Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
JADIKAN PDI PERJUANGAN PARTAINYA KRAMA BALI PENGURUS DPD PDI-P Bali dan DPC PDI-P kabupaten/ kota se-Bali, Sabtu (6/7) dilantik secara serentak di Sanur. Wayan Koster yang kembali terpilih sebagai Ketua DPD PDI-P Bali mengatakan, DPP PDI-P mengapresiasi Ketua DPD dan Ketua-ketua DPC untuk tampil kembali memimpin partai karena perolehan suara PDI-P yang sangat tinggi. Baik itu di pemilu legislatif maupun pemilu presiden dan wakil presiden. Pascadilantik, Koster bersama seluruh kader partai akan bekerja turun ke masyarakat, menjalankan ideologi partai dan program dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana. Termasuk menjalankan dengan baik visi daerah Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru, Pulau Bali dikelola dalam manajemen satu-kesatuan wilayah yakni 1 pulau, 1 pola, dan 1 tata kelola. (kmb)
Pekerja Keras dan Tak Pernah Mengeluh Beijing – Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (7/7) dini hari kemarin meninggal di Rumah Sakit Guangzhou. Minggu sore kemarin Konsul Jenderal RI di Guangzhou Gustanto turut mengantar pemulangan jenazah Sutopo yang diangkut pesawat Garuda. Presiden Joko Widodo menyampaikan dukacita mendalam atas berpulangnya Sutopo Purwo Nugroho. Jokowi menyebutkan, hingga menjelang tutup usia, Sutopo masih menunjukkan dedikasinya bagi negara dan masyarakat dengan tetap mengabarkan informasi terkini mengenai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. ‘’Sampai menjelang akhir hayatnya sebagai Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dia mengabarkan dengan cepat kejadian bencana alam (seperti) gempa bumi, longsor, tsunami, atau kebakaran yang terjadi di pelosok negeri agar kita waspada dan tidak kebingungan,’’ tulis Jokowi seperti yang dirilis Plt. Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Chandra A. Kurniawan. Hal. 15 Membantu Orang
Kabinet Baru Harus Fokus Bangun SDM Jakarta (Bali Post) Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan negara harus mengalokasikan ruang dan waktu yang memadai bagi orang muda untuk bertumbuh-kembang menjadi generasi milenial dan generasi Z yang kompeten dan kompetitif. Agenda ini hendaknya menjadi prioritas dan fokus kabinet baru yang formasinya sedang dipersiapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). ‘’Pesan ini penting dan relevan untuk dikedepankan lagi di ruang publik, di tengah isu tentang calon menteri baru atau jatah menteri untuk formasi kabinet baru yang sedang digodok Presiden Jokowi,’’ ucap Bamsoet di Jakarta, Minggu (7/7) kemarin. Dia berharap dengan menitikberatkan perhatian pada pengembangan generasi muda maka diharapkan akan ada estafet kepemimpinan antargenerasi milenial dan generasi Z yang kompeten dan kompetitif sepanjang era Industri 4.0 dan era sesudahnya. Bamsoet mengatakan, Presiden Jokowi telah menetapkan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas pembangunan. Tujuannya, mendorong generasi milenial dan generasi Z agar dapat beradaptasi dengan perubahan zaman, yang ditandai oleh otomatisasi dan digitalisasi pada hampir semua aspek kehidupan, terutama digital-
isasi perekonomian. Program pengembangan kualitas ini, menurut Bamsoet, layak diperhatikan oleh semua elemen masyarakat karena tantangan yang sedang dan akan dihadapi orang muda dan remaja sangat berbeda dengan apa yang dulu dihadapi generasi orangtua. ‘’Lapangan kerja mengalami perubahan signifikan. Banyak pekerjaan tidak lagi butuh peran atau kreasi otak manusia. Kebutuhan akan peran manusia pada sejumlah profesi atau keahlian di dunia kerja tidak lagi signifikan,’’ urainya. (kmb4)
Sandiaga Uno Pastikan Takkan Jadi Wagub DKI Belitung (Bali Post) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan usai Pemilu 2019 dirinya akan beristirahat sementara waktu dari dunia politik. Demikian pula posisi Wakil Gubernur DKI yang ia tinggalkan juga takkan dipegang lagi. ‘’Senang sekali bisa bersama masyarakat, jadi tidak bicara politik, jeda dan istirahat dulu sekarang,’’ ujarnya, Minggu (7/7) kemarin. Dia menyatakan telah memutuskan untuk tidak kembali lagi sebagai Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta setelah sebelumnya dikabarkan akan kembali ke posisi tersebut. ‘’Untuk Wagub D K I sudah saya p u tuskan un-
tuk tidak kembali dan jatah itu untuk PKS,’’ katanya. Sementara untuk di Pilkada Sumbar 2020, ia belum bisa memastikan diri apakah akan bertarung dan maju dalam gelaran pilkada tersebut tahun depan. ‘’Untuk di Pilkada 2020 itu adalah untuk putra-putri terbaik daerah,’’ katanya. Pada pemerintahan Jokowi, ia mengatakan harus ada oposisi yang konstruktif sebagai upaya membangun bangsa Indonesia agar lebih baik ke depan. ‘’Saya sadar bahwa untuk membangun bangsa itu bisa dari luar dan kami menjadi oposisi tetapi tetap bersahabat,’’ katanya usai mengikuti perlombaan Belitung Triathlon 2019 di Sijuk, Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Sandi menilai koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin sejauh ini sudah cukup baik. Sandi memutuskan akan tetap berada di luar pemerintahan untuk menjadi oposisi yang kuat. ‘’Ini juga aspirasi dari masyarakat menginginkan oposisi yang kuat yang ikut mengoreksi langkah-langkah pemerintah,’’ katanya. (ant)
Lantik Direksi dan Komisaris, Koster Harapkan BPD Bali Jadi Agen Pembangunan Perekonomian Daerah GUBERNUR Bali Wayan Koster secara resmi melantik jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Dewan Komisaris dan Direksi Bank BPD Bali ini dilakukan di Hotel Grand Inna Bali Beach, Denpasar, Minggu (7/7) kemarin. Jajaran Direksi BPD Bali yang dilantik adalah Direktur Utama I Nyoman Sudharma, S.H., M.H., Direktur Operasional Ida Bagus Gede Setia Yasa, S.Kom., M.M., Direktur Bisnis Non-Kredit I Nyoman Sumanaya, S.E., Direktur Kredit Made Lestara Widiatmika dan Direktur Kepatuhan Drs. I Wayan Sutela Negara, M.M. Sementara jajaran Komisaris BPD Bali yang dilantik dan diambil sumpahnya adalah Komisaris Utama Ida Bagus Putu Anom Redhi, S.H., M.M., Komisaris Non-Independen Wisnu Bawa Temaja, S.H., M.H., Komisaris Non-Independen Ni Made Dewi Suryani, Komisaris Independen Drs. I Made Sukada, M.M. dan Komisaris Independen Ida Bagus Wibawa.
Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan jajaran direksi dan komisaris ini akan menjadi motor penggerak dalam mengelola dan membangun BPD Bali ke depan. ‘’Format yang akan saya gunakan adalah mensinergikan antara pemegang saham, komisaris dan direksi,’’ kata pria yang baru terpilih kembali sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini. Ia mengatakan akan secara rutin mengajak pemegang saham, komisaris dan direksi untuk duduk bersama, sehingga bisa bersinergi menghasilkan kebijakan dan business plan yang berkualitas. Koster mengatakan akan menggunakan pengetahuan dan pengalamannya untuk mendiskusikan bagaimana BPD ke depan bisa maju secara progresif. Sebagai bank milik daerah, Gubernur Koster juga mengingatkan peran negara dalam memperkuat sumber-sumber daya lokal. ‘’Itu sebabnya BPD Bali ke depan akan saya jadikan agen pembangunan perekonomian Bali,’’ ujarnya. Ia mengatakan, BPD Bali
akan berperan memperkuat perekonomian Bali. Selain itu, BPD Bali juga berfungsi untuk memproteksi ekonomi kerakyatan seperti koperasi dan UMKM. Ia menambahkan, BPD Bali juga harus berdimensi sosial dengan cara memberikan CSR kepada masyarakat Bali yang membutuhkan. ‘’Untuk melaksanakan semua itu tentu saja fundamen ekonominya harus diperkuat dulu,’’ tegas Koster. Acara pelantikan dan sumpah jabatan juga dihadiri Pimpinan DPRD Bali, Bupati/ Wali Kota se-Bali, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra, pejabat Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (ad312) BPD BALI - Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PT BPD Bali foto bersama Gubernur Bali Wayan Koster usai acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, Minggu (7/7) kemarin, di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur.
2
Senin Wage, 8 Juli 2019
FIGUR Sekolah Ramah Anak MASYARAKAT Bali patut berbangga memiliki SMP Dwijendra Denpasar. Selain dikenal sebagai sekolah bermutu, sekolah ini menjadi satu-satunya sekolah yang meraih predikat Sekolah Ramah Anak (SRM) tingkat nasional. Untuk meraih predikat sekolah ramah anak tidaklah mudah. Kepala SMP Dwijendra Denpasar Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd. mengaku selain diperkuat oleh lingkungan sekolah yang nyaman dan asri, sekolahnya unggul dalam budaya Bali. Makanya semua syarat sekolah ramah anak dihubungkan dengan budaya Bali dan agama Hindu. Ia mengatakan, mengembangkan sekolah ramah anak dengan konsep BARIISAN yakni sekolah yang bersih, aman, ramah, indah, inklusif, sehat, asri dan nyaman. Selain itu sekolah tanpa kekerasan pada perempuan dan anak. Berbagai kebijakan kasek ikut mendukung program ini, yakni memberi pelayanan penuh kasih sayang kepada siswa, menyiapkan 32 jenis ekstra di sekolah guna mengisi waktu luang siswa. Tidak hanya intelektualnya diasah, di sekolah ini juga kesehatan fisik, mental, emosi dan spiritualnya. SMP Dwijenra sangat menjunjung tinggi jiwa sportivitas, antikorupsi dan mengedepankan kejujuran. Keunggulan lainnya, memiliki esktra Bali berupa magender wayang, ngerindik, menabuh, tari, yoga hingga nyurat aksara Bali dalam bentuk tradisi dan computer. Inilah salah satu daya tarik masyarakat Bali memilih SMP Dwijendra Denpasar. ‘’Kami juga memiliki radio komunitas, siswa dan guru nihil narkoba, kanker, merokok dan bertato,’’ tegas Nadi Supartini. (sue)
Pelatih Yoga Perlu Disertifikasi
Denpasar (Bali Post) Aktivitas yoga saat ini makin berkembang pesat di Bali. Hal ini perlu perhatian dan pengawasan dari pihak-pihak berkompeten, bahkan memungkinkan untuk memberikan sertifikasi terhadap pelatih-pelatih yoga. Pembinaan ini sangat diperlukan agar yoga yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan rel yang ada, sesuai teori yang kita pelajari dan warisi. Hal itu diungkapkan Rektor IHDN Denpsar yang juga sekaligus Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. Menurutnya, ke depan pasraman yang melaksanakan yoga atau kelompok-kelompok yang melaksanakan pelatihan yoga perlu dilakukan sertifikasi. Dengan bekerja sama dengan Parisada yang layak akan diberikan sertifikasi dan yang tidak layak akan dibina lagi. Sampai sekarang hanya ada beberapa yang sudah bersertifikasi. Bahkan IHDN sudah mengeluarkan sertifikat yoga dan banyak dosen yang mengajar di pasraman. Hal ini perlu dimatangkan lagi dan disosialisasikan lagi bahwa Bali tidak saja upacara keagamaan tetapi juga memiliki spirit yang lain. Salah satunya yoga ala Bali. (dar)
I Gusti Ngurah Sudiana
AGENDA PKB XLI-2019 Senin, 8 Juli 2019
Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Parade Topeng Prembon, Sanggar CemetiMas, Desa Payangan, Kec. Payangan, Duta Kabupaten Gianyar.
Kegiatan : Wayang Kulit Calonarang, Sanggar Genta Wisesa, Desa Tegal Harum, Kec. Denpasar Barat, Kota Denpasar.
Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Workshop Seni Lukis Gaya Kamasan.
Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Parade Gong Kebyar Wanita, Sanggar Seni Wahana Santhi, Desa Uma Jero, Kec. Busungbiu, Duta Kabupaten Buleleng dengan Sekaa Gong Puspa Sari, Br. Lebah, Desa Sumerta Kaja, Kec. Denpasar Timur, Duta Kota Denpasar.
Pukul : 17.00 Wita Tempat : Kalangan Madya Mandala Kegiatan : Joged Bumbung, Sekaa Joged Batu Kembar, Desa Blahkiuh, Kec. Abiansemal, Duta Kabupaten Badung. Pukul : 19.30 Wita Tempat : Depan Gedung Kriya
Topik : JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN
KE BESAKIH JAUH DARI TARGET
Bali Post/may
CABAI - Harga cabai kini melonjak. Kenaikan harga ini juga dirasakan pedagang di Pasar Badung.
Harga Cabai Melonjak Diprediksi karena Cuaca
Denpasar (Bali Post) Harga cabai di pasaran kembali melonjak yang saat ini rata-rata di atas Rp 50.000 per kilogram. Tidak hanya terjadi pada cabai rawit, namun kenaikan harga juga terjadi pada cabai besar dan cabai keriting. Seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Badung, Ni Nyoman Wandri, saat ditemui Jumat (5/7) lalu mengatakan, harga cabai rawit dan cabai besar saat ini mencapai Rp 50.000 per kilogram. Sementara cabai keriting mencapai Rp 70.000 per kilogram. Kenaikan harga sudah terjadi sejak seminggu lalu. “Naiknya bertahap. Kami khawatir jika hari raya Galungan nanti akan makin melonjak,” ungkapnya. Sebelumnya harga cabai Rp 25.000 per kilogram dan harga
berlangsung cukup lama. Saat ini pasokan cabai ke pasaran mulai langka. Wandri mengaku cukup kesulitan untuk mendatangkan barang. Demikian dia mengaku hanya menyediakan sedikit stok setiap harinya. “Tidak berani beli banyak-banyak. Paling satu kresek setiap harinya. Pembeli sepi dan takut juga harga berubah cepat setiap hari,” ujarnya. Sementara untuk bumbu dapur jenis lainnya, hingga Jumat kemarin dikatakannya harga masih normal. Bawang
Banyak Masyarakat Gunakan Obat Tidak Rasional Denpasar (Bali Post) Adanya harga obat yang berbeda sangat mempengaruhi kesadaran masyarakat dalam hal memilih obat yang rasional. Murah atau mahalnya suatu obat dalam hal kandungannya tetap sama. Obat murah belum tentu rendah kualitasnya. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. mengatakan, untuk di Bali sepertiga dari masyarakat menggunakan obat secara tidak rasional. Hal ini berdampak negatif, salah satunya terjadi resistansi penyakit. Tidak rasionalnya pemakaian obat bukan disebabkan oleh mahal atau murahnya obat tersebut. Hal ini lebih pada edukasi yang harus terus dilakukan ke masyarakat. Tidak ada obat mahal dan murah. Obat itu beragam jenisnya, ada yang harganya tinggi dan ada harga yang terjangkau. Namun kandungan dan kha-
siatnya sama. Mahalnya obat karena pabriknya, terutama dalam hal biaya produksinya. Menurutnya, selama ini masyarakat memang kebanyakan memilih obat murah terjangkau. Masyarakat tidak tahu bahwa murah itu dikira tidak berkualitas. ‘’Persepsi inilah yang salah, sehingga perlu edukasi kepada masyarakat terhadap pemakaian obat ini,’’ jelasnya didampingi Kepala Seksi POR Kementerian Kesehatan Erie Gusnallyanti, S.SI., Apt., MKM. ‘’Mahalnya obat karena biaya produksi dan belum ada saingan, padahal obat yang dibutuhkan sehari sama-sama,’’ katanya. Dalam hal penggunaan obat, masyarakat boleh pilih, dan minta ke dokter untuk meminta obat generik serta minta harga paling murah. Selain itu, bisa ke apotek mencari obat dengan kandungan yang sama. (kmb16)
merah dan bawang putih tetap bertahan di harga Rp 30.000 per kilogram. Kenaikan harga cabai juga dikatakan oleh pedagang lain di pasar yang sama, Ni Ketut Murci. Saat ini harga cabai yang dijualnya Rp 50.000 untuk cabai rawit ataupun cabai besar. Terhadap perubahan harga ini, dia pun mengaku sepi pembeli. “Masyarakat banyak mengurangi belanjaannya. Yang biasanya nyari satu kilogram, jadi nyari setengah kilogram. Semua pada menekan jumlah belanja,” terangnya. Tidak hanya di Pasar Badung, kenaikan harga cabai juga terjadi di pasar lain di Kota Denpasar. Berdasarkan data harga pasar oleh Dinas
Perindustrian dan Perdagangan (Diseperindag) Kota Denpasar menjabarkan, harga di Pasar Kreneng Rp 45.000 per kilogram untuk cabai rawit dan Rp 50.000 per kilogram untuk cabai besar. Di Pasar Pula Kerti Rp 50.000 untuk cabai rawit dan Rp 55.000 per kilogram untuk cabai besar, serta Harga cabai rawit di Pasar Agung Rp 44.000 per kilogram dan Rp 50.000 per kilogram untuk cabai besar. Deputi Direktur Bank Indonesia KPw Bali Sapto Widyatmiko mengatakan, pasokan dari Jawa dan Lombok memang berkurang. Penyebabnya karena musim kemarau, banyak cabai yang rusak dan kering sehingga gagal panen. Hal ini mengakibatkan stok
minim dan pasokan di pasaran menurun. Sementara luasan lahan cabai di Bali memang tidak banyak. “Sehingga untuk komoditas cabai memang mayoritas didatangkan dari luar Bali,” ujarnya. Sementara klaster cabai binaan Bank Indonesia di Ababi Karangasem dikatakan sedang tahap penanaman kembali. “Belum ada panen karena tahun lalu erupsi Gunung Agung,” tandasnya sembari menyebut, Bali juga memiliki sentra cabai di Bangli. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Pengelola Koperasi Diminta Melek Teknologi
Denpasar (Bali Post) Meningkatkan kulitas dan pencintraan koperasi dapat terus dilakukan melalui pengelolaan koperasi secara profesional, dan transparan. Bahkan dalam usaha menyentuh kebutuhan masyarakat tanpa menghilangkan jati diri koperasi itu sendiri. Selain itu, pengurus koperasi juga diharapkan agar melek teknologi untuk menunjang kemajuan koperasi di era revolusi industri 4.0 ini. “Kami mengingatkan kepada para pegiat koperasi di Kota Denpasar agar melek teknologi informasi di tengah era revolusi industri 4.0 dan perkembangan TI dunia yang sangat cepat dan canggih, serta koperasi yang sehat harus tertib secara keseluruhan kegiatannya,” ujar Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara di sela-sela peringatan Hari Koperasi, Minggu (7/7) kemarin. Hari Koperasi (Harkop) Indonesia jatuh setiap tanggal 27 Juli dan diperingati di masingmasing daerah di seluruh Indonesia. Seperti yang dilakukan di Kota Denpasar, kemarin. Peringatan Hari Koperasi ke-72 diisi dengan kegiatan jalan santai dan pungut sampah plastik di Pantai Padanggalak. Menariknya, kegiatan peringatan Harkop
di Denpasar juga diisi dengan gerakan bersih sampah. Panitia sudah menyediakan karung sampah yang dibagikan kepada para peserta jalan sanati di kawasan Pantai Padanggalak menelusuri rute sepanjang 2 km di areal tersebut. Kadis Koperasi dan UKM Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena mengatakan kegiatan peringatan Hari Koperasi tahun ini di Kota Denpasar melibatkan seluruh insan koperasi di Kota Denpasar. Terlebih tahun ini Denpasar sebagai tuan rumah peringatan Hari Koperasi ke-72 ditingkat Provinsi Bali. Tema kegiatan mengacu pada tema Hari Koperasi Nasional, yakni “Reformasi Total Koperasi di Era Industri 4.0”. Pihaknya mengajak melalui jalan santai dan bersih-bersih sampah plastik ini sebagai agenda silahturahmi dalam meningkatkan komunikasi dan pengelolaan koperasi secara profesional. Kegiatan ini juga sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik, sehingga dipadukan dengan kegiatan kebersihan. “Kegiatan dalam rangka Hari Koperasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada lingkungan dan juga bagi gerakan koperasi ke depan,” ujarnya. (kmb12)
Rai Mantra Buka Seminar Paiketan Yowana Kota Denpasar
Jaga Karakteristik, Tekankan Kreativitas Kuatkan Kebudayaan Bali KEBERADAAN generasi muda, khususnya Sekaa Teruna Teruni (STT) memiliki peranan penting dalam penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali. Karenanya, kesamaan visi dan misi dalam mendukung pembangunan yang berlandaskan kebudayaan sangatlah penting. Demikian diungkapkan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka seminar Paiketan Yowana Bali Kota Denpasar yang digagas Paiketan Krama Bali di Gedung Sewaka Mahotama, Graha Sewaka Dharma, Denpasar, Minggu (7/7) kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut Kadis Kebudayaan Kota Denpasar I Gusti Ngurah Bagus Mataram, Bendesa Pakraman se-Kota Denpasar, serta Ketua STT se-Kota Denpasar. Lebih lanjut dijelaskan Rai Mantra, pelaksanaan seminar Paiketan Yowana Bali Kota Denpasar ini sangat relavan dalam menyikapi isu-isu yang berkembang di masyarakat. Di mana peranan generasi muda dalam pelestarian dan penguatan kebudayaan Bali sangat penting. Hal ini lantaran keberadaan STT merupakan penerus peradaban Bali. ‘’Tentunya hal ini sangat relevan dalam mendukung pembangunan Kota Denpasar yang kreatif dan berwawasan budaya,’’ jelasnya. Rai Mantra menekankan, saat ini diperlukan keseriusan semua pihak dalam menjaga kebudayaan Bali. Tidak hanya itu, keberadaan kebudayaan Bali
tentunya harus terus berkembang di era digitalisasi ini, namun demikian jati diri dan karakteristik kebudayaan Bali harus tetap eksis sebagai wujud taksu Bali itu sendiri. ‘’Tentunya tidak hanya melestarikan kebudayaan saja, di mana kebudayaan Bali yang memiliki daya tarik tersendiri ini harus terus kita dukung bagaimana caranya mengonservasi, menguatkan dan mengembangkan kebudayaan itu dengan tetap mengedepankan karakteristik serta keunikan dari budaya itu sendiri, yang nantinya bermuara pada penguatan dan pemajuan kebudayaan,’’ paparnya. Dari kegiatan ini, Rai Mantra berharap generasi muda Bali, yakni STT dapat satu visi misi dalam mendukung kemajuan peradaban Bali. Di mana salah satu upaya yang dapat dilaksanakan adalah dengan menjaga dan menguatkan kebudayaan Bali. Di mana budaya Bali yang adi luhung ini tidak hanya sebatas seni tari dan tabuh semata, melainkan banyak aspek yang perlu diperhatikan sebagai bagian dari kebudayaan Bali. Seperti agama, seni, pendidikan, budaya, sastra, bahasa dan ekonomi. ‘’Jadi penguatan kebudayaan Bali dapat dilakukan dari berbagai sektor mulai dari agama, pendidikan hingga ekonomi yang harus terus kita kuatkan untuk mendukung kelestarianya,’’ harap Rai Mantra. Ketua Paiketan Krama Bali A.A. Putu Agung Suryawan Wiryanatha
SEMINAR - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka seminar Paiketan Yowana Bali Kota Denpasar di Ruang Sewaka Mahotama, Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Minggu (7/7) kemarin. dalam laporannya menjelaskan bahwa seminar ini mengangkat tema ‘’Bersatu, Bersaudara dan Berkarya’’ dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya yakni Dr. Wayan Mustika dan Dr. Ni Kadek Surpi Aryadarma yang memberikan materi tentang tiga pilar utama, yakni life management, leadership dan entrepreneurship. Adapun nantinya, lanjut Suryawan,
seluruh peserta seminar yang terdiri atas STT se-Kota Depasar akan turut membacakan deklarasi Paiketan Yowana Bali Kota Denpasar. ‘’Kami berharap dari pelaksanaan kegiatan ini mampu menyamakan visi misi pemuda Bali, khususnya di Kota Denpasar dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan rasa persatuan untuk berkarya demi keajegan Bali,’’ pungkasnya. (ad313)
BADUNG
Senin Wage, 8 Juli 2019
3
Hasil Konfercab dan Konferda PDI-P Kabupaten/Kota Se-Bali
Giri-Parwata Kembali Nakhodai DPC PDI-P Badung PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar Konferensi Daerah (Konferda) sekaligus Konferensi Cabang (Konfercab) kabupaten/kota se-Bali. Konferda adalah forum organisasi tertinggi tingkat provinsi, sedangkan konfercab merupakan forum organisasi tertinggi tingkat kabupaten atau kota. DIKUKUHKAN I Nyoman Giri Prasta (kanan) dan Putu Parwata dikukuhkan sebagai Ketua DPC PDI-P Badung dan Sekretaris DPC PDI-P Badung tahun 2019-2024.
Pascapenemuan Tulang Manusia
Desa Adat Pecatu akan Gelar ’’Pacaruan’’ Mangupura (Bali Post) Desa Pakraman Pecatu akan menggelar upacara macaru pascapenemuan tulangbelulang manusia, Kamis (4/7) lalu. Upacara ini bertujuan membersihkan secara niskala lingkungan desa adat. Dikonfirmasi Minggu (7/7) kemarin, Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta menjelaskan, upacara macaru ini akan segera dilakukan. Namun, untuk saat ini masih dilakukan koordinasi dengan keluarga besar pemilik lahan tempat ditemukannya tulang belulang manusia tersebut. Bagaimanapun, katanya, upacara macaru sangat penting untuk membersihkan kembali secara niskala wilayah Pecatu. ‘’Kita dari desa akan mengupacarai untuk wewidangan desa yang leteh karena ada kejadian tersebut. Berharap daerah itu kembali dibersihkan. Pasti akan dilakukan upacara macaru di tempat itu.
Untuk waktunya, belum bisa saya pastikan. Tapi yang jelas akan digelar dalam waktu dekat,’’ kata Sumerta. Terkait temuan tulang belulang manusia, hingga kini masih mengundang tanda tanya. Karena, selain berada cukup jauh dari jalan, lokasi tempat ditemukan tulang tersebut juga jauh dari permukiman warga. Pihaknya berharap kepolisian bisa segera mengungkap kasus tersebut. Menurut Sumerta, bekas galian C itu memang sudah lama tidak aktif. Lahan itu milik keluarga besar I Nyoman Sudarma. Untuk diketahui, di lokasi penemuan tulang tersebut juga ditemukan sandal jepit, celana pendek jeans, baju warna hitam, bra, dan celana dalam perempuan. Saat ditemukan, tulang belulang itu semuanya masih utuh. Kepala mengarah ke timur dan kaki ke barat dalam posisi telungkup. (kmb23)
Sekretaris DPC PDI-P Badung Putu Parwata yang dihubungi Minggu (7/7) kemarin mengatakan, dalam kegiatan konfercab dan konferda, Sabtu lalu, Provinsi Bali mendapat apresiasi dari pusat karena keberhasilan partai menyukseskan pileg dan pilpres. ‘’Di Bali, khususnya Kabupaten Badung, mendapat apresiasi dan penghargaan oleh partai. Kita dianggap mampu menaikkan kursi DPRD Badung dari 16 anggota fraksi di DPRD 5 tahun lalu, namun kini pada Pileg 2019 menjadi 28 anggota fraksi,’’ ujarnya. Politisi asal Dalung, Kuta Utara ini menyebutkan,
untuk pilpres di Badung, raihan suara mencapai 93 persen. Capaian ini merupakan salah satu prestasi yang dinilai partai sangat baik, sehingga konfercab yang dipimpin DPP menetapkan kembali Nyoman Giri Prasta sebagai Ketua DPC PDI-P Badung. ‘’Saya ditugaskan kembali sebagai Sekretaris DPC-nya,’’ tegasnya. Ditanya mengenai siapa yang akan ditugaskan menjadi Ketua DPRD Badung, Parwata yang getol memperjuangkan pendidikan serta UMKM di Badung ini mengungkapkan, jika ditugaskan partai, ia siap untuk menjalankan amanah
partai. ‘’Yang jelas, untuk saat ini saya ditugaskan kembali dengan Pak Giri yang juga Bupati Badung, menjadi pengurus partai di tingkat DPC dan kami siap melaksanakan perintah partai,’’ katanya. Meski demikian, berdasarkan informasi internal, PDI-P memiliki sistem dalam penempatan kadernya yang merujuk pada struktur partai, yakni Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB). Jika ketua telah menduduki kursi bupati, dipastikan yang berpeluang besar menuju kursi ketua DPRD Badung adalah kembali kepada Putu Parwata. (ad302)
Sejumlah Ranperda Belum Tuntas Dibahas Dewan
Mangupura (Bali Post) -
Menjelang masa tugas berakhir pada 4 Agustus mendatang, jajaran DPRD Badung sibuk menuntaskan sejumlah tugas yang tertunda. Bahkan legislator di Gumi Keris ini terus menggelar rapat dan melakukan pemanggilan sejumlah instansi untuk menyelesaikan tugas yang masih tercecer. Seperti diakui Ketua Komisi III Putu Alit Yandinata. Politisi asal Abiansemal Dauh Yeh Cani, Abiansemal ini mengatakan, pihaknya telah mengelar sejumlah rapat. Salah satunya, rapat dengan Direksi PDAM Tirta Mangutama guna membahas ranperda yang menyangkut semua persoalan yang ada di tubuh perusahaan pelat merah itu. Politisi peraih suara tertinggi di dapil Abiansemal ini mengaku akan berusaha menggeber pem-
Proyek Perpanjangan Runway Bandara Ngurah Rai Segera Dikerjakan Mangupura (Bali Post) Proyek perpanjangan runway atau landasan pacu pesawat di Bandara Ngurah Rai akan dikerjakan tahun ini. Runway akan diperpanjang menjadi 3.400 meter atau bertambah 400 meter dari yang ada saat ini. Menurut Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I
Dalam forum tersebut, I Nyoman Giri Prasta dan Putu Parwata kembali dikukuhkan sebagai Ketua DPC PDI-P Badung dan Sekretaris DPC PDI-P Badung periode tahun 20192024. Rapat yang dibuka Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristyanto dan Wakil Ketua DPP PDI-P Sukur Nababan, Sabtu (6/7), telah mengevaluasi program kerja partai ke depan. Partai moncong putih ini tetap berkomitmen menjadi partai pelopor, menyatu dengan rakyat, bersama rakyat membangun kekuatan untuk mencapai cita-cita bangsa yakni masyarakat yang adil dan makmur.
(Persero) Devy Wildasari Suradji, untuk proses pengerjaannya saat ini masih menunggu penyelesaian dokumen izin pelaksanaan reklamasi pada Zona Lindung (L3) seluas 12,15 ha dari total 47,9 hektar (ha) yang direncanakan. Izin untuk luas 12,15 ha ini merupakan izin tambahan dari izin sebelumnya yang sudah ke luar
bahasan ranperda di tingkat pansus sehingga secepatnya bisa rampung. ‘’Target kita pembahasan sudah selesai bulan ini, sehingga sebelum masa jabatan dewan berakhir, sudah bisa ditetapkan,’’ ungkap Alit Yandinata, Minggu (7/7) kemarin. Seperti diketahui, jumlah perda yang telah dihasilkan oleh Dewan Badung mencapai 20 perda pada tahun 2015, 18 perda masing-masing diselesaikan pada tahun 2016, 2017,
yaitu seluas 35.75 ha. ‘’Tahun ini konstruksi. Kita menunggu L3 rampung 100 persen, setelah itu baru bisa bangun runway. Untuk membangun runway di Bandara Ngurah Rai, itu hanya bisa dikerjakan saat bandara tutup,’’ ujarnya. Diungkapkannya, untuk di Bandara Ngurah Rai memang hanya bisa dilakukan perpanjangan runway, bukan penambahan atau membuat double runway. Hal itu disebabkan, dari sisi lokasi sudah tidak ada tempat lagi. Kalau dipaksakan untuk menambah menjadi dua runway, itu tentu bisa mengganggu pariwisata di sekitarnya. ‘’Dari segi lingkungan, tidak memungkinkan untuk menambah satu runway lagi, namun hanya bisa memperpanjang runway ke arah barat,’’ ucapnya.
dan 2018. Tahun ini dewan Badung menargetkan 16 perda sampai satu tahun anggaran atau hingga Desember 2019. Namun pada masa persidangan pertama tahun ini baru ketok palu satu perda. Karena itu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata menargetkan sebelum lengser pada Agustus mendatang, sudah bisa merampungkan empat sampai enam perda lagi. ‘’Kami akan berupaya menyelesaikan sejumlah perda
Kalau tahun ini runway tidak diperpanjang serta Rapid Exit Taxiway (RET) tidak dibangun, pergerakan pesawat tidak bisa ditambah. Dengan demikian, peningkatan jumlah wisatawan juga tidak mungkin terjadi. Namun diakuinya, menambah panjang runway dan RET bukan satusatunya permasalahan yang dihadapi saat ini. Memudahkan orang ke luar dari bandara menuju tujuannya, mencari transportasi darat, ke luar dari kemacetan, itu juga menjadi PR bagi Angkasa Pura I. Ditegaskannya, kajian perpanjangan runway sudah dilakukan, seperti terkait keberadaan terumbu karang di perairan setempat. Terumbu karang di sana memang rata-rata sudah tidak berfungsi lagi. ‘’Yang jelas, terumbu karang yang sekarang
yang belum rampung,’’ katanya. Sejauh ini memang ada beberapa ranperda yang masih dalam tahap pembahasan di tingkat pansus. Dia berharap ranperda sudah ditetapkan sebagai perda dalam rapat paripurna dewan sebelum 4 Agustus. Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, ada beberapa ranperda gagal diselesaikan tahun sebelumnya karena beberapa faktor. Salah satunya karena masih menunggu terbitnya peraturan di atasnya. Selain itu, ada yang sudah digodok, namun penetapannya masih menunggu harmonisasi perda di provinsi. (kmb27)
memang masih aman selama dilakukan penambahan runway,’’ katanya, belum lama ini. Untuk tahun ini, Angkasa Pura I dipercaya lembaga kebandaraan dunia, Airports Council International (ACI) World untuk menjadi tuan rumah pelayanan ACI Customer Experience Global Summit yang akan diselenggarakan pada 2-5 September mendatang di Bali. Penyelenggaraan ACI Customer Experience Global Summit tahun 2019 ini merupakan yang kedua setelah tahun lalu diselenggarakan di Halifax, Nova Scotia, Kanada. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendatangkan lebih dari 400 delegasi dari seluruh dunia untuk mengeksplorasi praktek bisnis terbaik di industri penerbangan. (kmb23)
Bali Post/dok
Bupati Giri Prasta Hadiri Halalbihalal Umat Islam di Badung BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Ketua DPRD Badung Putu Parwata menghadiri acara Halalbihalal Kabupaten Badung Tahun 1440 Hijriah/2019 Masehi yang berlangsung di Rruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Minggu (7/7) kemarin. Kegiatan ini dilakukan antara jajaran pimpinan di lingkungan Pemkab Badung bersama karyawan/karyawati dan masyarakat Muslim seKabupaten Badung. Halalbihalal diisi pembacaan ayat suci Alquran dan ceramah yang disampaikan Ustad Drs. H. Soleh Wahid dari MUI Badung. Ketua Panitia Halalbihalal Tofan Priyanto mengatakan, kegiatan
ini rutin digelar di Kabupaten Badung usai hari raya Idul Fitri. Halalbihalal bermakna menyambung kasih sayang. ‘’Ini adalah ajaran Islam yang menekankan sikap persaudaraan, persatuan dan saling berbagi kasih sayang,’’ ujarnya. Kegiatan ini juga bermakna saling memaafkan antara pimpinan di lingkungan Pemkab Badung dengan karyawan/ karyawati serta warga Muslim di Badung. Tujuannya, membangun rasa kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama serta toleransi antarsesama. ‘’Membangun sinergitas antara pimpinan dengan karyawan Pemkab Badung untuk membangun Kabupaten badung menjadi
lebih baik,’’ kata Tofan. Menurutnya, sesuai dengan tema halalbihalal ‘’Kita Tingkatkan Semangat Manyama Braya untuk Membangun Kabupaten Badung yang Lebih Baik’’, semangat manyama braya ini sejalan dengan konsep ajaran agama Hindu Tri Hita Karana yang bermakna hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan lingkungan. Sementara itu, Bupati Giri Prasta sangat mengapresiasi terlaksananya kegiatan halalbihalal umat Muslim, terlebih dilaksanakan di Puspem Badung. Halalbihalal ini diharapkan dapat meningkatkan
tali silaturahmi, serta tetap terjaganya soliditas dan kerukunan antarumat beragama. Bupati juga berkomitmen menjalankan sila kelima Pancasila di Badung, sehingga semua insan sama dapat dan sama rasa. ‘’Yang beda jangan sekalisekali kita paksakan untuk menjadi sama, tetapi yang sudah sama jangan dibedakan. Itu komitmen,’’ tegasnya. Kepada tokoh-tokoh Islam di Bali, khususnya Badung dan di lingkungan Pemkab Badung, dia berharap agar kebutuhan umat Islam dapat difasilitasi. Baik yang berupa kebutuhan sarana dan prasarana maupun penguatan modal untuk peningkatan ekonomi. (ad299)
HALALBIHALAL - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Ketua DPRD Putu Parwata menghadiri acara Halalbihalal Kabupaten Badung Tahun 1440 Hijriah/2019 Masehi di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Minggu (7/7) kemarin.
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Pelatihan Kepemimpinan Pejabat Struktural Unwar 2019 UNTUK menjawab pergerakan tantangan di masa depan juga mewujudkan visi, Universitas Warmadewa (Unwar) menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan bagi Pejabat Struktural di Universitas Warmadewa Tahun 2019, Sabtu (6/7), di Ruang Sidang Sri Ksari Mandapa Unwar. Pelatihan ini dihadiri Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali dan Rektor Unwar yang juga sekaligus sebagai narasumber. Kemudian hadir pula Dekan FE Unwar, Dekan FISIP Unwar, Sekretaris Pascasarjana Unwar, Ka. SPI, Ka. BAUK, Ka. BAPPSIK, UPM/GPM Fakultas dan Pascasarjana di lingkungan Unwar, Sekretaris Jurusan, PS Magister di lingkungan Pascasarjana Unwar, Ka. Laboratorium di lingkungan Unwar. Sebagai narasumber pihak Unwar. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. menyampaikan kegiatan ini kegiatan rutin tahunan di Unwar. Menurutnya, pemimpin harus memikiki seni dan cara dalam memimpin agar mampu mencapai tujuannya. Selain itu pemimpin juga harus memiliki pengetahuan dan wawasan dalam memimpin, sehingga segala program yang direncanakan dapat berjalan baik. Sifat pemimpin tidak muncul sendiri, namun perlu adanya proses belajar dan berlatih kepemimpinan. ‘’Seorang leader perlu menjadi strong leadership. Seorang yang mempunyai strong leadership mampu mengerahkan, mampu memengaruhi, mampu mengarahkan bawahannya untuk bekerja secara bersama-sama demi cita-cita bersama,’’ terang Rektor. Dari pelatihan ini diharapkan agar semua unsur pimpinan secara perlahan-lahan memiliki sifat kepemimpinan. Karena pemahaman ilmu dalam menjadi pemimpin
PELATIHAN - Prosesi pelatihan kepemimpinan pejabat struktural Universitas Warmadewa tahun 2019 di Unwar, Sabtu (6/7) lalu. sangatlah penting dalam memajukan institusi, dan memotivasi seluruh komponen yang ada dalam mencapai tujuan bersama. ‘’Jadi bagaimana kita, trik-trik kita sebagai pimpinan untuk bisa meningkatkan motivasi bawahan kita agar bisa berkinerja lebih bagus,’’ pintanya. Dalam suatu kepemimpinan terdapat masing-masing struktur yang diisi dengan pejabat-pejabat berkategori sebagai pemimpin. Sebagai pemimpin, mereka harus mengerti tentang tugas, peran dan fungsi pemimpin. Ini sangat tergantung pada kepemimpinan yang dimiliki oleh seseorang pemimpin. Dalam ilmu kepemimpinan, pemimpin itu adalah orangnya, sedangkan kepemimpinan adalah sifat yang dimiliki orang tersebut. Sifatsifat inilah yang sekarang kita transformasikan ke dalam bentuk pelatihan. Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Kesejahteraan
Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Menurutnya, pelatihan kepemimpinan harus dilakukan secara terus-menerus. Pemimpin harus mampu menjawab tantangan. Di mana tantangan tersebut akan bergerak meningkat terus dan pergerakannya harus sejalan dengan visi. Setiap pemimpin harus memiliki visi dan diwujudkan. Untuk mewujudkan itu maka diperlukan menggerakkan segala sumber daya yang ada. Baik sumber daya manusia, saranaprasarana, keuangan, dan sumber daya yang lainnya. ‘’Tantangan tiap tahun selalu berubah, dan visi pemimpin itu juga harus mampu mencermati apa yang ada di depan mereka dan apa yang mereka mau capai paling tidak 5, 10 tahun, 25 tahun ke depan. Ini yang saya katakan sebagai pemimpin yang visioner,’’ kata Wisnumurti. (ad306)
’’Grand Opening’’ St Trope Roof Top Bar & Finns VIP Serangkaian HUT Ke-3 Finns Beach Club
FINNS Bali yang menaungi Finns Beach Club dan Finns Recreation Club melebarkan sayapnya dengan membuka (grand opening) St Trope Roof Top Bar & Finns VIP yang merupakan restoran dan pub supermewah sekaligus merayakan HUT ke-3 Finns Beach Club Berawa, Sabtu (6/7) malam. Grand opening St Trope Roof Top Bar & Finns VIP serangkaian perayaan hari jadi Finns Beach Club ini dihadiri tamu undangan, baik wisatawan Australia, Eropa, Asia, wisatawan lokal maupun pengusaha. ‘’Pembukaan St Trope Roof Top Bar & Finns VIP bertepatan dengan HUT ke-3 Finns Beach Club karena usaha ini merupakan ekspansi dari usaha yang dibangun sebelumnya yakni Finns Beach Club tiga tahun lalu berada dalam satu lokasi di Pantai Berawa,’’ kata Owner Finns Bali I Ketut Subina didampingi Business Partner Tony Smith di sela-sela perayaan HUT ke-3 Finns Beach Club, Sabtu lalu. Subina mengungkapkan pihaknya ingin menjaring wisatawan mancanegara baik dari Amerika maupun Eropa dan 70 persen pengunjung Finns Beach Club wisatawan Australia, Eropa dan sisanya 30 persen wisatawan lokal. Ia ingin mengombinasikan pangsa pasar ini agar St Trope Roof Top Bar & Finns VIP dan Finns Beach Club menjadi destinasi kunjungan wisatawan ke Pantai Berawa. Karena respons wisatawan mancanegara sangat positif terhadap kebaradaan Finns Beach Club ini. ‘’Kami terus berinovasi dan melakukan langkah perbaikan untuk menjadikan Finns Beach Club maupun Finns VIP ini lebih sempurna agar wisatawan yang berkunjung saat menikmati sunset merasa nyaman dan aman,’’ ujar Subina. Dibukanya St Trope Roof Top Bar & Finns VIP, menurut Subina, pihaknya ingin menjaring wisatawan berkelas maupun pengusaha yang lebih mementingkan privasi. Finns VIP ini lebih elite guna memberi pelayanan kepada wisatawan yang privasinya terjaga. ‘’Kami harapkan dibukanya St Trope Roof Top Bar & Finns VIP mampu meningkatkan kunjungan
Senin Wage, 8 Juli 2019
Puri Tegeh Kori Siapkan Prosesi ’’Palebon’’ Agung Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry
Prameswari Tokoh PNI Bali Shri Wedastera Suyasa Wafat di Usia 62 Tahun PURI Tegeh Kori Badung berduka. Salah satu perempuan Bali tangguh yang dikenal sebagai pendamping setia Shri Wedastera Suyasa yang merupakan tokoh PNI Bali dan sahabat Bung Karno di zaman kemerdekaan yakni Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry telah lebar (meninggal dunia) pada Redite Pon, Wuku Julungwangi Isaka Warsa 1941, 7 Juli 2019 pukul 06.47 di usia 62 tahun di RSUP Sanglah. Kabar dukacita pun langsung disampaikan Panglingsir Puri Tegeh Kori Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III yang menemani di saat-saat terakhir ibunda sebelum meninggal dunia. Dalam press rilis resmi yang dikeluarkan Humas Puri, pihak Puri Tegeh Kori menyampaikan saat ini pihak keluarga puri sedang menyusun rentetan acara karya pitra yadnya agung dan palebon, yang rencananya seluruh rangkaian karya akan dipusatkan di Denpasar. ‘’Atas kesepakatan keluarga, rangkaian acara akan diselenggarakan di Denpasar. Walau sempat ada keinginan upacara diadakan di Penyaringan, Mendoyo, Jembrana. Tapi dengan berbagai pertimbangan, khususnya waktu palebon yang diberikan pihak geria sangat dekat yakni hanya berselang tiga hari dari waktu wafat beliau. Untuk itu, keputusan untuk mengadakan proses di Kota Denpasar menjadi pilihan utama. Hal ini juga untuk mengikuti jejak almarhum/ swargi Shri Wedastera Suyasa pada tahun 2000 juga telah menjalani prosesi Palebon Agung di Denpasar. Saat ini pihak keluarga sedang berkoordinasi dengan prajuru dan warga adat, serta juga pihak geria dan Bhagawanta,’’ ungkap Shri Arya Wedakarna. Maka dari itu, melalui kesempatan ini, dirinya memohon maaf atas segala kesalahan Ratu Biang dan memohon doa restu atas karya pitra yadnya almarhum Swargi I Gusti Ayu Suwitry. ‘’Ratu Biang adalah sosok ibu yang sangat teguh dan menjadi teladan untuk kami selaku putra-putrinya. Beliau tidak akan pernah tergantikan dan akan selalu hidup dalam pikiran dan semangat keluarga puri. Sebagai putra tertua, tiang memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan. Kami memohon doa restu agar seluruh prosesi karya lancar. Dumogi beliau Amor Ring Acintya,’’ ucap Shri Arya Wedakarna. Pasangan Swargi Shri Wedastera Suyasa (alm) dan Swargi I Gusti Ayu Suwitry (alm) meninggalkan tujuh orang putra-putri yakni Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, S.E.(MTRU)., M.Si. (Senator DPD-RI), I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi WS, S.E., M.M. (anggota DPRD Bali Fraksi PDI Perjuangan), I Gusti Ayu Sri Wichaya Gangga Dewi WS, S.H., M.Kn. (Notaris PPAT), I Gusti Ayu Dewi Wastu Manggala Marhaen WS, S.Sos., M.Hum. (Yayasan Mahendradatta), Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry WS,
Almarhum/Swargi I Gusti Ayu Suwitry Wedastera Suyasa S.Sos., S.H., M.Hum. (Advokat/Sekretaris KNPI Bali/ Sekretaris BPPTSI Wilayah Bali/Yayasan Kepustakaan Bung Karno) dan I Gusti Ayu Sita Wedastiti WS, S.E., M.Hum. (pengusaha muda). Menurut jadwal sementara dari Humas Puri Tegeh Kori, rencananya agenda acara pitra yadnya yakni nyiramin (8 Juli 2019), Puja Agni Hotra (9 Juli 2019) dan Palebon (10 Juli 2019). ‘’Kami teringat dengan pesan dan wasiat beliau, bahwa beliau ingin dibuatkan upacara sesederhana mungkin. Itu akan kami laksanakan. Sekali lagi kami mohon doa restu dari seluruh warga Bali,’’ pungkas Shri Arya Wedakarna. (ad307)
Rayakan HUT Ke-20
Serikat Pekerja BRI Lakukan ’’Social Touring’’
DenPost/kmb
FOTO BERSAMA – Owner Finns Bali I Ketut Subina (kanan) foto bersamaBusiness Partner Finns Bali Tony Smith saat pembukaan St. Trope Roof Top Bar & Finns VIP dan perayaan HUT ke-3 Finns Beach Club Berawa, Sabtu (6/7) malam. wisatawan ke Badung umumnya dan Pantai Berawa khususnya. Karena Pantai Berawa sudah ramai dikunjungi turis Australia maupun Eropa sejak dibukanya Finns Beach Club tiga tahun lalu,’’ jelas Subina. Lebih lanjut Subina nenerangkan, St Trope Roof Top Bar & Finns VIP ingin mendapatkan pangsa pasar baru yakni wisatawan kelas menengah sampai kelas atas. Karena restoran maupun fasilitas penunjang lainnya yang tersedia ingin memanjakan wisatawan yang berkunjung merasa nyaman dan puas atas fasilitas dan pelayanan yang diberikan. ‘’Fasilitas yang ada di St Trope Roof Top Bar & Finns VIP jauh lebih mewah dan elegan dengan Finns Beach Club, sehingga wisatawan yang bersantai sambil menikmati sunset di Pantai Berawa merasa puas dan senang,’’ ucapnya. Subina mengaku pascapemilihan presiden dan pileg 17 April lalu kunjungan wisatawan ke Finns Beach Club mulai bagus. Bali menjadi ikon pariwisata Indonesia, sehingga kunjungan wisatawan mancanegara tidak akan pernah sepi karena keunikan adat dan budaya yang dimiliki. Apalagi wisatawan yang berkunjung ke Bali umumnya dan Badung khususnya tidak hanya di Kuta, Kuta Selatan,
Jimbaran dan Nusa Dua, namun Pantai Berawa mulai ramai dikunjungi seiring berdirinya Finns Beach Club ini menjadi salah satu magnet bagi wisatawan. ‘’Walaupun banyak berdiri beach club, kami justru bangga untuk merangsang wisatawan datang ke daerah Berawa menikmati apa yang disuguhkan Finns Beach Club. Karena restoran dan bar ini memiliki keunikan dan semuanya memakai bahan-bahan dari organik, seperti bangunan dari alang-alang dan bambu serta ruang terbuka,’’ paparnya. Subina menambahkan, Finns Beach Club ini bukan semata-mata bisnis, melainkan berkolaborasi dengan masyarakat, adat Berawa dan Perbekel Desa Tibu Beneng serta menjalin kerja sama Yayasan Solemen dan Jodi OC sekaligus mengundang anak-anak panti asuhan untuk menikmati fasilitas yang ada di Finns Beach Club. ‘’Ke depan kami bukan hanya membantu anak kurang mampu, namun orang tua tidak punya sanak keluarga juga menjadi perhatiannya. Selain itu, menjaga kebersihan pantai dari sampah sehingga Pantai Berawa betul-betul bersih, sehingga wisatawan yang berkunjung merasa nyaman,’’ tandasnya. (ad309)
SERIKAT Pekerja (SP) BRI yang merupakan wadah bagi pekerja BRI merayakan hari jadinya yang ke-20 tahun pada 11 Juli 2019. Rangkaian kegiatan perayaan HUT SP BRI ke-20 tahun tersebut untuk wilayah BRI Denpasar diwujudkan dengan pelaksanaan social touring yang dilepas Direktur Human Capital BRI R. Sophia Alizsa, Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Ida Bagus K. Subagia, Kepala Audit Intern BRI Wilayah Denpasar Joni Alwadris, dan Ketua SP BRI Wilayah Denpasar A.A. Ngurah Jaya Atmaja. Kegiatan social touring diawali dengan penyerahan talikasih kepada pensiunan BRI dan pelepasan burung di areal Kanwil BRI Denpasar. Selanjutnya rombongan touring dilepas. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tumpengan, bersih-bersih pantai, pelepasan 500 ekor tukik di Pantai Pandawa sebagai bagian dari Bina Lingkungan BRI. Selanjutnya rombongan touring menuju ke Pantai Kuta untuk melakukan kegiatan bersih-bersih pantai, pembagian tas ramah lingkungan, dan pelepasan burung. Ketua SP BRI Wilayah Denpasar A.A. Ngurah Jaya Atmaja mengatakan kegiatan perayaan HUT SP BRI tahun ini dilaksanakan secara serentak oleh SP BRI di seluruh Indonesia. ‘’Untuk wilayah Denpasar kami melakukan social touring dengan melibatkan 1.000 orang yang berasal dari Manajemen BRI dan anggota SP BRI seBali,’’ ujarnya. Melalui tema HUT ‘’Berpikir Strategik Berkarya Produktif’’, SP BRI mendorong peran serta yang aktif dan membangun dari seluruh insan pekerja BRI, khususnya anggota SP BRI, untuk memberikan ide-ide inovatif,
TALI KASIH - Serikat Pekerja BRI saat menyerahkan tali kasih berupa santunan kepada pensiunan BRI. masukan-masukan yang up to date untuk kemajuan perusahaan. Sehingga SP BRI hadir tidak hanya mengkritisi kebijakan yang dibuat oleh manajemen, namun juga menciptakan terobosan-terobosan baru yang dapat diterima perusahaan. Berpikir Strategis Berkarya Produktif. Direktur Human Capital BRI R. Sophia Alizsa menyampaikan, SDM adalah aset yang luar biasa bagi BRI karena dengan SDM yang profesional dan berintegritas yang bagus, maka akan membuat BRI berkembang semakin maju. SDM harus dijaga agar tetap senang bekerja, merasa aman dan nyaman bekerja di BRI. Keamanan ini meliputi kesejahteraan, jenjang karier dan lain-lain. Pada akhir Juni lalu, semua kinerja BRI tercapai. Ini berkat kerja keras dan militansi SDM BRI. ‘’Oleh karena itu kami dari sisi manajemen harus memikirkan kesejahteraannya, supaya mereka hidup layak, masa tu-
anya juga tidak telantar,’’ ungkapnya. Kegiatan yang dirangkaikan dengan social touring ini juga dalam rangka merawat SDM, agar antara bekerja dan refreshing serta menjaga social responsibility tetap seimbang. Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Ida Bagus K. Subagia mengatakan, selama kurun waktu 20 tahun SP BRI telah memberikan kontribusi yang positif tidak hanya kepada para anggotanya namun juga bagi pengembangan bisnis BRI. Serikat pekerja banyak memberikan inovasi-inovasi, kreativitas-kreativitas menuju pekerjaan yang menghasilkan produktivitas yang tinggi. Jika mereka sudah bekerja produktif maka kesejahteraan pegawai akan menjadi lebih baik lagi, karena mereka memberikan kontribusi kepada perusahaan dengan kinerja yang lebih baik lagi. Ia berharap SP BRI dapat menjadi strategic partner untuk pencapaianpencapaian BRI saat ini dan di masa mendatang. (ad301)
Mengenal Lebih Jauh Mengenai Katarak KATARAK merupakan salah satu penyebab tersering dari gangguan penglihatan. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), katarak merupakan penyebab kebutaan dan gangguan penglihatan terbanyak di dunia. Kehilangan penglihatan akibat dari kekeruhan lensa meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2002, WHO memperkirakan jumlah katarak yang mengakibatkan kebutaan melebihi 17 juta (47,8%) dari 37 juta penderita kebutaan di dunia, dan angka ini diperkirakan mencapai 40 juta pada tahun 2020. Katarak berasal dari bahasa Yunani yaitu Kataarhakies yang berarti air terjun. Dalam bahasa Indonesia disebut bular di mana penglihatan seperti tertutup air terjun akibat lensa yang keruh. Katarak merupakan suatu keadaan di mana lensa mengalami berbagai macam
proses yang membuat lensa tidak lagi jernih, ataupun transparan yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan penglihatan. Bermacam-macam penyakit mata dapat mengakibatkan katarak serta bahan toksik seperti kimia. Katarak juga dapat disebabkan oleh penggunaan obat steroid dalam jangka panjang. Membahas lebih lanjut mengenai katarak pada penggunaan steroid, pada sebuah penelitian pemberian steroid dapat menstimulus terjadinya katarak. Dikatakan bahwa katarak ini berkembang pada pasien yang menggunakan dosis steroid tinggi dengan jangka waktu panjang lebih dari satu tahun. Beberapa faktor risiko terjadinya katarak belum diketahui secara pasti, akan tetapi penuaan merupakan faktor yang paling berperan. Semakin meningkatnya
usia maka semakin tinggi zat yang menumpuk pada lensa dan meyebabkan kekeruhan pada lensa. Sinar ultraviolet dapat menyebabkan katarak. Umumnya pasien akan mengeluh penglihatan buram seperti berkabut atau melihat asap dan penglihatan akan turun secara perlahan. Beberapa
pasien juga mengeluh terganggu oleh rasa silau. Saat ini belum ditemukan obat-obatan yang terbukti dapat memperlambat atau menghilangkan pembentukan katarak. Tindakan bedah operasi katarak merupakan cara untuk mengobati kebutaan karena katarak. Parameter keberhasilan pada operasi bedah katarak ialah pemulihan yang cepat, efek samping yang minimal, dan tajam penglihatan setelah operasi optimal dan stabil. Jika parameter operasi bedah katarak berhasil dicapai maka satu hal yang tak kalah penting adalah kepuasan dari pasien, di mana hal ini menjadi motivasi dokter spesialis mata untuk terus meningkatkan kualitas teknik bedah katarak di era modern ini. Beberapa yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah atau memperlam-
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
bat katarak pada masyarakat yaitu dengan cara memeriksa mata secara teratur ke dokter spesialis mata, memakai kacamata hitam terutama saat berpergian, konsumsi buah dan sayur-sayuran, buah dan sayuran memiliki zat antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan mata, menjaga kesehatan tubuh dan mengontrol berat badan. Sebab, ada beberapa penyakit yang dapat menyebabkan meningkatnya risiko mata terkena katarak seperti kencing manis, dan dianjurkan untuk berhati-hati pada penggunaan obat kortikosteroid, menghentikan kebiasaan merokok karena rokok menghasilkan banyak radikal bebas pada mata. Jagalah mata anda, karena mata adalah dunia penglihatan. l dr. Anak Agung Dewi Adnya Swari
DAERAH
Senin Wage, 8 Juli 2019
5
IHT Review K-13 di SMK TI Bali Global Denpasar
Sekolah Berkualitas Bidang TI dan Berkarakter SMK TI Bali Global Denpasar dikenal konsisten meningkatkan mutu. Jumat (5/7) lalu seluruh guru dan pegawai dikumpulkan untuk mengikuti In House Training (IHT) review Kurikulum 2013 (K-13) dan pendampingan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Tahun Pelajaran 2019/2020. Kegiatan dibuka Kasi Kurikulum SMK Disdik Bali I Gede Agus Rai, S.Sn., M.Sn. Kepala SMK TI Bali Global Denpasar Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd. mengatakan, IHT review K-13 dan pendampingan SPMI ini rutin digelar setiap tahun guna mempersiapkan guru SMK TI Bali Global Denpasar jauh lebih siap lagi mengajar untuk mengefektifkan PBM di setiap kelas mulai tahun ajaran baru ini. Dengan demikian semua guru di sekolah yang dipimpinnya benar-benar mengutamakan proses yang bermutu untuk menghasilkan output berdaya saing dan bermutu.
Ini sesuai dengan visi sekolah yaitu menjadikan SMK TI unggulan di Indonesia yang terus-menerus m e n y e l araskan program pendidiknya dengan dunia usaha dan industri serta lingkungan pendukung lainnya, sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten serta berwawasan global. Diharapkan melalui IHT dan pendampingan SPMI ini, meningkatkan wawasan serta keterampilan guru dalam PBM terutama pendekatan Paikem (pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan). Lebih lanjut dikatakan Murjana, IHT review K-13 dan sekaligus pendampingan SPMI SMK TI Bali Global Denpasar ini dilaksanakan bertujuan meningkatkan kualitas guru yang akan menjamin pemenuhan standar pada sekolah secara sistematik, holistik, dan berkelanjutan, sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu pada sekolah secara mandiri. Di samping mampu mengembangkan
pembelajaran saintifik, merancang dan melaksanakan penilaian autentik, serta meningkatkan kemampuan guru dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan bahan ajar yang diperlukan. Ia mengatakan guru sebagai salah satu pelaku pendidikan diberikan tugas berdiri di garis paling depan oleh pemerintah dalam upaya mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dalam undang-undang. ‘’Apabila guru tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menjadi guru yang profesional jangan harap tujuan pendidikan dapat tercapai dengan maksimal,’’ tegasnya. IHT review K-13 dan pendampingan SPMI mengambil tema ‘’Meningkatkan Mutu Pendidikan SMK Menuju Era Revolusi Industri 4.0’’ ini menghadirkan narasumber Drs. I Ketut Gede Suteja, M.Pd. dari Widyaiswara LPMP Bali, serta pengawas Disdik Bali Ni Gusti Ketut Rai Marina,
S.Pd., M.Pd. Acara juga dihadiri Ketua Komite SMK TI Bali Global Denpasar Drs. I Made Subadi, M.Si. serta pimpinan dunia industri, Rahmat Hidayat selaku Direktur PT Bali Soket Informindo (Ace Net). Kasi Kurikulum SMK Disdik Bali I Gede Agus Rai mengaku salut dengan langkah SMK TI Bali Global Denpasar memanfaatkan libur panjang dan proses PPDB untuk me-review K-13 secara mandiri. Dia meminta guru dan kasek aktif mengikuti perkembangan dan perubahan kurikulum, termasuk pengembangan literasi digital. Dia juga memuji SMK TI Bali Global Denpasar adalah sekolah berkualitas, maju dalam pengembangan TI serta berkarakter. Terbukti, SMK TI Bali Global menjadi pilihan pertama tamatan SMP di Bali untuk melanjutkan studi di SMK berbasis IT. Ditegaskan, pengintegrasian Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam
REVIEW K-13 – Kasek I Gusti Made Murjana bersama I Gede Agus Rai, I Ketut Gede Suteja dan Ni Gusti Ketut Rai Marina serta guru dan pegawai SMK TI Bali Global Denpasar saat mengikuti In House Training (IHT) review Kurikulum 2013 (K-13) dan pendampingan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). implementasi K-13 perlu diletakkan dalam kerangka pembentukan karakter peserta didik dengan nilai-nilai kebaikan yang merupakan implementasi
nilai-nilai Pancasila. Termasuk kepedulian dunia usaha dan industri (dudi) terhadap SMK akan menjadikan siswa-siswa memiliki kompetensi bertindak
yang menjadi dasar meningkatkan penyerapan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dudi dan sudah pasti daya saing SDM akan meningkat. (ad303)
Diadili Kasus Satwa Langka
Dituntut Enam Bulan Terdakwa Menangis Denpasar (Bali Post) Setelah kasus pencurian jam tangan, KPN Denpasar Bambang Eka Putra juga menyidangkan kasus menyimpan dan memelihara satwa langka yang dilindungi. Duduk sebagai terdakwa I Ketut Purnita alias Andika (37). Menariknya, saat pembacaan tuntutan, terdakwa Purnita dituntut hukuman enam bulan penjara oleh JPU Gede Raka Arimbawa. Terdakwa tampak menangis di ruang sidang yang nyaris tanpa penonton itu. Jaksa dari Kejati Bali itu menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja menyimpan, memiliki, memelihara satwa yang dilindungi dan masih hidup sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 21 ayat (2) huruf a jo Pasal 40 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam
dan Ekosistemnya. Selain hukuman enam bulan penjara, jaksa Raka juga menuntut pidana denda sebesar Rp 5 juta. Bilamana tidak dibayar, maka sebagai gantinya menjalani pidana kurungan empat bulan. Saat menangis, terdakwa kepada majelis hakim mohon keringanan hukuman karena ibunya sakit. Dalam surat tuntutannya disebut terdakwa yang tinggal di Batan Tanjung Desa Cemagi, Mengwi, Kabupaten Badung ini diamankan lantaran memelihara berbagai burung yang dilindungi pemerintah dan langka. Terdakwa diamankan polisi pada 24 Januari 2019 karena ditemukan lima ekor satwa unggas. Di antaranya 2 ekor burung merak, satu ekor burung cendrawasih, satu ekor burung kankareng dan seekor burung alap-alap atau elang. (kmb37)
Bali Post/asa
SIDANG - Terdakwa I Ketut Purnita alias Andika saat menjalani sidang di PN Denpasar.
Ditabrak Pick-up Pelajar Tewas Denpasar (Bali Post) Kecelakaan berujung maut terjadi di simpang Jalan Patimura-Jalan Suli, Denpasar Timur, Minggu (7/7) kemarin. Pelajar SMA, Anak Agung Ayu Diah Vitri (16), meregang nyawa setelah ditabrak mobil pick-up. Kasatlantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo menyampaikan, kejadiannya pukul 00.30 Wita dan dilaporkan pukul 01.00 Wita. Awalnya korban asal Ubud, Gianyar ini mengendarai sepeda motor Honda Scoopy DK 3759 TH. Waktu itu korban membonceng Ni Kadek Ani (17). ‘’Awalnya sepeda motor tersebut dan mobil pick-up sama-sama melaju dari barat.
Posisinya mobil pick-up di depan,’’ ujarnya. Setibanya di TKP, korban menyalip mobil pick-up dikemudikan I Ketut Sudana (41) asal Abiansemal, Badung dari samping kiri. Pada saat bersamaan mobil tersebut juga belok kiri ke Jalan Suli dan tabrakan itu pun terjadi. Akibat kejadian tersebut, kata Adi, korban mengalami luka terbuka dan cedera kepala berat (CKB). Selain itu wajahnya memar. Diduga korban meregang nyawa dalam perjalanan ke rumah sakit. Sementara Kadek Ani beralamat di Singapadu, Gianyar mengalami luka lecet di tangan dan kaki kiri. (kmb36)
KEMAH BERSAMA - Untuk mempererat persaudaraan, keluarga besar TNI-AD melaksanakan perkemahan bersama dengan HIPAKAD (Himpunan Putra-putri Keluarga Angkatan Darat di Karangsewu selama tiga hari mulai 5 Juli sampai dengan 7 Juli 2019. Perkemahan bersama ini dihadiri oleh sekitar 100 anggota HIPAKAD dari DPC Jembrana dan DPC Buleleng.
Festival Pesona Budaya Mertasari Ke-4 Digelar
Wadah Pelestarian Budaya Desa Sanur Kauh
Denpasar (Bali Post) Festival Pesona Budaya Mertasari kembali digelar. Festival budaya akan berlangsung mulai 11 – 14 Juli, berpusat di Lapangan Parkir Pantai Mertasari. Di tempat itu juga akan berjejer kuliner-kuliner tradisional dan modern dari UMKM Desa Sanur Kauh dan Denpasar umumnya. Panggung akan dibuat sedikit berbeda dari festival sebelumnya. Ketua Panitia Pesona Budaya Mertasari I Made Sudiana. A.Md.Par. mengatakan, festival ini dilaksanakan Karang Taruna Yowana Kerthi Bhuana Desa Sanur Kauh. Festival ini dibuat dalam rangka pelestarian budaya sekaligus upaya untuk mencegah generasi muda terjerumus ke hal-hal negatif seperti narkoba. Tahun 2019 merupakan tahun politik. Ada pemilihan kepala daerah, bahkan pimpinan tertinggi republik ini. Untuk itu diangkatlah tema ‘’Asta Brata’’. Tema ini relevan dengan ikon tahun 2019 yaitu memilih pemimpin. Pada festival ini yang ditampilkan sebagaian besar budaya tradisional dan modern seperti parade baleganjur, pementasan sekaa gong kebyar anak-anak, sekaa gong kebyar PKK yang akan mewakili Kecamatan Denpasar Selatan dalam ajang lomba Kota Denpasar. Selain itu, pemuda dan panitia juga berupaya kembali un-
tuk membangkitkan budaya yang belum tergali seperti joged bumbung klasik. Ada juga pementasan budaya Bapang Barong dan Kendang Tunggal yang sedang digandrungi anak-anak saat ini. ‘’Pendaftaran Bapang Barong dan Kendang Tunggal yang berlangsung kemarin. Banyak siswa SD yang ikut mendaftar karena ini lagi digandrungi anak-anak. Ini membuktikan bahwa anak-anak ini sudah memiliki niat untuk melestasrikan budaya,’’ ujarnya, Minggu (7/7) kemarin. Menurutnya, ini momen yang tepat diadakan kegiatan seperti ini. Selain libur sekolah, pada Juli juga merupakan high season pariwisata, sehingga hotel-hotel di sekitar Sanur diinformasikan terkait agenda ini. Diharapkan para wisatawan yang ada di sekitar Sanur dapat datang ke festival tersebut. ‘’Kapan lagi tamu-tamu bisa melihat festival budaya kalau tidak di Festival Pesona Budaya Mertasari ini,’’ selorohnya. Selain pelestarian budaya, festival ini juga merupakan ajang untuk memperkenalkan Desa Sanur Kauh secara global. Yang baru dikenal dari Desa Sanur Kauh hanyalah Pantai Mertasari. Padahal, menurutnya, Desa Sanur Kauh memiliki potensi objek wisata yang juga bisa berkembang seperti Tukad Loloan dan Prasasti serta Pura Blanjong. Tukad Loloan yang dulunya
merupakan tempat penampungan sampah, kini dibersihkan dan ditata. Kegiatan-kegiatan juga dilaksanakan di Tukad Loloan yaitu lomba mancing. Tujuannya agar masyarakat dapat mencintai dan menjaga sungai. Selain Tukad Bindu, Tukad Korea, Tukad Loloan diharapkan juga menjadi ikon Kota Denpasar. Tak kalah menarik, Desa Sanur Kauh juga memiliki Prasasti dan Pura Blanjong. Peninggalan sejarah ini meru-
pakan tonggak Pulau Bali. Semua tempat yang berpotensi untuk destinasi wisata ini akan dikemas dalam rangkaian Pesona Budaya Mertasari. Food festival juga menjadi rangkaian dari kegiatan ini yaitu berupa lomba ngelawar. Ia menargetkan 25.000 kunjungan karena pengalaman tahun lalu kunjungan mencapai 20.000. Perbekel Desa Sanur Kauh I Made Ada, S.Sos. didamping Kepala Dusun I Made Mahardika, S.S. mengatakan,
Pesona Budaya Mertasari ini adalah merangkum kegiatankegiatan yang ada di desa, seperti baleganjur dan genjek. Dengan adanya festival ini membuat banjar–banjar aktif melaksanakan kegiatan budaya. ‘’Setiap malam, pemuda banjar aktif berkegiatan seperti belajar menabuh dan genjek,’’ ungkapnya sembari mengamini bahwa inilah tujuan festival ini sebagai wadah budaya yang dimiliki Desa Sanur Kauh. (kmb42)
Bali Post/may
KONFERENSI PERSS - Kepala Dusun I Made Mahardika, Perbekel Desa Sanur Kauh I Made Ada, Ketua Panitia I Made Sudiana saat konferensi pers, Minggu (7/7) kemarin.
Warung Global
Anggota Dewan Tak Perlu Lagi Terima Uang Jasa Pengabdian ANGGOTA DPRD Bali yang mengakhiri masa tugas, baik terpilih kembali maupun tidak, akan menerima uang jasa pengabdian. Besarannya disesuaikan dengan masa baktinya sebagai anggota dewan. Sebab, ada pula anggota dewan yang merupakan Pengganti Antar-Waktu (PAW) sehingga masa baktinya tidak penuh selama lima tahun. Seperti apa pendapat masyarakat menanggapi hal ini? Berikut rangkuman acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM. Berata Yasa di Sangeh menyebutkan sebagai masyarakat kecil, anggota DPR tak perlu lagi mendapatkan uang jasa pengabdian karena posisinya sudah terhormat, mapan dengan berbagai tunjangan yang diperoleh. Sebagai Dewan harus bisa menjadi panutan
bagi masyarakat. Lebih baik dana tersebut dimanfaatkan seoptimalnya untuk pembangunan dan kepentingan yang menyentuh masyarakat. Ayundya di Badung menilai wajar saja mendapatkan uang jasa asalkan dapat menjalankan fungsi, tugas dan we-
wenangnya dengan optimal. Fungsi Dewan yaitu legislasi, anggaran dan pengawasan harus dilaksanakan secara optimal, sehingga bukan sekadar perwakilan rakyat saja, tetapi sebagai penyelenggara pemerintahan daerah. Budana di Tabanan mengatakan Dewan harus selalu berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan selalu memperhatikan kepentingan dan aspirasi yang tumbuh dalam masyarakat. Jangan selalu mengharapkan uang jasa. Selanjutnya Sudana di Tabanan berpendapat, dalam menjalankan tugas sebagai anggota Dewan, harus memi-
liki kualitas yang baik untuk dapat menunjang jalannya suatu pemerintahan, dengan hak-hak yang dimiliki serta fungsi-fungsi yang diembannya. Sejauh ini dari beberapa fenomena, banyak anggota Dewan yang tidak mengetahui apa yang harus dilakukan sebagai wakil rakyat. Jadi tidak perlu diberikan uang jasa pengabdian lagi. Gaji dan berbagi tunjangan yang diperoleh sudah lebih dari cukup. Parwata di Gianyar menegaskan, sebagai Dewan harus faham terhadap tugas dan fungsinya serta memperjuangkan kepentingan rakyat. Bukan memperjuang-
kan kepentingan sendiri atau kelompok. Anggota Dewan harus memahami benar jika keberadaan mereka tidak boleh menjadi sumber konflik, harus bijak dan bisa mengendalikan ucapan serta emosinya dan mau menerima kritikan masyarakat untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Terakhir, Raka Laksana di Gianyar menambahkan, Dewan harus berlaku jujur dan tidak korupsi. Dewan harus memikirkan keinginan dan kebutuhan masyarakat, bukan memikirkan untuk pengembalian dana yang telah dikeluarkan dalam kampaye saat menjadi calon. (dika)
OPINI
6
Senin Wage, 8 Juli 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Kualitas Pendidikan Jangan Dipertaruhkan PENERIMAAN siswa baru kini sedang berlangsung. Banyak riak terjadi. Sama seperti tahun lalu, masalah zonasi kembali mengemuka. Bahkan tahun ini lebih krusial. Banyak ditemukan surat domisili palsu. Banyak warga asli yang memiliki kartu keluarga, dikalahkan dengan warga baru yang berbekal surat domisili. Persoalan inilah yang mengemuka saat dialog orangtua siswa, siswa dan Disdik Provinsi Bali di gedung wakil rakyat, Kamis (4/7) lalu. Dalam dialog yang berlangsung cukup alot tersebut akhirnya diambil kesimpulan, akan ada solusi baru pascapengumuman Jumat (5/7). Intinya jangan sampai ada siswa yang tidak dapat sekolah karena terbelenggu zonasi. Terlebih siswa miskin dan calon siswa berkebutuhan khusus yang jumlahnya dibatasi hanya 5 persen dari jumlah siswa yang diterima. Penerapan sistem zonasi merupakan jawaban atas persoalan pokok pendidikan di negeri ini. Ada dua hal yang menjadi sasaran pokok yaitu pemerataan pendidikan itu sendiri serta pemerataan mutu pendidikan. Pemerataan pendidikan lebih menyangkut pada kesempatan menikmati pendidikan dan fasilitas pendidikan yang ada. Sementara pemerataan mutu pendidikan, menyangkut kesetaraan kualitas pendidikan utamanya output lembaga pendidikan yang ada. Pemerataan kualitas pendidikan akan sulit tercapai atau terwujud manakala pemerataan (fasilitas) pendidikan sendiri belum tercapai. Di tengah upaya mengejar pemerataan kualitas pendidikan ini, muncul sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Masalah radius sekolah tujuan calon peserta didik ini ramai dipergunjingkan. Ada yang menilai hal ini menimbulkan ketidakadilan, terutama bagi mereka yang berprestasi tetapi ternyata terbelenggu di zona yang tidak sesuai kualifikasinya. Di lain pihak, ada calon peserta didik yang kurang mampu dari sisi akademis maupun pembiayaan, terpaksa masuk zonasi yang tidak sesuai kemampuannya. Bila sistem zonasi ini tujuannya agar siswa terutama dari keluarga kurang mampu bisa tertampung di sekolah negeri yang dekat dengan tempat tinggalnya, mungkin ini sebuah solusi. Bila dikaitkan dengan pemerataan kualitas pendidikan, juga bisa menjadi solusi kalau fasilitas pendidikan telah merata. Namun, akan menjadi tidak efektif bahkan hanya memperlebar jurang perbedaan kualitas pendidikan jika fasilitas pendidikan yang ada belum merata. Karena, ada kecenderungan siswa yang berprestasi atau memiliki nilai akademis bagus menjadi tidak berkembang karena persaingan di zonasinya itu-itu saja. Belum lagi jika tenaga pendidik (SDM)-nya juga belum merata. Tentu akan terjadi kesenjangan kualitas antarzona. Di satu zona yang kebetulan fasilitas dan SDM pendidikannya bagus, kualitas output-nya akan sangat baik. Sebaliknya, di zona yang kebetulan fasilitas dan SDM-nya kurang memadai, kualitasnya akan makin turun. Kondisi ini justru akan memperlebar jurang ketidakmerataan kualitas pendidikan. Pencapaian pemerataan kualitas pendidikan pun terancam gagal. Karena itu, zonasi haruslah diimbangi dengan jalur prestasi dan akademis serta jalur keluarga kurang mampu. Artinya, mereka yang punya prestasi harusnya bisa diterima di zona mana pun. Demikian halnya mereka yang punya nilai akademis bagus, bisa bersaing di zona mana pun. Sementara mereka yang dari keluarga kurang mampu, diutamankan diterima di zona yang dekat tempat tinggalnya. Tetapi, harus tetap mengutamakan yang punya prestasi dan nilai akademis bagus.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
PKB Seperti Meraba Gajah Mengunjungi arena Pesta Kesenian Bali (PKB), maaf, seperti tunanetra meraba seekor gajah. Yang seorang meraba kakinya maka dia berkesimpulan bahwa rupa gajah itu seperti pohon pisang. Yang lain meraba telinganya maka dia katakan rupa gajah itu seperti daun pohon pisang. Berkaitan dengan perumpamaan itu, seperti orang mengunjungi Art Center pada PKB seperti saat ini. Art Center ada dua pintu untuk datang ke sana. Dari arah timur (pintu gerbang utama) dan dari barat (bukan pintu utama). Jika pengunjung dari arah barat maka dia mengatakan PKB seperti pedagang pasar loak. Bahkan mereka mungkin mengatakan PKB seperti tak ubahnya seperti pasar senggol di Kreneng. Jika pengunjung masuk dari pintu gerbang utama maka penilaiannya lain. Mereka akan disuguhi stan-stan yang memamerkan barang-barang kerajinan yang bernilai seni tinggi. Dan juga akan bisa menikmati berbagai hiburan kesenian. Nah, sekarang masalahnya, gimana caranya supaya semua pengunjung masuk dari pintu utama untuk mengurangi kesan ‘’miring’’ makna daripada PKB. Saat ini rasanya sulit diubah karena masalah parker, terutama roda dua. Roda dua sebagian besar parkir di areal barat dekat dengan Bali Banjar Kedaton dekat dengan para pedagang tersebut di atas. Konon kabar berita bahwa Gubernur Bali Wayan Koster akan membangun Art Center yang bertarap internasional di wilayah Kabupaten Klungkung. Saya berharap rencanakan secara matang agar pada event PKB selanjutnya tidak seperti pasar. Pasar atau para penjual itu memang perlu tetapi lokasi para pedagang agar direncanakan supaya tidak seperti di Art Center yang ada sekarang. Walaupun demikian Art Center (Taman Budaya) yang digagas oleh mantan Gubernur Bali Ida Bagus Mantra tetap lestari. W. Beratha Yasa Badung, Bali
Prioritas Siswa Miskin Dalam PPDB Untuk menuju Bali Dwipa yang jaya maka pendidikan di Bali harus bisa menjadi lebih baik lagi. Bali yang tidak memiliki sumber daya alam, akan menjadi pulau yang miskin kembali jika sumber daya manusia yang dipersiapkan tidak dikelola dengan baik. Persiapan tata kelola sumber daya manusia yang baik dapat dilakukan melalui pendidikan yang berkualitas bagi siswa miskin. Namun sayang seribu sayang, keberadaan siswa miskin di Bali masih sangat banyak. Suramnya wajah pendidikan bagi siswa miskin di Bali merupakan proyeksi dari runtuhnya masa depan Bali dalam 10 tahun mendatang.
Oleh I Kadek Darsika Aryanta
A
jang tahunan pendidikan telah dimulai yaitu penerimaan peserta didik baru (PPDB). Pada tahun ini masih menggunakan sistem zonasi sesuai dengan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 dengan beberapa perbaikan dari tahun sebelumnya. Penggunaan sistem zonasi sudah tentu siswa yang lebih dekat akan mendapatkan prioritas yang lebih utama untuk mendapatkan sekolah tersebut. Kadangkala sistem zonasi ini memiliki plus dan minus. Penentuan menggunakan jarak saja dalam pemenuhan kuota sekolah masih belum mampu mengakomodasi perlindungan terhadap siswa miskin. Keberpihakan pemerintah di sini dituntut untuk lebih memperhatikan siswa miskin. Jadi dalam arti sistem zonasi tetap dilakukan melalui jalur miskin, tetapi lebih memprioritaskan kepada tingkat kemiskinan bukan dari jaraknya. Pada tahun ini sekolah negeri memang masih menjadi primadona bagi kalangan orangtua siswa. Maksud dari pemerintah dengan menggunakan sistem zonasi adalah untuk meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan di mana tahun-tahun ke depannya tidak akan ada lagi sekolahsekolah yang favorit. Maksud baik dari pemerintah ini mungkin belum begitu tersampaikan kepada orangtua siswa, sehingga terjadilah distorsi informasi yang
menyebabkan hal-hal yang seharusnya dapat dipahami menjadi bias di masyarakat. Seperti misalnya penggunaan token dalam PPDB. Ada isu yang berkembang jika token yang didapat lebih dulu maka peluang untuk mendapatkan sekolah menjadi tinggi. Hal ini tentu saja merupakan informasi yang sangat menyesatkan. Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan baik kabupaten/ kota maupun provinsi diharapkan melakukan suatu pemetaan terhadap siswa miskin, sehingga angka partisipasi sekolah di Bali bisa menjadi lebih meningkat. Perlunya memprioritaskan siswa miskin untuk mendapatkan sekolah adalah untuk menyelamatkan generasi muda Bali agar tetap mendapatkan layanan pendidikan yang maksimal. Jangan sampai ada siswa yang miskin yang putus sekolah. Pemetaan siswa miskin di Bali seharusnya sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum melakukan PPDB, jadi jangan sampai Dinas Pendidikan terkesan melepas siswa miskin ini. Sehingga diharapkan siswa-siswa yang masih perlu diperhatikan ini mendapatkan prioritas utama untuk mendapatkan sekolah. Sampai saat ini jumlah kemiskinan di Bali masih terdapat sebesar 3,91 persen. Dari angka ini tentu saja sangat banyak sekali dan sangat rentan siswa untuk tidak melanjutkan sekolah. Kita harapkan dengan
keberpihakan yang dinas pendidikan dalam mewakili pemerintah terhadap siswa miskin mental dari masyarakat juga tidak ikut miskin jangan sampai masyarakat berbondong-bondong ingin menjadi miskin hanya untuk mendapatkan kursi sekolah anaknya. Perlu suatu jaringan yang kuat antara dinas terkait untuk mendata sejauh mana siswa tersebut masih dalam kategori miskin atau tidak. Pada tahun 2018 ada program keluarga harapan yang mungkin saja bisa dijadikan sebagai basis data keluarga miskin di Bali. Hal yang terjadi adalah kadangkala antara dinas satu dengan dinasnya lain memiliki data yang berbeda-beda. Urgensi pemetaan siswa miskin melalui sistem zonasi ini tentu saja akan mampu meningkatkan atau mempercepat penanganan siswa miskin yang ada di Bali. Kita harapkan pendataan zonasi untuk siswa miskin ini lebih dipercepat lagi, sehingga didapatkan data yang terelektronifikasi. Jangan sampai harapan-harapan mereka untuk mendapatkan sekolah menjadi sirna karena dikalahkan oleh sistem zonasi yang hanya menggunakan sistem jarak. Prioritas utama dari penjaringan siswa miskin di Bali dalam penerimaan PPDB, dimaksudkan untuk mengubah taraf hidup mereka supaya bisa menjadi lebih baik lagi. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa pen-
didikan merupakan solusi yang sangat efektif untuk memutus rantai kemiskinan secara permanen. Pemberian kesempatan pendidikan yang lebih baik kepada siswa miskin akan menjadi obat yang sangat manjur bagi mereka. Namun telepas dari itu, komitmen pemerintah kali ini ditunggu terobosannya dalam menyelamatkan siswa miskin ini, sehingga mentalmental anak miskin ini tidak ikutikutan miskin juga. Dengan adanya sistem zonasi ini tentu saja diharapkan tidak ada lagi sekolah yang favorit ataupun sekolah unggulan. Pada tahun-tahun ke depannya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menerapkan sistem yang sesuai dengan sistem zonasi, baik itu dari segi PPDB, pelatihan guru, bahkan ada program Kemendikbud yang disebut dengan sekolah zonasi. Pendidikan berbasis zonasi ini diharapkan penanganan dari masing-masing zona akan berbeda-beda sesuai dengan tingkat permasalahannya. Untuk itulah maka kita harapkan basis data dalam zonasi ini harus terus ditingkatkan. Sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru atau PPDB telah berjalan selama tiga tahun, tetapi penolakan sistem ini masih terjadi di kalangan masyarakat, terutama orangtua calon siswa baru. Mereka ingin agar PPDB dikembang-alihkan seperti semula yaitu menggunakan nilai ujian nasional (NUN) menjadi parameter penerimaan siswa-siswinya. Hal ini dikarenakan standar di setiap sekolah di Indonesia masih berbeda. PPDB dengan menggunakan sistem zonasi seharusnya diikuti dengan adanya pemerataan sekolah, permasalahan ini mulai dari penyebaran sekolah negeri yang tidak merata, adanya calon siswa yang tidak terakomodasi di sekolah di mana pun, sementara ada sekolah yang kekurangan siswa karena lokasinya jauh dari permukiman penduduk,
Antisipasi Ledakan Penduduk Perkotaan
URBANISASI menjadi fenomena umum dari migrasi penduduk. Migrasi menjadi gejala yang menyertai dinamika kependudukan dan pembangunan di negara dunia ketiga, termasuk Indonesia, khususnya Bali. Hasil Sensus Penduduk Indonesia tahun 2010 mencatat persentase migran di daerah perkotaan tiga kali lipat lebih besar migran di daerah perdesaan. Data tersebut membuktikan teori demografi bahwa migran lebih banyak ke daerah perkotaan. Alasan utama urbanisasi adalah mencari peruntungan ekonomi di kota. Hal ini menunjukkan bahwa daerah tujuan atau kota dianggap memiliki kondisi jauh lebih baik dari daerah asal atau desa. Urbanisasi di tengah permasalahan kompleks kota penting dimitigasi dan ditekan agar tidak terjadi ledakan yang berujung pada antiklimaks pembangunan. Pandangan neoklasik menyebutkan bahwa pembangunan menyebabkan polarisasi wilayah, yaitu wilayah maju (development region) dan wilayah terbelakang (underdevelopment region) atau wilayah pusat (center) dan pinggiran (pherypery). Konteks Indonesia menujukkan Pulau Jawa dan wilayah kota sebagai wilayah maju dan pusat, sedangkan pulau luar Jawa dan wilayah desa adalah wilayah terbelakang dan pinggiran. Sejak tahun 2015, proporsi penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan lebih besar daripada yang tinggal di desa yaitu sebesar 59,35 persen. Persentase kemiskinan di pedesaan tercatat mencapai 13,96 persen. Hampir dua kali lipat persentase pen-
Oleh Ribut Lupiyanto duduk miskin di kota sebesar 7,7 persen. Diprediksi pada tahun 2025 jumlah penduduk kota mencapai 60 persen. Kota yang dijejali manusia hingga mencapai titik jenuh akan menurunkan daya dukung keruangannya. Penduduk semakin sulit mengakses kebutuhan dasar, seperti lahan bermukim, air bersih, lingkungan sehat, hingga mata pencaharian. Implikasi hal tersebut adalah hadirnya permasalahan kota yang semakin pelik. Kemiskinan terus merangkak naik, permukiman kumuh dan liar kian menjalar, pengangguran meninggi, kemacetan merajalela, penyakit sosial mewabah, dan lainnya. Salah satu kota yang sudah terlampaui ambang batas kejenuhan dan paling kompleks dinamikanya adalah Denpasar. Hal ini merupakan lampu kuning bagi terlampauinya jumlah dan terjadinya tekanan penduduk. Pertambahan penduduk paling signifikan terjadi pascamudik Lebaran. Pemudik disinyalir menarik beberapa orang di kampung halamannya untuk mengadu nasib di ibu kota Provinsi Bali ini. Urbanisasi menurut ilmu demografi disebabkan adanya push and pull factors. Desa mengalami tekanan (push), sedangkan kota melakukan tarikan (pull). Tekanan di desa antara lain disebabkan rendahnya produktivitas ekonomi terutama pertanian, meningkatnya angka kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, terbatasnya lapangan kerja, mandulnya regen-
erasi petani, minimnya fasilitas, dan lainnya. Kota menarik dan menawarkan jawaban atas tekanan desa antara lain dengan kesempatan kerja, banyaknya fasilitas, banyaknya perputaran uang, dan lainnya. Selama pembangunan desa dianaktirikan, maka urbanisasi akan menjadi bom waktu bagi kegagalan pembangunan. Upaya menghadang urbanisasi mesti didekati secara komprehensif, baik dari sisi kota sebagai tujuan maupun desa sebagai pemasok. Fenomena urbanisasi membuka tabir faktual terjadinya ketimpangan pembangunan. Pembangunan secara spasial nyata timpang antara Jawa dan luar Jawa serta antara desa dan kota. Pembangunan selama ini diimplementasikan bias Jawa dan bias kota. Bukti kasat mata antara lain kesenjangan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, jangkauan informasi, lapangan kerja, dan lainnya. Perputaran uang juga berpusat di Jawa dan kota. Ada gula ada semut. Gula itu hanya menumpuk di Jawa dan kota. Akibatnya ledakan penduduk tidak bisa dielakkan. Mendasarkan kenyataan di atas, maka menghadang urbanisasi harus dimulai dengan memeratakan pembangunan. Pertama, perlu peningkatan produktivitas ekonomi di desa melalui pembukaan lapangan kerja, memperbanyak program padat karya, pengembangan agroindustri, penguatan pertanian modern, dan lainnya. Kedua, penyebaran
pembangunan prasarana dasar, seperti perhubungan, pertanian, serta informasi dan komunikasi. Ketiga, mendorong transmigrasi dan migrasi spontan ke luar Jawa. Keempat, pengembangan pusat pertumbuhan di daerah pinggiran. Kelima, perlu penggalakan kembali gerakan bangga suka desa dan bangga menjadi petani untuk mengurangi ketergantungan ekonomi ke kota. Pemerintah pusat bertanggung jawab mewujudkan pemerataan pembangunan di desa. Pemerintah daerah dapat mengalihkan strateginya dengan berkolaborasi lintas wilayah dengan pinggirannya untuk redistribusi potensi ekonomi. Pemerintah daerah juga diharapkan bisa memberikan skill kewirausahaan bagi imigran pendatang agar kembali dan mampu mandiri di desa. Pemerintah kota juga harus bisa berbagi agar perputaran uang berkurang dan mengalir ke daerah lain, khususnya perdesaan. Mitigasi laju urbanisasi butuh upaya riil dan komprehensif bukan sekadar pengaturan administratif. Implementasi upaya di atas diharapkan dapat membalikkan fenomena pasca-Lebaran. Jika sebelumnya pasti terjadi lonjakan urbanisasi, maka ke depan justru akan menurun karena banyaknya pemudik permanen yang tidak kembali ke kota. Tanpa upaya tersebut, siapa pun pemimpinnya dan bagaimanapun kerasnya aturan dipastikan akan tetap menjadikan urbanisasi sebagai fenomena klasik.
sehingga teknis penentuan zonasi masih perlu ditinjau ulang kembali Beberapa daerah penerimaan peserta didik baru ditanggapi negatif oleh para wali murid. Kurangnya jumlah sekolah memang menjadi kendala utama dalam PPDB sistem zonasi. Pelaksanaan PPDB berbasis zonasi di sejumlah daerah diwarnai dengan kekisruhan karena minimnya informasi terkait kebijakan tersebut. Semestinya tidak boleh terjadi siswa atau orangtua yang antre di sekolah sejak subuh, bahkan ada yang menginap karena khawatir tidak mendapatkan token. Untuk mendapatkan data siswa miskin yang valid tentu saja diperlukan sistem informasi kependudukan yang berjalan baik. Setiap penduduk harus memiliki rekam data seluruh identitasnya, termasuk penghasilannya. Kerja sama antara Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan mutlak harus dilakukan untuk mendapatkan data yang akurat dan menyeluruh tentang keberadaan siswa miskin yang ada di Bali. Agar zonasi tidak menjadi gejolak yang tinggi maka kita harapkan semua sekolah sama standar kualitasnya. Tidak saja proses belajar mengajarnya yang dibuat sama standarnya, tetapi fasilitas fisik gedung pun sama. Misalnya semua sekolah punya lapangan olahraga yang sama ukurannya, semua memiliki kolam renang, semua memiliki gedung serba guna, loker sepatu, loker tas, meja dan kursi belajar sama, papan tulis magnetik sama, WC yang sama baiknya. Jika melihat fasilitas fisik gedungnya dan juga fasilitas belajar mengajarnya, maka diharapkan tidak lagi ada ketimpangan di sekolah satu dengan yang lainya. Penulis, guru Fisika, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN Bali Mandara
POJOK Koster harapkan Bank BPD Bali jadi agen pembangunan ekonomi daerah. - Bank yang sejahterakan rakyat Bali. *** Jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Pura Besakih jauh dari target. - Pura Besakih bukan tempat wisata. *** Jelang purnatugas, sejumlah ranperda belum tuntas dibahas Dewan Badung. - Sibuk atau lesu?
Penulis, Deputi Direktur Center for Public Capacity Acceleration (C-PubliCA)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Senin Wage, 8 Juli 2019
Sejumlah Sekolah Khawatir Calon Siswa Tak Daftar Ulang Tabanan (Bali Post) -
tuk sementara, tiga sekolah tersebut masih aman, alias belum ada kekurangan siswa. Kepala SMPN 5 Tabanan I Gede Ngurah Kumara Jaya mengatakan, sementara ini kuota SMPN 5 Tabanan masih terpenuhi. Pihaknya tinggal menunggu pendaftaran kembali yang dijadwalkan mulai hari ini. ‘’Belum tahu nanti setelah pendaftaran ulang. Kita tunggu saja hasilnya,’’ jelasnya, Minggu (7/7) kemarin. Diterangkan, yang mendaftar tersebut memang sudah sesuai zonasi. Tetapi pihaknya belum bisa memastikan apakah 160 orang siswa tersebut akan mendaftar ulang. ‘’Jika tidak, tentu akan kami telusuri kemana mereka mendaftar,’’ tegasnya. Meski demikian, pihaknya
tidak mempermasalahkan jika ada calon siswa yang tidak mendaftar ulang. Karena, SMPN 5 Tabanan lebih mengedepankan kualitas dibandingkan kuantitas. Seluruh guru sudah didorong untuk berjuang mengajarkan anak didik supaya mampu bersaing. ‘’Kami tidak ingin SMPN 5 Tabanan dikatakan SMP penampungan. Jika sedikit dapat, ya tidak masalah,’’ ucapnya. Sementara itu, Kepala SMPN 5 Kediri I Nyoman Sutarya mengungkapkan, siswa yang sudah diluluskan sebanyak 138 orang dari daya tampung 128 orang. Jika mereka seluruhnya melakukan pendaftaran ulang maka jumlah rombel tetap 4 rombel, namun jumlah siswa per rombel akan ditambah. ‘’Tetapi saya belum bisa memastikan sekarang berapa dapat siswa, tunggu pendaftaran ulang yang dimulai besok (hari inired),’’ tegasnya. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Sebagai salah satu penghasil kelapa di Kabupaten Tabanan, Desa Selemadeg Kecamatan Selemadeg, juga menjadi penghasil VCO atau minyak kelapa murni. Usaha pembuatan VCO belakangan ini semakin berkembang. Namun imbasnya berupa limbah batok kelapa juga perlu penanganan lebih lanjut agar bernilai ekonomis. Selain VCO, masyarakat sejak tahun 2018 membuat briket atau arang dari limbah batok kelapa. Terkait hal itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan tahun ini akan kembali membantu penyediaan alat pembuatan briket. Saat ini sedang dilakukan pengadaan langsung mesin pengolahan batok kelapa dengan pagu Rp 170 juta. Kasi Pengendalian dan Pengawasan Disperindag Tabanan Dewa Gede Sutariawan, seizin Kepala Disperindag I Gusti Nyoman Arya Wardana menjelaskan, pengadaan langsung dengan pagu Rp 170 juta tersebut untuk empat mesin briket. Sebelumnya, di tahun 2018, Desa Selemadeg sudah mendapatkan hibah empat mesin pengolahan kelapa. Keempat mesin tambahan tersebut sudah dipinjam-pakaikan. ‘’Karena hibah tidak ada dua kali, 2018 desa tersebut sudah mendapat hibah dari Pemda ke BUMDes, tahun ini
dinas memiliki mesin tersebut, tetapi dipinjam-pakaikan selama 10 tahun,’’ terangnya, Minggu (7/7) kemarin. Terkait bantuan ini, kata Sutariawan, merupakan kegiatan lanjutan dari Pagu Indikatif Kecamatan (PIK), karena kegiatan sebelumnya masih kekurangan mesin produksi. Apalagi Desa Selemadeg sudah fokus pada pengolahan limbah batok kelapa menjadi briket sebagai turunan dari VCO sejak tahun 2018, hanya saja karena terbentur dana, mereka tidak bisa menambah peralatan yang dibutuhkan. ‘’Sudah terbentuk briket, tetapi belum sempurna. Setelah dievaluasi kembali di 2019, kebetulan dikondisikan lagi dana untuk lanjutan. Jadi, akan ditambah lagi empat mesin, sehingga lebih lengkap,’’ terangnya. Sebelumnya, Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratmaja menyatakan, Pemkab Tabanan tengah berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dengan menggarap sektor hulu. PIK merupakan stimulan untuk mendukung sektor pertanian khususnya dalam rangka pemberdayaan petani. Dana PIK tidak bisa dibagi rata ke setiap desa, ‘’Itu dikompetisikan, desa yang membuat program lebih bagus, bisa mendapatkan lebih. Jadi, tidak dibagi rata,’’ jelasnya. (kmb28)
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi sudah diumumkan Sabtu (6/7) lalu. Mereka yang lolos lewat jalur tersebut selanjutnya akan melakukan pendaftaran ulang mulai Senin (8/7) hari ini sampai Rabu (10/7).
Bali Post/bit
PENGUMUMAN - Suasana pengumuman jalur zonasi di SMPN 2 Tabanan, Sabtu (6/7) lalu.
Untuk tiga sekolah yang berlokasi di Kota Tabanan, yakni SMPN 1 Tabanan, SMPN 2 Tabanan dan SMPN 3 Tabanan, tentu tidak diragukan lagi, mengingat animo calon peserta didik sangat tinggi untuk melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut. Apalagi Dinas Pendidikan merencanakan penambahan dua unit ruang belajar di SMPN 2 Tabanan dan satu ruang belajar di SMPN 3 Tabanan. Sebaliknya, sekolah lainnya seperti SMPN 5 Tabanan yang berlokasi di Desa Sudimara dan dua SMPN baru yakni SMPN 6 Tabanan dan SMPN 5 Kediri, justru tidak sedang dalam zona nyaman. Meski dari data, jumlah pendaftaran untuk ketiga sekolah tersebut sudah melebihi kuota, namun
itu belum menjamin calon siswa akan kembali mendaftar saat pendaftaran ulang. Dari data, di SMPN 5 Kediri yang beralamat di Desa Abiantuwung Kecamatan Kediri, siswa yang diterima baik dari jalur zonasi, prestasi dan perpindahan orangtua sebanyak 138 orang. Jumlah yang diterima sudah melebihi juknis. Sesuai juknis, sekolah itu seharusnya menerima 128 siswa yang terdiri dari 4 kelas. Di SMPN 5 Tabanan, sesuai juknis menerima siswa sebanyak 160 orang yang terdiri dari 5 rombel. Sedangkan yang mendaftar serta yang diluluskan adalah 160 orang. Sementara di SMPN 6 Tabanan, daya tampungnya 160 siswa, yang diluluskan sebanyak 201 orang. Jadi un-
Pemkab Gali Potensi Kawasan Nikosake
Tabanan (Bali Post) – Berbagai upaya dilakukan Pemkab Tabanan untuk mengembangkan kawasan Nira, Kopi, Salak, dan Kelapa (Nikosake) yang meliputi lima desa di Tabanan barat. Pengembangan ini sebagai langkah pemerataan pembangunan di Kabupaten Tabanan. Pada workshop sinergitas manajemen dan prospek pengembangan investasi agrowisata di kawasan Nikosake, Sabtu (6/7) lalu, dipaparkan potensi lima desa kawasan Nikosake yang meliputi Desa Belimbing, Sanda, Munduktemu, Wanagiri dan Lumbung Kauh. Selain itu, dibahas pula tantangan dan kendala pengembangan potensi daerah tersebut. Dijelaskan, kelima desa tersebut memiliki potensi agrowisata. Seperti Munduktemu yang bagaikan negeri di atas
awan, Sanda dengan kunangkunangnya dan Wanagiri dengan julukan Desa hujan yang memiliki pemandangan yang Indah. Melalui diskusi santai itu, Bapelitbang Kabupaten Tabanan berharap bisa menggali seluruh potensi di lima desa sehingga muncul kawasan ekonomi baru di Tabanan. Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratmaja menyebutkan, potensi di lima desa akan dikemas menjadi sebuah produk yang dikolaborasikan dengan aktivitas penduduk setempat, sehingga wisatawan tertarik mengunjungi kawasan Nikosake. Sementara itu, Sekda Tabanan I Gede Susila mengatakan, sebagai upaya pengembangan kawasan Nikosake, dalam satu tahun terakhir ini melalui fasilitas Bappenas, Pemkab Tabanan telah menjalin kerja sama dengan proyek NSLIC/
NSELRED melalui program Responsive Innovation Fund atau RIF. ‘’Melalui kerja sama ini, telah terlaksana berbagai pelatihan berkenaan dengan peningkatan nilai tambah produk unggulan serta penyiapan SDM untuk mendukung pengembangan desa wisata,’’ ujar Susila. Pemkab Tabanan juga telah menghidupkan kembali Perusahaan Daerah Dharma Santhika yang diberikan mandat menangani pemasaran komoditi dan produk olahan petani, BUMDes dan UMKM. ‘’Dalam pelaksanaan atau suksesnya kegiatan pengembangan ini, pemerintah tidak bisa berjalan atau bekerja sendiri, namun perlu dukungan dari semua pihak khususnya masyarakat di kawasan Nikosake sehingga program ini bisa berjalan dengan lancar,’’ imbuh Susila. (kmb28)
Bali Post/bit
WORKSHOP - Workshop sinergitas manajemen prospek pengembangan investasi di kawasan Nikosake.
Gedung SD Peninggalan Belanda di Kerambitan
Dinilai Layak Jadi Daya Tarik Pariwisata DI Kecamatan Kerambitan, tepatnya di Desa Baturiti, terdapat sebuah bangunan peninggalan zaman Belanda. Usia sudah mencapai 100 tahun, namun hingga sekarang masih difungsikan sebagai ruang kelas SDN 1 Baturiti.
Bali Post/bit
PENINGGALAN - Bangunan berusia 100 tahun peninggalan Belanda yang hingga kini masih difungsikan sebagai SDN 1 Baturiti.
Bangunan tersebut masih tampak kokoh dan berada dalam satu areal bangunan lainnya di SDN 1 Baturiti. Bangunan tua tersebut digunakan untuk tiga kelas yakni kelas I, II dan III. Bagian pintu serta jendela sangat khas nuansa arsitektur Belanda. Hanya saja untuk bagian atap dan lantai sudah pernah mendapatkan perbaikan. Tokoh Desa Baturiti Made Pasek Wiratmaja (52) menuturkan, dari yang diketahuinya, bangunan tersebut sudah ada sejak tahun 1919 dan merupakan sekolah peninggalan Belanda. Menurut pengakuan para tetua terdahulu, sekolah tersebut merupakan satu-satunya sekolah rakyat di Kerambitan. Siswanya tidak hanya berasal dari Kerambitan, melainkan dari Selemadeg Timur dan sekitarnya. ‘’Sekolah itu sudah banyak menghasilkan orang hebat,’’ ujarnya. Pasek pun mengakui, bangunan tua memang sarat nuansa mistis.
Sejumlah kejadian mistis pernah dialami beberapa orang. ‘’Bahkan paman saya sendiri pernah mengalami kejadian pintu terkunci sendiri. Namun itu sudah tidak ada lagi saat ini,’’ terangnya. Dikatakan Pasek, keberadaan bangunan peninggalan Belanda ini akan menjadi pendukung program pengembangan pariwisata yang sedang gencar dilakukan. Apalagi, tidak jauh dari SD tersebut, Desa Baturiti melalui Pokdarwis merancang wisata bernuansa kearifan lokal dengan menggabungkan sektor pertanian yakni Uma Kawan. Nantinya wisatawan saat bersepeda dapat melihat pemandangan pertanian dan berinteraksi langsung dengan petani, kemudian berwisata ke puri, mengunjungi pasar tradisional, membuat kerajinan serta mengunjungi bangunan peninggalan Belanda tersebut. (bit)
Desa Selemadeg Dapat Bantuan Empat Mesin Briket
BULELENG
8
Senin Wage, 8 Juli 2019
Transaksi Selama TLF Capai Ratusan Juta Rupiah Singaraja (Bali Post) – Twin Lake Festival (TLF) ke-6 tahun 2019 berakhir, Sabtu (6/7), di kawasan Danau Buyan Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada. Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi peningkatan nilai transaksi selama TLF ke-6 tersebut. Tahun ini total nilai transaksinya mencapai Rp 209 juta. Ketua Panitia TLF ke-6 yang juga Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng Ir. Made Sumiarta mengatakan, peningkatan transaksi tersebut dari kuliner dan pameran. Selain itu, pasar pangan lokal diikuti oleh Forum Petani Muda Bali turut membantu kenaikan jumlah transaksi ini. Selain itu, pengunjung tahun ini terlihat semakin antusias. Ditambah dengan areal di danau yang tertata dengan baik. “Banyak pihak yang membantu sehingga gelaran tahun ini berjalan dengan lancar,” tegasnya. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana diwakili Asisten Ekonomi, Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat dan Layanan Pengadaan Setda Buleleng Ni Made Rousmini menyampaikan, semua upaya harus berjalan beriringan. Sambil mengatasi kerusakan lingkungan, pemkab bersama
masyarakat juga mengembangkan pertanian organik yang diintegrasikan dengan pariwisata berbasis masyarakat. Pengembangan pariwisata juga dilakukan dengan menjadikan keasrian alam sebagai daya tarik wisata. “Kita harus tetap menjaga keseimbangan ekosistem khususnya di Danau Kembar Buyan dan Tamblingan. Ini karena dua danau ini kawasan suci serta kawasan resapan,” jelasya. Sebelum acara penutupan, lomba masak ikan nila. Lomba masak dengan bahan baku ikan nila berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu digelar lomba masak ikan patin. Lomba tersebut diikuti perwakilan masing-masing kecamatan dan peserta berusaha untuk menghasilkan olahan ikan nila terbaik. Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Buleleng Ni Made Arnika
mengatakan, ikan nila dijadikan bahan baku lomba tahun ini merupakan upaya pengembangan budi daya ikan di Buleleng. Selain itu sebagai upaya pengenalan ikan nila kepada masyarakat. “Kami ingin agar olahan ikan semakin beragam. Oleh karena itu, setiap tahun kami ganti jenis ikannya sebagai bahan baku (lomba - red),” tegasnya. Selain lomba masak ikan nila, juga diadakan restocking atau penebaran benih ikan nila di Danau Buyan. Tujuannya untuk memulihkan kembali kondisi penyediaan ikan di danau tersebut. Sebanyak 10 ribu benih ikan ditebar bersama dengan Kelompok Nelayan Danau Buyan. Ekosistem di Danau Buyan juga diupayakan untuk diperbaiki dengan restocking. (kmb38)
Benih Ikan – TLF ke-6 ditutup dengan penebaran sekitar 10 ribu benih ikan di kawasan Danau Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng.
Bali Post/kmb38
Studi Banding ke Jawa Barat
Stikes Buleleng Komitmen Jalankan Dharma Agama dan Dharma Negara STIKES Buleleng melaksanakan studi banding ke Jawa Barat dan kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Pasalnya, studi banding ini menjadi paket perjalanan akademis sekaligus meningkatkan
spiritual terhadap keluarga besar Stikes Buleleng. Perjalanan ini merupakan dharma agama dan dharma negara. Studi banding ini momen yang tidak terpisahkan dengan persembahyangan di Pura Agung Gunung
Salak, Bogor dan bertemu Ir. Jero Wacik yang menjalani masa penahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung. Agenda kunjungan ini merupakan program tahunan sebagai agenda kampus
untuk meningkatkan penguasaan keilmuan dan kewilayahan. Perjalanan sejak 25 Juni lalu ini, diawali dengan persembahyangan di Pura Agung Gunung Salak, Bogor. Ketua Stikes Buleleng Dr. I Made Sundayana me-
Studi Banding – Rombongan Stikes Buleleng melakukan studi banding ke Jawa Barat dan sesi foto bersama mantan Menpar Ir. Jero Wacik di Lapas Sukamiskin, Bandung.
Bapemperda Usulkan Peninjauan Perbup PBB-P2 Singaraja (Bali Post) – Usulan melakukan peninjauan kembali Peraturan Bupati (Perbup) No. 15 Tahun 2019 tentang tata cara pemungutan pajak bumi dan bangunan pedesaan perkotaan (PBB-P2), diharapkan tuntas pekan ini. Kajian ini sendiri dilakukan oleh Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Buleleng. Ketua Bapemperda DPRD Buleleng Gede Suradnya beberapa waktu lalu mengatakan, rencana untuk melakukan peninjauan kembali atas perbup tersebut sudah dikoordinasikan dengan tim pakar DPRD. Dari koordinasi itu, pihaknya memandang perlu mengusulkan peninjauan kembali perbup tersebut. Sebelum pembahasan, pihaknya akan menyampaikan usulan tersebut
kepada pemerintah daerah. ‘’Kami sudah melakukan kajian internal bersama tim pakar. Hasilnya dipandang perlu melakukan peninjauan kembali. Sebelum membahasnya, kami akan sampaikan secara resmi kepada pemerintah daerah melalui pimpinan dewan,’’ tegasnya. Menurut politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini, sebagai wakil rakyat ia sangat memahami akan kebutuhan masyarakat. Penyesuaian nilai jual objek pajak (NJOP) hanya diberlakukan bagi masyarakat yang melakukan transaksi jual beli, bukan kepada seluruh wajib pajak (WP). Untuk menghindari munculnya gejolak di masyarakat, penyesuaian NJOP itu berlaku untuk semua wajib pajak PBB-P2
dan perlu dituangkan dalam peninjauan kembali perbup tersebut. Seperti diberitakan, setelah Peraturan Daerah (Perda) Buleleng No. 14 Tahun 2018 tentang perubahan atas Perda No. 5 Tahun 2013 tentang PBBP2 ditindaklanjuti melalui Perbup No. 15 Tahun 2019, perubahan Perbup No. 81 Tahun 2018 tentang tata cara pembayaran PBB-P2. Menyusul berlakunya regulasi ini muncul keberatan para wajib pajak. Tidak sedikit di antaranya mereka mendatangi gedung dewan. Seperti Perbup No. 15 Tahun 2019 yang mengatur tentang pengurangan PBB-P2 dengan nilai antara 60 hingga 90 persen. Meski ada kebijakan pengurangan, namun hal itu dianggap memberatkan masyarakat. (kmb38)
ngatakan, materi studi banding ini harus dimengerti, dipahami, dianalisis, diimplementasikan dan dipertanggungjawabkan. Optimismenya, karena perjalanan menuju pengabdian kepada Tuhan adalah sebuah keikhlasan dan rasa syukur. “Semuanya dianggap sebagai pengalaman yang memiliki arti sehingga akan tuntas dengan rasa syukur yang dalam dan selalu dalam kebersamaan dengan Tuhan, Hyang Widhi Wasa,” ujarnya. Dr. Sunda -- panggilan akrab Dr. I Made Sundayana -- sangat kental dengan pemahaman teoretik, penguasaan teroterial dan strategi. Berani mengambil sebuah keputusan dengan
selalu berpikir positif lewat energi spiritual. Termasuk perjalanan tersebut berani menempuh perjalanan panjang demi mendapatkan sesuatu yang baru untuk kebaikan kampus. Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Lapas Sukamiskin, Bandung. Di sana, rombongan menemui mantan Menteri Pariwisata (Menpar) dan Menteri Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Ir. Jero Wacik. “Kami terkesima dan haru melihat gaya, wawasan serta komunikasi Jero Wacik yang cerdas dan lugas. Sekilas terlihat ada harapan agar generasi muda Bali jangan
kerdil, harus siap tantangan agar mampu duduk di pemerintahan,” ujarnya. Oleh karena itu, wajar saja Jero Wacik merupakan alumnus SMAN 1 Singaraja ini mampu mencapai akselerasi kesarjanaannya di ITB Bandung dengan waktu yang cukup singkat. Pengalamannya dalam dunia akademis, bisnis dan usaha, wisata hingga politik diulas habis dengan cerita apa adanya untuk dijadikan wawasan oleh keluarga besar Stikes Buleleng. Banyak yang tidak mengenal sosok dan pengalaman Jero Wacik secara tuntas, karena dia populer saat di panggung politik dan jatuh pun saat berada di arena politik. (ad310)
GIANYAR
Senin Wage, 8 Juli 2019
SMAN 1 Payangan Hanya Dilirik Tiga Siswa
9
Gianyar (Bali Post) Gubernur Bali sudah mengeluarkan surat edaran nomor:422.1/36200/BPTEKDIK/DISDIK tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Negeri Provinsi Bali Tahun Ajaran 2019-2020. Melalui surat edaran itu SMAN 1 Payangan yang disiapkan kuota 174, justru hanya dilirik oleh 3 orang pendaftar hingga batas waktu, Minggu (7/7) kemarin. Diketahui dominan siswa masih mendaftar di SMAN 1 Blahbatuh dan SMAN 1 Sukawati.
Bali Post/nik
UPT - Proses pembangunan Rumah Sakit Payangan yang berlokasi di UPT Kesmas Payangan, Minggu (7/7) kemarin.
RS Payangan Mulai Dibangun
Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar terus menggenjot pembangunan rumah sakit tipe C di Kecamatan Payangan. Bahkan saat ini pembangunan rumah sakit itu sudah mulai dikerjakan. Mempercepat proses pengerjaan Bupati Gianyar juga sudah menunjuk kepala Puskesmas Payangan sebagai direktur rumah sakit tipe C itu. “Rumah sakit di Payangan itu secara struktur sudah berproses, terkait Sumber Daya Manusia (SDM) juga sudah kita siapkan, dan sekarang kita telah pasang label rumah sakit,” ungkap oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra ditemui beberapa waktu lalu. Mempercepat pekerjaan rumah sakit ini, Bupati Mahayastra mengaku sudah menunjuk UPT Kesmas Payangan sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Payangan tersebut. Penunjukan ini dilakukan karena yang bersangkutan telah menangani proses pembangunan rumah
sakit dari awal. “Direkturnya, dr. I Gusti Ngurah, sebelumnya adalah Kepala Puskesmas Payangan. Beliau ditetapkan dengan SK Bupati, kerena berdasarkan aturan yang mengurus izin baik yang ada di pusat maupun yang kita mohonkan, itu harus oleh direktur,” jelasnya. Dijelaskan pembangunan RS Payangan membutuhkan lokasi yang strategis, yakni lokasi yang saat ini berdiri Puskesmas Payangan. Pembangunan rumah sakit ini juga membutuhkan lahan yang cukup luas. Sementara lahan puskesmas yang akan dibangun menjadi RS tipe C ini belum mencukupi untuk dibangun gedung UGD dan lahan parkir. Mempertimbangkan beberapa hal itu pembangunan rumah sakit tersebut diputuskan untuk menggunakan beberapa kantor, yakni terdiri atas UPT Kesmas Payangan, Kantor Camat Payangan, dan Kantor Koramil Payangan. Sementara pada 2020 mendatang ketiga kantor itu
akan pindah ke lokasi Balai Benih Ikan (BBI) di Payangan. Sedangkan untuk BBI Payangan akan disatukan dengan BBI yang ada di Desa Siangan Kecamatan Gianyar. “Diharapkan pemindahan selesai pada 2020 nanti,” katanya. Diketahui pembangunan RS tipe C di Kecamatan Payangan, ini memang menjadi Kebutuhan mendesak. Apalagi dari 7 kecamatan di Kabupaten Gianyar ada 3 kecamatan yang belum memiliki akses memadai terkait layanan kesehatan. Di antaranya Kecamatan Payangan, Tampaksiring dan Tegallalang. Sedangkan di kecamatan lain hampir seluruhnya memiliki rumah sakit. Seperti di Kecamatan Gianyar selain dekat dengan RSUD Sanjiwani, juga terdapat RS Family Husada, di Kecamatan Ubud ada RS Aricanti, di Kecamatan Sukawati dilayani oleh RS Premagana dan RS Ganesha, sedangkan di Kecamatan Blahbatuh terdapat RS Kasih Ibu. (kmb35)
Usai Memasak, Dapur Terbakar Gianyar (Bali Post) Warga digegerkan dengan kebakaran yang terjadi pada bangunan dapur milik korban, I Wayan Senti, di Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud pada Minggu (7/7) kemarin. Dugaan sementara kebakaran terjadi akibat api dari sisa pembakaran kayu bakar terus menyala dan merembet ke bangunan dapur. Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian jutaan rupiah. Informasi dihimpun, kebakaran bangunan dapur diketahui pertama kali oleh Ni Made Nguk pada Minggu pagi sekitar pukul 06.30 Wita. Kala itu wanita 58 tahun ini sudah mengetahui korban usai memasak menggunakan kayu bakar. Saat memasak, korban sempat meninggalkan dapurnya untuk melihat babi di belakang rumahnya. Nah, saat ditinggal itulah, diduga api mulai membesar, hingga akhirnya membakar dapur tersebut. Melihat ada kepulan asap membesar di atap dapur, Ni Made Nguk berteriak minta tolong. Warga di sekitar langsung berdatangan untuk membantu memadamkan api. Warga juga meminta bantuan ke petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Gianyar.
Bali Post/nik
KEBAKARAN - Terlihat petugas pemadam mengecek kebakaran dapur di Desa Kedewatan, Minggu kemarin. Tak berselang lama, Damkar Gianyar tiba di lokasi kejadian. Kobaran api dari dapur korban Senti cukup menegangkan. Karena api sempat menyambar dapur tetangga milik I Ketut Media (60). Jarak dapur Senti dengan tetangganya itu memang cukup berdekatan. Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Gianyar Made Watha membenarkan adanya
kebakaran tersebut. Dikatakan usai menerima laporan, petugas langsung diturunkan untuk memadamkan api. “Berkat kesigapan petugas, api berhasil dipadamkan,” ujarnya. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 07.20 Wita. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian itu. Namun korban menderita kerugian kurang lebih puluhan juta rupiah. (kmb35)
Berdasarkan data optimalisasi daya tampung PPDB untuk SMA/SMK negeri Provinsi Bali, tercatat enam sekolah di kawasan seni ini mendapat penambahan. Seperti SMAN 1 Gianyar mendapat penambahan daya tampung 20, SMAN 1 Ubud ditambah 20, SMAN 1 Sukawati ditambah 20 dan SMAN 1 Blahbatuh juga mendapat penambahan 20 daya tampung. Paling tinggi SMAN 1 Payangan mendapat tambahan daya tampung 100. Jumlah itu pun ditambah 74 sisa daya tampung PPDB sebelumnya yang belum terisi, sehingga daya tampung keseluruhan untuk PPDB optimalisasi ini menjadi 174. SMAN 1 Tampaksiring juga mendapat penambahan daya tampung 32 siswa. Jumlah itu juga ditambah dengan sisa kuota PPDB sebelumnya sebanyak 10 siswa. Sehingga untuk PPDB optimalisasi ini SMAN 1 Tampaksiring membuka kesempatan
untuk 42 siswa. Khusus untuk SMAN 1 Tegallalang yang menurut data sebelumnya kekurangan 72 siswa untuk mengisi kuota daya tampung. Setelah dikalkulasikan dengan pendaftaran calon siswa pada pilihan II, kini masih memiliki kuota 20 siswa untuk memenuhi daya tampung 288. Sehingga Dinas Pendidikan Provisi Bali memutuskan tidak ada penambahan selain pemenuhan daya tampung tersebut untuk sekolah ini. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Gianyar I Wayan Gabra mengatakan, laporan yang diterima hingga Minggu sore kemarin, diketahui SMAN 1 Payangan dan SMAN 1 Tampaksiring masih kekurangan siswa untuk memenuhi kuota yang ada. “Paling kurang itu SMAN 1 Payangan, laporan terakhir yang mendaftar hanya 3, padahal sudah disiapkan total kuota 174 untuk PPDB
optimalisasi ini,” katanya dihubungi Minggu (7/7) kemarin. Diperkirakan, kondisi ini terjadi karena secara geografis, sekolah tersebut berada cukup jauh. Padahal dari segi kuantitas dan kualitas sama seperti SMA Negeri lainnya, baik itu dari segi guru atau pun sarana prasarana belajar. “Kualitas dan kuantitas SMAN 1 Payangan sama seperti SMA negeri lain, hanya itu letak geografis yang mungkin banyak menjadi pertimbangan siswa,” katanya. Sementara untuk PPDB optimalisasi di SMAN 1 Ubud, sudah terisi penuh sesuai tambahan kuota 20 untuk daya tampung. “Waktu akhir Minggu siang ini pas yang mendaftar 20 siswa, mungkin dalam dua hari ini para siswa hati-hati sekali, serta melihat daya saing juga, “ katanya. Sementara pada PPDB Optimalisasi kali ini, diketahui yang cukup krodit di SMAN 1 Blahbatuh dan SMAN 1 Sukawati. Kepala SMAN 1
Sukawati Drs. I Gusti Made Puja Armaya mengatakan hingga Minggu siang kemarin di sekolahnya tercatat ada 68 siswa yang mendaftar, meski penambahan daya tampung di sekolah dengan julukan Suksma ini hanya 20. Sehingga diperkirakan ada puluhan siswa yang tidak diterima di sekolah negeri. “ Kita akan lakukan perangkingan tanggal 8 hingga nanti diumumkan tanggal 9, yang jelas untuk PPDB optimalisasi ini siswa tidak bisa mendaftar pada lebih dari satu sekolah negeri,” katanya. Dikatakan sebelumnya pihaknya sudah membuka daya tampung untuk 369 siswa untuk 11 kelas. Nah dengan penambahan daya tampung sebanyak 20 ini, dipastikan pihaknya akan menambah rombongan belajar menjadi 12. “Kalau ruangan kita tidak ada masalah, kemungkinan kita akan manfaatkan satu lab untuk mobile,” ucapnya. (kmb35)
Sosialisasi Kontingen Gianyar Mahayastra Motivasi Atlet
MENYONGSONG gelaran Porprov Bali 2019 yang berlangsung September mendatang di Tabanan, KONI Gianyar mengadakan sosialisasi kontingen Kabupaten Gianyar, di GOR Kebo Iwa, Gianyar, Minggu (7/7) kemarin. Sosialisasi kontingen Porprov dihadiri Bupati Gianyar Made Mahayastra. Pada sosialisasi tersebut, para atlet berjalan dari GOR Kebo Iwa menuju Lapangan Astina, Gianyar. Bupati Mahayastra turut berjalan bersama para atlet, diikuti oleh pengurus dan Ketua KONI, beberapa pimpinan OPD dan anggota dewan. Bupati Mahayastra yang ikut berbaur bersama atlet mengaku bangga dengan semangat atlet untuk berkumpul dan berjalan bersama menuju Lapangan Astina. Mahayastra juga mengapresiasi perjuangan para atlet telah merebut peringkat ke-3 untuk pertama kalinya tahun 2017 lalu di tengah banyak hambatan. “Tahun 2017 kita rebut peringkat ketiga besar pertama dalam sejarah, dengan lompatan medali yang luar biasa padahal menuju Porprov 2017 kita banyak masalah, kita kesulitan dalam pendanaan, kita banyak hambatan tapi kita berhasil,” sambung pejabat asal Payangan tersebut. Walau telah meraih peringkat 3 besar, kini ia mentargetkan untuk bisa meraih peringkat kedua. “Sekarang saya tidak mau 3 besar lagi saya ingin kita tembus dalam 2 besar,” tegas Mahayastra. Disinggung masalah KONI, Mahayastra menekankan bahwa persiapan KONI sudah maksimal. Bahkan KONI Gianyar sudah mempersiapkan hotel untuk tempat tidur atlet di Tabanan. Bupati Mahayastra juga mengimbau agar
GOR - Suasana sosialisasi kontingen Kabupaten Gianyar di GOR Kebo Iwa, Gianyar, Minggu (7/7) kemarin. KONI mempersiapkan kebutuhan atlet dengan baik. Bupati juga berjanji akan memberikan reward bagi atlet yang berprestasi di Tabanan nantinya. Walau belum disebutkan nominalnya secara gamblang. Bupati Mahayastra meyakinkan atlet, bahwa reward bagi atlet tidak akan kalah dengan reward atlet kabupaten lainnya di Bali. “Walau bukan menjadi ukuran segalanya, saya berharap fanatik patriotisme membawa nama Gianyar selalu menggebu di hati para atlet,” ujar Mahayastra. Dikatakannya pula, walaupun bukan sebagai tuan rumah, Mahayastra yakin mental atlet Gianyar semua lebih baik dari tuan rumah. “Sekarang saatnya, para pelajar jangan diracuni dengan kecurangan, bertarunglah habis-habisan, pertaruhkanlah nama besar Gianyar, kita tidak akan kalah, menanglah den-
gan terhormat demi Gianyar,” tukasnya. Di lain sisi, Ketua KONI Gianyar Pande Made Purwatha mengatakan, acara sosialisasi kontingen Kabupaten Gianyar yang akan mengikuti Porprov Bali ke-14 di Tabanan dikemas sebagai laporan kepada Bupati Gianyar. “Di samping sebagai laporan kepada bupati, sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat Gianyar yang tidak paham keolahragaan, yang selama ini mungkin tutup mata terhadap keolahragaan, mereka akan tahu bahwa inilah patriot olahraga yang akan membawa nama besar Gianyar dan wibawa Kabupaten Gianyar dikancah keolahragaan Provinsi Bali,” ujar Pande Purwatha. Untuk itu tidak ada kesan dana hibah Bupati Gianyar kepada KONI seolah-olah untuk beberapa orang, jadi untuk atlet semua inilah dana itu diperuntuk-
kan demi prestasi, dan nama Gianyar itu sendiri. Dikatakannya pula kontigen Kabupaten Gianyar yang akan dibawa ke Tabanan sebanyak 750 atlet dari 38 cabor, pelatih 50 orang dan menejer 30 orang di masing-masing cabor. Pande Purwatha menekankan bahwa tekad Pengurus KONI ingin mempertahankan prestasi besar yang telah didapatkan saat menjadi tuan rumah dengan motivasi dan dukungan dari Bupati. Mempersiapkan para atlet, di samping dengan melaksanakan kompetisi di setiap cabor juga mengajak atlet untuk bertanding keluar daerah untuk mengasah kemampuan. “Cara Baline pang sing kadene galak di guunge (biar tidak dikira jago di kandang) kami ajak atlet untuk bertarung keluar daerah untuk mengasah kemampuan,” pungkas Pande Purwatha. (ad300)
JEMBRANA
10
Senin Wage, 8 Juli 2019
Kebijakan Optimalisasi PPDB SMA/SMK Negeri
Sekolah Swasta Terancam Tak Mendapatkan Siswa Negara (Bali Post) – Munculnya kebijakan optimalisasi sekolah pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK, membuat sekolah swasta kecewa. Dari 12 SMA/SMK swasta yang ada di Kabupaten Jembrana dikhawatirkan akan menghadapi masalah yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni tak mendapatkan siswa. Bahkan yang terburuk, akan ada sekolah swasta tutup lagi seperti tahun lalu. Optimalisasi PPDB yang menitikberatkan pada optimalisasi daya tampung sekolah ini dinilai sebagai penerimaan gelombang II terselubung. Ketua Badan Musyawah Perguruan Swasta (BMPS) Jembrana I Ketut Udara Narayana, Minggu (7/7) kemarin mengungkapkan, dengan adanya optimalisasi PPDB SMA yang tidak lain merupakan gelombang II, menyalahi kesepakatan sebelumnya. Dalam rapat bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali yang pernah digelar sebelumnya, SMA swasta akan mendapatkan porsi penerimaan siswa. Bahkan khusus di Jembrana, dari kalkulasi awal akan ada 700-an siswa lulusan SMP yang berpotensi masuk ke SMA swasta apabila peraturan PPDB konsisten
diterapkan. Tetapi, dengan adanya kebijakan optimalisasi PPDB ini, jumlah siswa yang berpotensi ke SMA/ SMK swasta berkurang. Belum lagi, jumlah tersebut akan dibagi untuk 12 SMA/SMK swasta di Jembrana. Sehingga dipastikan akan sulit dalam satu sekolah memenuhi standardisasi satu rombel. Bahkan bukan tak mungkin, tidak mendapatkan pendaftar. “Menurut saya ini kebijakan sangat merugikan,” terang Ketut Udara. Semestinya harus dipikirkan dampak melekat akibat kebijakan ini. Bukan
hanya semata persoalan sekolah negeri atau sekolah swasta saja, tetapi juga tenaga pengajar di sekolah. Misalnya, guru sertifikasi yang terdampak dengan sedikitnya murid, maka juga akan minim jam mengajar. Saat ini sekolah swasta di Jembrana masih berlomba mendapatkan murid. Dengan kondisi PPDB sebelum turunnya kebijakan saja, dapat terbentuk satu rombel, menurut Udara, sudah sangat bersyukur. Apalagi dengan turunnya kebijakan optimalisasi PPDB ini yang dikhawatirkan akan semakin mengurangi jumlah murid masuk ke SMA swasta. Di Jembrana, menurutnya, untuk sekolah swasta ada 12 sekolah. Terdiri dari 6 SMA dan 6 SMK, dan sebagian besar lokasi sekolah berada di Kecamatan Jembrana dan Negara. Dari tahun ke tahun persoalan PPDB selalu sama. Tahun 2018 lalu, sekolah swasta juga terpuruk dengan adanya kebijakan gelombang II. (kmb26)
Bali Post/olo
PPDB - Suasana PPDB jalur zonasi di salah satu SMA di Jembrana. Adanya kebijakan optimalisasi PPDB membuat sekolah menengah swasta di Jembrana menjerit.
Akhir Tahun, Terminal Negara Dipindah ke Baluk Sukses Kampung KB Antarkan Pemkab Jembrana Raih Penghargaan Tertinggi Satyalancana Pembangunan BERBAGAI program pembangunan Jembrana di bidang kependudukan dan Keluarga Berencana (KB) mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Sabtu (6/7) bertepatan dengan Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-26 yang dipusatkan di Banjarmasin Provinsi Kalimatan Selatan, Bupati Jembrana I Putu Artha menerima penghargaan Satyalancana Pembangunan di bidang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Penghargaan itu diserahkan Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mewakili Presiden Joko Widodo, sebagai penghargaan tertinggi atas Komitmen dan Dukungan terhadap Program KKBPK kepada kepala daerah. Teristimewa, karena tahun ini hanya Jembrana menjadi satu-satunya kabupaten di Bali yang diberi penghargaan tertinggi di bidang KKBPK ini. Sebelumnya, pada 2016 lalu, Pemkab Jembrana juga menerima penghargaan dalam bidang KB, Manggala Karya Kencana yang diterima Bupati Jembrana I Putu Artha, di Kupang, NTT. Salah satu sumber kesuksesan program KKBPK di Kabupaten Jembrana yakni kampung KB. Dijelaskan Kadis Pemberdayaan Perempuan Pengendalian Penduduk dan KB Jembrana, Ni Kade Ari Sugianti, bahwa Kampung KB merupakan Program Prioritas Pemerintah Pusat yang bertujuan untuk meningkatakan kualitas hidup individu, keluarga dan masyarakat yang terintegrasi dengan pembangunan sektor lainnya. Di Jembrana sendiri Kampung KB sudah mulai terbentuk sejak tahun 2016, di masing-masing kecamatan 2 kampung KB. Sehingga saat ini (2019) sudah terbentuk 10 kampung KB. Dan di 2020 mendatang akan ditambah lagi satu kampung KB. Program itu juga didukung adanya Penyuluh KB, Petugas Lapangan KB dan para Tenaga Penggerak Kelurahan. Bahkan beberapa kali kampung KB yang ada di Jembrana menjadi studi rujukan bagi daerahdaerah lainnya. Selain itu, menurutnya berbagai kegiatan juga dilaksanakan guna mendekatkan program KKBPK itu dengan masyarakat. Di antaranya melaksanakan pelayanan KB Keliling guna mendekatkan pelayanan masyarakat, melaksanakan Mobil Unit Penerangan
PENGHARGAAN – Bupati Jembrana I Putu Artha menerima penghargaan Satyalancana Pembangunan dari Presiden RI dalam peringatan Harganas di Banjarmasin akhir pekan lalu. Menteri Koordinator PMK Puan Maharani menyematkan langsung tanda penghargaan kepada Bupati Artha. (Mupen) sebagai sarana KIE (komunikasi, informasi dan edukasi (massa) melalui pemutaran film, memberikan pengayoman terhadap peserta KB MOP serta dengan memberikan biaya operasional terhadap Kelompok Bina Keluarga Balita. “Selain itu kami juga mendekati berbagai kelompok masyarakat dengan membentuk Kelompok Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) di sekolah-sekolah serta jalur masyarakat lainnya,” terang Ari Sugianti. Bupati Artha, usai menerima penghargaan didampingi Kabag Humas dan Protokol I Made Cipta Wahyudi, sangat mengapresiasi penghargaan yang diberikan pemerintah pusat. Bupati Artha berharap ke depan penghargaan ini dapat dipertahankan sekaligus memotivasi percepatan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat atau Keluarga, khususnya di Jembrana. “Atas nama Pemkab Jembrana, tentunya kami bersyukur atas penghargaan Satyalancana Pembangunan dari Presiden Republik Indonesia yang diserahkan Menko PMK Puan Maharani. Penghargaan ini merupakan bukti kerja keras dan sinergi antar OPD serta keseriusan kita bersama, baik pemerintah dan masyarakat Jembrana dalam
program pembangunan di bidang kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga,” ujar Artha. Artha juga menekankan pentingnya perencanaan dalam sebuah keluarga guna mewujudkan kesejahteraan. “Hidup itu harus direncanakan mulai dari awal pernikahan, sampai memiliki anak. Nah, pemahaman seperti itulah yang sering kami sampaikan dalam program kampung KB,” paparnya. Dalam kesempatan itu, Menteri Kordinator PMK Puan Maharani mengatakan, Harganas yang selalu diperingati setiap 29 Juni, untuk memberikan motivasi kepada masyarakat agar lebih menyadari bahwa keluarga merupakan pondasi yang penting dalam membangun kehidupan yang sejahtera. Pada acara Puncak Peringatan Harganas, pemerintah memberikan Penganugerahan Tanda Kehormatan dan Tanda Penghargaan Bidang Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga. “Penganugerahan ini, merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan dukungan yang ditunjukan saudara-saudara yang telah ikut berjasa dalam memajukan program KKBPK,” tandas Menteri Puan Maharani. (ad304)
Negara (Bali Post) – Pembangunan Terminal Negara di jalan Denpasar-Gilimanuk, Desa Baluk, Kecamatan Negara sudah hampir selesai. Selain bangunan utama untuk kantor dan penumpang, sejumlah fasilitas seperti pengaspalan jalan dalam terminal dan pos retribusi juga sudah selesai. Ditargetkan pada akhir 2019 ini, usai pembangunan tahap tiga terminal tipe B ini bisa digunakan. Sehingga Terminal Negara yang saat ini ada di Pasar Umum Negara dipindahkan ke terminal baru tersebut. Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Perhubungan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa ditemui belum lama ini mengatakan, Terminal Negara baru di Desa Baluk itu saat ini memang belum 100 persen selesai. Tahun ini masih ada tahapan pembangunan untuk penyempurnaan terminal seperti beberapa bangunan tambahan sarana prasarana termasuk toilet. Serta pagar alas yang mengelilingi terminal. “Tahun ini masih ada (pengerjaan). Tapi kita targetkan akhir tahun ini sudah bisa dioperasikan, Termi-
nal Negara yang lama kita pindahkan,” tandas Maharimbawa. Menurutnya pembangunan akhir akan dikerjakan untuk melengkapi bangunan yang ada saat ini. “Ada yang perlu dibangun lagi, seperti toilet juga kaca di bagian depan. Kita genjot agar sebelum akhir tahun selesai dan bisa dioperasionalkan,” terangnya. Pembangunan tahun ini menurutnya sudah masuk tahap tender. Nilai pagu paket Rp 5.472.800.000 dengan nama kegiatan Pembelian Bangunan/ Fasilitas Parkir di Kecamatan Negara. Saat ini terminal juga dioperasionalkan untuk parkir kendaraan barang membantu Terminal Kargo di Kampung Tinggi, Kelurahan Pendem. Menurutnya selain untuk kendaraan angkutan umum, terminal ini sebagian juga difungsikan untuk kendaraan barang khususnya truk. Terkait tipe terminal, kendati sudah berada di tempat yang baru, menurutnya masih sama. Tetapi tidak menutup bus-bus AKAP maupun AKDP masuk ke terminal yang lokasinya strategis di pinggir jalan Denpasar-
Gilimanuk ini. Dengan dioperasikannya terminal di Baluk ini, mau tidak mau Terminal Negara lama akan dipindahkan. Menurutnya, lahan Terminal Negara lama ini tetap dibiarkan menjadi tanah lapang untuk keperluan areal parkir di Pasar Umum Negara. Diakui Maharimbawa, meskipun nantinya terminal akan dipindahkan ke tempat yang baru, belum tentu menjamin ramainya pemanfaatan kendaraan umum. Khususnya kendaraan umum dalam kota ataupun perdesaan. Selain kondisi kendaraan sebagian besar sudah uzur, juga minat masyarakat memanfaatkan angkutan umum kurang. Pihaknya berharap dengan adanya terminal baru ini bisa memicu masyarakat menggunakan angkutan umum. Selain di dalam perkotaan/perdesaan, sejumlah angkutan umum AKDP sudah mulai melakukan pembenahan armada. “Mulai banyak yang menambahkan fasilitas AC. Itu untuk pelayanan karena jarak lumayan jauh. Itu merupakan tuntutan pasar, kalau tidak mau akan tertinggal,” tambahnya. (kmb26)
KARANGASEM
Senin Wage, 8 Juli 2019
11
Jumlah Wisatawan ke DTW Besakih Jauh dari Target Amlapura (Bali Post) Jumlah kunjungan wisatawan ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) Pura Agung Besakih pada Januari-Juni 2019 sebanyak 89.365 orang. Wisatawan mancanegara mendominasi kunjungan ke Pura Besakih sebanyak 73.213 orang. Jumlah tersebut masih jauh dari target kunjungan yang ingin dicapai tahun ini yaitu 219.960 orang. Ketua Manajer Operasional Objek Pura Agung Besakih Jro Mangku Ngawit, Minggu (7/7) kemarin mengungkapkan, jumlah kunjungan periode 1 Januari sampai 25 Juni baru mencapai sekitar 89.365 orang. Kata dia, untuk jumlah kunjungan wisatawan domestik sebanyak 16.152 orang dan wisatawan mancanegara sebanyak 73.213 orang. ‘’Kalau dikalkulasikan per hari jumlah kunjungan wisatawan domestik mencapai 172 orang dan mencanegara 390 orang,’’ ujarnya. Sementara jumlah kunjungan hingga saat ini, Mangku Ngawit mengakui memang masih jauh dari target yang ditetapkan. Menurutnya, untuk tahun ini pengelola menargetkan jumlah kunjungan ke objek wisata Pura Agung Besakih mencapai 219.960 orang. Rinciannya, kunjungan wisatawan domestik
sebanyak 30.960 orang dan mancanegara 189.000 orang. ‘’Kami berharap sampai akhir tahun, capaian jumlah kunjungan bisa sesuai dengan yang ditargetkan. Asalkan Gunung Agung tidak mengalami erupsi besar, karena cukup memengaruhi tingkat kunjungan. Kalau melihat tren, biasanya bulan Juli sampai September jumlah kunjungan wisatawan asing cukup ramai, mengingat di Eropa libur panjang,’’ ungkap Mangku Ngawit. Disinggung penurunan kunjungan berdasarkan data statistik, Mangku Ngawit mengakui memang ada. Penurunan jumlah kunjungan terjadi pada Mei lalu. Itu disebabkan karena Gunung Agung mengalami erupsi sebanyak empat kali. ‘’Kalau saat ini kunjungan rasanya normalnormal saja,’’ tegasnya. (kmb41)
WISATAWAN - Wisatawan saat berkunjung ke Pura Agung Besakih, Karangasem.
Dikhawatirkan Anggaran Pilkada Rp 31 Miliar Tidak Cair Amlapura (Bali Post) Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, berbagai persiapan mulai dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karangasem. Salah satunya melakukan verifikasi data Daftar Aggregat Kependudukan (DAK) bekerja sama dengan Dinas Dukcapil. Di sisi lain, KPU Karangasem khawatir anggaran pilkada Rp 31 miliar tidak bisa cair. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana, Minggu (7/7) kemarin mengungkapkan, verifikasi data DAK ini dilakukan dimasingmasing kecamatan di Karangasem. Kata dia, verifikasi data ini sangat penting dilakukan karena menjadi dasar daftar pemilih tetap potensial (D4) per kecamatan. ‘’Setelah itu, baru
nantinya akan diramu menjadi Daftar Pemilih Sementara atau DPS,’’ ujarnya. Krisna menambahkan, tahapan pelaksanaan Pilkada Karangasem mulai dilakukan akhir 2019, tepatnya 1 November mendatang. Sebab, pada bulan itu mulai dilakukan penandatangan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Oleh karena itu pihaknya berharap anggota DPRD bisa melaksanakan sidang untuk bisa ketok palu dana APBD Perubahan. Bila tidak ada APBD Perubahan, maka tahapan pilkada terancam batal karena tidak ada anggaran. ‘’Kalau tidak ada APBD Perubahan, jelas tahapan pilkada bisa batal dilaksanakan. Karena di sana berbicara masalah ang-
garan. Kalau anggaran tidak ada, bagaimana kami bisa bekerja? Karena dalam pilkada nanti kami mengajukan anggaran sebesar Rp 31 miliar. Untuk di induk kami usulkan Rp 26 miliar dan perubahan Rp 5 miliar,’’ tegas Krisna. (kmb41)
I Gede Krisna Adi Widana
Bali Post/kmb41
DPC PDI-P akan Rekrut Kader Milenial Melek Teknologi
I Gede Dana
Amlapura (Bali Post) I Gede Dana kembali ditunjuk menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Karangasem . P as cadi t unj uk kem bali, Gede Dana langsung membentuk tim formatur untuk membentuk kepengurusan. Politisi asal Abang itu masih mempertahankan sistem kepengurusan yang lama. Selain itu, dia akan merekrut kader milenial melek teknologi. Gede Dana, Minggu (7/7) kemarin, mengakui tetap mempertahankan kader-kader lama sebagai komposisi kepengurusan. Kata dia, untuk Sekretaris dijabat I Bali Post/kmb41 Wayan Sudi-
ra dan Bendahara I Made Ruspita. Sedangkan nama baru yang muncul kebanyakan dari kader perempuan. ‘’Yang banyak dirotasi adalah kader-kader perempuan yang nantinya akan menempati pos-pos yang sudah disiapkan. Sementara untuk pengurus PAC akan segera kami kerjakan,’’ ujarnya. Sesuai petunjuk DPP, kata Dana, pihaknya akan melakukan perekrutan kader-kader dari kaum milenial. Itu dilakukan untuk menghadapi zaman yang semakin modern dan serba digital. Karena sebagai partai modern, harus mengikuti perkembangan zaman, terlebih penyerapan dan pemanfaatan teknologi itu wajib dilakukan. ‘’Pembenahan harus kami lakukan tanpa mengurangi semangat perjuangan sebagai partai wong cilik,’’ tegasnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
KLUNGKUNG
12
Senin Wage, 8 Juli 2019
Petaka Saat Ngaben di Setra Desa Negari
Api Kompor Mayat Sambar Empat Warga hingga Luka Bakar Serius Semarapura (Bali Post) Upacara ngaben di Setra Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan mendadak tegang, Minggu (7/7) kemarin. Penyebabnya, api kompor gas untuk membakar mayat yang sedang diperbaiki dratnya karena macet, tiba-tiba menyambar sejumlah warga di sekitarnya. Tercatat, ada empat warga yang mengalami luka bakar serius, sehingga harus segera dilarikan ke RSUD Klungkung.
PENGHIJAUAN - Jajaran TNI Kodim 1610/Klungkung saat melakukan penghijauan berupa penanaman pohon di Desa Gelgel.
Dukung Program Penghijauan
Kodim 1610/Klungkung Tanam 3.000 Pohon di Desa Gelgel Semarapura (Bali Post) Personel Kodim 1610/ Klungkung turun tangan melakukan gerakan penghijauan dengan penanaman ribuan pohon di Banjar Dukuh Dusun Minggir, Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung, Sabtu (6/7). Kodim ingin turut serta dalam mendukung pemerintah sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus menginspirasi warga sekitar untuk senantiasa bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. TNI menanam 3.000 bibit pohon di sekitar kawasan hutan yang sudah gundul. Dalam kesempatan tersebut Komandan Kodim 1610/Klungkung Letnan Kolonel Czi Paulus Joni Simbolon, S.E., M.Tr.(Han) menyampaikan penanaman ribuan pohon ini juga sebagai upaya mereboisasi atau penghijauan kembali daerah kawasan hutan yang telah rusak. “Penanaman pohon yang dilakukan Kodim tidak lain untuk mendukung program pemerintah dalam gerakan penghijauan. Ini merupakan solusi jangka panjang untuk melindungi tanah dan menghentikan erosi,” tegasnya. Penghijauan yang dilakukan Kodim ini secara mikro untuk membantu memperbaiki lingkungan
setempat. Sekaligus secara makro, memperbaiki paruparu dunia akan tersedianya oksigen bagi makhluk hidup, termasuk manusia di sekitarnya. Dia juga mengaku terkesan dengan dukungan sejumlah pihak yang dilibatkan dalam gerakan penghijauan itu. Seperti dari Danramil 1610-01/Klungkung, Kapolsek Klungkung, Pasi Ter Kodim 1610/Klungkung, Ketua Persit Candra Kirana Cab XXXIII beserta pengurus, anggota Kodim 1610/Klungkung dan anggota Polsek Klungkung, Anggota DLHP Kabupaten Klungkung serta Anggota Pramuka Klengan dengan jumlah keseluruhan sekitar 200 orang. Dari 3.000 pohon yang ditanam berasal dari berbagai jenis, seperti dari pohon cempaka, pohon albesia, pohon mahoni dan pohon sawo. Pihaknya berharap gerakan serupa dapat dilakukan pada tempat-tempat lainnya yang membutuhkan proses penghijauan agar lingkungan sekitar sekaligus dapat diperbaiki. Namun, selain penanaman tentu yang terpenting adalah perawatannya, sehingga semua pihak terlibat diharapkan merawatnya bersama-sama supaya pohon itu dapat tumbuh besar. (kmb31)
Kapolsek Banjarangkan AKP Luh Made Wirati menyampaikan, keempat korban tersebut antara lain Cokorda Suarma Putra (68) asal Banjar Tegal Suci Desa Tampaksiring, Gianyar. Dia nampak menderita luka bakar cukup serius. Korban lainnya yang mengalami luka bakar serius yakni Ni Wayan Keteg (58) dan Wayan Murdika (46), warga setempat, yang harus mendapat penanganan serius di RSUD Klungkung. Sementara satu korban lagi adalah seorang pelajar I Putu Adi Kencana (10). “Keempat korban sama-sama
alami luka bakar cukup serius. Mereka tersambar api kompor mayat,” katanya. AKP Wirati menambahkan, kebakaran terjadi ketika operator kompos gas itu, Ngakan Nyoman Berata, sedang memperbaiki kompor gas mayatnya sekitar pukul 11.00 Wita. Sebab, saat digunakan, kompor gasnya macet. Namun, saat membuka drat kompor gas itu untuk melakukan perbaikan, tiba-tiba ada percikan api yang menyambar tabung gas. Seketika api membesar dan menyambar para warga di sekitarnya. “Saat itu para korban langsung
berselimut api,” ujarnya. Beruntung kejadian tersebut dapat diantisipasi warga sekitar. Api segera dapat dipadamkan warga dengan peralatan seadanya. Setelah api berhasil dipadamkan, selanjutnya para korban bergegas dilarikan ke RSUD Klungkung untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. “Dari peristiwa tersebut untuk sementara data korban ada 6 orang yang mengalami kebakaran tersebut. Namun yang dirawat serius ada 4 orang. Mereka sedang dalam penanganan,” katanya. (kmb31)
TERSAMBAR API - Para korban tersambar api kompor mayat di Setra Negari saat dirawat di UGD RSUD Klungkung.
Puncak Peringatan Harganas 2019 di Banjarbaru Kalsel
Bupati Suwirta dan Ketua TP-PKK Klungkung Ayu Suwirta Terima Penghargaan Manggala Karya Kencana BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta dan Ketua TP-PKK Klungkung Ni Nengah Rayu Astini Suwirta menerima piagam penghargaan Manggala Karya Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional di Gedung Mahligai
Pancasila Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan. Penghargaan ini diterima Ny. Ayu Suwirta dari Kepala BKKBN Hasto Wardoyo saat puncak perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI Tahun 2019 yang dipusatkan Kota Banjarbaru, Kalimantan
PENGHARGAAN - Bupati Suwirta dan Ayu Suwirta memperlihatkan piagam penghargaan saat puncak perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI Tahun 2019 yang dipusatkan Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Selatan, Jumat (5/7) lalu. Penghargaan diraih berkat prestasi yang menonjol dan komitmen serta kepemimpinannya dalam menggerakkan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga untuk mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera. Selain itu, Ny. Ayu Suwirta juga memperoleh penghargaan Pakarti Madya III Tingkat Nasional untuk kategori Pelaksana Terbaik Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Tahun 2019 yang diwakili oleh Desa Dawan Klod. Penghargaan berupa piala dan piagam diserahkan oleh Ketua Umum TP-PKK dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo pada hari sebelumnya, Kamis (4/7) lalu. Ny. Ayu Suwirta mengaku sangat bersyukur dan gembira mendapatkan penghargaan ini. Menurutnya, ini merupakan hasil kerja sama yang solid antarseluruh anggota TP-PKK dengan dukungan Pemkab Klungkung dalam melaksana-
kan program-program PKK. Dirinya pun berbangga, Kabupaten Klungkung menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Bali yang meraih penghargaan ini. Dengan raihan ini dirinya mengaku akan semakin meningkatkan semangat anggotanya untuk mengerjakan tugas-tugas pokok TP-PKK. Terkait program Pemprov Bali tentang KB Bali dengan empat anak, Ayu Suwirta mengaku pihaknya akan senantiasa mendukung dan menjalankan program dan imbauan dari Pemprov Bali. Namun, menurutnya, semua akan dikembalikan lagi kepada masyarakat. Ia menambahkan, Kampung KB di Klungkung tidak membatasi dalam hal jumlah anak, namun lebih fokus bagaimana menyejahterakan seluruh anggota keluarga, utamanya anakanak yang dimiliki. Sementara itu, Bupati Nyoman Suwirta dalam kesempatan itu menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan ini. Menurutnya, ini sebagai
bukti pengakuan resmi pemerintah pusat atas berbagai upaya yang telah dilakukan Pemkab Klungkung dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga, utamanya dalam pemberdayaan KK miskin. Mulai dari Program Bedah Desa, Sngkutan Siswa Gratis, UHC JKN-KIS, Program Bima Juara dan sejumlah program pemberdayaan lainnya. “Ini merupakan buah hasil kerja keras kita bersama yang telah menjalankan berbagai program inovatif. Setelah penghargaan ini kita akan terus meningkatkan kinerja kita untuk memberdayakan KK miskin, sehingga kemiskinan di Klungkung bisa benarbenar berkurang,” ujar Bupati Suwirta. Kepada seluruh TP-PKK, ia berharap supaya tidak terpaku hanya melakukan kegiatan seremonial, namun terus bekerja menjalankan programprogram PKK serta berinovasi di bidang sandang pangan dan koperasi. (ad308)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Senin Wage, 8 Juli 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA 1 Org IT,1 org Admin cewek Hub.087862383760
B.BP.001.07.19.0000210
Cari segera 1 Sopir jujur u/ kantor di Taman Griya Jimbaran Hubungi 0851-0044-4884
B.BP.031.07.19.0000067
Cr Satpm bs Nyetir,R.Boy,Sopir Asst RT (tngl luar) u Abiansrama Htl & Spa-Sanur 288415/288792
B.BP.001.07.19.0000293
Dcr Sales Semen dan Cat berpengalaman,Hub.081333359022 B.BP.004.07.19.0000250
Dcr Kryawan/ti kerja serabutan Hub.081338085868/081999251555 B.BP.001.07.19.0000063
Dcr Gardener yg berpengalaman mini 1 tahun u. villa di Sanur, Tinggal Dlam WA 08123896992
B.BP.031.07.19.0000260
Dibthkan krywan salon utk di Jl.Raya Buduk Dalung benefit Gaji Komisi Kesehatan yg berminat Hub:08123969370
B.BP.004.07.19.0000206
Cr Spa Therapist u/ Org Asing bpglm bs Mani + Padi, Mssge, dll Gj. Bgs 081238438863
B.BP.004.07.19.0000251
Dcr Cook,Waitres/ss Min SMA/ Sdrjt U/Kedins Cafe Popies 1 Kuta Tlp 4752220
B.BP.001.07.19.0000273
Dcr PRT Tidur Luar,Kerobokan Hub.081236700700 Gaji Besar
B.BP.001.07.19.0000248
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA BENGKEL LAS Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
SERVICE RUPA-RUPA
SERVICE
Dicari utk Teknisi Pria Lulusan SMA/STM/D3 Teknik/S1 IT. Lamaran ke Kairos Sejahtera.Jl Mahendradatta 100X.Telp:488899
B.BP.001.07.19.0000052
Dcr Sales&Sopir kanvas L300Box SMSWA081338085868/081999251555
B.BP.001.07.19.0000065
Dcr Sopir Pariwisata bisa Bhs Inggris/SIM A/B1 T.287 555 madehilly@yahoo.com.au
B.BP.004.07.19.0000252
Dcr Sopir SIM A,Bw Srt Lamaran ke Jl .Pulau Kawe No.77 Dps
B.BP.001.07.19.0000153
Kop Ijin lengkap n ber ISO bth ManagerUSP,Dagang,Dana,Managr Operasional,hnr menarik,bpglmn Hub:tugasbali@yahoo.com
B.BP.001.07.19.0000276
Dcr karyawan Laundry segera Jl.Kerobokan 78X 081933110424
B.BP.001.07.19.0000222
Dcr lulusan SMA IPA u/ Optik SekarH.08123928624/0361237066 B.BP.001.07.19.0000165
Dicari PRT tinggal luar 2,5Jt Jayagiri Dps SMS 081558074104
Dcr karyawati Notaris Lamaran dikirim ke Jl.Pidada XII/1 Dps B.BP.001.07.19.0000223
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
B.BP.004.07.19.0000278
Griya Santrian Urgently needs FOM,SPA Reception & Therapist, Room Attendant, Order Taker, Sales Coordinator(Male&Female) fluent in English Have have experience 1 year.Send to hrm-griya@santrian.com/bring CV to Jl.Danau Tamblingan No.47 Sanur (0361-288181) B.BP.001.07.19.0000151
PROPERTY DIJUAL RUKO
Ruko Buluh Indah 26 C, Kerta Wijaya Blok A1 Hb.085100867168 B.BP.001.07.19.0000295
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
KEHILANGAN
DIJUAL RUMAH
BPKB No.H03669984-O DK 3383 IS an.Ni Nyoman Ariani,SS
Dijual Rmh Celuk Gianyar DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:08174792678/081805374433 B.BP.004.07.19.0000083
Dijual/Dikont.Rumah 2Lt di Jl. Muding Indah,7KT,5KM,LT:200m2 Cocok utk Mess HP.085237020197 B.BP.001.07.19.0000297
PROPERTY DIJUAL TANAH
Dijl 5 Unit Ruko baru Lt.2 LT 524m Jl.Utama Meliling-Tabanan Hub.081999937890 H.7,5M Nego
Tanah 15 are Cargo Indah IV, 26 A SS.Road Hub.085100867168
B.BP.001.07.19.0000298
B.BP.001.07.19.0000294
B.BP.001.07.19.0000253
Hlg BPKB DK 2820 GAL No K 12161 an. I Nyoman Arya B.BP.167.07.19.0000254
Hlg BPKB Mtr Honda/NC 110 DCW DK 2659HO an.Nyoman Arya B.BP.167.07.19.0000259
Hlg Sertifikat Tnh HM 113 Dg LT:5.700M2Lok.Sembung-Mengwi An.I Gst Ngr Rai Ardhana B.BP.001.07.19.0000184
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.06.19.0000789
BANGLI
14
Bangli Belum Jadi Kabupaten Layak Anak Bangli (Bali Post) – Bangli belum menyandang predikat sebagai kabupaten layak anak. Belum tersedianya fasilitas yang memenuhi hak anak seperti taman bermain anak, salah satu hambatan Bangli menjadi kabupaten layak anak. Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bangli dr. Dewi Rahayu dikonfirmasi, Minggu (7/7) kemarin, tak menampik hal itu. Ia mengatakan, untuk bisa mendapat predikat kabupaten layak anak, terdapat serangkaian tahapan penilaian dan persyaratan yang harus dipenuhi. Dari serangkaian tahapan yang telah
dilalui, Bangli gugur pada tahap verifikasi lapangan. Dewi Rahayu menyebutkan untuk bisa menjadi kabupaten layak anak, sedikitnya ada 24 indikator yang harus dicapai. Dari 24 indikator itu, terdapat 365 item kegiatan yang harus dipenuhi Bangli. Dikatakannya, saat ini Bangli masih kekurangan fasilitas yang memenuhi hak anak. Fasilitas tersebut di antaranya seperti sekolah ramah anak, puskesmas ramah anak dan taman bermain ramah anak. Selain itu keberadaan lembaga pusat pelayanan terpadu perlindungan perempuan dan anak (P2TP2A) juga belum memenuhi kriteria yang disyaratkan karena masih kekurangan sarana dan prasa-
rana serta SDM. “P2TP2A Bangli punya. Tapi setelah dibedah kelembagaannya kita belum punya psikolog klinis. Sekretariat juga belum punya. Kita masih nebeng di kantor,” kata Dewi Rahayu. Jika ke depan kekurangan saat ini terus dipenuhi dan dibenahi, menurutnya bukan tidak mungkin Bangli menjadi kabupaten layak anak. Upaya untuk mencapai predikat tersebut tidak saja menjadi tugas Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, namun juga sejumlah OPD lainnya yang masuk dalam gugus tugas. Ia mencontohkan seperti Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdik-
pora) yang mempunyai tugas dan peran mewujudkan sekolah ramah anak, demikian juga Dinas kesehatan untuk menyediakan puskesmas ramah anak, Dinas Lingkungan Hidup untuk menyediakan taman bermain ramah anak, serta Dinas Perhubungan dalam hal penyediaan transportasi ramah anak. Dewi Rahayu mengatakan, untuk melakukan koordinasi secara intensif dengan OPD yang masuk dalam gugus tugas tersebut pihaknya agak kesulitan. Sebab banyak pejabat terkait di OPD teresebut yang kosong. “OPD kami 9 pejabat tidak terisi. Belum OPD lain yang masuk dalam gugus tugas kabupaten layak anak. Sehingga kami koordinasi itu agak kesulitan,” imbuhnya. (kmb40)
Senin Wage, 8 Juli 2019
Disebut Peringkat Ketiga Kasus ”Stunting”
Dinkes Lakukan Klarifikasi Lapangan Bangli (Bali Post) – Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli saat ini tengah melakukan pendataan dan klarifikasi lapangan terkait kasus stunting di wilayah Bangli. Hal ini dilakukan menyusul adanya hasil survei pusat yang menyebutkan Bangli menduduki peringkat ketiga kasus stunting terbanyak di Bali. Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Bangli I Nyoman Arsana mengatakan hal itu, Minggu (7/7) kemarin. Dikatakan Arsana, survei tersebut dilakukan Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan pihak ketiga tahun 2018 lalu. Survei dilakukan dengan metode sampling terhadap bayi di bawah usia lima tahun (balita) di beberapa desa. Dari hasil survei, 28 persen balita di Bangli dinyatakan stunting. Karena sangsi terhadap hasil survei tersebut, pihaknya pun turun ke lapangan melakukan klarifikasi terhadap balita yang
nama dan alamatnya tercantum pada hasil survei. Klarifikasi dilakukan melibatkan seluruh petugas puskesmas. Hasilnya, didapati jumlah balita terkategori stunting masih di bawah 20 persen. Dijelaskannya,cc saat dilakukan klarifikasi ke lapangan, beberapa balita yang namanya tercantum dalam survei, pertumbuhannya normal. “Kemungkinannya apakah setahun lalu dia memang stunting namun setelah kami lakukan intervensi dan bisa membaik, atau ada salah ukur,” ungkapnya. Arsana lebih lanjut menjelaskan bahwa stunting tidak sama dengan cebol. Dalam kasus stunting pertumbuhan tinggi anak tidak sesuai dengan standar tinggi usianya. Stunting pada balita menurutnya masih bisa diperbaiki dengan perbaikan gizi. Ditambahkannya bahwa nantinya data yang diperoleh dari hasil klarifikasi di lapangan akan dipakai laporan dan arsip. (kmb40)
OLAHRAGA
Senin Wage, 8 Juli 2019
15
Copa America
Messi Dapat Kartu Merah Sao Paulo – Lionel Messi diusir dari lapangan saat Argentina mengamankan tempat ketiga Copa America berkat kemenangan 2-1 atas Chile di Sao Paulo, Brazil, Minggu (7/7) kemarin. Pemenang Ballon d’Or lima kali itu mendapat kartu merah setelah mendorong kapten Chile Gary Medel.
Bali Post/ist
PAPUA - Tim bola basket putra dan putri Bali berhak berlaga pada PON 2020 di Papua.
Tim Basket Putra dan Putri Bali Lolos PON
Denpasar (Bali Post) Tim bola basket putra dan putri Bali lolos ke PON XX/2020 di Papua setelah melakoni babak kualifikasi di GOR Jet Esperindo Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten, 3-7 Juli. Sebanyak tujuh tim putra dan lima tim putri melaju ke PON 2020. Ketua Umum Pengprov Perbasi Bali IGN Oka Darmawan menyebut perjuangan pebasket Bali luar biasa selama pertand-
ingan kualifikasi, sehingga mampu merebut tiket ke PON 2020 di Bumi Cendrawasih. ‘’Saya kira ini sejarah bagi perbasketan Bali karena mampu meloloskan tim putra dan putri ke PON,’’ ungkapnya di Denpasar, Minggu (7/7) kemarin. Setelah meloloskan tim putra dan putri ke PON, Perbasi Bali kini fokus menyiapkan skuad basket nomor tiga lawan tiga yang akan diturunkan pada Pra-PON di Jakarta, Sep-
tember-Oktober mendatang. Oka Darmawan juga optimis tim basket three on three Bali mampu merebut tiket berlaga di PON 2020. Sebanyak 10 tim basket putra dan delapan tim putri yang berhak mengikuti PON 2020. Tiga tiket putra dan tiga tiket putri sudah diambil oleh tuan rumah Papua serta peraih medali emas dan perak pada PON XIX/2016 di Jawa Barat. (022)
Denpasar (Bali Post) Tim sepak bola Porprov Kota Denpasar menelan dua kekalahan dalam lawatannya ke Jawa Timur. Kesebelasan Denpasar ditundukkan Deltras Sidoarjo 1-2 di Stadion Deltras, Sidoarjo, Jumat (5/7) dan dicukur 0-5 oleh Copa FC di Lapangan Karang Wiyung, Surabaya, Sabtu (6/7) lalu. Kedua lawan tim Porprov Denpasar itu merupakan tim Liga 3 Indonesia. Saat melawan Copa FC, gawang tim Porprov Denpasar yang dikawal Agung Indra kebobolan tiga butir gol di babak pertama. Dua gol lagi menembus jala kiper pengganti Bagus Praditya setelah turun minum. Pelatih Kepala Tim Porprov Denpasar AAK Bramastra menyatakan puas bisa membawa asuhannya menjalani uji coba ke Jatim. Ia tidak mempersalahkan hasil pertandingan meskipun skuadnya takluk 0-5 di tangan Copa FC. Sebab, Copa FC merupakan klub senior yang bermaterikan pemain binaan klub-klub anggota Persebaya Suraba-
ya. ‘’Saya memaklumi. Kami bukan mencari kemenangan, tetapi lebih banyak mengevaluasi penampilan tim,’’ tuturnya dikontak dari Denpasar, Minggu (7/7) kemarin. Menurutnya, pemain Porprov Denpasar masih perlu meningkatkan kerja sama antarlini. Ia juga mengingatkan soal koordinasi di lini belakang serta pemain tengah dan penyerang harus lebih solid lagi. ‘’Kerja sama antarlini harus kompak, utamanya saat menyerang dan bertahan,’’ jelasnya. (022)
Tim Porprov Denpasar Perlu Persolid Antarlini
Senin, 8 Juli 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Meningkatkan Kualitas Pemangku dalam Pelayanan Umat (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Kuru Setra Parwa (3) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Yowana Magz Taekwondo Berprestasi Dojang Udayana Sumbangkan 5 Emas Bagi Tim Badung di PORJA 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Home Shopping 11:00 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Meningkatkan Kualitas Pemangku dalam Pelayanan Umat (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Ocydia Home Shopping 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Yowana Live Peran Pemuda Dalam Membangun Negeri 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita DW TV 17:30 Wita Taman Sari TK Kumara Asri 17:30 Wita Sansekerta 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Diabemed 21:30 Wita Taksu Dewa Rai Budiasa, Seniman Tari yang Melalang Buana 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Cetik Durga Maya (4) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel Tourist TV
Messi yang frustrasi mendorong Medel dari belakang saat bek tengah ini menggiring bola keluar dari permainan. Medel yang marah merespons dengan menabrakkan dada dua kali. Wasit Paraguay Mario Diaz de Vivar memberikan kartu merah kedua kapten tim itu. Butuh lima menit penuh untuk menenangkan situasi kedua tim sebelum Messi dan Medel meninggalkan lapangan. Tayangan ulang televisi atas insiden itu memberi kesan bahwa Messi telah melakukan sedikit kesalahan. ‘’Saya pikir kartu merah ini atas apa yang saya katakan. Medel melampaui batas. Dia (wasit) bisa berkonsultasi dengan VAR. Korupsi dan wasit mencegah orang menikmati sepak bola dan merusaknya,’’ kata Messi yang menerima kartu merah kedua sepanjang kariernya. Messi sudah marah kepada wasit saat Argentina dikalahkan Brazil 0-2 di semifinal. Ia mengklaim tuan rumah mendapat perlakuan istimewa dari Badan Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL). Messi dan rekan satu timnya dua kali merasa seharusnya mendapat penalti, tetapi wasit Ekuador Roddy Zambrano menolak dan tidak mau berkonsultasi dengan bantuan video. Menurut kapten Barcelona itu, Brazil adalah tuan rumah dan banyak mengelola CONMEBOL akhir-akhir ini. ‘’Saya pikir tidak ada keraguan bahwa Brazil akan menjadi juara. Mudah-mudahan VAR dan wasit tidak melihat apa pun di final dan Peru dapat bertanding. Peru memiliki tim untuk melakukannya, meskipun itu terlihat sulit bagi saya,’’ tambah Messi. Sergio Aguero dan Paulo
Dybala mencetak gol di babak pertama yang memastikan kemenangan Argentina. Augero membobol gawang Chile pada menit ke-12. Sepuluh menit kemudian Dybala menggandakan keunggulan tim Tango. Arturo Vidal mencetak gol penalti untuk Chile pada menit ke-59. Piala Afrika Afrika Selatan membuat kejutan dengan menyingkirkan tuan rumah Mesir pada babak 16 besar Piala Afrika 2019. Berlaga di Cairo International Stadium, Afsel mempermalukan Mesir 1-0 melalui gol Lorch yang lahir pada menit ke-85. Kekalahan ini menggagalkan upaya bintang Mesir Mohamed Salah menyandingkan trofi Liga Champions yang direbutnya bersama Liverpool dengan Piala Afrika. Pa-
Membantu Orang Ada satu kalimat darinya yang begitu dikenang oleh Presiden Joko Widodo yakni ‘’Suatu ketika, Sutopo pernah menuliskan bahwa hidup itu bukan soal panjang atau pendeknya usia, namun seberapa besar kita dapat membantu orang lain’’. ‘’Dan dia mengamalkan kalimat itu dengan baik,’’ lanjut Kepala
Negara. Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menyebut Sutopo Purwo Nugroho sebagai pekerja keras yang tidak pernah mengeluh. ‘’Dia merupakan sosok pekerja keras dan tidak pernah mengeluh,’’ kata Doni. Sutopo, menurut Doni, merupakan orang dengan dedikasi sangat tinggi pada pekerjaan yang mau terus belajar untuk memperbaiki diri.
Ia mengungkapkan bahwa Sutopo biasa mengumpulkan kepingan-kepingan informasi dari seluruh bagian BNPB dan merangkumnya menjadi satu risalah. Sutopo meninggal dunia saat menjalani pengobatan penyakit kanker paru-paru di Guangzhou St. Stamford Modern Cancer Hospital di Guangzhou, China. Dia meninggalkan seorang istri dan dua anak. (ant)
dahal kalau Mesir mampu menjadi juara Afrika, Salah berkesempatan besar meraih Ballon d’Or tahun ini. Pada pertandingan lainnya di Stadion Alexandria, Nigeria menundukkan juara bertahan Kamerun dengan skor 3-2. Gol-gol Nigeria dihasilkan Ighalo pada menit ke-19 dan 63 serta Iwobi pada menit ke-66. Sementara dua gol balasan Kamerun disumbangkan Bahoken pada menit ke-41 dan Njie menit ke-44. Piala Dunia Gol-gol dari Kosovare Asllani dan Sofia Jakobsson membantu Swedia mengalahkan Inggris 2-1 di pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia Wanita di Nice, Prancis. Gelar juara diperebut-
kan Amerika Serikat dan Belanda. (afp/kmb) KARTU MERAH – Wasit mengeluarkan kartu merah untuk Lionel Messi pada laga Argentina kontra Chile.
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Senin Wage, 8 Juli 2019
Sekaa Gong Kebyar Unhi Denpasar Pukau Penonton PKB XLI
Universitas Punya Peran Memperkuat Seni dan Budaya Bali PENAMPILAN Sekaa Gong Kebyar Maha Widya Kerthi Merdangga, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar sukses memukau penonton Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI, Sabtu (6/7) malam. Duta Provinsi Bali ini tampil dalam parade gong kebyar dewasa bersama Sanggar Seni Tari dan Tabuh Bayu Teja Budaya, Duta Kabupaten Buleleng di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya. ‘’Ini merupakan sebuah penghargaan yang sangat luar biasa kepada Universitas Hindu Indonesia karena diberikan kepercayaan untuk menampilkan Sekaa Gong Maha Widya Kerthi Merdangga,’’ ujar Wakil Rektor III Unhi Denpasar Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T. Sekaa Gong Unhi Denpasar menampilkan empat garapan, yakni tabuh kreasi, tari Kekebyaran, Sandyagitha, dan Solahrawit dengan melibatkan 45 penabuh dan 47 penari. Tema PKB XLI ‘’Bayu Pramana (Memuliakan Sumber Daya Angin)’’ utamanya tercermin dalam tabuh kreasi ‘’Bayu Pratista’’. Menurut Muka, alunan melodi musiknya mengandung makna gai-
rah kehidupan, yang dalam ajaran agama disebut atman. ‘’Atman menjiwai seluruh alam semesta, dan utamanya adalah kita sebagai manusia. Angin itu menjadi sebuah barometer bagi kehidupan kita sebagai manusia dan alam yang kita tempati,’’ terangnya. Muka menyadari, gong kebyar merupakan primadona di kalangan masyarakat dan pecinta seni di ajang PKB setiap tahunnya. Itu sebabnya, persiapan dilakukan secara matang selama hampir satu tahun. Hal yang paling membanggakan, seluruh pembina, penari dan penabuh 100 persen merupakan mahasiswa, pegawai, dan dosen Unhi Denpasar. Unhi bisa jadi satu-satunya perguruan tinggi yang mampu menampilkan hal tersebut. ‘’Kita mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadi satu komunitas atau sekaa sebunan. Tantangannya luar biasa, karena mengumpulkan mereka menjadi satu tim itu tidak mudah. Tetapi, masalah itu sudah bisa kita selesaikan,’’ jelasnya. Muka menambahkan, Unhi Denpasar mendukung visi daerah Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Du-
Kesenian Betawi di Kalangan Ayodya
Bayu Pramana
Mastur
kungan itu diejawantahkan dalam bentuk pelestarian seni dan budaya yang telah diaplikasikan secara nyata. Ke depannya, Unhi Denpasar diharapkan dapat senantiasa menampilkan pagelaran-pagelaran seni sesuai dengan pakem. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan Unhi Denpasar pertama kali dilibatkan mewakili Provinsi Bali dalam parade gong kebyar. Kepercayaan yang diberikan ini dihargai dan disikapi dengan sungguhsungguh. Oleh karena itu, tim yang terlibat dalam gong kebyar secara totalitas mempersiapkan pentas ini siang dan malam. ‘’Di sini sebenarnya tidak hanya untuk apa yang ditampilkan pada hari ini. Tetapi sebelumnya juga bagaimana kita mempersiapkan ini. Jadi, secara akademis memang bagaimana menggali kembali seni-seni yang kita miliki di Bali,’’ ujarnya. Menurut Damriyasa, universitas tidak hanya dituntut untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, tetapi juga melakukan transfer teknologi dan seni. Terlebih bagi Unhi yang merupakan
SEKAA GONG - Sekaa Gong Kebyar Maha Widya Kerthi Merdangga Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar sukses memukau penonton Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI saat tampil dalam parade gong kebyar dewasa di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Sabtu (6/7) malam. kombinasi antara sains, teknologi, seni, dan budaya. Keterlibatan dalam PKB XLI merupakan wujud partisipasi Unhi dalam upaya melestarikan dan mengembangkan seni budaya Bali. ‘’Karena Unhi juga memi-
liki prodi pendidikan seni, terutama seni-seni yang ada kaitannya dengan agama Hindu,’’ imbuhnya. Seni, lanjut Damriyasa, adalah kekayaan intelektual warisan leluhur di Bali. Untuk menghargainya, me-
mang perlu ada upaya perlindungan, pelestarian, dan dikaji secara akademis. Dengan harapan ke depannya, terutama di era revolusi industri 4.0 ini tidak merusak tatanan kehidupan seni dan budaya. ‘’Tapi harus
Perkuat dan Bangun Kepercayaan
PESTA KESENIAN BALI KE-41
Bali Post/lun
PENGUNJUNG Pesta Kesenian Bali (PKB) disuguhkan kesenian Betawi di Kalangan Ayodya, Taman Budaya, Art Center Denpasar, Minggu (7/7) kemarin. Dalam kesempatan itu tampil komedian Haji Mastur dan kawan-kawan dengan lawakannya yang menghibur. Sanggar Seni Betawi Ratna Sari, DKI Jakarta membawakan tari, musik dan teater Betawi ‘’Lenggang Batavia’’, diperkuat koreografer Jihan dan Kristianorai. Ada sejumlah garapan tari Betawi yang dibawakan kalangan anak-anak dan pelajar seperti Topeng Samba, Kembang Latar dan Kembang Rempuk. Sanggar Ratna Sari ini juga membawakan lagu-lagu Betawi seperti ‘’Jali-jali’’ dan ‘’Nonton Bioskop’’. Juga ditampilkan permainan anak-anak. Sebanyak 50 orang penari dan penabuh terlibat dalam gelar seni di Kalangan Ayodya yang dipadati penonton tersebut. Penonton tetap setia hingga pertunjukan selesai. Bahkan di sela-sela pentas, ada sejumlah penonton minta foto bareng dengan komedian Haji Mastur di
belakang panggung. Pimpinan Sanggar Ratna Sari Betawi Entong Sukirman menyampaikan, Sanggar Ratna Sari sudah dua kali tampil di PKB yakni tahun 2016 dan sekarang PKB 2019. Pihaknya merasa senang bisa tampil lagi di PKB. Ia salut Pemrov Bali, dalam hal ini Dinas Kebudayaan Bali sangat peduli dengan kesenian luar daerah. Karena itu kesenian daerah seperti Betawi mendapat kesempatan tampil dalam PKB. Bahkan, pihaknya menyampaikan budaya Betawi ada kemiripan dengan budaya Bali. Namun, diakui, pelestarian budaya Betawi belum maksimal, ada sejumlah kesenian yang hampir punah seperti Wayang Betawi. Menurutnya, budaya daerah perlu dilestarikan karena terdapat nilai-nilai kearifan lokal untuk memperkuat jaditi diri. Karena itu kesenian harus tetap dilestarikan, jangan sampai punah. Komedian Haji Mastur yang adik kandung Mandra ini juga merasa senang bisa tampil dan mendapat kesempatan lebih memperkenalkan kesenian Betawi di PKB. Salah seorang penari Topeng Samba, Yossi, mengatakan dirinya mempersiapkan tampil di PKB dalam beberapa hari. Siswi kelas II SMK 34 Jakarta itu mengaku senang juga bisa menari di Bali. ‘’Ini pertama kali tampil di PKB. Kami senang,’’ ujarnya. (lun)
KULINER
Jaya Mandiri Produksi KESEHATAN Kopi Rempah
MENGHASILKAN produk yang berbeda dengan produk kopi lainnya, Kopi Jaya Mandiri asal Desa Pengeragoan, Jembrana, mengolah kopi arabika dengan rempah-rempah. Hasilnya, kopi rempah produksi Kopi Jaya Mandiri ini terpilih menjadi produk inovasi UKM yang mengikuti pameran hingga ke Malaysia. Ditemui di stan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41, penemu kopi rempah sekaligus pemilik Kopi Jaya Mandiri, Arman, men-
WONDERFUL BALI
KOPI - Produk kopi yang dipamerkan di PKB.
Bali Post/lun
TARI - Penari Betawi sebelum pentas membawakan tari Topeng Samba di Kalangan Ayodya, Taman Budaya, Minggu (7/7) kemarin.
TOP IN VASI
Bali Post/san
memperkuat. Itu sebenarnya peran daripada universitas. Jadi, universitas-lah yang menjaga nanti dengan pengaruh kemajuan teknologi apa pun, tidak akan memengaruhi seni, adat, dan budaya,’’ pungkasnya. (ad305)
BUDAYA
gatakan sebelum meluncurkan produk ke pasaran, ia melakukan serangkaian uji coba untuk bisa menghasilkan campuran antara kopi dan rempah-rempah yang pas dan citarasa yang baik. Ada dua produk kopi rempah y a ng i a ha silka n y a i t u ko p i rempah khusus untuk stamina pria dan kopi rempah untuk kesehatan yang bisa dikonsumsi secara umum. ‘’Awalnya cobacoba tetapi kemudian peminatnya banyak dan disukai. Karena berbeda, kami terpilih untuk mengikuti pameran sampai ke Malaysia,’’ ujar Arman, belum lama ini. Tidak hanya produk kopi rempah, lanjut Arman, pihaknya juga membuat pengharum ruangan dari kopi. Produk ini salah satu
item yang laris dibeli oleh pengunjung PKB. Dalam membuat pengharum ruangan kopi ini, kata Arman, setelah disangrai, kopi difermentasi dulu selama semalam. ‘’Pewangi ruangan dari kopi ini selain menghilangkan bau tidak sedap juga berfungsi sebagai aromaterapi,’’ ujarnya. Di PKB, stan Kopi Jaya Mandiri bisa ditemukan di bagian kain dan kebaya. Ratarata produknya dijual Rp 25.000 hingga Rp 30.000 baik itu untuk kopi rempah maupun pengarum ruangan kopi. Arman mengakui produknya diminati masyarakat luar Bali. Ini bisa dilihat dari pemesanan toko online yang dikelola anaknya. ‘’Ada yang ke Jakarta, Jawa dan daerah lainnya,’’ ujarnya. (san)
KOPERASI mesti selalu dijaga kesehatannya. Koperasi yang sehat akan dapat memperkuat dan membangun kepercayaan anggota. Ketua Pusat Koperasi (Puskop) Bali Ketut Widartha, S.E., Minggu (7/7) kemarin menyampaikan, agar koperasi bisa tetap dipertahankan tingkat kesehatannya, maka pengurus, pengawas dan pengelola (manajer) memperhatikan aspek capital (permodalan), aset (kekayaan), manajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian dan jati diri koperasi. Pengurus Dekopinwil Bali ini menegaskan, capital atau permodalan penting mendapat perhatian agar koperasi selalu dalam kondisi sehat. Koperasi yang bersumber dari modal sendiri, antara lain dipupuk dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota. Kemudian modal pinjaman dipupuk dari pinjaman anggota, lembaga keuangan, anggota dan koperasi lainya serta dari modal penyertaan. Modal-modal tersebut diupayakan agar memenuhi ratio-ratio yang telah distandarkan dengan cara dan upaya terus-menerus menumbuhkan anggota. Aset atau kekayaan koperasi harus juga mendapat perhatian terutama Kualitas Aktiva Produktif (KAP) yang berkaitan dengan pemberian pinjaman (kredit). Tentu pinjaman yang disalurkan diupayakan terus sehat, kerena merupakan sumber pendapatan koperasi. Manajemen juga tak kalah penting diperhatikan agar berjalan sesuai fungsinya. Fungsi manajemen antara lain planning, organizing, actuating dan controling, serta manajemen transfaran (keterbukaan), akuntabilitas, partisipatif, kewajaran, responsibilitas dan independensi. Pengurus dan pengelola koperasi mempunyai kewajiban menekan beban operasional, beban tenaga kerja dan beban usaha lainnya, dengan tujuan dapat memperoleh sisa hasil usaha (SHU) yang optimal. Di sinilah pentingnya efisiensi. Kata Widarta, likuiditas perlu mendapat perhatian agar koperasi selalu siap dana cash, sesuai dengan ratio-ratio dan ketentuan yang ada. Tujuannya untuk menjamin dan memenuhi kewajiban jangka pendek. Oleh karenanya likuiditas harus terkontrol dengan ketat dan baik, agar kepercayaan anggota terjaga dengan baik. Kemandirian dan pertumbuhan koperasi dapat ditunjukkan oleh peran serta anggota dalam membangun dan memperkokoh koperasinya, sehingga kemandirian dan pertumbuhan dari segala aspek dapat tercapai dan tercermin dengan ratio rentabilitas aset, rent modal sendiri dan ratio operasional pelayanan dengan baik. Berikutnya, jati diri koperasi yakni dari, oleh dan untuk anggota tetap menjadi pegangan dalam mengelola koperasi. Di sinilah pengelola dituntut dapat memberikan pelayanan prima kepada anggota dengan berpedoman pada prinsip-prinsip koperasi dan promosi ekonomi anggota. ‘’Tujuh hal inilah menjadi tugas dan tanggung jawab pengelola koperasi agar koperasi yang dikelola tetap sehat, bahkan ditingkatkan ke depannya,’’ ujar Ketua KSP Wikan ini. (kmb)
Ketut Widartha, S.E.
Bali Post/dok