terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 142 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
RABU PON, 8 januari 2020
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Tak Boleh Rekrut Tenaga Kontrak
Pemandu Wisata Diamankan
Tolak Sistem Sewa
Pro-kontra perekrutan tenaga kontrak dijawab Kejari Klungkung. Melalui LO atau pendapat hukumnya, Kejaksaan menegaskan tidak diperbolehkan lagi merekrut tenaga kontrak.
Polres Bangli mengamankan pemandu wisata di Kintamani berinisial IJK (54). Dia diamankan setelah adanya berita di media sosial soal dugaan pemerasan terhadap pemandu wisata dari luar Bangli BANGLI | HAL. 9
Puluhan warga Desa Sumberkima mengikuti mediasi terkait pemanfaatan tanah milik Pemprov Bali. Dari mediasi ini, warga tidak mengajukan permohonan sewa tanah. Warga juga menolak kalau digusur.
KLUNGKUNG | HAL. 7
BULELENG | HAL. 10
Diserahkan Sertifikat Patakam Patram Budaya
Gubernur Koster Rencanakan Festival Budaya Dunia di Bali
GUBERNUR Bali Wayan Koster sangat memahami betapa pentingnya budaya Bali. Tak heran bila kebijakan yang dikeluarkan untuk membangun Bali dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dalam mewujudkan visi ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’. Salah satunya tampak pada perayaan hari jadi ke-34 Dinas Kebudayaan Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa (7/1) kemarin. Koster didampingi Ny. Putri Suastini Koster dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana menyerahkan sertifikat Patakam Patram Budaya kepada 30 komunitas/ sanggar seni, serta sertifikat hak cipta atau Surat Pencatatan Pelindungan Ciptaan Bidang Seni untuk 33 karya dari 17 seniman. ‘’Itu bagian daripada yang mau saya bangun di Bali untuk kebudayaan. Jadi, sudah harus kita tata pembangunan kebudayaan Bali ini dengan serius,’’ ujar Gubernur Wayan Koster. Menurut Koster, penataan dimulai dari lembaga, SDM,
sarana-prasarana, regulasi dan kebijakan (elemen makro - red), sampai dengan elemen pembangunan kebudayaan paling mikro yakni sanggar seni. Tahun ini diawali den-
gan melakukan standardisasi dan sertifikasi lembaga seni, sanggar, yayasan, sekaa, dan sebagainya supaya kuat. Ada pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan, se-
Naik, Defisit APBN 2019 Jakarta (Bali Post) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari Januari hingga Desember 2019 sebesar Rp 353 triliun atau 2,2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ia menuturkan, defisit tersebut merupakan 119,3 persen terhadap pagu APBN yaitu Rp 296 triliun atau 1,84 persen terhadap PDB. Hal. 11 BPK
hingga yang sudah baik tetap baik dan yang tidak baik dibina supaya baik. Dinas Kebudayaan khususnya diminta membuat parameter yang jelas terkait standardisasi sehingga pengukurannya menjadi lebih objektif. Dengan harapan bisa menghasilkan output seperti halnya akreditasi sekolah atau perguruan tinggi. ‘’Semua yang terakreditasi dimasukkan dalam database, yang mendapat akreditasi A suatu saat kita berikan tugas misi diplomasi budaya ke luar negeri,’’ jelas mantan anggota DPR-RI ini. Koster menambahkan, PHRI akan digandeng agar sanggar dengan akreditasi bagus bisa diajak bermitra dengan hotel. Sejalan dengan itu, standar pementasan di hotel juga harus dibuat oleh Dinas Kebudayaan. Tujuannya agar para seniman yang tampil mendapatkan penghargaan yang layak dengan sarana dan prasarana memadai. Hal. 11 Harus Dihormati
SERTIFIKAT - Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ny. Putri Suastini Koster dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana menyerahkan sertifikat Patakam Patram Budaya, Selasa (7/1) kemarin.
Susul Delapan Kapal Perang
Empat Pesawat Tempur Dikirim ke Natuna
Pekanbaru (Bali Post) – TNI-AL telah menempatkan delapan kapal perang di perairan Natuna pascaketegangan dengan China di kawasan tersebut. Kini TNI-AU menyusul dengan mengirim empat pesawat tempur F-16 untuk mempertebal pengamanan teritorial Indonesia di kawasan tersebut. Pemberangkatan empat pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 16 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin ke Pulau Natuna, Kepulauan Riau untuk melaksanakan operasi patroli di wilayah terluar Indonesia itu. ‘’Empat pesawat F-16 berangkat sekarang,’’ kata Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama Ronny Irianto Moningka, Selasa (7/1) kemarin.
Bali Targetkan 7 Juta Wisman Memasuki tahun 2020, target kunjungan wisman ke Bali telah ditetapkan. Tahun ini, wisman yang berlibur ke Bali digadanggadang mencapai 7 juta orang. Apa saja yang perlu dibenahi?
Kakek Terkurung Semalaman di Sumur Wayan Sukra (78) terperosok ke sumur sedalam 5 meter di areal Pura Dalem Kepala, Banjar Celuk, Benoa. Dia terkurung di dalam sumur semalaman.
I
a menjelaskan, pengerahan empat jet tempur F-16 berikut enam penerbang serta puluhan personel angkatan udara ke Natuna atas perintah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Seluruh pesawat buatan negeri Paman Sam yang menjadi salah satu andalan angkatan bersen-
jata Indonesia itu melaksanakan patroli wilayah kedaulatan NKRI dengan sandi Operasi Lintang Elang 20. ‘’Ini sebenarnya operasi rutin di wilayah barat yang kita geser ke Natuna,’’ ujarnya. Dia menjelaskan, selain empat jet tempur itu, Lanud Roesmin Nurjadin yang merupakan pangkalan militer terlengkap di Pulau Sumatera dan diperkuat dua skadron tempur itu juga tengah siaga. Dia menuturkan siap untuk mengerahkan seluruh kekuatan jika ada perintah dari Panglima TNI. Ronny mengatakan bahwa pengiriman jet tempur F-16 itu murni untuk menjaga wilayah kedaulatan ibu pertiwi. Tidak ada niat untuk melakukan provokasi dengan pihak mana pun,
terutama Tiongkok yang kini sedang mengirimkan kapal-kapal Coast Guard dan nelayan ke perairan kaya akan ikan itu. ‘’Kita tidak buat provokasi pihak mana pun, kita jaga wilayah kita,’’ ujarnya. Tensi hubungan diplomatik antara Indonesia dan China dalam beberapa hari terakhir memanas lantaran sejumlah kapal nelayan China masih bertahan di perairan Natuna hingga saat ini. Kapal-kapal asing tersebut bersikukuh melakukan penangkapan ikan yang berjarak sekitar 130 mil dari perairan Ranai, Natuna. Sementara TNI sudah mengerahkan delapan Kapal Republik Indonesia (KRI) berpatroli untuk pengamanan perairan Natuna, Kepulauan Riau, hingga Senin (6/1). (ant)
Ny. Putri Koster Ajak Wanita TERPUJI Bersinergi Bersama Membangun Bali KETUA TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster mengajak kaum perempuan untuk bersinergi membangun Bali tanpa sekat suku dan agama. Ajakan itu diutarakannya saat menghadiri perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 yang digelar Wanita TERPUJI di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Selasa (7/1) kemarin. PERAYAAN NATAL - Ny. Putri Koster foto bersama usai acara perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 yang digelar Wanita TERPUJI di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Selasa (7/1) kemarin.
Menurut Ny. Putri Koster, tanpa memandang suku dan agama, mereka yang tinggal dan menetap di Pulau Dewata adalah orang Bali. ‘’Jadi orang Bali itu bukan hanya mereka yang lahir di Bali dan beragama Hindu. Tidak begitu,’’ ujarnya. Oleh sebab itu, ia mengajak semua yang tinggal di Bali, khususnya komunitas Wanita TERPUJI berbuat sesuatu untuk kedamaian, kesejahteraan dan kemajuan Bali. Wanita yang dikenal kepiawaiannya membaca puisi ini juga mengingatkan agar masyarakat tidak tersekatsekat dan terkotak-kotak oleh perbedaan suku dan agama. Sebab, hal itu akan menjadi
ancaman bagi keutuhan NKRI dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Masih dalam sambutannya, ibu dua putri ini kembali mengingatkan dua persoalan serius yang dihadapi daerah Bali, yakni sampah dan penyalahgunaan narkoba. Ny. Putri Koster menyebut persoalan sampah yang belakangan mencuat sebagai akumulasi dari pola pengelolaan sampah yang belum tuntas di sumbernya. Dia mengibaratkan, sebagian orang ingin rumahnya bersih, namun mereka memindahkan sampah ke tempat lain. Hal. 11 Ambil Bagian
Rabu Pon, 8 Januari 2020
Wagub Cok Ace
Petani Garda Terdepan Kemandirian Pangan Bali PETANI mempunyai peran yang sangat penting. Petani berada di garda terdepan dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan. Hal tersebut diutarakan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dalam sambutannya pada acara Penyerahan Sertifikat Kompetensi Pertanian di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Selasa (24/12) lalu. Panglingsir Puri Ubud yang baru ditetapkan sebagai Guru Besar ISI Denpasar ini menyebut era disrupsi sejalan dengan revolusi industri 4.0, berimbas pula pada perkembangan sektor pertanian. Menurut Cok Ace, sertifikasi kompetensi bidang pertanian merupakan langkah antisipasi dalam menghadapi era dengan perubahan yang sangat cepat di berbagai bidang kehidupan. Sertifikasi kompetensi ini diharapkan dapat mencetak tenaga kerja di sektor pertanian yang lebih
kompeten sehingga mampu meningkatkan daya saing produk pertanian. Menurut Cok Ace, Pemprov Bali yang saat ini mengusung Visi ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru tak henti mengupayakan pemajuan sektor pertanian. “Jika sebelumnya yang menjadi fokus di sektor ini lebih cenderung pada hulu seperti penyediaan bibit dan lainnya, maka pada Bali Era Baru kita garap secara holistik dari hulu ke hilir,” terangnya. Upaya tersebut diaktualisasikan dalam Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali yang mewajibkan toko swalayan, hotel, restoran dan katering untuk menyerap produk lokal. Sejauh ini menurut Cok Ace, penerapan Pergub ini memang belum berjalan 100 persen. Namun
ia optimis dan berkeyakinan dalam beberapa waktu ke depan, penerapan aturan ini akan makin optimal. Selain Pergub 99 Tahun 2018, Perda Desa Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Desa Adat juga ada kaitannya dengan perlindungan sektor pertanian. “Karena yang dilindungi dalam Perda Desa Adat itu kan budaya yang basisnya agraris,” ucapnya. Pada bagian lain, Wagub Cok Ace juga menyinggung stigma negatif yang masih disandang oleh petani seperti kotor dan secara ekonomi kurang menjanjikan. Ia berharap ke depan stigma negatif itu dapat diluruskan melalui keberadaan tenaga kerja yang lebih berkompeten di bidang pertanian. Lebih dari itu, sinergi sektor pariwisata dengan pertanian juga diharapkan mampu mengangkat kesejahteraan petani serta perlahan-lahan dapat meluruskan stigma negatif tersebut.
Wagub Cok Ace mengingatkan pula bahwa sektor pertanian tak hanya berkaitan dengan ekonomi. “Sektor ini berkaitan dengan budaya dan pelestariannya menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua Yayasan Mandara Riset Institute, Ida Bagus Sukarya, dalam laporannya mengatakan bahwa pihaknya konsen dalam melakukan sertifikasi kompetensi bagi tenaga di bidang pertanian. Sertifikasi kompetensi diikuti oleh para pakaseh, petani, generasi milenial dan tenaga kontrak dinas pertanian yang sebelumnya bertugas sebagai pendamping program Sistem Pertanian Terpadu (Sipadu). Secara keseluruhan, yayasan yang dikelolanya telah mengeluarkan 832 sertifikasi profesi bidang pertanian. “Yang diserahkan dalam kesempatan ini sebanyak 200 sertifikat,” tambahnya. Mengingat kompleksnya persoalan yang
membelit sektor pertanian, ia minta keterlibatan seluruh komponen dalam memajukan sektor ini. Kegiatan penyerahan sertifikat kompetensi bidang pertanian dirangkai dengan FGD yang mengusung tema ‘’Mengangkat dan Membumikan Subak Gede Masceti Menerapkan Pertanian Milenial Ramah Lingkungan Kompeten’’. (kmb)
Jika sebelumnya yang menjadi fokus di sektor ini lebih cenderung pada hulu seperti penyediaan bibit dan lainnya, maka pada Bali Era Baru kita garap secara holistik dari hulu ke hilir. Cok Ace
Bali Post/kmb
Rancangan APBD 2021 Dibahas Lebih Awal
Dewan Usulkan Tetap Ada Hibah Denpasar (Bali Post) -
Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bali dan TAPD Provinsi Bali menggelar rapat tertutup di gedung dewan, Selasa (7/1) kemarin. Rapat utamanya membahas persiapan Rancangan APBD 2021 yang dilakukan lebih awal untuk menyamakan persepsi antara dewan dan eksekutif. Khususnya terkait aspek pendapatan dan belanja daerah di 2021 dengan mencermati realisasi pendapatan 2019 dan program digitalisasi. Bali Post/eka
PANGKUNG BUANA - Dewan Kota Denpasar melihat saluran air Pangkung Buana di Banjar Lepang, Padangsambian Kaja, Denpasar, Selasa (7/1) kemarin. Saluran air Pangkung Buana ini akan ditata, setelah melakukan pertemuan dengan pemilik lahan sekitarnya.
Cek Saluran Air di Kawasan Perumahan LC
Dewan Sarankan Pemilik Lahan Dipertemukan Denpasar (Bali Post) Keluhan sejumlah warga perumahan Graha Adi V, Green Land, Sastra Loka di Banjar Lepang, Padangsambian Kaja ke dewan beberapa waktu lalu, akhirnya ditindaklanjuti jajaran Komisi I dan III DPRD Denpasar, Selasa (7/1) kemarin. Para wakil rakyat ini langsung menuju lokasi untuk mengecek kondisi saluran air yang menjadi keluhan warga. Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi III Eko Supriadi tersebut juga melibatkan Perbekel Padangsambian Kaja Made Gede Wijaya, Camat Denbar A.A. Ngurah Made Wijaya, Kepala BPN Denpasar Sudarman, serta PUPR. Setelah melihat kondisi di lapangan, sejumlah argumen mengemuka terkait dengan keberadaan saluran air yang berada di tengahtengah lahan LC tersebut. Eko Supriadi menduga setelah dilakukan penataan LC, luasan lahan yang dimiliki masing-masing orang dipastikan berkurang. Selain itu, lahannya dipecah. Ada yang di barat, ada pula di sebelahnya. Satu bidang tanah bisa dipecah menjadi beberapa bidang. “Ini
kemungkinan dampak dari penataan lahan,” katanya. Bahkan, BPN berdasarkan peta yang dimiliki, telah merancang untuk menata saluran air yang disebut sebagai Pangkung Buana tersebut. Namun, karena masing-masing pemilik lahan tidak ada, maka persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan. Setelah beberapa argumentasi mengemuka, maka disarankan pihak perbekel setempat untuk mempertemukan warga yang memiliki lahan di sekitar LC tersebut. Setelah dipertemukan, dicari kesepakatan untuk penataan salurannya nanti. “Bila kondisinya seperti ini, maka saya sarankan semua pemilik lahan dipertemukan agar ada solusi untuk membuat salurannya,” ujar Eko Supriadi dan Ketua Komisi I, Ketut Suteja Kumara. Sebelumnya, salah seorang perwakilan warga, Komang Adi, mengatakan di tiga perumahan terdapat 43 KK. Persoalan yang disampaikan di antaranya adanya banjir pada saat musim hujan. Penyebab utamanya adalah terjadi sendimentasi dan penyempitan saluran air (Pangkung Buana)
yang ada pada permukimannya. Sebelumnya juga sudah dilakukan pembersihan sampah namun hasilnya belum maksimal. Setelah melihat kondisi saluran air di LC tersebut, dua komisi tersebut juga meninjau pembangunan perumahan di lahan kapling di Jalan Trenggana Gang IV, Kelurahan Penatih, Denpasar, yang sebelumnya dikeluhkan warga setempat. Lahan kaplingan yang sudah disegel Satpol PP ini masih tetap mangkrak. Dewan meminta waktu untuk melihat semua dokumen terkait kaplingan tersebut. Salah seorang warga setempat, Gusti Made Arsawan, mengatakan penolakan terhadap pembangunan rumah di kawasan tersebut sudah lama. Terlebih kawasan tersebut sebelumnya jalur hijau. Yang paling disesalkan, yakni pembangunan jembatan yang menghubungkan perumahan dengan kompleks perumahan yang ditinggalinya. “Kita akan lihat dulu kelengkapan dokumen serta izinnya, kalau sudah ada, kita akan bersikap,” ujar Suteja Kumara. (kmb12)
‘’Banggar mengapresiasi realisasi pendapatan daerah 2019 mencapai 106 persen (Rp4,2 triliun) dan dari aspek laporan keuangan yang telah mencapai WTP untuk 2018,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry usai memimpin rapat. Menurut Sugawa Korry, Banggar menginginkan tetap fasilitasi hibah oleh dewan yang dianggarkan dalam APBD 2021. Selain APBD dipakai untuk memenuhi program wajib seperti pendi-
dikan, kesehatan, dan infrastruktur, serta lima prioritas pembangunan dalam visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Termasuk di dalamnya program-program terobosan, antara lain shortcut Mengwitani-Singaraja, penataan kawasan suci Besakih, dermaga segitiga emas, serta pusat kebudayaan Bali. Pasalnya, hibah tersebut dipandang sangat membantu masyarakat. ‘’Bentuknya (fasilitasi hibah - red) itu dievaluasi
Denpasar (Bali Post) Dinyatakan terbukti melakukan penganiayaan terhadap penjaga proyek Gede Budi Yadnya, turis asal Amerika, terdakwa Erick Kai Koester (28), dihukum pidana penjara selama tujuh bulan dalam sidang dengan agenda putusan di PN Denpasar, Selasa (7/1) kemarin. Majelis hakim pimpinan I Made Pasek menyatakan terdakwa Erick terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP pidana. Atas putusan itu, terdakwa lulusan S-1 ini langsung menyatakan menerima. Jaksa penuntut umum (JPU) I Nyoman Triarta Kurniawan juga menyatakan hal yang sama. Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan dua bulan dibandingkan tuntutan jaksa. Sebelumnya Erick dituntut sepuluh bulan penjara. Sebelumnya dalam surat
dakwaan, penganiayaan terjadi di depan Alfamart Jalan Raya Kuta, Badung, Sabtu 17 Agustus 2019 sekiranya pukul 05.30 Wita. Awalnya saksi korban Gede Budi Yadnya sedang berjaga di proyek pembangunan restoran di depan central parkir. Saat itu saksi korban melihat terdakwa masuk ke dalam proyek. Sehingga saksi korban mencari terdakwa, dan kemudian menegurnya. Namun terdakwa yang dalam keadaan mabuk justru memaki korban berulang kali. Terdakwa juga meminta rokok kepada korban dan diberikan sebatang rokok. Ketika berjalan kaki menuju Alfamart, terdakwa membuntuti. Sesampai di Alfamart, korban membuka jaketnya. Tak lama berselang, terdakwa memukul korban yang mengenai telinga kanan korban hingga mengeluarkan darah. Kasus tersebut lalu dilaporkan ke polisi. (kmb37)
Warga Amerika Dihukum 7 Bulan Penjara
Kasus Curanmor Diklaim Turun di Densel
Denpasar (Bali Post) Kasus cunramor, khususnya sepeda motor, masih banyak terjadi selama 2019. Namun Kapolsek Denpasar Selatan (Densel) Kompol I Nyoman Wirajaya mengklaim kasus curanmor menurun di wilayah Densel. Hal ini disebabkan Polsek Densel gencar melakukan penangkapan. ‘’Selama 2019 terjadi 12 kasus curanmor dan 90 persen terungkap. Jumlah tersebut
menurun dibandingkan tahun sebelumnya,’’ kata Kompol I Nyoman Wirajaya didampingi Kanitreskrim Iptu Hadimastika, Selasa (7/1) kemarin. Pengungkapan terakhir, kata Kompol Wirajaya, menjelang berakhirnya tahun 2019. Pihaknya menangkap tiga kelompok curanmor. ‘’Kami menangkap empat pelaku dengan barang bukti lima sepeda motor. Mereka mencuri sepeda motor supaya
Bali Post/eka
PENCURIAN - Kapolsek Denpasar Selatan menunjukkan para tersangka pencuri kendaraan bermotor beserta barang buktinya di Mapolsek Denpasar Selatan, Selasa (7/1) kemarin.
dapat bekal untuk merayakan tahun baru,’’ ungkapnya. Mantan Kapolsek Kuta ini mengimbau kepada masyarakat kalau memarkir sepeda motor di tempat yang mudah diawasi. Selain itu, jangan sampai kunci sepeda motornya nyantol. Wirajaya mengungkapkan, Polsek Densel saat Operasi Lilin Agung menjelang tahun baru, mengungkap lima kasus curanmor. Dari pengungkapan kasus ini, ditangkap pelaku curanmor berasal dari Sumba, NTT, dan Jember, Jawa Timur. Pelaku yang ditangkap tersebut, Siska (34) asal Jember, kos di Jalan Tukad Petanu Gang Jatayu, Densel. Korbannya, Siti Tasya Faulia Asis (19), beralamat Jalan Belitung I Gang I, Densel, dan kejadiannya Rabu (25/12) pukul 05.00 Wita. Kronologinya, pelaku diantar ojek online menuju TKP. Setibanya di sana, pelaku panjat tembok pagar dan masuk ke dalam rumah korban. Di sana ada kunci motor di taruh
di dashboard. Sepeda motor Honda Vario bisa dihidupkan menggunakan kunci tersebut. Pelaku mengambil kunci pintu gerbang di tembok rumah dan membawa kabur motor tersebut. ‘’Motor tersebut lalu digadaikan kepada Nyoman Surati di Dalung seharga Rp 3,5 juta. Uangnya dipakai bayar utang,’’ tegasnya. Pelaku ditangkap Tim Opsnal Polsek Densel dipimpin Panit 2 Iptu I Nyoman Laba, Sabtu (4/1) pukul 10.00 Wita di Jalan Tukad Petanu Gang Jatayu. Sementara tersangka Emanuel Jama Ghayo (19) dan Thoni Lecho (20), samasama asal Sumba Barat Daya, NTT, dan tinggal di Jalan Tanjung Benoa Gang Welaka, Kutsel. Korbannya, Ricky Ardiyansyah (19), beralamat di Jalan By-pass Ngurah Rai, Pesanggaran, Densel. Komplotan ini beraksi Jumat (20/12) lalu, dan mencuri sepeda motor Suzuki FU. Hasil penyidikan, Emanuel dan Deni (DPO) sebagai
eksekutor, sedangkan Thoni standby di motor. Mereka ke TKP naik motor Yamaha Mio. Emanuel menyambung kabel stop kontak sepeda motor tersebut hingga bisa dihidupkan. Motor curian dibawa ke kosnya di Nusa Dua. Setelah itu mereka mengendari sepeda motor curian itu menju tempat biliar di Jalan Taman Pancing, Densel. Saat itu mereka lihat sepeda motor Honda Supra parkir dekat warung. Emanuel suruh Deni ambil motor tersebut. Tapi mereka keburu diteriaki maling oleh warga, Deni dan Emanuel lari menuju Thoni. Tetapi saat mau kabur, Thoni dan Emanuel jatuh, lalu ditangkap warga. Tersangka terakhir yaitu Andriawan alias Andri (27) dari Jember, dan kos di Jalan Pasir Putih Gang Pudak Sari, Kutsel. Korbannya Rozal Azmi (23), beralamat di Jalan Mandalasari Gang IF, Panjer, Densel. Kasus ini terjadi pada Senin (23/12) lalu, di Jalan Tukad Yeh Aya, depan Toko Beat Meat. (kmb36)
untuk lebih mudah diawasi, lebih mudah dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan. Tentang berapa besarnya, masih didiskusikan paling tidak sampai Februari,’’ jelas Politisi Golkar ini. Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra mengatakan belum ada keputusan terkait ada atau tidaknya fasilitasi hibah oleh dewan dalam Rancangan APBD 2021. Kendati, Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya
telah mewacanakan pemangkasan hibah. ‘’Tadi belum diputuskan, masih panjang itu,’’ ujarnya. Menurut Ika Putra, terlebih dahulu harus digelar Forum Pendapatan Daerah untuk bisa mengetahui indikasi anggaran. Komisi II DPRD Bali sudah ditugaskan untuk segera melaksanakan Forum Pendapatan Daerah dengan TAPD. Paling lambat digelar pertengahan Februari mendatang. Setelah target pendapatan 2021 ditentukan, barulah kemudian dirumuskan target belanja. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
A.A. Made Wijaya Asmara
Bali Post/sue
Disdikpora Denpasar Perkuat Program Literasi di Sekolah Denpasar (Bali Post) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar terus memperkuat program literasi di sekolah, baik di SD maupun di SMP. Program literasi yang dimaksud tidak hanya untuk membaca buku dan media massa, juga e-literasi atau digital. Hal itu diungkapkan Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar A.A. Made Wijaya Asmara, S.Sos., M.AP., Selasa (7/1) kemarin, usai menjalin kerja sama literasi dengan Tabloid Wiyata Mandala. Ditegaskan, program literasi di sekolah bukan saja untuk siswa namun juga untuk guru. Hal ini diperlukan agar cara mengajar guru tidak monoton, melainkan terus bernuansa kreativitas. Di antaranya dengan memanfaatkan media massa seperti Wiyata Mandala dan Bali Post, media elektronik dan digital. Bahkan guru bisa mengajak siswa belajar ke lapangan seperti melihat pasar dan proses transaksi, sehingga tak monoton di kelas. Dikatakannya, guru juga tak boleh gaptek memanfaatkan TI dalam pembelajaran. Selain itu, juga memperbanyak siswa diajak membaca ke perpustakaan baik secara konvensional maupun digital. Program literasi berupa pojok baca di sekolah terus dilanjutkan, termasuk mewajibkan siswa membawakan materi bacaan di kelas sebelum mata pelajaran. ‘’Pak Wali dan Pak Kadis selalu menekankan, tak hanya siswa yang menjalani literasi, juga bagi para guru,’’ tegasnya. (025)
Topik : gubernur koster rencanakan festival budaya dunia di bali
Rabu Pon, 8 Januari 2020
Bali Post/kmb23
SAMPAH - Memasuki musim hujan, Pantai Kedonganan mulai mendapat kiriman sampah. Tak hanya sampah plastik, tetapi juga sampah kayu terlihat mengotori pantai tersebut, Selasa (7/1) kemarin.
Dewan Minta Masalah Sampah Segera Dituntaskan
Mangupura (Bali Post) -
Persoalan sampah di Kabupaten Badung hingga kini masih menjadi perbincangan hangat. Sebab, belum bisa dituntaskan. Apalagi sekarang ini sudah musim hujan, sehingga sampah akan semakin banyak. Untuk itu, wakil rakyat di DPRD Badung pun meminta dinas terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) segera mengambil langkah menuntaskan masalah ini. ‘’Kami meminta DLHK Badung untuk bergerak cepat menyelesaikan persoalan sampah agar tidak semakin menjadi polemik di masyarakat. Siapa pun nanti yang menjadi Kadis LHK harus bertindak cepat agar persoalan ini segera tuntas,’’ ungkap Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Selasa (7/1) kemarin. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung ini juga me-
minta setiap desa menangani permasalahan sampah secara mandiri. Terlebih setiap desa mendapatkan bantuan untuk membangun TPST 3R sebesar Rp2,5 miliar. ‘’Saya dengar pemerintah sedang melakukan penjajakan dalam menangani persoalan sampah rumah tangga dan hotel. Meski demikian, darurat sampah ini harus segera diselesaikan,’’ tegasnya. Menurutnya, masalah sam-
pah harus segera ditangani. Jika tidak maka masalah ini akan berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat, pariwisata, hingga pencemaran lingkungan. ‘’Makanya tahun ini betul-betul kami prioritaskan. Januari ini semua sudah berproses,’’ katanya. Politisi asal Dalung, Kuta Utara ini mengatakan, Badung juga wajib memiliki TPST berskala besar untuk menyelesaikan sampah-sam-
pah hotel, rumah tangga, dan di wilayah pariwisata yang tidak tertangani di desa. ‘’Selain TPST di masing-masing desa, tempat pengolahan sampah skala besar juga harus dipikirkan sebagai antisipasi jangka panjang,’’ katanya. Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Badung I.B. Surya Suamba selaku Plt. Kadis DLHK Badung mengatakan, pemerintah setempat terus berupaya mencari solusi atas permasalahan sampah di Badung, salah satunya dengan pembangunan TPS. Sementara di Mengwi meski pengolahannya dilakukan belum maksimal, sebab hanya menggunakan satu kontainer den-
Komplotan Curanmor Asal NTT Diringkus Mangupura (Bali Post) Kecurigaan anggota Polsek Kuta Utara terhadap sepeda motor yang bernopol dilipat, ternyata benar. Sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai seseorang di Jalan Raya Semat, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara diketahui merupakan hasil curian. Hasil pengembangan, tiga pelaku pun ditangkap beberapa hari lalu. Mereka adalah Andreas Yanto Bani (23), Damianus Dara Geli (23), dan Kristo (21) asal NTT. Kapolsek Kuta Utara Kompol Dewa Putu Gede Anom Danujaya didampingi Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa, Selasa (7/1) kemarin mengatakan, pengungkapan kasus pencurian sepeda motor (curanmor) ini berawal saat pihaknya menerima laporan dari korban, Abdul Basit (21) asal Banyuwangi, Jawa Timur. Korban mengaku sepeda motor Yamaha Vixion DK 6993 HS miliknya hilang saat diparkir di proyek rumah kos di Jalan Paving (Shortcut), Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Jumat (29/11) malam. Sekitar pukul 04.00 Wita, korban mengetahui motornya lenyap dari tempat parkirnya. Men-
Bali Post/ist
RILIS KASUS - Polsek Kuta Utara ketika merilis pengungkapan kasus curanmor di Kuta Utara. getahui hal itu, korban langsung melaporkan ke Polsek Kuta Utara. ‘’Tim Opsnal kami yang dipimpin Panit I Ipda I Made Galing Arta Wiguna melakukan penyelidikan,’’ ujarnya. Jelang pergantian tahun, petugas melakukan patroli di seputaran Jalan Raya Semat, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara. Saat itu dilihat pengendara Honda Scoopy hitam putih DK 2486 OV dengan plat belakang dilipat.
Karena merasa curiga, petugas melakukan pengejaran. ‘’Pengendara motor itu akhirnya berhasil dihentikan. Saat ditanya suratsurat kendaraan, ternyata mereka tidak membawanya,’’ kata Dewa Anom. Setelah dilakukan pengecekan nopol motor tersebut, ternyata palsu. Selanjutnya pelaku ditangkap dan hasil interogasi, mereka mengaku motor itu merupakan hasil curian. ‘’Hasil pengembangan kasus tersebut, terungkap kasus
itu merupakan curanmor di TKP lain. Mereka ini pemain lama. Kasusnya masih terus dikembangkan,’’ terangnya. Dari kasus ini, diamankan barang bukti baju kaos, uang tunai Rp 500 ribu, sepeda motor Yamaha Vixion DK 2485 SL (nopol palsu), sepeda motor Honda Scoopy DK 2486 OV (nopol palsu), sepeda motor Yamaha Vixion DK 6212 EZ, sepeda motor Honda Vario DK 4515 ABS dan sepeda motor Yamaha Jupiter Z tanpa pelat. (kmb36)
Satpol PP Tertibkan Puluhan Reklame Kedaluwarsa Mangupura (Bali Post) Puluhan reklame ucapan selamat hari raya Natal dan Tahun Baru 2020 ditertibkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung, Selasa (7/1) kemarin. Penertiban yang dilakukan serentak di enam kecamatan ini berhasil menurunkan 17
baliho, 18 spanduk, dan delapan banner. Kasatpol PP Badung IGAK Suryanegara mengungkapkan, penertiban dilakukan serentak di seluruh kecamatan sejak Senin (6/1) lalu. Pihaknya menerjunkan tim untuk menyasar baliho-baliho yang terpasang di persimpan-
gan jalan, utamanya jalan protokol. ‘’Selain reklame ucapan Natal dan Tahun Baru, dilakukan juga penertiban reklame usang, baik politik maupun event tertentu yang pelaksanaannya 2019,’’ ujar Suryanegara. Terkait reklame berizin yang isinya telah kedalu-
Bali Post/par
REKLAME - Petugas Satpol PP Badung ketika menurunkan 44 reklame kedaluwarsa di seluruh kecamatan di Badung sejak Senin (6/1) lalu.
warsa, Suryanegara menyebutkan akan melakukan pendekatan ke pemilik. Sebab, banyak juga yang berupa sumbangan. ‘’Semisal terkait HUT Mangupura. Kami tentunya berterima kasih kepada penyumbang, namun tetap harus diturunkan karena kegiatannya sudah lewat,’’ jelasnya. Menurutnya, pihaknya juga akan melakukan pengecekan terhadap reklame porpol yang telah kedaluwarsa. Sebab, masih banyak yang terpampang. Bahkan di sekitaran Jalan Raya Kapal, Mengwi. ‘’Kami akan cek dulu ya. Beberapa waktu lalu sudah ada yang kami turunkan karena sudah kedaluwarsa,’’ tegasnya. Selain reklame kedaluwarsa, birokrat asal Denpasar ini juga akan menindak tegas tiang reklame yang melanggar zona. Bahkan dari 180 yang harus ditertibkan, ada sisa sekitar 70 tiang reklame. ‘’Itu karena kami fokus ke pengamanan Nataru dan juga terbentur dana. Di 2019 sudah dianggarkan dan begitu administrasinya lengkap akan kami lanjutkan,’’ jelasnya. (kmb27)
gan tiga tungku pembakaran. I.B. Surya Suamba mengakui alat yang tersedia di TPST Mengwi sepenuhnya belum mampu mengolah sampah yang ada di Badung. Hal itu karena alat yang beroperasi hanya satu dan belum bekerja secara maksimal. ‘’Makanya kita lakukan secara bertahap. Namun tahun ini kami anggarkan lagi untuk memaksimalkan alat atau mesin incinerator itu,’’ bebernya. Selain akan melakukan pengadaan mesin incinerator, pihaknya mengatakan Bupati Badung juga akan membuat Perbup dalam penanganan sampah. Perbup yang dibuat yakni terkait TPST yang ada
di masing-masing desa dan peraturan atau tata cara pembuangan sampah yang dilakukan masyarakat. Pembakaran Sampah Di tempat terpisah, lahan tempat penimbunan sampah dan puing bangunan di perbatasan Legian dan Denpasar kembali dikeluhkan warga. Selain menimbulkan bau tak sedap, lokasi tersebut juga sudah beberapa kali mengalami kebakaran akibat aktivitas pembakaran sampah. Lurah Legian Made Madia Surya Natha bersama Kepala Lingkungan Legian Kaja I Wayan Riasa dan Suka Duka Banjar Legian Kaja I Made
Sada serta petugas Linmas, Senin (6/1) lalu mengecek lokasi tersebut. Pengecekan itu dilakukan untuk mengetahui aktivitas apa saja yang ada di sana. Hasil pengecekan itu, diketahui lahan tersebut disewa Kawi asal Probolinggo. Lebih lanjut dikatakan Madia, di lokasi penimbunan sampah itu juga dibakar puing bekas bangunan. Tentunya asapnya sangat berdampak ke wilayah Legian, Seminyak, dan bahkan bagi pariwisata. ‘’Di samping pemandangan yang tidak enak, bau tak sedap, polusi, juga ada potensi gangguan kamtibmas,’’ imbuhnya. (kmb27/kmb23)
Sehari Hilang
”Pangayah” Pura Dalem Terjebak di Sumur Mangupura (Bali Post) I Wayan Sukra alias Pan Suji (78), pangayah bersih-bersih di Pura Dalem Kepala Ampilan, ditemukan terjebak di dalam sumur areal pura di Jalan Prata Gang Gundul, Kuta Selatan, Selasa (7/1) kemarin. Saat ditemukan, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin menyampaikan, anggota Polsek Kuta Selatan telah memeriksa beberapa saksi terkait kejadian ini. Keterangan korban kepada petugas, pada Senin (6/1) pukul 16.00 Wita dia berangkat ke pura untuk bersih-bersih dan memetik bunga kamboja yang berada di dekat sumur. Pada saat itu sumur ditutup menggunakan seng plastik dan di atasnya ada kayu. Korban lalu naik ke atas sumur menginjak kayu tersebut. Tiba-tiba korban terpleset dan langsung nyemplung ke dalam sumur. “Korban sempat berteriak minta tolong. Namun tidak ada yang mendengarnya hingga hari larut malam. Keesokan harinya (Selasa) ada warga menolong korban dan membawanya ke rumah sakit. Korban selamat, hanya di lehernya masih sedikit sakit,” ujarnya. Sementara keterangan I Made Windu (59), pukul 06.30 Wita dia dicari Jero Mangku Gede Werta ke rumahnya dan dibilang korban jatuh ke dalam sumur di TKP. Windu langsung menuju ke lokasi dan benar korban di dalam sumur dalam posisi duduk dengan kedua tangan berada di atas lutut layaknya orang bersemedi atau bertapa.
Bali Post/ist
EVAKUASI - Evakuasi I Wayan Sukra alias Pan Suji dari dalam sumur.
Windu menghubungi pemadam ITDC. Berselang 10 menit kemudian petugas security ITDC datang dengan membawa tangga dari aluminium dan dimasukkan ke dalam sumur. Setelah itu ipar korban, Wayan Mandra yang juga sebagai pemangku Dalem Pakerisan turun menggunakan tangga. “Korban awalnya dipanggil-panggil tapi tidak ada respons,” ujarnya. Selanjutnya, kepala korban diguyur air mineral dan mulai bicara. Selanjutnya korban dievakuasi ke atas menggunakan tali oleh petugas Basarnas dibantu warga. “Evakuasi berjalan lancar dan korban selamat,” ucap mantan Kanitreskrim Polsek Kuta Selatan. (kmb36/kmb23)
Rabu Pon, 8 Januari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Kampanyekan Koperasi Sebelum Krisis KOPERASI di Bali jauh lebih maju dibandingkan dengan daerah lainnya. Ini semua karena didukung oleh pranata sosial Bali yang mengenal banjar, desa dinas dan desa adat. Bahkan di tingkat banjar pun ada pranata yang lebih kecil lagi yakni sekaa dan tempekan. Sebagian besar memiliki koperasi. Ini artinya jangkauan tangan-tangan pelayanan koperasi sudah menyentuh masyarakat terbawah. Sekalipun secara jujur diakui masih ada sejenis koperasi simpan-pinjam yang bertindak sebagai rentenir. Pemiliknya seakan-akan banyak orang, namun pemodalnya hanya seorang atau kelompok orang. Soal syarat dan aturan masih bisa dibohongi. Inilah salah satu penghambat dan merusak citra koperasi yang benar-benar murni. Dikatakan murni jika benar-benar sebagai organisasi sosial, yaitu melakukan kegiatan ekonomi dengan tidak mencari keuntungan. Ada juga yang mengatakan bahwa koperasi itu hanya memenuhi kebutuhan anggotanya saja. Karena sebenarnya koperasi adalah bentuk kegiatan usaha yang paling ideal di mana anggotanya juga bertindak sebagai produsen, sebagai konsumen dan sekaligus sebagai pemilik. Dalam konteks Indonesia, koperasi merupakan bentuk usaha yang sah, yang keberadaannya diakui dalam UUD 1945. Selama ini pembangunan koperasi di Indonesia telah menunjukkan hasil-hasil yang cukup menggembirakan, baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Pada waktu terjadi krisis ekonomi 1998 terbukti bahwa usaha kecil dan koperasi mampu bertahan dan menjadi penopang kondisi perekonomian Indonesia yang terpuruk. Kini era krisis ekonomi kembali muncul 2020, menjadi tantangan bagi kita semua untuk terus mengampanyekan koperasi. Lebih baik mengampanyekan koperasi sebelum krisis itu benar-benar datang. Pemerintah memberdayakan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi sebagai rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) secara nasional untuk tahun 2004-2009. Sementara kini Indonesia menghadapi globalisasi dan liberalisasi ekonomi. Kini Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mendorong koperasi sektor riil agar berkiprah di pasar global dengan memanfaatkan kredit usaha rakyat berorientasi ekspor (BE). Salah satu produk unggulan koperasi yang masuk pasar ekspor ke Melbourne, Australia, yakni kopi Raja, kopi olahan produksi Koperasi Mukmin Mandiri, Sidoarjo, Jawa Timur. Bahkan sejumlah produk di Bali sangat memungkinkan go international seperti kerajinan tangan dan produk ekspor lainnya. Menteri Koperasi dan UKM telah meluncurkan paket fasilitas pembiayaan ekspor yang lengkap dan terpadu untuk modal kerja dan investasi bagi koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). KUR berorientasi ekspor ini diprioritaskan untuk para suplier yang menjadi penunjang industri, yang melibatkan tenaga kerja cukup banyak sesuai dengan segala usahanya. Nah, ini peluang bagi koperasi kita di Bali. Namun kita tak boleh lupa dengan persyaratan bagi UKM untuk bisa melakukan eskpor. Misalnya, memenuhi ketentuan administrasi ekspor-impor, jaminan volume produksi, dan keamanan konsumen.
Gerakan Membumikan Koperasi Perkembangan koperasi di Indonesia telah mengalami perjalanan sejarah yang panjang, bahkan gerakan koperasi Indonesia pada tahun 2020 akan meamasuki usianya yang ke-73 tahun. Dengan harapan di usianya yang begitu tua, seluruh gerakan koperasi bersama-sama masyarakat di Indonesia ‘’membumikan koperasi’’, untuk mewujudkan cita-cita koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional. Cita-cita koperasi tersebut sering mengalami perdebatan dari kalangan atau golongan pemerintah, golongan politik, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, dan golongan wong cilik. Artinya koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional ternyata sampai saat ini belum dapat diwujudkan.
Oleh Bambang Gede Kiswardi ekalipun semangat berkoperasi mengalami pasang-surut di berbagai wilayah Indonesia, dan sampai saat ini koperasi sebagai salah satu badan usaha belum menemukan bentuk perkembangan jati diri yang diinginkan sesuai amanat dan cita-cita Pasal 33 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Maka dari itu, koperasi sebagai badan usaha perlu dikaji dan disesuaikan dengan keinginan rakyat yaitu menjadi Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR). Dengan konsep Badan Usaha Milik Rakyat di mana pemilik sahamnya adalah rakyat yang dapat diidentikan dengan Badan Usaha Koperasi di mana pemiliknya adalah anggota. Membumikan koperasi bukan saja merupakan suatu kewajiban konstitusional, melainkan juga harus merupakan komitmen politik serta kebijakan dasar ekonomi. Usaha dalam bentuk koperasi dipilih oleh founding fathers bangsa Indonesia setelah melihat kondisi buruk yang diciptakan oleh penjajah. Koperasi sebagai perwujudan dari usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, harmonisasi kepentingan orang-seorang dengan kepentingan umum, memupuk semangat toleransi saling mengakui pendapat masing-masing dalam
tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, koperasi mendidik dan memperkuat demokrasi ekonomi sebagai cita-cita perekonomian Indonesia. Koperasi tumbuh dari masa ke masa dengan dinamikanya masing-masing sesuai perkembangan zaman. Koperasi sangat berperan dalam upaya membantu dan memperkuat ekonomi Indonesia menuju swasembada pangan, menumbuhkan ekonomi pedesaan, melayani dan menyejahterakan anggota dan masyarakat, memberantas kemiskinan, mengurangi pengangguran, menyediakan sarana dan prasarana ekonomi lainnya. Sejak kebangkitan orde reformasi dengan program Nawa Cita dan falsafah Trisakti yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo ada harapan dan peluang emas bagi usaha ekonomi wong cilik (koperasi). Secara konsepsional, koperasi sebagai badan usaha memiliki beberapa potensi keunggulan untuk ikut serta atau dapat berpartisipasi dalam memecahkan persoalan sosial dan ekonomi hajat hidup orang banyak, khususnya bagi masyarakat yang posisi ekonominya lemah. Atas dasar pertimbangan tersebut, maka pada era pascareformasi di mana
S URAT PEMBACA Penambahan Lahan di Pasar Tingkat Keramaian jalan raya di sekitar pasar tingkat kota Singaraja mulai membeludak setiap akan berlangsung hari raya umat Hindu. Para warga sekitar yang mulai berburu kebutuhan persembahyangan seperti membeli banten tertentu, buahbuahan dan kelengkapan lainnya mulai tak mempedulikan lagi
paradigma pembangunan ekonomi harus diubah dari ekonomi konglomerasi (ekonomi kapitalistik) menuju sistem ekonomi kerakyatan (ekonomi gotong royong) yang dalam hal ini sebagai pelakunya adalah koperasi. Bung Hatta mengatakan, ‘’koperasi bukan persekutuan yang didirikan untuk mencari keuntungan melainkan untuk membela keperluan bersama’’. Oleh karena itu, koperasi sifatnya persekutuan cita-cita, karena cita-cita yang sama bagi setiap orang dapat mendirikan koperasi. Kalau tidak ada cita-cita bersama yang menjadi pedoman berusaha, koperasi dipastikan tidak bagus jalannya. Koperasi yang benar berdasar kepada cita-cita tolongmenolong dan gotong royong serta keinginan akan bantu-membantu dalam kesulitan ekonomi. Oleh karena cita-cita yang mengikat persekutuan ini, maka koperasi hendaklah dipikul dan dijunjung oleh mereka yang sama cita-citanya untuk membangun koperasi atau persekutuan merdeka bukan persekutuan paksaan. Membumikan koperasi di era reformasi ini, dirasakan sebagai membangun rumah ekonomi keluarga bersama, karena koperasi dari semulanya dipakai tidak semata-mata ekonomi saja
melainkan juga sebagai kegiatan gotong royong dan kerja sama, sedangkan tindakan-tindakan ekonomi yang rasional ditanamkan ke dalamnya. Itulah sebabnya dan akhirnya diambil perkataan ‘’Asas Kekeluargaan’’ yang dijadikan fondasi dalam membumikan koperasi. Koperasi Indonesia yang berasaskan kekeluargaan dan berlandaskan kekuatan nasionalisme sangat sesuai dengan amanat dan cita-cita Pasal 33 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Adapun nasionalisme itu adalah suatu iktikad, suatu keinsyafan rakyat, bahwa rakyat itu adalah suatu golongan, suatu bangsa. Dengan demikian nasionalisme dapat berbentuk ideologi dalam koperasi dan sebagai sumber semangat serta tekad kemandirian koperasi. Banyak orang mengartikan bahwa ideologi adalah bentuk keyakinan-keyakinan yang dibangun berdasarkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang berlandaskan kekuatan nasionalisme. Maka dari itu, ideologi memberikan keyakinan tentang masa depan yang dicita-citakan yang memberikan kebaikan dan kebahagiaan (kesejahteraan) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut (digunakan) untuk membumikan koperasi merupakan dasar dan pedoman pelaksanaan yang berlandaskan nasionalisme. Membumikan koperasi harus berlandaskan kekuatan nasionalisme, karena unsur utama yang terkandung dalam konsep nasionalisme adalah keinginan untuk hidup berbangsa dan bernegara secara bersama, tolong-menolong, dan gotong royong sebagai suatu komunitas (golongan) bangsa yang memiliki suatu iktikad, suatu keinsyafan rakyat untuk tujuan dan cita-cita yang hendak diraih bersama. Koperasi sebagai badan
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
keadaan sekitar. Hal inilah yang menyebabkan kemacetan di jalan raya. Permasalahannya terletak pada posisi didirikannya lapak para penjual banten tersebut. Para pedagang membuka lapaknya di pinggir jalan, sehingga membuat area jalan semakin sempit. Alhasil para pengunjung yang hendak berbelanja menyeberang jalan sembarangan dan memarkirkan kendaraan seenaknya. Mengingat banyaknya jumlah kendaraan yang melintas
dan jalanan yang tidak besar membuat area pinggir pasar semakin padat dan terjadilah kemacetan. Tak jarang, kecelakaan pun kerap terjadi. Kurangnya pengawasan dari para petugas dan kurangnya lahan kosong menjadi akar permasalahan ini. Saya sebagai mahasiswa sekaligus warga pendatang yang tinggal di kota Singaraja, berharap ke depannya para petugas bisa bekerja semaksimal mungkin menertibkan para pengunjung
yang hendak berbelanja agar tidak memarkirkan kendaraan sembarangan dan menyeberang jalan pada lintas zebra cross yang sudah disediakan. Harapan saya, pemerintah setempat dapat memberikan lahan kosong di sekitar pasar tingkat khusus untuk para pedagang banten, agar kejadian serupa tidak terjadi kembali dan dapat diatasi.
usaha tidak dapat dilakukan secara terpisah dari badan-badan usaha lainnya. Adapun kebijaksanaan ekonomi yang dianut adalah demokrasi ekonomi yang berjiwakan nasionalisme, dengan memilih keterkaitan secara struktural dan fungsional dari tiga bentuk badan usaha dalam bidang ekonomi seperti Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Swasta, dan Badan Usaha Milik Rakyat (Badan Usaha Koperasi) dalam suatu sistem paguyuban atau dalam sistem ekonomi Indonesia. Di mana Badan Usaha Milik Rakyat (Badan Usaha Koperasi) yang titik tolak kehidupannya bermula dari prinsip kemandirian (self helf), sedangkan modal dasar koperasi adalah orang-orang dengan sumber daya yang dimilikinya, sehingga mampu membentuk sinergi dan membantu dirinya sendiri secara bersama-sama. Oleh karena itu, sebenarnya kemandirian adalah ideologi koperasi. Penulis, akademisi, pemerhati ekonomi kerakyatan
POJOK
TNI kembali kirim empat pesawat tempur ke Natuna. - Siap bela NKRI. *** Gubernur Koster berencana gelar festival budaya dunia. - Bali makin mendunia. *** Dewan Badung minta permasalahan sampah segera dituntaskan. - Solusinya apa?
Putu Sri Laksmi Dewi Buleleng, Bali
Pendidikan Pelantikan dan Serah Terima Dekan dan Wakil Dekan di Unud
Serahkan Kristal Chandelier ke Banjar Madya Sari Sading di Istana Mancawarna
Hadiri Anugerah untuk Ida Cokorda Ngurah Gede Pemecutan X, Wedakarna Apresiasi Legiun Veteran
PANGLINGSIR Puri Tegeh Kori Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS II yang juga Senator DPDRI hadir di Puri Pemecutan Denpasar serangkaian dengan Peringatan HUT Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang dirangkaian dengan penyerahan penghargaan kepada leluhur Puri Pemecutan yakni Ida Cokorda Ngurah Gede Pemecutan X yang dikenang atas jasa-jasanya membela Bali. Saat di Puri Pemecutan, Senator Arya Wedakarna (AWK) disambut langsung oleh Ida Cokorda Pemecutan XI dan Permaisuri serta tampak hadir sejumlah pejabat daerah dan tokoh puri sajebag Bali. Kehadiran sosok Senator DPD-RI ini tentu memiliki makna strategis karena merupakan pertemuan dari dua tokoh yang sering dikait– kaitkan dengan sejarah Kerajaan Badung. Di satu sisi Puri Pemecutan dengan sejarah heroiknya akan sejarah Badung pada zaman perjuangan kemerdekaan, sedangkan Puri Tegeh Kori dan Gusti Wedakarna adalah panglingsir dari Pasemetonan Agung Tegeh Kori yang dalam sejarah Bali, leluhur I Gusti Tegeh Kori adalah pendiri pertama dan Raja Badung pertama. AWK juga mengapresiasi atas usaha yang dilakukan LVRI atas tanda penghargaan untuk leluhur Ida Cokorda Ngurah Gede Pemecutan X.
‘’Arti dari penghargaan ini sangat strategis, karena bisa meluruskan sejarah dengan baik. Apalagi yang memberikan penghargaan ini adalah LVRI, lembaga kredibel dan dihormati. Sehingga saya pribadi mengartikan penghargaan untuk leluhur ini sekaligus untuk menjaga nama baik beliau. Apalagi tadi kita dengar pidato dari Panglingsir dan Ketua LVRI akan makna perjuangan leluhur dalam masa perjuangan merebut kemerdekaan dari Belanda dan Jepang. Anak muda Bali harus tahu hal ini,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga seorang pemerhati sejarah selaku Presiden The Sukarno Center Tampaksiring ini. Ia juga mengungkapkan terkait hubungan antara dirinya dan panglingsir Puri Pemecutan. Arya Wedakarna menyampaikan komunikasi dengan Puri Pemecutan selalu terjaga dengan baik. ‘’Ayah kami, (swargi) Ratu Aji Shri Wedastera Suyasa adalah sahabat baik beliau. Juga Ida Cokorda saat ini dan Ratu Permaisuri sudah seperti orangtua kami, begitu juga dengan keluarga yang lain. Beliau adalah alumni dari Universitas Mahendradatta yang didirikan ayah saya. Di sisi lain Ida Cokorda pernah hadir di Pesamuan Agung Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori di Tampaksiring. Astungkara, hubungan kekeluargaan
kami semakin baik dan erat dan semoga jadi teladan di Bali,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Selain hadir di Puri Pemecutan, Shri Arya Wedakarna juga hadir dalam acara penyerahan Cihna Dalem di Istana Mancawarna Tampaksiring yakni seperangkat Lampu Kristal Chandelier kepada Balai Banjar Madya Sari
Desa Sading, Mengwi, Badung. ‘’Saya serahkan seperangkat lampu kristal Eropa ini sebagai simbol Dewi Laksmi, lambang kewibawaan dan kemakmuran. Dan terima kasih atas doa dan dukungannya atas perjuangan kami selama ini,’’ ungkap Arya Wedakarna yang juga Senator DPD-RI periode 2019–2024 ini. (ad159)
SATYAGRAHA – Gusti Arya Wedakarna saat menyerahkan lampu kristal kepada Panglingsir Sading Mengwi di Istana Mancawarna (atas) dan bersama Ida Cokorda Pemecutan XI di Puri Pemecutan (bawah).
Diharapkan Berinovasi dan Jadi Roda Penggerak Organisasi
REKTOR Universitas Udayana (Unud) Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). melantik Dekan dan Wakil Dekan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unud, serta Wakil Dekan pada Fakultas Kelautan dan Perikanan Unud di Gedung BH lantai empat FEB Unud, Selasa (7/1) kemarin. Pelantikan dan serah terima jabatan diawali upacara Majaya-jaya di Pura Amerta Yoga. Kemudian dilanjutkan dengan sumpah jabatan yang disaksikan rohaniwan dan pejabat struktural di lingkungan Unud. Dekan FEB Unud yang dilantik untuk periode 20202024 adalah Agoes Ganesha Rahyuda, S.E., M.T., Ph.D. selaku Dekan mengganti Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, S.E., M.Si., Dr. Ida Bagus Putu Purbadharmaja, S.E., M.E. selaku Wakil Dekan I mengganti Prof. Dr. Ni Nyoman Kerti Yasa, S.E., M.S., Dr. I Gusti Ngurah Agung Suaryana, S.E., M.Si. selaku Wakil Dekan II mengganti Prof. Dr. Ni Luh Putu Wiagustini, S.E., M.Si. dan Dr. I Gde Kajeng Baskara, S.E.Ak., M.M. selaku Wakil Dekan III mengganti Dr. I Dewa Gede Dharma Suputra, S.E., M.Si.Ak. Sedangkan I Wayan Gede Astawa Karang, S.Si., M.Si., Ph.D. selaku Wakil Dekan III pada Fakultas Kelautan dan Perikanan Unud. Rektor Unud Prof. Raka Sudewi mengatakan pelantikan pejabat yang dilakukan dikarenakan telah berakhirnya masa jabatan pejabat lama dan karena ada jabatan yang lowong. Promosi pengisian jabatan dekan dan wakil dekan pada FEB serta wakil dekan
LANTIK - Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). melantik pejabat Dekan dan Wakil Dekan FEB Unud, serta Wakil Dekan III Fakultas Kelautan dan Perikanan Unud, Selasa (7/1) kemarin. pada Fakultas Kelautan dan sudah dicapai sebelumnya, Perikanan telah melalui pe- dapat meningkatkan prestasi nilaian dan seleksi berdasar- dari kepemimpinan sebelumkan kualifikasi, kompetensi, nya, serta mampu melakukan dan kinerja oleh panitia dari berbagai inovasi dan upaya fakultas masing-masing. untuk menjadikan fakultas Ia berharap pengangkatan masing-masing supaya lebih dan pelantikan pejabat henda- baik dan semakin dipercaya knya dimaknai, terutama dari oleh masyarakat ke depannya,’’ sudut kepentingan organisasi ujar Prof. Raka Sudewi. dalam rangka pelaksanaan Apalagi, tambah Rektor, dan kelancaran tugas-tugas berbagai tantangan dan pelupemerintahan dan pelayanan ang yang akan dihadapi ke depublik, bukan lagi penempatan pan untuk meningkatkan daya figur–figur pejabat pada jen- saing lembaga, yakni memperjang jabatan dan kepentingan tahankan ataupun meningtertentu. katkan akreditasi universitas, ‘’Para pejabat yang baru termasuk peningkatan akredikami harapkan menjadi roda tasi masing-masing program penggerak organisasi untuk studi, penguatan dan peningbergulirnya fungsi-fungsi katan kualitas dan kuantitas manajemen dan terwujudnya penelitian, pengabdian kepada SDM yang berkarakter, pe- masyarakat, meningkatkan kerja keras, dinamis, terampil publikasi ilmiah, terutama judan menguasai ilmu penge- rnal internasional terindeks, tahuan dan teknologi, dan serta meningkatkan kualitas dapat melanjutkan program- proses belajar mengajar unprogram dari kepemimpinan tuk menghasilkan lulusan sebelumnya. Bahkan harus yang bermutu dan berdaya siap menjaga prestasi yang saing.(ad148)
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Rabu Pon, 8 Januari 2020
Pansus Segera Data Aset Milik Daerah Tabanan (Bali Post) Persoalan aset selama ini terus muncul dalam tiap laporan Pemkab Tabanan. Ini dikarenakan masih adanya aset yang statusnya belum jelas. Sebab tidak semua aset itu, bersertifikat. Di samping itu ada pula aset yang menjadi sengketa. Karena itu harus segera dituntaskan agar tidak menimbulkan persoalan baru. Ketua Pansus aset DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa mengatakan, terkait aset itu pihaknya telah menggelar rapat internal Pansus untuk membagi tugas penanganan aset yang dimiliki Pemkab Tabanan. Di mana ada dua kelompok besar aset yang dimiliki Pemkab Tabanan, yakni aset yang memiliki nilai ekonomis. Aset itu dianggap bisa mendatangkan pendapatan bagi daerah. Selain itu aset yang tidak bernilai ekonomi. Biasanya aset difungsikan untuk kepentingan sosial. Seperti sekolah, pelayanan kesehatan dan lainnya. ‘’Aset yang dimiliki Pemkab harus terdata jelas,’’ tegasnya dikonfirmasi, Selasa (7/1) kemarin. Dikatakannya, memang seluruh aset milik Pemkab Tabanan seharusnya terdata
jelas. Bahkan semua wajib disertifikatkan, sehingga tidak ada alasan lagi pengurusan aset diabaikan. Dengan adanya sertifikat, otomatis status kepemilikannya jadi jelas. Eksekutif atau OPD yang menangani persoalan aset harus segera mensertifikatkan seluruh aset milik pemkab, sehingga status kepemilikan pemkab atas aset tersebut jelas. ‘’Kalau tidak ada sertifikat bukan saja bisa diklaim pihak lain. Bahkan aset daerah bisa hilang,’’ sebutnya. Hal lain yang juga menjadi perhatian Pansus terkait adanya aset yang menjadi sengketa itu. Pihaknya terus mengejar hal tersebut, termasuk ketika ada orang penting atau pejabat yang terlibat di dalamnya. Semuanya harus segera dituntaskan. Misalnya saja kasus aset di Pantai Nyanyi, Desa Beraban, Kediri, sempat menjadi sengketa. Sejauh ini pihaknya belum mengetahui kejelasan persoalan aset sejak dewan turun ke lokasi. ‘’Sampai sekarang belum jelas penyelesaiannya. Apalagi rencananya ada yang ingin mengelola aset tersebut,’’ ucapnya. Ditegaskan, pendataan aset yang dilakukan Pansus seb-
agai upaya memaksimalkan potensi aset yang ada itu untuk bisa memberikan kontribusi bagi daerah. Banyak aset yang memiliki nilai ekonomis yang belum tergarap secara maksimal. Karenanya, belum memberikan kontribusi optimal pada daerah. ‘’Kami harap aset yang dimiliki pemkab dapat memberikan pendapatan bagi daerah,’’ katanya. Hal senada disampaikan anggota Pansus I Gusti Ngurah Sanjaya. Seluruh aset yang dimiliki Pemkab Tabanan, kata Sanjaya harus terdata jelas. Selain itu seluruh aset harus memiliki sertifikat. Untuk aset yang belum punya sertifikat, maka harus segera diproses agar tidak menimbulkan persoalan. Kemudian aset itu juga harus diklasifikasi mana yang termasuk bernilai ekonomis dan mana kategori sosial. Untuk aset yang memiliki nilai eknomis. Seperti perkebunan atau lainnya harus potensinya yang ada dimaksimalkan, sehingga mampu memberikan kontribusi pada daerah. ‘’Kami di Pansus segera mendata aset yang dimiliki, sehingga potensinya dapat dimaksimalkan untuk peningkatan pendapatan daerah,’’ harapnya. (kmb28)
Sosok Perlu Sinergitas Pariwisata KECAMATAN Kediri memiliki beragam potensi wisata luar biasa. Tak hanya pemandangan pantainya nan indah. Seperti Tanah Lot dan Kedungu. Potensi lainnya lahan pertanian. Termasuk kerajinan banyak dikunjungi wisatawan. Misalnya Desa Nyambu terkenal dengan sektor pertaniannya. Desa Pejaten kerajinan keramik atau gerabah serta bata pres. Bahkan Pejaten mulai dilirik pasar internasional. Camat Kediri, I Made Murdika, mengatakan dari 15 desa yang ada di wilayah Kecamatan Kediri, masing-masing memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Ke depan penataan desanya dirancang menjadi satu kesatuan sinergitas. Sehingga ada keterkaitan potensi wisata yang dimiliki antara satu desa dengan lainnya. Contohnya Desa Beraban dengan potensi wisata Tanah Lot yang telah mendunia, ke depan desa pendamping atau Kediri bagian selatan diharapkan bisa mendapatkan cipratan dari objek wisata Tanah Lot. “Artinya, desa pendamping ini bisa menggali potensi yang dimiliki sebagai pendukung wisata yang sudah ada, sehingga wisatawan selain berkunjung ke Tanah Lot, juga bisa berkunjung ke desa terkait untuk meningkatkan perekonomian warga desa di sana,” terangnya. Karena itu, desa terkait diharapkan bergegas menyiapkan pemenuhan fasilitas yang berhubungan dengan wisata, atau unit usaha desa yang memungkinkan. “Misalnya saja di Tanah Lot dengan potensi pantainya yang indah. Desa lain bisa kerajinan ataupun disesuaikan dengan potensi yang ada. Jadi simpulannya perlu sinergitas pariwisata disini,” terangnya. Demikian juga Kediri di bagian Utara dan Tengah, penguatan ekonomi kerakyatan bisa dibangun dengan centra pasar Kediri dan pusat usaha mikro di Nyitdah dan Pejaten. Diakuinya, memang dari 15 desa yang ada, baru sebagian desa yang konsen pengembangan potensinya. Seperti Desa Nyambu benarbenar sejak perancangan APBDes, agar pengembangan ekowisatanya di-support. (bit)
Didominasi Turunnya Retribusi DTW dan Pajak
TARGET Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabanan tahun 2019 tidak tercapai. Dari Rp388 miliar lebih target yang dipasang, hanya bisa terealisasi 87 persen. Hal tersebut tentu sangat disayangkan, mengingat tahun-tahun sebelumnya target PAD selalu terlampaui. Lalu apa penyebabnya sehingga realisasi target PAD tidak tercapai tahun 2019? faktor yang hampir dirasakan semua daerah,’’ ujarnya. Dan untuk penurunan di sektor pajak, lanjut Wiratmaja, dikarenakan selama ini rata-rata hanya 60-70 persen wajib pajak yang taat membayar kewajibannya. Karena memang sejauh ini, wajib pajak yang tidak taat, belum ada penerapan sanksi ataupun hal-hal yang mendesak mereka untuk membayar kewajibannya. Begitupun selama hampir tujuh tahun tidak pernah ada penyesuaian NJOP. Selain juga OPD yang dinilai kurang greget berinovasi. Mereka terus berada di zona nyaman. Jika tetap bertahan dengan pola sama, maka target PAD 2020 yang dipasang Rp450 miliar tentu dianggap menjadi beban.
RETRIBUSI - Tingkat kunjungan ke sejumlah DTW memengaruhi tak tercapainya retribusi pendapatan di tahun 2019.
Pengembangan TPS 3R Bantas Diarahkan Menuju Desa Wisata Organik
Tabanan (Bali Post) Potensi alam dan wisata yang dimiliki Kabupaten Tabanan diharapkan bisa menjadi andalan untuk mengangkat taraf hidup masyarakat. Apalagi di era yang semakin maju ini, kian banyak pula cara dan strategi untuk mengangkat potensi wisata di daerah itu. Seperti di Kecamatan Selemadeg Timur, dari 10 desa yang ada, tiga di antaranya sudah memiliki SK desa wisata. Tentunya potensi yang dimiliki itu selain tiga desa, yakni Gunung Salak, Beraban, dan Megati, juga termasuk yang terbaru dan tengah dirancang, yakni desa wisata organik di Desa Bantas.
Realisasi PAD 2019 Hanya 87 Persen
Kepala Bapelitbang Tabanan Ida Bagus Wiratmaja, Selasa (7/1) kemarin menjelaskan, tidak tercapainya realisasi pendapatan salah satunya didominasi penurunan retribusi Daya Tarik Wisata (DTW) yang mencapai angka Rp40 miliar. Penyumbang PAD kedua PBB P2 dan BPHTB, dan penyumbang ketiga berupa PHR. Dikatakannya, ada berbagai faktor yang menyebabkan pendapatan tak mencapai target untuk retribusi DTW. Faktor dimaksud seperti menurunnya jumlah kunjungan wisatawan. Jumlah kunjungan wisatawan tahun 2019 kurang memuaskan lantaran terdampak bencana Gunung Agung, isu sampah, kesehatan, dan kriminalitas. ‘’Tapi ingat, tingkat orang belanja menurun, pajak juga menurun. Ini
DESA WISATA - Konsep pengembangan TPS 3R di Desa Bantas, Selemadeg Timur akan diarahkan untuk bisa menjadi desa wisata dengan potensi buah dan ikan.
‘’Kalau mau berubah dan tidak merasa di zona nyaman, PAD bukan tujuan melainkan rutinitas yang harus dilakukan. Bagi saya angka Rp450 miliar itu tidak masalah. Namun harus ada pola yang dibangun oleh pemungut, kalau tetap dengan standar yang sama seperti saat ini, ya… sama saja,’’ terangnya. Khusus pendapatan dari sektor pajak, selain telah dibentuk pokja, juga akan dilakukan pendataan potensi wajib pajak baru. Seperti pedagang kaki lima yang memiliki omset Rp 5 juta ke atas perbulan. Untuk pendataan ke 133 desa di Kabupaten Tabanan, dikatakan Wiratmaja akan disiapkan petugas di desa didampingi dua orang pemerintah. Untuk melakukan pendataan ini, bahkan sudah disiapkan anggaran. Nantinya yang disasar adalah pendataan pedagang termasuk wajib pajak yang membandel. Yang membandel akan dipasang stiker, bahwa usaha mereka tidak taat membayar pajak. Kalau stiker dicabut ada sanksi hukum. Karena di stiker itu dilengkapi barcode. ‘’Meski itu pedagang kali lima kalau sudah omsetnya di atas lima juta perbulan. Mereka wajib bayar pajak. Hal itu sudah diatur Perda. Target itu yang menjadi inovasi ke depan,’’ terangnya memberi solusi. (bit)
Perbekel Desa Bantas I Gede Ketut Catur Purnawan menjelaskan, konsep desa wisata yang dirancang lebih mengarah pada kampung organik atau desa organik. Di mana tahun 2017 silam Desa Bantas mendapatkan program TPS 3R untuk kegiatan pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos maupun kerajinan. Bahkan TPS 3R Bantas berhasil menjadi lima terbaik di tingkat nasional. Keberhasilan TPS 3R inilah yang akhirnya mulai menarik wisatawan datang untuk belajar tentang pengolahan sampah. ‘’Terbanyak wisatawan Taiwan, mereka belajar bagaimana mengolah sampah dengan baik,’’ terangnya, Selasa (7/1) kemarin. Dengan mulai banyaknya wisatawan yang datang belajar pengolahan sampah
ke TPS itu, kemudian muncul konsep dari desa untuk pengembangan TPS. Seperti memberdayakan kompos yang dihasilkan ke masyarakat untuk penanaman buah sebagai wisata buah. Selain itu, magot atau belatung dari lalat hitam yang dibudidayakan di TPS setempat. Rencananya dimanfaatkan untuk pakan ikan. ‘’Kebetulan di TPS ada budidaya magot. Apalagi di sana ada dua aliran sungai, jadi akan buat pakan tambahan dari magot itu. Ikan yang dibudidayakan seperti bawal, nila, dan lele. Budi daya itu sudah jalan di Bale Agung dan Bantas Kaja. Ke depan rencananya disiapkan kolam di tiap banjar,’’ ucapnya. Sementara budi daya buah organik dengan konsep pemanfaatan pupuk kompos yang dihasilkan TPS 3R. Pilot project-nya, kata Ca-
tur Purnawan, dilakukan di lahan seluas 18 hektar. Lokasinya tidak jauh dari TPS. ‘’Buahnya beragam, seperti durian, mangga, alpukat, dan lainnya. Jadi konsepnya ketika tamu datang, mereka belajar mengolah sampah dan melihat hasil kerajinan dari sampah. Kompos mereka tanam untuk lebih memberdayakan lahan yang disiapkan desa untuk wisata buah sebagai upaya pengembangan TPS yang ada,’’ terangnya. Hanya, agar nantinya benar-benar terealisasi dengan baik sesuai konsep yang telah dirancang bisa jadi desa wisata, maka pihaknya tengah membentuk Pokdarwis yang diharapkan bisa menjual potensi desa yang dimiliki. ‘’Kami masih proses membentuk lembaga Pokdarwis untuk memanajemen seperti pembuatan Web agar bisa lebih dikenal, baik
dalam bentuk paket untuk bisa juga dijual potensi yang dimiliki,’’ pungkasnya. Camat Selemadeg Timur I Putu Adi Supraja mengatakan, dengan dukungan masyarakat setempat, maka pihaknya terus melakukan penataan potensi alam yang dimiliki untuk kesejahteraan masyarakat setempat. ‘’Sampai saat ini baru ada tiga desa wisata, dan satu desa Beraban masih berproses. Desa lainnya akan terus kita dorong mengoptimalkan potensi yang dimiliki,’’ terangnya. Penambahan desa wisata diwilayahnya akan terus dilakukan. Salah satu caranya mendorong pembentukan Pokdarwis. Di samping juga pengembangan BUMDes yang mendukung desa wisata, pembentukan BPPD badan pengelola pariwisata desa serta membangun sinergitas pembangunan bidang pertanian menuju pariwisata agro. ‘’Promosi pengenalan destinasi wisata melalui media dan kegiatan dalam rangka promosi dengan skala prioritas. Pembuatan program terkait untuk pengembangan desa wisata juga kami lakukan,’’ ucapnya. (kmb28)
Sosial
Daihatsu Peduli Banjir Jakarta BANJIR yang telah melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya pada 1 Januari 2020, menimbulkan kerugian tersendiri. Khususnya mobil terendam hingga terseret arus banjir. Sadar banyaknya mobil pelanggan yang menjadi korban banjir, Daihatsu ingin meringankan beban pelanggan dengan menyediakan paket after sales berupa ‘’Daihatsu Peduli Banjir’’. Sesuai nama layanannya, program ini khusus untuk mobil Daihatsu yang terkena banjir dan berlaku pada 2 Januari – 29 Februari 2020 di seluruh jaringan bengkel Daihatsu di wilayah Jabodetabek. Dalam program ini, pelanggan dapat memeriksakan kendaraannya secara gratis, khusus bagi mobil Daihatsu yang terdampak banjir, serta beberapa benefit sebagai berikut, diskon 15 persen khusus layanan jasa, spare part, dan oli. Diskon 20 persen khusus pembersihan kabin mobil, diskon 20 persen khusus layanan salon mobil. Bagi pelanggan yang tidak bisa langsung datang ke bengkel karena membutuhkan kendaraan evakuasi, dapat menghubungi bengkel resmi Daihatsu terdekat. Atau bisa juga menghubungi layanan panggilan darurat 24 jam melalui call center Astra World 1500898, dan khusus bagi pemilik Daihatsu pemegang polis Asuransi Astra, dapat menghubungi
1500112. Selain itu, apabila dibutuhkan evakuasi kendaraan, pastikan jenis transmisi pada mobil untuk meminimalisir kerusakan. Karena mobil bertransmisi manual dan automatic memiliki treatment berbeda. Untuk transmisi kendaraan manual bisa dibawa dengan cara ditarik atau pun towing. Sedangkan khusus transmisi kendaraan automatic, mobil harus digendong untuk menghindari kerusakan karena tidak adanya pelumasan. Sebagai tambahan informasi, secara umum bagian mobil yang perlu diperhatikan pascabanjir adalah komponen kelistrikan seperti
ECU, Relay, dan Junction Block. Hal pertama yang harus dihindari adalah menyalakan mobil setelah terendam banjir. Sebab, jika itu dilakukan dapat menyebabkan korsleting atau kerusakan serius pada komponen elektrikal mobil. Pastikan keadaan komponen elektrikal kering seluruhnya ketika ingin menyalakan mobil. Lalu perhatikan juga komponen interior seperti karpet dasar, jok kursi, door trim, dan head lining. Lakukan pembersihan secara menyeluruh mulai dari ruang mesin, kabin, bagasi, hingga saringan udara AC agar tidak menyebabkan penumpukan kotoran, jamur, aroma
tidak sedap, dan terhindar dari masuknya serangga ke dalam kabin. Serta perbaikan komponen exterior seperti dent atau baret pada panel bodi karena dipengaruhi tingginya air dan berdampak pada estetika mobil. ‘’Kami turut prihatin dan siap membantu pelanggan yang membutuhkan perbaikan kendaraan pascabanjir. Kami berharap, semoga program ini dapat meringankan beban pelanggan yang terdampak banjir, sehingga kendaraannya bisa kembali prima dan beraktivitas seperti sediakala,’’ ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor. (bns1)
Rabu Pon, 8 Januari 2020
Penemuan Mayat di Pantai Lebih
Diduga Korban Tenggelam di Perairan Cucukan
Gianyar (Bali Post) Warga Desa Lebih dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di Pantai Lebih, Gianyar, Selasa (7/1) kemarin. Kuat dugaan mayat itu merupakan korban tenggalam yang perahunya terbalik dihantam ombak di Perairan Cucukan, Aproyosi. Meski demikian, untuk memastikan hal itu, pihak kepolisian masih menelusuri identitas korban. Informasi yang dihimpun kemarin menyebutkan mayat yang mengenakan baju kaos hitam ini awalnya ditemukan satpam hotel, I Wayan Gargita, sekitar pukul 03.00 Wita. Terkejut dengan temuan itu, saksi lantas melaporkan kejadian ini ke warga lainnya hingga diteruskan ke aparat kepolisian. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke RSUP Sanglah. Kabag Ops Polres Gianyar, Kompol Dewa Gede Mahaputra, saat dikonfirmasi membenarkan adanya temuan mayat di Pantai Lebih tersebut. Pihaknya mengaku belum bisa mengenali mayat tersebut. “Ada
temuan mayat pada subuh tadi (kemarin - red), tetapi belum tahu identitasnya,” katanya. Apakah ada kemungkinan mayat itu merupakan korban tenggelam yang perahunya terbalik dihantam ombak di Perairan Cucukan? Kompol Mahaputra belum bisa memberikan kepastian. Terlebih ada perbedaan ciri antara korban tenggelam di Perairan Cucukan dengan temuan mayat di Pantai Lebih. “Sesuai keterangan korban yang selamat (Jonatan - red), katanya Aproyosi (korben tenggelam di Perairan Cucukan) mengenakan baju putih. Mayat yang ditemukan di Pantai berbaju hitam. Sekarang masih dilakukan pengecekan kembali ke korban Jonatan untuk memastikan,“ katanya. Adanya perbedaan itu, sejumlah petugas Polres Gianyar dan jajaran masih siaga di pesisir pantai. Selain itu, pihak kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan keluarga Aproyosi di Jawa Tengah. “Tetap dipantau daerah pesisir. Pihak
keluarga sudah dihubungi, sedang dalam perjalanan. Besok diharapkan sudah sampai untuk memastikan korban, apakah benar keluarganya atau tidak,“ jelasnya. Sementara itu, hasil pemeriksaan di kamar jenazah RS Sanglah, ciri-ciri korban merupakan ras mongoloid, berkulit sawo matang dan berusia dewasa muda antara 20 tahun hingga 40 tahun. Saat diterima dan dilihat dari tingkat pembusukan jenazah, kematiannya kurang lebih sudah 24 jam sebelum diperiksa. Mayat itu memakai kaos hitam dengan tulisan Jack Daniel All Time dan hanya memakai celana dalam. Dari segi fisik tinggi 160 cm, berat badan 65 kilogram. Untuk wajahnya sendiri karena terendam di air laut sudah terjadi kerusakan. “Wajahnya sudah mengalami kerusakan. Tetapi jika keluarga datang dan melihat masih bisa dikenali,” ujar Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr. Kunthi Yulianti, Sp.F. (kmb35/san)
Bali Post/asa
BERSAKSI - Lima orang saksi dari panitia pertandingan saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa (7/1) kemarin.
Korupsi Bupati Cup
Lima Saksi Kompak Sebut Tidak Ada Tim Medis
Gianyar (Bali Post) -
I Ketut Suasta, mantan Sekretaris Umum Pengurus Cabang PSSI Gianyar, Selasa (7/1) kemarin kembali dihadirkan di Pengadilan Tipikor Denpasar. Terdakwa menjalani sidang lanjutan dalam agenda pembuktian dari jaksa.
Bali Post/nik
EVAKUASI - Suasana proses evakuasi temuan mayat di Pantai Lebih, Gianyar, Selasa (7/1) dini hari kemarin.
Diskes Rekrut Tenaga Nonpegawai
Gianyar (Bali Post) Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Gianyar melakukan perekrutan tenaga nonpegawai. Seleksi ini untuk mengisi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di UPTD RSU Payangan. Ada puluhan formasi jabatan yang dibutuhkan dan tertera dalam surat pengumuman seleksi tersebut, namun tidak dicantumkan berapa jumlah yang akan direkrut. Dalam surat nomor 440/0124/DIKES/2020 itu, tertera formasi tenaga medis yang dibutuhkan. Seperti tenaga dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, spesialis anak, spesialis bedah, spesialis kandungan, spesialis saraf, spesialis anastesi, spesialis radiologi, spesialis patologi klinik, perawat, perawat gigi, bidan, apoteker, kefarmasian, nutrisionis, koki, asisten koki, analis, perekam medis, penata anestesi, radiografer, cleaning service, sopir, akuntan/manajemen, IT, pemberkasan, SKM, pemulasaran jenazah, S.Kom, S.H. dan binatu. Dalam surat yang ditandatangani Kadis Kesehatan Gianyar dr. Ida Ayu Cahyani Widyawati itu juga tertera
Kesehatan TAHUN baru tidak pernah terasa lengkap tanpa terompet dan kembang api. Sayangnya, bermain kembang api juga datang dengan risiko yang tidak bisa dimungkiri, yaitu luka bakar. Setiap malam tahun baru, di UGD rumah sakit sering kali dipadati warga yang kecelakaan, salah satunya akibat luka bakar karena bermain kembang api. Luka bakar merupakan kejadian yang cukup sering terjadi. Menurut WHO, pada 2004 saja terdapat 11 juta orang yang mengalami luka bakar yang memerlukan penanganan medis. Selain itu, warga negara berkembang seperti Indonesia lebih berisiko menderita luka bakar. Bermain kembang api hanya salah satu penyebab luka bakar. Selain itu, banyak lagi kejadian yang dapat menyebabkan luka bakar di sekeliling kita. Berkegiatan di dapur sangat berisiko mengalami
jadwal seleksi tes tulis 16 Januari 2020, dengan mengambil lokasi di Balai Budaya Gianyar. Pengumuman tes tulis 18 Januari. Selanjutnya tes wawancara pada 20 Januari, sementara pengumuman kelulusan dijadwalkan pada 22 Januari. Kadis Kesehatan Gianyar, Ayu Cahyani Widyawati, Selasa (7/1) kemarin mengatakan, rekrutmen tenaga medis ini merupakan salah satu syarat yang dibutuhkan untuk terpenuhinya pelayanan. Perekrutan ini khusus di RSU Payangan yang akan dibuka dalam waktu dekat ini. “Sesuai intruksi bupati un-
tuk konsen menindaklanjuti terkait layanan kesehatan berkualitas. Sementara ada syarat yang harus dipenuhi dari kesehatan, salah satunya terkait sumber daya kesehatan,” ujarnya. Disinggung terkait jumlahnya yang tidak dicantumkan dalam surat tersebut, Ayu Cahyani Widyawati menjelaskan akan disesuaikan dengan kemampuan daerah. “Jumlah kebutuhan tenaga belum bisa disampaikan, namun perekrutan sudah mulai dilakukan. Nanti akan digabung dengan tenaga yang sudah ada,” katanya. (kmb35)
Bali Post/nik
TEMPEL - Beberapa warga mengecek pengumuman perekrutan yang tertempel di papan Kantor Dinas Kesehatan Gianyar, Selasa (7/1) kemarin.
Di hadapan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi, JPU I Putu Iskadi Kekeran dan I Made Eddy Setiawan, menghadirkan lima saksi yang merupakan panitia seksi pertandingan. Mereka adalah Dede Setiawan, I Wayan Kosim, Gustu Ngurah Swimbawa, Ida Bagus Suluh dan I Wayan Suarya. Jaksa mengatakan mereka juga dari club sepak bola Gianyar. Para saksi ini sekaligus mementahkan pertangung jawaban, khususnya soal pengeluaran uang untuk tenaga medis atau kesehatan, uang pembinaan dan top score, bantuan kepada wasit, honor pelaksana pertandingan, dan laporan lainnya. Pasalnya, para saksi kompak mengaku tidak ada diter-
junkan tenaga medis saat itu. Juga tidak ada anak gawang, dan sebagian besar tidak mengetahui ada pembinaan top score. Saksi Suarya ditanya soal top score, uang pembinaan dan soal piala. Selain itu, juga ditanya soal SK pertandingan. Namun saksi baru tahu ada SK setelah kasus ini dibidik kejaksaan. Dia tidak mengetahui ada tenaga medis. Sementara saksi Ida Bagus Suluh menambahkan, saat pertandingan tidak ada tim medis, namun disediakan masingmasing club. Juga, sambung Ida Bagus Suluh, tidak anak gawang dalam turnamen Bupati Cup. Keterangan itu juga diperkuat saksi lainnya. Perlu diketahui, untuk men-
jalankan Bupati Cup, terdakwa I Ketut Suasta mengajukan proposal ke bupati. Proposal itu ditandatangani Ketua PSSI Gianyar Pande Made Purwatha dengan bantuan dana Rp600 juta. KONI Kabupaten Gianyar yang ditandatangani I Nyoman Arjawa, selaku Ketua Umum KonI Gianyar mengajukan proposal senilai Rp2.923.200.000., yang ditunjukkan ke Bupati Gianyar. Proposal itu untuk melaksanakan program kerja Koni Gianyar. Selanjutnya Bupati memberikan dan menyetujui hibah kepada Koni sebesar Rp2,5 miliar. Selanjutnya, Arjawa dan I Wayan Sudamia selaku Asisten Administrasi Umun Sekretaris Daerah Gianyar
menandatangani perjanjian hibah tersebut. Atas dasar itu, Ketua Koni Gianyar Arjawa mengajukan surat perihal penyaluran hibah Rp2,5 miliar yang salah satunya untuk PSSI Gianyar sebesar Rp500 juta. Dana itu pun cair melalui BPD Bali Cabang Gianyar. Turnamen Bupati Cup 2016 pun berjalan. Namun laporan penggunaan dana yang dilaporkan terdakwa Ketut Suasta diduga tidak benar dan tidak sesuai dengan riil pengeluarannya. Di antaranya uang transpor, biaya garis lapangan, uang fotokopi hasil pertandingan, pengeluaran uang untuk tenaga medis atau kesehatan, uang pembinaan dan top score, bantuan kepada wasit, honor pelaksana pertandingan, dan laporan lainnya. Selisih laporan yang diduga tidak benar atau anggaran fiktif itu sebesar Rp152.450.000. (kmb37)
Masih Tahap Mediasi
Kasus Wisata ATV di Singapadu Kaler Gianyar (Bali Post) Kasus jalur wisata All Terrain Vehicle (ATV) di Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati masih ditangani Pemda Gianyar dan Polsek Sukawati. Pemerintah, dalam hal ini Kesbang Linmas Gianyar sudah beberapa kali menggelar rapat mediasi menangani persoalan ini. Selanjutnya akan digelar mediasi langsung dengan seluruh masyarakat di Desa Singapadu Kaler. Sedangkan penyidik Polsek Sukawati masih terus mendalami kasus ini. Kepala Badan Kesbang Linmas Gianyar, Dewa Gede Putra Amerta, Selasa (7/1) kemarin mengatakan pihaknya sudah melakukan mediasi antara warga Banjar Silakarang, Desa Singapadu Kaler dengan paguyuban ATV. Hasil mediasi itu akan disampaikan lagi kepada masyarakat setempat. “Pada prinsipnya para pengelola ATV dengan masyarakat sudah tidak ada masalah.
Semua keinginan masyarakat akan dipenuhi pihak ATV,“ katanya. Terkait pemilik usaha ATV yang belum memiliki izin, Kabid Penganan Konflik Kesbang Linmas, I Made Darma Darsita menjelaskan, pengajuan izin masih berproses untuk memenuhi sejumlah persyaratan. “Kan pemenuhan sejumlah persyaratan harus ada persetujuan dari bawah juga,“ jelasnya. Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sukawati, Iptu IGN Winangun, mengaku pihaknya belum ada lagi pemeriksaan terhadap warga terkait kasus jalur ATV di Desa Singapadu Kaler. “Pemeriksaan baru yang kemarin itu saja. Belum ada lagi pemeriksaan lanjutan,“ katanya. Di pihak lain, salah satu pengelola wisata ATV di Desa Singapadu Kaler, Gusti Agung Ngurah Adi Permadi, mengatakan pembangunan desa wisata membutuhkan
Bali Post/nik
WISATA ATV - Sejumlah turis ketika melakukan wisata ATV di Desa Singapadu Kaler, Selasa (7/1) kemarin. sinergi seluruh komponen masyarakat. Pihaknya beserta anggota Paguyuban ATV lainnya siap bersinergi dengan krama desa setempat, termasuk juga memberi kontribusi. Pihaknya juga terus berupaya melakukan mediasi berkaitan menjaga hubungan baik dengan lingkungan
setempat. Seperti mediasi terkait jalur ATV yang saat ini berproses di Kesbangpol Linmas Gianyar. Diharapkan dapat menghasilkan kesimpulan terbaik. “Misalnya dalam mediasi muncul perubahanperubahan. Kami berharap sinergi dengan semua pihak menghasil hal terbaik,” tandasnya. (kmb35)
Madu sebagai Obat Alternatif Luka Bakar
luka bakar. Mulai dari luka bakar berat akibat gas bocor hingga terkena minyak panas atau alat-alat masak lainnya. Saking berisikonya, salah satu penelitian menemukan 98,8 persen ibu rumah tangga pernah mengalami luka bakar dengan 73,5 persen di antaranya terjadi ketika memasak. Selain dalam kegiatan di rumah, luka bakar juga sering terjadi di tempat kerja, terutama pada pekerja di dunia industri seperti buruh pabrik. Karena seringnya kejadian luka bakar di sekitar kita, ada baiknya untuk mengetahui teknik perawatan luka bakar sederhana. Harus diketahui, tidak semua luka bakar dapat ditangani secara sederhana di rumah sendiri. Beberapa luka bakar harus segera mendapat penanganan serius oleh tenaga kesehatan profesional dan peralatan lengkap. Oleh karena itu, harus diketahui luka bakar diklasifikasikan
menjadi empat berdasarkan kedalamannya. Luka bakar derajat I adalah yang paling ringan. Dimana hanya permukaan kulit yang terbakar. Kulit yang menderita luka bakar derajat I akan terlihat berwarna merah dan terasa nyeri saat disentuh. Luka bakar derajat II, terjadi apabila kerusakan sudah mencapai lapisan dermis pada kulit. Luka bakar jenis ini yang sering terlihat menimbulkan gelembung berisi cairan yang dalam istilah medis disebut bullae. Gelembung ini dapat pecah menimbulkan luka bakar yang basah dan nyeri bila disentuh. Luka bakar derajat III dan IV merusak jaringan yang lebih dalam lagi, hingga ke otot dan jaringan ikat lain. Dengan luka bakar derajat IV sering kali disertai kehilangan jaringan akibat terbakar. Dari keempat derajat ini, penanganan mandiri dapat dilakukan untuk luka
bakar derajat I dan II yang berukuran kecil. Selebihnya merupakan ranah klinisi profesional. Salah satu penanganan luka bakar yang dapat dilakukan di rumah adalah dengan menggunakan madu. Madu adalah salah satu produk alami yang sudah diketahui manfaat kesehatannya. Madu sering kali digunakan sebagai pemanis atau dimakan sebagai suplemen nutrisi. Akan tetapi, baru-baru ini para peneliti mulai mempelajari potensi khasiat madu untuk terapi luka. Obat luar yang sering digunakan dalam terapi luka bakar adalah krim sulfadiazine, antibiotic yang mencegah infeksi pada luka bakar. Sebuah penelitian besar merangkum hasil-hasil penelitian yang membandingkan efektivitas madu dan krim sulfadiazine. Hasilnya, ditemukan bahwa luka bakar yang dirawat dengan madu lebih sering sembuh
sempurna, sembuh lebih cepat, dan lebih jarang mengalami infeksi. Khasiat madu dalam membantu penyembuhan luka bakar dikaitkan dengan aktivitas antibakterialnya. Madu dari berbagai negara, contohnya dari Australia dan India, sudah ditemukan memiliki aktivitas antibakteri. Bahkan madu dari India telah dicobakan pada bakteri yang ditemukan tumbuh pada luka bakar. Aktivitas antibakteri madu sendiri disebabkan beberapa hal. Yang pertama adalah konsentrasi gula yang sangat tinggi. Madu merupakan larutan yang terutama terdiri dari fruktosa, salah satu jenis gula, dengan konsentrasi sangat tinggi dan kandungan air rendah. Kondisi ini tidak ideal bagi pertumbuhan bakteri. Selain itu, madu juga memiliki keasaman yang tinggi. Walaupun tidak terasa asam di lidah madu
memiliki pH, tolok ukur keasaman yang sangat rendah yang berarti keasaman madu sangat tinggi. Kondisi ini juga tidak ideal bagi pertumbuhan bakteri. Komponen zat aktif antibakteri juga dapat ditemukan dalam madu. Yang paling universal adalah hidrogen peroksida atau H2O2. Peroksida dalam madu terbentuk akibat kerja enzim dari lebah madu yang mengubah gula menjadi asam dan peroksida. Peroksida dalam jumlah yang terdapat dalam madu dapat menghambat pertumbuhan bakteri tanpa merusak kulit. Beberapa komponen lain yang dapat ditemukan adalah peptida defensin-1 yang diproduksi lebah serta berbagai komponen fenol yang merupakan turunan dari nektar bunga sebagai prekursor madu. Walaupun berpotensi berkhasiat, penggunaan madu sebagai obat alternatif
tetap harus dilakukan dengan hati-hati. Obat-obatan yang disiapkan secara tradisional memiliki risiko kontaminasi, tidak terkecuali madu. Walaupun tidak ideal bagi pertumbuhan bakteri, madu dapat terkontaminasi spora bakteri. Spora ini dapat bertindak seperti benih yang inaktif pada kondisi tidak ideal pada madu, tetapi dapat tumbuh, berkembang, dan menginfeksi pada luka, termasuk luka bakar. Madu adalah bahan alam yang bersifat multifungsi. Selain lezat dan bergizi saat dimakan, madu juga berpotensi sebagai agen terapi untuk penyembuhan luka bakar. Akan tetapi, seperti bahan alam lain, pemanfaatan madu untuk terapi tetap harus mempertimbangkan keseimbangan manfaat dan risiko dengan tetap menerapkan evidence based medicine. ldr. Bella Jayaningrum
Rabu Pon, 8 Januari 2020
Kejaksaan Tegaskan Tak Boleh Rekrut Tenaga Kontrak
Semarapura (Bali Post) Pro-kontra mengenai diperbolehkan atau tidak perekrutan tenaga kontrak, akhirnya dijawab Kejari Klungkung. Melalui LO (Legal Opinion) atau pendapat hukumnya, Kejaksaan menegaskan tidak diperbolehkan lagi merekrut tenaga kontrak. Hal itu sesuai amanat PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.
Made Sulistiawati
Kabag Hukum Made Sulistiawati, Senin (6/1) lalu, mengatakan pemerintah daerah sempat melihat situasi berbeda sejak adanya larangan tersebut. Meski sudah diamanatkan sementara tidak boleh ada perekrutan tenaga kontrak. Namun, nyatanya sejumlah daerah lain masih ada yang nekat melaku-
kannya. Pemkab Klungkung pun sempat ingin mengambil keputusan sama, guna mengatasi kekurangan pegawai. Tetapi, untuk memperjelas kembali langkah itu, apakah benar boleh atau tidak, Pemkab Klungkung memilih mengajukan permintaan LO kepada Kejari Klungkung. “LO itu baru-baru ini su-
dah turun. Kejaksaan sekali lagi menegaskan tidak boleh lagi ada perekrutan tenaga kontrak,” tegas Sulistiawati saat ditemui di ruangannya. Opsi merekrut tenaga kontrak ini menjadi salah satu jalan, di tengah kebuntuan yang dihadapi pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan pegawai. Setiap tahun ASN banyak yang pensiun. Sementara kuota perekrutan CPNS yang diberikan pusat kepada Klungkung juga tidak sebanding dengan jumlah pegawai yang pensiun. Sementara, opsi perekrutan
tenaga kontrak dilarang. Situasi demikian membuat pemerintah daerah cukup kesulitan memenuhi kebutuhan pegawai di lapangan. Sulistiawati mengaku belum ada opsi lainnya, setelah LO Kejaksaan menyatakan demikian. Sebagai diketahui, berdasarkan penjelasan Pasal 96 ayat (1) PP 49/2018, tenaga honorer atau tenaga kontrak merupakan pegawai non-PNS dan non-PPPK. Berkaitan larangan instansi pemerintah merekrut tenaga kontrak sebagaimana Pasal 96 PP 49/2018, jelas mengatur Pe-
jabat Pembina Kepegawaian (PPK) dilarang mengangkat pegawai non-PNS dan/atau non-PPPK untuk mengisi jabatan ASN. Larangan sebagaimana dimaksud ayat (1) berlaku juga bagi pejabat lain di lingkungan instansi pemerintah yang melakukan pengangkatan pegawai non-PNS dan/atau non-PPPK. PPK dan pejabat lain yang mengangkat pegawai non-PNS dan/atau nonPPPK untuk mengisi jabatan ASN, dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (kmb31)
Dorong Pembangunan Desa Pemkab Siapkan RPKP Semarapura (Bali Post) Desa menjadi prioritas objek pembangunan daerah. Ini sejalan dengan konsep Nawa Cita yang dicetuskan Presiden Joko Widodo. Salah satunya membangun Indonesia dari pinggiran melalui penguatan daerah-daerah dan desa. Mengawali tahun 2020 ini, Pemkab Klungkung serius merencanakan pembangunan kawasan pedesaan. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta pun menyiapkan RPKP (Rencana Pembangunan Kawasan Pedesaan). Pemkab Klungkung melalui Baperlitbang Kabupaten Klungkung memandang perlu menyusun RPKP. Ini sejalan dengan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa, sekaligus menekan kemiskinan. Bupati Suwirta pun kemudian mempercepat Penyusunan RPKP 20202024 bersama beberapa Kepala OPD terkait, Camat Nusa Penida Komang Widiasa
Putra serta Kelompok Ahli Pembangunan Kabupaten Klungkung Ir. I Ketut Sudiarta di Ruang Rapat Bupati, Senin (6/1). Kepala Baperlitbang Klungkung, I Wayan Wasta, menjelaskan kebijakan-kebijakan dan program-program yang dijabarkan dalam dokumen tersebut, nantinya bisa dipergunakan sebagai acuan, utamanya pembangunan terpadu kawasan perdesaan. Sehingga program itu nantinya bisa dikerjakan bersamasama. Konsep seperti itu diperlukan untuk mewujudkan proses percepatan pembangunan di kawasan pedesaan. Menurutnya, rencana ini perlu segera disusun untuk mempercepat akselerasi pembangunan kawasan perdesaan. Kajian RPKP Kabupaten Klungkung yang disusun itu berpijak pada pendekatan membangun desa berbasis pariwisata. Pembangunan itu dapat diintegrasikan dengan perencanaan pembangunan desa khususnya di wilayah Kecamatan Nusa Penida.
“Pendekatan pariwisata akan mempercepat pembangunan di kawasan pedesaan,” katanya. Bupati Suwirta dalam arahannya, mengatakan pembangunan kawasan pedesaan khususnya Nusa Penida itu, memang masih menjadi program prioritas pembangunan berkelanjutan. Program itu bisa dikatakan sebagai solusi mengikis ketimpangan antara kota dengan desa maupun wilayah kepulauan dengan daratan. Realisasi pembangunan kawasan pedesaan di Nusa Penida itu, akan menjadi bukti rencana ini mampu berjalan maksimal. “Potensi kita ada. Namun masalah juga ada. Jadi semua kita tuangkan di dalam dokumen RPKP ini. Karena itu semuanya jadi jelas. Apa yang sudah dilakukan dan apa yang belum dikerjakan dari 2020 sampai 2024. Kita jadi punya panduan holistik untuk bersama-sama melangkah merealisasikan pembangunan di kawasan pedesaan,” tegasnya. (kmb31)
POHON TUMBANG - Kalak BPBD Klungkung saat terjun langsung melakukan penanganan pohon tumbang.
Gudang Hancur Ditimpa Pohon Kelapa
SINERGI PARIWISATA - Rumput laut menjadi salah satu potensi di kawasan pedesaan, yang bisa terus dibangun bersinergi dengan pariwisata.
Semarapura (Bali Post) Pohon tumbang menimpa bangunan gudang milik warga I Wayan Teken di Banjar Tulang Nyuh, Desa Tegak, Kecamatan Klungkung, Selasa (7/1) kemarin. Pohon jenis kelapa itu menerjang sebuah gudang yang sehari-hari dipakai korban membuat rak kayu. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, terjangan pohon kelapa itu mengakibatkan sebagian bangunan hancur. Kerugian diperkirakan
sekitar Rp15 juta. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada, mengatakan pihaknya terjun langsung bersama sejumlah personel untuk melakukan penanganan. Dengan menggunakan gergaji mesin, batang pohon kelapa dipotong-potong untuk memudahkan penanganan dalam membersihkan bagian pohon dari atas bangunan itu. “Gudang tempat pekerja bikin rak itu hancur setengah. Kerugian diperkirakan
Tidak hanya Sat Polair, jajaran kepolisian dari Polsek Banjarangkan, juga melakukan gerakan serupa. Mereka menyasar anakanak. Ini untuk menumbuhkan sikap peduli pada lingkungan dan memahami arti pentingnya lingkungan bersih, indah, nyaman dan sehat, kepada anak-anak usia SD. Kapolsek Banjarangkan, AKP I Ketut Suaka Purnawasa, mengatakan kecintaan pada alam tentu harus dibangun dari anakanak. Sehingga, saat dewasa mereka dapat lebih paham pentingnya menjaga keseimbangan alam itu. Pihaknya memberikan bimbingan bagaimana cara menanam pohon, merawat dan manfaatnya bagi kehidupan masyarakat. Dengan itu diharapkan warga memiliki kesadaran pentingnya reboisasi. Termasuk tidak boleh menebang pohon sembarangan. ‘’Kami berharap merekalah yang akan menjaga lingkungan dan mewujudkan tanaman alam yang seimbang,’’ tegasnya. (gik)
PENANAMAN POHON - Siswa di Kecamatan Banjarangkan saat melakukan penanaman pohon.
Rp15 juta,” kata Widiada. Selanjutnya, ia menyarankan warga sekitar untuk memangkas pohon yang dianggap membahayakan di sekitarnya. Sehingga, tidak membahayakan ketika kembali terjadi angin kencang. Selain penanganan pohon tumbang itu, Tim TRC BPBD Klungkung juga sekaligus melakukan penanganan pohon yang sudah dianggap membahayakan di desa setempat. Pohon enau dan beberapa
pohon kelapa langsung dirobohkan agar tidak membahayakan warga sekitar. Sebab, kondisinya sudah sangat rawan, lantaran sudah miring mengarah ke rumah warga. Proses penanganan dilakukan cepat. Widiada meminta warga sekitar segera melapor kepada BPBD bila menemukan dampak-dampak bencana alam di lingkungan sekitar. Sehingga penanganan juga dapat dilakukan lebih cepat. (kmb31)
Cegah Bencana Alam, Masyarakat Diajak Tanam Pohon BENCANA alam kian mengancam kehidupan masyarakat. Sejumlah dampak yang ditimbulkan telah menyadarkan masyarakat untuk kembali merawat alam. Salah satunya dengan gerakan menanam pohon. Polres Klungkung menggagas gerakan menanam pohon bersama melibatkan OPD terkait di Pemkab Klungkung, sehingga gerakan ini semakin masif dan memberi dampak positif. Di mana saja lokasi yang dimanfaatkan untuk penanaman pohon tersebut? Guna mematangkan rencana tersebut, Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana bertemu Wakil Bupati Klungkung Made Kasta di Ruang Comand Center Polres Klungkung, Selasa (7/1) kemarin. Turut hadir Kalak BPBD Klungkung Putu Widiada, Kasatpol PP dan Damkar Klungkung I Putu Suarta, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung A.A. Ngurah Kirana, Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida, serta pimpinan lembaga terkait lainnya. Rencananya, kegiatan
penanaman pohon bersama itu akan dilaksanakan Jumat, 10 Januari nanti. Menurut Kapolres, penanaman pohon itu sangat berguna untuk mengantisipasi bencana akibat musim hujan yang sedang marak di Indonesia, khususnya di wilayah Klungkung. Sehingga, ke depan kawasan Klungkung dapat terhindar dari bencana, seperti tanah longsor yang dipicu oleh hujan. Wakil Bupati Made Kasta mengaku sangat mendukung rencana ini. Pihaknya berharap agar nantinya gerakan ini dapat diikuti seluruh masyarakat. Diharapkan den-
gan kesadaran penuh, warga ikut menjaga pertiwi ini agar tidak menimbulkan bencana. Dia meminta OPD terkait menyiapkan segala sesuatunya, agar gerakan bersama penanaman pohon serentak ini dapat berjalan maksimal. Gerakan itu dipercaya dapat menggugah kesadaran masyarakat dalam upaya merawat dan menjaga alam. Di sisi lain, sejumlah satuan kepolisian juga sudah proaktif mengajak masyarakat agar peduli lingkungan. Seperti Sat Polair Polres Klungkung, setiap personelnya senantiasa mengajak masyarakat menanam pohon di kawasan pesisir. Termasuk WNA (warga negara asing). Kasat Polair Polres Klungkung, AKP I Nyoman Arnawa, mengatakan penanaman pohon ini wujud kecintaan menjaga, melestarikan dan lebih peduli terhadap ekosistem alam agar tetap seimbang. ‘’Dengan adanya pohon di sekitar kita, maka akan ada banyak manfaat. Alam yang seimbang dapat menekan adanya bencana,’’ katanya.
Rabu Pon, 8 Januari 2020
Komisi II DPRD Sidak Proyek Molor
Dewan Minta Maksimalkan Tambahan Waktu yang Diberikan
SIDAK - Komisi II DPRD Karangasem saat melakukan sidak ke proyek Pasar Amlapura Barat, Senin (6/1).
PEMBANGUNAN proyek Pasar Amlapura Barat sampai saat ini belum rampung. Padahal pembangunan sudah harus selesai per 27 Desember 2019 lalu. Atas kondisi itu, Komi si II DPRD Karangasem melakukan sidak, Senin (6/1) lalu. Dewan meminta kontraktor bisa memanfaatkan waktu yang diberikan untuk menuntaskan
pembangunan tersebut. Ketua Komisi II DPRD Karangasem, I Komang Sartika, mengatakan pihaknya tidak tahu apa yang menyebabkan pengerjaan Pasar Amlapura hingga saat ini belum juga selesai. Kata dia, kontraktor yang mengambil proyek ini seharusnya sigap. Kalau masih seperti ini, maka Karangasem akan malu lantaran tidak bisa
menggunakan anggaran tepat waktu. “Kontraktor harus bertanggung jawab atas keterlambatan ini,” jelasnya. Sartika menegaskan, pihaknya meminta para pemborong bisa memanfaatkan waktu tambahan yang diberikan. Pasalnya, waktu pengerjaan diperpanjang sampai 50 hari. Jadi, waktu ini harus benar-benar
dapat dimaksimalkan untuk menuntaskan pembangunan ini. “Kami ini, pemborong lebih serius lagi menggarap pasar ini, sehingga pengerjaan bisa selesai tepat waktu sesuai yang diberikan,” pinta Sartika. Sementara itu, pelaksana lapangan Komang Darmika mengaku, lambatnya pengerjaan proyek karena pihaknya mengalami ber-
bagai kendala. Salah satunya karena saat awal ada pembongkaran dan juga karena faktor musim dan cuaca. “Kami masih memiliki waktu sekitar 38 hari. Kami yakin, sisa waktu ini kami mampu menuntaskan proyek. Karena pengerjaan yang belum adalah pemasangan atap, lantai, instalasi, dan finishing,” jelas Darmika. (ad161)
Cek Portal Galian C
Dewan Curiga Masih Ada Kebocoran Pajak Amlapura (Bali Post) -
Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana didampingi wakilnya, I Nengah Sumardi dan I Wayan Parka, melakukan pengecekan di portal galian C di Dusun Uma Anyar, Desa Ababi, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Senin (6/1) lalu. Sidak ini dilakukan untuk mengetahui kondisi pungutan pajak. Hasil pengecekan, dewan curiga masih adanya dugaan kebocoran pajak di portal tersebut. Saat dikonfirmasi, Selasa (7/1) kemarin, Dana mengatakan, pihaknya sengaja mengecek aktivitas di portal galian C tersebut. “Sekitar pukul 11.00 Wita, kami baru menemukan ada sekitar 15 faktur pajak. Sedangkan di buku penjaga portal sudah ada sekitar 50 truk yang lewat. Bahkan, setelah mengetahui kami ada di sana, truk pengangkut galian dari utara itu justru diam, tak mau lewat. Itu yang membuat kami curiga. Ada dugaan masih ada tanda-tanda kebocoran,” katanya. Ia menjelaskan pengecekan baru dilakukan di satu titik saja. Belum lagi di portal-portal lainnya. Jika portal yang lainnya sama seperti itu, maka tingkat kebocoran pajak galian C cukup tinggi. Mengetahui kondisi itu, pihaknya meminta di-
nas terkait lebih maksimal melakukan pengawasan untuk menekan tingkat kebocoran. “Selama ini, antara kerusakan lingkungan dan jalan, tidak seimbang dengan pendapatan dari sektor galian C. Jadi, pengawas bisa lebih dioptimalkan ke depannya,” tegasnya. Lebih lanjut dikatakan, dalam waktu dekat ini, pihaknya juga bakal memanggil komisi yang membidangi untuk mencari di mana permasalahannya. Bahkan, kalau memungkinkan bisa dipasang CCTV di setiap portal. Upaya ini dilakukan agar diketahui jumlah truk yang lewat setiap harinya. “Kami berkewajiban untuk menjaga dan mengawasi uang rakyat. Karena kalau pendapatan besar, maka imbasnya juga ke masyarakat,” tegas imbuh Dana. (kmb41)
Bali Post/kmb41
SIDAK - Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana, saat melakukan sidak di portal di Dusun Uma Anyar, Desa Ababi, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Senin (6/1) lalu.
Soal Pemekaran Banjar Adat
Banjar Graha Santhi Mengaku Tunggu Keputusan Pemprov Bali
Bali Post/kmb41
AJUKAN ASPIRASI - Warga Banjar Adat Graha Santhi saat mengajukan aspirasi ke DPRD Karangasem, Selasa (7/1) kemarin.
Amlapura (Bali Post) Sejumlah warga dari Banjar Adat Graha Santhi, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, mengajukan aspirasi ke DPRD Karangasem terkait masalah pemekaran, Selasa (7/1) kemarin. Aspirasi tersebut diterima Wakil DPRD I Made Agus Kertiana dan Sekwan I Wayan Ardika. Selain mengajukan aspirasi, mereka juga menanggapi masalah penolakan pemekaran. Klian Banjar Adat Graha Santhi, I Nyoman Witama, menjelaskan proses rencana pemekaran tersebut. Pada tahun 2016 lalu, berlokasi di Balai Banjar Kubu Kangin, pihaknya bersama krama yang lain menggelar sangkepan un-
Ditumbuhi Rumput Liar
Warga Keluhkan Kondisi Lapangan Yowana Wijaya Amlapura (Bali Post) Kondisi lapangan Yowana Wijaya, Amlapura, kini menjadi sorotan warga Karangasem. Sejak musim hujan, rumput liar tumbuh setinggi lutut orang dewasa di tengah lapangan. Hal ini pun dikeluhkan warga lantaran tidak ada penanganan lebih lanjut dari instansi terkait. Tingginya rumput liar tersebut kerap dimanfaatkan para petani untuk menyabit rumputnya dan kemudian digunakan pakan ternak. Salah seorang warga, Nengah Sudiarta, Selasa (7/1) kemarin mengatakan, rumput mulai tumbuh pascaturun hujan. Bahkan kini ketinggiannya mencapai lutut orang dewasa. Kondisi itu membuat warga tidak bisa mempergunakan
lapangan tersebut karena sudah tumbuh tinggi. “Ini salah satu lapangan yang paling bagus dan sering dipergunakan warga, khususnya pecinta olahraga,” katanya. Sudiarta menjelaskan, beberapa hari sebelumnya sempat ada petugas melakukan pemotongan. Hanya saja, pemotongan itu dilakukan depan gawang. “Petugas pemotong rumput kemungkinan dari Disdikpora. Karena masalah perawatan lapangan ranahnya ada di Disdikpora. Saya selaku warga, berharap pihak terkait menindaklanjuti hal ini,” harapnya. Hal yang sama juga dilontarkan warga lain, Setiawan. Dirinya sangat menyayangkan kondisi rumput lapangan sepak bola dibiarkan tumbuh sam-
pai tinggi seperti itu. “Saking panjangnya, saya sering lihat petani menyabit rumputnya. Coba bayangkan, petani sampai menyabit pasti rumputnya panjang,” ungkapnya. Sementara itu, Kabid Kepemudaan dan Olahraga Disdikpora Karangasem, Putu Susila, mengakui pihaknya memang sempat menerjunkan petugas untuk melakukan pemotongan rumput di lapangan tersebut. Saat itu pisau pemotong rumput mengalami kendala dan akhirnya pemotongan dihentikan. Dan hari ini (kemarin-red), pihaknya sudah memerintahkan petugas untuk kembali memotong rumput tersebut. “Tetapi lagi-lagi pisau rumput bermasalah,” terangnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
RUMPUT LIAR - Rumput liar di Lapangan Yowana Wijaya terlihat sudah tinggi. Warga mengeluhkan hal ini karena lapangan tidak dapat dipergunakan untuk aktivitas olahraga.
tuk meminta pendapat warga terkait rencana pemekaran ini. Saat itu, banyak warga yang memberikan masukan dan nantinya rencana ini diangkat kembali dalam pasangkepan krama Banjar Adat Kubu agar dapat ditindaklanjuti. “Saat pertemuan sedang berlangsung, datanglah Klian Banjar Adat Kubu (I Gede Suka Wirya-red). Kala itu, kami langsung menyampaikan wacana pemekaran ini. Beliau langsung menerima aspirasi krama dan akan mengagendakan wacana pemekaran dalam pasangkepan. Saat itu, beliau juga bilang rencana pengunduran dirinya menjadi Klian Banjar Adat Kubu karena menyandang status duda lantaran istrinya
meninggal dunia,” ujarnya. Selanjutnya pada tahun 2018 lalu, tim 11 mengundang dan mengadakan pertemuan dengan seluruh panglingsir dari 14 dadia serta Jro Mangku Banjar Adat Kubu. Dalam pertemuan itu, disepakati untuk mengambil keputusan dengan cara voting terkait pemekaran banjar adat ini. “Hasil voting saat itu, 9 dadia setuju. 3 dadia menolak dan 2 dadia tak hadir. Dengan demikian diambil keputusan pemekaran. Kami ada 4 tempek. Yang mau pemekaran adalah tempek 3 dan 4,” jelasnya. Soal disebut-sebut memalsukan dokumen, Witama membantah keras hal itu. Menurutnya, apa yang dilakukan
dalam proses pemekaran sudah sesuai dengan mekanisme yang ada. Semuanya telah memenuhi legalitas. Bahkan pihaknya sudah melakukan kegiatan majaya-jaya yang dihadiri kedua belah pihak dari prajuru desa adat. “Kami sangat keberatan bila kami dituding memalsukan dokumen. Kalau memalsukan dokumen, mohon tunjukkan di mana kami melakukan pemalsuan itu. Kami siap menunjukkan bukti-bukti semuanya,” tegas Witama sembari mengatakan kalau Banjar Adat Graha Santhi sudah tercatat registrasi banjar di Disbud Karangasem. Lebih lanjut dikatakan, untuk saat ini dirinya masih menunggu keputusan
dari Provinsi Bali terkait persetujuan pemekaran ini. Kendati, nantinya pemekaran tidak disetujui, pihaknya tidak mempermasalahkan hal itu. Pihaknya mengaku siap kembali bergabung dengan Banjar Kubu Induk. “Sekarang kami sifatnya menunggu keputusan dari provinsi. Apapun keputusannya nanti, kami siap menerimanya. Misalkan, nantinya pemekaran tak disetujui, kami akan terima. Asalkan semua keputusan sudah mengikuti aturan dan mekanisme yang ada. Kami siap kembali ke Banjar Kubu Induk. Karena, kami sebagai warga tak ingin ribut sesama warga,” tegas Witama. (kmb41)
Rabu Pon, 8 Januari 2020
Bawa SS di Saku Celana Satpam Hotel Ditangkap Bangli (Bali Post) Satuan Reserse Narkoba Polres Bangli menangkap M Andre Farhad (30), pria asal Paal Merah, Kota Jambi. Satpam salah satu hotel di wilayah Kuta itu diamankan di Jalan Merdeka, Banjar Petak, Bebalang lantaran kedapatan membawa narkotika jenis SS di saku celananya. Kepada petugas, pelaku mengaku sudah tiga bulan menggunakan SS dengan alasan agar kuat begadang. Kasat Resnarkoba Polres Bangli AKP I Gede Sudiarna Putra, didampingi Kasubag Hmas Polres Bangli AKP Sulhadi, Selasa (7/1) menerangkan, pelaku ditangkap Jumat (3/1) sekitar pukul 23.20 Wita. Penangkapan berawal saat petugas melakukan penyanggongan di seputaran Jalan Merdeka. Penyisiran itu dilakukan karena berdasarkan informasi masyarakat di sana sering menjadi tempat transaksi narkoba. Saat itu, petugas
menemukan pelaku, Andre. Dan ketika digeledah, petugas mendapati satu buah plastik klip bening dibalut lakban. Plastik klip bening itu disimpan di dalam sebuah kulit rokok. Ternyata, di dalam plastik klip bening itu berisi SS seberat 0,16 gram netto. SS itu ditemukan pada saku celana pendek pelaku. “Pelaku dan barang bukti langsung kami amankan,” terangnya. Berdasarkan interogasi, pelaku mengaku mendapatkan barang terlarang itu di sebuah gang yang ada di lokasi. Barang itu dibelinya seharga Rp400 ribu dari seseorang berinisial B yang kini tengah mendekam di Lapas Kerobokan. “Pelaku mengambil barang itu dengan sistem tempel atas suruhan seseorang berinisal B,” jelasnya. Pengakuan pelaku, paket SS yang dibelinya itu rencananya dipakai sendiri. Pria yang kini sedang punya
istri hamil delapan bulan itu mengaku sudah menjadi pemakai sejak tiga bulan lalu. “Pengakuannya, dia membeli SS seminggu sekali. Kadangkadang digunakan bersama temannya. Namun kadang SS itu dinikmati di rumahnya,” kata AKP Sudiarna. Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya 12 Tahun. Sedangkan denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar. Tersangka melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jenis sabu dengan ancaman hukuman 4 tahun. “Kami imbau kepada masyarakat luas yang saat ini masih menggunakan narkotika, agar segera berhenti. Karena tidak ada gunanya. Selain mengganggu kesehatan, juga berhadapan dengan hukum,” imbuhnya mengingatkan. (kmb40)
TUTUP WAJAH - Pelaku menutup wajahnya saat dihadirkan di Mapolres Bangli, Selasa (7/1) kemarin.
Minta Uang Tip Secara Paksa
Oknum Pemandu Wisata di Kintamani Diamankan Bangli (Bali Post) Polres Bangli mengamankan seorang oknum pemandu wisata di Kintamani berinisial IJK (54) asal Banjar Tabu Desa Songan A, Kintamani. Dia diamankan setelah adanya berita viral di media sosial soal dugaan pemerasan terhadap pemandu wisata dari luar Bangli.
Bali Post/kmb40
PEMERASAN - Polisi saat meminta keterangan terhadap IJK, oknum pemandu wisata di Kintamani yang viral di media sosial karena diduga melakukan pemerasan terhadap pemandu wisata luar Bangli.
Dana Masuk ke Kas Pemkab Rp7,9 Miliar
Peruntukan Pajak Penerangan Jalan Dipertanyakan Bangli (Bali Post) – Keberadaan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Bangli kerap dikeluhkan masyarakat. Masalahnya lampu PJU yang terpasang di pinggiran jalan itu banyak yang tidak berfungsi sehingga menyebabkan jalanan menjadi gelap pada malam hari. Bahkan di beberapa wilayah, masih ada jalan yang belum dipasangi lampu PJU. Warga pun mempertanyakan peruntukan pajak penerangan jalan yang selama ini dibayarkan melalui PLN. Anggota DPRD Bangli, Made Sudiasa, Selasa (7/1) kemarin tak menampik bahwa selama ini cukup banyak warga yang mempertanyakan peruntukan pajak penerangan jalan. Menurutnya, pertanyaan warga cukup beralasan. Sebab logikanya pajak penerangan jalan yang dipungut dari warga yang menjadi konsumen listrik, mestinya dipakai pemerintah untuk kebutuhan fasilitas penerangan jalan. Sepengetahuannya selama ini pajak penerangan jalan yang masuk sebagai pendapatan daerah itu nilainya di atas Rp5 miliar. Namun di sisi lain, cukup banyak lampu penerangan jalan yang mati. Bahkan belum terpasangi lampu. Sudiasa pun berharap, pendapatan yang bersumber dari pajak penerangan jalan itu bisa dipakai lebih banyak untuk penerangan jalan. Sehingga wilayah Bangli bisa benar-benar aman dan jalanan di Bangli tidak gelapgelapan. Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli, Ketut Riang, dikonfirmasi mengenai hal itu menjelaskan bahwa pajak penerangan jalan adalah pajak yang dikenakan kepada konsumen yang menikmati listrik. Konsumen dikenakan pajak setiap membayar listrik. Selama ini pajak penerangan jalan yang dibayarkan warga itu masuk ke Pemda melalui PLN. Terkait peruntukannya, Riang mengatakan tidak ada aturan yang mewajibkan pemerintah daerah harus menggunakan sepenuhnya pendapatan dari pajak penerangan jalan untuk kebutuhan fasilitas penerangan jalan. Namun pemerintah punya kewajiban memberikan fasilitas penerangan jalan kepada masyarakat. Di tahun 2019, kata Riang, pajak penerangan jalan yang diterima Pemkab Bangli itu dari masyarakat mencapai Rp7,9 miliar. Nilai itu melampaui target Rp6,8 miliar. Di tahun 2020 ini, pendapatan dari pajak penerangan jalan ditarget Rp7,6 miliar. Pihaknya mengaku tidak tahu pasti seberapa besar pendapatan dari pajak penerangan jalan yang dimanfaatkan untuk fasilitas penerangan jalan. Sebab pembayaran tagihan listrik untuk PJU termasuk pemeliharaanya selama ini ditangani Dinas Perhubungan. (kmb40)
Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, Selasa (7/1) kemarin mengatakan, IJK diamankan Satreskrim Polres Bangli dan tim Opsnal Polsek Kintamani siang kemarin. Dia diamankan setelah munculnya berita di media sosial tentang adanya seseorang yang meminta paksa uang fee (uang tip). Bahkan mengancam mencegat di jalan pemandu wisata yang datang dari luar B angli, ke wilayah objek wisata Toya Devasya dan Natural Hot Spring. Berita itu diposting akun Facebook Nanoex Bali. “Terkait berita viral itu, Sat Reskrim Polres Bangli dan Polsek Kintamani segera
melakukan penyelidikan di sekitar TKP. Kemudian berhasil mengamankan seseorang yang diduga sebagai pelaku pemerasan seperti diberitakan di media sosial facebook itu,” kata Sulhadi. Dari hasil pemeriksaan terhadap IJK didapat keterangan bahwa pada Senin (6/1), yang bersangkutan sedang berjaga di kantor HPKC (Himpunan Pemandu Wisata Kawasan Caldera). Dia melihat ada seseorang pemandu wisata lokal yang sedang membonceng tamu asing mengarah ke objek wisata Toya Devasya dan diikuti dua orang tamu asing yang berboncengan menggunakan sepeda mo-
tor. Selanjutnya, IJK mengikuti pemandu wisata dan orang asing itu sampai di areal Toya Devasya. Setelah sampai di sana, yang bersangkutan ingin mendampingi dua orang tamu asing itu. Namun, dilarang pemandu wisata yang mengajak satu tamu asing lainnya. Sudah disampaikan ketiga tamu asing itu merupakan tamu pemandu wisata asal Ubud. Lantaran ia merasa jadi pemandu wisata di daerah kaldera, IJK kemudian meminta fee (tip) kepada pemandu wisata asal Ubud itu. Sempat terjadi selisih paham ketika itu. Ketiga tamu asing itu
Bangli (Bali Post) Sebanyak 15 pejabat eselon IIb hasil lelang jabatan di lingkungan Pemkab Bangli dilantik, Selasa (7/1) kemarin. Acara pelantikan dilaksanakan SMPN Satap 3 Kintamani di Banjar Peradi A, Desa Songan A, Kintamani. Selain pejabat eselon IIb, dalam pelantikan itu Bupati juga melantik sejumlah pejabat eselon III dan IV. Berdasarkan data yang dihimpun, 15 pejabat eselon II yang dilantik kemarin yakni Komang Pariarta, Sekdis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, yang kini dipercaya menduduki jabatan sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik. Ari Pulasari, Kepala Bagian
Pengadaan Barang dan Jasa, dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan. Ni Luh Ketut Wardani, Kabag Ekonomi, kini menempati jabatan baru Kadis Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. I Wayan Gunawan, Sekdisperindag, dilantik jadi Kadisperindag. I Wayan Sarma, Sekdis PKP, dilantik sebagai Kadis PKP. Wayan Karmawan yang sebelumnya Sekdis Sosial dilantik sebagai Kadisos. I Gede Redita, Kabid Program Dinas Perhubungan Denpasar, dilantik sebagai Kadishub. I Wayan Swastika, Kabag Pembangunan, dilantik jadi Kadis PUPRPerkim. I Wayan Jimat, Sekdis Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak, dilantik jadi Kadis yang sama. I Wayan Dirgayusa, Camat Kintamani, dilantik sebagai Kadiskominfosan. I Wayan Sugiarta, Kabag Pemerintahan, dilantik jadi Kadis Perpustakaan dan Kearsipan. I Made Kirmanjaya, Sekdisparbud, dilantik jadi Kepala DPMPTSP. I Putu Ganda Wijaya, Sekdis Bapeda Litbang, dilantik jadi Kepala Bapeddalitbang. Dewa Agung Suryadarma, Sekdispol PP dan Damkar, dilantik sebagai Kadspol PP dan Damkar. I Nyoman Arsana, Wadir Pelayanan RSU, dilantik sebagai Direktur RSU. Beberapa pejabat eselon III yang digeser I Wayan Bona, Kabid Destinasi Pariwisata,
Seusai surat KASN, Bupati Made Gianyar direkomendasikan agar tidak memilih I Nyoman Sedana untuk men-
empati jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli akibat terbentur umur. Sesuai ke-
IJK. “Pengakuan sementara IJK, dia tidak ada melakukan pemaksaan terhadap ketiga tamu asing itu maupun kepada pemandu wisata yang mengaku berasal dari Ubud. Akan tetapi IJK mengakui dirinya memang meminta fee kepada pemandu itu,” kata Sulhadi. Setelah mengamankan oknum pemandu wisata itu, Polres Bangli saat ini masih melakukan pendalaman terhadap kasus yang viral di media sosial itu. Polisi meminta klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait. “Apakah ada unsur pidananya, nanti kita beber setelah Polres Bangli selesai melakukan proses penyelidikan. Apabila nantinya ditemukan unsur pidana, pasti kita proses. Perbuatan itu tidak baik untuk Pariwisata Bali khususnya di Bangli,” tegas Sulhadi. (kmb40)
kini dapat jabatan baru Camat Kintamani. I Nyoman Sedana, Sekdispora, sebagai Camat Susut. Ida Bagus Suandi, Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga, dilantik sebagai Camat Tembuku. AA Bintang Ari Sutari, Camat Susut, dapat jabatan sebagai Kabag
Tapem. Putu Mahaedi, Kepala Bidang Pengembangan Karier BKDPSDM, dilantik sebagai Pj. Kepala Bagian Protokol, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik. Informasi hingga pukul 19.45, acara pelantikan pejabat di balik bukit itu masih berlangsung. (kmb40)
15 Pejabat Eselon IIb Dilantik
MELANTIK - Bupati Bangli I Made Gianyar saat melantik pejabat baru, Selasa (7/1) kemarin.
Dua Peserta Lelang Jabatan Tak Dapat Rekomendasi KASN DUA dari 45 nama peserta lelang jabatan yang diusulkan Bupati Bangli ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), tidak mendapat rekomendasi untuk dipilih menjadi pejabat eselon IIb. Dua nama itu, yakni Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli Nyoman Sedana dan I Nengah Wikrama, guru SMPN 1 Susut. Keduanya tidak mendapat rekomendasi KASN meski masingmasing menempati peringkat satu dan dua sebagai Calon Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli. Apa alasan substantif, sehingga keduanya tidak mendapatkan rekomendasi dari KASN?
kemudian tidak jadi masuk ke kawasan Toya Devasya. Selanjutnya memilih beralih ke Natural Hot Spring. Melihat rombongan tamu asing itu berangkat menuju Natural Hot Spring, IJK lantas mengikutinya dari belakang. Maksudnya, agar dapat fee dari rombongan tamu asing tersebut. “Setelah melihat rombongan tamu tersebut membeli tiket dan masuk ke areal Natural Hot Spring. IJK meminta fee kepada pemandu wisata yang mengaku berasal dari Ubud tersebut. Akhirnya pemandu wisata itu memberikan fee sebesar Rp 100 ribu,” terangnya. Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, IJK kemudian meninggalkan lokasi dan menuju tempat mangkalnya di kantor HPKC. Saat diamankan polisi, uang fee yang dibawa masih disimpan
tentuan pasal 107 huruf c Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS disebutkan persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan tinggi pratama (JPT) itu, paling tinggi usianya 56 tahun dan 0 hari. ‘’Pada saat awal seleksi yang bersangkutan usianya belum 56, sehingga saat itu kami tidak bisa tidak membolehkannya ikut seleksi. Kemudian setelah seleksi berakhir, yang bersangkutan usianya sudah 56 lewat 7 hari. Sehingga tidak bisa dipilih. Satu hari pun lewat tidak bisa,’’ terangnya.
Dalam surat itu, KASN juga merekomendasikan Bupati agar tidak memilih I Nengah Wikrama berkaitan dengan pengalaman jabatan yang bersangkutan tidak relevan/tidak terkait (tidak satu klasifikasi jabatan) dengan jabatan yang dilamar. KASN juga merekomendasikan agar memperhatikan surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor SE/15/M. PAN/4/2004 tentang Larangan Pengalihan PNS Jabatan Guru ke Jabatan Non-Guru. ‘’Jadi disampaikan Dinas Perpustakaan tidak menjadi satu rumpun dengan Disdik.
Sedangkan yang bersangkutan kan dari Disdik. Sehingga tidak bisa diangkat. Kalau melamarnya ke Disdik baru bisa diangkat. Sehingga itulah dasarnya mereka tidak dapat rekomendasi. Bukan karena yang bersangkutan berasal dari fungsional,’’ jelasnya. Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Sedana diwawancara terpisah mengaku sangat kecewa dengan proses lelang jabatan eselon IIb yang telah berjalan itu. Dirinya merasa hanya dijadikan pelengkap peserta dalam proses lelang jabatan kali ini.(ina)
Rabu Pon, 8 Januari 2020
Buang Sampah Sembarangan Dua Warga Diamankan Satpol PP
KIS Aktif Februari 2020 Singaraja (Bali Post) Sempat dicabut sebagai pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS), warga miskin di Buleleng sekarang kembali didaftarkan sebagai pemegang KIS dengan tanggungan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Daerah. Namun, warga belum bisa menggunakan KIS untuk berobat ke rumah sakit. Pasalnya, kartu baru akan kembali aktif mulai Februari 2020 mendatang. Selain itu, kepastian kartu aktif tergantung hasil perubahan (addendum) antara pemerintah daerah dengan Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Singaraja. Hal itu diungkapkan Kepala BPJS Singaraja, Elly Widiani, saat dihubungi Selasa (7/1) kemarin. Widiani mengatakan, saat ini pihaknya masih membahas perjanjian kerja sama dengan pemerintah daerah. Pembahasan kerja sama ini mengakibatkan KIS yang sebelumnya dinonaktifkan, baru aktif Februari 2020 mendatang. Perjanjian kerja sama bisa dilaksanakan sesuai skema yang diinginkan pemerintah daerah. Dia mencontohkan, pemerintah daerah bisa menggunakan skema kepesertaan yang menyesuaikan ketersediaan anggaran. Selain itu, bisa juga menggunakan skema waktu yang menyesuaikan dengan anggaran. Terkait kemungkinan ada warga miskin jatuh sakit dalam bulan ini, pihaknya menyarankan warga bersangkutan didaftarkan oleh pemerintah daerah sebagai peserta melalui jalur mandiri. Ini sifatnya sementara menunggu kartu aktif bulan depan. Setelah perjanjian diubah, maka otomatis data-data kepesertaan dapat dialihkan menjadi peserta yang ditanggung PBI Daerah. Di sisi lain pemerintah daerah sekarang terus memutar otak untuk menyisir sumber-sumber anggaran untuk menutup kekurangan PBI di tahun ini. Setelah anggaran yang diplot dalam APBD Tahun 2020 sebesar Rp97 miliar mampu meng-cover pembayaran PBI untuk 7 bulan. Itu artinya pemerintah daerah memerlukan anggaran Rp62,89 miliar, sehingga 12 bulan PBI dapat dilunasi. Kekurangan anggaran itu rencananya dibagi dua antara Pemkab Buleleng dengan Pemprov Bali. Pemkab Buleleng harus menyediakan anggaran Rp30,81 miliar, sedangkan Rp32,07 miliar dialokasikan lewat APBD Bali. Upaya penyisiran anggaran ini selain dari pengalihan anggaran program yang bisa ditunda, sekarang muncul usulan rasionalisasi alokasi dana hibah bantuan sosial (bansos). Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, mengatakan, wacana itu akan dibahas lebih lanjut dalam pembahasan APBD Perubahan 2020. Pada intinya, kalau pemanfaatan hibah bansos menjawab kepentingan yang lebih besar, seperti pemenuhan hak dasar (Kesehatan dan Pendidikan), maka pihaknya mendorong wacana tersebut. “Belum ada pembicaraan serius soal itu, prinsip kami sepanjang itu untuk kepentingan yang lebih besar, kenapa tidak, dan ini akan dibahas lagi nanti di perubahan,” tegasnya. (kmb38)
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Bali Post/ist
SAMPAH - Satpol PP menangkap dua warga yang terbukti membuang sampah sembarangan di kawasan Pasar Anyar Singaraja, Senin (6/1) malam.
Singaraja (Bali Post) -
Puluhan warga Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak mengikuti mediasi terkait pemanfaatan tanah milik Pemprov Bali di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak. Mediasi ini dilakukan karena warga tidak mengajukan permohonan sewa tanah. Warga juga menolak kalau digusur. Mediasi digelar di ruang rapat kantor Satpol PP Buleleng, Selasa (7/1) kemarin. Hadir dalam mediasi itu Kasatpol PP Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi didampingi Kasatpol PP Buleleng Putu Dana, Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. M Windra Listrianto, Camat Gerokgak Made Juartawan, dan Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana. Warga yang diwakili H. Mulyadi Putra yang juga anggota DPRD Buleleng mengatakan, alasan warga menolak menyewa tanah tersebut karena telah turun-temurun menempati tanah seluas 1,4 hektar itu. Selain sebagai rumah tinggal, tanah tersebut ditanami tanaman hortikultura sebagai sumber penghasilan utama warga. Selain tidak setuju menyewa tanah tersebut, warga juga
Cr 3PRT/bs msk,3Tk.Kbn,1Sopir 2Satp.Hub .Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II/21X Krbkn.082147463111
Dcr Tng Srabutan Min SMP U/Ptg &angkat Brg/Besi Upah Borongan Tk.Musi 7X,233123/081558696296
B.BP.154.01.20.0000089
B.BP.001.01.20.0000142
Dcr Krywti u/Laundry Gj .1,8jt bs Tdr Dlm Hub.087861070289 B.BP.001.01.20.0000158
Dcr Marketing Bhn.Bangunan,Min SLTA ada Kendaraan.Fas:Gj Pkok Uang Bensin,Kms,Hub.CV.Adrian Pratama Jl.Gn.Agung 144B Dps B.BP.001.01.20.0000152
LOKER
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
Dcr tenaga Admin,di CV.Dwi Boga Utama Jln.Buana Raya 89 Tlp.0361-486149, 4717531 B.BP.001.01.20.0000120
Dicari sopir Srabutan max 35th Hub.Jl.Gurita 1 No.20C Sesetan WA:085100009398
menolak kalau digusur. Kalau keputusan ini dijalankan dipastikan timbul masalah sosial dan ekonomi bagi warga. Untuk itu, dia meminta waktu melakukan perundingan satu bulan ke depan. “Di sana ada 300 jiwa dan secara turuntemurun sudah tinggal di situ. Kami tidak setuju kalau menyewa dan kalau digusur ke mana ratusan orang ini tinggal. Belum lagi ada siswa dan anak kecil,” katanya. Di sisi lain, Mulyadi Putra menyebut warga ini memiliki hak untuk mengajukan peralihan hak atas tanah tersebut. Usulan yang pernah diajukan itu belum disetujui oleh pemerintah hingga sekarang. Dirinya menilai ada kesan kurang adil, sebab Pemprov memiliki tanah dengan luas ratusan hektar yang seharusnya dimanfatkan
Dcr Tng 2wnt+3laki serabutan min SMA,UD Kabik,081999415788 B.BP.001.01.20.0000126
Sopir Serabutan, Adm Penagihan marketing,Tkg Las:085103167222 B.BP.001.12.19.0000667
Sekolah Prhotelan&Kapal Pesiar IHM, now hiring staf/Admin, Secretary, Accounting,Marketing Instructor,OffBoy,Rq:M/F fresh Grad,S1S2 good appearance,spk English max.25yr.Pls bring CV : Jl.Ambarawati,Mas Ubud, Email: ndiana249@yahoo.com, Phone: 081236332239
B.BP.001.01.20.0000017
SERVICE
B.BP.001.01.20.0000097
Free
n
Desig
Money Back Guarantee
SERVICE
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
tersebut. “Di lokasi itu dilarang membuang sampah dan sudah ada spanduk larangan, namun hasil pengintaian kami masih ditemukan warga buang sampah di sana dan kami lakukan OTT. Ada dua warga diamankan karena buang sampah sembarangan,” katanya. Menurut Juni Wardana, kedua warga itu telah dibuatkan BAP oleh PPNS. Keduanya melanggar Perda No. 1 Tahun 2013 yang telah diubah dengan Perda No. 6 Tahun 2018 tentang Pengolahan Sampah. Rencananya, keduanya akan diajukan dalam sidang tipiring di PN Singaraja, Rabu (8/1) hari ini. (km38)
Warga Desa Sumberkima Tolak Sistem Sewa
B.BP.004.01.20.0000124
B.BP.001.01.20.0000163
buang sampah di Jalan Diponegoro, tepatnya di pintu barat areal Pasar Anyar. Dia membuang sampah sekitar pukul 22.15 Wita. Kasatpol PP Putu Dana didampingi Kabid Penegakan Perda dan Perundang-undangan Daerah Komang Juni Wardana mengatakan, kawasan Pasar Anyar adalah salah satu lokasi yang sering dijadikan tempat warga membuang sampah. Sebelum melancarkan OTT, pihaknya melakukan pemantauan. Hasilnya, pada malam hari, di kawasan itu ditemukan warga membuang sampah. Untuk memberi efek jera, pihaknya melancarkan OTT di kawasan
Pemanfaatan Aset Pemprov Bali
BU:1 org Sipil Bangunan u/Dps &1 Admin wanita u/ktr cab.Sgrj hub.0361 412412 / email: wiramitrautama17@gmail.com
Cr Admin Wnt Bs Kompt,Acct&Spr Lam:LMA Dist Agro.087754434981
Singarja (Bali Post) Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng kembali melancarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) penerapan Perda pengelolaan persampahan. Dalam operasi tersebut, Satpol PP mengamankan dua warga yang membuang sampah sembarangan. Seorang warga, ABD Azis (25), alamat Jalan Pulau Balitung, Singaraja diciduk saat membuang sampah di sebelah selatan pintu masuk Pasar Anyar Singaraja, Senin (6/1) sekitar pukul 22.45 Wita. Selain itu, Sumiatun (38), warga Kelurahan Kampung Kajanan juga ditemukan mem-
RUPA-RUPA
dengan optimal. Faktanya tanah yang luasnya hanya 1,4 hektar dan ditempati 300 jiwa harus disasar. Kasatpol PP Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi, mengatakan pihaknya ditugaskan untuk melaksanakan amanat Perda No. 13 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Sesuai regulasi itu, pemprov mengelola aset dengan cara sewa, kerja sama dan bagi hasil. Sebelum menerapkan perda ini, pemprov meminta warga yang menempati tanah itu mengikuti regulasi yang ada. Hingga sekarang belum ada warga yang mengajukan permohonan sewa. Pemprov sudah melayangkan dua kali surat peringatan dan ketiga kali disampaikan kemarin. Kalau peringatan ketiga tidak diin-
Dicari Sopir/Kernet Hubungi : 081337655559 B.BP.001.01.20.0000143
DIJUAL MOBIL MITSUBISHI
Mitsubishi Pickup Box L300 KM 25 ribu Jarang Pakai. Hub: 0816571860 Atau 081367587116 B.BP.001.01.20.0000150
dahkan, maka upaya terakhir adalah pengosongan. Sebelum upaya itu ditempuh, secara pribadi Dharmadi memberi kesempatan warga berunding kembali selama satu bulan sesuai permintaan warga. Pihaknya akan melaporkan hasil mediasi ini kepada Gubernur dan apa pun keputusannya nanti, warga harus siap menerima.
Bali Post/kmb38
MEDIASI - Puluhan warga Desa Sumberkima mengikuti mediasi terkait pengelolaan aset Pemprov Bali dengan sistem sewa, Selasa (7/1) kemarin.
PROPERTY DIJUAL TANAH
BU.Tnh 1,5Are hrg.325 nego,Lok Pering Gyr,Hub.081 339 506 814 B.BP.001.01.20.0000153
Tnh 200m2 Jl.Turi Gg.Beji Kesiman 375jt/A Nego 087861524618 B.BP.001.01.20.0000165
Tnh 1,20A Jl.Mukuh Mertasari dpn Citraland Cargo, 085102714858
DIJUAL RUMAH
BUC Djl Rmh Pering River View Jl.IB Mantra 2KT,Ktm,Dpr,KM, LT.214M2 Hub:081239731122 B.BP.001.01.20.0000145
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.01.20.0000075
Jasa Dana Bank/Swasta,jaminan SHMDps,gadaiMbl,083147739576 B.BP.004.01.20.0000157
KEHILANGAN
BIRO JASA
HlgBPKB No.4724019-FDK517KP An.IMade Latra Al.Bjr Celuk Ds Sukawati Kec.Sukawati Gianyar
Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant,Toko NPWP,SIUP. HP:081.338.344.155
Hlg SHM No.HM 04318 Ls 300M2 An.Gst Ngr Raka Sandat V/1 Dps
B.BP.001.01.20.0000105
B.BP.001.01.20.0000146
B.BP.001.01.20.0000162
PROPERTY
Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Barang Milik Daerah, BPKAD Bali, Ketut Nayaka, mengatakan sesuai perda pemprov menyewakan tanah dengan tarif Rp3.000 per meter persegi. Selain itu, ada sistem kerja sama bagi hasil dan kontrak. Jika warga tidak mengikuti perda, maka tanah itu harus dikosongkan. (kmb38)
B.BP.009.01.20.0000151
Rabu Pon, 8 Januari 2020
Bupati Artha Jenguk Warga Pengidap Kelainan Tempurung Kepala BALITA Ni Kadek Dwi Anggraini (1,5) sejak baru lahir mengalami kelainan pada tempurung kepala/tengkoraknya. Kondisi ini membuat putri kedua pasangan Gede Parma dan Cening Arponi dari Lingkungan Pancardawa Kelurahan Pendem Kecamatan Jembrana ini harus menderita. Prihatin dengan kondisi Ni Kadek Dwi Anggraini, Bupati Artha bersama sejumlah Kepala OPD, Selasa (7/1) kemarin mengunjungi Ni Kadek Dwi Anggraini dan BERI PERHATIAN – Bupati Artha menjenguk seorang balita di Lingkungan Pancardawa yang mengalami kelainan tempurung kepala.
Komisi II Bahas Nasib Perusda Negara (Bali Post) Kondisi Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Jembrana saat ini yang mati suri menjadi perhatian DPRD Jembrana. Komisi II DPRD Jembrana, Selasa (7/12) kemarin secara khusus menggelar rapat kerja dengan OPD terkait dan Asisten II Setda Jembrana terkait persoalan perusahaan daerah itu. Ketua Komisi II DPRD Jembrana I Ketut Suastika seusai rapat kerja mengatakan, Perusda diharapkan tetap dipertahankan dengan beberapa solusi. Apakah nantinya dengan I Ketut Suastika mengganti ataukah memperbaiki yang sudah ada saat ini. Dan yang paling ekstrem adalah mengganti Peraturan Daerah (Perda) tentang Perusda. Untuk pilihan yang disebut terakhir ini, menurutnya, sudah disiapkan untuk membuat perda mengganti badan perusda. Namun, dari informasi eksekutif bahwa akan ada upaya audit independen terkait Perusda. Karenanya, sebelum mengambil keputusan untuk keberlangsungan Perusda, Dewan juga akan menunggu hasil audit yang rencananya digelar pada bulan Februari ini. Sejatinya kondisi Perusda Jembrana sudah sulit dinegosiasikan. Sebab, sudah beberapa kali diberikan kesempatan untuk menanggulangi permasalahan, belum dilakukan. Misalnya, Dewan meminta pembukuan administrasi dan keuangan, namun hingga sekarang tidak ada. ‘’Kalau memang nantinya hasil audit harus mengganti Perusda, ya… kita ikuti,’’ terang Suastika. Bisa juga nantinya, Peruada dijadikan satu dengan BPR Jembrana. Tetapi, sampai saat ini BPR belum terealisasi. Salah satu kendalanya adalah perekrutan direksi dan komisaris. Selain terkait perekrutan, juga ada beberapa persyaratan pendirian BPR yang harus dipikirkan bersama Dewan. Bilamana tidak ada pilihan lain maka perda terkait BPR ini akan dikaji ulang dan mengarah pada penghapusan. Dengan alasan sudah tidak relevan. Rapat ini, menurutnya, akan dilanjutkan lagi setelah dilakukan audit di Perusda. Seperti diketahui, terpuruknya Perusda Jembrana setelah sejumlah unit retribusi diambil alih OPD terkait. Seperti retribusi parkir dan retribusi pasar. Padahal unit usaha itu paling dominan menyumbang uang di Perusda. Setelah itu, sejumlah usaha hendak dilakukan tetapi belum terealisasi karena terkendala modal. (kmb26)
BPK
Jumlah ini meningkat 31 persen (yoy) dibandingkan 2018 yaitu Rp269,4 triliun atau 1,82 persen terhadap PDB. ‘’Defisit kita untuk 2019 di level 2,2 persen terhadap PDB yaitu Rp353 triliun karena pendapatan negara tertekan, sedangkan belanja negara terjaga,’’ katanya, Selasa (7/1) kemarin. Sri Mulyani menjelaskan, dari sisi penerimaan negara sepanjang 2019 total realisasinya adalah Rp1.957,2 triliun atau 90,4 persen dari target APBN yaitu Rp2.165,1 triliun. Menkeu mengatakan angka itu merupakan realisasi hingga 31 Desember 2019 pada pukul 24.00 waktu setempat namun bersifat sementara, sebab masih dalam
proses audit oleh pihak Badan Pemeriksa Keuangan. ‘’Ini posisi penutupan sampai 31 Desember, namun realisasi sementara dan akan masih ada angka bergerak satu hingga dua bulan ke depan karena masih dalam tim audit BPK,’’ ujarnya. Ia mengatakan defisit Indonesia masih lebih baik dibandingkan beberapa negara lain seperti Vietnam mencapai 4,4 persen PDB, China 6,1 persen PDB, Afrika Selatan 6,2 persen PDB, India 7,5 persen PDB, Amerika Serikat 5,6 persen PDB, dan Brazil 7,5 persen PDB. ‘’Jadi kalau kita lihat kombinasi pemerintah dalam menjaga fiskal untuk mampu mendorong ekonomi dan defisit melebar tapi jauh lebih rendah dari peer emerging countries lain,’’ katanya. (ant)
06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:05 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Brahmacari sebagai landasan untuk mencapai Kemakmuran(3) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball krishna (1) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Punggung Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Homeshopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shooping Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shooping Bali TV Shop Kalung Omkara Ocydia Home Shooping Seputar Bali Terkini Agrobisnis
15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita
Seniman Bonsai dan Kreativitasnya Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Lila Cita Sanggar Tari Semara Ratih (1) Gita Santhi Sekaa Santhi Alit Alit Gita Adnyana Swari (2) Bali TV Shop Kalung Omkara Puja Trisandya Seputar Bali Bali TV Shop Kalung Omkara Orti Bali Lipsus Denfest XII Usung Tema “Jentera Kebahagiaan” Bali TV Shop Kalung Omkara Wirasa Peduli Sesama Mahadewi Pelestarian Endek Dialog Interaktif Creatif Agency Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shooping Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam
angkat desa atau kelurahan, Bupati Artha meminta agar lebih sering turun ke lapangan. Setiap bulannya Artha berharap agar para pejabat mulai dari camat hingga kaling agar mengupdate data warga yang ada di wilayahnya. ‘’Jika ada yang sakit, cacat atau warga yang kurang mampu, segera dilaporkan untuk tindak lanjut,’’ kata Artha. Sementara itu, orangtua Ni Kadek Dwi Anggraini, Gede Parma, mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan fasilitas yang diberikan oleh Bupati Artha. ‘’Selama ini yang selalu kepikiran adalah pengobatan anak saya. Dengan fasilitas ini dan bantuan Bapak Bupati, tentunya sangat berharga bagi kami,’’ ucapnya. (ad160)
Puluhan Pegawai Dimutasi
Negara (Bali Post) – Mutasi pegawai di Pemkab Jembrana dilakukan Selasa (7/1) siang kemarin. Sekurangnya 90 orang lebih pegawai eselon II, III dan IV dirotasi secara bersamaan. Selain itu juga dilaksanakan pelantikan terkait dengan adanya perubahan nomenklatur Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Total pegawai fungsional 16 orang dan pejabat struktural 84 orang. Di tingkat eselon II, Kepala Dinas Kesehatan I Putu Suasta yang sudah menjabat selama belasan tahun dan menjelang pensiun dipindahkan ke Staf Ahli Bupati, sehingga jabatan Kadis Kesehatan itu saat ini kosong. Berikut Dinas Dafdukcapil yang juga telah pensiun. Pelantikan dilakukan Bupati Jembrana I Putu Artha disaksikan Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi dan seluruh pejabat di Pemkab Jembrana di Aula Jimbarwana. Bupati Artha mengatakan, mutasi ini merupakan bentuk penyegaran di lingkup Pemkab Jembrana dan dilanjutkan dengan pelantikan serta pengambilan sumpah berdasarkan amanah pasal 87 Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Bupati Artha mengharapkan pejabat yang dilantik terus berkompetisi dan terus berinovasi dalam mengemban tugas. ‘’Di samping terus proaktif mendengar keluhan masyarakat sesuai tupoksi masing-masing. Jadikan keluhan masyarakat sebagai tantangan untuk kerja keras membangun Jembrana,’’ tandasnya. Selain penyegaran, mutasi juga untuk pengisian jabatan yang kosong karena ditinggal pensiun. Para pegawai juga dituntut semakin rajin dengan penerapan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). ‘’Semakin rajin maka nafkahnya juga bagus. Kalau tidak ngantor tanpa alasan, juga akan ada pengurangan pendapatan,’’ terang Bupati
Bali Post/olo
MUTASI – Puluhan pegawai di Pemkab Jembrana dimutasi dan dilanjutkan acara pelantikan di Aula Jimbarwana, Selasa (7/1) kemarin. Artha. Sementara untuk jabatan eselon IIB atau setingkat kepala dinas yang kosong, untuk pengisian menunggu setelah dilakukan lelang ja-
batan. Terkait dengan Kepala Dinas Kesehatan yang sudah lama menjabat dan dipindahkan ke Staf Ahli Bupati, menurut Bupati, itu hal yang wajar apalagi menjelang
pensiun dan jabatan sesuai dengan eselon. Tercatat ada tiga kursi jabatan yang kosong setelah mutasi kemarin. Di antaranya Kepala Dinas Dafdukcapil,
Kepala Badan Kesbangpol dan Kepala Dinas Kesehatan. Menyusul pada Februari mendatang Kepala Satpol PP yang juga akan memasuki pensiun. (kmb26)
RAMPUNG - Wantilan Jagatnata yang sempat dilakukan renovasi sudah rampung namun belum dibersihkan.
Negara (Bali Post) Wantilan Jagatnata yang berada di dalam areal Kebun Raya Jagatnata akhirnya rampung renovasi. Namun dari pengamatan, Selasa (7/1) kemarin, kondisinya masih belum bersih. Beberapa bagian seperti tiang juga nampak belum diservis. Sebelumnya, wantilan itu dilakukan renovasi di atap dan beberapa perbaikan lainnya. Seperti pintu kayu yang sebelumnya mengelilingi wantilan saat ini sudah dilepas. Begitu juga beberapa struktur bangunan dasar juga nampak ada penambahan. Seperti tiang-tiang kayu dan penggantian atap paling atas. Namun selain pembersihan belum dilakukan, di bagian dalam tepatnya di ruang dalam
nampak kurang terawat. Yang paling miris, kondisi toilet yang dikhususkan untuk di dalam nampak mampet. Ruang toilet ini biasanya dipergunakan oleh para pengisi acara saat pentas di wantilan. Kondisi tersebut berbeda jauh dengan toilet umum yang baru dibangun di belakang wantilan. Dua bangunan toilet itu terlihat lebih bersih dan modern namun belum dioperasikan. Bangunan toilet baru ini berada di luar wantilan. Dan bisa menampung hingga 12 orang sekaligus. Salah seorang petugas di Kebun Raya ditemui kemarin mengaku untuk wantilan memang belum diserahkan dan masih akan dilakukan pembersihan (kmb26)
kaum perempuan menjadi perempuan TERPUJI. TERPUJI adalah singkatan dari Takut pada Tuhan, Empati, Rajin, Produktif, Unggul, Jeli dan Inspiratif. ‘’Jadi TERPUJI di sini bukan gila untuk dipuji, namun ada maknanya,’’ tandasnya. Sebagai kado perayaan Natal dan Tahun Baru, Ny. Putri
Koster mempersembahkan sebuah puisi berjudul ‘’Sumpah Kumbakarna’’. Perayaan Natal dan Tahun Baru oleh Wanita TERPUJI ditandai dengan penyalaan lilin oleh Ny. Putri Koster dan perwakilan jemaat. Acara makin meriah dengan penampilan paduan suara sebagai bentuk persembahan. (kmb)
ujarnya. Di Bali saat ini ada sekitar 10.000-an sekaa/sanggar seni. Dari jumlah itu, baru sekitar 300-an termasuk 30 penerima sertifikat Patakam Patram Budaya yang sudah tersertifikasi. Terkait sertifikat hak cipta, lanjut Kun, termasuk diberikan untuk empat karya dari empat seniman yang diusulkan UPTD Taman Budaya, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Masing-masing seniman I Nyoman Cokot, I Gusti Made Deblog, Ida Bagus Made Poleng, dan I Gusti Nyoman Lempad. Kemudian, ada pula nama I
Wayan Rindi yang merupakan pencipta tari Pendet. ‘’Kita fasilitasi pendaftarannya di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kemenkum HAM RI. Awalnya kita mengusulkan 50, tapi yang baru keluar sertifikatnya itu 33,’’ imbuhnya. Menurut Kun, 17 karya lainnya yang belum mendapatkan sertifikat hak cipta masih membutuhkan kelengkapan. Sebagai contoh seniman yang sudah meninggal, perlu juga dilengkapi akta meninggal, ahli waris, selain audio-visual asli terkait karyanya. (kmb32)
Renovasi Wantilan Jagatnata Rampung
Rabu, 8 Januari 2020 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
memberikan bantuan berupa sembako dan uang tunai. Selain itu, Bupati Artha pada kesempatan tersebut memerintahkan pejabat terkait agar memfasilitasi pengobatan Ni Kadek Dwi Anggraini ke Rumah Sakit Sanglah. Kepada Kepala Puskesmas I Dangintukadaya yang hadir pada saat itu, Bupati Artha memerintahkan agar memberikan fasilitas ambulans ke Rumah Sakit Sanglah setiap Ni Kadek Dwi Anggraini berobat. Selain itu, ia juga meminta pejabat terkait agar mendampingi pengobatan Ni Kadek Dwi Anggraini ke Rumah Sakit Sanglah. ‘’Mohon dampingi pejabat terkait agar proses pengobatan bisa berjalan dengan baik dan ada kepastian,’’ ucapnya. Selain itu, kepada per-
Oleh karena itu, Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster melakukan terobosan pengelolaan sampah berbasis sumber. Guna menyukseskan program ini, Ny. Putri Koster mengajak perempuan TERPUJI ikut
andil dan ambil bagian dengan menggalakkan pengolahan sampah di sumbernya. ‘’Bila pola ini bisa kita lakukan mulai sekarang, maka kita akan mewariskan hal yang sangat baik pada anak-cucu,’’ imbuhnya. Persoalan lain yang menjadi penekanan Ny. Putri Koster adalah penyalahgu-
Ambil Bagian
naan narkoba yang menyasar generasi muda. Bila tak diantisipasi, ia khawatir Bali akan kehilangan satu generasi. Untuk itu, ia mendorong perempuan agar meningkatkan peran dalam membentengi keluarga dari pengaruh narkoba. Sementara itu, Pendeta Putu Oka Girsang dalam kotbahnya mengajak seluruh
Harus Dihormati Seniman tidak boleh lagi diangkut dengan truk untuk pentas, misalnya ke hotel di Nusa Dua. Pada intinya, semua pihak harus memperlakukan seni, seniman, dan sanggar secara bermartabat. Nilai-nilai seni di Bali harus dihormati dengan baik. ‘’Saya akan briefing hotelnya, dia harus punya panggung yang bagus. Tidak boleh asal-asalan mementaskan kesenian Bali,’’ tegasnya. Di sisi lain, Koster mengaku
tengah merencanakan festival budaya dunia pada November 2020. Selama ini belum pernah ada event berskala dunia digelar di negara mana pun. Konsepnya masih disiapkan sebelum nanti mengundang para konsul dan duta besar negara sahabat untuk disosialisasikan. Negara yang nanti dilibatkan utamanya yang memiliki kebudayaan kuat. Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana mengatakan, sanggar seni/ komunitas yang menerima sertifikat Patakam Patram
Budaya berarti sudah diakui, memadai, serta unggul dalam tata kelola dan manajemen. Pihaknya melibatkan Listibya dalam proses penilaian. Meski demikian, sertifikat yang berlaku selama lima tahun ini bisa dicabut jika ditemukan fakta kecurangan dan penerima tidak melakukan kegiatan yang baik. ‘’Sebagian besar yang mendapatkan sertifikat ini adalah penerima Penghargaan Seni Kerthi Bhuwana Sandhi Nugraha, sehingga secara kualitatif sudah match antara kualitas tata kelola dan penghargaan yang diberikan,’’
RABU PON, 8 JANUARI 2020
Angkat Daya Saing Petani
Subak Wajib Dilengkapi Sumber Teknologi
Bali Post/ian
SUBAK - Panen raya padi di subak wilayah Desa Jatiluwih, Tabanan.
SAATNYA pemerintah daerah di Bali menjadikan lembaga subak sebagai basis pergerakan, perjuangan dan pengembangan pertanian di Bali. Agar fungsi itu bisa berjalan lempang dan memiliki daya saing, lembaga subak tersebut wajib dilengkapi dengan sumber-sumber teknologi. Hal itu ditegaskan peneliti dan pengamat pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, S.P., M.Agr., Selasa (7/1) kemarin. Menurut doktor lulusan Jepang ini, pemerintah daerah di Bali harus meniru sentra-sentra pertanian di negara-negara maju. Di setiap subak harus ada sumber informasi dengan internet dan sebagainya. Dengan begitu, krama subak bisa
mengakses informasi perkembangan harga produk-produk pertanian termasuk mempromosikan produk-produk pertanian yang mereka hasilkan. Tak kalah pentingnya, krama subak juga harus mulai memikirkan pemrosesan produksi
Sp
pascapanen untuk meningkatkan nilai jual produk pertaniannya. ‘’Sumber-sumber informasi itu harus ada di tiap-tiap subak jika kita ingin subak itu tetap lestari dan menjadi sesuatu yang disenangi oleh generasi muda Bali karena
menjanjikan dari peningkatan kesejahteraan hidup. Kalau kondisi pertanian kita tetap terpuruk seperti ini, jangan salahkan jika generasi muda Bali tak mau jadi petani,’’ katanya mengingatkan. Alit Susanta Wirya juga meminta pemerintah daerah di Bali mengadopsi konsep sinergitas yang diterapkan oleh negara maju seperti Jepang. Sebuah konsep organisasi pertanian yang selalu berhubungan dari hulu ke hilir.
Bali Post/022
Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Bali United yang baru saja merebut gelar juara pada Kompetisi Liga 1 tahun 2019 harus meladeni Tampines Rovers Singapura pada babak penyisihan Liga Champions Asia di Singapura, Selasa (14/1) mendatang. Selanjutnya, jika Fadil Sausu dan kawan-kawan memenangkan laga, maka akan bertandang ke negeri kanguru menghadapi tuan rumah Melbourne Victory Australia pada Selasa (21/1) mendatang. Media Officer Bali United Ngurah Wirya Darma di Denpasar, Selasa (7/1) kemarin menjelaskan, babak penyisihan Liga Champions Asia ini hanya sekali bertanding, dan tidak diberlakukan sistem kandang dan tandang (home and away). ‘’Selama ini para pemain Bali United tetap rutin berlatih,’’ ucap Ngurah Wirya Darma. Bahkan, pelatih kepala Stefano ‘’Teco’’ Cugurra masa kontraknya masih setahun lagi, sehingga dipastikan musim kompetisi 2020 ini tetap mengarsiteki Tim Serdadu Tridatu. Dia mengisahkan, awalnya Bali United bermarkas di Samarinda, Kaltim, kemudian pindah home base ke Pulau Seribu Pura mulai 2015. Pada musim 2015, Bali United dipoles pelatih Indra Sjafri, tetapi kompetisi dihentikan. Selanjutnya, musim kompetisi 2016 Bali United mengikuti Indonesia Soccer Championship, dan masih dilatih Indra Sjafri. Memasuki musim kompetisi 2017 Bali United dipoles pelatih Australia Hans Peter Schaller, namun hanya dipegang dua kali laga, kemudian asisten pelatih Eko Purjianto menangani tiga kali pertandingan. Mulai laga keenam Bali United resmi dipegang Widodo Cahyono Putro. Meskipun sempat terseok pada laga awal, Widodo mampu membawa Bali United menduduki peringkat kedua Kkompetisi Liga 1 2017. Ngurah Wirya Darma menambahkan, pada musim kompetisi Liga 1 tahun 2018, Widodo kembali dipercaya menangani Bali United. Alhasil, Bali United finis pada urutan kesebelas. Sementara juara pada musim 2018 adalah Persija Jakarta yang dilatih Teco. Rupanya Teco mempunyai hoki. Terbukti pada musim berikutnya, Teco kembali mengantarkan tim asuhannya Bali United memboyong trofi juara Liga 1. Piala Liga 1 ini diarak keliling Denpasar hingga Gianyar, bahkan sempat mampir di rumah jabatan Gubernur Bali, yang langsung diterima Gubernur Wayan Koster. (022)
GM Susanto Megaranto Marakkan Piala Maranatha
GRAND MASTER (GM) Susanto Megaranto dijadwalkan mengikuti kejuaraan catur terbuka bertajuk ‘’Open Tournament Maranatha Cup XIII’’ di Denpasar pada 14-19 Februari nanti. Kejuaraan diharapkan total melibatkan sekitar 150 peserta. Penanggung Jawab Panitia Fredrik Billy, di Denpasar, Selasa (7/1) kemarin menjelaskan, saat ini Indonesia memiliki dua pecatur bergelar GM yakni Susanto dan Utut Adianto. Ia menambahkan, event bergengsi ini sedianya digelar tiap tiga tahun, dan terakhir diselenggarakan pada 2015 silam. Seyogianya kejuaraan olahraga asah otak ini dihelat
pada 2018, akan tetapi diundur menjadi 2019. Bahkan, sudah digadang-gadang pada Oktober sampai dengan November tahun lalu. Kenyataannya, justru di pengujung tahun 2019 agenda catur tergolong padat, termasuk diadakannya event Pra-PON. Oleh sebab itu, menurut Billy, pihaknya mengundurkan agenda turnamen ini menjadi Februari nanti. Ia bersyukur kejuaraan ini masih diminati pecatur Bali, termasuk pecatur dari berbagai provinsi yang memiliki elo rating cukup tinggi. ‘’Bagi pecatur dari beberapa Pengprov Percasi, Piala Maranatha ini dipakai sebagai ajang try out sebelum berlaga pada event resmi PON Papua,’’
Wirya, mayoritas petani di Bali masih ditelikung permasalahan rendahnya akses pemasaran produk. Oleh karena itu, wacana pembangunan pasar khusus untuk produk pertanian yang santer diwacanakan selama ini harus secepatnya direalisasikan. Minimal, di masing-masing kabupaten/kota ada satu pasar khusus tersebut. ‘’Pasar itu harus ditata menarik sebagai perpaduan lokal dan modern, sehingga menjangkau kalan-
gan menengah ke atas. Keberadaan pasar yang khusus memasarkan produk pertanian lokal itulah yang harus secepatnya direalisasikan oleh pemerintah. Dengan begitu, petani Bali tidak perlu lagi bergantung kepada tengkulak, sehingga hasil pertanian Bali lebih dikenal dan dihargai,’’ katanya. Pengelolaan pasar itu bisa di bawah perusahaan milik daerah (perumda) maupun langsung berada di bawah lembaga subak. (ian)
Alien Child
Bali United Siap Ladeni Tampines Rovers Singapura
TROFI - Bomber Bali United Ilija Spasojevic mengarak trofi juara Kompetisi Liga 1 tahun 2019.
Organisasi yang benar-benar mampu memecahkan masalah pertanian dari penyiapan bibit sampai bahan jadi bahkan solusi pemasarannya. ‘’Yang bisa memfasilitasi hal itu hanyalah pemegang kekuasaan. Bagaimana penanganan pascapanen, menghubungkan dengan pengusaha, sehingga produk pertanian itu lebih bisa dihargai, pemerintah harus mau terjun langsung untuk membantu petani,’’ tegasnya. Menurut Alit Susanta
papar Wakil Ketua II Pelaksana Harian Majelis Jema’at GPIB Maranatha Denpasar ini. Dijelaskannya, event serupa pada 2015 silam melibatkan 125 pecatur, dan diharapkan pada turnamen kali ini pesertanya 125 pecatur bergelar dan nongelar, ditambah 25 pecatur dari kalangan pelajar. Ia menyebutkan, pihaknya juga mengundang pecatur bergelar Master Internasional (MI), Master FIDE (MF) dan Master Nasional (MN). ‘’Pengkot dan Pengkab Percasi se-Bali juga mengirimkan pecatur terbaiknya untuk menimba pengalaman, sekaligus uji coba untuk mengasah mental bertanding,’’ jelasnya. (022)
Fredrik Billy
Bali Post/ist
Luncurkan ’’Indah DiMataku’’ SEMANGAT melahirkan single terbaru di awal tahun baru, tampak pada diri Alien Child, duo electro-pop kakakberadik asal Nusa Penida. Alien Child meluncurkan single terbaru berjudul ‘’Indah DiMataku’’ pada awal 2020. ‘’Indah DiMataku’’ merupakan single berbahasa Indonesia kedua yang Aya dan Lala keluarkan, sebelum nantinya mengeluarkan album kedua. Semua lagu dalam album kedua ini nantinya akan berb a hasa Inggris. ‘’Lagu ‘Indah DiMataku’
ini bercerita tentang seseorang yang meyakinkan diri bahwa lebih baik mengungkapkan perasaan kepada orang yang disuka daripada dipendam saja,’’ ungkap Lala, Selasa (7/1) kemarin. Aya pun menambahkan, lebih baik mencoba kendati gagal daripada diam dan menyesal. Proses pembuatan single ‘’Indah DiMataku’’ ini terbilang cukup singkat. Bermodal Yamaha Sonogenic, dalam sehari melodi single ini sudah rampung digarap. Keputusan memilih lirik berbahasa Indonesia diambil bukan tanpa alasan. Sebab, ini merupakan ‘’hadiah’’ untuk para Aliens (panggilan pendengar Alien Child) yang meminta mereka menciptakan lagu berbahasa Indonesia. ‘’Semoga lagu ngebaper ini dapat diterima dan menemani hari-hari kalian, juga membantu yang sedang relate dengan lagunya,’’ imbuh Aya. Selamat mendengarkan ‘’Indah DiMataku’’ dari duo kakak beradik yang berhasil meraih ‘’Penata Musik Terbaik’’ serta ‘’Pendatang Baru Terbaik’’ di ajang Anugerah Musik Bali 2019 lalu. (win)