terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 54 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
rabu paing, 9 OKTOBER 2019
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
WNA Boleh Ngekos
Warga Rusia Ngamuk
Puluhan Hektar Sawah ‘’Nganggur’’
Warga negara asing (WNA) di Indonesia yang memiliki izin tinggal yang sah, boleh tinggal di mana saja termasuk rumah kos. Syaratnya tidak melanggar hukum.
Yura, pria berusia 28 tahun asal Rusia, mengamuk di seputaran Ubud. Diduga pria berambut pirang ini depresi setelah kehabisan uang.
Puluhan hektar lahan persawahan yang ada di Dusun Dauh Pangkung, Desa Seraya Barat, Karangasem ‘’nganggur’’. Pasalnya tidak ada suplai air.
GIANYAR | HAL. 9
BADUNG | HAL. 3
KARANGASEM | HAL. 11
Bangun Masyarakat Berbudaya dan Cerdas Hukum
Gubernur Koster Apresiasi Lomba Kadarkum 2019 DALAM rangka membangun masyarakat yang berbudaya dan cerdas hukum, penting untuk mendorong masyarakat untuk memahami aturan serta melaksanakan aturan tersebut dengan tertib dan disiplin. Demikian disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri dan membuka Lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019 di Hotel Inna Bali Heritage, Denpasar, Selasa (8/10) kemarin. Gubernur Koster mengatakan bahwa untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang tertib hukum, LOMBA KADARKUM Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka Lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019 di Hotel Inna Bali Heritage, Denpasar, Selasa (8/10) kemarin.
salah satunya caranya adalah bagaimana membangun kesadaran warga agar taat pada aturan dan disiplin melaksanakan aturan. ‘’Di dalam memasuki kehidupan yang modern bahkan tidak saja modern, dari zaman dahulu di zaman tradisional kita memang sudah diberi pengetahuan cara hidup agar kita ini hidup tertib disiplin dengan mengikuti aturan,’’ katanya. Menurutnya, hal ini semakin penting karena mengingat saat ini tata kehidupan masyarakat kian maju dan kompleks dibarengi pula dengan bertambahnya jumlah penduduk, hingga memunculkan ragam kebutuhan baru. Maka itu tata kehidupan masyarakat yang tertib dan disiplin semakin diperlukan. ‘’Ini sesuatu yang harus kita dukung bersama-sama karena ini memang satu cara untuk membangun tata kehidupan yang modern untuk mewujudkan tata kehidupan masyarakat yang berbudaya
dan memiliki komitmen untuk memajukan kehidupan yang baik,’’ kata Ketua DPD PDI-P Provinsi Bali ini. Gubernur berharap lomba ini menjadi media untuk membangun budaya sadar hukum di Bali. Bahkan, ia menjanjikan akan memberikan apresiasi khusus jika Bali nantinya kembali bisa juara di tingkat nasional. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Sutrisno mengatakan, lomba ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan di daerah dan secara nasional. Untuk tahun ini, ia mengatakan, ada satu kota dan enam kabupaten yang mengikuti kegiatan. Sedangkan dua kabupaten yakni Tabanan dan Buleleng absen tidak ikut lomba. ‘’Mudah-mudahan tahun ini bulan November akan dilakukan lomba tingkat nasional lagi di Ancol, juara ini bisa dipertahankan,’’ kata Sutrisno. (kmb)
Perkuat Ekonomi Bali
Bank BPD Bali Jalin Kerja Sama Apex dengan BPR DIRUT Bank BPD Bali menandatangani perjanjian kerja sama Apex BPR antara Bank BPD Bali dengan Perbarindo dan BPR pada Selasa (8/10) kemarin di Inna Grand Bali Beach, Sanur. Hadir dalam acara tersebut Gubernur Bali Wayan Koster. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat UMKM di Bali dan perekonomian Bali. Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan, kerja sama ini dilatarbelakangi upaya untuk mendorong UMKM yang ada di Bali, sebagaimana program Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Sehingga antara pelaku usaha dengan lembaga jasa keuangan (LJK) termasuk Bank BPD Bali dan BPR, wajib berkolaborasi dan bersinergi. ‘’Apalagi di
tengah-tengah persaingan ke depan, sinergi antara LJK harus diperkuat,’’ ujarnya. Hampir sebagian besar BPR di Bali telah menjadi nasabah Bank BPD Bali. Sehingga sesuai dengan konsep BI membuat Apex BPR, sehingga Bank BPD Bali menjadi bank pengayom. Fungsi bank pengayom yaitu pooling fund, technical assistant, financial assistant. Sampai saat ini sudah ada 120 BPR dari 134 BPR yang menjadi anggota Apex BPR. Bentuk kerja sama pooling of fund misalnya dalam bentuk bantuan likuiditas ke BPR. Bank BPD Bali dapat membantu BPR dengan dana SWM (Simpanan Wajib Minimum) sebesar Rp 100 juta yang disetorkan
sejak awal bergabung menjadi anggota Apex. Hal. 15 Membantu Likuiditas
PENANDATANGANAN KERJA SAMA - Dirut Bank BPD Bali menandatangani kerja sama Apex BPR antara Bank BPD Bali dengan Perbarindo dan BPR. Usai penandatanganan dilakukan foto bersama dengan Gubernur Bali, perwakilan OJK Regional VIII Bali Nusa Tenggara dan Bank Indonesia KPw Bali.
Gubernur Koster Harap Pramuka Ikut Bali Terima Ketetapan Warisan Budaya Takbenda Sukseskan Visi ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ Wagub Cok Ace Sebut Langkah Nyata Lindungi Seni Tradisi dan Budaya
IKUT WUJUDKAN VISI - Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra yang mewakili Gubernur Bali saat membuka Perkemahan Wirakarya Kwartir Daerah Bali Tahun 2019 di Bumi Perkemahan Desa Patas, Gerokgak, Buleleng, Selasa (8/10) kemarin.
Harian Bisnis Bali Konservasi SDA Mendesak Ketersediaan air di Bali menjadi masalah yang harus segera diatasi. Apa yang harus dilakukan?
GERAKAN Pramuka sebagai lembaga pendidikan nonformal di sekolah dan di luar keluarga, memiliki sistem pendidikan yang sangat holistik dengan Dasa Darma dan Tri Satyanya. Untuk itu, Gerakan Pramuka diharapkan dapat ikut ambil bagian dalam mewujudkan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Hal. 15 Pendidikan Karakter
WARISAN BUDAYA TAKBENDA - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menerima Penetapan Warisan Budaya Takbenda 2019 atas sejumlah seni tradisi Bali oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (8/10) malam yang diserahkan Mendikbud Muhajir Effendy.
Denpasar Dinobatkan sebagai Kota Terinovatif Se-Indonesia
Dalam Ajang Innovative Government Award 2019 oleh Kemendagri
www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Demi Miras, Satpam Jambret Emak-emak Satpam vila, I Nyoman Adi Wahyu (23) dibekuk Abiansemal, gara-gara kerap menjambret emak-emak yang pulang dari pasar. www.denpostnews.com
PEMERINTAH Kota Denpasar kembali meraih penghargaan tingkat nasional. Kali ini peringkat pertama di bidang inovasi untuk kategori pemerintah kota se-Indonesia yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri dalam ajang Innovative Government Award 2019. Penghargaan ini semakin menegaskan bahwa Kota Denpasar sebagai kota inovatif dan menyandang gelar sebagai kota terinovatif di Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada Wali Kota Den-
pasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra pada acara anugerah Innovative Government Award (IGA) 2019 di Hotel Borobudur Jakarta Pusat, Senin (7/10) malam. Penghargaan ini menjadikan Denpasar sebagai satusatunya daerah di Bali yang meraih penghargaan IGA, dan nantinya Denpasar akan mendapatkan dana insentif sebesar Rp 9 miliar ‘’Syukur di kompetisi IGA 2019 ini Kota Denpasar mampu meraih peringkat pertama dalam bidang pemerintahan kota terinovatif. Ini menjadi bukti bahwa pelayanan Pem-
kot Denpasar semakin cepat, transparan, efisien dan inovatif. Semoga inovasi tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,’’ ujar Wali Kota Rai Mantra usai menerima penghargaan. Hal. 15 Menghadirkan Inovasi IGA 2019 - Wali Kota Rai Mantra menerima penghargaan IGA 2019 yang diserahkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Hotel Borobudur Jakarta Pusat, Senin (7/10).
WAKIL Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengapresiasi penetapan Warisan Budaya Takbenda kepada sejumlah seni tradisi Bali. ‘’Ke depan agar terus dilakukan upaya-upaya terhadap kelangsungan pelestarian warisan budaya ini sehingga tidak hilang ditelan zaman,’’ katanya di sela-sela Malam Apresiasi dan Penetapan Warisan Budaya Takbenda 2019 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (8/10) malam. Pria yang akrab disapa Cok Ace ini menganggap penetapan tersebut juga merupakan langkah nyata untuk melindungi seni tradisi lokal. ‘’Khusus Bali perlu diupayakan upaya-upaya lebih serius lagi, supaya lebih banyak warisan budaya takbenda didaftarkan, agar tak diklaim oleh pihak atau negara lain,’’ Kata Panglingsir Puri Ubud ini. Hal. 15 Rasa Identitas
Rabu Paing, 9 Oktober 2019
Pilkel di 23 Desa
18 Petahana Ikut Bersaing
Denpasar (Bali Post) – Sebanyak 23 desa di Kota Denpasar akan melakukan pemilihan perbekel (pilkel), Minggu (27/10) mendatang. Sedikitnya 61 orang calon ikut bersaing memperebutkan kursi pimpinan desa tersebut. Dari 61 calon tersebut, terdapat 18 orang calon incumbent atau petahana, serta tiga orang calon perempuan. Dikonfirmasi, Selasa (8/10) kemarin, Ketua Panitia Pilkel Denpasar I Made Toya mengatakan, secara umum di setiap desa terdapat 2-3 calon. Hanya di Peguyangan Kangin yang terdapat calon maksimal yakni lima orang. Di Sidakarya juga cukup banyak, yakni empat calon yang akan memperebutkan kursi perbekel di desa tersebut. Menariknya, di Sidakarya ini tidak ada calon incumbent yang ikut bertarung lagi. Menurut Toya, tahapan pilkel sudah berjalan sesuai jadwal yang tersusun. Saat ini masih memasuki masa sosialisasi menjelang kampanye terbuka. Sosialisasi ini dilakukan di masing-masing banjar yang ada di desa bersangkutan. Sedangkan untuk masa kampanye nanti, calon perbekel hanya dijatah tiga hari untuk melakukan kampanye. Dikatakan, waktu tiga hari dinilai sudah cukup untuk mengkampanyekan dirinya sebagai calon perbekel sebelum pemilihan berlangsung tanggal 27 Oktober 2019. “Kami berikan waktu tiga hari karena masa sosialisasi cukup panjang. Mereka bisa menyasar banjar-banjar untuk mensosialisasikan diri atau memperkenalkan diri mereka ke masyarakat,” ujarnya. Toya menambahkan, masa kampanye dijadwalkan tanggal 21-23 Oktober 2019. Mereka nantinya akan diberikan kampanye terbuka di masing-masing wilayah mereka untuk memperoleh dukungan. Sedangkan masa tenang dimulai tanggal 24-26 Oktober 2019. (kmb12)
Pemprov akan Tertibkan Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Pasar Tradisional Denpasar (Bali Post) -
Upaya untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai terus digencarkan oleh Pemprov Bali. Terlebih setelah diterbitkannya Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Peraturan tersebut sejauh ini telah berlaku efektif pada toko-toko modern, tetapi masih menjadi tantangan besar untuk bisa diimplementasikan di pasar-pasar tradisional. “Nanti kita akan terjunkan OPD bersama pecalang dan juga lembaga terkait seperti pengelola pasar agar di pasar itu juga tertib pedagangnya,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster di sela-sela Lomba Keluarga Sadar Hukum Tingkat Provinsi Tahun 2019, di Denpasar, Selasa (8/10) kemarin. Koster melihat plastik sekali pakai seperti kantong plastik masih banyak digunakan oleh para pedagang di pasar. Seperti pedagang upakara yang menggunakan kresek berwarna merah untuk membungkus banten dan lainnya. Hal ini, menurutnya, harus ditertibkan, namun tanpa pengenaan sanksi bagi yang masih memakai plastik sekali pakai. “Ya, dilarang saja dia. Disadarkan saja karena pergub ini tidak ada sanksinya. Hanya menyadarkan saja,” jelas mantan anggota DPR-RI ini. Koster menambahkan, pengelolaan sampah mesti dimulai dari hulu. Sampah agar sudah dipilah antara organik dan anorganik dari tingkat
Dialog Interaktif
BALI TV bekerja sama dengan The Marhaenisme Institute pada hari ini Rabu, 9 Oktober 2019 pukul 16.00 – 17.00 Wita menggelar acara Dialog Interaktif edisi Oktober 2019, dengan menghadirkan Senator DPD-RI Utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Adapun tema dialog kali ini adalah “Kiprah Senator Bali Periode 2019–2024”. Dalam dialog tersebut akan dibahas sejumlah hal terkait dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini yang disinyalir sebagai gangguan politik menjelang pelantikan Presiden RI pada 20 Oktober 2019, di antaranya kasus kebakaran hutan di Barat Indonesia, kasus dan gejolak Papua, aksi demonstrasi terkait dengan UU KPK dan RUU KUHP, serta munculnya gerakan sempalan radikalisme yang dianggap menunggangi berbagai kejadian di Tanah Air. Lalu bagaimana peran anggota DPD-RI Periode 2019– 2024 untuk membantu menjaga program pemerintah, khususnya di era Presiden Joko Widodo ini? Selain itu, akan dibahas apa saja program anggota DPD-RI Bali, khususnya AWK selama lima tahun ke depan dalam bidang politik, ekonomi dan budaya? Benarkah kondisi pariwisata Bali saat ini sedang sandyakalaning? Semua akan dirangkum perspektif Marhaenisme. (r)
Topik : Pemprov akan Tertibkan Penggunaan Plastik Sekali Pakai
rumah tangga. Kemudian di tingkat banjar, desa, hingga kecamatan akan dibuat fasilitas untuk penanganan atau pengelolaan sampah. Mana yang bisa didaur ulang, ditabung di bank sampah, atau mana residu yang harus dibuang ke TPA. “Akan ada sosialisasi nanti. Sekarang ini kan di beberapa desa sudah melakukan dengan sangat baik, cuma ini perlu ditularkan kepada semua desa yang ada di Bali,” imbuhnya. Sementara itu, Pergub Nomor 97 Tahun 2018 sejak awal dicanangkan telah banyak mendapatkan apresiasi dan respons positif dari berbagai daerah bahkan dunia internasional. Tak hanya membatasi penggunaan plastik sekali pakai, pergub tentang pembatasan sampah plastik pertama di Indonesia itu juga mengatur tentang pembatasan styrofoam. Di sisi lain juga berdampak pada seni kerajinan rakyat yang semakin berkembang. Salah satunya kerajinan sedotan dari bambu untuk mengganti penggunaan sedotan plastik. (kmb32)
Pembahasan Perumda Pasar Diharapkan Rampung Tahun Ini Denpasar (Bali Post) – Setelah PDAM mengalami perubahan nomenklatur menjadi Perumda Air Minum, kini giliran PD Pasar melakukan hal serupa. Bahkan Perda Perumda Pasar ini diharapkan rampung tahun ini. Hal ini untuk memaksimalkan kinerja perusahaan daerah milik Pemkot Denpasar ini. Dirut PD Pasar Denpasar I.B. Kompyang Wiranata menegaskan hal itu saat menerima jajaran Komisi I dan II DPRD setempat, belum lama ini. Kunjungan dewan ini ke PD Pasar ini untuk mengetahui sejumlah persoalan yang masih dialami selama ini. Kompyang Wiranata memaparkan beberapa isu strategis di PD Pasar. Salah satunya terkait Ranperda Perumda Pasar yang pembahasannya ditarget rampung tahun ini. Perubahan ini sejalan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57/2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). PP ini juga berdampak pada nomenklatur perusahaan daerah milik Pemkot Denpasar, di antaranya PDAM (kini sudah sesuai PP), PD Pasar dan PD Parkir. “Kita berharap ranperda
Edarkan Setengah Kilogram Hasish
terkait perumda pasar ini bisa selesai tahun ini,” ujar mantan Ketua Komisi II DPRD Denpasar ini. Selain masalah tersebut, Kompyang Wiranata juga menyampaikan bahwa hibah untuk bangunan Pasar Badung belum turun dari pusat. Akibatnya, berdampak terhadap belum optimalnya pungutan retribusi. Isu strategis lainnya, kata Kompyang Wiranata, terkait revitalisasi pasar. Dimana sebagian besar pasar yang dikelola PD Pasar sudah direvitalisasi. Tahun ini rencananya Pasar Kumbasari yang direvitalisasi dengan memanfaat dana bantuan Pemprov Bali. Di samping itu, penanganan sampah dan pengurangan timbunan sampah plastik terus mendapatkan perhatian. “Dari 13 pasar tradisional yang kami kelola, per hari dihasilkan 140 meter kubik sampah. Namun penanganan sampah ini sudah dilakukan swakelola, didukung delapan truk sampah. Selain itu, PD Pasar juga memiliki mesin pencacah untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk. Hingga kini beberapa pasar juga telah memiliki bank sampah,” ujarnya. (kmb12)
Bali Post/eka
TRANSAKSI - Aktivitas transaksi para pedagang pelataran dengan pembeli di Pasar Kumbasari, Denpasar.
”Royal Wedding” Diselenggarakan 11 Oktober 2019 di Istana Mancawarna Tampaksiring
Wisatawan Rusia Dibekuk Polisi Ikuti Jejak Leluhur, Shri Gusti Wedakarna
Denpasar (Bali Post) Sat Resnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali kembali berhasil menggagalkan tindak penyalahgunaan atau peredaran narkotika dengan berat setengah kilogram lebih di wilayah hukumnya. Narkotika jenis hasish seberat 521,11 gram ini berhasil diamankan dari tersangka Andrew Ayer (31). Barang bukti yang terkemas dalam enam paket plastik tersebut diamankan dari tersangka yang berkewarganegaraan Rusia ini di Shisa Cafe Jalan Sunset Road Nomor 99 Kuta, Badung, Selasa (1/10) lalu. Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan didampingi Kasatresnarkoba AKP Mikael Hutabarat, Selasa (8/10) kemarin menerangkan, penangkapan ini menindaklanjuti informasi masyarakat akan adanya peredaran narkotika di seputaran Jalan Sunset Road nomor 99 Kuta, Badung yang
dilakukan wisatawan asing. Sekitar satu minggu melakukan penyelidikan, petugas melihat wisatawan asing yang dicurigai tersebut di Shisa Cafe Selasa (1/10), dan langsung melakukan penangkapan serta penggeledahan. Dari penggeledahan itu petugas menemukan barang bukti berupa enam paket hasish dalam tas ransel (tas gendong) milik tersangka. Selanjutnya dilakukan pengembangan penggeledahan ke kamar tersangka, homestay di Jalan Pantai Brawa nomor 41, Banjar Plambingan, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. Namun petugas tidak menemukan barang bukti lainnya di kamar tersebut. Dari pengakuan tersangka, lanjut Ruddi, barang bukti narkotika didapatkan melalui website Gidra.ru yang keberadaan penjualnya tidak diketahui. Dalam melakukan transaksinya, tersangka memesan narkotika di website dan mentransfer pem-
bayaran sesuai rekening yang dituju, kemudian tersangka menunggu alamat tempelan pengambilan barang pesanan tersebut. “Dia memesan sebanyak enam kali, lalu pesanan tersebut diambil di daerah Canggu”, terang Ruddi. Di Bali tersangka mengedarkan hasish tersebut khusus kepada wisatawan asing. Ke pada pelanggannya, ia menjual 1 gram dengan harga Rp 2.500.000. Keuntungan dari penjualan tersebut digunakan sendiri oleh tersangka. Atas perbuatannya itu, tersangka disangkakan pasal 111 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun, maksimal 12 tahun dan denda Rp 800 juta hingga Rp 8 miliar. Kemudian pasal 114 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun, maksimal 20 tahun dan denda Rp 1 juta hingga Rp 10 miliar. (kmb19)
Bali Post/eka
NARKOBA - Kapolresta Denpasar menunjukkan barang bukti Narkoba dan tersangkanya di Mako Polresta Denpasar, Selasa (8/10) kemarin.
Akhiri Masa Lajang Nikahi Putri Brahmana Asal Geria Suci Dencarik Buleleng
SET EL AH dua tahun sejak pertunangan digelar pada 23 Agustus 2017, akhirnya upacara pernikahan putra terbaik Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III dengan seorang putri Brahmana, Ida Ayu Ketut Juni Supari, akan digelar pada Oktober 2019. Hal ini ditandai dengan proses upacara Memadik lan Piuning secara resmi dari pihak purusa di Merajan Gede Geria Suci Dencarik Buleleng, Senin (7/10). Upacara tersebut dihadiri oleh dua sulinggih dari kedua pihak yakni Ida Pedanda Gede Giri Mahasandi dan Ida Shri Bhagawan Dalem Nabe Wira Kerthi (Geria Tegeh Kori Lebah Siung Singaraja), serta pejabat adat dan kedinasan serta kedua wakil keluarga baik dari pihak puri dan geria. Demikian press release resmi dari Puri Tegeh Kori Badung terkait dengan upacara yadnya ini. “Dalam tradisi Hindu, upacara meminta dan memamitkan secara resmi mempelai wanita dari rumah orangtuanya adalah kewajiban calon suami dan astungakara, atas petunjuk para sulinggih baik di Geria dan Bhagawanta Puri, akhirnya bisa menjadikan prosesi ini lancar, bahkan prosesi ini merupakan sejarah baru di Bali, yang mana seorang Ksatria Wangsa meminang secara resmi gadis Brahmana Wangsa dengan prosesi adat yang lengkap. Di sini kedua wangsa bersatu dan konsepsi Raja Resi akan dijalankan secara konsisten
RAJA YADNYA - Ida Pedanda Gede Giri Mahasandi, Ida Dalem Bhagawan Nabe Wira Kerti serta orangtua mempelai wanita menyaksikan upacara Tukar Cincin Abhiseka Ratu lan Prameswari ring Geria Dencarik Buleleng. oleh kedua mempelai sebagai simbol dari tokoh Hindu Dharma di Bali,” ungkap Gusti Wastu Manggala (Juru Bicara Puri). Ia pun menyampaikan bahwa tidak mudah untuk menyiapkan prosesi dari seorang panglingsir, mengingat banyak aturan dan tata titi yang harus dilakukan sebagai wujud konsistensi terhadap perjuangan Ksatria Dalem. Prosesi pernikahan ini mengingatkan kembali memori masyarakat Bali, saat orangtua Ratu Gusti Wedakarna yakni (swargi) Shri Wedastera Suyasa menikahi
Ibu Tua Ida Ayu Wirati dari Geria di Buleleng, sehingga ini seperti pengulangan sejarah saja. “Sosok Ratu Gusti Wedakarna adalah putra dari tokoh Bali (swargi) Shri Wedastera Suyasa, pendiri dari organisasi Trah Arya Tegeh Kori saat Indonesia Merdeka. Segala tindak tanduk sebagai warih dari Raja Badung pertama I Gusti Tegeh Kori tentu akan menjadi sorotan masyarakat dan tentu akan menjadi teladan di tataran sosial masyarakat Bali. Apalagi posisi Ratu Gusti Wedakarna juga seorang panglingsir tidak saja di puri tapi juga di
Pasemetonan Ageng, sehingga segala sesuatunya harus diurus secara detail. Perlu diketahui, bahwa upacara Raja Yadnya Pawiwahan Ageng ini masih dalam suasana berduka karena ibunda beliau, Ibu Suri Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry Suyasa, tepat wafat (lebar) pada 7 Juli 2019. Sehingga upacara baik di Geria Buleleng, di Puri Tegeh Kori Badung dan nantinya di Istana Mancawarna Tampaksiring akan diselenggarakan dengan sangat sederhana. Semua sesuai petunjuk Ratu Gusti Wedakarna,” ungkap Wastu Manggala. Pantauan di lapangan, bahwa acara prosesi yang diawali di Geria Dencarik Banjar Buleleng ini diakhiri di Puri Tegeh Kori Badung. Dihadiri oleh keluarga secara terbatas, prosesi Yadnya Mebyakala dan piuning ring Merajan Puri berlangsung dengan lancar hingga menjelang sandikala. Selanjutnya prosesi Yadnya Pawiwahan Ageng ini akan dilaksanakan pada 11 Oktober 2019 di Istana Mancawarna Tampaksiring, sekaligus upacara Potong Gigi (Mapandes) dari Putra Mahkota Puri Tegeh Kori Badung, Shri I Gusti Ngurah Bhisma Viswakarma Suliwa Wedakarnaputra Suyasa IV. “Kami memohon maaf kepada sameton di Bali, bahwa untuk rangkaian Pawiwahan Ageng ini pihak puri hanya mengundang secara terbatas. Dan kami memohon doa restu dari seluruh masyarakat Bali di Nusantara termasuk umat Hindu Indonesia agar upacara berjalan dengan baik,” ungkap Gusti Wastu Manggala. (ad249)
Rabu Paing, 9 Oktober 2019
Resmikan Bank Sampah Mandiri Mangu Srikandi Se-Kutsel
Bupati Giri Prasta Ingin Bank Sampah Bermanfaat dan Berkelanjutan BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa meresmikan Bank Sampah Mandiri PKK Mangu Srikandi dan Kawasan Bebas Sampah, Kantong Plastik se-Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel), bertempat di Wantilan Murda Ulangun Pecatu, Desa Adat Pecatu, Selasa (8/10) kemarin. Kick Off ke-3 Bank Sampah Mandiri tersebut juga dihadiri Anggota DPRD Badung Dapil Kuta Selatan, Organisasi Kewanitaan di Badung, Camat se-Badung serta Perbekel dan Lurah se-Kecamatan Kutsel. Bupati Giri Prasta mengatakan, pembentukan Bank Sampah Mandiri merupakan tindak lanjut dari program Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih yang telah dicanangkan sebelumnya.
Hal ini juga sebagai implementasi dari visi dan misi Bupati dan Wabup Badung dalam penanganan sampah dengan pola 3R, yakni reduce, reuse dan recycle, bagaimana mengurangi, memilah dan mengolah sampah. ‘’Semua banjar di Badung kita bentuk bank sampah. Kami berterima kasih sekali kepada ibu-ibu PKK sudah mau menjadi direktur dan pengurus bank sampah sehingga nantinya sampah itu dapat diolah dan sampah menjadi berkah serta rupiah,’’ terangnya. Melalui program ini, Bupati Giri Prasta berkomitmen akan memberikan motivasi kepada pengurus bank sampah di setiap banjar dengan memberikan insentif dengan nilai minimal Rp 1 juta. Hal ini sebagai cara untuk menggerakkan agar
bisa mewujudkan Badung yang bersih dan hijau secara berkelanjutan. ‘’Kami mohonkan kepada semua komponen masyarakat agar Gertak Badung bersih tidak hanya sampai di sini. Namun harus bermanfaat, berlanjut dan bisa diwariskan kepada anak cucu,’’ kata Giri Prasta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Putu Eka Merthawan mengatakan, dasar dari aksi pembentukan bank sampah ini adalah Peraturan Bupati Badung No. 48 Tahun 2018 tentang Pengelolaan 3R. Kegiatan ini diapresiasi komponen PKK seBadung yang secara konsisten membuat langkah nyata serta telah mampu mengurangi sampah dari sumbernya serta mendapatkan berkah. Dijelaskannya, kolaborasi
DLHK Badung dengan TP PKK Badung menghasilkan konsep Nasa Siber atau Nabung Sampah Sistem Berjaringan (multilevel) berbasis startup nondigital. ‘’Kami targetkan terwujudnya 1.000 bank sampah di Kabupaten Badung di tahun 2019, karena kecamatan yang lain sudah mempersiapkan diri untuk peresmian bank sampah,’’ jelasnya. Sementara itu, Camat Kutsel Made Widiana mengungkapkan, Bank Sampah Mandiri se-Kutsel terdiri dari 67 Bank Sampah Mandiri PKK Mangu Srikandi, 87 Bank Sampah Edukasi Badung Mangu Kumara, tiga Bank Sampah Mandiri Destinasi Wisata, lima Bank Sampah Mandiri Kesehatan, dan tujuh Bank Sampah Mandiri Pendukung Kinerja Bank Sampah. (ad251)
BANK SAMPAH - Peresmian Bank Sampah Mandiri PKK Mangu Srikandi dan Kawasan Bebas Sampah, Kantong Plastik se-Kecamatan Kuta Selatan bertempat di Wantilan Murda Ulangun Pecatu, Desa Adat Pecatu, Selasa (8/10) kemarin.
CAS Belum Mampu Stabilkan Harga Pangan Mangupura (Bali Post) -
Controlled Atmosphere Storage (CAS) yang dibangun Pemerintah Kabupaten Badung di Pasar Petang belum beroperasi maksimal. Pasalnya, keberadaan gudang penyimpanan pangan ini belum mampu menstabilkan harga sejumlah komoditas di pasar tradisional.
Bali Post/eka
PASAR - Seorang pedagang menimbang bawang yang dipesan pembeli di Unit Pasar Kapal, Badung. CAS yang dibangun Pemkab Badung belum mampu menstabilkan harga sejumlah komoditas di pasar tradisional.
Diperbarui, Fasilitas Penumpang Berkebutuhan Khusus
Mangupura (Bali Post) PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, memperbarui fasilitas holding room yang ditujukan untuk penumpang berkebutuhan khusus. Fasilitas ini disiapkan sesuai dengan amanat Undangundang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, pasal 134 telah mengatur mengenai pemberian pelayanan dan fasilitas khusus dari bandar udara terhadap penumpang dengan kebutuhan khusus, penumpang lanjut usia, anak-anak di bawah usia 12 tahun, serta penumpang yang sedang dalam kondisi sakit.
Aturan tersebut diperkuat dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 178 Tahun 2015 yang mengatur bahwa bandar udara sebagai tempat layanan masyarakat, untuk menyediakan fasilitas yang mengakomodir seluruh penumpang, termasuk di dalamnya memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam pelayanan terhadap penumpang dengan kebutuhan khusus. ‘’Sesuai dengan peraturan yang berlaku, kami telah sediakan sejumlah fasilitas di bandar udara yang diperuntukkan untuk memberikan kenyamanan pada penumpang berkebutuhan
khusus, di antaranya adalah toilet ramah disabilitas, lift yang diperuntukkan untuk penumpang berkebutuhan khusus, serta design ramp di terminal dengan kemiringan tertentu untuk mengakomodir penumpang dengan kursi roda. Fasilitas holding room ini kami percantik untuk memberikan nilai tambah, serta kenyamanan lebih kepada penumpang berkebutuhan khusus yang tengah menunggu jadwal keberangkatan,’’ kata General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali Herry A.Y. Sikado. Me n uru t ny a , f a s i l i t a s
holding room yang terletak di kedua Terminal Keberangkatan ditata agar makin memberikan rasa nyaman bagi penumpang berkebutuhan khusus di bandar udara, mulai dari tiba di bandar udara sampai sebelum masuk ke dalam pesawat udara. Bagi penumpang yang hendak menggunakan fasilitas ini, mereka harus melaporkan diri kepada customer service yang berada di konter pelayanan penumpang dengan kebutuhan khusus yang terletak di areal drop zone Terminal Keberangkatan Domestik dan Terminal Keberangkatan Internasional. (kmb23)
Pengelola CAS yang juga Dirut Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Mangu Giri Sedana, I Made Sukantra, saat dikonfirmasi tak menampik perihal tersebut. Pihaknya mengakui CAS belum efektif dan masih dalam masa uji coba. ‘’Sekarang masih masa percobaan. Bersamaan dengan HUT Mangupura (November) rencananya akan kita launching. Nanti akan ada enam orang petugas yang akan berjaga. Sekarang mereka masih kami berikan pelatihan,’’ ujar Sukantra, Selasa (8/10) kemarin. Menurutnya, pihaknya tengah fokus memberikan pelatihan kepada petugas yang bakal mengoperasikan CAS. Nantinya CAS akan berfungsi untuk tempat penyimpanan sebagian hasil panen bawang merah dan cabai dari petani. Jadi, saat harga naik bisa didistribusikan untuk menstabilkan harga. ‘’Hanya semua itu belum berjalan efektif, namun arahnya memang ke sana,’’ ucapnya. Seperti diketahui, pembangunan CAS sudah selesai pada awal tahun 2019. Namun fungsi CAS yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 7 miliar tersebut belum terlihat. Harga bawang merah misalnya, dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan dibandingkan komoditas lainnya. Bahkan berdasarkan pantauan harga yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Mengengah (UMK) dan Perdagangan Kabupaten Badung, harga bawang merah naik menjadi Rp 20.000 per kilogram. Padahal sepekan sebelumnya harganya hanya Rp 16.000 per kilogram. Sementara untuk cabai rawit merah harganya stabil dalam dua pekan terakhir, yakni Rp 40.000 per kilogram. Begitu juga telur ayam ras seharga Rp 1.500 per butir, telur ayam kampung Rp 2.000 per butir, gula pasir lokal Rp 12.000 per kilogram. Ada beberapa komoditas yang harganya justru turun, seperti bawang putih dari Rp 27.000 per kilogram, tapi kini harganya turun menjadi Rp 17.000 per kilogram. Kemudian daging ayam ras dari Rp 36.000 per kilogram menjadi Rp 35.000 per kilogram. (kmb27)
Dewan Kembali Bahas Perubahan RPJMD
Mangupura (Bali Post) DPRD Badung, Selasa (8/10) kemarin membahas Rancangan Perubahan Kedua RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Badung. Rapat yang digelar di DPRD Badung itu dipimpin Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Badung I Nyoman Satria, didampingi I Gusti Ngurah Shaskara dan dihadiri pimpinan OPD di Pemkab Badung. Menurut Nyoman Satria, rapat perdana tersebut untuk mensinkronisasikan penjelasan dari pihak eksekutif terkait revisi kedua RPJMD. Hal ini sesuai Permendagri No. 86 Tahun 2017 tentang Perubahan RPJMD dan Rencana Perangkat Daerah. ‘’Berdasarkan itu, kami butuh penjelasan secara detail dari pihak eksekutif terhadap perubahan yang dilakukan,’’ katanya.
Dijelaskannya, rapat tersebut pada intinya untuk penyelarasan dan guna mendapat penjelasan dari eksekutif mengenai dasar perubahan RPJMD. ‘’Perubahan tersebut karena beberapa indicator, di antaranya adalah pendapatan dan sasaran yang ingin dicapai,’’ kata Satria yang juga menjabat Ketua Bapenperda DPRD Badung. Kepala Bappeda Badung I Made Wira Dharmajaya mengatakan, perubahan dilakukan guna menyesuaikan kondisi saat ini. ‘’Seiring dengan perkembangan, regulasi yang digunakan dalam menyusun RPJMD berubah, dari Permendagri 54 tahun 2010 kini berubah menjadi Permendagri 86 Tahun 2017. Maka dari itu perlu dilakukan penyesuaian kembali sesuai dengan regulasi yang ada saat ini,’’ kata
Wira Dharmajaya. Perubahan dilakukan secara sistematis yang berkaitan dengan realisasi APBD Badung dalam tiga tahun pelaksanaan. ‘’Harus disesuaikan dengan realisasi, capaian kinerja yang juga dievaluasi. Yang sudah tercapai agar ditingkatkan, yang hasilnya sama dipertahankan dan yang masih kurang ditingkatkan lagi,’’ ucapnya. Terkait pertanyaan pansus, apakah perubahan RPJMD Badung akan mengubah lima program perioritas, dia menyatakan, perubahan menyangkut program dan kegiatan untuk mencapai target. ‘’Jadi perubahan mendasar untuk mencapai target dengan tetap merujuk potensi yang dimiliki,’’ ucap mantan Sekretaris DPRD Badung itu. (kmb27)
Punya Izin Tinggal, WNA Boleh Ngekos
Bali Post/edi
SOSIALISASI - Suasana sosialisasi keimigrasian di kantor Camat Kuta, Selasa (8/10) kemarin.
Mangupura (Bali Post) Warga negara asing (WNA) di Indonesia dengan memiliki izin tinggal yang sah dan masih berlaku, boleh tinggal di mana saja, baik di hotel maupun rumah kos. Dengan syarat, tidak melakukan pelanggaran hukum. Hal itu ditegaskan Kepala Divisi Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Kantor Wilayah Bali Hasanudin pada sosialisasi keimigrasian, Selasa (8/10) kemarin, di kantor Camat Kuta. Dijelaskan Hasanudin, peran serta masyarakat umum dalam pengawasan WNA sangat diperlukan. Namun untuk tindak lanjut terhadap pelanggaran yang dilakukan WNA, itu kembali pada kewenangan
masing-masing instansi. Misalnya, ketika WNA melakukan tindakan kriminal haruslah ditindaklanjuti terlebih dahulu oleh kepolisian. Sementara jika berupa pelanggaran perda, itu disikapi oleh instansi terkait di pemerintah daerah. ‘’Ketika orang asing melakukan kegiatan di Indonesia, maka semuanya harus ikut mengawasi. Jadi bukan hanya Imigrasi saja. Kecuali kalau dia akan berangkat atau baru tiba di Indonesia. Itu baru mutlak kita sendiri yang mengawasi. Tidak boleh orang lain,’’ tegasnya. Dilihat dari aspek keimigrasian, pihaknya menegaskan, WNA bebas tinggal dibmanapun, baik di akomodasi wisata ataupun kos-kosan, dengan
syarat sudah mengantongi izin tinggal yang sah dan masih berlaku. Namun ketika ada daerah yang mengeluarkan regulasi soal larangan WNA ngekos, menurutnya, itu sahsah saja. Meski demikian, pengawalan atas penegakan aturan tersebut tentu menjadi kewenangan pemerintah daerah. ‘’Silakan pemerintah daerah yang punya kewenangan mengatur itu. Tapi ketika dia melakukan kesalahan dan sudah selesai diproses oleh Pemda, silakan serahkan ke kita,’’ ucapnya. Jika memenuhi unsur yang dipersyaratkan, pihaknya bisa saja menindaklanjuti persoalan itu dengan sanksi keimigrasian. Salah satu di
antaranya yakni tindakan deportasi. ‘’Beda halnya ketika WNA bersangkutan ditemukan overstay, tanpa adanya unsur pelanggaran hukum yang lain. Itu adalah kewenangan Imigrasi penuh, sehingga bisa langsung dikenakan tindakan keimigrasian,’’ tegasnya. Tetapi ketika tidak ada unsur pelanggaran keimigrasian, maka pihaknya bisa saja menolak menindaklanjuti. Apalagi tanpa dilengkapi surat rekomendasi dan bukti-bukti pelanggaran terkait. Bahkan sesungguhnya yang melimpahkan WNA bersangkutan juga penting untuk diperiksa sehingga dapat dipastikan tidak ada alasan-alasan lain dalam pelimpahan tersebut. (kmb23)
Rabu Paing, 9 Oktober 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Belajar Tatib Dewan yang Bernuansa Muatan Lokal
Satria Terima Rombongan DPRD Kabupaten Bandung Barat
ROMBONGAN Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tata Tertib DPRD Kabupaten Bandung Barat, Selasa (8/10) kemarin melakukan studi komparasi ke DPRD Badung. Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Bandung Barat Hj. Pipih Supriati tersebut diterima Ketua Pansus Tata Tertib DPRD Badung Nyoman Satria dan anggota Pansus Ni Komang Triani. Dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat ada sejumlah hal yang ditanyakan seperti dalam Tatib Dewan Badung apakah sudah ada muatan lokal yang sudah tercantum dan muatan lokal apa saja itu. ‘’Kami ingin tanyakan muatan lokal yang terkandung di Tatib Dewan Badung yang nantinya akan bisa kami terapkan di daerah kami,’’ ujar Pipih Supriati. Ia juga meminta sejumlah materi tatib Dewan Badung yang nantinya bisa dipelajari lebih lanjut. ‘’Berikan kami sejumlah berkas tatib yang sudah disahkan Dewan Badung, sehingga ada referensi dalam membentuk tatib kami di DPRD Kabupaten Bandung Barat,’’ paparnya. Menyikapi pertanyaan rombongan DPRD Kabupaten Band-
TERIMA - Ketua Pansus Tata Tertib DPRD Badung Nyoman Satria dan anggota Pansus Ni Komang Triani menerima rombongan Pansus Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tata Tertib DPRD Kabupaten Bandung Barat, Selasa (8/10) kemarin. ung Barat, Nyoman Satria yang juga Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Badung menjelaskan, muatan lokal yang dibuat dalam Tatib DPRD Badung adalah menyelaraskan dengan peraturan gubernur yakni dalam penggunaan bahasa lokal yakni bahasa Bali dengan mencantumkan klausul tersebut di
tatib dewan. Selain itu, penggunaan pakaian adat Bali setiap Kamis, Purnama dan Tilem. ‘’Hal itu kita sebut dalam tatib dine (hari), mabasa (berbahasa) Bali dan berpakaian adat Bali. Sehingga saat sidang, rapat paripurna maupun istimewa kita gunakan pakaian adat Bali,’’ terangnya. (ad248)
LLDikti VIII Puji Unmas Denpasar Terbanyak Miliki Prodi Terakreditasi A Segera Buka Kelas Internasional
UNIVERSITAS Mahasaraswati (Unmas) Denpasar terus melakukan perbaikan di segala bidang. Semua komponen diwajibkan tampil berkualitas. Termasuk Unmas terus mencetak human capital berkualitas bagi Bali. Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd., Selasa (8/10) kemarin mewisuda 518 sarjana dan magister. Ini wisuda tahap II, sedangkan pada wisuda tahap I telah diwisuda 572 sarjana. Di acara itu, Rektor I Made Sukamerta didampingi WR I Dr. Wayan Gede Wiryawan, S.H., M.H., WR II Dr. Nengah Landra, S.E., M.M. dan WR III Ir. I Made Sastra Wibawa, M.Erg. memaparkan Unmas merencanakan akan menggelar acara wisuda empat kali dalam setahun, mengingat saat ini memiliki student body 12.000 mahasiswa. Dua hari setelah wisuda, Kamis (10/10) besok, Unmas akan divisitasi BAN-PT. Mereka akan menilai Unmas Denpasar untuk Akreditasi Institusi PT (AIPT). Yang menarik Unmas adalah PTS pertama di Bali yang divisitasi reakreitasi AIPT dengan kriteria 9. Sedangkan yang lama masih menggunakan kriteria 7. Dua kriteria tambahan tersebut menyangkut networking dengan PT asing dan outcomes lulusan. ‘’Ini sebuah kebanggaan bagi keluarga besar Unmas dan masyarakat Bali. Mohon doa restunya, semoga nilainya naik dari B menjadi A,’’ tegasnya. Selain itu, Unmas sukses mengantarkan enam prodi meraih nilai A. Dengan penggabungan sejumlah PT, Unmas kini memiliki 20 prodi. Sedangkan sebelumnya Unmas meraih SNI ISO 9001: 2015 dalam bidang manajemen. Untuk memperkuat program internasional, Rektor Unmas Made Sukamerta menegaskan ke depan akan membuka kelas internasional bagi mahasiswa asing. Sekaligus memberi tambahan plus penguasaan bahasa asing bagi lulusannya. Ini yang dikatakan sarjana plus tidak mencetak pengangguran. Sementara program internasional selama ini
Utsawa Bali Sani X Unhi akan Dibuka Gubernur Koster Wagub Cok Ace ’’Masolah’’ pada Penutupan
SEBAGAI bentuk komitmen terhadap pelestarian seni dan budaya Bali, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali melaksanakan pagelaran Utsawa Bali Sani (UBS) X. UBS kali ini mengangkat tema ‘’Bayu Pramananing Bhuwana: Angin sebagai Sumber Kehidupan Alam Semesta’’. Pembukaan UBS akan dilaksanakan Kamis (10/10) besok di kampus Unhi Denpasar yang akan dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace). Bahkan, Wagub Cok Ace akan ikut terlibat masolah saat pagelaran Dramatari Basur Ahamkara yang dimeriahkan Bondres Celekontong Mas pada penutupan UBS, Minggu (13/10) mendatang. Hal ini disampaikan Wagub Cok Ace saat menerima audiensi Rektor Unhi Denpasad Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. didampingi Wakil Rektor III Dr. I Wayan Muka, S.T., M.T. serta Koordinator Sie Acara UBS Ida Bagus Purwa Sidemen, S.Ag., M.Si. dan Cokorda Putra, Senin (7/10) lalu. Partisipasi Cok Ace dalam pagelaran UBS mendapat sambutan antusias dari seluruh civitas akademika Unhi Denpasar. ‘’Saya kira ini luar biasa. Wakil Gubernur Bali akan ikut berpartisipasi masolah saat pagelaran Dramatari Basur Ahamkara yang juga dimeriahkan Bondres Celekontong Mas. Begitu juga, Utsawa Bali Sani ini akan dibuka langsung Gubernur Bali Bapak Wayan Koster,’’ ujar Wayan Muka saat dikonfirmasi, Selasa (8/10) kemarin. Dijelaskannya, UBS pada tahun ini akan dibuka di panggung terbuka kampus Unhi Denpasar. Pesta seni tahunan ini akan melibatkan seluruh komponen masyarakat, khususnya di lingkungan kampus Unhi Denpasar yang terletak di Jalan Sangga-
AUDIENSI - Wagub Bali Cok Ace (tengah) saat menerima audiensi Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (3 dari kanan) didampingi Wakil Rektor III Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T. (2 dari kanan) beserta Panitia UBS X, Senin (7/10) lalu. langit, Tembau, Penatih, Denpasar ini. ‘’Nanti akan ada tari Pendet massal dari adik-adik Sekolah Dasar. Ada juga parade gong kebyar wanita dari SMA 3 Denpasar, dan juga sekaa gong wanita Banjar Tembawu Tengah ikut tampil. Ini semua adalah potensi yang ada di sekitar kampus kami,’’ paparnya. Ke depan, lanjut mantan Dekan Teknik ini, Panitia Utsawa Bali Sani akan terus melibatkan adik-adik untuk ikut terlibat di dalam UBS ini. Apalagi pelaksanaan UBS juga bermaksud melestarikan seni dan budaya sejak dini. Lomba yang masih menjadi favorit adalah Bapang Barong dan Jauk Manis. Sebab, ini merupakan tradisi dan ikon dari UBS. ‘’Dalam UBS tahun ini,
di ajang lomba Bapang Barong akan ada perang bintang, juara I di Bali akan dilombakan. Selain itu, kami mementaskan garapan baru yakni Dramatari Basur Ahamkara yang akan dimeriahkan Bondres Celekontong Mas,’’ jelasnya. UBS X akan diselenggarakan selama lima hari. Dari hari pertama, Rabu (9/10) Lombar Penjor di internal Unhi Denpasar. Selanjutnya, Kamis (10/10) pembukaan UBS, Jumat (11/10) Lomba Lawar, Lomba Lukis, Lomba Busana Adat ke Pura, Lomba Jauk Manis dan Kendang, Sabtu (12/10) Lomba Dharma Wacana, Bapang Barong dan Kendang, dan Minggu (13/10) penutupan diakhiri dengan Dramatari Basur Ahamkara. (ad256)
Cellular World dan Samsung YES Bagi Hadiah Motor
WISUDA - Kepala LLDikti VIII Prof. Dasi Astawa bersama Rektor Made Sukamerta, Ketua Yayasan Bagus Ketut Lodji dan Ketua Panitia I Wayan Widnyana di sela-sela acara Wisuda Unmas. dilakukan dengan BSRU, FBA dengan mahasiswa dari Eropa. Ketua LLDikti Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa menegaskan Unmas banyak mengalami kemajuan luar biasa sejak adanya penyatuan sejumlah PT di lingkungan Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar bergabung ke Unmas. Makanya dia sangat yakin Unmas mampu menggelar pendidikan berkelas internasional karena sudah ada FBA dan Pendidikan Bahasa Inggris dengan merekrut dosen dan mahasiswa asing. Unmas Denpasar, kata Dasi Astawa, adalah kampus di Bali yang terbanyak memiliki prodi dengan akreditasi A. Sekaligus pertama reakreditasi AIPT kriteria 9. Ini menunjukkan Unmas sebagai PTS unggulan dan berpotensi menjadi kampus terbaik di Indonesia dan kelas dunia. Tinggal Unmas memberi bekal skill bagi lulusannya agar siap bersaing di era global.
Sementara itu, Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. meminta Unmas Denpasar terus berinovasi untuk mencetak lulusan yang cerdas dan berkarakter, berdaya saing tinggi, bukan menjadi pengangguran. Yayasan, katanya, mendukung semua program rektor dalam mengimplementasikan Tri Dharma PT, serta mendukung visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Di bagian lain, Rektor Unmas Made Sukamerta didampingi Ketua Panitia Dr. I Wayan Widnyana, S.E., M.M. mengungkapkan, Unmas bersiap mengantisipasi revolusi industri 4.0, mengubah paradigma pendidikan menjadi inspiratif, kreatif, inovatif, melek teknologi, dan mampu membelajarkan mahasiswa sesuai dengan karakternya. Unmas taat dengan regulasi guna menghasilkan lulusan yang bermutu serta berorientasi pada kebutuhan pasar. (ad259)
CELLULAR World dan PT Samsung Electronics Indonesia melakukan pengundian program Cellular World Samsung YES di Cellular World Jalan Teuku Umar, Denpasar, Jumat (4/10). Program yang berjalan sejak 5 Juli 2019 sampai 30 September 2019 ini mendapatkan antusias yang luar biasa dari pelanggan setia Samsung dan Cellular World. Program ini merupakan kedua kalinya bagi Samsung untuk menjalankan program undian beli HP Samsung bisa dapat hadiah. Hadiah yang diberikan antara lain 1 unit motor Yamaha X-Max off the road, 2 unit motor Yamaha Aerox off the road, 3 unit HP Note 9 512 GB, 4 unit HP Samsung A80 dan 5 unit kulkas 2 pintu Samsung. Pemenang yang beruntung dari pelanggan setia Cellular World dan Samsung pun sudah diumumkan. Satu unit motor Yamaha X-Max 250cc diraih Eva Kurniawati. Dua unit motor Yamaha Aerox 125cc diraih Sukardi dan I Made Karya. Tiga unit Samsung Note 9 512 GB diraih Rita, IGN Agung Widya Hadi Saputra dan M. Yusuf Zul Fagor. Sedangkan 4 unit Samsung A80 diraih Silvi Sulastri, Gusti Agung Ayu Arningsih, Firmansyah, dan I Wayan Andiana. Sementara 5 unit kulkas Samsung diraih Ketut Wiwik Rimayani, I.B. Arnawanta, Joao Manuel R.S. Cardoso, I.B. Gede Puja Atmaja, dan Slamet Abdul Karim. Pengundian berlangsung sangat seru selama kurang lebih satu jam. Saat undian ini peserta diwajibkan untuk datang. ‘’Cellular World menyambut baik program Samsung ini. Kami percaya kemitraan antara Sam-
UNDIAN - (Dari kiri ke kanan) Suami Eva Kurniawati, Marketing Manager CW IGN Gede Wirakusuma, dan Key Account Manager Samsung Bali Area Timotius Asmara. sung dan Cellular World akan makin kuat karena kedua perusahaan memiliki kesamaan visi dan platform. Kami memiliki pengalaman panjang mengelola retail seluler. Kepercayaan dari Samsung ini akan kami bayar dengan memberikan layanan terbaik untuk konsumen dan juga program ini menjadi salah satu bentuk nyata kerja sama dan selamat untuk para pemenang. Acara ini sekaligus menandai perubahan logo kami yang baru,’’ ujar IGN Gede Wirakusuma, Marketing Manager Cellular World. Cellular World adalah toko ponsel dan smartphones yang berbasis retail terbesar di Bali dan telah berdiri sejak 2007 serta memiliki pengalaman retail di
bidang ini selama lebih dari 12 tahun. Cellular World berlokasi di Jalan Teuku Umar Denpasar, Jalan Gatot Subroto Denpasar, Jalan By-Pass Dharma Giri Gianyar, Jalan Raya Bedugul Tabanan, dan Jalan Jenderal Sudirman No. 60 Kuanino Kupang, NTT. ‘’Kami menjual semua jenis ponsel dan berbagai macam aksesoris dan fasilitas untuk konsumen untuk menjamin kepuasan pelanggan di bidang ponsel, smartphones dan gadget. Fasilitas kami meliputi service center, mainan anak-anak, parkir yang luas, aksesoris ponsel terlengkap, valet parker dan juga sales yang andal untuk bisa memenuhi semua kebutuhan gadget dan smartphone,’’ jelas Wirakusuma. (ad250)
Alergi Obat Bukanlah Hal Sepele tetapi Bisa Mematikan! BILA para pembaca pernah berobat ke dokter atau rumah sakit, pada suatu tahap saya yakin saudara akan ditanya ‘’Apakah bapak/ibu punya alergi obat tertentu?’’. Bagi kebanyakan masyarakat, pertanyaan ini mungkin terkesan remeh. Bilapun alergi, memangnya bisa berdampak apa? Paling rasa gatal seperti alergi pada umumnya? Beberapa pasien yang pernah saya temui, bahkan tidak mencoba untuk mengingat, langsung menjawab ‘’tidak ada’’ agar pemeriksaan cepat selesai. Bila benar saudara pernah berpikir demikian, maka saudara salah. Alergi obat bukan hal sepele, namun sangat berbahaya. Ada banyak bentuk penyakit
alergi obat, namun salah satu bentuk kelainan obat yang cukup banyak ditemukan adalah Stevens-Johnson Syndrome (SJS). Pasien yang terkena SJS akan mengalami lepuh seperti luka bakar yang sangat perih pada sebagian hingga seluruh tubuhnya, termasuk mukosa seperti mulut dan mata. Pasien SJS harus dirawat di rumah sakit, karena bisa mengakibatkan kematian bila tidak tertangani dengan baik. Angka kematian SJS sekitar 1030% bergantung luas tubuh yang terkena. Banyak obat berpeluang menimbulkan reaksi alergi, namun beberapa jenis obat seperti antibiotik golongan sulfa, antikejang (carbamazepin, phenytoin),
dan antinyeri golongan oxicam, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena SJS. Keluhan awal umumnya berupa demam, sakit kepala, yang kemudian disusul dengan timbulnya bercak kemerahan yang dapat muncul di area terbatas maupun seluruh tubuh. Bercak ini terasa panas dan nyeri. Karena SJS mengenai mukosa, maka pada mata, tenggorokan, hingga saluran kencing biasanya juga terasa nyeri dan panas, sehingga sulit membuka mata, makan maupun buang air. Bila Anda pada suatu saat ketika meminum obat timbul gejala seperti ini, segera hentikan semua obat Anda dan lekas memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Terlambat dalam memperoleh tindakan bisa mengancam jiwa penderita. Alergi obat bisa terkena siapa saja di usia berapapun, sehingga kita harus tetap waspada dalam pemberian obat terhadap diri maupun keluarga kita. Tidak ada pencegahan khusus untuk SJS, namun bila anda sebelumnya pernah muncul bercak merah atau gatal di tubuh setelah minum suatu obat, namanama obat itu sebaiknya dicatat dan selalu disampaikan kepada dokter setiap kali anda berobat. Bagaimanapun, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Salam Sehat! l dr. Alfred Setyono
Rabu Paing, 9 Oktober 2019
Warga Bali Dinilai Miliki Kesadaran Hukum yang Baik Denpasar (Bali Post) Warga Bali dinilai memiliki tingkat kesadaran hukum yang baik. Bila dibandingkan daerah lain di Indonesia, pelanggaranpelanggaran hukum memang lebih jarang terjadi di Pulau Dewata. Ditambah lagi, Bali memiliki hukum adat yang juga turut membedakannya dengan daerah-daerah lain. ‘’Kalau saya pribadi menilai orang Bali sudah bagus kesadaran hukumnya. Pelanggaran-pelanggaran masalah hukum kan agak jarang. Tidak seperti daerah lain. Mungkin dari hukum adatnya sendiri, Bali memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah lain,’’ ujar Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Bali Sutrisno, Selasa (8/10) kemarin. Sutrisno melihat kesadaran hukum orang Bali terus meningkat, walaupun tidak diberikan sosialisasi secara masif. Sebagai contoh terkait peraturan pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai, tetapi sebagian besar masyarakat mau menaati peraturan tersebut. Di sisi lain, budaya orang Bali dengan roh agama Hindu juga memiliki pengaruh yang besar terkait tingkat kesadaran hukum. Seperti misalnya ada kepercayaan tentang siapa yang berbuat salah, maka akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan kesalahannya itu. Tak heran, di tahun 2016, Bali berhasil menyabet juara I lomba Kadarkum tingkat Nasional di Jakarta. ‘’Lomba kadarkum ini merupakan finalisasi dari kegiatan sosialisasi yang kita lakukan ke desa-desa dan kecamatan. Kita ingin mengevaluasi, kirakira yang kita sosialisasikan itu sudah mengena atau belum kepada masyarakat yang ada di Bali ini,’’ imbuhnya. Menurut Sutrisno, sosial-
isasi rutin dilakukan setiap tahun, mulai Januari sebelum akhirnya digelar lomba kadarkum. Pihaknya ingin memberikan pemahaman tentang hukum sehingga masyarakat akan menjadi sadar hukum. Hanya untuk tahun ini, lomba kadarkum tingkat provinsi hanya diikuti 7 kabupaten/kota lantaran Kabupaten Tabanan dan Buleleng absen. ‘’Kita tidak tahu, mungkin mereka juga banyak kegiatan. Yang lebih tahu kabupaten itu sendiri. Tapi yang jelas kita sudah memberikan pembinaan di sana,’’ jelasnya. Sementara itu, materi lomba meliputi Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, LLAJ, Narkotika, Sistem Peradilan Pidana Anak, ITE, serta Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi lomba kadarkum sebagai wadah bagi masyarakat untuk memahami suatu aturan serta melaksanakannya dengan tertib dan disiplin. Utamanya dalam mewujudkan masyarakat yang berbudaya dan cerdas. Sekaligus suatu tatanan masyarakat yang sadar dan taat hukum sebagai salah satu entry point bagi pencapaian supremasi hukum di Indonesia, termasuk Bali. ‘’Ini sesuatu yang harus kita apresiasi dan dukung bersama-sama, karena ini memang satu cara untuk membangun tata kehidupan yang modern untuk mewujudkan masyarakat yang berbudaya dan memiliki komitmen terhadap upaya untuk memajukan kehidupan yang baik,’’ ujarnya. Koster bahkan menjanjikan hadiah bagi wakil Bali jika nanti berhasil meraih kembali juara I di lomba tingkat Nasional. (kmb32)
Bali Post/eka
PLN - Beberapa petugas hendak memasang transformer di salah satu gardu PLN di Denpasar. Pemasangan trafo yang berkapasitas lebih tinggi ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya peningkatan beban penggunaan listrik.
Sidak Penggunaan Bahan Berbahaya
90 Persen Ditemukan pada Produk Kosmetik Denpasar (Bali Post) -
Pembunuh Dominggus Dapa Diadili Denpasar (Bali Post) Kasus pembunuhan yang terjadi di areal parkir warung Pondok Mangga Manis di Jalan Taman Pancing, Pemogan, Denpasar Selatan, Selasa (8/10) kemarin kembali dilanjutkan di PN Denpasar. Duduk sebagai terdakwa adalah Damung Kilimandu alias Angga (34). Sebagai korban dalam kasus berdarah yang terjadi Sabtu 29 Juni 2019 itu yakni Dominggus Dapa (24) asal Karo Wanno, Desa Tanggaba, Wewena Tengah, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk membuktikan dakwaannya, JPU Putu Oka Surya Atmaja di hadapan majelis hakim pimpinan I Gede Ginarsa menghadirkan lima saksi. Mereka kebanyakan dari keluarga korban. Tampak dalam persidangan, keluarga korban masih terlihat tidak terima dengan kematian Dominggus Dapa. Sementara dalam surat dakwaan jaksa, dijelaskan kasus ini berawal saat terdakwa yang dalam keadaan mabuk miras ditelepon Gerson Tanggela alias Sony. Saat itu saksi mengajak terdakwa datang ke warung Mangga Manis, untuk merayakan ulang tahun Gerson Tanggela alias Sony. Terdakwa pun sore itu bergegas ke tempat yang dimaksud. Namun dia sudah mempersiapkan pisau yang ditaruh di bawah jok motornya. Bahkan terdakwa di warung Pondok Mangga ikut merapikan meja, dan memesan makanan dan minuman jenis tuak. Para undangan di sana yang datang hingga sekitar 2025 orang. Mereka tidaklah semuanya saling kenal. Sekitar pukul 20.00 Wita, mulai pesta minuman sambil mendengarkan musik. Puluhan orang yang ada di sana ada yang
berjoged sambil berdiri dan ada pula yang asyik duduk. Tak lama berselang, terdakwa Damung Kilimandu mendengar ada keributan. Yakni antara Dominggus Dapa dengan Zoniber Bani, sehingga mereka yang ribut ingin dipisahkan terdakwa. Masih kata jaksa, saat dilerai malah keributan makin menjadi hingga semua orang di sana saling dorong. Bahkan korban tidak terima dan sempat memukul terdakwa, lalu dipisahkan oleh Gerson Tanggela. Persoalan tidak sampai di sana. Keributan malah makin menjadi hingga saksi Agustinus Zunna bermaksud melerai. Tanpa sengaja, saat memisahkan tangan Agustinus mengenai wajah terdakwa Damung Kilimandu. Saat itulah terdakwa emosi lalu lari ke arah parkir motor mengambil pisau. Lalu dengan pisau, dia mengejar Agustinus dan Domingus. Agustinus dan Domingus pun berlari, dan terus dikejar terdakwa. Agustinus pertama didapat dan pada lututnya kena bacokan pisau. Sedangkan terdakwa kemudian mengejar Domingus dan setelah didapat dihajar secara membabibuta dengan pisau hingga korban mengalami luka di punggung, pundak dan pinggang. Korban pun tidak berdaya dan akhirnya meninggal. Belum puas melakukan pembunuhan, terdakwa kembali ke parkir dan merusak sadel motor yang ada di sana dengan pisau, lalu pisau itu dibuang. Kini, terdakwa asal Desa Watuhadaang, Kecamatan Umalulu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur itu tinggal menunggu ketok palu hakim untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (kmb37)
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar secara rutin turun ke lapangan melakukan sidak untuk mengawasi penggunaan bahan-bahan berbahaya, baik pada obat, makanan, minuman dan kosmetik. Dari hasil sidak, kebanyakan produk yang mengandung bahan berbahaya adalah kosmetik, baik itu produk luar maupun dalam negeri. Adapun zat yang paling banyak ditemukan adalah merkuri, hidrokinon dan asam retinoat.
‘’Dari temuan penggunaan bahan berbahaya selama ini, 90 persennya ditemukan di kosmetik,’’ ujar Kepala BBPOM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Selasa (8/10) kemarin. Ia melanjutkan, untuk di Bali sendiri, sebenarnya banyak pelaku usaha kosmetik, mulai dari berbentuk cream lotion, lulur hingga sabun. Sayangnya dari sekian banyak produsen kosmetik, hanya sedikit yang mengurus izin ke BBPOM. Padahal, pengurusan izin untuk kosmetik jauh lebih mudah prosedurnya dibandingkan produk makanan ataupun obat-obatan. Saat ini baru sekitar 30 produsen kosmetik lokal yang mendaftar di BBPOM di Denpasar. Dan baru tiga yang mendapatkan kode notifikasi. Menurut Aryapatni, kode notifikasi untuk kosmetik adalah BPOM NA, BPOM NB, BPOM NC, BPOM ND dan BPOM NE. Kode ini
sesuai dengan negara produk kosmetik ini dibuat. Jika sudah mendapatkan kode notifikasi ini, produk kosmetik tidak hanya diizinkan beredar di dalam negeri, tetapi juga hingga di luar negeri. ‘’Kosmetik luar negeri saat ini lebih mudah masuk Indonesia. Begitu juga apabila sudah memiliki kode notifikasi, kosmetik produk kita bisa lebih mudah ke luar negeri,’’ terang Aryapatni. Sayangnya, meski lebih efisien, rupanya produsen kosmetik lokal masih belum siap dalam mengurus izin. Terutama yang skala kecil. Di sisi lain, produsen kosmetik skala kecil di Bali cukup banyak. Karena belum siap, ini dikhawatirkan produk kosmetik lokal akan semakin tersisih dengan produk kosmetik dari luar negeri. Ketidaksiapan dalam mengurus izin, salah satunya kendalanya karena harus memiliki rumah produksi. ‘’’Menyiapkan rumah produksi itu bukan berarti harus membangun bangunan baru. Dalam rumah bisa. Asal harus terpisah dari kegiatan rumah tangga. Ruangan produksi dan kemasan juga harus dipisah. Ada standarnya. Jika ingin kejelasan, konsultasi dengan
kami. Akan lebih baik jika ditanyakan lebih dahulu agar saat proses mengurus izinnya lancar,’’ papar Aryapatni. Selain itu, dalam mengurus izin untuk kosmetik, prosedur dan syaratnya disamaratakan, baik yang skala kecil maupun besar. Tidak seperti makanan atau obat-obatan yang diklasifikasikan berdasarkan skalanya. ‘’Meski prosedurnya lebih mudah, tapi tidak ada klasifikasi dalam mengurus izin kosmetik. Ini mungkin yang masih dirasakan berat oleh produsen, terutama yang skalanya kecil,’’ imbuh Aryapatni. Mengenai kualitas kosmetik lokal Bali, dari pandangan Aryapatni, kualitasnya banyak yang bagus, utamanya produk spa. Sayangnya, meski berkualitas karena belum memiliki kode notifikasi, produk ini akhirnya hanya dipakai usaha sendiri. Misalnya bagi yang membuka salon atau tukang pijat. ‘’Padahal punya potensi masuk ke hotel ataupun diekspor. Saya harap ke depan, selain produk pertanian, produk kosmetik lokal Bali, khususnya untuk spa juga difasilitasi agar diterima di hotel-hotel,’’ harap Aryapatni. (kmb24)
Pelaku ’’Skimming’’ Asal Romania Dihukum Delapan Bulan Denpasar (Bali Post) Pelaku skimming asal Romania, terdakwa Alexandru Boarta (32), Selasa (8/10) kemarin akhirnya dihukum selama delapan bulan. Oleh majelis hakim pimpinan IGN Putra Atmaja, terdakwa yang beraksi dengan modus memasang kamera pengintip PIN di ATM BRI itu dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer atau sistem elektronik dengan cara apapun, melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan.
Atas perbuatannya, pria asing itu dijerat Pasal 30 ayat (3) jo Pasal 46 UU RI No.1 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Selain dihukum secara fisik, majelis hakim juga memberi hukuman tambahan berupa pidana denda sebesar Rp 14 juta yang bisa diganti satu bulan penjara. Pidana denda ini lebih berat dari tuntutan jaksa Tiarta yang sebelumnya menuntut terdakwa membayar denda Rp 5 juta subsider satu tahun penjara. Vonis hakim lebih rendah empat bulan dari tuntutan
jaksa. Sebelumnya menuntut supaya terdakwa dihukum setahun. Meski demikian, terdakwa masih pikir-pikir menyikapi putusan hakim. Hal senada juga disampaikan jaksa Triarta. Sebelumnya, perbuatan terdakwa ini diketahui pada 11 Maret 2019 sekitar pukul 08.00 Wita bertempat di mesin ATM BRI Teras Belayu di SPBU Wiros Banjar Denkayu Baleran, Desa Werdi Buana, Mengwi, Badung. Berawal dari terdakwa memesan perangkat alat skimming secara online kepada salah satu kenalannya
di China. Setelah mendapat pesanannya berupa kamera, baterai dan scanner yang sudah dirakit, pada 10 Maret 2019 sekitar pukul 08.00 Wita terdakwa keluar dari Hotel Paradiso, Seminyak dengan mengendarai sepeda motor untuk mencari mesin ATM yang sepi. Setiba di lokasi, terdakwa kemudian memasang alat-alat yang sudah disiapkannya di mesin ATM. Tujuan terdakwa memasang atau menginstal alat skimming tersebut di mesin ATM BRI adalah mengambil atau merekam
data pada kartu ATM yang dimasukkan seseorang untuk mengambil uang di ATM tersebut. Pada alat skimming tersebut terpasang kamera yang diarahkan ke tombol angka untuk merekam PIN yang ditekan oleh orang yang mengambil uang pada mesin ATM. Namun aksi terdakwa ini cepat diketahui setelah saksi I Komang Gde Wira Citra Sasmita dan I Putu Saka Pramana mendatangi lokasi pada pukul 14.00 Wita. Mereka pun melaporkan kejadian ini ke Polres Bandung. (kmb37)
Produk Berbasis Kearifan Lokal
Inbis Unhi Denpasar Wujudkan ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ INKUBATOR Bisnis Universitas Hindu Indonesia (Inbis Unhi) Denpasar kini telah mampu bertransformasi jauh ke depan. Bahkan, di usianya yang baru 1,5 tahun telah mampu menginkubasi 15 tenant yang mengedepankan inovasi teknologi berbasis budaya. Untuk itu, produkproduk yang dihasilkan berbasis kearifan lokal. Seperti produk kesehatan dan kecantikan berbahan dasar herbal, VIAR Digital Lontar dengan konten budaya, dan produk-produk berkearifan lokal lainnya. ‘’Tenant yang kami bina di Inbis Unhi adalah mereka yang memiliki produk berbasis kearifan lokal. Karena kami mengusung tema kearifan lokal yang sesuai
dengan visi kampus yaitu berbasis agama dan budaya Bali,’’ ujar Ketua Inbis Unhi Denpasar Ida I Dewa Ayu Yayati Wilyadewi, S.E.Ak., M.M. pada kegiatan FGD & Bisnis Matching 2019 di Harris Hotel Cokroaminoto Denpasar, Selasa (8/10) kemarin. Lebih lanjut dikatakan, Inbis Unhi Denpasar telah mampu mencapai beberapa capaian. Dari sisi image, secara sosial media Inbis Unhi Denpasar menempati ranking teratas, bahkan tahun ini memperoleh award dari Markplus sebagai Inbis terbaik pada kategori riset dan akademisi. Tidak hanya itu, Inbis Unhi juga diberi kewenangan secara sah oleh Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) un-
tuk membina tenant secara nasional. Dari sisi founding, tahun ini Inbis Bali memperoleh dana hibah sebesar Rp 1, 3 miliar dari Menristekdikti untuk tiga tenant unggulan Inbis Unhi Denpasar dan dana pengembangan kelembagaan Inbis Unhi Denpasar sebesar Rp 300 juta. Sedangkan dari sisi produk, produk-produk berbasis kearifan lokal yang dihasilkan dari 15 tenant yang dibina Inbis Unhi Denpasar telah diterima dengan baik oleh masyarakat lokal, nasional, bahkan salah satu produk Bulung Bali telah menembus pasar internasional. ‘’Buktinya adalah ketika kami mengikuti events internasional respons para pengunjung itu sangat luar
biasa terhadap produkproduk kami,’’ tandas mantan presenter Bali TV ini. Tidak hanya itu, inovasi produk-produk tenant bi naa n Inbis Unhi D enpasar selalu dinanti oleh masyarakat internasional. Salah satunya produk tenant kecantikan herbal yang saat ini tengah berkembang pesat. Sebab, secara referensi hanya Inbis Unhi yang bisa memberikan produk kecantikan berbasis herbal dengan referensi yang jelas. Hal ini dikarenakan Unhi Denpasar memiliki Fakultas Kesehatan Ayurweda. Wakil Rektor III Unhi Denpasar Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T. mengatakan, dari empat perguruan tinggi di Bali yang menda-
patkan dana bantuan Inbis, Inbis Unhi Denpasar merupakan Inbis termuda yang mendapat kepercayaan untuk mengelola dana bantuan guna membina dan mengembangkan tenat-tenant Inbis. Apalagi, Inbis Unhi Denpasar masuk di jajaran 25 besar Inbis nasional dari ratusan perguruan tinggi yang ada di Indonesia. ‘’Ke depan kami berharap Inbis Unhi tidak hanya mendapat tiga tenant, tetapi mendapat tenant sebanyak-banyaknya. Tentu perlu sebuah kerja keras dan penyiapan sarana-prasarana, serta dukungan dari pemerintah dan stakeholder terkait,’’ tegasnya. FGD & Bisnis Matching 2019 yang mengusung tema ‘’Peran Inbis Mewujudkan
FGD - Inbis Unhi Denpasar menggelar FGD & Bisnis Matching 2019 di Harris Hotel Cokroaminoto Denpasar, Selasa (8/10) kemarin. Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ ini dibuka Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Bali Dr. Drs. I.B. Kade Subhiksu, M.M. yang dihadiri Direktur Sains dan
Teknologi Kemenristekdiskti Ferry Ramadhan, Kadisnaker ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda, para praktisi, dan seluruh pelaku tenant Inbis Unhi Denpasar. (win)
Rabu Paing, 9 Oktober 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Perkuat Pendukung Budaya Bali SEKTOR pariwisata Bali kini juga mengalamai perubahan ke arah penurunan. Jika tak mau disebut mengalami krisis, kita bisa menyebutnya pariwisata Bali mengalami sedikit degradasi. Semua ini akibat kondisi ekonomi makro secara global. Namun kondisi ini tak akan berlangsung lama, karena pariwisata Bali sebenarnya memiliki banyak keunggulan yang tak dikalahkan oleh teknologi. Di era serba digitalisasi dengan paradigma serba cepat dan efisien (bukan murah), semua bentuk kebutuhan kehidupan masyarakat kini serba dekat. Tinggal men-klik Bali semua potensi wisata bisa kita saksikan lewat gambar dan video. Ini juga yang membuat objek wisata kita mulai turun kunjungannya. Tanpa disadari semua info soal objek wisata kita dapatkan. Hanya satu yang belum adalah kata ‘’pernah’’ menikmati objek wisata Bali. Makanya kemajuan iptek sekarang mestinya diarahkan guna menggugah warga asing mengunjungi Bali. Selain itu, pendukung budaya Bali yakni krama Bali harus diperkuat dan diberdayakan. Ketika pariwisata dengan sistem konvensional, banyak travel agent yang hidup di Indonesia kebanyakan dikelola oleh warga luar Bali, yakni Jakarta. Bahkan cenderung lebih banyak dikendalikan oleh warga asing. Di era 1980-an hingga 1990-an, yang banyak menikmati dolarnya pariwisata Bali justru orang luar Bali. Masyarakat Bali yang notabene adalah pendukung budaya Bali hanya menjadi objek bagi pariwisata. Pasnya disebut Bali untuk pariwisata, bukan pariwisata untuk Bali. Jadilah Bali dieksploitasi untuk pariwisata. Pokoknya asal ada pembebasan tanah untuk pariwisata, segala izin dan urusan cepat tuntas. Sementara petani yang pemilik lahan mau mensertifikatkan tanahnya sulitnya luar biasa. Makanya jangan heran banyak lahan produktif di Bali di era tersebut untuk sektor pariwisata. Kini di era digital hampir 80 persen travel yang masih konvensional kalah bersaing dengan travel online. Jika ingin tak terlindas dari kemajuan teknologi, semua komponen dan pendukung pariwisata harus dan wajib berbasis digital. Nah, siapa yang cepat dia yang menang. Siapa yang murah dia juga yang menang. Buktinya dengan aplikasi digital kini tiket hotel dan paket hiburan di pariwisata bisa dijual dengan harga lebih murah dibandingkan dengan paket ala konvensional. Diperlukan iktikad baik guna memberdayakan pendukung budaya Bali. Kita setuju dengan Perda Desa Adat yang sedang dibahas di DPRD Bali guna memperluat desa adat dan peran krama Bali di sektor ekonomi, termasuk adat. Coba bayangkan, krama adat dan warga Bali hanya bisa mengelola iuran parkir dan sewa selempot bagi wisatawan yang mengunjungi sebuah objek wisata di sebuah wilayah desa adat. Kini bila perlu dibuatkan aturan iuran masuk bagi wisatawan yang masuk ke kas desa. Dengan demikian desa adat memiliki penerimaan yang lebih besar dari sebelumnya. Selain itu, sumbangan kunjungan harusnya menyentuh krama Bali. Iktikad baik memperkuat krama Bali ini harusnya tegak lurus dari pejabat paling atas hingga terbawah. Jangan disunat sana-sini, utamakan sesuai dengan peruntukannya. Yang terakhir perusahaan-perusahaan besar yang berbasiskan digital diikat untuk menyumbang hasil keuntungan demi budaya Bali. Seperti Gojek, Bukalapak, Shoffie, dll., mereka banyak mendapatkan di Bali namun belum jelas kontribusinya bagi pendukung budaya Bali. Kalau mereka mengatakan dampak sosial dan ekonomisnya, namun yang berhubungan langsung dengan pendukung budaya Bali jelas belum. Ayo anggota Dewan yang baru bergerak dan perjuangkan. Termasuk apa yang kita dapatkan di Bandara Ngurah Rai serta pelabuhan strategis lainnya.
Mencegah Degradasi Pariwisata Bali Adanya keputusan bersama tentang penguatan dan perlindungan tari sakral Bali, bagai angin sejuk dalam komitmen mengawal Bali yang terus digulirkan Gubernur Bali Wayan Koster. Tari sakral Bali yang berkaitan erat dengan ritual serta diciptakan untuk dipentaskan saat ada upakara agama di tempat sakral, seringkali ditampilkan di sembarang tempat untuk kepentingan pariwisata yang lebih bersifat komersial atau bahkan dijadikan alat untuk mendapatkan penghargaan seperti rekor Muri. Tentu saja hal ini menjadi keprihatinan banyak pihak, karena telah menimbulkan degradasi adat dan budaya Bali melalui pariwisata.
Oleh Agung Kresna
G
emerlap pariwisata Bali bak lentera malam yang mengundang ribuan anai-anai mengerubunginya. Ada suatu daya tarik luar biasa yang mengundang banyak pihak untuk mendatanginya. Bagi para investor, bagaikan semut melihat tumpukan gula manis yang mengundang. Ada potensi ekonomi yang dapat digali dalam pertumbuhan pariwisata Bali dari tahun ke tahun. Banyak pihak asing tertarik berinvestasi sarana pariwisata di Bali. Hotel berbintang lima dan berbagai fasilitas pariwisata berkelas internasional merebak di seantero Pulau Bali. Investor nasional maupun asing mencium aroma dolar yang dapat digali dari urusan pariwisata Bali. Akomodasi pariwisata menjadi bidang yang paling diincar oleh para investor. Aneka akomodasi pariwisata tumbuh menjamur, dibangun di pelosok Bali. Hampir semua objek wisata yang memiliki nilai eksotis tidak luput dari serbuan para investor. Sayangnya euforia terhadap pariwisata ini telah membuat Bali tidak pernah memiliki lang-
kah berani dan komprehensif dalam menyelesaikan permasalahan sustainable tourism yang dihadapi pariwisata Bali saat ini. Imbas negatif pariwisata seringkali masih terabaikan. Dari sampah plastik, kerusakan alam dan tata ruang lingkungan, hingga degradasi adat dan budaya Bali. Bahkan banyak pihak yang melihat konsep filosofi hidup krama Bali Tri Hita Karana justru mulai terdegradasi. Degradasi Pariwisata Ada yang terlupakan dalam mengundang investasi di Pulau Bali. Acapkali terjadi investasi yang hanya memberi keuntungan pihak investor semata. Pembangunan sebagai rentetan rangkaian investasi sudah selayaknya dapat membangkitkan ekonomi krama Bali. Pembangunan pariwisata yang berlangsung di Pulau Bali harus memberi dampak positif pada tumbuhnya simpul-simpul ekonomi baru di seluruh pelosok Bali. Imbas positif ini tidak harus selalu berupa insentif ekonomi. Bisa juga dalam wujud pembentukan karakter manusia Bali, atau tumbuhnya jiwa entrepreneurship di kalangan krama
SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Penataan Objek Wisata Saya baca di koran kini banyak wisatawan domestik yang mulai bepergian ke luar negeri. Ini mungkin karena berbagai hal termasuk biaya yang hampir setara dengan berliburan di dalam negeri. Bahkan orang Indonesia yang bepergian ke Singapura, Thailand, Malaysia dan Brunei juga tergolong tinggi. Mudah-mudahan kondisi ini bisa segera diatasi dengan benar-benar membangun daya tarik wisata di dalam negeri. Jangan sampai ketika kita sibuk berpromosi ke luar negeri mendatangkan wisatawan yang terjadi justru banyak orang lokal atau wisatawan domestik yang pergi ke luar negeri. Sebaiknya, menurut saya investasi untuk promosi diimbangi dengan investasi
penataan objek wisata termasuk melakukan kajian terhadap biaya penerbangan. Jika ini bisa dikoneksikan, maka kita mestinya bisa menjadikan Indonesia, khususnya Bali sebagai destinasi pariwisata yang diminati wisatawan. Selama ini banyak objek wisata yang ada tak terawat dan akhirnya kalah saing. Di sisi lain, kita juga masih terkesan menjadikan wisatawan hanya sebagai target pendapatan tanpa pernah mengevaluasi tingkat kepuasan wisatawan ketika berkunjung ke salah satu objek. Kenyamanan dan keamanan wisatawan juga sering terabaikan, karena kita fokus mendapatkan kontribusi dari mereka. I Nyoman Catramana Gianyar, Bali
Permohonan Bantuan Pembangunan Pura Agung Blambangan
Dalam rangka melengkapi bangunan tempat suci kami, maka dengan ini kami sampaikan permohonan bantuan dana pembangunan pura. Perlu dimaklumi terlebih dahulu bahwa unit-unit bangunan sebelumnya yang kami rintis bangunan suci pokok seperti; 1) Candi, yang kami beri nama Candi Luhur Moksajati Dalem Puri Blambangan. 2) Pura, yang kami beri nama Pura Sendang Nusantara. 3) Patirtan, yang kami beri nama Patirtan Gajahmina. Yang ketiganya merupakan satu kelompok kesatuan dalam suatu areal. Dinsamping bangunan pokok tersebut kami juga telah sempat benah-benah membangun lingkungan dan yang terakhir pada tahun 2018 yang lalu kami telah sempat pula membangunan bale gede sebagai kelengkapan pura. Sebagai tradisi bangunan suci Hindu semacam
itu diperlukan gapura masuk ke lokasi areal suci yang dinamai candi kurung. Inilah yang kami rencanakan untuk dibangun pada periode tahun 2019 sekarang ini. Mengingat keterbatasan kami dalam hal finansial maka mohon perkenannya untuk memberikan bantuan. Demikianlah permohonan kami dan atas perhatian serta kemurahannya kami sampaikan terima kasih. Dana punia bisa disalurkan ke Rekening 0680-01-004852-53-8 Bank BRI KCP Muncar Banyuwangi atas nama Yayasan Pura Agung Blambangan. Atas bantuan dan dukungan para umat kami panitia menyampaikan terima kasih. Achmad Riyadi, S.Pd. Ketua Panitia Pembangunan
Bali. Namun setidaknya dapat direduksi kemungkinan munculnya kerusakan alam, budaya, dan adat istiadat budaya Bali. Sehingga dapat tercipta sustainable tourism, bukan pariwisata yang menimbulkan degradasi budaya dan lingkungan. Pariwisata memang memiliki rantai multiplier effect ekonomi paling panjang. Banyak pihak menjadi terlibat dan mendapat imbas pembangunan pariwisata, positif maupun negatif. Sehingga kita justru harus berhati-hati dalam membangun pariwisata Bali. Menurunnya daya dukung alam dan adat budaya Bali, rusaknya tata ruang wilayah, ataupun degradasi dalam tatanan sosial-budaya krama Bali adalah contoh imbas buruk yang harus kita hindari bersama. Pariwisata Bali tidak hanya terkait lingkungan dan ekonomi semata. Tidak cukup hanya masalah hotel beserta akomodasi dan infrastrukturnya. Namun ada pertanian, industri kreatif, seni budaya krama Bali, pedagang pasar, hingga developer, dan bahkan masalah sampah. Sejauh mana ekonomi pariwisata Bali memberi dampak positif kepada seluruh pemangku ke-
pentingan yang ada, utamanya bagi kehidupan kesejahteraan keseharian krama Bali. Tolok ukur keberhasilan pembangunan Bali tidak cukup hanya diukur dengan adanya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) semata. PAD memang menjadi modal daerah guna membangun wilayahnya. Namun jika pembangunan yang dilakukan tidak dapat memberi dampak positif bagi tatanan sosial, ekonomi dan adat budaya Bali, maka sebenarnya investasi dalam pembangunan tersebut adalah sia-sia belaku. Pembangunan pariwisata Bali sudah seharusnya bermanfaat bagi semua pihak. Tidak cukup hanya mendatangkan keuntungan bagi investor, namun juga harus memberi dampak positif bagi adat budaya dan alam Bali beserta segenap krama Bali di dalamnya. Agar yang terjadi adalah Bali yang dibangun, bukan semata pembangunan yang dikerjakan di Pulau Bali. Ada beberapa catatan yang harus menjadi perhatian kita semua. Pertama, meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat Bali atau yang sering digambarkan sebagai Human Development Index. Pembangunan pariwisata Bali harus benarbenar membangun manusia Bali seutuhnya. Ujung akhir dari hasil pembangunan Bali adalah membentuk kesejahteraan lahir dan batin segenap krama Bali. Bukan sekadar menciptakan seantero Pulau Bali menjadi kawasan yang modern, gemerlap dan megah secara fisik semata. Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) krama Bali. Masuknya investor berkelas nasional atau bahkan
Warung Global
Petani Perlu Kepastian PARADIGMA bahwa bertani itu berkubang lumpur dan pendapatan yang minim membuat generasi muda tak tertarik pada sektor itu. Padahal pertanian masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan, bahkan menjadi industri yang menjanjikan seperti sektor lain, asalkan dikelola secara modern dan memanfaatkan teknologi. Untuk menarik minat generasi muda mau bertani, sektor pertanian harus menjadi industri yang menjanjikan seperti sektor lain yang dikelola secara bisnis. Jadi menurut pendengar setia Radio Global 96,5 FM, selain mengubah pola pikir dan paradigma bahwa petani itu kotor, bodoh dan miskin, pemerintah harus berperan aktif dalam memajukan sektor pertanian. Niscaya generasi petani Bali terhindar dari ancaman kepunahan. Demikian beberapa opini yang terungkap dalam acara Warung Global, Selasa (8/10) kemarin.
Alih fungsi lahan yang marak dan anakanak terlalu dimanjakan membuat anak muda enggan mengambil pekerjaan sebagai petani, demikian menurut Fera di Tabanan. “Andai saja bisa melihat, saya akan menggarap sawah seperti saudara saya,” demikian Ketut Mursi beropini. Paradigma yang selama ini melekat, bahwa petani itu bergelut dengan kotor, lumpur, untungnya sedikit, yang membuat generasi muda enggan jadi petani. Jika saja pemerintah membeli hasil petani dengan harga yang pantas, mereka tak rugi. Mestinya kita berbangga jadi petani. Anak muda jangan berorientasi jadi PNS saja. Sebagai anak seorang petani, Ayu di Petang juga melihat bahwa beberapa alasan mengapa generasi muda tidak melirik pertanian. Salah satunya karena bertani itu kotor. Tapi di Jepang petani itu justru profesi yang paling keren, petaninya sukses,
karena mereka menggunakan teknologi canggih. Indonesia mestinya menggunakan cara seperti itu. Orangtua sering menasihati anakanaknya, setelah tamat sekolah jangan jadi petani yang identik dengan kotor, miskin dan sebagainya. Cara pikir seperti ini, menurut Werdha di Tegallalang, harus diubah. Cita-cita anak sekarang tak mau jadi petani, padahal petani itu pekerjaan yang mulia. Coba bayangkan, jika tak ada petani, mau makan apa kita? Sektor pertanian butuh kepastian, pasti ada air, ada benih, pasti harganya, pasti hasilnya. Jadi, segera lakukan modernisasi pertanian. Sementara itu, Budiada di Tabanan juga sepakat dengan usulan Werdha. Petani jangan dipolitisasi, jelang hajatan politik baru perhatian sama petani. Mereka berharap generasi petani di Bali jangan sampai punah. (sikha)
internasional dalam berbagai jenis pembangunan di Bali, tentu memicu semakin tingginya kompetisi SDM yang terlibat. Kehadiran institusi industri pariwisata asing dengan manajemen berkelas dunia, tentunya membuka peluang terjadinya transfer of knowledge bagi SDM lokal. Kondisi ini harus dapat membentuk SDM krama Bali yang semakin berkualitas, guna meningkatkan nilai daya saingnya. Ketiga, terjaganya filosofi Tri Hita Karana. Apapun bentuk pembangunan pariwisata yang dilakukan di Bali, filosofi ini harus tetap hidup dan lestari di keseharian kehidupan masyarakat Bali. Hilangnya napas filosofi Tri Hita Karana di Bali sama dengan hilangnya jati diri krama Bali. Filosofi ini melambangkan kesejahteraan rohani Bali. Kesejahteraan ekonomi yang melimpah bagi krama Bali menjadi tidak ada artinya sama sekali jika Tri Hita Karana hilang dari sanubari krama Bali. Make a better life for krama Bali. Kalimat itu barangkali yang paling tepat untuk menggambarkan tujuan akhir yang harus diperoleh dari deru investasi pembangunan pariwisata yang melanda Bali. Percuma saja jika investasi jutaan dolar yang menghadirkan kemegahan pembangunan fisik di Bali hanya menjadikan segenap krama Bali sebagai penonton yang terkagum-kagum menyaksikannya. Atau malah sekadar menjadikan gemerlap hasil pembangunan fisik di Bali sebagai latar belakang ajang self photo alias selfie. Penulis, Arsitek, Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali,
POJOK Jumlah warga Karangasem krisis air bersih makin bertambah. - Ayo Bu Bupati dibantu. ***
Pemda Bali akan tertibkan penggunaan plastik sekali pakai di pasar tradisional. - Langkah bupati belum aktif. ***
Bupati Bangli sambut hangat rencana Gianyar berikan dana PHR. - Astungkara.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Rabu Paing, 9 Oktober 2019
Postur RAPBD 2020 Dinilai Tidak Sehat Tabanan (Bali Post) -
2019 yang sebesar Rp 390,046 miliar lebih. Kemudian dana perimbangan sebesar Rp 1,091 triliun lebih atau sama dengan anggaran induk tahun 2019. Lain-lain pendapatan daerah yang sah dirancang sebesar Rp 468,057 miliar lebih atau sama dengan anggaran induk tahun 2019. Lebih lanjut dijelaskannya, belanja daerah dalam RAPBD 2020 terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 1,229 triliun lebih atau mengalami peningkatan sebesar Rp 84,977 miliar lebih (7,42 persen) dari anggaran induk tahun 2019 yang sebesar Rp 1,144 triliun lebih. ‘’Besaran belanja tidak langsung bukan seluruhnya dipergunakan untuk belanja pegawai, melainkan sebagian untuk belanja lainnya seperti belanja hibah, bantuan sosial, bagi hasil, bantuan keuangan dan belanja tidak terduga,’’ beber Sanjaya. Wabup Sanjaya menambahkan, untuk belanja langsung dirancang Rp 733,233
Rapat paripurna DPRD Tabanan dengan agenda penyampaian Pidato Pengantar RAPBD tahun anggaran 2020 digelar Selasa (8/10) kemarin. Melihat komposisi anggaran yang disampaikan Bupati Tabanan melalui Wakil Bupati I Komang Gede Sanjaya, kalangan dewan menilai postur RAPBD 2020 tidak sehat. Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga. Pidato Bupati yang disampaikan Wabup Sanjaya tersebut mendapat perhatian serius Ketua Komisi III A.A. Nyoman Dharma Putra. Menurutnya, kecenderungan pendapatan daerah yang turun menyebabkan turunnya belanja daerah. Namun dari paparan yang disampaikan eksekutif, justru belanja tidak langsung mengalami kenaikan jika dibandingkan APBD 2019. Sementara belanja langsung, turun. ‘’Saya lihat ada ketimpangan antara belanja langsung dengan tidak langsung yang sangat jauh,’’ ungkapnya usai rapat paripurna. Pihaknya berharap mampu mencari celah penambahan pendapatan untuk mengurangi defisit anggaran, termasuk mengurangi ket-
impangan belanja langsung dan tidak langsung. Apalagi target pendapatan asli daerah juga diturunkan dari target di tahun 2019. ‘’Lewat Pansus pendapatan yang akan dibentuk nantinya akan dibahas lebih detail persoalan yang ada dan dicarikan celah untuk peningkatan pendapatan,’’ harapnya. Sementara itu, Wabup Sanjaya menjelaskan, pertimbangan mendasar yang melatar belakangi pengajuan RAPBD tahun 2020 mengacu pada KUA dan PPAS yang merupakan dokumen awal perencanaan anggaran daerah dan menjadi pedoman awal dalam menyusun APBD 2020. Pada RAPBD 2020, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 1,947 triliun lebih atau mengalami penurunan sebesar Rp 1,626
miliar lebih atau 0,08 persen dari anggaran induk tahun anggaran 2019 yang sebesar Rp 1,949 triliun lebih. Belanja daerah direncanakan Rp 1,962 triliun lebih. Angka ini mengalami penurunan sebesar Rp 259,652 miliar lebih atau 11,68 persen dari APBD induk 2019 yang sebesar Rp 2,222 triliun lebih. ‘’Sehingga terdapat defisit anggaran sebesar Rp 15 miliar yang akan ditutup dari pembiayaan neto, dimana pembiayaan neto tersebut dirancang bersumber dari estimasi silpa tahun anggaran 2019,’’ ungkap Sanjaya. Diungkapkan lebih lanjut, pendapatan daerah terdiri dari PAD yang dirancang sebesar Rp 388,420 miliar lebih atau menurun sebesar Rp 1,626 miliar lebih (0,42 persen) dari APBD induk
Bali Post/bit
RAPAT PARIPURNA - Rapat paripurna DPRD Tabanan dengan agenda penyampaian pidato pengantar RAPBD 2020. miliar lebih atau mengalami penurunan sebesar Rp 344,63 miliar lebih (31,97 persen) dari anggaran induk tahun anggaran 2019 yang sebesar Rp 1,077 triliun lebih. ‘’Anggaran daerah yang merupak-
an informasi publik adalah pencerminan kebijakan daerah yang dituangkan dalam bentuk program dan kegiatan yang diarahkan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan
serta perluasan kesempatan kerja. Maka akan tumbuh gerakan pembangunan yang sinergis dari semua pihak yaitu pemerintah, dunia usaha dan masyarakat,’’ imbuh Sanjaya. (kmb28)
SOSOK Atasi Kemacetan KEMACETAN menjadi persoalan klasik yang dihadapi setiap kota di Bali, termasuk di Kabupaten Tabanan. Apalagi Tabanan dilalui oleh jalur nasional Jawa-Bali yang dikenal sangat padat. Bahkan di jalur tersebut kerap terjadi kemacetan yang luar biasa dan berimbas pada jalur tengah kota. Untuk mengurai kemacetan perlu ada sistem terpadu. Inilah yang menjadi perhatian serius Kepala Dinas Perhubungan Tabanan yang baru dilantik Senin (7/10), I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, lewat terobosan program peningkatan jaringan jalan dengan membangun Area Traffic Control System (ATCS). Menurutnya, gagasan ATCS ini melihat permasalahan kinerja jaringan jalan yang masih rendah yakni tingginya penggunaan kendaraan pribadi menyebabkan kemacetan dan polusi. ‘’Jadi nanti akan dibuat sistem kontrol di kantor Dishub untuk mengetahui arus lalu lintas di pusat kepadatan sehingga dari pusat bisa diatur. Saat ada kemacetan bisa dialihkan, waktu trafict light juga bisa diatur dipercepat dan diperlambat, dan diatur secara digital atau elektronik,’’ terangnya Selasa (8/10) kemarin. Apalagi diakuinya, transportasi memiliki peran penting dalam pengembangan potensi daerah khususnya wisata. ‘’Bayangkan jika transportasi tidak bagus. Misalkan macet, seharusnya travel agent bisa mengunjungi tiga sampai lima objek wisata. Tapi karena macet menjadi hanya satu atau dua objek saja. Swasta rugi, terlebih pemerintah daerah. Pendapatan dari kunjungan akan jauh dari harapan,’’ terangnya. Tidak hanya kemacetan, sejumlah program yang berkaitan dengan tupoksi Dinas Perhubungan juga akan dilakukan seperti pengujian kendaraan (KIR) untuk standarisasi sarana dan prasarana yang hendak ditingkatkan. Kualitas alat pengujian dari manual akan diarahkan ke digital. Begitu pula perluasan jangkauan layanan angkutan siswa atau Trans Serasi, evaluasi e-parkir terutama penempatan, serta program taman lalu lintas dan perbaikan kondisi lingkungan melalui kegiatan Car Free Day, uji emisi masal dan kampanye jalan kaki dan sepeda akan dilaksanakan. ‘’Masih perlu banyak belajar, karena baru kemarin dilantik. Sekarang baru fokus untuk inventarisasi masalah organisasi, personil, sistem dan budaya organisasi. Astungkara bisa mengemban amanah dengan baik,’’ jelasnya. (bit)
NELAYAN - Sebanyak 200 nelayan Tabanan akan mendapatkan pelatihan keselamatan.
Bali Post/bit
Nelayan akan Dapat Pelatihan Keselamatan Tabanan (Bali Post) Maraknya kasus nelayan tenggelam di Kabupaten Tabanan, membuat DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan mengajukan usulan basic safety training atau latihan keselamatan ke Kementerian Perhubungan. Usulan ini disetujui. Sebanyak
200 nelayan Tabanan akan mengikuti pelatihan tersebut dalam waktu dekat. Ketua HNSI Tabanan I Ketut Arsana Yasa mengatakan, usulan tersebut diajukan September lalu dan cepat mendapat respons dari Kementerian Perhubungan. ‘’Pelatihan ini diharapkan akan memberikan manfaat atau penambahan pengetahuan tentang cara menyelamatkan diri saat situasi genting di laut,’’ terangnya Selasa (8/10) kemarin.
Lebih lanjut anggota DPRD Tabanan ini mengungkapkan, dalam pelatihan tersebut ada beberapa teori yang diberikan untuk keselamatan diri, seperti pelatihan kesiapan diri untuk ketenangan dan kesiapan diri untuk bahaya yang sifatnya mendadak. Termasuk juga menyelamatkan diri saat tenggelam di tengah laut, baik terempas badai, angin, dan gelombang tinggi. Instruktur pelatihan berasal dari Kementerian Perhubun-
gan. ‘’Pelatihan ini sangat penting untuk para nelayan di Tabanan. Sebab, kondisi laut di Tabanan cukup ganas seperti gelombangnya tinggi karena merupakan Samudera Hindia. Selain itu, para nelayan kita juga para pejuang keluarga atau kepala keluarga,’’ ucapnya. Usai kegiatan pelatihan diharapkan nelayan Tabanan merasa lebih nyaman dan yakin untuk melakukan aktivitas di laut. ‘’Pelati-
han diisi teori dan praktek khusus penyelamatan diri. Akan mulai Jumat besok di Kelating, hanya satu hari. Nanti di sana akan mendapat teori khusus tentang penyelamatan diri,’’ ujarnya. Selain itu, kata dia HNSI Tabanan juga sudah mengusulkan penambahan life jacket 240 buah. Sebelumnya sudah mendapat bantuan sebanyak 140 buah. Sementara jumlah nelayan di Tabanan sebanyak 1.100 orang lebih. (kmb28)
Terkait Usulan Penambahan Modal Perusda
Aiptu Airmanta Bayar Kaul
Berlari dari Polda Bali Sampai Polres Tabanan Dewan Minta Kejelasan Penggunaan Anggaran
Tabanan (Bali Post) Banyak cara dilakukan untuk menunjukkan kegembiraan atas keberhasilan yang telah diraih. Seperti yang dilakukan Aiptu I Gusti Made Airmanta yang merupakan PS Kasubnit II Dalmas Sat Sabhara Polres Tabanan. Pria berusia 50 tahun ini membayar kaul berlari dari Mapolda Bali sampai Makopolres Tabanan, pada Senin (7/10) malam. Hal ini dilakukan lantaran ia lulus pendidikan alih golongan dari kelas golongan Brigadir ke jenjang perwira. Aksinya tersebut viral di media sosial. Ditemui di Polres Tabanan didampingi Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Made Budiarta, Selasa (8/10) kemarin, Aiptu Airmanta banyak mendapatkan ucapan selamat dari rekan-rekannya di Polres Tabanan. Ia mengakui keberhasilannya lulus juga tidak terlepas dari dukungan dan bimbingan Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa. Polisi asal Banjar Dinas Batuaji Kawan Kelod, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan ini mengatakan, sejak duduk di bangku SD ia memang atlet lari, pemain sepak bola dan sepak takraw. Bahkan setelah lulus Brimob tahun 1990, Airmanta mendapatkan ranking III untuk kegiatan lari. Hobi lari ini ditekuninya terus sampai dia akhirnya bergabung di Polres Tabanan tahun 2001. Kegembiraannya kali ini cukup beralasan, karena ia mengaku
sempat gagal saat pendidikan alih golongan sebelumnya. ‘’Bayar kaul karena sudah janji dan ini juga berkat bimbingan Kapolres Tabanan,’’ ucapnya. Janjinya tersebut akhirnya ditepati, setelah pada Senin (7/10) sore sekitar pukul 16.00 Wita diumumkan nama-nama yang dinyatakan lulus. Usai mendapatkan pengarahan untuk persiapan pendidikan di Lemdiklat Sukabumi, Jawa Barat, bayar kaul lari pun dilakukannya. Start pukul 20.00 Wita dari pos penjagaan Polda Bali dikawal dua mobil patroli Sabhara. ‘’Karena suasananya malam dan ramai, jadi sedikit khawatir akan keselamatan sehingga dari rekan-rekan Polres Tabanan ada pengawalan,’’ terangnya. Niat bayar kaulnya ini sempat dilarang oleh istrinya, Ni Nengah Suartini, karena dikhawatirkan bisa membuat cidera ataupun sakit. ‘’Tetapi karena memang sudah janji dan niat, tetap saya lakukan,’’ ucapnya. Rute lari yang dilakukannya ini tidak seluruhnya melalui jalan utama. Ia melintasi rute dari Polda menuju Jalan Gatsu, Jalan Nangka, Antasura, Darmasaba, ke Lukluk, Kapal, baru masuk mengikuti jalur utama sampai ke Polres Tabanan. Ia tiba pukul 22.45 menit. ‘’Jarak sekitar 25 kilometer ditempuh selama 2 jam 15 menit,’’ terangnya. Selama lari tersebut, Airmanta mengatakan hanya berhenti untuk minum selama lima kali. (kmb28)
Bali Post/bit
FOTO BERSAMA - Aiptu I Gusti Made Airmanta (kiri) foto bersama Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Made Budiarta di Makopolres Tabanan.
Tabanan (Bali Post) Pengajuan usulan penambahan penyertaan modal sebesar Rp 10 miliar pada Perusahaan Daerah (Perusda) Dharma Santika mendapatkan perhatian kalangan DPRD Tabanan, khususnya Komisi III. Melalui Ketua Komisinya, A.A. Nyoman Dharma Putra, Komisi III meminta Perusda Dharma Santika memberikan penjelasan mengenai program yang telah dilakukan dan rencana penggunaan anggaran. ‘’Kami masih belum paham dan akan segera koordinasi dengan Perusda untuk dipresentasikan dahulu planning-nya seperti apa karena itu usulan masih bersifat gelondongan. Dan kami di jajaran Komisi III juga masih baru,’’ ucapnya, Selasa (8/10) kemarin, usai rapat paripurna di gedung dewan. Politisi yang akrab disapa Gung Baron ini juga menekankan, pihaknya akan memberikan support dan dorongan kepada Perusda Dharma Santika selama penggunaan tambahan penyertaan modal tersebut dapat memberikan keuntungan bagi Perusda dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). ‘’Kalau ada keuntungan atau profit menguntungkan Pemda, tentu akan kita dorong. Kalau rugi untuk apa?’’ ucapnya. Sepengetahuannya, konsep pendirian Perusda adalah untuk membangkitkan ekonomi masyarakat. ‘’Induk dari BUMDes ini kan BUMDa atau Perusda. Kita ingin tahu apa sudah nyambung aktivitas BUMDes itu, menguntungkan atau tidak. Ini yang perlu dikaji lagi, ditambah lagi dewan juga berencana membentuk pansus pendapatan untuk mencari persoalan
terkait stagnannya PAD dan mencari solusi bersama-sama OPD terkait,’’ jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Tabanan berencana menambah penyertaan modal pada Perusda Dharma Santika sebesar Rp 10 miliar. Pengajuan penambahan penyertaan modal tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Tabanan Senin (7/10) kemarin, dengan agenda penyampaian Ranperda APBD 2020 dan Ranperda tentang Penambahan Penyertaan Modal pada Perusda Dharma Santika. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan, Perusda Dharma Santika memiliki tugas penting dalam menjaga sektor pertanian di Tabanan dan mendukung program ekonomi kerakyatan. Perusda Dharma Santhika membeli hasil panen petani dan membuka kawasan wisata yang dimiliki rakyat. Hasil pengelolaannya, akan kembali lagi untuk pembangunan Tabanan. Oleh karena itu, Eka berharap Perusda ini dikelola dengan baik. Sementara itu, Direktur Perusda Dharma Santhika I Putu Sugi Darmawan mengatakan, setelah dihidupkan kembali pada tahun 2017, Perusda ini belum bisa mendapatkan keuntungan. Omzet yang berasal dari serapan produk BUMDes seperti beras dan kopi ke sejumlah toko modern maupun hotel masih digunakan untuk menutupi biaya operasional. Jika penambahan penyertaan modal Rp 10 miliar disetujui, maka dana tersebut akan digunakan untuk permodalan market beras ASN. Kebutuhan beras ASN di Tabanan per bulan mencapai 125 ton. (kmb28)
Rabu Paing, 9 Oktober 2019
PW Daerah Bali Tahun 2019 di Desa Patas
Edukasi Lingkungan dan Sumbang 10 Unit Jamban Sehat
PW WIRAKARYA – Kakuwarda Gerakan Pramuka Bali Dewa Made Indra membuka Perkemahan Wirakarya Daerah Bali Tahun 2019 di Bumi Perkemahaman Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Selasa (8/10) kemarin.
KABUPATEN Buleleng menjadi tuan rumah Perkemahaman Wirakarya (PW) Daerah Bali Tahun 2019. Pertemuan para Pramuka Penegak dan Pendega dari sembilan kabupaten dan kota di Bali itu dipusatkan di Bumi Perkemahan Dusun Mekar Sari, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Selasa (8/10) kemarin. Selain menjadi ajang persiapan PW Nasional yang akan datang, aksi Gerakan Pramuka di Bali itu untuk melancarkan aksi kepedulian para pramuka dalam upaya mengedukasi masyarakat dan lingkungannya serta membantu pembuatan jamban gratis untuk warga di sekitar lokasi PW Wirakarya. PW Wirakarya ini dibuka Ketua Kwarda Pramuka Bali Dewa Made Indra didampingi Ketua Kuwarcab Pramuka Buleleng Dewa Ketut Puspaka, M.P., pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Muspika Gerokgak. Ketua Kuwarda Pramuka Bali Dewa Made Indra mengatakan, PW yang sudah menjadi agenda rutin itu sengaja menyasar dae-
rah yang memang jauh dari pusat perkotaan. Alasannya, agar ada transformasi karakter para pramuka itu lebih baik. Sejauh ini materi kegiatan selama PW berlangsung sudah disiapkan. Terkait hal itu, pihaknya ingin memberikan pembinaan kepada Gerakan Pramuka itu agar mereka benar-benar mengetahui kondisi daerah setempat. Hal itu penting dalam upaya membangkitkan kepedulian sosial setiap Pramuka di Bali dalam menjalin relasi kehidupan bermasyarakat yang baik. ‘’Kenapa saya bawa ke sini (Desa Patas - red) karena ingin adik-adik Pramuka di Bali ini lebih peduli kondisi lingkungan di Patas ini. Mereka akan belajar banyak hal terkait persoalan sosial. Di sini mereka bisa turun tangan memecahkan masalah yang terjadi di masyarakat,’’ kata Dewa Indra memberi alasan. Salah satu materi penting dalam PW Wirakarya kali ini, lanjut Dewa Made Indra, peserta akan turun tangan melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pent-
ingnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan. Peduli lingkungan itu sejalan dengan kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster dalam agenda pembangunan menuju Bali Sehat. Setelah diagendakan program edukasi peduli lingkungan, gerakan pramuka sendiri ikut berpartisipasi aktif dalam menyumbangkan jamban sehat. Dari aksi ini, peserta PW Wirakarya membangun 10 unit jamban sehat kepada warga di sekitar Bumi Perkemahan. ‘’Konsep Wirakarya itu tidak semata membantu pembangunan fisik. Pertama Gerakan Pramuka ini mengedukasi agar warga itu punya kesadaran. Kemudian dilanjutkan bantuan pembuatan fisiknya. Setelah target itu terwujud kami ingin warga itu sadar menjaga lingkungan. Kemudian, mereka termotivasi membuat jamban sehat untuk keluarga,’’ katanya. Momen PW Wirakarya di Bali Utara ini semakin meyakinkan kalau ke depan Kwarda Pramuka Bali akan membuka Bumi Perke-
mahan di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak. Hal ini karena selama ini Kuwarda Pramuka Bali sudah melakukan pendekatan kepada pemerintah daerah untuk mengusulkan agar tanah milik pemprov yang selama dinilai kurang produktif itu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan Pramuka di Bali. ‘’Saya sudah lakukan koordinasi secara lisan. Sekarang dokumen kepemilikannya akan saya cek lebih dulu. Sepertinya tanah ini kurang produktif. Kami yakin setelah tempat ini dijadikan media pendidikan salah satunya Pramuka, maka optimis aset ini nantinya akan dapat memberikan manfaat. Tidak saja secara ekonomi, namun dapat juga menunjang pendidikan di daerah kita,’’ jelasnya. Pada akhir acara, Ketua Kwarda Pramuka Bali Dewa Made Indra menyerahkan tanda penghargaan Lencana Dharma Bhakti kepada delapan orang tokoh Pramuka di Bali. Salah satu penerima lencana itu adalah Ketua Kwarcab Pramuka Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. (ad253)
Purnama Kapat, ’’Piodalan’’ di Pura Bukit Pucak Sinunggal Singaraja (Bali Post) – Bertepatan hari suci Purnama Kapat pada Minggu, 13 Oktober mendatang akan dilangsungkan piodalan di Pura Bukit Pucak Sinunggal. Pujawali akan berlangsung selama 12 hari dan Ida Batara katurang masineb, Jumat (25/10) mendatang. Pura Bukit Pucak Sinunggal itu di-empon 11 desa adat. Bukan saja segenap krama adat diharapkan pedek tangkil juga masyarakat Bali lainnya dipersilakan melakukan persembayangan nunas anugraha dari Ida Batara yang disungsung di sana. Demikian harapan Penyarikan Desa
Pakraman Tajun Jro Mangku Made Sumarka yang dikonfirmasi, Selasa (8/10) kemarin. Selanjutnya mulai 11 Oktober akan dilaksanakan nanjeb penjor dan masapuh-sapuh. Kemudian pucak karyanya Purnama Kapat, Minggu (13/10) mulai pukul 08.00 Wita, Ida Batara kapendak melakukan pesucian. Setelah itu sore harinya sekitar pukul 14.00 Ida Batara katurang pujawali ageng. ‘’Biasanya umat dari seluruh Bali pedek tangkil selain warga dari 11 desa adat di Tajun. Semoga semua berjalan antar dan labda karya,’’ harap Penyarikan Desa Pakraman Tajun Jero Mangku Made Sumarka. (ram)
Dudonan Upacara Piodalan Pura Bukit Pucak Sinunggal n Jumat, 11 Oktober : Nanceb penjor dan masapuh-sapuh. n Minggu, 13 Oktober : Purnama Kapat : Pukul 08.00 Medalang Pralingga Ida Batara. : Pukul 14.00 Ida Batara katurang pujawali ageng. n Senin, 14 - 24 Oktober : Ida Batara katurang bhakti pangantar nyejer. n Jumat, 25 Oktober : Ida Batara masineb utawi ngelungsur.
Pascadugaan Kasus Pencabulan LKSA Puluhan Siswa Dikembalikan
Singaraja (Bali Post) – Terungkapnya dugaan kasus pencabulan terhadap tiga siswa yang tinggal di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) (bukan Yayasan BK - red), membuat 33 siswa yang sebelumnya tinggal di lembaga itu memilih keluar dari lembaga pendidikan itu. Ada yang kembali ke rumah orangtuanya. Namun, ada juga yang pindah ke Panti Asuhan di Kecamatan Seririt. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng Gede Sandhiyasa didampingi Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Perlindungan Anak, Alfons Kolimasang, Selasa (8/10) kemarin mengatakan, siswa yang tinggal di Yayasan LKSA itu kebanyakan berasal dari beberapa desa di Buleleng. Hanya, empat siswa di antaranya berasal dari luar Bali. Khusus yang berasal dari Buleleng seluruhnya telah dikembalikan kepada orangtuanya. Sedangkan, siswa dari luar Bali, sudah dititipkan di salah satu panti asuhan di Kecamatan Seririt. Puluhan siswa itu akhirnya keluar dari yayasan itu sejak dugaan kasus pencabulan oleh oknum Ketua Yayasan KP (44 tahun itu ) ditahan aparat kepolisian. LKSA itu sebelumnya tercatat membina 33 siswa dan tidak seluruhnya tinggal di dalam asrama. Ada 18 siswa di antaranya masih tetap tinggal bersama orangtuanya. Seperti dilakukan korban R (16) dan S (14). Pihak pengelola LKSA hanya membantu siswa yang tergolong kurang mampu, untuk mendapatkan
pendidikan di bangku sekolah dan juga mendapat pelatihan keterampilan. Pada hari-hari tertentu, saat latihan musik biasanya sampai malam hari, sehingga siswa bersangkutan sering menginap di LKSA. Diduga pada kesempatan itu dimanfaatkan tersangka KP melakukan aksi pencabulan. “15 siswa tinggal di asrama karena lokasi rumahnya jauh. Orangtuanya sama sekali tidak mampu menghidupi anaknya. Korban sempat tinggal di sana. Namun sekarang sudah keluar dari panti itu, karena sudah tamat sekolah dan sudah menikah,” katanya. Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) ini menambahkan beroperasinya LKSA itu tercatat sebagai lembaga resmi. Hal itu dikuatkan badan hukum dari kementerian. Izin operasionalnya berlaku sampai tahun 2020 mendatang. Meski izin operasional masih berlaku, pengelolanya telah menutup aktivitas pendidikan sejak polisi mengungkap dugaan kasus pencabulan itu. Mencegah kasus pencabulan itu berulang, kata Sandiyasa pihak Disnsos sudah bekerja sama dengan Sakti Peksos, untuk melakukan pembinaan dan pengawasan di 17 panti asuhan di Buleleng. “Jika susunan pengurus itu diperbaiki, maka kami merekomendasi agar panti ini tetap lanjut. Meski mereka sudah dikembalikan kepada orangtuanya, kami carikan sekolah yang jaraknya dekat dengan rumah siswa bersangkutan,” jelasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
EVAKUASI – BKSDA Bali bersama lembaga mitranya kembali mengevakuasi dua ekor lumba-lumba dari kolam penangkaran di Hotel Melka, Lovina. Dua ekor lumba-lumba ini sementara dipelihara di kolam kawasan TNBB, Banyuwedang, Kecamatan Gerokgak.
Lagi, BKSDA Bali Evakuasi Dua Ekor Lumba-lumba
Singaraja (Bali Post) –
Masih ingat dengan evakuasi sejumlah satwa langka termasuk lumba-lumba yang dipelihara di Hotel Melka Lovina, 6 Agustus 2019 lalu. Setelah itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali kembali mengevakuasi dua ekor lumba-lumba dari lokasi yang sama. Evakuasi lanjutan ini setelah kedua satwa yang dilindungi negara itu kondisinya dinyatakan tidak sehat. Satu ekor lumba-lumba ini kondisinya buta permanen sejak dipelihara di kolam asalnya. Evakuasi Selasa (8/10) kemarin melibatkan sejumlah personel BKSDA Bali bersama mitra lembaga konservasi. Evakuasi ini dipimpin Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPN) BKSDA Bali Sumarsono. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), evakuasi itu dilakukan sangat hati-hati. Satu persatu lumba-lumba ini dievakuasi dari kolam penangkaran di dalam hotel kemudian dipindahkan ke bak di atas truk. Dari kolam penangkaran di Hotel Melka, BKSDA memindahkan kedua lumba-lumba ini ke lokasi pemeliharaan sementara yang sudah disiapkan di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) tepatnya di daerah Banyuwedang, Gerokgak. Di lokasi penangkaran sementara di kawasan TNBB itu dua ekor lumba-lumba itu dipelihara di kolam yang lokasinya
dekat laut. Selama perjalanan ke lokasi penangkaran sementara, personel BKSDA mengawal ketat. Beberapa petugas dari lembaga konservasi melaksanakan tugasnya menjaga keselamatan kedua mamalia laut tersebut. PPNS BKSDA Bali Sumarsono mengatakan, evakuasi ini adalah lanjutan dari proses yang sebelumnya telah dilakukan. Evakuasi ini bukan karena tempat penangkaran oleh manajemen Hotel Melka itu dinilai tidak layak, tetapi atas keputusan pengadilan BKSDA ditugaskan menangani lumba-lumba itu, sebab pihak hotel sedang menjalani proses hukum. Selama di lokasi penangkaran sementara, BKSDA dan lembaga mitra yang sudah dipilih negara ditugaskan melakukan rehabilitasi dengan memantau kesehatan dan
memberikan perawatan kepada lumba-lumba dan satwa langka lainnya. ‘’Kita bukan menyita atau bukan karena tempat di sini (Hotel Melka - red) tidak layak, tetapi BKSDA ditugaskan menjalankan keputusan pengadilan,’’ katanya. Siapkan Tempat Baru Setelah kesehatan lumbalumba itu terjaga dengan baik kata Sumarsono, pihak yang mendapatkan izin penangkaran itu dari pemerintah diminta menyiapkan tempat penangkaran baru. BKSDA atas instruksi kementerian terkait nantinya akan mengembalikan lumba-lumba dan satwa yang sebelumnya dievakuasi tersebut. Ini karena manajemen Hotel Melka sedang menyiapkan tempat penangkaran baru yang lebih spesifik untuk tempat satwa langka dan dilindungi itu.
‘’Pertimbangannya karena kedua lumba-lumba itu sudah sehat. Meski begitu kami bersama lembaga mitra memindahkan dengan sangat hati-hati,’’ terangnya Bila tempat penangkaran baru itu sudah siap, maka satwa ini akan dikembalikan. Kapan kepastiannya hal itu tergantung perintah atasan dari kementerian terkait. Seperti diberitakan sebelumnya, Hotel Melka memiliki izin memelihara lima ekor lumba-lumba. Dari jumlah itu, seekor di antaranya ditemukan mati beberapa waktu lalu. Penyebab kematiannya telah diteliti di Balai Besar Viteriner (BBVet) Denpasar. Bersamaan itu, manajemen hotel menghadapi sengketa hukum perusahaan. Setelah sengketa ini final, pengadilan menugaskan BKSDA mengevakuasi satwa yang ditangkarkan pihak hotel itu. Pada 6 Agustus 2019 lalu, BKSDA dan lembaga mitranya, mengevakuasi dua ekor lumba-lumba dari kolam penangkaran di Hotel Melka, Lovina. Kedua lumba-lumba itu dipindah ke lokasi penangkaran sementara di Canggu. (kmb38)
Eksekutif Usulkan Penggabungan Tiga OPD RENCANA penggabungan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Buleleng, Senin (7/10) lalu mulai dibahas pemerintah daerah dengan DPRD Buleleng. Penggabungan ini sudah dituangkan dalam draf rancangan peraturan daerah (ranperda) pembentukan dan susunan perangkat daerah. Sesuai rancangan itu, tiga OPD diusulkan digabung dan dilakukan perubahan tata nama (nomenklatur - red). Lalu, instansi apa saja yang akan digabung itu dan sebaliknya instansi apa yang tetap jadi satu, meski sebelumnya sudah ada wacana penggabungan itu? Pembahasan awal penggabungan OPD itu dipimpin Ketua Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) Nyoman Gede Wandira Adi bersama anggotanya, Sekretaris Dewan Dewa Ketut Manuaba. Dari eksekutif dipimpin Asisten Pemerintahan Putu Karuna didampingi Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setda Buleleng Bagus Gede Bratha. Asisten Pemerintahan Putu Karuna mengatakan, kebijakan pemerintah menggabungkan beberapa OPD pada pertengahan tahun ini, setelah dilakukan evaluasi menyangkut beban ker-
ja, ruang lingkup tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Selain itu dukungan anggaran yang dikelola. Termasuk banyaknya pejabat menginjak masa pensiun. Hal itu dikhawatirkan memicu banyak jabatan lowong relatif lama. Dengan dasar itu, tahun ini pemerintah mengusulkan perubahan Perda No. 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. ‘’Selain karena pertimbangan efektivitas, anggaran, tufoksi, dan banyaknya pejabat pensiun, pemerintah mengusulkan perubahan Perda penggabungan beberapa OPD,’’ katanya.
Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Satu Pintu (DPMPPSP) ini menambahkan, sesuai kajian internal, pemerintah akan melakukan merger tiga OPD. Rinciannya, Dinas Statistik yang baru saja dibentuk akan digabungkan dengan OPD serumpunnya yaitu Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian (Diskominfo-Sandi). Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan dijadikan satu dengan Dinas Perikanan. Alasan mengabungkan dengan Dinas Perikanan itu, karena lembaga itu setelah kewenangan bidang kelautan itu diambil alih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, sehingga tufoksinya dinilai lebih kecil. Karena itu memungkinkan digabungkan dengan Dinas Ketahanan Pangan. Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Koperasi-UKM) yang sebelumnya dipecah dari induknya Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) sekarang dikembalikan menjadi satu OPD.
Selain mengusulkan penggabungan tiga OPD itu, Karuna menyebut ada beberapa OPD diusulkan ada perubahan tata nama (nomenklatur). Dia mencontohkan, perubahan tata nama itu dilakukan pada Badan Keuangan Daerah (BKD). Dari usulan draf ranperda lembaga ini diubah menjadi Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. ‘’Melalui kajian internal dituangkan pada draf Ranperda, OPD yang merger itu adalah instansi yang serumpun. Selain itu, kami akan melakukan perubahan nomenklatur dan tufoksinya dirancang tetap,’’ katanya. Birokrat asal Desa Banyuatis, Banjar ini mengatakan, ada OPD yang wacana sebelumnya akan digabungkan yakni OPD Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP). Akan tetapi, karena pertimbangan Dinas Damkar itu menjadi syarat utama dibukanya bandar udara (bandara) internasional, maka OPD ini
mutlak dibutuhkan, sehingga sementara pemerintah tetap mempertahankan Damkar menjadi OPD tersendiri. Terkait dukungan sumber daya manusia (SDM), Karuna memastikan tidak akan mengalami perubahan. Hanya pegawai kontrak yang bekerja di OPD bersangkutan akan dilakukan evaluasi. Ini artinya, kalau evaluasi pegawai kontrak itu lebih jadi mubazir, maka pimpinan OPD bersangkutan diinstruksikan melakukan pemutusan kontrak pekerjaan. ‘’Pimpinan mengusulkan Damkar itu digabung. Tetapi dari kajian jika ada bandara, maka wajib ada damkar. Karena itu lembaga itu dipertahankan. Sedangkan pegawai yang dari pusat tidak ada perubahan kecuali tenaga kontrak. Kalau tidak efektif maka kontrak akan diputus,’’ jelasnya. Ketua Bapemperda Nyoman Gede Wandira Adi mengatakan, pembahasan perubahan pembentukan dan susunan perangkat daerah ini sifatnya
Bali Post/kmb38
PENGABUNGAN TIGA OPD – Bapemperda dan eksekutif membahas penggabungan tiga OPD. Kebijakan ini dilakukan dengan pertimbangan ruang lingkup tupoksi, beban kerja, dan pengelolaan anggaran. mendesak. Ini lantaran perubahan itu diusulkan bersamaan dengan pembahasan APBD Tahun 2020. Agar pembahasan tidak molor, pihaknya berharap kepada pimpinan dewan pembahasan ranperda ditarget, sehingga sudah bisa disahkan bulan ini. Dengan demikian, urusan kelembagaan, alokasi
anggaran dan program kerja dapat dibahas ketika dewan dan pemerintah mulai membahas APBD Tahun 2020. Wandira juga meminta pembahasan panitia khusus (pansus) komisikomisi, dan paripurna agar dikebut, sehingga target pengesahan perubahan lembaga itu agar tuntas lebih awal. (mud)
Rabu Paing, 9 Oktober 2019
Desa Petulu Sepi Kunjungan Wisatawan Gianyar (Bali Post) Desa Petulu, Kecamatan Ubud sejak lama menjadi tujuan kunjungan wisatawan, karena keberadaan burung kokokan. Namun, kini kawasan itu tengah sepi pengunjung. Hal ini bersamaan dengan belum dimulainya musim kawin kokokan. Menyikapi kondisi ini, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Petulu akan menyiapkan langkah jitu guna mengoptimalkan kunjungan wisatawan. Ketua BUMDes Petulu I Wayan Sudira mengatakan, ramainya kedatangan burung kokokan ke Desa Petulu memang tergantung musim. Kebetulan sejak April hingga memasuki awal Oktober ini memang belum musim kedatangan burung kokokan. “Yang pas itu pada akhir Oktober sampai Maret, biasanya kokokan banyak sekali datang. Saat ini, mereka datang pada sore hari saja,” katanya. Ketika tidak musim, kata Sudira, gerombolan burung itu hanya datang kurang dari lima ribu. Itupun hanya saat malam hari. Namun, ketika sudah musimnya, bisa mencapai 10 ribuan lebih yang memenuhi ranting pohon di sepanjang Desa Petulu. Selain ditentukan musim, gerombolan besar burung
kokokan itu juga datang setiap Purnama. “Kalau sudah musim atau sedang Purnama, jumlah burung kokokan memang banyak sekali. Sampai 10 ribu ekor,” katanya. Lantas, ke mana gerombolan burung itu bersarang saat tidak musim? Sudira mengatakan, sampai saat ini hal tersebut masih menjadi misteri. Karena memang ada beberapa tempat burung untuk bersarang dengan tempat terpisah, seperti belakang rumah warga setempat maupun di desa lainnya. “Ketika sudah memasuki akhir tahun, ribuan burung pasti akan datang bersarang di Desa Petulu,” katanya. Sudira mengakui, saat sedang tidak musim, sejumlah travel yang membawa turis ke lokasi tersebut kerap kecewa. Ke depan, ia akan menjalin koordinasi dengan sejumlah travel agar mereka datang saat musim burung kokokan ramai bersarang di Desa Petulu. “Selain itu, kami di BUMDes akan mengembangkan desa wisata dengan cara membuat jalur trekking, spot foto, sampai mendukung warung atau sejenis restoran agar tamu yang datang bisa menikmati suasana Desa Kokokan ini sambil menunggu mereka datang,” ungkapnya. Sudira menambahkan,
setiap hari raya Kuningan di Pura Desa dan Puseh Petulu juga dibuatkan upacara khusus. Tujuannya untuk menghormati gerombolan burung tersebut. “Sampai-sampai ada perencanaan akan dibuatkan monumen patung burung kokokan di Jaba Pura Desa dan Puseh Petulu. Itu juga nantinya akan menjadi spot foto yang bagus, selain membuat sebuah sejarah, bahwa di sini adanya Desa Kokokan,” ujarnya. Ditemui terpisah, Klian Dinas Banjar Petulu I Made Rawa membenarkan saat ini kunjungan wisatawan ke desanya sepi. Dikatakan, burung kokokan di Desa Petulu sudah pergi dari sarangnya sekitar pukul 06.00 Wita. Akibat kondisi ini memang banyak wisatawan yang kecewa, karena saat berkunjung burung yang ingin dicari justru tidak ada. Persoalan lain yang dihadapi adalah kesulitan memindahkan burung kokokan ke hutan desa. Burung-burung itu lebih memilih tinggal di pohon-pohon di pinggir jalan dan rumahrumah warga. “Kami sudah berusaha memindahkan burung-burung itu ke hutan desa, namun tetap saja kembali ke pohon di pinggir jalan atau rumah warga,” katanya. (kmb35)
Diduga Depresi, Warga Rusia Ngamuk Gianyar (Bali Post) Petugas kembali mengamankan seorang warga negara asing (WNA), Selasa (8/10) kemarin. Yura, pria berusia 28 tahun asal Rusia ini mengamuk di seputaran Ubud. Pria berambut pirang ini mengamuk diduga karena depresi setelah kehabisan uang. Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha mengatakan, awalnya bule asal Rusia ini mengamuk di Jalan Raya Andong, Ubud, Selasa pagi kemarin. Warga setempat yang resah melihat hal itu lantas melapor ke polisi. “Jajaran Polsek Ubud yang turun ke lokasi langsung mengamankan Yura,” katanya.
Namun setelah dicek, polisi menduga Yura mengalamai depresi. Akhirnya, Yura dibawa ke Kantor Satpol PP Gianyar. Pemeriksaan pun langsung dilakukan tim gabungan dalam hal ini dari Dinas Kesehatan. “Hasil pemeriksaan, dia tidak gila tapi hanya depresi. Kami menduga karena uangnya habis,” kata Watha. Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, kata Watha, Yura akhirnya tidak dibawa ke RSJ Bangli. Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Gianyar untuk mengirim Yura ke Kantor Emigrasi, Denpasar. “Siang kemarin, Yura langsung dikirim ke Imigrasi Denpasar,
karena dia memang tidak gila,” ujarnya. Selasa kemarin, Satpol PP Gianyar juga menerima laporan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang mengamuk. Komang Budiarta (33), warga Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, mengamuk dengan merusak patung batu padas di sekitar tempat tinggalnya. “Menerima laporan ini, petugas langsung dikerahkan ke lokasi,” kata Watha. Proses pengamanan ODGJ ini dilakukan petugas Satpol PP Gianyar I Wayan Nasta. Saat diamankan, Budiarta tidak melakukan perlawanan, kemudian langsung dibawa ke RSJ Bangli. (kmb35)
KOKOKAN - Suasana Desa Wisata Kokokan di Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Selasa (8/10) kemarin.
Bali Post/kmb35
Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan
Desa Diberi ”Reward” Rp 500 Juta Gianyar (Bali Post) -
Mempercepat upaya pengentasan kemiskinan, Pemkab Gianyar akan memberi reward kepada desa yang bisa menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya. Desa yang berhasil mengurangi angka kemiskinan dua dijit akan mendapat hadiah Rp 500 juta. Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengungkapkan hal itu, belum lama ini. Pemberian reward ini didasari kondisi desa saat ini. Sejumlah desa disinyalir tidak mencoret data kemiskinan, bahkan dikhawatirkan bertambah. Hal ini terjadi karena dana yang diterima oleh desa mengikuti alur jumlah KK miskin. Artinya, jika data kemiskinan di desa menurun, maka dana yang diterima desa juga
menurun. Melalui reward yang diberikan, kata Mahayastra, diharapkan data kemiskinan di Gianyar bisa menurun setiap tahunnya. Dana desa yang menurun karena jumlah data KK miskin yang menurun akan diganti dengan reward dari Pemkab Gianyar sebesar Rp 500 juta. “Kami berikan Rp 500
juta per desa lewat bantuan keuangan khusus,” katanya. Mahayastra menegaskan, data kemiskinan ini tidak bisa dibohongi karena sudah disiapkan aplikasi mendata kemiskianan. Pihaknya bisa memantau dengan mudah lewat aplikasi tersebut. “Lewat aplikasi ini akan terlihat data warga miskin mulai dari kondisi rumahn-
ya, jamban dan lainnya. Jadi, ini tidak akan bohong,” tegasnya. Mahayastra mengatakan, kini aplikasi ini hanya dimiliki Pemkab Gianyar. Dikatakan, pihaknya tidak mengeluarkan biaya sedikit pun untuk membuat aplikasi ini, karena programnya dibuat langsung oleh seorang kabid di lingkungan Pemkab Gianyar. “Coba kalau membeli aplikasi seperti ini, harganya bisa ratusan juta rupiah. Tapi, ini tidak dijual dan hanya Gianyar satu-satunya yang memiliki ini,” ujarnya. (kmb35)
Karya Tawur Masepuh Agung, Mupuk Padagingan, Panyegjeg Jagat Pujawali Pura Tirta Empul
Bali Post/kmb35
MENGAMANKAN - Polisi dan Satpol PP Gianyar saat mengamankan Yura di Kantor Satpol PP Gianyar, Selasa (8/10) kemarin.
Tanggal 9 -11 Oktober 2019
Acara Ida Batara Katuran Panganyar
Waktu 16.00
Tempat Pura Tirta Empul
12 Oktober 2019
Munggah Canang Karya Pujawali Pura Pucak Tirta Empul
16.00
Pura Tirta Empul
13 Oktober 2019
Ageng Wali Pura Pucak, Mepada Wewalungan/Atos, Munggah Canang Karya Pujawali Pura Tirta Empul
09.00
Pura Pucak Tirta Empul
14 Oktober 2019
Ageng Wali Pura Pucak, Mapepada Bagia Pula Kerti, Ngebet Daun, Ngenteg Linggih, Nangun Ayu, Ida Batara Katuran Mapeselang
09.00
Pura Pucak Tirta Empul
11.00
Pura Tirta Empul
15 Oktober 2019
Manis Karya Pujawali Pura Tirta Empul
16.00
Pura Tirta Empul
Tenaga Kontrak Sedot Anggaran Rp 100 Miliar Lebih Gianyar (Bali Post) Jumlah tenaga kontrak non-pegawai di lingkungan Pemkab Gianyar makin membeludak. Bahkan, disinyalir jumlahnya mencapai ribuan. Untuk menggaji ribuan pegawai itu, Pemkab
Gianyar harus menggelontorkan anggaran hingga seratus miliar rupiah lebih, terutama pada APBD 2020 mendatang. Hal ini ter ungkap dalam rapat antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab
Gianyar dengan Badan Anggran DPRD Gianyar, Senin (7/10). Dalam rapat di aula DPRD Gianyar itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan, dalam APBD 2020 mendatang memang
ada kenaikan penggunaan anggaran. Salah satunya, anggaran tersebut tersedot untuk belanja pegawai kontrak atau tenaga non pegawai, nilainya sebesar Rp 133,4 miliar. “Itu untuk biaya pegawai kontrak. Bay-
RAPAT - Suasana rapat antara tim TAPD Pemkab Gianyar dengan Banggar DPRD Gianyar.
Bali Post/kmb35
angkan, sebesar itu. Saya taruh di belanja barang dan jasa,” ujarnya. Menurut Mahayastra, besarnya anggaran tersebut karena bertambahnya jumlah tenaga kontrak non pegawai setiap tahunnya. Hal ini juga terjadi karena banyaknya permintaan. “Banyak permintaan terus untuk biaya ini. Kalau sudah masuk akan sulit untuk memberhentikannya,” jelasnya. Mahayastra mengatakan, pihaknya masih mencari kebijakan untuk belanja tenaga kontrak yang menyedot anggaran daerah itu. Ia pun berkaca dari sejumlah kabupaten yang APBD-nya bisa jebol karena terlalu banyak dibebani anggaran untuk menggaji tenaga kontrak ini. Mahayastra menerangkan, anggaran Rp 133,4 miliar itu merupakan gabungan dari sejumlah pengeluaran. Selain untuk pegawai kontrak non pegawai, anggaran itu juga untuk sejumlah ker-
ja sama dengan universitas dan lainnya. “Itu gabung bukan pegawai saja, beberapa kerja sama baik itu yang ada kaitan dengan budaya, universitas dan lainnya. Jadi, itu gabung dalam satu pos anggaran sebesar Rp 133,4 miliar,” imbuhnya. Disinggung terkait jumlah tenaga kontrak non pegawai yang membeludak, Mahayastra mengaku akan melakukan penyisiran, terkait dugaan adanya pegawai fiktif. “Tentu pegawai akan
saya sisir dulu. Jangan sampai ada pegawai yang namanya fiktif,” katanya. Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Gianyar Putu Gede Febriantara yang menyikapi banyaknya tenaga kontrak yang sudah dipekerjakan perlu ada upaya optimalisasi kinerja. “Di Gianyar banyak vila. Tenaga itu bisa disebar untuk mengawasi pajak mereka. Misalnya, satu tenaga mengawasi tiga vila,” jelasnya. (kmb35)
Rabu Paing, 9 Oktober 2019
Masuk Kawasan TNBB
Lapangan Sepak Bola Dipatok untuk Investor
Negara (Bali Post) – Munculnya pertanyaan sejumlah warga di Sumbersari, Desa Melaya terkait pemasangan patok di tanah lapang, pihak Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) langsung melakukan sosialisasi ke masyarakat. Dipastikan lahan yang dipatok tersebut (termasuk lapangan) masuk areal TNBB. Lahan itu nantinya akan digunakan untuk usaha pariwisata alam yang izinnya masih dalam proses.
Bali Post/olo
PATOK - Patok yang dipasang beberapa waktu lalu di Sumbersari mencakup tanah lapang yang sering digunakan untuk sepak bola. Dipastikan lahan itu masuk kawasan TNBB dan rencananya akan digunakan untuk usaha penyediaan sarana wisata alam.
SOSOK Aliran Kepercayaan Selain mempunyai kewenangan penegakkan hukum, penuntutan dan pendampingan hukum, Kejaksaan juga memiliki tugas pendataan dan pengawasan aliran kepercayaan masyarakat. Ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya gesekan di masyarakat yang bisa menimbulkan konflik sosial. “Di Jembrana selama ini ada enam aliran kepercayaan yang terdata,” ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana I Gusti Ngurah Agus Sumardika di sela-sela rapat koordinasi tim pengawasan aliran kepercayaan masyarakat (Pakem) di Kejari Jembrana. Dari pendataan, menurut jaksa asal Yehembang ini, sejak beberapa tahun terakhir ini ada enam aliran kepercayaan. Itu pun terdaftar resmi instansi terkait. Namun demikian, tak menutup kemungkinan masih ada aliran kepercayaan lain yang belum terdaftar. Hal ini bisa dikarenakan sifatnya pribadi. Karena itulah terus dilakukan pengawasan dan pendataan. (olo)
Kasus Narkoba
Gede Prama Wasitha Dituntut 4,5 Tahun Negara (Bali Post) Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Jembrana menuntut terdakwa kasus penyalahgunaan narkotika I Gede Prama Wasitha Arka alias Pram dengan pidana penjara 4 tahun 6 bulan (4,5 tahun). Terdakwa yang disidangkan Senin (7/10) dengan Majelis Hakim diketuai Benny Octavianus ini selain dituntut hukuman penjara juga denda Rp 800 juta dengan subsider 2 bulan kurungan. Berdasarkan bukti-bukti dan saksi, dalam tuntutannya, JPU dari Kejari Jembrana Ni Made Desi Mega Pratiwi memohon majelis hakim agar memutuskan terdakwa Pram terbukti bersalah melanggar Pasal 112 ayat (1) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan bukti narkotika dirampas untuk dimusnahkan, sedangkan barang bukti mobil dikembalikan pada terdakwa. Seusai pembacaan tuntutan itu, majelis hakim mempersilakan terdakwa berdiskusi dengan kuasa hukum-
Kepala Dusun Sumbersari Kadek Samiartha, Selasa (8/10) kemarin, mengakui sudah ada penjelasan dari pihak TNBB beberapa waktu lalu langsung ke dusun. Disebutkan memang lahan yang dipatok tersebut masuk kawasan TNBB dan nantinya akan dimanfaatkan. “Kalau terkait lapangan sepak bola itu, kami (masyarakat) diminta untuk memohonkan agar masih bisa digunakan,” ujarnya. Hal yang lain menurutnya belum ada, tetapi memang disebutkan lahan tersebut masuk dalam kawasan untuk pariwisata alam. Kepala Balai TNBB Agus Ngurah Krisna membenarkan telah turun langsung ke masyarakat penyanding termasuk di Dusun Sumbersari. “Memang sebelumnya kita baru sosialisasi di bendesa adat dan kepala desa, ke klian belum. Kemarin kita sudah paparkan pematokan ini terkait
lahan TNBB,” terang pejabat asal Buleleng ini. Pematokan ini menurutnya masuk kawasan yang akan dimanfaatkan untuk usaha penyediaan sarana wisata alam dalam TNBB. “Dari segi aturan, bisa digunakan dari pengusaha pariwisata alam. Tetapi itu izinnya dari kementerian dan sekarang masih proses,” terangnya. Ke depan apakah lahan itu masih bisa digunakan masyarakat untuk lapangan, itu berdasarkan kerja sama dengan pengusaha yang akan memanfaatkan nantinya. “Akan dicari solusi terbaik. Kemarin kita turun yang jelas warga mau mengerti,” tambah Agus. Menurutnya di TNBB saat ini sudah ada tiga usaha sarana wisata alam dan semuanya masuk kawasan TNBB yang ada di Kabupaten Buleleng. Sedangkan di Kabupaten Jembrana menurutnya baru satu
dan izinnya masih proses. Sesuai aturan, pihak pengelola Izin Usaha Penyediaan Sarana Wisata Alam (IUPSWA) ini harus melibatkan warga sekitar baik di Sumbersari maupun Jembrana pada umumnya. Usaha ini nantinya bisa bermacammacam namun berkaitan dengan akomodasi wisata. Baik itu penginapan, restoran dan lain-lain dengan mengikuti aturan dari Kementerian. Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga di Banjar Sumbersari, Desa Melaya mempertanyakan adanya pemasangan patok batas tanah di tanah lapang yang biasa digunakan untuk sepak bola. Tiang patok berwarna biru dan merah itu terpasang sejajar hingga di tanah milik TNBB, apalagi di lahan lapang di belakang Pura Dalem Sumbersari itu diketahui merupakan lapangan umum untuk warga sepak bola. (kmb26)
Komplotan Pembobol SD Dibekuk Negara (Bali Post) – Aksi pencurian yang menyasar sejumlah SD Negeri di Kecamatan Jembrana akhirnya terungkap. Jajaran Polres Jembrana membekuk komplotan pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) dengan target sekolah-sekolah. Kedua pelaku di antaranya Putu Oktavian (21) asal Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana dan Muhamad Haris Fadilah (19) asal Jalan Gunung Agung, Gang XX, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana. Kedua pelaku melakukan pencurian pada Selasa (24/9) dini hari di ruang guru SDN 2 Sangkaragung di Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung. Di sini kedua tersangka menggasak satu unit laptop merek Acer warna abuabu, dua unit laptop merek Lenovo warna hitam berikut charger dan satu buah tas laptop warna hitam. Laptop itu disimpan di salah satu ruangan di sekolah. Selain itu pelaku
juga mencuri celengan plastik warna kuning serta sepeda motor Suzuki Thunder warna hitam DK 6047 WW beserta kunci kontaknya. Aksi komplotan ini berlanjut pada Rabu (11/9) dini hari di ruang guru SDN 4 Dauhwaru di Lingkungan Menega, Dauhwaru. Di SD yang berada di Dauhwaru ini pelaku juga mencuri satu unit laptop merek HP warna abuabu berikut charger laptop. “Pelaku masuk ke SD dengan membuka paksa pintu ruang guru dan laci meja. Menurut pengakuan mereka barangbarang ini akan dijual,” ujar Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa didampingi Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita, Selasa (8/10) kemarin. Dari penyelidikan polisi, keduanya berhasil diringkus berikut sejumlah barang bukti dari sekolah tersebut. Keduanya kini ditahan di Polres Jembrana dan dijerat pasar 3636 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (kmb26)
Bali Post/olo
Laptop – Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa (tengah) didampingi kabagops dan kasat Reskrim menunjukkan barang bukti laptop yang digasak komplotan pembobol sekolah.
nya, Supriyono. Terdakwa menyerahkan sepenuhnya pada kuasa hukum guna menyampaikan pembelaan secara lisan. Namun, permintaan pembelaan secara lisan itu ditolak majelis hakim. Hakim meminta terdakwa untuk menyampaikan pembelaan tertulis agar bisa membaca pembelaan yang nantinya menjadi pertimbangan putusan. Selanjutnya sidang dengan agenda pembelaan akan digelar Senin (14/10). Kasus ini menjerat terdakwa yang merupakan pengusaha ini karena kepemilikan tiga paket narkotika jenis sabu-sabu dalam tiga plastik klip dengan berat 0,99 gram bruto atau 0,55 gram netto. Terdakwa ditangkap polisi pada Senin, 24 Juni 2019 lalu di Lingkungan Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara. Selain mengamankan barang bukti tiga paket sabusabu, polisi juga menemukan alat untuk menghisap sabusabu. Di antaranya pipa kaca potongan pipet, korek api dalam tas kecil di dalam mobil DK 13 ZZ. (kmb26)
TRUK PASIR - Bus yang terpental setelah menabrak truk angkut pasir hingga terperosok di parit di pertigaan Cekik.
Bali Post/olo
Bus Pariwisata Tabrak Truk Pasir
Bali Post/olo
Sidang - Terdakwa kasus narkoba sebelum masuk ke ruang sidang dikawal petugas dari kejaksaan.
Negara (Bali Post) – Kecelakaan terjadi di pertigaan Cekik, Gilimanuk, Selasa (8/10) dini hari. Kecelakaan yang melibatkan bus pariwisata dan truk angkut pasir ini sempat mengakibatkan kedua kendaraan itu masuk selokan dan ringsek di bagian depan. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, namun sopir truk mengalami luka di bagian kepala dan harus ditangani di puskesmas.
Kasat Lantas Polres Jembrana Iptu Shinta Ayu Pramesti mengatakan, kecelakaan di jalan DenpasarGilimanuk kilometer 125126 ini terjadi pukul 03.30 Wita. Truk Hino DK 9312 UD yang dikemudikan I Putu Sarta (49) ini sebelumnya melaju di jalurnya dari arah Buleleng. Sementara bus pariwisata K 1408 DB, yang dikemudikan Fathor Rozak (41) asal Pamekasan, Jawa Timur melaju dari
arah Gilimanuk menuju Denpasar. Saat itu bus setiba di TKP tepatnya pertigaan Cekik depan Kantor TNBB Gilimanuk menyalip kendaraan truk boks yang saat itu parkir di depan tugu pertigaan. Sementara dari arah kiri (arah Singaraja) truk melaju hendak ke arah Denpasar. Karena tidak terlihat pandangan dan tak bisa menghindar ketika truk melintas di jalur yang
sama. Bus menabrak bagian kanan truk hingga masuk ke parit di sisi kiri jalan. Sedangkan bus terpental di kanan jalan dan masuk ke parit. Bus juga menabrak lampu penerangan jalan di pinggir jalan. Akibat tabrakan itu, sopir truk I Putu Sarta (49) warga Dusun Nusamara, Desa Yehembang Kangin Kecamatan Mendoyo mengalami luka di kepala. Korban yang dilarikan ke puskesmas
mendapat 10 jahitan di kepala. “Sopir truk mengalami luka di bagian kepala. Selain itu juga lecet di bagian lutut dan kaki kiri,” terang Shinta. Menurutnya, polisi masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan yang melibatkan truk dan bus pariwisata ini. Kondisi bus penyok di bagian kiri dan truk mengalami pecah kaca dan hancur di bagian depan dan bak. (kmb26)
Rabu Paing, 9 Oktober 2019
Terkendala Air, Puluhan Hektar Sawah ’’Nganggur’’ Amlapura (Bali Post) Puluhan hektar lahan persawahan yang ada di Dusun Dauh Pangkung, Desa Seraya Barat, Karangasem ‘’nganggur’’ alias tak bisa digarap. Penyebabnya, di musim kemarau tidak ada suplai air yang mengalir di wilayahnya itu. Tidak pelak kondisi seperti itu membuat para petani beralih pekerjaan menjadi buruh serabutan. Hal itu harus mereka lakukan untuk bisa menyambung hidup keluarganya sehari-hari. Berdasarkan pantauan di lapangan, lahan pertanian sawah di Desa Seraya Barat cukup luas. Namun akibat kemarau panjang dan tidak ada air membuat kondisi tanah di sana menjadi tandus dan kering. Bahkan tanah di sana pecah-pecah. Karena itu, di lokasi tidak terlihat lagi ada aktivitas pertanian warga. Gubuk tempat petani berteduh terlihat sepi. Aliran sungai yang ada di sampingnya pun kering. Tampak saluran irigasi mengering, hanya berisi sampah. Salah seorang warga di Dusun Dauh Pangkung, Desa Seraya Barat, I Nyoman Jati, mengatakan lahan pertaniannya mulai kering akibat kekurangan air. Situasi seperti itu bahkan sudah terjadi sejak 3-4 bulan terakhir. ‘’Sebelum kering saya sempat menanam padi. Tapi memasuki musim panas, lahan
sudah tidak bisa ditanami lantaran sama sekali tidak ada air mengalir,’’ ujarnya. Jati menambahkan, akibat kondisi kering seperti itu, membuat petani tidak bisa bercocok tanam. Karena itu lahan dibiarkan begitu saja tanpa ditanami apa-apa. Untuk itu, saat ini lahan pertanian tidak bisa menghasilkan. Lahan pertanian yang nganggur sejatinya cukup luas. Malah mencapai puluhan hektar. ‘’Kini lahan yang ada benar-benar nganggur akibat musim kemarau panjang. Kini petani sebagian besar beralih pekerjaan menjadi buruh serabutan,’’ ujar Nyoman Jati. Kalau sudah turun hujan dan air kembali mengalir, baru akan ditanami padi. Semoga saja hujan bisa segera turun dan kembali lahan yang ada dapat digarap. (kmb41)
Bali Post/kmb41
KERING - Lahan persawahan mengering akibat musim kemarau panjang. Kondisi itu membuat lahan tidak bisa digarap oleh petani untuk bercocok tanam.
Tim Gabungan Sidak Galian C Sebudi
Pengusaha Mengeluh Faktur Pajak Dibatasi BPKAD Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Karangasem, petugas Kepolisian dan Dinas Perizinan melaksanakan sidak terhadap aktivitas galian C di Desa Sebudi, Selat, Selasa (8/10) kemarin. Sidak secara intensif dilakukan untuk memastikan sejauh mana pengusaha itu telah mengurus atau memproses izin penambangan. Lalu kendala apa saja yang dihadapi pengusaha ketika mereka harus berhadapan dengan BPKAD?
Bali Post/kmb41
DISTRIBUSIKAN AIR - BPBD saat mendistribusikan air bersih kepada kedua banjar yang ada di Desa Bukit Karangasem.
Desa Bukit Dapat Distribusi Air Bersih
Amlapura (Bali Post) Jumlah warga Karangasem yang kesulitan air bersih di musim kemarau panjang ini memang terus bertambah. Kondisi itu membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mendistribusikan air besih ke desa-desa yang telah mengajukan permohonan sebelumnya. Kali ini warga yang disuplai air bersih adalah masyarakat yang ada di Desa Bukit, Karangasem. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengungkapkan, pendis-
tribusian air ke Desa Bukit Karangasem menyasar dua banjar sekaligus. Dua banjar yang disuplai air bersih meliputi Banjar Dinas Bukit Kelod dan Banjar Dinas Jumenang. ‘’Pendistribusian air bersih kita lakukan sesuai permohonan yang diajukan kepala desa setempat,’’ ujarnya. Arimbawa menambahkan, pendistribusian air bersih ke Banjar Dinas Bukit Kelod sebanyak 5.000 liter. Air bersih untuk memenuhi kebutuhan 20 kepala keluarga. Sedangkan penyaluran air ke Banjar
Dinas Jumenang sebanyak 10.000 liter untuk memenuhi 30 kepala keluarga. Pihaknya berharap bantuan air itu bisa bermanfaat bagi warga untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Air itu merupakan kebutuhan pokok. ‘’Selama ini kita sudah salurkan sebanyak 220 liter air bersih kepada warga Karangasem yang memang sangat memerlukan,’’ katanya. Pihaknya mengimbau kepada warga yang memang benar-benar kesulitan air bersih. Jika memang mer-
eka perlu bantuan air bersih supaya mengajukan permohonan ke BPBD. Nantinya desa yang mengajukan bantuan air bersih akan disurvei. Survei itu penting dilakukan guna memastikan apakah warga itu memang benar-benar membutuhkan bantuan air bersih. ‘’Mekanismenya memang seperti itu. Hal itu kita lakukan guna menghindari permasalahan di lapangan. Kita tidak ingin bantuan yang kita berikan itu menjadi salah sasaran,’’ tegas Arimbawa memberi alasan. (kmb41)
PEMILIK usaha galian C Pandawa Group I Gusti Lanang Putu mengungkapkan pihaknya berterima kasih karena aparat berwenang telah melakukan peninjauan pada usaha galian C miliknya. Untuk melakukan aktivitas galian C, ia mengaku telah mengantongi izin legal dari pemerintah. ‘’Saya sudah sejak delapan bulan mendapatkan izin itu,’’ ucapnya. Namun, Lanang Putu menyayangkan pemerintah dalam hal ini BPKAD Karangasem. Pasalnya, mencarian faktur pajak itu dibatasi, Sebelumnya dirinya sempat mencari faktur pajak di BPKAD, namun harus menunggu sampai tiga jam untuk mendapatkan faktur pajak tersebut. ‘’Yang menjadi permasalahan, faktur pajak saja susah diperoleh. Karena BPKAD membatasi faktur pajak. Bahkan Sabtu dan Minggu lalu saya terpaksa tidak memakai faktur pajak. Alasannya sudah habis. Mau mencari ke kantor sudah tutup,’’ kata pria yang juga sebagai ketua asosiasi galian C Selat. Dalam sehari BPKAD bisa mengeluarkan faktur pajak sekitar
500 faktur. Sedangkan faktur yang diberikan kisaran 200 lembar. Atas kondisi itu pihaknya terpaksa memakai kuitansi usaha Pandawa kepada sopir yang mencari pasir. Kuitansi yang berisi stempel usaha Pandawa itu harus dipakai lantaran terpaksa saja. Alasannya, karena memang tidak ada faktur pajak. Kendati memakai kuitansi, dirinya tidak meminta uang apa pun kalau memang tidak membeli pasir. Karena itu komitmen dirinya sebagai pemilik usaha berizin. ‘’Niat saya tulus membantu pemerintah daerah dengan cara membayar pajak sesuai regulasi. Anehnya kok pencarian faktur pajak dibatasi. Ini yang membuat saya serba salah sebagai pengusaha,’’ tambahnya. Dia sendiri kurang tahu kenapa faktur dibatasi. Nanti kalau ada sidak dari DPRD, ia tidak mau disalahkan. ‘’Saya tidak menggunakan faktur itu
lantaran faktur pajak tidak ada. Masalahnya, ada pembatasan faktur dari BPKAD,’’ tegasnya. Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Karangasem Gede Arianta Pariatna mengatakan, sidak yang dilakukan ini tujuannya melihat langsung sejauh mana para pengusaha galian C sudah mengurus izin. Usaha yang disidak adalah Pandawa Group. Namun perusahaan telah mengurus izin. Sedangkan pengusaha lain izinnya masih dalam proses. ‘’Kita akan intens melakukan sidak untuk memastikan pengusaha telah memiliki izin secara legal. Tidak hanya di Selat saja. Kita juga agendakan lakukan sidak di galian C lainnya, seperti di Bebandem dan Kubu,’’ tegas Arianta. (nan)
Baru Tiga Calon Mendaftar
Bali Post/kmb41
DAFTAR CAWABUP - Agung Pasrisak Juliawan mendaftar menjadi calon wakil bupati mendampingi Mas Sumatri pada Pilkada 2020 mendatang.
Amlapura (Bali Post) Pascadibukanya pendaftaran calon wakil bupati dari Partai NasDem sebagai mendamping I Gusti Ayu Mas Sumatri, nama-nama calon yang mendaftar terus saja bertambah. Hingga Selasa (8/10) kemarin sudah ada tiga calon yang mendaftarkan diri. Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Wakil Bupati Internal Partai NasDem I Kadek Sujanayasa mengungkapkan, sampai saat ini memang baru ada tiga calon yang sudah mendaftar sebagai wakil calon bupati mendampingi I Gusti Ayu Mas Sumatri pada Pilkada 2020 mendatang. Ketiga nama yang sudah mendaftar itu adalah I Made Agus Kertiana, I Gede Agung Pasrisak Juliawan dan I Wayan Pandu Prapanca Lagosa. ‘’Kita masih terus menunggu. Pendaftaran
masih dibuka hingga 23 Oktober mendatang,’’ ucapnya. Sujanayasa menambahkan, dari tiga calon yang sudah mendaftar itu, satu di antaranya merupakan tokoh internal Partai NasDem yakni Made Agus Kertiana. Sedangkan dua calon lainnya dari kalangan eksternal. Di mana Agung Pasrisak merupakan Perbekel Desa Tianyar Barat, sedangkan Pandu Prapanca Lagosa adalah mantan anggota DPRD Karangasem asal Abang. Disinggung apakah Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa sudah ada tanda-tanda mendaftar kembali inggin menjadi pendamping Mas Sumatri? Sujanayasa menegaskan, sampai saat ini memang belum ada tanda-tanda mendaftar. Sebagai tim penjaringan pihaknya terus menunggu calon-calon lainnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
SIDAK - Tim gabungan saat melaksanakan sidak ke galian C Sebudi, Selat, Selasa (8/10) kemarin.
Rabu Paing, 9 Oktober 2019
SOSOK Jangan Melanggar Persoalan sistem rujukan online berjenjang ini, rupanya menjadi salah satu perhatian khusus Garda Tipikor Indonesia di Klungkung. LSM yang belakangan ini gencar menyorot berbagai kasus ini, memperingatkan setiap puskesmas sebagai faskes tingkat pertama dari BPJS Kesehatan, agar mematuhi aturan pusat. Jangan karena kunjungan rawat inap mulai menurun, kemudian puskesmas “memaksakan” membuat rujukan langsung ke RSUD Klungkung, sebagai faskes lanjutan tipe B. Ketua Garda Tipikor Klungkung Made Raka Adnyana, Selasa (8/10) kemarin mengatakan, sistem rujukan online berjenjang sudah jelas diatur dalam Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pelayanan Rujukan Berjenjang berbasis Kompetensi Melalui Integrasi Sistem Informasi. Jadi, meski Pemkab Klungkung sudah mengusulkan agar rujukan faskes lanjutan bisa tanpa kelas, sebelum ada sikap resmi dari pemerintah pusat, pihaknya meminta petugas puskesmas sebagai faskes tingkat pertama, harus tetap mengacu pada aturan tersebut. (kmb31)
TOYA PAKEH - Bupati Suwirta saat berdialog dengan warga saat meninjau akomodasi pariwisata di Toya Pakeh.
Bali Post/gik
Suwirta Minta Investor Manfaatkan Inovasi Perizinan Semarapura (Bali Post) -
Bali Post/gik
TANGGUL - Bupati Suwirta bersama Dinas PUPR-PKP saat turun mengecek pengerjaan tanggul.
Tanggul di Batununggul Telan APBD Rp 1,3 Miliar Semarapura (Bali Post) Setelah rusak parah akibat dampak abrasi, garis Pantai Batununggul, Nusa Penida, akhirnya mulai diperbaiki. Pemerintah daerah melalui APBD 2019, harus mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1.364.257.810 untuk membangun tanggul pengaman pantai sepanjang 171 meter. Tanggul ini untuk mencegah dampak abrasi lebih parah lagi, agar tidak semakin merusak fasilitas umum di sekitarnya. Kasi UP Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR-PKP) Klungkung I Gede Merta Jaya, Selasa (8/10) kemarin, menyatakan proyek pengerjaan tanggul ini dinilai sudah amat mendesak. Khususnya, untuk mengamankan areal sepanjang Pantai Ketapang Desa Batununggul dari abrasi parah. Sebab, kondisi demikian sudah berlangsung cukup lama. Lantaran lama tak tertangani, kondisinya sudah semakin parah. Merta Jaya menambahkan, proses pengerjaannya sudah direncanakan memakan waktu 100 hari kalender, dengan panjang kurang lebih 171 meter dan tinggi tanggul 2,5 meter oleh CV Maha Karya. Tanggul ini menjadi satu dengan akses jalan dan menjadi alternatif warga untuk melakukan aktivitas
antardesa. Warga setempat, cukup khawatir, kalau tanggul tidak segera diperbaiki akses jalannya pun bisa putus dan aktivitas warga juga menjadi tertanggu. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta sempat mengecek langsung pengerjaan proyek tersebut, Selasa (8/10) kemarin. Bupati Suwirta mengharapkan agar pembangunan tanggul ini dapat mencegah terjadinya abrasi kian parah. Pihaknya menegaskan, kerusakan tanggul di sepanjang garis pantai di Nusa Penida akan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas yang sudah mengalami rusak berat. “Jangan sampai karena abrasi, nelayan setempat pun tidak bisa menangkap ikan maupun menaruh perahu di tepi pantai,” ujar Bupati Suwirta. Bupati Suwirta menambahkan Pemkab Klungkung terus akan melakukan kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk menuntaskan permasalahan infrastruktur, khususnya perbaikan tanggul pantai di Nusa Penida. Sebab, kerusakan tanggul di sejumlah garis pantai lainnya juga cukup parah. Dia meminta Camat Nusa Penida, Komang Widyasa Putra untuk terus memantau pengerjaannya, agar berakhir tepat waktu. Demikian juga untuk pengerjaan infrakstruktur lainnya. (kmb31)
Pemkab Klungkung telah mengeluarkan inovasi soal pengurusan izin akomodasi pariwisata. Ini sebagai jawaban atas keluhan para investor terhadap birokrasi panjang dalam mengurus izin. Dengan inovasi perizinan ini, maka tidak ada alasan lagi bagi investor untuk tidak mengurus izin. Sehingga Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Selasa (8/10) kemarin, meminta investor yang sudah membangun akomodasi pariwisata segera mengurus kelengkapan izin, sebelum dilakukan tindakan tegas oleh pemerintah daerah. Pada hari ketiga Festival Nusa Penida, Bupati Suwirta menyempatkan diri meninjau beberapa akomodasi pariwisata di Desa Toyapakeh, Nusa Penida. Bupati Suwirta turun bersama Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra dan Perbekel Desa Toya Pakeh Dwi Jati Susanto, menyusuri jalan pinggir pantai dari Toyapakeh menuju ke Pantai
Prasi. Bupati Suwirta mengingatkan para pemilik akomodasi pariwisata yang belum mengurus izin supaya segera menindaklanjutinya. “Manfaatkan inovasi yang sudah disiapkan Dinas Perizinan,” tegasnya. Kepala Dinas PMPTSP (Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu)
Klungkung Made Sudiarka Jaya mengatakan inovasi ini merupakan suatu kebutuhan masyarakat Klungkung, khususnya masyarakat Nusa Penida. Inovasi ini untuk mempermudah pelayanan pengurusan izin dengan Inovasi One Stop Service Menli Investment and License Integrasi System. Inovasi ini adalah suatu
terobosan untuk mempercepat masyarakat dalam mengurus perizinan. Ini sejalan dengan cita-cita besar pemerintah daerah yang telah merencanakan membuat mall pelayanan publik pada tahun 2021. Inovasi ini menggabungkan lima sistem, yakni Catalog Investasi, Promosi Investasi secara Online, Perizinan maupun NonPerizinan secara Online serta Pengaduan Online. “Dengan lima sistem ini akan berdampak pada pemerintahan yang bersih serta masyarakat yang bersih terhadap peraturan dan kepengurusan izin,” ujar
Sudiarka Jaya. Bupati Suwirta juga meminta kepada pelaku pariwisata yang memiliki bangunan di sepanjang tebing maupun bibir pantai, agar menyediakan lahan untuk dijadikan akses jalan umum bagi publik. Akses jalan tersebut minimal dengan lebar lima meter, seperti di Banjar Nyuh yang rencananya juga akan dilakukan pelebaran akses jalan, untuk mempermudah akses publik. Bupati terus melanjutkan peninjauannya hingga ke Pelabuhan Toya Pakeh, untuk melihat situasi terkini, sebelum melakukan langkah-langkah berikutnya. (kmb31)
Batumadeg Buka Akses Jalan ke Pantai Batu Seha Semarapura (Bali Post) Potensi alam Pantai Batu Seha di Dusun Pangkung Gede Desa Batumadeg, Nusa Penida, mulai tergarap. Pemerintah daerah melalui program padat karya, telah membuka akses jalan menuju pantai tersebut. Pembuatan badan jalan ini mencapai 1.226 meter dengan lebar lima meter. Dananya bersumber dari APBD tahun 2019. Pihak desa selanjutnya ingin mengembangkan Pantai Batu Seha sebagai objek wisata alternatif di Nusa Penida, agar sejalan dengan upaya Pemkab Klungkung yang sedang gencar menggenjot sektor pariwisata. Program padat karya ini telah ditutup pada Senin (7/10) lalu. Tenaga kerja yang dikerahkan dalam pengerjaan badan jalan ini melibatkan ratusan masyarakat. Upah yang diberikan, khususnya pada pangayah dan tenaga tukang pun bervariasi. Untuk pangayah Rp 80 ribu per hari dengan 8 jam kerja. Tukang empat orang dengan upah
sebesar Rp 90 ribu dan ketua kelompok empat orang dengan upah sebesar Rp 90 ribu. Pengerjaan ini berlangsung selama 20 hari. Perbekel Desa Batumadeg Made Mustika, menyampaikan padat karya ini untuk memperlancar sosial ekonomi masyarakat yang ada di Dusun Pangkung Gede. Ke depan, pengerjaan jalan ini akan dilanjutkan dengan pengerasan jalan menggunakan APBDes. Pihaknya juga akan mengajukan proposal lewat BKK untuk bisa membuat jalan tangga pada tebing objek wisata Pantai Batu Seha, agar lebih mudah bisa dijangkau wisatawan. “Semoga tahun 2020 bisa dilanjutkan hingga dengan pengaspalan,” ujar Mustika. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Klungkung I Gede Kusumajaya mengatakan, pengerjaannya dengan pola padat karya mampu memberikan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Konsep ini memang mengutamakan pemanfaatan
sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk menambah pendapatan, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta juga berkes-
empatan turun ke lokasi. Dia berharap dengan selesainya program ini bisa memberi manfaat dalam pemberdayaan desa serta dalam pemanfaatan potensi alamnya, yakni keindahan Pantai Batu Seha. Kepada Perbekel setempat
dipersilakan melanjutkan pengerasan dan teruskan melakukan perencanaan. Sehingga potensi yg dimiliki desa bisa dimanfaatkan warga untuk meningkatkan ekonomi waga setempat. (kmb31)
Bali Post/gik
BATUMADEG - Bupati Suwirta saat turun ke Desa Batumadeg, Nusa Penida.
Operasi Antik Agung
Ungkap Empat Kasus Narkoba, Jerat Sepuluh Tersangka
Bali Post/gik
DIGELANDANG - Para tersangka saat digelandang ke Polres Klungkung.
Semarapura (Bali Post) Jajaran kepolisian kembali menggelar Operasi Antik Agung 2019. Operasi yang digelar selama 16 hari ini, khusus menyasar penegakan hukum terhadap tindak pidana peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Hasilnya, polisi telah berhasil mengungkap empat kasus berbeda. Total, dari pengungkapan kasus ini, ada sebanyak 10 orang yang terjerat. Satu di antaranya, ternyata masih berstatus pelajar. Kasat Narkoba Polres Klungkung AKP Dewa Gede Oka, Selasa (8/10) kemarin mengatakan, Operasi Antik Agung akan berlangsung sampai 28 Oktober nanti. Dari empat kasus tersebut, pertama polisi berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba I Nengah Putu Iwantara alias Bedus. Ia merupakan residivis kasus
narkoba yang sebelumnya pernah ditangkap dalam kasus yang sama dan baru saja selesai menjalani hukuman di Rutan Klungkung. Bedus ditangkap oleh Satuan Narkoba Polres Klungkung di pinggir Jalan By-pass Prof. Ida bagus Mantra, ketika sedang mengambil tempelan paket narkoba jenis sabusabu di TKP. Kedua, kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat tersangka I Kadek Astika alias Goyoh dan I Wayan Swastika alias Dolit. Keduanya merupakan warga Desa Subagan, Karangasem, yang tertangkap tangan membawa narkoba jenis sabu-sabu di Jalan By-pass Prof. Ida Bagus Mantra. Keduanya memang sudah menjadi target operasi sejak awal dalam Operasi Antik Agung 2019 ini. Ketiga, pengungkapan kasus narkoba yang melibatkan
empat tersangka sekaligus. Mereka di antaranya Jamaluddin alias Jamal, tinggal di Jalan Werkudara, Lingkungan Pande, Ahmad Haiqal asal Kampung Gelgel, Irvan Rahman Hakim alias Ivan tinggal di Jalan Werkudara Lingkungan Pande, pemuda lainnya berinisial ZAA, seorang pelajar 16 tahun yang juga tinggal di Jalan Werkudara Lingkungan Pande. “Saat dini hari, keempat orang ini sedang nongkrong di warung lalapan simpang empat Bubun di Jalan Kecubung - Klungkung. Setelah dilakukan pemeriksaan dan introgasi di TKP keempat orang tersebut mengakui sedang menggunakan narkoba jenis ganja,” kata AKP Dewa Gede Oka. Pengakuan mereka, saat diinterogasi, barang itu diperoleh dengan membeli dari teman-temannya di Peliatan,
Ubud, Gianyar. Setelah tepergok, polisi meneruskan penggeledahan di rumah para tersangka. Polisi berhasil mengumpulkan beberapa barang bukti ganja, sehingga ke empat tersangka dan barang bukti langsung diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Pengungkapan kasus keempat, polisi kembali mengamankan tiga tersangka lainnya, hasil dari pengembangan kasus di Kecubung. Mereka antara lain, Anggi Setiawan Dalimunte alias Anggi, Reza Aldiansyah Siregar alias Reza dan Anggi Indra Pratama alias Anggi. Ketiganya merupakan warga Medan, yang tinggal di Peliatan Ubud. Kamar kos ketiga tersangka ini langsung digeledah, ditemukan barang bukti berupa ganja kering. “Ganja diperoleh dengan cara membeli di Medan dan dikirim
melalui paket ekspedisi JNE,” tegasnya. Dari pengungkapan empat kasus ini, total barang bukti narkoba yang berhasil diamankan, di antaranya narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 2 paket seberat 0,68 gram dan ganja seberat 17,48 gram. Selain barang bukti itu, tim penyidik juga menyita beberapa HP dan bukti elektronik transaksi narkoba. “Khusus yang berstatus pelajar, tidak dilakukan penahanan. Karena berstatus di bawah umur. Namun proses hukum terhadap yang bersangkutan masih berjalan,” tegas Kasat Narkoba. Tim penyidik masih melakukan proses penyelidikan dan penyidikan, termasuk berupaya mengungkap adanya potensi keterlibatan pelaku lain, selain para pelaku yang telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Paing, 9 Oktober 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr Staf Wanita max.24th, bs Computer&Medsos.081946759043.
ART/Baby Sitter untuk Villa Pribadi (Berawa), Gaji Menarik, Memiliki Motor, Hub WA : 085100050706
1 org Admin cewek hub.083114359739
B.BP.004.10.19.0000232
PT LARP need FO staf,Admin & Accounting M/F.Pls bring yr CV to Jln. By Pass Ngurah Rai Sanur 88 Dps, Email : pt@lawuagungrinjanipermai.com B.BP.004.10.19.0000245
Welder Las Pipa,Admin Finance, Sales Marketing : 085103167222 B.BP.001.10.19.0000134
B.BP.004.10.19.0000244
Bth Cpt Driver Kurir,Pria SIM A.Min.SMA&Cust.Serv.L/P bs Bhs Ingg.min.D3.Lam.WA:08113844996 B.BP.001.10.19.0000213
BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692
Carnival Cruises urgent need 500 culinary :galley stwd,ass cook, CDP, souschef, sushi cook,pastry,bakery,requirement: good English, min 21 yr old, exp 4/5 star htl, pls bring CV’s By Pass Sanur 88,Cruise Career Center.Ph 0361-4491251, 081237723021
Dcr Cook untuk Food Court Hub .08124616685
Dcr Tenaga IT dan A/O BPR 0361 735699/ binawerdi@gmail.com
B.BP.001.10.19.0000207
BRIlink Cr Krywati Jujur Rajin KwanjiDalungWA/HP08113804027
B.BP.166.10.19.0000246
B.BP.004.10.19.0000169
B.BP.154.10.19.0000235
B.BP.803.10.19.0000098
Waiter Laki Shankara Kuta Jl. Bakung Sari Komplek KutaSquare Blok D33 Depan Burger King Tlp.756302 WA;081805628430 B.BP.001.10.19.0000237
Dicari Guru TK, pengalaman tamat PG TK Hub:081338190577 B.BP.001.10.19.0000234
Kasir/AdminSMEAAkuntansi/SMK Lamaran ke CO Working Space Perhatian Jl.Veteran 86 Dps Tlp.227439 WA 081805628430
B.BP.001.10.19.0000238
Rcptionist Dicari segera untuk Daerah Sanur Bypass Hub:289700/082247422342
B.BP.001.10.19.0000225
SERVICE
B.BP.001.10.19.0000197
BENGKEL LAS Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA
SERVICE
Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
FOTO COPY
BIRO JASA
RUPA - RUPA
Dcr Pembantu RT Wnt utk Vila Prbdi di Tegal Buah 0818355251 B.BP.001.10.19.0000247
DcrSupervisorLapanganSTM/Poltek Bangunan Hub.081916759099 Email:hakersenbali@yahoo.co.id B.BP.001.10.19.0000230
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
DIJUAL MOBIL SUZUKI
Suzuki Splash GL th 2012 Hitam Jl.Sandat 22 Dps Tlp.0361234109
B.BP.001.10.19.0000241
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Rmh 1,40A Dlg, 725 Jt, Tnh 2A Dama, 081999231333
B.BP.004.10.19.0000236
DIJUAL RUKO
Jual/Sewa murah Ruko 2Lt SHM 104M2 Jalan Utama Cokroaminoto Nego sampai deal 085100141368
B.BP.033.10.19.0000231
PROPERTY
RUPA-RUPA
DIJUAL TANAH
B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172
2,5are Jl.Nagasari Penatih,Lbr Jl 5M,Dkt Jl.Raya,085101512575 B.BP.001.10.19.0000242
PROPERTY DIJUAL RUKO
Ruko 2,1 are Lt2 Bangunan Baru Jl.Ry.Gatsu Timur,081807779807 B.BP.001.10.19.0000229
B.BP.001.09.19.0000967
KEHILANGAN Hilang IMB No.5285/02/HK/2017 an.I Nengah Suwianta, Badung
B.BP.004.10.19.0000233
HlgBPKBNo.L05772698-ODK7943 FY An.I Gd.Md.Pastika Semara P
B.BP.001.10.19.0000226
Rabu Paing, 9 Oktober 2019
Pemkab Diminta Serius Garap Pajak ABT Bangli (Bali Post) –
Anggota DPRD Bangli Satria Yudha meminta Pemkab Bangli serius menggarap sejumlah potensi yang dimiliki guna peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Selain pariwisata, potensi yang masih perlu dimaksimalkan yakni pajak air bawah tanah (ABT). Untuk meningkatkan pendapatan pajak ABT, OPD yang membidangi diminta melakukan pendataan ulang terhadap keberadaan sumur bor di Bangli. Agar pajak yang dipungut maksimal, pemerintah juga diminta tegas mewajibkan para wajib pajak memasang watermeter di lokasi sumur bor untuk mengukur jumlah air bawah tanah yang terpakai. Satria Yudha selama ini cukup meragukan data pengguna ABT yang dimiliki OPD terkait. Berdasarkan data yang diketahuinya hanya tercatat 32 pengguna ABT di Bangli yang dikenai pajak. Padahal dari pantauannya, pemanfaatan air bawah tanah untuk keperluan usaha komersil di Bangli cukup marak. “Apakah datanya sudah benar. Kayaknya lebih dari itu. Karena itu OPD terkait harus melakukan pendataan ulang ke lapangan,” ungkapnya ditemui di DPRD Bangli, Selasa (8/10) kemarin. Menurutnya, pajak pemanfaatan ABT sebenarnya merupakan potensi pendapatan yang cukup besar. Sesuai undang-undang, besaran pajak yang dikenakan
kepada pemilik sumur bor, yakni sebesar 20 persen dari air yang diangkat dari bawah tanah. Agar potensi itu bisa tergarap maksimal, maka sangat dibutuhkan keseriusan OPD yang membidangi. Selain melakukan pendataan ulang, Pemkab dalam hal pemungutan pajak ABT menurutnya harus tegas. Pengguna ABT harus diwajibkan memasang watermeter di sumur bor masing-masing untuk mengukur jumlah ABT yang terpakai. Sehingga dalam pemungutan pajak, Pemkab bisa berdasarkan data pemakaian pasti. Tidak lagi berdasarkan data perkiraan. Mengingat izin pemanfaatan ABT dikeluarkan Pemerintah Provinsi, Pemkab diharapkan
melakukan koordinasi ke Pemprov terkait pemasangan watermeter. Kalau hanya menunggu masyarakat sadar memasang watermeter, itu sulit. “Apa sih salahnya melakukan koordinasi, kita punya potensi di Bangli. Apakah itu berizin atau tidak. Ketika tidak berizin apa pemerintah daerah berani menutup. Ketegasan dan koordinasi yang terpenting,” terang Ketua Komisi I DPRD Bangli itu. Satria Yudha meminta kepala OPD terkait agar bekerja aktif. Kalau sudah tahu ada potensi yang besar di Bangli untuk pemanfaatan ABT harusnya dioptimalkan. “Jangan terusterusan melempar, itu kewenangan provinsi. Kan mau enaknya
’’Apa sih salahnya melakukan koordinasi, kita punya potensi di Bangli. Apakah itu berizin atau tidak. Ketika tidak berizin apa pemerintah daerah berani menutup. Ketegasan dan koordinasi yang terpenting.’’ Satria Yudha saja. Bupati selama ini sudah susah payah gali potensi, kepala OPD harus berani melangkah untuk kemajuan Bangli,” kata politisi PDIP asal Susut tersebut. (kmb40)
Gaji PTT dan GTT Dirancang Naik
Pemkab Perlu Anggaran Rp 44,9 Miliar Bangli (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Bangli berencana akan menaikan kembali gaji untuk pegawai tidak tetap (PTT) dan guru tidak tetap (GTT) pada tahun 2020 mendatang. Dengan adanya kenaikan tersebut, PTT dan GTT yang sekarang digaji Rp 1.250.000, nantinya dirancang menerima bayaran Rp 2,2 juta per bulan. Sementara itu, berdasarkan perhitungan, besaran anggaran yang dibutuhkan untuk membayar gaji ribuan tenaga PTT dan GTT tahun depan yakni sebesar Rp 44,9 miliar lebih. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Bangli I Nyoman Widiana, Selasa (8/10) mengatakan, rencana kenaikan gaji bagi PTT dan GTT 2020 mendatang merupakan bagian dari perhatian Bupati Bangli I Made Gianyar terhadap tenaga non PNS di Bangli. Bupati berkomitmen kesejahteraan tenaga non PNS yang masa kerjanya sudah cukup lama, bisa meningkat di akhir masa jabatannya. Sesuai keinginan Bupati, PTT dan GTT di Bangli yang kini jumlahnya mencapai 1.702 orang, mendapat gaji di angka Rp 2 juta. Namun, pihaknya merancang Rp 2,2 juta per satu tenaga PTT per bulan. “Karena di dalamnya sudah termasuk BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan, karena itu kita rancang Rp 2,2 juta,” terangnya. Sesuai perhitungan, total dana
yang harus dialokasikan untuk membayar gaji seluruh PTT dan GTT di Bangli 2020 nanti mencapai 44.932.800.000. Widiana menegaskan, kenaikkan gaji PTT dan GTT tersebut baru rencana. Saat ini rancangan kenaikan gaji PTT/ GTT baru masuk Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). Belum masuk KUA-PPAS. Rancangan itu tentunya akan melalui proses pembahasan. Dikatakannya, terakhir kali PTT dan GTT di Bangli naik gaji awal 2019. Dengan kenaikan gaji tersebut, PTT/ GTT di Bangli sekarang menerima Rp 1.250.000 dari sebelumnya yang hanya Rp 900 ribuan. Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Bangli, tenaga PTT di Bangli berjumlah 1.046 orang. Sedangkan GTT 656 orang. Untuk PTT, paling banyak ditugaskan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pendidikan. Terakhir kali Pemkab Bangli melakukan perekrutan PTT tahun 2005 lalu. Sementara GTT direkrut terakhir tahun 2015. Plt. Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Bangli I Ketut Mega Ada mengatakan, PTT bekerja berdasarkan SK Bupati. Perpanjangan SK dilakukan oleh kepala OPD masing-masing di tempat PTT bertugas. Kalau tidak disiplin, PTT bisa saja diberhentikan. (kmb40)
Bupati Sambut Hangat Wacana Pemberian Dana PHR dari Gianyar
Bali Post/ist
NGAYAH - ASN di lingkungan Pemkab Bangli ngayah jelang Karya Nyatur Bhuana di Pura Pucak Penulisan, Gunung Wangun Urip, Desa Sukawana, Kintamani.
Purnama Kapat
”Karya Nyatur Bhuana” di Pura Pucak Penulisan Bangli (Bali Post) – Bertepatan dengan rahinan purnamaning kapat, Minggu (13/10) akan dilaksanakan upacara Karya Nyatur Bhuana di Pura Pucak Penulisan, Gunung Wangun Urip, Desa Sukawana, Kintamani. Karya Nyatur Bhuana merupakan rangkaian dari Karya Agung Pangurip Jagat Bali Kabeh, yang puncaknya sudah dilaksanakan pada tahun 2010 silam. Manggala Karya I Wayan Jasa mengatakan rangkaian Karya Nyatur Bhuana sudah dimulai sejak Soma Kliwon Uye, 7 Oktober 2019 dengan kegiatan nanceb rompok. Dilanjutkan dengan nangiang sunari pada Wraspati Pon, Uye, 10 Oktober 2019, Mendak
Ida Batara, Mapada Wewalungan dan Puncak Karya pada Redite Umanis Menail, 13 Oktober 2019 dan Ida Batara Masineb pada Wraspati Paing, Prangbakat, 24 Oktober 2019. Adapun bhakti yang diaturkan pada puncak Karya Nyatur Bhuana, di antaranya bebangkit, bagia pula kerta, bagia pule kerti, pule kedaton dan lis ageng. Sedangkan wewalungan yang digunakan, di antarannya 4 ekor kerbau, kijang, itik dan berbagai jenis ayam. Dijelaskannya, sesuai dengan isi Lontar Catur Dharma Kelawasan, sebelum dilaksanakan pada tahun 2010 lalu, Karya Agung Pangurip Jagat Bali dan seluruh rangkaiannya, terakhir kali dilaksanakan oleh Raja Bali tera-
khir yang bergelar Sri Asta Sura Ratna Bumi Banten, sekitar 800 tahun silam. Rangkaian Karya Agung Pangurip Jagat Bali Kabeh akan ditutup dengan ngaturang Bhakti Pakelem ring Segara Badung pada tahun 2021 mendatang. Bhakti pakelem direncanakan akan menggunakan 2 kerbau. “Sesuai dengan isi Lontar Catur Dharma Kelawasan, Karya Pangurip Jagat Bali Kabeh harus dilengkapi dengan 10 rentetan karya. Lontar juga menyebutkan ada sekitar 66 kebo yang dikorbankan. Sebagai rangkaian penutup, akan dilaksanakan Bhakti Pakelem ring Segara Badung yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang,” jelasnya.
Tujuan dari pelaksanaan Karya Agung Pangurip Jagat Bali Kabeh dan seluruh rangkaian karya adalah untuk memperkuat taksu Gumi Bali beserta isinya serta memohon keselamatan dan kesuburan bagi alam semesta beserta isinya. Sementara itu, jelang pelaksanaan Karya Nyatur Bhuana sejumlah persiapan terus dilaksanakan masyarakat. Selasa (8/10) kemarin, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bangli turut ngayah bersama masyarakat di pura setempat. Kabag Kesra Setda Kabupaten Bangli Jro Penyarikan Widata mengatakan, ngayah yang dilaksanakan ASN Pemkab Bangli merupakan
Baru Seorang Pemohon Dapat SIM Gratis Bangli (Bali Post) Polres Bangli mengadakan program layanan SIM gratis untuk masyarakat. Program ini dibuat dalam rangka menyemarakan HUT ke-74 TNI. Sejak dilaksanakan 5 Oktober lalu, hingga Selasa (8/10) baru satu orang pemohon yang dapat SIM secara gratis. Kasat Lantas Polres Bangli AKP I Nengah Sona mengatakan, satu pemohon yang telah mendapat SIM C gratis itu yakni I Putu Taruna Kartika Putra. Pemuda asal Desa Batur Selatan, Kintamani itu berhak mendapat SIM gratis karena lahir bertepatan dengan HUT TNI 5 Oktober. Dia dibebaskan dari segala biaya dalam pembuatan SIM tersebut. Dijelaskan AKP Sona, Polres Bangli memberikan pelayanan SIM gratis kepada pemohon SIM baru bagi masyarakat, TNI dan keluarganya yang lahir pada tanggal 5 Oktober. Layanan SIM gratis ini berlaku mulai tanggal 5 Oktober sampai tanggal 10 Oktober 2019. Meski gratis, namun pemohon tetap melewati tahapan-taha-
pan atau prosedur pengajuan SIM baru. Dengan layanan SIM gratis ini ke depannya diharapkan TNI/Polri semakin solid, bersinergi dan kuat. Di sisa waktu yang tinggal dua hari lagi, pihaknya kembali mengimbau kepada masyarakat dan anggota TNI untuk memanfaatkan layanan yang diadakan Polres Bangli ini. “Waktu tinggal dua hari lagi, kami mengharapkan kepada masyarakat Bangli agar kasih tahu teman, saudaranya bahwa Polres Bangli masih membuka kesempatan bagi pemohon SIM sampai tanggal 10 Oktober sore jam tutup kantor,” kata AKP Sona. Sementara itu, Putu Taruna mengaku sangat senang mengetahui adanya pengumuman pemberian SIM gratis dari Polres Bangli lewat media sosia. Dia langsung mengurus persyaratan dan dinyatakan lulus. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Bangli dan Kasat Lantas yang telah memberikan kado buat ulang tahun saya yang ke19 sebuah SIM C,” ujarnya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
SIM - Pemohon sedang mengurus pembuatan SIM di Polres Bangli.
bentuk bhakti ke hadapan Ida Batara yang berstana di Pura Pucak Penulisan. Ia berharap, melalui kegiatan yang tulus ikhlas ini, Ida Batara senantiasa memberikan tuntunan sehingga semua urusan pemerintahan di Kabupaten Bangli dapat berjalan sesuai harapan. “Hari ini seluruh lapisan ASN di Bangli baik dari eselon II, III, IV beserta staf, berbaur bersama masyarakat ngaturang ayah bersama. Tentu ini kebersamaan yang sangat indah, dimana antara pegawai dan masyarakat berbaur menjadi satu. Mudahmudahan dengan yadnya yang tulus, Ida Batara selalu memberikan keselamatan dan kesejahteraan untuk semua,” harapnya. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Bupati Bangli I Made Gianyar menyambut hangat wacana Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra di media, soal rencana pemberian dana penyisihan pajak hotel dan restoran (PHR) untuk Kabupaten Bangli sebesar Rp 10 miliar tahun 2020 mendatang. Menindaklanjuti wacana tersebut, Made Gianyar mengaku akan segera melakukan audensi langsung dengan orang nomor satu di Kabupaten Gianyar itu. Dihubungi Selasa (8/10) kemarin, Made Gianyar mengatakan dirinya mengetahui wacana Pemkab Gianyar yang akan memberikan dana penyisihan PHR untuk Kabupaten Bangli, dari pemberitaan di koran. Sementara secara resmi, dirinya mengaku belum mendapat pemberitahuan. “Baru tahu tadi lewat media. Tiada kata lain yang bisa saya sampaikan, selain ucapan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gianyar yang sudah memahami konsep di sini senang di sana senang,” ujarnya. Pemberian dana penyisihan PHR tersebut, menurut Made Gianyar merupakan bentuk perhatian, kepedulian dan kompensasi Kabupaten Gianyar terhadap Kabupaten Bangli atas jasa Bangli dalam menjaga dan memelihara sumber mata air selama ini. Pemberian dana PHR untuk Bangli sudah sewajarnya dilakukan Gianyar mengingat PAD bumi seni itu luar biasa meningkat menyamai Kota Denpasar.
Dengan adanya perhatian dan kepedulian itu, Pemkab dan masyarakat Bangli kini bisa lebih fokus dalam mempertahankan daerah konservasi serta memelihara sumber air dan sungai yang ada. Sehingga air yang mengalir ke kabupaten lain yang ada di hilir bisa tetap bersih dan terjaga. Made Gianyar mengungkapkan dirinya berencana melakukan audensi dengan Bupati Agus Mahayastra. Salah satu agendanya untuk menindaklanjuti wacana yang disampaikan di koran. Dalam audensi itu, Made Gianyar juga sekalian mengantarkan surat mengenai sumber-sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat Gianyar termasuk usaha-usaha pariwisata seperti rafting. Ke depannya, Made Gianyar berharap kesadaran kabupaten/kota lain untuk memberikan kompensasi terhadap Bangli bisa ikut terbangun. “Kalau kabupaten lainnya, seperti Klungkung dan Karangasem, saya harapkan biar Pemerintah Provinsi yang memberikan kompensasi untuk Bangli berupa pemberian insentif,” katanya. Sementara itu, disinggung mengenai berapa nilai dana insentif yang akan diberikan Pemprov Bali untuk Kabupaten Bangli sebagaimana yang dijanjikan Gubernur, Made Gianyar mengaku belum tahu secara pasti. “Mungkin saja nilainya tiga kali lipat dari yang diberikan Gianyar,” pungkasnya. (kmb40)
Rabu Paing, 9 Oktober 2019
OLAHRAGA
15
MU Alami Fase Terburuk Dalam 30 Tahun Terakhir Manchester – Manchester United (MU) kini berada pada fase terburuk dalam 30 tahun terakhir. Karena musim masing panjang, banyak hal buruk lain yang mungkin dialami oleh United. Manchester United memulai musim 2019/2020 dengan impresif. Setan Merah menang dengan skor 4-0 atas Chelsea pada laga di Old Trafford. Akan tetapi, performa United menurun setelah laga itu. United tidak mampu menang dalam tiga laga terakhir di Premier League, dua kali kalah dan satu kali imbang. Posisi tim di klasemen terus merosot. Sesuatu yang tidak dibayangkan ketika t i m
menang 4-0 atas Chelsea. Manchester United kini berada di posisi ke-12 klasemen sementara. Dari delapan laga yang sudah dimainkan, United hanya mendapat sembilan poin saja. Posisi ke-12, tentu saja ini bukan tempat yang layak untuk United. ‘’Ini adalah awal terburuk Manchester United untuk satu musim selama 30 tahun,’’ tulis Simon Stone, seorang jurnalis olahraga ternama di Inggris, Selasa (8/10) kemarin. Selain posisi klasemen, Stone juga menyoroti rapuhnya mental pemain Manchester United di laga tandang. Hal tersebut terbukti ketika United tidak pernah mampu menang dalam 11 laga tandang ter-
akhir di semua kompetisi. ‘’Manchester United akan menghabiskan dua minggu ke depan dengan duduk dua poin di atas zona degradasi,’’ kata Stone. Sementara itu, kiper Manchester United David De Gea menjelaskan bahwa hampir semua hal di timnya mengalami masalah. ‘’Saya pikir banyak hal yang perlu untuk ditingkatkan. Sesungguhnya, saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Ini mungkin waktu yang terburuk, paling sulit sejak saya bergabung dengan tim ini,’’ ungkap De Gea. Kini, Setan Merah harus bersiap menghadapi ujian berat yakni berjumpa pemuncak klasemen Liverpool. (kmb33/afp)
Sofia Tampil di Kejuaraan Dunia Singaraja (Bali Post) Karateka Ni Kadek Renia Sofia Putri sukses mendulang emas pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Semarang, Jateng, beberapa bulan lalu. Selanjutnya, karateka asal Buleleng ini akan mewakili Timnas Merah Putih pada Kejuaraan Dunia Terbuka, di Hongaria, 6-13 November mendatang. S e k u m Pengkab FORKI Buleleng Putu Arga yang dikontak Selasa (8/10) kemarin menjelaskan, rencananya Sofia akan bertolak ke Jakarta pada Rabu (9/10) ini untuk bergabung di Pelatnas. ‘’Sebelum Sofia berlaga di Kejuaraan Dunia, dia digembleng di Pelatnas bersama karateka dari provinsi lainnya,’’ ungkap Arga. Selama ini, Sofia berlatih karate di Dojo Berlian Singaraja. Ia berharap karateka putri yang turun pada nomor kumite di kelas -33 kg ini bisa menyabet emas pada kejuaraan dunia. Apalagi, karateka Buleleng sebelumnya
Membantu Likuiditas
Pendidikan Karakter Demikian disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra saat membuka Perkemahan Wirakarya Kwartir Daerah Bali Tahun 2019 di Bumi Perkemahan Desa Patas, Gerokgak, Buleleng, Selasa (8/10) kemarin. ‘’Pemerintah telah mempercayakan pendidikan karakter generasi muda kita kepada Gerakan Pramuka dengan ditetapkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 dan PP Nomor 63 Tahun 2013, di mana Pendidikan Kepramukaan merupakan kurikulum ekstra wajib di semua jenjang pendidikan dari Sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA/SMK,’’ ujar Gubernur Koster. Ditambahkan Gubernur Koster, hal ini disebabkan karena organisasi Gerakan Pramuka merupakan organisasi yang solid dari tingkat Desa (Gugus Depan), Kecamatan (Kwartir Ranting), Kabupaten (Kwartir Cabang), Provinsi (Kwartir Daerah), sampai ke tingkat Pusat (Kwartir Nasional) dan Presiden RI sebagai Ketua Majelis Pembimbing Nasional
(Mabinas) Gerakan Pramuka. Terkait dengan pelaksanaan kegiatan Perkemahan Wirakarya (PW) Daerah Bali tahun 2019 yang merupakan pertemuan besar dari anggota Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Daerah Bali dalam melaksanakan bakti masyarakat serta mempersiapkan diri mengikuti kegiatan di tingkat nasional, Gubernur Koster berharap Gerakan Pramuka dapat menunjukkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sekitar bahwa Pramuka di samping sebagai media pendidikan juga memiliki kepedulian kepada masyarakat sebagai wujud pengamalan Dasa Darma Pramuka. ‘’Mudah-mudahan Gerakan Pramuka dapat mewujudkan harapan dari pemerintah dan menunjang program pembangunan daerah Bali ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ yang menjadi acuan dalam pembangunan di daerah Bali,’’ ujar Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng tersebut. Sementara itu, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra usai membuka Perkemahan Wirakarya kepada awak media mengatakan, jika kegiatan ini merupakan langkah positif bagi anggota Pramuka. Selain sebagai bagian dari pembinaan Pramuka, juga sebagai kepedu-
lian sosial anggota Pramuka. ‘’Di samping kegiatan ini juga sebagai persiapan mengikuti kegiatan di tingkat nasional. Dan pemilihan tempat ini menurut saya sangat bagus, kalau kita melaksanakan kegiatan Pramuka untuk membangun kepedulian adik-adik Pramuka maka kita harus bawa mereka ke tempat yang memang membutuhkan kepedulian mereka. Membutuhkan rasa keprihatinan, mereka akan melihat langsung bagaimana kehidupan masyarakat. Dari situ mereka akan tumbuh rasa kepedulian,’’ ujar Sekda Dewa Indra. Pada kesempatan tersebut diserahkan penghargaan Lencana Dharma Bhakti yang merupakan tanda penghargaan yang diberikan kepada seorang yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, dana dan fasilitas yang cukup besar, serta sangat membantu kelancaran kegiatan pembinaan dan pengembangan Gerakan Pramuka. Adapun penerima penghargaan yakni I Nyoman Giri Prasta, I Ketut Suiasa, I Gusti Lanang Jelantik, Dewa Ketut Puspaka, I Made Ariawan, Putu Ngurah Sony Sanjaya, I Made Baderawan serta I Made Kembang Hartawan. (kmb)
Menghadirkan Inovasi Rai Mantra berharap ke depan secara keberlanjutan dapat menghadirkan inovasi-inovasi yang mampu mempermudah pelayanan bagi masyarakat Kota Denpasar. ‘’Untuk itu, kami mendorong OPD agar dapat terus berinovasi, serta berharap inovasi harus terus lahir di Kota Denpasar,’’ ujarnya. Innovative Government Award (IGA) merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada pemerintah daerah sebagai apresiasi atas inovasi yang telah berhasil dilakukan. Penghargaan tersebut agar dapat mendorong kompetisi positif antara pemerintah provinsi dan
juga pemerintah kabupaten/ kota dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Hingga saat ini Pemkot Denpasar memiliki berbagai inovasi. Inovasi yang pertama dibuat Pemerintah Kota Denpasar dalam masa kepemimpinan Wali Kota Rai Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara adalah Sewaka Dharma. Inovasi ini dibentuk pertama untuk mengubah mindset PNS dari dilayani menjadi melayani. ‘’Sewaka Dharma itu berarti melayani adalah kewajiban,’’ ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Rai Mantra juga menjelaskan bahwa motto ‘’Sewaka Dharma’’ menjadi fondasi awal dalam membangun inovasi fisik berikutnya, yakni dengan membangun Gedung Sewaka
Dharma dengan konsep pelayanan terpadu satu pintu. Inovasi terus dilakukan untuk membantu dan bermanfaat kepada masyarakat, di antaranya mall pelayanan publik, Pengaduan Rakyat Online (Pro Denpasar), revitalisasi pasar tradisional, penataan sungai, inovasi Damakesmas dan call center serta berbagai inovasi lainnya. ‘’Tidak hanya inovasi, tetapi kita mengajak masyarakat untuk mandiri dan bersama membangun Kota Denpasar,’’ kata Rai Mantra. Dalam penyerahan penghargaan tersebut, Rai Mantra juga didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara serta pimpinan OPD terkait lainnya. (ad257)
Rabu, 9 Oktober 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Pesraman Pemangku dan Serati (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Wirata Parwa (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Inovator 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:05 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Homeshopping 11:00 Wita Seputar Bali Terkini
11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shooping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Pesraman Pemangku dan Serati (4) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Ocydia Home Shooping 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Bali TV Shop 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Agrobisnis Budi Daya Jenis Sayur Disesuaikan Kebutuhan Pariwisata 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Dialog Interaktif Arya Wedakarna
17:00 Wita Lila Cita Sanggar Bina Remaja (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesama 21:30 Wita Mahadewi Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Anak 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Pura Dalem Sakti Ikatan Keluarga Nusa(4) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali Channel
‘’Masyarakat yang menyimpan deposito di BPR, menarik depositonya secara mendadak, menyebabkan BPR tidak siap, karena dari deposito tersebut telah disalurkan dalam bentuk kredit. Maka untuk membantu likuiditas BPR ini, Bank BPD Bali dapat membantu,’’ beber Sudharma. Bentuk kerja sama dalam techincal assistant bisa berupa pelatihan, seminar, peningkatan kualitas SDM karyawan BPR. Dalam hal kerja sama financial assistant, bisa dalam bentuk linkage kredit. Mengingat BPR dekat dengan masyarakat, ada dalam setiap kecamatan, maka Bank BPD Bali dapat menyalurkan kredit ke UMKM yang ada di lapisan terbawah melalui BPR.
Dengan kerja sama Apex BPR ini, ia yakin dapat menumbuhkan perekonomian Bali terutama dunia usaha. Selain itu, bisnis Bank BPD Bali juga dapat tumbuh, karena dari kerja sama dalam bentuk financial assistant berupa linkage tersebut, dapat memberikan profit bagi Bank BPD Bali. Hanya untuk menjadi anggota Apex BPR, tingkat governance dan kesehatan BPR harus bagus. Dengan kondisi kinerja BPD Bali yang cukup baik, Bank BPD Bali siap bersinergi dan berkolaborasi dengan LJK di Bali. Sampai September 2019, kinerja BPD Bali sesuai rencana bisnis bank (RBB) yaitu aset Rp 26,4 triliun, tumbuh 8 persen, DPK Rp 21,9 triliun, tumbuh 9,4 persen, kredit Rp 18,2 triliun tumbuh 11,2 persen, laba lebih dari Rp 496 miliar. Ia menargetkan laba sampai akhir tahun Rp 541 miliar.
Ketua Perbarindo Bali Ketut Wiratjana mengatakan, Perbarindo Bali memiliki anggota 134 BPR yang ada di Bali. Sampai saat ini aset BPR mencapai Rp 16 triliun, kredit yang telah disalurkan Rp 10 triliun, DPK yang berhasil dihimpun Rp 11 triliun. Dengan kerja sama ini, Perbarindo Bali merasa yakin karena BPD Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster sangat bersemangat memajukan perekonomian Bali. Wiratjana menambahkan, kerja sama Apex di Bali sudah direncanakan 19 tahun yang lalu. BPR pernah bekerja sama dengan PNM namun tidak berlanjut, kemudian dengan Bank Oke. Sehingga dengan adanya kerja sama ini merupakan angin segar bagi BPR. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, BPR dan BPD Bali harus diperkuat karena merupakan
Komang Lolak Sastrawan pernah mewakili Indonesia dan merebut emas pada kejuaraan dunia di Belgia pada tahun lalu untuk tingkat SMP. Bahkan, Komang Lolak Sastrawan juga pernah menyabet emas pada kejuaraan dunia tingkat SD di Jerman. (022)
tumpuan perekonomian masyarakat Bali. Untuk itu LJK ini harus berdaya saing dan sehat. Selain BPD Bali dan BPR, Bali juga memiliki LPD yang jumlahnya 1.344 di seluruh Bali. Tiga kekuatan ekonomi Bali yaitu Bank BPD Bali, 134 BPR, dan LPD harus bersinergi berkolaborasi di dalam mendorong dan mendukung perekonomian Bali. ‘’Saya sangat berkepentingan dengan lembaga ini agar tumbuh menjadi lembaga yang kuat dan sehat dengan menjalankan visi pembangunan daerah Bali ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’,’’ ujarnya. Ia pun sedang merancang kebijakan industri dari hulu sampai pada proses di hilir agar UMKM dapat berkembang. UMKM tersebut perlu bermitra dengan BPR, BPD Bali dan LPD. ‘’Itu yang saya desain, saya sedang menyusun konsepnya sampai Desember 2019 dan 2020 akan dipompa ekonomi Bali,’’ ujarnya. (Ad258)
Rasa Identitas Keberadaan warisan budaya takbenda, disebut Wagu b Cok Ace, adalah berbagai praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan serta instrumen, objek, artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya. ‘’Bahwa masyarakat, kelompok dan dalam beberapa kasus, perorangan merupakan bagian dari warisan budaya tersebut,’’ Paparnya. Dilanjutkan seniman tari ini, warisan budaya takbenda ini diwariskan dari generasi ke generasi, yang secara terus-menerus diciptakan kembali oleh masyarakat dan kelompok
dalam menanggapi lingkungan sekitarnya. ‘’Interaksi mereka dengan alam dan sejarah mereka, dan memberikan rasa identitas yang berkelanjutan, untuk menghargai perbedaan budaya dan kreativitas manusia,’’ urainya. Sementara itu, Mendikbud Muhajir Effendy dalam sambutannya menekankan bahwa warisan budaya takbenda adalah amanat UUD terutama Pasal 32. ‘’Tanggung jawab kita semua, sebagai program sustainable development goals, ini juga jadi misi dan komitmen warga dunia, melestarikan peninggalan leluhur kita,’’ ujar Mendikbud. Ditambahkan pula, hal ini dilakukan terus-menerus melalui UU No. 5 Tahun 2017
sebagai landasan pemajuan kebudayaan. Tidak ada kata tidak untuk pemajuan kebudayaan. Dalam kesempatan yang sama dijelaskan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI Hilmar Farid, penyerahan penetapan warisan budaya takbenda tiap tahun dilalui dengan proses dari tim ahli. ‘’Seleksinya ketat, lewat Balai Pelestarian Budaya, dimulai usulan dari daerah lalu verifikasi dan sidang penetapan,’’ jelasnya. Selain itu, kata Hilmar
Farid, langkah ini adalah langkah konkret. Memastikan budaya Indonesia tidak diambil orang lain, memastikannya terlindung dan terdokumentasikan dengan baik. Tanda penetapan ini bertambah istimewa karena bertepatan dengan Pekan Kebudayaan Nasional. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Mendagri Tjahjo Kumolo serta 11 gubernur/wakil gubernur yang seni budaya daerahnya ditetapkan sebagai penerima sertifikat warisan budaya takbenda. (kmb)
WONDERFUL BALI
BUDAYA
RABU PAING, 9 OKTOber 2019
PENDIDIKAN Willy Sweet
Berkarya Sesuai Realita SENIMAN
Bali Post/ist
Tampil Bersama Eka Dharma Duta di Pujungan
Bungan Dedari ISI Suguhkan Tabuh ’’Kokar Jaya’’ WARGA Desa Pujungan, Pupuan, Tabanan, Sabtu (5/10) malam tampak begitu antuasis menyaksikan pentas seni yang digelar di halaman tengah Pura Kahyangan Puseh dan Bale Agung Pakraman desa setempat. Pada malam yang cukup dingin itu penonton tua-muda duduk dan berdiri berdesak-desakan menyaksikan gong kebyar mabarung. Pagelaran seni ini disuguhkan sebagai hiburan serangkaian ritual keagamaan besar (karya ngenteg linggih) di desa tersebut. Tampil dua grup gong kebyar ketika itu. Sekaa gong kebyar yang satu adalah para seniman muda kebanggaan desa setempat yaitu Sekaa Gong Kebyar Eka Dharma Duta. Sekaa gong kebyar ini pernah menjadi duta Kabupaten Tabanan dalam parade gong kebyar pria dewasa Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2017. Sedangkan lawannya bersanding adalah Sekaa Gong Kebyar Bungan Dedari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang dalam parade gong kebyar wanita PKB 2019 tampil mabarung berhadapan dengan utusan Kabupaten Gianyar.
Menyaksikan kaum wanita menabuh gamelan begitu terampil dengan gerakgerik yang energik, penonton cukup terpesona. Berdandan berbalut kebaya berwarna pink disertai rona berhias senyum, menjadikan sajian seni tabuh dan seni tari yang disajikan penabuh wanita ISI Denpasar ini memancarkan kegairahan hidup di perdesaan yang tenteram dan damai. Atmosfer ini memacu semangat tiga puluh orang penabuh wanita ISI ini kian bersemangat meniti nada gamelan serta meliyuk-liyukkan panggul-nya. Pada malam yang cerah itu, Bungan Dedari menyuguhkan dua tabuh konser dan tiga sajian tarian. Dibuka dengan tabuh ‘’Kokar Jaya’’ yang mengundang decak penonton. Kokar sebagai sebuah lembaga pendidikan seni tabuh dan tari sangat familiar di tengah masyarakat Bali, setelah berdiri tahun 1960. Kejayaan konservatori karawitan sekolah menengah atas ini termasyhur hingga ke pelosok desa. Antusiasme masyarakat Bali mengapresiasi penampilan seni pentas para seniman muda Kokar tersebut, merangsang
Bali Post/ist
TAMPIL - Bungan Dedari ISI Denpasar tampil di Desa Pujungan, Sabtu (5/10) lalu.
terciptanya tabuh ‘’Kokar Jaya’’ dari empu karawitan I Wayan Beratha. Selanjutnya, penonton disuguhkan tabuh ‘’Kebyar Dang Cita Utsawa’’. Tabuh ini sebuah perpaduan yang harmonis antara garapan instrumental dengan olah vokal. Alunan vokal dikumandangkan langsung oleh para penabuh dan diperkuat oleh sekelompok penyanyi putra dan putri. Kehidupan berbangsa dan bernegara yang tenteram di Indonesia tergambar pada bagian akhir tabuhnya. Melalui melodi yang ceria dan lincah, lirik lagu bertutur girang tentang kehidupan masyarakat yang sentosa, bahagia nan damai. Tiga tarian yang ditampilkan berikutnya adalah tari Aguru, Demang Miring, dan tari Palawakya. Tari Aguru adalah proses menimbaan ilmu dari murid kepada guru. Secara tradisional, alih pengetahuan khususnya dalam bidang seni tari, sangat ideal berlangsung ketika murid dan guru berinteraksi secara lahir batin. Sentuhan atau arahan fisik dalam pengajaran seni tari memberikan getaran gairah berkesenian menekuni tari Bali. Tari Demang Miring yang menyusul kemudian bertutur tentang seorang raja yang arif dan bijaksana sebagai pemimpin yang langsung menghampiri dan mendengar aspirasi rakyatnya. Sebagai pamungkas, Bungan Dedari menampilkan tari Palawakya. Sejatinya apa yang disebut palawakya adalah sejenis tembang sekar ageng berbahasa Jawa Kuno yang lazim dilantunkan dalam tradisi pesantian, kemudian menginspirasi terciptanya sebuah seni tari di Bali Utara pada tahun 1930-an. Seni pertunjukan yang memadukan unsur tari, menabuh gamelan, dan olah vokal klasik ini menggambarkan seorang pujangga yang arif. Penampilan tari ini disaksikan masyarakat penonton Desa Pujungan dengan tekun, baik ketangkasan dan dinamika penarinya maupun pesan moral yang dilontarkan melalui tembang yang bertutur tentang Tri Kaya Parisudha. Pantun yang diselipkan oleh penari disambut riang penonton. ‘’Desa Pujungan indah menawan, banyak petaninya berkebun vanili dan kopi’’. Diberi arti ‘’Mari junjung kehidupan yang tenteram, hidup nyaman-damai tanpa iri dan dengki’’. Tepuk tangan para penonton membahana. (kmb)
Madu Kele-kele Baik untuk Kesehatan
MADU sudah dikenal sejak lama. Baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan. Belakangan ada madu jenis lain yang mulai diburu masyarat karena kandungannya yang baik untuk kesehatan. Dikenal dengan madu kelekele. Madu ini dihasilkan lebah jenis trigona Sp. Pembudi daya madu kele-kele Nyoman Sridana, S.Kes.H. mengatakan trigona Sp menghasilkan madu dengan jumlah propolis yang lebih banyak dibandingkan lebah jenis lain. Madu trigona mengandung lebih banyak nutrisi, vitamin, mineral, dan enzim. Pada madu kele-kele, kandungan itu bisa dibilang lima kali lipat dibandingkan dengan madu lebah. ‘’Hasil kajian menyebutkan, madu trigona kaya energi,’’ ungkapnya, belum lama ini. Dikatakan, kandungan propolis pada madu kele-kele menjadi kelebihan tersendiri. Propolis sudah sangat luas diketahui memiliki khasiat dan manfaat bagi kesehatan tubuh dan terapi berbagai penyakit berat. Propolis bersifat antiperadangan karena
mampu melawan serangan bakteri, cendawan, dan virus. Karena madu kele-kele memiliki manfaat ini, sekarang mulai banyak masyarakat yang mencari madu jenis ini. ‘’Meski harganya jauh lebih mahal dari madu jenis lainnya, namun madu kele-kele banyak dicari karena memang madu ini mempunyai
banyak khasiat dan manfaat. Di pasaran harga madu kele bisa mencapai dua kali lipat madu lebah biasa,’’ tukasnya. Mengonsumsi madu ini setiap hari bisa membantu mengatasi berbagai macam penyakit degeneratif dan penuaan dini, sebab kandungan antioksidan dalam madu lebah trigona berkhasiat un-
tuk menangkal radikal bebas yang berdampak buruk pada kesehatan. ‘’Sangat banyak khasiatnya bagi kesehatan, mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh, mengontrol tekanan darah, meningkatkan fungsi jantung dan banyak khasiat lainnya termasuk untuk kecantikan,’’ ujarnya. (san)
DISIBUKKAN dengan pekerjaannya sebagai guide, ternyata tidak membuat Willy Sweet putus berkarya musik. Penyanyi kelahiran Singaraja ini kembali menghadirkan sebuah single bertajuk ‘’De Ngurusang Pisaga’’. Bahkan, single keenamnya ini telah dipublikasikan lengkap dengan garapan video klip. Lagu yang terinspirasi dari kejadian nyata di tengah masyarakat ini ia ciptakan sendiri yang diarransemen Dek Artha dan video klipnya digarap Yasa Sega. Dalam lagu ‘’De Ngurusang Pisaga’’ terkandung pesan agar orang tidak ikut campur urusan orang lain. ‘’Lagu ini sengaja saya ciptakan berdasarkan apa yang saya lihat di
kehidupan masyarakat. Terkadang kita sering turut campur dengan permasalahan yang kita belum tahu kepastiannya. Selain itu, dalam lagu ini juga terkandung pesan agar kita menjauhkan rasa iri hati terhadap keberhasilan orang lain,’’ ujar pemilik nama lengkap Ketut Willy Artha, Selasa (8/10) kemarin. Meskipun namanya belum setenar penyanyi pop Bali lainnya, ia bangga bisa menghadirkan karya musik untuk menghibur para pecinta musik pop Bali. Apalagi, sejauh ini karya-karya sebelumnya diterima dengan baik oleh masyarakat Bali. Kendati demikian, pihaknya tetap berharap agar lagunya kali ini bisa diterima oleh masyarakat luas, sehingga ia bisa terus berkarya. Sebab, lewat karya musik bisa memberikan pesan positif kepada pendengarnya. Baik tentang percintaan maupun kehidupan sosial yang sedang terjadi. ‘’Semoga saja lewat lagu ini bisa memberikan sedikit pesan kepada mereka yang sudah mengurusi urusan orang lain dan iri hati terhadap keberhasilan orang lain. Saya berharap lagu ini nantinya bisa diterima dengan baik dan menghibur masyarakat,’’ pungkasnya. (win)
Bali Post/win
Berdayakan ODS di Rumah Berdaya SEJUMLAH orang dengan skizofrenia (ODS) berkumpul di Rumah Berdaya, Jalan Sesetan Nomor 280, Pegok, Senin (7/10) siang. Mereka sedang menunggu masyarakat yang datang untuk mencuci motor. Di Rumah Berdaya tersebut, ODS bukan tidak melakukan apa-apa untuk melanjutkan hidupnya. Di sana mereka diajarkan banyak keterampilan, mulai dari menyablon, membuat VCO, membuat keben dari koran, menerima jasa cuci motor, membuat lukisan, mencelup dan mengemas dupa dan sebagainya. Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Denpasar A.A. Ayu Diah Kurniawati, S.Pt., M.Si. didampingi Pengelola Rumah Berdaya Nyoman Sudiasa menuturkan, rumah ini dibuat untuk memberdayakan ODS agar dapat diterima di lingkungan keluarga dan masyarakatnya. Mereka diajarkan untuk dapat hidup mandiri. Sama halnya dengan sekolah, di Rumah Berdaya, ODS datang pukul 09.00 dan pulang pukul 17.00 dari Senin sampai Jumat. Mereka ada yang datang diantar keluarga dan ada yang membawa kendaraan sendiri. Namun, ia berharap pihak desa atau kelurahan yang di wilayahnya ada ODS agar memfasilitasinya datang ke Rumah Berdaya. ‘’Kalau ada waktu luang, mereka bisa membuat dupa di sini. Kita kasih modal. Yang terpenting, ada niat mereka berubah. Hasilnya kita akan beli. Mereka pun akan merasa senang sudah bisa menghasilkan,’’ ungkapnya. Ia berharap masyarakat dapat turut membantu membeli hasil karya ODS. Karena dengan demikian masyarakat peduli terhadap ODS. Belum lama ini, diungkapkannya, penyanyi jazz Indra Lesmana membeli ratusan tas tote bag untuk konsernya.
Di rumah berdaya juga tersedia banyak VCO yang dapat digunakan untuk massage, lulur, spa, sabun. Mereka dikatakan sangat bangga karena telah mampu menghasilkan sesuatu. Namun kini permasalahan yang ia hadapi adalah penyaluran produk–produk hasil karya ODS. Saat ini ada sekitar 53 orang yang dibina di Rumah Berdaya, namun yang aktif datang hanya 25–30 orang. Namun ada juga yang tercatat sebagai alumni karena dirasa sudah mampu mandiri. Bahkan ada 4 orang alumni yang diangkat menjadi karyawan kontrak Dinas Sosial Kota Denpasar yang mengelola Rumah Berdaya. Perintis Rumah Berdaya dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ. menuturkan, Rumah Berdaya terbentuk berdasarkan inisiatifnya bersama Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) dan Komunitas Ketemu Project. Gagasan ini kemudian direspons Wali Kota Denpasar dengan membantu memfasilitasi tempat. Kini, Rumah Berdaya dikelola secara bersama–sama oleh Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Dinas Sosial Kota Denpasar, KPSI dan Komunitas Ketemu Project. Masalah kesehatan jiwa di Bali sangat besar. Berdasarkan Riskesdas 2018, Bali nomor satu jumlah ODS terbanyak di Indonesia, yaitu 11/1.000 rumah tangga, ada yang mengalami skizofrenia. Bali termasuk Denpasar harus ditangani mulai dari deteksi dini, pengobatan sampai rehabilitasi. Pascapengobatan, ODS perlu rehabilitasi agar bisa pulih dan berdaya, beraktivitas kembali. Setelah masalah kesehatan baik, perlu juga masalah- masalah sosialnya ditangani. Sehingga mencegah ada orang sampai menggelandang, dipasung. Maka perlu rehabilitasi psikososial. (may)