Skip to main content

Edisi Minggu 9 Pebruari 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 173 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Minggu Kliwon, 9 Februari 2020

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

balipost http://facebook.com/balipost

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Jalan Butus Kembali Putus

Soal Lontar

Memotret Air Terjun

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Karangasem mengakibatkan jalan di Dusun Butus, Desa Bhuana Giri, Bebandem, Karangasem kembali putus.

Mengapa lontar menjadi sangat lumrah ditemukan di masa lalu dan bagaimana kondisinya di masyarakat saat ini? Bali Orti | HAL. 7

Ada teknik tertentu memotret keindahan air terjun agar tampil seindah salju.

Daerah | HAL. 2

Fotografi | HAL. 8

DIPERLUKAN REGULASI PROTEKSI PERS PROFESIONAL BPM/dir

PENGHARGAAN - Ketua SPS Pusat Bidang Pendidikan, Syamsudin Hadi Sutarto, menyerahkan penghargaan kepada Bali Post diterima Redpel Dira Arsana.

’’Bali Post’’ Raih Penghargaan IPMA 2020 Masyarakat Bali berbangga memiliki koran Bali Post. Koran nasional yang terbit di Bali ini kembali meraih penghargaan IPMA (Indonesia Print Media Award). Penghargaan serupa sudah berulang kali diterima Bali Post dari berbagai kategori. Tahun ini penyerahan penghargaan bagi pemenang IPMA 2020 digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pada acara bertajuk “Awarding Night SPS Kreasi yang

Menginspirasi Negeri”, Bali Post meraih kategori Silver Winner. Penghargaan IPMA kepada Bali Post ini untuk kategori surat kabar nasional terbaik 2020. Penghargaan diserahkan Wakil Ketua SPS Pusat Bidang Pendidikan, Syamsudin Hadi Sutarto, kepada Pemimpin Redaksi Pimred Bali Post, Wayan Dira Arsana, di Hotel Mercure Banjarmasin, Jumat (7/2). Hal. 11 Tetap Kreatif

61 WN Tiongkok Dievakuasi dari Bali Mangupura (Bali Post)Sebanyak 61 warga negara (WN) Tiongkok dari ribuan wisatawan yang masih ada di Bali, dijemput pesawat charter milik maskapai penerbangan China Eastern, Sabtu (8/2) kemarin. Dari 61 WN Tiongkok tersebut, 49 penumpang dewasa dan 12 anak-anak diberangkatkan kembali menuju Tiongkok dengan nomor pe-

nerbangan CES700/CES799 dan registrasi B-1486 type Boeing 737-800 NG. Dari pantauan di lapangan, pesawat berangkat pada pukul 14.10 Wita, setelah sebelumnya tiba di Bali pada pukul 12.20 Wita dengan menggunakan nomor penerbangan MU700. Hal. 11 Dari Guangzhou

Pemkot Denpasar Terima Nol Rupiah

I Dewa Semadi

BPM/ist

KEBERADAAN kapal cepat (cruise) di Pantai Sanur yang melayani penumpang menuju Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, cukup banyak. Mereka rata-rata melayani para wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam di Nusa Penida dan sekitarnya. Namun, tidak jarang juga mengangkut penumpang lokal yang hendak pulang kampung. Hanya, hingga kini belum ada retribusi maupun pengenaan pajak dari Pemkot Denpasar. Ini artinya Pemkot Denpasar menerima nol rupiah dari kapal-kapal ini. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kota Denpasar, I Dewa Semadi, yang dikonfirmasi terkait pengenaan pajak dari kapal-kapal tersebut mengatakan, hingga saat ini belum ada. “Belum ada pajaknya itu. Mungkin nanti

bisa dikenakan retribusi,” ujarnya singkat. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Ketut Sriawan, juga mengakui pihaknya sampai saat ini belum mengenakan retribusi terhadap kapal-kapal tersebut. Pihaknya kini sedang merancang penataan pelabuhan pengumpan lokal di Denpasar. Termasuk rencana pembangunan pelabuhan di Sanur yang dibantu Ditjen Hubla Kemenhub RI, KSOP Benoa dan Kadisnav Benoa serta Pemprov sebagai fasilitator. Sementara itu Ketua Yayasan Pembangunan Sanur (YPS), Ida Bagus Gede Sidharta Putra, mengatakan, kontribusi Pelabuhan Sanur terhadap masyarakat Sanur cukup besar. Sebab, ada beberapa objek yang dikelola oleh desa adat, seperti parkir dan biaya kebersihan. Demikian juga sekitar 30 perusahaan speed boat yang beroperasi di Sanur semuanya dikelola oleh manajemen lokal Sanur. Sehingga, kontribusinya dikelola oleh Desa Adat Sanur. Dermaga yang dirancang untuk dibangun di Pantai Matahari Terbit justru akan berpeluang meningkatkan pendapatan, karena semuanya akan lebih berstandar dengan baik. Wisatawan yang menggunakan speed boat akan lebih nyaman, sehingga akan membuat image Sanur lebih baik. “Retribusi untuk biaya sandar kapal juga bisa ditingkatkan, sehingga bisa menambah pendapatan,” tandas pria yang akrab disapa Gus De ini. Hal. 11 Menambah Pendapatan

’’Negara membutuhkan kehadiran pers dengan perspektif jernihnya, untuk berdiri di depan melawan kekacauan informasi, penyebaran hoax, dan ujaran kebencian yang mengancam kehidupan demokrasi’’. Jokowi Banjarmasin (Bali Post)Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2020, Sabtu (8/2) di Banjarmasin, Kalsel. Tagline HPN 2020, yakni ‘’Pers Menggelorakan Kalimantan Selatan sebagai Gerbang Ibu Kota Negara’’ dan pers peduli lingkungan. Yang menarik, Presiden menyatakan ia selalu berusaha hadir dalam peringatan HPN. Ia mengaku kapok karena pernah tidak hadir dalam peringatan HPN. Alasannya, pers selalu mengikutinya dan memberitakan kegiatan Presiden. ‘’Jadi saya selalu rindu pada pers,” ungkapnya. HPN 2020 diharapkan menjadi momentum baru dalam merawat ekosistem pers. Presiden RI, Joko Widodo, mengisyaratkan menunggu draf regulasi untuk mengawal dan memproteksi pers profesional dari persaingan sistem pasar yang tak sehat. Ini juga diperlukan mengingat masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang mendapat informasi yang sehat dari pers profesional. “Saya menunggu draf regulasi pers dari para pimred. Pers perlu diproteksi agar tetap profesional dan berintegritas,” tegas Jokowi. Dia mengakui pers kini berhadapan dengan banyak tantangan. Namun, pers harus tetap menjadi pahlawan dalam menangkal kekacauan informasi. Presiden mengakui ada pihak- pihak yang sengaja atau tak sengaja menyebar hoax untuk menimbulkan kekacauan informasi. Negara membutuhkan kehadiran pers dengan perspektif jernihnya, untuk berdiri di depan melawan kekacauan informasi, penyebaran hoax, dan ujaran kebencian yang mengancam kehidupan demokrasi. “Pers harus tetap berkualitas dan profesional. Untuk itu pers harus diproteksi dengan regulasi yang jelas,” tegasnya lagi. Jokowi juga mengakui bahwa pers adalah teman

BPM/istana presiden

TANAM POHON - Presiden Jokowi bersama insan pers menanam pohon saat puncak HPN 2020 di Banjarmasin sebagai bentuk kepedulian pers terhadap lingkungan. yang setia bagi pemerintah dan pilar keempat mengawal keharmonisan dan demokrasi. Menurutnya pers selama ini bikin gugup. Insan pers menghadang untuk doorstop yang membuat saya gugup dan gagap tidak siap ditanya sesuatu. Baginya pers bukanlah seperti pepatah jauh di mata dekat di hati tetapi pers selalu di hati dan selalu dirindukan. Dengan tema “Teknologi Kreativitas dan Integritas Pers Menggelorakan Kalsel Gerbang Ibu Kota Negara,” pers diharapkan bisa makin profesional dan memiliki kontribusi jelas dalam menangkal kekacauan informasi. Pers haruslah beradaptasi dengan migrasi pembaca. Kalau dulu ruang pembaca dominan physical space

yang semuanya serba fisik kini sudah bergerak ke cyber space. Jika dalam proses migrasi ini pers tidak inovatif dan kreatif, maka banyak media cetak yang berpotensi almarhum. Ini akan menjadi situasi yang kurang sehat dalam dunia informasi. Ketua Dewan Pers, M. Nuh, kalau negeri ini kehilangan pers profesional maka akan terjadi loyalis, buyouts atau kondisi yang riskan karena berita-berita yang keluar tak lagi berkualitas dan ruang publik akan dipenuhi berita-berita yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Hal. 11 Tetap Berintegritas

Spot untuk Mandi ”Dirampas” Kapal Cepat

‘’Minggir!, Minggir! Kapal mau merapat’’. Hentakan dari kru kapal cepat pariwisata Sanur sering terdengar tatkala warga sedang asyik menikmati mandi sambil berjemur di Pantai Sanur. Pantai Sanur khususnya yang berpasir putih kini bukan lagi menjadi milik warga Denpasar yang menikmati mandi dan nelayan yang mencari ikan, melainkan milik owner kapal cepat pariwisata.

BPM/eka

KAPAL CEPAT - Spot mandi di Sanur kini menjadi milik kapal cepat.

Lihat saja pemandangan dari depan Museum Le Mayeur ke utara hingga bibir selatan Pantai Matahari Terbit, semua spot permandian dan spot mancing bagi masyarakat umum kini dirampas oleh kapal cepat pariwisata. Ironisnya, mereka dengan seenaknya mengusir warga yang sedang mandi untuk menikmati panasnya sinar matahari dan berendam di air laut. Para nelayan yang biasanya melempar jaring alias pencar di kawasan ini juga tersisih, jika tak mau dikatakan diusir. Semua lahan pantai Sanur kini dijadikan dermaga dan mangkalnya kapal cepat yang melayani penyeberangan wisatawan lokal dan mancanegara ke Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Lombok. Hal. 11 Untuk Mandi

Solusi Pemerintah

Tahun Ini Bangun Pelabuhan Segitiga Emas RENCANA pengembangan kawasan Pelabuhan Sanur di Pantai Matahari Terbit-Lembongan dan Nusa Penida yang disebut Pelabuhan Segitiga Emas akan mulai dilaksanakan tahun ini. Ini kabar baik bagi masyarakat Bali sebagai sebuah solusi sehingga kapal cepat yang

mengganggu warga saat mandi di Sanur bisa ditata lagi. Pengembangan Pelabuhan Sanur merupakan bagian dari program infrastruktur darat, laut, dan udara yang terintegrasi. Khususnya terkait dengan segitiga emas SanurNusa Penida-Nusa Lembongan. “Jadi sekarang itu untuk

segitiga emas kan sudah masuk pengalokasian. Nah perencanaan schedule untuk lelang sudah disiapkan oleh pusat. Jadi semuanya sekarang sudah ada di pusat,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gde Wayan Samsi Gunarta, di Denpasar belum lama ini.

Untuk dermaga di Pelabuhan Sanur, kata Samsi, akan ditangani oleh KSOP Benoa. Sedangkan dermaga di Nusa Penida dan Nusa Lembongan/ Nusa Ceningan nantinya ditangani oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Semuanya dipastikan mulai dibangun tahun 2020.

“Sekarang kan sedang dicek semua kesiapan dokumennya, kriteria desain. Pembentukan organisasi pelaksana kegiatan sudah dilakukan, jadi mengikuti step biasalah bagaimana layaknya proyek,” jelasnya. Hal. 11 Dua Tahun


2

Minggu Kliwon, 9 Februari 2020

Vaksin ASF Diteliti DI Tengah merebaknya isu African Swine Fever (ASF) yang menyerang babi di Bali, Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar sedang meneliti tiga bentuk vaksin. Di dunia ini belum ada vaksin yang efektif untuk menguatkan imun babi terhadap virus tersebut. Kepala BBVet Denpasar, drh. I Wayan Masa Tenaya, M.Phil., Ph.D., mengatakan pemerintah pusat sudah menunjuk tenaga ahli dari Udayana dan tim untuk membuat vaksin itu. Salah satu tim ahlinya adalah tamatan Jerman. Dalam waktu dekat akan ada temuan vaksin yang merupakan penemuan Indonesia. Ada tiga vaksin yang diteliti, yaitu vaksin rekombinan protein yang menggunakan teknologi molekuler. Tim yang membuat antara lain, Prof. Mahardika dari FKH Udayana. Upaya kedua yaitu membuat killed vaksin, dengan meniru model–model pembuatan vaksin penyakit Jembrana pada sapi Bali. “Saya pun tidak tinggal diam di kantor lab saya, kami juga membuat tissue culture vaksin (kultur jaringan). Jika temuan tersebut efektif dan protektif pada babi, maka ini akan menjadi temuan pertama di Indonesia dan di dunia,” ungkapnya. Dikatakan, rekayasa

genetik ini tidak menggunakan sampel dari manapun. “Beliau (peneliti) menggunakan informasi dari internet, dicari sekuens DNA-nya, dibuat secara sintetik, tidak mengambil bahan-bahan itu dari babi,” imbuhnya. Meski belum diuji coba, karena pembuatan mulai dilakukan pada Januari 2020, namun pihaknya akan terus berupaya untuk mengembangkan temuan-temuan guna mengendalikan virus baru ASF ini. Kasus baru ini bukanlah kasus yang menyebabkan menular kepada manusia, sepanjang dimasak dengan baik. “Mudah– mudahan kasusnya mereda seiring dengan ditemukannya vaksin,” ujarnya. Dengan banyaknya peternakan rakyat di Bali, sehingga pemerintah tidak bisa mengintervensi peternak tersebut, namun hanya mengimbau. “Pola peternakan yang saat ini ada adalah pola peternakan rakyat yang masih menggunakan limbah–limbah pakan hotel dan sisa–sisa makanan,” ujarnya. (may)

LUMPUR - Alat berat sedang mengeruk endapan lumpur di jalan utama di Desa Songan, Kintamani.

Pascabanjir Bandang di Songan

Tim Gabungan dan Masyarakat Bersihkan Lumpur

Bangli (Bali Post) -

Akibat banjiar bandang yang melanda Desa Songan, Kintamani, Jumat (7/2) lalu, banyak rumah dan kendaraan yang terendam lumpur. Bahkan, akibat kejadian ini empat KK harus mengungsi ke rumah kerabatnya. Kini lumpur yang menerjang beberapa lokasi di desa tersebut mulai dibersihkan.

Beringin Patah Timpa ”Palinggih” dan Mobil Tabanan (Bali Post) Batang pohon beringin yang cukup besar di Banjar Penebel Kelod, Desa Penebel, patah ke arah jalan umum Penebel-Tabanan, Sabtu (8/2). Akibatnya, menimpa palinggih dan tembok panyengker milik I Made Sujana. Bahkan sebuah mobil minibus yang parkir di timur jalan juga tertimpa ranting, namun tidak sampai mengalami kerusakan serius. Dari informasi yang dihimpun di lokasi, kejadian patahnya cabang pohon beringin terjadi sekitar pukul 09.00 Wita. Saat kejadian tidak ada hujan ataupun angin yang melanda wilayah Penebel. Namun diduga akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah Penebel malam sebelumnya menjadi penyebab patahnya cabang beringin tersebut. “Beruntung tidak ada yang lewat saat kejadian,” ungkap seorang saksi di lokasi. Hanya saja cabang beringin tersebut menimpa merajam milik Made Sujana yang ada di seberang (timur) jalan. Palinggih dan tembok panyengker hancur sehingga korban mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta. Selain itu, lalu lintas Penebel Tabanan sempat terganggu karena jalur hanya bisa dilewati sepeda motor. Pengguna mobil atau kendaraan besar lainnya harus memutar melalui Banjar Pitra, Jegu, tembus Desa Buruan dan lanjut ke Tabanan atau sebaliknya. Namun demikian, tim TRC BPBD Tabanan langsung lokasi untuk melakukan evakuasi. Bersama anggota Polsek dan Koramil Penebel serta masyarakat menyingkirkan cabang beringin yang patah tersebut. Sehingga jalur kembali bisa dilalui. “Kami langsung turun begitu mendapat laporan,” ungkap Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, Putu Trisna Widiyatmika . Terkait kejadian ini, pihaknya terus mengimbau masyaraat untuk senantiasa lebih berhati-hati ke depannya. (bit)

BPM/ist

TUMBANG - Cabang pohon beringin tumbang di wilayah Kecamatan Penebel, Sabtu (8/2).

Petugas gabungan dari TNI/Polri, Kementerian PU Marga Jalan Nasional Bali Timur, BPBD Provinsi, BPBD Kabupaten bersama masyarakat, Sabtu (8/2) kemarin melaksanakan operasi dalam upaya penanganan dampak banjir bandang. Secara bahu membahu petugas bersama masyarakat melakukan pembersihan di akses-akses yang tergenang air pekat bercampur lumpur. Pembersihan dilakukan

pada akses jalan yang tertutup material lumpur hampir setinggi 1 meter. Tingginya endapan lumpur sangat menyulitkan warga untuk melewati jalan itu. Beberapa alat berat diturunkan di lokasi untuk membersihkan endapan lumpur. Petugas gabungan juga secara berjibaku melakukan pembersihan lumpur yang merendam rumah warga, mulai dengan melakukan penyedotan air, pengerukan

Hulundanu Batur, Desa Songan, tepatnya di Banjar Hulundanu tertutup material banjir bandang hampir setinggi 1 meter. “Rumah-rumah warga ada tergenang air dan terdampak material lumpur hampir sepinggang orang dewasa,” katanya. Dikatakan Wiredana, pihaknya belum bisa memastikan berapa kerugian yang diakibatkan dari banjir bandang di Songan kali ini. Nilai kerugian masih dilakukan pendataan. “Cuaca saat ini mendukung. terpantau cerah. semoga cuaca mendukung sehinga kegiatan operasi gabungan berjalan lancar,” pungkasnya. (kmb40)

Pemprov Buka Lowongan untuk Tenaga TI Denpasar (Bali Post) Pemprov Bali melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik akan menggelar seleksi terbuka bagi para profesional di bidang Teknologi Informasi/Informatika. Seleksi ini dilakukan untuk mewujudkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju Bali Smart Island berlandaskan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Seleksi Tim Pengembangan SPBE meliputi web developer, mobile developer, GUI designer, augmented reality programmer, cloud engineer, dan video creator. “Kita ingin mengembangkan SPBE dengan merekrut tenaga programer sesuai dengan spesifikasi itu sehingga kita bisa membuat aplikasiaplikasi untuk mendukung Bali Smart Island lebih cepat,” ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali, Gede Pramana, dikonfirmasi Sabtu (8/2). Menurut Pramana, pihaknya mencari 14 orang yang nanti masuk dalam Tim Pengembangan SPBE. Syaratnya antara lain, peserta seleksi merupakan WNI

berpendidikan minimal Diploma-4/Strata-1, berusia maksimal 40 tahun per 1 Maret 2020. Diutamakan yang pernah membuat project terkait posisi yang dilamar atau memiliki sertifikasi/ lulus uji kompetensi terkait. Selain itu, mampu bekerja dengan target dalam tim maupun mandiri, serta lulus seleksi administrasi dan kompetensi. Gaji yang ditawarkan pun cukup menarik, yakni Rp 4 juta sampai Rp 8 juta per bulan, sesuai dengan kualifikasi. Adanya tingkat kompetensi dan pengalaman kerja akan dipertimbangkan dalam penentuan jenis kualifikasi. Penentuan formasi dan jenis kualifikasi didasarkan pada hasil seleksi kompetensi, meliputi tes tulis, praktek dan wawancara. Dalam pengumuman Nomor : 061.1/2198/ IAI/D.KOMINFOS/2020, informasi seleksi selengkapnya dapat dilihat pada web seleksitimspbe.baliprov.go.id. “Pendaftaran akan dimulai pada tanggal 10 sampai dengan 21 Februari 2020,” imbuhnya. Pramana menambahkan, SPBE yang kokoh

Bali Genjot MICE dari APBN ini untuk bisa diadakan lebih banyak di Bali,” ujar Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, usai melakukan persembahyangan di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, Sabtu (8/2). Pria yang akrab disapa Cok Ace ini menambahkan, upaya tersebut juga dibarengi dengan peningkatan promosi di luar negara Tiongkok. Pihaknya kini melirik negara-negara seperti Vietnam yang cukup potensial dengan adanya direct flight setiap hari dari Hanoi. Kemudian India yang pertumbuhannya

endapan lumpur dengan ketinggian hampir sepinggang orang dewasa. Hektaran lahan pertanian dengan jenis tanaman holtikultura rusak akibat terdampak banjir bandang. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangli, I Ketut Gde Wiradana, mengatakan banjir bandang terjadi akibat terjangan air yang besar dari wilayah atas, yakni Banjar Kayupadi, Desa Songan, Desa Belandingan dan Desa Pinggan. Tidak ada korban

jiwa akibat banjir bandang tersebut. Namun demikian dampak banjir bandang mengakibatkan 8 unit mobil milik warga terendam lumpur setinggi kurang lebih 25 cm, serta 20 unit sepeda motor. 15 Rumah Warga juga terdampak. “4 KK harus mengungsi kerumah kerabatnya,” kata Wiradana. TK Prawidya Dharma di desa setempat juga terendam air. Banjir bandang juga menyebabkan satu buah tiang listrik roboh dan menutupi sebagian jalan. Wiradana mengatakan, dari pantauannya malam setelah kejadian, kondisi akses jalan dari Kintamani-Pura

Kembangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

Buntut Penutupan Penerbangan dari dan ke Tiongkok Denpasar (Bali Post) Bali mulai memasang strategi baru untuk mengantisipasi dampak penurunan kunjungan wisatawan Tiongkok. Menyusul adanya penutupan sementara penerbangan dari dan ke negeri Tirai Bambu tersebut. Selain mengoptimalkan pangsa pasar tradisional, juga menggenjot MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dari APBN. “Kita mohon ke Pak Presiden agar kegiatankegiatan seperti MICE misalnya, terutama yang berasal dari anggaran APBN

BPM/kmb40

juga cukup bagus di atas 50 persen turut menjadi atensi. “Disamping negara-negara lain seperti Amerika, Eropa, dan Australia, tetap juga menjadi pangsa pasar tradisional kita,” imbuh mantan Bupati Gianyar ini. Cok Ace berharap, upaya menggenjot ke dalam dengan MICE dan ke luar lewat promosi ke pangsa pasar tradisional ini dapat menjaga pariwisata Bali tetap survive. Utamanya di tengah wabah virus corona yang kini melanda Tiongkok. Mengingat di tahun 2019, kunjungan

wisatawan Tiongkok berada di peringkat 2 sebanyak 1.185.519 atau menyumbang hampir 20 persen kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali. “Dengan demikian, kami bisa menjaga jangan sampai ada pemutusan hubungan kerja dan lain sebagainya. Tentu akan menimbulkan dampak sosial yang sangat luas sekali,” jelasnya. Sementara terkait persembahyangan di Pura Jagatnatha, menurut Cok Ace bertujuan untuk memohon kepada Ida Bhatara agar masyarakat di Bali dijauhkan dari penderitaan

menuju Bali Smart Island adalah cita-cita besar yang ingin dicapai Provinsi Bali, khususnya dalam Pembangunan Bidang ICT untuk memperkuat dan meningkatkan kualitas berbagai layanan, terutama layanan publik (layanan kepada masyarakat, red). Untuk mewujudkan cita-cita besar itu, Provinsi Bali membangun sistem yang bertumpu pada kekuatan kolaborasi dan integrasi yang diberi nama Sad Maha Kertih (Sistem Layanan Digital Manajemen Pemerintahan Daerah Terkolaborasi, Terintegrasi dan Human Centered Society). Roh utama Sad Maha Kertih adalah visi Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang terdiri dari layanan digital desa adat modern, layanan digital krama Bali unggul, layanan digital Bali kerta, layanan digital Bali mandiri, layanan digital ekonomi Bali, dan layanan digital Bali pusat peradaban dunia. “Rekrutment SDM IT ini adalah perwujudan spirit atau semangat untuk membangun sendiri Sad Maha Kertih,” jelasnya. (kmb32)

dan kesakitan. Kemudian, mendoakan masyarakat Tiongkok agar dapat segera mengatasi wabah virus Corona. “Selain itu, matur piuning karena tadinya hari ini (Sabtu, 8 Februari 2020, red) rencananya penyelenggaraan Bali Kintamani Festival. Tapi karena ada suatu hal yang terjadi di China, acara tersebut kami tunda,” imbuhnya. Awalnya jajaran Pemprov bersama komponen pariwisata di Bali dan Konjen RRT di Denpasar berencana melakukan persembahyangan di Pura Ulundanu Batur dan Pura Dalem Balingkang. Namun, Cok Ace urung ke Batur lantaran harus segera pergi ke Bandara I Gusti Ngurah Rai.

BPM/kmb41

PUTUS - Akses jalan di Dusun Butus, Desa Bhuana Giri, Bebandem, Karangasem, kembali putus akibat diterjang banjir.

Diguyur Hujan Lebat, Jalan di Butus Kembali Putus

Amlapura (Bali Post) Hujan lebat yang mengguyur wilayah Karangasem dan sekitarnya pada Jumat (7/2), kembali mengakibatkan akses jalan di Dusun Butus, Desa Bhuana Giri, Bebandem, Karangasem, kembali putus. Kondisi itu kembali membuat warga sempat terisolir akibat tak dapat melintas. Pada Sabtu (8/2) kemarin, alat berat diturunkan untuk membuat jalan darurat agar aktivitas warga kembali lancar. Kepala Desa Bhuana Giri, I Nengah Diarsa, mengatakan hujan lebat yang terjadi membuat akses jalan kembali putus. Bahkan jalan putus panjangnya mencapai 30 meter dengan kedalaman sekitar 10 meter. Kondisi itu sempat membuat warga sama sekali tidak dapat melintasi jalur tersebut. “Untuk sementara ini harus dibuatkan jalan darurat agar siswa dan masyarakat bisa melintas di jalan ini untuk melakukan aktivitas. Untuk pembuatan jalan darurat ini, diterjunkan alat berat. Karena harus mengeruk sisa material yang di bawa banjir karena mengendap,” ujarnya. Diarsa menjelaskan, akses jalan darurat yang dibuat ini sifatnya sementara. Sebab, ketika kembali di guyur hujan lebat, dipastikan jalan kembali akan putus diterjang banjir. “Saya berharap pemerintah segara bisa membangun jembatan. Mengingat jalan ini merupakan akses satu-satunya di lereng Gunung Agung dalam melakukan setiap aktivitas,” harapnya. (kmb41)

Mengingat kemarin ada 61 wisatawan Tiongkok yang pulang ke negaranya menggunakan pesawat charteran dari pemerintah Tiongkok. Dikatakan, bila penjemputan oleh pesawat dari China itu sudah seizin pemerintah pusat. Mengenai mekanisme penjemputan menjadi kewenangan otoritas bandara. Pihaknya mengasumsikan wisatawan Tiongkok yang masih di Bali ada sekitar 3.500 sampai 5.000. “Karena penerbangan terakhir yang tanggal 5 Februari jam 00.00 Wita, itu kapasitas seat-nya 170. Tapi ternyata yang kembali adalah 127, dari jumlah itu, 116 memang punya tiket pulang. Jadi, yang memajukan berangkatnya hanya 11 orang. Tentu ini masih ban-

yak, asumsi saya yang masih tertinggal di Bali,” paparnya. Sejak pukul 00.00 Wita pada 5 Februari lalu lanjut Cok Ace, pemerintah lewat Kementrian Perhubungan memang telah menutup sementara penerbangan dari dan ke Tiongkok. Kebijakan tersebut hanya bisa disosialisasikan dalam waktu 2 hari saja. Praktis, masih ada wisatawan Tiongkok yang belum mendengar kebijakan itu. “Memang tidak semua mau pulang, bahkan sebagian besar mereka mau extend di Bali. Itu pun tidak masalah, karena sekarang sudah ada Permen No.3 Tahun 2020 yang memungkinkan mereka untuk memperpanjang visanya di sini,” tandasnya. (kmb32)

Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: ParwataSekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Kliwon, 9 Februari 2020 --

Pelita Bangsa Nasional Plus School Rayakan Imlek Eratkan Silaturahmi dan Satukan Perbedaan PELITA Bangsa Nasional Plus School merayakan Imlek, Jumat (7/2) lalu. Dalam perayaan ini para murid berkesempatan tampil dan menunjukkan bakat masing-masing dibidang seni, budaya maupun olahraga. Selain itu, perayaan tersebut bertujuan untuk menjalin silahturahmi sekaligus menyatukan perbedaan yang ada. Ketua Yayasan Pelita Bangsa Nasional Plus School, Drs. Pintono Arief Priyono K., didamping Ketua Panitia, Ni Nyoman Sujatiasih, SS., mengatakan perayaan imlek ini adalah agenda rutin setiap tahun. ‘’Perayaan ini biasanya memang paling ramai. Pada perayaan ini siswa menunjukkan kemampuan dan bakatnya masing-masing,’’ ujarnya. Pintono melajutkan, di Pelita Bangsa Nasional Plus School ini setiap siswa diwajibkan mengikuti ekstra kurikuler Pramuka. Selain itu dibebaskan memilih ekstrakurikuler sesuai bakat dan minatnya masing-masing. ‘’Tidak dibatasi banyaknya, selama tidak menganggu pelajaran,’’ ujarnya. Adapun ekstrakurikuler yang bisa diikuti siswa antara lain tari Bali, tari

IMLEK - Salah satu ekstrakurikuler di Pelita Bangsa Nasional Plus School, yaitu modern dance yang ditampilkan pada perayaan Imlek, Jumat (7/2) lalu. modern, menyanyi, band, wushu, taekwondo, English club, mandarin, renang, futsal, sampai pencak silat. Para anggota ekstrakurikuler ini kemudian dipilih untuk tampil di panggung perayaan Imlek dan ditutup dengan penampilan Barong Sai. ‘’Kegiatan ini tentunya dinanti-nanti. Para orangtua juga gembira melihat anaknya tampil. Kita berkumpul di sini menjalin silaturahmi dan juga menyatukan perbedaanperbedaan,’’ jelas Pintono. Penampilan di atas panggung juga sebagai salah satu bekal bagi siswa untuk bisa percaya diri

tampil di depan umum. Ini tentunya akan sangat bermanfaat ketika mereka nantinya terjun secara nyata di masyarakat. Menurut Pintono, kepercayaan diri khususnya bisa tampil di depan umum itu sangatlah penting. ‘’Tidak semua berani tampil di depan umum. Padahal keberanian dan kepercayaan diri ini penting saat terjun ke masyarakat. Dengan tampilnya siswa di panggung pada perayaan Imlek menjadi salah satu bekal untuk mempupuk dan membiasakan diri mereka tampil di depan umum,’’ jelas Pintono. (ad218)

Triwulan IV 2019, Kondisi Ekonomi Bali pada Posisi Nyaman Denpasar (Bali Post) Secara umum kondisi ekonomi masyarakat Bali dalam memenuhi kebutuhan konsumsinya pada triwulan IV 2019 dipersepsikan berada pada posisi nyaman. Hal ini tercermin dari besaran Indeks Tendensi Konsumen (ITK) yang tercatat sebesar 112,34 poin. Dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, tingkat kenyamanan masyarakat mengalami peningkatan sebesar 0,43 poin dari besaran pada triwulan II 2019 yang tercatat sebesar 111,91. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho belum lama ini. Ia mengatakan, pada komponen penyusun ITK hanya pendapatan yang mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Komponen tersebut tercatat meningkat 3,69 poin menjadi 110,11 pada triwulan IV 2019. Sementara itu, komponen pengaruh inflasi terhadap konsumsi dan komponen volume konsumsi mengalami penurunan. Kedua komponen tersebut masing-masing turun sedalam -2,50 poin dan -3,64 poin. Meski sebagian besar komponen pembentuk ITK kini mengalami penurunan, namun semuanya masih berada pada tingkat yang nyaman. Ia menerangkan, lain halnya jika dibandingkan dengan

BPM/jay

Adi Nugroho ITK triwulan yang sama taUntuk prediksi ITK triwuhun sebelumnya. ITK triwu- lan I 2020, lanjut Adi Nugroho, lan kini tercatat turun -8,62 masyarakat Bali mempersepsipoin, karena pada triwulan kan upaya pemenuhan kebutuIV 2018 ITK tercatat sebesar han konsumsinya masih akan 120,96. Sejak tahun 2011, berada pada zona nyaman. Sesecara umum pergerakan ITK bab, besaran ITK mendatang triwulan IV menunjukkan mencapai 107,47 poin. Persepsi pola penurunan dibanding- kenyamanan tersebut didokan triwulan I. Namun pada rong keyakinan akan adanya tahun 2014 dan selama dua peningkatan pendapatan. Betahun terakhir, pergerakan saran pendapatan mendatang pola tercatat 119,99 poin. Namun ITK mengalami perubahan demikian, keyakinan akan arah. Pada periode tersebut, adanya peningkatan ternyata ITK triwulan IV meningkat tidak langsung diikuti dengan dibandingkan dengan triwu- peningkatan konsumsi barang lan sebelumnya. “Peningkatan tahan lama. “Besaran indeks tertinggi terjadi pada tahun rencana pembelian barang 2018 yang ketika itu ITK me- tahan lama berada di bawah ningkat sebesar 12,30 poin,” 100, yaitu sebesar 85,53 poin,” jelasnya. imbuhnya. (jay)

Puntung Rokok Hanguskan Tumpukan Kayu dan Mesin Pemotong Mangupura (Bali Post) Gara-gara puntung rokok, I Nyoman Suaka (58), pemilik gudang penyimpanan kayu di Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, harus menanggung kerugian hingga ratusan juta. Pria lanjut usia ini mengalami kerugian akibat tumpukan kayu yang telah dipotong-potong miliknya yang disimpan di gudang terbakar, Jumat (7/2) malam. Tidak hanya kayu yang ludes terbakar, peralatan mesin pemotong kayu juga ikut terbakar. Meski begitu, syukur tidak ada korban dalam musibah tersebut. Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung, I Wayan Wirya, saat dikonfirmasi Sabtu (8/2) membenarkan kejadian tersebut. Dia mengungkapkan, dugaan sementara api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Selama ini pihaknya telah mewanti-wanti agar jangan membuang sisa rokok sembarangan, sehingga mengakibatkan kebakaran. “Saya sudah sering mengimbau, tolong jangan buang puntung rokok sembarangan, jangan bakar sampah sembarangan, un-

tuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan,” tegasnya. Kendati demikian, Wayan Wirya mengucap syukur kebakaran tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa. “Informasi bahwa telah terjadi kebakaran diterima petugas kitar pukul 23.25 Wita. Begitu mendapat informasi, kami dengan tiga unit mobil pemadam kebakaran bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman, syukur tidak ada korban jiwa,” jelasnya.

Selain tim pemadam kebakaran, pihaknya juga dibantu dari tim reaksi cepat (TRC) BPBD Badung, masyarakat setempat dan juga pemilik gudang. “Kurang lebih dalam 30 menit api sudah berhasil dipadamkan,” ucapnya. Mantan Camat Kuta Selatan ini menyebutkan, dari hasil pendataan di lapangan yang dilakukan petugas, korban ditaksir mengalami kerugian hingga Rp 100 juta. (kmb27)

BPM/ist

API - Tim Damkar Badung dibantu BPBD dan masyarakat setempat berhasil memadamkan api yang melalap tumpukan kayu dan mesin pemotong kayu di Desa Sembung, Mengwi, Jumat malam.

Ribuan Umat Ikuti Ritual ”Tawur Agung” di Pura Luhur Batukau RIBUAN umat Hindu dari berbagai daerah di Bali mengikuti ritual atau upakara Tawur Agung di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Penebel Tabanan, Sabtu, (8/2). Ritual ini merupakan serangkaian Karya Agung Pangurip Gumi yang puncaknya digelar pada 20 Februari 2020. Rangkaian kegiatan yang telah dimulai sekitar pukul 09.00 Wita tersebut, turut dihadiri oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, Ketua DPRD Bali, N. Adi Wiryatama, Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga, dan seluruh jajaran OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Selain itu, juga dihadiri oleh Ketua PHDI Pusat dan puluhan panglingsir puri sejebag Bali. Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti selaku Murdaning Jagad Tabanan, mengatakan sangat bersyukur serangkaian Karya Agung Pangurip Gumi yang telah dilaksanakan dari tahun 2019 sampai saat ini (Tawur Agung) berjalan dengan lancar. “Adanya Karya Agung Pangurip Gumi, tentunya akan membawa keharmonisan terhadap alam jagad raya Bali,”

ungkapnya. Bupati Eka berharap melalui kegiatan ini mampu mengembalikan fungsi-fungsi alam menuju keharmonisan, baik dengan Tuhan, lingkungan dan sesama manusia. Sesuai dengan konsep Tri Hita Karana. “Saya harap kegiatan ini juga bisa menselaraskan dan memberikan anugrah bagi jagat Bali untuk kehidupan yang lebih baik. Dimana negatif menjadi positif dan kala menjadi Dewa, sehingga semua ning manah, ning kayun dan semua bisa saling kasih mengasihi,” harapnya. Lanjut Bupati Eka, hal itu menurutnya sangat perlu dilakukan karena pikiran yang kotor dan penuh kebencian dikatakannya hanya akan merusak jagat raya ini. “Dengan adanya ritual Tawur Agung serangkaian Karya Agung Pangurip Gumi ini, semua akhlak dan pikiran tersebut dikembalikan menjadi unsur-unsur yang baik, sehingga menjadi suatu keseimbangan alam semesta dan isinya,” imbuh Eka. Sementara, Wisnu Bawa Tenaya selaku Ketua PHDI Pusat di sela-sela kegiatan berharap seluruh umat, khususnya umat Hindu agar meningkatkan sradha dan bhakti-nya. “Harapan kita se-

TAWUR - Suasana pelaksanaan upakara Tawur Agung serangkaian Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau. luruh umat Hindu dimanapun berada selalu meningkatkan sradha dan bhakti-nya kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan cara-cara lascarya dan tulus ikhlas,” harapnya. Ia pun meminta kepada seluruh umat agar selalu menjaga keseimbangan jagad bumi dengan meningkatkan tatwa dan sastra. “Ke Pura kita tentu yakin dan percaya terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kemudian kita datang dengan lascarya. Ingat Sastranya, kemudian kita ikuti dengan petunjuk-petunjuk yang

ada, ikuti desa mawacaranya, desa kalapatranya,” imbuh WBT. Sebelumnya, Ketua Panitia I Karya Agung Pengurip Gumi, I Wayan Arya, mewakili panitia karya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada masyarakat dan seluruh undangan yang hadir. Ia mengatakan bahwa, ritual Tawur Agung ini merupakan upacara yadnya yang paling utama (tinggi). Dengan harapan mampu mengembalikan kesucian jagad, khususnya jagad Bali menuju shanti dan jagadhita. (ad225)

Cellular Word Gelar Pengundian ”Year End Promo” PENGUNDIAN Year End Promo di Cellular Word Teuku Umar, Denpasar, Bali, Jumat (7/2) resmi dilakukan. Disaksikan pihak terkait, pengundian puluhan hadiah dan 1 unit hadiah utama berupa Honda Brio dihadiri ratusan konsumen. Pada pengundian kali ini, hadiah utama berupa 1 Unit Mobil Honda Brio Seri E berhasil didapat konsumen atas nama Adi Suryawan (49) asal Kediri, Tabanan. Ditemui usai pengundian, Adi mengaku tidak menyangka bisa mendapat undian mobil. Pasalnya, sejak awal dirinya tidak ada firasat apa-apa. Meski saat menjelang pengundian cuaca hujan, dirinya tetap semangat datang. “Ternyata tidak diduga, hadiah utama berhasil saya raih,” pungkasnya. Marketing Manager Cellu-

lar Word, IGN. Gede Wirakusuma mengatakan, program undian ini sudah dimulai sejak 4 November 2019 dan berakhir pada 31 Januari 2020. Ada beberapa hadiah dari undian ini, di antaranya 5 buah kulkas, 4 Handphone samsung A80, 3 Handphone samsung A Note Plus, 2 unit motor honda ADV, serta hadiah utamanya yaitu 1 unit mobil Honda Brio. Undian ini, kata dia diikuti oleh konsumen yang telah berbelanja produk samsung dan XL di Cellular Word. Selain Year End Promo, Cellular Word juga memberikan promo sale 50 persen untuk beberapa Handphone. Bahkan setiap akhir pekan akan diadakan lelang Handphone. “Program Year End Promo ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan di Cellular Word.” (ad223)

HADIAH - Pemenang hadiah utama satu unit Mobil Honda Brio, Adi Suryawan, memegang mockup kunci usai pengundian Year End Promo di Cellular Word Teuku Umar, Denpasar, Bali, Jumat (7/2).

BPBD Badung Petakan Potensi Rawan Bencana Mangupura (Bali Post) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung, terus berupaya memetakan daerah yang berpotensi terjadi bencana. Pemetaan dilakukan untuk menentukan lokasi-lokasi rawan, titik evakuasi dan titik kumpul, apabila terjadi bencana. Kepala BPBD Badung, Bagus Nyoman Wiranata, saat dikonfirmasi Sabtu (8/2), mengatakan pihaknya telah mengklasifikasikan daerah yang berpotensi rawan bencana di enam kecamatan di kabupaten setempat. “Kami petakan berdasarkan topografi wilayah, seperti kawasan yang berpotensi longsor, banjir dan tsunami,” ujarnya. Menurutnya, kawasan yang berpotensi rawan longsor ada di wilayah Kecamatan Petang tujuh desa, Abiansemal empat desa, Mengwi satu desa, dan Kuta Selatan tiga desa. Sedangkan wilayah yang berpotensi banjir adalah daerah Kuta, Kuta Utara, dan Mengwi. “Sedangkan rawan tsunami ada di 18 desa atau kelurahan yang ada dipesisir,” ucapnya. Belasan desa atau kelurahan yang berpotensi terkena tsunami, terang Bagus Wiranata adalah Tanjung Benoa, Benoa, Jimbaran, Kutuh, Ungasan, Pecatu, Kedonganan, Kuta, Tuban, Legian, Seminyak, Kerobokan Kelod, Kerebokan, Tibubeneng, Canggu, Pererenan, Munggu, dan Cemagi. “Untuk bantuan kedaruratan kami lebih tertumpu pada pemenuhan kebutuhan dasar berupa bantuan sembako, selimut, dan kasur, sedangkan pascabencana ada dana rehab rekon tapi berdasarkan by name by address yang pengajuannya berdasarkan proposal yang diajukan ke pimpinan,” jelasnya. Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan dalam penanggulangan bencana harus ada sinergi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Hal ini sesuai dengan lam-

BPM/kmb27

BENCANA - Tim dari BPBD Badung berupaya terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang tertimpa bencana alam. bang segitiga biru pada logo BNPD/BPBD, yakni bahwa BPBD tidak bisa bekerja sendiri, melainkan harus sinergitas bersama pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, karena mesti bersatu dengan ketiganya, sehingga bisa membantu satu sama lain. “Jadi aksi yang harus dilakukan oleh BPBD Kabupaten Badung dan perangkat daerah terkait, termasuk Camat, Perbekel dan Lurah adalah menetapkan peta rawan bencana terutama banjir dan longsor per desa, per kecamatan,” katanya. Tak hanya itu, pejabat asal Pecatu, Kuta Selatan ini juga meminta BPBD Badung memetakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki BPBD Badung. “Hitung masyarakat yang tinggal di wilayah bencana, buat perencanaan yang matang, lakukan apel kesiapsiagaan dan simulasi,” pungkasnya. (kmb27)


4

Minggu Kliwon, 9 Februari 2020

NAPAS - Penanganan sementara untuk 2019 N-CoV adalah mengobati gejala yang timbul. Karena yang diserang adalah saluran napas, maka yang diobati adalah infeksi saluran napas dan gejala lain yang timbul.

Mengenal 2019 N-CoV

Virus Satu ”Family” dengan SARS dan MERS

VIRUS Corona masuk dalam family corona. Virus yang muncul pertama kali di Wuhan, Tiong-kok ini dinamakan 2019 Novel Corona atau 2019 N-CoV. Family virus yang sama dengan virus ini adalah SARS-CoV dan MERS-CoV. Kepala Instalasi Laboratorium Terpadu RSUP Sanglah, Dr. dr. Ida Sri Iswari, Sp. M.K., M.Kes. menjelaskan, sifat virus Corona belum bisa diprediksi sehingga memerlukan kewaspadaan dan penanganan ekstra hati-hati. “Struktur dan sifatnya belum bisa diprediksi, sehingga belum tahu bagaimana cara yang pasti memperlakukannya,” ujarnya. Family Corona terdiri atas empat genus yaitu, alfacorona, betacorona, gamacorona dan deltacorona. Betacorona dari tahun 2002 memang menyebabkan pandemic. Sedangkan 2019 N-CoV masuk dalam betacorona bersama SARS-CoV dan MERS-

CoV. Ketiga virus ini sama-sama menyerang saluran pernapasan dan menyebabkan pandemik di seluruh dunia. ”Yang meledak pertama kali kan SARS, disebabkan oleh Coronavirus, yaitu SARS-CoV tahun 2007, MERS-CoV tahun 2015, dan sekarang 2019 namanya Novel Corona Virus. Novel itu karena virus baru disebut 2019 N-CoV,” jelasnya. Virus ini perlu ditangani dengan seksama karena dalam perjalanannya bisa menyebarkan dari manusia ke manusia. “Sebenarnya Coronavirus itu hanya dari hewan ke hewan. Kalau kita memelihara hewan peliharaan, baru kita bisa kena. Tapi seka-

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.

rang bisa dari manusia ke manusia. Itu yang menyebabkan kita lebih waspada lagi, karena penyebarannya akan lebih cepat,” jelasnya. Gejalanya, sama dengan influenza yang lain seperti demam yang tinggi. Jika terkena virus akan menyebabkan demam dengan suhu 38 derajat celcius, ada batuk kering, lemas dan bisa menyebabkan infeksi saluran napas lebih dalam, disebut dengan pneumonia yang menyebabkan gejalanya lebih berat. Penularan virus 2019 N-CoV melalui droplet (udara) seperti percikan ludah sehingga harus menggunakan masker. “Sebetulnya penyakit influen-

Virus Baru Mengingat 2019 N-CoV ini virus baru yang belum diketahui karakteristiknya, maka harus diwaspadai agar virus ini tidak menyebar. Karena belum ada obatnya, antivirusnya tidak efektif, belum ada vaksinnya. Sehingga penanganan virus ini sulit agar tidak menyebar dengan cepat. Gejala 2019 N-CoV mirip dengan SARS, MERS. Namun SARS

dan MERS telah diketahui jenis virusnya sehingga dapat ditentukan antivirusnya. Progresifitasnya juga hampir sama dengan SARS dan MERS, sama–sama Coronavirus maka sasarannya adalah saluran napas. “Jadi gejalanya mirip–mirip infeksi saluran napas seperti pneumonia,” imbuhnya. SARS dan MERS progresifitasnya cukup tinggi, mortalitas (angka kematiannya juga tinggi). Namun N-CoV progresivitasnya belum jelas. “Kalau dari data disebutkan, dari sekian kasus yang meninggal hanya 2 persen. Jadi kita belum bisa menentukan progresivitasnya apakah sama dengan SARS dengan MERS, tapi kita harus waspada karena kita belum mengetahui karakternya, belum bisa menentukan antiviralnya, belum ada vaksinnya,”

tuturnya. Virus ini hidup di daerah yang dingin, cuaca atau kelembaban, suhunya dingin. Virus ini akan mati jika terkena panas 52 – 56 derajat celcius. Virus ini akan mati dengan sinar matahari, desinfektan, alkohol, klorin. “Maka dari itu, ruang– ruang isolasi jika kita tidak punya, diusahakan ruangan yang kena sinar matahari, supaya dia mati. Jadi sering– sering ngepel, ngelap–ngelap bed, alat– alat pasien dibersihkan, kita juga harus sering cuci tangan kalau habis kontak,” ujarnya. Penanganan sementara untuk 2019 N-CoV adalah mengobati gejala yang timbul. Karena yang diserang adalah saluran napas, maka yang diobati adalah infeksi saluran napas dan gejala lain yang timbul. (may)

”The Fit Ball Workout” (2)

TIDAK ada yang sulit bagi yang mau berusaha. Pengencangan otot-otot tubuh tidaklah dilakukan dalam waktu yang singkat. Namun, pengasuh yakin dengan latihan yang intensif, rutin serta menggunakan teknik yang tepat dan benar, maka hasil yang optimal akan diperoleh baik untuk pinggang, punggung, pantat, lengan, paha maupun perut. Ikuti contoh latihan berikut ini bersama saya, Grace Tangkudung, yang tetap menjaga postur tubuh tetap tegak.

Gb. 2: Posisi duduk pada bola, kedua siku lengan ditekuk belakang kepala. Turunkan badan hingga posisi tubuh menjadi terlentang/bola tetap menempel pada punggung dan posisi kedua siku lengan tidak berubah. Kembali ke posisi semula dan ulangi hingga 2x8 hitungan, maka latihan crunches ini sangat bermanfaat bagi otot perut.

2

Gb. 1: Posisi bersandar pada bola yang menempel pada dinding, posisi tubuh tegak dan kedua lengan lurus depan dada. Kedua kaki lurus lalu turunkan badan hingga kedua lutut nampak ditekuk. Kembali tegak lalu ulangi hingga 2x8 hitungan.

Kisara HALO sahabat Kisara. Tidak terasa sudah bulan Februari ya? Februari sering dikaitkan dengan hal-hal berbau cinta dan hubungan. Lalu apakah kalian pernah mendengar istilah hubungan toksik? Hubungan seperti apa ya yang disebut sebagai hubungan toksik? stres baik secara mental maupun fisik serta dapat menimbulkan masalah medis lainnya lo. Pacaran sebenarnya secara tidak langsung menjadi pemicu depresi. Namun, beberapa masalah yang sering terjadi selama berpacaran dapat menimbulkan dampak negatif yang akhirnya memicu masalah kesehatan lainnya. Hubungan toksik seringkali ditandai dengan adanya banyak pertengkaran verbal secara

Gb. 4: Untuk menguatkan otot perut, tengkurap pada bola dengan punggung lurus dan kedua siku lengan ditekuk menyiku ke samping. Angkat tubuh dan menahan dengan otot perut 1x8 hitungan lalu kembali ke posisi semula dan ulangi beberapa kali sesuai kemampuan. Selamat mencoba bagi pembaca yang ingin mengencangkan otot-otot tubuh dan mempertahankan postur tubuh tetap tegak dan salam bugar dari Lala Studio.

4

3 Gb. 3: Posisi tubuh menyamping menempel pada bola, tangan kanan pada bola, tangan kiri ditekuk menyiku ke samping. Arahkan siku lengan kiri ke pinggul kiri lalu tegakkan kembali dan ulangi pada 2x8 hitungan. Setelah itu lakukan juga pada tangan kanan.

1

Hubungan toksik merupakan hubungan yang dapat merusak kondisi emosional maupun fisik serta mengubah perilaku dari positif ke negatif. Toksik secara harfiah berarti ‘racun’, sehingga hubungan toksik dapat diartikan sebagai hubungan yang meracuni satu sama lain. Berbeda dengan pacaran sehat, hubungan jenis ini dapat membuat kamu jauh dari kata bahagia, karena dapat menyebabkan

za itu bisa sembuh dengan sendirinya, kalau keadaan umumnya baik, sistem imunnya baik, dia akan sembuh dengan sendirinya, kalau influenza yang biasa. Nah, N-CoV berat, karena dia menyerang orang dengan daya tahan tubuh yang menurun, jadi anak– anak, orang tua itu lebih sering terkena infeksi ini,” bebernya.

Hubungan Toksik berulang-ulang terjadi dengan frekuensi yang cukup sering. Banyak pula disertai dengan pertengkaran secara fisik sehingga menimbulkan trauma baik secara emosional maupun fisik terhadap satu sama lain. Hubungan pada tahap ini kemudian disebut sebagai kekerasan dalam pacaran yang merupakan bentuk yang lebih berbahaya dari hubungan toksik. Mengutip dari Love Is Respect (2017), kekerasan dalam pacaran bisa saja terjadi dalam bentuk fisik, emosional, psikologis, hingga seksual. Sering kali, korban tidak menyadari atau bahkan tidak mengakui bahwa p asangannya t elah m elaku kan tindak kekerasan karena

pelaku meminta maaf dan bersikap baik. Namun, siklus inilah yang kemudian membuat hal ini kembali berulang dan secara tidak langsung menjadi kebiasaaan dalam suatu hubungan. Kejadian berulang inilah yang membuat banyak tekanan mental dan fisik tanpa disadari yang kemudian mengganggu kesehatan satu sama lain. Pacaran pada dasarnya adalah fase untuk saling mengenal. Tahap di mana kita belajar untuk mengekspresikan rasa kasih sayang dan perhatian terhadap satu sama lain. Maka, sudah sehendaknyalah tahap ini tidak digunakan untuk saling menyakiti satu sama lain, baik secara verbal, mental maupun

fisik. Pertengkaran maupun kekangan adalah hal yang wajar. Namun, jika hal itu sudah menyakiti salah satu atau kedua pihak, maka hubungan itu akan memberikan dampak yang buruk terhadap kedua belah pihak. Lalu, jika kamu sedang berada dalam jenis hubungan ini, apa yang bisa kamu lakukan? Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah berkomunikasi dengan pasanganmu. Bicarakan secara terbuka dan ungkapkan masalahmu dengan si dia. Percayalah, setiap masalah akan

selalu ada jalannya. Jika akhirnya kalian tidak menemui jalan keluarnya, maka pilihan untuk tetap melanjutkan atau berhenti ada di tangan kalian. Kamu tidak harus langsung putus dengan si dia, bisa saja ada jalan lain yang kamu tempuh dan kompromikompromi lain yang ingin kalian coba. Namun ingatlah bahwa cinta tak akan menyakiti kamu. Jika memang hubunganmu berakhir menyakitimu secara bertubi-tubi, maka itu bukanlah cinta, tetapi obsesi semata. So, be smart!


5

Minggu Kliwon, 9 Februari 2020

Capricorn Peruntungan: Langkah Anda masih panjang dan banyak liku-liku yang harus dilalui. Walau situasi masih sering berubah-ubah, Anda masih bisa tersenyum lega karena kesempatan dan peluang kembali terbuka lebar sehingga bila dihadapi dengan serius dan sungguh-sungguh, tidak sulit meraih kesuksesan besar hari ini. Kesehatan: Intensifkan bangun di pagi hari walau terkadang hawa malas dan rasa kantuk sering sulit dihadapi. Cinta: Jangan biarkan wajah Anda ditekuk seperti bemo. Walau hati jengkel, sebaiknya senyum yang indah dan menarik lebih baik dipasang di wajah Anda. Aquarius Peruntungan: Cuaca cukup baik dan terang walaupun terkadang awan hitam sekali-kali melintas di langit. Itu perlambang Anda tetap harus maju dengan penuh keyakinan. Walaupun terkadang ada kerikil yang mengganggu, itu tidaklah terlalu berbahaya. Kesehatan: Sangatlah disayangkan jika Anda terlalu asyik mementingkan urusan pekerjaan, sedangkan kondisi badan diabaikan begtu saja. Cinta: Mengalah sajalah, buat apa Anda terus bersitegang dengannya. Memangnya dalam menjalin kisah cinta harus selalu bertengkar dan tidak ada habis-habisnya. Pisces Peruntungan: Jangan terpikat oleh penampilan seseorang yang terkadang bertentangan dengan kenyataan yang ada. Walaupun itu teman lama Anda sekalipun, sebaiknya tetap menaruh kewaspadaan. Jangan asal percaya apalagi sampai menyerahkan segala informasi penting kepadanya. Kesehatan: Tak perlu memaksakan diri kerja sampai larut malam sekalipun batas waktu penyelesaiannya sangat mendesak. Cinta: Selisih pendapat dalam hubungan kisah cinta adalah hal yang biasa dan terjadi pada siapa saja. Terpenting adalah bagaimana menelaah suatu persoalan dengan sebijaksana mungkin tanpa dilandasi sikap egois. Aries Peruntungan: Tak perlu malas mengkoreksi diri sendiri terutama tentang cara kerja dan sikap Anda akhir-akhir ini. Bila dirasa merugikan, lebih baik segera tinggalkan. Jangan hanya memburu kesenangan sebentar akan tetapi penderitaan yang akan dirasakan tak ada habis-habisnya. Kesehatan: Kondisi badan Anda saat ini masih dalam tahap pemulihan sehingga benar-benar membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Cinta: Tak perlu mementingkan kesenangan sesaat yang tidak abadi. Ajaklah si dia ikut mempersiapkan visi ke depan mulai sekarang. Taurus Peruntungan: Tidak ada gebrakan dan terobosan yang bervariasi sehingga sulit bisa meraih hasil maksimal seperti yang diharap-harapkan. Terhadap berbagai rintangan yang muncul, cobalah hadapi dengan kepala dingin dan hati tenang. Kesehatan: Kekecewaan yang terkadang timbul segera saja buang sejauh mungkin. Jangan sampai dipendam terus di dalam hati karena sangatlah mengganggu konsentrasi dan kesehatan Anda. Cinta: Nikmati kebahagiaan ini dengan banyak mengisi waktu bersamanya dan jangan sampai mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Gemini Peruntungan: Lagi banyak mendapat gunjingan dan sorotan dari orang lain. Tak perlu dimasukkan hati, cukup didengarkan dan dipertimbangkan saja. Tak perlu ditanggapi karena semua itu hanya ingin mengacaukan konsentrasi Anda. Kesehatan: Tak perlu tergoda oleh bujuk rayu teman untuk mencoba obat baru ataupun terapi baru. Ada baiknya semua itu dikonsultasikan dulu dengan dokter Anda. Cinta: Suasana percintaan Anda cukup hangat dan menyenangkan, seakan enggan berpisah dengannya. Cancer Peruntungan: Jangan terlalu pesimis meskipun saat ini Anda merasa banyak hambatan di sanasini. Ingatlah bahwa peluang belum tertutup, sehingga kesempatan untuk meraih kesuksesan tetap terbuka lebar. Tinggal bagaimana tekad Anda dalam menjalaninya. Kesehatan: Mata serasa sulit dipejamkan meskipun Anda sebenarnya sudah merasa capai. Untuk itu, sebelum tidur, Anda perlu menenangkan dan mengosongkan pikiran. Cinta: Tampak menggelora dan menggairahkan suasana asmara Anda. Hanya, kata-kata yang bisa merusak suasana segera singkirkan jauh-jauh. Leo Peruntungan: Anda dihadapkan pada dua pilihan yang sulit untuk ditentukan. Saran dari orang lain juga sulit diharapkan. Kalau sudah begini, maka feeling-lah yang berbicara. Masalah datang justru dari kawan dekat Anda sendiri. Jadi, tak perlu ragu bertindak tegas. Kesehatan: Karena kondisi badan masih perlu pemulihan, maka ada baiknya Anda tidak tidur terlalu larut malam. Cinta: Tak perlu jengkel dan marah dengan sikapnya yang sepintas kurang ada perhatian, cobalah berpikir positif. Virgo Peruntungan: Minggu ini sebenarnya nasib Anda cukup mujur. Tinggal tergantung bagaimana upaya dan keberanian Anda dalam menerjang segala rintangan yang ada. Kesehatan: Baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dicemaskan. Selama Anda bisa menjaga pola makan dan istirahat secara teratur, maka kondisi badan akan tetap terjaga dengan baik. Cinta: Apa sih repotnya mengalah untuk kebahagiaan dirinya. Walau menurut Anda baik belum tentu bagi dirinya baik. Untuk itu, janganlah egois. Libra Peruntungan: Jangan biarkan kesempatan baik lolos begitu saja hanya karena kurang ketelitian dan kesembronoan Anda yang seharusnya bisa diatasi jika Anda dapat berpikir lebih tenang dan sabar. Kesehatan: Pola makan sebaiknya benar-benar diperhatikan. Jangan sampai penyakit lama Anda kambuh kembali. Cinta: Tak perlu terlalu perhitungan kalau sudah berbicara cinta. Terpenting kedua belah pihak harus mau berkorban dengan penuh keikhlasan. Scorpio Peruntungan: Tak ada gunanya menonjolkan diri kalau akhirnya hanya akan menjadi bumerang bagi diri Anda sendiri. Hindari mementingkan kemenangan sesaat akan tetapi mengorbankan suatu hal yang lebih penting dan jauh lebih besar. Kesehatan: Kepala pusing sebelah dan cukup mengganggu konsentrasi Aanda. Cinta: Jangan hanya memikirkan kesenangan, akan tetapi masalah yang terpampang di hadapan Anda berdua coba mulai dibicarakan. Sagitarius Peruntungan: Jangan terlena bila dipuji karena hal itu belum tentu seperti apa yang Anda dengar. Siapa tahu ada maksud dari semua perkataannya itu hanya untuk membuat diri Anda menjadi lupa diri. Kesehatan: Batuk serasa sulit dihilangkan. Untuk itu, jauhi makan buah-buahan yang mengandung banyak getah. Cinta: Jujur dan terbuka saja padanya. Hindari berkata bohong sekalipun itu untuk menyenangkan hatinya.

Diasuh Oleh : Ki Wongso Wijoyo Berlaku : 9 - 15 Februari 2020

Mencapai Kesuksesan Tanpa Menjatuhkan yang Lain (2-habis) sam gachadhvam samvadadhvam sam vo manāmsi jānatām devā bhāgam yathā pūrve samjānānā upāsate (Rg Veda 10.191.02) “Harmoniskanlah langkah demi tujuan bersama, satukanlah kata-kata demi tujuan bersama, dan pertemukanlah pemikiran-pemikiran indah demi tujuan bersama, sebagaimana para Dewa (dan leluhur bijak) pada zaman dahulu bertemu demi kemuliaan hidup bersama.” Menurut cerita para tetua, zaman dahulu, orang-orang lebih cenderung menghindari pertengkaran dan memilih cara duduk bersama menyelesaikan masalah. Mereka menemukan keindahan dan kebahagiaan dalam menempuh jalan berdamai mencapai kesepakatan dari pada cara konfrontasi dalam emosi menggebu-gebu untuk saling menghancurkan. Veda “mengenal” perkembangan zaman akan datang yang serba tumpang tindih. Oleh karena itulah Veda memberikan “wantiwanti” berulangkali dengan berbagai cara. Salah satunya adalah meniru menerapkan cara leluhur “devabhāgam yathā pūrve”, sebagaimana para dewa dan orangorang suci bijaksana pada zaman dahulu menyelesaikan masalah demi hidup yang damai dan harmonis, seperti itulah diharapkan zaman sekarang agar orang tetap “bercermin” pada cara indah damai dengan mengutamakan keutuhan pertemanan, persaudaraan, dan kekeluargaan. Zaman dahulu, hampir tidak ada orang bertengkar karena rebutan tanah warisan. Mereka menyadari penuh bahwa warisan tersebut bukan milik mereka, bukan hasil jerih payah mereka. Warisan harus dipertahankan atau dikembangkan dengan cara cerdas dan bijak. Orang-orang zaman dahulu bahkan bertukar lahan tanpa memperhitungkan lokasi dan ukuran sudah biasa.

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa Misalnya si A dan si B masingmasing punya tanah di Timur dan Barat, setiap hari harus mondar-mandir untuk mengolah lahan mereka. Kemudian mereka saling bertukar lahan sehingga si A hanya ke Timur saja dan si B hanya ke Barat saja. Kedua belah pihak bekerja menjadi lebih efisien dan persaudaraan tetap terjalin baik, lebih baik dari sebelumnya. Pertengkaran dalam keluarga menghancurkan keluarga, tetapi bila pertengkaran terjadi antarpemimpin masyarakat, dampaknya bisa menghancurkan sebuah negeri. Ketika para pemimpin berselisih paham, rakyat akan terpecah belah dan ikut larut dalam perselisihan, tanpa mengetahui jelas permasalahan. Gajah bertarung dengan gajah, pelanduk mati di tengah, bahwa ketika para pemimpin berselisih, yang menjadi korban adalah rakyat jelata, sedangkan para pemimpinnya asyik saling telponan, bertemu, berpelukan saling tertawa riang, atau mengadakan selamatan makan-makan bersama. Bhagavad-gītā mengajarkan yad yad ācarati śresthas tat tad evetaro janah, apa-apa saja yang dilakukan oleh pemimpin masyarakat, maka masyarakat biasa akan mengikutinya. Ketika pemimpin berselisih maka rakyat pun ikut berselisih. Lebih jauh, perselisihan bisa lebih tajam di masyarakat akar rumput, terutama di masyarakat yang “tidak begitu terpelajar”. Orang berpendidikan tinggi pun (tetapi “tidak terpelajar”) bisa terbawa-bawa dalam mengikuti para pemimpin secara membuta. Mereka siap melakukan apa saja termasuk selain mengorbankan harta benda dan waktu, mer-

MIMBAR AGAMA

H. Kusnadi Musthofa “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri [342], (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?” Orangorang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (Q.S. an-Nisaa’ [4]: 97). Ayat 97 dalam Surah anNisaa’ itu sungguh sangat gamblang memerintahkan mereka yang terdesak, bahkan tertindas,

ARIDUS BOM bunuh diri yang mengguncang Bali pada 12 Oktober 2002 dan menghancurkan dua tempat hiburan di Legian, Kuta, membunuh 202 jiwa manusia dan ratusan luka fisik, disebut Bom Bali I. Bom serupa terjadi 1 Oktober 2005 yang memporakporandakan kawasan Jimbaran dan Kuta, menewaskan 23 orang dan melukai 196 lainnya disebut Bom Bali 2. Selain korban nyawa dan luka, kerugian material juga cukup banyak. Dampaknya yang tak kalah hebat adalah pukulan psikologis masyarakat Bali yang tetap terasa hingga kini. “Bagaimana tidak terpukul secara kejiwaan, Bali yang dikenal orang punya masyarakat yang ramah dan sopan pada setiap pendatang, baik turis maupun pencari kerja, diserang tanpa alasan oleh mereka yang

gabdikan dirinya demi dharma, tanpa disadari mereka diarahkan untuk menerapkan ajaran Tri-kaya Pariśudha, yaitu membersihkan, menyucikan serta memadukan langkah, ucapan, dan pikiran demi kebaikan bersama di masyarakat. Samgachadvam berarti melangkah bersama atau melakukan perbuatan yang sama, dan bukan bertindak sendirisendiri demi popularitas; Samvadadhvam berarti berbicara bersama dengan santun atau dengan masing-masing menjaga ketundukan hati, dan bukan dengan ego untuk menaklukkan atau menjatuhkan orang lain; Sam vo manāmsi jānatām berarti memiliki pikiran yang sama dan saling memahami demi kesejahteraan bersama. Jika terjadi perselisihan, ketidaksepahaman, para pemimpin akan duduk bersama dengan ketundukan hati membicarakan masalah yang ada. Mereka menyelesaikan masalah dengan damai. Mereka memilih untuk tidak ribut atau berkelahi dengan saudara atau orang lain, saling menghargai dan ikhlas saling memaafkan. Memang memaafkan itu sulit, tetapi yang lebih sulit adalah mengakui kesalahan dan meminta maaf. Hanya orangorang yang berjiwa besar yang bisa melakukannya. Seorang pemimpin yang bijak pasti memiliki kebesaran jiwa untuk menyelesaikan masalah dengan damai. Jika terdapat kesalah-pahaman, pemimpin berjiwa besar pasti memiliki kebesaran jiwa untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf demi pencapaian “win-win solution”, demi mencapai kebaikan bersama dan tidak saling merugikan. Leluhur Jawa dengan bijak menerapkan falsafah: nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake, menyerang tanpa pasukan, menang tanpa merendahkan. Falsafah diplomasi para leluhur yang “ampuh”, mencapai tujuan tanpa kekerasan dan tanpa membuat orang lain merasa terhina. Juga tidak bersikap buka nyitsit tiingē, amis kacerikan, dengan kekuasaan menyalahkan pihak yang lemah yang tidak punya kekuatan. Orang bijak akan mengenda-

likan emosi ketika ada masalah, tetap santun namun berwibawa. Ajaran leluhur memilih wibawa bukan ditakuti, melainkan dihormati. Wibawa itu membuat orang lain tetap menghargai dan hormat walau berada ”di belakang” kita. Wibawa itu membuat mantan karyawan tetap hormat walau tidak lagi menjadi bawahan, dan juga atasan akan hormat dan menghargai walau kedudukannya lebih tinggi. Menyerasikan langkah, wacana, dan pemikiran dalam ketenangan bukan berarti tidak tegas, namun ia adalah penerapan ajaran leluhur “lemetē sing makada lung”, yang berarti kelenturan tidak menyebabkan patah. Tenang dan menjaga diri tidak membuat orang jatuh harga dirinya walau orang-orang berusaha menjatuhkannya. Śrī Krishna selalu mengutamakan pendekatan musyawarah damai dalam menyelesaikan suatu masalah. Pada umumnya orang memaafkan kesalahan orang lain sebanyak 3 atau 5 kali kesalahan. Namun, Krishna memaafkan Śisupāla sebanyak 100 kesalahan. Krishna dihormati oleh kawan dan lawan bukan karena kesaktiannya melainkan karena diplomasi damai dan penuh pengampunan. Sesuai dan sejalan dengan ajaran Veda, para leluhur Bali selalu mengedepankan tradisi kebersamaan “manyama-braya” dan bukan saling menjatuhkan. “Samāno mantrah samitih samānī”, selalu mengutamakan kepentingan tujuan bersama di atas kepentingan diri dan kelompok, menyerasikan pemikiran bersama demi tujuan yang lebih tinggi serta mulia. “Samanī va ākūtih samānā hrdayāni vah”, mengarahkan dan menyerasikan tujuan atau pun aspirasi yang searah, sejalan, bersama, menyatu demi dapat disatukan oleh tujuan bersama. Sanātana Dharma memberikan arahan tujuan bersama “moksārtham jagadhitāya”, yaitu hidup damai sejahtera bersama di dunia, dan setelah meninggal semua dapat meninggalkan dunia ini dalam kesadaran damai tanpa beban kebencian dan permusuhan.

Pentingnya Ikhtiar dan Tawakal

agar berikhtiar untuk melakukan penyelamatan diri (survival), jika tidak, maka sanksi yang mesti diterima sangatlah besar. Kata ikhtiar diambil dari bahasa Arab, yakni ‘ikhtaara’ yang artinya memilih. Sementara dalam bentuk kata kerja, ikhtiar berarti pilihan atau memilih hal yang baik (khair). Sementara menurut istilah, ikhtiar adalah usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya, baik material, spiritual, kesehatan, dan masa depannya dalam usaha mendapatkan yang terbaik, agar tujuan hidupnya selamat sejahtera di dunia dan di akhirat. Ikhtiar bukan hanya usaha, atau semata-mata upaya untuk menyelesaikan persoalan yang tengah membelit. Ikhtiar adalah konsep Islam dalam cara berpikir dan mengatasi permasalahan. Dalam ikhtiar terkandung pesan takwa, yakni bagaimana kita menuntaskan masalah dengan mempertimbangkan apa yang baik menurut panduan agama, dan kemudian menjadikannya sebagai pilihan apa pun konsekuensinya, dan meskipun

tidak populer atau terasa berat. Ikhtiar berarti tidak mengenal putus asa, dan yakin bahwa rahmat Allah pasti datang setelah berikhtiar. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berikhtiar, dan melarang hambaNya untuk berputus asa. Sebagaimana perintah Nabi Ya’kub a.s. kepada anak-anaknya untuk terus berikhtiar dalam mencari berita tentang Nabi Yusuf a.s. dan adiknya Bunyamin. “Hai anak-anakku, pergilah kamu, carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya, dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (Q.S. Yusuf [12]:87). Dan Allah juga berfirman yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.” (Q.S. ar-Ra’d [13]:11). Pesan ayat itu jelas, bahwa manusia sebagai hamba Allah diperintahkan untuk berusaha, bukan untuk berleha-leha. Sebab, rahmat Allah turun kepada

kita melalui sebab atau usaha yang kita lakukan. Artinya, kita jangan pernah berputus asa dalam mencari rahmat dan ridha Allah SWT. Setelah berikhtiar dengan sepenuh kemampuan yang ada, maka apa pun hasilnya kita serahkan kepada Allah Ta’ala dengan ikhlas, itulah yang dinamakan dengan tawakal. Orang-orang beriman orientasi ikhtiarnya tidak semata-mata kepada hasil yang diinginkan, namun justru lebih memperhatikan keiinginannya dalam mendapatkan keridhaan Allah SWT melalui proses (perjuangan) berupa ikhtiar yang dilakukan. Hasil bukanlah tujuan mereka, namun meraih keridhaan Allah lah yang mereka utamakan. Tawakal yang artinya bersandar atau berserah diri terambil dari kata ‘wakala’ yang artinya mewakilkan, maka tawakal berarti memberikan perwakilan, kepasrahan, dan penyerahan diri secara total kepada Allah SWT. Tawakal memiliki dua unsur pokok, yaitu berserah diri dan berpegang teguh. Kedua-duanya merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Artinya, tidak

dapat dikatakan tawakal jika belum berserah diri kepada Allah SWT secara ikhlas, termasuk dalam merespons perintah-Nya agar kita berikhtiar. Tidak dapat pula dikatakan tawakal, jika belum berpegang teguh kepadaNya, belum kokoh keyakinannya kepada kekuasaan-Nya yang tidak terbatas, keadilan-Nya, kemahabijaksanaan-Nya, kasih sayang-Nya dalam mengatur segala sesuatu dengan sempurna. Allah SWT memerintahkan kita untuk senantiasa bertawakal kepada-Nya, sebagaimana firman Allah yang artinya: “Dan bertawakallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.” (Q.S. alFurqan [25]:58). Tawakal, dalam artian berserah diri kepada Allah, berarti kita membatasi tawakal semata-mata hanya kepada-Nya saja, disertai keyakinan kuat bahwa Allah SWT, Maha Mampu mewujudkan semua permintaan dan kebutuhan hamba-hamba-Nya sesuai kehendak-Nya.

Suaka Politik

brolan BALE BANJAR

eka juga siap mengorbankan hubungan persaudaraan atau bahkan nyawa sekali pun demi mengikuti pemimpinnya. Itulah yang terjadi pada kejadian yang setiap mengingatnya, bulu roma pada merinding, yaitu kejadian pada tahun 1965 lalu. Masyarakat penganut ajaran Veda senantiasa mendoakan agar bangsa mereka selalu jaya dan memiliki pemimpin yang bijak. Setiap orang, terutamanya para pemimpin masyarakat, perlu mengadakan pemahaman yang baik terhadap mantra dari Rg Veda di atas. Setiap pemimpin yang baik dan bijak pasti memiliki jiwa “matemu wirasa” (musyawarah) untuk mencari satu jalan damai dalam menyelesaikan masalahmasalah di masyarakat demi kebaikan bersama. Gacha berarti langkah maju, tindakan, perbuatan. Samgacchadhvam, seorang pemimpin hendaknya selalu menyatu-arahkan dan menyerasikan langkah-langkah majunya bersama para pemimpin lain dan masyarakatnya demi mencapai tujuan kepemimpinannya. Vada berarti berkata, berbincang, berdiskusi dengan santun dan bijak. Para pemimpin berdiskusi dalam kesadaran “Veda-vāda”, yang berarti berbincang, berdiskusi, bermusyawarah atau “matěmu wirasa” (sam vo manāmsi) dalam ketundukan hati untuk mencapai kesepakatan demi kebaikan bersama dalam arahan dan batasan ajaran Veda. Samvadadhvam, seorang pemimpin hendaknya selalu menjaga kata-kata dan ucapan-ucapannya agar menuju satu arah serta harmonis dengan ucapan dan kata para pemimpin lain, dan juga masyarakat, demi mencapai tujuan kesejahteraan bersama. Manah berarti pikiran, sam berarti sempurna bersama. Sam vo manāmsi jānatām, seorang pemimpin hendaknya selalu mengangan-angankan, mempertemukan, memadukan dalam keharmonisan bersama pemikiran atau ide-ide briliannya, demi pencapaian masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, damai dan berbahagia. Melalui mantra dari Rg Veda di atas, para pemimpin yang men-

mengidap dendam ideologis. Ideologi berjubah agama, padahal tidak ada satu agama pun yang mengajarkan umatnya untuk membunuh orang. Syukur saja para wisatawan maklum, pelaku kebiadaban atas manusia tersebut bukan orang Bali, sehingga arus turis asing yang datang ke Pulau Dewata yang sempat terhenti sejenak, kembali normal dalam kurun waktu kurang dari setahun. Disinyalemen, para pelaku dan otak terorisme adalah mereka yang pernah menjadi kombaten Mujahidin di Afganistan melawan serdadu Uni Soviet, puluhan di antaranya kembali pulang ke Indonesia tahun 1980-an. Alasan mereka mengebom Bali adalah untuk membunuh orang-orang Amerika dan sekutunya di mana pun mereka berada. Karena memelihara waham sesat, mereka tidak berpikir kalau yang diserang dan menanggung akibatnya adalah warga bangsa sendiri, khususnya di ranah psikologis. Syukur saja orang Bali yang taat atas ajaran Karma Phala, mampu menahan diri dan melakukan ritual keagamaan serta menyerahkan urusan keadilan ke Tuhan Yang

Maha Esa. Benar saja, dari Bali semua jejaring terorisme di dunia, bukan hanya di Indonesia, terungkap dan nyaris semua tokohnya dibekuk atau dikirim ke akhirat,” tutur Rubag. “Ya, kita akhirnya mengetahui kalau terjadi metamorfosa kelompok teroris serta pentolannya yang digulung para pasukan antiteroris dunia. Kita paham ada yang disebut Mujahidin, Taliban, Al Qaeda, bahkan yang terbaru Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS). Juga nama-nama gembong Bom Bali, Amrozi, Imam Samudra dan Ali Gufron, yang divonis mati. Demikian pula Dr. Azhari dan Noordin M. Top yang warga Malaysia mati tertembak saat terjadi kontak senjata dengan Densus 88. Pimpinan Al Qaeda, Osama bin Laden, kelahiran Arab Saudi yang sebelumnya sulit dibekuk, akhirnya mampus juga di tangan pasukan antiteroris Amerika Serikat. Tidak terkecuali pimpinan ISIS, Abu Bakar al Baghdadi, kelahiran Irak, bunuh diri setelah terdesak pasukan Delta Force, AS. Matinya Baghdadi, menurut Direktur Yayasan Lingkar Perdamaian Ali Fauzi, bukan akhir dari ISIS. Akan

ditunjuk pimpinan baru dan sisasisa ISIS yang kini terdesak dan banyak yang kembali pulang ke negeri masing-masing, akan terinspirasi oleh tindakan Baghdadi. Termasuk cara bunuh diri dengan meledakkan diri lewat bom yang menggelayut di rompi, bila terdesak. Jadi, kematian Baghdadi, tidak membuat kita bergembira di Indonesia. Sebab, kini beredar wacana tentang pemulangan 660 mantan kombaten ISIS di Suriah dan sekitarnya ke Indonesia. Alasannya, demi kemanusiaan, sebab mereka telantar di negeri orang dan pemerintah harus bertanggung jawab atas warga negaranya,” ulas Nyoman Sudiantara. “Wah, kok gampang sekali melontarkan keprihatinan dengan dalih kemanusiaan? Apakah keprihatinan serupa pernah terlontar atas korban terorisme? Bagaimana anak-anak yang terlatih menembakkan senjata ke orang tua yang menjadi sandera ISIS, lalu pemenggalan kepala dan pembakaran sel-sel yang disesaki tahanan, apa tidak perlu dipertanggungjawabkan berdasar kemanusiaan? Video tentang kekejaman yang sangat biadab ini diputar seorang deputi BNPT

saat mendiskusikan masalah pemulangan kombaten ISIS eks WNI tersebut. Padahal ada pejabat yang mengatakan bahwa sebagian besar kombaten ISIS itu telah membakar dan merobek paspor mereka setibanya di Timur Tengah, karena cita-cita bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah. Artinya, mereka tidak lagi WNI. Bahkan, saat bergabung menjadi anggota pasukan asing, secara otomatis status WNI mereka hilang atau tercabut. Itu bunyi undang-undang yang diturunkan dari UUD 1945! Seandainya pun harus pulang demi kepentingan politik oknumoknum tertentu, mereka harus dianggap sebagai warga asing yang minta suaka politik, bukan WNI! Ini memerlukan testing ketat, termasuk reideologisasi, sebab mereka sudah terpapar ideologi khilafah. Bahkan, ada yang berpendapat, lebih gampang dan lebih cepat mendidik orang baik menjadi teroris daripada mendidik mantan teroris menjadi warga negara yang baik. Bom yang meledak di berbagai kawasan Tanah Air, mayoritas pelakunya adalah mantan teroris,“ pungkas Made Surjanegara.


Bali

6

Redité Kliwon, 9 Februari 2020

Lontar lan Cakepan

Sarana Ngamedalang Daging-daging Budaya Bali KRAMA ring wewidangan jagat Nusantara sampun majanten madué tetamian budaya sané akéh pisan saking para panglingsirnyané. Kawéntenan makatah budaya inucap kasuén-suén dados cihna ring pakramanné irika. Yadiastun mangkin akéhan kawéntenan budaya inucap sayan ical antuk pangrauh panglimbak masa sané taler madaging antuk budayabudaya modérn rumasuk teknologi, nanging nénten akidik taler kawéntenan budaya inucap sané kantun becik ring pakraman. Napi malih akéh taler sané meled nyinahang lan ngamecikang malih makudang-kudang budaya kekunan sané sampun kasinahang ical mangda prasida kapanggih malih sakadi sapatutnyané. Punika satmaka cihna yéning nénten akidik krama sané meled nglestariang tetamian panglingsirnyané. Sinalih tunggil budaya ring kahuripan krama Bali minakadi budaya lontar pinaka sinalih tunggil pahpahan utawi parindikan

kasusastran Bali sané ring masané mangkin sayan kalestariang kahanannyané. Manut I Nyoman Rema S.S., M.Fil.H., peneliti ring Balai Arkeologi Denpasar, kruna lontar mawit saking kruna “rontal” inggih punika don utawi ron saking taru palem tal utawi ental. Kruna inucap raris ngamolihang “prosés métatésis” tur raris manados kruna “lontar” sané kartosang “naskah” sané kasurat ring don palem. Kasuén-suén kramané raris maosang yéning punika wantah lontar tur tarunyané kawastanin taler pinaka taru lontar. “Kruna lontar inucap sujatiné wantah maosang indik sesuratan utawi “naskah” nanging kruna taru lontar inucap taler kaartos olih krama pinaka taru sané donipun dados kawigunayang nyurat lontar,” baos dané. Wénten taler sané kawastanin antuk cakepan, inggih punika sesuratan utawi “téks” sané kasurat ring rontal utawi don lontar. Makatah bebilahan saking don lontar sané sampun

Nelebin Aksara Bali WÉNTEN makatah parindikan sané ngawinang lontar pinaka sarana masesuratan kapanggihin becik tur mataksu. Minakadi indik aksara sané kasurat wantah aksara Bali, sios punika daging sastra ring sarana inucap miwah pidabdab lan sarana sané kawigunayang makarya lontar makasami “alami” rumasuk pidabdab nyuratnyané nganggén sarana sané kaucap nganutin dresta kekunan. Punika nyinahang, lontar wantah sarana tradisional sané yadiastun kapanggih kuna nanging kantun prasida becik saha kasenengin tur kamargiang kantos mangkin. I Nyoman Rema S.S., M.Fil.H. maosang, sujatiné nénten makasami krama prasida nyurat lontar, minakadi sangkaning nénten waged tur tanganipun kantun kekeh miwah krama inucap madué kawagedan nanging galah nelebang budaya inucap nénten madué. Dadosné krama sané meled madué lontar utawi nyalin lontar ring sarana don lontar sané anyaran majanten jagi nunden utawi ngupahin krama sané waged masesuratan lontar tur majanten antuk pangarga sané sampun kajantenang sadurungnyané. Dadosné pidabdab budaya tradisional punika madué “potensi ekonomis” sané becik majeng ring krama sané nelebin tur waged ring pidabdab nyurat utawi nyalin lontar. Nénten wantah ring krama sané nyurat lontar, nanging krama sané ngupahin taler majanten polih “nilai budaya” saking lontar sané kakaryanang. Punika mawinan dané sané embas ring Umaanyar, 6 Juni 1983 puniki maosang, wénten krama sané meled mapurukan nyurat lontar, sané patut kamargiang utawi katelebin kapertama, éling ring aksara Bali taler ngélingang sapunapi wangun miwah pidabdab sesuratannyané. Wus punika wawu nyayagayang sekancan sarana sané kawigunayang nyurat tur kalanturang antuk ngawitin mapaurukan ngrupak utawi nyurat aksara ring sarana don lontar sané sampun dados kasuratin. Sayan sué kapiurukang sinah sayan waged tur lemuh tanganné nyurat lontar. “Punika wantah sinalih tunggil pidabdab sané prasida kamargiang tatkala mapaurukan duaning soang-soang krama ketah madué pidabdab sané masios-siosan napi malih becik-kaon sesuratan majanten mabina-binayan, nanging sané utama wantah setata mapaurukan,” baos dané. (was)

Basa Bali

AKSARA BALI

BAhAsa INDONESIA

1. graha

1.

gÉh,

rumah

2. grindem

2.

gÉinÑ)m/,

redup

3. grubug

3.

gɱbug/,

wabah

gɱmã¡\n/,

karapan

4. grumbungan 4.

lih krama Bali wantah krama sané kasinahang réligius sinah sesuratan taler daging ring lontar madaging antuk makudang-kudang tattwa agama lan kapatutan dresta budaya Bali. Sakadi sané ketah taler kamargiang, risampuné lontar utawi naskah madaging antuk katattwan agama lan dresta Bali inucap wusan kasurat majanten jagi kaplaspas utawi kapasupati. Punika raris ngawinang kramané nyantenang yéning sarana lontar inucap sidhi lan patut kasuciang. “Sios nyurat daging-daging tattwa agama, lontar ketah taler madaging antuk parindikan tiosan, minakadi adat-istiadat, katattwan indik undagi lan awig-awig. Wénten taler lontar sané madaging satua-satua Bali sané sujatiné pinaka satua bebaosan utawi “sastra lisan” sané katamiang ring pakraman antuk pidabdab mabebaosan. Punika satmaka cihna yéning makasami sastra budaya Bali prasida kasurat ring lontar,” dané nartayang. (was)

BPM/ist

BPM/dok

LONTAR – Kawéntenan budaya lontar wantah tetamian para panglingsir Bali, beciknyané kahanan ipun kantos mangkin kantun becik katamiang tur kamargiang olih krama pamekas para yowana.

Lontar Usak Risampun Nglintang Panyatusan Warsa

Bencingah

Kruna

kasurat antuk sesuratan Aksara Bali inucap raris kadadosang asiki antuk tali raris katakep antuk takepan utawi panyakep sané kakaryanin saking tiing utawi kayu. Punika mawinan sajangkep naskah inucap raris kabaosang antuk cakepan, duaning kasusun antuk makudangkudang lempiran utawi bebilahan lontar sané raris katakep antuk kayu utawi tiing. Prasida taler kabaosang yéning cakepan punika kasinahang satmaka buku kertas sané sampun kajilid utawi katakep dados asiki nanging sesuratan inucap kamedalang ring sarana lontar utawi don taru ental. Sarana lontar inucap ketah kawigunayang ring kawéntenan kerajaan utawi puri duaning saking nguni lontar inucap pinaka sarana dokuméntasi saking makudang-kudang sastra lan budaya Bali. Duaning ring masané nguni durung wénten sarana kertas, sinah sarana don lontar inucap sané kanggén masesuratan indik budaya Bali. Napi ma-

5. grunyung

5.

gɱzu*,

gerombol

6. gua

6.

guw,

gua

7. gubug

7.

gubug/,

rukun

8. gudgud

8.

gudá¡d/,

renta

9. gudig

9.

gudig/,

botak

10. gugu

10. gugu,

percaya

RONTAL utawi don lontar wantah sarana tradisional sané kawigunayang masesuratan ring pidabdab kasusastran Bali ring masané nguni sané kantun kamargiang kantos mangkin. Sesuratan ring sarana-sarana inucap nénten ngawigunayang aksara biasa sajabaning wantah aksara Bali minakadi aksara Wianjana, Swalalita wiadin aksara Modre sané ketah kabaos pina-

ka aksara tenget. Daging ring lontar inucap wénten akéh sorohnyané, minakadi tattwa agama, tutur babad kekunan, parikrama sané naenin kapanggih ring masané nguni tur malih wénten taler sané madaging antuk satua-satua Bali sané ketah kasatuayang olih para rerama utawi panglingsir ring Bali. Duaning sujatiné ring masané nguni, lontar wantah sarana

sané kawigunayang pinaka genah masesuratan santukan durung wénten sarana anyar sakadi mangkin, marupa kertas miwah pensil wiadin pulpen napi malih komputer. Kawéntenan lontar raris nincapang akéh wangun budaya tetamian panglingsir sané kadruénang olih krama Bali. Napi malih wénten makudang-kudang parindikan becik sané prasida kapolihang saking lontar sané katamiang olih para panglingsir tur sané kantun becik kawacén. Sios punika, manut I Nyoman Rema S.S., M.Fil.H., d a g i n g tetuek saking lontar-lontar inucap prasida taler katelebin utawi kaplajahin manawita daging sastra ipun sampun polih kasurat utawi kasalin ring genah tiosan. Sakéwanten yéning indik kahanan don lontar utawi naskah inucap sampun majanten arang sané kantun becik

kahanannyané, duaning sampun kajantenang yéning kasuén-suén sayan usak napi malih akéhan tuuh lontar kantos 150 warsa kémanten ngawit saking wusan kasurat tur arang kapanggih lontar sané tuuhnyané suénan malih saking punika. Parindikan tios sané prasida taler ngawinang lontar inucap usak wantah akéh malih, minakadi amah ngetnget, lontar nénten becik kagenahang wiadin kahanan genahnyané dayuhn wiadin tuh pisan kantos don-don lontar sané sampun madaging antuk sesuratan inucap sayan-sayan kepuk tur usak. “Mangda kahanannyané becik tur sué tuuhnyané, lontar patut kagenahang ring keropak utawi peti antuk kahanan iusan sané becik utawi nénten banget dayuh miwah nénten tuh tur kadagingin taler antuk kapur barus mangda nénten kaamah ngetnget, tetani wiadin bikul,” baos dané. Kawéntenan budaya lontar taler nénten lempas saking sapunapi pikayunan krama utamanipun ring Bali indik budaya lontar utamanipun indik pisaratnyané ngupapira lan ngamecikang naskah-naskah sané sampun kuna. Sios punika, sané taler mautama wantah pikayunan krama sajeroning nelebang miwah nglestariang budaya masesuratan ring lontar. Duaning tan padagingin antuk pisarat, sinah kasuén-suén nénten wénten krama pamekas para

yowana sané uning indik masesuratan ring sarana lontar. Sangkaning kahanan punika, sinah ketah sampun krama lan pamekas para yowana sané nelebang malih pidabdab inucap. Malih kabaosang dané, sané ketah kapanggih ri kala nyurat lontar, ketah kadagingin antuk lengis tingkih matunu sané mawarna selem kanggén nyelemang geguétan utawi sesuratan antuk pangrupak mangda prasida sinah tur becik kawacén. Sios punika kawigunannyané taler dados sarana “pengawét” miwah sarana ngamargiang “konsérvasi” tradisional ring lontarlontar lawas sané nénten malih becik kapanggih sesuratanipun mangda prasida dados becik kawacén malih. Manawita makasami krama Bali sampun nénten meled malih ngamargiang budaya nyurat wiadin ngupapira lontar inucap, sinah kasuén-suén sinalih tunggil cecihnan Bali inucap jagi dados punah. “Sané mangkin krama Bali kantun seneng tur becik nglestariang budaya inucap pamekas sarana lontar sané kuna-kuna punika. Duaning kramané eling yéning lontar wantah budaya Bali sané adiluhung tur kajantenang taler ngwacén lan nelebang daging-daging sastra miwah tattwa agama saking lontar jagi ngamecikang pikayunan saha kawagedan krama taler ngamecikang pidabdab maparikrama ring pakraman,” dané nartayang.(was)

Dura désa

”Kawin Culik”, Dresta Pawiwahan Suku Sasak Lombok

NYABRAN wewidangan ring sajebag Jagat Indonesia pastika madué dresta, adat, lan budaya sané majanten matiostiosan. Kawéntenan dresta inucap wantah sinalih tunggil kasugihan budaya sané kaduénang Indonesia sané majanten nénten pacang kapanggihin ring negara tiosan. Minakadi dresta pawiwahan kémanten nyabran genah matios-tiosan. Sinalih tunggilnyané dresta pawiwahan sané kasub kasengguh “Kawin Culik” sané kamargiang olih suku Sasak ring Dusun Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dresta Kawin Culik wantah sinalih tunggil budaya pawiwahan suku Sasak, Lombok sané kamargiang turun tumurun. Dresta inucap nénten dados ngawag kamargiang, wénten tata-titi sané patut kauratiang tur kalaksanayang. Ketah, sajeroning dresta inucap, krama lanang lan istri sané pacang kawin culik sampun masemaya indik galah sané becik ngamargiang dresta inucap. Lum-

rahnyané, galah sané kambil wantah wengi mangda nénten ngametuang biyuta. Wénten taler sané maosang mangda anak istri sané pacang kapandung nénten kaambil olih anak lanang tiosan. Satios kamargiang wengi, pamargin kawin culik puniki patut kasilibang. Wantah krama lanang-istri miwah sameton sané kaprecaya kémanten sané uning ring pamargi sané kaambil. Risampuné mandung tan pakauningin olih kulawarga sang istri, lumrahnyané sané istri pacang kabakta tur kasilibang ka umah sameton sané lanang, boya kagenahang ring umah sané lanang. Parindikan punika matetujon mangda nénten wénten biyuta ring kulawarga sané lanang. Sangkaning puniki wantah runtutan dresta pawiwahan suku sasak Lombok, majanten kulawarga saking anak istri sané kapandung pacang nglapor ka lembaga adat indik pianaknyané sané ical. Risampuné makudang-ku-

dang rahina anak istri sané kapandung kasilibang, salanturnyané kulawarga sané lanang pacang rauh ka genah sang istri pacang nguningayang yéning putrinnyané sampun ngamargiang dresta kawin culik. Yéning saking kulawarga istri cumpu ring pamargin punika taler nénten ngwetuang biyuta, punika maartos dresta Kawin Culik kabaosang labda, mamargi becik. Salanturnyané pacang wénten paum kulawarga pantara kulawarga sané lanang miwah kulawarga sané istri. Sané kabligbangang indik genah, pamargin upacara adat miwah pamargin tiosan sané kadadosang galah ngraketang kawéntenan kalih kulawarga sané ngamargiang kawin culik. Pauman inucap ketah kasengguh Masejantik utawi Nyelabar. Yéning sampun wénten kruna cumpu pantaraning kalih kulawarga, wawu sang kaling pacang kaupacarain manut agama miwah manut adat sané kamargiang irika. (pusat data/berbagai sumber)

NGETNGET – Ketah kapanggihin lontar-lontar wiadin cakepan tetamian para panglingsir usak antuk makudang-kudang parindikan, minakadi amah ngetnget wiadin kahanan genah sané kirang becik.


Redité Kliwon, 9 Februari 2020 TIANG kendel gati dugasé niki. Suba uli makelo, tiang tusing macunduk ajak timpal tiangé. Ia ajak tiang uli cerik di Karangasem. Dugas Gunung Agungé meletus, ia ngungsi ka Buléléng. Ditu maan ngalih tongos. Sinambi nyakap tanah di pisagané ané nyelametang déwékné. Baan selegné magaé, kanti ngelah umah di Buléléng. Maan somah masi uli Buléléng. Jegég masi somahné. Lénan tekén maubuh-ubuhan, ia masi ngulak-ngulak madagang. Uli tanggun kangin Buléléngé kanti madauh neked tongosné I Jaya Prana Layonsari mati, ia ngalih pangupa jiwa, baan meledné apang magenti pajalan idupné. Dugasé ajak di Karangasem, dong pragat ngenepang jukut murab tekén jukut paku masambel. Yén diageté, maan misi lengis a kecritan, kendel suba ia. Jani lén, ia suba nganggon hapé android. Tiang iseng marengin di pisbuk baan panaké ngaenang. Yén tiang dong tusing bisa ngujangngujang. Orahina tekén panak tiangé mecik niki-nika. Tuutang tiang dogén, yééééé sagét tiang bareng cara anak buka jani, kabanda baan hapé. Dikénkéné sampi sépanan ngayehang baan demené ngulik hapé. Nakonin somah kapah-kapah cara anak tusing masomah rasané. Tiang pragat ngorta kangin-kauh. Buina apa kadén bakat ortaang sagét suba sanja buina matané suba kubil baan nlektekang tulisané ane cenik-cenik. Liu ané matimpal ajak tiang. Sagét ada anak madan Madé Arak nagih matimpal tekén tiang. Iseng tiang nerima. Tlektekang tiang, rasarasanang tiang mesib cara timpal tiangé ajak di Karangasem ipidan, Madé Raka. Ngujang dadi adanné balikanga? Ento maan takonang tiang. Kéné pasautné, “Aké suba uli kudang taun kadén tusing kena arak Karangasem. Baan meled akéné tekén arak, kabalikang tebongné adané. Sahihang gelek-gelek dogén adéken suba apang adané dogén miri arak.” “Ooooooooooooo. Dong kéto. Dadiné nani ené meled tekén arak kéto? Béh, nani mula jail. Suba katawang nani meled abaang arak ané melah. Nani nyimbingin aké.” Tiang mamunyi cara bléléngan apang anut satuané. Yén tiang nganggon kruna matiang nika, sing suba nyak anut. Pejang tiang cara ka Karangasemé. “Nani lamun ka Buléléng abaang arak, nah!” Ia ngorahin tiang buka ngorahin panakné padidi baan leketé ngranayang. “Aké sing nyak!” “Dadi kéto?” “Aké sing nyak ngoyong di bui. Yén aké mabui nani paling mantas nekain a minggu cepok. Suud kéto, aké padidi ngurik tanah lan mabalih

Nyastra

Madé Arak IBW Widiasa Keniten langit-langit buiné.” “Hahahahaha! Tusing katangkep. Ngaba mantas a botol akua dogén masak tangkepa? Orahang lakar anggon matabuh.” “Nani dueg dogén ngajahin aké. Ngajahin mogbog adana ento. Tusing dadi bogbog.” “Bah, sinah suba nani pepes ningehang darmawacana?” “Tusing.” “Man kénkén?” “Aké suba dadi pamangku.” “Miiiiih Déwa Ratu. Sing dayanin, dong suba dadi pamangku. Béh malah ja mamunyi cara dugasé ipidan.” “Sing kenapa. Aké pamangku nuju ada odalan dogén di pura. Yén sing ada karya, tusing dadi pamangku. Neka-neka aké dadi pamangku. Kéwala sesukat aké dadi pamangku nyak tegtegang rasané buin abedik. Dugasé kondén ngamangkuin pragat inguh dogén.” “Macihna suba kaswécanan adana.” “Madak ya.”

“Akéto malu nah, sayan jejeh aké mamunyi jani. Uli tuni ngorahang suba dadi jan banggul. Sing caah-cauh aké mamunyi. Legaang nah.” “Sing kenapa. Ajak timpal.” “Suba ya. Pawintenané ento ané tusing baninin aké. Yén Nyoman, dong sing kénkén.” Prajani timpal tiangé, Madé Arak tusing buin nélpun tiang. Mirib baan tiang ngaku suba mawinten ngranayang. Ia masi suba nawang yén suba anak mawinten tusing dadi nayub arak. Ia taén nyambat. Araké ento anak manggon matabuh. Buina taén nyambat patabuh ané adepa jani liunan arak tusing melah. Yén kariang jeg bisa bengu. Mirib yéh anggona, macampuh arak a bedik. Nyak lantas bhutha kalané baangin ané tusing arak seken? Nyandang suba ngrubéda dadiné. Yén alihang, arak ané gumanti melah anggon patabuh. Lek atiné yén lakar anggon nglolohin kolongan ané melah. Yén lakar anggon matabuh, ané dadi-dadi.

Maan tiang selah tusing gulgula tekén timpal tiangé, Madé Raka alias Madé Arak. Tiang tasing pati ngrungang buin. Iseng-iseng tiang nganggur ka dagang araké. Sagét ada anak marérén mamunyi kéné. “OM Swastyastu, Jro.” Kipekin tiang. Sagét I Madé Arak. “Dadi suba mawinten nongosin dagang arak?” kéto ia mamunyi. “Eda anaké mamunyi kéto. Adéngadéng malu. Eda nyambat arak jani. Suba tusing dadi sambat-sambat araké. Suba pepes té katangkep anaké ngadep arak.” “Suba katawang, ngorahang ngalih panganget. Jatiné apang kanti punyah, kanti tusing inget tekén awak padidi. Nah alihang malu a sloki dogén.” Tiang nyemakang ia arak a sloki. Kendel baongné liwatin arak. “Suksma. Segeeeeeeeeeeeeeeeeeer! Aik! Aik! Aiiiiiiiiiiiiiiiiiik!” Ia lantas ngenjuhang botol akua. Tiang suba ngerti. Orahin tiang dagang araké ngisinin. “Bayahin malu, sesari ngantebé anggon mayah.” Ia lantas magedi. Tusing med-med ia jail tekén tiang. Sayan ngliunang anaké teka ka tongos tiangé nganggur. Dagang araké sayan inguh tepukin tiang. Sasukat madagang arak tumbén jani liu anaké mablanja meli arak. Tiang nepukin anak gondrong-gondrong. Telektekang tiang cara wig anggona. Takonin tiang kéné, “Seneng ring arak Pak?” “Seneng nika Pak. Tiang indengindeng ngalih dagang arak. Bapan tiangé demen tekén arak. Rasané melah gati anggon anget-anget. Dikénkéné boréhné turuhina arak ané melah. Uli sasukat maboréh arak, rematikné kapahan ngentah. Ngelah ramuan arak bapan tiangé, kudang kepasilan kadén misi, kepasilan kélor, kepasilan delima, mimbuh ramuan anget-anget. Mirib araké ngranayang tetep seger dogén bapan tiangé? Man Bapa Mangku demen tekén arak?” “Dadi tawanga tiang dadi pamangku anyar? Sinah suba pepes ngintipin tiang,” kéto tiang makeneh-keneh. “Nyén sujatiné anaké ené?” “Ten tiang kapah-kapah. Bes kaliwat meledé mara ya ngalih arak.” “Yén suba dadi pamangku, ngalih arak?” Tiang tusing masaut krana suba tawang isiné. Ia jatiné nakonang sesanan tiangé dadi pamangku. Nyarunyaru tiang nyautin. “Baan dinginé ngranayang, sangkan ngalih arak.” Buin jebosné buin ada anak teka. “Ngujang ngliunang anaké meli arak?” Sakéwala, ia tusing liunan patakon. Mémé Ketut tepukin tiang cara jejeh buina énggal-énggal ngunebang warungné. -0-

Ni Putu Novia Faryanti Dewi

Satua

Guru lan Relawan Lukis Alit-alit ”Autis”

Galuh Payuk (11) Kaketus saking Satua-satua Bali (V) “YEH, ih, ih, Pa, Bapané, nyén ngelah pianaké ajak cai jumahan metén?” Lantas Pan Tiwas nuturang undukné ané mara. Mara dingeha baan Mén Tiwas tutur kurenané kéto, entunganga junné, lantas ia ngénggalang nyaup anaké cenik lantas abina. Ditu I Tiwas luh muani nakonin anaké cerik, “Dong, jero, jero alit, sira jeroné madué okané, ring dija purin jeroné, dadi jeroné kéné dadi payuk? Indaang tuturin tiang!” Wiréh kedeh I Tiwas pang kuda-kuda nyumunin matakon, dadi ngomong anaké cerik sambilanga sigsigan, “Nah, ah, ah, wiréh, éh, éh, suba kéné unduké, jani tiang nuturin, kéwala Bapa, Mémé pada, apang sekep. Yén Bapa lejeh ngorahang teken anak, tusing buung tiang magedi uli dini. Lamun Bapa, Mémé pada tusing nawang, tiang suba okan Prabu di Daha. Nanging tiang lacur, tiang dadi jlema kakutangan.” Ditu Ida Radén Galuh nyatuayang undukné uli panyumu nganti duduka tekén Mén Tiwas. Ida ngandika tan mari nangis, baan éling tekén neraka raganidané. Suud ngandika kéto lantas Ida mawecana kéné, “Nah né Mémé, Bapa pada, da pesan ngomong nyinggihang tiang, anggon tiang caraang pianak, apang da énggalan anaké tau. Adanin tiang, ih, dija wit Mémé gati?” Mén Tiwas ngaturang déwékné uli Tiinggading. “Nah, kaukin tiang Ni Luh Gading, akuin tiang keponakan!” kéto pangandikan Radén Galuh Daha, wiréh kéto saturut I Tiwas luh muani, tur Ni Luh Gading kasayangang pesan. Kacarita jani Prabuné di Koripan, madué oka lanang asiki, suba ngantiang anom. Jani odalan Ida Radén Mantri, panjakidané makejang lantas kadauhin, kapangandikaang ngaturang pangayah nebuk ka puri. Mén Tiwas masih orahina. (Masambung)

PANTARANING asil lukisan sané kapamérang olih Perupa Perempuan Bali (PPB) ring Gedung Kriya Art Center Provinsi Bali sané wawu lintang, wénten aran Ni Putu Novia Faryanti Dewi. Perupa mimitan Denpasar puniki yukti kantun yowana, nanging asil lukisan dané becik tur ngulangunin. Geguatan taler pepadonan warna sané becik, nyinahang pisan yéning dané madué pengalaman nglukis sané becik. Yadiastun sampun biasa ngambar, nanging pangaptiné daweg alit wantah dados guru tari. Sangkaning ketah ngambar tur nyarengin lomba, ngawinang dané dados pelukis. Satios manados guru lukis sané rauh ka umah-umah muridnyané, dané taler manados relawan lukis ring genah alit-alit autis. “Tiang mamilih dados perupa sangkaning sang perupa punika wirang tur sutindih ring raga. Sané wirang nyinahang pikayunan malarapan geguatan visual.” Sajeroning nglukis, wénten makudang-kudang gaya lukisan. Novia — sapunika dané ketah kasambat lewih seneng makarya lukisan antuk gaya modern. Gaya modern taler madué makudang soroh aliran, minakadi; naturalisme, realisme, kubisme, faufisme, miwah suryalisme. Ring lukisan sané ketah kakaryanin, anak istri sané embas ring Denpasar, 25 November 1997 puniki ngambil gaya moderen antuk aliran suryalisme. Naen taler makarya lukisan antuk aliran naturalis. “Sujatiné, samian krama sida nglukis, nanging nénten samian krama prasida nglimbakang kabisan sané kaduénang. Mawinan, parindikan kapertama sané patut kamargiang mangda dados pelukis sané becik wantah ngwangun

minat diri ring lukisan,” baosnyané. Dané sampun akéh ngamedalang karya lukisan. Saking makudang-kudang soroh lukisan sané kakaryanin, anggané pinih seneng ring lukisan sané mamurda “Pertiwiku yang Terancam”, “Pesan Pembawa Harapan” miwah lukisan mamurda “Bertempur” lan “Menunggu”. Satios punika, lulusan ISI Denpasar puniki taler ketah nyarengin lomba nglukis mawit kantun ngranjing ring kelas III SMK. Dané naen ngamolihang juara III sajeroning lomba Mahut Seru Undiksa, Juara Harapan III Lomba Young art #1 Ubud, Juara Harapan II Lomba Young art #3, miwah sané tiosan. Satios malomba, dané taler ketah nyarengin pameran, minakadi ring Balai Budaya Bali, Musium Puri Lukisan, miwah Pameran ring Art Center, taler pameran sajeroning acara Festifal Kesenian Indonesia ring Surabaya. Pecak siswa Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Bali sané kasub kasengguh SMK Negeri 1 Sukawati puniki, pangawit meled dados guru tari, boya pelukis sakadi sané kamargiang mangkin. Minab wénten sané nguduhang, nyabran rahina dané setata ngambar. Kangken seneng ngambar sampun saking TK. Reraman dané taler urati pisan ring kabisan sané kaduénang pianaknyané. Yadiastun nénten dados guru tari sakadi sané kaaptiang, nanging anggané mangkin dados pelukis yadiastun nénten embas ring kulawarga seniman wiadin pelukis sané kasub. “Kawigunan melukis punika sujatiné akéh, sinalih tunggilnyané nyinahang parindikan boya antuk bebaosan, nanging lewih ka geguatan visual, ngicalang stres, miwah genah matuturan malarapan lukisan-lukisan sané karyanin titiang. Artosnyané, makarya lukisan punika katujuang majeng padéwékan tiang, taler majeng anak tiosan,” baos dané sinambi makenyem.

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;mijil/. Pupuh Mijil 13.hudu;edwm\álpÉjyukÓi,

Uduh Déwa manggala Praja yukti, eynÞmæ;s*ket*o,

yén lampah Sang Katong, kdih\á$\ur;sib)ten,

kadi angger Ngurah Sibetané, mulzuju;s*hê*psupti, mula nyujuh Sang Hyang Pasupati, h\án&pÉjurit/,

angganing prajurit, hm)n\&p)r*hiku.

amenanging perang iku. 14.mulsjebdr&p)\áli;,

Mula saja béda ring penggalih, eyogmiw;zsÓË,

Yoga miwah Nyastra, n\&tu\álÀ¡nÓ%p\pÓien,

nangin tunggal unteng pangaptiné, eyn&eyogmds(kunÑlini, Yéning Yoga madasar Kundalini, hlemÑoezosmi, alam donyo sami,

bÙnhlitgu*cmæu;.

buana alit agung campuh.

Saking Langit Bali Tri Hita Karana Tri tetiga tetiga bantang sané mentangin kaluihan Bali Hita bagia lega liang gelarang moksa lan jagadhita Karana unteng tetuek sané ngadakang unduké Bali kasengguh luih mautama Tri Hita Karana ajahan luhur paripurna Parhyangan, Pawongan, Palemahan tetiga paiketan sané patut ajegang ring kahuripan I Nyoman Sutarjana


8

Minggu Kliwon, 9 Februari 2020

Imajinasi Rindu Rindu Sungai Ayung Dulu

Kupejamkan mata ini sejenak Perlahan bayangmu mulai terpancar Dalam sunyinya malam, sinar hangat rembulan Nyanyian burung gagak, berpadu kian mendukung

Kuterbayang masa kecil nan riang Berenang di antara deras air dan keras karang Tarian belalang di rimbun alang-alang Di atas kepala burung bernyanyi melayanglayang Saban sore usai hujan Duduk di bongkah karang bersama kawan Betapa senang hati mengangkat joran Yang mendekat udang dan nyalian Tapi kini... Ikan-ikan berkeluh kesah Ceritakan jiwa nan resah Lelah mencari celah Agar hidup tak hilang gairah

Kalut bersama kenangan sendirian Pilu rasa tanpamu Tanpa kutahu imajimu Pendar bayangmu sempurna kian jelas terlukis Maaf karena selalu merindumu Jujur, aku hanya ingin bersamamu Melindungimu, menjadi pelita dalam gelapmu Aku rela terbakar demi terang bahagiamu Chocolate Pontianak, 2019

Kembali kumau berenang Inginku bercakap dengan nyalian juga udang Mendengar merdu lagu burung berdendang Menikmati elok tarian belalang Masihkah aku bisa? Mungkin deret-deret perahu karet Atau Hotel-hotel di tubir sungai yang tahu jawabannya I Made Kridalaksana Bongkasa, 2019

Napak Tilas

Kopi Tuhan menciptakan kopi untuk imajinasi Bukan tempat mabuk dan main judi Kita mencoba terus kata demi kata Untuk menghilangkan pahit kerinduan Dalam bentangan waktu kita mencoba Melawan takdir kopi di setiap kepul asapnya Surga terletak pada aroma kopi Yang kuminum di pinggir danau bersama mentari Kita ingat waktu senja membungkuk Meminum kopi di kedai kita Seperti pelangi melingkari gagang cangkirnya Di waktu hujan telah reda Muhammad Irsyad Hambali Trenggalek, 2020

Berjalan susuri ruang sunyi Menapak tilas luka, liku Tercecer masa lalu kian membiru Membatu, sendiri menatap pilu

Kitab Omong Kosong

Teriak caci maki bagai sembilu Biar tetap berlalu Bibir membisu Hati menolak membalas kelu

Hei, manusia, omong kosong: engkau hanyalah bumi, tubuh yang terkunci di kasur mimpi. Tanpa alegi: kita Sebuah kotak doa, seikat gulungan piyama Bicara soal angkasa, mereka lebih kau kenang janjimu, saat kembali seperdelapan perjalanan Dan sekarang kita menuju gurun gersang Yang dipenuhi ikan terbang Kadang ikan itu keluar api dan membakar desa-desa dengan amis mulutnya

Aku, manusia paling hina Cibirnya â&#x20AC;&#x201C; SAMPAH! Tertawaan tak henti mengiringi Sampah hidup tak berguna ini Mereka hanya inginkan bukti Proses hidup takkan pernah peduli Jemari kian liar menjahili Bibir pula tak henti menghakimi

Muhammad Irsyad Hambali Trenggalek, 2020

Chocolate Pontianak, 2019

Memotret Air Terjun Selembut Kapas MENGABADIKAN keindahan air terjun merupakan aktivitas yang sangat menantang bagi seorang fotografer, khususnya fotografer yang menekuni landscape photography. Untuk mendapatkan foto air terjun yang dramatis dan layak diapresiasi, tentunya tidak sekadar jepret saja. Namun memerlukan teknik tertentu yang didukung oleh peralatan khusus. Peralatan yang wajib disiapkan saat hunting air terjun selain kamera dan lensa wide (lebar), di antaranya tripod yang kokoh, filer neutral density (ND), dan circular polarizer (CPL). Saat memotret air terjun, lensa yang sangat direkomendasikan adalah lensa wide dengan focal lenght 16-35 mm atau 17-40 mm. Tipe lensa

ini akan menciptakan kedalaman atau kesan tiga dimensi dalam foto. Kesan itu makin mencuat dalam komposisi vertikal dengan memasukkan unsur lingkungan seperti bebatuan yang ada di sekitar air terjun. Untuk mendapatkan air terjun yang halus atau lembut seperti kapas, dibutuhkan shutter speed yang lambat, sekitar 1/4 detik hingga 2 detik. Semakin lambat shutter speed-nya, maka tampilan air terjun akan semakin halus. Tentunya saat menggunakan shutter speed yang lambat ini kita memerlukan bantuan sebuah tripod yang kokoh untuk menyangga kamera. Penggunaan tripod ini untuk memastikan foto kita tidak blur karena shutter speed yang

lambat. Remote shutter release juga bisa digunakan sebagai perangkat tambahan pada kecepatan tersebut. Penggunaan remote shutter release ini mampu mengeliminasi setiap getaran pada kamera ketika jari menekan tombol shutter sehingga lebih menjamin terciptanya gambar yang tajam. Selanjutnya, setting bukaan atau aperture kamera pada angka f/11 atau f/16. Dengan aperture sekecil itu, seluruh pemandangan akan terlihat tajam. Hindari aperture yang terlalu kecil, seperti f/22 atau f/32 karena kualitas foto akan berkurang karena difraksi lensa. Untuk ISO, sebaiknya memakai ISO yang paling rendah pada kamera (ISO 100) agar kualitas foto lebih optimal.

Penggunaan Filter Saat memotret air terjun pada kondisi cuaca yang terang, seringkali kombinasi aperture, shutter speed dan ISO seperti yang dianjurkan tersebut masih menghasilkan foto yang terlalu terang. Jika itu terjadi, maka diperlukan filter ND yang berfungsi untuk menyerap cahaya lebih banyak sehingga exposure atau pencahayaan menjadi pas. Filter ND ini ada yang menggelapkan 1 stop sampai 10 stop cahaya. Dalam kondisi seperti ini, minimal menggunakan filter ND 3 stop atau disebut juga filter ND8. Filter lain yang bisa membantu yaitu CPL. Filter ini berfungsi untuk mengurangi refleksi cahaya sehingga foto menjadi lebih bagus. Langit biru akan

semakin biru dan refleksi cahaya ke air atau ke bebatuan di sekitar air terjun akan hilang atau berkurang. Filter ini juga menyerap cahaya sebanyak kurang lebih 2 stop cahaya sehingga membantu mendapatkan setting aperture, shutter speed dan ISO yang dibutuhkan. Dengan menggunakan aperture yang kecil saat memotret air terjun, bagian yang tajam pada foto menjadi luas. Untuk fokus, kita bisa memilih untuk fokus ke air terjun atau bebatuan yang ada di sekitar air terjun. Pemilihan fokus ini tergantung selera, atau bagian mana yang ingin ditonjolkan atau terlihat paling tajam di foto. Untuk komposisi, bisa dipilih komposisi horizontal maupun

vertikal. Tentunya, pemilihan komposisi ini akan menciptakan â&#x20AC;&#x153;rasaâ&#x20AC;? yang berbeda sesuai yang diinginkan sang fotografer. Komposisi horizontal cenderung mencuatkan suasana air terjun terasa lebih tenang dan stabil. Sedangkan komposisi vertikal memberikan kesan dinamis dan cepat. Saat memotret air terjun, jangan lupa memasukkan elemen-elemen menarik yang ada di sekitar air terjun ke dalam frame seperti bebatuan, pohon, dan dedaunan. Bahkan, kita juga bisa bereksperimen dengan memadukan teknik framing dan foreground untuk menciptakan foto-foto air terjun yang lebih dramatis dan ekspresif. Selamat mengabadikan keindahan air terjun. (ian)

Curug Parigi, Bekasi karya Gunarto Song

Air Terjun Toroan, Madura karya Gunarto Song

Air Terjun Benang Kelambu, Lombok karya Gede Sudika Pratama

Air Terjun Tiu Kelep, Lombok karya Gede Sudika Pratama


9

Minggu Kliwon, 9 Februari 2020

Jangan Salahkan Anak Tak Mau Belajar Bahasa Bali FEBRUARI ditetapkan Pemrov Bali sebagai bulan bahasa Bali. Sekolah pun menggelar aneka kegiatan guna mendukung visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Semua diarahkan untuk mengajegkan seni dan budaya Bali serta agama Hindu. Di bulan bahasa ini siswa dilibatkan dalam lomba menulis aksara Bali di atas daun lontar, lomba pidato bahasa Bali hingga lomba baca puisi bahasa Bali. Pengamat agama Hindu yang juga Kepala SMP PGRI 6 Denpasar, Drs. I Ketut Antara, M.Ag., mengungkapkan semua lomba tersebut sangat penting bagi anak untuk melatih diri dan mencintai bahasa dan aksara Bali. Sebab hampir ketiga lomba ini sangat sarat dengan pesan moral dan spiritual, yakni Tri Hita Karana dan Tri Kaya Parusudha. Jika ada anak-anak tak berminat belajar bahasa Bali, Ketut Antara mengatakan guru tak boleh memvonis salahnya siswa atau anak didik. Justru salahkan diri sendiri karena telah putus asa mengajarkan anakanak belajar berbahasa Bali. ‘’Mereka demikian kan karena gurunya tak mau mengajarkan. Coba dibimbing secara perlahan dan mereka mulai bisa, saya yakin anak-anak akan berminat mempelajari lebih lanjut,’’ tegasnya di sela-sela lomba nyurat lontar di SMP PGRI 6 Denpasar, Sabtu (8/2) kemarin.

Bagi dia mengajarkan bahasa Bali sangat penting bagi anak muda Hindu. ‘’Mereka adalah pewaris budaya Bali, makanya guru jangan berpuas diri dan jangan cepat putus asa mengajarkan anak-anak soal aksara Bali,’’ kata pendukung sinetron ‘’Memedi’ di Bali TV ini. Waka SMP PGRI 6 Denpasar, Ni Nyoman Erawati, S.Pd., menambahkan kegiatan bulan bahasa Bali di sekolahnya digabungkan dengan hari Purnama. Dengan demikian tak banyak mengganggu jam belajar efektif siswa. Gerakan menggairahkan sastra Bali dinilai sangat penting bagi siswa, asalkan mereka dilibatkan semuanya. Dia mencontohkan untuk lomba nyurat aksara Bali melibatkan semua siswa agar mereka mau dan tertantang belajar. Para gurunya juga termotivasi memberikan pembekalan sebelum lomba. Makanya dia setuju jangan salahkan anak-anak kalau mereka tak berminat belajar bahasa Bali, namun salahkan para guru pembinanya. ‘’Mungkin cara mengajarnya tak menarik atau tak sabar membimbing mereka sampai bisa,’’ ujarnya. Seperti diberitakan, SMP PGRI 6 Denpasar selain dikenal sekolah umum juga sekolah yang paling banyak memiliki siswa berkebutuhan khusus atau

”Line Dance” Ketut Suasana ”Kabul”

Tarian Garis dalam Panggung Kanvas EKSPLORASI garis tampak dominan. Garis diperlakukan sebagai elemen penting dalam karya rupa. Permainan dan eksplorasi garis, seperti tarian dalam panggung kanvas. Tarian garis itu membentuk dunia sendiri. Dunia gagasan yang dituangkan melalui garis. Demikian tampak dalam lukisan karya I Ketut Suasana ‘’Kabul’’ yang dipamerkan di Puri Anom Tabanan mulai Minggu (9/2) ini. Pameran yang bertajuk “Solo Painting Exhibition - Line Dance”, menampilkan belasan lukisan figuratif memesona. A.A. Ngurah Panji Astika, S.T. selaku penyelenggara sekaligus tuan rumah menuturkan, keterhubungan dan kerja sama Puri Anom Tabanan dengan kalangan seniman baik itu seniman ukir, wadah, arsitektur bangunan, begitu erat sejak zaman kerajaan lampau hingga era modern ini. Ketua Umum Forum Pelestari Budaya Tabanan (FPBT) ini menegaskan, untuk meneruskan tradisi yang telah lama terjalin tersebut Puri Anom Tabanan kini bekerja sama dengan perupa Bali menggelar se-

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA We are looking for candidates to fill thefollowing positions 1.DW Spa Therapists -Women under 35years old,basic salary+incentive,Spa experienced. Applicant must be able to speak & write in English and have an outgoing personality. mail CV with recent photo to: sumartini@pbrbali.com B.BP.004.02.20.0000192

SERVICE

DIJUAL MOTOR

RUPA-RUPA

buah proyek pameran berjudul “Line Dance” (Perupa Mengintepretasi Cultural Heritage). “Sekarang kami mengundang dan memfasilitasi pelukis muda seperti sosok Kabul menggelar pameran lukisan tunggal di sini. Demi mendukung proyek ini, pihak penyelenggara secara proaktif menjalin kerja sama dengan pelaku pariwisata Bali, asosiasi pariwisata, biro perjalanan (travel agent) dan pihak-pihak terkait. Guna menjadikan proyek ini sebagai sebuah destinasi alternatif bagi model pengembangan pariwisata yang berbasis nilai budaya demi mewujudkan Ngardi Loka Hita Tabanan,” paparnya. Sementara pelukis I Ketut Suasana ‘’Kabul’’ mengutarakan pameran lukisannya digelar atas dasar kegelisahannya dalam berkarya untuk menghasilkan visualisasi eksotis dari inspirasi dan eksplorasinya selama ini. Semua gagasan menurutnya menarasikan riak kehidupan dan menuangkannya di atas kanvas. Semua berawal dan tercipta dari lekukan dan tarian garis (line dance).

Dicari Manager utk Hotel dan HK,FO,Security,Garden Hub: new arenahotelkutabali@gmail.com

B.BP.001.02.20.0000193

Bth sgr karyawn/karyawati Toko utk di Munggu H.08123664636

B.BP.167.02.20.0000172

Butuh:Sales Take Order (consumer product), Pglmn Lamaran:info@tsbali.com B.BP.004.02.20.0000217

Dcr design grafis u/asst seniman (syrt: B.Inggris, terampil, kerja tim). CV krm ke ptpkbiru @gmail.com B.BP.004.02.20.0000065

Dcr fashion designer (bs gbr komputer/manual, bs jahit, bs. pola, berpengalaman modern,tdk pengalaman ok) dan staf admin (syrt bs akutansi dan pembukuan). CV krm ptpkbiru@gmail.com

B.BP.004.02.20.0000064

Dcr tng krim lele (pke spd mtr) H.081246682139/0818503603

B.BP.004.02.20.0000216

Dicr Guru Bhs Bali & SD Hub:089 77357234 B.BP.001.02.20.0000194

Dicari Account Officer AO,Hub. Bank Sari Sedana, 0361-224025 B.BP.001.02.20.0000183

BPM/ist

NYURAT - Siswa SMP PGRI 6 Denpasar saat lomba Nyurat Aksara Bali dibimbing Wakasek Ni Nyoman Erawati. difabel. Namun hampir semua siswa difabel di sekolah ini berprestasi. Salah satuya adalah I Komang Yastra Pratyaksa. Dia pun menerima penghargaan sebagai siswa berprestasi dari Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Suastini Putri Koster,

“Melukis bagi saya adalah berkarya dan selalu berkarya. Menggores garis dan mengikuti iramanya hingga melewati batas imajinasi. Dari garis terbentuk gagasan dan mengeksplorasinya sebagai elemen yang dominan. Lukisan figuratif kontemporer yang akan saya tampilkan kali ini jumlahnya sekitar 15 buah. Saya berkeinginan kuat mengambil lokasi di Tabanan karena supaya pernah berpameran di tanah kelahiran. Sebelumnya saya sudah sering berpameran di berbagai tempat dan event di luar,” ungkapnya. Kurator pameran lukisan ini, I Made Susanta Dwitanaya menyampaikan, I Ketut Suasana ‘’Kabul’’, menghadirkan karya-karya lukis dengan mengeksplorasi garis yang dominan. Secara visual tampak bahwa Kabul memperlakukan garis sebagai elemen

Dicari Design Grafis Wnt Bisa Bhs. Inggris Hub. 082147176690 B.BP.001.02.20.0000180

Dicari Karyawati (SPG) untuk Toko Baju Lokasi Uluwatu Tlp/WA:082144126390 Email: lostinparadise639@gmail.com B.BP.001.02.20.0000178

DIJUAL MOBIL

dan Menteri PPPA, Bintang Puspayoga, di acara Penganugerahan Perempuan Inspiratif Tokoh 2019. Kini sekolah ini membangun empat ruang kelas baru secara swadaya. Bahkan para gurunya juga mapunia menyumbang bahan material. (sue)

yang penting dalam karya-karyanya. Melalui permainan dan eksplorasi garisnya, Kabul seperti sedang menari-nari dalam panggung kanvasnya. Tarian garis itu membentuk dunianya sendiri. Dunia gagasan yang sedang ia tuangkan melalui garis. Pada tataran ini kita melihat persoalan irama, kita melihat persoalan komposisi kita melihat persoalan garis itu sendiri. Garis-garis dalam karya Kabul berirama dan berkonfigurasi mengkontruksi berbagai bentuk seperti pohon, lebah dan lain sebagainya. Lebah dan pohon adalah dua objek yang kerap muncul dalam karya karya Kabul. Kehadiran objek ini selain menjadi titik berangkat Kabul dalam mengeksplorasi garisnya juga merupakan cara Kabul dalam memenuhi kebutuhan gagasan untuk menghadirkan pernyataanpernyataan di luar persoalan kebentukan itu sendiri. (lun)

PROPERTY

MITSUBISHI

DIJUAL TANAH

PT Arthaasia Finance Lelang unt MitsubishiPE-71-PS LT+Bak besi tahun 2019 Hub.0361-4781601

Djl Tanah 200m2 Jl.Turi Gg.Beji Kesiman 375jt/A 087861524618

B.BP.004.02.20.0000205 TOYOTA

Urgently req:Member Service Officer for Marketing Hotel in Nusa Dua,Good English oral & written and good communication skill; Application letter & CV send to pmisales@eksadata.com

Inova Ribon’16 akhir Htm Mtlik Mulus, 250Jt/nego 081232960009

B.BP.004.02.20.0000220

B.BP.001.02.20.0000226

B.BP.001.02.20.0000189 DAIHATSU

Espass 2003 putih samsat + KIR baru, Hub.082147280999

B.BP.001.02.20.0000219

BIRO JASA Sy Siap Bntu Byar-Lporan Pajak Blann SPT Thunan NPWP SIUP TDP HP/WA081239026955&081338344155

B.BP.001.02.20.0000023

KEHILANGAN BPKBNo.3502039-ODK7694MA an. an.Paulus Pasek. (Nusa Penida) B.BP.001.02.20.0000215

KEHILANGAN HlgBPKBNo.R2468101112013GR DK 2799KAD an.Kadek Susiana Dwi Lestari B.BP.001.02.20.0000188

PELATIHAN Daftar Segera! Pendidikan dan Pelatihan Dasar Satpam, Gada Pratama.Alamat :-Jl.Badak Sari III No.6 Sumerta Kelod, Dps. - Jl.Pantai Purnama,Banjar Gelumpang,Sukawati,Gianyar. No Telp : Tina (0895410890669) B.BP.004.02.20.0000221


10

Rem ja

Minggu Kliwon, 9 Februari 2020

Komunitas Pelangi Bali British Motor Club

Aktif Kegiatan Otomotif, Sosial hingga Tirtayatra

BPM/win

Anggota Pelangi Bali British Motor Club.

PELANGI Bali British Motor Club (MC) adalah salah satu komunitas motor yang ada di Bali. Komunitas ini lahir seiring masuknya motor-motor Inggris era 70-80-an yang dibawa oleh sesepuh klub, Ajik Mul (alm) dan Gus Varia (alm), yang merupakan pemilik bengkel Motor Varia di Jalan Pulau Menjangan, Tabanan. Menyusul makin banyaknya motor buatan Inggris berseliweran di Tabanan, seperti BSA, AJS, dan Triumph Matcheles, Ajik Alit (Ketua pertama sekaligus pemilik Radio Alba) berniat membentuk wadah komunitas

penghobi motor buatan Inggris ini. Gayung pun bersambut. Pada tahun 1987 dibentuklah Pelangi Motor Club (PMC) di Radio Alba Sakenan, Tabanan. Kegiatan awal PMC yaitu mengawal konvoi artis yang mengadakan konser di

Tabanan, di antaranya, God Bless, SAS, Anggun Cs., dan Niki Astrea. Tahun 1990 pucuk pimpinan PMC dipegang Sukadana (alm), Kapolsek Selemadeg Barat. Di era ini PMC acap kali menggelar touring hing-

ga ke tanah Jawa. Kendati demikian, lantaran semua anggota menggunakan motor buatan Inggris, tahun 1996 atas saran I Nyoman Alit Mahakertha atau yang akrab disapa Mang Klebit (ketua hingga saat ini) dan beberapa anggota lain, nama Pelangi Motor Cub berubah menjadi Pelangi Bali British Motor Club. Momen pergantian nama ini ditandai dengan

touring ke acara HDCI di Malang pada 1996. Hingga saat ini, anggota Pelangi Bali British Motor Club mencapai 40 orang dan aktif dalam berbagai kegiatan otomotif yang diadakan di Bali dan Jawa. “Untuk kegiatan, kami tiap tahun selalu memperingati hari jadi dalam acara personal dan untuk publik setiap dua tahun sekali di tempat yang sudah ditentukan, tetapi ma-

sih di lingkungan Kabupaten Tabanan sembari memperkenalkan pariwisata kepada undangan di Bali dan luar Bali,” ujar Jung Mang, Humas Komunitas Pelangi Bali British MC, Sabtu (8/2) kemarin. Selain mengadakan kegiatan otomotif, komunitas ini juga sering melakukan acara sosial ke Panti Asuhan dan tirta yatra ke pura-pura. “Setiap sebulan sekali kami juga

selalu menjalin silahturahmi dengan kumpul bareng atau melakukan ride di seputaran Bali sambil ke pura-pura yang ada,” tandasnya. Komunitas ini pun sering berpartisipasi pada eventevent tertentu dengan mendisplay motor-motor anggotanya. Seperti pada event NK13 Customwar 2019, BCMS 3 di GWK dan pada PPMKI Bali. (win)

BPM/win

ULANG TAHUN

BPM/edi

Jeffry Polnaja (Kang JJ)

Sudah Tempuh Ratusan Ribu Kilometer Kang JJ Kembali Keliling Dunia SETELAH sebelumnya sukses menempuh perjalanan motor sejauh lebih dari 420.000 kilometer, kini buker Jeffry Polnaja yang akrab disapa Kang JJ kembali memulai perjalanan keliling dunia. Ia menjelajahi rute yang disebut zigzag “menjahit” negara mengendarai CRF1000L Africa Twin. Kang JJ selama ini selalu menjelajah atau berkeliling dunia mengendarai sepeda motor seorang diri. Motor Dual Clutch Transmission (DCT), bermesin 1.000 cc parallel-twin dengan 4 katup Unicam head ini, menjadi satu model yang secara konsisten tampil mengagumkan sesuai fungsi, pengendalian di jalan dan tanah. Lewat ekspedisi bermotor keliling dunia yang disebut Equatoride, kali ini Kang JJ ditemani CRF1000L Africa Twin. Dia bertutur, satu hal dalam kehidupan ini adalah ketika survive beradaptasi dengan situasi terbaru. “Kita tidak bisa survive dengan pemikiran pola pikir yang masih lama, karena situasi selalu berubah,” ujarnya. Orang-orang yang bisa survive dalam kehidupan ini adalah mereka yang selalu aktif, bisa beradaptasi dengan perubahan. “Begitu juga dengan teknologi, kebetulan yang saya pakai (Honda Africa Twin) teknologinya saya suka, enak,” tukasnya.

Dengan berpetualang menurutnya bisa menikmati kebesaran alam dengan sendirinya bisa lebih dekat dengan yang menciptakan alam, yakni Sang Pencipta. “Apalagi ketika kita sendiri di tempat yang tidak ada siapa pun, yang ada hanyalah kita dan Sang Pencipta. Itu membuat kita semakin dekat dengan alam,”

ungkapnya. Di atas motor itu bukan untuk jadi jagoan atau menunjukkan kehebatan manusia. Jika ingin menunjukkan kehebatan diri, ada tempatnya, yakni di arena balapan. Lawan Valentino Rossi dan pembalap dunia lainnya, karena mereka itu hebat. “Kalau ngobrol di alam,

justru kita menikmati kehebatan alam, karena kita sama sekali tidak hebat. Di sinilah kita bisa merasakan bahwa bumi itu bagus dan hebat. Sekarang saatnya kita yang merawat alam. Seperti Bali, saya senang sekali, pengaturan pembatasan plastik, itu luar biasa,” pungkas Kang JJ. (edi)

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru “Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat isi buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahunpernikahan. Kirim foto menarik dan tulisan data lengkap identitas diri, orangtua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo. com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telp. (0361) 225764.

(Redaksi)

ULANG TAHUN Selasa, 4 Februari 2020, Ni Putu Navya Santani Putri Buana merayakan hari ulang tahun yang ke-1 bersama keluarga tercinta. Happy Birthday Navya.


INspirasi

Minggu Kliwon, 9 Februari 2020

Terumbu Karang Rusak Akibat Jangkar Kapal dan BBM

BPM/edi

EVAKUASI - Warga Negara Tiongkok saat dievakuasi pesawat charter China Eastern di Bandara Ngurah Rai, Bali, Sabtu (8/2) kemarin.

Dari Guangzhou

Dari Hal. 1 Pesawat tersebut tiba di Bali setelah berangkat dari Kota Guangzhou. Selain awak kabin, pesawat narrow body tipe Boeing 737-800 tersebut juga turut mengangkut tim medis dari Tiongkok. Selama pesawat berada di area sisi udara Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pilot, awak kabin, serta tim medis tidak diperkenankan untuk turun dari pesawat. Setelah pesawat berhenti sempurna di parking stand, petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) langsung melakukan proses disinfeksi terhadap cockpit

crew, awak kabin, bagasi kabin, bagian dalam pesawat, serta muatan kargo di dalam badan pesawat selama 20 menit. Selama proses disinfeksi, sebanyak 6 orang petugas dari KKP dan petugas dari ground handling yang memasuki pesawat mengenakan pakaian proteksi dan pelindung diri sesuai standar yang ditetapkan. “Hal ini merupakan instruksi dari Kementerian Pertahanan dan dari Kementerian Kesehatan, seperti halnya apa yang dilakukan pada proses pemulangan WNI dari Tiongkok. Hal ini demi

Tetap Kreatif Dari Hal. 1 Ketua Harian SPS Pusat, Yanuar P Ruswita, menegaskan, pers jangan pesimis menghadapi tantangan media cetak saat ini. Pers harus tetap hadir dan kreatif dalam menyediakan informasi publik yang valid. Pilihan konten hendaknya

‘’Terus terang saya tak setuju hak warga untuk mandi dan menikmati pantai dirampas. Apa maunya pemerintah, mau membela investor atau membela rakyat,’’ kata tetua dari Klandis, Made Sulandra. Dia bersama Mimbar, dkk., yang biasa setiap hari mandi dan berjemur di Pantai Sanur merasakan lahannya diserobot oleh kapal cepat ini. Yang tersisa hanyalah sebidang selokan sebelah selatan tanjung buatan yang nyaman bagi pemandi. Itu pun hanya bisa menampung 15 orang saja. Para penawar jasa kano dan ban anak-anak pun sudah menghilang. Bukan itu saja, I Made Kayun, nelayan asal Kesiman kecewa masyarakat dan rekannya sesama nelayan tak bisa lagi menjaring dan memancing ikan di kawasan ini. Pertama, karena lahan sudah disapu kapal cepat, terumbu karangnya juga sudah rusak. Ikan tak mau lagi hidup sekitar kapal karena dibunuh oleh limbah solar dan BBM kapal. Dia menyayangkan terumbu karang di kawasan ini juga hancur gara-gara jangkar kapal dan gesekan badan kapal ini. Dia membandingkan pemandangan pantai ini di tahun 1980-an sangat asri, terumbu

Dari Hal. 1 Selain itu, dengan tertatanya dermaga di Pantai Sanur, maka masyarakat yang ingin berekreasi akan lebih leluasa. Sebab, parkir speed boat akan terkonsentrasi dan lebih tertata di sekitar dermaga. Tentunya hal ini akan membuat area untuk masyarakat mandi

Dua Tahun againya. “Itu anggarannya lebih kecil, size-nya juga tidak sebesar yang di Sanur. Jadi itu yang diupayakan. Tapi yang melaksanakan beda itu, di sana (Nusa Penida dan Nusa Lembongan/Nusa Ceningan, red) Dirjen Darat, di sini (Sanur, red) Dirjen Perhubungan Laut,” katanya. Sebelumnya, Gubernur

Wayan Koster mengaku telah berhasil memperjuangkan anggaran sebesar Rp 453 miliar dari APBN di Kementrian Perhubungan. Anggaran itu dipakai untuk pembangunan Pelabuhan Segitiga SanurDenpasar ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan, Klungkung. Pembangunan akan dilaksanakan mulai tahun 2020 sampai tahun 2021. (rin)

Untuk Mandi

Dari Hal. 1

karang tumbuh subur dan menjadi tempat rumahnya ikan. Kini sudah habis semua. Bahkan saat air surut, terumbu karang yang dulu disebut tinggangang ini, tak lagi kelihatan seperti zaman lampau. Jadilah, Sanur yang rusak dan kumuh. Bukan hanya Sulandra dan Made Kayun yang kecewa, warga Sanur, Nyoman Sukerta, juga marah dengan rusaknya terumbu karang di kawasan ini. Warga Sanur tak lagi bisa mencari ikan dengan cara numbak dan menangkap gurita yang dia sebut dengan nyore. Semua lahan perairan dipakai tempat mangkal kapal cepat. Makanya dia setuju kalau pemerintah memikirkam membuat dermaga jauh ke tengah lautan sehingga ekosistem laut di kawasan ini tak terganggu. 54 Kapal Awalnya jumlah kapal cepat yang menggunakan kawasan Sanur bisa dihitung dengan jari. Namun, kini ternyata untuk Pelabuhan Sanur yang berlokasi di Pantai Matahari Terbit dan Pantai Inna Grand Bali Beach dipakai oleh 54 unit kapal cepat. Hal ini ditegaskan Kantor Pelabuhan Kelas II Benoa, Kantor Wilayah Kerja

(Kawilker) Sanur, Tonny, Sabtu (8/2) kemarin. Menurutnya, saat ini armada yang melayani penumpang merupakan kapal cepat (cruise). Tidak ada lagi yang menggunakan jukung. Karena jukung bukan merupakan armada untuk mengangkut penumpang. “Yang kami layani semua kapal cepat. Jukung tidak termasuk armada untuk mengangkut penumpang,” ujarnya. Armada ini beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 16.00. Belum ada penyeberangan malam. Karena itu, operasionalnya hingga sore hari saja. Demikian pula untuk jumlah penumpang tidak menentu. Terkadang cukup ramai, dan bisa juga sepi. Namun, ratarata kapal yang beroperasi setiap hari berkisar antara 18 sampai 20 unit. Terkait dengan keselamatan penyeberangan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan BMKG untuk cuaca serta ketinggian ombak. Bila dinilai masih aman, pihaknya tetap mengoperasikan armada yang menyeberang. “Kami tetap koordinasi masalah cuaca serta ombak untuk menjaga keselamatan penyeberangan,” jelasnya. (sue/ara)

Minggu, 9 Februari 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita

Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, mendem pedagingan, Padudusan Alit Wraspati Kalpa Agung (5) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Line Dance Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif

09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita

Dikatakan Herry, pemulangan sejumlah 61 warga negara Tiongkok yang masih berada di Bali ini merupakan inisiasi dari Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok. Penumpang yang diberangkatkan semua dalam kondisi sehat saat berada di Bali. Sementara, dari pihak Imigrasi juga menyatakan bahwa dari 61 penumpang tidak ada yang berstatus overstay. Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Elfi Amir, menyatakan bahwa seluruh proses telah dilaksanakan sesuai prosedur. (kmb23)

Menambah Pendapatan

menarik dan sarat ide dan gagasan kreatif. Keberadaan media cetak mesti menjadi penetral banyaknya beritaberita hoax saat ini. Media haruslah bisa menyajikan informasi publik yang valid. Media print adalah media literasi yang harus berperan aktif mencerdaskan kehidupan berbangsa. (dir)

Dari Hal. 1 Menurut Samsi, dermaga Sanur rencananya dibangun selama dua tahun. Sedangkan untuk Nusa Penida dan Nusa Lembongan/Nusa Ceningan, kelihatannya akan diupayakan selesai tahun ini juga. Saat ini sedang dilakukan kajian, apakah cukup waktu dengan keseluruhan proses mulai dari lelang hingga selesai pengerjaan dan seb-

alasan antisipasi terhadap potensi risiko penyebaran virus Corona. Selain itu, hal tersebut juga sesuai dengan Permenkumham No. 3 Tahun 2020,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado. Sebelum menaiki pesawat, para penumpang turut diperiksa oleh tim medis yang ikut serta dalam penerbangan penjemputan ini. Pemeriksaan tersebut dilakukan di tangga pesawat, tepat sebelum para penumpang masuk ke dalam badan pesawat.

Marion Sam Belajar Menggambar Menggambar Pesawat terbang Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Parameter Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV

16:00 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita

Harmoni Bali Bali TV Shop Kalung Omkara Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Bali TV Shop Kalung Omkara Samatra Artis Bali Ari Shinta & Bayu Nirwana Bali TV Shop Kalung Omkara Indi Band Generation GKB Band & Tesla Band Bali TV Shop Kalung Omkara Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Kris - Kriminal Sepekan Solusi Alternatif Marion Sam

atau sekadar berwisata ke daerah Sanur lebih luas. “Saat ini parkir kapal tersebar dari depan Museum Le Mayeur hingga Pantai Mertasari, sehingga selain terlihat kumuh juga membuat masyarakat sulit menemukan spot untuk mandi. Selain itu, pencemaran yang berasal dari bahan bakar kapal akan lebih mudah dikendalikan karena areanya lebih terkonsentrasi di satu titik,” pungkasnya. (ara/win)

TAHUN 2020, Indonesia sudah diperingatkan oleh NOAA (National Oceanic and Atmosphere Administration) terkait kenaikan suhu, karena peningkatan suhu udara menyebabkan terumbu karang mengalami bleaching (pemutihan). Dosen Biodiversitas Laut dan Ekologi Laut Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana (Unud), Elok Faiqoh, menuturkan, selain suhu udara, penyebab rusaknya terumbu karang adalah karena banyaknya aktivitas manusia di sekitar habitat terumbu karang sehingga mengganggu ekosistem laut. Sejak Januari, Indonesia khususnya Bali sudah diperingatkan terkait peningkatan suhu udara, karena dikhawatirkan terjadi bleaching seperti tahun 2015 - 2016. “Waktu itu hampir semua tempat di Bali koralnya mengalami pemutihan,” ungkapnya Sabtu (8/2). Kata Elok, koral atau terumbu karang sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Pemutihan koral terjadi karena mikro alga yang ada dalam tubuh koral mengeluarkan zat beracun ketika suhu panas. Sementara koral akan menganggap zat tersebut sebagai musuh dan menendang mikro alga keluar dari koral itu. “Dalam tubuh koral ada tumbuhan yang menghinggapi atau dia bersimbiosis dengan mikro alga,” imbuhnya. Dia menegaskan, terumbu karang juga banyak rusak karena terkena jangkar dan minyak dari kapal-kapal yang lewat. Jangkar tentu akan merusak karena dapat memecah dan menghancurkan koral itu. Patahan karang atau rumble itu, tertutupi oleh alga, jadi koralnya memang mati bukan karena bleaching terlebih dahulu atau sebab lain yang terjadi di sana. Kalau dia patah penyebabnya adalah sesuatu benda berat, terkena sehingga menjadi patah. Penyelam baru

Dari Hal. 1 Hoax bisa menguat ketika publik kini haus informasi. Maka pers profesional harus tetap bertahan dan menguat dengan melukan inovasi dan tetap berintegritas. Teknologi harus menjadi viranti yang memperkuat pers.

BPM/dok

RUSAK - Terumbu karang rusak akibat jangkar kapal. yang tidak sengaja menendang koral juga akan menyebabkan koral hancur. Di Sanur, kapal–kapal boat berukuran kecil juga kerap melintas, sehingga bisa saja menyebabkan terumbu karang terganggu. Sedangkan minyak yang tumpah dalam air laut akan membuat koral keracunan. Pencemaran yang terjadi minyak akan menutupi koral sehingga mikro alga yang harus berfotosintesis gagal menjalankan tugasnya. “Itu akan terganggu, lama kelamaan bisa mati,” imbuhnya. Sepanjang pantai selatan Bali dikatakan kondisi terumbu karang masih bagus dan alami. Karena di sana gelombang lautnya tinggi. Gelombang tinggi tidak memungkinkan ada aktivitas menyelam di daerah itu, sehingga kerusakan terumbu karang dapat dihindari. Selain pantai selatan Bali, daerah Amed, Seraya, Nusa Penida, Nusa Lembongan kondisi terumbu karangnya juga masih terjaga. Sementara di daerah Sanur dikatakan tidak terlalu bagus untuk hidupnya karang. “Tapi kami belum pernah meneliti untuk daerah Sanur dan lebih ke dalam karena guide akan membawa penyelam dari daerah Semawa-

ng, agak lebih ke laut dalam menggunakan boat, jadi tidak tepat di Sanur,” ujarnya. Seperti diketahui terumbu karang sangat penting bukan hanya bagi kehidupan laut, tapi juga manusia. Terumbu karang adalah tempat ikan meletakkan telur, sehingga jika terumbu karang tidak ada, ikan tidak punya tempat untuk bertelur. Ada tiga ekosistem di laut yang sangat berperan untuk menjaga lingkungan yaitu, mangrove, lagoon, dan terumbu karang. Ketiganya saling berkaitan. Terumbu karang berfungsi menjadi pemecah ombak. “Sehingga ketika ada ombak besar, yang pertama menghalangi adalah terumbu karang,” ungkapnya. Sebelum air sampai di daratan, ada yang menghalau, yaitu terumbu karang, lagoon dan mangrove. “Sesudah sampai daratan, dia masuk ke mangrove, maka daratan akan aman, maka erosi itu bisa terhalangi karena ada tiga komponen itu,” jelasnya. Terumbu karang juga dapat menyerap karbon dioksida karena ada mikro alga di dalamnya yang bersimbiosis. Ketika berfotosintesis, mikro alga juga menyerap karbon dioksida di udara. (may)

Tetap Berintegritas

Pada acara ini Jokowi dan peserta HPN menanam pohon sebagai bentuk kepedulian pers terhadap lingkungan. Menurut Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal Depari, topik ini merupakan komitmen insan

pers mendorong pembangunan di berbagai daerah, termasuk Kalsel. Ia mengutarakan pers Indonesia adalah pers milik rakyat. Sehingga menjadi komitmen pers untuk berpihak pada kepentingan rakyat. (dir)


Minggu kliwon, 9 Februari 2020

I Made Gede Antara

Federer dan Nadal Catat Rekor Penonton Cape Town – Roger Federer dan Rafael Nadal membuat rekor dunia penonton untuk pertandingan tenis ketika memainkan laga ekshibisi di Stadion Cape Town, Afrika Selatan, Sabtu (8/2) kemarin. Duel mereka disaksikan 51.954 orang, mengalahkan 42.517 penonton yang menghadiri Federer memainkan Alexander Zverev dari Jerman di Mexico City pada November tahun lalu. “Untuk memiliki 51.954 orang yang hadir di pertandingan tenis, saya tidak pernah berpikir saya akan terpisah dari sesuatu seperti itu. Itu bukan sesuatu yang kamu impikan,’’ kata Federer usai pertandingan. Federer yang ditemani oleh Ibu Afrika Selatan-nya, Lynette, mengatakan penampilan pertamanya di Afrika Selatan adalah acara khusus. “Pertama kali

Bertekad Pecahkan Rekornas BPM/afp

KALAH – Petenis putri Jepang Naomi Osaka dikalahkan Sara Sorribes Tormo dari Spanyol di Piala Federasi.

di sini di Cape Town, di Afrika Selatan, berarti jauh lebih dari sekadar tenis,” ujarnya. Federer menang 6-4, 3-6, 6-3 atas Nadal pada pertandingan dalam kondisi dingin dan berangin di stadion yang dibangun untuk Piala Dunia sepak bola 2010. Arena itu penuh dengan penggemar yang bersemangat bernyanyi, bertepuk tangan, dan melakukan gelombang sepanjang pertandingan. Sementara itu, Naomi Osaka menambah kekecewaannya di Australia Terbuka dengan kekalahan mengejutkan 0-6, 3-6 oleh petenis nomor 78 dunia, Sara Sorribes Tormo, di Piala Fed. Carla Suarez Navarro kemudian membuat kedudukan menjadi 2-0 bagi tuan rumah Spanyol atas Jepang setelah melewati Misaki Doi 6-3, 6-4. Amerika Serikat sedang dalam

perjalanan menuju penampilan di putaran final setelah kemenangan Serena Williams dan juara baru Australia Terbuka, Sofia Kenin. Kenin menang 6-2, 6-2 atas Anastasija Sevastova dan Williams lewat perjuangan keras unggul 7-6 (7/4), 7-6 (7/3) atas mantan Jelena Ostapenko. “Saya agak gugup setelah Australia,” kata Kenin, yang hanya butuh 68 menit untuk menaklukkan Sevastova. “Aku merasa lelah, tetapi aku mencoba mengeluarkannya dari pikiranku dan hanya mewakili dan melakukan yang terbaik.” Di tempat lain, petenis nomor lima dunia Belinda Bencic mengalahkan Gabriela Dabrowski 6-1, 6-2 untuk memberi Swiss keunggulan 2-0 atas Kanada, Jerman meraih keunggulan 2-0 atas Brazil dan Slovakia unggul 2-0 atas Inggris di Bratislava. (afp/kmb)

Reuni Gede Usulkan Turnamen Piala Gubernur

Denpasar (Bali Post) -

Para pemain Gelora Dewata (Gede) tahun 1989 mengusulkan agar segera digulirkan kembali turnamen sepak bola memperebutkan Piala Gubernur Bali. Tujuannya, memunculkan pesepak bola berbakat dari seluruh kabupaten dan kota di Bali. Hal itu dilontarkan mantan kapten tim Gelora Dewata, Kadek Swartama, saat memberikan sambutan pada Reuni Gede di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Sabtu (8/2) kemarin. Ia mengaku sejak kecil sudah diadu dalam berbagai kompetisi sehingga mampu menembus skuad Gelora Dewata dan bermain di kompetisi Liga Indonesia. “Saya kira turnamen Piala Gubernur perlu digelorakan lagi,” ucapnya Jika Piala Gubernur kembali diputar lagi, ia yakin pembinaan sepak bola di Pulau Seribu Pura ini makin menggeliat, hingga memunculkan pemain berkualitas. Terbukti skuad Gelora Dewata dulunya bermaterikan banyak pemain lokal Bali, plus luar Bali dan pemain impor. “Saya bangga Gede juga pernah mewakili Indonesia pada ajang internasional,” sebut Swartama. Sementara itu, Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Bali Dana Tenaya mengharapkan, Gelora Dewata lahir kem-

bali dan mampu melakukan regenerasi sekaligus mencetak pesepak bola berkualitas. “Kami harapkan sumbangsih Gede mampu menelorkan pesepak bola mumpuni yang mengharumkan nama Bali di kancah nasional,” jelasnya. Menurut mantan gelandang dan stoper Gelora Dewata,

Wayan Sukadana, Piala Gubernur mesti digelar berjenjang dan berkelanjutan mulai U-10, U-12 sampai senior. Pembinaan seperti ini akan mampu menelorkan pemain berkualitas. Reuni dihadiri 58 pemain mantan skuad Gelora Dewata, termasuk legiun asing Jeremy Nyetam dan pemain asal

Timika, Tommy Sungguano. Sementara bomber plontos Vata Matanu Garcia batal datang gara-gara jadwal penerbangannya diundur. Hadir pula mantan Sekum HS Abdul Wahab dan mantan Ketua Harian Gelora Dewata Wayan Nuastha. Acara reuni diisi pertandingan melibatkan tiga tim. Mantan bintang Gelora Dewata bertanding melawan Putra Renon FC dan tim Siwo PWI Bali dalam laga bertajuk Trofeo Match. (022)

BPM/022

REUNI - Mantan pemain Gelora Dewata bereuni di Stadion I Gusti Ngurah Rai melawan Putra Renon FC dan tim Siwo PWI Bali.

Bermain Fokus, Merpati Bali Menang Denpasar (Bali Post) Tim bola basket putri Merpati Bali mengalahkan Tanago Friesian Jakarta dengan skor 61-39 dalam lanjutan Piala Srikandi Seri I di GOR GMC Arena, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (7/2) lalu. Merpati Bali menang karena bermain fokus sepanjang laga. Sejak kuarter pertama, Kadek Pratita Citta Dewi, Regita Pramesti, Agustin Gradita Retong, dan kawankawan menunjukkan soliditas tim. Mereka mampu menerobos pertahanan Tanago dari segala lini. Pratita Citta meraup 16 poin sekaligus menjadikannya pemain tersubur, sedangkan Regita yang juga tampil gemilang

menyumbangkan 10 angka. Tanago yang dipimpin kapten Yuliana mampu menghalau laju serangan Merpati, sehingga di kuarter pertama hanya tertinggal 11-15. Pada kuarter kedua hingga keempat permainan Tanago makin menurun. Kesempatan ini dimanfaatkan maksimal oleh skuad Merpati sehingga mampu menutup kemenangan dengan skor mencolok 61-39. Menurut pelatih Merpati Bali, Bambang Asdianto Pribadi, asuhannya Fitri sudah menemukan bentuk permainan terbaiknya, sedangkan Husna belum mampu tampil maksimal. Ia mengharapkan pemainnya makin padu dan

BEREBUT – Pemain Merpati Bali (kiri) dan Tanago Friesian Jakarta berebut bola atas. BPM/ist

bermain lebih baik lagi pada laga berikutnya. Pada bagian lain, kapten Tanago Jakarta, Yuliana, menyebut timnya dalam kondisi tidak fit, sedangkan Merpati

Bali sudah matang. “Kendati tampil kurang maksimal, tim kami tetap mengadakan perlawanan dan tak mau menyerah begitu saja,” ungkap Yuliana. (022)

ATLET lompat tinggi Bali, I Made Gede Antara harus puas menduduki peringkat ketujuh dengan lompatan 195 cm pada PON XIX/2016 di Jabar. Ia bertekad memperbaiki prestasinya itu dengan mematok medali emas pada PON XX/2020 di Papua, sekaligus memecahkan rekor PON dan rekornas atas nama Andre Darmawan (DKI) setinggi 215 cm pada PON XVIII/2012 di Riau. Target emas PON bukanlah khayalan. Antara mengukir banyak prestasi selama 2019. Ia menyabet empat emas dalam empat kejuaraan. Dimulai dari Jatim Terbuka yang berlangsung Maret dengan loncatan 206 cm, Jateng Terbuka (Juli, 210 cm), Kejurnas Cibinong (Agustus, 208 cm) dan terakhir Pomnas di Jakarta (Oktober, 210 cm). “Saya mencoba melompat setinggi 216 cm pada ajang Pomnas tetapi gagal. Penyebabnya, persiapan terlalu mepet, ditambah saya baru

saja turun di Porprov Bali,” kilah atlet kelahiran Pererenan, Mengwi, Badung, 19 Desember 1996 ini. Antara juga mencoba lompatan 216 cm di Jateng Terbuka, namun belum berhasil. Peraih emas pada PON Jabar, Rizki Gusyafa (DKI), akan menjadi pesaing utamanya pada PON 2020 di Bumi Cendrawasih. Rizki Gusyafa mencatat prestasi 215 cm pada SEA Games 2017 di Singapura. ‘’Semoga saya bisa mengalahkannya, merebut emas dan memecahkan rekornas,” ungkap putra kedua pasangan Ketut Sutarja dan Si Luh Ketut Suryanti ini. Antara menggeluti lompat tinggi sejak 2015. Latar belakangnya adalah bola voli sebagai tukang smes. Mahasiswa semester X FOK Undiksha Singaraja bertinggi 180 cm ini sukses membawa tim voli SMPN 2 Mengwi dan SMAN 2 Mengwi merebut juara pada Porjar Badung. Selama menggeluti lompat tinggi, dirinya dipoles pelatih Ketut Gede Widiana. Pertama kali membela Badung turun pada Porprov Bali XII/2015 di Buleleng, ia merebut perak. Selanjutnya lolos ke PON Jabar. Ia menyumbang emas pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar dan Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. Antara bangga menekuni lompat tinggi karena merupakan olahraga individu yang membentuk karakter kepribadian, kemandirian dan kedisiplinan. Sebagai persiapan ke PON, ia berlatih enam kali dalam sepekan, mulai teknik lompatan, barbel sampai berenang. Antara bercita-cita menjadi pengusaha. Ini dirintisnya dengan memanfaatkan uang bonus untuk membuka toko sepatu olahraga. (nel)

Haudi Sambut Positif Kembalinya Agus Nova Mangupura (Bali Post) – Pemain belakang Bali United, Agus Nova Wiantara, telah bergabung bersama rekan-rekan setimnya. Putra Bali yang lama absen dari lapangan hijau akibat cedera ini sudah dicoba oleh pelatih Stefano Cugurra saat latih tanding melawan Persela Lamongan di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, beberapa hari lalu. Kembalinya Agus Nova disambut positif oleh pemain lainnya. Pemain belakang lainnya, Haudi Abdillah, menyebut bergabungnya Agus Nova menjadi kabar gembira untuk semakin memperkuat Serdadu Tridatu. “Agus Nova adalah pemain yang bagus. Tahun ini sudah mulai gabung dengan tim setelah sembuh dari cedera. Tentu ini hal positif bagi tim yang akan menjalani banyak kompetisi musim ini. Apalagi dia pemain bertahan dan saya berharap dia bisa cepat kembali ke penampilan terbaiknya,” ujar Haudi dikutip dari situs Bali United, Sabtu (8/2) kemarin. Sementara itu, dua

penggawa tim Bali United Youth, I Made Putra Kaicen dan Kadek Arel Priyatna, kembali mendapat kesempatan menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U-16. Pemusatan latihan ini akan berlangsung di Yogyakarta pada 16-28 Februari 2020. Skuad asuhan Bima Sakti ini akan berlatih di Lapangan Sepak Bola U II Yogyakarta. “Saya memanggil 22 orang pemain untuk TC kali ini, ditambah tiga pemain lagi nanti yang akan melakukan trial atau seleksi untuk tim ini. Kemungkinan untuk mengisi masing-masing di posisi kiper, bertahan dan satu pemain tengah,” ungkap Bima Sakti

dilansir situs resmi pssi.org. Selain melakukan pemusatan latihan selama di Yogyakarta, Putra Kaicen dan Kadek Arel bersama skuad Timnas Indonesia U-16 juga akan menjalani serangkaian laga uji coba. Putra Kaicen dan Kadek Arel Priyatna cukup rutin mendapat panggilan Timnas Indonesia U-16 sejak tahun 2019 lalu. Mereka juga kerap menjadi andalan di setiap pertandingan yang dijalani tim Garuda Muda. (kmb)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 9 Pebruari 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu