Skip to main content

Edisi Kamis 10 Oktober 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 55 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

Petani Ajukan Klaim AUTP

Tukad akan Dipasangi ‘’Watermeter’’

Kota Denpasar masih kekurangan SMP negeri. Untuk pembangunan SMPN 14 segera direalisasikan.

Pertanian dan sentra produksi beras mengalami gagal panen. Petani banyak yang mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP

Bupati Bangli serius mengejar pendapatan daerah dari sektor sumber daya air. Rencananya, tukad di Bangli dipasangi watermeter.

Waktu Pelantikan Jokowi-Ma’ruf Diusulkan Diundur inan MPR. ‘’Akhirnya kami sepakat untuk mengusulkan nanti baik kepada kesekjenan maupun protokol istana, baik juga kepada presiden untuk dilakukan jam 14.00 siang,’’ kata Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) usai memimpin rapat pimpinan MPR, di Jakarta, Rabu (9/10) kemarin. Bamsoet menyampaikan, pemilihan waktu tersebut diputuskan dengan mempertimbangkan beberapa hal, di antaranya telah usainya ibadah bagi umat Kristiani, kemudian masyarakat Jakarta yang telah menikmati gelaran mingguan hari bebas kendaraan atau car free day. Hal. 15 Tidak Masalah ‘

Percepat Pemulihan Timika (Bali Post) – Pemprov Papua dan Pemkab Jayawijaya terus berupaya mempercepat pemulihan kembali kondisi Kota Wamena yang sebagian besar bangunan dan rumah-rumah warganya kini hanya menyisakan puing kehancuran akibat kerusuhan massa pada 23 September lalu. ‘’Pemprov dan pemda setempat akan membantu pemulihan bangunan-bangunan yang rusak dan terbakar dengan cara membuat bangunan dari bahan papan secara temporer agar warga di pengungsian bisa segera kembali,’’ kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda)Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw, di Timika, Rabu (9/10) kemarin. Kapolda mengatakan saat ini situasi Kota Wamena mulai aman dan kondusif. Meski begitu, masih ada pengungsi yang memilih tinggal di posko pengungsian seperti di Polres dan Kodim Jayawijaya serta berbagai tempat ibadah di Kota Wamena. Sebagian lainnya memilih mengungsi ke Jayapura dan Timika karena rumah dan harta benda mereka sudah habis dirusak dan dibakar massa perusuh pada 23 September lalu. Adapun aktivitas persekolahan, kantor pemerintah dan perbankan di Wamena, katanya, kini sudah mulai berjalan kembali di tengah keterbatasan yang ada. Hal. 15 Meninjau Langsung

TABANAN | HAL. 7

BANGLI | HAL. 14

Turun ke Masyarakat

Gubernur Tak Ingin Penyambutan Berlebihan

GUBERNUR Bali Wayan Gubernur Koster men- pat acara dengan format Koster tak ingin penyambu- gungkapkan bahwa ia telah yang sederhana. Masyarakat tan berlebihan saat dirinya mengeluarkan Surat Eda- diharapkan lebih mengutaatau pejabat yang mewakili ran Nomor 5199 Tahun 2019 makan substansi atau pokok Gubernur hadir dalam sebuah tentang Penyederhanaan yang menjadi maksud dan kegiatan yang dilaksanakan Penyambutan Pejabat Daerah tujuan dari dilaksanakan oleh masyarakat. Hal terse- Provinsi Bali yang ditujukan suatu acara. but disampaikan Gubernur kepada para bupati dan wali Selain menelan Koster, Selasa (8/10), di kota se-Bali serta masyarakat waktu dan biaya Jayasabha. ‘’Saya ingin ’’Jadi acara penyambutan pejabat menyampaikan ucapan terima k a s i h k a r e n a daerah itu seyogianya didasari sikap banyak makeramahtamahan, kesantunan dan syarakat yang kepantasan, serta yang sangat telah mengundang saya untuk penting tidak mengurangi suasana menghadiri berbagai kegiatan. keakraban dan kedekatan antara Saya juga sanpejabat daerah dengan masyarakat gat menghar gai bahwa mayang dikunjunginya.’’ syarakat telah mencurahkan Wayan Koster banyak waktu Gubernur Bali dan tenaga untuk menyiapkan acara penyambutan saya. Na- Bali. Dalam surat edaran yang besar, kegmun, tanpa mengurangi rasa tertanggal 8 Oktober 2019 itu iatan seremonial pehoramt atas keramahtamah- diuraikan tentang penyambu- nyambutan yang beran dan niat baik masyarakat, tan secara sederhana itu, yak- lebihan juga berpeluang saya berharap agar penyam- ni tidak menggelar kegiatan besar menciptakan jarak butan kehadiran Gubernur protokoler secara berlebihan, antara masyarakat dan peatau pejabat yang mewakili seperti adanya barisan pagar mimpinnya. Padahal Gudilaksanakan secara seder- ayu, gamelan baleganjur, tar- bernur Koster ingin agar hana,’’ papar pria yang juga ian dan sejenisnya. dirinya selalu dekat dengan menjabat sebagai Ketua DPD Penyambutan sebaiknya masyarakat. PDI Perjuangan Bali ini. hanya dilaksanakan di tem‘’Jadi acara penyambu-

tan pejabat daerah itu seyogianya didasari sikap keramahtamahan, kesantunan

dan kepantasan, serta yang sangat penting tidak mengurangi suasana keakraban dan kedekatan antara pejabat daerah dengan masyarakat

Jayapura (Bali Post) – Situasi di Wamena, Jayawijaya, Papua sudah mulai normal. Warga yang sebelumnya berbondongbondong meninggalkan Wamena diajak untuk kembali. Warga diharapkan membangun kembali rumah-rumah yang rusak bersama-sama, menata kehidupan seperti sebelumnya. Pemerintah akan membantu pembangunan kembali Wamena.

Bali Post/ant

Bali Post/ant

HANGUS TERBAKAR - Warga mengamati bangkai mobil yang hangus terbakar di Kantor Bupati Jayawijaya, Wamena, Papua, Rabu (9/10) kemarin.

Harian Bisnis Bali

www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Pasutri Tunanetra Tertipu Bisnis Pulsa Pasutri penyandang tunanetra, Putu Utama dan Gusti Ayu Ketut Ganteng, tertipu Rp 5 juta perusahaan pulsa abal-abal. www.denpostnews.com

yang dikunjunginya,’’ ujar pria kelahiran Sembiran ini. Gubernur Koster mengingatkan bahwa Visi Pembangunan Daerah Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru dilandasi dengan semangat kepemimpinan yang parasparos, sarpanaya, sagilik-saguluk serta salung l u n g sabayantaka. ‘’Semangat kepemimpinan yang sederhana, bersahaja, dekat dan bersama rakyat baik dalam suka maupun duka. Pemimpin yang tidak membebani rakyat tetapi selalu ada untuk masyarakat. Sehingga diharapkan para pejabat daerah mampu mewujudkan semangat ini,’’ tandasnya. Hal. 15 Kegiatan Positif

Ajakan Kembali ke Wamena

PEMULIHAN TRAUMA - Sejumlah siswa bermain di dalam kelas SMP Negeri 1 Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Rabu (9/10) kemarin. Aktivitas di sejumlah sekolah di Kota Wamena masih berfokus pada pemulihan trauma pada siswa pasca-aksi unjuk rasa yang berujung anarkis pada 23 September 2019 lalu.

Manuver Gaet Wisman Sejumlah promo dalam Great Bali Xperience (GBX) dapat dinikmati wisman maupun wisdom. Sejauhmana GBX menarik wisatawan?

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Masih Kekurangan SMP Negeri

DENPASAR | HAL. 2

Jakarta (Bali Post) – Hari pelantikan JokowiMa’aruf Amin sebagai pasangan presiden dan wakil presiden terpilih akan dilaksanakan tanggal 20 Oktober. Jika biasanya waktu pelantikan presiden dan wakil presiden dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB, maka untuk tanggal 20 Oktober nanti waktunya diusulkan diundur menjadi pukul 14.00 WIB. Usulan pengunduran waktu tersebut diputuskan seluruh pimp-

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

Hal tersebut disampaikan Menkopolhukam RI Wiranto dalam pertemuannya dengan tokoh masyarakat dan agama yang dilaksanakan di Bbase Ops Lanud Silas Papare Sentani, Rabu (9/10) kemarin. Ia meminta paguyuban agar mengajak warganya yang saat ini mengungsi untuk kembali ke Wamena guna membangun wilayah itu bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat lainnya. Presiden Jokowi, kata Wiranto, juga berpesan agar masyarakat mau kembali ke Wamena dan menata kehidupan seperti sebelumnya. Hal. 15 Hidup Damai

Target Tujuh Persen Tak Pernah Tercapai Jakarta (Bali Post) – Pemerintahan JokowiJusuf Kalla tinggal menghitung hari. Dari sejumlah hasil kerja selama lima tahun, satu catatan yang sering mendapatkan kritik adalah terkait pertumbuhan ekonomi. Pada masa kampanyenya 2014 lalu, Jokowi-JK menjanjikan pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen. Namun hampir jelang habis masa jabatan, pertumbuhan ekonomi tidak beranjak dari angka lima koma. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan pencapaian pertumbuhan ekonomi masih menjadi tantangan bagi pemerintahan baru karena target 7 persen belum tercapai di era pemerintahan Kabinet Kerja pertama. ‘’Pekerjaan rumah banyak sekali, pertumbuhan ekonomi contohnya, kita ingin capai 7 tapi baru kita capai 5,’’ kata JK kepada

wartawan di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (8/10). JK menegaskan target yang belum terealisasi di pemerintahan Jokowi-JK bukan berarti ketidakberhasilan pemerintah dalam menjalankan program kerja. Namun, di setiap pemerintahan itu harus ada pekerjaan yang tidak pernah berhenti. Pekerjaan yang harus terus dilakukan oleh pemerintah ke depan, selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi, ialah membangun infrastruktur untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat. ‘’Di pemerintahan itu tidak ada suatu pekerjaan berhenti. Orang bilang infrastruktur, infrastruktur tidak pernah berhenti. Hari ini bikin jalan, besok diperpanjang, diperlebar, karena mobil bertambah,’’ ujarnya. Hal. 15 Sebagai Pemimpin


Kamis Pon, 10 Oktober 2019

Denpasar Masih Kekurangan SMP Negeri DED SMPN 14 Digarap Akhir Tahun Ini Denpasar (Bali Post) – Sampai saat ini Kota Denpasar masih kekurangan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri. Oleh karena itu, Pemkot Denpasar terus menggenjot pembangunan SMP negeri baru. Setelah berhasil membangun SMPN 13 di Padangsambian, kini mulai digagas pembangunan SMPN 14. Bahkan Detail Engineering Design (DED) gedung tersebut dipastikan sudah dianggarkan pada APBD Perubahan 2019. Hal ini mengemuka dalam rapat kerja antara Komisi III DPRD Denpasar dengan sejumlah OPD terkait, belum lama ini. Rapat kerja tersebut dipimpin Ketua Komisi III Eko Supriadi dan dihadiri sejumlah anggotanya. Sekretaris Dinas PUPR Denpasar Gusti Ngurah Putra Sanjaya dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, pada 2019 pihaknya mengelola 17 program dengan 37 kegiatan. Anggaran keseluruhan yang dialokasikan ke Dinas PUPR mencapai Rp 311 miliar lebih. “Sampai saat ini semua paket sudah ditenderkan. Bahkan sudah ada yang terealisasi. Hanya progress-nya belum selesai,”

katanya. Putra Sanjaya menambahkan, pada APBD Perubahan ini juga ada beberapa pekerjaan yang akan dilakukan. Salah satunya, yakni DED gedung SMPN 14. Karena dana pembangunannya sudah ada di tahun 2020, DED harus sudah ada tahun ini. Kepastian dana DED SMPN 14 ini juga diakui anggota Komisi III A.A. Susruta Ngurah Putra. Ia mengakui untuk dana DED tersebut sudah disetujui oleh Bappeda. Artinya, dananya sudah ada pada APBD Perubahan ini. “Itu sudah pasti. Tinggal cek saja nanti,” ujar politisi Demokrat ini. Sebelumnya Kepala Dis-

FIGUR Penataan Sungai Berlanjut PENATAAN bantaran sungai di Denpasar sudah dilakukan di sejumlah titik. Beberapa sungai bahkan sudah ada yang mendapat lebih dari satu kali penataan, seperti Tukad Badung yang sudah tiga titik tertata. Meskipun demikian, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar kembali merancang program tersebut. Hanya untuk sumber dananya akan sharing dengan instansi terkait lainnya, termasuk dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar I Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta mengatakan hal itu, Rabu (9/10) kemarin. Dikatakan, proyek penataan sungai akan terus dilakukan hingga 2022. Ada delapan ruang sungai besar yang melintasi Kota Denpasar, yakni Tukad Mati, Tukad Loloan, Tukad Badung, Tukad Oongan, Tukad Tag-tag, Tukad Punggawa, Tukad Rangda dan Tukad Ayung. Penataan sungai tersebut akan dikerjakan bertahap dengan dana yang diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Denpasar, yang bekerja sama dengan BWS Bali-Penida untuk penataan sungai. “Yang bisa ditata oleh Kota Denpasar hanya mempercantik bantaran sungai sebagai tempat rekreasi. Dari rekapan anggaran PUPR yang diperlukan dalam penataan delapan sungai itu sedikitnya Rp 150 miliar,” katanya. Untuk mencapai anggaran tersebut, ia mengaku akan berkomunikasi dengan BWS Bali-Penida untuk perbaikan pondasi dan beton senderan sungai. Sehingga anggaran tersebut bisa disinergikan. “Kami harus kerja samakan dengan BWS. Akan kami kerjakan secara bertahap,” ungkapnya. Untuk saat ini pihaknya baru bisa melaksanakan penataan pada tiga sungai yakni Tukad Loloan, Tukad Badung yang masih dalam proses pengerjaan lanjutan, dan Tukad Oongan yang masih dalam pengerjaan yang ditarget selesai Desember 2019. “Kami hanya bisa paling banyak mengambil dua sungai dalam setahun. Kami targetkan 2022 sudah rampung,” tegasnya. (ara)

dikpora Denpasar I Wayan Gunawan belum berani memastikan anggaran, karena masih dibahas di Bappeda. Sedangkan untuk tahun ini pihaknya sudah memastikan akan merampungkan pembangunan gedung SMPN 13 Denpasar, karena sampai saat ini proses belajar mengajar di sekolah ini masih meminjam gedung di SD 17 Padangsambian. Selain gedung SMPN 13, tahun ini juga ada pembangunan 13 gedung SD yang digarap PUPR. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

GEDUNG SEKOLAH - Pemkot Denpasar melakukan pembangunan sejumlah gedung sekolah, salah satunya pembangunan SDN 9 Sumerta. Selain itu, Pemkot Denpasar juga berencana membangun SMPN 14 Denpasar.

Jelang Pelantikan Presiden

Polresta Cek Kekuatan

Denpasar (Bali Post) Polresta Denpasar menggelar Apel Gelar Kesiapan Personil dan Sarana Prasarana dalam rangka pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 tanggal 20 Oktober mendatang di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur, Rabu (9/10) kemarin. Hal ini dilakukan di antaranyan untuk mencegah upaya-upaya provokasi dan propaganda oleh kelompok antipemerintah. Apel yang dipimpin Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan ini melibatkan 700 personil terdiri dari satu pleton pejabat utama, dua pleton perwira, satu kompi Dalmas inti, dua Kompi Dalmas kerangka, satu pleton anggota Satlantas, satu kompi Dalmas Polsek, satu pleton Intelkam, satu pleton Reskrim dan kendaraan bermotor termasuk water cannon serta kendaraan taktis (rantis). Dalam arahannya, Kapolresta Ruddi Setiawan menyampaikan apel gelar kesiapan yang dilaksanakan tersebut merupakan rangkaian akhir dari operasi Mantap Brata Agung 2018. Kegiatan tersebut merupakan wujud kesiapan Polri bersama-sama dengn mitra kamtibmas serta komponen masyarakat lainnya. “Pengamanan ini dilaksanakan secara terpadu dan terkoodinir, baik tertutup maupun terbuka dengan mengutamakan tindakan preventif

dalam setiap bidang fungsi yang diemban oleh masingmasing petugas dari tingkat Polresta hingga Polsek jajaran,” tegasnya. Adapun hal-hal diantisipasi menjelang, saat dan setelah kegiatan pelantikan adalah sebagai berikut, upaya provokasi, propaganda oleh kelompok yang tidak suka terhadap pemerintah dalam pelaksanaan program dan kebijakan selama lima tahun lalu, baik secara langsung atau melalui media sosial, cetak maupun mainstream. Pergerakan mahasiswa atau pelajar yang masih akan berunjuk rasa berkaitan keinginan agar Presiden mengeluarkan Perpu UU KPK hasil revisi oleh DPR-RI, penolakan RUU KUHP dan beberapa RUU lainnya. Unjuk rasa di luar kelompok mahasiswa atau pelajar di antaranya penyampaian pendapat oleh aliansi mahasiswa Papua, ikatan masyarakat, mahasiswa dan pelajar Papua. “Kita harus mengantisipasi pergerakan orang, kelompok atau komunitas yang akan berangkat ke Jakarta melalui transportasi darat, laut dan udara. Mereka akan bergabung dengan kelompok tertentu yang ingin menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih,” tegas mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini. Kepada personel yang terlibat pengamanan ini, Ruddi Setiawan mengimbau agar melakukan koordinasi dan pencegahan agar tidak ada aksi unjuk rasa dan rusuh yang berkaitan dengan

Bali Post/eka

GELAR PASUKAN - Kapolresta Denpasar memeriksa pasukan dan sarananya pada apel gelar pasukan di Lapangan Puputan Margerana, Bali, Rabu (9/10) kemarin. Apel ini digelar dalam rangka pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden RI. pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Pengamanan ketat yang dilaksanakan terhadap pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih diharapkan dapat menghilangkan rasa cemas dan rasa takut masyarakat apabila ada kegiatan unjuk rasa maupun rusuh massa di sekitarnya. Mantan Kapolres Badung ini juga menyampaikan rambu-rambu yang harus dipatuhi personel di lapangan, yaitu jangan underestimate

setiap permasalahan, segera antisipasi serta atasi. Jangan sampai menjadi konflik sosial baik regional maupun nasional. Koordinasikan dengan pemerintah daerah, TNI, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh politik untuk mencegah terjadinya konflik sosial yang dapat mempengaruhi jalannya pelantikan. Melaksanakan patroli sinergi bersama TNI pada tempat-tempat kumpulnya massa, jalur menuju titik kumpul massa dan pelak-

sanaan cipta kondisi. “Saya yakin dan optimis dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki, kita tetap dapat memberikan yang terbaik untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Niat yang tulus ikhlas disertai kerja keras yang kita lakukan menjadi komitmen yang harus dijaga untuk merebut hati masyarakat dalam rangka menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat kepada Polri,” tegasnya. (kmb36)

Lantunan Kitab Bhagawad-Gita di ”Yadnya Mabyakala” di Puri Tegeh Kori Badung

Pemilik 4,08 Gram SS Kesederhanaan Busana yang Dikenakan Abhiseka Ratu dan Prameswari Dituntut 10 Tahun Penjara Tuai Pujian dari Krama Bali, Pertanda Seorang Pemimpin yang Bersahaja Denpasar (Bali Post) Hanya karena kedapatan memiliki 4,08 gram neto sabusabu (SS), I Waya Agus Tama harus menelan pil pahit. Pria berusia 28 tahun itu oleh JPU Ida Bagus Putu Swadharma Diputra dituntut pidana penjara selama 10 tahun dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (9/10) kemarin. Selain itu, terdakwa yang dituding terbukti bersalah melakukan tindak pidana karena memiliki sembilan paket plastik klip SS itu juga didenda Rp 1 miliar subsidair tiga bulan penjara. Di hadapan majelis hakim pimpinan I Gde Ginarsa, jaksa Diputra menilai perbuatan terdakwa yang bekerja sebagai security ini telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menguasai, menyimpan atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman. Atas perbuatannya, dia dijerat Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Atas tuntutan tersebut, terdakwa melalui penasehat hukumnya akan mengajukan pledoi atau pembelaan tertulis. Majelis hakim memberi waktu sepekan kepada pihak terdakwa untuk menyiapkan pembelaannya. Dijelaskan, dalam tuntutan terdakwa ditangkap polisi Minggu, 23 Juni 2019 sekitar pukul 17.00 Wita di depan rumah Nomor 5 di Jalan Tegal Wangi, Gang Batan Juwet, Desa Sesetan, Denpasar Selatan. Kala itu polisi mengamankan satu tas minibelt warna hitam yang di dalamnya terdapat dompet kain warna hitam berisi sembilan paket plastik klip berisi SS siap edar yang beratnya bervariasi. Selain itu, ditemukan juga barang bukti lainnya berupa satu buah timbangan elektrik dan satu buntel plastik klip. “Barang bukti berupa sembilan paket plastik klip sabu-sabu memiliki berat total 4,08 gram neto,” beber Jaksa Diputra dalam dakwaannya. (kmb37)

Topik : TUKAD DI BANGLI AKAN DIPASANGI WATERMETER

MENJADI tokoh ternama Bali memang tidak mudah, apalagi tokoh sekaligus menjadi pemimpin muda yang selalu menjadi panutan di masyarakat akan selalu berhadapan dengan persepsi masyarakat. Salah satunya terbukti saat bagaimana masyarakat Bali merespons kegiatan Royal Wedding yang diadakan oleh Puri Tegeh Kori Badung yang memiliki hajatan pernikahan (Pawiwahan Ageng) Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III (Bergelar Abhiseka Ratu Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX) dengan Prameswari Ida Ayu Ketut Juni Supari. Pujian dan apresiasi atas karya yang ditunggu-tunggu oleh Bali ini disampaikan oleh masyarakat Bali, khususnya netizen. Berbagai media sosial pun merespons kegiatan rangkaian pawiwahan ini dan mendapatkan komentar positif dari netizen. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kesederhanaan dari pakaian adat yang digunakan oleh kedua mempelai, yang tentu sangat jauh dari bayangan sebagaimana dengan Royal Wedding yang diselenggarakan oleh keluarga bangsawan di puri pada umumya. Sebagaimana terekam, Abhiseka Ratu menggunakan baju safari putih dengan kain songket khas Jembrana, begitu juga dengan Prameswari yang menggunakan pakaian kebaya putih kombinasi emas dihiasi dengan selendang prada dan riasan kepala sederhana. Tidak seperti pasangan di Bali

yang menikah pada umumnya yang menggunakan ornamen memada-mada ala raja dan ratu sehari, termasuk publikasi prewedding. Terhadap hal itu, pihak Humas Puri Tegeh Kori Gusti Wastu Manggala menyampaikan jawaban yang diplomatis. “Bagi beliau-beliau, kebangsawanan tidak diukur dari megahnya pakaian adat atau juga megahnya puri istana, tapi lebih pada keteladanan sikap. Ini kan yang menjadikan Ratu Aji Wedakarna yang secara politik sangat sukses di Bali. Dan beliau tegas, sederhana itu mutlak. Dan selama beberapa hari ini kami banyak mendapatkan review positif dari masyarakat Bali, khususnya netizen yang sebagian besar kaget, namun salut dengan kesederhanaan dari penampilan mempelai. Bagaimana mungkin, seorang pregusti dan tokoh besar di Bali sekaligus pejabat negara terkenal tapi berkenan menyelenggarakan acara dengan bersahaja. Kami yakin keputusan beliau-beliau ini sudah diambil dengan baik dan matang. Khususnya Ratu Gusti Wedakarna, walaupun secara material beliau mampu menyelenggarakan acara dengan mewah dan megah, tapi Ratu Gusti selalu ingin tampil apa adanya. Beliau ingin satyawacana, yakni antara pemikiran dan ucapan selaras dan memberikan contoh pada generasi muda Bali. Astungkara ajang pernikahan ini juga jadi ajang mendidik rakyat Bali agar menjalankan lelaku sederhana tanpa mengurangi makna kesakralan sebuah pros-

esi Pawiwahan Ageng. Ageng yang dimaksud bukan secara fisik, tapi agung dalam makna tattwa upacaranya,” ungkap Gusti Wastu Manggala. Hal ini tentu jauh berbeda saat keluarga Puri Tegeh Kori Badung menyelenggarakan upacara Pawiwahan Ageng untuk purusa Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry Wedasteraputra Suyasa di tahun 2012, yang mana upacara pawiwahan saat itu diadakan di Puri, Istana dengan resepsi di hotel berbintang di Sanur. Bahkan Royal Wedding pada tahun 2012 dihadiri oleh Ketua DPR, Menteri BUMN, putri Proklamator dan petinggi Republik Indonesia, dan dihadiri lebih dari 2.000 undangan saat itu. Hal lain yang perlu diteladani dari tradisi Puri Tegeh Kori adalah dalam upacara Mabyakala kemarin, secara konsisten pihak Puri mengagendakan acara pelaksanaan pembacaan Sloka Kitab Suci Bhagawad-Gita. Hal ini menjadikan Puri Tegeh Kori yang bisa jadi satu-satunya puri di Bali yang sangat dekat dengan kultur Bhagawad-Gita. “Beliau Ratu Gusti Wedakarna adalah Bakta Sri Krishna. Sejak kecil sudah sering berpuasa, dan beliau juga membangun altar Sri Krishna di setiap puri, istana dan kediaman beliau. Apalagi leluhur beliau Shri Wedastera Suyasa (alm) bersama Ida Pedanda Oka Punia Atmaja (alm) adalah pendiri dari World Hindu Federation di India. Shri Wedastera Suyasa juga salah satu pendiri dari Parisadha Hindu Dharma pada tahun 1959 di zaman Bung Karno. Se-

RAJA YADNYA – Usai pelaksanaan Dharma Pikarsa ring Geria Dencarik Buleleng, dilaksanakan prosesi Mabyakaon ring Puri Tegeh Kori Badung yang disaksikan secara terbatas oleh keluarga Geria dan Puri. hingga keteladanan dalam hal tata titi, tata krama dan sesama Ksatria Wangsa adalah mutlak bagi keluarga Puri,” ungkap Gusti Wastu Manggala. Adapun karya lanjutan dari Pawiwahan Raja Yadnya akan berlangsung Jumat (11/1) besok (Sukra Wage Wuku Uye Isaka Warsa 1941) bertempat di Istana Mancawarna. Rencananya karya yadnya akan di-puput

oleh Ida Pedanda Istri Gede Anom Karang (Geria Tampakgangsu Denpasar) dan Ida Shri Bhagawan Dalem Nabe Wira Kerti (Griya Tegeh Kori Lebah Siung Singaraja). Selain pawiwahan juga digelar upacara Mapandes untuk Putra Mahkota Puri Tegeh Kori Badung Shri I Gusti Ngurah Bhisma Vedanta Wiswakarma Suliwa Wedakarnaputra Suyasa IV. (ad285)


Kamis Pon, 10 Oktober 2019

Kebijakan Bupati Badung

Mulai September 2019, Nafkah Kaling dan Klian Banjar Dinas Disamakan

PENGARAHAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta pada pengarahan terkait pelaksanaan pemerintahan desa dan kelurahan yang digelar di Balai Budaya Giri Nata Mandala, kawasan Puspem Badung, Rabu (9/10) kemarin.

BUPATI Badung telah mengambil kebijakan untuk menyamakan Penghasilan Tetap (Siltap) Kepala Lingkungan (Kaling) dengan Klian Banjar Dinas se-Badung. Mulai anggaran perubahan tahun 2019, per 1 September gaji Kaling dan Klian Dinas menjadi sama sebesar Rp 5,3 juta. Demikian ditegaskan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat memberi pengarahan terkait pelaksanaan Pemerintahan Desa dan Kelurahan di Balai Budaya Giri Nata Mandala kawasan Puspem Badung, Rabu (9/10) kemarin. Pengarahan dihadiri Wabup I Ketut Suiasa, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, pimpinan perangkat daerah. Pengarahan tersebut diikuti 800 peserta dari seluruh lurah, perbekel, sekdes, kepala urusan keuangan desa, kepala lingkungan (kaling) dan klian banjar dinas se-Badung. Bupati Giri Prasta mengatakan, kebijakan yang diambilnya ini sebagai implementasi sila kelima Pancasila, keadilan sosial

bagi seluruh rakyat Indonesia. Dia menyebut, prinsipnya semua insan semua dapat dan semua rasa. Maka dari itu ia mengambil kebijakan untuk menyamakan pendapatan kaling dan klian banjar dinas yang selama ini mengalami tumpang tindih. ‘’Mulai bulan September ini gaji kaling yang menjadi Rp 5,3 juta itu agar direalisasikan,’’ tegasnya. Bupati juga telah memikirkan dengan matang atas terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2019, di mana Bupati akan menaikkan gaji klian dinas di tahun 2020. Kebijakan ini telah pula mendapatkan rekomendasi atau persetujuan administrasi dari Gubernur Bali. Maka, mulai Januari 2020 klian banjar dinas akan mendapatkan penghasilan Rp 6,4 juta dan kaling akan menyesuaikan. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Badung Putu Gede Sridana mengatakan, sesuai PP No. 11 Tahun 2019

Kepala Desa dan perangkat desa diberikan Siltap disetarakan dengan PNS golongan II secara berjenjang, mulai kepala desa sampai klian dinas terhitung 1 Januari 2020. Dijelaskannya, sumber Siltap itu dibebankan ke Alokasi Dana Desa (ADD), namun ADD yang diterima tidak mencukupi. PP memberi peluang bahwa dapat dibebankan kepada APBD sesuai kemampuan keuangan daerah. Sementara untuk kelurahan khususnya kaling, Bupati telah memutuskan mulai anggaran perubahan 2019 sudah dianggarkan di APBD sehingga penghasilannya sama dengan klian dinas. Dari DPMD Badung, nafkah kaling tahun ini dan sebelumnya sebesar Rp 2.570.000, dan klian kinas Rp 5,3 juta. Mulai anggaran perubahan 2019 keduanya mendapat nafkah yang sama Rp 5,3 juta. Sedangkan mulai tahun 2020 nafkah klian dinas kembali naik menjadi Rp 6,4 juta dan nafkah kaling menyesuaikan. (ad281)

Pembangunan Dua SMAN Ditargetkan Rampung November

Mangupura (Bali Post) -

Polemik kekurangan kelas di tingkat Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kabupaten Badung segera teratasi. Sebab, Pemkab Badung telah menambah dua gedung sekolah baru yang berlokasi di Kecamatan Abiansemal dan Kecamatan Kuta Selatan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Sumba mengatakan, dua sekolah yang masih dalam tahap pembangunan itu adalah SMAN 2 Abiansemal yang berlokasi di Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal dan SMAN 2 Kuta Selatan di Lingkungan Mumbul, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan. ‘’Sesuai target, pengerjaan

proyek bangunan sekolah tersebut 210 hari kalender dari penetapan kontrak. Namun pembangunan dua sekolah ini ditargetkan rampung November ini,’’ ujar Surya Suamba, Rabu (9/10) kemarin. Menurutnya, progress pembangunan kedua gedung tersebut rata-rata mencapai 80 persen. ‘’Untuk SMA di Abiansemal itu progress-nya sudah 72,443 persen dan sekolah SMA di

Kuta Selatan 82,771 persen,’’ katanya. Hal senada dikatakan Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Badung I G.A. Ngurah Arinda Trisnawati. Pihaknya membenarkan kedua proyek pembangunan dua SMA baru ini masih dalam proses. ‘’Tahun ini selesai kedua gedung itu,’’ ucapnya. Seperti diketahui, pembangunan gedung SMAN 2

Abiansemal dianggarkan Rp 59.398.096.940 dengan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 59.192.051.369,55. Sementara untuk SMAN 2 Kuta Selatan dianggarkan Rp 59.398.096.940, dengan HPS Rp 59.134.766.667,79. Setelah melalui proses pelelangan, nilai kontrak pembangunan SMAN 2 Abiansemal sebesar Rp 56.413.091.306. Sedangkan SMAN 2 Kuta Selatan nilainya Rp 54.443.123.247. (kmb27) SMAN - Pekerja tengah menggarap bangunan SMAN 2 Abiansemal.

Terlibat Pencurian, Pelatih ”Surfing” Diamankan

Mangupura (Bali Post) Tim Opsnal Polsek Mengwi meringkus pelatih surfing, Iklas alias Ikbal (22), Jumat (4/10) lalu. Pasalnya, Iklas terlibat kasus pencurian papan surfing. Dia ditangkap di tempat kosnya di wilayah Desa Padonan, Kuta Utara. Kapolsek Mengwi AKP I Gede Eka Putra Astawa didampingi Kanitreskrim Iptu I Wayan Sujana, Rabu (9/10) kemarin mengatakan, Putu Suastika (31) selaku korban pada Selasa (1/10) pukul 09.00 Wita papan surfing selesai dipakai pelanggannya dari luar negeri. Selanjutnya papan tersebut disimpan di gudang di Banjar Pengembungan, Pererenan, Mengwi, dekat Pantai Pererenan. Sekita pukul 16.00 Wita, pelanggan korban ingin menggunakan papan surfing itu lagi. ‘’Tamu tersebut langsung menelepon korban, dibilang papan surfing-nya tidak ada. Korban langsung mengecek ke gudang, ternyata benar papan surfing merek Chili warna putih hilang. Selanjutnya korban melapor ke Polsek Mengwi. Kerugiannya Rp 7,5 juta,’’ ujarnya. Terkait laporan tersebut, tim yang dipimpin Kanitreskrim Iptu Sujana melakukan penyelidikan. Hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, Iklas dicurigai sebagai pelakunya karena yang bersangkutan sering melintas di depan TKP. Selanjutnya polisi langsung menangkap pelaku di tempat kosnya. Hasil interogasi, pelaku mengakui telah mencuri papan surfing dan sepasang pin tersebut. Barang curian itu dijual di toko surfing di wilayah Kuta senilai Rp 2 juta. ‘’Uang hasil kejahatan digunakan oleh pelaku untuk biaya hidup sehari-hari. Modusnya, pelaku masuk melalui pintu gudang yang tidak terkunci,’’ tegas Iptu Sujana. (kmb36)

Bali Post/ist

DITAHAN - Iklas alias Ikbal ditahan di Mapolsek Mengwi terkait kasus pencurian.

Bali Post/ist

Festival Budaya Dianggarkan Rp 3 Miliar

Mangupura (Bali Post) Serangkaian HUT Mangupura, Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung akan menggelar festival budaya. Kegiatan yang rencananya digelar 8 hingga 14 November ini akan dimeriahkan dengan berbagai lomba seni. Untuk kegiatan ini Pemkab Badung menganggarkan Rp 3 miliar. Kadisbud Badung I.B. Anom Bhasma mengatakan, pembukaan festival budaya akan digelar meriah dengan melibatkan 100 seniman, khususnya seniman tabuh. Festival ini rencananya akan memanfaatkan fasilitas Gedung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala. ‘’Sebelum puncak perayaan HUT Mangupura, kami akan menyelenggarakan festival budaya. Festival ini akan dibuka 8 November. Saat pembukaan nanti akan ada melibatkan 100 orang seniman tabuh dalam

penampilan Adi Merdangga,’’ ujar Anom Bhasma, Rabu (9/10) kemarin. Selain melibatkan ratusan seniman tabuh, birokrat asal Desa Taman itu menjelaskan, pihaknya juga akan menyuguhkan permainan tradisional yang dibawakan oleh anak-anak. Pihaknya juga akan meramaikan kegiatan tersebut dengan berbagai lomba seni, seperti lomba baleganjur, bapang barong, dan lomba lagu pop Bali. ‘’Rencananya diadakan di Gedung Terbuka Giri Nata mandala dan saat puncak perayaan tanggal 16 November pada pesta rakyat kami juga akan menampilkan garapan inovatif, yakni fragmentari dengan tema Praja Winangun yang menceritakan tentang apa yang dikerjakan kepala daerah dalam mensejahterakan rakyatnya,’’ jelasnya. Kabid Kesenian Disbud

Badung Ni Kadek Sandra menambahkan, dana yang dihabiskan selama penyelenggaraan mencapai Rp 3 miliar. ‘’Dana keseluruhan dengan panggung hadiah-hadiah dan dana perangsang, Rp 3 miliar,’’ sebutnya. Menurutnya, setiap peserta lomba akan mendapatkan dana partisipasi. Untuk lomba baleganjur mendapatkan dana partisipasi Rp 13 juta per sekaa, lomba bapang barong Rp 5 juta, serta untuk peserta lomba kendang pengiring senilai Rp 2 juta. ‘’Total sekaa baleganjur yang sudah terdaftar mencapai 60 sekaa dengan kriteria anakanak 15 sekaa, remaja 15 sekaa, umum 30 sekaa. Sedangkan lomba bapang barong ada 30 peserta,’’ jelasnya. Ditambahkan, para peserta lomba juga akan mendapatkan hadiah uang hingga puluhan juta. (kmb27)

Pameran Tunggal Wayan ’’Kun’’ Adnyana

Menarasikan Relief Yeh Pulu PERUPA, akademisi, sekaligus Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dr. I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana, akan memajang karyakaryanya di Museum Neka, Ubud, Gianyar. Pameran tunggal ini akan dibuka Jumat (11/10), dan berlangsung hingga Sabtu (19/10) mendatang. Pameran yang berjudul ‘’Sudra Rupa’’ ini merupakan ikonografi yang menarasikan relief Yeh Pulu, Desa Bedulu, Gianyar. Menariknya, karya yang disajikan kali ini merupakan hasil penelitian selama tiga tahun terhadap relief-relief sepanjang Yeh Pulu. Kun Adnyana mengungkapkan, pameran kali ini merupakan hasil penelitian yang ketiga, hasil pendanaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI. Konsep relief Yeh Pulu mengungkapkan sebuah peradaban yang dinarasikan dan dituangkan dalam media kanvas menjadi sebuah karya seni kontempor. ‘’Secara konsep, relief Yeh Pulu kami bagi

dalam tiga kelompok, yakni konsep dibingkai ulang (reframing), perombakan (recasting) dan pemindahan lokasi (globalising),’’ ungkap Kun Adnyana, Rabu (9/10) kemarin. Diceritakan, pada tahun pertama ditemukan konsep dan teknik pembuatan relief Yeh Pulu. Konsep yang ditemukan di relief Yeh Pulu menceritakan kisah kepahlawanan sehari-hari orangorang biasa. ‘’Tentu saja temuan saya ini menjadi sandingan seorang peneliti, arkeolog asal Belanda, But Kempers, 1978. Ia menulis dua buku yang berbeda. Di dua buku itu salah satunya menerangkan relief yang sama yaitu berburu macan, yang kedua berburu beruang. Menurut peneliti Belanda, kisah di relief ini mengandung nilai kepahlawan Krisna,’’ paparnya. Dosen Seni Rupa ISI Denpasar ini mengatakan, jika mengambil teori ekonologi, maka pada penelitiannya tidak ada sosok Krisna, melainkan semua yang dikisah-

kan hanyalah rakyat biasa. ‘’Apa yang ditemukan But Kempers dengan sendirinya dapat kami bantah. Tidak mungkin di Bali ada beruang. Kalau macan, memang ada macan Bali,’’ tegasnya. Dalam penelitiannya, Kun Adnyana menemukan sejumlah teknik yaitu cara mewarnai, cara mengomposisikan objek, cara memilih objek dan cara menggambar, dan itu dalam penelitian tahun 2017. Sementara di tahun kedua atau 2018 ia mulai melakukan analisis narasi cerita dari relief Yeh Pulu. ‘’Jadi saya menemukan tidak ada cerita tunggal dinarasikan dalam relief. Jadi kita menemukan konsep multinarasi. Misalnya ada penjual tuak, pengusung putri. Konsep multinarasi tidak ada rangkaian yang utuh,’’ bebernya. Sementara pada penelitian ketiga atau 2019, Kun memfokuskan pada upaya penafsiran secara ekonografis tentang bagaimana sejatinya relief ini bila dilihat dari motif, simbol, ada

narasinya. Hasil penafsiran ini ditafsirkan di dalam objek itu sendiri. ‘’Apa yang kami temukan di Yeh Pulu cukup menarik. Ternyata ada korelasi cerita Panji. Saya namai konsep drama. Kalau soal kepahlawan di dunia, tidak akan menarik menyelipkan romantika, tidak seluruhnya menjadi hero. Jadi, Yeh Pulu ini mengisahkan roman kepahlawanan sehari-hari,’’ jelasnya. Secara keseluruhan selama tiga tahun disimpulkan bahwa penelitian konsep penciptaan karya berasal dari konsep, narasi dan estetika, sehingga menghasilkan puluhan karya yang konteksnya relief Yeh Pulu hadir dalam berbagai sudut dimensi berbeda yang kekinian dalam sudut kontemporer. Pameran Sudra Rupa ini rencananya dibuka pecinta seni Dr. Eric Thohir dan dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Founder Museum Neka, Pande Wayan Suteja Neka. (win)

Bali Post/win


Kamis Pon, 10 Oktober 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A

PNB Lepas 1.270 Wisudawan

40 Persen Lebih Lulusan Sudah Bekerja Sebelum Wisuda

WISUDA - Suasana Wisuda XXXI Politeknik Negeri Bali, Rabu (9/10) kemarin di BNDCC, Nusa Dua.

POLITEKNIK Negeri Bali (PNB), Rabu (9/10) kemarin menggelar Wisuda XXXI, bertempat di BNDCC Nusa Dua. Dengan mengambil tema ‘’Politeknik Unggul, Indonesia Maju’’, wisuda kali ini melantik wisudawan sebanyak 1.270 orang. Dengan rincian Jurusan Teknik Sipil (69 orang), Manajemen Proyek Konstruksi (77 orang), Teknik Mesin (109 orang), Referigerasi dan TU (68 orang), Teknik Listrik (110 orang), Manajemen Informatika (76 orang), Akuntansi (140 orang), Akuntansi Manajerial (98 orang), Administrasi Niaga (142 orang), Manajemen Bisnis Internasional (78 orang), Usaha Perjalanan Wisata (52 orang), Perhotelan (137 orang), Manajemen Bisnis Pariwisata (100 orang) dan RPL Pariwisata (14 orang).

Menurut Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom., wisuda kali ini lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 999 orang. Dikatakan, banyak hal yang perlu disampaikan berkenaan dengan daya serap industri. Yang mana, dari 1.270 wisudawan, sebanyak 40 persen lebih atau 510 orang sudah bekerja sebelum diwisuda. Sisanya ada yang masih mencari pekerjaan, ada yang melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan ada yang membuka usaha sendiri. ‘’Yang menjadi catatan, yang diwisuda kali ini juga ada yang siap-siap berangkat ke universitas di Taiwan sebanyak 21 orang,’’ katanya didampingi Pembantu Direktur I Anak Agung Ngurah Bagus Mulawarman, S.T., M.T.

Hal ini, katanya, merupakan kebahagiaan yang sangat luar biasa bagi pimpinan PNB. Karena lulusan wisudawan tahun ini, PNB tidak hanya mengisi kesempatan kerja di tingkat nasional, namun juga di luar negeri. ‘’Kita dorong untuk internasionalisasi PNB supaya benar-benar nanti mereka bekerja di Taiwan sambil studi. Saat kembali ke PNB atau kembali ke Bali, maka kompetensi mereka akan jauh lebih kompeten dibandingkan kalau mereka bekerja di Indonesia,’’ pungkasnya. Selain Taiwan, PNB juga sedang proses penyiapan mahasiswa yang diwisuda untuk diberangkatkan ke Jepang. Itu beberapa hal yang perlu digarisbawahi bahwa internasionalisasi PNB akan terus dikedepankan dan dikembangkan, termasuk juga persiapan-persiapan

Komunitas Daihatsu Bekasi Bertekad Jadi Pelopor ’’Safety Driver’’ DAIHATSU bersama GT Radial kembali mengadakan Auto Clinic dengan tema ‘’Anticipated Driving Program’’ pada Minggu (6/10) lalu. Cabang Astra Daihatsu Harapan Indah dipilih menjadi tuan rumah batch yang kelima ini. Sebelumnya, Auto Clinic ini sudah digelar di area Jakarta, Bandung, dan Semarang. Auto Clinic kali ini diikuti lebih dari 50 anggota dari 17 komunitas pengguna mobil Daihatsu dari wilayah Bekasi dan sekitarnya. Acara dibuka Budi Mahendra selaku Head of Customer Satisfaction & Value Chain Division PT Astra Daihatsu Motor. Dalam sambutannya, Budi Mahendra menyampaikan harapannya kepada sahabat klub agar menjadi pelopor keselamatan berkendara. Selama ini, Bekasi dikenal sebagai basis klub Daihatsu karena memiliki jumlah member yang paling banyak jika dibandingkan area lain. Hal inilah yang membuat acara berlangsung seru dan meriah. Di sesi materi, banyak sekali pertanyaan yang ditujukan kepada Sony Susmana selaku trainer dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI). Sonny menyampaikan materi dengan gaya yang khas dan diselingi humor, sehingga peserta antusias. Banyak pengetahuan yang disampaikan mengenai kebiasaan mengemudi yang aman, seperti cara memegang dan memutar setir ataupun posisi duduk saat mengemudi. Acara dilanjutkan dengan praktik judgement ability test.

Di sesi ini, sahabat klub mencoba langsung teknik pengereman yang benar, melatih konsentrasi saat berkendara, serta belajar bagaimana mengambil keputusan jika mengalami kondisi yang tidak diinginkan saat berada di jalan raya. ‘’A c ar anya s angat bagus . Kami banyak mendapatkan pengetahuan baru tentang skill berkendara dan pastinya akan saya share ke teman-teman yang lainnya. Kami bertekad menjadi pelopor safety driving. Banyak juga cara berkendara yang selama ini kita anggap nyaman, ternyata belum tentu aman. Acara ini sudah mengubah mindset kami tentang bagaimana menghadapi kerasnya lalu lintas ibu kota. Terima kasih untuk Daihatsu dan GT Radial yang sudah menggelar acara ini,’’ ujar Muhamad Sidik, Member CalyaSigra Club Indonesia Club (Calsic). Di akhir acara, peserta menyerukan komitmennya untuk menjadi safety driver yaitu dengan selalu mengenakan seat belt dan menjaga kecepatan saat berkendara. ‘’Sangat penting untuk tidak menjadi pemicu, penyebab, dan terlibat dalam kecelakaan,’’ tegas Sony. Sementara itu, Budi Mahendra selaku Head of Customer Satisfaction & Value Chain Division PT Astra Daihatsu Motor juga mengatakan pihaknya berharap sahabat klub dapat menjadi pelopor keselamatan berkendara di perjalanan dan menjadi role model yang baik bagi keluarga, teman dan Sahabat Daihatsu lainnya. (bns1)

Bali Post/kmb38

Belasan Personel Satnarkoba Ikuti Tes Urine

TES URINE – Belasan anggota Satnarkoba dan kesatuan lain di Polres Buleleng mengikuti tes urine, Rabu (9/10) kemarin.

Singaraja (Bali Post) –

S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

ke arah itu. Karena mahasiswamahasiwa yang akan dikirim ke luar negeri melalui pertukaran mahasiswa, baik ke Prancis, Taiwan, Thailand, Malaysia maupun ke Filipina, itu akan memperkuat wawasan kelembagaan, wawasan mahasiswa untuk bisa go global. ‘’Kita ingin sesuatu yang lebih dari sekadar menamatkan mahasiswa dan memberikan mereka kesempatan kerja,’’ ujarnya. Kerja sama dengan industri selama ini, katanya, juga sudah sangat baik dilakukan. Link and match PNB dengan industri di Bali, diakuinya sudah sangat baik. Tentu ke depan hal ini akan terus dikuatkan link and match ini. Karena sejatinya politeknik itu kuncinya adalah link and match, sehinga dengan itu akan mempermudah menempatkan lulusan dari PNB. (ad275)

Pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba lewat tes urine kembali dilancarkan jajaran Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng. Kali ini anggota Satuan Narkoba (Satnarkoba) dan kesatuan lain di Polres Buleleng mengikuti tes urine, Rabu (9/10) kemarin. Tes urine yang dilakukan dadakan ini dipimpin Kepala BNNK AKBP Gede Astawa.

FOTO BARENG - Club Daihatsu foto bareng di Outlet Astra Daihatsu Harapan Indah setelah acara Anticipated Driving Program.

Pembuang Bayi di Sesetan Ditahan

Denpasar (Bali Post) Hasil pengembangan kasus yang melibatkan Mega Ayu Sekarwangi (18) dan Luki Pratama (19) dan dicurigai hendak membuang bayinya, membuat penyidik kaget. Pasalnya mereka sejak lama merencanakan untuk menggugurkan kandungannya tersebut. Selain itu, mereka ternyata masih pacaran. ‘’Keterangan awal mereka mengaku pasangan suami-istri. Setelah kami dalami, ternyata mereka masih pacaran,’’ kata Kapolsek Denpasar Selatan (Densel) Kompol I Nyoman Wirajaya, Rabu (9/10) kemarin. Akibat perbuatannya tersebut, Mega dan Luki ditetapkan sebagai tersangka serta ditahan di Mapolsek Densel. ‘’Hasil penyidikan ternyata mereka sejak lama merencanakan menggugurkan kandungannya tersebut. Kira-kira mulai pertengahan tahun ini. Pengakuannya sih sejak kehamilannya berusia lima bulan,’’ ungkap mantan Kapolsek Kuta ini. Menurut Kompol Wirajaya, berbagai cara telah dilakukan

untuk menggugurkan kandungannya. Dari minum bermacam obat sampai melintasi jalan rusak. ‘’Jadi pengakuan awal mereka bilang suami-istri untuk menutupi niat jahatnya tersebut. Bayinya sudah meninggal dunia di rumah sakit,’’ ucap perwira melati satu asal Buleleng ini. Sementara sumber di lapangan menyebutkan, mereka bukan suami-istri terungkap karena tidak tinggal bersama. Mega tinggal bersama kakaknya, sedangkan Luki kos di wilayah Canggu, Kuta Utara. ‘’Memang ada niat untuk menggugurkan kandungannya,’’ ucapnya. Seperti diberitakan, warga Jalan Kresek Gang Ikan Teri, Sesetan, Denpasar Selatan (Densel), Minggu (6/10) lalu dihebohkan dengan diamankannya Mega Ayu Sekarwangi (18) dan Luki Pratama (19) yang mengaku suami-istri. Pasalnya mereka dicurigai hendak membuang bayinya yang baru dilahirkan. Namun mereka ini berdalih tidak tahu jalan ke RSUP Sanglah karena baru di Bali. (kmb36)

Sebelum tes urine, dilakukan apel dipimpin Wakapolres Buleleng Kompol Loduwyk Tapilaha, S.IK. Begitu apel berakhir, personel Satnarkoba dan dari kesatuan lain mengikuti tes urine. Satu per satu anggota kepolisian identitasnya dicatat dan dicek urinenya. Bahkan, Kasat Narkoba Polres Buleleng AKP Made Derawi tak luput dari tes urine tersebut. Dari hasil tes urine ini, para personel tersebut dinyatakan negatif dari pemakaian obat-obatan terlarang. AKBP Astawa mengatakan, deteksi dini peredaran dan penyalahgunaan narkoba sudah menjadi program pencegahan bagi BNNK dan jajarannya.

Selain telah melakukan nota kesepahaman dengan instansi pemerintahan untuk melakukan tes urine bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), pihaknya juga melancarkan hal serupa di jajaran Polres Buleleng. Guna merealisasikan program pencegahan itu, pihaknya melancarkan tes urin dengan menyasar personel Satnarkoba. Alasan mengapa menyasar anggota Polri, terlebih jajaran Satnarkoba yang notabene kesehariannya melakukan penindakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba, pihaknya ingin menunjukkan kepada publik kalau aparat penegak hukum dinyatakan

‘’bersih’’ dari pengaruh narkoba. Selain itu, lewat tes urine ini untuk mendeteksi secara dini terkait kemungkinan adanya anggota kepolisian yang terpapar narkoba. ‘’Ini kami lakukan sebagai bukti kerja sama dalam pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Kalau polisi sendiri sudah bebas narkoba, maka ini akan menjadi contoh dan bukti kepada publik kalau penegak hukum bersih dari pengaruh narkoba,’’ katanya. Sementara itu, Kompol Loduwyk Tapilaha didampingi Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya menyambut baik upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba

bagi anggotanya. Pihkanya tidak menampik kalau anggotanya ada yang dicurigai terpengaruh narkoba. Untuk itu, dengan mengikuti tes urine ini, Tapilaha menunjukkan kepada publik kalau jajarannya bersih dari pengaruh narkoba. Meski demikian, pihkanya tetap mengingatkan agar siapapun anggotanya agar tidak sesekali memakai narkoba. Hal ini tidak saja merusak masa depan dan kalau terbukti terlibat kasus narkoba, maka sanksi tegas pasti akan diberikan. Sanksi itu tidak lain adalah pemecatan sebagai anggota Polri. ‘’Jangan sesekali terlibat, apalagi memakai narkoba. Kalau terbukti siapa pun itu sanksi berat sudah menanti. Untuk itu, tes urine yang dilakukan BNNK ini sangat baik dan kami dukung. Ini menunjukkan kepada masyarakat kalau kita sudah bersih narkoba,’’ jelasnya. (kmb38)

Dirlantas dan Karo Ops Pantau Arus Lalin Melalui ’’Command Center’’ Denpasar (Bali Post)Guna memantau kinerja anggotanya di lapangan dan situasi lalu lintas (lalin), Dirlantas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana dan Karo Ops Kombes Pol. Djoko Prihadi melakukan pemantauan lewat layar CCTV Command Center, Rabu (9/10) kemarin. Kegiatan tersebut akan rutin dilakukan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kombes Pol. Djoko mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan menekan angka kriminalitas, sehingga masyarakat merasa aman saat beraktivitas. Sedan-

gkan situasi Bali sampai saat ini masih aman dan kondusif. ‘’Kami meningkatkan kegiatan patroli dan pengaturan lalu lintas, terutama di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan). Meskipun situasi aman, namun bagi personel Polri tidak ada yang namanya aman, harus diantisipasi dengan kegiatan preventif dan preemtif,’’ ujarnya didampingi Kombes Sudana. Kegiatan tersebut juga diikuti sejumlah Kapolres. Lewat CCTV Command Center Polda Bali pemantauan bisa dilakukan di sejumlah lokasi, terutama rawan macet. (kmb36)

Bali Post/ist

PANTAU - Dirlantas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana dan Karo Ops Kombes Pol. Djoko Prihadi memantau situasi lalin.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Kamis Pon, 10 Oktober 2019

2019, Bali Dapat Bantuan 460 Hektar Pengembangan Bawang Denpasar (Bali Post) Bawang putih dan bawang merah merupakan jenis komoditi yang memiliki pengaruh terhadap inflasi suatu daerah. Harga bawang ditentukan produksi di tingkat petani. Jika sedikit maka akan berpengaruh pada kenaikan harga yang signifikan. Karenanya, untuk menjaga kestabilan harga bawang ini sekaligus meningkatkan kualitas dan menjaga produksinya, pemerintah pusat memberikan bantuan pengembangan bawang untuk daerah yang berpotensi. Bali sendiri tahun 2019 ini mendapatkan bantuan pengembangan bawang seluas 460 hektar, masing-masing 350 hektar bawang putih dan 110 bawang merah. Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali Wayan Sunarta, Rabu (9/10) kemarin, mengatakan untuk pengembangan bawang diberikan pada daerah yang berpotensi dan kecocokan agroklimat atau iklim yang mendukung. Untuk di Bali, daerah yang mendapatkan pengembangan bawang putih adalah Kabupaten Tabanan seluas 200 hektar, Kabupaten Bangli seluas 100 hektar dan Buleleng 50 hektar. Untuk pengembangan bawang merah ada dua jenis yaitu bawang merah umbi dan bawang merah biji. Pengembangan bawang merah umbi di Kabupaten Buleleng 20 hektar, Tabanan 20 hektar, Bangli 30 hektar dan Karangasem 30 hektar. Sementara untuk pengembangan bawang merah biji di Tabanan 5 hektar dan Bangli 5 hektar. Program pengembangan bawang ini, lanjut Sunarta, sudah berjalan di beberapa daerah, kecuali bawang putih di Bangli karena sedang menunggu musim hujan di bulan November. ‘’Sebagian sudah berjalan dan sudah dilakukan penanaman. Sekarang tinggal pembinaan saja agar hasilnya baik dan berkualitas. Daerah yang belum itu, Bangli untuk penanaman bawang putihnya karena sedang menunggu musim hujan,’’ paparnya. Target bantuan pengembangan bawang ini, menurut Sunarta, untuk peningkatan produksi bawang dan meningkatkan kualitasnya. Dengan peningkatan produksi diharapkan bisa memenuhi kebutuhan bawang di dalam negeri dan menjaga kestabilan harganya. ‘’Program ini sudah mulai terlihat hasilnya. Seperti tahun lalu di mana Indonesia harus ekspor bawang merah karena overproduksi,’’ ujarnya. Harga bawang merah dan bawang putih pun saat ini cukup stabil. Meski terjadi kenaikan, tetapi tidak signifikan. Diharapkan lewat program ini, ke depan Indonesia bisa memenuhi kebutuhan bawang putih dan menekan impor. ‘’Saat ini dalam memenuhi kebutuhan bawang putih masih didominasi impor. Diharapkan lewat program ini kita bisa mengurangi impor bawang putih,’’ imbuhnya. (kmb24)

BERKUNJUNG - Sejumlah wisatawan saat berkunjung ke salah satu objek wisata yang ada di Kabupaten Gianyar.

Bali Post/nik

Agen Wisata Thomas Cook Tutup

Tinggalkan Utang Miliaran di Sejumlah Hotel Gianyar (Bali Post) Sejumlah pemilik hotel di Kabupaten Gianyar kini waswas. Pasalnya, perusahaan perjalanan wisata Thomas Cook telah tutup pada akhir September lalu. Ironisnya perusahaan yang berkantor di Inggris itu meninggalkan utang miliaran kepada sejumlah hotel di kawasan seni ini. Hal ini diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Gianyar Pande Mahayasa Adityawarman, Rabu (9/10) kemarin. Pande membeberkan sebelumnya agen tersebut membawa banyak tamu ke hotel berbintang yang ada di Bali. Sementara di kawasan seni ini, ada sekitar 10 hotel yang

bekerja sama dengan Thomas Cook. ‘’Di Gianyar, ada sekitar 10 hotel yang bekerja sama. Kalau di Ubud, ada kelas bintang tiga ke atas,’’ bebernya. Pande menambahkan, saat berperan dulu, Thomas Cook sangat berpengaruh. Agen wisata besar ini bisa mengisi sampai 15 hingga 20 persen tamu dalam setahun. ‘’Jadi perannya cukup signifikan selama ini,’’ katanya. Sementara kini dengan tutupnya Thomas Cook, sejumlah permasalahan langsung muncul ke permukaan. Selain tidak lagi memperoleh tamu dari agen ini, yang paling vital adalah utang. ‘’Terutama outstanding yang belum dibayar. Yang terjadi, mereka melunasi utang di luar negeri. Sisanya

baru dibagikan ke Gianyar,’’ jelasnya. Pande mengatakan hingga saat ini sejumlah hotel ini sudah berupaya menagih utang itu ke perwakilan Thomas Cook di Bali. Dikatakan, yang menagih bukan hanya di Ubud, namun pengelola hotel dari seluruh Bali. ‘’Mereka sudah tanyakan ke perwakilan Thomas Cook di Bali. Sampai sekarang, untuk mendapatkan uangnya belum bisa,’’ keluhnya. Disinggung terkait nominal utang per hotel, Pande menjelaskan, nominalnya rata-rata miliaran rupiah. ‘’Mungkin ada hotel (diutangi - red) bermiliar-miliar,’’ jelasnya. Lantas bagaimana kon-

disi hotel yang ditimpa utang tersebut, Pande mengaku tidak bisa komentar terkait kondisi tersebut. ‘’Semoga baik-baik saja. Saya tidak tahu bagaimana mereka. Di satu hotel saja, Thomas Cook yang membawa tamu,’’ jelasnya. Pande pun berkaca dari pengalaman 10 tahun terakhir, ada tiga agen besar yang mengalami kondisi serupa seperti Thomas Cook. Nah, dari tiga yang juga menyisakan utang itu, tidak satu pun hotel yang bisa mendapatkan uangnya kembali. ‘’Tidak satu sen pun, tak bisa kami dapatkan uangnya. Mungkin sekarang ada 3-4 hotel terdampak soal utang,’’ bebernya. Kondisi ini pun patut men-

jadi pembelajaran, sebagai langkah antisipasi, pihak hotel diminta mengukur credit facility para agen wisata. Dijabarkan, antisipasi yang dimaksud bila ada agen berutang 30 hari, bisa dikategorikan tidak sehat. ‘’Kalau berutang 60 hari, itu maksimal sekali. Kalau lewat seperti itu, kita sudah bisa menilai merah rapornya,’’ imbuhnya. Pande juga menyarankan agar para pengelola hotel meminta pembayaran di awal kepada para agen wisata. Kini pasca Thomas Cook tutup, para pengelola hotel mulai merangkul agen besar lain di luar negeri. ‘’Jadi, satu tutup, tamu lainnya akan booking ke agen lain. Itu sudah berlaku,’’ tandasnya. (kmb35)

‘’Sekitar pukul 18.00 Wita datang pelaku mengendarai sepeda motor,’’ ungkapnya. Pelaku yang beralamat di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta ini, datang ke TKP untuk mengambil paket narkoba. Tanpa buangbuang waktu polisi langsung meringkusnya. Dari tangan pelaku disita bungkus rokok berisi 1 paket narkoba jenis sabu-sabu (SS) seberat 0,29

gram. Penggeledahan dilakukan di tas pinggangnya dan petugas kaget karena ditemukan satu pucuk pistol revolver beserta 5 butir peluru, lengkap dengan sarung senjatanya. Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolresta Denpasar guna pengembangan lebih lanjut. ‘’Selain kena narkotika, pelaku juga bisa dijerat dengan Undang-undang Daru-

rat dan terancam 10 tahun penjara,’’ tegas sumber yang enggan disebut identitasnya tersebut. Sementara saat dikonfirmasi terkait pengungkapan kasus tersebut, Kasatresnarkoba Polresta Denpasar AKP Mikael Hutabarat tidak membantahnya. ‘’Ada (tangkapan - red). Nanti disampaikan ke media, sabar,’’ ujarnya singkat. (kmb36)

Pengedar Narkoba Berpistol Ditangkap

Wayan Sunarta

Bali Post/san

Tiga Mantan Karyawan Maskapai Penerbangan Diadili

Akui Delapan Kali Selundupkan Benih Lobster Denpasar (Bali Post) Benih lobster memang menjadi perhatian khusus. Bahkan dalam sidang di pengadilan, kasus ini selalu mendapatkan sorotan. Rabu (9/10) kemarin, tiga terdakwa duduk di kursi pesakitan atas dugaan penyelundupan 17.192 ribu ekor benih lobster dari Bali tujuan Vietnam via Singapura. Mereka adalah Agus Purnomo (24) alias Agus alias Cungkring, I Putu Agus Surya Astika (32) dan Ali Taufiq Ikbal (31). Menariknya, para terdakwa ini merupakan mantan karyawan maskapai salah satu penerbangan. JPU I Made Lovi Pusnawan usai membacakan dakwaan langsung melanjutkan pemeriksaan saksi fakta, saksi ahli, dan pemeriksaan terdakwa. Salah satu yang terungkap dalam persidangan, para terdakwa dijanjikan upah Rp 20 juta jika berhasil memasukkan lobster ke dalam pesawat rute Bali - Singapura. Uang tersebut akan dibagi rata. Masingmasing mendapat Rp 6,5 juta. Namun, uang itu batal didapat lantaran ketiganya keburu tertangkap. Fakta lain yang mengejutkan yaitu terungkapnya penyelundupan benih lobster ini bukan pertama kalinya. Mereka sudah pernah melakukan kejahatan tersebut sebanyakan delapan kali. Jaksa bahkan menyebut perbuatan terdakwa telah merugikan negara terhadap sumber daya ikan sebesar Rp 2,6 miliar. Angka itu didasarkan pada harga benih lobster di tingkat pembudi daya di Vietnam. Untuk jenis pasir sebesar Rp 150 ribu/ekor, sedangkan jenis mutiara Rp 200 ribu/ekor. Dalam melakukan aksinya, dari pengambilan benih hingga rencana masuk pesawat, para terdakwa mendapatkan tugas masing-masing. Namun aksi mereka gagal dan petugas melakukan penggeledahan. Satu buah kardus yang di dalamnya berisi tas terdapat 20 kantong plastik. Setelah dibuka isinya benih lobster sebanyak 17.192 ekor. Rinciannya lobster jenis mutiara 529 ekor, dan lobster jenis pasir 16.663 ekor. Perbuatan terdakwa ini diancam pidana dalam Pasal 88 juncto Pasal 16 ayat (1) UU Nomor 45/2009 tentang Perikanan juncto Peraturan Menteri Perikanan dan Kelautan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan dalam dakwaan kedua, para terdakwa dijerat Pasal 88 juncto Pasal 16 ayat (1) UU Nomor 45/2009 tentang Perikanan juncto Peraturan Menteri Perikanan dan Kelautan juncto Pasal 53 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sidang selanjutnya akan dilaksanakan pekan depan dengan mengagendakan tuntutan JPU. (kmb37)

Denpasar (Bali Post) -

Salah satu pengedar narkoba yakni Paranatha (38) ditangkap di Jalan By-pass Ngurah Rai, Gang TK Indra Prasta, Kuta, Sabtu (5/10). Selain mengamankan barang bukti narkoba, polisi juga menyita satu pucuk senjata api berupa pistol revolper kaliber 22 mm dan 5 butir peluru. Menurut sumber di kepolisian, Rabu (9/10) kemarin, terungkapnya kasus ini setelah anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar menerima

informasi seringnya terjadi transaksi narkoba di TKP. Selanjutnya polisi melakukan menyelidiki dan pengintaian di sepanjang gang tersebut.

Warung Terbakar, Tiga Orang Luka Denpasar (Bali Post) Kebakaran terjadi di warung makan di Jalan Wibisana Barat, Denpasar Utara, Rabu (9/10) kemarin. Kejadian tersebut diduga dipicu selang gas bocor dan mengakibatkan tiga orang luka bakar yaitu Wayan Sabar (60), Putu Bambang Tri Jati (30) dan I Nyoman Diatmika (62). Informasi yang diperoleh di lapangan, kejadiannya sekitar pukul 13.00 Wita. ‘’Yang terbakar warung makan. Bapak Wayan Sabar (pemilik warung - red) ngontrak di sana,’’ ungkap petugas kepolisian. Saat itu korban sedang memasak nasi. Tiba-tiba selang gas bocor dan langsung menyambar api yang menyala di kompor. Api langsung berkobar dan melalap seisi warung. Si jago merah juga menyambar Tri Jati dan mengakibatkan luka bakar. Di antaranya di kening, pipi kanan, leher dan pundak kanan. Tri Jati langsung dibawa ke RSUD Wangaya, Denpasar. Sementara Wayan Sabar mengalami luka bakar di kedua tangan, kaki dan wajah. Sedangkan Diatmika mengalami luka bakar di tangan kiri dan kaki. Kedua korban lalu dirujuk ke RSUD Wangaya. ‘’Di dalam warung terdapat televisi, kulkas dan kompor dan semuanya terbakar. Jadi kerugiannya kurang lebih puluhan juta rupiah,’’ ujarnya. Untuk memadamkan api tersebut dikerahkan dua mobil pemadam kebakaran Kota Denpasar. Api bisa dipadamkan beberapa menit kemudian. Sementara itu, Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin saat dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya sudah mengecek ke Polsek Denpasar Barat (Denbar). ‘’Kanitreskrim Polsek Denbar mengatakan belum ada laporan terkait kebakaran tersebut,’’ tegasnya. (kmb36)

Bali Post/ist

TERBAKAR - Warung makan di Jalan Wibisana Barat, Denpasar Utara ludes terbakar dan diduga dipicu selang gas bocor.


Kamis Pon, 10 Oktober 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Penguatan Substansi dan Kelembagaan KPK KORUPTOR kini menjadi musuh bersama. Menindak koruptor adalah keharusan dan mestinya tanpa pandang bulu. Elite parpol, pejabat negara atau akademisi jika terjerat pidana korupsi harus ditindak. Kesepahaman dalam menindak koruptor adalah hal wajib dilakukan di negeri ini jika kita ingin maju dan mewujudkan pemerintahan bersih. Jika parpol terjerat korupsi, akibatnya publik tidak percaya terhadap parpol (demokrasi). Jika parpol bersih dari korupsi, maka demokrasi menjadi kokoh. Dalam hal ini keberadaan KPK dan parpol dapat bersinergi menguatkan demokrasi. Sehingga setidaknya ada sejumlah alasan besar untuk menguatkan atau tidak melemahkan, dan mengamputasi kewenangan KPK, yaitu korupsi telah menyebabkan pelambatan atas pertumbuhan ekonomi dan capaian minimal, hasil-hasil pembangunan yang sangat dirasakan oleh rakyat yang ditengarai bersumber dari besarnya anggaran yang dikorup, penyalahgunaan anggaran dan penggunaan yang tidak efisien. Selebihnya, sekalipun pemberantasan korupsi dijadikan agenda besar dalam pemerintahan Jokowi-JK dan sudah banyak pula politisi, hakim, jaksa, dan birokrat yang telah dijerat hukuman, pemberantasan korupsi belum optimal memberi efek penjeraan kepada para koruptor dan korupsi masih merajalela, ini menandakan libido keserakahan elite kekuasaan korup masih besar di dalam tubuh birokrat. Postur anggaran belanja negara 2019 diperkirakan sebanyak Rp 2,461 triliun, suatu jumlah yang tidak sedikit dan rentan degan perilaku koruptif penyelenggara negara. Maka, sekalipun APBN memiliki postur yang semakin baik dengan defisit yang semakin rendah dan memiliki keseimbangan menuju positif, korupsi tetap menjadi hantu yang menakutkan dan kejahatan tindak pidana korupsi diyakini menyebabkan kemiskinan, ketidakadilan dan diskriminatif sebagai sumber utama kegaduhan dan disintegrasi bangsa. Hal tersebut nampak telanjang di depan mata, dan salah satu kebijakan strategis yang dipandang dapat menjawab tantangan tersebut adalah penguatan substansi pengaturan dan kelembagaan KPK, bukan dilemahkan melalui UU KPK yang baru, setidaknya memuat kemauan rakyat yang menghendaki korupsi dihabisi, bukan di-generate diturunkan kepada generasi berikutnya. Untuk mencapai maksud tersebut harus diikuti upaya pencegahan dan penindakan by design yang semakin baik. Kenaikan Peringkat Indeks Persepsi Korupsi (IPK) dapat digunakan sebagai acuan. Jika pada awal pemerintahan Jokowi tahun 2014 IPK kita 34, sekarang menjadi 38. Meskipun bukan lompatan besar, tetapi menunjukkan adanya perbaikan, terutama deregulasi dalam pelayanan publik dengan memangkas aturan-aturan yang bisa menciptakan peluang terjadinya korupsi, pembentukan siberpungli, dirilisnya tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi dan lain-lain, hal positif ini harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui penambahan anggaran, menguatkan kepolisian, kejaksaan, KPK agar membangun jaringan demokrasi sehat, reformasi birokrasi, membangun koneksi antarbadan pengawasan internal dengan BPKP, BPK dan sekaligus memperkuat lembaga-lembaga pengawasan internal. Sehingga pemberantasan korupsi dilakukan tidak hanya oleh KPK, tetapi semua komponen lembaga negara dan ASN.

SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Kepedulian terhadap UMKM Salah satu penggerak ekonomi kerakyatan yang kini sedang digalakkan adalah bangkitnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Gerakan ini juga sering disosialisasikan lewat berbagai acara. Sayangnya gerakan kontinu dan permodalan dalam mendukung UMKM sering tersendat. Saya sering melihat pelaku UMKM berjuang sendiri memasarkan produknya. Bahkan seiring dengan makin ganasnya penguasaan teknologi terhadap pasar konvensional, pelaku UMKM makin banyak yang tersisih. Lihat saja, dulu sepanjang jalan Ubud menuju Tegallalang ketika saya mengantar tamu, deretan artshot memajang berbagai bentuk kerajinan. Desainnya pun beragam. Bahkan jalur ini sempat dijuluki pasar seni terpanjang di dunia karena bentangannya sampai 20 kilometer sampai ke kawasan Pujung, Tegallalang. Sayangnya kini deretan artshop itu banyak yang tutup dan sepi. Mungkin juga perajinnya sudah pindah atau alih profesi. Melihat kondisi ini, saya berharap campur tangan pemerintah dalam mendukung tetap terjaganya pasar UMKM dilakukan lebih jelas. Dukungan permodalan harus jelas. Jika memungkinkan setiap daerah memiliki ruang pajang produk UMKM. Dewa Made Suriana Denpasar, Bali

Tantangan Mengeliminir Sarjana Menganggur Masih ingat serial film “Si Doel Anak Sekolahan”? Penonton televisi era 90-an tentunya ingat ya. Kisah yang menceritakan tentang perjuangan Babe Sabeni menyekolahkan anaknya yang bernama si Doel ke perguruan tinggi. Harapannya, dengan menjadi seorang sarjana Doel memiliki profesi jauh lebih baik dari sang ayah yang hanya seorang sopir angkutan umum opelet. Sang ayah pun senang dan bangga luar biasa ketika putra semata wayangnya lulus kuliah. Namun ternyata, bekal ijazah perguruan tinggi yang Doel terima tidak bisa mengantarnya langsung bekerja. Dia harus menganggur terlebih dahulu walau sudah melamar pekerjaan ke banyak perusahaan.

K

Oleh Ni Komang Hevi Prima Dewi

endatipun kisah itu hanya cerita fiksi dalam sebuah serial layar kaca, di dalam dunia nyata masalah yang dihadapi Doel dialami banyak lulusan perguruan tinggi. Para fresh graduate galau karena harus “nganggur” setelah lulus kuliah. Hasil survei dari Willis Towers Watson yang dilakukan sejak 2014 hingga 2016 menyebutkan delapan dari sepuluh perusahaan di Indonesia kesulitan mendapatkan lulusan perguruan tinggi dalam negeri siap pakai. Kok bisa? Padahal jumlah lulusan perguruan tinggi di Indonesia setiap tahunnya mencapai jutaan orang. Data Statistik Pendidikan Tinggi yang dikeluarkan oleh Pusdatin Kemenristekdikti mencatat jumlah lulusan perguruan tinggi tahun 2018 sebanyak 1.113.375 orang. Ironisnya lagi, pertumbuhan jumlah perusahaan di Indonesia termasuk pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dalam satu dekade terakhir, ada 3,98 juta perusahaan baru muncul di Tanah Air. Artinya, setidaknya setiap tahun bermunculan 398.000 perusahaan rintisan. Kini total perusahaan di Indonesia mencapai 26,71 juta berdasarkan data Sensus Ekonomi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016. Indikasi telah terjadi miss match antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. Fenomena serupa juga terjadi di Bali. Badan Pusat Statistik mencatat bahwa beberapa tahun kebelakang, tepatnya sejak tahun

2013 Provinsi Bali selalu menempati urutan pertama dengan tingkat pengangguran terendah se-Indonesia. Posisi paling anyar di bulan Februari 2019, capaian Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Bali bertengger pada angka 1,19 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar (98,81 persen) penduduk usia kerja di Bali terserap dalam dunia kerja. Namun demikian, di balik prestasi tersebut pemerintah masih harus tetap menyelesaikan “PR” besar terkait pengangguran. Pasalnya, meski tingkat pengangguran di Bali menurun dan bahkan nyaris tidak ada, nyatanya proporsi pengangguran dari penduduk berpendidikan tinggi semakin meningkat. Dilansir dari data BPS, Persentase pengangguran dari jenjang pendidikan perguruan tinggi yang ditamatkan semakin meningkat. Februari 2018 persentase pengangguran dari lulusan diploma sejumlah 0,90 persen, kemudian meningkat menjadi 2,86 persen pada Februari 2019, demikian juga lulusan sarjana meningkat dari 1,25 menjadi 1,58 persen pada Februari 2019. Di sisi lain, pengangguran yang berasal dari jenjang pendidikan SMP ke bawah hanya 0,56 persen (kondisi Februari 2019). Hal ini menjadi sinyal bahwa pendidikan tinggi tidak menjamin langsung terserap dalam dunia kerja. Bahkan dari sekian tenaga kerja yang terserap, sebagian besar bekerja sebagai karyawan/ pegawai/buruh. Pemerintah hanya berhasil menghasilkan buruh

dibandingkan inovator sebagai pencipta lapangan kerja. Sungguh ironis mengingat bahwa lulusan perguruan tinggi ternyata pencetak pengangguran terbanyak. Hal ini pula dibenarkan oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakiri, yang menjelaskan ikhwal tingginya tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi. Menurutnya, ada faktor gengsi yang membuat para lulusan tersebut lebih memilih untuk menganggur. Hal ini berkebalikan dengan angkatan kerja yang statusnya hanya lulusan SD dan SMP yang tidak pilih-pilih pekerjaan. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Sebagian pakar mengambinghitamkan pemerintah terlalu mudah memberikan izin pendirian universitas swasta yang tidak menjaga mutu. Pendapat lainnya, pakar pendidikan dan mantan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta Arief Rachman mengatakan kualitas perguruan tinggi selama dua puluh tahun terakhir tidak kunjung membaik. Desain kurikulum pendidikan berbagai jurusan selalu tertinggal dari kebutuhan riil industri dan bisnis, sehingga mengakibatkan miss match antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Namun ternyata, jika ditelisik lebih dalam yang menjadi masalah pokok adalah motivasi mahasiswa itu sendiri dalam berkuliah. Banyak sekali mahasiswa yang kuliah bukan termotivasi untuk mencari ilmu dan

pengalaman, tapi untuk mencari ijazah (orientasi pada hasil). Dengan orientasi pendek seperti itu, mereka akan mengabaikan proses yang berharga dan tidak mendapat pemahaman apa-apa terkait proses pendidikan yang sudah dilalui. Selama kuliah tidak mau merasakan proses berdarahdarah, mental baja pantang menyerah pun tidak mereka miliki. Maka hasilnya pun bisa kita tebak bersama, ketika lulus dari universitas dan tidak ada perusahaan yang mau memperkerjakan mereka, mereka akan putus asa dan mulai mengeluh. Setelah itu, mereka akan mulai mencari-cari sesuatu atau seseorang untuk disalahkan. Inilah sebab mendasar mengapa banyak sarjana nganggur, yaitu karena faktor motivasi intrinsik. Motivasi yang berorientasi pada hasil akan menghasilkan seseorang yang bermental tempe! Gagal langsung mengeluh dan menyalahkan orang lain. Berbeda dengan mahasiswa yang ketika kuliah mau berproses dan berdarah-darah. Mahasiswa yang mau berproses akan relatif lebih memiliki mental baja. Mengeluh dan menyerah tidak ada dalam kamus mereka. Hasilnya, meskipun kelak tidak ada perusahaan yang mau memperkerjakan, mereka tetap punya ilmu dan mental baja. Ilmu dan mental baja dapat menjadi modal paling dasar untuk menjadi seorang bos, entrepreneur. Generasi milenial diakui memiliki kreativitas dan keragaman pengetahuan yang tidak dimiliki generasi sebelumnya. Kendati demikian, sarjana juga harus punya pengalaman yang mumpuni sebelum terjun ke dunia kerja. Jangan sampai pride yang tinggi karena merasa kuliah sudah tinggi bisa menuntut gaji yang terlalu tinggi, padahal pengalaman belum matang. Kuncinya adalah pengalaman kerja. Soal IPK dan akademik hanya hal kesekian dari sederet kompetensi yang diharapkan dari seorang

Sebaiknya Penertiban Disertai Solusi dan Sanksi

Mursi di Panjer setuju dan hal ini sudah dilaksanakan, sekarang lebih ditegaskan lagi. Selain kantong plastik, masyarakat dapat memilih untuk menggunakan tas belanja yang bisa dipergunakan berulang kali sebagai alternatifnya. Febri di Denpasar mengatakan, untuk mengatasi banyaknya penggunaan plastik, toko penjualnyalah yang harus disidak. Selain dirancang harus disertakan juga solusinya, sebab kantong plastik sudah menjadi kebutuhan yang

sangat praktis. Namun kantong plastik juga menyebabkan masalah cukup besar bagi pencemaran lingkungan. Budiada di Tabanan sangat setuju, aturannya harus tegas sehingga hal ini benar-benar dilaksanakan dan mesti dipikirkan dampak positif dan negatif dari peraturan tersebut. Masyarakat agar tidak membuang kantong plastik, melainkan menyimpannya karena masih bisa dipergunakan lagi dan membawa kantong plastik sendiri saat ingin

berbelanja. Vera di Tabanan menambahkan, sebaiknya menggunakan tas ramah lingkungan yang terbuat dari bahan kertas atau bahan yang dapat didaur-ulang. Masyarakat agat tidak lagi menggunakan kantong plastik untuk membawa barang belanja tetapi mempergunakan tas yang bisa dipakai berulangkali. Semua harus mematuhi aturan supaya dapat mengurangi sampah plastik yang sulit terurai tersebut. Werda di Tegallalang menyatakan penertiban agar dilaksanakan secara menyeluruh, namun sebelum dilaksanakan seratus persen, perlu dilakukan antisipasi pengganti tas plastik sekali pakai dengan tas ramah lingkungan yang bisa cepat terurai. Aturan harus ada sanksinya. Itu pun sering dilanggar, bagaima-

Penulis, Bekerja di Badan Pusat Statistik Provinsi Bali

POJOK Gagal panen, petani Tabanan ajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi. - Ayo bantu petani.

Warung Global

KOMITMEN Pemerintah Provinsi Bali untuk menekan timbulan sampah plastik sekali pakai terus digulirkan. Setelah dikeluarkan pergub, kini ditindaklanjuti dengan sosialisasi, edukasi dan pengawasan pemanfaatan plastik di pasar-pasar tradisional. Berikut pendapat warga pada acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Rabu (9/10) kemarin.

lulusan perguruan tinggi di dunia kerja. Bahkan yang tidak kalah penting adalah keahlian dan kepribadian. Penting bagi mahasiswa untuk mulai mencari pengalaman dengan cara magang, mulai mencari informasi dalam job fair, menjadi freelancer, meningkatkan hobi, atau bahkan kerja paruh waktu sesuai dengan bidang keilmuan. Menambah pertemanan atau relasi melalui berbagai kegiatan dalam organisasi positif dan aktif dalam komunitas akan memberikan kita banyak wawasan dan pengalaman. Dengan demikian, pengalaman dan skill lulusan perguruan tinggi yang siap kerja mulai terasah dan siap bersaing dalam dunia kerja, bahkan dengan pekerja asing sekalipun. Jika hal ini sudah berjalan maka tidak mustahil akan lahir SDM unggul dan tangguh. Melalui SDM yang unggul, tangguh dan berkualitas baik secara fisik dan mental akan berdampak positif tidak hanya terhadap peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa, namun juga dalam mendukung pembangunan nasional. Mempersiapkan diri sejak semester akhir sangat penting, jangan biarkan waktu terbuang sia-sia. Mulailah meluangkan waktu untuk memikirkan dan merencanakan apa yang akan dilakukan setelah lulus sarjana nanti. Karena menyandang label pengangguran bergelar sarjana adalah salah satu beban yang sangat berat. Lulusan Sarjana Menganggur? Jangan Mau!

na kalau tidak ada sanksinya? Arya di Denpasar menyatakan pergub yang dibuat agar dicek ke lapanagan apakah sudah dijalankan dengan baik. Penertiban ini bisa disalahgunakan oleh oknum tertentu. Selama ini masyarakat lebih memilih kantong plastik karena ringan, kuat dan tahan air, sehingga menjadi pilihan praktis untuk membawa barang. Beryas di Kapal mengingatkan, bagaimana dengan plastik lain yang dipergunakan sebagai pembungkus makanan dan minuman di pasar? Kata Nges di Denpasar, yang terpenting ketika mau ditertibkan, saat itu juga diberikan solusi, biar tidak hanya menertibkan tetapi tidak ada solusi. Setelah itu Pemprov juga harus menyiapkan sekaligus menertibkan makanan yang dibungkus dari bahan plastik. (dika)

***

Kejar PAD dari sektor sumber daya air, tukad di Bangli akan dipasangi watermeter. - Ayo bantu Bangli. ***

Omzet setara restoran, Pemkab Gianyar berencana sasar pajak warung makan. - Cara mudah dapat kan PAD.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Kamis Pon, 10 Oktober 2019

Gagal Panen, Petani Ajukan Klaim AUTP

Bali Post/bit

PETANI - Petani di Tabanan sudah cukup banyak yang mengajukan klaim AUTP lantaran mengalami gagal panen.

Tabanan (Bali Post) Kemarau panjang mengakibatkan sejumlah lahan pertanian dan sentra produksi beras di Kabupaten Tabanan mengalami kekeringan hingga gagal panen. Petani cukup banyak yang sudah mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Dari data Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, total pengajuan klaim AUTP mencapai 48,37 hektar. Pengajuan ini dari Januari sampai Oktober 2019. Dari jumlah itu, yang sudah dibayarkan klaimnya seluas 34,58 hektar dengan total nilai pertanggungan sebesar Rp 204.408.000. Sementara 13,79 hektar dengan nilai pertanggungan Rp 82.740.000 sedang proses klaim. Klaim yang belum dibayar ini adalah pengajuan dari petani di Kecamatan Penebel. ‘’Untuk satu hektar tanaman padi yang puso mendapat ganti dari klaim asuransi sebesar Rp 6 juta. Jumlah ganti rugi tersebut sebenarnya setara dengan hasil panen petani,’’ jelas Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Wiadnyana, Rabu (9/10) kemarin. Rata-rata pengajuan klaim akibat serangan hama terutama tikus, kresek dan lainnya, serta akibat kekeringan. Luas lahan terdampak paling banyak ada di dua kecamatan yakni Penebel dan Baturiti.

Sementara terkait program AUTP, dipaparkan Wiadnyana, dari 10.000 hektar target luas lahan yang diberikan oleh pemerintah pusat di tahun 2019, saat ini sudah sekitar 7.500 hektar masuk program AUTP. Bahkan dari jumlah tersebut sekitar 500 hektar lebih dilakukan pembayaran swadaya, artinya tidak ter-cover 20 persen subsidi dari APBD. Ditambahkannya, petani yang mendapatkan subsidi tetap harus mengikuti mekanisme pendaftaran AUTP. ‘’Untuk pengajuan klaim, syaratnya potensi kerusakan 75 persen dan usulan itu diajukan ke Jasindo namun tetap akan dikawal oleh tim dari kecamatan maupun kabupaten,’’ terangnya. Dari pengajuan klaim tersebut, Jasindo akan turun ke lapangan untuk memverifikasi kebenaran data. Jika sudah benar, barulah akan diproses. ‘’Jadi dibutuhkan waktu sekitar dua minggu sampai satu bulan untuk pencairan asuransi. Aturannya yang sudah boleh diklaim adalah tanaman yang umurnya lebih dari 10 hari dan polis ini berlaku enam bulan masa tanam,’’ jelasnya. Diakuinya, ada temuan NIK ganda dalam kepengurusan AUTP. Meski jumlahnya sedikit, persoalan itu tetap saja berpengaruh terhadap program ini. ‘’Untuk pengurusan proses RDKK ditemukan 87 NIK ganda, itu ada di Kecamatan Selemadeg Timur,’’ ucapnya. (kmb28)

Potensi Pajak Belum Digarap Maksimal Tabanan (Bali Post) -

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) di DPRD Kabupaten Tabanan memasuki tahap penyampaian pemandangan umum fraksi. Dalam rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, Rabu (9/10) kemarin, ketiga fraksi yakni PDI Perjuangan, Golkar dan Nasional Demokrat sepakat untuk membahas lebih lanjut dua Ranperda yakni Ranperda tentang APBD Kabupaten Tabanan Tahun Anggaran 2020 dan Ranperda tentang Penambahan Penyertaan Modal pada Perusahaan Daerah Dharma Santika. Tak hanya itu, ketiga fraksi menyoroti permasalahan terkait pendapatan daerah. Pada pemandangan umum yang dibacakan I Wayan Lara, Fraksi PDI Perjuangan menilai pemerintah kurang jeli melihat peluang atau potensi pajak karena kurangnya daya kreativitas dan inovasi sehingga potensi pajak masih banyak tidak tergarap. ‘’Tentang Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak, agar dibuatkan aturan khusus yang diberlakukan bagi pelaku-pelaku usaha yang melakukan transaksi atau memiliki usaha di Tabanan, agar di dalam setiap transaksi di Kabupaten Tabanan menggunakan NPWP Tabanan karena dengan demikian kita akan mendapatkan nilai tambah pembagian hasil pajak dari pemerintah pusat,’’ ucapnya.

PAD yang stagnan dari tahun ke tahun juga dinilai akibat lemahnya kelembagaan pengelola. Oleh karenanya, perlu didisain lembaga yang kuat dengan sumber daya yang andal dan mampu berinovasi menciptakan sumber pendapatan baru. Sementara terkait penyertaan modal Perusda, Fraksi PDI Perjuangan melihat itu sebagai hal positif sejalan dengan keberadaan Perusda membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Namun pihaknya mempertanyakan sejauh mana pemanfaatan modal yang telah digulirkan sebelumnya sebesar Rp 10 miliar baik tentang perkembangan asetnya, rugi-labanya termasuk likuiditas

keuangan selama ini. Fraksi Golkar dalam pemandangan umum yang dibacakan Ketuanya, I Made Asta Dharma menyampaikan perlu diadakan evaluasi, menemukan potensi dan inovasi baru untuk dapat menambah PAD. ‘’Kami dari Fraksi Partai Golkar mendesak segera diterapkan e-ticketing di DTW-DTW dan melihat belum maksimalnya penerapan e-parkir,’’ ucapnya. Terkait penambahan penyertaan modal Perusda, Fraksi Partai Golkar juga ingin mengetahui situasi dan kondisi Perusda yang sebenarnya dari segi keuangan serta keberadaan usaha. ‘’Sebagai bahan pertimbangan layak atau ti-

Gunakan Air Irigasi untuk Tangani Asap TPA

DLH Diprotes Subak

Tabanan (Bali Post) Kerja keras petugas TPA Mandung dan DLH Kabupaten Tabanan lebih dari sebulan ini dalam menangani asap kebakaran sampah di TPA rupanya tidak selalu berjalan mulus dan lancar. Terkadang dalam penanganan tersebut petugas menemui sejumlah kendala. Mulai dari panjang selang nosel yang tidak bisa menjangkau lokasi lebih luas, hingga komplain dari subak. Komplain berasal dari salah satu subak di Kecamatan Kerambitan. Hal ini lantaran debit air irigasi mengecil akibat sempat tertutup saat proses pengambilan air untuk pemadaman di TPA. Kepala DLH Tabanan I Made Subagia saat rapat kerja dengan Komisi II DPRD Tabanan, Rabu (9/10) kemarin, menjelaskan air irigasi subak yang berada di bagian barat TPA Mandung itu memang disedot untuk keperluan penanganan pemadaman api dan asap di TPA. ‘’Sekarang musim kemarau debit air kecil. Jadi saat airnya kami sedot untuk keperluan

pemadaman otomatis aliran ke sawah kecil,’’ jelasnya. Pascamendapatkan komplain tersebut, pihaknya juga telah mengecek langsung ke areal subak dan ternyata benar ada sawah yang memerlukan air. Koordinasi pun dilakukan dengan pihak subak, dan hasilnya DLH tetap diizinkan menggunakan air dengan cara dibagi saat terjadi kondisi darurat di TPA. Disamping pemanfaatan aliran subak, pemadaman juga menggunakan air tinja dari sistem IPAL. ‘’Kalau penanganan dari IPAL itu petugas di TPA yang bertugas. Kami hanya berharap secepatnya bisa memadamkan api, sebab berbagai cara sudah kami lakukan,’’ tegasnya. Terkait penyampaian tersebut, Ketua Komisi II DPRD Tabanan I Wayan Lara memberikan apresiasi atas kerja keras petugas dalam menangani asap di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. Meski demikian, pihaknya tetap meminta agar segera melakukan pemadaman secara total. (kmb28)

daknya diberikan tambahan modal, mengingat APBD Kabupaten Tabanan dari tahun ke tahun selalu defisit,’’ terangnya. Sementara pemandangan umum dari Fraksi Partai Nasional Demokrat yang dibacakan Sekretaris Fraksi I Gusti Ngurah Sanjaya lebih menekankan agar ada peningkatan profesionalisme untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ‘’Jangan pernah ragu mengubah sistem. Sistem profesional akan menghasilkan rasio yang lebih tinggi. Agenda 2020, Tabanan dapat pemimpin baru kami berharap akan ada pengendalian sistem yang lebih profesional,’’ ucapnya. Pihaknya juga mendesak agar ada peremajaan sistem pendapatan, terutama di daerah yang berpotensi sebagai basis pendapatan. Khusus Ranperda penambahan penyertaan modal Perusda, Fraksi Nasional Demokrat siap men-support bangkitnya Perusda sebagai pundi pendapatan daerah, namun tentunya harus melalui kajian mendalam. (kmb28)

Bali Post/bit

RAPAT - Rapat paripurna DPRD Tabanan dengan agenda pemandangan umum fraksi, Rabu (9/10) kemarin.

Senderan TMMD Mulai Digarap

Bali Post/ist

SENDERAN - Proyek senderan TMMD mulai dikerjakan Rabu (9/10) kemarin.

Tabanan (Bali Post) Setelah berkutat untuk menyelesaikan jembatan yang menghubungkan Desa Gubug dan Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, jajaran Kodim 1619/ Tabanan Rabu (9/10) kemarin mulai mengerjakan proyek senderan setinggi 5 meter yang merupakan bagian kegiatan TMMD ke-106. Dari pantauan di lapangan, pengerjaan senderan masuk tahap pengecoran. Pengerjaan dipimpin Komandan Kompi Kapten Kav. Athar di bawah kendali Komando Dansatgas TMMD ke-106 yang juga Dandim Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto. Dandim mengatakan, pekerjaan TMMD yang berlokasi di 2 desa ini digarap bersama dengan masyarakat. Setiap harinya pekerjaan digilir masing-masing desa dengan melibatkan sekitar 75 orang dari masing-

masing banjar. ‘’Karena dengan kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat melalui gotong royong ini sangat bermanfaat serta semakin dekat dengan rakyat. Begitu juga rakyat semakin simpati terhadap kehadiran TNI di Desa Gubug dan Bongan, sehingga TNI bersama rakyat semakin kuat,’’ katanya. Dalam TMMD tersebut, warga ikut berpartisipasi memberikan hidangan sukarela setiap harinya karena melihat TNI bekerja secara tulus dan ikhlas membangun desa. Warga setempat, Ni Luh Suparti mengaku merasa senang dengan dibuatnya jembatan di Desa Bongan karena dia tidak lagi kesulitan mengantarkan anaknya ke sekolah. ‘’Saya ucapkan terima kasih atas kepedulian TNI dalam membuat jembatan di desa,’’ kata Suparti. (kmb28)


Kamis Pon, 10 Oktober 2019

Status Hukum PDAM Diubah Jadi Perumda Singaraja (Bali Post) – Status badan hukum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng akan diubah mulai tahun 2020 nanti. Sekarang pemerintah baru mengajukan rancangan peraturan daerah (ranperda), yang dijadikan dasar perubahan status badan hukum perusahaan itu. Selama ini status lembaga PDAM itu masih sebagai Perusahaan Daerah (PD). Hal itu sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Maka, Pemkab sendiri harus segera mengubah status badan hukum itu. Dari draf rancangan perda itu, ada dua pilihan perubahan status, yaitu Perusahaan Umum Daerah (Perumda) atau Perseroan Daerah (Perseroda). Dari dua alternatif itu, pemkab lebih tertarik mengubah status hukun PDAM menjadi Perumda. Menyusul rencana perubahan nama itu, pemkab sudah mengajukan ranperda Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) agar mulai dibahas. Direktur Utama (Dirut) PDAM Buleleng Made Lestariana belum lama ini mengatakan, selama ini perusahaan yang dikelolanya itu bergerak memanfaatkan pelayanan air minum yang notabene pelayanan dasar. Sejak didirikan perusahaan ini hanya satu pemilik yaitu pemerintah daerah. Dengan pertimbangan itu dan mengikuti amanat regulasi terbaru, sehingga pihaknya lebih condong me-

milih status hukun PDAM menjadi Perumda. Dengan perubahan status badan hukum itu, kata Lestariana, maka otomatis ada perubahan fungsi dan tatanan organisasi. Dia mencontohkan, salah satu perubahan tatanan organisasi itu adalah dibentuknya Kuasa Pemilik Modal (KPM) dalam hal ini pemerintah daerah sebagai pemilik modal utama, Dewan Pengawas dengan sejumlah komite di dalamnya, serta Direksi Perusahaan. KPM memiliki kewenangan cukup besar. Mengingat Pemilik Modal bisa menentukan nilai keuntungan yang harus disetorkan pada pemerintah daerah. Bila mengacu pada regulasi lama, PDAM menyerahkan deviden keuntungannya pada pemerintah hanya 55 persen dari laba bersih. ‘’Sebagai KPM-nya adalah kepala daerah. Salah satu kewenangannya adalah menentukan proporsi deviden yang wajib dipenuhi perusahaan. Nanti bisa saja ada skala prioritas. Seperti dana cadangan dan peningkatan kualitas dan kontinuitas layanan,’’ tegasnya serius. (kmb38)

Bali Post/ist

RUSAK BERAT – Sepeda motor milik korban rusak berat setelah mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Singaraja – Gilimanuk km 36.200 wilayah Desa Pengulon, Gerokgak, Selasa (8/10) lalu.

Ditabrak dari Belakang, Tiga Pengendara Motor Masuk RS Satu di Antaranya Balita

Singaraja (Bali Post) –

Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di Jalan Singaraja – Gilimanuk kilometer 36.200 wilayah Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak, Selasa (8/10). Kejadian itu menyebabkan tiga orang korban terluka. Seorang korbannya masih bayi di bawah lima tahun (balita - red), bahkan menderita luka-luka serius. Ketiga korban itu sudah dilarikan ke rumah sakit di Kota Singaraja.

Made Lestariana

Bali Post/kmb

Lakalantas ini terjadi sekitar pukul 13.30 Wita. Diawali pengendara sepeda motor DK 7382 US I Gusti Made Darmayasa (35) asal Desa Tinga Tinga datang dari arah Gilimanuk menuju Singaraja. Saat itu, pengendara ini membonceng istrinya, Jro Made Sawitri (30. Tepat di tengahtengah anaknya, Gusti Komang Yudistira (3), duduk di atas jok sepeda motor. Saat melintas, korban berkendara beriringan dengan sepeda motor DK 7322Q yang dikemudikan Gede Indra Bawa (32) juga warga dari tempat sama. Tiba di lokasi kejadian, korban hendak berhenti ke kiri jalan dan seketika menghentikan laju sepeda motornya. Saat itu, tiba-tiba sepeda motor kor-

ban ditabrak dari belakang. Tak pelak, korban dan keluarganya terjatuh dari sepeda motornya. Nahas, istri dan anak yang masih balita itu mengalami lukaluka serius dan langsung diantar ke rumah sakit. Kondisi sama juga dialami pengendara Indra Bawa yang menabrak juga dirawat di rumah sakit, karena mengalami patah tulang. Sementara I Gusti Made Darmayasa dalam kondisi sehat. Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan peristiwa lakalantas itu. Dari olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksisaksi, kata Widana, disebutkan lakalantas itu dipicu

pengendara sepeda motor Indra Bawa yang kurang awas saat berkendara di jalan raya. Pengendara diduga kurang memperhatikan situasi lalu lintas di depannya. Kendaraannya menabrak bagian samping sepeda motor yang ada di depannya. Karena benturan itu, dua kendaraan pun terjatuh hingga mengalami kerusakan. Seketika itu, pengendara dan penumpangnya ikut terjatuh dan mengalami luka-luka serius. Kasus ini sudah ditangani aparat lantas Polres. Kasus itu dipicu kendaraan DK 7322 UQ yang dikendarai Gede Indra Bawa. Dia tidak tahu ada kendaraan di depannya yang hendak menepi, kemudian mena-

brak kendaraan yang ada di depannya. ‘’Kasusnya masih dikembangkan untuk proses lebih lanjut,’’ jelasnya. Tabrakan di Giri Emas Sementara itu, lakalantas juga terjadi di Jalan Singaraja - Amlapura Km 8.100, tepatnya di pertigaan Jagaraga Banjar Dinas Dangin Yeh Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan. Dua sepeda motor dari arah berlawanan terlibat tabrakan, Selasa (8/10) sekitar pukul 21.00 Wita. Akibat kecelakaan itu dua orang pengendara mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit. Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya mengatakan, lakalantas itu berawal dari sepeda motor DK 3546 VK yang dikendarai Komang Suardana (35), warga Dusun Dauh Munduk, Desa Bungkulan datang dari arah timur menuju barat ke kota. Saat melintas di lokasi kejadian,

datang sepeda motor DK 5208 VF yang dikendarai Made Redita (39), warga Dusun Luan Teben, Desa Jagaraga. Sepeda yang datang dari arah berlawanan itu bermaksud berbelok ke selatan. Karena situasi lalu lintas ramai, kedua kendaraan itu akhirnya terlibat tabrakan. Kedua pengendara pun terjatuh dari sepeda motornya. Keduanya juga mengalami luka serius dan dirawat di rumah sakit. ‘’Jadi benar ada laka lantas dan kasus ini masih ditangani Unit Lalu lintas Polsek Sawan,’’ katanya. Terkait penyebab lakalantas, Sumarjaya menyebut, dari pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara, lakalantas ini karena kedua pengendara sepeda motor itu kurang hati-hati, sehingga terjadi lakalantas. Namun, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut, untuk memastikan pemicu terjadinya lakalantas itu. (kmb38)

Penggabungan OPD Eselon IV Tak Semua Di-”cover”, Eselon II, III-A, III-B Aman Adanya rencana penggabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihak eksekutif tidak saja fokus membahas perubahan regulasi bersama DPRD Buleleng. Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) mempersiapkan pengisian sumber daya manusia (SDM), sembari menunggu pembahasan rancangan perda itu rampung. Dengan digabungkannya tiga OPD itu, dipastikan ada pejabat yang “menganggur” alias tidak dapat jabatan. Dari pejabat yang ada, pejabat eselon berapa yang tidak bisa ditampung aman kedudukannya? INFORMASI yang dikumpulkan di lapangan, Rabu (9/10) kemarin, draf Ranperda tentang Susunan dan Kedudukan Perangkat Daerah itu, diusulkan tiga OPD sekaligus digabung.

Masing-masing Dinas Statistik digabung dengan Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian (Kominfo-Sandi). Dinas Ketahanan Pangan dijadikan satu dengan Dinas Perikanan, dan Dinas Kop-

erasi digabung dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin). Setelah ketiga OPD itu dimerger, maka jabatan eselon II (kepala dinas - red) akan hilang. Selanjutnya, pejabat yang memenuhi syarat dengan jabatan eselon II itu harus di-cover. Kalau dari pejabat yang pensiun pada 2020 ini, maka dipastikan pejabat bersangkutan yang merebut jabatan tersebut. Sementara jabatan eselon III-A (setingkat kepala bidang), dan eselon III-B (setingkat sekretaris) setelah dilakukan penggabungan OPD tersebut diperkirakan

ada delapan orang. Pejabat tersebut dipastikan menduduki job-nya setelah OPD digabung. Berbeda dengan eselon IV (setingat kepala seksi) diperkirakan jumlahnya sebanyak 21 orang. Karena stok pejabat ini tergolong banyak, maka kemungkinan besar setelah penggabungan OPD nanti, mereka itu tidak mendapatkan job. Ini tidak bisa dihindari, nasibnya akan ditentukan masa pensiun pejabat dengan golongan eselon sama. Kepala BKPSDM Buleleng Gede Wisnawa mengatakan, sejauh ini telah dilakukan kajian teknis dan juga pemetaan

untuk menempatkan pejabat tersebut. Dari kajian sementara, mendistribusikan pejabat eselon II, III-A, III-B dan eselon IV itu dilakukan dengan cara rolling jabatan. Sedangkan promosi jabatan, kata Wisnawa, tidak akan dilakukan. Apalagi lelang jabatan dipastikan tidak dilakukan setelah OPD itu digabung. “Kami sudah melakukan meping. Untuk eselon II posisinya aman, termasuk eselon III-A dan eselon III-B. Yang menjadi masalah adalah eselon IV. Pejabat eselon IV ini mungkin tidak bisa dicover keseluruhan,” katanya.

Mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Buleleng itu menambahkan, skema seperti itu ditempuh karena pejabat yang sebelumnya memangku jabatan tersebut akan menginjak masa pensiun. Untuk itu, kekosongan jabatan itu harus segera ditutupi. Terkait penggantinya akan dipertimbangkan skill dan kualifikasi pendidikannya. “Karena banyak yang pensiun, sehingga harus diisi, tetapi tidak bisa mengambil pejabat di lembaga bersangkutan. Namun, kita cari dari lainnya dengan mempertimbangan skill termasuk

kualifikasi pendidikannya,” jelasnya. Terkait, kemungkinan pejabat tidak dapat jabatan. Skema yang mau tidak mau harus dilakukan dengan tidak memberikan jabatan kepada pejabat bersangkutan. Rencananya, kebijakan ini dilakukan menunggu sampai pejabat lainnya memasuki masa pensiun. Setelah itu pejabat bersangkutan baru diberikan jabatan. “Yang tidak dapat jabatan sementara menunggu dulu hingga ada yang pensiun baru diberikan jabatan pengganti,’’ kata Birokrat asal Desa Banyuatis, Banjar ini. (mud)


Kamis Pon, 10 Oktober 2019

Kebakaran di Serongga

Kerugian Seratus Juta Rupiah Lebih Gianyar (Bali Post) Warga dikejutkan dengan kebakaran yang terjadi pada bangunan di Jalan Raya Serongga, Desa Serongga, Rabu (9/10) dini hari. Kebakaran pada bangunan yang berderet itu menghanguskan toko sembako, gudang barang bekas dan bengkel. Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran tersebut pertama kali diketahui warga setempat, Ketut Yogi. Saat itu pemuda berusia 24 ini sedang menonton TV di rumahnya, sekitar pukul 02.30 Wita, Rabu kemarin. Saat asyik menonton TV, tiba-tiba listrik di rumahnya padam. Yogi keluar kamar untuk mengecek meteran listrik. Yogi terkejut melihat ada api dari arah Toko Sembako milik Ni Nyoman Sinah (62) yang lokasinya di dekat

rumahnya. Melihat kebakaran itu, ia lantas membangunkan penghuni rumah lainnya, karena takut api merembet ke bangunan lain. Warga setempat juga berhamburan ke lokasi tersebut dan berupaya membantu memadamkan api. Namun, api terus membesar hingga merembet ke gudang barang dan bengkel yang berada satu deret dengan bangunan tersebut. Selang berapa lama, lima unit armada Pemadam Kebakaran Gianyar diterjunkan ke TKP dan api berhasil dipadamkan. Kapolsek Gianyar Kompol Ketut Suastika membenarkan adanya musibah kebakaran tersebut. Dikatakan, penyebab kebakaran yang meludeskan satu deret bangunan itu masih dalam penyelidikan polisi. “Penyebabnya diduga akibat korsleting arus listrik, karena saat kejadian listriknya sempat padam,” ujarnya. (kmb35)

Omzet Setara Restoran

Pemkab Berencana Sasar Pajak Warung Makan Gianyar (Bali Post) Potensi pajak di Kabupaten Gianyar masih belum tergali secara optimal. Kalangan anggota DPRD Gianyar yang menyoroti hal ini sudah mengklasifikasikan sejumlah poin penyebab persoalan tersebut. Kalangan legislatif juga berupaya mengambil langkah guna mengoptimalkan penggarapan potensi pajak. Salah satunya menyasar pajak untuk warung makan yang omzetnya disebutsebut setara restoran. Ketua Komisi III DPRD Gianyar I Putu Gede Pebriantara mengatakan hal itu, Rabu (9/10) kemarin. Menurut Pebriantara, ada tiga hal yang menjadi

penyebab potensi pajak belum maksimal. Persoalan itu dari sistem yang sedang berjalan hingga kenakalan wajib pajak itu sendiri. “Pertama, sistem belum maksimal. Kedua, pengawasan yang masih dan ketiga, masih banyak perusahaan potensial yang belum bayar pajak,” beberrnya. Apabila tiga poin itu bisa diperbaiki, kata Pebriantara, maka PAD Gianyar bisa kembali ditingkatkan. Namun, ia mengakui PAD Gianyar sudah terus meningkat, bahkan tahun ini meningkat signifikan. “Sekarang sudah luar biasa ada kemajuannya dalam peningkatan PAD, yang meningkat hampir Rp 500 miliar. Tapi,

potensi pajak itu masih bisa digali lagi,” tegasnya. Disinggung terkait Kabupaten Badung yang mulai menyasar pajak kos-kosan, politisi PDI-P Dapil Sukawati ini mengatakan, pihaknya belum sampai ke arah itu. “Kalau untuk kos, kami belum mengarah ke sana. Namun, itu sah-sah saja,” ujarnya. Ketua komisi yang membidangi pajak ini mengaku lebih tertarik menyasar pajak warung makan. Ditegaskan, yang disasar nanti adalah rumah makan besar. Pasalnya, omzet warung makan ada yang setara restoran. Warung makan sekelas restoran itu hampir tersebar di tujuh keca-

matan. Pemasukan warung makan yang laris dan ramai bisa menyamai pendapatan restoran. “Itu yang lebih baik disasar,” imbuhnya. Selain menyasar pajak warung makan, kata Febriantara, ada wisata hiburan yang kini sedang tren dan digandrungi wisatawan. Yakni swing atau ayunan yang berada di pinggir tebing. Selain itu, ada pajak rafting yang juga belum optimal disasar. “Swing itu juga harus digarap maksimal, karena sedang tren sekarang,” katanya mengingatkan. (kmb35)


Kamis Pon, 10 Oktober 2019

Loka POM Uji Sampel Jajanan di SD 3 Pendem Negara (Bali Post) – Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Buleleng bersama Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana, Rabu (9/10) melakukan pengawasan terkait obat dan makanan. Selain ke sejumlah produsen makanan, petugas juga melakukan uji sampel jajanan dan minuman di kantin Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Jembrana. Sejumlah jajanan yang dicurigai berpotensi berbahaya, baik dari bentuk dan warna dilakukan rapid test. Hasilnya, dari 10 sampel jajanan di kantin SD Negeri 3 Pendem yang dijual, semuanya dipastikan aman dikonsumsi. Atau tidak mengandung bahan-bahan berbahaya seperti pewarna merah Rhodamin B, borak dan formalin. “Dari empat parameter itu, semua sampling yang kita ambil negatif. Artinya aman dikonsumsi. Di sini kita juga memberikan edukasi kepada sekolah dan anak-anak tentang pangan aman,” ujar Kepala Loka POM Buleleng Made Ery Bahari Hantana. Sampel yang diambil itu di antaranya, kerupuk, mie goreng, sate, nugget, makaroni dan stik balado. Hampir semua sampel itu

memiliki bentuk dan warna yang mencolok. Made Ery ditemui wartawan seusai interaktif di Radio Swara Negara mengatakan, selain pengawasan ke kantin sekolah, tim juga melakukan pengawasan sarana produksi pangan dan edukasi ke sarana ritel. Dua toko swalayan di Kota Negara disasar dan diberikan edukasi terkait pangan aman. Bagi konsumen, diberikan edukasi supaya cerdas sebelum membeli pangan. Baik itu terkait kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa. “Untuk usaha ritel, kami juga sosialisasikan bagaimana menjaga kemasan, menata dagangan dan selalu mengecek kedaluwarsa serta pengawasan sarana distribusi kosmetik,” tambahnya. Menurutnya upaya ini dilakukan secara rutin dari Loka POM bersama Dinas terkait. Selama setahun ini, masyarakat khususnya di Jembrana jauh lebih waspada terkait pangan aman. Meskipun masih ada yang ditindak hingga ke proses hukum seperti penjual jamu di Pasar Senggol Negara beberapa waktu lalu. Tetapi bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, baik usaha maupun konsumen sudah semakin cerdas dalam keamanan pangan. (kmb26)

SOSOK Pererat Komunikasi Sejak menjabat sepekan lalu, Kapolres AKBP Ketut Gede Adi Wibawa aktif menyambangi tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Jembrana. Upaya ini sengaja dilakukan mantan Dansat Brimob ini untuk mempererat komunikasi. Kapolres juga mengajak tokoh untuk bekerja sama dalam menjaga keamanan dan menciptakan situasi Kambtimbas di Jembrana tetap kondusif. “Hubungan yang sudah berjalan baik ini kita jaga, kegiatan semacam ini akan terus dilakukan, seluruh elemen masyarakat,” terang perwira asal Tabanan ini. Dalam momen sambang toga dan tomas itu, Kapolres juga memperkenalkan diri bertugas di wilayah Jembrana. Ia berharap hubungan dan komunikasi yang baik ini bisa terus terjalin. Setiap permasalahan yang timbul, menurutnya dikarenakan komunikasi yang terputus atau terganjal. Karena itu komunikasi sangatlah penting. (olo)

Uji Jajanan Kantin – Loka POM Singaraja bersama Dinas terkait menguji sampel jajanan di kantin SD 3 Pendem guna memastikan kandungan aman. Dari hasil tes, semua makanan dan minuman di tempat itu aman dikonsumsi.

Dipertanyakan, Rapat Amdal Pabrik B3 Digelar di Luar Jembrana Negara (Bali Post) Rencana pembangunan pabrik pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Dusun Munduk, Desa Pengambengan nampaknya akan terealisasi. Bahkan pihak investor yang mengajukan yakni PT Klin sudah masuk proses Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) dan Rabu (9/10) kemarin telah menggelar rapat komisi penilai. Namun, rapat yang diselenggarakan di Seminyak, Kuta, Badung itu mengundang pertanyaan, khususnya sejumlah warga di sekitar lokasi pabrik. Mengapa rapat tersebut justru digelar di luar Jembrana dan hanya sebagian kecil warga yang diikutkan. Padahal, pabrik

itu nantinya memiliki dampak yang luas bagi masyarakat dan desa. Sejumlah LSM yang diundang dalam rapat tersebut juga sempat mempertanyakan hal tersebut. Ida Bagus Aryanto, LSM Forkot, menyebutkan rapat berkaitan dengan Amdal ini seharusnya juga digelar di

Jembrana. Semua unsur masyarakat terutama di sekitar lokasi juga diundang sehingga masyarakat dari awal juga mengetahui proses Amdal ini. Menurutnya Ariyanto, rapat komisi Amdal kemarin belum final. Banyak hal yang harus dibicarakan lebih lanjut terutama bersinggungan dengan lingkungan sekitar. Termasuk beberapa instansi yang terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Pemukiman Jembrana juga tidak diundang. Persoalan lain yang harus diperhatikan adalah terkait nantinya dampak sosial ke

masyarakat. Seperti penyerapan tenaga lokal dan mengenai kompetensi pekerja. Selain PT Klin yang rencananya akan membangun di Pengambengan, empat perusahaan lain juga memiliki minat yang sama di Jembrana. Pabrik pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) ini masuk di zona tata ruang untuk Kabupaten Jembrana. Terutama daerah industri seperti di Pengambengan, Cupel dan Tegalbadeng. Dari lima perusahaan itu baru satu perusahaan yang sudah proses Amdal. (kmb26)

Blangko E-KTP Kosong

Disduk Keluarkan Ribuan Suket

Negara (Bali Post) Pembuatan KTP elektronik (KTPel) di Kabupaten Jembrana untuk sementara masih menggunakan surat keterangan (suket). Hal ini karena kendala stok blangko yang masih kosong dari pemerintah pusat. “Untuk sementara kami masih menggunakan suket untuk perekaman baru. Tercatat untuk bulan September sudah tercetak 1.858 lembar. Sehingga total sudah sejak Januari 2019 tercetak 15.443 lembar kami cetak. Seluruhnya masih melakukan pencatatan menggunakan suket,’’ ujar Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Jembrana I Ketut Wiaspada dihubungi, Rabu (9/10) kemarin. Kendati demikian, ia mengaku tidak terpengaruh belum turunnya blangko dari pemerintah pusat. Bahkan perekaman dengan metode jemput bola terus dilakukan utamanya menyasar SMA/ SMK sebagai wajib KTP pemula. “Blangko belum dikirim lagi dan semuanya masih gunakan suket bagi pencari KTP baik pemula maupun penggantian. Sepanjang blangko kosong akan terus diberikan suket,” jelasnya. Terkait kekosongan blangko, ia mengaku tidak tinggal diam dan terus berkomunikasi lewat pihak berwenang. Kendala ini juga sudah

disampaikan lewat Dukcapil Provinsi untuk diteruskan ke Dirjen Dukcapil Kemendagri. Disinggung mengenai keabsahan suket sebagai dokumen kependudukan, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Suket adalah dokumen yang sah dan resmi selama blangko masih kosong. Hal ini diperkuat dengan UU Nomor 23 Tahun 2006 serta surat edaran Menteri Dalam Negeri mengenai keabsahan suket. Bahkan dikatakannya, suket juga diperbolehkan digunakan saat masyarakat memberikan hak suara saat pilkel (pemilihan perbekel) serentak beberapa waktu lalu. Termasuk juga untuk pileg hingga pilkada. Selanjutnya ketika blangko normal sudah tersedia kembali, suket bisa ditukar dengan KTP dan diajukan lagi oleh warga. Dari data yang dihimpun Dinas Dukcapil Jembrana mengenai perkembangan dan kepemilikan eKTP di Jembrana sampai 30 Agustus tahun ini, total jumlah penduduk sebanyak 327.438 jiwa, penduduk wajib KTP sebanyak 242.316, sudah melakukan perekaman 229.268, dan yang belum perekaman 13.048. Sementara e-KTP yang sudah terbit sebanyak 227.709, sedangkan e-KTP yang belum terbit sebanyak 1.559 lembar. (kmb26)

JEMPUT BOLA - Petugas dari Dukcapil melakukan jemput bola rekam e-KTP ke sekolah.


Kamis Pon, 10 Oktober 2019

Komisi IV Sidak RSUD, Dinsos, dan Dispar

Tingkatkan PAD dari Berbagai Sumber

Bali Post/kmb41

SIDAK - Komisi IV DRPD Karangasem saat melakukan sidak ke RSUD Karangasem. Sidak itu untuk mengetahui keluhan yang dihadapi pihak rumah sakit. Amlapura (Bali Post) Komisi IV DPRD Karangasem melaksanakan sidak ke sejumlah tempat, Rabu (9/10) kemarin. Lokasi yang disasar adalah RSUD Karangasem, Dinas Pariwisata termasuk Dinas Sosial. Khusus Dispar diharapkan dapat menggenjot PAD dari objek mandiri, kelompok dan lainnya. Agenda sidak itu sendiri dipimpin langsung Ketua Komisi IV Nyoman Rena. Nyoman Rena mengung-

kapkan, sidak yang dilakukan di RSUD Karangasem bertujuan untuk mengetahui keluhan yang dihadapi rumah sakit. Pasalnya, lembaga RSUD dalam tugas pokoknya adalah menjalankan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Karena itu dewan harus tahu permasalahan yang ada di bawah. Dengan demikian, pihaknya nanti bisa mengawal dengan baik segala keluhan yang dialami RSUD. ‘’Kita lakukan sidak ini

sebelum digelar pembahasan KAU-PPAS untuk APBD Induk 2020. Kita dapatkan berbagai masalah yang dihadapi rumah sakit. Saat rapat nanti kita akan sampaikan, sehingga apa yang menjadi keperluan RS dapat dicantumkan pada APBD Induk 2020,’’ ujarnya. Rena mengatakan, keluhan yang paling urgen adalah adanya tunggakan klaim BPJS di Rumah Sakit Karangasem selama tiga bulan. Kondisi itu dinilai mengganggu pelayanan di rumah sakit. Pihaknya segera memanggil BPJS untuk membahas tunggakan klaim yang dimaksud. ‘’Kita segera akan jadwalkan bertemu BPJS untuk membicarakan masalahmasalah yang dihadapi guna dicarikan solusi efektif,’’ katanya. Dia menambahkan, selain melakukan sidak ke RSUD, pihaknya juga melaksanakan sidak ke Dinas Pariwisata. Di sana juga disoroti ada dugaan kebocoran retribusi rafting. Sebab, sebelumnya PAD yang dihasilkan dari pariwisata nomor dua di bawah sektor galian C. ‘’Kita minta Dinas Pariwisata bisa menggenjot PAD dari berbagai objek. Mulai objek mandiri, kelompok dan lainnya, sehingga PAD dari sektor pariwisata maksimal,’’ harap Rena. (kmb41)

Pengadaan Videotrone Telan Dana Rp 400 Juta

Bagi Informasi Pembangunan untuk Masyarakat

Bali Post/kmb41

VIDEOTRONE - Pemkab Karangasem membangun videotrone di perempatan Subagan. Amlapura (Bali Post) Pemkab Karangasem membangun videotrone yang dipasang di perempatan Subagan, Amlapura. Pembangunan videotrone itu sebagai upaya memberikan informasi lebih efektif terkait geliat pembangunan untuk masyarakat. Kadis-

kominfo Karangasem I Komang Daging, Rabu (9/10) kemarin mengungkapkan, anggaran pengadaan videotrone sebesar Rp 400 juta. Saat ini videotrone mulai diujicobakan. ‘’Videotrone itu kita pasang di perempatan Subagan,’’ ucapnya. Daging menambahkan, pem-

bangunan videotrone dilakukan sebagai upaya langkah efektif memberikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Lewat pembangunan itu masyarakat Karangasem mengetahui pencapaian program yang dilakukan pemerintah daerah selama ini. ‘’Kita berharap lewat videotrone semakin mempermudah masyarakat mengetahui hasil kinerja pemerintah. Peruntukannya tidak hanya untuk Diskominfo saja, melainkan OPD lainnya. Termasuk promosi pariwisata dilakukan lewat videotrone tersebut,’’ katanya. Lebih lanjut dikatakan, bila ada anggaran nanti pihaknya ingin kembali melakukan pengadaan videotrone ini. Alasannya, saat ini baru bisa membangun satu unit saja. Dana yang dipergunakan sebagian besar melalui APBD Induk 2019. ‘’Kita ingin keberadaan videotrone lebih dari satu. Semoga ke depan ada anggarannya,’’ harap Daging. (kmb41)

Bali Post/IST

PADAMKAN API - Petugas gabungan BPBD, TNI, Polri dan masyarakat saat memadamkan api.

Lagi, Lereng Gunung Agung Terbakar BPBD dan Warga Buat Sekat Padamkan Api

Amlapura (Bali Post) -

Kebakaran lahan hutan akibat musim kemarau panjang kembali terjadi di Dusun Pucang, Desa Ban, Selasa (8/10) lalu. Tak hanya lahan hutan yang terbakar, namun lahan milik warga juga ikut diamuk si jago merah. Untuk memadamkan api, tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dibantu masyarakat bersama-sama bergerak secara all out berusaha memadamkan api. KRPH Daya I Gede Susila mengatakan, kebakaran kembali terjadi di Dusun Pucang, Desa Ban, Kecamatan Kubu. Lahan hutan yang terbakar berada di kompleks hutan Gunung Abang-Agung (RTK). ‘’Kawasan yang terbakar ada pada ketinggian 1.400 Mdpl. Kebakaran masih berada di zona merah kawasan rawan bencana (KRB III),’’ ucapnya. Susila menambahkan, un-

tuk memutus kobaran api agar kebakaran tidak meluas, warga setempat membuat sekat secara manual dengan tujuan agar api tidak melalap tumbuhan bambu. ‘’Kebakaran sebetulnya sudah mampu ditangani. Kini kita masih terus melakukan pemantauan. Kita minta peran warga agar bisa ikut memantau sekaligus menangani kebakaran agar tidak

meluas,’’ ucapnya. Seorang warga, Wayan Sujana, mengatakan untuk mencegah kebakaran semakin meluas, warga setempat membuat sekat untuk memutus api. ‘’Warga Pucang langsung melakukan pemadaman api. Lahan yang terbakar adalah rumpun bambu,’’ ucapnya. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa menambahkan, selain kebakaran hu-

tan, kebakaran lahan warga juga terjadi di Banjar Dinas Tegallanglangan, Desa Datah, Kecamatan Abang. Kebakaran juga terjadi di Lingkungan Padangkerta Kaler, Kelurahan Padangkerta. Sebuah pohon beringin setinggi 40 meter terbakar. ‘’Sejatinya kebakaran di lahan kosong itu relatif luas, sebab mencapai 50 are. Sejauh ini belum diketahui penyebab kebakaran. Sedangkan kebakaran pohon bunut disebabkan kelalaian warga saat mereka membakar sampah. Untungnya pohon-pohon itu tidak ikut terbakar,’’ tegas Arimbawa. (kmb41)

BPJS Nunggak Klaim Rp 14,9 Miliar

RSUD Kesulitan Biaya, Kas Tersisa Rp 200 Juta RSUD Karangasem mulai kelimpungan alias kesulitan meng-cover seluruh biaya operasional rumah sakit. Penyebabnya, BPJS selama tiga bulan ini masih menunggak klaim Rp 14,9 miliar dari RSUD Karangasem. Kondisi itu membuat pihak rumah sakit kocar-kacir mencari dana untuk biaya operasional, karena kas masih tersisa Rp 200 juta saja. Lalu bagaimanakah caranya RSUD mengatasi permasalahan dana yang dihadapi akibat belum dibayar pihak BPJS? DIREKTUR RSUD Karangasem I Wayan Suardana mengatakan hal itu, Rabu (9/10) kemarin. Menurutnya, BPJS menunggak klaim di RSUD selama tiga bulan ini. Utang BPJS terhitung bulan Juni sampai Agustus sama

sekali belum pernah dibayar. Seharusnya klaim sudah dibayar pihak BPJS. Namun sampai detik ini belum ada kejelasan terkait pembayaran klaim itu. ‘’Klaim belum terbayarkan selama tiga bulan. Nominalnya malah

sudah menyentuh Rp 14,9 miliar. September memang belum, karena masih dalam proses,’’ ujarnya Terkait belum ada kejelasan kapan dana dari BPJS dibayarkan, memang sudah disampaikan secara lisan pihak BPJS kalau mereka belum ada uang. ‘’Namun pemberitahuan secara resmi sejauh ini belum ada,’’ tegas Suardana. Kondisi itu, kata Suardana, membuat pihak rumah sakit mulai kelimpungan meng-cover seluruh biaya operasional rumah sakit. Terutama terkait keperluan mendesak

atau penting. Seperti pembelian obat, keperluan makan pasien, termasuk perawatan gedung. Selain itu jasa pelayanan (jaspel) dokter selama tiga bulan ini belum terbayarkan akibat kondisi ini. ‘’Sekarang kita hanya memiliki anggaran sekitar Rp 200 juta. Inilah yang kita khawatirkan ke depannya,’’ tambahnya. Kalau anggaran yang tersisa itu habis, maka kita tidak bisa ngomong apa-apa. Bahkan biaya operasional selama ini masih ngutang dengan pihak yang diajak kerja sama.

‘’Sebagian besar pasien yang kita layani adalah peserta BPJS. Sedangkan pasien umum hanya 8-15 persen. Uang itu biasanya kita gunakan dari anggaran tetap, seperti untuk bayar listrik,’’ katanya. Kepala BPJS Karangasem Eni Supriatma tidak menampik jika BPJS masih menunggak klaim di RSUD Karangasem selama tiga bulan ini. ‘’Kita masih terkendala defisit anggaran. BPJS saat ini masih menunggu kucuran dana dari pemerintah pusat yakni Kemenkeu,’’ ucap Eni Supriatna serius. (nan)

Foto Bali Post/kmb41

I Wayan Suardana


Kamis Pon, 10 Oktober 2019

Bisa Dijadikan Contoh Keterlibatan Warga dalam Pengembangan Desa Wisata Semarapura (Bali Post) -

Pemkab Klungkung cukup gencar melobi sejumlah kementerian untuk merebut potensi anggaran yang bisa dimanfaat untuk membangun daerah. Salah satunya pada Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Di sini, Pemkab melihat peluang untuk pengembangan kawasan pedesaan, Klungkung menjadi prioritas nasional. Sebagai tindak lanjut hasil lobi pemkab, pihak Kemenko PMK, turun langsung ke wilayah Kepulauan Nusa Penida, Selasa (8/10) sore, untuk melihat realitas potensi destinasi wisata ini dari dekat. Deputi Kemenko PMK Sonny Harry B Harmadi, setelah tiba di Nusa Penida langsung menyasar Pantai Crystal Bay, salah satu objek wisata favorit di Nusa Penida. Melihat arah pembangunan daerah yang cukup gencar mengembangkan sektor pariwisata, Harmadi menegaskan WISATAWAN - Pantai Crystal Bay nampak dipenuhi wisatawan, Selasa (8/10) sore.

akan meneruskan komitmen kuat ini dengan melakukan koordinasi ke Kementerian Pariwisata dan Kementerian Desa untuk mengembangkan desa wisata di Nusa Penida menjadi prioritas nasional. “Setelah melihat wisatawan pada objek wisata Crystal Bay, desa-desa yang ada di Nusa Penida tentu dapat menjadi contoh dan dapat dikembangkan menjadi salah satu prioritas desa wisata di Indonesia,” tegasnya. Satu hal yang membe-

dakan pengembangan desa menuju desa wisata, menurutnya adalah peran aktif desa adat dalam membantu pengembangan pariwisata di Bali. Inilah yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa wisata lain di Indonesia. Sehingga, desa wisata itu menjadi kuat dan semua komponen masyarakatnya bergerak. Apalagi, setelah Klungkung menyatakan siap menjadi bagian dalam pengembangan Kawasan Pedesaan Prioritas Nasional

(KPPN), apabila berhasil lolos, maka Klungkung akan memperoleh banyak program dari kementerian dan lembaga setingkat lainnya. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan siap melakukan koordinasi lebih jauh dengan Kemenko PMK maupun kementrian di bawahnya. Pariwisata Nusa Penida dikatakan sedang bangkit, ini menjadi salah satu opsi membuka lapangan kerja dan mensejahterakan masyarakat setempat. Lobilobinya ke sejumlah kementrian ini, agar pusat melirik Klungkung khususnya Nusa Penida yang sedang serius berbenah. Menjadi bagian dari KPPN adalah salah satu tujuan terbesarnya. Karena ini akan memberi imbas besar pada pembangunan di daerah. (kmb31)

Paksebali Bersaing dalam Ajang Desa Wisata Nusantara

SOSOK Dimediasi BPKP Peninggalan bersejarah Kertha Gosa, menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Bumi Serombotan. Setiap hari tempat ini ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. Tetapi, tempat ini masih menyisakan masalah klasik, yakni soal status kepemilikan asetnya, yang tak kunjung ada titik temu antara pemerintah daerah dengan pihak Puri Agung Klungkung. Persoalan ini sudah beberapa kali dimediasi di Badan Pertanahan Nasional Klungkung, tetapi belum ada tanda persoalan ini bakal dapat segera tuntas. “Terakhir, kami bahkan dimediasi BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Di sana hadir dari kedua belah pihak, kami (pemerintah daerah) dan pihak Puri Agung Klungkung. Tapi, hasilnya masih belum ada titik temu,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Klungkung Nengah Sudiarta, belum lama ini. Di sisi lain, kata Sudiarta, sejumlah bagian Kertha Gosa sudah mulai keropos. Seperti pada bagian Balai Kambang, yang dikelilingi kolam penuh dengan bunga teratai. Pihaknya, mengaku sudah beberapa kali mendatangkan pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya, agar bisa dilakukan proses perbaikan atau restorasi. Tetapi, karena statusnya dikatakan belum jelas, sehingga belum bisa ditetapkan sebagai bagian dari cagar budaya. Ini pula yang membuat proses perbaikan terus tertunda. Sementara pihak BPKP juga dikatakan akan siap memfasilitasi kembali untuk proses mediasi. (gik)

Semarapura (Bali Post) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI terus memotivasi desa wisata di Indonesia untuk berkembang dan berinovasi. Untuk meningkatkan capaian tujuan tersebut, tahun ini mereka membuat kompetisi Desa Wisata Nusantara. Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, menjadi salah satu nominasi dalam ajang tersebut dan didatangi langsung pihak kementerian, Rabu (9/10) kemarin. Ketua BUMDes Paksebali yang juga Pokdarwis Paksebali Made Mustika menyebutkan, salah satu unit usaha yang dikembangkan Desa Paksebali adalah unit usaha pariwisata Kali Unda. Menurutnya, Desa Paksebali memiliki beragam potensi wisata, mulai wisata alam perbukitan, budaya, kerajinan dan destinasi lainnya. Dengan pengembangan potensi tersebut, jumlah kunjungan wisatawan setiap tahun mengalami peningkatan. “Begitu juga di bidang pemberdayaan, ini mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan dari tahun sebelumnya,” katanya.

Hadir dalam proses penilaian Desa Wisata Nusantara Tahun 2019, Tim Penilai langsung dari Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI dan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Paksebali, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bali, Kadis PMDPPKB Klungkung, Wayan Suteja, Camat Dawan, A.A Putra Wedana dan mmasyarakat setempat. Ketua Tim Penilai Tionar Sitorus menyampaikan cara ini untuk meningkatkan potensi wisata desa yang lebih fleksibel dan terkoneksi. Sekaligus mengapresiasi desa dalam pengembangan desa wisata dan mendorong BUMDes berperan aktif dalam pengelolaan destinasi wisata di desa. Tionar Sitorus menyebutkan, saat ini dirinya bersama tim melakukan verifikasi lapangan untuk mencocokkan data yang dikirim dengan kenyataan di lokasi desa wisata. Selanjutnya akan dilakukan penilaian oleh tim juri untuk menentukan layak dan tidaknya desa ini ke tahap berikutnya. “Salah satu tujuannya

Bali Post/gik

PAKSEBALI - Kali Unda, salah satu potensi desa wisata di Desa Paksebali yang banyak menyedot wisatawan. adalah untuk mempromosikan destinasi wisata di Indonesia melalui teknologi informasi,” ujarnya. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta pada kesempatan itu menyampaikan keberhasilan pembangunan desa dapat diukur dari bagaimana desa itu mampu menekan angka kemiskinan dan menggali potensi untuk dikembangkan.

Untuk memajukan potensipotensi itu diperlukan orangorang yang memang berkompeten di bidangnya. “Kesempatan ini jangan dijadikan beban. Karena keberhasilan pembangunan desa adalah bagaimana desa itu mampu menekan angka kemiskinan dan menggali potensi desa untuk dikembangkan. Sehingga dapat meningkatkan sumber

pendapatan desa,” tegasnya. Bupati Suwirta menyatakan selama ini pemerintah daerah telah bersama-sama mempromosikan destinasi wisata yang ada di desa. Bahkan, dalam setiap kesempatan, bersama kepala OPD Pemkab Klungkung, turun langsung untuk menjelajah potensi yang ada di desa. (kmb31)

Nusa Penida Festival V Ditutup

Suwirta Dipuji Punya Komitmen Majukan Daerah

Bali Post/gik

USULAN - Bupati Suwirta saat menyerahkan usulan KPPN, saat penutupan NPF 2019, Selasa malam.

Semarapura (Bali Post) Nusa Penida Festival V tahun 2019, Selasa (8/10) malam, ditutup. Agenda tahunan ini ditutup langsung Deputi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) Sonny Harry B Harmadi bersama Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Momen ini dimanfaatkan Bupati Suwirta untuk membawa usulan ke pusat, dengan menyerahkan dokumen potensi desa usulan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN). Sonny Harmadi mengaku cukup terkesan setelah menyaksikan keragaman atraksi budaya di Nusa Penida lewat

karnaval budaya di akhir agenda itu. Ia juga melihat dari dekat tekad Bupati Suwirta dalam membangun Nusa Penida. Menurutnya, jarang ada kepala daerah yang memiliki komitmen kuat seperti Bupati Suwirta dalam memperjuangkan daerahnya di pusat. Dia mengingatkan, pembangunan daerah akan dikatakan berkualitas dan berhasil jika tidak meninggalkan satu orang pun warganya. “Dalam pembangunan harus menggandeng dan memberdayakan peran serta seluruh elemen masyarakatnya,” katanya. Bupati Suwirta mengatakan, meskipun pariwisata

Nusa Penida telah berkembang pesat, namun kegiatan promosi dan branding harus tetap dilakukan melalui kegiatan-kegiatan semacam festival ini. Dirinya tetap mengingatkan untuk tidak hanya mengandalkan potensi laut, namun juga mengembangkan kerajinan UKM. Menurutnya, industri pariwisata adalah industri yang sensitif terhadap isu-isu seperti terorisme, wabah penyakit, bencana alam dan lainnya yang tidak bisa diprediksi kejadiannya. “Jangan menggantungkan hidup sepenuhnya pada pariwisata saja. Bidang lain seperti pertanian dan peternakan hendaknya juga

tetap dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan terburuk. Karena jika suatu saat pariwisata alami goncangan, maka ekonomi tidak ikut akan jatuh,” ujarnya. Selain itu, Bupati Suwirta juga mengingatkan untuk senantiasa menjaga alam dan perilaku masing-masing individu. “Tolong jaga alam dan perilaku dengan baik. Jika kita ingin maju maka kita harus mengubah perilaku, khususnya dalam mengolah sampah. Sampah utamanya plastik, harus dibuang pada tempatnya. Selain itu, jangan sombong kalau pariwisata Nusa Penida sudah maju. Pokoknya, jangan lupa sepi pada saat ramai,

karena jika pariwisata yang ramai ini tiba-tiba sepi, maka kita tidak akan mengalami guncangan,” imbuhnya. Dalam malam puncak penutupan NPF V tahun 2019 ini, dimeriahkan oleh aksi group musik Johny Agung dengan genre reggae dan musisi ibu kota Tipe-X dengan musik Ska dan aksi live DJ Denada dan dentuman kembang api sebagai penutup. Ribuan penonton yang memadati pesisir pantai dan Pelabuhan Banjar Nyuh tampak hanyut dalam lantunan lagu-lagu bergenre reggae, ska dan techno yang dibawakan para musisi. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Pon, 10 Oktober 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA ART/Baby Sitter untuk Villa Pribadi (Berawa), Gaji Menarik, Memiliki Motor, Hub WA : 085100050706

B.BP.004.10.19.0000232

Dcr Supervisor Lapangan STM/Poltek Bangunan Hub.081916759099 Email:hakersenbali@yahoo.co.id

B.BP.001.10.19.0000230

Dcr Karyawan Serabutan laki2, SIM A,Utk Perushaan Weeding Hub:08786893277/081336675777 B.BP.001.10.19.0000270

PT.BPR Pande Artha Dewata membutuhkan segera: AO (Account Officer),Administrasi Kredit, Kolektor Dana.Pendidikan S1, dll,SLTA. kirim CV ke Jalan Diponegoro No.162 Denpasar Telp.(0361) 223740 - 264236 B.BP.001.10.19.0000265

BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA 081375409869 & 087754689692 B.BP.004.10.19.0000169

BIRO JASA

SERVICE

DIJUAL RUMAH

SERVICE

DIJUAL MOBIL

SERVICE

Dcr PRT wanita,single,tidur dalam, untuk area KesimanDenpasar. Hub.081216017994

B.BP.004.10.19.0000211

Dcr Sopir SIM B1/A,Pengalaman, SerabutanMinSMALam:CV.PPS, Jl.Mahendradata168A,Telp.8466326

B.BP.001.10.19.0000086

Dcr Tng Programer Tmtn Diploma Sarjana,Laki2/Wanita,CV/KTP/ Lam.Ijasah ke ITEKES Bali Jl.Tkd. Balian 180 Dps 03618956208 B.BP.001.09.19.0000871

Dcr Asisten Rmh Tngga,KTP Bali Tinggal Dalam.SMS 08123854425 B.BP.004.10.19.0000278

Dibthkan Tng Supir pria punya Sim A/B,bw KTP,Ijazah terakhir CV lam bw ke Itekes Bali Jl.Tk Balian 180 Dps T.0361-8956208 B.BP.001.10.19.0000195

Dicari Admin Laundry-Seminyak Pengalaman 1 thn,Bisa Microsft Office(Wanita) Tlp.0361-289742 Email: asahrd2018@gmail.com B.BP.001.10.19.0000203

Dicari Segera Kasir utk Salon Nyky Waturenggong & Admin daerahRenonHub.087860560187 B.BP.001.10.19.0000240

Dicari Pegawai Laki-laki untuk Jualan Sempol.Hub:081237199004 B.BP.001.10.19.0000272

Rcptionist Dicari segera untuk Daerah Sanur Bypass Hub:289700/081802987999 B.BP.001.10.19.0000198

Staf admin Pengalaman +/- 5thn menguasai Inggris & Akunting Bisa buat Lap.Keuangan,bisa Komputer (Exel,Word,Access) Kirimke PT.APA Jl.Poh Gading Timur 99x Jimbaran,Kuta Slatan Email ke:myriam@apasifik.com Lampirkan srt pengalaman kerja B.BP.001.10.19.0000266

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Travel Bth Staff Accounting & Reservation Hub:08123803997

PROPERTY

DIJUAL MOBIL

Sgra Rmh Full Bngunan,LT 1,4A Perum Jadi Pesona Utama II Brt Tkd.Buaji Densel 085100579876

B.BP.004.10.19.0000051

SUZUKI

Ertiga Th 2015,Asli DK,Pribadi DK.1000 Hub.08533826778 B.BP.001.10.19.0000263

PROPERTY DIJUAL TANAH

1A Abianbase,1A Sempidi,1.31A Satelindo Gatsu.H:085937089333 B.BP.001.10.19.0000262

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.10.19.0000267

BIRO JASA

Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan Bulanan SIUP NPWP081338344155 B.BP.001.10.19.0000082

KEHILANGAN

Tlh Hlg Kartu Pengawasan Angkutan Taksi Hb:08124655107 B.BP.101.10.19.0000280


Kamis Pon, 10 Oktober 2019

Dinas Kesehatan Bali Edukasi Masyarakat tentang Penggunaan Alat Kesehatan dan PKRT DINAS Kesehatan Provinsi Bali terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) yang benar melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi. Seperti yang dilaksanakan di Restoran Madu Sari, Kintamani, Rabu (9/10) kemarin. Dengan menghadirkan narasumber dari Direktorat Penilaian Alkes dan PKRT Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Bali memberikan edukasi sekaligus mengajak masyarakat di Kabupaten Bangli agar paham dan cerdas dalam memilih dan menggunakan alat kesehatan. Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ni Made Metti Utami, S.KM., M.Si. mengatakan, kegiatan edukasi ini sangat penting dilaksanakan.

Dengan harapan masyarakat nantinya memahami alat kesehatan dan PKRT yang digunakan sesuai mutu, manfaat dan keamanannya. Selain masyarakat umum, peserta yang juga dilibatkan dalam pertemuan edukasi kemarin, berasal dari organisasi profesi IAI (Ikatan Apoteker Indonesia), IDI (Ikatan Dokter Indonesia), PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia), IBI (Ikatan Bidan Indonesia), organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, organisasi kesiswaan, dan pramuka. Selain itu dilibatkan juga tenaga kesehatan (promkes, pengelola alkes) kabupaten dan puskesmas, kader kesehatan serta kader posyandu. “Kita juga melibatkan agent of change (AOC) yakni apoteker yang bekerja di apotek/klinik/ RS. Nanti mereka yang akan memberikan edukasi lang-

sung ke masyarakat setelah mengikuti sosialisasi ini. Caranya, saat masyarakat mengunjungi apotek, klinik atau rumah sakit membeli alat kesehatan, AOC ini bisa memberikan edukasi bagaimana cara penggunaannya, manfaatnya, ada izin edarnya tidak, dan cara penyimpanannya,” terangnya. Dijelaskan Metti Utami, alat kesehatan yang dimaksud jenisnya bermacam-macam. Ada yang risiko tinggi, risiko menengah, dan risiko sedang. Contohnya, alat pacu jantung, ring, pen yang dipasang di dalam tubuh. Sementara PKRT adalah alat-alat kesehatan untuk perawatan kesehatan contohnya seperti pembalut, kondom, alat pembersih lantai, sabun cuci, diapers (popok bayi) dan lainnya. “Jadi masyarakat harus tahu, produknya ada izin edarnya tidak, tahun produk-

sinya, masa kedaluwarsanya, bagaimana cara penggunannya dan bagaimana cara penyimpanannya. Kalau punya izin edar artinya sudah melalui uji mutu dari pemerintah, sudah aman. Kalau punya izin edar tapi sudah kedaluwarsa, takutnya akan membahayakan konsumen,” jelasnya. Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan masyarakat Bangli ke depannya semakin cerdas memilih dan mengunakan alat kesehatan dan PKRT. Setelah di Kabupaten Bangli, rencananya kegiatan edukasi tentang penggunaan alat kesehatan dan PKTR yang benar akan dilaksanakan di kabupaten lainnya di Bali. “Kegiatan ini sementara sudah kita laksanakan di tiga kabupaten. Tahun depan rencananya di Tabanan. Semua kabupaten di Bali kita targetkan tercover,” imbuhnya. (ad283)

EDUKASI - Dinas Kesehatan Provinsi Bali memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang penggunaan alat kesehatan dan PKRT yang benar.

Kejar Pendapatan Daerah dari Sektor Sumber Daya Air

Tukad di Bangli Bakal Dipasangi ”Watermeter” Bangli (Bali Post) –

Bupati Bangli I Made Gianyar serius berkeinginan mengejar pendapatan daerah dari sektor sumber daya air. Bersama sejumlah pimpinan OPD terkait, Rabu (9/10) kemarin Made Gianyar turun langsung ke tukad (sungai) untuk mengecek sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan kabupaten tetangga. Rencananya, Pemkab Bangli akan memasang watermeter di beberapa sumber mata air yang digunakan untuk keperluan komersial oleh PDAM kabupaten lain.

Bali Post/kmb40

PADAMKAN API - Petugas pemadam kebakaran bersama polisi dan warga memadamkan api yang membakar lahan bambu di Banjar Penglipuran, kemarin.

Lahan Bambu di Penglipuran Terbakar Bangli (Bali Post) Lahan bambu milik warga di Banjar Penglipuran, Kelurahan Kubu, Bangli, terbakar, Rabu (9/10) kemarin. Kebakaran dipicu adanya aktivitas pembakaran sampah di dekat lokasi. Tiga armada damkar milik Pemkab Bangli dikerahkan untuk membantu memadamkan api. Informasi yang dihimpun menyebutkan peristiwa kebakaran di lahan bambu milik Wayan Budiasa diketahui terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Sebelum peristiwa terjadi, korban sempat bersih-bersih di lahan miliknya. Korban bersama saksi Wayan Semara Dana kemudian mengumpulkan sampah untuk dibakar. Karena cuaca saat itu sedang panas terik, api dari aktivitas pembakaran sampah itu menjalar ke beberapa pohon bambu. Sehingga api dengan cepat membesar. Saksi dan korban kemudian meminta pertolongan warga di sekitar. Upaya pemadaman awalnya dilakukan secara manual dengan menggunakan selang yang berada di kandang babi dekat TKP. Namun, karena api tak kunjung padam, warga kemu-

dian langsung menghubungi pemadam kebakaran Pemkab Bangli untuk mencegah kebakaran semakin meluas. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, warga khawatir kebakaran meluas karena di sekitar TKP banyak pohon bambu yang kering. Api akhirnya berhasil dipadamkan dengan bantuan tiga unit mobil damkar milik Pemkab Bangli. “Lahan yang terbakar kurang lebih seluas satu are,” ujarnya. Sementara itu, Wakapolsek Bangli Kompol I Made Redha yang turun langsung ke TKP mengatakan, saat melakukan pembakaran sampah, korban sempat meninggalkan lokasi untuk mengumpulkan kayu. Saat kembali, korban mendapati lahannya terbakar. Mengingat saat ini memasuki musim kemarau, Kompol Made Redha mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitaran hutan agar waspada dan tidak melakukan pembakaran sampah. “Beruntung api bisa cepat dipadamkan sehingga tidak meluas,” katanya. (kmb40)

Sumber mata air yang dicek Made Gianyar kemarin yakni Tukad Krisik di Kecamatan Tembuku. Dalam pengecekan tersebut, Made Gianyar yang didampingi Camat Tembuku, Kabag Ekonomi, Plt. Direktur PDAM, dan pejabat terkait lainnya menyusuri langsung aliran air di tukad yang kini jadi objek wisata itu. Made Gianyar mengungkapkan tujuan dirinya turun ke tukad untuk memantap-

SUMBER AIR - Bupati Made Gianyar turun langsung ke Tukad Krisik untuk mengecek sumber air yang mengalir ke kabupaten tetangga.

Soal Kenaikan Gaji PTT dan GTT

Dewan Minta Eksekutif Lakukan Kajian Matang Bangli (Bali Post)Rencana Pemkab Bangli menaikkan kembali gaji bagi para pegawai tidak tetap (PTT) dan guru tidak tetap (GTT) tahun 2020 mendatang, mendapat dukungan anggota DPRD Bangli Made Sudiasa. Namun demikian, Sudiasa meminta eksekutif melakukan kajian matang terlebih dahulu. Sudiasa mengaku sepakat dan mendukung rencana kenaikan gaji bagi PTT dan GTT di Bangli mengingat masa pengabdian para pegawai non-PNS tersebut sudah cukup lama. Sementara gaji yang mereka dapatkan selama ini nilainya masih di bawah upah minimum regional (UMR). “Tapi eksekutif perlu melakukan kajian dulu. Harus dikaji matang secara komprehensif,” kata Politisi Demokrat asal Desa Undisan, Tembuku itu, Rabu (9/10) kemarin.

Bali Post/kmb40

Made Sudiasa

Pemkab harus tetap melihat kemampuan daerah saat ini yang terbatas. Sudiasa mengatakan, dengan kenaikan gaji tersebut, Pemkab harus membuat formula agar kinerja PTT dan GTT bisa lebih maksimal. Diakuinya dari semua PTT ada yang

kan rencananya mengejar pendapatan daerah dari sektor sumber daya air. Pihaknya berkeinginan kabupaten/kota yang selama ini memanfaatkan air yang bersumber dari Kabupaten Bangli, terutama untuk kebutuhan komersial agar melakukan kerja sama dan memberikan kontribusi untuk Bangli. Bentuk kontribusi yang diharapkan berupa uang imbal jasa lingkungan. “Sekarang kita sedang menghitung. Yang riil bisa dihitung

beberapa kinerjanya kurang bagus. Ada beberapa oknum PTT yang masih malas dengan datang ke kantor untuk ngabsen, dan setelahnya pergi dan kembali ngabsen ke kantor saat sore hari. “Tapi itu sifatnya personal. Memang banyak yang tidak optimal,” ujarnya. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bangli berencana akan menaikan kembali gaji untuk pegawai tidak tetap (PTT) dan guru tidak tetap (GTT) pada tahun 2020 mendatang. Dengan adanya kenaikan tersebut, PTT dan GTT yang sekarang digaji Rp 1.250.000, nantinya dirancang menerima bayaran Rp 2,2 juta per bulan. Berdasarkan perhitungan, besaran angggaran yang dibutuhkan untuk membayar gaji ribuan tenaga PTT dan GTT tahun depan yakni sebesar Rp 44,9 miliar lebih.. (kmb40)

adalah PDAM,” ungkapnya. Untuk mengukur seberapa besar debit air di Bangli yang dimanfaatkan PDAM kabupaten tetangga, Made Gianyar mengaku sudah memerintahkan OPD terkait untuk beli alat pengukur (watermeter). Nantinya alat watermeter itu akan dipasangi di setiap sumber mata air yang dipakai PDAM kabupaten tetangga seperti Klungkung dan Gianyar. “Kita akan pasangi meteran seperti di sumber

mata air Cepunggung, di Pulasari dan di tempat lainnya. Kalau sudah dipasangi meteran kan gampang ngitung berapa kubik air kita yang digunakan PDAM kabupaten lain,” katanya. Dirinya mengaku tidak mematok nilai kontribusi yang akan diberikan kabupaten lain. Menurutnya, yang saat ini paling penting adalah kesadaran kabupaten lain untuk memberikan imbal jasa ke Bangli sebagai kabupaten penghasil air sebagaimana diatur dalam PP 46 Tahun 2017. Dia mencontohkan kalau PDAM Klungkung yang memakai air Bangli menjual ke pelanggan Rp 4 ribu per meter kubik, PDAM Bangli harus dapat persentase.

Nilainya tidak harus lima puluh persen. “Paling tidak dari empat ribu, Bangli diberikan seribu rupiah. Itu kan sudah polos kita di Bangli,’’ ujarnya. Mengawali rencananya itu, Made Gianyar mengaku PDAM Bangli sudah melakukan koordinasi dengan PDAM kabupaten tetangga yakni Klungkung dan Gianyar. Rencananya, Made Gianyar juga akan bersurat secara resmi ke Bupati Klungkung dan Gianyar untuk menyampaikan sumber-sumber air mana saja yang selama ini digunakan untuk kebutuhan PDAM, sawah dan untuk kebutuhan pariwisata seperti rafting. “Sekarang kita sedang melengkapi datanya,” kata Made Gianyar. (kmb40)


Kamis Pon, 10 Oktober 2019

OLAHRAGA

15

Arab Saudi Terlambat Mendarat

Laga Timnas U-23 Ditunda Jakarta (Bali Post) – Timnas Indonesia U-23 harusnya berlaga melawan Arab Saudi, Rabu (9/10) kemarin. Duel dalam sebuah turnamen di Tiongkok itu ditunda.

BERPOTENSI NAIK - Made Ferry, pemilik diler Honda Made Ferry Motor, Denpasar, Bali berpose di samping unit Daihatsu Gran Max Pick-Up, Selasa (8/10) kemarin. Geliat ekonomi di Bali saat ini tumbuh cukup baik, adanya fakta itu membuat ratarata penjualan PU dalam sebulan sebanyak 68 unit.

Pasar Mobil Pikap di Bali Makin Menguat

2019, Daihatsu Optimistis Pangsa Pasar Gran Max PU Naik 5 Persen PANGSA pasar kendaraan niaga Daihatsu Gran Max Pick Up (PU) di Bali terus meningkat. Hal ini seiring membaiknya kondisi perekonomian di semester kedua serta makin masifnya program Daihatsu di Bali menjangkau konsumen. ‘’Kompetisi di segmen mobil pikap memang berat. Pikap kompetitor cukup agresif dengan mengeluarkan produk baru dan paket penjualan kompetitif yang bisa diterima market. Kami juga menghadirkan paket kompetitif walaupun produk yang kami tawarkan masih produk lama, tetapi ternyata berhasil dan pangsa pasar kami malah meningkat,’’ kata Kepala Wilayah PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation Jatim, Bali, dan Nusra, Tunjung Pramusinto, kepada wartawan di Denpasar, Bali, Selasa (8/10). Ia menjelaskan, walaupun belum ada produk baru, tetapi minat konsumen terhadap Gran Max PU semakin tinggi. Hal itu karena banyak konsumen, terutama pelaku usaha, mulai yakin akan keandalan dan keunggulan Gran Max PU dibandingkan mobil pikap lainnya. Buktinya, kata Tunjung, pangsa pasar Gran Max PU saat ini sudah naik. Sebelumnya, sepanjang Mei hingga Juli, penjualan anjlok hingga di bawah 30%. Kini pangsa pasar sudah berada di angka 31,9%. Hingga akhir tahun, pangsa pasar Gran Max PU diperkirakan bisa tembus di angka 37%, atau naik sekitar 5%. ‘’Daihatsu Gran Max PU

masih berada di posisi kedua pasar pick up low di Bali,’’ pungkasnya. Dari tiga wilayah operasi yang ia naungi, hanya di Bali dan NTB, Gran Max PU menempati urutan kedua. Sementara di Jawa Timur dan NTT, Gran Max berada di urutan pertama dengan perolehan pangsa pasar di atas 70%, sedangkan di NTT, pangsa pasar Gran Max PU mencapai 88,14%. Sementara itu, Chief Executive Officer PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Supranoto mengatakan, Gran Max PU hadir untuk memenuhi permintaan pelaku usaha di Indonesia. Pihaknya memang menghadirkan setiap produk kendaraan dengan melihat kebutuhan dan kondisi masyarakat di Indonesia. Makanya, Gran Max PU bisa diterima dengan baik oleh publik di Tanah Air. Saat ini, Gran Max PU merupakan penyumbang terbesar kedua penjualan Daihatsu di Indonesia. Keunggulan Tunjung menambahkan, untuk menggaet konsumen, pihaknya menggelar banyak program penjualan untuk menarik konsumen di Bali, seperti uang muka (DP) ringan mulai dari Rp 5 juta. Program ini sangat kompetitif dan mampu mendongkrak penjualan. Selain itu, angsuran terjangkau, proses kredit murah, sederhana, dan cepat. Termasuk paket promo servis gratis 30.000 km atau dua tahun untuk Gran Max PU pembelian

hingga akhir November 2019 ini. Pihaknya juga memperkuat beberapa aktivitas mendekati konsumen seperti pameran yang agresif, mendatangi pasar dan pusat pertokoan, hingga gathering konsumen pemilik Gran Max PU. Berbagai keunggulan dari pikap ini, diakui Made Ferry, pemilik diler sepeda motor Honda ‘’Made Ferry Motor’’. Ia merupakan pengguna Gran Max PU lebih dari 10 tahun. Saat ini Made memiliki empat Gran Max PU yang gunakan untuk mengangkut sepeda motor Honda ke konsumen. ‘’Ada beberapa kelebihan Gran Max PU yang membuat saya memilih mobil ini. Gran Max PU lebih lebar dan pendek. Gampang dimodifikasi, sehingga memudahkan untuk mengangkut sepeda motor dengan cepat,’’ ujarnya. Kelebihan Gran Max PU juga diakui I Made Kicen, pemilik perusahaan Prisma Elektrika Bali. Perusahaannya yang bergerak di bidang kelistrikan itu menggunakan Gran Max PU untuk kendaraan operasional sejak 2012. Saat ini Kicen memiliki 9 unit Gran Max PU dan 1 unit Gran Max Boks. Mobil Gran Max yang ia gunakan hingga saat ini tidak pernah rewel ataupun turun mesin. Padahal, mobil-mobil itu bisa menempuh jarak 50 km per hari dengan daerah operasional di seluruh Bali. ‘’Mesinnya bandel dan tangguh. BBM-nya juga lebih hemat ketimbang mobil operasional kami sebelumnya,’’ ujar Kicen. (kmb)

Tidak Masalah ‘’Car free day kan selesai jam 12.00 siang. Kemudian umat Muslim juga selesai shalat Zuhur jam 13.00 dan masih bisa melaksanakan shalat Ashar setelah pelantikan,’’ papar Bamsoet. Menurut Bamsoet, sedianya kesekjenan MPR melakukan persiapan sejak dua minggu lalu untuk acara pelantikan presiden dan wakil presiden

periode 2019-2024 dengan menjadwalkan pelantikan pukul 10.00 WIB seperti sebelumnya. Namun, tambahnya, waktu tersebut tidak masalah apabila dilaksanakan pada hari kerja. Pertimbangan akhirnya diambil ketika waktunya bertepatan dengan hari libur, yaitu jatuh pada Minggu, di mana sebagian besar warga Jakarta memiliki kegiatan berlibur. ‘’Kemudian kita tidak ingin mengganggu kegiatan masyarakat yang ingin berolah-

raga di car free day,’’ tukas Bamsoet. Wacana kemudian muncul agar agenda pelantikan mundur menjadi pukul 16.00 WIB. Tetapi, waktu tersebut dinilai terlalu dekat dengan waktu shalat Magrib bagi umat Muslim. Sehingga seluruh pimpinan MPR memilih pelantikan dilaksanakan pukul 14.00 WIB. ‘’Demikian pertimbangan kami, kami usulkan pukul 14.00 WIB,’’ ujar Bamsoet menegaskan. (ant)

Hidup Damai ‘’Kita semua bersaudara,’’ tegas Wiranto. Menkopolhukam yang didampingi Panglima TNI, Kapolri dan Kepala Badan Siber Nasional juga mengajak para tokoh agar mendorong warga paguyuban yang saat ini masih berada di pengungsian agar mau kembali dan membangun puing-puing yang sempat rusak bersama-sama. ‘’Mari kita bersama-sama menata kembali kehidupan walaupun di tanah rantau,’’ ajak Wiranto seraya menambahkan, situasi keamanan di Wamena dan wilayah lainnya di sekitarnya sudah relatif aman. Wiranto saat menemui para pengungsi Wamena dan Ilaga di Timika, meminta semua pihak tidak menggeneralisasi

seluruh orang Papua sebagai pelaku kerusuhan di Wamena dan tempat-tempat lainnya di Papua akhir-akhir ini. ‘’Kalau kemarin ada kekacauan, itu bukan dilakukan oleh masyarakat Papua yang mau hidup berdamai dan sebenarnya suka bersahabat, tapi oleh oknum-oknum tertentu yang memang jahat. Tujuannya mau mengacau dan memisahkan kita antarsuku. Jadi, jangan menganggap semua orang Papua jahat, tidak. Itu hanya perbuatan oknum-oknum tertentu saja,’’ kata Wiranto menegaskan. Tetapkan Tersangka Kepolisian Daerah Papua menetapkan 92 orang sebagai tersangka dalam sejumlah kasus kerusuhan di beberapa wilayah di Papua seperti di Jayapura, Wamena, Timika dan tempat-tempat lainnya.

Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw di Timika mengatakan 14 orang di antara para tersangka itu merupakan pelaku kerusuhan Wamena pada 23 September lalu. ‘’Proses penyelidikan dan penyidikan terhadap para pelaku masih terus dilakukan. Khusus kasus Wamena, 14 orang sudah kami jadikan tersangka,’’ ujar Irjen Waterpauw. Kapolda mengatakan jajarannya kini terus mengembangkan penyelidikan kasus kerusuhan yang terjadi di Wamena dengan memantau data foto dan video para pelaku kerusuhan. ‘’Ke mana pun mereka pergi, kami akan terus mengejar mereka agar diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,’’ ucap jenderal polisi bintang dua ini. (ant) Kamis, 10 Oktober 2019

05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Pesraman Pemangku dan Serati (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Wirata Parwa (3) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 09:30 Wita Ocydia Home Shopping

10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Solusi Alternatif Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Pesraman Pemangku dan Serati (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:30 Wita Bali TV Shop 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Nangun Yadnya Karya Atma Wedana Desa

Adat Kemoning, Kab. Klungkung 17:00 Wita Diabemed 17:30 Wita Nangun Yadnya Karya Pasupati Ida Batara Pelawatan Ring Pura Dalem Cemara Serangan 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Kesiapan Bali Hadapi Bencana 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel

Garuda Muda berpartisipasi di ajang CFA Team China Chongqing Gorges Bank Cup International Football Tournament 2019. Turnamen digelar di Wuhan, Tiongkok, berlangsung 9-15 Oktober. Awalnya, Indonesia dijadwalkan melawan Arab Saudi di Stadion Wuhan Sport Centre, Wuhan. Namun, pertandingan itu urung digelar karena Arab Saudi tak bisa datang tepat waktu. Jadwal bertanding Timnas U-23 pun berubah, China menjadi lawan pertama, Jumat (11/10) besok. Setelah itu, Yordania yang menjadi lawan berikutnya dua hari berselang. Arab Saudi akan menjadi lawan terakhir Timnas U-23 p a d a 1 5 Okt ob er. ‘’Tim -

nas Arab Saudi U-23 gagal mendapatkan tiket penerbangan tepat waktu, mereka tidak dapat tiba di Wanzhou

sesuai jadwal,’’ tulis pengumuman di laman CFA. Bagi timnas Indonesia, turnamen ini adalah salah

satu turnamen pemanasan sebelum mereka tampil di SEA Games di Filipina nanti. (kmb33)

Denpasar (Bali Post) Plh. Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Bali I Ketut Sugiartha mencabut skorsing bagi atlet, pelatih, orangtua atlet, wasit serta pengurus Pengkot TI Kota Denpasar. Pencabutan skorsing dan pemulihan nama baik dikeluarkan Ketum TI Bali yang tertuang dalam Surat Keputusan nomor SKEP. 002/PLH. PENGPROV TI BALI/X/2019, tertanggal 7 Oktober. Mereka yang dicabut skorsingnya adalah I Gusti Lanang Gede Sudiana, S.E. (pengurus

TI Kota Denpasar), Handoko (wasit nasional dan pengurus), Tody Irawan (pelatih), I Made Adnyana dan Lesmana Putra (orangtua atlet), K. Mira Adelia Putra, I Gusti Lanang Agung Suputra, Putu Oka Mahendra dan Julianto Putu Oka Saputra (atlet), Ni Putu Nanda Shita Valentina (pelatih dan atlet), Asmawi Bonar (wasit nasional), Adji Mega Nugraha Ratu (wasit daerah dan pelatih), Jupri (pelatih). Selain itu, Plh. Ketum TI Bali Ketut Sugiartha juga memulihkan nama baik kepada

Kornelis Ratu (pengurus taekwondo), I Gusti Lanang Gede Sudiana, S.E. (pengurus), Handoko (wasit nasional dan pengurus), Tody Irawan (pelatih), I Made Adnyana, I Putu Ngurah Eka Putra Wibawa dan Lesmana Putra (orangtua atlet), Kadek Nia Ananda Suryandari, I Putu Bagus Paramananda, K. Mira Adelia Putra, I Wayan Divayana Narendra Putra, I Gusti Lanang Agung Suputra, Putu Oka Mahendra dan Julianto Putu Oka Saputra (atlet). Dalam putusannya, Sugiartha menerangkan pihaknya dalam

kasus ini tidak menemukan pelanggaran terhadap AD/ART. AD/ART taekwondo Indonesia tahun 2019-2023 Bab V pasal 9 ayat 12. Ketua Umum Pengkot TI Kota Denpasar masa bakti 2017-2021 A.A. Putu Suryawan Wiranata, di Denpasar, Rabu (9/10) kemarin menegaskan, pihaknya bersyukur atas keputusan ini dan kebenaran telah muncul. Menurutnya, jika terjadi sengketa di tubuh taekwondo, maka kasusnya diselesaikan di Badan Arbitrase Taekwondo Indonesia. (022)

Balipost/ant

Timnas Indonesia U-23

Ketum TI Bali Cabut Skorsing

Kegiatan Positif Gubernur Koster juga menyampaikan ucapan teri-

ma kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Bali karena sudah secara terusmenerus melaksanakan

berbagai kegiatan positif yang bermanfaat bagi kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan, baik dalam bidang keagamaan,

adat dan budaya maupun bidang kemasyarakatan, lingkungan hidup, pendidikan, kesehatan dan lainnya. (kmb)

Meninjau Langsung Irjen Paulus yang merupakan putra asli Papua kelahiran Fakfak itu mengaku sempat meninjau langsung kondisi kehidupan warga

Wamena sebelum kedatangan Menko Polhukam Wiranto bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian di Wamena. ‘’Kemarin pagi saya bersama anggota sempat blusukan ke

pasar, kampung-kampung di Wamena. Saya lihat kondisi di sana sudah mulai normal. Hanya masih ada kekhawatiran warga terhadap situasi keamanan, terutama mereka yang tinggal di daerah pinggiran kota,’’ ujarnya.

Sehubungan dengan itu, pihak TNI dan Polri telah menambah kekuatan anggota ke Wamena. Saat ini, katanya, sebanyak 13 Polda dari berbagai wilayah di Indonesia telah membantu pengamanan di wilayah Papua. (ant)

Sebagai Pemimpin Masa pemerintahan JokowiJK akan berakhir pada 20 Oktober 2019, ketika Presiden dan Wwapres terpilih Jokowi-

Ma’ruf Amin dilantik sebagai pemimpin periode 2019-2020. Beberapa persoalan yang selama ini menjadi tanggung jawab wapres sudah dijelaskan JK kepada Ma’ruf Amin dalam dua kali kesempatan keduanya

bertemu di Kantor Wapres dan Istana Wapres Jakarta pada Jumat (4/10). Pada kunjungan Ma’ruf Amin ke Istana Wapres, Jumat, JK menyampaikan beberapa tugas yang harus terus dilanjut-

kan yakni terkait penanganan rekonstruksi pascabencana Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat, serta pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat. (ant)


BALI

BUDAYA KAMIS PON, 10 OKTOber 2019

PENDIDIKAN Adi Siput

Bawa Misi Perdamaian Lewat Seni Tari SENIMAN

KULINER

Tari ’’Padmani Puja’’

Simbol Cinta Kasih dan Vibrasi Estetik UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar akhirnya memiliki tarian khusus untuk penyambutan tamu. Tarian yang diberi nama ‘’Padmani Puja’’ ini dip erkena l kan pada puncak Dies Natalis ke-56 seminggu lalu. Esensi tarian yang digarap seniman I Made Sugiarta, S.Sn., M.Si. ini mengacu pada logo Unhi Denpasar yaitu Padma. Gerakan tarian ini lebih pada gerakan rampak, serta iringannya digarap sangat sederhana dengan gambelan gong kebyar yang mengacu pada struktur Tri Angga, yaitu pepeson, pengawak, dan pengecet. Tari ini menggunakan mahkota sebagai simbol keagungan dari padma itu sendiri. ‘’Secara filosofi padma atau teratai adalah bunga yang disucikan oleh umat Hindu. Ter-

kait judul ‘’Padmani Puja’’, padma berarti bunga teratai, mendapat imbuhan -ni yang berarti membawa. Sedangkan puja artinya menyambut atau penghormatan. Jadi padma digunakan sebagai sarana menyambut para atiti atau tamu yang hadir pada acara tersebut dengan harapan mampu meberikan penyega-

ran, cinta kasih serta meberikan vibrasi estetik,’’ jelas Made Sugiarta, Rabu (9/10) kemarin. Sementara itu, kostum yang digunakan para penari didesain dengan sangat sederhana yang menggunakan warna yang mewakili padma itu sendiri. Seperti kuning kehijauan mewakili daun, ungu mewakili bunga, dan putih

melambangkan kesuciannya. Sedangkan properti menggunakan bokoran berisikan bentuk bunga padma. ‘’Pola garapan mengacu pada tari p e ny a m b ut a n pada umumnya, tapi identitas dari tari ini geraknya lebih mengalir yang terinspirasi dari pola gerak Jawa, namun digarap dengan rasa Bali. Secara tidak langsung unsur religinya ada,’’ tandasnya. Wakil Rektor III Unhi Denpasar Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T. mengatakan tari penyambutan ‘’Padmani Puja’’ diciptakan sebagai bentuk ucapan selamat datang kepada para undangan dan pemirsa khususnya sebagai tamu Unhi Denpasar. Sebab, pola pokok ilmiah Unhi Denpasar adalah Agama dan Kebudayaan, maka tarian penyambutan harus bernuansa keagamaan Hindu. (win)

Kosmetik Tematik Pacu Pertumbuhan Kredit Angkat Warisan Budaya INDUSTRI kosmetik berskala usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tumbuh pesat di Bali. Produk kecantikan yang dikembangkan juga tematik atau berbahan baku khas daerah, serta mengangkat warisan budaya nusantara. Nama Bali juga sudah dikenal sehingga kesempatan dalam mengembangkan produk kosmetik tematik dari UMKM ini sangat besar, terutama jika dikembangkan ke pasar domestik maupun ekspor. Sayangnya, tidak semua produksi kosmetik UMKM eksis di pasar lokal. Karenanya dalam rangka menggali potensi serta permasalahan yang ada untuk bisa diatasi secara bersama-sama, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) meng-

Bali Post/san

Mayagustina Andarini

gelar acara FGD mengenai kosmetik tematik yang dihadiri pelaku UMKM pembuatan kosmetik lokal, Rabu (9/10) kemarin di Kuta. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BBPOM Pusat Dra. Mayagustina Andarini, Apt., M.Sc. mengatakan Bali termasuk provinsi yang pertumbuhan kosmetik tematik, khususnya dari UMKM paling cepat. Meski produknya berkembang pesat dan kualitasnya baik, namun pasarannya masih terbatas. Padahal bila produk kosmetik dari UMKM ini bisa menguasai pasar dalam negeri saja, sudah sangat luar biasa karena Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Dikatakannya, kosmetik di Indonesia sebagian besar diproduksi oleh UMKM tetapi belum berkembang secara optimal seperti di negara lain. Masih belum berkembangnya kosmetik produk UMKM ini karena berbagai permasalahan seperti perizinan, permodalan, bahan baku, produksi, inovasi, pemasaran, SDM termasuk manajerial. Terkait persoalan yang dihadapi UMKM yaitu kesulitan dalam uji laboratorium yang harus dilakukan di luar Bali, dikatakan Andarini, akan dicarikan solusi dengan bekerja sama dengan universitas di Bali. Selain itu pihaknya juga meminta kepada Kementerian Perindustrian untuk membuat sebuah lab di sentra-sentra industri yang bisa digunakan UMKM dengan biaya yang lebih murah. (san)

SINERGI dan kolaborasi benar-benar dijalankan Bank BPD Bali. Setelah berkolaborasi dengan LPD melalui program E-Link LPD–BPD Bali, kini Bank BPD Bali bersinergi dengan BPR yang ada di Bali melalui program Apex BPR. Ini merupakan komitmen Bank BPD Bali membangun perekonomian Bali khususnya dunia usaha. ‘’Nantinya akan bersinergi dan berkolaborasi, semua pemangku kepentingan ekonomi di Bali, kita rangkul sehingga uangnya bisa berputar di Bali dan menjadi kekuatan ekonomi Bali,’’ ujar Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma, Selasa (8/10). Dengan kekuatan sinergi yang dimiliki, Bank BPD Bali akan mampu memacu pertum-

SALAH satu seniman muda Bali I Ketut Gede Agus Adi Saputra atau yang akrab disapa Adi Siput baru saja mengharumkan nama Bali di kancah internasional. Pasalnya, seniman asal Tampaksiring, Gianyar ini memperoleh penghargaan Global Youth Leadership A w a r d 2019 di Negeri Baratha, India. Penghargaan bergengsi ini khusus diberikan kepada siapa pun yang memiliki dedikasi untuk misi perdamaian dunia. Dedikasi berkesenian putra dari pasangan I Ketut Karsana dan Ni Made Murah ini sudah tidak diraguk a n

buhan kreditnya yang berujung pada bergeraknya dunia usaha. Hingga September 2019, Bank BPD Bali mampu menumbuhkan kredit 11 persen dengan total penyaluran Rp 18,2 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut tidak terlepas dari upaya Bank BPD Bali merespons penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia. Sejak Maret 2019, Bank BPD Bali telah menurunkan suku bunganya menjadi 11–13 persen, yang sebelumnya 13–14 persen. Penurunan suku bunga dilakukan secara bertahap. Dengan adanya penurunan suku bunga ini, diakui pertumbuhan kredit Bank BPD Bali meningkat sejak April. Namun dengan adanya penurunan suku bunga dikatakan akan mendorong intermediasi perbankan lebih tinggi dalam bentuk kredit. Hingga September 2019, BPD Bali juga mampu membukukan laba Rp 496 miliar. Ia menargetkan hingga akhir tahun 2019 laba Rp 541 miliar. Rajanya kredit konsumtif menjadi ikon Bank BPD Bali. Nyatanya porsi penyaluran kredit Bank BPD Bali lebih banyak ke kredit consumer yaitu 57 persen dan kredit produktif 43 persen. Sudharma mengatakan, kredit consumer tidak akan ditinggalkannya karena merupakan buffer bisnis Bank BPD Bali. Meski penyaluran kredit bertumbuh, Bank BPD Bali tetap mampu menjaga kualitas kreditnya. NPL Bank BPD Bali mampu ia turunkan dari 3 persen menjadi di bawah 3 persen. Hanya, ia tidak menyebutkan angkanya. Ia menargetkan 2019 secara total NPL mampu ditekan menjadi 2,5 persen. (may)

KESEHATAN

TOP IN VASI

WONDERFUL BALI

lagi. Karya seni yang digeluti sukses memberi warna tersendiri bagi perkembangan kesenian di Bali. Kiprahnya sebagai seniman muda, koreografer, pemain bondres dan aktif mengurus sanggar, adalah sosok muda kreatif yang mencintai seni budaya Bali begitu mendalam. Pengabdian selama hampir sembilan tahun, mulai dari 2010 tergabung dalam Dharmaduta Santhisena Ashram Gandhi Puri Bali pun membawanya pada penghargaan Global Youth Leadership Award 2019 ini. ‘’Penghargaan ini diberikan kepada saya bertepatan dengan 150 tahun Mahatma Gandhi pada Ajang Global Youth Peace Festival 2019 di Candhigarh India yang diikuti lebih dari 20 negara. Tujuh di antara yang dapat penghargaan itu adalah Indonesia (Bali) yaitu saya sendiri,’’ ujar Adi Siput saat dikonfirmasi, Rabu (9/10) kemarin. Adi Siput mengaku peran aktif dalam kreasi seni, khususnya tari Bali dengan misi penyebaran gerakan dan ajaran Gandhi melalui seni tari dan budaya Bali sudah dijalaninya selama sembilan tahun. Pada ajang ini ia berkesempatan mempromosikan budaya Bali di mata dunia. Sebab, Dharma Duta Shantisena sudah keliling berbagai negara Eropa, Amerika, Timur Tengah, India, Malaysia dan Filipina. Tentu pemain Bondres Bali Adi Siput merasa bangga bisa membawa nama Bali di kancah internasional. Adi Siput menambahkan, dalam ajang tersebut dirinya menampilkan beberapa tari Bali bersama tim Dharmaduta. ‘’Saya terfokus pada seni tari. Melalui seni tari dan budaya Bali saya concern untuk misi perdamaian dunia dengan konsep malali, matimpal, malajah dan mayadnya. Itu dasarnya saya diberi penghargaan. Dan ini juga merupakan dedikasi saya, melalui seni mampu menyentuh berbagai elemen dan aspek-aspek perdamaian dunia,’’ ungkapnya. (win)

Rita Primayuni BuatBUDAYA Aplikasi untuk Difabel PENDIDIKAN REMAJA putri ini selain cerdas, juga memiliki social responsibility yang tinggi. Namanya Ni Luh Putu Rita Primayuni, siswa kelas XI-IPA-2 SMA Darma Praja Denpasar. Dia berhasil membuat aplikasi untuk lowongan pekerjaan bagi penyandang disabilitas. Rita membuat aplikasi disbility power berbasiskan android yang menghubungkan difabel dengan konsumen yang memerlukan layanan bagi tunanetra, tunarungu dan tunadaksa di Denpasar. Sekaligus juga membantu pemerintah mengumpulkan data penyandang difabel serta memberikan lowongan pekerjaan bagi semua penyandang disabilitas. Contoh sederhananya, penderita tunanetra diberi latihan menjadi pemijat, juru masak, cleaning service, montir, penerjemah, dan sebagainya. Kemudian langsung dihubungkan dengan konsumen yang memerlukan layanannya terutama yang terdekat dari lokasi rumahnya. Demikian juga dengan penyandang diabislitas lainnya. Bagi penyandang tunadaksa bisa menjadi servis sepeda motor, tunarungu bisa melukis. Mereka semua didaftarkan di data base lengkap dengan foto dan keahliannya. Begitu konsumen memerlukan jasa mereka, sistem sudah menunjukkan penyandang disabilitas yang terdekat. Begitu kita membuka aplikasi ini di bagian lokasi akan muncul ‘’cari tunanetra tukang pijat’’ akan muncul banyak nama. ‘’Kini data base sudah dimiliki pemerintah,’’ tegasnya, belum lama ini. Bentuk layanannya, disabilitas bisa diantar pihak keluarga kepada konsumen, atau konsumen datang ke penyandang disabilitas. Jadi, semua tergantung pada kesepakatan. Rita mengaku bayarannya justru lebih murah dibandingkan layanan online ternama yang sudah ada yakni cukup Rp 30 ribu/jam untuk tukang pijat. Sedangkan untuk montir sepeda motor kontrak bulanan. Bahkan, katanya, konsumen bisa tetap terikat dengan kode etik menghormati penyadang disabilitas tanpa ada pelecahan seksual. Kini aplikasinya

SENIMAN

Bali Post/sue

Ni Luh Putu Rita Primayuni

sudah dikerjasamakan dengan yayasan pemerhati disabilitas. Atas prestasinya itu, Rita meraih juara I Nasional LKTI di Universitas Muhammadyah Malang (UMM) 2019. Dia mengalahkan 200 peserta lainnya berkat keunikan karyanya. Kepala SMA Darma Praja Denpasar I Gede Bagus Arsawikanta, S.Pd. membenarkan Rita adalah anak yang cerdas secara akademik dan menjadi mutiaranya SMA Darma Praja dalam penelitian. Kini dia disiapkan mengikuti LKTI Nasional. Dia juga juara II LKTI di UGM soal mencegah stunting dengan cara membuat program emotional demonstration, menyasar calon pengantin. Rita juga juara III LKTI Nasional di Fakultas Pertanian Unud dengan penelitian pencegahan lahan kritis dengan membuat pupuk Smazer dari bahan cangkang telur, kulit udang dan bakteri. (sue)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 10 Oktober 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu