Skip to main content

Edisi Jumat 8 Mei 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

8 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 247 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Jumat wage, 8 mei 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Perayaan Waisak Patuhi Protokol Covid-19

Pemudik Mulai Ditilang

Jauhkan Takjil dari Bahan Berbahaya

Perayaan Waisak 2564 BE, Kamis (7/5) kemarin, berbeda dibandingkan tahun sebelumnya karena umat Buddha mematuhi imbauan pemerintah tentang protokol kesehatan Covid-19.

Polres Jembrana masih menerapkan pos penyekatan di sejumlah titik pada Operasi Ketupat Agung 2020. Mulai Kamis (7/5) kemarin, operasi lebih ditekankan kepada penindakan (tilang) khususnya bagi pemudik. JEMBRANA | HAL. 4

Memasuki bulan Ramadan saat pandemi Covid-19 ini, pemerintah daerah mengantisipasi penggunaan bahan berbahaya makanan. Seperti pembuatan takjil, sebagai makanan dan minuman berbuka puasa.

TABANAN | HAL. 7

KLUNGKUNG | HAL. 5

Gubernur Koster Resmikan Dua Lab PCR Covid-19 GUBERNUR Bali Wayan Koster meresmikan beroperasinya dua laboratorium pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) Covid-19 tambahan di Bali, Rabu (6/5). Kedua laboratorium ini adalah Lab PCR di RS PTN Universitas Udayana (Unud) Jimbaran dan Lab Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar. Dengan dua tambahan lab ini, Bali memiliki tiga lab pemeriksaan PCR. Sebelumnya sudah ada lab di RSUP Sanglah, Denpasar. Usai melihat langsung Lab PCR RS PTN Unud, Gu-

bernur Koster mengatakan, dengan dua unit alat, RS PTN Unud dalam satu hari bisa menguji sekitar 300 sampel swab. ‘’Saya kira ini satu penambahan yang sangat memadai karena kita selama ini uji swab n y a hanya di Rumah Sakit Sanglah, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama,’’

kata Gubernur Koster. Dengan dua tambahan lab ini, diperkirakan Bali memiliki kapasitas uji sampel mencapai 450 sampel per hari. ‘’Jadi, bisa 450 ya. Karena ada di Sanglah digabung sama yang di (Universitas - red) Warmadewa,’’ ujarnya. Lab Unwar sendiri dengan menggunakan satu alat memiliki kapasitas 40 uji sampel per hari. Hal. 7 Mempercepat Pelayanan

’’Dengan berfungsinya lab ini, kami berharap bisa mendukung pengujian spesimen swab yang bisa mempercepat keluarnya hasil, sehingga bisa segera memberikan kepastian status terhadap pasien yang diambil spesimennya, apakah positif ataukah negatif.’’ MERESMIKAN - Gubernur Wayan Koster saat meresmikan beroperasinya laboratorium pemeriksaan PCR Covid-19 tambahan di Bali, Rabu (6/5).

Tes Cepat, Kunci Sukses Penanganan Covid-19 di Bali Denpasar (Bali Post) Angka kasus positif Covid-19 di Bali memang terus meningkat setiap harinya. Tetapi perlu dicatat, peningkatan kasus positif kerap dibarengi pula dengan pertambahan jumlah pasien yang sembuh. Selain itu, angka kematian akibat Covid-19 juga tergolong rendah yakni masih tetap 4 orang hingga Rabu (6/5). Disebutkan, bila pemeriksaan atau tes sampel secara cepat merupakan salah satu kunci sukses Bali menangani penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. ‘’Konsep penanganan Covid-19 adalah test, treatment, tracking. Semakin cepat melakukan tes, makin cepat diobati, makin cepat melakukan tracking para orang yang kontak dengan kasus,’’ ungkap Ketua Tim Lab Pemeriksaan Kasus Covid-19 Provinsi Bali Ni Nyoman Sri Budayanti, Rabu (6/5). Menurut Sri Budayanti, Provinsi Bali terus menambah SDM laboran atau petugas laboratorium dari berbagai rumah sakit dan universitas yang ada. Mereka diberdayakan untuk melakukan pemeriksaan sampel. Hal sama dilakukan RSUP Sanglah yang memiliki laboratorium kesehatan untuk menguji spesimen swab dengan metode PCR. Penambahan SDM laboran terus dilakukan dengan mengadakan pelatihan bagi relawan siapa saja yang ingin membantu mengetes sampel. ‘’Kita buat laboratorium di RSUP Sanglah sebagai pelatihan, sehingga kalau ada tambahan laboratorium, SDM-nya sudah siap,’’ jelasnya. Selama ini, lanjut Sri, laboratorium RSUP Sanglah mampu melakukan 250 tes sampel sehari dengan satu mesin PCR. Jumlah tes sampel yang diuji akan bertambah. Mengingat, sejak Selasa (5/5) juga mulai menggunakan bantuan mesin PCR dari Menteri Kesehatan untuk Bali, sehingga bisa menambah kapasitas pemeriksaan laboratorium. Dikatakan, Gubernur Bali juga telah meresmikan dua laboratorium PCR yang baru, yakni di RS PTN Unud dan FKIK Universitas Warmadewa. Di sisi lain, kunci sukses Bali menangani Covid-19 juga tidak lepas dari kekompakan, kolaborasi yang baik, serta komunikasi yang cepat dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali. (kmb32)

OPINI

Kangen Sekolah Oleh : Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.

SETELAH hampir dua bulan sekolah tutup, perasaan kangen melanda siswa dan guru. Ternyata sekolah adalah sebuah tempat yang bisa bikin kangen. Meski demikian, ketika dalam kondisi normal, sekolah hadir sebagai lembaga formal dalam bidang pengajaran. Pendekatan penyelenggaraan sekolah yang mengutamakan administrasi formal seakan telah memurnikan sekolah dari aspek humanis dan sosial, ruang untuk berlangsungnya hubungan sosial siswa, guru, pegawai, satpam, tukang kebun, para tukang kantin. Kebijakan belajar di rumah ini mengajarkan kepada siswa dan guru bahwa dari segi hubungan sosial, sekolah tidak sedemikian buruk, seperti ruang-ruang tempat kuasa birokrasi kepala sekolah dan guru bekerja, tempat terjadinya praktik perundungan, penjejalan siswa dengan tugas-tugas pelajaran, dan karena itu ternyata dapat memberi banyak pengalaman yang patut dikenang, seperti siapa teman duduk, ‘’musuh’’, hal yang memalukan, hari ulang tahun yang memabukkan, semester dilanda cemburu, rasa dihargai dan disanjung sedemikian tinggi, dan lain-lain. Hal. 7 Menyalahi Kultur

Wayan Koster Gubernur Bali

Ekspor Pangan Bali Terkendala Biaya Kargo Udara

SEJAK pandemi Covid-19, perekonomian nyaris lumpuh. Apalagi Bali yang mengandalkan sektor pariwisata, praktis pasokan bahan pangan dan hasil pertanian yang biasanya lancar didistribusikan ke hotel, restoran dan vila menjadi mampet. Kendati demikian, petani dan pelaku usaha yang bergerak di sektor pangan tetap melakukan aktivitasnya. Roda perekonomian yang berjalan tertatihtatih, diperburuk lagi biaya transportasi barang yang membubung tinggi, membuat ekspor pangan ke mancanegara tersendat-sendat.

O

leh karena itu, Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Hortikultura (Aspe Horti) Bali Ir. I Wayan Sugiarta menyarankan supaya biaya kargo via udara dibantu pemerintah, hingga menjadi murah. ‘’Saya yakin jika pemerintah ikut membantu percepatan pemulihan wabah Covid-19 ini, utamanya biaya kargo pengiriman pangan ke luar negeri via udara ditekan hingga murah, otomatis perekonomian kembali menggeliat,’’ ujar Sugiarta. Sugiarta mencontohkan, selama ini Bali memiliki prospek ekspor manggis ke Tiongkok dengan harga Rp 40 ribu – Rp 50 ribu per kilogram. Namun lantaran terkendala biaya pengiriman transportasi udara, membuat pasaran manggis hanya mengandalkan lokal, dan harganya cuma Rp 10 ribu – Rp 15 ribu. Alternatif pengiriman pangan ke mancanegara melalui kapal laut yang relatif lebih murah. Hanya, perjalanan pengiriman barang yang memerlukan waktu agak lama, membuat para eksportir termasuk petani harus memutar otak. Sugiarta menerangkan, proses manggis muda dari hijau, hijau kemerah-merahan, kemudian merah muda, lalu merah, dan hitam. ‘’Kalau pengiriman manggis melalui kapal

laut, konsekuensinya tidak bisa mengirim manggis dalam kondisi matang atau kulitnya hitam,’’ ujarnya. Oleh karena itu, para petani memetik manggis sedini mungkin yang berwarna hijau kemerah-merahan atau merah muda, mengingat perjalanan ke luar negeri yang memakan waktu cukup lama. Padahal, menurut Sugiarta, pesaing Bali dalam ekspor manggis ke Tiongkok dan Taiwan adalah Thailand, yang lokasinya lebih dekat ke Tiongkok dan Taiwan. ‘’Jika tak ada wabah Corona, kami biasanya lancar mengirim manggis ke Tiongkok dan Taiwan. Bahkan, manggis dalam kondisi fresh setibanya di negara tujuan,’’ paparnya. Yang terpenting, katanya, pelanggan di Tiongkok tetap setia mengonsumsi manggis Bali, dibandingkan pemasarannya diserobot negara lain. Ia menyimpulkan, gara-gara pandemi Covid-19, pemasaran hasil pangan hanya bertumpu pada pasar lokal. Itu pun bisa dibeli pada pasar tradisional, swalayan maupun via online. Menurut Sugiarta, Aspe Horti Bali beranggotakan 150 orang. Ditegaskan, Bali memiliki kualitas pangan yang unggul, seperti sayur-mayur, salak gula Bali, alpukat, kopi, cokelat, mangga, rambutan, buah naga,

termasuk beras organik. ‘’Budi daya buah naga organik sudah dilakukan di Kubutambahan dan permintaan dari luar negeri tinggi sekali, termasuk Australia sering mengimpor beras organik Bali. Namun, lagi-lagi terkendala biaya pengiriman transportasi udara yang tinggi,’’ paparnya. Ia optimis, jika biaya pengiriman via udara bisa ditekan,

’’Saya yakin jika pemerintah ikut membantu percepatan pemulihan wabah Covid-19 ini, utamanya biaya kargo pengiriman pangan ke luar negeri via udara ditekan hingga murah, otomatis perekonomian kembali menggeliat.’’ Ir. I Wayan Sugiarta Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Hortikultura Bali

maka hasil pangan Bali bisa bersaing di negara tujuan. Ia optimis, jika wabah Corona berakhir, maka permintaan bahan pangan produksi Bali akan mengalami lonjakan yang signifikan. Kepala Disperindag Bali Ir. I Wayan Jarta menegaskan, dirinya selaku birokrasi berupaya membantu kaum tani, eksportir dan importir.

Pemerintah dalam upaya mempercepat pemulihan Covid-19 ini berupaya menerobos pihak penerbangan pelat merah, seperti menggandeng Garuda Indonesia. Jarta mencoba menjajaki pengiriman barang via kargo udara, tarifnya ditekan serendah mungkin. Hal. 7 Menjajaki Eksportir

’’Menteri BUMN Erick ’’Kami akan menjajaki Thohir juga anggota kaum eksportir dan Kadin, kami ingin importir, agar pasokan membantu supaya barang dari dan ke pengiriman barang via mancanegara bisa udara menjadi murah.’’ lancar dengan biaya pengiriman relatif murah.’’ Made Ariandi Ketua Kadin Bali

Ir. I Wayan Jarta Kepala Disperindag Bali

Ditlantas Gencar Imbau Tunda Mudik UPAYA mencegah penyebaran Covid-19 dan menindaklanjuti imbauan Pemprov Bali gencar dilakukan Polda Bali, termasuk Ditlantas beserta jajarannya. Tiap saat di persimpangan jalan, patroli dan tempat-tempat keramaian, polantas mengimbau masyarakat supaya menunda mudik. ‘’Ingat virus tidak bisa berpindah, tapi manusialah yang menyebarkannya.

Kalau sayang keluarga, tunda dulu mudiknya,’’ tegas Direktur Lantas (Dirlantas) Polda Bali Kombes Wisnu Putra, Rabu (6/5). Kombes Wisnu juga menginstruksikan ke jajarannya agar memantau warga yang nekat mudik. Oleh karena itu, saat digelar Operasi Ketupat Agung 2020 di sejumlah titik dibuat Pos Pengamanan dan Penyekatan. Tujuannya selain menjaga keamanan, juga memantau pergerakan kendaraan warga yang hen-

dak mudik. Jika ditemukan warga mau mudik, petugas mengimbau agar ditunda untuk mencegah penyebaran Covid-19. Dirlantas selaku Kasatgasda Operasi Ketupat Agung 2020 juga meninjau Pos Pengamanan dan Penyekatan tersebut. Tujuan patroli tersebut untuk mengecek kesiapan pospam dan personel yang terlibat Operasi Ketupat Agung 2020. Dicek juga pelayanan terhadap masyarakat yang harus humanis

dan sesuai SOP yang berlaku. Kombes Wisnu mengingatkan personelnya dalam menghadapi ancaman pandemi Covid-19 agar selalu menjaga kesehatan, kebersihan dan selalu menggunakan masker. Personel jaga di pos diminta terus menyosialisasikan imbauan pemerintah kepada masyarakat supaya diam di rumah, selalu pakai masker jika terpaksa keluar rumah, rajin cuci tangan, jaga jarak, rajin olahraga dan tidak mudik. (rah)


Jumat Wage, 8 Mei 2020

12.776 2.381 930 287 183 4

Positif Covid-19 di Bali Kembali Bertambah

Denpasar (Bali Post) Pasien positif Covid-19 kembali bertambah pada Kamis (7/5) kemarin. Padahal Bali sudah sempat nihil kasus baru sehari sebelumnya. Dari data yang ada, akumulatif kasus positif Covid-19 di Bali sebanyak 287 kasus. Artinya ada penambahan 10 kasus baru dari sehari sebelumnya, yakni 277 kasus. Sementara jumlah kasus sembuh masih terus bertambah. Kumulatif kasus sembuh di Bali saat ini mencapai 183 kasus, bertambah 17 orang dibandingkan sehari sebelumnya 166 pasien. Sedangkan yang meninggal tidak mengalami perubahan yakni 4 orang. Sementara itu, untuk Indonesia terjadi penambahan positif sebanyak 338 orang sehingga kumulatif menjadi 12.776 kasus. “Total spesimen yang sudah diperiksa mencapai 134.151 dari 96.719 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam video conference streaming-nya. Ia melanjutkan, untuk yang sembuh ada penambahan 64 pasien sehingga totalnya menjadi 2.381 pasien. Kasus meninggal bertambah 35 orang sehingga total kasus menjadi 930 orang. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 243.455 orang. “Sebanyak 200 lebih sudah selesai pengawasan,” katanya. Pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 28.508 orang. Seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak. Untuk kabupaten/ kota sebanyak 354 sudah terdampak. “Ini masih menggambarkan bahwa penularan masih terjadi. Oleh karena itu, kita harus memutus semua ini. Kita harus berperan semuanya, diam di rumah. Ini lebih aman,” tegasnya. (iah)

Bali Post/ist

SAMSAT - Di tengah merebaknya pandemi Covid-19 di Bali, banyak warga menjalankan kewajibannya untuk membayar pajak kendaraan bermotor di Kantor Samsat Denpasar. Belum lama ini, puluhan masyarakat terlihat sedang mengurus samsat dan duduk di ruang tunggu. Dalam mengurus pajak kendaraan tersebut, masyarakat diharapkan tetap menerapkan social dan physical distancing, menggunakan masker dan cuci tangan dengan sabun pada air mengalir.

Rencana Penerapan PKM

Perwali Tunggu Persetujuan Gubernur Denpasar (Bali Post) -

Perkembangan kasus positif Covid-19 belum ada menunjukkan tren menurun. Karena itu, Pemkot Denpasar kembali merancang langkah strategis guna mendukung percepatan penanganan Covid-19. Ibu Kota Provinsi Bali ini berencana menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dalam waktu dekat. ‘’Saat ini kita sedang membahas rancangan Peraturan Wali Kota (Perwali) untuk penerapan PKM non-PSBB berbasis desa/kelurahan dan desa adat,’’ ujar Wali Kota Denpasar yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Kamis (7/5) kemarin. Lebih lanjut dijelaskan, rancangan Perwali saat ini sudah diajukan ke Gubernur Bali untuk mendapatkan

fasilitasi dan persetujuan sebelum diterapkan. Nantinya dalam Perwali PKM ini mengatur berbagai hal yang berkaitan dengan aktivitas masyarakat. Meski demikian, secara umum pelaksanaannya memperluas dan memperketat kebijakan yang sudah ada saat ini. ‘’Ya hampir mirip dengan kebijakan yang sudah diambil saat ini, hanya turut diatur mengenai sanksi administrasi bagi masyarakat yang melanggar PKM

ini, termasuk juga sanksi adat, karena kita juga akan melibatkan desa adat dalam pelaksanaan kebijakan ini sebagai bentuk kearifan lokal,’’ kata Rai Mantra. Lebih lanjut Rai Mantra yang didampingi Kabag Humas dan Protokol Pemkot Denpasar Dewa Gede Rai mengatakan, dasar pemikiran dikeluarkan kebijakan PKM ini karena melihat masih banyaknya masyarakat yang melakukan aktivitas di luar

Ariyaningsih Akhirnya Divonis 13 Bulan Ni Luh Putu Andiyani

Awasi Napi Asimilasi Bapas Gandeng Polda Denpasar (Bali Post) Dikeluarkannya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau napi hampir bersamaan untuk menjalani program asimilasi di rumah, memberi tantangan kepada Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Denpasar. Untuk mengawasi para WBP tersebut, Bapas menggandeng Polda Bali, terutama yang sulit dihubungi. Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Denpasar, Ni Luh Putu Andiyani, Rabu (6/5) lalu, menjelaskan kebijakan pemerintah terkait pemberian asimilasi dan hak integrasi tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 10 Tahun 2020. Tujuannya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan lapas dan rutan seluruh Indonesia. Mengingat kondisi lapas dan rutan saat ini over kapasitas. ‘’Pengawasan yang bisa kami lakukan selama ini melalui media daring, menghubungi nomor handphone atau chat WA para napi untuk menanyakan kondisi dan keberadaannya. Ketika nomor HP sudah tidak aktif atau bahkan memang tidak bisa dihubungi sejak awal, maka itu permasalahan bagi kami,’’ tegas Andiyani. Di tengah upaya pencegahan penyebaran Covid-19, kata dia, cukup membatasi ruang gerak para petugas pembimbing kemasyarakatan dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Dalam hal ini adalah pengawasan terhadap napi yang memperoleh program asimilasi atau integrasi. Dalam upaya mengoptimalkan pengawasan tersebut, Bapas menggandeng instansi terkait, yaitu Polda Bali beserta jajarannya dan Kejaksaan Negeri Gianyar. ‘’Kami juga bersurat ke pihak kejaksaan dan polres jajaran Polda Bali yang menjadi wilayah kerja Bapas Denpasar. Selain itu, kami akan berkoordinasi dengan Polda Bali apabila nomor handphone para napi tersebut tidak aktif,’’ ungkapnya. Apa sanksi jika napi tersebut kembali melakukan tindak kriminal lagi? Menurut Andiyani, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM akan mencabut hak asimilasi tersebut. Seperti ditegaskan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laloy, jika berulah lagi, warga binaan asimilasi dimasukkan ke Straft Cell (sel pengasingan). Saat masa penahanannya selesai, napi tersebut diserahkan kepada polisi untuk diproses tindak pidana yang baru. (kmb36)

Topik : ekspor pangan bali terkendala biaya kargo udara

Denpasar (Bali Post) Sidang putusan dengan terdakwa Ni Putu Ariyaningsih berlangsung, Rabu (6/5) lalu. Majelis hakim pimpinan Wayan Gede Rumega memutus perkara korupsi dana silpa APBDes Dauh Puri Klod tersebut. Setelah dituntut 16 bulan, hakim Pengadilan Tipikor Denpasar akhirnya memvonis terdakwa yang merupakan mantan bendahara desa itu dengan pidana penjara selama satu tahun satu bulan atau 13 bulan penjara. Atas vonis itu, terdakwa yang sedari awal didampingi kuasa hukumnya, Putu Bagus Budi Arsawan, I Gusti Agung Dian Hendrawan, dkk. langsung menyatakan menerima. Sedangkan pihak JPU yang

dikomando Nengah Astawa masih memanfaatkan waktu seminggu untuk menyatakan pikir-pikir. Dalam perkara ini, soal pasal, hakim sependapat dengan jaksa. Jaksa sebelumnya menjerat terdakwa dengan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU No. 21 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, sebagaimana dakwaan subsider. ‘’Menjatuhkan pidana penjara selama setahun satu bulan, dan denda Rp 50 juta,’’ vonis hakim Rumega dalam sidang yang dilakukan secara

virtual tersebut. Terdakwa tidak lagi dibebankan membayar uang pengganti karena sudah menitipkan uang kerugian negara melalui suaminya di Kejari Denpasar sebesar Rp 778 juta. Sebelumnya, Bagus Budi Arsawan, Agung Dian Hendrawan menyatakan, kliennya tidak ada niatan untuk melakukan korupsi. Namun lebih karena ketidaktahuan dalam mengelola laporan pertanggungjawaban keuangan desa dan regulasinya. ‘’Dapat disimpulkan bahwa perkara ini di luar kehendak dan kemampuan terdakwa,’’ ucap Budi Arsawan. Akan tetapi, atas peristiwa yang dialami, terdakwa siap bertanggung jawab. (kmb37)

rumah dan belum disiplinnya menerapkan protokol kesehatan seperti social dan physical distancing, serta masih banyak yang tidak menggunakan masker saat keluar rumah. Menurutnya, beragam hal yang turut diatur dalam Perwali PKM ini meliputi bekerja dari rumah, belajar dari rumah, beribadah dari rumah, penerapan protokol kesehatan, pengetatan pengawasan perbatasan dan penduduk pendatang yang masuk Kota Denpasar, serta penggunaan masker, termasuk juga kegiatan usaha masyarakat seperti rumah makan, restoran, toko, pasar tradisional dan usaha lain-

nya. ‘’Sekarang lebih dipertegas lagi, masyarakat bisa dikenai sanksi, jadi diharapkan agar masyarakat lebih disiplin untuk melaksanakan aturan ini nantinya untuk kepentingan kita bersama dalam memutus penyebaran Covid-19,’’ tegasnya. Sanksinya mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, penghentian sementara tempat usaha, penutupan usaha hingga pencabutan izin usaha. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Lagi, Satu Keluarga Positif Covid-19

Denpasar (Bali Post) Penambahan kasus positif Covid-19 di Denpasar kembali terjadi. Parahnya, yang positif ini diduga tertular dari orangtuanya yang sebelumnya juga positif Covid-19. Akibatnya, satu keluarga yang tinggal di Peguyangan ini positif setelah hasil tes swab keluar, Kamis (7/5) kemarin. Mereka yang positif ini yakni istri, anak dan menantunya. Dua orang lagi di keluarga itu belum keluar hasil tesnya. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai, membenarkan adanya penambahan kasus positif sebanyak 4 orang. Satu orang merupakan karyawan BUMN pindahan dari Manado, sedangkan tiga orang yang tinggal di Peguyangan (satu keluarga). Dikatakan, kasus ini bermu-

la ketika anak yang tinggal di Peguyangan menjemput ayahnya di Buleleng pada 26 April akibat sakit. Setelah dirontgen dinyatakan sakit paru. Sempat dirawat di rumah, kemudian pada 3 Mei rawat inap di RSUD Wangaya. Setelah itu dilakukan tes swab, hasilnya positif. Karena positif, tes swab kembali dilakukan terhadap keluarganya pada 6 Mei, hasilnya sudah keluar dan positif. ‘’Inilah satu kasus akibat transmisi lokal. Karena itu, sejak lama kita sudah berharap orang yang datang ke Denpasar disiplin untuk lapor,’’ ujar Dewa Rai. Selain itu, juga ada kabar baiknya yakni sebanyak 4 orang pasien Covid-19 dinyatakan sembuh. Mereka berdomisili di Sesetan, Dangin Puri Klod, Ubung Kaja dan Renon. (kmb12)

Soal Rencana Pinjam Dana LPD

Mesti Ditinjau dari Aspek Filosofis, Sosiologis dan Yuridis ‘’Pertanyaannya, mengapa tidak ke BPD saja. Kan BPD itu sudah berbadan hukum dan pemkab juga punya andil di sana,’’ tandas mantan Dekan Fakuktas Hukum Unud itu. Apalagi, sambung Prof. Wairocana, ada Instruksi Mendagri No.1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Coronavirus Disease di Lingkungan

Masalah keuangan di tengah pandemi Covid-19 akan menjadi riskan dan banyak diperbincangkan. Secara ekonomi, sebagian besar masyarakat merasakan dampak pandemi yang mendunia ini. Bahkan ada pemerintah yang mewacanakan akan meminta bantuan LPD jika nanti membutuhkan. Lantas, bisakah LPD menjadi lembaga keuangan partner pemerintah dalam masa pandemi ini? Bagaimana perspektif hukumnya? Prof. Dr. I Gusti Ngurah Wairocana, S.H., M.H. berpendapat, persoalan tersebut mesti ditinjau dari tiga aspek yakni aspek filosofis, sosiologis dan aspek yuridis. Filosofisnya, ide tersebut sangat bagus. Dalam artian pemerintah sangat memikirkan masyarakatnya bagaimana supaya tidak sampai kelaparan. Dari aspek sosiologis, dengan adanya Covid-19 yang diprediksi lama, pemerintah melakukan antisipasi untuk masa depan. Apalagi, yang berencana melakukan peminjaman pasti tahu kondisi keuangan internal. Nah, masalahnya muncul justru dari perspektif hukum. Menurut Prof. Wairocana, pemerintah meminjam dana, atau menjadikan LPD

sebagai partner keuangan dalam mengatasi wabah virus ini dinilai sangat riskan. ‘’Ibaratnya di dalam madu, ada racun di belakangnya,’’ ucap akademisi Unud itu. Kata dia, jika dilihat PP No. 56 Tahun 2018 tentang Pinjaman Daerah, Pasal 9 ayat 1, pinjaman daerah bersumber dari, A; pemerintah pusat, B; daerah lain, C LKB (Lembaga Keuangan Bank), D; LKBB (Lembaga Keuangan Bukan Bank), E; masyarakat. Dan pada ayat 4 dari pasal 9 itu, LKB dan LKBB sebagaimana dimaksud pada ayat 1, huruf C dan D, dijelaskan di sana wajib berbadan hukum dan berkedudukan di wilayah Indonesia. Masalahnya adalah LPD belum berbadan hukum.

Pemerintah Daerah. Di sana ada opsi, antara lain mengatur tentang biaya tak terduga. Jadi, pemda diberi keleluasaan dalam penanganan itu. ‘’Intinya, berdasarkan PP No. 56 Tahun 2018 tentang Pinjaman Daerah, apa pun alasannya lembaga keuangan yang dipinjami harus berbadan hukum,’’ tutup akademisi Prof. Wairocana. (asa)

Bali Post/ist

Prof. Dr. I Gusti Ngurah Wairocana, S.H., M.H.

Hanya di dalam Perda Provinsi Bali No. 3 Tahun 2017 tentang LPD, dijelaskan bidang usahanya itu mencakup menerima, menghimpun dana dari krama desa dalam bentuk dana sepelan dan dana sesepelan. Memberikan pinjaman pada krama desa dan desa. Jadi LPD jiwanya adalah untuk krama desa yang bersangkutan. Memang, dalam Perda diperluas, LPD dapat memberikan pinjaman pada krama desa lain. Singkatnya, dari kaca mata hukum, pemerintah tidak boleh minjam di LPD.

Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata, Suka Adnyana. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Wage, 8 Mei 2020

Kunjungi Lokasi Karantina Wabup Suiasa Apresiasi Jasa Petugas Medis SEBAGAI bentuk kepedulian terhadap petugas medis yang saat ini sedang menjalani masa karantina, Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, melakukan kunjungan ke beberapa tempat yang dimanfaatkan sebagai lokasi karantina, Kamis (7/5) kemarin. Petugas medis yang dikarantina ini adalah mereka yang terlibat langsung dalam menangani pasien Covid-19 di wilayah Kabupaten Badung. Dalam kunjungannya, Wabup Suiasa mengaku sangat mengapresiasi jasa para petugas medis yang berada di garda terdepan dalam memerangi Covid-19 di Kabupaten Badung. Untuk itu, kepada petugas medis yang dikarantina, pihaknya berpesan agar senantiasa menjaga kesehatan, pola makan

yang teratur dan rajin berolahraga walau sedang menjalani masa karantina selama 14 hari. Suiasa menambahkan, Pemerintah Kabupaten Badung berusaha menyediakan tempat karantina yang nyaman bagi petugas medis. ‘’Kami menyediakan tempat karantina bagi petugas kesehatan di beberapa lokasi dengan fasilitas yang sangat komplet. Mereka disediakan makan tiga kali sehari,’’ jelasnya. Dikatakannya, selain mendapat gaji bulanan, para petugas yang menangani pasien virus Corona secara langsung akan mendapatkan insentif setiap bulan. ‘’Pemberian insentif ini juga sesuai dengan arahan Presiden sebagai bentuk terima kasih dan apresiasi pemerintah atas apa

yang telah mereka lakukan untuk masyarakat,’’ imbuhnya. Wabup juga minta petugas yang dikarantina tetap semangat dan selalu berpikir positif karena pengkarantinaan mereka hanyalah sebagai upaya memutus mata rantai pandemi Covid-19 sesuai anjuran Gugus Tugas Pusat. ‘’Kepada seluruh petugas medis di Kabupaten Badung, khususnya yang bertugas di garda terdepan, saya minta agar selalu tanggap terhadap permasalahan yang mengarah ke Covid-19 terutama jika ditemukan warga yang mengalami gejala-gejala, harus segera langsung ditangani,’’ ungkapnya. Ia pun mengingatkan setiap orang harus selalu waspada terhadap keberadaan orang asing

Dana Penanggulangan Wabah Virus Corona Rp 274 M Dewan Desak Percepatan Realisasi Anggaran SERAPAN anggaran yang baru Rp 98 miliar dari Rp 274 miliar yang telah direalokasikan untuk penanganan wabah virus Corona di Kabupaten Badung, mendapat perhatian serius pimpinan DPRD Badung. Rabu (6/5) lalu, pimpinan Dewan menggelar rapat bersama Tim anggaran Pemkab Badung untuk refocusing anggaran percepatan penanggulangan wabah Covid-19 di Kabupaten Badung. Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakil Ketua I, Wayan Suyasa dan Wakil Ketua II, Made Sunarta, mengharapkan agar anggaran untuk penanggulangan wabah virus Corona segera direalisasikan di lapangan. ‘’Saya lihat serapan anggarannya sangat kecil, hanya 33 persen dari anggaran yang sudah kita refocusing dan realokasikan untuk penanggulangan. Apalagi kita cukup besar melakukan penganggaran penanggulangan wabah Corona dibandingkan daerah lain,’’ ujarnya. Lebih lanjut Wakil Ketua DPRD Badung Wayan Suyasa menyarankan anggaran untuk pembagian sembako lebih diprioritaskan. ‘’Kalau bisa semua masyarakat Badung bisa diberikan sembako sehingga tidak ada pilih kasih. Nanti kalau ada yang mengembalikan karena merasa masih mampu, kan bisa dialihkan ke penduduk lain yang juga membutuhkan. Selain itu, eksekusi penanganan wabah Corona ini haruslah cepat,’’ pintanya. Sementara Made Suna-

yang baru datang dari luar daerah. Sebab, di beberapa daerah telah terjadi kasus penderita Covid-19 yang tidak memiliki gejala apa pun atau biasa disebut dengan istilah orang tanpa gejala (OTG). Di akhir kunjungannya, Suiasa mengucapkan terima kasih kepada para petugas medis dan semua pihak yang telah berjuang memerangi Covid-19. Ia berharap seluruh komponen agar turut serta mendukung upaya pemerintah dalam menangkal virus yang belum ada vaksinnya tersebut. Pada kunjungan tersebut, Wabup Suiasa turut didampingi anggota DPRD Badung Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi, Kadiskes Nyoman Gunarta dan Dirut RSUD Mangusada Ketut Japa. (ad070)

KUNJUNGAN - Wabup Badung, I Ketut Suiasa, saat melakukan kunjungan ke beberapa tempat yang dimanfaatkan sebagai lokasi karantina para petugas medis, Kamis (7/5) kemarin.

Perayaan Waisak Patuhi Protokol Covid-19

Mangupura (Bali Post) -

Perayaan Waisak 2564 BE, Kamis (7/5) kemarin, berbeda dibandingkan tahun sebelumnya karena umat Buddha mematuhi imbauan pemerintah tentang protokol kesehatan Covid-19. Sebab, umat Buddha merayakan Waisak di rumahnya masing-masing.

RAPAT - Ketua DPRD Badung Putu Parwata saat memimpin rapat terkait refocusing dan realokasi anggaran percepatan penanggulangan wabah virus Corona di Kabupaten Badung bersama tim anggaran Pemkab Badung, Rabu (6/5). rta mengatakan, anggaran refocusing dan realokasi untuk penanggulangan wabah virus Corona sudah sangat besar. ‘’Kita lihat di Denpasar hanya Rp 100 miliar lebih. Daerah lain apalagi hanya puluhan miliar. Kita Rp 200 miliar lebih, tapi serapannya sangat minim sehingga terkesan pemerintah tidak terlihat bergerak melakukan penanganan. Semoga besarnya anggaran ini bisa membantu masyarakat Badung,’’ paparnya. Ketua Tim Anggaran Daerah Kabupaten Badung yang juga Sekda Badung Wayan Adi Arnawa menjelaskan, anggaran penanggulangan wabah virus Corona di Kabupaten Badung bersumber dari realokasi anggaran APBD 2020 dan dari dana bencana. Dana tersebut dibagi atas beberapa alokasi penanganan, yakni untuk penan-

ganan di bidang kesehatan, ekonomi, jaring pengaman sosial dan tenaga kerja. ‘’Jumlah yang sudah dipakai sebesar Rp 98 miliar. Kenapa penyerapannya kecil, karena ada sejumlah aturan yang mesti kita rujuk untuk pengeluaran anggaran sehingga saat ini baru segitu yang bisa dikeluarkan. Namun, ini masih terus berproses. Untuk penerima dana bantuan langsung tunai juga sudah kita rancang dan akan direalisasikan minggu pertama bulan Mei,’’ ungkapnya didampingi Kepala Inspektorat Badung Luh Suryaniti, Kepala BKAD Badung Ketut Gede Suyasa, Kepala Bapenda Made Sutama, Sekwan Badung I Gusti Made Agung Wardika dan sejumlah kepala bagian di Sekretariat Pemkab Badung. (ad067)

Naker Migran dari Johannesburg Pulang

Mangupura (Bali Post) – Puluhan tenaga kerja (naker) migran dari Johannesburg, Afrika Selatan, pulang ke Bali, Kamis (7/5) kemarin. Mereka mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pukul 07.30 Wita. Menurut Kepala Otoritas Bandara (Otban) Wilayah IV Bali Elfi Amir, maskapai penerbangan yang membawa naker migran ini adalah South African Airlines dengan kode penerbangan SA2288. Rute yang diterbangi Johannesburg-Denpasar. “Jumlah penumpang 28 orang,” jelasnya. Naker migran yang pulang ini menjalani screening Covid-19, dimulai pemeriksaan thermo scanner hingga pendataan penumpang (penyerahan Health Alert Card dan wawancara). “Semua naker migran yang datang dibawa ke BPSDM (Jalan Hayam Wuruk, Denpasar) untuk pemeriksaan rapid test dan penanganan selanjutnya,” papar Elfi. Sehari sebelumnya (6/5), naker migran asal Bali lainnya juga tiba di Pulau Dewata. Puluhan naker ini pulang lewat Jakarta

Bali Post/ist

TIBA – Pesawat South African Airlines yang membawa puluhan naker migran tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Pesawat mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai sekitar 19.17 Wita. “PMI yang tiba sebanyak 22 orang,” jelasnya. (kmb21)

Hal tersebut disampaikan Kabag Operasi Polresta Denpasar, Kompol Nyoman Gatra, di sela-sela menyambangi vihara dan kongco di wilayah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. “Hasil pengecekan kami langsung di lapangan, umat Buddha tidak ke vihara atau kongco atas kesadaran sendiri mematuhi imbauan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tegasnya. Contohnya, lanjut Kabag

Ops, di Vihara Dharmayana Kuta pintu gerbangnya tertutup dan nihil ada kegiatan ibadah Hari Tri Suci Waisak. Menurutnya, ini merupakan bukti umat Buddha sangat menaati imbauan pemerintah untuk tidak mengadakan menghadirkan massa. Situasi sama juga terjadi di Kongco Dwipayana yang bersebelahan dengan Pura Candi Narmada. “Padahal hari ini bersamaan hari raya Waisak dan rahinan Purnama.

Denpasar (Bali Post) Maskapai nasional Garuda Indonesia mulai Kamis 7/5) kemarin pukul 00.01 kembali melayani penerbangan. Ini sebagai tindak lanjut kebijakan pengendalian transportasi selama Ramadan dan Idul Fitri 1441 H yang mengacu pada ketentuan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 25 Tahun 2020. Layanan penerbangan tersebut dioperasikan merujuk pada ketentuan kriteria masyarakat yang dapat mengakses layanan transportasi

pada masa pandemi Covid-19, yaitu penumpang yang akan melaksanakan tugas kedinasan, kepentingan umum, kesehatan dan medis, masyarakat yang akan pulang ke daerah asal, kebutuhan repatriasi, layanan fungsi ekonomi penting serta mobilisasi pekerja migran Indonesia (PMI). Kriteria penumpang lainnya diatur sesuai kebijakan yang diatur Gugus Tugas Percepatan Covid-19. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, reservasi layanan penerbangan tersebut dapat diakses melalui seluruh kanal penjualan owned channel tiket Garuda Indonesia. “Kembali

I Putu Astawa

A.A. Ngurah Adhi Ardhana

yang berbeda dengan digital marketing ini penting diatur. Dalam hal ini wisatawan memang belum tentu datang langsung ke Bali. Meski demikian, Pulau Dewata masih memiliki poin. Poin inilah jangan sampai diambil oleh orang-orang yang tidak menguntungkan Bali secara keseluruhan. Sebagai contoh, destinasi Sanur memiliki nilai jual berupa iklim yang baik hingga pemandangan laut yang indah. Ini bisa dijual se-

cara daring atau online. ‘’Dijual oleh siapa? Ini harus diatur. Jadi, tentunya si destinasi wajib mendapat (hasil dari penjualan secara daring itu - red),’’ jelas politisi PDI-P asal Kota Denpasar ini. Contoh lainnya, kata Adhi Ardhana, upacara piodalan yang menarik lalu disiarkan oleh satu orang youtuber. Maka hanya youtuber itu yang mendapatkan uang. Padahal semestinya yang melaksanakan

Warga sangat patuh imbauan pemerintah. Semoga Covid-19 cepat bisa diatasi sehingga

masyarakat beraktivitas normal kembali,” kata mantan Wakapolsek Kuta ini. (kmb36)

dioperasikannya layanan penerbangan domestik ini berdasarkan komunikasi intensif bersama pemerintah dan otoritas terkait dalam memastikan kesiapan kebutuhan layanan penerbangan selaras dengan misi berkesinambungan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 melalui implementasi protokol kesehatan yang jelas dan terukur, khususnya sebagaimana kebijakan yang diberlakukan otoritas terkait,” paparnya. Menurutnya, Garuda Indonesia menerapkan prosedur penerimaan dan screening penumpang yang sangat ketat untuk layanan penerbangan

yang dioperasikan. Antara lain melalui pemberlakuan ketentuan penyertaan surat keterangan sehat dan negatif Covid-19 dari rumah sakit. Irfan Setiaputra menyatakan, penumpang tujuan perjalanan dinas harus dibuktikan dengan menunjukkan kartu identitas kantor dan surat tugas dari kantor atau instansi terkait, penyertaan surat pernyataan tidak mudik atau surat keterangan tertulis alasan melakukan perjalanan. Selain itu, penumpang wajib memenuhi kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan sesuai ketentuan protokol kesehatan yang berlaku. (kmb42)

Garuda Indonesia Kembali Layani Penerbangan

Ekonomi Bali Triwulan I/2020 Tumbuh Negatif

EKONOMI Bali triwulan I/2020 dibandingkan triwulan I/2019 tumbuh negatif yaitu -1,14 persen (year-on-year/ YOY). Sementara triwulan I/2020 dibandingkan triwulan IV/2019 (quarter-to-quarter/ QTQ), pertumbuhan ekonomi Bali juga mencatatkan negatif yaitu -7,67 persen. Kepala BPS Bali Adi Nugoho mengatakan, pada sisi lapangan usaha, pertumbuhan negatif terdalam tercatat pada kategori penyediaan akomodasi dan makan minum yakni -9,11 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen impor luar negeri tercatat sebagai komponen dengan pertumbuhan negatif terdalam yaitu -38,81 persen. Selain akomodasi makanan dan minuman (akmamin) yang tumbuh negatih, lapangan usaha trans-

portasi dan pergudangan juga tumbuh negatif. ‘’Turunnya nilai tambah yang tercipta pada kategori I, penyediaan akomodasi dan makan-minum bisa dipandang sebagai cerminan pengaruh waktu mengingat kategori ini mencakup berbagai aktivitas layanan yang sebagian besar ditujukan untuk wisatawan,’’ ujarnya, Selasa (5/5). Selain akibat penurunan wisman, kondisi pertumbuhan negatif ini juga disebabkan oleh kebijakan pemerintah menutup objek wisata di seluruh wilayah Bali mulai 20 Maret 2020. Penutupan ini tentu berdampak pada penurunan pengeluaran dibandingkan tahun lalu ketika dalam kondisi normal. Menurut Adi Nugoho, kategori C (industri pengolahan)

piodalan juga mendapatkan uang dari siaran itu. Ke depan, hal-hal seperti ini diprediksi akan banyak terjadi sebagai bagian dari digital tourism. Orang-orang akan lebih banyak melepas lelah atau mencari experience hanya melalui internet. Oleh karena itu, perlu ada pengaturan dalam ranperda agar experience itu tidak gratis. Prinsip new normal kedua yang akan muncul adalah penerapan protokol kesehatan sebagai poin penting untuk membuat wisatawan nyaman. ‘’Kami di DPRD dan sudah disepakati oleh eksekutif, akan memasukkan kewajiban secara umum keseluruhan daripada industri kepariwisataan yang ada,’’ paparnya. Adhi Ardhana menambahkan, baik destinasi, hotel, restoran maupun tempat-tempat publik seperti bandara dan pelabuhan mesti diatur untuk menerapkan protokol kesehatan guna melindungi wisatawan.

Detailnya nanti akan diatur lagi dalam peraturan Gubernur menyesuaikan situasi dan kondisi yang terjadi. Terkait hal ini, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa mengatakan, pandemi Covid-19 menimbulkan perubahan tatanan interaksi sosial wisatawan maupun masyarakat lokal. Inilah yang disebut dengan Bali new normal di bidang pariwisata. Hal itu sudah tampak dari penggunaan masker, pengukuran suhu tubuh, penyemprotan disinfektan, penggunaan hand sanitizer dan ada physical distancing. Dengan kata lain, lanjut Astawa, jaminan keamanan terhadap penyakit menjadi hal terpenting. Oleh karena itu, Gubernur dan Gugus Tugas Provinsi mengimbau masyarakat agar disiplin supaya tidak terjadi penularan secara terus-menerus. Kalau penyakit sudah mandek, saat itulah Bali bisa dikatakan aman dari Covid-19. (rin)

Pariwisata Bali akan Masuki ’’New Normal’’

PANDEMI Covid-19 dipercaya akan membawa dunia pada new normal. Tidak terkecuali Bali yang selama ini mengandalkan sektor pariwisata. Setidaknya, ada dua prinsip yang akan muncul, yakni digital tourism dan protokol kesehatan, kendati new normal pada sektor pariwisata Bali sebetulnya bukan hal baru. Pascabom Bali I dan II, sudah ada new normal yang ditandai dengan pengetatan sistem keamanan. ‘’New normal yang akan muncul akibat Covid-19 saat ini. Pertama, digital tourism. Jadi, semuanya bermain dari rumah atau dari negara asalnya,’’ ujar Ketua Pansus Ranperda Standar dan Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali di DPRD Bali, A.A. Ngurah Adhi Ardhana, usai memimpin rapat pembahasan ranperda bersama eksekutif di gedung dewan, Rabu (6/5) lalu. Menurutnya, digital tourism

Bali Post/ist

PANTAU - Kabag Operasi Polresta Denpasar Kompol Gatra pantau vihara.

juga diduga terkena imbas pandemi Covid-19. Pada triwulan I/2020, kategori ini tercatat tumbuh negatif -7,95 persen (YOY). Pada sejumlah perusahaan Industri Besar Sedang (IBS) telah tercatat penurunan produksi, utamanya yang merupakan komoditas ekspor. Penutupan penerbangan ke beberapa negara tujuan ekspor berdampak langsung pada terputusnya jalur distribusi

yang menyebabkan penurunan produksi. Demikian juga secara QTQ, menurut lapangan usahanya, pertumbuhan negatif terdalam juga tercatat pada kategori penyediaan akomodasi dan makan minum, yaitu -15,12 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan negatif terdalam dicatatkan komponen pengeluaran pemerintah (PKP)-42,61 persen. (kmb42)


Jumat Wage, 8 Mei 2020

Terkait SK Tenaga Medis Penanganan Covid-19

Komisi I dan IV DPRD Tabanan Rakor dengan Diskes dan BRSU JAJARAN Dewan melalui Komisi I dan IV terus melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait SK penugasan tenaga medis yang menangani pasien Covid-19. Rabu (6/5) lalu digelar rapat koordinasi (rakor) dengan menggundang Dinas Kesehatan (Diskes), BRSU Tabanan dan UPTD RS Nyitdah di Ruang Rapat DPRD Tabanan. Rapat yang dibuka Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga lebih banyak membahas SK Bupati Tabanan Nomor 100 Tahun 2020 tentang Penugasan Tenaga Medis di RS Nyitdah. Pihak DPRD mempertanyakan apakah tenaga medis sudah sesuai SK tersebut serta kualitas pelayanannya. ‘’Termasuk bagaimana realisasi yang dilaksanakan dan sejauh mana sebagai langkah prioritas yang diambil oleh pihak pemda terutama Diskes dan UPTD RS Nyitdah,’’ katanya. Made Dirga juga menyampaikan agar perangkat daerah terkait memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal baik sarpras, APD maupun lainnya kepada masyarakat.

Ketua Komisi I, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, mengharapkan tenaga kesehatan yang disusun pada SK Bupati terkait Tim Penanganan Pandemi Covid-19 dibagi menjadi dua tim, yakni Tim Pelaksanaan Pencegahan dan Tim Teknis. Dua tim tersebut terdiri atas 574 orang. ‘’Sesuai KMK Nomor 239 Tahun 2020, bahwa besaran insentif dan santunan kematian untuk tenaga medis sudah ditetapkan. Maka dalam perencanaan anggaran di Diskes sebesar Rp 6 miliar harus di-refocusing untuk tim penanganan Covid-19,’’ ujarnya. Anggota Komisi I, Gusti Nyomam Omardani, menambahkan hal yang paling penting dicermati adalah keterbatasan anggaran dalam pemberian insentif untuk tenaga medis. Ini harus dipahami dan diperhatikan karena sumbernya tidak semua dari pusat, tetapi bisa diambil dari APBD. ‘’Jadi, harus diperhatikan sumbernya, tidak semua dari pusat dan bisa diambil atau dianggarkan dari APBD juga,’’ jelasnya. Sementara itu, Kepala Diskes Tabanan dr. I Nyoman

Suratmika mengungkapkan, secara umum sudah dilakukan pelayanan preventif dan promotif dalam pola maksimal penangganan Covid-19. Dengan literatur dan referensi yang ada, penanganan Covid-19 melibatkan orangorang tenaga kesehatan di puskesmas. Pada tahap awal mensurvei dan mengamati pasien yang datang ke puskesmas. ‘’Pembagian RS dan puskesmas, ruang isolasi, tenaga dokter, paramedis, promkes dan lainnya ada aturannya yang dijelaskan dalam KMK Nomor 278 Tahun 2020 yang ditetapkan 27 April 2020 lalu. Dalam aturan tersebut sangat objektif melihat kinerja siapa pun yang terlibat dalam penanganan Covid-19 dan membuat surat pernyataan yang dinilai oleh atasannya langsung,’’ paparnya. Suratmika melanjutkan, sarana dan prasarana (sarpras) di RS Nyidah sudah siap dan pelayanan kesehatan pasien telah maksimal. Namun, dalam perjalanan ditemui kendala karena RS Nyitdah tidak hanya bergelut dalam pelayanan kesehatan, melainkan juga

ada pelayanan administrasi, keamanan, kebersihan dan lainnya. ‘’Yang perlu menjadi perhatian adalah penyebaran Covid-19 melalui transmisi lokal. Hal itu perlu ditekan karena sangat tidak bisa diprediksi penyebarannya di masyarakat sehingga bisa menjadi permasalahan besar ke depannya. Diperlukan kewaspadaan untuk tetap menjaga kesehatan, local distancing dan mendengarkan imbauan pemerintah,’’ tandasnya. Menurut Dirut BRSU Tabanan dr. I Nyoman Susila, pemberian insentif tak perlu menunggu juknis. Tenaga medis yang terlibat langsung dalam penanganan akan menerima insentif sesuai kinerjanya. ‘’Pengaturan sumber daya harus sangat efektif dan efisien mengingat terbatasnya sumber daya yang ada dalam penangganan Covid-19 dan perkembangannya ke depan tidak bisa diprediksi,’’ terangnya. (kmb28) RAPAT KOORDINASI Rapat koordinasi antara DPRD dan eksekutif Tabanan yang digelar Rabu (6/5) lalu.

Pasien Terkonfirmasi Positif Bertambah Dua Satu Transmisi Lokal Tabanan (Bali Post) -

Bali Post/kmb26

PENYEKATAN – Operasi yang dilakukan petugas Polres Jembrana di salah satu pos penyekatan di Pengeragoan, Pekutatan.

Pemudik Mulai Ditilang

Negara (Bali Post) – Polres Jembrana masih menerapkan pos penyekatan di sejumlah titik pada Operasi Ketupat Agung 2020. Mulai Kamis (7/5) kemarin, operasi lebih ditekankan kepada penindakan (tilang) khususnya bagi pemudik yang nekat melintas ke Gilimanuk menuju Pulau Jawa. Merunut aturan, sasaran pada Operasi Ketupat Agung ini melarang masyarakat untuk mudik. Peraturan ini dikecualikan bagi warga yang non-KTP Bali yang diPHK dari perusahaan atau ada kepentingan mendesak untuk pulang ke kampung halaman. Kasat Lantas Polres

Jembrana Iptu Sinta Ayu mengatakan, pos penyekatan masih diberlakukan di tiga titik di sepanjang jalan Denpasar-Gilimanuk, yaitu di Pos Pengeragoan (Kecamatan Pekutatan), Terminal Negara (Kecamatan Negara) dan Terminal Kargo (Gilimanuk). ‘’Mulai hari ini kami tekankan ke penindakan. Sebelumnya kami memberikan imbauan terkait larangan mudik dan beberapa ada yang sudah kami tilang,’’ ujarnya. Tilang yang dikeluarkan didominasi kendaraan umum khususnya travel. Angkutan penumpang yang rata-rata menggunakan mobil pribadi itu selain mengangkut pemu-

dik juga tidak dilengkapi surat izin. ‘’Sebagian besar travel bodong,’’ tambahnya. Jumlah tilang yang telah dikeluarkan selama Operasi Ketupat Agung 2020 sejak 25 April hingga 7 Mei mencapai 43. Selain itu, ada 83 teguran kepada warga yang melintas di pos. Operasi akan berlanjut hingga akhir Mei mendatang. Iptu Pramesti kembali mengingatkan warga asal luar Bali untuk tidak mudik kali ini. Kecuali pasien darurat, orang yang keluarganya meninggal atau sakit keras dan lembaga pemerintah/swasta yang menyediakan pelayanan kesehatan, kebutuhan dasar dan percepatan penanganan Covid-19. (kmb26)

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tabanan kembali melaporkan adanya penambahan dua warga yang terkonfirmasi positif virus Corona. Yang mengagetkan, satu orang pasien terpapar Covid-19 kali ini dikategorikan transmisi lokal. Hal itu tentu menjadi pukulan berat, mengingat selama ini Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Gugus Tugas Covid-19 Tabanan di bawah komando Bupati Tabanan sudah sangat intens mengingatkan masyarakat agar melaksanakan protokol kesehatan supaya terhindar dari terpapar virus Corona. Ketua Harian Gugus Tugas Tabanan, I Gede Susila, Kamis (7/5) kemarin menjelaskan, pasien tersebut secara legalitas formal kependudukan tercatat sebagai warga Kota Denpasar. Kesehariannya yang bersangkutan adalah karyawan swasta yang bekerja di luar Kabupaten Tabanan. Pagi pukul 07.00 Wita pergi dari Tabanan dan kembali pada malam hari. Yang bersangkutan tinggal di Tabanan bersama istrinya

yang juga ber-KTP Denpasar karena menunggui ayahnya yang hidup sebatang kara karena telah ditinggal meninggal istrinya di salah satu desa di Kecamatan Tabanan. Sehubungan aktivitas keseharian yang bersangkutan di luar kota Tabanan dan pekerjaannya mewajibkan berjumpa dengan banyak klien, sehingga kemungkinan besar terpapar Covid-19 di luar wilayah Kabupaten Tabanan. Gugus Tugas Covid-19 Tabanan melalui Satgas Kesehatan sudah melakukan pelacakan atas kedekatan pasien dengan orang-orang terdekat, yaitu ayah dan istrinya. Saat ini pasien sudah menjalani perawatan di ruang isolasi RS Mangusada, Badung. Terkait adanya pasien asal Tabanan akibat trans-

misi lokal, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti kembali menegaskan dan mengingatkan semua komponen masyarakat untuk selalu waspada dan bersama-sama bahu-membahu melakukan semua imbauan pemerintah dengan rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari keramaian/kerumunan serta sebisa mungkin diam di rumah serta wajib menggunakan masker. ‘’Mari sama-sama jaga Tabanan tercinta dengan melaksanakan pola hidup bersih dan sehat, sehingga semua terhindar dari badai paparan Covid-19. Sudah banyak imbauan dan instruksi yang dikeluarkan, serta mengatur jam buka pasar, mengatur pola belanja take away, tidak makan di tempat, PMI yang baru datang dari luar

negeri diisolasi dan diawasi dengan baik dan banyak lagi. Semua ini semata-mata untuk melindungi semua warga agar terhindar sejauh mungkin dari terpapar Covid-19,’’ tegas Bupati Eka. Satu pasien terkonfirmasi positif lainnya merupakan PMI asal Tabanan yang tengah menjalani perawatan di ruang isolasi di UPTD RS Nyitdah. Sementara satu pasien lagi dirawat di RS PTN Universitas Udayana, Badung. Hingga menjelang dua bulan sejak pandemi ini menyebar ke Provinsi Bali, di Kabupaten Tabanan akumulasi jumlah pasien terpapar Covid-19 tercatat 9 orang dan semuanya WNI. Sembuh 8 orang dan 1 masih dirawat di RS PTN Unud. (kmb28)

Sosial

Pendidikan

Kedua di Indonesia, PKPA FHIS Undiknas Terdampak Covid-19 Mahasiswa Unwar Diberikan Sembako Gratis Dilakukan secara ’’Online’’ FAKULTAS Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Undiknas University secara kontinu dan konsisten menggelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) bekerja sama dengan DPN Peradi Pusat dan Peradi Denpasar. Kuliah perdana PKPA FHIS Undiknas University angkatan ke-5 dibuka Ketua Umum Peradi Denpasar Dr. Nyoman Budi Adnyana, S.H., M.H., CLA., CPL., Selasa (5/5) lalu. Yang menarik, sistem perkuliahan dilakukan secara daring alias online menggunakan virtual aplikasi Google Hangout Meet karena Undiknas sejak lama memiliki payung hukum kerja sama dengan Google. Budi Adnyana mengakui keunggulan kualitas PKPA Undiknas sebagai kampus kedua di Indonesia dan pertama di luar Jakarta yang menggelar PKPA sistem online. Hal ini membanggakan bagi Bali karena untuk bisa membuat PKPA berbasis online didukung fasilitas lengkap di kampus. Bahkan, dia mewajibkan semua narasumber dari Peradi datang berbicara di kampus Undiknas agar bisa fokus demi menjaga kualitas. PBM PKPA Undiknas, katanya, 70 persen praktik dan 30 persen teori. Kompetensi praktik ini tak boleh lentur karena larangan pertemuan di tengah pandemi Covid-19. Tim dosen PKPA Undiknas sudah memiliki metode terbaik untuk praktik seperti kemampuan membuat gugatan. Dia bangga PKPA Undiknas dikenal berkualitas sejak angkatan pertama. Buktinya, pada ujian nasional pengacara periode Februari lalu, tingkat kelulusannya mencapai 85 persen. Hal ini disebabkan tim dosen memiliki bank soal yang up to date. Diharapkan ke depan pengacara di Bali tak hanya berkualitas, namun

PKPA - Ketua Umum Peradi Dr. Budi Adnyana bersama Dekan FHIS Undiknas Ni Nyoman Juwita dan Ketua Panitia Putu Eva Ditayani Antari saat membuka PKPA Undiknas angkatan ke-5. juga menjadi pengacara spesialisasi baik di bidang bisnis, kesehatan, keuangan publik, perusahaan maupun yang lainnya. Di sinilah dituntut kompetensi bidang bahasa Inggris. Saat menyampaikan materi Hukum Acara Pidana, Budi Adnyana menekankan pengacara wajib mengetahui hak-hak tersangka dan pengacara jika klien ditekan saat diperiksa. Sebab, lawyer terkenal karena mampu berargumentasi. Dekan FHIS Undiknas Dr. Ni Nyoman Juwita Arsawati, S.H., M.Hum. menjelaskan, PKPA amgkatan ke-5 diikuti 42 peserta. Sebanyak 70 persen lebih berasal dari lulusan S-1 FH di luar Undiknas. Hebatnya, PBM PKPA sistem online ini atas usulan peserta yang sebenarnya sudah dimulai Maret lalu. Karena dalam pandemi Covid-19, akhirnya DPN Peradi Pusat mengizinkan dilaksanaakan secara virtual. Makanya protap kesehatan tetap dijalankan yaitu tanpa kehadiran peserta.

Ditegaskannya, PBM sistem online sudah biasa dilakukan di Undiknas University karena dikenal sebagai kampus digital. Lewat sistem online ini dia bertekad mencetak advokat yang profesional, beretika dan bermoral. Ruangan kuliahnya dipusatkan di gedung C Blok I yang baru. SDM pengajarnya juga berkualitas yakni dari FHIS Undiknas, Peradi Denpasar dan DPN Peradi Pusat, di antaranya Dr. Putu Suta Sadnyana, Dr. I Made Arjaya, Budi Adnyana, Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. dan Prof. Budiana. Ketua Panitia PKPA Putu Eva Ditayani Antari, S.H., M.H. mengungkapkan, program ini dilangsungkan 29 sesi. Tiap hari diberikan tiga materi. Angkatan ke-6 dibatasi untuk 53 peserta. Pendaftaran dibuka mulai Juni dengan biaya sama yakni Rp 6 juta. Mereka ini disiapkan mengikuti ujian pengacara periode Oktober 2020. (ad064)

PEDULI terhadap mahasiswa yang terdampak Covid-19, Universitas Warmadewa (Unwar) melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Unwar memberikan bantuan sembako gratis. Di bawah koordinasi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unwar Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPM., sebanyak 340 paket sembako tahap pertama dibagikan, Selasa (5/5) lalu. Mahasiswa yang mendapatkan bantuan sembako gratis ini berasal dari luar daerah Bali dan tergolong kurang mampu. Pembagian sembako dilakukan dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan Covid-19. Pembagiannya beberapa sesi. Setiap 1 jam hanya melibatkan 20 orang mahasiswa yang datang ke posko pembagian sembako. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan agar imbauan menjaga jarak (social/physical distancing) tetap bisa dipatuhi. Bahkan, mahasiswa yang datang ke posko diwajibkan mencuci tangan dan menggunakan masker. Wakil Rektor III Unwar Wayan Parwata mengatakan, proses pembagian sembako gratis kepada mahasiswa terdampak Covid-19 tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19. Mahasiswa yang menerima bantuan sembako gratis ini, 59 persen berasal dari luar Bali. Sisanya merupakan mahasiswa asal Bali. ‘’Bantuan yang kami berikan benar-benar kepada mahasiswa yang terdampak Covid-19. Datanya kami peroleh dari masing-masing fakultas, sehingga bantuan yang kami berikan tepat sasaran,’’ ungkapnya. Lebih lanjut dikatakannya, sistem pemberian bantuan sembako gratis dilakukan dua jalur,

SEMBAKO GRATIS - Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unwar Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPM. memberikan sembako gratis kepada mahasiswa terdampak Covid-19. yaitu dengan mendatangi langsung tempat tinggal/kos mahasiswa yang melibatkan enam orang mahasiswa dan menyiapkan posko bantuan sembako gratis di depan pintu masuk kampus. Jadi, mahasiswa penerima bantuan bisa datang langsung ke posko. Waktu pengambilan bantuan sembako ke posko pun diatur. Sesi pertama pukul 09.0010.00 Wita dan sesi kedua pukul 11.00-12.00 Wita. ‘’Tetap dengan protap kesehatan Covid-19, yakni mereka diperiksa suhu tubuhnya dan menjaga kebersihan,’’ ujar Parwata. Rektor Unwar Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. berharap bantuan sembako yang diberikan kepada mahasiswa terdampak Covid-19 bisa mengurangi beban mereka selama pandemi

Covid-19 terjadi. Selain bantuan sembako, mahasiswa juga diberikan paket kuota secara gratis agar proses pembelajaran daring (online) bisa diikuti dengan baik. Dengan demikian, proses pembelajaran selama pandemi Covid-19 tetap berjalan sesuai harapan. Salah satu mahasiswa penerima bantuan sembako gratis, Erwin, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan kampusnya. Mahasiswa asal Flores ini mengatakan, bantuan yang diterimanya sangat dibutuhkan dalam situasi sulit akibat pandemi Covid-19. Ia berharap Unwar tetap berbagi kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Sebab, dalam bentuk dan jumlah berapa pun bantuan yang diberikan sangat membantu masyarakat yang membutuhkan. (ad065)


Jumat Wage, 8 Mei 2020

Kesehatan

Mahasiswa TLM Stikes Wira Medika Bali Satu-satunya Relawan untuk ’’Screening’’ Covid-19 dari Perguruan Tinggi di Bali VINKA adalah maha siswi Prodi Teknologi Laboratorium Medis (TLM} Stikes Wira Medika Bali yang menjadi relawan Covid-19. Dia membantu Pemerintah Provinsi Bali dalam melakukan pemeriksaan spesimen. Vinka menjadi satu-satunya mahasiswa Prodi TLM dari Perguruan Tinggi di Bali yang langsung melakukan screening Covid-19. ‘’Saya senang bisa berkontribusi. Ini panggilan hati, walaupun saya masih mahasiswa tetapi saya tetap

Jauhkan Takjil dari Bahan Berbahaya Semarapura (Bali Post) Memasuki bulan Ramadan saat pandemi Covid-19 ini, pemerintah daerah tetap melakukan langkah antisipasi terhadap penggunaan bahan berbahaya makanan. Seperti pembuatan takjil, sebagai makanan dan minuman berbuka puasa. Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, sempat melakukan sidak bersama BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) di Denpasar, Selasa (5/5). Tujuannya memastikan seluruh takjil yang diproduksi bebas dari bahan berbahaya pewarna dan pengawet makanan. Kepala BPOM di Denpasar, Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih, mengatakan kegiatan ini serentak dilakukan secara nasional. Ini sebagai upaya melindungi masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak

memenuhi syarat khususnya menjelang hari raya Idul Fitri 2020. Sidak dilakukan kepada para pedagang takjil di Kampung Lebah dan Kampung Gelgel. Petugas langsung mengambil makanan yang warnanya mencolok dan mencurigakan. Total ada 18 sampel yang diuji langsung petugas di lapangan. 13 sampel diuji rhodamin B dan 5 sampel diuji formalin. Syukur, hasilnya semua produk takjil ini telah memenuhi syarat kesehatan. Uji seperti ini cukup rutin digelar di tempat-tempat yang menyediakan takjil. Sejauh ini, hasilnya tidak ada yang sampai terlihat menggunakan bahan berbahaya. Artinya, kesadaran masyarakat juga sudah semakin meningkat. Kepada para pedagang, Bupati Suwirta bersama ke-

pala BPOM mengimbau para pedagang supaya selalu menjaga kesehatan produknya. Steril dari bahan-bahan berbahaya yang dapat merugikan konsumen. Demikian pula kebersihan produk dagangannya. Para pedagang yang berjualan di pinggir jalan ini, juga diminta menutup rapat seluruh dagangannya, supaya tidak bercampur debu yang dapat mempengaruhi tingkat higienis produknya. “Pertahankan ini. Jangan sekali-kali mencoba menggunakan bahan berbahaya. Justru itu akan merugikan bagi pedagang dan dapat berakibat fatal,” katanya. Setelah melakukan sidak, Bupati Suwirta selanjutnya menerima bantuan 500 pcs masker kain dari BPOM Denpasar. Masker ini nantinya supaya dibagikan kepada masyarakat umum. (kmb31)

percaya diri, karena ilmunya sudah diberikan oleh dosen di kampus. Dan saya juga ikut pelatihannya,’’ pungkas Vinka. Kampus ini juga mengirim Didik Prasetya dan Lia Cahya Sari yang merupakan Pengajar Prodi TLM program Diploma III dan Sarjana Terapan yang sejak tanggal 24 April telah ditugaskan di Bandara Ngurah Rai dan ikut tim rapid test massal di Kabupaten Bangli. Saat ini juga tercatat 11 mahasiswa dari Prodi

Keperawatan yang menjadi relawan Covid-19 di rumah sakit rujukan seperti RSUP Sanglah, RS Wangaya dan RS Bali Mandara. ‘’Kami berharap cobaan berat ini cepat berlalu. Mohon masyarakat ikuti imbauan pemerintah. Karena disiplin diri itu sangat membantu kami bertugas,’’ harap Dewa Ayu Made Suryani, mahasiswa Prodi Keperawatan sebagai satgas Covid-19 RSUP Sanglah. ‘’Kami sangat bangga dengan kepedulian civitas dan alumni. Berbagai kegiatan

dan aksi nyata sudah dan akan terus dilakukan untuk cegah Covid-19. Sebelumnya kami telah memberikan donasi 2.000 masker kain, 3.000 sabun cuci tangan, 35 pelindung wajah, 150 hand sanitizer, 2.000 vitamin, 2.500 poster edukasi Covid-19, dan 300 liter disinfektan di berbagai wilayah kota/kabupaten di Bali. Mahasiswa yang dimotori Ketua BEM dan alumni yang dipimpin Ketua Ikatan Alumni juga langsung turun membantu aparat, mengingatkan

masyarakat waspada Covid-19,’’ jelas I Dewa Agung Ketut Sudarsana, Ketua Stikes Wira Medika Bali. ‘’Pencegahan sudah kami lakukan dimulai dari kampus. Pembelajaran dilakukan online dan calon mahasiswa baru bisa daftar online melalui https:// pmb.stikeswiramedika. ac.id untuk Prodi Keperawatan, Profesi Ners, TLM dan Rekam Medis dengan biaya pendaftarannya kami gratiskan,’’ tambah Dewa Agung. (ad063)

Positif Covid-19

Perempuan Asal Guwang Dijemput Petugas Berseragam Gianyar (Bali Post) Setelah sepekan lebih tidak ada penambahan kasus positif Covid-19, petugas Satgas Covid-19 akhirnya mendapati seorang perempuan 37 tahun yang dipastikan positif sesuai tes swab. Perempuan asal Desa Guwang Kecamatan Sukawati itu pun langsung dijemput petugas berseragam lengkap, Kamis (7/5) kemarin. Ketua Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya, dikonfirmasi membenarkan adanya penambahan kasus positif Covid-19 itu. Menurutnya, perempuan itu memang merupakan istri seorang satpam yang terkonfirmasi positif kasus Covid-19. ‘’Penderita merupakan istri penderita kasus konfirmasi positif yang saat ini dirawat di RSPTN Unud Jimbaran Bali,’’ jelasnya. Sekda Gianyar ini mengatakan, perempuan 37 tahun ini sudah menjalani rapid test karena memiliki riwayat kontak dengan pasien yang tidak lain

merupakan suaminya. Hasil rapid test (Selasa, 5/5) menunjukkan hasil reaktif. ‘’Awalnya rapid test menunjukan reaktif,’’ katanya. Berdasarkan hasil itu, selanjutnya penderita dirujuk ke RSU Sanjiwani Gianyar untuk dilakukan pengambilan swab dan diperiksa PCR. Kemudian (Rabu, 6/5) dilakukan pengambilan swab. Dan hasil pemeriksaan dengan metode PCR yang bersangkutan positif Covid-19. ‘’Hasilnya positif Covid,’’ katanya. Selanjutnya pasien yang positif ini dievaluasi untuk pengambilan swab kedua. Setelah itu langsung dirawatinapkan.

‘’Mengingat keadaan pasien sehat atau tanpa gejala, maka sudah dilakukan koordinasi antara petugas surveilans Dinkes Gianyar dengan RS Sanjiwani Gianyar,’’ jelasnya. Wisnu Wijaya menambahkan, suami yang bersangkutan merupakan seorang satpam. Suaminya bekerja di wilayah Denpasar. ‘’Suaminya bekerja sebagai satpam di Denpasar,’’ imbuhnya. Ketua Satgas Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, I Made Mahayastra, mengeluarkan surat edaran No. 044/12908/ Umum. Surat itu mencantumkan tiga poin, pertama melarang

penutupan jalan menuju dan keluar desa di seluruh Kabupaten Gianyar, tanpa persetujuan Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Gianyar. Kedua Satgas Gotong Royong desa di seluruh Kabupaten Gianyar dalam melakukan penanggulangan Covid-19 itu agar sesuai surat perintah No. 1802 Tahun 2020. Poin terakhir, bagi desa yang mempunyai akses menuju pantai agar tidak melakukan penutupan jalan masuk ke pantai khususnya untuk nelayan dan masyarakat yang bermata pencaharian di pantai dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. ‘’Kita berharap tidak ada lagi penutupan pantai, khususnya bagi nelayan dan pemancing dengan tetap mengikuti protokol kesehatan,’’ imbuh Wisnu Wijaya. (kmb35)

Pasar Galiran Tampung Pedagang Luar Kabupaten Terminal Galiran, Klungkung nampak tak penuh sesak lagi. Di sana juga tak lagi ada transaksi jual-beli pedagang. Terminal Galiran kembali bersih dan rapi. Kondisi demikian diapresiasi Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, saat turun langsung ke lokasi, Kamis (7/5) kemarin. Apakah Pasar Galiran masih juga menampung pedang luar kabupaten? KONTROL PEDAGANG - BPOM bersama Bupati Suwirta saat turun langsung mengontrol pedagang.

Tanpa Anggaran ASN Jangan Malas-malasan Semarapura (Bali Post) Pandemi Covid-19 membuat seluruh anggaran di setiap dinas terpangkas. Bahkan, sama sekali tidak ada kegiatan pembangunan fisik. Walau tanpa anggaran, para ASN diminta tidak larut dalam situasi, bermalas-malasan di kantor. ASN harus tetap bekerja, tumbuhkan kreativitas, lakukan apa yang bisa dikerjakan sesuai tupoksi OPD masing-masing. Bupati Klungkung Suwirta menegaskan hal itu saat turun ke Dinas Pariwisata Klungkung, Rabu (6/5) lalu. Meski sudah dilakukan realokasi/pemangkasan anggaran untuk semua instansi, Bupati Suwirta tidak mau stafnya ini diam begitu saja, tanpa berbuat sesuatu. “Di saat situasi seperti ini, semua fokus menghadapi Covid-19 ini, sesungguhnya ada sesuatu yang bisa kita perbuat untuk tempat kita bekerja, walaupun

anggaran itu tidak ada,” ujar Bupati Suwirta di hadapan Kadis Pariwisata Nengah Sukasta, Sekretaris Dinas, para Kabid dan Kasi. Di hadapan para pejabat itu, Bupati mengingatkan untuk tidak mempunyai pemikiran, bahwa anggaran habis para pegawai bisa santai, bengong dan bermalas-malasan. ASN tentu harus produktif. Kedatangannya itu adalah untuk memberikan motivasi, meningkatkan semangat kerja dan bisa bekerja tanpa anggaran. “Bekerja tanpa anggaran itu pikiran kita yang bekerja. Apa yang harus kita lakukan. Di sini kita harus kreatif,” ucap Suwirta seraya mengatakan kunci utama kerja adalah rasa memiliki. Bupati asal Nusa Ceningan ini mencontohkan, pada salah satu bidang di Dinas Pariwisata, misalnya bidang pemasaran pariwisata. Tentu Bidang Pemasaran itu harus

mempunyai strategi-strategi lain di tengah pemangkasan anggaran di-swicth penanganan Covid-19. Misalnya, bidang tersebut bisa membuat video pariwisata Klungkung yang dipromosikan lewat media sosial. Sehingga, ketika pandemi berakhir, daerah bisa kembali berlari kencang bergerak maju. “Kita harus mempunyai strategi, bisa promosi lewat media sosial tidak harus dengan biaya. Itu hal sederhana namun efektif,” sebutnya. Ditambahkan, situasi seperti ini menguji jiwa entrepreneur, diskresi dan inovasi para pegawai. Dengan situasi ini pula jajaran Dinas Pariwisata diharapkan mempunyai pemikiran apa yang mau dilakukan ke depan untuk pengembangan-pengembangan destinasi wisata. “Semoga pandemi ini segera berakhir. Dan kita kembali fokus bekerja membangun daerah,” tegasnya. (kmb31)

Bupati Suwirta saat turun ke Dinas Pariwisata.

MESKI kabupaten lain ada larangan menerima pedagang yang berasal dari Klungkung, kata Bupati Klungkung Nyoman Suwitra, Pasar Galiran masih tetap menerima pedagang dari luar kabupaten. Tidak ada balas-membalas di sini. Klungkung sangat terbuka. Disadari mereka juga perlu cari penghidupan. Meski masih tetap terbuka bagi pedagang dari daerah lain, rupanya masih ada pedagang yang tidak tertampung. Ini karena pedagang yang tidak diizinkan berjualan di luar Klungkung itu ikut mengadu nasib berjualan di Pasar Galiran. Dia pun mohon membatasi pedagang bermobil, karena jelas tidak semua yang mengarah ke Pasar Galiran itu

bisa ditampung. ‘’Ini perlu diantisipasi, jangan sampai memancing keributan, apabila pedagang bermobil tidak dapat tempat berjualan. Mengingat daya

tampung Pasar Galiran relatif terbatas,’’ katanya. Setelah terminal sudah tertata dengan baik, dia meminta agar hasil ini dapat dipertahankan. Lakukan kontrol dan pengawasan agar situasi semrawut sebelumnya tidak terulang kembali. Situasi terminal yang bersebelahan dengan pasar ini, cepat sekali berubah, bila tidak diatur dan diawasi secara tegas. Bupati menekankan hal itu kepada Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan I Wayan Ardiasa, Kepala UPT Pasar Semarapura I Komang Sugianta, Kepala

CEK TERMINAL - Bupati Suwirta saat mengecek ulang Terminal Galiran.

Dinas Perhubungan Nyoman Sucitra, Kepala Satpol PP dan Damkar Putu Suarta serta Kepala Pelaksana BPBD Putu Widiada agar saling bersinergi. Para pedagang bermobil dan khususnya dari luar Klungkung tetap diwantiwanti agar disiplin melakukan standar protokoler antisipasi Covid-19. Baik saat di dalam pasar maupun di rumah. Sebab, tingkat kerawanan penyebaran Covid-19 cukup tinggi. Di tengah mobilitas masyarakat yang semakin meningkat, ini rentan menimbulkan transmisi lokal sebagaimana sudah terjadi pada pasar umum di daerah lain. Selain meninjau Terminal Galiran, Suwirta juga sempat mengecek penerapan sistem retribusi. Meski di tengah pandemi, sistem pemungutan masih berjalan cukup baik. Sebelum mengakhiri tinjauannya, Suwirta kembali menugaskan dinas terkait agar menjaga ketertiban terminal dan menata terminal agar menjadi tempat parkir yang rapi antara kendaraan milik pedagang pasar dan kendaraan angkutan umum. (gik)


Jumat Wage, 8 Mei 2020

Pemkab Karangasem Gelontorkan 83.793 Paket Sembako untuk Warga

PEMERINTAH Kabupaten Karangasem akan menggelontorkan bantuan 83.793 paket sembako kepada warga. Bantuan yang disalurkan itu sebagai upaya meringankan beban masyarakat di tengah situasi pandemi Covid-19, yang hingga kini masih berlangsung. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, dana bantuan paket sembako yang disalurkan itu berasal dari Perkada III. Bantuan sembako ini akan diberikan kepada 78 desa atau kelurahan se-Kabupaten Karangasem. ‘’Penyediaan kebutuhan

pokok bagi warga ini merupakan instruksi pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah diminta agar rakyat memperoleh bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS), salah satunya sembako. Bantuan ini akan secepatnya disalurkan ke masyarakat,’’ ucapnya. Mas Sumatri menambahkan, penyebaran virus Corona ini memberikan dampak luar biasa. Efeknya tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga sosial ekonomi. Karena itu, peran pemerintah sangat berarti saat ini, yaitu memberikan bantuan kepada warga terdampak. Selain itu pihak pemerintah juga

fokus dalam penanganan. ‘’Masyarakat yang terdampak secara signifikan akan mendapat bantuan tersebut. Covid-19 ini membuat perekonomian secara otomatis melemah, karena tingkat aktivitas masyarakat menurun,’’ katanya. Pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin mengurangi beban bagi masyarakat yang terdampak. ‘’Sembako ini ditujukan kepada keluarga-keluarga yang belum tersentuh bantuan sama sekali. Seperti bantuan PKH, BLT dan lain-lain. Catatannya diprioritaskan bagi keluarga yang memang benar-

PAKET SEMBAKO - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat meninjau paket sembako di GOR Gunung Agung. Bantuan sembako itu akan segera didistribusikan kepada warga bumi lahar.

Gede Dana Dampingi Wagub Bali Tinjau Satgas Gotong Royong Desa Adat Padangkerta

SOSOK

Tiga Kali Makan

SATUAN Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Karangasem diminta melakukan kontrol terhadap warga yang masuk daftar orang tanpa gejala (OTG). Demikian harapan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat kunjungan ke Desa Padangkerta, Kelurahan Karangasem, Rabu (6/5). Cok Ace mengatakan, pemantauan atau kontrol terhadap OTG ini harus terus dilakukan, sehingga penyebaran atau penularan virus Corona atau Covid-19, di Karangasem mampu dicegah. ‘’Pemantauan OTG ini harus dilakukan secara berkelanjutan dan terkoordinir. Dengan begitu maka penyebaran virus itu bisa diputus agar kasus warga positif Covid-19 itu tidak terus bertambah,’’ harap Wagub asal Puri Ubud itu. Selama warga menjalani isolasi, pihaknya meminta supaya dilakukan koordinasi antara desa adat dengan pemerintah. Terutama terkait pemenuhan logistik warga selama 14 hari. ‘’Kami tekankan supaya secara bersama-sama disiapkan makanan dengan baik. Makanan itu akan didrop ke rumah masing-masing warga. Sesuai regulasi, makanan itu disiapkan tiga kali yakni pagi, siang dan sore,’’ pintanya. Selain itu warga yang diisolasi supaya benarbenar mengikuti protap dengan sebaik mungkin. Seperti menerapkan pola hidup bersih dan sehat sekaligus meningkatkan kedisiplinan diri. (nan)

Ikut Bantu Bungkus Nasi untuk Warga yang Jalani Karantina

BUNGKUS NASI - Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana saat ikut membantu membungkus nasi untuk warga Lingkungan Padangkerta Kaler yang menjalani karantina mandiri.

Pegawai 30 OPD Kemas Beras untuk Warga Bondalem DISTRIBUSI beras disiapkan untuk warga yang dikarantina di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula ternyata terkendala pengemasan. Gugus Tugas dan Relawan Desa jadi mengalami kesulitan. Alasannya, jatah beras yang didrop ke gugus tugas desa dan relawan mencapai 30 ton. Lalu bagaimanakah solusi Pemkab Buleleng memecahkan kesulitan pengemasan beras itu? Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. mengatakan, Kamis (7/5) kemarin, untuk mengatasi masalah itu pihak pemkab akan mengerahkan 30 OPD. Strateginya masing-masing OPD ditugaskan mengemas beras sebanyak satu ton, sehingga cara ini diyakini bisa membantu tugas gugus tugas desa dan relawan, yang memang kewalahan mendistribusikan beras ke Bondalem. Menurutnya, Jumat (8/5) hari ini Bulog akan mendistribusikan beras cadangan pemerintah ke Desa Bondalem sebanyak 30 ton. Beras ini didatangkan dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Nantinya, cadangan beras sebanyak itu untuk memenuhi kebutuhan warga di Desa Bondalem sampai enam hari ke depan. Hanya, gugus tugas di desa dan relawan jika ditugaskan mendistribusikan beras sebanyak itu, maka prosesnya pasti tidak maksi-

benar sangat membutuhkan,’’ tegasnya. Bupati wanita pertama ini menegaskan, hinggga saat ini pihaknya masih melakukan sinkronisasi administrasi. Sinkronisasi itu perlu agar tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, sebelum bantuan itu disalurkan kepada masyarakat. ‘’Pemkab Karangasem terus-menerus melakukan sinkronisasi administrasi agar semuanya berjalan dengan baik, tanpa melanggar peraturan. Semoga bantuan ini cepat bisa disalurkan ke warga,’’ harap Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri. (ad066)

mal. Sebab, jumlah personel gugus tugas dan relawan, dengan banyaknya beras yang harus dibagikan tidak sebanding. Untuk itu, Gede Suyasa menegaskan, sesuai instruksi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, pendistribusian beras itu akan ditangani pegawai di 30 OPD di daerahnya. ‘’Kita punya 35 OPD namun karena beras yang akan dikirim ke Bondalem itu 30 ton, maka dipakai 30 OPD saja. Jadi setiap OPD ditugaskan mengemas beras masing-maisng satu ton. Sehingga cara ini bisa membantu gugus tugas desa dan relawan yang memang kewalahan dalam mendistribusikan beras ke Bondalem itu,’’ katanya. Pengepakan beras itu, kata Suyasa, sesuai kebutuhan warga di Bondalem. Beras itu dibagikan 2,4 kilogram per jiwa. Pembagian

Drs. Gede Suyasa, M.Pd.

Bali Post/ist

itu dilakukan oleh masingmasing kantor OPD. Setelah pengepakan tuntas, maka pegawai di OPD bersangkutan itu selanjutnya ditugaskan mendistribusikan ke Bondalem untuk dibagikan kepada warga yang menjalani masa karantina desa. Untuk mengurangi kerumunan saat pengepakan, Suyasa memastikan akan mengatur dengan baik, sehingga tidak terjadi kerumunan banyak orang. Caranya, diatasi dengan cara pengepakan itu dilakukan bergelombang. Setiap kelompok jumlahnya antara 10 sampai 15 orang pegawai, mereka melakukan pengepakan dengan sistem shift pagi, siang, dan sore hari. ‘’Jadi tidak semua pegawai di OPD itu sekaligus bertugas membagi beras, namun diatur bergiliran. Strategi itu untuk mengurangi kerumunan dan mengedepankan social distancing sesuai protokol penanganan Covid-19,’’ jelas Gede Suyasa. (mud)

KETUA DPRD Karangasem I Gede Dana, S.Pd., M.Si. mendampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati melihat langsung penanganan dan isolasi mandiri warga di Lingkungan Padangkarta Kaler, Kelurahan Karangasem, Rabu (6/5). Gede Dana mengungkapkan, warga yang ada di Lingkungan Padangkerta Kaler sebanyak 78 kepala keluarga (KK) yang menjalani karantina pascaada warga yang positif Covid-19. Karena warga harus menjalani isolasi mandiri, maka mau tidak mau kebutuhan mereka harus ada yang memenuhi alias menjamin. ‘’Di sini sudah dibangun dapur umum. Jadi, saya ikut membantu menyiapkan logistik untuk 218 warga,’’ ujarnya. Politisi PDI-P asal Datah ini menambahkan, apa yang dirinya lakukan ini, sebagai bentuk empati terhadap warga yang menjalani

karantina maupun relawan yang membantu di dapur umum. Mereka butuh bantuan tenaga untuk menyiapkan makanan warga. Dengan jumlah makanan yang dibuat cukup banyak, diperlukan tambahan-tambahan agar cepat menyelesaikan itu masakan yang diperlukan. ‘’Saya ikut membungkus nasi untuk penyiapan makan siang. Saya ikut merasakan bagaimana beban masyarakat yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing,’’ katanya. Gede Dana menjelaskan, pihaknya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Satgas bersama seluruh komponen, yang sangat semangat membantu warga yang sedang menjalani isolasi mandiri ini. ‘’Mari bergerak bersama-sama dengan kompak. Lakukan juga edukasi pencegahan penyebaran Covid-19. Saya yakin wabah ini bisa kita lewati,’’ tegasnya. (ad069)

Didiagnosis 1.984 Pasien DB Lima Orang Meninggal Pemkab Distribusikan 500 Boks Bubuk Abate

Singaraja (Bali Post) Bukan saja Covid-19 yang harus dihadapi warga belakangan ini. Ternyata demam berdarah (DB) juga merebak di Buleleng. Bahkan dari data Dinas Kesehatan sejak Januari hingga 20 April, sebanyak 1.984 pasien didiagnosis DB. Bahkan lima orang di antaranya meninggal dunia. Dari sembilan kecamatan yang ada, ternyata di Kecamatan Buleleng tercatat mendominasi 534 kasus. Menyusul Kecamatan Tejakula (300) Kecamatan Banjar (236), Kecamatan Sukasada (207), Kecamatan Seririt (199), Kecamatan Gerokgak (175), Kecamatan Busungbiu (120 ), Kecamatan Kubutambahan (108) dan terakhir Kecamatan Sawan 104 kasus. Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengatakan, Kamis (7/5) kemarin, pemkab sejauh ini sudah membagikan sebanyak 500 boks bubuk abate (obat pembunuh jentik nyamuk – red), selain juga melakukan fogging. ‘’Pemkab Buleleng terus berupaya ekstra keras melakukan pencegahan penularan penyakit demam berdarah (DB) di Bali Utara,’’ ujar dr. Nyoman Sutjidra. Untuk mengurangi DB itu dibagikan bubuk abate yang merupakan program pemerintah. Bubuk abate itu ditebar pada bak-bak penampungan air yang tidak bisa dikuras. Dengan bubuk abate ditebar di bak-

bak penampungan air sulit dikuras itu, maka diyakini dapat mengurangi jentik nyamuk Aides Agypti yang berkembang biak. ‘’Satu bulan ke depan bubuk abate itu bisa digunakan membasmi jentik nyamuk yang berkembang biak di bak-bak penampungan air yang tidak bisa dikuras. Sebanyak 500 boks abate itu sudah dibagikan ke beberapa kecamatan yang banyak kasus DB-nya,’’ katanya. Untuk 500 boks bubuk abate itu dibeli dari APBD Buleleng. Dari jumlah itu, pemerintah daerah sudah membagikan ke kecamatan yang banyak terjadi kasus DB belakangan ini. Wilayah

itu seperti Kecamatan Buleleng, Tejakula dan Kecamatan Banjar. Rencananya, kecamatan lain juga ‘’dijatah’’ bantuan sama. Hal itu menyusul Dinas Kesehatan (Diskes) Bali rencananya akan merealisasikan bubuk abate kepada Buleleng. ‘’Abate ini paling efektif membunuh telur dan jentik nyamuk. Nanti kita sasar kecamatan lain setelah bantuan bubuk abate dari Provinsi Bali direalisasikan,’’ jelasnya. Selain membagikan abate, Nyoman Sutjidra mengajak warga agar rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras, mengubur dan menutup (3M) plus menanam tanaman

pengusir nyamuk, seperti sereh dan pohon liligundi. Terkait fogging, selama ini telah dilakukan oleh Diskes Buleleng setiap pukul 03.00 dini hari. Fogging menggunakan mobil keliling, sehingga tidak menimbulkan polusi. Demikian juga fogging khusus dilakukan di wilayah terjadinya kasus DB. ‘’Fogging ini untuk membunuh nyamuk dewasa saja kurang efektif. Masyarakat juga harus mengikuti program 3-M plus juga,’’ jelasnya. Dari data di Diskes Buleleng disebutkan sejak Januari sampai 20 April 2020 tercatat terjadi sebanyak 1.983 pasien didiagnosis terserang DB. Dari ribuan orang itu, lima di antaranya meninggal dunia. Masing-masing pasien itu berasal dari Desa Ambengan Kecamatan Sukasada, Desa Pemaron, Lingkungan Banyuning Timur Kecamatan Buleleng, Desa Ringdikit Kecamatan Seririt, dan Desa Sudaji Kecamatan Sawan. (kmb38)


Jumat Wage, 8 Mei 2020

Menjajaki Eksportir dan Importir Mempercepat Pelayanan Penanganan Covid-19 Ia menyebutkan, Tiongkok merupakan pasar empuk manggis dan peluang bagi para eksportir. Sebaliknya, pesawat yang balik ke Tanah Air, bisa mengangkut barang importir dari Tiongkok, seperti alat kesehatan. ‘’Kami akan menjajaki kaum eksportir dan importir, agar pasokan barang dari dan ke mancanegara bisa lancar dengan biaya pengiriman relatif murah,’’ jelasnya.

Selain itu, katanya, peluang Bali juga terbuka mengekspor ikan tuna segar dan cabai ke Jepang. Oleh karena itu, perlu dipikirkan juga barang impor dari Jepang yang diangkut pesawat, agar balik ke Indonesia tidak kosong, hingga tercipta simbiosis mutualisme. ‘’Kami ingin menerapkan sistem gotong royong, yakni mencarter pesawat Garuda, seluruh kabin dan bagasinya dipenuhi barang selama pergi-pulang,’’ ujarnya. Jarta menilai orientasi eksportir saat ini bukan mereguk

keuntungan semata, tetapi yang dipentingkan pelanggan setianya tetap membeli barang dari Bali, bukan mengandalkan barang dari negara lain. Orientasi eksportir bukan keuntungan, tetapi supaya pelanggan di luar negeri tidak dicaplok negara lain. Ia menegaskan, pemasaran produk lokal harus diutamakan dan jangan sampai pasar Bali didominasi produk luar Bali. Apalagi, saat ini Bali memiliki 998 swalayan, ditambah 279 pasar tradisional. Sementara itu, Ketua

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bali Made Ariandi mengatakan, di saat pandemi Covid-19 ini, pihaknya siap menjembatani kaum petani eksportir dan importir guna mempermudah pengiriman barang dari dan ke mancanegara. Bahkan, Ariandi juga ingin bersinergi menggandeng pihak Garuda. ‘’Menteri BUMN Erick Thohir juga anggota Kadin, kami ingin membantu supaya pengiriman barang via udara menjadi murah,’’ katanya. (nel)

Sekolah menyimpan dimensi humanis dan sosial yang memang entah karena alasan apa, boleh disingkirkan oleh pengelolaan secara formal dan administrasi. Karena itulah hari-hari di sekolah menjadi sangat kaku. Namun hal ini rupanya hanya terjadi di permukaan sebagai konsekuensi dari perwujudan sekolah sebagai lembaga yang formal. Justru yang formal dan administrasi dari pengelolaan itulah yang kerap kali dikritik dan sering dibenturkan dengan kemungkinan atau peluang untuk melakukan inovasi. Salah satu kritik untuk pengelolaan sekolah dan yang memengaruhi cara-cara guru mengajar dan berkomunikasi dengan siswa adalah bahwa sekolah lebih mengutamakan pendidikan kognisi dan mengabaikan pendidikan emosional. Maka yang diasah di sekolah hanyalah logika sementara kecerdasan emosional siswa sama sekali diabaikan. Adanya perasaan kangen kembali ke sekolah adalah dimensi emosional sekolah yang memang tetap ada namun tertimbun oleh pengelolaan pendidikan kognisi. Maka rasa kangen ini tidak untuk dimaknai kembali belajar lagi tetapi rasa ingin bersama sesama kawan dan guruguru untuk bercerita, tertawa, bergosip, dan lain-lain. Walaupun pendekatan formal sedemikian kuat, namun dimensi sosial dan humanis di sekolah yang ada di dalam diri insan siswa dan guru sebenarnya tidak hilang sama sekali. Rasa kangen saat ini, untuk ingin secepatnya balik ke sekolah, membayangkan apa saja cerita di hari-hari awal, karena adanya kebutuhan siswa

terhadap hubungan sosial. Maka rasa kangen sekolah lagi dan semoga bisa lebih awal dari rencana, menjadi bukti betapa buruk pendidikan jarak jauh atau belajar secara daring. Rasa kangen ini membuktikan jika sekolah telah membentuk dirinya sebagai sebuah habitat sosial dan bukan sekadar tempat siswa singgah dan duduk menyimak materi pelajaran. Karena itu, sekolah juga bukan sekadar tempat dan waktu yang dihabiskan lama untuk mendapat ijazah. Di balik itu ada banyak pengalaman sosial yang didapat oleh siswa hanya saja dinilai tidak penting karena ada di luar pengalaman kurikulum formal. Namun, pengalaman sosial inilah yang kelak lama dikenang oleh siswa. Pengalaman kognitif kurang berbekas kuat dan bagi sebagian besar siswa hal itu sering menjadi kenangan buruk sehingga harus dilupakan. Sayang sekali pengalaman belajar di rumah yang diimingimingi dengan belajar secara daring adalah kegiatan belajar yang terjadi secara tiba-tiba ketika wabah melanda. Dalam hal pengelolaan atau praktik baik pelajaran daring, harus diakui masih pada tataran wacanawacana inovasi pembelajaran di era 4.0. Secara nyata hal ini belum terjadi di sekolah-sekolah. Juga, budaya sekolah Indonesia adalah budaya belajar klasikal yang dilandasi oleh hubungan sosial sesama siswa yang sangat kuat sebagaimana hal ini juga dialami di dalam keluarga dan masyarakat. Maka jika tiba-tiba menempuh pelajaran daring atau belajar terpisah satu siswa dan siswa lainnya, maka jelas hal ini sangat menyalahi kultur belajar siswa. Karena itu, jujur saja, kegiatan belajar di rumah sangat

tidak bermakna. Hari-hari belajar di rumah dan meretasnya rasa rindu untuk kembali lebih awal ke sekolah, namun masih belum bisa dipastikan, menunjukkan kultur belajar yang selama ini menjadi pilihan siswa di Indonesia. Hubungan sosial siswa di sekolah yang diabaikan oleh kurikulum ternyata hal yang sangat penting secara emosional bagi siswa. Maka, pesan rasa kangen yang melanda siswa dan guru adalah serangan halus kepada dominasi atau hegemoni pendekatan formal, kognitif, dan adminitratif. Dalam pengalaman hubungan sosial selama di sekolah siswa mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan mental emosional karakter menuju tingkat yang lebih tinggi, pendewasaan atau kematangan, yang mungkin tidak menjadi sasaran kurikulum. Siswa semakin bisa menempatkan diri dalam hubungan sosial. Walaupun mungkin ada siswa yang tetap egois dan hanya mengalami perubahan tidak berarti. Namun secara umum, hubungan sosial yang berdampak positif pada internalisasi karakter secara alamiah siswa selama masa sekolah adalah bonus besar pendidikan formal. Kelak, rasa kangen yang melanda ini menjadi catatan penting bagi pengelolaan sekolah yang terlampau formal. Aspek-aspek sosial dan emosional harus mulai mendapatkan perhatian. Kultur belajar siswa yang sosial dan guyub sangat bertentangan dengan kultur individual dan teknologis, seperti di negara-negara Barat. Karena itulah, kegiatan belajar di rumah menjadi satu persoalan. Bukan pada isi atau materi pembelajarannya

tetapi pada aspek kultur belajar. Kultur belajar bersama dalam satu guyub kelas tidak terjadi dalam kegiatan belajar daring. Siswa merasa sendiri di rumahnya. Siswa mengalami kesepian. Sementara itu kenangan suasana sekolah dan kelas selalu membayang. Maka tampak sangat jelas, di mana kendala belajar daring atau belajar di rumah, tiada lain pada hubungan sosial. Hubungan sosial adalah habitus yang disediakan sekolah, diam-diam tetap ada di bawah hegemoni pengelolaan formal. Hubungan sosial adalah kultur yang menjadi konteks atau seting belajar. Hari-hari belajar di rumah adalah hari-hari yang tidak menentu bagi siswa karena mereka merasa tercerai-berai atau tercerabut, mengalamai perasaan asing. Dalam kondisi ini, sekolah atau guru-guru tidak mampu melakukan hal lebih, misalnya menyelenggarakan pertemuan bersama secara daring dengan menggunakan aplikasi tertentu. Guru-guru juga tidak sempat menelepon siswasiswanya. Pelajaran daring hanya sampai pada mengirimkan tugas-tugas. Mungkin hanya hal ini saja yang dapat dikerjakan. Untuk mengobati rasa kangen mungkin antarsiswa perlu menyelenggarakan pertemuan-pertemuan lewat media sosial. Di dalamnya guru bisa hadir sebagai wakil sekolah, sebuah lembaga yang memang menyediakan ruang bagi perjumpaan dan pelepas kangen.

Menyalahi Kultur Belajar Siswa

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

DIJUAL MOBIL

Dcr Sopir, OB & Akunting untuk BPR Sadana Hp.085100462956

PT.Artha Asia Finance Lelang Unit Isuzu NMR-71 HD 6.1 Dump Truck th 2019 Hub.0361-4781601

B.BP.803.05.20.0000027

Dcr kary/Farmasi bs buat/racik Hand sanitiser & ijinnya. Kirim CV ke WA 081.338.344.155 B.BP.001.05.20.0000068

B.BP.004.05.20.0000056

DIJUAL MOTOR HONDA

Jual Scoopy’2015 Hrg. 10,5jt nego Hub.087860138505

B.BP.001.05.20.0000054

Hilang BPKB No.N10776240-O DK 2616 ABP AN.Nyoman Rani Sari

PROPERTY DIJUAL TANAH

B.BP.001.05.20.0000060

Dijl Tnh Sawah di Desa Nyambu Tabanan LT 36 are,081805517105

B.BP.004.05.20.0000035

B.BP.001.05.20.0000052

PROPERTY

Srtfkt HGB No.2966 Ls100M2 Dlg Badung, An.I Made Bhayu Wirawan B.BP.001.05.20.0000055

Tlh Hlg BPKB No.8597081-O, AN:I Wayan Padang Pudjawan.SH Jl.Kesatrian No.1 Gianyar B.BP.014.05.20.0000059

lau rapid test kan tetap harus tes swab untuk memastikan. Tambahan dua lab ini sangat mendukung penanganan Covid-19 di Bali, agar lebih cepat terselesaikan penyelesaiannya,’’ kata Gubernur Koster seraya menyampaikan, saat ini Pemprov Bali juga sedang merencanakan lagi penambahan satu lab milik Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang masih dalam tahap melengkapi alat-alat kesehatannya. Hal senada disampaikan Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., bahwa pembangunan lab tersebut merupakan salah satu upaya partisipasi mendukung pemerintah dalam mempercepat penanggulangan Covid-19 di Bali. ‘’Kami merasa bangga karena institusi kami sudah dipercaya oleh pemerintah dalam mendukung penanganan pandemi ini, selain juga bisa mewujudkan rasa empati kami terhadap apa yang kita alami bersama ini. Semoga manfaatnya bisa dirasakan seluruh masyarakat Bali,’’ ujarnya. Dukungan juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti yang menjelaskan bahwa di Unwar sejak awal terjadinya pandemi virus Corona di Bali telah membentuk Satuan Tugas Covid-19 yang bergerak di dua sisi yakni di bidang kesehatan dan jaring pengaman sosial dengan menyalurkan bantuan-bantuan kepada masyarakat terdampak. Lebih jauh ia pun setuju dengan pembangunan dua lab tambahan sebagai jaminan kepada masyarakat dalam penyiapan uji lab yang cepat dan lengkap. ‘’Pembangunan dua lab ini merupakan langkah bagus dari pemerintah dalam hal memberikan kepastian dan jaminan kepada masyarakat, paling tidak dalam konteks uji lab yang lebih representatif,’’ jelasnya seraya mengajak seluruh masyarakat untuk melawan penyebaran Covid-19 dengan tetap disiplin mengikuti protokol yang diterapkan pemerintah. (rin/win)

ISUZU

KEHILANGAN

Hlg BPKB No.H01575390-O,DK 7004 IO, an.I Kadek Suardina

Penulis, Dosen Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja

Gubernur Koster mengatakan, dengan beroperasinya ketiga lab ini akan mempercepat pelayanan penanganan Covid-19, khususnya dalam upaya mengetahui apakah seorang yang sedang dikarantina positif atau negatif Covid-19. ‘’Kalau hasilnya negatif, bisa cepat pulang,’’ katanya. Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi Sp.S(K). mengatakan, dengan mulai beroperasinya Lab PCR RS PTN Unud akan mempercepat penegakan diagnosis, memastikan apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak. ‘’Banyak hal yang bisa diefisiensikan, baik itu dari segi waktu menunggu pasien yang belum terkonfirmasi Covid-19 maupun untuk menunggu keputusan apakah pasien tersebut perlu dikarantina atau tidak,’’ ujarnya. Selain itu, lanjutnya, status orang dalam pemantauan (OTG) juga bisa diketahui dan dipastikan dengan lebih cepat, sehingga banyak hal menjadi sangat terbantu sekali. Prof. Raka Sudewi mengapresiasi semua pihak yang memungkinkan hal ini terwujud, baik itu tim medis maupun pegawai RS PTN Unud dan Fakultas Kedokteran Unud. Ia juga berterima kasih kepada pemerintah yang sudah membantu menyediakan alat-alat laboratorium yang diperlukan. ‘’Saya sebagai Rektor Universitas Udayana mengucapkan terima kasih kepada semua pihak termasuk juga Pemprov Bali yang sangat mendukung pelaksanaan penanganan Covid-19 di Universitas Udayana ini,’’ ujarnya. Dekan FK Unud Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B., Sp.OT(K). berharap penambahan alat PCR akan mempercepat diagnosis Covid-19. ‘’Dengan diagnosis yang cepat dan penanganan yang tepat, mudah-mudahan kita bisa segera mengatasi pandemi Covid-19 di Bali,’’ ujarnya penuh harap. Tidak hanya meresmikan

Laboratorium Uji Swab RS PTN Unud, Gubernur Bali Wayan Koster pada hari yang sama juga meresmikan Lab Uji Swab FKIK Universitas Warmadewa Denpasar. Dalam wawancaranya di Unwar, Gubernur Koster menyatakan, dengan diresmikannya lab tersebut, menambah fasilitas penunjang penanganan Covid-19 di Provinsi Bali. Terutama terkait mempercepat keluarnya hasil uji spesimen swab yang selama ini membutuhkan waktu paling cepat dua hari karena hanya mengandalkan lab milik RSUP Sanglah. ‘’Dengan berfungsinya lab ini, kami berharap bisa mendukung pengujian spesimen swab, yang bisa mempercepat keluarnya hasil, sehingga bisa segera memberikan kepastian status terhadap pasien yang diambil spesimennya, apakah positif ataukah negatif. Jika statusnya sudah jelas, tentu protokol yang harus dijalankan berikutnya pun akan jelas, entah dirawat apabila positif, atau dilanjutkan karantina mandiri apabila statusnya negatif,’’ kata Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini. Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, mantan anggota DPR-RI tiga periode ini menjelaskan, Lab FKIK Unwar bahkan sudah mulai beroperasi sejak Selasa (5/5), dengan melaksanakan uji coba tes terhadap spesimen swab milik 40 pasien. ‘’Di sini tersedia satu alat uji coba spesimen swab yang kapasitasnya untuk uji sekitar empat puluhan sampel, dan dari kemarin sudah mulai uji coba beroperasi. Untuk sementara hasil tes di sini selanjutnya tetap dikoordinasikan dulu dengan RSUP Sanglah. Jika sudah melaksanakan tes secara konsisten untuk beberapa kali, kami yakin nanti di sini bisa tes secara mandiri,’’ ujarnya. Dengan beroperasinya ketiga lab ini, katanya, kemungkinan nanti juga bisa langsung melakukan tes uji spesimen swab bagi pasien, tanpa harus melalui rapid test terlebih dahulu. ‘’Karena ka-

DIJUAL GUDANG

BUC, jual murah lahan 22 Are+ gudang Tembakau di Gerokgak Singaraja. Cck utk perumahan/ gudang 081337392777

B.BP.004.05.20.0000058

SERVICE

BALI POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIAN @balipost_com @balipostcom web: www.balipost.com balipost Global 96,5 FM

www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat

JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL

}

PAKET

1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali Adlib 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Spot 1 menit 1.000.000,- / 20 kali 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE


Jumat Wage, 8 mei 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Mutu Pendidikan Kenyamanan Siswa BELAJAR di rumah menjadi model pembelajaran selama masa pandemi. Pembelajaran model ini pada awalnya memang terasa nyaman bagi anak-anak termasuk para orangtuanya. Aman dan nyaman karena anak-anak tetap berada di rumah dan dalam batas-batas kontrol orangtua. Pada dua minggu pertama mungkin sistem pembelajaran di rumah tak banyak keluhan. Anak-anak nyaman. Semua masih merasa enjoy. Namun, ketika masa tanggap darurat terus diperpanjang pemerintah dan beban tugas pembelajaran terus menumpuk, keluhan mulai terdengar. Bosan menjadi jawaban anak-anak. Pada masa anak-anak dan masa sekolah, kerinduan bertemu dengan teman sekelasnya mungkin sulit dibendung. Bahkan, suasana riang bermain saat masa istirahat tak lagi mereka rasakan. Mereka kehilangan masa remajanya sebagai pelajar. Tak hanya itu, keluhan makin nyaring ketika beban tugas makin berat. Penumpukan beban tugas oleh masing-masing guru menjadi urusan anak-anak. Mereka mengaku kewalahan. Bahkan, beban tugasnya jauh lebih banyak dari sistem pembelajaran normal di sekolah. Dilema memang. Tugas memang diharapkan memaksa anak diam di rumah. Namun, efeknya anak-anak merasa tersandera tugas-tugas. Inilah yang mungkin harus diurai. Hendaknya ada pendekatan yang terkait psikologis anak dalam mengelola pembelajaran di rumah. Perlu mungkin dipertimbangkan juga ada batasan yang ideal terkait beban penugasan dalam bentuk pekerjaan rumah atau penugasan atau pembelajaran online. Ini perlu disepakati bersama oleh para guru dalam satu kelas pembelajaran. Tujuannya agar tak ada beban berlebihan pada anak. Yang kita sepakati bersama mungkin belajar di rumah untuk mendukung pemerintah memutus mata rantai penularan virus Corona atau Covid-19. Kesepakatan lainnya adalah anak-anak tetap menuntaskan limit waktu belajarnya pada semester genap pada tahun ajaran 2019/2020. Tentu proses penuntasan tetap berorientasi pada kualitas dan mutu pendidikan. Mungkin standar ideal sulit dicapai, namun setidaknya proses pembelajaran harus tetap berjalan. Dengan cara ini pula kita tetap berharap anak-anak tetap merasa nyaman walaupun keluhan mereka makin nyaring. Tugas orangtualah ikut menyadarkan anak, bahwa rasa nyaman itu tetap harus berkorelasi dengan kepentingan utama menjaga kesehatan diri, kesehatan bersama dan terbebasnya kita dari Covid-19. Yang penting dilakukan juga adalah pendekatan yang tetap memberikan ruang pada anak merdeka belajar. Merdeka tentu bukan artian bebas menentukan cara belajar. Tetapi pembelajaran tetap memberikan anak untuk merasa enjoy dalam masa ‘’karantina’’ di rumah. Artinya juga pendekatan psikologi anak tetap harus dilakukan. Di sinilah perlunya guru–guru konseling tetap hadir dan lebih banyak mendapat ruang dalam pembelajaran di rumah. Kini dalam konteks alih tahun pelajaran dan anak-anak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, informasi tentang sekolah, kampus dan sistem pendaftaran juga menjadi penting. Sekolah hendaknya memberikan ruang kepada anak–anak untuk mengakses informasi tentang prospek pembelajaran di kampus bagi calon mahasiswa. Informasi ini bisa di-share sekolah ataupun pihak kampus. Untuk itulah pembelajaran online tak melulu harus berorientasi pada penuntasan materi ajar melainkan juga pada konteks menguatkan pemahaman anak tentang proses pembelajaran berkelanjutan.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Era Baru Sektor Pariwisata Pandemi Covid-19 telah membuat sektor pariwisata ambruk. Saya berharap pada masa jeda pariwisata saat ini hendaknya dikelola dengan baik. Salah satunya untuk melakukan evaluasi dan pemetaan kawasan wisata ke depan. Bahkan kontrol terhadap perizinan fasilitas pariwisata juga perlu diawasi. Yang kita tahu dalam banyak hal Bali telah melakukan banyak gerakan dan terobosan. Di tingkat provinsi ada banyak hal baru yang digulirkan, baik dari sisi regulasi maupun aksi nyata menjaga alam Bali. Sebagai krama Bali saya berharap ke depan sektor pariwisata benar-benar menjadi kekuatan ekonomi krama Bali. Jangan lagi sektor ini menjadi sektor yang eksklusif hanya menguntungkan pemilik modal. Krama Bali mestinya bisa menikmati sektor ini sebagai salah satu penyangga budaya dan kegiatan ritualnya. Saat ini ketika pariwisata anjlok, ribuan krama Bali jadi pengangguran karena di-PHK. Ke depan regulasi pengelolaan dan investasi pariwisata harus mengarah pada era baru yang berpihak pada alam, budaya dan manusia Bali. I Kadek Wena Denpasar, Bali

POJOK

Gubernur Koster resmikan dua Lab PCR Covid-19. - Gerak cepat jaga Bali. *** Ekspor pangan Bali terkendala biaya kargo udara. - Cadangan pangan rakyat malah ‘’impor’’. *** Pariwisata Bali akan masuki ‘’new normal’’. - Pastikan bukan hanya istilah.

Grafis : Putu Suarsana/Bali Post

Portal Khusus Pulang Kampung PORTAL yang sempat terpasang di pintu masuk loket kendaraan roda dua di Pelabuhan Gilimanuk akhirnya dibuka. Hal tersebut dilakukan lantaran banyaknya orang yang hendak keluar Bali. Masyarakat yang hendak keluar Bali dimungkinkan menyeberang lagi, namun dengan persyaratan khusus. Orang yang hendak keluar Bali dikhususkan bagi warga pendatang non-KTP Bali yang memiliki kepentingan pulang kampung karena alasan sangat mendesak dan pekerja dari luar Bali yang menganggur atau terkena dampak PHK. Di luar itu, kendaraan yang boleh keluar Bali hanya kendaraan barang logistik. Terkait hal ini, sejumlah netizen menyampaikan komentarnya di akun Facebook @balipost. Sebagian besar menyatakan setuju dengan kebijakan tersebut. Pasalnya, cukup banyak warga pendatang yang saat ini sudah tidak memiliki pekerjaan di Bali. Dengan pulang kampung, setidaknya mereka bisa mencari pekerjaan baru, misalnya dengan kembali bertani atau berkarya di bidang lain. Mereka juga dapat kembali berkumpul dengan keluarga. Diberikannya akses bagi warga pendatang yang pulang kampung juga positif bagi Bali karena dapat mengurangi potensi kerawanan sosial. Sebab, dengan maraknya pengangguran dan orang tanpa penghasilan akibat dampak pandemi Covid-19 dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan kambtibmas. Namun, netizen juga mengingatkan agar pengawasan diperketat. Jangan sampai ada warga yang justru mudik terkait hari raya. Harus ada pula jaminan bahwa mereka yang datang ke Bali nanti hanya untuk keperluan darurat dan hal-hal yang diperkenankan sesuai aturan. Budi Artana Menurut saya, biarkan saja mereka keluar dari Bali, toh kalau di Bali mereka mau kerja apa? Sedangkan di Bali sudah banyak masyarakat yang di-PHK. Kalau mereka maksa tetap di Bali dengan tidak ada penghasilan, bagaimana mereka harus bertahan hidup? Belum lagi bayar kontrakan, untuk makan dan keperluan lainnya. Yang terpenting untuk saat ini, pintu untuk masuk Bali yang benar-benar harus diperketat agar penyebaran virus bisa diminimalisir. Hanya logistik saja yang boleh masuk Bali. Onid Hariyanto Gak ada yang salah, malah bagus. Kok kita sesama pribumi kok gak boleh mudik? Kalau mau profesional, ya kasih protap-nya, seperti bebas Corona yang boleh mudik, dengan diharuskan pakai masker, tidak dalam keadaan sakit, dan lain-lain. Alexander Nagung Biarkan buka akses buat warga

yang mau pulang kampung. Mungkin karena sudah tak punya pekerjaan lagi di Bali. Tetapi kalau mau kembali lagi ke Bali, tunggu sampai pandemi Corona berakhir. Semoga badai Corona ini cepat berlalu. Nyoman Kantun Semakin tidak mengerti. Lagi buka, lagi tutup. Tamsir Wahyudi Kalau KTP Bali bisa gak ya pulang ke Jawa? Aminuddin Udin Tidak semua kebijakan pusat diterapkan daerah secara mutlak. Mungkin ada pertimbangan lain yang harus dijalankan.

kampung, dilancarkan. Khusus masuk Bali bagi kebutuhan pangan, sandang dan papan. Semakin cepat Bali bebas dari Covid-19, semakin bagus untuk warga lokal Bali dan perantau. Mohammad Riduan Kalau ditutup kami mau lewat mana? Apalagi kami sudah tidak bekerja. Setiap hari makan, setiap bulan harus bayar kos, dapat uang dari mana kami? Bantuan sampai saat ini juga belum kami dapatkan dan kami rasakan. Katanya bantuan untuk seluruh rakyat Indonesia, tapi mana? Kadek Diartha Lumayan bisa mengelola egonya sehingga kebijakannya bisa mengurangi biaya sosial.

Blacky Squarpenz Sudah dibuka penyeberangannya.

Dias Lote Mana Yang pnting setiap orang harus diperiksa kesehatannya terlebih dahulu.

Eka Putu Rombongan penumpang yang mau keluar Bali harap dibuka untuk pulang

Alans Jr. Kalau keluar kasih saja. Kalau masuk, jangan.

Ayu Putu Astiani Inez Buka-tutup, buka-tutup kayak apa aja. Bingung. Eka Suryawan Sekadar saran, tolong di pelabuhan atau di bandara, harusnya ada alat medis untuk mendeteksi Covid-19. Jadi yang pulang kampung atau mudik, jika terindikasi positif bisa dikarantina dulu supaya tidak menularkan ke keluarga mereka. Kasihan juga setelah sampai kampung mereka bisa ditolak warga juga. Wirajaya Patra Ya, biar saja asal diterima di tempat tujuan dan sampai tujuan ingat karantina mandiri. Untuk masuk Bali ditutup. Mantara Gandi Bagus bapak-bapak di Gilimanuk, tapi kalau mau balik lagi ke Bali, stop dulu ya. As Madhuree Betul banget. Biarkan mereka pulang. Sudah dirumahkan, biaya hidup terus berjalan.

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Desa Adat Gelgel Maksimalkan Penanganan Covid-19

Bali Post/gik

DATA SEMBAKO - Desa Adat Gelgel saat mendata sembako sebelum disalurkan kepada warga. DI TENGAH pandemi Covid-19, seluruh rencana pembangunan terhenti. Seluruh elemen pemerintah dan masyarakat fokus melakukan penanganan untuk memutus penyebaran virus Corona ini. Tidak terkecuali masyarakat adat. Desa adat mampu bersinergi dengan baik dalam memperkuat program-program pemerintah hingga ke tingkat desa. Ini menjadi kunci kesuksesan pemerintah di Bali dalam menghentikan penyebaran wabah mematikan ini. Seperti yang diterapkan Desa Adat Gelgel, Klungkung. Desa tua di Klungkung ini melakukan penanganan Covid-19 begitu maksimal. Jajaran prajuru dalam seluruh lembaga di dalam bergerak bersama-sama tanpa lelah mengedukasi masyarakatnya. Di tengah situasi pandemi, inilah wujud nyata kontribusi desa adat dalam mewujudkan program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dalam pemaknaan penanganan Covid-19. Sebab,

sinergi dalam garis penanganan Covid-19 ini memerlukan energi besar untuk menghadapinya. Bendesa Adat Gelgel Putu Arimbawa, Kamis (7/5) kemarin, mengatakan sangat tidak mungkin melanjutkan pembangunan secara maksimal di tengah pandemi, karena semua sektor terhenti akibat wabah. Sehingga sejalan dengan imbauan, arahan, instruksi hingga aturan pemerintah, Desa Adat Gelgel melakukan

penanganan Covid-19 melalui Satgas Gotong Royong. Satgas ini dimaksimalkan dengan memberdayakan seluruh elemen adat yang ada. Mulai dari melakukan pendataan, penjagaan, patroli, memberikan bantuan sembako, meneruskan imbauan pemerintah, bahkan memperkuatnya ke dalam bentuk pararem. Pararem ini mampu mengikat masyarakat setempat untuk lebih taat terhadap seluruh protokoler pencegahan

Covid-19, hingga ke tingkat desa. Sejalan dengan konsep Nyujuh Atma Kerthi dalam ‘’Sat Kerthi Loka Bali’’, yakni sasarannya mampu menyentuh hati, jiwa dan kepribadian masyarakat Bali, dalam mematuhi segala anjuran pemerintah, untuk mencegah meluasnya wabah dan korban jiwa. Karena desa adat mampu menyentuh kesadaran budhi masyarakatnya melalui pararem yang mengikat, bahkan diatur sanksi ketat. Pararem dalam penanganan Covid-19 di Desa Gelgel berjalan cukup efektif. Bahkan, menjadi contoh bagi desa-desa lain di Bali. Setelah berakhir pada tahap pertama 30 April lalu, isi pararem-nya kembali dievaluasi. Telah diputuskan bahwa pararem ini diperpanjang untuk sebulan berikutnya. ‘’Pembatasan aktivitas masih tetap dijalankan. Demikian pula penerapan sanksi adatnya. Dari jam 6 pagi sampai jam 8 malam. Evaluasinya pemilik usaha dari luar

’’Pembatasan aktivitas masih tetap dijalankan. Demikian pula penerapan sanksi adatnya. Dari jam 6 pagi sampai jam 8 malam. Evaluasinya pemilik usaha dari luar Gelgel, sekarang juga sudah diperbolehkan berjualan di Desa Gelgel.’’ Putu Arimbawa

Gelgel, sekarang juga sudah diperbolehkan berjualan di Desa Gelgel,’’ katanya. Sebagaimana diketahui, Sad Kertih yakni Atma Kertih, Danu Kertih, Wana Kertih, Segara Kertih, Jana Kertih dan Jagad Kertih adalah gagasan besar Gubernur Bali Wayan Koster. Visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ telah diimplementasikan di setiap desa adat di Bali. Visi membangun dari Pemprov Bali ini telah dijabarkan dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian tradisi dan budaya. Bahkan, didukung anggaran langsung dari Pemprov Bali senilai Rp 300 juta per desa adat. Implementasi dari program ini di setiap desa terasa lebih tajam, jika Bali lebih cepat keluar dari persoalan Covid-19 dan kembali ke jalur pembangunan. (gik)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat 8 Mei 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu