terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
16 HALAMAN
NOMOR 84 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
jumat paing, 8 november 2019
balipost http://facebook.com/balipost
Pantai di Enam Kecamatan Rawan Abrasi
Rp 64,9 Miliar dari Retribusi Objek Wisata
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan, panjang pantai di Kabupaten Tabanan yang mencapai 34,5 kilometer. Namun, pantai-pantai di enam kecamatan dikategorikan rawan abrasi.
Sepanjang 2019 hingga awal November ini, Pemkab Gianyar sudah mengantongi retribusi dari tiket masuk Rp 64,9 miliar dari tujuh objek wisata.
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Lampu Taman di Penelokan Banyak Rusak Belum genap setahun dipasang, sejumlah lampu taman di objek wisata Penelokan, Kintamani rusak. Menurut informasi, kerusakan lampu itu sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu.
GIANYAR | HAL. 9
TABANAN | HAL. 7
BANGLI | HAL. 14
Mulai Ditata 2020
Kembalikan Keagungan Pura Besakih Karangasem (Bali Post) Pemprov Bali menggelar konsultasi publik rencana pembangunan infrastruktur terkait program perlindungan kawasan suci Besakih di Wantilan Sri Ksariwarmadewa Pura Penataran Agung Besakih, Karangasem, Kamis (7/11) kemarin. Penataan akan dimulai tahun 2020 diawali aspek palemahan berupa pembangunan bencingah dan parkir empat lantai. Direncanakan penataan palemahan akan rampung 2022.
D
alam acara itu, Gubernur Bali Wayan Koster terlebih dulu memaparkan tentang Pura-pura yang ada di kawasan suci Besakih. Semuanya terangkum dalam Pustaka Pura Agung Besakih yang dirumuskan sendiri oleh orang nomor satu di Bali itu. Koster kemudian mengidentifikasi
Rencana Penataan Besakih
permasalahan di kawasan suci Besakih dari aspek parahyangan, pawongan, dan palemahan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan untuk mengatasinya. ‘’Palemahan khususnya, ini yang sudah sangat mendesak untuk ditata karena sudah sangat krodit, kemudian kotor, semrawut. Jadi, sangat mengganggu kesucian dan keagungan dari Pura Besakih ini,’’ ujarnya. Penataan palemahan, lanjut Koster, diawali dengan membangun parkir di Manik Mas mulai 2020. Parkir ini diperkirakan selesai dalam dua tahun lantaran akan dibangun empat lantai menyesuaikan bentang alam di sana. Sambil berjalan, akan dibangun pula areal bencingah yang diperkirakan rampung dalam satu tahun. Selain itu juga akan dibangun Margi Agung yang diperkirakan menghabiskan waktu tiga tahun pengerjaan. ‘’Program ini mulai dilaksanakan 2020 sampai 2022, selama tiga tahun. Astungkara sharing dari APBN dan APBD Provinsi Bali,’’ jelas mantan anggota DPR-RI ini. Hal. 15 Dukungan Masyarakat
Meliputi Aspek Palemahan, Pawongan dan Parahyangan Aspek Palemahan akan Dibangun
l Parkir 4 lantai l Bencingah l Margi Agung
KAWASAN SUCI — Suasana konsultasi publik rencana pembangunan infrastruktur terkait program perlindungan kawasan suci Besakih di Wantilan Sri Ksariwarmadewa Pura Penataran Agung Besakih, Karangasem, Kamis (7/11) kemarin.
Asal Dana
l Parkir dan Bencingah dari APBN l Pembebasan lahan dan Margi Agung dari APBD 4,1 ha di Bencingah Lahan yang Dibebaskan l 5,2 ha di Manik Mas (untuk parkir) l
Demi Indonesia Maju, Hilangkan Radikalisme dan Intoleransi SBLK - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menyapa salah satu anak dalam acara Sehari Belajar di Luar Kelas (SBLK) di SMP Kristen Harapan Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kamis (7/11) kemarin. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Anak Internasional setiap tanggal 20 November.
Sakit Jiwa, Terpidana Mati Tak Bisa Dieksekusi
Jakarta (Bali Post) – Eksekusi terhadap terpidana yang divonis hukuman mati selama ini masih menjadi persoalan. Banyak terpidana yang sudah lama divonis pengadilan namun tak kunjung dieksekusi. Ada sejumlah pertimbangan, salah satunya adalah menyangkut kejiwaan narapidana. Jika mengalami gangguan jiwa, maka eksekusi tak bisa dilakukan. Hal. 15 Tidak Menunda
Tidak Terbit Terkait hari raya Maulid Nabi Muhammad SAW yang merupakan hari libur nasional, maka Bali Post pada hari Sabtu (9/11) tidak terbit. Bali Post kembali terbit seperti biasa pada Minggu (10/11) lusa. Untuk itu kepada para pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit
Harian Bisnis Bali UMKM dan Bank Harus Seirama Tumbuh kembangnya UMKM tidak bisa terlepas dari peran perbankan, begitu pula sebaliknya. Terus? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Ibu Rumah Tangga Edarkan SS Ibu rumah tangga Ni Nyoman P. Dewi Widyaharix nekat jual SS karena suami dan anaknya meninggal dunia secara beruntun. www.denpostnews.com
Magelang (Bali Post) – Banyak hambatan untuk mewujudkan Indonesia Maju. Beberapa di antaranya adalah radikalisme dan intoleransi. Kedua persoalan ini harus dihilangkan karena jika Indonesia ingin segera tinggal landas menjadi negara maju. Namun radikalisme dan intoleransi yang dihilangkan adalah dalam cara berpikir dan berperilaku. Demikian disampaikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam sambutannya saat meresmikan Rumah Sakit Syubbanul Wathon di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (7/11) kemarin. Ma’ruf Amin mengatakan cara berpikir dan berperilaku yang intoleran serta radikal harus dihilangkan untuk mencapai visi Indonesia Maju. ‘’Hilangkan hambatanhambatan termasuk perpecahan, radikalisme dan intoleransi. Itu kerikil-kerikil yang bisa menghambat tercapainya Indonesia Maju,’’ kata Ma’ruf. Wapres Ma’ruf menanggapi wacana larangan penggunaan atribut keagamaan, seperti cadar dan celana sepanjang atas mata kaki atau cingkrang, bukan menunjukkan sikap radikal atau intoleran. Lebih rinci Wapres menegaskan bahwa
radikalisme dan intoleransi tercermin dari cara berpikir dan berperilaku, bukan pada bagaimana cara orang berpakaian. ‘’Sekarang lagi ramai soal intoleransi, soal celana cingkrang. Tapi sebenarnya, radikalisme dan intoleransi itu adalah cara berpikir yang harus dibetulkan, cara perilaku dan cara bertindak yang harus diubah,’’ tegasnya. Oleh karena itu, untuk dapat mewujudkan cita-cita sebagai negara maju, masyarakat harus dapat mengubah pikiran, perilaku dan tindakan radikal dan intoleran, yang dapat menjadi hambatan mencapai visi Indonesia Maju. Wapres mengibaratkan visi Indonesia Maju sebagai sebuah pesawat yang harus diterbangkan. Untuk itu, saat ini yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat secara bersamasama adalah dengan mempersiapkan landasan untuk lepas landas. ‘’Supaya kita cepat melakukan take-off, maka harus dibuat landasan yang kuat. Kerikil dan becek itu harus dihilangkan. Kalau tidak kita bersihkan kerikil dan becek itu, maka kita tidak mungkin tinggal landas,’’ ujarnya. (ant)
’’Hilangkan
hambatanhambatan termasuk perpecahan, radikalisme dan intoleransi. Itu kerikil-kerikil yang bisa menghambat tercapainya Indonesia Maju.’’ Ma’ruf Amin Wakil Presiden RI
Jabatan Wakil Panglima TNI ’’Dihidupkan’’ Kembali Jakarta (Bali Post) – Setelah sempat ditiadakan hampir 20 tahun, kini jabatan Wakil Panglima TNI kembali diadakan alias dihidupkan. Tugas utamanya membantu pelaksanaan tugas harian Panglima TNI dan koordinator pembinaan Tri Matra Terpadu. Wakil Panglima TNI nantinya akan bertanggung jawab kepada Panglima TNI. Kepastian dihidupkannya kembali Wakil Penglima TNI didapatkan setelah Presiden RI Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden Nomor 66/2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia yang di dalamnya juga mengatur lagi adanya jabatan Wakil Panglima TNI.
Diunduh dari situs resmi Kementerian Sekretariat Negara RI, setneg.go.id, Kamis (7/11) kemarin, jabatan Wakil Panglima TNI disebutkan dalam beberapa pasal, seperti Pasal 13. Pada Pasal 13 ayat (1) Perpres 66/2019, disebutkan bahwa unsur pimpinan Markas Besar TNI, yakni tertinggi Panglima TNI, kemudian Wakil Panglima TNI. Disebutkan kembali pada Pasal 14 yang menjabarkan tentang tugas Panglima TNI, yakni pada ayat (3) bahwa Panglima dibantu oleh Wakil Panglima. Secara lebih jelas, Pasal 15 menyebutkan bahwa Wakil Panglima merupakan koordinator pem-
binaan kekuatan TNI guna mewujudkan interoperabilitas/Tri Matra Terpadu, yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI. Setelah itu, dijabarkan pula tugas-tugas Wakil Panglima TNI, yakni membantu pelaksanaan tugas harian Panglima. Kemudian, memberikan saran kepada Panglima terkait pelaksanaan kebijakan pertahanan negara, pengembangan postur TNI , p engem bangan doktrin, strategi militer dan pembinaan kekuatan TNI serta penggunaan kekuatan TNI. Hal. 15 Bintang Empat
DIHIDUPKAN KEMBALI - Prajurit TNI mengikuti defile saat upacara perayaan HUT ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Oktober lalu. Presiden Jokowi kembali menghidupkan jabatan Wakil Panglima TNI setelah vakum hampir 20 tahun.
Jumat Paing, 8 November 2019
”Road Barrier” di Simpang Akasia dan Teuku Umar akan Dipermanenkan
ROAD BARRIER - Pengendara melintas di Jalan Teuku Umar, Denpasar yang dipasangi road barrier.
Jaksa Mulai Gali TPPU Sudikerta
Denpasar (Bali Post) Sidang perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPU), penipuan atau penggelapan dan pemalsuan senilai Rp 149 miliar dengan terdakwa mantan Wagub Bali, I Ketut Sudikerta (51), Anak Agung Ngurah Agung (68) dan I Wayan Wakil (51), Kamis (7/11) kemarin, kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Setelah memeriksa staf BCA yang mengetahui pembuatan rekening, Kamis kemarin JPU Edy Arta Wijaya, Ketut Sujaya dan kawan-kawan tampaknya mulai menggali soal TPPU. Hal itu terlihat dari didatangkannya saksi Dyah Pradnyaparamita Duarsa. Saksi adalah orang yang pernah bertransaksi dengan terdakwa Sudikerta. Di hadapan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi, Dyah mengakui pernah bertransaksi dengan Sudikerta. Transaksi itu terkait jual beli tanah di kawasan Pecatu. Transaksi itu dilakukan Desember 2012. Saat itu ada transaksi tanah seluas 1,5 are senilai Rp 2,650 miliar dengan lokasi di Pecatu. Sebelum itu, saksi Dyah menjelaskan awalnya mendiang suaminya meminta tolong kepada Sudikerta untuk mengurus pensertifikatan tanah tersebut. “Mendiang suami saya minta tolong ke Sudikerta untuk persertifikatan. Karena sebelumnya suratnya berupa
pipil. Kemudian sertifikat itu sudah jadi dan dipecah tapi masih atas nama pemilik lama,” tuturnya. Sertifikat yang masih ada di notaris lalu diambil oleh Sudikerta dan menyampaikan membeli tanah milik saksi. Atas kesepakatan, kedua pihak melakukan proses jual beli dan pembayarannya dilakukan secara bertahap. Saksi mengatakan, awalnya pembayaran tunai Rp 100 juta, bertahap tunai Rp 200 juta dan terakhir pembayaran Rp 1,4 miliar melalui cek. Siapa yang memberikan dan menerima cek Rp 1,4 miliar? Dyah mejelaskan, bahwa sopirnya yang diperintahkan untuk mengambil cek. Namun, dirinya tidak mengetahui siapa yang menyerahkan. “Saya tidak tahu siapa yang memberi cek, karena saya meminta supir mengambil cek. Tapi sebelumnya, kami (saya dan Sudikerta) sudah berkomunikasi mengenai cek itu,” jawabnya. Dari total jumlah pembayaran, kata saksi, Sudikerta belum melunasinya. “Sudah dilunasi pembayarannya?” tanya Jaksa Martinus. “Belum lunas, masih kurang Rp 350 juta. Tapi saya sudah ikhlas,” ucap saksi Dyah. Terhadap keterangan saksi tersebut, Sudikerta mengatakan akan menanggapi dalam pledoinya (pembelaan). Hal yang sama juga disampaikan terdakwa I Wayan Wakil dan A.A. Ngurah Agung. (kmb37)
Penjambret Pegawai Bandara Ditangkap Denpasar (Bali Post) Tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Timur (Dentim) menggerebek tempat kos Gede Agus Suputra alias Koko (27) di Jalan Pakisaji Gang Cengana Sari 8 Denpasar, Selasa (5/11) lalu. Pria asal Karangasem ini terlibat kasus penjambretan karyawan Bandara Ngurah Rai Ni Ketut Ariani (19) di Jalan Sedap Malam dan kasus penganiayaan di Jalan Akasia, Dentim. Dikonfirmasi, Kamis (7/11) kemarin, Kapolsek Dentim Kompol I Nyoman Karang Adiputra mengatakan, kasus penjambretan tersebut terjadi, Selasa (15/10) pukul 04.00 Wita. Saat itu korban berangkat dari rumahnya di Jalan Sedap Malam Gang Mekarsari, Denpasar menuju tempat kerjanya mengendarai sepeda motor. Setibanya di TKP, tepatnya di depan Gang Paving tiba-tiba dipepet pelaku dan langsung menarik tas korban. Korban berteriak-teriak minta tolong, tapi karena sepi tidak ada yang menolong. ‘’Korban melihat pelaku lari ke selatan naik sepeda motor Honda Beat. Kasus ini baru dilaporkan beberapa
jam setelah kejadian,’’ ujarnya. Berdasarkan laporan tersebut, Panit Reskrim Iptu Nengah Seven Sampeyana bersama anggotanya melakukan penyelidikan. Selasa (5/11) pukul 14.00 Wita, polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada orang yang mau menjual HP dan diduga hasil curian. Selanjutnya petugas melakukan pengintaian di kos pelaku. Pukul 22.30 Wita, pelaku terpantau masuk ke kamar kosnya dan langsung ditangkap. Petugas kemudian melakukan penggeledahan dan mengamankan HP milik korban. Selanjutnya teknisi sound system ini dibawa ke Mapolsek Dentim. Dari hasil interogasi, pelaku mengakui menjambret di Jalan Sedap Malam dan uang hasil menjual HP habis untuk kebutuhan sehari-hari. Pelaku juga mengaku memukul pengendara motor di Jalan Akasia XVI dekat Puri Metro karena diserempet. Pelaku emosi dan langsung menghajar pengendara motor tersebut. ‘’Masih kami kembangkan kasus ini. Untuk kasus penganiyaan, kami cek dulu apakah korban melapor atau tidak,’’ katanya. (kmb36)
Tersangka kasus penjambretan.
Bali Post/ist
Bali Post/eka
Denpasar (Bali Post) Setelah dilakukan uji coba penggunaan road barier (pembatas jalan) di simpang Jalan Akasia-Jalan Hayam Wuruk, kini Dinas Perhubungan (Dishub) berencana melakukan pemasangan secara permanen. Selain di jalan itu, road barrier secara permanen akan dilakukan di Jalan Teuku Umar, di depan Mall 21. Mengingat setelah pemasangan road barier, tingkat kemacetan bisa terurai. Plt. Sekretaris yang juga Kabid Lalu lintas Dishub Kota Denpasar I Ketut Darsana mengatakan, pemasangan road barier selama ini dilakukan karena kawasan simpang Jalan Akasia-Hayam Wuruk dan Teuku Umar kerap mengalami kemacetan karena pengendara berbelok arah sembarangan. “Uji coba yang dilakukan selama tiga tahun dari tahun 2016 itu
dirasa efektif,” kata Darsana, Kamis (7/11) kemarin. Setelah melihat perkembangan selama ini, kata Darsana, pihak Dishub menilai sudah selayaknya road barrier itu dipasang permanen. Sebelum melakukan pemasangan secara permenen, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait di Pemprov, karena jalan tersebut menjadi kewenangan Pemprov. Panjang road barrier di Jalan Akasia-Hayam Wuruk sekitar 184 meter. Sementara untuk di Jalan Teuku Umar tepatnya di depan Level 21 sepanjang 240 meter. Selama uji coba yang dilakukan sejak tahun 2016 lalu dinilai sudah efektif. “Bahkan sempat diperpanjang juga. Karena sudah efektif, kita permanenkan dengan mengambil anggaran dari APBD perubahan Kota Denpasar,” katanya.
Untuk pembuatan road barrier simpang Jalan Akasia-Hayam Wuruk, pihaknya menganggarkan sebesar Rp 185 juta. Sedangkan untuk di Jalan Teuku Umar sebesar Rp 195 juta. “Kami harap kalau sudah dipermanenkan, pengendara tidak lagi sembarangan berbelok arah karena akan menyebab kan kekroditan. Kami juga mengimbau pengendara agar tetap mematuhi rambu yang sudah dipasang,” ungkapnya. Darsana mengatakan, untuk memecah kemacetan, ke depannya pihaknya akan terus memantau titik-titik yang paling rawan. Jika masih ditemukan adanya titik rawan kemacetan, pihaknya akan melakukan uji coba kembali untuk mengetahui seberapa efektif jika titik tersebut dipasangi road barrier. (kmb12)
Terlibat Peredaran Narkoba
Warga Filipina dan Malaysia Diekstradisi ke Korsel
Denpasar (Bali Post) -
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Kamis (7/11) kemarin melakukan ekstradisi terhadap dua orang warga negara asing. Mereka adalah Alex Go Roman asal Filipina dan Lim Thow Khai asal Malaysia. Proses ekstradisi kemarin dipimpin langsung Wakajati Bali Didik Farkhan Alisyahdi. Menariknya, mereka diekstradisi bukan ke negaranya masing-masing, melainkan diekstradisi ke Korea Selatan (Korsel). Wakajati Bali Didik Farkhan Alisyahdi usai menyerahkan berita acara serah terima dengan perwakilan negara Korsel menjelaskan, mereka telah melakukan kejahatan di Korea Selatan. Pada 11 Juli 2017, polisi menangkap Alex Go Roman dan Lim Thow Khai. ‘’Penangkapan mereka berdasarkan red notice tanggal 21 November 2016 yang diterbitkan oleh Interpol Seoul melalui NCBKorea, dengan perintah penangkapan oleh pengadilan Korea Selatan,’’ ujarnya. Didik Farkhan Alisyahdi mengatakan, pada 9 Agustus 2017, Menteri Kehakiman Korsel menyampai-
kan permohonan ekstradisi terhadap Alex Go dan Lim Thow Khai kepada pemerintah Indonesia. Pasalnya, di sana mereka terlibat kasus 2050,46 gram menthampetamine. Di Korsel mereka dijerat Pasal 58 UU setempat. setelah ditangkap di Denpasar atas red notice, mereka kemudian diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar dan dilengkapi dengan menghadirkan saksisaksi serta alat bukti surat dan lain sebagainya. PN Denpasar kemudian menetapkan termohon ekstradisi, dapat diekstradisi ke Korsel, atas putusan pengadilan Denpasar. Didik Farkhan Alisyahdi
Bali Post/kmb37
MENYERAHKAN - Wakajati Bali Didik Farkhan Alisyah di saat menyerahkan berkas kepada perwakilan negara Korsel, Kamis (7/11) kemarin. menjelaskan, selama proses ekstradisi, kedua orang tersebut sudah menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan selama 849 hari.
‘’Atas putusan PN, Kejati Bali sudah menyerahkan termohon ekstradisi ke pemerintah Korea Selatan untuk diproses hukum di sana,’’ tegasnya. (kmb37)
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
28 Desa Adat Miliki ’’Pararem’’ P4GN Denpasar (Bali Post) – Ancaman bahaya narkoba sem akin m engkhawatir kan. Semua pihak harus ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan. Karena itu, sejumlah langkah terus dilakukan BNN Kota Denpasar untuk meminimalisasi kasus narkoba di Denpasar. Salah satu upaya yang dilakukan, keterlibatan desa adat melalui pembentukan pararem (peraturan) tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Sampai saat ini sudah ada 28 desa adat yang memiliki pararem P4GN. Hal ini mengemuka dalam sosialisasi yang dilakukan BNN Denpasar di Mall Pelayanan Publik (MPP) Gedung Graha Sewaka Dharma, Kamis (7/11) kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BNN Kota Denpasar AKBP. Hagnyono. ‘’BNN sudah melakukan inovasi dengan membentuk regulasi tentang P4GN di tingkat desa se-Kota Denpasar. Sebanyak 28 desa adat telah memiliki pararem tentang bahaya narkoba serta pelaksanaan P4GN di wilayahnya,’’ ujarnya. Berdasarkan hasil studi BNN (Badan Narkotika Nasional) RI dan Universitas Padjadjaran (Unpad), kata Hagnyono, Kota Denpasar menduduki peringkat keenam di seluruh Indonesia dalam hal kota tanggap ancaman narkoba dengan nilai total 70,93 kategori tanggap. Dijelaskan, variabel penilaian terdiri dari ketahanan masyarakat (25%), kewilayahan (20%), kelembagaan (25%), hukum (20%) dan ketahanan keluarga (10%). Kota Denpasar memiliki nilai tinggi pada variable ketahanan masyarakat, kelembagaan dan ketahanan keluarga, sedangkan nilai sedang di kewilayahan dan hukum. Untuk itu, ada poinpoin yang harus disoroti
Bali Post/ist
BNN - Suasana layanan BNN Kota Denpasar di Gedung Sewaka Dharma. guna meningkatkan nilai kewilayahan dan hukum ke depannya, yakni pengawasan terhadap wilayah rentan dan regulasi pemerintah daerah yang mendukung pelaksanaan P4GN. Hagnyono menambahkan, guna mempertahankan peringkat Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba (Ikotan) dan meningkatkan pelayanan BNN Kota Denpasar kepada masyarakat, maka pihaknya bersinergi dengan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Denpasar dalam hal penyediaan layanan di MPP Kota Denpasar. Hal ini sesuai dengan Inpres Nomor 6 Tahun 2018 tentang rencana aksi P4GN serta menindaklanjuti keberhasilan
dalam Raihan Kota Tanggap Bahaya Narkoba. Adapun layanan yang diberikan oleh BNN di MPP Kota Denpasar, meliputi layanan data dan informasi serta layanan pengaduan. Ke depan, layanan BNN Kota Denpasar akan terus ditambah tentunya dengan menggandeng Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Denpasar. Sementara itu, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Denpasar IGN Mandala Putra mengatakan, dengan bergabungnya BNN Kota Denpasar ini tentu semakin melengkapi pelayanan di MPP Kota Denpasar. Sehingga diharapkan mampu memberikan lay-
anan dengan maksimal, khususnya dalam bidang sosialisasi dan penanggulangan narkoba di Kota Denpasar. ‘’Tentunya kami berharap mampu memaksimalkan upaya pencegahan dan sosialisasi tentang bahaya
narkoba di Kota Denpasar. Kami juga mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan BNN Kota Denpasar terkait regulasi pararem tentang P4GN di semua desa yang ada di kota Denpasar,’’ paparnya. (kmb12)
Topik : PENATAAN PURA BESAKIH
Jumat Paing, 8 November 2019
Bupati Giri Prasta dan Wagub Cok Ace Hadiri Tawur Balik Sumpah di Pura Pucak Mangu
TAWUR BALIK SUMPAH - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara Tawur Balik Sumpah di Pura Pucak Mangu, Kamis (7/11) kemarin.
SERANGKAIAN Karya Piodalan Mapadudusan Agung, Mapeselang, Madasar Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Pucak Mangu, Tinggan, Kecamatan Petang yang jatuh bertepatan dengan Purnamaning Sasih Kalima, 12 November 2019 mendatang, pada Wraspati Umanis Ugu, Kamis (7/11) kemarin, diadakan upacara Tawur Balik Sumpah. Tawur Balik Sumpah ini dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta beserta Ny. Seniasih Giri Prasta, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Panglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung, Bupati Karangasem I G.A. Mas Sumatri dan Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya. Bupati Giri Prasta pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur karena pelaksanaan Karya Tawur Balik Sumpah yang dilaksanakan ini berjalan dengan lancar, labda karya, sida sidaning don, karena upacara ini bertujuan tidak saja mendoakan Kecamatan Petang ataupun Badung saja tetapi juga mendoakan jagat Bali bahkan nusantara. Bupati Giri Prasta menyebutkan, serangkaian karya di Pura Pucak Mangu ini, selaku guru wisesa di Kabupaten Badung, pihaknya
turut berpartisipasi sebesar Rp 1,9 miliar. Diharapkan seluruh rangkaian Karya Piodalan Mapadudusan Ag ung , Ma p esela ng Ma dasar Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Pucak Mangu berjalan dengan lancar dan mendatangkan kesejahteraan terhadap masyarakat Badung dan Bali serta nusantara. Sementara itu, Panitia Karya I GAG Manguningrat mengatakan, upacara tawur ini di-puput oleh empat sulinggih yakni Ida Pedanda Gde Kekeran Pemaron dari Geria Mandara Munggu, Ida Pedanda Gede Jelantik Santacita dari Geria Jadi Tabanan, Ida Bujangga Rsi Somia dari Geria Sempidi dan Ida Pedanda Gede Tembau Padonan dari Geria Pradnya Gulingan. Dijelaskan, Karya Tawur Balik Sumpah ini menggunakan sarana seekor kerbau, ayam putih, angsa, ayam biing, banteng, asu, ayam putih siungan, kambing, ayam hitam dan babi. Ditambahkannya, rangkaian karya di Pura Pucak Mangu ini sebelumnya telah dilaksanakan pamelastian dan mapekelem di Pura Ulun Danu Beratan pada 3 November, kemudian dilanjutkan dengan mapepada tawur, memben tawur, melaspas bagia pulekerti, pering pada
6 November. Tawur balik sumpah utama, pedanan digelar kemarin, dan pada 11 November akan dilangsungkan mapepada dan memben karya. Puncak karya pada 12 November diawali munggah ke pucak, upacara ring pasiraman, upacara ring Pucak Mangu, pamendak, upacara piodalan, mapeselang dan mapasaran. Lebih lanjut ia mengimbau kepada para pamedek agar tidak ada yang membawa tas kresek atau plastik. ‘’Kami mohon kesadaran masyarakat pamedek untuk tidak membawa tas kresek atau plastik. Hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan pura bebas dari sampah plastik,’’ ujarnya. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Dandim 1611/Badung Kol. Puguh B., anggota DPRD Badung I Wayan Regep, I Gusti Lanang Umbara dan I G.A. Trimafo Yuda, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa beserta istri, Kepala OPD Kabupaten Badung, Kabag Humas Badung I Made Suardita, Camat Petang I Gede Eka Sudarwitha serta para panglingsir dan pangemong Pura Pucak Mangu yang terdiri dari Asta Puri dan Asta Desa. (ad198)
mengoptimalkan penerimaan pendapatan asli daerah. ‘’Sejak kewenangan PBB P2 beralih ke Pemda, kami telah melakukan penyesuaian NJOP pada Tahun 2017. Penyesuaian dilakukan karena NJOP yang ditetapkan masih berdasarkan hasil penilaian dari Kantor Pelayanan Pajak yang belum pernah dimutakhirkan sejak tahun 2013,’’ jelasnya. Dia menyebutkan, bisnis properti tengah lesu seiring pertumbuhan ekonomi yang cenderung mengalami stagnasi. Ini juga mempengaruhi pencapaian target. Untuk Kecamatan Kuta Utara, Kuta dan Kuta Selatan, penyelarasan NJOP sedang berlangsung.
Sedangkan, untuk Kecamatan Mengwi, Abiansemal dan Petang akan dilaksanakan mulai tahun 2020. ‘’Pengenaan NJOP juga berpengaruh pada penerimaan atas Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2). Untuk rumah tinggal dan lahan kosong yang tidak dikomersialkan, dibebaskan dari pajak. Untuk yang sifatnya dikomersialkan, itulah yang kita kenakan PBB P2,’’ katanya. Ditambahkannya, peningkatan penerimaan PBB P2 dari tahun ke tahun terjadi karena Bapenda Badung terus melakukan upaya optimalisasi melalui ekstensi-
fikasi berupa pemutakhiran data subjek dan objek PBB P2 yang dilakukan di seluruh kecamatan se-Kabupaten Badung dan melalui laporan dari aparat desa/kelurahan, Pekaseh/Klian Subak maupun atas dasar permohonan mutasi PBB P2 dari wajib pajak sendiri. Sedangkan, intensifikasi PBB P2 dilakukan dengan cara melakukan penilaian terhadap objek pajak khusus yang memiliki kriteria tertentu seperti hotel, vila, lapangan golf, SPBU dan bangunan lainnya. Selain itu, dilakukan tax clearance yakni wajib pajak wajib melunasi pembayaran PBB P2 dalam proses verifikasi Surat
Setoran Pajak Daerah (SSPD) terhadap objek Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta dalam pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Berdasarkan data, pada tahun 2013 realisasi penerimaan PBB sebesar Rp 151.044.070.595, tahun 2014 sebesar Rp 166.544.273.469, tahun 2015 sebesar Rp 194.309.999.378, tahun 2016 sebesar Rp 200.336.804.359, tahun 2017 sebesar Rp 202.828.822.148, dan tahun 2018 sebesar Rp 205.568.318.326. Sedangkan untuk tahun 2019 sampai dengan Oktober telah mencapai Rp 193.713.178.612. (kmb27)
Tuai Keluhan Masyarakat Besaran NJOP akan Disesuaikan
Mangupura (Bali Post) – Pemkab Badung menyesuaikan pengenaan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Penyesuaian dilakukan lantaran kebijakan NJOP Badung banyak menuai keluhan masyarakat khususnya di Badung Selatan. Tingginya pengenaan NJOP juga bermuara pada turunnya tingkat investasi di Gumi Keris. Hal itu tercermin dari rendahnya realisasi penerimaan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. Tahun ini hingga Oktober hanya Rp 307.905.763.496. Padahal pada periode yang sama tahun 2018 mencapai Rp 375.178.623.937. Artinya ada penurunan sekitar 21 persen. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)/Sedahan Agung Kabupaten Badung I Made Sutama, Kamis (7/11) kemarin, tak menampik peri-
hal tersebut. Birokrat asal Pecatu, Kuta Selatan ini mengatakan, penyesuaian ini dapat dilakukan sebagaimana diatur dalam Perda Kabupaten Badung Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2), bahwa penetapan NJOP dilakukan setiap tiga tahun sekali dan untuk objek pajak tertentu dapat dilakukan setiap tahun sesuai dengan perkembangan wilayahnya. ‘’Penyelarasan NJOP di-
lakukan untuk menyesuaikan NJOP dengan situasi perkembangan wilayah saat ini. Namun, untuk besaran yang akan disesuaikan masih dalam proses survei,’’ ungkapnya. Dengan adanya penyesuaian, dapat memberikan rasa keadilan di masyarakat dan kembali menggairahkan bisnis properti di Kabupaten Badung, sehingga diharapkan dapat memberikan stimulus terhadap perekonomian di Kabupaten Badung serta
Mangupura (Bali Post) Indonesia menduduki ranking enam dunia untuk jumlah penyandang diabetes. Jumlah penduduk Indonesia yang menderita diabetes sebanyak 10,4 juta orang. Ironisnya, 73 persen penyandang diabetes di Indonesia tidak sadar bahwa dirinya menderita diabetes melitus. Hal itu diungkapkan Ketua Center for Health Economics and Policy Studies-Universitas Indonesia (CHEPS-UI) Prof. Budi Hidayat, S.KM., MPPM., Ph.D. pada Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Indonesian Health Economic Association (InaHEA) ke-6, di Nusa Dua, Rabu (6/11). Menurutnya, mereka yang saat ini tidak sadar menderita diabetes, dalam empat hingga enam tahun ke depan akan mengalami komplikasi seperti stroke, penyakit jantung dan gagal ginjal. Sehingga terkesan, penyakit-penyakit inilah yang menghabiskan dana JKN. ‘’Untuk itu kita harus stop dari hulunya,’’ tegasnya. Studi terkini yang dilakukan oleh CHEPS UI menemukan, dari 1.658 pasien DM2 yang dis-
urvei, 66 persen komplikasinya berupa mikrovaskular seperti nefrofati dan retinopati, dan 22 persen makrovaskular (stroke dan kardiovaskular). Rata-rata komplikasi muncul empat tahun setelah pasien didiagnosa dan paling lama enam tahun. Selama ini, penyakit-penyakit inilah yang dituding menghabiskan dana JKN. ‘’Diabet tidak pernah disebut, padahal inilah biang keroknya. Kalau pemerintah betul-betul serius menurunkan beban penyakit tidak menular (PTM), stop dari hulu sampai ke hilir. Artinya, meliputi primary prevention yang fokusnya mencegah jadi diabetes dan secondary prevention yang fokusnya mencegah terjadinya komplikasi pada diabetes,’’ ungkapnya Berdasarkan studi lain yang dilakukan, pada 800 ribu populasi diabetes, ternyata 57 persennya mengalami komplikasi. Pada tahun 2016 total biaya yang dikeluarkan JKN sebesar Rp 7,7 triliun untuk menangani diabetes dan 74 persennya tersedot untuk mem-
Indonesia Ranking Enam Dunia Penyandang Diabetes
Bali Post/edi
Prof. Ketut Suastika
Dewan Pengupahan Bahas Upah Minimum Sektoral Mangupura (Bali Post) Dewan Pengupahan akan membahas Upah Minimum Sektoral (UMS) di Kabupaten Badung. Pembahasan ini menunggu rapat dengan PHRI Badung dan para serikat pekerja. Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Badung Ida Bagus Oka Dirga mengatakan, sebagai fasilitator pihaknya menunggu Ketua PHRI Badung yang saat ini masih bertugas di luar negeri. Namun, di Badung sendiri yang dominan sektor pariwisata, maka dari itu pihaknya menetapkan untuk UMS bagi karyawan hotel berbintang
tiga, empat dan lima, karena ini sudah berdasarkan kajian. ‘’Ini harus ada sejumlah pihak duduk bersama dalam pembahasan UMS ini yakni dari serikat pekerja dan PHRI di Kabupaten Badung,’’ ujar Oka Dirga, Kamis (7/11) kemarin. Menurutnya, besaran UMS diusulkan sebesar 5 persen. Namun hal ini tergantung pada kesepakatan. Selama ini, UMS telah berjalan selama dua tahun yakni dari tahun 2017. Untuk tahun 2019, UMS Badung mencapai Rp 2,7 juta lebih (UMK 2019) x 5 persen. ‘’Kami masih menunggu pembahasan sejumlah pihak ini (PHRI dan serikat pekerja–red),’’ katanya.
Wayan Suyasa yang mewakili Serikat Pekerja Bali mendesak pihak-pihak terkait untuk melanjutkan pembahasan kesepakatan UMS. Pembahasan UMS harus dilakukan karena Badung berkomitmen untuk menerapkannya. ‘’Besaran UMS minimal 5 persen di atas UMK,’’ katanya. Sebelumnya, Dewan Pengupahan Kabupaten Badung telah mengeluarkan kesepakatan bersama untuk menetapkan Upah Minimum Kabupaten di Badung mencapai Rp 2.930.092,64. Angka ini mengalami peningkatan sebanyak 8,51 persen dari besaran UMK sebelumnya. (kmb27)
biayai pasien diabetes yang mengalami komplikasi. Adapun total biaya yang dibutuhkan untuk mengatasi diabetes tanpa komplikasi, yakni Rp 5,4 juta per orang per tahun untuk perempuan dan Rp 5,7 per orang per tahun untuk laki-laki). Untuk yang disertai komplikasi, yakni Rp 11 juta per orang per tahun (perempuan) dan Rp 14 juta per orang per tahun (laki-laki). Bila dikalikan dengan sekitar 60 persen penderita diabetes yang memiliki komplikasi, maka dibutuhkan Rp 59 triliun untuk pembiayaannya. Bila semua pasien telah didiagnosis, mungkin dibutuhkan biaya pengobatan hingga Rp 199 triliun. Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD.-KEMD. me-
nyayangkan, selama ini tenaga medis hanya memfokuskan perhatian kepada hal-hal yang bersifat medis, misalnya pengobatan. Terlebih, usaha ini belum mencapai hasil yang maksimal. Di sisi lain, pembiayaan kesehatan masih sangat rendah. ‘’Penderita diabetes terus meningkat di Indonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angkanya terus naik. Dari 5,7 persen di Riskesdas 2007, 6,9 persen di Riskesdas 2013 dan melonjak jadi 10,9 persen di Riskesdas 2018,’’ ujarnya. Komplikasi tidak hanya menimbulkan morbiditas, mortalitas, serta gangguan sosial, tetapi juga membutuhkan biaya besar. ‘’Beban pembiayaan terkait diabetes dan komplikasinya sangat besar,’’ imbuhnya. (kmb23)
Jumat Paing, 8 November 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Pansus Ranperda Penguatan Program Bidang Pariwisata Lakukan Serap Aspirasi PANITIA Khusus (Pansus) DPRD Badung menggelar rapat bersama stakeholder terkait di Gedung Dewan, Rabu (6/11). Rapat khusus membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penguatan Program Bidang Pariwisata yang saat ini tengah diparipurnakan di masa persidangan ketiga. Rapat dihadiri Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), pihak asosiasi pelaku pariwisata, serta tokoh masyarakat. Jalannya rapat dipimpin Ketua Pansus Penguatan Program Bidang Pariwisata I Gusti Anom Gumanti. Turut hadir sejumlah anggota pansus seperti I Made Ponda Wirawan, Yayuk Agustin Lesy, IGAA Indra Tri-
mafo Yudha, Ida Bagus Alit Agra Patra, I Wayan Loka Astika. Anom Gumanti mengatakan, rapat bersama dengan stakeholder pariwisata secara khusus membahas Ranperda Penguatan Program Bidang Pariwisata. ‘’Kami ingin menyerap aspirasi dari kalangan pelaku pariwisata untuk penyempurnaan ranperda inisiatif dewan yang sedang dibahas,’’ katanya. Jalannya rapat, kata politisi PDI-P asal Kuta ini, ada sejumlah masukan dari para stakeholder pariwisata, seperti masalah alih fungsi lahan, program desa wisata, termasuk soal pentingnya promosi pariwisata baik dalam maupun luar negeri. ‘’Intinya mereka
berharap terbitnya perda ini tidak parsial serta tidak untuk waktu tertentu saja, melainkan berkelanjutan,’’ katanya. Khusus untuk promosi pariwisata, lanjut Anom Gumanti yang juga Ketua Fraksi PDI-P DPRD Badung, perda ini juga menjadi payung hukum. ‘’Termasuk nanti penganggaran akan diatur dan menjadi skala prioritas di APBD Badung,’’ imbuhnya. Anom Gumanti pun menyampaikan terima kasih atas masukan dari kalangan stakeholder pariwisata. ‘’Pada dasarnya stakeholder pariwisata banyak memberikan masukan demi sempurnya perda ini. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih,’’ tandasnya. (ad200)
RAPAT - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Badung menggelar rapat bersama stakeholder terkait, Senin (6/11), di Gedung Dewan, Puspem Badung, dalam rangka penyerapan aspirasi.
Politeknik Pariwisata Bali Gelar Wisuda XXV
’’Milestone’’ Penting dalam Metamorfosis STP Nusa Dua Bali-Poltekpar Bali POLITKNIK Pariwisata (Poltekpar) Bali menggelar Wisuda XXV di Westin Resort Nusa Dua, Kamis (7/11) kemarin. Lembaga pendidikan tinggi pariwisata yang semula bernama Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali itu mewisuda 541 orang lulusan dari 10 program studi jenjang S-1, D-4, dan D-3. Upacara wisuda ini tergolong istimewa karena merupakan yang pertama digelar setelah lembaga ini beralih status menjadi Politeknik. Seluruh wisudawan diwisuda Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Dra. Ni Wayan Giri Adnyani, M.Sc., CHE. mewakili Menteri Pariwisata RI didampingi Direktur Politeknik Pariwisata Bali Ida Bagus Putu Puja. Pada kesempatan tersebut, Ida Bagus Putu Puja mengatakan, alih status lembaga STP Nusa Dua Bali menjadi Politeknik Pariwisata Bali diresmikan melalui terbitnya Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Pariwisata Bali. Peralihan status ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN RB) berdasarkan surat Nomor B/872/M.KT.01/2019 tanggal 23 September 2019. Wisuda tahun ini, jelas Ida
Bagus Putu Puja, terjadi peningkatan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang dapat dicapai oleh wisudawan. Pada Wisuda XXV rata-rata IPK yang telah dicapai para lulusan adalah 3,56. Angka ini naik dari capaian Wisuda XXIV (2018) yaitu 3,50. IPK tertinggi diraih Pande Putu Wulandari dari Program Studi Manajemen Kepariwisataan (MKP) dengan IPK 3,90. ‘’Peningkatan capaian IPK diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan serapan lulusan dalam dunia kerja,’’ kata Ida Bagus Putu Puja. Dari jumlah total wisudawan, 122 orang (22,55%) memiliki masa tunggu serapan 0 bulan, yang berarti telah bekerja sebelum menyelesaikan studi. Selain itu, 35 orang (6,48%) telah memiliki usaha sendiri (entrepreneur). Ditargetkan dalam waktu paling lama enam bulan setelah wisuda 100% wisudawan telah terserap di dunia kerja. ‘’Kami meyakini target serapan lulusan akan tercapai karena Poltekpar Bali menerapkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan industri terkini,’’ ucapnya. Sebagai nilai tambah, jelas Ida Bagus Putu Puja, lulusan telah dibekali sertifikat kompetensi yang relevan. Poltekpar Bali juga telah melengkapi kurikulumnya dengan programprogram yang dapat memberikan keterampilan berwirausaha
untuk lulusannya. ‘’Dengan keterampilan berwirausaha lulusan Poltekpar Bali memiliki daya saing lebih karena tidak hanya mengandalkan rekrutmen tenaga kerja pada perusahaan namun juga dapat membuka lapangan kerja untuk dirinya sendiri dan masyarakat,’’ paparnya. Ida Bagus Putu Puja menegaskan, dalam peningkatan mutu lulusan, saat ini Poltekpar Bali telah menjalin kerja sama dengan Victoria University melaksanakan program Associate Degree of Hospitality Management and Advance Diploma. Melalui program ini, 7 orang mahasiswa Poltekpar Bali telah berangkat ke Australia untuk menjalani program Credit Earnings selama 1,5 tahun, setelah sebelumnya menjalani pembelajaran di Poltekpar Bali selama 1,5 tahun untuk D-3 dan 2,5 tahun untuk D-4. Selain pembelajaran formal, mahasiswa juga memperoleh pengalaman traning di Australia selama enam bulan. Mahasiswa akan memperoleh dua ijazah, yakni ijazah Poltekpar Bali dan ijazah Victoria University setelah berhasil menyelesaikan program. ‘’Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan Poltekpar Bali,’’ pungkas Ida Bagus Putu Puja. Dalam Wisuda XXV itu mahasiswa yang mendapat IPK tertinggi yaitu Made Agus Pranandhita Yudistirawan, Ni Putu Wiwik Windiasih dan Ida Ayu Miswadita Anindi (ADH), Kadek Yanik Duwipayani dan Luh Putu Dinda Malini (BHP), Luh Putu Regita Permata Sari dan Irene Adiela Indah Pribawanto (DPW), I Made Bayu Merta (MAH), Anindita Maheswari dan Agung Komang Oki Handayani W (MBP), Gusi Ayu Made Puspa Dharma Sari (MDK), Ni Putu Eka Wulandara (MKH), Pande Putu Wulandari (MKP), I Putu Bhaktiawan Ariesta dan Ida Bagus Made Dwija Putra (MTB), serta I Gede Agus Mahendra (MTH). (ad201)
Dukung Implementasi Transaksi Non-Tunai
Bank BPD Bali Jadi Percontohan Penggunaan QRIS BANK BPD Bali mendukung program pemerintah dalam mengimplementasikan transaksi non-tunai. Salah satu implementasi yang dilakukan dengan mendukung penggunaan QRIS, sistem pembayaran berbasis QR code. Bank BPD Bali pun menjadi percontohan penggunaan transaksi QRIS. Demo penggunaan QRIS dilakukan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Implementasi dan Evaluasi Transaksi Non-Tunai Elektronifikasi Pemerintah Daerah Seluruh Indonesia, Kamis (7/11) kemarin. Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Bali Wayan Koster. Gubernur bersama-sama dengan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho, Kepala Grup Sistem Pembayaran Ritel dan Pengelolaan Uang Rupiah Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Dr. Pungky Purnomo Wibowo, Direktur Utama (Dirut) Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma, dan perwakilan Kemendagri membuka acara dengan pemukulan kentongan. Acara yang bertemakan ‘’Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Melalui Transaksi Non-Tunai’’ itu juga sekaligus menjadi ajang demo penggunaan QRIS yang dilakukan Gubernur Bali didampingi Kepala BI KPw Bali untuk pembayaran punia di Pura Agung Jagatnatha. Dirut BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan, rencananya pada Januari 2020 dengan dukungan dari Bank Indonesia, Bank BPD Bali akan me-launching secara resmi QRIS BPD Bali. ‘’Karena hari ini transaksi pertama. Walaupun hari ini piloting, tapi kita sudah sukses,’’ ujarnya. Ke depannya, dana punia atau sumbangan untuk pura dan tempat ibadah lain akan dilakukan lewat QRIS. ‘’Kalau di pura tinggal klik, dana punia-nya langsung masuk. Lebih akuntabel, pemangku tidak usah menghitung uang lagi,
BANK BPD - Kepala BI KPw Bali didampingi Dirut Bank BPD Bali saat memandu Gubernur Bali ‘’madana punia’’ lewat QRIS. uangnya sudah langsung masuk ke rekening. Kan rekeningnya sudah di Bank BPD Bali,’’ jelasnya. Meskipun fee yang didapatkan Bank BPD Bali dari pembayaran melalui QRIS lebih murah, Sudharma yakin akan semakin banyak nasabah yang memanfaatkan layanan tersebut. Selain itu, database nasabah juga bisa diperoleh. Saat piloting dan transaksi perdana menggunakan QRIS, sudah ada 25 merchant Bank BPD Bali yang terdaftar. Sambil menunggu izin dari BI keluar, ia akan terus meningkatkan jumlah merchant dan SDM untuk membantu layanan QRIS. Dari sisi infrastruktur, Bank BPD Bali pun mengaku sudah siap. Terbukti dari transaksi perdana yang dilakukan pada acara rakornas, berhasil dengan sukses. Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan, Pemprov Bali berterima kasih kepada Bank Indonesia dan Bank BPD Bali yang telah mendukung dan memfasilitasi guna memastikan implementasi transaksi pada pengelolaan keuangan daerah dapat berjalan dengan lancar. Ia berharap budaya untuk melakukan penerapan teknologi, termasuk dalam transaksi keuangan ini memang menjadi kebutuhan
mendesak. ‘’Kami sangat membutuhkan ini, karena salah satu potensi pendapatan kami di Bali, yang menjadi potensi pendapatan kabupaten/kota adalah pajak hotel dan restoran,’’ ujarnya. Salah satu upaya untuk mengoptimalisasi pendapatan khususnya dari Pajak Hotel dan Restoran, yaitu dengan penerapan teknologi transaksi pembayaran secara nontunai. ‘’Kami mendukung penuh dan kami siap untuk menjalankannya di Provinsi Bali bersama– sama dengan Bank Indonesia dan Bank BPD Bali,’’ imbuhnya. Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho mengatakan, BI akan terus mendorong stakeholder untuk menggunakan transaksi nontunai terutama QRIS. Salah satu upaya yang dilakukan, dengan masuk dalam berbagai macam event dengan transaksinya menggunakan QRIS. Misalnya dalam waktu dekat event Denpasar Festival, bersama–sama dengan Bank BPD Bali memfasilitasi UMKM berupa alat pembayaran berupa QRIS. Dengan penggunaan QRIS, ia yakin transaksi akan semakin meningkat. ‘’Kita ingin semua non cash karena lebih transparan, akuntabel dan lebih baik dan itu sudah dilakukan di beberapa tempat di Jakarta,’’ imbuhnya. (ad844)
STIMI Handayani Tambah Dosen Bergelar Doktor
Ida Ayu Komang Juniasih Lulus Sangat Memuaskan
DOSEN bergelar Doktor (S3) terus bertambah di Sekolah Tinggi Ilmu Managemen Indonesia (STIMI) Handayani Denpasar. Kali ini salah satu dosennya, Ida Ayu Komang Juniasih, S.TP., M.Agb., berhasil menyelesaikan pendidikan Doktor pada Program Doktor Ilmu Pertanian (Pengutamaan: Agribisnis) di Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud) dalam ujian terbuka promosi doktor di Gedung Pascasarjana Unud, Kamis (7/11) kemarin. Mengangkat disertasi tentang ‘’Pengaruh Modal Sosial terhadap Kinerja UMKM Berbasis Agribisnis Kopi di Kabupaten Tabanan Provinsi Bali’’, Dr. Ida Ayu Komang Juniasih lulus dengan predikat sangat memuaskan. Wanita kelahiran Tabanan, 28 Juni 1972 ini merupakan Doktor ke-77 di Prodi Doktor Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian Unud. Selaku penyelenggara pendidikan tinggi STIMI Handayani Denpasar, Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. mengaku bangga atas bertambahnya barisan dosen bergelar doktor di STIMI Handayani Denpasar. Dikatakan, meningkatkan strata pendidikan merupakan keniscayaan yang harus ditempuh bagi seorang dosen guna meningkatkan kualitas diri untuk menghasilkan kualitas lulusan yang berdaya saing. Oleh karena itu, pihaknya akan terus mendorong para dosen STIMI Handayani Denpasar untuk menempuh pendidikan tinggi. Sehingga kualitas SDM dan mutu pendidikan di STIMI Handayani Denpasar semakin baik ke depannya, bahkan menjadi role model bagi perguruan tinggi lainnya. ‘’Saat ini STIMI Handayani menambah satu dosen lagi bergelar doktor di bidang agribisnis yang kita bisa setarakan dengan ilmu manajemen bisnis, tetapi pengkhususan objek pada bidang pertanian atau hasil pertanian. Tentu kami berharap setelah STIMI Handayani memiliki guru
besar dan tahun lalu kita juga memiliki doktor, tahun depan dosen kita ada yang bergelar doktor lagi. Dengan demikian, meskipun STIMI Handayani tidak terlalu besar dalam skala ukuran dimensi, namun ke depan bisa menjadi institut bahkan universitas,’’ tandas Dr. Radendra. Promotor Prof. Dr. Ir. Wayan Windia, S.U. mengatakan makna yang terkandung dalam penelitian yang dilakukan promovenda, bahwa dalam pengembangan UMKM tidak cukup hanya bantuan fisik dan finansial, namun modal sosial berpengaruh penting dalam pengembangan UMKM. Dan tidak kalah penting adalah membangun kepercayaan di kalangan UMKM, sehingga UMKM tersebut bisa membesar dan semakin kuat. Melalui penelitian ini, diharapkan UMKM semakin bersinergi dan mendapat perhatian dari kaum kapitalis. ‘’Saya berharap kepada Dr. Ida Ayu Juniasih agar terus mengembang-
kan riset dan pengabdian kepada masyarakat,’’ pesannya. Ida Ayu Komang Juniasih mengatakan bahwa modal sosial menjadi modal utama dalam pengembangan UMKM berbasis kopi jenis robusta di Kabupaten Tabanan. Menurutnya, modal sosial dapat meningkatkan interaksi dan kinerja petani dengan pelaku UMKM. Dengan gelar doktor yang diraihnya, ia berharap agar dosen-dosen yang ada di STIMI Handayani Denpasar segera menyelesaikan pendidikan doktornya, sehingga STIMI Handayani semakin eksis ke depannya. Ujian terbuka promosi doktor dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian Unud Dr. Ir. I Nyoman Gede Ustriyana, M.M., Prof. Dr. Ir. Wayan Windia, S.U. selaku Promotor, Prof. Ir. I Gusti Agung Ayu Ambarawati, M.Ec., Ph.D. selaku Kopromotor I, Prof. Dr. Ir. Dwi Putra Darmawan, M.P. selaku Kopromotor II, dan diuji 4 dewan penguji lainnya. (ad199)
UJIAN TERBUKA - Dr. Ida Ayu Komang Juniasih, S.TP., M.Agb. berfoto bersama suami tercinta Dr. I.B. Radendra Suastama, S.H., M.H. dan putra-putrinya seusai ujian terbuka promosi doktor Fakultas Pertanian Unud, Kamis (7/11) kemarin.
Kamar Kos Mahasiswi dan Pegawai Bank Dibobol Maling Denpasar (Bali Post) Rumah kos di Jalan Jayagiri No. 20, Denpasar Timur (Dentim) disatroni maling, Rabu (6/11). Tiga kamar kos masing-masing ditempati Ni Putu Venaya Sidarthayan (19) dan Kadek Nadya Adyasta (19), berstatus mahasiswi, serta Erlisa Anggraini Dwi Afriyanti (32), dibobol maling. Akibat kejadian tersebut korban
kehilangan laptop dan HP. Kapolsek Dentim Kompol I Nyoman Karang Adiputra, Kamis (7/11) kemarin mengatakan, hasil olah TKP kejadian tersebut diduga terjadi antara pukul 09.00 - 15.00 Wita. Pada saat penghuni kos tidak berada di tempat dan pèlaku diperkirakan sudah mengenal situasi TKP karena bisa beraksi di tiga lokasi
yaitu kamar A1, A4 dan B21. ‘’Modusnya mencongkel jendela kamar kos,’’ ujarnya. Dari keterangan Venaya, pukul 09.00 Wita, dia ke Kampus Unud untuk kuliah. Sebelum pergi, dia mengunci pintu kos. Pukul 15.30 Wita korban tiba di kos dan begitu buka pintu dia kaget karena barang-barangnya di dalam kamar berantakan.
Setelah dicek jendela kamarnya dicongkel dan laptop merek Azus seharga Rp 4 juta hilang. Selanjutnya korban menghubungi pemiliki rumah Made Wirta. Hal yang sama juga dialami Erlisa asal Lamongan, Jawa Timur ini. Pukul 07.30 Wita, dia berangkat kerja ke Kantor BRI Renon. Sebelum pergi korban mengunci pintu kamar kos. Korban pulang
pukul 18.00 Wita dan didapati isi kamarnya berantakan. Korban kehilangan laptop merek HP senilai Rp 12 juta. Laptop tersebut ditaruh di dalam lemari. Sementara Nadya pulang kampung ke Tabanan bersama temannya, Selasa (5/11) pukul 17.30 Wita. Keesokan harinya pukul 16.00 Wita dia diberi tahu kamarnya dibobol maling. Kor-
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
ban langsung balik ke Denpasar dan sampai di kos pukul 20.00 Wita. Setelah dicek ternyata HP miliknya seharga Rp 4 juta raib. ‘’Total kerugiannya Rp 21 juta. Kasus ini masih dalam penyelidikan dan mudah-mudahan segera terungkap. Kami mengimbau kepada pengusaha supaya memasang CCTV,’’ kata Kompol Karang. (kmb36)
Jumat Paing, 8 November 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Komitmen Menjaga Identitas Bali CITA rasa karya arsitektur tersebut akan mengingatkan memori seseorang akan identitas suatu tempat sense of place. Identitas dimaksud adalah sesuatu yang digunakan untuk mengenali, membedakan suatu tempat dengan tempat lainnya. Dengan demikian persoalan arsitektur bukan semata perihal tanda, simbol, keindahan, kekuatan, dan fungsional belaka, namun juga terkandung manfaat ekonomi, ideologi, sampai dengan representasi yang tercermin dalam identitasnya. Pemerintah Provinsi Bali sejak Wayan Koster sebagai gubernur telah menetapkan penggunaan aksara, bahasa, dan sastra Bali, penggunaan busana adat Bali, dan penguatan kelembagaan desa adat merupakan upaya pelestarian dan keberlanjutan kearifan lokal yang sarat dengan eksistensi identitas Bali. Sinergitas upaya tersebut di atas akan semakin berkesinambungan jika karya cipta arsitektur di Bali kian dikokohkan identitas ke-Bali-annya, sehingga kekhawatiran akan hilangnya identitas tidak terjadi. Oleh karenanya setiap insan arsitek yang bekerja di Bali, otoritas penerbitan izin, pengawas, investor, hingga masyarakat hendaknya dapat memahami dan menerapkan penguatan identitas untuk menyatakan bahwa kita masih ada. Yang jelas, ada banyak hal masih bisa kita jadikan rujukan untuk menjaga identitas Bali. Jika selama ini kita concern pada penguatan budaya dan penopang budaya sebagai penyangga identitas Bali, maka kesetaraan penguatan identitas lainnya haruslah dibangun juga. Jika bahasa, tradisi dan peradaban manusia Bali terjaga, itu artinya kita telah mengawal Bali dan jati diri Bali. Untuk itulah kesetiaan menjaga dan mengawal Bali mesti dibangun. Komitmen pimpinan menjaga identitas dan jati diri Bali mestinya dijabarkan bersama. Dalam hal ini kita tak bisa hanya membebani kepala daerah sendirian untuk menjaga identitas Bali. Kita harus bergerak bersama dan membangun komitmen yang jelas. Jangan mengabaikan kekuatan Bali demi kepentingan pertumbuhan ekonomi yang tak berpihak pada penguatan daya dukung krama Bali, sebagai pengawal budaya. Hal mendesak yang perlu komitmen bersama adalah penyelamatan tata ruang dan pengelolaan bangunan fisik, tata kelola lahan dan peruntukannya juga harus jelas. Bahkan, dalam mengelola ruang sebagai pusat bisnis, kawasan pariwisata termasuk peemukiman pendekatan arsitektur Bali wajib diakomodasi. Pendekatan arsitektur bernuansa Bali mestinya ditegakkan. Peran pengawasan dalam hal ini juga harus jelas. Bahkan jika memungkinkan sejak awal pengajuan izin standar kelayakan harus diterapkan. Desain bangunan juga sejak awal sudah mengakomodasi arsitektur Bali. Jika hal ini diabaikan maka semangat untuk membangun jati diri lewat arsitektur akan sulit terwujud. Untuk itulah kita sebagai pendukung peradaban Bali harus membangun komitmen bersama menjaga Bali sebagai ruang hidup yang nyaman, aman dan tetap memiliki identitas yang jelas. Arsitektur Bali sebagai penyangga kearifan lokal harus dijaga dan dan diterapkan.
SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Permohonan Dana Punia Pura Giri Natha Candi Airlangga
Kami Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha di Kabupaten Kediri, Jawa Timur dengan kerendahan hati kepada umat memohon untuk mendukung kelancaran pembangunan dan perluasan areal pura yang kami lakukan. Dengan pembangunan Pura Giri Natha ini diharapkan bisa sebagai sarana untuk meningkatkan nilai luhur dan spiritual serta kesadaran akan kebesaran leluhur pada masa lalu. Berkenaan dengan hal tersebut untuk proses dan perluasan Pura Giri Natha pada tahap I telah direncanakan biaya sebesar Rp 1,89 miliar. Berkenaan dengan hal tersebut karena keterbatasan dan kendala kekurangan biaya kami berharap umat turut menyalurkan bantuan dana punia untuk mendukung kelancaran pembangunan Pura Giri Natha. Saat ini untuk desain pembangunan dan perluasan Pura Giri Natha disusun oleh Padma Group yang dipimpin oleh Dewa Made Beratha. Pura ini berlokasi di Dusun Puthuk, Desa Beneraan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dana punia bisa disalurkan atau ditransfer melalui Bank BRI Unit Kandangan dengan nomor rekening 055501009609535 atas nama Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha. Atas bantuan dan partisipasi umat dalam hal ini, kami pihak panitia menghaturkan terima kasih. Semoga amal baik para bhakta bisa memperlancar rencana perluasan Pura Giri Natha. I Gusti Ketut Putra Ketua Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha
Arsitektur sebagai Penguatan Identitas Bali Arsitektur bukanlah wujud fisik belaka, di balik wujud tersebut tersimpan ataupun tercermin nilai dan makna bahkan juga menggambarkan kekuatan ideologi dan kepercayaan yang dianutnya. Arsitektur tradisional Bali yang telah berlangsung ratusan tahun terbukti menampilkan jatidiri Bali hingga ke pelataran dunia. Penguatan identitas Bali melalui arsitektur wajib dilakukan ketika beragam pengaruh menghimpit dan menyerang aset tradisi atas nama pembaruan.
K
Oleh Putu Rumawan Salain
emajuan ilmu pengetahuan dan teknologi secara nyata telah menggeser caracara manusia bekerja, bepikir, bergaul, berekreasi, dan berbicara (5B), yang bermuara pada perubahan nilai, sikap, cara pandang hingga ideologinya. Manusia sebagai pelaku budaya berupaya beradaptasi dengan berbagai perubahan yang mengitarinya termasuk perubahan iklim yang mendera bumi ini. Ada kekhawatiran bahwa umat manusia dengan pragmatismenya akan berupaya untuk menyelamatkan kehidupan dan penghidupannya termasuk ruang-ruang mereka beraktivitas yang diwadahi oleh arsitektur. Industri arsitektur atas nama efisiensi, efektivitas, hiegienis, pelestarian lingkungan, dan lainnya akan mendesak pahampaham tradisi melalui edukasi dan industrialisasi. Pergulatan atas nama tradisi dan kebaruan ‘’perubahan’’ akan menciptakan berbagai identitas baru yang bisa saja kering dari sudut makna. Kemajuan pembangunan Bali harus diakui oleh karena pertumbuhan perekonomian yang dimotori oleh pariwisata. Pariwisata menjadi katalisator, inisiator, kreator, provokator, motivator, dan lainnya dalam berbagai segi penghidupan dan kehidupan di Bali dan Indonesia pada umumnya. Fasilitas pariwisata membutuhkan lahan, ruang, dan bangun arsitektur sesuai dengan
fungsinya masing-masing. Perubahan fungsi dan kepemilikan lahan maupun ruang dilengkapi dengan beragam bangun arsitektur yang menampilkan identitas yang meragam. Arsitektur adalah suatu karya cipta, karsa, dan rasa para arsitek yang secara sadar maupun tidak merupakan arena pertunjukan sekaligus pergulatan identitas. Kenapa identitas menjadi penting? Identitas menjadi penting karena slogan satu dunia yang menghapus batas-batas berakibat pada kian derasnya arus informasi melalui iptek akan dapat memengaruhi sendi-sendi lokal genius yang menjadi konsep dan filosofis berkreasi dan berinovasi khususnya yang terkait dengan identitas. Arsitektur dan identitas adalah dua topik yang sangat akrab untuk menuturkan atau menuliskan dirinya. Di era post modern arsitektur, arsitektur dipandang sebagai bahasa ‘’teks’’. Keberadaannya akan bertutur tentang apa, siapa, mengapa, dan bagaimana, karya arsitektur tersebut sehingga oleh pengamat dalam komunikasinya membentuk sense of place, sense of time, dan ambience lingkungannya yang melahirkan citra arsitektur, citra kota, dan akhirnya citra Bali. Apa itu identitas? Secara umum dapat dijelaskan bahwa identitas adalah: ciri ataupun jati diri yang dapat saja berupa fisik maupun sosial budaya. Identitas diciptakan, dan setiap identi-
tas bisa saja merupakan milik perseorangan, kelompok, hingga bangsa dan negara. Dengan kata lain identitas adalah merupakan produksi tanda dan simbol yang sangat dilatarbelakangi oleh modal sosial dan modal budaya mereka masing-masing. Pada tahun 1974 yang lalu melalui Peraturan Daerah Nomor 4, Pemerintah Provinsi Bali menerbitkan peraturan tentang bangun-bangunan yang melindungi keberadaan arsitektur tradisional Bali sebagai ujung tombak pemertahanan identitas di Bali. Mereka menyadari bahwa dengan dibangunnya Hotel Bali Beach dan perluasan Airport Tuban (kini Bandara I Gusti Ngurah Rai) untuk mendukung kepariwisataan yang diduga akan berdampak pada berbagai identitas yang akan tumbuh dan berkembang selanjutnya. Pengaturan tersebut bermakna pada konservasi sekaligus pelestarian pada arsitektur tradisional Bali. Selanjutnya karena pesatnya pembangunan dan dibutuhkan peraturan yang lebih implementatif lahirlah Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2005 yang mengatur tentang Persyaratan Arsitektur Bangunan Gedung. Dalam peraturan tersebut telah ditetapkan hanya ada empat kategori arsitektur yang boleh ada di Bali yaitu: 1) Arsitektur Setempat ‘’lokal’’ (Penglipuran, Tenganan, Sidatapa, dan lainnya). 2) Arsitektur Warisan ‘’Heritage’’, berupa Pura dan Puri. 3) Arsitektur Tradisional
Info Singaraja FM infosingarajafm
081933004217
Regulasi Pilkel agar Disempurnakan SOAL izin alih fungsi lahan menjadi sorotan dalam acara Suara Buleleng. Selain alih fungsi lahan, pembangunan shortcut masih menjadi topik perbincangan. Berikut rangkumannya. Gung De di Ngurah Rai menyambut baik apa yang telah diambil oleh pihak pmerintah kabupaten dengan telah melakuan sosialisasi penanganan sampah di setiap SKPD. Sehingga nantinya mampu memberikan edukasi dalam penataan lingkungan dan mampu memberikan rasa nyaman dan aman bagi para ASN itu sendiri. Demikian dalam mmberikan pelayanan kepada masyarakat tidak lagi dibenturkan dengan persoalan pengelolaan sampah. Ia juga memberi apresiasi kepada Kepala Dinas Pertanian Buleleng yang akan membentuk kelompok tani milenial dalam upaya peningkatan pertanian di wilayah Buleleng. Demikian pula menyikapi akan turunnya hujan di Buleleng, pihak Dinas PUPR telah melakukan terobosan dengan melakukan pembersihan terhadap selokan dan saluran air di daerah-daerah yang sering terkena banjir di Buleleng. Putu Gamaarta dari Dusun Pemaroan, Patemon berharap kepada Bupati Buleleng dalam menyikapi makin sempitnya lahan produktif di Buleleng. Sebab, selama ini banyak sudah beralih fungsi menjadi perumahan. Untuk itu kepada pihak terkait agar lebih selektif dalam memberikan izin alih fungsi lahan. Kalau tidak, anak cucu kita tidak bisa menikmati hamparan sawah di wilayahnya sendiri. Made Bisma di Pangkung Paruk masih menyikapi pilkel yang telah berlangsung dan berjalan dengan aman, lancar, damai dan tenteram di Buleleng. Namun masih
ada hal-hal yang menodai demokrasi itu sendiri dengan telah terjadinya politik uang yang dilakukan oleh tim pemenangan salah satu kandidat. Untuk itu, ia berharap kepada pihak terkait agar regulasi tentang pilkel ini lebih disempurnakan. Apabila hal ada yang menyangkut soal pidana maka bisa diserahkan kepada pihak aparat keamanan. Demikian pula soal pengawas pilkel harus sudah disiapkan sebagai langkah antisipasi pelanggaran. Sementara itu, Gung Surya yang beralamat di Lovina mengetengahkan soal pembangunan shortcut yang hampir rampung. Ia mengharapkan agar diikuti dengan pemasangan lampu penerangan jalan dan rambu lalu lintas. Demikian pula agar dibuatkan rest area sehingga mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan. Selain itu memberikan peluang bagi warga yang akan membuka warung di rest area sebagai tambahan penghasilan nantinya. Ma’Afi dari Desa Pegayaman soal regulasi pilkel mengatakan, sebagai warga masyarakat desa sangat berharap kepada pihak terkait agar regulasi pilkel selanjutnya lebih disempurnakan. Agar tidak terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh pihak penyelenggara maupun oleh pihak kandidat dengan memanfaatkan celah dari regulasi tersebut. Ia juga menyoroti soal pendataan pemilih agar lebih dioptimalkan, sehingga kepersertaan warga bisa secara maksimal. (kmb)
Bali, yang berpijak atas Asta Bumi, Asta Kosala-Kosali dan lainnya, serta 4) Arsitektur NonTradisional Bali. Untuk kategori 1, 2, dan 3 tidak ada persoalan karena objek, aturan, dan ahlinya masih ada! Khusus yang kategori ke-4 dipersiapkan mengingat berbagai fungsi baru yang tidak dapat diakomodasi oleh kaidah-kaidah tradisi. Dimensi yang wajib diterapkan dalam Arsitektur Non-Tradisional Bali adalah wajib menampilkan gaya arsitektur tradisional Bali beserta prinsip-prinsipnya melalui: wujud, bahan, struktur, ornamen, warna, dan memenuhi kaidah tata nilai ruang serta tri angga (kepala, badan, dan kaki), yang selaras dan harmoni dengan lingkungannya. Harus diakui bahwa usaha pemerintah sebagai regulator tidak berhasil dengan mulus karena ada saja pihak yang bermain mata untuk meniadakan identitas arsitektur entah karena keahlian si arsitek, sang penguasa, pemberi izin, pertimbangan harga, biaya pemeliharaan, dan lainnya, sehingga ada karya-karya arsitektur yang tidak menampilkan identitas Bali. Lihat saja di kawasan bandara sebagai welcome area kesan atau identitas Bali sangat jauh dari harapan. Demikian pula sepanjang Jalan By-pass I Gusti Ngurah Rai sampai dengan Nusa Dua dijumpai ada bangun arsitektur yang sama sekali tidak menerapkan peraturan daerah yang mengatur tentang Arsitektur Bangunan Gedung. Ketika aArsirektur diajukan sebagai objek penguatan identitas Bali, sesungguhnya dalam khazanah arsitektural bukanlah sekadar wujud belaka namun di balik itu berkaitan dengan penyediaan bahan bangunan, undagi, tukang, sesajen, upakara, sampai dengan keterlibatan sulinggih. Berbagai fungsi yang berkaitan dengan kegiatan apa pun dalam kehidupan dan pem-
bangunan akan bermuara pada penyediaan wujud arsitektur. Misalnya kegiatan berkesenian, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, penerbangan, penginapan, perdagangan, rekreasi, dan sebagainya pasti membutuhkan wadah berupa karya arsitektur. Penulis, Guru Besar Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana
POJOK Kembalikan keagungan Pura Besakih, Pemprov Bali mulai penataan tahun 2020. - Bukan untuk pariwisata. ***
Kata Wapres, hilangkan radikalisme dan intoleransi demi Indonesia Maju. - Nusantara Jaya. ***
Tuai keluhan masyarakat, Pemkab Badung segera sesuaikan besaran NJOP tanah. - Jangan peras rakyat.
Warung Global
Kenaikan Iuran BPJS Sangat Memberatkan PEMERINTAH akhirnya menaikkan tarif premi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang akan diberlakukan per 1 Januari 2020. Atas kondisi tersebut banyak peserta yang akan turun kelas terutama peserta JKN Mandiri. Bahkan, Rabu (6/11) lalu banyak peserta JKN mendatangi Kantor BPJS Denpasar, untuk menanyakan persyaratan turun kelas dan ada yang langsung mengurus administrasi untuk turun kelas. Apa yang dilakukan masyarakat tersebut ditanggapi sebagai sesuatu yang wajar oleh pendengar Radio Global FM 96,5 Bali dalam acara Warung Global dengan topic ‘’Kenaikan Tarif Premi JKN’’, Kamis (7/11) kemarin. Karena kenaikan premi kelas I dan II dianggap terlalu tinggi dan memberatkan. Mereka berharap setelah kenaikan ini pelayanan dari JKN semakin baik dan lebih profesional. Werda menyatakan ini mungkin salah satu solusi peserta JKN karena kenaikannya signifikan 100%. Dengan iuran lalu saja banyak yang nunggak, apalagi yang sekarang jika dinaikkan. Saya sempat ngambul di rumah sakit ketika lewat jalur BPJS Kesehatan sepertinya ada perbedaan dari kualitas obat yang dipakai. Ketika saya coba pakai jalur umum, obatnya beda dan layanannya lebih bagus. Ruangan rawat inap kelas III menurut pengamatannya seringkali penuh. Apakah betul jika penuh pasien bisa pindah atau titip kelas yang lebih tinggi? Defisit anggaran di JKN terjadi karena ada calon peserta yang lagi satu bulan akan melahirkan mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dan langsung menggunakan manfaatnya. Ada juga yang tidak pernah memakai tetapi terus rajin membayar. Nah yang model ini apakah ada rewardnya? Walaupun mengalami deficit, BPJS
Kesehatan harus berbenah di bidang pelayanan agar mampu bekerja lebih maksimal dan memuaskan masyarakat. Arya menyampaikan dirinya yakin banyak teman-teman yang anaknya kena demam berdarah trombositnya 4 atau 5 dipingpong kalau pakai JKN. Belum lagi soal ketiadaan kamar akhirnya dia sendiri tidak mau lagi menggunakan JKN. Ribet harus cari rujukan ini dan itu. Ada juga orang yang mampu tetapi menggunakan BPJS Kesehatan, inilah yang membikin JKN bangkrut. Selain itu, ada juga orang yang bisa bikin kartu seketika agar nantinya digratiskan saat menggunakan JKN. Gunarta berharap kenaikan ini dibatalkan karena sangat berat bebannya bagi yang menanggung premi untuk istri dan tiga anaknya. Semestinya pemerintah mencari jalan keluar terbaik lainnya guna menutup defisit keuangan di tubuh JKN. (arya adhikara)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata, Nyoman Winata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Jumat Paing, 8 November 2019
Tangani Abrasi, Pemkab Andalkan Pemprov Tabanan (Bali Post) Selain faktor alam, abrasi juga diakibatkan kurangnya kepedulian terhadap lingkungan. Eksploitasi sumber daya alam dan adanya kecenderungan pembangunan tanpa mengindahkan kelestarian lingkungan terus memperburuk kondisi pantai, tak terkecuali di Kabupaten Tabanan. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan, dari panjang pantai di Kabupaten Tabanan yang mencapai 34,5 kilometer, abrasi terjadi di sepanjang 12,76 kilometer. Penanganan terus dilakukan dan hingga kini yang sudah ditangani sepanjang 4,948 kilometer. Di Tabanan terdapat 12 desa pesisir di enam kecamatan. Pantai-pantai di enam kecamatan tersebut dikategorikan rawan abrasi. Kepala DLH Tabanan I Made Subagia, Kamis (7/11) kemarin, mengatakan Pemkab Tabanan tak punya cukup anggaran untuk menangani abrasi, terutama dengan cara reklamasi. Penanganan selama ini mengandalkan bantuan Pemprov Bali. Pemkab Tabanan hanya sebatas menggelar gerakan penghijauan ke beberapa pantai
seperti di Pantai Kedungu, Pantai Yeh Gangga, Pantai Pasut, Pantai Soka, Pantai Pengasahan dan lainnya. Pemkab juga melakukan pemantauan wilayah pesisir terutama dari sisi ekologi dan ekosistem, kondisi fisik dan pemanfaatan pesisir. Dari pemantauan sementara, pantai yang paling parah abrasinya adalah Pantai Abian Kapas di Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur. Kurang lebih abrasi mencapai 1 kilometer. ‘’Untuk penanganannya sudah dengan pembuatan tembok pantai dan itu anggaran dari provinsi,’’ ucapnya. Terkait adanya kemungkinan eksploitasi sumber daya alam seperti pencurian pasir yang juga menjadi faktor pemicu abrasi, Subagia menyatakan, jajarannya melalui bidang terkait telah melaku-
kan pengecekan ke lapangan bersama aparat desa, Camat, Dinas Perikanan dan Polsek terkait. Sejauh ini, pihaknya belum menemukan kegiatan yang kategorinya eksploitasi. ‘’Dari pantauan memang benar terdapat kegiatan memungut batu-batu di pantai yang ke luar dari bibir pantai. Namun kegiatan itu hanya semata-mata sebagai selingan oleh petani setempat dan juga jumlahnya pun sangat kecil. Sementara untuk kegiatan pengerukan pasir, tidak ditemukan,’’ tegasnya. Meski demikian, instansi terkait terus memberikan imbauan melalui Perbekel dan Klian agar masyarakat tidak mengambil pasir ataupun batu di pantai dengan kuantitas yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem pesisir dan menyebabkan abrasi. (kmb28)
Kapolres Serahkan Bantuan ke Nelayan Tabanan (Bali Post) Polres Tabanan khususnya jajaran Pol Air senantiasa berupaya meningkatkan sinergi antara Polri dan masyarakat pesisir. Hal ini penting mengingat wilayah perairan di Kabupaten Tabanan cukup luas sehingga rawan kejahatan seperti penyelundupan narkoba, minuman keras, senjata api dan bentuk-bentuk penyelundupan lainnnya. Selain gencar melakukan pembinaan kepada para nelayan untuk berkontribusi aktif ikut menjaga dan memelihara situasi kamtibmas khususnya mengantisipasi pelanggaran hukum yang terjadi di wilayah perairan, Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa, Kamis (7/11) kemarin, menyerah-
kan bantuan sarana kontak berupa bangunan fisik dua unit kamar kecil kepada Kelompok Nelayan Swan Galuh di Dusun Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg. Kelompok nelayan ini adalah binaan Polres Tabanan. Bantuan toilet ini merupakan permintaan langsung dari kelompok nelayan setempat yang disampaikan saat pembinaan oleh Polres Tabanan. Keberadaan toilet dinilai penting karena di lokasi tersebut jadi tempat berkumpulnya nelayan usai melaut. Kapolres mengatakan, bantuan ini sebagai wujud kepedulian Polres Tabanan terhadap nelayan. Diharapkan bantuan ini dapat menunjang aktivitas nelayan.
Sementara itu, Camat Selemadeg Putu Gede Wirawan yang mewakili nelayan menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Tabanan yang sangat peduli dengan nelayan. Apalagi selama ini nelayan setempat menjadi nelayan binaan yang diajak bersinergi oleh Polres dalam menjaga keamanan perairan. ‘’Bantuan ini untuk menambah kedekatan nelayan dengan petugas kepolisian khususnya Pol Air yang selama ini sudah terbina dengan baik,’’ terangnya. Menurutnya, di sekitar lokasi pembangunan dua unit kamar kecil tersebut kerap dijadikan tempat pertemuan oleh para nelayan setempat usai melaut. Kawasan ini juga sangat bagus untuk pendaratan perahu. (kmb28)
Bali Post/dok
ABRASI - Kurangnya kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu faktor utama penyebab abrasi. Pemerintah pun terus berupaya menanggulangi abrasi.
Pelaku Curanmor Lintas Kabupaten Diciduk
Bali Post/ist
DIAMANKAN - Pelaku curanmor diamankan jajaran Satreskrim Polres Tabanan, Rabu (6/11) lalu.
Tabanan (Bali Post) Satreskrim Polres Tabanan berhasil menangkap I Putu Sudiartana alias Sincan, pelaku curanmor asal Banjar Dinas Tista, Desa Tista, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Dari hasil interogasi, pelaku yang masih berusia 18 tahun ini kerap melakukan aksi pencurian sepeda motor bahkan menyasar tiga kabupaten yakni Tabanan, Buleleng, dan Jembrana. Dari informasi yang dihimpun, Sincan diamankan setelah melakukan pencurian sepeda motor Yamaha Mio milik Gusti Nyoman Bawa yang saat kejadian Rabu (16/10) lalu, diparkir di pinggir jalan Banjar Dinas Dukuh, Desa Mundeh Kauh, Kecamatan Selemadeg Barat. Sepeda motor DK 3310 HM saat itu dalam keadaan tidak terkunci setang karena kunci kontaknya sudah tidak berfungsi. Saat hendak pulang usai beraktivitas di kebun yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian, Gusti Bawa kaget mendapati sepeda motornya raib. Ia pun berusaha mencari di sekitar lokasi, namun tak kunjung ketemu. Akhirnya, ia pun melaporkan kejadian ini ke polisi. Laporan ini ditindaklanjuti kepolisian dengan melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya mengarah pada keberadaan tersangka di kampungnya di Busungbiu, Buleleng, serta tempat kos orang tuanya di Desa Kedis, Buleleng. Pada 6 November, petugas mendapat informasi
tersangka berada di wilayah Pekutatan. Tim yang dipimpin Kanit 1 Reskrim pun mengarah wilayah Pekutatan-Negara dan mengamankan tersangka selanjutnya dibawa ke Mapolres Tabanan untuk dilakukan pengembangan. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta mengatakan, dari hasil innterogasi terhadap tersangka, diketahui bahwa yang bersangkutan melakukan aksi pencurian di beberapa tempat. Di wilayah hukum Polres Tabanan, tersangka melakukan dua kali aksi pencurian sepeda motor yakni di Kecamatan Pupuan dan Selemadeg barat. Tersangka juga mencuri sesari di Pura Puseh Desa Adat Surabrata, Selemadeg Barat. Tersangka juga melakukan mencuri lima karung gabah pada 28 Oktober di Selemadeg Barat. Tersangka mengambil gabah dalam wadah karung yang diletakkan di pinggir jalan subak. Di wilayah hukum Buleleng, tersangka menggasak lima unit sepeda motor di lokasi berbeda. Sedangkan di Jembrana, ia mencuri satu unit sepeda motor. Untuk kasus curanmor, kata Iptu Budiarta, pelaku melakukan survei ke TKP dan menemukan sepeda motor yang kuncinya masih nyantol maupun yang kunci kontaknya rusak. Kendaraan hasil curiannya dia gunakan sendiri dan ada yang dijual untuk kebutuhan sehari-hari. (kmb28)
Antisipasi Banjir, BPBD Bersihkan Saluran Drainase
Bali Post/ist
SERAHKAN BANTUAN - Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa menyerahkan bantuan sarana kontak bangunan fisik kepada Kelompok Nelayan Swan Galuh di Dusun Bonian, Desa Antap.
Anggaran Minim
OPD Wajib Tampilkan Kreasi Saat HUT Kota Tabanan
Tabanan (Bali Post) – Perayaan HUT ke-526 Kota Tabanan tahun 2019 akan digelar lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, anggarannya minim yaitu Rp 346 juta lebih. Angka ini jauh berkurang dibandingkan tahun 2018 yang mencapai Rp 3,9 miliar. Akibat minimnya dana, semua organisasi perangkat daerah (OPD) di Tabanan diwajibkan menampilkan kreasi masing-masing untuk mengisi acara HUT Kota Tabanan. Perayaan akan digelar selama empat hari yakni 26 November sampai puncaknya pada 29 November. Kepala Bagian Tata Pemerintahan I Wayan Yelada mengatakan, pihaknya telah meng-
gelar rapat finalisasi termasuk mengundang event organizer yang akan merancang acara puncak HUT. ‘’Konsepnya sederhana namun tetap meriah,’’ katanya Kamis (7/11) kemarin. Menurutnya, anggaran perayaan HUT akan dibagi menjadi beberapa item. Rp 100 juta akan digunakan oleh panitia untuk menggelar berbagai kegiatan dan Rp 246 juta dikelola EO untuk acara puncak. Diungkapkannya, perayaan pada puncak HUT Kota Tabanan akan diawali upacara bendera pada pagi harinya di Lapangan Alit Saputra. Sementara di areal Gedung Kesenian I Ketut Maria digelar berbagai stan kuliner dan malam harinya dilangsungkan beragam acara hiburan. (kmb28)
RAPAT - Suasana rapat persiapan HUT Kota Tabanan.
Bali Post/bit
Tabanan (Bali Post) Hujan yang mengguyur Kabupaten Tabanan, Sabtu (2/11) lalu, menyebabkan air di saluran drainase meluap hingga ke badan jalan. Bahkan, luapan air menyebabkan banjir di sejumlah titik Jalan nasional DenpasarGilimanuk, salah satunya di jembatan Bajera-Antosari maupun di Tukad Yeh Nu, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan. Guna mengantisipasi kejadian serupa khususnya di Jembatan Tukad Yeh Nu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan melakukan pembersihan gorong-gorong. Setelah dilakukan pemeriksaan, rupanya luapan air yang terjadi saat hujan deras Sabtu malam lalu diakibatkan adanya batang pohon kelapa yang menyumbat saluran drainase tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Sucita, Kamis (7/11) kemarin, mengatakan melihat adanya banjir saat hujan deras belum lama ini di sekitar Jembatan Yeh Nu, para petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tabanan bergerak cepat melakukan penanganan untuk mengantisipasi banjir di musim hujan. ‘’Saat dicek, ternyata ada kayu pohon kelapa yang menyumbat aliran air dari perumahan menuju
sungai. Padahal sebenarnya volume saluran got ini cukup besar yang seharusnya tidak sampai air meluap ke jalan raya,’’ terangnya. Lebih lanjut dijelaskan Sucita, pembersihan goronggorong kemarin baru sebatas membersihkan sampah. Rencananya pembersihan dilanjutkan Jumat (8/11) ini, sebab alat untuk memotong kayu pada Kamis kemarin masih digunakan untuk mengatasi bencana pohon tumbang di Baturiti. Tidak hanya mengantisipasi banjir dengan kegiatan pembersihan gorong-gorong, BPBD Tabanan melalui bidang terkait juga menggelar sosialisasi untuk meningkatkan kesiapansiagaan warga sekolah. Sosialisasi menyasar SMAN 1 Kediri. Perwakilan dari BPBD Tabanan memberikan pemahaman mengenai penanggulangan dan upaya meminimalisir korban bencana. ‘’Ini ada permintaan dari pihak sekolah untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah jika kemungkinan terjadi bencana seperti gempa,’’ ucapnya. Kesiapsiagaan ini juga dalam rangka menindaklanjuti program Pemprov Bali tentang evakuasi mandiri yang rutin digelar setiap tanggal 26 tiap bulannya. (kmb28)
Bali Post/ist
ANTISIPASI BANJIR - Petugas TRC BPBD Tabanan membersihkan gorong-gorong guna mengantisipasi banjir.
Jumat Paing, 8 November 2019
Oknum Tenaga Kontrak Terlibat Perilaku Seks Menyimpang
Singaraja (Bali Post) – Ada-ada saja perilaku nyeleneh yang dilakukan dua oknum tenaga kontrak pemerintah daerah. Karena diduga melakukan perilaku seks tidak wajar (menyimpang - red), kedua oknum tenaga kontrak yang menjalin hubungan pacaran tak normal itu diamankan polisi. Disayangkan, kasus unik ini menimpa korban yang masih pelajar di bawah umur. Dari laporan polisi tanggal 6 November 2019, orangtua korban berinisial V (15), Ni Ketut Sukadani, melaporkan perilaku seks menyimpang yang dialami anaknya itu. Orangtua korban mengetahui hal itu, setelah banyak orang memperbincangkan kejadian tersebut. Mendapat pengaduan itu, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Buleleng kemudian melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi mendapatkan dua orang oknum tenaga kontrak pemerintah daerah sebagai terduga pelaku kasus ini. Keduanya kemudian diamankan karena dikuatkan laporan orang tua korban dan barang bukti. Kedua terduga pelaku itu masing-masing A.A. Putu WTY (36) sehari-hari menjadi tenaga kontrak di salah satu instansi Pemkab Buleleng dan Ni Made SND (29) adalah guru kontrak di salah satu sekolah di Buleleng. Bahkan, SND ini diketahui guru yang mengajar korban di sekolahnya. Kasat Reskrim AKP Vicky
Tri Haryanto didampingi Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Kamis (7/11) kemarin mengatakan, dari hasil pemeriksaan, kasus ini terjadi di rumah kos di Jalan Sahadewa, Singaraja Sabtu (26/10) pukul 14.30 Wita. Sebelum kejadian, terduga pelaku SND asal Kelurahan Banyuning, Singaraja itu menjemput korban kemudian dikenalkan dengan pacarnya sendiri WTY asal Jalan Kutilang, namun kos di Jalan Sahadewa. Di dalam kamar kos itu, korban dipaksa duduk di atas kasur. Sementara, kedua terduga pelaku yang telah menjalin hubungan pacaran itu melakukan hubungan layaknya suami istri yang dilihat oleh korban. Setelah itu, WTY memegang tangan korban sembari duduk di sebelahnya. Beberapa organ intim korban dicium oleh terduga pelaku WTY. Sedangkan, pacarnya SND memegang tangan korban. Aksi ini berlanjut sampai korban berhasil disetu-
buhi WTY. “Benar kita ungkap kasus perilaku seks menyimpang. Ini hasil penyelidikan kami setelah pihak orangtua korban dirugikan karena anaknya sendiri disetubuhi oleh kedua pelaku itu,” katanya. Menurut Tri Haryanto, untuk mengungkap dengan lengkap motif kedua terduga pelaku melakukan aksi seks menyimpang itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Selain itu, penyelidikan itu untuk menelusuri kemungkinan adanya korban lainnya. Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, sekarang kedua terduga pelaku itu masih diamankan di Mapolres Buleleng. Terduga pelaku SND melanggar Pasal 81 (1) jo Pasal 82 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pacarnya WTY melanggar Pasal 81 ayat (1), (2) UU No. 35 Tahun 2014 karena diduga telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.(kmb38)
Bali Post/kmb38
SEKS MENYIMPANG – Dua oknum pegawai kontrak pemerintah daerah diduga terlibat kasus perilaku seks menyimpang dengan korban seorang pelajar, yang masih di bawah umur.
Lanjutkan Pembuatan Patung Bung Karno Memasuki Pancaroba, Warga Diingatkan Perkimta Minta Petunjuk LKPP Waspada Serangan Penyakit DB Singaraja (Bali Post) – Memasuki pergantian dari musim kemarau menjadi musim hujan (Pancarobared), warga diingatkan agar waspada penularan penyakit Demam Berdarah (DBred). Berkaca dari pengalaman, memasuki pancaroba penularan penyakit yang ditularkan oleh Nyamuk Aides Agypty akan meningkat dari biasanya. Untuk itu, warga diharapkan secara kontinyu melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan melakukan prilaku hidup bersih dan sehat mulai di lingkungan keluaga maupun di tempat beraktivitas sehari-hari. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Buleleng dr. IGN Mahapramana mengungkapkan hal itu Kamis (7/11) kemarin. Menurutnya, kasus penularan DB di daerahnya saat ini masih
tergolong sedikit. Namun bisa saja kasusnya bertambah banyak saat menginjak pancaroba. Pasalnya, saat musim hujan kalau kebersihan lingkungan kurang terjaga dengan baik, berpotensi besar jadi sarang nyamuk. Untuk itu, sebelum hujan mulai turun, pihaknya mengingatkan agar warga mewaspadai munculnya serangan nyamuk “Si Poleng”. Ini dilakukan dengan melakukan PSN di lingkungan rumah tangga, tempat beraktivitas sehari-hari, dan di tempat-tempat umum dengan kontinyu. Dr. Mahapramana mengajak warga agar tetap menjaga kondisi dan daya tahan tubuh agar tetap sehat dan bugar. Ini bisa dilakukan dengan cara membiasakan diri berpilaku hidup bersih dan sehat. Kalau daya tahan tubuh terjaga dengan baik, maka badan akan sehat,
dr. IGN Mahapramana
sehingga penyakit baik yang ditularkan oleh virus atau karena faktor lingkungan tidak mudah menyerang. “Sekarang sudah menginjak masa pancaroba dan biasanya perubahan dari kering ke hujan akan memicu penularan penyakit seperti Demam Berdarah. Angka kasusnya memang sekarang kecil, namun saat musim hujan nanti kita harus waspada agar tidak terjadi lonjakan kasus. Termasuk penyakit karena virus seperti flu perlu diwaspadai saat masa pancaroba ini,” kataya. Pencegahan kasus DB di Buleleng agar tidak merebak, dr. Mahapramana mengaku sejauh ini telah melakukan upaya pencegahan dengan cara fogging (pengasapanred). Hal itu dilakukan sesuai alokasi anggaran APBD, Diskes melakukan pengasapan dengan dua jenis. Pertama, pengasapan menggunakan mesin Ultra Low Volume (ULV). Sesuai namanya, pembasmian nyamuk dengan cara ini lebih ramah lingkungan namun dapat membasmi nyamuk dewasa dengan optimal. Selain itu, Diskes melakukan pengasapan dengan menyemprotkan racun khusus nyamuk (inektisida). Hanya saja, karena menimbulkan polusi, sehingga pengasapan dengan cara ini perlahan dikurangi. “Kami sudah programkan pengasapan masal dengan anggaran yang disediakan pemerintah daerah. Kita lakukan pengasapan dengan mesin ULV dan pengasapan dengan racun nyamuk itu kita kurangi karena menimbulkan polusi udara,” jelasnya. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Proyek pembuatan dan pemasangan patung Bung Karno yang dijadikan ikon di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno di Lingkungan Sangket, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada ditargetkan tuntas tahun 2020. Pemerintah daerah sudah memplot anggaran dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimta) senilai Rp 4,5 miliar. Agar pembuatan patung Sang Proklamtor Republik Indonesia itu tidak kembali gagal kontrak seperti tahun 2019 ini, Dinas Perkimta seminggu lalu meminta petunjuk ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang - Jasa Pemerintah (LKPP) di Jakarta. Hanya, LKPP belum memberikan petunjuk terkait skema pelaksanaan pembuatan patung Bung Karno yang dilakukan Dinas Perkimta tahun depan. Kepala Dinas Perkimta Buleleng Ni Komang Surattni saat rapat membahas RKA bersama Komisi II DPRD Buleleng, Rabu (6/11) lalu mengatakan, paket pekerjaan lanjutan RTH Taman Bung Karno mulai ditenderkan setelah APBD tahun 2020 disahkan oleh DPRD. Paket itu sendiri adalah melanjutkan pembuatan taman, pembangunan stage pementasan, dan patung Singa Ambararaja. Untuk paket pekerjaan ini, pihaknya memastikan tidak akan sulit, sehingga proses tender dan waktu pelaksanaannya dapat berjalan sesuai perencanaan. Untuk melanjutkan pembuatan Patung Bung Karno itu, Surattini tidak menampik kalau solusi pelak-
sanaan pembuatan patung itu masih buntu alias belum ditemukan skema tender dan pelaksanaan di lapangan. “Satu program yang kami jalankan di Perkimta adalah melanjutkan proyek RTH Taman Bung Karno. Seminggu lalu, kami menemui LKPP dan rupanya belum ada petunjuk. Kegagalan membuat patung ini pertama kali terjadi, sehingga kami disuruh menunggu sembari mencari jalan keluar dari KLKPP,” katanya. Di sisi lain, Surattini mengatakan, untuk saat ini mal untuk mencetak Patung
Bung Karno secara keseluruhan sudah disimpan di gudang kawasan RTH Taman Bung Karno. Selain itu, beberapa bagian patung yang telah dicetak pada pembuatan patung tahun 2019 ini juga disimpan dengan baik di gudang. Untuk melanjutkan pembuatan bagian patung yang belum dicetak, kemungkinan besar akan dipisahkan dari tender pembuatan taman, pembangunan stage dan patung Singa Ambararaja. Dengan cara ini, Dinas Perkimta kemungkinan kembali menempuh skema penunjukan langsung (PL)
pematung untuk melanjutkan membuat bagian patung yang gagal kontrak tahun 2019. “Membangun patung ini tidak mudah banyak hambatannya. Meski begitu, kami tidak putus asa walau sempat gagal kontrak. Tahun 2020 kami melanjutkan pembuatan patung itu dengan target bisa diselesaikan tahun depan. Sedangkan skema pelaksanaan kemungkinan kita kembali menempuh penunjukan langsung dari pematung yang mengerjakan bagian patung terdahulu. Sebab ini pekerjaan seni,” jelasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
PAPARKAN RKA – Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimta) Buleleng Ni Komang Surattini (tengah) memaparkan RKA tahun 2020 kepada Komisi II DPRD Buleleng, Rabu (6/11), di gedung DPRD Buleleng.
19 Klub Ikuti Liga Askab PSSI Buleleng IV 2019 Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) menggulirkan Liga Askab PSSI Buleleng tahun 2019. Sebanyak 19 klub sepak bola di Bali Utara meramaikan kompetisi itu. Lalu, bagaimana format kompetisi harus dilakukan agar dapat memberikan kesempatan klub-klub peserta itu tampil lebih banyak di ketiga liga yang juga digelar di tiga lapangan berbeda itu?
Bali Post/mud
LIGA ASKAB – 19 klub sepak bola mengikuti Liga Askab PSSI Buleleng di Stadion Mayor Metra Singaraja Jumat (7/11) kemarin.
KETUA Askab PSSI yang juga Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Buleleng Gede Suyasa tampak membuka kompetisi itu di Lapangan Mayor Metra, Singaraja, Kamis (7/11) kemarin. Menurutnya, kompetisi sepak bola itu sejatinya sudah rutin dilakukan Askab PSSI Buleleng. Tahun ini, Liga Askab PSSI Buleleng itu sudah merupakan gelaran keempat kalinya. Namun, untuk tahun ini, liga dibagi menjadi tiga yaitu Liga 1, Liga 2, dan Liga 3. Polanya menggunakan sistem setengah kompetisi. Dengan sistem itu, semua klub berkesempatan saling
bertemu di liganya masingmasing. Sebanyak 19 klub terus bertemu sesuai liga yang diikuti. Karena menganut sistem setengah kompetisi, otomatis penentuan juaranya adalah klub yang memperoleh poin atau nilai tertinggi selama kompetisi itu. Dari 19 klub itu yang mengikuti Liga 1 sebanyak 7 klub, Liga 2 juga 7 klub, dan Liga 3 hanya 5 klub saja. Ketiga liga dilangsungkan di lapangan berbeda. Seperti untuk Liga 1 berlangsung di Stadion Mayor Metra Singaraja dari tanggal 7 sampai 22 November 2019. Sedangkan Liga 2 dihelat di Lapangan
Besi Mejajar Kubutambahan dari tanggal 8 - 22 November 2019. Liga 3 dipertandingkan di Lapangan Umum Seririt dari tanggal 11 - 21 November 2019. “Tidak ada lagi empat besar seperti tahun lalu. Kompetisi saat ini menganut pola aturan penyelenggaran kompetisi dari pusat,” jelasnya. Hasil guliran liga ini kata Suyasa, lebih terbuka. Alasannya, tahun depan tidak ada porprov. Namun, jumlah pemain senior tetap dibatasi. Pola ini diharapkan bisa menjadi kombinasi antara pemain junior dan senior. Askab PSSI Buleleng pun tetap memantau para pemain yang ikut kompetisi ini. “Pasti sudah akan kelihatan pemain-pemain yang bisa direkrut untuk tim Porprov Buleleng dua tahun mendatang,” ujarnya. Ketua Umum KONI Buleleng Nyoman Arta Widnyana mengatakan, dari gelaran kompetisi dipercaya akan melahirkan pemain sepak bola berprestasi. Pemain
yang akan disaring nanti diharapkan bisa memperkuat Buleleng dalam event olahraga yang lebih tinggi. Selain sepak bola, cabang olahraga lain pun diminta rutin menggulirkan kompetisi. “Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan PSSI Buleleng yang sudah rutin menggelar kompetisi,” ungkap Arta Widnyana. Menurutnya, KONI Buleleng, selalu mendukung pembinaan atlet untuk seluruh cabang olahraga yang ada. Karena itu diharapkan atletatlet dari Den Bukit ini bangkit dan menggeliat. Dengan menggeliatnya olahraga di Buleleng, maka diharapkan bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Buleleng. “Dari laga Porprov 2019 kemarin, kita berhasil memperbaiki peringkat dari Porprov tahun 2017, sehingga pembinaan melalui kompetisi atau event lain sangat penting dilakukan. KONI sendiri akan selalu mendukung,” tegasnya. (mud)
Jumat Paing, 8 November 2019
Pemkab Kantongi Rp 64,9 Miliar dari Retribusi Tiket Objek Wisata
WISATAWAN - Sejumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Tirta Empul.
Dua Mantan Anggota DPRD Meninggal Gianyar (Bali Post) Dua mantan anggota DPRD Kabupaten Gianyar, Dewa Anom Astawa dari Desa Batubulan dan I Nyoman Suryawan asal Desa Ketewel, tutup usia akibat penyakit yang dideritanya. Kedua politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Sukawati ini meninggal dunia, Kamis (7/11) kemarin. Jero Kartika selaku kerabat dari Dewa Anom Astawa menerangkan, kerabatnya ini meninggal Kamis kemarin sekitar pukul 05.00 Wita. “Dewa Anom meninggal pagi tadi di rumahnya di Puri Anom,” kata Jero Kartika di rumah duka di Puri Anom, Banjar Tegeha, Desa Batubulan. Dikatakan, almarhum menderita komplikasi penyakit. Mulai dari mengidap sakit kanker prostat, ginjal, hingga diabetes. Almarhum sempat menjalani perawatan di RSUP Sanglah sejak dua bulan lalu. Sebelum detik-detik kepergiannya, almarhum yang merupakan anggota dewan dari PDI-P periode 2009-2014 itu sempat memanggil para kerabat. Ia menyampaikan sejumlah pesan. “Minta titip anak-anaknya. Anaknya kan tiga, lagi satu belum nikah. Nanti kalau nikah, diurus upacaranya biar tuntas,” jelasnya. Almarhum Dewa Anom Astawa meninggalkan seorang istri, Dewa Ayu Adi Pertiwi (61), dengan tiga putri. Sehari-hari, pascapurna bakti sebagai anggota dewan, almarhum merupakan pengusaha. “Rencananya tanggal 18 November dibawa ke rumah tua. Nanti dirembukkan lagi kapan upacaranya,” ujar Jero Kartika. Mantan anggota DPRD Gianyar dari Fraksi Golkar, I Nyoman Suryawan, juga tutup usia, Kamis kemarin. Menurut kakak kandung almarhum, Wayan Arthana, adiknya sudah lama sakit. “Sekarang jenazahnya masih di RS Sanglah,” ujar Arthana. Sesuai rencana, almarhum akan langsung diupacarai, Jumat (8/11) ini di setra setempat. (kmb35)
Bali Post/kmb35
Gianyar (Bali Post) P e m ka b Gi a ny a r m e l a l ui Di n a s Pariwisata Daerah (Disparda) Kabupaten Gianyar kini mengelola tujuh objek wisata. Sepanjang 2019 hingga awal November ini, pemerintah sudah mengantongi retribusi dari tiket masuk Rp 64,9 miliar dari tujuh objek wisata tersebut. Sebelum akhir tahun ini, Disparda optimis target Rp 80 miliar dari retribusi tiket masuk ke objek wisata tersebut berhasil direalisasikan. Kepala Disparda Gianyar A.A. Gde Putrawan mengatakan, Pemkab Gianyar mengelola tujuh objek wisata, meliputi objek wisata Tirta Empul, Goa Gajah, Gunung Kawi Tampaksiring, Gunung Kawi Sebatu, Yeh Pulu, Alam Sidan dan Candi Tebing Tegallinggah. “Berdasarkan data rekap hingga September, total kunjungan ke objek wisata ini mencapai 1.243.175 wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” kata Putrawan, Kamis (7/11) kemarin. Dari jumlah kunjungan itu, kata Putrawan, pihaknya terus melakukan penghitungan pendapatan dari retribusi tiket masuk ke objek wisata. Per awal November ini sudah diperoleh retribusi Rp 64,9 miliar. “Untuk capaian retribusi, datanya bisa dicek secara online. Jadi, ini di-update setiap hari,” katanya. Menurut Putrawan, capaian retribusi Rp 64,9 miliar itu sudah menyentuh 81 persen dari target Rp 80 miliar yang dipatok dari retribusi objek wisata untuk tahun ini. Ia mengaku optimis target retribusi Rp 80 miliar itu mampu
direalisasikan sebelum akhir tahun ini. Untuk memenuhi target tersebut, pihaknya masih kekurangan sekitar Rp 15 miliar. “Kami optimis target terpenuhi, karena menjelang Desember ini biasanya sudah mulai high season kunjungan,” ujarnya. Putrawan menambahkan, tingginya pencapaian retribusi kunjungan wisata ini tidak terlepas dari kebijakan Bupati Gianyar I Made Mahayastra yang menaikkan tiket retribusi kunjungan ke objek wisata. “Kan wajar naik. Ini disesuaikan dengan objek wisata yang dikelola pemerintah kabupaten lain yang sudah lebih dulu naik,” katanya. Berdasarkan Peraturan Bupati Gianyar Nomor 129 Tahun 2018 tentang Peninjauan Tarif Retribusi, Tempat Rekreasi dan Olahraga, kata dia, Daya Tarik Wisata Tirta Empul, Goa Gajah dan Gunung Kawi Tampaksiring tiket masuknya untuk dewasa asing Rp 50 ribu per orang dan dewasa domestik Rp 30 ribu per orang. Sementara untuk anak-anak asing Rp 25 ribu dan anakanak domestik Rp 15 ribu per orang. Sementara untuk nilai tiket berbeda diterapkan untuk objek wisata Gunung Kawi Sebatu, Yeh Pulu, Alam Sidan dan Candi Tebing Tegallinggah. Untuk objek wisata ini, per orang dewasa asing Rp 30 ribu dan dewasa domestik Rp 20 ribu. Anak-anak asing Rp 15 ribu dan anak-anak domestik Rp 10 ribu. “Candi Tebing Tegallinggah ini objek wisata yang baru diresmikan beberapa bulan lalu. Ini sudah mulai dikunjungi wisatawan,” tegasnya. (kmb35)
Satpol PP Tertibkan Parkir di Trotoar
Gianyar (Bali Post) -
Parkir liar di kawasan objek wisata Ubud merupakan persoalan klasik yang tidak kunjung teratasi. Bahkan, banyak sepeda motor yang parkir di trotoar. Kondisi ini jelas mengganggu aktivitas wisatawan yang berjalan kaki di kampung turis itu. Melihat hal tersebut, petugas Satpol PP Gianyar turun melakukan penertiban terhadap pemilik sepeda motor yang parkir di trotoar. Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha mengatakan, pihaknya menerima laporan terkait maraknya pengendara sepeda motor yang memarkir kendaraannya di trotoar di kawasan objek wisata Ubud. Ia mengakui, kondisi ini membuat wisatawan tidak nyaman dalam beraktivitas di Ubud. “Menerima laporan ini,
petugas langsung dikerahkan ke Ubud,” kata Watha, Kamis (7/11) kemarin. Watha menegaskan, jajarannya langsung melakukan penertiban sepeda motor yang parkir di torotar. Melalui upaya ini, ia berharap bisa membuat para pengunjung nyaman dan aman berlibur di Ubud. “Bersama petugas dari
Dinas Perhubungan Gianyar, kami menertibkan pengendara yang parkir sembarangan,” jelasnya. Menurut Watha, pelanggaran parkir di kawasan Ubud memang sudah tergolong parah. Padahal, saat ini sudah disediakan sejumlah titik kantong parkir di kawasan kampung turis itu. Guna
menertibkan para pelanggar ini, katanya, diperlukan gerakan yang kontinu dan melibatkan berbagai komponen. “Dalam menertibkan parkir liar ini, kami bahu-membahu dengan petugas dari Dishub. Dalam menegakkan perda, diperlukan sinergitas antara OPD satu dengan OPD yang lainnya,” tegasnya. Watha menegaskan, kegiatan penertiban ini dilakukannya secara rutin di wilayah Gianyar. Bukan saja di kampung turis Ubud, namun juga dilaksanakan di kecamatan lainnya tanpa adanya kebijakan yang tumpang tindih.
“Ketika itu melanggar, otomatis akan ditindak dengan tegas. Ketika tidak digubris, maka akan dilayangkan SP I sesuai prosedur yang ada,” katanya mengingatkan. Sebelum melakukan penertiban di wilayah Ubud, kata Watha, pihaknya sudah melakukan penertiban di beberapa kecamatan. Mulai dari perumahan yang belum memiliki izin, pedagang yang memanfaatkan badan jalan untuk berjualan, pedagang yang membuang limbah sembarangan, hingga pedagang yang menggunakan trotoar untuk berjualan. (kmb35)
Lakalantas Pelajar SMK Tewas Giayar (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang merenggut korban jiwa terjadi di Jalan Raya Soekarno, Desa Tampaksiring, Rabu (6/11). Seorang pelajar SMK, Andi Ri an a, m e n i n g g a l d u n i a setelah terlibat kecelakaan dengan truk di lokasi tersebut. Korban berusia 15 tahun ini sempat dibawa ke RSUD Sanjiwani, namun nyawanya tidak tertolong. Berdasarkan informasi yang dihimpun di TKP, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario DK 4244 LQ. Kala itu, remaja yang masih duduk di bangku SMK ini melaju dari arah selatan. Di depan korban melaju sebuah truk warna merah. Posisi truk dan korban memang melaju beririnngan. Diduga korban hendak mendahului truk. Namun tanpa diduga, motor Honda DK 4244 LQ yang dikendarai korban malah menyenggol bak truk bagian kanan belakang. Usai keja-
dian itu, korban terpental ke kanan. Nahas, dari arah berlawanan melaju sebuah truk engkel berwarna kuning dan korban akhirnya tertabrak. Dikonfirmasi Kamis (7/11) kemarin, Kanit Laka Polres Gianyar Iptu Ketut Nariawan membenarkan adanya kejadian tersebut. Usai tabrakan itu, korban langsung tidak sadarkan diri. Petugas RSUD Sanjiwani Gianyar sempat berupaya melakukan perawatan, namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. Nariawan menambahkan, penyebab lakalantas itu diduga akibat korban yang kurang menjaga jarak aman saat berkendara. “Korban tidak menjaga jarak aman ketika ingin menyalip truk. Korban menyenggol truk lalu jatuh. Dari arah utara datang truk warna kuning menabrak korban,” katanya. (kmb35)
Gianyar Kantor Bupati - 943056 DPRD - 943144 BPBD - 7844717/7844718 PMK - 943113 Kantor Satpol PP - 944436 RSUD Sanjiwani - 943020 PDAM - 944225/943233 KPA Gianyar - 942184 PMI Gianyar - 8958414 KONI Gianyar - 947261 BNN Kabupaten Gianyar - 946122 PLN - 947166 Kodim 1616 Gyr - 943069 Koramil Gianyar - 942289
Koramil Blahbatuh Koramil Tegallalang Koramil Tampaksiring Koramil Sukawati Koramil Ubud Koramil Payangan Siaga Lantas/TMC Gianyar Polsek Gianyar Polsek Blahbatuh Polsek Tampsiring Polsek Tegallalang Polsek Sukawati Polsek Ubud Polsek Payangan
- 941167 - 974792 - 901601 - 297564 - 975314 - 974793 - 945820 - 944510 - 941165 - 901110 - 901575 - 298723 - 975316 -974794
Bali Post/kmb35
MENEGUR - Petugas Satpol PP Gianyar bersama jajaran Dishub Gianyar menegur pengendara yang parkir sembarangan di wilayah Ubud, Kamis (7/11) kemarin.
BNNP Sumatera Utara Kunjungi Desa Bukian
DESA Bukian, Kecamatan Payangan sebagai salah satu Desa Bersih Narkoba yang telah dicanangkan di Kabupaten Gianyar mendapat kunjungan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara. Kunjungan yang dilaksanakan di Kantor Desa Bukian, Rabu (6/11) lalu, diterima Bupati Gianyar yang diwakili Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra I Wayan Suardana, S.Sos., M.AP., Kepala Desa Bukian I Made Junarta dan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. Kunjungan ini merupakan rangkaian kunjungan dari berbagai daerah yang sebelumnya juga dilaksanakan oleh BNNP Kalimantan Barat, BNNP Kalimantan Selatan, BNNK Sukabumi, BNNP Jawa Barat, BNNP NTB, serta BNNP Papua ke Bali dalam rangka melaksanakan studi
banding meninjau berbagai program, khususnya program Desa Bersih Narkoba. Rombongan BNNP Sumatera Utara dalam kunjungan tersebut dipimpin Brigadir Jenderal Polisi Drs. Atrial, S.H. selaku Kepala BNNP Sumatera Utara, dr. Dapot Parulian Gultom, Sp.KJ., M.Kes. selaku Direktur RSJ, Prof. Dr. Muhammad Ildrem selaku Kepala Biro Hukum Provinsi Sumatera Utara, Kadis Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, dan beberapa dari OPD terkait Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra menyampaikan, pihaknya merasa terhormat mendapat kunjungan serta memaparkan tentang keadaan Kabupaten Gianyar baik dari segi geografis, demografis maupun berbagai potensi Kabupaten Gianyar sebagai salah satu
daerah tujuan wisata dan sebagai kota seni. BNN Kabupaten Gianyar memaparkan berbagai program kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Gianyar yang bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam rangka mewujudkan masyarakat yang bebas narkoba. Sementara dari Kepala Desa Bukian menyampaikan tentang pembentukan pararem antinarkoba dan penerapan sanksi bagi anggota masyarakat adat yang melanggar. Hal ini merupakan sebuah upaya pencegahan yang efektif di lingkungan masyarakat terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Di akhir kunjungan, rombongan merasa antusias setelah mendapatkan berbagai masukan dan pengetahuan baru dan akan berusaha mengadopsi serta menerapkan hal tersebut guna bersama-sama mewujudkan masyarakat yang sehat tanpa narkoba. (bns)
KUNJUNGAN - Rombongan dari BNNP Sumatera Utara saat berkunjung ke Desa Bukian, Payangan yang salah satu Desa Bersih Narkoba yang telah dicanangkan di Kabupaten Gianyar, Rabu (6/11).
Jumat Paing, 8 November 2019
SOSOK Di Rutan pun Ada Pola Hidup Sehat Pola hidup sehat tidak hanya digalakkan di tengah masyarakat saja. Para penghuni rumah tahanan atau Warga Binaan Permasyarakatan juga diwajibkan mengikuti pola hidup sehat. Sejumlah kebiasaan hidup sehat, seperti beraktivitas atau berolahraga, makan buah dan sayuran serta larangan merokok juga diterapkan bagi para narapidana di Rutan Kelas IIB Negara. “Senam pagi merupakan rutinitas yang harus diikuti seluruh
tahanan maupun narapidana. Sebelum mereka melakukan aktivitas permasyarakatan,” ujar Kepala Rutan Kelas IIB, Purniawal. Pejabat asal Lombok ini menjelaskan selain aktivitas olahraga, khususnya WBP juga menjalani aktivitas pembinaan kemandirian lainnya seperti berkebun, beternak (sapi, kambing dan ayam petelor), membuat kerajinan kayu (pakaryan) dan lain-lain. “Kita banyak memiliki pokja yang wajib diikuti WBP. Ini memberikan kemandirian bagi mereka. Di samping juga pembinaan mental,” tambah Purniawal. Hasil dari pokja ini juga nantinya untuk para WBP ini dalam bentuk premi. Namun, premi itu baru bisa diambil saat dibutuhkan (anak) atau saat mereka bebas nanti. Sehingga para WBP memiliki aktivitas yang positif dan nantinya bisa dijadikan bekal kemandirian saat mereka kembali ke masyarakat. Begitu halnya pola hidup sehat yang diterapkan setiap hari di Rutan, diharapkan juga bisa diterapkan setelah mereka bebas nanti. Menurutnya kesehatan merupakan hal yang paling penting. Karena itu, pihaknya tak jarang juga memberikan pengarahan kepada WBP untuk selalu menjaga kesehatan. (olo)
Kasus Dugaan Penggelapan
Oknum Pengacara Dituntut Enam Bulan Penjara
Negara (Bali Post) Kasus dugaan penggelapan yang dilakukan oknum pengacara kembali disidangkan di PN Negara, Kamis (7/11) kemarin. Terdakwa Bambang S. dituntut oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Jembrana, Ni Ketut Lili Suryanti enam bulan penjara. Dalam pembacaan tuntutan, jaksa menilai terdakwa melanggar pasal 372 KUHP dan alternatif pasal 378. Disebutkan di hadapan
kakim ketua Fakhrudin Said Ngaji dan dua hakim anggota Mohammad Hasanuddin Hefni dan Alfan Firdauzi Kurniawan bahwa terdakwa bersalah karena telah menggunakan uang kliennya untuk kepentingan pribadi. Terdakwa merupakan kuasa hukum kasus perdata dari kliennya atas nama Ismail. Kasus ini bergulir setelah klien terdakwa, melaporkan ke Satreskrim Polres Jembrana. Menanggapi tuntutan
JPU ini, perwakilan kuasa hukum terdakwa, Ketut Suasana Nira Saputra, mengatakan akan mengajukan pledoi pada sidang mendatang. Menurutnya ada beberapa hal yang akan ditempuh kuasa hukum. Terdakwa juga sudah mengakui perbuatannya. Sebelumnya, Bambang S berpendapat bahwa uang yang digunakannya itu sebagai fee karena kasus perdata yang dihadapi kliennya sudah selesai. (kmb26)
”Dodol Ganja’’
Dimasak di ”Magic Jar’’ Negara (Bali Post) – Kasus narkotika “Dodol Ganja” atau daun ganja yang diekstrak tergolong baru terjadi di Kabupaten Jembrana. Satuan Reserse Narkoba Polres Jembrana saat ini masih mengembangkan kasus dengan barang bukti hampir dua kilogram ganja ini. Kasat Reserse Narkoba Polres Jembrana AKP Komang Muliyadi, Kamis (7/11) kemarin, mengungkapkan kasus narkoba yang melibatkan tersangka antarpulau ini masih didalami. Namun, sejauh ini penyidik belum mendapati bukti delapan tersangka ini melakukan peredaran ganja baik ganja kering maupun yang sudah diekstrak. Para pelaku ini digerebek saat bersama-sema menikmati ganja. Sejumlah barang bukti ganja ekstrak dibenarkan memang dibuat di salah satu rumah tersangka dan baru pertamakalinya. “Tapi ini kami masih dalami lagi,” terang mantan Kanit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk ini. Diakui ada salah satu tersangka dari Jawa yang mengaku bahwa mengkonsumsi untuk kesehatan atau obat. Tersangka mengaku mengkonsumsi ganja sebagai pengganti obat kimia
dengan dalih tidak ada efek samping. Tersangka mengalami sakit setelah tabrakan beberapa tahun lalu. Salah satunya dengan ganja yang diekstrak menjadi semacam “dodol”. Ganja yang diekstrak dengan cara dimasak menggunakan magic jar atau penanak nasi otomatis ini, bisa langsung disantap (ditelan). Tetapi polisi memastikan bahwa pengakuan untuk pengobatan itu hanya modus. Delapan tersangka di antaranya berasal dari Sumatera, Jawa dan Bali ini seperti diketahui menikmati ganja bersama-sama di salah satu rumah di Penyaringan. Total barang bukti yang diamankan seberat 1.943 gram. Selain itu juga ada plastik berisi ganja yang sudah diekstrak seberat 66 gram. Para pengguna mengaku mendapatkan ganja ini dengan membeli secara online. Kedelapan tersangka ini dijerat pasal pasal 111 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda maksimum Rp 8 miliar. (kmb26)
Bali Post/olo
Ganja – Sejumlah plastik berisi ganja kering yang selanjutnya diekstrak oleh tersangka untuk dikonsumsi.
Bali Post/olo
PERCANTIK WAJAH KOTA - Memasuki bulan November, bunga bungur (tangi) yang merupakan pohon perindang mulai bermekaran di Jembrana. Mekarnya bunga dari pohon perindang di pinggir jalan ini menambah cantik wajah kota Negara sekaligus memanjakan mata masyarakat yang melintasi jalur Denpasar – Gilimanuk.
Dewan Undang Penyelenggara Pilbup 2020
Anggaran KPU dan BPJS Prioritas penuhi. Baik itu untuk KPU Jembrana maupun PBI BPJS. Komisioner KPU Jembrana Ni Putu Angelia ditemui terpisah membenarkan adanya kekurangan anggaran terkait penyesuaian honor panitia ad-hoc. KPU menurutnya juga sudah
menyampaikan berkoordinasi ke eksekutif dan menunggu hasil keputusan. Menurutnya penyesuaian honor bagi penyelenggara ad-hoc ini merupakan instruksi KPU Pusat. “Kami masih menunggu dan sebelumnya sudah berkoordinasi dengan eksekutif,” terang Angel. Seperti diketahui, anggaran yang diplot untuk KPU Jembrana sesuai NPHD senilai Rp 18,5 miliar termasuk honor penyelenggara ad hoc seperti KPPS, PPS, PPK, PPDP dan Linmas yang ditetapkan sesuai pemilu terakhir. Tetapi belakangan muncul SE dari pemerintah pusat terkait penyesuaian honor jajaran penyelenggara ad hoc yang nilainya lebih tinggi (meningkat). Sehingga, kebutuhan anggaran dipastikan kurang. KPU Jembrana diperkirakan kekurangan anggaran Rp 2,6 miliar. (kmb26)
Ni Made Sri Sutharmi
Ni Putu Angelia
Negara (Bali Post) -
Masih kurangnya anggaran penyelenggara Pemilihan Bupati (Pilbup) 2020, menjadi prioritas. Selain untuk tambahan di KPU Jembrana, usulan anggaran lain yang menjadi prioritas adalah penyesuaian tarif premi PBI BPJS Kesehatan. Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, Kamis (7/11) kemarin mengatakan, pihaknya secara langsung belum mengetahui terkait kekurangan dana penyelenggara untuk Pilbup khususnya KPU. Tetapi untuk memastikan itu, Komisi I dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD), akan mengundang penyelenggara Pilbup Jembrana 2020 baik KPU Jembrana dan Bawaslu Jembrana. “Kita belum tahu dan memang infonya sudah disampaikan ke eksekutif, untuk memastikan kita akan mengundang penyelenggara,” ujar Sutharmi. Diakui adanya usulan anggaran dadakan ini yang membuat pembahasan RAPBD 2020 agak tersendat. Kedua kebutuhan anggaran itu menurutnya penting. DPRD sengaja mengundang penyelenggara untuk mengetahui pasti nilai kekurangan yang harus dipenuhi. Sehingga dipastikan pembahasan akan dilakukan kembali guna mencari celah anggaran dari anggaran induk. Dengan mempertimbangkan skala prioritas, dan otomatis mencoret anggaran yang dinilai tidak prioritas di APBD induk. Opsinya anggaran yang masih belum prioritas itu, dianggarkan kembali di APBD Perubahan 2020. Selain adanya tambahan dari KPU Jembrana untuk penyesuaian honor penyelenggara ad hoc juga ada tambahan untuk penyesuaian tarif BPJS Kesehatan. Yang disebut terakhir ini tentunya lebih banyak. Menurutnya, DPRD tetap akan mempertimbangkan menjadi prioritas apalagi ada instruksi dari pemerintah pusat. Menurutnya untuk berapa nilai anggaran, DPRD yang juga memiliki fungsi budgeting masih menunggu dari TAPD Kabupaten yang diketuai Sekretaris Daerah (Sekda). Sutharmi menilai ketika anggaran ada, maka semua keperluan prioritas bisa di-
Jumat Paing, 8 November 2019
Mulai Dioperasionalkan Januari 2020
Diskes Optimis Puskesmas Selat Rampung Tepat Waktu Amlapura (Bali Post) Proyek pembangunan gedung Puskesmas Selat sampai saat ini masih terus berlangsung. Namun, Dinas Kesehatan Karangasem optimis pengerjaan bangunan puskesmas itu mampu dituntaskan tepat waktu. Kadis Kesehatan Karangasem I Gusti Putra Pertama mengatakan hal itu, Kamis (7/11) kemarin. Sejauh ini, kata Putra Pertama, pihaknya terus melakukan pemantauan sejauh mana progres pengerjaan bangunan yang dilakukan pihak kontraktor itu. Per 23 Oktober, progres pembangunan puskesmas itu sudah mencapai 51,411 persen. “Kalau dilihat progresnya bisa jadi sudah melebihi target yakni sekitar 51 persen hingga 60 persen lebih,” ucap Putra Pertama. Masa waktu kontrak pembangunan itu tambah Pertama akan berakhir 18 Desember. Jadi sisa waktu pengerjaanmya sekitar 51 hari ke depan. Melihat kondisi di lapangan pihaknya yakin pengerjaan bangunan gedung puskesmas itu dapat diselesaikan tepat waktu sesuai masa kontrak. “Kerangkanya sudah selesai dikerjakan Ter-
masuk atap bangunan sudah dipasang. Tinggal mengerjakan finishing karena sudah ada atap maka pekerja tidak khawatir atau ada masalah kerja walau turun hujan,” katanya. Bila nantinya pengerjaan molor, maka sesuai aturan kontraktor itu dikenai denda. Pihaknya sangat berharap pekerjaan itu tidak molor alias bangunan puskesmas itu bisa diselesaikan dengan tidak ada masalah berarti “Meski kita yakin waktu pengerjaan mencukupi, tetapi kita tidak ingin pengerjaan bangunan itu tidak sesuai desain konstruksi. Kita tidak mau menekan kami kawatir dapat mempengaruhi kualitas bangunan,” tegasnya. Lebih lanjut dikatakannya, setelah bangunan itu selesai dikerjakan, maka pihaknya segera menempati gedung itu. Rencana gedung itu akan ditempati awal 2020. “Kita harap awal Januari 2020 sudah bisa menempati gedung baru itu, sehingga dapat memberikan pelayanan maskimal kepada masyarakat. Dalam upaya pelayanan saat ini masih meminjam gedung BBI Selat,” tegas Pertama. (kmb41)
Kumari Dimutasi Jadi Kadis Disdukcapil
Amlapura (Bali Post) Ni Ketut Puspa Kumari yang sebelumnya menjabat sebagai Kadis Sosial, dimutasi jadi Kadis Disdukcapil Karangasem. Pelantikan Puspa Kumari dilakukan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, di Aula Sabha Widya Praja Dinas Pendidikan dan Kepemudaan Olahraga setempat, Kamis (7/11) kemarin. Bupati Mas Sumatri mengatakan pelantikan ini sebagai salah satu upaya pembinaan sekaligus pengembangan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam jabatan struktural. Suatu hal biasa pejabat ASN itu mendapatkan promosi atau mutasi demi penyegaran agar terciptanya tugas-tugas pemerintahan agar lebih optimal dalam usaha pelayanan kepada masyarakat. “Untuk mewujudkan profesionalisme ASN perlu dilakukan upaya pembinaan karier sistematis, kontinyu dan optimal . Dasar pembinaan
karier ASN itu sudah tentu kompetensi, prestasi kerja dan jenjang pangkat,”ujar Bupati serius Pihaknya meminta kepada pejabat yang dilantik agar terus dapat meningkatkan kemampuan dirinya dengan semangat berprestasi bekerja melayani masyarakat. Diharapkan juga dapat dilakukan perbaikan kinerja bahkan penyempurnaan sehingga lebih efektif dan efisien, Disadari kontribusi kinerja optimal itu sangat diharapkan demi membangun Karangasem yang lebih baik. “Karena itu pejabat yang dilantik agar mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Karangasem. Kita akan terus pantau dan evaluasi proses kerja dan kinerja itu nantinya dijadikan bahan evaluasi. Semua akan dicatat sebagai bahan pertimbangan karier selanjutnya,” ujar Bupati Mas Sumatri mengingatkan. (kmb41)
PROGRES FINISHING - Pembangunan gedung Puskesmas Selat masih dalam progres penyelesaian alias finishing.
Bali Post/kmb41
Sikapi Rencana Tarif Iuran BPJS Naik
Masyarakat Siasati Turun Kelas hingga Beralih ke PBI Amlapura (Bali Post) Rencana akan dinaikkannya tarif iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) awal 2020 mendatang, rupanya menjadi beban tersendiri bagi masyarakat yang ikut iuran JKN mandiri. Rencana kenaikan itu disiasati warga dari turun kelas hingga beralih ke Penerima Bantuan Iuran (PBI). Ada juga yang pindah dari BPJS ke tempat baru yakni BPJS PBI karena iurannya ditanggung pemerintah daerah maupun pusat. Kepala BPJS Karangasem Eni Supriatma, Kamis (7/11) kemarin mengungkapkan, pihaknya mengakui kalau ada peserta BPJS yang turun kelas. Hanya, jumlahnya tidak terlalu signifikan. “Khusus untuk Karangasem sejauh ini ada beberapa warga menyiasati dengan cara turun kelas. Tapi, jumlahnya tidak signifikan,” ucapnya. Peserta BPJS yang turun
kelas itu kata Eni Supriatna, bukan semata-mata karena adanya rencana kenaikan tarif iuran awal 2020 mendatang. Tetapi, lebih kepada kemampuan ekonomi yang bersangkutan. Sebab, sejauh ini ada peserta yang semula berada di kelas II turun menjadi ke kelas III. “Memang ada juga peserta dari kelas I turun ke kelas II. Kalau memang mereka mau seperti itu ya tidak
masalah. Kami persilakan maunya mereka. Karena semuanya itu tergantung daya ekonomi peserta. Mereka sudah ngerti kelas berapa kirakira mampu membayar iuran yang nantinya disesuaikan dengan kemampuan ekonominya,” katanya. Dia mengatakan, kendati ada rencana tarif iuran BPJS itu naik, akan tetapi tidak sedikit peserta BPJS tetap
memilih di kelas awal. Alasannya, peserta sudah merasakan manfaat kelas yang dipilihnya saat itu. ”Masih banyak kok peserta yang tidak turun kelas. Mereka tetap bertahan di kelas awal tidak mau turun kelas. Misalnya kelas II tidak mau turun ke kelas III. Karena peserta sudah merasa nyaman dengan pelayanan dan manfaatnya di kelas II itu. Kalau turun mereka takut pelayanannya kurang maksimal,” tegasnya. Kepala Dinas Sosial Karangasem Ni Ketut Puspakumari mengakui pascaadanya rencana tarif iuran BPJS itu dinaikkan, cukup banyak masyarakat peserta BPJS mandiri itu beralih
ke PBI daerah maupun pusat. Alasan mereka beralih karena tidak kuat membayar iuran BPJS Mandiri. “Kita selaku pemerintah tetap melayani dan mengusulkan ke pemerintah pusat. Soal nanti disetujui atau tidak semuanya menjadi wewenang pemerintah. Bagi yang tak terakomodir pusat, provinsi maupun daerah kami siap memfasilitasi demi terealisasi universal health coverage (UHC),” harapnya. Puspa Kumari menjelaskan, banyaknya peserta BPJS Mandiri yang beralih ke BPJS PBI, dikatakan relatif berdampak pada tingginya anggaran yang dibayar pemerintah daerah. (kmb41)
Pascadigigit Anjing
Warga Bhuana Giri Diduga Positif Rabies
Ni Ketut Puspa Kumari
Bali Post/kmb41
Amlapura (Bali Post) Seorang warga I Made Buda diduga positif rabies. Dugaan itu dikuatkan setelah laki-laki yang berasal dari Bhuana Giri digigit anjing Rabu (6/11). Setelah menggigit korban, anjing itu mati tidak jauh dari tempat menggigit sebelumnya. Sejauh ini, sampel anjing itu sudah dikirim ke laboratorium di Denpasar. Berdasarkan informasi
yang dihimpun, korban digigit anjing ketika hendak pulang ke rumahnya. Tanpa disadari, tiba-tiba seekor anjing itu berlari menghampiri dan langsung menggigit tangan bagian kiri dan kaki bagian kanan hingga korban Made Buda itu berdarah. “Setelah menggigit korban, beberapa menitnya anjing itu mati di pekarangan rumah warga. Korban sudah mencari VAR di RSUD
Karangasem,” ucap warga. Dia menambahkan, sampel darah anjing yang mati itu sudah diambil oleh petugas Dinas Pertanian Karangasem untuk dijadikan bahan uji laboratorium. Observasi melalui lab itu dilakukan, guna memastikan apakah anjing itu positif rabies atau tidak. Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Karangasem Made Ari Susanta
membenarkan kalau ada warga yang tergigit anjing. Kata dia, sampel anjing yang menggigit korban itu sudah dibawa ke laboratorium Denpasar untuk uji lab. Prosedur seperti itu dilakukan guna mengetahui apakah anjing itu positif rabies atau tidak. “Terkiat hasilnya belum tahu. Sebab, kita masih menunggu hasil uji lab itu,’’ ucapnya serius.
Pasca Made Buda digigit anjing itu, pihaknya berencana melaksanakan vaksinasi di lokasi kejadian yakni di Banjar Dinas Komala, Desa Bhuana Giri. Pihaknya juga akan melaksanakan eliminasi selektif kalau ditemukan anjing liar yang sulit divaksinasi. “D esa Bhuana Giri itu merupakan zona merah kasus gigitan anjing rabies,” katanya. (kmb41)
Pemilihan Ketua OSIS SMAN 2 Adopsi Sistem Pemilu
Praktikkan Demokrasi secara Nyata Sejak Dini Belakangan ini, ada kecenderungan SMP maupun SMA mulai menerapkan sistem demokrasi yang mengadopsi sistem pemilu ketika di satu sekolah itu dihelat pemilihan Ketua OSIS. Seperti yang dilakukan di SMAN 2 Amlapura. Dalam pemilihan Ketua OSIS di sekolah yang berdomisili di Paya, Subagan, diaplikasikan mekanisme berdemokrasi ala pemilu bekerja sama dengan KPU Karangasem. Lalu, seperti apa demokrasi pemilihan Ketua OSIS diaplikasikan secara nyata sejak dini di SMA 2 Amlapura itu?
Bali Post/kmb41
ADOPSI PEMILU - Siswa SMAN 2 Amlapura saat melaksanakan pemilihan Ketua OSIS periode 2020 mengadopsi sistem pemilu.
KETUA Panitia Pemilihan Ketua OSIS I Gusti Putu Wira Arsana, Kamis (7/11) kemarin mengungkapkan, SMAN 2 Amlapura bukan sekarang ini saja menerapkan sistem pemilihan Ketua OSIS dengan demokrasi ala pemilu itu. Malah sudah sejak pemilihan Ketua OSIS periode 2017, sekolah ini sudah memakai sistem pemilu, bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem. “Karena itu sekarang, pemilihan Ketua OSIS periode 2020, kita kembali menggunakan sistem pemilu itu. Yang ikut memilih dalam pemilihan Ketua OSIS ini tidak hanya siswa, melainkan melibatkan semua keluarga besar SMAN 2 Amlapura yang jumlahnya
mencapai seribu pemilih,” ucap Wira Arsana sembari menambahkan segala perlengkapan seperti kotak suara, bilik suara dan lainnya meminjam di KPU Karangasem. Wira Arsana menambahkan, pertimbangannya pemilihan Ketua OSIS itu menggunakan sistem pemilu itu, karena rata-rata siswa umurnya sudah memasuki usia 17 tahun. Untuk itu, penting pemilihan itu didesain menggunakan sistem pemilu itu, sebagai persiapan mereka yang umurnya sudah menginjak 17 tahun, maka mereka juga secara resmi akan mulai memilih baik dalam pemilu maupun pilkada. “Pemilihan yang kita selenggarakan ini juga sebagai upaya menerapkan asas
demokrasi Pancasila bagi para siswa. Selain itu, dapat dijadikan sebagai pembelajaran dan pengalaman awal bagi siswa sebagai pemilih pemula yang baik di masyarakat. Tercatat, empat TPS dan petugas KPPS-nya berasal dari gabungan OSIS, PKS, dan siswa,” katanya. Pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS menggunakan sistem pemilu ini, tidak sampai di sini saja. Diharapkan ke depannya, bisa terus berlanjut. “Kita harap, sistem pemilu itu baik dan terus diadakan sebagai proses pembelajaran sejak dini. Sehingga hal konstruktif itu terus berlanjut,” harapnya. Komisioner Divisi Sosialisasi Putu Deasy Natalia mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan SMAN 2 Amlapura. Kegiatan pemilihan Ketua OSIS itu sebagai bentuk pendidikan pemilih utamanya para siswa yang nantinya mereka itu turun menjadi pemilih pemula. “Kita sudah sering memfasilitasi pemilihan Ketua OSIS khusus sekolah-sekolah di Karangasem. Dengan model seperti ini, mereka nantinya bisa terlibat sebagai penyelenggara karena sudah punya pengalaman,” ujarnya. (kmb41)
Jumat Paing, 8 November 2019
Disdik Arahkan Penguatan Karakter Anak Sehari Belajar di Luar Kelas Semarapura (Bali Post)Kegiatan belajar di luar kelas, sangat baik untuk memperbaiki karakter seorang anak, karena terjadi interaksi sosial. Sistem pembelajaran di kelas, dinilai belum efektif membangun karakter siswa jika tidak didukung dengan pendidikan karakter. Buktinya, terjadi degradasi moral seperti penyalahgunaan narkoba, radikalisme, pornografi dan pornoaksi. Ini bermuara pada menurunnya nilai kebanggaan berbangsa dan bernegara. Demikian disampaikan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, saat monitoring program “Sehari Belajar di Luar Kelas” di sejumlah sekolah, Kamis (7/11) kemarin. Seperti SDN 1 Semarapura Kangin dan SMP N 2 Semarapura. Bupati Suwirta ingin mengamati dan memastikan langsung program dari Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak ini sudah berjalan di Bumi Serombotan. “Saya selalu mengingatkan kepada para guru untuk senantiasa menyelipkan pendidikan karakter kapada para siswa dalam setiap proses belajar,” katanya. Program “Sehari Belajar di
Luar Kelas” menjadi amanat konvensi hak anak dan UU tentang Perlindungan Anak. Negara menjamin dan melindungi hak anak dan memastikan bahwa satuan penididikan mampu mengembangkan minat dan bakat mereka. Selain itu, mempersiapkan anak untuk mampu bertanggung jawab kepada kehidupan yang toleran dan saling menghormati. Agar, terciptanya kemajuan dan semangat perdamaian. Program ini dilaksanakan secara serentak oleh satuan pendidikan mulai tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA/ SMK serta SLB. Isi kegiatan di dalamnya yang wajib dilaksanakan, di antaranya menyanyikan lagu Indonesia Raya, sarapan bersama, membaca buku di luar kelas, senam germas, permainan tradisional, deklarasi sekolah ramah anak dan beberapa kegiatan wajib lainnya. Bupati Suwirta sempat larut dalam kegiatan program ini, karena mampu memberikan dampak positif bagi siswa. Seperti saat di SMPN 2 Semarapura, para siswa dari kelas VII hingga kelas IX melakukan praktik mema-
SOSOK Bisa Bubarkan Perkawinan
Urusan Perdata dan Tata Usaha (Datun), jarang mendapat sorotan, dibandingkan Pidum dan Pidsus. Namun, dalam era pencegahan yang dominan dari Kejaksaan, Datun memiliki peran strategis sebagai Pengacara Negara. Perannya sebagai pengacara negara, kini banyak dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memperoleh kepastian hukum. Sehingga, kebijakan yang diambil pemerintah daerah tidak melanggar hukum. “Untuk memperoleh kepastian hukum, banyak instansi pemerintah mengajukan Legal Opinion (LO) ke Datun. Selain itu, dalam memaksimalkan pencegahan, Kejaksaan juga memaksimalkan peran TP4D,” kata Kasi Datun Kejari Klungkung Cok Agung Indrasunu, belum lama ini. LO yang terakhir dikeluarkan Datun, terkait permintaan Bagian Hukum mengenai izin bersyarat. Dimana, saat ini banyak akomodasi pariwisata berdiri di atas tanah negara, sehingga tidak mengantongi izin dan tidak bisa dipungut pajak oleh pemerintah daerah. Sebagai pengacara negara, pihaknya juga berperan menjadi pengacara terhadap sejumlah gugatan yang dilayangkan kepada bupati. Misalnya, saat Bupati Klungkung digugat warga Nusa Penida terhadap pengangkatan dan pemberhentian Kepala Desa Sakti. Saat itu, kasusnya dimenangkan Bupati Klungkung. Demikian juga kasus gugatan keluarga mantan Bupati Klungkung Wayan Candra kepada Kejari Klungkung, semua gugatannya juga ditolak. Sehingga, semua tindakan kejaksaan dalam mengeksekusi aset Candra, sah di mata hukum. “Jaksa pengacara negara, khusus menangani perkara yang berhubungan dengan pemerintah. Dapat menggunakan jasanya, tanpa biaya,” tegasnya. Indrasunu menambahkan, bantuan hukum secara non litigasi, juga bisa diberikan kepada BUMD, BPJS, PLN dan lembaga pemerintah lainnya. Bahkan, kewenangan yang jarang diketahui publik, adalah pengacara negara ini memiliki kewenangan bubarkan perkawinan, hingga membubarkan perusahaan yang dinilai merugikan orang banyak. Ragam peran strategis ini yang membuat Datun kini sangat andalkan dalam dominasi Jaksa dalam upaya pencegahan. (gik)
sak makanan dan membuat minuman, berpidato, berpuisi, berdrama serta melakukan diskusi mata pelajaran dengan diawasi para guru. “Saya melihat sejumlah anak sudah menunjukkan bakatnya baik itu berdrama, baca puisi, berdialog dan diskusi. Ada yang observasi dan lain sebagainya. Seluruh kegiatan ini tentunya ada kaitannya dengan kehidupannya sehari-hari. Inilah kekuatan pendidikan karakter yang mesti ditanamkan kepada mereka sejak masih di bangku sekolah. Sehingga mereka mempunyai karakter yang kuat,” ujar Suwirta. Kepala Dinas Pendidikan Klungkung Dewa Gde Darmawan mengatakan, pembelajaran di luar kelas, mampu meningkatkan kesehatan anak, melibatkan mereka dalam pembelajaran serta mendorong keterikatan anak dengan alam. Bermain bukan hanya mengajarkan keterampilan penting dalam kehidupan, seperti daya tahan, kerja sama, dan kreativitas, juga merupakan hal yang pokok bagi anak untuk menikmati masa kecil mereka. (kmb31)
SISWA - Bupati Suwirta saat menemui para siswa saat kegiatan sehari belajar di luar kelas
Bali Post/gik
BNNK Tangkap Dua Pengedar Narkoba Semarapura (Bali Post) Sorotan Klungkung sebagai daerah transit peredaran narkoba semakin meluas. Satu per satu pengedarnya mulai tercium aparat dan berhasil diamankan. Kali ini, giliran BNNK Klungkung berhasil menangkap dua pengedar narkoba. Satu di antaranya ternyata residivis. Kasi Berantas BNNK Klungkung AKP Wiastu Andre Prajitno, Kamis (7/11) kemarin mengatakan, kedua pelakunya masing-masing I Nyoman Somedana, warga asal Sawan, Buleleng dan Ni Nyoman Dewi Widyaharix, warga lokal asal Desa Jumpai, Klungkung. Sepak terjang
keduanya diketahui sebagai pengedar jaringan DenpasarKlungkung, yang sudah lama diincar BNNK Klungkung. A nd re m ena m ba hka n, Somedana merupakan residivis penganiayaan. Setelah bebas pada Oktober lalu, nampaknya dia belum kapok berurusan dengan aparat
penegak hukum. Dia malah ikut larut dalam bisnis terlarang menjadi pengedar narkoba. Namun, belum genap sebulan melakoni pekerjaan barunya itu, dia kembali diamankan. Andre menegaskan, Somedana ditangkap di sebuah minimarket di seputar Jalan Flamboyan, Semarapura. Saat itu, dia hendak memberikan paket narkoba kepada salah satu rekannya, Ni Nyoman Dewi. Namun transaksi tersebut tercium oleh petugas BNNK Klungkung. Sehingga, dia langsung digerebek BNNK
Klungkung. Kedua pelaku langsung diamankan ke Kantor BNNP Bali, untuk dilakukan tes urine. “Hasil tesnya, keduanya positif telah mengkonsumsi narkoba,” tegasnya. Setelah memastikan hasil tes urine positif, keduanya langsung digelandang ke Rutan Kelas II B Klungkung, untuk dilakukan penahanan. Setelah menahan kedua pelaku, dari tangan mereka juga berhasil diamankan barang bukti berupa empat paket narkoba jenis sabu-sabu. Dari total paket sabu-sabu itu, tiga di antaranya didapat
langsung dari tas pinggang Somedana. Sedangkan, satu paket lagi ditemukan di dekat pot swalayan lokasi Somedana digerebek. Andre menegaskan, proses penangkapan ini sebagai bukti BNNK Klungkung tidak hanya gencar melakukan upaya pencegahan. Upaya penindakan juga tidak kalah gencar. Sebab, target besar BNNK Klungkung adalah menghentikan peredaran gelap narkoba jaringan Klungkun-Denpasar. “Ini tangkapan perdana kami. Kami siap menindak yang lain,” tegasnya. (gik)
Jelang Hari Pahlawan
Kapolres Kunjungi Veteran Semarapura (Bali Post) Momen Hari Pahlawan 10 November 2019 dimanfaatkan Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana untuk mendatangi langsung kediaman veteran di Bumi Serombotan. Ini sebagai bentuk penghormatan kepada mereka atas perjuangannya dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI. Salah satunya adalah Peltu Sudarto di Jalan Srikandi V, Kelurahan Semarapura Klod. Kapolres AKBP Sudana, Kamis (7/11) kemarin menyampaikan, mendatangi para veteran menjadi salah satu cara untuk menghargai perjuangan mereka. Sangat jarang generasi saat ini mengingat jasa mereka dalam beratnya perjuangan menjaga keutuhan NKRI. Kapolres ingin mengajak masyarakat Klungkung untuk melihat para veteran bukan sekadar orangtua, tetapi lebih dari itu, memaknai perjuangan mereka, dalam spirit saat ini untuk tidak
pantang menyerah dan tetap mencintai NKRI. “Anjangsana ke kediaman veteran, untuk mengajak jajaran meneladani perjuangan mereka,” kata Kapolres AKBP Sudana, didampingi Wakapolres Kompol Ida Bagus Dedy Januartha, serta Pengurus Bhayangkari Cabang Klungkung beserta anggota. Dalam kesempatan itu, Kapolres bersama Pengurus Bhayangkari Cabang Klungkung juga menyerahkan bingkisan sebagai bentuk tali kasih berupa sembako kepada veteran. Ini sebagai bentuk jalinan silaturahmi dan akan dilakukan secara berkelanjutan. Kapolres berharap, semoga cara ini dapat menginspirasi banyak pihak untuk selalu meneledani perjuangannya dan mengimplementasikannya dalam kehidupan saat ini, walaupun menjaga keutuhan NKRI dalam situasi dan suasana yang berbeda. (kmb31)
ANJANGSANA - Kapolres AKBP Sudana saat anjangsana ke rumah veteran bersama jajaran.
Kembangkan Bukit Abah, Besan Libatkan Investor Semarapura (Bali Post) Kabupaten Klungkung banyak menyimpan pesona wisata. Salah satunya Desa Besan dengan pesona wisata perbukitan. Untuk mendukung dan mengembangkan pesona wisata tersebut berbagai upaya telah dilakukan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Desa Besan. Bahkan, sudah menggandeng investor yang akan berinvestasi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki Desa Wisata Besan tersebut. Hal tersebut terungkap saat Camat Dawan A.A. Putra Wedana, Ketua Pokdarwis Desa Besan Nengah Dicky Supastawa, Perbekel Desa Besan I Ketut Yasa, Bendesa Adat Besan I Ketut Wardana bersama investor Made Adnyana Putra melakukan tatap muka dengan Bu-
Bali Post/gik
TATAP MUKA - Pokdarwis Desa Besan bersama pihak terkait dan investor saat bertatap muka dengan Bupati Suwirta.
pati Klungkung I Nyoman Suwirta di ruang kerjanya, Kamis (7/11) kemarin. Made Andyana Putra mengatakan, pengembangan desa wisata saat ini telah menjadi agenda global. Bahkan menjadi salah satu trend pengembangan pariwisata di Bali. Trend ini merupakan respons terhadap motivasi baru dalam berwisata. Untuk itu, ia bersama Pokdarwis Desa Besan berkeinginan mengembangkan pesona wisata yang dimiliki Desa Wisata Besan dengan membuat tempat rekreasi dan membuat destinasi wisata baru. “Kami bersama beberapa investor dari Jakarta dan Malaysia ingin mengembangkan pesona wisata Bukit Abah dengan membuat tempat rekreasi dan destinasi wisata baru,” ujar Made Andyana Putra saat memberikan pemaparan di hadapan Bupati Suwirta. Bupati Suwirta menyambut baik upaya yang dilakukan Pokdarwis Desa Besan untuk mendukung program pemerintah di bidang kepariwisataan. Bupati Suwirta
mengatakan, pengembangan desa wisata harus didukung dengan sumber daya manusia yang berkualitas, berkompeten, memahami dan mengerti prinsip-prinsip dan konsep desa wisata. “Pengembangan desa wisata harus didukung oleh SDM yang memang betul-betul mengerti dan berkecimpung langsung di dunia pariwisata,” ujarnya. Selain itu, pengembangan desa wisata harus melibatkan tokoh desa dan masyarakat setempat dengan mengedepankan asas manfaat. Bukan mengeruk keuntungan semata. “Keterlibatan masyarakat lokal merupakan unsur utama dalam pengembangan desa wisata ini, dengan demikian akan tumbuh rasa memiliki terhadap perkembangan pariwisata di desanya,” ujarnya. Bupati Suwirta berharap dengan menggandeng beberapa investor, pengembangan Desa Wisata Besan bisa segera terwujud. Sehingga nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat Desa Besan. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Paing, 8 November 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr Cleaning Service, Peg. Warung, PRT Hub:085238311111
Karma Group Resort & Villa membutuhkan 10 org Marketing Promotion Staf. Syarat:Pria & Wanita,SMU-S1,bisa Bhs Inggris pengalaman tdk diutamakan,KTP, Gaji Pokok,BPJS. Walking interview Tgl 11/11/2019 Jam 10:00 AM-selesai di Jl.Plawa No.37A Seminyak / WA: 08123986414 (Hilla)
Bth 10 Lls SMU/D3/S1 U/dilatih Sbg Guru LPGTK,Slsai Pelatihan Lgs penemptan krja,S&K berlaku Hub.0811380028/082346999376
B.BP.004.11.19.0000183
Dcr tng Admin,Sales,Akunting, Serabutan & Produksi di CV.Dwi Boga Utama Jln.Buana Raya 89 Tlp.0361-486149,481125,4717531
B.BP.001.11.19.0000158
B.BP.004.11.19.0000197
B.BP.001.11.19.0000109
Cari Sopir SIM A/B1,Serabutan Min SMA, Gaji,U.Makan,BPJS, Lam Jl.Mahendradata 168A,T:8466326
B.BP.001.11.19.0000173
Dcr Drafter MEP utk pryk vila MNC Tanah Lot. Gj awal 4Jt. Lmbrn 25rb/Jm.Bonus akhir pryk Hub:081916379485
B.BP.031.11.19.0000160
Dcr PRT wnt tdr Dlm,lgs kerja, Rjn,EKTP Gj 1,7jt 087840647474
Dcr Penjahit pakaian wanita berpengalaman utk toko di Dps. Lmrn SMS 081558734889 B.BP.004.11.19.0000185
Dcr Sopir & Tng Serabutan Pria U/di CV.Warna Bali Hub.710451 B.BP.001.11.19.0000112
Dibutuhkan Bartender berpengalaman, untuk restaurant diKerobokan Telp.087855591015
Dicari wanita Pembantu RT, tinggal dalam u/rumah, pengalaman Gaji 2,5jt,SMS/WA0816571027
B.BP.004.11.19.0000184
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Kijang LGX Diesel’01 As DK+LS Panther’05 DK H.087862547783
B.BP.001.11.19.0000202
B.BP.004.11.19.0000189
Dicari Accounting wanita berpengalaman ngerti Pajak utk Toko Prima Moda Teuku Umar Email: calculus2050@gmail.com B.BP.004.11.19.0000187
Dicari Sopir SIM A & Tenaga Serabutan(L/P)Hub.081353320000 B.BP.001.11.19.0000178
B.BP.001.11.19.0000115
SERVICE
DIJUAL RUMAH
RUPA - RUPA
SERVICE
BIRO JASA
BENGKEL LAS
SERVICE
BIRO JASA
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Dijual Rmh di Tkd Batanghari LT410/200,Pool 087860121216
B.BP.004.11.19.0000188
Rmh Lt2 Perum Teras Ayung Blok D53 LT578m LB350mTelp.413421 B.BP.004.11.19.0000066
PROPERTY DISEWAKAN RUMAH
Over Kontrak Kos’an 11 Kmr Jln Tkd Badung 19 H.085100888379
B.BP.004.11.19.0000186
PROPERTY DIJUAL TANAH
Djl Tnh 6-10A pinggir Jln Lok. Denpasar Utara cck utk Usaha atau Gudang Hub:0811399361
B.BP.001.11.19.0000195
Jual Tanah Kav 1,5A 200m dr RS Kasih Ibu Saba. Hub 08122443968 B.BP.004.11.19.0000156
Tanah SHM luas 225(1.3 m) di Teuku Umar Barat Jl.Pura Demak Gg.1 Hub: Wika 081284607566 B.BP.031.11.19.0000190
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Djl Cpt Tnh Kebun Produktif, sdh ditanami Cengkeh,Durian & Manggis. Ls.98,2 Are lok.Desa Unggahan,Seririt,Buleleng. SHM An.sendiri,jarak kbn ± 0,5 KM dr pemukiman, hrg 400 Jt Nego Hub:08563400012
B.BP.001.11.19.0000193
Dijual tanah SHM diBanjar Siut Desa Tulikup,Kec.Gianyar,Bali. Luas 1.880m2. Rp.2juta/m2 Hub:0811942587 B.BP.031.11.19.0000192
Tnh 3,5ATk.BadungRenon,±35A Ubud-Tegalalang.HP:0811394712 B.BP.001.10.19.0000440
Tnh: 26A SS.Road Seminyak, 15A Cargo Indah 4 Dps. 085100867168 B.BP.004.11.19.0000205
PROPERTY DISEWAKAN TANAH
Dikontrakkan Tanah kosong 5are Jln Srikandi Semarapura Klk Hub: HP/WA 081353343299 B.BP.165.11.19.0000191
PROPERTY DIJUAL RUKO
Ruko Kertha Wijaya A1, Buluh Indah26CDps Hub:085100867168 B.BP.004.11.19.0000206
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.10.19.0000778
Jumat Paing, 8 November 2019
Anggaran PKB Tak Kunjung Cair
Pemilik Sanggar Terpaksa Jual Mobil Bangli (Bali Post) –
Pesta Kesenian Bali (PKB) 2019 sudah berakhir Juli lalu. Namun hingga November ini, Pemkab Bangli ternyata belum mencairkan anggaran untuk sejumlah seniman yang ikut terlibat dalam pentas kesenian tahunan itu. Kondisi tersebut memaksa seniman harus menalangi biaya pentas dengan uang sendiri. Bahkan ada yang sampai harus menjual mobil pribadinya.
Bali Post/kmb40
RUSAK - Kondisi lampu taman di Penelokan yang rusak.
Lampu Taman di Penelokan Banyak Rusak
Bangli (Bali Post) Belum genap setahun dipasang, sejumlah lampu taman di objek wisata Penelokan, Kintamani rusak. Menurut informasi, kerusakan lampu itu sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. Sementara itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) maupun Badan Pengelola Pariwisara Batur Unesco Global Geopark (BUGG) justru terkesan saling lempar tanggung jawab saat dikonfirmasi terkait upaya perbaikan lampu taman tersebut. Berdasarkan pantauan, Kamis (7/11) kemarin, beberapa lampu taman yang terpasang di sisi timur view point objek wisata Penelo-
kan kondisinya rusak dan tinggal tiangnya saja. Meski kondisi itu tak mengganggu kenyamanan wisatawan yang berkunjung, namun lampu yang rusak itu cukup mengganggu pemandangan. Dikonfirmasi terkait hal itu, Kabid Bina Objek Disparbud Kabupaten Bangli I Wayan Bona mengatakan, pembangunan view point Penelokan sudah selesai dikerjakan tahun lalu. Pascaselesai dibangun, kewenangan pengelolaannya kemudian diserahkan ke Badan Pengelola BUGG. Karenanya perbaikan terhadap kerusakan fasilitas di dalamnya, kini menjadi tanggung jawab badan pen-
gelola. Sementara itu, Ketua Badan Pengelola Pariwisata BUGG, I Gede Wiwin Suyasa saat dikonfirmasi terpisah justru mengatakan bahwa perbaikan kondisi lampu taman bukan kewenangannya. Sebab aset view point Penelokan masih milik Pemkab. “Terus terang saja, kita sedang konsolidasi. Secara aset, itu masih milik Pemkab. Secara pengelolaan memang diserahkan ke kita. Kalau mau mengganti aset Pemda harus seizin Pemda dulu. Sama kasusnya dengan lampu jalan itu. Sebab, status anjungan pandang Penelokan itu, statusnya adalah aset Pemkab,” jelasnya.
Dia mengatakan sejatinya pihaknya memang ada rencana untuk perbaikan lampu taman tersebut. Hanya pihaknya tidak bisa langsung melaksanakan. Untuk perbaiki lampu itu, pihaknya saat ini hanya bisa melaporkan ke Disparbud selaku pemilik aset. Dia juga mengaku setiap hari memberikan laporan ke Disparbud yakni berupa laporan retribusi, laporan situasi lapangan. “Yang jelas, secara aset itu adalah aset Pemda. Kalau yang rusak itu aset kita tidak bisa ngapa-ngapain. Tapi kalau air habis di kamar mandi itu tanggung jawab saya,” ujarnya. (kmb40)
IDENTIFIKASI - Polisi melakukan identifikasi terhadap korban meninggal di Danau Batur.
Bali Post/ist
Pagi Pergi Kerja, Sore Ditemukan Tewas di Danau Batur
Bangli (Bali Post) – I Wayan Bawa (65), warga Banjar Beluhu, Desa Suter, Kintamani ditemukan tak bernyawa di Danau Batur, Kamis (7/11) sore kemarin. Polisi tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga korban meninggal lantaran bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke danau. Sebelum ditemukan tewas, korban pada pagi hari sekitar pukul 08.00 diketahui pergi dari rumah untuk bekerja sebagai buruh serabutan. Sekitar pukul 12.00 Wita, anak korban hendak membawakan makanan ke tempat korban bekerja. Namun anaknya tidak menemukan ayahnya. Selanjutnya pihak keluarga melakukan upaya pencarian. Pihak keluarga juga menginformasikan kepada warga bahwa korban hilang. Saat dilakukan pencarian, keluarga mendapat informasi bahwa sepeda motor korban ditemukan di pinggir jalan Banjar Dukuh, Desa Abang Batudinding, Kintamani. Upaya pencarian pun dilakukan di sekitar jalan itu hingga ke pinggir danau. Pencarian dibantu personel Polsek Kintamani dan Satpol Air Polres Bangli serta warga setempat. Sekitar pukul 16.30 Wita korban berhasil ditemukan.
Namun naas saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, pihak kepolisian yang turun ke TKP telah melakukan interogasi terhadap saksi-saksi dan identifikasi terhadap jenazah. Polisi memeriksa tubuh korban
dibantu perawat puskesmas setempat. “Hasil pemeriksaan, mayat sudah kaku, lebam mayat 6 jam, tidak ditemukan luka tanda kekerasan, dan keluar air pada mulut korban,” terangnya. Dari hasil pemeriksaan itu, kuat dugaan korban meninggal akibat bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke
dalam danau. Mengenai motifnya, diduga karena depresi. (kmb40)
Seperti yang dilakukan Ida Bagus Putu Gangga Parawita. Seniman sekaligus Pemilik Sanggar Belog Ajum itu mengaku sanggarnya ikut dilibatkan dalam PKB 2019. Sanggarnya dijadikan duta Bangli dalam pementasan Parade Lagu Pop Bali yang dilaksanakan di Art Center, Denpasar. Untuk pementasan itu, pihaknya dijanjikan diberi anggaran Rp 75 juta. “Sampai saat ini baru diberikan 40 persen,” ungkapnya, Kamis (7/11) kemarin. Ia mengaku dana 40 persen itu diberikan sesaat setelah pentas tanggal 10 Juli lalu. Sedangkan sisanya belum juga dibayarkan Pemkab sampai bulan ini. Untuk menalangi biaya pementasan tersebut, pihaknya terpaksa menjual mobil. “Sebagai ketua Sanggar, saya punya kewajiban untuk membiayai semuanya, untuk saya berikan ke anak-anak (seniman) yang saya ajak melakukan kewajiban seni menjadi duta Bangli. Kalau tidak jual mobil, lalu dari mana saya cari duit untuk itu,” terangnya. Pria asal Geria Bukit Bangli ini mengaaku heran dengan tersendatnya pencairan dana PKB ini. Menurutnya PKB merupakan ajang kesenian yang rutin
dilaksanakan setiap tahun. Bukan kegiatan insidentil. Semestinya tidak terjadi hal seperti ini. Sampai sekarang, ia mengaku belum mendapat kejelasan kapan sisa dana PKB itu akan dicairkan Pemkab. Dengan pengalaman seperti ini, ia mengaku kapok jadi duta Bangli. “Barangkali kalau kondisinya seperti ini saya sangat kapok. Lebih baik saya bekerja dengan teman. Kalau ada momen, saya dedikasikan seni dengan teman-teman, tidak atas aturan yang membuat saya dicurangi,” pungkas pria yang akrab disapa Gus Malong itu. Dikonfirmasi terkait keluhan tersebut, Kabid Kesenian, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli Nyoman Wiradana tak menampiknya. Namun dia mengatakan, dari total Rp 1,7 miliar yang dianggarkan untuk PKB, sebagian besar sudah dibayar dari anggaran lain. Beberapa seniman yang belum dibayar lunas, sebutnya yakni parade gong kebyar wanita, pawai, nyastra, dalang cilik dan lomba tapel. Wiradana menjelaskan anggaran yang disiapkan untuk PKB bersumber dari dana PHR Denpasar. Namun tahun 2019 ini, Den-
pasar ternyata tidak memberikan dana dari PHR tersebut. Hal itulah yang menyebabkan pembayaran untuk seniman tersendat. Dia mengakui belum cairnya dana PKB tersebut banyak dikeluhkan para seniman. Namun dia tidak bisa berbuat banyak dengan keadaan sekarang. Wiradana berharap para seniman bisa memaklumi keadaan Bangli saat ini. “Mudah-mudahan minggu depan ini bisa kami proses. Kami tinggal tunggu APBD perubahan ini saja,” pungkasnya. (kmb40)
Sebagai ketua sanggar, saya punya kewajiban untuk membiayai semuanya, untuk saya berikan ke anakanak (seniman) yang saya ajak melakukan kewajiban seni menjadi duta Bangli. Kalau tidak jual mobil, lalu dari mana saya cari duit untuk itu.
PILKADA
KPU Usulkan Tambahan Anggaran Bangli (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli mengusulkan tambahan anggaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bangli 2020 mendatang ke Pemkab Bangli. Hal itu dilakukan menyusul keluarnya surat Menteri Keuangan RI Nomor 735 yang ditindaklanjuti dengan surat KPU RI Nomor 2121 tentang perubahan honorarium ad hoc. Ketua KPU Bangli Putu Pujawan, Kamis (7/11) kemarin mengungkapkan, semula KPU Bangli mengusulkan besaran honorarium badan ad hoc Pilkada Bangli tahun 2020 sebesar Rp 6.555.200.000. Besaran honor itu mengacu surat Menteri Keuangan RI Nomor S-118 dan telah disetujui oleh Pemkab Bangli sesuai surat NPHD nomor 280/131/NPHD/PPKP/2019 717/PP 01.2-SPj/106/KPUKab/X/2019. Kemudian belum lama ini, Menteri Keuangan menyetujui usulan KPU RI tentang kenaikan honorarium ad hoc. Dengan disetujuinya usulan itu, otomatis menyebabkan terjadinya perubahan besaran honorarium yang signifikan. Pujawan mencontohkan, Ketua KPPS
yang semula honornya Rp 550 ribu, kini naik menjadi Rp 900 ribu. Begitu juga dengan petugas ad hoc lainnya. “Yang termasuk badan ad hoc; KPPS, Keamanan TPS, PPS dan sekretariat, PPK dan sekretariat,” terangnya. Menindaklanjuti perubahan itu, pihaknya kemudian melakukan penyesuaian besaran honorarium sesuai S-735. Dari hasil penyesuaian itu, terdapat kekurangan anggaran honorarium badan ad hoc sebesar Rp 2,8 miliar lebih. Untuk menyiasati kekurangan anggaran tersebut, pihaknya melakukan pencermatan kembali dan rasionalisasi beberapa program kegiatan yang telah direncanakan. Adapun program yang dirasionalisasi di antaranya pelaksanaan debat calon dari yang semula dirancang terlaksana dua kali, akhirnya dipangkas menjadi sekali. Selain itu, penyisiran juga dilakukan pada anggaran kampanye. “Mengingat kem amp uan keuangan daerah dan tidak mengurangi substansi pelaksanaan Pilbup tahun 2020 maka kami melakukan optimalisasi dan rasion-
alisasi terhadap rencana kebutuhan biaya sebesar Rp 1,9 miliar,” terangnya. Dari hasil penyisiran, saat ini KPU masih kekurangan anggaran Rp 852 juta lebih. “Karena kami sudah tidak bisa lagi melakukan rasionalisasi, akhirnya kami bersurat ke Bupati Senin kemarin,” ungkapnya. Bupati Bangli, lanjut Pujawan mengapresiasi upaya KPU yang telah melakukan penyisiran terhadap beberapa program anggaran yang telah disetujui. Bupati juga telah memerintahkan Sekda dan TAPD menindaklanjuti usulan KPU sesuai aturan yang ada. Di sisi lain, Pujawan juga mengungkapkan anggaran pilkada yang disetujui Pemkab Bangli sampai sekarang belum cair. Dia menyebutkan total anggaran pilkada yang disetujui untuk KPU yakni Rp 21,4 miliar. Sesuai perjanjian, Rp 1,7 miliar, akan dicairkan di anggaran perubahan 2019. Sisanya akan dicairkan tahun 2020. Mengingat tahapan pilkada mulai berjalan, pihaknya berharap Pemkab Bangli segera melakukan pencairan anggaran tersebut. (kmb40)
OLAHRAGA 15 Abaikan Boikot Suporter Purnatugas Paskibra Buleleng Timnas U-19 Tetap Optimis Meninggal Dunia Jumat Paing, 8 November 2019
Hadapi Hongkong
Jakarta (Bali Post) – Meski dibayangi oleh boikot suporter, Pelatih Timnas Indonesia U-19 Fakhri Husaini tetap optimis dalam menghadapi Hongkong pada laga kedua Grup K Kualifikasi Piala Asia U-19 2020 di Stadion Madya, Senayan, hari ini. Sang pelatih menghargai keputusan suporter yang memboikot laga Timnas Indonesia U-19. Tetapi, diboikot atau tidak, Garuda Muda bakal tampil habis-habisan. Ultras Garuda adalah salah satu suporter yang menyatakan diri tak mau datang ke laga Timnas di Kualifikasi Piala Asia U-19 2020. Ini bagian dari rangkaian kekecewaan hasil timnas senior dan kongres pemilihan ketua umum PSSI.
kali pertama Fakhri melihat secara langsung permainan tim asuhan Amason Tholakur Mararnason. ‘’Mereka mempunyai organisasi permainan yang cukup rapi dan pertahanan yang disiplin. Mereka bermain mengandalkan kekuatan tersebut. Mereka juga bisa unggul dahulu, setelah itu baru disamakan,’’ kata Fakhri usai latihan di Lapangan A Senayan. Dalam pertandingan pada Rabu (6/11) kemarin, Hongkong unggul lebih dahulu lewat Lau Ka Kiu di menit ke-12 sebelum disamakan oleh Korea Utara melalui Ri Jo-guk di menit ke-66. Meski terus mendapatkan tekanan, Fakhri menilai
‘’Saya memahami alasan mereka. Saya juga menghargai kenapa mereka seperti itu. Tapi, saya jelaskan sekali lagi, diboikot atau tidak, penuh atau tidak penuh, kami akan tetap main dan memberikan 100 persen untuk negara ini,’’ kata Fakhri, Kamis (7/11) kemarin. Terkait lawannya nanti, Fakhri mengaku telah melihat permainan Hongkong saat menahan imbang Korea Utara 1-1 di laga perdana. Itu menjadi
Bintang Empat
Dukungan Masyarakat Menurut Koster, pemerintah pusat akan membiayai pembangunan parkir Manik Mas dan bencingah. Sedangkan untuk pembebasan lahan dan Margi Agung ditangani Pemprov Bali. Lahan yang dibebaskan masing-masing 4,1 hektar di Bencingah dan 5,2 hektar di Manik Mas. Khusus di Manik Mas, ada sekitar 2 hektar merupakan lahan milik Pemprov Bali, sehingga yang akan dibebaskan hanya sekitar 3 hektar. Sebelum memulai pembangunan di 2020, pihaknya harus melengkapi dokumen untuk diserahkan kepada Kementerian PUPR. Salah satunya berupa dukungan dari masyarakat setempat. ‘’Kami sengaja mengundang masyarakat yang memiliki lahan untuk diajak berdiskusi ter-
kait rencana ini. Secara umum setuju semua, hanya beberapa orang yang, bukan tidak setuju, tapi setuju dengan catatan,’’ imbuhnya. Catatan yang dimaksud, masyarakat ingin diganti rugi sesuai harga keinginan mereka. Ada masyarakat yang menyebut harga tanah di Bencingah saat ini Rp 1,2 miliar per are. Terkait hal ini, Koster mengatakan harga ganti rugi ditentukan oleh lembaga independen sebagai tim appraisal. Mengingat, ada 471 kios milik masyarakat setempat yang akan ditata. Sebanyak 265 di antaranya merupakan kios permanen. Selama pembangunan nanti, pihaknya menyiapkan 501 kios sementara sebelum nantinya masyarakat menempati kios baru yang lebih bagus lengkap dengan meja, kursi, dan rak. Dengan demikian, selain mendapat ganti rugi lahan,
Tidak Menunda
Hal tersebut diungkapan Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi III DPR, di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/11) kemarin. Burhanuddin menyampaikan paparannya terkait hukuman mati yang sampai saat ini menjadi persoalan, dan rencana Kejaksaan ke depan terkait hal tersebut. Persoalan pertama yakni permohonan grasi tidak menunda pelaksanaan putusan pemidanaan bagi terpidana. Kecuali dalam hal putusan pidana mati dengan demikian ketentuan tersebut menjadi sia-sia. Kedua, menurutnya, berkaitan dengan berbarengan dengan tindakan pidana maka tidak dapat dilaksanakan
eksekusi pidana mati terlebih dahulu sebelum pelaku lainnya divonis hukuman mati yang telah berkekuatan hukum tetap. ‘’Kejaksaan mempertimbangkan apabila terpidana mati yang putusan pengadilannya sudah berkekuatan hukum tetap telah dieksekusi ketika pelaku lainnya juga divonis pidana mati masih berjuang dalam perkara yang sama melalui upaya hukum banding atau bahkan sampai kasasi,’’ ujarnya. Persoalan ketiga, jelas Burhanuddin, dalam pelaksanaan eksekusi pidana mati harus mempertimbangkan kondisi kejiwaan terpidana mati. Dia mengatakan Kejaksaan berpendapat terpidana mati yang sedang sakit jiwa tidak dapat dilakukan eksekusi mati. ‘’Karena itu,
masyarakat juga dibuatkan kios baru. ‘’Prinsipnya adalah jangan sampai merugikan masyarakat. Itu saya pegang, yang pantaslah,’’ tegasnya. Koster menegaskan, yang boleh berjualan di kawasan suci Besakih nantinya hanya masyarakat setempat atau tidak boleh orang dari luar. Tak hanya kios, rumah baru juga akan dibangun untuk masyarakat yang tempat tinggalnya terkena imbas proyek penataan. Kemudian meminta desainer untuk membuat ikon Besakih sebagai merchandise yang hanya bisa didapatkan di sana. Anggaran penataan palemahan selama tiga tahun diperkirakan mencapai Rp 1,6 triliun, yang masih akan dihitung kembali. Setelah palemahan rampung seluruhnya, penataan baru akan dilanjutkan ke parahyangan. (kmb32) untuk mencegah adanya kesengajaan menunda eksekusi terpidana mati alasan terpidana mati sakit kejiwaan maka sakit kejiwaan yang diderita terpidana mati dapat ditunda eksekusinya harus dan didukung oleh keterangan medis yang menunjukkan bahwa terpidana mati sakit kejiwaanya,’’ tuturnya. Sementara persoalan terkait perubahan regulasi terkait pengajuan PK maupun grasi berbeda antara MK dan MA. Dia menjelaskan, Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 7 yang menyebutkan bahwa PK hanya diperbolehkan satu kali, namun dalam putusan Mahkamah Konstitusi, PK bisa lebih dari satu kali dengan pertimbangan adalah hak asasi manusia. (ant) Jumat, 8 November 2019
05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Ball Hanoman (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Ball Hanoman (1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Dialog Interaktif Dinas Kesehatan 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali TV Shop 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Serati Banten (2) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif
Marion Sam 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Dunia Kita 16:05 Wita Nangun Yadnya Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih Padudusan Agung, Tawur Agung lan Segara Kertih Pura Dalem Desa Adat Ungasan, Kec. Kuta Selatan-Badung (2) 17:00 Wita DW TV 17:30 Wita Kartun Ball Hanoman (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Siaran Langsung Penutupan Festival Seni Bali Jani 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Ajeg Bali Tradisi Siat Sarang Desa Selat 22:00 Wita Seputar Bali Terkini
Hongkong memiliki beberapa peluang yang cukup berbahaya. Karena itu, Fakhri bakal mengevaluasi permainan anak asuhnya jelang pertemuan melawan Hongkong. Aspek teknis dan mental jadi fokus Fakhri, meski Timnas Indonesia U-19 menang 3-1 atas Timor Leste di laga pembuka. Fakhri menambahkan, kemungkinan bakal melakukan rotasi pemain untuk laga kedua. Namun sebelumnya, ia bakal lebih dulu melihat sejauh mana perkembangan terakhir terkait kebugaran pemain dan rencana taktik dan strategi yang bakal digunakan untuk menghadapi Hongkong. (kmb33)
22:05 Wita Lila Cita Calonarang Pura Tanjung Sari Sanur, Griya Santrian Sanur (4) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel
Kewajiban lainnya, melaksanakan tugas Panglima apabila Panglima berhalangan sementara dan/ atau berhalangan tetap, serta melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh Panglima. Dalam lampiran dise butkan bahwa yang berhak menduduki posisi Wakil Panglima adalah perwira tinggi (pati) TNI yang berpangkat bintang empat. Jabatan Wakil Panglima TNI terakhir kali muncul pada 20 tahun lalu, sebelum dihapus oleh Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur melalui keppres tertanggal 20 September 2000. Orang yang terakhir menduduki jabatan Wakil Panglima TNI adalah Jenderal Fachrul Razi yang kini dipercaya Presiden Jokowi menjabat sebagai Menteri Agama. Setelah itu, tidak ada lagi jabatan Wakil Panglima TNI meski sudah pernah diusulkan Jenderal Moeldoko saat menjabat Panglima TNI, sampai Presiden Jokowi akhirnya ‘’menghidupkan’’ kembali dengan Perpres 66/2019. (ant)
Bali Post/ant
Desak Putu Tiara (alm)
Singaraja (Bali Post) – Siswi purnatugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) Kabupaten Buleleng tahun 2019 meninggal dunia, Rabu (6/11). Almarhum adalah siswi SMAN 3 Singaraja kelas XII IPS-1 Desak Putu Tiara. Kepergian almarhum untuk selama-lamanya itu belum diketahui penyakitnya. Selain kedua orangtua d a n ke ra b a t n y a d i l a nd a duka mendalam, kondisi serupa dialami oleh temanteman satu sekolahnya di SMAN 3 Singaraja. Ini tidak lepas karena almarhum sendiri dikenal sebagai siswi yang sopan dan peduli dengan semua siswa. Orangtua almarhum, Dewa Gede Sugiarta, menuturkan putrinya mengeluhkan demam dan sakit kepala sekitar seminggu yang lalu. Diawali pada Senin (28/10) lalu anaknya mengeluh tidak enak badan. Kepalanya sakit dan badannya terasa panas. Dia pun meminta izin kepada gurunya untuk pulang ke rumah, dengan dijemput oleh salah satu keluarganya. Sakit yang dialami anaknya dinilai biasa-biasa saja, sehingga Sugiarta hanya membawa anaknya berobat di salah satu dokter praktik. Namun karena suhu badan tidak kunjung tu-
run, Jumat (1/11) pihaknya mengantar almarhum berobat ke RSUD Buleleng untuk menjalani cek darah. Namun, karena di RSUD kamar inapnya penuh, dia kemudian dirawat di RSU Kertha Usada. ‘’Waktu saya antar ke rumah sakit, masih sempat bercanda. Bahkan di dalam ambulans anak kami hanya duduk, sehingga sakitnya saya kira tidak parah,’’ katanya. Di RSU Kertha Usada, almarhum dirawat di ruang ICU. Saat itu sempat bercanda dengan menyebut jika perawat-perawat di rumah sakit tersebut tampan. Namun saat hendak dipasang peralatan medis seperti oksigen dan detak jantung, Tiara tiba-tiba berontak, sehingga diberikan obat penenang. Selang beberapa menit kondisi almarhum drop, dan langsung tak sadarkan diri (koma). ‘’Sudah dilakukan pengecekan darah dan lendir. Hasilnya negatif. Sampai dites HIV, hasilnya juga negatif. Dokter juga bingung sakit apa dan obat apa tidak diketahui,’’ jelasnya. Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 3 Bidang Kesiswaan Putu Merta Tenaya mengaku kehilangan atas kepergian almarhum. Dia menyebut nilai akademik almarhum tergolong baik. Selain itu, para guru dan
teman-temannya megenal almarhum sebagai sosok siswa yang aktif dalam berbagai organisasi seperti OSIS dan menyukai berbagai jenis olahraga. Salah satu prestasi kebanggaan yang diraih almarhum adalah lolos menjadi Paskibra Kabupaten Buleleng tahun 2019. Tidak sekadar lolos, namun tugas yang diemban sangat membanggakan yakni pembawa baki pada saat upacara penurunan bendera 17 Agustus 2019 lalu di Lapangan Taman Kota Singaraja. Tidak hanya itu, almarhum memiliki kepribadian yang sangat baik, terbukti selama menempuh pendidikan, dia dikenal siswa yang peduli dengan siswa lain, termasuk para guru. ‘’Kami sangat kehilangan dengan kepergian almarhum, dan mudahmudahan perbuatan kepada semua warga sekolah (SMAN 3 Singaraja) dibalas dengan kebaikan yang dilimpahkan Tuhan,’’ tegasnya. Sementara itu, menurut rencana, pihak keluarga akan mengupacarai jenazah almarhum pada Rabu (13/11) pekan depan. Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka Banjar Satria, Lingkungan Penarukan, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng. (kmb38)
Jumat Paing, 8 November 2019
Bali Puisi Musik Sajikan Puisi Sarat Kritik BALI Puisi Musik memiliki penggemar yang fanatik. Lihat saja, ketika tampil di Gedung Ksirarnawa dalam ajang Festival Seni Bali Jani, Senin (4/11), grup puisi musik di Kota Denpasar ini mampu menyulap ruang pentas yang awalnya sepi menjadi lebih ramai. Setiap puisi yang dilantunkan, pengunjung yang didominasi generasi milenial itu terus saja berdatangan. ‘’Kami suka dengan gaya Bali Puisi Musik dalam menyajikan puisi musik. Mereka tak hanya piawai mengaransemen puisi, tetapi lugas juga dalam menyampaikannya,’’ kata Putri, seorang siswa SMA di Denpasar. Saat itu, Bali Puisi Musik yang didukung lima personel, seperti Kariasa, Indrawan, Yande Subawa, Dek Ong, dan Tan Lioe Ie itu menampilkan 8 buah puisi yang semuanya sarat kritik. Puisi itu ‘’Siapakah Kau’’, ‘’Malam Cahaya Lampion’’, ‘’Cokung Tik’’,
‘’Eksositem’’, ‘’Abad yang Luka’’, ‘’Negeri Apung’’, ‘’Kunang-kunang Musim Gugur’’, ‘’Malam di Pantai Candidasa’’. ‘’Kami memang band, karena memang kecintaaan kami. Panitia mungkin membayangkan kami anplak, tidak membayangkan band. Tidak apa-apa, kami sisihkan dari penghasilan, demi kepuasan kami tampil di ajang Festival Seni Bali Jani kali pertama ini,’’ kata Tan Lioe Ie usai pementasan. Dalam festival yang mengangkat tema ‘’Hulu-Teben, Dialektika Lokal-Global’’, Tan Lioe Ie tidak memilih puisi secara khusus. Ia menyajikan puisi-puisi dengan mengatur puisi yang perlu energi banyak dan puisi yang agak kalem. Walau demikian, masing-masing puisi memiliki pesan yang sangat beragama. Ada tentang kritik sosial, ada kemanusiaan, dan ada renungan spiritul. ‘’Saya menciptakan puisi hampir
semuanya menyampaikan pesan,’’ tegasnya. Misalnya dalam puisi ‘’Negeri Apung’’ itu menampilkan kritik sosial. Di sana ada kata, ‘’kau naga linglung dengan bisa lunglai, menjauhlah menjaulah dari kemudi, biar cahaya membasuhmu, atau sebelum tangan campak menghancurkanmu’’. ‘’Itu sesungguhnya saya tulis untuk Pak Harto sebelum reformasi. Saya membayangkan beliau seperti naga simbol kaesar yang berkuasa penuh. Tetapi, seminggu setelah saya baca puisi itu, tenyata Pak Harto lengser,’’ paparnya. Sementara puisi ‘’Kunangkunang Musim Gugur’’ juga menyampaikan kritik sosial yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Puisi itu mangajak orang merenung. Idenya lahir dari mitos zaman dulu, yang mengatakan bahwa kunang-kunang itu berasal dari kuku orang mati. ‘’Saya mengatakan, ‘kau yang
menulis sejarah, berapa kunang-kunang lagi hendak kau cipta dari kuku si mati’. Di bagian akhir saya bertanya, ‘pemenang atau pecundangkah kau. Karena ukuran kematian menjadi kemenangan, maka semua orang bakal mati oleh waktu. Jadi apa ukuran kemenangan itu, jadi untuk apa harus membunuh’,’’ tanyanya. Sementara ‘’Puisi Malam di Pantai Candidasa’’ itu adalah perenungan hidup. Hal itu ditunjukkan pada bait puisi, ‘’apakah kita ini seperti pasir yang diperaikan ombak, begitu kecil di tengah semesta ini, bagaiamana kita pasrah pada akhirnya saat angin menerbangkan pasir yang melekat pada diri, satu demi satu yang ke hening angin terakhir’’. ‘’Itu renungan perjalanan hidup dari awal. Semua manusia mengawali itu. Sekarangkan bagaimana perjalanan hidup itu dibuat indah,’’ tutupnya. (win)
Bali Post/ist
Bali Post/may
QRIS - Kepala BI KPw Bali memandu Gubernur Bali Wayan Koster menggunakan QRIS untuk bertransaksi di merchant.
UMKM Bali Gunakan QRIS UMKM di Bali menggunakan alat pembayaran berupa QR code yang disebut QRIS dalam rangka meningkatkan penjualan. Dengan alat pembayaran ini, transaksi pemerintah daerah (pemda), baik penerimaan maupun pengeluaran juga diyakini meningkat. Kepala Grup Sistem Pembayaran Ritel dan Pengelolaan Uang Rupiah Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Dr. Pungky Purnomo Wibowo mengatakan, implementasi transaksi nontunai sampai saat ini di seluruh Indonesia berjalan baik. Namun, 1 Januari 2020 secara serentak seluruh Indonesia menggunakan QRIS. ‘’Ini akan membantu khususnya untuk transaksi pemda, seperti pembayaran retribusi pasar, pembayaran pajak asli daerah. Itu semuanya harus menggunakan QRIS ini sebagai tanda pengenalnya,’’ ujarnya saat acara Rakornas Implementasi dan Evaluasi Transaksi Nontunai Elektronifikasi Pemerintah Daerah Seluruh Indonesia
dengan tema ‘’Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Melalui Transaksi Non-Tunai’’, Kamis (7/11) kemarin di Prama Sanur Beach, Hotel. Transaksi nontunai dinilai juga akan efektif mencegah kebocoran. Paling tidak itu dari segi infrastrukturnya sangat murah, hanya menyediakan barcode, tidak perlu mesin EDC dan sebagainya. ‘’Memang menggunakan mobile phone, tapi semua orang punya. Selain itu mudah, cepat, aman, efisien dan tercatat,’’ tandasnya. Dengan transaksi nontunai via QR code, transaksi pedagang atau UMKM akan meningkat, skalanya akan bertambah besar. ‘’Jadi memperlebar interoperabilitas dan interkonektivitas dan juga memperlebar skala usaha,’’ imbuhnya. Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho mengatakan akan mendorong transaksi pemda baik dari sisi penerimaan maupun pengeluaran menggunakan transaksi nontunai. Dengan transaksi nontunai, ia optimis pendapatan daerah akan naik. ‘’Kalau PAD
naik kan bagus juga buat masyarkat. Kita melayani pembayaran masyarakat gampang, sehingga masyarakat menikmati hasil dari PAD yang meningkat itu,’’ ujarnya. Kendala infrastruktur seperti blank spot di beberapa daerah akan menjadi PR bersama stakeholder lainnya. Diakui penguatan jaringan tidak bisa dikerjakan oleh BI sendiri. Maka, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan digandeng. Selain itu perlu penguatan landasan hukum dengan menggandeng Kemendagri lewat nota kesepahaman. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan optimis dapat mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena cepat. ‘’Begitu tamu bayar hotel, kecepatannya sudah masuk ke pendapatan daerah langsung. Persentase itu yang jelas naik karena keterkaitannya dengan jumlah kunjungan wisata. Dari kunjungan yang tetap saja, pasti ada kenaikan minimal 30 persen tercapai,’’ ujarnya. (may)
BEM IKIP PGRI Bali Gelar Seminar Nasional Perkembangan Seni Rupa Makin Kompleks Calon Guru Mesti Kuasai Tiga Keterampilan Revolusi Industri 4.0 PERKEMBANGAN seni rupa sudah semakin kompleks. Berbagai genre seni rupa sudah saling bersaing. Semua memiliki potensi yang sama untuk diapresiasi dan bahkan hingga dikoleksi oleh kolektor atau pencinta seni. Persaingan di antara perupa juga semakin ketat, dibutuhkan efort yang lebih untuk memasuki eksistensi di medan seni rupa kontemporer. Karya tentu harus terus ditingkatkan kualitas artistik dan estetika, serta nilai konten yang terkait di dalamnya. Tak saja tekun berkarya tetapi juga dituntut untuk bisa mengkomunikasikan ide, pemikiran dan konsep berkarya kepada medan seni rupa. Mengkomunikasikan ini memang hal yang tidak gampang bagi seniman. Untuk itu dibutuhkan sinergi dengan pihak lain yang terkait di dalam jaringan sirkulasi penciptaan dan apresiasi. Maka dari itu ada profesi-profesi yang terkait dengan fungsi mediasi seni, salah satunya adalah profesi kurator. Di Bali salah kurator seni rupa adalah I Wayan Seriyoga Parta, M.Sn. Dosen Seni Rupa Univeristas Negeri Gorontalo (UNG) ini telah menjalani profesi sebagai kurator sejak 2003. Terus aktif mengkurasi pameran seni rupa dan menginisiasi lembaga Gurat Institute bersama pegiat
muda Bali. Menurut pria asal Abiantuwung Tabanan ini, seni rupa Bali sesungguhnya sangat kompleks, berbagai praksis seni rupa ada di Bali. Genre dari tradisi hingga kontemporer ada dan praksisnya terus berlangsung hingga kini. Namun yang kurang adalah upaya untuk membuat database tentang semua jenis perkembangan tersebut yang dapat dengan baik melalui online dan cetak. Dikatakan, seni rupa Bali membutuhkan sebuah suprastruktur yang terencana yang dapat memetakan seluruh perkembangan yang terjadi, menyangkut historiografi hingga terjadi saat ini. Setelah itu harus ada upaya serius untuk membaca atau mereviu perkembangan tersebut. ‘’Selebihnya diperlukan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak dan saya meyakini aktor-aktor penggerak itu telah ada dan bertumbuh di Bali saat ini,’’ ujarnya. Diperlukan sebuah kesadaran besar dan struktural untuk menyatukan segenap pelaku dengan potensinya tersebut. Alangkah baik jika peran ini dapat diakomodasi oleh Pemerintah Daerah Bali yang kini tengah giat bergerak dengan berbagai program untuk kebudayaan terutama seni modern dan kontemporer. (kmb)
I Wayan Seriyoga Parta
Bali Post/ist
BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) IKIP PGRI Bali dikenal paling intens menggelar kegiatan akademik dikaitkan dengan tuntutan kekinian. Kamis (7/11) kemarin, BEM IKIP PGRI Bali menggelar seminar nasional bertajuk ‘’Aktualisasi Peran Generasi Milenial dalam Memajukan Pendidikan Nasional di Era Revolusi Industri 4.0’’. Seminar nasional menampilkan pembicara WR III IKIP PGRI Bali Dr. Drs. I Wayan Citrawan, M.Si., duta muda ASEAN Provinsi Bali A.A. Mia Intentilia, S.IP., M.A. dan Dr. Ki Saur Panjaitan XII, M.M. Ketua BEM IKIP PGRI Bali 2019-2020 Sri Agustin didampingi Sekretaris Riska Wedawati dan Bendahara Ni Luh Susi Wulandari menjelaskan, seminar nasional merupakan agenda tetap BEM guna memberi pemahaman dan menyiapkan generasi milenial Bali menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Termasuk bagaimana menyiapkan calon guru yang cerdas memanfaatkan TI. Makanya dari 500 peserta seminar, 300 peserta datang dari siswa SMA dan SMK di Denpasar, sisanya mahasiswa. Seminar nasional dibuka Kepala LLDikti Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa didampingi Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali
Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. Saat itu juga diserahkan hadiah bagi pemenang LKTI yang digelar BEM. Juara I diraih Putu Lia Muliani, juara II Ni Ketut Ria Pebrianti dan juara III Putu Mirayani. Sementara agenda BEM berikutnya adalah aksi sosial di Tampaksiring, menggelar porseni mahasiswa dan pemilihan putra-putri kampus 2019. Prof. Dasi Astawa menegaskan pentingnya anak muda Bali dalam meng hadapi dan mempersiapkan diri sebagai pelaku revolusi industri 4.0. Dunia pendidikan mulai SD hingga perguruan tinggi harus mengacu ke era digital, termasuk mempersiapkan calon guru guna mendidik manusia 4.0. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta menegaskan untuk bersaing di era global, guru dan calon guru yang dilahirkan IKIP PGRI Bali harus memiliki poin plus. Selain menguasai kompetensi ilmiah, pedagogik, sosial dan kepribadian, calon guru 4.0 nanti harus memiliki poin plus bidang bahasa asing dan penguasaan TI. Tugas guru, katanya, tak akan pernah digantikan sepenuhnya oleh robot. Untuk itu, dia minta mahasiswa terus memperbanyak pengalaman, kreatif dan inovatif. Selain itu bijak menyikapi kemajuan TI
yang dia ibaratkan pisau bermata dua. Hal ini dibenarkan pem bicara Dr. I Wayan Citrawan bahwa menghadapi revolusi industri, guru dan calon guru mesti menguasai tiga keterampilan abad ke-21. Keterampilan itu pertama, menyangkut learning and innovation skills yakni keterampilan belajar dan berinovasi. Kedua, keterampilan Teknologi dan Informasi (TI) dan ketiga life and career skills yakni keterampilan hidup dan berkarier. Saat ini, katanya, masih dianggap wajar guru kalah penguasaan TI daripada siswanya, namun di era 4.0 tak ada kata lain guru harus lebih pintar menguasai TI. Makanya dia wanti-wanti guru dan calon guru yang tak berkompeten akan digilas oleh kemajuan zaman. Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali IGB Arthanegara memberi penekanan khusus bahwa guru dan calon guru ke depan tak hanya menguasai kecerdasan intelektual, namun juga menguasai TI, bahasa asing dan kuat akar budayanya. Inilah dikatakan Arthanegara bahwa IKIP PGRI Bali berperan melahirkan manusia unggul seperti yang diamanahkan Presiden Jokowi, caranya dimulai dari guru yang unggul dalam budaya dan karakter. (ad207)
SEMINAR - Kepala LLDikti VIII Prof. Dasi Astawa didampingi WR III Wayan Citrawan dan Ketua BEM Sri Agustin usai membuka seminar nasional BEM IKIP PGRI Bali.