terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
8 HALAMAN
NOMOR 225 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
kamis kliwon, 9 april 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Bendungan Karet Rusak
Toko Modern Membandel Ditutup Paksa
Ratusan Hotel dan Restoran Tutup
Kerusakan bendungan karet di aliran Tukad Penet berdampak pada distribusi air Perumda Air Minum Tirta Sewaka Dharma (PDAM) Denpasar kepada para pelanggannya.
Sudah ada kebijakan pembatasan jam buka untuk mencegah penyebaran Covid-19, namun sejumlah toko modern di Kabupaten Tabanan masih membandel. Masih ditemukan toko modern berjaringan yang buka melebihi batas yang ditentukan, yakni pukul 17.00 Wita. TABANAN | HAL. 4
Merebaknya penyebaran Covid-19 mengakibatkan pariwisata khususnya di Karangasem lumpuh. Ratusan hotel dan restoran harus ditutup akibat minimnya pemasukan.
DENPASAR | HAL. 2
KARANGASEM | HAL. 6
GUBERNUR KOSTER TAMBAH FASILITAS KARANTINA DAN RS COVID-19
AKUMULATIF jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Bali kembali bertambah, Rabu (8/4) kemarin. Saat ini tercatat 215 orang PDP dari data terakhir 199 orang per Senin (6/4) lalu. Demikian juga akumulatif kasus positif bertambah 6 orang dari 43 kasus pada Senin (6/4) lalu menjadi 49 kasus. Untuk pasien meninggal dunia tetap 2 orang WNA, dan pasien positif yang sembuh tetap 19 orang (4 WNA dan 15 WNI). ‘’49 pasien positif terdiri dari 7 orang WNA dan 42 orang WNI. Bertambah 6 orang WNI kalau dibandingkan data yang positif kemarin,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, di Jayasabha, Denpasar, Rabu kemarin. Dari keseluruhan 42 WNI positif Covid-19, lanjut Koster, sebanyak 27 orang berdomisili di Bali (bertambah 1 orang dari sebelumnya red). Sedangkan 15 lainnya adalah pekerja migran Indonesia (PMI). Pada 6 kasus baru, 5 di antaranya merupakan PMI.
’’Mohon agar masyarakat di desa adat/desa bisa menerima kepulangan warganya, tapi tetap harus diawasi dengan ketat dan dikarantina supaya menghindari transmisi pada warga lokal.’’ Wayan Koster
Enam Tambahan Kasus Positif Covid-19
BALI kembali mencatatkan penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (8/4) kemarin. Dilihat dari dashboard pemantauan kasus Covid-19 yang ada di situs resmi BNPB, Bali memiliki kasus terkonfirmasi positif sebanyak 49 kasus. Artinya, ada penambahan 6 kasus positif, karena 24 jam sebelumnya akumulatif kasus positif di Bali sebanyak 43 kasus. Masih dari dashboard itu, pasien yang sembuh mencapai 19 orang dan meninggal sebanyak 2 orang. Untuk peringkat, Bali sudah melorot dari peringkat ketujuh namun tetap ada di 10 besar dari 32 provinsi terjangkit. Bali kini berada di peringkat kedelapan. Provinsi yang mengambil alih peringkat Bali adalah Sumatera Utara dengan akumulatif kasus sebanyak 59 pasien. Sedangkan yang berada di bawah Bali masih Yogyakarta dengan jumlah kasus 41 pasien. Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat video conference streaming-nya mengatakan, ada penambahan kasus di Indonesia sebanyak 218 kasus. Total akumulatif kasus di Indonesia mencapai 2.956 kasus. Sementara itu, kasus sembuh ada 18 pasien sehingga totalnya menjadi 222 kasus. ‘’Ada sebanyak 19 orang meninggal sehingga kasus kematian menjadi 240 kasus,’’ katanya. Achmad Yurianto menambahkan, sudah ada lebih dari 450 ribu rapid test yang sudah didistribusikan ke daerah-daerah. Rapid test ini diutamakan untuk tenaga medis dan kontak erat pasien positif yang dirawat. (iah)
OPINI
Strategi dan Antisipasi Hadapi Situasi Terburuk Oleh : I Ketut Swarjana, S.KM., M.PH., Dr.PH.
PEMERINTAH harus melakukan langkah terukur dan tegas mengatasi penyebaran Covid-19. Jika penyebaran Covid-19 ini tidak bisa ditekan secara ekstrem, maka penyebaran berisiko meluas dan masif di Bali. Kasus akan bertambah terus tiap harinya dan ini berdampak buruk bagi Bali terutama keselamatan masyarakat Bali. Kalau Jakarta banyak punya gedung besar dan tinggi serta hotel milik BUMD, tenaga kesehatan yang banyak, dana besar, rumah sakit banyak, dan peralatan paling lengkap untuk ukuran Indonesia. Hal. 7 Bertindak Cepat
Tidak Terbit Terkait Hari Raya Wafatnya Isa Almasih yang juga merupakan hari libur nasional, Bali Post tidak terbit pada Jumat (10/4). Bali Post terbit kembali Sabtu (11/4) lusa. Untuk itu kepada para pelanggan dan pemasang iklan mohon maklum. Berita-berita terkini Bali Post dapat diikuti di portal Balipost.com dan BALI POST NEWS di Bali TV. Penerbit
‘’Kecenderungan pasien positif dari PMI terus bertambah. Kebanyakan mereka itu bekerja di Amerika dan Italia,’’ jelasnya. Koster menambahkan, warga Bali yang menjadi PMI atau anak buah kapal (ABK) diperkirakan mencapai lebih dari 20 ribu orang. Sejak 29 Maret hingga 7 April, sudah dipulangkan sebanyak 6.174 orang. Rabu (8/4) malam pulang lagi sekitar 601 orang dari Amerika. Setiap hari pun ada yang pulang dari berbagai negara dan semuanya harus mengikuti rapid test untuk memastikan kondisi kesehatannya. PMI/ABK yang hasil rapid test-nya negatif boleh pulang, namun harus melakukan karantina mandiri di rumah dengan disiplin. Satgas Gotong Royong di Desa Adat diminta ikut mengawasi. ‘’Mohon agar masyarakat di desa adat/desa bisa menerima kepulangan warganya, tapi tetap harus diawasi dengan ketat dan dikarantina supaya menghindari transmisi pada warga lokal,’’ paparnya. Untuk PMI/ABK yang positif, lanjut Koster, langsung dibawa ke RS rujukan untuk segera mendapatkan perawatan yang intensif sesuai standar kesehatan. Di sisi lain, pihaknya kembali menyiapkan tempat karantina bagi warga Bali yang menjadi PMI/ABK dengan kapasitas 1.012 tempat tidur. Fasilitas itu tersebar di Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat Provinsi Bali, Badan Pelatihan SDM Provinsi Bali, Wisma Bima milik Kementerian PU, serta Politeknik Transportasi Darat milik Kementerian Perhubungan (cadangan). ‘’Tempat yang dipakai karantina ini merupakan fasilitas pendidikan bagi para pegawai dan pejabat struktural. Berisi fasilitas yang memadai berupa kamar tidur, tempat tidur, dan dilengkapi AC,’’ katanya.
Selain itu, lanjut Koster, PMI/ABK yang dikarantina juga diberikan fasilitas makanan dan minuman dengan kualitas baik secara gratis, yang biasa disiapkan oleh katering. Secara khusus, mantan anggota DPR-RI ini meminta bendesa adat agar bersinergi dengan kepala desa/lurah untuk segera memfungsikan Satgas Gotong Royong di desa adat, serta melaksanakan tugas secara niskala dan sekala sesuai Keputusan Bersama Gubernur Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali. Kemudian masyarakat agar melaksanakan dengan tertib Instruksi Gubernur Bali Nomor 8551 Tahun 2020 tentang Penguatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Bali tanggal 1 April 2020. Yaitu memperkuat pembatasan warga beraktivitas di luar rumah, pembatasan kegiatan keramaian dan objek wisata, pembatasan kegiatan adat dan agama, serta pembatasan masyarakat melakukan perjalanan ke luar dan/atau masuk ke Bali. Koster menambahkan, RS PTN Unud sebagai Pusat Penanganan Covid-19 telah mulai beroperasi per 7 April 2020. Dengan mulai berfungsinya RS PTN Unud maka pasien PDP dan pasien positif Covid-19 yang baru tidak lagi dirawat di RSUD kabupaten/kota, agar penyebaran Covid-19 semakin terkendali. Sedangkan pasien positif yang berat akan dirawat di RSUP Sanglah. Untuk per-
lengkapan Covid-19, Kepala BNPB telah memberikan bantuan 12.500 unit APD yang sudah dibagikan kepada semua RS rujukan sebanyak 12.300 unit. Dengan demikian, masih tersedia APD sebanyak 200 unit dan sudah dilakukan pengadaan lagi sebanyak 4.000 unit (belum datang - red). Untuk rapid test kit, telah datang 12.200 kit dan Bali akan mendapat tambahan lagi sebanyak 5.000 kit. Rapid test kit sudah dibagikan kepada semua RS rujukan, sebanyak 6.174 kit sudah dipakai untuk rapid test PMI sehingga masih tersedia sebanyak 650 kit. Pemprov telah melakukan pengadaan 4.000 kit, tetapi baru datang 200 kit. ‘’Kami sedang menunggu kedatangan bantuan dari pihak ketiga (Temasek–Singapura) sebanyak 20.000 kit. Sudah tiba dan sedang diproses di Bandara Soekarno-Hatta,’’ katanya. Sementara untuk masker, kata Koster, Bali sudah menerima bantuan sebanyak 37.500 buah serta masker N95 eks Gunung Agung sebanyak 24.960 buah. (kmb)
Peredaran Kredit Meningkat 6,80 Persen
Denpasar (Bali Post) Sejak merebaknya wabah Covid-19 di Wuhan, Tiongkok, perekonomian Indonesia bergejolak. Hampir semua sektor usaha terdampak termasuk konsumsi masyarakat. Karyawan yang dirumahkan dan kredit macet membayang-bayangi lembaga keuangan. Namun, di sisi lain penyaluran kredit perbankan meningkat sampai 6,80 persen ke posisi Rp 91,81 triliun per 29 Februari 2020.
M
’’Jumlah kredit itu pun meningkat sebesar 6,80 persen jika dibandingkan Februari 2019. Selain kredit, dana pihak ketiga juga mengalami kenaikan seb esar 8,38 persen (yoy) dengan jumlah Rp 113,86 triliun dan total aset meningkat 7,19 persen (yoy) menjadi Rp 149,83 triliun.’’
’’Pada Maret terjadi cash outflow dari Bank Indonesia yang mencerminkan meningkatnya kebutuhan uang di masyarakat. Untuk menjawabnya tidak perlu memakai teori yang sulit, cukup dengan teori ekonomi makro dasar tentang Permintaan Uang.’’
Hendrik Simarmata Deputi Direktur Pengawasan OJK Regional 8
M. Setyawan Santoso Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali
Bali ’’Sipeng’’ Batal
enyikapi gejolak di sektor usaha, otoritas terkait yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan untuk mengantisipasi dampak ekonomi ini dengan menerbitkan POJK Nomor 11/POJK.3/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai kebijakan countercyclical dampak penyebaran Covid-19. Namun di tengah wabah Covid-19, pada Januari dan Februari 2020, penyaluran kredit perbankan tetap berjalan. Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 dan Perizinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Yan Jimmy Hendrik Simarmata mengatakan, per posisi 29 Februari 2020, total kredit yang disalurkan perbankan di Bali sebesar Rp 91,81 triliun. Jumlah kredit itu pun meningkat sebesar 6,80 persen jika dibandingkan Februari 2019. Selain kredit, dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan sebesar 8,38 persen (yoy) dengan jumlah Rp 113,86 triliun dan total aset meningkat 7,19 persen (yoy) menjadi Rp 149,83 triliun. Menurut Hendrik Simarmata, OJK menyiapkan kebijakan stimulus untuk menjaga pertumbuhan perekonomian nasional sebagai kebijakan countercyclical dalam mengantisipasi down-side risk dari penyebaran virus Corona. Beberapa langkah stimulus yang telah disiapkan yaitu relaksasi pengaturan penilaian kualitas aset kredit dengan plafon sampai dengan Rp 10 miliar, hanya didasarkan pada satu pilar yaitu ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga, terhadap kredit yang telah disalurkan kepada debitur di sektor yang terdampak penyebaran virus Corona. Hal.7 Pengaturan Restrukturisasi
Denpasar (Bali Post) Sempat viral dan menuai pro-kontra di tengah masyarakat Bali, wacana Nyepi Desa Adat seluruh Bali atau Bali Sipeng selama tiga hari yaitu 18-20 April 2020, dibatalkan. Hal ini dikatakan langsung oleh Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. dan Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet pada Paruman PHDI Bali dan MDA Bali yang melibatkan para walaka dan sejumlah sulinggih di Kantor PHDI Provinsi Bali, Rabu (8/4) kemarin. Paruman yang awalnya membahas terkait wacana Bali Sipeng tersebut sempat intens melalui tanya jawab dengan seluruh peserta paruman. Namun, tanya jawab sempat terhenti saat Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha beserta jajaran hadir di tengah-tengah paruman tersebut. Kehadirannya me-
mastikan terkait isu Bali Sipeng tiga hari yang beredar di media sosial, sehingga menyebabkan pro-kontra di tengah masyarakat. Wakapolda Bali Wayan Sunartha menegaskan, apabila melaksanakan aturan atau imbauan harus mengacu aturan yang lebih tinggi, dan setelah disepakati harus disosialisasikan secara matang. Hal. 7 Tidak Boleh
’’Apalagi dikatakan bahwa apabila Nyepi Sipeng dilakukan maka akan berdampak sosial. Mohon diskusikan terlebih dahulu. Adat sangat kita hormati tapi tidak boleh menabrak rambu-rambu lebih atas. Jangan sampai aturan yang kita buat menimbulkan dampak sosial.’’ Brigjen Pol. I Wayan Sunartha Wakapolda Bali
Kamis Kliwon, 9 April 2020
Kelurahan Panjer Disemprot Disinfektan Serentak 10 April Dilakukan Bertahap, Sasar Zona Merah
GUNA mempersempit ruang dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kota Denpasar, Pemkot Denpasar kembali merancang pelaksanaan penyemprotan disinfektan serentak massal dan menyeluruh. Kali ini khusus menyasar zona merah di wilayah Kelurahan Panjer yang akan dilaksanakan pada 10 April ini. ‘’Secara bergiliran seluruh zona merah akan
I Dewa Gede Rai
kami fokuskan untuk pelaksanaan penyemprotan disinfektan serentak dan menyeluruh. Sebelumnya kegiatan serupa juga sudah kami lakukan di Desa Padangsambian Kaja,’’ ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi di ruang Press Room Kantor Wali Kota, Rabu (8/4) kemarin. Dijelaskan, penyemprotan disinfektan ini dilaksanakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disarankan oleh Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Hal ini meliputi pelaksanaan survei awal dengan menyasar wilayah, baik jalan kota, desa ataupun gang. Setelah itu, pada H-3 sebelum penyemprotan dilaksanakan sosialisasi melalui media resmi serta mobil keliling, sehingga masyarakat telah melaksanakan persiapan. Penyemprotan ini dilaksanakan dengan menyasar rumah penduduk, jalan utama, jalan alternatif, gang dan fasilitas umum yang dimulai Jumat (10/4) hingga Sabtu (11/4) pukul 17.00 Wita. Pada H-1, masyarakat diharapkan melaksanakan persiapan, mulai dari menutup dan mengamankan bahan makanan, hewan ternak, hewan peliharaan, mengamankan anak-anak serta menyiapkan masker sebagai APD. Pada saat pelaksanaan penyemprotan, masyarakat diimbau untuk keluar rumah sementara dengan menggunakan masker dengan memperhatikan social dan physical distancing. ‘’Tentunya hal ini harus menjadi perhatian bersama bagi seluruh masyarakat yang daerahnya akan dilaksanakan penyemprotan cairan disinfektan massal dan menyeluruh, sehingga diharapkan dapat memutus penyebaran wabah virus Corona ini. Dalam kesempatan ini, kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Kelurahan Panjer agar maklum atas ketidaknyamanan ini serta menyiapkan diri sesuai SOP yang dianjurkan, sehingga pelaksanaan penyemprotan disinfektan ini bisa berjalan dengan efektif,’’ kata Dewa Rai. (ad083)
523 Napi Sudah Terima Asimilasi
Denpasar (Bali Post) Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly No. M.HH-19.PK.01.04.04 tahun 2020 sudah diterapkan di Bali. Dari 646 orang narapidana (napi), hingga 7 April 2020 sudah ada 523 orang yang menerima asimilasi. ‘’Di Lapas Kerobokan sudah dibebaskan 231 napi. Rabu, 8 April ini (kemarin - red) kembali dibebaskan satu orang. Ditambah 8 asimilasi anak. Jadi semuanya ada 525 napi,’’ ujar Humas Kemenkumham Bali Putu Surya Dharma, Rabu (8/4) kemarin. Disinggung soal adanya napi penerima asimilaai yang ditangkap BNNP Bali karena terlibat jaringan narkoba,
Surya mengaku yang bersangkutan keluar lapas pada 2 April 2020. ‘’Yang bersangkutan (tersangka Ikhlas alias Iqbal - red) sebelumnya tersangkut kasus pencurian,’’ katanya. Lantas, bagaimana dengan tersangka Bayu Tama Pangestu? Surya mengatakan, dia pindahan Lapas Kerobokan ke Lapas Narkotika Bangli. Namun tersangka ini bukan penerima asimilasi. Dia bebas pada 28 Oktober 2019 dari Lapas Narkotika Bangli. ‘’Jadi warga binaan ini bebas bukan merupakan rangkaian dari asimilasi karena virus Corona, tetapi bebas murni Oktober 2019 lalu,’’ ucap Surya. (kmb37)
Bendungan Karet Rusak, Perumda Air Minum Sebar Mobil Tangki
Denpasar (Bali Post) Kerusakan bendungan karet di aliran Tukad Penet berdampak pada distribusi air Perumda Air Minum Tirta Sewaka Dharma (PDAM) Denpasar kepada para pelanggannya. Karena beberapa wilayah di Denpasar Barat terganggu distribusi air bersihnya. Karena itu, PDAM melakukan langkahlangkah cepat untuk membantu warga yang aliran air bersihnya terganggu. Dirut Perumda Air Minum Tirta Sewaka Dharma (PDAM) Denpasar, I.B. Gede Arsana, Rabu (8/4) kemarin mengungkapkan, saat ini terjadi gangguan aliran air ke pelanggan dikarenakan karet pada bendungan SPAM Penet Provinsi Bali robek. Kejadian ini terjadi pada 7 April pukul 08.30 Wita dan membuat pendistribusian air ke Denpasar juga terganggu. ‘’Ada indikator bocor di bagian lepitan karet sehingga jaringan menuju PDAM ditutup dikarenakan level di Rvs 5000 sudah di batas minimum,’’ katanya. Pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida untuk tindak lanjut penanganan. Menurutnya, saat ini pihak BWS
masih melakukan koordinasi dengan teknisi dan koordinator lapangan. ‘’Perbaikan sedang berlangsung,’’ ujar Arsana. Perbaikan terkait kebocoran ini diperkirakan baru selesai pada 14 April 2020 mendatang, sehingga air baru bisa mengalir normal ke Denpasar pada 15 April 2020. Beberapa wilayah khususnya yang berada di wilayah Denpasar Barat pun terdampak seperti Jalan Gunung Sanggiang, Jalan Gunung Agung, Jalan Gunung Gede, Jalan Gunung Asem, Jalan Padang Kartika, Jalan Gunung Lebah, Jalan Gunung Lumut, Jalan Buana Raya, Perumahan Kertapura, Jalan Pura Demak, Perumnas Monang Maning serta beberapa wilayah di sekitarnya. Mengatasi masalah ini, PDAM melakukan pengiriman air bersih dengan menggunakan tiga mobil tangki. Pengiriman pelayanan air melalui mobil truk tangki bagi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Sewaka Dharma Kota Denpasar yang terkena dampak dari gangguan produksi dari Upt. SPAM Penet Provinsi Bali. Pengiriman dilakukan ke wilayah Padang Sambian Kaja Jl. Buana Permai, Padang Kartika. (kmb12)
Topik : bali ”sipeng” batal
Forkopimda Sepakat Dukung Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 GUNA mengatasi semakin merebaknya wabah virus Corona yang kian bertambah, Forkopimda Denpasar sepakat melakukan percepatan dalam penanganan. Begitu juga mendukung langkah-langkah yang harus diambil Pemerintah Kota Denpasar untuk menekan merebaknya virus Corona atau Covid-19 ini. Kesepakatan percepatan penanganan ini terkuak dalam rapat koordinasi yang dilakukan Forkopimda bersama Satgas Pencegahan Covid-19 Kota Denpasar di Graha Sewaka Dharma Lumintang, Rabu (8/4) kemarin. Rakor tersebut dipimpin Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Hadir dalam rapat tersebut, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitas Penjaitan, Kajari Denpasar Luhur Istighfar, Ketua Pengadilan Negeri Denpasar Sobandi, S.H., perwakilan Kodim 1611/Badung dan diikuti Sekda AAN Rai Iswara, para asisten serta pimpinan OPD di jajaran Pemkot Denpasar. Sebelum pelaksanaan rapat dimulai, semua peserta harus mengikuti sterilisasi, yakni pengecekan suhu badan, menggunakan hand sanitizer serta masuk bilik antiseptik. Hal ini dilakukan untuk pencegahan Covid-19. Selama rapat berlangsung peserta tetap menjaga jarak (physical distancing) dan memakai masker. Wali Kota Rai Mantra menyampaikan untuk percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19, Pemkot Dempasar harus bekerja sama dengan semua unsur, terma-
RAPAT – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat berbincang dengan anggota Forkopimda sebelum rapat dimulai, Rabu (8/4) kemarin di Graha Sewaka Dharma Lumintang. suk Forkopimda untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dalam memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Rapat ini juga untuk menindaklanjuti kebijakankebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah pusat terutama terkait dengan perubahan anggaran. Dikatakan, masalah Covid-19 bukan hanya masalah pemerintah saja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, mari sama-sama mencegahnya sekaligus kita menangani penyebaran Covid-19 ini. Selanjutnya untuk mencegah penyebaran ini, yakni dengan melakukan pembatasan kegiatan di masyarakat. Selain itu, berbagai langkah telah dilaksanakan seperti penyemprotan disinfektan secara rutin, membentuk Satgas Covid-19 di setiap desa, pembatasan jam operasional pelaku usaha, menyiapkan tempat mencuci tangan di berbagai tempat, monitoring pangan, serta
berbagai program lainnya. “Kita terus berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Dengan sinergi ini diharapakan semua pihak tergerak untuk melawan Covid-19 hingga tuntas,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Rai Mantra mengajak masyarakat untuk mengikuti aturan yang ada. “Kita mengajak masyarakat untuk disiplin, jujur dan secara bersamasama melawan Covid-19,” ajaknya. Sementara itu, Kapolresta AKBP Jansen Avitas Panjaitan mengatakan, sinergi bersama ini perlu dilakukan semua pihak sehingga ada kesatuan gerak dan tindakan di lapangan serta sepakat bersama-sama untuk melawan Covid-19. Dengan kerja sama, pandemi Covid-19 ini bisa segera terselesaikan. Dalam kesempatan tersebut Forkopimda juga siap bersinergi dalam menyelesaikan penyebaran Covid-19 tersebut. (ad087)
Baru Empat Hari Bebas Asimilasi Corona
Ambil Paket 2 Kg Ganja Dibekuk Petugas BNNP Bali
Denpasar (Bali Post) -
Asimilasi yang diberikan pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, rupanya tidak dimanfaatkan dengan baik oleh sejumlah narapidana (napi). Buktinya, ada beberapa napi malah kembali melakukan tindak pidana di masa tahapan asimilasi tersebut. Seperti halnya Ikhlas alias Iqbal (28) dan Bayu Tama Pangestu (23). Baru empat hari keluar dari Lapas Kerobokan, mereka ini kembali ditangkap Tim Pemberantasan BNNP Bali, Selasa (7/4) lalu. Mereka dibekuk lantaran terbukti terlibat kasus narkoba jenis ganja. Barang buktinya pun tidak sedikit, beratnya mencapai 2.013 gram brutto. ‘’Kedua pelaku ini merupakan jaringan napi Lapas Kerobokan, Fuad,’’ kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, Rabu (8/4) kemarin. Dijelaskan, kedua pelaku ini dibekuk di pinggir Jalan Pura Demak, Gang Pura Demak II, Denpasar Barat. Sebelumnya, pihak BNNP Bali menerima informasi dari BNNP Riau dan Direktorat Interdiksi BNN RI akan adanya kiriman paket diduga berisi narkotika jenis ganja yang dikirim dari Pekanbaru ke Bali melalui jasa pen-
giriman (ekspedisi). Selanjutnya Tim Pemberantasan BNNP Bali dipimpin Kasi Intelijen Kompol Saifudin Jupri melakukan profiling terhadap calon penerima paket tersebut. Akhirnya petugas berhasil mengidentifikasi alamat penerima sesuai yang tercantum di paket, namun dicurigai alamat tersebut palsu. ‘’Saat karyawan ekspedisi mengirimkan paket sesuai alamat penerima yang tertera di resi di Jalan Letda Reta. Petugas BNNP Bali melakukan pemantauan di sekitar alamat tersebut,’’ ujar Brigjen Suastawa. Berhubung penerima paket tidak datang, petugas membawa paket tersebut balik ke kantor ekspedisi. Sekitar pukul 11.00 Wita, dua pelaku mendatangi kantor ekspedisi dan menanyakan paket sesuai nomor resi. Saat keluar kantor
perusahaan tersebut, kedua pelaku ditangkap. Dari pelaku disita dua bungkusan dibalut lakban warna cokelat berisi ganja seberat 2.013 gram brutto dan satu unit Iphone. ‘’Kedua tersangka sudah diamankan di Rutan BNNP Bali. Anggota kami masih mengembangkan kasus ini,’’ terangnya. Penyidik BNNP Bali terus mendalami penangkapan dua residivis tersebut. Tersangka Ikhlas keluar dari Lapas Kerobokan empat hari lalu dalam rangka pencegahan Covid-19 dan menjalani tahap asimilasi. Saat diinterogasi, dia mengaku diajak oleh tersangka Bayu. ‘’Itu kan dalih tersangka (Ikhlas) saja. Fakta di lapangan dia bersama tersangka Tama terbukti mengambil paket ganja tersebut,’’ tegas Brigjen Suastawa didampingi Kompol Saifudin. Setelah bebas, lanjut Brigjen
Suastawa, Ikhlas bertemu dengan Tama. Saat di lapas, Tama, Ikhlas dan Fuad satu blok. Tersangka Tama yang merupakan residivis kasus sabu-sabu ini bebas sejak November 2019. Sedangkan Ikhlas belakangan keluar dari lapas. Sedangkan Fuad masih mendekam di lapas. ‘’Fuad sudah diperiksa di Lapas Kerobokan dan kemungkinan mengarah ke tersangka. Fuad merupakan residivis kasus ganja,’’ ungkapnya. Setelah Tama bebas, dia intens komunikasi dengan
Fuad terutama soal peredaran narkoba. Oleh karena itu, saat Tama disuruh mengambil paket ganja, dia langsung menyanggupinya. Sekali mengambil paket barang terlarang tersebut, Tama dijanjikan upah Rp 3 juta. ‘’Tapi baru janji saja,’’ ungkap Kompol Saifudin. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Bali Post/ist
BARANG BUKTI - Petugas BNNP Bali menunjukkan barang bukti ganja seberat 2 kilogram.
Belasan Anggota Polda Bali Dikarantina Denpasar (Balipost) Belasan anggota Polda Bali yang tersebar di beberapa Polres di Bali kini sedang menjalani karantina mandiri di SPN Singaraja. Mereka dikarantina lantaran baru pulang dari Dikjur di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdikpol Polri Sukabumi. Hal ini diungkapkan Wakapolda Bali
Brigjen Pol. I Wayan Sunartha usai menemui peserta rapat PHDI dan MDA di Kantor PHDI Provinsi Bali, Rabu (8/4) kemarin. Brigjen Sunartha menjelaskan, ada 16 anggota Polda Bali yang dikarantina. Mereka baru datang usai menjalani pendidikan di daerah terjangkit Covid-19. Selama menjalani karantina mandiri di sana, mereka
diawasi. ‘’Sebelum menjalankan tugas dan kembali ke keluarganya, lebih baik karantina dulu. Hal ini dilakukan untuk mecegah penyebaran Covid-19,’’ jelasnya. Ditanya mengenai kesiapanya dalam mengahadapi penyebaran virus Corona, jenderal bintang satu di pundak ini mengaku pihaknya telah melakukan sejumlah lang-
kah. Mulai dari pembuatan hand sanitizer dan disinfektan dengan bahan baku arak Bali, memberikan imbauan, penyemprotan disinfektan, hingga menyiapkan tempat karantina seperti di SPN Singaraja, jika dipandang perlu. Tak hanya itu, RS Bhayangkara juga telah disiapkan ruangan isolasi bagi pasien Covid-19. (kmb16)
Iklim Akademik PT Belum Terganggu Selama Belajar di Rumah Denpasar (Bali Post) Lamanya pemberlakuan belajar dan kuliah di rumah bagi mahasiswa, belum berpengaruh terhadap iklim akademik di pergurun tinggi (PT) di Bali, NTB dan NTT. Hal itu diungkapkan Kepala LLDikti Wilayah VIII (Bali, NTB dan NTT) Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa, Rabu (8/4) kemarin. Dia mengatakan, untuk kampus di Bali tak ada masalah dalam pembelajaran lewat daring karena infrastruktur internetnya lengkap. Hanya sejumlah kampus di wilayah timur tak bisa murni menjalankan e-Learning karena keterbatasan infrastruk-
tur internet. Mereka ada yang melaksanakan kegiatan akademik dengan tugas lewat WhatsApp (WA) dan Short Massage Sevice (SMS). ‘’Kondisi daerah berbeda-beda dan memerlukan penanganan berbeda pula,’’ kata Dasi Astawa. Dia mengatakan kegiatan Tri Dharma PT dalam keadaan darurat jelas terganggu, namun pangkalan LLDikti tetap memaklumi dalam kondisi darurat Covid-19 semua diperlakukan sama sehingga kemungkinan Dikti tak melakukan penilaian untuk perankingan PT. Termasuk LLDikti Wilayah VIII jika kasus Corona berlangsung lama tak
pengklusteran PT. Dia mengharapkan civitas akademika PT menjadi garda terdepan dalam menegakan aturan bekerja dan belajar di rumah. Termasuk mengedukasi masyarakat untuk membudayakan mencuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker di rumah dan luar rumah. Selain itu, mahasiswa dan dosen sejumlah PT juga sedan menggali dana untuk dibelikan alat pelindung diri, masker dan hand sanitizer serta diserahkan kepada sejumlah rumah sakit. Perilaku gotong royong ini akan menjadi inspirasi bagi perusahaan lain melakukan hal serupa. (025)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Kamis Kliwon, 9 April 2020
Penuhi Kebutuhan Pokok Masyarakat Hadapi Pandemi Covid-19
Badung Realokasi Anggaran Tanggap Darurat Total Rp 114 Miliar ‘’Untuk dana desa, silakan alokasinya diatur dalam musyawarah desa, yang penting gerak cepat. Selain itu, program padat karya tunai tetap perlu dilakukan untuk menggerakkan ekonomi desa, dengan tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Kami selaku pimpinan di Kabupaten Badung sudah melakukan realokasi anggaran dana tanggap darurat sebesar Rp 100 miliar dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok semeton Badung di semua desa di wilayah Kabupaten Badung. Jadi, dana tanggap darurat
yang kami realokasi total Rp 114 miliar dari Rp 14 miliar sebelumnya. Inilah komitmen kami untuk selalu memberikan yang terbaik kepada masyarakat Badung,’’ ujarnya saat menggelar rapat koordinasi virtual bersama seluruh camat, perbekel dan lurah se-Kabupaten Badung, beberapa waktu lalu. Rapat koordinasi virtual itu juga melibatkan Kajari Badung Hari Wibowo untuk memberikan arahan dan pemahaman kepada perangkat desa/lurah terkait adanya aturan dari Kementerian Desa tentang realokasi dan
refocusing penggunaan dana desa untuk percepatan penanggulangan Covid-19 di wilayah Kabupaten Badung. Lebih lanjut Giri Prasta minta perbekel dan lurah agar selalu berkoordinasi dengan desa adat yang ada di wilayahnya untuk senantiasa bersinergi dan berkolaborasi dengan Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, sehingga ada satu kesamaan pola pikir dan langkah dalam penanganan virus yang tengah mewabah saat ini. ‘’Silakan saudara perbekel dan lurah senantiasa bersinergi dengan desa adat.
Karena dalam pencegahan Covid-19 ini kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, tapi secara menyeluruh tentang pentingnya pembatasan sosial dan fisik dan upaya pencegahan lainnya, sehingga risiko penyebaran Covid-19 di masyarakat bisa ditekan,’’ ungkap Giri Prasta. Kajari Badung sangat mengapresiasi langkah cepat yang ditempuh Pemkab Badung dalam hal realokasi dan refocusing penggunaan dana desa guna mempercepat penanggulangan pandemi Covid-19. ‘’Saya sangat memberi apresiasi atas langkah dan gerak cepat Bapak Bupati Badung dalam mencegah penyebaran Covid-19. Yang diperlukan saat ini memang kecepatan agar kita tidak kehilangan momentum dalam memutus rantai pandemi Covid-19. Kami selalu siap bergotong royong membantu dan
namun yang jelas mencapai lebih dari 50 persen,’’ tegasnya. Dijelaskannya, pandemi Covid-19 telah mempengaruhi semua sektor pendapatan Kabupaten Badung tahun ini. Pajak hotel yang ditargetkan Rp 2.700.053.883.601,6 hanya tercapai Rp 568.351.435.037,52. Pajak restoran yang ditargetkan Rp 840.858.085.471,68 baru terealisasi Rp 179.180.339.299,77. Kondisi serupa juga terlihat pada realisasi pajak hiburan yang ditargetkan Rp 125.944.223.924 hanya terealisasi Rp 28.337.884.417. Di tengah Covid-19, pihaknya mengurangi pelayanan tatap muka (physical distancing) terhadap Wajib Pajak (WP). Bapenda juga menerapkan pemeriksaan suhu tubuh, penggunaan hand sanitizer dan penyemprotan disinfektan. (kmb27)
Mangupura (Bali Post) Gelombang kepulangan warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri terus berlanjut. Rabu (8/4) kemarin, dua pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut ratusan WNI asal Bali berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. “Hari ini (kemarin-red) dua pesawat Garuda Indonesia (GA) tiba di Bali,” kata Kepala Otoritas Bandara (Otban) Wilayah IV Bali Elfi Amir.
Pesawat pertama nomor flight GA-404 CGK -DPS mengangkut 44 penumpang yang merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) dari Jepang dan Amerika transit di Jakarta. Pukul 12.21 Wita, pesawat rute CGK-DPS ini mendarat di Bandara Ngurah Rai dengan baik. Selanjutnya pukul 12.35 setelah mengambil bagasi di conveyour belt, ke-44 PMI tersebut dijemput tiga bus. Bus pertama mengangkut 14 orang, bus kedua
15 orang dan bus ketiga membawa 15 orang langsung menuju BPSDM untuk melakukan proses pemeriksaan kesehatan oleh KKP melalui thermal scanner, thermal gun, akurasi oksigen (pulse oximeter), rapid test atau pengecekan gejala Covid-19 dan cek dokumen kesehatan di LPMP Yangbatu, Denpasar. “Proses pengecekan berlangsung aman dan lancar,” kata Elfi Amir. Sementara pesawat kedua dengan nomor flight
DALAM upaya menggenjot pencegahan Covid-19, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta sangat mendukung langkah Kementerian Desa yakni dana desa bisa digunakan untuk mencegah penyebaran virus Corona yang pandemi saat ini. Bahkan, pihaknya menegaskan sudah merealokasi anggaran dana tanggap darurat dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat Badung sebesar Rp 100 miliar. Jadi, dana tanggap darurat penanganan Covid-19 Kabupaten Badung ini naik menjadi Rp 114 miliar dari dana tanggap darurat yang disebutkan Bupati Giri Prasta sebelumnya sebesar Rp 14 miliar.
I Nyoman Giri Prasta
mendampingi Pemda Badung dalam menanggulangi penyebaran Covid-19. Mari kita bahu-membahu memerangi pandemi Covid-19. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya dan kami yakin badai ini akan cepat berlalu,’’ jelas Hari Wibowo. Ia minta perbekel/lurah jangan ragu dan bimbang dalam menggunakan dana desa untuk membantu masyarakat desa dalam menghadapi situasi sulit seperti saat ini. ‘’Jika perangkat desa mengalami kendala terkait regulasi realokasi dan refocusing dana desa, silakan koordinasi langsung dengan Dinas PMD agar bisa segera dikonsultasikan dengan kami di Kejari. Kami selalu siap memberikan pendampingan agar desa/lurah aman dalam mengeksekusi dana desa tersebut,’’ tambah Kejari Badung. (ad084)
GA-883 Osaka-Denpasar mengangkut 107 PMI. Pesawat ini mengangkut 107 penumpang dan parkir di Bravo 20 pukul 16.40. Pada pukul 16.58, semua penumpang dan crew melakukan proses pengecekan yang sama dengan penumpang sebelumnya. “Dari hasil pengecekan, tidak ada yang mempunyai riwayat perjalanan dari negara pendemik Covid-19 dan ke-107 orang tersebut diizinkan melakukan isolasi mandiri,” imbuhnya. (kmb21)
Pendapatan Turun Drastis 151 PMI dari Jepang dan Amerika Tiba di Bali Mangupura (Bali Post) – Realisasi pendapatan Pemeritah Kabupaten Badung tahun 2020 turun dratis. Kondisi ini akibat pandemi Covid-19 yang membuat sektor pariwisata sebagai sumber utama pendapatan anjlok. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)/Pesedahan Agung Kabupaten Badung I Made Sutama saat dimintai konfirmasinya, Rabu (8/4) kemarin, tak menampik perihal tersebut. Data yang terekam hingga pukul 14.25 Wita, realisasi pajak daerah Badung yang ditargetkan Rp 4.760.834.664,440 pada 2020 hanya mencapai angka Rp 900.319.935,287 atau 18,91 persen dari target. ‘’Secara realisasasi jauh turun, namun angka itu terus bergerak. Kondisi ini sedang kami rapatkan terkait realisasi target,’’ ujarnya. Menurutnya, pihaknya telah
berupaya maksimal meningkatkan pendapatan Badung. Namun, adanya wabah virus Corona mengakibatkan sejumlah usaha yang menjadi wajib pajak seperti, hotel, restoran, tempat hiburan dan lainnya tutup, sehingga berdampak terhadap pendapatan Badung yang bersumber dari sektor tersebut. ‘’Kami tidak pungkiri pendapatan Badung dominan dari PHR (Pajak Hotel dan Restoran). Dalam kondisi ini tentunya usaha mereka tidak bisa menghasilkan, sehingga berdampak pada pendapatan pajak,’’ ungkapnya. Melihat kondisi tersebut, pejabat asal Pecatu, Kuta Selatan ini berencana merasionalisasi target pendapatan tahun 2020. ‘’Ya... ini (rasionalisasi target) sedang dibahas berapa besarannya. Jadi, kami belum bisa menyebutkan berapa persen,
Kesehatan
BBPOM Denpasar Salurkan Bantuan APD dan ’’Hand Sanitizer’’
BBPOM Denpasar sebagai salah satu instansi pemerintah memberikan perhatian terhadap penanganan dan penanggulangan penyebaran penyakit Covid-19 khususnya di Bali. Selain menyosialisasikan bagaimana penganggulangan Covid-19 kepada masyarakat luas, langkah yang sudah dilakukan oleh BBPOM untuk membantu pencegahan penyebaran Covid-19 adalah melakukan edukasi. Kepala BBPOM Denpasar Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih mengatakan, langkah yang sudah dilakukan seperti edukasi cara penggunaan masker yang benar, cara mencuci tangan serta mengonsumsi pangan yang aman untuk bisa meminimalisir dampak Covid-19. ‘’Kami di internal juga menggalang dana untuk pembuatan APD yang saat ini sangat dibutuhkan oleh tenaga medis,’’ katanya saat menyerahkan bantuan kepada Ketua PHRI Bali, Rabu (8/4) kemarin. Kemudian dengan pelaku usaha UMKM, pihaknya mengumpulkan hand sanitizer
SERAHKAN APD - Kepala BPOM Denpasar Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih (tengah) menyerahkan bantuan APD dan keperluan lain kepada Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati di Kantor PHRI Bali. dan hand soap. Jumlah hand soap yang sudah terkumpul 500 liter, hand sanitizer kurang lebih 500 botol dan masker juga sudah dibagikan ke masyarakat terutama kepada para pedagang kaki lima. ‘’Dalam kegiatan ini BBPOM Denpasar dibantu pramuka peduli untuk mendistribusikan ke sekolahsekolah. Dalam kondisi seperti sekarang, kita harus saling menguatkan. Bersama kita menanggulani penyebaran
Covid-19,’’ ujarnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyampaikan terima kasih atas bantuan ini. Untuk pendistribusian bantuan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satgas Provinsi Bali karena berapa rumah sakit tentu akan menjadi prioritas. ‘’Kami akan koordinasikan di mana yang perlu dibantu, akan kami prioritaskan,’’ katanya. (ad285)
Kamis Kliwon, 9 April 2020
Pembatasan Jam Buka
Membandel, Toko Modern Ditutup Paksa
Tabanan (Bali Post) Sudah ada kebijakan pembatasan jam buka untuk mencegah penyebaran Covid-19, namun sejumlah toko modern di Kabupaten Tabanan masih ada yang terkesan kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP. Dari pengawasan dan pantauan petugas, ditemukan toko modern berjaringan yang buka melebihi batas yang ditentukan, yakni pukul 17.00 Wita.
Bali Post/ist
TEGURAN - Petugas Satpol PP Tabanan memberikan teguran kepada toko modern berjaringan yang tidak mengikuti pembatasan jam buka.
’’Rapid Test’’ Utamakan Warga Jembrana Negara (Bali Post) – Sekitar 300 orang santri asal Bali yang pulang dari Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Arbor Alrobbaniyyin Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur, masuk melalui Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (8/4) siang kemarin. Rombongan asal beberapa daerah di Bali ini menumpang tujuh bus dan tiba di Posko Pemeriksaan Terpadu sekitar pukul 11.30 Wita. Sesuai protap, mereka dicek suhu tubuhnya, disemprot disinfektan dan menjalani rapid test. Petugas juga mendata seluruh santri yang naik bus wisata itu. Oleh karena keterbatasan stok, pemeriksaan rapid test diutamakan bagi santri dari Jembrana. Total 99 orang yang menjalani rapid test.
‘’Kami ada 700 rapid test dari awal, tapi sekarang hanya tersisa puluhan. Di Gilimanuk rata-rata dilakukan 150 rapid test setiap hari. Kami sudah laporkan ini ke provinsi,’’ ujar Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana, dr. I Gusti Agung Arisantha. Santri lainnya berasal dari Buleleng 149 orang dan Badung 76 orang. Mereka dilengkapi dokumen dari ponpes asal di antaranya surat keterangan jalan, surat keterangan dokter dan surat keterangan telah menjalani isolasi di pesantren. Para santri ini pulang setelah ada kebijakan belajar di rumah masing-masing untuk pencegahan penyebaran virus Corona. (kmb26)
Yonif Mekanis 741 Donor Darah Negara (Bali Post) – Puluhan prajurit Yonif Mekanis 741/GN mengikuti kegiatan donor darah, Selasa (7/4) lalu. Donor darah ini sebagai persiapan menghadapi pandemi Covid-19 di Kabupaten Jembrana. Palang Merah Indonesia (PMI) Jembrana mempersiapkan skenario guna memenuhi kebutuhan permintaan pasokan darah menjelang bulan puasa dan Lebaran. Terlebih saat pandemi virus Corona. PMI juga berkaca dari pengalaman bahwa permintaan stok darah kerap mengalami lon-
jakan saat mendekati Idul Fitri. Kepala UTD PMI Jembrana Anak Agung Ngurah Made Avatara Sadhaka mengatakan, ada kekhawatiran pasokan berkurang saat permintaan tinggi nanti. Apalagi di tengah kondisi tak normal akibat Covid-19. PMI juga mengakui adanya penurunan jumlah pendonor darah usai diberlakukannya kebijakan social distancing. Menurut Danyonif Mekanis 741/GN Letkol Inf. Hendra Saputra, kebutuhan darah merupakan hal mendesak berkaitan dengan jiwa seseorang di rumah sakit. (kmb26)
Hal ini diakui Kepala Satpol PP Tabanan, I Wayan Sarba, saat dimintai konfirmasinya, Rabu (8/4) kemarin. Pihaknya melakukan patroli di sejumlah wilayah khususnya di sepanjang Jalan By-pass Ir. Soekarno dan Kerambitan. Untuk mengelabui petugas, ada toko yang hanya membuka satu bagian pintu masuk. ‘’Masih ada yang buka sebelum pukul 11.00 dan tutup lewat dari pukul 17.00. Jumlahnya
tidak banyak, hanya satu dua dan sudah diberikan teguran,’’ terangnya. Petugas juga melakukan tutup paksa, tetapi toko yang bersangkutan keesokan harinya masih bisa buka asalkan mengikuti instruksi pimpinan daerah. ‘’Kalau ada laporan langsung kami datangi dan beri teguran. Ada yang terpaksa kami tutup demi keselamatan masyarakat, namun besok masih bisa buka lagi,’’ ucapnya. Sarba mengharap-
kan peran aktif satgas di tingkat desa untuk ikut serta mengawasi dan memberikan teguran bagi kalangan usaha yang melanggar kebijakan yang ada. Ia minta pengusaha memahami situasi ini dan jangan main-main. Patuhi intruksi pemerintah agar wabah cepet berlalu dan kondisi normal kembali. Satgas desa agar lebih intensif ikut melakukan pengawasan mengingat petugas Pol PP terbatas daya jangkaunya. (kmb28)
Sosial
Di Tengah Wabah Corona, Made Urip ’’Ngaturang Punia’’ Kebo Yus Merana Tetap Turba Hadiri ’’Uleman Ngusaba’’ Desa Adat Poyan
KETUA DPP PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. terus turun ke bawah (turba) menghadiri undangan ke tengah masyarakat hingga ke pelosok desa. Kali ini di tengah-tengah wabah virus Corona, politisi senior PDI-P asal Desa Tua, Marga, Tabanan ini tetap menghadiri uleman karya ngusaba desa yang digelar Desa Adat Poyan, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Selasa (7/4). Walaupun masih terancam oleh pandemi Covid-19, Made Urip menemui panitia karya dengan tetap menerapkan presedur dan protokol kesehatan, social distancing dan psysical distancing. Kedatangan anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI-P yang dijuluki petani sebagai wakil rakyat ‘’sejuta traktor’’ ini, disambut Bendesa Adat Poyan bersama manggala dan panitia karya yang tidak lebih dari 10 orang. Bendesa Adat Poyan, I Wayan Riman, menyebutkan kehadiran Made Urip yang diterima di Bale Banjar Adat Poyan sangat
ditunggu-tunggu krama. Meskipun dalam suasana mewabahnya Covid-19 yang kian meresahkan masyarakat, Made Urip tetap datang memberi semangat kepada krama desa. Oleh karena puncak karya bertepatan Purnama Kadasa, Made Urip secara spontanitas ngaturang punia (menyerahkan bantuan) berupa seekor kerbau atau Kebo Yus Merana yang diterima Ketua Panitia Karya I Made Logog. Menurutnya, tanpa diminta pun Made Urip tetap bersedia ngaturang punia seekor kebo yus merana untuk meringankan biaya karya yang membutuhkan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar. ‘’Terima kasih kepada Bapak Made Urip yang telah menyumbang kebo yus merana, sehingga sangat membantu meringankan biaya yadnya yang menghabiskan dana cukup besar. Kami harapkan pemerintah atau ada kembali donatur lainnya yang bisa meniru Pak Made Urip,’’ bebernya. Made Urip mengaku datang karena undangan
masyarakat, sekaligus ingin ikut sekadar memberikan punia dengan membeli seekor kebo yus merana sebagai salah satu sarana penting upakara ini. Meskipun nilainya tidak seberapa, anggota DPR-RI lima periode ini berharap bisa membantu mengurangi beban krama desa adat yang sangat bersemangat menggelar karya besar saat virus Corona mewabah dengan tetap mengikuti protokol penanggulangan Covid-19. ‘’Punia seekor kerbau ini sekaligus ikut mendoakan supaya ngusaba desa berjalan lancar, rahajeng lan rahayu, masyarakat Bali diberikan kesehatan, kesejukan serta dijauhkan dari marabahaya dan wabah Corona. Krama Bali dumogi kompak, bersatu, segilik seguluk, bergotong royong dalam menghadapi cobaan ini,’’ ungkapnya seraya mengaku telah menerima aspirasi dan usulan bantuan lainnya yang akan kembali difasilitasi dan diperjuangkan terutama di bidang pertanian dalam arti luas. Apalagi saat Pileg dan
SERAHKAN PUNIA - Ketua DPP PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. (kiri) menyerahkan punia seekor Kebo Yus Merana yang diterima Ketua Panitia Karya I Made Logog, di Bale Banjar Adat Poyan, Selasa (7/4). Pilpres 2019, krama Desa Poyan sudah memberikan suaranya kepada PDI-P. Made Urip mengharapkan masyarakat terus kompak menyelenggarakan karya besar. Jika tidak terus menjaga persatuan dan kesatuan, yadnya ini tidak akan terwujud. ‘’Ke depan saya siap kembali memperjuang-
kan aspirasi masyarakat. Teruslah bangun komunikasi dengan petugas partai di eksekutif dan legislatif hingga di kabupaten, sebab banyak bantuan yang bisa diperjuangkan. Jadi, tetap jaga kesehatan, semoga karya ini bisa berjalan lancar dan selesai dengan baik,’’ tutup Made Urip. (ad081)
Kamis Kliwon, 9 April 2020
Penanganan Wabah Covid-19, DPRD Dukung Langkah Bupati
SEKITAR 10 orang dari unsur pimpinan DPRD Kabupaten Gianyar menggelar rapat pimpinan di Ruang Rapat Pimpinan Gedung DPRD Gianyar, Rabu (8/4) siang. Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Gianyar, I Wayan Tagel Winarta, semua pimpinan kompak memberikan dukungan kepada Bupati Gianyar dalam upaya penanganan pencegahan penyebaran wabah Covid-19. Rapat tersebut sesungguhnya merupakan kelanjutan dari Rapat Banmus (Badan Musyawarah) yang digelar sebelumnya. Dua rapat DPRD di tengah wabah penyebaran Covid-19 itu telah sesuai standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Antara lain, seluruh peserta rapat mengenakan masker kesehatan, duduk berjarak sekitar 1,5 meter antara peserta satu
dengan lainnya dengan dibatasi kursi yang berisi tanda silang merah dan bertuliskan jaga jarak. Sebelum masuk ruang rapat, setiap peserta melumaskan tangannya dengan hand sanitizer. Hampir seluruh peserta rapat mengatakan, DPRD Gianyar secara konsisten memberikan dukungan kebijakan kepada Bupati Gianyar untuk terus menggiatkan pencegahan wabah Covid-19 di masyarakat. ‘’Kami lembaga DPRD sangat setuju dengan relokasi sejumlah pos anggaran di APBD 2020 untuk dialihkan menjadi anggaran penanganan Covid-19. Nilainya tak tanggung-tanggung sampai Rp 100,7 miliar lebih,’’ jelas Ketua DPRD I Wayan Tagel Winarta. Dia menambahkan, dalam rapat tersebut terungkap apa yang dilakukan Bupati
Gianyar dalam penanganan Covid-19 itu sudah sangat tepat. Hal itu ditandai kesigapan Gugus Depan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gianyar yang dikoordinasikan langsung Bupati Gianyar I Made Mahayastra. Senada dengan Tagel Winarta, Wakil Ketua DPRD Gianyar Ida Bagus Gaga Adi Saputra sependapat dengan pimpinan lain, bahwa lembaga DPRD agar lebih konsentrasi membuat kebijakan yang pro penanggulangan Covid-19, serta dampak yang ditimbulkan. Mantan Sekda Gianyar ini juga sependapat dengan peserta rapat bahwa DPRD tetap menguatkan pelaksanaan tupoksi yakni pengawasan, anggaran, dan legislasi. ‘’Wabah Covid-19 ini harus kita tangani secara baik dan benar. Karena itu tidak ada urusan cari pang-
gung dan sensasi kepada masyarakat,’’ jelasnya. Ketua Fraksi PDI-P Ketut Sudarsana mengatakan, pihaknya mendorong Bupati mencairkan hibah/bansos Mei 2020. Dengan hibah/bansos itu masyarakat memiliki kegiatan di tengah menghadapi Covid-19. Dengan kegiatan dana hibah/bansos itu, maka akan ada pekerjaan sekaligus juga dapat memutar perekonomian masyarakat. Ketua DPRD Gianyar menambahkan, DPRD akan menjalankan beberapa kegiatan ke depan. Antara lain, Rapat Paripurna LKPJ Bupati Gianyar paling lambat 30 April 2020. Tenggang akhir waktu pelaksanaan rapat dengan agenda LKPJ itu, sesuai SE Mendagri terbaru pascawabah Covid-19. Khusus Rapat Paripurna LKPJ Bupati Gianyar nanti
melibatkan peserta terbatas sekitar 19 orang. Terdiri dari pimpinan dan alat kelengkapan dewan plus setwan. Rapat ini dihadiri secara berjarak atau jauh oleh para anggota DPRD Gianyar. Sedangkan para anggota DPRD lainnya, para Tim Ahli Fraksi dan tenaga ahli DPRD dan para pimpinan OPD Pemkab Gianyar akan mengikuti sidang dari kantor atau ruangan masing-masing atau rumah, dengan bantuan teknologi komunikasi digital kamera zoom. Peserta rapat di luar ruang sidang utama juga akan dikirimkan soft copy dan diberikan hard copy materi rapat terutama LKPJ Bupati Gianyar. ‘’Teknologi komunikasi rapat ini sedang dipersiapkan Pak Sekwan berkoordinasi dengan Dinas Kominfo Gianyar,’’ jelasnya. (ad086)
RAPAT PIMPINAN - Suasana rapat pimpinan di Ruang Rapat Pimpinan Gedung DPRD Gianyar, Rabu (8/4) siang.
Kamis Kliwon, 9 April 2020
Hadapi Virus Corona
Brand Herborist Lakukan Aksi Cegah Corona
PADA awal Maret 2020, Presiden RI Bapak Joko Widodo telah mengumumkan mulai terdapat orang yang dinyatakan positif terjangkit virus Corona atau Covid-19 di wilayah Depok. Dalam waktu yang cukup singkat, jumlah orang Indonesia yang dinyatakan positif itu meningkat sangat signifikan bahkan sudah ratusan orang yang meninggal. Semakin banyaknya warga masyarakat yang terjangkit virus itu, mengakibatkan beberapa rumah sakit dan tenaga medis mulai kewalahan dalam penyediaan ruang isolasi, jumlah tempat tidur di ruang perawatan, selain itu alat pelindung diri untuk para tenaga medis dan juga hand sanitizer sebagai tindakan prepentif dalam menghadapi kasus Covid-19 itu. Sebagai sebuah perusahaan yang memiliki kemam-
puan dan kapasitas mesin serta saluran distribusi yang mampu memproduksi produk hand sanitizer, yang saat ini menjadi salah satu sarana pencegahan terjadinya penularan Covid-19 itu, maka PT Victoria Care Indonesia dengan cepat turut ambil bagian membantu penyediaan produk yang sedang dibutuhkan masyarakat Indonesia. ‘’Kami berkomitmen menyediakan produk hand sanitizer dengan Brand Herborist. Hal itu sebagai wujud tanggung jawab kami sebagai warga negara Indonesia, yang turut merasakan kondisi saat ini yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia,’’ kata Billy Hartono Salim, CEO PT Victoria Care Indonensia, itu prihatin. Pendistribusian produk Herborist Hand Sanitizer itu dalam waktu singkat sudah hampir menjangkau seluruh
wilayah Indonesia. Dalam kondisi perekonomian yang saat ini juga terdampak oleh bencana (non-alam - red) ini, di mana menyebabkan turunnya daya beli beberapa kalangan masyarakat Indonesia. ‘’Maka kami juga menjual produk hand sanitizer ini dengan harga normal,’’ lanjut Billy Hartono Salim. Sebagai wujud kepedulian PT Victoria Care Indonesia terhadap pemerintah, khususnya para tenaga medis yang menghadapi keterbatasan produk hand sanitizer itu, maka pihaknya melakukan suatu kegiatan yang disebut dengan ‘’Aksi Cegah Corona’’. Penyaluran Herborist Hand Sanitizer itu merupakan langkah nyata yang diyakini harus dilakukan kepada yang memang membutuhkan. ‘’Kami berikan melalui instansi atau rumah sakit. Setelah disalurkan ke RSPAD Gatot Subroto dan juga Pemprov Jateng. Namun saat ini kami menyalurkannya kepada Pemerintah Provinsi Bali sebanyak 250 jeriken atau 1.250 liter hand sanitizer,’’ ungkap Sumardi Widjaja, CEO PT Victoria Care Indonesia. ‘’Kami akan terus melakukan ‘Aksi Cegah Corona’ ini ke wilayah-wilayah yang memang sangat memerlukan produk hand sanitizer. Kami yakin, Bersama kita Bisa, Indonesia Bisa,’’ pungkas Sumardi Widjaja mengakhiri pembicaraan. (ad082)
Penuhi Kebutuhan UMKM Didorong Cetak Masker
Singaraja (Bali Post) -
Di tengah merebaknya wabah pandemi Covid-19 pemakaian masker semakin bertambah. Situasi ini memicu kesulitan warga mendapatkan masker yang digunakan saat hendak pergi ke luar rumah. Menyiapkan stok masker yang memadai, pemerintah daerah akan mencetak masker dengan memberdayakan peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Sekkab Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd., Rabu (8/4) kemarin mengatakan, produksi masker untuk warga di Den Bukit ini sedang dibahas. Rencananya masker yang diproduksi itu untuk petugas medis di rumah sakit dan puskesmas yang berstandar ISO. Saat ini Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM sedang mendata kesiapan para pelaku UMKM memproduksi masker. Data sementara ada 11 UMKM telah siap mencetak masker itu. Dengan dukungan pelaku UMKM di daerahnya itu, Suyasa optimis keperluan masker selama darurat pandemi Covid-19 ini bisa dipenuhi. Hal itu untuk menghindari munculnya gejolak seperti saat ini masyarakat kesulitan mendapatkan masker. ‘’Masker yang dicetak pelaku UMKM ini bukan saja masker kain, juga masker medik yang sesuai standar kesehatan,’’ katanya. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng ini menambahkan, Panitia Pen-
Wajib Gunakan Masker Mencegah penyebaran wabah Covid-19, pemerintah mengimbau agar masyarakat pedagang dan juga pengunjung di pasar tradisional agar menggunakan masker. Menyusul imbauan itu, anggota gugus tugas bersama Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng melakukan sosialisasi pemakaian masker. Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Buleleng Made
Amlapura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem menggeser sejumlah anggaran di sejumlah OPD untuk penanganan penyebaran virus Corona atau Covid-19. Penggeseran anggaran itu dilakukan lewat Rancangan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) tahap dua. Asisten Administrasi Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Karangasem I Wayan Purna, Rabu (8/4) kemarin mengungkapkan, untuk penan-
ganan Covid-19 itu, rancangan perkada atau peraturan kepala daerah tahap dua itu ada beberapa anggaran harus digeser. Sejumlah anggaran OPD 2020 yang digeser itu salah satunya dari dana insentif daerah. ‘’Dalam perkada itu kita membutuhkan dana sekitar Rp 8,7 miliar untuk penanganan Covid-19. Dengan demikian, kita harap pergeseran anggaran untuk penanganan Covid-19 di Karangasem bisa lebih maksimal,’’ ucapnya.
gadaan Barang dan Jasa telah diinstruksikan berkoordinasi dengan Inspektorat Daerah. Dari koordinasi awal, disebutkan penggunakan dari dana APBD melalui pos anggaran Dana Tidak Terduga (DTT). Maka setiap UMKM wajib melengkapi persyaratan. Ini karena pengawasannya secara ketat dilakukan aparat hukum. Itu dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Karena itu, semua pihak harus mengikuti persyaratan pengadaan itu.
Agus Yudi Arsana mengatakan, dari belasan unit pasar tradisional yang dikelola jumlah pedagang yang tercatat sesuai register sebanyak 6.743 pedagang. Jumlah i n i belum terhitung pedagang musiman yang diperkirakan sebanyak 10 sampai 20 persen. J u m l a h
pedagang sebanyak itu membutuhkan stok masker memadai. Kalau dibebankan kepada perusahaan, pihaknya belum berani memastikan berapa anggaran yang akan dikeluarkan mencetak masker untuk pedagang itu. Meski demikian, sejauh ini pihaknya telah memfasilitasi pihak ketiga termasuk kalangan anggota DPRD yang telah menyumbangkan masker untuk masyarakat pedagang. (kmb38)
Pemkab Geser Anggaran untuk Penanganan Covid-19
Bali Post/kmb41
RESTORAN SEPI - Salah satu restoran di wilayah Candidasa sepi dari wisatawan.
Ratusan Hotel dan Restoran Tutup
AKIBAT merebaknya penyebaran virus Corona atau Covid-19 mengakibatkan pariwisata khususnya di Karangasem lumpuh. Kondisi itu membuat para pelaku pariwisata gigit jari. Sebab, ada ratusan hotel dan restoran mau tidak mau harus ditutup akibat minimnya pemasukan. Faktanya memang tidak ada wisatawan yang menginap maupun berkunjung di bumi lahar itu. Lalu sejauh ini berapa orang karyawan sudah dirumahkan dan dari berapa perusahaan? Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem Wayan Kariasa, Rabu (8/4) kemarin mengungkapkan, sejauh ini memang banyak hotel dan restoran yang tutup akibat Covid-19 ini. Pengusaha hotel terpaksa menutup usahanya karena tak ada wisatawan yang menginap. Kondisi itu mengakibatkan tidak adanya pemasukan yang didapat untuk membayar gaji karyawan dan biaya operasional. ‘’Di Karangasem ada sekitar 400 hotel yang beroperasi. Dari jumlah itu, hampir 90 persen sudah tutup,’’ ujarnya. Yang konfirmasi tutup ke
PHRI sekitar 76 hotel. Jadi masih banyak yang belum melaporkan. Kariasa menambahkan, hotel dan restoran itu mulai tutup sejak Maret hingga hari ini. Hotel dan restoran itu tersebar di beberapa kecamatan yakni Kecamatan Karangasem, Abang, Manggis, Sidemen, serta beberapa di Kecamatan Kubu. ‘’Bagi hotel dan restoran yang masih beroperasi mungkin karena masih ada wisatawan mancanegara yang menginap satu dua di hotel itu. Jika kondisinya terus seperti ini, maka tidak menutup kemungkinan hotel yang beroperasi itu juga kemungkinan tutup, mengingat kondisi sepi akibat tak
ada wisatawan. Karena itu jelas tidak ada pemasukan,’’ jelasnya. Dia menegaskan, akibat kondisi seperti ini, ada sekitar ribuan pekerja hotel dan restoran sementara dirumahkan akibat merebaknya kasus virus Corona. Tetapi ada juga beberapa pegawai tetap kerja, namun kerjanya tidak penuh sebulan, melainkan hanya 15 hari saja. ‘’Langkah ini ditempuh karena tidak ada pemasukan hotel serta restoran di daerah Karangasem,’’ tambahnya. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Karangasem I Nyoman Suradnyana mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki, ada sebanyak 670 karyawan hotel yang dirumahkan akibat kondisi Covid-19 itu. ‘’Baru segitu laporan jumlah karyawan yang kita terima. Memang itu khusus di bidang pariwisata saja. Untuk lainnya belum ada,’’ katanya. (eka)
Purna menambahkan, pihaknya juga menggeser anggaran dari dana alokasi umum (DAU) untuk pembangunan infrastruktur di Dinas PUPR dengan menyisir sejumlah volume proyek. Pemerintah mendapat anggaran sebesar Rp 3 miliar lebih dari DAU. Dana dari Dinas Kesehatan digeser sekitar Rp 400 juta. ‘’Dana pemeliharaan pasar di semua Karangasem ditiadakan. Jumlah dana pemeliharaan pasar mencapai Rp
2,5 milliar lebih juga dialihkan untuk penanganan Covid-19,’’ Jelasnya. Menurutnya, dana yang dibutuhkan mencapai Rp 8,7 milliar sudah terpenuhi saat ini. Anggaran itu rencananya diberikan ke RSUD Karangasem sekitar Rp 2,3 milliar lebih, Dinas Kesehatan Rp 2,5 milliar lebih, selain itu untuk operasional Satgas Kecamatan, Dinas Pendidikan juga diberikan karena memakai gedung SKB sebagai tempat karantina bagi PMI. (kmb41)
Kamis Kliwon, 9 April 2020
Pengaturan Restrukturisasi Kredit Ia menambahkan, relaksasi pengaturan restrukturisasi kredit yang disalurkan kepada debitur di sektor yang terdampak penyebaran virus Corona (sejalan dengan sektor yang diberikan insentif oleh pemerintah). Relaksasi pengaturan ini akan diberlakukan sampai dengan satu tahun setelah ditetapkan, namun dapat diperpanjang bila diperlukan.
Di tengah wabah Covid-19, katanya, terjadi peningkatan uang tunai yang beredar di masyarakat. Data Bank Indonesia KPw Bali menunjukkan per Maret 2020 terjadi peningkatan outflow (uang keluar dari Bank Indonesia) sebesar Rp 1,4 triliun. Sedangkan outflow pada Februari 2020 hanya Rp 480 miliar dan Januari Rp 998 miliar. Peningkatan outflow uang tunai ini berbanding terbalik dengan inflow (uang masuk dari perbankan di Bali
ke BI) per Maret 2020 yaitu Rp 1,2 triliun. Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali M. Setyawan Santoso mengatakan, pada Maret terjadi cash outflow dari Bank Indonesia yang mencerminkan meningkatnya kebutuhan uang di masyarakat. ‘’Untuk menjawabnya tidak perlu memakai teori yang sulit, cukup dengan teori ekonomi makro dasar tentang Permintaan Uang,’’ ujarnya.
Dari teori itu, katanya, seseorang memegang uang karena adanya tiga motif, yaitu motif transaksi, motif berjaga-jaga dan motif spekulasi. Yang terjadi saat ini adalah motif pertama dan motif berjaga-jaga. Dengan diumumkan virus Corona di Tiongkok, pada awalnya pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk memacu sektor pariwisata yang terancam lesu karena rendahnya kunjungan wisatawan mancanegara. Sejak
terjadinya kasus Covid-19 pertama di Indonesia pada 3 Maret 2020, pemerintah mengambil kebijakan strategis seperti tetap di rumah (stay at home), bekerja di rumah (work at home), menjaga jarak (physical distancing). Menurut Setyawan Santoso, kebijakan tersebut khususnya stay at home memerlukan kesiapan teknis dan logistik, sehingga muncullah motif transaksi dalam memegang uang kertas.(kmb42)
Itu pun pasti tidak akan pernah cukup menampung pasien Covid-19 jika tidak dilakukan langkah tegas dan cepat di Jakarta. Sementara itu, Bali tidak memiliki sumber daya selengkap Jakarta. Rumah sakit kita jumlahnya sangat terbatas, peralatan terbatas, dan tenaga kesehatan baik dokter maupun perawat juga jumlahnya terbatas, termasuk dana juga tidak sebesar Jakarta. Bisa dibayangkan bila pasien Covid-19 mencapai ribuan di Bali, ke mana dicarikan rumah sakit untuk menampung mereka, ke mana mencari tenaga kesehatan untuk merawat mereka, ke mana mencari APD yang memenuhi standar, ke mana mencari ventilator dengan jumlah banyak, dan masih banyak lagi kesulitan lainnya jika kita menghadapi lonjakan kasus seperti Jakarta. Bali tidak akan sanggup jika sampai terjadi lonjakan kasus mencapai ribuan, akan ada banyak pasien yang tidak bisa ditampung di rumah sakit, dan penularan akan semakin meluas. Kita tentu tidak berharap seperti itu, sehingga menjadi keharusan pemerintah untuk bertindak cepat dan tegas, serta masyarakat seluruhnya harus mendukung upaya pemerintah untuk menjaga Bali, menjaga keselamatan kita semua. (1) China. Pemerintah China mengambil langkah cepat untuk melakukan lockdown Kota Wuhan sehingga dalam waktu sekitar tiga bulan mereka dapat memperlambat penularan bahkan zero new case. Pemerintah China berani mengambil risiko berat agar masyarakatnya mau
diam di rumah untuk membatasi penularan, tetapi kebutuhan logistik masyarakatnya dipenuhi. (2) Italia. Pemerintah Italia sangat terlambat mengantisipasi penyebaran masif Covid-19 di negaranya. Begitu akan diberlakukan lockdown terjadi perpindahan penduduk atau seperti mudik di Indonesia, karena mereka sudah tidak bisa bekerja dan lain-lain. Sehingga mereka yang melakukan migrasi menyebabkan terjadi penularan ke daerah lain, sehingga Covid-19 merata terjadi di negara tersebut. Kesimpulannya lockdown sudah sangat terlambat, dan mereka saat ini sangat kewalahan menghadapi lonjakan kasus baru dan kematian. (3) Korea Selatan tidak memberlakukan lockdown, tetapi masyarakatnya sangat disiplin mematuhi anjuran pemerintahnya. Mereka memiliki perencanaan yang jelas dan terukur serta cepat dalam mendeteksi kasus baru, serta menanganinya dengan cepat di fasilitas kesehatan mereka yang memiliki kualitas baik dan peralatan memadai. Hasilnya, mereka dapat menekan penyebaran kasus dengan baik dan menekan jumlah kematian. (4) Amerika. Amerika adalah salah satu negara yang pejabat pemerintah termasuk presidennya menganggap tidak terlalu serius Covid-19. Mereka terlalu yakin dengan kemampuan dan kekuatan negaranya yang kaya, superpower, banyak ahli dari berbagai universitas top dunia. Faktanya mereka terlambat mengambil langkah cepat dan tegas mengantisipasi global pandemik Covid-19. The New York Times (28/3/2020) menyebutkan ‘’The Lost Month: How a failure to Test Blinded
the US to Covid 19’’, Amerika kehilangan waktu dan gagal melakukan screening Covid-19 akibat birokrasi, peraturan dan kegagalan kepemimpinan yang membiarkan penyebaran kasus yang tidak terdeteksi spread undetected. Akibatnya lonjakan luar biasa dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di dunia dan jumlah kematian terbesar ke-3 setelah Italia dan Spanyol. Mereka saat ini sangat amat kewalahan menghadapi Covid-19. Logikanya, jika pembatasan gerakan manusia dapat dilakukan (physical distancing minimal 2 meter atau stay at home) maka penularan akan melambat atau bahkan sangat lambat. Jumlah kasus akan melambat peningkatannya, dan akan cenderung menurun, sehingga orang yang dirawat di rumah sakit akan semakin sedikit. Dampaknya bagi rumah sakit adalah tenaga kesehatan bebannya akan berkurang untuk merawat pasien di rumah sakit, sehingga mereka sedikit bisa lebih tenang dan cukup tenaga dan bisa lebih fokus merawat pasien. Jika pasien membeludak akan menambah beban tenaga kesehatan dan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan mereka yang sangat berisko tinggi terkena penularan Covid-19. Ada beberapa langkah penting yang bisa diambil oleh pemerintah: (1) Lakukan kajian serius dan bila memenuhi syarat segera mengajukan ke pemerintah pusat khususnya ke Menteri Kesehatan, sehingga secepatnya dilakukan kajian untuk menetapkan Bali sebagai provinsi yang layak ditetapkan PSBB mengingat adanya kedaruratan kesehatan masyarakat sesuai dengan UU
No. 16 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Ini penting untuk dapat dilakukan pembatasan pergerakan orang secara lebih ketat dan tegas. Apalagi Bali sangat kental dengan rasa persaudaraan dan manyamabraya, sehingga ada peluang tinggi bagi mereka untuk saling mengunjungi keluarga apalagi jika ada kegiatan adat. (2) Melakukan upaya pengetatan secara lebih maksimal terhadap pintu masuk Bali, terutama pelabuhan laut maupun bandara. Yang diizinkan masuk Bali semestinya hanya mereka dengan tujuan yang jelas terkait dengan logistik, kesehatan, dan keamanan, atau tugas pemerintah yang sangat mendesak. Ini akan dapat mengurangi secara signifikan penularan dari orang-orang yang berasal dari zona merah Covid-19. Ini juga penting agar kita semua bisa lebih fokus melakukan upaya pencegahan penularan dan penanggulangan di internal Bali, tanpa harus dibebani dengan tambahan kasus Covid-19 atau imported cases yang berasal dari luar Bali. Selain itu (3) Pencegahan penularan sesuai yang dianjurkan WHO: 1) Hands, mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir; 2) Elbow, menutup mulut atau hidung saat batuk atau bersin menggunakan siku atau lengan; 3) Face, tidak menyentuh muka terutama mata, hidung dan mulut untuk mencegah perpindahan virus; 4) Distance, menjaga jarak minimal 2 meter; dan 5) Feel, memeriksakan diri secepatnya bila merasa tidak sehat atau unwell seperti batuk, pilek, panas, ataupun sesak napas. Seruan menggunakan masker ketika keluar rumah
baik yang sakit maupun sehat (semua orang wajib menggunakan masker), serta selalu menjaga kondisi atau stamina agar tetap sehat. (4) Pelayanan kesehatan perlu lebih ditingkatkan dari segi jumlah kapasitas rumah sakit, tenaga dokter, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya yang berjuang keras terdepan demi keselamatan masyarakat. Menyiapkan insentif yang layak untuk mereka, serta menyediakan hotel atau tempat bagi mereka untuk beristirahat, sehingga mereka tidak harus pulang ke rumah masingmasing untuk mencegah risiko penularan ke orang lain atau keluarga. (5) Memperkuat sinergi pemerintah dan desa adat dalam rangka menanggulangi Covid-19 yang berbasis adat. Ini penting karena adat yang paling memahami kondisi riil di lapangan dan powerfull untuk mengendalikan pergerakan orang di masyarakat, sehingga kebijakan untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah bisa well implemented. (6) Antisipasi skenario terburuk jika suatu saat Bali harus berhadapan dengan lonjakan kasus yang tinggi seperti Jakarta. Perlu disiapkan pemenuhan logistik atau bahan pokok bagi masyarakat, sistem pelayanan kesehatan dalam situasi yang amat darurat termasuk meyiapkan beberapa rumah sakit yang harus siap menjadi rujukan khusus Covid-19, menyiapkan tenaga kesehatan yang cukup dan terlatih, serta menyiapkan APD yang memenuhi standar.
Bertindak Cepat dan Tegas
DIJUAL MOBIL
KEHILANGAN
TOYOTA
Hlg BPKB DK 3416 GAL No.O 0330 3749-O an.Ni Wayan Ari Asih
Dijual Toyota Fortuner Th.2018 Putih, Asli DK, Full Original Hub.081353405207
KEHILANGAN
Selain itu, aturan yang dibuat agar belaku untuk semua umat, karena Bali tidak hanya umat Hindu tetapi juga umat lainnya, sehingga umat Hindu tidak boleh memisahkan diri. Apalagi, dikatakan bahwa apabila Nyepi Sipeng dilakukan maka akan berdampak sosial. ‘’Mohon diskusikan terlebih dahulu. Adat sangat kita hormati tapi tidak boleh menabrak rambu-rambu lebih atas. Jangan sampai aturan yang kita buat menimbulkan dampak sosial,’’ tegasnya. Brigjen Sunartha menambahkan, pihaknya paham maksud dari kegiatan Bali Sipeng tujuannya sangat baik demi keselamatan masyarakat Bali.‘’Perlu kita ingatkan kembali bahwa di Bali tidak hanya semeton Bali dan Hindu saja, melainkan ada dari saudara kita yang beragama Islam, Kristen, Buddha dan agama lainnya yang perlu juga kita hormati,’’ katanya mengingatkan. Ia menegaskan, Bali merupakan salah satu bagian dari Indonesia. Pelaksanaan Sipeng jangan sampai Bali kesannya ingin memisahkan dari bagian Indonesia. ‘’Pelaksanaan Sipeng perlu kita pikirkan dampak dan persiapan-persiapan yang kita butuhkan apabila Sipeng terlaksana, seperti contohnya pelaksanaan Nyepi yang pelaksanaannya satu hari saja persiapannya sangat banyak. Yakni salah satunya mental dan logistik dalam rumah tangga,’’ ujarnya. Brigjen Sunartha mengingatkan, jangan sampai pelaksanaan Sipeng itu menimbulkan dampak yang meluas dan menjadi dampak kemerosotan perekonomian di Bali. ‘’Mari ikuti saja aturan Presiden, pemerintah dan aparat penegak hukum serta Bali tidak terkesan terlalu melenceng dari bagian negara Indonesia. Kami dari Kepolisian Polda Bali dan jajaran se-Bali dibantu para Kapolres selalu berupaya mengimbau masyarakat agar isolasi diri di rumah masingmasing dengan cara humanis dan selalu membuat terobosan untuk keselamatan masyarakat Bali,’’ tegasnya.
Kendati demikian, di hadapan Wakapolda Bali, Bendesa Agung MDA Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet dan Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. menyatakan bahwa tujuan utama paruman yang dilaksanakan tidak untuk membahas masalah Bali Sipeng yang sempat diwacanakan. Namun, yang dibahas terkait upacara Pamayu/Paneduh Jagat di Pura Agung Besakih pada 22 April 2020 dan Yasa Kerthi. Tujuannya agar Bali segera terbebas dari Covid-19 dengan memakai tradisi dan agama Hindu Bali. ‘’Kita hanya membahas berkaitan dengan sastra yang mana akan bisa berjalan di Bali dan tidak ada membahas permasalahan Nyepi Sipeng. Sudah banyak saran yang tersampaikan dalam kesempatan ini. Keputusan yang akan terbit nantinya akan fokus ke masalah upakara,’’ ujar Sudiana. Sudiana menambahkan, pihaknya menyarankan agar para sulinggih berdoa (nyurya suwana) dengan melontarkan mantra-mantra yang mampu menetralisir wabah penyakit seperti Covid-19. Begitu juga para pemangku dan umat Hindu. Selain itu, umat juga diimbau untuk mapunia, karena dalam situasi ini banyak masyarakat yang kekurangan makanan. ‘’Setelah tanggal 22 April, masyarakat Bali kami imbau untuk hening heneng, tetap tinggal di rumah sesuai imbauan pemerintah,’’ tegasnya. Bendesa Agung MDA Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet kembali menegaskan bahwa dalam paruman tersebut tidak lagi membahas wacana Bali Sipeng yang sempat dilontarkannya beberapa hari lalu. Namun, yang dibahas adalah bagaimana menetralisir Covid-19 secara niskala. Sebab, secara sekala pemerintah telah mengimbau agar masyarakat tidak keluar rumah. ‘’Kita tidak ingin bertentangan dengan hukum, sehingga kita hanya melalui upacara Pamayu Jagat. Terkait dengan rencana Nyepi Sipeng tidak ada lagi, namun kita hanya melakukan imbauan tidak keluar rumah yang disesuaikan dengan instruksi pemerintah,’’ katanya. (win)
B.BP.167.04.20.0000078
B.BP.004.04.20.0000072
Hilang BPKB No.P03330941-O DK 2863 FAZ AN.Billy CF Ratu
Penulis, Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat Institut Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali
Tidak Boleh Menabrak Rambu-rambu
BIRO JASA Sy Siap Bntu Byar-Lporan Pajak Blann SPT Thunan NPWP SIUP TDP HP/WA081239026955&081338344155
B.BP.001.04.20.0000079
B.BP.001.03.20.0000202
SERVICE
BENGKEL LAS
POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIANweb:BALI @balipost_com @balipostcom www.balipost.com balipost Global 96,5 FM
www.radioglobalfmbali.com globalradiobali globalfm bali
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL
}
PAKET
1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali Adlib 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Spot 1 menit 1.000.000,- / 20 kali 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE
Kamis Kliwon, 9 April 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Hindari Kebijakan Kompromis PASIEN positif Covid-19 di Bali hingga Rabu (8/4) sudah mencapai 49 orang. Angka ini melesat jauh sejak kasus pertama ditemukan 14 hari lalu yakni tiga orang. Yang miris juga setiap kabupaten/kota membuat dan mengunggah angka pasien positif secara berbeda-beda, sehingga tak sinkron dengan angka total di Provinsi Bali. Kedua, semua kabupaten masih merahasiakan sebaran pasien positif, kecuali Kota Denpasar yang menginfokan zona bahaya untuk tingkat kecamatan. Yang kita khawatirkan sejak awal adalah Bali bisa berpotensi menjadi epsisentrum penyebaran Covid-19 seperti Jakarta. Ini memberi sinyal kepada pejabat di Bali untuk tidak lagi membuat kebijakan/aturan yang kompromis. Coba kita lihat aturan kedatangan orang ke Bali di pintu masuk Bali masih terbuka. Mereka tanpa kartu surat sehat juga bisa masuk Bali. Para santri yang diduga dari zona merah hanya dites dengan suhu tubuh saja. Padahal semua pejabat mengatakan kita patut mencurigai kontak langsung orang tanpa gejala (ITG) kepada orang sehat sehingga berpotensi menambah pasien positif yang baru. Jika saudara kita yang datang dari luar negeri (ABK) pulang, tetap kita berikan, namun dengan prosedur yang ketat juga. Seperti menjalani masa karantina khusus selama 14 hari, bukan karantina mandiri di rumah. Jika langkah ini dilakukan siapa yang bisa mengontrol kontak fisiknya. Makanya jangan salahkan pasien positif Covid-19 di Bali memiliki riwayat bekerja di luar negeri. Kebijakan kompromis ini bisa kita lihat di Jakarta. Ketika pemerintah melarang warganya mudik, pemerintah justru menyiapkan sarana transportasi untuk itu. Ini sangat kontradiktif dengan kebijakan dan pelaksanaan. Jika memang melarang warga mudik, seharusnya dibarengi dengan penutupan angkutan transportasi, bukan malah dibiarkan. Jadilah virus ini semakin melebar ke mana-mana. Selain itu, imbauan sifatnya sangat lemah karena tidak mengikat. Jubir pemerintah dalam penanganan Covid-19 Achmad Yurianto sering menegaskan banyaknya kasus baru bermunculan di Indonesia karena OTG masih berkeliaran dan bersentuhan dengan masyarakat biasa. Jika kondisi imunnya lemah, maka mereka yang sempat bersentuhan dengan OTG bisa menjadi pasien positif Corona. Jadi, semua orang perlu kita curigai. Termasuk anggota keluarga kita yang sering keluar rumah. Makanya budaya mencuci tangan dengan sabun setiap 20 menit menjadi sebuah keharusan. Kemudian menjaga jarak physical distancing tetap diberlakukan di rumah dan luar rumah. Setelah itu tetap tinggal di rumah. Tiga strategi ini cara ampuh memutus penularan Covid-19. Makanya pas pernyataan Ketut Swarjana, doktor lulusan Public Helth dari Itekes Bali, bahwa kita di Bali harus tetap mempersiapkan diri jika kondisi terburuk terjadi di Bali. Kalau bisa, Bali jangan seperti Jakarta. Bali tak memiliki gedung seperti wisma atlet yang bisa dijadikan RS dan menampung ribuan pasien positif. Bali tak punya tenaga medis dan paramedis yang banyak seperti Jakarta. Jangan kita berpikir pendek, toh pasien Covid-19 di kabupaten/kota sekarang baru berkisar 1-2 digit, RS di daerah masih bisa menampung. Kita juga perlu memikirkan dalam kondisi terburuk ada planning khusus yang dilakukan dan siap dilakukan di Bali.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Lakukan Pilihan Terbaik Kini pergerakan perencanaan dalam hal penanganan Covid-19 terus berlanjut. Ada banyak informasi di media sosial dan terkadang sarat hoax. Ini jelas membingungkan. Saat banyak orang butuh informasi yang jelas soal kebijakan dan strategi mengatasi pandemi ini, ada saja orang yang menggunakan media sosial untuk hal-hal tak terpuji. Saya salut, jika polisi menindak pelaku kejahatan informasi ini. Mereka harus ditindak mengingat membuat publik jadi resah dan tidak mendapat informasi yang jelas. Terkait dengan penutupan wilayah, kebijakannya juga masih beragam dan parsial. Mudah-mudahan hal ini segera bisa dikoordinasikan agar hasilnya efektif. Saya tetap mendukung langkah pemerintah. Mudah-mudahan pemimpin bangsa ini, para gubernur dan bupati diberikan ketabahan dan cara berpikir yang jernih untuk mengatasi masalah ini. Pesan saya pilihan kebijakan terbaik untuk menyelamatkan nyawa manusia. Mari bersama cegah Covid-19 agar kita bisa kembali ke kondisi normal. I Ketut Murda Gianyar, Bali
POJOK Bali ‘’Sipeng’’ batal. - Desa adat tetap jadi panglima.
Grafis : Tomik Cahya
Asimilasi Malah Disalahgunakan KEKHAWATIRAN masyarakat akan dampak asimilasi besar-besaran bagi narapidana (napi) di Indonesia, khususnya Bali, akhirnya terjadi. Baru beberapa hari dikeluarkan dari Lapas Kerobokan untuk menjalani asimilasi, Bayu Tama Pangestu (23) dan Ikhlas alias Iqbal (28) kembali berurusan dengan penegak hukum. Mereka diringkus Tim Pemberantasan BNNP Bali lantaran kembali tersangkut kasus narkoba. Hal ini praktis membuat netizen geram. Melalui akun Facebook @balipost, mereka berharap aparat penegak hukum memberikan tindakan tegas kepada mereka yang tidak tahu diuntung tersebut. Sudah diberikan kesempatan bebas, bukannya melaksanakan imbauan pemerintah mencegah Covid-19, mereka justru kembali melakukan kejahatan. Netizen juga mempertanyakan urgensi dan efektivitas kebijakan pemerintah mengenai asimilasi besar-besaran tersebut. Sebab, dengan membebaskan tahanan dalam jumlah besar di tengah kondisi ekonomi yang sulit, potensi kerawanan wilayah akan meningkat. Mau kerja apa, karena lapangan pekerjaan dan dunia usaha makin lesu. Guna mengantisipasi gangguan kamtibmas, aparat pun kini diminta gencar melakukan patroli. Berikut komentar sejumlah netizen. Lukman Kiki Sedikit masukan saya, bila penjara tidak muat dan penjahatnya meresahkan lalu di waktu pembebasan masih mengulangi perbuatannya, alangkah bagusnya jika ditembak di tempat saja. Maka masalah ini pasti sangat bagus menolong masyarakat, mengurangi angka
kriminalitas. Jadi, enggak usah repot antar ke persidangan dan antar ke penjara lagi. Irwan Lie Bukannya tidak berperikemanusiaan ya. Tapi saya pikir, kalau semua napi penjara tidak boleh menerima kunjungan selama dua bulan
(sesuai masa darurat 29 Mei), maka tidak ada kemungkinan mereka tertular Covid-19. Petugas sipir juga menjaga jarak dengan napi. Masyarakat disuruh diam di rumah. Yang positif Covid-19 diisolasi. Kok ini malah dikasih jalan-jalan dan tanpa pekerjaan akhirnya berbuat kriminal lagi.
Sariani Dewi Bagus Rakyat harus lebih waspada karena para napi dibebaskan sehubungan dengan krisis Covid-19 ini. Pemerintah dan daerah setempat harus lebih giat patroli untuk memastikan keamanan masyarakat. Candra Arbawa Banyak karyawan yang dirumahkan, napi dilepaskan. Apalagi pekerjaan enggak ada. Kemungkinan kriminal jadi lebih parah. Salut buat HAM. Dayu Kiwik Nah benar kan, baru saja lepas, masuk bui lagi tuh. Enggak kapok, sudah diampuni malah bikin ulah lagi. Man Ari Suta Kenapa juga
dilepas,
kurang kerjaan ya? Malah bikin runyam. Masyarakat sudah susah. Faustin W. Sudi Singkirkan saja. Cara yang mudah dan ampuh. Budi Yanca Suartawan Sampah luar yang mengotori Bali. Biar tidak ada istilah residivis, tembak mati saja. Wah Otha Pramana Dipenjara kan enggak ada yang keluar-masuk ke keramaian kayak pasar. Mengapa yang begitu dilepas? Ada orang bakalan kena Covid-19 di dalam kurungan? Nyoman Wirya Kalau sulit dibina, silakan dibinasakan saja, kecuali ada deal-deal tertentu.
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Sampalan Perkuat Jati Diri
PROGRAM ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ sangat relevan dengan situasi desa adat saat ini. Program yang digagas Pemprov Bali ini, mampu menjawab realitas di desa adat yang sedang menghadapi banyak tantangan dalam pelestarian seni budaya dan tradisi, yang kian mengancam jati diri krama Bali. Program ini cukup dirasakan manfaatnya oleh krama Desa Adat Sampalan, Kecamatan Dawan, Klungkung. Desa adat yang menaungi tiga desa dinas ini mengarahkan program ini untuk pelestarian sejumlah tradisi, agar tidak punah. Desa Adat Sampalan memiliki 16 banjar adat. Semuanya masih sejalan dalam pelaksanaan seni, budaya dan tradisi yang dikembangkan desa adat. Dengan program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, program ini semakin diperkuat, khususnya dengan dukungan anggaran Pemprov Bali Rp 300 juta tiap desa adat, membuat Pemprov Bali sangat riil menunjukkan keseriusannya dalam menjaga eksistensi krama desa adat. ‘’Ada beberapa tradisi di Desa Sampalan yang harus tetap dilestarikan. Kami merawatnya dengan langkahlangkah pembinaan. Ada tradisi Dewa Masraman di Banjar Panti Timbrah dan Siat Api di Puri Kawan. Kami juga sedang menggali tradisi lainnya yang harus tetap dilestarikan dalam memperkuat jati diri sebagai masyarakat
adat,’’ kata Bendesa Adat Sampalan Ketut Sujana, belum lama ini. Sementara terkait realisasi program dari dana bantuan Rp 300 juta, Sujana mengatakan, anggarannya digunakan untuk kegiatan fisik maupun nonfisik. Ini sesuai dengan juklak dan juknis yang sudah dikeluarkan oleh Pemprov Bali. Kegiatan fisik mencakup kegiatan perbaikan infrastruktur, baik pura maupun fasilitas umum. Sedangkan untuk kegiatan nonfisik berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. Seperti pembinaan sekaa gong, sekaa teruna, pesantian maupun meningkatkan kualitas SDM adat dengan pembinaan kelompok serati banten. Karena pada setiap banjar adat, komponen kelompok masyarakat ini ada. ‘’Sebagian besar anggarannya memang diarahkan untuk
kegiatan nonfisik. Pembinaan itu kita fokuskan untuk generasi muda. Itu arah pengembangannya, agar kelak mereka mampu meneruskannya,’’ tegasnya. Namun karena saat ini sedang fokus dalam penanganan Covid-19, semua konsentrasi lebih diarahkan kepada upaya pencegahan virus Corona ini. Apalagi di desa adat sudah dibentuk Satgas Gotong Royong. Ini sekarang diberdayakan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan di tingkat desa, sejalan dengan kebijakan Gubernur Bali. ‘’Anggarannya ada juga diarahkan ke penanganan Covid-19. Di setiap banjar adat akan dipasang wastafel untuk tempat cuci tangan. Jadi penggunaan anggaran direvisi. Untuk penanganan Covid-19, anggarannya maksimal Rp 50 juta,’’ tegasnya.
*** Peredaran kredit meningkat 6,80 persen. - Peluang ‘’macet’’ juga meningkat. *** Ratusan hotel dan restoran tutup. - Yang tetap terbuka hanya harapan. Bali Post/gik
TRADISI - Salah satu tradisi ‘’Siat Api’’ atau ‘’Lukat Geni’’ dari warga Puri Satria Kawan, Desa Paksebali, Desa Adat Sampalan. Tradisi ini dilakukan saat pangerupukan.
Selain pemasangan wastafel juga untuk pengadaan masker dan cairan disinfektan. Sebab, keberadaan masker belakangan sudah mulai langka, jadi disikapi oleh desa adat. Dana sosial LPD juga diarahkan untuk penanganan Covid-19. Pembinaan juga dilakukan kepada pedagang di Pasar Satria dan Sampalan Klod. Satgas Gotong Royong membantu peran pemerintah daerah untuk mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, ikuti seluruh arahan pemerintah, khususnya mengurangi kontak antarorang, untuk mencegah risiko terpapar Covid-19. (gik)
Bali Post/gik
Ketut Sujana