Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Pesawat Jatuh, 157 Tewas Jenisnya Sama dengan Lion Air yang Jatuh di Pangkalpinang Nairobi –
Sebuah pesawat milik Ethiopian Airlines yang sedang terbang menuju Nairobi jatuh pada Minggu (10/3) dini hari dengan membawa 149 penumpang dan delapan awak di dalamnya, kata juru bicara maskapai tersebut kepada Reuters. Pesawat dengan nomor penerbangan ET 302 itu jatuh di dekat Kota Bishoftu, yang terletak sekitar 62 kilometer tenggara ibu kota Ethiopia Addis Ababa, kata perusahaan penerbangan tersebut. Pesawat nahas itu berjenis Boeing 737-800 MAX. Jenisnya sama dengan pesawat Lion Air rute JakartaPangkalpinang yang jatuh di sekitar perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10/2018). Pesawat Lion yang jatuh itu
berjenis Boeing 737 Max 8. Tidak ada orang yang selamat dalam peristiwa itu, menurut stasiun penyiaran kelolaan negara Ethiopia. Pesawat nahas tersebut tinggal landas dari Bandara Bole di Addis Ababa pada pukul
08.38 waktu setempat dan kemudian hilang kontak dengan menara pengendali bandar udara hanya beberapa menit kemudian, yaitu pukul 08.44. ‘’Tidak ada yang selamat dalam penerbangan pesawat itu, yang mengangkut para
penumpang dari 33 negara,’’ menurut laporan Ethiopian Broadcasting Corporation, yang mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya di perusahaan penerbangan Ethiopian Airlines. Pesawat dengan nomor penerbangan ET 302 itu jatuh di Kota Bishoftu, yang berada 62 kilometer di tenggara ibu kota Ethiopia Addis Ababa, kata Ethiopian Airlines. ‘’Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung dan kami belum mendapatkan informasi soal penyintas atau
kemungkinan korban,’’ kata maskapai dalam pernyataan. Ethiopian Airlines menambahkan bahwa pesawatnya yang jatuh berjenis Boeing 737-800 MAX dengan nomor pencatatan ET-AVJ. Namun, nomor model itu tidak tercatat keberadaannya dan berbagai laman penerbangan kemudian menyebut pesawat itu sebagai jenis 737 Max 8 baru. 737 Max 8 itu sama dengan pesawat yang jatuh di Indonesia pada Oktober 2018 dan menewaskan 189 orang. Laman pelacak penerbangan
Flightradar24 mengatakan di Twitter bahwa pesawat ET 302 terbang dengan kecepatan vertikal yang tak stabil setelah tinggal landas. Di Bandar Udara Nairobi banyak penumpang menunggu di ruang gerbang keberangkatan tanpa mendapat informasi dari pihak maskapai penerbangan. ‘’Kami menunggu ibu. Kami hanya bisa berharap bahwa beliau mengambil penerbangan lain atau penerbangannya ditunda. Beliau tidak mengangkat telepon,’’ kata Wendy Otieno, sambil menan-
gis dan memegang teleponnya erat-erat. Ethiopian Airlines merupakan salah satu maskapai penerbangan terbesar di kawasan dalam hal jumlah armadanya. Maskapai milik negara itu mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan mengangkut 10,6 juta penumpang sepanjang tahun lalu. Kecelakaan besar terakhir yang dialami perusahaan itu terjadi pada Januari 2010, yaitu ketika penerbangan dari Beirut jatuh tak lama setelah tinggal landas. (ant/afp)
Bali Post/afp
PUING-PUING - Tim penyelamat membawa kantong mayat di lokasi kecelakaan Ethiopia Airlines di dekat Bishoftu, Minggu (10/3) kemarin. Di sekitarnya juga berserakan puing-puing reruntuhan.
KA Terguling, Enam Luka-luka
Jakarta (Bali Post) – Kereta Rel Listrik KA 1722 tujuan Jatinegara-Bogor mengalami kecelakaan dan terguling di perlintasan Kebon Pedes, Bogor. ‘’KA 1722 Jatinegara-Bogor mengalami anjlok antara Stasiun Cilebut-Bogor dan masih dalam proses evakuasi unit terkait,’’ sebut akun twitter resmi PT Kereta Communter Indonesia, Minggu (10/3) kemarin. Kecelakaan yang terjadi pada pukul 10.15 WIB tersebut menyebabkan dua gerbong kereta terguling yaitu gerbong yang berada di rangkaian depan dan gerbong kereta khusus perempuan. Dua gerbong kereta yang mengarah Bogor tersebut keluar dari jalur dan hampir menimpa rumah warga di sekitar perlintasan kereta.
Petugas Kepolisian Polresta Bogor Kota, Jawa Barat mengatakan terdapat enam korban dengan perincian satu korban (penumpang) luka berat dan lima lainnya luka ringan pada kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) No.1722 di Kebon Pedes, Kota Bogor, Jawa Barat, pukul 10.00 WIB, Minggu kemarin. Menurut Kepala Sub-Humas Polresta Bogor Kota AKP Sifie, dalam kecelakaan tersebut diketahui terdapat enam korban jiwa. ‘’Dan itu antaranya satu penumpang yang dinyatakan luka berat, enam lainnya luka ringan dan korban dibawa ke Rumah Sakit Salak, Kota Bogor. Itu mengacu pada saat dilakukan evakuasi di tempat kejadian perkara (TKP),’’ katanya. (ant)
Bandarlampung (Bali Post) – Petugas Kepolisian Sektor Kota Kedaton bersama tim Densus 88 Antiteror menangkap Ro alias PS (23). Terduga teroris itu ditangkap di kediamannya di Bandarlampung, Sabtu (9/3) malam. Penangkapan terduga teroris itu berawal saat Teguh (57), orangtua dari Ro, melaporkan ke Polsek Kedaton lantaran anaknya telah berpaham aliran Islam garis keras. Teguh sengaja melaporkan ke polisi lantaran ia tidak mau anaknya melakukan tindakan yang lebih jauh. Atas permintaan itu, petugas Tim Densus 88 Antiteror yang dipimpin Kapolsek Kedaton AKP Mutholib langsung mendatangi terduga teroris dan menangkapnya saat berada di kediamannya. Dari penangkapan itu, petugas mendapatkan barang bukti yang diduga bom dengan campuran potasium klorat, switching on-off yang disimpan di atas loteng sebelah rumah tetangganya atas nama Lubis. Polisi belum memberi keterangan resmi atas penangkapan tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga teroris itu merupakan kelompok dari Abu Hamzah. (ant)
Kopi Diminati di ITB Berlin
11 Bayi Meninggal Misterius di RS
Tunis – Menteri Kesehatan Tunisia Abdel-Raouf El-Sherif pada Sabtu (9/3) mengundurkan diri setelah 11 bayi meninggal dalam 24 jam secara misterius di sebuah rumah sakit di ibu kota Tunisia, Tunis, menurut laporan kantor berita TAP. Kementerian Kesehatan dan kejaksaan telah meluncurkan penyelidikan atas penyebab bayi-bayi itu kehilangan nyawa, yang kemungkinan karena terkena infeksi darah.
Masyarakat Tunisia selama ini mengeluhkan penurunan layanan kesehatan oleh negara sejak Presiden Zine El-Abidine Ben Ali digulingkan dari jabatannya pada 2011. Penggulingan itu membawa peralihan demokratis di Tunisia namun juga menimbulkan krisis ekonomi di negara tersebut. Para pengecam pemerintah mengatakan sektor-sektor publik dipenuhi dengan praktik korupsi. (ant/afp)
Pilih Bendesa Adat Tak Boleh Voting Pemilihan bendesa adat ke depan tidak boleh lagi memakai sistem voting. Hal tersebut diatur dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Desa Adat yang kini masih digodok Pansus di DPRD Bali. Pasalnya, pemilihan bendesa adat lewat voting selama ini kerap menimbulkan konflik.
Halaman 2 Spanduk Awig-awig di Lokasi Bandara
’’Pamer’’ Suami Artis Syahrini ‘’pamer’’ suami di Jakarta, Minggu (10/3) kemarin. Halaman 15
Sejumlah warga mengatasnamakan Komunitas Pemerhati Desa Kubutambahan memasang spanduk di kawasan Bukit Teletabis. Pemasangan spanduk ini diduga berkaitan rencana pemanfaatan lahan Desa Pakraman Kubutambahan untuk dibangun bandara. Spanduk tersebut bertuliskan ‘’Tidak diizinkan menjual atau mengesahkan tanah hak milik adat, kalau tidak dapat persetujuan krama desa’’.
Halaman 8
Terduga Teroris Ditangkap di Lampung
Bali Post/ant
ANJLOK - Commuter Line 1722 yang anjlok di pintu perlintasan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/3) kemarin.
Berlin – Minuman tradisional Indonesia seperti wedang uwuh, bir Mataram, wedang jahe, teh sereh dan jakencruk serta kopi Indonesia menarik perhatian dan diminati pengunjung paviliun Indonesia di pameran pariwisata terbesar di dunia ITB Berlin yang berlangsung di gedung Messe Berlin, 6 - 10 Maret 2019. ‘’Beberapa tahun lalu cuma sedikit negara yang menampilkan kopi sebagai daya tarik untuk pengunjung,’’ ujar Dery Juniar, Barista Home Coffee Roastery Solo yang bertugas sebagai barista menyediakan kopi, kepada pengunjung pameran pariwisata terbesar di Eropa ITB Berlin, Minggu (10/3) kemarin. Sejak pembukaan pameran paviliun Indonesia mengusung kapal Phinisi dengan pojok kopinya selalu ramai dikunjungi bahkan mereka mau mengantre untuk mendapatkan secangkir kopi atau merasakan sensasi minuman tradisional Indonesia itu. Deryl mengakui meskipun tambah banyak negara yang ikut pameran internasional ITB Berlin dengan menggunakan coffee corner sebagai daya tarik pengunjung. Bahkan barista dari negara tetangga Taiwan dan juga roaster dari Vietnam dan Kolombia juga yang ingin mencicipi kopi Indonesia. Berbincang-bincang dengan mereka lebih menarik karena masing-masing tidak ingin menonjolkan kemampuannya, tetapi lebih berbagi ilmu mengenai kopi. ‘’Saya banyak
mendapatkan info dari mereka tentang perkembangan kopi dunia dan Indonesia justru tidak kalah dari kopi dunia,’’ ujarnya. Sementara itu, Erwin Perdana Warman yang menyediakan minuman tradisional Indonesia kepada pengunjung juga banyak yang tertarik dengan menyajikan rempah yang menampilkan beberapa di antaranya cukup langka seperti mahkota dewa, manjakani, biji rotan, yang juga menarik mereka adalah daun pandan dengan aroma yang harum dan tidak pernah mereka dapati sebelumnya. Selain itu juga banyak yang bertanya khasiat dari berbagai macam minuman seperti wedang uwuh yang dapat menghangatkan badan dan juga wedang jahe dan teh sereh. Selain itu minuman tradisional Indonesia juga bisa disajikan dengan beberapa minuman dicampur dengan minuman beralkohol. ‘’Seperti biasa tamu sangat tertarik dengan minuman yang menggunakan base jahe,’’ ujarnya. Menurut Erwin Perdana Warman, untuk minuman tradisional kali ini yang dibawa adalah wedang jahe, kunyit asam, jakencruk, kopi tahlil dan teh rosella dengan bahan dasar jahe sangat disenangi oleh tamu yang datang, namun bila disebutkan kegunaan masing-masing minuman juga menjadi hal yang menarik, salah satunya tentang kunyit asam yang mempunyai banyak kegunaan utamanya untuk wanita. (ant)
DENPASAR
2
Senin Kliwon, 11 Maret 2019
FIGUR Badan Promosi Pariwisata BELAKANGAN ini, sektor pariwisata makin menggeliat, khususnya mereka yang berkunjung ke kawasan wisata Kintamani. Kendati demikian, peranan pemerintah masih ditunggu untuk terus mendukung infrastruktur pariwisata di Bali. Salah satunya, menurut Ketua PHRI Bangli I Ketut Mardjana, Ph.D., adalah meningkatkan promosi pariwisata yang digalakkan pemerintah. “Yang kami usulkan dari dulu salah satunya adalah BPPB (Badan Promosi Pariwisata Bangli - red),” tegasnya. Pria yang sudah menjelajah 2/3 negara di dunia ini mengatakan, geopark adalah pertama kali ada di Indonesia. “Ini perlu kita kembangkan, baik culture, danau, perikanan maupun agrowisata. Potensi kita sangat kaya, tinggal kita kembangkan saja,” tandas pria yang juga mantan Dirut PT Pos Indonesia itu. Ditambahkan, Bangli merupakan kabupaten di Bali yang tidak mempunyai laut. Namun, Bangli mempunyai kawasan gunung berapi, danau, tebing dan agrowisata yang luar biasa. “Di s a m p i n g i t u juga ada budaya. Jangan salah ya, Bali Mula itu ada di Kintamani. Bali mulai berkembang dari kawasan geopark,” tegasnya. Kekayaan budaya inilah mesti digarap, sehingga Kintamani tidak hanya menjadi pesinggahan wisatawa saja. Pendiri Toya Devasya ini menambahkan, kunci sukses dalam membangun pariwisata itu adalah kerja keras dan kerja cerdas. Di samping itu juga komit menjaga segala usaha dengan pola managemen spiritual. Apa yang dia lakukan, kini bisa mengubah kawasan Kintamani menjadi objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Di samping itu, juga sangat dibutuhkan infrastruktur, baik jalan, maupun akses internet termasuk fasilitas perbankan. (asa)
Turis Prancis Tewas Gantung Diri
Denpasar (Bali Post) Warga negara Prancis, Dominique Maurice Nicolas Purorge (47), ditemukan meninggal karena gantung diri di Pandawa All Suite kamar 224 Blok B di Jalan Umalas Klecung, Kuta Utara, Badung, Minggu (10/3) kemarin. Korban gantung diri dengan menggunakan kabel yang diikat di railing tangga. Kasubbag Humas Polres Badung Iptu I Ketut Gede Oka Bawa mengatakan, kejadian ini baru diketahui sekitar pukul 10.00 Wita. Dari keterangan I Made Juliarta (31) sebagai satpam hotel, dia diminta tolong untuk membuka pintu kamar korban karena terkunci dari dalam. Selanjutnya Juliarta membuka pintu kamar tersebut dari balkon. Saat itulah dilihat korban sudah dalam keadaan tergeletak di lantai dengan posisi tengkurap, hanya menggunakan celana dalam dan lehernya terikat kabel roll warna hitam. “Kejadian itu lalu dilaporkan ke Polsek Kuta Utara,” ujarnya. Sementara itu, Vira (37) yang merupakan staf salah satu vila di Seminyak, Kuta mengatakan, setelah Nyepi tepatnya 8 Maret pukul 18.05 Wita, dia masih berkomunikasi dengan korban lewat WA (Whatsapp) dan telepon. Waktu itu Vira minta daftar tamu yang rencananya chek in di vila tempatnya bekerja, tapi tidak dibalas. Pada Sabtu (9/3) pukul 16.00 Wita, dia sempat mengecek korban dengan mengintip dari sela pintu dan hanya melihat kaki korban serta ada cairan di lantai. Melihat hal tersebut, Vira bertanya kepada staf hotel lainnya apa melihat korban keluar kamar. Staf hotel tersebut menjawab tidak ada dan korban dibilang tidak mau diganggu. Minggu kemarin pukul 10.30 Wita Vira di-WA oleh mantan istri korban. Isi pesannya bahwa korban ditemukan gantung diri. Vira langsung menuju apartemen korban. “Kalau keterangan saksi (Vira - red), selama ini korban tidak ada masalah. Namun dia hanya merindukan anaknya yang dibawa oleh mantan pacarnya,” kata Iptu Oka. (kmb36)
Impor Mainan Meningkat 2.000 Persen Lebih
Denpasar (Bali Post) Bali mengimpor produk mainan pada Januari 2019 sebesar USD 2,8 juta. Nilai ini meningkat 2.247 persen dibandingkan Januari 2018 dan membuat komoditas mainan menduduki posisi terbesar kedua setelah mesin dan perlengkapan mekanik untuk produk yang diimpor Bali. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho mengatakan, pada Januari 2018 impor mainan mencapai USD 120.448, sehingga peningkatannya 2.247 persen (yoy). Dari Desember 2018 ke Januari 2019, peningkatannya 1.434 persen karena pada Desember 2018 impor produk mainan Bali mencapai USD 184.291. Secara umum, kata Adi Nugroho, peningkatan impor Januari 2019 (mtm) berdasarkan negara asalnya didominasi oleh peningkatan impor dari Tiongkok mencapai USD 1,2 juta, khususnya oleh impor mainan berupa flying theatre. Selain Tiongkok, peningkatan impor sebesar USD 866.805 dari Singapura juga turut andil dalam peningkatan impor pada Januari 2019. Komoditas yang dominan diimpor dari Singapura yaitu produk kapal terbang dan bagiannya. Menurut negara asal impor utama, sebagian besar impor pada Januari 2019 tercatat berasal dari Amerika Serikat 25,24 persen, Tiongkok 20,78 persen, Hongkong 18,49 persen, Australia 7,11 persen, Singapura 5,91 persen, Belanda 3,62 persen, Prancis 2,88 persen, Jerman 2,61 persen, Thailand 2,15 persen, dan Italia 1,94 persen. Menurut Adi Nugroho, dari sepuluh besar negara utama asal impor, tujuh negara mengalami peningkatan dengan peningkatan tertinggi hingga ratusan persen dicapai impor asal Singapura, Prancis dan Belanda. Kenaikan impor asal Singapura didominasi oleh naiknya impor produk kapal terbang dan bagiannya. Sedangkan kenaikan impor dari Prancis didominasi oleh impor produk wahana mainan. Kenaikan impor asal Belanda juga didominasi oleh naiknya impor produk mainan. Berbeda dengan kondisi tujuh negara asal impor yang mengalami peningkatan, kata Adi Nugroho, tiga negara asal impor mengalami penurunan antara lain impor Italia 68,27 persen, Jerman 14,26 persen, dan Hongkong 10,88 persen. Jika dibandingkan dengan kondisi Januari 2018 (yoy), enam negara asal impor mengalami peningkatan impor hingga ratusan persen, yaitu negara Tiongkok, Amerika Serikat, Belanda, Singapura, Prancis dan Australia. Sebagian besar dari keenam negara ini didominasi oleh meningkatnya impor produk mainan, produk mesin dan peralatan listrik, produk mesin dan perlengkapan mekanik, serta produk kapal terbang dan bagiannya. Kondisi yang berbeda ditujukan oleh impor asal Italia yang secara yoy mengalami penurunan sedalam 10,28 persen.(kmb42)
Topik : Bartender Beralih ke Mikol Lokal
Bali Post/kmb42
KONSERVASI - Made Winarta memberikan makanan kepada penyu yang ada di tempat konservasi penyu di Pantai Sindhu, Sanur, Minggu (10/3) kemarin.
Disesalkan, Masih Ada Oknum yang Jual Daging Penyu
Denpasar (Bali Post) – Generasi kelahiran 1990an mungkin tak banyak yang tahu rasa daging penyu. Sebelum tahun itu, daging penyu marak diperjualbelikan, diolah menjadi makanan seperti sate dan lawar penyu. Makanan olahan dari daging penyu ini pada awalnya diperkenalkan oleh nelayan Bugis yang dekat dengan Raja Badung. Setelah dicoba, ternyata sate dan lawar penyu enak dan diminati masyarakat di Denpasar dan Badung. ‘’Penyu diolah dan diisi bumbu ternyata enak. Kenikmatan penyu terkenal di seluruh Denpasar dan Badung,
akhirnya semua pakai daging penyu,’’ tutur Made Winarta (43), pengelola konservasi penyu di Pantai Sindhu, Sanur, Minggu (10/3) kemarin. Belakangan, UU tentang pelestarian penyu mulai digaungkan pemerintah. Penyu menjadi satwa yang dilestarikan dan dilindungi. Masyarakat mulai berhenti mengonsumsi daging penyu. Kendati demikian, sampai sekarang masih ada oknum yang menjual daging penyu secara sembunyi-sembunyi. Tentunya hal ini sangat disesalkan pria asal Sanur ini. ‘’Nah, itu dia. Hukum masih bisa dibeli, padahal UU kon-
servasi penyu sudah ada. Kalau memang tegas, ya… tidak akan ada lagi,’’ ungkap pria yang akrab disapa Barnet ini. Menurut Winarta, dulu di sepanjang Pantai Sanur banyak penyu bertelur. Namun saat ini mulai menghilang karena diburu untuk dimakan. Melihat kondisi yang sangat mengkhawatirkan tersebut, ia tergerak mengawali upaya pelestarian penyu tersebut. Ia berkoordinasi dengan Balai Konservasi dan Klian Banjar Sindu Kaja, kemudian bersama kawankawannya memulai penangkaran penyu. Winarta mengatakan, seki-
tar 80 ekor penyu sedang ditangkar di Pantai Sindhu. Jika kondisi alam memungkinkan, penyu tersebut akan dilepas ke alam. Namun penyu yang masih berusia lima bulan sampai setahun akan tetap dirawat di sana. Penyu yang bertelur di konservasi ini pun jumlahnya semakin banyak. Termasuk penyu sisik yang termasuk penyu langka juga bertelur di sana. Selain manusia, kini tantangan yang harus dihadapi penyu adalah lingkungan. Menurut Winarta, pantai dan alam sudah tercemar sampah plastik. Plastik ini ketika mengambang di air laut sep-
erti ubur-ubur. Plastik ini kemudian dimakan oleh penyu dan menyebabkan penyu mati. Seringkali ia menemukan bangkai penyu di sekitar pantai. ‘’Saya berapa kali menemukan bangkai penyu di sini. Plastik paling banyak membunuh penyu karena dikira ubur-ubur,’’ ujarnya. Dengan adanya konservasi penyu ini, Winarta berharap masyarakat menyayangi penyu. Selain itu juga menambah pesona wisata di Sanur. Wisatawan ketika makan malam juga dapat menikmati pemandangan penyu yang naik ke daratan ketika malam. (kmb42)
dengan cara musyawarah mufakat. Tidak ada votingvotingan di desa adat biar desa adat kita rukun, biar desa adat kita tidak ada konflik,’’ ujar politisi PDI-P asal Guwang, Gianyar ini. Selain itu, kata Parta, nantinya akan ada organisasi perangkat daerah (OPD) khusus yang mengurus desa adat. Terobosan ini pun sudah dicantumkan dalam Ranperda tentang Desa Adat. Mengingat, Dinas Kebudayaan selama ini tidak bisa mengurus sepenuhnya desa adat lantaran jumlahnya yang cukup banyak yakni 1.493 desa adat. Dinas Kebudayaan lebih fokus pada
tradisi dan seni, sehingga kelembagaan desa adat tidak terurus dengan baik. ‘’Desa dinas yang jumlahnya hanya 716 memiliki OPD khusus dari provinsi, kabupaten sampai kecamatan. Sementara 1.493 desa adat tidak memiliki OPD yang mengurus tentang itu. Oleh karena itu, sekarang kita akan urus, ada OPD khusus yang mengurus desa adat,’’ tegasnya. (kmb32)
Bendesa Adat Tak Lagi Dipilih Lewat Voting
Denpasar (Bali Post) -
Pemilihan bendesa adat ke depan tidak boleh lagi memakai sistem voting. Hal tersebut diatur dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Desa Adat yang kini masih digodok Pansus di DPRD Bali. Pasalnya, pemilihan bendesa adat lewat voting selama ini kerap menimbulkan konflik. ‘’Pemilihan bendesa adat seharusnya tidak dilakukan dengan sistem demokrasi Barat yaitu dengan melakukan voting, baik voting berdasarkan KK maupun voting berdasarkan warga yang sudah punya hak pilih, 17 tahun,’’ ujar Ketua Pansus Ranperda tentang Desa Adat DPRD Bali I Nyoman Parta, Sabtu (9/3). Parta menawarkan agar bendesa adat dipilih dengan cara musyawarah mufakat.
Tawaran ini mencermati bahwa prinsip desa adat adalah saguluk sagilik, dengan semangat salunglung sabayantaka, serta sumber pengambilan keputusannya adalah awig-awig dan pararem. Dengan kata lain, pemilihan bendesa adat tidak sama dengan pemilihan kepala desa yang memiliki dasar aturan seperti undang-undang, Perpres, PP, Permendagri dan perda. Lantaran tidak memiliki
aturan tersebut, konflik yang muncul dalam pemilihan bendesa adat akhirnya tidak bisa diselesaikan. ‘’Kami menerima enam pengaduan di sini, di DPRD ini yang isinya adalah persoalan-persoalan konflik pemilihan bendesa. Enam kasus yang datang ke sini tidak bisa kita selesaikan karena aturan mainnya tidak ada. Oleh karena itu, kami ingin menawarkan agar bendesa adat dipilih
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Harga Mikol Impor Naik
Bartender Beralih ke Mikol Lokal
Bali Post/
PRAREKONSTRUKSI - Kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia diprarekonstruksi dengan menghadirkan tersangka Mohamad Chusen, Minggu (10/3) kemarin.
Pasutri Dianiaya di Asrama Polisi
Satu Tewas di Rumah Sakit
Denpasar (Bali Post) Kasus penganiayaan terjadi di Perumahan Polri Abian Timbul di Jalan Imam Bonjol No.326 B6-B7, Denpasar Barat (Denbar), Selasa (26/2). Pasangan suami-istri (pasutri) Hoo Sigit Pramono (58) dan Dian Indah Permatasari (57) ditusuk dengan pisau dan dipukul menggunakan batang bambu. Akibat kejadian itu, Sigit meregang nyawa setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit dan kejadian ini baru dilaporkan ke Polsek Denbar, Jumat (8/3). Setelah menerima laporan kasus tersebut, tim gabungan Polsek Denbar dan Resmob Polresta Denpasar dipimpin Kanit I Iptu Made Yudistira melakukan penyelidikan. Ha-
sil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, terungkap pelakunya Mohamad Chusen (36). Tersangka Chusen ditangkap di kampungnya di wilayah Jombang, Jawa Timur, Sabtu (9/3). Saat diinterogasi, pelaku yang kos di Jalan Segina, Denpasar ini mengaku sakit hati karena diberhentikan menjadi buruh di proyek korban. Dia mempersiapkan pisau dan bambu untuk menganiaya kedua korban. Selanjutnya pelaku mendatangi rumah mantan majikannya tersebut. Setibanya di sana, pelaku menyerang Sigit menggunakan pisau. Dia menusuk perut dan dada Sigit. Sedangkan Dian dipukul menggunakan bambu hingga tangannya patah.
‘’Setelah melihat korban tidak berdaya, pelaku langsung kabur. Sedangkan warga di sana baru tahu kejadian itu setelah pelaku kabur. Kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Beberapa hari dirawat di rumah sakit, korban (Sigit) meninggal dunia,’’ kata sumber, Minggu (10/3) kemarin. Pascapenangkapan tersebut, polisi menggelar prarekonstruksi di TKP. Hal ini dilakukan untuk mencocokkan pengakuan pelaku saat diperiksa dengan fakta di lapangan. Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. ‘’Besok (hari ini - red) akan dirilis,’’ tegasnya. (kmb36)
Denpasar (Bali Post) Harga minuman beralkohol (mikol) naik signifikan, berkisar dari 50 persen hingga 100 persen pada 2018. Padahal, sebagian besar atau sekitar 60 persen produk minuman yang dibuat di hotel atau bar menggunakan alkohol. Kenaikan harga ini membuat peracik minuman (bartender) khususnya di kalangan pariwisata beralih menggunakan mikol lokal. ‘’Lebih dari 60 persen penjualan rata-rata beverage setiap hotel, bar dan restoran menggunakan alkohol,’’ kata Founder dan Inisiator Bali Local Alcoholic Beverage Control (Balabec) Ketut Darmayasa, Minggu (10/3) kemarin. Darmayasa mengatakan, hampir semua hotel, restoran dan bar membutuhkan alkohol untuk racikan minuman dan makanannya. Sementara itu, terjadi kesulitan mendapatkan alkohol dengan naiknya harga pokok semua jenis mikol impor. Mikol memang termasuk Daftar Negatif Investasi (DNI). ‘’Beberapa tahun lalu Bali pernah mengalami kesulitan pasokan mikol, terutama mikol impor karena salah satu perusahaan pengimpor mikol kuotanya dikurangi,’’ ujarnya. Darmayasa mengakui tidak semua makanan dan minuman di hotel dan restoran menggunakan alkohol, seperti fruit juice, mocktail, soft drink. Kenaikan harga mikol ini diduga
akibat kuota impor dikurangi untuk menaikkan daya saing ekspor. Untuk tetap menjaga keberlanjutan minuman yang dibuatnya, strategi yang digunakan adalah memperbanyak penggunaan produk lokal terutama alkohol lokal. Seperti whisky, vodka, rum, gin dan arak. Namun mikol lokal diakui kalah dari sisi branding dibandingkan dengan produk impor. Wakil Ketua I DPP Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) I Made Ramia Adnyana, S.E., M.M., CHA. mengatakan kebutuhan mikol bagi industri pariwisata cukup besar, terutama bar dan restoran. Memang kebanyakan mikol diimpor terutama whisky dan wine. ‘’Mikol ini sangat penting karena merupakan kebutuhan bagi wisatawan. Seperti bir, di Eropa sudah seperti air mineral dan wisatawan Rusia yang sudah terbiasa minum vodka. Kebutuhan mikol sangat besar untuk bar dan restoran serta diskotek. Kalau pergi ke bar atau diskotek tanpa mikol, bagaikan sayur tanpa garam,’’ katanya. Sejak 1990, kata Ramia Adnyana, wine dengan brand lokal bermunculan. Namun sebelum wine brand lokal muncul, untuk memenuhi kebutuhan wine diimpor dari Prancis, Australia dan Amerika. ‘’Kebutuhan wine tersebut terutama untuk restoran dan bar yang menyediakan fine dinning,’’ ujarnya. (kmb42)
BADUNG 3 Bupati Badung Hadiri HUT Ke-36 ST Tri Eka Dharma Santhi Senin Kliwon, 11 Maret 2019
PUNCAK HUT - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri puncak perayaan HUT ke-36 ST Tri Eka Dharma Santhi, Banjar Tangkeban Desa Cemagi, Mengwi, Jumat (8/3) lalu.
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri puncak perayaan HUT ke-36 ST Tri Eka Dharma Santhi, Banjar Tangkeban Desa Cemagi Kecamatan Mengwi, Jumat (8/3) lalu. Kehadiran orang nomor satu di Badung itu disambut antusias masyarakat Banjar Tangkeban, terutama generasi muda yang tergabung dalam ST Tri Eka Dharma Santhi. Pada kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta didampingi Camat Mengwi I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, Perbekel Cemagi Si Ketut Wirama, Bendesa Cemagi I Made Suarta, tokoh masyarakat, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, I Bagus Alit Sucipta, dan I Wayan Edy Sanjaya, serta Klian adat dan dinas se-Desa Adat Cemagi.
Lowong, Sejumlah Jabatan Eselon II Tak Kunjung Diisi Mangupura (Bali Post) -
Jabatan lowong di lingkungan Pemkab Badung tidak kunjung terisi. Padahal kursi eselon II ini telah lama ditinggal pensiun oleh pejabat sebelumnya. Setidaknya ada lima kursi eselon II saat ini masih kosong. Kursi eselon II yang belum terisi hingga kini adalah Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik yang sebelumnya dijabat I Ketut Martha, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia yang sebelumnya dijabat I Made Witna, Kepala Badan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (BKBKS) yang sebelumnya dijabat Putu Rianingsih, Kepala BPBD yang sebelumnya dijabat I Nyoman Wijaya dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan yang sebelumnya dijabat IGAK Sudaratmaja. Sebelumnya Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengisyaratkan bakal melakukan pengisian pada Februari lalu. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda
dilakukan seleksi jabatan. Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Badung I Gede Wijaya, Minggu (10/3) kemarin, mengakui belum mendapat petunjuk dari Bupati untuk membuka seleksi mengingat pengisian kursi eselon II mutlak hak prerogatif Bupati. Menurutnya, Pemkab Badung telah mengirimkan surat kepada Komisi ASN, dalam upaya meminta rekomendasi pelaksanaan mutasi pejabat eselon II. Bahkan surat telah dikirimkan pada Februari lalu. ‘’Bila pimpinan sudah memberikan arahan, maka seleksi akan dibuka,’’ katanya. Birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara itu menyebutkan, tahapan seleksi serupa
dengan seleksi-seleksi yang telah dilakukan selama ini. Seperti penerimaan berkas pendaftaran, seleksi administrasi, wawancara, termasuk di dalamnya penelusuran rekam jejak. Dari sekian tahapan seleksi tersebut, keputusan final tetap di tangan Bupati. Seperti diketahui, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta telah memutasi pejabat eselon III dan eselon IV serta pejabat fungsional di lingkungan Pemkab Badung Februari lalu. Kala itu pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan terhadap 184 pegawai, yakni pejabat administrator sebanyak 40, pejabat pengawas sebanyak 66, dan pejabat fungsional tertentu sebanyak 78 orang. (kmb27)
Penumpang Meningkat, Jumlah Pesawat Menurun
Mangupura (Bali Post) – Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatat kenaikan jumlah penumpang selama dua bulan di awal tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data statistik Lalu Lintas Angkutan Udara (LLAU) pada periode JanuariFebruari 2019 tercatat sebanyak 3.603.624 penumpang melalui Bandara Ngurah Rai. Menurut Communication & Legal Section Head PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim, jumlah ini mengalami peningkatan sebesar delapan persen atau sebanyak 271.391 dibandingkan periode sama tahun 2018 yaitu sebanyak 3.332.233 penumpang. Sebaliknya, jumlah pesawat yang dilayani malah mengalami penurunan. Dibandingkan tahun lalu, jumlah pesawat yang terlayani sebanyak 24.855 pesawat. Sedangkan tahun ini hanya 24.352 pesawat atau mengalami penurunan sebesar dua persen. ‘’Terjadi penurunan dalam catatan jumlah
Bali Post/edi
BANDARA - Penumpang di terminal kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai. pergerakan pesawat udara. Dibanding tahun lalu, jumlah pergerakan pesawat tahun ini adalah sebanyak 24.352 pergerakan pesawat, atau turun sebanyak 503 pergerakan pesawat,’’ bebernya. Ditambahkan Arie, jika dirata-ratakan, dalam seharinya, terdapat 61.078 penumpang yang diangkut oleh 413 pesawat udara yang ke luarmasuk Bali melalui Bandara Ngurah Rai. Melihat catatan jumlah penumpang di awal tahun ini, tentunya menunjuk-
kan hal yang positif. Karena di tengah tren penurunan jumlah penumpang yang dialami oleh beberapa bandar udara lain di Indonesia, Bandara Ngurah Rai masih lebih baik. ‘’Sebagai pengelola bandar udara, hal ini tentunya wajib kami pertahankan dan bahkan harus ditingkatkan. Mengingat, hingga tanggal 31 Desember 2019 kami menargetkan sebanyak 24,9 juta penumpang yang harus dilayani melalui Bandara Ngurah Rai,’’ terangnya. (kmb23)
han yang intinya menghentikan sementara penerbitan e-KTP bagi WNA hingga musim pemilu usai. Hal ini untuk mengantisipasi adanya WNA yang masuk sebagai daftar pemilih di Bali, terutama di Badung. ‘’Walau dihentikan, masih ada saja WNA yang datang ke Disdukcapil Kabupaten Badung untuk melakukan perekaman. Dalam sehari, WNA yang datang untuk melakukan perekaman mencapai dua hingga lima orang,’’ katanya. Diterangkannya, banyak WNA di Kabupaten Badung yang telah memiliki Izin Tinggal Tetap yang ingin memiliki e-KTP dengan melakukan perekaman. E-KTP untuk WNA sama persis dengan yang dikeluarkan untuk masyarakat Badung. ‘’Yang membedakan, untuk kewarganegaraan tetap
ditulis negara asalnya dengan alamat yang ditempati sekarang. Misalkan WNA dari negara Jepang yang tinggal di Kuta. Kewarganegaraannya tetap negara Jepang, sedangkan alamatnya menyesuaikan,’’ jelasnya. Terkait e-KTP WNA yang belum diserahkan, Suryawati menjelaskan, akan diserahkan usai Pemilu 2019. Sementara jumlah WNA yang sudah melakukan perekaman tercatat sebanyak 235 orang. Mereka berasal dari Jepang, Austria, Belanda, Inggris, Italia, Amerika Serikat, Prancis, Jerman dan yang lainnya. ‘’WNA yang melakukan perekaman sebagian besar bekerja di dunia pariwisata dengan asal negara paling banyak adalah Jepang sebanyak 41 orang dan Austria sebanyak 27 orang,’’ ujarnya. (kmb27)
Pemkab Terbitkan 117 E-KTP WNA Mangupura (Bali Post) Pemkab Badung melalui Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung telah menerbitkan sebanyak 117 e-KTP untuk warga negara asing (WNA). Kebijakan ini dilakukan dari tahun 2017. Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Badung Putu Suryawati belum lama ini mengatakan, e-KTP yang diterbitkan pemerintah setempat memiliki masa berlaku yang sama sengan Kitap yang dikeluarkan Imigrasi. ‘’Ada 117 yang dikeluarkan e-KTP-nya, namun yang sudah terdistribusi sebanyak 109. Sisanya masih ditunda untuk penerbitannya, mengingat arahan dari Dirjen Disdukcapil,’’ ungkapnya. Menurutnya, Dirjen Disdukcapil memberikan ara-
Dalam puncak perayaan HUT ke-36 ST Tri Eka Dharma Santhi, Bupati Giri Prasta bersama jajaran ST melakukan pemotongan tumpeng. Bupati memberikan dana motivasi guna mendukung kegiatan tersebut sebesar Rp 11 juta. Selain itu, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan secara pribadi memberikan bantuan Rp 5 juta, I Bagus Alit Sucipta sebesar Rp 5 juta, I Wayan Edy Sanjaya senilai Rp 5 juta dan Perbekel Cemagi sebesar Rp 10 juta. Dalam sambutannya, Bupati Giri Prasta mengucapkan selamat hari raya Nyepi Tahun Çaka 1941 kepada warga Tangkeban. Bupati mengapresiasi HUT ST Tri Eka Dharma Santhi. Ini membuktikan ST ini sudah bisa bersatu untuk ikut
berpartisipasi dalam pembangunan di banjar, desa maupun Kabupaten Badung. Dijelaskannya, Pemkab Badung telah menjalankan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) dengan lima program prioritas, yaitu pangan, sandang dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan tenaga kerja, adat, agama, seni dan budaya, serta pariwisata. Semua program ini adalah untuk meringankan beban pribadi dan komunal krama Badung, sehingga ekonomi masyarakat meningkat dan kemiskinan akan turun sampai nol persen. Ke depannya Giri Prasta akan memberikan kebutuhan ST, di antaranya alat musik, sarana olahraga, laptop dan slide. ‘’Setiap perayaan HUT
sekaa teruna bisa menampilkan selayang pandang, apa kreativitasnya, apa inovasi dan prestasi dari sekaa teruna tersebut, dan setiap sekaa teruna kami harapkan mempunyai mars lagu sekaa teruna,’’ katanya. Selain itu, pada Agustus mendatang di Kabupaten Badung akan diresmikan panggung pemuda budaya. Panggung ini diberikan untuk para seniman dan sekaa teruna di Badung sebagai upaya memberikan edukasi dan mengawal kebutuhan krama di Badung. Ketua Panitia I Putu Indra Suryawan melaporkan, kegiatan HUT ST Tri Eka Dharma Santhi sudah dimulai sejak awal tahun 2019, dengan diadakannya berbagai macam perlombaan, di antaranya pertand-
ingan bulu tangkis, bola voly, lomba majejaitan, lomba nyate dan ngelawar, futsal, tarik tambang, lomba seremonial anakanak, jalan sehat di lingkungan Desa Cemagi dan bersih-bersih di areal banjar dan pantai yang memang rutin dilakukan sampai dengan puncak acara. Tema yang diangkat dalam HUT kali ini adalah ‘’Nandurin Karang Awak’’, yang berarti mengisi diri sendiri dengan ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk diri sendiri maupun organisasi. ‘’Tentunya kegiatan ini adalah untuk mempererat rasa kesatuan dan persatuan guna tetap menjaga visi dan misi pendiri ST Tri Eka Dharma Santhi, serta mengikuti awig-awig Sekaa Teruna (ST) Tri Eka Dharma Santhi,’’ jelasnya. (ad229)
Wabup Suiasa Tutup Festival Budaya Desa Adat Kuta 2019 PENUTUPAN Festival Budaya Desa Adat Kuta 2019 yang dirangkaikan dengan pengumuman Jegeg Bungan Desa (JBD) Kuta 2019, Jumat (8/3) lalu, disambut antusias ribuan penonton. Bertempat di panggung terbuka di areal Pura Segara Desa Adat Kuta, penutupan Festival Budaya Desa Adat Kuta 2019 ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati (Wabup) Badung Ketut Suiasa. Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Badung asal Kuta I Gusti Anom Gumanti dan Luh Gede Sri Mediastuti, Camat Kuta I Nyoman Rudiarta beserta unsur Tripika, Lurah Kuta Ketut Suwana, Ketua LPM Kuta Gusti Agung Gede Agung, Bendesa Adat Kuta I Wayan Wastita dan tokoh masyarakat Desa Adat Kuta. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan apresiasi kepada Desa Adat Kuta yang tetap teguh dan berkomitmen menjaga adat istidat di tengah gempuran budaya luar. Menurutnya, festival budaya
ini sebagai ajang yang membuktikan bahwa masyarakat Kuta masih teguh dengan adat istiadatnya. ‘’Hal ini juga bukti Desa Adat Kuta sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk melestarikan adat, seni, budaya dan tradisi,’’ ungkap Suiasa. Sementara itu, Bendesa Adat Kuta I Wayan Wasista menyampaikan, tema Festival Budaya Desa Adat Kuta 2019 adalah ‘’Kriya Wikrama Shantikara’’, yang artinya bekerja dan bekerja untuk mencapai kedamaian. Diungkapkannya, setelah sebelumnya melaksanakan catur brata penyepian, pada hari Ngembak Geni di kawasan Kuta rutin dilaksanakan festival budaya yang diisi dengan kegiatan Pasar Majelangu. Pasar Majelangu adalah wadah berkumpul krama desa yang dipusatkan di pantai Kuta. ‘’Dalam Pasar Majelangu ini terdapat penjual beraneka macam kuliner dan minuman, serta produk pakaian. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan malam pemilihan Jegeg Bungan Desa Kuta
PENUTUPAN FESTIVAL - Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa saat menutup Festival Budaya Desa Adat Kuta di areal Pura Segara Desa Adat Kuta, Jumat (8/3) lalu. 2019 dan penyampaian pemenang lomba ogoh-ogoh yang dinilai oleh para wisatawan,’’ jelasnya. Adapun pemenang JBD Kuta 2019 adalah Ni Kadek Alisia Finlandia Daraputri dari Sekaa Teruna (ST) Surya Dharma Banjar Anyar Kuta. Kadek Alisia berhasil menyisihkan peserta JBD dari 12 banjar adat di Kuta. Untuk Runner-up I diraih
Ni Nyoman Ayuning Pringgondani dari ST Wana Udaya Parwata Banjar Pengabetan Kuta. Posisi Runner-up II disabet Wayan Windy Indah Sari dari ST Jeladi Suta Banjar Segara Kuta. Sementara untuk ogoh-ogoh terfavorit diraih ogoh-ogoh dari Sekaa Teruna Yowana Banjar Tegal Kuta. Favorit II dari Sekaa Teruna Eka Karma Banjar Pemamoran. (ad230)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Senin Kliwon, 11 Maret 2019
Senator Hadiri Rangkaian Nyepi di Yogyakarta dan Gresik Jatim Ikatan Pasemetonan Diharapkan Wedakarna ’’Tawur Agung’’ Bersama Menteri Agama Berorientasi Kemanusiaan GUBERNUR Bali Wayan Koster menghadiri dan membuka Pesamuan Agung Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Pusat XIV Tahun 2019 di Sekretariat MGPSSR, Jalan Cekomaria, Peguyangan Kangin, Denpasar, Minggu (10/3) kemarin. Dalam sambutannya, Gubernur Koster berharap program-program kemanusiaan yang dijalankan oleh pasemetonan terus dikembangkan, tidak hanya di internal pasemetonan, namun hingga seluruh Bali, Indonesia bahkan dunia. Ia mengatakan, sebagai ikatan pasemetonan terbesar, semeton Pasek diharapkan peka terhadap kondisi sosial umat dan masyarakat. ‘’Filosofi manyamabraya agar diimplementasikan dalam program pasemetonan, misalnya dengan program membantu keluarga semeton yang kurang mampu, tidak hanya dalam hal upacara yadnya tapi juga dalam kehidupan sosial ekonomi,’’ ujarnya. Ia menambahkan, selanjutnya program tersebut agar ditingkatkan menjangkau masyarakat lainnya di seluruh Bali. Begitu juga dengan program-program kemanusiaan lainnya, Koster berharap bisa terus dikembangkan di seluruh Bali. ‘’Bahkan seperti harapan ketua (umum) tadi tidak hanya Bali, luar Bali, Indonesia bahkan mendunia,’’ kata Ketua DPD PDI-P Provinsi Bali ini. Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster juga menyampaikan dukungannya agar fasilitas krematorium seperti yang dimiliki MGPSSR bisa dikembangkan lagi. ‘’Tadi saya sempat bicara dengan Pak Made Mangku. Coba bikin lagi yang baru karena kapasitas untuk menyelesaikan jenazah
dan ’’Ngembak Geni’’ dengan Hindu Suku Madura
Wayan Koster di sini satu hari cuma delapan. Sedangkan kebutuhannya sudah semakin meningkat dan tempat seperti ini perlu dibikin lagi di tempat lain,’’ ujarnya. Menurutnya, jika ada tanah provinsi yang layak dipakai untuk kebutuhan tersebut, maka ia sebagai gubernur mempersilakan untuk menggunakan. Ia menambahkan, secara ideal tempat fasilitas seperti ini dibangun berdekatan dengan laut sehingga prosesinya bisa dilaksanakan
dengan lebih cepat. Berdasarkan pengalamannya, Gubernur Koster menilai sangat efisien sehingga pola ini bisa dikembangkan lebih banyak di Bali. Pembukaan Pesamuan Agung yang diketuai Prof. Gede Pitana ini dihadiri tokoh-tokoh seperti Ketua Umum MGPSSR, Presiden World Hindu Parisada Made Mangku Pastika, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan anggota DPRD Bali Ketut Kariyasa Adnyana. (ad234)
Pendidikan Vokasi Menjadi Prioritas
SMK Penerbangan Cakra Nusantara Opsi Solusi SAAT ini pendidikan vokasi menjadi prioritas pemerintah. Sebab, di dalamnya memadukan pendidikan sistem ganda, sehingga membuat siswa tidak hanya menguasai teori di kertas dan di kelas, tetapi juga mempunyai keterampilan dan siap kerja. Hal ini akan mempercepat penyiapan tenaga kerja siap pakai, sehingga kiprah remaja dalam pembangunan dapat lebih awal terlaksana. Lulusan pendidikan vokasi bisa berwiraswasta, bekerja dan melanjutkan. Saat ini banyak remaja sambil bekerja juga melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi. Jati diri dan tanggung jawab remaja akan lebih muncul dan mandiri. Tidak lagi menjadi beban orangtua dan bisa menjadi contoh di tengah keluarganya. Dengan demikian apabila ini sudah menjadi kesadaran dan pemahaman bersama, maka masing-masing keluarga dan Indonesia pada umumnya tidak terjebak ke dalam negara dengan penghasilan menengah. Tetapi sudah menjadi warga dunia dan negara maju dan berpenghasilan tinggi karena remaja-remajanya sudah banyak yang bekerja dan berwiraswasta. Dalam acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019 di Depok, Jawa Barat, disampaikan bahwa telah terjalin kerja sama SMK dengan 2.700 industri di Tanah Air. Kurikulum SMK saat ini tidak berdasar keinginan Kemendikbud saja, tetapi juga sesuai permintaan industri. Di mana targetnya 70 persen kemampuan siswa SMK lebih ke praktik industri, bahkan di Swiss dan Jerman yang merupakan negara industri, usia 16 tahun sudah magang. Ni Made Yuning Sari Parwati, M.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum menyatakan SMK Penerbangan Cakra Nusantara terakreditasi A adalah opsi solusi. Pola dan kurikulum didesain sejak semester I, peserta
ADA yang istimewa pada Nyepi 2019 ini. Senator DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III merayakan Nyepi 2019 di dua tempat sekaligus yakni di Prambanan, Yogyakarta dan Gresik, Jawa Timur. Dalam acara di Prambanan, hadir Menteri Agama RI, Staf Khusus Kepresidenan RI, Dharma Adyaksa PHDI Pusat, Ketua Umum PHDI dan sejumlah tokoh Hindu Nasional dan puluhan ribu umat Hindu yang sebagian besar suku Jawa yang berasal dari sekitar Yogyakarta, Klaten dan Jawa Tengah. Selain itu, dalam kunjungan di Prambanan, Senator Arya Wedakarna (AWK) juga mengajak Ida Pedanda Istri Sebali Tianyar Arimbawa (Geria Tegeh Karangasem) untuk melaksanakan upacara di Sanggar Pamujan Siwa Busdha di dekat zona 1 Candi Tri Murti. Pada tahun 2015, dalam sejarahnya sanggar ini didirikan Senator Wedakarna atas restu dari Gusti Kanjeng Ratu Hemas (Permaisuri Sri Sultan Hamengkubuwono X) dan Kementerian BUMN serta Dirjen Kebudayaan Kemendikbud dan Dirjen Agama Hindu Kemenag RI. Apresiasi atas kinerja panitia nasional Nyepi 2019 disampaikan Senator AWK di sela-sela upacara. ‘’Saya memuji PHDI Pusat, Panitia Nasional Nyepi 2019 dan juga Panitia Daerah yang sudah mentradisikan upacara tawur agung ini secara konsisten, terutama saat pemerintahan Presiden Joko Widodo ini. Ini sangat membanggakan, karena upacara besar di Prambanan ini memiliki makna strategis di hadapan DPD-RI. Salah satunya menunjukkan kepada dunia bahwa di Indonesia ini umat Hindu bukan hanya ada di Bali, tetapi juga ada di Jawa. Saya kira ini merupakan bagian dari kebangkitan Hindu Nusantara sebagaimana diramalkan Sabdo Palon Nayogenggong. Secara spiritual, diperlukan ritual yang terus-menerus untuk membuka aura spiritual yang selama 500 tahun terkubur pasca-Sandyakalaning Majapahit. Sama seperti di Bali, umat Hindu mengadakan tawur rutin setiap saat, dan itu menyebabkan Bali terus bersinar dengan vibrasi positif. Kita akan bantu di tanah Jawa, karena akar
NUSANTARA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Menteri Agama RI di Prambanan dan bersama Hindu suku Madura di Gresik, Jawa Timur. budaya Hindu ada di Jawa,’’ kata AWK yang juga President The Hindu Center Of Indonesia ini. Hal senada juga disampaikan AWK saat hadir atas undangan umat Hindu di Pura Kerta Bumi, Gresik, Jawa Timur saat Ngembak Geni. Yang mana di Gresik ini ada komunitas Hindu yang sebagian berasal dari suku Madura. ‘’Saya baru tahu jika di Gresik ini ada umat Hindu suku Madura. Dan saya perhatikan tadi dari mantra, tarian, ritual sebagian sudah mengadopsi budaya Jawa. Ini hebat dan bagus sekali. Saya senang bisa melihat langsung bagaimana umat Hindu di Jawa Timur ini bangkit. Sekarang sudah tidak zamannya lagi takut terhadap indetitas agama, ngiring kembali ke Hindu Dharma, kembali ke ajaran leluhur dan jaga kebudayaan kita sesuai konsep Tri Sakti Bung Karno,’’ ungkap AWK. Dalam kesempatan itu, AWK juga meminta kepada seluruh umat Hindu di Jawa untuk tidak lagi tergantung dengan Bali. Baik menduplikasi apa pun itu, orna-
men dan nomenklatur dari Bali. ‘’Walau saya seorang Hindu Bali, tapi saya menolak Balinisasi. Umat Hindu suku Jawa, jangan lagi memakai udeng dan kebaya Bali, tapi pakailah blangkon dan kebaya Jawa. Gamelan dan tari Bali sepatutnya tidak ditarikan lagi, karena leluhur akan lebih bangga jika panjenengan menarikan tarian adat Jawa. Begitu juga ke depan jangan ada lagi pembangunan pura di Jawa dengan arsitektur Bali agar arsitektur Jawa bisa lestari. Penamaan sulinggih dan pemangku harus sesuai dengan adat Jawa. Dan yang terpenting, jangan meng-copy bebantenan ala Bali, ke depan semua harus bernuansa lokal. Saya akan terdepan menjaga hal ini dan Bali cukup menjadi lokomotif saja, tapi gerbongnya harus Hindu Nusantara yang berwarna-warni. Ini Pancasila,’’ pungkas Wedakarna yang juga putra dari tokoh besar Hindu yakni Shri Wedastera Suyasa, salah satu pendiri PHDI Pusat dan World Hindu Federation ini di zaman Bung Karno. (ad231)
’’Start Up’’ Binaan Inkubator Bisnis Stikom Bali
Kembali Raih Pendanaan dari Kemenristekdikti
dididik sudah mengikuti program pengalaman lapangan dan mendapat sertifikat dari dunia usaha dan industri terkait jurusan, sehingga tidak harus menunggu tiga tahun dan apabila putus sekolah. Sertifikat itu sudah berguna, kurikulum nasional, kurikulum internasional, dan kurikulum dunia usaha dan dunia industri berjalan beriringan. Beberapa sertifikasi kompetensi siswa adalah sertifikat kompetensi mulai dari kelas X, di antaranya sertifikat MPLS, BNN, Basarnas, Outbond, Psikotest, PKL Depo 10 Husein Sastranegara Bandung, PKL Depo 30 Abdurachman Saleh Malang, Merpati Maintenance Facility (MMF), Angkasa Pura II se-Indonesia, Gapura Angkasa se-Indonesia, Airnav se-Indonesia, Skuadron Teknik 021 Halim Perdana Kusuma Jakarta, Skuadron Teknik 042 Iswahjudi Madiun, Skatek 044 Sultan Hassanudin, Depo 20 Iswahjudi Madiun, PT EAS, Garuda Indonesia, Lion Batam, Lion Cirebon, Lion Palangkaraya, Pusat Sains dan Antariksa LAPAN
Bandung. Sertifikat di luar PKL di antaranya sertifikat setara D-1 Sastra Inggris, yakni sertifikat Build Better Communication (BBC) yang untuk mendapatkannya menempuh pelajaran komunikasi dalam bahasa Inggris selama 1 tahun 6 bulan dari kelas X (semester pertama) dan kelas XI (semester pertama dan kedua). Dengan keseluruhan fasilitas yang didapat, menjadikan lulusan SMK Penerbangan Cakra Nusantara mempunyai keunggulan kompetitif dan komparatif. SMK Penerbangan Cakra Nusantara terletak di Jalan Drupadi No. 25 (kampus 1) dan Jalan Tukad Pakerisan No. 25 Denpasar (kampus 3), dengan nomor pendaftaran 03614742600. Juga dapat dilakukan via SMS ke No : 081237098090 dengan ketik: daftar (spasi) nama lengkap (spasi) asal sekolah (spasi) kabupaten asal siswa (spasi) jenis kelamin (spasi) nomor WA/HP. pendaftaran online via website kami di www.smkpenerbangan.sch.id. (ad235)
SETELAH di tahun sebelumnya, dua start up (perusahaan pemula) berbasis digital binaan Inkubator Bisnis Stikom Bali berhasil meraih pendanaan dari Kemenristekdikti yakni Amacall dan CraftiGo! Kini, empat start up tenat binaan Inkubator Bisnis Stikom Bali kembali sukses meraih pendanaan dari hibah PPBT (Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi) Kemenristekdikti dengan total Rp 1,335 miliar. Keempat perusahaan pemula ini antara lain Jemari Chanel (aplikasi penyewaan dan penjualan fashion endek Bali), Agrito (alat hidroponik terotomasi berbasis internet of things untuk membantu para petani), Pasupati (aplikasi portal para seniman dengan penikmat dan pengguna jasa kesenian tradisional) dan Trolls yang merupakan alat pengendali traktor melalui smartphone. Kepala Inkubator Bisnis Stikom Bali Dedy Panji Agustino mengaku puas dengan capaian dari keempat start up binaan Inbis Stikom Bali ini. ‘’Keempat start up ini memang sejak awal sudah kami lihat memiliki semangat yang tinggi untuk mengembangkan usahanya. Mereka terdiri dari tim yang solid dengan kompetensi yang sesuai serta memiliki visi dan misi seorang entrepreneur digital,’’ ungkapnya. ‘’Capaian dari program PPBT Kemenristekdikti ini memang menjadi
salah satu target pendanaan yang ingin diraih oleh start up binaan kami. Dengan diraihnya pendanaan ini, kami berharap keempat start up digital atau tenat Inbis Stikom Bali bisa berjalan dan semakin berkembang,’’ tambah Dedy Panji Agustino. Sementara itu, Ketua STMIK Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan mengaku bangga dengan kerja keras dari tim Inbis Stikom Bali yang telah sukses membina dan mendampingi para tenantnya hingga setiap tahunnya sukses meraih pendanaan dari Kemenristekdikti. Apalagi di tahun ini jumlah tentan
yang lolos bertambah. Ini tentu menjadi bukti kerja keras dan keseriusan tim dalam mengelola Inbis Stikom Bali hingga makin berprestasi dan dikenal. ‘’Saya bangga sekali, mereka telah memiliki mindset untuk menjadi pencipta lapangan kerja dan mereka buktikan dengan aksi nyata yaitu membuat sebuah perusahaan rintisan di bidang teknologi informasi. Dan ini pas sekali dengan program-program dari pemerintah yang ingin menjadikan Bali ini sebagai salah satu pusat digital start up di Indonesia,’’ pungkas Dadang Hermawan. (ad232)
Perayaan Nyepi di Kedonganan
Berdalih Selamatkan Perahu, Belasan Warga Pendatang Diamankan Pecalang
Bali Post/dok
PANTAU - Susana perayaan Nyepi di wilayah Tuban beberapa waktu lalu. Terlihat dua pecalang setempat melakukan pemantauan di jalan underpass Patung Ngurah Rai.
Mangupura (Bali Post) Secara umum pelaksanaan hari raya Nyepi di Kedonganan berjalan aman dan tertib. Meski ada riak kecil, namun tidak sampai mengganggu kekhusyukan krama melaksanakan brata panyepian. Riak kecil ini yakni adanya warga pendatang yang keluar saat Nyepi dan terpaksa diamankan pecalang yang bertugas. Menurut Bendesa Adat Kedonganan Wayan Merta, petistiwa ini terjadi di kawasan Pantai Utara (Pantura) Desa Adat Kedonganan. ia mengatakan, saat Nyepi angin memang bertiup cukup kencang. Hal ini membuat beberapa warga pendatang yang tinggal di kawasan KUD atau pantura keluar dengan alasan hendak mengamankan perahu mereka.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
‘’Mereka beralasan mau menyelamatkan perahu karena angin kencang, tapi memang tidak semua alasannya begitu. Karena ada juga yang nakal sehingga semua diamankan petugas pecalang,’’ ujarnya, Minggu (10/3) kemarin. Setelah diamankan di balai desa, keesokan harinya ke-12 warga pendatang asal luar Bali ini diberikan hukuman dengan membersihkan areal Pura Desa dan areal wantilan. Tujuannya agar memberikan efek jera sehingga tidak lagi melakukan hal yang sama. Pihaknya memang memberlakukan aturan ketat di Kedonganan. Di mana selain pecalang tidak boleh ada yang keluar, termasuk prajuru desa adat juga tidak boleh keluar dan hanya memantau dari rumah mereka. (kmb23)
DAERAH
Senin Kliwon, 11 Maret 2019
5
Penyebab Kematian Sogog Masih Misteri Polisi Tunggu Hasil Autopsi
Gianyar (Bali Post) Kasus meninggalnya I Nengah Sogog di dalam mobil Ford Ranger DK 9840 BN di Jalan By-pass IB Mantra, seputaran Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, hingga kini menjadi misteri. Pasalnya, sebulan lebih pascakejadian itu, polisi belum bisa memastikan penyebab tewasnya korban. Pihak kepolisian kini masih menunggu hasil autopsi untuk memastikannya. Kapolsek Kota Gianyar Kompol Ketut Suastika, Minggu (10/3) kemarin, mengatakan pihaknya masih berupaya melakukan pendalaman terkait penyebab tewasnya pria 64 tahun itu. Namun setelah pemeriksaan saksi dan
olah TKP dilakukan, belum adanya petunjuk baru. ‘’Belum. Kami masih menunggu hasil autopsi,’’ katanya. Kapan hasil autopsi ini akan keluar, Kompol Suastika mengaku belum mendapat kepastian. ‘’Belum keluar hasil autopsinya. Besok kita konfirmasi lagi (ke RSUP Sanglah - red),’’ ucapnya. Diungkapkan, bila hasil autopsi sudah keluar, barulah bisa dikaitkan dengan hasil olah TKP. Diketahui proses autopsi ini dilakukan lantaran pihak keluarga tidak terima dengan kematian korban yang dinilai janggal. ‘’Keluarga yang datang ke Mapolsek Gianyar meminta jasad diautopsi untuk menge-
tahui penyebab kematiannya,’’ ujarnya. Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan keterangan keluarga, korban diakui tidak mempunyai riwayat sakit yang menonjol. ‘’Katanya korban ini tidak memiliki riwayat sakit keras. Makanya minta diautopsi untuk mengetahui kepastiannya,’’ jelasnya. Selain itu, korban yang asal Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng itu sempat pamitan ke keluarganya. Kala itu, dia pamitan mau ke Jimbaran. Sedangkan untuk mobil, masih diamankan di Mapolsek Gianyar. Sebelumnya, korban Nengah Sagog diketahui meninggal dunia di dalam mobilnya pada Jumat (1/2) lalu. (kmb35)
BARANG BUKTI - Polisi menunjukkan barang bukti 20.000 butir obat daftar G di Polres Banyuwangi.
Bali Post/udi
Polisi Bongkar Penyelundupan 20.000 Butir Pil Koplo
Bali Post/kmb
JALAN RUSAK - Kerusakan jalan di pos KTP yang semakin parah dan mendapat keluhan dari warga pengendara.
Rusak, Jalan Masuk ke Pos Pemeriksaan KTP Gilimanuk
Negara (Bali Post) Jalan aspal yang masuk ke pos pemeriksaan KTP sudah cukup lama rusak. Kerusakan jalan tersebut, selain karena sering dilintasi kendaraan termasuk bus AKAP juga karena sering tergenang air saat hujan turun. Berdasarkan pantauan, Minggu (10/3) kemarin, lubang jalan yang terlihat cukup dalam dan lebarnya. Bahkan hampir selebar jalan masuk. Kendaraan yang melintas mesti berhati-hati agar tidak terperosok ke dalam lubang. Selain itu, jalan yang menjadi jalur keluar Terminal
Gilimanuk juga rusak. Rusaknya jalan tersebut mendapat keluhan dari warga yang melintas, terutama pengendara kendaraan pribadi. Mereka heran mengapa sampai muncul lubang seperti itu di jalan yang masuk ke terminal. Apalagi jalan tersebut saat ini sering dilalui kendaraan yang masuk ke Bali. Salah seorang warga mengatakan, mestinya jalan itu segera diperbaiki sehingga tidak mengganggu kendaraan yang melintas. Apalagi ketika adanya musim mudik. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan
dan Perikanan Jembrana Made Dwi Maharimbawa saat dikonfirmasi menjelaskan, untuk perbaikan jalan masuk pos pemeriksaan KTP dan jalur keluar Terminal Gilimanuk itu akan segera dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP). Bahkan, pihaknya akan segera minta tolong ke Dinas PUPRPKP untuk menangani kerusakan jalan itu agar diuruk dan diaspal, sehingga tidak mengganggu kendaraan yang melintas. (kmb)
Cekcok, Pria Asal NTT Main Tebas
Bali Post/ist
DITAHAN - Tersangka Simon Muda Kondo ditahan di Polsek Kutsel terkait kasus penganiayaan.
Mangupura (Bali Post) Kericuhan terjadi di rumah kos di Jalan Taman Sari, Tanjung Benoa, Kuta Selatan (Kutsel), Rabu (6/3) lalu. Buruh proyek Dominggus Tanggurongo (22) ditebas oleh Simon Muda Kondo, sama-sama asal NTT. Kasus ini baru dilaporkan ke Polsek Kutsel, Sabtu (9/3). Kapolsek Kutsel AKP Doddy Monza didampingi Kanitreskrim Iptu H.A. Muh. Nurul Yaqin, Minggu (10/3) kemarin, mengatakan pada waktu kejadian pukul 19.00 Wita, korban bersama Dian, Paulus dan Andre pesta arak di TKP. Berselang beberapa menit memudian, terjadi perang mulut antara korban dan Andre. Akhirnya pesta miras tersebut disetop. Selanjutnya Andre meninggalkan TKP dengan maksud memanggil Simon. Beberapa saat kemudin, Andre dan Simon tiba di TKP. Mereka langsung menendang pintu kamar korban. Begitu pintu terbuka Andre langsung masuk sambil membawa pisau tetapi belum sempat dipakai menyerang korban. Disusul tersangka Simon dan langsung menebas korban yang saat itu membelakangi pelaku. Akibatnya, lengan kanan korban luka robek sepanjang 15 cm. ‘’Setelah kejadian pelaku langsung kabur,’’ ungkap Iptu Yaqin. Setelah menerima laporan kasus ini, Tim Opsnal Polsek Kutsel memburu pelaku. Pada Sabtu (9/3) pukul 21.00 Wita, tersangka Simon ditangkap di tempat kosnya di Jalan Taman Sari, Kutsel. ‘’Saat ditangkap pelaku sedang duduk-duduk depan kos. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di kamarnya, kami menemukan sebilah belati lengkap dengan sarungnya sebagai barang bukti,’’ ujarnya. (kmb36)
BB Dikirim Lewat Jasa Pengiriman Barang
Banyuwangi (Bali Post) -
Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwangi berhasil membongkar penyelundupan pil koplo. Terbaru, sebanyak 20.000 butir pil koplo disita polisi. Barang ilegal itu diselundupkan melalui jasa pengiriman barang. Barang haram ini disebut-sebut dipesan seorang napi di salah satu lembaga pemasayarakatan (lapas) di Jawa Timur. Sedianya akan diedarkan di kota Banyuwangi. Puluhan ribu butir jenis trihexyphenidyl ini diamankan dari sebuah jasa pengiriman paket di Jalan Kepiting, Banyuwangi. Pengambilnya, Baktiar Wahyu Perdana (20), warga Jalan Progo, Kelurahan Singonegaran, Banyuwangi. Pemuda pengangguran ini langsung ditetapkan sebagai tersangka karena diduga sebagai kurir. ‘’Awalnya, kita mendapati kabar pengiriman paket obat daftar G. Lalu, kita sanggong dan muncullah
pelaku membawa bungkusan paket,’’ kata KBO Satnarkoba Polres Banyuwangi Iptu Sukirman, Minggu (10/3) kemarin. Saat dibuka, polisi dibuat terkejut. Kardus yang dibawa pelaku berisi sepuluh bungkus obat daftar G. Satu bungkus berisi 2.000 butir. Bersama barang bukti, pelaku digiring ke Polres. Kepada penyidik, kata Sukirman, pelaku berdalih hanya disuruh mengambil barang
di jasa paket. Barang itu dikirim dari seseorang di Jakarta. Pemesannya, Tgh, napi yang masih mendekam di lapas. ‘’Jadi, pelaku hanya bertugas mengambil barang. Setiap pengambilan mendapat upah Rp 300.000,’’ jelas Sukirman. Aksi pengiriman pil koplo ini sudah ketiga kalinya. Sedianya, dari jasa paket, bungkusan pil koplo itu akan dikirimkan lagi ke pengedar. Menggunakan sistem ranjau,
ditempatkan di sebuah lokasi tersembunyi. ‘’Antara kurir ini dengan pengambil paket tidak saling kenal. Ini yang masih dikembangkan,’’ imbuhnya. Celakanya, sebelum paketan dikirim lagi, pelaku keburu dicokok polisi. Dari barang bukti yang disita, nilai transaksinya sekitar Rp 16 juta. Kini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres. Penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 197 subsider Pasal 196 Undang-undang No.36/2009 tentang Kesehatan junto Pasal 55 KUHP. ‘’Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar,’’ pungkas Sukirman. (udi)
Semeton Jokowi Gelar Aksi Bersih Sampah di Pantai Legian Mangupura (Bali Post) Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan pariwisata Bali, Semeton Jokowi Bali bersama Yayasan Nyawan Emas Dewata, Minggu (10/3) kemarin melakukan aksi bersih-bersih sampah. Kegiatan ini digelar di Pantai Legian, Kuta, Badung. Aksi yang berlangsung sekitar tiga jam dan diikuti puluhan relawan itu menyisir aneka jenis sampah, khususnya sampah plastik. ‘’Sebenarnya ini kegiatan rutin Semeton Jokowi dengan lokasi yang berpindah-pindah paling tidak satu bulan sekali,’’ kata Ketua Semeton Jokowi Bali I Gusti Agung Putri Astrid Kartika. Ia menekankan, bukan hasil aksi itu yang penting tetapi konsistensi untuk terus peduli kepada lingkungan yang bersih. Apalagi Bali sebagai daerah pariwisata harus menciptakan lingkungan yang nyaman bagi warga maupun turis yang datang. ‘’Memang pemerintah, khususnya Badung, sudah intensif menangani. Tetapi partisipasi warga tetap dibutuhkan dalam karya nyata seperti yang kita lakukan hari ini,’’ kata legistator dari PDI Perjuangan ini. Menurut politisi dari Desa Kapal, Badung ini, sampah adalah masalah yang sudah
BaliPost/ist
BERSIHKAN SAMPAH - Ketua Semeton Jokowi Bali I Gusti Agung Putri Astrid Kartika (No.4 dari kanan, kaos putih) bersama anggotanya dan Yayasan Nyawan Emas Dewata saat melakukan aksi bersih-bersih sampah di Pantai Legian, Kuta, Badung, Minggu (10/3) kemarin. menjadi masalah bersama karena dampaknya sudah terasa hingga ke lautan. Bahkan, ada temuan bahwa dalam kandungan ikan pun mulai ada yang disebut sebagai mikroplastik sebagai akibat banyaknya plastik yang masuk ke lautan. ‘’Kita semua harus peduli terhadap
masalah sampah ini,’’ kata anggota Komisi VIII DPRRI ini. Gung Tri menjelaskan, Semeton Jokowi sendiri adalah relawan untuk mendukung Joko Widodo sejak dicalonkan
sebagai Presiden RI pada Pemilu 2014. Sekarang ini, Semeton Jokowi kembali memberikan dukungan pada Pemilihan Presiden 2019 melalui berbagai karya nyata di masyarakat. (kmb)
OPINI
6
Senin Kliwon, 11 Maret 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Generasi Muda Perlu Teladan
SEBULAN lagi tepatnya 17 April 2019, kita akan melaksanakan pesta demokrasi. Untuk pertama kalinya, masyarakat akan memilih wakil rakyat, anggota DPD, dan presiden/wakil presiden dalam waktu bersamaan. Di antara seratusan juta pemilih, banyak di antaranya yang baru pertama kali memilih. Tentu mereka masih awam, karena belum pernah ikut dalam ajang pesta demokrasi. Namun bukan berarti mereka tidak tahu. Karena perkembangan media baik media arus utama maupun media sosial sangat masif memberitakan hal tersebut. Tinggal sekarang, sejauh mana mereka bisa memilah dan memilih informasi yang bermanfaat. Bukan hoax. Ini penting sebab ke depan merekalah yang akan menjadi pemimpin bangsa ini. Karenanya, sejak awal mereka harus diedukasi secara benar. Apalagi saat ini ada kebangkitan para pemimpin muda dalam menjalankan roda pemerintahan. Generasi muda sudah banyak yang memiliki kemampuan andal dalam memimpin sebuah lembaga sesuai bidangnya. Karena itu, generasi muda yang diposisikan sebagai penentu masa depan bangsa harus pula mendapat perhatian. Tak hanya dalam pendidikan, juga dalam hal politik. Mereka juga harus tetap ‘’diasuh’’. Sehingga mereka tidak keluar dari nilai-nilai kebangsaan yang selama ini menjadi perekat bangsa. Sebab, sejarah telah membuktikan, di era penjajahan generasi muda selalu menjadi pelopor. Setiap zaman memang mempunyai tantangan yang berbeda. Di era persaingan bebas seperti saat ini, generasi muda yang diperlukan tidak semata berani, namun penuh inovasi. Apalagi dunia sekarang sangat dikuasai sektor ekonomi. Maka diperlukan generasi muda yang punya visi keekonomian yang mengglobal. Namun jujur harus diakui, perkembangan teknologi dan globalisasi yang kini menjadi ciri zaman, juga berefek negatif kepada generasi muda kita. Banyak berita hoax dan meme yang menyinggung perasaan beredar di media sosial. Generasi sekarang juga banyak dimanjakan informasi yang didapatkan dari berbagai teknologi komunikasi yang demikian maju. Untuk menghindari perkembangan tersebut memengaruhi perkembangan generasi muda, maka pemerintah harus memberi batasan-batasan. Sebab, sebagian masyarakat sepertinya tidak bisa lepas dari ketergatungan media sosial, maka segala macam aspek akses serta eksesnya akan muncul. Salah satunya berita bohong. Sudah sejak lama kita memerangi hal ini sehingga kemudian muncullah Undang-undang ITE. Ini diharapkan sebagai salah satu aspek pembelajaran agar masyarakat lebih bijaksana serta bertanggung jawab dalam bermedia sosial. Rasanya semua elemen masyarakat sudah mulai peduli dan perhatian tentang bagaimana bahayanya hoax. Itulah sebabnya, elemen bangsa itu mulai mengenalkan bagaimana cara serta sikap kita menghadapi suatu berita dengan positif. Menelaah, menyaringnya terlebih dulu sebelum disebarkan merupakan langkah awal yang baik. Ini merupakan hal penting yang mesti disikapi dalam dunia politik. Jangan sampai media sosial dijadikan alat untuk membentuk opini yang kontraproduktif. Apalagi yang bertujuan untuk memecah persatuan bangsa. Tentu ini tidak kita inginkan. Karenanya, peran semua pihak untuk memberikan edukasi termasuk memberi teladan kepada generasi muda dalam etika berbangsa. Jangan sampai mereka gampang diadu domda dan akhirnya menghancurkan kedaulatan negara.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Menindak Pengedar dan Penikmat Narkoba Kasus penangkapan pengedar dan penikmat narkoba yang melibatkan politisi sering kali tarik ulur. Banyak berita yang menyebar seiring makin populernya politisi yang ditangkap. Namun, satu hal yang saya apresiasi adalah pernyataan Prof. Mahfud MD. Ahli hukum ini mengatakan, polisi harus profesional menindak pelaku pengedar atau penikamat narkoba. Polisi jangan sampai terjebak kepentingan politik menangani kasus narkoba. Saya sangat sependapat dengan hal ini. Perang terhadap narkoba memang harus dilakukan secara profesional, tanpa melihat latar belakang profesi ataupun popularitas. Publik juga harus mendukung polisi termasuk BNN dalam hal ini. Jangan sampai pendekatan politik membuat upaya penindakan terhadap pengedar narkoba menjadi kendur. Di Bali, saya juga mengapresiasi sinergi banyak pihak menindak peredaran narkoba. Rasanya BNN Bali dan jajarannya telah bergerak cepat. Termasuk bersinergi dengan politisi, pemerintah daerah dan desa adat telah dilakukan. Sejumlah LSM juga telah dilibatkan dalam hal ini. Untuk mengoptimalkan pengawasan dan penindakan terhadap narkoba, saya berharap operasi juga terus dilakukan selain melakukan upaya-upaya preventif. Iklan layanan masyarakat tentang penindakan peredaran narkoba yang ditayangkan BNN Badung bersama Bupati Badung Giri Prasta dan wakilnya di Bali TV juga sangat efektif. Setidaknya, hal ini membuat masyarakat lebih sadar dan para orangtua lebih intensif mengawasi pergaulan anaknya. Ni Wayan Purnami Gianyar, Bali
Kehadiran Negara di Hati Siswa Pendidikan adalah praktik politik. Hal ini tampak nyata dari kehadiran ideologi negara di dalamnya. Namun, ada tindakan strategis kekuasaan untuk menyulapnya menjadi praktik lembaga yang sama sekali bebas dari aroma politik. Inilah sebabnya, pelajaran politik di sekolah hanya untuk kepentingan pengetahuan. Mungkin hal ini amat masuk akal ketika sekolah harus memilih jargon “menolak atau menghindari politik praktis”. Tampak satu dilema dalam pelajaran sekolah yang politis dan praktik pendidikan sebagai lembaga yang bebas politik.
Oleh Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.
K
arena itu, tidak ada sedikit ruang di sekolah untuk membuka celah politik nyata yang bisa diintip oleh para siswa ketika negaranya sedang ada dalam suasana hiruk pikuk di tahun politik atau pemilihan umum. Tidak ada programprogram pendidikan politik “praktis” yang dibungkus untuk membangun ruang kesadaran siswa dengan dirinya dan kenyataan hidupnya sebagai warga negara. Karena itulah, cara, strategi, atau praktik antipolitik sesungguhnya berdampak pada tumbuhnya sikap siswa yang apatis. Mereka tidak peduli dengan pertarungan wacana dalam kehidupan masyarakat, sebagaimana semakin dipertajam oleh peran media konvensional dan media sosial. Berhadapan dengan itu semua, siswa dapat melihat dan mendengar berbagai wacana politik namun tidak dapat dipahami. Salah satu wujud nyata pendidikan yang kontekstual adalah adanya kesadaran melembaga pada sekolah untuk selalu membuka hubungan-hubungan berdimensi edukasi nyata antara siswa yang dipelihara dengan sangat hati-hati dalam dunia sekolah dengan kehidupan siswa di dalam masyarakat. Pendekatan pembelajaran yang kontekstual bukan untuk mencapai tujuan instruksional yang cenderung formal dan terisolasi dengan kehidupan. Pendekatan ini memiliki tujuan yang lebih luas
dan mendasar, membangun kemampuan dan kesadaran siswa terhadap pemahaman eksistensi dirinya, yang sesungguhnya memiliki dua kutub sosial, yakni sekolah dan masyarakat. Pendekatan kontekstual dalam belajar di sekolah sejatinya berurusan dengan perkara-perkara yang lebih hakiki, misalnya membangun hubungan-hubungan siswa dengan masyarakatnya. Pendekatan ini harus membantu guru dan siswa dalam memecah segala isolasi dirinya dengan kehidupan nyata atau masyarakat serta berbagai persoalan. Salah satu manfaat pendekatan kontekstual yang nyata dan pragmatis bagi kehidupan siswa adalah tumbuh dan berkembangnya kesadaran atau kepekaan sosial. Siswa terlatih melihat dunia nyata dengan berbagai perspektif ilmu yang dipelajari di sekolah. Pendekatan ini membantu siswa membangun jembatan-jembatan dari dunia sekolah yang terisolasi dengan kehidupan yang nyata dan selalu bergemuruh dalam dinamika yang hebat. Pendekatan kontekstual yang diterapkan dengan mendasar akan membantu siswa mengembangkan cara pandang lain terhadap kegiatan belajar di sekolah, yang bukan lagi sebatas untuk ujian tetapi berbagai ilmu yang dipelajari memiliki manfaat, yakni membentuk paradigmaparadigma baru bagi siswa dalam memahami kehidupan. Karena itu, pendidikan seharusnya memberi dampak literasi
secara luas. Terbentuknya kemampuan literasi sama artinya dengan membangun kecerdasan holistik dan praktis pada diri siswa, yang akan dengan sangat baik mampu menyeimbangkan atau menawar hegemoni pendidikan kognitif yang masih diagung-agungkan meski sesungguhnya pemenjaraan. Walaupun pendidikan merupakan praktik-praktik politik yang terselubung yaitu dengan dikembangkannya jargon-jargon bahwa sekolah harus bersih dari kegiatan politik, sebagai hal yang benar dan antisipasi atas terjadinya gejolak atau perpecahan, namun dengan dikembangkannya kelembagaan yang kuat di atas paradigma bahwa sekolah tidak untuk melakukan isolasi sosial atau bahkan isolasi politik, maka dengan menggunakan pendekatanpendekatan inovatif, semisal pendidikan yang kontekstual, di tengah hiruk pikuk politik bangsa, siswa mestinya diajak menyaksikan secara langsung apa yang tengah terjadi dan untuk apa hal ini berlangsung agar mereka paham. Wujud nyata dari kegiatan semacam ini di sekolah adalah adanya program-program penyuluhan politik yang disampaikan oleh lembaga-lembaga politik yang netral. Mungkin pelajaran di sekolah sudah mengakomodasi agenda seperti ini namun dari segi terbangunnya akses nyata sekolah dan dunia politik di masyarakat, masih harus dipecahkan. Sekolah-sekolah harus ber-
tanggung jawab untuk memberi pendidikan politik yang mencerahkan siswanya secara kontekstual nasional manakala bangsanya sedang menggelar hajatan politik besar yang melibatkan seluruh rakyat dan dengan biaya yang sangat besar ini. Kegiatan semacam ini tetap mengutamakan momen nyata sehingga memberi nilai dan makna tinggi atau praktis bagi siswa untuk menyiapkan mereka sejak awal bagaimana sebaiknya memahami peristiwa-peristiwa penting dalam negaranya. Dengan kesadaran dan tanggung jawab ini, sekolah telah mengembangkan satu pendekatan yang sering dilupakan, yakni humanistik. Sekolah tidak melihat siswanya secara monokultur tetapi manusia-manusia yang multidimensi, yang memiliki genesis-genesis yang khas, ideologi-ideologi keluarga tersendiri, atau status-status sosial yang beragam. Mengasingkan atau mengisolasi siswa tidak manusiawi karena sekolah mengembangkan pendidikan yang tidak adil. Sekolah bertanggung jawab membuka diri siswa terhadap berbagai persoalan dan mengajari cara yang benar dan berdasar dalam memahami berbagai kondisi sosial dan persoalan, yang bisa dilakukan sejak dini, dalam rangka sekolah berperan penting dalam menyiapkan sumber daya sosial, insan-insan pembangun fondasi masyarakat di masa depan. Tidak bisa ditolak, sekolah walaupun tampaknya sebagai lembaga yang terisolasi dari berbagai kepentingan, kebijakan, dan permasalahan sosial, ternyata sangat ampuh dalam menyumbang pembangunan suatu masyarakat yang kelak membentuk wajah suatu masyarakat sedemikian rupa, apakah masyarakat yang toleran, yang disiplin atau tanpa disiplin hidup yang kuat, bangsa yang iliterate, bangsa yang pemarah, bangsa yang penuh percaya diri, atau mungkin juga bangsa yang rendah diri. Karena itulah, tulisan ini ber-
Perang Puputan Melawan Narkoba LAGI-LAGI narkoba. Kasus demi kasus narkoba terus datang tanpa koma. Sudah tidak terbilang berapa artis, politisi, pejabat, hingga warga biasa yang ditangkap. Terakhir, yang mengagetkan publik adalah Andi Arief (AA), Wasekjen DPP Partai Demokrat. AA ditangkap karena penggunaan narkoba di Hotel Peninsula pada Minggu (3/3). Meski akhirnya AA dibebaskan dan hanya menjalani rehabilitasi oleh BNN. Penangkapan AA semakin heboh karena di tengah hiruk-pikuk panasnya tahun politik. Politisasi tidak bisa dihindari. Lepas dari itu, kasus AA membuktikan bahwa Indonesia masih menghadapi status darurat narkoba. Darurat ini menuntut pemerintah melakukan akselerasi dan peningkatan ketegasan pemberantasan. Indonesia menjadi salah satu surga peredaran narkoba. Akhir tahun lalu, mencuat penyelundupan sabu-sabu dalam jumlah fantastis. Terungkap upaya penyelundupan sabu seberat 1,6 ton pada 20 Februari, dan 1 juta ton pada 9 Februari 2018. Bahkan, berdasarkan data dari National Narcotics Control Commission of China, ditaksir ada sekitar 250 ton sabu asal Tiongkok yang masuk ke Indonesia. Laporan World Drugs Report
Oleh Ribut Lupiyamto (2015) yang diterbitkan oleh UNODC sebagai organisasi dunia yang menangani masalah narkotika dan kriminal, memperkirakan 246 juta orang atau 5,2 persen dari populasi dunia yang berusia 15-64 tahun pernah menyalahgunakan narkotika. Terjadi peningkatan 3 juta orang secara global yang menyalahgunakan narkoba. Narkotika jenis baru (New Psychoactive Substances/NPS) di dunia berjumlah 643 jenis zat dan belum seluruhnya terjangkau oleh aturan hukum yang berlaku di setiap negara. NPS yang sudah masuk ke Indonesia saat ini telah berjumlah 44 jenis zat (BNN, 2016). Sebanyak 18 jenis zat telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI, sementara 26 jenis zat lainnya masih dalam proses pembahasan aktif antara BNN bersama Kemenkes RI dan instansi terkait lainnya. Kondisi di atas mengantarkan Indonesia menjadi negara darurat narkoba sejak 2014. BNN (2016) melaporkan angka prevalensi penyalah guna narkotika di Indonesia pada survei tahun 2015 mencapai 2,20 persen. Artinya,
lebih dari 4 juta orang yang terdiri dari penyalah guna coba pakai, teratur pakai, dan pecandu. BNN telah melakukan dan mendorong pelaksanaan rehabilitasi 42.429 pecandu, penyalah guna, dan korban narkotik dari 2015 hingga 2016. Terungkap juga 1.015 kasus dari 72 jaringan sindikat narkotik dengan jumlah tersangka 1.681 orang. Bersamaan dengan capaian tersebut, berhasil diungkap kejahatan tindak pidana pencucian uang dengan nilai aset besar yang berhasil dirampas. Perang Puputan Laju peredaran narkoba diprediksi sangat deras. Meminjam spirit sejarah Perang Puputan Bali, perang terhadap narkoba harus habis-habisan hingga tuntas ke akar-akarnya. Untuk itu, perlu kerja ekstra dengan menempatkan narkotika sebagai kejahatan luar biasa. Perlunya komitmen politik. Kunci pendobrak sebuah kebijakan adalah komitmen kepemimpinan. Kedudukan tertinggi yang memengaruhi optimalisasi kebijakan ialah presiden. Duterte
membuktikan komitmennya dengan eksekusi lapangan yang tegas. Optimalisasi Pencegahan Bagaimanapun pencegahan akan lebih mudah dan murah dibandingkan penindakan. Pencegahan mesti dilakukan sedini mungkin. Berbagai sektor penting diberdayakan, seperti pendidikan, keagamaan, budaya, dan lainnya. Prioritasnya antara lain anak dan remaja, termasuk dunia artis di dalamnya. Kerja sama dengan ormas, lembaga sosial, lembaga keagamaan, dan lainnya penting diintensifkan. Narkoba menjadi ancaman serius bagi masa depan dan kemajuan bangsa. Sasaran peredaran mulai meluas hingga ke anak kecil, ke pedesaan, dan melalui berbagai sarana. Gembong pengedaran juga semakin kompleks melibatkan jaringan internasional. Keterpaduan dan totalitas menjadi satu-satunya jalan pemberantasan narkoba. Target penting ditetapkan kapan Indonesia bebas narkoba. Peta jalan juga mesti dirancang dan ditapaki secara jelas dan sistematis.
maksud mengajukan satu gagasan untuk menghadirkan ruang kepada siswa secara melembaga bagaimana mereka memahami hajatan besar negaranya, yakni suksesi nasional dan pemilu legislatif 2019. Mereka tidak bisa dipandang sebagai anak-anak bangsa yang tidak perlu tahu atau belum waktunya karena sejalan dengan tingkat pendidikan, mereka membutuhkan informasi yang melembaga, dalam bidang politik. Sekolah bertanggung jawab menyampaikan informasi autentik kepada siswanya karena sesungguhnya di atas paradigma atau pendekatan kontekstual, siswa juga harus beradaptasi dengan kondisi-kondisi sosial yang nyata untuk bisa mengimbangi informasi-informasi politik di masyarakat, lewat poster pemilu, kampanye-kampanye, acara bincang-bincang yang sengit di televisi, berita-berita yang tidak jelas kebenarannya di media sosial, dalam aneka rupa media. Dengan demikiam, siswa merasa memiliki negara dan merasa pula sangat dekat. Karena pelajaranpelajaran sekolah yang membicarakan hubungan siswa dengan negaranya masih didominasi oleh materi-materi pelajaran mengenai masa silam (sejarah). Maka kini dengan paradigma pendidikan kontekstual, lembaga sekolah harus menghadirkan negara sebagai milik dan hubungan yang intim dengannya lewat peristiwaperistiwa autentik kontemporer, yang terjadi hari ini, termasuk peristiwa pemilu 2019 ini. Penulis, dosen Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja
POJOK Kubutambahan minta disertakan sebagai pemegang saham bandara. - Dari kita untuk kita. *** UMKM di Buleleng masih minim dalam mengurus hak paten. - Bertahan hidup saja masih susah. *** Bawaslu Tabanan temukan 10 warga negara asing masuk DPT. - Bali jadi wilayah global.
Penulis, Deputi Direktur Center for Public Capacity Acceleration (C-PubliCA)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN April, Permohonan KIA Diprediksi Melonjak Senin Kliwon, 11 Maret 2019
Tabanan (Bali Post)Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabanan telah melaksanakan program Kartu Identitas Anak (KIA) sejak tahun 2017. Di awal pelaksanaannya program ini belum banyak diikuti masyarakat. Namun saat ini permohonan pembuatan KIA meningkat signifikan. Menurut Kepala Disdukcapil Tabanan IGA Rai Dwipayana Minggu (10/3) kemarin, kini dalam sehari jumlah pemohon KIA di angka 50 sampai 60 orang. Diprediksi lonjakan permo-
honan terjadi pada April atau menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). ‘’Baru mulai menggeliat lagi sejak digulirkan tahun 2017. Rencananya akan kami gencarkan kembali sosialisasi untuk kejar tuntas KIA 2019,’’ ucap Rai Dwipayana. Terkait prediksi lonjakan permohonan KIA, katanya, dikarenakan masyarakat berusaha mempersiapkan lebih awal seandainya nanti ada instruksi dari Mendagri terkait pemanfaatan KIA sebagai syarat dalam PPDB. ‘’Surat resmi dari pusat belum turun. Yang jelas, ada instruksi 2019 wajib KIA
dan ini sudah dijalankan oleh seluruh dinas capil di daerah di Indonesia,’’ ucapnya. Meski demikian, Rai Dwipayana menegaskan, Disdukcapil Tabanan sudah sangat siap baik dari sisi peralatan, blangko maupun SDM. ‘’Sekarang tinggal data harus valid, apakah nantinya dilakukan per kecamatan atau jemput bola,’’ terangnya. Disampaikannya lebih lanjut, dalam Permendagri Nomor 2 Tahun 2016, dinyatakan setiap anak dari mulai lahir hingga berusia 18 tahun wajib memiliki KIA, sebelum kemudian beralih menjadi KTP setelah
mereka dewasa. Dengan begitu, pendataan jumlah anak di masing-masing daerah akan semakin valid. Menurut Permendagri, ada dua jenis KIA yakni KIA untuk anak yang berusia 0 sampai dengan 5 tahun dan KIA untuk anak yang berusia 5 sampai dengan 17 tahun. ‘’Saat ini kami juga tengah menjajaki agar KIA ini bisa ada manfaatnya, seperti kerja sama dengan perbankan dimana KIA bisa digunakan untuk menabung tanpa e-KTP, tapi bisa mandiri tidak melibatkan orangtuanya,’’ ujarnya. (kmb28)
Bali Post/dok
DISDUKCAPIL - Suasana pelayanan adminduk di Disdukcapil Tabanan.
10 WNA Masuk DPT Pemilu 2019
Tabanan (Bali Post)-
Adanya informasi terkait warga negara asing (WNA) yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019, mendapat perhatian khusus Bawaslu Tabanan. Bawaslu telah melakukan penelusuran, dan hasilnya ditemukan 10 WNA yang masuk DPT. Temuan ini berbeda dengan data KPU Tabanan yang mencatat hanya enam WNA yang masuk DPT. Bawaslu Tabanan pun berencana merekomendasikan agar WNA yang terdaftar dalam DPT tersebut dicoret. Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada menjelaskan, setelah mendapatkan informasi adanya WNA yang masuk DPT di Jawa Barat, pihaknya langsung berkoordinasi dengan KPU. ‘’Kami lang-
sung melakukan pengecekan dan kami menemukan ada 10 WNA yang memiliki e-KTP dan Kitap di Tabanan masuk dalam DPT. Kami akan merekomendasikan ke KPU untuk masuk daftar pemilih
tak memenuhi syarat atau TMS dan dicoret dari DPT,’’ ungkap Rumada, Minggu (10/3) kemarin. Didampingi anggota Bawaslu I Ketut Narta, Rumada menjelaskan, pihaknya terus
melakukan pengecekan DPT terkait keberadaan WNA masuk DPT. Dari data KPU Tabanan, hanya enam WNA masuk DPT. Mereka adalah Stefen Alfred Baur (76) warga negara Swiss yang tinggal di Banjar Bonian, Antap, Selemadeg, Al Anzai (46) warga negara Jepang beralamat di Banjar Dinas Lalanglinggah, Selemadeg Barat, Francois Oliver Georces Coudero (70) warga negara Prancis yang tinggal di Banjar Kalangan-
yar Kangin, Sudimara, Ny. Mendoza Plazaras (43) warga negara Filipina yang tinggal di Banjar Tunjuk Tengah, Tunjuk, Toshiko Someya (50), warga negara Jepang yang beralamat di Banjar Batanpoh, Pandak Gede, Kediri dan Wang Li Min (41) yang merupakan warga negara Cina yang beralamat di Banjar Dinas Belimbing Desa Belimbing, Pupuan. ‘’Kami tetap melakukan pengecekan dan masih menemukan empat
WNA lagi yang ternyata masuk DPT,’’ imbuh Narta. Keempat WNA tersebut yakni Alexander James Syme (60) asal Selandia Baru, beralamat di Banjar Mayungan Anyar, Baturiti, Miki Iwata (42) asal Jepang yang tinggal di Banjar Bangkeang Sidem, Gunung Salak, Selemadeg Timur, Marten Arie Kleine (42) warga Roterdam, Belanda yang beralamat di Jalan Kenanga No. 2 Dauh Peken, Tabanan dan Kayoko Hasimoto
(52) asal Jepang yang tinggal di Tunjuk Tengah, Desa Tunjuk. Sementara itu, Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa menyatakan, dari data yang dimilikinya, baru ada enam WNA masuk DPT. Terkait hal lainnya, pihaknya telah meminta Anggota KPU Tabanan yang menangani data melakukan koordinasi dengan KPU Provinsi Bali. ‘’Masih dikoordinasikan ke KPU Bali,’’ sebutnya. (kmb28)
sosok Fokus Bidang Jasa
Bali Post/san
RMU - Salah satu bantuan RMU dari pemerintah pusat untuk Tabanan. Rencananya tahun ini Tabanan akan memiliki satu RMU lagi di desa Gubug, di mana proses pembangunan sedang berjalan.
Pemkab Rancang Pembangunan RMU di Gubug
Tabanan (Bali Post) Sebagai lumbung berasnya Bali, Tabanan tidak hanya fokus pada peningkatan produksi padi tetapi juga meningkatkan kualitas beras yang dihasilkan. Oleh karena itu, setelah mendapatkan bantuan rice milling unit (RMU) di Mambang dan Bengkel, tahun ini Pemkab Tabanan merancang pembangunan satu RMU. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan I Gusti Putu Wiadnyana, Minggu (10/3) kemarin mengatakan, untuk tahun ini dari dana Pagu Indikatif Kecamatan (PIK) Tabanan
yang pokusnya di Gubug, akan dirancang pembangunan RMU yang lengkap mulai dari bangunan, RMU hingga mesin pengering gabah atau dryer. Besaran dana pembangunan RMU ini sekitar Rp 3 miliar, dan nantinya memiliki kapasitas enam ton per hari. Pembangunan RMU, menurut Wiadnyana, penting dalam mengantisipasi produksi gabah yang panen pada musim hujan. Sebab dengan adanya dryer, proses penjemuran gabah sebelum diproses giling tidak perlu lagi dengan cara dijemur yang bergantung pada sinar matahari. Dengan adanya dryer, tidak ada lagi
kondisi penurunan harga gabah yang diakibatkan oleh musim hujan. ‘’Sebab pengalaman sebelumnya, sering kali musim hujan akan cenderung membuat kualitas beras yang dihasilkan petani kurang baik sehingga harga jadi menurun,’’ ujarnya. Adanya RMU ini juga membuat kondisi kadar air untuk proses kering giling menjadi terkontrol pada angka 14 persen, sehingga terjadinya remuk pada saat penggilingan bisa dihindari. Dengan terjaganya tekstur beras pada proses penggilingan, maka akan dihasilkan ukuran beras yang seragam. ‘’Jadi dengan
adanya RMU ini akan dihasilkan beras kualitas medium dan juga premium,’’ ujarnya. Selain pembangunan RMU dari dana pagu PIK, sebelumnya Tabanan juga sudah mendapatkan bantuan dua unit RMU dari Pemerintah Pusat pada 2018, yakni dengan kapasitas enam ton di daerah Mambang dan 10 ton di Bengkel. ‘’Tahun ini pihak Distan juga kembali mengajukan bantuan RMU ke pemerintah pusat sebanyak tiga unit. Jika disetujui oleh pemerintah pusat, tiga mesin RMU tersebut akan dialokasikan di Kediri, Kerambitan, dan Selemadeg,’’ ujar Wiadnyana. (kmb24)
Desa Padangan Gali Potensi Rebung Bambu Tabah
KULINER berbahan rebung bambu cukup banyak ragamnya. Celah inilah yang sedang dilirik Pemerintah Desa Padangan, Kecamatan Pupuan. Potensi rebung bambu tabah di desa tersebut tengah dikembangkan agar dapat dikenal lebih luas baik oleh masyarakat maupun wisatawan. Pengembangan potensi rebung bambu tabah dilakukan masyarakat setempat yang tergabung dalam kelompok kuliner Pawon Bali. Perbekel Desa Padangan I Wayan Wardita menjelaskan, rebung merupakan bahan makanan yang sejak dahulu digunakan. Saat ini, pihaknya tengah mencari upaya mengemas rebung siap olah dengan lebih baik dan menarik. Bahkan pihaknya tengah melakukan penjajakan kerja sama dengan hotel agar rebung bambu tabah yang siap olah bisa dikenal luas wisatawan baik domestik maupun mancanegara. ‘’Kami ingin agar potensi desa bisa lebih berkembang lewat kulinernya yang khas,’’ ungkapnya, Minggu (10/3) kemarin. Terkait pengolahan rebung, Wardita menyebutkan, masyarakat sangat terbantu dengan adanya bantuan mesin khusus dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Diperindag) Tabanan. Bantuan mesin itu didapat tahun 2018. Awal Januari
2019, baru mulai dilakukan pengolahan rebung seiring mulai tumbuhnya bambu tabah di Pupuan. ‘’Rebung kami peroleh dari masyarakat dan juga bekerja sama dengan BUMDes Sejahtera Mandiri Desa Padangan,’’ imbuh Wardita. Ia menjelaskan, rebung bambu tabah yang diolah tersebut murni tanpa bahan pengawet. Tunas muda dipetik, kemudian direbus dan diberi garam, barulah dimasukkan ke dalam mesin pendingin khusus dengan temperatur khusus. ‘’Jadi kami tidak masukkan bahan pengawet apapun karena tujuan kami mengolahnya murni,’’ tegasnya. Rebung bambu tabah sudah mulai dipasarkan mulai di sekitar Tabanan sampai ke Denpasar. Harganya masih terjangkau yakni Rp 17 ribu dengan berat 200 gram. Agar produksinya berkelanjutan, Kelompok Kuliner Pawon Bali sedang menjajaki kerja sama dengan Perusahaan Daerah Dharma Santika. ‘’Karena sekarang pemasarannya tergantung orang yang memesan,
Bali Post/ist
REBUNG - Rebung bambu tabah tengah dikembangkan warga Desa Padangan. belum rutin, maka dari itu tujuan kami Perusda yang membeli,’’ ujarnya. Wardita berharap, ke depannya rebung bambu tabah bisa dipasarkan sampai ke hotel-hotel di seluruh Bali. Sebab kelebihan rasanya gurih ketika diolah menjadi sayur. ‘’Harapan kami bisa sampai ke hotel, meskipun saat ini dari ketersediaan modal belum mencukupi karena biaya proses sangat mahal,’’ ucapnya. Wardita pun menjelaskan, sekilas proses pengolahan rebung ini yakni saat panen
harus dengan teknik khusus. Pengelupasan serta pemilahan antara pucuk dan irisan harus dilakukan dengan baik. Pucuk diambil sekitar 7 cm dan sisanya di bagian bawah diiris. Rebung inilah yang direbus dan dibubuhi garam. Rebung yang telah matang kemudian dikemas sesuai takaran dengan mesin khusus. Rebung dimasukkan dalam mesin pendingin. Rebung bambu tabah yang siap diolah menjadi aneka masakan ini memiliki daya tahan hingga 10 bulan. (bit)
DESA Delod Peken Kecamatan Tabanan tidak memiliki potensi pertanian. Karena itu, dalam membentuk BUMDes, desa setempat tidak fokus pada penjualan produk pertanian tetapi lebih kepada usaha jasa dan pinjaman. Ketua BUMDes Wijaya Kusuma Desa Delod Peken Made Adi Kurniarta, Minggu (10/3) kemarin mengatakan, BUMDes ini baru terbentuk Januari 2019. Pihaknya menjalankan usaha di bidang jasa, seperti pelayanan pembayaran listrik ataupun perpanjangan STNK. ‘’Ada juga usaha pinjaman dan penjualan sembako,’’ ujarnya. Usaha ini diambil karena melihat potensi warga Desa Delod Peken yang kebanyakan pekerja swasta, wirausahawan maupun PNS yang sibuk. ‘’Kami tidak fokus ke produk pertanian seperti desa yang lain, karena potensi kami bukan di sana,’’ ujarnya. Dalam menjalankan usaha, BUMDes mendapatkan bantuan dana desa yakni untuk usaha pinjaman diberikan bantuan sebesar Rp 60 juta, untuk pelayanan jasa sebesar Rp 15 juta dan untuk perdagangan senilai Rp 25 juta. Namun diakui Made Adi, Desa Delod Peken sebenarnya punya potensi pariwisata, dalam hal ini wisata air. Desa ini dibelah Sungai Yeh Dikis. Di sekitar sungai ada beji-beji yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata. ‘’Tetapi pengembangannya pun memerlukan dana yang tidak sedikit. Untuk bisa mengembangkan wisata air, BUMDes saat ini harus berkembang terlebih dahulu,’’ ujarnya. (san)
Puskesmas Kelola Limbah Medis dengan Pihak Ketiga Tabanan (Bali Post) Tidak hanya BRSU Tabanan, puskesmas pun menghasilkan limbah medis terutama limbah medis padat. Selama ini, dalam mengelola limbah medis padat, 20 puskesmas di Tabanan menggunakan incenerator yang tersedia di beberapa puskesmas, seperti Puskesmas Selemadeg, Puskesmas Tabanan III dan Puskesmas Penebel I. Namun, mengingat adanya aturan baru dari pemerintah pusat, tahun ini pengelolaan limbah medis padat puskesmas dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Minggu (10/3) kemarin mengatakan, karena terbentur izin, pengelolaan limbah medis padat tidak bisa lagi melalui incenerator. Di sisi lain, syarat akreditasi puskesmas haruslah memiliki manajemen penanganan limbah medis. Untuk mengatasi persoalan ini, puskesmas bekerja sama dengan pihak ketiga. ‘’Pihak ketiga ini adalah pengelola limbah medis yang berada di Jawa,’’ ujar Suratmika. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Tabanan I Made Supardiyadnya menambahkan, pengelolaan limbah medis dengan pihak ketiga dimulai tahun ini. ‘’Karena incenerator tidak bisa dioperasikan jika tidak berizin, maka diperlukan cara lain. Tahun ini kami kerja sama dengan pihak ketiga,’’ ujarnya. Ia mengakui, limbah me-
dis padat yang dihasilkan masing-masing puskesmas tidak sama. Puskesmas yang memiliki layanan rawat inap menghasilkan limbah medis padat lebih banyak. Biasanya limbah dikumpulkan sampai berat tertentu. Setelah berat tercapai, barulah limbah padat medis diangkut oleh pihak ketiga untuk dikelola. Dalam mengatasi limbah medis padat tentu memerlukan dana tidak sedikit. Menurut Supardiyadnya, pengolahan limbah medis padat di luar obat-obatan dimasukkan dalam dana kapitasi JKN yang diterima puskesmas. Sementara untuk pengolahan obat kedaluwarsa pendanaannya melalui APBD sebesar Rp 50 juta. Sementara itu, Kepala Puskesmas Selemadeg Barat dr. Wayan Arya Putra Manuaba mengatakan, mengingat Puskesmas Selemadeg Barat tahun ini berstatus puskesmas rawat inap, pihaknya tidak hanya harus mengolah limbah medis padat tetapi juga limbah medis cair. Sehingga tahun ini puskesmas akan dilengkapi dengan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Sementara untuk pengolahan limbah medis padat, meski beberapa puskesmas rawat inap di Tabanan sudah memiliki mesin incenerator , karena harus ada izinnya dan proses mendapatkan izin ini sangat ketat, maka puskesmas sekarang melakukan kerja sama dengan pihak ketiga.
Ia melanjutkan, limbah medis padat setiap puskesmas berbeda. Untuk Puskesmas Selemadeg Barat, sebelum menjadi puskesmas rawat inap menghasilkan 10 kilogram limbah medis padat per bulannya. Dalam pengambilan, kata Arya ada jumlah minimal. ‘’Sesuai MoU biasanya diambil oleh pihak ketiga saat berat limbah medis padat mencapi 30 kilogram,’’ ujarnya. Untuk pendanaan pengolahan limbah medis padat ini, Puskesmas menganggarkan melalui dana kapitasi JKN yang diterima puskesmas. Dana ini sekitar 40 persen bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional pelayanan puskesmas, salah satunya bisa untuk kerja sama dengan pihak ketiga. Meski demikian, Arya berharap Pemprov Bali memikirkan solusi membuat pengolahan limbah medis padat di Bali. Sebab, dana yang dikeluarkan untuk kerja sama pihak ketiga cukup besar. Jika pengolahan limbah medis padat ada di Bali, tentu akan lebih menekan dana operasional. Untuk membuat pengolahan limbah medis padat di Bali, jika menilik pada syarat mendapatkan izin, daerah yang berpotensi untuk dibangun adalah Buleleng dan Jembrana. ‘’Kalau Tabanan sudah susah dari syarat-syarat yang harus dilengkapi. Yang paling berpotensi di sini adalah Buleleng dan Jembrana,’’ ujarnya. (kmb24)
BULELENG
8 Minim, Minat Pelaku UMKM Cari Hak Paten
Dari 2.000 UMKM, Hanya Satu-Dua yang Mengurus
Singaraja (Bali Post) – Minat pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Buleleng mengurus izin hak paten bisa dibilang minim. Ini terbukti dari sekitar 2.000 pelaku UMKM di Bali Utara, sampai tahun ini, hanya satudua yang sadar mengurus hak paten untuk melindungi desain atau produknya dari pengakuan pihak lain di luar daerah. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Koperasi-UKM) Buleleng Nyoman Swatantra didampingi Kabid UKM Wayan Biasari akhir pekan lalu, tidak menampik kalau sebagian besar desain atau produk UKM dari Denbukit belum mengantongi hak paten. Mantan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng ini mengatakan, pemerintah daerah belakangan ini gencar menyosialisasikan terkait tahapan dan prosedur yang harus dilalui untuk mendapatkan hak paten dari pemerintah itu. Melalui berbagai kegiatan, pihaknya menyadarkan setiap pelaku UKM di daerah ini, pentingnya setiap desain dan produk yang diciptakan itu dilindungi hak paten. Dengan hak paten itu, kalau ada pihak lain yang membuat desain atau produk sama, maka pemegang hak paten itu berhak mendapatkan royalti. Selain itu, dengan hak paten itu, pembajakan terhadap suatu desain atau produk UKM itu dapat dicegah. Alur mendapatkan hak paten su-
dah disebarluaskan. Pelaku UKM mengusulkan ke Dinas Koperasi-UKM dan diteruskan ke provinsi. Dari provinsi diajukan ke Kementerian KoperasiUKM RI. Kalau semua persyaratan sudah lengkap, maka diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM RI. ‘’Masih banyak yang belum mencari hak paten. Upaya melalui sosialisasi kepada pelaku UKM mau mencari hak paten itu sudah dilakukan. Kami juga sudah sering menyebarkan informasi terkait alur dan prosedur sebelum mendapatkan hak paten dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Republik Indonesia,’’ katanya. Alasan mengapa pelaku UKM di daerah ini tidak tertarik mencari hak paten kata Swatantra, karena alur dan persyaratan mengurus hak paten itu belum dimengerti dengan baik. Pelaku UKM kebanyakan kesulitan biaya mencari hak paten itu. Terutama pelaku UKM dengan modal kecil, sehingga mereka tidak tertarik mencari hak paten yang sebenarnya memiliki fungsi penting itu. ‘’Alasannya memang beragam. Paling dominan soal biaya. Selain itu, banyak yang tidak mendapat informasi lengkap soal prosedur dan syarat mencari hak paten itu,’’ jelasnya. Atas persoalan itu, pemerintah daerah setiap tahun memfasilitasi pelaku UKM, diusulkan dapat hak paten yang dibiayai pemerintah pusat. (kmb38)
Senin Kliwon, 11 Maret 2019
Bukit Teletabis Konon Dijadikan Proyek Bandara
KPDK Pasang Spanduk ’’Awig-awig’’ di Lokasi Singaraja (Bali Post) –
Sejumlah warga mengatasnamakan Komunitas Pemerhati Desa Kubutambahan (KPDK), Minggu (10/3) kemarin melakukan aksi pemasangan spanduk di kawasan Bukit Teletabis. Konon, bukit itu akan dijadikan lokasi proyek Bandar Udara (Bandara) Internasional Bali Utara. Pemasangan spanduk ini diduga berkaitan rencana pemanfaatan lahan Desa Pakraman Kubutambahan di Bukit Teletabis untuk dibangun bandara. Pantauan di lapangan, spanduk yang dipasang itu berukuran sekitar tiga kali satu meter. Lokasi pemasangannya tidak jauh dari sebuah bangunan warung yang biasa ramai dipadati pengunjung Bukit Teletabis. Tulisan di lembar sepanduk itu, berbunyi “Awig Desa Kubutambahan Tahun 1990. Pasal 5 Krama Desa terdiri dari 1, Krama Desa Negak, 2 Krama Desa Lattan, dan 3, Krama Desa Sampingan. Pasal 23 berbunyi Tanah abian tegal hak milik Desa Adat Kubutambahan seluas 415, 895 hektar. Pasal 25 berbunyi tidak diizinkan menjual atau mengesahkan tanah hak milik adat, kalau tidak dapat persetujuan krama desa”. Sebelum dipasang, perwakilan KPDK Ketut Arcana Dangin bersama Gede Kastawan menjelaskan secara panjang lebar terkait aksi pemasangan sepanduk itu, kepada Camat Kubutambahan
Made Suyasa dan Kapolsek AKP Made Mustida serta pecalang yang sudah lebih dahulu hadir di lokasi bandara itu. Suasana sempat tegang karena prajuru itu tidak menginginkan pemasangan spanduk itu. Sebab, diduga bernuansa propokatif kepada warga. Namun, perwakilan KPDK kemudian diizinkan memasang sepanduk yang dibawanya itu. Setelah dipasang sekitar 15 menit, spanduk itu diturunkan anggota pecalang dan polisi. Usai penurunan spanduk itu, KPDK dan aparat terkait kemudian melanjutkan pertemuan di Pura Desa Pakraman Kubutambahan. Pertemuan dipimpin Kelian Desa Adat Kubutambahan Jero Pasek Warkadea. Camat Kubutambahan Made Suyasa menyarankan perwakilan KPDK dan desa pakraman agar bicara dari hati ke hati. Apalagi baru saja usai merayakan hari Nyepi, sehingga pihaknya mengajak
bersama-sama menjaga situasi wilayah tetap kondusif dan harmonis. Ketua KPDK Ketut Arcana Dangin mengatakan, alasan mengapa pihaknya memasang spanduk Awig-awig Desa Adat di Bukit Teletabis agar diketahui komponen masyarakat. Dirinya memastikan kalau aksi pemasangan spanduk itu, tidak ada kepentingan pribadi. Apalagi dianggap provokator. Aksi itu dilakukan karena dari pengamatannya selama ini belum banyak masyarakat Kubutambahan yang mengetahui isi awig-awig yang disahkan tahun 1990 lalu itu. Klian Desa Pakraman Kubutambahan Ketut Warkadea mengatakan, pemasangan spanduk itu, seharusnya dilakukan lebih elegan dan momen yang tepat. Ini karena, wacana pemerintah pusat membangun bandara sudah mendekati kenyataan. Aksi pemasangan spanduk itu
Bali Post/kmb38
SPANDUK – Sejumlah warga mengatasnamakan Forum Pemerhati Desa Kubutambahan (KPDK) melakukan aksi pemasangan spanduk di Bukit Teletabis, Minggu (10/3) kemarin. Di sana konon akan dibangun bandara. apalagi di lokasi yang sedang dikaji untuk lokasi bandara, kalau aksi itu dibiarkan, dirinya khawatir ada dampak tidak baik ke depannya. Terkait isi awig-awig yang belum diketahui masyarakat, Warkadea menyatakan, desa pakraman tidak akan menjual tanah kepada investor yang membangun bandara. Melainkan, desa pakraman sendiri akan memasukan assetnya sebagai penyertaan modal dalam investasi bandara itu. Dengan pola ini,
desa pakraman mendapat keuntungan. Selain dari penyertaan modal juga ada kontribusi lain setelah bandara terbangun dan beroperasi. Terkait pernyerataan modal itu, Warkadea memastikan agar disosialisasikan pemerintah kepada semua elemen masyarakat. Pihaknya mempersilakan saat sosialisasi itu warga wajib hadir dan meminta penjelasan terkait proyek bandara dan lahan yang akan dimanfaatkan. (kmb38)
Kelola Hutan Desa, Usulkan Bentuk BUMDes Bersama Potensi hutan desa di Buleleng belum dikelola maksimal. Karena itu wajar, belum bisa menjadi sumber pendapatan asli desa (PAD) Padahal, sejatinya hal itu bisa menjadi sumber PAD. Karena jika diupayakan pengelolaan hutan desa itu secara optimal, maka dipercaya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Lalu, bagaimanakah solusi pengelolaan hutan desa secara efektif sehingga potensial meningkatkan PAD itu?
Bali Post/kmb38
HUTAN DESA – Dinas PMD Buleleng mendorong pengelolaan potensi hutan desa. Hutan di Desa Selat, Sukasada potensial dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
DARI data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), luas hutan desa di Buleleng mencapai 7.000 hektar. Hutan itu tersebar di Kecamatan Tejakula, Sukasada, Sawan, Gerokgak, dan Kecamatan Busungbiu. Kepala Dinas PMD Made Subur mengatakan, hutan desa itu memang harus dikelola maksimal. Solusinya, desa itu disarankan segara
membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama. BUMDes Bersama ini sebagai wujud kerja sama antardesa untuk mengolah hasil hutan desa. Dicontohkan, hutan desa di wilayah Kecamatan Sukasada itu dijadikan pilot project strategi. Nantinya, ada sejumlah desa dilibatkan dalam pengelolaan hutan desa seluas 1.300 hektar di Sukasada. Di antaranya Desa
Panji, Desa Sambangan, Desa Selat, Desa Ambengan, dan Desa Wanagiri. Agar ketersediaan sumber mata air itu tetap lestari maka pihaknya meminta masyarakat yang memiliki hutan desa itu wajib membudidayakan tanaman keras sesuai topografinya. Sehingga hasil hutan itu tetap dapat dinikmati tanpa harus merusak lingkungan. “Kami akan membentuk BUMDes Bersama. BUMDes ini akan memanajerial tata kelola air, objek wisata hutan desa termasuk budi daya buah lokal di areal seluas 1.300 hektar ini. Masyarakat dilibatkan dalam pengelolaan hutan desa ini,” katanya. Beberapa jenis tanaman
yang direkomendasikan ditanam di areal hutan desa itu, kata Subur, seperti kopi, kelapa, durian, avokad, bambu, kayu gaharu, hingga tanaman obat yang berkaitan usadha Bali. Budi daya tanaman keras ini, juga diharapkan mendukung program “Bumi Banten” yang dicanangkan, sehingga tetap dapat memenuhi keperluan desa pakraman akan sarana upakara yadnya. Pemanfaatan hutan desa itu diklaim sejalan dengan visi Gubernur Bali “Nangun Sat Kertih Loka Bali”. Sebab, pemanfaatan hutan desa itu dinilai dapat melestarikan hutan (wana kertih - red) dan upaya menjaga kelestarian sumber air (danu kertih
- red). “Jadi, hasil hutannya bisa dinikmati untuk kesejahteraan masyarakat desa. Hal itulah bisa menambah PAD. Begitu juga pemenuhan sarana upakara yang bisa diambil dari Bumi Banten di hutan desa ini,” tegasnya. Dalam waktu dekat ini, pihaknya mengundang perangkat desa dinas dan desa pakraman dan tokoh-tokoh masyarakat dari desa yang akan mengelola hutan desa untuk mengikuti sosialisasi. Setelah mendapat kepercayaan dan izin pemanfaatan dari pemerintah pusat, maka desa dinas dan desa pakraman diharapkan bersinergi dalam mengelola hutan desa, sehingga tetap terjaga kelestariannya. (mud)
Senin Kliwon, 11 Maret 2019
GIANYAR
”Sasih Kadasa”, Hasil Tangkapan Nelayan Menurun Gianyar (Bali Post) Hasil tangkapan nelayan di pesisir Kabupaten Gianyar mulai menurun. Kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa hari lalu, atau saat memasuki Sasih Kadasa. Meski hasil tangkapan minim, sejumlah nelayan tetap berupaya melaut. I Nyoman Warupa menerangkan, selama tiga hari terakhir dirinya hanya mendapatkan hasil tangkapan yang rendah. Jauh menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya. Nelayan yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Putra Samudra Pantai Lebih, Gianyar ini mengatakan sedikit atau banyaknya ikan yang berhasil ditangkap juga sangat tergantung pada sasih. “Pada Sasih Kadasa ini, ikannya kedas (tidak ada ikan
- red),” kata Warupa saat ditemui di Pantai Lebih, Gianyar, Minggu (10/3) kemarin. Sebelum Sasih Kadasa, pria yang asli dari Desa Lebih ini mengaku biasanya mendapatkan ikan sampai 30 kilogram. Saat kembali ke darat, ikan tersebut langsung dijualnya di pesisir. Jika masih tersisa, baru dijual di pasar. Namun saat ini mendapat ikan seberat lima kilogram saja sangat sulit, karena ikannya tidak ada berdatangan. “Kondisi paceklik
ikan ini biasa terjadi saat Sasih Kadasa. Ikan yang paling sering didapatkan jenis ikan lemuru dan kocing,” katanya. Warupa menambahkan, kondisi ini dirasakan hampir 200 lebih nelayan yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Putra Samudra Pantai Lebih. Meski hasil tangkapan minim, sebagian nelayan tetap memilih melaut. “Seperti apa yang dikatakan panglingsir kami yang pengalaman menjadi nelayan, ikannya saat
Sasih Kadasa menjadi kedas. Makanya banyak nelayan yang tidak mencari ikan ke dalam. Kalaupun ada, paling banter pukul 11.00 atau pukul 13.00 Wita mereka sudah balik lagi,” ujarnya. Warupa mengaku sangat menyayangkan kondisi ini. Terlebih cuaca sebenarnya sedang mendukung, tetapi hasil tangkapan minim. “Kadang hasil tangkapan mendukung, namun cuaca yang belum tentu mendukung. Tetapi yang pasti banyak dapat hasil tangkapan yaitu tepat sehari setelah hujan, pasti lumayan dapat ikan,” katanya. Pria yang sudah 28 tahun
menjadi nelayan ini menambahkan, biasanya kalau tidak melaut dia hanya menggunakan jaring dan pancing di dekat bibir pantai. Itu pun tidak sampai ke dalam lautan, hanya beberapa meter dari bibir pantai. Hal itu dilakukan karena ikan ada yang berlindung di muara sungai. “Biasanya setelah pertengahan Sasih Kadasa baru bisa normal kembali hasil tangkapannya. Karena ikan juga mengikuti arah angin dengan bergerombolan. Kalau pas banyak dapat ikan, bisa sampai pukul 15.00 Wita baru balik dan ikanikan tersebut langsung dijual,” ujarnya. (kmb35)
9
Bali Post/kmb35
MEMARKIR - Nelayan di Pantai Lebih, Gianyar terpaksa memarkir perahunya untuk sementara waktu lantaran hasil tangkapan sangat sedikit.
JEMBRANA
10
Gubernur Koster Gelar Tatap Muka dengan Masyarakat Jembrana Singgung Kemacetan Jalan Denpasar-Gilimanuk
KUNJUNGAN – Gubernur Bali Wayan Koster hadir di Jembrana, bertatap muka dengan masyarakat kemarin. GUBERNUR Bali Wayan Koster menggelar tatap muka dengan masyarakat Jembrana, bertempat di Gedung Mendopo Kesari Negara, Minggu (10/3) kemarin. Tatap muka dihadiri para bendesa perbekel/lurah, klian dinas adat, kaling, LPM, BPD serta subak basah/kering diawali dengan pemaparan selamat datang oleh Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Menga-
wali paparannya, Kembang mengucapkan terima kasih sekaligus kebanggaan atas kunjungan Gubernur kali ini. Di hadapan Gubernur, Kembang menjelaskan salah satu permasalahan paling mendesak warga Jembrana saat ini adalah kepadatan jalan Denpasar-Gilimanuk. “Kalau kondisi normal waktu tempuh bisa 4-5 jam. Kalau macet tentunya berjam-jam dan itu sangat merugikan
kami, karena arus ekonomi barang dan jasa banyak bergerak ke kota. Terlebih lagi banyak masyarakat kami yang mesti bekerja maupun sekolah di Denpasar,” sebut Wabup Kembang. Kesempatan itu juga disampaikan Wabup Kembang atas dukungan provinsi melalui sharing program Kartu Indonesia Sehat (KIS). Saat ini kartu tersebut sudah dibagikan dan disosialisasikan langsung sampai ke tingkat banjar. “Jaminan itu meng-cover 326.000 jiwa, yang dibiayai secara sharing serta gotong royong oleh pemerintah pusat bersama provinsi dan Pemkab Jembrana,” papar Kembang. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan visi programnya ke depan yakni “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Visi tersebut dinilainya sangat kaya akan nilai-nilai pelestarian, serta menjaga kearifan lokal masyarakat Bali. Didalamnya ada dimensi menjaga alam, krama dan kebudayaan Bali, memenuhi kebutuhan harapan serta aspirasi krama Bali. “Bali itu sakral, ruhnya kuat dan itu harus dijaga oleh kita sebagai generasi penerus. Mulai dari alam, laut, sungai, danau serta manusianya, sekala maupun niskala,” kata Koster. Untuk itu sejak enam bulan masa kerjanya, sudah beberapa program pengua-
tan alam maupun budaya Bali yang diluncurkan. Salah satunya penguatan aksara dan busana Bali. Berikutnya pembatasan sampah plastik yang dikuatkan dengan pergub. “Program ini banyak mendapat apresiasi. Bahkan Bali menjadi contoh. Ekonomi lokal pun bergerak seperti petani bambu dan perajin yang kebanjiran order pembuatan straw (pipet) alami,” sebut Koster. Terkait infrastruktur, utamanya kemacetan jalan Denpasar-Gilimanuk, hal itu juga sudah diketahuinya dan layak untuk dibantu memudahkan moda transportasi Bali Barat. Namun saat ini fokus akan diutamakan ke Bali Utara dengan pembangunan shortcut. Karena kajiannya juga sudah disusun sebelumnya. Selanjutnya baru Jembrana yang akan menjadi prioritas. Ia mengaku siap untuk memperjuangkan termasuk membawa aspirasi usulan itu ke pemerintah pusat. “Saya kerja mesti satu-satu diselesaikan. Kalau sudah fokus akan bisa diselesaikan lebih kencang,” ujar Koster. Program lainnya, disebut Koster, adalah pembangunan kesehatan. Di antaranya pembangunan puskesmas rawat inap serta pembangunan pusat layanan kanker serta jantung di RS Bali Mandara, yang disebutnya sudah sangat mendesa. (ad233)
Senin Kliwon, 11 Maret 2019
Minim, Tenaga Pengawas SD dan SMP Negara (Bali Post) -
Pegawai Negeri Sipil (PNS) bidang pendidikan di Jembrana kini banyak yang pensiun. Akibatnya jumlah tenaga pendidikan makin berkurang. Terutama tenaga pengawas sekolah yang kini semakin minim jumlahnya. Apalagi Diklat Calon Pengawas Sekolah (Cawas) yang sedianya dilaksanakan tahun 2018 lalu hingga kini masih ditunda. Dari data di Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jembrana, jumlah pengawas sekolah pada Bidang Pendidikan Non-Formal dan Informasi (PNFI) hanya terdapat empat orang tenaga pengawas TK-PAUD. Demikian juga Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) yang menaungi SD dan SMP justru terjadi banyak kekurangan pengawas sekolah dibandingkan dengan jumlah sekolah. Selain itu dengan jumlah sekolah sebanyak 25 SMP yang terdiri dari 18 SMP negeri dan tujuh SMP swasta yang tersebar di lima kecamatan, saat ini hanya terdapat dua orang pengawas SMP. Demikian juga pengawas SD. Dengan jumlah sekolah sebanyak 185 SD yang terdiri dari 182 SD negeri dan 3 SD swasta hanya terdapat sembilan orang pengawas SD.
Derita Wayan Milia
Sebaran pengawas SD ini di masing-masing kecamatan, yakni Kecamatan Pekutatan satu orang, Kecamatan Mendoyo dua orang, Kecamatan Jembrana dua orang, Kecamatan Negara dua orang dan Kecamatan Melaya dua orang. Kepala Bidang PNFI Dinas Dikpora Kabupaten Jembrana I Wayan Eka Sutendra dikonfirmasi, Minggu (10/3) kemarin, mengakui adanya keterbatasan pengawas TKPAUD tersebut. Menurutnya, idealnya satu kecamatan satu pengawas, tetapi sejak 2017 di Kecamatan Mendoyo kosong. Dikatakannya, pengawas TK-PAUD tersebut akan mengalami kekosongan pada tahun 2022 lantaran seluruhnya akan pensiun. Pihaknya mengaku akan mengusulkan untuk perekrutan pengawas TK ini. Mantan Kasubag Sosial Budaya Setda Kabupaten
Jembrana ini mengatakan selama ini untuk di Kecamatan Mendoyo yang kosong itu hanya difasilitasi oleh Kepala TK Negeri Pembina Kecamatan Mendoyo di Tegalcangkring. ‘’Dia yang paling senior dan disepakati oleh guru-guru yang lainnya,’’ jelasnya. Kepala Bidang Dikdas Dinas Dikpora Kabupaten Jembrana I Nyoman Wenten juga mengatakan untuk SD dan SMP idealnya satu orang pengawas sekolah membina 10 sekolah. Dengan kondisi ini sekolah hanya memiliki dua orang pengawas SMP. Di mana pembagiannya menjadi 12 sekolah dan 13 sekolah. Demikian juga dengan SD pihaknya mengaku seharusnya ada 18 pengawas SD. Bahkan untuk pengawas SMP seluruhnya akan pensiun pada tahun 2019 ini dan satu orang pengawas SD juga akan pensiun akhir tahun ini.(kmb)
Digerogoti Kanker Ganas, Hidup Hanya Ditemani Cucu Usia 6 Tahun I Wayan Milia (58) dari Banjar Sawe, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana sepertinya mengalami derita yang tak berkesudahan. Bagaimana tidak, setelah ditinggal meninggal sang istri, petani setengah baya ini kini harus menahan sakit akibat kanker ganas yang menggerogoti kakinya. Mirisnya lagi, Wayan Milia yang tinggal di pelosok bahkan terpencil ini di tengah deritanya hanya ditemani cucunya, Komang Wahyu Pertama (6), yang masih duduk di kelas I SD di Batuagung.
DITEMUI di rumahnya di Banjar Sawe, Desa Batuagung, akhir pekan lalu, Wayan Milia mengatakan kalau dirinya sudah mengalami gejala kanker sejak 20 tahun lalu. Di mana paha dan lutut kirinya membengkak. ‘’Sejak itu sudah beberapa kali saya opname. Dan daging makin digerogoti,’’ Kata
Wayan Milia. Dari pengamatan, paha dan lutut kiri Wayan Milia tinggal tempurung yang membengkak dan berlubang. Dagingnya tampak habis digerogoti penyakitnya. Tempurung lutut yang berlubang tampak berair dan dibungkus dengan pampers. ‘’Sekali sehari saya harus ganti pampers. Karena
tidak mampu beli. Jika tidak bisa beli pampers saya balut dengan kain,’’ katanya. Menurutnya, seharusnya kakinya diamputasi, namun dia menolak karena tidak ingin kehilangan anggota tubuhnya. Sehari-hari Milia tinggal bersama cucunya, Komang Wahyu Pertama. ‘’Kadang jika saya tidak bisa gerak dia yang merawat saya. Kasihan sebenarnya cucu saya. Dia harus berangkat sekolah tiap subuh karena harus jalan kaki 2 km. Mana jalan rusak dan terjal. Kadang dia melalui jalan pintas,’’ jelasnya. Untuk makan mereka juga seadanya, karena Milia su-
dah tidak mampu lagi bekerja. ‘’Syukur adik-adik saya kadang menengok dengan membawakan sesuatu. Cucu saya kadang tidak bekal ke sekolah. Karena tidak punya uang,’’ kata Milia yang tinggal di rumah sederhana. Milia sangat berharap mendapat kunjungan rutin dari petugas kesehatan, sehingga nyeri pada kakinya bisa berkurang dan mengering serta merawat lukanya. ‘’Kalau bolak-balik ke puskesmas rasanya tidak sanggup karena tidak ada yang antar,’’ katanya. Untuk mencapai rumah Wayan Milia memang harus melalui jalan rabat be-
ton yang sepi/sunyi dan rusak. Sementara itu, Klian Banjar Sawe Desa Batuagung Made Sutama dikonfirmasi membenarkan kondisi warganya, Wayan Milia. Dikatakan, Milia merupakan KK miskin. ‘’Petugas kesehatan sudah pernah datang dan beliau sudah pernah ditangani,’’ jelasnya. (kmb)
DERITA KANKER - Kondisi Wayan Milia, penderita kanker ganas dari Banjar Sawe, Desa Batuagung, Jembrana, yang tinggal bersama cucunya yang masih SD.
Senin Kliwon, 11 Maret 2019
KARANGASEM
11
120 KK Warga Sega Sempat Terisolasi
Bali Post/ist
PUNIA - Ketua Pantia Karya Jro Mangku Widiartha saat menerima punia dari Bali Dynasty Resort, Minggu (10/3) kemarin.
Bersihkan Longsoran, BPBD Kerahkan Alat Berat
Amlapura (Bali Post) Tercatat 120 KK warga Banjar Dinas Sega, Desa Bunutan, Kecamatan Abang sempat terisolasi. Hal itu lantaran peristiwa tanah longsor yang menutup akses jalan ke dusun itu. Sebetulnya, sejak Sabtu (9/3), material longsor itu sudah dibersihkan namun belum optimal. Kemudian, Minggu (10/3) kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem menggunakan satu unit alat berat untuk menarik semua longsoran tanah bercampur batu yang menimbun akses jalan itu.
Panitia KAPWK Terima Punia Uang dan ’’ Jinah Bolong’’
Amlapura (Bali Post) Selama pelaksanaan Karya Agung Panca Wali Krama (KAPWK) di Pura Besakih, pihak panitia karya telah banyak menerima aturan punia dari krama Bali. Persembahan dengan tulus krama Bali itu diterima baik secara pribadi maupun perusahaan. Seperti Minggu (10/3) kemarin, panitia karya menerima punia dari Bali Dynasty Resort. Diharapkan perusahaan yang lain bisa ikut mapunia serangkaian KAPWK. Ketua Panitia KAPWK Jro Mangku Widiartha mengatakan, serangkaian pujawali sudah banyak umat Hindu secara pribadi maupun atas nama perusahaan ngaturang punia. Bentuk punia yang dihaturkan berupa uang, jinah bolong, tempat tirta berbahan kaca, tempat sampah, dan lainnya. Minggu (10/3) kemarin, panitia menerima punia dari Bali Dynasty Re-
sort uang tunai Rp 10.001.000, 200 uang kepeng/jinah bolong, dan 12 tempat sampah. “Kita selaku panitia sangat mengapresiasi punia yang diberikan. Artinya, mereka sudah melakukan ayah-ayah serangkain KAPWK ini. Selain ngaturang punia ini, mereka juga ngayah mareresik di kawasan Pura Agung Besakih,” ujar Widiartha. Tempat sampah yang diberikan nantinya ditaruh di 25 kompleks pura di Besakih. Sehingga di setiap pura di Besakih, ada tempat pembuangan sampahnya. Diharapkan, para pamedek yang tangkil tidak membuang sampah sembarangan. Selama pelaksanan karya, pamedek juga diimbau tidak membawa kantong plastik sebagai tempat sarana persembahyangan. Demikian juga, ketika nunas tirta (air suci - red) pun jangan menggunakan plastik, diharapkan membawa toples kecil. (kmb41)
Bali Post/kmb41
BERSIHKAN LONGSORAN - Alat berat dari BPBD saat melakukan pembersihan material longsoran di Banjar Sega, Desa Bunutan, Abang, Karangasem, Minggu (10/3) kemarin.
Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, pihaknya melakukan pembersihan material longsoran yang menutup akses jalan di Sega itu sejak Sabtu (9/3). Hanya, pembersihan yang dilakukan belum maksimal. Sehingga pembersihan material longsoran kembali dilanjutkan Minggu kemarin. “Pembersihan yang dilakukan kemarin itu, kemudian baru bisa membuka akses pejalan kaki dan sepeda motor saja. Hari ini, penanganan kembali dilanjutkan lebih optimal menggunakan alat berat. Pasalnya, material bebatuan yang longsor itu, cukup banyak,’’ ujarnya. Semoga dengan penanganan maksimal Minggu kemarin, bisa dituntaskan, sehingga kendaraan roda empat sudah dapat melintas. Hal itu penting diupayakan, agar perekonomian warga tidak stagnan melainkan
normal kembali. Kepala Dusun Sega I Wayan Kariana mengatakan, akses jalan raya itu kembali tertimpa longsoran tanah dan bebatuan. Peristiwa itu membuat 120 KK sempat terisolasi. Pasalnya, ruas jalan yang longsor ini merupakan akses utama keluar masuk ke empat dusun. Di samping itu, akses jalan itu, merupakan akses pariwisata. Banyak wisatawan melewati jalur ini ketika mereka hendak menuju Pura Lempuyang. ”Petugas BPBD sudah sejak Sabtu melakukan pembersihan material longsoran. Belum semuanya memang material itu dibersihkan. Minggu kemarin, kembali dilanjutkan,’’ ujarnya. Kariana berharap semua bisa diselesaikan, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat kembali dapat melintas tanpa kendala berarti. (kmb41)
Taman Jinja Bali di Besakih Ramai Pengunjung
Tawarkan Konsep Wisata ala Jepang Objek wisata baru di Desa Besakih bermunculan. Sebelumnya, ada objek wisata Taman Edelweis dan objek wisata Padang Bunga Kasna. Kemudian ada objek wisata baru yakni Taman Jinja Bali. Lokasinya di Banjar Angsoka, Besakih. Kendati dibuka awal Februari, objek wisata yang ada di kaki Gunung Agung itu sudah mulai ramai kedatangan pengunjung. Apa yang menarik di objek wisata baru itu? PENGELOLA objek wisata Taman Jinja Bali, I Wayan Suastika, Minggu (10/3) kemarin, mengatakan ide awal membuat objek wisata itu, setelah melihat adanya lahan yang
sangat layak dibangun objek wisata. Berawal dari sanalah, ia akhirnya membangun objek wisata Taman Jinja Bali ini. Konsep pembangunan objek wisata itu mengadopsi Jepang.
Maklum, sebelumnya ia sempat merantau ke Jepang. “Dari sanalah inspirasinya saya dapat. Kemudian saya bangun objek wisata Taman Jinja Bali ini. Di Bali belum ada objek wisata yang memakai konsep ala Jepang,” ujarnya. Dipilihnya lokasi di Banjar Angsoka itu, kata Suastika, karena tempat itu memang sangat bagus. Keindahan yang ditawarkan di objek wisata Taman Jinja Bali itu adalah eloknya Gunung Agung. Udaranya sejuk dan terbentang pemandangan laut di kejauhan. “Pengunjung bisa berswafoto dengan latar stage
yang disediakan,” katanya. Saat ini, para pengunjung yang masuk ke Taman Jinja Bali belum ditarik tiket masuk. Pengunjung masih menyumbang secara sukarela bila ingin masuk ke objek wisata itu. Sebab, pembuatan tiket masuk itu masih dalam proses. “Sekitar satu sampai dua minggu ini, tiket baru datang. Setelah itu, baru berani mungut karcis masuk sebesar Rp 10 ribu. Sekarang ini, pengunjung sifatnya menyumbang secara sukarela saja,’’ jelas Suastika. Setelah dibuka Februari lalu, pengunjung yang datang
memang relatif ramai. Per harinya bisa mencapai 200 orang. Memang kebanyakan warga lokal. “Selain warga Besakih, sempat juga ada pengunjung dari Jepang,” jelas Suastika. Selama ini, Taman Jinja Bali, kata Suastika, belum dipromosikan secara besar-besaran. Baru sebatas lewat media sosial seperti facebook dan instragram. “Kita juga menitip pesan kepada teman supaya ikut membantu mempromosikan. Saya harap ke depannya tempat ini semakin dikenal masyarakat,” harap Suastika. (nan)
Bali Post/kmb41
RAMAI - Objek wisata Taman Jinja Bali di Banjar Angsoka, Desa Besakih, Rendang, Karangasem, ramai pengunjung.
KLUNGKUNG
12
Senin Kliwon, 11 Maret 2019
Desa Wisata Kamasan Bingung Tangani Sampah
LAPOR BALIK - Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru melaporkan I Wayan Muka Udiana ke Mapolres, Minggu (10/3) kemarin, atas dugaan pencemaran nama baik. Wayan Muka diketahui melaporkan Wayan Baru ke Polda Bali atas dugaan penyelewengan dana hibah bansos di Nusa Penida.
Wayan Baru Laporkan Muka atas Dugaan Pencemaran Nama Baik Semarapura (Bali Post) Pelaporan Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru ke Polda Bali atas dugaan penyelewengan dana hibah bansos berbuntut panjang. Pihak terlapor yakni Wayan Baru. Minggu (10/3) kemarin memilih melaporkan balik I Wayan Muka Udiana atas dugaan pencemaran nama baik. Wayan Baru melaporkan Wayan Muka ke Polres Klungkung. Wayan Baru melapor didampingi dua pengacara yakni Wayan Suniata dan Ketut Widia. Begitu tiba, mereka langsung ke ruangan Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres untuk membuat laporan. Setelah di SPKT, politisi bertubuh kekar ini kemudian dimintai keterangan oleh penyidik di ruang Sat Reskrim Polres Klungkung. Seusai dimintai keterangan sekitar pukul 11.45 Wita, politisi asal Dusun Cemulik, Desa Sakti, Nusa Penida ini mengaku datang ke Mapolres karena tidak terima dilaporkan ke Polda Bali oleh I
Wayan Muka Udiana terkait masalah hibah yang difasilitasinya di Nusa Penida. Apalagi, menurut Baru, dari lima objek yang dilaporkan, ada empat yang dianggap fiktif karena bukan difasilitasi oleh dirinya. ‘’Hanya satu di Dadia Pura Arya Kenceng yang saya fasilitasi dan itu sudah tidak ada persoalan karena diberikan waktu perpanjangan oleh BPK untuk pembangunannya,’’ katanya. Menurut Baru, dirinya juga datang ke Mapolres agar masyarakat tidak terprovokasi. Apalagi sekarang memasuki bulan politik.
Dia pun menginginkan agar Klungkung tetap kondusif. ‘’Saya juga datang ke Mapolres ingin membuktikan kalau saya tidak bersalah terkait penggelapan dana hibah. Jangankan menggelapkan, i t u s aj a (pem bangunan) masih berproses,’’ katanya. Yang jelas, Baru mengatakan melaporkan I Wayan Muka Udiana atas kasus pencemaran nama baik. Bahkan untuk mendukung laporannya, Baru juga menyertakan bukti-bukti berupa berita di media online dan klipingan koran terkait dirinya yang dilaporkan Wayan Muka ke Polda Bali.
‘’Untuk tuntutan yang lain kami belum pikirkan. Kami fokus dulu dengan masalah ini,’’ katanya. Begitu pula ketika ditanya soal ada tidaknya upaya damai jika dari pihak Muka meminta maaf. ‘’Nanti saja. Saya belum ada kepikiran ke sana. Saya akan rembuk dulu dengan pengacara saya. Tapi Tuhan saja bisa memaafkan, kenapa kita tidak bisa memaafkan,’’ katanya. Sementara itu, K asat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan ketika dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan terkait laporan Ketua DPRD I Wayan Baru lantaran masih berada di luar Mapolres. Meski demikian, pihaknya bakal mengecek laporannya. ‘’Saya masih di luar. Nanti saya cek dulu laporannya,’’ ujar Mirza Gunawan. (kmb)
Semarapura (Bali Post) Sukses dengan program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS), ternyata tak membuat Klungkung benarbenar bebas masalah sampah. Bahkan, masih ada desa yang kebingungan bagaimana menangani sampah. Seperti yang dialami Desa Kamasan Klungkung. Sebagai desa wisata, sampah di Kamasan sudah hampir seminggu ini dibiarkan berserakan di pinggir jalan. Keterbatasan lahan pengolahan dan pembuangan sampah disebut sebagai salah satu penyebab kondisi ini. Pantauan di lapangan, Minggu (10/3) kemarin, sejak sebelum hari raya Nyepi, sampah di depan rumah warga sudah tidak diangkut. Bahkan hingga Minggu kemarin, tumpukan sampah semakin tinggi. Aroma busuk pun mulai tercium dari sampah yang meluber sampai ke badan jalan. Kondisi ini terlihat jelas di sepanjang jalan di Banjar Tabanan. Ironisnya, tak adanya kejelasan mengenai kondisi tersebut, sejumlah warga terpaksa membuang sampah ke sungai terdekat. Perbekel Kamasan I.B. Danendra ketika dikonfirmasi kemarin, hanya bisa pasrah
dan mengaku sangat sedih. Karena sebelumnya, pihak desa diizinkan membuang sampah ke Kabupaten Gianyar maupun ke TPA Sente, Desa Pikat. Namun, kini kondisinya sudah berbeda, tempat tersebut sudah ditutup. Sejak saat itulah pihak Desa Kamasan kesulitan untuk mencari tempat penampungan. Sedangkan Desa Kamasan tidak memiliki lahan sebagai tempat pembuangan sampah. ‘’Sampah masih dikelola desa, tapi sekarang macet karena tidak ada tempat penampungan. Kita tidak punya lahan untuk tempat mengelola. Jadi, pengangkutan sampah kita pending dari sebelum Nyepi. Dulu masih bisa buang ke Gianyar, sekarang sudah ditutup. Sedih sekali saya,’’ ujar I.B. Danendra. Sejauh ini, I.B. Danendra mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak pemkab dan juga prajuru desa. Namun, belum mendapatkan titik temu. Berkoordinasi dengan desa-desa tetangga yang menggulirkan program TOSS juga sudah, tetapi semuanya menolak karena keterbatasan tempat. ‘’Sejak sebelum Nyepi, kami sudah buat paruman ke seluruh klian banjar, tapi belum ada solusi,’’ imbuhnya,
sekaligus meminta maaf dan mengatakan pasrah bila ada warga yang protes terkait kondisi ini. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung A.A. Kirana ketika dikonfirmasi mengakui kalau pihak Desa Kamasan sudah sempat berkoordinasi mengenai permasalahan tersebut. Namun, dijelaskan, saat ini Pemkab Klungkung pun mengalami persoalan serupa. Sejak operasional TPA Sente disetop, pemkab juga kesulitan mencari tempat penampungan. Oleh karena itu, A.A. Kirana menyarankan agar pihak desa mengatasi permasalahan sampah mulai dari tingkat rumah tangga. ‘’Setiap rumah tangga, saya harapkan bisa memilah sampah. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk, sedangkan sampah anorganik bisa dibawa ke bank-bank sampah terdekat. Asal sudah dipilah beberapa tempat siap dibuangi. Kalau pupuk organik selama sudah pilahan murni banyak yang bisa terima. Bahkan ada yang minta, seperti sampah tebangan pohon,’’ kata A.A. Kirana, seraya meminta agar desa segera mengambil sikap atas permasalahan situasi darurat sampah ini. (kmb)
Bali Post/kmb
SAMPAH BERSERAKAN - Sampah berserakan di pinggir jalan di Desa Kamasan, Klungkung, Minggu (10/3) kemarin. Kondisi ini diakibatkan oleh terbatasnya lahan pembuangan dan pengolahan sampah yang dimiliki Desa Kamasan.
Tantangan Membangkitkan Kembali Pertanian Rumput Laut Nusa Penida PETANI rumput laut di Nusa Penida pernah memiliki masa kejayaannya. Cuaca yang kurang bersahabat memudarkan masa kejayaan ditandai dengan terus menurunnya produksi rumput laut. Bahkan kini tidak lagi mudah menemukan petani rumput laut di Nusa Penida. Ada keinginan, kejayaan petani rumput laut dibangkitkan kembali. Mungkinkah itu diwujudkan?
BANGKIT KEMBALI - Petani rumput laut di Nusa Penida sedang mengolah hasil panen. Ada keinginan agar pertanian rumput laut dibangkitkan kembali.
Kepulauan Nusa Penida tidak memiliki tanah yang dapat diolah seperti pertanian di Bali daratan. Maka kehidupan warga di Kepulauan Nusa Penida hingga tahun 1980-an tidak seberuntung warga Bali daratan. Ketika masa pemerintahan Dinasti Dalem Waturenggong hingga pemerintahan Kolonial, konon Nusa Penida adalah pulau pembuangan para pelaku kriminal. Sebuah catatan yang dibuat oleh orang Belanda, menyebut Nusa Penida sebagai The Bandit Island. Laut adalah satu-satunya harapan untuk dapat menghidupi warga Nusa Penida. Jadi, apa pun yang dihasilkan laut yang bernilai ekonomis tinggi itulah yang diburu. Salah satunya penyu yang oleh orang Bali daratan dijadikan bahan ritual
dan santapan saat menggelar upakara yadnya. Pan Tarsin, warga Nusa Penida yang dikenal sebagai petani rumput laut generasi pertama adalah pemburu penyu yang terkenal. Pada tahun 1980-an, menjadi awal berkembangnya pertanian rumput laut. Bermula dari kedatangan pegawai Dinas Pertanian yang membawa lima kilogram bibit rumput laut mengajak Pan Tarsin beralih profesi. Adanya sejumlah larangan perburuan hewan langka termasuk penyu, membuat bertani rumput laut menjadi pilihan logis. Meskipun usaha ini tidaklah mudah. Hingga tahun kedua bertani rumput laut, hasinya masih jauh dari harapan. Barulah ketika terdapat pembeli besar dari Ujungpandang yang berani membeli seharga
Rp 300/kg, rumput laut menjadi produk yang menjanjikan. Bali, terutama Nusa Penida, kemudian menjadi salah satu penghasil rumput laut terbesar di Indonesia. Sayangnya, faktor cuaca memudarkan kejayaan rumput laut. Gelombang yang kuat dan suhu air laut yang tidak mendukung, menjadikan rumput laut tidak dapat berkembang baik bahkan membusuk. Demikian pula dengan pasar rumput laut yang fluktuatif, harga yang tidak ekonomis, makin menyurutkan semangat petani. Sementara di sisi lain, sektor pariwisata di Nusa Penida berkembang semakin pesat. Di satu sisi, sektor ini menjadi penyelamat ekonomi warga Nusa Penida, namun pada saat bersamaan juga menjadi faktor penyebab makin terjerembabnya pertanian rumput laut. Pertama, karena soal limbah yang dihasilkan penyedia akomodasi perhotelan menjadi pencemar air laut yang mematikan rumput laut. Kedua, tidak banyak lagi generasi muda yang mau jadi petani karena lebih logis menjadi pekerja di sektor perhotelan. Ketiga, den-
gan maraknya bangunan hotel, vila hingga penginapan dan lalu-lalang wisatawan, lahan menjemur rumput laut makin terbatas. Menyimak dari faktor-faktor penyebab ‘’matinya’’ pertanian rumput laut, maka keinginan membangkitkan kejayaan rumput laut benar-benar perlu kerja ekstra keras. Masalah utama yang akan menjadi penghadang adalah pesatnya pariwisata. Dibandingkan menjadi petani yang harus berpanas-panas, dipastikan generasi muda memilih menjadi pekerja pariwisata atau bidang pendukungnya. Misalnya saja dengan menjadi penyedia jasa penyewaan motor. Dalam sehari, dengan menyewakan tiga unit motor ke wisatawan, paling sedikit Rp 210 ribu sudah di kantong. Sementara menjadi petani rumput laut, jika sehari hanya bisa panen 50 kg dengan harga Rp 2.500/kg maka hanya mengantongi Rp 125.000/hari. Ini belum termasuk kerja keras salah satunya berpanas-panas yang harus dilakukan oleh seorang petani. Hukum ekonomi menjadi penentu kebangkitan petani rumput laut yakni hasil dari bertani
haruslah lebih baik dari sektor lainnya terutama pariwisata. Artinya hasil dari bertani, harus lebih besar dari bekerja di sektor pariwisata. Jika ini terjadi, akan banyak generasi muda besemangat menyambut ajakan bertani rumput laut. Namun jika yang terjadi adalah hasil yang tidak menjanjikan, keinginan membangkitkan kejayaan rumput laut hanyalah mimpi. Upaya paling maksimal yang mungkin dapat dilakukan adalah menjadikan pertanian rumput laut sebatas pembangkit ingatan, bahwa Nusa Penida masih ada petani rumput laut. Salah satunya adalah dengan menjadikan pertanian rumput laut pendukung pariwisata. Lahan bertani dan aktivitas petani dijadikan lanskap daya tarik unik bagi wisatawan. Banyak yang harus dilakukan untuk membangkitkan kembali kejayaan rumput laut. Dan semua langkah harus dilakukan secara serius, tidak hanya berwacana. Dukungan mulai dari kebijakan hingga anggaran yang memadai. Pemerintah Kabupaten Klungkung punya pekerjaan rumah besar dalam satu hal ini. (ata)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Senin Kliwon, 11 Maret 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA WAITER
Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818 G.01
Waiter Barista FB Staf . Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448 G.02 AKUNTANSI
Sarjana berbagai jurusan, Diploma untuk Manager Operasional, SDM, Akuntansi, Teknik dan Keuangan Surabaya TV. Lamaran hrdsurabayatv@gmail.com, HP/WA 08113962168 G.09
Sarjanadiploma berbagai jurusan untuk Manajer Operational, Keuangan Akuntansi, produksi Semarang TV. Lamaran ke HP/WA 08113962168. email:sekretariat@semarangtv.tv
AKUNTANSI
COOK
Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818
SMK Pariwisata Jurusan Boga untuk Staf Cook. Lamaran ke Warung 63 Jl. Veteran 86 Denpasar G.04
G.05 DRIVER
SEKRETARIS
SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur
Sekretaris Purel Marcom, Protokol masih kuliah, sarjana berbagai jurusan, Sastra Inggris untuk sekretaris ajudan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar. email: sdm@balitv.tv
G.08 IT
Diploma IT untuk Medsos Portal e marketing. Lamaran ke Jl. Veteran 86 Denpasar Arowana Food Street G.07 KASIR
Kasir SMEA/SMK. Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448 G.06 COOK
Cook Indonesia, India, Western baru tamat SMK. Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448 G.03
G.13
G.11 TEKNIK
Teknik Kamera STM , Diploma Elektronik,dll untuk produser FTV dan program. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar.email: sdm@balitv.tv G.12 JURNALIS
Jurnalis, Produser acara event. Lamaran ke Bali TV Jl.Kebo Iwa 63A Denpasar. email: sdm@balitv.tv G.10
Dicari Segera House keeping, team work, Kerja Keras,Jujur Krm CV : hrdbali2019@gmail.com B.BP.001.03.19.0000214
Prshn Distribusi Import buka Cabang Baru di Bali, dibut : P/W, pend min.SMU/SMK,pny niat krj tinggi, U.max.39th, siap u/ training & ada jenjang karier, u pss:Driver,Kpl Gdg,Room Boy, OB,Admin,Staff Accounting,Spv Hub:HRD Jl.Gatsu Timur No.89X (sblh Brt jembatan pertama dr Tmr,sltn jln) iklan berlaku 3hr
B.BP.001.03.19.0000226
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.03.19.0000220
Bellavista Coffee & Bar Need Barista,Waitress/Waiter, Cook, Bartender,DW,Cashier.Speak Good English.Send CV Direct to Jl.Padma Utara No.2 Legian B.BP.154.03.19.0000228
Bth Sgr SPG & SPB Lmrn Bw ke Toko Bali Cenik Pert Udayana Kav A33 Jl.Letda Md Putra Dps
Dicari: Tukang Kebun (Bisa Nyetir) & ART untuk Villa Pribadi di Canggu, Hub Call/WA: 085100050706 B.BP.004.03.19.0000170
Dcr PRT Wnt,Jaga Anak,Bersih2, Tdr Dlm 1,5-2,2Jt.087846166366 B.BP.001.03.19.0000092
Dcr Security u/Ruko Jl.By Pass Ngr Rai No.9X.Telp:0361-286208 B.BP.001.03.19.0000011
Dcr Tng Jaga Toko tdr dlm bs naik mtr Dps Hub.081999586858 B.BP.001.03.19.0000217
Dicari salesman/Girl pengalaman gaji 3jt Hp.087761391444 B.BP.001.02.19.0000784
Mahogany Hotel Nusa Dua Membuka Lowongan sebagai Supervisor Engineering CP : 081703565377 B.BP.004.03.19.0000224
Perusahaan Minuman Ternama Bth Sopir SIM B1 Umum,Pengalaman. Income Menarik.Hub:0361-466447 Jl.Tunjung Kuning No.1 Dps
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
DAIHATSU
DIJUAL TANAH
Xenia Li 2009 Hitam M/T DK Bgs 80Jt Nego 087861722981
Kav 1-2A Sekar Tunjung Dps & Pengilian Dalung.085101866136
B.BP.001.03.19.0000212 MITSUBISHI
Mits L300 DP=3Jt, Xpander DP=20Jt H.082247072246 B.BP.004.03.19.0000227
RUPA-RUPA
DISEWAKAN GUDANG
B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172
Dikontrkn Gudang + Kantor,Luas Gudang1125M2,LT13Are,PLN3500 Sumur Bor,KT5,KM2.Jln Ayani Utara.085238063577(Harga Bagus B.BP.001.02.19.0000714
PROPERTY
B.BP.004.03.19.0000223
B.BP.001.03.19.0000209
B.BP.001.03.19.0000200
Urgent! Cari Cook,FO L/P Prshn Rafting Badung Hub.08113982020
B.BP.001.02.19.0000864
B.BP.001.03.19.0000222
G.04
SERVICE
SERVICE
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
SERVICE
RUPA-RUPA
BIRO JASA
TOUR
SERVICE
BAHAN BANGUNAN
B.BP.001.03.19.0000049
KEHILANGAN Telah Hilang BPKB Sepeda Motor Honda Putih Hitam dengan No.DK 2891FO a/n PT.Tibi Jaya Makmur B.BP.001.03.19.0000094
DIJUAL RUMAH
Jual Rmh Murah LT 2 Are 2 Lantai Hub.081338267624
Dbth Tng Produksi u/Percetakan Laki2.Hub.Diponegoro 51,228872
BIRO JASA
B.BP.001.03.19.0000225
PROPERTY
Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944
BIRO JASA
B.BP.001.03.19.0000221
Tnh Kav L.3,2A Rp.1,1M/A di Jl Jayagiri IX Renon H.0811387484
Telah Hilang BPKB Sepeda Motor Honda Putih Hitam dengan No.DK 4407FO a/n PT.Bali Jaya Land B.BP.001.03.19.0000095
BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.02.19.0000578
14
BANGLI
Senin Kliwon, 11 Maret 2019
Bawaslu Temukan Empat WNA Masuk DPT
Bangli (Bali Post) –
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangli menemukan empat warga negara asing (WNA) di Bangli masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Berhubung WNA tidak mempunyai hak pilih, Bawaslu memerintahkan KPU Bangli segera mencoret keempat nama WNA tersebut dari DPT. Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli Nengah Purna, Minggu (10/3) kemarin mengungkapkan, temuan tersebut diperoleh dari hasil verifikasi faktual yang dilakukan di lapangan. Dia menyebutkan keempat WNA yang ditemukan masuk DPT tersebut masing-masing tinggal di wilayah Desa Batur dan Desa Katung, Kecamatan Kintamani. Selain itu ada yang tinggal di Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku dan di wilayah Bangun Lemah serta Desa Apuan, Kecamatan Susut. Dua WNA masing-masing tinggal di Batur dan Katung tersebut
diketahui berasal dari Amerika, sementara dua WNA lainnya yang tinggal di Tembuku dan Susut berasal dari Jepang. Dijelaskan Purna, sesuai ketentuan, meski keempat WNA tersebut telah mengantongi e-KTP, namun mereka tidak memiliki hak untuk memilih saat pemilu nanti. Oleh karena itu nama mereka harus dicoret dari DPT. Terkait hal itu, pihaknya mengaku sudah mengeluarkan rekomendasi kepada KPU Bangli agar segera menghapus nama mereka dari DPT. ‘’Sudah kita koordinasikan dengan KPU. Kita minta agar KPU
menindaklanjuti rekomendasi ini dengan men-delete (nama - red) mereka dari DPT atau menahan C6-nya,’’ terangnya. Ditanya mengenai hal yang menyebabkan keempat WNA bisa masuk dalam DPT Pemilu 2019, menurut Purna, itu bisa terjadi karena kelemahan dalam pendataan pemilih. Menurutnya, kemungkinan dalam proses penyusunan DPT, WNA tersebut bisa begitu saja lolos dimasukkan sebagai pemilih lantaran telah mengantongi eKTP, tanpa dilakukan pencermatan terhadap kewarganegaraannya. Dia berharap
KPU Bangli ke depannya bisa lebih cermat dalam menyusun DPT. Tidak hanya KPU, Disdukcapil sebagai pihak yang mengeluarkan data kependudukan juga diminta cermat untuk mendeteksi WNA yang mengantongi e-KTP. Termasuk bilamana ada WNA yang masih dalam proses pengurusan perpindahan kewarganegaraannya menjadi WNI, agar ditandai. ‘’Saat ini kita masih terus melakukan upaya penyisiran terhadap WNA yang terindikasi masuk DPT,’’ imbuhnya. (kmb40)
Nengah Purna
Bali Post/ina
Toko Swalayan Berjaringan Pascakabur, Pasien Rehabilitasi Dijemput di Rumahnya Makin Menjamur Bangli (Bali Post) – Keberadaan toko swalayan berjaringan (toko modern) di Bangli makin menjamur. Di Kecamatan Bangli, misalnya, dalam beberapa bulan terakhir ada tiga toko swalayan berjaringan yang baru. Jika dibiarkan maka berdampak buruk pada usaha masyarakat kecil. Menyikapi kondisi tersebut, anggota Komisi I DPRD Bangli Nengah Darsana mengaku khawatir dengan menjamurnya toko tersebut karena akan mematikan usaha masyarakat kecil. Meskipun saat ini sedang proses pembahasan Ranperda tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, Darsana berharap eksekutif berani mengambil tindakan tegas yaitu menyetop atau menunda kehadiran toko modern baru sebelum ranperda tersebut ditetapkan. Menurut Darsana, Minggu (10/3) kemarin, dia tidak menampik keberadaan toko modern di Bangli belakangan ini semakin menjamur. Kata dia, jika kondisi ini dibiarkan begitu saja, dipastikan usaha masyarakat kecil di Bangli akan mati. Untuk melindungi usaha masyarakat kecil, pemkab diminta mencontoh kabupaten tetangga, seperti Klungkung yang dinilainya cukup bagus dan tegas dalam melakukan penataan toko berjaringan tersebut. Dijelaskannya, untuk mengatur toko swalayan berjaringan sejatinya Pemkab Bangli telah memiliki Perda 1 Tahun 2016. Dalam perda tersebut diatur mengenai jarak antarpasar tradisional dengan toko modern, dan jarak antarsatu toko modern dengan toko modern
lainnya. Namun, dia menyayangkan implementasi perda tersebut selama ini masih sangat lemah. Eksekutif selaku pelaksana, dinilai tidak tegas dalam menegakkan aturan sehingga kehadiran toko swalayan berjaringan terus menjamur. Politisi Golkar ini juga menengarai mudahnya toko swalayan berjaringan buka/beroperasi di Bangli terjadi karena adanya oknum yang memudahkan jalannya pengurusan izin bagi pemilik toko modern tersebut. ‘’Bukan menuduh, kami hanya curiga bahwa ada pihak-pihak yang telah kongkalikong dengan para investor. Kalau tidak ada orang dalam, tidak mungkinlah mereka punya niat membangun bisa langsung buka,’’ ungkapnya. Untuk membatasi semakin menjamurnya toko swalayan berjaringan di Bangli, Darsana mengatakan dalam Ranperda tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan yang saat ini masih dalam proses pembahasan di DPRD, pihaknya akan mengatur jumlah keberadaan toko swalayan berjaringan di setiap kecamatan. Termasuk menegaskan kembali jarak antartoko swalayan dengan pasar rakyat dan antartoko swalayan satu dengan toko swalayan lainnya. Termasuk toko swalayan yang telah dibangun, menurutnya, perlu dilakukan penataan ulang. ‘’Eksekutif kami harapkan berani tegas entah menyetop atau menunda sementara agar toko modern tidak ada lagi buka sebelum ditetapkan payung hukum baru yang mengatur hal itu,’’ ujarnya. (kmb40)
Bali Post/ist
DIJEMPUT - Petugas Polres Bangli saat menjemput GNA di rumahnya.
Bangli (Bali Post) Pasien rehabilitasi narkoba berinisial GNA yang kabur dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali di Bangli, Sabtu (2/3) lalu, dijemput anggota Polres Bangli ke rumahnya di Abiansemal, Badung. Pria yang diputus Pengadilan Negeri Denpasar menjalani rehabilitasi medis dan sosial selama setahun itu, kemudian diantar polisi ke RSJ Bangli. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Minggu (10/3) kemarin mengatakan, penjemputan terhadap GNA dilakukan enam personel didampingi beberapa petugas RSJ. Dipimpin langsung KBO Satresnarkoba Iptu Anak Agung Ginarta, GNA dijemput di rumahnya di Jalan Ahmad Yani Utara, Darmasaba, Abiansemal, Badung. “Proses penjemputan berjalan aman, tertib, dan lancar,” ungkapnya.Selanjutnya, GNA diantar langsung ke RSJ Bangli guna melanjutkan tahap rehabilitasi. Sementara itu, Direktur RSJ Bali dr. I Dewa Gede Basudewa belum bisa dikonfirmasi terkait tindak lanjut
terhadap pasien GNA tersebut. Sebagaimana yang diketahui, GNA kabur dari Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali di Bangli, Sabtu (2/3) lalu. Dia diketahui melarikan diri dengan menumpangi mobil yang menjemputnya di areal parkir rumah sakit. Pihak RSJ sempat berusaha mengejar mobil yang ditumpangi GNA, namun gagal lantaran laju mobil tidak bisa dihentikan. Direktur RSJP Bali dr. I Dewa Gede Basudewa didampingi Kepala Humas Ni Komang Ayu Trisnahari saat ditemui belum lama ini menjelaskan, kejadian kaburnya GNA dari RSJ diketahui terjadi saat jam kunjungan pasien. Pascakaburnya GNA, pihak RSJ lalu menghubungi pihak keluarga yakni istri GNA selaku penanggung jawab pasien. Saat dihubungi rupanya yang mengangkat adalah GNA sendiri. Kepada petugas yang menghubunginya, GNA mengaku kabur dari RSJ untuk menenangkan diri. Selanjutnya, pihak RSJ melaporkan kejadian itu ke Polres Bangli. (kmb40)
masyarakat meningkat, pihaknya juga akan kembali turun ke desa-desa guna melakukan vaksinasi massal. Dalam pelaksanaan vaksinasi massal ini, pihaknya akan memprioritaskan desa-desa yang masuk zona merah rawan rabies. Di samping itu, pihaknya juga akan menyisir kembali kawasan perbatasan untuk memvaksin anjing liar yang
belum tersentuh vaksinasi. Mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli ini mengatakan di beberapa tempat seperti di wilayah Kedui, Tembuku, kegiatan vaksinasi anjing telah dilaksanakan mendahului. Hal itu menyusul adanya seorang warga Kedui yang meninggal dunia karena suspect rabies. (kmb40)
Putus Rantai Penyebaran Rabies Pemerintah Perlu Peran Serta Masyarakat
Bangli (Bali Post) Pemkab Bangli melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli selama ini telah berupaya maksimal untuk memutus mata rantai penyebaran virus rabies di Bangli. Namun sayang, hingga saat ini kasus rabies masih saja terjadi. Menurut Kepala Dinas
PKP Kabupaten Bangli, Wayan Sukartana, untuk memutus mata rantai rabies tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Dia mengatakan tanpa ada kesadaran masyarakat, upaya pemerintah seperti melakukan eliminasi dan vaksinasi anjing akan menjadi tidak berarti.
“Kita sangat membutuhkan kesadaran dan peran serta masyarakat. Kalau ingin pelihara anjing, ya kandangkan atau diikat jangan diliarkan sehingga berpotensi terjangkit rabies,” terangnya, Minggu (10/3) kemarin. Sukartana mengatakan selain akan mensosialisasikan kembali bahaya rabies agar kewaspadaan
Isi Waktu Senggang, Satgas TMMD Belajar Budi Daya Jamur BERBAGAI kegiatan positif dilakukan Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (Satgas TMMD) Kodim 1626/Bangli dalam mengisi waktu senggang, di sela-sela aktivitasnya menyelesaikan sasaran TMMD di Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli. Seperti yang tampak pada Sabtu (9/3) lalu, sejumlah prajurit memanfaatkan waktu istirahatnya dengan menimba ilmu tentang budi daya jamur.
Bali Post/ist
BUDI DAYA JAMUR - Sejumlah prajurit dari Satgas TMMD belajar budi daya jamur. Aktivitas itu dilakukan untuk mengisi waktu senggang di sela-sela kegiatan pembuatan jalan di Desa Peninjoan.
Tak hanya belajar teori, di rumah Ketua Kelompok Pengembang Jamur Tiram Pasek Suryawan, sejumlah anggota TNI belajar praktik langsung mengenai teknik budi daya yang benar. Para prajurit cukup antusias mengikuti pelatihan yang diberikan dan siap mempraktikannya di rumah masing-
masing. Salah seorang anggota Satgas, Peltu Kadek Somanada, menuturkan dirinya dan beberapa rekannya sangat bersyukur serta berterima kasih mendapatkan pelatihan budi daya jamur tiram. Dari kegiatan pelatihan ini, dirinya mengaku mendapatkan ilmu baru. ‘’Pengalaman
ini merupakan ilmu baru bagi saya dan teman-teman. Saya akan mencoba untuk mengembangkan di rumah untuk mengisi waktu luang setelah jam dinas,’’ tuturnya. Sementara itu, Pasek Suryawan mengungkapkan sejak dilakukannya pengembangan jamur tiram tersebut, perekonomian masyarakat Dusun Tampuagan semakin bergairah. Dia mengatakan di Dusun Tampuagan mempunyai hawa sangat sejuk sehingga sangat potensial bagi masyarakatnya untuk mengembangkan jamur tiram. Terkait pelaksanaan pro-
gram TMMD dengan sasaran pembuatan jalan baru yang dilaksanakan oleh Satgas TMMD Kodim 1626/Bangli, Pasek Suryawan menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI yang sudah tulus dan bersemangat membuat jalan. Menurutnya, dengan keberadaan jalan yang baru ini akan sangat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di Dusun Tampuagan. ‘’Kami mengucapkan terima kasih atas pembangunan jalan ini, tentunya akan memberikan kemudahan sekaligus manfaat bagi masyarakat Dusun Tampuagan,’’ ujarnya. (ina)
15
Senin Kliwon, 11 Maret 2019
Longsor di Manggarai
Semua Korban Sudah Dievakuasi Kupang (Bali Post) Tim SAR gabungan berhasil menemukan delapan jasad warga yang tertimbun longsoran tanah di Kecamatan Mbliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat Paulus Jeramun, Minggu (10/3) sore, mengatakan jasad korban terakhir ditemukan pukul 16.00 Wita waktu setempat. ‘’Semua jenazah sudah disemayamkan di rumah keluarganya,’’ ujar Paulus. Paulus menjelaskan, bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Manggarai Barat pada Kamis (7/3) menyebabkan delapan orang meninggal dunia karena tertimbun material longsoran. Korban meninggal dunia meliputi Hironimus Rius (50), Nardus Rifa (13), Margareta Ersi (40), Hilariani Jelita Mensi (12), Yoseva Nelti (6), Paulinus Salim (60), Remigius Sera (28), dan
Fransiska Tania (8 bulan). Bencana itu juga menyebabkan tiga orang terluka, serta dua mobil dan sepeda motor rusak berat. Beberapa ruas jalan dan satu jembatan penghubung Manggarai Barat dengan Ruteng juga terputus akibat bencana tersebut. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat, Flores segera melakukan identifikasi terhadap dampak kerusakan akibat banjir dan tanah longsor guna memudahkan pemerintah dalam menentukan status bencana. ‘’Pemkab Manggarai Barat perlu melakukan identifikasi terhadap dampak bencana alam yang terjadi pada Kamis (7/3) lalu, sehingga memudahkan pemerintah dalam menentukan status kebencananya yang terjadi,’’ kata Marianus Jelamu. Ia menambahkan, pemerintah NTT belum menerima
laporan secara detail terhadap dampak kerusakan bencana alam yang melanda kabupaten ujung Barat Pulau Flores itu. Ia menyebutkan, apabila bencana yang terjadi berdampak sangat luas maka perlu ditetapkan dalam status darurat bencana mengingat Labuan Bajo merupakan daerah tujuan wisata internasional. Menurutnya, pemerintah daerah setempat hingga saat ini belum menetapkan status bencana banjir dan tanah longsor yang telah mengakibatkan delapan orang meninggal dan ratusan rumah penduduk terendam banjir serta putusnya akses transportasi trans Flores. ‘’Untuk menentukan status bencana tergantung eskalasi bencana yang terjadi di daerah itu apabila sangat berat dan berdampak luas maka tidak menutup kemungkinan ditetapkan sebagai bencana nasional,’’ terangnya. (ant)
Bali Post/ant
NIKAH - Pasangan artis Reno Barack dan Syahrini berpose di Jakarta, Minggu (10/3) kemarin. Pasangan tersebut sebelumnya telah melangsungkan akad nikah di Masjid Camii Tokyo, Jepang, Rabu (27/2).
Jakarta (Bali Post) – Industri furnitur nasional mampu mencetak nilai ekspor yang mengalami kenaikan hingga 1,69 miliar dolar AS atau naik empat persen pada 2018 dibanding tahun 2017. Kemampuan sektor padat karya berorientasi ekspor ini karena ditopang ketersediaan bahan baku, sumber daya manusia (SDM), dan desain menarik. ‘’Industri furnitur merupakan salah satu sektor strategis dalam menopang perekonomian nasional,’’ kata Menteri
Erick Kampanyekan Jokowi ke Emak-emak Bandung (Bali Post) – Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, Erick Thohir, mengampanyekan berbagai keberhasilan yang dicapai oleh Jokowi di hadapan 3.000 emak-emak Bandung pada acara Perempuan Bandung #01 Bersatu Optimis Indonesia Maju, di GOR Padjadjaran Bandung, Minggu (10/3) kemarin. Erick yang mengenakan kemeja putih mengatakan sosok Jokowi adalah sosok pemimpin, sosok bapak sekaligus suami yang baik. ‘’Dan saya yakin ibuibu yang hadir di sini mau pilih suami yang baik kan. Karena kalau kita bisa mengurus keluarga ini menjadi salah satu ciri dia bisa mengurus negara,’’ katanya. Dia menyatakan Jokowi sangat mengapresiasi kaum emak-emak atau ibu-ibu dalam menjalankan kabinet kerjanya. Hal tersebut, kata Erick, bisa dilihat dengan ditempatkannya sejumlah perempuan andal, cerdas dan pintar di dalam kabinetnya. ‘’Banyak sekali perempuan hebat yang dipilih Pak Jokowi sebagai menteri dan mereka memegang hal yang sangat strategis atau penting
Ekspor Furnitur Meningkat
Perindustrian Airlangga Hartarto, Minggu (10/3) kemarin. Selain itu, lanjutnya, industri ini berperan penting dalam mendukung kebijakan hilirisasi industri karena berbasis sumber daya alam lokal, yang terus dipacu nilai tambahnya. Kementerian Perindustrian mencatat, kinerja ekspor dari industri furnitur Indonesia dalam tiga tahun terakhir memperlihatkan tren yang positif. Pada 2016, nilai ekspornya sebesar 1,60 miliar dolar AS, naik menjadi 1,63
miliar dolar AS di 2017. ‘’Kami bertekad untuk semakin memacu kinerja ekspor furnitur. Apalagi, dengan potensi bahan baku yang kita miliki,’’ ungkap Menperin. Indonesia merupakan penghasil 80 persen bahan baku rotan dunia, dengan daerah potensial rotan di Indonesia yang tersebar di berbagai pulau, terutama di Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Selain itu, sumber bahan baku kayu di Indonesia juga sangat besar, mengingat potensi hutan yang
Senin, 11 Maret 2018 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Widya Jnana Kerti,Mephala Sukertaning Pemangku (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Krishna Karna 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Yowana Magz Ni Made Gita Kusuma Yanti & Ni Putu Ayu Christina Udayanti 09:30 Wita Filler Marion Sam 10:00 Wita Seputar Bali Terkini
Bali Post/ant
ALIRAN BANJIR - Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa K. menggendong seorang anak melewati aliran banjir di Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Banjir dan longsor menerjang dua kecamatan di Manggarai Barat, mengakibatkan delapan orang meninggal dunia.
10:05 Wita Lejel Home Shopping 11:00 Wita Bali Channel Tourist TV 12:05 Wita Dharma Wacana Widya Jnana Kerti,Mephala Sukertaning Pemangku (4) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Yowana Live Eksistensi Pemuda Hindu di Era Milenial 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Gita Santhi Sekaa Santhi Dipa Santi Prajatama Desa Pakraman Duda 17:00 Wita DW TV
17:30 Wita Sansekerta 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Interaktif Nuansa Property 21:00 Wita Diabemed 21:30 Wita Taksu Ketut Sarya, Seni Lukis Aksara Wijaksara 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Cetik Durga Maya(2) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Folk Song 23:30 Wita Bali Channel Tourist TV
sangat luas hingga 120,6 juta hektar dengan terdiri dari hutan produksi mncapai 12,8 juta hektar. ‘’Dan, dengan anugerah Tuhan, kita memiliki iklim tropis sehingga berbagai jenis pohon dapat tumbuh cepat. Potensi sumber daya alam yang melimpah ini, seyogianya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung perekonomian bangsa serta untuk
di Negara, contoh ada Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani yang mengurus keuangan negara,’’ katanya. Selain itu, bukti lainnya Jokowi mengapresiasi kaum perempuan ditunjukkan dengan ditunjuknya Rini M Soemarno sebagai Menteri BUMN dan Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. ‘’Ini yang ingin saya sampaikan bahwa kita samasama yakinkan program Pak Jokowi juga terbukti ada Kartu Indonesia Pintar yang membantu ibu-bu agar anaknya dari SD sampai SMA bisa sekolah,’’ katanya. Selain itu, lanjut Erick, ada Program Keluarga Harapan dan Kartu Indonesia Sehat. ‘’Dengan Program Keluarga Harapan, para ibu bisa meningkatkan ekonomi keluarga seperti bisnis catering, apalagi yang Pak Jokowi kasih untuk ibu-ibu ada Kartu Indonesia Sehat atau KIS,’’ katanya. Oleh karena itu, Erick mengajak ribuan emak-emak Bandung yang hadir pada acara Perempuan Bandung #01 Bersatu Optimis Indonesia Maju, untuk memilih pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. (ant)
kesejahteraan masyarakat,’’ paparnya. Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah berupaya mengoptimalkan potensi industri furnitur nasional melalui beberapa kebijakan, antara lain melalui program bimbingan teknis produksi, promosi dan pengembangan akses pasar, serta penyiapan SDM industri furnitur yang kompeten. (ant)
Pembetulan Pada berita berjudul ‘’Surfing, Warga Banyuwangi Diamankan Pecalang’’ (BP 9/3) terdapat kekeliruan. Pada alinea kedua tertulis …Bendesa Adat Kuta Anak agung Made Mantra… Seharusnya …Bendesa Adat Legian Anak Agung Made Mantra. Demikian kekeliruan sudah diperbaiki. Redaksi
Erick Thohir
balipost http://facebook.com/balipost
Senin Kliwon, 11 MAret 2019
profil
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Gol Kontroversial Menangkan City
Manchester – Manchester City sukses mengalahkan Watford pada laga lanjutan Premier League, Minggu (10/3) dini hari kemarin. Manajer The Citizens, Josep Guardiola, mengaku beruntung timnya bisa mengemas kemenangan.
Ni Made Wahyuni
Lima Kali Emas SEA Games
LEGENDA pesilat Bali Ni Made Wahyuni hingga kini mencatat rekornas yang belum terpecahkan. Dia satu –satunya pesilat nasional yang menorehkan prestasi lima kali mendulang emas pada hajatan multievent dua tahunan antarnegara sekawasan Asia Tenggara SEA Games. “Saya bangga sebagai mantan pesilat nasional, rekor saya belum terpecahkan,” ujar pesilat kelahiran Palembang, Sumsel, 17 September 1969 ini. Kelima emas SEA Games dipersembahkan Wahyuni di kelas D pada SEA Games Indonesia (1987), Malaysia (1989), Singapura (1993), Thailand (1995), Brunei Darussalam (1999). Pada dua SEA Games sebelumnya di Filipina (1991) cabor silat tidak dipertandingkan, sedangkan SEA Games di Indonesia (1997) Wahyuni absen karena sedang hamil. Untuk PON, Wahyuni empat kali mendulang emas antara lain PON XIII/1992 dan PON XIV/1996 di Jakarta, kemudian PON XV/2000 di Jatim. “Saya lupa satu emas PON lagi, yang jelas saya mengukir prestasi empat kali emas PON. Saya terakhir tampil di PON XVI/2004 di Palembang,” ucap istri Jack Schilling ini. Wahyuni mulai belajar silat ketika duduk di bangku kelas II Sekolah Guru Olahraga (SGO) di Denpasar dilatih oleh Subawa. Baru beberapa bulan menekuni silat, Wahyuni langsung juara di Kejurnas sekaligus Seleknas SEA Games di Cibubur, dan otomatis masuk skuad SEA Games 1987. Ia mengambil ekstrakurikuler silat karena sejak kecil sering berkelahi. “Saya sering berantem dengan teman cowok,” ujar ibu dua putra ini. Selain belajar bela diri warisan nenek moyang ini, Wahyuni juga berlatih teknik silat tambahan di PSPS Bakti Negara. “Saya dilatih Bagus Dani di Jalan Werkudara Denpasar,” terangnya. Semasa siswi SGO, Wahyuni selain menggeluti silat juga menjadi pemain voli. Bahkan sebelumnya, Wahyuni juga menjadi atlet lari 100 meter, saat masih duduk di bangku SMPN 1 Melaya, Jembrana. Wahyuni lahir di Palembang, namun sejak umur 6 tahun pindah ke Blimbingsari dan mengenyam pendidikan SD di desa tersebut. Selanjutnya, Wahyuni meneruskan studi ke SGO Denpasar bahkan sempat kuliah di FPOK IKIP namun tidak tamat. “Saya sebenarnya bercita–cita menjadi guru, namun belum terwujud,” tutur security di hotel bintang lima di kawasan Nusa Dua ini. Sebagai mantan atlet, Wahyuni mensyukuri profesi yang ditekuni berikut bonus yang diterima baik PON maupun SEA Games. “Dulu bonus atlet kan tidak sebanyak sekarang, tapi ya tetap disyukuri saja,” kenangnya. Jika bertarung di matras, Wahyunu terkenal mengumbar senyum walaupun terkena tendangan maupun pukulan lawan. “Gaya ciri khas saya senyum saat bertanding bertujuan untuk mengontrol emosi, serta lawan supaya grogi,” jelasnya. (nel)
Manchester City menang di Etihad Stadium dengan skor 3-1 lewat gol hattrick Raheem Sterling. Sedangkan gol hiburan Watford dicetak lewat Gerard Deulofeu. Namun, gol pertama terjadi secara kontroversial karena Sterling berada dalam posisi offside saat menerima bola dari Sergio Aguero. Hakim garis sempat mengangkat bendera pertanda offside, tetapi wasit Paul Tierney mengesahkan gol tersebut. Alasannya karena bek Watford, Daryl Janmaat, dianggap mengganggu jalannya bola sehingga Sterling dalam posisi onside. Guardiola pun meminta maaf bila gol pertama Sterling tersebut offside. ‘’Saya minta maaf jika gol pertama offside, tapi kami pantas menang. Lawan yang datang ke sini adalah mereka yang coba bermain menekan lawan Liverpool, tapi mereka malah bertahan dengan 11 pemain di kotak penalti,’’ ujar Guardiola. ‘’Tidak ada ruang sebenarnya tapi kami mampu menemukan itu dan membuat banyak peluang, maka kami pantas menang,’’ tuturnya.
Sang pemain sendiri enggan ambil pusing terkait kontroversi tersebut. ‘’Saya tak tahu persis apa yang terjadi, tapi saya berdoa dan saya berharap wasit memberikan gol pada kami. Kami sedikit beruntung dan pantas menang,’’ kata Sterling. Atas kemenangan ini, Manchester City kian kokoh di puncak klasemen dengan raihan 74 poin. Pelanggaran Otoritas sepak bola Eropa UEFA memastikan bahwa Manchester City akan menjalani pemeriksaan karena diduga melanggar aturan Financial Fair Play (FFP). Sebelumnya City disebut melakukan pelanggaran aturan FFP itu oleh media asal Jerman, Der Spiegel. Mereka membuat laporan itu berdasarkan bocoran informasi dari Football Leaks. Media itu mengklaim rezim City Sheikh Mansour menggelembungkan kesepakatan sponsor jutaan dolar dengan perusahaan-perusahaan dari Abu Dhabi, menggunakan kekayaan pemiliknya. Hal ini
memungkinkan mereka memenuhi peraturan FFP. UEFA merilis pernyataan yang mengonfirmasi bahwa skuad asuhan Josep Guardiola itu sedang ditinjau. Mereka juga menyebut dugaan pelanggaran itu diketahui melalui media. ‘’Badan Investigasi dari Badan Kontrol Keuangan Independen Klub UEFA hari ini telah membuka penyelidikan formal pada Manchester City FC untuk kemungkinan pelanggaran peraturan Financial Fair Play (FFP).’’ ‘’Investigasi akan fokus pada beberapa dugaan pelanggaran FFP yang baru-baru ini dipublikasikan di berbagai media.’’ ‘’UEFA tidak akan membuat komentar lebih lanjut tentang masalah ini saat investigasi sedang berlangsung.’’ Demikian pernyataan resmi dari pihak UEFA. (kmb33/afp) Raheem Sterling
Kalah Lima Kali Beruntun, Lakers Makin Sulit ke ’’Playoff’’ Los Angeles – Peluang Los Angeles Lakers untuk melaju ke playoff NBA kian tipis. LeBron James dkk. menelan kekalahan kelima beruntun saat takluk 107-120 dari Boston Celtics. Lakers tumbang dari Celtics di depan para pendukungnya sendiri di Staples Center, Minggu (10/3) kemarin. Meski LeBron James tampil impresif dengan catatan triple double, namun dia gagal memimpin timnya ke kemenangan. LeBron mencetak 30 poin, juga membukukan 10 rebound dan 12 assist. Dua pemain lain dari Lakers mencetak dua digit poin, yakni Moritz Wagner (22) dan Johnathan Williams 18 poin. Hanya Celtics lebih solid, dengan total enam pemain yang meraih dua digit poin. Kyrie Irving membuat 30 poin, disusul Marcus Morris dan Marcus Smart (16 poin), lalu Gordon Hayward (15), Al Horford (10) dan Trent Rozier (10). Bagi Lakers, ini menjadi rentetan kekalahan kelima beruntun. Sebelumnya mereka juga kalah dari Milwaukee Bucks, Phoenix Suns, LA Clippers, dan Denver Nuggets. Hasil-hasil buruk itu membuat Lakers kini duduk di peringkat ke-11 klasemen wilayah barat dengan rekor 30-36. Mereka mesti segera bangkit untuk lolos. (kmb33/afp) Hasil NBA Sacramento Kings 102-94 New York Knicks Brooklyn Nets 114-112 Atlanta Hawks Washington Wizards 130-135 Timberwolves Charlotte Hornets 114-131 Milwaukee Bucks Phoenix Suns 120-127 Portland Trail Blazers
KONI Gianyar Programkan Pelatihan bagi Pelatih Bali United Optimis Kalahkan Semen Padang Bekasi (Bali Post) – Bali United akan menghadapi Semen Padang pada laga kedua Grup B Piala Presiden 2019, Senin (11/3) malam nanti. Jelang laga, asisten pelatih Bali United Eko Purdjianto mengaku sudah mengetahui permainan sejumlah pilar Semen Padang. Meski begitu, dia enggan membocorkannya. ‘’Semen Padang kemarin ada beberapa pemainnya yang menonjol untuk pemain asing. Tapi untuk nama-namanya tidak perlu kami sebutkan. Yang pasti mereka mempunyai pemain berbahaya,’’ ujar Eko, Sabtu (9/3). Sementara itu, Bali United menjadi tim yang diunggulkan kerena berstatus sebagai pemuncak klasemen Grup B. Pada laga perdana, Serdadu Tridatu sukses mengalahkan Mitra Kukar dengan skor telak 3-0. Kondisi itu berbalik dengan Semen Padang. Pada pertandingan pertamanya, tim berjuluk Kabau Sirah itu harus menelan kekalahan 2-4 dari Bhayangkara FC. ‘’Semen Padang walaupun kemarin mereka kalah sama Bhayangkara FC, tapi mereka punya kelebihan dan kelebihan, dan kelemahannya itu akan kami manfaatkan untuk memenangkan pertandingan,’’ imbuhnya. Sementara itu, Pelatih Bali United Stefano Cugurra mengaku fokus terhadap kebugaran pemain menjelang laga. ‘’Ya, kami sudah sangat kerja keras di latihan. Saya fokus ke recovery pemain agar bisa fit lawan Semen Padang,’’ kata pelatih yang akrab disapa Teco tersebut. ‘’Semua pemain yang ada di sini kondisi bagus,’’ tuturnya menambahkan. Kemenangan atas Semen Padang dapat meningkatkan peluang lolos ke perempatfinal. Pada pertandingan ini, Bali United tak akan diperkuat oleh Ilija Spasojevic, Stefano Lilipaly, dan Ricky Fajrin yang mengikuti training camp bersama timnas Indonesia. (kmb33)
Gianyar (Bali Post) KONI Gianyar menyiapkan program kepelatihan bagi para pelatih cabor. Tujuannya untuk memaksimalkan program pelatihan yang diterapkan kepada atlet sehingga dapat membawa sang atlet menuju ke puncak prestasi. Hal itu dilontarkan Ketua Harian KONI Gianyar Wayan Rutawan, Minggu (10/3) kemarin. Rutawan menjelaskan pihaknya baru saja melakukan studi banding ke KONI Bandung, Jawa Barat. ‘’Untuk program kepelatihan kepada para pelatih cabor ini, kami akan melibatkan pihak Undiksha Singaraja,’’
tutur Rutawan. Selain pelatihan kepada pelatih cabor, pihaknya juga menyiapkan program penggenjotan fisik kepada para atlet Porprov Gianyar. ‘’Untuk tes fisik bagi atlet Porprov, kami juga akan menggandeng pihak Undiksha,’’ ujarnya. Dikemukakan, saat ini cabor tengah menjaring atlet Porprov melalui berbagai event, seperti Kejuaraan Piala Bupati Gianyar 2019. Ia memproyeksikan, skuad Porprov Gianyar terbentuk pada Juni mendatang. ‘’Kami baru memiliki tim definitif pada Juni nanti,’’ jelasnya. Selanjutnya, kata dia, atlet Porprov
Gianyar diberi kesempatan mengikuti berbagai turnamen di luar Bali. ‘’Kami memperkirakan jumlah total atlet Porprov 800 orang. Mereka berhak mengikuti program try out, dengan turun pada berbagai kejuaraan di luar Bali,’’ ungkapnya. Rutawan menambahkan upaya memaksimalkan prestasi atlet, pihaknya juga perlu melakukan pembinaan teknis (bintek). Rutawan yang juga Dewan Penyantun Pengkab Perkemi Gianyar mencontohkan cabor kempo perlu melakukan bintek maupun try out ke Jakarta. (022)
Djokovic Catatkan Rekor Kemenangan California – Petenis ranking satu dunia, Novak Djokovic, mencatatkan kemenangan total ke-50-nya di ajang Indian Wells 2019. Petenis Serbia itu menorehkan rekor tersebut pascamengalahkan petenis asal Amerika Serikat, Bjorn Fratangelo, dalam laga dua set dengan kedudukan 7(7)-6(5) dan 6-2. Bermain di Indian Wells Tennis Garden, California, Amerika Serikat, Minggu (10/3) kemarin, Djokovic membutuhkan waktu satu jam 29 menit untuk menghentikan perlawanan Fratangelo. Djokovic menunjukkan kesolidannya ketika Fratangelo sempat memimpin 5-4 di set pertama. Di masa tie-break, Djokovic juga sempat tertinggal 4-5 namun konsistensinya membuat atlet Amerika ranking 128 dunia itu harus kehilangan set. Menghadapi Djokovic, Fratangelo berusaha bermain
tenang seraya melakukan serangan tajam. Namun, level permainan tinggi yang ditunjukkan Djokovic sebagaimana yang dilakukannya saat mengalahkan Rafael Nadal di final Australia Terbuka, Januari silam, kembali berbicara. Di putaran ketiga, Djokovic akan menghadapi atlet asal Jerman ranking 39 dunia, Phillip Kohlschreiber. Kohlschreiber menapak ke putaran ketiga setelah mengalahkan petenis asal Australia yang menjuarai Meksiko Terbuka 2019 di Acapulco, 3 Maret silam, Nick Kyrgios. Bagi Djokovic, Indian Wells tahun ini adalah peluang baginya untuk memecahkan rekor dengan merebut gelar keenam. Saat ini, ia mengumpulkan lima gelar sebagai rekor gelar terbanyak bersama rival besarnya dari Swiss, Roger Federer. (kmb33/afp)