Skip to main content

Edisi Rabu 10 April 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengganggu Pemilu akan Berhadapan dengan TNI Jakarta (Bali Post) – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa TNI netral dalam pemilihan umum (pemilu) legislatif maupun pemilu presiden 2019. ‘’TNI netral dalam pelaksanaan Pileg maupun Pilpres 2019,’’ kata Hadi dalam sambutannya pada acara Latihan Penanggulangan Terorisme Satgultor TNI 2019 di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (9/4) kemarin.

Bali Post/Puspen TNI

TERORISME - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP. saat meninjau latihan Penanggulangan Terorisme Satgultor TNI TA 2019, Selasa (9/4) kemarin.

17 April, Hari Libur Nasional Jakarta (Bali Post) Presiden Joko Widodo menandatangani Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2019 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Tahun 2019 sebagai Hari Libur Nasional. Berdasarkan salinan keppres yang dikutip dari laman Setkab. go.id, Selasa (9/4) kemarin, menyebutkan keppres telah ditandatangani Presiden Jokowi, Senin (8/4). Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada warga negara Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya di pemilu serentak 2019. ‘’Menetapkan hari Rabu tanggal 17 April 2019 sebagai hari libur nasional dalam rangka Pemilihan Umum tahun 2019’’, bunyi diktum pertama Keppres Nomor 10 Tahun 2019 tersebut. Keppres dibuat berdasarkan Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undangundang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. UU Pemilu dimaksud, tepatnya pada Lembaran Negara RI Tahun 2017 Nomor 182 dan Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 6109. (kmb4)

1.200 Korban Perdagangan Orang ke Timur Tengah

200 Orang dari NTB

Jakarta (Bali Post) – Lebih dari 1.200 orang menjadi korban perdagangan orang oleh sejumlah sindikat ke negara-negara di Timur Tengah, yakni Maroko, Turki, Suriah dan Arab Saudi. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Herry Rudolf Nahak di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/4) kemarin, mengatakan sindikat pengiriman orang ke Maroko dengan tersangka Mutiara dan Farhan merekrut sekitar 500 korban dari NTB untuk dikirim ke Maroko. Untuk jaringan pengiriman ke Turki, tersangka Erna Rachmawati merekrut 20 orang sejak 2018 sekaligus menjadi penampung di Jakarta dari Saleha yang merekrut 200 korban dari NTB sejak 2014. ‘’Korban dijanjikan akan dipekerjakan di Turki dengan gaji Rp 7 juta per bulan. Korban ini baru bekerja satu minggu tidak digaji karena sakit dan mendapat pelecehan seksual dari agen,’’ tutur Herry. Hal. 15 Tujuan Suriah

Hadi mengatakan bahwa politik TNI adalah politik negara. Oleh karena itu prajurit TNI tidak akan berpihak pada kubu mana pun yang berkontestasi dalam pemilu. Ia juga menyatakan TNI siap mengamankan jalannya Pemilu 2019. Apabila ada pihak-pihak yang mengganggu jalannya stabilitas politik dan pesta demokrasi di Indonesia, Hadi menegaskan, TNI akan melakukan tindakan tegas. ‘’Jika ada pihak-pihak yang mengganggu stabilitas politik jalannya demokrasi, mengganggu NKRI, mengganggu Pancasila, mengganggu Undang-Undang Dasar 1945 dan mengganggu Bhinneka Tunggal Ika, maka akan berhadapan dengan TNI. Saya ulangi akan berhadapan dengan TNI,’’ tegas

Hadi. Hadi berharap masyarakat bisa mengerti apa yang telah disampaikan oleh TNI terkait Pemilu 2019, dan turut serta menjaga agar pesta demokrasi lima tahunan tersebut berlangsung kondusif. Pasukan gabungan TNI menggelar latihan penanggulangan terorisme di Ancol, Jakarta, Selasa kemarin, untuk menguji kesiapsiagaan pasukan dalam menghadapi potensi teror. ‘’Latihan penanggulangan terorisme TNI tahun 2019 ini dimaksudkan untuk menguji kesiapsiagaan pasukan-pasukan khusus TNI yang terdiri atas Sat-81 Gultor Kopassus TNIAD, Denjaka TNI-AL dan Sat Bravo 90 Korpaskhas TNIAU,’’ tutur Komandan Korps

Marinir TNI Angkatan Laut (AL) Mayjen TNI (Mar) Suhartono usai pelatihan. Simulasi itu untuk menguji pasukan menemukan alternatif dan cara-cara bertindak yang mungkin digunakan saat menghadapi ancaman teror. Ia mencontohkan, alternatif yang dapat digunakan dalam simulasi adalah jalur udara dengan helikopter, jalur darat dengan mobil khusus dan jalur laut dengan jetski. Setelah perencanaan, simulasi berlanjut dengan geladi lapangan berupa menjalankan rencana yang disusun staf untuk diimplementasikan di lapangan. ‘’Di sini kami uji kemampuan teknis dan taktis dari semua elemen yang terlibat di situ,’’ ucap Suhartono. (ant)

Liga Champions

MU Nantikan Duel Kontra Barca

London – Ole Gunnar Solskjaer menjalankan tugas pertamanya di kancah Eropa sebagai manajer tetap Manchester United (MU) saat timnya menjamu Barcelona pada laga pertama babak perempatfinal Liga Champions di Old Trafford pada Kamis (11/4) dini hari mulai pukul 03.00 Wita. Pada jam yang sama, Ajax kedatangan Juventus di Amsterdam Arena. Pelatih asal Norwegia itu dihargai dengan kontrak tiga tahun setelah secara dramatis mengangkat kembali MU ke pertarungan untuk posisi empat besar Liga Utama Inggris. Puncaknya, United menang 3-1 atas Paris Saint-Germain di babak 16 besar di Liga Champions untuk membalikkan kekalahan 0-2 guna mencapai perempatfinal. Akan tetapi dalam beberapa pekan terakhir MU menelan tiga kekalahan dalam empat pertandingan, sehingga merusak peluang lolos ke Liga Champions musim depan dan keluar dari Piala FA. Meski begitu, Solskjaer optimis dengan kemampuan asuhannya untuk mengatasi Barcelona. ‘’Kami melawan klub ter-

besar dan tim terbesar. Kami memiliki final melawan mereka pada 2009 dan 2011 (keduanya dimenangkan Barca) dan semifinal pada 2008 ketika Scholesy (Paul Scholes) mencetak gol. Ini adalah pertandingan yang sangat dibutuhkan oleh para penggemar kami dan klub ini. Kami menantikan yang satu ini,’’ ujar Solskjaer, Selasa (9/4) kemarin. Barcelona bukan lawan ringan bagi United. Duet Lionel Messi dan Luis Suarez telah mencetak 66 gol di semua kompetisi musim ini (Messi 43 dan Suarez 23). Sementara di Liga Spanyol, mereka membuat 53 gol, lebih dari setiap tim di La Liga, kecuali Real Madrid. Keduanya sekarang berada dalam jarak yang dekat dari gelar La Liga kedelapan dalam 11 tahun. Gol Messi dan Suarez ke gawang Atletico Madrid membuktikan ketajaman mereka di La Liga dan itu mesti ditahan MU di Old Trafford. Suarez melepaskan tendangan melengkung jarak jauh yang membuat Jan Oblak kebobolan pertama kali dari luar kotak sepanjang musim. ‘’Kami hanya bisa mencetak gol seperti itu oleh Suarez,’’ ungkap

pelatih Ernesto Valverde. Hanya, di Liga Champions, Suarez berburu gol kedua dalam 17 pertandingan. Striker Uruguay ini belum mencetak gol tandang sejak September 2015. Juventus Bugarnya Cristiano Ronaldo merupakan senjata vital bagi Juventus di kandang Ajax untuk mengakhiri kekeringan Liga Champions selama 23 tahun. Ronaldo belum pernah bermain sejak mencetak hattrick sensasional yang membuat Juve bangkit dari defisit 0-2 guna memukul keluar Atletico Madrid bulan lalu. Dia diistirahatkan saat klubnya kalah 0-2 di Genoa dan kemudian mengalami cedera paha ketika membela Portugal dua minggu lalu. Pelatih Massimiliano Allegri yakin pemain berusia 34 tahun siap melawan Ajax. ‘’Dia selalu merasa siap. Kami yakin memiliki dia di Ajax. Dalam pertandingan seperti ini, dia sangat bersemangat dan antusias. Memiliki dia memberi kami

keuntungan besar,’’ katanya setelah Juve menang 2-1 atas AC Milan di Liga Italia. Rekan setimnya, Joao Cancelo, yang pulih dari cedera betis juga optimis Ronaldo akan hadir di lapangan. ‘’Dia profesional yang serius. Dia telah

berkomitmen untuk melakukan segala yang mungkin untuk berada di sana dan membantu tim,’’ ujar bek kanan ini kepada Sky Sport Italia. (afp/kmb)

Pengadaan Mobil Expander Semestinya Tak Jadi Prioritas

BERJEJER - Mobil Expander berjejer di Lapangan Astina Gianyar sebelum diserahterimakan, Kamis (4/4) lalu.

PEMKAB Gianyar menyerahkan puluhan unit mobil Expander untuk 63 desa di Kabupaten Gianyar, kecuali Desa Pejeng. Pengadaan 63 unit mobil nilainya belasan miliar rupiah itu diperoleh dari Bagi Hasil Pajak (BHP) daerah Kabupaten Gianyar. Pengadaan ini mendapat sorotan. Pasalnya, anggaran tersebut seharusnya bisa digunakan untuk program lain yang lebih prioritas. Kepala Dinas PMD Gianyar Dewa Ngakan Ngurah Adi menerangkan, pembelian mobil yang menggunakan dana BHP sudah sesuai Perbup 141/2018 tentang pedoman pemberian bagi hasil pajak kepada pemerintah desa tahun 2019. Berdasarkan perbup itu, pemerintahan desa berkewajiban menganggarkan pengadaan mobil dan motor tersebut. ‘’Bapak Bupati berani mewajibkan

karena sesuai perbup ini, karena mempertimbangkan BHP yang naik signifikan, yakni dari Rp 53 miliar menjadi Rp 72 miliar untuk desa tahun ini,’’ jelasnya. Akibat kebijakan ini, sejumlah desa ada yang menunda pembangunan infrastruktur, karena harus menganggarkan pembelian mobil. Menanggapi persoalan tersebut, Dewa Adi menyebutkan, untuk pembangunan infrastruktur itu bisa menggunakan alokasi dana selain BHP. ‘’Misalnya Dana Desa dari pusat itu kan diperuntukkan khusus membangun infrastruktur, bisa pakai itu seharusnya,’’ katanya. Anggota DPRD Gianyar I.B. Nyoman Rai menilai program pengadaan mobil operasional desa ini seharusnya diadakan selektif. Sebab, setiap desa memiliki kebutuhan berbeda.

Misalnya pemberian dengan mempertimbangkan prestasi desa, sehingga dapat diberikan bertahap sebagai bentuk reward. ‘’Makanya ini seharusnya disertai dengan kajian wilayah dan sosial masyarakat,’’ katanya. Satu-satunya desa yang tidak ikut beli mobil adalah Desa Pejeng Kaja. Perbekel Pejeng Kaja Tjokorda Gde Agung beralasan saat ini sedang mengerjakan program pengolahan sampah 3R. ‘’Kita sedang menjalankan program pengolahan sampah yang lumayan perlu dana, sebab tempat pembuangan sampah kan kita tidak bisa lagi timbun di jurang atau dibuang ke sana-ke mari, apalagi masyarakat sendiri ingin lingkungan bersih dan sehat,’’ jelasnya. Rencana pembangunan tempat pengolahan sampah

tersebut pasti direalisasikan, karena sudah dianggarkan dalam APBDes. Selain itu, tahun ini pihaknya juga fokus dalam perbaikan infrastruktur jalan pada salah satu banjar di Desa Pejeng. ‘’Ada satu sudut yang belum diaspal, beberapa kali dirancang tapi batal, tahun ini sudah pasti dikerjakan itu. Nah, kalau misalnya kami mengadakan mobil, dengan jalan masih rusak, kan ribut warga saya. Makanya pertimbangan kami ke sana, untuk mobil tahun depan masih bisa,’’ tandasnya. Sebelumnya, bertepatan dengan Tilem Kadasa, Kamis (4/4), Pemkab Gianyar menyerahkan kendaraan operasional untuk Pemerintah Desa serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Gianyar. Hal. 15 Serah Terima


DENPASAR

2

Rabu Kliwon, 10 April 2019

FIGUR Kumpulkan Bendesa Adat GUNA menyukseskan pelaksanaan pemilu serentak 17 April 2019, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengumpulkan bendesa adat dan Bhabinkamtibmas seluruh Bali di Gereja Lembah Pujian, Denpasar Barat, Selasa (9/4) kemarin. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka kesiapan pelaksanaan pengamanan Pileg dan Pilpres 2019. Tujuannya untuk menekan kembali pentingnya pesta demokrasi ini dan mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya. “Saya sebagai Kapolda amat sangat menghormati desa pakraman atau desa adat. Pada hari ini bersama-sama dengan Bhabinkamtibmas dan bendesa adat seluruh Bali untuk bersama-sama mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya,” ujarnya. Ia menegaskan, kepolisian lebih mengutamakan pencegahan dari kejadian-kejadian yang akan timbul, walaupun di Bali tidak ada potensi untuk itu. Namun yang paling penting adalah imbauan untuk mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya, menentukan pemimpin yang nantinya akan memimpin dan juga akan jadi wakilwakil rakyat di DPRD sampai dengan di DPR pusat, DPD dan sebagainya. “Ini penting bagi saya untuk menentukan, karena kita tahu bersama bahwa peran dari pada desa adat amat sangat besar bagi masyarakat di wilayah adat yang masing-masing,” tandasnya. Dengan diikutkannya para bendesa adat dalam kegiatan, kata dia akan lebih efektif mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya saat Pemilu Serentak 17 April mendatang. “Mereka sangat antusias dan semangat mendukung. Dari hal-hal yang saya sampaikan bersifat menjaga persatuan dan kesatuan,” ujarnya seraya menegaskan, pihaknya akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk menjaga keamanan selama pemilu ini. Terkait peran Bhabinkamtibmas itu sendiri, kata jenderal bintang dua di pundak ini sebatas memberi imbauan. Ada kebijakan untuk menyebarkan pamflet dan pasang baliho berisi imbauan kepada masyarakat. “Itu terserah masyarakat. Tetap kami imbau untuk menggunakan hak pilihnya. Jadi menggunakan hak pilihnya, menggunakan hak demokrasinya dan harus disampaikan (digunakan - red). Pemilu ini kan pesta, pesta itu party, jadi masyarakat harus ikut melaksanakan pesta demokrasi ini bersamasama,” tegasnya. (rah)

Satu Tahanan Kabur Ditangkap Saat Mencuri Denpasar (Bali Post) Pengejaran terhadap tahanan Polresta Denpasar yang kabur, akhirnya membuahkan hasil. Salah satu pelaku yaitu Christoni Kaledi Bonung alias Toni (21) ditangkap di Jalan Pulau Galang Gang Nilawarsiki, Denpasar Selatan (Densel), Selasa (9/4) pukul 03.30 Wita. Pelaku ditangkap saat mencuri HP milik warga. “Pelaku ditangkap warga bersama anggota kami. Dia ditangkap karena terlibat kasus pencurian, dan dari dia disita beberapa HP,” tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan. Ditangkapnya residivis kasus pencurian ini, kata Ruddi Setiawan berawal dari informasi warga yang mengatakan ada seseorang mencuri di TKP. Mendapat informasi tersebut, anggota Polsek Densel dan Tim Resmob Polresta Denpasar mendatangi TKP. Selanjutnya bersama warga menangkap pencuri

tersebut. “Setelah ditangkap, pelaku itu ternyata Christoni yang kabur dari ruang tahanan Siaga Reskrim Polresta,” ujarnya. Pada saat ditangkap ditemukan empat HP milik warga. Kalau dilihat dari aksinya, pelaku memang spesialis pencuri HP. Menurut Ruddi Setiawan, pihaknya masih mengembangkan kasus ini. “Saya belum ketemu, masih didalami anggota,” ujarnya. Lantas, apa sanksi untuk penjaga ruang tahanan? “Kasi Propam sedang melakukan penyelidikan,” tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, dua tahanan Polresta Denpasar, Christoni Kaledi Bonung alias Toni (21) dan Jemmy Sinaga (38), kabur dari ruang tahanan Piket Siaga Reskrim, Minggu (7/4) lalu. Kasus ini terjadi diduga karena penjaga tahanan lalai. Tersangka Christoni merupakan residivis dan kaki kirinya sempat ditembak. (kmb36)

Terjerat Kasus Narkoba

Bali Post/kmb12

PSK – Sejumlah PSK yang diciduk petugas Satpol PP Kota Denpasar di Jalan Bung Tomo, Senin (8/4) malam. Kini mereka ditempatkan di ruang tahanan Satpol PP.

Satpol PP Ciduk PSK di Jalan Bung Tomo (48) asal Banyuwangi, Sahnan (36) asal Lombok, Safitri (30) asal Banyuwangi, serta Ketut Sania (38) asal Buleleng. Dikonfirmasi Selasa (9/4) kemarin, Kepala Satpol PP Kota Denpasar I Dewe Gede Anom Sayoga mengatakan, sidak dengan menyasar kawasan yang diduga melaksanakan praktik prostitusi ini memang rutin dilaksanakan sebagai upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Denpasar. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut atas laporan dan informasi dari masyarakat sekitar. “Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Kota Denpasar yang tertib, aman dan nyaman. Ada pelanggar yang sudah pernah kita tipiringkan dan kini terjaring razia lagi,” paparnya. Anom Sayoga menambahkan, pelaksanaan sidak sekaligus pen-

ertiban terhadap oknum yang melaksanakan praktik pelacuran ini telah sesuai dengan Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum pasal 39 ayat 1, 2 dan 3 serta Perda Nomor 7 Tahun 1993 tentang Pemberantasan Pelacuran. Para pelanggar akan dikenakan sanksi tegas melalui sidang tindak pidana ringan (tipiring). Anom Sayoga berharap kepada masyarakat dan pengusaha agar senantiasa melengkapi dan membentengi diri dengan aturan serta melengkapi segala jenis administrasi izin usaha serta identitas diri. Hal penting lainnya adalah menghindari adanya pelanggaran hukum ataupun perda yang berlaku. Sehingga dalam pelaksanaan usaha dan pekerjaan dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan. “Kegiatan ini bukan untuk mencari kesalahan masyarakat, melainkan untuk

mengembalikan fungsi perempuan yang sesungguhnya, dan tidak ada agama manapun yang menghendaki adanya pelacuran,” jelasnya. Anom Sayoga menambahkan, masih adanya laporan dari masyarakat akan gangguan keamanan dan ketertiban menggugah Satpol PP Kota Denpasar gencar malaksanakan sidak. Hal ini juga guna memastikan tidak adanya aktivitas yang dapat merugikan dan mengganggu orang lain. “Sidak ini akan terus kami lakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan,” ujarnya. Berdasarkan agenda Satpol PP Denpasar, kelima PSK (pekerja seks komersial) itu akan diagendekan sidang tipiring di Pengadilan Negeri, Rabu (10/4) hari ini, bersama pelangar lainnya yang keseluruhan berjumlah 16 orang pelanggar perda. (kmb12)

Denpasar (Bali Post) – Pemilu Serentak 17 April 2019 memerlukan tenaga yang cukup banyak. Selain petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), juga ada petugas ketertiban TPS yang disediakan oleh KPU. Sedangkan dari Bawaslu juga menyediakan petugas pengawas TPS. Setiap TPS wajib ada satu petugas pengawas KPS dari Bawaslu. Oleh karena itu, Bawaslu memerlukan 1.737 orang untuk dijadikan tenaga pengawas TPS di Kota Denpasar.

yang dilakukan peserta pemilu. Mulai dari pemasangan atribut kampanye, sampai tindakan lain yang tidak diizinkan selama masa tenang. Terkait dengan pemasangan alat peraga kampanye (APK), kata Arnata semuanya harus sudah bersih pada saat masa tenang. Pihaknya mengimbau kepada partai politik serta caleg untuk menurunkan sendiri APK yang sudah terpasang. Ini dilakukan untuk memberikan kesan agar suasana kota kembali bersih dan nyaman. Terkait penurunan APK, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan partai politik agar menaati aturan yang sudah ada. Terutama untuk penurunan APK yang sudah terpasang, baik

berupa baliho, spanduk, banner, dan bentuk lainnya. “Pada intinya, saat masa tenang tidak ada lagi APK yang terpasang,” jelasnya. Sejalan dengan aturan yang ada, kata dia, apabila saat pencoblosan masih ada APK yang terpasang, petugas KPPS berwenang menurunkan APK tersebut. Terutama untuk jarak 200 meter dari TPS. “Petugas KPPS juga bisa menurunkan bila masih ada APK saat pencoblosan,” jelasnya. (kmb12)

Denpasar (Bali Post)Keberadaan praktik esek-esek secara terselubung masih tetap terjadi, meskipun pihak berwajib berulangkali telah melakukan penindakan terhadap para pelaku prostitusi ini. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar bersama tim gabungan TNI/Polri kembali melaksanakan penertiban dan sidak dengan menyasar beragam tempat yang disinyalir menjadi sarang praktik pelacuran, Senin (8/4) malam. Kegiatan tersebut menyasar kawasan Jalan Bung Tomo Denpasar. Sedikitnya lima orang pekerja seks komersial (PSK) berhasil diamankan. Yakni Musrihati (54) asal Blitar, Asmara

Bawaslu Kesulitan Rekrut Pengawas TPS

Ketua Bawaslu Denpasar Putu Arnata mengatakan, pihaknya cukup kesulitan untuk mendapatkan tenaga pengawas TPS. Bahkan pihaknya sampai melakukan perpanjangan waktu untuk bisa memperoleh tenaga sebanyak itu. “Beruntung sampai saat ini semua sudah terpenuhi,” kata Arnata, Selasa (9/4) kema-

rin. Menurut Arnata, petugas pengawas TPS ini akan bertugas selama sebulan. Mulai dari H-23 sampai H+7 pemungutan suara. Namun petugas ini akan efektif melakukan pengawasan sejak diberlakukan masa tenang. Saat masa tenang petugas ini akan mengawasi adanya pelanggaran

Menuju ”Bali Smart Island”

Hari Ini, Gubernur ”Launching” Layanan Akses WiFi Gratis

Sweta Aprilia Dituntut Setahun

Denpasar (Bali Post) Perkara narkoba yang melibatkan anak Ketua DPRD Klungkung, terdakwa I Putu Sweta Aprilia (24), Selasa (9/4) kemarin memasuki tahap tuntutan. Oleh JPU Gusti Ayu Rai Artini, terdakwa dituntut pidana penjara selama satu tahun. Di hadapan majelis hakim pimpinan Bambang Ekaputra yang sekaligus KPN Denpasar, terdakwa dinyatakan bersalah dan dijerat dengan pasal 127 UU Narkotika. Sebelumnya terdakwa dibekuk tim gabungan Satresnarkoba Polresta Denpasar dan CTOC. Dia digeledah di rumah di Jalan Hangtuah, Denpasar Selatan. Penggeledahan ini dilakukan setelah polisi menangkap I Putu Sweta Aprilia (24), anak Ketua DPRD Klungkung

Wayan Baru, Selasa (4/12) lalu. Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan didampingi Kasatresnarkoba Kompol Aris Purwanto saat itu mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari informasi masyarakat bahwa di Jalan Hangtuah, Denpasar Selatan sering terjadi transaksi narkotika. Beberapa hari petugas melakukan penyelidikan di tempat tersebut dengan ciriciri yang sudah dikantongi. Pada Selasa (5/12) pukul 18.00 Wita, petugas melihat terdakwa berada di Jalan Hangtuah, Denpasar dan langsung ditangkap. Saat digeledah, petugas menemukan satu paket sabu-sabu (SS) dan di rumahnya kembali ditemukan SS. Dua paket SS ini berat bersih 0,28 gram. (kmb37) Wayan Koster

Topik :

Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster diagendakan me-launching akses WiFi gratis untuk seluruh masyarakat Bali yang dipusatkan di Desa Dauh Waru, Jembrana, Rabu (10/4) ini. WiFi gratis merupakan langkah awal untuk mewujudkan Bali Smart Island. Termasuk sebagai wujud nyata dan komitmen Pemprov Bali dalam pemerataan akses informasi. “Dengan adanya akses WiFi

gratis ini, saya harapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk peningkatan perekonomian, kepariwisataan, memperkuat budaya, kesehatan dan pengetahuan sesuai dengan potensi lokal dan wawasan global yang dimiliki,” ujar Koster dalam keterangan pers, Selasa (9/4) kemarin. Seluruh komponen masyarakat, lanjut Koster, diharapkan dapat tersentuh akses WiFi gratis. Baik masyarakat di desa adat, objek pari-

Bali Post/ist

wisata, puskesmas, maupun sekolah dari tingkat SD hingga SMA/ SMK. Dengan demikian akan tercipta pemerataan akses informasi dan pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Bali. “WiFi gratis ini sekaligus sebagai momentum memulai kreativitas dan inovasi dalam dinamika perubahan yang begitu cepat, namun tetap tidak melupakan akar budaya Bali sebagai spirit dalam mewujudkan Krama Bali Sejahtera,” imbuh

Ketua DPD PDI-P Bali ini. Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali I Nyoman Sujaya mengatakan, layanan WiFi gratis sejatinya telah dimulai pada 2018. Tahun lalu sudah ada 311 titik dari yang dicanangkan sebanyak 118 titik. Di tahun 2019, Pemprov Bali menargetkan sasaran sebanyak 1.825 akses poin. Lokasi penempatannya, masing-masing di wantilan desa adat sejumlah 1.371 akses poin, puskesmas sejumlah 107 akses poin, objek wisata sejumlah 203 akses poin, SMA/SMK/ SLB sejumlah 132 akses poin, dan publik area sejumlah 12 akses poin. Pemasangan WiFi ini dilakukan secara bertahap dan di tahun 2020 dicanangkan telah terpasang sekitar 4.157 titik di seluruh Bali. Sektor-sektor ekonomi yang ada di desa diharapkan bisa berkembang dengan baik. Khususnya melalui kegiatan promosi dengan memanfaatkan internet gratis tersebut. Kemudian pemasangan seperti di puskesmas dan objek wisata, untuk meningkatkan pelayanan di samping bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. “Tentunya di langkah awal ini kita akan kawal terus berkaitan dengan pemanfaatan WiFi yang ada di desa adat untuk mengantisipasi dampak negatif. Ada pendampingan yang dilakukan melibatkan kabupaten/ kota,” jelas Sujaya. Launching WiFi gratis di Jembrana akan dihadiri oleh ribuan peserta. Terdiri dari seluruh bendesa adat di Jembrana, para camat, perbekel, serta siswa dari tingkat SD sampai SMA/SMK se-Kabupaten Jembrana. (kmb32)


Rabu Kliwon, 10 April 2019

RSD Mangusada Siap Layani Caleg Depresi

BADUNG 3 TAT Bukan Ajang Bisnis Kasus Narkoba

Mangupura (Bali Post) -

Pemilu sudah di depan mata. Para calon anggota legislatif (caleg) yang akan bertarung memperebutkan kursi wakil rakyat pun mempersiapkan strategi pamungkasnya. Di Kabupaten Badung, ada 292 yang akan berlaga dalam pileg untuk memperebutkan 40 kursi DPRD Badung. Karena itu, dapat dipastikan ada ratusan caleg yang tidak lolos pileg. Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Badung, terdapat 292 caleg yang akan merebutkan kursi Dewan Badung. Terdiri dari 181 laki-laki dan 111 perempuan. Berdasarkan sebarannya, di Kecamatan Mengwi terdapat 69 caleg yang akan merebutkan 10 kursi DPRD, di Abiansemal terdapat 52 caleg yang akan merebutkan 8 kursi, di Kecamatan Petang terdapat 17 caleg yang merebutkan 3 kursi, di Kuta Selatan 62 caleg dengan merebut 8 kursi, di Kuta terdapat 45 caleg yang merebutkan 5 kursi dan Kecamatan Kuta Utara terdapat 47 caleg yang akan merebutkan 6 kursi. Dari jumlah tersebut,

terdapat 252 caleg yang berpotensi depresi lantaran tidak terpilih. Pihak Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada pun mengaku telah menyiapkan dua dokter jiwa dan satu psikiater. ‘’Jika ada caleg yang depresi, pasti kami langsung tangani. Kami akan tangani seperti biasanya,’’ ujar Dirut RSD Mangusada dr. I Nyoman Gunarta, Selasa (9/4) kemarin. Menurutnya, RSD Mangusada hanya menangani stres ringan, sehingga bisa dilakukan pemeriksaan pada Klinik Kesehatan Jiwa. ‘’Kalau ringan, kami yang menangani, sedangkan kalau parah kami langsung kirim ke Rumah Sakit Jiwa Bangli,’’ tegasnya.

Bali Post/edi

GALIAN - Bekas galian SKTT 150 kV di Jalan Darmawangsa yang materialnya masih dibiarkan menutupi saluran drainase setempat.

Material Galian SKTT 150 KV Tutupi Saluran Drainase

Mangupura (Bali Post) Proyek pengeboran untuk pemasangan Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV di Jalan Darmawangsa, Kampial, Kuta Selatan, kembali menuai keluhan. Setelah sebelumnya pihak rekanan proyek dikeluhkan akibat membuang limbah pengeboran ke media lingkungan, kini giliran material bekas galian yang dibiarkan menutupi saluran drainase menjadi sorotan. Dikonfirmasi Selasa (9/4) kemarin, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Badung Sang Nyoman Oka Parmana mengatakan, kerusakan jalan akibat bekas galian maupun saluran drainase yang tertutup bekas galian harus segera diperbaiki dan dikembalikan seperti semula. Terkait hal itu, pihaknya sudah sempat turun ke lokasi proyek pada hari Jumat lalu untuk melakukan pendataan. Rekanan proyek juga telah menyanggupi untuk memperbaikinya. ‘’Sudah dilakukan pendataan terkait kerusakankerusakan yang ditimbulkan oleh itu. Kemarin (Seninred) sudah datang rekanan dari proyek tersebut. Pihak rekanan sudah menyanggupi untuk mengembalikan ke kondisi semula,’’ ujarnya. Meski demikian, pihaknya belum mengetahui apakah kerusakan yang

ditimbulkan sudah mulai diperbaiki. Sebelumnya, Dinas PUPR Badung sudah melayangkan surat biasa dan surat peringatan terkait pelaksanaan proyek tersebut. ‘’Pada intinya mereka harus mengembalikan seperti semula. Kalau tidak dikerjakan, akan kami klaim,’’ tegasnya. Tokoh masyarakat Kuta Selatan yang juga Ketua Komisi II DPRD Badung Wayan Luwir Wiana menyampaikan, seharusnya pengerjaan dilakukan secara clean construction. Jangan sampai material bekas galian sampai semrawut, bahkan dibiarkan menutupi drainase. ‘’Kami secara keras menyoroti hal itu. Dalam waktu dekat kami di Komisi II akan memanggil pihak pelaksana proyek untuk rapat kerja membahas hal itu,’’ tegasnya. Sementara itu, pelaksana proyek SKKT 150 kV Darmawangsa Toto Hadiani menyampaikan, perbaikan kerusakan sedang dikerjakan dimulai dari kawasan Ungasan. Perbaikan ditargetkan tuntas bulan ini, sementara keseluruhan proyek ditargetkan rampung akhir Juni. Sebelumnya, proyek ini sempat dikeluhkan warga akibat limbah pengeboran dibuang langsung ke media lingkungan. (kmb23)

Seperti diketahui, pendistribusian logistik pemilu ke tingkat desa di Badung akan dilakukan pada 12 April. KPU Badung telah menyelesaikan pengepakan logistik. Packing logistik telah dimulai sejak 31 Maret 2019 dan dilakukan di kantor KPU Badung di Jalan Kebo Iwa Nomor 39 Denpasar. (kmb27)

RAPAT - Kepala BNNP Bali Brigjen Suastawa saat menghadiri rapat optimalisasi dan sinkronisasi program rehabilitasi pecandu serta korban penyalahgunaan narkotika. PENYAMAAN persepsi dan komitmen antara penegak hukum dan medis yang tergabung dalam Tim Assesmen Terpadu (TAT) terus dilakukan BNNP Bali bersama jajarannya. Oleh karena itu, TAT harus dilakukan secara profesional agar tidak timbul isu dijadikan ajang bisnis kasus narkoba dan bisa diperjualbelikan oleh oknum tertentu. ‘’Hal ini yang saya sampaikan saat rapat optimalisasi dan sinkronisasi program rehabilitasi pecandu serta korban penyalahgunaan narkotika kemarin (Senin-red)

di Kuta,’’ kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa, Selasa (9/4) kemarin. Acara ini dilaksanakan oleh BNNK Badung dan pesertanya perwakilan Labfor Denpasar, Bapas Kelas 1 Denpasar, Polresta Denpasar, Polres Badung, RSD Mangusada Badung, Kejaksaan Negeri Badung, Yayasan dan Klinik Pratama BNNK Badung. Pembentukan TAT, menurut Brigjen Suastawa merupakan amanat Undang-undang No. 35 Tahun 2009 yang diatur lebih lanjut

dalam Peraturan Bersama Ketua Mahkamah Agung, Menkumham, Menkes, Mensos, Jaksa Agung, Kapolri dan Kepala BNN tahun 2014. Pada peraturan bersama tersebut dibentuk TAT yang berkedudukan di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota terdiri dari tim dokter dan tim hukum. Tim ini bertugas melaksanakan analisis peran tersangka yang ditangkap atas permintaan penyidik yang berkaitan dengan peredaran gelap narkoba, terutama pengguna, melaksanakan analisa hukum, analisa medis dan analisa psikososial serta membuat rencana rehabilitasi yang memuat berapa lama rehabilitasi diperlukan. ‘’Oleh karenanya, sinkronisasi antarfungsi dan lembaga perlu dikuatkan dengan cara back up penyidik untuk menjangkau klien baik lewat penangkapan tanpa barang bukti, hasil sweeping. Sosialisasi program rehabilitasi dan lapor diri oleh semua komponen. Unsur penegak hukum dapat menuntut dan memutuskan rehabilitasi atas rekomendasi dari Ketua TAT bagi yang berhak dan peningkatan kualitas hasil rehabilitasi oleh

semua pelaksana program rehabilitasi,’’ ucap Suastawa didampingi Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini. Saat diskusi, muncul permasalahan krusial dan disepakati solusinya, yakni permohonan TAT 6x24 jam masih banyak mengalami kendala, baik kendala waktu maupun kendala berkas-berkas yang harus dipenuhi untuk pengajuan TAT. Hasil rekomendasi Ketua TAT hendaknya dicantumkan secara jelas tempat pelaksanaan rehabilitasi baik medis maupun rehabilitasi social, sehingga memudahkan hakim dalam menjatuhkan putusan. Perlunya pendampingan penasehat hukum bagi tersangka tindak pidana narkotika termasuk juga tersangka yang akan dilakukan asessmen terpadu. Penyidik hendaknya melakukan koordinasi secara lisan kepada labfor sambil menunggu hasil tertulis untuk melengkapi berkas pengajuan asessmen terpadu. TAT harus dilakukan secara profesional agar tidak timbul isu bahwa pelaksanaan TAT merupakan ajang bisnis yang bisa diperjualbelikan oleh oknum tertentu. (bns)


info seremonial

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Rabu Kliwon, 10 April 2019

Susun Renstra Tahun 2020-2024

ISI Denpasar Libatkan Para Tokoh Masyarakat

RAPAT - Suasana rapat penyusunan Renstra Tahun 2020-2024 yang dipimpin Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. dan melibatkan para tokoh terkait, Selasa (9/4) kemarin. DALAM rangka penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2020-2024, ISI Denpasar menggelar rapat di Ruang Sidang Rektorat ISI Denpasar, Selasa (9/4) kemarin. Rapat ini mengundang para tokoh masyarakat, budayawan, seniman, birokrat, stakeholder, dan pemerhati seni untuk memberikan masukan guna pengembangan ISI Denpasar ke depan. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. mengatakan Renstra ISI Denpasar akan berakhir tahun 2019 ini. Bahkan, visi ISI Denpasar yang digunakan selama 20 tahun yaitu ‘’Menjadi Pusat Unggulan (Centre of Excellence) Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal Berwawasan Universal’’ akan berakhir pada tahun 2020 mendatang. Oleh karena itu, penyusunan renstra untuk pengembangan ISI Denpasar tahun 20202024 harus dilakukan, sekaligus menyusun visi ISI Denpasar ke depannya. ‘’Kami sengaja melibatkan

para tokoh di luar ISI Denpasar untuk memberikan masukanmasukan tentang hal apa yang harus kami canangkan dalam rencana strategis kami ke depan. Masukan-masukan dari para tokoh dan stakeholder ini akan kami rumuskan dan masukkan dalam Renstra ISI Denpasar tahun 2020-2024 mendatang,’’ tandas Prof. Sugiartha. Prof. Sugiartha mengatakan visi ISI Denpasar saat ini secara administratif telah tercapai. Sebab, dari 14 program studi (prodi) yang dikelolanya, sebanyak 12 prodi telah terakreditasi unggul (A). Bahkan, akreditasi institusi telah terakreditasi A sejak 2017 lalu. ‘’Apakah lulusan-lulusan kami sudah unggul? Itu penilaiannya masih subjektif. Tetapi kami berusaha para lulusan kami memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kompetensi mereka masing-masing,’’ ujarnya. Dewan Penyantun ISI Denpasar yang juga Panglingsir Puri

Agung Kesiman Denpasar A.A. Ngurah Gede Kusuma Wardana mengatakan, sebagai lembaga perguruan tinggi strategis di Bali, ke depan ISI Denpasar harus melakukan transformasi dan lompatan-lompatan kreatif, sehingga Bali yang mewarisi kekayaan kesenian yang melimpah tidak hanya berhenti pada jargon pelestarian dan pergelaran rutin dan pentas-pentas yang bersifat turistik. Selain itu, dalam konteks pelestarian dan penggalian, ISI Denpasar juga harus kebih rajin melakukan tindakan penyelamatan, merestorasi, mereportoar kesenian-kesenian Bali yang hampir punah. ‘’Ke depan ISI Denpasar harus mampu menjadi lembaga ‘Purohita’ kekinian dalam bidang seni dan kebudayaan yang mampu membuat rumusan regulasi pemajuan kebudayaan khusunya Bali,’’ tandas Kusuma Wardana. Sementara itu, budayawan sekaligus seniman Bali Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. mengatakan, apabila ISI Denpasar ingin menjadi world class university atau ingin menjadi 100 perguruan tinggi terbaik di dunia, maka ada empat hal yang harus dilakukan ke depan. Pertama, ISI Denpasar harus meningkatkan kualitas SDM, terutama memfokuskan dosen yang bergelar doktor menjadi profesor. Kedua, meningkatkan kualitas kelembagaan dengan gaya kepemimpinan yang kolaboratif dalam menghadapi 11 tantangan di era revolusi industri 4.0. Ketiga, meningkatkan kualitas kegiatan mahasiswa dengan memperbanyak Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), minimal setiap prodi memiliki UKM tersendiri. Dan keempat, meningkatkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah dan pengabdian masyarakat. ‘’Saya mengusulkan visi ISI Denpasar ke depan, yaitu menjadi pusat pendidikan seni yang unggul, kreatif, inovatif, dan berwawasan kebangsaan berdasarkan Pancasila,’’ pungkasnya. (ad397)

DHARMA SHANTI - Badan Pembinaan Kerohanian Hindu (Bapekhind) BNI Jakarta ketika melaksanakan Dharma Shanti pada 7 April 2019 di Manara BNI.

Dharma Shanti Bapekhind BNI Jakarta

’’Melalui Catur Brata Panyepian Kita Tingkatkan Dharma di Tempat Kerja’’ MELALUI Catur Brata Panyepian hendaknya seseorang menjadikan badan dan pikirannya tekun dalam hubungan dengan Hyang Widhi. Ciri seseorang yang telah membadankan makna hari raya Nyepi tidak menyimpang dari kebenaran, bekerja tanpa pamrih sebagai tuntunan menjalankan swadharmaning pegawai dan menjaga kerukunan dalam hidup bermasyarakat serta bernegara. Sebagai rangkaian hari raya Nyepi, Badan Pembinaan Kerohanian Hindu (Bapekhind) BNI Jakarta melaksanakan Dharma Shanti pada 7 April 2019 di Manara BNI. Pembina Bapekhind BNI AAG Agung Darmawan menyampaikan dharma shanti kali ini mengambil tema ‘’Melalui Catur Brata Panyepian Kita Ciptakan Kebenaran, Kesucian dan Keharmonisan Bernegara’’. Acara ini mengandung misi menjalin tri kerukunan umat beragama secara nyata dan

mendoakan agar pesta demokrasi Pemilu 2019 yang berlangsung pada 17 April berjalan dengan sukses dan damai. Ketua Panitia I Gusti Ayu Agung Mahariani menuturkan, dharma shanti ini sebagai salah satu simakrama yang perlu dijaga dan dilestarikan dalam lingkungan BNI. Sebab, dapat meningkatkan hubungan silaturahmi antarsesama dalam praktik yang benar-benar nyata. Dharma shanti tahun ini dihadiri jajaran Direksi BNI, jajaran direksi perusahaan lainnya, pembina rohani antaragama, Bapekhind di kantor wilayah, serikat pekerja BNI, tokoh kerohanian, generasi muda, akademisi dan masyarakat. Direktur BNI Putrama Wahju Setyawan mewakili Direktur Utama BNI Achmad Baiquni dalam sambutannya menyampaikan BNI sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan keagamaan seperti ini. Sebab, dapat meningkatkan ke-

damaian dan integritas pegawai yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya dalam dharma shanti ini menyampaikan pesan khususnya kepada generasi muda untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, jalankan kewajiban dengan baik terlebih dahulu baru menuntut haknya. Karena pekerjaan baik pasti akan menghasilkan pahala yang baik. Acara dharma shanti ini berjalan dengan sukses atas dukungan berbagai pihak dan Ketua Bapekhind BNI I Komang Budiana menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, BNI Life, Serikat Pekerja BNI, Wijaya Karya, Askrindo, Waskita Karya dan sumbangan perorangan yang telah memberikan dukungan materiil sehingga terlaksananya acara ini penuh hikmat. (ad394)

AWK42 Panen Dukungan di Seraya dan Abang Karangasem

Wedakarna Yakinkan Pemilu 2019 Pertarungan Ideologi Pancasila dengan Radikalisme

BEACH CLEAN-UP - Pelaksanaan kegiatan CSR Manajemen Pasar Seni Hardys Kuta yaitu Beach Clean-up di Pantai Karang Sanur dengan menggandeng UMKM, karyawan dan HardysFoundation.

HardysCenter Kuta Bangkit Bersama UMKM Se-Bali Mengusung Nama Pasar Seni

SETELAH sempat mengalami penutupan operasional, HardysCenter Kuta kembali buka dengan konsep baru. Bahkan, kini bersinergi dengan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang ada di Bali. HardysCenter Kuta dengan konsep Pasar Seni juga dilengkapi area dept. store, minimarket, area bermain, wine dan spirit serta pusat kuliner. Putu Suadnyana selaku Wakil UMKM melakukan kontrak sewa dengan tim kurator yang merupakan pemegang hak untuk mengurus dan membereskan aset tersebut sesuai dengan putusan pailit PT Wisata Teluk Gilimanuk pada 20 Agustus 2018. Dalam penegasannya disampaikan terobosan menggandeng UMKM sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah yang ingin menciptakan jutaan UMKM. Begitu juga ingin memiliki wadah berkumpul mengelola UMKM secara bersama-sama dan lebih baik serta profesional. Den-

gan demikian, UMKM tersebut tumbuh kuat dan berkembang bersama-sama serta siap menyongsong era 6D (Digitalization, Disruption, Deception, Demonetization, Dematerialization dan Democratization). Dengan konsep pasar seni yang menggandeng 300 UMKM untuk mendukung operasional di Pasar Seni Hardys Kuta, dapat menimbulkan daya tarik sendiri bagi wisatawan domestik ataupun mancanegara. Selain itu, Putu Suadnyana juga menerangkan tetap menggunakan brand Hardys dengan nama Pasar Seni Hardys. Sebab, nama besar Hardys sangat populer di masyarakat sehingga lebih mudah dalam mempromosikan. Di samping itu, dalam menata UMKM sangatlah banyak yang dapat diambil dari pilar Hardys Group. Di mana Hardys Group sudah banyak mengalami pasang-surut dalam dunia bisnis. Perusahaan yang didirikan Ir. I Gede Agus Hardiawan dan Ni

Ketut Rukmini, S.P. ini banyak sekali tempaan dalam perjalanan selama 21 tahun. HardysCenter Kuta dengan konsep baru yang bersinergi dengan UMKM, tetap melaksanakan kewajiban berbagi melalui Hardys Foundation dengan melaksanakan CSR Beach Cleanup yang dilaksanakan pada 23 November 2018 di Pantai Karang Sanur dan 13 Februari 2019 di Pantai Lingkungan Tambak Sari Singaraja. Tentunya ini diikuti UMKM sebagai mitra, generasi muda dan penerus Hardys Group (Hillary Angelina Gardenia Hardy, Lilly Harmony Hardy, dan Jasmine Lovely Hardy). Begitu juga karyawan Hardys Group. Dengan harapan CSR kali ini dapat mengajarkan tentang kepedulian terhadap lingkungan, terutama pantai yang menjadi salah satu objek wisata sekaligus menggaungkan kembali HardysCenter Kuta sudah dibuka kembali dengan konsep pasar seni. (ad398)

SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III kembali menyampaikan keprihatinannya terkait memanasnya situasi politik nasional terkait dengan isu SARA yang dikhawatirkan bisa menyebabkan persatuan bangsa Indonesia menjadi goyah. Hal ini disampaikan di sela-sela pertemuan dengan masyarakat di Karangasem yang mana Senator Arya Wedakarna (AWK) meminta rakyat Bali tidak terpancing dengan isu SARA, money politics dan juga hoax menjelang hari H Pemilu 17 April 2019. ‘’Saya setuju dengan pendapat dari mantan Kepala BIN Hendropriyono yang menyampaikan Pemilu 2019 ini adalah pertarungan ideologi Pancasila dengan Khilafah. Ini bukan analisis sembarangan, bahwa secara telanjang kita bisa menyaksikan bagaimana semakin terbukanya gerakan radikalisme ini di setiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara. Kini saatnya ideologi Pancasila menang dan berjaya dan semua bisa dilakukan lewat Pemilu 2019. Bali tentu all out sebagai basis Pancasila, tapi belum tentu di luar Bali. Kita harus bekerja dan berdoa,’’ ungkap AWK. Ia pun mengingatkan agar rakyat Bali selalu eling dengan perjuangan pahlawan Bali Mr. Gusti Ketut Pudja yang pada tahun 1945 sebagai salah satu perumus NKRI bersama Bung Karno. Yang mana pahlawan nasional dari Bali ini dikenal konsisten menolak Piagam Jakarta dengan konsep negara syariat. ‘’Bali sejak Indonesia merdeka sudah konsisten melawan radikalisme. Sudah berani berhadapan dengan konsep negara syariat yang belum tentu sejiwa dengan nilai-nilai budaya orang Bali. Di zaman sejarah kita

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat bersama warga Seraya, Karangasem dan Bunutan, Abang. punya Raja Dalem Waturenggong yang mempunyai keberanian mengusir dan menolak utusan wali yang ingin mengganti agama orang Bali pasca-Majapahit runtuh. Ini yang harus menjadi perhatian kita bahwa sejarah berulang kembali dan perjuangan harus dihidupkan. Contoh lainnya, dulu Bung Karno berhasil membasmi pemberontak Darul Islam (DI/TII) dan kini Joko Widodo berhasil membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Saya kira pesannya sama walau aktornya berbeda. Sungguh ini dinamakan konsep karma wesana, bahwa agenda perjuangan bangsa sejak dulu tidak pernah bergeser yakni pertarungan ideologi Pancasila dan negara agama Khilafah,’’

ujar Wedakarna yang Presiden The Sukarno Center ini. Terkait dengan kunjungan kerja ke Karangasem, Senator AWK mendapatkan dukungan penuh di Kecamatan Karangasem dan juga Kecamatan Abang sebagaimana diungkap Sang Sarka (Koordinator Gerakan Pemuda Marhaen GPM Bali). ‘’Karangasem akan memilih anggota DPD-RI yang bekerja keras selama lima tahun. Bukan caleg yang baru muncul hanya sebelum pemilu. Memilih wakil rakyat di Senayan bukan urusan main-main. Karena harga diri Hindu dipertahankan. Kami pastikan seluruh Karangasem all out untuk AWK42, menang mutlak,’’ tegas Sarka. (ad389)

Pterigium, Tumbuh Daging pada Mata

APAKAH Anda sering merasakan sesuatu mengganjal pada kedua mata Anda? Jika iya, mungkin Anda menderita Pterigium atau lebih sering disebut orang awam sebagai tumbuh daging pada mata. Pterigium merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan tumbuhnya selaput berbentuk segitiga di mata. Selaput segitiga ini tumbuh akibat dari proses degenerasi pada konjungtiva, di mana proses ini berhubungan dengan faktor keturunan pada keluarga, usia tua, paparan sinar UV (ultraviolet) berlebih, lingkungan yang berangin, berdebu, atau berpasir. Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis dan dengan paparan sinar UV yang tinggi, oleh karena itu angka kejadian pterigium cukup tinggi.

Pterigium biasanya terjadi pada kedua mata karena mempunyai kemungkinan yang sama untuk kontak dengan sinar UV dan debu. Tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada satu mata saja. Gejala pterigium pada tahap awal biasanya ringan, bahkan tanpa keluhan sama sekali. Beberapa keluhan yang sering dialami pasien adalah muncul bintil kecil pada mata, mata sering berair dan tampak merah, merasa seperti ada benda asing atau terasa mengganjal, dan dapat terjadi gangguan penglihatan jika selaput segitiga tersebut sudah menutupi bagian hitam mata (pupil). Pterigium dibagi dalam beberapa derajat, yaitu derajat 1, 2, 3 dan derajat 4. Di mana derajat

ini akan menentukan pilihan pengobatan selanjutnya, apakah butuh dilakukan operasi atau cukup hanya dengan obat saja. Pada Pterigium derajat 1 dan 2, di mana selaput segitiga belum mencapai pupil tidak perlu diobati. Namun jika terjadi radang pada mata bisa diberikan obat antiradang oleh dokter. Pada pasien yang ingin dioperasi diperbolehkan untuk alasan kosmetik. Akan tetapi, jika derajat pterigium yang diderita sudah pada derajat 3 dan 4, pilihan pengobatan adalah dilakukan operasi dengan mengangkat selaput segitiga tersebut. Sebab, pada derajat ini selaput sudah pada permukaan pupil atau menutupi pupil sehingga penglihatan menjadi kabur. Pada beberapa kasus, angka

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

kekambuhan pterigium setelah operasi cukup tinggi. Maka dari itu penting untuk melindungi mata dengan topi atau kacamata hitam. Baik untuk orang-orang yang sudah pernah dioperasi pengangkatan selaput segitiga tersebut sebelumnya untuk mencegah kekambuhan maupun untuk orang-orang yang tidak mengalami pterigium. Tetapi bekerja di lingkungan luar dengan paparan angin, debu serta sinar UV berlebih (contohnya pantai, pelabuhan, sawah, saat mengendarai motor atau sepeda). Apabila Anda mengalami salah satu atau lebih gejala yang dijelaskan di atas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata terdekat. l dr. Ayu Diah Permatasari, S.Ked.


DAERAH

Rabu Kliwon, 10 April 2019

5

AWK42 Panen Dukungan di Melaya dan Negara Stikes Bina Usada Bali Buka Prodi Wedakarna Minta Umat Hindu dan Kristen Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan di Bali Makin Bersatu Hadapi Radikalisme

SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bina Usada Bali memperoleh surat keputusan (SK) izin pembukaan Program Studi (Prodi) Kebidanan Program Sarjana, dan Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi. SK tersebut diserahkan langsung Kepala LLDikti Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. kepada Ketua Stikes Bina Usada Bali Dr. Ir. I Putu Santika S.E., M.M. di kampus Stikes Bina Usada Bali, Badung, Selasa (9/4) kemarin. Dengan keluarnya SK ini, berarti ada penambahan dua prodi baru yakni Program Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan. Hal tersebut disampaikan Ketua Stikes Bina Usada Bali Putu Santika usai acara serah terima SK. Di mana Program Sarjana Kebidanan, mahasiswa menempuhnya sekitar 4 tahun. Untuk Profesi Bidan merupakan lanjutan dari Sarjana Kebidanan, yang ditempuh sekitar 1,5 tahun. Ketua Stikes Bina Usada Bali menjelaskan, Prodi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan ini sebenarnya masih cukup langka dan dibutuhkan. Dengan kondisi itu, diharapkan lulusan SMA/SMK tidak keluar Bali untuk memperoleh pendidikan kebidanan. Ditambahkan, banyak masyarakat yang belum mengenal profesi bidan itu secara sebenarnya, sehingga nanti pihak Stikes Bina Usada Bali akan berupaya terus menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat. Bidan tidak hanya terpaku melayani pasien di rumah sakit, puskesmas maupun pelayanan kesehatan lainnya saja. Namun mampu secara mandiri membangun usaha. Seperti home care, babby spa, memberikan

TERIMA SK - Ketua Stikes Bina Usada Bali menerima SK dari Kepala LLDikti Wilayah VIII di Stikes Bina Usada Bali, Badung, Selasa (9/4) kemarin. yoga antenatal dan lainnya. Untuk itu selain pendidikan kebidanan, program entrepreneurship akan diterapkan dan menjadi unggulan di Stikes Bina Usada Bali. Dengan begitu, lulusan tidak lagi hanya mencari pekerjaan, tetapi menjadi pencipta lapangan pekerjaan. ‘’Jadi keunggulan kami nanti adalah di samping profesional di bidang kebidanan, dia juga mempunyai kemampuan di dalam menciptakan lapangan kerja,’’ terang Santika. Menyambung hal tersebut, Kepala LLDikti wilayah VIII Dasi Astawa menerangkan kesan kebidanan yang berorientasikan menjadi pegawai rumah sakit saja merupakan hal yang perlu ditinggalkan. Menurutnya, menjadi pegawai tidak hanya sebatas di rumah sakit maupun puskesmas saja, namun bisa juga di luar negeri. Dengan begitu, kesempatan kerja

sebagai bidan tidak hanya di dalam negeri, namun di luar negeri juga bisa. Apalagi dengan diajarkannya entrepreneurship pada mahasiswa, maka lulusan kebidanan tidak terpaku sebagai pencari kerja, namun juga mampu sebagai pencipta lapangan kerja sendiri. Kepala LLDikti Wilayah VIII menambahkan, dalam menjalankan pendidikan Stikes Bina Usada Bali harus terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, meningkatkan mutu lulusan, taat regulasi dan jujur dengan aturan pendidikan yang telah ditetapkan. Selain itu, diharapkan seluruh komponen Stikes Bina Usada Bali harus disiplin administrasi dan akademik. Jujur dalam mengelola perguruan tinggi. Kemudian fleksibel, kreatif, inovatif, produktif, kerja keras, dan cerdas. (ad392)

Menjaga Bali dalam Keterwakilan di DPD-RI Denpasar (Balipost) – Keterwakilan Bali di Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI mesti benar-benar orang yang memahami adat dan budaya Bali. Tidak sembarang orang dapat mewakili Bali, meskipun memiliki KTP Bali. Memahami adat dan budaya Bali menjadi salah satu syarat mutlak dalam menjaga Bali pada keterwakilan di Senayan melalui kursi DPD-RI. Demikian dikatakan Ketua Umum Swastika Bali Drs. Wayan Bagiarta Negara dalam acara diskusi DPD Bali, Selasa (9/4) kemarin. Selain Swastika Bali, acara yang diselenggarakan di Pengak Men Mersi, Kesiman ini juga dihadiri perwakilan dari FKUB Bali, beberapa ormas Bali dan ormas krama tamiu seperti GP Ansor Bali, Patriot Garuda Nusantara, Nuswantara, Pejuang Islam Nusantara Bali, NU Bali, Tirto Kahuripan, Ngaji Urip Wilayah Bali, Taksu Dalem Wilayah Bali, Garam Nusantara, Noto Achlaq, Relawan Pengayah Bali Nusantara, Padepokan Tandapa NRTYA, PMII wilayah Bali dan Pejuang Islam Nusantara wilayah. Ketua Patriot Garda Nusantara Agus Yadi mengatakan keterwakilan Bali dalam DPD-RI yang dilakukan oleh krama Bali sendiri

merupakan penyelamatan adat, budaya dan tradisi yang merupakan warisan dari nusantara. ‘’Jabatan DPD bukanlah politik praktis. Untuk itu, calon DPD yang mewakili Bali, tepatnya adalah krama Bali yang mengerti budaya Bali,’’ katanya. Sementara Haji Agus Bambang Priyono yang dikenal dengan Haji Bambang Bom Bali juga memberikan dukungan untuk krama Bali sebagai calon DPD dapil Bali. Dia adalah salah satu saksi kekejaman aksi teroris dan menjadi relawan evakuasi korban Bom Bali. Tokoh muslim Bali yang sejak tahun 1925 sudah menetap di Bali ini sangat memahami akan budaya dan adat Bali. Namun hal itu tidak menjadikan dirinya besar hati mengincar jabatan-jabatan publik. Haji Bambang sangat matilesang raga dengan tetap memilih menjadi relawan kemanusiaan. Lelaki yang beristrikan orang Bali ini pun t e r usik dengan kehadiran calon DPD-RI dari krama tamiu dan mempunyai nama yang sama dengan dir-

inya. Karena ada ribuan orang yang menanyakan padanya. Untuk itu, agar tidak salah sangka, dirinya menegaskan bahwa Haji Bambang Bom Bali tidak maju dalam pencalonan DPD-RI. ‘’Kearifan lokal yang ada di Bali harus dilindungi yang sepantasnya menjadi DPD dari Bali adalah krama adat Bali,’’ jelasnya. (dar)

sangat baik. Pihaknya sebagai penegak hukum harus menjalankan tugas dan seperti biasa menegakkan hukum secara pasti di Pulau Bali. Dengan demikian, Bali yang dulunya banyak kasus tanah, sekarang bisa diproses hukum. ‘’Sebelum saya menjadi kapolda, terlihat banyak kasus tanah yang tidak terselesaikan dan sekarang coba menyelesaikannya. Apalagi terkait tanah adat, itu tidak ada toleransi,’’ tegas jenderal bintang dua di pundak ini. Sementara itu, tersangka Sudikerta melalui pengacaranya mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Namun permohonan tersebut ditolak penyidik Ditreskrimsus Polda Bali. Pengajuan penangguhan penahanan ini merupakan yang kedua kalinya.

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat berada di Baluk, Jembrana dan Ekasari, Melaya. bali melalui politik Trisakti,’’ jelas Gusti Wedakarna yang Duta Besar Perdamaian UPF PBB ini. Ia pun memberikan analisis menarik terkait dengan konstelasi politik di Pemilu 2019, khususnya di Bali. Saat ini puluhan ribu umat Nasrani di Bali diharapkan mampu memilih pemimpin yang pro-minoritas, khusus di tingkat nasional. ‘’Umat Hindu dan Nasrani punya agenda besar mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Kita harus selamatkan Indonesia dari gerakan radikalisme dan khilafah. Umat Hindu dan Nasarani harus pilih presiden dan wakil rakyat di DPD dan DPR yang benar-benar berani membela minoritas. Sebab, kedaulatan agama kita terletak di ujung lidah politisi. Semoga ke depan semakin banyak produk negara yang bisa mengayomi umat minoritas di semua bidang kehidupan,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang pernah meraih penghargaan dari Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) di tahun 2018 ini.

Haji Agus Bambang Priyono

Sementara itu, Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho sempat mengatakan pihaknya tidak akan mengabulkan permohonan penangguhan tersebut. ‘’Tidak diizinkan,’’ tegasnya. Namun, Kombes Yuliar tidak menjelaskan alasan penolakan penangguhan penahanan tersebut. Pihaknya masih fokus melacak aliran dana dan penyitaan aset milik mantan Wakil Gubernur Bali ini terkait TPPU. Apakah sudah jelas ke mana aliran dananya? ‘’Sabar masih proses,’’ ujarnya. Terkait Sudikerta pada Senin lalu dibawa ke RS Bhayangkara Denpasar karena sakit, perwira melati tiga ini membenarkan hal itu. ‘’Biasa itu. Sakit apa? Saya kurang tahu,’’ ungkapnya. (kmb36)

DAIHATSU selalu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan melalui beragam program pelayanan penjualan, dan purnajual yang bersahabat. Berdasarkan survei yang dilakukan Daihatsu, tingkat permintaan mobil baru sebagai mobil pengganti terus meningkat setiap tahunnya. Melihat tingginya permintaan akan mobil baru, sekaligus mengulang kesuksesan program spesial tukartambah sebelumnya, Daihatsu kembali memfasilitasi kebutuhan pelanggannya dengan mengadakan acara bertajuk ‘’Daihatsu Festival & Trade In Day’’ yang diselenggarakan di Outlet Daihatsu, Astra Biz Center, Pasirluyu, Bandung, Minggu (7/4) lalu. Sesuai dengan namanya, program ini merupakan usaha ‘’jemput bola’’ untuk memudahkan para pelanggan dalam mewujudkan impiannya memiliki kendaraan baru Daihatsu melalui fasilitas tukar-tambah dengan beragam kemudahan dan diskon menarik yang diselenggarakan hanya satu hari. Program ini juga merupakan hasil kerja sama Daihatsu dengan Value Chain Partner yakni Astra Credit Companies (ACC), Daihatsu Financial Services (DFS), Asuransi Astra, dan Mobil88. Tak hanya program penjualan mobil baru, Daihatsu juga memberikan sharing edukatif mengenai nilai jual kembali sebuah kendaraan. Harga jual kembali sebuah

MOBIL - Beberapa mobil milik pelanggan yang telah ditrade-in, dan siap diganti menjadi mobil baru Daihatsu. kendaraan dapat dikatakan baik apabila persentase harga jual kembali kendaraan tersebut tidak mengalami penurunan yang terlalu signifikan terhadap harga awal saat pembelian kendaraan dalam kondisi baru. Adapun tips untuk mempertahankan harga jual kendaraan agar tetap tinggi meliputi beberapa aspek. Di antaranya histori perawatan berkala di bengkel resmi yang dibuktikan dengan buku servis. Kondisi fisik mobil, seperti bebas baret, bebas bekas tabrak, dan kondisi standar. Kemudian usia kendaraan tidak lebih dari 5 tahun, sehingga mileage masih rendah, kelengkapan dokumen

Warung Global

Pengadaan Kendaraan Dinilai Tak Memperhatikan Skala Prioritas SETELAH beberapa bulan menunggu, sebanyak 63 mobil operasional desa jenis Mitsubishi Xpander resmi di-launching Pemkab Gianyar, Kamis (4/4) lalu. Peluncuran puluhan mobil serta 64 sepeda motor operasional desa jenis Honda PCX itu digelar di Lapangan Astina Gianyar. Pengadaan puluhan kendaraan dinas bagi perbekel ini dinilai jor-joran dan tidak memperhatikan skala prioritas. Demikian beberapa pendapat yang disampaikan pendengar Radio Global 96,5 FM dalam acara dialog interaktif Warung Global. Berikut rangkuman selengkapnya. Sebagai masyarakat, Fera di Tabanan menilai pengadaan kendaraan baru bagi

perbekel belum mendesak. Sebaiknya lihat dulu kondisi masyarakat, apakah jalan

Dari pengamatan di lapangan, sosok Arya Wedakarna ternyata tidak hanya didukung umat Hindu, tetapi juga dari lintas agama. Hal ini dibuktikan bahwa konstituen dari AWK berasal dari beragam suku, agama dan ras. Mereka membuktikan AWK mampu membawa misi besar bagi Bali. Seperti dikatakan Gede Arya (Ketua Garda Jembrana), banyak yang menganggap AWK hanya didukung umat Hindu. ‘’Saya pastikan itu salah besar. Justru saat acara simakrama, umat yang hadir ada dari kalangan Islam, Kristen, Katolik dan Buddha. Jadi AWK sudah menjadi pemersatu bagi umat yang berpikiran nasionalis. Kita yakin AWK42 bisa mendapatkan dukungan signifikan dari luar Hindu, karena kita amati hanya AWK satu-satunya tokoh Bali yang konsisten membela Bali dari radikalisme. Tidak ada yang lain. Jadi logikanya, umat lain yang merasa sevisi sudah diwakili AWK yang berani membela Pancasila,’’ ucap Gede Arya (Koordinator Garda Jembrana). (ad388)

Program Spesial Tukar Tambah Mobil Daihatsu Hadir di Bandung

Kapolda Tegaskan Penanganan Kasus Sudikerta Tidak Diistimewakan

Denpasar (Bali Post) Penanganan kasus dugaan penipuan dan pemalsuan sertifikat tanah pelaba Pura Jurit, Uluwatu, tidak diistimewakan, meskipun melibatkan mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta. Kasus ini termasuk pemberantasan mafia tanah di Bali. Hal ini disampaikan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose. ‘’(Penanganan - red) Kasus Sudikerta sama seperti yang lain. Jadi saya sudah katakan bahwa salah satu Commander Wish Kapolda Bali adalah pemberantasan mafia tanah. Saya juga memberantas transnational organize crime,’’ ujar Kapolda Golose, Selasa (9/4) kemarin. Kapolda mengungkapkan penanganan kasus oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Bali dinilai

SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersuara tegas dalam kegiatan roadshow di Jembrana terkait dengan kerja sama umat Hindu dan umat Nasrani, baik Kristen Protestan maupun Katolik di Bali, terutama dalam hal gerakan menyelamatkan Pancasila dari rongrongan idealisme radikalisme. Hal ini perlu ditekankan mengingat selama ini sesama umat minoritas kerap mendapatkan perlakuan diskriminatif dari sistem politik. ‘’Sejak era reformasi tahun 1999 hingga kini, gerakan intoleransi di Indonesia yang menyasar umat minoritas seperti Hindu, Buddha, Katolik, Kristen dan Konghuchu semakin merajalela. Semakin banyak pura dan gereja, kuil dilarang. Ada wihara dibakar dan juga kesulitan administrasi publik di tataran pemerintahan. Begitu pula, selama ini umat minoritas jadi sasaran cacian dan hinaan dari kaum radikalisme yang seakanakan memonopoli kebenaran di republik ini. Maka dari itu, cara yang paling efektif adalah bekerja sama secara politik dan salah satunya dengan pemilu. Maka dari itu, saya harap sikap politik umat Hindu dan Kristen sangat menentukan perjalanan bangsa ini,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Merujuk bagaimana selama ini kerja sama politik antara kekuatan wakil Hindu dan wakil Nasarani di Senayan, Jakarta sangat kuat dalam rangka merawat kebinekaan. ‘’Pengalaman sejarah, misalkan saat pengajuan judicial review UU Pornografi yang dianggap tidak pro-minoritas dilakukan di Mahkamah Konstitusi. Bagaimana perjuangan saudara sebangsa dari Sulawesi Utara yang mayoritas Nasrani dengan masyarakat Bali yang mayoritas Hindu benar-benar signifikan. Kita bersatu karena senasib. Begitu pula saat Indonesia Merdeka 1945, bagaimana tokoh-tokoh dari Maluku, Papua, NTT, Sulawesi Utara satu suara dengan pahlawan nasional dari Bali berkerja sama menolak Piagam Jakarta yang berbau syariat agama tertentu akhirnya berhasil menggagalkan bentuk negara agama. Kerja sama minoritas ini harus mendominasi demi merawat NKRI. Ini ingin saya galang kem-

rusak atau masyarakatnya masih banyak yang miskin. Nyoman Mastra di Gianyar mengaku justru merasa aneh. Bisa beli mobil baru yang jumlahnya puluhan unit, tetapi masih juga minta bantuan ke Kabupaten Badung. Ia berharap anggaran yang digunakan hanya untuk hal-hal yang emergency saja. Boleh saja beli kendaraan baru, asal punya kemampuan. Ayu juga mengutarakan pendapat sama. Sementara untuk menunjang penampilan sebagai per-

bekel, menurut Made Jemet di Denpasar, hal itu merupakan sah-sah saja. Perbekel bawa kendaraan baru, namun penggunaannya harus bisa dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga harus mengawasi. Begitu juga dengan pendapat Lilis di Tabanan. Sebelum beropini, Werdha di Tegallalang mengucapkan selamat kepada seluruh perbekel. Ia berharap dengan fasilitas baru ini kinerja mereka lebih ditingkatkan. Sedangkan penggunaannya jangan untuk kepentingan pribadi. Kemudian kebetu-

lan saja Kabupaten Badung, besok menyerahkan BKK untuk Gianyar. Ia juga ingin tahu sumber dananya. Senada dengan itu, Nyoman Budi merasa biasa saja jika ada pejabat menerima kendaraan baru, tetapi penggunaannya harus diawasi. Sementara Made Jujur di Tabanan berharap agar kendaraan baru ini bisa dinikmati untuk seluruh perbekel di Bali. Bila perlu bendesa adat pun bisa menikmati karena tupoksi seluruh perbekel sama. (sikha)

seperti BPKB, STNK, dan surat pendukung lainnya serta jenis transmisi kendaraan. ‘’Program Daihatsu Festival & Trade In Day ini merupakan salah satu wujud dan usaha kami untuk membantu pelanggan, khususnya di Bandung agar dapat memiliki kendaraan impian Daihatsu sesuai kebutuhan. Sahabat Daihatsu dapat melakukan tukar-tambah kendaraan lama semua merek menjadi mobil baru Daihatsu. Semoga melalui acara ini Daihatsu menjadi lebih dekat dengan pelanggan,’’ ujar Elvina Afny, Customer Satisfaction & Value Chain (CSVC) Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns1)


OPINI

6

Rabu Kliwon, 10 April 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Bebaskan Bali dari Politik Identitas POLITIK identitas yang sebenarnya diharamkan oleh parpol mana saja ternyata di Pilpres 2019 makin kentara. Ini yang membuat pendiri Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkritisi gaya kampanye salah satu capres di Jakarta. Pasalnya, politik identitas dikhawatirkan membuat rakyat resah. Itu jelas, politik indentitas akan membuat WNI terkotak-kotak. Apa pun alasannya, Bali jangan sampai terkena pengaruh politik identitas. Nyama Bali sudah menyadari hal itu dan ini modal utama menjadikan Bali ini aman. Jika Bali chaos, siapa yang untung? Oknum WNI tertentu dan orang asing, bukan? Kita tahu, manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Oleh karena itu, pasti terjadi interaksi di antara sesama. Setiap individu pasti menginginkan kesejahteraan, yang bisa didapat dengan berbagai cara, dan sesungguhnya kesejahteraan bagi tiap-tiap individu itu relatif. Namun, dalam prosesnya pasti tidak seluruh posisi bisa ditempati oleh setiap individu. Maka dari itu, terdapat persaingan menuju kesejahteraan itu, dalam hal ini berubah menjadi sebuah tujuan dasar yang hendak dicapai. Tujuan dapat dicapai melalui berbagai cara, namun usaha untuk menduduki suatu posisi agar dapat memiliki kewenangan dalam menata sebuah sistem dari skala yang lebih besar demi mewujudkan kepentingan serta cita-cita tertentu, itulah yang dapat dikatakan sebagai politik. Sederhananya, politik dapat ditemukan dalam berbagai unsur dan tingkatan di keseharian masyarakat. Makanya krama Bali harus berpolitik. Tentukan pilihan yang menjanjikan perbaikan dan keamanan Bali dan nasional. Coba camkan definisi Aristoteles bahwa politik adalah usaha yang ditempuh oleh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Ini pas dengan konsep dharma agama dan dharma negara. Secara teori, setiap negara jelas memiliki warga agar dapat berdaulat, setiap warga memiliki identitas masing-masing yang membedakan antarindividu. Identitas pada hakikatnya adalah cerminan diri sendiri yang menjadi pembeda antara satu orang dengan yang lainnya. Nah jangan sampai politik identitas ini kian menguat. Jika tak sekarang, mungkin lima tahun lagi akan lebih tajam lagi. Politik identitas pada dasarnya adalah situasi dan cara berpolitik yang mempersatukan kelompok karena adanya rasa ketidakadilan dan ketidakpuasan yang didasari oleh persamaan latar belakang golongan, contohnya suku, ras, agama, dan gender. Makanya identitas bukan hanya soal sosiologis tetapi juga bisa masuk ke ranah politik. Dalam teorinya, politik identitas dapat berpengaruh baik dan buruk, ibarat pedang bermata dua dalam republik yang berbineka ini. Namun, segala sesuatu yang berlebihan dapat dikatakan kurang baik, karena berpotensi untuk menimbulkan kegaduhan dan kebencian dalam kehidupan bermasyarakat. Buktinya, di Pilgub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kinerjanya diakui baik dalam dan luar negeri saja masih bisa dikalahkan oleh isu-isu yang berbau SARA. Para elite politik di Bali harus mengedepankan komunikasi politik. Utamakan masimakrama dan masuaka atau madarsana dengan cara terbaik. Gunakan hak pilih secara cerdas. Beda pilihan karena memang kita diberi hak memilih.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Bali Harmoni dan Damai Saya langsung saja dalam hal ini menyampaikan apresiasi terhadap gebrakan Pemprov Bali di bawah Gubernur Bali Wayan Koster untuk menuju Bali yang harmoni dan damai. Dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, saya berharap Bali memang menuju jalan yang benar untuk menjadikan Bali sebagai pusat budaya dan peradaban yang mataksu. Saya dan mungkin juga sebagian besar masyarakat Bali kini menaruh harapan besar terhadap peluang terjadinya perubahan yang signifikan dalam Bali era baru ini. Gubernur Koster menurut saya sudah melakukan langkah-langkah yang jelas dalam menyelamatkan Bali. Untuk itulah, tinggal adanya penguatan dan dukungan dari rakyat Bali dan para politisi yang sekandang maupun kader lintas partai. Jika ini terbangun, saya yakin target-target pembangunan Bali akan lebih cepat dicapai. Tentu akan menjadi ironis jika dalam pemerintahan Bali era baru kali ini ada jajaran partai dan birokrasi yang melakukan langkah-langkah penghambatan. Mudah-mudahan gerakan menyelamatkan budaya, alam, dan manusia Bali ke depan berada di jalur yang benar dan lancar. Saya juga berharap para pengusaha yang selama ini mendapatkan keuntungan besar dari investasinya di Bali ikut menjaga Bali. Mari berkontribusi untuk Bali dalam menjaga Bali. Jangan hanya mengejar target-target ekonomi di Bali, namun beban pewarisan budaya dan tradisinya dibiarkan ditanggung oleh krama Bali. Gubernur saya pikir harus segera mengumpulkan para pemilik modal atau investor di Bali untuk diajak ikut mendukung gerakan menuju Bali yang harmoni dan damai. Harus ada kesadaran dari para pemilik modal untuk ikut berdonasi menjaga Bali, sebagai ruang bisnis mereka. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Bali Antara Budaya dan Budaya Politik Ketika orang mendengar kata Pulau Bali maka sudah terbayang akan maraknya pertunjukan budaya yang kental dengan berbagai nuansa dan filosofinya. Akan tetapi, jika melihat perkembangan politik nasional dengan ingar-bingar pelaksanaan Pemilu 2019 maka Bali tidak luput daripadanya. Bali juga menjadi salah satu sumber kajian politik nasional mengingat keunikan dan kekhasan masyarakat Bali, di samping jumlah penduduknya juga tidak sedikit sekalipun dalam lingkupan pulau yang luasnya tidaklah terlampau besar kalau tidak dikatakan sebagai pulau kecil.

Oleh Ngurah Sahadewa i saat musim pemilu seperti sekarang ini, tampak bahwa Bali juga menjadi salah satu sasaran diselenggarakannya kontestasi politik seperti kampanye capres dan tentu juga para caleg. Namun, satu hal yang tidak dapat dihindari dari kontestasi ini adalah bagaimana para kontestan itu dihadapkan pada sebuah realitas yakni Bali sebagai wilayah budaya yang kental dengan penerapan budaya itu di dalam kehidupan sehari-hari, bahkan terbalut di dalam kehidupan keagamaan, khususnya dalam konteks keagamaan yang berbasis pada sanatanadharma. Orang Bali, sekiranya bisa disebut demikian, memiliki suatu identitas yang unik dengan menyatakan dirinya

sebagai orang yang tidak melepaskan diri dari tradisi lokal ataupun kebijaksanaan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Hal ini tentu saja menjadi salah satu sumber penting di dalam membaca alam pikiran orang Bali yang senantiasa tidak dapat dilepaskan dari tradisi itu, termasuk di dalamnya adalah memberikan penghormatan yang sedemikian tinggi terhadap leluhur. Saya di sini tidak bermaksud untuk membeberkan tentang budaya Bali secara detail atau rinci, akan tetapi bermaksud untuk melihat bagaimana antara budaya dan budaya politik itu terjalin suatu lingkaran hubungan yang bersifat abstrak atau tidak terlihat secara kasatmata namun sebenarnya memiliki suatu garis

logika yang mendasar memengaruhi bagaimana orang Bali berpolitik ataupun lebih ringkasnya adalah bagaimana orang Bali menentukan pilihan politiknya. Ketika orang hendak memilih maka sepertinya tidak terlihat bahwa bagaimana sebenarnya budaya yang menjadi kebiasaan masyarakat akan memengaruhi budaya politik. Hal ini sekiranya relevan dengan konteks budaya politik lokal Bali namun memiliki relasi terhadap penentuan pilihan secara nasional. Bali sebagai wilayah yang pada umumnya menerapkan budaya lokal dalam kehidupan masyarakatnya, tampaknya juga akan menentukan pilihannya terkait dengan kemungkinankemungkinan terbaik maupun terburuk yang sekiranya dapat

memengaruhi eksistensi budayanya. Inilah yang kemudian dapat dikenal dengan sebutan floating mass based on culture. Jadi, masyarakat yang menimbang-nimbang beberapa aspek politik yang sekiranya mempunyai pengaruh atas eksis atau tidaknya budaya yang ada di dalam masyarakatnya. Inilah yang kemudian menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat tersebut, termasuk juga di dalam mempertimbangkan pilihan politiknya. Pada saat seseorang - dalam konteks ini adalah orang Bali yang memiliki kesadaran budaya yang tinggi - akan mempertimbangkan segala sesuatunya yang sekiranya memiliki relevansi tinggi bagi kelangsungan budayanya. Jika tidak maka patut diduga bahwa orang Bali telah mulai terkikis dari arus budaya yang ada ataupun kemungkinan telah memiliki suatu pilihan baru di dalam menata kebudayaannya untuk masa yang akan datang. Singkat kata, tidaklah mungkin budaya yang saat ini masih terselenggara akan dapat bertahan jika tidak ada suatu kesadaran budaya yang tinggi, termasuk aplikasinya dalam penentuan budaya politik yang dimanifestasikan secara riil atau nyata dalam tindakan poli-

Menolak ’’Hoax’’, Menolak Perpecahan PERSEBARAN informasi di internet sangat cepat, sehingga apa saja yang diinginkan manusia nyaris bisa ditemukan di sana. Hal ini tentu tidak terjadi begitu saja, melainkan terjadi karena suatu sebab. Salah satu sebabnya ialah kemudahan memproduksi informasi oleh siapa saja pengguna gawai (gadget). Gawai pun yang dulu bisa dikatakan sebagai barang mewah, kini justru berharga murah. Jurang pemisah antara si kaya dan si miskin pun nyaris tak bisa dilihat di dunia maya. Kemudahan tersebut nyatanya tidak lantas bebas dampak. Ada beberapa dampak yang disebabkan olehnya, salah satunya ialah maraknya persebaran berita palsu (hoax). Hoax sangat mudah disebarkan melalui dunia maya, hanya dengan sekali klik, berita bohong bisa melesat ke seantero jagat. Hal tersebut tentu sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, satu hoax saja dapat mengikis integritas bangsa. Bangsa dengan segala keberagamannya yang disatukan dengan susah payah ini tentu tidak boleh terpecah hanya karena hoax. Ironisnya, di tengah ancaman disintegrasi tersebut, justru ada sebagian oknum

Oleh Thoriq Tri Prabowo yang mengambil keuntungan darinya. Sebut saja oknum buzzer politik, yang saat ini tengah marak beredar di jagat maya. Mereka mengambil keuntungan dari segala fenomena yang terjadi, kemudian menggiring opini warganet untuk keuntungan pribadinya. Hal tersebut sering diibaratkan sebagai memancing di air yang keruh. Oknum tersebut hanya berpikir jangka pendek tanpa menghiraukan efek jangka panjangnya yang sangat mengancam persatuan. Pemerintah, melalui lembaga terkait tentu sudah menyiapkan seperangkat regulasi untuk mencegah segala kemungkinan tersebut. Tetapi regulasi dari pemerintah saja tentu tidak cukup, tanpa adanya partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat untuk mengawal arus informasi di dunia maya sangatlah dibutuhkan, di era keterbukaan informasi ini masyarakat sangat potensial untuk menjadi sumber informasi sebagai bahan pengambilan kebijakan. Masyarakat yang memiliki tingkat literasi informasi yang tinggi

sangat diharapkan tampil di panggung dunia maya untuk menepis hoax yang beredar. Sebelum itu, satu hal yang perlu dilakukan adalah dengan tegas menolak peredaran hoax. Memeriksa validitas informasi sebelum memercayai dan turut menyebarkan ialah langkah pasti yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi persebaran hoax di duaia maya. Tidak langsung memercayai berita yang singgah ke gawai ialah suatu sikap berprasangka yang nantinya akan berefek positif. Prinsip ini bisa dimaknai sebagai upaya untuk mendahulukan pencegahan terhadap satu hal yang buruk (hoax) ketimbang tergesa-gesa melakukan kebaikan. Sikap tergesa-gesa serta ingin menjadi yang terdepan dalam membagikan informasi inilah cikal bakal tersebarnya hoax di pelbagai kanal. Alih-alih membagikan informasi yang bermanfaat, sikap tergesa-gesa dalam membagikan informasi tersebut justru akan memicu polemik. Sudah tidak terhitung perseteruan terjadi akibat sikap tergesa-

gesa tersebut. Fenomena tersebut menjadi preseden buruk bagi ekosistem informasi di Indonesia. Pasalnya, orang akan dengan mudah membagikan informasi yang menurut mereka benar, baru kemudian jika terbukti keliru mereka akan mengklarifikasinya tanpa merasa bersalah. Memang mudah saja melakukan klarifikasi, akan tetapi dampak yang ditimbulkan oleh persebaran hoax sudah telanjur merusak persatuan. Untuk memotong mata rantai hoax, yang kini oleh sebagian oknum dijadikan komoditas maka seluruh elemen bangsa harus bersatu. Hoax tidak hanya perlu diabaikan, akan tetapi dilawan. Perlawanan tersebut dapat dilakukan dengan cara membombardir dunia maya dengan konten positif, sehingga tidak ada ruang untuk peredaran hoax. Sikap penolakan terhadap hoax yang seperti ini tidak hanya akan meminimalisasi persebaran hoax, akan tetapi akan menumbuhkan inspirasi dan mempromosikan perdamaian.

tik yaitu misalnya mencoblos di dalam pemilu termasuk pula dalam Pemilu 2019 ini. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa budaya yang diterapkan masyarakat Bali, untuk sekarang ini dan mungkin juga di masa yang akan datang terkait langsung ataupun tidak langsung dengan pilihan-pilihan politik yang tersedia saat ini. Oleh karena itulah, diperlukan suatu pemikiran kritis bagi orang Bali terutama yang bertindak sebagai pelaku budayanya (kebanyakan orang Bali umumnya juga sebagai pelaku budayanya) itu untuk dapat melakukan pertimbangan yang matang dalam berpartisipasi terkait dengan masa depan budaya Bali. Budaya yang dicerminkan dalam masyarakat selayaknya menjadi pegangan bagi masyarakat itu di dalam mengembangkan budaya politiknya. Asalkan budaya itu pun tetap dalam koridor untuk memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan sekala dan niskala, terutama dalam kaitan dengan bakti ke hadapan Tuhan. Dengan bakti itu semoga Bali diberikan pencerahan politik di dalam turut berpartisipasi menentukan masa depan Bali dan juga Indonesia. Penulis, ahli Filsafat UGM

POJOK

Jadikan desa sebagai wadah membangun karakter krama Bali. - Narkoba masuk desa jadi ancaman. ***

Minim, minat warga Karangasem menjadi buruh panen padi. - Peluang bagi pemanen luar masuk. *** RSD Mangusada Badung siap melayani caleg depresi. - Bukan main-main.

Penulis, dosen Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN Puluhan Warga Pinge Terserang Diare Rabu Kliwon, 10 April 2019

Diduga Keracunan Nasi Basi Tabanan (Bali Post) Puluhan Warga Banjar Pinge Desa Baru Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, sejak Minggu (7/4) secara bergiliran terserang diare disertai muntah. Tak sedikit pula yang demam. Sebagian warga sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di RSU Tabanan dan puskesmas terdekat. Namun beberapa lainnya, hingga Selasa (9/4) kemarin masih menjalani perawatan medis. Dugaan sementara, diare massal diakibatkan nasi bungkus basi yang dikonsumsi warga saat nangkil ke Pura Besakih, Sabtu (6/4) lalu.

Perbekel Desa Baru I Made Suarjana mengungkapkan, setidaknya 40 orang warga mengalami gejala panas, muntahmuntah dan diare. Insiden ini mulai dirasakan warga sejak Minggu setelah pulang dari nangkil secara rombongan ke Pura Batur dan Pura Besakih sehari sebelumnya. Hingga kemarin jumlah warga yang mengalami gejala serupa terus bertambah. ‘’Mungkin faktor cuaca juga, serta konsumsi nasi bungkus yang kurang sehat atau basi,’’ terangnya. Bahkan belakangan warga yang tidak ikut nangkil juga mengalami kondisi serupa.

‘’Karena warga yang diare dan muntah semakin banyak, kami langsung koordinasi ke Dinas Kesehatan baik provinsi maupun kabupaten. Petugas juga sudah datang mengambil sampel di Banjar Pinge untuk dicek,’’ terangnya. Menurutnya, rombongan warga Banjar Pinge pada Sabtu pagi berangkat sekitar pukul 05.00 Wita untuk nangkil ke Pura Batur dan Pura Besakih. Dalam perjalanan tersebut, ada warga yang memang membawa bekal nasi bungkus perorangan, ada pula yang membeli dalam jumlah yang banyak, serta membeli saat di pura. ‘’Jadi ada rom-

bongan yang beli nasi bungkus di luar desa. Kemungkinan karena lama, jadi basi dan kondisi tubuh yang lelah, kemungkinan itu yang membuat warga kami diserang wabah panas dan diare. Namun semua itu sudah kami atasi. Oleh petugas kesehatan juga sudah diberikan pengobatan dan penyuluhan oleh dinas terkait,’’ ucapnya. Dari penuturan sejumlah warga Pinge, gejala mual disertai mules sudah mulai dirasakan Minggu pagi. Seperti disampaikan Ni Made Suratni yang mengaku dirinya sempat berobat ke bidan sebelum akhirnya ke dokter lantaran tidak

kunjung membaik. ‘’Beruntung tidak opname, sekarang sudah mulai membaik,’’ ucapnya. Begitupun Wayan Oga Ponditiawan yang mengaku sampai dua kali ke RS. ‘’Minggu pagi sempat ke UGD dan sempat pulang, tetapi balik lagi karena perutnya mual dan muntah,’’ terangnya. Sementara itu, Dirut RSU Tabanan dr. Nyoman Susila membenarkan ada sejumlah warga dari Banjar Pinge yang mendapatkan perawatan dengan gejala diare dan muntah. Kata dia, para pasien sudah mendapatkan penanganan. (kmb28)

Bali Post/bit

DIRAWAT - Warga Banjar Pinge yang hingga Selasa (9/4) kemarin masih dirawat di RSU Tabanan.

Berubah Status, Pasar Ikan Tuakilang Tetap Lengang Tabanan (Bali Post) -

Pasar Ikan Tuakilang yang berlokasi di Desa Denbantas Kecamatan Tabanan belum berfungsi maksimal. Sejak diubah statusnya menjadi pasar umum, belum banyak pedagang yang memanfaatkan pasar tersebut untuk berjualan.

Bali Post/bit

PASAR - Pasar Ikan Tuakilang sekarang berubah status menjadi pasar umum, belum bisa berfungsi maksimal. Pasar ini masih sepi pembeli.

Pungutan di Banjar Adat Abianlalang Dipertanyakan

Tabanan (Bali Post) – Pararam Banjar Adat Abianlalang, Desa Wanasari, Tabanan, terkait pungutan untuk pendatang dipertanyakan. Sebab, pungutan tersebut belum dipayungi perda. Besaran pungutan meliputi orang dan tempat usaha. Untuk warga pendatang baik lokal maupun luar Bali sebesar 10.000 per bulan. Selain itu, pada pararem tersebut juga diatur pengenaan usaha perdagangan. Besarannya pun bervariasi dari Rp 10.000 sampai Rp 250.000 per bulan. Dalam pararem tersebut juga diatur pengenaan pungutan untuk pemilik kos-kosan dan pungutan bagi yang membangun rumah. Klian Banjar Adat Abianlalang, Wanasari, Tabanan Ida Bagus Putu Triguna membenarkan bahwa pendatang yang tinggal atau berusaha di wilayah banjar adatnya dikenakan pungutan sesuai dengan pararem adat. ‘’Pungutan tersebut sudah berdasarkan pararem banjar adat,’’jelas Triguna yang dihubungi per

telepon, Senin (8/4). Ia mengakui bahwa pungutan tersebut akan digunakan untuk biaya upacara dan pembangunan di banjar adat seperti tempat suci. ‘’Memang belum ada persetujuan bupati maupun perda. Hanya berdasarkan pararem banjar,’’jelasnya berulangulang. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja mengatakan, pungutan jangan sampai memberatkan warga. Jika ada warga yang merasa dirugikan, Hengky mengimbau supaya melapor ke kantor polisi terdekat. Sesuai komitmen Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose bahwa pungutan liar yang memberatkan masyarakat kecil harus dihilangkan. “Selama (pungutan) itu tidak diatur dalam perda maka dianggap pungli,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Majelis Madya Desa Pekraman (MMDP) Kabupaten Tabanan Wayan Tontra mengatakan, desa adat tidak bisa diintervensi oleh pemerintah

maupun dirinya sebagai bagian MMDP. ‘’Sebab, desa pakraman adalah otonom. Terlebih pungutan adat digunakan desa pakraman untuk menjaga keamanan secara sekala dan niskala,’’ ujarnya, Senin (1/4). Sebagai otonomi, desa adat memiliki aturan yaitu pararem dan awig-awig yang berisi pawongan, palemahan dan parahyangan yang tidak boleh diintervensi oleh siapapun. Mengenai jumlah pungutan, kata Tontra, memang tidak ada aturan yang membatasi, dan itu diserahkan pada desa adat. Pihaknya sebagai MMPD hanya bisa mengarahkan dan membina desa pakraman dalam hal membuat pararem harus memperhatikan juga efek bagi krama-nya yang berada atau tinggal di desa lain. ‘’Buatlah pararem yang terkandung nilai Tat Twam Asi. Jadi, jika kita berani mengenakan harus berani juga dikenakan. Pikirkan juga krama desanya yang tinggal diluar,’’ imbaunya. (019/kmb24)

Perbaikan SD, Pemkab Minta Bantuan Provinsi

Tabanan (Bali Post) Keterbatasan anggaran daerah tidak menyurutkan semangat jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan untuk menangani kerusakan gedung Sekolah Dasar (SD). Dinas Pendidikan telah mengusulkan perbaikan gedung sekolah melalui BKK Provinsi Bali. Dari data Dinas Pendidikan Tabanan, kondisi gedung di sebanyak 71 SD di Tabanan mengalami kerusakan baik berat maupun ringan. Rinciannya, di Kecamatan Baturiti sebanyak 4 unit, Tabanan 4 unit, Kediri 5 unit, Marga 1 unit, Penebel 12 unit, Pupuan 24 unit, Selemadeg Timur 6 unit, Kerambitan 2 unit dan Selemadeg Barat 13 unit. Kondisi kerusakan pun beragam, ada di bagian kelas, dinding, atap maupun ruangan. Namun rata-rata kerusakan dialami di bagian atap. Hanya kondisi itu tidak sampai mengganggu proses pembelajaran. Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Tabanan I Made Sukanitera menjelaskan, selain mengusulkan mendapat bantuan dari BKK provinsi,

upaya perbaikan sekolah juga melalui DAK dan APBD Tabanan. Untuk memperoleh bantuan DAK, tiap sekolah harus membuat pelaporan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). ‘’Nah, permasalahan sekarang ada sekolah yang belum paham mengisi data Dapod i k sehingga tidak melaporkan secara rinci sekolah baik rusak ringan maupun rusak berat. Padahal jika dilaporkan, akan memperoleh bantuan dari pusat,’’ terangnya. Dengan kondisi tersebut otomatis ada sekolah yang tidak tercover dan belum mendapatkan bantuan. Padahal sekolah tersebut memang benarbenar perlu penanganan. ‘’Kami terus dorong kepala sekolah dan dukung dalam pengisian Dapodik agar tidak takut dalam mengisi data Dapodik,’’ tutur Sukanitera. Dia menambahkan, tahun ini perbaikan kerusakan gedung sekolah tidak dianggarkan di APBD Tabanan. Namun tahun 2018, sudah ada sebanyak 43 SD yang

diperbaiki dengan total anggaran hampir Rp 8 miliar. (kmb28)

Dari pantauan Selasa (9/4) kemarin, hanya ada empat pedagang yang berjualan di pasar tersebut. Padahal pasar yang diresmikan tahun 2012 ini memiliki 12 kios. Kondisi kios yang tak ditempati pedagang juga terlihat berdebu. Salah seorang pedagang, Ni Ketut Niri, mengatakan dulunya banyak yang ingin mendaftar untuk menjadi pedagang ikan. Namun setelah sempat berjualan, tidak ada kemajuan yang dirasakan pedagang lantaran sepi pembeli. Akhirnya satu per satu pedagang meninggalkan pasar itu.

‘’Dulu sempat ramai, semua los isi pedagang. Tetapi lama-lama banyak yang kabur lantaran sepi dan diperuntukkan hanya untuk jualan ikan saja,’’ ucapnya. Akibat sepi pembeli, Niri pun beralih menjual bubur dan sayuran. ‘’Coba saja dulu tidak untuk jualan ikan saja, bisa untuk jualan umum, pasti tidak sepi seperti ini,’’ imbuhnya. Niri menyebutkan, meskipun los pasar hanya ditempati 4 orang yakni pedagang baju, canang, bubur dan nasi jinggo, sore hari bagian depan pasar biasanya ramai. Hal ini

lantaran banyak pedagang kaki lima ikut berjualan. Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tabanan Ni Wayan Primayani mengatakan, pengelolaan Pasar Tuakilang sejak tahun 2018 berada di bawah Disperindag Tabanan. Awalnya pasar ini dikemas sebagai pusat penjualan ikan laut di bawah pengelolaan Dinas Perikanan Tabanan. Tapi karena sepi pembeli, pasar ikan ini diubah menjadi pasar umum. ‘’Sejak diubah menjadi pasar umum, sudah ada dagang canang, sayur dan kuliner,’’ ungkapnya.

Primayani mengakui, meskipun sudah diubah menjadi pasar umum, geliat transaksi di Pasar Ikan Tuakilang tidak tinggi. Itu terbukti dari sejumlah kios masih kosong. ‘’Mengatasi ini kami sudah lakukan upaya di mana yang berminat berjualan di sana diberikan peluang,’’ jelasnya. Tak hanya itu, ketika ada ingin yang berjualan pihaknya akan menerbitkan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) agar pedagang tidak dikenakan biaya retribusi. Pihaknya sudah mensosialisasikan hal ini, namun belum ada pedagang yang mendaftar. Dia menambahkan, di Pasar Tuakilang ada 16 pedagang, rincianya 8 pedagang menempati kios dan 8 orang menempati. (kmb28)

BRI Dukung Pengembangan Desa Wisata

Serahkan Bantuan Teras BRI Nusantara untuk Desa Jatiluwih

BRI - Foto bersama usai penyerahan bantuan teras BRI Nusantara. BANK BRI sebagai bank milik negara selalu berkomitmen memberikan pelayanan prima dan manfaat lebih bagi masyarakat. Salah satu hal yang dilakukan oleh Bank BRI dengan menyalurkan dana Bina Lingkungan di berbagai bidang. Seperti pada Selasa (9/4) kemarin, Bank BRI menyalurkan bantuan Bina Lingkungan Teras BRI Nusantara kepada DTW Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan sebesar Rp 300 juta. Bantuan diserahkan langsung Pemimpin Cabang BRI Tabanan

Anditya Mahendra Krishna kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila. Anditya Mahendra Krishna mengatakan, bantuan ini merupakan wujud kepedulian Bank BRI terhadap pengembangan desa wisata di pulau Bali khususnya Kabupaten Tabanan. Bantuan yang diberikan meliputi bantuan pembangunan gapura desa, pembangunan jembatan penghubung, penataan spot selfie, sarana kebersihan berupa motor sampah dan pelatihan/pengembangan SDM yang diharapkan dapat membantu pengembangan pariwisata di Desa Jatiluwih menjadi lebih optimal. Ke depan bantuan yang akan diberikan oleh Bank BRI untuk pengembangan Desa Wisata Jatiluwih tidak hanya dari sisi infrastruktur dan pengembangan SDM, namun

juga pendampingan oleh tenaga marketing BRI serta kemudahan akses permodalan, seperti Pinjaman Kemitraan, KUR dan Pinjaman Komersial yang tentunya akan disesuaikan dengan skala usaha. Selain itu, dengan keberadaan dua Kantor Cabang, satu Kantor Cabang Pembantu, 17 BRI Unit dan didukung oleh 48 mesin ATM, lima mesin CRM dan 1.337 Agen BRILink di Kabupaten Tabanan, akan mempermudah masyarakat untuk memperoleh layanan perbankan. Dari sebaran unit kerja tersebut, outstanding pinjaman yang disalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Tabanan lebih besar daripada simpanan yang dihimpun. Posisi 31 Maret 2019, pinjaman yang disalurkan sebesar Rp 2 triliun dengan himpunan dana pihak ketiga sebesar Rp 1,4 triliun. Bank BRI juga telah menyalurkan KUR di wilayah Tabanan sebesar Rp 111 miliar, terdiri dari KUR mikro sebesar Rp 95 miliar dan KUR kecil sebesar Rp 16 miliar dengan debitur sebanyak 4.128 orang. Terkait bantuan kali ini, Anditya menyebutkan, selain bantuan Teras BRI Nusantara untuk pengembangan wisata maupun usaha masyarakat, Bank BRI juga menyalurkan bantuan Bina Lingkungan di bidang perbaikan sarana dan prasarana umum, bantuan bidang pendidikan, bantuan bidang kesehatan, bantuan pengentasan kemiskinan, bantuan pelestarian alam, bantuan perbaikan sarana

ibadah, dan lainnya. Sampai akhir Maret 2019 bantuan CSR dan Bina Lingkungan yang disalurkan oleh BRI di Tabanan mencapai Rp 774 juta. ‘’Ke depan kami berharap penyaluran dana Bina Lingkungan BRI dapat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,’’ jelasnya. Sementara itu, Sekda Tabanan I Gede Susila mewakili Bupati Tabanan mengatakan, dalam upaya membantu pembangunan di segala bidang yang belum dapat dianggarkan dalam APBD Tabanan, sudah diantisipasi dengan membuat Perda No. 6 Tahun 2017 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Perbup No. 35 Tahun 2018 tentang Peraturan Pelaksanaan Perda No. 6 Tahun 2017. ‘’Kami masih terus mengupayakan adanya kepedulian dari berbagai perusahaan yang ada di Kabupaten Tabanan, dan dalam waktu dekat akan membentuk Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP),’’ ucapnya. Terkait bantuan CSR dari Bank BRI, Susila menyambut baik karena telah mampu meringankan beban pemerintah daerah. Apalagi bantuan yang diberikan sejalan dengan program pemerintah daerah yang berkaitan dengan pengelolaan sampah. ‘’Jadi memang sangat nyambung dengan program pemerintah. Mudah-mudahan berimbas ke desa lain,’’ ujarnya. (ad396)


BULELENG

8

Rabu Kliwon, 10 April 2019

Realisasi BKK Badung Sesuai Perencanaan

Bali Post/kmb38

TERBAKAR – Rumah di kawasan permukiman padat penduduk di Lingkungan Lebah, Kelurahan Kampung Kajanan, Singaraja terbakar Selasa (9/4) kemarin.

Terbakar, Rumah Permanen di Permukiman Padat

Singaraja (Bali Post) – Kebakaran terjadi di permukiman padat penduduk di Lingkungan Lebah, Kelurahan Kampung Kajanan, Singaraja Selasa (9/4) kemarin. Salah satu rumah permanen di kawasan itu terbakar. Api nyaris merembet ke beberapa bangunan lain. Apalagi, jalan menuju lokasi kejadian itu sempit. Hal itu membuat mobil pemadam tidak bisa mendekat ke lokasi kejadian. Setelah mencari jalan memutar, mobil pemadam bisa menjangkau lokasi, sehingga kobaran api berhasil dipadamkan. Keberhasilan itu tidak terlepas dari bantuan warga. Saksi yang juga pemilik rumah, Sulaeda (34), di lokasi kejadian menceritakan, sebelum kejadian itu, dia bersama suaminya Mathoir alias Dul (35) dan anaknya sedang beristirahat di dalam rumah. Saat itu, dia menonton TV di ruang kamar tamu. Suaminya tidur siang di kamar. Sekitar pukul 13.30 Wita, Sulaeda mendengar beberapa kali suara letupan di atas plafon rumahnya. Karena suara itu terus terulang, dia mendekati sumber letupan itu. Kontan saja dia menemukan api berkobar di atas plafon ru-

ang dapur. Menghidari api menyambar tabung elpiji di ruang dapur, dia berusaha melepas tabung elpiji itu. Belum selesai mencabut tabung elpiji, dia membangunkan suami dan anaknya di dalam kamar. Beruntung, suami dan anaknya dengan cepat keluar rumah. Sehingga tidak terkena bara apa yang jatuh dari atas atap rumahnya. Setelah berhasil menyelamatkan diri, api terus membesar menghanguskan barang berharga milik korban itu. “Saat nonton Tv ada suara letupan di atas plafon. Saat saya lihat ke ruang

dapur api sudah menyala di plafon. Maunya lepas elpiji takutnya meledak, tetapi saya ingat suami dan anak di kamar. Kemudian saya bangunkan agar mereka keluar rumah. Selanjutnya, api terus membesar dan tidak ada satu pun barang yang selamat,” katanya. Melihat kejadian itu, Sulaeda histeris sembari berteriak kebakaran, sehingga warga berhamburan keluar rumah. Warga kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng untuk mohon bantuan pemadaman. Menunggu bantuan datang, warga berjibaku memadam-

kan api dengan menyiramkan air menggunakan ember dan selang kecil. “Waktu itu, kompor sudah semua mati. Suami saat itu akan jualan bakso. Kabel listrik di atas plafon juga dalam kondisi baik karena rumah baru direhab,” jelasnya. Warga yang rumahnya berhimpitan dengan lokasi kejadian berusaha mengungsikan barang-barang berharga milik korban. Dikhawatirkan api merembet ke bangunan lain. Satu unit mobil pemadam tiba di lokasi dan langsung membentangkan selang. Namun karena jalan ke lokasi rumah korban itu sempit, sehingga mobil pemadam itu harus mencari jalan memutar agar bisa menjangkau lokasi kejadian. Sekitar pukul 14.00 Wita, api berhasil dipadamkan. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bule-

leng Gede Sugiartha Widiada mengatakan, anggotanya sempat kesulitan menjangkau lokasi karena jalan ke lokasi itu tidak bisa dilalui mobil pemadam. Namun, anggotanya berhasil mencari jalan lain, sehingga pemadaman bisa dilakukan. Api berhasil dipadamkan dengan mengerahkan dua mobil pemadam. “Dari pinggir Jalan Hasanudi lebih dari 200 meter, sehingga selang kita tidak cukup. Anggota mencari jalan lain tepat di belakang rumah korban ada jalan memutar dan bisa dilalui mobil, sehingga api tidak merembet ke bangunan lain,” katanya. Terkait penyebab kebakaran, Sugiartha mengatakan hal itu masih diselidiki aparat polisi. Dari keterangan saksi di lokasi, dugaan kebakaran itu disebabkan arus pendek pada instalasi listrik di rumah korban. (kmb38)

Buleleng Minta Hibah 39 Aset Pemprov Bali

ASET Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sampai tahun ini cukup banyak berada di Buleleng. Hal ini tidak lepas karena dalam perjalanan sejarah lalu, pemerintahan Bali pernah berpusat di Buleleng. Karena itu, di daerah Den Bukit itu bukan saja ada tanah, termasuk bangunan yang tersebar di Bali Utara. Lalu bagaimanakan harapan Pemkab Buleleng, terhadap aset aset yang statusnya masih milik Pemprov itu ? SEJAK pemerintahan dikembalikan ke Bali Selatan, aset itu dimanfaatkan Pemkab Buleleng dengan sistem pinjam pakai. Dengan sistem itu, pihak peminjam tidak bisa mengelola dengan baik. Bahkan, pemerintah daerah kesulitan ketika memperbaiki aset itu menggunakan anggaran pemerintah daerah. Atas kondisi itu, Pemkab Buleleng sedang memohon agar Pemprov Bali menghibahkan aset itu kepada pemerintah daerah. Alasan permohonan itu agar pemerintah daerah mudah dalam pemanfaatan aset tersebut. Dari hasil penelusuran di lapangan, Badan Keuangan Daerah (BKD) tadinya menemukan 40 bidang aset pemprov yang tersebar di beberapa lokasi. Setelah dikoordinasikan dan disurvei oleh pemprov, aset di Kecamatan Busungbiu itu, dokumen aset itu tercatat masih jadi satu dengan aset pemprov. Dengan demikian, ada 39 jenis aset yang tediri dari tanah dan bangunan yang dimohon untuk dihibahkan menjadi aset pemkab. Beberapa di antara aset itu saat ini ada yang difungsikan sebagai kantor instansi pemerintah. Seperti Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Balai Benih Ikan (BBI), dan gedung kantor instansi lain. Menindaklanjuti permohonan itu, Asisten Administrasi Umum yang juga Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng Gde Suyasa melakukan koordinasi ke Pemprov Bali. Sejak dahulu, Buleleng memanfaatkan puluhan aset itu dengan sistem pinjam pakai. Dalam perjalanan dan program pemutakhiran data aset, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menugaskan BKD memohon aset itu agar menjadi aset Buleleng dan tercatat dalam Kartu Identitas Barang (KIB).

Selain mencatat dengan baik keberadaan aset itu agar statusnya menjadi aset daerah. Juga agar Buleleng dapat mengelola aset itu dengan baik. Ketika pemerintah daerah akan melakukan pemeliharaan aset, dipastikan tidak lagi terganjal status aset yang selama ini di-

lakukan dengan pinjam pakai. Selama mengikuti sistem itu, pemeliharaan sering terhambat gara-gara status aset itu yang masih tercatat di pemprov. Tidak heran, akibat kondisi itu, bangunan tidak bisa direhab dan terpaksa dibiarkan rusak semakin parah. Plt. Kepala BKD Gede Suyasa didampingi Kepala Bagian (Kabag) Aset Made Pasda Gunawan, Selasa (9/4) kemarin, mengatakan, setelah mengajukan, pihaknya sekarang menunggu keputusan persetujuan pemprov. Ia berharap hal itu dapat disetujui, sehingga aset itu tercatat dengan baik, pemanfaatannya menjadi legal. Program pemeliharaan

atau pemanfaatannya lebih lanjut dapat dilakukan secara optimal. Paling tidak, setelah permohonan hibah itu disetujui, tidak lagi ada aset pemerintah yang tidak bisa diperbaiki atau dikelola karena terganjal status aset itu sendiri. “Semua aset itu masih berfungsi. Hanya menggunakan sistem pinjam pakai. Kita sekarang mohon menjadi aset daerah dan dicatat dalam KIB. Kemudian kita perbaiki atau dikelola dengan baik tanpa dihambat status. Seperti terganjal perbaikannya dan juga mengelola, karena asetnya masih milik Pemprov,” tegasnya. (mud)

Singaraja (Bali Post) – Sorotan DPRD Buleleng terkait realisasi dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung tahun 2018 ditanggapi Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. “Jatah” dana BKK yang selama ini diterima sudah sesuai perencanaan pembangunan. Dari awal, BKK itu diplot untuk membiayai pembangunan rumah layak huni khususnya kepada warga kurang mampu. Bupati Agus Suradnyana mengatakan hal itu Selasa (9/4) kemarin. Menurutnya, selama ini, BKK Badung sudah banyak membantu percepatan pembangunan di daerahnya. Selain dana BKK untuk biaya bedah rumah, Buleleng yang menerima BKK sebesar Rp 25 miliar untuk revitalisasi Pasar Banyuasri yang sudah disepakati dengan sistem multiyears. Dukungan besar BKK itu ke depannya ditegaskan Bupati akan terus dilakukan kerja sama. Alasannya, sesuai perencanaan pembangunan, pihaknya masih memerlukan sokongan dana BKK itu. Bupati mencontohkan, salah satu sasaran ke depannya adalah penanganan sektor pertanian terutama buah lokal asli Buleleng. “Kita bersyukur sudah banyak dibantu BKK Badung. Tidak saja untuk bedah rumah, BKK itu juga untuk menunjang objek pariwisata. Kita dibantu Rp 25 miliar untuk pembangunan Pasar Banyuasri. Ke depan, bantuan itu sangat kita perlukan menangani masalah pertanian buah asli Buleleng,” katanya. Peruntukan BKK itu kata Bupati sudah ditetapkan untuk membiayai bedah rumah kepada warga kurang mampu. Dengan sistem itu, Kabupaten Badung menyerahkan dana BKK dan penerimanya

ditugaskan memakai dana itu untuk membuatkan rumah layak huni bagi warga tidak mampu. Dengan demikian, tidak ada perubahan peruntukan dana itu. Kabupaten Badung memberikan BKK untuk bedah rumah. Dana itu harus tuntas per desa dan kecamatan. Setelah itu, baru dialihkan ke desa dan kecamatan lainnya, hingga program itu berjalan lima tahun. “Uang (BKK) untuk bedah rumah itu otomatis tidak ada perubahan permintaan dari Kabupaten Badung. Siapa yang menerimanya sudah diatur dan tuntas per desa dan kecamatan. Maksudnya tidak diberikan secara dipecah-pecah. Progam itu akan berlanjut selama lima tahun,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pembahasan LKPJ APBD 2018, DPRD Buleleng menemukan BKK yang dikucurkan Kabupaten Badung tahun 2018 belum terealisasi. Dalam APBD 2018 program bedah rumah itu dianggarkan dengan nilai total Rp 22,5 miliar. Nilainya Rp 50 juta untuk setiap Kepala Keluarga (KK) penerima. Rinciannya, Kecamatan Seririt 60 unit, Kubutambahan 68, Gerokgak 65, Sukasada 41, Tejakula 48, Sawan 55, Banjar 52, dan Kecamatan Busungbiu 51 unit. Dewan mempertanyakan hal itu pada jadwal pembahasan LKPJ selanjutnya. Setelah pembahasan pada tingkat komisi bersama tim pakar. Pembahasan itu berlanjut di tingkat gabungan komisi-komisi. Poin yang dipermasalahkan komisi yang membidangi hal itu adalah akan mempertanyakan saat pembahasan akan digelar dengan pihak eksekutif. Sedangkan, pembahasan finalnya dijadwalkan tanggal 26 April 2019. (kmb38)

Putu Agus Suradnyana.

Bali Post/kmb38

Telepon Penting BULELENG

Bali Post/dok

Gede Suyasa

SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng Polsek Tejakula Polsek Kubutambahan Polsek Sawan Polsek Singaraja Polsek Sukasada Polsek Banjar Polsek Seririt

3477 22713 22510, 21841 28541 23012 24900 22566 25791 93347 92450


GIANYAR

Rabu Kliwon, 10 April 2019

9

Aliansi Pedagang Ruko Pertanyakan Status Hak Tanah dan Bangunan

Gianyar (Bali Post) Pascamelayangkan surat pernyataan sikap ke Bupati Gianyar yang isinya “menolak” revitalisasi Pasar Umum Gianyar, puluhan pedagang yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Ruko di pasar itu akhirnya bertemu dengan pemerintah di Kantor Bappeda dan Litbang Gianyar, Selasa (9/4) kemarin. Pada kesempatan itu, 65 pedagang ruko menyampaikan keluhan terkait pengerjaan proyek yang dianggarkan dari APBD Induk 2019-2020 sebesar Rp 250 miliar itu. Dalam pertemuan itu, para pedagang ruko menyampaikan kekhawatirannya sekaligus mempertanyakan kejelasan proyek revitalisasi. Pasalnya, 65 pedagang ini secara historis telah mengais rezeki sekaligus bertempat tinggal dalam ruko berpuluh-puluh tahun. Para pedagang mempertanyakan status hak tanah maupun bangunan yang diwariskan secara turun temurun dengan konsep bangunan khas Belanda itu. Menurut kisah para tetua, ruko-ruko di Pasar Umum Gianyar tersebut telah ada sebelum ada Pasar. Hingga kini ruko tersebut dilanjutkan oleh generasi ke generasi, sehingga memiliki nilai historis, sosial dan ekonomi. “Yang namanya ekonomi perdagangan tidak

cukup dipandang dari sisi legal formal. Bagaimana haknya dan kewajiban pemilik toko dari generasi ke generasi, ada juga dijual. Tapi beberapa saya lihat generasi awal sampai sekarang masih di sana. Sekitar 20 tahun. Rasanya kurang adil kalau itu diambil,” ujar pemilik Toko Saritama, Riza Hisanudin dalam pertemuan itu. Guna memastikan status tanah itu, pihaknya meminta kejelasan dari pemerintah, apalagi bila dikorelasikan dengan rencana relokasi. “Kami butuh penjelasan status tanah seperti apa, kepastian relokasi, keamanan, dan masterplan revitalisasi. Pada intinya, bukan kami menolak, hanya ingin cari jalan terbaik,” jelasnya. Riza juga meminta pemerin-

tah agar membuat MoU dengan para pedagang. Terutama untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana hingga teknis penempatan kembali setelah pasar jadi. MoU ini dirasa penting mengingat cukup banyak proyek-proyek serupa mangkrak di tengah jalan. Sehingga para pedagang khawatir akan nasib mereka ke depan. “Maka dari itu, penting rasanya dibuatkan MoU, tercatat hitam diatas putih, kalau terjadi pelanggaran bisa mengingatkan satu sama lain,” katanya. Kepala Kantor Bappeda dan Litbang Gianyar yang juga Plt. Asisten II Pemkab Gianyar Gede Widarma Suharta didampingi Kadisperindag Gianyar Wayan Suamba

mejelaskan, sejumlah fakta secara dokumen bahwa tanah yang didirikan ruko tersebut merupakan aset pemda. Bahkan, catatan tertulis tersebut sudah dibuat sejak tahun 1988 silam. “Dari dokumen, yang ada hanyalah hak sewa-menyewa. Bukan kepemilikan. Bahkan hanya diperuntukkan untuk menjual barang-barang, bukan untuk tempat tinggal,” ujarnya. Lebih jelas disampaikan, status tanah Pasar Gianyar telah berubah sejak tahun 1988. Ditegaskan, ketika ada perda sewa-menyewa, semua kawasan tersebut dikategorikan tanah milik pemda. “Yang tinggal diwajibkan menyewa. Itu dilakukan dan diikuti. Kemudian ada SE, diperbaharui bahwa tanah masuk aset pemda disewakan pada pemilik toko. Ini kami baca dari dokumennya. Sudah tercatat sebagai aset pemda,” jelasnya.

Widarma Suharta menambahkan, Bupati Gianyar I Made Mahayastra tetap memperhatikan sejarah. Sehingga diberikan prioritas pada pedagang yang sudah menempati sejak lama. Diberikan hak prioritas menggunakan bangunan baru. “Sebenarnya pemda bisa saja menawarkan ke pihak lain, bahwa ini ada kesempatan memiliki toko. Tapi itu tidak dilakukan, melainkan memberikan prioritas pada pedagang lama. Tidak menghapus sejarah. Meskipun hak sewanya sudah habis, tanpa seleksi sudah masuk,” ungkapnya. Dari pertemuan itu, Widarma Suharta mencatat beberapa usulan yang akan disampaikan kepada orang nomor satu di Gianyar itu. Dikatakan, pada intinya para pedagang sudah mendukung renovasi Pasar Gianyar dengan cacatan usulan. Pertama, ada penilaian

terhadap nilai toko yang dibongkar agar dikompensasi dengan sewa toko di dalam. Kedua, ada MoU antara Bupati dengan pedagang yang isinya jaminan proses pembangunan berjalan sesuai rencana. MoU sampai proses pembangunan, perjanjian sewa menyewa resmi dibuat kembali seolah pasar jadi. Selanjutnya, poin ketiga

dalam penataan gambar, desain, sistem pengundian dan hal teknis lainnya agar dituangkan dalam MoU. Poin keempat, agar ada sosialisasi secara berkelanjutan. ”Semua ini akan kami laporkan ke pimpinan, kalau sudah ada jawaban tentu akan segera ada pertemuan lanjutan dengan para pedagang ini,” jelasnya. (kmb35)

MARI WUJUDKAN

PEMILU DAMAI Kepada Yth. Bapak/ Ibu Warga Kab. Badung di Tempat

PERTEMUAN - Suasana pertemuan pedagang ruko dengan Pemkab Gianyar di Kantor Bappeda dan Litbang Gianyar, Selasa (9/4) kemarin

BNNK Gianyar Gelar Bimbingan Teknis dengan ”Stakeholder” KEPALA BNN Kabupaten (BNNK) Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.Ip., M.M. membuka acara Bimbingan Teknis dalam Rangka Sinergitas Program Pemberdayaan Alternatif dengan Stakeholder di Padi Buffe and Ala’carte Saba Blahbatuh, Gianyar, Selasa (9/4) kemarin. Acara diikuti undangan sebanyak 20 peserta yang berasal dari OPD terkait di Kabupaten Gianyar, desa, dan lingkungan swasta yang ada di Kabupaten Gianyar. Dalam sambutan dan penyampaian materinya, Sukawiyasa menegaskan, Indonesia dalam kondisi darurat narkoba. Berbagai kegiatan perlu disinergikan dengan stakeholder yang ada di Kabupaten Gianyar. Dikatakan,

kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gianyar dalam tahun anggaran 2019. Sukawiyasa mengatakan, rongrongan narkoba yang terus terjadi baik berasal dari dalam maupun kiriman narkoba dari luar negeri yang dilakoni para sindikat narkotika, menjadi salah satu bahasan yang harus diwaspadai. Peran stakeholder sangat diperlukan guna bersama-sama aparat pemerintah melawan peredaran gelapnya. Pada kesempatan tersebut, Sukawiyasa juga menyampaikan berbagai kasus dan permasalahan narkotika yang ditangani aparat BNN. Ke depan dengan diselenggarakannya kegiatan ini,

diharapkan para stakeholder bisa bekerja sama aktif sesuai bidangnya dengan BNN Kabupaten Gianyar dalam pelaksanaan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kabupaten Gianyar. Pemateri Kedua adalah Kasi P2M BNNK Gianyar dengan penyampaian materi tentang daerah rawan narkoba. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan berbagai program kerja ke depan yang akan dilaksanakan di daerah rawan narkotika bersinergi dengan stakeholder yang ada di Kabupaten Gianyar. Sehingga program pemberdayaan masyarakat yang dicanangkan BNN di Kabupaten Gianyar dapat berjalan dengan baik. (bns)

Bali Post/ist

BNNK - Suasana acara Bimbingan Teknis dalam Rangka Sinergitas Program Pemberdayaan Alternatif dengan Stakeholder yang digelar BNNK Gianyar di Padi Buffe and Ala’carte Saba Blahbatuh, Selasa (9/4) kemarin.

Warga Denmark Tewas di Kamar Hotel

Gianyar (Bali Post) Wisatawan asal Denmark, Soren Camillo Byskov ditemukan tewas di kamar tempatnya menginap di seputaran Jalan Raya Hanoman, Kelurahan Ubud, Selasa (9/4) kemarin. Belum diketahui pasti penyebab tewasnya warga negara asing (WNA) berusia 51 tahun itu. Jasad korban kini sudah dititipkan di ruang jenazah RSUP Sanglah, Denpasar. Informasi yang dihimpun di lapangan, korban sempat dicari oleh pegawai hotel tempatnya menginap, karena sehari sebelum kejadian pemilik pasport 209470273 asal Randers, Denmark itu sempat memesan taksi untuk pergi ke Desa Kelilki, Kecamatan Tegallalang. Namun, hingga siang korban

tidak keluar dari kamarnya. Pegawai hotel kemudian mengetuk pintu kamar, namun tidak ada sahutan dari dalam. Pegawai hotel kemudian berinisiatif mengintip dari selasela jendela kamar. Pegawai hotel melihat korban tertidur hanya mengenakan celana pendek. Karena beberapa kali panggilan tidak dihiraukan, pegawai hotel tersebut berinisiatif untuk membuka pintu kamar menggunakan kunci cadangan. Di dalam kamar, korban didapati sudah tidak sadarkan diri, pihak pegawai hotel sempat membangunkan dengan cara menggoyang-goyangkan kaki korban. Namun korban tetap tidak bergerak. Hingga akhirnya pihak hotel memanggil petugas kesehat-

an dari Klinik Toya Medika. Dokter dari klinik tersebut menyebutkan korban sudah meninggal dunia. Kapolsek Ubud Kompol Nuryana membenarkan kejadian tersebut. Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Diperkirakan korban sudah meninggal dunia delapan jam sebelum dilakukan pemeriksaan oleh dokter,” ujarnya. Terkait penyebab kematian korban, kata Nuryana pihaknya masih menunggu hasilnya. Selanjutnya, jasad korban dibawa dan dititipkan di ruang jenazah RSUP Sanglah. Jasad korban dievakuasi oleh petugas, kemudian diangkut menggunakan ambulan dari PMI Gianyar. (kmb35)

Om Swatyastu Saya DRS. PANUDIANA KUHN, MM Calon anggota DPRD Provinsi Bali Partai Golkar, Nomor Urut 6, Dapil Badung, mengajak bapak/ibu dan anggota keluarga yang memiliki hak pilih untuk menyukseskan Pemilu 2019. Pada tanggal 17 April 2019 nanti, luangkan waktu sejenak untuk hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Pilih wakil-wakil terbaik untuk menyuarakan aspirasi bapak/ibu sekalian. Demikian himbauan kami. Semoga bapak/ibu sekeluarga sehat dan selalu diberikan kerahayuan. Om shanti, shanti, shanti, 0m... Hormat Saya, DRS. PANUDIANA KUHN, MM C.0000673-RPA-01


JEMBRANA

10

Rabu Kliwon, 10 April 2019

Simulasi Pencoblosan

Warga Kesulitan Melipat Surat Suara Negara, (Bali Post) KPU Jembrana, Selasa (9/4) kemarin menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS III Desa Budeng, Kecamatan Jembrana. Di TPS ini jumlah pemilih sebanyak 273 orang. Dari hasil simulasi terdapat beberapa catatan terutama kesulitan yang dialami pemilih melipat kembali kertas suara yang telah dicoblos akibat ukurannya yang besar. Ketua KPU Jembrana I Ketut Gede Tangkas Sudiantara didampingi anggota komisioner Ketut Adi Sanjaya mengatakan, simulasi ini digelar untuk mengetahui kendala yang dihadapi petugas KPPS saat proses pemungutan dan penghitungan suara. Tangkas juga mengatakan semua peralatan TPS, petugas KPPS hingga pemilihnya sesuai dengan yang sebenarnya. Hanya saja surat suara yang digunakan bukan surat suara yang asli namun menggunakan nama buah-buahan. Simulasi juga untuk mengukur waktu pencoblosan serta sejauh mana kesiapan petugas KPPS menjelang pemilu serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi petugas KPPS. Digelarnya simulasi, diharapkan nantinya ketika

hari H tiba para petugas KPPS sudah siap dengan tugas dan tanggung jawabnya masingmasing. Serta mampu menghadapi kendala saat proses pemilihan dan penghitungan suara. Menurutnya kendala awal masih ada kebingungan di KPPS terkait penghitungan suara. Bahkan saat simulasi itu, dibutuhkan waktu hampir satu jam saat mulai pembukaan kotak dan penghitungan surat suara di awal. Dari sisi pemilih, dari simulasi pemungutan suara di TPS, beberapa warga mengaku Pemilu tahun ini lebih ribet dibandingkan sebelumnya. Warga mengaku kebingungan dalam melipat kembali surat suara, lantaran ukuran surat suara yang cukup besar terutama surat suara untuk pemilihan DPR RI, DPRD Provinsi hingga

kabupaten kota. Guna menarik minat warga untuk mengikuti simulasi ini, KPU Jembrana memberikan suvenir berupa payung atau gelang tangan, nasi bungkus serta uang tunai Rp 100 ribu per orang. Divisi Teknis KPUD Jembrana I Ketut Adi Sanjaya mengatakan, dari 273, pemilih yang datang hingga pukul 12.00 sebanyak 219 orang atau 80 persen. Termasuk penyandang disabilitas satu orang. Salah seorang KPPS mengatakan, pemilih yang tidak datang karena bekerja di Denpasar. “Karena ini hanya simulasi sehingga mungkin yang kerja di Denpasar tidak datang. Nanti tanggal 17 April kan libur semoga mereka datang apalagi pas odalan juga di pura,” jelasnya. (kmb)

Pabrik Pengolahan Sabut Kelapa Terbakar Kerugian Ratusan Juta Rupiah Negara (Bali Post) Sebuah bangunan yang difungsikan sebagai gudang sekaligus pabrik pengolahan sabut kelapa di Desa Penyaringan, Senin (8/4) malam terbakar. Diduga api muncul dari percikan api aktivitas pengelasan mesin yang dilakukan di sekitar lokasi pada siang harinya. Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini, namun kerugian materi disinyalir hingga ratusan juta rupiah. Dari informasi yang dihimpun, api mulai terlihat sekitar pukul 21.30 Wita. Saat itu penjaga gudang yang sedang melakukan pengecekan ke gudang, melihat kobaran api sudah cukup besar dan dengan cepat meluas. Bahkan karena merembet ke jaringan listrik, panel listrik di lokasi pun ikut meledak. Tanpa pikir panjang, penjaga gudang langsung menelepon yang berwenang dan beberapa menit kemudian, mobil pemadam kebakaran (damkar) meluncur ke lokasi. Gudang pengolahan sabut kelapa milik Guntoro (49) di Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo itu terbakar hingga beberapa jam. Seluruh isi di dalam bangunan gudang seluas 36 m x 24 m itu ludes. Dari informasi di dalam gudang itu terdapat serat sabut kelapa 54 ton serta dua unit mesin pengolahan seharga Rp 300 juta. Akibat kebakaran itu diperkirakan kerugian mencapai lebih dari Rp 300 juta. Kasi Damkar Satpol PP Jembrana Kade Bagus Darmawan dikonfirmasi, Selasa (9/4) kemarin membenarkan adanya kebakaran yang ditangani damkar dari Pemkab Jembrana. Karena besarnya api dan luas, penanganan membutuhkan waktu sekitar 5 jam. Tim damkar menurunkan 3 armada dan menghabiskan sekitar 17 tangki air untuk memastikan api tidak kembali hidup. Kondisi gudang yang dipenuhi sabut kelapa ini sulit untuk ditangani lantaran mudah terbakar. (kmb26)

PEMADAMAN – Anggota dari Pemadam Kebakaran melakukan upaya pemadaman gudang sabut kelapa yang terbakar, Senin (8/4) malam.

Sempat Terjerat Jaring Nelayan

Seekor Penyu Sisik Dilepasliarkan di Perancak Negara (Bali Post) – Sejumlah masyarakat bersama kelompok pelestari penyu di Desa Perancak melepasliarkan seekor penyu ke pantai Selasa (9/4) kemarin. Penyu jenis Sisik ini sebelumnya sempat mendapatkan perawatan setelah ditemukan warga terjerat jaring nelayan di perairan Desa Perancak. Koordinator Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih Wayan Anom Astika Jaya mengatakan, upaya pelepasliaran penyu ini merupakan salah satu bentuk melestarikan penyu dari kepunahan. Kelompok yang dirintis para nelayan dan mantan pemburu penyu ini, di samping melakukan aktivitas penangkaran dan melepasliarkan tukik

(anak penyu), juga melakukan rehabilitasi penyu-penyu dewasa yang ditemukan terdampar di pesisir Jembrana. “Penyu ini merupakan salah satu biota laut yang terancam punah. Berbagai upaya kita lakukan untuk melestarikan penyu ini. Salah satunya pelepasliaran penyu dewasa yang sebelumnya tak sengaja terjerat jaring nelayan ini,” ujar Anom. Namun, diakui pria asal Perancak ini, selain upaya pelestarian ini, disinyalir masih ada tindakan oknum yang bertentangan dengan pelestarian. Seperti penangkapan liar penyu untuk keperluan konsumsi. Hal ini menurutnya perlu dilawan dan diperangi bersama. Di samp-

ing itu, ancaman lain adalah rusaknya habitat penyu. Sementara itu, penyu yang dilepasliarkan kemarin menurut Anom terjerat jaring ikan nelayan sekitar dua minggu lalu. Kelompok sangat mengapresiasi nelayan yang membawa penyu tersebut. Saat ditemukan nelayan, kondisi penyu terlihat kurang sehat dan harus mendapatkan perawatan dan pemulihan. Setelah beberapa hari dilakukan pemulihan, akhirnya penyu ini sudah dinyatakan bisa dilepaskan. Dari pihak Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Resort Jembrana juga telah mengecek dan memberikan tagging (penanda) penyu yang dilepasliarkan tersebut. (kmb26)

DILEPASLIARKAN – Seekor penyu yang sebelumnya terjerat jaring nelayan akhirnya dilepasliarkan di Perancak, Selasa (9/4) kemarin.

SIMULASI - KPU Jembrana menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS III Desa Budeng, Kecamatan Jembrana.

Rapat Paripurna VI Masa Persidangan II

DPRD Bacakan Rekomendasi LKPJ Bupati

RAPAT Paripurna VI masa persidangan II tahun sidang 2018/2019 berlangsung di gedung pertemuan DPRD Kabupaten Jembrana, Selasa (9/4) kemarin. Paripurna yang mengagendakan keputusan DPRD tentang rekomendasi atas laporan pertanggungjawaban Bupati (LKPJ), dipimpin Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa. Di hadapan peserta rapat paripurna, keputusan DPRD tentang rekomendasi atas LKPJ Bupati tahun 2018 yang dibacakan Wakil Ketua DPRD I Wayan Wardana disebutkan anggaran belanja daerah dari tahun ke tahun senantiasa mengalami peningkatan sejalan dengan tren peningkatan realisasi pendapatan daerah. Tahun 2018 belanja daerah dipasang sebesar Rp 1.309.738.139.789,06 terealisasi sebesar Rp 1.207.106.319.875,05 atau sebesar 91,53 persen. Realisasi belanja tahun 2018 mengalami kenaikan dibandingkan realisasi belanja tahun 2017. Target sebesar Rp 1.268.899.677.988,72 direalisasikan sebesar Rp 1.038.821.462.736,68 atau 81,87 persen. Begitu halnya dengan belanja dari sisi alokasi belanja langsung yang memiliki porsi yang lebih

besar dibandingkan dengan belanja tidak langsung. “Beberapa tahun terakhir ini alokasi belanja langsung, khususnya belanja modal ada trand kenaikan dibandingkan dengan belanja barang dan jasa. Ini merupakan kebijakan belanja daerah yang sangat produktif, karena lebih banyak untuk kebutuhan infrastruktur dan fasilitas publik,” ujar Ketua DPRD I Ketut Sugiasa. Lebih lanjut Sugiasa me-

nyebutkan dalam rekomendasi DPRD, pemerintah daerah agar mencari formula serta sistem penyerapan belanja daerah agar lebih maksimal, sehingga dapat mempercepat perputaran roda perekonomian. “Sudah saatnya beralih paradigma dari money functions ke money follows programs. Paradigma lama berorientasi kepada output sebagai sasaran tujuan dan implikasinya kepada tingkat daya serap anggaran,

RAPAT PARIPURNA – Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa didampingi Wakil Ketua DPRD I Wayan Wardana berjabat tangan dengan Bupati Jembrana I Putu Artha saat rapat paripurna dengan agenda rekomendasi DPRD atas LKPJ Bupati.

sedangkan paradigma baru berorientasi kepada outcome dan impact yakni, kebermanfaatan penggunaan anggaran bagi stakeholder terutama masyarakat,” tegas Sugiasa. Sementara Bupati I Putu Artha mengatakan berkat kerja keras, respons positif serta dukungan maksimal dari DPRD dan para stakeholder sehingga tahun 2018 telah berhasil mencapai sebagian besar indikator kinerja yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. “Meski sebagian besar dari semua indikator berhasil kita capai. Kami juga menyadari bahwa apa yang telah kita capai kiranya masih jauh dari sempurna,” aku Bupati Artha. Hal tersebut menurut Bupati disebabkan berbagai kendala dalam penyelenggaraan pemerintahan. “Kita sadar, kendala itu tidak semuanya berasal dari kelemahan internal, namun juga ada beberapa yang dipengaruhi oleh faktor eksternal yang di luar jangkauan, kewenangan dan kemampuan kami selaku penyelenggara pemerintahan daerah. Kami tetap akan berkomitmen untuk terus memperbaiki kinerja penyelenggaraan pemerintah,” pungkas Bupati. (ad391)


KARANGASEM

Rabu Kliwon, 10 April 2019

11

Jelang KAPWK dan IBTK ’’Kasineb’’

’’Pamedek Tangkil’’ ke Besakih Mulai Landai Amlapura (Bali Post) Upacara Karya Agung Panca Wali Krama (KAPWK) dan Ida Batara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Besakih tinggal beberapa hari lagi akan berakhir. Ida Batara kasineb Jumat, 12 April nanti. Menjelang akhir-akhir pelaksanaan karya, jumlah pamedek yang melakukan persembahyangan mulai landai. Sekretaris Karya Aji Mangku Putu, Selasa (9/4) kemarin mengungkapkan, menjelang pelaksanaan karya yang kasineb 12 April nanti, jumlah pamedek yang tangkil masih tetap ramai. Hanya, jumlah pamedek yang tangkil tidak sebanyak pekan lalu. Saat itu, umat berdesak-desakan hampir di seluruh pintu masuk Pura Penataran Agung. “Pamedek yang tangkil

masih terus berdatangan, tetapi tidak seramai pekan lalu. Hari ini, pamedek yang tangkil landai. Ini wajar, pamedek tak sebanyak pekan lalu sebab upacara menjelang akhir. Upacara nganyarin tetap berjalan seperti biasa. Penganyar dari provinsi berlangsung pukul 11.00 Wita,” ujarnya. Aji Mangku Putu mengimbau para pamedek yang belum sempat tangkil ngaturang bhakti, bisa tangkil sekarang

ini. Jika tangkil sekarang ini, tidak sampai antre lama, hingga berjam-jam sampai ke Pura Penataran Agung. Alasannya, pamedek yang tangkil ramai lancar. “Kalau pekan lalu, pamedek membeludak. Karena itu, para bakta perlu antre cukup lama agar bisa masuk ke Pura Penataran Agung. Tetapi kalau sekarang bisa langsung masuk. Tidak ada antrean lagi,” katanya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

TANGKIL - Pamedek saat tangkil ke Pura Penataran Agung menjelang upacara kasineb Jumat (12/4) nanti.

Minim, Minat Warga Jadi Buruh Panen Padi

Pilih Beralih Jadi Tukang Bangunan Bali Post/kmb41

KEBUT LOGISTIK - KPU Karangasem mengebut persiapan logistik pemilu sebelum didistribusikan ke desa-desa.

Logistik Pemilu Didistribusikan H-3 Pencoblosan

Terkendala Penyaluran ke Daerah Terpencil Amlapura (Bali Post) Persiapan logistik pemilu terus dikebut oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem. Agenda penyaluran logistik ke masingmasing kecamatan akan dilakukan H-3 pencoblosan. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana mengatakan hal itu, Selasa (9/4) kemarin. Menurutnya, persiapan seluruh logistik pemilu sudah mendekati rampung. Tetapi sejauh ini, petugas terus mengebut persiapan seperti memasukkan surat suara dan lainnya ke kotak suara sesuai kotak suara pemilihan presiden dan wakil presiden, DPD, DPR-RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten. “Persiapan surat suaranya hampir rampung. Di sisa waktu yang ada, kita terus kebut persiapan logistik sebelum siap didistribusikan nantinya,” ujarnya. Terkait pengamanan saat

pendistribusian logistik pemilu itu, kata Krisna, pihaknya telah memohon bantuan kepada kepolisian untuk mengawal logistik hingga ke masing-masing kecamatan. Nantinya, logistik itu akan disimpan di kantor camat. Selanjutnya, logistik itu didistribusikan ke kantor desa di masing-masing kecamatan. Waktu pendistribusian logistik itu akan dilakukan H-3 pencoblosan. “Pengamanan logistik pemilu di kantor desa, selain meminta bantuan petugas kepolisian, kita juga meminta bantuan Hansip, Babinsa, dan KPPS. Sehingga logistik pemilu itu benar-benar aman, tidak ada masalah saat pencoblosan 17 April nanti,” tegasnya. Dalam pendistribusian logistik nanti, kata Krisna, memang akan menemui sejumlah kendala. Di antaranya masalah cuaca. Pasalnya, sampai saat ini masih ber-

potensi turun hujan. Termasuk, lokasi sulit untuk ditempuh, pada sejumlah TPS khususnya di daerah atas dan terpencil. Seperti di Ban, Jatituhu Kubu, di daerah itu memang medannya sulit dilewati kendaraan roda empat. Pihaknya berencana menyalurkan logistik itu mempergunakan sepeda motor. “Pendistribusiannya di lapangan memang sedikit ada kendala. Kalau daerah lain akses jalannya dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika seperti itu, pasti tidak ada masalah,’’ ujar Krishna. Untuk pendistribusian di Karangasem, jika tidak bisa memakai kendaraan roda empat, maka kita akan pergunakan sepeda motor untuk mengangkut logistik itu. Pendistribusiannya kata Krisna, tetap dikawal petugas kepolisian hingga ke daerah tujuan. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Dalam pakem Bali, proses memanen padi itu biasa disebut dengan aktivitas manyi. Manyi itu adalah suatu usaha melakukan panen padi dengan cara bergotong royong. Namun, belakangan ini, tradisi memanen padi secara bersama-sama itu mulai minim dilakukan para petani. Kondisi seperti itu membuat semakin sulit mencari buruh panen padi itu. Alasannya, kebanyakan warga sudah beralih ke pekerjaan lainnya. Pertimbangannya dari segi mendapatkan hasil dianggap lebih jelas dan lebih cepat. Petani asal Desa Abang I Made Ariana mengatakan Selasa (9/4)

kemarin, belakangan ini memang kian sulit mencari buruh panen padi. Kata dia, biasanya warga yang ikut memanen padi secara bergotong royong itu mulai beralih pekerjaan. Tidak sedikit mereka menjadi buruh proyek atau buruh bangunan. Alasannya, penghasilannya yang diperoleh cenderung lebih pasti. “Fenomena seperti itu bahkan sudah terjadi sejak tiga tahun lalu. Sekarang semakin sulit mencari buruh panen padi,” ujarnya. Petani lainnya, Dewa Gede Raka, mengatakan hal senada. Menurutnya, belakangan ini memang se-

makin minim mendapatkan tenaga untuk melakukan gotong royong panen padi itu. Hal itu disebabkan petani lebih memilih bekerja sebagai buruh bangunan, atau buruh lainnya. Pilihan pada profesi lainnya karena cenderung menghasilkan uang lebih cepat. Dengan menjadi buruh bangunan, penghasilan yang diperoleh jelas. “Hanya beberapa petani yang bertahan menjadi buruh panen padi. Petani lainnya memilih pekerjaan lain yang penghasilannya dipercaya lebih pasti,” katanya. Dengan minimnya b u r u h

panen padi itu, dirinya berharap ada bantuan alat panen padi diberikan pemerintah kepada subak-subak. Sehingga, hal itu dapat mempermudah para petani ketika mereka hendak memanen padinya. “Jika alat panennya sudah ada, maka pastinya para petani sedikit akan terbantu,” harapnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PANEN PADI - Petani saat memanen padi dengan cara bergotong royong di Abang, Karangasem.

Digelontorkan DD Rp 78 Miliar Lebih

Pemberdayaan Masyarakat Jadi Prioritas Program Kabupaten Karangasem tahun 2019 mendapatkan Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat Rp 78.781.974.000. Kucuran jumlah dana desa itu termasuk mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 64.239.619.000. Dengan dana sebesar itu, lalu di sektor manakah dijadikan prioritas pembangunan oleh pihak pemkab itu?

Bali Post/kmb41

Komang Agus Sukasena

KADIS DPMD Karangasem Komang Agus Sukasena, Selasa (9/4) kemarin mengungkapkan, bantuan

DD untuk Karangasem itu memang mengalami peningkatan dari tahun lalu. Peningkatan alokasi DD yang

diberikan itu merupakan kebijakan pemerintah pusat. Pada tahun 2019, Karangasem mendapatkan dana desa (DD) dari pemerintah pusat Rp 78.781.974.000. Jumlah ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang jumlah DD-nya Rp 64.239.619.000. Untuk menyalurkan bantuan DD ke-78 desa yang tersebar di Karangasem itu, kata Sukasena nilainya tidak sama antara satu desa dengan desa lainnya. Penyaluran DD itu diberikan berdasarkan sejumlah indikator. Param-

eternya adalah dengan cara mempertimbangkan jumlah penduduk, angka kemiskinan yang tinggi termasuk luas wilayah, dan indeks kesulitan geografis yang ada di setiap desa. “Bagi desa-desa yang jumlah penduduk miskinnya tinggi, maka bantuan DD yang diberikan pasti akan jauh lebih besar,’’ ujarnya. Mekanisme penyalurannya melalui tiga tahap. Tahap pertama 20 persen, tahap kedua 40 persen, dan tahap ketiga 40 persen. Jadi,

jika laporan realisasi tahap pertama sudah mencapai 20 persen, baru bisa dilanjutkan mengamprah anggaran untuk agenda program tahap selanjutnya. Pelaksanaan kegiatan melalui DD itu harus berpedoman pada aturan yang telah ditentukan. Pembangunan dari DD itu diprioritaskan untuk bidang pembangunan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa. Jelas pelaksanaan pembangunan itu diutamakan secara swakelola dengan menggunakan sum-

ber daya/bahan baku lokal. Diupayakan lebih banyak dapat menyerap tenaga lokal dari masyarakat setempat. Dengan cara itu, diharapkan roda perekonomian masyarakat menjadi lebih menggeliat. “Bantuan DD ini untuk pembangunan di desa. Pembangunan itu tujuannya peningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa, meningkatkan kualitas hidup warga dan penanggulangan kemiskinan,” tegas Sukasena. (nan)


KLUNGKUNG

12 SOSOK

Rabu Kliwon, 10 April 2019

Jumlah Membengkak

”Relationship” dan Kualitas

MASYARAKAT akan menghadapi pemilu serentak, 17 April nanti. Masyarakat dituntut mampu melihat sosok yang dianggap bisa mewakilinya, khususnya untuk calon legislatif (caleg). Ada dua faktor untuk melihat sosok wakil rakyat yang ideal, yakni kualitas dan relationship-nya kepada publik. Ini ditekankan anggota DPRD DPRD Klungkung A.A. Gde Sayang Suparta, Selasa (9/4) kemarin. Menurutnya, sekaranglah kesempatan masyarakat menentukan pilihan, untuk menentukan proses dan arah pembangunan lima tahun ke depan. Sebab, dari fungsi budgeting, legislasi dan pengawasan yang diamanatkan undang-undang kepada lembaga dewan, juga amat menentukan bagaimana kualitas pembangunan daerah secara fundamental. Dia menegaskan kualitas ketokohan harus dapat dilihat secara utuh, baik dari sisi relationship-nya maupun kualitasnya secara personal dalam mengawal dan mengkritisi kebijakan pemerintah, agar sesuai dengan semangat pembangunan. Dikatakan, siapapun yang terpilih nanti, menurutnya harus mampu menunjukkan kualitas sebagai wakil rakyat, yang serius mencermati setiap program pemerintah agar memilih arah dan hasil yang jelas hingga ke tingkat lapisan terbawah masyarakat. Sehingga, peran serta legislatif ke depan kian dirasakan publik. (gik)

Bupati Minta Verifikasi Usulan Bedah Rumah Semarapura (Bali Post) Setelah diperingatkan untuk segera merampungkan data usulan bedah rumah dan rehab rumah, seluruh desa akhirnya merampungkan seluruh usulannya kepada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Selasa (9/4) kemarin, mengatakan ada sebanyak 1.000 bedah rumah dan 2.000 rehab rumah. Untuk memastikan usulannya tepat sasaran, Bupati Suwirta memerintahkan Dinas Sosial untuk turun melakukan verifikasi. Kalau semua usulan itu langsung dipenuhi, dikatakan sesuai hitungan awal akan membutuhkan anggaran

sebesar Rp 30 miliar. Verifikasi penting, untuk memastikan penerima bantuan tepat sasaran. “Setelah dilakukan verifikasi, saya perkirakan cukup banyak yang tidak memenuhi syarat. Paling tidak sesuai perkiraan saya kedua program ini menghabiskan anggaran Rp 20 miliar,” tegas Suwirta. Pihaknya juga sudah menginstruksikan Sekda Klungkung Gede Putu Winastra, untuk menganggarkan penanganan program ini, agar tuntas tahun depan. Pihaknya menegaskan, program penanganan kemiskinan ini segera dapat dituntaskan. Sehingga pada sisa masa jabatan periode kedua ini, pihaknya bisa fokus pada pemberdayaan dan infrakstruktur.

Bupati Suwirta mengakui, kalau menggenjot penuntasan program bedah rumah dan rehab rumah, tentu ada pos anggaran lain yang harus terpangkas. Dia menegaskan, pemangkasan akan dilakukan pada pos anggaran infrastruktur yang tidak terlalu fundamental. Dia mengaku sudah memperhitungkan itu, bahwa sedikit lebih fokus pada bedah rumah dan rehab rumah, sebagai upaya pemenuhan hak dasar warga miskin, tidak akan terlalu mengganggu pos anggaran. “Penuntasan program ini, bukan main-main lagi. Kami fokus tahun depan, bedah rumah dan rehab rumah tuntas. Kalau setelah itu ada muncul lagi, berarti ada yang salah dari usulan yang dikirimkan

Sudah Dipasangi Portal

Bali Post/kmb31

SIMULASI - Warga Desa Tusan saat mengikuti simulasi pencoblosan.

Simulasi Pemilu

Pemilih Bingung Coblos Lima Surat Suara dari sosialisasi yang sudah berjalan hampir di seluruh Klungkung. Pihaknya ingin mengimplementasikan apa yang diberikan pada saat bimtek dan evaluasi, sejauh mana daya serap KPPS, PPK maupun PPS. Hasil sosialisasi ini memperlihatkan bahwa, masyarakat rata-rata membutuhkan waktu cukup lama di dalam bilik suara. Lamanya di bilik suara, membuat total waktu yang dibutuhkan pemilih dari tiba di TPS sampai selesai memilih, bisa mencapai 45 menit sampai satu jam. “Target dari dipanggil hingga memilih paling lama 30 menit. Tadi nyatanya dari pendaftaran sampai pulang bisa 45 menit sampai 1 jam. Di dalam bilik saja, bisa lebih dari lima menit,” katanya. Tidak hanya bingung saat memilih, usai mencoblos, banyak yang keliru dalam memasukkan surat suara sesuai warnanya. Padahal, sebelum memasukkan sudah dipandu oleh petugas PPS yang menjaga dan mengarahkan di sekitar kotak suara. Hasil ini sedikit menjadi catatan, di mana proses sosialisasi KPU belum mampu memberikan pemahaman sepenuhnya kepada masyarakat dalam teknis memilih. Ini pula yang menjadi kekhawatiran banyak pihak, dengan sistem pemilu serentak ini, karena masyarakat di desa-desa nampak belum siap dengan sistem pemilihan seperti itu. (kmb31)

dengan sungguh-sungguh, agar penerima bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial yang bisa memicu munculnya masalah baru. (kmb31)

” Setelah

dilakukan verifikasi, saya perkirakan cukup banyak yang tidak memenuhi syarat. Paling tidak sesuai perkiraan saya kedua program ini menghabiskan anggaran Rp 20 miliar.” Bupati Suwirta

Aktivitas Penambang Liar Masih Marak di Eks Galian C

Semarapura (Bali Post) Meski sudah dipasangi portal pada pintu masuk eks galian C Gunaksa, aktivitas tambang liar rupanya masih marak. Ini dibuktikan saat Satpol PP Pemkab Klungkung sidak langsung ke tempat tersebut, Selasa (9/4) kemarin. Hasilnya, petugas gagal menciduk pelaku, tetapi hanya menemukan sekop dan alat pengayaknya.

Semarapura (Bali Post) Sebagai implementasi sosialisasi pemilu serentak, KPU Klungkung melakukan simulasi pencoblosan, Selasa (9/4) kemarin. Simulasi dipusatkan di TPS 006 Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan. Simulasi ini memperlihatkan banyak warga setempat nampak belum siap melakukan pencoblosan. Sebab, setelah menerima lima surat suara, rupanya masyarakat bingung saat berada di bilik suara, untuk menentukan pilihan presiden, DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPD Bali. Ada sebanyak 295 pemilih di TPS tersebut. Proses simulasi dilakukan layaknya suasana TPS saat pencoblosan, dimulai dari pukul 07.00 Wita sampai 13.00 Wita. Setelah menerima surat suara dan masuk ke bilik suara, di sinilah baru terlihat masyarakat bingung, karena membutuhkan waktu cukup lama untuk mencoblos. Sebagian besar warga mengaku kesulitan melihat gambar partai dan calegnya. Demikian juga tulisan pada surat suara, juga amat kecil-kecil. Ada juga yang mengaku kesulitan melipat kembali surat suaranya, karena ukurannya yang cukup besar. Salah satu warga Wayan Rasni, mengakui sulit mencari nama caleg pilihannya, karena tulisannya dianggap terlalu kecil. Demikian juga Wayan Sarna, mengaku bingung saat berada di bilik suara. Gambar partai dan nama-namanya, dikatakan terlalu kecil. Padahal, setiap pemilu dia selalu menggunakan hak suaranya dengan mencoblos. Sehingga, mencoblos seharusnya bukan hal baru baginya. “Padahal sudah biasa mencoblos, tetapi sampai di bilik jadi tegang saat pegang lima surat suara. Saat buka jadi bingung karena hurufnya kecil-kecil sekali,” katanya. Tidak hanya pemilih yang sudah berkali-kali memilih yang bingung, pemilih milenial di kalangan anak muda, rupanya juga menghadapi persoalan serupa. Salah satunya, Sang Ayu Made Ernita Sari, sebagai pemilih pemula, juga mengaku kesulitan melakukan pemilihan. “Simulasi saja sudah ruwet, apalagi mencoblos beneran,” katanya. Salah satu Komisioner KPU Klungkung Gede Suka Astreawan menegaskan simulasi ini sebagai implementasi

desa,” tegasnya. Keseriusan dalam menuntaskan bedah rumah dan rehab rumah ini cukup menjadi langkah berani pemerintah daerah. Sebab, pada tahun lalu Pemkab Klungkung hanya menggarap 80 unit bedah rumah dan 47 rehab rumah. Jumlah ini cukup kecil, bila dibandingkan dengan total usulan dari seluruh desa yang sudah masuk ke Dinas Sosial. Anggota DPRD Klungkung Komang Suantara menyatakan, juga mendukung penuh penuntasan program ini tahun depan. Pihaknya siap mengawal dalam proses penganggarannya nanti di lembaga dewan. Namun, dia menegaskan proses verifikasinya ke lapangan harus dilakukan

Bali Post/kmb31

PORTAL - Pintu masuk utama areal eks galian C yang sudah dipasangi portal. Tetapi, aktivitas tambang liar masih terjadi.

Kasat Pol PP Pemkab Klungkung Putu Suarta enggan menyebut sidaknya ke lokasi eks galian C itu telah bocor. Sebab, sidak itu benarbenar dilakukan spontanitas usai apel sekitar pukul 09.00 Wita. Tidak ada perencanaan apa pun sebelumnya. Ketika sidak berlangsung, tidak seorang pun penambang ada di lokasi. Satpol PP nampak serius menyikapi aktivitas penambangan liar ini, sekaligus menyelidiki lebih jauh, bagaimana para pelaku melakukannya. Padahal, pintu masuk utama sudah dipasangi portal. Apakah ada pintu masuk lain sebagai akses keluar masuk pelaku dan truknya, Suarta mengaku belum tahu. Tidak tanggung-tanggung, jumlah personel Satpol PP yang turun ke eks galian C mencapai 20 personel. Selain sekop dan pengayak pasir, petugas juga menemukan sejumlah tumpukan pasir yang sudah siap angkut. Petugas sedang mendalami kondisi di sekitar areal itu. Sebab, masih ada jejak ban truk yang bisa menjadi petun-

juk dari mana lagi akses keluar masuk truk pengangkut pasir pelaku. Meskipun tidak dapat mengamankan para penambang pasir liar, petugas Satpol PP mengamankan 12 alat pengayak termasuk beberapa skop yang diduga kuat menjadi milik para penambang pasir liar. Melihat kondisi demikian, Suarta menegaskan akan terus melakukan sidak di seluruh areal eks galian C. Kalau pun harus kucing-kucingan, ini harus terus dilakukan, untuk mencegah agar aktivitas tambang liar ini tidak semakin marak lagi. Untuk diketahui, portal dipasang baik pada eks galian C Gunaksa maupun di Tangkas. Menurut Putu Suarta, ini sebagai langkah preventif, agar para penggali liar yang masih membangkang di lokasi eks galian C Tangkas maupun Gunaksa, tak bisa berkutik lagi. Upaya ini untuk menekan adanya pelanggaran. Sebab, sebagai lokasi eks galian, di sana jelas sudah tidak diperbolehkan lagi melakukan segala aktivitas galian C. (kmb31)

harus sepengetahuan polisi dan bawaslu,” tegasnya. Untuk kecamatan lainnya, seperti Kecamatan Dawan dengan jumlah TPS 118, proses distribusi logistik akan dilakukan pada 15 April. Total ada sebanyak 590 kotak suara. Sedangkan, Banjarangkan dengan jum-

lah TPS 129 dan Klungkung 182 TPS, distribusi logistik dilakukan pada 16 April. Banjarangkan sebanyak 645 kotak suara dan Klungkung 910 kotak suara. Jumlah DPT Klungkung ada 160.080 pemilih. Tetapi, ada juga DPTb (tambahan) dan DPK (Daftar Pemilih Khusus). KPU Klungkung belum siap memberi penjelasan terhadap jumlah kedua sumber data itu. Khusus untuk DPK, Lanang Mega Saskara mengatakan, jumlah pemilih yang keluar Klungkung, dikatakan lebih banyak daripada yang datang dari luar untuk memilih di Klungkung. DPK ini dikatakan berasal dari pemilih yang tidak terdaftar, bisa menggunakan hak memilihnya dengan cara menunjukkan KTP, setelah pukul 12.00 Wita. “Kalau pemilih dari luar Klungkung, terpaksa memilih di Klungkung karena tugas tertentu, maka dia hanya mendapat tiga surat suara, surat suara Pilpres, DPR-RI dan DPDRI,” tegasnya. (kmb31)

H-3 Pemilu, KPU Distribusikan Logistik ke Nusa Penida

Semarapura (Bali Post) KPU Klungkung terus mempersiapkan logistik menjelang pemilu serentak, 17 April mendatang. Proses pelipatan surat suara cadangan masih berlangsung di GOR Swecapura Klungkung. Di tempat ini pula, seluruh logistik pemilu tersimpan rapi dan siap dikemas untuk selanjutnya didistribusikan ke seluruh desa. Rencananya, proses distribusi baru akan dilakukan pada H-3 pencoblosan. Ketua KPU Klungkung Gusti Lanang Mega Saskara, Selasa (9/4) kemarin, mengatakan kecamatan yang pertama kali disasar adalah Nusa Penida. Proses distribusi logistik ke Nusa Penida akan dilakukan pada 14 April nanti, menggunakan truk, kemudian diangkut menggunakan Kapal Roro dari Pelabuhan Padangbai menuju Nusa Penida. Total logistik ke Nusa Penida dengan jumlah TPS 190, sebanyak 950 kotak suara (satu TPS lima kotak suara) yang

di dalamnya berisi seluruh kelengkapan logistik pemilu dalam kondisi tersegel. “Logistik tak lagi mampir ke kantor camat, melainkan langsung didistribusikan ke seluruh desa di sana,” katanya. Logistik di dalam kotak suara, antara lain kelengkapan di TPS, surat suara dalam sampul tersegel, sampul untuk formulir model C-1, sampul surat suara sah, tidak sah, tidak digunakan, rusak/keliru dicoblos, dan salinan model C-1, serta formulir model C-1 plano dan satu bendel salinan formulir C-1. Sementara logistik di luar kotak suara, antara lain berupa tanda pengenal KPPS dan petugas ketertiban, tanda pengenal saksi, lem, pena, spidol besar, daftar pasangam calon, DCT DPR-RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, salinan DPT, DPTb dan DPK, formulir model C-7 serta bilik suara. Proses distribusi nanti dipastikan akan dikawal penuh petugas kepolisian

maupun Bawaslu Kabupaten Klungkung. Tidak hanya saat distribusi, pihak kepolisian sudah siaga penuh menjaga keamanan tempat logistik selama 24 jam. Mengerahkan 4-6 personel setiap hari ditambah petugas patroli. “Jangankan distribusi, sedikit saja logistik kita bergeser,

Bali Post/kmb31

SURAT SUARA - Ketua KPU Klungkung Gusti Lanang Mega Saskara saat membantu melipat surat suara cadangan di GOR Swecapura Klungkung.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Kliwon, 10 April 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Administrasi Penjualan (Tabanan), bisa Komputer & Bahasa Inggris,Pengalaman,Apply to Call Ms Dewi Hp.081236222509

B.BP.031.04.19.0000379

Dicari Kasir,Kepala Toko,Pramuniaga.Gaji Oke+Bonus ke 13 CV.Dayuhsini 081939084292

B.BP.001.04.19.0000235

***Dcr Bag.Admin,Gdg,Peg.Toko, Bs Compt,Pnglmn Krj,Lincah.Bag Srbtn,Sopir,SaridanaV/8, Serius Krja:087860180816,HanyaWA/SMS

B.BP.001.04.19.0000356

*Dicari Segera Tenaga Therapist Hub.081338516804 B.BP.166.04.19.0000387

Dicari tenaga untuk Staff Pembukuan pendidikan SMK/ Diploma/Sarjana Akuntansi, umur maks 25 th tidak merokok. Lamaran dibawa langsung ke Jl.Kepundung 67A Denpasar G.01

*Job Australi Korea Jepang WA: 08563925015 FB:KadekKizunaBali

B.BP.166.04.19.0000386

Butuh Tenaga Kerja Wanita utk Toko Kain di Dps.Telp:224365

B.BP.001.04.19.0000341

Cr Kolektor,Sopir,Tng Srbtn,Jl. Skr Tunjung XIIB/123AA, 467606

B.BP.001.04.19.0000365

Dbth Tng Produksi u/Percetakan Laki2.Hub.Diponegoro 51,228872

B.BP.001.04.19.0000181

Dcr PRT Tinggal dlm, Gaji 2Jt Hp.08123829539

Dcr Karywan Apotik&Optik Sekar Laki2,Min SMA IPA Umur Max26Th KTPBali,SIM A.Hub:085100636609

Dcr Sopir u.Proyek SIM A,Gaji+ Bonus.Blh Tdr dlm 087861548333

B.BP.001.04.19.0000348

B.BP.004.04.19.0000369

Admin,Kasir&Serabutan Wnt.GP, UMkn,TKes.Lam Jl.G.Andakasa 35 Gatsu Brt 9004805/08123817910

Dicr Karyawan/ti u/Rumah Makan Min SMK Usia Max35Th.Lam Lgs: Jl.P.Maluku 2/1 Dps,Tlp:235246

B.BP.001.04.19.0000317

B.BP.154.04.19.0000376

B.BP.001.04.19.0000357

BIRO JASA

Dcr Supir Peng Mobil Mewah DaerahKesiman Gj2,1Jt/08123850501

B.BP.101.04.19.0000373

Marketing,Telemrkting,Tkg Las, Receptionist.Hub: 085103167222

B.BP.001.04.19.0000187

Pngawas Proyek&Drafter min.STM CV:gentaproperty108@gmail.com

B.BP.001.04.19.0000380

Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal dalam untuk Rumah Imam Bonjol Dps.Gaji 2Jt SMS WA 0816571027

B.BP.004.04.19.0000368

Punya Kend.Motor, Mau Kerja Keras,Jual Nasi Bks Babi.Minat Hub: 0817380273 , 0811380273

B.BP.004.04.19.0000367

Dicr Penunggu Kost Elit Laki2 Min SMP Bklrga Max35Th.KTP Bali SIM A,Tdr Dlm HP:085100636609

DIJUAL MOBIL

Hotel Di Sanur Membutuhkan Staff House Keeping & Food Beverage Hb:0361-288446 Urgent

Feroza’1995 Mrh Mtlik,Vel Radial,Hrg55Jt Nego.HP:08123947316

Villa in Canggu,is Looking for a Villa Manager who has a Experience Cleaning,Cooking and org.The Daily Works in the Villa.We have Staff but Need a Manager who has Experience in all.Best You have Worked on a Cruise Ship or FOB in Hotel. Send You cv Wap.085737323818 and aerospace2333@gmail.com

ISUZU

DAIHATSU

B.BP.001.04.19.0000347

B.BP.001.04.19.0000355

B.BP.001.04.19.0000360

Dijual Truk Isuzu NHR 55 E2 Th 2007 Hub.08123860430

B.BP.164.04.19.0000382

Hiace Comuter Putih’14 DK Plat Kuning 77Rb 355Jt,087861722981 B.BP.001.04.19.0000378

DICARI MOTOR Dicari Spm Kymco Grand Ding Th Bebas Hub.081272617705 B.BP.001.04.19.0000287

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Dijual Murah Rumah/Villa Terrace Pavillion No.22 Jimbaran.Ada Pool Besar,Parkir 3 mobil.Rp.2,5M Hp.08128888867 B.BP.031.04.19.0000374

TOYOTA

Rumah Dijual Semivilla Lt2 di Tibubeneng,960Jt, 081237842652

Dijual Avanza Thn 2008,Warna Silver.Hubungi:081237693980

PROPERTY

B.BP.001.04.19.0000364

B.BP.001.04.19.0000349

Dijual Cpt LCruiser VX80"95 Manual Kolksi Trwt,08123860430

B.BP.001.04.19.0000383

SERVICE

Djl Avanza Th’2008 Tgn I AsDK Hub.08123880083/0878620128007

B.BP.001.04.19.0000363

BENGKEL LAS Free

B.BP.001.02.19.0000679

DIJUAL TANAH

1,5A Jl.Glogr Carik,G.Kangguru No2 sdh tmbk kllg.085101818655 B.BP.154.04.19.0000384

DIJUAL RUMAH

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

BIRO JASA

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

DIJUAL RUMAH

SERVICE

DIJUAL RUMAH

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL TANAH

0811392629 Jual Tanah 3,5HA Karyasari Tbn,Jl Rmh Sunset Rd Kuta&Sewa Toko Jl Nakula Kuta

B.BP.001.04.19.0000358

SHM 3.5 Are 0 Jalan Strategis Jl.Cargo Permai Ubung Kaja, Denpasar Rp.2M/Are 08113277737

B.BP.033.04.19.0000377

T.12A SHM300m Tepi Pantai Kelecung Tbn.Full View085257539923

B.BP.167.04.19.0000312

PROPERTY DIJUAL RUKO

Jual/Sewa cepat Ruko 2Lt SHM 104/B.160 Tepi jalan besar CoKroaminotoNegoHub087856227779

B.BP.033.04.19.0000371

RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.04.19.0000255

Spesialis:Kolam Hias + Tebing Buatan Hub:081237586699 Eko

B.BP.001.04.19.0000350

KEHILANGAN Hilang BPKB No.C5485016-O DK 2832 ABF An.Dwi Jalastiti P B.BP.001.04.19.0000346

Hlg BPKB No.5767746-R DK 99 BA an.AgungAsmaraP,081805532169 B.BP.001.04.19.0000372

Hlg Buku KIR Suzuki APV DK 1311 DS, an.Tati Sukarti B.BP.001.04.19.0000354

Telah Hilang IMB No.376 / 2005 An.Suhaimi, Br.Canggu, Kuta B.BP.001.04.19.0000351

KERJASAMA Bule yg punya Toko Bagus di Jl.Mertanadi.Cari Pathner Sama Modal 300Jt untuk Bikin Bisnis Makanan Hub.081239655350 B.BP.154.04.19.0000375

BIRO JASA

Dewata Aluminium Mngrjkn Pintu Jendela,Rol.Door.Hub:Jl Palapa 64CSesetan.HP/WA:081916171259

Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409

DIJUAL MOBIL

RUPA-RUPA

B.BP.001.04.19.0000342

B.BP.001.03.19.0000753


BANGLI

14

Rabu Kliwon, 10 April 2019

Jalan Jebol di Sulahan Tak Kunjung Diperbaiki

Wabup Mengaku Sudah Perintahkan Kadis PU Lakukan Penanganan

JEBOL - Jalan jebol di Desa Sulahan, Susut.

Truk Tabrak ”Pick-up” Satu Tewas, Dua Luka-luka

Bangli (Bali Post) –

Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di jalan raya jurusan KintamaniSingaraja, tepatnya di Banjar Masem Budikarya, Desa Batur Selatan, Selasa (9/4) dini hari. Sebuah truk yang melaju kencang menabrak mobil pick-up yang berada di depannya. Seorang penumpang pick-up tewas di tempat. Dua penumpang lainnya mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi menerangkan kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 02.30 Wita berawal saat truk bernomor polisi DK 8439 FD yang dikendarai I Made Wahyudi (33) asal Banjar Gebagan, Desa Kayubihi melaju dari arah selatan. Saat memasuki jalan tanjakan di lokasi, truk yang melaju dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba menabrak sebuah mobil pick-up berno-

mor polisi DK 8677 AB yang dikemudikan I Nengah Berita asal Banjar/Desa Batur Selatan. Kerasnya benturan pada bagian belakang kanan pick-up tersebut, mengakibatkan dua dari tiga orang penumpang yang duduk di belakang terpental ke luar. “Satu penumpang di antaranya meninggal dunia di TKP,” kata Sulhadi. Penumpang yang tewas tersebut yakni Ni Wayan Widiarsih (40), pedagang asal

Banjar Masem Budikarya, Desa Batur Selatan. Ia mengalami luka robek pada pelipis kiri, robek pada rahang kiri, robek pada bibir atas sampai bawah, robek pada perut bawah, patah pada kaki kanan dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara penumpang lainnya, Ni Made Murniasih (45), asal desa yang sama, mengalami luka robek pada bagian kepala kiri dan langsung dilarikan ke RSU Bangli, dan

Bali Post/ina

ANTING-ANTING - Seorang bayi laki-laki di Desa Suter menggunakan anting-anting.

Lewati ”Cangapit”, Laki-laki Wajib Tindik Kuping

Bali Post/ina

Wayan Nyepeg

WARGA Desa Suter, Kintamani masih taat menjalankan sejumlah tradisi yang diwariskan para leluhurnya. Salah satunya tradisi tindik kuping bagi kaum laki-laki. Warga laki-laki di desanya wajib ditindik kupingnya agar bisa melewati sebuah pintu masuk di Pura Tulukbiyu yang oleh masyarakat setempat disebut cangapit.

perbaikan jalan tersebut. Saat awal jebol pada tahun 2017, jalan itu sudah sempat dianggarkan Rp 200 juta. Akan tetapi, belum sempat diperbaiki jalan itu kembali mengalami longsor sehingga anggaran tersebut tidak mencukupi dan terjadi perubahan desain RAB. Di tahun berikutnya, jalan itu baru bisa dianggarkan pada APBD perubahan sebesar Rp 600 juta. Namun lagi-lagi perbaikannya gagal, karena APBD perubahan baru ketok palu bulan Oktober 2018. Sehingga waktu yang tersisa untuk pengerjaannya cukup mepet. Dikatakannya untuk proses lelang kegiatan saja, setidaknya membutuhkan waktu selama sebulan. “Belum lagi pengerjaan senderannya yang membutuhkan waktu selama dua bulan. Oleh karena itu, kami putuskan untuk menunda, dan dialihkan tahun 2019,” jelasnya. Untuk perbaikan pada tahun ini, kata Soma, pihak konsultan telah membuatkan Detail Engineering Design (DED). Namun pihaknya masih harus melakukan penyempurnaan atau perbaikan. Menurutnya review DED ini hanya membutuhkan waktu selama sepekan. Setelah itu selesai baru akan diajukan untuk proses lelang ke ULP (Unit Layanan Pengadaan). Untuk anggaran perbaikannya, pihaknya telah menyiapkan Rp 600 juta pada APBD induk 2019 ini. Rencananya, di lokasi jalan jebol nantinya akan dibangun Dinding Penguat Tanah (DPT), dan di bawahnya akan dibuatkan plat beton untuk saluran air. (kmb40)

Bali Post/kmb40

LAKALANTAS - Petugas Satlantas Polres Bangli melakukan penanganan kasus lakalantas di jalan raya jurusan Kintamani-Singaraja tepatnya di Banjar Masem Budikarya, Desa Batur Selatan, Selasa (9/4) kemarin.

Minim, Parpol Kirim Saksi Ikut Pelatihan Bawaslu

Tradisi di Desa Suter

Ditemui belum lama ini, Perbekel Desa Suter Wayan Nyepeg mengungkapkan bahwa tradisi tindik kuping bagi kaum laki-laki di desanya sudah dijalankan secara turun-temurun sejak lama. Selain di Desa Suter, tradisi ini juga masih dilaksanakan oleh warga di dua desa Abang Erawang lainnya yakni Desa Abang Batudinding dan Abang Songan. Tindik kuping menjadi hal yang wajib bagi laki-laki di desanya agar bisa melewati cangapit. Cangapit adalah sebuah pintu masuk yang ada di Pura Tulukbiyu, Desa Suter. Cangapit berupa candi yang ada atapnya. Pintu tersebut berada di sisi selatan pura, dengan posisi paling barat. “Laki-laki yang belum ditusuk kupingnya tidak boleh melewati cangapit. Harus masuk dari pintu yang lainnya,” ungkapnya. Sesuai kepercayaan masyarakat setempat, jika ada warga laki-laki yang tidak

korban Ni Komang Yuliani (42), pedagang asal Banjar Gatra Kencana, Desa Batur Utara mengalami luka robek pada bagian belakang kepala dan sudah dirujuk ke RSUP Sanglah. Sulhadi mengatakan, berdasarkan hasil penanganan Satlantas Polres Bangli di lokasi kejadian, kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi akibat kurang hati-hatinya pengendara truk. Truk kala itu melaju dengan kecepatan cukup tinggi dan tidak memperhatikan ada kendaraan di depannya sehingga terjadi tabrakan. “Akibat kecelakaan tersebut kerugian material mencapai Rp 10 juta,” pungkasnya. (kmb40)

Bali Post/kmb40

Bangli (Bali Post) – Jalan jebol di Desa Sulahan, Susut sampai sekarang tak kunjung mendapat perbaikan. Padahal, kerusakan jalan menuju kampung Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta itu terjadi sudah cukup lama, hampir tiga tahun terakhir. Terkait hal itu, Sedana Arta mengaku sudah memerintahkan dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan. Kondisi jebolnya jalan sepanjang kurang lebih 20 meter itu, diakui Sedana Arta selama ini menuai banyak keluhan dari masyarakat. Dikatakan, sejak awal jalan itu jebol, pihaknya sejatinya sudah memerintahkan Dinas PUTRPerkim untuk segera melakukan perbaikan. Biaya untuk perbaikannya juga sudah dianggarkan. “Sudah saya perintahkan untuk lakukan tender, karena kan sudah ada anggarannya itu,” terangnya, Selasa (9/4) kemarin. Namun demikian sampai sekarang, perbaikannya tak juga kunjung dilakukan. Ditanya mengenai apa yang menjadi kendala jalan itu tak juga kunjung diperbaiki, Sedana Arta enggan menjawab. Dia meminta wartawan menanyakan langsung ke dinas terkait. “Itu teknis, kalau mau dapat info yang pas tanya ke Kadis PU. Masalahnya ada di situ,” ujarnya. Ditanya kembali mengenai penanganannya, dia menegaskan perbaikan jalan jebol itu sudah dianggarkan lagi pada tahun ini. Sekretaris Pekerjaan Umum Bangli I Made Soma saat dikonfirmasi terpisah mengaku pihaknya sejatinya sudah dua kali menganggarkan

ditindik kupingnya namun masuk ke areal Pura Tulukbiyu melalui Cangapit, maka yang bersangkutan akan terkena musibah dan sakit-sakitan. “Kalau warga seangkatan saya tidak ada yang berani melanggar. Sampai sekarang pun tidak ada yang berani melanggar karena takut kena musibah,” ujarnya. Nyepeg mengatakan, tradisi menindik kuping biasanya dilakukan saat anak laki-laki masih kecil atau saat upacara tiga bulanan. Kuping yang ditindik harus keduanya yakni kanan kiri. Berbeda dengan dahulu, tindik kuping dilakukan secara tradisional, sekarang tindik kuping bisa dilakukan dengan bantuan bidan. “Tindiknya tidak mesti sampai tembus. Yang penting ditusuk,” kata Nyepeg. Karena adanya tradisi itulah, sudah menjadi hal lumrah jika di Desa Suter ada bayi laki-laki yang mengunakan anting-anting. (ina)

Bangli (Bali Post) – Pelatihan saksi yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangli tak dimanfaatkan dengan baik oleh partai politik (parpol) di Bangli. Buktinya dari total 16 parpol peserta pemilu, hanya tiga parpol yang mengirimkan saksi mereka untuk mengikuti pelatihan. Itupun dengan jumlah yang sedikit. Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli Nengah Purna mengakui hal itu saat dikonfirmasi, Selasa (9/4) kemarin. Dia mengatakan, kegiatan pelatihan saksi parpol dilaksanakannya selama dua hari, yakni mulai Senin (8/4) hingga Selasa kemarin. Kegiatan tersebut dilaksanakan di empat kecamatan, yakni di Wantilan LPD Metra Kecamatan Tembuku pada hari pertama, dan wantilan Demu-

lih Kecamatan Susut, wantilan Penglipuran Kecamatan Bangli serta wantilan Desa Batur Utara, Kintamani pada hari kedua. Purna mengungkapkan tidak semua parpol mengirimkan saksinya untuk diberikan pelatihan. Dari keseluruhan parpol peserta pemilu di Kabupaten Bangli hanya ada tiga parpol yang mengirimkan saksinya untuk ikut pelatihan Bawaslu. Tiga parpol tersebut yakni Golkar, PKPI dan PSI. Jumlah saksi yang dikirimkan ketiga parpol tersebut bervariasi. Dari partai Golkar, jumlah saksi yang dikirimkan sebanyak 838, sementara dari PKPI 79 dan PSI 28 orang. Purna menjelaskan, sebelum kegiatan pelatihan dilaksanakan pihaknya sudah bersurat beberapa kali ke seluruh parpol agar menghad-

irkan semua saksinya dalam pelatihan Bawaslu. Akan tetapi sebagian besar parpol menyatakan tidak mengirimkan saksinya. “Secara prinsip kami tidak tahu alasannya. Sesuai hasil konfirmasi, katanya saksi akan dibimtek sendiri oleh parpol masingmasing,” terangnya. Sejatinya pihaknya sangat mengharapkan para parpol bisa menghadirkan seluruh saksinya dalam kegiatan pelatihan Bawaslu. Mengingat para saksi memiliki peranan penting bagi parpol saat hari pencoblosan di TPS. Salah satunya menentukan sah atau tidaknya suara

di TPS. Untuk membekali para saksi agar tahu tentang tugasnya di TPS nanti, Purna mengatakan Bawaslu Bangli akan membagikan buku saku sebagai pegangan. Diharapkan buku saku tersebut bisa dipelajari dan dipahami dengan baik oleh para saksi. Pihaknya juga mengharapkan para parpol dapat membimtek saksi masing-masing dengan benar mengenai tugas dan kewajibannya serta hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Misalnya, saat bertugas di TPS, para saksi tidak boleh membawa atribut, harus membawa surat mandat dan lainnya. (kmb40)

“Secara prinsip kami tidak tahu alasannya. Sesuai hasil konfirmasi, katanya saksi akan dibimtek sendiri oleh parpol masing-masing.” Ketua Bawaslu Bangli Nengah Purna


Rabu Kliwon, 10 April 2019

OLAHRAGA

15

Nadya Putri Tampil di Rusia

Denpasar (Bali Post) – Atlet panjat tebing putri Bali, Nadya Putri Virgita, tampil dalam Seri II Kejuaraan Dunia di Rusia pada 12–14 April. Nadya membela tim nasional Indonesia bersama sembilan atlet terbaik lainnya dari sejumlah provinsi di Tanah Air. Ketua Umum Pengprov FPTI Bali I Putu Yudi Atmika Indonesia menyatakan Indonesia menurunkan lima atlet putri dan lima atlet putra di Rusia. Akan tetapi, Nadya bukan atlet pelatnas panjat tebing. ‘’Namun, peluangnya masuk pelatnas cukup besar,’’ ujarnya di Denpasar, Selasa (9/4) kemarin. Nadya merebut medali emas untuk Bali pada PON Riau dan PON 2016 di Jawa Barat. Ia dan kawan-kawan bertolak ke Rusia pada Rabu (10/4) ini. Keberangkatannya atas dukungan KONI Badung karena ia merupakan atlet binaan kabupaten ini. KONI Bali juga mendukung keikutsertaan Nadya dalam Kejuaraan Dunia tersebut. Yudi Atmika yang juga Wakil Sekretaris Umum I KONI Bali menambahkan, Nadya absen pada kejuaraan seri I di Swiss karena terbentur dana. Ia berharap Nadya sekarang bisa membuktikan kualitasnya sebagai atlet panjat tebing nasional. Nadya bukan satu-satunya atlet Bali yang berada di tim panjat tebing Indonesia. Pulau Dewata juga menyertakan dua atlet putra yaitu Temi Teli Lasa dan Rivaldi Ode. Ketiganya diharapkan memanfaatkan kesempatan berlaga dalam Kejuaraan Dunia sebagai arena meningkatkan kemampuan, pengalaman dan mendulang prestasi. (kmb)

Kevin/Marcus ke Babak Kedua

Singapura – Turnamen bulu tangkis Singapura Terbuka 2019 baru memasuki babak pertama, Selasa (9/4) kemarin. Meski begitu, dua ganda putra Indonesia sudah harus saling berhadapan, yaitu pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon melawan Berry Angriawan/Hardianto. Pertandingan yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium ini dimenangkan Kevin/ Marcus dengan skor 21-18, 13-21, 21-16. ‘’Kami sudah sering latihan bersama, sudah tahu satu sama lain. Mereka juga bukan pemain yang tak bagus. Permainan mereka juga tenang dan mengontrol ritme di lapangan,’’ kata Kevin usai bertanding dikutip dari badmintonindonesia.org. Meski sudah sering berlatih bersama, laga kali ini tercatat sebagai pertemuan pertama mereka di lapangan pertandingan. Di babak dua, Kevin/Marcus akan menghadapi He Jiting/ Tan Qiang (Tiongkok). Kevin/Marcus mempunyai catatan yang cukup baik dari lawannya, dengan tiga kemenangan berurutan pada pertemuan terakhir mereka. ‘’Dalam setiap pertandingan pastinya kami ingin menang, tapi kami tak mau berpikir terlalu jauh. Yang penting bisa menikmatinya,’’ tambah Kevin. Selain Kevin/Marcus dan Berry/Hardianto, empat ganda putra Indonesia juga harus saling ‘’bunuh’’ di babak pertama. Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso bertemu Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, sedangkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menghadapi Angga Pratama/ Ricky Karandasuwardi. Di nomor tunggal, dua pemain Pelatnas PBSI, Shesar Hiren Rhustavito dan Ihsan Maulana Mustofa, harus angkat koper lebih awal setelah kalah di babak kualifikasi. Shesar dihentikan Tanongsak Saensomboonsuk (Thailand) di babak final kualifikasi 21-10, 16-21, 13-21. Ihsan juga tak berhasil menembus babak utama setelah dikalahkan Sitthikom Thammasin (Thailand) pada babak pertama kualifikasi dengan skor 14-21, 10-21. Langkah keduanya diikuti Sony Dwi Kuncoro. Pebulu tangkis profesional ini memutuskan mundur di tengah pertandingan kontra Yu Igarashi (Jepang) saat kedudukan 21-19, 14-21, 3-4. Dengan demikian tunggal putra kini tinggal diwakili tiga pemain yaitu Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie dan Tommy Sugiarto. (kmb)

Tujuan Suriah Sementara sindikat perdagangan orang dengan tujuan Suriah, yakni tersangka Muhammad Abdul Halim alias Erlangga menyalurkan 300 korban dari Tangerang, Banten sejak 2014. Dari Tangerang, korban ditampung dulu di Surabaya sebelum diterbangkan ke Malaysia untuk menuju Dubai, Turki, Suriah dan Sudan. Penampung di Surabaya hingga kini masih

Serah Terima Sebanyak 63 mobil Expander dan 64 sepeda motor PCX diserahkan langsung Bupati Gianyar I Made Mahayastra di Lapangan Astina Gianyar. Seusai serah terima, acara dilanjutkan dengan touring ke Basang Ambu, Tampaksiring.

BEREBUT – Pemain Persebaya Fendi Eko Utomo (kanan) dan Hendro Siswanto dari Arema FC berebut bola pada laga final pertama Piala Presiden 2019 di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4) kemarin. Pertandingan berakhir imbang 2-2.

Ditahan Arema, Persebaya Kecewa Surabaya (Bali Post) – Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman mengaku kecewa dengan hasil imbang 2-2 menghadapi Arema FC pada laga final putaran pertama Piala Presiden 2019 yang berlangsung di Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa (9/4) sore kemarin. ‘’Kecewa sudah pasti, karena ini di kandang. Hasilnya tidak sesuai ekspektasi tim dan bonek (suporter Persebaya),’’ ujar Djanur usai pertandingan.

dalam pengejaran. Korban dari Jakarta diterbangkan ke Surabaya terlebih dulu untuk selanjutnya menuju Malaysia, Dubai, Turki, Suriah, Sudan dan kembali ke Suriah. Adapun jaringan Arab Saudi dengan tersangka Faisal Hussein Saeed, Abdalla Ibrahim dan Neneng Susilawati merekrut 300 korban dari NTB dan menampungnya di apartemen di daerah Jakarta Selatan. Herry mengatakan, adanya kasus perdagangan orang diketahui saat pekerja migran mengalami masalah dan mel-

apor ke KBRI atau konsulat. Selanjutnya Kementerian Luar Negeri menginformasikan kepada Bareskrim Polri. Menurutnya, terdapat kemungkinan besar masih banyak WNI yang menjadi korban penipuan agen penyalur pekerja ilegal di negara-negara tersebut, tetapi tidak melapor karena diduga tidak mengalami masalah. ‘’Mungkin ada pekerja migran tanpa prosedur yang tidak ada masalah kerja, gaji cocok, tidak mengalami penganiayaan atau perkosaan, bisa survive jadi tidak ada laporan,’’ ujar Herry. (ant)

Berdasarkan data Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (DPMD), total pagu dana desa di Kabuapten Gianyar mencapai Rp 314,7 miliar. Jumlah itu berasal dari berbagai sumber seperti BKK Provinsi Bali untuk desa pakraman Rp 63,7 miliar, BKK Provinsi Bali untuk subak dan subak abian Rp 26,7 miliar, BKK Kabupaten Gianyar untuk desa pakraman Rp 5,3

miliar, Pagu Alokasi Dana Desa (ADD) Rp 74,4 miliar, Pagu BHP 72,3 miliar, Bagi Hasil Retribusi Daerah Rp 12,1 miliar dan Pagu Dana Desa 59,9 miliar. Dari seluruh dana itu, setiap desa di Kabupaten Gianyar bisa menerima dana miliaran rupiah. Seperti Desa Taro yang total menerima dana dari tujuh sumber itu sebesar Rp 9,8 miliar. (kmb35)

Rabu, 10 April 2019

Gol Persebaya yang dicetak Irfan Jaya pada menit ke-8 dan Damian Lizio menit ke-71, dibalas oleh Hendro Siswanto dan Makan Konate menit ke-32

dan 78 untuk Arema. Hasil tersebut membuat Persebaya harus menang di kandang Arema FC atau minimal bermain imbang 3-3 ke atas untuk memastikan gelar juara Piala Presiden 2019. Kendati gagal menang, ia meminta pemainnya kembali fokus untuk menghadapi laga putaran kedua dan meraih hasil positif di Malang. ‘’Lawan Madura United saja kami

bisa, lawan Arema FC juga harus sama. Tak ada yang tidak mungkin,’’ ucap Djanur, sapaan akrabnya. Ia enggan menyalahkan asuhannya, meski beberapa kali sejumlah pemain melakukan kesalahan sendiri, sehingga berakibat fatal bagi tim. Mantan pelatih Persib Bandung ini berharap doa serta dukungan masyarakat Surabaya dan pencinta Persebaya agar

timnya sukses di partai final putaran kedua. Di bagian lain, Irfan Jaya meminta rekan-rekannya melupakan hasil pertandingan ini dan segera fokus menghadapi final kedua di Malang. ‘’Saya dan teman-teman akan berusaha semaksimal mungkin. Benar kata pelatih, tidak ada yang tak mungkin. Kami akan buktikan kami mampu,’’ tegas pemain sayap ini. (ant)

BU akan Bisa Saingi Madura United Mangupura (Bali Post) – PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah merilis jadwal kompetisi Liga 1 tahun 2019 yang akan digelar mulai 8 Mei mendatang. Berdasarkan draf tersebut, Bali United (BU) akan berhadapan dengan tuan rumah Madura United pada 13 Mei. Terkait hal itu, salah satu penyerang Bali United Irfan Harrys Bachdim angkat bicara tentang situasi masing-masing tim. ‘’Madura United memiliki kualitas dengan pemain bintang yang menghuni skuad mereka saat ini. Tapi saya percaya kekuatan tim Bali United saat ini juga bisa

menyaingi mereka karena kami memiliki skuad yang sama baiknya,’’ jelasnya dikutip dari situs Bali United, Selasa (9/4) kemarin. Bachdim ingin Bali United meraih hasil positif saat menghadapi Madura United agar termotivasi menjalani pertandingan selanjutnya. Selain itu, tim Serdadu Tridatu juga ingin fokus di Piala Indonesia 2018 agar bisa lolos ke Piala AFC. Disinggung mengenai dua laga kandang perdana Bali United melawan Borneo FC dan Persib Bandung yang tidak bisa disaksikan oleh suporter, ia berharap fans tetap bisa memberikan

dukungannya untuk tim. ‘’Sangat disayangkan sekali jika hukuman musim lalu tetap harus kami terima. Saya harap suporter tetap bisa mendukung dari luar stadion karena dukungan dari mereka sangat penting artinya bagi kami,’’ ujar Bachdim. Bali United dijatuhi hukuman oleh Komisi Disiplin PSSI berupa dua laga kandang tanpa penonton pascainsiden flare yang terjadi saat laga kandang terakhir menghadapi Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Pelatih Stefano Cugurra pun angkat bicara terkait

regulasi yang perlu diketahui dan dipahami oleh semua pihak, termasuk suporter Bali United. ‘’Semua pihak termasuk suporter harus tahu bahwa di kompetisi ada regulasi, seperti tidak boleh menyalakan flare, tidak boleh masuk ke dalam lapangan dan tindakan tidak terpuji lainnya. Apabila itu dilanggar, tentu yang dirugikan adalah tim,’’ katanya. Pria asal Brazil yang akrab disapa Teco ini berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar kerjadian serupa tidak terulang lagi ke depannya. (kmb)


uara

VVV

VVV VV

VVV VV VV VVV V VV

VV VVV VVVVV VVVV

H

IN

B

rful esia

SKandidat

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Rabu Kliwon, 10 April 2019

VV V VV V VVV

li

balipost http://facebook.com/balipost

VVVV VV V VVVV VVVVV VV V VVVVVVVVVV VVVVVVV VVVVVVV VVV

EK

AT UN

GGAL IKA

sur

at s uar a

Gde Sumarjaya Linggih

Menabuh Cinta Melalui Gong Perdamaian

VVV

VVV VVVVVV VV

VVV VVVVVVV

VVVV VVVV VVV

V V V V VV VV VVVVVV VV VV VV VV VV VVVVV VVVVV VVVVVVVV V VVV VVVVVVVV V

BH

INE

KA KA TUNGGAL I

I Wayan Suyasa

Bangun Kesetaraan Gender

POLITISI Golkar Badung I Wayan Suyasa yang kini kembali maju sebagai calon legislatif dari Partai Golkar nomor urut 1. Tidak saja peduli pada kalangan pemuda, namun konsep pembangunan dengan kesetaraan gender juga menjadi misi dari sosok Wayan Suyasa saat menduduki kursi DPRD Badung hingga saat ini. Politisi santun ini pun tetap memberikan ruang bagi kalangan perempuan dalam berkreasi dan membuatkan sejumlah program untuk para perempuan di Kecamatan Mengwi bisa berkreasi. Suyasa mengatakan, pencapaian sebuah pembangunan tidak hanya didukung kaum lakilaki semata, namun juga peranan perempuan. Apalagi perempuan Bali sudah terkenal sangat tangguh dalam mendedikasikan dirinya ikut pembangunan. ‘’Untuk mendukung peranan perempuan ini, kami selaku wakil rakyat tidak akan menganaktirikan aspirasi perempuan. Sejumlah aspirasi perempuan utamanya ibu-ibu PKK di Kecamatan Mengwi sudah direalisasikan,’’ ujarnya. Lebih lanjut Ketua Komisi I DPRD Badung ini juga mengatakan, untuk penyaluran aspirasi PKK, khususnya di Desa Penarungan sudah semua PKK dibantu. ‘’Dari kegiatan sutri hingga pemberian dulang untuk sarana banten sudah kita fasilitasi, sehingga ibu-ibu PKK nantinya bisa lebih berkreasi dalam mempertahankan dan mengajegkan budaya di Bali,’’ terangnya. Terkadang perempuan dipandang sebelah mata, namun tidak begitu persepsi Wayan Suyasa. ‘’Perempuan adalah orang yang melahirkan kita, untuk itu saya memohon doa restu

kepada para perempuan serta dukungan agar bisa kembali menyalurkan aspirasi untuk kaum perempuan di Kecamatan Mengwi. Mohon ibuibu PKK dan perempuan yang ada di Kecamatan Mengwi jangan golput, datanglah ke TPS pada tanggal 17 April 2019, ambil surat suara warna hijau, cari Partai Golkar coblos nomor 1. Dan selanjutnya buka surat suara pemilihan presiden dan coblos nomor 01,’’ terang Ketua AMPG Bali ini. (par)

Hotel, Villa dan Restoran

turut menguatkan tekad untuk menciptakan simbol perdamaian. Menurutnya, salah satu ‘’perangkat lunak’’ untuk memerangi terorisme adalah dengan menebar cinta kasih. Sebab, pelaku teror sudah pasti melakukan aksi tak terpuji karena diselimuti oleh rasa benci. Calon anggota DPR-RI dari Partai Golkar nomor urut 1 ini meyakini bila virus-virus cinta lebih mendominasi kebencian, maka kehidupan yang harmonis penuh damai di muka bumi ini dapat diwujudkan. ‘’Mari kita jaga tatanan kehidupan di dunia yang sementara ini dengan turut menjaga perdamaian, agar peradaban dapat terus berjalan,’’ pungkasnya. (kmb)

A.A. Ngurah Adhi Ardhana

KEHADIRAN investor pusat perdagangan besar di Kota Denpasar tak sepenuhnya menjamin kesejahteraan masyarakat. Mereka yang tinggal di sekitar tempat usaha tersebut bahkan lebih banyak terusik. ‘’Beberapa kali saya harus mengadvokasi keluhan masyarakat yang harus terusir dari tempat usaha karena tidak ada keberpihakan para investor pusat perdagangan besar,’’ ujar anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana dikonfirmasi, Selasa (9/4) kemarin. Pada kenyataannya, lanjut Adhi Ardhana, para investor tersebut memang tidak memfasilitasi atau mengundang para pengusaha atau pedagang lokal untuk berdagang di pusat perdagangan yang mereka miliki. ‘’Tumbuhnya tempat usaha ataupun usaha

besar pada lokasi-lokasi yang tidak pada tempatnya banyak menyebabkan masyarakat yang bertempat tinggal di sana malah terusir atapun terintimidasi untuk pindah karena kenyamanan ataupun hak-hak lingkungan yang dimiliki terusik,’’ papar politisi PDI-P yang kembali maju sebagai Caleg DPRD Bali Dapil Denpasar nomor urut 6 ini. Menurut Adhi Ardhana, Pemerintah Kota Denpasar wajib berada di tengah-tengah masyarakat untuk mencari solusi atas masalah-masalah itu. Oleh karena itu, pemerintah mesti hadir memberikan perlindungan. ‘’Saya sudah mengusulkan dalam Pokok-pokok Pikiran Dewan Provinsi Bali agar ada penegakan aturan tata ruang serta mengakomodir atau memberi

Kesehatan

Sejak Lama Layani Masyarakat

Ribuan Warga Kini Dukung Arjawa Maju Pileg nor darah, Ambulans Perindo, Ambulans Pasien Perindo, pemeriksaan kaca mata dan operasi katarak, urusan rumah sakit, ngayah nopeng prembon dan bondres, hingga memastikan bansos tepat sasaran. ‘’Ini sudah bertahun-tahun saya lakukan dengan ikhlas. Misalnya untuk ambulans saya ada mobil khusus yang melayani masyarakat sakit. Ini mobil pribadi saya untuk masyarakat dan operasional juga dari saya pribadi,’’ jelas seniman yang juga sarjana seni ini. Selasa (9/4) kemarin, ia sendiri menggelar kegiatan fogging gratis yang diikuti antusias masyarakat di Banjar Getas Kangin, Desa Buruan. ‘’Kami ingin

damaian. ‘’Sepanjang sejarah peradaban manusia kerap diwarnai oleh konflik yang menimbulkan korban jiwa. Semua itu dilatarbelakangi karena adanya perbedaan, baik ras, suku, agama dan golongan. Kita ingin meleburkan segala perbedaan itu dalam harmoni kehidupan yang disimbolkan dengan gong. Di dalamnya terdapat lambang seluruh negara di dunia, juga simbol agama dan kepercayaan,’’ tutur mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bali ini. Lebih lanjut, Gde Sumarjaya Linggih mengungkapkan suasana kebatinan masyarakat Bali yang kala itu tengah berkabung lantaran terkena serangan bom teroris

Advokasi Masyarakat yang Terusir dari Tempat Usaha

Pendidikan

MELAYANI masyarakat sudah menjadi keseharian I Nyoman Arjawa, S.Sn. yang aktif dalam berbagai organisasi ini. Terutama masalah kesehatan, sudah banyak masyarakat yang dibantu mendapat pelayanan cepat dan gratis di rumah sakit, meski pria kelahiran 1972 asal Desa Buruan Kecamatan Blahbatuh ini belum menjabat di legislatif, apalagi eksekutif. Kini ribuan masyarakat memberikan ia dukungan penuh untuk menduduki kursi DPRD Gianyar dengan maju sebagai calon nomor urut 1 Dapil II Kecamatan BlahbatuhTampaksiring. Maju lewat Partai Perindo, Nyoman Arjawa menonjolkan delapan program, meliputi do-

Ukm

SETIAP manusia di muka bumi ini tentu selalu mendambakan kehidupan yang damai, tenteram dan harmonis. Terinspirasi dari perjuangan para tokoh yang menentang kekerasan seperti Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, Soekarno dan tokoh-tokoh dunia lainnya, tahun 2002 Gde Sumarjaya Linggih mencetuskan gagasan untuk mendirikan Monumen Gong Perdamaian. Gong Perdamaian Dunia yang terletak di Desa Budaya Kertalangu ditabuh untuk pertama kali oleh Presiden RI Megawati Soekarnoputri tepat pukul 00.00 Wita pada tanggal 31 Desember 2002. Gema Gong Perdamaian diharapkan membuka kesadaran seluruh umat manusia akan arti pentingnya per-

masyarakat tahu bagaimana mencegah DBD, serta antisipasi agar tidak ada masyarakat yang terjangkit,’’ katanya. Jika terpilih, Nyoman Arjawa berjanji akan lebih memperjuangkan jaminan kesehatan untuk seluruh masyarakat Gianyar, khususnya para penyandang disabilitas. Ia juga akan mengalokasikan lebih banyak program bedah rumah untuk masyarakat kurang mampu, serta mengawal pengembangan UMKM di Kabupaten Gianyar. Sebagai seorang seniman, Nyoman Arjawa juga berjanji akan memperjuangkan anggaran untuk para seniman, agar bisa diberikan secara kontinu. Bila terpilih, Nyoman Arjawa juga antusias untuk mengawal perda, terutama banyaknya akomodasi yang berdiri tanpa izin dan belum membayar pajak. (nik)

keberpihakan kepada pengusaha lokal pada pusat-pusat perdagangan yang tumbuh di Kota Denpasar,’’ jelas politisi asal Puri Gerenceng yang terkenal vokal ini. Di sisi lain, Adhi Ardhana juga menawarkan solusi sejumlah persoalan di perbatasan antar kabupaten/ kota yang telah diusulkannya pada Pokokpokok Pikiran Dewan Provinsi Bali. Selanjutnya, Adhi Ardhana mengusulkan adanya perencanaan dan perlindungan usaha pariwisata, sebagai basis ekonomi Kota Denpasar dan Bali pada umumnya. (may)

Siti Nurbaya: Oka Gunastawa, Jokowi, NasDem Bersenyawa dengan Rakyat

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya turut hadir pada acara deklarasi akbar Komando Pemenangan JokowiMa’ruf Amin dan Partai NasDem Provinsi Bali yang dipusatkan di Stadion Wikama Mandala Amlapura Kabupaten Karangasem. Sebagai kader Partai NasDem, Siti Nurbaya turut mendampingi Surya Paloh menyampaikan orasi kebangsaannya. Di hadapan puluhan ribu kader NasDem Provinsi Bali, Siti Nurbaya menjelaskan apa yang ia saksikan sendiri selama menjadi menteri Kabinet Kerja era Presiden Joko Widodo (Jokowi). ‘’Empat setengah tahun saya di pemerintahan Pak Jokowi. Saya merasakan dan melihat sendiri bagaimana Pak Jokowi adalah presiden yang membela rakyat,’’ kata Siti Nurbaya lantang, Minggu 7 April 2019. Apa yang ada dalam diri Jokowi, menurut Siti Nurbaya, juga tercermin di Partai NasDem. ‘’NasDem adalah partai politik dengan gagasan yang membela rakyat,’’ ucapnya. Siti Nurbaya mengajak kader Partai NasDem yang hadir untuk datang ke TPS untuk memilih Jokowi-Ma’ruf Amin dan

ORASI - Oka Gunastawa (kiri) mendampingi Siti Nurbaya yang berorasi pada acara deklarasi akbar Komando Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin dan Partai NasDem Provinsi Bali di Stadion Wikama Mandala Amlapura Kabupaten Karangasem. mencoblos partai dengan nomor urut 5. Oka Gunastawa, Jokowi, dan Partai NasDem bersenyawa dengan rakyat. Apa yang menjadi pemikiran dan gagasan Oka Gunastawa dan Jokowi adalah hal yang menjadi persoalan kita. Begitu juga Partai NasDem memiliki gagasan berpikir yang sama dengan Jokowi. Hal itu disebut dengan senyawa politik. Partai NasDem adalah partai yang bersenyawa politik

dengan rakyat. Maka tak diragukan lagi Partai NasDem akan menjadi wahana bagi Oka Gunastawa untuk berjuang membela rakyat di Senayan. Dengan mencoblos nomor urut 1, untuk Caleg DPR-RI Dapil Bali, itu berarti rakyat telah mempercayakan urusan kerakyatan kepadanya. Dia akan membawa kepentingan Bali dan rakyat Bali dan kepentingan keutuhan NKRI untuk diperjuangkan di DPR-RI. (may)

GNAP 28 ’’Simakrama’’ di Jembrana

FOGGING - I Nyoman Arjawa, S.Sn. (mengenakan topi Partai Perindo dan memegang alat fogging) bersama para pendukung saat menggelar fogging di Banjar Getas Kangin, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Selasa (9/4) kemarin.

Jadikan Banjar dan Desa Adat Wadah Membangun Karakter Krama Bali

CALON DPD-RI dari Bali nomor urut 28, Gede Ngurah Ambara Putra (GNAP 48), Selasa (9/4) kemarin bertatap muka dengan masyarakat dan tokoh adat di lima kecamatan di Kabupaten Jembrana mulai dari Kecamatan Pekutatan, Mendoyo hingga Jembrana dan Melaya. Salah satu visimisi dari Restorasi Bali yang mendapat sambutan baik dari masyarakat adat di Jembrana adalah menjadikan desa/banjar pakraman sebagai wadah untuk membangun karakter krama Bali. Misalnya melalui kegiatan seperti pasraman yang rutin digelar tiap banjar. ‘’Untuk mewujudkan itu perlu ada payung hukum. Memang sudah tertuang dalam konstitusi (UUD), tetapi UU pelaksanaan dan PP (peraturan pemerintah) belum. Sehingga masyarakat adat ini kekurangan anggaran untuk setiap kegiatan-kegiatan seperti pasraman misalnya. Harapan saya

TATAP MUKA – Calon DPD-RI dari Bali Gede Ngurah Ambara Putra bertatap muka dengan tokoh dan masyarakat adat di Kecamatan Mendoyo, kemarin. di tiap-tiap banjar nantinya memiliki pasraman,’’ ujar calon DPD-RI yang memiliki ciri khas berbaju hijau (gadang) dan udeng mabunga barak (merah) ini. Untuk membantu pelestarian adat dan budaya ini, menurutnya, melalui dana bagi hasil budaya dan desentralisasi fiskal. Dua poin tersebut juga merupakan salah satu visi-

misinya. Di samping pertumbuhan ekonomi/investasi yang berpihak terhadap kearifan lokal dan memperkuat eksistensi desa adat. Gagasan GNAP 28 ini mendapatkan dukungan penuh dari sejumlah tokoh adat di Kabupaten Jembrana. Seperti Ketua Majelis Alit Mendoyo I Nengah Suwindia yang berharap sosok seperti

GNAP 28 ini bisa lolos di Senayan. Sokongan serupa diungkapkan Bendesa Medewi Gusti Kade Winia dan Bendesa Mendoyo Dauh Tukad I Gusti Ngurah Kade Sunarta. Sosok GNAP 28 ini sangat cocok mewakili Bali di Senayan, karena dari visi dan misi yang dipaparkan sangat berpihak kepada masyarakat adat. (kmb26)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Rabu 10 April 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu