca Maha Bhuta; apah teja, bayu, pertiwi lan akasa. Kawéntenan pacan maha Bhuta ring sarirané puniki sinah nénten pacang setata imbang, duaning keni ius saking ajeng-ajengan, prana sané i raga isep, tur kawéntenan masa sané masiosan. Siosan ring punika, stula sarira (badan alus) sané maiketan sareng pikayunan taler prasida ngawi sungkan anggan sarira (badan kasar)

Sesampuné suud madaar lan mategtegan ngaroko saha nutur ajak Méina panakné ngempahang kangenné sawiréh mara matemu, dokter Nurja lantas matur lakar mapamit. “Gung Ngurah santukan sampun siang, tiang jaga mapamit. Kéto masih cening Méina, legayang malu amoné matemu, bapa lakar mulih malu. Yén cening suba matemu ajak beliné sampéang salam kangen bapané. Yén ada galah pasti bapa nelokin utawi nélpon cening maka dadua. Nah, ené kanggoang malu anggon meli és dijalan. Selamat jalan anakku, Ooh Hyang Widi kénten taler Gung Ngurah sareng Ibu, matur suksma sampun matemuang titiang sareng pianak titiangé,” ucapanné dr. Nurja masawang sendu. “Pak, Oh Bapak matur suksma, tiang kari kangen tekén Bapak,” raosné Méina. “Nggih Gung Ngurah, Ibu, lan Gung Biang sareng sami tiang mangkin mapamit. Cara legu, mara wareg lantas magedi,” kénten aturné dr.Nurja lan Nyoman Dana lantas majalan. Méina lan Gusti Ngurah ngatehang teked di montoré. Makelo dr. Nurja meluk pianakné karumrum kasihasih. Sesampuné montoré maserét budal, Méina tolah-tolih dando-dando rémbat tindakanné nutug Gusti Ngurah ka jeroan. @@ & @@

100

Soréné nika sedek Gung Nantha sirep, Ratna Dumilah alon-alon nguris rambut okanné nganti bresih. Rambutné katanem di mrajan. Lantas dugasé masiram ka ambuhin nganti bresih nyalig duurné. Gung Nantha sayan mungil, sayan gagah yén matopi, busanbusan usuhina duurné. Makejang dadi garegetan pada nyingakin polahné lucu. Maninné Gusti Ngurah Darsana ajak rabinné, okanné, Gék Sri lan Méina lunga ka Dénpasar. Pangojogé makejang ka dununganné Gék Sri masandekan. Gusti Ngurah dogén ané ka Kan-

i ragané. Duaning kawangun antuk Panca Maha Butha, yéning Panca Maha Bhuta ring anggan i ragané tan imbang tur ngawinang sungkan, patutné katambanin antuk sarwa maurip sané taler kawangun antuk Panca Maha Bhuta. Punika awinan nambanin pinyungkan antuk tetaneman sané kabaos herbal miwah baburon mangkin sayan kasenengin ring Barat Napi malih Badan Keséhatan Dunia (WHO) taler sampun mapaungu mangdané mawali ka alam ring sajeroning mauba-ubadan. Napi sané kawilangin olih WHO punika wantah patut pisan duaning,

tor Daérah BRI apang tuara ngalikadin. Kabenengan liu ada Kepala Cabang ané teka mawanan liu ngajak ngobrol miwah nyalamin raganné indik pindahé ka Rababima. Jam dasa mara raganné maan kasempatan matemu tekén Bapak Kakanda. Béh liu gati pituturné Bapak Kakanda indik tugas-tugas pokok ané patut ka laksanayang di Rababima. Nganti jam solas Gusti Ngurah mara mapamit uli kantor Daérah. Teked di dununganné Gék Sri, dapetanga okanné sedeng pajengina bubuh tekén Ibunné. Sampun suud ngajeng bubuh lan pada ngawédang lantas mara numpang bémo ka Gajah Mada, mabelanja di peken Badung lantas ngajengang di réstoran sawiréh sampun tengai tepet. Suud ngajengang Gusti Ngurah ngajak rabi lan rombongané nyingakin barang-barang kerajinan lan mainan anak-anak di toko Jl Gajah Mada. Méina angob ningalin kaasrian tokoné saha méndahan isin barang kaseniané uli togog, gambaran, kain songkét, endek, batik, ukiran payasan emas, pérak, tanduk, pendok, kepet lan barang seni lénan. “Bu Ratna, deriki magenepan ada kain-kain tenunan asli lan barang seni lénan ané melahan bandingang tekén di Kupang. Nguda iraga ngaba gapgapan uli Timor Bu?” “Baah, yén barang kerajinan lan kainkain sajan liunan ada di Bali. Nanging iraga perlu ngaba barang ané asli uli Timor anggon temon-temon maka ciri iraga taén nongos di Timor. Buina satmaka iraga ngargain kasenian daérahé lénan ané tusing kalah luihné, sangkal ada istilah Bhinnéka Tunggalika maka cirin démokrasi cara Indonésiané,” kénten Ratna Dumilah nerangang saha meliang Méina kalong misi medaliun salib pérak a stél. Sesampuné suud mabelanja Gusti Ngurah nyetop bémo ané ngaba raganné ka Kreneng, lantas menék bus ané ngaba raganné ka Baledan. Jam telu makejang sampun napak teked di jeronné. Méina simalu

ius kawon ubad herbal sané malakar saking tetaneman lan baburon punika alitan ring ius kawon sangkaning ubad sintesis kimia. Yéning i raga lebihan ngajeng ubad hérbal, nénten ja banget bayanin, kéwanten yéning lebihan ngajeng ubad sitesis kimia pacang ngawetuang pikobert abot. Siosan ring punika, nganggén ubadubad sintétis sané prasida gelis pisan nyegerang, kasuén-suén pacang ngulgul fungsi hati, ginjal, pencernaan lan sistem saraf Ring Bali sujatinné akéh wénten tetaneman sané dados kaanggén ubad. Peplajahan indik ubad taler munggah ring cakepan taru pramanané. Ring taru pramanané punika kasinahang wénten makudangkudang tetaneman sané prasida kadadosang tamba, saking sané maius nyem, sedeng kantos panes, nganutin kawigunanyané majeng pinyungkan jadmanné. Contoné ri kala keni sungkan panes, sané kanikain nganggén ubad sinah sané maius dingin, minakadi daun sembung, bawang, kayu manis, jinten, adas lan sané siosan. Kénten taler yéning wénten sané keni sungkan sané maius dingin sinah, sané kanikain nganggén ubad wantah sakancan entik-entikan sané maius panes, minakadi, jahé, tabia buun, cengkeh, jebug garum lan sané siosan. Kénten taler yéning i raga matatu, sinah sané kanikain nganggén ubad wantah sakancan getah sané tetaneman bunga lan daundaun sané madaging zat antiseptik. Ngubadin raga praragan sujatinné dangan pisan, yéning i raga kayun tuyuh akedik lan taer matamba. Contoné ri kala i raga sungkan kokohan. Yéning sungkan kokohan, saking dumun sampun leluhur Baliné nambanin nganggén bungan blimbing buluh sané kakukus, kéwanten ri tatakala kanikain ngaryanin tamba praragan i raga ketah ngekoh, tur gelisang numbas. (ita)

tuun nyangkil Gung Nantha ané kari lelep sirepné. Gék Sri lan rakanné ningting bablanjaané tutuga tekén rabinné natad tas pakéan lan susu okanné. “Méina, kénkén Gung Nantha enu sirep, sing répot kéto ngurus raganné dogén? Nyak nau rasanné malali di Badung?” kénten Gusti Biang Ngurah nyagjagin putunné. “Nénten Tu Biang, Gung Nantha wau sirep ring montoré saking Klungkung. Yén ring Badung ten meneng-meneng sami mainané tagih ambila, di toko kasenian barangé becikbecik pisan. Pantes torisé demen malali ka Bali. Tiang tumbasanga kalong a setél,” kénten aturné Méina lantas ka gunung rata nyirepang Gung Nantha. Wenginé nika Gusti Ngurah lan rabinné mataki-taki menpen pakéan okanné saha gapgapan kanggén nininné. Maninné semengan rombongané sampun sayaga lakar mamargi. Ibunné masih sampun matangi nyediaang yéh anget putunné anggén maelap lan ngarya wédang kopi lan susu. “Gék Sri, ené jaja uli matah layuban usaba suba mairis aturin nininé. Raganné mula seneng ngajeng ané matunu timpalanga wédang. Biasanné encebanga apang emes.” “Nggih Bu, tiang pamit dumun,” kénten aturné Gusti Ngurah ajak rabinné lantas pesu karurungé tutuga tekén Méina lan Gék Sri nyingal Gung Nantha. Jam kutus raganné sampun menék montor lakar ka Janaloka. Gusti Biang Ngurah ulap-ulap tekén putunné. Di jalan tuara med-med Méina nakonang adan désa lan woh-wohané magenepan di sisin margané luiré durén, salak, wani, manggis, biu gadang lan kuning muah ané lénlénan. Tan caritanan di jalan sagét sampun teked di Janaloka. Gusti Ngurah Gedé lan rabinné lédang pesan kayunné mara nyingak okanné, mantuné lan putunné rauh. (Masambung)

Krama Bali sané meled maubal nganggén obat alternatif mangkin nénten malih sumanangsaya, duaning ring Bali sampun wénten paiketan pengobat alternatif sané kabaos IPATRI (Ikatan Pengobat Alternatif Tradisional Indonésia). “IPATRI Bali wantah pinaka genah mapupul para pengobat ring Bali, napi ké nika dokter sané ngubadin antuk tata cara medis lan tradisional, taler para balian usada, makasami punika mapupul ring IPATRI,” kénten dr. JM Maitreya, Sp.PD. nerangang. Organisasi IPATRI Bali puniki manut Maitréya sampun karesmiang tanggal 15 Novémber 2006 lintang, tur kasarengin olih para dokter lan balian usada ring sawengkon Bali. Ketua I IPATRI Bali puniki nganikang, para pasién pacang maubad ka dokter ri kala pinyungkané sampun medal, mawinan sané kaubadin wantah akibat saking pinyungkanné punika. “Kéwanten yéning matamba ka pengobat alternatif, sané katambanin nénten ja wantah sukan sané kakatonin, taler napi sané ngawi pinyungkan punika,” kénten dosén Fakultas Keséhatan Program Studi Ayurwéda Univérsitas Hindu Indonésia puniki nyarita. Dokter spesialis penyakit dalam puniki raris nerangang indik paiketan angga sarira utawi badan kasar lan stula sarira utawi badan halus. “Sampunang sané kakatonin angga sarira kemanten, yéning stula sarira utawi badan halusé sungkan sinah kasuén-suén angga sarirainé pacang sareng sungkan. Pengobat alternatif pacang nambanin badan kasar lan badan halus,” baos dané seken. (ita)

Napi Orti Anak Lanang Seringan ”Lali” Kilangan kunci mobil? Lali ring aran anak siosan? Akéh krama sané lingsir pikun sangkaning katibén pinyungkan sané kabaos gangguan kognitif ringan, kéwanten akéhan anak lanang sané tinimbang anak istri sané keni pinyungkan “lali ajebos” utawi “kehilangan ingatan sesaat”, utawi “senior moments”, kénten asil silih tunggil studi ring AS. Para peneliti saking Mayo Alzheimer’s Disease Research Center ring Rochester, Minnesota, molihang 19 persén anak lanang sané mayusa 70 kantos 89 tiban madué pinyungkan sané kabaos “gangguan kognitif ringan”, yan bandingan ring anak istri sané 14 persén. Krama sané keni pinyungkan marupa gangguan kognitif ringan madué pikobet ngenenin napi sané kaélingang, kéwanten prasida ngamargiang pakaryannnyané sarahina-rahina lan ipun uning ring kawéntenannyané sané lali-lalian. National Institutes of Health nguningayang “gangguan kognitif ringan” magenanh ring tengahing lali biasa lan “dementia” utawi (pinyungkan kehilangan ingatan). Peneliti Dr. Ronald Petersn nganikang temuan punika ngesyabin duaning pangawi pinyakit Alzheimer’s, sané kakawitin antuk soroh kemelorotan mental punika, akéhan ngiusin anak istri tinimbang anak lanang. Semaliha ri sampunné katelisik parindik yusa, pendidikan, tur kabandingang sareng pinyungkan sakadi diabetes lan tekanan darah tinggi, kauningin anak lanang madué selah 50 persén akéhan tinimbang ring anak istri sané keni “gangguan kognitif ringan”. (ant/ita)

Kacang Komak Akéh sané bocor ring Klungkung, Dinas sané ngasilang Pendapatan Asli Daerah (PAD) kaévaluasi -Punapi yan beduurné wénten song? *** Ring Negara, kutus Pengecér togél kajuk -Rakyat matakén, malih pidan “kapolda togélé” kajuuuk? *** Ring Karangasem, kanikain mangda ngeretang mriksa arus balik -Punapiang ngeretang duratmaka sané sampun di tengah?


Sabha

8 Tetuek

Lumut-lumut Watulumbang (88)

Pules

Ubad Bali Olih Mas Ruscitadéwi Yéning wénten krama sungkan, tur tan matamba ka dokter, krama Baliné katah nganikang raganné matamba nganggén “Ubad Bali”. Ri sampunapiné krama punika pacang nganikang raganné matamba naduin, ka dokter lan maubad Bali. Sané ketah kanikang maubad Bali boya ja ka balian kemanten, pidabdab malukat, ngaturang guru piduka, tetebusan, caru lan upacara sané siosan taler ketah kanikang maubad Bali. Ubab Bali, sujatinné nénten ja ngenénin pinyungkan fisik kemanten taler psikis lan sosial. Driki maubab Bali artosnyané nambanin pinyungkan antuk makudang-kudang tata cara, saking sisi lan saking tengah, taler saking jagat kaniskalan. Sakadi sarana-sarana sané katah kanggén ring sajeroning ngayat Ida Sang Hyang Embang ring Bali, maubab Bali taler nganggén sarana marupa toya, sekar lan gni. Balianbalianné ring Bali katah nganikain sang sané sungkan malukat, wawu raris kaicén tamba sané marupa odak, loloh, minyak, lakar tutuh miwah sané siosan. Siosan ring punika, wénten taler balian sané nambanin anak sané sungkan antuk mantramantra, rerajahan lan babantenan. Ubad marupa loloh, minyak, odak, miwah lakar sané siosan ketah

kakaryanin saking sakancan tetaneman lan baburon. Wénten sané malakar saking buah, bunga, daun, babakan, miwah akahnyané, wénten sané maasal saking taru ageng, tetanenan cenik kantos saking soroh padang-padangan, makasami punika kaanggén sarana ngubadin majeng para balian. Wénten taler sané masal saking minyak tetaneman, lan minyak baburon, cutetné samian malakar saking alam. Sangkaning malakar saking alam, mawinan kaaptiang ubad-ubad punika nénten pacang mayanin i manusa. Yadiastun sami lakar ubad malakar saking alam, nénten ja maarti nénten mayanin. Sakancan maurip, entik-entikan lan baburon sayuwakti maguna majeng i manusa, kéwanten yéning lebihan sinah pacang ngawi sungkan. Sakadi anak sané ngajeng sajenganné, yéning ngajeng acloki sinah pacang prasida ngawi anget, kalih scoki, prasida nyegerang, kéwanten yan kantos dasa scoki sinah pacang ngawi puyah, pamuputné wantah pacang ngusak angganné, tur ngemasin padem. Maubab Bali sané malakar saking alam sujatinné becik pisan, kéwanten becik lan kawonné taler manut ketekan sané antes lan patut.

PANGREMBA: Mas Ruscitadéwi, Madé Adnyana, Madé Sujaya, Gedé Tapayasa, Wayan Juniartha, Madé Sudiana, Wayan Suardiana, Ni Madé Ari Dwijayanthi lan Nyoman Manda. Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.utawi bali_orti@yahoo.com

Redité Pon, 12 September 2010

“Aaahh-emm…!” Yén ada munyi kéto artiné, “mata kiyap makita medem”. Tongos medem adanina pedeman. Ipian orahanga tain pedemen. Koné yén ngipi ento ceciren atmané majalan-jalan. Yén joh koné atmané majalanjalan, bisa pang dua pang telu koné ngipi a peteng.

Olih IBM. Dharma Palguna Yén Kumbakarna pules nem bulan makeloné, pang kuda mirib ia ngipi? Béh, petakon jail buka kéto sing ada pesautné di buku Ramayanané. Mirib Kumbakarna pules leplep sing ngipi-ngipi. Sawiréh koné pules Kumbakarnané ento penugran Bathari Saraswati. Lén pinunas Kumbhakarna, lén panugran Bathari. Sing tawang dija tongos pelihé. Sing masih tawang nyén ané beneh. Makejang sarwa makulit di satuané. Yadyastun pelut-pelutin, sing karoan bakat sariné. Sing masih tawang apa Kumbhakarna sampun mikolihang napi sané kabaos sarin pules. Yén saja kéto, Kumbhakarna aget sajan. Karana sing aluh koné makatang sarin pules. Sukeh koné ilmu pulesé ento. Makelo anaké mala-

Bungklang Bungkling

BO/ita

jah apang bisa pules ané seken madan pules. Sangkana liu anaké ngorahang, aluhan koné ngaé sesirep bandingan tekén ngalih sarin pules. Yén di shastrané ilmu pulesé ento patuh koné tekén yoga. Sangkana ada ilmu pules ané madan Yoga Nidra. Ento koné gagelaran Sang Pandita ri kala ring paturuan. Turu artiné pules. Patuh tekén sirep. Utawi medem. Kénkén mayoga sambilang pules? Sang Pandita ané seken-seken nawang takonin, yén makita nawang. “Aaahh-emm!” Yén ada munyi kéto artiné teka kiyapé. Sunaran matané dadua ngancan enduk cara lampu listrik limang watt. Kéto masih bayuné ngenduk. Angkihané ngancan alon. Papinehé buin engsap buin inget. Ento koné madan suba ngancan paek wates jagra la-

wan turu. Wates ané seken-seken wates sing ada koné anak nawang tongosné. Jeg dapatanga awakné suba pules. Dapatanga awakné suba ngipi. Jeg dapatanga awakné geleh utawi ipit. Sing taén nyaksiang dugasé kénk‘n jagra maganti turu. Dugasé ento koné madan kala tepet, jagra nunggal lawan turu. Patuh koné cara penunggalan lemah lawan peteng ané madan sandhyakala. Patuh koné cara penunggalan peteng lawan lemah ané madan prabhata. Kéto koné masih patuh ané ada di sisi tekén ané ada di tengah. Sukeh koné lakar tepuk penunggalan jagra lawan turu punika. Sangkané di lawasa liu koné manusa malajah ngintip pules. Kénkén carané ngintip pules, anaké

ané demen ngintip takonin. Koné yén bisa ngintip pules, sinah lakar tepuk goban awaké pules. “Aaahhh!” Munyi apa ento? Ada anak ngorahang ento munyin anak kiyap. Ada masih ané nyambatang, ento koné munyin embahan merta ané tis cara toya danu. Ané tis cara sunaran bulan purnama. Yén teka munyi “aaahhh!” masuara halus tur alon, koné bulan purnamané tuun uli di langité ngambang di duur danuné. Uli di danuné maembah tis toyan mertané nuun-nuunang neked di telaga padmané. Bulan purnamané bareng masih tuun. Ngambang bulané duur telagané. Sangkana ada anak maosang, para yoginé pules nyangkutin bulan purnama di tengahan basangné. Béh, kénkén carané nyangkutin bulan? Para yoginé takonin.

Destar Yéning maosang kawigunan destar utawi parindikan destar sampun majanten pisan kauningayang olih parajanane sami, nanging unteng dagingnyané, minabang durung prasida janten sareng sami sané uning. Upaminné teges sajeroning destar, puniki patut rauhang utawi uningayang, mangdannyané kauningayang olih parajanané sami. Sadurung rauh baosé i rika, patut taler rauhang teges manut basa lan teges sajeroning sarana. Teges manut basa, baos destar wantah ngranjing basa Bali alus singgih. Teges sajeroning sarana, destar wantah kaanggé sarana sajeroning pangiket prabu sané kaanggé busana sajeroning upacara agama, turmaning sampun majaten pisan sané ngangge wantah parajanané sané maparagayan lanang.

Ganyang Malaysia Olih I Wayan Juniartha Seru sajan pabligbagan di warung tuaké sanjané ento. “Jeg lembék sajan présidén i ragané, yén cang dadi présidén asli ba komando cang apang Ganyang Malaysia,” kéto abetné I Madé Patriot Kréyat Kréyot. Kikik-kikik krama sekaa tuaké makejang. I Madé nak satata bangras-brangti tur mimbuh hiperténsi. Demen sajan makerat-keratan basang. “Biar salah asal tidak kalah” kéto semboyan hidupné. Ulesné to makrana sing ada ané nyak milih ya dadi kelian sekaa tuak, apabuin dadi présidén. “Elah ci mapeta Dé. Jeg main ganyang gén ci, ae yén menang raga, yén kalah kéngkén lantas?,” I Ketut Démokrat Makarat nyautin. Panak présidéné gén I Bas-Bas, ané sing nawang unduk militer—ulesné mula masi sing nawang unduk apa— , ba bani ngorahang Indonésiané sing ngelah pis anggo maperang tur tentara-né masi sing siap tempur. “Jlema calah ci-né ba ané ngaé gumin i ragané satata écéanga kén negara-negara lénan. Ipidan, leluhur lan langitan i ragané nak sing ngelah pis masi, sing nawang téhnik militér, nangin wanén ja nindihin gumi,” “Apabuin nak asli sing lakar kalah i raga. Cang ba ngelah stratégi anggo ngasorang Malaysia,” Stratégi 1; Penerjunan Pasukan Payung. Sawiréh jalan rayané sasai macet, kapal lauté liu ané kelem, serangan pertama harus léwat udara. “Ané terjunang to tuah cicing-cicing Baliné ané suba kena rabiés. Jlema Bali ané ba biasa medem-bangun jak cicing gén sing bisa menanggulangi rabiés, apabuin jlema Malaysia ané kapah-kapah nepukin kuluk. Asli lakar kena wabah ndasné konyangan jlema Malaysia-né,” Stratégi 2; Adu Domba. Kirim Manohara balik ka Malaysia. Tugasné ngelemesin pangéran-pangéran Malaysia-né uli konyangan kesultanan. Yén seléra para pangéran Malaysia-né patuh jak Pangéran Kelantan (mantan muaniné Manohara) sinah lakar miyegan perang saudara kesultanan-kesultanan Malaysia-né. Yén perlu, kirim masi Ariel, nyén

nawang ada pangéran ané demen kén nak muani. Kékék-kékék krama sekaa tuaké ningehang strategi nénénan. “Yéh, da anggapa énténg stratégi nénénan. Uli inguni ba makudangkudang perang terjadi krana nak luh, krana ngarebutin laklak masebun, uli Perang Troya, kanti Rama lawan Rahwana,” Stratégi 3; Téror Bom. Kirim jlema Indonésiané ané suba terlatih nyakcak anak lan nimpug umah, misalné anggota FPI (Front Pamineh Ibané padidi) ka Malaysia. Yén perlu apang nyamar dadi penari Péndét apang nyidayang macelep kema. Konyangan mabekel tabung gas 3 kilogram. Tabung to anggo nimpugin umah jlema Malaysiané. “Sing perlu kéwéh-kéwéh merakit bom. Tabung gas 3 kilogram to pasti meledak tur ajiné mudah krana nu maan subsidi. Persediaan tabung masi liu sajan nu nyangklek di Pertamina,” Stratégi 4; Alas Kobar. Jeg obor konyangan alas di Sumatra lan Kalimantan. Asli jlema Malaysiané lakar konyangan kena asma, ékonomi lumpuh krana kapal terbang, mobil lan kapal laut sing nyidayang majalan. Strategi 5: Aud Kélor. Jeg pindahang ibukota Indonésiané ka Kuala Lumpur. Aud kélor kirim konyangan pejabat Indonésiané kema. Sing kanti telung bulan ba lakar frustrasi jlema Malaysiané krana ngelah présidén ané lembek, para menteri ané sing nawang gaé, anggota déwan ané sibuk ngurus kantong lan katok ibané padidi, tur pejabat negara ané hobiné golf lan korupsi. Yén kalalima strategi né jalanang asli Malaysia lakar dadi gumi ané grubug, dija-dija miyegan jak nyama, jerih sai-sai ada bom meledak, peteng dedet sing nepukin apa, tur bangkrut lan frustrasi. “Yén ba kéto asli Malaysia né lakar nyerah, ngidih pelih lan ngajakin berunding. Indonésia cukup ngirim satu wakil gén ke perundingané; Ruhut Sitompul. Asli lakar sing nyidang masaut apa délegasi Malaysia né. Asli menang mutlak Indonésia,” Tepuk tangan krama sekaa tuaké.

Yéning pitakenang utawi selehin destar sampun kaanggé olih anaké lingsir sampun saking dumun. Manut pangandikan anaké lingsir, dane maosang kawigunan destar punika wantah sarana sané kaanggé ngambengin prabun dané, punika wantah matetujon kaanggé ngambengin utawi nambakin tejan suryané, kaanggé ngambengin rasa dingin, kaanggé ngambengin sajeroning baya, dwaning pamargin-pamargin anaké lingsir dumun, ritatkala malaksana utawi ngamarginin kauripané ngaruruh pangupa jiwa sadina-dina. Taler ring sajeroning nyambil pakaryan ring kabangketé, ring paabianan utawi makarya sané siosan, punika taler ritatkala ngaruruh genah-genah sané suci, dwaning genah-genah suci punika makéhan wénten ring gunungé, utawi ring telengin wana. Duaning ring telenging wana makweh pisan wénten baburonan sané ngambengin pamarginé, umpaminné uler lan baburon sané siosan sané prasida ngambengin pamargin dané. Yéning sapunika kawéntenané manut pangandikan anak lingsir, sané kabaos prabu banget kapariksain lan kasuciang. Saking prabun dané kabaos genah medal utawi ngranjing Sanghyang Siwa, punika mawinan prabuné kabaos Siwa Dwara. Babaosé baduur punika satmaka dasar parajanané nganggé destar. Yéning ruruh ring sastrané pangawit nganggé destar, secara filosofis prasida kapanggihin ring sajeroning kakawin Bharatayuda,XIX,14 . I rika kabaosang Déwi Dimbi biangné sang

Ghatotkaca nunas kain ring Déwi Drupadi, kain sané katunas punika wantah jagi kaanggé bekel kasédaan putran Idané, sané pecah sajeroning yuda ngalawan raja Karna. Kain punika wantah jagi kaanggé nutupin utawi ngangkebin prabun putran Idané sajeroning nyujur swarga loka. Saking dasar sastrané bauur punika panganggéan destar prasida kaanggé rauh mangkin.

kalih arah mamucu, puniki sané kabaos destar akuub. Nanging yéning tureksain utawi selehin mangkin makéhan parajanané nganggé destar asibak, yadiastun destar punika wantah secarik kain, nanging manut sastra destar punika banget madaging simbul-simbul sané patut kasungkemin sareng sami. Mawentuk segitiga sama sisi sané asapunika kabaos tripada. Wentuk segi tiga sama

Panganggéan destar sakadi mangkin wantah kabaos busana sajeroning upacara agama, sané kabaos Busana Adat Bali. Busana adat sané kabaos sampurna, patut nganggé wastra, kampuh, lan destar. Yéning selehin destar wantah secarik kain sané mawentuk bujur sangkar, sané kalipet saking

kaki manut cakepan suci Wédaparikrama wantah lambang tripada, dwaning ring muncuk tripada punika wantah simbul Siwa, kaki kanan simbul Brahma, lan kaki kiri wantah simbul Wisnu. Selanturnyané patut taler uningayang tata cara makarya destar pangawitné wantah saking tripada puni-

ka kalipet kalih dados kalih wagian, sewagian kaanggé muncuk destar, lan sewagian malih kaanggé dasar destar, antara puncuk destar lan dasar destar kabaos wantah pawujudan fisafat rwabhinéda. Risampuné dasar destar punika kalipet kasesuaiang taler manut kasenengan parajanané soangsoang, tata cara sajeroning mamasang destar mangda muncuk destar ring ajeng. Manut daging naskah silakrama wantah Ida Padanda, Jro Mangku, lan sané mapragayan suci sané wenang nganggé muncuk destar kapungkur utawi kakuncir. Muncuk destar sané kabaos godégan magenah ring tengen, puniki mateges mangdannyané subha karma utawi parilaksana sané becik satata satinut ring pamargin parajanané turmaning mangda rumaket sajeroning angga sariranné. Muncuk destar sané ring kiwa kakerutang ring simpul hidup punika mateges ardha-candra, windu lan nada. Sapunika taler sajeroning masang destar lilitan sané kakiwa mangda kalipet mabalik turmaning mangda sejajar ring dasar destaré. Punika kabaos mangda sifat-sifat sané nenten becik mauwah dados sifat-sifat sané becik utawi sifat-sifat asuri sampad mauwah dados sifat-sifat suri sampad, punika wantah daging kasuksman destaré. Destar kabaos wantah simbul ardha-candra, nanging ongkarannyane wantah angga sarirané sané nganggé destar punika. I Nengah Konten


Sastra

Redité Pon, 12 September 2010

Ogoh-ogoh IDK Raka Kusuma Tekén krama banjaré pangkuda kadén suba tiang temaha. Pangkuda kadén tiang sikut kopingina aji pisuhan. Luiré: tendas keléng, tendas pelétan, tendas kawah, tendas kancut, tendas pléngér. Pangkuda kadén tiang orahanga basong, uled berek, kuluk maong, bojog beler. Tiang acepok sing taén gedeg. Boya sangkaning saja tiang buka kéto. Sangkaning ngekoh matungkas, sangkaning sing demen majaguran. Buina yén nemin, sing buungan lakar rebuta. Sing ajak

dadua ngrebut. Lebihan tekén ento. Lebihné bisa buin nenem, buin pitu, buin kutus. Pinih bedik buin telu. Tekén krama banjaré, pang kuda kadén suba tiang orahanga enceh Gerwani miwah pejuh PKI, tiang sing gedeg. Krana mémén tiangé mula Gerwani. Bapan tiangé mula PKI. Makadua sing ja Gerwani miwah PKI écé utawi éntéwéré. Makadua pamucuk Gerwani miwah PKI. Makadua kasub tur dueg ngraos. Dueg masi mapidarta midartayang untuk komunisme. Sing sida metékin, pangkuda kadén tiang nepukin mémé miwah bapan tiangé mapidarta di arep krama Gerwaniné, di arep krama PKI-né, di arep krama IPPI-né, di arep krama CGMI-né, di arep krama BTI-né, di arep panyakap tanahé ané tungkas gedé ajak anaké ané ngelah tanahé. Tiang sing gedeg, kapin pang kuda tepukin tiang krama banjaré nimpugin umah tiangé aji batu, aji tai, aji clebingkah miwah bias. Tiang sing gedeg, umah tiangé slamparina aji danyuh mapesel ngendih disubané ngabiosin aji bénsin. Tiang sing gedeg, ngelidin umah tiangé gredega lantas seduta kanti isin umah tiangé jaraha tur palaibanga. Tiang sing gedeg, kapin pangkuda kadén krama banjaré tepukin tiang macek kain sig tembok suter karangé. Kain ané paceka kain lantang. Misi tulisan. Kéné munyinné. Enceh Gerwani miwah pejuh PKI celang daya makaad iba. Tiang sing gedeg, ané orahanga celang daya sing tiang. Ané orahanga celang daya reraman tiangé. Buina saja mula kéto. Apa celang dayaanga tekén reraman tiangé? Warsa 1966, dija-dija PKI miwah sekayané matumpas. Tuuh tiangé dasa tiban dugasé ento. Yén kénkén kadén carané, reraman tiangé bisa maan kartu GWM miwah PNI. Kartuné totonan ané nyelametang reraman tiangé. Krama banjaré ané atehang polisi miwah tentara ané lakar numpas reraman tiangé pacliscis magedi sambilanga nemah-misuh. Tiang sing gedeg, kapin reraman tiangé paksana tekén krama banjaré apang nu mabanjar ja. Diastun suba ruyud. Diastun suba tua cakluk. Tiang sing gedeg, kapin krama banjaré nombaang tiang nyalud mabanjar di subané reraman tiangé ngalahin. Ané ngranaang tiang sing gedeg baan sing baanga nyalud mabanjar, tiang sing marasa berat idup pedidi. Buina, tanah tegak umah tiangé tanah

Good Morning Bli Komang Jam nem kuang limolas menit, kénten mirib, ten seken maan medasang jam, mara ngendusin. Ngedébras bangun, ngampakang jelanan, pesuan ka natahé. Lengkejang-lengkejing di natahé, gamana makripitan, awak anget, pakritis pesu peluh. Nglengit nyemak udud nyemak sekop, ngedengang tanah di durin umahé. Ai déréng endag, kari kiap mirib, kari anget masaput, nagih dundunin, rumrum sayang-sayang. “Good morning, Bli Komang.” Kesir-kesir anginé, dingin-tis, ngampigang saput, bangun buluné. Brrrrr! Makipekan kangin. Kenyem-kenyem punyan nangkané. Ulap-ulap carangné, ngényorin. Di bancang mategul tiying tali akatih, di muncuk tiying taliné mamegeng anténa tivi. Angkihan ngelah tungguhan, pageh. “Good morning selamat pagi.” Matuutin Ébét Kadarusman dugasné kari dadi penyiar di Radio Australia. Hahaha. Kedék bagia. Kénten ja acep-acepané. Makipekan kelod. Pahpah don biu lilité élag-élog lemuh. Igel-igelanné senam kesegaran jasmani. Bin mani igel-igelanné senam kesegaran rohani. Apang pada misi. Lawar padamara, pada rasa. “Nggih, kalanga kari lemuh petapan layahé. Kitak-kituk di gook. Bin pidan, di ampuné uli di bunbunan teked ka cadik meseet kesitan kasa, tamped-tampedang sarin kemikané. Data-data bakat rambang.” “Semengan serdah, keneh égar. Ngidih sebet, ten maan.” Punyan nangkané makipekan kaja kangin. Punyan biu lilité, biunné ampun nyandang alap. Punyan nyuh gadingé nganteb sebeng. Hahaha! Kedék bagia. Kénten ja acep-acepané. Kituk-kituk. Kurenané majeritan uli di paon. Sinduké magatik di pangoréngangé. Bungah paoné. Makenyah karangé. “Alap biuné, abaang embok Madé ka peken, sayanang ngadepang, apang nawang rurung bati, biu jumendana.” “Madepan maluang, maturan durian.” Nglimangdinaang, ngucap Kuningan, nagih alap biu lilité, ten baanga. Payuan ampun sandikala ngidih biu bawéyan sig matuané, makuhkih pedina ngalap biu di Kayukunyit. Anak matendak biu, di nujuné rerainan, kincung-kincungné anggon isin banten, nutug cakupan lima, bhakti, panggeh-panggehné adep, ngatehang lima-batis inceg, ngalih bati. Ngelah mémé kutun paon, ngelah bapa kutun carik kutun abian, ngalih awaregan basang dogén, tutug baana ngalapin guru rupakanné. Ngelah sakapan abian, pedi matajukan, pedi miara, pedi malapan, pedi matendak, mungkul batiné. Ten bani matendak, telah peluhé, batiné gelahang anak. Maléngkas kelod kangin. Usuh-usuhin bongkol akah punyan kayu kowangé, nginyah. Carang-carangné ngrempayak. Suahina boké. Akahné cara akah léci. Makebat cara tikeh. Tikeh akah. Alumbangan lawat carang kayu kowangé. Bajeg surya. Kesir-kesir anginé, tis. Milih-ilih, cara kepet. Muduhin. Teka uli di cariké, teka uli di abian, i bapa nyangkil siap. Ngetis. Masadah di bongkol punyan kayu kowangé. Di kéngkéné magecel dogén. Di kéngkéné wénten ajaka mabongbong. Pepadu carca menék di bacakan lontar. I mémé ngaba tiying mangsud. Ulat, ulat, ulat. Dadi kuskusan. Ulat, ulat, ulat. Dadi saingan. Ulat, ulat, ulat. Dadi sok. Nyama-nyamané teka. Ngaba gitar. Genjrang-genjréng. Magending. Ngaba hp. Iteh jrijiné mecek tastra, sms, chatting, facebook, internét. Gamana nutug pituduh jam murwa daksina. Pak dug dug pak, gamelan bibih, jangih-béro, muruk ngigel. Nyujukang kanvas, ngambar. Ten ngaba dulang taksu, payu mapepaosan. Sara bisané. Sara demené. Ngalih tongos. Ngelah tongos. Asing jemak gegaéné, ngleganin keneh. Basang seduk basang wareg, égar. Awak berag awak mokoh, égar. Basang maan dedaaran. Sirah maan dedaaran. Masan pemilihan. Pemilihan anggota législatif. Pemilihan présidén. Pemilihan bupati. Pemilihan perbekel. Pemilihan kliang banjar. Bendérané nyegir kebir-kebir matungguhang negehin muncuk punyan kayu kowangé. Bendérané maseetang di muncuk tiying petungé. Tiying petungé mategul di carang kayu kowangé ané anas-anas. Di betén ramé, di duwur masih ramé. Lumbang-lumbang bendérané. Lantangné wénten sorot telung méter. Lumbangné wénten sorot duang méter. Mirib. Metu ajum Ida Dukuh, malinggih di rain kiskisé matanceb nyungsat. Anak resem-resem. Kapah masugi. Gedé gangsuh. Basang bacol. Nyenebin. Anak jegég-bagus. Langsing lanjar, bancang nyangnyang. Seléh, nyerira. Ileh-ilehina bongkol punyan kayu kowangé, ping telu. Cara mabiasa di pura, ngiring Ida masesanjan. “Bah! Kuwuk bongkolné. Kuwuk akahné. Salud langité di gurun pasir.” Hk! Ten manggeh rwa-bhinnédané. “Ngiring pakayunan.” Gulemé mapelpelan, tulén padang majekjekang teltel makampilin, ujan bales. Anginé makuwus, baret. Tatit nyander-nyander, nyeluk langkah-langkahan. Kerug ngrudug, benyah anak-anakan kupingé. Asing matindakan, maserod, ngluluk. Padangé nyurakang, makenyat-kenyatan wat baong, cara ngrojong sawa. Sasab paslebseb, ilang paliaté. Lemuh carang-carang kayu kowangé, gelut-geluta, anyun-anyunanga cara nungkulang raré pélag, maméta. “Ngiring pakayunan.” Galang guminé. Telah lisig gulemé. Langit gurun pasir. Degeng anginé. Kenyar-kenyir ainé. Ten wénten punyan kayu kowang. Padang samah, gadang lom, asah, enjekin tulén kasur busa. Punyan pipis. Punyan emas-emasan. Samah. Lumbung-lumbung. Ngebekin gumi, raré lekad adeg, ngebekin langit, raré lekad nyungsat. Saling paliwat. Saling pamaluin. Ngaasin don. Pis bolong. Koin. Prita. Bilqis. Aget matunggalan papa lara. Majohan nanging di malun cunguh. Gumi dayuh. Kecag-kecig kedisé nguci. Basang maan dedaaran, sirah maan dedaaran. Komang Berata Jl. Untung Surapati No. 10 Amlapura 80813

masértifikat. Ané menék adan sig sertifikaté bapan tiangé. Buat ngalih pitulung utawi ngidih tulung di kéwehé tiang sing sukeh. Tiang pengusaha. Pengusaha gedé. Pipis liu ngelah. Jani liu anak nyak orahin ngudiang-ngudiang yén suba losoin pipis. Pokokné, amul encén ja kéwehé tepuk, sing sukeh baan ngentasin. Ngatelunang satonden pangrupukan, delik sandin tiangé teka. Tatujon tekané ngorahin tiang krama banjaré ngaé ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh ento maawak kala. Matendas jalema. Bungut ogoh-ogohé bujuh. Giginé di duur maleco akatih. Ogoh-ogohé ento kaadanin kala bonjor. “Sakéwanten…” delik sandin tiangé sing bani nglanturang. Tolih tiang semitané, buka anak nyeh. Nyeh mabatbat. “Sakéwala kénkén?” tiang nyekenang. “Bos ten menggah piduka?” “Gedeg?” “Enggih.” “Yén jujur ngorahang iang sing gedeg.” “Yakti?” “Sajaan.” “Goban ogoh-ogohé kadi prarain bosé.” Di arep delik sandiné, gedegé sing enahang tiang. Dimagedinné, gedegé sing sida buin nales. Kapin kéto, tiang ngutsahayang apang gemelané sing nyagur tembok utawi apa ja ané paak. Kéto masi batis tiangé, utsahayang tiang apang sing masépakan. Sakéwala bibih tiangé depin tiang ngocéh. “Né nyicing singal adané. Jang di bangkiang sing kanggo. Sirahé nagih tegakina. Apang tawanga, kénkén anaké mendep pelagéndahanga ngempahang gedeg aji pangwales silib tekén ané melagéndahang. Apang rasaanga masi kénkén sakitné.” Delik sandiné besenang tiang apang teka. Di tekané tiang ngorahin ia ngorahang tetampéné, yén muan déwékné anggona muan ogoh-ogoh. Ané nganggon anak ané ngedegin diastun pangkuda kadén gaénanga gedeg ia sing taén gedeg. Delik sandiné maang pasaut buka anak mapidarta. Limané magemelan. Paningalané nengéng. “Yén tiang kentenanga, sinah gedeg. Napi mawinan. Tiang marasa awak tiangé témbéranga. Masak tiang sengguha kala mamua jalema. Malih muan kalané, pateh kadi muan tiangé. Siosan ring gedeg lek tiang. Sapunapi-

9 ang nénten sapunika? Sami kramané uning tiang kasengguh kala. Diastun kalané punika marupa ogoh-ogoh. Kramané tan urungan ngéwérin. Ring lepeté tan urungan aidupan ngéwérin.” Ya ngep bibihné, bibih tiangé makemélan. “Déwéké sing Makita ngwales?” “Makita pisan.” “Parilaksana apa lakar anggon ngwales?” Delik sandiné maekin tiang lantas kisikisi. Adéng tiang nyeplosang munyi nyumunin ané kisi-kisianga. “Borbor?” “Inggih.” “Awaké nyak morbor?” “Dados ten.” “Sakéwala kéto, di ketarané da iang orahanga ngorahin.” “Bérés bos.” “Pedidi lakar morbor?” “Wénten ajak tiang.” “Nyén?” “Anak buah tiangé.” “Ingetang di ketarané da pesan ngorahang iang ngorahin.” “Bérés bos.” “Pokokné yén sing ketara, upahné gedé.” “Bérés bos.” Kondén ada dasa menit delik sandiné magedi, pagawén tiangé teka. Teka ngaba map misi proposal ngidih wantuan uli banjar ané ada di kotané ténénan. Ada sawatara dasa banjar ané ngajuang proposal. Seka besik proposal kebitang tiang. Sing patuh liun wantuané ané idiha. Ada telung yuta, ada petang yuta, ada limang yuta, ada masi duang yuta tengah. Di maca proposal ané nomer dasa, tiang inget banjaré ento mamusuh kapitui ajak banjar lad reraman tiangé mabanjar. Mamusuh kapitui ajak banjar ané muan ogoh-ogohné nganggon muan tiangé. Nadaksara tiang makeneh mogbog. Nadaksara tiang buka ada ngorahin. Da. Aa yén nyak. Yén sing ajak duang banjar kramané lakar ngrebut miwah nguung umahé. Yén laporanga ka kantor polisi, sing buungan madaar gratis di bui. Lénan tekén ento sing melah lakar tepuk mani puan. Di lacuré, suud mabui, ada anak ngenggel di rurungé. “Ada buin,” sing marasa tiang nglanturang, “Adané jelék aidupan. Parisolah jelék,

Parikosa ring Ari Olih IBW Widiasa Kenitén Hyang kala jag parikosa Raris nakep uli duri Nanging nénten kakeniang Hyang Kumara jag malayu Sébet manyingidang raga Kelad – kelid Hyang Kala nénten ngeniang. ( I Madé Suparta, Geguritan Raré Kumara: 11) Parikosa ring anak alit ring kulawarga nénten manten kamargiang olih rerama taler midep olih sang maangga duuran utawi rakané. Wantah kantos indiké punika wénten ring kulawarga nyihnayang kulawarga sampun nénten anut pamarginé, nénten temtrem. Janten wénten sané ngawinang sakadi sang guru rupaka nénten tulénga ring kulawarga. Sang maangga duuran rumasa kuasa ring ari. Putra sané suputra nénten kapolihang. Putra sané nganutin tatatiti kamanusan. Setata ngaluihang pamargin kulawarga. Kulawargané kagencelin olih paripolah nénten patut. Katah sané ngawetuang pamargi tan patut sakadi wewidangan i sentana. Pakraman i sentana, wilangan i sentana, sawitra i sentana. Sentana gelis pisan keni ius sané nénten becik wantah arang tulénga ring sentana. Sang sané duuran yan rerehang dados tatuladan saking arin – ariné. Nénten parikosa punapi malih kantos mencanén, nyengkalén, kantos purun nyédaang. Sang maangga duuran patutné ngamel rainé sané kantun alit. Sang kantun alit durung uning ring punapa – punapi. Parikosa ring anak alit janten pacang ngawetuang pikobet ring sang kaparikosa. Sang kaparikosa nénten nué rasa degdeg san-

tukan sané patutné ngicénin rasa temtrem nénten ngamargiang paripolahé sané patut. Pungkuran ri sampuné duur pacang ajerih ring anak lian taler ajerih ring pamargi angga. Nénten nué gegamelan sané kacumpuin. Mapupul ring pikayunan, ring rasa anaké alit, rasa menggah ring kawéntenan yayah rena, ring raka kantos ring anak lian. Rasa menggahé punika pacang ngobetin . Yayah rena yan rerehang ngicénin piteket – piteket sané anut ring sentana. Pinih nénten sering magendu wirasa ring sentana. Nakénin utawi nakénang parindikané sentana. Nénten ngelébang, ngulurin satunggil sané margianga olih i sentana. Sang maangga manusa nué wilangan sané nyandang margiang taler sané nenten. Imba – imba patut sayan sering kapanggihin ring kulawarga majanten pacang arang kapanggih paripolahé sané marikosa ring anak alitan. Parikosa ring anak maangga alitan nénten antes margiang Sang maangga duuran nénten antes maparipolah nyemerin angga, kulawarga,utawi pakraman. Nénten pacang mecikang kauripané, pamarginé sampun nilar saking tatakamanusan. Nénten manusa sané nguripin anggané.Buron manten nénten parikosa ring pianak ipuné. Tresna ipun ring pianak. Paribéla wantah wénten sané ngrucakin kauripan ipuné. Yan antesang dados manusa, nué wilangan kamanusan nénten mamarikosa anak alit. Anak alit pinaka waris sané pacang ngalanturang kauripané patut rerehang pamargi mangda sayan lanus kauripané. Boya ngicénin pikobet ring kauripan ipuné, bélanin, icénin rasa aman, degdeg, temtrem sanunggil rahina.

nu ada anak nyapatin nuju ka rurungé. Yén adané jelék, lénan tekén sing ada anak nyapatin, déwéké dadi musuh gumi miwah dakin gumi.” Buin tiang mesenang delik sandiné. Di tekané, sing ngantiang ia negak tiang nakonin buin pidan lakar morbor ogoh-ogohé. Ia ngorahang ngamaniang pangrupukané. Ia nerangang, ngudiang kayangé ento morbor ogoh-ogohé. Kayangé ento déwasa melah. Buin tiang nakonin delik sandiné, kali apa lakar morbor ogoh-ogohé. Ia ngorahang tengah lemengé. Ia nerangang, ngudiang kali kéto ia morbor ogoh-ogohé. Sesirep ané lakar tibakanga tekén balian ané marengin penyusupné kabinawa. Sakancan ané nyagain ogoh-ogohé prajani kiap kena sasirep. Buka ada ngorahin apang ngojog pasaréan, mara enteganga sirahné sig galengé suba aris tur geris-geris. Ngantiang ngapuanang pangrupukan, tiang lega tan kadi. Baan legané, tiang ka pesisi. Di pesisi tiang gelur-gelur. “Upah ngéntéwéréang anak beneh, rasaang ogoh-ogoh ibané lakar maborbor. Rasaang, di pangrupukané, iba buung milu macentok ogohogoh. Rasaang, kénkén leké sing milu macentok, mapan atiban ané liwat dadi juara ka pertama. Rasaang kénkén cungap paliaté dadi mél-mélan anak liu. Lakar orahin delik sandiné magatra kema-mai. Magatra: morbor ogoh-ogoh ulian nyeh kalah. Kalahang banjar ané dadi musuh kapitui ibané. Ha ha ha, rasaang!” Munyin ombaké rasaang tiang buka suriak demen tekén ané orahang tiang ento. Buka suriak lega, mapan pangwales tiangé lakar kisinan. Mulih uli pesisi, mara lakar ngelus baju, delik sandiné teka. Ngojog tiang. Nyerahang kertas misi tulisan. Magedi. Masadah di temboké baca tiang. “Bos, gelis-gelis makaon sakéng deriki. Sanjané wawu tiang ka umah baliané. Tiang macelep sakéng duri. Rauh dauh témbok genah ipuné nerima anak maubad, piragi tiang baliané ngorahin anak indik ogoh-ogoh ring banjaré puniki jagi wénten morbor. Sané jagi morbor, pajaranga, tiang, delik sandin bosé. Pajaranga bosé sané ngandikain. Krama banjaré jagi nunjel purin bosé jam rorasé nyanan.” Amlapura, 2010

Saking Langit Bali I Gst Bgs Wéda Sanjaya Engsap Kiap karasa, mata kijap-kijap. Kijap-kijap mata, makipek sengap. Sengap makipek, nrugtug getap. Getap nrugtug, nisdis nyap-nyap. Nyap-nyap nisdis, sangkaning ulap. Ulap sangkaning, kelap-kelap. Kelap-kelap, nyujuh ngalap. Ngalap nyujuh, madon dapdap. Dapdap madon, makilit kakap. Kakap makilit, mawastu ngentap. Ngentap mawastu, majalan nyelap. Nyelap tusing nyelap, ngararis engsap. Ah, engsap! Pegat satua sangkaning engsap…. Dalang Pondok, Galungan, Sasih Jiesta ‘2010

Salampah Laku, Kapiangen ring Peranda Madé Sidemen Mangkin akéh pisan sané uning mabarang sastra. Akéh sané pascat nerangang kadiatmikan, kéwanten arang sané prasida kadadorang conto. Duaning kapradnyaanné wantah ring baos, nénten kantos ka parisolah. Sayan maju jagaté, sakadi sayan wikan anaké mabaosan, nganikang kéné-nganikang kéto, protés kéné-kéto, ngusulang magenepan, kéwanten pamuputné puyung ring laksana. Akéhan dharma wacana, mawinan kirangang dharma laksana. Ring kawéntenan jaman kadi puniki, kawéntenan para panglingsir i ragané nguni setata ngawi kapiangen. Napi ké kawéntenan Mpu Kuturan, Ida dang Hyang Nirartha, Anak Agung Istri Kania, Cokorda Mantuk ring Rana, kantos kawéntenan Ida Peranda Madé Sidemen, sané lebar ring yusa 120 warsa, duk nemonin pinanggal 10 September 1984. Kapiangen majeng ida-ida sané suci maraga wikan punika prasida katambengin antuk ngwacén karya-karya sastra idané, silih tunggilnyané sané kamuat ring buku mamurda “Memberi arti Kehidupan, Membaca ‘Selampah Laku’ Ida Peranda Madé Sidemen” sané katulis olih Ida Bagus Agastia. Ring buku sané katerbitang pinaka jalaran nelebang sastra ring sajeroning “Ngapat” ring Sanur, 9 Sepetember 2007 puniki, Ida Bagus Agastia ngepah daging buku antuk Kalih carang ageng, ingging punika carang kaping siki madaging indik “Nyurya Sewana Sampai Akhir”, “Kepergian yang Dipersiapkan”, “Memberi Makna Kemiskinan”, “Warisan Sastra, Warisan tak ternialai” lan “Memberi Arti Kehidupan”, miwah ring carang sané kaping kalih ngungahang “Geruritan Salampah Laku” Ring pahan siki, carang kaping siki, pangawi buku nyritayang patemon idané duké rauh ka grian Ida Peranda Madé Sidemen-é. Duk nika, panguntab bulan Agustus 1984, Ida

Peranda sané selami tigang sasih wantah nginem atlegekan susu, kantun mresidayang nyolahang genta, nyurya sewana, nunas karahayuan buana. Duk nika ida tan mabusa tur wantah nganggén wastra sederana. Wusan nyurya sewana, ida mirengang rekaman bebasan kakawin Ramayana, turin karnan idané sané kantun celang prasida uning kaiwangan-kaiwangan sané kaucap olih anak sané mabebasan punika. Drika taler wénten I Tekek parekan idané, sané setata nyangra tur nyiapang kayu dapdap sané kagetep alit-alit ri sukat ida Peranda nganikang ragané jagi budal ka genah sunia. Nénten wantah kayu dapdap punika kéwanten, ida taler sampun nyayagayang palungan idané antuk sarana upakara kantos sarana sané jangi anggén mundut layon idané, tut peranda sané kanikain muput palebar idané, taler sampun ida nikain. Driki, yakti-yakti mrasa kadaut pisan ring kasucian Ida Peranda. Yadiastun ring panguntat buku, pangawi ngaturang geguritan salampah laku sané jangkep, ring pahan buku sané siosan, pangawi taler ngukuhang kasucian Ida Peranda antuk ngunggahang karya-karya sastra idané sané luih, minakadi Kakawin Panglepasan, Kakawin Cayadijaya, Kakawin Candra Bherawa, Kakawin Singhalanggyala, Picacarana, Kidung Rangsang, Purwagama Sasana, lan Puja Ugra Tattwa. Ring makudang-kudang karya sastra sané kakawi olih Ida Peranda Madé Sidemen, pangawi sakadi kadaut ring Gaguritan Salampah Laku sané satmaka kawéntenan ragan idané. Becik kawon raganné idané, kaunggahang i riki, minab sangkaning punika gaguritan puniki kadi dados prarabdan idané. Punika awinan Géguritan Salampah Laku dados sarana nepas rasa kapiangen ring Ida Peranda Madé Sidemen. (gék yatri)

Angklung Mawinan punika, Apapat druwén titiang, apapat aturang titiang… Rikala tanjek I Ratu ngumbang akasa, Minab suaran suling prakantén titiang, kantun tanglis nudut tangis. Réhning druwén titiang boya ja agni, wantah tis toya ngalangun suara… Sampunang I Ratu masemita sendu, Kala kacingak titiang wantah madruwé apapat, Tan kadi ganggas sang nembangan pélog, Apapat puniki jihwa pranan titiang… Riantukan wantah papat, Papat aturang titiang sinarengan, Paleh titiang papat punika, Wénten ngagengin, wénten ngalitin, Tan mari papat bungah pragat, suara rasa nembang seléndra… Titiang wantah meled nembang, Ring don laras karasa kuang, Mawinan punika, Apapat druwén titiang, apapat aturang titiang… Dong pirengang, Suaran titiang ngater sang pegat nyujuh suargan…. Sesetan, Soma Kliwon Klurut ‘2010


Kruna

10

Redité Pon, 12 September 2010

Désak Madé Asri

I Kadék Astawa

Ida Ayu Tri Bhuana Sima Déwi

Tan Wadih Malajah

Kadaut Selonding

Juara Layang-layang Internasional

Sampun telung dasa tiba, Désak Madé Asri, M.Psi dados guru. Selami dados guru punika, sampun 14 tiban dané kajudi pinaka Kepala Sekolah. Sangkaning sampun pascat pisan ngambil pakaryan pinaka guru mawinan Kepala Sekolah SD Saraswati 5 Dénpasar puniki raris kajudi nyarengin pacentokan kepala sekolah berpréstasi. Saking pacentokan ring tingkat kabupaten kantos provinsi Bali prasida dané menangin, kaping wungkur, istri saking Drs Déwa Madé Joni, M.S puniki prasida molihang juara kapertama lomba kepala sekolah berpr‘stasi tingkat nasional. “Titiang angayu bagia pisan prasida molihang juara kapertama. Mesehmeseh titiangé siosan becikbecik pisan, utaminné pamilet saking Lampung lan Jawa Tengah,” kénten Désak Asri nyarita. Anak istri sané meneng ring perumahan Candra Asri, Batubulan, Gianyar puniki nganikang dané ngawitin macentok ring Jakarta tanggal 12 Agustus, tur puput tanggal 4 Agustus 2010. Sangkaning akéh pidabdab siosan sakadi matemu sareng mentri lan présidén lan ngamiletin perayaan 17 Agustusan, ngawinan dané meneng ring Jakarta kantos tanggal 18 Agustus. “Titiang prasida molihang juara wantah sangkaning titiang tan wadih-wadih malajah. Makasami anggén titiang jalaran malajah. Nénten wantah buku, titiang taler malajah saking sané kawon,” dané nerangang. Napi sané kapolihin olih Désak Asri, kocap jagi kadum majeng para guru lan anak sané urati ring widang pendidikan. “Titiang meled ngalalahin napi sané polihin titiang ka guru-guru mangdané sekolahé sayan maju. Punika awinan titiang ngawéntenan patemon Kelompok Kerja Guru (KKG),” baos dané. (cen/ita)

Yan wawu matemu sareng I Kadék Astawa, S.Sn, sinah pacang nganikang ragané regeh lan seleb. Kéwanten yéning sampun sué makanti, pacang nganikang Kadék—kénten tamatan ISI Dénpasar warsa 2009 puniki kasambat — baul lan jemet matatulung. Minab sangkaning jemet matulung, anak lanang sané embas ring banjar Batuaji, Batubulan Kangin, Gianyar puniki kanikain dados juru arah ring sekaa gambelnyané. “Ring sajeroning gambelan titiang mrasa kadaut magambel selonding, duaning selonding punika bilahnyané kedik kéwanten musikalitasnyané becik pisan, siosan ring punika sangkaning arang sané uning magambel selonding,” kénten dané nerangang. Putra saking I Wayan Rikan lan Ni Nyoman Komin puniki nénten ja wantah wikan magambel, dané taler pascat nata musik. Silih tunggil musik sané dané tata majudul “Kete”. “Garapan musik kete puniki, nganutin kawéntenan titiangé tur nyaritayang sapunapi kawéntenanné anaké sané kete, saking lek, méweh ngawitin mabaos, kantos prasida ngibur timpal-timpal tur kaanggén sarana magegonjakan,” baos dané. Sangkaning wikan magambel, Kadék Astawa taler naenang nyarengin rombongan ISI Dénpasar ka India warsa 2008. Duk warsa 2005 lintang, dané taler kajudi pinaka duta seni Gianyar, lan warsa 2004, dané kajudi pinaka duta Bali ring Pekan Kompenténsi Siswa saIndonésia. (ita)

Sané ketah seneng ring layangan, wantah anak lanang. Kéwanten anak istri mapeséngan Ida Ayu Tri Bhuana Sima Déwi kasumbung sangkaning layangan. Gék Sima—kénten siswi kelas VIII SMPN 1 Kuta Badung puniki ketah kasambat, nganikang kawéntenan Asean Beach Game pacang setata ida élingin, duaning sangkaning acara inucap ida kajudi nyarengin lomba layang-layang Internasional ring Inggris. Kirang langkung limolas rahina siswi sané wikan makidung, macepat lan maca puisi puniki lunga ka Inggris, kasarengin olih ibu ajin idané. Ring pacentokan inucap, ida molihang kakalih penghargaan, inggih punika pinaka peserta berpenampilan pinih becik lan peserta berbakat. Pengharagan inucap kamedalang olih Walikota Inggris. Sangkaning polih juara Gék Sima polih hadiah marupa jinah lan faspor istiméwa sané mapeséngan “Kites Fliers Passport”. “Sujatinné titiang tan naenang ngacepang prasida dadaos juara lomba laying-layang, napi malih dados jaura lomba layang-layang Internasional. Kéwanten titiang garjita polih juara layang-layang internasional, duaning prasida ngamiikang aran sekolah, Bali lan Indonésia, napi malih titiang kantos kawawancarain olih stasiun tipi i rika, “ kénten anak istri sané embas ring Dénpasar 16 Juni 1997 puniki nyarita. Duk ring Inggris, Gék Sima nénten wantah malayangan, kéwanten taler makarya layangan lan nerangang sapunapi kawéntenan layangan Baliné, ida pascat pisan nerangang nganggén basa Inggris mawinan juriné kadaut tur micayang gelar juara. Putri saking Ida bagus Ugrasena Narendra lan R.A. Helmi Ginanti puniki nganikang raganné saking alit seneng malayangan, napi malih ajinidané taler seneng malayangan. Yadiastun seneng malayangan, Gék Sima nénten naenang nilarin pelajaran ring sekolah, punika awinan ida taler setata dados juara kelas. (ast/ita)

Madé Subandi

Makarya Musik Puisi Yadiastun sampun sué makipu ring widang musik tradisional, I Madé Subandi tan ngukukuhang musik tradisional kemanten. Buktiné tamatan ISI Dénpasar warsa 1993 puniki makarya musik sané kacampuhang sareng tembang lan puisi. Musik puisi dané sané mamurda Sasi Wimba sampun kapentasang ring Bentara Budaya Bali lan ring Festival Sanur galahé lintang. “Puisi nika masaih kadi gending, mawinan tan meweh antuk titiang nyampuhin. Titiang main musik lanmakarya musik wantah pinaka sarana makréasi, anggén sarana malajah lan ngaraketan pasuwitran. Pinaka pemusik, i raga nénten dados wantah ngukuhang musik tradisional kemanten, kéwanten sapunapi antuk mangdané musik tradisional taler prasida katrima olih krama modern kadi mangkinné,” baos anak lanang sané embas ring Gianyar , 23 Februari 1966 puniki. Kolaborasi sané kamargiang olih Subandi sampun saking dumun, napimalih, dané sané meneng ring Jalan Batuyang Gang Elang No 30 Batubulan

Sukawati Gianyar puniki naonang dados dosén terbang ring sekaa Gamelan Sekar Jaya ring Amerika Serikat. “Titiang ring Amerika kalih awarsa, saking warsa 1998 kantos 1999, warsa 2000 kantos 2001 titiang taler nyarengin tour keliling Eropa nyaringin grup musik Australi 2001, titiang taler polih main musik ka Jerman, Belanda lan New York. Kaping ungkur warasa 2010 lintang titiang taler makolaborasi sareng grup musik Boi Akih Nederland ring Belanda,” kénten Subandi nyarita. Ring sajeroning makarya musik kolaborasi musik tradisional sareng puisi puniki, Subandi nganggén alat musik sané akéhan malakar saking tiing. Siosan ring ingan yéning kabakta milehan, Subandi taler nganikang raganné kadaut ring suaran tiingé. Mangkin siosan ring makarya musik kolaborasi, anak lanang sané ngwangun grup musik Cerakén puniki iteh ngajahin alit-alit lan anom-anomé ring widangnyané magambael. (ita)

Makanti Ring tuturan Tri Hita Karana sané medal pinaka tatuladan ring kawéntenan pajalan idupé sekadi entik entikan, baburon, lan manusa; sami minab wong Baliné sampun polih mirengang apabuin minehang parindikané punika. Kéwanten patut masih mangkin baosang silih sinunggilnyané, indik pawongané. Yéning wénten pekaké ngorahang wong, minab tegesnyané manusa utawi jatma sekadi iraga sami sané kabaos paling kéné lan kétoné. Yéning pineh-pinehang, teges pawongané punika minab nénten ja ruwet, sida baan I Pekak ngorahang palemahané punika tuah indik pakantian manusané sajabaning nyalanang idup ring guminé kaaptiyang mangda majalaran trepti, asah, asih lan asuh. Nanging yéning sida baan nyalanang ajak makasami, luih pisan panadiné di kadituané. Mangkin minab kéweh lan ruwet

disubané akéh anaké meled nyalanang konsép palemahané, jawat ipun sané kabaos educated, nganti ipun sané kabaos educated abedik; akéh masih sané tan kapineh baan ipun napi sané patut jalanang, sané patut utsahayang lan laksanayang. Nénten pati buin ipun I Mén Tiwas lan Pan Tiwas minehang indiké punika, duaning sampun ruwet pamineh i puné minehang indik gaginannyané makuli, maburuh, nganti lilig sepur mangda wénten anggén ipun numbas baas a kilo lan témpé tahu agenepan, apang sida masih pianak i puné ngajeng yadiastun sabatek panganjel waduké. Apabuin akéhah Mén Tiwas lan Pan Tiwas ring gumi Bali lan Indonésiané puniki. Sinah i pun majeritan nyabran rahina, yéning wénten anak mirengang. Sangkala akéh jatmané sekadi punika sané dados TKI kakirim utawi ka transfer lumrahné, ka Malaysia.

Minab sangkala baas luungan pakantiné ngajak i pun I Pekak lan Dadongé ring Malaysia. Ulian luung pakantiné, nganti keni baya, keni sengkala, kaparikosa lan sané nénten keni baan ngorahang, sané nibenin i pun TKI né, nénten pati anaké ring Indonésia ngrungu. Apabuin maosang kasus national integrity né, seni budaya lan tradisi i ragané sané dumun polih ka-claim olih nyamané i rika. Pastika karasa sampun jekjeka nganti marupa kadi tain sampiné ujanan ring cariké. Napiké pawongané baas ruwet baan minehang? Minab nénten luung pajalan pawongané. Yéning anaké makanti, asah patut kawales baan asah, taler asuhé patut kawales baan asuh; apang nénten sedih i pun Patih Gajah Mada minehang sumpah palapané dugasé ilu. Disubané pakantiné nénten majalan apabuin karasa déwéké jekjeka sekadi punika, minab dados masih Mén

Ceraken Tiwas lan Pan Tiwas ring Bali Indonésiané puniki masaut, napiké kawigunané makanti ngajak i pun jatmané ring selat pangkung? Napiké i pun marasa setata tegehang kawisésané? Luungan lan luihan minab yéning makanti ngajak i pun I Sam ring The U.S.A, I Bean ring The U.K, lan I Mike ring Australia, duaning akéhan minab pikolihné. Sira uning akéh truna-truniné polih béasiswa ngranjing ring sejebag dura negarané punika, nganti apang akéhan polih S-2 lal Ph.D irika. Nanging, makanti ngajak i pun ring selat pangkung, minab predikat “dunungan téroris” dogén kal tampinin. Ah, yéning Mén Tiwas matakén kapining I Mike saking Australia indik ortiné puniki, élah baan ipun nyawis; “œhaving such friends, come on, Mén, what the world says!” I Madé Suwitra

Isin Gumi Pemkab Buléléng Ngaluncurang Zona Dina Bébas Kendaraan Pemkab Buléléng ngalaksanayang terobosabn anyar antuk ngaluncurang zona bébas kendaraan, anggén mengolahragakan masyarakat. Zona puniki ngambil jalur saking Tugu Singa Ambara Raja kantos ring pempatan margi Udayana, dohnyané sawatara 3 km. Zona Olahraga puniki kalaksanayang pinaka wentuk uratian Pemkab Buléléng, utamané majeng masyarakat sané seneng olah raga taler antuk nincapang gerakan olah raga masyarakat Buléléng. Paindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz rahina Soma, 06 Septémber 2010.

Komang Budiartana, Panji, Buana Kerta Yén wénten program sekadi puniki tiang sanget mendukung pisan. Riantukan pidabdab puniki pacang prasida nyaga jagat utawi gumi puniki tetep hijau. Kémaon tunas tiang sampunang wantah dina bébas kendaraan kemanten, mangda taler kalaksanayang program-program lianan sané urati utawi maiketan sareng pelestarian lan keajegan lingkungan ring Buléléng utamané lan Bali umumné. Gus Puma, Banjar Titiang cumpu pisan antuk kaungkahnyané zona bébas kendaraan puniki, sinah warga Buléléng sané seneng ngalaksayang olah raga ring wewidangan utawi zona punika pacang élah pisan. Lianan ring punika niki cihna pemkab Buléléng urati pisan ring kawéntenan olah raga inucap. Tunas titiang yén prasida galahnyané kawewehin yéning biasané ngawit galah 6 kantos galah 9, mangda kawewehin malih ajam kantos jam 10. Dika, Déncarik Tiang taler setuju pisan antuk program punika, kawéntenan puni-

ki sinah pacang ngirangin polusi udara sané sampun sayan-sayan abot pisan. Riantukan ring zona bébas kendaraan puniki masyarakat prasida ngirup udara sané seger. Program puniki tunas tiang taler mangda kelaksanayang ring kota Seririt. Ketut Ardika, Panji, Kaping Tini, Lovina Becik pisan program dina bébas kendaraan puniki, lianan ring maiketan antuk genah olah raga, taler sida nabdabin indik polusi udara sané ganggu keséhatan masyarakat. Mangda ring Buléléng tan sekadi ring kota-kota sané wénten ring dura Bali, minakadi penduduknyné sampun padet pisan lan akéh kendaraan sané ngamedalang andus polusi tur sampun kalintang abot pisan. Darsana, Seririt Puniki pidabdab sané becik pisan ring tengahing isu global warning, patut sareng sami ngicénin sokongan mangda sida program puniki ngelantur. Sayan sering kalaksanayang dina bébas kendaraan sayan becik pisan, mangda Buléléng puniki bébas polusi diastun tan satus persén. Putra Perkasa, Tangguwisia

Manut tiang paindikan zona bébas kendaraan setuju pisan, lan pinaka uratian pemkab Buléléng majeng masyarakat mangda sida nincap keséhatannyané soang-soang antuk ngelaksanayang olah raga ring zona punika. Lianan ring punika taler masyarakat prasida nyikiang rasa manyama braya majeng semeton lianan, taler rékrési keluarga. Tunas tiang majeng ring pemkab Buléléng mangda maiguman sareng pihak terkait minakadi; pihak lalu lintas, warga sané magenah ring zona punika, kapungkur mangda tan ngawinang biuta, mangda Buléléng puniki tetep ajeg lan tan malih kasengguh pinaka gumi panes. Bu Nopi, Tunjung Zona Car Free Day utawi dina bébas kendaraan wantah yukti becik pisan. Mangda pelaksanaanyané prasida suksés patut ngamolihang sokongang saking makasami komponén masyarakat. Petugas sané majaga rikala kalaksanaang dina bébas kendaraan punika mangda tegas, lan ngererehang margi sané patut kalintangin. Puniki mangda program sané kalaksanayang pemkab Buléléng manut sekadi tatujon sané kaaptiang.(ama)

Kidung Gaguritan Burayut Kaasuh olih I Gusti Madé Sutjaja

Ri tepengan mangkin anggé galah nembang miwah muruk nyurat basa Bali; mawit saking Perpustakaan Lontar Fakultas Sastra, Universitas Udayana.

bukh)\æu t u piÑ g)hn/ mjrk*bensug;i , hd\ág ¡ ,u msipyumpumhn/. 55 55. subtutugßpumhn/, h\Ðh ¡ \lu;emowni, bhnãgênñÿenkenÓo, s\Ðlÿñ et*ohdhim;iã , mn)msu k u sug;i , Mÿsßri ;slkliy,u elenÓoenhmhe\áo, edburyut;¡Þ emowni, \e\áotut,(u i ni mÞ æ;. submmãlk 56 56. subsusdu /\uped], mZéÿ¡ w*ked]k\in/, eKÿcpÉp& e\rnée) mão* , kgÉy i bZéÿ( mm)d,i tÙ;etoebodÒensid,iÒ prnknñÿenliy,u tum( limædÞmi ædn/, h\Àe& to\dnnÑ\ i ni /,

Buka engsut di pagehan, Majarakang bané sugih, Ada ngugu, Masi payu mapumahan. 55. Suba tutug mapumahan, Angkuhang aluh mowani, Baan bagiannyané kanto, Sangkalnya tong ada imbih, Manemu suka sugih, Mas mirah salaka liyu, Lén to né amah anggo, Dé Burayut luh mowani, Nganggo tutur, Suba mambalikin lampah. 56. Suba susud ngupadésa, Manjuwang kadésa kangin, Kocap ring Pangeran Jembong, Kagriya banjar mamedi, Tuah to Bodha né siddhi, Paranakannyané liyu, Tur malimpad-limpadan, Anghing tong ada nandingin,


GELANGGANG 11 Gallas Diplot Jadi Kapten

Minggu Pon, 12 September 2010

GP Italia

Hamilton Start Terdepan Monza -

Pemimpin kejuaraan Formula Satu McLaren, Lewis Hamilton menunjukkan penampilannya tercepat pada latihan sesi terakhir Grand Prix Italia, Sabtu (11/9) kemarin. Hamilton mencatat waktu satu menit 22,498 detik, lebih cepat 0,047 detik dari Red Bull Sebastian Vettel, yang pada free practice kedua menjadi pembalap terbaik.

Pembalap nomor dua di klasemen sementara, Mark Webber, mengalami masalah ketika di tengah sesi mesin mobil Red Bull-nya mendadak mati. Ia beruntung masih memiliki catatan

waktu yang menempatkannya di urutan ketujuh. Di tempat ketiga di belakang Vettel adalah Fernando Alonso, yang diikuti rekan Ferrari-nya, Felipe Massa. Partner Hamilton di tim

McLaren, Jenson Button, ada di peringkat kelima hanya dengan perbedaan waktu 0,226 detik. Red Bull telah menggunakan cat fluorescent khusus, pada bagian belakang mobil mereka, untuk membantu para insinyur memantau aliran udara, sebelum memutuskan pada akhir set-up untuk kualifikasi. (par/rtr)

Chigwell Bek Prancis William Gallas diharapkan untuk melakukan debutnya bersama Tottenham Hotspur, di West Bromwich Albion, bahkan mungkin dipercaya memegang ban kapten untuk pertandingan Liga Premier. Mantan pemain Arsenal dan bek Chelsea itu, akan menjadi pemain pertama yang memiliki fitur untuk semua tiga tim London, setelah bergabung dengan Spurs bulan lalu, dengan kontrak selama satu tahun setelah dirilis oleh The Gunners di mana ia telah memimpin. “Pada kesempatan ini, saya akan memainkan William Gallas. Saya sedang mempertimbangkan membuatnya kapten,” kata manajer Harry Redknapp, kepada wartawan di tempat latihan Spurs, Sabtu (11/9) kemarin. Langkah ini akan kontroversial, karena para fans Tottenham tidak yakin apa yang

membuat keputusan mantan bek Arsenal, untuk bergabung dengan klub dari saingan mereka, di London Utara. Spurs memiliki kapten baru, tetapi kehilangan kapten reguler Michael Dawson selama dua bulan, setelah terjadi ketegangan di liga Inggris. Sementara sesama bek tengah Ledley King dijadwalkan beristirahat, menjelang debut klub Liga Champions di Werder Bremen pada Selasa (14/9) mendatang. Ketika ditanya apakah kapten klub Raja akan dipasang, Redknapp mengatakan ini keputusan sulit. ‘’Kami mungkin perlu pengalaman di Bremen. Anda tidak bermain dalam tim yang memenangkan kejuaraan, seperti dia (Gallas) tidak di Chelsea, Anda tidak bermain untuk negara Anda, sebanyak yang dia capai kecuali jika Anda seorang pemain top,” ungkapnya. Menurutnya, Gallas mempunyai sedikit kecepatan sebagai pemain yang hebat. “Ia

akan menjadi aset besar, saya pikir dia akan menandatangani perjanjian yang baik dengan kami,” tambahnya. Redknapp percaya Gallas telah menunjukkan kekuatan mental mengagumkan dengan pindah ke White Hart Lane, dari Uni Emirat setelah ia dilucuti dari kapten pada tahun 2008, ketika ia mengkritik rekan satu tim. “Anda harus tahan mental meninggalkan Arsenal untuk Spurs. Sangat mudah untuk tidak melakukan itu,” kata Redknapp. “Dia bisa pergi dan bermain di tempat lain,” sambungnya. Satu lagi pemain baru Tottenham, playmaker Belanda Rafael van der Vaart, juga bisa membuat debutnya di Albion setelah bergabung dari Real Madrid. Carlo Cudicini mungkin mewakili lagi untuk kiper Heurelho Gomes Brasil yang terluka, meskipun Spurs telah menandatangani Kroasia Kiper Stipe Pletikosa pinjaman dari Spartak Moskow. (par/rtr)

Bomber Huntelaar Kurang Tajam

BPM/afp

Lewis Hamilton

Duesseldorf Klaas-Jan Huntelaar memulai debutnya bersama Schalke 04. Namun striker asal Belanda ini, gagal mencegah mereka kehilangan pertandingan di liga ketiga, Sabtu (11/9) dini hari yang menelan kekalahan 0-2 dari Hoffenheim. Meski kedua penyerang Schalke itu mampu memberikan ancaman namun Hoffenheim berhasil unggul. Adalah bola hasil sundulan bek Isaac Vorsah yang berhasil bersarang ke gawang Schalke pada menit ke-37. Huntelaar nyaris menyamakan kedudukan di babak

kedua, namun masih dapat digagalkan oleh Tom Starke. Kiper Hoffenheim itu melakukan penyelamatan gemilang dengan mentip bola ke atas gawangnya. Sial buat Schalke, kiper Manuel Neuer membuat gol bunuh diri di akhir pertandingan. Tendangan bebas Sejad Salihovic membentur Neuer, dan masuk ke gawangnya dan itu membuat Hoffenheim unggul 2-0. Kemenangan tersebut juga membuat Hoffenheim berada di puncak klasemen sementara Bundesliga, setelah mengantongi sembilan poin dari tiga

laga. Sedangkan bagi Schalke ini adalah kekalahan ketiga kalinya berturut turut. Klaas-Jan Huntelaar lahir di Drempt, Belanda, 12 Agustus 1983. Ia adalah pemain sepak bola yang bermain sebagai penyerang untuk klub AC Milan, dan ia juga bermain untuk Tim Nasional Belanda. Julukannya adalah “The Hunter”, yang berarti sang pemburu. Huntelaar adalah seorang pemain yang hebat. Julukan ‘’Hunter’’ ini diberikan, karena ia sangat berbahaya bila sudah memegang bola di daerah kotak penalti lawan. (par/rtr)

Williams Didukung Ferrari Monza Williams didukung Ferrari pada sidang Minggu (12/9) ini, karena mantan juara menentang larangan terkini tentang ‘tim perintah’ di Formula Satu. Tim Italia didenda senilai 100.000 dolar dari Steward Grand Prix Jerman, pada Juli lalu, atas perintah Felipe Massa, untuk membiarkan tim pasangan Fernando Alonso masa lalu, agar memenangkan lomba tersebut dalam satu-dua Ferrari di Hockenheim. International Automobile Federation (FIA) dalam pemeriksaan di Paris, Rabu (8/ 9) lalu, memutuskan untuk tidak mengenakan denda lebih lanjut, berkat surat dukungan dari

Williams dan Sauber. Sauber yang didukung oleh teknisi mesin Ferrari, tetapi motivasi di balik surat dari Williams kurang jelas, terutama dengan Rubens Barrichello sebagai salah satu driver mereka. Barrichello, pembalap Formula Satu yang paling berpengalaman, menderita karena perintah tim berulang kali saat tim pasangan Michael Schumacher di Ferrari. “Kami menulis itu karena kami tulus dan mendukung. Kami tidak punya teman Ferrari, tetapi kami hanya berpikir larangan total pada perintah tim tidak diperlukan,’’ kata Williams kepada wartawan, di Grand Prix Italia, Sabtu (11/9) ke-

marin. Prestasi Williams jauh pada berbagai kejuaraan, dan belum memenangkan lomba sejak 2004. Namun, mereka memiliki banyak pengalaman di masa lalu, menangani juara dunia dan rekan satu tim dengan ego yang cukup besar. “Ini tidak sering bahwa Anda memiliki dua driver kinerja yang sama di tim yang sama, tetapi kami membayar harga yang berat ketika kami menemukan bahwa dengan (Nigel) Mansell dan (Nelson) Piquet,” kata Williams. Dia menekankan bahwa Formula Satu adalah olahraga tim, dan kejuaraan dapat membuat perbedaan besar, untuk kea-

manan finansial tim dan daya tarik kepada para sponsor. “Driver memikirkan diri mereka sendiri, namun kemudian kami semua ingin kejuaraan dunia ada dua di setiap tahun,’’ kata Hamilton. “Jika Anda memenangkan kejuaraan dunia, buka pintu uang akan mengalir, tetapi jika Anda tidak membuat hasil yang baik di semua itu sangat sulit untuk bertahan hidup,” jelasnya. FIA mengatakan pada aturannya melarang tim yang mempengaruhi hasil perlombaan akan dikaji. “Ini semua untuk diskusi satu pikiran sementara, bahwa mungkin aturan harus berlaku pada kedua musim ini,” kata Williams. (par/rtr)

Tabarez Tangani Uruguay Hingga PD 2014

BPM/ist

Ronaldo

Klub Melbourne Incar Ronaldo Melbourne Klub sepak bola Australia Melbourne mendekati striker Brazil Ronaldo selama berada di seri liga A. “Kami sedang dalam tahap penjajakan saat ini,” kata CEO klub Munn Scott seperti dikutip surat kabar The Sun Herald, Sabtu (11/9) kemarin. Striker 33 tahun yang merupakan bagian dari dua tim pemenang Piala Dunia, dan sekarang bermain untuk Corinthians di Brazil, akan mendapatkan 92.660 dolar AS per pertandingan jika kesepakatan itu terwujud. ‘’Kami menyadari bahwa kontraknya akan berakhir, dan kami sudah menghubungi beberapa relasi, dan membicarakannya prihal Ronaldo yang kemungkinan bergabung bersama kami,” ujar Munn. Ronaldo mengawali Piala Dunia 2006 dengan diselimuti kontroversial, mengenai berat badannya yang tampak melebihi berat ideal. Ia dikritik karena kondisinya dianggap kurang fit, serta penampilannya yang buruk. Meskipun begitu, pada pertandingan ketiga di babak pertama melawan Jepang, ia mencetak dua gol yang membawanya sejajar dengan Gerd Muller, sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia, sepanjang sejarah dengan 14 gol. Satu gol yang dicetaknya saat melawan Ghana pada 27 Juni, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 15 gol.

Ia kembali mengalami cedera parah di lututnya pada 13 Februari 2008, saat memperkuat Milan menghadapi Livorno. Berbeda dengan cedera lutut yang dialaminya pada tahun 1998 dan 2000, kali ini lutut kirinya yang terluka. Pada 10 November 2005, ia memperoleh status kewarganegaraan Spanyol, sehingga kini ia mempunyai dwikewarganegaraan. (par/rtr)

Montevideo Oscar Washington Tabarez, yang mengantarkan Uruguay ke babak empat besar di Piala Dunia (PD) pada bulan Juli, akan melanjutkan sebagai pelatih negaranya sampai 2014, putaran final di negara tetangga Brazil. Tabarez, yang juga melatih Uruguay di Piala Dunia 1990 di Italia, dan membawa Uruguay ke babak semifinal di Piala Dunia 2010, masih dipercaya untuk menangani Uruguay empat tahun lagi, setelah mengikat kontrak dengan Asosiasi Sepak Bola Uruguay (AUF). “Kontrak ini memberikan kami kesempatan untuk melanjutkan pekerjaan yang ingin kami teruskan. Ini juga adalah pilihan hidup, kami ingin berada di negara kami, karena kami ingin tantangan di sini,” ungkap Tabarez dalam konferensi pers, Sabtu (11/9) kemarin. “Kami memiliki banyak rencana yang jelas dan meyakinkan,” katanya atas nama staf pelatihannya. AUF tampaknya puas dengan kinerja Tabarez, yang mem-

bawa mereka ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1970. AUF pun sudah melakukan negosiasi dengan Tabarez sejak Juli lalu, ketika Uruguay kembali dari Afrika Selatan,’’ paparnya. Para pemain termasuk Diego Forlan memang telah meminta AUF untuk mempertahankan Tabarez. Kini Tabarez sedang mempersiapkan skuadnya guna menghadapi turnamen Copa Amerika, di Argentina, Juli tahun depan. Kualifikasi Amerika Selatan untuk Piala Dunia 2014 nanti mulai tahun depan. Brazil adalah tempat meraih prestasi terbesar Uruguay, ketika mereka mengobrak-abrik negara tuan rumah 2-1 untuk memenangkan Piala Dunia kedua mereka pada tahun 1950. Mereka memenangi gelar pertama mereka di rumah pada final perdana tahun 1930, ketika mereka mengalahkan Argentina 4-2. Dia pernah membela tim utamanya seperti Sud America, Sportivo Italiano, Wanderers, Fonix, Puebla, dan Bella Vista. (par/rtr)

BPM/afp

Klaas-Jan Huntelaar (depan)


APRESIASI

12 Puput(an) Badung... ●Kegagalan PUPUT berarti selesai. Pada frase sulinggih muput, berarti ada seorang Sulinggih sedang bertugas memimpin seremoni-ritual sampai selesai. Sulinggih itu ketika duduk muput, serupa tapi tak sama dengan komandan upacara. Apanya yang puput, alias selesai? YANG DISEBUT selesai tiada lain adalah rangkaian upacaranya. Disebut rangkaian karena upacara itu umumnya terdiri dari beberapa episode, dari pembuka, episode puncak, dan penutup. Apabila seorang Sulinggih berhasil tanpa halangan dari pembukaan sampai penutup, maka disepakati bahwa seremoni-ritual itu selesai. Namun apabila seorang Sulinggih mengalami hambatan dalam melaksanakan tugasnya, misalnya tiba-tiba ia kerauhan, maka seremoni-ritual dianggap belum selesai, karena hambatan tokoh utamanya. Hingga saat ini saya sendiri belum pernah menyaksikan Sulinggih kerauhan. Tapi kalau mangku kerauhan sudah sering kali. Di banyak tempat mangku kerauhan di akhir seremoni-ritual bahkan dianggap sebagai stempel bahwa seremoni-ritual itu sukses. Tapi kalau Sulinggih sampai kerauhan, konon pertanda sangat buruk. ITULAH ARTI KATA muput dalam konteks kesulinggihan. Soal tercapai tidaknya tujuan setelah upacara dipuput, itu adalah masalah lain di luar

Diplomasi Kata... jangkauan muput. Bila ada bhutabhuti kala-kali membuat kekacauan, orang pada umumnya tidak menghubungkannya dengan peran Sulinggih yang muput sebelumnya. Tapi mereka cenderung mencari sebab kekacauan itu di antara sesama mereka saja. PUPUT DALAM arti selesai tidak hanya dipakai dalam dunia muputnya seorang sulinggih. Seorang pengarang berbahasa Bali juga menggunakan kata puput untuk menyatakan bahwa karangannya telah selesai. Dalam kolofon naskah sering seorang pengarang atau penyalin menambahkan keterangan puput sinurat rig rahina [...], yang berarti ôselesai ditulis pada hari [...]. Demikian juga dalam pementasan drama gong, arja, calonarang, dan sebagainya. Lakon selesai setelah pementasan dinyatakan puput oleh satu atau beberapa pemeran tokoh. Soal apakah pementasan itu bagus dan penontonnya puas, itu masalah lain di luar urusan puput cerita. BEGITULAH arti kata puput. Puput seorang sulinggih, puput seorang pengarang, dan puput seorang pemeran cerita pementasan, adalah puput dalam Kata. Karena mantra yang dipakai sulinggih dan cerita yang dipakai pengarang sesungguhnya adalah Kata dengan segala modifikasinya. Selain puput dalam kata, ada pula puput dalam tindakan, disebut puputan. Puputan sebagaimana yang kita pahami sekarang adalah kegagalan diploma-

si Kata, sehingga diselesaikan dengan diplomasi perang. PERANG puputan berarti perang habishabisan. Apanya yang habis? Perang itu sendiri memang akhirnya selesai, atau habis. Banyak harta dan nyawa juga habis. Teritori dan kuasa juga habis diambil oleh yang menang. SIAPA YANG KALAH? Perang puputan itu dimaknai sebagai perang tanpa ada yang merasa kalah. Jadi, apakah kalah dan menang adalah juga Dunia dalam Kata, sebagaimana puput versi sulinggih, puput versi pengarang, dan puput versi pemeran tokoh pementasan seperti disebutkan di atas? Jangan-jangan benar, bahwa pada mulanya adalah Kata dan pada akhirnya juga adalah Kata. Lalu siapakah yang menyatakan puput tidak puputnya halhal halus yang sangat pribadi di dalam perasaan tiap-tiap orang? BARANGKALI tiap-tiap orang itu sendiri yang mesti mengtakan pada dirinya kapan perasaannya puput dan kapan tidak puput. Tapi jarang sekali di antara kita bisa menjadi terminator untuk perasaan kita sendiri. Karena kita jarang bisa membedakan mana diri dan mana perasaan. ●ibm. dharma palguna

GARIS UTARA-SELATAN Bali secara mistis memang terletak antara Batur (utara) dan Andakasa (selatan). Tapi garis utara selatan Bali secara geografis letaknya di tengah-tengahpulau,antara Uluwatu (kaki) terus ke Pucak Tedung (tengah) dan sampai di punuk Bali (utara). Kita sebut punuk, karena gambar pulau Bali kita bayangkan seperti seekor anak unta. Bila garis utara selatan secara mistis adalah garis air dan api, maka utara-selatan Bali secara geografis adalah BulelengBadung.Bilasecaramistisairdanapidikatakan saling sumurup (masuk memasuki), maka Buleleng-Badung juga saling sumurup. UNTUK MENCAPAI tujuan mistis tertentu, konon posisi air dan api dibalik. Buleleng-Badung pun pernah posisinya dibalik. Dulu ibukota Bali ada di Buleleng (Singaraja) dan pada waktunya kemudian posisi itu dibalik. Ibu kota dipindah ke Badung (Denpasar). Ketika itu Denpasar belum menjadi kota madya, dan juga belum menjadi kota aministratif.

Minggu Pon, 12 September 2010 SECARA MISTIS air dan api itu ‘’dipertentangkan’’ karena sifatnya yang bertolak belakang. Pertemuan air dan api secara seimbang menyebabkan air menguap dan api mati. Air jadi uap. Api jadi asap. Uap dan asap hanya berbeda tipis. Bahkan tidak kelihatan bedanya ketika keduanya lebur menjadi asap. Tapi keduanya akan menampakkan diri kembali, ketika asap menjadi awan. AWAN yang berasal dari uap air kembali menetes menjadi tetes hujan. Awan yang berasal dari asap api menjadi petir-api menyambar-nyambar. Kurang lebih begitu kisah cinta air dan api, seperti barongdanrangda,sepertiMpuBharadah dan Calonarang. Mereka tarik menarik dan tolak menolak. BADUNG dan Buleleng demikian jugakah? Entahlah. Dekade tujuh puluhan Persatuan Sepak Bola Buleleng (Persibu) adalah musuh bebuyutan jagoan Badung yaituPersatuanSepakBolaDenpasar(Perseden). Istilah musuh bebuyutan bukan istilah penulis artikel ini. Tapi adalah istiahmerekasendiri,yangpenuliskerapdengar waktu itu dalam seruan pertandingan sepakbola lewat pengeras suara yang dipasang di atas mobil yang keliling Kota Denpasar. Juru bicara di dalam mobil itulah yang berkoar-koar menyebut Persibu adalah musuh bebuyutan Perseden.

Puput Awan...

toh itu semua hanya pameo. YANG jelas, posisi kaki Pulau Bali dan Kalimantan yang dekat dengan perut atau‘’pusat’’sosial-politikpulaubersangkutan, beresiko mendapat tekanan. Ada limpahanurusan‘’perut’’.Masalahyangterjadidipusatseringmeluberkebagiankaki. Dala batas wajar, limpahan itu bisa dianggapberkahataurezeki,namunbukannya tanpa resiko. Ambil contoh kawasan Nusa Dua hingga bukit Pecatu, awalhnya hanyalah daerah sepi. Kesulitan air dan akses, membuat masyarakatnya terpinggir. Tanahnya berkapur, sukar buat ber-

BUKU Pura Besakih:

Di Antara Legenda Dan Sejarah Penguasa Bali David J. Stuart Fox, penulis buku Pura Besakih: Pura, Agama dan Masyarakat Bali, mungkin merupakan satu dari sedikit orang yang mendapat kesempatan langsung menyaksikan dari dekat hampir seluruh rangkaian upacara Eka Dasa Rudra yang digelar di Pura Besakih tahun 1979 silam. Sebuah pengalaman yang sangat langka. ‘’Ekadasa Rudra adalah upacara terbesar yang dikenal dalam Hindu Bali. Upacara

ini hanya dilakukan di Besakih. Secara visual upacara tersebut sangat memesona’’, komentarnya. Buku ini memang tidak secara spesifik membicarakan rangkaian pelaksanaan upacara Eka Dasa Rudra tahun 1979, karena sudah diterbitkan tersendiri. Buku ini merupakan satu penelitian antropologi, sejarah dan sosiologi æpaling komprehensifÆ tentang Pura Besakih hingga abad XX (1987), yang diketahui sampai saat ini. Huluning Jagat Bali Bagi masyarakat Bali Pura Besakih adalah huluning jagat Bali atau “Kepalanya Pulau Bali”. Kepala merupakan bagian yang paling atas dari struktur tubuh seorang manusia normal. Kepala memiliki kedudukan yang sangat penting, yang oleh orang Bali disebut sebagai tempat Siwadwara, yaitu sebagai pintu masuk dan keluarnya roh yang Maha Agung (Siwa) secara mistis melalui ubun-ubun. Oleh sebab itu kepala memiliki kedudukan yang sangat penting bagi orang Bali yang beragama Hindu. Sebagai lawan daripada hulu (kepala, gunung) adalah teben (kaki, laut). Sebagai huluning jagat Bali Pura Besakih “dengan sendirinya” dianggap sebagai tempat yang sangat suci dan juga

Judul buku Judul asli Penulis Penerjemah Tebal Penerbit

: Pura Besakih: Pura, Agama dan Masyarakat Bali : Pura Besakih: Temple, Religion and Society in Bali : David J. Stuart Fox : Ida Bagus Putra Yadnya : xx + 550 : Pustaka Larasan, Udayana University Press, dan KITLV Jakarta, Mei 2010

sangat dikeramatkan. Namun apakah yang telah terjadi dengan Pura Besakih sebagai huluning jagat Bali saat ini? Sejauhmanakah buku tentang Pura Besakih ini menggambarkan keberadaan Pura Besakih sebagai huluning jagat Bali? Legenda Pura Besakih Buku yang terdiri dari dua belas bab ini hampir memberikan gambaran yang menyeluruh tentang perkembangan sejarah Pura Besakih yang dikaitkan dengan sejarah politik Bali. Kerangka kerja ini (hubungan sejarah pura dengan sejarah politik) memberikan kemungkinan bagi David untuk menelusuri lebih dalam persoalan-persoalan yang terkait dengan Pura Besakih. Hal itu sangat masuk akal karena kedudukan Pura Besakih sebagai salah satu tempat suci paling penting di Bali memang sangat terkait dengan sikap dan perilaku para penguasa di Bali untuk menempatkan Pura Besakih dalam konstelasi ideologi politik mereka, sejak abad XII. David memerlukan dua bab untuk membahas hubungan antara Pura (Besakih) dengan Negara, yaitu Bab X dan bab XI yang masing-masing membicarakan hubungan Pura (Besakih) dengan Negara pada periode pemerintahan istanaistana tradisional dari zaman kerajaan Bali Kuna sampai dengan kerajaan Bali Abad XIX; dan perkembangan hubungan Pura Besakih dengan Negara hingga Abad XX (1987), yaitu dari zaman kolonial Belanda sampai zaman kemerdekaan. Secara historis berbagai legenda telah menjelaskan keberadaan

Dulu saya tidak berpikir mengapa kedua kesebelasan itu bermusuh-bebuyutan. Saya terima informasi itu apa adanya. Sekarang baru saya berpikir, mungkinkah permusuhan itu dampak dari perpindahan ibu kota dari utara ke selatan. Jawabannya tentu saja saya tidak tahu, dan saya enggan untuk mencari tahu. Karena itu terjadi di masa lalu. SEPAK BOLA satu fenomena. Ada fenomena lain yang tak kalah menariknya. Dulu konon banyak lontar dari Badung diangkut ke Buleleng. Alasannya karena di Buleleng didirikan dan terus dikembangkan sebuah tempat penyimpanan bernama Gedong Kritya. Lama setelah ibu kota Bali pindah ke Denpasar, akhirnya lontar-lontar itu direbut kembali. Alasannya karena di Denpasar ada tempat penyimpanan baru bernama Pusat Dokumentasi Kebudayaan Bali. Kisah perebutan itu sendiri bukan berjalan datar-datar saja. Tak ubahnya sebuah cerita, perebutan itu seperti klimaks cerita yang penuh dengan ketegangan. ITU SEKADAR contoh pemanis bahwa Utara-Selatan bukan hanya memiliki konflik mistis, tapi juga saling sumurup dalam konteks sosiologis dan histories. Tak beda sejatinya dengan kisah cinta air dan api yang tarik menarik dan tolak menolak itu. ADA LAGI contoh lain, yang juga tidak kalah menariknya. Dalam peta mistis Bali, Wishnu itu ada di Utara. Entah sengaja entah tidak, di bukit selatan Badung kemudian dibangun patung Wishnu yang paling besar. APA REAKSI UTARA? Entahlah. Saya pernah mendengar berita katanya di sana sekarang sudah ada patung Ganesha juga terbesar. CONTOH terakhir ini terjadi ketika era musuh bebuyutan itu sudah lama berlalu. Seperti air dan api yang sudah samasama menjadi awan. Apakah awan itu? AWAN tidak bertumpu di tanah dan tidak tergantung pada seutas tali pun di langit. Awan itu berputar-putar di ruang yangluasdigerakkanolehangin.Sekarang sangat banyak hujan dan petir salah musim. Tapi setiap habis petir dan hujan, awan hilang langit bersih. Itu adalah juga Puputan ala Awan. ●ibm. dharma palguna ‘

tani, susah untuk ternak. Jika dijual, harganya murah sekali. Sementara geliat pariwisataDenpasardanBadunggebyarnya hanya sampai ke Kuta. Tapi seiring waktu, semuanya bergerak ke pinggir; Tuban, Benoa, Nusa Dua, PecatudanUluwatumulaikecipratandan jadi rebutan investor bahkan jadi kawasan utama. Semua itu tentu memiliki efek domino. Para pekerja berbagai sektor menyerbu kawasan itu, menyebabkan urbanisasi — salah satu efek dengan resiko tinggi. Harga tanah kini melambung. Banyak warga kaya mendadak, lalu gegar-budaya, uang pun habis tak tentu — risiko yang lain lagi. Ak●i kadek surya kencana ses jalan berkembang melingkar-lingkar.FasilitaswisaPulang Petang ta tumbuh subur, warga sendiri teralienasi — reiiko Akhirnya aku pulang menemui ibu yang tak kalah riskan. Segaku takut lupa pada wajahnya era makmurkah warga sekipohon bambu di sebelah barat dapurku tar?belumtentu.Banyakyang menyambutku dengan riang kadung menjual tanah, lalu dimainkannya rangkaian bunga jadi penonton. yang tua, rapuh, dan tak berbau itu. ● Raudal Tanjung Banua Esta melirikku malu-malu ia bersembunyi pada bayangan rambut desi ●i kadek surya kencana kupikir ia tak ingin aku tahu bahwa kini tubuhnya semakin kurus aku ingin rumah ini segera kupikir ia tak ingin aku tahu bahwa kini ia begitu merindukan tawaranku melihat sisa pantai Peti Tenget aku ingin rumah ini segera sepi dan berburu kepiting-kepiting lucu dalam sepi aku ingin mendengar yang untuk sementara waktu bisa ia simpan nyanyian burung-burung yang tersisa di botol aqua tanggung sebelum dipamerkan di halaman rumahku pada ayah, ibu, mbok alit, desi, dan aku juga daun-daun bougenvil yang bergetar kupikir ia tak ingin aku tahu ditiup angun bulan juni bahwa kini segalanya telah berubah warna: dalam sepi aku ingin mencium bau tanah hitam dan kesepian. yang berasap dan mengeluarkan bunyi desis

‘’perut’’ pulau ini sehingga sehingga secara simbolik tampak berebut ruang. ‘’Perut’’ bisa diartikan sebagai pusat. Di Bali, ‘’perut’’ tersebut merujuk Denpasar-Badung (dan lebih luas bisa Gianyar dan Taban●Sarbagita, Banjarmasin, Palangkaraya an). Yang jelas, ia merupakan kawasan DALAM imajinasi saya, Pulau Kali- anlain,adalengkunganyangbisadiasum- paling padat dan masalahnya paling mantan menemukan bentuknya pada sikan sebagai ekornya. Sementara pada lengkap. Mulai soal rapatnya titik kaseekor induk ayam. Ya, induk ayam yang bagian badan, meski tidak terlalu kent- wasanwisata,padatnyapenduduk,kroditmengeram meski tidak kunjung menetas- ara, kita bisa mengamsal garis lengkung nya lalu-lintas sampai pada urusan tata kan kemakmuran bagi mayoritas warg- batas wilayah, yang tampak seperti arsi- ruang. Begitu pula Pulau Kalimantan, anya. Sementara peta Pulau Bali, entah ran sayap. Garis batas itu memisahkan kakinya bisa kita amsal Tanjung Selatan kenapa bagi saya tampak seperti seekor utara dan selatan, antara kabupaten di yang berada di Kalimantan Selatan, seburung; lengkap dengan kaki, kepala dan Bali Utara (Buleleng) dengan Bali Sela- buah propinsi yang paling sempit wilayahekor. Ya, seekor burung (barangkali jalak tan (Sarbagita), serta batas dua negara di nya, tapi paling padat penduduknya. Kaki Bali) yang dipajang di etalase sangkar Kalimantan; Malaysia di utara dan Indo- TanjungSelataninimenyanggahkawasan ‘’perut’’ Kalimantan, bisa Palangkaraya pariwisata, tapi belum tentu semua war- nesia di Selatan. BAGAIMANA dengan simbol kaki? yang lama terbengkalai sebagai calon ga bisa menikmatinya. Atau seekor burung yang bebas tetapi selalu dipikat ter- Meski ada tonjolan cukup panjang yang ibukota RI. Bisa pula Banjarmasin sendius-menerus oleh godaan citra, investasi bisa diasumsikan sebagai kaki, namun ri yang tata kotanya sudah akut. DALAM POSISI semacam itu, buposisinya sangat dekat dengan badan, terdan urbanisasi. TAPI SIMBOLISASI burung atau utama bagian ‘’perut’’. Kawasan Nusa Dua kanhanyabentukkakikurangproporsional karena terlalu dekat pada ‘’perut’’, naayam, menemukan soal yang agak rumit dan Uluwatu yang diasumsikan sebagai pada bagian kaki. Kenapa? Pada bagian kaki Pulau Bali, menyanggah langsung mun juga status dan bebannya yang agak rumit. Ada sebuah pameo mengatakan kepala, kita dapat mengetahui bentuk bahwa‘’perut’’pulau-pulaudiIndonesiaberdengan cepat setidaknya karena ada bagipotensimengandung‘’ledakkan-ledakkan’’, ●Adhy Ryadi anyangruncingmenyerupaiparuh.Dibagiapakah sosial, kultural atau pemikiran. PELABUHAN Sebagai contoh, Bangkalan sebagai ‘’perut’’ ●Adhy Ryadi Pulau Madura, katanya lebih ‘’panas’’aura Dan pelabuhan membawa tangis politisnya, sehingga tak heran kasus PilkaSANGKAN anak-anakku, hanyut mengikut da kerap memuncak jadi husteria. YogyPARANING DUMADI layar perahu akarta dan Sumatera Barat (Minangkabau), kata pameo itu lagi, merupakan ‘’pesetelah tanah yang kau tatah Sungai deras rut’’ Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, makepulkan bunga dan api Penuh angsa kanyapenuhdinamikadanpergulatantak Aku kembali pulang menemui kesunyian aku ke tepi Wajah kota henti. Di Yogya mialnya, ramai wacana yang tumbuh dalam mata ibu berbaring dalam sepimu yang luka tentang ‘’Sultan Perempuan’’, selalu kutemukan jejak masa kecilku di sana sebab Raja Yogya tidak punya bintang belum terang saat wangi rambut ibu aku pejalan jauh, Di lembah orang-orang mencangkul sunyi anak laki-laki, di samping draft sejenak menyadarkanku melahap keluh Sejuta elang mengibas udara pagi UU Keistimewaan Yogya yang pada dosa-dosaku yang dingin dan menakutkan Siapa lagi yang pergi? tak kunjung disahkan. Di Sumtetapi keras garis tangan ibu dari tanah kau tatah bar, saat ini gencar pro-kontra sungguh menghangatkanku ke tanah aku pasrah Udara gunung Kongres Kebudayaan Minangkdari cuaca hidup yang tak terduga kuteduhkan bumimu Penuh gumam abau, di samping tidak mudahWajah lelah nya menjalankan konsep Kami tak tahu cara berpelukan yang melengking Anak-anakku ‘’kembali ke nagari’’. Masih banymaka, seperti sediakala dengan tangis, ak lagi persoalan yang terjadi di ibu hanya menatapku dengan tatapan yang sama atau jerit tertahan Di lembah orang-orang mencangkul darah seputar‘’perut’’pulau-pulautersesejak kami dipertemukan Tak pernah ingat dengan tanah but, boleh percaya boleh tidak, di rumah kecil ini. setelah tanah yang kau tatah kepulkan bunga dan api Dan aku selalu menjenguk kaca run silent..., run deep.... kutumpahkan rasa yang melukis wajah sendiri in the long long run, sail along SMSoliloquy sepiku padamu Telaga beku aku pejalan jauh, Coming on Age in Balidwipamandala ... Terlalu sendu melahap keluh Membawa tangis 16 Agustus 2008 16 Agustus 2010 kepadamu aku kembali anak-anakku

Di Kaki Pulau Kalimantan (1)

Bicara Ibu Kota:

●Klimaks Ketegangan...

Pura Besakih, baik melalui sumbersumber tertulis seperti Usana Bali maupun kisah-kisah lisan dalam cerita rakyat. Menurut sumber-sumber tersebut Sri Kesari Warmadewa, pendiri dinasti Warmadewa yang menguasai Bali selama beberapa abad, dipercaya sebagai pendiri pertama kompleks pura di Besakih. Namun David meragukan kebenaran cerita-cerita tersebut karena aspek cerita tentang Sri Wira Dalem Kesari (Sri Kesari Warmadewa) tersebut menunjukkan hubungan dengan dinasti Jaya yang memerintah Bali pada abad ke-12, antara tahun 1131-1200 (hlm. 309314). Dinasti Jaya yang dimaksudkan David adalah Jayasakti, Ragajaya, Jayapangus, dan Ekajaya-Lancana. Berdasarkan data prasasti Sading C (Bantiran), David memperkirakan bahwa Sri Wira Dalem Kesari adalah nama lain dari Jayasakti yang memerintah Bali antara tahun 1131-1150. Keberadaan tokoh sejarah Mpu Kuturan dan Mpu Bharadah juga dikaitkan dengan dengan cerita tentang Besakih. Mpu Kuturan secara tradisional dihubungkan dengan Pura Peninjoan dan sebagai arsitek pembangunan Pura Besakih. Tempat ini konon dipakai oleh Mpu Kuturan sebagai titik pangkal tertinggi untuk merancang pembangunan kawasan Pura Besakih. Mengenai hal ini pun David masih meragukannya (hlm. 311). Nama Rsi Markandeya yang dikisahkan berasal dari Gunung Raung Jawa Timur dikaitkan dengan pendirian Pura Basukian. Legenda ini menurut David merupakan sesuatu yang baru yang sumbernya tidak ditemukan baik di dalam teks seperti Usana Bali maupun sumber lainnya. Legenda tentang Rsi Markandeya ditemukan berdasarkan koleksi E. Korn tahun 1932 yang ditulis bersumber dari cerita seorang pedanda di Lebah Gianyar. Sumber-sumber lain yang menyangkut legenda Rsi Markandeya ini

sepi

saat hujan terakhir mencubitnya sambil membisikkan salam perpisahan aku ingin bisa mendengar segalanya dalam rumahku sendiri! tentu akan menyenangkan sekali bisa mendengar sebab kini tak ada sesuatu pun dapat didengar tapi jujur, aku masih tak mengerti kenapa aku tak pernah bisa mendengar nuraniku sendiri? aku tak tahu sepi seperti apakah yang ingin kusetubuhi? apakah harus kukosongkan semua rumah agar kudengar diriku sendiri? bantu aku! aku sudah tak sanggup lagi bermain sebagai layang-layang yang setia menghapus tangis sementara tak kudengar tangisku sendiri bantu aku, ibu! aku ingin rumah ini segera sepi dalam sepi aku ingin mendengar suaraku kembali.

pun oleh David dianggap sebagai sesuatu yang baru muncul sekitar tahun 1930-an (hlm. 307). Semua keraguan yang disampaikan David yang selama ini diyakini sebagai sesuatu yang æbenarÆ oleh masyarakat Bali mestinya menantang para sejarawan atau arkeolog untuk memperoleh jawaban yang benar. Kecuali menunjukkan keraguannya, David tidak (dapat) menjelaskan tentang kemungkinan perlakukan para penguasan zaman Bali Kuna terhadap Pura Besakih. Bahkan ia ingin mengingatkan bahwa Pura Penulisan di Kintamani memiliki peranan yang sangat penting. “Walaupun lebih baik daripada yang lain sebagai tempat suci yang utama di Gunung Agung, Pura Besakih pada saat sekarang ini tidak perlu menjadi pura gunung yang paling penting”, demikian David (hlm. 317). Setelah Bali ditaklukkan oleh Majapahit, perhatian terhadap Pura Besakih mulai diberikan oleh Dalem Ketut Ngulesir, penguasa kerajaan Gelgel pertama (1380-1480), karena keyakinan pada gunung sebagai tempat bersemayamnya para Dewa. Gunung dalam kepercayaan Hindu (Jawa) disebut sebagai lingga acala (lingga alam semesta). Pada saat inilah tanggung jawab terhadap penataan dan penyelenggaraan upacara di Pura Besakih jelas-jelas menjadi tanggung jawab penguasa (raja). Dua buah Purana (sejenis prasasti yang dikenal dengan nama Raja Purana Besakih) yang kini disimpan di Pura Besakih diyakini berasal dari raja Gelgel ini. Kedua prasasti tersebut menyatakan bahwa desa hulundang di Basuki (Besakih) merupakan sebuah desa yang “dilarang” atau “terlarang” untuk dilewati siapa saja (hlm. 322). Raja Purana Besakih ini secara jelas menjaga wilayah kekeran (radius yang disucikan) Pura Besakih, yang sayang saat ini telah banyak dilanggar, sehingga kesuciannya sebagai huluning jagat Bali sangat terancam. Raja Pura-

na menunjukkan bahwa ada tiga bagian divisi yang bertanggung jawab terhadap pura dan ritual di Besakih, yaitu Ida Dalem bersamasama Anglurah Sidemen atas Pura Penataran Agung, Arya Karangasem dan Ksatria Tamanbali untuk Pura Kiduling Kreteg dan Pura Batumadeg, serta para pejabat lokal. Pada abad XIX suatu konfigurasi baru kekuatan politik muncul di Bali. Para penguasa Klungkung telah kehilangan hegemoni politik yang dulu hanya dimiliki oleh pemerintahan Gelgel. Pura Besakih kemudian berada di bawah hegemoni kekuasaan Karangasem. Hal itu ikut mempengaruhi kedudukan Pura Besakih dalam konstelasi politik Bali. Pada zaman kolonial, Belanda tidak ikut campur untuk mengurusi Pura Besakih. Namun kekacauan politik pada zaman kolonial (awal abad XX) berdampak pada diabaikannya Pura Besakih. Segera setelah gempa bumi melanda Bali tahun 1917, tiga penguasa lokal yaitu stedehouder Karangasem, Bupati Gianyar dan Bupati Bangli mendeklarasikan bahwa “Kita telah mengabaikan Pura Besakih, tempat kita memuja Tuhan, selama 16 tahun, dan tidak pernah menyelenggarakan upacara di sana” (hlm. 354). Memasuki abad XX perubahan konstelasi politik dari Negara kerajaan ke Negara Republik juga ikut mengubah struktur dan penataan atas Pura Besakih. Tahun 1963 mulai dilakukan penataan dan penyelenggaraan upacara besar Eka Dasa Rudra oleh Gubernur Bali I Gusti Bagus Sutedja. Penataan yang sungguh-sungguh mulai dilakukan lagi pada saat Ida Bagus Mantra menjadi Dirjen Kebudayaan dan Gubernur Bali, hingga pemerintahan Dewa Made Beratha. David menyadari bahwa memasuki abad XXI (Pasca Orde Baru dan Reformasi) banyak hal dan perubahan sesungguhnya telah terjadi terkait dengan Pura Besakih. ● IDG Windhu Sancaya


IKLAN MINI

Minggu Pon, 12 September 2010

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya z Tarif iklan Mini/Baris

: Rp 30.000,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka)+Rp 50.000,- disiarkan Global FM 96,5 (3 x Siar) atau tambah Rp 5.000,- untuk disiarkan 2 kali di Radio SWIB 106,8 FM Amlapura : Rp 650.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 61 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 15.00 Wita z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw atau Photoshop

Informasi pasang iklan Telepon zMenerima Pembayaran dengan

z Iklan Peluang Emas

VISA

z Jakarta z Mataram z Denpasar z Surabaya

: : : :

(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id (031) 5633456

KARIER AD BALI POST Dicari Staff Pastry Bakery, M/F, Berpengalaman T.763143 or email info@mnm-concepts.com 164-615932

!!! Kapal Pesiar!!! Urgently required crew for MSC Cruise in position: Cook All Section+Cook Artist(min SMU, exp 2 years htl 4* good english) Tk,Jahit (min SMU, good English) CV to BPC Jl.Pulau Ayu XIII No.3 Denpasar/info@bali paradisecrews.com Ph.0361-238513 999-615919

Dicari sgr!! Karyn antar Catering punya spd mtr+SIM C Hub.8721762 999-615882

!!!Ingin ke Kapal pesiar? Bergabunglah di Balindo Paradiso.Contact Langsung dgn owner MSC Cruise Ship.Dibuka program D1 “Kelas Dining Room,Cabin Steward” program D2" Kelas Excecutive butler,Bartender” untuk persiapan kapal pesiar baru MSC Hubungi: info@balindoparadiso.co.id Jl. Kertapura VIII No.21 Dps Ph.485823 999-615917

*** Rest Int’l in Kuta Looking for GM, Opr Mgr,Waiter-Waitress Please send your Cv to email: bo0427@nate.com or call, 081558412127 154-615810

Cr Kary.Futsal min SMU sedrjt Hub.081999435333 Tri 004-615762

*****Pizza Hut Restaurant******* Butuh krywn/ti pnmpln menrk,tinggi pria min 165cm,wnta min 157cm usia 18-22 th.Gaji Rp.1.350 juta (blm termasuk Bonus+Fas.Ass Kshtn 100%+jiwa,Jamsostek & Catering. Krm Lam lngkp ke Pizza Hut Jl.Gatot Subroto 279 Dps 000-615851

**Dicari Sgr FO P/W Cook HK Enginering (mngerti listrik,AC) Marketing kirim CV+Lam ke Hotel Nanda Jl.Mahendradata 99X Dps

Dibutuhkan Acctng staff 1 org wanita.Lamaran langsung ke Avanee Residence Perumahan Graha Kencana Jl.Imam Bonjol Dps,blkg Bengawan Solo Karaoke 999-615771

Bartender : English speaking, experienced. Application to: Tanah Merah Resort Ubud, PO Box 90 Ubud or info@tanahmerahbali.com 104-615893

Bth segera Sales berpengalaman+ Driver ATV Adventr Joint Asing gaji dan Bonus menantang, Email CV ke Info@balibyquad.com 999-615860

Cari Pembantu/Babysitter(1 anak, 9thn).Pemogan Jon 081338573222

Dcr sgr Bnyk Terapist+Receptionis Spa, gaji mnrk 7907614/8621717

999-615269

999-615574

999-615861

Dcr karyawati u/SPG & Kasir Hub.Cening Ayu Oleh2 Khas Bali Jl.Raya Celuk 6X,Sukawati 298684

Dibthkan mekanik spd motor Hub. 0361-8680860 Jl.Tirta Nadi 15 Sanur

Dicri cpt 5 org (Kry/ti) Toko HP Lam Jl.Waturenggong 90 (lgs krj)

000-615857

999-615873

000-615871

Dicari Accountng, Tng Admin, Tk. Patron, Tk.Grading Patron, Tk. Jahit berplm di Garment Hub.PT Kaya Kreasi Jl.Pulau Batanta 45 Dps

Le Bake Shop mbtk Driver, Enginering krm Lam kompl Istana Kuta Galeria Blok RS No.9/7408424

999-614054

Urgent! 4* htl looking for qualified Waiter/ss & Front Desk familiar w/ VHP system.Min 2yr exp.Send comply CV to hrdfourthstar@ yahoo.com or PO Box 3445

EF English First is seeking Admin asst.Staff,Dipl/Univ degree,1926yo, hardwrkng,fluent in English, walk in interview @ EF Hayam Wuruk Dps Mon-Wed,13-15 Sept,10-1pm. Ph.244449,Enjoy Free Study English 005-615886

Villa di Seminyak bth House Keeping, wnt,max 35th,Bhs Inggris Cooking Gaji start 1jt T.(0361) 8006182 000-615915

Dicari Karyawati Minimarket SMU bisa komputer, Hub.0361-8055489

999-614765

999-615197

Dcr Krywti Rental Cmic Jpg di Kuta fresh granduated 761259,761233

Look for Bartender,experience, good English.Jl.Danau Tamblingan 122 Sanur telp:0361 286351

Dicari Security yang mempunyai sertifikat, bertanggung jawab dan rajin bekerja. Lamaran dibawa ke Jalan Kartini No.80

Dicari Operator Telepon yang bisa menggunakan komputer dan berbahasa Inggris Aktif dan Pasif. CV kirim ke Jl.Kartini 80

154-615916

999-615643

000-615751

999-615208

999-615206

Urgent, looking for:Chef for western food pls send CV & recent photograph to hrm@balibeverlyhills.com 102-615926

APV Arena SGX th’2009 Abu-Abu Asli Bali Hub.08123870770

Jimny’91,hijau metalic,VR/AC/TR, Br.Cemenggaon,Celuk Skwt 7973638

Soluna’02 silver DVD,MP3 VR17 Ban+ smst baru 7848123/087860118004

G Livina 15XV pmk’09 Silver+18 XV’07 AT AsDK Kredit bng 0,5%8811884

Xenia VVTi DP 0%/angs 2,3jt/bnga 0,2% Terios 20jt PU3jt 7904156 TT

Dicari waitress, waiter, cook, gardener.Istambul Restaurant Jl.Raya Pengosekan Ubud 081337213705

Dicr sgr Marketing wnt u/promosi brosur diairport, gaji 1,5jt + bonus hub.081338073237

104-615789

Dijual mobil Toyota Innova Type G Th 2005 hitam met manual bagus sekali terawat seperti baru hrg Rp 149jt Nopol DB Hubungi 081282859850

166-615974

MOBIL - MOTOR AD BALI POST Panther’95 Stn Hijau Met Asli Bali spr istimewa Jl.Siulan 69

141-615964

141-615952

113-615971

141-615962

999-615891

999-615815

APV Arena SGX’08 hitam KM10rb J.Klt smstbr Audio TV 7492981 bsKrd

Karimun 2001 biru met, smst baru, AC dingin ors H.08128216667

Ptr Touring’02 asli Bali mulus Hub.0361-7446201-08123845377

Yaris’2008 asli Bali Tgn1 KM 28rb, mulus bs Kredit 08179730701

CJ7’81 As Diesel Htm,samsat baru Murah BUC, 081338448593

Chevrolet Aveo 09,Biru Sport manual, Bonus salon mobil. 0818388050

031-615535

141-615955

999-615496

999-615874

141-615956

164-615938

Civic Wonder’86,4pt,pemilik lngsng hrg 25jt nego 08124695535 as DK

Baleno’03 silvr asDK+Sirion’07 asBali silvr 7923289 Dpn RS Kapal

Karimun Estilo’07 Silver Met smtbaru istimewa 085738166921

Avanza G’06 VVTi hitam KM32rb, Audio TV,asBali J.Klt 8783994 bsKrd

Mazda E2000 th’97 Merah, pribadi08123681430

Taruna CSX th’2001 Efi bisa Kredit Telp.8817888

000-615855

141-615958

166-615976

141-615954

154-615922

141-615950

Genio’93 Abumet Intrors V16 Lis utuh H.Nego Ubd HP.081916326068

Carry P.Up Pmk’88 Extra sasis, bak utuh jarang ada biru T.7922249

Karimun GX’2003 coklat muda H.86jt Jl.Tkd.Yeh Aye 100XX 7882699

Avanza G’07 VVTi silver asBali smst br, Audio TV, 8584428 bs Krdt

BMW’00 Triptonik Silver Met VR19 istimewa 081337645309

Feroza th’1995 hitam Hub.8722124 Padang Sambian

125-615889

128-615979

141-615941

141-615953

166-615975

141-615949

Grand Civic’90 Silver gress,Jl.Patih Nambi Gang Bulan 12 T.8501913

Carry Stesien th 86 pajak + ban baru 14,5jt Ng pribadi, T.8005277

Karimun Th’01 Silver, mulus, asli Bali, komplit 77,5jt T. 7859015

Avanza Th’04 Gold orcat ,TV, spr istw Hub:7490610 cash/Kredit

OvrKrd BMW318i’02 Facelift asBali biru UM 45jt ss 120jt 8856999TT

Feroza’96 B.31 Audio asDK Trwt Hub.Drupadi XIII No.9 Renon BUC

164-615930

128-615978

999-615875

164-615935

141-615946

164-615933

Jazz’05 Hitam matic asliDK samsat baru 123jt H.08123952 9191

Carry th 96 siap pakai biru met 35jt nego T.085738471219

Karimun’2002 DK variasi GX ban+ samsat baru 087861289524 Pribadi

Fortuner 2.7V 2006 Hitam As DK Asuransi Rp.350jt Hub.7802145

Ford Everest M/T th’2005 Hitam Asli Bali Hub.08123870770

PUG.Max’10 Htm,Tg1,sptBr+Karimun’ 04 Mermet asDK Krd.8735778

164-615937

128-615980

141-615957

999-615108

141-615966

164-615936

LX Tahun’1989 Abu metalik, orisinil Hub.0361-8035558 Bu Cpt

Escudo th 2005 TGn I, hitam, 1.6cc, TV Audio Ph.08813633827

Colt TS PU’2001 asDK silver S.pake 48jtng.081936036683 Dalung

Innova V’05 asBali Tg1 merah pbd Tkd Badung 17 Renon, T.7818925

Over Krd Ford Ranger’08 Dbl Cbn slvr asBali Matik 8856999 bs TT

Taruna CSX’2000 merah+biru asli Bali Jl.Tkd.Yeh Aye 100XX 7882699

164-615939

000-615900

164-615931

141-615942

141-615944

141-615940

OvrKrd N.City’03 Matik asBali putihmet UM25jt ss 100jt 7871119TT

Jimny GX Th 00 Akhir Hitam metalik Hub.085237805677

Jual Mitsubisi th’2000 Truk th’2000 &’2005 L300 th’95 Hub.7441830

Kijang Grand Extra LGX’95 asBali Tg1 istw 7424280 Pejeng-Gianyar

Djl murah mobil Travello Des’06 Plat DK Silver Met H.0811397424

Taruna CSX’99 Biru Silver orscat TV/DVD istmw Dalung 8735041

141-615945

999-615877

141-615968

141-615960

101-615883

166-615973

Jual Timor Th 99 Milik org Bengkel Hub. 081936000067 harga 42jt

Jimny GX’95 Mer Met std, Istimewa Cat asli 49,5jt, 0816296232

Mits Eterna’88 komplit+Zebra PU’94 siap kerja TT/Krd 8875691

Kjg Astra’94 shot 5spd mls full var 54jt Ng 7404404 prbd

KIA Shuma’00 AT Asli DK,Abu Met Sunroof, V17, H.69jt Ng 8858139

Taruna CX th 2000 silver mls V17 istmw 85jt ng 081338431862

999-615864

999-615878

999-615906

000-615908

999-615863

000-615909

Timor’00 Biru Met velk Jazz H.36jt nego 2771598

Jimny’91 Hitam VR B.Radial Mls Hub.Drupadi XIII No.9 Renon BUC

Panther High Sporty 97 As Bali Jl.Bakung 12 barat Brimob Tohpati

Kjg LGX’97 istmw V16 mls 93,5jt Ng 8507977 prbd

Kia Visto’00 akhir,biru met,asBali, sunrof, J.kulit istw T.7400690

Taruna OXXY CSX 05 hitam, Gatsu Tgh 88 sblhBCA 8811884 tukar/Krdt

101-615880

164-615934

999-615907

000-615910

141-615963

999-615892

HEWAN

DIJUAL RUMAH

DISEWAKAN RUMAH

Djl Pitbull Rednose 2 Bln 1X Vaksin 5 Ekor Hub.081999481869

Perum Pondok Citra Rsd tipe 110 Jl.Gn.Sari H.08123871809, 7831888

Dikont Rmh Lt 2 Jln.Gn Fuji Yama H.081338464930

999-615888

DIJUAL RUMAH !!! Hunian eksklusif type 60&120, Tkd Badung, cash/krdt 08123880036 999-615563

!!! Rumah type 45,60,120 di Dalung, cash/kredit, 08123880036 999-615253

!!!Gatsu Kencana Rmh siap bgn H.300jtan Buruan, lg promo, 8600188

999-603589

999-614380

012-615785

Prm Bukit Ungasan Jinah Residence KPR Mnls Mdrn T.27,36 H:887.8883

Dikontrakan Rmh 6Kt, 3Km,Grs, Telp. List PDAM,Perum MonangManing Hub.420653,411208(tnp perantara)

Kost Exclusive Fas Htl hrh mingguan Jl.Bedugul 25A H.08978123185

999-612204

Rmh baru lantai3,NUS XVII/3 Tp 130/ 120 Taman Griya TP Telp.7420735 000-611403

Rmh baru Lt2 still bali 3Kt, 2Km,AC w.Hitter Dalung H.610, 7478118 122-615901

Rumah 2lt Lukluk + Jl Suli 1 are Hrg.330jt Hub.8063928

141-615834

141-615959

!!Citra Garden view cluster br lt2 Bungtomo fas lngkap+AC W.Hitter Kitchen set 7478118

Sdg bgn 4 rmh ekslusif T100 Jl.Subak Dalem Hub.08123913071

122-615902

Sgr bgnRmh Lukluk+Kediri Tabanan mulai 98jt+Ruko+3A Munggu,8628766

Baru mnmls brgengsi klas tersndr Jl dpn 6,5mt hotmix Sandat 7426688 999-614444

BUC Dijual Rumah diSading Br Negara Kelod 0361-412164/081338063400 999-615895

Jl Rmh Lt 557m2 Lb.267m2,SHM, 4KT,3KM,garasi bs 2 mobil,listrik 3500w, Pam,Telp.Lokasi Jl.Sandat, Hub:238824/0816575558 999-614724

Lok strgs pst kota Dps tenang tmr Jl Suli LT4,5A bs TT rmh LT2A Lt2 Hub.081934303083 TP

105-615798

999-615918

Type 40/100 minimalis Taman Jimbaran N2,2077068, 081337252436 000-615911

Type 75/110 baru sdh siap huni Pd.Sambian Kelod, 081337252436 000-615912

KOST 999-613592

999-615634

RUPA-RUPA

DIJUAL TANAH

Ahli atasi Rmh bocor Gransi & renov Rmh Hub.Pak Ady, 7884685

!!! Kav daerah Perumahan di Dalung, cash/kredit, 08123880036

164-615923

999-615250

Ahli Anti Bocor Rumah Dak Dinding Atap dll H.P.Sefri 8774702 Grns

!!Tnh 1,37A lks Perum Jimb Asri, kampus Unud Jimb.H.081805305333

999-615924

101-615879

Doni Massage dipanggil atau diT4 Hub. 081332344761, 0361-3643710

!Kav Cash/Krdt u/Perum By Pas IB Mantra Saba 50m Utr jl 8684923

999-615897

141-615947

Jual buah kelapa harga grosir dan bisa diantar Hub(0361)7400760

Cash/Krd kav diDalung Br.Pegending Jl.Ry.Utama 2-4A,8087131/9153377

999-615776

102-615927

Veby Massage dg Tng Cewek dipgil Hub: 081236913342

Dijual Tanah 3,5are Jl. Tukad Ayung, Renon Hub. 8870249 999-615856

999-615898

BIRO JASA CV.Mulia PRT.B.Sitter,Jmpo aman, jjur, trbukti,kontrak 2th,7973334

Djl Kav strg Br Plagan Penatih Hub. 2085104/8826018 murah! 999-615872

Star=26,Sgn=32,F1ZR’01,96=27, Metika04=37,Esy’05,03,02=25,8039825 141-615951

KTM 2004 625cc Kuning DK Rp.175jt Hub.7802145 999-615116

Djual mtr Kymco Matic’2005 wrna silver Hub.282436 /08123997560 101-615881

DISEWAKAN RESTORAN Over kontrak! Rest dipintu masuk BTDC Nusa, lengkap, sisa 6th hub.081338073237

000-615972

999-615199

Djl Tanah 1Ha,50are,70are, 2Ha, 30are,90are,51are full view Hub. Tlp.081388334655 / 08123956100

Tnh Kav 1-2-3areCekomaria Perum Kopertis,081338028677/081338313496

102-615925

Tnh Ls 26,50A 125jt/A Ng,BU Lok. Tibubeneng Canggu view swh. 8571609

Djl Tanah 2A Jl.Bakung Gg.Tirta Lepang Dps Timur Hub.8849560 113-615970

Djl Tnh 7Are Jl. Siulan @ 65Jt Hub. 7952524 999-615894

Jl Tnh 1 & 2 are di Prmh Tegal Buah Pd.Sambian Jl.6M 085792990000 000-615914

Jl Tnh 3are diAbianbase Dalung 6Are dkt Tamanayun Mengwi 438594 119-615862

Jl Tnh 6,5are sdh pondasi LC 8M Jl.Marlboro Brt 081337354567 000-615913

Jl Tnh Kebun 2 Ha,SHM 2,5/A Ds Gesing Buleleng Hub.08123922474, 03627001658

000-615753

Tnh 1,9A Kampial sblh STP Bali area villa 65jt/A.0361-7930099

999-615237

999-614694

Tnh Ls 35A 200jt/A Ng.BU.Pantai Mengening view pantai&swh.8571609 999-614695

SINGARAJA Tnh 69A pgr Jln Ds.Darmakerti/ T.Mungga 08123673169,murah,BUC 999-614757

FURNITURE Trim psn kitcenset almari meja bar counter partisi dll,9173992 135-615899

DIJUAL VILLA Jl 2 unit villa,private Hub.087861950789

999-615114

DICARI RUKO Dicari: Ruko/Kantor 2lt.AC,telpon. max 20jt/Thn.Lokasi Dps.Barat, dekat perbatasan Kerobokan Kelod.Area Gng.Soputan, Tangkuban Perahu,Gng.Salak, Mahendra Data Hub: 081 1385 4002 004-615567

PENGOBATAN 033-613859

KONTRAKTOR

pool

166-615977

154-615530

BAHAN BANGUNAN

T.Kav 1,5-10A Jl.6M,150m dr By Pass Saba, hub.081237172206

JT 5,5are LC Jl.12M Timur Kafe Bidadari Kb Iwo selatan,5,75are Jln. Br.Batuculung 88X, 0361-9904372

Vila, Lt400M2, Lt2, AC W.Heater Swimpool,View Ricefield Br.Cica-Buduk Abianbase, H.081236776156

999-615620

999-614829

999-615904

KOMPUTER

Apartemen Htl Jayakarta room 6305 45M2 SHM (750jt) TP Hub.7802145

Bangun/renovasi rmh,hrg mulai 2Jt berkualitas Hp.082145132220

135-615903

999-615757

154-615921

APARTEMENT

Bantuan paranormal masalah pacar, RT, Bisnis dll Hp.085731313230

Sda PRT, B.Sitr dll H.www. prtbabysitter.com 8830989 grs.Resmi

SALON

141-615967

DIJUAL MOTOR

DIJUAL TANAH

004-615969

SERVICE

Kijang,Taruna,Karimun,Xenia,Avanza, Zebra dll Dijmput Hub.8077224

Tanah Di Bedugul 31,5 Are http:// www.ptbaliglobal.com/tanah.htm

Djl Rmh lantai 2,BTN Griya Permai, barat Kantor Samsat Singaraja H.081338521755

SERVICE

999-613424

DICARI MOBIL

DIJUAL TANAH

141-615948

999-615876

A Anda MO,Tranpot Mrh? Alphard, Camry, Kj, APV 100% puas, 7830668, 237821

Jual tnh di Gelgel Klkg dkt pantai (150m ke pantai) cocok utk vila, Perumh,dll Hak Milik sdh diaspek, double view: Mount & sea view, Jl.8m (pinggir jalan), Hub.081338675046

T. Kav 1-1,5A Gg Jeruk Timur Terminal B.Bulan Hp.081236268040

SINGARAJA

999-615896

BIRO JASA

KEHILANGAN Hilang BPKB No.A2135223-H DK 1426JS Hub.I Ketut Ngurah Astawa

999-61521

DISEWAKAN MOBIL

PELUANG BISNIS

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

FOTOCOPY

BIRO JASA

RUPA-RUPA

AHLI BUNTU

WC (245830 Atasi WC mampet Saluran air wastafel, dll Tanpa bongkar/kimia Melayani Kuras 24 Jam Garansi 3 bln

BIRO JASA

INTERNET

C.615826-brj

RAJA PLOONG

WC

A t a si WC m a m p e t Saluran air wastafel, dll Tanpa bongkar/kimia Melayani Kuras 24 Jam Garansi

7969585, 243483

TIKET

DIJUAL MOBIL

C.615827-brj

Caranya: Ketik IBBG<SPASI>TEXT KIRIM KE 3477

G.2011-rpa


HIBURAN

14

Minggu Pon, 12 September 2010

Fauzi Baadilah

Tak Mau Kejar Setoran

Kolaborasi di Kresna Art Gallery

Artis Fauzi Baadilah akhir-akhir ini jarang kelihatan di berbagai kegiatan. Seperti yang diakui, selama bulan puasa, dirinya memang sengaja mengurangi tawaran pekerjaan. Paling, mantan suami model Senk Lotta ini hanya menjadi bintang tamu di beberapa acara televisi. ‘’Aku takut lebih kurus aja,’’ ujar Fauzi Baadilah. Jadi banyakan di rumah, karena gue gak mau terlalu capek. Kalau capek malah nanti puasanya terganggu,lanjutnya saat ditemui beberapa waktu lalu. Baginya, terlalu banyak

bekerja di bulan Ramadhan bisa membuat ibadah puasa jadi tidak maksimal, meski ibadah puasa bukanlah satu sebab untuk menghambat aktivitasnya sehari-hari. ‘’Memang udah dari tahun ke tahun, kalau bulan puasa

ya ngurangin kegiatan,’’ ucapnya. Dirinya pun tak mau kalau harus mengikut yang lain untuk kejar setoran menyambut lebaran. ‘’Biarlah yang lain kejar setoran, gue mah nggak,’’ pungkas Fauzi. (net/ist) BPM/ist

Fauzi Baadilah

Revalina

Langganan Peran Percintaan MEMERANKAN wanita yang tengah dibelit asmara, membuat peran Revalina S Temat di film “Satu Jam Saja” hampir mirip dengan tokoh yang dibawakannya di film terdahulu. Walau mengakui hal itu, namun Reva mengatakan bahwa ada perbedaan watak pada karakter yang diperankannya. ‘’Perbedaannya sih nggak terlalu gimana banget ya, di sini tuh

tetep sekuat-kuatnya perempuan, ya tetep aja kalo ada masalah percintaan ya nangis-nangis juga. Istilahnya kalo ada masalah yang berat, kita jadi lemah juga,’’ ujar kekasih Ringgo Agus Rahman ini saat ditemui di acara Teens Magazine Promo film Satu Jam Saja, beberapa waktu lalu. Walau tak jauh berbeda, tapi tetap saja ada sisi lain yang ditonjolkan, sebagai sebuah kekuatan dalam karakter yang dibawakannya. ‘’Jadi nggak ada yang terlalu ada perbedaan yang gimana banget. Cuma di sini aku di satu sisi sangat keras, di sisi lain aku bisa jadi sebaliknya,’’ lanjutnya. (net/ist)

Shezi Idris saling mengenal, aku selalu punya prinsip kalau punya pasangan aku harus memperkenalkan pada keluarga aku terlebih dahulu,’’ paparnya. Diakuinya lagi, kalau bintang sinetron Luv ini telah mengenal sang kekasih yang bernama lengkap Widyo Prastowo ini sejak sepuluh tahun lalu sebelum pada akhirnya menjalin tali cinta secara resmi dua tahun lalu. ‘’Aku kenal sama dia (Iyaz) udah sepuluh tahun lalu tapi aku jadiannya baru dua tahun lalu,’’ pungkasnya. (net/ist)

Cozy Republic

Konsisten di Musik Reggae KARENA banyak keterbatasan, album perdana band Cozy Republic yang bertajuk “Republik Uyee” tidak bergeming di pasaran. ‘’Makanya, kami bikin gebrakan dan terobosan baru untuk album ke dua yang rencananya akan direkam dan diedarkan oleh Deteksi Record. Sebelum album full berisi 8 lagu keluar, kita akan merilis singlenya lebih dulu,’’ kata Cozy Bastian, pentolan dan gitaris Cozy Republic usai main di Back Stage, Ancol, belum lama ini. Basis dan jalur yang dipilihnya tetap musik reggae. Hanya kita kolaborasikan dengan genre musik lain. Ada rock, disko, dang dut, bahkan gambus dan nasyid,lontar Cozy Bastian yang membangun

Cozy Republic tahun 2006. Beberapa lagu baru sedang dipersiapkan Cozy Republic, seperti “Negeri Hujan” (dua versi, bahasa Indonesia dan bahasa Spanyol), “Let’s Go Jamming”, “Nona”, “Cinta Tak Harus Memiliki” dan merekam ulang dua lagu di album pertama, yaitu “Bidadari” dan “Kucing Rasta”. Cozy Republik kini digawangi enam personel yaitu Cosy Bastian (lid gitar), P’nyot Cozy (gitar, suara latar), Lutfi (drum), Indha (keyboard), Rival (bas) dan Davariz (perkusi, tabla). ‘’Di album pertama, kami berformasi lima orang. Kini, enam personel, lebih solid dan eksplorasi kita lebih berwarna serta kita bisa mainkan irama Timur Tengah. Karena ada

BPM/pik

Band Cozy Republic Davariz yang jago memukul tabla dan perkusi,’’ terang Cozy lagi. Cozy menambahkan, pada dasarnya musik reggae itu ter-

masuk musik folk, karena bisa mengajak bergoyang kepada penggemarnya kapan saja dan dimana saja. Bisa di gang becek atau di pinggir jalan.

Dan awal tahun 2011, Cozy Republic merencanakan ikut Festival Musik Reggae yang digelar selama tiga hari di GWK, Ungasan, Bali. (pik)

PAMERAN puisi rupa bertajuk “MindMap” akan digelar di IndoAsia Gallery, BaliWood Art & Culture Centre, Sayan, Ubud, Kabupaten Gianyar mulai 28 Agustus hingga 11 Oktober 2010. Pelukis Made Wianta akan menggelar 100 karya puisi rupa atau karya-karya seni rupa yang dikombinasi dengan puisi atau sebaliknya. Ini merupakan karya terbaru yang diseleksi dari dokumentasi setahun terakhir. Wianta yang dikenal sebagai perupa gaya abstrak ini memiliki beberapa periode kekaryaan, seperti periode Karangasem, titik-titik, segiempat, segitiga, assembling, kaligrafi, instalasi, dan puisi rupa.

Ihsan Tarore

Belajar Dua Bahasa JUARA Indonesian Idol dua tahun lalu, Ihsan Tarore sempat bingung mencari referensi peran sebagai Darwis (KH Ahmad Dahlan muda, berusia 15 tahun) di film “Sang Pencerah”. ‘’ari mas Hanung Bramantyo (sutradara), saya disuruh belajar bahasa Jawa dan bahasa Arab, dua bahasa yang dikuasai Darwis,’’ cerita Ihsan disela-sela preview film Sang Pencerah. Untuk bahasa Jawa, tidak sulit, karena ibu Ihsan berdarah Jawa. Sedangkan bahasa Arab, dia harus memperdalam dengan mendatangkan guru BPM/pik khusus bahasa Arab. ‘’Dua Ihsan Tarore minggu saya belajar dan sehari menjelang syuting, sang guru bilang, lumayanlah. Alhamdullilah,’’ jelas Ihsan. Keterlibatan Ihsan di dunia film berawal ketika dia main film dokumenter sebagai Jusuf Kalla muda. ‘’Ketika mas Hanung mengajak saya main film Sang Pencerah, saya kaget tapi mas Hanung serius. Ya udah, saya jalanin saja,’’ imbuh Ihsan. Pria kelahiran Medan ini awalnya terbebani dalam memerankan sebagai Darwis. ‘’Tapi mas Hanung terus mendorong saya, kamu pasti bisa. Dorongan dan saran dia menyebabkan saya jadi pede. Jadi, saya tidak takut lagi karena berhasil meyakinkan diri sendiri, urai Ihsan. Imbau Ihsan, film biopic tentang pahlawan Nasional yang akan main serentak tanggal 8 September ini sebaiknya wajib tonton bagi remaja Indonesia agar tahu sejarah pahlawan-pahlawan bangsanya. (pik)

Pameran

Minggu, 12 September 2010

Foto, Film dan Benda Kenangan Jogja Kota Revolusi FOTO menjadi bagian dari fakta sejarah. Lewat foto, generasi muda akan mengetahui apa yang telah dilakukan oleh para pendiri republik ini. Sebab, banyak fakta sejarah yang dipolitisir sehingga menyesatkan generasi muda. Begitu ungkap putra proklamator RI, Guruh Sukarno Puta saat pembukaan Pameran Foto Peristiwa, Film Dokumenter dan Benda Kenangan Jogja Kota Revolusi. Acara akan berlangsung di Jogja Galery, Yogyakarta 19 Agustus 19 September 2010. Dari 65 foto yang dipamerkan, setidaknya ada 11 foto yang belum pernah dipublikasikan. Misalnya, foto Bung Kar-

BPM ist

Karya Wayan Merta

Pameran Puisi Rupa ”Mindmap”

Lepas Masa Lajang ARTIS cantik Shezi Idris sudah punya niat akan melepas masa lajang tahun depan dengan kekasihnya Iyaz, Keyboardis Ecoutez. ‘’Insya Allah, tahun depan kalau Allah mengizinkan aku akan melepas masa lajang,’’ ujar Shezi Idris saat ditemui di kediamannya di Jalan Kresek Raya, Kosambi, Jakarta Barat. Jebolan none cilik Jakarta Barat kelahiran 1986 ini pun membenarkan baik dirinya dan kekasihnya Iyaz telah saling mengenal kedua keluarga masing-masing. ‘’Keluarga juga sudah

SEBANYAK 75 lukisan dengan thema “Spirit to Art” berkolaborasi di Kresna Art Gallery di Jalan Mawang Kelod, Lodtunduh, Ubud. Pameran yang dibuka, Minggu (15/8) akan berlangsung sampai tanggal 15 September 2010. Adapun karya yang akan dipamerkan terdiri dari 50 karya tradisional dan 25 lukisan modern dari beberapa pelukis Bali dan luar Bali yang tinggal di Bali. Dalam hal ini pemilik Gallery Kadek Patra merasa terpanggil mendukung seniman lukis dalam merespon pertumbuhan seni rupa Bali yang senantiasa dinamis.

no saat berdoa setelah memproklamasikan RI ataupun foto Bung Hatta dalam pose yang heroik yaitu mengepalkan tangannya. Selama ini sosok Bung Hatta terlihat lembut dan tidak pernah bersikap meledakledak. Foto-foto ini diambil pada periode 1945-1950 yang dianggap sebagai masa yang penuh dengan gejolak perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Di sisi lain dalam pameran ini juga diadakan lelang foto yaitu foto diri Bung Karno, foto Bung Hatta dan foto Sultan Hamengkubuwono IX yang ditandu oleh rakyat. Semua foto berwarna hitam putih. Selain itu juga dipamerkan baju-baju yang pernah dipakai

BPM/ist

Pameran Foto Peristiwa, Film Dokumenter dan Benda Kenangan Jogja Kota Revolusi

Bung Karno, seperti baju safari warna putih dan jas berwarna abu-abu. Ada pula sandal dan sepatu dari kulit yang biasa dikenakan Sang Proklamator. Tidak lupa pula peci warna hitam yang menjadi ciri khas Bung Karno dihampir semua sesi foto. Jogja Kota Revolusi menjadi tajuk dari pameran ini mengingatkan kalimat yang pernah diucapkan Bung Karno bahwa Yogyakarta menjadi termashur karena jiwa kemerdekaan. Hidupkanlah terus jiwa kemerdekaan, demikian Guruh Sukarno Putra mengutip pidato Bung Karno. Semuanya memang sudah berlalu, kemerdekaan sudah mencapai 65 tahun. Namun sampai saat ini menurut Guruh, kita masih punya PR yaitu bagaimana caranya agar bisa menerangkan dan memberi pelajaran pada generasi selanjutnya agar mereka tahu makna pentingnya kemerdekaan. Bung Karno dan Bung Hatta mengajarkan bahwa kita jangan jadi bangsa kuli, kita harus menjadi tuan atau master di negeri kita sendiri, demikian ungkap Meutia Hatta. Menanggapi hal ini Guruh Sukarno Putra secara retoris berkata, kalau ini tidak disampaikan turun temurun, mau ke mana

bangsa kita? Bagi Guruh semua foto yang ditampilkan kali ini sangat berkesan baginya karena mengandung nilai sejarah. Terutama foto-foto saat proklamasi yang belum dipublikasi. Misalnya, di gedung proklamasi suasana orang yang datang tergambar dalam foto itu. Sementara itu putri Proklamator RI, Meutia Hatta mengatakan bahwa makna pameran seperti ini untuk merekonstruksi dan menggambarkan sejarah, mencari kebenaran sejarah. Foto itu sangat penting. Misalnya foto saat proklamasi. Selama ini kita pikir hanya Bung Karno saja yang memproklamirkan padahal sebelum itu ayah saya (Bung Hatta) bicara

juga,tandas Meutia. Ia menduga pembicaraannya tentang menentukan nasib bangsa kita sendiri. Bung Karno dan Bung Hatta itu sebenarnya berpikiran sama untuk negara. Kalaupun ada anggapan ada berperang antara Bung Karno dan Bung Hatta itu hanya karena digembar-gemborkan oleh komunis. Makanya terjadi pemberontakan tahun 1965 yang sebenarnya sebelumnya sudah memecah hubungan Soekarno-Hatta. Pembawaan mereka memang berbeda-beda, Bung Karno pembawaannya ramai sedangkan Bung Hatta berfikir dan desainer pemerintahan. Jadi kalau desain itu dilanggar, maka hancurlah kita, tandas Meutia. *Asti Musman

05.52 05.54 05.56 06.00 06.05 06.35 07.05 07.35 08.05 09.00 09.30 10.00 10.30 11.30 12.00

12.30 13.00 13.30 14.30

Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Tirta Yatra Bag.4 Seputar Bali Pagi Sehat Bugar Klip Bali Anak Happy Holy Kids Taman Sari TK Pembina Tabanan Belajar Menggambar Menggambar Burung Parkit Boga Dewata Mutiara Hati Dunia Otomotif Dharma Wacana Karya Padudusan Agung, Mamungkah Mendem Pedagin gan lan Ngenteh Linggih Bag.3 Kilas Sijar Klip Bali Sijar Renungan Gede Prama Jalan-jalan Bhakti Yoga Bag.2

15.00 15.30 16.00 17.00 17.05 17.30

18.00 18.05 18.30 19.00 19.30 20.00 21.00 21.30 21.35 22.00 22.05 22.30 23.00 23.30

Happy Holy Kids Nangun Yadnya Harmoni Bali Sekilas Berita Olah Raga Dharma Wacana Karya Padudusan Agung, Mamungkah Mendem Pedagin gan Ngenteg Linggih Bag.4 Puja Trisandya Seputar Bali Klip Bali Telekuis Klip Bali Bisnis Bali Samatra Artis Bali Lintas Mancanegara Sekilas Berita Bali Makedekan Sekilas Berita Kris Lila Cita VOA Fearles Music SMS Chatting

C.615794-bgn


15

Minggu Pon, 12 September 2010

Omzet Rp 1 M Dari Hal. 1

BPM/ade

JAKARTA SEPI - Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat tampak sepi pada suasana Lebaran 1431 H.

Dampak Kebijakan Dari Hal. 1 Secara tak sadar kalangan birokrat kita tahu akan dampak kebijakannya untuk mengepkloitasi SDA, sekadar memenuhi target pertumbuhan ekonomi yang dikehendaki pemerintah. ‘’Mirisnya, itu dilakukan atas nama pembangunan nasional. Jarang ditemukan kebijakan yang mengatur keberlanjutan dalam pengelolaan SDA,’’ katanya. Idielologi hak menguasai kekayaan alam tercantum pada pasal 3 ayat 3 UUD 1945 dan pasal 2 UU No. 5 tentang Dasardasar Pokok Agraria, kata dia, cermin dari artikulasi nilai dan norma yang mengatur pemanfaatan SDA dan lingkungan hidup yang memberi otonomi pada negara. Namun, tanpa disadari telah terjadi manipulasi intepretasi oleh pemerintah dengan memberi arti negara (states) semata-mata pemerintah, bukan rakyat. Rakyat diposisikan sebagai bawahan sehingga cenderung sentralistik dan mengabaikan kearifan lokal dan hakhak rakyat.

Lebih khusus lagi ia menilai jika pengelolaan lingkungan terus mengalahkan THK, Bali akan makin cepat hancur. Karena cerminan kearifan lingkungan masyarakat Bali yang bercorak religio-magis telah terkikis habis. Padahal THK ini sebagai instrumen menjaga keterikatan antarwarga, dengan pencipta dan dengan lingkungan. Prof. Wayan Runa dari Unwar mennyoroti disharmonis pembangunan di Bali dan daerah sebagai ancaman serius Bali yang metaksu. Ia mengatakan saat ini belum terwujudnya harmonisasi antara perencanaan pembangunan dengan penataan tata ruang, tak sinergisnya pembangunan di provinsi dan kabupaten serta tak kuatnya prinsip pembangunan berkelanjutan. Ia mencontohkan kasus pembangunan vila Klating yang melanggar sempadan, pembangunan hotel di sempadan sungai, danau dan perambahan hutan. Bahkan melanggar bhisama kesucian pura. Inilah ancaman Bali yang sesunguhnya. Prof. Made Sudiana Mahendra dari Unud memaparkan

banyak kasus lain di Bali yang menyentuh domain THK. Di antaranya menurunnya keragaman hayati dan degradasi habitat hewan langka, abrasi pantai mencapai 430 Km di Bali, dengan 34 titik terparah yang belum juga tertangani. Belum lagi masalah limbah, sampah dan jeleknya sanitasi lingkungan, semua berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat dan produktivitasnya. Semua masalah ini, kata dia belum ditangani optimal. Kepala Beppeda Bali, Drs. I Ketut Canang, M.Si., saat memaparkan strategi kebijakan pemerintah terkesan universal. Misalnya, mengatasi pencemaran limbah dan sampah dilakukan dengan mengoptimalkan sarana dan prasarana persampahan. Padahal kunci suksesnya bukan disitu yakni budaya hidup sehat. Soal pengelolaan SDA, dikatakannya dengan pengelola DAS secara

Kapolres Buleleng AKBP Muhamad Yudi Hartanto kepada wartawan mengatakan omzet penjualan judi togel Luh Mas mencapai Rp 1 miliar dalam seminggu. Saat dimintai konfirmasi terkait dengan kondisi terakhir Luh Mas, anaknya yang merupakan anggota Komisi C DPRD Buleleng yakni Gede Witama membenarkan ibunya masih menjalani perawatan di rumah sakit. “Isu tentang ibu saya dirawat di rumah itu tidak benar. Sampai saat ini, kondisinya masih lemah dan belum siap menjalani pemeriksaan,” ujar Witama yang akrab disapa Bakor itu. Menurut Witama, sehari usai dilakukan penangkapan, kondisi kesehatan ibunya langsung mengalami penurunan dan ia mengaku agar pemeriksaan ditunda hingga Luh Mas betulbetul pulih. (kmb/ant) terpadu, namun kenyataannya kebijakan pemerintah selalu pro investor, kerusakan lingkungan urusan belakang. Untuk mengatasi itu semua perlunya revisi UU yang mengatur kekayaan Negara dan kebijakan pemerintah agar prolingkungan. Di antaranya pemanfataan lingkungan untuk kesejahteraan secara berkelanjutan, dimanfaatkan secara adil untuk generasi sekarang dan akan datang, melibatkan kohesivitas masyarakat dan menghormati eksistensi budaya lokal dan pengelolaannya berdasarkan ecology sistym dan bersifat lokal. Jika ini dilakukan secara adil, THK tak pernah lagi bergesekan dengan program nasional. (sue)

Saksi Kunci Dari Hal. 1 Kapolsek Densel, AKP Leo Pasaribu, mengakui tim yang diterjunkan belum mampu mengungkap pelaku pembunuhan Diah Cahyani. Polisi sudah bekerja maksimal, namun mengalami kendala tidak ada saksi kunci. Pengungkapan kasus kriminal bisa berjalan lancar kalau saksi kunci dengan cepat bisa dihadirkan. ‘’Kalau mengungkap sebuah kasus kejahatan, polisi sangat perlu keterangan saksi. Kami masih berusaha sampai sekarang,’’ tegasnya Sabtu (11/9) kemarin. Informasi di lapangan, sepeda motor milik korban ditemukan oleh warga di Jalan Raya Beringkit, Mengwi Badung. Setelah dicek oleh petugas, ternyata ditemukan bekas darah serta sidik jari di spion dan jok motor jenis Honda Supra 125 tersebut. Kapolsek Leo menjelaskan penyelidikan atas sidik jari dan darah di sepeda motor korban masih ditangani petugas Puslabfor Mabes Polri di Denpasar. Untuk sementara, tersangka atau pemilik sidik jari itu belum diketahui. ‘’Polisi baru minta keterangan para saksi, belum ada tersangka baik dari pihak keluarga maupun teman dekat korban,’’ tambahnya. Penyidikan kasus pembunu-

han putri Kadisperindag Bangli itu sudah memasuki hari kelima. Fakta di lapangan, tim Polsek Densel yang dibantu Poltabes Denpasar belum berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Diah Cahyani. Kapolsek Leo juga dengan jujur mengakui belum bisa mengungkap siapa tersangka utama perbuatan sadis di Jalan Ida Bagus Oka, Gang Rencong Nomor 10 yang membuat bajang jegeg dari Bangli tewas dengan sembilan luka tusukan. ‘’Tunggu, perkembangan penyidikan masih berlangsung,’’ kata Leo yang mantan Kasat Reskrim Polres Tabanan. Polisi sudah memeriksa 20 saksi namun tetap kesulitan melacak tersangka. Kapolsek Leo menjelaskan polisi belum dapat memastikan motif pembunuhan sadis terhadap mahasiswi Stikes Bali itu. Soal isu yang beredar kalau pelaku memiliki masalah dengan korban, AKP Leo juga tidak berani memastikan. ‘’Motif itu sekarang diperlebar, tidak sebatas asmara, juga keluarga dan yang lain,’’ ucapnya. Diah Cahyani ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa pada Selasa (7/9) di sebuah kamar kos, di Jalan Ida Bagus Oka Gang Rencong Nomor 10. Tubuh korban dipenuhi sembilan tusukan, bahkan ada pisau masih menancap di bagian leher. (jep)

Pura Ratu Gede Dari Hal. 1 Di sebelah baratnya terdapat Pura Ratu Gede, stana Ida Ratu Gede Mas Mecaling yang oleh masyarakat dipercaya sebagai penguasa mahluk halus. Di sebelah timurnya terdapat Pura Penataraan, stana Ida Batara Lingsir atau Ratu Mas. Pemedek umumnya memulai persembahyangan dari Pura Segara, lanjut Pura Taman, Pura Ratu Gede dan terakhir di Pura Penataran Peed. Di Pura Segara terdapat pelinggih dengan arca berbentuk ikan besar. Sementara di Pura Taman juga terdapat sebuah pelinggih beratapkan ijuk dikelilingi kolam. Antara kolam dengan pelinggih itu dibatasi tembok penyengker. Di Pura Ratu Gede terdapat pelinggih beratap ijuk. Untuk memasuki pura ini terdapat tiga pintu masuk berupa candi kurung. Sedangkan di Pura Penataran Peed terdapat banyak pelinggih berjajar pada sisi sebelah timur dan sebelah utara. Agak ke tengah berdiri sebuah gedong tinggi besar. Terdapat Padmasana di timur laut menghadap ke barat daya. Koordinator Pemangku Pura Penataran Peed Mangku Gede Mundra didampingi Jero Mangku Selametmengatakan, di pura kahyangan jagat ini umumnya umat memohon keselamatan atau kerahayuan jagat beserta isinya. Namun, ada juga umat memohon panugrahan untuk mempertajam spiritual. Umat pedek tangkil ke pura juga dengan berbagai permohonan, seperti kerahyuan, ketenangan, keselamatan, nunas panugrahan untuk mempertajam spiritual dan sebagainya, kata Jero Mangku Selamet menambahkan. Dosen IHDN Denpasar, Drs.

Ketut Wiana, M.Ag., seperti dikutip dari buku ‘’Mengenal Pura Sad Kahyangan dan Kahyangan Jagat’’ terbitan Pustaka Bali Post mengatakan Pura Dalem Penataran Peed di Nusa Penida adalah pura untuk memuja Tuhan Yang Mahakuasa sebagai pencipta Purusa dan Pradana. Purusa itu adalah kekuatan jiwa atau daya spiritualitas yang memberikan napas kehidupan pada alam dan segala isinya. Pradana adalah kekuatan fisik material atau daya jasmaniah yang mewujudkan secara nyata kekuatan Purusa tersebut. Di Pura Dalem Penataran Peed, Ida Bhatara Dalem Penataran Peed dipuja di gedong, sedangkan pelinggih Ratu Gede Nusa berada di areal tersendiri di barat areal Palinggih Dalem Penataran Peed. Pelinggih Dalem Penataran Peed ini berada di bagian timur, sedangkan Pelinggih Padmasana sebagai penyawangan Bhatara di Gunung Agung berada di bagian utara dalam areal Pura Dalem Penataran Peed. Di Pura Dalem Penataran Peed merupakan penyatuan antara pemujaan Dewa Siwa di Gunung Agung dengan pemujaan Dewi Durgha atau Dewi Uma di Pura Puncak Mundi. Pura Dalem Penataran Peed sebagai pemujaan Siwa Durgha dan pemujaan raja disebut Pura Dalem. Disebut Pura Penataran Peed karena pura ini sebagai penataran dari Pura Puncak Mundi, pemujaan Batari Uma Durgha. Di pura inilah bertemunya unsur Purusa dari Batara di Gunung Agung dengan Batari Uma Durgha di Puncak Mundi. Dari pertemuan dua unsur ciptaan Tuhan inilah yang akan melahirkan sarana kehidupan yang tiada habishabisnya yang disebut Rambut Sedhana. (lun)

Karma Phala Tetap Melek BERBAGAI peristiwa meresahkan yang terjadi belakangan di Bali, oleh sementara orang ditengarai sebagai upaya sistematis dan terencana untuk menggerogoti khazanah budaya, adat dan agama di pulau ini. Dari peredaran narkoba, hijrah pelacuran luar daerah dan asing, kriminalitas, premanisme, kekerasan hingga pelecehan terhadap simbol-simbol agama Hindu terus berlanjut. Gerakan ’’Ajeg Bali” yang pernah bergaung santer beberapa tahun lalu, yang bertujuan melestarikan warisan leluhur, rupanya kehilangan semangat dan tenaga menghadapi serbuan yang tak putus-putus ini. ’’Eskapisme ke Bali dari Jawa yang dilakukan ribuan orang pascaruntuhnya Kerajaan Majapahit di abad ke15, di samping membawa semangat pelestarian Hindu, juga talenta budaya serta seni terkait agama yang diyakininya. Setiba di Bali, selain berasimilasi secara fisik, mental dan spiritual dengan masyarakat lokal, akulturasi budaya juga dilakukan secara intensif. Merekalah leluhur orang Bali yang mewarisi artefak-artefak fisik dan nonfisik, yang membuat masyarakat pulau ini paling unik di antara penghuni ribuan pulau yang tersebar di Nusantara. Ribuan tempat suci yang dilengkapi prasasti dan benda-benda sakral mereka bangun dan ciptakan, agar para keturunan dan pewaris mereka kelak memiliki dokumen ikhwal asalusul agama dan kebudayaannya, juga untuk mempertebal keyakinan atas segala hal yang mereka warisi,’’ papar Rubag ’’Wah, mungkin itu sebabnya orang Bali pernah menyebut agama mereka Hindu Bali sebelum diubah jadi Hindu Dharma seperti sekarang. Kalau boleh kutafsir, mungkin maksudnya meresistensi hegemoni budaya asing yang dibawa agama ke Bali. Artinya, meski diakui agama Hindu berasal dan lahir di India, namun kebudayaan dan pandangan hidup bangsa India tidak seharusnya ikut diimpor buat menghegemoni dan mendominasi Bali dan masyarakatnya. Kalau intepretasiku benar, alangkah hebatnya para leluhur kita. Para pendahulu kita tahu, bahwa mereka punya local genious serta warisan nenek moyang, yang tidak harus dilecehkan apalagi dijatuhkan martabatnya terhadap pengaruh asing, kendati produk asing itu dipuji banyak orang kehebatan dan keindahannya. Ternyata, apa yang dimiliki Bali dikagumi masyarakat internasional sehingga pulau dan masyarakatnya dijuluki berbagai sebutan. Salah satunya, The Last Paradise atau Surga Terakhir, bahkan karena banyak memuja dewadewi juga disebut The Island of Gods and Godesses! Namun aku tidak terpukau dan silau dengan segala pujian itu, meski aku bangga para wisatawan bisa membedakan Hindu di Bali dan India,’’

argumen Kudil. ’’Benar, biarkan Bali tetap di Bali! Biarkan lumbung tetap untuk menyimpan padi! Biarkan banjar dan subak tetap mengikat kekerabatan orang Bali! Meski kisah Mahabharata dan Ramayana datang dari India, ketika memasuki dunia wayang biarkan Malen, Merdah, Sangut dan Delem yang asli Bali tetap mengarahkan cerita agar bercita rasa Bali! Bali adalah Bali, jangan mencarinya di tempat lain,’’ celetuk Antaguna seperti bersajak. ’’Lucu, tahun 1986 aku sempat berbincang dengan seorang pramuniaga di kawasan perbelanjaan Tanuki Koji, Sapporo, Jepang. Dia mengira Bali terletak di India. Alasannya, dari televisi pria muda itu sering nonton promosi tentang Bali, yang menginformasikan bahwa mayoritas penduduk pulau ini beragama Hindu. Khususnya tari-tarian, gerakan mata penari Bali katanya mirip penari India, yang disaksikannya di film-film Bollywood. Malah dia mengaku sama sekali tidak pernah mendengar nama ’’Indonesia”. Sampai aku menginformasikannya, dia tetap mengira Bali ada di India dan ngebet ingin berkunjung setelah tabungannya cukup. Sebab, kawan-kawannya yang telah berkunjung ke Bali berpesan, sebelum mati dia harus sempat melihat Bali. Alasannya, Bali adalah saigo no rakuen yang maknanya sama dengan Last Paradise,’’ sela Sutama. ’’Mudah-mudahan Surga Terakhir itu tidak segera berubah jadi Neraka Masa Depan! Sebab, Bali selama ini dianggap sebagai museum hidup, di mana penduduknya diharapkan berperilaku seperti artefak kuno. Sedangkan yang datang membanjiri Bali, ada yang berusaha mengubah perilaku masyarakat lokal bahkan tidak sedikit yang memengaruhi agar mereka ikut merongrong semua warisan leluhur, termasuk tradisi, adat dan agama. Coba amati kondisi fisik pulau ini dan simak perilaku masyarakat yang mewarisi kebudayaan yang kau kesankan adiluhung berdasar local genious itu! Hampir semua tanah berlokasi strategis, dari pantai, perkotaan, bukit hingga sepadan sungai sudah pindah tangan ke orang-orang yang leluhurnya bukan orang Bali. Sebentar lagi dua lapangan terbang di Buleleng dan Karangasem akan dibangun, berarti ribuan hektar tanah Bali akan dikuasai pihak yang Batara Kawitannya tidak di Bali. Sebab kudengar, yang mengelola proyek itu investor asing. Belum lagi sektor-sektor lain yang akan mengikuti pencaplokan tanah dengan alasan melengkapi fasilitas agar cocok disebut bandara internasional. Di telingaku tembang Yopie Lathul semakin keras terdengar,

eee..oooaaaeeoo kembalikan Baliku padaku,’’ lantun Putra Antara. ’’Cerita Sutama dari Sapporo kini sudah berusia 24 tahun! Jangan-jangan pramuniaga yang dituturkannya itu sudah sempat ke Bali dan mengalami hal-hal yang mengubah kesan saigo rakuen-nya menjadi jigoku no shima alias Pulau Neraka. Rentang waktu 24 tahun mengandung seabrek kisah sedih buat Bali. Perang Dingin yang mencekam dunia sudah berganti McWorld versus Jihad, yang bomnya mengguncang Bali dua kali, menimbulkan korban hartabenda dan ratusan nyawa. Keran demokrasi yang dibuka selebar-lebarnya dan cenderung liberal membuat orang-orang yang datang ke Bali merasa boleh berbuat apa saja atas nama kebebasan. Bukan hanya pemodal, bahkan kelompok kriminal juga berduyunduyun datang ke Bali. Makanya, penjambretan, penodongan dan perampokan nyaris mewarnai berita koran setiap hari, termasuk menggerayangi vila-vila yang dihuni orang asing. Meski Kapolda Bali Irjen Pol. Hadiatmoko menginstruksikan para anak buahnya untuk mengamankan Bali secara khusus, dengan wanti-wanti jangan sampai turis asing lecet sekalipun, ironis Selasa (7/9) lalu, terjadi pembunuhan teramat sadis menimpa mahasiswi di kamar kosnya di Denpasar. Wah, tidak hanya di jalan, di dalam kamar pun orang bisa disatroni maut,’’ komentar Nuarta. ’’Apa bukan lantaran pratima dan benda-benda sakral milik ratusan pura di seantero Bali dicuri orang kondisi sosial di Bali seperti dalam neraka? Sebab, orang Bali meyakini benda-benda warisan leluhur tersebut memiliki kekuatan magis religius, yang menjaga keutuhan sistem dan bangunan sosial masyarakat selama ini. Keyakinan terhadap simbol-simbol agama itulah yang dihilangkan lewat pencurian, sehingga ada sekelompok masyarakat yang notabene orang Bali, meragukan kebesaran Ida Sang Hyang Widhi. Kalau benar benda-benda sakral itu punya kekuatan magis, tentu pencuri tidak bisa mengambilnya, demikian pikir mereka. Syukur, Hyang Widhi menunjukkan kebesaran-Nya lewat tergulungnya komplotan pencuri pratima bersama penadahnya, seorang warga negara Italia. Ternyata Tuhan tetap menggunakan tangan-tangan yang tidak kelihatan bernama Karma Phala yang tetap melek mengawasi semua ciptaanNya. Stephen Hawking yang atheis pun setengah ragu mengakui, bahwa mungkin semua hukum di dunia diciptakan Tuhan, namun dia tidak mengintervensi hukum ciptaan-Nya. Jadi, jangan mengharap Hyang Widhi langsung menjotos manusia seperti aparat hukum menginterogasi tersangka, nggaklah yaw,’’ kata Rubag. aridus

Tidak Dilanjutkan Dari Hal. 1 Dengan demikian, polisi tidak melanjutkan investigasi untuk mencari siapa oknum yang menyebarkan informasi bahwa pihak Istana Negara membagi-bagikan uang Rp 300.000 bagi warga yang datang bersilaturahim dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Seperti diberitakan, Jhony tewas dalam insiden desakdesakan di pintu gerbang Istana, Jumat (10/9) sore. Jhony Malela (45) meninggal lemas karena tidak kuat berdesakan dengan ratusan warga yang juga menunggu acara open house Lebaran di Istana Negara pukul 15.15. Ribuan orang datang ke

Istana Negara untuk bersilaturahmi dengan Presiden. Sebagian dari mereka mendapat informasi bahwa Istana akan memberi amplop berisi uang Rp 300.000. Pihak Istana membantah informasi soal amplop tersebut. Dalam acara silaturahim kemarin, sejumlah tunanetra mengaku menerima amplop berisi uang Rp 100.000. (kmb)

Hendak Pulang Dari Hal. 1 Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Michael Risakota, mengatakan kecelakaan ini terjadi bukan karena faktor manusia. Kecelakaan berawal ketika Kasat Narkoba Ngurah Wisana Mandala hendak pulang ke Desa Bondalem dari Denpasar. Saat itu di dalam mobil terdapat seluruh keluarganya terma-

suk cucunya untuk pulang kampung. Dari Denpasar menuju Desa Sembiran Kecamatan Tejakula, kendaraan dikemudikan oleh anak korban yang perempuan dan Wisana Mandala duduk di sebelahnya. Di Desa Madenan tercium bau karet terbakar sehingga mobil dihentikan di pinggir jalan. Setelah selesai istirahat, Wisana Mandala kemudian mengambil alih ke-

mudi. Begitu sampai di wilayah Desa Madenan, rem mobil tibatiba blong sehingga Wisana Mandala yang memegang kemudi tidak bisa menguasai kendaraannya dan langsung tercebur ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 8 meter. Sebelum jatuh ke dasar jurang mobil Feroza warna hitam DK 999 BZ itu sempat tergulingguling. (kmb15)

Tidak Menyerah Dari Hal. 1 “Pada hari ini, kita diingatkan pada yang terbaik. Kami tidak menyerah pada godaan ini. Kami berdiri dengan satu sama lain. Kami berjuang bersama satu sama lain. Kami tidak membiarkan diri ditentukan oleh rasa takut, tetapi harapan kita untuk keluarga kita, untuk bangsa kita, dan untuk masa depan yang lebih cerah,” kata Obama dalam weekly radio address. Hampir 3.000 orang meninggal pada tanggal 11 September 2001, ketika teroris

membajak pesawat terbang Islam ke markas pertahanan dan New York World Trade Center. Setiap tahun, di Ground Zero, New York nama-nama 2.752 korban yang meninggal dibacakan diiringi latar belakang musik muram, saat-saat hening yang menandai saat dua pesawat menabrak Menara Kembar dan lagi ketika menara-menara runtuh. Presiden Obama menghadiri upacara peringatan di Pentagon, yang diserang oleh sebuah pesawat pembajak. Presiden mengatakan bahwa pada

hari ini bangsa menghormati mereka yang meninggal sehingga orang lain dapat hidup, para petugas pemadam kebakaran dan responden pertama yang menaiki tangga menara pembakaran serta laki-laki dan perempuan dalam seragam yang berjuang untuk membuat Amerika lebih aman. Obama berjanji Amerika tidak akan pernah goyah dalam membela bangsa ini. “Kami memperbarui komitmen untuk pasukan kita untuk melindungi negara ini, dan untuk keluarga mereka.” katanya. (par/afp)


Bali Post Pengemban Pengamal Pancasila

MINGGU PON, 12 SEPTEMBER 2010

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

ADA APA

PERANG OBAT BIUS -

Kevin Rudd sebagai Menlu

BPM/ist

Kevin Rudd

Sekitar 24 orang tewas dari 85 tawanan yang

Sydney Perdana Menteri Julia Gillard, Sabtu (11/9) kemarin, mengkonfirmasikan bahwa mantan pemimpin Kevin Rudd akan menjadi menteri luar negeri (menlu), pada saat dia merombak kabinetnya setelah menang tipis dalam

pemilu nasional. “Tim urusan luar negeri dan pertahanan akan dijabat oleh Kevin Rudd sebagai menteri luar negeri dan Stephen Smith sebagai menteri pertahanan,” kata Gillard dalam konferensi pers di Melboerne. Sebelumnya, juru bicara Gillard mengatakan Kevin Rudd akan menjadi menteri luar negeri dalam kabinet PM Julia Gillard, hanya beberapa bulan setelah Julia menumbangkannya dalam kudeta partai. “Kevin Rudd akan menjabat menteri luar negeri,” kata juru bicara itu. Dia menambahkan bahwa Stephen Smith akan berpindah dari posnya untuk menjadi menteri pertahanan. Julia Gillard menyiapkan nama anggota kabinet lainnya Sabtu malam, setelah nyaris batal berkuasa namun beruntung atas dukungan dua anggota parlemen independen. Rudd ditumbangkan sebagai perdana menteri oleh Julia Gillard pada Juni lalu, setelah mantan diplomat itu kalah dukungan dari rekan-rekan Partai Buruhnya. Julia Gillard adalah wanita perdana menteri pertama negara itu. (ant/afp)

SINGKAT DUNIA Tangguhkan Pembebasan Tahanan

TEHERAN - Iran telah membatalkan pembebasan yang direncanakan Sabtu atas seorang wanita tahanan Amerika karena proses hukumnya belum selesai, kata seorang penuntut Teheran, Jumat (10/9). Iran telah mengatakan sebelumnya negara itu akan membebaskan Sarah Shourd, satu dari tiga warga Amerika yang ditahan di dekat perbatasan Iran dengan Irak Juli 2009 pada Sabtu. “Karena prosedur hukum mengenai kasusnya belum selesai, pembebasannya dibatalkan,” kata jaksa penuntut Abbas Jafari Dolatabadi sebagaimana dikutip oleh kantor berita resmi IRNA. Seorang pejabat kepresidenan mengatakan, “Pembebasan mata-mata itu telah ditangguhkan.” Pejabat itu tidak menyebut nama Shourd dan tidak memberikan informasi lagi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ramin Mehmanparast mengatakan sebelumnya pada Jumat, Presiden Mahmoud Ahmadinejad telah campur tangan dalam pembebasan yang direncanakan atas Shourd yang, bersama dengan dua lagi warga Amerika yang ditahan, telah dituduh melakukan mata-mata.(ant/rtr)

15 Orang Serbia Ditangkap

BEOGRAD - Prancis dan Serbia menangkap 15 orang Serbia dalam dua hari terakhir atas tuduhan menyelundupkan senjata dari negara Balkan itu ke Prancis, kata seorang juru bicara badan intelijen Serbia, Jumat (10/9). “Mereka terlibat dalam penyelundupan peledak dan senapan otomatis dalam sebuah truk,” kata Jovica Stojic, juru bicara Badan Informasi Keamanan. “Penangkapan-penangkapan lain mungkin akan dilakukan karena penyelidikan masih berlangsung,” katanya. Stojic menambahkan, aparat menangkap delapan tersangka di Serbia dan tujuh orang lagi di Prancis. Seluruh 15 orang itu berkewarganegaraan Serbia. Ia tidak menyebutkan untuk siapa senjata-senjata itu dikirim. Beograd meningkatkan usaha untuk menumpas kejahatan terorganisasi sebagai upaya untuk bergabung dengan Uni Eropa. Kejahatan terorganisasi tumbuh subur di Serbia selama 1990an ketika negara itu menghadapi pengucilan internasional karena peranannya dalam perang Balkan.(ant/rtr)

Ketua KPU Dipenjarakan

CONAKRY - Sebuah pengadilan di Guinea telah memvonis ketua komisi pemilihan, Ben Sekoun Sylla, setahun penjara karena kecurangan pada putaran pertama pemilihan presiden Juni lalu, kata seorang penuntut, Jumat (10/ 9). Keputusan itu terjadi sembilan hari sebelum putaran kedua pemilihan presiden antara bekas perdana menteri Cellou Dalein Diallo, yang memperoleh 43,69 persen suara pada putaran pertama pemilihan, dan tokoh oposisi veteran Alpha Conde, yang menerima 18,25 persen suara. Sylla dan ketua perencanaan Komisi Pemilihan Independen Nasional (CENI) dihukum “satu tahun penjara dan denda dua juta frank Guinea masing-masing karena kecurangan pemilihan”, kata penuntut Boubacar Bah.(ant/afp)

Wapres Tanya Krisis Banjir

WASHINGTON - Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden menegaskan kembali dukungan AS kepada Pakistan dalam mengatasi krisis banjir dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani, Jumat (10/9), kata Gedung Putih. “Wakil Presiden Biden menggarisbawahi bahwa AS berasa di sini Pakistan selama musibah ini,” kata kantor Biden dalam pernyataannya. Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintah AS telah memberikan 260 juta dolar sejauh ini dalam bentuk bantuan kemanusiaan darurat, termasuk makanan halal, pra fabrikasi jembatan baja dan infrastruktur. Pernyataan itu mengatakan bahwa AS kini menggunakan 25 helikopter, dua pesawat transpor C-17 dan lima C-130 untuk mendistribuskan pasokan dan mengevakuasi 13.000 orang ke tempat yang aman. “Sementara kami terus cepat membantu banjir, Wakil Presiden Biden menggarisbawahi bahwa kami juga mengejar upaya diplomatik penuh untuk mendorong sumber daya internasional tambahan untuk membantu membangun kembali Pakistan,” kata pernyataan.(ant/afp)

kabur dari sebuah penjara dekat perbatasan Amerika, Jumat (10/9) lalu. Penjebolan penjara itu merupakan tantangan yang dihadapi Meksiko saat negara itu berperang melawan kartel obat bius yang berpengaruh.

BPM/afp

85 Tawanan Kabur dari Penjara

Hasil Survei

Orang Taiwan Tak Takut Tantangan Meksiko Perang Melawan Cina Lawan Karter Obat Bius Meksiko Tercatat 85 tawanan telah kabur dari sebuah penjara dekat perbatasan Amerika, Jumat (10/9) lalu. Penjebolan penjara itu merupakan tantangan yang dihadapi Meksiko saat negara itu berjuang melawan kartel obat bius yang berpengaruh. Para tawanan itu sebagian besar anggota kartel, naik ke atas pagar penjara di kota perbatasan Reynosa, seberang dari McAllen, Texas, Jumat dini hari. Media setempat melaporkan 85 orang telah kabur dan 24 orang ditemukan tewas. Seorang juru bicara kantor jaksa agung Meksiko di Reynosa memastikan penjebolan penjara itu, tetapi menolak memberikan perincian. ‘’Polisi telah menangkap lebih dari 40 sipir penjara dan staf yang bertugas ketika orang-orang itu kabur, dan dua penjaga penjara hilang,’’ kata radio setempat dan surat kabar El Norte. Penjebolan penjara itu menyusul skandal Juli, ketika pemerintah menemukan para pejabat penjara telah membolehkan sejumlah narapidana keluar dari penjara untuk melakukan serangan balas dendam sebelum kembali ke sel mereka pada waktu malam. Presiden Meksiko, Felipe Calderon, yang telah mengirim ribuan tentara di negara itu untuk memerangi geng obat bius, berjanji untuk membersihkan penjara yang pada masa lalu telah membolehkan gembong narkoba yang dipenjarakan hidup dalam kemewahan atau

kabur ketika mereka senang. Tapi pemimpin konservatif itu telah berjuang untuk mengatasi korupsi dan ketidakpatuhan pada hukum dalam sistem penjara Meksiko. Beberapa pejabat mengatakan kekerasan obat bius yang meningkat di Meksiko merupakan pertanda militer lemah menghadapi kartel yang berpengaruh, tetapi Calderon mendapat tekanan yang sangat besar untuk menghentikan kekerasan obat bius yang meluas yang telah menewaskan 28.000 lebih orang sejak akhir 2006. Pembunuhan 25 orang oleh yang diduga orang kartel di Ciudad Juarez, di seberang dari El Paso, Texas, Kamis, merupapan hari paling berdarah dalam hampir tiga tahun di sebuah daerah yang dicengkeram oleh perang obat bius yang meningkat, kata beberapa pejabat, Jumat. Sejumlah pria bersenjata menyerbu masuk ke beberapa rumah di Ciudad Juarez dan menembak orang yang dituduh telah bekerja untuk geng obat bius saingan, kata sorang jurubicara kantor jaksa agung di Chihuahua. Empat penonton juga tewas Kamis saat konvoi tukang pukul kartel menem-

bak untuk membuka jalannya keluar dari lalu-lintas di Ciudad Juarez, kata surat kabar lokal El Diario. Polisi menolak mengkonfirmasi laporan itu, tapi mengatakann 25 orang telah tewas dalam kekerasan obat bius, pada hari pembunuhan terburuk di Ciudad Juarez sejak Januari 2008, ketika pembunuhan obat bius belakangan ini mulai. Menlu Amerika Serikat Hillary Clinton telah menyampaikan kecemasan pekan ini akan kartel obat bius di wilayah itu dan mengatakan Meksiko telah mulai menyerupai Kolombia 20 tahun lalu, ketika para pedagang obat bius menguasai bagian-bagian tertentu dari negara itu. Presiden Barack Obama menolak pembandingan itu. Ketidakamanan yang meningkat pada akhirnya dapat menimbulkan ancaman pada upaya untuk menarik ekonomi terbesar kedua Amerika Latin itu keluar dari resesi terburuknya sejak 1932. Kota-kota yang didoorng ekspor seperti Ciudad Juarez, yang telah kehilanan 75.000 pekerjaan di bidang manufaktur tahun lalu, telah menderita khususnya pada saat kecenderungan menurun. (ant/rtr)

Reuni Keluarga

Korut Kirim Usulan ke Korsel Pyongyang Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK/Korea Utara-Korut) telah mengirim usulan kepada Korea Selatan (Korsel) untuk mengadakan acara reuni baru keluarga-keluarga terpisah di kedua pihak di Semenanjung Korea, kata kantor berita KCNA Sabtu (11/9) kemarin. Jang Jae On, Ketua Komite Pusat Masyarakat Palang Merah DPRK yang membuat usulan itu dan mengirimkannya kepada Ryu Jong Ha, Ketua Palang Merah Korea Selatan. Dia mengisyaratkan bahwa kedua organisasi melakukan kontak kerja untuk memfasilitasi reuni secepat mungkin. Jang mengatakan kedua pihak memiliki “preseden bagus” dalam mana mereka mer-

ancang lebih dari selusin reuni keluarga-keluarga terpisah pada kesempatan hari bulan panen tradisional, untuk “menyingkirkan luka mereka dan memperdalam pertalian kekeluargaan.” Dia mengusulkan menyelenggarakan acara reuni baru di resor Gunung Kumgang Korea Utara pada hari musim panen mendatang, yang jatuh pada 22 September. Dalam surat pemberitahuannya, Jang juga mengatakan dia berharap bahwa kerja sama kemanusiaan antara kedua pihak akan meraih kesempatan baru dari acara reuni itu. Korea Utara dan Korea Selatan telah menyelenggarakan 17 acara reuni sejak Agustus 2000. Dalam kesempatan itu total lebih dari 16.000 orang bertemu dengan anggota keluarga dan kerabat mereka yang terpisah. (ant/xin)

Taipei Survei yang dirilis Sabtu (11/9) kemarin, mendapati kebanyakan orang Taiwan tidak takut perang dengan Cina, tetapi publik negeri itu mempunyai sentimen negatif terhadap pemerintah serta penduduk di Cina daratan. Dalam skala 1 sampai 10, di mana 1 artinya tidak takut sama sekali dengan peluang terjadinya perang, rata-rata responden menjawab 3,2. Survei itu sendiri digalang oleh United Daily News. Namun, 54 persen dari para responden mengungkapkan sentimen negatif mereka terhadap pemerintahan Cina yang mereka sebut sebagai “otoriter” dan “korup”. Lalu 31 persen lainnya menyatakan kesan positif, menyebutkan pemerintahan Cina “efisien” dan “bersahabat”. Survei itu juga mendapati 47 persen responden menilai penduduk Cina daratan sebagai tidak berbudaya dan terlalu perhitungan. Di antara 38 persen

responden yang menyatakan hal positif tentang penduduk Cina menyebut mereka sebagai orangorang yang hangat dan rajin. Survei itu dirilis setelah lebih dari dua tahun politisi yang erat dengan Beijing, Ma Ying-jeou, berhasil menjadi Presiden Taiwan. Ma menjanjikan ekonomi Taiwan yang lebih baik dengan cara mengeratkan hubungan Taiwan dengan Cina daratan. Meski hubungan antara Taiwan dan Cina mengalami perbaikan yang dramatis di bawah pemerintahan Ma, Beijing masih saja mengklaim pulau yang sejak tahun 1949 memiliki pemerintahan sendiri itu sebagai bagian dari Cina dan reunifikasi harus dilakukan mesti bila itu artinya perang. Survei itu dibawakan lewat wawancara per telpon yang berlangsung di rentang masa 20 26 Agustus dengan total responden 1.001 orang. Akurasi survei disebut-sebut mencapai 95 persen. (ant/afp)

Musharraf Pertimbangkan Ikut Pemilu Pakistan London Mantan pemimpin militer Pakistan Pervez Musharraf mengatakan bahwa dia menilai dirinya memiliki peluang baik untuk menang dalam pemilihan umum presiden mendatang, dalam sebuah wawancara yang ditayangkan Jumat (10/9). Mantan presiden itu berkata kepada radio BBC bahwa dia ingin membantu negaranya meraih kembali kepercayaan diri. Ia mengatakan saat ini Pakistan berada dalam situasi “patetik”. Sekalipun dia tidak dapat sepenuhnya percaya diri untuk meraih kemenangan, mantan kepala militer itu mengatakan bahwa lebih baik mencoba dan gagal untuk menghilangkan “kegelapan” yang menyelimuti negeri dari pada tidak melakukan apapun. Saat ditanya apakah dia cukup percaya diri untuk menjadi presiden selanjutnya di Pakistan, Musharraf mengatakn, “Tidak, saya tidak dapat menjamin, saya tidak dapat sangat percaya diri, tapi saya yakin ada peluang baik tentang kemenangan saya di panggung politik.” “Saya belum memutuskan apakah saya akan menjadi presiden atau apapun, namun menang di pemilihan umum mendatang adalah permasalahan utamanya.” “Saya tidak dapat yakin juga namun seperti yang saya katakan, ada peluang baik dan saya sangat yakin bahwa lebih baik

BPM/ist

Musharraf mencoba dan gagal daripada tidak mencoba dan gagal tanpa mencoba, karena saat ini kita melihat kegelapan di seluruh Pakistan.” “Kami harus menunjukkan cahaya, kami harus menunjukkan alternatif atau alternatif yang ada dimana orang-orang dapat melihat cahaya dan memperoleh kepercayaan diri, karena ada keruntuhan total kepercayaan diri dari rakyat Pakistan. Mereka telah kehilangan harapan di Pakistan. Ini adalah situasi yang patetik.” Musharraf menggulingkan mantan perdana menteri Nawaz Sharif dalam sebuah kudeta tak berdaraj pada 1999. Dia menjabat presiden dari 2001 dan menghabiskan sebagian besar waktunya tinggal di London sejak kehilangan kekuasaan dalam pemilihan umum 2008.(ant/afp)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 12 September 2010 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu