Skip to main content

Edisi Senin 10 Juni 2019 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 278 TAHUN KE 71

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Senin Umanis, 10 Juni 2019

Dorong Kemajuan UMKM, Gubernur Koster Gratiskan Stan di Pameran PKB PULUHAN stan atau anjungan tempat berjualan berbagai barang dagangan di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) yang semula disewakan, kini diputuskan untuk digratiskan alias pakai cuma-cuma oleh para peminat yang berniat berdagang. Gubernur Bali Wayan Koster telah mengambil kebijakan untuk menggratiskan puluhan stan, baik yang dibangun permanen maupun tenda-tenda yang didirikan di areal PKB yang rutin digelar setiap tahun di Taman Budaya Provinsi Bali (Art Centre) Denpasar.

Gubernur Wayan Koster bersama Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster.

Merapi Luncurkan Awan Panas Yogyakarta (Bali Post) – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungkapkan Gunung Merapi meluncurkan satu kali awan panas guguran ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter pada Minggu (9/6) kemarin. Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyebutkan, dari pengamatan CCTV awan panas guguran terpantau keluar dari Gunung Merapi pada pukul 03.31 WIB selama 109 detik dengan amplitudo 60 mm. Selain awan panas guguran, pada periode pengamatan Minggu (9/6) mulai pukul 00.00 sampai 06.00 WIB, BPPTKG juga mencatat 12 kali guguran lava pijar keluar dari Gunung Merapi dengan jarak luncur 400-1.000 meter ke arah hulu Kali Gendol. Hingga saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada, untuk sementara BPPTKG tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana. Meski demikian, objek-objek wisata di sekitar Gunung

Merapi seperti Kawasan Kaliurang, Kaliadem, Klangon, Deles dan kawasan lain yang berada di luar radius 3 km dari puncak aman untuk dikunjungi. Sementara itu, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Minggu kemarin pukul 16.28 WIB kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 7.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 9.460 meter di atas permukaan laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi kurang lebih 9 menit 17 detik. Terjadi awan panas ke arah tenggara 3,5 km dan selatan 3 km serta terdengar suara gemuruh sampai ke Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung. Saat ini Gunung Sinabung berada pada status level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara. (ant)

Gubernur Koster yang dikenal sebagai penggagas banyak ketentuan atau peraturan yang berlaku di daerahnya itu mengatakan bahwa kebijakan menggratiskan satan tersebut dimaksudkan untuk memberi dukungan penuh dan mendorog kemajuan UMKM lokal dan ekonomi kreatif yang mulai tumbuh di Bumi Dewata. ‘’Dengan digratiskannya stan untuk UMKM di arena PKB 2019 ini, saya minta semua peserta tetap menjaga ketertiban dan disiplin. Jaga nama baik PKB dan Bali secara umum agar tetap mulia dan kondusif, bersih dan rapi,’’ ujar Gubernur Koster saat memberi pengarahan dan tatap muka dengan para peserta pameran ajang

PKB 2019, di Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasar, Minggu (9/6) pagi. Di samping itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini juga mengingatkan agar seluruh warga masyarakat, terlebih bagi mereka yang terlibat di PKB, untuk selalu dapat menjaga sikap guyub dan kompak semuanya. Dengan demikian, citra PKB akan bisa semakin baik lagi ke depannya. Ia menyebutkan, kebersamaan antara para perajin dan UMKM sangat penting. ‘’Posisi stannya akan diundi dan jangan sampai ada ribut-ribut sesama saudara sendiri,’’ ujarnya menekankan. Ke depan, lanjut Gubernur Koster, pihaknya akan terus berupaya memperbaiki

gelaran PKB, sehingga pada gilirannya akan menjadi semakin baik. Salah satunya, memperbaiki bentuk kebijakan yang nantinya semakin banyak dapat mengakomodasi UMKM lokal Bali. ‘’Format ke depan agar lebih banyak yang bisa ikut pameran, semuanya kebagian. Ini tentu melalui seleksi yang baik pula,’’ katanya menjelaskan. Mengenai stan yang selama ini disewakan di arena PKB, Gubernur Koster menganggap pemasukan dari penyewaan stan tersebut sesungguhnya sangat kecil. ‘’Saya hitung tak sampai Rp 2 miliar. Jadi menurut saya, PKB ini bukan tempat untuk mencari uang, apalagi jika

Australia Terbuka

Jojo Juara Jakarta (Bali Post) – Pemain tunggal putra Indonesia Jonatan Christie menjuarai turnamen bulu tangkis Australia Terbuka usai mengalahkan rekan satu negaranya, Anthony Sinisuka Ginting, di final pada Minggu (9/6) kemarin. Jonatan yang merupakan unggulan ketiga membutuhkan waktu 1 jam 7 menit untuk meredam Ginting yang menempati unggulan kedua dengan skor 21-17, 13-21, 21-14. Hasil itu menjadi kemenangan ketiganya melawan kompatriotnya dalam lima kali pertemuan. Gelar ini sekaligus merupakan yang kedua bagi pemain yang akrab disapa Jojo tersebut pada 2019 setelah sebelumnya memenangi Selandia Baru Terbuka yang berlangsung Mei lalu. Menurut laman resmi BWF, dalam laga all Indonesia final tersebut, Jojo terlihat lebih siap. Di set pertama ia langsung unggul 6-0. Ginting yang terlambat panas berusaha mengimbangi, tetapi hingga jeda set pertama tertinggal 6-11. Setelah itu, Jonatan melanjutkan dominasinya atas Anthony dengan memetik poin

demi poin hingga memimpin skor 14-8 dan 18-12. Anthony lewat beberapa serangan kemudian menipiskan margin poin menjadi 16-18, namun Jojo kembali mengunci permainan dan menutup set pertama skor 21-17. Pada set kedua, giliran Ginting yang lebih dulu memimpin 3-0 pada awal gim kedua. Jojo berusaha mengimbangi, sehingga pertandingan berlangsung sengit. Permainan menyerang Ginting tak bisa dibendung sekaligus menutup set kedua dengan selisih delapan poin lewat skor 21-13. Memasuki set ketiga, Ginting sempat unggul 2-0 dan 3-1 sebelum Jojo bisa menyamakan skor menjadi 3-3 dan Jojo unggul 118. Selepas jeda, Jojo memetik empat poin beruntun untuk memperlebar margin skor menjadi 15-8. Ginting mencoba memberikan perlawanan, tetapi laju poin Jojo tak terbendung. Sebuah smes

lurus Jojo ke arah kanan lapangan Anthony akhirnya menutup set ketiga dengan skor 21-14 sekaligus memastikan Jojo sebagai juara. Sementara itu, wakil Indonesia lainnya di final, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaviati harus mengakui keunggulan ganda campuran Wang Yilyu/Huang Dongping. Praveen/Melati ditundukkan unggulan pertama dari Cina itu dengan skor 15-21, 8-21 dalam waktu 35 menit. (ant)

SUDIRMAN – Jonatan Christie ketika tampil pada Piala Sudirman di Cina, Mei lalu.

Bali Diguncang Gempa Bali Post/ant

Putin Dukung Cina Sebut AS ’’Egois’’

Bali Post/ant

SINABUNG - Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik saat erupsi, Minggu (9/6) kemarin. Gunung Sinabung berstatus Siaga (level III) kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 7.000 meter.

yang dibebankan adalah para peserta UMKM di Bali,’’ ujarnya menandaskan. Gubernur mengaku sudah dari dulu berniat untuk menggratiskan stan di PKB bagi para perajin yang berasal dari UMKM tersebut. ‘’Untuk itu ketika saya terpilih, langsung saya buatkan payung hukum yang mengatur, yakni peraturan gubernur agar bebas dari pungutan,’’ katanya dengan menambahkan, ‘’Jangan pernah ragu-ragu menolong orang kecil.’’ Para peserta pameran juga diimbau agar aktif membuka jaringan baru untuk memajukan usahanya. ‘’Nanti kita akan bantu semua perajin di Bali dalam membuka jaringan dan pasar, akses keluar daerah hingga ke negara lain, termasuk juga dengan membuat rumah desain industri kreatif branding Bali. Kita fasilitasi, gratis,’’ ucapnya bersemangat. Hal. 15 Cita-cita

Rusia Taktik agresif Amerika Serikat, seperti kampanye menentang perusahaan telekomunikasi Cina, Huawei, akan menyebabkan perang dagang -- dan kemungkinan perang nyata -kata Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir pakan lalu dalam sebuah ungkapan solidaritas kepada Cina dan pemimpinnya, Xi Jinping. Dalam beberapa pernyataan terkuatnya tentang masalah ini, Putin menuduh Washington menunjukkan ‘’egoisme ekonomi yang tak terkendali’’. Dia merujuk upaya AS untuk menggagalkan pipa gas Rusia ke Eropa dan kampanye AS untuk membujuk negara-negara agar melarang Huawei, pembuat peralatan telekomunikasi terbesar di dunia, dari memasok komponen produknya. Pernyataannya di sebuah forum ekonomi di St. Petersburg bersama dengan Xi adalah sebuah pertunjukan persatuan yang jelas dengan Cina pada saat Beijing terkunci dalam perang dagang dengan Washington dan hubungan Moskow dengan Barat berada di posisi yang seburuk saat Perang Dingin. ‘’Negara-negara yang sebelumnya mempromosikan perdagangan bebas dengan persaingan jujur dan terbuka telah mulai berbicara dalam bahasa perang perdagangan dan sanksi, tentang perampokan ekonomi terbuka dengan menggunakan taktik memutarbalikkan dan menakutnakuti, untuk menghilangkan pesaingnya menggunakan apa yang disebut metode non-pasar,’’ kata Putin.

Vladimir Putin Sementara itu, Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin pada Sabtu (8/6) mengatakan akan membahas isu perdagangan dengan Gubernur Bank Rakyat Cina Yi Gang, namun progres utama dalam perang dagang AS-Cina akan berlangsung nanti pada bulan ini saat pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping. Di sela pertemuan KTT G-20 di Jepang, Mnuchin mengatakan kepada awak media bahwa pertemuan kedua pemimpin tersebut merupakan ‘’pertemuan penting berikutnya’’ dalam sengketa dagang. Pihaknya menyamakan pertemuan tersebut,

Bali Post/afp

yang tidak dikonfirmasi oleh Cina, dengan pertemuan Trump dan Xi di Buenos Aires pada Desember lalu, yang membuka jalan perundingan untuk menyelesaikan isu tersebut. Mnuchin menuturkan, tidak ada tujuan khusus dalam pembahasannya pada Minggu dengan Yi, anggota inti tim negosiasi perdagangan Cina. Pihaknya mengatakan dua pemimpin keuangan tersebut akan membahas isu ekonomi dan keuangan sebagai bagian dari interaksi lumrah G-20 mereka. Keduanya juga akan membahas isu perdagangan. ‘’Ini bukan pertemuan negosiasi,’’ kata Mnuchin. (ant/afp)

Jakarta (Bali Post) – Gempa dengan kekuatan magnitudo 5,2 terjadi di Bali, Minggu (9/6) kemarin. Gempa terjadi pada pukul 16.47 WIB berlokasi di 11.75 Lintang Selatan dan 115.66 Bujur Timur pada jarak 331 km tenggara Nusa Dua, Bali pada kedalaman 10 km. Berdasarkan informasi BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Sementara itu gempa bumi bermagnitudo 5,7 juga mengguncang Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Minggu kemarin pukul 16.32 WIB. Guncangannya dirasakan hingga Bandung dalam skala intensitas II MMI. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, hasil amat BMKG menunjukkan informasi awal di wilayah Samudera Hindia selatan Jawa itu berkekuatan magnitudo 5,7 lalu dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,5. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,68 LS dan 108,82 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 107 km arah selatan Kota Cilacap, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah pada kedalaman 64 km. Gempa selatan di Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi berkedalaman menengah ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng IndoAustralia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia. Dia mengatakan selain dirasakan hingga Bandung, guncangan gempa dilaporkan dirasakan di daerah Pangandaran, Cilacap, Ciamis, Kebumen dalam skala intensitas III MMI. (ant)


2

Senin Umanis, 10 Juni 2019

FIGUR Bahan Bacaan Digital

DALAM rangka meningkatkan literasi masyarakat, bahan bacaan perlu diubah ke dalam bentuk digital. Dengan digitalisasi bahan bacaan, seluruh masyarakat bisa mengaksesnya dengan murah dan cepat. Tidak hanya buku, lontar yang ada di perpustakaan Lontar Fakultas Sastra Universitas Udayana pun didigitalisasi. Pendiri dan Direktur Utama PT Ganeca Ketut MB Suardhana mengatakan, dengan adanya digitalisasi bahan bacaan ini, semua orang bisa membaca atau mengakses bahan bacaan. Begitu juga dengan menulis, semua orang bisa menulis dan menerbitkannya melalui media digital ini, asal memiliki kemampuan. “Dulu kan terbatas, profesor baru bisa menulis. Sekarang semua bisa menulis. Semua bisa mengakses yang sama asal mempunyai kemampuan dan kualitas yang bagus. Melalui digitalisasi inilah dapat meningkatkan literasi masyarakat,” ujarnya, Sabtu (8/6) lalu. Dikatakan, aplikasi Ganeca Digital ini seperti Gojek yang bisa menghubungkan pengarang dengan pembacanya, dan penerbit di seluruh dunia dengan pembacanya. “Ganeca yang selama ini dikenal dengan penerbit buku pelajaran, sekarang sudah ada edisi digitalnya. Sehingga masyarakat bisa membaca buku, majalah gratis dari handphone, tablet, semua buku tidak hanya buku pelajaran, bahkan buku masakan,” jelasnya. Hasil karya pengarang di Indonesia juga bisa dibaca masyarakat di seluruh dunia, begitu juga sebaliknya. Dikatakan, aplikasi Ganeca digital ada yang gratis, ada yang berbayar. Untuk buku wajib, buku sekolah tidak dikenakan biaya. “Sedangkan buku premium yang pengarangnya meminta royalti, itu bayar tapi murah. Paling 30 persen,” ujarnya. Ganeca digital ini nantinya akan menyasar anak-anak sekolah, karena ia khawatir dengan adanya pilpres dan pileg belum lama ini akan memperlambat proses pencetakan buku pelajaran untuk pendidik. “Inilah (aplikasi-red) yang akan menjadi penyembuhan pertama di awal dulu sebelum buku-buku cetak terbit,” tegasnya. Menurutnya, saat ini segala jenis bacaan harus ada dua versi yaitu cetak dan digital, karena masyarakat haus akan bacaan yang murah dan cepat. Bahkan, beberapa penerbit dan media sudah ada yang memiliki dua versi yaitu digital dan cetak. Meskipun ia tahu penerbit tidak akan rela dengan adanya digitalisasi bahan bacaan ini, namun ia ingin melakukan terobosan pertama. “Beberapa penerbit sudah mau ikut. Pasti ada keberatan nantinya, tapi pasti harus disesuaikan,” ujarnya. Ia menegaskan, segala jenis bisnis harus memikirkan ke arah teknologi dan digital. Di negara lain terutama negara maju sudah lebih dulu menerapkan teknologi dan digital ini, karena digitalisasi dan teknologi inilah yang akan mencipatkan bisnis yang berkeadilan. (may)

Belum Ada Desain Infrastruktur Lengkap untuk Pariwisata

Denpasar (Bali Post) – Bali belum mempunyai desain infrastruktur lengkap untuk pariwisata. Pembangunan sejumlah infrastruktur penunjang pariwisata yang dilakukan selama ini hanya untuk mengatasi persoalan saat ini. Dalam pertemuan dengan kalangan pariwisata beberapa waktu lalu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, semua dibangun berdasarkan kebutuhan yang tiba-tiba. Ada hajatan besar di Bali dibangun jalan tol, dibangun underpass. “Dari kacamata pariwisata, kita belum mempunyai desain lengkap,” katanya. Menurut Gubernur Koster, saat ini sedang dirancang integrasi desain darat, laut maupun udara. Seperti shotcut Denpasar-Singaraja, kelanjutan Jalan By-pass Ida Bagus Mantra, jalur logistik trans Jawa, Bali, NTB. Di bagian selatan jalur pariwisata, jalur barat bagian utara. Untuk jalur laut, Pelabuhan Benoa membangun penyeberangan Sanur-Nusa Penida, Lembongan, Cruise Tanah Ampo, Amed ke Lombok, dan yang lainnya. Selain itu, Gubernur Koster juga menyampaikan ada sejumlah hal fundamental yang harus dibenahi. Baik alam maupun manusianya. Saat ini dipermukaan Bali memang terlihat bagus-bagus, namun sebenarnya parah. Hal ini karena kita terlalu lama diberikan nikmat. “Pariwisata Bali dalam lampu kuning, kita harus berpikir secara menyeluruh,” katanya. Dari berbagai permasalahan yang masih ada tersebut, kata Koster ke depan perlu ditata dengan standarisasi. Nantinya juga akan dirancang Ranperda tentang Penyelenggara Pariwisata. (kmb16)

Penjualan Avtur Meningkat Selama Lebaran

Denpasar (Bali Post) Memasuki H +4 Lebaran, Pertamina Marketing Operation Region V melalui Unit Operasi Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Juanda Surabaya dan Ngurah Rai Bali mencatat peningkatan penjualan avtur masing-masing sebesar 22 persen dan 4 persen dari rata-rata normal harian. Di Bandara Juanda Surabaya, normalnya penyaluran avtur sebesar 970 kiloliter per hari dengan jumlah penerbangan yang dilayani sebanyak 158 penerbangan. Sampai dengan H+4 Lebaran ini, rata-rata penyaluran avtur sebesar 1.030 kiloliter per hari, dengan jumlah penerbangan yang dilayani sebanyak 170 penerbangan, atau meningkat sebesar enam persen untuk volume penyaluran avtur dan 10 persen frekuensi penerbangan yang dilayani selama Lebaran. “Puncaknya, di Surabaya terjadi kenaikan penjualan avtur paling signifikan sebesar 22 persen pada H-6 Lebaran, atau pada 30 Mei 2019. Pada hari itu penyaluran avtur mencapai 1.180 kiloliter dengan jumlah frekuensi penerbangan yang dilayani sebanyak 203 penerbangan,” ujar Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region V Jatimbalinus Rustam Aji, Minggu (9/6) kemarin. Sementara di Bandara Ngurah Rai Bali, kata Rustam Aji, normalnya penyaluran avtur berkisar 2.450 kiloliter per hari. Sampai dengan H+4 Lebaran ini, rata-rata penyaluran Avtur berkisar 2.550 Kilo Liter per hari atau meningkat sebesar empat persen. Sedangkan jumlah penerbangan yang dilayani sebanyak 206 penerbangan, atau naik 13 persen dari biasanya 183 penerbangan. Menurut Rustam Aji, saat ini DPPU Juanda dan Ngurah Rai sudah mempersiapkan diri melayani arus balik yang diprediksi memuncak pada Minggu (9/6). “Tim Satgas Ramadhan dan Idul Fitri yang terus beroperasi sampai H +15 Lebaran selalu memonitor kondisi di lapangan. Saat ini dapat dipastikan stok mencukupi untuk melayani arus balik Lebaran,” katanya. (kmb42)

Topik : UKM

GRATIS PAMERAN DI PKB

Pengarahan Peserta Pameran PKB 2019

Yang Tidak Lolos Seleksi Diharapkan ”Legowo”

Denpasar (Bali Post) Pesta Kesenian Bali (PKB) tidak hanya identik dengan pentas budaya, tetapi juga disemarakkan dengan pameran Industri Kecil dan Menengah (IKM). Jika dalam perhelatan tahun sebelumnya peserta pameran dipungut biaya sewa stan, tahun ini Pemprov Bali menggratiskannya. Untuk bisa mengisi slot stan IKM yang gratis ini, Minggu (9/6) kemarin dilakukan pengarahan bagi peserta pameran PKB yang diikuti pelaku IKM kabupaten/kota di Bali. Para peserta ini akan menjalani seleksi agar bisa mengisi 304 stan IKM yang disediakan. Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka acara pengarahan tersebut, mengharapkan para peserta yang tidak lolos seleksi menerimanya dengan legowo dan tidak ribut-ribut. Menurut Gubernur Koster, menggratiskan stan IKM di PKB tahun 2019 ini menjadi langkah awal pihaknya membantu memajukan IKM di Bali. Menurutnya, masih akan ada lagi terobosan-terobosan lain untuk bisa membantu IKM di Bali menjadi lebih maju dan tentu lebih sejahtera. Salah satunya adalah membuat web Bali Smart Island yang bertujuan untuk mempromosikan IKM Bali secara online. Terkait perhelatan PKB yang akan berlangsung selama sebulan penuh, Guber-

nur Koster memastikan akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo. Presiden akan melepas acara pawai yang digelar Sabtu (15/6) pukul 14.00 Wita, dan malam harinya pukul 20.00 Wita membuka PKB. “Beliau sudah dipastikan hadir,” ujarnya. Gubernur Koster menegaskan, perhelatan PKB 2019 ini akan berbeda dari sebelumnya, baik dari materi seni budaya yang akan ditampilkan maupun materi yang dilombakan selama PKB. “Yang ditonjolkan adalah seni tradisi yang ada di desa adat. Saya pastikan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya. Mengenai seleksi peserta pameran IKM dalam perhelatan PKB, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bali Putu Astawa memaparkan, dengan adanya format baru, di mana peserta tidak lagi dipungut biaya sewa stan, mekanisme dalam merekrut peserta pameran ini berjenjang. ‘’Pertama diawali sosialisasi ke kabupaten/kota jika stan tahun ini tidak dipungut biaya sewa. Kemudian dari kabupaten/ kota akan merekomendasikan IKM yang ikut seleksi ke tahap provinsi,” ujarnya. Menurut Astawa, poin penting untuk bisa lolos seleksi adalah peserta IKM tidak pernah mengikuti pameran di PKB sebelumnya. Poin ini memiliki nilai yang besar. Di samping itu, peserta ha-

Bali Post/kmb24

PENGARAHAN - Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan pengarahan kepada peserta Pameran PKB 2019 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu (9/6) kemarin. rus ber-KTP Bali dan produk yang dijual merupakan hasil kerajinan maupun produksi dari sameton Bali. “Namanya juga Pesta Kesenian Bali. Jadi yang dipamerkan di stan harus produksi asli Bali, bukan daerah lain,” ujarnya. Persyaratan lainnya, kata Astawa, peserta pameran harus bersedia mengikuti pameran selama satu bulan penuh atau selama PKB berlangsung. Mengenai syarat ini dari pengala-

man sebelumnya, ada beberapa peserta yang tidak bisa ikut pameran selama satu bulan penuh dengan pertimbangan bekerja, mengurus keluarga maupun merasa beban hidup di Denpasar selama satu bulan itu mahal. “Jadi, kesiapan untuk bisa mengikuti pameran satu bulan penuh juga jadi poin penting agar lulus seleksi,” imbuhnya. Astawa menambahkan, omzet para peserta pameran

tahun ini tidak dipatok. Namun berkaca dari pelaksanaan PKB tahun-tahun sebelumnya, omzet para peserta pameran secara keseluruhan memang selalu meningkat setiap tahun. Rata-rata kenaikan omzet berkisar antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Tahun 2018 total omzet seluruh peserta pameran mencapai Rp 14 miliar dan diharapkan juga meningkat pada PKB tahun ini. (kmb24)

Denpasar (Bali Post) Adanya teknik kain bordir yang saat ini sedang digandrungi masyarakat Bali karena harganya yang lebih murah, membuat kain tenun asli Bali dikhawatirkan akan punah 5 hingga 10 tahun mendatang. Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat kain tenun Bali merupakan warisan budaya turun-temurun yang seharusnya dilestarikan.

dir juga mirip dengan kain tenun, di mana motifnya sama dan benangnya yang lebih berkilat. Sebagai perbandingan harga, tenik kain bordir harganya di kisaran Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu. Sementara kain tenun yang ditenun dengan teknik cag-cag harganya bisa jutaan sampai puluhan juta rupiah. Dengan minimnya minat konsumen membeli kain tenun Bali dan beralih pada kain border, tentu lamakelamaan akan mematikan usaha kain tenun Bali. “Lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi, penenun yang ada di Bali akan gulung tikar usahanya karena produknya jarang dibeli,” katanya mengeluhkan. Supaya sama-sama bisa berkembang sekaligus melestarikan kain tenun Bali, Putri Suastini Koster mengajak para perajin maupun pelaku usaha IKM di bidang kain untuk mencipatkan motif sendiri bagi kain bordir. Untuk kain tenun, motif yang sudah ada saat ini perlu direkonstruksi dan diadakan lagi sehingga ada keragaman dan lestari. Cara lain adalah pelaku IKM kain bordir mendorong konsumen memakai kain bordir untuk busana, karena teksturnya yang lebih ringan, sementara kain tenun yang berat dipakai untuk kamen. “Jika

bersama-sama melakukannya, tentu kita bisa meningkatkan kesejahteraan secara merata untuk para perajin, baik itu kain tenun maupun kain bordir,’’ katanya menyarankan. Salah satu pelaku IKM kain bordir, Jro Puspawati Saskara, sependapat dengan yang dipaparkan oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali. Sebagai pelaku IKM yang menjual kain teknik bordir, pihaknya selama ini menjual dengan motif sendiri dan tidak meniru teknik kain tenun yang sudah ada. Jro Puspawati Saskara menambahkan, saat ini tenaga penenun Bali juga sudah sangat susah ditemukan. Karena hasil karyanya jarang terjual, kebanyakan penenun malah lebih memilih profesi lain, salah satunya jadi penjaga counter HP. “Mereka lebih bangga menjadi penjaga counter HP dibandingkan jadi penenun. Oleh karena itu, ajakan Ketua Deskranasda Bali membuat motif sendiri untuk kain border, sangat saya dukung untuk melestarikan kain tenun Bali,” tegasnya. (kmb24)

Kain Tenun Asli Bali Dikhawatirkan Punah Untuk bisa mempertahankan warisan budaya Bali ini, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengajak para perajin dan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) khususnya yang menggunakan teknik bordir untuk menciptakan desainnya sendiri, dan tidak mengkopi desain kain tenun Bali khususnya songket yang sudah ada selama ini. Hal ini dipaparkan Putri Suastini Koster dalam acara pengarahan peserta pameran PKB di Gedung Ksirarnawa Art Centre Bali, M i n g g u (9/6) k e marin. I a

mengatakan, dulu Bali mampu menyediakan kebutuhan sandang dari hulu ke hilir. Artinya, dari penyediaan bahan baku benang sampai tenaga penenun semua tersedia. “Kini hulunya yaitu pohon kapas sebagai bahan baku benang kita sudah tidak ada dan harus disediakan dari luar. Sekarang tenaga penenunnya terancam punah 5 sampai 10 tahun lagi karena produknya jarang yang mau membeli,” ujarnya. Ancaman punahnya penenun Bali yang berimbas pada punahnya kain tenun asli Bali ini, kata Putri Suastini Koster, karena mulai maraknya teknik bordir pada kain di mana motifnya mengikuti motif tenun Bali, khususnya motif songket yang sudah ada turun-temurun. “Sekarang banyak teknik bordir yang mengambil motif dari songket. Produk ini dibandingbandingkan oleh konsumen,” katanya. Putri Suastini Koster menambahkan, ibu-ibu yang menjadi konsumen tentu akan memilih teknik bordir karena selain lebih murah, penampilan kain bor-

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Bangkitkan Kembali Kawasan ”Heritage” Jalan Gajah Mada

Pemkot Libatkan ”Start Up” Kuliner hingga Oleh-oleh Khas Denpasar

KAWASAN Jalan Gajah Mada menjadi kawasan ikonik jika berkunjung ke Kota Denpasar sejak zaman dulu hingga kini. Kawasan perdagangan dengan mempertahankan corak banguan pertokoan tua di Kota Denpasar yang dulunya disebut kawasan Pecinan Gajah Mada, kini terus mendapatkan sentuhan kreatif dari Pemkot Denpasar dalam penataan kawasan heritage tersebut. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menegaskan, penataan dan membangkitkan kembali kawasan heritage Jalan Gajah Mada tersebut saat meninjau kawasan Gajah Mada, Sulawesi, Gang Beji dan kawasan Pecinan, Minggu (9/6) kemarin. “Penataan ini kita kembali mengbangkitkan kawasan heritage Gajah Mada yang dulu hingga kini masih tetap menjadi sebuah kawasan bersejarah dan kenangan bagi masyarakat Denpasar,” ujar Rai Mantra. Didampingi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Pemkot Denpasar, Rai Mantra mengawali kunjungan mengarah ke kawasan Jalan Sulawesi, tepatnya di penataan aliran Sungai Badung. Berada di sisi kawasan ini, Rai Mantra memerintahkan kepada Dinas PUPR Denpasar dan Dinas Perumahan dan Pemukiman untuk terus melakukan penataan. Rai Mantra menambahkan, seperti kawasan Gang Beji, Jalan Gajah Mada yang terkenal dengan kuliner khas nasi jinggo yang akan diangkat kembali lewat deretan

kawasan kuliner. Sejarah kawasan Gajah Mada juga akan dipersiapkan untuk memberikan informasi tentang keberadaan kawasan ini kepada masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Denpasar. Arahan Rai Mantra menjadikan kawasan ini sebagai start up kuliner dan oleh-oleh khas Kota Denpasar akan segera dipersiapkan lewat regulasiregulasi proses persiapan dari Pemkot Denpasar. Saat ini kawasan Gajah Mada, Gang Beji, Taman Kumbasari Tukad Badung, hingga kawasan ganggang Pecinan di dekatnya berkaitan dengan keberadaan Pasar Rakyat Pasar Badung Kota Denpasar, kawasan Pura Desa Denpasar yang memberikan nuansa heritage yang harus tetap dijaga. Penataan bangunan-bangunan tua di kawasan ini juga akan dilakukan hingga persiapan pembuatan mural khusus pada gang-gang pecinan di sekitarnya. “Saat ini telah ada beberapa kuliner yang dapat dinikmati masyarakat hingga wisatawan jikalau berkunjung ke Denpasar. Ada kuliner khas Bali dari masyarakat sekitar, dan juga dapat menikmati kopi di sekitarnya,” ujar Rai Mantra. Keterlibatan Badan Kreatif Denpasar (BKRAF) diharapkan Rai Mantra mampu memberikan sentuhan kreatif kawasan penunjang Jalan Gajah Mada. Tak sebatas pada kuliner dan start-up, namun mampu mengemas kawasan ini menjadi destinasi baru Denpasar memberikan kesan khas

MENINJAU - Wali Kota Rai Mantra bersama OPD terkait saat meninjau kawasan Heritage Jalan Gajah Mada, Taman Kumbasari Tukad Badung dan kawasan Jalan Sulawesi, Minggu (9/6) kemarin. sebuah kota tua di Kota Denpasar. “Regulasi telah siap dan kita akan segera lakukan penataan bersama OPD terkait yang akan kita dahului langkah penataan lalu lintas, keamanan dan ketertiban, kuliner hingga memberikan pendampingan dan juga pemberiaan insentif bagi usaha mikro kecil menengah di kawasan ini,” ujar Rai Mantra sembari mohon dukungan masyarakat sekitar dalam membangkitkan kawasan Gajah Mada dan zona Z kawasan Heritage Denpasar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani mengatakan, terkait regulasi penunjang sudah dilakukan koordinasi dengan OPD terkait. Langkah awal sesuai arahan Wali Kota Denpasar akan segera dilakukan bersama yang juga melibatkan BKRAF Denpasar. Di samping itu, penempatan penunjuk arah kawasan dan juga promosi kepariwisataan akan segera dilakukan untuk membangkitkan kawasan heritage Jalan Gajah Mada. (ad)


BADUNG 3 Paguneman Dharma Ghosana Dharmopadesa Kabupaten Badung Bahas ’’Pangaskaran Ritatkala Pengabenan’’ Senin Umanis, 10 Juni 2019

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri acara Paguneman Dharma Ghosana Dharmopadesa Kabupaten Badung yang membahas ‘’Pangaskaran Ritatkala Pengabenan’’ yang dilangsungkan Minggu (9/6) kemarin di Puri Agung Mengwi. Selain Bupati, acara yang dihadiri para sulinggih ini juga dihadiri Panglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung Ida Bagus Anom Bhasma, Kabag Humas Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Camat Mengwi IGN Jaya Saputra serta Angga Puri. Narasumber dalam acara ini di antaranya Ida Pedanda Gede Putra Yoga, Geria Tegeh, Tunjuk, Tabanan dan Ida Pedanda Gede Wayahan Bun, Geria Sanur, Pejeng, Gianyar. Penyaji atau pemakalah yakni Ida Pedanda Gede Giri Dwija Guna, Geria Giri Sari Uma Ngenjung, Angantaka, Badung dan Ida Pedanda Gede Sakti Telabah, Geria Telabah, Kerobokan, Badung. Moderator yakni Ida Pedanda

Gede Wayahan Keniten, Geria Tengah, Semarapura, Klungkung dan Perumus Ida Pedanda Gede Tajung, Geria Bukit, Bangli. Pesertanya 21 sulinggih dari seluruh Bali dan bendesa adat seKecamatan Mengwi Mangu Kerta Mandala. Ketua Panitia Ida Bagus Purba Negara menyampaikan, Paguneman Dharma Ghosana Dharmopadesa mengenai Pangaskaran Ritatkala Pengabenan Alit memang sudah menjadi tugas dan kewajiban serta swadharma dari Dharmopadesa dalam menjalankan dharmaning agama, dalam hal ini untuk kembali memberikan tambahan pengetahuan maupun pemahaman mengenai proses pelaksanaan ajaran agama, salah satunya pangaskaran dalam pengabenan alit. ‘’Kita ketahui di Kabupaten Badung melalui Dinas kebudayaan sudah menyosialisasikan mengenai tahapan-tahapan yang berasal dari sastra terkait dengan pengabenan alit. Mekipun begitu kami dari Dharmopadesa ingin menegaskan kembali men-

genai hal tersebut,’’ jelasnya. Menurutnya, hasil dari kegiatan ini akan dirangkum dalam sebuah buku sehingga dapat disosialisasikan kepada krama sebagai dasar dalam melaksanakan ajaran agama. Bupati Giri Prasta sangat mengapresiasi kegiatan paguneman para sulinggih yang difasilitasi Panglingsir Puri Ageng Mengwi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat mulia dan diharapkan hasil dari rapat sulinggih ini dapat dibukukan, yang nantinya dapat disahkan serta dilakukan oleh seluruh umat khususnya di Kabupaten Badung. Panglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung juga sangat mengapresiasi Dharma Ghosana Dharmopadesa Kabupaten Badung yang mengikutsertakan sulinggih seluruh Bali dengan membahas secara umum berkaitan dengan Pitra Yadnya khususnya pangaskaran. Hal ini sangat penting untuk menjadi pedoman oleh masyarakat. ‘’Hasilnya ini nanti dibukukan terus disebarkan kepada masyarakat. Itu

merupakan satu pedoman nanti terutama bagi krama yang melaksanakan pengabenan yang paling kecil untuk meringankan mereka,’’ terangnya. Panglingsir Ghosana Kabupaten Badung menyampaikan, dalam panca yadnya, salah satunya ada pitra yadnya yaitu ngaben. Dalam hal upacara ngaben, banyak masyarakat yang nunas kepada sulinggih agar dapat melaksanakan ngaben dengan biaya yang sedikit yang disebut ngaben alit. Sudah dari dulu ada petunjuk mengenai ngaben alit yang dibuatkan oleh Kabupaten Badung, namun di dalamnya belum mencukupi khususnya mengenai pangaskaran. Bupati Badung juga mengeluarkan buku ‘’Krama Ngaben Alit’’, yang belum berisikan pangaskaran. Namun usaha dan inisiatif dari Bupati Badung ini patut diberikan apresiasi. Tujuan paguneman ini agar dapat melahirkan sebuah petunjuk dari upacara pitra yadnya atau ngaben alit yang puput di setra.

PAGUNEMAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri acara Paguneman Dharma Ghosana Dharmopadesa Kabupaten Badung yang membahas ‘’Pangaskaran Ritatkala Pengabenan’’, Minggu (9/6) kemarin di Puri Agung Mengwi. Untuk itu sangat penting bagi para sulinggih yang hadir membuat rumusan secara riil, tattwa, susila dan upakara ngaben alit. Dari rumusan dan pemikiran

para sulinggih ini nantinya akan dijadikan topik utama pembahasan dalam rapat selanjutnya pada wuku bala yang akan datang. ‘’Kami harapkan para

sulinggih dan walaka untuk mengeluarkan pemikiran dalam paguneman ini. Semoga paguneman ini labda karya, sidaning don,’’ katanya. (ad147)

KPU Ingatkan Caleg Terpilih Setor LHKPN

Mangupura (Bali Post) -

Bali Post/edi

DEKLARASI - Bendesa Adat se-Kabupaten Badung mengikuti deklarasi Mangupura, Badung Anti-Kantong Plastik, Minggu (9/6) kemarin, di kantor DLHK Badung.

Desa Adat Diharapkan Susun ”Pararem” Kurangi Kantong Plastik

Mangupura (Bali Post) Dalam rangka pengurangan penggunaan kantong plastik, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Minggu (9/6) kemarin mengumpulkan seluruh Bendesa Adat se-Kabupaten Badung untuk mengikuti deklarasi Mangupura, Badung Anti-Kantong Plastik. Melalui deklarasi yang dilangsungkan di kantor DLHK Badung ini, seluruh desa adat di Badung diharapkan ikut berperan aktif dalam pengurangan penggunaan kantong plastik dengan menuangkannya dalam pararem. Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan menjelaskan, komitmen Pemkab Badung dalam hal ini Bupati Badung untuk memerangi sampah plastik sudah

direalisasikan sejak awal. Dua perbup sekaligus diterbitkan, sebagai dasar hukum pengurangan sampah plastik. Dua perbup tersebut yaitu Perbup No. 48 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse dan Recycle Melalui Bank Sampah, dan Perbup No. 47 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Yang menarik, dalam penerapan perbup ini Pemkab Badung melibatkan kearifan lokal dengan menuangkan aturan pengurangan penggunaan kantong plastik dalam awig-awig atau pararem di desa adat. Pejabat asal Sempidi ini menerangkan, dalam Perbup 47 Tahun 2018, lebih secara spesifik mengatur pengurangan penggunaan kantong plastik yang menjadi salah satu

sumber utama sampah plastik. ‘’Pada pasal 3 dinyatakan, kawasan antikantong plastik yang berbasis kearifan lokal dikelola oleh desa adat, agar dituangkan dalam awig-awig atau pararem desa adat setempat,’’ jelas Eka Merthawan. Dikatakanya, dengan melibatkan desa adat, pelaksanaan Perbup tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik akan lebih efektif. Dalam hal ini, desa adat akan dijadikan bemper untuk meyakinkan kepada dunia terkait masalah kebersihan di lingkungannya, terutama menyangkut pengurangan sampah plastik. Hal ini sangat penting agar wisatawan tidak takut atau ragu-ragu datang ke Bali. ‘’Untuk memulai pengurangan penggunaan kantong plastik,

desa adat diharapkan ikut berperan aktif. Tidak hanya itu, di dalam pararem desa, agar mencantumkan terkait pengurangan kantong plastik tersebut,’’ katanya. Untuk itu, pihaknya memberikan waktu enam bulan kepada seluruh desa adat untuk merancang pararem. Sehingga tahun ini diharapkan sebanyak 122 desa adat di Badung sudah memiliki pararem yang sama untuk mengatur pengurangan penggunaan kantong plastik. ‘’Kita bikin deklarasi dan semua tanda tangan. Sebanyak 122 bendesa di Badung meyakinkan diri melalui deklarasi Mangupura. Ini merupakan komitmen Badung untuk pengurangan penggunaan kantong plastik,’’ tegasnya. (kmb23)

Normal, Arus Balik di Terminal Mengwi Mangupura (Bali Post) Memasuki H +3 Idul Fitri 2019, arus balik di Terminal Mengwi, Minggu (9/6) siang masih normal. Puncak arus balik pemudik ke Bali melalui terminal tipe A ini diprediksi pada malam harinya hingga Senin (10/6) dini hari. Koordinator Terminal Tipe A Mengwi Cok Agung Suarmaya mengungkapkan, arus keberangkatan penumpang dari terminal tipe A satu-satunya di Bali ini justru jauh lebih banyak dibandingkan yang baru datang. Di sisi lain, aparat gabungan mulai memperketat pemeriksaan kelengkapan identitas terhadap para penumpang yang baru tiba. ‘’Bisa saja ini karena bersamaan dengan libur sekolah. Dengan demikian, pemudik sengaja memanfaatkan masa liburan di kampung halaman lebih lama,’’ ungkapnya. Kendati demikian, lonjakan arus balik kemungkinan terjadi pagi ini. Sebab, trendnya dini hari atau pagi, bus dari luar Bali tiba di Terminal Mengwi. Data dari pengelola terminal, pada H +2 total penumpang yang datang ke Terminal Mengwi sebanyak 1.298 penumpang dengan 60 armada. ‘’Sedangkan total jumlah penumpang yang berangkat menuju kota-kota besar di pulau Jawa mencapai 1.879 penumpang dengan diangkut menggunakan 68 armada,’’ sebutnya Sementara mengenai keamanan di dalam terminal, pihaknya mengucap syukur sejauh ini berjalan dengan baik. Pengamanan dari unsur TNI, Polri dan instansi lainnya dinilai sangat membantu, sehingga semua berjalan dengan kondusif. (kmb27)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung mengingatkan caleg terpilih untuk segera menyetorkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Sebab, masa jabatan anggota DPRD Badung periode 2014-2019 akan berakhir per tanggal 4 Agustus 2019. Ketua KPU Badung I Wayan ‘’Kayun’’ Semara Cipta, Minggu (9/6) kemarin mengungkapkan, setelah penetapan caleg terpilih, pihaknya baru dapat mengusulkan ke Gubernur Bali untuk pelantikan dan pengesahan. Hanya caleg tepilih akan dilantik apabila telah memenuhi beberapa persyaratan penting. Seperti, tidak tersandung kasus kriminal berupa tindakan pidana korupsi dan kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Selain itu, syarat mutlak yang harus dipenuhi adalah tujuh hari setelah ditetapkan, caleg terpilih harus menyerahkan tanda bukti LHKPN kepada KPU. Bila LHKPN tidak disetor, Kayun memastikan, caleg tersebut meski sudah ditetapkan tidak akan bisa dilantik. ‘’Dari sekarang kami mengingatkan kepada para caleg yang lolos agar segera mempersiapkan LHKPN-nya. Karena itu syarat untuk bisa dilantik menjadi anggota DPRD Badung. Jadi, caleg yang sudah berpeluang lolos agar mengumpulkan LHKPN-nya ke KPU,’’ tegasnya. Menurutnya, LHKPN dapat dikumpulkan mulai sekarang. Bahkan untuk PDI-P dan Demokrat telah mengumpulkan persyaratan tersebut

jauh hari sebelumnya. Pihaknya kini sedang mempersiapkan penetapan calon anggota dewan terpilih. Berdasarkan petunjuk KPU-RI, penetapan caleg terpilih akan dilakukan setelah putusan Mahkamah Konstitusi yang dijadwalkan pada 1 Juli. ‘’Sesuai petunjuk KPU-RI, mekanisme penetapan caleg terpilih, KPU menetapkan caleg terpilih tiga hari setelah keluarnya putusan MK. Artinya, sekitar tanggal 4 Juli sudah penetapan caleg terpilih,’’ jelasnya. Dikatakannya lebih lanjut, KPURI memberikan waktu antara Agustus sampai September anggota dewan terpilih bisa dilantik. Namun, pelantikan juga tergantung kesiapan Sekretariat DPRD Badung. Seperti diketahui, berdasarkan hitung-hitungan KPU Badung, masa jabatan anggota DPRD Badung periode 2014-2019 sudah berakhir tanggal 4 Agustus mendatang. Pada tanggal itu anggota DPRD terpilih telah dilantik, sehingga tidak ada kekosongan wakil rakyat di parlemen Badung. ‘’Kalau bisa, sebelum masa jabatan anggota dewan lama berakhir sudah ada pergantian. Yang menentukan jadwal pelantikan ini adalah Sekretariat Dewan,’’ katanya. (kmb27)

Antisipasi Duktang Tanpa Identitas

Satpol PP Gencarkan Sidak Kependudukan Mangupura (Bali Post) Mengantisipasi adanya penduduk pendatang (duktang) yang tanpa dilengkapi identitas atau yang hanya bermodal nekat, Satpol PP Kabupaten Badung terus melakukan pendataan. Seperti yang dilakukan Minggu (9/6) kemarin, seluruh penumpang yang tiba di Terminal Mengwi, didata kelengkapan identitas kependudukannya. Kepala Satpol PP Badung IGAK Suryanegara mengatakan, apabila ada temuan penduduk tanpa identitas, maka penduduk bersangkutan akan diminta penjaminnya. Kalau tidak ada penjamin, mereka terpaksa dipulangkan. ‘’Sekarang baru langkah awal. Besok (hari ini - red) sampai hari Kamis baru dilakukan pemeriksaan mendetail,’’ katanya, Minggu kemarin. Diakuinya, untuk pendataan duktang, pihaknya akan fokus di Terminal Mengwi. Karena di sana merupakan lokasi kedatangan duktang dan pintu masuk pertama Badung. Dalam melakukan pendataan, pihaknya juga akan bersinergi dengan TNI, polisi dan BNNK. Untuk

Bali Post/ist

MEMERIKSA - Petugas Satpol PP Badung bersiap memeriksa kelengkapan identitas penumpang di Terminal Mengwi.

jalut laut, pihaknya juga berkoordinasi dengan polisi KP3. ‘’Untuk pengawasan kedatangan di bandara memang tidak terlalu. Karena ketika orang naik pesawat pasti memerlukan KTP untuk membeli tiket,’’ ujarnya. Sementara untuk pendataan duktang khususnya di kawasan Kuta, Desa Adat Kuta akan berkoordinasi dengan instansi terkait. Dalam waktu dekat, akan dilaksanakan pendataan ke sejumlah tempat untuk mengecek keberadaan duktang. Bendesa Adat Kuta I Wayan Wasista mengatakan, saat penertiban nanti mereka yang tidak membawa identitas atau KTP akan dibawa ke kantor Lurah untuk ditindaklanjuti. Pihaknya mengakui desa adat tidak bisa untuk memberikan sanksi bagi mereka yang tidak membawa identitas. Desa adat hanya berwenang melakukan pendataan. Saat ini pihaknya masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait ,seperti Satpol PP dan Dinas Sosial untuk pendataan duktang. Sementara terkait pungutan kepada duktang, dia menyebutkan itu akan dibahas bersama. Hal ini juga diharapkan harus ada kesamaan antara desa adat yang satu dengan yang lain. ‘’Tidak hanya diterapkan di Kuta saja, namun desa adat di seluruh Kabupaten Badung harus sama aturannya,’’ jelasnya. (kmb23)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

UNHI Kenalkan Inovasi Virtual Reality Sejarah Belajar Sejarah Dikemas Lebih Asyik

MINIMNYA keinginan untuk belajar tentang sejarah di kalangan generasi muda, khususnya anakanak Sekolah Dasar (SD) memotivasi Universitas Hindu Indonesia (UNHI) bekerja sama dengan Digital Lontar mencoba implementasi inovasi tentang teknologi virtual reality di bidang Sejarah. Bagaimana menjaga adat, budaya Bali dengan memadukan teknologi di dalamnya. Sebagai uji coba, inovasi ini pertama kali diperkenalkan di Desa Rejasa Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan, Sabtu (8/6) malam. Akademisi Perwakilan Inkubator Bisnis UNHI I Putu Fery Karyada, S.Pd., M.A. menerangkan, kegiatan ini selain sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi UNHI yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, juga untuk kembali menggeliatkan generasi muda sejak dini mengenal sejarah yang dikemas dengan cara kekinian. Karena diakuinya saat ini, generasi muda, khususnya anak SD terkadang enggan untuk belajar sejarah dengan hanya membaca buku. Di satu sisi, perkembangan iptek global yang dikenal industri 4.0 terjadi transformasi perguruan tinggi dari agent of education menjadi agent of economic development. Dengan demikian tri dharma pengabdian pada masyarakat akan berubah menjadi inovasi untuk masyarakat. ‘’Dengan penerapan inovasi ini, kami harap generasi muda, terutama di desa wilayah Kabupaten Tabanan bisa menjaga budaya Bali dengan kepribadian yang kuat,’’ ucap pria yang juga menjadi Ketua Karang Taruna Raharja Yasa ini. Dipilihnya desa sebagai pengenalan awal inovasi ini, lanjut Fery, karena budaya dan psikologi real Bali ada di desa. Selain itu, saat ini program pemerintah fokus membangun Indonesia dari pinggiran. Banyak program pembangunan

SOSIALISASI - Perwakilan Inkubator Bisnis UNHI serta tim dari Digital Lontar tengah menyosialisasikan cara penggunaan inovasi virtual reality sejarah, Sabtu (8/6) malam di Balai Serba Guna, Desa Rejasa Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan. desa, tetapi masih lebih banyak ke infrastruktur dan belum menyentuh pengembangan SDM. ‘’Pentingnya SDM generasi muda karena mereka cerminan masa depan. Bagaimana mewujudkan desa yang memiliki wawasan global, dan berkepribadian lokal jika desa tidak dibina, maka Bali akan hancur,’’ pungkasnya. Dari hasil uji coba ini nantinya akan didapat sejumlah masukan untuk pengembangan maupun penyempurnaan inovasi, sehingga bisa diterima dengan baik di masyarakat. Terkait penerapan teknologi virtual reality sejarah dalam upaya melestarikan cerita dan budaya Bali yang merupakan inovasi UNHI ini mendapat apresiasi dari Perbekel Desa Rejasa I Gede Wayan Wihastra. Apalagi, pihaknya juga sangat berbangga inovasi ini diperkenalkan pertama kali di Desa Rejasa. Hal ini tentunya akan membuktikan

generasi muda di Desa Rejasa memiliki banyak kegiatan positif yang tentunya dapat mendukung program pembangunan di desa. Apalagi banyak siswa SD yang memanfaatkan momen pengenalan inovasi ini untuk bisa belajar tentang sejarah dengan aplikasi yang kekinian dan banyak digemari. ‘’Lewat aplikasi semacam game ini, mereka (siswa) akan tahu dan rajin memaknai sejarah bangsa dan Pulau Dewata pada khususnya. Kalau dulu hanya bisa dibaca lewat buku, sekarang bisa belajar dengan asyik lewat aplikasi ini,’’ ucapnya. Selain siswa SDN 2 Rejasa, inovasi virtual reality sejarah ini juga coba dikenalkan secara bergiliran pada empat sekaa teruna yakni Dharma Kusuma, Kerthi Yowana, Dharma Bakti, Eka Darma Shanti, serta ada pula dari Karang Taruna Raharja Yasa. (ad148)

Lembaga Negara Apresiasi Tangkal ’’Hoax’’ Milik Pemkot Denpasar

KEHADIRAN satuan tugas (satgas) dan aplikasi untuk menangkal hoax milik Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Denpasar, diapresiasi dan disambut baik lembaga-lembaga negara, seperti Komisi Informasi Daerah Bali, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bali dan anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Daerah Bali. ‘’Satgas dan aplikasi Tangkal dan Analisa Berita Bohong (TABOO) yang bertujuan untuk menangkal penyebaran informasi bohong (hoax), tentunya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat,’’ jelas Ketua Komisi Informasi Daerah Bali Agus Astapa. Pihaknya berharap aplikasi ini dikembangkan lebih jauh sehingga makin memudahkan masyarakat mengakses dan menggunakannya. ‘’Pengembangannya misalnya agar bisa di-download di smartphone agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas dengan lebih gampang,’’ tegas mantan jurnalis media nasional ini. Dijelaskan, TABOO yang di-launching Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, S.E. pada Hari Kebangkitan Nasional lalu menjadi wahana edukasi masyarakat agar terbiasa melakukan cek dan ricek sebelum menyebarkan sebuah informasi. ‘’Pastikan dulu informasi tersebut valid dan benar sebelum disebar lagi, dengan mencari referensi atau sumber aslinya, termasuk mengecek ke laman-laman yang memverifikasi hoax,’’ tegas pria asal Banyuatis, Buleleng ini. Hal senada disampaikan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali I Made Sunarsa. ‘’Yang dikerjakan Dinas Kominfo Statitik Kota Denpasar dengan TABOO, sejalan dengan tugas kami dalam mencerdaskan masyarakat di era milenial ini,’’ ucap mantan aktivis mahasiswa ini. Pihaknya berharap

Senin Umanis, 10 Juni 2019

Senator Kunjungi Pura Dalem Desa Perancak yang Dirusak

Jika Diskriminatif, Wedakarna Minta Bendesa Terbitkan ’’Pararem’’ Tolak Perumahan di Jembrana KASUS perusakan patung dan palinggih di Pura Dalem, Desa Adat Perancak di Jembrana, menjadi perhatian Senator DPDRI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Dalam kunjungan mendadak ke Jembrana, Senator termuda dari Bali ini langsung hadir di lokasi dan disambut Kanwil Agama Kabupaten Jembrana, PHDI, Camat, Pj. Perbekel, Bendesa Adat, TNI/Polri dan pengurus desa dinas dan desa adat. Usai melakukan sembahyang bersama, Senator Arya Wedakarna (AWK) melakukan peninjauan sejumlah ornamen pura, termasuk dua patung, palinggih dan papan nama pura yang terletak di jaba pura. Terkait dengan hal ini, Senator AWK yang juga putra Jembrana menyayangkan adanya tindakan anarkis anti-Pancasila yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab. Barangkali tentu bertujuan mengganggu stabilitas keamanan Jembrana, bahkan Bali. ‘’Selama saya menjadi anggota DPD-RI, sudah beberapa kali ada kasus distoleransi di Jembrana yang sempat saya tangani. Di antaranya ada penolakan pembangunan palinggih Hindu di salah satu Kantor Lurah di Jembrana oleh komunitas tertentu. Ada juga program yang mengatasnamakan pulau dan nama Bali yang spiritnya tidak sejalur dengan Bali yang telah memiliki Perda Desa Adat dan Perda Kepariwisataan dan dijiwai nilai-nilai agama Hindu. Saat saya turun bersama Wakil Bupati Jembrana waktu itu, sempat merapatkan ada tarian Bali yang tidak sesuai pakem adat yang mana diubah sepihak sehingga bernuansa Timur Tengah. Ketika itu menimbulkan protes dari umat Hindu Indonesia. Ini artinya, Jembrana harus berbenah. Halhal seperti ini harus diselesaikan cepat agar masyarakat tidak anarkis. Hulunya ya ada yang salah dengan pola kepemimpinan Jembrana saat ini,’’ kata Gusti Wedakarna yang juga putra asli Jembrana ini. Terkait dengan perusakan Pura Dalem Perancak, Senator AWK meminta agar masyarakat mempercayakan hal ini kepada aparat hukum. ‘’Tadi saya sudah mendapatkan penjelasan dari Bendesa Adat dan Polri. Kita percayalah dengan aparat keamanan. Walau aparat kepolisian agak kesulitan karena

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat meninjau Pura Dalem Desa Adat Perancak dan mengadakan pertemuan dengan prajuru desa adat. tidak ada bukti rekaman CCTV. Saya yakin sepertinya semeton krama Bali tidak mungkin merusak tempat sucinya sendiri, apalagi yang dirusak adalah Pura Dalem, stana Dewa Siwa dan Dewi Durga yang terkenal pingit. Mungkin ada oknum tamiu yang coba-coba memancing reaksi terhadap orang Bali, khususnya warga adat Desa Perancak. Tiang minta warga bersabar manten dan selesaikan dengan bermartabat serta tanpa kekerasan (ahimsa). Boleh saja kita bicara hukum karma, tapi hukum positif harus tetap berjalan demi keadilan berbangsa dan bernegara,’’ jelas Senator AWK. Sejumlah hal direkomendasikan Senator AWK dalam pertemuan itu yakni meminta pemerintah memfasilitasi pengadaan CCTV untuk seluruh Pura Khayangan Jagat dan Pura Khayangan Desa guna menghindari perusakan pura dan maling pratima yang saat ini marak. Kemudian dalam jangka pendek, LPD menggunakan anggaran desa/adat bisa memberikan bantuan pengadaan CCTV demi keamanan parahyangan. Diperlukan Perbekel, Bendesa

dan Kepala Desa yang visioner untuk bisa memprogramkan hal yang tampak sederhana ini. Selanjutnya meminta Jagabaya Desa mengaktifkan kembali peran siskamling dan jaga pura, khususnya di Pura-pura Hindu yang ada di kawasan rawan. DPD akan merekomendasikan terkait hal keamanan ini kepada pemerintah provinsi, khususnya terkait dengan keberadaan desa adat sesuai dengan perda baru, termasuk dorongan mekanisme anggaran untuk desa adat. Mencermati informasi dari Bendesa Adat terkait perumahan murah yang dinilai diskriminatif oleh pengembang, Senator AWK akan segera merapatkan hal ini dengan Dinas Pemukiman terkait, termasuk mengklarifikasi izin-izin pengembang di Jembrana. Senator juga mendukung desa adat di Jembrana menolak pembangunan perumahan murah yang dianggap diskriminatif dan tidak menguntungkan warga adat. Dalam kesempatan itu, Senator AWK juga membantu sosialisasi Perda No. 04/2019 Tentang Desa Adat di Bali yang sudah disahkan Mendagri pada 28 Mei 2019 sebagai wujud kedaulatan Bali. (ad150)

Dinas Sosial Provinsi Bali Bantu Tiga Penyandang Disabilitas di Gianyar

Bali Post/ist

PAPARAN - Kabid KIP Dinas Kominfo Statistik Kota Denpasar Gde Wirakusuma saat pemaparan kepada lembaga-lembaga negara di Denpasar, beberapa waktu lalu. masyarakat semakin bijak dan cerdas dalam menggunakan dunia maya. ‘’Melalui TABOO ini masyarakat diharapkan saring dulu sebelum sharing informasi dan berita yang diterima melalui media online dan media sosial,’’ tegas pria murah senyum ini. Sementara itu, Senator Gde Pasek Suardika, S.H., M.H. menyampaikan aplikasi tangkal hoax Pemkot Denpasar tersebut menjadi layanan informasi yang sangat dibutuhkan masyarakat. ‘’Dewasa ini berita dan informasi bohong begitu marak dan membuat masyarakat resah, sehingga kehadiran TABOO menjadi solusi jitu layanan informasi bagi masyarakat,’’ terang anggota DPD-RI wakil Bali ini. Pihaknya berharap aplikasi ini dapat dimanfaatkan masyarakat agar penyebaran hoax dapat dikurangi. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Denpasar I Dewa Made Agung,

S.E., M.Si. didampingi Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Gde Wirakusuma Wahyudi menyatakan aplikasi ini sebagai bentuk layanan informasi bagi masyarakat, khususnya dalam memverifikasi informasi dan berita yang diterima melalui media sosial dan media online. ‘’Laporkan ke website https://tangkalhoax. denpasarkota.go.id/ jika sekiranya ada informasi atau berita yang diragukan kebenarannya. Kami akan bantu verifikasi apakah itu hoax atau bukan,’’ tambah pria yang akrab dipanggil Wira ini. Di website tersebut juga telah didokumentasikan beberapa hoax yang sempat viral di Bali dan sudah diverifikasi serta diberi label hoax atau bukan. ‘’Sebagai sebuah aplikasi, TABOO akan semakin bermanfaat jika semakin banyak masyarakat yang mengakses dan menggunakan layanannya,’’ imbuh Kabid Gde Wirakusuma. (kmb)

SEBAGAI bentuk tanggung jawab serta kepedulian terhadap sesama, Jumat (7/6) pagi Dinas Sosial Provinsi Bali bersama Puspadi Bali menyerahkan bantuan kepada tiga penyandang disabilitas di Kabupaten Gianyar. Pertama, kunjungan yang dipimpin langsung Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra mengunjungi kediaman Ni Made Saras Sriyanti (9) di Banjar Dinas Sema, Desa Melinggih, Payangan, Gianyar. Selanjutnya masih di wilayah yang sama juga mengunjungi kediaman Ni Made Sucita (15). Pada kesempatan itu diserahkan bantuan berupa kursi roda khusus kepada Ni Made Saras Sriyanti serta beras dan telur. Sementara Ni Made Sucita dibantu kursi roda khusus, beras, telur serta mi instan. Terakhir, tim mengunjungi kediaman Ni Wayan Andiani (26) di Banjar Ponggang, Desa Puhu, Payangan, Gianyar. Dia kini hanya tinggal dengan kakek dan neneknya. Sementara ibunya kawin lagi dan dia tidak memiliki ayah. Pada kesempatan itu, selain memberikan bantuan kepada Andiani

BANTUAN - Dinas Sosial Provinsi Bali bersama Puspadi Bali ketika menyerahkan bantuan kepada tiga penyandang disabilitas di Kabupaten Gianyar, Jumat (7/6) lalu. berupa kursi roda khusus, kasur, beras dan telur, serta uang Rp 3.000.000 untuk pembuatan akses kursi roda dan Rp 300.000 untuk keperluan sehari-harinya, tim juga menyerahkan bantuan kepada kakek dan neneknya berupa uang setiap bulannya dengan nominal Rp 200.000 melalui Asistensi Lanjut Usia Telantar (Aslut).

Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra di sela-sela kegiatan mengatakan jika hal ini dilakukan sebagai bentuk respons Pemerintah Provinsi Bali atas warganya yang membutuhkan bantuan. Ia mengatakan, jika hal serupa akan terus dilakukan agar kemiskinan di Pulau Bali bisa terus berkurang. (kmb)

SMP Nasional Denpasar Lepas 236 Siswa

PENGHARGAAN - Ketua Perdiknas dan Kepala SMP Nasional Denpasar menyerahkan penghargaan kepada siswa-siswi yang meraih juara umum.

SMP Nasional Denpasar melepas siswa kelas IX tahun ajaran 2018/2019 pada Sabtu (8/6) di Mutiara Ballroom Hotel Nikki. Sebanyak 236 siswa dilepas, terdiri dari 134 laki-laki dan 102 perempuan. Acara yang berlangsung sederhana itu dihadiri Ketua Perdiknas Denpasar, Pengawas SMP Nasional Denpasar, Ketua Komite SMP Nasional Denpasar, Kepala SMK Teknologi Nasional Denpasar, Ketua Paguyuban SMP Nasional Denpasar, dan orangtua siswa. Saat itu juga diumumkan nama juara umum I yang diraih I Wayan Rangga Dananjaya, juara umum II I Putu Yogi Pradnyana Putra, dan juara umum III Ni Putu Widi Sanntiari. Diumumkan juga pemenang siswa berprestasi dalam bidang olahraga. Ketua Panitia I Nyoman Sulastra, S.Pd. mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian akhir dari program kerja pihak sekolah

tahun ajaran 2018/2019. ‘’Acara yang kami adakan sederhana. Meski demikian tidak mengurangi makna dan tujuan dari acara ini,’’ ujarnya. Pada hari itu juga diundang orangtua siswa, harapannya agar memberikan suasana dan motivasi bagi siswa SMP Nasional dan memberikan inspirasi serta nuansa baru. Acara perpisahan ini bertujuan agar dapat menguatkan tali silaturahmi alumni meski sudah tidak di SMP Nasional Denpasar sekaligus berharap tali silturahmi tetap terjaga. Kepala SMP Nasional Ni Putu Supadmi, S.Pd. mengucapkan selamat kepada siswa-siswi kelas IX yang telah lulus berkat kesungguhan dan kerja keras dalam kegiatan pembelajaran selama tiga tahun. Siswa SMP Nasional Denpasar di bawah naungan Perdiknas Denpasar ini dikatakan lulus 100 persen. ‘’Saya mengucapkan

terima kasih kepada orangtua yang sudah mempercayai lembaga ini, khususnya SMP Nasional Denpasar sebagai tempat untuk membina dan mendidik putra-putrinya,’’ katanya. Pelepasan ini merupakan salah satu kewajiban pihak sekolah agar para lulusan nantinya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk meraih citacita dan kesuksesan. ‘’Tapi kelulusan bukan tujuan akhir karena ke depannya masih banyak tahapan yang harus dilalui termasuk menuju tingkat pendidikan yang lebih tinggi,’’ pungkasnya. SMP Nasional Denpasar mempunyai prestasi yang tidak mengecewakan, baik di bidang akademik maupun di bidang nonakademik. Pada tahun ajaran 2018/2019, SMP Nasional Denpasar sudah mampu mendapatkan prestasi dalam bidang nonakademik yaitu cabang olahraga memperoleh 13 emas, 6

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

perak dan 12 perunggu. ‘’Di cabang seni, SMP Nasional memperoleh satu emas. Di bidang akademik, SMP Nasional Denpasar juga sudah mampu menduduki peringkat keempat dalam ajang Olimpiade Sains mata pelajaran IPS bidang Sejarah, salah satunya sekolah swasta yang ada di Kota Denpasar,’’ bebernya. Ketua Perdiknas Dr. A.A. Ngurah Eddy Supriyadinatha Gorda, S.Sos., M.Si. menyampaikan ke depan SMP Nasional akan dibangun lebih bagus lagi, salah satunya dengan membangun gedung berlantai tiga di bagian timur. Siswa yang dilepas sebanyak 236 siswa. Sedangkan berdasarkan data terakhir jumlah siswa yang mendaftar di SMP Nasional Denpasar sudah mencapai 257 anak. ‘’Sehingga lebih banyak yang masuk, daripada keluarnya, dengan demikian SMP Nasional sudah mulai dilirik,’’ ujarnya. (ad149)


DAERAH

Senin Umanis, 10 Juni 2019

5

SOSIALISASI - Pengurus Catur Warga MKDBMAS Provinsi Bali SAAT menyelenggarakan sosialisasi tentang munggah diksita di Hotel Quest San Denpasar, Sabtu (8/6).

Catur Warga MKDBMAS Provinsi Bali Gelar Sosialisasi ’’Munggah Diksita’’ Denpasar (Bali Post) Pengurus Catur Warga Mahakertawarga Danghyang Bang Manik Angkeran Siddimantra (MKDBMAS) Provinsi Bali yang terdiri dari Arya Wang Bang Pinatih, Arya Wang Bang Sidemen, Arya Wang Bang Wayabya dan Sira Bang Arga Manikan menyelenggarakan sosialisasi tentang munggah diksita di Hotel Quest San Denpasar, Sabtu (8/6). Acara ini diikuti para sulinggih, pinandita dan semeton Catur Warga MKDBMAS seluruh Bali, Jakarta, Tangerang dan Lombok. Tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya dihadirkan dalam sosialisasi tersebut. Di antaranya Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, Ida Rsi Agung Wayabya Suprabu Sogata Karang dan Ida Pedanda Gede Wayahan Bun. Menurut Ketua Harian MKDBMAS Provinsi Bali Ir. I Wayan Subagiarta, sosialisasi ini belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Dengan demikian para peserta yang jumlahnya 200 orang ini sangat antusias mengikutinya. Terjadi perdebatan yang alot dan menarik di antara peserta terkait munggah diksita hingga ditetapkan menjadi sulinggih/ rsi. Sosialisasi ini diharapkan menjadi acuan bagi pemangku dan pinandita dari semeton MKDBMAS yang sudah siap meningkatkan kaweruhan madwijati mendapatkan jalan yang lebih baik dan lancar. Sementara itu, Ketua Sabha Welaka yang juga Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan kegiatan ini sangatlah positif karena seluruh semeton Catur Warga MKDBMAS mendapat pencerahan dari narasumber yang isinya tentang kawikon. Apalagi pesertanya kebanyakan dari pemangku atau calon sulinggih. Acara seperti inilah diharapkan dapat mendorong warga dari Arya Wang Bang Pinatih, Arya Wang Bang Sidemen, Arya Wang Bang Wayabya dan Sira Bang Arga Manikan menjadi pandita/Ida Rsi Agung sesuai tahapan dan warisan leluhur. Apalagi jumlah sulinggih yang dimiliki saat ini hanya enam sulinggih. Padahal jumlah warga dari Catur Warga di Bali sudah mencapai 350 ribu orang. Lebih jauh dikatakan Prof. Sudiana yang juga Rektor IHDN Denpasar ini, munggah diksita sangatlah perlu disosialisasikan kepada warga semeton MKDBMAS, sehingga tidak terjadi prokontra masalah abiseka dan tata cara munggah kasulinggihan. Dari sosialisasi ini menghasilkan sesuai dengan keputusan 009/ MKW-DBMAS/IV/2017, dipertegas lagi jika dari Catur Warga MKDBMAS ada yang mau munggah menjadi sulinggih, maka gelarnya yang pertama waktu proses diangkat menjadi murid oleh nabe bergelar Ida Adi Diksita Bang. Jika sudah menjadi sulinggih bergelar Ida Rsi Agung. Dalam proses madiksa semeton MKDBMAS untuk menjadi sulinggih diwajibkan paling tidak salah satu dari nabe/guru (napak, waktra dan saksi) berasal dari sulinggih MKDBMAS. Pada sosialisasi ini juga disepakati menginventarisasi palinggih-palinggih/pura yang berkaitan dengan Danghyang Bang Manik Angkeran. Ke depannya juga diharapkan memiliki pasraman yang tersebar di seluruh Bali. (kmb)

WTP Tidak Menjamin Bebas dari Pidana Korupsi

MERAIH predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) merupakan kebanggaan lembaga pemerintah, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, pemerintah pusat seperti lembaga kementerian maupun di luar kementerian dalam mengelola keuangan. Lembaga yang meraih WTP mempunyai image kualitas pengelolaan keuangan negara di lembaga tersebut sudah sesuai standar akuntansi pemerintah. Akan tetapi, fakta di lapangan mereka yang meraih opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, tidak menjamin terbebas dari

tindak pidan korupsi. Bahkan, dari catatan pemerhati korupsi seperti ICW, pimpinan atau kepala daerah yang meraih WTP justru banyak, bahkan belasan yang terciduk KPK. Bahkan ada lembaga di kementerian ‘’menyogok’’ BPK demi meraih predikat WTP. Ujung-ujungnya, baik penyuap maupun auditor dari BPK sendiri justru menjadi pesakitan karena ditangkap KPK. Peraih opini WTP itu tidak memberi jaminan lembaga terbebas dari korupsi juga dibenarkan praktisi hukum I Wayan Sumardika, S.H., CLA. Saat ditemui Minggu (9/6) kemarin, ia mengatakan jika audit dilakukan secara benar, jujur dan kredibel, proses pertanggungjawaban anggaran negara juga dapat dilakukan secara transparan dan akuntabel. Tak salah jika semua lembaga pemerintah berlomba-lomba supaya mendapat pengakuan opini WTP dari BPK. Namun moralitas jauh lebih penting karena realitas di lapangan, peraih WTP tidak menjamin terbebas dari pidana korupsi. Pria yang sering menangani pidana korupsi itu menambahkan, baik provinsi, kabupaten/kota peraih WTP tidak menjamin di tahun anggaran itu tidak akan terjadi pidana korupsi. Karena, menurutnya, audit BPK yang dilakukan di tahun anggaran tersebut dapat dinilai sebagai audit yang tidak tuntas. ‘’Mengapa saya sebut tidak tuntas, karena BPK tidak dapat memberikan jaminan atau kepastian hukum bahwa tidak terjadi dugaan pidana korupsi di tahun anggaran itu. Baik di provinsi, kabupaten/kota atau di wilayah yang dapat WTP,’’ tandas Sumardika. Dia melihat terhadap beberapa daerah provinsi dan kabupaten/kota yang meraih WTP, sering pula terjadi di kemudian hari terjadi pidana korupsi. Bahkan penyidik, baik jaksa, polisi mapun KPK, untuk melengkapi hasil tangkapan atau temuannya, juga mengajukan permohonan ke BPK untuk melakukan audit kerugian keuangan negara. Misalnya, di salah satu proyek pengadaan barang dan jasa di suatu daerah. Jika penegak hukum menemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi, penyidik pasti meminta audit keuangan negara ke BPK. ‘’Ini fakta. Banyak daerah yang meraih predikat WTP, tetapi akhirnya terjadi pidana korupsi di dalamnya,’’ tandasnya. Sumardika menambahkan, yang disayangkan, ketika BPK melakukan audit pemeriksaan keuangan daerah, terkadang petugas audit BPK menggunakan pegangan hasil audit ikwilkab dan ikwilprov atau inspektorat masing-masing provinsi atau kabupaten/kota. ‘’Jika kita lihat sejarah, adanya inspektorat wilayah yang mengaudit keuangan pemprov dan kabupaten, itu lebih banyak untuk kebutuhan internal,’’ ulas Sumardika. Makanya, sarannya, para kepala daerah seperti gubernur, bupati dan wali kota, termasuk pengguna anggaran, kuasa pengguna anggaran, semestinya sedapat mungkin memiliki pengetahuan supaya terhindar dari jeratan pidana korupsi. (asa)

Bali Post/ gik

TERBAKAR - Dapur milik Dewa Ketut Diana, warga Banjar Pekandelan, Desa Nyalian, Banjarangkan yang terbakar Sabtu (8/6) lalu.

Dapur Warga Pekandelan Terbakar

Semarapura (Bali Post) Kebakaran terjadi Banjar Pekandelan, Desa Nyalian, Banjarangkan, Sabtu (8/6). Dapur milik Dewa Ketut Diana (62) terbakar ketika ditinggal karena ada fogging untuk mengantisipasi ancaman demam berdarah. Kejadian tersebut berawal ketika keluarga Diana seperti biasa memasak nasi

menggunakan kayu bakar di dapur. Tanpa diduga ketika ditinggal sejenak oleh pemiliknya untuk menyaksikan kegiatan adanya fogging di desa tersebut, tanpa sebab yang jelas tiba-tiba api sudah membubung tinggi. Diana, pemilik rumah, sontak kaget dan langsung melakukan pemadaman secara manual seraya berteriak minta to-

long. Upaya pemadaman itu juga dibantu tetangga sekitar dengan menyiram air seadanya. Sehingga api yang sempat membesar dan hampir menghanguskan seluruh bangunan dapurnya segera dapat dipadamkan dalam hitungan tidak sampai satu jam. Diana saat ditemui tampak kaget tidak bisa

menjelaskan apa penyebab terjadinya kebakaran. Dia mengakui saat itu sedang melihat proses fogging. Rupanya dia lupa di dapurnya api di tungkunya sedang hidup. Sehingga ketika sudah ingat dan melihat dapurnya, api malah sudah membesar. ‘’Saat berteriak minta tolong, bersyukur api sudah dapat dipadamkan,’’

katanya. Perbekel Desa Nyalian Cok Gde Putra menyayangkan musibah tersebut. Dirinya meminta kepada warganya yang lain agar berhati-hati saat memasak. Apalagi di tengah kemarau panjang saat ini. Menurut perbekel, kerugian yang diderita korban mencapai sekitar Rp 3 juta lebih. (kmb31)

Aturan Pusat dengan Daerah Tumpang Tindih

Tata Niaga Ayam di Bali Kacau Denpasar (Bali Post) -

Permasalahan tata niaga ayam, khususnya ayam broiler, kacau. Ini diduga disebabkan tumpang tindih peraturan pusat dan daerah. Semua pihak yang berkepentingan merasa benar karena SOP yang mereka miliki berbeda-beda, tidak sinkron dengan SOP masing-masing instansi. Hal ini diungkapkan Penasihat Pinsar Broiler Bali (PBB) drh. Putra Astawa, Minggu (9/6) kemarin. Kekacauan ini bermula ketika masuknya daging ayam dari Jawa ke Bali yang tak terbendung. Diduga overproduksi di Jawa, daging ayam dibawa ke Bali. Ini mengakibatkan peternak di Bali tertekan karena harga ayam rendah. Sementara peternak di Bali telah mampu menyediakan 200.000 ekor per hari. Dengan masuknya daging dari Jawa membuat ketersediaan ayam

di Bali bertambah sehingga harga ayam menjadi rendah. Sebelumnya PBB, Karantina dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Bali, Dinas Perizinan Provinsi Bali sempat bertemu membicarakan permasalahan ini. Masing-masing menjelaskan tentang SOP-nya dalam mengatur tata niaga ayam. ‘’Mereka merasa benar karena SOP-nya berbeda-beda,’’ ungkapnya. Dikatakan, titik permasalahan ada di tingkat pusat yaitu pada UU tentang Kesehatan Hhewan dan juga UU Vet-

eriner. ‘’Kalau UU Veteriner, mereka butuh surat kesehatan hewan dari daerah asal produk. Sedangkan izin masuk mestinya dikeluarkan Dinas Petenakan Provinsi. Izin masuk ini mereka tidak butuhkan karena merasa diri sudah benar, UU menyebutkan sudah cukup dengan surat keterangan kesehatan hewan,’’ jelasnya. Untuk itu, produk ayam yang masuk diterima begitu saja. Sementara garda terdepan dalam pemasukan daging adalah kewenangan Karantina. ‘’Jadi mereka bertahan

di SOP-nya masing-masing,’’ tegasnya. Pihaknya berharap ketegasan dari pemerintah provinsi, salah satu bentuknya dengan membentuk satgas gabungan. ‘’Jadi supaya tidak tumpang tindih, dari Karantina memeriksa kesehatan hewannya. Sedangkan dari dinas melihat perlunya produk daging itu masuk. Kalau ketersediaan daging di Bali sudah cukup, kenapa kita harus memasukkan daging lagi,’’ selorohnya. Selain itu, ia menduga produksi DOC tidak terdata dengan baik. Begitu juga hasil produksi kelompok ternak kemitraan tidak terdata dengan baik. ‘’Semestinya aturan di pusat dan di daerah bisa

disinkronkan dalam bentuk satgas. Ini yang belum dilakukan, sehingga dalam satgas itu ada unsur karantinanya, pemerintahnya dalam hal ini Dinas PKH dan juga dari asosiasinya,’’ imbuhnya. Dengan adanya DOC ini mereka tidak pernah melaporkan produksinya sehingga mitra usaha kelompok ternak kemitraan, juga tidak terdata jumlahnya karena syaratnya kan harus dilaporkan ke pemerintah. Sehingga pertemuan yang berlangsung belum lama ini dinilai tidak menghasilkan solusi bagi pihaknya, karena masingmasing instansi tetap dengan SOP-nya tanpa memikirkan solusi yang bisa bermanfaat bagi semua pihak. (kmb42)

Komunitas Semeton PCX Gianyar

Isi Liburan Lebaran Sambil Jajal Rute Baru Bali Utara KOMUNITAS Semeton PCX Gianyar isi liburan panjang Lebaran dengan agenda touring happy, Minggu (9/6) kemarin. Sebanyak 35 bikers Honda PCX turut serta dalam touring yang menempuh rute baru Bali Utara dengan jarak sekitar 250 km. Ketut Sumastika selaku Ketua Komunitas Semeton PCX Gianyar menyampaikan, rute yang ditempuh kali ini merupakan rute baru yang belum pernah di jelajah para bikers. Dengan titik kumpul

mulai dari Ubud menuju ke Danau Buyan, kemudian kota Singaraja. Dari Singaraja menuju Pulaki, kemudian Pemuteran dan kembali berakhir di Ubud. Touring ini membuat kesan yang menantang untuk seluruh bikers yang ikut. ‘’Kegiatan kami ini adalah salah satu agenda untuk mengisi waktu liburan setelah merayakan Lebaran. Semoga kekompakan bikers tetep terjaga dan saling mengisi dengan komunikasi yang baik melalui pertemuan

rutin maupun touring seperti ini,’’ katanya. Selama touring, seluruh bikers diingatkan untuk selalu ingat safety riding dan Cari_Aman yang secara tidak langsung dikampanyekan agar masyarakat yang melihat iringan touring ini dapat menangkap kesan aman berkendara dan selalu memperhatikan pengendaraan yang lain. Selain touring, agenda yang dilakukan adalah kuliner dengan mencicipi makanan khas Singaraja. (bns1)

Warung Global

Infrastruktur Jalan di Ubud Tak Sebanding dengan Volume Kendaraan SELAIN Kuta, Badung, kawasan Ubud juga sangat padat volume kendaraannya. Terlebih, saat liburan panjang seperti saat ini. Padatnya volume kendaraan ditambah dengan infrastruktur jalan yang kurang memadai berpeluang terjadinya pelanggaran parkir. Selain itu, pelanggaran lalin terjadi akibat rendahnya kesadaran pengguna lalu lintas. Lalu bagaimana tanggapan masyarakat terkait dengan penertiban parkir liar di Ubud dengan mengerahkan mobil derek. Apakah ini efektif? Demikian salah satu pertanyaan pendengar Radio Global 96,5 FM dalam acara dialog interaktif Warung Global. Berikut rangkuman selengkapnya. Bagus ada penertiban. Demikian pendapat Wayan Bratayasa di Sangeh. Tetapi pengerahan mobil derek untuk pelanggar parkir dirasa kurang efektif. Sebab, masih saja ada pelanggaran parkir liar, meski dikerahkan mobil derek. Seperti halnya apa yang

dilakukan di wilayah Denpasar beberapa waktu lalu. Sementara Ketut Mursi di Denpasar menambahkan, meskipun diderek, pelanggaran tetap saja terjadi. Ini soal kesadaran masyarakat pula. Parkir di tempat yang tidak semestinya justru akan mer-

ugikan orang lain, demikian menurut Fera di Tabanan. Putu Arta di Denpasar menyampaikan kemacetan di ubud bukan karena parkir di pinggir jalan. Infrastruktur jalan tak sebanding dengan volume kendaraan. Sementara kantong parkir di Ubud hanya di Jalan Suweta dan Monkey Forest. Ia menyarakan agar petugas kepolisian berjaga di tiap titik rawan macet, seperti pertigaan atau perempatan. Berbeda dengan Made Jemet di Denpasar. Ia justru mengusulkan agar objek wisata antara Ubud dan Sangeh dihubungkan. Bangun jembatan bongkasa, dalam hal ini pemerintah harus campur tangan. (sikha)

KOMUNITAS - Komunitas Semeton PCX Gianyar saat mengisi liburan panjang Lebaran dengan agenda touring happy, Minggu (9/6) kemarin.


OPINI

6

Senin Umanis, 10 Juni 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Pendatang pun Wajib Jaga Bali SERBUAN pendatang ke pusat-pusat pertumbuhan ekonomi sudah lama terjadi. Tak hanya ke Bali khususnya Denpasar dan Badung, juga kota-kota lainnya di Indonesia, seperti Jakarta. Walaupun bukan lagi hal baru, namun hingga kini tetap saja hal tersebut menjadi masalah. Bahkan semakin hari semakin kompleks. Padahal kalau kita serius menangani dan mendata pendatang baru, maka urusannya takkan sesulit sekarang. Syaratnya, semua pihak mau bekerja sama menangani sesuai aturan yang ada. Tidak hanya mendata, memberikan sanksi juga harus dilakukan terhadap mereka yang melakukan pelanggaran. Denpasar, Badung, dan Gianyar dengan wilayah yang tidak begitu luas, tentu tidak sulit untuk melakukan penertiban pendatang. Asalkan para pejabat dari tingkat paling bawah sampai dengan Satpol PP, mau melaksanakan aturan kependudukan. Kini Bali juga sedang musimnya diserbu pendatang baru. Ini tak lepas kemajuan pariwisata yang membuka tumbuhnya lapangan kerja maupun sektor usaha kecil lainnya. Mall yang bertebaran di mana-mana praktis akan membuka peluang kerja yang banyak. Akibatnya jumlah penduduk Bali mengalami peningkatan yang signifikan. Bukan karena kelahiran, tetapi lebih disebabkan adanya migrasi dari luar daerah. Pertumbuhannya jauh di atas rata-rata nasional. Peningkatan yang luar biasa ini semestinya jangan dianggap enteng, apalagi dipandang sebelah mata. Sebab, akan banyak dampak ikutan yang akan terjadi bila hal tersebut dibiarkan atau tidak dikendalikan. Seperti masalah lalu lintas. Kemacetan yang saat ini sudah parah akan makin parah. Kalau selama ini terjadi di beberapa titik, ke depan atau tak lebih dari lima tahun lagi kemacetan di Denpasar dan Badung akan terjadi di seluruh ruas jalan. Selain lalu lintas, alih fungsi lahan dan alih kepemilikan juga akan menjadi ancaman yang sangat besar. Saat ini saja alih fungsi lahan dan kepemilikan sangat besar. Selain mengancam penyediaan pangan, alih fungsi lahan dan kepemilikan juga akan mengancam budaya Bali yang berbasis pertanian. Selain kedua hal tersebut, kerawanan dalam kamtibmas juga terancam. Sebab, kepadatan penduduk akan menimbulkan kekumuhan. Kekumuhan identik juga dengan ‘’sarang’’ untuk persembunyian pelaku maksiat. Kondisi inilah yang sekarang dihadapi Bali. Serbuan para migran ini perlu dicarikan jalan keluarnya. Pertama, memeratakan pembangunan di seluruh Bali. Sebab, Bali bukan hanya Badung dan Denpasar. Daerah Karangasem, Bangli, Tabanan dan Buleleng juga bagian dari Bali yang berhak ikut menikmati kemajuan Bali. Kedua, tugas para pejabat dari gubernur sampai kepala desa untuk mengendalikan pendatang. Mengendalikan bukan berarti membatasi, tetapi memberlakukan aturan-aturan kependudukan secara lebih ketat lagi. Sebab, selama ini penertiban penduduk yang masuk Bali sangatlah longgar. Ketiga, menyadarkan para pendatang bahwa kewajiban mereka adalah ikut menjaga Bali, baik menyangkut keamanan maupun budaya Bali. Sebab, kemajuan Bali yang dinikmati mereka saat ini tidak lepas dari faktor keamanan dan terjaganya budaya Bali secara baik. Langkah ini tentu sangat penting untuk menyelamatkan Bali. Salah satunya yang harus dilakukan adalah mengendalikan penduduk, jangan sampai Bali kelebihan daya dukung. Apalagi mereka yang datang ke Bali tidak mempunyai kecakapan yang dibutuhkan tentu akan menjadikan Bali mengalami kerawanan sosial.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Gubernur Produktif dan Kreatif Gubernur Bali Wayan Koster saya nilai paling kreatif dan produktif di dalam membuat regulasi semacam peraturan gubernur (pergub) dan peraturan daerah (perda). Tolok ukur kreatif dan produktif yang saya maksudkan bersandar pada amatan perbandingan dengan gubernur-gubernur sebelumnya. Perda teranyar yang dicanangkan Gubernur tentang Desa Adat di Provinsi Bali dengan Perda No. 4 Tahun 2019 tanggal 4 Juni lalu di Wantilan Pura Samuhan Tiga, Bedulu, Gianyar (BP, 7/6). Lagi pula, beliau sangat concern dengan kearifan lokal Bali dengan semboyannya ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Saya sebagai pembaca dan sebagai rakyat kecil hanya berharap kecil agar semua pergub maupun perda yang telah beliau launching dapat disebarluaskan, disosialisasikan secara lebih meluas, tidak saja secara online, lewat radio, dan televisi, tetapi yang jauh lebih penting adalah melalui media massa cetak yang ada di Bali. Hal ini saya anggap penting mengingat berita/tulisan di koran bisa dibaca banyak orang dan klipingnya bisa dikopi ribuan bahkan jutaan kali. Suksma, mari kita bersamasama mewujudkan dan melaksanakan semua regulasi tersebut. Romi Sudhita Jl. Srikandi, Singaraja

Urbanisasi dan Beban Ibu Kota Pascamudik Lebaran, arus balik para pemudik untuk kembali ke kota-kota besar seakan menjadi ritual tahunan bagi kaum urban yang ingin bertaruh nasib di ibu kota. Sebagian dari para pemudik mengajak sanak-saudara untuk mencari peruntungan ke kota sebagai pemilik sumber perputaran ekonomi yang fantastis. Hingga kini kota-kota besar masih menjadi pesona yang memikat di mata para perantau. Harga diri ditegakkan betul, meninggalkan kampung halaman demi sesuatu yang mereka impikan. Kendati demikian, apakah dengan adanya gelombang pendatang ke suatu ibu kota menjadi berkah atau malah menjadi beban baru bagi pemerintah yang menjadi destinasi para perantau?

Oleh I Komang Divo Mahayakti Heriadi, S.H., M.Kn.

A

rus gerak penduduk pendatang yang berdiaspora ke ibu kota memang sulit dibendung dan tidak dapat dilarang. Harus disadari semua pihak bahwa setiap orang berhak atas kehidupan yang layak, karena konstitusi kita menjamin setiap orang bebas memilih tempat tinggal di seluruh pelosok wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Celakanya, sebagian besar dari pendatang baru tersebut diperkirakan tanpa berbekal life skill yang memadai dan hanya bermodalkan nekat. Ketiadaan skill profesi yang dapat menunjang pembangunan kota tujuan, acapkali menimbulkan dampak yang kurang menguntungkan. Efek domino perpindahan penduduk dari desa ke kota pun bermunculan, seperti persoalan angka pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, perkampungan kumuh, kemacetan hingga

kerawanan sosial lainnya cenderung meningkat. Rendahnya lapangan pekerjaan di daerah asal menjadi alasan utama seseorang berniat menanam asa di ibu kota. Alasan lain menyebutkan, bahwa seseorang bermigrasi dari desa ke kota merupakan refleksi atas gejala kemandekan denyut ekonomi pedesaan. Adapun faktor yang menarik seseorang merantau ke kota adalah cerita kisah kesuksesan para pemudik dengan segala bumbunya bahwa penghasilan di kota lebih tinggi ketimbang di desa. Permasalahan urbanisasi tidak dapat hanya dipandang sebatas dalam konteks demografi saja, karena urbanisasi mengandung pengertian yang multidimensional. Urbanisasi dari pendekatan demografis berarti sebagai suatu proses peningkatan konsentrasi penduduk di perkotaan sehingga proporsi penduduk yang tinggal menjadi

meningkat. Secara sederhana konsentrasi tersebut diukur dari proporsi penduduk yang tinggal di perkotaan, kecepatan perubahan proporsi tersebut, dan perubahan jumlah pusatpusat kota. Sedangkan urbanisasi menurut pendekatan ekonomi politik didefinisikan sebagai transformasi sosial ekonomi yang timbul sebagai akibat dari pengembangan dan ekspansi kapitalisme (capitalist urbanization). Dalam konteks modernisasi, urbanisasi mengandung pengertian sebagai perubahan nilai dari orientasi tradisional ke orientasi modern, sehingga terjadi difusi modal, teknologi, nilainilai, pengelolaan kelembagaan dan orientasi dari masyarakat tradisional ke dunia barat (Keban; 2002). Manajemen pengelolaan urbanisasi adalah suatu hal yang mendesak. Teori sederhana ada gula ada semut akan memudahkan kita dalam me-

mahami persoalan urbanisasi di kota-kota besar. Jika gula atau kekuasaan tidak dibagi secara merata ke seluruh pelosok daerah, maka bukan tidak mustahil akan menimbulkan ledakan penduduk beserta ragam persoalannya di ibu kota. Perlu dicari solusi bersama atas adanya kesenjangan antara pemerintah di daerah dengan pemerintah di kota. Integrasi kebijakan antara pemerintah di kota besar dengan pemerintah di daerah-daerah asal sejatinya dapat dibangun dalam rangka pemerataan pembangunan suatu wilayah. Dengan perumpamaan kota-kota besar yang memiliki ‘’uang’’ yang banyak dapat membagi sedikit pendapatannya ke daerah-daerah yang masih bergantung pada kucuran dana alokasi pemerintah pusat. Koordinasi pemerintah pusat dan daerah merupakan kunci utama. Kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam rangka pemerataan sumber daya ekonomi serta upayanya dalam mendorong pertumbuhan perekonomian daerah sangat diharapkan. Pemerintah wajib segera mendistribusikan serta mengalihkan magnet-magnet ekonomi dari pusat ibu kota ke 74 ribu desa di seluruh Indonesia. Sejalan dengan program nawacita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan

Membangun Daerah Ramah Disabilitas SALAH satu tantangan bagi para kepala daerah di negeri ini, yaitu bagaimana mewujudkan daerah yang mereka pimpin sebagai daerah yang benar-benar ramah bagi warga penyandang disabilitas. Pasalnya, nyaris semua daerah di negeri ini, baik itu di level kota, kabupaten maupun provinsi, boleh dibilang masih belum ramah bagi para penyandang disabilitas. Oliver (1990) mendefinisikan kaum penyandang disabilitas sebagai kelompok individu yang memiliki masalah khusus, sehingga mereka menjadi berbeda dengan penduduk normal lainnya. Kendati mereka berbeda, tentu saja sebagai warga negara mereka memunyai hak yang sama seperti warga negara lainnya. Namun faktanya di negeri ini para penyandang disabilitas tidak jarang menjadi warga yang termarginalisasi. Mereka, misalnya masih mendapat kesulitan untuk masuk ke pasar kerja, kurang mendapat kesempatan untuk bisa mengakses sumbersumber sosial-kultural hingga sulitnya mendapatkan akses terhadap berbagai fasilitas publik. Dalam soal kesempatan kerja, Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menyatakan dengan tegas bahwa pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) wajib memperkerjakan paling sedikit

Oleh Djoko Subinarto dua persen penyandang disabilitas dari total jumlah pekerja. Sedangkan untuk perusahaan swasta diwajibkan merekrut sedikitnya satu persen tenaga kerja dari kalangan penyandang disabilitas. Meskipun demikian, hingga kini masih banyak laporan dari berbagai daerah di negeri ini ikhwal masih sulitnya para penyandang disabilitas memperoleh kesempatan kerja. Masih adanya marginalisasi terhadap para penyandang disabilitas, membuat kaum penyandang disabilitas sesungguhnya kerap mendapatkan perlakuan yang diskriminatif di tempat mereka tinggal. Glesson (2001) melihat setidaknya ada tiga bentuk perlakuan diskrimantif yang lazim dialami oleh para penyandang disabilitas selama ini. Pertama, hambatan fisik. Banyak penyandang disabilitas menjadi terbatas geraknya karena tidak tersedianya fasilitas jalan serta rambu jalan dan petunjuk-petunjuk lain yang memadai bagi mereka. Kedua, arsitektur bagunan/gedung yang tidak ramah bagi para penyandang disabilitas. Ini menyebabkan hanya orang-orang normal yang bisa mengakses berbagai bangunan/gedung yang ada. Ketiga, sarana transporta-

si yang lebih mengutamakan layanan kepada mereka yang normal. Hampir semua sarana transportasi massal di negeri ini belum memerhatikan kebutuhan kaum disabilitas. Akibatnya, mereka kerap mengalami kesulitan tatkala harus menggunakan moda transportasi yang ada. Dengan berbagai kesulitan dan hambatan yang selama ini dialami para penyandang disabilitas ini, mereka tentu saja tidak bisa menikmati kualitas kehidupan secara maksimal. Di samping itu, mereka mengalami kesulitan untuk mampu mengembangkan segenap potensi diri yang mereka miliki. Para kepala daerah memiliki kewajiban untuk mengupayakan kondisi sosial dan lingkungan fisik di daerah yang mereka pimpin bergerak ke arah yang lebih baik, sehingga seluruh warga, termasuk para penyandang disabilitas, dapat mengembangkan segenap potensi mereka dan sekaligus menikmati kualitas kehidupan secara maksimal. Para kepala daerah juga memikul tanggung jawab dalam soal bagaimana melihat dan memahami secara cermat perbedaan yang ada di kalangan warganya serta mengupayakan berbagai hal yang dibutuhkan mereka. Dengan demikian, seluruh warga,

tanpa terkecuali, terperhatikan dan terpenuhi segenap haknya. Hak-hak warga yang harus dipenuhi di antaranya adalah hak menerima pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, hak perlindungan dari eksploitasi, kekerasan dan perundungan, hak mendapatkan air minum yang aman serta sanitasi yang baik, hak mendapatkan pekerjaan yang layak, hak untuk berpartisipasi dalam keluarga, komunitas dan masyarakat, hak menjadi warga yang setara dan memiliki akses kepada semua layanan publik tanpa memandang etnik, agama, pendapatan, gender atau cacat tubuh yang dimilikinya serta hak untuk memiliki akses ke berbagai ruang terbuka hijau dan berekreasi dengan aman. Semua warga, baik itu mereka yang termasuk kelompok normal maupun kaum penyandang disabilitas, memiliki peluang yang sama dalam berbagai bidang kehidupan. Tidak boleh ada semacam marginalisasi atau pun diskriminasi bagi siapa pun. Khusus untuk pemenuhan hak-hak warga penyandang disabilitas, perencanaan daerah menjadi salah satu kunci penting. Selama ini, lemahnya perencanaan daerah menjadikan kaum penyandang disabilitas kerap tidak terperhatikan dan terpenuhi hak-haknya dengan baik.

adanya kebijakan dana desa di era Presiden Joko Widodo, ada semacam political will untuk memperkuat pembangunan di level desa dengan konsekuensi meletakkan pusat pembangunan pada satuan pemerintah yang paling bawah dan langsung berhubungan dengan rakyat. Desa dituntut untuk mengelola, mengatur dan mengambil keputusan atas segala potensi sumber daya ekonomi desa, serta bertanggung jawab untuk mengurus kepentingan masyarakat desa melalui kebijakan para pemangku kepentingan desa. Sejatinya tujuan urbanisasi adalah untuk mendapatkan penghidupan perekonomian yang lebih baik dan layak bagi seseorang. Namun tak semua dari mereka yang berjuang ke ibu kota dan terjun dalam panasnya kompetisi kaum urban bisa menjadi pemenang. Selain kegagalan, mereka berpotensi menjadi bagian dari permasalahan besar ibu kota. Karena salah satu dampak negatif dari urbanisasi adalah dapat memperlebar jurang kemiskinan antara desa dan kota. Dibutuhkan banyak pihak untuk menyelesaikan masalah yang sudah kronis ini di ibu kota yang sudah semakin sesak. Penulis, Alumni Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia

POJOK Gubernur Koster gratiskan UKM yang pameran di PKB. - Pro-pengusaha kecil. *** Di Kabupaten Bangli, jabatan lowong terus bertambah. - Tertutup, jual-beli jabatan. *** Banyak daerah di Bali mulai rekonstruksi kesenian langka. - Langkah tepat untuk ajeg Bali.

Penulis, kolumnis dan bloger

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7 TABANAN Porsenides Gapera Beraban Bangkitkan Potensi Seni dan Olahraga Desa Senin Umanis, 10 Juni 2019

KARANG Taruna Gapera, Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan memiliki cara tersendiri dalam mengurangi tindakan negatif di kalangan generasi muda saat libur sekolah. Rutin digelar dua tahun sekali, Karang Taruna Gapera Beraban kembali menggelar Pekan Olahraga dan Seni Desa (Porsenides) yang dibuka Minggu (9/6) kemarin, dan akan berlangsung sampai dengan 14 Juli mendatang. Hadir dalam pembukaan Porsenides, Camat Kediri yang diwakili Sekcam Kediri I Ketut Supardi, anggota DPRD Tabanan asal Kediri Edy Wirawan, jajaran Muspika dan perangkat Desa Beraban. Ketua Panitia Porsenides Gapera Beraban 2019 I Wayan Kris Eryandika mengatakan, ada enam cabang olahraga dan tiga kesenian yang dipertandingkan dalam Porsenides tahun ini. Untuk olahraga seperti sepak bola, bola voli putra dan putri, cross country putra dan

putri, catur, tenis meja, dan bulu tangkis. Sementara untuk kesenian meliputi lomba membuat penjor dewa yadnya, lomba membuat banten upakara, dan lomba menggambar tingkat anak-anak SD. ‘’Lomba penjor dewa yadnya sudah dilakukan Minggu pagi dan peraih juara yakni Banjar Batan Buah Kaja, Banjar Gegelang, dan Banjar Dukuh,’’ ucapnya. Menurutnya, porsenides merupakan ruang berekspresi bagi atlet dan seniman yang ada di desa sekaligus menjadi sarana hiburan bagi peserta dan masyarakat. Di samping itu, porsenides merupakan ajang mengaktualisasikan minat dan bakat generasi muda. ‘’Ajang ini diharapkan juga bisa menjadi alat pemersatu kalangan generasi muda di Desa Beraban,’’ terangnya. Hal senada disampaikan Ketua Karang Taruna Gapera I Wayan Wira Adi. Menurutnya, lewat ajang olahraga dan seni

akan terjalin komunikasi yang baik antar-sekaa teruna di Desa Beraban. Namun ditegaskannya, para peserta porsenides juga harus tetap menjaga sportivitas dan siap menerima hasilnya baik menang maupun kalah. ‘’Tujuan utama porsenides untuk menjalin persatuan dan kesatuan dan yakin generasi muda di desa bisa lebih erat dan kokoh. Selain banyak tujuan yang diharapkan, seperti mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga, meningkatkan SDM generasi muda dalam seni dan olahraga,’’ terangnya. Perbekel Beraban I Wayan Sukariana pada kesempatan itu memberikan apresiasi kepada Karang Taruna Gapera yang telah mengemas kegiatan dengan cukup baik. Diakuinya, selama ini Karang Taruna Gapera sudah sangat mendukung program pembangunan di Desa Beraban. ‘’Pembangunan ma-

syarakat Beraban tidak hanya berbentuk fisik saja, namun porsenides juga merupakan peningkatan SDM di samping olahraga dan seni serta hal-hal lain yang perlu ditingkatkan,’’ ucapnya. Sementara itu, Camat Kediri yang diwakili Sekcam Kediri I Ketut Suparta juga berharap ke depannya Karang Taruna Gapera akan terus berinovasi membuat terobosan dan kegiatan-kegiatan positif lainnya yang bermuara pada pemersatu generasi muda di desa. Bahkan dalam kesempatan itu, Sekcam Kediri memberikan tantangan agar generasi muda Beraban bisa membuat tari maskot desa. ‘’Tunjukkan pada semua, bahwa Desa Beraban bisa menampilkan yang terbaik. Apalagi dalam waktu dekat akan diluncurkan aplikasi baru untuk bentuk layanan di kantor desa yang tentunya belum ada di desa lainnya di Tabanan,’’ jelasnya. (ad151)

PORSENIDES - Camat Kediri diwakili Sekcam I Ketut Supardi membuka Porsenides Gapera 2019, ditandai dengan pemukulan gong.


BULELENG

8

Senin Umanis, 10 Juni 2019

Tekan Tindak Pidana, Warga Diedukasi tentang Hukum Singaraja (Bali Post) – Banyaknya kasus hukum terjadi hingga di pelosok desa, mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi di Bali Utara. Pada Minggu (9/6) kemarin, warga Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, diberikan edukasi tentang hukum oleh dosen dan mahasiswa Universitas Panji Sakti (Unipas). Perbekel Desa Banjar Ida Bagus Tedy Suyasa mengatakan, edukasi hukum sangat diperlukan, karena di wilayahnya kerap terjadi kasus-kasus tindak pidana. Terkait masalah itu, Suyasa ingin meningkatkan pengetahuan warganya terutama masalah hukum. Kata Suryasa, hal ini perlu dikuasai oleh masyarakat agar dalam kehidupannya tidak mudah melakukan pelanggaran hukum. Selain itu, dia ingin situasi di desanya tetap kondusif, sehingga masyarakat bisa melaksanakan segala aktivitas dengan baik. “Ini kami perlukan agar masalah hukum ini bisa dipahami oleh masyarakat. Dengan demikian bisa meminimalisir kasus hukum yang terjadi di desa kami,” tegasnya. Tak cukup bekerja sama dengan perguruan tinggi, Suyasa akan minta bantuan penyuluhan hukum dari kepolisian. Langkah ini dilakukan untuk memberantas peredaran dan peny-

alahgunaan narkotika di masyarakat. “Biar dipahami juga masalah narkotika ini, sehingga kami minta sosialisasi tentang hukum dari kepolisian, sehingga di wilayah kami bersih dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika,” ujar Suyasa. Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Unipas Gede Nyoman Remaja mengatakan, penyuluhan hukum kepada masyarakat ini salah satu wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. Penguasaan ilmu pengetahuan oleh para dosen dan mahasiswa disumbangkan kepada masyarakat. Caranya dengan memberikan pemahaman hukum pidana, perdata, dan pidana khusus seperti narkotika dan korupsi. Dengan pencerahan seperti ini, Remaja yakin masyarakat mendapatkan informasi hukum dengan baik, sehingga targetnya adalah munculnya pelanggaran hukum di desa bersangkutan bisa dicegah. Pemahaman hukum tidak cukup dengan memberikan ceramah atau penyuluhan, namun perlu ada program lanjutan yang bisa dilakukan. Dia mencontohkan, perlunya lembaga untuk membentuk desa binaan, sehingga pemahaman masalah hukum secara maksimal dilakukan lewat program yang sudah disiapkan. (kmb38) Bali Post/mud

DUKTANG – Satpol PP melakukan operasi duktang di Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, Sabtu (8/6).

Arus Balik, Satpol PP Gencar Razia Duktang Bali Post/mud

PENYULUHAN - Warga Desa Banjar mengikuti penyuluhan tentang hukum.

LINTAS Ikuti Regulasi DESA Pakraman Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, menggelar pemilihan Klian Desa Pakraman, Minggu (9/6) kemarin. Dua calon bersaing dalam pemilihan langsung ini. Hasilnya petahana Ketut Ariana terpilih kembali. Dia mengalahkan pesaingnya, Ketut Bau Widiasa. Dari pantauan di lapangan, pemilihan tersebut berlangsung demokratis dalam suasana tertib dan aman. Dari jumlah krama desa yang memiliki hak pilih dan dipilih sebanyak 920 orang. Sedangkan yang menggunakan hak suaranya sebanyak 584 orang. Pemilih tersebar di sembilan banjar adat. Dari jumlah surat suara itu, Ariana unggul dengan meraih 325 suara sah. Sedangkan Widiasa mendapat 257 suara. Ada dua suara dinyatakan tidak sah. Klian Desa terpilih Ariana mengatakan, setelah mendapat mandat tersebut, dirinya akan menjalankan program yang disusun bersama prajuru atas persetujuan krama desa. Program itu menyangkut parhyangan, pawongan, dan palemahan. Dalam menjalankan setiap program itu, Ariana berjanji mengikuti regulasi yang ada yakni Peraturan Daerah (Perda) No. 4 Tahun 2019. ‘’Yang jelas semua program yang akan kami jalankan, setelah krama desa memberikan kepercayaan jabatan ini kepada saya. Acuannya adalah aturan yang ada, dalam hal ini Perda No. 4 Tahun 2019,’’ ujarnya. (mud)

Singaraja (Bali Post) – Saat arus balik Lebaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Saptol PP) Buleleng gencar melaksanakan razia penertiban penduduk pendatang (duktang), Sabtu (8/6). Sejumlah rumah kos dan penginapan di Kecamatan Sawan dan Buleleng menjadi sasaran operasi. Beberapa duktang terjaring membawa KTP daerah asalnya dan belum mencari Surat Keterangan Lapor Diri (SKLD) yang diterbitkan pemerintah kelurahan atau desa. Penertiban pertama kali menyasar kawasan Pusat Pendaratan Ikan (PPI) di Dusun Pabean, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan. Di tempat ini, petugas tidak menemukan kapal pengangkut ikan dari Supeken, Madura, Jawa Timur. Biasanya setelah libur Idul Fitri, kapal ikan juga mengangkut penumpang umum, sehingga petugas menyasar tempat ini. Tujuannya untuk memastikan penumpang kapal ikan itu membawa identitas resmi yang diatur sesuai regulasi pemerintah. Di Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, personel Satpol PP menyasar rumah kos yang hanya ditempati duktang

luar Bali. Beberapa penghuni kos kedapatan hanya membawa KTP dari daerah asal. Mereka juga belum mencari SKLD dari kelurahan setempat. Selain itu, ada penyewa kamar kos nekat tidak membekali diri dengan KTP atau identitas lain. Tidak hanya pelanggaran kependudukan, di lokasi ini petugas juga menemukan warga yang menyewakan kamar penginapan kepada tamu dengan sewa per jam (short time -red) yang tidak memiliki izin. Hanya, petugas tidak memberikan sanksi tegas, tetapi memberikan peringatan agar warga tersebut mencari izin sesuai aturan yang berlaku.

Beberapa pasangan di luar nikah terjaring ketika Sastpol PP melancarkan operasi duktang. Pasangan di luar nikah ini ditemukan menyewa kamar penginapan di kawasan Jalan Pulau Obi, Singaraja. Bahkan, ada pasangan masih berstatus pelajar ditemukan berada dalam kamar. Pasangan ini pun tidak mampu menunjukkan KTP, kartu pelajar, dan identitas lain. Atas pelanggaran itu, pasangan di luar nikah ini diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatan yang merusak nama baik orangtua dan keluarga. Kepala Bidang (Kabid) Trantib Sastpol PP Buleleng Gusti Ketut Amerta Adi didampingi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Ketut Yudistira mengatakan, atas instruksi pimpinannya operasi penertiban duktang dilancarkan karena setelah Lebaran diikuti dengan kedatangan duktang luar Bali yang masuk ke Buleleng. Tujuannya untuk mencegah duktang ilegal. Menurut Amerta Adi, beber-

apa duktang yang melanggar itu dikenakan sanksi berupa menandatangani surat pernyataan agar mengurus SKLD. Menunggu SKLD-nya terbit, pihaknya terpaksa menyita KTP milik para duktang tersebut. ‘’Ini yang pertama dan kita menemukan duktang masih bawa KTP asal termasuk ada yang tidak bawa KTP,’’ tegasnya. Operasi duktang setelah Lebaran ini kembali dilancarkan dalam minggu ini. Satpol PP merencanakan menyasar beberapa kawasan pelabuhan di Buleleng, seperti di Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak dan pelabuhan lain. Tujuannya agar para anak buah kapal (ABK), penumpang atau pekerjanya memiliki identitas kependudukan yang resmi. ‘’Selain pekerja dan ada penumpang kapal yang kita sasar. Silakan mencari pekerjaan di daerah kita, namun identitas kependudukan itu wajib dibawa dan masih berlaku, sehingga tidak menjadi duktang liar,’’ katanya. (kmb38)

Setahun, Target Pembangunan ”Shortcut’’ di Enam Lokasi

PROYEK shortcut Singaraja – Mengwitani tahun ini telah berjalan dengan pengerjaan di lokasi tiga (di Kabupaten Tabanan) dan lokasi lima dan enam (Kabupaten Buleleng). Pertengahan tahun ini, lokasi shortcut keempat dipastikan mulai dikerjakan. Setelah pembangunan tahap pertama itu tuntas pada Desember 2019, tahun 2020 pemerintah pusat melanjutkan pembangunan shortcut di lokasi 1, 2, 7, 8, 9 dan di lokasi 10. Keenam lokasi shortcut ini harus tuntas dibangun tahun 2020. Pembangunan jalan baru ini terus digenjot sebagai hadiah, setelah perolehan suara di Bali dalam pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) tertinggi di Indonesia. Hal ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat meninjau perkembangan pelaksanaan proyek shortcut jalan baru batas kota Singaraja – Mengwitani, akhir pekan lalu. Dalam kunjungan itu, Gubernur didampingi Sekretaris Daerah

(Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kepala BBPJN VIII Ketut Darmawahana, Kepala Dinas PUPR Bali I Wayan Astawa Riadi, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ketut Payun Sentosa. Gubernur mengatakan, shortcut jalan baru batas kota ini menjadi impian publik terutama di Buleleng. Selain itu, pembangunan sarana infrastruktur ini diklaim sebagai cara ampuh menghapuskan kesenjangan antara pembangunan di Bali Selatan dan Bali Utara. Untuk itu, pihkanya menggenjot pembangunan shortcut tahap awal dengan masing-masing lokasi tiga (Tabanan), lima dan enam (Buleleng). ‘’Secara khusus melihat pelaksanaan proyek sudah berjalan dengan baik tanpa hambatan dan pelaksanaannya jauh di atas perencanaan,’’ ujarnya. Kemajuan pelaksanaan pekerjaan di tahap awal, membuat Gubernur semakin optimis dan terus mengggenjot pembangunan lokasi shortcut di lokasi 1, 2, 7, 8,

9 dan lokasi ke-10 akan dipercepat. Keyakinannya itu tidak terbantahkan setelah pihkanya bertemu Presiden Joko Widodo dan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, belum lama ini. Pemerintah pusat sekarang sudah mencanangkan percepatan penuntasan pembangunan enam lokasi shortcut Singaraja – Mengwitani. Bahkan sudah disusun program dengan mengalihkan anggaran program infrastruktur di daerah lain untuk membiayai pembangunan shortcut di Bali. Dengan kepastian anggaran itu, penuntasan seluruh lokasi shortcut dipercepat. ‘’Saya sudah betemu langsung dan Pak Presiden menyampaikan pembangunan lanjutannya akan dipercepat sampai tahun 2020. Dengan kepastian anggaran itu, penuntasan seluruh lokasi shortcut dipercepat dari semula ditarget 2021 diperpendek menjadi tahun 2020,’’ katanya. (mud)

Bali Post/kmb38

Bali Post/dok

SHORTCUT – Gubernur Bali Wayan Koster meninjau proyek shortcut jalan baru batas kota Singaraja – Mengwitani, akhir pekan lalu. Tahun 2020 ditarget pembangunan enam lokasi shortcut harus tuntas.


GIANYAR

Senin Umanis, 10 Juni 2019

9

Raup Keuntungan Jutaan Rupiah dari Usaha Tahu USAHA pembuatan tahu memang bisa dijadikan bisnis pilihan yang menjanjikan. Seperti yang dilakukan I Nyoman Sutapa. Ia sudah menggeluti usaha ini selama sebelas tahun. Kini, tahu hasil produksinya didistribusikan ke sejumlah pasar umum di Kabupaten Gianyar, bahkan sudah merambah ke sejumlah hotel dan restoran. Alhasil, ia bisa meraup keuntungan hingga jutaan rupiah dari usaha pembuatan tahu tersebut. Sutapa menuturkan, usaha ini sudah digelutinya sejak 2008 lalu. Kala itu, ia memutuskan berhenti menjadi satpam, dan memilih merintis usaha pembuatan tahu. “Tahun 2008 lalu, saya berhenti jadi satpam di sebuah hotel. Padahal, itu hotel berbintang lima. Saya merasa lebih leluasa dengan membuat

usaha sendiri,” ujar ayah dua anak ini, Minggu (9/6) kemarin. Menurut Sutapa, ia memilih usaha pembuatan tahu, karena makanan ini sudah menjadi kebutuhan pokok. Khususnya bagi para vegetarian. “Di Bali termasuk Gianyar, cukup banyak warga yang vegetarian. Banyak yang datang langsung ke rumah untuk membeli tahu produksi saya,” ujarnya. Sutapa mengatakan, setiap hari dirinya membuat tahu 30 cetakan. Satu cetakan bisa menjadi 50 biji tahu. Untuk 10 biji tahu dijual seharga Rp 10 ribu. Tahu tersebut dijual ke sejumlah pasar umum, seperti Pasar Sayan, Pasar Singakerta, hingga warung penjual kebutuhan pokok yang buka setiap pagi, termasuk sejumlah restoran dan hotel yang ada di kawasan Ubud. Sutapa mengaku beryukur

Gudang Penyimpanan Daun Lontar Terbakar

Gianyar (Bali Post) Warga di wilayah Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh dikejutkan dengan musibah kebakaran yang meludeskan gudang penyimpanan bahan baku ental (daun lontar) milik Ni Wayan Sri, Sabtu (8/6) malam. Dugaan sementara, api yang meluluhlantakan gudang milik wanita berusia 43 tahun ini berasal dari pembakaran sampah di seputaran rumah korban. Informasi yang dihimpun di lapangan, musibah kebakaran itu pertama kali diketahui oleh warga setempat, Gede Alit. Pria berusia 35 tahun ini melihat ada pembakaran sampah di sekitar lokasi kebakaran. Saat itu sempat dikira api sampah sudah padam. Tanpa diduga, api justru makin membesar, hingga merembet ke gudang berukuran 2 x 3 meter milik korban. Gudang yang berisi bahan yang mudah terbakar itu menyebabkan api dengan cepat menghanguskan bangunan tersebut. Kejadian ini lantas dilaporkan ke Kantor Satpol PP Gianyar yang membawahi petugas pemadam kebakaran. Dikonfirmasi Minggu (9/6) kemarin, Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha mengatakan, usai menerima laporan kebakaran, dua unit Damkar langsung dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Sekitar 15 menit, api berhasil dijinakkan. “Api dapat dipadamkan pukul 00.20 wita dengan dua unit damkar,” jelasnya. Watha memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun, kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah. Sementara itu, Kapolsek Blahbatuh Kompol Ketut Dwikora mengatakan, pihak keluarga tidak melaporkan kebakaran tersebut dan menerimanya sebagai musibah. “Diduga api bersumber dari sisa pembakaran sampah,” ujarnya. (kmb35)

karena usaha tahu yang digelutinya terus meningkat. Namun hal ini bukan tanpa hambatan, Sutapa mengaku dari awal berulang kali meracik tahu agar mendapatkan kualitas yang terbaik. Ia seringkali mengalami sejumlah kendala, seperti faktor cuaca, lonjakan harga kedelai, dan ketahanan tahu itu sendiri. “Produksi saya tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga dalam rentang waktu dua hari setelah diproduksi sudah harus dimasak,” katanya. Sutapa mengatakan, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil semenjak dua tahun usahanya berjalan. Saat ini, ia sudah bisa membeli beberapa mobil untuk operasional pengiriman tahu. “Ya, ada mobil oprasional karena langganan bertambah, mulai dari warung, pasar hingga hotel dan restoran,” katanya. (nik)

TAHU - Nyoman Sutapa saat menunjukkan proses pembuatan tahu, Minggu (9/6) kemarin.

Kasus Ibu Bunuh Anak Kandung

MA Jatuhkan Hukuman 7,5 Tahun Penjara Gianyar (Bali Post) -

Mahkamah Agung (MA) akhirnya mengeluarkan putusan kasasi yang diupayakan jaksa penuntut umum (JPU) dengan terdakwa Ni Luh Putu Septiyan Permadani. MA memutuskan terdakwa Septiyan Permadani bersalah. Ibu yang didakwa membunuh tiga anak kandungnya ini diganjar dengan pidana penjara selama tujuh tahun enam bulan atau 7,5 tahun. Putusan MA yang menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 7,5 tahun itu lebih tinggi dibandingkan vonis Pengadilan Negeri (PN) Gianyar yang dikuatkan dengan vonis Pengadilan Tinggi Bali dengan hukuman 4,5 tahun. Namun di sisi lain, vonis 7,5 tahun itu menggugurkan tuntutan JPU Kejari Gianyar yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 19 tahun penjara dengan dakwaan pembunuhan berencana.

Dikonfirmasi, Minggu (9/6) kemarin, Made Somya Putra selaku kuasa hukum Septiyan Permadani mengatakan, para pengacara termasuk kliennya sudah ikhlas atas vonis tersebut. Menurutnya, dalam putusan Mahkamah Agung, jaksa penuntut umum tetap gagal membuktikan dakwaannya mengenai pembunuhan berencana. “Putusan MA itu juga membuktikan memang ada disosiasi psikologis dalam kasus ini,” katanya. Somya Putra me-

ngatakan, pihak terdakwa sudah menerima vonis MA yang lebih tinggi tersebut. Menurutnya, terdakwa yang sebelumnya berprofesi sebagai guru sekolah dasar ini sudah ikhlas sejak sebelum persidangan. “Dia sudah ikhlas menerima. Saat ini klien kami akan lebih pada perenungan, pemulihan batin, dan penataan semangat hidup,” jelasnya. Menurut Somya Putra, upaya pemulihan itu dibantu oleh semua pihak, meliputi psikiater, keluarga dan

orang-orang di sekitarnya. Disinggung apakah ingin mengajukan peninjauan kembali (PK) bagi Septiyan, pihaknya lebih mengutamakan keikhlasan. “Lebih utama pemulihan batin Septyan dan perenungan tersebut, sehingga ruang upaya hukum PK harus jelas kemanfaatannya terlebih dulu,” ujarnya. Somya Putra menambahkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kewenangan eksekusi kepada kejaksaan. “Tentunya jaksa melakukan eksekusi putusan Mahkamah Agung tersebut, dan klien kami akan siap menjalani vonisnya,” tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Humas PN Gianyar Wawan Edy Prastyo hingga Minggu ke-

Antisipasi Gangguan Kamtibmas

marin mengaku belum membaca salinan putusan dari MA secara rinci. Hal itu karena hampir sepekan PN Gianyar melaksanakan libur dan cuti bersama serangkaian hari raya Idul Fitri. Apabila vonis MA turun, berarti putusan sudah inkracht. “Kalau kasasi sudah turun, berarti sudah inkracht,” ujarnya. Setelah putusan kasasi turun, kata Wawan Edy Prastyo, upaya hukum tetap masih bisa ditempuh. Yakni, mengajukan upaya peninjauan kembali. “Setelah ini bisa menempuh upaya hukum luar biasa, berupa peninjauan kembali atau PK. Yang bisa mengajukan itu adalah terpidana atau ahli warisnya,” tegasnya. (kmb35)

Polisi Sasar Pemuda Pesta Mikol

Bali Post/kmb35

MEMADAMKAN API - Petugas pemadam kebakaran dan warga sekitar bergotong royong memadamkan api yang membakar sebuah gudang di Desa Bona, Sabtu (8/6) malam.

Bali Post/nik

Gianyar (Bali Post) Jajaran Polsek Sukawati kini gencar melakukan monitoring dengan menyasar kelompok pemuda yang nongkrong sambil menenggak minuman beralkohol (mikol). Sabtu (8/6) sekitar pukul 23.00 Wita, sejumlah pemuda yang sedang minum-minum di wilayah Desa Celuk jadi sasaran petugas. Upaya ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya ganguan kamtibmas akibat pengaruh mikol. Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu Gusti Winangun seizin Kapolsek Sukawati mengatakan, patroli itu dilakukan dalam rangka kegiatan cipta kondisi dan menangkal dampak minuman beralkohol tanpa izin. ‘’Dalam patroli malam itu, polisi menemukan sejumlah pemuda yang sedang minum-minum di wilayah Desa Celuk,’’ katanya. Selain minum mikol, kata Winangun, kelompok pemuda yang duduk melingkar itu juga menyetel musik dengan volume cukup kencang. Petugas kemudian mendatangi mereka dan berbicara baik-baik. Petugas juga memeriksa identitas para pemuda

tersebut. ‘’Selama kegiatan telah dilaksanakan pemeriksaan dan pembubaran terhadap pemuda yang mengkonsumsi miras dan membunyikan suara musik,’’ ujarnya. Pada kesempatan itu, polisi mengingatkan para pemuda tersebut supaya tidak minum mikol berlebihan. Mereka juga diminta supaya tidak mengganggu warga lainnya. Setelah diberi pembinaan, kelompok pemuda itu disarankan membubarkan diri. ‘’Upaya ini untuk mencegah adanya tawuran antarkelompok atau ganguan kamtibmas lainnya,’’ kata Winangun. Tidak hanya membubarkan kelompok peminum, polisi yang patroli juga menyanggongi objek vital. Yakni pertokoan, bank dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). ‘’Ini patroli rutin untuk meminimalisasi terjadinya aksi kriminal,’’ tegasnya. (kmb35) PEMUDA - Polisi mendatangai sejumlah pemuda yang sedang pesta mikol di wilayah Desa Celuk, Sabtu (8/6) malam.


JEMBRANA

10

Senin Umanis, 10 Juni 2019

Akhir Pekan, Gilimanuk Dipadati Arus Balik dan Wisatawan Negara (Bali Post) – Pelabuhan Gilimanuk pascahari raya Idul Fitri kembali dipadati arus orang dan kendaraan. Baik di pintu masuk maupun keluar pelabuhan, kendaraan silih berganti melintas. Di pintu masuk pelabuhan, arus balik wisatawan domestik (wisdom) yang berlibur ke Bali nampak memadati loket tiket sejak Sabtu (8/6) lalu. Arus kendaraan yang keluar Bali ini lebih didominasi mobil pribadi. Karena banyaknya kendaraan yang hendak menyeberang, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas menuju pelabuhan seperti saat arus mudik lalu. Mobil pribadi yang datang hampir bersamaan itu, dipecah masuk ke gang-gang di Kelurahan GiliARUS BALIK – Arus balik di Pelabuhan Gilimanuk akhir pekan lalu mulai padat. Diperkirakan, dalam sepekan ini arus balik pemudik ke tempat perantauan di Bali akan terus terjadi.

Ditinggal ke Swalayan, Bale Sari Terbakar Negara, (Bali Post)Bencana kebakaran terjadi Sabtu (8/6) malam menimpa rumah Ni Gusti Ayu Komang Sutiami (54), seorang PNS Polri di Banjar Taman, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana. Bagian rumah yang terbakar berupa bale sari berukuran 3x3 meter. Celakanya di bale sari yang terbakar tersimpan barang-barang berharga milik korban. Kebakaran tersebut diketahui oleh I Wayan Asih (70), mertua korban. Dari informasi kebakaran tersebut terjadi ketika korban meninggalkan rumah bersama anaknya, I Putu Eka Mahardika, yang pergi ke sebuah swalayan di Negara untuk menemani cucunya bermain. Kemudian pukul 20.00 wita, anak korban yang sedang menunggu korban menemani cucunya bermain di dalam swalayan, ditelepon oleh tetangganya bahwa ada api menyala di bale sari di rumahnya. Kemudian anak korban, Putu Eka Mahardika Negara, langsung pulang. Setiba di rumah, dia mendapati bale sari sudah dalam keadaan terbakar bersama barang-barang rumah tangga miliknya. Barang-barang yang terbakar tersebut ditaruh di bale sari karena rumah yang dihuni sedang direnovasi / perbaikan total. Kemudian tetangga korban langsung menghubungi pemadam kebakaran yang datang dengan 3 unit pemadam kebakaran. Barang- barang yang terbakar, di antaranya kasur, kursi sofa, almari tempat pakaian dan surat-surat/sertifikat tanah, surat-surat ijazah korban dan saksi. Seluruh pakaian milik korban dan saksi-saksi, yakni TV, kulkas, AC dan beberapa perhiasan emas dan uang serta barang lainnya juga terbakar. Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian Rp 200 juta. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogi Pramaditha dikonfirmasi membenarkan kebakaran tersebut. Kebakaran diduga akibat arus pendek. (kmb)

manuk. Sementara itu di pintu keluar Pelabuhan Gilimanuk, juga dipadati dengan para pemudik yang kembali ke tempat rantauannya di Pulau Bali. Jenis kendaraan yang masuk ke Bali ini bermacam mulai sepeda motor (R2), kendaraan pribadi hingga mobil umum (travel dan bus). Diperkirakan pada Minggu (9/6) kemarin merupakan puncak arus balik pemudik ke Bali. Manager Usaha Pelabuhan Gilimanuk Agus Supriyatno kepada wartawan mengatakan, pada akhir pekan ini pelabuhan masih dipadati kendaraan arus balik wisdom menuju ke Jawa. Diperkirakan, pada akhir pekan kemarin ribuan wisdom yang sebelumnya berlibur ke Bali, akan kembali ke Jawa. Hal itu memungkinkan lantaran pada Minggu kemarin merupakan akhir libur Lebaran. Di sisi lain, untuk arus balik pemudik terjadi lonjakan pada Sabtu (8/6) dan Minggu (9/6) kemarin. Namun berkaca

pada tahun-tahun sebelumnya, arus balik relatif lebih merata tidak seperti saat arus mudik. Namun, pada akhir pekan ada lonjakan mengingat pada hari Senin (10/6) ini para pegawai dan perkantoran sudah mulai buka atau mengakhiri liburan. Sementara itu dari data posko pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, pada H+2, jumlah penumpang yang keluar dan masuk ke Bali hampir seimbang. Untuk penumpang yang keluar Bali tercatat 40.382 orang, sedangkan yang masuk Bali melalui Pelabuhan Ketapang sebanyak 52.603 orang. Untuk sepeda motor (R2) yang keluar Bali ada 2.230 unit, dan yang masuk ke Bali 6.866 unit. Jumlah signifikan ada pada kendaraan pribadi roda empat dari Pelabuhan Gilimanuk ada 6.311 unit kendaraan. Begitu juga pada H +1 juga sekitar 6.239 unit. Sementara kendaraan KK yang masuk ke Bali pada H +2 sebanyak 6.749 unit. (kmb26)

Pelaksanaan CSR Sering Tak Tepat Guna dan Sasaran Bupati Harapkan Ada Sinergi Negara (Bali Post) – Program Corporate Social Responsibilty (CSR) atau bina sosial bagi masyarakat dari sejumlah perusahaan diharapkan dapat sinergi dengan program pemerintah daerah. Sinergitas dinilai penting agar bantuan sosial itu bisa merata dan tepat sasaran. Tidak hanya satu objek berulangkali, padahal banyak warga atau objek lain yang juga membutuhkan di lingkup Kabupaten. ‘’Kita sudah panggil Pak Sekda, dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, yang menangani CSR untuk mengundang perusahaan dalam merealisasikan CSR. Agar melalui tim kami dari Kabupaten,’’ ujar Bupati Jembrana I Putu Artha ditemui belum lama ini. Selama ini banyak perusahaan di Kabupaten Jembrana yang ikut berperan dan melaksanakan kewajibannya memberikan CSR kepada masyarakat tetapi sayangnya kurang tepat sasaran. Menurut Bupati Artha, semestinya ada skala prioritas dan bersinergi dengan pemerintah daerah sehingga sejalan dan menghindari bantuan beru-

lang-ulang pada satu objek atau wilayah tertentu. Sementara, di sisi lain, masih ada warga atau objek tempat lain yang perlu bantuan. Bupati Artha mencontohkan salah satu CSR perbankan di Jembrana lebih condong pada kedekatan dan nasabahnya yang diberikan bantuan. ‘’Nasabah itu kan orang punya, jangan dia (perusahaan) yang menentukan, itu saya sebut CSR tidak ikhlas. Bisa keluarganya (pemberi CSR) atau kerabatnya yang diberikan. Karena itu kita harapkan agar bersinergi dengan pemerintah daerah,’’ tambah Bupati Artha. Bupati asal Melaya ini juga mengingatkan kepada perusahaan yang bergerak di bidang

jasa di Kabupaten Jembrana harus ikut memperhatikan masyarakat. Salah satunya melalui CSR atau tanggung jawab sosial kepada lingkungan. Bupati bahkan menyesalkan ada perusahaan BUMN besar yang bergerak di bidang transportasi laut (PT ASDP) di Gilimanuk kurang memperhatikan lingkungan. Bupati merujuk saat senderan Pura Segara di Pelabuhan Gilimanuk hancur beberapa waktu lalu, baru dibantu setelah masyarakat ribut dan perwakilan warga ke Jakarta. ‘’Paling tidak ada CSR kepada daerah. Bisa dalam bentuk bantuan memperbaiki tempat ibadah, bantuan pendidikan atau yang lain sinergi dengan program pemerintah,’’ sindir Bupati Artha. Agar terkoordinasi, Bupati telah meminta seluruh jajarannya, CSR di Jembrana masuk satu pos pintu. ‘’Silakan dari perbankan, BUMN atau perusahaan swasta mau membantu masyarakat, tapi harus melalui tim.

Ini untuk menghindari tidak tepat sasaran dan tepat guna. Masak ada bantuan untuk koperasi itu-itu saja tiap tahunnya. Khawatirnya terus dibantu bisa (berpotensi) ko-

rupsi,’’ tambah Bupati Artha. Dari penelusuran sejumlah perusahaan baik perusahaan milik negara maupun swasta telah memberikan CSR. Namun ada beberapa yang belum nyata terlihat bagi masyarakat sekitar. (kmb26)

Wayang Wong Geria Penida

Seni Sakral yang Pertahankan Pakem Lama

Kesenian Wayang Wong di Jembrana berkembang di Geria Penida, Banjar Anyar, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana. Kesenian ini merupakan salah satu kesenian sakral leluhur Geria Penida yang diperkirakan pertama kali tiba di Desa Batuagung sekitar tahun 1800- an. Bagaimana Sekaa Wayang Wong dengan tapel-tapel yang berusia ratusan tahun ini berjuang untuk tetap eksis di tengah gempuran modernisasi?

Seni drama topeng dengan nuansa religius dan sakral ini masih mempertahankan pakem lama berikut perangkat tapel (topeng) yang berusia ratusan tahun. Sejak awal, pementasan Wayang Wong ini pun tidak untuk komersial. Melainkan khusus untuk ritual upacara keagamaan (yadnya) dan mengambil segmen cerita Ramayana. Itu pun tidak secara utuh drama dimainkan. Sebab, membutuhkan pemain hingga 50 orang dan ceritanya pun panjang. Panglingsir Geria Penida, Desa Batuagung Ida Bagus Putra belum lama ini mengatakan, kesenian ini diperkirakan sudah berkembang sejak leluhur datang ke Batuagung tahun 1800. Selain 50 tapel berbentuk unik, sekaa juga masih mempertahankan seperangkat gamelan, di antaranya gender, kendang gong dan cengceng, Tapel-tapel sakral ini sempat lama tidak dipergunakan dan tersimpan di dalam gedog kayu (tempat wayang) di Geria Penida. Hingga akhirnya terjadi mala musibah dan hal-hal niskala dialami warga banjar dan desa tua di Jembrana ini. Mulai dari banjir bandang, krama yang sakit-sakitan

beruntun, hingga kemarau panjang. Lantas, ditelusuri secara niskala oleh panglingsir, muncul penyebab musibah ini karena ada benda pusaka dengan 50 lebih topeng dalam gedog kayu yang tidak dipelihara ataupun digunakan. Benar saja, ketika gedog dibuka terdapat 50 topeng, namun dua topeng, yakni Maruti dan Tualen hilang. Beruntung keduanya ditemukan oleh seorang warga terendam di sebuah cerug, Sungai Tukadaya, sungai yang melintasi banjar tersebut dan dikembalikan ke Geria Penida. Sejak itulah muncul keinginan untuk memperhatikan, merawat dan menarikan topeng- topeng itu sesuai tatanan yang ada. Kini gedog itu disimpan di areal Merajan Geria Penida. Pascaberkumpulnya topeng-topeng itu, musibah yang dialami secara beruntun itu berangsur pulih dan kembali sediakala. ‘’Pementasannya saat tertentu saja di griya, menceritakan epos Ramayana, lengkap dengan pasukan kera, jadi ada sekitar 50 bentuk topeng,’’ terang I.B. Putra. Bentuk topeng-topeng wayang wong ini pun khas dan saling berbeda.

Tokoh dan sosok pewayangan di Ramayana seperti Maruti, Sugriwa, Subali, Ngada, Nila, hingga Jatayu. Begitu halnya dengan topeng Rahwana, Kumbakarna dan para Bala raksasa hingga Merdah, Sangut dan Delem. Di samping dipentaskan semeton Geria Penida, juga acap pentas di kalangan luar geria. Sebelum pementasan melalui prosesi setiap hari Tumpek Wayang diupacarai. Begitu halnya saat memainkan wayang ini, dimulai dengan merekrut para pemain dari kalangan semeton geria-geria di Desa Batuagung, juga tetua dari luar geria. Karena kesenian ini tergolong seni sakral, wayang wong dipentaskan saat upacara seperti upacara ngenteg linggih, ngaben dan sebagai pelengkap prosesi sebuah yadnya. Karena cerita yang cukup menguras waktu dan pemain kolosal, pementasan hanya diambil yang sifatnya madeeng/ mengikuti prosesi ngebeji. Sementara pementasan dengan cerita secara utuh, jarang dilakukan. Hanya saat-saat tertentu. Letak keistimewaan wayang wong ini selain di cerita dan tarian, juga pada

Bali Post/olo

WAYANG WONG - Pementasan Wayang Wong Gria Penida beberapa waktu lalu. Kesenian drama ini kini tetap eksis di tengah modernisasi. tapel-tapel yang bentuknya unik dan khas. Satu yang lain berbeda menggambarkan berbagai sifat. Tapel ini memiliki energi magis dan disakralkan. Diperkirakan, keberadaan tapel ini sejak kedatangan panglingsir Geria Penida atau ratusan tahun lalu.

Untuk mempertahankan warna asli topeng-topeng dilakukan dengan menggosok potongan tebu hingga membuat warna topeng yang kusam menjadi terang. Sementara di bagian rumbing yang terbuat dari kulit, dipoles cat. (olo)


Senin Umanis, 10 Juni 2019

KARANGASEM

11

Banyak Wisatawan Asing Langgar Larangan Mendaki GA Amlapura (Bali Post) Di tengah masih tingginya aktivitas Gunung Agung (GA), bahkan belakangan ini sering erupsi, tidak membuat wisatawan asing takut. Banyak turis melakukan pendakian ke puncak gunung. Atas kondisi itu, Pemkab Karangasem segera membuat papan larangan naik ke puncak gunung tertinggi di Bali tersebut. Selain itu aparat desa diimbau turut melakukan pengawasan. Wakil Bupati Karanagsem I Wayan Artha Dipa, Minggu (9/6) kemarin mengungkapkan, pihaknya sangat menyayangkan sekali adanya aktivitas pendakian yang dilakukan oleh wisatawan asing. Kata dia, di tengah aktivitas Gunung Agung yang masih tinggi karena sewaktu-waktu berpotensi terjadi erupsi, sangat membahayakan jiwa pendaki. “Kita kembali mengimbau untuk wisatawan maupuan masyarakat supaya tidak ada lagi nekat melakukan aktivitas pendakian ke puncak Gunung Agung. Karena selama ini banyak sekali pendakian yang dilakukan wisatawan, yang ujungujungnya merepotkan para petugas. Mereka tidak tahu jalan turun akhirnya tersesat. Jika sedah begitu semuanya menjadi repot,” terang Artha Dipa. Menurut Artha Dipa, se-

jatinya di jalur-jalur pendakian sudah ada larangan untuk tidak melakukan aktivitas pendakian. Seperti di jalur pendakian Besakih maupun Pura Pasar Agung dan Sebudi sudah terdapat plang imbauan untuk tidak mendaki. Dia mengakui ada beberapa jalur pendakian yang awalnya papan larangan, tetapi sudah hilang kemungkinan rusak. Oleh karena itu di jalur itu tidak ditemukan pelang larangan mendaki. “Kita akan koordinasikan lagi terkait pelang larangan itu, dan segera ditindaklanjuti. Dengan begitu, pelangpelang larangan itu bisa segera dipasang di jalur-jalur pendakian. Dengan demikian tidak lagi ada wisatawan maupun masyarakat yang melakukan pendakian lagi,” tegasnya. Selain itu, pihaknya juga meminta semua pihak ikut berkolaborasi mengatasi masalah ini, termasuk peranan desa, aparat desa dan masyarakat setempat diharapkan ikut menjaga atau memantau aktivitas pendakian ini. “Selain itu, juga relawan maupun pemandu wisatawan juga bisa bekerja sama untuk memantau ini. Semua pihak harus ikut berperan, sehingga tidak ada lagi aktivitas pendakian ke Gunung Agung,” pinta Artha Dipa. (kmb41)

Tera Ulang Timbangan Mandiri Terkendala SDM Amlapura (Bali Post) Pemkab Karangasem melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem belum dapat melaksanakan tera ulang timbangan secara mandiri. Penyebabnya karena sampai saat ini Disperindag belum memiliki sarana-prasarana pendukung dan sumber daya manusia (SDM) untuk melaksanakan tera ulang tersebut. Kabid Distribusi dan Perdagangan Disprerindag Karangasem Ni Wayan Rawi mengungkapkan, selama ini pihaknya memang belum dapat melaksanakan tera ulang timbangan secara mandiri. Selama ini pihaknya menjalin kerja sama dengan pihak lain apabila melakukan tera ulang. Rawi mengakui banyak faktor jadi penyebabnya, yakni terkendala peralatan, gedung dan SDM. Kata dia, pihaknya sempat melatih dua orang untuk tenaga tera ulang ini, hanya dua orang itu dimutasi ke salah satu OPD. ‘’Kami telah melaporkan ke Sekda agar kedua pegawai itu bisa ditarik kembali sebagai tenaga tera ulang,’’ ujarnya, Minggu (9/6) kemarin. Menurutnya, tahun ini pihaknya mendapatkan bantuan

Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 1.451.999.400. Bantuan yang digelontorkan tersebut dianggarkan untuk pengadaan alat-alat kemetrologian dan pendukungnya sebesar Rp 669.000.600. Selain itu pengandaan kendaraan operasional roda empat Rp 750 juta. Lebih lanjut dikatakannya, rencana pembangunan gedung untuk pembentukan struktur kemetrologian, pihaknya telah mengajukan bantuan di tahun 2020 sebesar Rp 3,5 miliar. Hanya, pemerintah pusat belum menyetujuinya. ‘’Karena belum ada aplikasi krisna untuk pengadaan gedung itu, sehingga belum bisa dibantu. Kita harap tahun 2021, pemerintah pusat bisa merealisasikan bantuan itu,’’ harap Rawi. (kmb41)

Ni Wayan Rawi

Bali Post/kmb41

Bali Post/kmb41

Gunung Agung

Bayar Biaya Perawatan Pengungsi Gunung Agung

BPBD akan Gunakan Dana Peduli Bencana Rp 3 Miliar Amlapura (Bali Post) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem akan membayar utang biaya perawatan pengungsi di rumah sakit yang tersebar di Bali. Pembayaran tersebut rencananya menggunakan dana bantuan peduli bencana tahun 2017 sebesar Rp 3 miliar. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa, Minggu (9/6) kemarin mengungkapkan, pihaknya mengajukan bantuan ke BNPB sebesar Rp 4,2 miliar. Dari jumlah tersebut, saat rapat yang digelar belum lama ini pemerintah pusat menyikapi pencairan Dana Siap Pakai (DSP) sebe-

sar Rp 833 juta. ‘’Maka dari itu, untuk menutupi kekurangan itu kami berencana akan memakai dana peduli bencana Gunung Agung untuk pembayaran utang di sejumlah rumah sakit. Rumah sakit yang sempat merawat pengungsi saat erupsi Gunung Agung di antaranya Rumah Sakit

Klungkung, Bangli, Buleleng, dan Karangasem,’’ ujarnya. Arimbawa mengatakan, sebelum melakukan pembayaran melalui dana tersebut, pihaknya lebih dulu akan melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hal itu dilakukan

agar proses pembayaran bisa sesuai prosedur dan tidak menyalahi aturan yang ada. ‘’Jika nanti hasil koordinasi dana itu tidak bisa cair, maka pihaknya akan kembali melakukan pembahasan dengan dinas terkait untuk mencari solusi sehingga utang di sejumlah rumah sakit bisa terbayarkan,’’ kata Arimbawa. Bali Post/kmb41 (kmb41) Ida Bagus Arimbawa

Pameran HUT Dipindah ke Taman Budaya

Amlapura (Bali Post) Dinas Kebudayaan Karangasem tahun ini memindahkan lokasi pameran serangkaian HUT ke-379 Kota Amlapura. Jika tahun sebelumnya berlokasi di parkir timur GOR Amlapura, Kelurahan Padangkerta, sekarang pameran tersebut digelar di Taman Budaya Candra Bhuana. Dari pantauan di lapangan, Minggu (9/6) kemarin, persiapan kegiatan tersebut mulai dikerjakan di Taman Budaya Candra Bhuana. Kadis Kebudayaan Karanagsem I Putu Arnawa mengatakan, lokasi pameran tahun ini memang pindah dari lokasi saat HUT sebelumnya. Kata dia, lokasi pameran bakal dilakukan di Taman Budaya Candra Bhuana. Nantinya bakal ada pameran dari peserta Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). ‘’Posisinya bersebelahan

dengan lokasi pameran HUT Kota Amlapura yakni di Puri Gede Karangasem,’’ tegasnya. Arnawa menambahkan, dipilihnya Taman Budaya Candra Bhuana sebagai lokasi pelaksanaan pameran tahun ini melalui berbagai pertimbangan. Jelas Arnawa, kendati pelaksanaan pameran di sana, akan tetapi dirinya meyakini tidak akan merusak keberadaan taman. Sebab, peserta pameran dibatasi karena pihaknya ingin mengedepankan kualitas pameran itu sendiri. Sementara itu, Ketua DPRD Karanagsem I Nengah Sumardi menyampaikan, pihaknya tidak mempermasalahkan kalau pameran dilaksanakan di sana. Hanya, dia khawatir pengunjung akan kesulitan lahan parkir. Pasalnya antusias masyarakat untuk hadir pasti tinggi. ‘’Yang penting taman tidak rusak,’’ ujarnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

STAN - Pembuatan stan pameran serangkaian HUT Kota Amlapura mulai dikerjakan.


12

KLUNGKUNG

Senin Umanis, 10 Juni 2019

Anak-anak di Pantai Goa Lawah

Dari Suka Berebut ’’Sesari’’ hingga Menjadi Penyelamat Video viral yang memperlihatkan anak-anak di Pantai Goa Lawah berebut sesari ritual pakelem umat Hindu, membuat resah. Pembinaan oleh prajuru Pura Goa Lawah pun langsung dilakukan. Kini anak-anak tersebut telah menghentikan kegiatannya. Bahkan mereka melakukan penyelamatan terhadap anak perempuan yang hampir tenggelam terseret ombak. Bagaimana ceritanya?

PAKELEM - Umat Hindu saat melakukan pakelem di Pantai Goa Lawah. Beberapa waktu lalu beredar video di media sosial yang memperlihatkan anak-anak di Pantai Goa Lawah suka berebut sesari. Mereka pun langsung dibina oleh prajuru setempat.

SOSOK Bangun Jalan Lingkar KEMACETAN di Nusa Penida sudah semakin parah. Kemajuan pariwisata setempat, harus diimbangi dengan pengembangan infrakstruktur jalan yang memadai. Untuk merealisasikan kebutuhan mendesak itu, diperlukan percepatan pembangunan dengan dorongan serius pemerintah pusat. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PU-PRKP) Klungkung A.A. Gde Lesmana. Pesatnya perkembangan pariwisata, membuat beberapa ruas jalan di Nusa Penida kian krodit. Salah satunya ruas jalan di Kampung Toya Pakeh dan Desa Sakti. Mengatasi ini, Pemkab Klungkung berencana membuat akses jalan untuk mengurai kemacetan. Seperti yang kerap terjadi di jalur menuju objek wisata Crystal Bay. ‘’Pemkab Klungkung sedang mendorong pusat, baik Kementerian PU maupun Kemenetrian Pariwisata untuk mewujudkan jalan lingkar Nusa Penida. Sejauh ini sudah sampai di mana proposal Pemkab Klungkung yang sudah disampaikan sebelumnya. Kami sedang terus mengawalnya,’’ katanya. Pihaknya berharap ini dapat terealisasi dan jangan sampai kondisi krodit lalu lintas justru berdampak negatif pada perkembangan pariwisata di Nusa Penida. Nusa Penida ditarget memiliki jalan lingkar sepanjang 30 km pada 2021 untuk mendukung kegiatan pariwisata di wilayah ini. Jalan lingkar itu akan memiliki lebar 20 meter, agar ke depan arus lalu lintas semakin lancar. Sebab, saat ini rata-rata luas jalan di Nusa Penida tidak lebih dari 4 meter saja. (gik)

AKTIVITAS umat di sekitar Pantai Goa Lawah, Desa Pasinggihan, Kecamatan Dawan nyaris menjadi kabar duka. Di tengah ritual pakelem umat Hindu, ada seorang anak yang nyaris tenggelam terseret arus. Beruntung, saat itu dia diselamatkan oleh anak-anak yang biasa bermain di tepi pantai tersebut.

Salah satu pengurus Pura Goa Lawah, Putu Juliadi, Minggu (9/6) kemarin, mengatakan saat itu ada umat dari Banjar Blumbang, Desa Penarungan, Badung melakukan ritual pakelem. Saat itu semua perhatian umat, termasuk kedua orangtuanya juga tertuju pada proses pakelem tersebut. Masyarakat sekitar baru sadar ada anak

perempuan tersambar ombak, kemudian terseret arus ke tengah laut. Beruntung saat itu beberapa anak pantai memberanikan diri melakukan upaya penyelamatan. Salah satunya, Kadek Kenyil. Ia langsung berenang melakukan penyelamatan terhadap anak tersebut, yang semakin jauh terseret arus. Akhirnya, berkat ketangkasan anak ini, korban berhasil terselamatkan dan kembali ke darat. ‘’Pembinaan kami sudah berdampak. Mereka tak lagi rebutan sesari, tetapi memiliki kepekaan untuk memberikan pertolongan kepada orang sekitar yang membutuhkan pertolongan,’’ kata Juliadi. Sebelumnya, belasan anak di tepi Pantai Goa Lawah

sempat menjadi sorotan masyarakat. Ini lantaran ulahnya yang dianggap mengganggu pamedek Pura Goa Lawah, yang rebutan sesari pamedek. Belasan anak lokal itu sempat langsung dikumpulkan prajuru Pura Goa Lawah dan diberikan pembinaan. Putu Juliadi menyampaikan fenomena itu cukup mengganggu nama baik Pura Goa Lawah di tengah kepadatan umat setiap hari pedek tangkil. Apalagi, ulah belasan bocah itu sempat direkam, kemudian diunggah di media sosial hingga menjadi viral. Sehingga prajuru Pura Goa Lawah berinisiatif menindaklanjuti keluhan pamedek yang merasa terganggu dengan aktivitas anak pantai tersebut, ke-

tika melaksanakan upacara keagamaan di Pantai Goa Lawah. ‘’Mereka masih anakanak. Kami hanya perlu ingatkan mereka, bahwa itu salah. Apalagi, mereka juga masyarakat kami. Agar jangan diulangi lagi,’’ kata Juliadi. Setelah pembinaan ini, pihaknya menjamin peristiwa serupa tidak akan terulang lagi. Pihaknya juga berharap para pamedek juga lebih bijak, agar hal-hal seperti itu tidak langsung diunggah ke media sosial. Tetapi, bisa dikomunikasikan dengan baik bersama pengurus pura, agar dapat langsung ditindak di lapangan. Sehingga persoalan kecil tidak menjadi besar dan melebar. (kmb31)

Antisipasi Rabies, Desa Paksebali Bentuk Kader Rabies

Semarapura (Bali Post) Rabies semakin meresahkan masyarakat. Setiap desa meningkatkan kewaspadaannya terhadap ancaman ini dengan meminta masyarakatnya rutin melakukan vaksinasi anjing peliharaannya. Sementara anjing liar langsung dieliminasi. Melihat begitu seriusnya persoalan rabies ini, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, membentuk Kader Rabies. Perbekel Desa Paksebali Putu Ariadi belum lama ini mengatakan, pengangkatan kader rabies ini agar kasus rabies dapat tertangani dengan baik. Sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada warga. Pengangkatan kader rabies ini, sesuai dengan Keputusan Desa Paksebali Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pengangkatan Kader Rabies. Ada lima kader rabies yang diangkat desa setempat, sesuai dengan dusunnya. Antara lain Dusun Timbrah, Paksebali Kawan, Paksebali Kangin, Peninjoan dan Bucu. Kader Rabies inilah yang melakukan upaya-upaya sosialisasi, penyuluhan, pendampingan vaksinasi hingga eleminasi. Mereka

juga rutin melakukan pendataan HPR (Hewan Penular Rabies). Rupanya HPR di Desa Paksebali cukup tinggi. Sebab, tidak hanya anjing, tetapi juga hewan lainnya seperti kucing dan kera. Total dari lima dusun di Desa Paksebali, ada sebanyak 403 ekor HPR. Di antaranya sebanyak 211 anjing jantan dan 181 anjing betina. Sebanyak 380 di antaranya sudah dilakukan vaksinasi rabies. Kader rabies ini pula yang mempunyai inisiatif untuk mengundang OPD terkait, seperti dari Dinas Pertanian maupun Dinas Kesehatan untuk memberikan sosialisasi. Agar kasus rabies ini tidak menimbulkan trauma atau ketakutan berlebihan, karena belum

paham mengenai penyebaran virus rabies. Selain itu, juga sering dilibatkan lembaga swasta untuk memberikan pemahaman mendalam tentang rabies. Sebelumnya, ada satu korban dari Desa Paksebali yakni dari Banjar Dinas Peninjoan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan A.A. Gede Rai Karyawan (22) meninggal dunia, Minggu (19/5) malam, setelah tergigit anjing liar pada tangannya. Dia sempat dilarikan ke RSUD Klungkung, namun gejala rabies pada korban sudah parah. Usai kasus itu terkuak, kasus gigitan berikutnya terus terjadi di desa lain, seperti di Desa Akah, Dawan Kaler dan Kelurahan Semarapura Kelod Kangin. (kmb31)

Putu Ariadi


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Senin Umanis, 10 Juni 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

*Job Australi Korea Jepang WA: 08563925015 FB:KadekKizunaBali B.BP.166.06.19.0000153

Cari Bakers yg bisa buat Roti dan Cake cari Helper,cari Cleaning Service Hub. 081339033099

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

Dcr Waitress utk Rest di Sanur Hub .Md Dharsana 08123614559

Dcr Bidan & Peg.Salon. Jl.Jaya Giri III/22 H.089682828229

Dicr sopir unt kantor PT.Korea Travel 081337987781

Dcr Sopir Box & Tng Pemasaran ATK Max 30th Hub:0361-427881

Sopir Spa Antar jemput Tamu Hotel,Villa,SIM A/B1 bisa Kerja Shift Gaji bonus 4,5jt Nusa Spa 081353222211

B.BP.004.06.19.0000058

B.BP.001.06.19.0000139

B.BP.001.06.19.0000132

Dcr Tkg Potong&Operator Bordir Jl.Patih Nambi 7A 085100061049

B.BP.001.06.19.0000129

B.BP.001.06.19.0000140

B.BP.001.06.19.0000144

B.BP.154.06.19.0000061

B.BP.001.06.19.0000130

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

HONDA

DIJUAL RUMAH

CRV 2013 Putih srt lkp,smst br Ass, 260Jt/Nego. 085723821656

Djl Rmh 1,40 Dalung,Tanah 1A Tibubeneng 400jt, 082147454248

B.BP.001.06.19.0000081 TOYOTA

Avanza Veloz 1.5 AT th 2014 Tgn 1, Hitam Hub .087862270180 B.BP.001.06.19.0000145

KEHILANGAN Hilang BPKB Spm DK 8237 HQ th 2009 a.n I Ketut Sukanadi Br.Pacung Senganan Penebel Tbn B.BP.155.05.19.0001027

B.BP.001.06.19.0000141

PROPERTY DIJUAL TANAH

Dijual Cepat Tanah 1000m2 Jl.Pantai Rening Baluk-Negara pagar tembok/PDAM/PLN 15.000 Watt, Telp: +62 811-1685-560 B.BP.001.05.19.0001085

PROPERTY DISEWAKAN TOKO

Dcr Tukang Masak Pria/Wanita Masakan Bali/Jawa,081353278724

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Hlg BPKB No.Pol B-453-SUN An. Ketut S Ransing H:081311013570

Dikontrkn Toko Uk 3,3Mx10M,Toilet Jl.Ry Ubud H.081338678121

B.BP.001.06.19.0000133

B.BP.001.06.19.0000142

BENGKEL LAS

DIJUAL RUMAH

BIRO JASA

B.BP.001.06.19.0000109

Free

BIRO JASA

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

RUPA-RUPA

SERVICE

SERVICE

SUZUKI TOP MOTOR PROMO SUZUKI Dapatkan Hadiah Menarik Tanpa Diundi

DP 3 Jtan

DP 20 Jtan

- Dp Ringan - Bunga & Cicilan Murah - Proses Cepat - Bisa Tukar Tambah segala merk

Suzuki Semarak Tahun Baru Imlek

081916298738 082237896644 C.0000780-MBL-1

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id


BANGLI

14

Senin Umanis, 10 Juni 2019

Polisi Patroli ke Permukiman Penduduk

PATROLI - Sejumlah petugas kepolisian melaksanakan patroli ke permukiman penduduk.

Bali Post/ist

Bangli (Bali Post) – Hari raya Lebaran banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mudik ke kampung halaman. Ini menyebabkan banyak rumah penduduk kosong lantaran ditinggal mudik oleh pemiliknya. Untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas, Polres Bangli meningkatkan patroli ke permukiman penduduk. Seperti yang dilaksanakan Satuan Sabhara Polres Bangli, Sabtu (8/6). Patroli dilaksanakan menyasar permukiman penduduk di kawasan LC Uma Bukal, Kelurahan Kawan, Bangli. Kasat Sabhara Polres Bangli AKP I Dewa Gede Oka mengatakan, kegiatan patroli itu dilaksanakan dalam rangka Operasi Ketupat Agung 2019 yang berlangsung selama 18 hari. Mulai dari tanggal 29 Mei sampai dengan 15 Juni 2019. Dalam kegiatan patroli tersebut, personel Sat Sabhara memastikan lingkungan rumah penduduk, baik pintu dan jendela rumah yang ditinggal mudik pemiliknya tertutup rapat dan aman. Kata Dewa Oka, Polres Bangli akan terus meningkatkan patroli dengan menerjunkan personel berseragam untuk mencegah berbagai bentuk gangguan kamtibmas selama perayaan Idul Fitri 1440 H. “Selama ditinggal mudik, pihak Kepolisian akan berupaya menjaga harta benda milik masyarakat saat ditinggal mudik. Melalui kegiatan patroli ini kami berupaya menekan terjadinya kasus tindak pidana khususnya pencurian yang menyasar rumahrumah kosong,” katanya. (kmb40)

Jabatan Lowong Terus Bertambah

Enam Pejabat Eselon II Segera Pensiun Bangli (Bali Post) – Jumlah kursi jabatan eselon II di lingkungan Pemkab Bangli yang lowong akan kembali bertambah. Sebab, dalam waktu beberapa bulan lagi, enam pejabat eselon II segera memasuki masa pensiun. Berdasarkan informasi, enam pejabat eselon II yang akan segera pensiun tahun ini yakni Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Wayan Sukartana, Kepala BKPAD Gede Suryawan, Kadis Kominfo Ni Wayan Manik, Kadis PUPRPerkim Wayan Lawe, Kepala Disperindag Nengah Sudibya dan Kepala BKD Ni Putu Koesalireni. Wayan Sukartana kabarnya akan memasuki masa pensiun pada bulan Juli, disusul Gede Suryawan pada bulan November dan pejabat lainnya akan pensiun pada bulan Desember. Seperti diketahui, selama ini terdapat delapan posisi jabatan eselon II di Bangli yang dibiarkan kosong bertahun-tahun. Terdiri atas dua jabatan asisten Setda, tiga jabatan staf ahli bupati, jabatan kepala Badan Kesbangpol, jabatan Kadis Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta jabatan Kepala Dinas Satpol PP. Kekosongan jabatan tersebut selama ini diisi pelaksana tugas (Plt). Jika dalam waktu dekat ini Bupati Bangli tak kunjung melakukan pengisian terhadap delapan posisi jabatan eselon II yang kosong tersebut, maka bisa dipastikan jumlah jabatan kosong akan bertambah menjadi 14 kursi. Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli Ida Bagus Giri Putra saat dikonfirmasi, Minggu (9/6) kemarin, membenarkan akan ada sejumlah pejabat eselon II segera pensiun tahun ini. Ia mengatakan, pascaditinggal pensiun, posisi jabatan yang kosong itu akan

diisi oleh Plt. sebelum nantinya diisi pejabat definitif. “Intinya setiap jabatan kosong diisi Plt. Karena Plt. itu selaku pengguna anggaran dan pemegang pengguna barang,” terangnya. Giri Putra tak bisa memastikan kapan rencana pengisian jabatan lowong termasuk mutasi akan dilakukan. Semuanya tergantung keputusan Bupati. Pihaknya mengaku sejauh ini belum mendapat arahan mengenai hal itu. “Rencana Bupati akan segera mengisi. Untuk itu kita akan koordinasi

ke Men-PAN. Sehingga berdasarkan persetujuan MenPAN, kita bisa bekerja di pansel,” terangnya.

Menurut Giri Putra, dalam pelaksanaan mutasi dan pengisian jabatan lowong nanti, sebaiknya diawali dengan mutasi dan pengisian jabatan di eselon II. Setelah itu dilanjutkan dengan mutasi dan pengisian jabatan eselon III dan seterusnya. “Jadi lebih baik eselon II dulu diisi, setelah itu akan terdorong eselon IIIb naik ke eselon IIIa. Dari eselon IIIa ke eselon II. Selanjutnya ada kesempatan juga eselon IV untuk naik ke eselon III. Sehingga sekali, setelah mutasi eselon II lalu pengisian, klir semuanya,” terangnya. Ia menegaskan, apa yang disampaikannya itu sebatas pendapatnya. Pada prinsipnya, pelaksanaan mutasi dan pengisian jabatan sepenuhnya merupakan kewenangan Bupati. Pihaknya hanya bisa memberikan telaahan. “Keputusan tetap ada pada beliau. Bagi kami, apa pun keputusan pimpinan akan menjadi yang terbaik bagi kami di staf. Karena beliau pasti sudah memahami dan memantau siapasiapa saja yang akan mendapat promosi,” kata Giri Putra. (kmb40)

Ida Bagus Giri Putra

Warga Temukan Mayat di Sawah Bangli (Bali Post) Warga Banjar Dukuh Perayu, Desa Bunutin, Bangli, Minggu (9/3) sore kemarin dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat di areal sawah. Mayat tersebut diketahui bernama Ida I Dewa Nyoman Susila, warga Banjar Dadia Puri, Desa Bunutin. Ia ditemukan tertelungkup dengan kondisi wajah berdarah. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kronologi penemuan korban bermula saat saksi I Nengah Kurma datang ke sawah miliknya untuk mencari ubi sekitar pukul 15.00 Wita. Dari kejauhan saksi melihat rumput yang menuju jalan sawahnya ru-

sak. Saksi kemudian mencari tahu dengan mendekati lokasi. Saksi terkejut karena ada sesosok pria tergeletak di tanah. Saat dicek, diketahui pria tersebut adalah Ida I Dewa Nyoman Susila. Ketika ditemukan, pria berusia 50 tahun itu sudah tak bernyawa. Saksi pun langsung memanggil warga sekitar lokasi untuk meminta pertolongan. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi saat dikonfirmasi kemarin membenarkan informasi tersebut. Pascamendapat laporan, petugas kepolisian langsung turun ke TKP. Sulhadi mengatakan, untuk sementara mayat korban masih diper-

Bali Post/kmb40

TEWAS - Petugas memeriksa korban yang ditemukan tewas di Banjar Dukuh Perayu, Desa Bunutin, Bangli.

iksa di RSU Bangli. Sementara itu, Kapolsek Bangli Kompol Dewa Made Raka dihubungi terpisah belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas di lokasi kejadian, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Sementara mengenai adanya darah pada wajah korban, kata Kompol Raka, itu diduga disebabkan adanya luka pada bibir korban. Diduga luka disebabkan akibat tergigit saat jatuh terjungkal ke sawah. “Untuk lebih memastikan kita sudah sarankan untuk dibawa ke rumah sakit,” pungkasnya. (kmb40)

Bali Post/ina

KERAJINAN - Kabupaten Bangli, khususnya Desa Kayubihi, memiliki hutan bambu yang cukup luas. Aneka produk kerajinan berbahan bambu dihasilkan para perajin di desa tersebut. Tampak seorang perempuan sedang memfinishing produk nampan berbahan bambu, baru-baru ini.


OLAH RAGA

Senin Umanis, 10 Juni 2019

Barty Incar Peringkat Satu Dunia

Paris –

Ashleigh Barty tidak berpikir Prancis Terbuka akan menjadi gelar grand slam pertamanya. Bermodal mahkota Roland Garros yang disegelnya, petenis Australia ini menargetkan tujuan berikutnya yaitu menjadi nomor satu dunia. Barty menjadi petenis Australia pertama yang memenangi turnamen Prancis Terbuka sejak Margaret Court pada 1973, setelah mengalahkan Marketa Vondrousova (Ceko) dengan skor 6-1, 6-3 pada final tunggal putri di Paris, Minggu (9/6) kemarin. Gelar itu akan menjadikan atlet berusia 23 tahun ini menjadi petenis putri nomor dua dunia. ‘’Tentu saja tidak sampai di sini, itu pasti. Itu hanya perjalanan yang luar biasa yang saya alami selama beberapa tahun terakhir. Saya

hanya mencoba mengatakan pada diri sendiri bahwa saya mungkin tidak akan pernah mendapatkan kesempatan ini lagi. Jadi, nikmatilah, cobalah, ambil dengan kedua tangan, pergi ke sana dan tersenyum,’’ ungkap Barty. Sekarang ini peringkat nomor satu dunia dipegang oleh Naomi Osaka (Jepang) yang memimpin tipis di puncak. Barty menjadikan Osaka dalam incarannya. ‘’Jelas, itulah poin berikutnya, tujuan berikutnya, situasi berikutnya yang bisa saya lihat sendiri,’’ tambahnya.

Barty mengakhiri penantian publik tenis Australia yang 46 tahun menunggu gelar tunggal Prancis Terbuka. Ratu baru tanah liat ini menyusul Margaret Court, Evonne Goolagong Cawley dan Lesley Bowrey dalam daftar kehormatan Roland Garros. Barty juga menjadi wanita negara Kanguru pertama yang memenangkan grand slam sejak Samantha Stosur di AS Terbuka pada 2011. Nadal Sementara itu, Rafael Nadal mengakui prospek memenang-

kan gelar Roland Garros ke-12 tampak seperti mimpi luar biasa dalam kariernya serangkaian cedera yang diakibatkan semangat kerja. Petenis Spanyol itu menghadapi Dominic Thiem (Austria) di final tunggal putra. Thiem memiliki empat kemenangan di tanah liat atas Nadal (33). Hanya Novak Djokovic (Serbia) yang menang lebih banyak. Pemain berusia 25 tahun itu sampai di final setelah mengejutkan pemain nomor satu dunia Djokovic di semifinal dalam lima set. Hasil ini mengakhiri ke-

menangan Djokovic dalam 26 pertandingan di ajang grand slam. “Ya, luar biasa berada di sini lagi,” kata Nadal yang tidak pernah kehilangan final Roland Garros dengan membukukan rekor menang-kalah 92-2 di turnamen ini sejak debutnya pada 2005. Nadal menyingkirkan Roger Federer (Swiss) di semifinal. Ini merupakan kekalahan terburuk Federer dalam 11 tahun terakhir. (afp/kmb)

FOPI Bali Seleksi Atlet Pra-PON Tabanan (Bali Post) – Tercatat 36 atlet petanque seBali mengikuti seleksi daerah (selekda) di Lapangan Debes, Tabanan sejak Sabtu (8/6) hingga Minggu (9/6) kemarin. Selekda bertujuan menyeleksi atlet terbaik yang akan diturunkan pada kualifikasi atau Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jakarta, 26-31 Agustus mendatang. Ketua Umum Pengprov Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Bali Nyoman Yamadhiputra mengatakan, selekda kali ini berbeda dibanding sebelumnya. Sistem yang digunakan mengakomodir metode yang dipakai PB FOPI dalam menyeleksi atlet di Pelatnas SEA Games. ‘’Kami melakukan seleksi menggunakan tiga metode, yaitu pointing, shooting dan games. Kami adu mereka di masing-masing nomor baik single, double maupun triple sehingga didapat yang terbaik,’’ paparnya di Denpasar, Sabtu (8/6). Pasca-selekda, FOPI Bali harus menyusun taktik dan strategi se-

belum mengirim atlet menuju Pra-PON. Hal ini penting dilakukan karena pengiriman atlet ke kualifikasi PON dibatasi 14 orang (7 putra dan 7 putri). ‘’Kami harus memasang strategi agar lolos ke PON. Kami juga mesti mengatur komposisi supaya bisa mengalahkan provinsi lain berdasarkan potensi yang dimiliki atlet Bali saat ini,’’ tegas Yama. Ia menyebut peluang lolos ke PON terbuka lebar. Meski demikian, kekuatan atlet daerah lain tidak dapat dianggap remeh. Khusus Jambi dan DKI Jakarta dalam setiap ajang selalu mendominasi pertandingan. Selain itu, tiket menuju PON hanya tersedia bagi provinsi yang berhasil menempati ranking tujuh besar di Pra-PON. Satu tempat sudah diamankan tuan rumah Papua, sehingga tinggal enam tiket yang diperebutkan oleh atlet dari 27 daerah yang turun di Pra-PON. (kmb)

Gubernur menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan dialog tentang apa-apa saja yang menjadi kendala UMKM di Bali. ‘’Bahan baku, modal, pemasaran, atau apa pun, kita akan carikan jalan keluarnya. Semua untuk memajukan dan menumbuhkan kekuatan ekonomi kerakyatan di Bali, itu cita-cita kami,’’ kata mantan anggota DPR-RI ini. Menurut Koster, PKB 2019 betul-betul hendaknya dapat diisi dengan materi yang baru, yang secara general akan lebih mengedepankan sekaa sebunan dan seni tradisi Bali yang ada di desa-desa adat. ‘’Silakan nanti lihat pawai pembukaannya, pasti akan beda suasananya. Begitu pula dengan materi seni yang dilombakan, akan banyak pembaruan,’’ katanya sembari menyebutkan, ‘’Kita doakan bersama agar Bapak Presiden Jokowi bisa hadir langsung di arena PKB.’’ Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster dalam arahannya menginginkan adanya usaha dari para perajin yang lebih mandiri dengan mengangkat industri lokal. ‘’Misalnya di bidang sandang, sekarang berkembang motif-motif dengan teknik bordir yang hampir mirip dengan hasil tenunan songket asli, harganya juga lebih murah. Namun jika keterusan, saya

khawatirkan penenun-penenun kita akan punah karena yang lebih laku adalah yang bordir, karena lebih murah,’’ ujar istri Gubernur Bali Wayan Koster ini. Kepada para perajin, Ny. Putri Koster mengharapkan tetap dapat melestarikan motif-motif kain warisan leluhur untuk diangkat dan dikonstruksikan kembali. Dengan demikian, motifmotif tradisi akan tetap hidup dan lestari, terlebih bila didukung dengan bahan-bahan yang berkualitas tinggi. ‘’Kita tidak bisa membendung serbuan produk luar, namun minimal kita bisa menjaga dan mempertahankan idealisme kita ter-

Timnas Indonesia U-23 Juara Tiga Singapura (Bali Post) – Tim Nasional Indonesia U-23 berpesta gol ke gawang Filipina dalam pertandingan perebutan juara ketiga turnamen Piala Merlion 2019. Timnas Garuda Muda menang 5-0 dalam laga di Stadion Jalan Besar, Singapura, Minggu (9/6) sore kemarin. Laga belum berjalan 10 menit, pemain Indonesia mendapat dua peluang emas yang salah satunya berhasil berbuah gol di babak pertama. Akan tetapi meski menghasilkan banyak peluang, hanya satu gol yang berhasil diciptakan oleh Timnas U-23 dalam 45 menit. Di babak kedua, Timnas Indonesia tetap bermain menekan, tetapi lebih tenang dalam menyelesaikan berbagai peluang di kotak penalti Filipina. Anak asuh Indra Sjafri akhirnya sukses menambah empat gol tambahan. Skuad Garuda bahkan mampu membuat gol saat paruh kedua baru berjalan dua menit. Pelatih Indra Sjafri melakukan sejumlah perubahan termasuk memainkan Muhammad Rafli sebagai ujung tombak sejak awal laga. Rafli membayar kepercayaan ini melalui golnya pada menit ke-6. Ia meneruskan umpan Sani Rizky dari sisi kanan untuk menjebol gawang Filipina. Gelar juara Piala Merlion 2019 diperebutkan oleh Thailand dan Singapura. Putri Sementara itu, pelatih Timnas Putri Rully Nere telah memilih pemain un-

tuk masuk seleksi akhir menjelang gelaran AFF Women Championship 2019. Sebanyak 26 pemain telah dipilih untuk mengikuti pemusatan latihan yang rencananya digelar mulai 20 Juni mendatang. Rully Nere mengaku proses seleksi yang digelar di Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu berlangsung ketat, hingga terpilihlah 26 nama terbaik untuk mengikuti seleksi kali ini. “Pada seleksi pertama sudah terlihat cara bermain dari masing-masing pemain. Yang terpilih ini adalah pemain-pemain yang sudah lolos dari aspek-aspek penilaian selama seleksi. Kemampuan mereka tidak jauh berbeda secara individual. Kualitasnya sama dan dibutuhkan untuk membentuk kerangka tim,” ungkapnya dikutip dari situs pssi.org. Rully menambahkan, ada beberapa aspek atau hal yang dinilai selama berlangsungnya seleksi tahap pertama. Tak hanya menyangkut kemampuan bermain sepak bola pada umumnya, ia beserta tim kepelatihan juga menilai aspek lain menyangkut sikap ketika berada di dalam maupun luar lapangan. Setelah berakhirnya seleksi tahap pertama di Sidoarjo pada 25 Mei lalu, para pemain dipulangkan ke daerahnya masing-masing untuk merayakan libur hari raya Idul Fitri. Para pemain terpilih nantinya akan kembali berkumpul untuk mengikuti seleksi akhir dan pemusatan latihan pada 20 Juni-5 Agustus di Yogyakarta. (kmb)

Senin, 10 Juni 2019

Cita-cita

Dari Hal. 1

15

hadap produk desain lokal. Mari kita timbulkan kebanggaan terhadap produk kita,’’ ajak wanita yang juga dikenal sebagai pegiat seni ini. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali Putu Astawa mengatakan, penjaringan peserta yang akan mengikuti pameran diawali dengan sosialisasi ke kabupaten/kota se-Bali, yang kemudian penjaringannya dilakukan oleh masing-masing Dinas Perindag. ‘’Jadi yang berhak mengikuti pameran ke tingkat provinsi ialah yang dari hasil rekomendasi kabupaten/kota,’’ ujarnya. Mengingat banyaknya pe-

minat yang ingin ikut berpameran, maka barang-barang yang akan dipamerkan itu harus memiliki kualifikasi tertentu, sehingga tidak semua barang bisa dipamerkan. ‘’Karena namanya Pesta Kesenian Bali, tentu barangbarang yang dipamerkan itu asli produk Bali, bukan dari luar Bali,’’ ujarnya seraya menambahkan, produkproduk yang dipamerkan itu telah dikurasi oleh tim dari ISI Denpasar. Senada dengan Gubernur, Astawa kembali menegaskan bahwa para peserta pameran tidak membayar apa-apa alias gratis untuk bisa menjadi peserta. ‘’Ini sekaligus sebagai ciri bahwa Pemerin-

tah Provinsi Bali mendukung perkembangan dan kemajuan UKM lokal Bali agar industri ini bisa meroket ke depannya,’’ katanya. Ia menyebutkan, pameran PKB tahun ini akan diikuti 304 peserta, meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 215 peserta. ‘’Untuk waktunya dari 15 Juni sampai 13 Juli 2019. Dengan kebijakan baru ini kami harapkan bisa meningkatkan kerukunan dan keharmonisan antarpelaku UKM sesuai dengan visi ‘Nangun Sat Kerthi loka Bali’ melalui program pembangunan semesta berencana menuju Bali era Baru,’’ harap Astawa. (kmb)

05:00 Wita 05:52 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Pujawali Piodalan Catur (1) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball Khrisna(1) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Yowana Magz Juara Judo, SMK PGRI 1 Badung Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Home Shopping Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Pujawali Piodalan Catur (2) Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shopping

14:05 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Klip Bali Yowana Live Generasi Muda Peduli AIDS Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Taman Sari PAUD Kumara Shanti Biaung Sansekerta Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Folk Song Diabemed Taksu Usia Senja Wayan Mawan, Lestarikan Seni Ukir Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Aswini Kembar Renon (4) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV


KESEHATAN @balipostcom http://twitter.com/balipostcom balipost http://facebook.com/balipost

Senin umanis, 10 Juni 2019

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

KULINER

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

TOP VASI TawarkanIN Konsep Alami dengan Suasana Desa yang Asri The Kayon Jungle Resort

WONDERFUL BALI JIKA Anda berwisata ke kawasan wisata Ubud, cobalah menginap di The Kayon Jungle Resort. Hotel mewah bintang 5 ini menawarkan konsep alami dengan suasana desa yang asri. Hutan tropis di tebingtebing hijau begitu cantik dan menawan. Kolam berundak tiga menjadi ikon yang disukai wisatawan. Penataan bangunan sangat kental dengan nila-nilai budaya Bali dan mengedepankan konsep ramah lingkungan. The Kayon Jungle Resort merupakan brand termewah kedua setelah The Kayon Resort yang sukses dikelola Pramana Experince. Lokasinya ada di Desa Bresela, Payangan, Gianyar. Sekitar 20 menit dari Tegallalang dan 20 menit dari Kedewatan Ubud. Panorama alam tampak indah. Pohon-pohon lokal menghiasi tebing, suara Tukad (Sungai) Oos bagai musik meditasi ataupun yoga yang menciptakan suasana damai. The Kayon Jungle Resort memiliki 5 kategori kamar terdiri atas valley suite room, jungle pool villa, valley pool villa, pre-

mier pool villa dan royal pool villa dengan total 38 kamar. Fasilitasnya juga dilengkapi kolam renang bertingkat tiga, Restoran Kepitu, Wanna Jungle Pool and Bar, Serayu Spa dengan jacuzzi, tempat pernikahan Puspaka Sky Chapel, Kepitu Bar & Lounge, Sky Lounge, Arcades, Pasar Seni, Home Theatre, Jetty/ Restaurant di pinggir sungai, museum, klinik, gym dan lainnya. Tinggal di The Kayon Jungle Resort sangat cocok bagi pasangan bulan madu, juga untuk relaksasi, penyegaran dan sejenisnya. Karena itu, semua produk yang ditawarkan mengasah pada kearifan lokal yang menjadi daya tarik wisatawan. ‘’The Kayon Jungle Resort memiliki pangsa pasar lebih kepada wisatawan asal Eropa, Amerika dan Asutralia,’’ kata Direktur Pramana Experice I Nyoman Sudirga Yusa, belum lama ini. Sudirga mengatakan, ide pembangunan resort di kawasan Payangan ini untuk menciptakan sesuatu yang berbeda dengan berbagai kemewahan yang ditawarkan. Salah satunya yaitu keberadaan kolam renang

BUDAYA

berundak, yang terinpirasi dari Tegallalang Rice Terrace. Konsep Balinese yang dikolaborasikan dengan produk green konsep sesuai Tri Hita Karena. ‘’Setelah soft opening 10 bulan lalu, okupansi mencapai 70 persen lebih dan kini meningkat menjadi 85 persen,’’ paparnya. General Manager The Kayon Jungle Resort I Nengah Suweca menambahkan, memasuki Januari 2019 okupansi sudah mencapai angka 80 persen. Padahal okupansi yang ditargetkan hanya 60-65 persen pada bulan ini. ‘’Ini menunjukkan tanggapan pasar cukup positif. Selama 10 bulan berjalan The Kayon Jungle Resort telah menduduki ranking I di Payangan dan nomor 2 di Bali kategori hotel terbaik versi TripAdvisor Traveller,’’ ungkapnya. Menurut Nengah Suweca, Ubud dan Payangan menjadi wilayah kerja sama dalam pemasaran produk pariwisata. Selama lima tahun ini telah banyak owner yang diajak kerja sama baik dalam hal bisnis termasuk edukasi untuk pembangunan. ‘’Semua produk yang kami jual, mengasah kepada kearifan lokal yang menjadi daya tarik wisatawan. Hal itu kami wujudkan dalam bangunan restoran dengan konsep bambu dan menu tradisional dengan rasa internasional,’’ pungkasnya. Grand Opening The Kayon Jungle Resort dilakukan oleh Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra awal 2019 lalu. (bud)

PENDIDIKAN

SENIMAN

KESEHATAN TOP IN VASI WONDERFUL BALI Bali Post/sue

TERBAIK - Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Nengah Madiadnyana didampingi Kasek I Wayan Ginastra dan Nyoman Winata menyerahkan penghargaan bagi siswa berprestasi saat pelepasan siswa SMK PGRI 2 Denpasar.

BUDAYA

SMK PGRI 2 Denpasar

Lulusannya Laris di Dunia Kerja PENDIDIKAN SMK PGRI 2 Denpasar dikenal sekolah pencetak human capital berkualitas tanpa menambah angka pengangguran di Bali. SMK PGRI 2 Denpasar juga berpengalaman mengelola pendidikan berkualitas sejak didirikan 1987 lalu khususnya pendidikan vokasi di SMK berbasiskan bisnis dan manajemen. SMK PGRI 2 Denpasar memiliki Program Keahlian Administrasi Perkantoran, Akuntansi, dan Pemasaran. Semua program ini sedang ngetren dan laris di dunia kerja. Makanya Kepala SMK PGRI 2 Denpasar Drs. I Wayan Ginastra, M.M. mengatakan SMK PGRI 2 Denpasar adalah kampus/sekolahnya remaja milenial Bali karena berkualitas. Dikatakan berkualitas karena lulusannya tak ada yang menganggur. Bahkan sekolah sampai angkat tangan mengisi permintaan dunia usaha akan SDM ketiga pro-

gram keahlian tersebut. Minggu (9/6) kemarin, Kepala SMK PGRI 2 Denpasar Drs. I Wayan Ginastra, M.M. melepas 265 siswa kelas XII. Acara pelepasan dihadiri Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. dan Ketua Kota PGRI Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum. SMK PGRI 2 Denpasar memiliki dua gedung. Yang pertama kampus induk di Jalan Gunung Lempuyang Gang Bromo Monang-maning dan kampus kedua di Jalan Tukad Kresek, Batankendal. Tahun ini akan menerima 10 kelas untuk Pemasaran, Administrasi Perkantoran dan Akuntansi. Sementara 350 calon siswa baru udah mendaftar di sekolah ini. SMK PGRI 2 Denpasar juga dikenal sekolah milik rakyat karena biaya pendidikannya terjangkau, namun pelayanan

SENIMAN

KULINER

gurunya berkualitas. Sekolah ini sedang membangun parahyangan dan RKB atas swadaya dan bantuan pemerintah. Pada acara pelepasan kemarin sejumlah lulusannya tak bisa hadir karena terikat dengan jam kerja. ‘’Hampir 90 persen lulusan kami sudah bekerja, dan saya senang mereka disiplin di dunia kerja sebagai ciri khas pendidikan karakter selama dididik di sekolah,’’ ujar Ginastra. Dalam acara itu Kasek I Wayan Ginastra yang juga pengawas SMP di Kota Denpasar didampingi Waka Kurikulum Drs. I Nyoman Wirajaya, Waka Kesiswaan Drs. I Made Sudarsana, Waka Sarana Drs. I Ketut Kariana, M.Pd. dan Waka Humas Dra. Ni Made Sulatri juga menyerahkan penghargaan bagi siswa berprestasi. Peraih UNBK tertinggi oleh Ni Putu Widiastini (303,5), nilai sempurna (100) pada Bahasa Indonesia diraih Ni Putu Sudari Ulantari. Sedangkan pada non-akademis diberikan kepada tim pencak silat SMK PGRI 2 Denpasar. Salah satu kunci sukses sekolah ini mengantarkan lulusannya saat belajar sudah

KESEHATAN

bekerja, karena memiliki penguatan tiap program keahlian. Jurusan Akuntansi diperkuat dengan ilmu perpajakan dan akuntansi berbasiskan TI. Sementara Pemasaran dan Administrasi Perkantoran kini diperkuat ilmu marketing dan selalu diperlukan di semua sektor kehidupan. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Madiadnyana memberi acungan jempol atas ide cerdas jajaran SMK PGRI 2 Denpasar yang memberi penguatan bidang perpajakan dan marketing. Hal ini berkat keberhasilan memanajemen sekolah, kualitas proses dan berkat kerja sama. Kuncinya, lulusan harus memanfaatkan keunggulan ini di dunia kerja. Hal yang sama juga diungkapkan Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali Dr. I Made Suada bahwa SMK PGRI 2 Denpasar sukses memperkuat keunggulan programnya dengan konsep Tut Wuri Handayani. Untuk itu pemerintah diminta ikut memberdayakan sekolah swasta dengan political will aturan PPDB yang memperhatikan keberlangsungan sekolah swasta. (sue)

Dewi Sri Buat Arak dari Beras Ketan

TOP IN VASI SEJATINYA arak sudah lama digunakan di hotel dan restoran sebagai bahan campuran (mix) minuman. Seperti wooden temple, wind of change, dan arak hazelnut yang diracik oleh mixologist Arey Barker, mixologist Restoran dan Bar Bikini, Seminyak. Jenis minuman ini disajikan di Restaurant Spice by Chris Salans, Ubud. Marketing Manager Dewi Sri IGAA Reditya Candra Dewi mengatakan, arak merupakan alkohol golongan C dengan kadar rata–rata 30-40 persen. Dewi Sri adalah perusahaan penyulingan arak di Sanur yang membuat arak dari beras ketan. Proses distilasinya menggunakan mesin dari Jerman, sehingga arak Dewi Sri berstandar internasional. ‘’Alatnya kita impor dari Jerman. Beras ketannya juga kualitas kelas A, khusus untuk dibuat arak,’’ ungkapnya

saat acara kolaborasi mixology ‘’Arak and Spice’’ Jumat (7/6) di Spice by Chris Salans di Ubud, Bali. Arak yang beredar di masyarakat biasanya berbau menyengat, namun tidak begitu dengan arak Dewi Sri. Hal ini membuat arak Dewi Sri memiliki kandungan alkohol dua kali lebih tinggi karena melalui dua proses penyulingan yaitu fermentasi dan distilasi. Butuh waktu 8 bulan untuk mengubah beras ketan menjadi arak. Sampai waktu 6 bulan beras ketan mengalami proses fermentasi. Di bulan ke-8, beras ketan mengalami proses distilasi menjadi arak. Sebagian mixologist menggunakan arak sebagai bahan baku untuk membuat campuran minuman, tidak murni langsung diminum seperti halnya wine. ‘’Itulah sebabnya wine harus melalui proses fla-

WONDERFUL BALI

BUDAYA

ALAMI - The Kayon Jungle Resort menawarkan konsep alami.

Bali Post/bud

Bali Post/may

ARAK - Arey Barker membuat minuman dari arak Dewi Sri. vour agar bisa dinikmati secara utuh, tidak dicampur dengan bahan–bahan lain untuk menjadi minuman,’’ jelasnya. Sejak 50 tahun lalu, Dewi Sri sudah memproduksi arak. Selain arak, Dewi Sri juga memproduksi brem dan wine. Diakui segmen market arak Dewi Sri yaitu pasar nasional ke seluruh Indonesia, dan pasar pariwisata Bali seperti hotel, restoran dan retail. Master Chef Spice Chris Salans mengatakan Spice by Chris Salans Restaurant memiliki misi untuk menjadikan arak dan brem daftar teratas spesi-

Warung Baling-baling

Sediakan Mujair Nyat-nyat Gurih Alami PENDIDIKAN

KULINER JALAN-JALAN ke Kintamani belum lengkap jika tak mencicipi mujair nyatnyat. Kuliner khas Kintamani itu bisa dijumpai di sebagian besar rumah makan di sana. Salah satunya Warung Baling-baling. Di warung makan yang berlokasi di Penelokan tersebut, pengunjung bisa menikmati

mujair nyat-nyat dengan rasa gurih tanpa penyedap atau MSG. Mencari warung makan ini cukup mudah. Dari view point Penelokan, pengunjung tinggal lurus beberapa ratus meter ke arah utara. Warung Baling-baling berada di timur jalan. Bangunannya cukup sederhana

dan terkesan tua. Meski demikian, soal menu yang disediakan tak kalah nikmat dengan restoran lainnya. Tak hanya menyuguhkan makanan yang lezat, pemandangan alam yang disajikan juga menyejukan mata. Maka tak heran pengunjungnya bukan saja masyarakat lokal, namun juga wisatawan asing. Pemilik Warung Balingbaling Kadek Edi Ariyasandi mengatakan warung yang dikelolanya saat ini sudah berdiri sejak tahun 1972. Warung Baling-baling dulunya merupakan usaha bersama orangtuanya yang kemudian diwariskan ke anak-cucunya. ‘’Saya adalah

KESEHATAN

generasi ketiga. Dulu saat awal berdiri belum ada namanya. Kita mulai kelola serius dan berikan nama Warung Baling-baling sejak tahun 2010 dengan sedikit penyesuaian terhadap bangunan warung biar terkesan tua dan natural,’’ ujarnya, Minggu (9/6) kemarin. Edi mengatakan mujair nyat-nyat dibuat dengan resep keluarga yang sudah turun-temurun. Bahan yang digunakan sebagian besar adalah produk lokal pilihan. Untuk menciptakan rasa gurih alami, proses memasak menggunakan minyak kelapa olahan tradisional atau yang disebut lengis tandusan. ‘’Keunggulan,

tanpa penyedap MSG. Kami hanya gunakan gula tebu dan garam. Kalau pakai penyedap, enaknya palsu,’’ ujarnya. Selain mujair nyat-nyat, menu lainnya yang selama ini banyak dicari konsumen yakni pisang goreng plus kopi. Aneka jus buah juga disediakan di Warung Baling-baling. Salah satunya jus terong belanda. Jus di warung ini dibuat original tanpa pemanis buatan dan tambahan perasa. (ina)

SENIMAN NYATNYAT - Mujair nyat-nyat gurih alami, kuliner unggulan Warung Baling-baling.

alisasi minuman lokal. Untuk itu, Spice by Chris Salans berencana mengadakan beberapa acara kolaborasi mixologist di tahun ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai arak dan brem. Chef asal Prancis ini juga akan mengangkat arak Bali dengan memasangkan cocktail–cocktail (racikan minuman) ini dengan hidangan khasnya seperti tuna tataki, sambal bunga kecombrang dan keripik tempe serta pork belly panggang dengan saus kunyit segar dan nanas panggang. (may)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 10 Juni 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu