Skip to main content

Edisi Sabtu 9 Mei 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

8 HALAMAN

NOMOR 248 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

sabtu kliwon, 9 mei 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pemudik Sembunyi di Truk

158 PMI Selesai Dikarantina

Warga Petulu Ikuti ‘’Rapid Test’’

Satlantas Polres Badung gencar melakukan pemeriksaan kendaraan berkaitan dengan Operasi Ketupat Agung 2020. Alhasil, dipergoki seorang pemudik bersembunyi di truk saat melintas di Jalan Raya Mengwitani, Kamis (7/5) lalu.

Masa karantina berakhir hari ini dan kondisi seluruh PMI sehat. Total PMI yang sudah dipulangkan Pemkab Jembrana 158 orang dari 190 PMI yang dikarantina di sejumlah hotel.

Puluhan warga di Desa Petulu Kecamatan Ubud mengikuti rapid test serentak yang diselenggarakan, Jumat (8/5) kemarin. Upaya itu dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19 di desa setempat.

JEMBRANA | HAL. 4

BADUNG | HAL. 3

GIANYAR | HAL. 8

PASIEN SEMBUH DI BALI CAPAI 65 PERSEN BALI mencatat angka kesembuhan pasien Covid-19 yang menggembirakan. Berdasarkan data terakhir, kini pasien sembuh mencapai 195 orang atau 65 persen. Total positif Covid-19 di Bali 300 orang. Sedangkan dilihat dari kematian persentasenya sangat kecil, 4 orang atau 1,33 persen. Melihat hal ini penanganan Covid-19 di Bali sudah sangat terukur dan terkendali. Meski demikian, Gubernur Bali Wayan Koster tetap berharap bupati/wali kota ikut mencari terobosan menekan Covid-19.

Sementara itu, Gubernur Wayan Koster telah menyetujui usulan Rancangan Peraturan Wali Kota (Perwali) Denpasar tentang Pembatasan Kegiatan di Wilayah Desa, Kelurahan, dan Desa Adat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, sesuai dengan Surat Sekretaris Daerah Kota Denpasar tertanggal 30 April 2020 Nomor : 180/383/HK. Persetujuan tersebut bahkan telah dikeluarkan pada tanggal 4 Mei 2020, yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali atas nama Gubernur dengan Surat Nomor 188.342/10168/Bag.II/B.HK. ‘’Saya mengharapkan agar Rancangan Perwali ini segera diberlakukan dan dipersiapkan tata cara pelaksanaan-

Sanksi Adat Perlu Diperjelas RENCANA Pemkot Denpasar memberikan kewenangan kepada masing-masing desa dinas dan desa adat untuk menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) mendapat respons dari sejumlah komponen masyarakat. Tidak terkecuali dari jajaran dewan dan Polresta Denpasar. Rencana ini diapresiasi karena sejatinya PKM tersebut pada intinya sudah berlangsung. Anggota DPRD Denpasar A.A. Susruta Ngurah Putra mengatakan, pada prinsipnya apa yang akan dilakukan pada saat PKM, sejatinya sudah jalan saat ini. Beberapa kegiatan masyarakat sudah banyak yang dibatasi. Dalam draf perwali tersebut hanya mempertegas soal penerapan sanksi. ‘’Sebenarnya sekarang ini sudah menerapkan PKM, hanya dengan keluarnya nanti perwali, berarti ada dasar hukum yang jelas sebagai rujukan pelaksanaan PKM di suatu wilayah. Selama ini dasar hukumnya kan belum ada. Ini sifatnya mempertegas dengan aturan yang jelas,’’ ujar politisi Demokrat ini, Jumat (8/5) kemarin. Hal. 7 Polresta Dukung PKM

OPINI

Memupuk Pendidikan Karakter Saat Belajar di Rumah Oleh: I Putu Sudibawa

MASA pandemi Covid-19 tidak dapat dimungkiri menambah kuantitas dan kualitas waktu yang dihabiskan bersama keluarga. Belajar bersama di rumah tidak hanya melulu terkait dengan pelajaran akademis melainkan juga pendidikan karakter di rumah anak-anak bisa melakukan beragam aktivitas, aktivitas pembelajaran seperti membaca, mengerjakan tugas yang diberikan guru, dan kegiatan positif lainnya. Perlu dirancang dan dilakukan kegiatan yang dapat mengurangi tekanan dan kejenuhan di rumah. Sebagai salah satu target pembelajaran di rumah adalah pembangunan karakter. Hal. 7 Menciptakan Suasana Belajar

nya sehingga masyarakat di Denpasar bisa memahami dengan baik dan mengikuti dengan tertib serta disiplin yang tinggi,’’ ujar Gubernur Koster seperti dikutip dari rilis Diskominfo Provinsi Bali yang diterima Bali Post, Jumat (8/5) kemarin. Dikatakannya, rancangan perwali tersebut antara lain mengatur penyelenggaraan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) dan mendorong partisipasi masyarakat dalam penanganan Covid-19. Kemudian, memberi landasan hukum dalam percepatan penanganan Covid-19 di Kota Denpasar. Rancangan perwali ini memperkuat sekaligus merupakan tindak lanjut pelaksanaan Surat Keputusan Bersama Gubernur Bali dengan Majelis Desa Adat dan Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali, surat edaran, imbauan, dan instruksi Gubernur Bali dalam percepatan penanganan Covid-19. ‘’Hal ini sangat penting, mengingat di Denpasar telah terjadi peningkatan secara signifikan kasus positif Covid-19 terutama transmisi lokal warga Denpasar,’’ jelasnya. Pengaturan penyelenggaraan pembatasan kegiatan masyarakat dilakukan melalui mekanisme usulan kepada Wali Kota setelah berkoordinasi dengan Tim Satgas Covid-19 Desa/Kelurahan/Desa Adat dan juga setelah mendapatkan rekomendasi dari Majelis Desa Adat Kota

Denpasar. Sedangkan hal lain yang sangat positif adalah pengaturan mengenai partisipasi masyarakat dalam penanganan Covid-19. Partisipasi masyarakat ini tidak hanya dalam bentuk pemberian bantuan uang, pemikiran, dan bentuk lainnya namun juga mendorong masyarakat di desa/ kelurahan/desa adat untuk membuat atau mengadakan Lumbung Pangan di wilayahnya. Ini tentunya dilandasi dengan semangat gotong royong yang telah ada dan harus tetap ditumbuhkan dan dikembangkan oleh krama Bali. ‘’Saya sangat mengapre-siasi inisiatif Wali Kota Denpasar dengan mengeluarkan Perwali yang berkenaan dengan upaya percepatan penanganan Covid-19 melalui pembentukan produk hukum,’’ katanya. Sejalan dengan hal tersebut, Koster sangat berharap masyarakat Denpasar mengikuti Perwali dengan disiplin sosial yang tinggi agar pandemi Covid-19 di Denpasar dan Bali pada umumnya lebih cepat berakhir. ‘’Kabupaten lain seperti Kabupaten Buleleng, Bangli, dan Karangasem yang telah mengalami peningkatan kasus positif Covid-19 secara signifikan dapat memberlakukan peraturan yang sama dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di wilayah-nya,’’ ujarnya. (kmb32)

’’Kabupaten lain seperti Kabupaten Buleleng, Bangli, dan Karangasem yang telah mengalami peningkatan kasus positif Covid-19 secara signifikan dapat memberlakukan peraturan yang sama dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di wilayahnya.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

Publik Menunggu Implementasi Pkm

Denpasar (Bali Post) Bertambahnya pasien Covid-19 dan merebaknya transmisi lokal mestinya mendapat perhatian khusus. Pendekatan pengendalian berorientasi publik dengan mengoptimalkan partisipasi publik layak dipilih. Rencana penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar pun layak diapresiasi. Publik pun menunggu implementasi PKM ini. penanganan Covid-19 harus jelas. Regulasinya juga harus menguatkan sinergi tersebut. Pemkot Denpasar menegaskan Perwali PKM ke Gubernur Bali untuk fasilitasi. Perwali ini dirancang untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19

M

enguatnya kesepahaman kita terkait risiko terpapar Covid-19 mestinya dikelola dengan pendekatan yang lebih terukur. Imbauan dan instruksi kini harus mengarah pada langkah terukur. Untuk itu, pematangan perwali terkait PKM mestinya dipercepat. Sosialisasi harus tetap dilakukan, untuk menghindari peyimpangan persepsi publik. Bahkan, kesiapan mengawasi penerapan PKM juga hal penting yang harus diatur. ‘’Terkait dengan pematangan Perwali PKM ini diapresiasi Gubernur Bali Wayan Koster. Bahkan, sudah mendapatkan persetujuan Gubernur Bali Wayan Koster sejak 5 Mei lalu,’’ jelas Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Bali Ida Bagus Gede Sudarsana saat dikonfirmasi, Jumat (8/5) kemarin. Kepada Bali Post, Sudarsana menegaskan bahwa Gubernur Bali sangat mengapresiasi Perwali tersebut. Ia menambahkan, Gubernur menegaskan sinergitas desa dan desa adat dalam

’’Bukan lockdown. Ini akan diajukan oleh masing-masing desa bila mereka ingin melakukan PKM. Ada beberapa yang akan diatur bila sebuah desa melakukan PKM. Dalam draf perwali yang kini menunggu persetujuan Gubernur Bali juga terdapat sanksi untuk mereka yang melanggar.’’ di kota ini. Mengingat, sudah ada beberapa kasus positif akibat transmisi lokal. Seperti di Peguyangan yang menimpa satu keluarga dari Buleleng. Lalu, apa saja yang akan diatur dalam Perwali tentang PKM tersebut? Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Denpasar I Dewa Gede Rai mengungkapkan,

pada intinya adalah melakukan pembatasan. Bukan lockdown. Ini akan diajukan oleh masing-masing desa bila mereka ingin melakukan PKM. Ada beberapa yang akan diatur bila sebuah desa melakukan PKM. Dikatakan, dalam draf perwali yang kini menunggu persetujuan Gubernur Bali juga terdapat sanksi untuk mereka yang melanggar. Ada sanksi administrasi dan juga sanksi adat (pasal 18). Untuk sanksi administrasi ada delapan item yang tercantum, seperti teguran lisan, teguran tertulis, tidak mendapat pelayanan administrasi kependudukan, penutupan usaha, serta yang lainnya. Sedangkan untuk sanksi adat juga ada. Pihak desa adat juga berhak menjatuhkan sanksi bila ada krama-nya yang melanggar. Dewa Rai yang juga Kabag Humas Pemkot Denpasar ini menerangkan, sejumlah strategi yang dilakukan dalam PKM ini, di antaranya belajar dari rumah, pembatasan bekerja di kantor, pembatasan kegiatan keagamaan, budaya, dan sosial lainnya. Kegiatan pasar juga dibatasi dengan pola belanja dari rumah dan ada pembatasan moda transportasi serta mobilitas warga. Terkait dengan prosedur pengajuan PKM ini, diawali dari aparat desa/lurah maupun desa adat dengan koordinasi dari Satgas Penanganan Covid-19 di masing-masing desa setempat dan mendapat persetujuan Wali Kota serta rekomendasi dari Majelis Desa Adat Kota Denpasar. (kmb32/kmb12)

’’Terkait dengan pematangan Perwali PKM ini diapresiasi Gubernur Bali Wayan Koster. Bahkan, sudah mendapatkan persetujuan Gubernur Bali Wayan Koster sejak 5 Mei lalu.’’ Ida Bagus Gede Sudarsana Karo Hukum dan HAM Setda Provinsi Bali

Optimisme Mencegah Transmisi Lokal ’’Jika tes yang dilakukan sedikit memang agak sulit melihat besaran masalah Covid-19 ini di Bali. Apalagi memang separuhnya kasus tanpa gejala dan 80 persen ringan. Itu yang menyebabkan kita di Bali belum tahu seberapa sih yang sudah terinfeksi.’’ dr. Ady Wirawan, MPH., Ph.D. Ketua Prodi IKM Unud

PEMBATASAN Kegiatan Masyarakat (PKM) yang akan dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar mendapat dukungan dari ahli kesehatan masyarakat Universitas Udayana. Langkah ini dinilai efektif untuk menekan transmisi lokal Covid-19. Jika ini bisa diterapkan dan tingkat kepatuhan bagus, optimisme Bali bisa mengendalikan Covid-19 akan menguat. Ketua Pusat Penelitian Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana (Unud) yang juga Ketua Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Unud dr. Ady Wirawan, MPH.,

Ph.D. menegaskan hal itu, Jumat (8/5) kemarin. Ady Wirawan mengatakan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) konsepnya nasional, mengingat penyakit tidak mengenal batas administrasi. Sehingga jika suatu negara melakukan PSBB, maka harus serentak seluruh wilayahnya. Dengan demikian, dampaknya akan lebih terasa dan cepat. Sementara yang dilakukan saat ini, ketika suatu provinsi mengajukan PSBB, dilakukan evaluasi dengan berpatokan pada jumlah kasus. Padahal begitu ada satu kasus positif,

PSBB bisa dilakukan. Menurutnya, tidak harus menunggu kasus banyak, baru kemudian melakukan PSBB. Jika dengan imbauan masyarakat sudah bisa disiplin, maka sudah dianggap cukup. Tetapi jika dengan imbauan, masyarakat masih bandel dan tidak mengindahkan imbauan pemerintah, tidak ada pilihan lain, PSBB solusinya. Ady Wirawan menambahkan, perkembangan Covid-19 di Bali sudah cukup mengkhawatirkan. Hal. 7 Penanganan Kasus


Sabtu Kliwon, 9 Mei 2020

13.112 2.494 943

300 195 4

Belasan Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Denpasasar (Bali Post) Penambahan kasus baru positif Covid-19 di Bali pada Jumat (8/5) kemarin mencapai belasan orang. Dari data yang ada, akumulatif kasus positif Covid-19 di Bali sebanyak 300 kasus. Angka ini menunjukan ada penambahan 13 kasus baru dari sehari sebelumnya yang totalnya mencapai 287 kasus. Syukurnya jumlah pasien sembuh juga mengalami penambahan. Kumulatif kasus positif Covid-19 sembuh di Bali, saat ini mencapai 195 kasus. Bertambah 12 orang dibandingkan sehari sebelumnya yang sebanyak 183 pasien sembuh. Sedangkan yang meninggal tidak mengalami perubahan yakni 4 orang. Sementara itu, di Indonesia juga terjadi penambahan kasus positif sebanyak 336 kasus, sehingga kumulatif menjadi 13.112 kasus. “Transmisi lokal dari orang ke orang yang tidak kita ketahui, maka solusinya adalah tinggal di rumah. Jangan mudik, jangan bepergian. Karena kita tidak bisa memberikan jaminan kita tidak akan tertular penyakit ini,” kata Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. Ia menjelaskan untuk yang sehat ada penambahan 113 orang sehingga totalnya menjadi 2.494 pasien. Kasus meninggal bertambah 13 orang dan kini total kasusnya menjadi 943 orang. Jumlah orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 244.480 orang. “Sebanyak 200 lebih sudah selesai pengawasan,” katanya. Pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 29.087 orang. Seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak. Untuk kabupaten/kota sebanyak 356 sudah terdampak. (iah)

Bali Post/eka

PECALANG - Dua pecalang tengah memantau aktivitas di Pantai Sindu, Denpasar yang ditutup untuk pengunjung karena pandemi Covid-19. Pemerintah Kota Denpasar tengah mengajukan pembatasan kegiatan masyarakat (PMK), di mana pengawasan nantinya akan melibatkan pihak desa adat.

Ratusan Pegawai Imigrasi Di-’’rapid Test’’ Mangupura (Bali Post) -

Berhadapan dengan masyarakat luas dan bersentuhan langsung dengan orang dari berbagai negara, petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai melakukan rapid test dari tanggal 6-10 Mei 2020. Ada ratusan pegawai yang nantinya akan menjalani rapid test. Humas Kemenkumham Bali Putu Surya Dhrama, Jumat (8/5) kemarin membenarkan seluruh pegawai di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai akan dilakukan rapid test. ‘’Ini dilakukan sebagai upaya dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Ada sebanyak 461 pegawai akan di-rapid test,’’ tandas Surya Dharma. Selain rapid test, juga dilakukan scan torak, cek

jantung dan juga pengambilan darah. Sebagaimana SOP penanganan Covid-19, cek kesehatan juga menggunakan standar kesehatan dengan pemeriksaan dilakukan di aula kantor setempat. Pengecekan juga memperhatikan physical distanching dan penggunaan APD lengkap bagi petugas medis. ‘’Pemeriksaan kesehatan ini menjadi urgen, mengingat pentingnya peran petugas imigrasi sebagai garda

terdepan menjaga lalu lintas orang keluar masuk wilayah NKRI dari berbagai negara,’’ tandas Surya Dharma. Harapannya, hasil rapid test nanti tidak ada yang reaktif atau positif, dan tidak ada petugas imigrasi terpapar Covid-19. (kmb37) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Bali Post/ist

CEK KESEHATAN - Petugas kesehatan mengenakan APD saat mengecek kesehatan bagi petugas di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai.

Layanan PN Denpasar Bawa SS, Wanita Asal Bandung Dihukum Empat Tahun Dipantau Kemen-PAN RB Denpasar (Bali Post) Layanan publik, khususnya pelayanan hukum pada masyarakat yang mencari keadilan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar dipantau Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB), Jumat (8/5) kemarin. Kemen-PAN RB melakukan video conference dengan jajaran PN Denpasar yang dikomando Ketua PN Dr. Sobandi didampingi Waka PN Wayan Gede Rumega dan petinggi pengadilan lainnya. Humas PN Denpasar I Made Pasek menjelaskan, pihak kementerian menanyakan apa saja yang sudah dilakukan PN Denpasar dalam memberikan pelayanan publik, khususnya di saat pandemi Covid-19 ini. KPN Sobandi menjelaskan, pada pokoknya PN Denpasar sudah membatasi pengunjung sidang, dan sidang pidana sudah dilakukan secara virtual. ‘’Untuk perkara perdata, didorong beracara secara elektronik atau elitigasi,’’ jelasnya. Begitu juga soal pelayanan administrasi lainnya tetap jalan, dengan tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat. Mereka yang masuk area PN Denpasar, suhu tubuhnya dicek, serta melakukan pembatasan bagi masyarakat yang hadir di pengadilan. Karena tempat duduk sudah diatur sedemikian rupa, serta adanya tempat cuci tangan. Dalam kesempatan itu, juga disampaikan terobosan lain seperti menumpuknya tahanan di kantor polisi. ‘’Maka dengan sidang teleconference tersebut, tahanan atau terdakwa bisa sidang dari tahanan polisi. Pengadilan juga siap untuk menerima berkas pelimpahan acara pemeriksaan singkat (APS) guna menghindari tumpukan tahanan di polres,’’ jelas Made Pasek. (kmb37)

Topik : Publik menunggu implementasi pkm

SUMBANGSIH SEMBAKO PEDULI BALI DAMPAK COVID-19 BALI POST dan Bali TV bekerja sama dengan Yayasan Dharma Naradha menerima titipan pembelian paket sembako beras petani Bali untuk peduli dampak Covid-19. Sumbangan dapat disalurkan melalui : 1. Rekening Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Renon No: 010.01.13.00003-7 a/n Yayasan Dharma Naradha. 2. Rekening BRI Kantor Cabang Denpasar Gajah Mada No : 0017-01-003115-30-6 a/n Yayasan Dharma Naradha Jumat, 8 Mei 2020 : 1. Wiraguna Bagus Oka, Denpasar 2. Made Arya, Denpasar 3. Made Lanus 4. Komunitas Peduli Krama Bali 5. Agung, Denpasar

Rp 2.000.000 Rp 60.000 Rp 60.000 Rp 300.000 Rp 5.000

JUMLAH

Rp 2.425.000

Denpasar (Bali Post) Bermaksud dugem di sebuah tempat hiburan malam di Jalan Gunung Soputan, Denpasar, terdakwa Ceni Aulia justeru menghuni lapas wanita di LP Kerobokan. Wanita asal Bandung ini ditangkap polisi sebelum masuk ke tempat hiburan tersebut karena tertangkap basah mengambil tempelan narkoba. Wanita berusia 22 tahun itu divonis bersalah dan dihukum selama empat tahun oleh majelis hakim pimpinan IGN Putra Atmaja dalam sidang, Rabu (5/5) lalu. Informasi yang diperoleh, Jumat (8/5) kemarin, dalam perkara ini, barang bukti yang dipegang terdakwa

seberat 0,72 gram netto sabu-sabu (SS). Celakanya, ketika hendak dugem dia memesan ineks, namun yang diberi justru sabu-sabu. Majelis hakim pimpinan IGN Putra Atmaja, dalam sidang secara virtual menyatakan Ceni bersalah melanggar Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika. Selain itu, terdakwa Ceni juga dijatuhi pidana denda Rp 800 juta, dengan ketentuan apabila tidak bisa membayar diganti dengan pidana tiga bulan penjara. Atas putusan itu, terdakwa langsung menerimanya. ‘’Jangan kamu ulangi lagi. Kamu masih muda. Kasihan masa depanmu,’’ pinta hakim. Vonis itu lebih rendah dari tuntutan

jaksa. JPU Made Lovi Pusnawan sebelumnya menuntut supaya terdakwa dihukum lima tahun penjara. Sementara dalam dakwaan disebut, Ceni dan rekannya, Yopi dan Suryanto (berkas terpisah) ditangkap polisi pada 27 November 2019, pukul 03.15 Wita. Sebelum masuk ke tempat hiburan malam, Yopi menyuruh terdakwa untuk memesan ekstasi. Terdakwa memesan ekstasi pada temannya dan langsung mentransfer uangnya. Terdakwa mendapat SMS berisi alamat tempelan barang yang dipesan. Selanjutnya, Yopi dan Suryanto menuju lokasi tempelan tersebut

Tumpek Kandang di Tengah Pandemi Covid-19

Menghargai Hewan untuk Keharmonisan Hidup Manusia UMAT Hindu di Bali, Sabtu (9/5) ini merayakan Tumpek Uye atau Tumpek Kandang. Hari suci yang jatuh setiap Sabtu Kliwon Wuku Uye ini sebagai bentuk penghormatan umat Hindu atas keberadaan hewan dan binatang sebagai ciptaan Ida Hyang Widhi. Di Bali, Tumpek Kandang diisi dengan umat melakukan persembahyangan dan mempersembahkan aturan mulai dari merejan hingga pura. Bagi yang memiliki ternak sapi, babi, ayam dan lainnya, melakukan persembahan lebih kepada ternaknya karena umat merasakan banyak dibantu oleh hewan peliharaan. Makanya Ida Shri Mas Dalem Segara Natha dari Geria Banjar Negara, Desa Sading, Mengwi Badung menegaskan gunakan hewan atau wewalungan sebagai teman dan mempermudah hidup manusia. Di hari Tumpek ini, kita mestinya semakin sadar dan eling bahwa binatang memiliki hak hidup sesuai dengan eksisten dan batas tugasnya. Namun bukan berarti hewan tak boleh dimakan untuk keberlangsungan hidup. Jika dulu profesi dan kehidupan umat Hindu di Bali hampir sama alias homogen menjadi petani sekaligus peternak, mereka merayakan Tumpek Uye ini jauh lebih semarak ketimbang sekarang. Yang memiliki usaha ternak babi dan sukses bisa-bisa ngaturang guling di hari ini. Hal itu, kata Ida Shri Mas Dalem Segara Natha yang dikenal sulinggih kaum milenial Bali ini, jika itu dilakukan sekarang juga tak disalahkan. Ida yang di-diksa sebagai sulinggih pada 2018 lalu ini mengatakan dalam era kekiniaan, ketika kehidu-

pan dan mencari uang sangat sulit di tengah pandemi Covid-19, bentuk upakara dan banten-nya bisa mengambil yang nista dan madya. Misalnya, berupa canang dan sodan alit. Karena yang diutamakan dewasa ini adalah keseimbangan tatwa, etika dan upakara. Ida pun menegaskan Tumpek Kandang tak ada kaitannya dengan profesi umat sebagai peternak dan petani. Ketika di zaman global dewasa ini, umat tak lagi memiliki hewan banyak dan diternakan. Mereka tetap melaksanakan Tumpek Kandang dengan mulat sarira bahwa kita tetap menghormati hewan yang merupakan ciptaan Tuhan serta menggunakan untuk mempermudah hidup. Dengan demikian selalu tercipta keharmonisan yang disebut Tri Hita Karana. ‘’Jadi, seperti teknologi, gunakan untuk mempermudah hidup manusia,’’ tegasnya seraya mengatakan untuk merayakannya tak mesti dengan upacara yang besar. Ketika ditanya apakah orang yang lahir di Tumpek Kandang cenderung berkarakter buruk? Menurut Ida Shri Mas Dalem Natha yang lulusan SMA Santo Yoseph ini tak bisa digeneralisasikan demikian. Mungkin pengaruh wuku, sapta wara dan panca wara ada hubungannya, namun semua karakter manusia dipastikan mengandung unsur baik dan buruk. Jika umat meyakini ada pengaruh itu, Ida sarankan mengikuti upacara pawintenan atau pamarisudha pamelikan. Jika umat tak mampu, Ida menawarkan dilakukan secara gratis di Griya Mas Dalem. Inilah yang Ida sebut bentuk pemberdayaan umat. (sue)

dengan mengedarai sepeda motor. Saat ambil paket tersebut, Yopi dan Suryanto kembali menemui terdakwa. Namun saat paket tersebut dibuka ternyata isinya bukan ekstasi tetapi sabu. Terdakwa kemudian menghubungi lagi temannya untuk menukar sabu dengan ekstasi. Teman terdakwa menyuruh ketiganya untuk menunggu orang yang datang menganti sabu dengan ekstasi. Tidak lama kemudian tiba-tiba beberapa dua pria datang menghampiri ketiganya. Namun yang datang bukan orang yang mereka tunggu melainkan petugas kepolisian dari Polresta Denpasar. (kmb37)

Perangi Narkoba, BNNP Bali Patuhi Protokol Covid-19 Denpasar (Bali Post) Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali tetap melakukan tugas memerangi peredaran narkoba di Bali, meskipun di tengah wabah Covid-19. Dalam pelaksanaan tugasnya, petugas tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Apalagi peredaran narkoba di tengah pandemi virus Corona ini justru meningkat. Hal ini disampaikan Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, saat menjadi narasumber acara interaktif on air, Jumat (8/5) kemarin. ‘’Agar terbebas dari jeratan narkoba, harus mulai dari diri sendiri. Dengan demikian kita mampu membentengi diri dari bujuk rayu sindikat narkotika,’’ tegas Brigjen Suastawa. Jenderal bintang satu di pundak ini mengimbau jangan raguragu, apalagi takut datang ke Kantor BNNP Bali di Jalan Kamboja, Kereneng, Denpasar Timur, untuk melapor diri jika terjadi penyalah guna barang terlarang tersebut. Pihaknya akan bantu merehabilitasi pengguna narkoba tanpa dipungut biaya. Identitas pengguna narkoba dan keluarganya dirahasiakan. ‘’Kami juga membantu pemerintah, khususnya Pemprov Bali menyosialisasikan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Mengimbau masyarakat rajin cuci tangan, pakai masker bila keluar rumah, jaga jarak, dan jauhi narkoba,’’ tandasnya. Hal itu juga dilakukan personel BNNP saat melaksanakan tugas, baik di kantor maupun di lapangan. Meski sedang ada wabah virus Corona, upaya pencegahan, rehabilitasi dan pemberantasan terus dilakukan. Masyarakat datang ke Kantor BNNP Bali tetap melakukan cek suhu tubuh, cuci tangan, pakai masker dan hand sanitizer. Dominan pegawai kerja dari rumah dan kalau rapat lewat video conference. ‘’Mulailah dari diri sendiri dan keluarga agar tidak mudah tergerus oleh apapun,’’ kata mantan Direktur Binmas Polda Bali ini. (kmb36)

Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata, Suka Adnyana. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Sabtu Kliwon, 9 Mei 2020

Badung Serentak Salurkan BLT Dana Desa

Bupati Serahkan Bantuan Langsung ke Rumah Warga di Punggul dan Selat PEMKAB Badung secara serentak menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dari Pemerintah Pusat bagi masyarakat miskin terdampak Covid-19 di 46 desa, Jumat (8/5) kemarin. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta langsung turun menyerahkan BLT-DD ke rumah warga penerima. Dua warga di Kecamatan Abiansemal yang masuk data penerima dikunjungi Bupati, yakni keluarga I Putu Pande Sukayasa (20) di Banjar Teguan, Desa Punggul, dan keluarga Ni Wayan Mertanadi (45) warga Banjar Selat, Desa Selat. Kepada masing-masing penerima, Bupati menyerahkan buku rekening Bank BPD Bali yang dananya telah ditransfer sebanyak Rp 600 ribu per bulan. BLT DD akan diterima selama tiga bulan ke depan. Turut mendampingi Bupati anggota DPRD Badung Dapil Abiansemal, Kadis Kominfo IGN Gede Jaya Saputra, Kabag Humas Made Suardita, Camat Abiansemal I.B. Putu Mas Arimbawa serta Kepala Balai Latihan Masyarakat UPT Kementerian Desa wilayah Bali, NTB dan NTT Dadang Suyatna. Pada waktu yang sama bantuan BLTDD juga diserahkan di Kecamatan Mengwi oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Sementara Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan BLT-DD di Kecamatan Kuta Utara. Di Kecamatan Petang diserahkan oleh Kepala Dinas Sosial I

Ketut Sudarsana, sedangkan Kepala Dinas PMD Komang Budi Argawa menyerahkan di Kecamatan Kuta Selatan. Bupati Giri Prasta sangat mengapresiasi seluruh aparat dan tokoh masyarakat yang telah terlibat dalam penanganan Covid-19. Menurutnya, Pemkab Badung sangat komit dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona dengan selalu bergerak bersama-sama, bergotong royong, gerak cepat, tanggap darurat dan tepat sasaran. “Kami eksekutif dan legislatif bersatu untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19,” jelasnya seraya mengatakan, BLT-DD merupakan program pusat melalui Kementerian Desa dan secara serentak diserahkan kepada masyarakat penerima yang sudah didata sebelumnya. Menurut Bupati Badung, aparat paling bawah terus melakukan pendataan untuk memperoleh data yang akurat dan tidak terjadi tumpang tindih masalah data. “Prinsip saya, memang susah ketika kita bicara tentang data, tetapi akan lebih fatal lagi kalau kita berbicara tanpa data. Makanya kita mendata semua, karena setelah kami mengikuti teleconference nanti akan ada bantuan dari Kemensos melalui PT Pos,” tambahnya. Pada kesempatan itu, Bupati Giri Prasta terus mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat Badung untuk bergotong royong dan selalu menaati imbauan

pemerintah dengan melakukan pola hidup sehat, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak dan memakai masker. “Kami salut atas semangat gotong royong masyarakat Badung yang luar biasa dalam mencegah dan memutus penyebaran virus Corona,” tambahnya. Salah satu penerima, I Putu Pande Sukayasa, sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Badung yang telah memberikan BLT-DD. Bantuan sangat bermanfaat bagi ayah satu anak ini, karena sejak mewabahnya Covid-19 tidak lagi melakoni pekerjaan sebagai buruh bangunan. “Suksma Bapak Bupati, bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami dan akan kami manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari,” ucapnya terharu. BLT-DD diberikan kepada KK miskin yang belum pernah menerima bantuan program pemerintah baik pusat, provinsi maupun kabupaten. Sasaran penerima BLT-DD adalah keluarga miskin nonProgram Keluarga Harapan (PKH)/ Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Non-Kartu Prakerja, antara lain kehilangan mata pencaharian atau pekerjaan, belum terdata dan mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun/kronis. KK miskin yang menerima bantuan tidak boleh menerima dobel bantuan. Di Badung, BLT-DD disalurkan ke46 desa dengan besaran Rp 600 ribu

SERAHKAN BLT-DD - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menyerahkan BLT-DD ke rumah masyarakat miskin terdampak Covid-19 di Kecamatan Abiansemal, Jumat (8/5) kemarin. per KK per bulan selama tiga bulan, yaitu April, Mei dan Juni 2020. Jumlah keseluruhan penerima BLT-DD sebanyak 4.779 KK dengan total BLT-DD Rp 8.602.200.000. Rincian penerima, Kecamatan Petang (7 desa) sebanyak 965 KK senilai Rp 1.737.000.000, Abiansemal

(18 desa) sebanyak 1.410 KK senilai Rp 2.538.000.000, Mengwi (15 desa) sebanyak 1.569 KK senilai Rp 2.824.200.000, Kuta Utara (3 desa) sebanyak 408 KK senilai Rp 734.400.000 dan Kuta Selatan (3 desa) sebanyak 427 KK senilai Rp 768.600.000. (ad087)

Bertemu Tokoh Legian, Kapolresta Bahas PMI Menhub Buka Akses Layanan Transportasi Umum Mangupura (Bali Post) Untuk menciptakan situasi aman dan kondusif, Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan masimakrama dengan Bendesa Adat dan tokoh masyarakat Legian, Kuta, di Kantor LPD setempat, Jumat (8/5) kemarin. Ada beberapa topik dibahas, di antaranya terkait Covid-19 dan kepulangan PMI. Kapolresta menyampaikan, tranding topic saat ini yaitu Covid-19. Penyakitnya tidak terlihat tapi dampaknya sangat berat. “Bali sumber penghasilan dari pariwisata. Akibat Covid-19 (pariwisatared) seperti terjun bebas,” tegasnya. Jansen mengungkapkan, Covid-19 merupakan penyakit mematikan harus diakui, tetapi bukan berarti tidak bisa disembuhkan, tergantung kondisi tubuh kita. Jangan sampai menimbulkan kecemasan yang berlebihan. Pasalnya, kecemasan berlebih justru akan lebih mematikan dari penyakit virus Corona itu sendiri. “Bali belum menerapkan PSBB, itu berarti perkembangan Covid-19 masih bisa diatasi dan penyebarannya tidak masif. Pimpinan Kepolisian Daerah Bali dan saya selaku Kapolresta sangat berterima

Terminal Mengwi Tunggu Instruksi Pusat

Mangupura (Bali Post) -

Pengelola Terminal Tipe A Mengwi belum memberlakukan operasional kembali pascaresmi tidak melakukan operasional sejak 25 April lalu. Padahal, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memutuskan membuka lagi akses layanan seluruh moda transportasi umum mulai Kamis (7/5). Bali Post/ist

MASIMAKRAMA - Kapolresta Denpasar AKBP Jansen usai masimakrama dengan tokoh masyarakat Legian. kasih atas partisipasi masyarakat sangat membantu program pemerintah,” tandasnya. Disampaikannya, Legian saat ini masih dalam zona hijau dan tidak ada penolakan PMI. PMI dikarantina itu artinya mereka hasil tesnya negatif, sedangkan yang positif langsung mendapatkan penanganan medis. “Pemerintah menjamin transportasi logistik berjalan lancar. Kebijakan daerah harus sejalan dengan kebijakan pusat. Sumber informasi harus dari

satgas, itu yang akurat,” ujarnya. Mantan Wakapolres Badung ini mengatakan, gangguan kamtibmas meningkat. Kondisi ini tidak lepas dari adanya PHK dan kurangnya lapangan pekerjaan. “Untuk itu mari sama-sama menjaga keamanan lingkungan. Mudah-mudahan atas disiplin dan perbuatan kita yang sejalan dengan keputusan pemerintah, Covid-19 segera hilang dan kehidupan kita kembali normal,” tandas AKBP Jansen. (kmb36)

Tepergok, Pemudik Sembunyi di Truk

Mangupura (Bali Post) – Satlantas Polres Badung gencar melakukan pemeriksaan kendaraan berkaitan dengan Operasi Ketupat Agung 2020. Alhasil, dipergoki seorang pemudik bersembunyi di truk saat melintas di Jalan Raya Mengwitani, Mengwi, Kamis (7/5) lalu. Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Oka Bawa mengatakan, setelah ditegur, sopir kemudian disuruh balik

ke tempat tinggal pemudik tersebut. ‘’Ini jalur utama ke Jawa sehingga pengawasan ketat dilakukan personel Satlantas Polres Badung,’’ ungkapnya, Jumat (8/5) kemarin. Sementara itu, Kasatlantas Polres Badung Iptu Achmad Fahmi Adiatma sebagai Kasatgas Kamselcarlantas Operasi Ketupat Agung 2020 menyatakan, pihaknya menjaring ratusan mobil dan

sepeda motor yang mengangkut pemudik sejak operasi ini digelar. Kendaraan yang terjaring rinciannya 123 sepeda motor, 61 mobil, 14 bus serta 872 pemudik. ‘’Pemeriksaan dan penyekatan kendaraan akan terus kami lakukan. Kami berharap masyarakat sadar bahwa virus Corona patut diwaspadai dengan physical distancing,’’ jelasnya. (kmb36)

PERIKSA - Personel Satlantas Polres Badung memeriksa isi kendaraan.

Bali Post/ist

Kebijakan tersebut masuk dalam turunan Peraturan Menteri Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama Musim Mudik 2020 untuk menekan Penyebaran Covid-19. Meski mengizinkan lagi transportasi umum mengangkut penumpang, Kepala Terminal Mengwi, Cok Agung Suarmaya, belum berani membuka operasional terminal. “Kami belum mendapat instruksi dari pimpinan (operasional kembali–red). Apalagi terkait mekanisme pelayanan

penumpang di lapangan juga belum ada ketentuan hasil koordinasi dengan instansi terkait. Sebab, kriteria orang yang boleh mudik ini banyak ketentuannya,” ujarnya saat dimintai konfirmasinya, Jumat (8/5) kemarin. Menurutnya, pihaknya sebagai pengelola terminal selalu siap jika Terminal Tipe A Mengwi dioperasionalkan kembali. Hanya, pihaknya masih menunggu juklak dan juknis dari pemerintah pusat. “Ya, kami menunggu aturan pusat (juklak dan juknis)

karena belum jelas sampai sekarang. Terkait penumpang harusnya ada tim instansi yang berwenang menangani hal tersebut. Kami di terminal siap hanya menyediakan tempat untuk pemberangkatan busnya,” katanya. Terminal Mengwi yang merupakan terminal terbesar di Bali resmi tidak melakukan operasional mulai 25 April sampai 31 Mei 2020. Pemberhentian oprasional dilakukan sebagai tindak lanjut surat Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Per-

hubungan Darat, Balai Pengelolaan Transportasi Darat Wilayah XII Provinsi Bali dan Provinsi Nusa Tenggara Barat tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah. Penutupan oprasional sementara tersebut untuk menindaklanjuti surat Menteri Perhubungan. Pada surat itu dijelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PN 25 Tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 dilakukan melalui larangan sementara penggunaan sarana transportasi. (kmb27)

Pemkab Usulkan 14.677 UKM Terima Stimulus Mangupura (Bali Post) – Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Badung bisa bernapas lega. Sebab, pemerintah setempat mengusulkan stimulus, sehingga pelaku UKM dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19. Tak tangung-tanggung, Pemkab Badung melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan mengusulkan 14.677 UKM mendapat bantuan Rp 600 ribu sebulan berturut-turut selama tiga bulan. Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Ka-

bupaten Badung, I Made Widiana, saat dimintai konfirmasinya, Jumat (8/5) kemarin, membenarkan perihal tersebut. Bahkan, usulan terkait stimulus ini telah disampaikan beberapa waktu lalu. “Kami sudah ajukan beberapa UKM yang akan mendapat bantuan. Tentunya penerimanya betul-betul diseleksi,” ujarnya. Menurutnya, pelaku UKM tak boleh menerima lebih dari satu bantuan dari pemerintah, termasuk dari dana desa. Bantuan tidak boleh

dobel. Kalau sudah menerima bantuan dari pusat, tidak boleh dari provinsi dan kabupaten. Jadi, harus betul-betul selektif. Jika terdapat pelaku UKM yang telah diusulkan mendapat bantuan dari pusat namun tidak masuk kualifikasi diajukan ke provinsi. “Jika di tingkat provinsi juga tak mendapat bantuan, baru ke kabupaten, sehingga benar-benar tidak tumpang tindih bantuannya,” tegas Widiana. Dijelaskannya, berkas UKM

yang telah diajukan saat ini tengah diseleksi di pemerintah pusat. “Jadi, berapa nanti bisa di-cover, diseleksi sesuai sistem di sana. Misalnya, tidak boleh dalam satu keluarga, tidak boleh dobel, jadi benar-benar ketat,” sebutnya. Ia berharap stimulus yang diberikan menunjang modal UKM, sehingga dapat tetap eksis di tengah pandemi Covid-19. Dana stimulus yang diajukan yakni Rp 600 ribu tiap bulan per UKM selama tiga bulan. Pencairannya kemungkinan akhir Mei ini. (kmb27)

SEJAK tiga bulan terakhir inflasi Bali melemah. Pada Januari 2020, inflasi Denpasar 0,55 persen, Februari menurun menjadi 0,39 persen dan Maret 0,11 persen. Pada April, Bali justru mengalami deflasi cukup dalam yaitu 0,32 persen. Sementara di Singaraja, inflasi pada Januari 2020 yaitu 0,67 persen, Februari 0,70 persen, Maret turun menjadi 0,15 persen dan April mengalami deflasi lebih dalam dari Denpasar yaitu 0,36 persen. ‘’Biasanya kita khawatir dengan inflasi tinggi. April mungkin kita lega mendengar deflasi, namun perlu dipahami jika deflasi berlangsung berlarut-larut atau berulangulang, bisa mencerminkan gejala menurunnya daya beli masyarakat,’’ papar Kepala

Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Adi Nugroho, Kamis (7/5) lalu. Pengamat ekonomi dari Undiknas, Prof. Raka Suardana, mengatakan indikator daya beli ini menjadi kekhawatiran lantaran di tengah pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Bali triwulan I/2020 yang minus 1,14 persen, ditopang salah satunya oleh konsumsi rumah tangga dari sisi pengeluaran 51,44 persen. Separuh penyusun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari sisi pengeluaran disumbang oleh konsumsi rumah tangga. Jadi, jika konsumsi rumah tangga terganggu karena daya beli menurun, diprediksi pertumbuhan ekonomi Bali juga akan terjungkal lebih dalam.

‘’Perekonomian kita mengalami guncangan yang luar biasa akibat pandemi Covid-19. Untuk pertama kalinya hampir seluruh indikator menunjukkan kinerja buruk. Pertumbuhan PDRB mengalami kontraksi yang luar biasa, minus yang cukup tajam. Dari indikator selama triwulan I/2020, struktur PDRB dari sisi pengeluaran hanya konsumsi rumah tangga yang positif 2,90 persen (YOY). Namun, laju per triwulan (QTW) -2,62 persen,’’ ujarnya. Menurutnya, pemerintah telah berupaya mengatasi dengan keibijakan fiskal, berupa insentif kepada UMKM dan BLT (Bantuan Langsung Tunai), keringanan pajak dan banyak lagi lainnya. Semua itu bertujuan menjadikan stimulus agar

ekonomi bisa bergeliat. Akan tetapi jika situasi ini berlangsung cukup lama, pemerintah akan mengalami kesulitan atau paling akan menambah utang lagi. Sementara masyarakat harus ada perubahan paradigma. Masyarakat yang selama ini berbelanja mengonsumsi produk impor, harus beralih ke produk dalam negeri. Rumah tangga harus juga produktif agar geliat ekonomi terjadi lagi. ‘’Jika wabah tak segera berakhir dan tidak dikelola dengan baik, bayangan krisis pun menjadi di depan mata. Syukurnya fondasi atau ketahanan lembaga keuangan (perbankan) masih baik, sehingga krisis 1998/99 kemungkinan tidak terjadi,’’ jelas Raka Suardana. (may)

Penurunan Daya Beli Masyarakat Makin Dekat

Selama Covid-19, Kebutuhan Uang Tunai Turun Selama pandemi Covid-19, kebutuhan uang tunai menurun. Mulai Januari sampai April 2020, jumlah penarikan perbankan tercatat Rp 4.796 miliar atau 88 persen dari yang telah diproyeksikan. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, mengalami penurunan 9 persen karena penarikan perbankan ke Bank Indonesia (BI) pada periode itu mencapai Rp 5.277 miliar. Kepala Kantor Perwakilan BI

(KPw BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho, Jumat (8/5) kemarin mengatakan, selama masa pandemi Covid-19, permintaan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai memperlihatkan kecenderungan yang semakin menurun. Pada Maret tercatat Rp 1.466 miliar dan April Rp 771,8 miliar atau turun 47,4 persen. Sementara jumlah uang yang disetorkan bank ke BI pada Januari sampai April 2020 tercatat

Rp 7.236 miliar. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, penyetoran perbankan mencapai Rp 8.249 miliar atau turun 12 persen. Menurutnya, selama masa pandemi Covid-19, jumlah uang yang disetorkan masyarakat Bali menunjukkan kecenderungan meningkat. Pada Maret 2020 sebesar Rp 1.229 miliar dan April meningkat menjadi Rp 1.473 miliar atau naik 19,85 persen.

Dengan demikian selama periode Januari–April 2020, uang yang masuk ke BI lebih banyak daripada uang yang dikeluarkan atau telah terjadi net inflow Rp 2.440 miliar. Pengurangan aktivitas ekonomi akibat dampak Covid-19 dan kebijakan pemerintah yang mengimbau masyarakat selalu berada di rumah telah berdampak pada kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai. Belum berakhirnya masa pan-

demi Covid-19 dan imbauan untuk selalu melakukan social distacing dan physical distancing serta larangan mudik sangat memberikan pengaruh terhadap proyeksi kebutuhan uang tunai di masyarakat menjelang Lebaran tahun 2020. Dikatakannya, berdasarkan hasil koordinasi dengan perbankan, BI memproyeksikan kebutuhan uang tunai di wilayah Bali Rp 3.441 miliar. Realisasi kebutuhan

uang tunai pada Lebaran tahun lalu tercatat Rp 5.727 miliar. Dengan demikian tercatat penurunan Rp 2.296 miliar atau 40 persen. ‘’KPwBI Provinsi Bali telah menyiapkan uang tunai Rp 7.882 miliar untuk periode Lebaran 2020. Sebanyak Rp 1.600 miliar kami siapkan untuk kebutuhan di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Rp 6.282 miliar untuk kebutuhan di Provinsi Bali,’’ ujar Trisno Nugroho. (kmb42)


Sabtu Kliwon, 9 Mei 2020

158 PMI Selesai Dikarantina

Pasien Tinggal dan Kerja di Denpasar

Tabanan Masih ’’Zero’’ Transmisi Lokal

Negara (Bali Post) – Selama dua pekan terakhir, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana telah memulangkan 126 pekerja migran Indonesia dari jumlah kedatangan 190 PMI asal Jembrana. Jumat (8/5) kemarin, PMI yang dipulangkan bertambah 32 orang setelah selesai menjalani karantina selama 14 hari di Hotel Hapel Baluk, Kecamatan Negara. Kepulangan PMI tersebut dilepas Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana. Wabup Kembang secara simbolis menyerahkan surat keterangan sehat yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Jembrana. Humas Gugus Tugas dr. I Gusti Agung Putu Arisantha menyebutkan, ke-32 PMI yang dipulangkan sudah menjalani karantina selama 14 dan dinyatakan sehat pada rapid test kedua atau hasilnya negatif. ‘’PMI yang dikarantina ini pertama kali datang pada 25 April. Masa karantina berakhir hari ini dan kondisi seluruh PMI sehat. Jadi, PMI yang sudah dipulangkan Pemkab Jembrana total 158 dari 190 PMI yang dikarantina di sejumlah hotel,’’ katanya. Wabup Kembang Hartawan usai pelepasan memberikan apresiasinya karena PMI mampu melaksanakan prosedur karantina dengan baik dan disiplin. Ia berharap di masyarakat nanti para PMI bisa menjadi role model, ikut membantu pemerintah daerah membagikan hal-hal positif yang diterima selama menjalani karantina. ‘’Setelah ini kalian akan berada di lingkup yang lebih besar. Bantu pemerintah daerah mulai dari lingkup terkecil, dari keluarga lingkungan hingga masyara-

Tabanan (Bali Post) Menurut data kependudukan, pasien kasus transmisi lokal yang masuk data Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabanan sebenarnya tinggal di Kota Denpasar. Aktivitas yang bersangkutan juga lebih banyak di Denpasar. Dari penelusuran satgas, pasien ini kemungkinan besar terpapar Covid-19 bukan di wilayah Kabupaten Tabanan. Oleh karena itu, secara formal dipastikan belum ada kasus transmisi lokal warga Tabanan yang tinggal di Tabanan. Hal ini disampaikan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Jumat (8/5) kemarin, menangapi laporan adanya satu pasien terkonfirmasi positif akibat transmisi lokal yang sudah menjalani perawatan di RS Mangusada, Badung. Bupati Eka menegaskan,

pasien tersebut memang sempat menemani ayahnya yang tinggal seorang diri di wilayah Kabupaten Tabanan. Namun, aktivitas keseharian yang bersangkutan lebih banyak di tempat kerjanya di Denpasar karena ber-KTP Denpasar, bukan Tabanan. ‘’Jadi, tidak ada aktivitas apa pun yang dilakukan di Tabanan. Hanya datang menengok ayahnya yang sakit. Kami tegaskan di sini bahwa Tabanan dipastikan masih zero (nol) kasus transmisi lokal,’’ ucapnya. Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tabanan I Gede Susila menyampaikan, ayah pasien bersangkutan dan istrinya sudah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari dan dijaga oleh Satgas Gotong Royong di lokasi setempat. ‘’Satgas kesehatan sudah langsung melakukan tracing dan rapid

test untuk ayah pasien dan istrinya, hasilnya nonreaktif. Meski demikian mereka tetap melakukan isolasi mandiri dan dijaga oleh satgas setempat,’’ terangnya. Data perkembangan Covid-19 di Kabupaten Tabanan hingga Jumat kemarin, pasien yang terkonfirmasi positif tiga orang. Satu diisolasi di RS PTN Unud, satu di RSUD Mangusada dan satu di UPTD RS Nyitdah. PDP juga tiga orang yang merupakan PMI. ‘’PMI yang menjalani rapid test kedua 152 orang. Reaktif tiga orang dan sudah dirujuk ke RS Nyitdah, sedangkan yang nonreaktif 149 orang,’’ jelasnya. Sebanyak 152 orang PMI sudah selesai dikarantina di luar dan dalam wilayah Tabanan. Sementara yang sedang melaksanakan karantina di luar dan dalam wilayah Tabanan saat ini tercatat 107 orang. (kmb28)

Dandim Tabanan Cek Gudang Bulog

Stok Pangan Aman Selama Enam Bulan

Bali Post/kmb26

PENGARAHAN - Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan memberikan pengarahan kepada PMI yang sudah menjalani karantina 14 hari dan bisa pulang. kat lebih luas. Sosialisasikan langkah pencegahan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona di Jembrana,’’ ujarnya. Kembang juga berharap para PMI tetap menjalankan imbauan pemerintah yaitu menerapkan physical distancing, memakai masker dan menjaga kebersihan tubuh se-

cara higienis. ‘’Jika diibaratkan perang, mari isi peperangan ini dengan ikut berperan aktif dalam mencegah Covid-19. Sebarkan informasi-informasi positif di masyarakat secara langsung,’’ jelasnya. Terkait stigma negatif tentang PMI yang terjadi di masyarakat, Wabup Kembang mengajak seluruh PMI me-

maklumi. Pemerintah sudah berusaha maksimal untuk mengubah stigma tersebut dengan memberikan edukasi tentang penyebaran Covid-19 kepada masyarakat. ‘’Tetap semangat dan tetap produktif. Nantinya setelah situasi ini normal kembali, jangan sampai trauma untuk bekerja kembali,’’ tegasnya. (kmb26)

Kesehatan

Tabanan (Bali Post) Memastikan stok logistik terutama pangan aman di masa pandemi Covid-19 dan menjelang hari raya Idul Fitri, Dandim 1619/ Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto turun mengecek ke Gudang Bulog di Banjar Jagasatru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Jumat (8/5) kemarin. Hasilnya, stok pangan dipastikan masih aman selama enam bulan ke depan. Diterima Kepala Gudang Bulog Kediri I Made Raka

Suparta, Dandim Tabanan didampingi Danramil 161904/Kediri Kapten Inf. I Nengah Sudiana menyatakan, kunjungan ini merupakan langkah antisipasi untuk melihat secara langsung dan meninjau kondisi stok beras di Gudang Bulog Kediri I dan mengetahui sistem/ cara penyimpanan berikut pendistribusiannya. ‘’Kami mengharapkan ketersediaan pangan aman baik secara kuantitas, jumlah stok maupun kualitasnya dalam kondisi bagus

untuk masyarakat Tabanan sebagai upaya menyediakan bahan pangan di masa pandemi Covid-19 dan menjelang Lebaran,’’ ucap Toni Sri Hartanto. Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Kediri menjelaskan, stok beras di Gudang Bulog Kediri I masih aman dan dalam kondisi baik sesuai prosedur penyimpanan dan pendistribusian. ‘’Stok beras saat ini sekitar 2.300 ton dan masih aman untuk enam bulan ke depan,’’ ucap Raka Suparta. (kmb28)

Menjadi Lab Uji Sampel Swab Covid-19

Camat Denpasar Utara Terima Bantuan Bentuk Partisipasi Unwar Dalam ’’Automatic Antiseptic Chamber’’ Hasil Karya Percepatan Penanganan Covid-19 Mahasiswa Universitas Bali Internasional

BILIK - Rektor UNBI Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD. (KHOM) menyerahkan bilik Automatic Antiseptic Chamber kepada Camat Denpasar Utara I Nyoman Lodra, dihadiri Wakil Rektor I, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. UNIVERSITAS Bali In- karya dosen dan mahasiswa ternasional (UNBI) yang ikut Program Studi Teknik Elektroambil bagian dalam mencegah medik. Kali ini dilaksanakan di penyebaran Covid-19, kembali Kantor Camat Denpasar Utara menyumbangkan bilik auto- (Denut), Jumat (8/5) kemarin. matic antiseptic chamber hasil Bantuan diserahkan lang-

sung oleh Rektor Universitas Bali Internasional Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD.(KHOM) kepada Camat Denpasar Utara I Nyoman Lodra, S.E., M.Si. Kegiatan pengabdian ini turut dihadiri Wakil Rektor I, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Prof. Made Bakta menyampaikan tujuan penyerahan bantuan berupa bilik automatic antiseptic chamber yang akan digunakan di Kantor Camat Denpasar Utara adalah untuk penanggulangan pencegahan Covid-19 di lingkungan Kecamatan Denpasar Utara. Nantinya setiap orang yang datang ke kantor camat akan masuk dulu ke dalam antiseptic chamber sebelum melaksanakan kegiatan administrasi. ‘’Masalah Covid-19 adalah masalah kita bersama. Kami dari Universitas Bali Internasional akan terus bekerja keras bersama–sama dalam upaya pencegahan Covid ini,’’ ujar Prof. Made Bakta. Camat Denpasar Utara, I

Nyoman Lodra, menyampaikan terima kasih sekaligus memberikan apresiasi atas bantuan yang diberikan karena sangat membantu dalam mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Denpasar khususnya Denpasar Utara. Pemberian bilik automatic antiseptic chamber ini sangat diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang datang kantor camat untuk mengurus administrai dan pegawai di lingkungan Kecamatan Denpasar Utara guna memutus penyebaran Covid-19. Aksi UNBI ikut ambil bagian dalam penyerahan bantuan ini dilakukan dengan menerapkan sistem social distancing. Para peserta pengabdian masyarakat menjaga jarak dan menggunakan alat perlindungan diri. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, UNBI ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar serta dapat membantu pemerintah dan petugas kesehatan meminimalisir penyebaran virus Corona di lingkungan Denpasar Utara. (ad084)

Putus Mata Rantai Covid-19, BRI Kanwil Denpasar Salurkan 46 Ribu Masker bagi Pedagang Pasar

BANTUAN MASKER - Bank BRI Kanwil Denpasar menyalurkan bantuan masker lebih dari 46.000 pieces kepada pedagang pasar di Provinsi Bali, NTB dan NTT. DALAM mendukung pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan kegiatan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, Bank BRI Kantor Wilayah (Kanwil) Denpasar menyalurkan bantuan masker lebih dari 46.000 pieces (pcs) kepada pedagang pasar di Provinsi Bali, NTB dan NTT. Pemberian bantuan ini merupakan komitmen BRI untuk terus mendampingi pelaku UMKM agar tetap dapat beraktivitas dengan aman. Pemimpin BRI Kantor Wilayah Denpasar Ida Bagus K. Subagia mengungkapkan,

pemberian bantuan masker oleh BRI Kantor Wilayah Denpasar merupakan bagian dari program 1 juta masker gratis bagi pedagang melalui 5.382 Kantor BRI Unit di seluruh Indonesia. Khusus untuk BRI Kantor Wilayah Denpasar yang membawahi Provinsi Bali, NTB dan NTT, pembagian masker gratis dilakukan oleh 298 BRI Unit. Masing-masing BRI Unit mendapatkan kuota 155 pcs masker untuk dibagikan secara gratis kepada pedagang pasar. “Dalam situasi seperti ini, perekonomian harus tetap berjalan. Makanya pelaku

UMKM dan masyarakat harus dijaga dan dilindungi kesehatannya, salah satunya dengan diberikan masker gratis,” imbuhnya. Pemberian masker gratis dilakukan di pasar wilayah Bali, NTB dan NTT dengan jumlah total lebih dari 46.000 pcs. Sebanyak 20.305 pcs dibagikan di Provinsi Bali, 9.920 pcs di Provinsi NTB, dan 15.965 pcs di Provinsi NTT. Masker yang diberikan merupakan jenis spesifikasi bahan kain yang nyaman digunakan oleh pedagang pasar. “Kami bekerja sama dengan para pelaku UMKM mitra binaan yang memproduksi masker kain. Langkah ini salah satu upaya BRI memberdayakan pelaku UMKM pembuat masker untuk tetap berdaya,” pungkas Bagus. Sampai saat ini, melalui Bank BRI Kantor Wilayah Denpasar dan 31 Kantor Cabang BRI yang disupervisi, perseroan telah menyalurkan bantuan tanggap darurat Covid-19 di seluruh wilayah Bali, NTB dan NTT. Bantuan tanggap darurat tersebut di antaranya disalurkan dalam bentuk alat pelindung diri (APD) bagi rumah sakit rujukan Covid-19 dan rumah sakit

lainnya, disinfektan, hand sanitizer, multivitamin dan alat pengukur suhu tubuh. Selain bantuan tanggap darurat, Bank BRI juga menempatkan 541 unit sarana cuci tangan (wastafel) di area publik dan depan kantor-kantor BRI. Sebanyak 240 unit ditempatkan di Provinsi Bali, 113 unit di Provinsi NTB, dan 188 unit di Provinsi NTT. Untuk membantu perekonomian masyarakat yang terdampak Covid-19, sampai saat ini Bank BRI telah membagikan 12.100 paket sembako gratis kepada masyarakat kurang mampu yang dikerjasamakan dengan Agen BRILink. Dari jumlah tersebut, 10.600 paket bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) BRI dan 1.500 paket dari donasi pekerja BRI. Masyarakat penerima sembako di antaranya ojek online, tenaga kebersihan, sopir, tukang parkir dan masyarakat kurang mampu lainnya yang telah mendapat rekomendasi dari pejabat berwenang. Bantuan semacam ini akan terus dikucurkan oleh BRI seiring kebutuhan masyarakat dalam penanggulangan pandemi Covid-19. (ad085)

GUBERNUR Bali Wayan Koster selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Provinsi Bali memilih Laboratorium Biologi Molekuler (Lab BioMol) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar) untuk menguji spesimen swab pasien Covid-19 berbasis PCR. Bahkan, sehari sebelum diresmikan pada Rabu (6/5) lalu, Lab Bio-Mol FKIK Unwar ini telah melaksanakan uji coba tes sebanyak 40 spesimen swab milik pasien Covid-19. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. mengaku bangga karena lab yang dimiliki Unwar dijadikan salah satu dari tiga lab yang ada di Bali untuk menguji spesimen swab pasien Covid-19. Menurutnya, dengan uji swab secara langsung diagnosis pasti pasien Covid-19 akan diketahui lebih akurat, apakah mereka positif atau negatif. Sebab, rapid test yang dilakukan kepada pasien Covid-19 bukanlah diagnosis pasti. ‘’Dilibatkannya Lab Unwar dalam uji swab pasien Covid-19, kita telah menunjukkan rasa empati untuk ikut menanggulangi pandemi Covid-19 di Tanah Air, khususnya di Bali. Saya berharap pemerintah bisa memberikan paling tidak satu alat Real Time PCR lagi, sehingga kita lebih banyak lagi bisa menguji sampel swab pasien Covid-19,’’ ujar Prof. Widjana, Rabu (6/5) lalu. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A Gede Oka Wisnumurti, M.Si. mengatakan, Lab Bio-

LAB UNWAR - Gubernur Bali Wayan Koster saat mengunjungi Lab Bio-Mol FKIK Unwar, Rabu (6/5) lalu. Mol FKIK Unwar merupakan lab yang baru selesai dibangun tahun 2020 ini. Karena adanya wabah Covid-19 yang melanda Indonesia dan Bali pada khususnya, maka Lab Bio-Mol FKIK Unwar siap berpartisipasi dalam percepatan penanganan uji spesimen swab pasien Covid-19. Apalagi, Lab Unwar cukup representatif dan didukung delapan tenaga medis FKIK Unwar. Hanya, alat PCR yang diberikan pemerintah baru satu unit. ‘’Kita berharap mudahmudahan ke depan pemerintah bisa membantu alat lagi, karena bagaimanapun kecepatan dalam proses penanganan Covid-19 menjadi penting dalam rangka memberikan kepastian perkembangan hasil swab pasien Covid-19 kepada masyarakat,’’ tandas Wisnumurti. Lebih lanjut dikatakannya, dalam upaya pencegahan penyebaran dan dampak Covid-19 di Bali, sejak Maret 2020 Unwar telah membentuk Satgas Penanggulangan

Covid-19 yang bergerak di dua sisi, yaitu pada bidang kesehatan dan jaring pengaman sosial dalam bentuk bantuan-bantuan kepada masyarakat dan mahasiswa yang terdampak Covid-19. Sementara itu, Gubernur Koster mengungkapkan, Lab Bio-Mol FKIK Unwar merupakan salah satu dari tiga lab yang digunakan untuk menguji spesimen swab pasien Covid-19 di Bali. Tambahan Lab Bio-Mol FKIK Unwar akan lebih mempercepat mengetahui perkembangan hasil swab pasien Covid-19 di Bali. Lab RSUP Sanglah setiap hari bisa menguji sebanyak 150 sampel swab, Lab RS PTN Unud 300 sampel swab dan Lab Bio-Mol FKIK Unwar 40 sampel swab. Jadi, spesimen swab yang bisa diuji total 450 sampel swab berbasis PCR setiap harinya. ‘’Saya kira ini akan menolong upaya kita dalam mempercepat penanganan Covid-19 di Bali, terutama mempercepat mengetahui hasil swab pasien, apakah positif atau negatif Covid-19,’’ pungkasnya. (ad081)


Sabtu Kliwon, 9 Mei 2020

Pemkab Klungkung Jalin Kerja Sama dengan Pemerintah Kanada SEBAGAI upaya mendorong inovasi pengembangan ekonomi lokal, Pemkab Klungkung melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) dengan pemerintah Kanada. MoU itu terkait peluncuran Program Dana Inovasi Responsif atau Responsive Innovation Fund (RIF) tahap ketiga. Penandatanganan MoU itu dilakukan secara mandiri melalui sistem online dengan Video Conference oleh Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Jumat (8/5) kemarin. Turut hadir dalam acara itu Kasubid Kawasan Pedesaan Direktorat Daerah Tertinggal, Transmigrasi dan Pedesaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Khairul Rizal, Perwakilan Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC) Ny. Melisa, Perwakilan Pengelola Proyek NSLIC/ NSELRED Ny. Natalie, Ke-

pala Baperlitbang, Camat Nusa Penida, dan perwakilan OPD terkait di lingkungan Pemkab Klungkung serta undangan Iainnya. Program ini merupakan Proyek National Support for Local Investment Climates/ Nationa/Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSLIC/ NSELRED). Ini menjadi kerja sama kemitraan antara pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC). Program RIF itu dirancang sebagai dukungan teknis pembangunan bagi 18 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) melalui seleksi dari 60 KPPN yang merupakan hinterland dari 39 Pusat Pertumbuhan Peningkatan Keterkaitan Kota-Desa. Ini sebagai salah satu sasaran pembangunan wilayah pada RPJMN 2015-2019 dan Kori-

dor Pertumbuhan serta Koridor Pengembangan pada RPJMN 2020-2024. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terlaksananya kerja sama kemitraan Proyek NSLIC/NSELRED melalui program RIF dalam mendukung pengembangan Inovasi Rumah Keong. Pengembangan rumah keong itu bersinergi dengan percepatan pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Nusa Penida. Inovasi Rumah Keong (Rumput Laut, Poh Nusa/Mangga, Kelapa dan Singkong) itu akan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian berkualitas secara berkelanjutan, yang layak dipasarkan secara luas. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal dan menjadi rantai pasokan dalam industri pariwisata. Bupati Suwirta berharap produk-produk olahan Inovasi Rumah Keong itu dapat menjadi produk khas Kawasan

’’Piodalan’’ di Pura Puri Agung Dalem Tarukan Umat Diminta Tidak ’’Tangkil’’ Gianyar (Bali Post) Piodalan di Pura Puri Agung Dalem Tarukan, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring akan digelar bertepatan dengan hari Buda Umanis Perangbakat (20/5) mendatang. Dalam piodalan kali ini, seluruh umat diminta tidak tangkil ke pura, tetapi tetap bersembahyang dari rumah masing-masing. Upaya ini dilakukan mengantisipasi membeludaknya umat sekaligus

penyebaran wabah Covid-19. Bendesa Pura Puri Agung Dalem Tarukan, Bambang Nyoman Oka, Jumat (8/5) kemarin mengatakan, guna mencegah penyebaran Covid-19, pihaknya sudah menyiapkan surat putusan Bendesa Pura Puri Agung Dalem Tarukan nomor 001 Bend.PPADT/VI/2020. Surat itu berisi empat poin, yang salah satunya tidak memperkenankan umat tangkil ke pura tersebut

RANGKAIAN PIODALAN - Terlihat suasana rangkaian piodalan di Pura Puri Agung Dalem Tarukan tahun lalu.

saat piodalan. ‘’Para bhakta atau sameton tidak diperbolehkan tangkil ke pura, namun agar tetap melakukan persembahyangan dari rumah masing-masing,’’ jelas Bambang Nyoman Oka. Dikatakan, keputusan ini sudah memperhatikan imbauan dari pemerintah, untuk mengurangi kerumunan sebagai bagian pencegahan penyebaran Covid-19. Diketahui pula setiap piodalan ribuan umat dari seluruh Bali datang tangkil ke Pura Puri Agung Dalem Tarukan. ‘’Surat itu sudah kami sampaikan kepada sameton di seluruh Bali. Namun bila ada yang belum, agar diketahui dan dimaklumi,’’ jelasnya. Meski demikian, Bendesa Pura memastikan rangkaian piodalan akan tetap berjalan seperti biasa. Mulai mapekeling yang sudah diselenggarakan Kamis (7/5) hingga Nanceb Sanggar Surya yang digelar pada Redite Umanis Menail. ‘’Rangkaian piodalan tetap diselenggarakan hingga puncak piodalan Buda Umanis Perangbakat, 20 Mei mendatang,’’ katanya. Namun ditekankan rangkaian piodalan, hanya dilaksanakan oleh prajuru pura setempat. Tentunya tetap menjaga jarak serta mengenakan alat pelindung diri seperti masker. ‘’Hanya prajuru pura yang ngayah mempersiapkan rangkaian piodalan,’’ tandasnya. (kmb35)

Koperasi Simpan Pinjam Wreda Sri Sejahtera Peduli Warga Terdampak Covid-19 KOPERASI Simpan Pinjam (KSP) Wreda Sri Sejahtera, Banjar Sema peduli dengan sesama di tengah pandemi virus Corona membagikan paket sembako ke Desa Pakraman Sema dan sekitarnya. Paket sembako itu dibagikan mulai Senin (4/5) hingga Sabtu (16/5) mendatang. Aksi ini digelar di seputaran Desa Pakraman Sema, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan. Penyerahan paket sembako pertama akan diawali kepada pemuka masyarakat, antara lain; Bendesa Pakraman Sema I Wayan Artawan, Klian Dinas Banjar Sema I Ketut Sutama, serta Klian Adat Banjar Sema, I Made Arnata kemudian diteruskan kepada krama/masyarakat setempat. Ratusan paket bantuan yang dibagikan itu terdiri dari beras dan minyak goreng. Ketua Koperasi I Ketut Budiarsa, S.Ag. ditemui di sela-sela pembagian bantuan di kantor KSP Wreda Sri Sejahtera Br. Sema itu menjelaskan, bantuan itu murni dana sosial koperasi berkaitan dampak pandemi Covid-19. Pihaknya berharap Covid-19 segera berakhir karena dampaknya sangat terasa di seluruh dunia dan memukul hampir semua sektor. Karena itu, dia berharap masyarakat selalu mematuhi imbauan pemerintah baik terkait physical distancing hingga menerapkan perilaku

hidup bersih dan sehat (PHBS). ‘’Kita tentu berharap segera berakhir,’’ ujarnya. Budiarsa mengungkapkan, gagasan aksi sosial itu berawal dari rapat pengawas, pengurus, dan karyawan dalam rangka pemeriksaan triwulan pertama. Setelah selesai pemeriksaan muncul keprihatinan koperasi atas dampak pandemi Covid-19 yang tidak saja berefek terhadap sektor kesehatan, namun juga meluas di sektor perekonomian. Melalui hal kecil ini pihaknya berharap bisa sedikit berbuat demi kemanusiaan. Peningkatan kewaspadaan wajib dilakukan. ‘’Imbauan paling pent-

ing adalah stay at home. Ya, dengan tinggal di rumah, cuci tangan sesering mungkin, jangan menyentuh hidung, mata dan mulut, gunakan selalu masker dan berjemur di sinar matahari. Bukan saja secara ilmiah, bahkan di Atharwa Weda pun ada doa kesembuhan melalui sinar matahari. Dipercaya pada Atharwa Weda, sinar matahari mampu membunuh virus berbahaya termasuk Covid-19. Harus disadari, Covid-19 ini merupakan musibah melalui virus yang tidak kelihatan. Jadi sekali lagi mari kita tingkatkan kewaspadaan,’’ harap I Ketut Budiarsa. (ad086)

Tangani Kasus, Anggota Polres Dibekali APD Bangli (Bali Post) Polres Bangli kini membekali anggotanya dengan pakaian alat pelindung diri (APD) baik dalam penanganan kasus pidana maupun kasus lakalantas. Itu dilakukan mengingat dalam melaksanakan tugas, anggota kepolisian sering bersentuhan langsung dengan banyak orang. Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, Jumat (8/5) kemarin mengatakan, pakaian APD merupakan bantuan Kapolda

Bali. APD diperuntukkan bagi anggota yang tugasnya bersentuhan langsung dengan masyarakat. Tujuannya menjaga keamanan dan kesehatan personel yang bertugas dalam penanganan wabah virus Corona atau Covid-19 sekaligus sebagai salah satu upaya memutus rantai penyebaran virus. Agung Dhana menyebutkan bantuan pakaian APD itu diberikan untuk personel Polres Bangli berjumlah 141 buah. Pakaian APD itu dibagikan kepada personel

Polres dan Polsek jajaran untuk memaksimalkan pelaksanaan tugas-tugas anggota. Mantan Kapolres Mappi itu menambahkan, APD ini tidak hanya dibagikan, namun personelnya juga diberikan pelatihan singkat bagaimana cara menggunakan maupun melepaskan pakaian APD itu. ‘’Sebelum digunakan kami lakukan pelatihan singkat cara menggunakan dan melepasnya sesuai Standard Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku,’’ pungkasnya. (kmb40)

Perdesaan Kepulauan Nusa Penida yang turut menjadi ciri khas kawasan destinasi pariwisata pada Kawasan Perdesaan Nusa Penida itu. ‘’Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional Kepulauan Nusa Penida itu memiliki potensi dan keunggulan kompetitif pariwisata di pasar global. Sangat strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Hal itu dipercaya menjadi titik ungkit pembangunan di Kabupaten Klungkung,’’ ujar Bupati asal Pulau Ceningan itu. Terkait pelaksanaan program itu, pihaknya juga menilai perlu dilakukan beberapa pengkajian dan pendampingan. Khususnya pengembangan potensi kawasan dengan keunikan dan keindahan alam Kepulauan Nusa Penida yang luar biasa. Dengan kekayaan budaya yang religius serta kearifan lokal yang khas. ‘’Tak henti-hentinya Pemkab Klungkung bersama pemerintah pusat dan kementerian selalu bekerja sama dalam

upaya mempercepat salah satu bentuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,’’ imbuhnya. Perwakilan Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC), Ny. Melisa, mengatakan tentunya program ini bisa meningkatkan iklim investasi yang ada di Nusa Penida. ‘’Dengan kerja sama ini ke depannya kami harap bisa men-support semua kegiatan demi kesejahteraan masyarakat Klungkung khususnya Nusa Penida,’’ ujar Melisa. Melisa juga menjelaskan program ini sangat relevan untuk masyarakat. Dengan program singkat ini, diharapkan bisa menghasilkan suatu yang maksimal dari hasil training maupun marketing produk olahan inovasi untuk dikembangkan oleh masyarakat. Perwakilan Pengelola Proyek NSLIC/NSELRED Ny. Natalie mengatakan, proyek NSLIC/NSELRED yang dikelola Cowater International,

PENANDATANGANAN MOU - Bupati Suwirta saat melakukan penandatanganan MoU. program RIF dengan total biaya senilai Rp 18 miliar itu, dilaksanakan dalam tiga tahap yakni mulai tahun 2018 hingga 2020 dengan memilih enam usulan inovasi dari enam kabupaten setiap tahunnya. ‘’Untuk program RIF tahap ketiga yang dilaksanakan Mei 2020 hingga April 2021,

telah terpilih enam kabupaten yaitu Kabupaten Klungkung, Kabupaten Buleleng, Bali; Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat; Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat; Kabupaten Pandeglang, Banten; serta Kabupaten Belitung, Bangka Belitung,’’ ujar Natalie. (ad083)

Warga Sukawati Ditolak Empat Rumah Sakit Bupati Tegur Dirut RSUD Sanjiwani

Gianyar (Bali Post) Nasib nahas dialami seorang warga asal Desa Sukawati yang dalam kondisi sakit. Warga yang diduga mengalami DB (demam berdarah) dan hendak mencari pelayanan kesehatan itu, malah ditolak tiga rumah sakit swasta di Kabupaten Gianyar. Ironisnya warga itu juga ditolak menerima pelayanan dari RSUD Sanjiwani Gianyar. Bupati Gianyar I Made Mahayastra membenarkan kondisi warga yang sakit dari Desa Sukawati itu kesulitan mendapat pelayanan. Awalnya, ia mendapat informasi keluhan warga itu di media sosial, Jumat siang. ‘’Kejadiannya saya lihat di medsos. Saya langsung hubungi orangnya Jumat siang sekitar pukul 12.00 Wita,’’ katanya. Sebelumnya warga yang mengalami keluhan panas itu mendatangi tiga rumah sakit swasta di kawasan seni ini. Namun tidak ada yang mau menerima memberikan perawatan. Ironisnya penolakan serupa juga dilakukan RSUD Sanjiwani Gianyar. ‘’Sebelumnya menghubungi tiga RS swasta ditolak. Kemudian juga ditolak RSUD Sanjiwani. Saya sudah hubungi Kadiskes untuk mengusut

kenapa pasien itu sampai ditolak,’’ katanya. Mengetahui kondisi itu, petugas langsung mengambil tindakan. Kini pasien itu sudah mendapat perawatan di RSU Payangan. Bupati Gianyar juga bertemu pasien itu beserta keluarganya. ‘’Sudah saya kunjungi langsung ketemu orangnya. Saya interogasi dan saya bantu, sekarang dia sudah senang karena dapat penanganan,’’ katanya. Bupati Mahayastra kemudian memerintahkan Dinas Kesehatan untuk mengusut alasan RSUD Sanjiwani Gianyar dan tiga RS swasta lainnya melakukan penolakan terhadap pasien. Tidak hanya itu, Bupati Gianyar juga langsung melayangkan teguran ke Direktur RSUD Sanjiwani. ‘’Itu sedang saya

TENGOK PASIEN - Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat menengok pasien asal Desa Sukawati yang sebelumnya ditolak empat rumah sakit, termasuk RSUD Sanjiwani Gianyar. usut kenapa warga yang sakit itu ditolak di sana. Saya beri teguran pertama

direkturnya karena dia yang memimpin di sana,’’ tegas Bupati Gianyar. (kmb35)

Puluhan Warga Petulu Ikuti ’’Rapid Test’’

Gianyar (Bali Post) Puluhan warga di Desa Petulu, Kecamatan Ubud mengikuti rapid test serentak yang diselenggarakan, Jumat (8/5) kemarin. Upaya itu dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19 di desa setempat. Sebab, sebelumnya sudah ada sejumlah warga desa setempat yang terdeteksi positif Covid-19. Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya, mengatakan ada rapid test massal di Desa Petulu, Kecamatan Ubud. Diungkapkan ada puluhan warga yang menjalani rapid test di Balai Banjar Petulu Gunung, Desa Petulu. Mereka yang mengikuti tes itu sekitar 10 KK. Radiusnya sekitar 50 meter dari rumah warga yang sebelumnya positif Covid-19. ‘’Total ada 93 orang yang dites,’’ katanya. Puluhan warga di desa itu satu per satu dicek dengan alat rapid test oleh petugas GTPP yang mengenakan APD lengkap. Diketahui, dari hampir seratus warga di sana, hanya satu dilanjutkan tes swab. Sekda menjelaskan, untuk rapid test reaktif itu, selanjutnya dilakukan karantina oleh pemda

dengan pengawasan Satgas Covid-19 Kabupaten Gianyar. Kemudian dirujuk ke RSUD Sanjiwani untuk dilakukan PCR. ‘’Satu orang akan dilanjutkan besok dengan tes swab,’’ katanya. Hasil warga yang tidak reaktif, namun sempat kontak dengan warga yang sebelumnya dipastikan positif Covid-19, diminta melakukan isolasi mandiri dengan pantauan dari puskesmas dan Satgas Covid-19 Desa Petulu. Rapid test terpilih itu dilakukan menyusul adanya kasus transmisi lokal yang masih klaster di desa setempat, yakni seorang keponakan berstatus PMI kepada pamannya dan satu anggota keluarga yang lain. Konfirmasi awal terjadi 18 Maret 2020. Berdasarkan satu temuan kasus itu, lantas dilakukan tracing. Dari hasil tracing itu, ditemukan penambahan menjadi enam kasus sampai tanggal 29 April 2020. Keenam kasus positif ini telah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Empat pasien berhasil sembuh, sedangkan dua orang lainnya masih perawatan. ‘’Sehubungan hal itu, untuk memutus rantai penyebaran

RAPID TEST - Sejumlah warga mengikuti rapid test di Desa Petulu, Jumat kemarin. Covid-19, maka dilakukan rapid test dengan sasaran terpilih,’’ jelasnya. Tim GTPP dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Puskesmas Ubud I dan Puskesmas Ubud II membawa alat

rapid test sebanyak 200 pcs. Rapid test itu dilakukan sejak pukul 09.30 Wita hingga sekitar pukul 13.00 Wita. Satu per satu warga dites dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (kmb35)

Warga Bangli Positif Covid-19 Bertambah 10 Orang Bangli (Bali Post) Kasus warga Bangli positif Covid-19 kembali bertambah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli mencatat terjadi penambahan 10 kasus positif Covid-19 baru per Jumat (8/5) kemarin. Sedangkan warga yang dinyatakan sembuh Covid-19 hanya seorang saja. Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa Jumat sore menyebutkan, dari 10 kasus positif Covid-19 baru itu, tujuh di antaranya

adalah pekerja migran Indonesia (PMI). Sedangkan tiga lainnya merupakan kasus transmisi lokal. Ketujuh PMI yang positif itu berasal dari Kecamatan Susut. Mereka sudah pulang ke Bali sebelum tanggal 15 April lalu. PMI itu juga telah menjalani karantina mandiri selama dua minggu. Sedangkan tiga kasus lainnya merupakan warga Kelurahan Cempaga, Bangli. ‘’Dengan adanya penambahan kasus positif Covid-19 itu, total kasus positif di Bangli mencapai 62 orang,’’ terangnya. Dirgayusa menambah-

kan tiga orang warga Kelurahan Cempaga diketahui positif Covid-19 berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan Gugus Tugas setelah adanya pegawai RSU Bangli yang dinyatakn positif terjangkit virus Corona. Hanya saja terkait bagaimana hubungan antara tiga warga itu dengan pegawai yang positif Covid-19 itu, Dirgayusa belum mendapat informasi hal itu. Kata dia, saat ini kesepuluh warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu kini telah dibawa untuk dirawat di Balai Diklat BPK Perwakilan Provinsi Bali di

wilayah Pering, Gianyar. ‘’Semuanya tanpa gejala atau OTG,’’ kata Dirgayusa. Di sisi lain, disampaikan mantan Camat Kintamani itu bahwa tercatat terjadi penambahan satu warga Bangli yang sembuh dari Covid-19. Warga yang sembuh itu berasal dari Desa Selulung tepatnya Banjar Taked. Jika dibandingkan, warga Bangli yang sembuh dari Covid-19 saat ini lebih banyak dibandingkan yang masih dirawat. Yang sembuh sebanyak 39 orang, sedangkan yang dirawat 23 orang. (kmb40)


Sabtu Kliwon, 9 Mei 2020

Ritual Penyatuan Tiga Keris Pusaka

Memohon Keselamatan Jagat Bali dan Nusantara Amlapura (Bali Post) Ritual upacara penyatuan tiga keris pusaka di Bali dilaksanakan di Pura Pura Bhur Loka, Bwah Loka dan Swah Loka di Bukit Bisbis atau Gunung Seraya di Desa Seraya Tengah, Karangasem, Kamis (7/5). Penyatuan tiga keris pusaka ini dilakukan sebagai upaya untuk memohon agar jagat Bali dan Nusantara selamat. Dikonfirmasi Jumat (8/5) kemarin, Panglingsir Puri Jro Gede Pemahyun Sidemen Ida Tjokorda Sutedja Pemahyun mengungkapkan, ada tiga keris pusaka yang disatukan di Pura Bhur Loka, Bwah Loka dan Swah Loka di Bukit Bisbis Desa Seraya Tengah, Karangasem. Yakni Keris Pusaka Ki Baru Semang dari Puri Gede Buleleng, Keris Ki Sudamala/ Bangawan Tjanggu dari Puri Jro Gede Pemahyun Sidemen, dan Keris Pusaka Ki Tunjung Tutur dari Puri Blahbatuh Gianyar. ‘’Penyatuan tiga keris pusaka ini merupakan langkan niskala yang dilakukan untuk keselamatan atau kerahayuan jagat Bali di tengah pandemi Covid-19 ini. Sehingga wangsuh ketiga keris ini dilakukan di Pura Bhur Loka, Bwah Loka dan Swah Loka di Bukit Bisbis. Tirta dilebur di sana dan tirtanya juga dipergunakan untuk kepentingan umat, agar jagat cepat terlepas dari Covid-19 ini,’’ ujarnya. Ida Tjokorda Sutedja Pemahyun menambahkan, sebelum pelaksanaan upacara penyatuan tiga keris pusaka ini, pihaknya juga sudah sempat

bertemu dengan Gubernur Bali Wayan Koster. Dikatakan, karena ada pawisik terkait penyatuan tiga keris ini, maka pihak Puri Jro Gede Pemahyun Sidemen mendukung pelaksanaan upacara tersebut. ‘’Demi keselamatan jagat Bali, kita harus bersama-sama untuk melaksanakan sesuatu. Yang penting jagat Bali gelis trepti. Karena ada wewilangan seperti itu, jadi harus dijalankan. Karena secara sekala sudah berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah, jadi secara niskala juga telah banyak dilakukan upacara, dan sekarang kembali dilaksankan secara niskala,’’ jelasnya. Terkait pemercikan tirta, Ida Tjokorda Sutedja Pemahyun menegaskan, nantinya tirta dapat dipercikkan di seluruh pusat pemerintahan kabupaten/kota, dan Provinsi Bali. ‘’Tirta juga dipercikkan di Pura Jagatnata, sehingga bisa mendapatkan kesehatan,’’ ujarnya. Ida Tjokorda Sutedja Pemahyun menceritakan asal mula keris pusaka dinamai Ki Sudamala atau Ki Bangawan Tjanggu, yakni ada dua keris pusaka penting dalam jagat kerajaan di Bali, yakni keris Ki Ganja Dungkul dan Ki Sudamala atau Ki Bangawan Canggu. Dua keris ini adalah keris-keris pusaka hadiah dari Majapahit untuk raja-raja di Bali guna menjaga kelestarian kekuasaan Majapahit. Dalam catatan Babad Dalem yang bertuliskan huruf Bali namun berbahasa Jawa Kuna setebal 155 halaman, Jro Gde Pema-

hyun Sidemen, Karangasem yang mewarisi babad tersebut mengungkapkan bahwa terjadi pemberontakan-pemberontakan di desa Bali pada masa pemerintahan Raja Majapahit Kala Gemet atau Jayanegara (memerintah 1309-1328). Kecamuk pemberontakan terjadi di desa-desa Bali Aga seperti Batur, Songan, Cempaga dan lain-lain. Bali ditaklukkan Patih Gajah Mada dari Majapahit pada masa raja terakhir di Bedahulu, Raja Topahulung atau Sri Gajah Wahana dengan patihnya Ki Pasung Grigis. Pasung Grigis ditawan oleh Gajah Mada, dan kemudian ditugaskan menyerang Sumbawa. Sementara di Bali, dimulailah silsilah Dalem Ketut Kresna Kepakisan keturunan Mpu Sanak Pitu, menjadi penguasa Bali. Setelah Kiai Patih Wulung dan kawankawan menghadap Raja Kala Gemet meminta agar Bali diisi seorang adipati. Maka, ditetapkanlah Dalem Ketut Kresna Kepakisan sebagai Adipati Bali, sedangkan para Arya ditempatkan di desadesa yang bergolak. Raja atau adipatinya berkedudukan di Samprangan. Saat menumpas pemberontakan-pemberontakan di desa-desa Bali inilah, maka Adipati Bali dianugerahi keris pusaka dan pakaian kebesaran sebagai simbol kekuasaan Majapahit di Bali. Keris pusakanya disebut sebagai Si Ganja Dungkul. Ketika Kala Gemet wafat, maka putri-putri beliau disayembarakan untuk dijodohkan den-

gan bangsawan-bangsawan. Sayembara dimenangkan oleh Kerajaan Koripan dan Gagelang. Pada era pemerintahan Hayam Wuruk sebagai Raja keempat Majapahit (13501389), digelarlah upacara besar-besaran dan diundanglah para adipati di luar Majapahit. Kekuasaan di Bali sudah diduduki oleh penerus Dalem Ketut Kresna Kepakisan yakni Ida I Dewa Samprangan. Namun karena kurang mampu, maka penguasa Bali pun jatuh ke tangan Ida I Dewa Ketut salah satu putra lainnya dari Dalem Ketut Kresna Kepakisan untuk menjadi penguasa Bali, berkedudukan di Gelgel. Beliau bergelar Dalem Ketut Smara Kepakisan. Dia didampingi tiga menteri utama, sebagai pengganti para arya di desa-desa yang telah meninggal. Dalem Ketut Smara Kepakisan pun bertolak ke Majapahit untuk menghadiri perayaan yang digelar oleh Hayam Wuruk. Sri Smara Kepakisan pun dikisahkan dalam Babad Dalem selalu aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan di Majapahit. Suatu ketika, Sri Baginda Raja Majapahit Hayam Wuruk menghadiahkan sebilah keris kepada Adipati penguasa Bali itu sebilah keris yang terkenal sebagai Ki Sudhamala. Di saat perjalanan pulang ke Bali Raja Sri Smara Kepakisan keris tersebut sempat jatuh di Bangawan Tjanggu maka untuk memperingatinya juga disebut keris Ki Bangawan Tjanggu. Sementara itu, Wakil Bu-

Sosial

IHDN Serahkan Ratusan Paket Sembako Bentuk Dukungan bagi Mahasiswa dan Pegawai PASCAPEMBATASAN lalu lintas manusia, baik melalui transportasi darat, laut dan udara, sejumlah warga luar Bali banyak masih bertahan di Bali, tidak terkecuali mahasiswa Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar yang berasal dari luar Bali. Peduli dengan mereka itu, pihak IHDN Denpasar kemudian memberikan bantuan sebagai bentuk dukungan moril meringankan beban terutama keperluan sehari-hari mahasiswa IHDN yang berasal dari luar Bali. Pihak kampus setempat, Jumat (8/5) kemarin membagikan bantuan sembako. Bantuan itu tidak hanya diberikan kepada mahasiswa, namun juga diberikan kepada pegawai golongan II, pegawai tidak tetap (PTT) termasuk satpam, cleaning service dan juga masyarakat yang ada di lingkungan sekitar kampus. Bantuan sembako berupa beras, masker, minyak, telur ini diserahkan Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. didampingi Wakil Rektor III, Dekan Fakultas Dharma Acarya dengan tetap mengikuti prosedur Covid-19. Adapun bantuan sembako yang diserahkan sebanyak 219 paket diperuntukkan bagi 95 PTT, 124 orang

mahasiswa dari luar daerah dari berbagai provinsi seperti Maluku, Papua, Lampung, Kalimantan, Sulawesi dan Jawa. Rektor Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. pada kesempatan itu mengatakan, pemberian sembako ini merupakan inisiatif Wakil Rektor III bersama para dosen. Bantuan itu diberikan kepada mahasiswa dari luar Bali yang kurang mampu dan tidak bisa kembali ke kampungnya, PTT sebanyak 45 orang dan pegawai golongan II. ‘’Walaupun sedikit yang penting ini tepat sasaran, dan bisa mengurangi beban kebutuhan sehari-hari, sehingga mereka bisa melanjutkan aktivitasnya,’’ harap Rektor IGN Sudiana usai menyerahkan bantuan. Bantuan yang didapat dari punia dosen, pegawai dan juga mahasiswa. Bantuan itu tidak hanya untuk mahasiswa dan pegawai, juga untuk masyarakat yang ada di lingkungan kampus. Hal itu, katanya, untuk mempererat tali silaturahmi kepada masyarakat sekitar. ‘’Kita tidak hanya sekadar mengelola pendidikan secara teori. Namum dalam hal ini ada realisasi teori dan praktik kepada masyarakat,’’ ujarnya. Wakil Rektor III Dr. Drs. Ida Bagus Gede Candrawan, M.Ag.

menyampaikan, bantuan 219 paket itu sebanyak 95 paket diberikan kepada PTT, 124 orang untuk mahasiswa dari luar daerah yang berasal dari berbagai provinsi, diantaranya dari Maluku, Papua, Lampung, Kalimantan, Sulawesi dan Jawa. Pihaknya berharap, adanya kebijakan Rektor itu bisa mengurangi beban mereka. ‘’Meski jumlah bantuan sedikit, namun semoga tetap bermanfaat mengurangi beban

mereka. Kami juga berdoa semoga kondisi ini cepat berlalu,’’ ujarnya. Salah seorang perwakilan mahasiwa asal Papua, Aditya Dwianto, mengatakan bantuan ini tentu sangat menolong dirinya bisa tetap bertahan. Ia mengaku tidak bisa kembali ke rumah. ‘’Ini sangat membantu di tengah kondisi seperti sekarang ini,’’ katanya didampingi Winda Tasane, rekan mahasiawa lain asal Maluku. (ad082)

SERAHKAN SEMBAKO - Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. (tengah) didampingi Wakil Rektor III Dr. Drs. Ida Bagus Gede Candrawan, M.Ag. menyerahkan secara simbolis paket sembako kepada perwakilan mahasiswa dari luar Bali.

Sosial

KPF Bali Bergerak Salurkan 1.000 Paket Sembako

DALAM rangka penanggulangan penyebaran virus Corona atau Covid-19, PT Kontak Perkasa Futures (KPF) Cabang Bali menyalurkan bantuan berupa 1.000 paket sembako. Bantuan sembako itu diberikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di sembilan titik yang berada di sembilan kabupaten di Bali yakni Badung, Denpasar, Tabanan, Gianyar, Ka ra ng a se m , Si ng a ra ja ,

Klungkung, Bangli, dan Negara. Yayasan Dompet Sosial Madani itu sudah disalurkan ke panti asuhan, perawat dan petugas medis pada Kamis, 7 Mei 2020. Pimpinan Cabang KPF Bali A. Prajnametta Mulia menjelaskan, bantuan kepada penerima itu disalurkan melalui posko-posko penanggulangan Covid-19 yang terdapat di sembilan kabupaten tersebut. ‘’Bantuan itu kami berikan kepada mereka

BERI BANTUAN SEMBAKO - Pimpinan PT Kontak Perkasa Futures Cabang Bali memberikan bantuan paket sembako.

yang mengalami kesulitan ekonomi. Pada situasi penyebaran pandemi sekarang ini perjuangan mereka sangat berat, karena harus masyarakat harus bekerja keras menghidupi keluarga dan diri sendiri. Karena itu, KPF Bali sebagai bagian masyarakat, memberikan perhatian penuh agar beban mereka dapat diringankan dengan bantuan ini,’’ tandasnya. Seluruh bantuan ini adalah hasil donasi dari para karyawan dan manajemen KPF Bali. Sebelumnya bantuan diberikan kepada para pengemudi ojek online berupa pemesanan makanan melalui aplikasi yang mana makanan itu diberikan kembali kepada ojek online ditambah pemberian hand sanitizer. Metta menambahkan, setiap bulan khususnya tim KPF Bali rutin melaksanakan kegiatan sosial. Ini merupakan prinsip dan komitmen bersama KPF. Di masa work from home (WFH) seperti sekarang ini, Metta mengakui bu-

tuh upaya lebih keras bagi timnya agar bisa beradaptasi dengan situasi seperti ini. Namun semua itu bisa diatasi dengan pemanfaatan teknologi. Seperti aplikasi meeting online, dan materi pemasaran berupa video pendek yang dikirimkan kepada para nasabah. Hal ini dipicu situasi market yang menunjukkan tren positif untuk investasi perdagangan berjangka. Terutama Locogold (emas). Sejak awal tahun, dan khususnya selama wabah Covid-19 melanda, indeks harga emas terus merangkak naik. ‘’Selanjutnya, kami berharap agar pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir, sehingga roda bisnis dapat kembali berjalan normal dan masyarakat hidup tenang dan nyaman. Apa yang kami lakukan sekarang memang masih kecil. Namun kami berharap bisa berkontribusi membantu pemerintah dan saudarasaudara yang terdampak di masa pandemi ini,’’ pungkas Metta. (ad074)

RITUAL - Ritual penyatuan tiga keris -- Ki Baru Semang, Ki Sudamala/Bangawan Tjanggu dan Keris Pusaka Ki Tunjung Tutur di Pura Bhur Loka, Bwah Loka dan Swah Loka di Bukit Bisbis Desa Seraya Tengah, Karangasem, Kamis (7/5). pati Karangasem I Wayan Arta Dipa mengatakan, pihaknya mendapatkan petunjuk alam, agar jagat Bali dan Nusantara teduh di tengah Covid-19 ini supaya tiga keris pusaka itu disatukan. Sebab, selain mencegah secara sekala, pencegahan secara niskala juga perlu dilakukan. ‘’Sebagai orang Bali, kita sangat mempercayai keduanya. Memang untuk memahami persoalan niskala

ini memang tidak mudah. Tapi kalau tidak dijalankan, maka saya juga merasa bersalah. Sehingga saya akan lakukan sesuai kemampuan yang saya punya. Makanya, upacara penyatuan tiga keris ini dilaksanakan,’’ katanya. Artha Dipa menambahkan, setelah upacara penyatuan tiga keris ini, selanjutnya wangsuh (air suci - red) disatukan semua, kemudian dipercikkan

ke sembilan penjuru mata angin (dewata nawa sanga) di areal Pura Bhur Loka, Bwah Loka dan Swah Loka. ‘’Ini sebagai simbol, percikan itu melingkup keselamatan Bali dan juga Nusantara. Saya berharap, dengan permohonan seperti itu, maka jagat Bali dan Nusantara menjadi teduh dan selamat serta pandemi Covid-19 segera berakhir,’’ ujarnya. (kmb41)

Dua Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 Dari Daerah Asal Sama

Singaraja (Bali Post) Jumlah pasien yang terkonfirmasi posistif Covid-19 dengan hasil uji spesimen swab berbasis PCR kembali bertambah. Sampai Jumat (8/5) kemarin pukul 14.00 Wita, tercatat ada 42 orang pasien terkonfirmasi positif. Dalam sehari kasus terkonfirmasi positif bertambah dua. Mereka berasal dari satu desa yang sama. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. mengatakan, dari laporan tim medis di Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas, Kecamatan Sawan, dua pasien itu kodenya 47 dan 48. Hasil tracing, pasien ini sebelumnya berinteraksi dengan pasien yang juga terkonfirmasi positif Covid-19 dengan kode 24. Selain itu, pasien kode 48 terkonfirmasi positif Covid-19 ini diketahui adalah istri pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan kode 44. ‘’Ada penambahan kasus positif setelah uji spesimen swab PCR berturut-turut positif. Kedua pasien itu berasal dari satu desa sama,’’ jelasnya. Selain tambahan dua pasien terkonfirmasi positif, Gede

Suyasa menyebut ada satu pasien yang terpaksa dirujuk ke RSUP Sanglah, Denpasar. Dari data di RSP Giri Emas, pasien ini memiliki kode 18. Sejak menjalani perawatan, tim medis telah melakukan uji spesimen swab berbasis PCR sebanyak 7 kali. Dari uji spesimen swab itu, hasilnya tetap positif. Situasi ini kemudian diperparah kondisi pasien yang sudah termasuk orang lanjut usia (lansia) umur 71 tahun rentan menderita penyakit penyerta. Berdasarkan pertimbangan secara medis, pasien bersangkutan dirujuk ke RSUP Sanglah, Denpasar. ‘’Dari tujuh kali swab PCR selalu positif. Pasien lansia itu kondisinya terkadang lemas. Jadi dengan pertimbangan penuh tim medis, maka pasien itu dirujuk ke RSUP Sanglah,’’ tegasnya.

Terkait kondisi pasien kemungkinan mengalami riwayat perawatan dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan kode 03 yang dirawat hingga 32 hari. Gede Suyasa menyebut kasus pasien lanjut usia itu kondisinya tidak sama dialami pasien kode 03, yang sudah sembuh. Memperhatikan pertimbangan para tim medis, pasien itu usianya 71 tahun. Sehingga setelah dirujuk pasien itu diharapkan dapat disembuhkan. ‘’Kalau tidak, sama dengan pasien yang sudah sembuh kode 03 itu. Kita bandingkan rata-rata kesembuhan pasien dirawat 8 hari. Pertimbangan merujuk itu karena kondisi pasien dan uji spesimen swab PCR-nya masih terus positif,’’ katanya. (kmb38)

Akibat Dupa, Rumah Warga di Manggis Terbakar Amlapura (Bali Post) Kebakaran rumah penduduk kembali terjadi, Jumat (8/5) kemarin. Rumah warga yang terbakar itu lokasinya di Banjar Babakan, Desa Gegelang, Manggis, Karangasem. Kebakaran itu diduga dipicu percikan dupa, usai pemilik rumah itu melakukan persembahyangan. Kadis Damkar Karangasem I Nyoman Tari mengungkapkan, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 11.05 Wita. Untuk

memadamkan api pihaknya langsung menerjunkan sejumlah personel ke lokasi kejadian. ‘’Dua regu dengan jumlah 16 orang diterjunkan untuk pemadaman api itu. Empat unit mobil dengan kapasitas 18 ribu liter air. Pemadaman api oleh petugas juga dibantu masyarakat setempat. Api baru dapat dipadamkan sekitar 40 menit,’’ ucapnya. Tari mengatakan, kejadian itu disebabkan percikan dupa pemilik rumah sendiri. Diperkirakan pemilik rumah

lupa mematikan dupa usai melakukan persembahyangan. ‘’Akibat kejadian ini, pemilik rumah mengalami kerugian materil mencapai Rp 50 juta,’’ katanya. Guna mencegah peristiwa itu terjadi kembali, pihaknya mengimbau kepada pemilik rumah senantiasa hati-hati, ketika usai sembahyang, agar senantiasa mematikan dupa. ‘’Jangan bertindak ceroboh. Sebab, kelalaian selalu dapat memicu kebakaran,’’ tegas Tari. (kmb41)


Sabtu Kliwon, 9 Mei 2020

Penanganan Kasus Berpacu dengan Waktu Penularan tidak hanya melalui pekerja migran Indonesia (PMI), tetapi juga transmisi lokal sudah semakin masif. Seiring berjalannya waktu, proporsi transmisi lokal meningkat 37 persen. Awalnya sedikit, tetapi lama-kelamaan transmisi lokal semakin meningkat. Sebulan sejak kasus pertama di Bali dilaporkan, ia melakukan analisis. Didapatkan angka reproduksi

efektif 1,4 persen. Artinya, 1 orang yang terinfeksi, bisa menularkan ke 1,4 orang. Angka ini jauh lebih rendah dari estimasi global. Angka itu juga sama dengan 30 persen efektivitas dari upaya-upaya yang dilakukan Pemprov Bali bisa mengurangi transmisi kasus ringan Covid-19. Setelah dua bulan berjalan, Ady Wirawan kembali lagi menghitung. Didapatkan hasilnya 1,28 persen, turun dibandingkan penghitungan awal. Artinya, berbagai upaya

yang dilakukan masyarakat saat ini dengan lebih banyak berdiam diri di rumah, terlihat dari mobility report dari google yang menunjukkan pergerakan masyarakat seluruh Bali turun, efektif menurunkan kasus dari transmisi lokal. Yang bisa dilakukan saat ini yaitu test, trace, dan isolate. Lakukan tes sebanyak-banyaknya terutama di tempat yang berisiko tinggi. Begitu ada kasus positif, langsung ditelusuri orang-orang yang pernah kontak dengannya,

lalu isolasi. Upaya ini, katanya, harus cepat dilakukan karena penanganan kasus berpacu dengan waktu. Begitu ada space waktu, orang tersebut mungkin sudah kontak dengan orang lain. Hal itu pun menjadi semakin sulit untuk menelusuri orang yang pernah kontak dengannya. ‘’Jika tes yang dilakukan sedikit memang agak sulit melihat besaran masalah Covid-19 ini di Bali. Apalagi, memang separuhnya kasus tanpa gejala dan

Polresta Dukung PKM

80 persen ringan. Itu yang menyebabkan kita di Bali belum tahu seberapa sih yang sudah terinfeksi,’’ ungkapnya. Tes pun tidak hanya pada PDP, tetapi juga bisa dilakukan pada ODP, OTG. Jika semua ter-cover dengan tes, kemungkinan angka positifnya bisa mendekati angka 3 persen. ‘’Itu bagus sekali, itu berarti kita sudah mampu mengendalikan wilayah tersebut,’’ jelasnya sambil menyebut Indonesia saat ini angka positifnya 13 persen. (kmb42)

Menciptakan Suasana Belajar Menyenangkan Pentingnya life skill yang dipupuk dalam pendidikan keluarga sebagai syarat untuk membangun akhlak mulia. Amanat pendidikan menyebutkan, proses belajar bukan teori namun juga praktik secara terus-menerus melibatkan seluruh aspek kehidupan. Usaha sadar kita adalah fokus untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di rumah dan bukan menambah beban psikologis anak. Perlu komunikasi dan kolaborasi antara sekolah dan orangtua. Mencetak manusia unggul bukan hanya tanggung jawab sekolah melainkan juga keluarga dan masyarakat secara menyeluruh. Masa pandemi Covid-19, banyak keluarga yang cenderung tidak siap menjadi ”guru” bagi anakanaknya. Segala urusan pendidikan diserahkan ke sekolah. Adanya Covid-19 yang memindahkan urusan pendidikan ke rumah membuat keluarga tergagap-gagap beradaptasi. Kendala belajar bermunculan mulai dari kesulitan akses internet, beratnya biaya pengadaan pulsa kuota, sulitnya menjadi guru bagi anak-anak, dan lain-lain. Perlu disadari di tengah situasi darurat ini, tidak masalah bagi guru-guru yang belum mencapai target kurikulum, yang terpenting dari proses belajar bukan soal ketuntasan belajar melainkan

anak-anak yang bahagia menjalani proses belajar di rumah. Sejauh ini, kurangnya pendampingan karakter yang serius dari orangtua yang berakibat pada mentalitas anak. Sebagian orangtua memiliki kesadaran tentang pendidikan karakter anak di rumah. Namun, sebagian orangtua bersikap apatis, bahkan membiarkan anak-anak tumbuh dalam kesendirian. Krisis inilah yang dihadapi bersama saat ini yaitu kurangnya keteladanan dan pendampingan orangtua. Padahal, pendidikan karakter dan humaniora (kemanusiaan) menjadi salah satu jawaban yang kiranya tepat untuk menyelesaikan banyak persoalan yang ada. Pendidikan budi pekerti memiliki substansi dan makna yang sama dengan pendidikan formal di sekolah. Tujuan untuk menanamkan atau menginternalisasikan nilai-nilai moral ke dalam sikap dan perilaku anak-anak. Kebijakan belajar dan mengajar dari rumah dapat dijadikan ladang persemaian untuk memupuk pendidikan karakter yang selama ini belum mendapat perhatian secara maksimal. Penerapan nilai karakter religius yang mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksa-

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

PROPERTY

‘Dicari Pengasuh Anak, Wanita Max 30th segera,081337229877"

!!!Dicari tanah di Kuta Selatan Strtegis/view super, hrg.miring Total Rp.5-10M.Ph .081238951150

B.BP.004.05.20.0000080

PROPERTY DIJUAL TANAH

Dijl Tnh Sawah di Desa Nyambu Tabanan LT 36 are, 081805517105

B.BP.004.05.20.0000035

munikasi dan persahabatan, memberi bantuan/pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan. Diharapkan siswa dapat menunjukkan sikap menghargai sesama, dapat bekerja sama, inklusif, mampu berkomitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolong-menolong, memiliki empati dan rasa solidaritas, antidiskriminasi, antikekerasan, dan sikap kerelawanan. Semangat pendidikan karakter yang terinspirasi dari olah hati (etik), individu yang memiliki kerohanian mendalam, beriman, dan bertakwa, olah pikir (literasi), individu yang memiliki keunggulan akademis sebagai hasil pembelajaran dan pembelajar sepanjang hayat. Selanjutnya mewujudkan olahrasa (estetik), individu yang memiliki integritas moral, rasa berkesenian, dan berkebudayaan, serta olahraga (kenestetik) individu yang sehat dan mampu berpartisipasi aktif sebagai warga negara. Semoga kegiatan belajar dan mengajar dari rumah dapat memupuk pendidikan karakter sesuai dengan pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan melakukan banyak tanya, banyak coba, dan banyak karya. Penulis, Kepala SMAN 1 Rendang, Guru Ajeg Bali 2007

Sabtu, 9 Mei 2020 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Implementasi Tri Hita Karana Dalam Upaya Penanganan Covid-19 Bag 1 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Meditasi Art Of Living Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Berita Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Belajar Menggambar Menggambar Jerapah Teknik Handprint Berita Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Galeri Musik Indonesia Berita Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Dharma Wacana Implementasi Tri Hita Karana Dalam Upaya Penanganan Covid-19 Bag 2 Bali TV Shop Punggung Bali Channel Tourist TV Solusi Alternatif

14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita 17:05 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:05 Wita 21:15 Wita 21:45 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

B.BP.004.05.20.0000078

B.BP.004.05.20.0000079

BIRO JASA

Tnh 3.5A Hrg 750/A Tk.Badung Renon+35A Harga 125jt/A Ubud Tegallang Hp.0811394712

B.BP.001.05.20.0000061

Print & On Line Radio

HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id

denpost.id dan denpost.post

denpost

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat GENTA BALI

gentabalifm

genta bali

Marion Sam Berita Terkini Ocydia Home Shopping Yowana Magz Lima Yowana SMAN 1 Negara, Juara Mobile Legend Tingkat Nasional Berita Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Berita Terkini Parameter Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Terkini DW TV Berita Update Covid-19 Puja Trisandya Seputar Bali Malam Orti Bali Satu Jam Artha Guna Dkk. Berita Terkini Classic Bali TV Sapulidi Feat Made JYK Bali Post Talk Bisnis Bali News Berita Terkini Classic Bali TV Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Terkini Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara

Dicari!! Tnh Strategis di ring luar Denpasar u/dijual kembali Budget Rp.5-10Mil.082146112554

Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant, Toko NPWP,SIUP.Hp:081.338.344.155

B.BP.004.04.20.0000149

Adapun nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral. Karakter integritas meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif terlibat dalam kehidupan sosial, melalui konsistensi tindakan dan perkataan yang berdasarkan kebenaran. Seseorang yang berintegritas juga menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas), serta mampu menunjukkan keteladanan. Peserta didik dapat diharapkan aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan dan digagas oleh lingkungan sekitar. Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita. Siswa yang mandiri memiliki etos kerja yang baik, tangguh, berdaya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat. Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu-membahu menyelesaikan persoalan bersama, menjalin ko-

DICARI TANAH

Kav.1A Jl.Ulun Carik Tohpti as Prmhn&RmhGn.Ctur085937089333

B.BP.001.05.20.0000072

naan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Implementasi nilai karakter religius ini ditunjukkan dalam sikap cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, teguh pendirian, percaya diri, kerja sama antarpemeluk agama dan kepercayaan, antiperundungan dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, mencintai lingkungan, melindungi yang kecil dan tersisih. Kebijakan belajar dan mengajar dari rumah akibat pandemi Covid-19 menyadarkan peserta didik akan keagungan Tuhan Yang Maha Esa. Nilai karakter nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Sikap nasionalis ditunjukkan melalui sikap apresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku, dan agama. Di sinilah peserta didik dapat mengaplikasikan sikap peduli terhadap sesama selama pandemi Covid-19.

Susrura mengatakan, dalam poin pemberian sanksi, ada sanksi administratif dan ada sanksi adat. Sanksi administrasi sudah jelas dan dalam draf perwali sudah diatur dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Sanksi administrasi ini gampang dalam penerapannya. Namun, tidak demikian dengan sanksi adat. ‘’Ini yang perlu diperjelas agar tidak menjadi bias di masyarakat. Karena pemahaman di masing-masing desa adat tidak sama. Ini dikhawatirkan akan menimbulkan persepsi lain di masyarakat,’’ ujarnya. Susruta berharap agar diatur lebih detail tentang pengenaan sanksi adat tersebut. Apa saja yang bisa dilakukan, serta mana yang tidak diperbolehkan. Ini penting agar menjadi panduan semua aparat desa adat dalam menjatuhkan sanksi bagi yang melanggar. Terkait rencana PKM yang diterapkan Pemkot Denpasar, Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol Nyoman Gatra mengatakan, Polresta tetap berpe-

doman dengan aturan pemerintah pusat dan Polri berpegang pada PP 21/2020 tentang PSBB. ‘’Adanya rencana PKM sepanjang tidak bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat, Polri khususnya Polresta Denpasar akan mendukungnya,’’ ujarnya. Dukungan tersebut, kata Kompol Gatra, dalam bentuk preemtif, preventif dan represif (penegakan hukum). Dalam pelaksanaannya di lapangan, Polresta akan berkoordinasi dan bersinergi dengan instansi terkait. ‘’Sesuai rohnya, aturan tersebut dibuat untuk memaksimalkan upaya memutus penyebaran Covid-19,’’ tegas mantan Kapolsek Kawasan Laut Benoa ini. Realisasi aturan itu jika disetujui Gubernur Bali, katanya, kemungkinan menghadapi beberapa kendala dan hambatan. Di antaranya waktu sosialisasi yang mepet. Apalagi, Kota Denpasar sebagai pusat keramaian di Bali pasti membutuhkan tim pengawas yang kompak. (ara/rah)

JENIS PAKET Bronze Silver Gold

HARIAN DENPOST 1 kolom x 45 mm 1 kolom x 100 mm 1 kolom x 150 mm

RADIO GENTA 12 x siar / bulan 24 x siar / bulan 36 x siar / bulan

PAKET

300.000,- / bulan 400.000,- / bulan 800.000,- / bulan

BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN


sabtu kliwon, 9 mei 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Pendidikan Karakter Tak Kenal Tempat SEMUA rindu ke sekolah, siswa rindu bertemu dengan teman-temannya di kelas. Guru juga rindu mengajar dan mengadakan diskusi dengan anak-anaknya. Yah, wajar karena dua bulan lebih mereka belajar dan bekerja di rumah. Sementara orangtua siswa bertambah beban biaya hidupnya yakni makin banyak anak memerlukan uang pulsa, gizi makanan sehat dan seimbang dan hilangnya media bersosialisasi antaranak. Yang lebih penting lagi, banyak yang mengeluh hilangnya ranah pendidikan karakter siswa. Benarkah? Jika ditelusuri secara holistik, pendidikan karakter sama dengan pendidikan formal lainnya tak hanya bisa ditemukan di sekolah namun juga di masyarakat dan informal di rumah. Jika sebelumnya pendidikan karakter dibentuk lewat kegiatan aneka lomba budaya dan keagamaan setiap Jumat, Sabtu, Purnama-Tilem di sekolah. Di masyarakat mereka mendapatkan pendidikan karakter lewat sekaa teruna dan banjar adat dengan keterlibatannya bersama. Sejak pembatasan jarak sosial diberlakukan, pendidikan karakter terhenti di masyarakat. Namun diyakini khusus di Bali celah memberikan pendidikan karakter di masyarakat tetap ada. Kini fokus pendidikan karakter tertuju di rumah. Pintarpintarnya kini orangtua memberikan muatan materi pendidikan karakter selama anak belajar di rumah. Delapan belas poin pendidikan karakter bisa diterjemahkan secara sederhana dan aplicated yakni mudah dilakukan. Seperti disiplin dan tertib bangun pagi, membantu orangtua menyapu halaman dan merapikan tempat tidur. Makan tepat waktu dan makan makanan bergizi. Jangan lupa libatkan anak berolahraga, sembahyang bersama dan diberikan tanggung jawab sederhana. Yang paling sederhana yakni melibatkan anak membuat upakara seperti canang, banten saiban setiap hari serta menggerakkan pola hidup bersih dan sehat seperti membersihkan toilet dan kamar mandi. Ini semua unsur pendidikan karakter yang mudah dilaksanakan. Untuk menumbuhkan nilai-nilai luhur dan menguatkan pendidikan karakter dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini sekolah bisa menugaskan siswanya secara virtual bagi siswa SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB. Asalkan masih dalam koridor meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia di kalangan siswa. Jangan lupa guna mengasah kepekaan siswa terhadap tanggung jawab sosial, ajak siswa untuk berempati terhadap korban terimbas Covid-19, semangat bergotong royong, meningkatkan toleransi, dan cinta tanah air. Semua bisa dilakukan dengan media daring. Prinsipnya, pendidikan karakter dilakukan kapan pun dan di mana pun juga.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Bantuan Sembako Desa Adat Belakangan ini semua desa adat melakukan pengamanan wilayahnya secara masif. Pengamatan batas wilayah dan memberikan bantuan sembako. Ini langkah langsung yang berpihak pada rakyat atau krama adat. Berita–berita ini juga saya baca di online Balipost.com. mudah-mudahan gerakan desa adat ini membuat warga adat merasa terjamin ketersediaan pangannya selama tiga bulan ke depan. Yang saya dengar selain dapat bantuan beras mencapai 25 kg per KK, bantuan lainnya juga datang dari pengelolaan objek wisata di desa adat setempat. Ini tentu akan membuat masyarakat lebih siap menghadapi dampak kebijakan menghadapi pandemi Covid-19. Saya juga berharap bantuan sembako dari pemerintah bersumber dari produk pertanian Bali. Ini untuk membantu petani Bali dalam memasarkan produk pertaniannya. Selama ini memang baru kebutuhan sembako yang difasilitasi. Bila memungkinkan produk pertanian berupa buah dan sayur juga dibeli oleh desa adat untuk warga adatnya. Mudah-mudahan kita bisa melewati masa pandemi ini dengan aman. Mohon tetap bantu dan pantau perkembangan masyarakat Bali menghadapi pandemi ini. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

POJOK Gubernur Koster apresiasi Perwali PKM. - Instruksinya: patuhi dan awasi! *** Publik menunggu implementasi PKM. - Ini murni aspirasi. *** Penurunan daya beli masyarakat makin dekat. - Stimulus masih dibahas.

Grafis : Putu Suarsana/Bali Post

Antisipasi Tantangan Masa Pemulihan PARIWISATA Bali diprediksi tidak bisa cepat kembali pulih sekalipun pandemi Covid-19 berakhir tahun ini. Bahkan dalam waktu dua tahun sekalipun, pariwisata Bali belum akan 100 persen normal. Anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana menyebut kunjungan wisatawan di tahun 2022 diprediksi maksimal hanya menyentuh angka 60 persen dari angka 6,3 juta yang berhasil dicapai tahun 2019. Sedangkan tahun depan bisa jadi hanya tercapai sekitar 40 persen. Terkait prediksi ini, netizen di akun Facebook @balipost meminta semua pihak untuk selalu optimis, sembari tetap disiplin dalam menerapkan langkah pencegahan Covid-19. Jika masih saja ada yang membandel, maka bencana ini akan berlangsung lama dan akan sangat merugikan. Netizen juga berharap vaksin untuk menjinakkan virus Corona bisa segera ditemukan. Dengan begitu, virus dapat segera ditangani tuntas dan kondisi dunia khususnya Bali bisa masuk masa pemulihan. Selain melawan Covid-19, pekerjaan rumah pemerintah ke depan juga tak kalah berat. Masa pemulihan bukan berarti tanpa tantangan berat. Malah, pemerintah dan seluruh stakeholder mesti mengantisipasi tantangan di masa pemulihan. Makanya, netizen mengingatkan pemerintah agar di tengah pandemi ini juga melakukan pembenahan sistem pariwisata agar ke depannya siap tancap gas saat situasi kembali normal. Berikut komentar sejumlah netizen. Tu Lebo Mengkarat Semoga lebih cepat si Corona hilang dan lenyap dan gak ada lagi anakanak si Corona. Saya sudah sangat bosan pakai masker ke mana-mana. Moch Lutfi Positive thinking akan mempercepat pemulihan pariwisata Bali. Sama-sama menjaga semuanya sesuai bidang masing-masing. Tude Wira Bakti Moga cepat berlalu pandemi ini bulan ini dan optimis 2021 bangkit seluruh dunia, termasuk Bali. Agus Wiranegara Saya yakin Desember 2020 ini mulai pulih pariwisata di Bali. Yang penting optimis, jangan pesimis.

Willy Kadek Astungkara wabah ini bisa segera berakhir dan kegiatan pariwisata bisa kembali normal. Yhan Nick Ini kan cuma prediksi. Saya pribadi prediksi akhir tahun ini pariwisata akan normal lagi, optimis. Hayura Ranti Percaya prediksi seperti kita percaya kartu tarot saja. Mending kita optimis saja semua kuasa Tuhan. Kalau Tuhan mau, jangankan nunggu 2020, kalau kehendak-Nya, semua akan sirna wabah ini. Bayu Putra Wiguna Terlalu banyak orang pintar yang mengeluarkan prediksi.

Dede Waroka Mungkin ini analisis takut second wave dan resesi dunia. Jim Tondombala Namanya juga prediksi. Jikuuk Berharap yang tak pasti. Komink Edi Sudiartawan Sebagai masukan saja, seharusnya di saat situasi seperti ini, pemerintah membenahi sistem pariwisata kita agar bisa mempersiapkan diri di saat situasi sudah kembali normal. Kita terlalu sibuk melihat dampak positifnya saja, tapi tidak pernah memperhitungkan dampak negatif pariwisata tersebut. Sri Angraeni Takut akan ada susulan gelombang

ke-2 tentang Corona. Ngah Mono Kalau obat Corona sudah ditemukan dan dijual seperti obat flu biasa, saya jamin pariwisata akan langsung melejit karena semua orang sudah sangat jenuh dikurung seperi burung piaraan. Lukman Kiki Saya yakin awal tahun baru 2021 virus Corona bakal sudah tidak ada lagi. Mari pakai masker, rajin cuci tangan, cuci kaki, cuci baju dan jangan pernah lupa ataupun malu jika menemukan atau bertemu orang yang tanpa masker tegurlah agar memakai masker buat kebaikan kita bersama, salam damai.

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Desa Adat Dauhwaru Bersatu Cegah Penyebaran Covid-19 MENJADI salah satu desa adat yang berada di perkotaan, Desa Adat Dauhwaru memiliki kehidupan sosial yang dinamis. Selain membina krama, desa adat yang menjangkau wewidangan hingga ke pusat perkantoran Pemerintahan Kabupaten Jembrana ini juga memiliki kewajiban menjaga ajeg Bali melalui awig-awig.

D

esa Adat yang memiliki krama sekitar 2.500 KK yang terbagi di delapan banjar adat ini, kini fokus untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Satgas Gotong Royong yang terbentuk. ‘’Sejak awal kita sudah komitmen untuk bersatu mencegah penyebaran Covid-19. Kita maksimalkan anggaran desa adat untuk penanggulangan dengan tetap melihat potensi desa adat,’’ ujar Bendesa Dauhwaru I Nengah Rinata. Sejak awal satgas terbentuk, secara aktif melakukan upaya untuk penanggulangan Covid-19. Salah satunya dengan penyemprotan disinfektan secara swadaya melalui satgas yang tersebar di banjar-banjar adat. ‘’Secara swadaya juga klian adat di masingmasing banjar ikut berperan. Saat ini mengikuti edaran dari pemerintah provinsi, anggaran desa adat kita alihkan untuk penanganan Covid-19. Salah satunya untuk jaring pengaman sosial bantuan pangan non-tunai (BPNT),’’ terang Rinata d i -

dampingi Ketua Satgas Gotong Royong Dauhwaru Ketut Wik Semara Yasa. Telah disepakati agar tidak tumpang tindih, bantuan pangan ini akan dialokasikan untuk pemangku. Sebelumnya satgas juga telah memaksimalkan potensi wewidangan desa adat dengan menggalang bantuan dari sejumlah pertokoan dan tempat usaha, Puri Beraban, Puri Pasekan serta tokoh masyarakat. Menurutnya, untuk penggalangan dari sejumlah tempat usaha (toko dan swalayan) sudah diserahkan sebanyak 50 paket sembako kepada warga yang membutuhkan dan terdampak. Untuk kriteria yang disasar, tambah Wik Semara, warga yang mengalami PHK, kehilangan pekerjaan dan dirumahkan perusahaan. Sedangkan untuk KK miskin, PKH dan lainnya yang sudah tersasar program dari pemerintah, tidak dapat. ‘’Agar tidak tumpang tindih, kita juga data. Kalau khusus desa adat kita utamakan

Bali Post/olo

POSKO SATGAS – Petugas Satgas Gotong Royong Desa Adat Dauhwaru bersiaga di posko yang ditempatkan di wantilan. pemangku pura,’’ tambahnya. Selain itu, beberapa program yang sudah dirancang sebelumnya akan dilakukan

’’Sejak awal kita sudah komitmen untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kita maksimalkan anggaran desa adat untuk penanggulangan dengan tetap melihat potensi desa adat.’’ I Nengah Rinata

setelah penanganan Covid-19. Salah satu potensi adalah membuat pasar senggol yang berada di timur SMPN 1 Negara. Nanti ke depan, unit usaha itu akan dipayungi BUPDA. Di samping toko bernuansa adat yang juga akan dikelola BUPDA. Selain itu, desa adat sejatinya juga tengah mendata di masingmasing banjar adat tanah sisa LC. Tanah itu nantinya dimanfaatkan bagi kelompok masyarakat adat untuk dikelola. Terutama perkebunan yang berkaitan dengan desa adat, kebun bunga hingga tanaman obat. Menurutnya, di beberapa banjar adat seperti di Sri Mandala, Sawe

Munduk Waru, Sawe Rangsasa, Keladian, Pemedilan, Menega, Waru Mekar dan Dauhwaru memiliki potensi tanah tersebut. Adanya anggaran untuk desa adat melalui program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru’’ sangat membantu. ‘’Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur Bali Wayan Koster,’’ tandas Rinata didampingi Wik Semara. Meski anggaran untuk penanganan Covid-19 telah dirancang, menurutnya, tidak mengganggu kegiatan yang lain. Termasuk bebas uron untuk setiap piodalan di Pura Khayangan Tiga dan Pura Gede Jembrana. (olo)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 9 Mei 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu