Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Nilai Tambah Program JKN-KBS
Mulai Ambulans Gratis hingga Pengobatan Tradisional
TIDAK menunggu lama, Program Jaminan Kesehatan Nasional-Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS) resmi diluncurkan Gubernur Bali Wayan Koster di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, akhir Februari lalu. Program yang disebut ‘’menyempurnakan’’ program JKN dari BPJS Kesehatan ini diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 104 Tahun 2018 tentang JKN-KBS. ‘’JKN-KBS dari aspek kepesertaan menjangkau seluruh krama Bali (masyarakat Bali dengan NIK dan bertempat tinggal di Provinsi Bali), untuk memberikan perlindungan kesehatan dan mencapai
cakupan kesehatan semesta. Dari segi pelayanan, ada item pelayanan yang ditambahkan di mana sebelumnya tidak ter-cover JKN, dalam program JKN-KBS ini bisa terlayani,’’ kata Gubernur dalam kunjungan bekerja ke Gianyar, belum lama ini. Setelah diluncurkan, Koster menargetkan 100 persen masyarakat Bali akan ter-cover JKN-KBS pada tahun 2020 di mana saat ini lebih dari 95 persen sudah terlayani JKN dan secara otomatis terintegrasi ke JKN-KBS. Total ada enam manfaat tambahan yang diberikan di luar layanan JKN oleh BPJS Kesehatan.
Terorisme
PK Berencana Rampok Bank
Jakarta (Bali Post) – Tim Densus 88 Antiteror Polri menemukan bom rakitan dalam penangkapan terduga teroris PK alias Salim Salyo, Minggu (10/3) di Kalimantan Barat. Dia diduga akan merampok bank di Jawa Timur untuk kegiatan terorisme. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/3) kemarin, mengatakan terduga teroris PK masuk ke dalam kategori pemetaan satgas antiterorisme dan radikalisme serta Densus 88. ‘’Dari hasil pemantauan di Kalbar, berhasil diamankan dengan berbagai barang bukti. Ya, barang bukti tersebut sudah mengarah indikasi kepada pembuatan bom rakitan,’’ kata Dedi Prasetyo. Bom rakitan tersebut biasa dipakai oleh kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD), antara lain terdiri atas paku, baut, potasium dan kaleng. Dengan bom rakitan tersebut, PK diduga akan melakukan tindakan amaliah dengan menyasar aparat kepolisian. Hal. 15 Secara Individu
Kasus Pembunuhan Kim Jong-nam
Siti Aisyah Bebas
‘’Selain itu, puskesmas akan dimaksimalkan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat ditambah penyempurnaan pada sistem, riwayat kesehatan dan layanan online melalui aplikasi,’’ jelas Koster. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya yang ditemui secara terpisah di ruang kerjanya, Selasa (5/3), memaparkan kelebihankelebihan JKN-KBS di luar layanan yang telah ter-cover sebelumnya melalui program JKN oleh BPJS Kesehatan. ‘’Salah satunya adalah pelayanan transportasi gratis bagi pasien emergency ke rumah sakit serta angkutan
gratis untuk jenazah dari puskesmas atau rumah sakit menuju rumah. Angkutan gratis atau ambulans ini jalurnya ke mana pun tujuan rujukan pasien bersangkutan, ini tidak ada di JKN reguler,’’ tukas Suarjaya. Manfaat tambahan lain adalah adanya pelayanan pengobatan tradisional, visum et repertum serta pelayanan terapi Hiperbarik (oksigen murni) secara gratis bagi pasien penyelam, luka bakar, dan pasien lainnya yang memerlukan. ‘’Kemudian diperkuat juga dengan sistem informasi (SI-KBS) berupa sistem informasi kesehatan berbasis kecamatan yang disusun dengan sistem
aplikasi untuk memudahkan layanan informasi kepada masyarakat. Jadi dengan sistem itu masyarakat bisa dengan mudah mengakses layanan kesehatan secara online dan terintegrasi sekaligus mengetahui rekam jejak kesehatannya,’’ jelas Suarjaya. Menurut Suarjaya, JKNKBS dianggarkan dan akan terlaksana maksimal melalui anggaran perubahan 2019 dan dalam perlaksanaannya penganggaran akan di-share antara pemprov dan pemkab dengan pembagian 51 persen Pemprov dan 49 persen Pemkab. Hal. 15 Langsung Aktif
Jakarta (Bali Post) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberi apresiasi Nahdlatul Ulama (NU) yang merekomendasikan umat Islam agar bijak dengan menghindari menyebut orang bukan Islam sebagai kafir, tetapi sebagai sesama warga negara. ‘’Saya ingin garis bawahi bahwa ajakan itu adalah rekomendasi dalam konteks kehidupan kita sebagai sebuah bangsa yang heterogen, sehingga sebutan-sebutan kepada yang beda keimanan, keyakinan, agama itu tidak menggunakan sebutan yang berpotensi bisa diduga sesuatu sebutan yang tidak dikehendaki oleh yang disebut itu,’’ kata Lukman, Senin (11/3) kemarin.
Di sela kegiatan Halaqah Pendidikan Pendidikan Islam (HAPPI) 2019, Menag mengatakan memang sebaiknya sebagai sesama warga negara saling menghormati karena memiliki hak yang sama terlepas berlatar belakang Muslim atau nonMuslim. Menurut Lukman, penyebutan kafir kepada non-Muslim tergolong menyakiti. Hal. 15 Saling Menghargai
Wayan Koster
Sebut Sesama Warga Negara Lebih Bijak daripada Kafir ’’Saya ingin garis bawahi bahwa ajakan itu adalah rekomendasi dalam konteks kehidupan kita sebagai sebuah bangsa yang heterogen, sehingga sebutan-sebutan kepada yang beda keimanan, keyakinan, agama itu tidak menggunakan sebutan yang berpotensi bisa diduga sesuatu sebutan yang tidak dikehendaki oleh yang disebut itu.’’ Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama
TUAN RUMAH MOTOGP 2021
Kuala Lumpur – Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur akan mengurus pemulangan Siti Aisyah setelah dia dibebaskan dari dakwaan pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, dalam sidang di Mahkamah Tinggi Shah Alam, Selangor, Malaysia, Senin (11/3) kemarin. Dubes RI di Kuala Lumpur Rusdi Kirana mengemukakan hal itu dalam jumpa pers di KBRI Kuala Lumpur. Saat jumpa pers, ia didampingi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal dan Ketua Diaspora Indonesia Chairul Anhar. Sebelumnya, Rusdi Kirana didampingi Dirjen Administrasi Hukum Umum Kemenkum HAM serta Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri menghadiri persidangan kasus Siti Aisyah di Mahkamah Tinggi Shah Alam, Selangor, Malaysia. Dalam persidangan tersebut, jaksa penuntut umum Muhamad Iskandar Bin Ahmad telah menyatakan nolle prosequi (penghentian penuntutan) dalam kasus Siti Aisyah sesuai Pasal 254 Kitab Hukum Acara Pidana Malaysia. ‘’Dengan pernyataan tersebut maka Siti Aisyah dengan sendirinya dibebaskan dari tuntutan dalam kasus ini. Selanjutnya KBRI Kuala Lumpur akan mengurus proses pemulangan Siti Aisyah ke Tanah Air,’’ katanya. Dia mengatakan pembebasan itu adalah puncak dari proses panjang upaya pemerintah Indonesia untuk membebaskan Siti Aisyah dari ancaman hukuman mati akibat dakwaan keterlibatan dalam pembunuhan terhadap warga negara Korea Utara Kim Jong-nam pada 13 Februari 2017. Siti Aisyah didakwa bersama seorang warga Vietnam Doan Thi Huong. ‘’Sejak Siti Aisyah ditangkap, Presiden (Joko Widodo) telah meminta dilakukan koordinasi antara Menteri Luar Negeri, Menkum HAM, Kapolri, Jaksa Agung dan Kepala Badan Intelijen Negara dalam rangka memberikan pembelaan dan mengupayakan pembebasan bagi Siti Aisyah,’’ katanya. (ant)
Bali Post/ant
MOTOGP - Presiden Joko Widodo didampingi CEO Dorna Carmelo Ezpeleta (tengah) dan Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation Abdulbar M Mansoer mencoba motor balap di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3) kemarin. Jokowi menyatakan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP 2021 di Mandalika, Nusa Tenggara Barat. (Berita di halaman 15)
Kemenhub Larang Pengoperasian Boeing 737-8 MAX
Bali Post/ant
TIBA – Menkum HAM Yasonna Laoly bersama Siti Aisyah setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (11/3) kemarin.
Jakarta (Bali Post) – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melarang terbang sementara pesawat Boeing 737-8 MAX di Indonesia. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana Pramesti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (11/3) kemarin, mengatakan langkah tersebut diambil terkait jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines berjenis Boeing 737-8 MAX. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa pesawat yang beroperasi di Indonesia dalam kondisi laik terbang dan menjamin keselamatan pen-
erbangan di Indonesia. ‘’Salah satu langkah yang akan dilakukan oleh Ditjen Perhubungan Udara adalah melakukan inspeksi dengan cara larang terbang sementara (temporary grounded), untuk memastikan kondisi pesawat jenis tersebut laik terbang (airworthy) dan langkah tersebut telah disetujui oleh Menteri Perhubungan,’’ kata Polana. Inspeksi akan dimulai secepatnya mulai 12 Maret 2019. Apabila ditemukan masalah pada saat inspeksi, maka pesawat tersebut akan dilarang terbang sementara sampai dinyatakan selesai oleh inspe-
ktur penerbangan. Sejauh ini, Polana mengatakan pengawasan untuk pengoperasian pesawat jenis Boeing 737-8 MAX sudah dilakukan sejak 30 Oktober 2018 lalu pascakecelakaan JT610, bilamana jika terjadi masalah atau temuan hasil inspeksi pesawat langsung dibekukan di tempat. Ditjen Perhubungan Udara terus berkomunikasi dengan Federal Aviation Administration (FAA) untuk memberikan jaminan bahwa seluruh pesawat Boeing 737–8 MAX yang beroperasi di Indonesia laik terbang. FAA telah menerbitkan Airworthiness Directive yang
juga telah diadopsi oleh Ditjen Hubud dan telah diberlakukan kepada seluruh operator penerbangan Indonesia yang mengoperasikan Boeing 737-8 MAX. Saat ini maskapai yang mengoperasikan pesawat jenis tersebut adalah PT Garuda Indonesia sebanyak satu unit dan PT Lion Air sebanyak 10 unit. FAA menyampaikan akan terus berkomunikasi dengan Ditjen Hubud sekiranya diperlukan langkah lanjutan guna memastikan kondisi airworthy (laik terbang) untuk Boeing 737-8 MAX. Ditjen Perhubungan Udara juga telah menerima pernyata-
an langsung dari Boeing Co. di mana pihak manufaktur menyampaikan akan memberikan keterangan terkini terkait hasil investigasi kecelakaan Ethiopian Airlines. Boeing Co. juga siap menjawab pertanyaan dari Ditjen Hubud tentang langkahlangkah yang perlu diambil untuk memastikan airworthy jenis pesawat terbang Boeing 737-8 MAX. Untuk itu, Polana mengimbau kepada seluruh maskapai penerbangan untuk mematuhi aturan yang berlaku, sebab keselamatan adalah hal yang utama dalam penerbangan. (ant)
DENPASAR
2
Selasa Umanis, 12 Maret 2019
Dituntut 10 Tahun, Warga Negara Malaysia Minta Bebas Denpasar (Bali Post)Setelah dituntut selama 10 tahun penjara atas dugaan kepemilikan 1.887 butir pil ekstasi, pria asal Malaysia, terdakwa Mohd Husaini Bin Jaslee, Senin (11/3)kemarin diberikan kesempatan mengajukan pledoi. Melalui penasihat hukumnya, I Ketut Dody Arta Kariawan, di hadapan majelis hakim dia menyebut bahwa unsur-unsur pidana yang didakwakan pada terdakwa tidak terpenuhi karena tidak pernah dilakukan terdakwa. Oleh karena itu, pihaknya memohon supaya majelis hakim membebaskan terdakwa dari segala tuntutan jaksa. “Kami mohon agar majelis hakim membebaskan terdakwa atau melepas dari segala dakwaan JPU,” ujar Dody di hadapan majelis hakim pimpinan I Dewa Budhi Watsara. Saat terdakwa diberikan kesempatan melakukan pembelaan tersendiri, terdakwa juga minta dibebaskan. Husaini menyangkal kepemilikan ekstasi tersebut. Menurutnya, ekstasi yang ada di dalam tas laptop adalah milik temannya yang diajak ke Indonesia. Dia menduga ribuan ekstasi itu dimasukkan temannya ke dalam tas laptopnya. Atas dasar itu, dia minta dibebaskan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, pria berkebangsaan Malaysia yang diadili atas perkara ekstasi ini, Kamis (28/2) lalu dituntut pidana penjara selama 10 tahun. JPU Purwanti menjerat terdakwa dengan Pasal 113 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana dalam dakwaan pertama. Selain dituntut pidana penjara selama 10 tahun, pria berkaca mata itu juga dipidana denda Rp 1,5 miliar subsider enam bulan kurungan. Terdakwa dibekuk atas dugaan penyelundupan ekstasi sebanyak 1.887 butir atau 588,37 gram dari Malaysia ke Bali. Dia dibekuk sesaat setelah mendarat di Bandara Ngurah Rai, Tuban. Saat itu Husaini bersama teman wanitanya, Nurasyqin Binti Ab Razak, tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Rabu (3/9) 2018 menggunakan pesawat Air Asia D7798 rute Kuala Lumpur-Denpasar. Mereka membawa masing-masing tas. Terdakwa membawa tas laptop warna hitam, sedangkan temannya membawa koper warna abu-abu. Saat diperiksa menggunakan X-ray, terdakwa hanya memasukkan koper ke mesin. Sedangkan tas laptop yang dibawa tidak dimasukkan namun tetap dijinjing dengan tangan kiri. Petugas imigrasi menegur. Dari gerak-gerik itulah ketahuan aksi terdakwa hingga akhirnya dibuntuti. Termasuk saat menuju salah satu penginapan. Namun saat itu dia kembali balik ke Malaysia lewat Jakarta. Hanya teman wanitanya diam di Bali. Akhirnya laptop terdakwa digeledah dan ditemukan tablet warna orange. Pihak Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai kemudian berkoordinasi dengan Polda Bali, hingga keluarlah DPO karena pemilik tidak ada di tempat. Hasil analisa intelijen, sekitar sepekan kemudian tepatnya tanggal 9 September 2018, Husaini bersama teman wanitanya itu kembali datang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta, Jakarta melalui pesawat Lion Air JT286. Begitu tiba di Terminal Kedatangan Internasional, keduanya langsung diamankan petugas Imigrasi setempat mengingat statunya yang sudah DPO. Dari interogasi saat itu, terdakwa Husaini yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini mengaku ke Indonesia dengan tujuan berbisnis, namun bisnis semacam apa tidak dijelaskan dengan pasti. Husaini juga berdalih tidak merasa memiliki seluruh BB ekstasi tersebut. Dia berkelit tak ada barang itu sebelumnya di tas laptopnya, saat semasih dia bawa. Namun dari rekaman CCTV, tak ada pihak atau orang yang menyentuh tas tersebut selain terdakwa Husaini. (kmb37)
Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
Tiga Terbaik akan Diwawancarai Gubernur
Denpasar (Bali Post) Seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Bali masih berlangsung. Sedikitnya ada 11 jabatan lowong yang membutuhkan pemimpin baru. Di antaranya, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Kepala Satpol PP, Sekretaris DPRD Bali, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Biro Hukum dan HAM, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, dan Kepala Biro Humas dan Protokol. Kabid Mutasi dan Promosi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali I Ketut Sukra Negara mengatakan, Senin (11/3) kemarin merupakan hari terakhir pelamar mengirim berkas. Hingga sore kemarin, total ada 74 pelamar atau peserta seleksi terbuka. Pelamar yang lolos seleksi administrasi rencananya diumumkan Selasa (12/3), hari ini. Berlanjut di tanggal 16-17 Maret akan dilakukan uji kompetensi oleh asesor pusat. Tanggal 18 Maret peserta seleksi sudah mulai membuat makalah dan 19 Maret rencananya dilakukan tes wawancara oleh Tim Pansel untuk mendapatkan tiga terbaik. Di antara 11 jabatan lowong, posisi Kepala Biro Hukum dan HAM serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan tercatat paling minim peminat bila dibandingkan jabatan lainnya. Yakni, hanya terisi masing-masing empat pelamar. Sementara jabatan yang cukup banyak peminat adalah Kepala Dinas Ketahanan Pangan serta Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, masing-masing 10 pelamar. Sisanya, Kepala Satpol PP sembilan pelamar, Kepala Dinas Perhubungan serta Karo Humas dan Protokol masing-masing delapan pelamar, Kepala Dinas Kebudayaan enam pelamar, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Sekretaris DPRD Bali, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa masingmasing lima pelamar. Kepala BKD Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana mengatakan, seleksi tidak hanya diikuti jajaran di lingkungan Pemprov Bali. Tapi ada pula dari kabupaten/kota dan akademisi perguruan tinggi. “Semuanya punya peluang yang sama. Tidak ada bayar-bayar, tidak ada yang sebelum testing sudah tahu pemenangnya, tidak ada. Pokoknya murni semua mempunyai peluang yang sama,” ujarnya. Menurut Lihadnyana, Tim Panitia Seleksi (Pansel) yang diketuai Sekda Provinsi Bali memiliki prinsip jujur, bersih, dan transparan. Tim Pansel terdiri dari unsur birokrasi (Sekda Provinsi Bali, Kepala BKD Provinsi Bali, dan Kepala Inspektorat Provinsi Bali), satu orang praktisi, serta tiga orang dari unsur akademisi. Para pelamar akan diseleksi untuk mendapatkan tiga terbaik di masing-masing jabatan pimpinan tinggi pratama. Hasil seleksi kemudian dilaporkan kepada Gubernur Bali, dan selanjutnya Gubernur akan melakukan wawancara. “Dulu kan tiga terbaik dipilih, sekarang kasi Gubernur untuk mewawancarai. Beliau yang mempunyai otoritas, karena tiga terbaik itu semuanya memenuhi syarat untuk dipilih oleh beliau. Tapi tentunya memilih itu kan atas dasar keyakinan beliau juga,” jelasnya. (kmb32)
Topik :
pergub atur obat tradisional bali
Bali Post/eka
PASAR BADUNG - Seorang pedagang menurunkan barang dagangan dari angkutannya di Pasar Badung, Denpasar, Senin (11/3) kemarin.
KPU Bali Susun Daftar Pemilih Tambahan Denpasar (Bali Post) -
KPU Provinsi Bali kini sedang dalam tahapan untuk penyusunan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Yakni pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), namun karena kondisi tertentu melakukan pindah memilih ke TPS di luar tempatnya terdaftar. Komisioner KPU Bali I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya mengatakan hal itu, Senin (11/3) kemarin. ‘’Selasa (12/3) hari ini, teman-teman di kabupaten/ kota menggelar pleno terbuka penetapan dan rekapitulasi DPTb di kabupaten/kota masing-masing,’’ imbuhnya. Selain menyusun DPTb, lanjut Agus Darmasanjaya, KPU provinsi dan kabupaten/ kota juga melakukan pemetaan Daftar Pemilih Khusus (DPK). Yakni masyarakat
yang memenuhi syarat sebagai pemilih namun tidak terdaftar di DPT maupun DPTb. DPK menyalurkan hak pilih pada pukul 12.00-13.00 Wita di TPS dengan membawa KTP elektronik. ‘’Selain melakukan dua kegiatan tersebut, KPU juga melakukan kegiatan rutin tahunan yaitu perbaikan DPT. Dalam perbaikan DPT ini, kami
melakukan tiga hal. Pertama, kami melakukan pencoretan terhadap pemilih-pemilih yang sudah dinyatakan TMS (tidak memenuhi syarat - red) lagi,’’ jelasnya. Kedua, imbuh Agus Darmasanjaya, melakukan perbaikan terhadap elemen data masing-masing pemilih yang invalid. Misalnya salah memasukkan NIK, salah ketik nama, dan lainnya. Ketiga, pihaknya juga bisa menambahkan pemilih baru yang tidak terdaftar di DPT maupun DPTb sepanjang ada rekomendasi dari Bawaslu. ‘’Terkait dengan pencoretan pemilih TMS itu banyak penyebabnya. Mungkin sudah
meninggal dunia, bisa jadi yang bersangkutan berganti status dari sipil menjadi TNI/ Polri, bisa jadi pindah domisili, atau yang bersangkutan adalah WNA (warga negara asing - red),’’ papar mantan Ketua KPU Jembrana ini. Berkaitan dengan WNA, Agus Darmasanjaya mengaku sudah melakukan perbaikan DPT terkait dengan WNA yang potensi masuk ke DPT. Data sementara dari KPU RI, ada 34 WNA yang berpotensi masuk ke DPT. Data tersebut sudah didistribusikan ke kabupaten/kota untuk dikoordinasikan dengan Dinas Dukcapil dan Panwaslu setempat. (kmb32)
Topik :
Bali Post/kmb32
Agus Darmasanjaya
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Dikira Tentara, Penganiaya Pasutri Dilepas Warga Denpasar (Bali Post) Kasus penganiayaan pasangan suami-istri (pasutri) Hoo Sigit Pramono (58) dan Dian Indah Permatasari (57) di Perumahan Polri Abian Timbul di Jalan Imam Bonjol No.326 B6-B7, Denpasar Barat (Denbar) dalam waktu singkat terungkap dan dilaksanakan prarekonstruksi, Minggu (10/3) lalu. Dalam prarekonstruksi tersebut, terungkap tersangka Mohamad Chusen (36) sempat diamankan warga tetapi dilepas karena dikira anggota TNI. Pasalnya, pelaku mengaku mau lapor ke Kodam. ‘’Salah satu warga bernama Umar mengira pelaku anggota TNI, makanya dilepas. Padahal itu cuma akal-akalan pelaku,’’ kata sumber, Senin (11/3) kemarin. Pada prarekonstruksi tersebut, menurut sumber yang enggan disebut identitasnya ini, diperagakan 14 adegan. Untuk kedua korban digantikan petugas. Adegan pertama yaitu saat pelaku mengambil sebilah pisau dapur
dan sebatang bambu dari tempat proyek. Selanjutnya, dia berangkat ke TKP. Setibanya di sana, pelaku memarkir sepeda motornya di depan proyek bangunan berlantai tiga. ‘’Pisau dan bambu tersebut disembunyikan di rerumputan di samping sepeda motornya. Pelaku minta masker kepada buruh di proyek bangunan tersebut,’’ ungkapnya. Setelah itu, pelaku asal Jombang, Jawa Timur ini berjalan kaki menuju rumah korban. Setibanya di TKP, pelaku menaruh pisau dan sebatang bambu di depan rumah korban. Pelaku berteriak-teriak memanggil korban sambil menggoyang-goyangkan pagar rumah. ‘’Mendengar ada yang memanggil namanya, korban langsung keluar dan menghampiri pelaku. Melihat korban datang, pelaku langsung mengambil pisau,’’ tegas sumber tersebut. Tanpa basa-basi lagi pelaku langsung menusuk korban sebanyak dua kali, yaitu di bagian perut dan dada.
Setelah korban jatuh di lantai, pelaku mengambil sebatang bambu. Beberapa menit kemudian Dian keluar dari dalam rumah dan berteriak minta tolong saat melihat suaminya tergeletak bersimbah darah. Pelaku tidak tinggal diam, dia langsung memukul Dian menggunakan bambu tersebut. ‘’Penusukan dan pemukulan tersebut terlihat pada adegan ke-9 dan 11,’’ ujarnya. Teriakan Dian tersebut didengar oleh Umar (22), buruh proyek di depan rumah korban. Umar menuju ke TKP dan langsung memegang pelaku, kemudian menyeret pelaku agar jauh dari korban. Tujuannya supaya pelaku tidak menganiaya korban lagi. Saat dipegang oleh Umar, pelaku bilang akan melaporkan kejadian tersebut ke Kodam. Mendengar hal itu, Umar mengira pelaku anggota TNI. Hal itu membuat Umar takut sehingga pelaku langsung dilepas. ‘’Keterangan pelaku masih didalami penyidik. Selain itu, kuat dugaan ada unsur perencanaan-
nya,’’ kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan. Sebelumnya, kasus penganiayaan terjadi di Perumahan Polri Abian Timbul di Jalan Imam Bonjol No.326 B6-B7, Denpasar Barat (Denbar), Selasa (26/2) lalu. Pasangan suami-istri (pasutri) Hoo Sigit Pramono dan Dian Indah Permatasari (57) ditusuk dengan pisau serta dipukul menggunakan bambu. Akibat kejadian tersebut, Sigit meregang nyawa setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit dan kejadian ini baru dilaporkan ke Polsek Denbar, Jumat (8/3) lalu. Setelah menerima laporan kasus tersebut, tim gabungan Polsek Denbar dan Resmob Polresta Denpasar dipimpin Kanit I Iptu Made Yudistira melakukan penyelidikan. Hasil olah TKP dan keterangan saksisaksi, terungkap pelakunya yaitu Mohamad Chusen (36). Tersangka Chusen ditangkap di kampungnya di wilayah Jombang, Jawa Timur, Sabtu (9/3). (kmb36)
”Diksa Pariksa’’ di Zaman Milenial Lahirkan Sulinggih Berkualitas
Ida Adi Diksita Wang Bang Pinatih Lulus Amat Memuaskan PELAKSANAAN Diksa Pariksa Ida Adi Diksita Wang Bang Pinatih (Dr. Jero Mangku Ngurah Gede Made Subagia, S.H., M.Fil.H.) dan Ida Adi Diksita Istri (Jero Mangku Istri Desak Made Dewi Arwati) dilaksanakan di Geria Agung Arya Wang Bang Pinatih, Banjar Tegallinggah, Desa Pakraman Padangsambian, Denpasar Barat, Minggu (10/3) lalu. Pelaksanaan Diksa Pariksa ini berlangsung amat lancar dengan hasil predikat ‘’Amat Memuaskan’’. Ketua Dharma Upapati PHDI Kota Denpasar Ida Rsi Bhujangga Lokanatha bersama Tim Diksa Pariksa PHDI Kota Denpasar yang dipimpin langsung oleh I Nyoman Kenak beserta I Made Arka, S.Pd., M.Pd. sebagai Sekretaris Tim dan Ir. I Putu Astawa, M.Si. serta I Made Suarta, S.E., M.Fil.H. sebagai anggota Tim Diksa Pariksa yang pada saat itu sepakat memberikan hasil atas Diksa Pariksa dengan hasil amat memuaskan. Ketua PHDI Bali Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. yang hadir pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada keluarga besar Pasemetonan Arya Wang Bang Pinatih, baik dari desa sampai dengan tingkat Provinsi Bali atas kekompakan untuk melahirkan konsep penuntun umat yang saat ini semakin banyak. Salah satunya
DIKSA PARIKSA - Ida Adi Diksita Wang Bang Pinatih (nomor tiga dari kiri) bersama Ketua Dharma Upapati PHDI Kota Denpasar usai Diksa Pariksa, Minggu (10/3) lalu. dengan cara diksa pariksa seperti ini. Diharapkan ke depan Ida Adi Diksita Wang Bang Pinatih menjadi panutan umat di zaman milenial saat ini, meng-
ingat usia beliau masih muda. Sementara itu, Ida Adi Diksita Wang Bang Pinatih usai diksa pariksa menyatakan amat lega setelah acara
berlangsung dengan tertib dan lancar, walau dengan banyak pertanyaan yang amat berkualitas dari Tim Diksa Pariksa PHDI Kota Denpasar. Pada kesempatan itu, Ida Adi Diksita menyampaikan rasa hormat atas dukungan dari segenap komponen Desa Adat Padangsambian, Desa Adat Cacab Jangkahang Tabanan, Desa Adat Sempidi, Desa Adat Bebali Tabanan, Banjar Tegallinggah Padangsambian dan Banjar Tegal Angkangan Tegal Badung yang memberi dukungan penuh serta pasemetonan keluarga Arya Wang Bang Pinatih seluruh Bali, Mahakerta Warga, Dhanghyang Bang Manik Angkeran Sidimantra Provinsi Bali, Pasemetonan Arya Tangkas Tegeh Kori Agung Desa Padangsambian dan Keluarga Besar Siwa Murti Bali. Pangrajeg Karya Drs. I Putu Eka Merthawan, M.Si. menyampaikan, acara selanjutnya setelah diksa pariksa, pada 19 Maret 2019 acara Nyeda Raga, 20 Maret 2019 Pandiksan-Matapak, 23 Maret 2019 Ngalinggihang Puja dan Weda. Pangrajeng karya juga menyampaikan, yang saat itu memberi dukungan adalah Ida Pedanda Nabe Napak, Nabe Waktera, Nabe Saksi serta 15 sulinggih, 200 pemangku dan 1000 krama serta undangan. (ad261)
Selasa Umanis, 12 Maret 2019
BADUNG
3
KPU Gencarkan Sosialisasi Pemilu di Lapas Kerobokan
SOSIALISASI - Sosialisasi Pemilu 2019 yang dilaksanakan di Lapas Kerobokan, Senin (11/3) kemarin.
Bali Post/edi
Lagi, Puluhan Pohon Perindang di Canggu Mati Mendadak
Mangupura (Bali Post) Mobilitas keluar masuk narapidana yang cukup tinggi, membuat KPU gencar melakukan sosialisasi pemilu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan. Melalui sosialisasi tersebut, KPU ingin memastikan warga binaan lapas tersebut memahami berbagai tahapan pemilu, khususnya pemungutan suara pada 17 April mendatang. Seperti yang dilakukan Senin (11/3) kemarin, KPU Bali bersama dengan KPU Badung melakukan sosialisasi di Lapas Kerobokan. Menurut Divisi Hukum KPU Provinsi Bali Anak Agung Gede Raka Nakula, ini merupakan bagian dari strategi untuk mensosialisasikan pelaksanaan Pemilu 2019. Dalam pemilu kali ini pihaknya bersama KPU Badung melakukan sosialisasi terkait salah satu segmen yang disasar yaitu kaum marginal. ‘’Di Lapas Kerobokan, mobilitas cukup tinggi. Ada yang bebas, ada yang baru masuk, sehingga sosialisasi ini sangat penting,’’ jelasnya. Saat sosialisasi, seluruh warga binaan Lapas Kerobokan diberikan pemahaman mengenai tahapan dalam memilih maupun terkait surat suara yang akan diterima. Warga binaan juga diberikan pemahaman bahwa pada saat
pemilu nanti mereka tidak serta merta akan menerima lima surat suara karena ini berkaitan dengan yang akan pindah memilih. Berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT), di Lapas Kerobokan akan ada satu TPS. Sambil menunggu pemutakhiran data pemilih, pihaknya mendata adanya tambahan untuk Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) untuk pemungutan suara nanti. DPT di Lapas Kerobokan saat ini 300 orang yang berasal dari Kabupaten Badung. Dari acuan, diperkirakan akan ada tambahan dua TPS lagi. Karena dari awal pemutakhiran DPT, ketika ada DPTb akan ditetapkan, maka akan dicanangkan lagi sebanyak dua TPS. Diakuinya, tingkat partisipasi pemilih di Lapas Kerobokan sangat tinggi. Warga binaan sangat antusias menggunakan hak pilihnya. Sementara itu, Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Kerobokan Budi Utami mengatakan, menggerakkan partisipasi warga binaan lapas dalam pemilu sangatlah penting. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah sosialisasi. Untuk melakukan sosialisasi, pihaknya akan kembali menggandeng KPU. ‘’Nanti kita akan lakukna jemput bola ke wismawisma,’’ ucapnya. (kmb23)
DLHK Curiga Ada Faktor Kesengajaan Mangupura (Bali Post) -
Puluhan pohon perindang ditemukan mati mengering di kawasan Jalan Raya Canggu, Kecamatan Kuta Utara. Dari penelusuran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kabupaten Badung, dicurigai ada unsur kesengajaan dalam kejadian ini. Menurut Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan, Senin (11/3) kemarin, sebanyak 25 pohon perindang ditemukan dalam kondisi sudah mengering. Namun pihaknya belum mengetahui pasti penyebab matinya pohon jenis angsana tersebut. ‘’Kami menduga ada unsur kesengajaan. Hari ini (kemarin - red)
petugas telah turun ke lokasi melakukan penebangan, karena sudah mati dan berisiko rebah,’’ katanya. Menurutnya, kasus serupa terjadi Agustus 2018. Saat itu, sebanyak 37 pohon perindang yang mati mendadak. Dugaan ada unsur kesengajaan semakin kuat lantaran dedaunan mengering bersamaan. Malah
ada beberapa pohon yang berusia sekitar 10 tahun sudah gundul. Eka Merthawan menduga matinya pohon angsana di kawasan Jalan Raya Canggu saat ini ada kaitannya dengan kejadian sebelumnya. Pihaknya akan menelusuri masalah ini untuk mencari tahu penyebab pasti matinya pohon perindang tersebut.
Selain melakukan penebangan pohon yang telah mati di Jalan Raya Canggu, petugas DLHK Badung juga melakukan penebangan pohon di beberapa titik ruas jalan protokol. Eka Merthawan menyatakan, penebangan tersebut guna mengantisipasi bencana akibat pohon tumbang. Apalagi saat ini sekitar 25 persen pohon perindang di Badung masuk kategori berisiko tumbang, baik karena faktor usia maupun berdekatan dengan jaringan kabel. (kmb23)
Bali Post/ist
PERINDANG - Petugas DLHK Badung memotong pohon perindang di kawasan Canggu.
Ditembak, Pembobol Puluhan SD di Badung Masih Dikaji, Pemasangan ”Traffic Light” Simpang Unud Selatan
Mangupura (Bali Post) Dinas Perhubungan Kabupaten Badung masih mengkaji rencana penempatan traffic light di simpang selatan Udayana atau persimpangan Jalan Raya Kampus Unud-Jalan Goa Gong, Jimbaran. Dalam kajian akan diukur berbagai faktor termasuk kelancaran lalu lintas, volume kendaraan hingga tingkat kerawanan kecelakaan. Menurut Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Tofan Priyanto, kajian mendalam dari berbagai aspek harus dilakukan sebelum traffic light dipasang. ‘’Kalau untuk pemasangan traffic light, tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Untuk satu traffic light
kita akan mengkaji mulai dari tingkat kelancaran lalu lintas, volume kendaraan dan kerawanan kecelakaan,’’ jelasnya belum lama ini. Faktor kelancaran lalu lintas dimaksud adalah semua kendaraan yang melintas di persimpangan jalan tersebut tidak mengalami penumpukan. Tidak hanya itu, tingkat kerawanan kecelakaan juga menjadi perhatian serius. Sementara untuk volume kendaraan yang melintas di atas 75 kendaraan, sudah bisa dipasangi traffic light. ‘’Kajian lain seperti kebebasan jarak pandang yang kurang dan kondisi geografis juga perlu mendapat perhatian,’’ terangnya. Tofan mengakui, pemasangan traffic light di sim-
pang Unud selatan tersebut bisa dilakukan sesegera mungkin dan masuk dalam skala prioritas. Namun dia kembali menegaskan bahwa kajian mendalam sangat diperlukan. Sebab traffic light sejatinya untuk mengurai persoalan yang terjadi di lapangan, bukan sebaliknya justru menimbulkan persoalan. Dijelaskannya lebih lanjut, pemasangan traffic light di beberapa persimpangan jalan di Badung sudah diajukan Dinas Perhubungan. Namun, di beberapa persimpangan seperti simpang Pasar Mambal, simpang Beringkit, simpang Pandawa dan lainnya belum bisa direalisasikan tahun ini karena keterbatasan anggaran. (kmb23)
Bali Post/rah
DIAMANKAN - Pembobol puluhan SD di Badung yang berhasil diamankan polisi.
Mangupura (Bali Post) Sepak terjang I Gusti Rai Sugiartha (30) dalam dunia kejahatan berakhir di balik jeruji besi. Pelaku pencurian di puluhan Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kabupaten Badung ini ditangkap saat mengendarai mobil di Jalan Raya Kwanji, Dalung, Jumat (8/3) lalu. Karena melawan, polisi terpaksa menembak kaki kiri Sugiartha. ‘’Tindakan tegas terukur terpaksa kami lakukan karena pelaku melawan saat ditangkap,’’ kata Kasatreskrim Polres Badung AKP Made Pramasetia, Senin (11/3) kemarin. Dalam aksinya, pelaku mengendarai mobil dan membawa linggis sebagai alat mencongkel pintu. Saat diinterogasi, pelaku mengaku melakukan aksinya sebanyak 23 kali di wilayah Badung. ‘’Sasarannya khusus sekolah dasar. Barang yang diambil dominan komputer dan printer,’’ ujarnya. Awalnya polisi menerima laporan kasus pencurian di SD 1 Mengwitani. Pelapornya Kadek Deby Andika (27), guru SD tersebut. Akibat kejadian itu, pihak sekolah kehilangan dua unit komputer dan PC merek HP.
Berdasarkan laporan tersebut, Tim Opsnal Polres Badung dipimpin Kanit I Satreskrim Ipda Ferlanda Oktora melakukan penyelidikan. Pada Jumat pukul 03.00 Wita, pelaku melintas di Jalan Raya Kwanji, Dalung, mengendarai mobil Toyota Avansa. Polisi langsung meringkusnya. Saat diinterogasi, pelaku mengaku melakukan aksinya 23 kali di wilayah Badung. Di Kecamatan Abiansemal ada 9 SD yang dibobol, di Mengwi dia menyatroni 10 SD dan di Kuta Utara membobol 4 SD. Oleh pelaku yang beralamat di wilayah Desa Dalung Kaja, Kuta Utara ini, barang curian itu dijual kepada Bagus Ferdian Hidayatulloh (28) yang beralamat di Jalan Tukad Buaji, Denpasar Selatan. ‘’Bagus sudah kami amankan. Dia merupakan penadah dan punya toko komputer di Rimo,’’ ungkapnya. Terkait kasus ini, polisi mengamankan barang bukti mobil Avanza dan Suzuki, linggis, tujuh komputer, PC merk HP dan enam unit keyboard. ‘’Kasus ini masih dikembangkan. Nanti pengungkapan kasus ini kami rilis,’’ ujar AKP Pramasetia. (kmb36)
Bupati Badung Hadiri HUT ST Dharma Yowana Banjar Selat Ingatkan Sekaa Teruna Harus Aktif dan Kreatif
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta memiliki komitmen yang besar untuk memajukan sekaa teruna di Kabupaten Badung. Banyak program dan kebijakan yang telah dan sedang dilakukan. Mulai dari pendidikan, hingga kebutuhan kegiatan bagi sekaa teruna siap difasilitasi. Bupati Giri Prasta mengajak sekaa teruna untuk tetap bersatu dan harus aktif, kreatif dan adektif atau berani berkomunikasi di manapun dan mampu mengambil keputusan. Hal tersebut disampaikan Bupati Giri Prasta saat menghadiri HUT ke-20 Sekaa Teruna Dharma Yowana,
Banjar Selat Anyar, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Minggu (10/3) malam. Hadir mendampingi Bupati, anggota DPRD Badung IB Sunartha, tokoh masyarakat IGN Alit Kesuma Kelakan dan I Bagus Alit Sucipta serta Camat Abiansemal IGN Suryajaya. Giri Prasta menyebutkan, di bidang pendidikan, Pemkab Badung tahun lalu telah menyekolahkan 20 generasi muda berprestasi ke luar negeri. Tujuannya, setelah selesai kuliah di luar negeri, ilmu yang didapat digunakan untuk memajukan pembangunan Badung agar lebih baik. Generasi muda atau milenial
yang mempunyai keahlian khusus juga siap direkrut untuk menjadi tenaga kontrak di Pemkab Badung. Kebutuhan sekaa teruna baik itu perangkat gong, sarana olahraga termasuk alat musik siap difasilitasi dan dibantu Pemkab Badung. ‘’Ini kami lakukan sebagai upaya mendekatkan diri dengan sekaa teruna,’’ terangnya. Ketua Panitia Wayan Edi melaporkan, berbagai kegiatan telah dilaksanakan menyambut HUT ST Dharma Yowana. Kegiatan tersebut seperti memancing air deras dan pawai ogoh-ogoh. Biaya kegiatan diambil dari kas sekaa teruna.
Kehadiran Bupati Giri Prasta di Selat disambut penampilan angklung PKK Banjar Selat Anyar serta tari maskot Desa Selat. Puncak acara diisi pemotongan tumpeng dan penyerahan dana motivasi oleh Bupati kepada Sekaa Teruna Dharma Yowana. (ad262) HADIRI HUT - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri perayaan HUT ke-20 Sekaa Teruna Dharma Yowana, Banjar Selat Anyar Desa Selat Kecamatan Abiansemal, Minggu (10/3) lalu.
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L
Empat Mahasiswa Jepang Ikut Rayakan Nyepi di Bali PENGALAMAN sangat unik dan menarik yang bisa menjadi satu-satunya pengalaman istimewa selama hidup mereka, dirasakan oleh empat orang warga asing asal Jepang. Ya, empat mahasiswa Universitas Tottori Jepang ikut merayakan hari raya Nyepi, selama dua pekan kunjungan mereka ke Pulau Dewata ini. Tentu merayakan Nyepi menjadi hal yang istimewa bagi mereka. Keempat mahasiswa Jepang ini adalah Mana Ikebe dan Rio Okajima yang merupakan mahasiswi Fakultas Pertanian, serta Ryoya Nasu dan Aimi Matsumoto yang kuliah di Teknik Mesin. ‘’Sehari penuh kami di rumah. Suasana sunyi, hening, tidak ada kendaraan. Tidak boleh keluar serta suasananya gelap,’’ ujar Ryoya Nasu. Kondisi itulah dinilai unik dan istimewa oleh keempat mahasiwa asal Jepang itu, yang juga merupakan volunteer atau sukarelawan di tempat kursus Bahasa Jepang gratis Mataken Gakko. Bagi mereka yang baru pertama kali ke Bali dan menemui kondisi yang langka bagi mereka ini, mengikuti pelaksaan Nyepi tidak merasa kesulitan, bosan atau tidak kerasan. Sehari sebelum Nyepi, atau pada malam pangerupukan, walau agak ketakutan namun mereka mengaku sangat menikmati parade ogoh-ogoh. ‘’Saya agak takut juga karena wajahnya seram. Tetapi
BERTEMU - Mahasiswa Universitas Tottori bertemu pihak Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar saat menjadi relawan di Mataken Gakko. musiknya dinamis,’’ komentar Mana Ikeba. Sementara sebagai sukarelawan yang mengajar Bahasa Jepang di Matakeng Gakko, mereka melakoninya dengan semangat. Tak ketinggalan, selama di Bali, sebagai turis mereka tentu saja mengunjungi beberapa daerah pariwisata. Di antaranya Kuta dan Sanur. Kebetulan mereka suka berenang. Jadilah dua tempat ini sebagai tujuan favorit. Selain itu, Ubud, Rice Terras Ceking, Monkey Forest, Uluwatu dan Tanah Lot juga mereka nikmati keindahannya. Disinggung soal makanan, keempatnya kompak menjawab tidak ada masalah. Mer-
eka sangat suka nasi goreng, bakso dan bahkan babi guling. Menurut supervisor mereka, Jpji Sugimoto, mereka setiap tahun mengadakan kunjungan dengan beberapa sukarelawan untuk mengajar di Mataken Gakko. Sebelumnya juga mereka berkunjung ke Konsulat Jepang di Denpasar. Pihak konsulat sangat mendukung dan mengapresiasi program ini. Sementara pemimpin Mataken Gakko, I Gusti Kompyang Pujawan, mengatakan sukarelawan institusi ini datang dari berbagai kalangan mulai dari akademisi, profesional, pensiunan dan masih banyak lagi. (ad263)
Senator RI Hadir Bersama Raja Tabanan di PN Tabanan
P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
DPD-RI Minta Pengadilan dan Catatan Sipil Tidak Persulit Hak Masyarakat untuk Berganti Gelar DI SAAT reses DPD-RI dalam masa sidang Maret 2019 ini, Senator DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III berkenan menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Tabanan terkait dengan pengajuan pergantian nama warih Ida Batara Arya Kenceng yakni dari status nyineb wangsa ke status pregusti. Dalam sidang tampak hadir Raja Tabanan Ida Cokorda Anglurah Tabanan serta Ida Pedanda Keniten (Geria Timpag) sebagai saksi di persidangan. Dan kehadiran Senator Gusti Wedakarna untuk menindaklanjuti hasil rapat DPD-RI di Kantor Gubernur Bali beberapa waktu lalu bersama Kepala Dinas Catatan Sipil se-Bali yang membahas tentang proses teknis jika ada warga Hindu Bali yang berganti gelar. Ditemui usai sidang pengadilan, Senator Arya Wedakarna (AWK) memberikan apresiasi kepada hakim Luh Sasmita Dewi, S.H., M.H. yang telah memimpin sidang dengan baik. ‘’Saya memperhatikan sidang, yang telah berjalan dengan baik dan lancar. Konteksnya membantu masyarakat, mengayomi dan tentunya menegakkan keadilan. Dan ini sesuai dengan Pancasila ke-5. Memang secara aturan, ini adalah proses yang harus dijalankan, amanat UU. Kadang di lapangan kita temukan ada oknum di pemerintahan yang mempersulit. Ini yang harus diluruskan agar hak warga negara menjadi terayomi. Masalah pergantian nama atau gelar adalah hak warga negara,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia pun menilai bahwa di Bali masalah pergantian nama atau gelar lebih disebabkan adanya petunjuk leluhur, dan sepatutnya proses yang diajukan oleh masyarakat mendapatkan pengayoman yang baik. ‘’Dalam pertemuan di Kantor Gubenur waktu itu, di hadapan pejabat Catatan Sipil se-Bali saya sudah minta agar jangan sampai ada oknum petugas Capil yang terlalu jauh masuk ke ranah sejarah seseorang. Misalkan ada warga Hindu yang leluhurnya nyineb wangsa sehingga hanya menggunakan nama Gede, Wayan, Putu, Nyoman, Kadek, Ketut dan karena petunjuk leluhurnya mereka harus berganti dengan gelar wangsa ksatria seperti
Selasa Umanis, 12 Maret 2019
Pengurus Baru ’’Majaya-jaya’’
Ingin Jadikan Perdiknas sebagai ’’Tujuan’’ Bukan ’’Pilihan’’ JAJARAN pengurus baru Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar melaksanakan prosesi upacara majaya-jaya di Perdiknas Denpasar, Senin (11/3) kemarin. Sebagai Ketua Perdiknas Denpasar saat ini dijabat oleh Dr. A.A. Ngr. Eddy Supriyadinata Gorda. Posisi Sekretaris diisi oleh Wayan Sri Maitri, S.E., M.M. dan Bendahara Ketut Gede Sri Diwya, S.T., M.Int.Bus., M.Int.Tech. Mereka menggantikan jajaran pengurus sebelumnya yakni Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. (Ketua), Dr. AAA Ngr. Sri Rahayu Gorda, S.H., M.M., M.H. (Sekretaris), dan Dr. Nyoman Sri Subawa (Bendahara). Dua di antaranya yakni Tini Gorda dan Sri Subawa tampak hadir dalam upacara majaya-jaya kemarin. Sri Subawa kini dipercaya menjabat Rektor Undiknas. Selain itu, hadir pula pendiri utama Perdiknas Denpasar Drs. Ketut Sambereg dan Nyoman Kundri, Rektor Undiknas periode sebelumnya Prof. Gede Sri Darma, DBA. serta Kepala SMP Nasional dan Kepala SMK Teknologi Nasional. Usai majaya-jaya dilakukan penandatanganan berita acara serah terima jabatan yang disaksikan Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa. Ketua Perdiknas periode sebelumnya juga menyerahkan Renstra dan Statuta kepada Ketua Perdiknas yang baru. ‘’Saya menjadi Ketua Perdiknas relatif dimudahkan karena Renstra dan Statuta terbaru sudah dibuat dan disahkan. Itu adalah rel buat saya untuk berjalan. Jadi, saya dan tim Perdiknas tinggal mengikuti. Kalau tidak mampu, kita akan membuat alternatif-alternatif kebijakan,’’ ujar Ketua Perdiknas Denpasar Dr. A.A. Ngr. Eddy Supriyadinata Gorda. Menurut Eddy Supriyadinata, pergantian pengurus tidak berarti pengurus baru memulai dari nol lagi. Terlebih, Perdiknas merupakan organisasi yang telah eksis berdiri sejak 50 tahun silam. Memulai dari nol, justru menandakan organisasi ini tidak berkembang. Bangunan fisik yang sudah berdiri
TANDA TANGANI - Ketua Perdiknas Denpasar Dr. A.A. Ngr. Eddy Supriyadinata Gorda bersama Ketua Perdiknas sebelumnya Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. saat menandatangani berita acara serah terima jabatan yang disaksikan Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa. dengan bagus hanya tinggal diperbaiki. Kemudian sumber daya yang ada pada unit-unit Perdiknas seperti Undiknas, SMP Nasional, dan SMK Teknologi Nasional tinggal di-upgrade ke depannya. Sebagai langkah pertama, pihaknya akan menyiapkan laboratorium komputer yang representatif di SMK Teknologi Nasional, pekan depan. ‘’Itu saja yang saya lakukan agar SMP, SMK, bisa seperti Undiknas, yakni menjadi ‘Tujuan’, bukan ‘Pilihan’,’’ jelasnya. Eddy Supriyadinata menambahkan, jajaran pengurus sebelumnya termasuk mantan Rektor Undiknas tetap akan dimintai sumbangan pemikiran untuk lebih memajukan Perdiknas. Termasuk mengenai PR untuk menghidupkan kembali SMA Nasional, serta tantangan terbesar untuk menciptakan sumber pendapatan di luar SPP. Setelah 10 tahun menjabat Ketua Perdiknas Denpasar, Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda menitip pesan kepada pengurus baru lewat Renstra dan Rencana Operasional yang sudah diserahkan. Utamanya menjadikan Perdiknas sebagai ‘’Tujuan’’, bukan ‘’Pilihan’’.
‘’Jadi, Perdiknas ini dengan seluruh unitnya akan menjadi tujuan masyarakat Bali, nasional, bahkan internasional untuk bagaimana mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan,’’ ujarnya. Tini Gorda menambahkan, kualitas pengurus dalam mengelola lembaga pendidikan menjadi penting di era revolusi industri 4.0 ini. Namun, pihaknya meyakini pengurus baru tidak akan kesulitan untuk mengembangkan Perdiknas. Berbeda saat 2007 silam, ketika pendiri utama Perdiknas Prof. Gorda meninggal dunia. Pengurus pada saat itu harus bisa melawan kebesaran nama Prof. Gorda bahwa generasi kedua mampu menjalankan Perdiknas dengan baik tanpa ada sesuatu yang bisa menurunkan kepercayaan masyarakat. Terbukti dalam 10 tahun terakhir, kesuksesan Undiknas di bawah kepemimpinan Sri Darma mampu mengangkat nama Perdiknas. Selain itu, SMP Nasional juga ditunjuk sebagai pilot project sekolah keluarga oleh Kemendikbud RI, dan SMK Teknologi Nasional telah mampu bersaing di usia yang baru 10 tahun. (ad260)
Made Urip Tanamkan 4 Pilar Kebangsaan di Desa Pakraman Tabanan Bangkitkan Wawasan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Krama Adat
WARIH DALEM - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Raja Tabanan dan Ida Pedanda Keniten di PN Tabanan. pregusti, predewa, Anak Agung atau Cokorda. Bagi saya selama ada fakta sejarah, dokumen valid dan saksi pendukung dari puri atau geria, ya… silakan saja. Ini hak WNI, apalagi jika ada alasan niskala karena kabebrehan terkait kesehatan atau umur, ya… negara harus membantu. Tapi di persidangan tentu harus ada bukti yang benar dan saksi yang paham,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga Sekjen Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori Bali. Lalu bagaimana jika ada pihak lain yang mempertanyakan tentang gelar, silsilah dan swadharma seseorang menurut ketentuan hukum. ‘’Jika di Bali ini, ada seseorang yang sudah mawali ke purusa jati dan sudah sah secara hukum berganti gelar, tapi jika ada pihak lain mempertanyakan bahkan memfitnah pribadi atau keluarga, maka itu sudah masuk ke ranah pidana, termasuk jika ada aparat pemerintah dalam hal ini, misalnya, oknum petugas di desa dan Capil yang ingin mencampuri urusan seseorang terlalu jauh maka itu bisa dilaporkan secara pidana. Ini perlu kami luruskan, karena banyak laporan masuk ke DPD
bahwa masih banyak semeton kita yang memiliki gelar baru tapi masih mengalami diskriminasi. Bahkan ada juga oknum yang berasal dari puri atau geria yang merasa tidak terima ada masyarakatnya yang memiliki gelar yang sama dengan mereka. Itu yang harus diluruskan, bahwa mari bersatu di bawah payung Hindu Dharma. Masalah nama dan gelar itu adalah hak dan di hadapan Tuhan semua manusia itu sama,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Sebelum meninggalkan PN Tabanan, Shri Arya Wedakarna juga menyampaikan apresiasi atas perkenannya Raja Tabanan dan Ida Pedanda menjadi saksi di pengadilan. ‘’Saya terharu melihat Raja dan Bhagawanta hadir membantu masyarakatnya. Inilah sesungguhnya figur raja dan sulinggih yang kita harapkan, dekat dengan rakyat dan sekalipun beliau-beliau para abhiseka duduk di kursi saksi, tapi beliau-beliau berkenan. Hormat tiang selaku pribadi dan sebagai anggota DPD-RI pada Puri Agung Tabanan dan juga Geria Timpag,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang panglingsir Puri Tegeh Kori ring Badung ini. (ad269)
SOSIALISASI 4 Pilar Kebangsaan kembali digalakkan anggota DPR-RI selaku anggota Badan Anggaran (Bangar) MPR-RI, Drs. I Made Urip, M.Si. Kali ini yang disasar adalah ratusan krama adat se-Desa Pakraman Kota Tabanan, Minggu (10/3) lalu. Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digelar saat simakrama wakil rakyat sejuta traktor itu juga didampingi Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali yang juga Caleg DPRD Bali dapil Tabanan di nomor urut 4 dari PDI Perjuangan I Made Supartha, S.H. dengan narasumber Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa, S.IK. Hadir juga dalam acara tersebut adalah Bandesa Pakraman Tabanan I Gusti Gede Ngurah Siwa Genta bersama ratusan krama desa di Kota Tabanan. Seperti biasanya, sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digencarkan oleh Made Urip di seluruh daerah tersebut, sangat dinantikan oleh para krama desa. Saat sosialisasi itu, nampaknya krama desa dari pemangku sampai pecalang dan ibu-ibu PKK sangat antusias, karena selama ini banyak yang belum begitu paham mengenai arti pentingnya 4 Pilar Kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Seperti diungkapkan Bandesa Pakraman Tabanan I Gusti Gede Ngurah Siwa Genta, yang mengakui sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang menghadirkan Made Urip itu sangat menginspirasi dan bermanfaat bagi masyarakat, termasuk krama adat. ‘’Sosialisasi 4 Pilar dari Pak Urip sangat membantu memperkokoh krama adat kita. Ini bukti dari kiprah Pak Made Urip yang sangat berperan dan selalu mensuport masyarakat. Salah satunya sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini,’’ katanya. Selaku tokoh di Desa Pakraman Tabanan, juga mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang terus memberikan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. ‘’Pak Urip rajin mem-
SOSIALISAI - Anggota Banggar MPR-RI Drs. I Made Urip, M.Si. bersama krama adat se-Kota Tabanan usai sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Minggu (10/3). berikan bantuan bagi masyarakat, selain sosialisasi 4 Pilar seperti ini. Pak Urip juga bisa memberi wadah inspirasi bagi masyarakat termasuk generasi muda,’’ ujarnya seraya ditambahkan I Made Supartha selaku petugas partai mengapresiasi perhatian Made Urip yang telah memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahkan STT sebagai generasi milenial terkait wawasan kebangsaan. ‘’Anak-anak muda kan sebagai regenerasi bangsa harus memahami makna kebangsaan ini. Ke depan pemahaman seperti ini agar terus berlanjut, untuk membekali diri generasi muda,’’ imbuhnya. Pada kesempatan itu, Made Urip berharap sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digagas oleh mantan Ketua MPR-RI Taufik Kiemas ini tidak saja dihapalkan, tetapi juga harus diamalkan. Selain itu implementasi 4 Pilar Kebangsaan itu juga harus ditambah pemahaman kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjadi kunci semuanya agar bisa terus hidup bersama dengan baik dan benar. ‘’Karena 4 Pilar Kebangsaan itu tidak akan ada artinya tanpa diamalkan. Jadi, harapan kita agar masyarakat, khususnya generasi muda tidak ada yang tersandung
kehidupan yang negatif, seperti kecanduan narkoba atau alkohol. Amalkan sekali lagi dan pahami itu semua untuk langsung diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,’’ pinta Ketua DPP PDI Perjuangan dua periode itu. Saat itu, Made Urip yang kembali ditugaskan partai maju sebagai Caleg DPR-RI dapil Bali nomor urut 1 dari PDI Perjuangan ini juga menegaskan agar krama adat di setiap banjar perlu diberikan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Untuk itu, selaku anggota DPR-RI empat periode juga mengemban tugas sebagai anggota MPR-RI akan terus melaksanakan sosialisasi untuk memperkuat pemahaman 4 Pilar Kebangsaan ke seluruh tanah air sampai ke luar negeri. Mengingat sangat banyak WNI yang berada di luar negeri, seperti di Malaysia, termasuk di Cina, Eropa dan Australia yang jumlahnya jutaan bekerja di perusahaan swasta maupun pemerintah. ‘’Jadi perlu diberikan pemahaman, tidak saja di Indonesia. Saya sampai ke Belgia memberi sosialisasi kepada para pelajar di sana, karena ditugaskan memberikan pemahaman sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di sana,’’ tegasnya. (ad268)
Cek Kelengkapan, Anggota Provos Disidak Denpasar (Bali Post) Pemeriksaan kelengkapan identitas diri seperti KTP, SIM dan kartu anggota (KTA) terhadap personel Subbid Provos Polda Bali dilakukan pada Senin (11/3) kemarin. Sidak tersebut merupakan tindakan awal untuk mengantisipasi pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh personel Polri. Kasubbid Provos Pol-
da Bali AKBP A.A. Rai Laba mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sesuai perintah Divisi Propam Polri, yakni melaksanakan kegiatan Operasi Gaktiblin (Penegakan dan Penertiban Disiplin) selama lima hari yaitu 11-26 Maret 2019. ‘’Kegiatan ini sesuai Surat Telegram dari Kapolda Bali nomor STR/170/III/2019 tanggal 4 Marer 2019 tentang kegiatan Gaktibplin
dengan sasaran Gampol, kelengkapan administrasi perorangan, performance, senjata api, surat atau kelengkapan kendaraan bermotor dan penyalahgunaan narkoba,’’ ujarnya. Pihaknya melakukan pemeriksaan kepada anggota Provos terlebih dahulu, setelah itu baru memeriksa personel Polri lainnya. Diharapkan nantinya anggota Subbid Provos bisa menjadi
contoh dan panutan bagi anggota Polri lainnya dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Ditambahkan mantan Kabag Ops Polres Badung ini, upaya ini juga bertujuan untuk meningkatkan disiplin anggota dalam bertugas. Hingga pemeriksaan selesai, tidak ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Provos. (kmb36)
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
SIDAK Sidak dilakukan terhadap personel Subbid Provos Polda Bali. Bali Post/ist
DAERAH
Selasa Umanis, 12 Maret 2019
5
FIGUR Lawan ’’Hoax’’ dengan Akal Sehat BELAKANGAN ini berita bohong alias hoax sering menghantui masyarakat. Khususnya mereka yang dengan cepat mudah menerima informasi tanpa harus menyaring sumber informasi yang jelas. Akibatnya, banyak masyarakat termakan hoax. Dan untuk melawan itu, salah satunya adalah dengan akal sehat. Itu diungkapkan praktisi hukum I Gusti Putu Putra Yudhi S, S.H., Senin (11/3) kemarin. Pria asal Buleleng itu bahkan tak segan mengutif kata bijak Adolf Hitler, untuk mengajak masyarakat melawan hoax. ‘’Menurut Hitler, pengulangan yang membedakan kebenaran dari kepalsuan. (Sering kali) kepalsuan yang diulangi secara terus-menerus diterima sebagai kebenaran. Manusia bisa mempercayai apa saja. Dia bisa percaya pada kepalsuan. Dia bisa dibohongi dengan sangat mudah. Dia dapat mempercayai apa saja yang diulangi secara terusmenerus,’’ katanya. Menurut Yudhi, apa yang diungkapkan Adolf Hitler adalah hal yang benar. Oleh sebab itu, pihaknya mengajak semua orang harus melawan hoax sedari awal, sehingga tidak berkembang menjadi liar. ‘’Berdasarkan isi pasal 28 ayat 1 dalam UU ITE, penyebar informasi bohong alias hoax bisa terkena sanksi berat,’’ katanya. Sambung dia, setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar. Atas dasar itu, kata praktisi hukum ini, melawan hoax adalah dengan akal sehat. Yakni akal sehat yang selalu menambah pengetahuan yang baik, dan juga menggunakan hati nurani. Hati nurani tidak akan pernah berbohong. Setiap manusia pasti merasakan perlawanan dari hati nuraninya, apabila berbuat yang tidak benar dan dengan kemajuan zaman sekarang tentu hoax mudah terdeteksi. Baik dilihat dari jejak digital ataupun cerita-cerita tanpa dibarengi fakta dan data. (asa)
Bali Post/udi
LAPOR - Puluhan siswa SD didampingi orangtua melapor ke Polsek Rogojampi, Senin (11/3) kemarin, setelah dihukum cukur rambut.
Cukur Rambut Siswa, Guru Dipolisikan
Tanyakan Perolehan PAD, Dewan Panggil Bapenda Banyuwangi (Bali Post) Persoalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus menjadi perhatian DPRD Banyuwangi. Tak ingin targetnya gagal, Komisi III DPRD Banyuwangi memanggil Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Senin (11/3) kemarin. Mereka ingin memastikan perolehan PAD bisa maksimal di triwulan pertama tahun 2019. Ketua Komisi III DPRD Banyuwangi Kusnan Abadi mengatakan target perolehan PAD tetap menjadi prioritas perhatian. Sebab, PAD menjadi salah satu poin keberhasilan eksekutif dalam mengumpulkan anggaran. ‘’Kita ingin mengawal terus perolehan PAD. Hingga triwulan pertama bulan kedua ini, PAD sudah tembus 11,9 persen, atau sekitar Rp 67 miliar,’’ kata politisi PKB ini usai raker bersama Bapenda. Kusnan menambahkan, PAD tahun 2019 ditargetkan Rp 571 miliar. Jumlah ini, katanya, sudah disepakati antara eksekutif dan DPRD. Sehingga pihaknya terus mengawal perolehan PAD ini. Menurut Kusnan, dari data Bapenda, ada potensi besar dalam perolehan PAD di sektor rumah makan dan restoran. ‘’Dari Disparta ada angka 367 restoran dan hotel, tapi dari Bapenda 1.134 rumah makan dan restoran,’’ jelasnya. Data ini, lanjutnya, kemungkinan jumlah keseluruhan, tetapi belum diketahui setoran pajaknya. Pihaknya meyakini data potensi pajak yang dikelola Bapenda adalah angka riil. Dewan juga menyinggung terkait anggaran Rp 4 miliar untuk pembelian alat monitor pajak dan penambahan tenaga harian lepas (THL) hingga 300 orang. Dari data ini, imbuh Kusnan, pihaknya sepakat akan terus menggali potensi hotel dan restoran. Terutama, untuk mengetahui potensi pendapatan pajaknya. Hingga bulan ini, katanya, PAD masih didominasi dari penghasilan hotel dan restoran. ‘’Ini akan terus menjadi prioritas kami,’’ tegasnya. Legislatif berharap hingga akhir tahun perolehan PAD akan sesuai target. Menjamurnya pariwisata di Banyuwangi diharapkan bisa menyumbangkan PAD secara signifikan. ‘’Tentunya ini harus diawasi terus,’’ pungkasnya. (udi)
Harga Gabah Turun Menjadi Rp 4.618/Kg
Denpasar (Bali Post) Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani mengalami penurunan sebesar 0,61% pada Februari 2019. Harganya dari Rp 4.646 menjadi Rp 4.618 per kilogram. Data ini berdasarkan pencatatan harga gabah di tujuh kabupaten yaitu Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Karangasem, dan Buleleng. Demikian pula rata–rata harga GKP di tingkat penggilingan turun sebesar 0,53% dari Rp 4.741 menjadi Rp 4.716 per kilogram. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho mengatakan, harga gabah sempat berada di angka Rp 4.843 per kg pada Februari 2018 di tingkat petani. Namun mengalami penurunan hingga di bawah Rp 4.352 per kg pada April 2018. Kemudian kembali mengalami peningkatan harga pada Oktober 2018 yaitu di atas Rp 4.656 per kg. Penurunan harga terdalam yaitu 8,01% terjadi pada Maret 2018 dibandingkan Februari 2018. Penurunan harga gabah ini juga memengaruhi nilai tukar usaha petani (NTUP). NTUP pada Februari 2019 turun sedalam 0,60% dari 112,43 menjadi 111,75 (Januari 2019). Penurunan NTUP tercatat pada seluruh subsektor pertanian, penurunan terdalam terjadi pada subsektor hortikultura yang turun 1,34%, subsektor perikanan turun 0,62%, subsektor peternaan turun 0,54%, subsektor tanaman perkebunan rakyat turun 0,29% dan penurunan terdangkal terjadi pada subsektor tanaman pangan sebesar 0,19%. ‘’Pada NTUP subsektor perikanan, terlihat bahwa NTUP perikanan tangkap tercatat turun sebesar 0,81%, searah dengan perikanan budi daya yang juga mengalami penurunan sebesar 0,26%,’’ ujarnya. (kmb42)
Banyuwangi (Bali Post) Sebanyak 20 siswa SDN 2 Patoman, Kecamatan Blimbingsari dihukum potong rambut petal oleh oknum guru olahraga. Tak terima dengan peristiwa itu, puluhan wali murid, Senin (11/3) kemarin melapor ke Polsek Rogojampi. Para wali murid ini juga mengajak anak mereka. Tiba di Mapolsek, wali murid melaporkan oknum guru berinisial Ar, yang berstatus guru honorer. Mereka tidak terima perilaku oknum guru yang mencukur rambut
siswa, yang pola cukurannya tidak rapi atau dibuat petal. ‘’Anak-anak kami trauma, tak mau sekolah karena malu cukuran rambutnya petal,’’ kata Siti Maskanah, salah satu wali murid. Dia mengatakan, hukuman cukur rambut itu terjadi Jumat (8/3) sore lalu. Kala itu, puluhan siswa mulai kelas III-VI mengikuti latihan pencak silat di sekolah. Kegiatan ini dipimpin oknum guru olahraga Ar. ‘’Itu latihan kedua. Pertama latihan, para siswa disuruh
cukur pendek. Semuanya sudah melakukan. Tapi, saat latihan lagi, katanya rambut kurang pendek. Akhirnya dicukur petal ini,’’ jelas Maskanah. Usai dicukur tak rapi, para siswa pulang. Mereka kompak menangis. Bahkan, ada salah satu siswa yang terluka akibat cukuran tersebut. Para orangtua sempat kaget dengan kejadian ini. Emosi mereka meluap ketika para siswa enggan masuk sekolah lantaran trauma dan malu. ‘’Ini yang
membuat kami bingung. Psikologi anak-anak terganggu dengan kejadian ini,’’ keluhnya. Akhirnya, para wali murid sepakat membawa kejadian ini ke proses hukum. Apalagi, pihak oknum guru honorer tersebut belum ada iktikad baik meminta maaf ke wali murid. Kapolsek Rogojampi AKP Agung Setyabudi menyatakan memang benar ada laporan tersebut. Polisi mengaku masih mendalami kejadian ini. Kepala SDN 2 Patoman Muhammad Badir membenarkan di sekolahnya terdapat
ekstrakurikuler silat. Namun, pihaknya membantah menyuruh memberikan hukuman cukur rambut. ‘’Kalau soal cukur rambut itu, di luar wewenang kami,’’ tegasnya. Akibat kejadian ini, pihaknya langsung memberikan sanksi skorsing kepada oknum guru olahraga tersebut. Sanksi selanjutnya akan diserahkan ke Dinas Pendidikan Banyuwangi. Sementara itu, oknum guru Ar enggan berkomentar terkait kejadian ini. Dia memilih bungkam saat ditemui sejumlah wartawan. (udi)
syarat pemilih adalah WNI, berusia 17 tahun atau sudah menikah dan sudah terekam KTP elektronik. Hasil verifikasi Tim Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, yang langsung berkoordinasi dengan pihak lingkungan ternyata yang bersangkutan sudah tidak lagi di tempat dan sudah pindah. ‘’Ya, terdata dalam DPT ada 15 orang dan setelah dilakukan verifikasi ternyata satu orang di KK sudah berstatus WNI. Yang jelas WNA tidak bisa nyoblos, hanya WNI saja yang bisa menggunakan hak pilihnya di Pemilu,’’ ujarnya. (kmb23)
Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana serta Pejabat Pembuat Komitmen pada Asisten Olahraga Prestasi pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Adhi Purnomo dan Staf Deputi IV Olahraga Prestasi Kemenpora Eko Triyanta senilai Rp 215 juta. Sementara Johny E Awuy didakwa memberikan suap berupa satu unit mobil Fortuner, uang Rp 400 juta dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9 (sekitar Rp 900 juta) kepada Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana. Tujuan pemberian hadiah tersebut agar Mulyana membantu mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multi event Asian Games ke-18 dan Asian Para Games ke-3 pada 2018 serta proposal dukungan KONI dalam pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun 2018. (ant)
Di Badung, 15 WNA Masuk DPTHP Pemilu 2019
Mangupura (Bali Post) -
Menurut Ketut Alit Astasoma selaku Ketua Bawaslu Badung, Senin (11/3) kemarin, WNA ini bisa masuk DPTHP karena berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Badung. Dari hasil penelusuran di Badung, kata Alit Astasoma, total ada 15 warga negara asing masuk DPT. Rinciannya, 1 WNA di Kecamatan Petang (Dapil III), 3 WNA di Abiansemal (Dapil II), 2
WNA di Kuta (Dapil V), 5 WNA di Kuta Selatan (Dapil IV), 1 WNA di Kuta Utara (Dapil VI), 3 WNA di Mengwi (Dapil I). Sambung dia, yang paling banyak warga asing masuk DPT berada di Kecamatan Kuta Selatan. Bahkan yang menarik, dari 15 WNA yang masuk DPTHP 2 tersebut, setelah dilakukan verifikasi faktual oleh Bawaslu, ternyata empat WNA tidak jelas keberadaannya. Untuk itu,
pihak Bawaslu Badung berencana menelusui WNA yang masuk DPTHP tersebut untuk memastikan keberadaannya. Selain itu, Bawaslu juga akan berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Badung perihal WNA ini. Dari 15 WNA yang menjadi temuan Bawaslu, pihaknya sudah melakukan verifikasi faktual langsung ke kediaman yang bersangkutan. Hasilnya, satu WNA memang
benar memiliki hak pilih karena sudah menjadi warga negara Indonesia (WNI). Sedangkan sisanya masih berstatus WNA namun memiliki KTP elektronik. Atas temuan 15 WNA ini, Bawaslu akan berkoordinasi dengan KPU Badung. Pihaknya akan meminta agar KPU memperhatikan data yang sudah menjadi temuan dan verifikasi Bawaslu. Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPU Badung Wayan Semara Cipta membenarkan ada 15 WNA masuk dalam DPTHP 2. Pihaknya pun memastikan bahwa yang berhak nyoblos hanya WNI. Berdasarkan aturan
Denpasar (Bali Post) Tiga sekawan yang terlibat kasus dugaan penyelundupan sabu-sabu lintas pulau dihukum berbeda. Dalam sidang di PN Denpasar, Senin (11/3) kemarin, mereka ada yang diganjar sepuluh tahun penjara dan ada pula yang dihukum sembilan tahun. Sebagaimana putusan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi dalam sidang di PN Denpasar, terdakwa Ali Wafa alias Frangky (28) dihukum pidana penjara selama 10 tahun. Sedangkan dua rekannya yakni Moh Rahman (30) dan Fathorrahman alias Ongky (35) masing-masing divonis 9 tahun penjara. Di samping itu, ucap majelis hakim dalam amar putusannya, ketiga terdakwa juga dijatuhi pidana tambahan dengan membayar denda masing-masing sebesar Rp 2 miliar. Jika tidak dibayar, mereka harus menggantinya dengan penjara tambahan selama 4 bulan kurungan. Dijelaskan majelis hakim dalam amar putusannya, terdakwa dinyatakan terbukti
bersalah telah melakukan tindak pidana narkotika, yaitu melakukan pemufakatan jahat secara tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menguasai, menyimpan atau menyediakan narkotika golongan I. Atas perbuatannya, mereka dijerat dan diancam dalam Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mendengar vonis dari majelis hakim, pria asal Sumenep, Jawa Timur ini sepakat dan kompak menyatakan menerima putusan hakim. Namun demikian, JPU A.A. Alit Rai Suastika masih menyatakan pikirpikir. Apalagi, jaksa dari Kejati Bali itu sebelumnya meminta pada majelis hakim supaya terdakwa dituntut masing-masing 14 tahun penjara kepada Ali Wafa alias Frangky, sedangkan untuk Moh Rahman dan Fathorrahman alias Ongky masing-masing dituntut 13 tahun. Serta pidana denda masing-masing Rp 2 miliar, subsider 6 bulan kurungan. Disebutkan pula, dalam perkara ini sebelumnya ter-
dakwa berusaha menyelundupkan sabu-sabu. Petugas kepolisian mendengar informasi itu, sehingga dilakukan pengintaian. Pada 31 Juli 2018 sekitar pukul 00.30 Wita tepat di depan rumah sebelah barat Polsek Negara, di Jalan Udayana, Kaliakah, Jembrana, dilakukan penghadangan. Saat itu polisi menemukan dua plastik klip berisi sabu masing-masing seberat 496 gram netto dan 495 gram netto, dari mobil Honda Jazz warna Hitam RS DK 1243 DU yang ditumpangi para terdakwa. Selain itu, petugas kepolisian juga mengamankan 11 plastik klip sabu seberat 2,94 gram saat menggeledah rumah terdakwa Ali Wafa di Jalan Gelogor Indah, Gelogor Carik, Pemogan, Denpasar Selatan. Penggeledahan juga dilakukan di kos Fathorrohman di Jalan Pulau Yoni, Pemogan. Ditemukan 7 paket sabu seberat 2,58 gram netto dan 7 paket sabu seberat 1,80 gram netto serta sejumlah barang bukti yang diduga terkait dengan narkotika. (kmb37)
Jakarta (Bali Post) – Miftahul Ulum, asisten pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi, disebut mengatur commitment fee dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kepada sejumlah pejabat Kemenpora. ‘’Untuk memperlancar proses persetujuan dan pencairan dana bantuan tersebut, telah ada kesepakatan mengenai pemberian commitment fee dari KONI Pusat kepada Kemenpora sesuai arahan Miftahul Ulum selaku asisten pribadi Menpora RI Imam Nahrowi kepada terdakwa Ending dan Johny Awuy,’’ kata jaksa penuntut umum (JPU) KPK Ronald Worotikan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (11/3) kemarin. Hal itu terungkap dalam sidang pembacaan dakwaan untuk Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum (Bendum) KONI Johny E Awuy. Ending Fuad Hamidy didakwa memberikan suap berupa satu unit mobil Fortuner, uang Rp 400 juta dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9 (sekitar Rp 900 juta) kepada Deputi IV bidang Peningkatan
Sebanyak 15 warna negara asing (WNA) ditemukan tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 2, Pemilu 2019 di Kabupaten Badung. Dari data yang dimiliki Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Badung, WNA tersebut tersebar di enam kecamatan di Badung.
Penyelundup Sabu-sabu Diganjar Sepuluh dan Sembilan Tahun Penjara
Asisten Pribadi Menpora Disebut Atur ’’Fee’’ KONI
OPINI
6
Selasa Umanis, 12 Maret 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Antara ”City Tour” dan Desa Wisata SEPINTAS city tour dan desa wisata tampak kontradiktif. Tetapi pada dasarnya tujuannya sama, menarik dan mendatangkan wisatawan. Lebih spesifik lagi, meraup uang dari wisatawan yang datang. Hanya keduanya belum optimal menarik dan mendatangkan wisatawan seperti yang diharapkan. Keduanya belum mampu “merayu” wisatawan agar mau lama tinggal dan lebih banyak berbelanja di desa wisata atau kota yang ada city tour-nya. Di beberapa negara seperti Singapura, Thailand dan Malaysia, city tour cukup diminati wisatawan yang datang ke sana. Di Tanah Air, Jakarta dengan paket Wisata Kota Tua-nya termasuk berhasil dalam program city tour ini. Berbagai bangunan warisan sejarah dan sudut kota lainnya dipoles artistik sehingga menarik dikunjungi. Pemda DKI Jakarta juga merevitalisasi Kali Besar agar seperti sungai di Singapura atau Seoul, Korea Selatan. Di Bali beberapa kota telah mengembangkan heritage city tour. Semua daerah juga mengembangkan desa wisata. Denpasar mempunyai paket Heritage City Tour. Paket ini lebih menonjolkan wisata pura, puri, dan pasar. Masuk dalam paket ini, Pura Jagatnatha, Museum Bali, Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Jaya Sabha, Puri Pemecutan, Puri Jero Kuta, Pura Maospahit, Pasar Badung dan Pasar Kumbasari. Sebagai penunjangnya, Tukad Badung yang telah ditata seperti sungai-sungai di Singapura. Juga ada Tukad Bindu, Desa Wisata Kertalangu dan lainnya. Sementara Klungkung mengembangkan paket city tour dengan menawarkan Kertha Gosa, Puri Agung Klungkung, Monumen Puputan Klungkung, Pasar Seni Semarapura, Desa Kamasan. Sebagai penunjangnya, Desa Paksebali, Tukad Unda, Desa Tihingan, Museum Gunarsa. Dari sisi promosi, pemerintah daerah setempat telah berupaya “menjual” paket city tour maupun desa wisata ini. Misalnya dengan menggelar berbagai festival berbau heritage. Hanya patut dicatat, promosi ala pemerintah tentu sedikit berbeda dengan yang dilakukan para profesional pelaku pariwisata. Pemerintah daerah harus lebih banyak lagi menggandeng dan melibatkan kalangan profesional pelaku pariwisata dalam melakukan promosi ini. Pemberian insentif atau reward kepada mereka yang telah mendatangkan wisatawan dan sampai mau berbelanja, bisa diadopsi dalam batas kewajaran. Dunia plesiran sekarang ini menuntut kreativitas dan inovasi para pelaku pariwisata. Destinasi tidak bisa lagi hanya mengandalkan keindahan objek, tetapi harus menghiasinya dengan aneka garnis atraksi wisata. Ketika menawarkan paket city tour misalnya. Jika hanya menjual bangunan-bangunan kuno mati, tentu uang yang dibelanjakan wisatawan hanya terbatas segitu saja. Wisatawan akan lebih tertarik dan mau berbelanja lebih, jika sepanjang city tour disuguhi atraksi wisata yang menceritakan nilai historis heritage tersebut. Demikian juga saat mereka mengunjungi desa wisata tertentu. Perlu SDM profesional pelaku pariwisata yang penuh kreasi dan inovasi mengelola city tour dan desa wisata. Kalaupun harus orang lokal yang mengurusnya, haruslah benarbenar dipersiapkan kompetensinya menjadi profesional-profesional di bidang pariwisata. Tidaklah bisa hanya membuat destinasi-destinasi baru, paket-paket wisata baru, jika tidak dibarengi promosi dan pengelolaan profesional SDM berkompeten.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Penjadwalan Sekolah Sembahyang ke Besakih Piodalan di Pura Besakih, Karangasem, Bali akan berlangsung lama. Namun, kosentrasi umat menuju Pura Besakih untuk bersembahyang tak bisa diprediksi. Biasanya pada hari libur, Sabtu dan Minggu penumpukan pamedek akan terkosentrasi di jalur menuju Besakih. Untuk itu, sedapat mungkin mohon pengaturan terhadap lalu lintas pamedek menuju Pura Batur dan Besakih menjelang puncak piodalan hingga panyineban agar dilakukan secara lebih cermat. Pada pos-pos tertentu hendaknya ada rest area yang bisa membuat pamedek mendapat informasi terkait kepadatan lalu lintas, termasuk ruang rehat saat antre berkepanjangan. Bus-bus siswa yang biasa bederet-deret hendaknya diatur. Jika memungkinkan penjadwalan siswa yang akan bersembahyang ke Pura Besakih diatur per kabupaten. Ini tentu agak sulit dilakukan, namun setidaknya bisa dipikirkan lebih awal agar tak menumpuk pada hari yang sama. Ini penting dilakukan agar kenyamanan selama perjalanan dan di tempat parkir bisa dirasakan pamedek. Hal yang penting juga diantisipasi pamedek adalah hendaknya menyiapkan kendaraan secara lebih bagus. Cek kendaraan juga perlu dilakukan. Hal ini penting, mengingat sering kali mobil mogok menjadi penghambat laju kendaraan saat piodalan di Pura Besakih dan Pura Batur. Jadi, kendaraan hendaknya benar-benar diyakini dalam kondisi prima saat menuju Pura Batur dan Besakih. I Putu Sutama Denpasar, Bali
”Heritage” Modal Pembangunan Pariwisata Dinamika pembangunan di Kota Denpasar sangat diwarnai oleh kehadiran wisatawan yang setiap tahun meningkat dari berbagai etnis, negara, dan bangsa. Sebagai bagian dari Provinsi Bali, konsep Pariwisata Budaya merupakan pijakan operasional kepariwisataannya. Kota-kota Heritage di dunia bersepakat untuk membangun kota pusakanya dengan pariwisata berkelanjutan. Denpasar sebagai salah satu anggotanya sedang berupaya ke arah itu. Heritage terpelihara wisatawan datang, uang bertambah, masyarakat sejahtera.
Oleh Putu Rumawan Salain
T
umbuh kembangnya Kota Denpasar yang awalnya dilandasi oleh bentuk pemerintahan kerajaan adalah diwarnai oleh kehidupan dan penghidupan agraris. Pola papan catur dengan jalan yang sempit dan banyak simpangan dengan skala jalan kaki tampak sangat nyaman ketika itu. Kehidupan dan penghidupan agraris perlahan-lahan di intervensi oleh peradaban jasa yang dipopulerkan oleh kolonialis Belanda melalui pembangunan Bali Hotel dan memindahkan pasar yang awalnya terletak di sekitar Kantor Wali Kota sekarang, ke dekat Tukad Badung dan membangun lapangan “alun-alun” di atas lahan bekas hunian para patih kerajaan. Alun-alun tersebut dikenal sebagai lapangan Puputan Badung (perang antara kerajaan Denpasar dengan Belanda), kini diberi nama Lapangan I Gust Made Agung. Wajah Kota Denpasar semakin banyak dihiasi bangunan kolonial maupun Cina untuk kawasan pecinan, kampung Arab untuk etnik Arab dan India, Kampung Jawa dan Bugis masing-masing bagi etnis Bugis dan Jawa, Dua peradaban yang menyelimuti Kota Denpasar, yaitu agraris dan jasa saling menancapkan pengaruh dan kekuasaannya yang dapat dilihat dan dinikmati melalui warisan atau pusaka budaya fisik berupa objek arsitektural. Kaum kolonial menorehkan kehidupan dan penghidupan yang dilengkapi dengan unsur dan
fasilitas pendidikan, perdagangan, perkantoran, dan lainnya. Kehidupan tradisi yang dikawal kerajaan berlangsung berdampingan dengan kehidupan modern “jasa” yang dilaksanakan oleh pemerintah kolonial Belanda. Dua-duanya beriringan menanamkan sekaligus melanggengkan pengaruh melalui peraturan dan identitas. Lahirlah Bali Hotel, SMP Negeri 1, SD Negeri 1, Museum, Kantor Pos, Kantor Gubernur (kini rumah tinggal Gubernur), tangsi Militer, dan beberapa rumah pejabat seperti kediaman almarhum Ida Bagus Rurus (kini Bank Mandiri), rumah almarhum Bapak I Ketut Mandra di Jalan Hasanudin, dan lainnya. Tebaran peninggalan puri maupun pura, kuburan maupun balai banjar, desa maupun landscape berupa hamparan sawah dengan sistem irigasinya subak yang merupakan peninggalan masa lalu hingga kini masih dapat dinikmati. Potensi tersebut dijadikan objek sekaligus aset industri pariwisata sangat cocok dengan latar belakang potensi budaya agraris yang dimilikinya. Tema ataupun konsep Pariwisata Budaya menjadi landasan pembangunan Bali pada umumnya dan Kota Denpasar pada khususnya. Kini pariwisata cenderung telah tumbuh sebagai ideologi dengan segala dampaknya. Keseriusan Pemerintah Kota Denpasar merencanakan pembangunan kotanya sebagai kota pusaka telah diakui oleh lembaga dunia, yaitu Organization World
Heritage Cities (OWHC) pada 10 Oktober 2013. Sejak itu warisan budaya benda dan tak benda banyak yang disentuh melalui program pembangunan pemerintah dan banyak di antaranya yang dilaksanakan oleh dan dari peran serta komunitas dan masyarakat. Khusus untuk produk tradisi asli Denpasar antara lain berupa: Tari Baris Wayang, Tari Baris Cina, Basmerah dan Tradisi Ngerebong diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2018. Selanjutnya akan diajukan agar diakui oleh badan dunia Unesco. Sebelumnya penghargaan yang sama bagi Bali (termasuk Denpasar) memperoleh penghargaan Unesco adalah Wayang (2003), Subak (2012), dan Seni Tari (2015). Sementara warisan budaya benda sangat banyak di Kota Denpasar dapat berupa, benda, bangunan ataupun struktur cagar budaya, dan situs serta kawasan cagar budaya sesuai dengan amanat dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Setidaknya tercatat ada 49 Cagar Budaya di seluruh Kota Denpasar, masih banyak lagi yang belum terdaftar, tercatat, maupun dinyatakan sebagai Cagar Budaya. Sadar akan banyaknya pusaka yang merupakan aset bagi Kota Denpasar, Pemerintah kota tidak hanya mencatatkannya dalam hasil-hasil penelitian saja, bahkan secara khusus bagi karya fisik arsitektur telah tercatat pula dalam katalog Cagar Budaya. Sebutlah
misalnya Pura Belanjong di Sanur, Pura Maospahit di Grenceng, Pura Sakenan, dan lainnya. Sehingga sebagai implementasi Visi Pembangunan Kota Denpasar yang Berwawasan Budaya adalah menjadikan Kota Denpasar sebagai Heritage City. Namun perubahan juga dapat berlangsung karena dorongan tuntutan hidup yang semakin luas dan banyak pilihan, sehingga harus diakui bahwa terjadi perubahan oleh karena dorongan individu maupun kelompok. Indvidu yang berkumpul merupakan ikatan kelompok di Kota Denpasar dapat berupa banjar, desa adat ataupun juga klen. Intinya mereka adalah masyarakat pada umumnya, selaku makhluk pelaku budaya. Industri budaya lahir akibat tantangan dari dalam dan luar dirinya. Perubahan demi perubahan akibat pengaruh di atas tersebut terbukti ketika makin berkembangnya bisnis pariwisata yang berujung pada semakin tingginya perubahan fungsi lahan ataupun kepemilikannya. Hampir ribuan hektar lahan sawah dimangsa untuk berbagai fasilitas pariwisata dan pendukungnya. Akhirnya ruang alami, arsitektur bangunan gedung, dan perilaku manusianya ikut berubah. Memanfaatkan budaya sebagai roh pembangunan menjadi penting agar ideologi dan identitas tidak dihanyutkan oleh perubahan. Bukankah yang abadi dalam pembangunan adalah perubahan. Jumlah kunjungan wisatawan manca negara langsung ke Bali pada tahun 2017 sejumlah 5.687.739 orang dengan 5 negara terbanyak adalah Cina, Australia, India, Jepang dan Inggris. Jumlah ini akan menjadi 12 juta lebih jika ditambahkan lagi dengan kedatangan wisatawan domestik. Sedangkan perhitungan untuk tahun 2018 terhitung sampai dengan bulan Agustus jumlah wisatawan manca negara yang langsung datang ke Bali berjumlah 4.097.982 orang. Jika dibandingkan kedatan-
Matinya Koalisi Pendukung Capres PEMILIHAN calon presiden dan wakil presiden (capres/ cawapres) pada 17 April 2019, makin dekat. Safari politik pun meningkat. Namun nyatanya sampai kini tidak semua partai politik (parpol) pengusung di kedua kubu yang secara terang-terangan memberikan perhatian serius pada upaya memenangkannya. Alih-alih mengampanyekan, setiap parpol justru sibuk dengan urusan masing-masing. Kebijakan ambang batas (parliamentary threshold) merubah pola struktur ini. Yang setidaknya memperoleh empat persen suara yang harus diperoleh setiap parpol. Penilaian ini sejalan dengan hasil di beberapa lembaga survei nasional yang menyatakan, parpol keberatan dengan kebijakan ambang batas ini. Karena baginya akan mengancam jatah kursi para calon legislatif (caleg) di parlemen. Alasan ini ada benarnya, mengapa kini strategi setiap parpol dalam menghadapi Pemilu 2019 terlihat berbeda-beda, atau bisa dikatakan sedang “mati suri” dibandingkan pemilu sebelumnya. Jika benar demikian, lantas bagaimana strategi pemenangan setiap parpol supaya suara pemilih tetap terjaga dan tetap berkomitmen pada kedua pasangan baik Jokowi-Ma’ruf Amin maupun Prabowo-Sandiaga Uno?
Oleh Robeth Fikri Alfiyan Jawabannya sulit, dan sangat dilematis. Di satu sisi mereka harus berkomitmen pada setiap pasangan capres/cawapres yang didukung karena sudah terikat kontrak politik di dalamnya. Sementara di sisi lainnya, mereka juga harus memikirkan bagaimana nanti suara para caleg yang diusulkan di setiap daerah pemilihan tidak kehilangan daya pemilih. Belum lagi parpol pengusung kedua pasangan capres/cawapres cukup banyak. Yang ada masyarakat tambah kebingungan mengenai siapa yang akan dipilih dari caleg yang diusung. Ini yang mau tak mau dipikirkan. Belum lagi kultur perilaku pemilih di masyarakat memilih cenderung berdasarkan personal image daripada ideologi partai terkait. Sehingga pilihan yang masuk akal memilih fokus pada kampanye di legislatif. Hanya dengan memenangi di legislatif, parpol akan selamat dari jurang ambang batas dan tetap menjadi poros kekuatan yang terus diperhitungkan dalam sistem politik saat ini. Srategi lainnya, mereka juga dapat mengambil keuntungan dari apa yang disebut sebagai “efek ekor jas” (coat-tail effect) dari pengaruh Jokowi dan Prabowo.
Tapi perlu diingat, yang terakhir bila berlebihan berdampak pada hancurnya partainya sendiri. Kecuali bagi para caleg yang berangkat dari partai asal capres/cawapres tertentu yang kini sedang bertarung. Karena itu, keinginan para caleg untuk terpilih mengharapkan dari efek ekor jas ini agak sulit diwujudkan. Malah sebaliknya, kekhawatiran sebagian besar partai pengusung yang bergabung dalam koalisi tersebut adalah efek ekor jas ini, yang berbenturan langsung dengan caleg dari partai tersebut. Pengurus parpol perlu mengkaji strategi lain selain efek ekor jas, caranya membangun budaya politik berbasis kepercayaan. Kepercayaan politik dari pendidikan politik yang mendidik. Dan selalu berpihak pada yang benar. Sederhananya ini yang diinginkan masyarakat. Bukan mengadu, mengakal di bawah naungan konglomerat oligarkis. Misal pada pemilik ratusan ribu hektare lahan yang kapan saja bisa mengancam namun tetap dibela mati-matian. Jadi pengurus parpol perlu berkomitmen dan memikirkan ini, supaya tetap diperhitungkan ke depannya.
Melihat kuatnya patronase partai yang terbangun di antara caleg dengan masyarakat di daerah pinggiran kota dan perdesaan. Melalui efek ekor jelas yang diuntungkan caleg dari berlatar belakang PDI Perjuangan dan Gerindra. Kedua partai ini memiliki brand popularitas kuat meraup suara sebanyak-banyaknya. Nilai plus ini bisa kita lihat entah melalui kampanye capres ataupun kampanye calegnya. Meskipun ukuran kemenangan pilpres tak bisa direpresentasikan dari banyaknya parpol koalisi. Namun pengaruh keberpihakan parpol betapa pun satu dari sekian yang dapat memengaruhi pemilih. Ikut mengampanyekan capres yang memang berasal dari kader partai tersebut akan berdampak pada meningkatnya suara partainya walau tak signifikan. Karena itu pula, tak heran kalau sebagian pengurus partai memilih caracara pragmatis terkait dengan metode kampanye seadanya. Membiarkan kampanye capres berjalan sendiri. Termasuk untuk tidak terlalu aktif dan reaktif mengampanyekan capres. Penulis, Kolumnis dan Alumnus Prodi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
gan wisatawan rata tiap bulannya untuk tahun 2017 dengan 2018, terlihat bahwa wisatawan kian meningkat di tahun 2018. Demikian pula untuk kehadiran wisatawan domestik di tahun 2018. Walaupun ada tanda-tanda bahwa Gunung Agung meletus, kejadian gempa di Pulau Lombok, maupun di Palu Sulawesi, tidak menyurutkan kehendak orang untuk bepergian, khususnya ke Bali dan tentunya Denpasar. Walaupun seluruh wisatawan domestik dan manca negara tidak semuanya tidur di Denpasar dengan penduduk sekitar 900.000 jiwa yang tingal di atas lahan seluas 127,78 km² atau 2,18 persen dari luas wilayah Provinsi Bali. Posisi strategis Kota Denpasar yang juga sebagai lokasi ibu k ota Provinsi Bali menjadikannya kota yang berfungsi sebagai kota pariwisata, disamping fungsifungsi lainnya. Kenyataan ini dijadikan tantangan dan peluang oleh Pemerintah Kota Denpasar untuk dapat menarik jumlah wisatawan lebih banyak dan lebih lama tinggal dengan mengajak investor dan masyarakat mengembangkan Pariwisata sekaligus melestarikan aset heritage kota sebagai daya tarik wisatawan. Keinginan tersebut kiranya tidak berlebihan, mengingat berbagai penghargaan terhadap pembangunan pariwisata di Bali sejak 2001-2009 dengan predikat The Best Island of The World, tahun 2009 yang lalu memperoleh predikat sebagai The Best Spa Destination. Kemudian tahun 2010 mendapatkan penghargaan sebagai destinasi terbaik di Asia Pasifik. Selanjutnya tahun 2015 memperoleh peghargaan sebagai Pulau Pariwisata dunia terbaik kedua. Dan beberapa penghargaan lainnya hingga tahun 2018. Penulis, Guru Besar Arsitektur Fakultas Teknik-Universitas Udayana
POJOK Gagal raih Adipura, Tabanan benahi sistem pengelolaan sampah. - Ayo segera berbenah. *** Warga Menanga, Rendang sulap limbah plastik jadi karya seni. - Kreatif, produktif tanpa batas. *** Pemprov Bali mendorong daftarkan obat tradisional ke BPOM. - Dorong untuk maju.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Selasa Umanis, 12 Maret 2019
Bali Post/ist
PELATIHAN - Suasana pelatihan kapasitas warga binaan khususnya di bidang jasa kontruksi tahap III di Lapas Tabanan.
Kasdam Buka Apel Komandan Satuan Kodam IX/Udayana
Tabanan (Bali Post) Kepala Staf Kodam IX/ Udayana Brigjen TNI Kasuri mewakili Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. membuka secara resmi Apel Dansat TNI-AD Tersebar Kodam IX/ Udayana, Senin (11/3) kemarin di Aula Ngurah Rai Rindam IX/Udayana, Kediri, Tabanan. Apel diikuti 150 orang peserta dengan mengusung tema, ‘’Melalui Apel Dansat Kodam IX/Udayana TA 2019 Kita Wujudkan Profesionalitas dan Netralitas TNI pada Pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Presiden dalam Rangka Mendukung Keberhasilan Tugas Pokok TNI.’’ Kasdam membacakan amanat Pangdam yang pada intinya menyampaikan, Apel Dansat Tersebar Kodam IX/ Udayana ini bertujuan menyamakan persepsi para Komandan dan pimpinan satuan jajaran Kodam IX/Udayana terkait dengan pokok-pokok kebijakan Pangdam lX/Udayana. Pokokpokok kebijakan tersebut selanjutnya dijabarkan dalam pelaksanaan program kerja satuan masing-masing untuk mewujudkan satuan yang siap operasional dalam rangka mendukung tugas pokok Kodam lX/Udayana. Di samping itu, Apel Dansat merupakan forum untuk
membahas berbagai hal yang berkaitan dengan kepemimpinan yang dihadapkan dengan dinamika tantangan tugas yang terus berkembang serta evaluasi hasil Pembinaan Satuan para Dansat TA 2018. Para peserta dari para Dan/ Kabalak Satuan jajaran Kodam IX/Udayana, para Dandim, Danden Balak Aju, para Danramil jajaran Korem 161/ Wira Sakti, Korem 162/Wira Bhakti dan jajaran Korem 163/Wira Satya, Danbrigif 21/Komodo, Danyonif Raider Khusus 744/SYB, Danyonif 743/PSY, Danyonif 742/SWY, Danyonif Raider 900/SBW, KakorumYonif Mekanis 741/GN, Danyon Zipur 18/YKR, Dandeninteldam dan Dandenkav 4/SP. Narasumbernya adalah para Asisten Kodam dan kalangan profesional. Sementara sebagai peninjaunya adalah Danrem 161/Wira Sakti, Danrem 162/Wira Bhakti dan Danrem 163/Wira Satya. Sasaran yang ingin dicapai di antaranya terwujudnya pemahaman para Komandan Satuan terhadap pokok-pokok kebijakan pimpinan Kodam IX/ Udayana, serta pemahaman tentang kepemimpinan lapangan para Komandan Satuan dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok, meningkatnya pemahaman para Komandan Satuan tentang
aturan pelibatan atau Rule Of Engagement (ROE) dalam pengamanan Pemilu 2019, menggali ide atau pemikiran baru dari para Komandan Satuan dalam pencapaian tugas pokok, meningkatnya kepedulian dan moralitas Komandan Satuan serta meningkatnya profesionalitas Komandan dalam setiap pelaksanaan tugas. Kepemimpinan para Dansat harus dapat mewujudkan kesiapan operasional satuan yang optimal, menciptakan prajuritprajurit yang berdisiplin tinggi, profesional, memiliki fisik yang prima dan berkinerja tinggi. Di samping itu, para prajurit di satuan jajaran Kodam IX/ Udayana juga harus mampu berperan sebagai insan teritorial dan tetap memegang teguh netralitas TNI dalam Pemilu Legislatif dan Presiden Tahun 2019, demi tetap tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pangdam juga memerintahkan seluruh peserta apel untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab. Harapannya, seluruh peserta dapat memahami serta mengaplikasikan tema tersebut sehingga dapat memberikan manfaat yang nyata dalam mendukung keberhasilan pembinaan satuan. (kmb)
7
Warga Binaan Dilatih Jadi Tukang Bangunan
Tabanan (Bali Post) Tukang bangunan menjadi salah satu profesi yang cukup menjanjikan. Pasalnya, seiring perkembangan jumlah penduduk dan kian banyaknya pembangunan di bidang perumahan, kebutuhan tukang bangunan juga meningkat. Melihat peluang tersebut, warga binaan di Lapas Tabanan dilatih keterampilan bidang pertukangan bahkan dilengkapi sertifikasi keahlian. Kalapas Tabanan I Putu Murdiana, Senin (11/3) kemarin menjelaskan, dalam menjalani masa hukumannya di dalam lapas, para narapidana juga senantiasa mendapatkan pembinaan dan pemberian keterampilan sebagai bekal penunjang hidupnya setelah ke luar dari lapas. Salah satunya keterampilan menjadi tukang bangunan. ‘’Tukang bangunan saat ini menjadi profesi yang cukup menjanjikan. Apalagi penghasilannya kisaran Rp
100 ribu sampai dengan Rp 150 ribu per hari. Ditambah lagi kompetensi mereka juga dikuatkan dengan sertifikasi, maka akan lebih mudah mencari pekerjaan terutama pada proyek-proyek cukup besar,’’ ucap Murdiana. Untuk pelatihan kapasitas warga binaan khususnya di bidang jasa konstruksi tahap III yang dibuka kemarin, diikuti 30 peserta dari warga binaan dan dua peserta dari petugas lapas. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas PUPR Provinsi Bali dan Balai Jasa Konstruksi wilayah IV Surabaya. Pelatihan dilaksanakan enam hari diisi dengan kegiatan seperti pendalaman materi, praktek kerja dan assesment pada akhir kegiatan. Dia menambahkan, dalam kegiatan bedah rumah untuk masyarakat di Kabupaten Tabanan, pihaknya berencana ikut berpartisipasi sebagai wujud bhakti narapidana terhadap masyarakat dan
pembangunan di masyarakat. ‘’Kami telah berkoordinasi dengan Bupati dan Sekda, mereka memberikan apresiasi dan dapat melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat ini dengan baik,’’ katanya. Kasi Binadikgiatja Lapas Tabanan IGAP Mahendra menjelaskan, praktik kerja berupa pembuatan sel atau kamar khusus untuk narapidana lansia dan disabilitas. ‘’Sel tersebut harus ada pada setiap lapas, maka kami berinisiatif untuk membangunnya dengan memanfaatkan praktik peserta pelatihan,’’ terangnya. Salah seorang narapidana, Made Ambara (30) yang tengah menjalani masa tahanan akibat kasus narkoba mengatakan, dirinya sangat senang bisa ikut pelatihan ini. ‘’Meski baru tahap teori, sangat bermanfaat dan bisa jadi bekal setelah bebas. Saya berkeinginan menjadi tukang bangunan yang profesional,’’ ucapnya. (kmb28)
Gagal Raih Adipura, Pemkab Benahi Sistem Pengolahan Sampah
Tabanan (Bali Post) -
Sekda Tabanan I Gede Susila mengatakan, Tabanan tahun ini bertekad kembali merebut trofi Adipura. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota. ‘’Saya melihat berbagai upaya dilakukan Dinas Lingkungan Hidup untuk menata Kota Tabanan, termasuk penanganan dan pengelolaan sampah di TPA Mandung yang sebelumnya menjadi faktor utama kegagalan Tabanan meraih Adipura di tahun 2018,’’ ujarnya. Kepala DLH Tabanan I Made Subagia mengungkapkan, dalam upaya untuk memperindah dan mempercantik Kota Tabanan, pihaknya menyiapkan berbagai program. Program utama yang tengah dikerjakan berupa Prokasih
atau Program Kali Bersih. Pilot project-nya di Abiantuwung, Kediri, bekerja sama dengan Desa Abiantuwung. Dalam program ini pihaknya menata sungai yang ada di wilayah tersebut agar terbebas dari sampah. Selain menata bagian tepi sungai, pihaknya juga akan memasang sekat-sekat sehingga setiap sampah yang lewat terjaring kemudian diangkat. Selain itu, juga dilakukan penebaran ikan karper dan nila. Hal lain yang juga menjadi perhatian yakni pengolahan sampah dari hulu. Pihaknya melalui PKK terus melakukan sosialisasi pengolahan sampah di desa dengan membentuk bank sampah di setiap desa. ‘’Warga memilah sampah yang ada, sehingga yang dibuang ke
TPA hanya residu dan tidak menumpuk,’’ tegasnya. Dalam kegiatan ini, pihaknya bekerja sama dengan 10 TPS 3R. Nantinya warga diajak untuk memilah sampah. Sampah organik akan diolah menjadi pupuk sementara non-organik seperti plastik dan botol kaca dikumpulkan lantas diolah menjadi barang bernilai ekonomis. Terkait sampah yang menggunung di TPA Mandung yang sebelumnya menjadi faktor utama kegagalan Tabanan meraih Adipura, dia menegaskan saat ini hal tersebut terus ditata. Sebelumnya masalah muncul lantaran loader dan eskavator rusak. Kini peralatan tersebut sudah bisa berfungsi normal sehingga bisa dimaksimalkan dalam pengelolaan sampah
di TPA. Selain itu pihaknya juga meminjam eskavator milik Pemerintah Pusat yang ada di Dinas Perikanan dan Kelautan. ‘’Dengan beban kerja yang cukup berat, dua eksavator dioperasikan bergantian. Sedang loader sedang diperbaiki dan empat hari ke depan sudah bisa dioperasiokan,’’ sebutnya. Hal terpenting dalam menangani sampah, kata Subagia adalah edukasi kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan. Apalagi pihaknya akan menata Kota Tabanan terutama di taman kota, gedung Maria dan Jalan Gajah Mada. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan sangat diperlukan. ‘’Contohnya saja masih banyak warga yang nongkrong di Jalan Gajah Mada Tabanan sambil minum kopi masih suka membuang puntung rokok sembarangan. Padahal pagi harinya sudah disapu, namun siang kembali penuh puntung rokok,’’ papar Subagia. (kmb24)
Tabanan (Bali Post) Pergub No. 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali yang di dalamnya mengharuskan hotel dan restoran mengambil produk pertanian minimal 60 persen, belum sepenuhnya bisa diimplementasikan di lapangan. Meski demikian, respons petani di Tabanan terhadap Pergub ini sangatlah positif. Hal ini diungkapkan anggota DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani, Senin (11/3) kemarin. Omardani menyatakan, lantaran masih baru, pergub harus mendapatkan dukungan semua pihak agar bisa
diterapkan secara maksimal. Di Kabupaten Tabanan langkah mendukung pergub ini sudah dilakukan dari hulu ke hilir. Dia mencontohkan, regulasi di sektor pertanian yang mencakup berbagai bidang yang sudah disiapkan. Selain itu, pemberdayaan SDM kelompok tani tengah gencar dilakukan. Anggota kelompok tani disiapkan untuk mengolah bahan baku pertanian sebagai produk olahan bermutu tinggi. Kemudian, untuk memasarkan produk olahan, sudah disiapkan BUMDes yang siap menampung dan menjual produk pertanian. BUMDes juga berkoordinasi dengan BUMDa Tabanan untuk memasarkan produk
pertanian ke pasar lebih luas. ‘’Saat ini BUMDa Tabanan memiliki kerja sama dengan sebanyak 395 toko modern. Sehingga diharapkan akan terjadi peningkatan penyerapan produk olahan yang dihasilkan kelompok tani,’’ ujar Omardani yang pernah menjabat Perbekel Desa Belimbing ini. Meski Pergub No. 99 Tahun 2018 belum berdampak signifikan dalam hal penyerapan produk pertanian ke hotelhotel dan restoran, namun respons petani terhadap pergub dan didukung pula regulasi di tingkat kabupaten sangatlah positif. Petani makin bergairah untuk meningkatkan produksi pertanian.
Ini bisa dilihat dari petani salak di Desa Munduk Temu dan Desa Wanagiri yang terus melakukan inovasi dalam hal peningkatan kualitas produksi. Juga bisa dilihat usaha petani kopi di Pupuan yang saat ini kopinya sudah mendapat pengakuan sebagai kawasan indikasi geografi kopi Robusta. ‘’Artinya, secara kualitas untuk sejumlah komoditi pertanian yang dihasilkan petani di Kabupaten Tabanan ini sudah mulai diakui, bahkan memenuhi standar mutu yang dinginkan pasar. Termasuk juga manggis produksi petani Tabanan yang sudah mampu tembus pasar ekspor karena memang kualitasnya baik,’’ ujar Omardani. (kmb24)
Gagal meraih trofi Adipura tahun 2018, Pemkab Tabanan berupaya untuk merebut kembali gelar tersebut. Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai leading sector, kini berupaya melakukan berbagai pembenahan khususnya dalam hal pengolahan sampah. Tujuannya, sampah tidak terbuang begitu saja ke TPA.
Petani Respons Positif Pergub 99/2018
Bali Post/ist
MEMBUKA - Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri membuka secara resmi Apel Dansat TNI-AD Tersebar Kodam IX/Udayana, Senin (11/3) kemarin, di Aula Ngurah Rai Rindam IX/Udayana, Kediri, Tabanan.
Belajar Tak Kenal Usia
Kakek 73 Tahun Ikuti Simulasi UNBK Kejar Paket C
IBARAT pepatah, tidak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu, itulah yang dilakukan I Made Sumandia. Kakek berusia 73 tahun asal Banjar Buruan Tengah Desa Buruan Kecamatan Penebel itu terlihat bersemangat mengikuti simulasi UNBK program Kejar Paket C yang digelar di SMKN 3 Tabanan, Senin (11/3) kemarin. Meski terlihat sedikit gugup saat berada di depan layar komputer, namun Sumandia mengaku siap menjawab soal-soal simulasi yang saat itu bahasa Inggris. Hanya satu tekad yang dimilikinya, melengkapi ijazah di tiap jenjang pendidikan. Di usianya yang tidak lagi muda, Sumandia memiliki keinginan bisa kuliah. Ia ingin melanjutkan pendidikan ke Universitas Terbuka. Dari pantauan di lapangan, Sumandia berbaur dengan 45 rekan belajarnya di program Paket C dan 20 orang program Paket B dari PKBM Dharma Santi. Sumandia tampak akrab dengan rekan-rekannya saat menunggu jadwal masuk ke laboratorium komputer untuk mengikuti simulasi UNBK. Bagi Sumandia, tidak ada rasa malu untuk terus menuntut ilmu,
karena baginya ilmu tidak ada batasnya. Ia pernah mengenyam bangku pendidikan SD di Desa Buruan tahun 1959, lanjut SMP di Penebel tahun 1964. Namun setelah SMP dia sempat berhenti belajar dan memutuskan untuk berkarier di bidang perbankan. Hingga akhirnya dirinya mendapat informasi bahwa ijazah Kejar Paket sudah disamakan dengan ijazah pendidikan formal, Sumandia pun bertekad melengkapi ijazah pendidikannya dengan ikut program paket di PKBM Dharma Santi. ‘’Saya bahkan ingin memotivasi para generasi muda lainnya yang putus sekolah untuk kembali belajar. Karena ilmu itu penting,’’ tegasnya. Kakek lima cucu ini juga mengatakan, semangatnya untuk terus belajar juga semakin bertambah ketika melihat sosok Menteri Kelautan
dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang bisa menjadi menteri ternama meski hanya lulusan SMP dan baru-baru ini lulus SMA paket C. Sementara itu, Ketua PKBM Dharma Santi Desak Ketut Suci menjelaskan, selama dua hari para warga belajar program Paket B dan paket C mengikuti ujian simulasi UNBK. Kegiatan ini bertujuan agar peserta didik kesetaraan ini tahu apa saja yang harus dilakukan saat dimulainya ujian berbasis komputer. Melihat antusiasme dan kemampuan peserta didik dalam mengoperasikan komputer, pihaknya optimis semua peserta baik dari program Paket B maupun Paket C sudah siap menghadapi UNBK nanti. ‘’Sekarang tinggal menyiapkan mental mereka saja agar nanti ketika pelaksanaan tidak ada istilah gugup, grogi atau lainnya,’’ tuturnya. Terkait pendidikan kesetaraan atau kejar paket di PKBM Dharma Santi, Desak Suci menyampaikan, jumlahnya selalu mengalami peningkatan dan berasal dari beragam umur.
Mulai dari usia termuda 18 tahun hingga yang tertua 73 tahun. Hal ini didasari adanya keinginan kuat dari masyarakat yang putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikannya. Tidak hanya itu, kebanyakan warga belajar juga sudah memiliki pekerjaan yang tentunya ijazah sangat diperlukan untuk melengkapi persyaratan kerja mereka. Menurut Desak Suci, putus sekolah disebabkan sejumlah factor, seperti ekonomi khususnya warga masyarakat yang usia senja, drop out, dan menikah di usia muda. Sementara itu, Kepala SMKN 3 Tabanan Ketut Suardana menegaskan, pihaknya akan siap membantu khususnya dalam fasilitas UNBK, apalagi di SMKN 3 Tabanan memiliki enam laboratorium dengan masingmasing 36-40 unit komputer. Bahkan besar harapannya SMP di Kabupaten Tabanan ke depannya seluruhnya bisa menerapkan UNBK. ‘’Pada intinya kami siap membantu dari SDM untuk mendampingi maupun fasilitas lab komputer,’’ ucapnya. (bit)
Bali Post/bit
PAKET C - I Made Sumandia, kakek berusia 73 tahun ini masih bersemangat mengikuti program paket C.
BULELENG
8
Selasa Umanis, 12 Maret 2019
Diduga Emosi, Nekat Lukai Temannya Gunakan Belati pelaku, spontan korban menawari minuman keras (miras), sembari bermaksud menghidupkan sambungan listriknya itu. Tawaran itu diduga memicu emosi, sehingga pelaku menghunus belati yang dibawa dari rumahnnya. Tidak berselang lama, belati itu diacungkan ke arah korban. Hal itu mengakibatkan luka iris pada perut Nyoman Suwadi. Setelah melukai korban, pelaku mendekati teman korban Nyoman Sari. Lagi-lagi, pelaku nekat menusukkan belatinya itu. Akibat tusukan itu, Nyoman Sari yang tidak pernah memiliki persoalan dengan pelaku juga terluka pada dada bagian bawahnya. Setelah melukai keduanya, pelaku meninggalkan lokasi kejadian itu. Warga yang mengetahui peristiwa itu, kemudian mengantar korban berobat ke rumah sakit. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Mapolsek Tejakula. Tidak berselang lama, pelaku berhasil diamankan di rumahnya tanpa perlawanan. Polisi juga menyita belati bersama sarung dari kayu milik pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Awalnya pertemuan kedua korban dengan pelaku. Setelah korban
menawarkan minuman dan pelaku emosi dan menganiayai kedua korban ini hingga terluka. Sekarang masih dirawat di rumah sakit,” katanya. Menurut AKP Sartika, kasus penganiayaan ini masih dikembangkan untuk mengetahui apa sesungguhnya motif pelaku menganiaya kedua korban itu. Sementara, diduga kasus itu disebabkan karena selisih paham yang membuat pelaku emosi dan melakukan penganiayaan itu. Keterangan itu masih diperdalam dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Terutama keterangan kedua korban yang menunggu pulang dari perawatan di rumah sakit. Plaku di hadapan penyidik mengakui telah menganiaya kedua korban itu. Dia mengakui, selama ini memiliki sedikit masalah karena listrik PLN yang disambung dari rumah korban hanya menyala pada malam hari saja. Kalau siang hari sambungan listriknya itu sengaja dipadamkan. Meski demikian, pelaku tetap mempertangungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Dia termasuk melanggar Pasal 351 ayat (1), ayat (2) KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 9 orang warga negara asing (WNA) yang tinggal di Buleleng ditemukan masuk Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) dua. Pemilih asing itu ditemukan setelah KPU melakukan verifikasi dan berkoordinasi di lapangan dengan Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng. Meskipun ditemukan 9 WNA masuk DPTHP dua, namun data mereka tidak dihapus. Alasannya, KPU telah menandai pemilih bersangkutan dengan kategori pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) pemilih pada pemilu 2019.
Sementara itu di tempat terpisah, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Buleleng Wayan Sudira juga telah menindaklanjuti temuan WNA yang masuk DPTHP Dua itu. Hasil penelusuran itu sudah diteruskan ke Bawaslu Bali untuk ditangani lebih lanjut. Selain itu, dalam rekomendasinya, Bawaslu mengingatkan agar KPU tidak memasukan WNA sebagai pemilih dalam laga pemilu 17 April 2019 mendatang. Terkait penyebab, 9 WNA masuk dalam daftar pemilih, Sudira enggan memberi komentarnya. Ini karena urusan data pemilih pemilu itu, sepenuhnya dilakukan KPU dengan mengikuti semua mekanisme yang ada. “Di mana sumber masalahnya hingga WNA itu masuk dalam daftar pemilih. Kami tidak bisa pastikan hal itu merupakan kesalahan siapa. Namun apapun itu urusan data pemilih, itu kewenangan KPU sebagai penyelenggara pemilu,” katanya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
GUNAKAN BELATI – Anggota Reskrim Polsek Tejakula menangkap pelaku penganiayaan menggunakan pisau belati, hingga mengakibatkan dua korban terluka dan dirawat di rumah sakit.
Polisi Tangkap Residivis Penggelapan Sepeda Motor Singaraja (Bali Post) – Unit Reskrim Polsek Sukasada menangkap pelaku penggelapan sepeda motor. Pelakunya adalah Wayan Prasetya Papang Gunawan Alias Obby (22) berasal dari Desa Silangjana, Kecamatan Sukasada. Ternyata, pelaku yang tercatat sebagai residivis itu, menggelapkan sepeda motor milik Nyoman Trisnawati (20) asal Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu yang tinggal sementara di Desa Sambangan, Sukasada. Tak hanya itu, sepeda motor korban itu, sempat digadaikan dan uangnya digunakan untuk taruhan di arena tajen (sabung ayam - red). Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Senin (11/3) kemarin mengatakan, kasus ini terjadi 3 Maret 2019 sekitar pukul 11.00 Wita. Saat itu, oknum mahasiswa yang baru dikenalnya itu meminjam sepeda motor korban. Tanpa curiga, korban mengizinkan sepeda motor DK 8909 VT dipinjam untuk mencari rumah kos di sekitar Kota Singaraja. Setelah cukup lama dip-
injam, sepeda motor korban tidak kunjung dikembalikan. Korban mulai curiga kalau sepeda motor kesayangannya itu telah digelapkan oleh oknum mahasiswa itu. Merasa dirugikan, 4 Maret 2019, kejadian itu kemudian dilaporkan ke Mapolsek Sukasada. “Benar kita terima laporan korban telah kehilangan sepeda motor. Awalnya memang dipinjam untuk mencari tempat kos. Tetapi sepeda motor itu tidak dikembalikan. Kasus itu dilaporkan ke Polsek,” katanya. Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti, polisi mengetahui pelaku mengarah pada Wayan Prasetya Papang Gunawan Alias Obby. Tidak ingin membuang waktu lama, Unit Reksrim Polsek Sukasada kemudian menangkap yang bersangkutan tanpa perlawanan di rumahnya sekitar pukul 15.00 Wita. Selain mengamankan terduga pelaku, polisi juga menyita sepeda motor milik korban. Dari catatan kepolisian, pelaku ini masuk resedivis. Sebelum ditangkap terlibat kasus pencurian kendaraan
bermotor (curanmor) di Kabupaten Tabanan. “Dari keterangan saksi dan data-data di lapangan, terduga pelaku ini kita amankan di rumahnya. Kita cocokkan identitas sepeda motornya. Ternyata diakui motor korban yang sebelumnya dipinjam untuk mencari tempat kos,” katanya. Pelaku Wayan Prasetya Papang Gunawan Alias Obby mengakui telah menggelapkan sepeda motor milik korban itu. Dia mengaku, korban diberdayai dengan iming-iming sepeda motornya dipinjam untuk mencari rumah kos. Setelah korban mengizinkan, s ep eda m ot or i t u m al ah digadaikan kepada seorang yang tidak dikenalnya di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan seharga Rp 3,5 juta. Uang tersebut kemudian digunakan taruhan di arena tajen. Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, sekarang terduga pelaku masih diamankan di Mapolsek Sukasada untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dia pun melanggar pasal 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. (kmb38)
Terkait Ranperda Perseroda
Bupati Tegaskan Tak Dilengkapi Naskah Akademik Singaraja (Bali Post) – Pembahasan Rancangan Perda (Ranperda) tentang Perseroan Daerah (Perseroda) masih tarik ulur. Satu sisi, Fraksi Partai Demokrat (PD) belum menerima pembahasan ranperda itu lantaran tidak dilengkapi naskah akademik. Namun, pihak eksekutif menyatakan ranperda yang diajukan itu memang tidak dilengkapi naskah akademik. Alasannya, ranperda itu sifatnya hanya mengubah status badan hukum Bank Buleleng 45 yang sekarang sebagai perusahaan daerah (Perusda) menjadi Perseroda. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) menegaskan hal itu saat membacakan pidato pada sidang paripurna di DPRD Buleleng dengan agenda
penyampaian jawaban pemandangan umum fraksi atas Rancangan Perda Perseroda, Senin (11/3) kemarin. Lebih jauh Bupati mengatakan, alasan usulan ranperda itu tidak dilengkapi naskah akademik seusai pasal 331 ayat (3) UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintaan Daerah, Badan Usaha Milik Daerah Terdiri Atas Perusahaan Umum Daerah dan Perusahaan Perseoran Daerah. Meski demikian, Ranperda ini sudah dilengkapi penjelasan atau keterangan dari perangkat daerah terkait. Ini sesuai Pasal 22 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 80 Tahun 2015 tentang pembentukan produk hukum daerah, yang menyatakan pemrakarsa dalam mempersiapkan Rancangan Perda itu disertai
Putu Tirta Adnyana
Bali Post/ kmb 38
penjelasan atau keterangan dan atau naskah akademik. Usai sidang Ketua Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Perseroda Bank Buleleng 45 Putu Tirta Adnyana mengatakan, menyusul beda pendapat terkait Rancangan Perda itu, pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan pembahasan di internal pansus. Salah satu poin pembahasannya nanti adalah mengkaji pertimbangan eksekutif yang menyatakan Ranperda ini tidak perlu dilengkapi naskah akademik. Sedangkan, pansus sendiri mendapatkan keterangan dari hasil konsultasi dalam daerah di Kabupaten Bangli, Perda Perseroda itu, sudah ditetapkan justru tanpa naskah akademik. Selain itu, pihaknya tetap berpendapat kalau dalam Rancangan Perda itu terjadi perubahan meteri hingga 50 persen, maka wajib dilengkapi naskah akademik. “Rancangan perda sudah masuk. Pansus sudah dibentuk dan sudah melakukan pendalaman. Dengan masih adanya terik ulur seperti ini, kami segera akan rapat internal. Jawaban eksekutif tadi akan kita dalami sebab mencermati lebih dari 70 persen Rancangan Perda ini diubah, sehingga dipandang perlu disusun naskah akademik,’’ tegasnya. Tirta Adnyana mengusulkan, pimpinan DPRD ke depannya lebih tegas memberikan tugas kepada Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) untuk menganalisis setiap usulan perda dari eksekutif. Ini penting sebab selama ini, pihaknya mengamati kalau setelah ranperda masuk dan dibahas, justru mandek. Bahkan gagal dibahas di DPRD. Hanya karena tidak didukung regulasi lebih tinggi atau kelengkapan naskah akademik itu. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Kasus penusukan dengan senjata tajam (sajam) jenis belati kembali terjadi. Peristiwa penusukan itu dilakukan di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula. Dua orang korban mengalami luka iris pada perut dan dada bawah, hingga dirawat di rumah sakit. Pelaku nekat menganiaya menggunakan sajam, diduga karena sakit hati setelah sambungan listrik PLN-nya sering diputus pada siang hari. Kapolsek Tejakula AKP Wayan I Wayan Sartika, S.H. seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Senin (12/3) kemarin mengatakan, kasus penganiayaan ini terjadi Selasa (5/3) lalu sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu, korban Nyoman Suwadi (45) dan temannya, Nyoman Sari (44), sedang berkumpul di halaman rumahnya. Kemudian pelaku Nengah Terak (60), melintas di depan rumah itu. Pelaku ini awalnya ingin menanyakan kepada korban mengapa aliran listrik yang disambung di rumah korban itu dipadamkan. Padahal dia sendiri telah lama menyambung listrik di rumah korban dengan iuran setiap bulan Rp 30.000. Melihat kedatangan
KPU Temukan Sembilan WNA Masuk DPTHP Pemilu 2019 Komisioner KPU Buleleng Divisi Perencanaan Data dan Informasi Nyoman Gede Cakra Budaya, S.P. di ruang kerjanya, Senin (11/3) kemarin mengatakan, awalnya KPU Provinsi Bali telah menginstruksikan agar KPU Buleleng melakuan penyisiran. Hal itu dilakukan guna memastikan kemungkinan WNA tercatat dalam DPTHP dua. Intruksi itu kemudian ditindaklanjuti Selasa (5/3) pekan lalu. KPU berkoordinasi ke Disdukcapil lalu ditemukan sebanyak 92 orang WNA yang bertempat tinggal di Buleleng mengantongi e-KTP. Dari jumlah itu, KPU kemudian kembali melakukan penyi-
siran mendalam. Hasilnya, ditemukan 9 orang WNA asal Negara Swis, Belanda, Italia, dan Jerman. Setelah ditelusuri lebih detail, identitas WNA yang ditemukan pada DPTHP dua itu, rata-rata berkeluarga dengan warga Bali. Sedangkan, sisanya, 83 WNA lainnya tidak tercatat menjadi pemilih. Namun mereka telah mengantongi E-KTP. “Dengan data hasil koordinasi ke Disdukcapil, kami melakukan verifikasi faktual. Kami temukan 92 WNA memiliki e-KTP, 9 orang masuk DPTHP. Kami sudah sampaikan kepada WNA bersangkutan dan tidak mempermasalahkan, karena kalau-
pun menjadi pemilih mereka mengaku tidak akan memilih pada pemilu di Indonesia,” katanya. Meskipun menemukan WNA masuk DPTHP dua, KPU Buleleng tidak menghapuskan data tersebut. Hanya saja, data itu sudah ditandai untuk memberikan petunjuk kepada penyelenggara. Sedangkan ke-9 WNA itu dinyatakan sebagai data pemilih TMS. Hal itu mengacu pada Peraturan KPU (P-KPU) No. 11 Tahun 2018 yang mengatur syarat pemilih adalan WNI berusia 17 tahun. “Data itu kita TMS-kan dan nanti akan ditandai sebagai TMS. Dipastikan tidak dapat memilih,” jelasnya.
Gulirkan Program PPG
Buka 22 Prodi, Undiksha Targetkan Kelulusan 100 Persen UNIVERSITAS Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali melaksanakan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan di tahun 2019 ini. Peserta program tahap pertama diikuti 313 orang dari berbagai daerah di Indonesia. Dari pelaksanaan program ini, Undiksha mentargetkan kelulusan hingga seratus persen. Demikian disampaikan Rektor Undiksha Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. pada pembukaan orientasi awal PPG di Auditorium Pascasarjana, Senin (11/3/) kemarin. Rektor asal Kuta Selatan, Kabupaten Badung ini mengatakan, Undiksha mendapat kepercayaan melaksanakan PPG pada 22 program studi dari Kementerian Risert Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Pesertanya pun tak sebatas wilayah Bali saja, namun juga daerah lainnya di Indo-
nesia. Mereka berasal dari Sabang sampai Merauke. “Kami targetkan kelulusan program PPG dalam jabatan ini seratus persen. Sama seperti Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) sebelumnya,” tegasnya didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si. Melalui program ini, peserta diharapkan bisa menjadi guru yang lebih profesional. Tentu wajib melaksanakan proses belajar-mengajar itu semakin berdaya saing. Tidak kalah pentingnya juga bisa melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas. “Melalui ini, kualitas tenaga pendidikan bisa semakin baik,” ucapnya. Sementara itu, Koordinator PPG Undiksha Drs. I Gede Nurjaya, M.Pd. mengatakan, peserta yang mengikuti PPG itu adalah untuk
program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK). “Undiksha dipercaya melaksanakan PPG untuk 22 prodi. Dalam jabatan tahap pertama ini ada empat prodi ,” sebutnya. Setelah orientasi awal, peserta harus mengikuti workshop, pembekalan PPL dan praktek langsung ke sekolah yang berlangsung hingga 4 Mei 2019. Selain itu ada pula UKMPPG-UKIN, pemantapan materi dan UKMPPGUP. Selain dalam jabatan, universitas yang telah memiliki Fakultas Kedokteran ini, juga dipercaya melaksanakan PPG prajabatan bersubsidi, SM-3T, PPG dalam jabatan Guru Daerah Khusus (Gurdasus). “Setiap tahun jumlah pesertanya cenderung naik.
Peserta ini wajib mengikuti beberapa kegiatan. Sedangkan, perpisahan direncanakan 13 Mei 2019,” katanya. Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat kelulusan peserta program ini di Undiksha selalu di atas rata-rata nasional. Buktinya, pada 2018 persentase kelulusannya mencapai 81,53 persen. Namun demikian, universitas dengan delapan fakultas ini, terus melakukan upaya peningkatan kualitas program. “Kami terus melakukan evaluasi. Selain perbaikanperbaikan terhadap kekurangan,” imbuh Nurjaya. Pada kesempatan itu, disampaikan berbagai hal berkaitan keberadaan Undiksha, termasuk akreditasi A yang berhasil diraih dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Peserta PPG juga diharapkan bisa turut mempromosikan Undiksha kepada masyarakat. (ad265)
PPG – Tercatat 313 peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) . Dalam jabatan tahap I Undiksha mengikuti orientasi awal di Auditorium Pascasarjana, Senin (11/3) kemarin .
Selasa Umanis, 12 Maret 2019
GIANYAR
9 Lewati Jalur Alternatif
Pengendara Motor dan Mobil Seberangi Sungai
Bali Post/kmb35
ALTERNATIF - Pengendara mobil dan sepeda motor melintasi jalur alternatif dengan menyeberangi Sungai Pakerisan.
Gianyar (Bali Post) Sungai Pakerisan hingga kini masih dijadikan jalur alternatif penyeberangan kendaraan. Kendaraan seperti sepeda motor hingga truk sudah biasa setiap harinya menyeberangi jalur tersebut sebagai jalan alternatif. Jalur tersebut terletak di perbatasan Desa Siangan Kecamatan Gianyar di sebelah selatan dengan Desa Pejeng Kecamatan Tampaksiring di sisi utara. Menurut Wayan Suasa, warga yang rutin menggunakan jalur alternatif ini, pemandangan mobil menyeberangi sungai sudah biasa terjadi. Syukur-syukur aliran air sungai kecil, sehingga kendaraan yang melintas tidak tertahan. Namun jika arus sungai besar, kendaraan roda empat pun harus putar balik. “Kalau sopirnya berani, kadang ada kendaraan yang tetap menerobos arus sungai yang besar,” kata Suasa, Senin (11/3) kemarin. Suasa mengatakan, dirinya rutin melintasi jalur ini, bahkan sudah sejak
kanak-kanak. Menurutnya, hingga kini memang belum pernah dibangun jembatan di lokasi tersebut. Padahal, jalur alternatif ini sering dilalui. Terutama untuk memotong jalan dari Gianyar ke Tampaksiring. Suasa menambahkan, di kawasan itu juga terdapat sebuah dam di sisi timur yang telah ada sejak tahun 1980-an. Jalan setapak dengan lebar sekitar satu meter di atas bendungan itu kerap dijadikan jalur alternatif bagi pengendara sepeda motor. Sedangkan kendaraan roda empat seperti mobil maupun truk memilih menyebrangi aliran Sungai Pakerisan yang letaknya sekitar 10 meter di sisi barat dam. Meski tidak seramai di jalan raya, jumlah kendaraan yang memanfaatkan sungai dan jalan dam ini cukup banyak. Bahkan, sepeda motor dari berlawanan arah harus rela antre agar bisa melintas. Sebab, jalur tersebut hanya bisa dilalui satu sepeda motor saja. “Se-
benarnya itu jalur untuk pejalan kaki atau petugas untuk merawat dam. Tapi oleh masyarakat dijadikan jalur sepeda motor,” terangnya. Menurut Suasa, jalur tersebut cukup vital. Ia berharap, ada perhatian pemerintah untuk membuatkan jembatan permanen. Jalur ini mampu memangkas waktu perjalanan dari Gianyar menuju Tampaksiring, begitu pula sebaliknya. “Kalau lewat jalan raya, kerap macet. Lebih rindang lewat jalur alternatif ini. Masih asri,” ujarnya. Suasa mengatakan, dulu aliran air di sungai itu cukup deras. Tapi lamakelamaan, sungai ini mengendap banyak pasir. Diduga hal ini terjadi karena banyaknya truk yang melintas. “Di sisi selatan juga sudah ditumbuhi semaksemak, sehingga mobil semakin berani lewat karena dangkal. Tapi demi keselamatan, tentunya kami berharap agar dibangun jembatan di sini,” ujarnya. (kmb35)
Bawaslu Temukan Tujuh DPT Terindikasi WNA
SOSOK
Gianyar (Bali Post) Petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gianyar menemukan sebanyak tujuh orang yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019, terindikasi sebagai warga negara asing (WNA). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar menduga hal ini terjadi lantaran human error saat proses pencoklitan. Sementara DPT yang sudah dipastikan WNA itu akan segera dicoret.
Tata TPA Temesi DINAS Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar mulai melakukan ancang-ancang persiapan penataan TPA Temesi yang akan direalisasikan pada 2020 mendatang. Apalagi, TPA itu akan dirancang menjadi TPA modern dan beredukasi. Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra mengatakan, ke depan pemerintah menyulap TPA Temesi menjadi ruang publik yang dapat dijadikan tempat hiburan, sekaligus pengetahuan tentang pentingnya pengelolaan sampah bagi masyarakat. Merealisasikan rencana itu, pihaknya mulai melakukan penataan awal sebagai langkah persiapan. “Nanti juga disiapkan pengolahan sampah dengan teknologi terbaru, yang dapat mengendalikan pencemaran udara, pencemaran lingkungan, di antaranya pengelolaan sampah dengan sistem sanitary landfill,” katanya, belum lama ini. Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkahlangkah persiapan merealisasikan rencana Bupati Mahayastra. Seperti penjajakan serta berkonsultasi dengan para ahli. Disebutkan, Bupati menargetkan TPA Temesi tidak hanya sebagai tempat pembuangan akhir, namun juga terintegrasi dengan TPS, pabrik pengolahan sampah, sumber energi dan tempat rekreasi ataupun bersantai yang beredukasi. “Kami optimis TPA Temesi nantinya tidak lagi dihindari masyarakat dan bukan lagi menjadi tempat yang membebani lingkungan. Justru sebaliknya akan menjadi temapat yang ingin dilihat dan dikunjungi,” ujarnya. Dalam penataan nanti, kata dia, TPA akan memiliki pintu masuk dan keluar yang berbeda. Di pintu masuk itu juga akan dilakukan penataan taman yang indah dan pepohonan yang rindang. “Nanti juga ada kantin untuk sopir, ada kafetaria untuk pengunjung, ada wahana edukasi, ada gasebo, ada bengkel cuci sehingga truk yang masuk membawa sampah, keluarnya bersih dan sebagainya,” ujarnya. (nik)
Dikonfirmasi terkait adanya indikasi tujuh WNA masuk dalam DPT Kabupaten Gianyar, Senin (11/3) kemarin, Ketua Bawaslu Gianyar I Wayan Hartawan menerangkan, pihaknya langsung melakukan penelusuran. Guna memastikan data tersebut, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya. “Terkait data tujuh WNA yang masuk DPT itu sudah kami telusuri untuk diverifikasi faktual,” ujarnya. Hartawan menegaskan, pihaknya sudah melakukan verifikasi langsung terhadap tiga dari tujuh WNA yang terindikasi masuk DPT. Hasilnya, tiga orang tersebut saat ini memang berstatus WNA. Mereka di antaranya Jean Philippe Rene Daniel Haure tempat lahir Francis, namun masih terdata sebagai DPT di TPS 020 Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati. Selain itu ada juga WNA, Naomi bertempat lahir Jepang, namun terdata sebagai DPT di TPS 003 Desa Batuan, Kecamatan Sukawati. Terakhir yang sudah dipastikan WNA, Rieko Hiraga yang bertempat lahir Jepang, namun tercatat dalam DPT di TPS 31 Desa Mas, Kecamatan Ubud. “Yang sudah diverifikasi tiga orang WNA masuk DPT, sementara empat sisanya masih dicek oleh jajaran pengawas di tingkat desa,” katanya.
lebih memastikan DPT yang terindikasi sebagai WNA. “Makanya masih kami cek datanya supaya yakin bahwa DPT ini sebagai WNI atau WNA,” katanya. Untuk DPT yang sudah dipastikan sebagai WNA, kata Eka Putra, pasti akan dicoret. Mereka juga akan ditandai agar nantinya tidak menerima C6 yakni surat pemberitahuan memilih. “DPT yang sudah dipastikan WNA itu pasti akan dicoret,” tegasnya. Disinggung penyebab WNA bisa masuk dalam DPT, Eka Putra memperkirakan kekeliruan ini terjadi pada proses pencoklitan. “Mungkin karena human error. Petugas coklit kurang teliti, atau mungkin memang data itu dari pemilu sebelumnya. Artinya secara proses ini masalah human error. Tapi ini menjadi catatan tersendiri bagi KPU dalam memelihara data pemilih ini agar sebaik mungkin dan sevalid mungkin,” ujarnya. (kmb35) I Wayan Hartawan
I Wayan Tuges
Seniman Gitar Ukir yang Mendunia I WAYAN Tuges merupakan sosok seniman yang mampu menyulap sebuah gitar biasa menjadi alat musik dengan nilai jual tinggi. Hal ini dilakukan dengan menambah ukiran pada tubuh gitar. Karya ciptaan seniman asal Desa Guwang Kecamatan Sukawati ini sudah mendunia, serta banyak dikoleksi oleh musisi ternama. Gitar buatannya dapat mencapai harga seratus juta rupiah lebih dan pembelinya berasal dari berbagai negara. “Paling tinggi pernah terjual USD 9.000, kalau yang biasa itu rata-rata terjual USD 2.000,” ujar Wayan Tuges, Senin (11/3) kemarin. Kesuksesan Wayan Tuges yang mengawali karier sebagai tukang ukir ini tidaklah instan. Ia berproses sejak belasan tahun silam. Bahkan, dua tahun ia belajar membuat gitar kepada seseorang dari Amerika Serikat. “Tahun 2005 adalah awal saya belajar membuat gitar. Saya dibawakan secara khusus gitar
Telepon Penting gianyar Kantor Bupati DPRD BPBD PMK Kantor Satpol PP RSUD Sanjiwani PDAM KPA Gianyar PMI Gianyar KONI Gianyar BNN Kab. Gyr.
Menindaklanjuti temuan tersebut, kata Hartawan, Bawaslu Gianyar akan mengajukan rekomendasi ke KPU. Rekomendasi tersebut untuk mencoret DPT yang sudah dipastikan sebagai WNA. “Terkait temuan ini, kami rekomendasikan mereka agar dicoret atau dikeluarkan dari DPT. Kewenangan itu ada di KPU,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Komisioner KPU Gianyar Bidang Pengukuran, Perencanaan dan Data A.A. Gde Agung Eka Putra mengatakan, jika mengacu pada data KPU RI, tidak ditemukan data WNA yang masuk DPT di Gianyar. Namun berdasarkan pengecekan yang dilakukan petugas pengawas pemilu di tingkat kecamatan, memang ditemukan sejumlah WNA yang masuk dalam DPT. “Setelah dilakukan pengecekan ke lapangan, ada dua (WNA masuk DPT - red). Mereka sudah tidak berada di Gianyar, ada yang sudah di Australia, ada yang sudah pindah ke negara lain, karena berdasarkan pengecekan lapangan dua orang itu tidak berada di tempat,” ujarnya. Selain jumlah itu, Eka Putra mengakui masih ada DPT yang terindikasi WNA, namun setelah dicek ternyata sudah lengkap sebagai WNI dan memiliki KTP elektronik. Sementara yang lain masih dilakukan pengecekan untuk
- 943056 - 943144 - 7844717/7844718 - 943113 - 944436 - 943020 - 944225/943233 - 942184 - 8958414 - 947261 - 946122
I Wayan Tuges
oleh teman saya yang bernama Danny Fonfeder untuk diisi dengan ukiran ciri khas Bali,” katanya. Kala itu, I Wayan Tuges tidak langsung dapat menyelesaikan pesanan ukiran gitar tersebut. Barulah sekitar 2007, ia bertemu dengan seniman gitar asal Amerika Serikat. Dari seniman itulah dia mendapat bimbingan intensif selama dua tahun. “Dua tahun belajar,” akunya. Menurut Wayan Tuges, selama mau belajar, maka tidak ada hal yang tidak mungkin untuk dikerjakan. Berdasarkan keyakinan itulah, dia tidak berhenti bereksplorasi menciptakan kebaruan pada produk gitarnya yang dilabeli nama “Blueberry Guitar”. Kini, dia sudah menghasilkan ribuan produk gitar yang dijual ke berbagai negara. Namun, dia mengakui hasil karya seninya itu kurang diminati di dalam negeri. “Yang beli karya saya memang kebanyakan WNA, kalau seniman lokal minim,” ujarnya.
Wayan Tuges mengaku menyayangkan kondisi ini. Padahal, ia sangat berharap karyanya bisa dipakai oleh seniman lokal. “Saya ingin musisi dalam negeri yang memakainya,” katanya. Sederet musisi terkenal telah menggunakan gitar buatan Wayan Tuges. Di antaranya, musisi jazz Paul Deslaurier, Golden Earing Band, dan George Kooymanns. Blueberry Guitar juga sempat dipamerkan di berbagai negara. Salah satunya adalah di Kanada dalam ajang Montreal Jazz Festival. Setiap karyanya dipastikan 90 persen menggunakan bahan baku yang berasal dari dalam negeri. Gitar buatannya memang dipenuhi dengan ukiran. Hal itu yang berbeda dengan gitar lainnya. Namun, ia juga menerima pembuatan gitar sesuai dengan keinginan pemesan. “Memang ciri khasnya ukiran Bali. Tapi jika ada yang memesan dengan model lain, saya tetap melayani,” tegasnya. (nik)
Ditata, Bandung Waterfall Mulai Dikunjungi Wisatawan
Gianyar (Bali Post) Warga Desa Adat Bandung, Desa Siangan, Kecamatan Gianyar kini bersiap membuka objek wisata Bandung Waterfall. Hal ini dilakukan lantaran mulai meletupnya antusiasme wisatawan berkunjung ke wilayah Gianyar Timur. Meski masih dalam proses penataan, objek wisata ini sudah dikunjungi wisatawan. Sebulan dibuka, sudah terkumpul donasi jutaan rupiah dari objek ini. Bendesa Adat Bandung Dewa Putu Anom mengatakan, wisatawan cukup antusias mengunjungi air terjun yang ada di aliran Sungai Pakerisan tersebut. Dikatakan, digagasnya objek wisata yang juga berada di bawah dam Desa Adat Bandung ini karena jalur tersebut cukup banyak dilintasi wisatawan asing, yang trekking
maupun bersepeda. Melihat potensi itu, muncul keinginan warga setempat melakukan penataan objek wisata tersebut. “Kami lihat potensinya ada, sehingga muncullah gagasan untuk menata air terjun ini,” kata Anom, belum lama ini. Meskipun baru satu bulan dalam proses penataan, kata Anom, sudah ada pemasukan sebesar Rp 1 juta dari objek wisata ini. Uang tersebut merupakan donasi dari wisatawan yang berkunjung. “Itu sumbangan wisatawan yang datang. Kalau karcis belum kami patok, karena dasarnya juga belum ada,” katanya. Anom menambahkan, pihaknya saat ini sedang membentuk kepengurusan objek wisata baru tersebut. Ke depan, mereka akan mengurus segala sesuatu dengan Pemkab Gianyar agar diajukan
menjadi tempat wisata dan memiliki dasar saat memungut karcis masuk. “Tempat itu sangat cocok untuk spot foto yang background-nya air terjun dibelah dengan bebatuan sungai,” ujarnya. Untuk menuju objek wisata ini, Anom mengaku pihaknya baru menyiapkan papan arah yang berada di beberapa titik jalan. Meski masih dalam penataan, setiap harinya ada saja tamu yang datang sekitar dua sampai lima orang. “Kami baru isi petunjuk arah di pinggir jalan seadanya. Minggu depan mungkin sudah akan diisi sepanduk dan dokumentasi supaya menarik wisatawan dan memperjelas jika di sini ada air terjun,” terangnya. Anom menambahkan, pihaknya sudah mengajak warga setempat untuk melakukan bersih-bersih di areal
waterfall tersebut. Akses menuju lokasi dari jalan yang hanya 30 meter, sedangkan tinggi air terjunnya mencapai 10 meter lebih. “Tujuannya kami buat ini juga untuk mengenalkan Desa Bandung yang ada di Gianyar. Terlebih di desa ini banyak yang berkecimpung di dunia pariwisata,” katanya. Ke depan, pihaknya akan bekerja sama dengan pemilik cycling yang kerap melintasi desa tersebut. Yaitu sambil bersepeda, ketika tiba di Desa Bandung beristirahat sejenak di Bandung Waterfall, kemudian kembali melanjutkan rute berikutnya. “Jadi, kami akan bersinergi dengan komponen pariwisata lainnya,” tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kabid Sumber Daya Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar A.A. Istri Dwi Hari
Bali Post/kmb35
AIR TERJUN - Bendesa Adat Bandung, Desa Siangan, Kecamatan Gianyar, Dewa Putu Anom menunjukkan air terjun yang dipersiapkan menjadi objek wisata . Hidayati mengatakan, setiap desa di Gianyar sebenarnya memiliki potensi pariwisata. Yang terpenting, bagaimana perangkat desa setempat
memiliki komitmen untuk mengangkat dan mengembangkan potensi yang ada. “Minimal masyarakatnya sadar dengan desa mere-
ka diajukan maupun akan ditetapkan sebagai desa wisata. Paling tidak, mereka melakukan sapta pesona,” katanya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Selasa Umanis, 12 Maret 2019
Satpol PP Bongkar Lapak Pedagang Buah Negara (Bali Post) – Satpol PP Jembrana melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar jalan protokol di Negara, Senin (11/3) kemarin. Petugas terpaksa membongkar paksa bangunan lapak pedagang buah di Jalan Udayana tersebut lantaran tiga kali surat peringatan tidak digubris. Selain di lapak pedagang buah dekat rumah jabatan pimpinan DPRD Jembrana itu, penertiban juga dilakukan di lokasi lainnya. Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Jembrana I Made Tarma seizin Kepala Satpol PP IGN Rai Budhi mengatakan, pembongkaran terpaksa dilakukan karena pedagang tersebut tidak mengindahkan teguran yang dilayangkan hingga tiga kali. “Pedagang yang di sebelah rumjab dewan ini sudah tiga kali kita berikan teguran. Karena itu lapaknya kita bongkar dan kita bawa ke kantor,” tandas Tarma. Selain di Jalan Udayana, petugas juga melakukan penertiban di Jalan Sutomo dan Jalan Ngurah Rai. Para pedagang tersebut berjualan buah di atas trotoar dan badan jalan. Beberapa di antaranya bahkan membuat lapak. Menurut Tarma, para pedagang ini melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2007 tentang Kebersihan dan Ketertiban Umum. Untuk tiga pedagang lainnya menurutnya masih tahap teguran pertama. Mereka diminta membuat surat pernyataan untuk tidak melanggar lagi. Bila masih membandel, akan ditempuh upaya yang sama hingga tiga kali teguran. Bila tetap tidak mengindahkan teguran, maka akan dibongkar paksa. Belakangan pedagang buah keliling ini menjamur di beberapa titik di pinggir jalan protokol. Mereka berjualan memanfaatkan trotoar untuk lapak dagangan. Bahkan beberapa di antaranya sengaja dibuat lapak berbahan kayu. (kmb26) Bali Post/olo
REBAH – Hamparan padi yang sudah siap panen nampak rebah diterjang angin.
Bali Post/olo
BONGKAR LAPAK – Satpol PP Jembrana melakukan penertiban PKL yang berjualan di atas trotoar. Salah satu pedagang buah di dekat rumjab DPRD akhirnya dibongkar paksa lantaran sudah tiga kali diberikan teguran tidak digubris.
Jalan di Banjar Petanahan Rusak Parah Warga Kesulitan Angkut Hasil Bumi
Negara, (Bali Post) Akses jalan satu-satunya bagi penduduk warga Banjar Petanahan, Desa Batuagung, Jembrana kini rusak parah. Dari pengamatan Senin (11/3) kemarin, tidak hanya jalan rabat betonnya saja yang mengelupas hingga kembali menjadi jalan tanah, namun sejumlah got yang berisikan plat deker (jembatan kecil) sebagian terputus hingga kendaraan tidak bisa melintas. Warga setempat kesulitan membawa hasil bumi untuk dipasarkan. Dari informasi yang dihimpun, jalan desa tersebut menghubungkan Banjar Petanahan dengan beberapa banjar tetangga di desa itu, seperti Banjar Babakan serta Banjar Anyar. Badan jalan yang hanya dirabat pada sisi kiri kanannya, mulai mengalami keropos. Kerusakan dapat dilihat memasuki Bale Banjar Petanahan ke timur tembus Bale Tempek Banjar Babakan. Bahkan nyaris tidak ada beton utuh yang menutup bahu jalan karena semuanya mengelupas dimakan usia. Parahnya di sepanjang jalur itu tidak memiliki drainase yang memadai. Ketika musim hujan air naik ke badan jalan, akibatnya air menggerus seluruh rabat beton. Terdapat dua plat deker yang jebol, pertama plat deker yang terletak di tengah-tengah jalur tersebut, sekaligus menjadi akses mengeluarkan hasil kebun warga yang bermukim di sekitar lokasi. Kerusakan pelat deker lainnya, berada di timur Griya Pasraman Mambal. Pelat deker yang berada atas Pangkung Leko, tergerus luapan air hingga separuhnya hanyut. Akibat pelat deker hanya tinggal separuh, dan landasan juga sudah berongga, membuat kendaraan roda empat tidak bisa melintas. Hanya pejalan kaki dan roda dua yang dapat keluar masuk di wilayah itu. Sekitar sebulan pelat deker terputus digerus banjir pangkung. IB Ardika, salah seorang warga, Senin kemarin mengaku kerusakan jalan tersebut sudah lama. Jalan sepanjang 5 kilometer itu, terakhir dirabat beton melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Perdesaan tahun 2007. Dia berharap agar jalan segera diperbaiki agar dia bisa mengeluarkan hasil bumi atau keperluan membawa material bangunan. Menurutnya di sana sebagian besar warga bertani. Namun, akibat terputusnya akses jalan, hasil kayu, bambu, buah kelapa dan pisang tidak dapat dikeluarkan. Sekretaris Desa Batuagung Ida Bagus Eka Sudiarta dikonfirmasi mengatakan, jalan tersebut sudah dianggarkan perbaikannya di APBdes tahun 2018. Menurutnya, jalan itu memang merupakan jalan desa. Namun karena volumenya lumayan panjang 5 kilometer, untuk tahun ini, baru setengahnya akan diperbaiki termasuk plat dekernya yang jebol. Perbaikan diprioritaskan yang di wilayah Petanahan dulu. Sisanya dilanjutkan tahun berikut oleh banjar tetangga, yakni banjar Anyar karena jalan itu merupakan penghubung kedua banjar tersebut. (kmb)
RUSAK PARAH- Jalan penghubung di Banjar Petanahan dan Banjar Anyar Desa Batuagung, Jembrana rusak parah.
Jelang Panen, Padi Rebah Diterjang Hujan dan Angin Harga Jual Dipastikan Anjlok
Negara (Bali Post) Menjelang panen padi, para petani sejumlah subak di Jembrana dibuat pusing. Sejumlah petak padi di sawah mereka rebah setelah diterjang angin dan hujan belum lama ini. Meskipun masih bisa dipanen, namun hasil yang didapat kurang maksimal. Harga jual padi dipastikan anjlok. Seperti yang terlihat di Subak Pendem dan Subak Tegal Lantang di Dauhwaru, Senin (11/3) kemarin. Dari pengamatan tanaman padi petani yang sudah menguning nampak rebah rata dengan tanah. Hamparan padi yang rebah hampir merata dan hanya sedikit
yang masih terlihat berdiri tegak. Menurut para petani, padi yang siap dipanen ini rebah karena diterjang angin belum lama ini. “Hampir sekitar 60 are, semuanya rebah tersapu hujan dan angin,” terang Made Karta, salah seorang petani. Para petani ini ber-
harap agar cuaca tetap cerah sehingga bulir padi yang sudah rebah tidak semakin terendam air. Meskipun masih bisa dipanen, padi yang sudah rebah itu kualitasnya turun dan otomatis harga jualnya juga anjlok. Menurut Karta, selama sepekan terakhir ini hampir seluruh petani mengeluhkan tanaman padinya rebah. “Kalau sudah rebah begini sulit dipanen, kalaupun ada yang beli pasti dipotong harganya,” keluh petani lainnya. Hal senada juga diungkapkan petani lainnya di Subak Tegal Lantang Komang Merta. Petani penggarap ini mengaku mengarap lahan sekitar 80 are. Dan hampir semuanya rebah tersapu angin. Pada musim tanam ini, sebelum padi
akan panen juga sempat terserang hama. Namun saat itu serangan hama itu bisa dikendalikan dan tidak sampai meluas. Bahkan padi bisa tumbuh dan siap panen. Namun, begitu akan panen, tanaman padinya rebah. Padi jenis Inpari yang ditanamnya rebah dan saat ini hanya beberapa petak yang masih berdiri. Saat belum rebah lalu, diakuinya padinya sudah dipanjar saudagar dengan harga antara Rp 300 ribu- Rp 325 ribu per are. Tetapi dengan kondisi rebah ini, dipastikan akan terpotong dari pembeli. Pihaknya juga memaklumi karena kondisi padi rebah, bulir padi melengket di lumpur. Sehingga akan lebih sulit dipanen. (kmb26)
Pembangunan Duplikasi Jembatan Tukadaya Mulai Dikerjakan
Bali Post/olo
MULAI DIKERJAKAN – Sejumlah patok mulai terpasang di timur jembatan Tukadaya. Rencananya tahun ini akan dilakukan duplikasi jembatan penghubung Kecamatan Negara dan Kecamatan Melaya ini.
Negara (Bali Post) – Pembangunan duplikasi jembatan Tukadaya, jalan Denpasar-Gilimanuk yang rencananya diplot tahun ini dari pemerintah pusat nampaknya segera terlaksana. Sejak sepekan terakhir, di sekitar jembatan tepatnya sisi timur itu terpasang patok-patok. Jembatan duplikat atau jembatan kembar di jalan nasional ini untuk mempercepat akses di samping juga jembatan lama yang sudah berumur. Dari informasi sebelumnya, jembatan duplikat ini akan dibangun di sisi sebelah Timur memanfaatkan lokasi jembatan yang lama. Jembatan yang saat ini beroperasi sepanjang 40 meter lebar 7 meter, sudah dibangun cukup lama dan sempit. Sehingga nantinya ketika sudah terbangun dua jembatan, maka selain akan mengurangi beban juga memperlancar arus karena masing-masing untuk satu jalur. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Pe-
rumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana I Wayan Darwin belum lama ini membenarkan akan adanya duplikasi jembatan di Tukadaya tersebut. Menurutnya lahan yang digunakan untuk jembatan menggunakan lahan jembatan lama dan dari informasi tidak ada pembebasan lahan. “Itu dari (pemerintah) pusat, nanti menggunakan lahan jembatan lama di sebelah timur,” tandas Darwin. Dari informasi lahan tersebut masih merupakan aset pemerintah yakni BPJN Wilayah VIII. Sementara itu dari pengamatan Senin (11/3) kemarin, jembatan Tukadaya yang merupakan perbatasan Kecamatan Melaya dan Negara ini sudah mulai ada tanda-tanda pengerjaan. Salah satu petugas yang ditemui di lokasi mengatakan nantinya jembatan lama digunakan untuk kendaraan yang datang dari arah timur. Sedangkan yang baru akan dibangun untuk arah sebaliknya. (kmb26)
Sampah dan Burung ”Kokokan” di TPA Peh Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Peh di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara tidak hanya menjadi tempat mengais rezeki bagi para pemulung tetapi juga menjadi berkah bagi puluhan burung bangau putih atau di Bali disebut kokokan. Larva dan lalat yang muncul dari tumpukan sampah menjadi santapan lezat burung kokokan. Para petugas di TPA Peh merasa sedikit terbantu dengan keberadaan burung yang datang setiap pagi tersebut. Selama setahun terakhir TPA Peh nampak mulai berubah. Pemandangan berbeda terlihat bukan hanya di bagian areal TPA, tetapi sejak mulai masuk dari Jalan Denpasar-Gilimanuk. Selama perjalanan menuju lokasi, jalan mulus beraspal sekitar 1,5 kilometer dilalui dengan pemandangan perdesaan. Di sekeliling terlihat pemandangan persawahan dan pegunungan yang masih alami. Termasuk satwa yang lazim terlihat di persawahan seperti burung kokokan atau bangau putih dan burung jalak. Ternyata, habitat burung kokokan ini juga sangat bermanfaat bagi TPA. Belakangan banyak bangau yang berkerumun di areal TPA khususnya di tumpukan sampah. Mereka menjadi pembasmi alami lalat dan ulat dampak dari sampah. Hal ini membantu petugas
di TPA yang tidak lagi perlu terlalu banyak menyemprotkan bahan pembasmi larva dan ulat di tumpukkan sampah yang membusuk. Sejak dua bulan terakhir, populasi burung yang biasa hidup di persawahan ini semakin bertambah. Dari mulanya hanya sekitar lima ekor burung, kini sudah puluhan ekor. Burung-burung ini hanya terlihat di pagi hari untuk mencari makan di tumpukan sampah. “Mereka memakan larva dan lalat. Bagi kami sangat membantu karena mengurangi dampak lalat dan ulat,” tambah petugas lainnya. Namun, mereka khawatir dengan semakin banyaknya burung ini juga banyak tangan-tangan jahil mengganggu. Tak jarang ada oknum yang menjadikan burung bangau ini menjadi target buruan menggunakan senapan angin. Padahal sejatinya burung-burung ini sangat membantu secara alami memangsa hama dampak negatif TPA. “Kalau di areal TPA ini kami lindungi. Tetapi tak tahu kalau di luar. Karena burung ini tidak dari sini, tapi tiap pagi kawanan burung-burung kokokan ini penuh,” tandas Dikok. Selaku warga di sekitar TPA Peh (tempek), pihaknya juga telah mengusulkan agar ada perarem untuk perlindungan satwa burung itu. Sehingga habitatnya tetap terjaga, bahkan bila memungkinkan bertambah. Dikok bersama petugas lainnya juga berkeinginan untuk menanam pohonpohon besar yang nantinya bisa dijadikan sarang burung-burung kokokan itu. Namun menurutnya itu memerlukan waktu. Yang paling penting saat ini adalah menjaga kawasan TPA ini tetap
Bali post/olo
MEMBANTU – Burung kokokan atau bangau putih di kawasan TPA Peh yang membantu menekan dampak negatif sampah. tertata. Di TPA Peh, tumpukan sampah yang sebelumnya membukit, terlihat lebih menyusut dibandingkan setahun lalu. Sampah yang dulunya membumbung itu diratakan setelah adanya perluasan zona aktif. Namun meski telah menyusut, tumpukan masih tetap menjulang. Zona di sekitar TPA ini juga mulai ditata, tidak kumuh dan becek seperti sebelumnya. Di sekitar lokasi tepatnya di sepanjang pintu masuk dan bangunan eks pabrik kompos Peh sengaja ditanami tanaman penghias yang dikelola oleh belasan petugas. Para penjaga TPA ini sebagian besar merupakan masyarakat sekitar dan direkrut untuk menjaga TPA. “Tugas kita menjaga zona aktif ini agar tetap steril. Tidak seperti dulu, siapapun bisa membuang di sini. Kumuh dan becek. Kalau sekarang kita fungsi-
kan agar benar-benar sudah terpilah,” tandas I Ketut Suardika, salah satu petugas TPA ditemui akhir pekan lalu. Selain truk-truk sampah yang memang setiap hari mengangkut sampah dari berbagai wilayah di Jembrana, juga ada belasan pemulung yang diperbolehkan beraktivitas. Para pemulung yang sebagian besar warga lokal di sekitar Desa Kaliakah dan Banyubiru ini memiliki andil yang besar khususnya dalam pemilahan sampah. Pengelola TPA bukan saja memberikan ruang para pemulung melakukan aktivitas, tetapi para pemulung ini juga diberdayakan. “Semuanya juga sudah mengantongi jaminan kesehatan. Mereka juga memiliki andil mengelola TPA ini, karena itu kami rangkul,” tambah pria yang akrab disapa Pak Dikok ini. (olo)
Karangasem
Selasa Umanis, 12 Maret 2019
11
Rendah, Produksi Ikan di Karangasem
Warga Didorong Budi Dayakan Ikan Air Tawar
Amlapura (Bali Post) Hasil produksi ikan di Kabupaten Karangasem sejauh ini masih cukup rendah. Dari konsumsi ikan 380 ton per tahun, Karangasem baru mampu memproduksi 105.000 saja per tahunnya. Guna meningkatkan produksi ikan di Bumi Lahar, Dinas Perikanan Karangasem mendorong masyarakat melakukan budi daya ikan di air tawar. Kadis Perikanan I Ketut Artama, Senin (11/3) kemarin mengungkapkan, sampai saat ini di Kabupaten Karangasem ada sebanyak 40 kelompok budi daya ikan. Sedangkan untuk kelompok tangkap ikan sebanyak 240 orang. Produksi ikan di Karangasem sejauh ini masih jauh di bawah dari jumlah yang dikonsumsi warga. Pasalnya, hasil produksi ikan baru mencapai 27.380 ton per tahunnya. Sedangkan
keperluan konsumsi ikan mencapai 105 ribu ton per tahunnya. Selama ini memang ikan dihasilkan dari budi daya dan juga tangkapan di laut. Karena itu, produksi ikan di Karangasem masih kurang sekitar 77.620 ton per tahunnya. “Ke depan produksi ikan perlu ditingkatkan lagi,’’ ujarnya. Artama menambahkan, untuk memenuhi konsumsi ikan selama ini, warga terpaksa beralih ke daging, tahu, tempe, termasuk telur. Menurutnya, untuk kesehatan sejatinya lebih baik mengonsumsi ikan daripada makan danging. Guna meningkatkan konsumsi ikan air tawar ini, pihaknya mendorong masyarakat
agar mau melakukan budi daya. Hanya, untuk mengajak warga mau membudidayakan ikan ini harus dilakukan secara bersama-sama. Alasannya, selama ini masyarakat lebih memilih terjun ke usaha yang lebih ekonomis. Di antaranya berkecimpung di sektor jasa, pariwisata dan lainnya. “Potensi pengembangan budi daya ikan itu sesungguhnya masih cukup tinggi,’’ ujarnya. Menurutnya, di beberapa wilayah layak dilakukan budi daya ikan ini. Selama ini warga banyak melakukan budi daya ikan di Selat dan Sidemen saja. Sebetulnya di wilayah lainnya potensial dikembangkan budi daya ikan air tawar. Air yang mengalir jangan dibiarkan terbuang begitu saja. Air itu harus bisa dimanfaatkan melakukan budi daya ikan. Kita akan melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait budi daya ikan, sehingga ke depannya lebih banyak lagi warga yang melakukan budi daya ikan air tawar,” harap Artama. (kmb41)
I Wayan Sumidia
Bali Post/kmb41
KIA Sasar Siswa TK hingga SD
TANGKAP - Nelayan saat menangkap ikan. Karangasem masih kekurangan produksi ikan air tawar.
Banyak Upacara ”Pawiwahan” Rapat Paripurna Ranperda Inisiatif Dewan Molor Amlapura (Bali Post) Rapat paripurna penyerahan dua ranperda inisiatif dari DPRD Karangasem molor hingga tiga jam. Molornya rapat itu dipicu banyaknya kegiatan upacara pernikahan. Kendati molor, tetapi akhirnya dua ranperda inisiatif dewan itu bisa diserahkan ke Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa. Sesuai jadwal, rapat paripurna mulai dilaksanakan pukul 10.00 Wita. Tetapi anggota
dewan yang hadir minim. Berselang tiga jam tepatnya pukul 13.00 Wita, baru rapat bisa kourum. Itu pun dari 45 anggota dewan hanya 24 anggota yang hadir ditambah dua pimpinan dewan. Dua rancangan peraturan daerah (ranperda) yang diajukan itu yakni Ranperda Penanggulangan Kemiskinan dan Ranperda Perlinduangan dan pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Ketua Bamperpeda DPRD Karangasem I Wayan Tama
Bali Post/kmb41
RAPAT MOLOR - Pelaksanaan rapat paripurna penyerahan ranperda inisiatif dewan molor.
mengungkapkan, kedua ranperda itu diharapkan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan di Karangasem. Selain itu, juga diharapkan dapat melindungi hak-hak penyandang disabilitas agar dapat kesetaraan yang sama. “Kemiskinan harus mendapatkan perhatian serius. Dengan adanya kedua perda itu, kita berharap dapat mengatasi persoalan-persoalan yang selama ini jadi hambatan,” ujarnya. Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa menjelaskan, masalah kemiskinan memang harus segera diatasi. Upaya percepatan penanggulangan kemiskinan diperlukan langkah dan koordinasi secara terpadu. Pembuatan Ranperda Penanggulangan Kemiskinan itu merupakan terobosan dalam memberikan pedoman sinergis dengan penaggulangan kemiskinan yang diperlukan. Begitu juga ranperda perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas. Sesungguhnya hal itu merupakan hak dasar mereka wajib mendapat perlindungan. (kmb41)
Bali Post/kmb41
Amlapura (Bali Post) Pemkab Karangasem mulai menerapkan K artu Identitas Anak (KIA). Pencetakan KIA itu nantinya menyasar siswa PAUD sampai SD. Pembuatan KIA ini tujuannya sebagai persyaratan mencari sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Kadisdukcapil Karangasem I Wayan Sumidia mengungkapkan hal itu, Senin (11/3) kemarin. Sampai saat ini, kata Sumidia, Disdukcapil masih mempersiapkan blangko untuk pendaftaran anak yang ingin membuat KIA itu. ‘’Kita masih mempersiapkan semuanya. Kita juga akan sosialisasikan KIA ini ke sekolah-sekolah maupun ke masyarakat. KIA itu nantinya diperuntukkan bagi anak-anak yang akan mencari sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,’’ ujarnya.
Pencetakan KIA itu, kata Sumidia, menyasar anak PAUD/TK dan anak yang sudah kelas VI SD menjelang mereka melanjutkan ke jenjang SMP. Pemkab nantinya akan menyediakan KIA sebanyak 18 ribu. Sementara itu siswa yang disasar sebanyak 17.200 anak. ‘’Kita imbau warga yang telah memiliki anak sudah masuk PAUD sampai SD dan mau melanjutkan ke SMP supaya bisa mencari KIA itu,’’ pintanya. Soal peralatan, pihaknya masih ada kendala. Sebab, diperlukan pengadaan tinta. Karena proses rampungnya masih perlu waktu. Paling lambat Maret ini agar sudah bisa berjalan alias dieksekusi. ‘’Setelah dilakukan sosialisasi dan pengadaan, barulah kita lakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah,’’ tegas Sumidia. (kmb41)
Gedung Rusak Diterjang Angin
Siswa TK Guaji Diliburkan Sementara
Bali Post/kmb41
AMBRUK - Gedung TK Kumara Guaji, Dusun Tengah, Desa Nongan, Rendang, ambruk akibat diterjang angin. Karena itu untuk sementara siswa diliburkan.
Amlapura (Bali Post)– Gedung Taman Kanakkanak (TK) Kumara Guaji di Dusun Tengah, Nongan, Rendang mengalami kerusakan relatif parah diterjang angin, Kamis (7/3) lalu. Karena itu untuk sementara anak-anak TK ini diliburkan hingga Senin (11/3) kemarin. Kepala TK Kumara Guaji Luh Putu Alit Suartini dikonfirmasi, Senin kemarin, mengungkapkan saat ini siswa-siswa diliburkan sementara. Alasannya, gedung yang ambruk diterjang angin saat Nyepi (Kamis, 7/3) itu sama sekali tidak dapat dipergunakan melakukan proses belajar mengajar. ‘’Senin siswa diliburkan dulu. Mungkin hari ini (Selasa - red) anak-anak sudah mulai masuk menjalani aktivitas belajar mengajar. Tetapi untuk tempat belajar mengajar nanti, kita berencana meminjam wantilan desa sebagai tempat anakanak menimba ilmu semen-
tara,’’ ujarnya. Sekarang ini wantilan telah ditutup terpal. Terpal itu, kata Suartini, dipasang petugas dari BPBD Karangasem dan PMI Karangasem. Melihat kondisi itu, pihaknya sangat berharap dinas terkait yakni Disdikpora Karangasem memberikan atensinya secara optimal. ‘’Kita harap gedung ini bisa segera diperbaki. Gedung itu sifatnya urgen tempat anak-anak melakukan aktivitas belajar,’’ katanya. Seperti diberitakan sebelunya, TK Kumara Guaji ambruk saat hari raya Nyepi akibat diterjang angin dengan embusan yang sangat kuat. Terjangan angin itu membuat atap gedung roboh. Sebagian besar fasilitas seperti meja, bangku serta peralatan lainnya mengalami kerusakan akibat ditimpa reruntuhan bangunan. Fasilitas yang masih utuh alias tidak rusak sudah dipindahkan. (kmb41)
Kreasi Tangan Dingin I Gusti Lanang Mantra
Limbah Plastik dan Canang ”Disulap” Jadi Karya Seni
Selama ini limbah alias sampah plastik khususnya menjadi perhatian sangat serius Pemprov Bali, termasuk juga Pemkab Karangasem. Memang limbah plastik itu sangat susah untuk didaur ulang. Karena itu, plastik dapat mencemari lingkungan lantaran sulit terurai. Tetapi di tangan seniman bertangan dingin asal Banjar Menanga Kawan, Desa Menanga, Rendang, I Gusti Lanang Mantra, sampah plastik itu justru menjadi karya seni yang indah. Dari sentuhan energi kreatifnya, limbah plastik itu disulap menjadi karya spesifik dan sangat berarti. Lalu bagaimanakah hasil karya yang telah diciptakan selama ini, bahkan sudah sering dipentaskan pada pameren-pameran yang diselanggarakannya? SENIMAN I Gusti Lanang Mantra mengatakan, Senin (11/3) kemarin, ia sendiri mulai memanfaatkan limbah plastik dijadikan karya seni, sekitar
empat tahun lalu. Ide awalnya ingin memanfaatkan limbah plastik untuk membuat hasil karya berupa gaun klasik, kebaya dan barang lainnya. Ide
cemerlang itu muncul tiba-tiba tanpa pernah direncanakan sebelumnya. Ketika melihat sesuatu yang unik, maka pasti ada ide baru memproduksi sesuatu yang berbeda namun bernilai. ‘’Selama ini sampah plastik dibiarkan begitu saja. Apalagi sampah plastik tidak dapat didaur ulang dan tidak dapat terurai di tanah. Nah dari sananalah muncul ide ingin memanfaatkan limbah plastik dijadikan karya seni. Setelah dicoba, akhirnya limbah plastik itu jadi sebuah karya yang disebut orang ada nilai seninya,’’ ujarnya merendah. Apa yang ditekuni itu sebagai salah satu sikap kepedulian terhadap lingkungan. Di zaman now, care dengan lingkungan ternyata sangat penting, agar lingkungan di sekitar kita bersih dan tak diserbu sampah
plastik. Selain memanfaatkan limbah plastik, kata Lanang Mantra, dirinya juga membuat hasil karya seni dari sarana upacara canang. Ide membuat karya seni memakai bahan limbah canang setelah ada rainan dan odalan di pura yang limbah canang-nya sangat banyak. Setelah coba diselipkan di kepala, ternyata cukup menarik. Dari sanalah kembali muncul ide mengolah canang dijadikan gaun klasik. Prosesnya, janur itu lebih dulu dikeringkan hingga janur berubah berwarna cokelat. Setelah kering, barulah janur diproses. ‘’Warga yang memiliki darah seni supaya bisa mengolah limbah sampah itu dijadikan karya seni yang memiliki nilai jual,’’ sarannya. Belakangan juga muncul ide dalam benaknya. Dia berob-
sesi menciptakan hasil karya seni terbaru. Caranya karung akan dikreasi dijadikan tas. Termasuk ban mobil bekas disulap jadi kap lampu tidur. ‘’Sekarang masih dalam proses pembuatan,’’ tegasnya. Ke depannya limbah-limbah sampah sangat potensiaal dimanfaatkan sebagai karyakarya seni. Pihaknya berencana mengajak anak-anak muda di desanya supaya dapat memanfaatkan limbah sampah menjadi barang kerajinan yang punya nilai lebih. ‘’Saya akan mengeduaksi anak-anak memanfaatkan limbah botol dijadikan produksi kerajinan. Anak-anak harus kreatif menggali produk apa yang akan mereka buat/kreasi. Saya hanya sebatas mengarahkan saja,’’ pungkas Lanang Mantra yang juga seorang fotografer itu. (nan)
Limbah canang jadi karya seni.
Bali Post/nan
KLUNGKUNG
12
Selasa Umanis, 12 Maret 2019
Target Lima Tahun ke Depan
Eks Galian C akan Jadi Kawasan Pariwisata Terpadu Terbesar di Bali Semarapura (Bali Post) Banyak terobosan yang sedang disiapkan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dalam periode kedua kepemimpinannya. Tujuan utamnya adalah pengentasan kemiskinan melalui penggarapan berbagai sektor. Salah satunya adalah sektor pariwisata, yakni dengan rencana menjadikan eks galian C sebagai destinasi pariwisata terbesar di Bali. Hal tersebut disampaikan Suwirta usai sidang paripurna DPRD Klungkung membahas RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2018-2023 belum lama ini saat disinggung soal pembangunan ekonomi. Khusus untuk kawasan galian C, Bupati Suwirta ingin mengembangkannya sebagai kawasan pariwisata terpadu terbesar di Bali. Ini menjadi salah satu tujuan besar lima tahun ke depan, bersama pengembangan destinasi wisata unggulan, maupun pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal. Guna mendukung realisasi rencana tersebut, Suwirta mengatakan, pemerintah daerah akan membentuk BPD (Badan Pengelola Destinasi) Pariwisata, guna menggarap semua itu, didukung dengan pelaksanakan festival di empat kecamatan dan sertifikasi tenaga kerja yang akan mengelolanya. Sebagai upaya menciptakan sumber-sumber ekonomi alternatif, rencana pengembangan eks galian C akan disinergikan dengan pengembangan kawasan strategis pariwisata Tegal Besar-Goa Lawah untuk percepatan kawasan Perkotaan Semarapura sebagai pusat
pengembangan wilayah Bali Timur. Meningkatkan promosi investasi, hasil industri kecil dan kerajinan. Terkait program kerja di dalam RPJMD 2018-2023 ini, dijelaskan Suwirta merupakan hasil dari kegiatan turun ke lapangan pada periode sebelumnya. Prioritas dari RPJMD ini adalah pada penanganan kemiskinan. Pemerintah daerah menargetkan mampu menurunkan angka kemiskinan menjadi 3 persen. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menuangkannya ke dalam misi ketiganya, yakni menguatkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, melalui pemberdayaan dengan konsep kemitraan. Langkah nyatanya adalah sinergi dengan program bantuan pelatihan dan penyaluran tenaga kerja ke luar negeri, pemberdayaan organisasi wanita, mewujudkan kota layak anak, hingga pemberdayaan disabilitas sesuai kompetensinya. Sementara secara makro, Bupati Suwirta ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dengan program prioritas, meningkatkan promosi investasi dan hasil industri kecil dan kerajinan. Melanjutkan revitalisasi Pasar Umum Semarapura
dan pasar desa. Pembangunan Mall Pelayanan Publik. Pemberdayaan Bumdes dan Koperasi untuk mengendalikan inflasi daerah. Meningkatkan PAD 100 persen. Demikian juga di bidang pendidikan, khususnya Infrakstruktur sekolah juga harus dikebut. “Bidang pendidikan ini, sasaran utama kami adalah peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia),” kata Bupati Suwirta. Selain itu, juga ditekankan adalah aspek pemenuhan hak dasar masyarakat dan memaksimalkan sektor-sektor pendapatan daerah. Salah satunya, adalah menggenjot pembangunan Pelabuhan Segitiga Emas, dimana nantinya akan menjadi satu kesatuan dengan badan pengelola yang sedang dirancang pemerintah daerah. Jadi, pihaknya menegaskan bahwa RPJMD ini tidak ada yang melenceng, melihat dari kebutuhan masyarakat Klungkung. “Program kerja periode kedua ini, hanya 72 saja. Jadi, tidak begitu ruwet, sangat mudah me-link-kan program daerah dengan provinsi ataupun pusat. Sehingga saya optimis dapat terwujud dalam lima tahun ke depan,” kata Bupati Suwirta. (kmb31)
SOSOK Pupuk Organik GUNA membangun pertanian yang ramah lingkungan, pemerintah daerah kini sedang menggalakkan penggunaan pupuk organik. Salah satu demplot di Subak Dawan, Desa Dawan Kelod, Kecamatan Dawan, sudah memperlihatkan hasilnya belum lama ini. Melihat hasil positif itu, pemerintah daerah membuat pencanangan pertanian ramah lingkungan. Demikian disampaikan Wakil Bupati Klungkung Made Kasta usai pelaksanaan panen di demplot peningkatan provitas padi varietas inpari 43 dengan alat mesin Combain Harvaster di Subak Dawan, belum lama ini. Wabup Kasta mengaku sangat senang dan menyambut baik program ini. Dia berharap kepada Subak Dawan, sistem pertanian padi organik ini bisa diterapkan di banyak lahan. “Penggunaan pupuk organik sementara masih menjadi barang baru. Para anggota subak masih menimbang-nimbang dalam pemilihan pupuk, baik organik maupun non organik. Semoga dari hasil kajian ini bisa menjelaskan kepada anggota subak bahwa hasil dari pertanian organik sangat lebih bagus dengan hasil yang lebih banyak dan menyehatkan,” ujar Wabub Kasta. Padi organik yang dikembangkan ini, menggunakan pupuk organik berupa pestisida nabati. Bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainnya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman. Selain itu, juga bio urine yang dihasilkan dari Simantri Desa Dawan. Pestisida jenis ini tidak meninggalkan residu yang berbahaya pada tanaman maupun lingkungan. Pupuk Organik ini dapat dibuat dengan mudah menggunakan bahan yang murah, peralatan yang sederhana serta biayanya jauh lebih murah. Lewat cara ini, diperkirakan mampu menghasilkan 8 ton per hektar. “Padi ini betul-betul organik, 100 persen organik. Tidak menggunakan pupuk kimia atau insektisida sedikit pun. Ini sangat bagus dikembangkan,” tutupnya. (gik)
Musim Nikah, Petugas Disdukcapil Kewalahan Siapkan Akta Perkawinan
Semarapura (Bali Post) Musim nikah awal pekan ini membuat petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Klungkung, dibuat kewalahan melaksanakan program Kawismara. Program ini memberikan akta perkawinan secara langsung kepada mempelai ini, tepat di hari bahagianya. Pada momen tersebut kali ini, tercatat Disdukcapil sudah mengeluarkan 40 akta perkawinan kepada pasangan suami istri yang baru menikah. Kepala Disdukcapil Klungkung Komang Darma Suyasa, Senin (11/3) kemarin, mengatakan Disdukcapil melayani sekitar 40 program Kawismara di Kabupaten Klungkung. Dari total program jemput bola Kawismara ini yang tertinggi ada di Kecamatan Nusa Penida ada 12 mempelai dan di Kecamatan Dawan ada 10 mempelai, serta di Kecamatan Banjarangkan dan Kecamatan Klungkung masing-masing 9 mempelai. Sehingga total keseluruhan untuk Senin kemarin saja saat upakara perkawinan berlangsung ada 40 mempelai yang terlayani. Tingginya permintaan Kawismara bagi
MUSIM NIKAH - Salah satu pasangan yang dilayani Kawismara Disdukcapil Klungkung. Disdukcapil dibuat kewalahan dalam menyiapkan akta perkawinan karena banyaknya pasangan menikah dalam hari yang sama.
mempelai di Klungkung ini, membuat SDM yang ada di Disdukcapil keteteran. Sebab, petugas melayani jemput bola ke masyarakat di seluruh Kabupaten Klungkung. “Karena tingginya permintaan Kawismara ini, SDM pegawai yang ada, harus diterjunkan ke masyarakat. Sementara, di sisi lain, permintaan e-KTP maupun Akta Kelahiran, juga tinggi. Sehingga membuat petugas keteteran juga,” ujar Komang Darma Suyasa. Dengan inovasi Kawismara ini mempelai baik di perkotaan maupun di pedesaan langsung mendapatkan akta perkawinan begitu upacara perkawinan selesai dilakukan. Di samping itu, inovasi unggulan Kawismara ini mampu mendongkrak pelayanan yang maksimal serta memotong rantai birokrasi dalam pengurusan akta perkawinan. Penandatanganan pamuput/pendeta akan dilakukan di lokasi upacara perkawinan. Termasuk juga penandatanganan oleh perangkat desa/kelurahan, mempelai dan saksi. Syarat pertama yang harus dipenuhi oleh seorang mempelai adalah memiliki akta kelahiran. Kabid Pendaftaran Penduduk Pande Angarnata menambahkan, inovasi unggulan Kawismara ini, dinilai sangat membantu mempelai dalam memberikan legalitas perkawinan mereka. Di tengah kesibukan mempersiapkan upacara perkawinan, mempelai atau keluarga mempelai bisa mengajukan permohonan ke Disdukcapil. Hal ini dapat menghindari kelalaian dalam pengurusan akta perkawinan, dimana setelah upacara perkawinan dilaksanakan, biasanya mempelai akan disibukan kembali dengan pekerjaan rutin. Sehingga mencari waktu untuk mengurus akta perkawinan menjadi sangat susah. “Sampai anak pertama lahir, mempelai belum juga memiliki akta perkawinan, hal ini tentu akan menyulitkan dalam pembuatan akta kelahiran anak di kemudian hari,” terangnya. Pihaknya bersyukur, program ini dapat membantu para mempelai meski diakui cukup kewalahan melayani banyaknya mempelai yang menikah di hari yang sama. (kmb31)
WISATA TERPADU - Setelah semua kegiatan penambangan pasir dihentikan, eks galian C direncanakan akan dijadikan kawasan wisata terpadu terbesar di Bali. Menurut Bupati Suwirta, rencana tersebut ditargetkan terealisasi dalam lima tahun ke depan.
Evaluasi Penerapan Empat Perda, Bupati Suwirta Kumpulkan Tim Yustisi SEJAK memasuki tahun 2019, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, membuat gebrakan khusus soal penegakan perda. Langkah tegasnya itu mendapat apresiasi banyak pihak, karena dinilai lugas, tegas dan berani dalam mengawal penerapan regulasi perda yang sudah disepakati. Guna memaksimalkan penerapan empat perda yang sudah dikebut sejak awal tahun, pihaknya melakukan evaluasi dengan Tim Yustisi di Ruang Kerja Bupati, Senin (11/3) kemarin. Pertemuan kali ini guna memastikan laporan hasil dari implementasi perda yang sudah berjalan, yakni Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Perda Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah, Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum serta Perda Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. Seluruh perda ini diterapkan total di Bumi Serombotan. Terutama soal KTR dan penataan toko swalayan berjejaring yang dinilai sempat menimbulkan kontroversi. Bupati Suwirta meminta Tim Yustisi melaporkan semua hasil kinerjanya dan terus melakukan monitoring serta mengam-
bil tindakan lebih lanjut supaya perda itu tidak mati suri. Bupati Suwirta menginginkan, ada atau tidaknya bupati dalam proses penertiban, Tim Yustisi tetap konsisten mengawal total penerapan perda ini agar semakin disadari dan dipatuhi oleh masyarakat. Tidak hanya kepada Tim Yustisi, kepada dinas terkait, pihaknya juga meminta harus melaporkan hasil implementasi dari penerapan perda tersebut. Dalam pandangan Bupati Suwirta sementara ini penerapan perda masih belum berjalan secara tegas. Buktinya,
ketika memantau ke lapangan, Bupati Suwirta mengaku melihat masyarakat menaruh sampah terutama di perkotaan masih di luar jam yang sudah ditentukan, jika terkait regulasi pengaturan soal sampah. Surat edarannya pun tidak diberlakukan secara tegas. “Saya berikan waktu sampai akhir bulan Maret ini, awal bulan April saya akan evaluasi total,” tegas Bupati asal Ceningan ini. Pihaknya juga menegaskan Tim Yustisi dan semua OPD terkait segera mengevaluasi perkembangan, permasalahan serta kemajuan dari per-
da tersebut. Sambil berjalan pihaknya juga akan melengkapi segala insfratruktur terkait semua perda yang sudah berlaku. “Misalnya, masalah sampah, bagaimana kita mempercepat masalah pembuangan sampah terutama pembuatan TOSS di setiap desa,” ujar Bupati Suwirta. Dia ingin mempercepat realisasi TOSS ini di setiap desa. Sehingga, sampah masyarakat di setiap desa, tidak sampai lagi ke TPA. Melainkan sudah langsung tertangani di TOSS yang mengolah sampah jadi pelet tersebut. (ad267)
PIMPIN RAPAT- Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat memimpin rapat bersama Tim Yustisi terkiat penerapan empat perda.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Selasa Umanis, 12 Maret 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA WAITER
Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818 G.01
Waiter Barista FB Staf . Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448 G.02 COOK
Cook Indonesia, India, Western baru tamat SMK. Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448
AKUNTANSI
SEKRETARIS
DRIVER
Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818
Sekretaris Purel Marcom, Protokol masih kuliah, sarjana berbagai jurusan, Sastra Inggris untuk sekretaris ajudan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar. email: sdm@balitv.tv
SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur
G.05
Sarjana berbagai jurusan, Diploma untuk Manager Operasional, SDM, Akuntansi, Teknik dan Keuangan Surabaya TV. Lamaran hrdsurabayatv@gmail.com, HP/WA 08113962168 G.09
Sarjanadiploma berbagai jurusan untuk Manajer Operational, Keuangan Akuntansi, produksi Semarang TV. Lamaran ke HP/WA 08113962168. email: recruitmensemarangtv@gmail.com G.13 IT
G.11
TEKNIK
Teknik Kamera STM , Diploma Elektronik,dll untuk produser FTV dan program. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar.email: sdm@balitv.tv G.12 KASIR
Kasir SMEA/SMK. Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448 G.06 JURNALIS
SMK Pariwisata Jurusan Boga untuk Staf Cook. Lamaran ke Warung 63 Jl. Veteran 86 Denpasar
Diploma IT untuk Medsos Portal e marketing. Lamaran ke Jl. Veteran 86 Denpasar Arowana Food Street
Jurnalis, Produser acara event. Lamaran ke Bali TV Jl.Kebo Iwa 63A Denpasar. email: sdm@balitv.tv
G.04
G.07
G.10
G.03
G.08
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.03.19.0000220
Bank Dinar Membutuhkan Posisi AO(Marketing) & Kasir Min SMA/ SMK.Hub:0361-8445912/8445917 B.BP.001.03.19.0000238
Dcr Sopir Prbdi u/Prsh.Proprty WA08123894908/GatsuI/XVIINo.12 B.BP.001.03.19.0000254
Cr Admin,Sales Min Tmtn D3/S1, Pglmn Kerja.Gaji Besar H.081558096445/235062 B.BP.001.03.19.0000259
Dcr Driver TravelAgent B.Inggris Hub. Merrys Tour 0361235700 B.BP.801.03.19.0000252
SERVICE
DIJUAL MOBIL
KONTRAKTOR
SERVICE
TOUR
KURSUS
RUPA-RUPA
BENGKEL LAS Free
SERVICE
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
Dcr 3 Tk.Masak 3Tk.Kbn 2 Sopir 2 Satp.Hub Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II/21X Krbkn.4731979 B.BP.154.03.19.0000251
Dcr Pramuniaga & Sopir u/ Toko Listrik Multidaya Electric Jl.T.Umar,WA Only:08175777171 B.BP.001.03.19.0000211
Dcr Tenaga Srabutan Laki,SIM C Gatsu 322, Hub:081353099090
B.BP.001.03.19.0000245
Dicr Karyawati untuk Warung Makan,MasukSiang.081999564725 B.BP.001.03.19.0000203
Dicari Karyawan Kirim Laundry di Kerobokan Kuta,082147086628 B.BP.004.03.19.0000266
Staf Adm&Pngws Prjek u/proprty WA08123894908/GatsuI/XVIINo.12
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dicari Tng Serabutan laki2 u/ Garmen,scptnya di Jl.T.Perahu 107H.081337542061/085738838639 B.BP.001.03.19.0000256
PT.Villa Kresna membuka lowongan untuk: 1.Chief Accountant:P/W,Berpnglmn Lebih 5thn. 2.Engineering Staff: Pria Berpengalaman,Lulusan Sekolah Teknik.Harap Membawa Surat Lamaran dan CV ke:Villa Kresna Jl.Sarinande 19 Seminyak-Kuta Telp 0361-730317 Email: hr@villakrena.com B.BP.001.03.19.0000244
SPG Penglmn Mnarik Rajin&Jujur Gj,BPJS,Bns.08174799412(Guntur) B.BP.001.03.19.0000237
B.BP.001.03.19.0000255
PT.BPR Padma Dibutuhkan Segera Marketing,Account Officer dan Sopir Denpasar,AO Cab.Gianyar Kirim Lamaran ke Jl.Raya Sesetan No.324 Dps B.BP.001.03.19.0000240
DIJUAL RUMAH
SUZUKI
Jl APV 2010 Ahr Silver Full Var 94 Jt nego Hub.08124601894
B.BP.001.03.19.0000253
PROPERTY DIJUAL RUKO
BUC Jual/Sewa Ruko 2Lt Murah cepat SHM 104/B.170 tepi jalan Cokroaminoto Nego 087856227779 B.BP.033.03.19.0000248
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944 G.04
DIJUAL MOBIL DAIHATSU
Terios TX MT 2009 Silver Metalik Ful Variasi.Hp:08123811661 B.BP.001.03.19.0000242
DIJUAL RUMAH
KEHILANGAN Hilang BPKB No.L07104563-O DK 4862 EQ An.Lie Lien Min B.BP.001.03.19.0000239
DIJUAL RUMAH
BANGLI
14
Selasa Umanis, 12 Maret 2019
Air Meluber, Jalan di Dusun Serai Putus Bangli (Bali Post) -
Jalan di wilayah Dusun Serai, Desa Penglumbaran, Susut, putus sejak sebulan terakhir. Kondisi itu dipicu tersumbatnya saluran irigasi yang mengakibatkan air meluber hingga menggerus badan jalan. Lantaran tak bisa dilalui kendaraan, warga Dusun Serai yang hendak menuju Sulahan terpaksa melalui jalan memutar ke Kayuambua.
PUTUS - Kondisi jalan putus di Dusun Serai, Desa Penglumbaran, Susut.
Tekan Pencemaran di Danau Batur
Pemerintah Bangun IPAL di Kedisan Bangli (Bali Post) – Wacana pemerintah untuk menangani berbagai persoalan yang mendera Danau Batur mulai direalisasikan tahun ini. Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pengelolaan Danau Batur yang juga Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra mengatakan, sebagai langkah awal upaya penyelamatan Danau Batur, pemerintah tahun ini membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di sebuah desa di pinggiran Danau Batur. Tak hanya itu, pemerintah tahun ini juga akan melakukan kajian pembuatan sempadan danau. Diwawancarai, Minggu (10/3) lalu, Giri Putra mengatakan pembangunan IPAL di wilayah Desa Kedisan dilakukan oleh pemerintah pusat. Tujuan dibangunnnya IPAL ini adalah untuk mengurangi tingkat pencemaran
di Danau Batur yang diakibatkan dari limbah rumah tangga dan limbah restoran. Melalui IPAL, limbah yang dihasilkan akan diolah terlebih dahulu sehingga tidak langsung mencemari danau. “IPAL yang dibangun di Kedisan adalah denplot. Nanti secara bertahap di desa-desa lainnya juga akan dibangun IPAL. Pembangunannya tidak bisa dilakukan sekaligus,” terangnya. Dikatakannya, tahun ini pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) juga akan melakukan kajian pembuatan sempadan danau untuk selanjutnya dilakukan penyertifikatan Danau Batur. Saat ini sempadan danau sudah tak jelas. Akibat meluapnya air Danau Batur, banyak lahan milik warga yang berada di pinggir danau terendam.
“Luas danau sekarang sudah berubah akibat luapan danau. Banyak daratan yang sekarang menjadi bagian danau Dalam menentukan sempadan danau, perlu dilakukan diskusi lebih lanjut bersama masyarakat dan komponen terkait,’’ jelasnya. Giri Putra melanjutkan, dalam upaya menekan kerusakan danau, pemerintah tahun ini juga meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Masyarakat khususnya petani di wilayah Danau Batur diarahkan menerapkan pertanian terintegrasi berbasis organik. Di samping itu, pemerintah melakukan pembersihan sampah plastik melibatkan komponen masyarakat. Ini dimaksudkan agar ketika terjadi banjir di hulu, tidak ada sampah yang terbawa hanyut ke danau. (kmb40)
Bali Post/kmb40
Danau Batur di Kintamani
Amankan TPS, Tiga Desa Kekurangan Linmas Bangli (Bali Post) – Bertambahnya jumlah TPS dalam hajatan Pemilu tahun ini hingga hampir dua kali lipat, menyebabkan kebutuhan tenaga linmas untuk pengamanan TPS turut meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan linmas saat Pemilu April mendatang, Sekretaris Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangli Dewa Agung Suryadarma sudah melakukan pendataan dan koordinasi dengan pihak desa. Diungkapkannya, dari 72 desa/kelurahan, setidaknya tiga desa yang kekurangan tenaga linmas.
Ini terjadi lantaran jumlah TPS di tiga desa tersebut tergolong banyak, lebih dari 15 TPS. Ada pun tiga desa yang dimaksud yakni Desa Songan A, Desa Songan B dan Desa Kintamani di Kecamatan Kintamani. Dalam Pemilu April mendatang, di Desa Songan A terdapat 22 TPS, Desa Songan B 31 TPS dan Kintamani 23 TPS. Per satu TPS, tenaga linmas yang nantinya ditugaskan dua orang. Sementara jumlah tenaga linmas di setiap desa terbatas, rata-rata hanya satu pleton (31 orang). “Kalau jumlah TPS di satu desa maksimal 15 TPS, jumlah satu pleton tentu tidak ada masalah karena satu TPS diisi oleh dua orang linmas. Tapi kalau di satu desa jumlah TPS-nya lebih dari 15, ya kurang,” terangnya, Senin (11/3) kemarin. T e r k a i t kekurangan jumlah tenaga linmas di tiga desa tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan
pihak desa masing-masing agar menambah jumlah linmasnya dengan membentuk anggota linmas baru. Penambahan dilakukan oleh kepala desa dengan menunjuk warganya, entah yang menjadi linmas banjar atau pecalang untuk menjadi linmas desa. Penugasannya berdasarkan SK yang dibuat kepala desa. Sesuai informasi terakhir yang didapatnya, kekurangan tenaga linmas di tiga desa tersebut saat ini sudah bisa dipenuhi. Hanya, untuk memastikannya pihaknya masih akan melakukan pengecekan kembali serta menunggu tembusan SK-nya dari pihak desa. Suryadarma menyatakan, linmas desa nantinya akan bertugas di TPS saat hari pencoblosan saja. Ketiga bertugas mengamankan TPS, para anggota linmas akan diarahkan mengenakan pakaian adat dan memakai tanda pengenal. “Yang anggota linmas baru ini kan tidak punya seragam. Agar tidak ada masalah soal seragam, diarahkan agar menggunakan pakaian adat,” imbuhnya. (kmb40)
Dewa Agung Suryadarma
Bali Post/kmb40
Berdasarkan pantauan, Senin (11/3) kemarin, panjang badan jalan yang putus karena amblas kurang lebih 5 meter dengan lebar sekitar 3 meter. Dua buah drum bekas dan garis polisi tampak dipasang di sekitar lokasi untuk mendandai agar warga berhati-hati. Meski jalan aspal amblas, sejumlah warga yang mengendarai sepeda motor tetap nekat melintas di jalan itu. Mereka melintas di bahu jalan yang dilalui aliran air. Nengah Susila, salah seorang pengendara yang dijumpai saat melintas di lokasi mengungkapkan, jebolnya jalan di lokasi sudah terjadi sejak sebulan terakhir. Penyebabnya karena saluran irigasi tersumbat sehingga menyebabkan air meluber dan menggerus badan jalan. “Sebelumnya jebolnya hanya sedikit, lama-lama makin lebar. Parahnya sekitar 10 hari terakhir,” ungkapnya. Menurutnya, kondisi jebolnya jalan sangat mengganggu aktivitas warga.
Warga yang hendak menuju Sulahan namun tak berani melintas di lokasi, kini terpakai melalui jalur memutar ke Kayuambua. Sementara itu, Perbekel Penglumbaran Wayan Artawan saat dikonfirmasi terpisah mengaku sudah melaporkan kondisi itu ke pemerintah daerah. Dalam musrenbang, jalan jebol tersebut sudah masuk dalam perencanaan untuk ditangani menggunakan dana pascabencana. “Nanti perbaikannya akan dianggarkan lewat dana pasca bencana,” jelasnya. Artawan mengatakan meski kondisi jebolnya jalan tersebut terbilang parah, hal itu tak sampai mengakibatkan warganya terisolir. Sebab, untuk menuju Sulahan, warga yang ada di Dusun Serai masih bisa melalui jalan ke Kayuambua yang merupakan jalur utama. Hanya, jarak yang harus ditempuh lebih jauh. “Kalau lewat Kayuambua bisa sampai 10-15 menitan. Kalau lewat lokasi cuma 5 menitan,” tuturnya. (kmb40)
KPU akan Tahan C6 WNA yang Masuk DPT Bangli (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli telah menindaklanjuti data Bawaslu Bangli soal adanya beberapa warga negara asing (WNA) di Bangli yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. Terkait hal itu, KPU Bangli menyatakan tidak melakukan pencoretan dalam DPT, melainkan akan menahan formulir C6 (surat pemberitahuan memilih) agar mereka tak bisa ikut mencoblos. Ditemui di Kantor KPU Bangli, Senin (11/3) kemarin, Komisioner KPU Ban-
gli Ni Putu Anom Januwintari menjelaskan bahwa berdasarkan data dari KPU RI, awalnya hanya ada satu WNA di Bangli yang diketahui terdata masuk dalam DPT Pemilu. Jumlah itu kemudian bertambah setelah Bawaslu Bangli memberikan data terbaru. Sesuai data dari Bawaslu, terdapat 15 orang yang dikategorikan WNA masuk dalam DPT Pemilu. Oleh KPU, data tersebut lalu ditindaklanjuti dengan melakukan pengecekan faktual ke lapangan melalui PPK dan PPS. Hasilnya, KPU hanya menemukan sembilan
Bangli (Bali Post) – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 di wilayah Desa Peninjoan, Tembuku, sudah berjalan hampir dua pekan terakhir. Berbagai kegiatan dilaksanakan para prajurit dari Kodim 1626/ Bangli dalam program itu. Tak hanya menyelesaikan sasaran pembukaan akses jalan sepanjang 1,5 kilometer, juga melaksanakan kegiatan bedah rumah salah seorang warga setempat. Seperti yang dilaksanakan Senin (11/3) kemarin, anggota Satgas TMMD membedah rumah milik I Made Kuswanto yang merupakan warga Banjar Penarukan. Kegiatan melibatkan 10 warga binaan dari Rutan Kelas II/B Bangli dan Lapas Narkotika Kelas II/A Bangli. Pasi Intel Kodim 1626/ Bangli Kapten Inf. I Made Yudha K. menyatakan, warga binaan baik dari Rutan Bangli maupun Lapas Buungan yang dilibatkan tersebut adalah mereka yang telah menjalani 2/3 masa hukumannya. Mereka juga telah mendapat penilaian layak untuk dilibatkan dalam kegiatan di luar lembaga pema-
syarakatan. Salah seorang warga binaan yang ikut melaksanakan kegiatan bedah rumah mengaku sangat senang bisa ikut dilibatkan dalam program TMMD. Menurutnya, ini merupakan pengalaman yang tidak bisa dilupakan. “Melalui kegiatan bedah rumah ini, mereka bisa menyalurkan bakat khususnya pertukangan dan bisa berinteraksi dengan warga masyarakat lainnya,” jelasnya. Sementara itu, I Made Kuswanto, warga yang mendapat bantuan bedah rumah, mengapresiasi program TMMD. Dia mengucapkan terima kasih kepada prajurit TNI dan warga binaan yang telah membuatkan rumah. Mengenai pembukaan jalan sepanjang 1,5 km yang menjadi sasaran utama TMMD, pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian dan tukang ukir itu mengaku sangat bersykur. Keberadaan jalan itu sangat membantu warga terutama untuk mengakses lokasi campuhan. “Masyarakat juga sekarang jadi lebih gampang menjual hasil kebun dan harganya bisa lebih mahal,” ungkapnya. (kmb40)
WNA yang masuk dalam DPT. “Dari 15 orang yang dikategorikan WNA masuk DPT itu, lima orang merupakan WNI asli. Satu orang lainnya warga Malaysia yang sudah jadi WNI. Jadi, dari 15 itu, enam WNI dan sembilan orang lainnya WNA,” jelasnya. Menurut Anom, masuknya kesembilan WNA tersebut dalam DPT Pemilu kemungkinan terjadi karena adanya kekeliruan saat proses coklit Pilgub lalu. Dalam proses coklit, petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) kemungkinan langsung memasuk-
kan kesembilan orang itu ke dalam DPT tanpa mencermati kewarganegaraan mereka di dalam kartu keluarga (KK). “Mereka (9 WNA) tidak mengantongi KTP, hanya terdaftar di KK. Kemungkinan pada saat PPDP kami melakukan pencoklitan pilgub, hanya dilihat KK saja, tidak melihat kewarganegaraannya, sehingga mereka bisa masuk dalam DPT Pilgub,” terangnya. Meski masuk dalam DPT Pilgub, Anom menegaskan bahwa kesembilan WNA tersebut tidak menggunakan hak pilihnya saat Pilgub 2018 lalu. (kmb40)
Warga Binaan Bantu Bedah Rumah
Bali Post/ist
BEDAH RUMAH - Kegiatan bedah rumah yang dilaksanakan Satgas TMMD dengan melibatkan sejumlah warga binaan dari Rutan Kelas II/B Bangli dan Lapas Narkotika Kelas II/A Bangli.
15
Selasa Umanis, 12 Maret 2019
Desa Adat Sulit Terapkan Demokrasi Murni Denpasar (Bali Post) Demokrasi murni sulit diterapkan pada desa adat, karena memiliki landasan yang sangat berbeda. Dasar daripada adat di Bali adalah manyamabraya. Oleh karena itu, desa adat memang lebih cocok menerapkan musyawarah mufakat ketimbang proses demokrasi seperti voting dalam pemilihan bendesa adat. ‘’Demokrasi itu memang budaya Barat yang dapat dilaksanakan oleh orang-orang yang sudah pendidikannya mencukupi, penghargaannya kepada nilai-nilai meritokrasi itu tinggi, itu yang melandasi Barat,’’ ujar Dekan FISIP
Secara Individu
Selain PK, terduga teroris R alias Putra Syuhada (23) yang ditangkap di kediamannya Kedaton, Bandarlampung (BP, 11/3) kini sedang dalam proses pemeriksaan oleh Densus 88. ‘’Sedang didalami mencari rencanarencana yang dilakukan oleh mereka. Keduanya ini masuk ke dalam, dia melakukan aksinya secara individu,’’ tutur Dedi Prasetyo. Satgas antiterorisme yang ada di Polda dan Densus 88 terus memitigasi dan mengantisipasi sel tidur teroris, khususnya dalam kontestasi pemilu agar tidak ada kekacauan yang ditimbulkan oleh para teroris. (ant)
Selasa, 12 Maret 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Widya Jnana Kerti, Mephala Sukertaning Pemangku (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bagus and Friend 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Gatra Praja 10:00 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Solusi Alternatif Soman 12:05 Wita Dharma Wacana Widya Jnana Kerti, Mephala Sukertaning Pemangku (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Filler Marion Sam 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Folk Song 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Global 3000 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00: Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara Sapuleger Menjelang Wuku Wayang 17:00 Wita Dunia Kita 17:30 Wita Kartun Krishna Sudama 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Artha Buana Investama 21:00 Wita Ista Dewata Pura Bali Bang 21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Cetik Durga Maya(3) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Folk Song 23:30 Wita Bali Channel
Universitas Udayana GPB Suka Arjawa, Senin (11/3) kemarin. Itu sebabnya, lanjut Suka Arjawa, demokrasi bisa dilakukan secara baik di negara-negara Barat. Sementara di Indonesia secara umum, demokrasi terbilang sulit diterapkan. Kembali pada masalah adat, ia mengaku setuju dengan musyawarah mufakat. Mengingat, sistem voting terlalu berisiko. ‘’Jangan dihantamkan adat di Bali itu dengan demokrasi, karena memang tidak nyambung. Jangan ikut-ikutan adat itu berdemokrasi memilih dengan voting (karena) demokrasi menurut adat itu adalah manyamabraya, itu artinya kesepakatan bersa-
ma, musyawarah mufakat,’’ jelasnya. Suka Arjawa menambahkan, kalau ingin menerapkan demokrasi dalam adat, sebelum musyawarah harus sudah dilakukan diskusi. Diskusi dan kesepahaman itu juga menjadi bagian dari demokrasi yang lebih mementingkan kepada saling pengertian. Dalam hal ini, demokrasi pun sesungguhnya mengandung unsur saling pengertian dan saling menerima. ‘’Artinya melakukan pendekatan dulu sebelum pemilihan. Pendekatan itu jangan dilakukan pada saat itu (saat musyawarah - red). Sebaiknya di tingkat keluarga dulu, di tingkat paibon,
apalah itu, jauh sebelum pemilihan. Paling tidak seminggulah, kita ngobrol-ngobrol dulu siapa yang cocok,’’ paparnya. Sebelumnya, Pansus Ranperda tentang Desa Adat di DPRD Bali menawarkan agar bendesa adat dipilih dengan cara musyawarah mufakat. Tawaran ini mencermati bahwa prinsip desa adat adalah saguluk sagilik, dengan semangat salunglung sabayantaka, serta sumber pengambilan keputusannya adalah awig-awig dan pararem. Dengan kata lain, pemilihan bendesa adat tidak sama dengan pemilihan kepala desa yang memiliki dasar aturan seperti undang-undang, perpres, PP, Permendagri dan
perda. Lantaran tidak memiliki aturan tersebut, konflik yang muncul dalam pemilihan bendesa adat akhirnya tidak bisa diselesaikan. ‘’Kami menerima enam pengaduan di sini, di DPRD ini yang isinya adalah persoalan-persoalan konflik pemilihan bendesa. Enam kasus yang datang ke sini tidak bisa kita selesaikan karena aturan mainnya tidak ada. Oleh karena itu, kami ingin menawarkan agar bendesa adat dipilih dengan cara musyawarah mufakat. Tidak ada voting-votingan di desa adat biar desa adat kita rukun, biar desa adat kita tidak ada konflik,’’ ujar Ketua Pansus I Nyoman Parta. (kmb32)
Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah MotoGP 2021 Bogor (Bali Post) – Presiden Joko Widodo menegaskan Indonesia telah siap menjadi tuan rumah ajang balap motor paling bergengsi di dunia MotoGP yang akan mengambil lokasi di kawasan wisata Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). ‘’Ini yang pertama, kan sudah ada tanda tangan kerja sama antara ITDC dan Dorna untuk penyelenggaraaan MotoGP pada 2021. Ini tadi, Mr. Carmelo hanya ingin mendapatkan keyakinan bahwa kita siap baik dalam
organisasi untuk menyiapkan infrastruktur menuju ke sana. Dan, saya sampaikan bahwa kita siap,’’ kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima CEO Dorna Sport SL Carmelo Ezpeleta di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3) kemarin. Turut pula dalam kesempatan itu, Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer dan beberapa pembalap MotoGP. Dorna Sport, pemegang hak siar kejuaraan dunia Grand Prix,
dan ITDC, sebagai pengelola kawasan wisata Mandalika, telah resmi mengumumkan kesepakatan gelaran MotoGP Indonesia di Mandalika mulai 2021. Setelah kesepakatan itu, CEO Dorna Carmelo Ezpeleta dan Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer pada Senin kemarin diterima Presiden Joko Widodo. Setelah berdialog di Istana, mereka kemudian mengajak Presiden Jokowi untuk melihat langsung motor-motor dari tiga kelas yang digunakan para
pembalap GP. Tiga motor tersebut diparkir di halaman Istana Kepresidenan Bogor, satu di antaranya dijajal dan dinaiki oleh Presiden. Presiden Jokowi memastikan Indonesia sudah siap menjadi tuan rumah MotoGP berkaca dari pelaksanaan Asian Games 2018 yang sukses. ‘’Siap. Asian Games yang mendatangkan 35.000 atlet saja kita siap mengorganisasi kok. Kita harus optimis, harus optimis,’’ katanya. (ant)
Saling Menghargai Makna dari rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama NU soal menghindari penyebutan kafir itu dalam konteks Indonesia dan dunia. Menag mengatakan keberagamaan merupakan suatu keniscayaan sehingga meng-
hindari penyebutan istilah kafir itu untuk saling menghargai satu sama lain dan sangat penting bagi kerukunan antarumat beragama. Selain itu, terlepas dari apa pun keimanan dan agama yang dianut, setiap warga negara mempunyai tanggung jawab yang sama untuk menjaga agar mampu mengimple-
mentasikan nilai-nilai agama dalam kesehariannya. Lukman mengatakan ajakan para ulama NU itu bukan untuk menghilangkan istilah kafir dalam Alquran. ‘’Bagaimana mungkin manusia bisa melakukan itu. Bukan mau mengganti Surah Al Kafirun, tidak. Dalam konteks Indonesia yang majemuk
ini karena sebutan kafir itu semangatnya ada segregasi memisah-misahkan,’’ katanya. Memang di masa Rasulullah Muhammad SAW ada penyebutan kafir tetapi terdapat konteks lini waktu. ‘’Setelah Rasul hijrah ke Madinah tidak ada lagi istilah itu,’’ katanya. (ant)
Langsung Aktif
‘’Kecuali untuk Kabupaten Badung dan Denpasar sudah bisa dianggarkan secara mandiri, sedangkan Kabupaten Gianyar persentasenya 40 persen Pemprov dan 60 persen Pemkab,’’ ujar Suarjaya. Disebutkannya lagi, kelebihan lain dari JKN-KBS adalah kartu yang langsung aktif dan untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) sudah dijamin langsung pemerintah daerah. ‘’Bahkan bayi baru lahir dari ibu PBI pun langsung terdaf-
tar,’’ tambahnya. Sementara untuk tingkatannya, pelayanan bagi peserta PBI disediakan ruang perawatan kelas III, sedangkan peserta pekerja penerima upah (PPU) dan peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri mendapatkan pelayanan sesuai dengan tingkatan dalam JKN-BPJS Kesehatan. Suarjaya juga menyatakan pihaknya akan menyiapkan segala sarana-prasarana serta SDM yang kompeten guna mendukung program JKN-KBS ini, terlebih untuk
puskesmas yang jadi tempat pelayanan masyarakat di daerah. ‘’Akan kita lengkapi peralatannya agar lebih memadai dan kita juga telah melatih SDM secara bertahap dan dimulai dari puskesmas-puskesmas pilot project sebagai awalnya sebelum nantinya akan diterakan di seluruh puskesmas,’’ ungkap suarjaya. Terlebih untuk persiapan pelayanan pengobatan tradisional yang bersumber dari usadha Bali, juga disiapkan Pusat Penanganan Pasca-Panen Tanaman
Obat (PPPPTO) di Bangli dan Karangasem. Disebutkannya, pengobatan tradisional yang dimaksud akan punya standardisasi, baik dari segi penanganannya maupun bahan obat yang berasal dari tanaman berkhasiat sehingga terjamin keamanannya. ‘’Jadi nantinya jamu, loloh, boreh dan yang lainnya akan terstandar dengan baik juga disertai izin dari BPPOM. Ini perlu kita kedepankan karena usadha Bali selama ini sudah diakui manfaatnya oleh dunia sebagai pengobatan herbal,’’ tutur Suarjaya. (ad264)
WARUNG GLOBAL
Perajin Arak Harus Dibina MINUMAN beralkohol (mikol) di sektor pariwisata bukanlah barang baru, demikian diungkapkan Giriyasa, pemerhati kebijakan publik dan UMKM arak di Karangasem, kemarin. Ia menyampaikan bahwa sejak dulu arak sudah dibuatkan regulasi-nya. Pergub dan peraturan lainnya diharapkan tidak saling bertentangan. Selama ini stigma negatif terhadap arak di kalangan masyarakat masih sangat kental. Untuk itu sebaiknya dilakukan edukasi, selain pembinaan terhadap para petani arak, sama dengan petani lainnya yang bisa menjual hasil tani mereka ke hotel-hotel. Dengan adanya aturan nantinya mempermudah peta jalan arak, mikol lokal ini masuk ke hotel-hotel. Sama halnya dengan pendapat Febri di Denpasar. Namun, ia menyarankan terlebih dahulu melakukan pendataan apakah arak Bali ini sesuai dengan lidah orang asing (tamu) yang datang ke Bali. Jika sesuai maka bisa diproduksi lebih banyak lagi. Ketut Mursi di Denpasar setuju jika arak atau mikol
lokal yang dipakai di hotelhotel di Bali. Selain memajukan UMKM lokal, ia sangat mendukung arak bisa go international juga. Tentu saja jika dikonsumsi sesuai dosis tertentu, arak sangat bermanfaat bagi tubuh, demikian Bratayasa di Sangeh menyampaikan. Ia juga menyampaikan bahwa UMKM mikol lokal seperti arak ini harus diberikan pembinaan, pendanaan, dan pergub harus ditindaklanjuti juga. Budiada di Tabanan juga sepakat pembinaan harus dilakukan sehingga kualitasnya bagus. Ketut Suastika menyampaikan lewat facebook, saatnya arak Bali mendapat panggung dan menjadi tuan di rumahnya sendiri Standar kualitas mikol lokal masuk hotel ini harus dijelaskan sehingga mikol lokal ini tak kalah saing. Demikian Tut Dawi di Badung. Ia juga menyarankan agar peredaran arak di masyarakat juga harus diawasi jangan sampai dikonsumsi oleh anak di bawah umur, sehingga merusak mentalnya. (sikha)
balipost http://facebook.com/balipost
Selasa Umanis, 12 MAret 2019
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Suns Akhiri Kekalahan Terpanjang Golden State – Guard Devin Booker mencetak 37 poin ketika Phoenix Suns mengakhiri kekalahan dalam 18 pertandingan beruntun dengan melibas juara bertahan Golden State Warriors dengan kemenangan 115-111 dalam lanjutan kompetisi NBA, Senin (11/3) kemarin. Booker mmebuat 13 poin berturutturut selama kuarter keempat. Booker membuat sembilan dari lemparan bebasnya dan memiliki 11 assist, sedangkan Kelly Oubre mencetak 22 poin untuk Suns, yang memenangkan pertandingan keempat dalam lima laga terakhir. Kemenangan itu mengakhiri kekalahan beruntun terpanjang dalam liga yang dimulai pada November 2014. Itu juga merupakan kemenangan pertama bagi Suns dalam 20 pertandingan meladeni lawan dari Wilayah Barat. ‘’Kami ditantang, kami mendapat pukulan terbaik tim,’’ kata superstar Warriors Stephen Curry. Kevin Durant mencetak 25 poin untuk Warriors, Curry selesai dengan 18 poin dan Thompson menyumbang 28 poin. Thompson menyebut kekalahan ini sebagai yang terburuk dan mengkritik penggemar Warriors dengan mengatakan tidak cukup bersorak. Di laga lain, Kyle Lowry selesai dengan 24 poin dan 10 assist saat Toronto Raptors mengakhiri kemenangan Miami Heat di empat pertandingan dengan skor 125-104. Lowry menghabiskan enam tembakan tiga angka dan Pascal Siakam menambah 20 poin untuk Raptors yang telah menyapu ketiga pertemuan dengan Heat musim ini. Danny Green dan Norman Powell masing-masing menambah 15 poin, sedangkan OG Anunoby dan Jeremy Lin masing-masing menyumbang 11 poin. Bam Adebayo memimpin Heat dengan 19 poin, 6 rebound dan 5 assist. Guard veteran Dwyane Wade dan Dion Waiters masing-masing memiliki 15 poin, sedangkan Rodney McGruder menambahkan 13 poin. Raptors menyerang Heat dengan 21 tembakan tiga angka, terbanyak dalam sejarah klub. Sementara itu, Joel Embiid mencetak 33 poin dalam pertandingan pertamanya setelah absen delapan karena cedera lutut saat Philadelphia 76ers menundukkan Indiana Pacers 106-89. Embiid membuat double-double ke-49 di liga musim ini untuk Sixers yang mengakhiri dua kekalahan beruntun. Hasil Lengkap: Minnesota vs New York 10392, San Antonio vs Milwaukee 121-114, Dallas vs Houston 93-94, Atlanta vs New Orleans 128116, Golden State vs Phoenix 111-115, Memphis vs Orlando 105-97, Miami vs Toronto 104-125, Philadelphia vs Indiana 106-89, Detroit vs Chicago 131-108. (afp/kmb)
Liga Champions
Juventus akan Tampil Hebat Jamu Atletico
Roma – Juventus menjamu Atletico Madrid pada laga kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion Allianz, Turin pada Rabu (13/3) pagi pukul 04.00 Wita. Dalam laga lainnya di Etihad, Manchester City kedatangan Schalke 04 (Jerman). Atletico unggul 2-0 di kandang sendiri, sedangkan City menang 3-2 di Jerman pada laga pertama dua pekan lalu.
Bintang Juve, Cristiano Ronaldo, mengaku tidak berharap kehilangan partai pertama, tetapi itulah yang terjadi. Menurutnya, laga kedua Liga Champions ini adalah malam yang luar biasa dan fantastis. ‘’Kami ingin memberikan respons yang bagus di rumah kami, di depan para penggemar kami. Tim percaya diri memainkan permainan hebat. Untuk para penggemar, berpikirlah positif, mari kita percaya. Bersiaplah untuk kembali,’’ katanya kepada Juventus TV, Senin (11/3) kemarin. Juventus membeli Ronaldo dari Real Madrid dengan harga 100 juta euro (117 juta dolar AS) untuk mengakhiri kegagalan meraih trofi Liga Champions selama 23 tahun. ‘’CR7 ada di sini untuk itu. Dia tidak menandatangani kontrak untuk memenangkan scudetto atau untuk meningkatkan penjualan. Juve sedang menunggu untuk mengakhiri kekecewaan bertahun-tahun,’’ tulis harian olahraga Italia Corriere dello Sport. Masalahnya adalah Juventus harus mencetak lebih dari dua gol ke gawang Atletico. Padahal pasukan Diego Simeone yang berada di peringkat kedua La Liga Spanyol belum kebobolan dalam lima pertandingan terakhir. ‘’Semua orang tahu bahwa mereka adalah tim yang
kuat, bertahan dengan sangat baik, tidak mengambil banyak risiko dan mengandalkan serangan balik. Tetapi kami siap dan akan melakukan segala yang bisa untuk mengalahkan mereka. Kami ingin menang dan lolos ke perempatfinal,’’ tegas Ronaldo yang telah mencetak 22 gol melawan Atletico. Belum Siap Di bagian lain, pelatih City Pep Guardiola menyatakan timnya belum siap berjuang pada tahap terakhir Liga Champions. Hal itu dikatakannya usai pasukannya mengalahkan Schalke 3-2 di laga pertama. Pep merasa frustrasi bahwa setelah memimpin lebih awal di Gelsenkirchen, timnya kebobolan dua gol penalti oleh klub yang berada di peringkat ke-14 Bundesliga dan bek Nicolas Otamendi mendapat kartu merah. ‘’Kami memberikan penalti pertama, penalti kedua dan kartu merah. Dalam kompetisi ini tidak baik, terlalu banyak hal. Ketika itu terjadi di tahap lain, ini sudah berakhir. Kami tidak bisa dibandingkan dengan Barcelona, (Real) Madrid dan Bayern Munich secara historis meraih hasil luar biasa,’’ tegas Pep. City sudah menyabet Piala Liga yang dimenangkan bulan lalu serta berpeluang mempertahankan gelar Liga Utama Inggris, memenangkan Piala FA, dan merebut Liga Champions. Gelar terakhir inilah yang paling diinginkan oleh City dan Guardiola. Akan tetapi Liga
Champions jarang terbuka untuk pemenang baru. Manchester United, Tottenham Hotspur, Ajax Amsterdam dan Porto yang sudah membukukan tempat di perempatfinal, tidak ada masuk delapan besar musim lalu. Real Madrid Real Madrid memetik kemenangan 4-1 atas tuan rumah Real Valladolid dalam lanjutan kompetisi Liga Spanyol. Gol-gol Madrid dibuat Karim Benzema (2), Raphael Varane dan Luka Modric. Anuar Tuhami memberi Valladolid keunggulan di babak pertama di Stadion Jose Zorrilla. Madrid tetap di tempat ketiga La Liga, terpaut 12 poin dari Barcelona dan 5 poin di belakang Atletico. ‘’Ini merupakan minggu yang sulit bagi kami. Dua puluh menit pertama mencerminkan itu dan merugikan kami. Tetapi di sisa pertandingan mereka menunjukkan profesionalisme, semangat dan bereaksi terhadap kesulitan,’’ sebut Santiago Solari, pelatih Madrid. Di Liga Italia, Napoli yang berada di peringkat kedua ditahan tuan rumah Sassuolo 1-1. Akibatnya, Napoli kini baru memiliki 57 poin, terpaut 18 poin dari Juventus (75) yang semakin mantap bertengger di puncak klasemen. Sementara itu, persaingan di peringkat ketiga dan keempat kembali memanas setelah Inter Milan (50) menang 2-0 atas tamunya SPAL, menyusul hasil serupa yang dibukukan AC Milan (51) kurang dari 24 jam sebelumnya. (afp/kmb)
Karateka Inkanas Bali Rebut Perak dan Perunggu
TUMPUAN – Cristiano Ronaldo menjadi tumpuan Juventus saat menghadapi Atletico Madrid. Bali Post/afp
MENANG – Devin Brooker (kanan) memimpin Phoenix Suns meraih kemenangan atas Golden State Warriors.
Bali Post/ist
Maria Natalia Londa
Maria Bersiap ke Kejuaraan Asia Denpasar (Bali Post) Atlet lompat jauh Bali Maria Natalia Londa menyiapkan diri mengikuti Kejuaraan Asia di Doha pada 20-23 April mendatang. Rencananya PS PASI menerjunkan 13 atlet yang terdiri atas 10 putra dan 3 putri yang selama ini berlatih atletik di AS. Sebagai persiapan menghadapi Kejuaraan Asia, Maria yang ditangani pelatih Ketut Pageh berlatih teknik di Stadion Mengwi (Badung) dan Stadion Ngurah Rai (Denpasar) serta Pantai Seminyak untuk penggenjotan fisik. Ditemui di Denpasar, Senin (11/3) kemarin, Maria menjelaskan dirinya terakhir tampil pada Asian Games di Indonesia tahun lalu. ‘’Saya hanya menduduki peringkat kelima dengan lompa-
tan sejauh 6,45 meter,’’ ungkap wanita yang menikah dengan Made Sukariata pada 19 Januari lalu ini. Usai Kejuaraan Asia, Doha kembali menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Atletik. ‘’Kejuaraan Dunia Atletik ini untuk mengumpulkan poin menuju Olimpiade yang diselenggarakan di Tokyo tahun depan,’’ jelasnya. Maria mendulang medali emas pada Asian Games 2014 di Incheon, Korsel. Ia mengungguli atlet lompat jauh Vietnam Bhutithau yang harus puas mendapat perak. Pada Asian Games 2018 di Indonesia, Bhutithau justru menyabet emas. ‘’Saya bersaing melawan Bhutithau sejak usia remaja, mulai kejuaraan kelompok umur se-Asia Tenggara, SEA Games hingga Asian Games,’’ terangnya. (022)
Denpasar (Bali Post) Karateka Inkanas Bali merebut medali perak dan perunggu pada Kejurnas Inkanas di Padang, Sumatera Barat, 7-10 Maret lalu. Medali perak dipersembahkan karateka Bripda Ajeng pada kategori kumite senior kelas +61 kg, sedangkan perunggu dipersembahkan Ketut Melki pada kategori prapemula kumite kelas -30 kg. Manajer Tim Inkanas Bali Kompol I Gusti Nyoman Wintara, S.H. di Denpasar, Senin (11/3) kemarin, mengungkapkan karatekanya sudah tampil maksimal pada ajang kejurnas. Hasilnya, mereka membawa pulang 1 perak dan 1 perunggu. ‘’Kami mengirimkan 11 karateka pada Kejurnas Inkanas di Padang,’’ jelasnya. Menurut Sekum Inkanas Bali itu, karateka yang diturunkan di kejurnas berdasarkan hasil pemantauan dari berbagai ajang di Bali seperti Piala Gubernur, Piala Kapolda dan Piala Wali Kota serta juara Piala Kapolri tahun lalu. Gusti Nyoman Wintara mengakui persaingan di Kejurnas Inkanas cukup ketat karena melibatkan atlet dari 35 provinsi. Sebelum berlaga pada kejurnas, ke-11 karateka ditangani trio pelatih Sensei Nyoman Soma, Kadek Suparma dan Agung Putra. Latihan dilakukan di GOR Lila Bhuana, Denpasar, selama dua bulan. (022)
Bripda Ajeng
Bali Post/ist
Dovizioso Senang Kalahkan Marquez Doha – Pembalap Italia Andrea Dovizioso memenangi lomba pembuka musim ini yaitu MotoGP Qatar di Doha, Senin (11/3) dini hari kemarin. Ia mengungguli pembalap Spanyol sekaligus juara bertahan Marc Marquez yang finis di tempat kedua. Ini merupakan pengulangan dua besar tahun lalu di tempat yang sama ketika di akhir yang mendebarkan Dovizioso berada di depan Marquez dengan selisih 0,027 detik. Kedua pembalap bertukar posisi di lap terakhir tetapi Dovizioso yang memimpin sebagian besar balapan dengan Ducati yang mengamankan kemenangan hanya 0,023 detik lebih cepat dari rivalnya yang membela Honda. Pembalap Inggris Cal Crutchlow (Honda) naik podium di urutan ketiga. Alex Rins (Suzuki) dari Spanyol finis di urutan Andrea Dovizioso
keempat dan pembalap legendaris Italia Valentino Rossi (Yamaha) berada di posisi kelima. ‘’Saya sangat senang karena semuanya sebelum akhir pekan begitu buruk. Senang terbuka seperti ini melawan juara,’’ kata Dovizioso yang memasuki perlombaan dengan rasa khawatir terkait kecepatan motornya. ‘’Itu persis sama dengan tahun lalu, saya mencoba berada di sana pada akhirnya. Saya senang karena mendapat 20 poin,’’ ujar Marquez. Dalam balapan lain, remaja Kaito Toba merebut kemenangan di Moto3 untuk menjadi pembalap Jepang pertama yang menang di kelas itu. Lorenzo Dalla Porta (Italia) di tempat kedua dan Aron Canet (Spanyol) di posisi ketiga. Pada balapan Moto2, Lorenzo Baldassarri (Italia) menjadi pemenang setelah menyisihkan Thomas Luthi (Swiss). Marcel Schrotter (Jerman) yang start terdepan menempati posisi ketiga. (afp/kmb)