terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 86 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
PVMBG Evaluasi Aktivitas Gunung Agung
Tumpukan Sampah Coreng Citra Pariwisata Kuta
Pipa Induk Jebol, Layanan Air PDAM Ngadat
Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali melakukan evaluasi aktivitas Gunung Agung. Hingga saat ini status Gunung Agung masih berada di level siaga.
Sejumlah titik di kawasan pariwisata Kuta menjadi tempat penitipan sampah. Kondisi ini selain membuat pemandangan kurang bagus, bau yang ditimbulkan juga sangat mengganggu wisatawan.
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Tiga hari terakhir layanan air bersih dari PDAM Tirta Mahottama Klungkung terputus total. Penyebabnya satu pipa induk di daerah Rendang, Karangasem, jebol.
KARANGASEM | HAL. 11
BADUNG | HAL. 3
KLUNGKUNG | HAL. 12
Di Hari Pahlawan, PTDI Ekspor Pesawat Terbang ke Thailand
JUARA -- Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dari Indonesia memukul balik di samping rekannya, Marcus Fernaldi Gideon, melawan Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda dari Jepang dalam pertandingan final ganda putra di turnamen bulu tangkis Fuzhou China Open di Fuzhou di Provinsi Fujian, Minggu (10/11) kemarin.
China Open
Bandung (Bali Post) Kemajuan teknologi dirgantara bangsa Indonesia kembali ditunjukkan PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Bertepatan dengan Hari Pahlawan, Minggu (10/11) kemarin, PTDI melakukan ekspor satu unit pesawat terbang NC212i untuk Ministry of Agriculture and Cooperatives (MOAC) Thailand. Kegiatan ferry flight dilakukan dari Hanggar Delivery Center PTDI, Jalan Pajajaran No. 154 Bandung. Pesawat akan menuju Nakhon Sawan Air Base, Muang, Nakhon Sawan, Thailand, yang direncanakan akan tiba pada tanggal 11 November 2019.
Pengiriman ini menjadi yang kedua, setelah pada Oktober lalu PTDI mengirimkan pesawat yang sama ke Thailand. Pesawat NC212i yang dikirimkan hari ini melengkapi kontrak pengadaan dua unit pesawat terbang NC212i antara PTDI dengan A.I.C.E. Enterprises (Thai) Co., Ltd. dengan end user Department of the Rain Making and Agricultural Aviation,
FAKTA-FAKTA PESAWAT NC 212i
Kevin/Marcus Rebut Gelar Juara
Ministry of Agriculture and Cooperatives (MOAC) Thailand. ‘’Pesawat terbang NC212i pertama telah dilakukan ferry flight pada tanggal 22 Oktober 2019. Dan pada hari ini dilakukan kembali ferry flight pesawat terbang NC212i kedua yang penyerahannya dilakukan lebih cepat sebulan dari jadwal sesuai kontrak yaitu Desember 2019,’’ kata
Angkutan Militer Angkutan Sipil Maritime Surviellance Aircraft (MSA)
Pesawat NC 212i merupakan pengembangan dari NC212-200 dan NC212-400 yang kini tidak lagi diproduksi PT DI. Full Glass Cockpit
Dua mesin Turboprop Honeywell TPE-331- 12JR - 701C dengan dua empat bilah Propeller Reball Dowty
Digital Avionic dilengkapi Autopilot
Memiliki ramp door
Sistem navigasi dan komunikasi modern
FUNGSI
Kapasitas 28 penumpang
Transportasi VIP/penumpang, Transportasi Pasukan, Evakuasi Medis, Cargo dan lain-lain.
Dikerjakan sepenuhnya oleh PTDI
Kegunaan
Fuzhou – Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo meraih kemenangan 21-17 dan 21-9 atas Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dalam laga final Fuzhou China Open 2019 di Haixia Olympic Sport Center, Minggu (10/11) kemarin. Keberhasilan ini menjadi penyelamat muka Indonesia yang hanya mampu meraih satu gelar di turnamen ini Kevin/Marcus selalu unggul di interval dalam laga itu. Poin terakhir set kedua dipastikan menjadi Kevin/Marcus lewat kemenangan reli panjang setelah lawan gagal mengembalikan bola. Kemenangan itu membuat Indonesia pulang dengan satu gelar juara. Kevin/Marcus memang tampil sebagai satu-satunya wakil Indonesia di babak final Fuzhou China Open 2019. Selain itu, Kevin/Marcus menambah jarak keunggulan head to head atas Takeshi/Keigo 10-5. Kekalahan terakhir Kevin/Marcus dari pasangan Jepang itu terjadi di Singapore Open 2019. Pasangan Indonesia itu juga berhasil mempertahankan gelar juara di Fuzhou China Open. Tahun lalu mereka menjadi juara usai mengalahkan pasangan Tiongkok, He Jiting/Tan Qiang. Hebatnya, gelar di Fuzhou Open memperpanjang daftar gelar juara Minions musim ini menjadi kedelapan. Tujuh gelar Minions musim ini lainnya diperoleh dari Malaysia Masters, Indonesia Masters, Indonesia Open, Japan Open, China Open, Denmark Open, dan French Open. Dengan gelar Fuzhou China Open, Minions mencetak hattrick juara setelah Denmark Open dan French Open. Ini hattrick gelar pertama Minions musim ini. Kemenangan itu makin mengukuhkan posisi Marcus/Kevin di peringkat I dunia ganda putra. (kmb33)
NC 212i
Manajer Komunikasi Perusahaan & Promosi PT Telah diproduksi 115 unit Dirgantara Indonesia (Persero) Adi Prastowo, Minggu kemarin. Pesawat NC212i tersebut telah sepenuhnya dikerjakan oleh PTDI, artinya PTDI adalah satu-satunya industri pesawat terbang di dunia yang saat ini memproduksi pesawat NC212i. PTDI sampai saat ini telah berhasil melakukan pengiriman pesawat dan helikopter, Luar Negeri baik dalam dan luar Vietnam, Filipina, Thailand negeri, sebanyak 445
Pengguna Dalam Negeri TNI, Polri, BPPT
Berat Maksimum take off: 8,100 kg Berat Maksimum mendarat: 8,100 kg
unit. Diketahui, PTDI telah berhasil memproduksi pesawat NC212 sebanyak 115 unit untuk dalam negeri maupun luar negeri, dari total sebanyak 586 unit populasi pesawat NC212 series di dunia. Adapun operator dalam negeri yang menggunakan pesawat NC212 series adalah TNI-AU, TNI-AD, TNI-AL, Kepolisian, BPPT, di mana pesawat NC212 series tersebut digunakan untuk pesawat angkut sipil, militer dan Maritime Surveillance Aircraft (MSA). Sedangkan operator luar negerinya adalah negara Thailand untuk pesawat angkut militer dan modifikasi cuaca (rain making), Filipina dan Vietnam untuk pesawat angkut militer. (ant)
Dibutuhkan Pahlawan Pemberantas Kemiskinan
Jakarta (Bali Post) – Era penjajahan fisik antarbangsa telah lama berlalu. Hampir seluruh bangsa di dunia telah hidup dalam kemerdekaan. Namun belum semuanya terbebas dari masalah kemiskinan dan kebodohan, termasuk Indonesia. Untuk itu, yang kini dibutuhkan Indonesia adalah pahlawan-pahlawan yang mampu mengentaskan rakyat dari kemiskinan.
D
emikian disampaikan Presiden Jokowi seusai menjadi inspektur upacara Ziarah Nasional dalam rangka peringatan Hari Pahlawan di TMP Kalibata Jakarta, Minggu (10/11) kemarin. Jokowi menyebutkan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan pahlawan
Harian Bisnis Bali Kredit LPD Harus Produktif Keberadaan LPD diharapkan meningkatkan kesejahteraan krama. Bagaimana LPD mewujudkannya?
TABUR BUNGA - Presiden Joko Widodo bersama Menteri Sosial Juliari Batubara (kedua kiri) melakukan tabur bunga seusai upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Minggu (10/11) kemarin. Upacara tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa pahlawan dan mengenang pertempuran 10 November di Surabaya.
www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Hadiahkan Babi kepada Pengantin Baru Perbekel Tembok, Tejakula, Buleleng, Dewa Komang Yudi, menghadiahkan babi kepada pengantin baru untuk mengatasi sampah plastik di wilayahnya. www.denpostnews.com
atau pejuang dalam pemberantasan kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, kesenjangan dan sejenisnya. ‘’Menjadi kewajiban kita bersama sebagai penerus untuk terus mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan,’’ kata Jokowi. Ia menyebutkan perjuangan yang harus dilanjutkan terutama perjuangan dalam memberantas kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, kesenjangan dan lainnya. ‘’Kita ingat bahwa para pahlawan telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan negara kita, dan menjadi kewajiban kita bersama sebagai penerus untuk terus mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan,’’ kata Jokowi. Tema Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 adalah ‘’Aku Pahlawan Masa Kini’’. Dengan tema itu diharapkan setiap insan masyarakat Indonesia memiliki semangat
kepahlawanan dan tergerak hatinya untuk berjuang membangun negeri sesuai kemampuan dan profesi masing-masing. Hadir dalam upacara itu Wakil Presiden Ma’ruf Amin, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju dan sejumlah pimpinan lembaga negara. Jokowi meletakkan karangan bunga di tugu TMPN Utama Kalibata dan usai upacara, dia juga menaburkan bunga di sejumlah makam pahlawan. Menteri Agama Fahcrul Razi membacakam doa di akhir upacara peringatan Hari Pahlawan itu. Upacara ziarah nasional di taman makam pahlawan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 2019. Sebelumnya Jumat (8/11) juga telah dilakukan upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada sejumlah tokoh oleh Jokowi di Istana Negara, Jakarta. (ant)
GM Toya Devasya Natural Hot Spring
Raih Penghargaan ’’The Most Inspiring Leader of Change and Executive Figure of The Year’’ FOUNDER dan GM Toya Devasya Natural Hot Spring Dr. I Ketut Mardjana menerima penghargaan Indonesia Most Leading Awards 2019. Penghargaan diberikan untuk kategori The Most Inspiring Leader of Change and Executive Figure of the Year. Pemberian penghargaan diselenggarakan di Hotel Santika Premiere, Jakarta Barat, Jumat (8/11). Penghargaan diserahkan Wali Kota Jakarta Barat mewakili Gubernur DKI. Acara dihadiri perwakilan pejabat dari instansi pemerintah, praktisi
dan profesional di bidangnya antara lain di bidang hukum, akademisi, pariwisata (tourism), kuliner dan profesional lainnya. Setelah menerima penghargaan, para penerima penghargaan didaulat untuk memberikan sambutan tentang prestasi yang diraihnya. Di antara banyaknya kandidat penerima penghargaan di bidang pariwisata, panitia menjatuhkan pilihan kepada I Ketut Mardjana. ‘’Saya tidak tahu dasar pertimbangan juri memilih saya, tetapi sesuai kategori penghargaan yang diberikan
tentu penghargaan ini bentuk penilaian kepada seorang pemimpin yang mampu memberi inspirasi, membuat perubahan dari seorang figur eksekutif (pemimpin),’’ ucap Dr. I Ketut Mardjana saat memberikan sambutan penghargaan atas prestasi yang diraihnya. Ketut Mardjana menjelaskan, dalam lima tahun terakhir sejak dimulainya transformasi (bidang bisnis, infrastruktur, dan tatanan manajemen) telah lebih dari dua puluhan penghargaan telah diraih. Di samping berbagai penghargaan dalam
bidang pariwisata tersebut di atas, sebelumnya Dr. I Ketut Mardjana juga telah menerima beragam penghargaan antara lain penghargaan dalam kategori Asian Development Best Executive Award, ASEAN Social and Economic Corporation Golden Awards, People of the Year dari Harian Seputar Indonesia pada 2011, juga penghargaan sebagai salah satu CEO BUMN terbaik pilihan Majalah Tempo pada tahun 2012. Dan sebulan yang lalu, Mardjana juga menerima Lestari Entrepreneur of the Year 2019.
Dalam dunia kepemimpinan, Ketut Mardjana bukanlah figur baru. Putra kelahiran Kintamani, Bali ini memiliki latar belakang karier kepemimpinan di berbagai lingkungan lembaga pemerintahan dan perusahaan swasta nasional. Puluhan tahun berkarier di Departemen Keuangan dari posisi staf hingga direktur, direksi perusahaan swasta nasional, komisaris berbagai BUMN, Ketut Mardjana kemudian dipercaya sebagai Direktur PT Pos Indonesia pada 2009-2013. Hal. 15 SDM Lokal
PENGHARGAAN - Founder dan GM Toya Devasya Natural Hot Spring Dr. I Ketut Mardjana (kanan) menerima penghargaan Indonesia Most Leading Awards 2019. Penghargaan diberikan untuk kategori The Most Inspiring Leader of Change and Executive Figure of the Year. Pemberian penghargaan diselenggarakan di Hotel Santika Premiere, Jakarta Barat, Jumat (8/11).
Senin Kliwon, 11 November 2019
FIGUR Berjalan Sesuai Rencana FRAKSI Partai Golkar DPRD Bali mengharapkan Pemprov sudah menjadi pemegang saham mayoritas sekaligus pemegang saham pengendali di Bank BPD Bali paling lambat tahun 2021. Hal ini rupanya disoroti anggota Fraksi PDI-P DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana. Pasalnya, Fraksi Golkar menyarankan besaran penyertaan modal ditambah lagi dari rancangan awal, yakni menjadi Rp 50 miliar plus aset dengan total sekitar Rp 100 hingga Rp 150 miliar. Belum lagi Fraksi Golkar meminta penyertaan modal untuk PT Jamkrida juga ditambah sebesar Rp 20 miliar dari rancangan semula. “Dalam pandangan saya, kita harus melihat derajat kepentingannya. Apakah kita dalam tiga tahun akan dapat mencapai target untuk menjadi pemegang saham pengendali? Kalau iya, kenapa harus memaksakan lebih cepat,” katanya, belum lama ini. Anggota Komisi II ini menambahkan, ada kepentingan yang diharapkan rampung dalam lima tahun masa pemerintahan Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Utamanya kepentingan terkait program untuk mengejawantahkan visi ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ yang menjadi fokus dalam pembahasan KUA-PPAS untuk RAPBD 2020. Di antaranya, program Pelindungan Kawasan Suci Besakih dan dana pendamping shortcut Denpasar-Buleleng. Demi berjalannya program tersebut bahkan sampai menurunkan besaran hibah yang difasilitasi anggota dewan. Kalau penyertaan modal ditambah dari rancangan awal, tentu akan menambah angka defisit. “Sebaiknya kita berjalan sebagaimana yang direncanakan tanpa harus mengorbankan angka defisit yang mau tidak mau meningkat pada RAPBD 2020 ini, di tengah juga upaya Bapak Gubernur memperbaiki wajah APBD yang diharapkan memiliki defisit yang semakin sehat,” jelasnya. (rin)
Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Meningkat Denpasar (Bali Post)Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun ini menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 38,03 persen dan indeks inklusi keuangan 76,19 persen. Angka tersebut meningkat dibanding hasil survei OJK 2016, yaitu indeks literasi keuangan 29,7 persen dan indeks inklusi keuangan 67,8 persen. Dengan demikian, dalam tiga tahun terakhir terdapat peningkatan pemahaman keuangan (literasi) masyarakat sebesar 8,33 persen, serta peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan (inklusi keuangan) sebesar 8,39 persen. “Peningkatan tersebut merupakan hasil kerja keras bersama antara pemerintah, OJK, kementerian/lembaga terkait, industri jasa keuangan dan berbagai pihak lain yang terus berusaha secara berkesinambungan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat,” kata Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara, belum lama ini. Menurutnya, dengan sinergi dan kerja keras tersebut, target indeks inklusi keuangan yang dicanangkan pemerintah melalui Perpres Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) sebesar 75 persen pada tahun 2019 telah tercapai. Dikatakan, survei OJK 2019 ini mencakup 12.773 responden di 34 provinsi dan 67 kota atau kabupaten dengan mempertimbangkan gender dan strata wilayah perkotaan/perdesaan. Sama halnya dengan tahun 2016, SNLIK 2019 juga menggunakan metode, parameter dan indikator yang sama, yaitu indeks literasi keuangan yang terdiri dari parameter pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap dan perilaku, sementara indeks inklusi keuangan menggunakan parameter penggunaan (usage). Berdasarkan strata wilayah, kata Tirta Segara untuk perkotaan indeks literasi keuangan mencapai 41,41 persen dan inklusi keuangan masyarakat perkotaan sebesar 83,60 persen. Sementara indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat perdesaan adalah 34,53 persen dan 68,49 persen. Hasil survei juga menunjukkan bahwa berdasarkan gender indeks literasi dan inklusi keuangan laki-laki sebesar 39,94 persen dan 77,24 persen, relatif lebih tinggi dibanding perempuan sebesar 36,13 persen dan 75,15 persen. Tirta Segara mengatakan, OJK akan menggunakan hasil survei literasi keuangan 2019 ini untuk penyempurnaan strategi pengembangan literasi keuangan nasional yang lebih efektif dan tepat sasaran. (kmb42)
Topik : TUMPUKAN SAMPAH CORENG CITRA PARIWISATA
Polda Tahan Mafia Tanah Asal Tangerang Selatan Denpasar (Bali Post) -
Tim Subdit II Ditreskrimum Polda Bali mengungkap kasus mafia tanah dengan modus penipuan terhadap pelepasan hak atas tanah menjadi Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Terkait kasus yang menyebabkan kerugian Rp 32 miliar tersebut, polisi menahan tersangka Thomas Lili Surjadinata (62) asal Tangerang Selatan, Sabtu (9/11) lalu. “Dalam kasus ini korban bernama Nyoman Mertha, usia 74 tahun beralamat di Kelurahan Kuta, Kabupaten, Badung,” tegas Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, Minggu (10/11) kemarin. Menurut Kombes Andi, pada April 2013 Nyoman Mertha sepakat untuk memberikan hak guna bangunan di atas tanah hak milik No.10809/Kel. Kuta, Badung kepada Thomas Lili Surjadinata selama 30 tahun. Korban dijanjikan pemberian kompensasi sebesar Rp 32 miliar. Namun setelah terbit
SHGB Nomor 1097/Kelurahan Kuta atas nama Thomas Lili Surjadinata di atas tanah hak milik korban selama 30 tahun, ternyata uang kompensasi yang dijanjikan sebesar Rp 32 miliar hanya dibayar Rp 500 juta. “Padahal uang Rp 500 juta tersebut digunakan untuk keperluan pengurusan penerbitan SHGB. Sedangkan sisanya tidak pernah dibayarkan,” tegasnya. Parahnya lagi, pelaku menggunakan SHGB Nomor 1097/Kelurahan Kuta yang telah terbit sebagai jaminan pinjaman di Bank BJB. Saat
ini jaminan tersebut telah dilelang karena pelaku tidak bisa membayar cicilan di bank. “Nyoman Mertha sebagai pemilik hak merasa dirugikan atas kejadian tersebut. Pemberkasan kasus ini sedang dilakukan penyidik. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dilimpahkan ke pihak jaksa,” ujar Kombes Andi. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Bali Post/ist
DITAHAN - Thomas Lili Surjadinata ditahan di Rutan Polda Bali.
Triwulan III 2019, Ekonomi Bali Melambat
Denpasar (Bali Post) Ekonomi Bali pada triwulan III 2019 tercatat tumbuh melambat sebesar 5,34 persen (yoy). Pertumbuhan ini ditahan oleh pertumbuhan kategori administrasi pemerintah yaitu belanja pegawai dan barang modal yang tumbuh negatif -6,08 persen dan -32,63 persen. Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana menyampaikan, ekonomi Bali tumbuh sebesar 5,34 persen karena PDRB Bali sebesar Rp 41,56 triliun. Angka ini lebih tinggi dari triwulan III 2018 yang besaran PDRB-nya hanya Rp 39,45 triliun. Dikatakan, angka 5,34 persen termasuk angka yang relatif rendah, jika diperhatikan secara tahunan dan dibandingkan secara
yoy. Pada triwulan III 2015, ekonomi Bali tumbuh 6,24 persen pada triwulan III 2016 tumbuh 6,55 persen, pada triwulan III 2017 tumbuh 4,01 persen, pada triwulan III 2018 tumbuh 6,15 persen dan pada triwulan III 2019 hanya tumbuh 5,34 persen. “Angka 5,34 persen menunjukkan pertumbuhan ekonomi Bali mengalami perlambatan. Padahal polanya tidak ada yang berubah dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. Menurut Hendrayana, penyumbang pertumbuhan tertinggi yaitu lapangan usaha penggalian yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu 9,85 persen (qtq), diikuti akmamin 6,37 persen (qtq), jasa pendidikan tumbuh 4,88 persen (qtq). Kategori penggalian meskipun tercatat tumbuh tinggi namun memiliki kontribusi yang tidak
terlalu besar dalam ekonomi Bali, hanya kurang dari dua persen. Sedangkan secara yoy, lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi yaitu perdagangan yang tumbuh 9,99 persen, jasa keuangan tumbuh sebesar 9,03 persen, informasi dan komunikasi tumbuh 8,38 persen. Hendrayana menambahkan, kategori perdagangan yang tumbuh 9,99 persen pada triwulan III 2019, secara qtq tumbuh 4,49 persen. Kategori akmamin juga meningkat seiring dengan peningkatan jumlah kunjungan wisman yaitu 3,29 persen (yoy) dan 19,77 persen (qtq). Kategori jasa keuangan dan asuransi tumbuh 9,03 persen (yoy) dan 2,62 persen (qtq). Sementara kategori administrasi pemerintahan mengalami pertumbuhan negatif, baik secara yoy maupun qtq. Secara yoy, data
APBD provinsi dan kabupten/ kota mencatat penurunan pada realisasi belanja pegawai sedalam -6,08 persen dan belanja modal sedalam -32,63 persen. “Fenomena penurunan ini sudah kami lakukan konfirmasi, beberapa di antaranya ada di Badung karena tidak sepenuhnya tunjangan kinerja pegawai dibayarkan,” ujarnya. Selain itu, kata Hendrayana, juga terjadi penurunan jumlah pegawai di Kabupaten Tabanan yang menyebabkan penurunan pengeluaran pemerintah dari sisi belanja pegawai khususnya pembayaran upah gaji. Belanja barang dan jasa juga turun sebesar -5,88 persen dan belanja modal turun sedalam -32,63 persen. “APBN secara yoy mencatat belanja pegawai meningkat 8,04 persen, tapi untuk Bali porsi APBN nam-
paknya lebih kecil dibandingkan dengan APBD,” imbuhnya Hendrayana menambahkan, lapangan usaha pertanian tumbuh 4,80 persen (yoy). Secara qtq, pertanian tumbuh 0,23 persen. Penyumbang utama dari sektor pertanian yaitu padi mengalami kontraksi. Karena total luas panen padi turun 19,96 persen. Namun di luar padi masih mencatatkan pertumbuhan. Hanya jagung yang mangalami peningkatan dari subsekor tanaman pangan. Sedangkan palawija lainnya tercatat mengalami penurunan produksi. Secara yoy, subsektor perkebunan masih tumbuh. Produksi kakao mengalami peningkatan hingga lebih tiga kali lipat. Produksi cengkeh dan jambu mete juga mengalami peningkatan produksi pada triwulan III 2019. (kmb42)
Peringati Hari Pahlawan
Wakapolresta Serahkan ’’Reward’’
Denpasar (Bali Post) Minggu (10/11) kemarin diperingati sebagai Hari Pahlawan, dan Polresta Denpasar menggelar apel di Mapolresta Denpasar. Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Wakapolresta AKBP Benny Pramono. Usai apel, Wakapolresta menyerahkan reward kepada sejumlah anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar. Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin menyampaikan, penghargaan tersebut diberikan atas pengungkapan kasus narkoba menonjol dan jumlah barang bukti yang disita sangat banyak. Reward diserahkan kepada Kasatresnarkoba AKP Mikael Hutabarat atas pengungkapan kasus sabusabu (SS) dengan berat bersih 3.000 gram dengan tersangka Majeet Singh dan Harvinder Singh. Narkotika jenis SS berat bersih 1.319,91 gram dengan tersangkanya Willi Jenawi. Iptu I Putu Budiartama, Kanit I Satresnarkoba Polresta Denpasar, menerima
penghargaan karena berhasil mengungkap kasus narkoba jenis SS dengan berat bersih 3.000 gram dengan tersangka Majeet Singh dan Harvinder Singh. Narkotika jenis SS berat bersih 1.319,91 gram dengan tersangka Willi Jenawi. Selain itu mengungkap narkoba jenis hasish berat bersih 521,11 gram dengan tersangka Andrew Ayer. Penghargaan juga diberikan kepada Aipda Pande Putu Suardana, Aipda I Wayan Wiantara, I Made Mediana Dwija, Bripka I Wayan Budiana, Brigadir Asmayadi dan Briptu I Gede Agus Putra Darma, karena berhasil mengungkap kasus narkoba jenis SS berat berasih 3.000 gram dan 1.319,91 gram SS. Penghargaan pengungkapan narkoba jenis hasish berat bersih 521,11 gram dengan tersangka Andrew Ayer juga diberikan kepada Iptu Dewa Made Oka Yus, Aiptu Ketut Gatra Adnyana, Aiptu I Made Kulisah, Bripka Noviar Hamdi Rahardi, Bripka I Made Agus Ariawan Eka Putra, dan Brig-
Bali Post/ist
REWARD - Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono menyerahkan reward kepada Iptu I Putu Budiartama. adir Kadek Diana. Ipda Adi Waluyo, Kasubnit 1 Satresnarkoba diberikan penghargaan karena berhasil mengungkap kasus narkoba jenis SS berat
bersih 1.319,91 gram dengan tersangka Willi. ‘’Reward itu diberikan sebagai bentuk apresiasi dari pimpinan Polresta kepada anggotanya atas
kinerja yang luar biasa. Selain itu diharapkan jadi motivasi personel lainnya,’’ kata mantan Kanitreskrim Polsek Kuta Selatan ini. (kmb36)
Peringatan Hari Pahlawan Nasional di Denpasar
Jaya Negara Pimpin Apel hingga Ramah Tamah dengan Veteran
HARI Pahlawan Nasional diperingati setiap tanggal 10 November diisi dengan
berbagai kegiatan di Kota Denpasar. Apel peringatan dengan pengibaran bendera
Merah Putih berlangsung di Lapangan Lumintang Denpasar, Minggu (10/11) ke-
VETERAN - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede dan Ketua LVRI Kota Denpasar Jro Wiladja saat penyerahan sembako dan santunan kematian kepada veteran secara simbolis di Lapangan Lumintang Denpasar, Minggu (10/11) kemarin.
marin. Apel dipimpin Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara dihadiri Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Denpasar, Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Forum Koordinasi Daerah Kota Denpasar, hingga dari unsur TNI, Polri, siswa sekolah, guru, dan pecalang. Usai pelaksanaan apel juga digelar acara ramah tamah dengan para Veteran Pejuang Kemerdekaan RI di Kota Denpasar berlangsung di Graha Sewaka Dharma Lumintang. Dalam apel dan ramah tamah tampak Jaya Negara berbaur dengan para veteran dan tamu undangan serta mengucapkan selamat Hari Pahlawan Nasional. Agenda apel juga diisi dengan pembacaan Puisi Kapten Japa, pembacaan pesan-pesan pahlawan nasional, hingga pembacaan Teks Proklamasi, dan Pancasila. Nyanyian lagu kebangsaan dari OPD Pemkot Denpasar juga dilaksanakan diakhiri dengan penyerahan sembako dan santunan kematian kepada veteran secara simbolis oleh
Wakil Wali Kota Jaya Negara bersama Ketua LVRI Kota Denpasar Jro Wiladja. Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara dalam amanatnya yang dibacakan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara mengatakan, Hari Pahlawan kiranya bukan hanya bersifat seremonial semata, tetapi dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang dapat menyuburkan rasa nasionalisme dan meningkatkan rasa kepedulian untuk menolong sesama yang membutuhkan. Melalui peringatan Hari Pahlawan, segenap komponen anak bangsa diharapkan akan lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan, sebagaimana ungkapan salah seorang The Founding Fathers Bung Karno yang menyatakan bahwa ‘’Hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menajdi bangsa yang besar’’. Selain itu peringatan Hari Pahlawan diharapkan mampu membangkitkan semangat berinovasi bagi anakanak bangsa untuk menjadi pahlawan masa kini, sebagaimana tema peringatan
Hari Pahlawan. ‘’Menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh siapapun warga negara Indonesia, dalam bentuk aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI, seperti tolong-menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat menggangu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain dan sebagainnya. Jika dahulu semangat kepahlawanan ditunjukkan melalui pengorbanan tenaga, harta bahkan nyawa, sekarang untuk menajadi pahlawan, bukan hanya mereka yang berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah, tetapi kita juga bisa dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, membawa harum nama bangsa di mata internasional,’’ ujarnya. Sementara itu, Ketua LVRI Kota Denpasar Jro Wiladja mengatakan, selama revolusi fisik khususnya di Kota Denpasar telah
terjadi beberapa kali pertempuran mengakibatkan korban jiwa hingga 70 orang. Para pejuang kemerdekaan tersebut telah diabadikan di Taman Pujaan Bangsa Margarana Tabanan, dan beberapa juga sudah ada diabadikan di Kota Denpasar berupa patung dan tonggaktonggak sejarah. ‘’Pada hari ini pula kami mengundang ahli waris pahlawan untuk bertatap muka dengan para veteran dan para generasi penerus bangsa,’’ ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Jro Wiladja juga berpesan kepada generasi penerus, bangkitlah kendati tak ikut berjuang fisik. Perjuangan kita masih panjang mengisi kemerdekaan dan menjaga republik ini agar tidak rusak, sebab dia bukan milik juga bukan hadiah, melainkan titipan yang mesti dipertanggungjawabkan kepada anakcucu tercinta. ‘’Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar yang telah memfasilitasi kegiatan peringatan Hari Pahlawan dalam suasana kekeluargaan,’’ ujarnya. (ad254)
Senin Kliwon, 11 November 2019
’’Membelah Bumi’’ Tandai Pembukaan FSB Badung XIII Tahun 2019
FSB - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta membuka FSB Kabupaten Badung XIII tahun 2019 di panggung terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (8/11).
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta secara resmi membuka Festival Seni Budaya (FSB) Kabupaten Badung XIII tahun 2019. Pembukaan FSB ditandai dengan ‘’membelah bumi’’ yang bermakna melahirkan generasi hebat dari zaman ke zaman. Acara diselenggarakan di panggung terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (8/11). Festival tahunan ini bertalian dengan HUT ke-10 Kota Mangupura pada 16 November 2019. Pembukaan FSB diawali dengan pementasan Adi Merdangga dan tari penyambutan Sekar Jepun yang merupakan maskot Kabupaten Badung, pementasan kolaborasi tari Legong Kuntul, tari Telek massal dan tari Barong kolosal yang berjumlah 50 barong ket se-Kabupaten Badung. Kepala Dinas Kebudayaan Badung yang juga Ketua Panitia FSB Ida Bagus Anom Bhasma menyampaikan, pelaksanaan festival ini sekaligus
memperingati hari jadi Kota Mangupura yang ke-10 tahun. FSB melibatkan generasi milenial yang menampilkan 50 seniman barong. Barong ditampilkan karena selain sebagai Warisan Budaya Dunia yang diakui UNESCO, kesenian ini penarinya dua orang yaitu di depan dan belakang. Kedua penari seirama dan bersinergi sehingga diharapkan pembangunan Badung akan memberi kesejahteraan karena pemimpin dan rakyatnya satu irama. Selain barong juga ditampilkan tari Telek, Legong massal serta Adi Merdangga yang melibatkan kurang lebih 140 pengerawit hasil kerja sama Dinas Kebudayaan dengan Listibiya sehingga semua seniman terlibat. FSB Badung dilaksanakan selama sembilan hari hingga 16 November, dengan menampilkan beberapa lomba di antaranya bapang Barong yang dilaksanakan selama dua hari, kemudian lomba baleganjur
Rencana Pembangunan TPA
Kajian Tak Jelas Masyarakat Resah
Mangupura (Bali Post) -
Rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kabupaten Badung telah meresahkan masyarakat. Pemilihan lokasi yang tanpa melalui kajian jelas, dikhawatirkan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Seperti halnya penetapan Desa Sobangan, Mengwi dan Balangan, Ungasan, sebagai pilihan pembangunan TPA yang mendapat penolakan dari masyarakat setempat. Tokoh masyarakat Sobangan I Nyoman Laka mengatakan, sebelum menetapkan lokasi, Pemkab Badung sharusnya melakukan kajian mendalam. ‘’Jangan seperti sekarang, katanya dibangun di Sobangan. Di media sudah ramai tetapi tidak ada pemberitahuan resmi kepada pihak desa. Sekarang mendadak katanya tidak layak atau tidak memenuhi persyaratan. Nah, ini yang membuat masyarakat jadi resah,’’ kata Laka, Minggu (10/11) kemarin. Menurutnya, penolakan-peno-
lakan dari masyarakat khususnya di Sobangan adalah akibat kurangnya kajian dan sosialisasi Pemkab Badung ke masyarakat. ‘’Wajar masyarakat menolak. Pemikiran masyarakat, kalau sudah TPA pasti akan berdampak buruk, merugikan masyarakat sekitar. Makanya kajian dan sosialisasi itu sangat penting,’’ jelasnya. Kendati demikian, anggota DPRD Bali ini menegaskan, TPA tidak memenuhi persyaratan dibangun di Sobangan. Selain lokasinya di permukiman padat penduduk, juga dekat dengan tempat suci serta sumber mata air yang disucikan dan dikonsumsi masyarakat. ‘’Itu alasan kami katakan tidak representatif. Masyarakat menolak kan
bukan tanpa alasan,’’ tegasnya. Lebih lanjut dia meminta Pemkab Badung memilih tempat yang representatif dan tetap memperhatikan Tri Hita Karana. Salah satunya, jauh dari permukiman dan tempat suci. TPA idealnya dibangun di lahan kering dan tidak produktif. Setelah ada kajian, pemerintah harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak-dampak pembangunan TPA. ‘’Pemerintah harus bisa menjamin bahwa pengelolaan dilakukan dengan sistem ramah lingkungan dan memberikan multiplier effect yang positif pada masyarakat,’’ katanya. Politisi PDI Perjuangan itu juga mengatakan, banyak risiko yang akan ditimbulkan dari pembangu-
S.H. didampingi Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, S.H., M.H., Jumat (8/11) lalu pada acara workshop pengembangan kapasitas dan pembinaan masyarakat antinarkoba yang digelar di Hotel Aston Kuta. Pada workshop yang dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta dan melibatkan i b u - i b u PKK Kabupaten Badung tersebut, Brigjen Suastawa menyampaikan, untuk membentengi keluarga dari penyalahgunaan narkoba, upaya pencegahan dini harus terus dilakukan. Caranya dengan menanamkan nilai-nilai positif kepada keluarga baik berupa kemampuan mengatasi masalah, bersosialisasi, budaya hidup sehat, meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri, kepribadian berkarakter
Bali Post/edi
Mangupura (Bali Post) Sejumlah titik di kawasan pariwisata Kuta menjadi tempat penitipan sampah. Hal ini terjadi akibat pembatasan pembuangan sampah dari Badung ke TPA Suwung. Dari pantauan Minggu (10/11) kemarin, tumpukan sampah bisa ditemui di kawasan Pasar Seni Kuta dan sejumlah titik di Pantai Kuta. Sampahsampah tersebut belum diambil petugas kebersihan. Kondisi ini selain membuat pemandangan kurang bagus, bau yang ditimbulkan juga sangat mengganggu wisatawan. Menurut penuturan Made, salah seorang pedagang di Pasar Seni Kuta, tumpukan sampah ini sudah terlihat sejak beberapa hari lalu. Sudah banyak wisatawan yang mengeluhkan kondisi tersebut. Upaya mengatasi permasalahan sampah pascapembatasan pembuangan ke TPA Suwung terus dilakukan.
NARASUMBER - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa, Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini dan Ketua Tim Penggerak PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta saat menjadi narasumber workshop di Kuta. serta menyampaikan informasi tentang narkoba kepada anak, suami dan keluarga. ‘’Peran keluarga dalam P4GN yaitu menciptakan
MASYARAKAT Indonesia memperingati Hari Pahlawan pada Minggu (10/11) kemarin. Peringatan Hari Pahlawan ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kita atas kemerdekaan Indonesia dan mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan nyawanya untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. Pun di Kabupaten Badung, perayaan hari bersejarah ini dirayakan dengan Khidmat. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan, peringatan Hari Pahlawan selalu memberikan inspirasi dan motivasi kepada pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Badung agar selalu melakukan hal-hal yang terbaik bagi bangsa dan negara. ‘’Kami sangat sepakat terhadap tema peringatan Hari Pahlawan tahun ini yakni ‘Aku Pahlawan Masa Kini’,’’ kata Wabup Suiasa, Minggu (10/11) kemarin. Dikatakannya, tugas generasi sekarang tentu berbeda dengan para pejuang kemerdekaan. Pejuang merebut kemerdekaan dari penjajah dengan mengorbankan waktu, keluarga, harta bahkan nyawanya bagi bangsa dan negara. ‘’Ketika kini menjadi bangsa yang merdeka, tentu tugas dan kewajiban kita adalah meneruskan semangat perjuangan dari pahlawan kita. Kita isi kemerdekaan ini sesuai dengan tujuan dan cita-cita para pahlawan negara serta tujuan dan cita-cita bangsa,’’ tegasnya. Ia pun mengajak seluruh generasi muda untuk selalu berbuat, berinovasi untuk kepentingan generasi di masa yang akan datang. (par)
Tumpukan Sampah Coreng Citra Pariwisata Kuta
Bentengi Anak-anak dari Narkoba, Peran Ibu Sangat Penting UPAYA pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai sejak dini, terutama di lingkungan terdekat yaitu keluarga. Dalam hal ini, peran seorang ibu sangat penting dalam menjaga keluarganya dari penyalahgunaan narkoba. Sebab, pada beberapa kasus, anak yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba akibat kurang perhatian dan kasih sayang dari orangtua sehingga mereka bergaul dengan teman-teman yang salah dan melampiaskan pada narkoba. ‘’Seorang ibu mempunyai peran yang cukup besar di dalam keluarga. Apalagi anak-anak yang sangat dekat dengan ibu dibanding ayah. Peran itu sangat menentukan kehidupan keluarga,’’ ungkap Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa,
‘’Tari kolosal ini salah satu fungsinya adalah untuk selalu diingat dan dilestarikan. Ada juga permainan dolanan anakanak, nyurat lontar, belajar tarian, Utsawa Dharma Gita, masatua Bali, di mana semua ini akan ada pargelarannya. Ini salah satu contoh bagaimana kami melestarikan seni dan budaya dengan baik dan benar. Kami berikan sepenuhnya kepada para seniman dan generasi milenial yang ada di Kabupaten Badung untuk berkarya,’’ tegas Bupati Giri Prasta. Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta didampingi Ny. Kristiani Suiasa, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata beserta Ny. Ayu Parwata, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Ny. Rasniati Adi Arnawa, Kajari Badung Hari Wibowo beserta Ny. Novita Hari Wibowo serta para pimpinan OPD Kabupaten Badung dan seniman se-Kabupaten Badung. (ad238)
Figur Semangat Perjuangan
nan TPA. Seperti, perubahan tata guna lahan, pencemaran udara yang menyebabkan penyakit, pencemaran air darat dan dalam tanah, serta penurunan tingkat kesehatan masyarakat. Karena itu, TPA harus jauh dari permukiman dan tersembunyi dari pandangan. Menurut konsep agama Hindu, sampah seharusnya di hilir. ‘’Jangan lagi dibawa ke hulu,’’ ungkapnya. Karena itu, Pemkab Badung dimintanya segera mengambil tindakan terhadap permasalahan ini. Jika terus dibiarkan, sampah akan terus menumpuk dan berdampak terhadap citra pariwisata. ‘’Saya yakin Badung bisa menangani masalah ini. Saya harap sih Badung punya TPA dengan pengelolaan secara modern dan tidak hanya menumpuk sampah. Badung kabupaten terkaya di Bali seharusnya bisa, bangun gedung budaya saja bisa,’’ pungkasnya. (kmb27)
SAMPAH - Salah satu sudut Pasar Seni Kuta, Minggu (10/11) kemarin dipenuhi sampah.
kategori anak-anak, remaja dan dewasa. ‘’Melalui FSB ini kami memberikan ruang bagi para seniman untuk mengekspresikan garapannya sehingga nanti kita tampilkan dan sebagai momen untuk bangkit dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) yang akan datang,’’ ujarnya. Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan, FSB ini merupakan surprise dari senimanseniman Listibiya Kabupaten Badung dengan tari kolosal, Legong, Telek, dan bapang Barong kolosal. Dikatakannya, barong memang disakralkan, tapi ada yang khusus untuk dipentaskan. Menurut Bupati, dipilihnya barong untuk pementasan karena mempunyai makna mabarengan sehingga dengan mabarengan ini diharapkan masyarakat Badung khususnya dan Bali umumnya bisa bersatu untuk membangun jagat Badung khususnya dan Bali pada umumnya.
lingkungan keluarga yang harmonis, memahami kondisi psikologis anak, menjalin komunikasi antara orangtua dan anak, membekali anak dengan iman dan takwa,
memberikan pengetahuan bahaya narkoba, mengajarkan tanggung jawab kepada anak, serta adanya pengawasan secara aktif,’’ ujarnya. (bns1)
Seperti kemarin, Bendesa Adat se-Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan mendatangi Klian Adat Banjar Pesanggaran, Denpasar, selaku pihak yang mewilayahi TPA Suwung. Tujuan mereka adalah untuk memohon pembuangan sampah dari Badung ke TPA Suwung bisa dibijaksanai. Namun upaya negosiasi tersebut belum membuahkan hasil. ‘’Kami diminta agar pihak Bupati dan Wali Kota untuk duduk bersama mencari solusi atas permasalahan tersebut. Sebab permasalahan tersebut sudah sejak tahun 2008, terus berulang-ulang dan belum ada titik solusinya,’’ kata Bendesa Adat Kuta I Wayan Wasista. Dikatakannya, untuk di
Pesanggaran saat ini memang sudah tidak memungkinkan untuk menjadi tempat penimbunan sampah. Pihaknya pun memaklumi kondisi ini. Di tempat terpisah, pascaditutupnya TPS Tuban yang berada di belakang Ruko Palaza Tuban, justru membuat pembuangan sampah bergeser ke lahan di belakang Kuburan China. Hal ini pun dikeluhkan warga sekitar, apalagi kawasan tersebut sangat dekat dengan kawasan mangrove. ‘’Katanya pihak Pol Hut akan mengecek kondisinya. Tapi saya belum tahu perkembangannya,’’ kata Ketua Kelompok Nelayan Prapat Agung Mangening Patasari I Nyoman Sukra. (kmb23)
Senin Kliwon, 11 November 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Hovi Club Diresmikan Wagub Bali
FHIS Undiksha Gelar Konferensi Internasional
Pusat Layanan Lansia dan Rehabilitatif Ajak Bangkitkan Nilai-nilai Pascaperawatan di Rumah Sakit Kemasyarakatan di Era Teknologi
HOVI Club, pusat aktivitas dan kebugaran bagi para lansia atau kerap disebut Senior Day Care Center resmi dibuka pada Kamis (7/11) oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati bersama Owner Kasih Ibu Group. Fasilitas Hovi Club beroperasi karena kolaborasi Kasih Ibu Group dan Hovi Care Finlandia, sebuah perusahaan yang telah 30 tahun lebih mengelola beberapa layanan di Finlandia. Hadir pula pada hari itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, Honorary Consul of Finlandia, Managing Director Hovi Club Finlandia. Direktur Utama KIH Group Krishnawenda Duarsa mengatakan, fasilitas seperti ini belum banyak ditemui di Bali ataupun di Indonesia. Menurutnya, karena belum begitu disadari pentingnya fasilitas ini bagi para lansia. Hovi Club merupakan suatu fasilitas yang disiapkan untuk mengatasi permasalahan yang tumbuh di kalangan lansia yakni kesepian. Kesepian ini pada akhirnya tidak hanya berdampak negatif terhadap psikologis dan kesehatan lansia tersebut, namun anggota keluarga lainnya. Hovi Club adalah sebuah fasilitas yang disiapkan dengan tujuan untuk mengajak para lansia di Bali lebih aktif lagi baik secara jasmani maupun rohani. Finlandia merupakan negara asal Hovi Club selalu mengedepankan kebebasan dan kemandirian. ‘’Kami menggunakan nilai-nilai ini dengan memberikan kebebasan bagi para lansia dalam mewujudkan apa yang ingin mereka lakukan, pelajari, dan merasakan pengalaman menyenangkan setiap hari. Karena kami percaya kualitas hidup yang baik bagi para lansia
FOTO BERSAMA - Direktur Utama KIH Group Krishnawenda Duarsa (palingn kiri) bersama Wagub Bali (nomor dua dari kanan), Honorary Consul of Finlandia (nomor dua dari kiri). dimulai dari rasa menghargai terhadap apa yang diinginkan para lansia tersebut dan apa yang telah menjadi pilihannya,’’ jelasnya. Kegiatan di Hovi Club dilakukan melalui berbagai aktivitas yang melibatkan interaksi sosial, mental dan fisik yang diyakini akan memberikan manfaat tersendiri bagi kesehatan jasmani dan rohani para lansia tersebut. Untuk mendukung aktivitas tersebut, Hovi Club juga telah dilengkapi dengan beberapa peralatan atau fasilitas yang unik dan baru pertama kalinya tersedia di Indonesia. Misalnya Nordic Wellness Care, sebuah kursi yang dapat memberikan sensasi relaksasi bagi lansia, terutamanya bagi yang berperilaku agresif atau bagi lansia yang sering mengalami susah tidur atau insomnia. Fasilitas lain yaitu sensori room, sebuah ruangan yang disiapkan untuk melatih sensor atau indra para lansia yang mengalami demensia dengan
menggunakan cahaya-cahaya dan objek-objek khusus. Ada juga aktivitas berkebun dan aktivitas berinteraksi dengan alam. ‘’Karena kami yakini berinteraksi dengan alam akan memberi dampak positif terhadap emosional dan pikiran para lansia,’’ katanya. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, ia dan Pemerintah Provinsi Bali menyambut baik dibukanya Hovi Club di Bali. Tempat ini akan memberikan ruang kepada lansia dan memberikan kesempatan lebih berbahagia bertemu bersama teman-teman seusianya. ‘’Biasanya kan usia-usia lansia mengalami kesepian, tidak nyambung diajak berkomunikasi bahkan dengan anak-anaknya pun sering kali tidak nyambung. Tapi tempat seperti ini merupakan tempat masa depan untuk berkumpulnya para lansia untuk curhat, bercerita tentang pengalaman-pengalamannya,’’ terangnya sembari mengatakan harapan agar tempat-tempat serupa dapat tumbuh lagi. (ad256)
Dies Natalis Ke-15 IHDN Denpasar
Menjadi Kampus Kerukunan dan ’’Smart Campus’’ NDONESIA adalah zamrud yang ditumbuhi ragam kekayaan suku, agama, ras dan bahasa. Untuk menjaga ini, Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar memulai dari lingkungan kampus di mana civitas akamedika IHDN Denpasar berkomitmen menjadi Kampus Kerukunan yang berkesadaran tinggi untuk merukunkan dirinya sendiri dan orang lain dengan memelihara kerukunan itu secara harmonis kepada Tuhan, kepada sesama civitas dan kepada lingkungannya. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. dalam acara perayaan Dies Natalis ke-15 IHDN Denpasar yang digelar Jumat (8/11) mengatakan, untuk menjadikan kampus IHDN Denpasar sebagai kampus kerukunan dan menjadikannya smart campus dengan berbagai pemanfaatan teknologi informasi tidak akan pernah cukup jika tidak terbangun budaya akademik di dalamnya, terlebih IHDN Denpasar akan menyongsong alih status menjadi universitas. ‘’Karena itu budaya akademik dengan berbagai penelitian monumental dan literasi yang diproduksi IHDN harus terus disosialisasikan secara masif agar citranya sebagai perguruan tinggi keagamaan semakin positif di masyarakat luas,’’ ujarnya. Untuk meningkatkan budaya akademik ini, salah satu langkah IHDN Denpasar adalah meluncurkan lima buku baru tepat
pada perayaan Dies Natalisnya ke-15. Adapun lima judul buku yang diluncurkan adalah ‘’Dwi Warsa Kepemimpinan Rektor IHDN Denpasar’’ (karya I Gusti Ngurah Sudiana), ‘’Hindu Rituals In The Loguic Perspective’’ (karya I Ketut Donder), ‘’Rekonversi Agama Pulang Ke Rumah Dharma’’ (karya I Made Adi Surya Pradnya), ‘’Vedanda dan Metode Pemahaman Filsafat Hindu’’ (karya Ni Kadek Surpi) serta ‘’Duhkha dan Moksa’’ (karya Made Gami Sandi Untara). Selain meluncurkan buku, pada perayaan yang sama, IHDN juga memberikan penghargaan IHDN Award kepada tokoh Bali yang memberikan kontribusi
pada IHDN Denpasar maupun pendidikan agama Hindu di Bali. Penghargaan diberikan kepada Drs. I Dewa Made Beratha, I Nengah Arnawa, S.Sos., M.M., Prof. Dr. Drs. I Wayan Suarjaya, M.Si., Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., Mayjen (Purn) Ir. I Wayan Gunawan, Ida Pedande Nabe Bang Buruan Manuaba dan I Made Gianyar, S.H., M.Hum. Dalam perayaan Dies Natalis ke-15 IHDN Denpasar juga dipaparkan orasi ilmiah yang dibawakan Guru Besar Bidang Antropologi Budaya Prof. Dr. dr. I Nengah Duija, M.Si. dengan tema ‘’Literasi Kebudayaan Bali di Era Revolusi Industri 4.0: Peluang dan Tantangannya’’. (ad242)
DIES NATALIS - IHDN Denpasar saat merayakan Dies Natalis ke-15, Jumat (8/11).
FAKULTAS Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menyelenggarakan Konferensi Internasional, Jumat (8/11) lalu. Acara berlangsung di Grand Palace Sanur, Denpasar. Menghadirkan tiga narasumber yakni Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd. dari Undiksha, Prof. Dr. Peter G. Waterworth dari Deakin University, Australia dan Prof. Dr. A. Mohaimin Ayus dari UNNISA-Brunei Darussalam. Ketiganya membawakan materi berkaitan ilmu sosial dan hukum. Ketua Panitia Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M. menjelaskan, konferensi yang baru pertama kali ini diikuti puluhan akademisi, baik berasal dari Undiksha maupun perguruan tinggi lain di Indonesia. Konferensi tidak hanya diisi pemaparan materi dari tiga keynote speaker, yaitu tentang kepemimpinan harmoni dan literasi masyarakat dalam perspektif ilmu sosial, tentang revolusi sosial dan wacana hukum, dan tentang penulisan jurnal, tetapi juga ada sesi paralel. Melalui konferensi ini, diharapkan pemahaman peserta, khususnya berkaitan dengan ilmu sosial dan hukum semakin meningkat. Dekan FHIS Undiksha Prof. Dr. Sukadi mengatakan, konferensi ini salah satu strategi untuk menggali pemikiran berkenaan dengan nilai-nilai kemasyarakatan yang sangat penting untuk membangun karakter, terlebih di era perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Teknologi harus bisa dimanfaatkan dengan tepat, sehingga tidak menggerus nilai-nilai kemasyarakatan. ‘’Kita menggunakan teknologi dalam komunikasi dengan orang lain. Tetapi jangan sampai melupakan nilai-nilai yang sangat penting untuk membangun karakter kita. Jangan sampai membuat kita betul-betul dikontrol oleh
KONFERENSI - Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menyelenggarakan konferensi internasional menghadirkan tiga narasumber yaitu Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd. dari Undiksha, Prof. Dr. Peter G. Waterworth dari Deakin University, Australia dan Prof. Dr. A. Mohaimin Ayus dari UNNISA-Brunei Darussalam, Jumat (8/11) lalu. teknologi,’’ tegasnya. Hubungan yang harmonis dan humanistik, menurut akademisi asal Payangan, Ganyar ini, juga menjadi hal mutlak untuk diimplementasikan dalam masyarakat. Demikian juga halnya dengan nilai-nilai Pancasila. ‘’Hubungan humanis ini harus tetap dilaksanakan, meskipun dalam komunikasi ada pengembangan teknologi informasi. Melalui seminar ini, ilmu sosial bisa mengikuti revolusi perkembangan teknologi informasi, sehingga teknologi dan pendidikan sosial bisa berjalan seiring. Jangan sampai kita dijajah oleh teknologi,’’ imbuhnya. Narasumber Prof. Lasmawan yang membawakan materi ‘’Kepemimpinan Harmoni dan Literasi Masyarakat dalam Perspektif Ilmu Sosial’’ mengatakan sampai saat ini pendidikan IPS masih dianggap sebagai mata pelajaran kedua. Padahal jika dicermati, perannya sangat strategis untuk
pendidikan, melatih dan membiasakan seorang siswa untuk menjadi baik dan memperbaiki negaranya. ‘’Kita selama ini berorientasi pada bagaimana menjadikan siswa itu paham, kemudian berbahasa, tetapi lupa dengan velue dirinya, masyarakat dan bagaimana dia merancang masyarakat itu dengan nilai-nilai keluhuran. Inilah yang disebut harmoni,’’ katanya. Ia berharap ada pemikirian atau masukan dari peserta yang mampu menjadikan pendidikan IPS mendapat ruang yang utama dan penting untuk pengembangan pendidikan. ‘’Dalam kesempatan ini saya ingin mengajak peserta, bagaimana kita memaknai pendidikan itu, untuk menjadikan setiap warga negara paham dan sadar tentang eksistensi diri dan pendiriannya dalam bernegara. Terlebih ketika mampu mengembangkan nilai-nilai dan bertumpu pada kepemimpinan harmoni,’’ pungkasnya. (ad250)
Unud Kembali Teken MoU dengan Kementerian Agrikultura dan Hortikultura Republik Demokratik Timor Leste UNIVERSITAS Udayana (Unud) kembali melalukan penandatanganan MoU dengan Kementerian Agrikultura dan Hortikultura Republik Demokratik Timor Leste, Jumat (8/11) lalu. Bertempat di gedung Rektorat Unud, penandatanganan dilakukan Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., M.Hum. sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Unud dengan Dirjen Agrikultura dan Hortikultura Republik Demokratik Timor Leste Maria Odette Guterres, Ph.D. Menurut Prof. Wyasa Putra, MoU ini merupakan perpanjangan dari MoU yang telah ditandatangani di periode sebelumnya. MoU ini, katanya, juga untuk mendukung kerja sama antara Unud dan pemerintah Republik Demokratik Timor Leste, khusus dalam bidang pertanian, peternakan dan perikanan. ‘’Seperti kerja sama sebelumnya, MoU ini juga segera ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan. Salah satu di antaranya pada bulan Desember ini akan dilakukan training untuk beberapa official dari pemerintah Republik Demokratik Timor Leste,’’ katanya usai penandatanganan. Diungkapkannya, seperti yang disampaikam Dirjen Agrikultura dan Hortikultura Republik Demokratik Timor Leste, kerja sama seperti ini sangat berpeluang terbuka untuk berbagai bidang yang luas. Tidak hanya terbatas di bidang perikanan, peternakan dan pertanian. Hal itu, menurutnya, karena pemerintah Tomor Leste sedang dengan sangat ce-
pat mengembangkan diri untuk berbagai bidang, terutama bidang tourism dan agriculture. Dikatakannya, Unud memiliki program Community Development atau pengabdian kepada masyarakat, yang mana konsepnya tidak terbatas hanya pada masyatakat Indonesia. Namun, katanya, juga untuk seluruh komunitas yang ada di seluruh belahan bumi. Unud juga melayani kemanusiaan, melayani pemerintah, memberikan bantuan dalam penguatan masyarakat. ‘’Jadi saya kira kerja sama ini punya prospek bagus untuk berlanjut. Karena kepercayaan pemerintah Timor Leste ini yang paling penting yang perlu kami jaga. Dan kami selalu berusaha menyajikan yang terbaik
untuk pemerintah Timor Leste,’’ ujarnya. Sementara itu, Dirjen Agrikultura dan Hortikultura Republik Demokratik Timor Leste Maria Odette Guterres menyampaikan, MoU dilanjutkan sebagai tindak lanjut, terutama untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM). Karena, katanya, Timor Leste merupakan negara yang baru berkembang. Tentu memerlukan pendampingan dari institusi terutama untuk resources dan development, baik di bidang perikanan, peternakan maupun pertanian. ‘’Selama ini manfaat yang sudah didapat banyak sekali. Ke depan kami berharap kerja sama seperti ini bisa terus terjalin dengan baik,’’ harapnya. (ad249)
MOU - Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Unud Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., M.Hum. (kiri) bersama Dirjen Agrikultura dan Hortikultura Republik Demokratik Timor Leste Maria Odette Guterres, Ph.D. usai penandatanganan MoU, Jumat (8/11) lalu.
Persempit Ruang Gerak Pengedar Narkoba
BNNK Badung ’’Sweeping’’ Sejumlah THM TEMPAT hiburan malam (THM) rentan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Guna menekan dan mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung berupaya mempersempit ruang gerak pelaku-pelaku peredaran gelap narkoba dengan melaksanakan sweeping di sejumlah THM, Jumat (8/11) lalu. Pelaksanaan penertiban pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba (P4GN) tersebut, BNNK Badung melibatkan 100 personel gabungan, terdiri dari 35 orang BNNK Badung bersinergi dengan BNNP Bali 10 orang, Kodim 1611/Badung 10 orang, Polresta Denpasar 30 orang, Satpol PP Badung 10 orang, Badan Kesbangpol Badung 5 orang. Selain Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, S.H., M.H. selaku pimpinan operasi, juga hadir pejabat lainnya yaitu Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesbangpol Badung I Made
Arnaya, Kasi Intel BNNP Bali Kompol Saifudin Jufri, S.H., M.H., Kasi Brantas BNNK Badung Kompol I Nyoman Master dan Pasi Intel Kodim 1611/Badung Lettu Inf. Ida Made Putra. Sebelum menentukan sasaran lokasi sweeping, terlebih dulu dilakukan pemetaan serta survei lokasi dan situasi THM yang menjadi target sasaran oleh tim Pemberantasan BNNK Badung. Saat apel, Kepala BNNK Badung Ni Ketut Masmini dalam sambutannya menyampaikan, tujuan kegiatan ini adalah untuk menekan dan mengantisipasi angka penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba khususnya di THM. Seperti kita ketahui bahwa Indonesia ada dalam kondisi darurat narkoba, di mana dalam penyebarannya tidak lagi mengenal batasan usia dan profesi. Oleh karena itu perlu ditanggulangi bersama dengan melibatkan seluruh komponen nangsa dan lapisan masyarakat. THM sebagai salah satu tempat yang berpotensi terjadinya penyalahgunaan dan peredaran narkoba,
maka perlu diantisipasi dengan cara melakukan sweeping. Dalam pelaksanaan operasi ini, Masmini berpesan kepada seluruh personel yang terlibat agar mengedepankan etika dan bersikap sopan kepada pengunjung. Selain itu dalam pelaksanaan pemerikasaan agar perhatikan faktor keamanan dalam perjalanan dan di lokasi kegiatan. ‘’Tidak boleh bertindak sendiri-sendiri. Lakukan komunikasi dan koordinasi yang baik di lapangan sesuaikan dengan prosedur dan mekanisme yang telah ditetapkan,’’ ujarnya. Apabila ditemukan ada indikasi pelaku penyalahgunaan narkoba supaya dikoordinasikan dengan baik dan diarahkan ke Kantor BNNK untuk di-assessment. Namun bila ditemukan barang bukti berupa narkoba langsung dibawa ke BNNK Badung untuk dilakukan proses sesuai ketentuan hukum berlaku. Dalam aksinya, personel dibagi dua tim. Tim I dipimpin Kasi Pemberantasan BNNK Badung menyasar Grahadi Bar & Karaoke dan S2 KTV Club. Sedangkan Tim II
dipimpin Kasi Intel BNNP Bali menyasar Boshe VVIP Club, Wirama Karaoke & Bar dan Mirror Lounge and Club. Setelah tim gabungan melakukan pengecakan bodi dan barang bawaan pengunjung, selanjutnya dilakukan tes urine. Tes urine dilakukan terhadap pengunjung dan pekerja THM secara selektif. Dari 69 orang yang diambil sampel urine diperoleh hasil 1 orang positif mengonsumsi amphetamine, 1 orang positif methampetamine dan 1 orang positif benzodiazepines. Tiga orang terindikasi sebagai penyalah guna narkoba tersebut diarahkan untuk datang ke BNNK Badung guna dilakukan assesement dan ditindaklanjuti dengan melakukan rehabilitasi. ‘’Beberapa tempat hiburan malam telah melakukan langkah pencegahan yaitu dengan intens mengundang BNN untuk memberikan edukasi kepada karyawannya. Bahkan ada yang tegas menyuruh masing-masing karyawannya mengisi surat pernyataan di dalamnya termuat komitmen untuk bersih dari narkoba,’’ ungkapnya. (ad245)
SWEEPING - Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini memimpin ‘’sweeping’’ di sejumlah tempat hiburan malam, Jumat (8/11) lalu.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
t
Senin Kliwon, 11 November 2019
Puri Tegeh Kori Adakan Upacara Yadnya di Tempat Kelahiran Sri Krishna
Ribuan Warga Hrisikesh Sambut Kehadiran Wedakarna di Parmath Niketan Ashram Saat Kunjungi Padmasana Bali di Tepi Sungai Gangga
SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS dan Prameswari Ida Ayu Supari saat diterima di Hrisikesh dan Vrindawan dalam Muhibah Resmi Puri ke India.
BELUM pernah ada tokoh Hindu Indonesia yang muda usia begitu dihormati di negeri seberang sebagaimana yang dilakoni Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Sosok pemuda Bali usia muda yang benar-benar menjadi pusat perhatian, ke mana pun saat ada di mancanegara. Salah satu yang terekam saat perjalanan Senator RI utusan Bali ini ke negeri Mahabharata India. Didampingi Prameswari dan pengurus Balinese Indian Friendship Association (BIFA), Shri Arya Wedakarna mengadakan perjalanan selama lima hari di India untuk mengadakan tirtayatra ke tiga kota suci Hindu yakni Haridwar, Hrisikesh dan Vrindawan, termasuk kunjungan ke sejumlah instusti resmi yakni Modi Wellness Center Hrisikesh dan Parmarth Niketan Ashram. Salah satu wujud penghormatan warga India terhadap Shri Arya Wedakarna dibuktikan saat mengunjungi Niketan Ashram di tepi Sungai Gangga. Di mana dalam kehadiran Shri Arya Wedakarna langsung dis-
ambut ribuan umat dan warga Hrisikesh. Kehadiran Shri Arya Wedakarna di Parmath Ashram, disambut langsung Holiness Sadvhi Bhagawati Saraswati dan juga para guru. Dan sambutan meriah disampaikan pihak dari Ashram terbesar yang ada di tepi Sungai Gangga ini. ‘’Saya hadir di Parmath Niketan ini untuk kali kedua. Dulu pernah hadir di sini pada tahun 2004, saat jelang World Hindu Youth Organization (WHYO) bersama Bapak Dr. Somvir dan Peradah Pusat. Kini saya hadir kembali sebagai Senator DPD-RI mewakili 10 juta umat Hindu Indonesia. Dan terpujilah Swamiji Saraswati yang telah menjadikan Parmath Niketan dan Gurukula ini sebagai pusat penyiaran agama Hindu yang terbesar. Ribuan warga ada di sini yang sebagian besar adalah warga asing dari Amerika, Eropa, Afrika, Asia, Arab yang mereka tertarik dengan ajaran Hindu Dharma. Kami berbahagia,’’ ungkap Shri Arya Wedakarna yang juga pendiri dari Ketua Forum Intelektual Muda Hindu Dharma
(FIMHD) ini. Di kesempatan itu, Senator Wedakarna juga meninjau palinggih Padmasana Bali yang didirikan mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika selaku President World Hindu Parishad (WHP). ‘’Kita bangga, di Indonesia sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia sudah berdiri WHP yang didirkan oleh (swargi) Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa dan kini dipimpin Bapak Mangku Pastika. Dan berhasil mendirikan Padmasana di Hrisikesh dan Orissa. Semua tokoh Hindu kini bersatu. Dan itu baik untuk masa depan Bali India. Nanti kita akan lengkapi ornamen Padmasana ini agar lebih mataksu,’’ jelas Gusti Wedakarna. Hal senada juga disampaikan Shri Arya Wedakarna saat hadir di kota suci Vrindawan untuk mengadakan yadnya, khususnya di Sri Krisna Temple dan juga Taman Lila. Kebahagiaan pun terpancar dari Shri Arya Wedakarna bersama Permaisuri saat hadir di tempat kelahiran Sri Krisna. ‘’Kami rombongan hadir untuk
mendoakan roh leluhur kami, khususnya kedua orangtua kami, (swargi) Shri Wedastera Suyasa dan (Swargi) Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry. Setelah melarung abu jenazah di tepi Sungai Gangga kemarin di Haridwar, kini kami melanjutkan yatra ke tempat kelahiran Tuhan Sri Krisna. Di Vrindawan inilah sejarah Hindu Dharma di era Mahabharata dimulai. Menyaksikan Pura Krisna yang sangat megah tentu membahagiakan. Begitu juga bisa hadir di Taman Tulasi, tempat Sri Krisna bermain-main dengan Radha Dewi juga merupakan karma baik. Intinya kami memohon doa restu agar karya Atma Wedana dari leluhur kami yang diadakan di Penyaringan, Jembrana pada 10-18 November 2019 ini dapat berjalan dengan baik,’’ harap Gusti Wedakarna. Selain agenda tirtayatra, saat kembali ke Nee Delhi sebelum bertolak ke Thailand, Shri Arya Wedakarna dijadwalkan bertemu dengan Ketua Partai Hindu India (BPJ) dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik India. (ad251)
Agung Manik Danendra Balon Wali Kota Denpasar Surya Paloh Dipastikan Ketua Umum Lagi Siap Diusung Koalisi Kuat Kongres II Partai NasDem
KONGRES Partai NasDem sedang berlangsung. Seluruh jajaran partai mengikuti kongres kali ini. Tidak terkecuali kaderkader di Kota Denpasar. Seperti A.A. Ngurah Gede Widiada. Pihaknya mengaku bersyukur dapat mengikuti kongres Partai NasDem sampai hari ke-3, tetap sehat walafiat & semua peserta sangat displin mengikuti jalannya kongres. ‘’Kita yakini Bapak Surya Paloh pasti akan terpilih untuk memimpin kembali, setelah mendengarkan laporan kinerga DPP dan keberhasilan pencapian dalam meningkatkan peran konsoldasi partai keseluruh jajaran struktur partai di seluruh Indonesia di bawah kepemmpinan Surya Paloh,’’ ujar anggota DPRD Denpasar ini, Minggu (10/11) kemarin. Dikatakan, pidato pembukaan ketua umum yang tentu dimaknai sebagai perintah partai untuk tetap kokoh serta soliditas sebagai kader partai, dalam dinamika politik yang bergerak sangat cepat. Politik sebagai seni dan tujuan untuk mengajak semua pihak berkomunikasi dan merangkul semua pihak untuk menyampaikan niat baik kepada potensi kekuatan yang ada untuk membangun Indonesia yang lebih kokoh dan Indonesia yang lebih jaya. ‘’Kita Partai NasDem sebagai pendukung koalisi pemerintah, tentu ingin juga membangun sikap-sikap bijak dengan mengedepankan pola berpolitik positif zame game dengan kesadaran niat baik. Itu ada di semua pihak untuk kemajuan bangsa, baik kita sebagai koalisi yang mendukung pemerintah maupun yang tidak masuk dalam koalisi pemerintah. Kita sadar masyarakat sangat cerdas memaknai perbedaan dalam ber-
demokrasi. Tapi kita sebagai elite politik yang berada di seluruh strata dan tingkatan wilayah kabupaten/kota, mengembangkan pola-pola pikir atau pola tapsir yang picisan dan ingin mengembangkan politik zero sam game. Tentu ini tidak sejalan nilai-nilai gotong royong dan Pancasila yang menjadi landasan ideologi bangsa,’’ katanya Ketua Umum Surya Paloh mengajak semua kader yang sekaligus perintah partai ‘’Mari kita hargai perbedaan dan posioning kita masing-masing karena itu pilihan. Tapi wajib kita rangkul-merangkul atau berkomunikasi dengan semua pihak untuk kerekatan fondasi sosial & kultural untuk kebesaran Indonesia ke depan,’’ tegasnya. Kader NasDem harus menghargai setiap kritik yang dis-
ampaikan. Tentu pihaknya perlu belajar dari partai-partai besar lainnya. ‘’Kita juga harus berani bersikap untuk kepentingan yang lebih besar untuk bangsa ini yaitu persatuan dan kesatuan anak negeri ini,’’ ucapnya. Seluruh kader Partai NasDem harus tetap hidup sederhana dan tampil bersahaja, terdepan memberi solusi terkait problema masyarakat. Utamanya kaderkader yang duduk di eksekutif dan legislatif. ‘’Itulah perintah Bapak Surya Paloh kepada kita yang mesti dicermat dalam melangkah dan berbuat dalam masyarakat. Bila kita sudah tegas dan lugas, katakan niat baik kita. Mau ditafsir dan direspons positif atau negatif, itu kita serahkan kepada masyarakat menilainya,’’ katanya. (ad246)
AAN Gede Widiada
Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar Gelar Gertak PSN
DALAM rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke55, HUT ke-34 Tenaga Pendidikan Gizi Bali dan Hari Jadi Mahasiswa Pencinta Alam Wanaraksi, Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Denpasar menggelar acara Gertak (Gerakan Serentak) pemberantasan sarang nyambuk (PSN), bertempat di Desa Kesiman, Kertalangu, Denpasar Timur, Minggu (10/11) kemarin. Acara ini juga sekaligus sebagai wujud pengabdian masyarakat Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar. Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar Ni Komang Wiardani mengatakan Gertak PSN ini dilakukan juga sebagai salah satu pencegahan terjadinya penularan Demam Berdarah Denque (DBD). ‘’Saat ini sudah memasuki musim peralihan atau pancaroba. Kondisi ini mendukung perkembangan jentik nyamuk vektor penular DBD. Karenanya dengan Gertak PSN ini diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD dan meningkatkan perilaku PSN di masyarakat,’’ ujarnya. Dipilihnya Desa Kesiman, Kertalangu, Denpasar Timur, lanjut Wiardani, karena berdekatan dengan Kampus Poltekkes Denpasar sehingga pihaknya memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengabdian masyarakat di tempat tersebut. Adapun yang dilakukan selain memeriksa adanya jentik di rumah penduduk, juga dilakukan sosialisasi mengenai bahaya DBD serta gerakan PSN secara langsung jika ditemukan jentik. Diharapkan dengan kegiatan Gertak PSN ini dapat mendorong masyarakat untuk melakukan PSN secara mandiri dan menerapkan krida prilaku hidup
bersih dan sehat (PHBS) Saka Bakti Husada (SBH). Adapun dalam kegiatan Gertak PSN ini diturunkan seluruh mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar dan menyebar ke delapan banjar yang ada di Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur. Pada kegiatan tersebut juga dilibatkan anggota Saka Bakti Husada (SBH). Waka I Pinsaka SBH Provinsi Bali I Komang Agusjawa Mataram mengatakan, SBH adalah salah satu jenis Satuan Karya Pramuka yang merupakan wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan praktis dalam bidang kesehatan yang dapat diterapkan pada diri, keluarga, lingkungan dan mengembangkan lapangan pekerjaan dibidang kewirausahaan. Mengenai kegiatan Gertak PSN ini ditambahkan Agus, program PSN akan berhasil dengan optimal jika masyarakat ikut berpartisipasi. ‘’Karenanya dalam kegiatan ini kita dorong masyarak untuk memeriksa jentik di rumahnya masing-masing sehingga program PSN bisa berjalan dengan optimal dan bisa mencegah terjadinya infeksi DBD,’’ ujarnya. (ad239)
GERTAK PSN - Gerakan Serentak (Gertak) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang digelar Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar, Minggu (10/11) kemarin, di Desa Kesiman, Kertalangu, Denpasar Timur.
Peringati Hari Pahlawan Bersama BNNP Bali dan Siswa
TAK diduga, elektabilitas Agung Manik Danendra (AMD) terus meroket dan makin dikenal sebagai sosok milenial yang terus didorong sebagai calon wali kota. Bahkan, tokoh puri se-Denpasar hingga pentolan partai politik terus merapat memberikan dukungan dan mempersiapkan kendaraan politik untuk maju menuju Denpasar 1. AMD yang dikenal sosok merakyat, aktivis sekolah dan kampus pada kesempatan diskusi kebangsaan. AMD dengan lugas memaparkan salah satu pilar kebangsaan NKRI adalah Bhinneka Tunggal Ika. Yang mana semboyan ini sudah ada pada zaman Majapahit tertulis dalam Kakawin Sutasoma. Maka sebagai generasi penerus bangsa harus memegang prinsip sesanti tersebut. I Wayan Sumerta, S.E.Ak. sebagai Ketua Yayasan Katrisma mengaku mengenal dekat sosok AMD yang terbukti nyata kiprahnya di tengah masyarakat. ‘’AMD adalah aktivis sejak bangku sekolah, organisator, terbukti langkah-langkahnya dalam memimpin sangat nyata dan terobosannya banyak yang berhasil,’’ katanya. Di sisi lain, AMD menghadiri pelantikan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Denpasar Dr. I Wayan Gede Rumega, S.H., M.H, pada 4 November 2019. Tentu saja di kesempatan itu, AMD bertemu dengan alumnus almamaternya. Untuk itu mereka juga ikut men-support AMD yang telah dikenal sangat lama dan meyakinkan masyarakat mempunyai visi dan misi yang sama menginginkan perubahan Kota Denpasar menjadi maju dan lebih baik lagi. Pada Rabu (6/11) malam, AMD nampak kental saat memaparkan visi misinya di hadapan para pentolan PSI (Partai Solidaritas Indonesia) di Sekretariat DPW PSI Bali. Suasana keakraban tampak saat
PENYULUHAN - AMD dan BNNP Bali bersama ratusan siswa-siswi SMAN 3 Denpasar menandatangani spanduk ‘’Stop Narkoba’’ setelah memberi penyuluhan bahaya narkoba, Jumat (8/11) lalu. makan bareng nasi jinggo, sambil berdiskusi memaparkan misi ekonomi kreatif dengan strategi ekonomi digital yang sangat relevan di masyarakat sekarang. Komunikasi politik dengan beberapa parpol yang akan mengusung tetap dilakukan seperti Hanura, Demokrat, NasDem. Partai Golkar pun tetap solid dan konsisten men-support AMD sebagai calon Denpasar 1. Putra bungsu dari Drs. I Gusti Ngurah Widura Pemecutan (alm), Ketua Legiun Badung Veteran Pejuang Kemerdekaan RI yang mendapat bintang penghargaan gelar kehormatan di zaman era Presiden Soeharto (1993), kali ini dalam rangka memperingati Hari Pahlawan memberikan penyuluhan bahaya narkoba kepada siswa-siswi SMAN 3 Denpasar, Jumat (8/11). Alumnus SMAN 3 Denpasar yang peduli terhadap kerawanan sosial ini terus mengajak generasi muda, khususnya siswa-siswi agar menyatakan perang terhadap narkoba. AMD menyatakan ‘’Katakan Tidak Pada Narkoba’’. Ditegaskan, narkoba itu termasuk
kejahatan luar biasa dan musuh bersama sehingga harus diperangi mulai dari diri sendiri, keluarga serta masyarakat di sekitarnya. Diketahui sebelumnya, AMD sebagai tokoh muda milenial dari Puri Tegal Denpasar Pemecutan bersama Kepala BNN Pusat, BNN Provinsi Bali, Kapolda Bali, Pemprov Bali, tokoh adat Bali mendeklarasikan perang puputan melawan narkoba di Keraton Puri Tegal Denpasar pada Desember 2017 lalu. AMD yang digadang-gadang maju pilwali lewat koalisi kuat ini dianggap mampu menumbangkan lawan menjadi magnet yang selalu diperbincangkan hangat di kalangan masyarakat, terutama generasi muda milenial yang menginginkan perubahan di Kota Denpasar yang kreatif dan smart. Tokoh milenial yang segar berwawasan luas, berpengalaman dan nyata kiprahnya dalam masyarakat ini, semakin hari elektabilitasnya melonjak naik menginginkan AMD melanjutkan prestasi kepemimpinan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. (ad257)
CSR HardysPeduli Gerakan Semesta Berencana
Bali Resik Sampah Plastik di Kawasan Pura Luhur Dang Kahyangan Candi Narmada Tanah Kilap HARDYSCORP yang didirikan putra Bali Gede Hardy dan Ketut Rukmini Hardy pada 11 Juli 1997, yang saat ini telah melepaskan seluruh aset unit bisnisnya guna untuk penyelesaian kewajiban kepada seluruh krediturnya. Akan tetapi, HardysCorp tetap melakukan CSR HardysPeduli yang dilaksanakan melalui HardysFoundation dengan mendukung program Pemerintah Provinsi Bali untuk mewujudkan cita-cita dalam menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali untuk menciptakan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia sekala maupun niskala yang terkonsep dalam visi Gubernur Bali Wayan Koster yakni ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Implementasi dari konsep Tri Hita Karana yang berlandaskan Tri Kaya Parisuda ini juga tercantum dalam 9 Pilar HardysCorp. Melalui CSR HardysPeduli ikut melaksanakan secara nyata program Pemerintah Provinsi Bali yaitu Gerakan Semesta Berencana: Bali Resik Sampah Plastik. CSR HardysPeduli kali ini melaksanakan kegiatan di kawasan Pura Luhur Dang Kahyangan Candi Narmada Tanah Kilap Denpasar pada Sabtu (9/11) lalu. Kegiatan CSR HardysPeduli ini dilaksanakan dan dihadiri perwakilan keluarga HardysCorp, rekanan bisnis, masyarakat setempat dengan mengajak anak-anak karyawan, generasi muda HardysCorp, Hillary Angelina Gardenia Hardy (Hil-
BALI RESIK - Pelaksanaan kegiatan CSR HardysPeduli Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik di kawasan Pura Luhur Dang Kahyangan Candi Narmada Tanah Kilap, DenpasarBali, Sabtu (9/11). lary Hardy yang saat ini sedang bersekolah di Grade 11 UWC SEA Singapura), Lilly Harmony Hardy, dan Jasmine Lovely Hardy yang saat ini keduanya bersekolah di GMIS Bali, untuk mendapatkan edukasi secara nyata di lapangan. Konsep CSR HardysPeduli adalah mengutamakan pemberian bantuan dalam bentuk Jnana Yadnya melalui proses edukasi kepada masyarakat yang dilaksanakan setiap akhir pekan. Tidak hanya dilaksanakan di public area atau kawasan wisata seperti pantai,
namun HardysCorp juga melaksanakan CSR di tempat-tempat ibadah. Melalui CSR HardysPeduli diharapkan mampu membangun partisipasi masyarakat terutama generasi muda untuk berperan aktif dalam perlindungan lingkungan hidup dan pentingnya menjaga keseimbangan alam dalam ajaran Tri Hita Karana yang berlandaskan Tri Kaya Parisuda yaitu ketika kita memberi pelayanan kepada alam semesta, maka alam semesta akan memberi pelayanan terbaiknya kepada kita. (ad248)
t
Senin Kliwon, 11 November 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Meneladani Nilai Kepahlawanan 10 NOVEMBER diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peringatan yang berlangsung Minggu (10/11) kemarin merupakan peringatan yang ke-74 tahun. Para inspektur upacara pada peringatan tersebut, semua menekankan agar semua komponen bangsa meneladani sikap kepahlawanan mereka yang telah berjuang demi bangsa dan negara. Para inpekstur upacara yang sebagian besar kepala daerah juga mengajak semua orang menjadi pahlawan. Artinya harus berbuat sesuatu demi kejayaan bangsa ini. Hal ini merujuk pada tema Hari Pahlawan tahun ini adalah ‘’Aku Pahlawan Masa Kini’’. Di tengah eroisme peringatan Hari Pahlawan, kita tentu juga tak bisa menutup mata bahwa bangsa ini juga berpotensi akan ancaman. Terorisme dan radikalisme adalah dua di antara sejumlah ancaman itu. Demikian pula adanya organisasi masyarakat yang secara terang-terangan menentang Pancasila merupakan bukti nyata, bahwa Pancasila sedang menghadapi ancaman. Karenanya pemerintah jangan loyo. Pemerintah tidak boleh mundur menindak pelaku penentangan terhadap ideologi bangsa itu. Karena kehancuran bangsa akan menjadi taruhan, apabila itu tidak dilakukan. Kalau kita amati belakangan ini, sudah ada elemen yang tidak bisa lagi dikendalikan oleh negara. Sangat berbahaya kalau pemerintah sampai terlambat menangani. Ketika ideologi sebuah negara goyah, dipastikan negara itu akan hancur. Tidak akan ada artinya pembangunan ekonomi yang dibangun berpuluh-puluh tahun. Kalau ini terus dibiarkan akan mengancam dan menghancurkan negara yang berdasarkan Pancasila dan diwadahi oleh NKRI. Indonesia akan terpecah belah. Untuk itu pemerintah harus tegas bersikap terhadap semua organisasi masyarakat yang anti-Pancasila. Rakyat juga harus kompak bersatu padu mendukung aparat dalam menangani atau menindak tegas ormas yang jelas-jelas memusuhi Pancasila. Sebab, memusuhi Pancasila berarti memusuhi bangsa Indonesia, warga negara Indonesia. Kita setuju dengan keputusan Presiden Jokowi yang telah mengeluarkan perpres untuk membumikan Pancasila di negeri ini. Ini merupakan langkah nyata dalam menyiapkan satu sistem dan strategi untuk membumikan nilai-nilai Pancasila di tengahtengah masyarakat secara benar. Pengamanan terhadap Pancasila tentu tidak bisa dilepaskan dari generasi muda. Mereka harus dilibatkan sejak awal. Pengaman Pancasila tidak semata berarti melawan mereka yang anti-Pancasila. Bukan! Penanaman nilai-nilai Pancasila pada setiap pribadi juga merupakan langkah pengamanan Pancasila. Untuk itu, penting dilakukan adalah memasukkan Pancasila di dunia pendidikan. Penanaman nilai-nilai Pancasila harus benar-benar terakomodasi dalam kurikulum. Jangan sekadar ada. Tetapi benar-benar diajarkan dan bisa secara langsung diaplikasikan. Baik itu di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat umum, lembaga maupun organisasi. Metodologinya juga jangan monoton. Harus dinamis dan disesuaikan dengan adat budaya setempat, sehingga lebih mudah dipahami dan diterima masyarakat. Misalnya dengan pendekatan kultural, sehingga menjadi bagian dari perilaku kehidupan masyarakat sehari-hari. Tidak perlu dengan cara penyeragaman. Dalam membumikan Pancasila, tentu kalangan agama tak bisa diabaikan. Semuanya harus diajak secara bersama-sama. Sebab, para tokoh agama akan bisa menyarikan dan menyesuaikan dengan kaidah-kaidah agama yang dianut, sehingga tidak ada pertentangan antara agama dan Pancasila. Karena pada dasarnya Pancasila lahir dari bumi Indonesia yang penduduknya berlatar belakang religius. Untuk itu, semua penduduk wajib mempertahankan Pancasila dan membela Pancasila, apabila ada yang ingin mengganggu, apalagi menghilangkan dari bumi Indonesia.
Birokrasi yang Lamban Perilaku birokrasi kita seringkali dikeluhkan. Megawati saat menjadi presiden pernah menyampaikan secara terbuka bahwa birokrasi seperti halnya keranjang sampah. Artinya bahwa birokrasi kita berisikan orang-orang malas, tidak profesional, korup, dan arogan pada publik. Soal birokrasi ini juga dikeluhkan oleh Gubernur Bali. Ia menyebut birokrasi yang membantunya masih lelet alias lamban di dalam menyikapi persoalan publik. Bahkan, Presiden Joko Widodo juga berkali-kali minta agar birokrasi melayani dengan cepat. Beliau berkeinginan memotong tingkatan birokrasi agar bisa bergerak lincah dan efisien. Presiden ingin menghilangkan eselon tiga dan empat.
Oleh Umar Ibnu Alkhatab emat kita, sebab utama kelambanan birokrasi itu sebetulnya adalah soal kompetensi birokrasi kita. Betapa banyak di antara birokrat kita yang ditengarai tidak lagi cocok dengan dinamika pengelolaan pemerintahan dewasa ini. Sebut saja bahwa sebagian besar birokrat itu sudah berumur dan kebanyakan dari mereka adalah jebolan sekolah menengah yang dari aspek pengalaman mungkin mereka telah lama bekerja, tetapi dari sisi artikulasi terhadap kebutuhan dan kebijakan saat ini, mereka tidak dapat mengimbanginya dengan baik. Penguasaan mereka terhadap kemajuan teknologi juga lemah, sementara pemerintah ingin memanfaatkan teknologi di dalam melayani publik. Akhirnya mereka bekerja demi menggugurkan kewajiban semata, business as usual, kerja yang rutinitas, tidak berani berpikir dan bertindak out of the box. Dalam kondisi seperti itu, tentu kita sulit mendapatkan hasil yang maksimal, apalagi optimal, dari birokrat semacam itu. Mereka mampu menghidupkan mesin birokrasi saja sudah lebih dari bagus. Artinya publik masih mendengarkan mesin birokrasi berbunyi. Soal bagaimana menggerakkan birokrasi dan ke mana akan diarahkan setelah mesin dibun-
Menuju Ibu Kota Baru Setelah pelantikan para menteri Kabinet Indonesia Maju, sampai saat ini saya masih dominan mendengar perdebatan para menteri membangun programnya. Bahkan, dua mingu pertama prokontra para menteri masih terdengar. Mudahmudahan hal ini tak berlarut-larut sehingga Indonesia maju benar-benar bisa diwujudkan. Sebagai warga negara, saya juga berharap program pindah ibu kota negara tetap disuarakan. Ini penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa untuk kepentingan generasi muda mendatang, Indonesia memang harus memiliki kawasan ibu kota negara yang luas dan mudah terjangkau baik secara domestik maupun internasional. Tak hanya itu, pada tahap awal ini informasi pindah ibu kota tetap dipandang perlu untuk memastikan bahwa pindah ibu kota bukan hanya wacana. Untuk itulah, saya berharap ke depan penataan kawasan dan pengelolaan ruang diperhatikan secara serius, agar setelah pindah ibu kota nanti, masalah yang kita hadapi sama. Jika sekarang problemnya adalah tata ruang, penduduk dan beban perkotaan yang terus meningkat, maka mulai sekarang harus diantisipasi pengelolaan kawasan ibu kota baru tidak mengalami masalah yang sama. Mudah-mudahan Presiden Joko Widodo benar-benar mewujudkan program pindah ibu kota ini. I Putu Trinatha Gianyar, Bali
mereka jenuh dan tidak produktif. Di sisi lain, kelambanan birokrasi juga disebabkan oleh hilangnya mata rantai koordinasi. Kata koordinasi gampang diucapkan, tetapi sulit sekali dipraktikkan. Dalam kasus tertentu, hilangnya mata rantai koordinasi membuat birokrasi sulit mengambil sikap. Sebagai contoh, ada seorang bupati meminta agar kepala dinas segera menanggapi keluhan warga, tetapi kepala dinas tersebut mengatakan sulit menindaklanjuti keluhan tersebut karena keluhan tersebut juga menyangkut dinas-dinas yang lain. Akhirnya keluhan tersebut tidak pernah ditindaklanjuti. Padahal keluhan tersebut menyangkut kepentingan publik yang sangat luas. Artinya, perintah bupati tidak bisa dieksekusi karena kepala dinas tersebut terhambat oleh kewenangan dinas lain. Seharusnya, kepala dinas itu segera melakukan koordinasi dengan pihak lain guna menyelesaikan keluhan tersebut. Hemat kita, koordinasi adalah suatu keharusan untuk menunjukkan keberpihakan birokrasi kepada kepentingan publik, di samping memperlihatkan birokrasi memiliki manajemen yang baik di dalam mengatasi problem bersama. Seringkali dikatakan bahwa hilangnya mata rantai koordinasi ini disebabkan oleh kuatnya ego sektoral di dalam birokrasi. Mas-
Info Singaraja FM
SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
yikan, nanti dulu. Padahal, setelah mesin birokrasi hidup, kita ingin melihat birokrasi kita bergerak ke arah yang dituju. Di sinilah letak masalahnya, mereka yang diharapkan mampu menggerakkan birokrasi kita rupanya tidak punya lisensi, kalaupun punya lisensi, birokrasi kita hanya bergerak di tempat, karena pemegang lisensi tidak punya kompetensi untuk membawa birokrasi bergerak lincah dan melaju dalam kecepatan yang tinggi sesuai target yang dicanangkan oleh pemerintah. Tidak heran jika kita melihat masih banyak yang mengeluhkan kinerja birokrasi kita, temasuk Ibu Mega, Pak Koster, dan Bapak Presiden. Dalam konteks ini, kita perlu menata birokrasi kita agar kompatibel dengan persoalan yang ada. Misalnya birokrat yang sudah berumur dan tingkat pendidikannya berada pada level menengah serta tidak punya produktivitas ditawari untuk pensiun dini atau direlokasi dari jabatan-jabatan yang membutuhkan speed dan kompetensi tinggi. Dengan cara yang demikian, postur birokrasi kita akan ramping dan lincah bergerak. Birokrasi kita akan dikelola oleh tenaga-tenaga yang produktif dan terampil. Hanya, tenaga-tenaga yang produktif dan terampil ini harus ditambah kapasitas intelektual dan sosialnya agar tidak terjebak dalam rutinitas yang kemudian membuat
infosingarajafm
081933004217
Aparat Mesti Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual RENCANA kenaikan iuran BPJS kembali menjadi sorotan. Pengopini menilai rencana kenaikan tersebut sangat memberatkan. Selain BPJS, ada juga yang menyoroti soal bersih-bersih kali menjelang musim hujan. Berikut rangkumannya. Gung De di Jalan Ngurah Rai menyatakan menyambut baik upaya bersihbersih kali di wilayah Buleleng. Hal itu untuk menghindari banjir saat musim hujan nanti. Ia menyatakan menyambut baik apa yang telah dilakukan Pemkab Buleleng dengan mengerahkan ASN, TNI, Polri dan masyarakat untuk melakukan besih-bersih di kali yang ada di wilayah Buleleng. Ia juga berharap kepada warga masyarakat agar membersihkan selokan atau saluran air yang ada di lingkungannya, termasuk warta di daerah yang sering terjadi banjir. Selain itu, ia juga minta polisi segera menindak oknum penyuluh bahasa Bali dan seorang ASN dengan mengorbankan siswanya sendiri. Demikian pula ia berharap kepada pihak RSUD agar secepatnya mengeluarkan visum yang berkaitan dengan kasus seperti ini. Sehingga mempercepat proses penyelidikan dan penyidikannya. Putu Gamaarta dari Dusun Pemaron, Desa Patemon menyoal rencana kenaikan iuran BPJS. Katanya, rencana kenaikan iuran BPJS akan sangat memberatkan
masyarakat. Mengingat kenaikannya sampai 100 persen. Tentu bagi warga yang berpenghasilan menengah ke bawah sangat berat. Untuk itu ia berharap agar diberikan keringanan kepada warga berpenghasilan menengah ke bawah dengan cara memberikan subsidi. Ma’Afi di Pegayaman juga menyoroti kasus pelecehan seksual. Kata dia, Buleleng telah ternoda dengan kejadian pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum penyuluh bahasa Bali dan seorang ASN dengan melibatkan siswa di bawah umur. Untuk itu agar pihak keamanan mengusut tuntas kasus ini, dan semoga tidak terjadi lagi kasus-kasus yang membuat ternoda wilayah Buleleng. Hal serupa juga disampaikan Sengen di Nagasepeha. Ia meminta warga lebih ketat melakukan pengawasan, baik itu di tempat kos atau di lingkungan wilayahnya sendiri. Sehingga hal yang sama atau paling tidak kasus pelecehan seksual tidak terjadi lagi. Kepada pihak aparat keamanan agar sigap dan terus mengusut kasus ini, sehingga terang benderang. (kmb)
ing-masing mau urus diri sendiri, tidak rela dicampuri oleh pihak lain. Padahal semua elemen dalam birokrasi tidak bisa dipisahkan satu sama lain, mereka saling memengaruhi. Dalam konteks ini kita membutuhkan sebuah kepemimpinan yang efektif guna menjamin koordinasi berjalan dengan baik. Sebab, seorang pemimpin yakni kepala pemerintahan berperan sebagai koordinator. Ketiadaan kepemimpinan yang efektif akan membuat birokrasi kita menjadi lamban. Dampaknya adalah semua visi dan misi kepala pemerintahan tidak akan bisa diwujudkan dalam rentang waktu yang dibutuhkan, misalnya dalam lima tahun masa jabatannya. Publik tentu akan kehilangan harapan dan kepercayaan. Jika publik telah kehilangan harapan dan kepercayaan, maka seorang kepala pemerintahan akan sulit mendapatkan tiket untuk periode berikutnya. Masalah lainnya adalah soal tumpang tindih aturan yang menyebabkan adanya keraguan birokrasi mengambil langkah cepat guna mengeksekusi sebuah persoalan publik. Sebagai contoh, ada kewenangan pada sebuah institusi, tetapi kewenangan itu dibatasi oleh aturan yang dimiliki oleh institusi lain. Akibatnya ada keraguan dan bahkan ketakutan dari institusi tertentu untuk mengambil langkah praktis. Solusinya adalah koordinasi antarinstitusi, tetapi seperti yang telah disinggung di atas, koordinasi adalah kata yang indah, namun sulit dilaksanakan. Akhirnya, kita berharap para pemimpin daerah memiliki kesanggupan untuk menggerakkan birokrasi guna mencapai tujuan yang dikandung dalam visi dan misi mereka. Caranya adalah jauhkan birokrasi dari pembelahan politik, terapkan reward and punishment tanpa pertimbangan politik, dan tempatkan mereka yang profesional dan terampil
pada posisi yang tepat. Di samping itu, bangunkan sistem koordinasi yang kuat dan buatkan aturan yang saling menopang dan tidak tumpang tindih. Jika ini dilakukan, birokrasi kita akan bergerak cepat, aman, dan berhasil mengantarkan kita ke tujuan yang diinginkan. Penulis, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali
POJOK
Kata Presiden Jokowi, Indonesia membutuhkan pahlawan pemberantas kemiskinan. - Pahlawan sejati. ***
Soal pembangunan TPA di Badung, kajian tak jelas rakyat resah. - Bom sampah. ***
PT Dirgantara Indonesia ekspor pesawat ke Thailand. - Pahlawan teknologi dan inovasi.
Warung Global
Setuju Kawasan Pura Besakih Ditata “KITA selama ini kurang serius mengurus sehingga keberadaannya kurang agung dan terasa semrawut,” ucap Koster mengawali acara Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Infrastruktur Kawasan Suci Besakih, Kamis (7/11) lalu. Rencana penataan Pura Besakih mendapat apresiasi positif dari para pendengar setia Radio Global 96,5 FM. Mereka menyampaikan masukan juga agar kawasan suci sebaiknya steril dari kunjungan wisatawan atau diatur dengan zonasi, mana yang boleh dikunjungi dan dilarang. Berikut rangkuman opini dan beberapa saran yang disampaikan dalam acara Watung Global. Ketut Mursi di Denpasar sangat setuju dengan penataan Pura Besakih ini. Bahkan, ia mengusulkan agar pura tidak dijadikan objek wisata, apavpun alasannya. Karena kesucian dan kesakralan pura harus kita jaga. Wayan Petran di Kintamani menambahkan, Pura Besakih ditata demi kenyamanan, soal penataan di areal parkir akan dibuat empat lantai, ia berharap agar dirembukkan dengan para ahli dan juga PHDI. Menurut Werdha di Tegallalang, penataan tentu ke arah yang lebih baik. Artinya, apa yang belum baik itulah yang ditata sehingga menjadi baik. Dalam penataan Pura Besakih tentu banyak masukan dari masyarakat. Selama ini pura di Bali, terlebih Pura Besakih dijadikan objek wisata. Boleh saja dikunjungi tapi tetap diatur zonasinya. Zonasi publik semipublik dan private. Kemudian soal parkir yang akan dibangun empat lantai, ia harap jangan sampai berbenturan dengan konsep asta kosal kosali serta budaya yang
kita miliki. Jangan menonjolkan daya tampung dan estetik modern saja. Ia berharap niat yang baik ini semoga hasilnya baik juga. Sama halnya dengan Febri di Dalung. Ia hanya berharap hentikan ”menjual” pura untuk kepentingan pariwisata. Ia juga menyoroti parkir empat lantai yang akan dibuat. Harus melibatkan para ahli. Ayu di Petang turut menambahkan stop pura jadi objek wisatawan. Ia juga menyarankan agar ada penataan parkir yang selama ini semrawut. Selama ini, Fera di Tabanan juga merasa kekroditan saat tangkil ke Pura Besakih. Jadi parkir memang perlu ditata. Yang utama adalah kesucian dan keskralan pura di Bali harus tetap terjaga. “Jika bukan kita yang menjaga, siapa lagi?” demikian imbuhnya. Gusti Sumardayasa di Denpasar melihat bahwa soal bangunan sudah tertata dengan baik. Yang tak kalah penting adalah menata kesadaran masyarakat. Pelecehan tempat suci sering terjadi juga harus menjadi evaluasi. (sikha)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata, Nyoman Winata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Senin Kliwon, 11 November 2019
Wabup Sanjaya Pimpin ’’Makedas-kedas’’ dan Penanaman Pohon di Areal Pura Luhur Batukau GUNA memotivasi generasi milenial agar turut serta menjaga mata air dan kebersihan lingkungan yang merupakan sumber kehidupan, Pemkab Tabanan bekerja sama dengan instansi terkait menggelar Aksi Makedas-kedas dengan tema ‘’Mata Hati untuk Mata Air’’ di areal Pura Luhur Batukau, Penebel, Minggu (10/11) kemarin. Kegiatan ini dipimpin Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Aksi peduli lingkungan ini, menurut Wabup Sanjaya, merupakan kegiatan yang sangat positif dan sangat penting dilakukan. ‘’Hari ini (kemarin - red) bertepatan dengan Hari Pahlawan. Semestinya saya memimpin apel di kabupaten. Tapi karena begitu penting acara ini mengenai sampah, akhirnya saya izin, Bapak Kapolres yang saya
minta menjadi Irup dalam apel tersebut. Karena persoalan ini adalah menyangkut kehidupan kita bersama maupun anak-cucu kita nanti,’’ ungkapnya. Ditegaskan Sanjaya, jangan sampai karena kita tidak peduli dengan mata air menyebabkan air mata kita yang menetes. ‘’Dari mata hati untuk mata air. Jangan sampai kita nanti kena air mata menetes karena kita tidak punya mata air dan banyak sampah di Bali dan di Tabanan ini,’’ imbuhnya. Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, Sanjaya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sangat sesuai dengan konsep Gubernur Bali dalam rangka membangun visi-misi ‘’Sad Kertih Loka Bali’’ dan sesuai juga dengan visi-misi Kabupaten Tabanan yaitu Tabanan Serasi, Tabanan yang Sejahtera, Aman dan
Berprestasi. Bicara tentang sampah, karena sampah terutama sampah plastik sangat susah untuk didaur ulang sehingga akan menjadi persoalan di masa mendatang. Untuk itu, Pemkab Tabanan menggerakkan seluruh elemen masyakat Tabanan khususnya siswasiswi dan guru SD, SMP, SMA/SMK, OPD dan pegawai Pemkab Tabanan, LSM, instansi vertikal dan BUMD di Kabupaten Tabanan, masyarakat serta pemerhati lingkungan, untuk ikut andil dalam aksi tersebut. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penanaman puluhan pohon langka yang secara simbolis dilakukan Wabup Sanjaya di penataran Pura Pengubengan, areal Pura Luhur Batukau. Dengan harapan, alam menjadi lebih baik lagi serta mengetuk hati generasi muda yang merupakan
kaum milenial untuk turut serta menjaga alam sebagai sumber kehidupan. ‘’Kalau pohon sudah lebat, saya yakin mata air pasti bisa kita pertahankan. Mudah-mudahan ini awal yang baik, yang selaras dengan visi-misi Gubernur bagaimana mengembalikan keharmonisan wana kertih-nya. Dengan kita menanam hari ini, semoga diikuti oleh seluruh masya’’kat melakukan hal ini di pekarangan-pekarangan kita tanam pohon untuk peresapan air,’’ imbuh Sanjaya usai melakukan aksi tanam pohon. (ad243)
MAKEDAS-KEDAS Wabup Tabanan I Komang Gede Sanjaya memimpin aksi ‘’makedaskedas’’ dan menanam pohon di areal Pura Batukau.
Pengadaan Bangku Dua SMP Baru
Tak Dianggarkan di APBD-P 2019 Tabanan (Bali Post) -
Penerapan double shift di dua sekolah baru yakni SMPN 6 Tabanan dan SMPN 5 Kediri harus diperpanjang. Pasalnya, penyediaan bangku belajar di kelas bagi dua sekolah tersebut tidak dianggarkan di APBD-P 2019.
SEKOLAH - Bangunan SDN 3 Dajan Peken kini digunakan sebagai SMPN 6 Tabanan.
Bali Post/dok
Pengadaan tambahan sarana dan prasarana berupa bangku bagi dua sekolah tersebut sejatinya sudah dirancang, yaitu Rp 296 juta untuk bangku 2 rombel di SMPN 5 Kediri dan 5 rombel di SMPN 6 Tabanan. Di APBD-P 2018 pengadaan sarana belajar bagi siswa ini juga tidak bisa terealisasi karena waktu tender yang terlalu minim. Terkait kondisi ini, Dinas Pendidikan Tabanan pun kembali mengusulkan di anggaran APBD 2020. ‘’Untuk penyediaan tambahan bangku belajar di kelas untuk dua sekolah itu memang belum masuk di anggaran perubahan. Ke-
mungkinan ada pos anggaran lain yang skala prioritas,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Nyoman Putra, Minggu (10/11) kemarin. Dia berharap pengadaan bangku di dua sekolah tersebut bisa terealisasi di tahun anggaran 2020. ‘’Akan terus kami kawal. Saya sudah sampaikan urgensi kebutuhan ruang kelas baru termasuk bangku belajar kepada pimpinan melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah,’’ tegasnya. Menurutnya, pendirian dua SMP baru di Kabupaten Tabanan bertujuan mengatasi tercecernya siswa di dua kecamatan yang tidak
mendapatkan sekolah saat penerimaan siswa baru. Selain itu, di tahun 2019 ada aturan yang tidak memperbolehkan sekolah yang memberlakukan double shift. SMPN 6 Tabanan dan SMPN 5 Kediri memanfaatkan bangunan SD yang jumlah siswanya sedikit dan telah di-regrouping. SMPN 5 Kediri memanfaatkan gedung SDN 5 Abiantuwung dan SMPN 6 Tabanan memanfaatkan gedung SDN 3 Dajan Peken. Akibat bangku belajar yang masih terbatas, mau tidak mau kedua sekolah ini masih menerapkan double shift. (kmb28)
Bawaslu akan Hari Libur, DPRD Tabanan Tetap Gelar Rapat Paripurna Target PAD Disepakati Rp 450 Miliar Rekrut Panwascam
Tabanan (Bali Post) Bawaslu Tabanan terus mempersiapkan diri menghadapi pilkada tahun 2020. Dalam waktu dekat, Bawaslu akan memulai proses perekrutan Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) untuk kebutuhan pilkada. Kordiv Pencegahan, Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Bawaslu Tabanan I Ketut Narta, Minggu (10/11) kemarin, mengatakan ada beberapa tahapan dalam proses rekrutmen Panwascam. Tahapan dimaksud yakni sosialisasi dan pengumuman pendaftaran di minggu kedua November, serta pendaftaran dan penerimaan berkas bagi calon yang hendak mendaftar pada 27 November sampai dengan 3 Desember 2019. Setelah itu, barulah tahapan penelitian kelengkapan berkas persyaratan administrasi yang berlangsung hingga 4 Desember. Proses dilanjutkan pengumuman perpanjangan waktu pendaftaran pada 5 Desember, penerimaan berkas pendaftaran di masa perpanjangan waktu pendaftaran, yakni 6 hingga 10 Desember, penelitian administrasi berkas pendaftaran di masa perpanjangan pendaftaran pada 6 hingga 11 Desember, serta pengumuman
hasil penelitian administrasi pada 12 Desember. Pada 12 hingga 15 Desember Bawaslu menerima tanggapan dan masukan dari masyarakat terkait hasil penelitian administrasi para kandidat Panwascam. Tes tulis berikut tes wawancara akan digelar 13-17 Desember. Tahapan berikutnya yaitu pengumuman hasil tes pada 18 Desember dan pelantikan Panwascam pada 20 hingga 21 Desember. Dijelaskannya, pembentukan Panwascam melalui proses penjaringan dan penyaringan secara terbuka. Persyaratan masih sama dengan aturan sebelumnya, seperti tidak pernah menjadi anggota partai politik atau telah mengundurkan diri dari anggota partai politik sedikitnya lima tahun pada saat mendaftar. Selain itu, tidak pernah menjadi anggota tim kampanye salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, calon anggota DPR, DPD, DPRD serta pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah sekurang-kurangnya dalam jangka lima tahun. Lebih lanjut dikatakan mantan Komisioner KPU Tabanan ini, seorang pengawas Pemilu harus memiliki integritas untuk mensukseskan Pilkada 2020. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Rapat paripurna DPRD Tabanan dengan agenda penandatanganan persetujuan bersama Bupati tentang perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2020 digelar Sabtu (9/11) lalu, atau bertepatan hari libur nasional Maulud Nabi Muhammad. Rapat paripurna tersebut mendesak digelar lantaran keterbatasan waktu untuk menindaklanjuti kebijakan anggaran. Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga mengatakan, pada KUA dan PPAS 2020, target PAD disepakati berubah. Tahun 2020 PAD disepakati lebih digenjot. ‘’Awalnya target PAD hanya Rp 338 miliar, kini dinaikkan jadi Rp 450 miliar,’’ tegasnya. Badan Anggaran (Banggar) dalam laporan yang dibacakan Sekwan I Made Sugiarta menyampaikan, berdasarkan hasil kajian dan hasil rapat kerja TAPD Kabupaten Tabanan, mekanisme penyusunan dan pembahasan RAPBD Tabanan Tahun Anggaran 2020 sudah sesuai peraturan perundang-undangan. Banggar dalam kajian dan pembahasannya pada rapat in-
tern menetapkan target PAD pada RAPBD 2020 diubah menjadi Rp 450 miliar atau naik 15,96 persen dari rancangan sebelumnya yang sebesar Rp 388 miliar. Kenaikan ini karena Banggar menilai masih banyak potensi yang belum tergali dan belum dioptimalkan sehingga diperlukannya komitmen seluruh pihak untuk mencapai target yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pembahasan Banggar, untuk RAPBD 2020 pendapatan daerah dinaikkan sebesar Rp 138,85 miliar lebih sehingga menjadi Rp 2,119 triliun lebih. PAD dirancang Rp 450,40 miliar lebih. Mengingat RAPBD 2020 harus sesuai dengan KUAPPAS, maka target pendapatan dan belanja daerah harus didahului dengan kesepakatan perubahan KUA-PPAS 2020 dan dilanjutkan dengan penetapan perubahan KUA-PPAS 2020 sesuai dengan target yang telah disepakati. Untuk optimalisasi pendapatan daerah, legislatif dan eksekutif harus mau, mampu, dan berani melakukan perubahan. Optimalisasi pendapatan akan dimulai dari kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi melibatkan seluruh
Bali Post/ist
SEPAKAT - Eksekutif dan legislatif menyepakati KUA-PPAS Tahun Anggaran 2020 dalam rapat paripurna DPRD Tabanan yang digelar Sabtu (9/11). pihak. Pengawasan yang sistematis, serta pengendalian secara intensif akan dilaksanakan untuk mengantisipasi berbagai kendala atau permasalahan. Sementara itu, Bupati Tabanan dalam kata pengantarnya yang dibacakan Wakil Bupati I Komang Gede Sanjaya memberikan
apresiasi atas tangung jawab, komitmen, kesungguhan dan kerja sama yang baik dari pimpinan dan anggota dewan. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, setelah disepakati KUA-PPAS ini akan diserahkan kepada TAPD Kabupaten Tabanan agar selanjutnya dilakukan
penyempurnaan RAPBD. ‘’Untuk mendapatkan suatu hasil yang optimal, kami mengharapkan saran serta masukan dari para anggota dewan yang terhormat, di dalam upaya kita mewujudkan Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi,’’ tegas Sanjaya. (kmb28)
Senin Kliwon, 11 November 2019
Desa Adat Anturan Gelar Karya Agung Diwarnai Pementasan Tari Gambuh Singaraja (Bali Post) – Krama Desa Adat Anturan Kecamatan Buleleng menggelar Karya Agung Melaspas Ngenteg Linggih, Mamungkah, Taur Gentuh, Padudusan Agung, dan Batara Turun Kabeh tahun 2019. Karya ini dilangsungkan setelah hampir ratusan tahun silam, krama di sini belum melaksanakan karya agung seperti itu. Tidak heran, ritual ini berlangsung khusyuk dan diwarnai persembahan seni sakral yaitu tari Gambuh yang berhasil dilestarikan krama desa setempat. Puncak Karya Agung tahun ini dilangsungkan Rabu (13/11) pekan ini. Rangkaian prosesi karya diawali Minggu (10/11) kemarin, yakni ritual Mendak Siwi yang dipusatkan di Perempatan Desa Anturan. Kemudian Mendak Ida Batara
yang akan disembah pada puncak karya nanti. Pada prosesi itu seekor kerbau dan godel (anak sapi - red) turut disucikan. Pada hari yang sama, krama melangsungkan ritual mapepada di Pura Bale Agung Desa Adat Anturan. Seluruh sarana banten disucikan sebelum dijadikan sarana upakara yang akan dipersembahkan pada puncak karya. Seluruh rangkaian Karya Agung ini dipuput Tri Sadaka. Sebagai pangerajeg karya adalah Ida Pandita Empu Nabe Darma Murti Side Kerti dari Geria Amla Buana Arum Sari Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng. Klian Desa Adat Anturan Jro Ketut Mangku mengatakan, sesuai kesepakatan paruman krama desa, prajuru desa adat dan petunjuk p a ra sulinggih, upacara
yang dilangsungkan ini tergolong karya agung. Tidak hanya mengambil tingkatan tertinggi. Malah upacara ini baru bisa digelar setelah hampir ratusan tahun silam para pendahulu di desa belum bisa melaksanakan ritual seperti itu. Karya tahun ini bersamaan keberhasilan krama desa telah menuntaskan pemugaran areal Pura Bale Agung Desa Adat Anturan. Terlaksananya dengan baik pemugaran itu tidak lepas atas restu niskala dari Ida Batara dan Sesuhunan sungsungan krama Desa. Tidak hanya menuntaskan segala bentuk pembangunan di Pura Bale Agung, tetapi krama desa juga melaksanakan pamelaspasan dan ngenteg linggih. ‘’Tujuan karya ini memohon restu dan tuntunan Ida Batara dan Ida Sesuhunan
agar melimpahkan kerahayuan jagat utamanya di Desa Adat Anturan, sehingga krama bisa hidup rukun, damai dan sejahtera,’’ harapnya. Ketua Panitia Wayan Supandra mengatakan, karya agung ini sepenuhnya menggunakan biaya cadangan dana kas Desa Adat Anturan. Selain itu, penyisihan dari keuntungan pengelolaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Adat Anturan juga dialokasikan untuk membiayai karya agung ini. Tidak heran kalau sebanyak 1.500 kepala keluarga (KK) krama desa tidak dikenakan paturunan (iuran - red). Namun sebagai wujud rasa bakti kepada Ida Batara dan Sesuhunan, pihaknya juga menerima donasi dari krama maupun pihak lain yang tidak mengikat. (kmb38)
Bali Post/kmb38
MENDAK SIWI – Upacara Mendak Siwi dan Mapepada, Minggu (10/11) kemarin. Ritual ini rangkaian Karya Agung Melaspas, Ngenteg Linggih, Mamungkah, Tawur Gentuh Padudusan Agung, dan Batara Turun Kabeh tahun 2019 di Pura Bale Agung Desa Adat Anturan.
Kasus Dugaan Seks Menyimpang
Penyidik Olah TKP, Ditemukan Bekas Sperma di Seprai Singaraja (Bali Post) – Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Buleleng terus mengintensifkan penyidikan dugaan kasus seks menyimpang dan pencabulan anak di bawah umur. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah kos Jalan Sahadewa. Dari olah TKP, terungkap korban dicabuli setelah pelaku Ni Made SND memegang tangan korban. Kemudian pacarnya, A.A. Putu WTY, melucuti pakaian korban dan akhirnya berhasil menyetubuhi korban. Bali Post/kmb38
HARI PAHLAWAN – Peringatan Hari Pahlawan dipusatan di kawasan Monumen Perjuangan Bhuana Kerta Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Minggu (10/11) kemarin.
Peringatan Hari Pahlawan di Bhuana Kerta
PERINGATAN Hari Pahlawan 10 November 2019 dipusatkan di Monumen Perjuangan Bhuana Kerta, Minggu (10/11) kemarin. Monumen itu lebih dikenal dengan Pura Republik di Desa Panji, Sukasada. Apel ini dipimpin Bupati Putu Agus Suradnyana bersama Ketua DPRD Gede Supriatna dan jajaran Muspida Buleleng. Tidak ketinggalan para Veteran Pejuang Kemerdekaan turut
diundang mengenang dan memperingati perjuangan para pahlawan yang mengorbankan harta, jiwa dan raga dalam merebut kemerdekaan bangsa Indonesia. Peringatan Hari Pahlawan ini, kata Bupati, merupakan momentum memunculkan semangat baru bagi generasi muda dalam mengimplementasikan nilai-nilai kepahlawanan di kehidupan sehari-hari. Peringatan 10
November itu adalah bentuk penghormatan kepada pahlawan yang mengorbankan, harta, jiwa dan raga untuk kemerdekaan bangsa. Untuk itu nilai-nilai kepahlawanan yang diwariskan para pejuang bisa dijadikan spirit mengisi kemerdekaan ini. Bupati dan rombongan muspida juga ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Çurastana. (kmb38)
Kasat Reskrim AKP Vicky Tri Haryanto seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. akhir pekan lalu mengatakan, setelah menerima laporan kejadian 6 Oktober 2019, pihaknya sudah mengumpulkan keterangan saksi orangtua dan teman korban. Korban sendiri belum dimintai keterangan, karena kondisinya masih trauma, sehingga pemeriksaan ditunda sampai kondisi mentalnya pulih. Dari keterangan saksi dan olah TKP terungkap, ketika akan dicabuli, korban bukan saja menolak bahkan berontak. Saat itu, pelaku SND memegang kedua tangan korban. Setelah korban tidak berdaya, pelaku WTY kemudian melucuti pakaian, hingga korban berhasil disetubuhi. Selain keterangan itu, pihaknya juga menemukan ba-
rang bukti yang menguatkan kalau kedua pelaku itu melakukan perilaku seks menyimpang dan diikuti persetubuhan korban di bawah umur. Bukti itu adalah di dalam kamar kos yang disewa pelaku WTY itu ditemukan seprai berisi noda yang diduga bekas ceceran sperma. Selain itu, hasil visum at repertum menunjukkan korban telah disetubuhi karena organ vitalnya mengalami luka robek. ‘’Ada kendala karena korban belum bisa dimintai keterangan. Korban masih trauma. Namun tiga saksi sudah menguatkan kalau terduga pelaku ini menyetubuhi korban. Dari olah TKP dan rekonstruksi awal, terduga pelaku ini menyetubuhi korban. Hal itu dikuatkan visum yang menyebutkan ada luka robek pada organ vital korban,’’ katanya.
Di sisi lain, Tri Haryanto mengatakan, dari keterangan saksi teman korban di sekolahnya terungkap, korban pernah menceritakan kejadian itu kepada teman satu kelasnya. Bahkan, saksi sendiri pernah dibujuk oleh pelaku SND melalui pesan whatapps (WA - red). Bujuk rayu itu tidak ditanggapi. Dari penuturan itu, korban kemudian melaporkan kepada guru dan setelah dikoordinasikan guru di sekolahnya menyampaikan kepada orangtua korban itu. Orangtua korban resmi melaporkan kejadian itu ke Mapolres Buleleng. Selain itu, keterangan lain menyebutkan kalau pelaku WTY pernah meminta kepada pacarnya, SND, melakukan hubungan seks bertiga. Bahkan, sampai empat kali dia meminta agar pacarnya mencarikan
perempuan agar bisa melakuan seks bertiga. Karena terdesak, pelaku SND memenuhi keinginan itu dengan mengenalkan korban yang juga anak didiknya sendiri. ‘’Pelaku lakilaki melakukan persetubuhan dengan sadar. Keduanya menjalin hubungan gelap karena yang laki-laki sudah memiliki istri dan pacarnya sudah janda,’’ jelasnya. Sempat meminta kepada SND agar mencari perempuan untuk berhubungan seks bertiga. Sampai permintaan keempat baru dipenuhi, sehingga kos itu sengaja disewa hanya untuk melakukan seks saja. Terkait penerapan pasal, Tri Haryanto menyebut penyidik membagi berita acara pemeriksaan (BAP) kasus ini. Pertama BAP pelaku WTY melanggar Pasal 82 KUHP ayat 1 dan ayat 2. Sedangkan pelaku SND sesuai BAP melanggar Pasal 82 KUHP ayat 1, 2, dan ayat 3 jo Pasal 81 KUHP ayat 1 dan ayat 2. Bahkan, ancaman hukuman pelaku SND itu sepertiga lebih berat. Sebab, sebagai pendidik (guru - red), dia justru ikut merusak masa depan korban. (kmb38)
Senin Kliwon, 11 November 2019
Ratusan Warga Ikuti ”Tawur Agung Menawa Ratna” di Pura Penataran Sangging Prabangkara Gianyar (Bali Post) – Ratusan warga pangemong mengikuti upacara Tawur Agung Menawa Ratna, Melaspas Palinggih lan Mapedagingan di Pura Penataran Sangging Prabangkara Desa Sidan Gianyar, Minggu (10/11) kemarin. Upacara tersebut merupakan rangkaian dari puncak karya yang akan berlangsung pada 16 November mendatang. Prawarta Karya Nyoman Wardana Sangging mengatakan, karya ini digelar setelah kurun waktu puluhan tahun, menyusul selesainya pembangunan sejumlah palinggih yang ada di wewidangan Pura Penataran Sangging Prabangkara. Dikatakan, Pura Penataran Sangging Prabangkara Sidan di-emong sekitar 125 kepala keluarga
yang tersebar di Desa Sidan, Tulikup Tegal Besar, Desa Bedulu dan Desa Kemenuh serta Desa Mas Ubud. Wardana Sangging menambahkan, Karya Padudusan Agung ini di-puput lima sulinggih, yakni Ida Rsi Nabe Bujangga Sangging Prabangkara Dwijasana dari Geria Ganggawati Bangli sekaligus sebagai Yajamana Karya, beserta Ida Pandita Empu Dharma Jnana Putra Pasraman Lingga Hyang Waringin, Ida Sri Empu Sri Dharma Gupta Svami, Ida Pandita Empu Nabe Siwa Putra Dharma Daksa, dan Ida Rsi Bhagawan Tri Sari Dharma Santika Trijaksaba. Wardana Sangging menambahkan, Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih Mapadudusan Agung,
Menawa Ratna, Mapedagingan, Tawur Balik Sumpah lan Rsi Gana di Pura Penataran Sangging Sidan, puncaknya berlangsung pada Tumpek Wayang, Sabtu (16/11) mendatang. Sedangkan Pamelastian di Pantai Masceti dilaksanakan Selasa (13/11), disusul Melaspas Bagia Pulekerti Kamis (14/11) dan Mapepada Agung sehari sebelum puncak karya yang dilaksanakan Sabtu (16/11) mendatang. Ia berharap karya agung ini dapat mewujudkan keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh umat dan alam lingkungan. “Karya Padudusan Agung ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi semua umat serta seisi alam raya ini,” ujarnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
TAWUR Agung - Suasana upacara Tawur Agung Menawa Ratna, Melaspas Palinggih lan Mapedagingan di Pura Penataran Sangging Prabangkara Desa Sidan, Gianyar, Minggu (10/11) kemarin.
Titik Kumuh Perlu Penanganan Serius
Gianyar (Bali Post) -
Secara visual spot atau titik kumuh dengan mudah ditemukan di seluruh kawasan di Bali, tidak terkecuali di Kabupaten Gianyar. Seperti masalah sampah, senitasi hingga drainase. Semua persoalan ini butuh penanganan serius dari pemerintah. Hal ini disampaikan Konsultan Oversight Service Provider (OSP) Provinsi Bali Resmi Sri Nulus saat eksebishi program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) pada acara Car Free Day di Taman Kota Gianyar, Minggu (10/11) kemarin.
Bali Post/kmb35
FOTO - Ni Nyoman Sutesni menunjukkan foto suaminya semasih hidup, Minggu (10/11) kemarin.
Terjangkit DB, Warga Bedulu Meninggal Gianyar (Bali Post) Demam berdarah (DB) memakan korban jiwa. Warga Banjar Taman, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, I Nyoman Tirtayasa, meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Sanjiwani Gianyar, Sabtu (9/11) lalu. Pria berusia 49 tahun ini dipastikan meninggal karena menderita DB yang disertai penyakit kronis pada organ dalam. Istri korban, Ni Nyoman Sutesni, menerangkan sebelumnya korban beraktivitas seperti biasa, bekerja sebagai tukang pasang batu sikat. Korban mulai demam pada 28 Oktober 2019. “Tanggal 27 Oktober masih bekerja seperti biasa di daerah Kintamani, pulang kerja sempat nonton bola di TV. Besoknya langsung badannya panas tidak turun-turun,” ujar Sutesni saat ditemui di kediamannya, Minggu (10/11) kemarin. Selanjutnya, korban diajak berobat ke bidan terdekat, namun kondisinya tidak ada perubahan, sehingga langsung diajak ke dokter yang praktik di wilayah Desa Bedulu. Panas korban tidak kunjung turun, bahkan sempat sesak napas. Korban diajak ke RSUD Sanjiwani pada tanggal 30 Oktober. “Panasnya 39°C, langsung diajak ke UGD rumah sakit selanjutnya diajak ke ruang ICU. Saya sudah panik, tumben sakit sampai masuk rumah sakit. Setiap ditemui dokter dan perawat di sana disuruh berdoa saja,” ujarnya. Selama 10 hari dirawat di ruang ICU, korban I Nyoman Tirtayasa akhirnya meninggal dunia, Sabtu (9/11) pukul 11.00 Wita. Kala itu korban langsung diupacarai ke kuburan desa setempat. Dikonfirmasi terpisah, Direktur Utama RSUD Sanjiwani Gianyar dr. Ida Komang Upeksa membenarkan terkait adanya pasien yang meninggal karena DB. Dikatakan, pasien mengalami Dengue Shock Syndrome (DSS) yang terjadi pada penderita Dengue Hemorhagic Fever atau Demam Berdarah Dengue. Selain itu, korban juga mengalami komplikasi organ dalam. “Meninggalnya karena pneumonia dan gagal ginjal (ACKD) disertai DB,” tegasnya. Menurut Upeksa, korban memang punya riwayat penyakit kronis. Sementara untuk DB menurutnya sudah tertangani, terbukti dengan riwayat pengobatan trombosit korban. “Tanggal 6 November, korban sempat membaik dengan trombosit yang naik,” katanya. (kmb35)
Menurut Resmi Sri Nulus, program Kotaku di Kabupaten Gianyar sudah digarap sejak 2014. Berkat upaya keras hingga 2019 ini, hasil penilaian menunjukkan kabupaten berjuluk daerah seni ini tergolong tidak kumuh lagi. “Secara numerik atau angka, Kabupaten Gianyar
skornya di bawah 19. Artinya tergolong tidak kumuh lagi,” katanya. Resmi Sri Nulus mengatakan, penilaian tergolong tidak kumuh lagi berdasarkan adanya peningkatan keteraturan bangunan, sarana air minum, sanitasi, drainase, jalan, bahaya ke-
bakaran, persampahan dan ruang terbuka hijau. “Kendati demikian, secara visual masih menyisakan spot kumuh seperti masalah sampah, drainase dan sanitasi yang perlu penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah,” ujarnya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar
I Wayan Kujus Pawitra menjelaskan, program Kotaku merupakan upaya mewujudkan lingkungan pemukiman yang layak huni dan berkelanjutan, melalui prakarsa 100-0-100. Yaitu, dengan mencapai 100 persen akses air minum, mengurangi kawasan kumuh hingga 0 persen, dan 100 persen akses sanitasi untuk masyarakat Indonesia pada akhir 2019. “Dengan adanya program ini, diharapkan tidak ada lagi kawasan kumuh,” harapnya. Sesuai SK Bupati Gianyar pada 2014 lalu, kata Kujus Pawitra, Kabupaten Gianyar
memiliki daerah kumuh yang tersebar di delapan desa di tiga kecamatan, yakni Sukawati, Ubud dan Blahbatuh. Sejak 2015, kawasan tersebut mulai digarap Pemkab Gianyar melalui dinas terkait melibatkan masyarakat. Menurut Kujus Pawitra, Pemkab Gianyar memiliki peran, tugas dan tanggung jawab untuk menyukseskan program Kotaku agar target RPJMN 2015-2019 tercapai di Kabupaten Gianyar. “Salah satu tujuan dari program ini adalah menghilangkan kawasan kumuh pada tahun 2019,” tegasnya. (kmb35)
Pelantikan Perbekel PAW Desa Sebatu Tunggu SK Bupati
PILKEL - Suasana pilkel untuk PAW di Desa Sebatu, Sabtu (9/11) lalu.
Bali Post/kmb35
Gianyar (Bali Post) Pemilihan perbekel (pilkel) untuk pengganti antarwaktu (PAW) di Desa Sebatu digelar Sabtu (9/11) lalu. Calon nomor urut 2, Wayan Tangsi Asrama, berhasil memenangkan pilkel dengan perolehan 87 suara. Sementara itu, pelantikan perbekel PAW terpilih masih menunggu SK dari Bupati Gianyar I Made Mahayastra. Dikonfirmasi Minggu (10/11) kemarin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Dewa Ngakan Ngurah Adi mengatakan, pilkel PAW ini digelar karena perbekel sebelumnya, I Wayan Pasek Yusabawa, meninggal pada Maret 2019 lalu. Tahapan pilkel sudah digelar sejak beberapa bulan ini. “Ada tiga calon perbekel yang ikut bertarung,” katanya. Menurut Ngurah Adi, tiga peserta pilkel ini meliputi peserta calon nomor urut 1 Made Pugri dicalonkan oleh Banjar Pujung Kelod, Nomor urut 2 Wayan Tangsi Asrama dicalonkan oleh Banjar Jasan, nomor urut 3 Wayan Suardila dicalonkan oleh Banjar Pujung Kaja. Selanjutnya, pemilihan dilakukan oleh perwakilan dari sembilan banjar. “Peserta perwakilan dari sembilan banjar yang memiliki hak suara sebanyak 127 orang, yang hadir 125 orang dam tidak hadir dua orang,” katanya. Ngurah Adi mengatakan, proses pemilihan sudah berjalan dari Sabtu pagi hingga siang, langsung dilanjutkan dengan tahap penghitungan. Hasilnya, peserta calon nomor urut 1 Made Pugri meraih 17 suara, nomor urut 2 Wayan Tangsi Asrama meraih 87 suara dan peserta nomor urut 3 Wayan Suardila meraih 20 suara. “Suara tertinggi diraih peserta nomor urut 2 dengan 87 suara,” katanya. Tahapan selanjutnya, kata Ngurah Adi, BPD menetapkan perbekel terpilih tersebut untuk diajukan ke Bupati Gianyar I Made Mahayastra, untuk selanjutnya diterbitkan SK tentang pengangkatan Perbekel Sebatu sampai tahap pelantikan. “Pelantikan diserahkan kepada Bapak Bupati, tentunya dengan mempertimbangkan hari baik,” tegasnya. (kmb35)
Senin Kliwon, 11 November 2019
Peringatan Hari Pahlawan di Jembrana
Upacara dan Ziarah ke TMP Kesatria Kusuma Mandala
Upacara - Bupati Artha bersama Forkopimda melakukan tabur bunga di TMP Kesatria Kusuma Mandala dalam peringatan Hari Pahlawan kemarin.
Polres Bantu Air di Sarikuning Negara (Bali Post) Kekeringan yang berdampak pada krisis air masih dirasakan warga di Sarikuning, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya. Meskipun sempat turun hujan sepekan lalu, namun air dari sumber air belum mengalir. Kondisi ini mendapat perhatian jajaran Polres Jembrana. Sejumlah personel dari Sabhara Polres Jembrana turun ke lokasi, Minggu (10/11) kemarin guna mendistribusikan air bagi masyarakat. Air yang disalurkan ini nantinya diharapkan bisa untuk keperluan warga yang kekurangan air. Untuk memudahkan warga mengambil air, petugas dari kepolisian menampung air menggunakan kolam dari
terpal di tempat strategis. “Bantuan air bersih kali ini, awalnya kami kerahkan 1 unit mobil AWC yang berisi 4.000 liter per unit,” kata AKP I Made Swandra, Kasat Sabhara Polres Jembrana. Selanjutnya bila warga masih membutuhkan air, petugas siap turun lagi ke titiktitik yang membutuhkan. Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengungkapkan, penyaluran air ini sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang memang sangat membutuhkan. Sebab, diketahui sudah beberapa bulan terakhir ini warga kesulitan mendapatkan air bersih. Sungai setempat menyusut dan sumur-sumur tadah hujan milik warga
sudah mengering. “Kegiatan ini sifatkan rutin semasih kemarau melanda pada wilayah kita. Air bersih ini untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-hari, seperti memasak dan minum,” ujarnya. Sejumlah warga terlihat antusias menyambut bantuan air bersih tersebut. Meskipun dengan antre, warga merasa dibantu dengan adanya air ini. “Ini membantu kami mencukupi kebutuhan air,” ujar Nengah Kacir (48), warga banjar setempat. Seperti diketahui dari data terakhir di Jembrana terdapat 12 titik yang harus dibantu distribusi air oleh pemerintah karena kekeringan. Salah satu lokasi yang sering mengalami kekeringan adalah di Tukadaya dan Berangbang. (kmb26)
Bali Post/olo
Bantu air - Petugas dari Dalmas Polres Jembrana membantu mendistribusikan air bagi warga yang kekurangan air bersih di Tukadaya, Minggu kemarin.
Peringatan Hari Pahlawan Nasional di Jembrana diselenggarakan dalam dua kegiatan, Minggu (10/11) kemarin. Kegiatan pertama adalah apel peringatan yang dilaksanakan di Stadion Pecangakan Negara dengan tema “Aku Pahlawan Masa Kini” dan kemudian dilanjutkan dengan Ziarah Nasional yang dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Kesatria Kusuma Mandala. Peringatan Hari Pahlawan Nasional juga dihadiri
Bupati Jembrana periode 1990-2000 Ida Bagus Indugosa, Ketua DPRD Jembrana, anggota Forkopimda, LVRI, Kepala OPD di Pemkab Jembrana, TNI, Polri, ASN Pemkab Jembrana, Organisasi Kemasyarakatan serta siswa-siswi SMP dan SMA. Pada apel peringatan, bertindak sebagai inspektur upacara adalah Bupati Jembrana I Putu Artha. Usai upacara, Bupati Artha juga menyerahkan hadiah lomba
HKG PKK Tingkat Kabupaten Jembrana serta pengukuhan Forum Anak Daerah Kabupaten Jembrana Periode 2019-2020. Sementara pada apel Ziarah Nasional dan tabur bunga yang digelar di Taman Makam Pahlawan Kesatria Kusuma Mandala bertindak sebagai inspektur upacara adalah Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok. Bupati Artha berpesan kepada para generasi muda,
dalam peringatan Hari Pahlawan agar meneladani dan lebih menghargai jasa dan pengorbanan yang telah diperbuat oleh pendahulu kita. “Saya mengajak warga masyarakat Jembrana khususnya generasi muda untuk meneladani para pendahulu kita yang berjuang demi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mari kita hargai apa yang sudah diperbuat oleh para pendahulu kita,” pungkas Artha. (ad252)
Program ’’One Man One Hope’’
PLN Bali Bantu 74 Sambungan Listrik Gratis PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali merealisasikan sambungan listrik baru bagi masyarakat di Kabupaten Jembrana melalui program One Man One Hope (OMOH). Program ini merupakan pemasangan sambungan baru gratis yang dibiayai dari donasi pegawai PLN se-Bali. Untuk di Jembrana sebanyak 74 unit rumah keluarga yang masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT) mendapatkan sambungan listrik baru secara gratis dari PLN. Penyerahan secara simbolis dilakukan di Balai Banjar Batuagung, Desa Batuagung, Jembrana, Jumat (8/11). Kegiatan yang dihadiri Asisten III Pemkab Jembrana Drs. I Ketut Kariadi Erawan mewakili Bupati Jembrana, Manager Sub Bagian Komunikasi PLN UID Bali I Made Arya, Manajer Bagian Pemasaran PLN UP3 Bali Utara Ketut Sudita, Manajer Bagian KSA UP3 Bali Utara I Gede Suwaryo Kino, Manajer ULP Negara Made Agus Riadi, dan Manajer PT PLN ULP Gilimanuk Putu Adi Maha Putra. Total Donasi yang disalurkan untuk program OMOH di Jembrana Rp 46.805.000. Bantuan tersebut tersebar di lima kecamatan, di antaranya Melaya 17, Negara 22, Jembrana 18, Mendoyo 11 dan Pekutatan 6 pemasangan baru. Manajer Bagian Pemasaran PLN UP3 Bali Utara Ketut Sudita mengatakan, untuk di Jembrana jumlah pemasangan
Bantuan PLN - Jajaran PLN Distribusi Bali bersama PLN UP3 Bali Utara dan ULP Negara bersama Asisten III menyerahkan bantuan program OMOH ditandai dengan penyalaan lampu. baru dari donasi para karyawan ini sebanyak 74 sesuai dengan HUT PLN yang jatuh pada 27 Oktober lalu, yakni 74 tahun. “Melalui program OMOH ini, kami setiap karyawan PLN mendonasikan satu rumah untuk pemasangan listrik baru,” terangnya. Sasaran untuk program ini adalah warga khususnya yang masuk dalam BDT dan selama ini belum memiliki listrik sendiri atau numpang listrik. Dengan memiliki kilometer sendiri, warga justru bisa merasakan listrik murah dan aman. Di Bali, menurutnya, masih ada beberapa rumah warga khususnya pra sejahtera yang belum menggunakan listrik
sendiri dan masih nyantol. Penyerahan sambungan listrik gratis ini secara simbolis diserahkan Manajer Sub Bagian Komunikasi PLN UID Bali I Made Arya dan Asisten III Setda Jembrana Kariadi Erawan diterima oleh salah satu warga penerima bantuan, Desak Ami, asal Batuagung. Penyerahan juga ditandai dengan penyalaan listrik di rumah Desak Ami disertai dengan tanda tangan papan bantuan program OMOH PLN. Asisten III Setda Jembrana I Ketut Kariadi Erawan mewakili Bupati Jembrana menyambut baik program OMOH dari PLN ini. Bentuk kepedulian donasi dari kary-
awan PLN ini diharapkan bisa dilanjutkan dengan program terobosan serupa dari desa atau kelurahan. Sehingga nantinya semua rumah warga yang selama ini nyantol listrik bisa terkurangi bahkan bebas. Pada kesempatan yang sama pula PLN ULP Negara meresmikan Taman Akustik. Nama Taman akustik ini diambil sesuai program PLN UID Bali, yakni Bali Akustik (Ayo Kurangi Sampah Plastik). Harapan ke depan PLN ULP Negara bisa menjadi pelopor dalam mengurangi pemakaian sampah plastik di Kabupaten Jembrana, sejalan dengan Program Gubernur Bali (Bali Clean and Green). (ad258)
Senin Kliwon, 11 November 2019
PVMBG Evaluasi Aktivitas Gunung Agung
Tetap Siaga, Sesekali Terjadi Gempa Vulkanik Dalam Amlapura (Bali Post)Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali melakukan evaluasi terhadap perkembangan aktivitas Gunung Agung. Dari evaluasi yang digelar, PVMBG belum mengambil langkah-langkah nyata untuk menerunkan status gunung tertinggi di Bali itu. Hingga saat ini status Gunung Agung masih berada di level III (Siaga - red). Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Hendra Gunawan mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan periode 15 Oktober sampai 4 November 2019, khususnya dari sisi kegempaan masih didominasi gempa-gempa embusan. Selain itu gempa vulkanik dangkal, vulkanik dalam dan tektonik jauh. Rinciannya, terjadi 10 kali gempa embusan, tiga kali gempa vulkanik dangkal, empat kali gempa vulkanik dalam dan tiga kali gempa tektonik lokal dan 44 gempa tertonik jauh. Gunawan menambahkan, berdasarkan hasil data menyeluruh, potensi terjadinya letusan Gunung Agung itu memang masih ada. Namun skalanya menengah sampai rendah. Indikasi terjadinya erupsi skala besar sejauh ini belum teramati, karena itu tidak ada indikasi erupsi besar itu. Dikatakan, erupsi mungkin terjadi berupa lontaran material batu/pijar, hujan abu maupun embusan gas-gas vulkanik saja. Jadi, melihat hasil pengamatan visual dan instrumental, maka status Gunung Agung masih level III (Siaga - red).
Walau demikian, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di kawasan zona perkiraan bahaya di radius empat kilometer dari puncak. Termasuk aktivitas pendakian tidak diperkenankan karena sangat berbahaya. ‘’Kita akan terus lakukan evaluasi dengan mengikuti perkembangan dan pengamatan Gunung Agung itu,’’ katanya. Kasubbid Gunung Api Wilayah Timur Devy Kamil Syahbana menambahkan, belakangan ini banyak masyarakat yang menanyakan di puncak Gunung Agung apakah ada embusan? Pasalnya terlihat ada kepulan asap. Menurut Devy, yang ada di puncak Gunung Agung itu adalah asap saja, tanpa disertai embusan. Dikatakan, asap itu bisa muncul setiap pagi termasuk saat turun hujan. ‘’Kalau siang hari, asap tidak teramati lagi. Kemungkinan asap itu berasal dari reaksi air hujan dengan kuba lava di dalam kawah. Karena secara instrumental belum ada peningkatan aktivitas dari Gunung Agung itu,’’ tegas Devy Syahbana. (kmb41)
Bali Post/kmb41
GUNUNG AGUNG - Visual Gunung Agung sangat indah. Namun, sampai saat ini status gunung tertinggi di Bali itu masih level III (Siaga red).
Pohon Tumbang Timpa Pengendara
SMAN 2 Amlapura Rayakan HUT Ke-36
Motor Ringsek, Bambang Kasek Minta Siswa Hanya Luka Ringan Kembali Tampil di Lomba Nasional
Amlapura (Bali Post)Seorang pengendara motor mengalami nasib apes, Sabtu (9/11). Hal itu diderita Bambang setelah kendaraannya yang melewati akses jalan provinsi tepatnya di Banjar Dinas Nusu, Desa Sukadana, Kubu, Karangasem tertimpa pohon tumbang. Untung saja pengendara tidak mengalami kejadian fatal. Jadi, hanya di beberapa tubuhnya luka ringana. Namun, sepeda motor korban ringsek. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, Minggu (10/11) kemarin, mengungkapkan peristiwa pohon tumbang itu terjadi sekitar pukul 13.30 Wita. Pohon yang tumbang itu berjenis intaran dengan diameter mencapai 15 sentimeter, sedangkan pajangnya
sekitar 15 meter. ‘’Karena ada korban akibat pohon tumbang itu, pohon dipindahkan ke pinggir jalan oleh petugas Polsek Kubu. Pemindahan itu dibantu masyarakat setempat. Hal itu dilakukan agar tidak mengganggu pengendara lainnya,’’ ujar Arimbawa. Setelah itu, petugas BPBD melakukan pemotongan pohon intaran itu agar tidak mengganggu pengguna jalan. Sedangkan pengendara sepeda motor Bambang hanya mengalami luka ringan, tetapi sepeda motor korban ringsek. Arimbawa menambahkan, selain pohon tumbang di Kubu, kejadian pohon tumbang juga terjadi di wilayah Manggis, tepatnya di Banjar Dinas Buitan, Desa Manggis. Pohon yang
tumbang di Manggis itu, kata Arimbawa, berjenis trembisi. ‘’Begitu pihaknya menerima laporan pohon tumbang kita langusung terjunkan petugas untuk mengevakuasi pohon agar tidak mengganggu pengendara yang lewat,’’ katanya. Dia menambahkan, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Karangasem supaya senantiasa berhati-hati saat berkendara termasuk saat berada di tempat lainnya. Sebab, pohon tumbang itu tidak dapat diprediski kapan terjadi. ‘’Yang penting tingkatkan kewaspadaan. Kita tidak ingin pohon tumbang itu sampai memakan korban seperti di Kubu. Semoga kejadian seperti itu tak terulang lagi,’’ pesan Arimbawa. (kmb41)
SMAN 2 Amlapura merayakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36, yang dirayakan Jumat (8/11) lalu. Puncak HUT dihadiri sejumlah undangan, mulai Camat Karangasem, Polsek Karangasem, Danramil Karangasem, Lurah Subagan, Kepala Lingkungan Galiran Kaler, Komite SMAN 2 Amlapura, Dewan Pendidikan Tenaga Kependidikan SMAN 2 Amlapura, para guru, dan seluruh siswa. Kegiatan apa saja yang digelar serangkaian perayaan HUT ke-36 SMA 2 Amlapura dan Bulan Bahasa itu? PADA puncak HUT ke-36 SMAN 2 Amlapura, Kasek I Nengah Miyasa meminta supaya siswa-siswi kembali bisa tambil pada lomba-lomba tingkat nasional. Dari segi usia, SMAN 2 terbilang sudah tidak muda lagi. Karena itu ia meminta seluruh keluarga besar SMAN 2 Amlapura supaya tetap menanamkan kerja keras dan juga nilainilai kejujuran di setiap kegiatan yang dilakukan. ‘’Setiap kegiatan yang dilakukan harus didasari jiwa kejujuran. Para siswa sangat perlu ditransformasikan karakter yang baik sehingga mereka memiliki jiwa rasionalis, integritas tinggi, mandiri, dan spiritualitas,’’ katanya. Sebagai bahan evaluasi, kata Miyasa, pihaknya meminta supaya seluruh siswa mampu meningkatkan
prestasi akademik maupun non akademik. Pasalnya, di tahun-tahun sebelumnya siswa SMAN 2 Amlapura selalu masuk 10 besar nilai UN Tertinggi di Provinsi Bali. Tapi tahun ini malah tidak ada siswa SMAN 2 Amlapura yang masuk 10 besar nilai tertinggi UN. ‘’Ini merupakan kajadian pertama kali sepanjang 20 tahun siswa SMAN 2 Amlapura tidak masuk 10 besar nilai UN tertinggi di Bali. Tahun sebelumnya siswa SMAN 2 selalu masuk 10 besar. Untuk itu, saya meminta supaya di tahun 2020 siswa SMAN 2 Amlapura bisa kembali masuk 10 besar nilai UN tertinggi di Bali, mulai mata pelajaran IPA, IPS maupun Bahasa,’’ pintanya. Pihaknya juga meminta kepada siswa mampu kem-
bali mewakili Karangasem di ajang Paskibraka tingkat nasional. Pasalnya, sejak 17 tahun belakangan ini siswa SMAN 2 Amlapura tidak dapat meloloskan wakil untuk ajang tersebut. Begitu juga, siswa juga harus mampu tembus O2SN tingkat nasional. Sebab, belakangan ini siswa hanya mampu tembus tingkat provinsi. ‘’Itu tantangan yang harus dapat dijawab siswa ke depannya. Karena untuk bisa mewujudkan cita-cita itu dibutuhkan kerja keras semua pihak, mulai dari siswa dan guru,’’ tegasnya. Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya juga mengakui masih terdapat banyak tantangan yang harus dilaksanakan, terutama bagi siswa yang menempuh pendidikan di SMAN 2 Amlapura. Pihaknya tidak ingin siswa yang menempuh pendidikan di sekolah ini hanya numpang lewat saja. Karena itu Kepsek telah membuat SOP, apabila ada siswa yang memang sulit dibina guna menggapai citacita itu, maka siswa yang bersangkutan harus siap-siap mencari sekolah lainnya yang bisa lebih santai dan bebas sesuai keinginan mereka. Ketua Pantia HUT I Wayan Sudiarta mengatakan, pelaksanaan HUT SMAN 2 Amlapura tahun ini mengam-
bil tema ‘’Karakter Kuta Smandapura Hebat’’. Kata di HUT ini disingkronkan dengan pelaksanaan Bulan Bahasa 2019. ‘’Kegiatan mulai dilakukan sejak 31 Oktober. Semua kegiatan yang diadakan diikuti seluruh siswa,’’ ucapnya. Sudiarta menambahkan, serangkaiaan HUT dan Bulan Bahasa, digelar futsal, jalan santai, bakti sosial, tarik tambang, sepeda santai, graffiti, cerdas cermat, lomba rubric, cover lagu, pojok baca, tri poin shot, lomba kebersihan, donor darah, lomba pidato bahasa Indonesia, lomba puisi bahasa Indonesia, lomba debat bahasa Inggris, lomba spech contes, lomba ngewacen orti bahasa Bali, lomba nyurat aksara Bali, dan pemilihan putra-putri sampul Widyaloka. ‘’Kegiatan juga ditambah seperti bazar dan pemilihan pengurus OSIS baru 2020,’’ katanya. Melalui kegiatan itu, dia berharap ke depannya siswasiswi SMAN 2 Amlapura terus dapat mengasah kemampuan dirinya agar terus dapat berkarya demi kemajuan sekolah tempat mereka menimba ilmu selama tiga tahun. ‘’Jangan berhenti berkarya. Mari terus berkarya untuk kemajuan sekolah,’’ pinta Sudiarta. (nan/K200)
Bali Post/kmb41
Bali Post/ist
RINGSEK - Sepeda motor milik warga ringsek akibat tertimpa pohon tumbang.
POTONG TUMPENG - Kasek SMAN 2 Amlapura I Nengah Miyasa potong tumpeng serangkaian HUT ke-36 sekolah, Jumat (8/11).
Senin Kliwon, 11 November 2019
Peringatan Hari Pahlawan Ke-74
Bupati Suwirta Ajak Perangi Kemiskinan Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-74 tahun 2019 berlangsung khidmat. U p a c a r a b e n d e r a d i l a ksanakan di Lapangan Puputan Klungkung, Minggu (10/11) kemarin. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Klungkung I Nyo-man Suwirta. Turut hadir Ketua DPRD Klungkung A.A. Gde Anom, Wakil Ketua DPRD Klungkung Cokorda Gede Agung, TP PKK Kabupaten Klungkung, Forkompinda, Ida Dalem Semaraputra, jajaran Organisasi Perangkat Daerah, jajaran TNI/Polri, anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Klungkung serta diikuti segenap jajaran pegawai, organisasi kemasyarakatan dan siswa.
Pada sambutan Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara yang dibacakan Bupati Suwirta mengatakan, dengan peringatan Hari Pahlawan diharapkan masyarakat akan lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan. Sebagaimana ungkapan The Founding Fathers Bung Karno bahwasanya hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar. Selain itu peringatan Hari Pahlawan kita bangkitkan semangat berinovasi bagi anak-anak bangsa untuk menjadi pahlawan masa kini, sebagaimana tema peringatan Hari Pahlawan tahun 2019 “Aku Pahlawan Masa Kini”. Dengan menjadikan diri
kita sebagai pahlawan masa kini, maka permasalahan yang melanda bangsa dewasa ini dapat teratasi dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, membawa harum nama bangsa. “Untuk itu marilah kita terusmenerus berupaya memupuk nilai kepahlawanan agar tumbuh subur dalam hati sanubari segenap insan masyarakat Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam amanatnya mengatakan, peringatan Hari Pahlawan ini agar dapat dijadikan momentum bagi generasi penerus untuk dapat bercermin tentang nilai-nilai
pengorbanan dan keteladanan yang dilakukan tanpa pamerih oleh para pahlawan. Tema ‘’Aku Pahlawan Masa Kini’’ sangat tepat dengan situasi saat ini di mana kita harus saling membantu sesama, tolong-menolong untuk memberantas kemiskinan. ‘’Kita sebagai generasi penerus untuk terus mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan, terutama perjuangan dalam memberantas kemiskinan. Kita harus menjadi pahlawan dalam diri kita sendiri, mari bersama-sama bekerja mengatasi kemiskinan yang terjadi, jangan sampai dijajah oleh kemiskinan itu sendiri,” ujar Bupati Suwirta. (ad247)
SAPA VETERAN - Bupati Suwirta menyapa para veteran saat peringatan Hari Pahlawan.
Pipa Induk Jebol, Layanan Air PDAM Ngadat Semarapura (Bali Post) -
Masyarakat Klungkung dalam tiga hari terakhir, berteriak kesulitan air bersih. Masalahnya, layanan air bersih dari PDAM Tirta Mahottama Klungkung terputus total. Penyebabnya satu pipa induk di daerah Rendang, Karangasem, jebol. Petugas teknis PDAM sudah melakukan perbaikan sejak Jumat (8/11) lalu. Proses perbaikan ditargetkan selesai, Minggu (10/11) malam.
Bali Post/gik
PDAM - Para petugas teknis PDAM saat melakukan penanganan di lapangan.
Ngadatnya layanan air bersih PDAM ini, membuat sekitar 16 ribu pelanggan, khususnya di Kecamatan Klungkung, terus mengeluh. Sebab, layanan mati total, sehingga warga belum sempat menampung air untuk kebutuhan seharihari. Bahkan, sejumlah usaha kecil yang memanfaatkan air PDAM, seperti usaha laundry, juga macet total dalam beberapa hari terakhir. Direktur PDAM Tirta Mahottama Klungkung Nyoman Renin Suyasa mengatakan, pihaknya sudah berupaya keras segera mengatasi persoalan tersebut. Seluruh staf teknis dikerahkan ke lokasi, untuk mengangkat pipa yang terputus dan menyambungkannya kembali ke pipa induk. Sejumlah petu-
gas nampak berupaya keras melakukan itu. “Pipa tersebut sempat selesai diperbaiki. Namun, saat pompa dihidupkan, penyambung pipa penyalur air kembali alami kerusakan karena tekanan gravitasi balik yang sangat tinggi,” ujar Renin. Selain itu, umur penyambung pipa yang sudah tua. Sehingga pipa tersebut mengalami jebol untuk kedua kalinya. Penyambung pipa sudah diganti dengan yang baru, dan ditambah pengelasan agar sambungan lebih kuat untuk menahan tekanan air tesebut. Dia mengakui, proses perbaikan ini akan memakan waktu cukup lama, sehingga berdampak kepada pelanggan. Atas situasi ini, pihaknya meminta permakluman kepada
pelanggan, karena putusnya pipa induk membuat semua pompa di sumber mata air Rendang tidak bisa beroperasi mengalirkan air ke pelanggan. “Setelah bekerja keras melakukan perbaikan sejak Jumat lalu, kami targetkan Mingu malam (semalam) sudah tuntas,” katanya. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta juga merespons cepat masalah ini. Sebab, keluhan layanan air PDAM ini sudah sangat meluas, sehingga harus didorong agar secepatnya dilakukan penanganan. Bahkan, dia sempat turun langsung ke lokasi yang medannya cukup berat, guna memastikan proses perbaikan berjalan baik dan bisa segera mengakhiri keluhan para pelanggan, yang terus
berteriak kesulitan air bersih. Pemkab akan membahas revitalisasi infrastruktur PDAM Klungkung yang ada di Telaga Waja, Rendang, bersama Dinas PU, guna mencapai 100 persen air bersih di Klungkung. Tahun 2021 minimal sudah tercapai 95 persen. “Pada tahun 2020, sistemnya akan dikembalikan dengan sistem gravitasi dan penambahan genset. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” kata Bupati Suwirta. Sejak terjadi permasalahan ini, PDAM mendistribusikan air bersih ke rumah-rumah pelanggan. Mobil tangki PDAM terus berkeliling melakukan penyaluran air bersih secukupnya, sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan. Sementara, warga lainnya juga ada yang memilih mandi ke Tukad Unda, yang debit airnya juga cukup besar. Warga berharap proses perbaikan bisa segera tuntas, agar kebutuhan air bersih dapat terpenuhi. (kmb31)
Bupati Klungkung Buka Forum Bappeda Litbang Se-Bali
Bali Mesti Dibangun Secara Sinergi dan Terintegrasi Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Pemerintah Kabupaten Klungkung menjadi tuan rumah pelaksanaan Forum Bappeda Litbang seBali Tahun 2019. Kegiatan dipusatkan di Adiwana D’Nusa Beach Club and Resorts, Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Jumat (8/11) lalu. Forum Bappeda Litbang seBali ini dibuka Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra, Kepala Badan Perencanaan dan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Kabupaten Klungkung I Wayan Wasta. Turut hadir dalam forum tersebut seluruh Kepala Bappeda Litbang Kabupaten/ Kota se-Bali beserta jajarannya dan undangan terkait lainnya. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyambut baik diselenggarakannya fo-
rum di Kepulauan Nusa Penida. Dari kegiatan ini diharapkan seluruh Kepala Bappeda Litbang se-Bali bisa menyatu mengintegrasikan, mensinergikan, dan menyerasikan perencanaan pembangunan, baik di Pemerintah Pusat maupun Daerah dan bersatu dalam menyampaikan permasalahan untuk membangun Bali secara keseluruhan. “Saya berharap forum ini bisa melahirkan suatu rumusan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi saat ini. Membangun Bali dan Klungkung pada khususnya tidak bisa sendiri, kita masih saling bergantungan. Mau tidak mau ke depannya akan banyak persaingan dan berbagai hambatan hambatan dalam menata sumber daya manusia untuk mengikuti perubahan yang terjadi,” ujar Bupati Asal Nusa Ceningan ini Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan
(Baperlitbang) Pemerintah Kabupaten Klungkung I Wayan Wasta dalam laporannya mengatakan, Forum Bappeda Litbang se-Bali yang dipusatkan di Kabupaten Klungkung berlangsung dari tanggal 7-9 November 2019 yang mengambil tema “Mewujudkan Pembangunan Daerah Berbasis Data dan Iptek Menuju Perencanaan yang Berkualitas”. Adapun tujuan pelaksanaan forum ini yakni, menjalin koordinasi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi perencanaan pembangunan dan kelitbangan daerah, mengidentifikasi permasalahanpermasalahan terkait perencanaan pembangunan, penelitian dan pengembangan daerah serta menyamakan pemahaman mengenai arti penting pengintegrasian data dan ilmu pengetahuan dalam perencanaan dan pembangunan daerah. “Hari ini kami bersama bersinergi membahas perencanaan pembangunan serta
penelitian dan pengembangan merupakan hal yang penting dalam mewujudkan perumusan kebijakan pembangunan yang berkualitas,” ujar Wasta. Ia menambahkan forum ini juga menghadirkan berbagai narasumber, yakni dari Bappeda Litbang Provinsi Bali, dari Direktorat Jendral Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Inovasi Daerah Kementerian Dalam Negeri, serta narasumber dari peneliti pada Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri. “Acara ini juga berkonsepkan dengan Tri Hita Karana yang meliputi hubungan Tuhan diisi dengan acara sembahyang bersama di Pura Sakenan, Desa Jungutbatu, hubungan dengan sesama manusia yang diisi dengan acara senam dan hubungan dengan alam sekitar diisi dengan acara bersih pantai,” imbuhnya. (ad244)
FORUM BAPPEDA - Bupati Suwirta usai membuka Forum Bappeda Litbang se-Bali Tahun 2019 di Adiwana D’Nusa Beach Club and Resorts, Desa Jungutbatu.
Senin Kliwon, 11 November 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr PRT wnt tdr Dlm, lgs kerja, Rjn,EKTP Gj 1,7jt 087840647474
Dcr sgr 1 org Admin cewek,1org HK cowok Hub:085737930084
B.BP.001.11.19.0000115
B.BP.001.11.19.0000155
!Dcr Kywti Adm Konsultan Pajak Bs Komputer,SIM C.085102831808
Dcr Tng krim lele (pke spd mtr) H.081246682139 / 081916982311
B.BP.001.11.19.0000216
B.BP.004.11.19.0000236
Dicari Assistant Marketing Manager Bisa Bhsa Inggris Hub.08113893338/081236525145
Dcr Penjahit pakaian wanita berpengalaman utk toko di Dps. Lmrn SMS 081558734889 B.BP.004.11.19.0000185
BIRO JASA
Dicari: Salesman/Girl Penglman Gaji 3Jt,Transport,Komisi, Bonus. Hub:087761391444 B.BP.001.11.19.0000235
BIRO JASA
B.BP.001.11.19.0000210
Dicari Admin & Tenaga Serabutan Hub.087861340445
Dicari Accounting wanita berpengalaman ngerti Pajak utk Toko Prima Moda Teuku Umar Email: calculus2050@gmail.com B.BP.004.11.19.0000187
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818
B.BP.001.11.19.0000237
KEHILANGAN Hlg BPKB No.8253306-O DK Baru DK1880 ID,No DK Lama DK678 IB An.Ida Bagus Ngr Kasayatna,SH Hub.081236455521
G.01
B.BP.001.11.19.0000219
SERVICE
Dicari Karyawan laundry di Kerobokan Kuta Utara 082147086628
B.BP.001.11.19.0000174
SERVICE
BENGKEL LAS BIRO JASA
SERVICE
SERVICE
DIJUAL MOBIL
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
BIRO JASA
SERVICE
SERVICE
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
PROPERTY
DIJUAL TANAH
DIJUAL TANAH
Tanah SHM luas 225(1.3 m) di Teuku Umar Barat Jl.Pura Demak Gg.1 Hub: Wika 081284607566
Tnh 2A SHM 320Jt Ng lok.Jagapati-Badung, jln 3M, 081338437957
B.BP.031.11.19.0000190
Djl Tanah Kav Jl.Suradipa II Dps Hub:0811398086 / 245460 B.BP.001.11.19.0000041
B.BP.001.11.19.0000233
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228
B.BP.001.10.19.0000777
Senin Kliwon, 11 November 2019
Generasi Muda Diminta Tak Lupa Sejarah Bangli (Bali Post) –
Netralitas ASN, TNI/Polri diatur dalam undang-undang. Tentu imbauan kami dari Bawaslu, agar ASN maupun TNI/Polri jangan ada yang berpolitik praktis. Boleh gunakan hak pilih nanti, tapi jangan sampai ikut aktif jadi tim kampanye.
Jelang Pilkada
Bawaslu Ingatkan Netralitas Bangli (Bali Post) – Pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Bangli akan dilaksanakan 2020 mendatang. Jelang pilkada, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bangli mulai mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI/Polri, Perbekel dan BPD agar tetap menjaga netralitas. Sesuai aturan, mereka dilarang berpihak ke salah satu calon atau terlibat politik praktis. Ketua Bawaslu Bangli Nengah Purna mengatakan, Bangli salah satu dari beberapa kabupaten di Bali yang akan melaksanakan Pilkada 2020 mendatang. Dalam pelaksanaan Pilkada, pelanggaran yang rawan terjadi, yakni penggunaan fasilitas negara dan adanya mobilisasi ASN. “Netralitas ASN, TNI/Polri diatur dalam undang-undang. Tentu imbauan kami dari Bawaslu, agar ASN maupun TNI/Polri jangan ada yang berpolitik praktis. Boleh gunakan hak pilih nanti, tapi jangan sampai ikut aktif jadi tim kampanye,” ujarnya saat ditemui belum lama ini.
Dikatakan Purna, kalau nanti ditemukan ada ASN, TNI/Polri serta perbekel dan BPD yang tidak netral dan melakukan pelanggaran, maka pihaknya tidak segansegan akan memprosesnya. Mengenai sanksinya, akan diberikan oleh atasan masing-masing. Pihaknya hanya memberikan rekomendasi. “Untuk kades (perbekel), kalau mereka terbukti melakukan politik praktis, kami akan rekomendasikan ke atasannya yakni bupati untuk diberikan sanksi,” ucapnya. Di sisi lain, Purna juga mengharapkan masyarakat ikut berperan melakukan pengawasan selama tahapan pilkada berlangsung. Contoh kecil pengawasan terhadap pemasangan baliho. “Jika dipasang di tempat-tempat tidak boleh, seperti di pura, di tempat pendidikan, agar disampaikan ke kami. Apalagi berkaitan contoh besar adanya money politics. Kalau masyarakat ada yang menemukan hal itu, agar diinformasikan ke kami, baik jajaran pengawas di desa, kecamatan atau di Kabupaten,” imbuhnya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
BERPRESTASI - Dandim Bangli berfoto bersama usai menyerahkan penghargaan kepada pemuda Bangli yang berprestasi.
Kodim Beri Penghargaan Pahlawan Milenial
Bangli (Bali Post) Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Minggu (10/11) kemarin, Kodim 1626/Bangli mencoba menginisiasi kegiatan berupa Festival Kepahlawanan Milenial dengan tema “Pemuda Bangkit, Indonesia Jaya!”. Festival ini dimaksudkan untuk memberikan apresiasi kepada generasi muda yang meluangkan waktunya menyisihkan tenaga dan pikirannya untuk membangun dan mengharumkan nama Kabupaten Bangli dari berbagai bidang. Kegiatan festival yang dilaksanakan di Makodim Bangli, diisi penyerahan penghargaan oleh Dandim 1626/Bangli Letkol Inf. Himawan Teddy Laksono bersama Bupati Bangli I Made Gianyar dan Ketua DPRD Bangli I Wayan Diar kepada beberapa pemuda Bangli. Yakni Ida Bagus Made Astawa Putra, dengan prestasi melukis lontar, I Dewa Agung Ayu Alamanda Giastari, dengan prestasi Paskibraka Nasional, dan I Putu Pande Setiawan, dengan prestasi di bidang sosial mendirikan Komunitas Anak Alam. Acara tersebut dihadiri pejabat Forkompinda Bangli, Ketua LVRI Kabupaten Bangli, Ketua PPM, Perwisa
Makodim dan Ketua Osis masing-masing perwakilan SMA dan SMK se-Kabupaten Bangli. Letkol Teddy Laksono mengatakan, tujuan pelaksanaan festival tersebut untuk mengangkat potensi pemuda Bangli. Sesuai tagline, SDM Unggul Indonesia Maju, pihaknya menjabarkan potensi dan ide-ide kreatif pemuda Bangli dalam membangun Kabupaten Bangli baik dalam aspek lingkungan, sosial, budaya dan lainnya. Melalui pelaksanaan festival Kepahlawanan Milenial ini, diharapkan ke depannya semakin banyak pemuda Bangli yang punya ide dan prestasi, baik nasional maupun internasional. “Dengan semakin banyak pemuda yang punya ide, kreativitas dan berprestasi maka Indonesia akan maju,” terangnya. Bupati Bangli I Made Gianyar mengapresiasi acara Festival Kepahlawanan Milenial yang diinisiasi Kodim 1626/Bangli. Dikatakannya, api perjuangan para pahlawan terdahulu harus dimaknai generasi milenial sekarang. Kalau dulu pahlawan berjuang melawan penjajah, sekarang harus melawan diri sendiri dari rasa malas, bodoh dan kemiskinan. (kmb40)
Generasi muda diminta tidak lupa dengan sejarah perjuangan bangsa. Generasi muda harus mengenali siapa pahlawan yang merupakan bagian dari sejarah tersebut. “Setelah mengenali semua itu, sebagai generasi yang hidup di masa sekarang diharapkan menjadi pahlawan di masa kini, dengan cara berbuat yang positif, berpikir positif, berkata yang positif, tenggang rasa dan saling tolong menolong. Semua itu harus kita perjuangkan bersama,” kata Bupati Bangli I Made Gianyar usai memimpin apel peringatan Hari Pahlawan, Minggu (10/11) kemarin. Lebih lanjut dikatakannya, seseorang bisa menjadi pahlawan, paling tidak bagi dirinya sendiri. Setelah itu, menjadi pahlawan bagi keluarga. Sehingga kelak anaknya bisa bercita-cita minimal seperti orang tuanya sendiri. “Selain menjadi pahlawan di keluarga juga bisa kenjadi pahlawan untuk masyarakat di lingkungan mereka tinggal. Dengan menjaga hubungan yang harmonis antarwarga, toleransi dan tetap menumbuhkembangkan semangat gotong royong untuk kemajuan bangsa ini,” kata Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani itu. Made Gianyar saat membacakan sambutan Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara juga menyampaikan dalam peringatan hari pahlawan
kita diingatkan kembali kepada peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Peristiwa itu mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dirasakan saat ini tidaklah datang begitu saja, namun hasil dari perjuangan dan pengorbanan para pendahulu. Semangat itu harus terus ditumbuhkembangkan di dalam hati sanubari segenap insan warga negara Indonesia, dengan menghargai jasa para pahlawan. Inovasi harus dilakukan anak-anak bangsa untuk bisa menjadi pahlawan di masa kini. Menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh siapapun warga Negara Indonesia, dalam bentuk
aksi-aksi nyata yaitu memperkuat keutuhan NKRI baik dengan menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat merugikan orang lain dan sebagainya. “Jika dulu semangat kepahlawanan ditunjukan melalui pengorbanan tenaga, harta, bahkan nyawa. Sekarang untuk menjadi pahlawan bukan hanya mereka yang mengangkat senjata saja tetapi kita juga bisa dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan yang dapat memberi manfaat bagi kemaslahatan masyarakat luas,” kata Made Gianyar. (kmb40)
I Made Gianyar
Bali Post/kmb40
Buka Lomba Jambore PKK
Wabup Sedana Arta Minta PKK Tingkatkan Peran Tanggulangi Kemiskinan WAKIL Bupati (Wabup) Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Ny. Sariasih Sedana Arta, Jumat (8/11), membuka Jambore kader PKK dan lomba-lomba serangkaian HKG PKK Kabupaten Bangli tahun 2019. Acara yang dilaksanakan di depan Kantor Bupati Bangli, ditandai dengan pemotongan pita dan pemukulan kentungan. Acara ini juga disaksikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Bangli I Wayan Diar, Ketua Gatriwara Kabupaten Bangli Ny. Diar, Sekretaris TP PKK Provinsi Bali Made Swastini dan sejumlah pimpinan Organiasi OPD terkait. Wabup Sedana Arta pada kesempatan itu mengatakan, selama ini PKK Kabupaten Bangli sebagai mitra kerja Pemerintah Kabupaten Bangli telah memberikan andil besar dalam pembangunan di Kabupaten Bangli. Menurutnya, gerakan PKK perlu didukung oleh masyarakat, lembaga masyarakat, lembaga pemerintah dan dunia usaha, sehingga peran PKK dalam usaha mensejahterakan masyarakat bisa berja-
lan dengan baik. Wabup Sedana Arta juga mengatakan, meskipun secara umum pembangunan di Kabupaten Bangli sudah berjalan dengan baik, utamanya dalam program pengentasan kemiskinan, namun ia tidak memungkiri masih cukup banyak warga Bangli yang berstatus kurang mampu. Oleh karenanya, Wabup Sedana Arta meminta TP PKK dapat meningkatkan perannya dalam menanggulangi masalah kemiskinan. “Tantangan yang dihadapi Tim Penggerak PKK memang berat, apalagi dalam situasi yang serba sulit. Namun, tetap saya minta keikutsertaan Tim Penggerak PKK dalam pembangunan, hendaknya dijabarkan dalam program kerja yang ditujukan dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, terlebih bagi keluarga miskin,” pintanya. Terkait dengan jambore kader PKK dan lomba-lomba serangkaian HKG PKK Kabupaten Bangli tahun 2019, Wabup asal Desa Sulahan, Susut Bangli ini mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, apa yang ditampilkan perwakilan PKK dari empat kecamatan
di Bangli sangat luar biasa. Bahkan ketika menyaksikan langsung pelaksanaan lomba yel-yel, ia mengaku bingung kalau harus memilih siapa yang terbaik, karena semua tampil baik dan semua pantas juara. “Kalau harus memilih siapa yang juara dalam lomba tadi (yel-yel), terus terang saya bingung siapa yang terbaik. Kalau boleh, semua saya kasi juara satu, karena semua pantas juara,” terangnya. Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta menyampaikan, Jambore kader PKK dan lomba serangkaian HKG PKK Kabupaten Bangli, merupakan kegiatan rutin setiap tahun, sesuai dengan program kerja TP PKK Kabupaten Bangli. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan keterampilan anggota tim PKK dan kader PKK lainnya, dalam program pembangunan, khususnya menjalankan 10 Program Pokok PKK. Selain itu, tujuan lain dari kegiatan ini adalah sebagai persiapan awal, sebelum mengikuti kegiatan lomba Jambore PKK Provinsi Bali tahun 2020 mendatang.
Ia juga menjelaskan, peserta lomba diikuti oleh kader PKK desa/kelurahan perwakilan dari masing-masing kecamatan se-Kabupaten Bangli, dengan jumlah peserta mencapai 410 orang. Adapun lomba-lomba yang diselenggarakan, seperti lomba yel-yel PKK, paduan suara, penyuluh kader Pokja I, II, III, dan IV serta lomba pidato/ penyuluhan tertib administrasi PKK. Sambung Sariasih Sedana
Arta, rangkaian pelaksanaan Jambore kader PKK dan lomba-lomba serangkaian HKG PKK Kabupaten Bangli, diawali dengan teknikal meeting pada 5 November 2019, gladi bersih pada 7 November 2019 dan lomba-lomba tanggal 8 November 2019. “Kita berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, wawasan, pengetahuan dan keterampilan anggota tim PKK dan kader PKK lainnya bisa terus meningkat,” pungkasnya. (ad241)
JAMBORE - Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Sariasih Sedana Arta, Jumat (8/11), membuka Jambore kader PKK dan lomba-lomba serangkaian HKG PKK Kabupaten Bangli tahun 2019.
Bupati Harapkan Kapten Mudita Segera Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional
Tugu Pahlawan Kapten Mudita.
Bali Post/kmb40
Bangli (Bali Post) – Pemkab Bangli tahun 2017 pernah mewacanakan akan mengusulkan Kapten Anak Agung Anom Mudita ke pemerintah pusat untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Namun sampai sekarang, wacana itu tak jelas realisasinya. Bupati Bangli I Made Gianyar ditemui usai menghadiri acara di Kodim Bangli, Minggu (10/11) kemarin mengakui bahwa dirinya pernah mewacanakan usulan tersebut. Menurutnya, pahlawan dari Puri Kiliyan Bangli itu sangat layak ditetapkan sebagai pahlawan nasional atas jasanya dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Agar Kapten Mudita bisa ditetapkan pemerintah sebagai pahlawan nasional, Made Gianyar mengaku sudah memerintahkan OPD yang membidangi dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos) untuk memproses usulannya. Hanya, bagaimana perkembangannya sejauh ini, Gianyar mengatakan belum mengeceknya. “Perlu saya cek lagi ke Kadisos,” ujarnya. Bupati dua periode ini berharap gelar pahlawan nasional bisa segera disematkan kepada Kapten Anom Mudita. Dengan ditetapkan sebagai pahlawan nasional, menurut Made Gianyar, tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat
Bangli. Ia menargetkan Kapten Mudita yang gugur di medan perang dapat diberi gelar pahlawan nasional sebelum dirinya mengakhiri masa jabatan 2021 mendatang. Dikonfirmasi terpisah terkait hal itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli Nengah Sukarta mengaku sudah memproses perintah Bupati Bangli tersebut akhir 2017 lalu. Pihaknya sudah menyampaikan usulan ke Kementerian Sosial lengkap dengan bukti-bukti serta dokumen perjuangan sang pahlawan. Namun sampai sekarang, belum ada jawaban/informasi lebih lanjut dari Kemensos terkait usulannya itu. “Beberapa kali kami ke sana, dari pihak Kemensos, kami disuruh nunggu,” ujarnya. Menurut Sukarta, dalam pengusulan gelar pahlawan nasional ini, perlu dibuat tim di kabupaten. Tim terdiri atas Pemerintah Kabupaten, Veteran, Kodim, termasuk Pemerintah Provinsi. Melalui tim itu, nantinya bisa menelusuri di mana mandeknya usulan yang telah diajukan dan selanjutnya bergerak bersama-sama. “Selama ini kami sudah menyampaikan usulan itu ke Kemensos sesuai perintah Bapak Bupati. Termasuk dokumen berupa buku merdeka 100 persen sudah kami kirim,” imbuhnya. (kmb40)
15
Senin Kliwon, 11 November 2019
Made Urip Turba ’’Ngaturang Punia’’ Bali United Waspadai Semangat Persipura Dua Ekor Kerbau ’’Yus Merana’’ Hadiri Uleman Ngusaba Desa di Desa Antap Gawang dan Tegal Linggah
SERAHKAN PUNIA - Ketua DPP PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. (kedua dari kiri) saat menyerahkan punia ‘’Kebo Yus Merana’’ yang diterima Bendesa Adat Antap Gawang I Nyoman Sudarsana bersama mantan anggota DPRD Bali I Gede Suamba, Sabtu (9/11) pagi. PASCAKEMBALI dilantik menjabat sebagai anggota DPR-RI untuk kali kelima, Ketua DPP PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. terus turun ke bawah (turba) menghadiri undangan ke tengah masyarakat. Kali ini politisi senior PDI Perjuangan asal Desa Tua, Marga, Tabanan ini menerima Uleman Ngusaba Desa di Desa Antap Gawang, Desa Belatungan, Pupuan, Tabanan, Sabtu (9/11) siang. Kedatangan anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan yang dijuluki petani sebagai wakil rakyat ‘’sejuta traktor’’ tersebut, langsung disambut oleh Bendesa Adat Antap Gawang I Nyoman Sudarsana. Didampingi Ketua Panitia Karya Ngusaba Desa, Sudarsana menyebutkan kehadiran Made Urip sangat ditunggu-tunggu krama Adat Antap Gawang. Dalam kesempatan tersebut juga hadir tokoh masyarakat setempat yang juga mantan anggota DPRD Bali I Gede Suamba. Saat persiapan karya agung yang dihadiri ratusan krama lanang istri itu, Made Urip secara spontanitas ngaturang punia (menyerahkan bantuan) berupa seekor kerbau atau Kebo Yus Merana yang diterima langsung oleh Bendesa Nyoman Sudarsana. Dikatakan, Karya Dewa Yadnya kali ini sudah lama dipersiapkan, mulai dari membangun padudusan agung dan ngusaba desa,
ngenteg linggih , setelah selesainya pemugaran dan pembangunan pura. ‘’Seluruh krama desa mendukung karya ini hingga bisa berjalan sukses. Termasuk mengundang langsung Pak Made Urip yang selalu ikut memberi perhatian dan memberikan punia berupa seekor kerbau. Seluruh krama desa mengucapkan terima kasih, karena telah sering datang membantu, sekaligus hadir memberikan dukungan terharap kegiatan masyarakat,’’ kata Bendesa Nyoman Sudarsana. Mewakili krama adat, pihaknya kembali mengucapkan terima kasih atas kehadiran Made Urip. Di tengah kesibukannya sebagai wakil rakyat di tingkat pusat, beliau bisa menyempatkan diri hadir dan turun membantu ke tengah masyarakat. Selanjutnya di tempat terpisah, Made Urip juga sempat menghadiri Uleman Ngusaba Desa di Desa Adat Tegal Linggah, Desa Tegal Linggah, Penebel, Tabanan. Lagi-lagi, Made Urip tanpa diminta pun kembali ngaturang punia seekor Kebo Yus Merana yang diterima Pan Raka selaku Bendesa Adat Tegal Linggah. ‘’Terima kasih kepada Bapak Made Urip yang telah menyumbang Kebo Yus Merana yang sangat membantu meringankan biaya yadnya yang menghabiskan dana yang cukup besar. Karena itulah, diharapkan pemerintah atau pun ada
kembali donatur lainnya yang bisa meniru Pak Made Urip,’’ beber Bendesa Adat Tegal Linggah. Pada kesempatan itu, Made Urip mengaku datang karena undangan masyarakat, sekaligus ingin ikut sekadar memberikan punia untuk membeli dua ekor Kebo Yus Merana. Meskipun punia ini nilainya sangat kecil, namun Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian dan Lingkungan Hidup itu berharap bisa membantu mengurangi beban krama desa adat yang nampak sangat bersemangat menggelar karya besar di dua desa, yakni Desa Antap Gawang dan Tegal Linggah. Bantuan lainnya akan kembali difasilitasi dan diperjuangkan oleh Made Urip, terutama di bidang pertanian dalam arti luas. Apalagi saat Pileg dan Pilpres 2019 masyarakat di kedua desa sudah memberikan suaranya kepada PDI Perjuangan. ‘’Sebagai petugas partai di DPP PDI Perjuangan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, sekaligus mendoakan sehingga Ngusaba Desa bisa terus berjalan dengan baik dan lancar,’’ harapnya. Selain itu diharapkan masyarakat terus kompak menyelenggarakan karya agung yang kira-kira akan menghabiskan dana hingga miliar rupiah, karena jika tidak terus menjaga persatuan dan kesatuan yadnya ini tidak akan terwujud. ‘’Ke depan saya siap akan kembali memperjuangkan aspirasi masyarakat. Karena itu diharapkan terus membangun komunikasi dengan petugas partai, baik di eksekutif maupun legislatif hingga di kabupaten, karena sangat banyak bantuan sosial yang bisa diperjuangkan. Apalagi selain Bupati, Tabanan juga memiliki Ketua DPRD Bali dari Tabanan dan Gubernur Bali-nya Pak Koster juga dari PDI Perjuangan, sehingga harus terus dibina dengan baik komunikasi selama ini. Jadi semoga karya ngusaba desa ini juga bisa berjalan lancar dan selesai dengan baik,’’ tutup Made Urip. (ad253)
Senin, 11 November 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Serati Banten (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Ball Hanoman (3) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Dialog Interaktif Dina Kesehatan 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Homeshopping 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Nila Tatwa Etika Upacara (1)
12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Yowana Live Pentingkah Forum Yowana di Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Nangun Yadnya Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih Mapadudusan Agung, Menawa Ratna, Tawur Agung, Ngusaba Desa Lan Ngusaba Nini Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Padangluwih, Kuta
17:00 Wita Ocydia Home Shopping 17:00 Wita Sansekerta 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Perempuan Bali Bicara Peningkatan, Pembinaan Karakter Nilai-nilai Pancasila Dalam Keluarga 21:00 Wita Diabemed 21:30 Wita Taksu Made Supena, Pelukis Abstrak 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Setra Pikat Dawan Klungkung (3) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel Tourist TV
Gianyar (Bali Post) Laga seru Persipura kontra Bali United akan tersaji di pekan ke-28 Liga 2019 malam nanti. Menghadapi tim sekelas Persipura, rasanya Bali United patut waspada. Persipura Jayapura mengalami antiklimaks saat menjamu Bhayangkara FC pada pekan ke-27 Liga 1 2019, Kamis (7/11) lalu, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Performa apik dalam lima laga terakhirnya sirna begitu saja dan kalah dengan skor 1-3.
Sebelum berjumpa Bhayangkara FC, Persipura Jayapura tidak pernah kalah dalam lima laga beruntun. Kekalhan ini diyakini akan membuat Mutiara Hitam bermain all out kontra Bali United. Semangat inilah yang wajib diwaspadai Fadil Sausu dkk. Pelatih Stefano Cugurra Teco menjelaskan, pemain Bali United wajib berjuang untuk dapat poin, bahkan menang dalam laga kontra Persipura Jayapura.
‘’Lawan mereka situasi yang sama. Saat kita bisa menang, kita bisa tambah jauh dari mereka. Tapi sama, jika terbalik saat mereka menang atas kita, mereka bisa dekat sama kita,’’ jelas Teco, Minggu (10/11) kemarin. Saat ditanyakan apakah ini laga final, Teco mengatakan semua laga adalah laga final dan sangat penting. Teco berusaha bermain aman dalam sembilan laga ini. Yang
terpenting adalah pion, satu atau tiga. ‘’Masih banyak pertandingan, tapi memang benar dua tim ini di posisi paling atas Liga 1,’’ katanya. Namun, tujuh pemain Bali United bakal absen karena akumulasi kartu dan mendapat panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia Senior. Ini membuat Teco harus memutar otak guna menemukan komposisi pemain yang tepat. (kmb33)
Citilink Buka Rute Denpasar-Perth dan Denpasar-Kuala Lumpur
Diharapkan Bisa Tingkatkan Kunjungan Wisatawan MASKAPAI Citilink membuka rute internasional baru yakni Denpasar - Perth dan Denpasar - Kuala Lumpur. Dibukanya penerbangan langsung ini disambut positif oleh pelaku pariwisata dan diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan. Menandai dibukanya rute internasional baru ini, dilakukan diskusi pariwisata di Novotel Hotel di kawasan Airport Bandara Ngurah Rai, Jumat (8/11) lalu. Diskusi ini menghadirkan para pelaku pariwisata, manajemen Citilink, Wakil Gubernur Bali, Duta Besar Malaysia, Konjen RI di Perth Australia, Badan Promosi Pariwisata Provinsi Bali dan kabupaten/kota di seluruh Bali. Ditemui di sela diskusi, Heriyanto selaku Vice President Corporate Strategy & Subsidiaries Management Citilink Indonesia mengatakan bahwa kedua rute internasional baru ini merupakan rute yang cukup strategis dan diyakini mampu menarik minat masyarakat terutama para millenials traveller. Selain Australia, katanya, rute dari Denpasar ke Kuala Lumpur juga memiliki pasar yang cukup menjanjikan. Terutama para wisatawan mancanegara dari Kuala Lumpur yang ingin berlibur ke pulau dewata. ‘’Citilink Indonesia optimis dapat mencapai target keterisian kursi sebesar 75% pada Denpasar-Perth dan 77% pada rute Denpasar-Kuala Lumpur mengingat Bali merupakan
BERSAMA - Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato Zainal Abidin Bakar (tiga kiri) bersama pelaku pariwisata Panudia Kuhn (dua kiri) usai diskusi pariwisata di Novotel Bandara Ngurah Rai, Jumat (8/11). destinasi wisata primadona Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia,’’ ujarnya. Dibukanya rute baru ini, disambut baik pengusaha pariwisata. Seperti yang disampaikan pelaku pariwisata Panudia Kuhn, penerbangan langsung ini akan menambah frekuensi penerbangan yang otomatis akan menambah atau meningkatkan kunjungan pariwisata dari Kuala Lumpur dan Perth. Tentunya ini juga akan membuat pariwisata di Bali makin bergairah, khusus untuk wisatawan Malaysia yang sangat potensial. Dikatakannya, Malaysia merupakan peringkat pertama negara yang warganya banyak
menjadi wisatawan keliling ASEAN termasuk banyak yang mengunjungi Bali. ‘’Konektivitas ini akan memperlancar arus wisatawan di tiga negara yakni Australia, Indonesia dan Malaysia,’’ ujarnya. Sementara itu, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato Zainal Abidin Bakar sangat mendukung dibukanya penerbangan langsung ini. Karena, menurutnya, hal ini akan meningkatkan kunjungan pariwisata, baik di Bali sendiri maupun turis asing di Bali yang ingin melanjutkan liburan mereka ke Malaysia, begitupun sebaliknya. Jadwal penerbangan Denpasar-Perth dengan nomor
SDM Lokal
Berbekal pengalaman kepemimpinan di instansi pemerintahan dan perusahaan swasta nasional tersebut, ia berani mendirikan Toya Devasya hingga sebesar saat ini. ‘’Tentu dilihat dari perkembangannya, luar biasa. Sejak lima tahun terakhir ini sudah mencapai kenaikan 1.300 persen kunjungan. Dan kami sudah bisa memberdayakan banyak SDM lokal bekerja di Toya Devasya,’’ ucap Ketut Mardjana. Untuk marketing ke depan, visi yang menjadi fokus Ketut Mardjana adalah mengikuti tren revolusi industri 4.0 yaitu membangun digital marketing. ‘’Sekarang melalui media sosial, orang mudah pesan kamar melalui web kami, juga mitra online travel agency, juga fasilitas lainnya seperti transaksi keuangan yang arahnya memberi kemudahan dengan menggunakan digital elektronik,’’ tegasnya.
Sebagai putra asli Kintamani, Ketut Mardjana mengungkapkan sukses yang diraihnya akan terus ditularkan untuk lingkungan sekitar untuk wilayah Kintamani, juga warga Bangli khususnya. Ia bertekad akan memajukan Kintamani, Kabupaten Bangli dan semakin menguatkan citra Bali yang sudah sangat dikenal dunia. Untuk itu, ia bercitacita akan membangun Toya Devasya Digital Resort. ‘’Jadi semacam smart city. Dengan Toya Devasya Digital Resort kami akan mengeksplor dan mempromosikan Kintamani sehingga semakin dikenal dunia. Kami ingin berbagi dan maju bersama demi kesejahteraan masyarakat luas,’’ harapnya. Memiliki satu-satunya water boom air panas alami di tepi danau, Toya Devasya telah mampu mendatangkan wisatawan dalam jumlah cukup besar, sehingga mampu menghidupkan ekonomi kawasan Kaldera Batur. Toya Devasya ikut menumbuhkan
usaha lokal seperti warung makan, laundry, rumah kos, usaha wisata selfie. Juga membantu dan bekerja sama dengan kelompok asosiasi lokal seperti Pokdarwis, asosiasi sopir dan guide pariwisata lokal, hingga kelompok usaha jeep tour. Keberhasilan Toya Devasya ini tentu ikut berkontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bangli dari sektor pariwisata. Namun yang tak kalah penting adalah menghidupkan ekonomi kawasan Kaldera Batur, membuka lowongan kerja sehingga SDM lokal tak hanya pergi merantau dan tentu saja ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketua PHRI Bangli ini meyakini sentuhan berbeda Toya Devasya melalui kanalkanal digitalnya saat ini telah
penerbangan QG 542 beroperasi setiap hari menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang pada pukul 01.00 – 04.40 local time. Sedangkan rute Perth-Denpasar dengan nomor penerbangan QG 543 beroperasi setiap hari pukul 09.40 – 13.30 local time. Sementara itu penerbangan Denpasar-Kuala Lumpur dengan nomor penerbangan QG 525 beroperasi setiap hari menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang pada pukul 14.45 – 17.40 local time. Rute Kuala LumpurDenpasar dengan nomor penerbangan QG 527 beroperasi setiap hari pukul 18.35 – 22.05 local time. (ad259) menyedot pengunjung hadir dari beragam negara seperti China, Australia, Eropa, Rusia, Amerika, India dan negara-negara Asia serta Eropa lainnya hingga wisatawan domestik. Dengan rata-rata kunjungan 850 wisatawan setiap hari, meningkat menjadi 1.500 wisatawan di akhir pekan hingga 2.500 wisatawan di musim libur telah mengunjungi destinasi yang berlokasi di Kaldera Batur ini. Ketua Panitia Penyelenggara Rere Swastika Tanjung mengatakan penyelenggaraan penghargaan ini bertujuan untuk mendorong individu maupun perusahaan untuk terus melakukan inovasi di bidangnya demi kemajuan laju pembangunan dan pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.(ad255)
KULINER SENIN KLIWON, 11 November 2019
KESEHATAN
Habitat Hidup Penyu Terancam
TOP IN VASI WONDERFUL BALI
BUDAYA Bali Post/win
DiUBUD Band Hadirkan Lagu Andalan PENDIDIKAN
SENIMAN
SETELAH hampir tiga bulan merilis lagu pertama yang berjudul ‘’Aku Sing Nawang’’ yang juga dibarengi dengan konser perdana mereka setelah vakum hampir sepuluh tahun lamanya, kini DiUBUD Band kembali merilis lagu kedua mereka yang berjudul ‘’347 Hari (Kota Kecilmu)’’. Lagu itu dilepas sebagai lagu andalan mereka berikutnya. Lagu dengan lirik bahasa Indonesia ini mewakili ciri khas sebenarnya dari DiUBUD. Kental dengan nuansa blues dan ringan, serta dinyanyikan dengan sangat baik oleh Krisna Purpa (vokalis) menjadi jawaban buat penggemar
DiUBUD yang menunggu lagu dengan nuansa blues yang merupakan ciri khas mereka. Apalagi, lagu ini masih mengangkat tentang tema percintaan yang terjalin kurang dari setahun atau 347 hari. Disutradai oleh Adhitya Pratama dari Rumah Produksi Hallo Cipta, syuting hanya diambil dalam waktu tiga jam dan pengambilan hanya di satu tempat. DiUBUD saat ini masih disibukkan dengan promosi materi album EP (Extended Play) yang mereka keluarkan dan juga menikmati beberapa panggung sampai di akhir tahun ini. Respons penggemar juga sangat antusias pada setiap konser yang mereka jalani. ‘’Masih ada satu lagu lagi dari album ini yang masih disimpan. Kem-
bali ke komitmen awal mereka pada saat akan melepas materi-materi ini, bahwa ini adalah proyek fun namun dikemas dengan serius, baik dari segi penggarapan lagu, video klip dan promosinya,’’ ujar Adhitya Pratama, Minggu (10/11) kemarin. Ke depannya tidak menutup kemungkinan DiUBUD akan mengeluarkan materi dalam bentuk full album. Saat ini DiUBUD masih menikmati perjalanan baru mereka setelah hampir 10 tahun tidak terlihat di industri musik Bali. DiUBUD berharap materimateri terbaru mereka bisa menjadi sesuatu yang fresh dan bisa diterima dengan baik oleh penikmat musik Bali dan kembali ikut meramaikan industri musik Bali yang kembali menggeliat. (win)
Wisatawan ’’Cruise Line’’ Miliki Karakter Beda
ADA banyak hal yang perlu disiapkan untuk menerima wisatawan cruise line, seperti fasilitas jalan, atraksi, objek wisata hingga sumber daya manusia (SDM). Pengamat pariwisata Putu Agus Prayogi, SST.Par., M.Par. mengatakan, dalam menerima wisatawan cruise line atau kapal pesiar, yang disiapkan utama memang pelabuhan. Dalam konteks itu, Bali memiliki Pelabuhan Benoa. Namun tidak hanya itu, hal yang juga harus disiapkan adalah atraksi, daya tarik dan objek wisata itu sendiri. Menurutnya, wisatawan kapal pesiar berasal dari kalangan menengah ke atas dan memiliki karakter yang sangat berbeda dengan wisatawan biasa. Di samping
itu mereka juga memiliki keterbatasan dari segi waktu. ‘’Untuk itu perlu fasilitas jalan dan transportasi yang baik agar mereka tidak terjebak kemacetan. Di Bali belum semua wilayah memiliki jalan mulus sehingga perlu adanya perbaikan,’’ ujarnya, belum lama ini. Berasal dari kalangan menengah ke atas, wisatawan kapal pesiar cenderung menginginkan produk yang berkualitas. Untuk itu perlu ada kajian mengenai objek wisata yang ditawarkan apakah layak atau tidak dan harus berstandar internasional. ‘’Bali sudah memiliki objek wisata yang berstandar internasional seperti GWK. Tetapi objek yang belum, perlu pembenahan sehingga merata berstandar internasional,’’ ujar Agus yang juga Wakil Ketua I Sekolah Tinggi Pariwisata Triatmajaya ini. Kriteria lain yang harus dipenuhi adalah objek wisata yang ditawarkan harus uniquely karena mereka memiliki pandangan tersendiri tentang objek wisata, agar tidak sama dengan daerah lain. Stakeholders pariwisata harus mampu mengemas budaya ini menjadi sesuatu yang spesial bagi tamu kapal pesiar, sehingga mereka bisa membangun image pariwisata Bali. SDM pariwisata di masing-masing objek benarbenar harus disiapkan. Dari segi bahasa dan pelayanan harus baik. Masyarakat juga harus menyiapkan diri dengan memupuk kembali budaya ramah tamah orang Bali yang sangat terkenal. (san)
BANYAK tantangan yang harus dihadapi penyu untuk dapat bertahan hidup. Hewan purba ini terancam habitat hidupnya. Relawan penyu Saba Asri Sea Turtle Conservation, Boim, menyampaikan habitat hidup penyu adalah pantai berpasir. Namun pantai berpasir semakin berkurang karena terjadi abrasi semakin deras. Selain itu pembuatan krib–krib di pantai juga mengurangi tempat hidup penyu. ‘’Berkurang karena adanya betonisasi dan kribisasi, jadi penyu kesulitan bersarang,’’ ujarnya, Jumat (8/11). Cuaca panas yang belakangan terjadi juga memengaruhi jenis kelamin penyu. Semakin panas temperatur sarangnya, penyu yang lahir akan kebanyakan betina. ‘’Akan lebih banyak betina yang lahir. Ini berbahaya juga untuk ekosistem,’’ ungkapnya. Dikatakan, habitat penyu bisa di daerah mana saja, asalkan pantai berpasir. ‘’Jadi kalau sudah dikrib, di situ penyu enggak bisa hidup,’’ tandasnya usai memberi edukasi pada anak–anak usia dini PAUD AMI. Habitat yang terancam ini membuat telur penyu berkurang karena pantai berpasir juga berkurang. ‘’Di daerah sini untuk telur sebenarnya meningkat, di sini masih terjaga cukup baik,’’ tandasnya. Ia mengamati garis pantai sudah mulai berkurang di Sanur, karena adanya banyak krib. Abrasi juga terjadi di daerah Pantai Purnama, dengan naiknya permukaan air laut semakin banyak. Di daerah Nusa Dua juga mulai berkurang garis pantainya, demikian juga dengan Pantai Candidasa. Di Saba Asri Sea Turtle itu, ia membantu penyu–penyu dapat terjaga dari gangguan hewan yang dapat memakan telur penyu. Telur penyu itu ditanam di area pasir di
kawasan Saba Asri. Di sana juga ada kolam penyu, tempat tukik–tukik sebelum dilepas kembali ke laut. Tidak hanya melakukan aksi langsung melestarikan penyu, ia juga memberi edukasi kepada masyarakat terutama generasi muda, anak usia dini agar sejak kecil tertanam mindset untuk menjaga kelestarian penyu. Salah satunya adalah menjaga laut agar tidak tercemar sampah, terlebih sampah plastik, karena plastik yang mengambang di laut menyerupai ubur–ubur. Penyu mengira sampah plastik itu ubur–ubur sehingga dimakan. Tak heran banyak penyu yang mati karena memakan plastik. Ada enam jenis penyu di Indonesia. Di Bali hanya ada tiga jenis yaitu penyu hijau, penyu lekang dan penyu sisik. (may)
Bali Post/may
Boim usai memberi edukasi soal penyu kepada anak usia dini.
’’Macaru Rsigana’’ dan ’’Ngeratep Karya’’ di Pura Mahawidya Dwijasrama Dwijendra SEJAK sebulan lalu keluarga besar Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar sibuk nyanggra pangeratep karya dan piodalan padudusan alit di Pura Mahawidya Dwijasrama Dwijendra. Minggu (10/11) kemarin warga Dwijendra menggelar pacaruan Rsigana di pelataran Pura, macaru asu bangbungkem di nataran kampus/sekolah dan macaru ekasakta di setiap unit. Upacara di-puput tiga sulinggih masing-masing Ida Pedanda Wayahan Wana Sari dari Geria Sanur, Ida Rsi Agung Wayabiye Suprabu Sugata Karang dari Geria Buduk dan Ida Pedanda Gede Pasuruan Manuaba dari Geria Sangeh. Upacara dihadiri panglingsir Puri Kesiman A.A. Ngurah Gede Kusuma Wardana, Ketua LLDikti VIII Prof. Nengah Dasi Astawa, dan Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Ketut Wirawan, S.H., M.H. bersama segenap pengurus yayasan. Juga hadir tokoh masyarakat Nyoman Subawa, Rektor Undwi Dr. Ir. I Gede Sedana, M.Sc., M.MA. beserta para dosen, para kepala sekolah di lingkungan Yayasan Dwjendra, para guru dan siswa. Menariknya, warga Dwijendra yang dikenal kuat karakter budaya Bali dan agama Hindunya semua aktif berperan serta menyukseskan karya. Mereka
terlibat sebagai sekaa pesantian, menari topeng, wayang kulit serta melibatkan sekaa tabuh wanita Dwijendra. Ida Pedanda Wayahan Wana Sari mengungkapkan karya ini termasuk tingkat madya yang disebut pangeratep karya, setelah 15 tahun lamanya dilakukan karya ngenteg linggih di era kepemimpinan Wayan Sura sebagai ketua yayasan. Makanya saat upacara macaru Minggu kemarin dilanjutkan dengan mendem dasar, mupuk padagingan, nuntun dan ngalinggihang daksisna di tiap palinggih. Dilanjutkan mapasupati gelung, dll. Sementara puncak upacara padudusan alit jatuh pada purnama kalima, Selasa (12/11) besok. Ida Pedanda Gede Wayahan Wana Sari menjelaskan, upacara pangeratep karya ini sebagai revitalisasi semua unsur kebaikan dan menetralisir energi negatif selama 15 tahun ke sumber asalnya. Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Ketut Wirawan mengungkapkan rasa bangganya karena warga Dwijendra selama sebulan pakedek pakenyung nyanggra karya ini. Ini menunjukkan bahwa semangat warga Dwijendra untuk kemajuan lembaga sangat luar biasa. Karya ini, katanya, selain merevitalisasi energi positif
juga sekaligus sebagai momentum bagi warga Dwijendra eling dengan swadharma serta meningkatkan etos kerja demi kemajuan pendidikan. Apalagi menghadapi era revolusi industri 4.0 di bidang pendidikan, diperlukan SDM Dwijendra yang unggul. SDM ini dimulai dari mutu guru dan dosen serta karyawan guna memberikan pelayanan dan proses yang berkualitas, sehingga menghasilkan output berkualitas pula. ‘’Saya bangga warga Dwijendra sangat kompak, ini semua untuk kemajuan bersama,’’ tegasnya. Pada bagian lain, dia minta semua komponen pendidikan di Dwijendra berlomba memberikan yang terbaik guna mencerdaskan anak bangsa. Untuk itu, bhuana agung dan bhuana alit alam pikiran SDM Dwijendra ikut dibersihkan melakui karya ini. Dia juga menjelaskan aed karya dimulai 26 Oktober lalu berupa nuntun daksina linggih, 28 Oktober matur piuning dan nuasen karya, dilanjutkan membuat uparengga, 7 November nyangling dan nyuciang beras. Pada 9 November dilakukan nuwur tirta pakuluh dan puncak karya Anggara Umanis Purnama Kalima, 12 November 2019. Pada 13-15 November dilaksanakan panganyar, nyenuk dan Ida Batara katuran masineb. (ad240)
PROFIL
Berbasis Budaya SEIRING bertambahnya jumlah kamar akomodasi di Bali, semakin ketat pula persaingan antarpengelola. Salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu dengan mengakomodasi kebutuhan pasar, dalam hal ini wisatawan. ‘’Yang benar–benar bisa me-manage produk dan mengelola trend market dengan baiklah yang akan mampu bertahan,’’ ujar Pendiri Pramana Experience I Wayan Wardika, belum lama ini. Ada tiga hal yang perlu diciptakan untuk membuat occupancy rate di atas rata–rata hotel berbintang. Yaitu menciptakan atmosfer dari tempat atau suasana lingkungan dari hotel itu, membuat tamu nyaman, ambience (suasana) dibuat tenang dan experience. ‘’Experience ini yang membuat tamu betah. Jadi holidaynya bukan sekadar beli kamar. Ini yang kita lakukan,’’ katanya. Diakui rata–rata occupancy rate pada properti yang dikelolanya di atas 50 persen, bahkan ada yang di atas 70 persen. Menjelang momen Natal dan Tahun Baru 2020 pun ia optimis dapat menjaga occupancy rate. ‘’Sebenarnya Natal dan tahun baru adalah musim liburan, jadi sebenarnya turis
merayakan Natal tidak di Bali. Mereka ke sini memang untuk berlibur, menggunakan hari libur mereka,’’ ujarnya. Dengan komitmen berbasis budaya, ia optimis pariwisata Bali akan tetap berjalan secara berkelanjutan. Bali masih menjadi tempat favorit untuk berlibur. Apalagi tidak ada isu yang dapat mengganggu keamanan Indonesia khususnya Bali, sehingga tidak akan mengganggu pariwisata Bali. (may)
MACARU - Panglingsir Puri Kesiman Kusuma Wardana dan Subawa didampingi Ketua Yayasan Dwijendra Ketut Wirawan bersama pengurus saat upacara ‘’macaru’’ di Pura Mahawidya Dwijasrama Dwijendra.