Skip to main content

Edisi Sabtu 11 April 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

8 HALAMAN

NOMOR 226 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Sabtu paing, 11 april 2020

Pengemban Pengamal Pancasila

Warga Pendatang Diimbau Tidak Mudik Menyambut Lebaran mendatang, warga pendatang di Bali diimbau tidak mudik. Tujuannya agar penyebaran virus Corona tidak meluas. DENPASAR | HAL. 2

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Belasan Remaja Dibubarkan

Empat Pasien Positif Covid-19 Membaik

Belasan remaja tepergok kumpul di dam di wilayah Desa Adat Tegal, Darmasaba, Badung, Kamis (9/4) lalu. Bahkan, polisi menemukan dua botol arak. Mereka langsung dibubarkan oleh pecalang dan Bhabinkamtibmas. BADUNG | HAL. 3

Hingga Kamis (9/4) siang, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSU Negara masih empat orang, dua di antaranya pasangan suami-istri. Kondisi mereka semakin membaik. JEMBRANA | HAL. 4

KAPOLDA, PANGDAM DAN KAJATI KOMPAK SIAP AMANKAN KEBIJAKAN GUBERNUR BALI DALAM PENANGANAN COVID-19 GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali memperkuat upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 yang dimantapkan dalam rapat di Jayasabha, Denpasar, Kamis (9/4). Ini merupakan rapat perdana Gugus Tugas sejak dibentuk sesuai isi Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 dan SE Mendagri Nomor 440/2622/SJ tanggal 29 Maret 2020. Gubernur Bali Wayan Koster selaku Ketua Gugus Tugas menyatakan pihaknya saat ini memang masih fokus pada percepatan penanganan Covid-19 agar semakin mantap dengan hasil yang baik. Pada tahap pertama ini, Pemprov Bali bahkan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar. ‘’Anggaran itu diperoleh

dari revisi anggaran program dalam APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2020 sesuai instruksi Mendagri,’’ ujarnya. Untuk tahap kedua, lanjut Koster, anggaran akan bertambah sesuai dengan kebutuhan yang menjadi prioritas penanganan Covid-19. Gubernur menegaskan dan memastikan sudah sangat siap mengalokasikan anggaran secara terarah, terukur, dan tepat sasaran dalam penanganan Covid-19. Selain itu, langkah berikutnya yang akan dilakukan adalah penanganan dampak Covid-19 bagi masyarakat pekerja sektor informal, UMKM dan koperasi, serta pemulihan pariwisata dan perekonomian. Dalam rangka penguatan, pencegahan dan penanganan

Covid-19, mantan anggota DPR-RI ini juga mendorong masyarakat agar melaksanakan Instruksi Gubernur Bali Nomor 8551 Tahun 2020 dengan tertib dan disiplin. Termasuk menertibkan tempat-tempat hiburan dan keramaian. ‘’Masih banyak warga termasuk WNA yang berkeliaran tidak menggunakan masker,’’ katanya. Menurut Koster, pihaknya telah mendapatkan dukungan dari Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto dan Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Idianto, S.H., M.H. terkait pelaksanaan instruksi Gubernur ini di lapangan. Baik Kapolda, Pangdam maupun Kajati bahkan sudah memberi masukan guna memantapkan upaya bersama dalam penanga-

nan Covid-19 di Bali agar semakian baik. ‘’Terhadap kebijakan dan upaya yang akan dilakukan oleh Gubernur sebagai Ketua Gugus Tugas, Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana dan Kajati Bali menyatakan dengan tegas akan mendukung penuh dan siap mengamankan agar semua berjalan lancar dan efektif, sehingga masalah pandemi Covid-19 segera berakhir khususnya di Bali dan di Indonesia pada umumnya,’’ paparnya. Di sisi lain, Koster juga meminta Satgas Gotong Royong Berbasis Desa Adat supaya dipercepat agar berfungsi efektif dan optimal. Dalam hal ini melaksanakan tugas secara sekala dan niskala sesuai Keputusan Bersama Gubernur Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali. Kemudian, bersama rela-

RAPAT - Suasana rapat perdana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di Jayasabha, Denpasar, Kamis (9/4).

Negara Harus Hadir di Bali Denpasar (Bali Post) – Paparan Gubernur Bali Wayan Koster terkait akan kembalinya 20.000 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali menjadi wacana serius yang harus disikapi. Negara harus hadir mengatasi beban serius Bali ini. Kebijakan politik dan ketersediaan anggaran harus mulai dikalkulasi. Bahkan, yang paling mendesak dilakukan adalah segera memetakan beban ini. Pemetaan beban di tingkat desa adat, desa dinas serta kabupaten/kota harus dilakukan. Pakar Virologi FKH Universitas Udayana Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika kepada Bali Post, Kamis (9/4) mengatakan, kedatangan 20.000 PMI bagi Bali bukanlah masalah ringan. Ini tidak bisa disikapi dengan protokol kerja normatif. Pendekatan sosial kemanusiaan dan pendekatan ekonomi bahkan pendekatan kesehatan publik harus ditempuh. Hal. 7 Kebijakan Strategis

wan desa dan komunitas ma- dangkan bagi PDP, syarakat agar mengintensifkan disiapkan 32 kamar sosialisasi dan edukasi kepada (1 kamar dengan masyarakat. 1 tempat tidur). Upaya lainnya, dilakukan ‘’Tenaga medis pengawasan secara ketat dan yang disiapkan, pelaksanaan rapid test melalui dokter spesialis seBandara I Gusti Ngurah Rai, banyak 31 orang, Pelabuhan Gilimanuk, dan dokter umum sePelabuhan Benoa, khususnya banyak 44 orang, bagi pelaku perjalanan (PP). dan perawat se‘’Gugus Tugas juga memastikan banyak 83 orang,’’ kecukupan peralatan kesehat- tambahnya. an sesuai standar. Lalu, me- Hal. 7 nyiapkan hotel dan tambahan Dibiayai Penuh insentif secara khusus bagi para petugas medis,’’ imbuhnya. Sebelumnya, Koster telah mengeluarkan sejumlah kebijakan dan melakukan berbagai upaya dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. Antara lain memastikan ketersediaan APD, masker, rapid test kit, dan ventilator, menyiapkan tempat karantina bagi pekerja migran Indonesia atau warga Bali sebagai pelaku perjalanan, menjadikan RSUP Sanglah sebagai tempat melakukan uji laboratorium bagi pasien Covid-19 sejak ’’Terhadap kebijakan dan upaya yang akan dilakukan 26 Maret 2020, serta oleh Gubernur sebagai Ketua Gugus Tugas, menjadikan RS PTN Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana dan Kajati Bali Unud sebagai Pusat Penanganan Covid-19 menyatakan dengan tegas akan mendukung penuh yang mulai beroperasi dan siap mengamankan agar semua berjalan lancar 7 April 2020. Sedikitdan efektif, sehingga masalah pandemi Covid-19 nya, ada 37 kamar segera berakhir khususnya di Bali dan di Indonesia yang sudah siap untuk merawat pasien positif pada umumnya.’’ serta sedang disiapkan 40 kamar lagi dengan Wayan Koster 65 tempat tidur. Se-

Ancaman terhadap Bali Berlanjut

Bali tampaknya belum bisa berharap jelas, kapan pandemi akan berakhir. Bahkan, kekhawatiran pandemi akan berlanjut menguat. Isyarat itu terbaca dari tingginya aliran pekerja migran Indonesia (PMI) Bali yang kembali dari daerah pandemi. Saat ini Bali juga masih berada pada sepuluh besar pasien positif Covid-19 di Indonesia.

J

ika dicermati paparan Gubernur Bali Wayan Koster, saat ini ada 20.000 PMI asal Bali yang berada di luar negeri. Ada 6.147 orang telah kembali terhitung 8

’’Karantina secara standar memang harus dilakukan. Tetapi, apakah 20.000 orang Bali sanggup mengatasi beban karantina ini, baik secara wilayah dan dana? Ini yang menjadi masalah serius.’’

April lalu dan rata-rata mereka kembali 600 orang per hari. Tingginya mobilitas PMI Bali yang kembali ini secara kemanusiaan memang tak masalah. Namun dari sisi upaya memutus mata rantai penularan wabah Covid-19, jelas perlu dipertanyakan. ‘’Bali memang akan masih menghadapi tan-

Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika

OPINI

Belajar dari ’’Ngusaba Dangsil’’ Oleh: GPB Suka Arjawa MASYARAKAT Bali sesungguhnya punya banyak kearifan lokal yang dapat diberdayakan dan dipakai legitimasi untuk menghadapi kehidupan sosial. Sayang sekali kemudian sebagian besar kearifan yang menjadi sumber daya sosial itu mandek, semata-mata karena perasaan, gengsi dan gugon tuwon ‘’mula keto’’. Kentara sekali kemudian masyarakat tidak berupaya memahami makna dan menelusuri sejarah munculnya kearifan tersebut. Akibatnya adalah kelabakan dan kelimpungan di masa kriris, dan yang paling celaka adalah semakin menghilangnya tanah leluhur berubah fungsi menjadi hotel (yang kini Anda sudah tahu sejauh mana manfaatnya bagi kehidupan sosial). Katakanlah yang paling sederhana dalam sebuah ritual. Masyarakat Bali mengenal kearifan nista, madya, utama. Jika dipadukan dengan kearifan yang lain misalnya strategi sosial, desa kala patra, maka tidak perlulah kemudian masyarakat membeli banten sampai satu truk engkel yang harganya belasan juta rupiah hanya untuk satu ritual. Hal. 7 Bentuk Penghormatan

90 Persen Hotel Tutup

Denpasar (Bali Post) Pandemi global Covid-19 sangat keras memukul sektor pariwisata. Terlebih bagi Bali, di mana 53 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali bergantung pada sektor tersebut. Sementara angka kunjungan wisatawan mancanegara terjun bebas dari belasan ribu per hari menjadi hampir tidak ada. Hal ini mengakibatkan hampir 90 persen hotel di Bali saat ini ditutup. ‘’Normalnya kalau melihat tahun 2019, Februari-Maret ini kunjungan wisatawan itu mencapai 11 ribu per hari. Kalau sekarang yang datang cuma 500, itu pun WNI. Kalau wisatawan mancanegara

sudah tidak ada lagi,’’ ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa, di Denpasar, Kamis (9/4). Kalaupun ada satu atau dua WNA yang datang ke Bali, Astawa menyebut mereka adalah ekspatriat yang memang tinggal di Pulau Dewata. Kunjungan wisman yang hampir nol ini akibat Covid-19 yang sudah menginfeksi hampir semua negara di dunia. Sehingga negara-negara di dunia mengeluarkan kebijakan isolasi agar warganya tidak bepergian. Begitu pula dengan pemerintah Indonesia yang sementara ini juga masih menutup kunjungan turis ke dalam negeri. ‘’Praktis kun-

jungan kita sangat menurun,’’ katanya. Astawa memaklumi kebijakan yang diambil sejumlah negara termasuk Indonesia untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih meluas lagi. Kendati, pihaknya mengakui keluhan-keluhan sudah mulai muncul di sektor pariwisata Bali. Mengingat, sektor ini menyerap tenaga kerja paling banyak. Baik itu dari masyarakat Bali maupun luar Bali. Tidak hanya pada hotel dan restoran, tetapi juga guide, travel agent, destinasi, hingga UMKM yang biasa menyediakan suvenir. Hal. 7 Melakukan Strategi

tangan serius terkait hal ini. Tanpa pendekatan yang jelas, potensi pandemi memang akan berlanjut,’’ ujar pakar virologi FKH Universitas Udayana Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika. Selain itu, potensi berlanjutnya ancaman terhadap Bali juga terbuka lebar mengingat kepatuhan krama Bali dan penduduk Bali terhadap social distancing masih rendah. Mobilitas penduduk di jalan ralatif meningkat belakangan ini. Kini, masih banyak warga Bali yang melintas di jalanan, seolah mereka merasa sudah aman. Padahal, ancaman penyebaran terus terbuka mengingat makin banyak orang yang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP). Tidak hanya itu, kembalinya para santri dari daerahdaerah di Jawa yang juga merupakan daerah rawan Covid-19, juga patut mendapat pengawasan serius. Jika ini tak dikontrol secara jelas melibatkan desa adat, desa dinas dan terbangunnya kesadaran pribadi melakukan isolasi diri, maka Bali akan terjebak pada penularan Covid-19. ‘’Anca-

man memang makin terbuka. Kita harus tegas, dan kepatuhan terhadap social distancing harus dijabarkan,’’ sarannya. Mengingat sedemikian kuatnya potensi ancaman ini berlanjut di Bali, maka pembatasan mobilitas orang masuk dan keluar Bali harus segera dilakukan. Bali jangan sampai abai dan hanya bersandar pada aspek-aspek kemanusiaan dan ekonomi dalam hal ini. Kini, Bali harus mengedepankan penyelamatan nyawa manusia, bukan pada aspek lainnya. Bali juga harus segera melakukan langkah terukur yang efektif. Semua tindakan untuk menekan penyebaran Covid-19 harus terukur. Parameternya jelas dan rencana aksinya juga jelas. Ancaman ini jangan lagi dianggap sebagai ancaman yang akan berlalu dengan sendirinya. Mobilitas orang dari Jawa lewat Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana dan dari Lombok via Pelabuhan Padangbai, Karangasem mestinya segera dibatasi. Hal. 7 Pendekatan Karantina

’’Dari data yang kami peroleh, hampir 90 persen saat ini hotel-hotel kita tidak ada tamu alias ditutup. Tetapi maintenance untuk pemeliharaan kebun, alat-alat, kebersihan, itu tetap masih berjalan.’’ I Putu Astawa Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali

Berita terkait di halaman 2


Sabtu Paing, 11 April 2020

Sekda Dewa Indra Imbau Masyarakat Tak Diskriminatif Sikapi Penyebaran Covid-19

Seluruh masyarakat Bali agar tidak melakukan tindakan diskriminatif maupun bersikap rasis terhadap suatu suku maupun negara tertentu terkait penyebaran Covid-19. Masyarakat Bali selalu menunjukkan sikap santun, ramah dan bersikap baik dan bertindak secara rasional dalam situasi ini.

SEKDA Provinsi Bali yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus di Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengimbau masyarakat Bali agar tidak melakukan tindakan diskriminatif maupun bersikap rasis terhadap suatu suku maupun negara tertentu terkait penyebaran Covid-19. Hal ini ditegaskan Dewa Indra dalam siaran persnya, Kamis (9/4), menyikapi surat yang disampaikan Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar tentang adanya tindakan diskriminasi yang dialami warga negara Jepang di Bali. Lebih jauh, Dewa Indra mengurai bahwa pihaknya menerima surat dari Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar yang menyampaikan informasi adanya perilaku-perilaku diskriminatif dari orang tertentu di Bali terhadap warga negara Jepang dan juga terhadap Kantor Konsulat Jenderal

Jepang di Denpasar. Perilaku diskriminasi ini pada intinya mengaitkan Covid-19 dengan orang Jepang, di mana seolaholah orang Jepang sebagai pembawa Covid-19. ‘’Saya tegaskan Covid-19 tidak terkait dengan suku bangsa tertentu dan tidak terkait dengan negara tetentu pula. Jadi tidak tepat melakukan tindakan ataupun ucapan yang diskriminatif terhadap warga negara ataupun suku bangsa tertentu,’’ imbuhnya. Dewa Indra juga menegaskan bahwa hingga saat ini ada 198 negara di dunia yang terinfeksi Covid-19, ini artinya Covid-19 ini ada di semua negara. Untuk itu sangat tidak tepat jika kita mengaitkan Corona dengan negara atau suku tertentu. ‘’Saya imbau seluruh masyarakat Bali untuk tidak melakukan tindakan maupun ucapan yang bernada rasis ataupun bernada diskriminatif terharap warga negara suatu

negara,’’ tuturnya. Dewa Indra mengajak seluruh masyarakat Bali untuk selalu menunjukkan sikap santun, ramah dan bersikap baik dan bertindak secara rasional dalam situasi ini. Terlebih Bali sebagai daerah tujuan pariwisata dunia, sikap diskriminatif dan rasis tidak baik bagi kita dan tidak baik bagi masa depan Bali. ‘’Mari kita tunjukkan orang Bali selalu santun dan ramah. Mari kita bersikap rasional sehingga tindakan dan ucapan kita menjadi terukur, objektif dan baik bagi semua orang,’’ pungkasnya. Sebelumnya, Konsul Jenderal Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar H.E Chiba Hirohisa menyampaikan surat kepada Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus di Provinsi Bali yang pada intinya menyampaikan bahwa pihaknya menerima sejumlah laporan dari warga

negara Jepang di Bali termasuk keluarganya dan wisatawan Jepang terkait tindakan diskriminasi yang dialami oleh mereka terkait dengan penyebaran Covid-19. Pihaknya meminta agar pemerintah mengambil tindakan yang diperlukan agar perlakuan yang tidak menyenangkan tersebut tidak terjadi lagi. Di akhir siaran persnya, Dewa Indra mengingatkan, untuk memutus rantai penyebaran virus Corona maka perlu semua pihak melanjutkan dengan penuh disiplin untuk menggunakan masker di tempat terbuka. ‘’Penggunaan masker memiliki dua fungsi yakni bagi yang sakit (batuk dan flu) maka percikan/droplets akan tertahan oleh masker yang menyebabkan percikan itu tidak akan keluar dan mengenai orang lain. Sedangkan penggunaan masker bagi yang sehat maka akan terhindar (terutama pada

wajah bagian hidung, mulut dan mata) dari percikan dari orang lain,’’ ungkapnya. Untuk menghindari penularan virus Corona, menurut Dewa Indra, kita harus disiplin/ rajin untuk mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Karena penyebaran virus yang menempel pada benda tertentu yang kemudian kita sentuh dan menempel pada tangan akan lebih mudah hanyut melalui sabun dan air mengalir. ‘’Selain itu hindari menyentuh bagian wajah terutama hidung, mulut dan mata setelah menyentuh benda tertentu dan sebelum mencuci tangan. Karena tiga indera tersebut akan memudahkan bagi virus masuk ke tubuh. Serta tetap secara disiplin menjaga jarak dari orang lain, karena tidak semua orang yang terinfeksi virus Corona akan menunjukkan gejala,’’ pungkas Dewa Indra. (kmb)

Wali Kota Rai Mantra Perintahkan Perumda Air Minum Sewakadarma Kota Denpasar Gratiskan Tagihan Pembayaran Rekening Air Minum Khusus Pelanggan Golongan Sosial dan Daya Listrik 450 VA

Bali Tambah 12 Kasus Positif Covid-19

Denpasar ( Bali Post) Kasus positif Covid-19 di Bali terus bertambah. Jumlahnya kembali cukup signifikan seperti yang dilaporkan per Jumat (10/4) pukul 12.00 WIB. Dilihat dari dashboard pemantauan kasus Covid-19 di http://covid19.bnpb.go.id, jumlah kasus di Bali secara akumulatif mencapai 75 kasus dari sehari sebelumnya mencapai 63 kasus. Ini artinya terdapat penambahan kasus sebanyak 12 kasus dari sehari sebelumnya. Pasien positif Covid-19 di Bali terus mengalami penambahan dalam dua hari berturutturut. Pada Kamis (9/4) ada penambahan 14 kasus, sementara pada Jumat bertambah lagi 12 kasus. Sementara itu, untuk yang sembuh mencapai 19 orang. Sedangkan yang meninggal masih tetap 2 orang. Di Denpasar tercatat 20 kasus positif Covid-19. Penambahan kasus positif

juga terjadi di Indonesia masih terus bertambah. Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam video conference streaming-nya mengatakan terdapat 219 kasus baru sehingga akumulatif menjadi 3.512 kasus. “Ini merupakan kasus yang masa inkubasinya 5-6 hari yang lalu,” sebutnya. Untuk yang sembuh mencapai 30 kasus dengan total sembuh menjadi 282 kasus. Kasus meninggal juga bertambah 26 sehingga total kematian akibat Covid-19 menjadi 306 kasus. “Mari bersama-sama kita harus menyadari betul bahwa proses penularan yang terjadi di tengah masyarakat harus kita hentikan, harus kita akhiri. Dengan menjaga jarak, menggunakan masker, tidak perlu keluar rumah jika tidak mendesak sama sekali. Tetap tinggal di rumah, ini adalah jawaban yang terbaik,” tegasnya. (iah)

Warga Pendatang Diimbau Tidak Mudik

Denpasar (Bali Post) Kepolisian terus bergerak mengajak masyarakat menaati imbauan pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19. Begitu pula menyambut Lebaran mendatang, warga pendatang di Bali diimbau tidak mudik. Tujuannya agar penyebaran virus Corona tidak meluas. ‘’Terkait mudik sampai sekarang masih diperintahkan melaksanakan sebatas imbauan. Untuk perintah melarang belum ada,’’ kata Kasatlantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistro Utomo, Jumat (10/4) kemarin, usai sosialisasi upaya pencegahan Covid-19 di Pasar Satria, Denpasar. AKP Adi selaku Kasatgas 2 Preventif Operasi Keselamatan Agung 2020, terus melakukan imbauan agar masyarakat tidak mudik. Apalagi wabah virus ini

sudah menyebar hampir seluruh wilayah Indonesia. ‘’Dalam kesempatan ini kami kembali mengimbau agar tidak mudik untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,’’ tegasnya. Di sisi lain, dalam operasi ini pihaknya menyasar pasarpasar. Pada Jumat pagi dia bersama anggotanya menyasar Pasar Satria. Di pasar tersebut dibagikan brosur imbauan, membagikan masker dan mengingatkan agar menjaga jarak. ‘’Tujuannya untuk memberikan pemahaman secara garis besar tentang virus Corona, termasuk pola dan upaya mencegah penyebarannya,’’ ungkap Adi. Sebelumnya, Satlantas Polresta melakukan sosialisasi di Pasar Badung. Selain sosialisasi pencegahan virus Corona, polisi juga bagi-bagi masker dan hand sanitizer. (kmb36)

Topik : 90 persen hotel di Bali tutup

WALI kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra memerintahkan Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar untuk menggratiskan tagihan air minum untuk tiga bulan mulai bulan Mei Juni dan Juli. Kebijakan ini diambil untuk membantu meringankan beban bagi masyarakat yang terdampak akibat pandemi Covid-19. “Mengingat dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat Kota Denpasar saat ini, saya minta kepada Perumda Air Minum untuk menggratiskan tagihan air minum mulai bulan depan,” kata Rai Mantra, Jumat (10/4) kemarin di Denpasar. Menurut Rai Mantra yang didampingi Kabag Humas dan Protokol Dewa Gede Rai, Pemkot Denpasar memaksimalkan beragam langkah dalam mem-

bantu meringankan beban masyarakat. Pembebasan biaya ini dilaksanakan khusus untuk pelanggan yang merupakan Golongan Sosial dan Daya Listrik 450 VA (D1-1, D2-1, D3-1, dan D4-1). “Mudah-mudahan kebijakan ini bisa membantu meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini. Jadi uang yang biasanya untuk membayar tagihan air bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang lebih penting, seperti membeli sembako dan lain-lain,” kata Rai Mantra. Dirut Perumda Tirta Sewakadarma Kota Denpasar I.B. Gede Arsana menjelaskan bahwa Perumda Tirta Sewakadarma Kota Denpasar siap mengamankan kebijakan Wali Kota Denpasar dan berkomitmen untuk membantu mengatasi gejolak ekonomi dan

sosial yang dirasakan masyarakat, khususnya selama pandemi Covid-19. “Jadi masyarakat yang memenuhi golongan sosial (yayasan, tempat ibadah, keran umum, serta sekolah negeri) dan pelanggan dengan daya listrik 450 VA (D1-1, D2-1, D3-1, dan D4-1) secara otomatis akan digratiskan,” jelasnya. Lebih lanjut dijelaskan, pembebasan biaya ini dilaksanakan untuk memberikan keringanan bagi masyarakat, khususnya yang kurang mampu. Sedikitnya terdapat 3.000 lebih pelanggan yang akan mendapatkan pembebasan biaya rekening listrik ini. Meski demikian, bagi pelanggan di luar dua golongan tersebut tetap membayar sesuai dengan tagihan, namun jatuh temponya diberikan keringanan hingga tanggal 30 masingmasing bulan. “Selama tiga bulan kami

I.B. Rai Dharmawijaya Mantra gratiskan biaya pembayaran rekening air bagi yang memenuhi dua golongan di atas, dan akan dimulai pada tagihan bulan Mei mendatang hingga

bulan Juli. Semoga hal ini dapat meringankan beban masyarakat selama menghadapi pandemi virus Corona ini,” kata I.B. Arsana. (ad105)

sahaan. Ada merumahkan karyawan tanpa membayar upah, namun statusnya tetap sebagai karyawan, dan ada yang melakukan PHK. Kemampuan industri pariwisata untuk menanggung beban ini pun beragam. Ada yang hanya mampu tiga bulan, ada yang lebih dari 3 bulan dan bahkan ada yang tidak siap sama sekali. “Hotel bintang lima masih punya spare, saya sudah memantau sendiri,” ungkapnya. Industri pariwisata juga berinisiatif menyumbang APD, pembuatan hand sanitizer, disinfektan, memberikan bantuan makanan pada tim medis, dan menawarkan hotel untuk digunakan tim medis untuk isolasi diri. Beberapa hotel juga menawarkan tempat untuk menjadi tempat ODP dan PDP

melakukan karantina mandiri dengan menjual paket murah Rp 3 juta sebulan. Di tengah wabah juga menjadi kesempatan hotel untuk melakukan pelatihan pada SDM, memperbaiki infrastruktur hotelnya dan bekerja sama dengan pemerintah. Ia memprediksi wabah ini akan berlangsung enam bulan dan Bali pun bisa mengatasi. Seandainya Bali bisa mengatasi dan wabah di dunia juga mulai menurun, pariwisata bisa recovery, maka pasar turis yang akan disasar yaitu Australia, Tiongkok, India, Eropa, Amerika. (kmb42)

Pengusaha Hotel Diminta Berperan Selamatkan Pariwisata dan Krama Bali

Denpasar (Bali Post) -

Saat ini Bali tengah berjuang melawan Covid-19. Pengusaha dan investor yang berpuluh–puluh tahun mengeruk dolar dari pariwisata Bali, saat wabah Covid-19 melanda mesti segera berperan menyelamatkan pariwisata dan krama Bali. Ketua PHRI Badung Agung Rai Suryawijaya, Kamis (9/4) lalu menyampaikan, saat ini kondisi pariwisata tengah terpuruk. Bahkan, ia menyebut terpuruk sepanjang sejarah dibanding kejadian yang pernah melanda Bali sebelumnya. Pandemi Covid-19 ini berdampak pada 96 persen hotel di Bali yang menutup operasionalnya karena tingkat hunian hingga 0 persen. Di tengah pariwisata terpuruk, pengusaha-pengusaha dari luar Bali yang memiliki perusahaan di Bali diminta memanfaatkan situasi ini untuk membantu Bali. Misalnya dengan mengeluarkan

uang sumbangan untuk menyelamatkan Bali dan pariwisata Bali. Ada sekitar 250 hotel bintang 4 dan 5 serta 300 hotel bintang tiga. Jika masing-masing mengeluarkan Rp 100 juta, maka uang sumbangan itu tentu akan sangat membantu pemerintah Bali dan krama Bali dalam mengatasi Covid-19. Rai Suryawijaya pun akan mengimbau hal itu dan mendekati owner-owner hotel yang ada di wilayah Badung, khususnya untuk melakukan social solidarity. “Saya imbau dia jangan hit and run di Bali. Jangan kita mengambil sesari gumi Bali dibawa ke

tempat lain. Ini juga demi kepentingan dan keberlanjutan perusahaan mereka,” ujarnya. Meski demikian, diakui hotel dan restoran telah turut memberikan peran untuk menyelamatkan pariwisata dan krama Bali. Salah satunya, dari sisi internal, hotel, dan restoran terlebih dulu menyelamatkan karyawan. Ada beberapa kebijakan yang diambil perusahaan, yaitu merumahkan karyawan dan memberikan cuti dengan gaji full. Ada yang merumahkan karyawan dengan gaji pokok, merumahkan karyawan dengan separuh gaji sesuai dengan kemampuan peru-

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Berisiko Penularan Awasi PMI dan Pasar Tradisional Dokter Gigi Tak Berpraktik Pangdam Udayana Ingatkan

Denpasar (Bali Post) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali menggelar rapat koordinasi di Ruang Rapat Balai Gajah Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (9/4) lalu. Rapat tersebut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose, Kajati Bali Idianto, dan Sekda Dewa Made Indra. Sesuai rilis Pendam IX/ Udayana, Pangdam menyampaikan tingkat kewaspadaan masyarakat Bali terkait Covid-19 masih rendah. Oleh karena itu, perlu dilaksanakannya kampanye-kampanye yang bersifat edukasi terhadap masyarakat sesuai Maklumat Kapolri No. Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah

dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona. Selain itu, Mayjen Benny Susianto menilai kegiatan-kegiatan upacara keagamaan di Bali masih dilaksanakan dengan dihadiri lebih dari 20 orang. Bahkan mengabaikan imbauan pemerintah menggunakan masker dan menjaga jarak. ‘’Hal ini perlu menjadi atensi untuk lebih giat lagi menyadarkan masyarakat akan betapa bahayanya Covid-19,’’ tegasnya. Selain itu, pembatasan jam operasional pasar tradisional masih banyak dilanggar. Termasuk juga pendataan orang-orang yang menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) dari luar negeri maupun luar daerah Bali. ‘’Jangan hanya sebatas diperiksa identitas KTP saja, namun harus secara intensif diawasi dan dipastikan tempat tinggalnya. Terkadang di KTP beralamatkan A namun kenyataannya tinggal di tempat B,’’ ujar jenderal bintang dua di pundak ini. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G. menyampaikan, rapat tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan pemerintah pusat terkait penanganan virus Corona. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) Virus Corona atau Covid-19 hidup di saluran napas sehingga penularan melalui hidung dan mulut yang akan menuju ke saluran napas. Oleh karena itu, tindakan medis di sekitar gigi dan mulut sangat berisiko terjadinya penularan. Pemerintah dan PDGI Bali telah mengeluarkan surat edaran mengimbau para dokter gigi untuk melakukan layanan kesehatan gigi secara parsial. Ketua PDGI Pengwil Bali Dr. drg. Dewa Made Wedagama, Sp.KG., FICD. mengatakan, sejak dikeluarkan edaran tersebut, 98 persen dari 900 dokter gigi seluruh Bali telah menghentikan praktik dokter gigi. ‘’Makanya waspada. Jika tidak betul-betul emergency,’’ ungkapnya. Pasien dalam kondisi emergency pun, katanya, sebelum ditangani diwajibkan untuk berkumur dengan cairan antiseptik selama 15–20 detik. Harapannya dengan berkumur dapat mengurangi virus yang ada dalam mulut dan gigi. Ia menganjurkan masyarakat untuk rutin berkumur dua kali sehari. Bisa dengan air rebusan daun sirih atau jenis antiseptik lainnya. Apalagi virus Corona atau Covid-19 hidupnya di saluran napas. Utamanya di tenggorokan, di bawah lidah. ‘’Kita dokter gigi wilayah kerjanya di sana. Ada air liur di tenggorokan, apalagi saat kita ngebor,’’ ujarnya, Kamis (9/4). (kmb42)

Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Sabtu Paing, 11 April 2020

Wabup Suiasa Vidcon Bersama BI Perwakilan Bali

Pemkab Badung Prioritaskan Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Dalam Situasi Covid-19 PEMERINTAH Kabupaten Badung tengah berupaya menjaga stabilitas harga bahan pangan pokok di wilayahnya. Upaya ini dilakukan agar di tengah situasi penyebaran virus Corona (Covid-19), seluruh harga kebutuhan bahan pangan tetap terjangkau di masyarakat. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan, Pemkab Badung telah memVIDCON - Wabup Badung I Ketut Suiasa saat melaksanakan Vidcon High Level Meeting dengan BI Perwakilan Bali di Puspem Badung, Kamis (9/4).

Ribuan Pekerja Dirumahkan Ratusan Di-PHK

Mangupura (Bali Post) Wabah Covid-19 telah melumpuhkan sektor ekonomi dunia, termasuk Bali. Dampak dahsyat virus ini juga sangat dirasakan di Kabupaten Badung yang bergantung pada sektor pariwisata. Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, hingga Jumat (10/4) kemarin jumlah perusahaan yang tutup 240, pekerja yang dirumahkan 22.098 pekerja dan yang diPHK 318 orang. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung Ida Bagus Oka Dirga mengakui dampak wabah Covid-19 sangat dirasakan. ‘’Di tengah lesunya sektor pariwisata, sejumlah perusahaan terpaksa melakukan PHK terhadap karyawannya. Data yang kami terima, sudah 318 orang karyawan

di-PHK,’’ ungkapnya. Sejauh ini yang dirumahkan 22.098 karyawan dari sekitar 240 perusahaan, baik di bidang jasa, hotel maupun restoran. ‘’Terus terang kami tidak bisa berbuat banyak, karena kondisinya memang seperti ini,’’ ujar mantan Kabag Umum Setda Badung itu. Pihaknya mengimbau seluruh perusahaan agar mengikuti segala ketentuan yang ada dalam UU Ketenagakerjaan. Jadi, yang kena PHK perusahaan wajib memberikan pesangon. ‘’Syukur-syukur tetap bisa dipertahankan karyawannya dengan berbagai kebijakan yang diambil, sehingga tidak terjadi PHK,’’ kata Oka Dirga. Kepala Dinas Pariwisata Badung Made Badra tidak menampik ribuan pekerja yang dirumahkan adalah pekerja di sektor

pariwisata. ‘’Ya... sangat parah (kondisi pariwisata Badung - red). Kami juga tidak bisa berbuat banyak, hanya menunggu kondisi membaik,’’ sebutnya. Birokrat asal Kuta tersebut telah melakukan komunikasi dengan asosiasi GM di IHGMA agar memperhatikan SDM yang kini dirumahkan. ‘’Saya sudah sempat bertemu dengan para general manager hotel, karena mereka kan tahu kondisi SDM-nya. Saya sudah berpesan ketika kondisi pulih tolong manfaatkan SDM yang dirumahkan ini, jangan merekrut yang baru lagi,’’ tegasnya. Menurutnya, negara yang selama ini mensuplai wisatawan ke Bali, khususnya Badung telah menutup diri. ‘’Seperti Australia katanya menutup diri sampai Juni depan. Begitu juga Amerika dan negara lainnya,’’ pungkas Badra. (kmb27)

prioritaskan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan pokok. Ada empat aspek ya ng m enja d i p erhat ia n pemerintah. “Pertama dari sisi stok, kedua dari ketersediaan pasokan, ketiga distribusi dan keempat yang paling penting adalah stabilisasi harga,” kata Wabup Suiasa di Puspem Badung, Kamis (9/4), saat melaksanakan Vidcon High Level Meeti ng dengan BI Per -

wakilan Bali dalam rangka menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok guna menekan laju inflasi daerah saat mitigasi Covid-19. Wabup Suiasa yang didampingi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung menambahkan, dari sisi stok, pemerintah setiap satu minggu sekali melakukan rapat koordinasi dengan OPD

Mangupura (Bali Post) Bukannya belajar dan diam di rumah, belasan remaja asal Denpasar Utara tepergok kumpul di dam di wilayah Desa Adat Tegal, Darmasaba, Abiansemal, Badung, Kamis (9/4) lalu. Bahkan, polisi menemukan dua botol arak. Mereka langsung dibubarkan oleh pecalang dan Bhabinkamtibmas. Kapolsek Abiansemal Kompol I Made Suparta didampingi Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa, Jumat (10/4) kemarin mengatakan, menindaklanjuti imbauan pemerintah dan Maklumat

Kapolri, Bhabinkamtibmas dikerahkan bersinergi dengan pecalang dan aparat desa melakukan patroli. Sasarannya orang-orang masih berkumpul dan mengabaikan imbauan jaga jarak serta diam di rumah. Kamis siang, Bhabinkamtibmas dan pecalang Desa Adat Tegal memergoki 15 remaja berstatus pelajar berkumpul di dam tersebut. Begitu melihat petugas datang, mereka berusaha kabur tapi berhasil dicegah. Hasil pemeriksaan, ditemukan dua botol air mineral berisi arak. Beberapa dari mereka mengaku tinggal di

Mangupura (Bali Post) – Tim Penanggulangan Covid-19 Jimbaran, Kuta Selatan, bersama satgas keamanan tidak akan pernah menyerah melawan virus Corona dan berjuang untuk keselamatan warga Jimbaran. Untuk memastikan tidak adanya kerumunan serta pelanggaran terhadap jam operasional pasar tradisional dan pasar modern mulai pukul 09.00 Wita sampai 21.00 Wita, Tim Covid-19 Jimbaran bersama satgas keamanan terus melakukan pengawasan guna mengurangi penyebaran vius Corona. Selain melakukan langkah preventif, Desa Adat Jimbaran menerapkan sanksi adat untuk mem-

berikan efek jera. Sanksi diberikan bagi mereka yang sudah beberapa kali tidak mengindahkan imbauan dan diharapkan tidak mengulangi kegiatan yang memicu kerumunan atau menutup tokonya melebihi pukul 21.00 Wita. Menurut Bendesa Adat Jimbaran, I Made Budiarta mereka yang benar-benar membandel terpaksa diberikan sanksi melakukan bersih-bersih di lingkungan desa selama dua sampai tiga jam dan dilakukan tiga hari berturut-turut. Sanksi ini diberlakukan agar ada efek jera dan tidak melakukan kembali. Warga yang melanggar juga mengenakan kalung yang bertuliskan ‘’Melanggar Instruksi

Bendesa Adat Jimbaran Tentang Covid-19’’. ‘’Lima orang dikenakan sanksi bersih-bersih menyapu,’’ katanya. Sebelumnya, kelima orang tersebut diimbau dan diperingatkan tiga kali namun masih bandel sehingga terpaksa berikan sangsi. Mereka diminta menutup toko, tapi begitu ditinggal buka lagi. Ada juga tempat makan yang buka sampai malam sehingga berpotensi mengundang kerumunan. Budiarta berharap seluruh warga Jimbaran dapat memahami aturan tersebut dan mematuhinya demi keamanan dan kenyamanan bersama. Kalau tidak persebaran virus Corona bisa semakin banyak. (kmb23)

Bali Post/ist

ARAK - Petugas menunjukkan dua botol arak yang dibawa belasan remaja di dam wilayah Desa Adat Tegal, Darmasaba, Abiansemal.

pasokan bahan pangan. “Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak sampai terjadi panic buying pada saat kondisi seperti ini karena stok pangan kita masih sangat memadai guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Melalui High Level Meeting ini, target kami adalah sinergi dari berbagai institusi menjadi lebih kuat. Dengan demikian berbagai program pengendalian inflasi dapat dilakukan dengan maksimal dan astungkara inflasi dan harga-harga tetap terjaga,” ucapnya. (ad104)

Pendidikan ISI Denpasar Terima 83 Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN

Masih Buka Jalur SBMPTN dan Mandiri HASIL tes Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tahun Akademik 2020/2021 yang diselenggarakan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah diumumkan. Sebanyak 83 orang calon mahasiswa baru Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar diterima lewat jalur ini. Mereka berasal dari berbagai SMA/ SMK di Tanah Air, bahkan

ada yang berasal dari luar negeri. Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual paling banyak diminati, yaitu 24 orang. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. mengatakan, penerim a a n m a hasiswa baru tahun akademik 2020/2021 tidak berhenti pada

Langgar Imbauan Cegah Covid-19 Belasan Remaja Dibubarkan Jalan Antasura, Denpasar. ‘’Setelah ditegur dan diberikan pengarahan supaya tidak keluar rumah, mereka disuruh pulang. Pihak pecalang melarang mereka ke sana lagi,’’ ujarnya. Iptu Oka menambahkan, sesuai perintah Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi, sosialisasi dan patroli untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 terus dilakukan. Penyemprotan disinfektan di beberapa wilayah bersinergi dengan instansi terkait juga telah dilaksanakan. ‘’Bapak Kapolres pernah sampaikan bahwa wabah virus Corona tidak bisa dihindari masuk Bali, tapi bisa dicegah. Caranya, dengan penyemprotan cairan disinfektan. Selain itu, kebijakan pemerintah harus patuhi dan laksanakan dengan physical distancing atau menjaga jarak dengan orang lain demi mencegah virus Corona,’’ tegasnya. Yang tidak kalah penting untuk memutus penyebaran virus Corona, yaitu jika tidak ada keperluan mendesak, masyarakat diharapkan tetap tinggal di rumah. Sementara pelaksanaan acara adat supaya dibatasi masyarakat yang berkumpul selama ada wabah virus Corona. (kmb36)

terkait membahas mengenai monitoring seluruh bahan pangan pokok. Dalam rapat tersebut dibahas bagaimana ketersediaan stok per hari dan kebutuhan untuk beberapa bulan ke depan. “Jadi, sudah ada neracanya semua, setiap hari kita monitor. Kami juga perkirakan ketahanan stok kita mampu sampai berapa bulan ke depan,” jelasnya. Terkait pasokan, pemerintah telah melibatkan banyak sektor, utamanya yang bergerak di sektor riil. Keterlibatan pengusaha tersebut untuk menjamin

jalur SNMPTN, namun pada Juli mendatang akan dibuka jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Jalur SBMPTN ini akan ditentukan melalui tes tulis yang telah ditentukan oleh tim LTMPT. Kendati demikian, apabila pada saat penyelenggaraan tes SBMPTN masih dipengaruhi Pandemik Covid-19, maka kemungkinan tes akan dilakukan secara online. ‘’Kita akan mengikuti aturan dari pemerintah bagaimana sistem tesnya. Karena kita tidak tahu kapan Covid-19 akan berakhir. Pokoknya semua yang telah dijadwalkan akan jalan, meskipun dengan sistem yang berbeda,’’ ujarnya, Jumat (10/4) kemarin. Selain membuka jalur SBMPTN, pihaknya akan membuka seleksi mandiri pada Agustus mendatang, karena masing-masing perguruan tinggi diberikan kuota 30 persen untuk menerima mahasiswa baru secara mandiri. ‘’Kuota kita tahun akademik 2020/2021 ini tetap sama seperti tahun sebelumnya, yaitu 600 orang mahasiswa

baru. Hanya kita meningkatkan jumlah penerimaan mahasiswa baru di Program Pascasarjana, karena akan buka Prodi S-2 Desain,’’ ungkap Prof. Sugiartha. Wakil Rektor Akademik, Kemahasiswaan dan Akumni ISI Denpasar Prof. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes. menambahkan, 83 orang mahasiswa baru yang lolos lewat jalur SNMPTN belumlah memenuhi target yang dicanangkan, yaitu 145 orang untuk S-1. Kendati demikian, 83 orang tersebut telah mengisi seluruh prodi yang ada di ISI Denpasar. ‘’Tetapi yang bagus buat kami adalah semua prodi sekarang terisi, jadi ada peningkatan dari tahun ke tahun,’’ imbuhnya. Di tengah situasi pandemik Covis-19, kata Prof. Artayasa, proses pembelajaran online berjalan dengan baik. Sebab, para dosen sudah melaksanakannya, baik dengan WA grup, zoom, google meet maupun lainnya. Hanya proses praktik masih terkendala, sehingga diundur hingga akhir semester pada Juli mendatang. (ad103)

Kesehatan

Cegah Corona, NU dan Muhammadiyah Imbau Masyarakat Muslim Tak Mudik Lebaran

TERUS meningkatnya jumlah kasus virus Corona (Covid-19) di Bali membuat semua elemen masyarakat harus turut ekstra waspada. Khusus lembaga ormas yang memiliki basis massa juga tidak tinggal diam. Ketua Pengurus Wilayah NU (Nahdlatul Ulama) Provinsi Bali H. Abdul Aziz dan Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah H. Aminullah kompak mengimbau masyarakat muslim di Bali tidak mudik pada Idul Fitri atau Lebaran tahun 2020. Ketua PWNU Bali H. Abdul Aziz menegaskan, imbauan tidak mudik pada Lebaran tahun ini demi kemaslahatan umat yaitu memutus mata rantai Covid-19. ‘’Demi melindungi keluarga di kampung halaman, maka sebaiknya umat Islam khususnya warga Nahdliyin agar tidak mudik. Saya mengimbau tahun ini berhari raya di Bali saja. Ini juga bagian cara kita menjaga keluarga dan diri sendiri,’’ katanya, Rabu (8/4) lalu. Kesempatan ini, lanjutnya, untuk meningkatkan amal ibadah dengan selalu berdoa agar musibah Covid-19 segera sirna.

Pihaknya juga mengingatkan warga muslim agar patuh terhadap standar keamanan atau protokol keselamatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. ‘’Menggunakan masker dan menjaga jarak aman dalam kebijakan physical distancing sangat penting,’’ tegasnya. Hal senada disampaikan Ketua PW Muhammadiyah Bali H. Aminullah. Karena wabah Corona, pihaknya mengimbau warga Muhammadiyah dan umat muslim di Bali agar tidak mudik. Silaturahmi bisa diganti sementara lewat media yang ada. ‘’Memang tidak akan menggantikan nikmatnya mudik, tetapi ini harus kita lakukan untuk mencegah penularan Covid-19,’’ ungkapnya. Menurutnya, tetap di rumah dan sementara tidak mudik Lebaran lebih penting agar virus Corona segera bisa diatasi secara bersama-sama. Terkait masalah kifayah (kematian - red), dua pimpinan ormas Islam ini juga satu suara, yaitu agar umat tidak menolak pemakaman jenazah. Penanganan jenazah tetap seperti biasa, namun dalam suasana seperti sekarang, harus mematuhi aturan atau SOP

Mangupura (Bali Post) – Kadin Bali bergerak cepat ikut membantu RS PTN Unud yang dijadikan sebagai pusat isolasi pasien dan pencegahan Covid-19. Kadin Bali memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) dan masker. Bantuan diserahkan Koordinator Partisipasi Kadin Bali untuk mendukung Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Parwata Kantiana bersama jajaran kepada Direktur RS PTN Unud Dr. dr. Dewa Putu Gde Purwa Samatra, Sp.S(K)., Kamis (9/4). Bantuan berupa baju APD 500 pasang, susu 60 kaleng, masker bedah 250 pieces, face shield 5 pieces dan kaca-

mata google 5 pieces. Parwata Kantiana berharap penanganan Covid-19 bisa terpadu dan terkoordinasi dengan baik, sehingga semua segera bisa terbebas dari virus Corona. “Jadi, perkembangan Bali sebagai daerah tujuan wisata bisa pulih lagi,” katanya. Menurutnya, RS PTN Unud masih melakukan perbaikan sejumlah ruangan. Untuk itu pihaknya juga membantu ozonisasi sebagai upaya membasmi kumankuman yang ada di dalam ruangan. Ozonisasi sudah dilakukan Senin lalu memakai delapan unit mesin ozom untuk mengoksidasi (merusak) sel-sel bakteri, virus, dan kuman dengan

NU dan Muhammadiyah - Ketua Pengurus Wilayah NU (Nahdlatul Ulama) Provinsi Bali H. Abdul Aziz (kiri) dan Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah H. Aminullah. yang ditetapkan. Batasi jumlah orang yang ikut dalam pemakaman maksimal 20 sampai 25 orang untuk mengatur jarak. ‘’Jadi, jangan ditolak, jangan sampai ada jenazah yang tak dimakamkan,’’ tandasnya. Terkait lembaga pendidikan yang dikelolanya di Bali, pihaknya telah menerapkan sistem pembelajaran daring atau online. Sejauh ini pola belajar online dapat berjalan baik dan belum menemui ken-

dala berarti. Pola ini mendorong guru dan siswa melek teknologi digital. Meski begitu, pemberian tugas tidak menjadikan beban berat baik bagi siswa maupun orangtua di rumah. ‘’Baik NU maupun Muhammadiyah Bali sepakat memetik hikmah dari wabah Corona ini, yaitu menjalankan pola hidup bersih dan sehat, baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan sekitar,’’ ucapnya. (ad97)

Desa Adat Jimbaran Terapkan Sanksi bagi Pelanggar Imbauan Kadin Bali Serahkan Bantuan APD kepada RS PTN Unud

Bali Post/kmb23

BANTUAN APD - Kadin Bali menyerahkan bantuan APD ke RS PTN Unud yang dijadikan pusat isolasi pasien dan pencegahan Covid-19. sangat cepat. Dewa Putu Gde Purwa Samatra menyatakan, bantuan dari Kadin ini sangat membantu dalam hal meningkatkan kepercayaan diri

untuk menangani pasien. “Yang sangat diperlukan di sini adalah APD. Dokter dan perawat harus aman sehingga bisa menangani pasien,” ucapnya. (kmb23)


Sabtu Paing, 11 April 2020

Antisipasi Krisis Pangan

Bupati Eka Gandeng Forkompinda Kabupaten Tabanan

MENGANTISIPASI kemungkinan terburuk akibat wabah Covid-19 utamanya masalah pangan, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menggandeng Forkompinda agar selalu membangun koordinasi. Terkait stok pangan, Bupati Eka mengatakan komoditi beras diprediksi mencukupi untuk 6-8 bulan ke depan. Namun, hal itu tidak menjamin stok pangan di Kabupaten Tabanan aman jika masyarakat khususnya petani di Tabanan tidak melakukan produksi. Menurutnya, sektor pertanian harus terus didorong untuk berproduksi. ‘’Sektor pertanian harus terus didorong. Jika mereka (petani - red) tidak berproduksi dan hanya dikonsumsi, tentu nantinya akan kehabisan juga,’’ tegas Bupati Eka dalam rapat bersama Forkompinda Tabanan melalui video conference, Kamis (9/4). Bupati Eka juga mengajak Forkompinda selalu bekerja sama memantau stok pangan dan kelengkapan alat kesehatan bagi masyarakat Tabanan, sehingga mampu mengantisipasi kemungkinan terburuk yang ditimbulkan oleh Covid-19. Karena keselamatan masyarakat adalah hal terpenting. Apa-

bila masyarakat, khususnya petani tidak sehat, produksi pangan akan hancur. Bupati Eka minta seluruh masyarakat, khususunya di Tabanan selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) agar terhindar dari wabah. ‘’Kita juga harus tingkatkan kerja sama dengan Bulog, karena di sana ada beras cadangan. Ini sudah diajukan. Pertama, untuk peternak babi yang kena musibah sebelumnya, dan untuk mereka yang kena PHK. Ini sudah kita detailkan,’’ ungkapnya. Selain itu, Bupati Eka berharap desa sebagai garda ter-

depan penanggulangan krisis dampak Covid-19 karena hanya desa yang paham dengan kondisi warganya. Oleh sebab itu, ia minta seluruh aparat desa dan pihak lainnya yang terlibat dalam struktur organisasinya selalu kritis dan tanggap terhadap kejadian yang menimpa warga. Itulah makanya pihaknya melibatkan masyarakat desa untuk percepatan penanggulangan Covid-19. ‘’Kami sebagai pemerintah tidak bisa menjalankan tugas dengan maksimal tanpa bantuan dan peran serta aparat desa. Karena di sinilah desa memiliki peranan sangat penting, melibatkan seluruh

masyarakat desa membentuk satgas gotong royong. Satgas gotong royong dan satgas yang diperintahkan oleh kementerian kemarin kita gabungkan, sehingga tidak tumpang tindih dan pembiayaannya satu pos,’’ jelasnya. Terkait APD dan alat kesehatan lainnya, Bupati Eka mengakui pihak Pemkab Tabanan bekerja sama dengan Perusda telah membuat pakaian pelindung diri, masker, hand sanitizer dan alat kesehatan lainnya. Alat itu akan dibagikan untuk seluruh jajarannya dan masyarakat Tabanan. ‘’Sedang kita produksi masker sebanyak 15 ribu, sanitizer dan disinfektan. Itu juga akan kita bagikan kepada Satgas Covid-19, tim medis dan masyarakat umum,’’ imbuhnya. Sementara itu, Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy Panca Sakti Siregar menjelaskan, orang tanpa

RAPAT - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat rapat bersama Forkompinda Tabanan melalui video conference, Kamis (9/4). gejala (OTG) Covid-19 patut diwaspadai. Untuk itu, Kapolres minta Forkopimda bersama-sama menggelorakan semangat wajib menggunakan masker mulai dari lingkungan kerja hingga diri

sendiri, sehingga masyarakat sadar akan pentingnya menggunakan masker agar bisa meminimalisir penularan Covid-19. Pihaknya juga melarang seluruh anggotanya melaku-

kan kegiatan mudik sesuai instruksi Kapolri. ‘’Ini langkah nyata kepolisian untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Mudah-mudahan bisa ditiru oleh warga lainnya,’’ terangnya. (ad99)

Anggota Polres Berjemur dan Senam

Bali Post/kmb26

BERJEMUR – Jajaran Polres Jembrana berjemur di halaman depan Mapolres pada Kamis (9/4). Negara (Bali Post) – Menjadi petugas yang ikut menjaga keamanan dan ketertiban penanganan Covid-19, jajaran kepolisian dituntut sehat dan segar. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga kebugaran dan kes-

ehatan adalah dengan mengikuti saran pemerintah yaitu berjemur di bawah matahari menjelang siang hari. Kegiatan berjemur dan senam ini juga wajib diikuti jajaran Polres Jembrana, Kamis (9/4). Anggota dari ber-

bagai unit satuan di Polres Jembrana mulai pukul 09.00 Wita melakukan olahraga ringan. Selanjutnya mereka mengikuti senam Bali Gemilang di halaman depan Mapolres. Mereka menerapkan jaga jarak. Selain itu, puluhan anggota mengikuti aksi donor darah yang digelar di aula Polres Jembrana. Donor darah ini dilakukan untuk membantu stok darah PMI Jembrana. Para anggota sekaligus mendapatkan manfaat dari kegiatan donor ini. Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa memimpin langsung donor darah. Polres turut membantu dan mengambil peran melalui donor darah agar stok darah di daerah tetap terjaga. Lebih dari 30 anggota Polres mendonorkan darahnya. (kmb26)

Masyarakat Mulai Paham ”Social Distancing”

Tabanan (Bali Post) Tingkat kesadaran masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 melalui pembatasan sosial dan tetap diam di rumah jika tidak ada kepentingan, sudah mulai tinggi. Sebagai gambaran, sejumlah pasar tradisional tampak lengang, Jumat (10/4) kemarin. Tidak ada lagi desak-desakan atau kerumunan seperti yang terjadi pada awal kebijakan pembatasan jam operasional pasar mulai diterapkan. Sejumlah pembeli pun mengaku lebih memilih menyetok sembako untuk dua atau tiga hari guna mengurangi intensitas keluar rumah atau ke pasar. Hasil pantauan siang ke-

marin, sejak jam operasional pasar dibuka mulai pukul 11.00 Wita, transaksi jual beli masyarakat terlihat normal, tidak ada lonjakan dan kerumunan. Hanya berselang dua jam, aktivitas transaksi mulai lengang. Salah satunya terlihat di Pasar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan. Salah satu pasar tradisional yang biasanya ramai sebelum wabah Covid-19 ini tampak sepi dan lengang. Tak banyak pembeli yang datang untuk berbelanja. Sejumlah warga yang dekat dengan lokasi pasar lebih memilih menjadi penjual sayur dadakan. Seperti disampaikan salah seorang pedagang, Kadek Oka,

dirinya terpaksa mengurangi barang dagangan yang dijual di pasar. “Ada saja yang beli, kebanyakan pelanggan tetap. Tidak seramai dulu, mungkin karena cuaca panas jadi tidak begitu banyak yang datang,” terangnya. Sementara di Lapangan Alit Saputra (Dangin Carik - red), lokasi pedagang bermobil yang direlokasi juga tampak sama. Tidak ada kerumunan berarti. “Cuma ramai sebentar pukul 11.00 Wita pas buka. Tidak seramai sebelum ada pembatasan jam buka. Sepi,” ucap seorang pedagang. Pembatasan jam buka pasar mulai diterapkan sejak Sabtu (28/3) lalu sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. Pasar dibatasi buka empat jam mulai pukul 11.00 Wita sampai 15.00 Wita. Ini berlaku untuk 12 pasar tradisional yang ada di Tabanan guna mengurangi tingkat kerumunan masyarakat yang menjadi salah satu rantai penyebaran Covid-19. Di pasar tradisional juga telah dipasangi disinfectan spray room dan penyediaan wastafel untuk cuci tangan dengan sanitizer berdampingan. Kebijakan pembatasan jam operasional pasar tradisional ini dianggap lebih pas di tengah situasi wabah virus saat ini. (kmb28)

Negara (Bali Post) – Hingga Kamis (9/4) siang, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSU Negara masih empat orang, dua di antaranya pasangan suami-istri. Informasi yang diperoleh, kondisi mereka semakin membaik. Namun sesuai protap, keempatnya harus menunggu hasil tes swab berikutnya untuk menentukan kondisinya. Direktur RSU Negara dr . I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata menyatakan, berdasarkan pemantauan terkini yang dilakukan dokter dan paramedis, kondisi keempat pasien terus membaik tanpa gejala. Sampai saat ini pihak RSU masih merawatnya di ruang isolasi. Untuk menentukan status keempat pasien, pihaknya masih harus menunggu hasil tes swab sebagai metode paling akurat untuk mendeteksi. “Kemarin (Rabu - red) sudah diambil sampel swab

tenggorokan. Kami masih menunggu hasilnya. Apabila negatif, pasien bisa dinyatakan sembuh,’’ tandasnya. Lebih lanjut dikatakannya, pihak RSU terus melakukan berbagai persiapan menghadapi Covid-19 di Jembrana. Tenaga medis yang berhadapan langsung dengan pasien positif telah menempati Hotel Jimbarwana yang disiapkan Pemkab sebagai tempat beristirahat/ wisma sementara. Mereka masuk hotel sejak 5 April lalu. Tim medis terdiri atas perawat, dokter ahli dan cleaning servis yang khusus membersihkan ruang isolasi. Ruang IGD dan IRJ juga sudah disiapkan menerima warga ODP maupun PDP untuk pelayanan rapid test. “Bila hasil rapid test-nya positif, kami langsung lakukan pemeriksaan swab,“ kata Parwata. Sementara itu, data perkembangan ODP di Jembrana

secara kumulatif jumlahnya meningkat. Peningkatan ini merupakan hasil penelusuran lebih luas dan intens yang dilakukan jajaran Gugus Penanganan Covid-19 Jembrana bersama tim surveilans. Pada Kamis (9/4) pukul 14.00 Wita, jumlah ODP 119 orang, meningkat 11 orang dari sebelumnya. Tambahan 11 orang ini, menurut Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana dr. I Gusti Agung Putu Arisantha, hasil pemantauan petugas di lapangan terhadap para pelaku perjalanan dan orang-orang yang baru datang dari wilayah terjangkit di Indonesia. “Tambahan ODP ini semuanya domestik. Ada yang datang dari Jawa dan ada baru pulang dari Denpasar,“ ujarnya. Dalam proses surveilan itu, pihaknya rutin melakukan pengecekan kondisi kesehatan warga ODP, riwayat atau jejak bepergian dalam dua minggu terakhir. (kmb26)

Bali Post/kmb28

PASAR - Suasana pasar di Lapangan Alit Saputra. Pedagang bermobil yang sebelumnya berjualan di areal parkir Pasar Dauh Pala direlokasi untuk menghindari kerumunan pedagang dan pembeli.

Membaik, Kondisi Empat Pasien Positif Covid-19

PENYEMPROTAN – Penyemprotan disinfektan di sekitar Gedung Kesenian Bung Karno, Negara.

Lagi, Satu Warga Positif Covid-19

Negara (Bali Post) – Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dikonfirmasi positif Covid-19 asal Kabupaten Jembrana bertambah satu orang. Jadi, secara akumulatif PDP yang positif berjumlah lima orang. Pasien ini diketahui warga Jembrana yang menetap di Kota Denpasar dan dirawat di RSUP Sanglah. Informasi yang dihimpun pukul 14.00 Wita, Jumat (10/4) kemarin, tambahan kasus positif Covid-19 itu merupakan hasil pelacakan Gugus Tugas Denpasar. “Pasien positif kelima ini warga ber-KTP Jembrana yang tinggal lama di Denpasar. Riwayatnya pernah bepergian ke luar negeri,’’ terang Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr.

I Gusti Agung Putu Arisantha. Terkait banyaknya warga Jembrana yang positif dan didominasi warga yang memiliki riwayat ke luar negeri, Bupati Jembrana selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 I Putu Artha, menekankan pentingnya kekompakan dalam menangani virus Corona. Covid-19 berbahaya karena penyebarannya sangat cepat sehingga perlu kerja bersama. Meski begitu, dia berharap masyarakat tetap tenang dan berpedoman pada instruksi pemerintah menyikapinya. “Harus kompak dan satu komando di tengah pandemi Corona saat ini. Kita ikuti aturan dan instruksi yang dikeluarkan pemerintah pusat dan provinsi.

Daerah wajib menjalankan termasuk sampai di tingkat bawah,“ kata Artha di selasela memantau penyemprotan disinfektan serentak di Gedung Kesenian Bung Karno, Negara. Bupati Artha mengingatkan seluruh gugus tugas, baik tingkat kecamatan maupun desa agar memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara pencegahan Covid-19. Sisi pengawasan ditingkatkan, khususnya bagi pendatang dan warga Jembrana yang baru pulang dari luar negeri dan luar daerah. Gugus tugas di bawah harus aktif melakukan pengawasan. Kalau masuk kategori ODP, segera lakukan rapid test. Puskesmas sudah siap melayani. Sebagai langkah pencega-

han, penyemprotan disinfektan harus rutin. Pihaknya sudah menginstruksikan dilakukan serentak tiap seminggu dua kali pada Selasa dan Jumat. “Saya sudah sampaikan penyemprotan disinfektan tanggung jawab bersama, bukan hanya BPBD sendiri. Masing-masing OPD di lingkup Pemkab Jembrana harus aktif membagi diri. Perintah ini harus dilakukan sampai ke tingkat pemerintahan bawah,“ tegasnya. Bupati Artha juga sempat melakukan kunjungan ke Pasar Umum Negara. Dalam kunjungannya ke pasar terbesar di Jembrana ini, ia membagi-bagikan masker secara gratis kepada pengunjung dan pedagang serta minta semua warga pasar menggunakan masker. (kmb26)


Sabtu Paing, 11 April 2020

Bekerja di Roma

Ketua Dekranasda Gianyar

Kunjungi Sejumlah Perajin Masker Kain di Gianyar SEJAK pandemi virus Corona atau Covid-19, kebutuhan akan alat pelindung diri (APD) seperti masker mengalami peningkatan signifikan. Apalagi kini ada imbauan yang mewajibkan masyarakat menggunakan masker jika harus keluar rumah. Menyikapi hal tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra didampingi sejumlah pengurus Dekranasda Gianyar mengunjungi pengusaha konveksi, Jumat (10/4) kemarin, yang kini beralih membuat masker kain yang ada di Gianyar. Dalam kunjungan itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar merasa bersyukur di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini, para pengusaha masih bisa bertahan dan tidak sampai merumahkan karyawannya. Dalam situsi sulit seperti ini, pengusaha memang harus pintar-pintar berinovasi. Seperti halnya yang dilakukan UD Detty yang bergerak di bidang konveksi. Jika dulu sebelum merebak Covid-19, mereka lebih banyak membuat baju kaos. Namun saat ini lebih banyak melayani permintaan pembuatan masker selain baju APD untuk rumah

sakit maupun puskesmas. “Saya bersyukur para karyawan hanya dirumahkan. Dalam artian mereka bekerja membuat pesanan di rumah, tidak bekerja di tempat usaha. Jadi mereka masih bisa mendapatkan hasil, walau tidak sebanyak sebelumnya,” tegas Ny. Adnyani Mahayastra. Begitu pula halnya dengan BUMDes Dirgayusa yang ada di Desa Kemenuh. Mereka memfasilitasi sekitar lima orang perajin yang menjadi binaannya. Inovasi-inovasi inilah, kata Ny. Surya Adnyani Mahayastra, harus dicontoh oleh pengusaha lainnya. Mereka harus memberdayakan para perajin kecil, agar mereka mampu bertahan di tengah kesulitan ini. Dijelaskan, kunjungan itu juga bertujuan mendata jumlah pengusaha konvensi atau penjahit yang membuat masker di Kabupaten Gianyar. Sehingga dirinya juga bisa memberikan informasi apabila ada yang membutuhkan masker atau APD lainnya. Baik itu rumah sakit swasta, perusahaan, perbankan yang memang membutuhkan. Dengan keadaan sulit seperti ini, para penjahit masih bisa berusaha. Kita ber-

Gianyar (Bali Post) -

Pasien positif Covid-19 kini telah bertambah tiga orang di Kabupaten Gianyar. Hal ini dipastikan setelah dua pekerja migran Indonesia (PMI) asal kawasan seni ini dipastikan positif. Sedangkan satu warga asal Bangli juga positif dan saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Sanjiwani, Gianyar. Ketua Satgas Covid-19 Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya mengungkapkan hal itu, Jumat (10/4) kemarin. KUNJUNGI KONVEKSI - Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra didampingi sejumlah pengurus Dekranasda Gianyar mengunjungi pengusaha konveksi yang kini beralih membuat masker kain yang ada di Gianyar, Jumat (10/4) kemarin. syukur, karena harus disadari dengan mewabahnya Covid-19 secara tidak langsung telah melumpuhkan perekonomian masyarakat. Tidak hanya itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar ini juga mengimbau para desainer muda binaan Dekranasda agar membantu membuat masker kain. Hal ini juga berkaitan dengan Pemkab Gianyar yang akan menyebarkan sekitar 200 ribu masker kain gratis kepada

masyarakat, bekerja sama dengan beberapa perusahaan sebagai CSR. “Saya mohon masyarakat patuh pada imbauan pemerintah untuk selalu menggenakan masker, jika harus keluar rumah. Untuk warga biasa masker kain sudah cukup melindungi diri kita. Sedangkan masker medis seperti N95 dan yang lainnya hanya untuk tenaga medis saja,” jelas Ny. Adnyani Mahayastra. (ad101)

Stop Wabah Covid-19

Diskes Bali Turun ke Desa Buahan Payangan DINAS Kesehatan Provinsi Bali bekerja sama dengan Universitas Warmadewa (Unwar) dan BKKBN Provinsi Bali turun ke Desa Buahan, Kecamatan Payangan untuk menyosialisasikan pencegahan virus Corona, Kamis (9/4) lalu. Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan itu mengedukasi masyarakat dengan berkeliling ke seluruh wilayah desa setempat. Dr. Made Sarmadi, MARS. selaku Dakil Dekan III FKIK Unwar menerangkan, dalam kegiatan itu Unwar bekerja sama dengan Diskes Provinsi Bali dan BKKBN Provinsi Bali dalam rangka penanggulangan pencegahan Covid-19. Kegiatan itu mengambil lokasi di Desa Buahan selaku desa binaan Unwar. “Khusus di Kabupaten Gianyar, Desa Buahan Kecamatan Payangan ini merupakan desa binaan Fakultas Kedokteran Warmadewa,” katanya. Kamis (9/4) merupakan hari keempat tim gabungan turun ke desa melakukan sosialisasi dalam rangka pencegahan Covid-19. Sebelumnya

kegiatan serupa dilakukan di Desa Melinggih Kelod dan Melinggih Kaja pada 6 April lalu. Di hari yang sama itu juga menyasar Puskesmas Payangan dan Kantor Camat Payangan. “Kemudian kita kelilingi setiap banjar di dua desa itu. Hari kedua kami ke Desa Bukian, Puhu dan Kerta. Sedangkan hari ketiga di Desa Bresela, Kelusa, dan sekarang di Desa Buahan. Jaraknya cukup luas dan kami juga memberikan penerangan ke setiap banjar, “ katanya. Di Kantor Desa Buahan itu pihaknya sendiri sudah bertemu pengurus desa setempat. Mereka pun ikut diedukasi terkait cara benar mencuci tangan. “Tadi kita bertemu pengurus desa. Kita serahkan berupa lipglet. Dan kita serahkan sejumlah masker serta banner dan juga stiker supaya nanti masyarakat dapat memanfaatkan dan melihat hal itu,” katanya. Dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani, M.Kes. selaku Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Diskes Provinsi Bali berharap

Bupati Nyoman Suwirta mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran terkait mengenakan masker. Masyarakat disarankan mengenakan masker kain atau masker bedah 2 fly, bila berada di tempat umum. Selain itu tetap menjaga jarak dengan orang lain. Bagi masyarakat yang menunjukkan gejala flu, maka harus mengenakan masker baik keluar maupun di rumah. Masker kain yang dibuat perlu memiliki tiga lapisan. Yakni lapisan nonanyaman tahan air di depan, microfiber non-anyaman di tengah dan kain biasa nontenunan di belakang. “Masker kain bisa dicuci dan dipakai berkali-kali,” katanya, Jumat (10/4) kemarin. Dalam upaya pemenuhan masker, Suwirta bersama TPPKK Klungkung bergerak cepat langsung membagikan masker sebanyak 1.000 buah kepada pedagang di Pasar Umum Galiran. Pasar sebagai salah satu tempat umum yang menjadi sentral jual beli, melibatkan banyak orang. Sehingga rentan terjadi penyebaran wabah. Maka harus dijaga dan dipantau kebersihannya sebagai antisipasi di tengah pandemi Covid-19 yang mewabah di Bali. Ini merupakan implementasi arahan pemerintah pusat, bahwa masyarakat harus menggunakan masker dalam

aktivitas keseharian dan harus dibagikan secara gratis. Pihaknya mengimbau agar masyarakat secara sadar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. “Jangan anggap remeh. Masker itu besar sekali manfaatnya untuk melindungi diri dari penyebaran berbagai penyakit. Kita juga terus mengedukasi warga dan pedagang agar sadar dalam

Menurutnya, dua warga asal Gianyar yang positif Covid-19 kini dirawat di rumah sakit di luar kawasan seni. Dua pasien yang positif itu masing-masing berasal dari Kecamatan Blahbatuh dan Ubud. ‘’Mereka dirawat di luar Gianyar, yakni di Rumah Sakit Udayana, satu lagi di Bapenkes,’’ kata Ketua Satgas Covid-19 yang juga Sekda Gianyar ini. Dikatakan, pasien yang positif itu memang sudah dirawat sejak sebelumnya. Sampai akhirnya dinyatakan positif setelah tes swab. ‘’Tes swab mungkin sudah keluar dua hari lalu. Tetapi baru Kamis kemarin saya terima hasilnya,’’ ucapnya. Dua warga Gianyar itu, kata Gede Wisnu Wijaya, memang berstatus PMI yang sebelumnya bekerja di Roma, ibu kota Italia. ‘’Kalau warga Gianyar itu memang PMI, keduanya bekerja di Roma, Italia,’’ ungkapnya. Pihaknya pun sudah menelusuri interaksi dua warga yang positif Covid-19 ini.

Disinggung apakah pihaknya menerapkan zona merah wilayah Covid-19, Wisnu Wijaya mengatakan belum melakukan hal tersebut. ‘’Secara aturan kalau kita menerapkan zona merah, jika jumlah yang positif lebih banyak,’’ katanya. Sementara warga positif Covid-19 asal Bangli yang kini menjalani perawatan di RSUD Sanjiwani diduga positif setelah berinteraksi dengan anaknya yang PMI. ‘’Yang positif itu ibunya. Nah... anaknya PMI, ibunya jadi terkena, anaknya belum menunjukkan gejala. Seperti itu pasien positif Covid-19 yang berasal dari Bangli,’’ katanya. Diketahui, dengan penambahan ini total Kabupaten Gianyar sudah mencatat lima pasien positif, namun dua pasien sebelumnya sudah sembuh. Saat ini di Kabupaten Gianyar dirawat tujuh pasien dalam pengawasan (PDP), serta 82 orang dalam pemantauan (ODP). Sementara itu, UPT Labo-

ratorium Perkebunan Desa Bedulu Kecamatan Blahbatuh kini sudah menerima dua warga asal Bangli. Mereka merupakan bapak dan anak, keluarga dari seorang ibu positif Covid-19 yang kini sudah menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Sanjiwani Gianyar. ‘’Ya, ada dua orang, bapak dan anak PMI itu keluarga dari yang ibunya positif Covid-19,’’ katanya. Dikatakan, dua warga tersebut saat ini sudah mendapat penanganan selama karantina di UPT Laboratorium Perkebunan Desa Bedulu. Meski sampai saat ini mereka belum ada menunjukan gejala sakit. ‘’Mereka dikarantina sementara waktu, selama karantina ini tentu kita awasi dan makanannya juga dijamin,’’ katanya. Terkait dua warga yang sempat ditolak di tempat asalnya, Sekda Gianyar mengaku tidak tahu-menahu hal itu. Namun yang pasti Pemkab Gianyar menyiapkan fasilitas karantina untuk PMI yang berstatus ODP. (kmb35)

PETUGAS kebersihan yang setiap hari berinteraksi dengan sampah, justru menjadi sosok yang rawan terinveksi wabah Covid-19. Namun mereka tetap menjalankan kewajiban, di saat orang lain tengah bekerja dari rumah. Mereka juga jelas tidak bisa

bekerja dari rumah seperti imbauan pemerintah. Hal ini diungkapnya anggota DPR-RI I Nyoman Parta, Jumat (10/4) kemarin, usai menyerahkan paket sembako kepada petugas kebersihan di Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh. Parta mengatakan, pem-

berian sembako di tengah wabah Covid-19 ini sebagai langkah apresiasinya terhadap petugas kebersihan. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana tumpukan sampah jika petugas kebersihan tidak bekerja di tengah kondisi seperti ini. (kmb35)

Bangli (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Bangli telah menyiapkan dana Rp 33 miliar lebih untuk kepentingan penanggulangan Covid-19. Dana tersebut diperoleh dari hasil menggeser sejumlah anggaran di APBD 2020. Salah satunya anggaran untuk biaya penyelenggaraan pilkada di KPU Bangli. Adapun besaran anggaran pilkada di KPU Bangli yang diambil untuk kepentingan penanggulangan Covid-19 yakni Rp 10 miliar.

Sebagaimana diungkapkan Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli Ketut Riang, Rabu (8/4) lalu. Selain dari KPU, dana Rp 33 miliar juga diambil dari menggeser anggaran perjalanan dinas luar daerah eksekutif dan legislatif, anggaran pengawasan di Bawaslu, anggaran insentif daerah dan anggaran pembangunan Pasar Kintamani. Riang mengatakan sejauh ini memang belum ada kepastian soal penundaan pilkada.

Namun dari informasi yang diketahuinya, KPU saat ini sudah tidak dibolehkan mengeluarkan dana lagi. “Karenanya kami ambil Rp 10 miliar dulu,” terangnya. Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan dikonfirmasi Jumat (10/4) kemarin mengaku belum diberi tahu pemkab soal anggaran pilkada yang digeser untuk kepentingan penaggulangan Covid-19. Pihaknya sejauh ini hanya tahu wacana itu dari media. “Belum ada dikasi tahu,” ungkapnya. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – Merebaknya wabah virus Corona (Covid-19) membuat Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli menghentikan sementara kegiatan vaksinasi rabies. Dari 72 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Bangli, sementara ini Dinas PKP Bangli baru bisa melaksanakan vaksinasi rabies di dua desa. Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas PKP Kabupaten Bangli drh. Ni Nyoman Sri Rahayu mengungkapkan, kegiatan vaksinasi rabies tahun 2020 dilaksanakan pihaknya sejak Februari lalu. Baru ada dua desa yakni Desa Batur Utara dan Batur Tengah, Kecamatan Kintamani yang sudah disasar kegiatan vaksinasi itu. “Kami mulai sejak Feb-

ruari. Tetapi karena situasi seperti ini, kami sepakat hentikan dulu. Sementara ini tidak ada aktivitas vaksinasi dulu,” ungkap Sri Rahayu seizin Kadis PKP Bangli I Wayan Sarma. Dinas PKP Bangli menghentikan sementara kegiatan vaksinasi rabies sejak adanya imbauan pemerintah agar pegawai bekerja dari rumah untuk antisipasi penyebaran Corona. Sesuai kesepakatan dengan dinas terkait di seluruh kabupaten, kegiatan vaksinasi rabies itu rencannaya kembali dilanjutkan 5 Juni mendatang. Jika wabah Covid-19 sudah berakhir. Meski kegiatan vaksinasi rabies dihentikan sementara, Sri Rahayu mengatakan pihaknya tetap turun ke lapangan jika ada laporan kasus gigitan atau ada permintaan

sosialisasi dari masyarakat. Tentunya saat turun ke lapangan pihaknya tetap mengacu protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Diungkapkannya, belum lama ini terjadi satu kasus gigitan anjing di Desa Songan. Menindaklanjuti kasus gigitan anjing, Dinas PKP Bangli sudah turun ke desa untuk melakukan pengambilan sampel otak anjing penggigit tersebut. Sekaligus eliminasi terhadap beberapa ekor anjing yang diduga sempat kontak dan tinggal satu rumah dengan anjing itu. Menindaklanjuti kegiatan eliminasi tertarget selektif dilakukan vaksinasi di desa tersebut. Namun, Sri Rahayu mengaku pihaknya saat ini masih menunggu konfirmasi kesiapan dari pihak desa setempat. (kmb40)

Parta Bagikan Sembako

agar masyarakat lebih waspada, tetapi tidak panik dan tetap melakukan pencegahan terutama rajin cuci tangan. “Rajinlah melakukan cuci tangan sebelum menyentuh daerah mulut hidung serta mata. Sebelum menyentuh anak usahakan tangan bersih dengan menggunakan sabun dan melakukan enam langkah cuci tangan di air mengalir,’’ katanya. Ia juga meminta masyarakat agar tetap melakukan sosial distencing dan physical distancing. Terpenting jangan sampai keluar atau berkerumun. “Keluar hanya untuk urusan penting dan jangan berkerumun,” katanya.

Dr. Sagung juga mengingatkan bila ada keluarga sakit agar segera dibawa ke puskesmas terdekat atau rumah sakit. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan diskriminasi atau perundingan terhadap ODP atau PDP. “Karena penyakit itu bisa sembuh kalau kita benar-benar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah. Selain itu melakukan hidup bersih dan sehat dengan mengonsumsi sayur serta buah. Di samping itu, tidur harus cukup enam sampai tujuh jam, minum air putih minimal delapan gelas per hari, dan ikuti anjuran pemerintah,” tandasnya. (ad98)

Penuhi Kebutuhan Masker Dilibatkan UKM dan Sasar Para Pedagang KEPERLUAN masker kini menjadi tinggi sejak warga diwajibkan mengenakan masker. Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Klungkung Nyoman Suwirta langsung melibatkan sejumlah UKM untuk memproduksi sendiri masker itu. Saat ini masih dalam tahap produksi. Bahkan masker yang jadi sudah ada yang disebarkan ke pedagang sebagai sasaran utama karena pergerakan masyarakat yang padat. Lalu bagaimanakah harapan pemerintah khususnya kepada pengusaha, kelompok masyarakat dan juga organisasi dalam upaya ikut atensi terhadap Covid-19?

Sejumlah Warga Gianyar Positif Covid-19

BAGI MASKER - Bupati Suwirta saat memimpin pembagian masker ke Pasar Umum Galiran. menerapkan pola hidup bersih dengan menjaga kebersihan kios masing-masing, rajin cuci tangan, menjaga jarak sebagai antisipasi dini penyebaran Covid-19,” harap Suwirta. Suwirta menjelaskan akan terus berupaya semaksimal mungkin menangkal penyebaran Covid-19 itu. Salah satunya lewat imbauan dan sosialisasi, dan penindakan langsung kepada masyarakat

yang tidak mengindahkan arahan pemerintah dalam tata cara pencegahan Covid-19. Selain itu, ia juga membuka ruang UKM dan IKM untuk memproduksi masker sebanyak-banyaknya. Kelompok masyarakat maupun organisasi, diharapkan bisa bersimpati melakukan donasi terkait pengadaan masker, agar upaya memerangi corona semakin masif. (gik)

Pemkab Geser Anggaran Pilkada

Vaksinasi Rabies Dihentikan Sementara


Sabtu Paing, 11 April 2020

Bertambah Seorang PDP Covid-19 Singaraja (Bali Post) Temuan pasian dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Buleleng bertambah. Hingga Jumat (10/4) kemarin, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Buleleng mencatat ada 10 orang PDP. Rinciannya, lima orang dinyatakan negatif Covid, dan tiga orang yang sebelumnya terkonfirmasi positif sudah dinyatakan sembuh. Namun ada seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan dia masih menunggu hasil tes swab. Pasien itu saat ini dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas, Kecamatan Sawan. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Drs. Gede Suyasa, M.Pd. mengatakan, tambahan PDP ini ditemukan setelah pasien memeriksakan diri ke salah satu puskesmas di Buleleng. Sebelum ke puskesmas, pasien yang memiliki riwayat bepergian ke luar negeri itu sudah menjalani karantina mandiri 14 hari di rumahnya. Setelah masa itu dilewati, yang bersangkutan menunjukkan gejala dicurigai mirip terinfeksi Covid. Dokter di puskesmas kemudian merujuk pasien itu dirawat di RSP Giri Emas. ‘’Tambahan PDP ini

ditemukan setelah hasil pemeriksaan di puskesmas dicurigai terinfeksi Covid, sehingga sekarang masih menjalani perawatan dan observasi oleh tim medis di RSP Giri Emas,’’ katanya. Dalam masa pengobatan dan isolasi di RSP Giri Emas, kata Suyasa, PDP itu sudah menjalani sekali tes swab. Hasil tes pertama ini sudah keluar dengan keterangan terkonfirmasi negatif. Sekarang tim medis sudah mengambil sampel swab yang kedua untuk diuji di Laboratorium RSUP Sanglah di Denpasar. ‘’Hasilnya kita tunggu kalau kembali negatif, maka sesuai SOP, pasian itu akan dikeluarkan dari RSP. Terkait penyakit yang dialami kalau memang analisisnya bukan Covid, maka akan dirawat di RSUD Buleleng,’’ jelasnya. Di sisi lain, birokrat asal Desa Tejakula itu menyebutkan, dari koordinasi ke Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, ada satu warga dengan KTP Buleleng terkonfirmasi positif Covid-19. Dalam kasus ini, yang bersangkutan berstatus sebagai imported case (IC) karena memiliki riwayat bepergian ke luar negeri dengan alasan bekerja sebagai ABK kapal pesiar. Dari koordinasi

tersebut, pasien itu mengalami gejala mengarah Covid ketika di-screening di Bandara Ngurah Rai. Karena gejala itu, tim Covid bandara langsung merujuk agar yang bersangkutan menjalani tahapan pengobatan di Rumah Sakit Bali Mandara di Denpasar. Terkait penanganan lanjutan, Suyasa mengatakan, pasien yang bersangkutan akan tetap dirawat di rumah sakit awal di mana dia berobat. Menyangkut data, pihaknya berjanji berkoordinasi kembali, sehingga data kasusnya menjadi jelas, apakah dicatat di Satgas Covid-19 Provinsi Bali atau dicatat di kabupaten. Penegasan data ini penting, karena setelah diketahui sebagai kasus IC, tim gugus tugas kabupaten belum melakukan tracking kepada pihak yang memiliki riwayat pernah berinteraksi dengan pasien IC tersebut. ‘’Sepertinya pengobatan masih di rumah sakit awal. Data kasusnya akan kami komunikasikan lagi. Penting agar datanya tidak simpangsiur. Sebab, catatan kasus di daerah kita sampai sekarang terkonfirmasi seorang saja yang positif. Tambahan PDP itu menunggu tes swab kedua,’’ jelasnya. (kmb38)

Bali Post/ist

Drs. Gede Suyasa, M.Pd.

Dampak Pandemi Covid-19

1.981 Karyawan di Buleleng Di-PHK Singaraja (Bali Post) -

Setelah merebaknya wabah pandemi Covid-19, sektor pariwisata dan usaha jasa lainnya mulai terkena imbasnya. Perusahaan bidang pariwisata kebanyakan sudah tutup. Walaupun masih ada yang buka, namun kunjungan wisatawan anjlok dibandingkan situasi sebelumnya. Kondisi itu tidak pelak memunculkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Dari data yang dihimpun di lapangan, gelombang PHK dan kebijakan merumahkan karyawan itu mulai terjadi sejak beberapa bulan terakhir ini. Sekarang tercatat sebanyak 1.981 orang karyawan kehilangan pekerjaan menyusul pandemi Covid-19. Ribuan

pekerja itu sekarang menjadi pengangguran baru di gumi Den Bukit. Tak hanya itu, sebanyak 5.200 orang karyawan telah dirumahkan menyusul situasi sulit itu. Kalau situasi bertambah parah, tidak menutup kemungkinan karyawan yang dirumahkan

itu juga akan dilanda gelombang PHK. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Drs. Gede Suyasa, M.Pd. mengatakan hal itu saat menyampaikan update perkembangan kasus Covid di daerahnya, Jumat (10/4) kemarin. Menurutnya, sejak

Pekerja Migran Cek Kesehatan

Amlapura (Bali Post) Setiap desa adat saat ini diminta ikut berpartisipasi dalam penanggulangan virus Corona atau Covid-19 yang ada di desanya. Seperti yang dilakukan Satgas Gotong Royong Desa Adat Susuan, Kelurahan Karangasem. Mereka terus mengedukasi warganya agar terhindar dari virus. Selain juga memeriksa kesehatan pekerja migran yang baru pulang dari kerja di luar negeri. Ketua Satgas Gotong Royong Desa Adat Susuan I Gede Sandi, Jumat (10/4) kemarin mengungkapkan, Desa Adat Susuan telah membentuk Satgas Gotong Royong Covid-19 sejak 1 April lalu. Pihaknya telah melaksanakan gerakan massal ke rumah-rumah warga yang berada di lingkungan Susuan. ‘’Dan besok (hari ini - red) gerakan massal ke masyarakat dengan mendatangi rumahrumah warga. Gerakan itu melibatkan relawan, dari STT dan ibu-ibu PKK,’’ ucapnya. Sandi menambahkan, Satgas Gotong Royong Desa Adat Susuan yang dibentuk ini tugasnya memberikan edukasi

Bali Post/IST

BAGIKAN SANITIZER - Satgas Gotong Royong Desa Adat Susuan, Kelurahan Karangasem selain terus mengedukasi warganya agar terhindar dari Covid-19 juga membagikan hand sanitizer. pembagian brosur, pembagian masker kepada seluruh warga sesuai data base sebanyak 1.350 masker. Selain itu juga, pemberian hand shop/sabun pencuci tangan, pemberian hand sanitizer kepada pedagang-pedagang, dan melakukan penyemprotan disinfektan. Pihaknya juga melakukan pemantauan dan pengecekan kesehatan terhadap pekerja migran yang baru pulang dari luar negeri. Berdasarkan data

base ada sembilan orang pekerja migran asal Susuan. Dari jumlah itu, lima orang sudah pulang dalam kondisi negatif. Sekarang sedang melakukan karantina mandiri di rumahnya masingmasing dalam pengawasan satgas. Serta empat orang belum pulang. ‘’Kami harap apa yang kami lakukan ini, bisa menjadi motivasi desa adat lainnya melakukan hal yang sama dalam pencegahan Covid-19 ini,’’ harapnya. (kmb41)

pandemi Covid-19 itu mewabah, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) diinstruksikan mendata perusahaan yang telah melakukan keputusan PHK atau merumahkan pekerjanya. Dari pendataan sementara disebutkan sebagian besar pekerja bidang pariwisata yang paling banyak kehilangan lahan pekerjaannya. Situasi ini tidak terhindarkan karena tingkat kunjungan wisatawan ke hotel atau ke daerah tujuan wisata (DTW)

anjlok. Pihak perusahaan juga tidak memiliki langkah lain, sehingga harus mengeluarkan kebijakan PHK. Meski demikian, beberapa perusahaan masih tetap bertahan. Manajemen perusahaan ini menerapkan kerja dengan sistem shift. Dengan kebijakan ini, pekerjanya dikategorikan dengan istilah dirumahkan. Dengan kebijakan itu, pekerja itu mendapat nafkah bulanan, tetapi tidak utuh 100 persen terhitung dari jam kerja. Meski demikian, pekerja

yang diistilahkan dirumahkan itu tidak juga bisa bernapas lega. Pasalnya, kalau situasi sulit akibat pandemi ini tetap berlangsung lama, maka gelombang PHK besarbesaran bisa saja terjadi di daerahnya. ‘’Dari pendataan sementara yang di-PHK sebanyak 1.981 dan karyawan yang dirumahkan masih bekerja dengan sistem shift sebanyak 5.200 orang,’’ katanya. Menyusul gelombang PHK itu, Suyasa menyebut pemerintah daerah sudah

Amlapura (Bali Post) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karangasem melaksanakan aksi sosial donor darah, Jumat (10/4) kemarin. Aksi sosial dengan memperoleh 14 kantong darah itu dilakukan sebagai upaya mendukung Palang Merah Indonesia (PMI) Karangasem guna pemenuhan stok darah di bumi lahar. Ketua Bawaslu Karangasem Putu Gede Suastrawan mengatakan, melalui kegiatan sosial donor darah itu, pihaknya ingin membantu PMI dalam penyediaan darah untuk kepentingan medis. Selain pegawai Bawaslu, pegawai dari Pemkab Karangasem juga ikut berpartisipasi dalam aksi donor darah itu. ‘’Dalam kegiatan ini kita mampu mengumpulkan 14 kantong darah,’’ ucapnya. Suastrawan menambahkan, pada aksi sosial ini pihaknya tetap mengacu pada protap pencegahan penyebaran Covid-19 untuk mengurangi vol-

ume orang di tempat acara. ‘’Kita mengatur kehadiran pegawai agar tak ada banyak orang,’’ katanya. Peserta donor darah, Made Subena, menjelaskan kalau dirinya rutin setiap dua bulan melakukan aksi donor darah. ‘’Sebelumnya hendak donor darah di rumah sakit, tetapi akibat Covid-19 tidak jadi. Pastinya muncul rasa trauma ke rumah sakit, karena ada informasi donor darah di sini, makanya saya ikut donor darah di Bawaslu ini,’’ katanya. Petugas PMI Karangasem I Wayan Satwika Adhikara mengatakan pihaknya mengapresiasi kegiatan donor darah yang dilaksanakan Bawaslu Karangasem ini. ‘’Kita berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan secara rutin mengingat kebutuhan darah untuk kepentingan medis stoknya terbatas. Pasalnya kebutuhan darah di Karangasem relatif tinggi,’’ jelasnya. (kmb41)

DONOR DARAH - Pegawai Bawaslu Karangasem saat melaksanakan aksi donor darah.

menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat akan memfasilitasi pekerja yang sudah di-PHK di perusahanya itu untuk terdaftar dalam Kartu Pra-Kerja (KPK - red). Sesuai instruksi pemerintah pusat itu, pemerintah daerah dipersilakan mendata kemudian mengusulkan pendaftaran korban PHK itu tercatat sebagai KPK. Hanya, sejauh ini Suyasa belum berani menyebut berapa kuota yang akan diberikan oleh pemerintah pusat itu. (kmb38)

Aksi Donor Darah Bawaslu Kumpulkan 14 Kantong

Bali Post/kmb41

APBDes Dialokasikan Beli Sembako untuk Warga

PEMERINTAH desa diinstruksikan berpartisipasi mengatasi pandemi Covid-19. Salah satu partisipasi itu adalah setiap desa wajib mengalokasikan anggaran dalam APBDes itu untuk membeli paket sembilan bahan pokok (sembako) untuk warga di masing-masing desa. Pemberian sembako itu selain menyasar penduduk yang terdampak pandemi covid, juga untuk warga miskin. Lalu sejauh apakah semua desa sudah mengalokasikan dana penanggulangan bencana itu?

In s t r u k s i i t u s e s u a i S u r a t E d a r a n (SE) No. 140 /263/SE/DPMD/2020 ditandatangani Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, 9 April 2020. Dalam SE itu, perbekel wajib menganggarkan dana desa untuk kebutuhan sembako pada perubahan APBDes masing-masing desa. Rinciannya, desa dengan jumlah penduduk antara 1.000 sampai 2.000 jiwa, alokasi anggaran pembelian sembakonya disiapkan minimal Rp 50 juta. Desa yang berpenduduk antara 2.001 sampai 3.000 jiwa, minimal wajib menganggarkan pengadaan sembako Rp 75 juta. Desa dengan jumlah penduduk antara 3.001 sampai 5.000 jiwa, minimal harus mengalokasikan anggaran Rp 100 juta. Desa dengan jumlah penduduk antara 5.001 sampai 8.000 jiwa, minimal menyiapkan anggaran Rp 125 juta. Sedangkan desa dengan jumlah penduduk

dari 8.001 jiwa ke atas, maka wajib menyiapkan anggaran Rp 150 juta. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Made Subur, Jumat (10/4) kemarin mengatakan, desa yang akan membagikan sembako kepada warganya itu wajib memperhatikan protokol penanganan Covid-19. Seperti melakukan social distancing, phsycal distancing dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Saat ini, 129 desa di daerahnya sedang memproses penyusunan perubahan APBDes 2020. Perubahan ini untuk merelokasi beberapa pos angggaran untuk memenuhi belanja bidang penanggulangan bencana, darurat dan mendesak desa. Anggaran itu nantinya digunakan menangani dampak pandemi Covid di desa. Selain itu bisa juga digunakan untuk pengadaan alat dan perlengkapan pencegahan Covid-19. ‘’Desa dapat mengalokasikan bantuan sembako, dalam masa tanggap darurat. Hitung-hitungannya untuk beras 0,4 kilogram per jiwa per hari, selama 14 hari. Di samping beras, perlu juga protein, misalnya telur, minyak goreng, dan komoditas lain. Sehingga dari perhitungan kebutuhannya Rp 10.000 per hari per jiwa,’’ katanya. P a d a

anggaran induk tahun 2020, kata Made Subur, belum semua desa mengalokasikan belanja bidang penanggulangan bencana itu. Ada 41 desa belum mengalokasikan anggaran penanggulangan bencana. Sementara untuk pembahasan perubahan APBDes saat ini desa-desa di Kecamatan Buleleng,

Kecamatan Seririt, Kecamatan Busungbiu, dan Kecamatan Tejakula telah membahas penyusunan perubahan APBDes. ‘’Desa segera membahas perubahan APBDes untuk menjawab kebutuhan Satgas Covid-19 di desa, termasuk kebutuhan-kebutuhan lainnya di desa,’’ jelasnya. (kmb38)


Sabtu Paing, 11 April 2020

Pendekatan Karantina Berbasis Wilayah Dua provinsi berdampingan dengan Bali sama-sama memiliki risiko ancaman yang panjang. Masalahnya, saat ini

ratusan tenaga kerja Indonesia (TKI) juga balik dari Malaysia, negara yang terpapar pandemi Covid-19. Jika mobilitas ini tak terkontrol maka upaya yang dilakukan Bali akan mubazir. Pendekatan–pendekatan

karantina berbasis wilayah memang sulit diterapkan jika merujuk aturan nasional, namun bukan berarti desa adat tanpa otoritas dalam hal ini. Desa adat harus melakukan kontrol ketat terhadap mobili-

Dibiayai Penuh oleh Pemprov Bali

tas warganya, termasuk mengelola anggaran yang ada untuk edukasi dan karantina. Ke depan, dan hari-hari berikutnya, Bali harus berani melakukan terobosan yang lebih efektif untuk menjaga Bali. (044)

Bentuk Penghormatan kepada Pemimpin luas. Banyak hal bisa dilihat termasuk misalnya tentang kebinekaan dan solidaritas karena melibatkan masyarakat muslim. Yang mencengangkan, dalam satu hari pelaksanaan puncak ritual itu hadir sekitar 10-15 ribu orang! Bayangkan militer saja memerlukan perintah komando untuk menggelar pasukan sebanyak ini, dan Bali United perlu sekian kali kemenangan untuk meyakinkan 15 ribu penonton hadir di stadion! Salah satu bagian dari ritual ini (dan itulah puncaknya) adalah beriringannya dangsil menuju Pura Penataran dari Pura Desa. Dangsil ini mirip dengan jempana dengan tinggi sekitar 15-18 meter dengan puncak bertingkat di atasnya. Dua dangsil paling besar adalah Dalem dan Dangsil Desa. Dangsil Dalem ditumpangi oleh keturunan Raja Klungkung (Bali) dan Dangsil Desa ditumpangi oleh keturunan Raja Karangasem. Kurang lebih ada tujuh dangsil besar yang diarak dan empat puluh dangsil lebih kecil yang difungsikan untuk menjaga wilayah desa. Arak-arakan dangsil dimulai dari Pura Desa menuju Pura Penataran yang jaraknya sekitar 300 meter. Pura Penataran berlokasi pada tempat paling tinggi di desa tersebut. Sebelum dangsil itu diarak, di Pura Penataran telah nyejer pratima Ida Batara Bagus Selonding. Dangsil-dangsil besar itu diangkut dan diarak oleh ribuan masyarakat itu menuju Pura Penataran, dengan Dangsil Dalem paling dahulu diikuti oleh Dangsil Desa dan kemudian dangsil-dangsil lainnya. Jika dilihat sistematikanya, maka setidaknya ada beberapa pokok yang bisa dilihat dari

parade ini, yaitu diusungnya dangsil oleh masyarakat dengan tokoh-tokoh pemimpin di atas dangsil tersebut menuju satu arah yaitu Pura Penataran di mana telah nyejer Ida Batara Bagus Selonding. Kepada masyarakat Bali Aga Karangasem, saya mohon izin untuk menafsirkan dan menerjemahkan. Mohon maaf jika ada kesalahan. Dangsil itu boleh dikatakan sebagai sebuah instrumen untuk menunjukkan kehormatan rakyat kepada pemimpin Bali, yaitu Raja Klungkung (Waturenggong) yang merupakan Raja Bali masa lalu. Tidak itu saja, sebagai warga Bali Aga Karangasem mereka juga menaruh hormat kepada Raja Karangasem. Bagaimanapun mereka adalah pemimpin. Hormat itu tidak berhenti sampai di sini saja. Baik rakyat maupun raja, juga hormat kepada Ida Batara Bagus Selonding di Pura Penataran karena dangsil-dangsil besar ini menuju ke sana. Bukan tidak mungkin Ida Batara Bagus Selonding ini adalah simbolisasi Rsi Markadeya, pendeta Hindu yang menjadi pelopor merabas hutan di daerah Bali abad ke-9, membuat permukiman dan mendirikan Pura Basukian di Besakih. Personifikasi Ida Batara Bagus Selonding ini kiranya menjadi perhatian utama pada ritual ini. Sebelum puncak ritual, pratima ini disucikan di Pantai Bugbug. Kemudian diiringkan menuju Pura Desa, dan kemudian sebelum dangsil itu menuju Pura Penataran, pratima Ida Batara Bagus Selonding ini lebih dulu diusung oleh generasi muda menuju Pura Penataran. Jika boleh diibaratkan, sepertinya hendak menyambut rakyat dan raja untuk kemudian secara

bersamaan berbakti kepada Ida Sang Hyang Widhi di Pura Penataran. Bisa jadi Pura Penataran ini merupakan representasi Pura Penataran yang ada di Jawa Timur (Blitar), pura Hindu yang usianya sudah berabad-abad. Dengan demikian, salah satu sumbangan besar pesan dari ritual ini adalah penghormatan rakyat kepada pemimpin dan kemudian secara akumulatif kepada pemimpin yang lebih tinggi. Rakyat hormat kepada raja. Rakyat dan raja hormat kepada pelopor masyarakat Bali (Rsi Markandeya) dan kemudian secara akumulatif bersama Rsi Markandeya hormat kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala kelimpahan kemakmuran yang diberikanNya. Itu dilakukan bersama di Pura Penataran. Apa hubungannya dengan Covid-19? Tidak lain adalah bentuk penghormatan kepada pemimpin secar akumulatif. Bentuk penghormatan itu adalah menaati dan menjalankan perintahnya. Rakyat hormat kepada bendesa, bersama bendesa hormat kepada bupati, kemudian kepada gubernur seterusnya kepada presiden (pemerintah) dan dalam kesatuan selanjutnya kepada Tuhan. Jika disuruh menjaga jarak, harus jaga jarak. Jika harus pakai masker, ya… pakai masker dan jika dilarang keluar rumah, silakan tinggal di rumah. Pengingkaran terhadap hal ini memperlihatkan kita bukan saja tidak hormat tetapi juga angkuh, sok kuat dan memudahkan virus Corona berkembang ke mana-mana. Semoga semuanya sehat!

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

DIJUAL MOBIL

SERVICE

SERVICE

Dicari: Salesman/Girl Lam: Bedahulu 4 No.12 Dps email:gemilang_bali@yahoo.com

Dijual Unit Mobil DK1812KH, DK 1246FC,DK1835BN,DK1092DLOleh PT.Finansia Multi Finance. Hubungi: 0361-255388

Apalagi ada oknum yang sengaja mencari keuntungan di bidang ini. Bukankah ritual itu dapat dilakukan secara nista (kanista). Namun, makna simbolis kata ‘’nista’’ sudah kecemplung menjadi miskin, tidak mampu atau abai dengan ‘’perintah leluhur’’. Ngayat merupakan konsepsi sangat sederhana untuk dapat bersembahyang ke mana pun kita dari satu tempat. Tetapi begitulah kemudian, orang ‘’berdesakan’’ pergi ratusan kilometer bahkan ribuan kilometer hanya untuk sembahyang. Nilai rasa yang mengalahkan semuanya itu yang kemudian dimanfaatkan oleh para pebisnis untuk mencari keuntungan. Begitu banyak yang harus kembali direnungkan kekayaan kearifan tersebut, ditafsirkan secara benar untuk membantu kita menghadapi kriris sosial. Covid-19 adalah krisis sosial yang berskala global. Ritual Ngusaba Dangsil yang dilakukan oleh masyarakat Bali Aga Karangasem, dan berlangsung di Desa Bungaya mungkin dapat dipelajari maknanya. Upacara ini merupakan ritual sakral yang kurang lebih berlangsung antara 12 sampai 14 tahun sekali. Terakhir diselenggarakan tanggal 29 Agustus 2016. Dalam beberapa bacaan disebutkan bahwa upacara ini diperuntukkan sebagai pesan kepada daha taruna masyarakat Bali Aga khususnya di Karangasem. Akan tetapi apabila direnungkan penafsirannya, ternyata ritual tersebut mengandung banyak pesan positif, bukan saja kepada generasi muda tetapi juga kepada masyarakat

B.BP.004.04.20.0000100

Penulis, staf pengajar Sosiologi Fisip Universitas Udayana

Koster menambahkan, para petugas medis yang bertugas di RS PTN Unud, RSUP Sanglah, dan RS Bali Mandara akan ditempatkan di hotel yang dibiayai penuh

oleh Pemerintah Provinsi Bali selama melaksanakan tugas penanganan Covid-19. Selain itu, para petugas medis juga akan diberikan tambahan insentif dari Pemerintah Provinsi Bali. ‘’Sehingga para petugas medis yang telah bekerja

keras dapat melaksanakan tugasnya dengan semakin baik dan penuh semangat,’’ jelasnya seraya mengimbau masyarakat Bali agar tenang, tidak panik, dan melaksanakan instruksi Gubernur Bali dengan tertib dan disiplin. (kmb)

‘’Keluhan sudah pasti. Jadi, sangat terasa sekali dengan pariwisata sebagai leading sector untuk ekonomi Bali,’’ jelasnya. Berdasarkan hitung-hitungan secara kasar, menurut Astawa, potensi devisa dari pariwisata mencapai sekitar Rp 146 triliun per tahun. Ini mengacu pada angka kunjungan wisman ke Bali tahun 2019 sebanyak 6,3 juta dikali pengeluaran rata-rata wisman sebesar Rp 2,3 juta per hari dengan kurs dolar Rp 16.000. Bali sendiri mulai kehilangan 50 persen wisatawan di bulan Maret. Jika April ini menjadi nol kunjungan, dengan demikian Bali diperkirakan kehilangan devisa hingga Rp 18 triliun pada Maret-April saja.

Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat Bali memiliki 146 ribu kamar dari 4.700an hotel. Di tengah pandemi global Covid-19, hanya sebagian kecil hotel yang masih buka. Itu pun dengan tingkat okupansi yang sangat rendah. ‘’Dari data yang kami peroleh, hampir 90 persen saat ini hotel-hotel kita tidak ada tamu alias ditutup. Tetapi maintenance untuk pemeliharaan kebun, alat-alat, kebersihan, itu tetap masih berjalan,’’ ujar Astawa. Menurut Astawa, sebagian pegawai hotel kini jam kerjanya sudah mulai dikurangi. Pihaknya sudah menyiapkan tiga strategi. Untuk saat ini masih melakukan strategi tanggap darurat. Artinya, melakukan mitigasi dan perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit. Selain itu, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat

terkait pencegahan Covid-19, menerapkan social dan physical distancing, menggunakan masker untuk semua terutama bagi yang sakit atau yang sedang berada di luar rumah, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. ‘’Kami perkirakan, mudah-mudahan Juni sudah mulai kita bisa melakukan tahap recovery,’’ imbuhnya. Tahap recovery yang dimaksud, lanjut Astawa, utamanya saat kasus Covid-19 sudah mulai melandai bahkan turun. Di sana, upaya promosi akan kembali dilakukan. Paling tidak untuk wisatawan nusantara. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara masih memerlukan waktu untuk promosi. Setelah bisa melewati tahapan recovery, tentu akan berlanjut ke strategi ketiga yakni tahapan normalisasi kembali. (kmb32)

‘’Bali secara kemanusiaan memang wajib menerima warganya kembali. Ini dari sisi kemanusiaan. Sekarang Bali tinggal melakukan pemetaan beban besar ini terlebih di tengah pandemi Covid-19,’’ ujarnya. Prof. Mahardika mengakui kekhawatiran terhadap kedatangan mereka memang tak bisa dihindarkan. Namun, bukan berarti Bali harus terjebak pada kekhawatiran tersebut. Bali harus melakukan berbagai kebijakan strategis untuk melindungi warga dan memastikan mereka aman berbaur dengan penduduk Bali. ‘’Karantina secara standar memang harus dilakukan. Tetapi apakah 20.000 orang Bali sanggup mengatasi beban karantina ini, baik secara wilayah dan

dana? Ini yang menjadi masalah serius,’’ jelasnya. Untuk itu, ia mengharapkan Bali harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Beban besar ini juga harus diurai dengan melakukan langkahlangkah gotong royong dengan melibatkan desa adat, desa dinas dan kabupaten/kota. Pola gotong royong dalam mengatasi ancaman pandemi virus ini harus dilakukan. ‘’Komunikasi harus dioptimalkan. Bali kini banyak hotel kosong, ini bisa diberdayakan untuk ruang isolasi,’’ sarannya lagi. Terkait dengan peluang Bali menjadi episentrum Covid-19, ia mengatakan ada dua hal yang harus dicermati. Pertama, jika dicermati Bali bukanlah kawasan yang menjadi pengembangan pandemi atau episentrum virus ini. Virus ini menjadikan wilayah-wilayah dingin sebagai pusat pengem-

bangannya. Sedangkan di daerah panas, tingkat penularannya relatif bisa ditekan. ‘’Saya tak memiliki data rujukan yang pasti terkait untuk mendorong Bali melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Itu kebijakan pemerintah yang tentu berdasarkan argumen dan dukungan data pasti,’’ jelasnya. Ia juga mengatakan jika melihat data yang ada saat ini, dan kita asumsikan data yang dipublikasikan valid, pihaknya berkeyakinan Bali tak akan menghadapi beban serius dalam pandemi ini sepanjang ada kepatuhan warganya melakukan social distancing. ‘’Sebaliknya jika data terpublikasikan tak valid dan cenderung kamuflase, maka kekhawatiran bisa saja menguat Bali akan menjadi daerah yang terpapar secara lebih serius,’’ jelasnya. (044)

Melakukan Strategi Tanggap Darurat

Kebijakan Strategis Lindungi Warga

DAIHATSU

B.BP.004.04.20.0000090

DIJUAL MOBIL TOYOTA

Dijual Toyota Fortuner Th.2018 Putih, Asli DK,Full Original Hub.081353405207

B.BP.004.04.20.0000072

BIRO JASA Sy siap Bntu Bayarkan Laporkan Pajak Blnan,SPT Tahunan HP/WA 087887729409 & 081.338.344.155 B.BP.001.03.20.0000203

Print & On Line Radio

HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id

denpost.id dan denpost.post

denpost

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat GENTA BALI

gentabalifm

genta bali

JENIS PAKET Bronze Silver Gold

HARIAN DENPOST 1 kolom x 45 mm 1 kolom x 100 mm 1 kolom x 150 mm

RADIO GENTA 12 x siar / bulan 24 x siar / bulan 36 x siar / bulan

PAKET

300.000,- / bulan 400.000,- / bulan 800.000,- / bulan

BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

-

OTOMOTIF FASHION TRAVEL AGEN PROPERTY SALON/SPA FURNITURE HOTEL ASESORIS LIFE STYLE KULINER LOWONGAN


Sabtu Paing, 11 April 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Hormat kepada Pemimpin

JAKARTA telah menjalankan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Jumat, 10 April 2020 kemarin. Tentu dalam satu minggu atau beberapa hari kita baru akan mengetahui hasilnya. Kita harapkan metode ini berhasil dan kemudian dapat diikuti oleh daerah-daerah lain yang menjadi penyangga Jakarta. Kita juga berharap seandainya Jakarta berhasil menerapkan hal sepetri ini akan dicontoh oleh masyarakat di luar daerah itu. Artinya penjarakan sosial, diam di rumah merupakan cara yang paling ampuh untuk menekan dan menghentikan laju perkembangan dari virus Corona baru ini. Kalau boleh dikatakan, pemerintah sampai ngos-ngosan memberi tahu masyarakat agar menaati aturan. Bagaimanapun penyakit ini mudah menyebar dan juga mematikan. Karena itu masyarakat harus patuh, tidak bisa lain. Secara teoretis, hanya model sosiallah yang mampu mencegah penyebaran virus tersebut. Sampai saat ini belum ada obat untuk pencegahannya. Yang diperlukan adalah tubuh kita segar dan sehat agar virus tidak mampu berbiak di tubuh kita. Tetapi itulah, masyarakat sukar sekali diberikan anjuran oleh pemerintah. Mungkin ada yang mengritik bahwa pemerintah lambat menangani kasus ini. Kalaupun hal itu mungkin ada benarnya tetapi haruslah juga dilihat kondisi sosial kita. Melakukan lockdown atau karantina, mungkin akan membuat masyarakat panik, bagaimana cara mendapat makanan dan bagaimana mencegah kebosanan di rumah, dan seterusnya. Maka, kebijakan pemerintah haruslah diikuti oleh masyarakat. Bagaimanapun, masyarakat harus menghormati pemerintah dan pemimpin yang ada di atas kita. Cara paling bagus untuk menghormati mereka adalah dengan menjalankan anjuran dan perintahnya. Dalam hal penyebaran virus Corona ini tidak lain dengan menaati seperti yang dianjurkan: diam di rumah, sering mencuci tangan, jaga jarak kalau berbicara dan seterusnya seperti yang sering kita dengar. Tetapi saat seperti itu, justru kita lihat jalan raya masih ramai, anak-anak muda masih ada yang sok kuat dengan bergerombol seolah merasa diri kuat. Jadi, mencegah penyebaran virus ini sesungguhnya sederhana, yaitu jaga jarak dan diam di rumah seperti yang dianjurkan oleh pemerintah. Apabila kita dapat mematuhi anjuran dari pemerintah, tidak perlulah misalnya ada kebijakan lain-lain yang mungkin juga dapat menyita waktu dan tenaga. Padahal, untuk menghadapi pandemik Covid-19 ini yang dibutuhkan adalah istirahat, pikiran tenang agar kekebalan tubuh meningkat. Jadi bukan beban yang dapat menurunkan kekebalan tubuh kita. Sayangnya, sebagai warga banyak yang tidak mampu melaksanakan perintah itu dan kemudian memengaruhi orang lainnya. Jika kita mampu menuruti anjuran pemerintah, desa adat tidak akan lagi diberi tugas untuk terlibat dalam pencegahan Covid-19. Hampir semua aspek sosial sepertinya ikut ditangani oleh desa adat. Padahal aparatnya bekerja dengan konsep ngayah. Jadi, mari kita bantu juga desa adat agar tidak mendapatkan pekerjaan tambahan lagi karena secara ideal sesungguhnya lembaga ini mempunyai peran untuk ritual di Khayangan Tiga. Jadi, mari kita hormat kepada pemimpin kita, pemerintah kita dengan mejalankan perintah dan anjurannya.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Problema PMI dan Isolasi Mandiri Kasus virus Corona alias Covid-19 di Bali semakin menyita perhatian warga Bali. Hal ini disebabkan posisi alias jumlahnya sudah berada di ranking delapan hingga sepuluh nasional. Tentu sebagai warga Bali saya sangat khawatir. Di Denpasar saja hampir semua desa dan kelurahan terisi pasien positif sekalipun jumlahnya baru seorang. Sementara itu, pemerintah mengambil kebijakan yang menurut saya terlalu lembut selama ini. Buktinya, pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang dari negara terjangkit Covid-19 hanya menjalani tes suhu tubuh. Mereka diberikan keleluasaan melakukan isolasi mandiri. Yang berbahaya lagi masih ada 14.000 warga Bali yang bekerja di luar negeri akan pulang kampung. Saran saya, semua diberlakukan ketat seperti ABK kapal pesiar yang pernah diisolasi di Kepulauan Seribu, belum lama ini. Pasalnya jika diberikan kelonggaran melakukan isolasi mandiri di rumah, saya yakin mereka tak bisa dikontrol kegiatannya. Mereka dipastikan bersentuhan dengan suami-istri, anak dan keluarganya. Risiko tertular Corona makin tinggi. Makanya benar kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prov. Bali Dewa Made Indra, dari 8 kasus baru pasien positif Covid-19, enam adalah diperoleh dari riwayat perjalanan di luar negeri. Di sisi lain mereka warga kita yang perlu diselamatkan. Kedua, mereka wajib menjalani karantina dua minggu, setelah sehat baru dibolehkan pulang. Jangan hanya mengandalkan suhu badanya normal sebagai ukuran bisa pulang. Katanya orang tanpa gejala (OTG) juga berbahaya. Hanya pemerintah dibuat pusing di mana diperoleh kamar isolasi yang jumlahnya 14.00020.000 ini. Kalangan swasta dan pariwisata perlu diajak rembuk bersama menjadikan hotelnya untuk isolasi. Nang Eca Dentim

POJOK

Ancaman terhadap Bali berlanjut. - Nasib rakyat makin tak pasti. ***

Grafis : Putu Suarsana

Perkuat Koordinasi Antarinstansi RENCANA pelaksanaan Sipeng di Bali pada 18-20 April akhirnya dibatalkan. Padahal rencana tersebut telah menuai reaksi publik. Tidak sedikit masyarakat yang sudah merencanakan berbagai hal jika larangan bepergian selama tiga hari itu benar-benar diberlakukan. Bahkan, di ranah pemerintah pun sudah ada yang menyiapkan skema untuk membantu memenuhi kebutuhan warganya. Terkait pembatalan tersebut, netizen melalui akun Facebook @balipost menilai kurangnya koordinasi antar-stakeholders di Bali. Meski baru sebatas rencana atau wacana, setidaknya ada pembicaraan awal antarinstansi atau lembaga berwenang. Paling tidak, gagasan yang akan berimplikasi luas itu disampaikan ke stakeholders, baru kemudian dilontarkan ke publik. Masyarakat Bali sejatinya taat akan imbauan pemerintah. Lihatlah reaksi masyarakat saat Ngembak Geni lalu ketika imbauan agar warga tetap di rumah diberlakukan. Bahkan hingga kini pun sebagian besar masyarakat Bali benar-benar taat akan imbauan physical distancing dan diam di rumah. Jadi, pada intinya masyarakat memerlukan kepastian dan keterbukaan mengenai kondisi Bali. Jika memang penanganan Covid-19 di Bali memerlukan strategi lebih ekstrem, bahkan hingga lockdown sekalipun, bangunlah kesadaran publik terlebih dahulu, sehingga publik siap memberikan dukungan penuh.

Kadek Smiley Besok-besok jangan terburu-buru ya pak. Banyak orang di Bali. Cukup sekarang ini selalu berdoa dan selalu ikuti arahan pemerintah. Kita mulai dari kita sendiri. Karena efek dari tidak boleh keluar sudah pasti akan membuat harga-harga barang yang kita butuhkan melonjak dan kualitas makanan kita juga akan kurang baik. Gus Robert Corona wabah dunia, tolonglah bijak jangan pakai kata Nyepi atau Sipeng. Carilah kata yang sepadan biar enggak rancu. Nyepi kan tradisi dan adat budaya Hindu Bali.

Agung Permana Ya begitu lebih baik, jangan hari raya Nyepi yang sakral dipakai dalam hal ini. Cukup dengan imbauan dan aturan yang jelas, pasti masyarakat Bali akan patuh. Perlu diingat juga bantuan logistiknya. Jangan hanya memberi wacana saja. Semoga badai ini cepat berlalu. Indri Yasa Ketatkan aturan, wajib ada sarana disinfeksi pada tempat layanan publik, wajib masker bagi warga yang keluar rumah. Kalau bisa, pemkab membagikan masker gratis mengingat masker harganya naik dan keadaannya langka.

Indra Suksma Kami warga, termasuk saya pribadi, sudah mengikuti saran pemerintah pusat tidak keluar rumah lagi selepas pulang kerja demi keamanan keluarga saya dan yang lain. Sang Tarka Jangan membuat wacana yang bisa meresahkan umat yang sedang susah. Justru diharapkan anda berpartisipasi meneduhkan hati umat. I Luh Juni Astri Jangan orang Bali saja yang disuruh diam di rumah pak. Orang luar Bali juga banyak tinggal di Bali dan keluarmasuk Bali.

Kadek Putra Sanjaya Sekalian Nyepi 14 hari, jaminkan masyarakat Bali dengan kebutuhan yang layak, yang tidak ber-KTP Bali diimbau kembali dulu ke daerah asalnya dan perketat pintu masuk Bali. Itu kalau memang pemerintah serius.

Wayan Suartana Di situasi sulit saat ini, guna meminimalisir keresahan masyarakat, apakah memungkinkan bantuan keuangan pemerintah kepada desa adat diubah peruntukannya untuk membantu krama berupa sembako? Hanya bertanya. Dewa Indrayana Bapak-bapak yang terhormat, janganlah membuat atau menyebarkan berita yang belum final ke masyarakat. Karena semuanya membuat resah masyarakat di situasi yang saat ini telah mati suri. Putu Restu Kepada Ketua MDA, supaya koordinasi dulu dengan pemerintah jika memberikan arahan kepada umat. Biar tidak ada keresahan yang ditimbulkan, walaupun hanya sebatas wacana.

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Dokter Hewan Eli Supartika Syukur, Sipeng 3 hari batal. Masyarakat dianjurkan untuk ikuti instruksi pemerintah agar terhindar dari virus Corona. Luh Suarmini Inilah yang kami harapkan, para sulinggih melakukan puja, kami umat mengikutinya. Bila kita yakin dan melakukan dengan kesungguhan hati, astungkara doa kita dikabulkan, semoga keadaan ini cepat teratasi. Dewa Diko Hening heneng, kalau sembako tidak ada, apa yang dimakan masyarakat pak? Tutsondra FX Itu enggak akan efektif untuk memutus penyebaran Covid-19. Yang efektif itu, tolong perketat orang luar masuk Bali. Kalau kita di Bali sudah berkumpul dengan teman-teman, keluarga dan orang-orang yang sudah sehat kan tidak ada masalah. Yang kita waspadai orang luar yang belum kita kenal. Lakukan penyemprotan desinfektan secara berkala di tempat umum, sediakan hand sanitizer di di tempat-tempat umum, sumbangkan masker untuk warga.

Desa Adat Kota Tabanan Kembangkan Seni Budaya dan Wisata Kota

DESA Adat Kota Tabanan sebagai sentral Kabupaten Tabanan memiliki banyak potensi yang masih bisa dikembangkan. Memiliki 24 banjar adat dengan 4.800 KK, Desa Adat Kota Tabanan memiliki banyak potensi budayanya yang belum sepenuhnya bisa digarap maksimal. Padahal di setiap banjar sudah ada banyak sekaa seni, begitu pun keberadaan sanggarsanggar tari, namun belum bisa digarap dengan baik. Desa Adat Kota Tabanan memiliki banyak potensi wisata kota, seperti Pasar Tabanan, puri-puri yang ada di Tabanan yang sebenarnya banyak dikunjungi oleh wisatawan. Melihat potensi ini Desa Adat Kota Tabanan ke depan mencoba akan mengembangkan wisata kota dengan menyinergikan potensi budaya di masingmasing banjar maupun puri, dalam gelaran festival budaya antarbanjar. Hal ini tentunya sejalan dengan konsep Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Melihat potensi tersebut, Desa Adat Kota Tabanan secara bertahap akan mulai menggarap secara optimal. Setiap sekaa yang ada dibina dengan baik sesuai dengan potensi banjar masing-masing. Semua potensi yang dimiliki banjar dicoba dieksplor untuk

nantinya mampu membuat garapan seni budaya yang bisa ditampilkan dalam Festival Budaya Kota Tabanan. Belum lagi keberadaan Pasar Tabanan yang merupakan ikon Kota Tabanan selama ini banyak dilirik wisatawan terutama asal Eropa. Kebanyakan wisatawan memang mencari budaya tradisional pasar-pasar di Bali. Mereka juga ingin tahu kehidupan pasar tradisional di samping mencari rempahrempah yang mereka perlukan. Bendesa Adat Kota Tabanan I Gusti Gede Ngurah Siwa Genta mengakui bahwa Desa Adat Kota Tabanan tidak memiliki potensi pertanian lagi yang bisa diandalkan. Banyak lahan pertanian beralih fungsi menjadi permukiman. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya pendatang memilih tinggal di Kota Tabanan sehingga per-

Negara harus hadir di Bali. - Pastikan rakyat terayomi. *** 90 persen hotel di Bali tutup. - Yang ini sebuah kepastian. Bali Post/ist

SEKAA GONG - Setiap banjar di Desa Adat Kota Tabanan memiliki sekaa gong wanita dijadikan potensi desa wista.

tanian tidak lagi bisa diandalkan secara maksimal. Belum lagi kesulitan air irigasi yang banyak membuat lahan pertanian dibiarkan terbengkalai. Melihat kondisi ini potensi yang bisa digarap hanya potensi yang ada di tengah kota. Seperti keberadaan Pasar Tabanan, puri serta sentra budaya di kota. Terbukti dengan adanya Gedung Kesenian I Ketut Maria serta megahnya open stage Garuda Wisnu Serasi. Tidak salah pihaknya kini mencoba potensi budaya yang ada tersebut untuk dikembangkan menjadi wisata kota. Pihaknya menyinergikan potensi budaya yang ada di masing-masing banjar dengan wisata puri dan wisata pasar termasuk wisata kulinernya. ‘’Subak tidak ada lagi, pertanian kering, jadi kami hanya punya potensi pasar saja karena krama pipil dan tamiu sudah luar biasa masuk kota. Kalau untuk potensi seni budaya di kota banyak ada sanggar-sanggar tari, dan lebih gampang untuk pembentukan sekaa sebunan, dan tiap banjarnya PKK sudah bisa nabuh, jadi kalau mau buat festival antarbanjar ke depan pasti bisa,’’ terangnya. Selain konsep pengembangan wisata budaya dengan menggandeng puri yang ada di Tabanan, realisasi program Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, lanjut Gusti Siwa Genta, sebagian sudah berjalan sesuai dengan kegiatan yang dibentuk sebelumnya. Seperti untuk parahyangan sudah dilaksanakan saat kegiatan melasti dan tawur kasanga, begitu pun pawongan sudah digelar dalam kegiatan bulan bahasa. Namun untuk palemahan, dikatakannya,

belum bisa berjalan lantaran terbentur situasi wabah, di mana alokasi anggaran dialihkan sebagian untuk pencegahan wabah Covid-19. Di mana untuk di palemahan, sebelumnya digagas program membuat satu tempat pembakaran sampah upakara, sehingga apa yang diwajibkan oleh Gubernur Bali untuk bersih lingkungan bisa jalan. ‘’Saat ini kami masih fokus pada upaya penanganan wabah Covid-19 agar tidak sampai masuk ke desa,’’ terangnya. (bit)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 11 April 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu