Skip to main content

Edisi Sabtu 7 Desember 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

16 HALAMAN

NOMOR 112 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

SABTU UMANIS, 7 DESEMBER 2019

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

UHH di Badung Tertinggi di Bali

Pemkab Nunggak Rp 7 M

Gunakan Narkoba, Buruh Ditangkap

Umur Harapan Hidup (UHH) di Kabupaten Badung berada pada angka 74,71. Bahkan umur harapan hidup masyarakat Badung merupakan yang tertinggi di Bali.

Anggota Komisi IV DPRD Gianyar menggelar monev di RSUD Sanjiwani Gianyar, Jumat (6/12) kemarin. Dewan menyoroti banyaknya keluhan masyarakat yang tidak terlayani dalam program Bantuan Kesehatan (BK). Selain itu, juga disorot tunggakan Rp 7 miliar lebih. GIANYAR | HAL. 9

Kadek Suariawan alias Krabas (21) ditangkap polisi, Selasa (12/11) lalu. Tukang bangunan asal Desa Sangsit Kecamatan Sawan itu ditemukan membawa paket narkoba jenis sabu-sabu.

BADUNG | HAL. 3

BULELENG | HAL. 8

Atasi Defisit BPJS

Jokowi Sudah Temukan Jurus Baru

Cilegon (Bali Post) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pemerintah telah menemukan jurus untuk mengatasi defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. ‘’Menteri Kesehatan juga sudah menyampaikan di rapat terbatas kemarin, tahun depan sudah ketemu jurusnya,’’ kata Presiden usai melakukan inspeksi mendadak di RSUD Cilegon, Banten, Jumat (6/12) kemarin.

I

Bali Post/ant

MEDALI EMAS - Petenis tunggal putri Indonesia Aldila Sutjiadi (kiri) menggigit medali emas bersama rekannya, Priska Madelyn, yang meraih medali perunggu seusai mengikuti upacara penganugerahan medali tenis tunggal putri SEA Games 2019 di lapangan Rizal Memorial Tennis Centre, Manila, Filipina, Jumat (6/12) kemarin.

SEA Games 2019

Indonesia Duduki Posisi Kedua

Manila – Kontingen Indonesia kembali mendulang medali emas dan mampu menyalip Vietnam di posisi kedua di klasemen sementara SEA Games 2019. Tidak tanggungtanggung, lima emas kembali disabet oleh para atlet Indonesia. Dari cabang olahraga (cabor) kayak putra nomor 1.000m, Maizir Ryondra meraih emas ke-33 Indonesia. Lalu dari cabor kano nomor ganda putra 1.000m, Anwar Tarra/Yuda Firmansyah mampu memberikan emas ke34 bagi Indonesia. Cabor judo juga kembali meraih prestasi setelah Gede Soethama menyabet emas dari nomor putra 100kg. Selain itu, cabor sambo juga menyumbang emas bagi Indonesia melalui Fajar yang turun di nomor putra 57kg. Pada cabang olahraga voli pantai putra, Indonesia juga sabet medali emas setelah mengalahkan Thailand. Total sekarang Indonesia mengoleksi 128 medali dengan rincian 40 emas, 41 perak, dan 47 perunggu. Capaian tersebut melampaui raihan emas tim Merah Putih pada SEA Games 2017. Pada SEA Games di Malaysia tersebut, Indonesia hanya meraih 38 medali emas. Secara keseluruhan Indonesia meraih 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu. Dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di SEA Games, medali emas pada dua tahun lalu merupakan yang terburuk. Indonesia pun hanya berada di peringkat kelima. Pada SEA Games 2015, Indonesia juga terpuruk di peringkat kelima. Namun ketika itu masih berhasil mendapat 47 medali emas. Tahun ini, kontingen Indonesia ditargetkan meraih 45 medali emas sekaligus memperbaiki peringkat di klasemen umum. Dari jumlah emas yang ditargetkan, hingga Jumat (6/12) sore kemarin, kontingen Indonesia masih terpaut 5 emas lagi. Indonesia pun masih berpeluang menambah emas pada sisa hari penyelenggaraan SEA Games 2019 yang bakal berlangsung hingga 11 Desember mendatang. (kmb33)

a mengatakan, BPJS Kesehatan harus memperbaiki tata kelola untuk mengurangi defisit anggaran. Tidak disebutkan oleh Jokowi apakah jurus baru yang dimaksud termasuk rencana kenaikan iuran BPJS mulai tahun 2020. Di tempat terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi Yessy Rahimi didampingi Kepala BPJS Kesehatan Pasaman Barat Vivi Farianti, Jumat kemarin melakukan sosialisasi peraturan tentang iuran BPJS yang mengalami kenaikan per 1 Januari 2020. Kenaikan iuran BPJS tersebut berdasarkan Peraturan Pres-

iden Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Sesuai pasal 34 Perpres, besaran iuran peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) kelas I iurannya menjadi Rp 160 ribu per jiwa/bulan. Kelas II menjadi Rp 110 ribu per jiwa per bulan, kelas III Rp 42.000 per jiwa per bulan. Kenaikan iuran itu akan berlaku mulai Januari 2020. Sementara tarif sebelumnya, kelas I Rp 80 ribu, kelas II Rp 51 ribu, kelas III, Rp 25.500. ‘’Kenaikan iuran yang diberlakukan ini bukanlah atas kemauan dari BPJS, akan tetapi amanah dari undang-undang,’’ tegasnya. (ant)

Jokowi Dinobatkan sebagai ’’Asian of The Year 2019’’ HARIAN Singapura The Straits Times menobatkan Presiden RI Joko Widodo sebagai tokoh berpengaruh di Asia, Asian of The Year 2019. Menanggapi itu, Presiden Jokowi mengartikannya bahwa Indonesia semakin dilihat sebagai negara yang stabil ekonomi, politik, dan kesatuan masyarakatnya. ‘’Ya… tanyakan ke Straits Times,’’ jawab Presiden Jokowi saat ditanya komentarnya terkait penobatan itu sesaat setelah ia menyapa peserta program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Alun-alun Kota Cilegon, Banten, Jumat (6/12) kemarin. Presiden bersama dua staf khusus, Billy Mambrasar dan Adamas Belva Syah Devara, melihat beberapa produk yang dijual di gerai Mekaar antara lain rengginang dan

beberapa kuliner lain. Presiden Jokowi menegaskan, penghargaan tersebut berarti bagi dirinya bahwa Indonesia semakin dilihat sebagai negara yang stabil dari berbagai sisi. ‘’Saya kira ini negara kita Indonesia dilihat sebagai negara yang stabil ekonominya, stabil politiknya, bersatu masyarakatnya, ya… di luar kita dilihat seperti itu,’’ tuturnya. Hal itu kemudian diharapkannya bisa terus dijaga oleh seluruh masyarakat di Tanah Air. Menurut Presiden, urusan persatuan dan kesatuan bangsa merupakan hal yang mutlak dan tidak boleh ditawartawar lagi, karena merupakan modal besar bagi bangsa ini. ‘’Oleh sebab itu harus dijaga. Tidak ada tawar-menawar lagi urusan persatuan, urusan persaudaraan, urusan kerukunan, enggak ada. Ini adalah milik dan modal besar kita,’’ ujarnya menegaskan. (ant)

’’Oleh sebab itu harus dijaga. Tidak ada tawarmenawar lagi urusan persatuan, urusan persaudaraan, urusan kerukunan, enggak ada. Ini adalah milik dan modal besar kita.’’ Jokowi Presiden

Tak Adil untuk Bali Harian Bisnis Bali Ritel Takkan Pernah Mati Era digital saat ini berbagai aspek dimudahkan dengan adanya teknologi. Seperti halnya berbagai layanan mulai dari transaksi, hingga belanja yang bisa dilakukan melalui media telepon pintar. Bagaimana nasib ritel terkini? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Tamat SMP, Pegang Tiga Perusahaan I Nengah Nata Wisnaya menjadi direktur di tiga perusahaan milik mantan Bupati Candra. Nata yang hanya tamatan SMP itu kini menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). www.denpostnews.com

Bali Post/ant

PABRIK - Presiden Joko Widodo memberi sambutan saat meresmikan pabrik baru di Cilegon, Jumat (6/12) kemarin.

UU Perimbangan Keuangan akan Digugat ke MK BALI hingga kini belum diakui secara resmi oleh negara terkait potensinya di bidang budaya. Padahal dari potensi tersebut, Bali telah menyumbang devisa hingga Rp150 triliun lebih lewat pariwisata berbasis budaya dengan roh agama Hindu. Namun produk undangundang yang ada justru membawa ketidakadilan bagi Pulau Dewata. Salah satunya tampak pada Undang-undang No.33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. ‘’Usulan revisi sudah

bolak-balik disampaikan ke Kemendagri, Kemenkeu, tapi prosedur birokrasi sangat jauh,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry saat menerima kunjungan kerja Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD-RI di Ruang Rapat Gabungan DPRD Bali, Jumat (6/12) kemarin. Hal. 15 Sumber Daya KUNJUNGAN KERJA Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD-RI saat melakukan kunjungan kerja ke DPRD Bali.


Sabtu Umanis, 7 Desember 2019

Wujudkan Sistem Perhubungan Darat Terintegrasi

LPD - Wali Kota Rai Mantra saat melaksanakan pengukuhan pengurus BKS LPD Denpasar dan perayaan HUT ke-21 BKS LPD Denpasar di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Bali, Jumat (6/12) kemarin.

Pemkot Denpasar Tanda Tangani Nota Kesepahaman dengan Kemenhub

SEBAGAI upaya untuk membangun sistem perhubungan darat yang terintegrasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menandatangani Nota Kesepahaman Perencanaan, Pembangunan dan Pengoperasian Angkutan Umum Perkotaan dengan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI. Penandatanganan Nota Kesepahaman dilaksanakan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub RI Budi Setiyadi bersama Pemprov Bali dan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara ini terdiri atas pembelian jasa pelayanan Buy The Service (BTS) dengan jenis layanan transportasi Bus Rappid Transit (BRT) di Jakarta, Jumat (6/12) kemarin. Menteri Perhubungan RI dalam sambutannya yang dibacakan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Budi Setiyadi mengatakan, angkutan umum perkotaan di berbagai kota

di Indonesia semakin kehilangan daya tariknya. Akibatnya, jumlah penumpang angkutan perkotaan semakin turun. Ditegaskan, penandatanganan nota kesepahaman ini adalah suatu bukti komitmen pemerintah pusat untuk mengembangkan transportasi umum berbasis jalan di Indonesia. “Melalui program buy the service dan pemberian bantuan bus BRT diharapkan dapat menjadi stimulan bagi pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif untuk menaruh perhatian lebih terhadap angkutan umum yang nantinya akan memberi manfaat besar bagi lingkungan, ekonomi dan juga kualitas hidup masyarakat. Stimulan yang dilakukan pemerintah pusat ini diharapkan dapat direspons secara maksimal oleh pemerintah daerah serta dilanjutkan pengembangannya,” ujarnya. Wakil Wali Kota Denpaasar IGN Jaya Negara mengapresiasi pen-

NOTA KESEPAHAMAN - Pemkot Denpasar menandatangani Nota Kesepahaman Perencanaan, Pembangunan dan Pengoperasian Angkutan Umum Perkotaan dengan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI di Jakarta, Jumat (6/12) kemarin.

Polda Cegah Konflik Sosial Gara-gara Sampah

Denpasar (Bali Post) Penutupan TPA Suwung untuk Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan mengakibatkan sampah tidak terangkut. Beberapa waktu lalu sampah menumpuk di wilayah Kuta. Menyikapi masalah ini, Subdit III Ditintelkam Polda Bali menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna mengantisipasi konflik sosial gara-gara masalah sampah, Kamis (5/12). Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam penanganan sampah guna mewujudkan Bali yang bersih dan nyaman, serta mencegah terjadinya konflik sosial di masyarakat. Wadir Intelkam Polda Bali AKBP Dwi Wahyudi saat membacakan sambutan Direktur Intelkam Kombes Pol. Wahyu Suyitno menyampaikan, pada FGD ini bukan masalah sampah yang dibahas, namun mencari solusinya. Apalagi sampah tidak bisa dihentikan semasih adanya kehidupan. “Melalui forum ini akan dibahas bagaimana cara mengantisipasi konflik yang terjadi berkaitan dengan sampah dari berbagai sudut pandang. Kami berharap dari hasil diskusi hari ini mampu memberikan sumbangsih kepada pemerintah dan permasalahan ini tidak berlarut-larut,” ujarnya. Dwi Wahyudi menambahkan, Bali merupakan barometer pariwisata. Tentunya akan sangat memalukan jika banyak sampah. “Atas nama pimpinan Polda Bali, kami minta masukan dari hadirin untuk bertukar pikiran tentang penanganan sampah di Bali,” katanya membacakan sambutan Dir. Intelkam. Sementara paparan dari Dirbinmas Polda Bali diwakili Kasubdit Polmas AKBP Pawitra menegaskan, potensi konflik yang mucul berkaitan dengan sampah cukup banyak. Sampah dihasilkan dari berbagai sumber yang per harinya mencapai 4.281 ton. Namun sampah yang bisa didaur ulang hanya 164 ton per hari. Sehingga sisanya masuk ke TPA maupun tidak terkelola dengan baik. “Potensi konflik karena sampah adalah lahan pengelolaan sampah terbatas, volume sampah semakin meningkat, pola pengelolaan masih pola lama, kesadaran masyarakat rendah untuk mengelola sampah, minimnya pengelolaan sampah organik dan nonorganik,” ujarnya. Pencegahan konflik terkait sampah bisa dilakukan dengan cara mengintensifkan pengawasan pemberlakuan pergub pengelolaan sampah, pola pengelolaan sampah baru, pemberian sanksi terhadap masyarakat yang membuang sampah sembarangan, meningkatkan tempat produksi sampah organik dan non-organik. “Kami dari Polri melalui Bhabinkamtibmas di desa binaan masing-masing telah melakukan pembinaan dan penyuluhan masyarakat terkait penggelolaan sampah,” ujarnya. (kmb36)

Bali Post/ist

FGD - FGD penanganan sampah guna mewujudkan Bali bersih dan mencegah terjadinya konflik sosial.

Topik : hanya 8 smpn di tabanan dapat bantuan perbaikan

andatanganan nota kesepahaman antara Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub RI dengan Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar terkait Perencanaan, Pembangunan dan Pengoperasian Angkutan Umum Perkotaan. Hal ini sebagai langkah strategis dalam membentuk sistem perhubungan darat yang terintegrasi dengan dukungan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, baik dari segi manajemen maupun sarana prasarananya. Jaya Negara menegaskan, Pemkot Denpasar memiliki komitmen besar dalam membangun transportasi berkelanjutan. Tentunya pembangunan ini wajib memenuhi tiga aspek utama, yakni ekonomi, sosial dan lingkungan. “Harapan kami tentu kerja sama ini nantinya dapat berjalan dengan baik, membangkitkan lagi minat masyarakat berkendaraan umum yang tentu saja berdampak kepada kemudahan masyarakat, ketertiban lalu lintas dan menekan polusi di perkotaan,” ujarnya. Kadis Perhubungan Kota Denpasar I Ketut Sriawan didampingi Kepala UPT Transportasi Darat Dishub Kota Denpasar Dewa Ketut Adi Pradnyana menambahkan, penandatanganan nota kesepahaman untuk sepakat bersama menata angkutan perkotaan sebagai langkah membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum kepada masyarakat. “Program ini merupakan upaya penataan angkutan perkotaaan di kawasan Sarbagita. Untuk tahap awalnya akan fokus di daerah Denpasar dan sekitarnya. Bentuk program dari pemerintah pusat nantinya bantuan pendanaan dalam menyediakan pelayanan angkutan perkotaan berupa pembelian jasa pelayanan Buy The Service (BTS) dengan jenis layanan transportasi Bus Rappid Transit (BRT), yaitu menggunakan tiket elektronik dengan barcode alias bus dengan layanan berteknologi,” katanya. (ad187)

Kukuhkan Pengurus BKS LPD

Rai Mantra Ajak Bangun Ekosistem Perekonomian PENGUKUHAN Badan Kerja Sama Lembaga Perkreditan Desa (BKS LPD) Kota Denpasar dilakukan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Bali, Jumat (6/12) kemarin. Pelaksanaan pengukuhan ini serangkaian HUT ke-21 BKS LPD Denpasar dan dihadiri Kabag Ekonomi Setda Kota Denpasar I Made Saryawan, pengurus LPD seluruh Bali, dan Jero Bendesa se-Kota Denpasar. Wali Kota Rai Mantra dalam sambutannya mengatakan, perkembangan era saat ini membawa LPD harus mampu beradaptasi, terlebih telah memasuki era industri 4.0. LPD di Kota Denpasar kurang lebih 80 persen telah melakukan transformasi mengarah pada pengelolaan secara digital. Langkah ini tentunya harus diikuti dengan membangun kolaborasi, yakni ekosistem seperti halnya yang telah dilakukan membangun ekosistem dengan Sekolah Dasar (SD) lewat bank-bank mini, hingga membuat ekosistem gerai pintar. Kolaborasi ini menjadi hal penting meski LPD sebagai lembaga tradisional dengan nilai filosofi yang tetap abadi, namun mampu melakukan bisnis proses secara

ekosistem. Di samping itu menjaga kepercayaan masyarakat menjadi unsur penting sebagai branding dari LPD dengan melakukan penguatan serta pengembangan sebagai unsur penting dari kebudayaan. “Mari kita pahami tujuan dari LPD itu sendiri dengan melakukan kolaborasi, bangun ekosistem, kerja sama serta menjaga kepercayaan sebagai bagian dari solusi, niscaya LPD mampu beradaptasi ‘berenang’ dalam perubahan,” ujarnya. Rai Mantra menambahkan, konsep pembangunan meliputi konsep pembangunan desa, pemerintah desa hingga kota. Seperti pemahaman dalam sastra Hindu tidak lepas dari Arthasastra yang berkaitan dengan ilmu untuk mencapai tujuan serta kebahagiaan. Hal ini berkaitan juga bahwa LPD dibangun berkaitan dengan Tri Warga, yakni Dharma, Arta, Kama. Arta diberikan porsi yang seimbang yang berimplementasi dengan keberadaan LPD di Desa yang bertujuan untuk pembangunan berkelanjutan yang harus terus tumbuh dan berkembang. Sehingga saat ini perlu dipikirkan bersama terkait dengan perkembangan LPD ke depan lewat tantangan perbedaan pendapat serta terkadang

menjadi halangan bukan solusi. Bukan Batasan dalam perbedaan berpendapat namun dapat menjadi bagian dari solusi, karena saat ini dibutuhkan inovasi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. “LPD sebagai orange ekonomi, bagaimana kita mengkolaborasikan sistem ekonomi tradisional dengan ekonomi global yang terdapat interaksi dan pertemuan, namun mampu bersatu serta berkembang. Sehingga kita dorong LPD hampir 80 persen mampu bertransformasi ke arah digital. Daya dukung kita lakukan, berikan solusi dan dukungan sebagai upaya penguatan LPD,” tegasnya. Sementara itu, Ketua BKS LPD Denpasar Wayan Rayun mengatakan, tujuan pelaksanaan HUT BKS LPD adalah untuk mempererat rasa persatuan dan kebersamaan, khsusunya di antara jro bendesa, pengurus LPD dan pegawai LPD se-Kota Denpasar. “Dengan harmonisasi ketiga pilar ini, diharapkan LPD akan tetap berkembang dengan baik, serta perkembangan usaha keberadaan sebagai komunitas adat ini dapat meningkatkan denyut nadi perekonomian desa,” ujarnya. (ad183)

Penyaluran KUR Diharapkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Denpasar (Bali Post) -

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bali tahun 2019 sebesar Rp 5 triliun. Penyaluran KUR yang telah berjalan beberapa tahun ini diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi Bali. Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra menegaskan hal itu pada rapat pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Bali, Jumat (6/12) kemarin. Menurut Dewa Made Indra, TPAKD Provinsi Bali meluncutkan website satu pintu penyaluran KUR yang diberi nama www.KURBali.com. Selanjutnya, literasi akan dilakukan agar masyarakat terutama pelaku usaha bisa mengakses layanan tersebut. “Tujuannya adalah memperluas akses masyarakat untuk mendapatkan sumber daya keuangan, supaya permodalan UMKM bisa meningkat. Dengan demikian akan terjadi pergerakan ekonomi, perputaran ekonomi yang semakin baik dan semakin cepat, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat,” ujarnya. Dewa Made Indra meyakini

keberadaan website ini mampu mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat meskipun masih banyak masyarakat yang belum menguasai teknologi, apalagi mengakses permodalan lewat online. “Itulah tugas kami di TPAKD. Kami masih mendapatkan angka literasi masyarakat kita terhadap akses keuangan ini baru 38 persen. Itu angkanya masih kecil. Artinya, baru 38 persen masyarakat Bali yang educated, yang bisa mengakses. Ini menjadi tugas TPAKD untuk terus melakukan literasi,” katanya. Ia meminta seluruh stakeholder dan OPD menyampaikan terkait kemudahan akses pembiayaan ini kepada

petani, nelayan, peternak, pedagang, dan koperasi agar seluruh pelaku usaha dapat mengakses pembiayaan yang murah dengan mudah. “Kalau ini dilakukan, maka semakin banyak masyarakat kita yang mendapatkan literasi. Semakin banyak yang mendapatkan literasi tentang akses keuangan, maka akan semakin banyak yang mengakses. Kalau semakin banyak yang mengakses, maka pergerakan ekonomi kita akan semakin cepat,” tegasnya. Kepala OJK Regional VIII Bali Nusa Tenggara Elyanus Pongsoda mengatakan, www. KURBali.com merupakan salah satu upaya untuk mempermudah akses masyarakat

terhadap pembiayaan KUR agar lebih meningkat. Dikatakan, pencapaian KUR saat ini sudah cukup bagus yaitu mencapai Rp 5 triliun dengan NPL di bawah 1 persen. Secara nasional pencapaian ini cukup bagus. Ia berharap tidak hanya dari sisi penyaluran KUR yang cukup baik, namun impact penyaluran KUR terhadap pertumbuhan ekonomi Bali yang ujungnya kesejahteraan masyarakat juga bisa lebih baik. Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma menambahkan, selama ini proses penyaluran KUR dimulai dari mencari data UMKM di dinas-dinas terkait, kemudian bank mencari dan melakukan survei. Dengan adanya website satu pintu penyaluran KUR ini, bank menjadi lebih mudah menyalurkan. Selain itu, harapan agar bank dapat melakukan efisiensi juga dapat terlaksa-

na. Mengingat melalui wesite ini banyak proses yang bisa dipangkas. Masyarakat tinggal memasukkan data-data di website tersebut, informasi seperti jenis KUR, nominal, syaratnya, dan lain-lain bisa dilihat di website tersebut. Sejak web ini dikenalkan, kata Sudharma Bank BPD Bali sudah ada 124 nasabah yang mengajukan dan sudah disalurkan lima nasabah. Bank BPD Bali menambah plafon penyaluran KUR mikro tahun 2020 dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta. Sedangkan KUR kecil yaitu Rp 500 juta. Realisasi penyalurkan KUR berdasarkan data terakhir adalah 97 persen, yaitu Rp 920 miliar dari target Rp 955 miliar. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Rai Mantra Terima Kunjungan Embassy of Switzerland in Indonesia

Bahas Beragam Inovasi Denpasar, Dukung Daya Tarik Wisatawan BERAGAM inovasi yang diterapkan di Kota Denpasar memberikan daya tarik bagi setiap insan untuk mengunjungi. Kali ini Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra kembali menerima kunjungan kehormatan dari Ambbasador of Switzerland in Indonesia Kurt Kunz di Kantor Wali Kota Denpasar, Jumat (6/12) kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut Konjen Switzerland Gerhard L. Nutz serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Beragam hal turut menjadi topik diskusi. Mulai dari potensi pariwisata, inovasi, serta mitigasi bencana. Selain itu, falsafah Tri Hita Karana juga turut diperkenalkan Wali Kota Rai Mantra kepada Ambbasador of Switzerland in Indonesia Kurt Kunz. Ambbasador of Switzerland in Indonesia Kurt Kunz dalam kesempatan tersebut mengatakan, Bali khususnya Kota Denpasar memiliki beragam objek wisata yang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara, tak terkecuali wisatawan Swiss. Tentunya sebagai upaya untuk memberikan referensi

bagi wisatawan asal Swiss yang hendak melaksanakan kunjungan di Bali, khususnya Kota Denpasar. Pihaknya mengaku kagum akan beragam inovasi serta potensi wisata yang ada di Kota Denpasar. Selain itu, keindahan seni budaya dan tradisi di Kota Denpasar juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asal Swiss. “Kami berharap mampu memberikan referensi bagi wisatawan asal Swiss, sehingga mampu menikmati keindahan di Kota Denpasar,” jelasnya. Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, beragam inovasi telah dilaksanakan guna meningkatkan kunjungan wisatawan di Kota Denpasar. Tidak hanya menciptakan inovasi pada tata kelola dan objek wisata, Pemkot Denpasar juga memberikan kepastian pada keberadaan wisatawan selama menginap di Kota Denpasar dengan layanan Denpasar Safe Community yang terintegrasi. Dimana layanan Damapancana dan Damakesmas juga telah menyasar wisatawan. Selain itu, dengan keterba-

KUNJUNGAN - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menerima kunjungan kehormatan dari Ambbasador of Switzerland in Indonesia Kurt Kunz di Kantor Wali Kota Denpasar, Jumat (6/12) kemarin. tasan bentang alam dan objek wisata, Pemkot Denpasar senantiasa berinovasi untuk menciptakan objek wisata baru yang mampu menarik wisatawan. Seperti halnya penataan sungai, taman, Denpasar Heritage city, Denpasar Smart City, Pasar Tra-

disional, ekonomi kreatif, city tour, serta pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan pertumbuhan entrepreneur menuju keberlanjutan ekonomi. “Tentu kami ingin memberikan kenyamanan serta keamanan bagi wisatawan di Kota Denpasar den-

gan beragam pilihan wisata sehingga mempu memperkenalkan Denpasar ke seluruh dunia sesuai dengan visi misi Kota Denpasar dalam menciptakan kemakmuran dan kebahagiaan berlandaskan Tri Hita Karana,” papar Rai Mantra. (ad189)


Sabtu Umanis, 7 Desember 2019

Refleksi Akhir Tahun 2019 Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Badung (2-Habis)

Umur Harapan Hidup Masyarakat Badung Tertinggi di Bali REFLEKSI akhir tahun 2019 Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Badung selain capaian indeks kehidupan masyarakat Badung, di antaranya Indeks Pembangungan Gender, Indeks Kerukunan Umat, survei kepuasan masyarakat dan Indeks Kebahagian yang cenderung meningkat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Badung pun mengalami peningkatan. Bahkan IPM Badung di tahun 2017 dan 2018 termasuk kategori sangat tinggi. Sedangkan Umur Harapan Hidup (UHH) sebagai salah satu dimensi dasar pembentukan IPM di Kabupaten Badung, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Badung berada pada angka 74,71 di tahun 2018 atau meningkat dari tahun 2017 pada angka 74,53. Bahkan angka di tahun 2017 dan 2018 tersebut, UHH Badung merupakan yang tertinggi di

Bali. Demikian disampaikan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat mendampingi Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam jumpa pers yang berlangsung di ruang rapat Rumah Jabatan Bupati, Puspem Badung belum lama ini. Sementara terkait dengan IPM, berdasarkan data dari BPS Kabupaten Badung, perkembangannya semenjak kepemimpinan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati I Ketut Suiasa setiap tahun mengalami peningkatan. Dimulai tahun 2015 dengan nilai 78,86 selanjutnya, tahun 2016 meningkat menjadi 79,80, tahun 2017 pada angka 80,54 dan tahun 2018 pada angka 80,87. ‘’IPM Badung tahun 2017 dan 2018 pada angka di atas 80 merupakan angka yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Ini data dari BPS, bukan kami mengukur send-

iri. Secara umum, pembangunan manusia Badung terus mengalami peningkatan dan kemajuan selama periode 2015 hingga 2018,’’ jelasnya. Meningkatnya IPM Kabupaten Badung, menurut Suiasa, merupakan salah satu indikator yang mencerminkan keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia atau masyarakat Badung. Karena IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. ‘’Apa yang kami programkan selama ini dalam mendampingi Bapak Bupati sudah mampu menyentuh harkat hidup masyarakat Badung yang muaranya berdampak pada meningkatnya IPM masyarakat kami di Badung ini,’’ tegasnya seraya mengatakan IPM merupakan

indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan dalam jangka panjang. Menurut data BPS, IPM dihitung berdasarkan rata-rata geometrik Indeks Kesehatan, Indeks Pengetahuan dan Indeks Pengeluaran. Penghitungan ketiga indeks ini dilakukan dengan standarisasi nilai minimum dan maksimum dari masing-masing komponen indeks. Untuk melihat kemajuan pembangunan manusia, terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu kecepatan dan status pencapaian. IPM diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan metode penghitungannya direvisi pada tahun 2010. BPS mengadopsi perubahan metodologi penghitungan IPM yang baru pada tahun 2014 dan melakukan backcasting hingga tahun 2010. (ad184)

ADAT - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta bersama Wabup I Ketut Suiasa saat menghadiri upacara adat beberapa waktu lalu.

Jelang Nataru di Kutsel

Pengamanan Tempat Ibadah dan Objek Wisata Diprioritaskan

Bali Post/edi

PENYERAHAN KK - Penyerahan KK di Kelurahan Benoa. KK tersebut sudah dimutakhirkan.

Pemutakhiran KK Ditargetkan Rampung April 2020

Mangupura (Bali Post) Pemkab Badung melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) gencar melakukan pemutakhiran Kartu Keluarga (KK). Pemutakhiran ini wajib dilakukan berkaitan dengan adanya perubahan data kependudukan. Pemutakhiran KK ditargetkan rampung April 2020. Pemutakhiran juga terkait ketentuan terbaru, yakni KK harus disertai input data terkait seperti Akta Perkawinan, Akta Perceraian, Akta Kelahiran, Akta Kematian, ijazah terakhir dan golongan darah. Dengan demikian, semua KK perlu dimutakhirkan. KK yang dikeluarkan saat ini sudah tidak menggunakan tanda tangan manual, namun sudah menggunakan barcode. Kepala Lingkungan (Kaling) Mumbul yang juga Ketua Forum Kaling Kelurahan Benoa, Nyoman Astawa mengatakan, seluruh Kaling yang ada di Kelurahan Benoa sepakat membantu warga melalui program jemput bola untuk mengumpulkan berkas yang diperlukan. Berkas yang sudah terkumpul dan diverifikasi akan disetor ke Disdukcapil. ‘’Ada 16 lingkungan di Kelurahan Benoa yang sudah menyelesaikan sebanyak 5.750 KK dari total sebanyak 8.500 KK. Meski ada yang belum terselesaikan, kami akan terus membantu kebutuhan warga, karena ini memang tanggung jawab dari Kaling,’’ katanya usai penyerahan KK yang sudah dimutakhirkan, Jumat (6/12) kemarin. Dijelaskannya, setelah dilakukan pembaharuan KK, diketahui banyak warga yang belum memiliki akta dari Akta Kelahiran sampai Akta Kematian. Untuk itu, setelah program pemutakhiran KK tuntas, pihaknya berharap ada juga kegiatan serupa terkait pembuatan Akta Kelahiran sampai Akta Kematian. Guna mempermudah proses pengurusan data kependudukan, dimasing-masing kelurahan diharapkan disiapkan pelayanan secara online. Karena saat ini semua proses sudah disederhanakan melalui digitalisasi. Apalagi KK sudah menggunakan barcode. ‘’Itu yang kita inginkan sehingga kerja Kepala Lingkungan yang ada dalam melayani administrasi kemasyarakatan akan lebih gampang. Baik itu dalam pengurusan akta maupun KK, asalkan semua standar sudah dipenuhi,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Badung Putu Suryawati mengatakan, penerapan KK dengan menggunakan barcode dimulai September lalu. Dari total 123 ribu lebih KK di Badung, sudah 96 ribu lebih yang menggunakan barcode. Terkait program jemput bola pemutakhiran data KK yang dilakukan Disdukcapil, saat ini sudah hampir mencapai 80 persen. KK di Kelurahan Benoa merupakan yang paling banyak sudah dimutakhirkan, yakni 5.750 KK dari total 8.500 KK yang ada. ‘’Untuk wilayah Kelurahan Benoa, memang inisiatif dari Kepala Lingkungan untuk melakukan pendataan melalui program jemput bola,’’ jelasnya. Pihaknya menargetkan 123 lebih KK di Badung tuntas dimutakhirkan pada April 2020. Sebab hal ini berkaitan dalam hal mensukseskan data pemilih dalam Pilkada. ‘’Ini juga rangkaian untuk sinkronisasi data pemilih,’’ katanya. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), komponen terkait di Kuta Selatan (Kutsel) mulai mengambil langkah antisipasi gangguan keamanan. Sebanyak 23 tempat ibadah umat Kristen dan objek wisata menjadi atensi khusus. Pada rapat koordinasi Nataru yang digelar di kantor Camat Kutsel, Jumat (6/12) kemarin, Camat Kutsel I Made Widiana menjelaskan, kegiatan tutup tahun di Kutsel berbeda dengan di Kuta yang biasanya terkonsentrasi di Pantai Kuta. Di Kutsel perayaan tersebar di beberapa kawasan. Meski demikian, ada dua kawasan yang akan menjadi atensi pihaknya, yaitu Pantai Pandawa dan GWK. Sebab di dua tempat ini akan digelar festival dan perayaan tutup tahun. ‘’Kami harapkan pada tutup tahun agar semua bisa mengantisipasi dari sisi keamanan. Jangan sampai terganggu. Sampai saat ini baru dua lokasi itu yang menyampaikan akan menggelar acara,’’ bebernya. Pihaknya mengimbau masyarakat supaya tidak menggunakan jalan raya untuk kumpul-kumpul supaya tidak mengganggu lalu lintas. Dia menyarankan masyarakat memanfaatkan balai banjar atau rumah. Jika ini bisa dilakukan, potensi gangguan keamanan bisa diantisipasi sejak dini. Terkait penyalaan kembang api, Widiana menegaskan hal itu tidak diatur secara khusus. Meski demikian pihaknya tetap menekankan agar penyalaan kembang api jangan sampai mengganggu kenyamanan masyarakat. ‘’Untuk detailnya apakah ada pengaturan atau larangan, kami masih menunggu aturan dari Polda,’’ ujarnya. Sementara terkait rapat koordinasi Nataru, Widiana menyebutkan, pihaknya melibatkan berbagai komponen di Kutsel. Tujuan koordinasi tersebut adalah mengantisipasi permasalahan jelang tutup tahun. Dalam hal ini pihaknya akan melakukan pemantauan dan pemetaan kawasan yang perlu pengawasan lebih intensif agar keamanan dan kenyamanan dalam perayaan Nataru dapat terjamin. (kmb23)

Alur Tukad Mati di Lingkungan Pelasa

Hibah Mobil untuk Polda, BNN dan KPU

Berpotensi Dikembangkan Jadi Objek Wisata Pemprov Keluarkan Dana

Bali Post/ist

TUKAD MATI - Pembersihan alur Tukad Mati lingkungan Pelasa Kuta, Jumat (6/12) kemarin.

Mangupura (Bali Post) Upaya normalisasi dengan pengangkatan sedimentasi di alur Tukad Mati di Lingkungan Pelasa, Kuta oleh Pemkab Badung sifatnya adalah tahunan. Sehingga, untuk pelaksanaan rutinnya mesti dilakukan swadaya oleh masyarakat setempat. Kepala Balitbang Kabupaten Badung I Wayan Suambara menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Peduli Sungai (KPS) Batu Lumbang Pelasa yang sudah secara swadaya melakukan pembersihan di sepanjang alur Tukad Mati. Pihaknya pun siap membantu KPS yang pertama di Badung ini dalam hal anggaran operasional rutin pembersihan sungai. Dukungan pemerintah bukan tanpa alasan. Hal ini didasari atas kondisi Tukad Mati di sepanjang Lingkungan Pelasa sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi

objek wisata inovatif. ‘’Apalagi tempatnya persis di belakang sentral parkir yang sesungguhnya market place-nya sudah ada yaitu wisatawan nusantara,’’ katanya di sela-sela Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih untuk kelurahan Kuta yang dipusatkan di alur Tukad Mati Pelasa, Jumat (6/12) kemarin. Lurah Kuta I Ketut Suana menyampaikan apresiasi kepada KPS Batu Lumbang yang secara swadaya membuktikan kerja kerasnya secara konsisten membersihkan alur Tukad Mati sehingga kondisi Tukad Mati di Lingkungan Pelasa sudah jauh lebih baik. ‘’Model partisipatif seperti ini perlu dicontoh oleh lingkungan lain di hulu, sehingga secara keseluruhan Tukad Mati bisa menjadi bersih dan indah,’’ kata Suana yang didampingi Ketua KPS Batu Lumbang I Made Matra. (kmb23)

Rp 1,3 Miliar Lebih

GUBERNUR Bali Wayan Koster menyerahkan hibah mobil untuk Ditreskrimsus Polda Bali, BNNP Bali, dan KPU Bali di halaman kantor Gubernur Bali, Jumat (6/12) kemarin. Ditreskrimsus Polda Bali menerima dua unit mobil sekaligus. Sementara BNNP Bali dan KPU Bali masingmasing satu unit. Kepala Biro Pengadaan Barang/ Jasa Setda Provinsi Bali I Ketut Adiarsa mengatakan, hibah empat unit mobil tersebut nilainya Rp 1.389.500.000. Ditreskrimsus Polda Bali menerima Toyota New Hilux Double Cabin berwarna hitam yang dibanderol Rp 435 juta dan All New Livina berwarna hitam seharga 229,5 juta. Kedua mobil keluaran tahun 2019 itu masing-masing bernomor polisi DK 8467 D dan DK 1053 D. Kemudian, mikrobus Toyota type Hi Ace Commuter berwarna putih diberikan untuk BNNP Bali. Mobil bernomor polisi DK 7034 D keluaran 2019 itu harganya Rp 490 juta. Untuk KPU Bali mendapatkan pick up Toyota All New Hilux Single Cabin

warna hitam bernomor polisi DK 8451 D. Harga mobil keluaran 2019 itu Rp 235 juta. ‘’Itu sudah sesuai dengan harga di e-katalog,’’ ujarnya. Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, hibah mobil yang diserahkan Gubernur merupakan bentuk dukungan Pemprov kepada instansi vertikal yang ada di Bali dalam meningkatkan kinerjanya. ‘’Meskipun institusi itu adalah institusi pemerintah pusat, tapi kita di daerah boleh memberikan bantuan sepanjang untuk meningkatkan kinerja dan kemampuan keuangan kita memungkinkan,’’ ujarnya. Menurut Dewa Indra, hibah mobil disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan masing-masing instansi. Seluruhnya merupakan kendaraan operasional dan bukan untuk pejabat. Seperti BNN, diberikan mikrobus untuk melakukan sosialisasi P4GN ke kabupaten/kota. Dalam sosialisasi itu, mereka harus membawa personel dan peralatan. Kemudian KPU Bali diberikan pick up untuk keperluan penyaluran logistik. (kmb32)


Sabtu Umanis, 7 Desember 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E

Mahasiswa Ners Program B Itekes Bali Gelar PKL

Garap Tujuh Masalah Kesehatan Warga Banjar Dukuh Kesiman

Kegiatan Nasional Meriahkan Dies Natalis XII Stikes Wira Medika Bali

MENYAMBUT Dies Natalis XII, Stikes Wira Medika Bali menyelenggarakan kegiatan penalaran, minat dan bakat. Dibuka dengan jalan sehat, donor darah dan terapi komplementer pada 2 November, dilanjutkan kegiatan regional, nasional dan berakhir dengan puncak peringatan pada 30 November 2019. Kegiatan ini melibatkan seluruh civitas akademika, alumni, organisasi profesi, rumah sakit negeri dan swasta, perguruan tinggi lainnya, mitra kerja sama, SMA, SMK Kesehatan serta masyarakat lingkungan Tonja. Ketua Panitia Dies Natalis Putu Ayu Parwati, S.ST., M.Si. menyampaikan, kegiatan kali ini mengangkat tema ‘’Satukan Hati, Satukan Jiwa, Wira Medika Jaya’’ yang diwujudkan dengan berbagai kegiatan seperti festival band, penanaman toga, lomba cover lagu, lomba tari, futsal antarperguruan tinggi se-Bali, lomba debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris serta kegiatan lainnya yang membangkitkan jiwa kompetisi dan kreativitas mahasiswa. Selain itu, pihaknya juga mengadakan Nursing Skill Competition, Lomba Karya Tulis Ilmiah, Lomba Poster Ilmiah dan Lomba Artikel Ilmiah tingkat Nasional yang diikuti berbagai perguruan tinggi dari Pulau

Jawa, Bali dan Lombok. Tentunya juga seminar nasional yang mengambil tema ‘’Manajemen Stres’’. ‘’Festival ilmiah tahun ini sangat membanggakan. Bukan hanya karena jumlah peserta nasional, tetapi juga karena pencapaian mahasiswa Stikes Wira Medika Bali yang meraih juara I NSC, juara I LKTI, juara I Lomba Poster kategori RMIK, dan juara I Lomba Poster kategori TLM,’’ katanya. Ini capaian luar biasa di tahun 2019. ‘’Kami sangat bangga,’’ ucapnya. Sebelumnya para mahasiswa telah meraih juara I Olimpiade Nasional TLM di Mataram, juara II Ilmiah Essai Nasional dan telah memastikan juara coding nasional di Malang. ‘’Kami memiliki BPM, BEM, Hima dan UKM yang sarat dengan prestasi,’’ sebut Putu Gede Subhaktiyasa, Wakil Ketua 3, yang diamini Srinadi, Ketua BEM. Tidak hanya itu, kegiatan seminar nasional pada 24 November 2019 mendatangkan empat pembicara. Di antaranya dari Sekjen DPP PPNI Pusat Dr. Mustikasari, S.Kp., MARS. Mustikasari juga seorang dosen Fakultas Ilmu Keperawatan di UI. Kemudian Ketua DPW Patelki Bali Reki Usman Susilo Reskianto. Reki Usman juga Trainer Nasional Flebotomy. Dosen Keperawatan Jiwa Stikes

B R A N D I N G D I S I N I

PKL - Camat Dentim Wayan Herman bersama Perbekel Wayan Mariana dan Rektor Putu Darma Suyasa dan Kadus Dukuh Wayan Yuda usai membuka PKL Itekes di Banjar Dukuh, Kesiman Petilan. masalah secara bersam-sama. Mahasiswa, katanya, mulai dilibatkan sejak penentuan lokasi PKL, pembekalan, survei lapangan hingga menemukan dan menjalankan musyawarah bersama hingga melakukan evaluasi program. Program PKL kali ini menyasar peningkatan derajat kesehatan melalui keluarga. Menjadi pelaku dan penggerak kesehatan masyarakat berdasarkan asas kemandirian dan kebersamaan. Makanya PKL ini dilakukan berlandaskan pada kajian ilmiah, khususnya bidang keperawatan. Yang terpenting, katanya, mengedukasi masyarakat menjadi keluarga sehat lewat asuhan keperawatan keluarga. Mereka melakukan tindakan promotif dan preventif serta sebagai pendamping keluarga yang memiliki masalah kesehatan untuk menjalankan pola hidup sehat. Prodi Pendidikan Ners Program B adalah bentuk studi lanjut bagi SDM kesehatan yang sudah bekerja di Bali. Mereka sudah

lulus D-3 Keperawatan dan S-1 Keperawatan dan wajib mengikuti program ners. Bahkan program ini sangat laris di Itekes Bali. Camat Dentim Wayan Herman berterima kasih kepada mahasiswa Itekes Bali ikut membantu warganya memecahkan masalah kesehatan warga perkotaan. Banjar Dukuh dijadikan sasaran guna mengimbaskan pentingnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Untuk itu, dia minta Itekes Bali sering terjun ke masyarakat di Dentim. Termasuk membantu mengantisipasi datangnya musim penghujan dengan ancaman DB. ‘’Selama ini, Dentim termasuk paling kecil kasus DBnya di Denpasar,’’ tegasnya. Perbekel Desa Kesiman Petilan Wayan Mariana memberi apresiasi atas kehadiran mahasiswa Itekes Bali menerjunkan mahasiswa PKL. Dia sendiri merasakan manfaat kehadiran mahasiswa PKL di Kesiman Petilan. Apalagi program ini dilanjutkan dengan program detail di Banjar Dukuh, Kesiman. (ad190)

’’The Lucky 7th Anniversary’’ Musyawarah Kerja Kabupaten Beachwalk Shopping Center PMI Badung 2019

C E R I T A S U K S E S

Wira Medika Bali Ns. Desak Made Ari Dwi Jayanti, S.Kep., M.Fis., Fungsional Perekam Medis Rumah Sakit Bali Mandara Provinsi Bali Ni Nyoman Meryadi. S.PIK. dengan moderator Puja Astawa, seorang Youtuber terkenal Bali. Kegiatan ini dilakukan di Hotel Nikki dengan peserta 1.000 orang. Ketua Stikes Wira Medika Bali Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M. mengatakan pihaknya sangat mangapresiasi kegiatan-kegiatan ilmiah ini. Apalagi tahun ini bisa sampai tingkat nasional dan tentu merupakan momentum yang membanggakan bagi kita semua. ‘’Harapan saya agar kegiatan seperti ini diselenggarakan berkelanjutan,’’ imbuh Dewa Agung. Apresiasi juga disampaikan Ketua Yayasan Samodra Ilmu Cendekia Bali Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. yang secara langsung mendatangkan mitra dari Brisbane, Australia Mr. Jeremy pada acara pucak Dies Natalis. ‘’Ini energi positif menambah semangat untuk perubahan status menjadi institut. Kita harus berpikir global dan kami telah menyiapkan peluang untuk magang dan kerja di Jepang, Australia, Jerman dan Belanda,’’ pungkas Astina. (ad181)

SEBANYAK 55 mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program B Institut Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali sejak Jumat (6/12) kemarin diterjunkan mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Banjar Dukuh, Desa Kesiman Petilan. Pembukaan PKL ditandai dengan penyerahan mahasiswa oleh Rektor Itekes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. kepada Camat Dentim I Wayan Herman, S.Sos., M.Si. dan dilanjutkan kepada Perbekel Kesiman Petilan Wayan Mariana dan Kadus Dukuh Wayan Yuda. Ketua Panitia PKL A.A. Ayu Yuliati Darmini, S.Kep., M.Ns. mengungkapkan, 55 mahasiswa yang diterjunkan di Banjar Dukuh, Kesiman Petilan akan bertugas selama enam minggu. Mereka akan menggarap tujuh masalah kesehatan utama yang dialami warga Dukuh. Hal ini dilakukan setelah melakukan evaluasi saat PKL reguler sebelumnya di Desa Kesiman Petilan. Tujuh masalah tersebut meliputi pencegahan kanker serviks, kanker payudara, balita, kesehatan lansia, gigi dan mulut serta lainnya. Bahkan mahasiswa, katanya, juga terlibat untuk mengajak masyarakat mengantisipasi cuaca ekstrem dan datangnya musim penghujan. Di antaranya masalah penyakit saluran pernapasan serta demam berdarah (DB). Rektor Itekes Bali Gede Putu Darma Suyasa mendukung program prioritas mahasiswa Prodi Pendidikan Ners Program B secara komprehensif menggarap warga Dukuh, Kesiman. Dia setuju ditambah dengan program baru antisipasi DB dan cuaca ekstrem. Inilah yang dikatakan Putu Darma Suyasa bentuk sinergisitas dunia kampus (Itekes Bali) dengan masyarakat guna menangani

MUKERKAB - Pembukaan Musyawarah Kerja Kabupaten (Mukerkab) PMI Badung 2019 di Sempidi, Badung, Jumat (6/12) kemarin. PALANG Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Badung menggelar Musyawarah Kerja Kabupaten (Mukerkab) 2019 di Sempidi, Badung, Jumat (6/12) kemarin. Mukerkab ini bertujuan untuk evaluasi kegiatan di 2019 dan menyusun program kerja di 2020 terkait tugas dan kewajiban PMI sebagai organisasi sosial kemanusiaan. Kegiatan diikuti sekitar 150 peserta dari pengurus, Dewan Kehormatan PMI Badung, PMI kecamatan, relawan, mitra kerja, dan OPD terkait se-Kabupaten Badung. Pembukaan Mukerkab dilakukan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, yang disaksikan Ketua PMI Bali, Ketua PMI Badung, Kepala BNNK Badung, Sekretaris BPBD Badung, dan lainnya. Menurut Ketua PMI Badung Kompyang R. Swandika, Mukerkab ini merupakan evaluasi pelayanan dan program kegiatan yang dilakukan PMI Badung di 2019. Selain itu, juga menyusun program kerja PMI Badung di 2020 serta sebagai forum komunikasi, koor-

dinasi, dan sinergi dalam rangka pelaksanaan tugas-tugas kemanusiaan di bidang kepalangmerahan. ‘’Semuanya kita bersinergi untuk menyatukan visi, menyatukan langkah kita melaksanakan tugas kepalangmerahan. Yang fokusnya adalah siaga bencana, pelayanan darah yang sehat dan berkualitas,’’ papar Kompyang R. Swandika. Ditambahkannya, di 2019 ini PMI Badung telah membentuk KSR di seluruh perguruan tinggi, PMR di SD, SMP, dan SMA/SMK se-Kabupaten Badung. Serta Satgana di desa untuk membangun jejaring kepalangmerahan yang sabar dan siaga bencana. Kemudian mitigasi dan edukasi bencana di perguruan tinggi dan sekolah negeri maupun swasta. Pelatihan kebencanaan dengan peserta dari kecamatan, desa maupun usaha swasta. Pelayanan darah yang sehat, berkualitas, bebas narkoba dan HIV/AIDS. Melaksanakan safari kesehatan dengan sasaran para lansia, veteran pejuang, dan masyarakat umum. Serta pelayanan ambulans siaga 24 jam.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dr. I Gede Putra Suteja menerangkan, PMI Badung telah membantu pemerintah Badung dalam pelaksanaan kegiatan kepalangmerahan, pelayanan kepada masyarakat, donor darah, dan palayanan kesehatan lainnya. Sehingga secara bersama-sama melakukan pelayanan pada masyarakat. ‘’Sinergi ini terus akan kita laksanakan, baik donor darah, kepalangmerahan, pembinaan-pembinaan di sekolah-sekolah, terutama narkoba. Pasti kita akan dukung kegiatankegiatan PMI, sepanjang PMI juga menyesuaikan dengan visimisi bupati, visi-misi kesehatan untuk di Badung ini,’’ terangnya. Untuk ke depannya, Suteja menambahkan, komunikasi merupakan kata kunci untuk dapat kerja bersama dengan baik. Dengan komunikasi maka pihaknya akan dapat mengetahui apa kebutuhan dan bantuan yang bisa dilakukan untuk PMI Badung maupun organisasi kemasyarakatan lainnya. ‘’Ini kembali ujungnya, bagaimana agar derajat kesehatan masyarakat Badung bisa sejahtera, bagaimana masyarakat Badung bisa bahagia,’’ tutupnya. Dari Mukerkab ini, Ketua PMI Bali I Gusti Bagus Alit Putra berharap ke depannya PMI Badung menyempurnakan hasil kegiatan di 2019, sehingga menjadi program riil yang sangat bermanfaat sesuai dengan fungsi PMI di Badung di 2020. Sehingga dalam pelaksanaan untuk meningkatkan kompetensi kesiapan dari para relawan, KSR, PMR, dan lainnya untuk kesiapan dalam menghadapi bencana, juga siap untuk selalu membantu kesehatan masyarakat. Dan siap menyiapkan darah yang selalu berkualitas. ‘’Di samping itu, menyatukan, bersinergi dengan program pusat, program provinsi. Di Badung ini bisa juga diprogramkan dengan baik,’’ harap Alit Putra. (ad179)

HOLIDAY Starts Here! Memeriahkan hari raya Natal dan Tahun Baru 2020, Beachwalk Shopping Center membawakan tema ‘’Let’s Feast’’ dengan momen liburan sebagai tema utama dari Holiday Starts Here! di bulan Desember. Beachwalk Shopping Center selalu menghadirkan kejutan dan promo menarik bagi pengunjung yang sedang berlibur akhir tahun. Beachwalk yang merupakan tujuan berbelanja di Bali kembali menghadirkan ‘’Beachwalk Year and Sale’’ dari berbagai macam promosi toko ritel dan restoran dengan memberikan berbagai macam diskon dan promo menarik bagi pengunjung. Berbagai diskon diberikan oleh tenant-tenant yang paling ditunggu-tunggu seperti Victoria’s Secret Full Assortment, Candylicious, Topshop, Top Man, Mango, Zara, H&M, Pull & Bear, Stradivarius, Bershka, Tumi, Bath & Body Works, Gingersnaps dan masih banyak lagi. Tentunya bagi para pengunjung yang hobi berbelanja tidak dapat melewatkan kesempatan dalam ‘’Beachwalk Year and Sale’’. Tahun ini, Beachwalk Shopping Center memasuki tahun ke-7 dan merayakannya dengan tema ‘’The Lucky 7th Anniversary’’. Perayaan ulang tahun Beachwalk yang ke-7 ini dirayakan dengan memberikan hiburan dan promosi yang tentu saja menarik bagi pengunjung, serta rangkaian kegiatan menarik menyemarakan ‘’The Lucky 7th Anniversary’’. Temukan berbagai macam program spesial The Lucky 7th Anniversary’s Surprises khusus bagi pemegang kartu Corner’s Card yaitu ‘’Wish for Your Luck to Get IDR 700.000’’ bagi pengunjung dengan 7 pembelanjaan tertinggi pada 1 - 7 Desember 2019 yang akan diumumkan 9 Desember 2019. Selain itu, pada 7 Desember 2019 spesial untuk pengunjung dengan minimum pembelanjaan Rp 700.000 (dalam satu struk) mendapatkan ‘’Additional 7 Points’’. Tentunya Beachwalk memberikan penampilan spesial pada 7 Desember 2019, seperti Special Balinese Performance, Grooveart Music

School, dan live DJ Performance oleh DJ Bipolar di Fountain Stage level 1 pukul 16.30 Wita. Let’s Feast on Christmas Day! Beachwalk Shopping Center hadir dengan program Christmas Special pada 20-25 Desember 2019, dalam rangka memeriahkan perayaan Natal. Melalui program spesial ini pengunjung berkesempatan mendapatkan Christmas Gift dari Beachwalk Shopping Center dengan melakukan pembelanjaan minimal Rp 2.000.000 (maksimal 2 struk, *S&K berlaku, *selama persediaan masih ada). Nikmati juga special performances pada 21-25 Desember 2019, Christmas Choir, Face Painting, Kids activities, Christmas Trunk Fashion Show, Meet the Santa dan masih banyak lagi aktivitas yang tidak bisa dilewatkan oleh pengunjung. Di samping itu, pengunjung dapat melakukan kegiatan pergantian tahun di Beachwalk, di mana akan menghibur pengunjung dengan memberikan pertunjukan

spesial yakni Balinese Cultural Performance, Balinese Food Experience, Special DJ Performance, Special Burlesque Dance Performance and DJ Show di event venues Fountain Stage level 1, Deck Stage level 1 dan Sunset Deck level 3. Let’s Share on Christmas Day! Beachwalk Shopping Center mengajak pengunjung ikut berbagi dalam suasana perayaan Natal dengan memberikan hadiah kepada anakanak panti asuhan melalui program CSR (Corporate Social Responsibilty) ‘’Secret Santa’’. Anak-anak panti asuhan akan menulis permohonan mereka dan digantung pada pohon Natal di Customer Service Desk level 1. Pengunjung dapat melihat wishlist card dan menyiapkan hadiahnya berdasarkan dari permohonan tersebut. Semua hadiah yang telah terkumpul akan diberikan kepada anak-anak panti asuhan pada 20 Desember 2019. Untuk informasi lebih lengkap, pengunjung dapat mengunjungi Customer Sevice Desk level 1. (ad182)

Melengkapi Produk Bali

Diskop dan UKM Sulsel Hadir di Bali ITT Expo DINAS Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengikuti Bali ITT (Investment, Trade and Tourism) Expo 2019, mulai 5 hingga 8 Desember. Expo dibuka pada Kami (5/12) di Level 21 Mall, Denpasar. Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Azis Bennu mengatakan, ia memAbdul Azis Bennu

bawa produk unggulan dari Sulawesi Selatan yaitu sutra, kopi dan minyak tawon. Ia juga menyampaikan informasi terkait pariwisata di Sulawesi Selatan pada pengunjung mall. Ia berharap UKM binaannya bisa mengakses pasar pariwisata yang ada di Bali. Karena Bali, baginya adalah destinasi wisata yang luar biasa. ‘’Kita ingin saling melengkapi. Produk yang ada di Sulawesi Selatan ada di Makassar, bisa

hadir di Bali. Produk Bali juga bisa di sana, kita bisa bermitra,’’ ungkapnya. Ia berharap UKM menjadi penguat NKRI, bisa saling merasakan, saling melengkapi dan tak kalah pentingnya produk yang ditampilkan bisa menjadi referensi untuk pengembangan produk untuk berdaya bersaing, misalnya pada kemasan. Selama ini produk dari Sulawesi Selatan sudah banyak yang dipasarkan ke luar daerah sep-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

erti di Jakarta dipamerkan di Smesco, di Makasaar pun ada galeri, KUKM Center. ‘’Hampir tiap bulan ada expo, pameran yang melibatkan UKM. Dengan cara itu, mereka bisa berinteraksi antara satu dengan yang lain,’’ terangnya. Orang yang tidak sempat pergi ke Makassar, bisa mendapatkannya di Bali. Saat ini, ia sedang mencari mitra UKM Bali yang bisa menjadi penyambung atau distributor. (May)


Sabtu Umanis, 7 Desember 2019

Terlibat Kasus Sabu-sabu

Dua Terdakwa Dituntut Tujuh Tahun

Denpasar (Bali Post) -

Terdakwa Putu Wide Astawa (29) dan Komang Astrawan (20), Kamis (5/12) lalu diadili kasus sabu-sabu. Oleh jaksa, mereka disebut bermufakat jahat memiliki dan menyimpan narkotika golongan I jenis sabu-sabu. Jaksa penuntut umum (JPU) Gusti Ngurah Arya Surya Diatmika kemudian menuntut supaya kedua terdakwa dihukum selama 7 tahun penjara. Selain itu, juga pidana denda Rp 800 juta yang bisa diganti enam bulan kurungan. Baik Putu Wide Astawa maupun Komang Astrawan sama-sama dijerat Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Menanggapi tuntutan ini, para terdakwa diberi

DIFABEL - Ditlantas Polda Bali menyediakan pelayanan khusus untuk difabel.

Bali Post/ist

Tingkatkan Pelayanan Masyarakat Berkebutuhan Khusus

Denpasar (Bali Post) Polda Bali dan jajaran terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Oleh karena itu, sesuai amanat Undangundang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose menekankan agar di masing-masing satuan kerja dan satuan kewilayahan (Polres dan Polresta) meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya kepada masyarakat difabel. Pelayanan itu di antaranya memberikan fasili-

tas khusus seperti tempat parkir, jalur untuk kursi roda, ruang tunggu, toilet, dan lainnya. Menurut Kapolda, ketersediaan fasilitas khusus untuk difabel diharapkan mampu memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat. Hal ini merupakan wujud komitmen layanan Polri khususnya Polda Bali yang bersifat Promoter. ‘’Di tempat pelayanan BPKB Subditregident Ditlantas Polda Bali sudah menyiapkan fasilitas untuk para difabel. Seperti tempat parkir khusus yang berada di lokasi terdekat dengan Ruang Pelayanan BPKB, jalur

untuk kursi roda menuju ke dalam ruang tunggu, juga disiapkan tempat khusus di dalam ruang tunggu, serta toilet khusus difabel,’’ katanya, Jumat (6/12) kemarin. Selain itu, untuk kaum difabel, Dirlantas Kombes Pol. Wisnu Putra juga sudah menyiapkan ruang laktasi untuk para ibu yang kebetulan masih dalam masa menyusui. Disiapkan ruangan khusus tersebut untuk kenyamanan, apabila akan menyusui bayinya selama menunggu proses pelayanan di tempat itu. Selain di Sentra Pelayanan BPKB, di tempat pelayanan masyarakat lainnya

dalam lingkup Polda Bali sudah tersedia juga fasilitas untuk penyandang disabilitas, yakni toilet di Rumah Sakit Bhayangkara dan toilet umum di sebelah Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali. Sementara bagi masyarakat yang hendak menggunakan fasilitas khusus difabel ini, diharapkan dapat memahami arti atau makna tanda-tanda maupun petunjuk yang sudah dipasang. Bisa juga menyampaikan kepada petugas pelayanan setempat untuk dapat diarahkan menuju tempat fasilitas yang sudah disediakan tersebut. (kmb36)

Bawa Parang, Pria Asal NTT Diadili Denpasar (Bali Post) Hanya gara-gara membawa parang sepanjang kirakira 30 cm, pria asal Sumba Barat Daya, NTT, terdakwa Yehuda Dawu Lende (21) diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. JPU I Nyoman Triarta Kurniawan di depan persidangan

menjelaskan terdakwa ditangkap polisi pada Senin (9/9) pukul 22.30 di Jalan Mekar Sari depan Minimarket Mumbul, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung. Kata jaksa, saat itu terdakwa membawa sebilah parang dengan gagang dan sarung kayu berwarna

cokelat yang diselipkan di pinggang terdakwa. Menurut Triarta Kurniawan di hadapan majelis hakim yang diketuai I Ketut Kimiarsa, sebelumnya dari keterangan polisi, terdakwa mengaku mendapatkan parang tersebut dengan cara membeli di sebuah pasar

di kampung halamannya. Terdakwa membawanya ke Bali pada April 2019 dan menyimpannya di dalam kamar kos. Karena tidak memiliki izin atas parang itu, terdakwa dijerat Pasal 2 ayat (1) UU Darurat Republik Indonesia Nomor 12/1951. (kmb37)

Tidak Ditanggung JKN

mampu, menurut Sukmawati, pihaknya telah mendapatkan bantuan dari sejumlah donatur. Salah satunya dari donatur yang berasal dari warga Prancis Delphine Leveqe. Sejauh ini, dia sudah dua kali memberikan bantuan untuk bayi prematur yang orangtuanya tidak mampu. ‘’Sudah dua kali dia (Delphine Leveqe - red) memberikan bantuan berupa baju bayi,’’ ucapnya. Sementara itu, Dewa Kresna menambahkan, pihak RSUP Sanglah terbuka bagi siapa saja yang ingin menjadi donatur dan menyumbang untuk pasien tidak mampu yang dirawat di RSUP Sanglah. Untuk menghindari penyalahgunaan donasi, ia menyarankan agar para donatur berkoordinasi terlebih dahulu dengan Humas RSUP

Sanglah. ‘’Terkadang ada yang membuka donasi untuk disalurkan ke pasien tidak mampu. Namun tidak semua donasi ini tersampaikan dan digunakan beberapa oknum untuk mengumpulkan uang untuk dirinya sendiri. Jadi agar donasi ini tidak disalahgunakan dan tepat sasaran, disarankan para donatur berkoordinasi dulu dengan humas,’’ terangnya. (san)

SUMBANGAN - Salah satu donatur yang menyumbang kebutuhan pampers dan baju untuk bayi prematur dari keluarga tidak mampu yang dirawat di RSUP Sanglah, Jumat (6/12) kemarin.

uang Rp 300 ribu dan terdakwa Putu Wide Astawa menyediakan uang Rp 600 ribu. ‘’Uang tersebut oleh para terdakwa membeli sabu kepada Bos,’’ tandas jaksa. Setelah mentranfer uang sebesar Rp 900 ribu kepada Bos, para terdakwa kemudian disuruh untuk mengambil tempelan sabu di daerah Sesetan. Paket sabu seberat 0,31 gram itu netto itu dibawa oleh para terdakwa ke Village Hotel. (kmb37)

Dua Orang Tewas Gantung Diri di Densel Denpasar (Bali Post) Kasus gantung diri terus terjadi di Denpasar dengan motif berbeda. Kamis (5/12) lalu Haris Budianto (33) ditemukan tewas gantung diri usai memukul istrinya di Jalan Raya Sesetan Gang Taman Sari, Denpasar Selatan (Densel). Sedangkan Jumat (6/12) kemarin I Made Suta Ardi Winaya (52) yang semasa hidupnya doyan judi tajen ditemukan tewas gantung diri di Jalan Danau Tondanao, Sanur Kauh, Densel. Kapolsek Densel Kompol Nyoman Wirajaya membenarkan adanya dua kasus gantung diri tersebut. “Ini saya masih di TKP,” katanya. Istri Haris Budianto, Sutarsih (34), menjelaskan pukul 19.00 Wita saat dia pulang dari kerja sempat cekcok mulut dengan korban gara-gara masalah membeli jaket. Waktu itu korban sempat memukul Sutarsih. Selanjutnya korban keluar kamar lalu mengunci istrinya di kamar tersebut, dan listrik dimatikan dari luar kamar. Sutarsih mengira suaminya langsung keluar rumah. Setelah satu jam diam di kamar, ia menelepon kakak sepupunya, Susanto (37), yang tinggal di Jalan Pulau Moyo, Denpasar. Tak berselang lama Susanto tiba di TKP dan mencari korban. Susanto curiga karena pintu dapur terkunci dan langsung didobrak. Setelah pintu terbuka, dilihat korban tergantung di dapur menggunakan tali plastik warna biru. Susanto lalu membuka kunci pintu kamar Sutarsih. Sutarsih lalu mengambil pisau dan dibantu Susanto memotong tali dan menurunkan korban. “Dugaan sementara korban dengan istrinya ada masalah keluarga. Hasil pemeriksaan awal tidak ada tanda-tanda kekerasan

Bayi Prematur dari Keluarga Miskin Butuh Pampers, Baju dan Vitamin TIDAK semua kebutuhan pasien ditanggung oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah satunya pampers, baju dan susu formula. Kebutuhan ini biasanya untuk bayi prematur dan merupakan tanggung jawab keluarga si bayi. Di RSUP Sanglah, ada sejumlah bayi prematur dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Cempaka. Dari sekian pasien itu, ada beberapa yang masuk keluarga tidak mampu atau warga miskin. Mereka hanya mengandalkan selimut bayi yang diberikan pihak rumah sakit. Sementara bayi yang prematur tersebut tidak pakai baju dan pampers. Sedangkan untuk susu formula terus diusahakan pihak rumah sakit. Sebab, orangtua si bayi tidak sanggup membelinya. Salah satu dokter anak di ruang NICU Cempaka RSUP Sanglah dr. Sukmawati, Sp.A(K). didampingi Kasubag Humas RSUP Sanglah Dewa Kresna, Jumat (6/12) kemarin, menyebutkan yang paling sulit dipenuhi kebutuhan bayi prematur adalah baju. ‘’Sebab, mereka kecil sekali. Jarang ditemukan baju yang pas untuk bayi prematur ini. Kalau orangtuanya punya uang mungkin bisa membeli di toko bayi khusus. Tetapi tidak untuk bayi dari keluarga tidak mampu ini,’’ kata Sukmawati. Selain baju, bayi prematur juga membutuhkan banyak pampers. Dalam sehari mereka bisa menghabiskan tiga pampers. Dari sisi ukuran pun memerlukan ukuran yang khusus. ‘’Selain baju dan pampers juga ada vitamin yang tidak ditanggung JKN serta susu formula,’’ jelas Sukmawati. Untuk bisa memenuhi kebutuhan bayi prematur ini, khususnya dari keluarga tidak

kesempatan untuk menyampaikan pembelaan secara tertulis pada sidang selanjutnya. Dalam dakwaan JPU, diungkapkan bahwa mereka ditangkap polisi pada 22 Mei 2019 sekitar pukul 13.30 Wita di halaman parkir Legian Village Hotel Jalan Padma, Legian, Kuta, Badung. Berawal ketika para terdakwa bersepakat untuk membeli paket sabu dan pada saat itu terdakwa Komang Astrawan menyediakan

di tubuh korban akibat penganiayaan,” ungkap Kompol Wirajaya. Sementara itu, Suta Ardi Winaya ditemukan tewas gantung diri pertama kali oleh I Kadek Puja (33), tukang bersih kolam yang beralamat di Jalan Gunung Agung Gang Mertajaya, Denpasar Barat. Jumat pukul 08.00 Wita Puja berangkat dari rumah menuju TKP di Jalan Tondanao, Sanur untuk membersihkan kolam. Pukul 08.30 Wita ia tiba di TKP dan melihat pintu gerbang terkunci dari dalam. Karena Puja sudah dipercaya oleh korban, ia diberikan kunci duplikat untuk memudahkan membersihkan kolam. Saat masuk rumah, Puja melihat korban bersandar di meja. Ia belum curiga lalu melanjutkan pekerjaannya menaruh obat kolam. Saat hendak menghidupkan mesin kolam, ia menoleh ke arah korban dan dilihat di leher korban ada tali serta lidah menjulur. Puja langsung keluar rumah dan minta tolong ke tetangga untuk menyampaikan kejadian ini kepada anak korban, Ni Putu Ayu Ardani Trisna Dewi (31). Trisna Dewi yang tinggal di Jalan Gumitir, Denpasar Timur, kepada polisi mengatakan, sekitar dua bulan lalu korban berkunjung ke rumahnya. Waktu itu korban mengatakan ingin bunuh diri karena pikirannya mumet dan motor rusak. Selain itu, Trisna Dewi menyampaikan ayahnya hobi judi sabung ayam. Korban sudah bercerai dengan istrinya sekitar 10 tahun silam. “Keterangan tetangganya, korban suka judi. Korban tinggal sendiri di TKP. Kami masih selidiki motif kejadian ini,” tegas mantan Kapolsek Kuta ini. (kmb36)


Sabtu Umanis, 7 Desember 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Merawat Kesadaran dan Tanggung Jawab Berbangsa SEMANGAT membumikan Pancasila dan memperkuat nasionalisme terus digaungkan belakangan ini. Sementara ini tentu patut dan sangat pantas kita dukung bersama. Dedikasi untuk mendukung program pemerintah membumikan Pancasila hendaknya kita jabarkan dengan perilaku yang terukur. Kita jangan abai dan tak hadir dalam upaya-upaya strategis membangun dan memperkuat rasa nasionalisme. Pemahaman kita tentang Pancasila dan partisipasi semua elemen bangsa dalam berbakti pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus juga jelas. Bahkan jika mendesak jiwa patriotik untuk tetap menegakkan Pancasila sebagai ideologi bangsa haruslah jelas. NKRI yang sudah susahpayah dibangun jangan sampai ternoda dan terbelah oleh paham-paham irasional dan menjauh dari ideologi Pancasila. Bibit-bibit perpecahan itu selalu ada, yang terpenting adalah jangan biarkan hidup dan berkembang. Ini sangat berbahaya. Paham radikal dengan bertopeng keagamaan tidak akan membawa negeri ini ke arah yang lebih baik. Justru sebaliknya. Tidak hanya mengkhianati cita-cita para pendiri bangsa, tetapi membawa kehancuran. Ini semakin meneguhkan sikap bangsa Indonesia, bagaimana sejatinya kita sudah punya kekuatan ideologis nasionalis yang sangat kuat. Kita sudah diberikan wasiat serta harta yang tidak ternilai harganya. Pelihara dan kembangkanlah. Bagaimana caranya? Tentu dengan sinergitas antara semua komponen bangsa. Menjaga rasa toleransi dan membangun rasa kesadaran berbangsa satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air. Pemerintah ada di depan dengan segala otoritas serta kemampuan yang sudah didelegasikan oleh rakyat. Pemerintah sudah punya mandat. Wakil sudah punya mandat absolut yang diperolehnya dari rakyat. Kombinasi ini sudah lebih dari cukup sebenarnya untuk mengamankan negeri. Tetapi, di tengah perjalanan tentu ada godaan. Banyak oknum yang sudah melenceng. Sudah keluar dari rel-rel komitmen awal. Sudah menafikan kebesaran cita-cita bersama. Namun kita harus tetap setia mengawal ideologi Pancasila. Ideologi yang telah menyatukan 1.331 kelompok suku yang ada di negeri ini. Menyatukan lebih dari 268 juta jiwa penduduknya. Kita harus membangun jati diri dan menjadikan nasionalisme sebagai spirit mengawal NKRI. Sedangkan bagi mereka yang berkhianat tentu saja sejatinya tidak ada toleransi. Pemerintah mesti tegas. Penegakan hukum yang sangat-sangat tegas dan keras diperlukan. Diplomasi sosial dan diplomasi politik mungkin saja dibangun sepanjang itu tidak dalam bentuk kompromi atas ideologi kebangsaan. Negara harus kuat. Sendi-sendi negara jangan dibiarkan digerogoti. Jangan dibiarkan. Ini menyangkut kewibawaan seorang kepala negara dan jajarannya. Ini menyangkut kehormatan suatu bangsa. Jangan biarkan. Gangguan internal dan eksternal itu sudah pasti ada. Ini tidak hanya dinamika politik, ini dinamika kehidupan. Sepanjang kita bisa jalan lurus, tentu segala ancaman serta rintangan itu bisa dilalui dengan selamat. Ingat, godaan semakin berat di depan. Semakin hari dan bahkan semakin mengarah ke hitungan jam, menit atau bahkan detik. Ini bukan berlebihan. Segala macam cara digunakan. Kekuatan media sosial digunakan untuk menyebarkan fitnah, ujaran kebencian, hoaks dan sebagainya. Ini hitungannya detik. Mereka cepat dan kita mestinya jauh lebih cepat. Mereka juga kuat dan harusnya kita jauh lebih kuat. Kita tengah berpacu. Tidak ada istilah diam. Mereka tidak pernah diam untuk terus merongrong. Kita juga tidak akan pernah diam untuk melawan, melawan dan kita mestinya melibas mereka sampai ke akar-akarnya.

Revitalisasi Fondasi Demokrasi

Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin sudah sekitar sebulan menjabat Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2014. Perbaikan pembangunan dan ketegasan kepemimpinan diharapkan lebih baik mengingat sudah hilangnya beban politik di periode terakhirnya. Salah satunya tercermin dalam aspek implementasi demokrasi yang sehat dan produktif.

Oleh Ribut Lupiyanto emokrasi Indonesia berdasarkan standar internasional tahun ini dianggap menurun. Salah satunya dilihat dari aspek supremasi hukum. Kondisi menunjukkan minimnya penerimaan aspirasi publik dalam perumusan peraturan serta militer yang mulai merasuk ke ranah sipil. Fondasi kuat sebenarnya sudah dimiliki bangsa ini, yaitu berlakunya Demokrasi Pancasila. Demokrasi Pancasila mampu menjadi jalan damai bagi kehidupan berbangsa yang berbineka. Minimnya peran oposisi ke depan diharapkan tetap menyehatkan demokrasi. Kepemimpinan Jokowi akan diuji dalam internalisasi dan aktualisasi Demokrasi Pancasila pada pemerintahan keduanya. Finalnya Pancasila sebagai dasar negara tidak ada yang menyangkal. Filosofi dan aktualisasi Pancasila mesti terus dipupuk dan dibuktikan dalam kehidupan bernegara. Jaminan regenerasi juga mesti diperhatikan melalui transformasi dan internalisasi nilai. Fungsi pokok Pancasila sebagai dasar negara didasarkan pada Ketetapan MPRS No.XX/ MPRS/1966 tentang Memorandum DPR-GR Mengenai Sumber Tertib Hukum Republik Indonesia dan Tata Urutan Peraturan Perundang Republik Indonesia (jo Ketetapan MPR No.V/MPR/1973, jo Ketetapan MPR No.IX/MPR/1978) yang

SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Dana Punia Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah)

Dalam rangka menginformasikan dan menghimpun dana pembangunan di Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah Loka) yang terletak di Banjar Adat Peninggaran, Desa Pakraman Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, dengan ini kami mengajukan permohonan bantuan kehadapan para umat untuk ikut madana punia untuk mendukug pembangunan pura. Dengan adanya dukungan dari umat dalam hal ini akan sangat besar manfaatnya untuk pengembangan dan mendukung kebutuhan serta penyelesaian sarana dan prasarana fisik pembangunan pura ini. Salah satu upaya untuk melestarikan agama, adat istiadat dan seni budaya yang diharapkan dapat meningkatkan sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Sehubungan dengan hal tersebut di atas kami pangempon Pura Puncak Sari, Desa Pakraman Seraya sangat mengharapkan bantuan dari umat. Bantuan dapat disalurkan ke Rekening Panitia Pembangunan Pura Puncak Sari No. Rek. 4614-01-019031-536 BRI Unit Subagan. Demikianlah permohonan ini kami sampaikan kehadapan bapak/ibu dan atas bantuannya kami sampaikan terima kasih. Klian Desa Pakraman Seraya I Made Salin

menjelaskan bahwa Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber tertib hukum Indonesia yang pada hakikatnya adalah merupakan suatu pandangan hidup, kesadaran dan cita-cita hukum serta cita-cita moral yang meliputi suasana kebatinan serta watak dari bangsa Indonesia. Kemudian mengenai Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum ini dijelaskan kembali dalam Ketetapan MPR No.III/MPR/2000 tentang sumber hukum dan tata urutan peraturan perundang-undangan pada Pasal 1 ayat (3) yang menyatakan bahwa ‘’sumber hukum dasar nasional adalah Pancasila. Keberadaan Pancasila tersebut kembali dikukuhkan dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 yang kemudian diganti dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Peraturan Perundang-undangan. Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum memberi makna bahwa sistem hukum nasional wajib berlandaskan Pancasila. Akan tetapi, keberadaan Pancasila tersebut semakin tergerus dalam sistem hukum nasional. Hal demikian dilatarbelakangi oleh tiga alasan yaitu: pertama, adanya sikap resistensi terhadap Orde Baru yang memanfaatkan Pancasila demi kelanggengan kekuasaan yang bersifat otoriter. Kedua, menguatnya pluralisme hukum yang mengakibatkan terjadinya kontradiksi-kontradiksi atau

disharmonisasi hukum. Ketiga, status Pancasila tersebut hanya dijadikan simbol dalam hukum. Untuk itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk menerapkan Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum dalam sistem hukum nasional yaitu: pertama, menjadikan Pancasila sebagai suatu aliran hukum agar tidak terjadi lagi disharmonisasi hukum akibat diterapkannya pluralisme hukum. Kedua, mendudukkan Pancasila sebagai puncak peraturan perundangundangan agar Pancasila memiliki daya mengikat terhadap segala jenis peraturan perundang-undangan sehingga tidak melanggar asas lex superiori derogat legi inferiori (Boa, 2018). Jalan Aktualisasi Banyak sekali forum telah digelar guna membahas Pancasila. Salah satunya rutin dilaksanakan Kongres Pancasila oleh UGM. Tahun ini masuk pada penyelenggaraan kesebelas yang digelar pada 15-16 Agustus 2019 silam. Hal yang menarik adalah ketika Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka Kongres Pancasila XI di UGM tersebut. JK menyebut Pancasila harus dimaknai dengan sederhana agar mudah dipahami dan langsung diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila diminta tidak dipersulit, tidak hanya menjadi tema seminar, dan jangan hanya jadi bahan indoktrinasi.

Info Singaraja FM infosingarajafm

081933004217

Berikan Layanan kepada Masyarakat PELAYANAN Samsat dan soal lingkungan menjadi bahasan pada acara Suara Buleleng, Jumat (6/12) kemarin. Para pengopini mengharapkan petugas memberi layanan maksimal kepada masyarakat. Berikut rangkumannya. Ma’Afi di Pegayaman menyatakan pada 6 Desember ini tanggal berakhirnya pemutihan di Samsat. Di hari terakhir tersebut ada beberapa kasus di mana wajib pajak disuruh balik nama. Namun karena uangnya tidak cukup, maka yang bersangkutan harus balik ke rumah tanpa hasil. Dari kejadian itu, ia mengharapkan agar petugas memberikan pelayanan yang terbaik kepada wajib pajak. Diharapkan petugas bisa membantu sehingga wajib pajak bisa membayar pajaknya dengan tidak balik nama dulu dan inilah yang dikeluhkan oleh wajib pajak, mengingat wajib pajak tidak membawa dana yang banyak. Gung De di Jalan Ngurah Rai menyoal permohonan pemeliharaan hutan di Danau Tamblingan. Katanya, permohonan Catur Desa untuk melakukan pemeliharaan hutan lindung yang ada di kawasan Danau Tamblingan agar difasilitasi Pemprov Bali untuk selanjutnya dilakukan permohonan ke Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Harapannya agar pihak Catur Desa bisa melakukan pemeliharaan

terhadap hutan tersebut sehingga spisies yang ada bisa dilindungi dan dipelihara. Kaki Dukuh di Seririt menyoroti program pemerintah dalam proses penanganan program swasembada pangan. Pemerintah berharap terus meningkat namun di satu sisi begitu gencarnya alih fungsi lahan yang menyerobot tanah pertanian. Jadi sampai kapan pun kita tak bisa swasembada pangan selama alih fungsi lahan terus terjadi. Ia juga menyoroti pendistribusian pupuk. Pemerintah perlu ikut berperan serta, sehingga pupuk bisa terpenuhi untuk memenuhi kebutuhan petani. Dua peran itulah yang harus dilakukan pemerintah untuk mendukung program swasembada pangan. Ajik Bima di Banjar juga menyoroti persoalan sampah. Katanya, perlu peran serta pemerintah paling terbawah dan juga peran serta warga masyarakat, sehingga penanganan sampah bisa teratasi di masing-masing wilayah. Dengan demikian kebersihan lingkungan bisa juga diatasi dengan baik. (kmb)

Menurut JK, Pancasila bukan sekadar slogan atau filsafat, tetapi merupakan fondasi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Fondasi tidak perlu kelihatan, tetapi fondasi tersebutlah yang menjadikan negara. Penghayatan Pancasila dalam kehidupan masyarakat menjadi hal yang lebih penting dibandingkan penguraian Pancasila secara ilmiah yang justru menimbulkan berbagai penafsiran yang berbeda. Pancasila sebenarnya sangat sederhana dan tegas, tetapi diakui penafsiran dan pelaksanaannya bisa berbeda-beda. Forum-forum yang membahas Pancasila diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang sederhana, mudah dihayati dan mudah diukur. Apa yang disampaikan JK di atas tentunya adalah otokritik bagi kita semua. Mendiskusikan Pancasila dibutuhkan dalam rangka doktrinasi, transformasi dan penyamaan persepsi nilai. Namun hal yang utama adalah konsekuensi atau tindak lanjutnya berupa aktualisasi dan implementasi di semua lini dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ironi masih banyak terjadi di negeri ini. Korupsi masih merajalela, kesenjangan dan kemiskinan masih lebar, kriminalitas terus terjadi, dan banyak hal lagi. Padahal semua telah diwadahi oleh nilai dalam silasila Pancasila. Semua kita yang meresapi dan mengamalkannya hampir pasti akan terbebas dari segala ironi tersebut. Pancasila adalah kita. Slogan ini tidak diakhiri tanda titik. Namun masih menjadi awalan yang membutuhkan pembuktian. Banyak sektor kehidupan yang menunggu pembuktian dari setiap komponen bangsa. Keadilan, kemakmuran, kesejahteraan dan keberlanjutan pembangunan tentu menjadi cita-cita dan bukan ilusi semata.

Kuncinya adalah membuktikan dalam amal nyata. Semoga pemerintahan Jokowi-Ma’ruf mampu merealisasikan Demokrasi Pancasila yang berkedamaian dan menyejahterakan. Penulis, Deputi Direktur Center for Public Capacity Acceleration (C-PubliCA)

POJOK Penyaluran KUR diharapkan pacu pertumbuhan ekonomi Bali. - Harapan tinggal harapan. *** Presiden nyatakan sudah punya jurus baru atasi defisit BPJS. - Salah satunya naikkan iuran. *** Dinilai tak adil untuk Bali, UU Perimbangan Keuangan akan digugat ke MK. - Krama Bali perlu bukti.

Warung Global

Benahi Dulu Persoalan Sampah Kemenparekraf dan Kementerian Kesehatan tengah mengembangkan wisata kesehatan. Bali, salah satu daerah yang akan dijadikan pilot project. Apakah komponen dan sarana pendukung untuk menjadikan Bali sebagai tempat wisata kesehatan ini sudah siap? Demikian pertanyaan yang disampaikan pendengar setia Radio Global 96,5 FM dalam acara dialog interaktif Warung Global, Jumat (6/12) kemarin. Berikut rangkuman opini Kawan Global selengkapnya. Ketut Mursi di Denpasar mengatakan, Bali secara tidak langsung sudah menjadi destinasi wisata kesehatan bagi para tamu maupun turis yang berkunjung ke Bali. Turis yang datang juga mengikuti ritual pangelukatan, ritual penyembuhan dan pengobatan penyakit ala Bali. Ia juga menyarankan SDM mumpuni harus disiapkan untuk mendukung Bali sebagai Pilot Project Wisata Kesehatan. Lagi pula banyak penyembuh yang ada di Bali, serta luar negeri yang belajar di Bali. Feberi di Dalung tidak sependapat dengan Mursi. Di Bali sendiri saat ini masih bergulat dengan penanganan masalah sampah, jika bicara soal wisata kesehatan, menurutnya, sangat bertolak belakang. Bagaimana mungkin bicara soal kesehatan, ingin membangun wisata kesehatan, namun soal sampah saja belum kelar tertangani. Ia justru pesimis hal ini bisa diwujudkan. Budiada di Tabanan mengharap-

kan agar setiap persoalan yang dihadapi Bali saat ini diselesaikan terlebih dahulu. Menurutnya, untuk mewujudkan wisata kesehatan, Bali sudah punya nilai plus. ‘’Jika semua komponen pendukung sudah ada, serius dijalankan, bagus,’’ demikian Werdha di Gianyar, tetapi sebaiknya mari kita introspeksi ke dalam dulu, sudahkah warga Bali terlayani dengan baik di bidang kesehatan? Jika sudah, bolehlah memikirkan wisatawan, dengan wisata kesehatan ini. Semua harus dipersiapkan dengan matang. Senada dengan pendapat Wayan Kanta di Karangasem. Ia menanyakan apakah ini untuk kepentingan turis saja atau masyarakat Bali? Ia berharap tidak ada diskriminasi. Sama seperti Wayan Bratayasa di Sangeh, penerapan di lapangan dan di atas kertas jangan sampai berbeda. Ia juga mengajak agar semua pihak mencatat hal ini dan kapan terealisasi. (sikha)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata, Nyoman Winata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Sabtu Umanis, 7 Desember 2019

Satpol PP Tertibkan Reklame di Kawasan Kota

PENERTIBAN - Petugas Satpol PP Tabanan melakukan penertiban reklame di Jalan Gajah Mada, Tabanan.

SOSOK

Bali Post/ist

Tabanan (Bali Post) Puluhan reklame berupa spanduk dan baliho yang dipasang di sepanjang Jalan Gajah Mada, membuat wajah Kota Tabanan terkesan semrawut. Satpol PP Tabanan pun bergerak melakukan penertiban Jumat (6/12) kemarin. Tidak hanya spanduk dan baliho, petugas juga menertibkan pedagang yang memajang dagangannya di halte dan trotoar. ‘’Mereka (pedagang) ini langsung kami bina agar selanjutnya tidak memajang dagangannya sampai ke halte dan trotoar. Kalau untuk spanduk dan banner diberi peringatan langsung dan langsung dibersihkan,’’ ucap Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba. Penertiban yang dilakukan Tim Sapu Jagat Satpol PP Tabanan ini dalam rangka mewujudkan keindahan dan kenyamanan Kota Tabanan. Diakuinya, meski kerap dilakukan pembinaan dan penertiban, masih ada saja oknum yang membandel. ‘’Biasa dulu sudah ditertibkan sekarang pasang lagi. Tak hanya di Jalan Gajah Mada, sebelumnya juga tu-

run di sepanjang By-pass Ir. Soekarno. Di sana puluhan iklan bodong dibongkar oleh petugas,’’ terangnya. Dia menegaskan, penertiban akan terus dilakukan dengan menyasar lokasi lainnya. ‘’Target kita akhir tahun Kota sudah bersih. Untuk itu, hampir tiap hari kami lakukan operasi,’’ ucapnya. Bahkan untuk mendukung upaya penegakan Perda tentang ketertiban umum, pihaknya tengah mengajukan usulan pembangunan pos jaga untuk menjaga trantibum di Tabanan. Ada empat pos yang diusulkan dibangun, yakni di depan kantor Satpol PP, di dekat gedung kesenian I Ketut Maria, sekitar Terminal Kediri, dan DTW Bedugul. Rencana pembangunan pos jaga telah melalui kajian teknis. ‘’Mudah-mudahan tahun depan bisa diwujudkan. Kami akan mengajukan memohon CSR kepada mitra kerja seperti perbankan dan pengelola objek wisata. Mudah-mudahan bisa dibantu mengingat APBD Tabanan terbatas,’’ terangnya. (kmb28)

Tahun 2020

Hanya Delapan SMP Dapat Bantuan Perbaikan Pasilitas

Tabanan (Bali Post) Tahun 2020 direncanakan hanya delapan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) mendapatkan bantuan perbaikan sarana dan prasarana. Sedikitnya SMP yang dapat ditangani lantaran Pemkab Tabanan terkendala dana. Perbaikan hanya menggantungkan dana pemerintah pusat dan diprioritaskan terhadap sekolah dengan kerusakan berat. Tahun 2020 Dinas Pendidikan Tabanan mendapatkan kucuran DAK dari pusat sebesar Rp 2,6 miliar untuk rehab ruang kelas, ruang laboratorium dan ruang perpustakaan. Selain DAK, untuk perbaikan sarana prasarana sekolah juga telah disiapkan dana pendamping dari APBD 2020 sebesar Rp 200 juta. Kepala Bidang SMP Di-

nas Pendidikan Tabanan I Made Darmawita, Jumat (6/12) kemarin mengatakan, perbaikan sarana dan prasarana sekolah akan dimulai sekitar Maret atau April 2020. Nilai bantuan bervariasi, tergantung tingkat kerusakan. Kisaran bantuan yang diterima yakni Rp 142 juta sampai dengan Rp 570 juta.

Pengelolaan DAK bersifat swakelola. Artinya, sekolah atau calon penerima bantuan yang mengelola dananya untuk rehab ruang kelas. Delapan SMP yang akan mendapatkan anggaran perbaikan ruang kelas, yakni SMPN 1 Selemadeg Timur, SMPN 2 Selemadeg, SMPN 2 Selemadeg Barat, SMPN 4 Kediri, SMPN 2 Kediri,

Tabanan (Bali Post) Program bedah rumah ditunggu-tunggu warga kurang mampu di Kabupaten Tabanan. Sampai saat ini jumlah daftar tunggu bedah rumah masih 900 pemohon. Dari jumlah tersebut, rencananya

di tahun 2020 akan dibantu dengan anggaran APBD sebanyak 16 unit. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2019 yang sebanyak 19 unit. Dari data Dinas Sosial Tabanan, sebanyak 16 unit yang akan dibantu program

bedah rumah tersebar di tiap kecamatan. Namun kini lebih dominan di Kecamatan Tabanan dan Selemadeg Raya (Selemadeg, Selemadeg Timur, dan Selemadeg Barat). Sementara untuk kecamatan Pupuan tahun 2020 tidak

SMPN 1 Penebel, SMPN 4 Baturiti, dan SMPN 5 Baturiti. ‘’Kita akan prioritaskan yang paling rusak berat. Upaya kami untuk meningkatkan sarana dan prasarana sekolah setiap tahun semaksimal mungkin untuk mengajukan anggaran, baik di tingkat kabupaten maupun pusat,’’ terangnya. Disinggung tentang kelengkapan sarana dan prasarana di dua SMPN baru yang saat ini masih kekurangan bangku kelas, dikatakannya untuk hal itu sudah diajukan di APBD 2020. ‘’Semoga bisa

segera terealisasi sehingga siswa di dua SMP tersebut tidak lagi double shift,’’ ucapnya. Tidak hanya perbaikan sarana dan prasarana, Darmawita mengatakan, untuk pemenuhan tenaga guru yang selama ini masih kurang, pihaknya akan kembali melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah pasti kebutuhan guru. Pihaknya juga akan mengajukan usulan penambahan guru. ‘’Untuk guru SMP akan kita tata terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan sekolah,’’ pungkasnya. (kmb28)

mendapatkan jatah alokasi, mengingat saat adanya bantuan bedah rumah BKK Badung untuk 300 unit di tahun 2018 sebagian besar sudah diarahkan ke kecamatan tersebut. ‘’Saat ada bantuan BKK Badung tahun kemarin sebagian besar atau sebanyak 146 unit sudah diarahkan ke Pupuan. Jadi di sana tinggal sedikit. Tahun depan kami sasar wilayah lainnya agar merata,’’ ucap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabanan I Nyoman Gede Gunawan, Jumat (6/12) kemarin. Lebih lanjut dijelaskan Gunawan, untuk program bedah rumah tahun 2020 setidaknya ada peningkatan anggaran per unitnya. Dari yang sebelumnya hanya di-

anggarkan Rp 30 juta per unit, meningkat menjadi Rp 50 juta per unit. Penerima program bedah rumah akan mendapati rumahnya direhab hingga finishing seperti dilengkapi dengan keramik dan tembok sudah diplester. ‘’Sebelumnya kan masih non finishing. Nanti juga akan diusulkan untuk bisa dilengkapi tempat tidur dan lemari,’’ ucap Gunawan. Meskipun dari APBD mengalokasikan sedikit, Dinas Sosial masih terus menjajaki kerja sama dengan perusahaan melalui CSR. ‘’Tahun 2019 ini kita sudah dibantu 10 unit dari CSR dan akan difokuskan di Desa Bangli, Kecamatan Baturiti,’’ terang Gunawan. (kmb28)

Kecamatan Pupuan Tak Dapat Jatah Bedah Rumah

Patungan Biayai Kegiatan KONDISI keuangan daerah Kabupaten Tabanan yang mengalami defisit tentunya berimbas pada sejumlah program pemerintah. Begitu pula pada program Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan Tabanan yang memiliki fungsi strategis mengatasi permasalahan di dunia pendidikan. Jajaran pengurus kedua lembaga inipun terkadang harus urunan agar kegiatan yang sudah menjadi program rutin bisa dilakukan. Seperti disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Tabanan I Wayan Madra Suartana, tahun ini Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan hanya mendapatkan anggaran sebesar Rp 350 juta. Jumlahnya menurun dibandingkan tahun 2018 yang sebesar Rp 850 juta. Meski demikian, beragam kegiatan untuk mengatasi persoalan sektor pendidikan di Kabupaten Tabanan tidak pernah putus. ‘’Karena semua di sini punya tekad dan bersifat sosial untuk kemajuan pendidikan, jadi terkadang harus urunan dulu. Kalau dana sudah ke luar, nanti dikembalikan,’’ ucapnya belum lama ini. Menurut Madra, saat ini masih banyak persoalan di dunia pendidikan yang harus segera dicarikan solusi. Salah satu kegiatan yang dikemas yakni menggelar workshop, Bimtek dan diklat khususnya penulisan karya tulis ilmiah bagi guru. ‘’Dalam setahun ada banyak kegiatan yang kami lakukan di samping pula turun memonitoring melihat dan mengumpulkan apa saja kendala yang masih ditemukan di dunia pendidikan,’’ terangnya. Untuk diketahui, Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan Tabanan lahir dari para tokoh peduli pendidikan melihat beragam permasalahan yang masih terjadi di sektor pendidikan. Program-program yang telah dilakukan di antaranya pelaksanaan buku saku dan tata tertib siswa serta pengelolaan perpustakaan. Selain juga ada pembelajaran inovatif, penelitian tindakan kelas dan karya tulis ilmiah bagi guru yang berstatus PNS. ‘’Kita juga punya pendidikan karakter berbasis budaya serta program pemberdayaan perpustakaan. Ini perlu keberlanjutan terutama di SD karena kebanyakan kurang sarana dan SDM,’’ terangnya. (bit)

Bali Post/dok

BEDAH RUMAH - Salah satu rumah warga penerima bantuan program bedah rumah di Kabupaten Tabanan.

”Overload”, Truk Bermuatan Kertas Terguling

Bali Post/ist

ATUR - Petugas mengatur lalu lintas pascakejadian truk terguling, Jumat (6/12) kemarin.

Tabanan (Bali Post) Akibat kelebihan muatan, truk yang dikendarai Edi Muryono (47) asal Banyuwangi, terguling di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Banjar Jelijih, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Jumat (6/12) kemarin. Arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan selama satu jam lantaran muatan berupa kertas gulung menutupi hampir sebagian badan jalan. Polisi menerapkan sistem buka tutup jalan agar kendaraan bisa melintas, meski tersendat. Dari informasi yang dihimpun, kejadiannya berlangsung pukul 05.00 Wita. Kapolsek Selemadeg Timur AKP Ida Bagus Mahendra mengatakan, sebelum kejadian, truk melaju dari arah barat menuju timur. Truk yang bermuatan sebelas kertas gulung atau sekitar 11 ton tersebut hendak parkir di sebuah tempat parkir di sekitar TKP. Hanya saja saat hendak masuk ke areal

parkir, sopir sudah merasakan kendaraannya miring ke kanan. Ternyata sebelum masuk parkir truk justru rebah ke kanan dan menutup setengah badan jalan. ‘’Itu truk overload karena kendaraan tersebut normalnya membawa muatan 7-8 ton. sebelumnya truk itu akan masuk ke areal parkir. Ternyata sebelum masuk sudah dirasakan miring oleh sopirnya dan tak berselang lama truk rebah ke kanan,’’ ujar AKP Mahendra. Dia melanjutkan, setelah kejadian tersebut arus lalu lintas sempat terganggu sehingga dilakukan sistem buka tutup arus. Penanganan kemudian dilakukan dengan bantuan mobil derek sekitar tiga jam lebih. ‘’Kalau macet total tidak ada, hanya arus lalu lintas sempat tersendat. Namun mulai pukul 11.00 Wita sudah normal kembali,’’ ucapnya. (kmb28)


Sabtu Umanis, 7 Desember 2019

Gunakan Narkoba Tukang Bangunan Ditangkap Polisi

Singaraja (Bali Post) – Seorang tukang bangunan Kadek Suariawan alias Krabas (21) ditangkap polisi, Selasa (12/11) lalu. Pemuda asal Desa Sangsit Kecamatan Sawan itu ditemukan membawa paket narkoba jenis sabu-sabu. Paket sabu itu diduga dibeli dari seseorang yang tidak dikenalnya. Rencananya, pelaku menggunakan narkoba itu di rumahnya.

Bali Post/ist

PELAKU KASUS NARKOBA – Dua pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu ditangkap Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Buleleng.

ASN Menabung Sampah Singaraja (Bali Post) – Dukungan program ‘’Buleleng Bebas Sampah Plastik’’ terus digalakkan. Buktinya, hampir semua instansi di Buleleng sekarang membentuk Bank Sampah. Dengan pembentukan lembaga pengelola sampah itu, para Aparatur Sipil Negara (ASN) pun digerakkan memungut sampah untuk ditabung di bank sampah itu sendiri. Seperti dilakukan para ASN yang bertugas di lingkungan Setda Buleleng. Setiap Jumat, ASN di lingkungan itu memungut sampah yang sudah dipisahkan antara plastik, kertas, dan sampah

jenis lain. Sampah itu kemudian ditabung di Bank Sampah Setda. Itu dilakukan karena ada program ‘’Simpatik’’ -- Inisiatif Mengurangi Sampah Plastik. Setelah dibuka beberapa hari lalu, Jumat (6/12) kemarin terkumpul sampah hingga puluhan kilogram. Sampah bentukan itu dibeli dengan harga Rp 1.000 setiap satu kilogram. Sampah lembaran Rp 300 per kilogram, dan sampah kertas atau kardus dibeli Rp 500 tiap kilogramnya. Direktur Utama Bank Sampah yang juga Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat Made Suriani

mengatakan, kesadaran para ASN mengumpulkan sampah untuk ditabung di bank sampah sudah berjalan baik. Terbukti, ASN itu mengumpulkan botol plastik, kantong plastik, dan kertas bekas yang tidak digunakan lagi di ruangan masing-masing. Sampah itu sudah dipisahpisahkan mana sampah plastik, kertas, dan sampah jenis lainnya. Dengan demikian tidak saja sampah itu sekadar dikumpulkan. Namun targetnya ada kebiasaan baik, memilah sampah lebih dulu sebelum dibuang ke tempat pembuangan sampah (TPS). (kmb38)

Bali Post/kmb38

TABUNG SAMPAH – ASN di lingkungan Setda Buleleng bersih-bersih sampah. Mereka sangat antusias menabung sampah, Jumat (6/12) kemarin.

Kepala Bagian Operasional (KBO) Satuan Narkoba (Satnarkoba) Iptu Wayan Santiyasa, Jumat (6/12) kemarin mengatakan, pelaku ditangkap di depan Terminal Penarukan, Singaraja sekitar pukul 01.00 Wita. Sebelumnya, polisi mendapatkan informasi kalau telah terjadi transaksi narkoba. Setelah diintai, pelaku benar mengambil dua paket sabu yang dipesannya melalui sambungan telepon. Saat diperiksa, paket narkoba itu beratnya 0,21 gram broto atau 0,10 gram netto. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, polisi menggiring pelaku bersama barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut. ‘’Hasil penyelidikan kami di lapangan yang bersangkutan ini membeli narkoba dengan sistem tempel. Dia beli dari seseorang yang tidak dikenal lewat telepon.

Rencananya sabu itu dipakai sendiri di rumahnya,’’ kata Wayan Santiyasa, didampingi Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya. Selain itu, di lokasi berbeda ada satu lagi pemakai narkoba berhasil ditangkap. Pelakunya adalah Nyoman Yudhi Darmawan alias Kotak (43) dari Kelurahan Banyuasri, Singaraja. Dia ditangkap ketika mengambil paket narkoba yang dibeli dengan sistem tempel di pinggir Jalan Rajawali, Singaraja, Rabu (20/11) sekitar pukul 21.30 Wita. Dari pemeriksaan polisi, kemudian ditemukan paket narkoba dengan berat 0,35 gram broto atau 0,20 gram netto. Pelaku dan barang buktinya diamankan untuk mengikuti proses pemeriksaan lebih lanjut. ‘’Ini juga hasil penyelidikan dan juga pengembangan. Keduanya hanya

pemakai. Namun jaringannya tidak bisa kita lacak, dari keterangan keduanya mereka mengaku membeli sabu itu dari seseorang yang tidak dikenal,’’ katanya. Pelaku Suariawan alias Krabas mengaku telah membeli narkoba untuk digunakannya sendiri. Selama ini dia sering menggunakan narkoba sejak terpengaruh teman-temannya. Untuk membeli paket narkoba, pria tamatan SMA itu harus menyisihan uang hasil bekerja sebagai tukang bangunan bersama orangtuanya. ‘’Waktu saya beli Rp 250.000 setiap akan memakai di rumah. Sekadar iseng saja,’’ tuturnya terus terang. Atas perbuatannya itu, kedua pelaku pemakai narkoba ini ditahan di Mapolres Buleleng. Keduanya melanggar Pasal 112 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (kmb38)

Delapan Bunga Bangkai Tumbuh di Kebun Jati

Singaraja (Bali Post) – Delapan batang bunga bangkai ditemukan tumbuh subur di ladang pohon jati. Bunga itu ditemukan satu minggu lalu di kebun milik Ketut Hery Prisma Yuda (24), warga Banjar Sambangan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada. Bunga itu sekarang dipelihara dengan baik oleh Kelompok Munduk Saab. Diharapkan bunga bangkai itu bisa menjadi daya tarik wisatawan. Ketut Hery Prisma Yuda, Jumat (6/12) kemarin menceritakan, saat menemukan bunga yang akrab disebut bunga lading itu, dirinya tidak terlalu menghiraukan tanaman tersebut. Ini karena Yuda tidak mengetahui jika bunga itu yang didominasi warna merah kecokelatan itu merupakan salah satu jenis bunga bangkai. Sampai akhirnya bunga ini difoto, kemudian disebarkan melalui jejaring media sosial (medsos). ‘’Foto itu menuai banyak komentar positif. Banyak yang menyebut bunga ini adalah bunga bangkai,’’ katanya. Setelah tahu bunga lading itu merupakan salah satu jenis bunga bangkai, Yuda bersama sejumlah anggota Kelompok Munduk Saab pun mulai merawat bunga itu dengan baik. Seperti bunga itu rutin disiram, serta dibuatkan pagar pelindung agar tidak dicuri atau dimakan hewan liar. ‘’Awalnya bunga itu tumbuh delapan batang. Namun,

sekarang tinggal tiga batang saja. Kami tidak tahu bunga itu hilang, apakah diambil orang atau dimangsa hewan. Saat ini bunga yang tersisa itu kami rawat dengan baik, agar bunga itu bisa menjadi daya tarik wisatawan,’’ harapnya. Kepala Dinas Pertanian

(Distan) Buleleng Made Sumiarta mengatakan, bunga lading itu sering tumbuh pada bulan Desember. Karena bunga itu jarang ditemukan, maka bunga itu tergolong bunga langka. Bahkan, Sumiarta menambahkan, umbi bunga lading itu sejatinya dapat dikon-

sumsi sebagai pengganti karbohidrat. Umbinya bisa dikukus bisa juga direbus. ‘’Bunga ini memang tumbuh setiap bulan Desember. Sama seperti bunga kembang Desember. Di daerah pegunungan masih banyak tumbuh bunga yang anehaneh,’’ katanya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

BUNGA BANGKAI - Delapan bunga bangkai ditemukan tumbuh di ladang warga yang ditanami pohon jati di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada.

Terancam Punah

Distan Uji Coba Bibit Mangga Amplem Sari Meski Buleleng menyandang predikat penghasil mangga terbaik di Bali, namun ada varietas mangga di Bali Utara sekarang kondisinya di ambang kepunahan. Salah satunya adalah mangga amplem sari. Mangga itu sejatinya cocok dibudidayakan di Kecamatan Tejakula. Namun belakangan kondisinya terancam punah. Lalu bagaimanakah kok bisa mangga amplem sari itu terancam punah? T I D AK ingin mangga amplem sari itu benar-benar punah, Dinas Pertanian (Distan) melakukan uji coba pengembangan mangga amplem sari. Langkah itu dilakukan dengan cara menyiapkan bibit mangga amplem sari. Hasil pembibitan itu mulai dibudidayakan di luar Kecamatan Tejakula. Distan sendiri membagikan secara gratis sebanyak 1.000 pohon bibit mangga amplem sari, Jumat (6/12) kemarin. Selain itu, sebanyak 2.000 pohon bibit durian lokal dari Desa Bestala, Kecamatan Seririt juga dibagikan gratis. Selain dua buah-buahan asli Buleleng itu diberikan kepada masyarakat umum, bibit mangga amplem sari dan durian Bestala itu juga

diserahkan kepada masingmasing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Buleleng. Ribuan bibit mangga dan durian itu diserahkan secara simbolis Bupati Putu Agus Suradnyana bersamaan Apel Krida di lapangan Taman Kota Singaraja. Kepala Distan Made Sumiarta mengatakan, petani di beberapa desa di Kecamatan Tejakula sejak dahulu banyak menanam mangga amplem sari. Sejak jenis mangga itu dibudidayakan dari segi produktivitas masih kecil, namun kualitas buahnya tergolong baik. Karena kondisi itu, beberapa tahun terakhir mangga itu mulai berkurang. Ini karena petani tertarik menanam jenis mangga lain yang lebih

produktif seperti mangga harum manis dan lali jiwa. Tidak ingin mangga asli Buleleng itu punah, Distan kemudian melakukan langkah–langkah strategis dengan strategi memproduksi bibit mangga amplem sari itu. Untuk meningkatkan kualitas dan produktivitasnya, Distan menggabungkan mangga amplem sari itu dengan mangga lali jiwa. Teknik penyatuan dua jenis mangga itu dengan cara disambung. Di mana batang bawah tetap memakai mangga amplem sari dan tunas atasnya menggunakan mangga lali jiwa. ‘’Kalau di Kecamatan Tejakula sudah dikenal jenis mangga itu. Namun belakangan keberadaannya mulai langka. Kami produksi bibit dengan menggabungkan kedua jenis mangga itu dan mengembangkan ke luar Tejakula. Tujuannya agar mangga itu lebih dikenal dan semakin banyak petani atau warga lain ikut tertarik menanam,’’ katanya. Bupati Putu Agus Suradnyana mengatakan, langkah penyelamatan jenis mangga

yang terancam punah itu sangat tepat dilakukan. Selain itu, pengembangan ke luar Kecamatan Tejakula itu juga tepat dilakukan untuk memudahkan pengawasan tanaman termasuk ketika tanaman berbuah nanti. Selain itu juga lebih mudah mengawasi termasuk proses pengolahan pascapanennya. Hanya, kualitas bibit yang baru diujicobakan itu belum diketahui. Namun pihaknya optimis hasilnya sesuai harapan, sehingga mangga amplem sari yang sekarang mulai langka itu bisa diselamatkan. Di sisi lain, Bupati juga menyambut baik uji coba pembibitan durian dengan teknik sambung tunas. Jika teknik ini berhasil maka ini akan dapat menyelamatkan durian lokal Buleleng yang juga mulai punah. ‘’Kita punya beberapa jenis durian. Durian Bestala itu tidak kalah kualitasnya dengan durian Musangking. Namun uji coba durian itu juga ditanam di beberapa kecamatan lain termasuk di perkotaan,’’ jelasnya. (mud)

Bali Post/mud

BIBIT DURIAN BESTALA - Bupati Putu Agus Suradnyana menyerahkan bibit mangga amplem sari dan durian Bestala secara gratis, Jumat (6/12) kemarin.


Sabtu Umanis, 7 Desember 2019

Pencuri 12 Krat Bir Diringkus Polisi Gianyar (Bali Post) Polisi meringkus pelaku pencurian 12 krat bir, Made Gitarja Kamis (5/12) kemarin. Pelaku berusia 49 tahun ini ditangkap jajaran Polsek Ubud saat melintas di Jalan Nyuh Kuning, Ubud. Dikonfirmasi Jumat (6/12) kemarin, Kapolsek Ubud Kompol Nyoman Nuryana membenarkan penangkapan pelaku tersebut. Dikatakan, pelaku ditangkap di Jalan Raya Nyuh Kuning. Awalnya pelaku sempat mengelak dirinya mencuri. Namun setelah ditunjukkan barang bukti, pelaku mengakui perbuatannya. Pelaku lantas digiring ke Mapolsek Ubud untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Menurut Nuryana, penangkapan pelaku bermula dari laporan polisi yang dibuat pemilik toko di wilayah Jalan Nyuh Kuning. Saat petugas sedang melakukan penyelidikan, tiba-tiba ada warga yang juga kehilangan bir. Mendapat informasi tambahan, polisi segera bergerak menyisir sepanjang Jalan Nyuh Kuning. Pelaku kedapatan melintas dengan motor DK 2292 LG di jalan itu. Saat melintas, pelaku kebetulan membawa dua krat bir. “Akhirnya pelaku dihentikan petugas dan diinterogasi,” jelasnya. Ketika diamankan, kata Nuryana pelaku sempat berkelit. Pelaku mengaku hanya mencuri dua krat bir saja. Namun setelah didesak, akhirnya pelaku mengaku mencuri di wilayah Banjar Silungan di Desa Lodtunduh. Pelaku mengaku mencuri bir ukuran kecil dan ukuran besar. Total ada 12 krat yang dicuri pelaku di tiga lokasi berbeda. “Hasil pencurian itu dijual lagi di wilayah Tengkulak, Sukawati,” ujarnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

PELAKU - Polisi menunjukkan pelaku dengan barang bukti belasan krat bir.

Dishub Tertibkan Parkir di Pintu Timur GOR Kebo Iwa Gianyar (Bali Post) Dinas Pehubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar melakukan penertiban terhadap sejumlah kendaraan yang parkir secara sembarangan di areal candi bentar sisi timur Gelanggang Olahraga (GOR) Kebo Iwa Gianyar, Jumat (6/12) kemarin. Penertiban ini dilakukan karena parkir liar di lokasi tersebut dikeluhkan masyarakat dan mengganggu akses lalu lintas menuju GOR. Kepala Dishub Gianyar Ir. I Wayan Suamba menegaskan, pihaknya bukan baru kali ini melakukan penertiban di areal tersebut, namun sudah berulang kali. Namun sejumlah pemilik kendaraan tetap membandel dengan menggunakan areal tersebut untuk parkir kendaraan. Petugas bahkan sempat memasang tali pembatas agar pemilik kendaraan tidak memarkir kendaraannya tepat di depan pintu masuk, namun hal tersebut tidak berlangsung lama. “Penertiban parkir tidak bisa dilakukan secara sepihak. Di satu sisi kita melarang masyarakat untuk parkir, di sisi lain yang harus dipikirkan adalah dimana masyarakat akan memarkir kendaraannya,” katanya. Suamba mengakui, intensitas aktivitas masyarakat di lokasi tersebut cukup tinggi, seperti warga yang hendak mengurus administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gianyar, mengurus administrasi di Dinas Pendidikan Gianyar maupun ke kantor lainnya di sekitar GOR Kebo Iwa Gianyar. “Hal inilah yang harus kita pikirkan bersama. Ke depannya akan kemana diarahkan untuk parkir, apakah nanti akan memanfaatkan pinggir jalan sebelah selatan GOR atau dimana, harus dipikirkan nanti bersama dengan OPD terkait dan masyarakat,” tegasnya. Suamba menambahkan, masalah penataan parkir memang cukup pelik. Hal ini tidak hanya terjadi di areal parkir GOR Kebo Iwa, namun hampir merata di sejumlah wilayah di Kabupaten Gianyar seperti di daerah kantongkantong pariwisata. Ditegaskan, Jumat (6/12) pagi kemarin pihaknya juga terjun bersama tim ke Pasar Umum Tampaksiring untuk menertibkan pedagang yang berjualan hingga memenuhi sebagian badan jalan. Menurut Suamba, hal ini dilakukan mengingat beberapa hari lalu ada surat permohonan dari Kecamatan Tampaksiring untuk membantu menertibkan pedagang di Pasar Umum Tampaksiring yang mengganggu ketertiban umum. Bersama tim yang terdiri dari unsur kecamatan, Pol PP, Polsek Tampaksiring, Bhabinsa dan pecalang, pihaknya turun bersama melakukan penertiban sehingga para pedagang tidak lagi berjualan di badan jalan yang mengganggu lalu lintas umum. (kmb35)

Bali Post/kmb35

PARKIR - Petugas menertibkan kendaraan yang parkir di sisi timur GOR Kebo Iwa, Jumat (6/12) kemarin.

Pemkab Nunggak Pembayaran Klaim Bantuan Kesehatan Rp 7 Miliar Lebih

Gianyar (Bali Post) -

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gianyar menggelar monitoring dan evaluasi (monev) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani Gianyar, Jumat (6/12) kemarin. Dalam monev itu kalangan anggota dewan menyoroti banyaknya keluhan masyarakat yang tidak terlayani dalam program Bantuan Kesehatan (BK). Selain itu, Pemkab Gianyar juga diketahui masih menunggak pembayaran klaim program BK di rumah sakit itu mencapai Rp 7 miliar lebih. Padahal saat ini sudah mau tutup tahun anggaran 2019. Ketua Komisi IV DPRD Gianyar Ni Made Ratnadi mengungkapkan, keluhan sejumlah masyarakat yang dipersulit untuk mendapat layanan BK, khususnya dalam mengurus rujukan ke RSUP Sanglah. Berdasarkan penelusurannya, proses ini terkendala di Dinas Kesehatan Gianyar. “Tadi kami lihat pelayanan di rumah sakit sudah baik, tapi nyatanya di bawah masih banyak keluhan. Banyak masyarakat yang ingin menggunakan program BK untuk mencari rujukan ke RS Sanglah, masyarakat sulit mendapat rekomendasi dari Dinas Kesehatan,” katanya. Ratnadi mengatakan, alasan masyarakat tidak mendapat rekomendasi dominan terbentur pada administrasi kependudukan. Misalnya, anak kandung yang belum memiliki KK tidak difasilitasi. Ada pula yang sudah menikah ke Gianyar,

tapi KTP belum selesai juga tidak terfasilitasi program BK. “Selain itu, masih banyak problem yang dialami masyarakat, padahal sudah menjadi warga Gianyar. Jadi, kami minta Dinas Kesehatan agar dibuatkan regulasi yang mengakomodir semua hambatan, sehingga semua masyarakat Gianyar yang membutuhkan bisa mendapatkan pelayanan,” katanya. Tidak hanya itu, tahun ini program BK juga diperkirakan akan menyisakan piutang yang dibebankan pada APBD 2020. Kondisi ini terjadi karena ketidakcermatan eksekutif dalam mencantumkan anggaran di APBD 2019 dengan prediksi penggunaan tahun ini. “Tahun ini Dinas Kesehatan memasang anggaran Rp 5 miliar saja untuk program BK. Sementara berdasarkan data klaim pelayanan di RSUD Sanjiwani hingga November 2019 sudah mencapai Rp 10 miliar lebih,”

keluhnya. Ironisnya, kata Ratnadi, dari klaim RSUD Sanjiwani untuk program BK yang mencapai Rp 10 miliar lebih itu, Dinas Kesehatan Gianyar baru membayar Rp 3 miliar dari total anggaran yang dialokasikan sebelumnya Rp 5 miliar. Sehingga pihak rumah sakit masih kekurangan pembayaran klaim program BK Rp 7 miliar lebih. Anggota dewan dari dapil Blahbatuh ini juga mempertanyakan dikemanakan sisa anggaran Rp 2 miliar yang belum dibayarkan. “Nanti harus kami panggil Kepala Dinas Kesehatan untuk konfirmasi pembayaran yang lagi Rp 2 miliar rupiah ini,” tegasnya. Ratnadi mengatakan, sisa pembayaran klaim Rp 7 miliar lebih itu akan dibayarkan melalui APBD 2020. Hal ini mengingat tahun anggaran 2019 sudah menjelang tutup buku. “Ini sudah mau akhir tahun, 25 Desember sudah

Bali Post/kmb35

MOVEV - Suasana rapat monev antara kalangan Komisi IV DPRD Gianyar dengan eksekutif di RSUD Sanjiwani Gianyar. tidak boleh transaksi lagi,” katanya. Direktur Utama RS Sanjiwani Gianyar dr. Ida Komang Upeksa menjelaskan, program BK tersebut memang sudah dijalankan oleh pihaknya. Bahkan sangat berdampak sekali dengan pelayanan yang berlangsung

di rumah sakit tersebut. Dampaknya itu disebabkan oleh kendala-kendala yang kerap datang dari calon pasien yang akan menggunakan BK. “Terdapat beberapa permasalahan yang sering kita temui. Pertama terkait kelengkapan persyaratan calon pasien yang kurang, kadang KTP

tidak ada dan diganti dengan surat keterangan domisili. Kedua, pasien yang berada di bawah umur, penggunaan KTP lama, nama pasien tidak tertera di kartu keluarga, dan pasien kecelakaan yang tidak mau mengurus administrasi ke pihak kepolisian maupun jasa raharja,” bebernya.

Terkait klaim BK tersebut yang ditanggung pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan, kata Upeksa saat ini telah habis Rp 10 miliar. Sedangkan yang baru dibayarkan oleh Dinas Kesehatan ke rumah sakit baru Rp 3 miliar, sehingga masih ada kekurangan Rp 7 miliar. (kmb35)

Upacara ”Gangga Pratistha” Rencana Pemkab Bangun Kolam Renang Senilai Rp 110 Miliar akan Digelar di Pantai Lembeng Sempat Picu Pro dan Kontra

Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar berencana membangun kolam renang bertaraf internasional senilai Rp 110 miliar pada tahun anggaran 2020. Namun proses pembangunan kolam renang yang berlokasi di atas tanah adat Desa Sukawati ini sempat diwarnai reaksi pro dan kontra dari masyarakat. Bendesa Adat Sukawati Nyoman Suantha mengatakan, areal pembangunan kolam renang yang direncanakan bertaraf internasional itu akan berada di lahan laba desa milik Desa Adat Sukawati. Lokasi tepatnya dekat Pantai Purnama atau dekat Pura Er Jeruk. Lahan yang akan digunakan seluas satu hektar. Kini di atas lahan itu ditanami padi karena sebelumnya memang areal persawahan. “Karena itu lahan hijau, sempat terjadi pro dan kontra,” ujarnya. Alasan ditolak karena itu jalur hijau, selain itu juga kawasan itu merupakan laba desa, serta berbagai alasan lainnya. Suantha mengakui,

kondisi ini sempat membuat warga setempat berbeda pendapat. Ada yang pro dan ada pula yang kontra. Akhirnya untuk mengambil keputusan desa menggelar rapat pada 18 Oktober 2019. “Di sana saya pertahankan argumen bahwa ini untuk Kabupaten Gianyar, karena belum punya kolam renang,” jelasnya. Dikatakan, perdebatan pada paruman itu sempat sengit. “Akhirnya saya tanya balik. Di Sukawati, berapa pembangunan di atas lahan hijau bisa dibendung? Coba daerah lain, bagaimana caranya membendung datangnya investor?” ujarnya menirukan perdebatan sengit saat paruman lalu. Akhirnya paruman itu memutuskan menyetujui rencana pembangunan kolam renang bertaraf internasional di Sukawati. Suantha mengaku sudah melihat gambaran kolam itu. “Nanti kolamnya panjang. Standar lomba internasional. Juga ada kolam tempat pemanasan,” jelas Suantha.

Selain akan dipakai oleh atlet, kata Suantha dari Pemkab Gianyar juga berencana menggaet wahana permainan air. Upaya tersebut dilakukan supaya kolam tidak sepi saat tidak ada lomba atau latihan atlet. Menurut Suantha, nantinya lahan desa adat itu akan dikontrak oleh pemerintah. “Untuk menentukan harga kontrak, sekarang tim appraisal sedang menghitung berapa nilainya,” terangnya. Suantha menambahkan, selama ini hasil sawah di atas lahan itu masuk ke desa. Dengan dikontrak untuk kolam, desa bisa mendapat lebih dari hasil tersebut. “Dengan adanya kolam di Sukawati, maka akan ada pemasukan tambahan bagi desa adat. Nanti uang sewa masuk ke desa adat Sukawati. Usaha desa adat akan bertambah. Baik dari pusat, daerah, urunan masyarakat dan sumbangan pihak ketiga yang tidak mengikat, serta pendapatan lain yang sah. Jelas ini untuk kesejahteraan,” terangnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

Nyoman Suantha

Gianyar (Bali Post) Serati Griya Jero Taman Harum akan menggelar Gangga Pratistha Panglukatan Agung Banyu Pangeweruh. Kegiatan ini diselenggarakan pada Banyupinaruh, Redite Pahing Sinta atau Minggu (8/12) besok. Prosesi yang di-puput enam sulinggih ini akan dilaksanakan di Jaba Pura Hyang Sangkur, Pantai Lembeng, Desa Adat Ketewel, Kecamatan Sukawati. Panitia acara Dewa Gede Ambaraputra Manacika menerangkan, kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Hari Raya Saraswati. Upacara akan dilaksanakan pada Minggu pagi mulai pukul 08.00 Wita sampai selesai. “Kami mempersilahkan seluruh umat untuk datang mengikuti upacara suci ini dan bersama-sama melakukan prosesi pangelukatan,”

katanya. Ambaraputra Manacika mengatakan, umat yang ingin mengikuti upacara suci ini cukup membawa canang atau pejati. Selanjutnya akan mengikuti proses persembahyangan yang di-puput tujuh wiku. “Untuk upacara kali ini akan ada enam wiku yang memimpin persembahyangan di Jaba Pura menghadap ke pantai,” ujarnya. Menurut Ambaraputra Manacika, upacara ini sudah menjadi bhisama dan upacara ini dilaksanakan selama dua tahun berturut-turut. Pertama, Gangga Pratistha yang terbesar sudah diselenggarakan di Pura Watu Klotok. “Upacara yang pertama di-puput 33 sulinggih dari seluruh Bali. Yang sekarang ini yang keempat kalinya,” tegasnya. (kmb35)


Sabtu Umanis, 7 Desember 2019

Terkait Pabrik Limbah B3

Kepala Desa Pengambengan akan Fasilitasi Pertemuan

Negara (Bali Post) – Adanya rencana pembangunan pabrik limbah B3 di Pengambengan menuai pro kontra di masyarakat. Sejumlah warga menyampaikan keberatan terhadap rencana yang dinilai merugikan itu. Apalagi di Pengambengan menjadi sentra perikanan yang semestinya dikembangkan untuk itu.

Bali Post/kmb26

Pengambengan - kawasan industri desa Pengambengan selain untuk sentra perikanan tangkap juga merupakan kawasan industri. Sejumlah pabrik beroperasi di desa tersebut.

Kepala Desa Pengambengan terpilih Kamaruzaman, Jumat (6/12) kemarin, seusai pelantikan mengakui saat ini banyak masukan dari masyarakat, terkait dengan rencana pendirian pabrik limbah B3 itu. Sejumlah warga juga meminta agar dilakukan pertemuan membahas rencana tersebut. Menurutnya, memang masyarakat lebih banyak yang menolak keberadaan pabrik tersebut. “Kita nanti akan memfasilitasi masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya dan mengadakan pertemuan. Namun memang sebagian besar menolak,” terang kepala desa termuda se-Jembrana ini. Bila memang nantinya dengan alasan menyerap tenaga kerja, pihaknya juga menyadari bahwa sebagian besar masyarakat bekerja di laut. Selama ini, dari 12 ribu warga di sana, sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor perikanan, baik itu sebagai nelayan, sektor pelabuhan hingga di pabrik-pabrik ikan. “Kita berfikir ke depannya. Logikanya kalau ada pabrik itu (B3) paling

menyerap puluhan tenaga kerja lokal. Sementara di Pengambengan ada belasan ribu tenaga yang notabene sudah bergerak di perikanan,” terangnya. Pihaknya juga sudah mendengar dari pimpinan, Bupati Jembrana I Putu Artha tidak setuju adanya pabrik limbah dimanapun di wilayah Jembrana, meskipun masuk kawasan industri. Tetapi Bupati juga menyerahkan masyarakat menyikapi apa keinginan mereka. Dalam waktu dekat pihaknya sebagai kepala desa terpilih akan menindaklanjuti ini dengan mengadakan pertemuan bersama masyarakat, terutama yang berada di sekitar lokasi. Seperti diberitakan sebelumnya, pabrik limbah medis rencananya akan dibangun di Pengambengan. Saat ini bahkan sudah proses pengajuan untuk Amdal di Kementerian Lingkungan Hidup (LH). Rencana ini menuai pro kontra di kalangan masyarakat. Terutama terkait dampak yang diakibatkan dari pabrik tersebut. (kmb26)

Perekrutan Panwascam Sepi Pelamar Negara (Bali Post)– Perekrutan panitia pengawas kecamatan (panwascam) untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana (Pilbup) 2020 oleh Bawaslu Jembrana, sepi pelamar. Selama sepekan dibukanya pendaftaran, jumlah pendaftar untuk penyelenggara ad-hoc pengawas pemilu ini tergolong minim. Bahkan di salah satu kecamatan jumlah pelamar kurang dari persyaratan. Dari informasi yang dihimpun, hingga penutupan pendaftaran pada Selasa (3/12) ada 42 berkas pendaftaran yang diterima. Namun jumlahnya tidak merata di masingmasing Kecamatan. Di kecamatan Pekutatan hanya ada enam berkas pelamar. Jumlah ini paling sedikit dibanding empat Kecamatan lainnya yang rata-rata antara 7 sampai 8 orang. Jumlah terbanyak ada di Kecamatan Negara yang mencapai 14 pelamar. Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan, belum lama ini mengatakan, dari 42 berkas pendaftaran yang diterima di seluruh Kecamatan Jembrana itu jumlahnya memang tidak merata per kecamatan. Tetapi dari syarat seleksi, jumlah pelamar ini sudah memenuhi syarat untuk proses berikutnya. Jumlahnya sudah dua kali dari kebutuhan. “Di luar Kecamatan Negara, jumlahnya sedikit,” terang Pande. Rinciannya, di Kecamatan Melaya delapan orang, Kecamatan Mendoyo dan Jembrana masing-masing tujuh pelamar. Di Kecamatan Pekutatan hanya enam pelamar. Jumlah pelamar yang terakhir itu diakuinya memang terkecil. Menurutnya, nantinya per kecamatan seleksi akan menelurkan tiga orang Panwascam. Meski peminatnya sedikit, namun menurut Pande, proses pemilihan Panwascam yang diutamakan adalah integritas orang-orang yang terpilih nanti. Bawaslu juga akan membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan guna memperoleh panwascam yang berkualitas. Masukan ini sangat dibutuhkan agar panwascam yang akan dipilih memang netral dan tidak berafiliasi dengan parpol atau calon manapun. Perekrutan Panwascam ini memang dilakukan lebih awal dibandingkan dengan panitia penyelenggara ad-hoc lainnya dari KPU Jembrana. Hal ini dilakukan karena Panwascam nantinya juga akan mengawal proses seleksi Panitia Pemilihan KecaPande Made Ady Muliawan matan (PPK) (kmb26)

PELANTIKAN – Sebanyak 35 perbekel/kepala desa yang terpilih dilantik Bupati Artha di GOR Krisna Jvara, kemarin.

Bali Post/kmb26

Pelantikan Perbekel

Bupati Artha Ingatkan agar Tak Terjerat Hukum Negara (Bali Post) – Sebanyak 35 perbekel/kepala desa terpilih dalam pemilihan kepala desa serentak September lalu, dilantik Jumat (6/12) kemarin di GOR Kresna Jvara, Kelurahan Dauhwaru. Pelantikan yang ditandai dengan penandatanganan dan pengambilan sumpah, disaksikan Forkopimda Jembrana berikut anggota DPRD Jembrana. Bupati Jembrana I Putu Artha seusai melantik mengingatkan kepada para perbekel terpilih ini agar tidak terjerat masalah hukum. Apalagi saat ini di masing-masing desa me-

ngelola uang rakyat yang cukup besar. Karena itu, Bupati Artha meminta kepada para pimpinan di Desa untuk mengikuti aturan yang berlaku dan selalu berkoordinasi agar program yang dijalankan sesuai. Bupati Artha juga berharap agar desa sebagai ujung tombak pemerintahan terkecil agar menjalankan program pemerintah, baik yang datang dari pusat, provinsi maupun kabupaten sehingga ada sinkronisasi dalam pemerintahan. Saat ini desa mengelola anggaran yang cukup besar, di antaranya bersumber dari Dana Desa. Penggunaan dana desa

dari pemerintah pusat saat ini juga diawasi dengan ketat. “Kami harapkan para kepala desa yang dilantik agar intens berkoordinasi degan pemerintah, apa yang belum mereka pahami agar ditanyakan. Ikuti berdasarkan aturan yang sudah berlaku,” terang Bupati Artha. Karena itu, untuk menghindari terjerat kasus hukum, kepala desa atau perbekel harus mengikuti aturan yang berlaku. Dari pengamatan, ke-35 perbekel/ kepala desa yang dilantik kemarin sebagian besar wajah baru. Namun juga ada beberapa yang merupakan petahana dan hingga 3 kali terpilih.

Ke-35 perbekel itu merupakan calon terpilih dari 35 desa se-Jembrana masa bakti 2019-2025. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Gede Sujana mengatakan, perbekel yang dilantik saat ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jembrana Nomor 528/DPMD/2019 tanggal 6 November 2019 tentang Pengesahan dan Pengangkatan Calon Perbekel Terpilih se-Kabupaten Jembrana Masa Jabatan 2019-2025. “Ada 35 perbekel yang dilantik hari ini sesuai hasil pilkel serentak 23 September lalu dengan masa jabatan 6 tahun,“ terang Sujana. (kmb26)

KR Jagatnatha akan Dilengkapi Rumah Kompos Negara (Bali Post) Kebun Raya (KR) Jagatnatha, Kamis (5/12) sore sudah diresmikan, namun proses penataan masih dikerjakan oleh PT Uber Sari Kertalangu. Penataan senilai Rp 12,7 miliar lebih itu masih dikerjakan sejak awal Agustus lalu. Selain masih membangun wantilan di areal KR Jagatnatha, masih ada satu bangunan lain yang akan dikerjakan yakni rumah kompos. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Jembrana, Dewa Gede Ary Candra Wisnawa didampingi Pengawas KR Jagatnatha Nengah Sadia, dikonfirmasi Kamis (5/12) lalu membenarkan di bagian belakang KR Jagatnatha akan dilengkapi dengan rumah kompos. Rumah kompos itu katanya akan mengolah sampah yang ada di KR Jagatnatha sehingga sampah tidak dibuang keluar. “Nanti hasilnya bisa dipakai pupuk untuk pohon yang ditanam dikawasan ini. Yang dijual hanya sampah plastik saja,” tambah Sadia. Demikian juga limbah lindi atau limbah cair nanti akan dimanfaatkan juga agar tidak terbuang. Baik untuk menyemprot pupuk kompos sehingga mempercepat pembusukan dan manfaat lainnya. Kawasan KR Jagatnatha tersebut seluas 5,80 ha, sementara kawasan pura 40 are. “Total keseluruhan areal KR Jagatnatha 6 hektar lebih,” tandasnya. Selain itu, di KR Jagatnatha juga ada rumah pembibitan pohon. Sejumlah bibit pohon sudah dihasilkan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup I Wayan Sudiarta sebelumnya mengatakan kebun raya daerah memiliki fungsi utama sebagai konservasi, penelitian, pendidikan, rekreasi

dan, ekonomi. Selain koleksi tanaman, taman juga dilengkapi kantor pengelola, restoran dan parkir, serta satu kawasan dengan Pura Jagatnatha Jembrana. Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan, secara bertahap Pemerintah Kabupaten Jembrana menjalin kerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI) melalui Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya serta Kementerian PUPR RI. Hasilnya, Pemkab mendapat dukungan penuh baik dari Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia, LIPI maupun Kementerian PUPR. Tujuan dibangunnya Kebun Raya Jagatnatha adalah untuk penataan tanaman disekitar Pura Jagatnatha dan menjaga kesucian serta keagungan Pura Jagatnatha Jembrana dengan tidak mengabaikan fungsi Kebun Raya sebagai pusat konservasi, Pendidikan, Penelitian, Pariwisata dan Jasa Lingkungan. Sampai saat ini katanya Kebun Raya Jagatnatha sudah mempunyai Tanaman Koleksi sebagai berikut, tanaman koleksi usada sebanyak 26 suku, 45 nomor koleksi, 36 genus, tanaman koleksi upakara 38 Suku, 101 Nomor koleksi, 85 genus, Tanaman koleksi endemik: 48 suku, 103 genus, 124 spesies, 428 spesimen, pembibitan 62 suku, 174 genus, 162 spesies, 1.234 spesimen. (kmb) RUMAH KOMPOS - Kebun Raya Jagatnatha sudah diluncurkan dan akan dilengkapi rumah kompos yang masih tahap penyelesaian.


Sabtu Umanis, 7 Desember 2019

Belasan Koperasi Belum Kantongi NIK Amlapura (Bali Post) Belasan koperasi masih belum mengantongi Nomor Induk Koperasi (NIK) di Karangasem, walau sebagian besar sudah mengantongi NIK dari ratusan koperasi aktif di Kabupaten paling timur di Bali itu. Sesuai instruksi Kementerian Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Karangasem I Nengah Toya menegaskan, Jumat (6/12) kemarin, koperasi itu diwajibkan mengantongi NIK. Khusus di Karangasem hampir semua koperasi sudah mengantongi NIK. Pasalnya, dari 203 koperasi aktif, sebanyak 189 koperasi sudah mengantongi NIK itu. ‘’Jadi hanya 14 koperasi yang belum mengantongi NIK. Mereka masih berkutat pada beberapa tahapan dan ada juga tersandung

persyaratan lainnya,’’ tambah Nengah Toya. Walau demikian kenyataannya, pihaknya akan terus mendorong koperasi

yang belum memiliki NIK itu supaya segera mengurusnya. Adapun koperasi yang bisa mendapatkan NIK itu, kata Toya, adalah

koperasi yang telah berdiri di atas dua tahun. Atau koperasi yang telah menjalankan rapat anggaran tahunan (RAT) sebanyak dua kali. ‘’Bila ada koperasi belum berdiri dan melaksanakan RAT dua kali, maka belum bisa memiliki NIK itu,’’ jelasnya serius. Bagi koperasi yang telah berdiri selama dua tahun maka wajib miliki NIK. Pasalnya, NIK itu dijadikan sebagai dasar penerimaan

dana alokasi khusus (DAK) dari pusat. DAK itu bisa digunakan untuk pembinaan lembaga. Besaran dana yang bisa diterima disesuaikan dengan jumlah koperasi yang memiliki NIK itu. ‘’DAK diperuntukkan bagi koperasi yang sudah tercatat legalitasnya di Kementerian Koperasi. Untuk bantuan DAK itu, Karangasem sudah mulai menerimanya tahun ini,’’ jelas Toya. (kmb41)

I Nengah Toya

Bali Post/kmb41

Kemarau Panjang, 24 Ribu Liter Air Bersih Didistribusikan ke Tulamben Amlapura (Bali Post) Musim kemarau panjang sejumlah desa di Karangasem mengalami krisis air bersih. Polres Karangasem pun terpaksa ikut turun tangan berkontribusi nyata mengatasi krisis air itu. Buktinya, Jumat (6/12) kemarin Polres mendistribusikan 24 ribu liter air bersih kepada warga di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu. Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini mengatakan air bersih yang didistribusikan itu sebanyak enam tangki. Totalnya 24 ribu liter. Air yang disalurkan itu, kata Kapolres, untuk warga yang ada di Banjar Batudawa Kaja dan Batudawa Kelod. Air itu kemudian disimpan di cubang yang ada di sekolah. Air itu juga ada yang langsung diberikan kepada warga. Masyarakat kemudian menempatkan bantuan air bersih itu di cubang umum milik kelompok. ‘’Air bersih untuk Banjar Tulamben Kaja itu dititipkan di cubang yang ada di SDN 2 Tulamben dan SDN 5 Tulamben,’’ tambah Kapolres. Sementara air bersih unBali Post/kmb41

AIR BERSIH - Polres Karangasem saat mendistribusikan air bersih kepada warga Tulamben, Kecamatan Kubu, Jumat (6/12) kemarin.

Dua Rusak

RSUD Hanya Punya Satu Freezer Jenazah Amlapura (Bali Post) RSUD Karangasem sejatinya memiliki tiga freezer tempat menaruh jenazah. Dari tiga freezer yang ada, hanya satu freezer yang masih berfungsi. Sedangkan dua freezer lainnya ada kerusakan. Direktur RSUD Karangasem I Wayan Suardana mengungkapkan, dua freezer jenazah itu memang sudah lama rusak. Saat ini hanya satu freezer yang

masih berfungsi. ‘’Belum ada anggaran perbaikannya,’’ ucapnya. Dilihat kapasitas RSUD Karangasem ini, kata Suardana, idealnya minimal punya empat freezer. Satu freezer isinya dua jenazah untuk rumah sakit tipe C. ‘’Kita ajukan anggaran pengadaan di APBD Induk 2020 sesuai instruksi dewan. Termasuk anggaran perbaikan freezer yang rusak,’’ katanya.

Dengan hanya satu freezer berfungsi, maka bila ada yang nitip jenazah, maka tidak semuanya bisa dimasukkan ke dalam freezer itu. Karena itu, jenazahnya ditaruh di luar tempat perawatan jenazah. Memang tidak mesti jenazah itu harus disimpan di freezer. ‘’Yang terpenting, harus memenuhi persyaratan perawatan jenazah dengan cara benar. Itulah persyaratan yang diminta Komite

Akreditasi,’’ jelasnya. Apakah tidak ada pengajuan bantuan freezer itu ke pemerintah pusat, Suardana menegaskan, pihaknya memang sudah sempat mengajukan bantuan freezer ke pusat lewat anggaran APBD. Akan tetapi belum diberikan. ‘’Belum ada persetujuan. Mungkin pusat mengarahkan bantuan lain. Semoga nanti bisa dibantu,’’ harap Suardana. (kmb41)

tuk Banjar Tulamben Kelod langsung diberikan kepada warga. Namun, ada juga ditaruh di cubang umum. Pihaknya berharap bantuan air bersih itu dapat dimanfaatkan warga yang selama ini kesulitan air bersih saat musim kemarau panjang. ‘’Kita berharap hujan bisa segera turun,’’ pintanya. Dalam pendistribusian air bersih itu pihaknya baru menjalin kerja sama dengan PHRI Karangasem. Para pengusaha lainnya diharapkan bisa menyisihkan sedikit keuntungan yang diraih untuk membantu warga yang sangat perlu air bersih itu. ‘’Sampai saat ini masih cukup banyak warga kesulitan air bersih dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari,’’ tambahnya. ‘’Bukan hanya pengusaha agar membantu air bersih itu untuk warga, juga pemerintah daerah agar mendistribusikan air kepada warga yang memerlukan,’’ pintanya. Guru SDN 5 Tulamben, I Gede Bendesa, mangatakan kalau sekolah memang sangat membutuhkan air bersih. Pasalnya, di musim kemarau

panjang ini, sekolah sangat kesulitan air bersih untuk kebutuhan di sekolah. Mulai menyiram kebun, MCK anak-anak dan guru. ‘’Kalau tanaman tak disiram, maka tanaman itu mati akibat tak dapat air,’’ ujarnya. Sebelumnya sekolah memanfaatkan air hujan yang ditampung di cubang sekolah. Tetapi, sejak bulan Juli air sudah habis. Untuk memenuhi kebutuhan air di sekokah selama ini kita terus membeli air dari mobil tangki. Satu tangki harganya Rp 120 ribu. Sebulan kita bisa membeli air sebanyak tiga kali. ‘’Satu tangki hanya bertahan selama lima hari,’’ katanya. Salah seorang warga, Wayan Subagia, mengakui kalau dirinya beserta warga lainnya sudah hampir enam bulan mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang ini. Ia selama ini terpaksa membeli air untuk segala kebutuhan. ‘’Bantuan air ini sangat berarti. Semoga ke depan ada lagi bantuan air bersih untuk masyarakat yang memerlukan,’’ harapnya. (kmb41)

Pohon Tumbang di Pretima Ganggu Lalu Lintas Amlapura (Bali Post) Bencana pohon tumbang terjadi Jumat (6/12) kemarin. Pohon yang tumbang melintang jalan tempatnya di Banjar Dinas Asak Kangin, Desa Pretima, Karangasem itu berjenis santen. Tidak pelak, pohon tumbang itu sempat mengganggu akses lalu lintas. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengungkapkan peristiwa pohon tumbang itu terjadi sekitar pukuk 13.35 Wita. Setelah

menerima laporan pohon tumbang itu, pihaknya langsung menerjunkan petugas mengevakuasi pohon tersebut. ‘’Pohon yang tumbang itu jenis santen. Pohon tumbang menutup seluruh badan jalan dan menimpa kabel Telkom, sehingga sempat mengganggu akses lalu lintas di lokasi. Petugas sudah melakukan penanganan. Kemudian akses jalan itu sudah kembali normal,’’ katanya. Arimbawa menambahkan,

sebelumnya pihaknya juga menangani pohon tumbang itu di Banjar Dinas Labasari, Desa Labasari, Kecamatan Abang. Pohon tumbang jenis santen menutup jalan nasional Amlapura-Singaraja. Kondisi itu juga sempat membuat arus lalin macet sementara. ‘’Untuk penanganan pohon yang melintang itu kami dibantu masyarakat dan juga petugas kepolisian dan TNI Babinsa. Kini lalin sudah kembali normal,’’ jelasnya. (kmb41)

Polres Siap Jaga Keamanan Nataru

Ratusan Personel Ditugaskan di Sejumlah Titik Strategis Polres Karangasem siap mengamankan pelaksanaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Untuk menjaga keamanan Nataru itu, Polres nantinya akan melibatkan ratusan personel. Personel yang ditugaskan itu nanti akan ditempatkan di sejumlah titik srategis di wilayah hukum Polres Karangasem. Lalu bagaimanakah skema sistematis harus dilakukan dalam upaya melakukan pengamanan di wilayah hukum Polres Karangasem itu? WAKAPOLRES Karangasem Kompol Aris Purwanto mengungkapkan, pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan mulai dilaksanakan pada 23 Desember. Dalam pengamanan Nataru itu nanti pihaknya melibatkan ratusan personel yang ditugaskan di sejumlah titik strategis di Karangasem. ‘’Kami siap mengamankan pelaksanaan Nataru di Karangasem. Dalam pengamanan itu kami akan bersinergi dengan stakeholder serta seluruh komponen masyarakat, sehingga pelaksanaan Nataru itu berjalan aman dan lancar,’’ harapnya. Sebagai langkah persiapan secara sistematis itu, kata Susanto, Bali Post/kmb41 sebelum pengam a na n d i l a kuAKBP Ni Nyoman Suartini

kan, pihaknya akan lebih dulu melakukan gelar pasukan. Gelar pasukan itu rencananya dilaksanakan 22 Desember. Dalam gelar pasukan itu, disampaikan deskripsi di mana saja titik-titik yang difokuskan dalam upaya pengamanan Nataru itu lebih efektif nantinya. ‘’Kami masih melakukan pemetaan, di daerah mana saja biasanya ramai dipergunakan warga melaksanakan kegiatan Nataru itu nantinya,’’ tambahnya. Pihaknya memang lebih dominan akan melakukan pengamanan di lokasi keramaian. Namun bukan berarti di lokasi sepi tidak dilakukan. Salah satunya di Pelabuhan Padangbai, Manggis. Alasannya, banyak masyarakat beraktivitas melakukan penyeberangan lewat Padangbai. Pada intinya di pusat keramaian itu pasti dilakukan pengamanan lebih ketat dan intensif. ‘’Tugas kita memang melakukan pengamanan untuk menciptakan situasi kamtibmas kondusif,’’ tambah Susanto. Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini menjelaskan, pihaknya akan menggerakkan semua anggota dalam rangka melakukan pengamanan Nataru itu. Pihaknya akan merancang tempat-tempat di mana saja akan dipergunakan sebagai tempat pengamanan saat Nataru nanti. ‘’Kami akan petakan dulu wilayah mana saja yang lebih fokus harus diamankan. Yang pasti, intinya kami siap mengamankan Nataru itu,’’ jelas Suartini. (nan)

Bali Post/kmb41

POHON TUMBANG - Petugas BPBD Karangasem saat menangani pohon tumbang.


Sabtu Umanis, 7 Desember 2019

Soal Kepesertaan BPJS

SOSOK BPJS Kurang Sosialisasi PERTEMUAN BPJS Kesehatan Cabang Klungkung dengan Pemkab Klungkung dan Dewan, mengurai cukup banyak persoalan di internal BPJS. Tidak hanya mengenai penanganan data ganda, tetapi juga implementasinya bagi masyarakat di lapangan, ketika masyarakat menggunakan haknya untuk berobat di rumah sakit. Masyarakat masih banyak yang kurang paham mengenai hak cakupan layanan yang semestinya ditanggung BPJS saat berobat di rumah sakit. Ini terjadi karena lembaga ini dianggap masih kurang sosialisasi, sehingga tidak heran kemudian banyak warga yang sudah terdaftar dalam kepesertaan, justru berhenti membayar kewajiban iuran. Demikian disampaikan Ketua Komisi III DPRD Klungkung Wayan Mardana saat ditemui di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Jumat (6/12) kemarin. Wardana mengaku sering menerima keluhan dari warganya mengenai cakupan pelayanan ini. Banyak yang masih awam, sehingga ketika hendak menggunakan haknya mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit, ternyata cakupan layanannya sudah tidak ditanggung. Bahkan dia juga mendengar informasi adanya oknum petugas medis yang bermain dalam proses klaim. Ketika ada warga yang berobat, padahal masuk dalam cakupan layanan BPJS, namun dikatakan oknum petugas medisnya tidak masuk cakupan layanan. Sehingga dengan demikian pasien masuk menjadi pasien kategori umum. Disisi lain, klaim BPJS pasien ini justru tetap diproses. Ini terjadi karena pasien sendiri masih awam mengenai cakupan layanan yang di dapat. “Kami akan telusuri laporan itu,” kata politisi Partai Golkar ini. Pihaknya juga tetap akan melakukan pengawasan terhadap komitmen BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, yang menargetkan tahun 2020 sudah bebas dari masalah data kepesertaan ganda. Sebab ini akan sangat membantu semakin kuatnya data dan mengurangi beban pemerintah daerah dalam program UHC. “Ini yang kami tunggu sejak awal. BPJS Kesehatan tidak boleh manja, hanya menunggu dan menjalankan instruksi pusat. Tetapi juga harus punya tanggung jawab menyelesaikan permasalahan di bawah,” kata Mardana. (gik)

Dewan Desak Pihak Swasta Segera Daftarkan Karyawannya Semarapura (Bali Post) Lembaga dewan mengapresiasi komitmen BPJS Kesehatan Cabang Klungkung untuk menuntaskan masalah data ganda per 1 Januari 2020. Selanjutnya dewan mendesak Pemkab Klungkung memenuhi janjinya untuk mengejar pihak perusahaan swasta agar segera mendaftarkan seluruh karyawannya masuk dalam kepesertaan BPJS. Bahkan dewan menyarankan Pemkab Klungkung bisa mencabut izin perusahaan terkait bagi yang tidak mau memenuhi kewajibannya itu. Anggota DPRD Klungkung Komang Suantara, Jumat (6/12) kemarin mengatakan, sanksi tegas perlu diterapkan Pemkab Klungkung dalam ‘memaksa’ pihak swasta agar segera mendaftarkan karyawannya. Jika ini tidak segera dilakukan, pembengkakan biaya UHC (Universal Health Coverage) tidak bisa dibendung lagi. Ini akan semakin menambah berat beban Pemkab Klungkung, karena beban tanggungan dalam UHC akan terus bertambah. Dia meminta Pemkab Klungkung melakukan opsi yang sempat mengemuka ini dengan cepat. Gunakan kewenangan pemkab untuk mendorong ini agar segera

dapat terealisasi. “Bila perlu, perusahaan swasta yang tidak mau, cabut saja izinnya,” sorot politisi Partai Gerindra ini. Menurutnya, saat ini pihak perusahaan menurutnya justru sengaja mendiamkan permasalahan ini. Sebab, pemkab sendiri belum ada langkah serius ke arah itu. Padahal ini sudah menjadi salah satu opsi guna menyikapi kenaikan tarif BPJS. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja harus segera melakukan pendekatan dengan dunia usaha. Sehingga ada langkah nyata sebagai wujud gebrakan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran pihak perusahaan dalam menanggung kary-

awannya mendapatkan hak pelayanan kesehatan dengan menjadi peserta mandiri. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta sebelumnya menegaskan pihaknya sedang terus bergerak untuk ‘memaksa’ perusahaan swasta melakukan kewajibannya mendaftarkan seluruh karyawannya sebagai peserta BPJS. Saat ini paradigma berpikirnya justru terbalik. Sebab, karena sudah UHC dianggap seluruh warga tanggungan BPJS-nya sudah ditanggung pemerintah daerah. Sehingga pihak perusahaan swasta tidak lagi mengurus kepesertaan BPJS untuk karyawannya. Kalau pihak perusahaan mau membayar iuran BPJS sebagaimana kewajibannya, Bupati Suwirta menegaskan, tentu beban pemerintah daerah akan jauh berkurang. “Untuk diketahui, dampak kenaikan tarif ini beban kami untuk tetap meng-cover UHC meningkat sebesar Rp 12 miliar. Makanya kami desak terus segera tuntaskan data ganda itu, sambil kami juga mengejar kewa-

jiban pihak perusahaan,” sorot Bupati Suwirta. Seperti diketahui, untuk mencapai UHC pencapaian kepesertaan JKN-KIS harus mencapai di atas 95 persen. Iuran BPJS Kesehatan akan naik pada Januari 2020. BPJS Kesehatan Kelas I naik 2 kali lipat dari semula Rp 80.000 menjadi Rp 160.000. BPJS Kesehatan Kelas II naik

dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000. BPJS Kesehatan Kelas III n a i k dari Rp 25.500 m e n jadi Rp 42.000. (gik)

BRI Kanwil Denpasar Serahkan CSR pada Pura Bukit Buluh

Bali Post/gik

RAPAT - Sejumlah pimpinan OPD saat hadir di Ruang Rapat Praja Mandala Pemkab Klungkung.

Gelar Pengawasan Daerah

Bupati Suwirta Minta Jangan Ada Temuan ”Berulang Tahun” Semarapura (Bali Post) Kualitas SDM perlu ditingkatkan dan digenjot demi kesejahteraan masyarakat. Peningkatan kualitas SDM ini dapat tercapai dengan sikap yang serius terhadap hasil pengawasan daerah sebagai bahan evaluasi. Setiap temuan tersebut harus disikapi tuntas agar setiap tahun temuan itu tidak terus berulang-ulang. Demikian disampaikan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta kepada seluruh pimpinan OPD, Camat, dan seluruh Perbekel se-Klungkung saat hadir dalam kegiatan Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) di Ruang Rapat Praja Mandala Pemkab Klungkung, Jumat (6/12) kemarin. Adanya temuan yang berulang kali disetiap adanya pengawasan, ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi. Pimpinan OPD harus bekerja keras agar jangan sampai temuan itu terulang kembali. “Ada atau tidaknya pengawasan, minimal mampu mengawasi diri sendiri dengan tujuan mulia yaitu untuk mensejahterakan masyarakat,” ujar Bupati Suwirta. Pihaknya juga meminta keseriusan Camat, Perbekel dan semua OPD agar bersinergi melakukan pengawasan eksternal dan internal. Hal ini akan memberi efek ganda terhadap seluruh ASN dan sistem pengawasan dapat berjalan dengan baik. Melalui gelar pengawasan daerah ini, menurutnya dapat menjadi salah satu cara agar dapat meningkatkan sinergi pemerintah daerah, inspektorat dan aparat penegak hukum dalam mengawal setiap kegiatan sampai tuntas. Sementara itu, Kepala Inspektorat Daerah (Irda) Klungkung I Made Seger mengatakan, Larwasda ini sebagai wujud sinergitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Pengawas Eksternal dalam penguatan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan desa. Tujuannya agar mampu meningkatkan kinerja

pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah serta evaluasi terhadap hasil pengawasan yang diharapkan dapat berkontribusi, terhadap peningkatan kinerja dan perbaikan tata kelola pemerintahan di masa yang akan datang. Dalam Larwasda juga diisi dengan diskusi terkait sistem pengawasan dengan menghadirkan Kepala BPK RI Pewakilan Provinsi Bali Dr. Drs. Sri Haryoso

Suliyanto, M.Si., Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Bali Ari Dwikora Tono dan Kepala Inspektorat Provinsi Bali I Wayan Sugiada. Sehingga tercapai kesamaan pemahaman dan komitmen mengenai tujuan dan sasaran pemerintah yang bebas dari KKN. Selain itu, juga tersosialisasinya kebijakan pengawasan dan terjadi percepatan tindak lanjut dari setiap temuan, baik dari APIP maupun BPK. (kmb31)

BRI Kanwil Denpasar terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pembangunan tempat ibadah bagi masyarakat. Komitmen tersebut kali ini ditunjukkan kepada Pangempon Pura Bukit Buluh di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, dengan menyerahkan dana CSR (Corporate Social Responsibility ) senilai Rp 100 juta, Jumat (6/12) kemarin. Rencananya dana tersebut akan dimanfaatkan pangempon pura setempat untuk pembangunan Gedong Pesimpenan. Wakil Pemimpin Wilayah Bidang Bisnis, Kanwil BRI Denpasar, Hernanda Deniarto, mengatakan penyaluran CSR ini sebagai wujud implementasi misi sosial BRI kepada masyarakat. Sehingga tempat ibadah ini menjadi lebih tertata dan nyaman untuk melakukan persembahyangan. Penyaluran CSR ini merupakan salah satu dari sekian banyak sumbangsih BRI yang langsung menyasar masyarakat. Sebab, sepanjang tahun ini saja, sampai Oktober, total BRI Kanwil Denpasar sudah menyalurkan dana CSR mencapai Rp 14 miliar. “BRI Kanwil Denpasar cakupan pelayanannya luas. Mencangkup tiga provinsi, Bali, NTB dan NTT. Dari total dana Rp 14

miliar, sebanyak Rp 8 miliar di antaranya diserahkan di Provinsi Bali”. kata Hernanda. Bantuan dana CSR itu dikatakan tidak hanya untuk perbaikan pura dan tempat ibadah lainnya. Tetapi realisasinya juga cukup banyak diserahkan untuk mem perbaiki fasilitas sarana umum, bantuan pendidikan, kesehatan, juga dalam upaya pengentasan kemiskinan dan bantuan dampak bencana alam. Bantuan ini juga ada yang direalisasikan dalam bentuk kendaraan ambulans. Dia berharap, melihat pentingnya program sosial ini, agar dana CSR ini ke depan dapat terus ditingkatkan agar mampu memberi manfaat berkelanjutan. Dana CSR ini kemudian diserahkan secara simbolis oleh Hernanda kepada Ketua Panitia Pembangunan I Wayan Mardika dan Ketua Semaya Ki Mantri Tutuan Pratisentana Sira Dalem Mangori, Gede Arya Sugiarta di pura setempat, dihadiri warga pangempon pura. Usai menerima dana CSR ini, Arya Sugiarta menyampaikan terima kasih kepada BRI Kanwil Denpasar. Sebab, respons pihak BRI begitu cepat terhadap proposal yang diajukan untuk menuntaskan sisa pembangunan Pura Bukit Buluh menjelang

Karya Mamungkah dan Ngenteg Linggih yang direncanakan berlangsung pada tahun 2021. Dengan dana CSR Rp 100 juta ini, maka gedong pesimpenan tentu bisa segera direalisasikan. Selain gedong pesimpenan, masih ada beberapa bagian pura yang belum dibangun, seperti, Bale Pesandekan, Bale Gong, Candi Bentar dan Wantilan. Maka, kepedulian BRI Kanwil Denpasar dalam menyalurkan CSR ke Pura Bukit Buluh, tentu menjadi

contoh bagi umat maupun lembaga lain untuk membantu menuntaskan pembangunan pura ini. Pihaknya berharap kepada seluruh warga bersamasama memberikan sumbangsih pemikiran, pelaksanaan dan pendanaan, termasuk pengawasan pembangunan agar hasilnya menjadi sesuai harapan bersama, sebagai pura pusat warga tutuan di seluruh Indonesia yang sudah mencapai sekitar 6.000 orang. (gik)

SERAHKAN - Wakil Pemimpin Wilayah Bidang Bisnis, Kanwil BRI Denpasar Hernanda Deniarto (kanan) saat menyerahkan CSR secara simbolis kepada panitia pembangunan pura.


Sabtu Umanis, 7 Desember 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA !!!8 Tenaga Angkat,3 Sopir SIM B1/A. Mekar Abadi Bangunan Jl. By Pass 777 Jimbaran (Dkt SPBU) B.BP.004.12.19.0000128

Bth Sopir Pribadi Lam:Jl.Tukad Badung 18/9 Renon. 08113893338 B.BP.001.12.19.0000124

Cr Asisten Rmh Tngga Gj.2Jt/bl Sgr langsung kerja 0361-488315 B.BP.001.12.19.0000136

Dbthk:Bartender, Waiter/ss,Pglm Tdk diutamakan.Hub:08123673166 B.BP.001.12.19.0000063

SERVICE

Dbthkn Tenaga Pengajar Sirkus, Pria/Wnt, bs B.Inggris,Dom.Bali Krm CV:rizqi@balicircus.com

B.BP.031.12.19.0000033

Dcr Asisten pribadi Wanita,SMA /SMK, bisa komputer/internet, jujur. Hub.085100619419

B.BP.001.12.19.0000180

Dcr Marketing wanita max.30th Hub.Haris 085236909090

B.BP.001.12.19.0000175

Di bthkan Clean Service Wanita u/Klinik Dokter H.081238205400

B.BP.004.12.19.0000103

Dicr SPG&Produksi u/Kopi Luwak Mandailing.Ph:085100619419 B.BP.001.12.19.0000064

DIJUAL RUMAH

Dcri Manager wanita yg Cerdas Teliti, Jujur dan mau bekerja keras utk Resto di Renon Hub:081999744747 B.BP.001.12.19.0000166

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Dicr min.SMK/SMA:Staf Adm/Acc Cleaner/Steward,Engineering, Teknisi Komputer/IT,Waiter/ss Bar,Satpam,Tenaga Gudang. Kirim/Hub.081337061253 B.BP.004.12.19.0000177

RUPA-RUPA

Dcri 2 Tenaga Pria/Wanita utk Bagian Bar,Resto di Renon Hub:081999090908

Dicari Tkg Patrun Wanita + Tkg Cek Pglm Garment.Jln.Gunung Soputan No.20 Tlp:085100804532

Karma Resort Group membthkan 15 org Marketing Promotion: Pria,Wanita,Min.SMK-S1, bisa Bhs.Inggris,pengalaman tdk diutamakan, pekerja keras, KTP,Gaji pokok+BPJS, walking interview tgl, 9/12/2019, jam 10.00-12.00 WIB di Jl.Plawa No 37A Seminyak WA:08123986414 (Hilla)

B.BP.001.12.19.0000160

B.BP.004.12.19.0000188

B.BP.001.12.19.0000168

Dicari Tk.masak yg ahli masak Bali & bersedia ditempatkan di Sby Hub:081230751346 B.BP.033.12.19.0000178

Dicari pria/wanita di Seminyak utk bagi brosur,Gaji 2 jt + U. makan, Hub:08113888181 B.BP.031.12.19.0000172

Looking for Exp.Housekeeping. Please call 081337688856 Email:info@bali-properties.net B.BP.001.12.19.0000163

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dcr Sgr Driver + OB min.SMA, Kirim CV ke Jl.Mahendradata 45 / Tlp.0361 8466303 B.BP.004.12.19.0000176

PROPERTY DIJUAL TANAH

Tanah 80A Ds Mengesta Penebel Tabanan Hub.08113934393 B.BP.001.12.19.0000123

PROPERTY DIJUAL RUKO

Dijual Ruko Jl.Yeh Gangga Tbn Dp 10% Bunga Krd 0,83%/Bln Hub.081338183031/081805374433 B.BP.004.11.19.0000730

PROPERTY DIJUAL RUMAH

HYANGSURYA”Penasehat Spiritual Siap”Karya Nyata”081246153811

Jual/kontrak Rumah Tnh 200m2, 5KT Jl.Tegal Sari Gg Tunjung No.15 Biaung-Denpasar Hub: 081296073775

B.BP.001.12.19.0000164

B.BP.004.12.19.0000073

KONSULTASI


Sabtu Umanis, 7 Desember 2019

Rehab Gedung BMB Dianggarkan Rp 700 Juta 15 Jabatan Eselon II Dilelang Bangli (Bali Post) – Kerusakan Gedung Bhukti Mukti Bhakti (BMB) di areal Kantor Bupati Bangli rencananya diperbaiki tahun depan. Pemkab telah menganggarkan Rp 700 juta dalam APBD 2020 untuk merehab gedung berlantai tiga tersebut. Kabag Umum Setda Bangli Made Mahindra Putra mengungkapkan perbaikan yang akan dilakukan meliputi atap dan interior. Pihaknya mengaku telah meminta kajian teknis mengenai stuktur bangunan tersebut ke Dinas PUPRPerkim Bangli. “Kami masih menunggu kajian dari Dinas PU, apakah stuktur bangunannya masih layak atau tidak, sebelum kemudian direhab,” kata Mahindra Putra saat dikonfirmasi Jumat (6/12) kemarin. Dijelaskannya, gedung BMB dibangun tahun 1990an. Lantai II di gedung tersebut dulunya pernah dipakai

sebagai ruangan Bupati. Meski kondisi gedung selama beberapa tahun terakhir mengalami kerusakan terutama pada bagian atap, Mahindra mengakui Pemkab hingga kini masih memanfaatkannya. Bekas ruangan Bupati di lantai II selama ini dipakai sebagai kantor pengadaan barang dan jasa. Sementara di lantai bawah bekas kantor BKD sekarang dipakai sebagai gudang untuk menyimpan aset-aset yang tidak terpakai. “Yang di lantai III untuk ruang pertemuan,” ujar mantan Kabag Humas itu. Sementara itu, berdasarkan pantauan siang kemarin, kondisi gedung BMB memprihatinkan. Kerusakan atap pada gedung tersebut semakin parah. Dari luar gedung pinggiran atap terlihat sudah remuk dan rontok. Demikian juga dengan plafonnya banyak yang mengelupas. (kmb40)

BMB – Tampak sisi selatan Gedung BMB.

Bali Post/kmb40

Bangli (Bali Post) Sebanyak 13 kursi jabatan eselon II di lingkungan Pemkab Bangli saat ini lowong. Jumlah tersebut akan bertambah menjadi 15 di akhir tahun ini. Rencananya kekosongan jabatan itu akan segera diisi melalui mekanisme seleksi jabatan terbuka. Untuk pengisian jabatan tersebut, Bupati Bangli kini telah membentuk panitia seleksi (pansel). Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM (BKDPSDM) Kabupaten Bangli Gede Arta, Jumat (6/12) kemarin mengatakan, pansel yang dibentuk terdiri atas lima orang, berasal dari kalangan birokrasi, akademisi dan tokoh masyarakat. Pansel diketuai oleh Sekda Ida Bagus Giri Putra. Pansel rencananya akan menggelar pertemuan pada Senin depan untuk menentukan langkah selanjutnya. Dijelaskannya, sebelum tahapan seleksi dimulai, pansel akan meminta persetujuan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Setelah ada persetujuan, dilanjutkan dengan pengumuman lelang selama 15 hari. “Setelah itu dilanjutkan dengan tes,” terangnya. Disebutkan Gede Arta, rencananya akan ada 15 jabatan eselon II yang dile-

lang nanti. Jumlah itu bertambah dua dari jumlah jabatan yang kosong saat ini. Penambahan terjadi karena ada dua kepala dinas yang pensiun per 31 Desember 2019, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Bangli Wayan Lawe dan Kepala Dinas Koperasi UMKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ni Wayan Manik. Meski kedua pejabat tersebut baru pensiun akhir tahun nanti, namun dua jabatan tersebut boleh dilelang bersamaan dengan jabatan kosong lainnya. Lebih lanjut dikatakannya, bahwa nantinya terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk bisa ikut dalam seleksi jabatan tersebut. Mantan Kadishub itu menyebutkan, salah satu syaratnya yakni pangkat minimal harus IV/a. Saat ini diakuinya ada banyak pegawai di Bangli yang bisa ikut seleksi tersebut. Diupayakan pengisian jabatan eselon II nantinya bisa selesai paling lambat 7 Januari 2020. Sebab sesuai ketentuan, enam bulan sebelum tahapan penetapan calon pada Pilkada Bangli 2020, Bupati tidak boleh melakukan mutasi dan pengisian jabatan. Kalau pelantikan dilakukan lewat dari tanggal itu, maka harus ada persetujuan Mendagri. (kmb40)


Sabtu Umanis, 7 Desember 2019

OLAHRAGA

15

Semifinal SEA Games 2019

Myanmar Bukan Lawan Mudah

Manila – Pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri, menilai timnas Myanmar yang bakal dihadapi di semifinal SEA Games 2019 bukan lawan yang mudah dikalahkan. Setelah mengalahkan Laos pada laga terakhir fase grup, Kamis (5/12) lalu, Indra dan anak asuhnya tidak menyianyiakan waktu dengan segera berlatih menjelang laga semifinal yang akan berlangsung Sabtu (7/12) sore WIB. Latihan taktik dan strategi permainan hingga latihan adu penalti menjadi menu bagi Evan Dimas dan kawankawan pada Jumat (6/12) kemarin. ‘’Kami siapkan segalanya untuk pertandingan semifinal. Myanmar bukan lawan yang mudah, namun kami punya keyakinan untuk bisa mengalahkan mereka,’’ ujar Indra. Dari empat pertandingan di fase grup, timnas Myanmar tidak pernah mengalami kekalahan. The White Angels

menang tiga kali dan imbang satu kali dengan mencetak delapan gol dan empat kali kebobolan. Kendati hanya memiliki waktu istirahat satu hari, Indra menegaskan semua pemain Timnas Indonesia U-22 dalam kondisi siap tampil. Indra menyatakan kebugaran pemain tidak lepas dari kinerja tim dokter dan fisioterafi yang baik. Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, juga memberi semangat kepada skuad Merah

Putih untuk mempersembahkan gelar juara dari cabang olahraga sepak bola pada ajang SEA Games untuk kali pertama setelah 1991. ‘’Kami semua akan tercatat dalam sejarah sepak bola Indonesia, jika bisa tampil di final dan juara. Inilah harapan yang harus kita wujudkan,’’ ucap Sumardji. Indonesia melaju ke semifinal setelah menuntaskan fase grup dengan status runner-up Grup B dengan 12 poin hasil empat kali menang dan satu kali kalah. (kmb33)

BERSIAP - Pemain Timnas U-22 Indonesia Sani Rizky bersiap mengambil tendangan sudut saat melawan Timnas Laos dalam pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion City of Imus Grandstand, Filipina, Kamis (5/12). Timnas U-22 Indonesia berhasil melaju semifinal setelah mengalahkan Laos 4-0.

Tim Futsal Pra-PON Bali Huni Grup F

Tim futsal Pra-PON Bali. Denpasar (Bali Post) Tim futsal Pra-PON Bali menghuni grup F bersama Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Barat (Sulbar). Babak Prakualifikasi PON ini digelar di lapangan futsal Jatinangor, Sumedang, Jabar, 20-22 Desember mendatang. Informasi yang dihim-

pun Bali Post, Jumat (6/12) kemarin menyebutkan, tim futsal Bali akan meladeni NTB pada Jumat (20/12). Selanjutnya, Bali meladeni NTT pada Sabtu (21/12), sedangkan Bali kontra Sulbar digelar pada Minggu (22/12). Sekum Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Bali Nasser Atthamimy yang di konfirmasi kemarin menjelaskan, cabor futsal

Bali Post/ist

pada PON Papua 2020 akan diikuti 10 provinsi. Dijelaskannya, dua tim sudah pasti lolos, yakni tuan rumah Papua dan Jabar selaku peraih emas pada PON 2016 silam. Sementara babak Prakualifikasi PON melibatkan 32 provinsi, yang dibagi dalam delapan grup. ‘’Tim juara grup inilah yang merebut tiket ke PON,’’ sebut Nass-

Sumber Daya

Sugawa Korry mengaku sepakat dengan DPD-RI yang ingin menggugat UU 33 ke Mahkamah Konstitusi (MK), karena UU itu bertentangan pula dengan UUD 1945 pasal 18 A. Konsideran UU 33 sebetulnya sudah menyebutkan bila dana bagi hasil berasal dari sumber daya alam dan sumber daya lainnya. Namun, sumber daya lainnya yang dimaksud tidak dijabarkan lebih lanjut dalam batang tubuh UU. Padahal, pariwisata bisa dimasukkan sebagai sumber daya lainnya. Apalagi sekarang, Indonesia tengah mengembangkan 10 destinasi

baru dengan sebutan 10 Bali baru. ‘’Pariwisata ini adalah salah satu komoditi ekspor kita yang sekarang kontribusinya nomor dua. Oleh karena itu, pengembangan 10 destinasi baru perlu juga didukung dengan UU yang adil untuk daerah tersebut,’’ jelas politisi Golkar ini. Sugawa Korry menambahkan, UU 33 juga masih terkait dengan Undang-undang No.28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. UU ini pun perlu direvisi karena pariwisata budaya Bali didukung oleh seluruh masyarakat Bali. Tetapi ketika wisatawan datang, yang mendapatkan pajak hotel dan restoran hanya ka-

bupaten tertentu saja. Terkait hal ini, anggota DPD-RI Dapil Bali Made Mangku Pastika sepakat ada ketidakadilan untuk Bali hanya karena tidak memiliki sumber daya alam. Ratusan triliun Bali telah menyumbang devisa, tapi DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) yang diterima Bali setiap tahunnya selalu ‘’kosong’’ dana perimbangan dari pusat. Dengan kata lain, Bali justru tidak mendapatkan apa-apa dari pariwisata selain dampak negatif pariwisata itu sendiri. Oleh karena itu, pihaknya akan menggugat UU No.33 ke MK supaya ada perubahan. (kmb32) Sabtu, 7 Desember 2019

05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Kasuksman Dewa Pitara Pratistha (1) Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Sehat & Bugar Low Aerobic Ceria Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Belajar Menggambar Menggambar See kor Pinguin Seputar Bali Terkini Lila Cita Sanggar Tari Legong

11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita

15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita

Bidadari (1) Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Kasuksman Dewa Pitara Pratistha (2) Bali Channel Tourist TV Klip Bali Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Yowana Magz Meisya Tiarani Putri Raih Emas di Singapore Silat Champion Ship Seputar Bali Terkini Parameter Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Dunia Kita

16:30 Wita Gita Santhi Sekaa Santhi Widya Laksmi (2) 17:00 Wita Bunda Arsaningsih Karma dan Reinkarnasi 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Lipsus RSD Mangusada, Tingkatkan Pelayanan Publik, Melalui Teknologi Berbasis Digital 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Alexandro 21:00 Wita Classic Bali TV 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Baliwood Cinema Balian Pengiwa (2) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping

er. Untuk skuad tim PraPON Bali, bermaterikan pemain yang berlaga pada Porprov Bali di Tabanan, September lalu. Mereka ditangani duet pelatih Imam Ma’arif dan Doni Wijaya, serta pelatih kiper Dewa Ari Permana. Awalnya dipanggil 29 pemain futsal, kemudian diciutkan menjadi 16 pemain dan selanjutnya menjelang keberangkatan ke Jatinangor akan dirampingkan lagi menjadi 14 pemain, sesuai dengan kuota. ‘’Dua pemain yang dicoret, seorang pemain dan satu lagi posisi kiper,’’ ungkap Nasser. Diakuinya, tim yang paling siap di grup F ini adalah Sulbar. Terbukti, mereka sudah menjalani pemusatan latihan sejak sebulan lalu di venue PraPON Jatinangor. Rencananya, rombongan tim futsal Pra-PON bertolak ke Jatinangor pada Selasa (17/12) mendatang. (022)

Kalahkan Cuaca Panas

Agus Prayogo Raih Emas Maraton New Clark – Pelari kawakan Agus Prayogo akhirnya meraih medali emas pertama di nomor maraton SEA Games 2019. Dia sukses menaklukkan cuaca panas di Filipina. Agus tampil di maraton putra yang berlangsung di New Clark Athletic Stadium, Jumat (6/12) kemarin, yang dimulai pukul 05.45 waktu setempat. Agus berhasil mencatatkan waktu 2 jam 26 menit 48 detik dan menjadi yang terbaik. Agus sangat senang, apalagi ini merupakan emas pertamanya di nomor maraton. Pada edisi SEA Games sebelumnya, dia hanya mampu mengantongi medali perak dengan catatan waktu 2 jam 31 menit 20 detik. ‘’Saya senang sekali kembali menyumbangkan medali emas untuk Indonesia. Ini adalah medali emas pertama saya di maraton dan medali emas pertama atletik. Semoga ini jadi motivasi untuk teman-teman atletik bisa menyumbangkan medali emas untuk Indonesia,’’ kata Agus. Bukan hal mudah bagi Agus untuk bisa menjadi yang terbaik. Jadwal yang tak ideal untuknya, cuaca, serta trek

yang tidak seharusnya menjadi tantangan bagi atlet berusia 34 tahun itu. ‘’Rute bisa kita lihat hampir 99 persen beton dan cor-coran. Bukan aspal seperti umumnya. Secara otomatis lebih berat dan menantang buat kaki saya. Lalu cuaca. Di sini kelembapannya tinggi sekali. Start tadi pukul 5.45 waktu setempat matahari sudah keluar dan sangat panas,’’ dia menambahkan.

‘’Secara jadwal merugikan banget untuk saya tapi tak apaapa yang pasti saya masih bisa menyumbangkan medali emas untuk Indonesia,’’ imbuhnya. ‘’Medali emas ini saya persembahkan untuk rakyat Indonesia yang sudah mendukung sehingga saya bisa menjadi yang terbaik dan bendera Indonesia bisa berkibar di tiang tertinggi di Filipina,’’ tutupnya. (kmb33)


SABTU UMANIS, 7 DESEMBER 2019

Produk UMKM Bali Dilirik Polandia PRODUK usaha mikro kecil menengah (UMKM) Bali mulai diminati pasar luar negeri, salah satunya Polandia. Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali bersama Komite Pengusaha UMKM Indonesia Bersatu (Kopitu) pun memfasilitasi pertemuan buyer dari Polandia dengan pelaku UMKM lewat pameran yang digelar, Jumat (6/12) kemarin. Jika produk UMKM Bali dinilai layak, nantinya akan dipromosikan dalam sebuah pameran di Polandia. Kabid Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali A.A. Raka Sunetri, S.E., M.Si. mengatakan, ada 20 UMKM yang dipertemukan dengan buyer dari Polandia lewat pameran tersebut. Pemilihan 20 UMKM ini dilihat dari produknya yang sudah memiliki standar dan layak diekspor. Dalam mendorong UMKM Bali naik kelas, kata Raka Sunetri, pihak Diskop sudah melakukan berbagai hal. Ada tiga hal dasar dari UMKM yang terus ditingkatkan seperti kualitas SDM, akses permodalan dan pemasaran. ‘’Dari segi SDM langkah yang dilakukan adalah melakukan pelatihan mulai dari pelatihan teknologi informasi sampai bagaimana berpromosi dengan menggunakan teknologi,’’ ujarnya. Sementara untuk akses permodalan, Diskop terus melakukan sosialisasi terkait skim-skim permodalan dan juga melakukan pendampingan, baik lewat tenaga pendamping maupun konsultan yang ada di Pusat Layanan Usaha Terpadu Provinsi Bali. Dikatakan, Bali memiliki 326 ribu

UMKM, 30 persen di antaranya sudah mampu ekspor. Pihak Diskop terus membuka peluang bagi produk UMKM Bali agar bisa diserap pasar ekspor, salah satunya lewat acara pameran yang berlangsung Jumat kemarin. Raka berharap pertemuan antara buyer dari Polandia dengan UMKM Bali ini akan membuka peluang besar bagi UMKM di Bali untuk ekspor ke Polandia. President Dolina Charlotty, Miroslaw Wawrowski, mengaku tertarik terhadap produk UMKM Bali, karena sebelumnya memiliki karyawan orang Bali yang jujur dan pekerja keras. Selain itu, produk spa Bali sudah sangat terkenal kualitasnya. Ia optimistis bisa memasarkan produk-produk kosmetik dan UMKM Bali ke Polandia, meski persaingan sangat ketat. ‘’Produk yang terpilih dan memenuhi syarat nantinya akan dipromosikan pada event promosi budaya Juni-Agustus 2020,’’ ujarnya. Dikatakan, saat ini promosi dimulai dengan skala kecil dulu, untuk melihat respons pasar Polandia. (san)

UMKM - Kabid Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali A.A. Raka Sunetri, S.E., M.Si. bersama President Dolina Charlotty, Miroslaw Wawrowski, melihat produk UMKM dalam pameran yang digelar, Jumat (6/12) kemarin.

Bali Post/san

Polo Band Rilis ’’Jaman Edan’’ POLO BAND akhirnya merilis single kedua mereka bertajuk ‘’Jaman Edan’’ melalui mini konser di WPP Dewi Sri, Jumat (6/12) kemarin. Band yang beranggotakan Dek Polo (gitar, vocal), Putri (drum), Edi (gitar) dan Pepeng (bass) ini terbentuk pada 2 Juli 2017 di Denpasar. Menurut Dek Polo selaku

frontman dari band asli Singaraja ini, lagu ‘’Jaman Edan’’ merupakan ciptaannya yang diaransemen bersama. Ia ciptakan berdasarkan apa yang ia lihat dan rasakan dalam kehidupan sekitar. ‘’Saya lihat dan rasakan, lalu saya tuangkan dalam sebuah lagu,’’ ucapnya. Dek Polo menjelaskan, saat ini band asuhannya

tengah merampungkan album yang rencananya akan memuat 10 lagu. ‘’Target tahun depan, saat ini tengah finising karena materi sudah lengkap,’’ sambungnya. Polo Band cukup nyaman bermain di genre Bali rock musik alternatif sebagai identitas mereka. ‘’Sebenarnya kami tidak ingin berada di satu genre makanya kami

lebih asyik menyebutnya Bali rock musik alternatif,’’ paparnya. Mereka pun berharap dengan diluncurkannya single ke-2 itu blatika musik Bali semakin berwarna dan terus bergairah. ‘’Semoga kami bisa terus berkarya dan ikut meramaikan industri musik Bali,’’ tutupnya. (win)

Ni Putu Fiona Darmayanti

Perkenalkan ’’Monkey Forest’’

DI USIANYA yang baru menginjak 7 tahun, Ni Putu Fiona Darmayanti telah menunjukkan kualitas olah vokalnya di dibelantika musik Bali anak-anak. Fio -- panggilan akrabnya -- ikut bergabung di album Bali Kumara generasi 7 yang baru dirilis, Sabtu (30/11) lalu. Bersama 20 orang teman lainnya, Fio membawakan lagu ‘’Wenara Wana’’ ciptaan Komang Raka yang mengangkat tentang objek wisata tanah kelahirannya, Monkey Forest Ubud, Gianyar yang dihuni oleh banyak monyet sebagai daya tarik wisata.

Putri pasangan I Nyoman Oka Sepri Yasa dan Ni Luh Putu Dharmawati ini sudah senang menyanyi sejak kecil. Selain hobi menyanyi, Fio juga memiliki semangat yang tinggi untuk bisa menjadi seorang penyanyi. Melihat hobi yang dimiliki putrinya, ibunya lantas mengajak Fio berlatih bernyanyi di Sanggar Seni Cressendo ‘’Griya Musika Sukawati’’. Di Sanggar ini, Fio dilatih olah vokal secara teknis oleh I Komang Darmayuda. Dengan ketekunannya berlatih, Fio memiliki suara yang baik dari segi picth, power, dan jangkauan suaranya untuk nada-nada tinggi lumayan cukup baik di usianya yang masih kecil. Bermodal kelebihan suara tersebut, Fio yang lahir pada 6 Juli 2012 ini sering mengikuti lomba menyanyi dan juga kerap mengisi acara menyanyi pada event tertentu. Sering tampil di hadapan banyak penonton, semakin menambah pengalaman dan rasa percaya diri untuk tampil di panggung yang kebih besar. Apalagi, Fio pernah meraih juara I lomba Busana Adat ke Pura berpasangan dalam rangka HUT ke-9 Pendidikan Sarin Rare. Pada setiap penampilannya, Fio selalu didukung oleh kedua orangtuanya dan sering ikut mengarahkan ekspresi, serta gaya anaknya ketika bernyanyi. ‘’Tidak hanya kedua orangtuanya, seluruh keluarga juga memberi dukungan penuh kepada Fio, sehingga menjadikannya tambah semangat dalam bernyanyi,’’ ujar I Komang Darmayuda, Kamis (5/12) kemarin. (win)

Turunkan ’’Stunting’’ Tingkatkan Literasi Kesehatan SERTIFIKASI pernikahan yang menjadi program pemerintah diyakini dapat meningkatkan literasi kesehatan. Termasuk upaya menurunkan angka stunting yang kini menjadi fokus perhatian. Kepala Badan Litbangkes RI Siswanto mengatakan, saat ini fokus program pemerintah yaitu melakukan percepatan penurunan angka kematian ibu dan stunting. ‘’Program itu bahkan menjadi major project, yang setara dengan memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan,’’ ujarnya, belum lama ini, di Sanur. Sehingga, menurutnya, menjadi program bagus dengan adanya sertifikasi pranikah karena merupakan salah satu upaya untuk menurunkan stunting. Stunting dapat dicegah dengan memperhatikan kesehatan dan asupan makanan anak (nutrisi) pada periode emas yaitu dari saat hamil hingga bayi

berusia 2 tahun, yang disebut dengan 1.000 hari pertama kehidupan. ‘’Ide yang bagus melakukan semacam training

erasi kesehatan yang bagus, maka diharapkan pada waktu mengandung, memeriksakan kandungannya secara rutin

’’Saat ini fokus program pemerintah yaitu melakukan percepatan penurunan angka kematian ibu dan stunting. Program ini bahkan menjadi major project, yang setara dengan memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan.’’ Siswanto Kepala Badan Litbangkes RI pranikah kemudian diberikan sertifikat,’’ ujarnya. Sertifikasi pernikahan dapat meningkatkan literasi kesehatan kepada calon pengantin. Dengan adanya lit-

(ANC/antenatal care) dan tahu cara merawat bayi. ‘’Jika calon pengantin sudah disiapkan dengan baik dari sertifikasi pernikahan, maka seribu hari pertama itu akan menjadi

baik,’’ ujarnya. Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Dr. Ridwan M. Thaha, M.Sc. mengatakan, remaja putri di Indonesia banyak yang mengalamai anemia. Oleh karena itu, secara strategis, program stunting baik dimulai dengan upaya menurunkan angka–angka risiko pada remaja putri usia pranikah, agar mereka tidak anemia. ‘’Karena anemia itu adalah peluang mereka pada saat kawin menjadi soal dan dia akan melahirkan stunting. Oleh karena itu secara strategis memang saat ini stunting selain mempersiapkan seribu hari pertama juga mempersiapkan para remaja pada saat dia melakukan pernikahan, dia sehat,’’ jelasnya. Dokter Spesialis Gizi RSUP Sanglah dr. Syuma Adhy Awan, M.Kes., Sp.GK. mengatakan, program yang menjadi fokus pemerintah saat ini

ada empat yaitu stunting, malnutrisi, obesitas dan anemia. Masalah kesehatan yang terjadi itu, menurutnya, bukan salah dari program, karena program dari pemerintah sangat bagus. Yang menjadi kekurangan dalam program tersebut adalah pemantauan, memastikan kontinuitas aplikasi tersebut berjalan, dan evaluasi hasil tidak ada. ‘’Sehingga masih banyak anak remaja mengalami anemia,’’ ujarnya, Rabu (4/12). Cara mengenali anak anemia bisa dari klinis dan tampak sekilas. Remaja yang mengalami anemia memiliki ciri–ciri kelopak mata berwarna merah pucat, ujung kuku jika dipencet akan membutuhkan waktu lama berwarna merah serta pemeriksaan Hb. Sehingga persiapan baik pemahaman maupun fisik menuju pernikahan, kemudian memiliki anak sangat diperlukan. (may)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 7 Desember 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu