Skip to main content

Edisi Senin 7 Oktober 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 52 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Senin Kliwon, 7 Oktober 2019

balipost http://facebook.com/balipost

Pantai Tanjung Benoa Segera Ditata

Karyawan Perusda Bali di Pulukan Resah

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta berencana melakukan penataan sempadan pantai di kawasan Tanjung Benoa. Penataan diharapkan meningkatkan daya tarik wisata kawasan tersebut.

Para karyawan Perusahaan Daerah (Persuda) Provinsi Bali unit Perkebunan Pulukan gundah karena dua bulan ini belum digaji. Bahkan perubahan pola kerja juga diberlakukan.

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pura Madia Dukuh Bujangga Ban Terbakar Kebakaran di lereng Gunung Agung, terutama di wilayah Dusun Pucang, Desa Ban, Kubu, Karangasem. Pura Madia Dukuh Bujangga ikut terbakar.

JEMBRANA | HAL. 10

BADUNG | HAL. 3

KARANGASEM | HAL. 11

Majukan Pariwisata Nusa Penida

Gubernur Koster Genjot Pembangunan Infrastruktur

NUSA PENIDA FESTIVAL - Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran dan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta pada pembukaan Nusa Penida Festival, Minggu (6/10) kemarin.

Dimulai dari Bali

PARIWISATA Indonesia maju karena pariwisata Bali, karena kebudayaan dan masyarakat Bali. Oleh karena itu, untuk memajukan pariwisata Indonesia dimulai dari memajukan pariwisata Bali. ‘’Bali dipilih karena Bali ini mulai dari embrio, riset, keberhasilan kepariwisataan ada di Bali. Nah dari Bali inilah, hub-nya ke daerah-daerah lain. Dari Bali ke Lombok, dari Bali ke Yogyakarta, dari Bali ke Sulawesi, dari Bali ke Wakatobi,’’ kata Dr. Sarroha Manulang, S.E., M.M., Kepala Kantor Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, ketika 10 Doktor Pariwisata bertemu Pimpinan Kelompok Media Bali Post (KMB), Jumat (4/10) di Shankara Resto, Sanur. Kepariwisataan adalah salah satu poin perekonomian Bali, karena Bali kota jasa pariwisata. Sehingga penanganan dan pelayanan Bali dengan tata cara atau budaya ketimuran, harus dengan hospitality yang baik. Demikian juga pelayanan di Imigrasi. Mengingat kepariwisataan yang maju tanpa

mengesampingkan para wisatawan mancanegara, maka perlu disambut dengan hospitality berbasis budaya. Bali sebagai pintu gerbang Indonesia harus memberikan gambaran Indonesia secara umum. Dimulai dari peran instansi yang ada di bandara. Maka peran bandara sangat penting karena kesan pertama dan terakhir datang ke Indonesia, khususnya Bali, ada di airport. Sehingga pemeriksaan, pelayanan yang ada di bandara melibatkan seluruh stakeholder, tentu harus memberikan yang terbaik untuk menopang kepariwisataan agar berjalan dengan baik. Ketika wisman masuk ke Indonesia maka akan menjadi tugas bersama, baik instansi pemerintah maupun swasta untuk mengawasi kegiatan yang dilakukan orang asing bersama. ‘’Jadi yang pertama memeriksa orang asing itu masuk ke Indonesia yaitu dari kami, Imigrasi. Setelah itu semua instansi, baik BNN jika terlibat kasus narkoba, jika dia menyalahgunakan izin ada Dinas Ketenagakerjaan, jika dia melanggar perda ada Polisi Pamong Praja,’’ beber doktor pariwisata yang penelitiannya tentang pelayanan di bandara khususnya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Hal. 15 Berjalan Baik

Sarroha Manulang

Bali Post/eka

hasil PAD (Pendapatan Asli Daerah) baru bagi Klungkung, sehingga akan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini masa depan Bali, harus tetap dijaga. Membangun pengembangan pariwisata harus tetap menjaga kepentingan spiritual masyarakat, harus selaras, perkuat kehidupan spiritual masyarakat Nusa Penida,’’ terang Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini. Kemudian sambil berkelakar, Gubernur Koster menyebut jika dirinya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2018 lalu cuma meraih 30 persen dukungan suara di Klungkung, dan hanya 25 persen di Nusa Penida. Namun, ia menegaskan komitmennya bahwa dukungan politik tak boleh menjadi kendala dalam membangun Bali secara utuh dan menyeluruh sesuai visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. ‘’Walaupun saat pemilihan (pilgub) lalu saya kalah di Klungkung, tapi itu bukan alasan dan halangan untuk tetap mencintai masyarakat Nusa Penida. Saya akan tetap membangun seluruh wilayah di Bali. Sebagai bentuk dukungan Pemprov atas pembangunan di Klungkung, dalam waktu dekat akan segera dilaksanakan beberapa pembangunan infrastruktur yang akan menunjang pengembangan daerah ini,’’ tegasnya. Ketegasan komitmen itu telah dibuktikan langsung dirinya usai dilantik sebagai Gubernur Bali pada Rabu, 5 September 2018 lalu di Jakarta oleh Presiden Joko Widodo, dengan mengajak Bupati Klungkung Nyoman Suwirta bertemu Presiden di Jakarta untuk membahas sejumlah pembangunan infrastruktur di Nusa Penida. Hal. 15 Kerja Keras

Publik Dukung Jokowi Terbitkan Perppu Jakarta (Bali Post) –

Masyarakat menilai revisi UU KPK bukanlah menguatkan lembaga antirasuah tersebut. Sejumlah ketentuan baru dalam UU KPK hasil revisi seperti kewenangan menerbitkan surat penghentian penyidikan dan penuntutan (SP3) adalah bentuk pelemahan KPK. Untuk itu, sebagian besar publik mendukung Presiden Jokowi menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu).

Bali Post/ant

DUKUNG PERPPU - Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menyampaikan hasil survei mengenai Perppu KPK dan gerakan mahasiswa di mata publik di Jakarta, Minggu (6/10) kemarin. Dalam survei tersebut 70,9 persen responden menilai revisi UU KPK melemahkan KPK dan 76,3 persen responden menyetujui Presiden untuk mengeluarkan Perppu KPK.

Dukungan publik terhadap penerbitan Perppu KPK berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyebutkan sebanyak 76,3 persen publik mendukung Presiden menerbitkan Perppu KPK. ‘’Seperti SP3, dalam UU KPK diatur dua tahun tidak selesai kasus langsung SP3, apalagi kasus korupsi itu kan seringkali melibatkan faktor politik dan ekonomi dan itu rumit, karena rumit ada banyak kasus yang tidak bisa diselesaikan dalam dua tahun. Tapi dalam revisi yang baru, lewat dua tahun langsung SP3, orang-orang yang korup juga bisa saja mengulur-ulur kan? publik tahu model pelemahan dalam UU KPK,’’ kata Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan, di Jakarta, Minggu (6/10) kemarin. Publik, katanya, menginginkan agar Presiden Joko Widodo menerbitkan Perppu KPK guna membatalkan undang-undang hasil revisi atau untuk merevisi pasal-pasal yang dianggap akan melemahkan lembaga antirasuah tersebut. Hal. 15 Publik Percaya

Jangan Benturkan Pertanian dengan Pariwisata

Lahan Garam Terdesak Hotel Lahan produksi garam tradisional di Karangasem yang kualitasnya dinilai terbaik di dunia mulai terdesak pembangunan hotel. Apa yang terjadi? www.bisnisbali.com

Teridentifikasi, Wajah Perampok di Renon Wajah perampok yang beraksi di Renon berhasil diidentifikasi polisi. Begitu juga nopol mobil yang dipakai beraksi. www.bisnisbali.com

WILAYAH Pulau Nusa Penida di Kabupaten Klungkung begitu kaya akan beragam potensi wisata, namun belum mampu tergarap secara maksimal akibat masih minimnya infrastruktur pendukung sebagai daerah tujuan pariwisata. Padahal kawasan ini mulai berkembang dan dilirik sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Bali oleh turis mancanegara. Menyadari hal itu sejak awal, Wayan Koster setelah dilantik pada tahun lalu sebagai Gubernur Bali langsung bertindak mengambil berbagai langkah strategis untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di pulau yang terletak di seberang timur kawasan wisata Pantai Sanur itu. Hal ini terungkap saat Gubernur Koster didampingi istri Ny. Putri Suastini Koster membuka pelaksanaan Nusa Penida Festival Bali 2019 di Pantai Banjar Nyuh, Nusa Penida, Minggu (6/10) kemarin. Turut mendampingi pula Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra. Di hadapan para undangan dan masyarakat Nusa Penida yang sangat antusias menyaksikan acara pembukaan, Gubernur Koster dalam sambutannya menyampaikan potensi yang dimiliki Nusa Penida berupa pemandangan alam dan bawah laut serta sejumlah pura yang berpotensi menjadi tujuan wisata religi. Hal ini sangat potensial dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Bali, khususnya Kabupaten Klungkung. ‘’Di Nusa Penida banyak pura ini bisa dikemas menjadi wisata religi, dengan kelebihan yang dimiliki daerah ini akan menjadi magnet bagi para wisatawan. Sangat potensial sebagai sumber peng-

Denpasar (Bali Post) Pariwisata dan pertanian, dua sisi yang selalu dibenturkan dalam perkembangan sektor pariwisata Bali. Pariwisata dituding ‘’memakan’’ pertanian karena memicu alih fungsi lahan. Hilangnya pertanian yang berarti lenyapnya budaya agraris ditakutkan akan mematikan pariwisata Bali. Jika pemerintah jeli, keduanya sangat mungkin bersinergi, saling menghidupi. ‘’Selalu saja orang mengatakan antara pariwisata dan pertanian saling menjegal, malah ada yang menyebutkan kanibal. Padahal kalau kita kelola dengan baik, pertanian dan pariwisata itu saling menguntungkan, saling membantu sepanjang hasil

pertanian yang diproduksi oleh petani kita betul–betul bisa menunjang kegiatan pariwisata,’’ beber Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA., satu dari tujuh anggota Ikatan Alumni Doktor Pariwisata Universitas Udayana (Idola Parisuda) saat bertemu dengan Pimpinan Kelompok Media Bali Post (KMB) di Denpasar, beberapa waktu lalu. Hasil produksi pertanian, kata Sudjana, harus berkualitas dan sesuai kebutuhan hotel dan restoran agar dapat terserap. Maka yang harus dilakukan terutama oleh pemda adalah menguatkan pertanian itu dengan melakukan riset, penelitian. ‘’Mestinya pemda menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk ang-

Bali Post/eka

I Made Sudjana

garan penelitian di bidang pertanian. Dengan adanya riset–riset penelitian, maka kita akan bisa menghasilkan produksi pertanian yang memang betul-wwwbetul sesuai yang dibutuhkan pariwisata,’’

Bali Post/eka

Franciska Titing Koerniawaty

ujarnya. Dari sisi pertanian dan pelestarian kawasan hulu, Sudjana mengatakan, pelestarian air dapat dimulai dari hulu. Menurutnya, air dari

Bali Post/eka

Ni Komang Nariani

hulu agar dibiarkan mengalir mengairi sawah-sawah petani. Air yang terserap oleh sawah, sisanya akan mengalir ke hilir. Hal. 15 Kuliner dan Budaya


Senin Kliwon, 7 Oktober 2019

FIGUR Konsep ”Desa, Kala, Patra” BERBICARA pemanfaatan seni tari, peran desa (ruang/tempat), kala (waktu) dan patra (keadaan) sangat penting untuk diapresiasi. Sebab, pemanfaatan seni tari baik untuk upacara keagamaan (sakral) maupun untuk hiburan (profan) tidak terlepas dari ketiga aspek tersebut. Pemanfaatan seni sakral yang dalam hal ini seni tari sangat terikat oleh desa, kala dan patra. Desa dipentaskan di areal tempat suci, seperti pura atau tempat lainnya yang telah di upacarai. Kala, dipentaskan berkaitan dengan waktu pelaksanaan upacara keagamaan, baik pagi, siang, atau malam. Patra, artinya karena terikat upacara keagamaan, maka harus dipentaskan walaupun dalam keadaan panas, hujan maupun dingin. Sedangkan tari profan atau hiburan pementasannya terbebas dari ruang, waktu, dan keadaan. Artinya, dapat dipentaskan di mana saja, kapan saja, dan karena tidak terikat oleh ruang dan waktu upacara keagamaan, sehingga dapat pula dipentaskan atau tidak,” ujar budayawan Dr. Drs. A.A. Gde Raka, M.Si., Minggu (6/10) kemarin. Ia menegaskan, kesenian sakral adalah sesuatu yang keramat dan bersangkutan dengan agama atau tujuan keagamaan. Sedangkan profan adalah sesuatu yang tidak dikeramatkan dan bersangkutan dengan tujuan keagamaan. Dalam konteksnya dengan kebudayaan Bali khususnya seni tari, bahwa sakral d a n profan sang a t urgen untuk dipahami. Selain pemahaman terhadap konsepnya, namun yang lebih penting

pemahaman dalam pemanfaatannya. Suatu hal yang patut diapresiasi, katanya, bahwa konsep ruang, waktu, dan keadaan dalam setiap beraktivitas seni sangat fleksibel. Hal itulah yang menyebabkan keberadaan seni tari sakral tetap hidup dan ajeg sejak masa silam sampai dengan zaman pariwisata global dewasa ini. Patut diingat bahwa roh atau spirit budaya Bali adalah agama Hindu. Desa, kala, dan patra merupakan salah satu konsep dari sekian banyak konsep yang ada dalam agama Hindu. Dapat dikatakan bahwa setiap aktivitas menurut ajaran agama Hindu hendaknya memperhatikan ketiga aspek tersebut. Termasuk dalam hal berkesenian, bahwa keterikatan dan kebebasan terhadap ketiga aspek tersebut sangat menentukan status dari jenis kesenian yang ada di Bali, apakah berstatus sakral atau profan. Selain ruang, waktu, dan keadaan, lanjutnya, aspek ritual juga dapat membedakan status dari seni tari sakral dan profan. Aspek-aspek lainnya, seperti kostum (busana), gerak, tandang, tangkep, dan lain-lain dapat pula membedakan antara seni tari sakral dan seni tari profan. Niscaya seni tari sakral lebih bersifat sederhana dalam semua aspek dimaksud bila dibandingkan dengan seni profan. Demikian pula dalam penentuan penari, seni tari sakral tidak perlu selektivitas, seperti pada seni tari profan. “Pendek kata, dari aspek Tri Pramana (ruang, waktu, keadaan - ed), aspek upacara atau ritual, busana, gerak tari, dan para penari, tentu sangat membedakan antara t a r i upacara keagamaan atau sakral dengan tari hiburan atau profan,” tegasnya. (win)

Diduga Mabuk

Antarpemuda NTT Bentrok Denpasar (Bali Post) Bentrok antarpemuda asal NTT terjadi di Jalan Bung Tomo, Denpasar, Minggu (6/10) kemarin. Pemicunya diduga karena mereka dalam pengaruh alkohol dan perkelahian akhirnya tak terelakkan. Akibat kejadian itu, dua orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Informasi di lapangan, awalnya mereka pesta miras di TKP. Beberapa saat kemudian diduga terjadi salah paham sehingga situasi memanas. Akhirnya mereka tidak bisa mengendalikan emosi dan bentrokan pun terjadi. Kedua belah pihak saling pukul menggunakan tangan kosong dan kayu. Bahkan sejumlah sepeda motor dirusak menggunakan kayu dan batu. “Ada yang melempar pakai kursi kayu. Warga berusaha melerai, tapi mereka tidak menggubrisnya,” ujar sumber. Terkait kejadian itu, anggota Satpol PP Denpasar dan Polsek Denpasar Barat (Denbar) langsung terjun ke TKP. Anggota Satpol PP membawa beberapa pria yang ada di TKP. “Kalau merasa jadi korban, lapor saja,” kata seorang warga. Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan saat dikonfirmasi mengatakan, kasus tersebut ditangani Polsek Denbar. Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Denbar Iptu Aji Yoga Sekar mengatakan anggotanya sedang mengecek ke TKP. (kmb36)

Terlibat Penganiayaan

Oknum Pegawai Kontrak Ditahan

Denpasar (Bali Post) Kasus penganiayaan dialami Wakil Bendesa Adat Denpasar Made Bagus Kertha Negara (39) di Jalan Kartini, tepatnya di sebelah selatan Balai Banjar Wangaya Kelod. Pelakunya Pande Nyoman Anom Jatiyasa alias Anom (28), pegawai kontrak di Dispenda Kota Denpasar. Pelaku ditahan usai diperiksa, Jumat (4/10) lalu. Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Minggu (6/10) kemarin mengatakan, korban tinggal di Jalan Kartini IVA/4 Denpasar. Hasil penyelidikan, awalnya di TKP ada lomba anakanak muda dan Jalan Kartini ditutup atau disterilisasi. Namun saat itu ada satu unit mobil Hardtop parkir di atas trotoar. Selanjutnya mobil tersebut dipindahkan. Tiba-tiba datang pelaku mengaku pemilik mobil tersebut. “Pelaku teriak-teriak menanyakan yang memindahkan mobilnya,” tegasnya. Waktu itu korban berada di sekitar TKP bersama rekan-rekannya, tepatnya di selatan balai banjar sambil ngobrol. “Pelaku mendekati korban. Selanjutnya pelaku memukul korban sebanyak lima kali. Yang kena wajah korban,” ungkap Kompol Arta. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung melerai. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam di atas pelipis bagian kiri, kepala bagian atas kanan benjol dan pangkal lengan kanan terasa sakit. “Setelah menerima laporan kejadian tersebut, kami langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi,” ungkapnya. Pada Jumat (5/10) pukul 17.00 Wita pelaku dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan. Kepada penyidik, dia mengakui melakukan pemukulan terhadap korban. Usai diperiksa pelaku langsung ditangkap dan ditahan. “Motifnya karena dendam antara keluarga pelaku dengan korban yang sebelumnya ada permasalahan. Pelaku terancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan,” ujarnya. (kmb36)

Topik : CARI PENUNGGAK PAJAK, SAMSAT TURUN KE BANJAR

Bali Post/eka

LARANGAN PARKIR - Jalan Gajah Mada merupakan salah satu ruas jalan utama di Denpasar yang diterapkan larangan parkir.

PD Parkir Diminta Optimalkan Parkir Pelataran Denpasar (Bali Post) Sejumlah ruas jalan utama sejak beberapa waktu lalu mulai diterapkan larangan parkir. Seperti yang terjadi di Jalan Gajah Mada, Jalan Teuku Umar, dan sejumlah jalan strategis lainnya. Kondisi ini berdampak pada perolehan retribusi parkir tepi jalan. Oleh karena itu, kini PD Parkir diminta untuk mengoptimalkan parkir pelataran. Hal itu terungkap dalam kunjungan Komisi I dan II DPRD Kota Denpasar ke PD Parkir, belum lama ini. Kunjungan yang dipimpin Sekretaris Komisi II Wayan Sutama, S.Sos. itu selain sebagai ajang perkenalan, juga untuk mengetahui perkembangan perusahaan daerah tersebut. Termasuk kendala-kendala yang dihadapi PD Parkir dalam pengembangan usaha. Hadir dalam kunjungan itu sejumlah anggota Komisi I dan II, seperti I Ketut Budha, Putu Metha Dewinta Wandy, Made Yogi Arya Dwi Putra, Gde Westra dan I Bagus

Jagra Wibawa. Dirut PD Parkir Kota Denpasar I Nyoman Putrawan mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi adalah ruang parkir yang semakin terbatas, baik pada sisi badan jalan maupun parkir pelataran. Karena itu, ke depan PD Parkir berharap memiliki ruang-ruang parkir khusus yang bisa dikelola secara mandiri dan profesional. Tentunya ruang parkir dengan memanfaatkan lahan milik pemerintah, sep-

erti lahan eks pasar loak di Jalan Gunung Agung. Di samping itu, lanjut Putrawan, pihaknya terus berupaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM), karena akan lebih banyak menerapkan sistem IT. Apalagi untuk menyongsong terbentuknya Perumda Parkir. ‘’Mengenai hal-hal lainnya, baik masalah teknis dan kendala akan kita bahas melalui rapat-rapat kerja,’’ ujarnya. Terkait dengan pajak parkir, Putrawan mengaku jika hal itu sudah merupakan kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku. Namun harus disadari, pengenaan pajak tersebut juga membuat PD Parkir mengalami penurunan pendapatan. Walaupun di satu sisi terjadi peningkatan pendapatan daerah melalui Bapenda, khususnya pada sektor pajak parkir sebeasr 20

persen dan PPN 10 persen. Sekretaris Komisi II DPRD Kota Denpasar Wayan Sutama mengatakan, pihaknya berharap PD Parkir terus meningkatkan kontribusinya terhadap PAD Kota Denpasar. Terkait dengan wacana pembentukan Perumda Parkir, pihaknya akan mengawal rencana tersebut. ‘’Intinya kita mendorong PD Parkir mengoptimalkan parkir pelataran, termasuk wacana pemanfaatkan lahan untuk ruang parkir,’’ ujar politisi PDI Perjuangan itu. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Kasus Penyimpangan Silpa APBDes

Audit BPKP Rampung

Denpasar (Bali Post) Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Bali sudah merampungkan audit kerugian keuangan negara dalam dugaan kasus penyimpangan dana Silpa APBDes Dauh Puri Klod, Denpasar Barat. Namun kapan hasil itu akan disampaikan ke kejaksaan, penyidik masih menunggu ekspos dari BPKP. Rampungnya penghitungan atau audit dari BPKP itu dibenarkan Kasiintel Kejari Denpasar I Gusti Ngurah Agung Ary Kesuma, Minggu (6/10) kemarin. Informasi lain yang didapat kemarin, bahwa setelah audit selesai maka pihak penyidik akan melakukan gelar perkara atau ekspos, sebagai panduan untuk menentukan siapa gerangan yang paling bertanggung jawab dalam APBDes itu. Dan apakah layak distatuskan sebagai tersangka, atau sebaliknya bahwa perkara ini belum layak dinaikkan ke penyidikan. Yang jelas, sebut Kasiintel Denpasar, pada 4 Oktober lalu pihaknya mendapatkan pemberita-

huan BPKP sudah selesai melakukan pemeriksaan atau audit. Hanya hasilnya belum dikirim. Lantas kapan penetapan tersangka? “Setelah ekspos, baru kami bisa lakukan penetapan tersangka. Tunggu saja, jika sudah ada (tersangka) pasti kami kabari,” ucap dia. Di pihak lain, I Nyoman Mardika selaku pelapor kasus ini mengaku tidak sabar menunggu hasil audit BPKP. Maklum sejak kasus ini dilaporkan 7 Januari 2019, belum ada perkembangan berarti. Pria yang juga kepala dusun (kadus) di Desa Dauh Puri Klod itu berharap BPKP bisa secepatnya menyerahkan hasil audit. “Setiap ketemu warga kami sering ditanya, bagaimana perkembangan kasusnya? Kadang saya sampai bingung jawab. Mudah-mudahan dengan adanya audit ini bisa terang,” tandas Mardika. Sebelumnya saat masimakrama ke Bali Post, Kajari Denpasar Devy Sudarso mengatakan penyidik saat ini masih menunggu audit BPKP. Dikatakan Devy, bahwa awalnya ada kerugian Rp 1

miliar lebih dalam kasus ini. Namun ada pengembalian di tahun 2018. “Jadi total ada kekurangan sekitar Rp 778 juta yang belum dikembalikan. Ini yang akan kita lakukan audit BPKP untuk menghitung kerugina negara pastinya berapa,” kata kajari kala itu. Saat disinggung calon tersangka, pihaknya mengaku sudah memeriksa 25 orang saksi. Kata dia, nanti dari hasil pemeriksaan itu akan diketahui peran masing-masing, termasuk siapa peran intelektualnya. “Siapa yang paling berperan nanti kita ketahui. Kita akan tunjukkan ke masyarakat, kita akan angkat siapa yang paling berperan dan utama disitu,” tegas salah satu jaksa yang tergabung dalam tim jaksa penuntut Ahok atau Basuki Tjahaya Purnama itu. Lantas, apakah dari 25 saksi yang diperiksa itu masuk salah satu orang yang akan diangkat? “Dari 25 itu sudah ada bayangan. Nanti kita tunggu dulu hasil BPKO itu,” tutup Kajari Denpasar yang berpenanpilan kalem dan ramah itu. (kmb37)

Jambret WNA

Mantan Napi Ditembak Denpasar (Bali Post) – TIM Opsnal Polsek Abiansemal meringkus pelaku jambret I Wayan Gondol (23), di Jalan Gunung Agung Gang Bumi Ayu, Denpasar, Sabtu (5/10) lalu. Padahal pelaku asal Karangasem ini baru dua bulan lalu keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan. Karena berusaha kabur saat ditangkap, polisi terpaksa menembak kedua kaki pelaku. Kasubbag Humas Polres Badung Iptu I Ketut Oka Bawa didampingi Kanitreskrim Polsek Abiansemal Iptu Nyoman Sudarma, Minggu (6/10) kemarin mengatakan, korbannya warga Prancis Kassi Radia (29) yang berstatus pelajar dan menginap di Candra Asih Bungallow di Jalan Hanoman, Ubud. Kejadiannya Minggu (8/9) pukul 16.30 Wita dan dilaporkan Kamis (3/10) pukul 10.00 Wita. TKP-nya di di Jalan Raya Semana, Desa Mambal, Abiansemal, Badung. “HP

korban dijambret saat melintas di TKP,” ujarnya. Setelah menerima laporan kasus ini, tim yang dipimpin Panit Opsnal Iptu I Gusti Ngurah Subandi melakukan penyelidikan. Polisi berhasil melacak tempat tinggal pelaku di Jalan Raya Gunung Agung, Denpasar Barat. Pada Sabtu pukul 18.00 Wita petugas berhasil meringkus pelaku. Hasil interogasi, pelaku mengaku beraksi bersama I Wayan Jangkep. “Tersangka Jangkep pada hari yang sama ditangkap anggota Satreskrim Polres Badung. Saat beraksi mereka mengendarai motor Yamaha NMax warna putih,” ungkap Oka Bawa. Selain di Mambal, pelaku mengakui melakukan penjambretan di wilayah Kuta. Pelaku juga pernah ditangkap dan ditahan di Polsek Kuta. “Komplotan penjambret ini memang khusus menyasar orang asing,” tandasnya. (kmb36)

Bali Post/ist

DITAHAN - Pelaku kasus penjambretan terhadap WNA, I Wayan Gondol, ditahan di Mapolsek Abiansemal.


Senin Kliwon, 7 Oktober 2019

Peluncuran Aplikasi Berbasis Android, Website dan Mars Sekaa Teruna

Bupati Giri Prasta Puji Inovasi ST Mekar Jaya

HADIRI HUT - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri perayaan HUT ke-73 Sekaa Teruna Mekar Jaya di Balai Banjar Babakan Kangin, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Sabtu (5/10).

Libatkan Generasi Muda

Wabup Suiasa Apresiasi Penyelenggaraan Jimbaran Beach Festival 2019 WAKIL Bupati (Wabup) Badung Ketut Suiasa membuka secara resmi Jimbaran Beach Festival 2019 di Pantai Queen Jimbaran, Jumat (4/10) malam. Jimbaran Beach Festival yang pertama kali digelar ini berlangsung selama tiga hari, hingga Minggu (6/10) kemarin. Festival ini menampilkan konsep Tri Hita Karana yang merupakan hasil kolaborasi karang taruna, sekaa teruna serta Desa Adat Jimbaran. Pada kesempatan tersebut, Wabup Suiasa menyerahkan bantuan sebesar Rp 150 juta. Dalam sambutannya, Wabup Suiasa memberikan apresiasi kepada seluruh komponen, terutama generasi muda atas pelaksanaan Jimbaran Beach Festival. Agenda ini dikatakannya sangat penting dan bermanfaat untuk semua, tidak hanya untuk masyarakat Jimbaran. ‘’Festival ini benar-benar memberikan semangat yang luar biasa dalam pemberdayaan terhadap budaya serta Sumber Daya Manusia. Ini juga sekaligus dalam rangka untuk promosi pariwisata yang bersumber dari potensi yang dimiliki Desa Adat Jimbaran,’’ jelasnya. Atas nama Pemkab Badung, pihaknya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh komponen. Terutama generasi muda yang mau tampil untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat yang begitu jeli

melihat ruang dan peluang berdasarkan potensi yang dimiliki, khususnya potensi pesisir pantai untuk dielaborasi untuk kepentingan yang lebih bermanfaat ke depannya. Menurutnya, dalam pembangunan ada tiga potensi dasar yang kemudian akan dikembangkan sebagai prioritas. Pertama adalah membangun manusianya, kedua membangun dan memberdayakan budaya dan ketiga membangun dan memberdayakan potensi lingkungan. ‘’Tiga sumber dasar pembangunan ini yang penting dilakukan sebaik-baiknya,’’ tegasnya. Tiga konsep ini yakni manusia, budaya dan ligkungan juga harus dielaborasi sampai ke tingkat desa/kelurahan. Karena di Bali, sudah diberikan khasanah kekayaan budaya yang merupakan produk leluhur yang sudah diwariskan. Kekayaan budaya ini perlu dijaga, dikawal dan dilestarikan. ‘’Kita tinggal mengembangkan, memperluas, meningkatkan kualitas dan kuantitas dari tiga komponen itu,’’ ujarnya. Suiasa juga menyebutkan, pembangunan SDM di semua jenjang dan tingkatan wajib dilakukan. SDM yang perlu dibangun adalah yang memiliki alam pikir yang terbuka, namun tetap berpegang teguh terhadap aspek kearifan lokal yang tidak mudah terpengaruh oleh budaya luar. Budaya luar yang masuk haruslah yang sifatnya mem-

perkuat dan memperkaya budaya lokal. Untuk itu, semua komponen perlu menjaring dan menyaring pengaruh budaya luar. ‘’Harus selektif bersama-sama. Dalam kemajuan zaman, budaya luar pasti sedikit berpengaruh terhadap budaya kita. Namun kita harus memiliki karakter dan sikap mental yang kokoh dalam menjaga kearifan lokal,’’ harapnya. Sementara itu, Bendesa Adat Jimbaran Made Budiarta sangat mendukung serta mendorong agar kegiatan seperti ini terus digelar. Menurutnya, festival ini sangat diperlukan dalam mendukung Jimbaran melangkah ke arah yang lebih maju. Diakuinya, Jimbaran Beach Festival yang dilaksanakan kali pertama ini tentu masih banyak yang harus dievaluasi. Untuk itu, ke depannya perlu dilakukan penyempurnaan agar bisa mewujudkan Jimbaran Beach Festival sebagai agenda tahunan dan masuk kalender event pariwisata. ‘’Ini juga dalam upaya mewujudkan Pantai Jimbaran semakin dikenal dan sebagai daerah tujuan wisatawan,’’ harapnya. P e m b uka a n J i m b a ra n Beach Festival 2019 dipadati ribuan masyarakat dan wisatawan mancanegara. Festival tersebut menyajikan berbagai kesenian, di antaranya baleganjur yang berasal dari sekaa gong di banjar yang ada di Desa Adat Jimbaran. (ad191)

FESTIVAL - Wabup Badung Ketut Suiasa saat membuka Jimbaran Beach Festival 2019 di Pantai Queen Jimbaran, Jumat (4/10) malam.

Pantai Tanjung Benoa Segera Ditata Mangupura (Bali Post) Pantai Tanjung Benoa yang menjadi pionir aktivitas watersport di Bali perlu mendapatkan perhatian khusus, terutama terkait penataan kawasan sempadan pantai. Hal ini mengingat kawasan tersebut selalu ramai dikunjungi wisatawan. Dalam hal ini, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta berencana melakukan penataan sempadan pantai di kawasan Tanjung Benoa. Penataan sempadan pantai sudah lama diharapkan masyarakat setempat. Penataan

sangat penting dalam rangka meningkatkan daya tarik wisata kawasan tersebut. Penataan diharapkan bisa memberikan manfaat, khususnya menumbuhkan peluang ekonomi masyarakat lokal. ‘’Setelah dibangun semua, kami memastikan masyarakat Tanjung Benoa harus dan wajib menjadi tuan di rumah sendiri,’’ tegas Giri Prasta saat melakukan aksi bersih sampah di kawasan pantai Tanjung Benoa. Ditegaskannya, kewenangan pengelolaan kawasan pesisir Tanjung Benoa ada di tan-

gan Pemkab Badung. Untuk itu, dalam rangka mempercantik kawasan tersebut pihaknya akan segera melakukan penataan. Pengelolaannya nanti akan diserahkan ke desa adat. Sebelumnya, Bendesa Adat Tanjung Benoa I Made Wijaya mengatakan, tahun ini sejumlah rencana penataan Pantai Tanjung Benoa yang belum sempat dilakukan akan dirancang kembali. Menurutnya, sumber dolar Kabupaten Badung juga berasal dari Kuta Selatan. Untuk itu, pihaknya ingin serius melanjutkan penataan pantai yang belum bisa terwujud termasuk di Pantai Timur Tanjung Benoa yang sudah dirancang sejak tahun 2018. Rencana penataan juga sudah disampaikan baik itu lewat kelurahan hingga musrenbang tingkat kecamatan. “Kelanjutan penataan sama seperti yang ada di Nusa Dua,” jelasnya. (kmb23) BERKUDA - Wisatawan mancanegara menikmati wisata berkuda di Pantai Tanjung Benoa, Minggu (6/10) kemarin.

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta memberikan apresiasi luar biasa kepada Sekaa Teruna (ST) Mekar Jaya karena telah berhasil membuat terobosan baru melalui inovasi dan kreativitas dengan meluncurkan website dan aplikasi Android. Hal tersebut diutarakan saat menghadiri malam puncak perayaan HUT ke-73, sekaligus pelantikan pengurus baru ST Mekar Jaya dan Sekaa Gong Sekar Jaya periode 2019-2022, yang bertempat di Balai Banjar Babakan Kangin, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Sabtu (5/10). HUT ke-73 ST Mekar Jaya mengusung tema “Yowana Santana Badung Mahotama” yang memiliki makna Generasi Muda Berkualitas Badung Unggul. Perayaan HUT juga dirangkaikan dengan launching Mars ST Mekar Jaya yang berjudul “Jaya Mahotama” dan website, serta aplikasi Smart App ST Mekar Jaya. Acara puncak perayaan HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Giri Prasta dan penyerahan bantuan Pemerintah Kabupaten Badung untuk

mendukung kegiatan ST sebesar Rp 24 juta, serta dana motivasi secara pribadi dari Bupati Giri Prasta sebesar Rp 16 juta. Bantuan diserahkan kepada Ketua ST yang baru dilantik I.B. Putu Ardana. Lebih lanjut Bupati yang semasa mudanya pernah menjabat sebagai Ketua Sekaa Teruna Pagar Wahana Pelaga mengatakan, kreativitas ini akan dijadikan sebagai contoh atau role model yang akan digerakkan di seluruh banjar, desa dan kecamatan, sehingga nantinya akan terintegrasi dengan Pemerintah Kabupaten Badung. Dikatakannya, sebagai generasi milenial, ST merupakan tulang punggung dan aset pemerintah. ‘’Mereka harus kita bina dengan baik sehingga terciptanya pondasi yang kuat. Tugas kami selaku pemerintah adalah membuatkan jembatan emas yang nantinya akan dilalui oleh generasi milenial Kabupaten Badung untuk meraih kesuksesan di masa depan,’’ terangnya. Sementara itu, Ketua Panitia HUT ST Mekar Jaya I Made Ega Prayoga Kusuma mengatakan, perayaan HUT tahun ini mengusung tema “Yowana Santana Ba-

dung Mahotama” dengan harapan selaku generasi muda dapat mengikuti perkembangan zaman di era globalisasi serta dapat berinovasi, berkreativitas, melahirkan ide-ide baru. Ke depan pihaknya berharap dapat bersinergi dengan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat, seperti apa yang menjadi harapan Bupati yaitu ingin membangun Badung dari ST. ‘’Mewakili Sekaa Teruna Mekar Jaya kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati. Selama kepemimpinan Beliau telah banyak men-support segala bentuk kegiatan sekaa teruna. Kami selaku generasi muda Kabupaten Badung siap mendukung segala bentuk program dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung,’’ jelasnya. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kabag Humas Setda Kabupaten Badung I Made Suardita, Camat Mengwi I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, Perbekel Gulingan I Made Sudarsana, Wakil Bendesa Adat Gulingan I Made Sudama, Ketua BPD dan LPM Desa Gulingan, serta tokoh masyarakat setempat. (ad190)

Deteksi Potensi Wajib Pajak Bapenda Manfaatkan Medsos Mangupura (Bali Post) -

Media sosial (medsos) kini menjadi sarana bagi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Pasedahan Agung Kabupaten Badung untuk memonitoring wajib pajak yang belum terdeteksi. Bapenda membuat grup Whatsapp dengan camat, perbekel, lurah, kepala lingkungan dan klian dinas sehingga potensi pajak yang tersebar di seluruh wilayah di Gumi Keris dapat dideteksi. Hal itu diungkapkan Kepala Bapenda Badung Made Sutama, Minggu (6/10) kemarin. Birokrat asal Desa Pecatu, Kuta Selatan ini mengatakan, pihaknya melakukan monitoring potensi wajib pajak baru di Kabupaten Badung dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah. ‘’Sesuai dengan arahan Bapak Bupati, kami telah membentuk sejumlah kelompok dalam melakukan monitoring potensi wajib pajak baru. Kami manfaatkan teknologi grup Whatsapp, dalam grup tersebut terdiri dari camat, lurah, perbekel, kaling dan klian dinas. Laporan tersebut dilaporkan nanti per kecamatan,’’ jelasnya. Pihaknya juga sudah membuat Sistem Pengaduan Pajak (Sidupa) untuk memantau potensi wajib pajak baru. Aplikasi ini telah ada sejak tahun 2017 dan pada tahun 2018 telah dikembangkan dengan aplikasi mobile sehingga dapat di-download melalui Playstore untuk pengguna Android. ‘’Kami harapkan masyarakat bisa meman-

faatkan aplikasi Sidupa ini untuk melaporkan permasalahan pajak,’’ katanya. Selain menyasar wajib pajak baru, permasalahan vila bodong atau yang belum berizin juga telah digarap Bapenda Badung. Bahkan sebagian besar vila atau akomodasi wisata sejenis vila sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah

(NPWPD). ‘’Dari semua lini kami gerakkan untuk memenuhi potensi pajak daerah serta mengurangi adanya potensi wajib pajak yang belum tergarap,’’ ungkap Sutama. Seperti diketahui, Bapenda Badung telah memasang 1.640 sistem perekam transaksi yang terdiri dari tapping box, web service, dan cash register. Alat

monitoring ini terpasang di 1.523 wajib pajak. Pemasangan alat monitoring ini telah dilakukan sejak 2013 hingga 2018. Setelah pemasangan alat, ada peningkatan pendapatan daerah dari sektor pajak sebanyak 21 persen, yakni dari Rp 492.183.897.838,92 menjadi Rp 594.431.263.318,18. (kmb27)


Senin Kliwon, 7 Oktober 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Wisuda Periode II UT Denpasar

Lulusan Harus Mampu Menjadi Agen Perubahan SEBANYAK 660 wisudawan mengikuti acara Wisuda Periode II Universitas Terbuka (UT) Denpasar yang diselenggarakan, Sabtu (5/10), di Sanur. Para wisudawan yang berasal dari seluruh Bali ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dan agen perubahan bagi pembangunan di Indonesia. Ketua Senat UT Prof. Dr. Chanif Nurcholis, M.Si. mengatakan, setelah lulus dan mendapatkan ijazah, ia berharap ilmu yang telah didapatkan para lulusan diterapkan ke masyarakat. ‘’Para lulusan diharapkan bisa menjadi agen perubahan, sehingga ada tambahan SDM yang memiliki kompetensi dan pengetahuan dalam mengubah masyarakat menjadi lebih maju. Jadilah lulusan yang terus belajar, penuh gagasan kreatif dan temuan inovatif,’’ ujarnya. Untuk semakin meluaskan jangkauan UT hingga ke pelosok, lanjut Chanif, pihaknya selalu berusaha agar orang yang tidak punya akses belajar di perguruan tinggi mendapatkan kemudahan seperti bekerja sama dengan pokjar sampai ke pelosok. Tidak hanya itu, ke depan UT juga memberikan akses bagi yang tidak bisa ditangani pokjar. ‘’Sepanjang di tempatnya ada internet, mereka bisa kuliah di mana pun mereka berada. Cukup punya HP dan tentu saja kuota semua bisa dilakukan secara online baik belajar, registrasi mendapatkan modul, mengakses web sampai bisa tutorial online, sehingga tidak tergantung lagi dengan hadirnya tutor di daerah,’’ ucapnya. UT sendiri memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) Perguruan Tinggi di

Indonesia yang baru 34,58 persen. Dalam memenuhi tugas ini, UT memiliki target untuk meningkatkan jumlah mahasiswanya 30 persen dari pencapaian sebelumnya atau mencapai 1 juta mahasiswa di seluruh Indonesia. Mengenai hal ini, Direktur UT Denpasar Dra. B. Esti Pramuki S.K., M.Pd. menambahkan, dalam peningkatan APK selain menaikkan jumlah mahasiswa baru, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di Bali, dalam hal pembelajaran daring. Saat ini sudah ada tiga perguruan tinggi yang bekerja sama dengan UT Denpasar yaitu Undiksha, Universitas Ngurah Rai dan Universitas Mahasaraswati. Jumlah perguruan tinggi ini, lanjut Pramuki, ke depan

akan ditambah begitu juga mata kuliah yang dikerjasamakan dalam pembelajaran daring. ‘’Saat ini mata kuliah yang diambil adalah mata kuliah dasar umum. Ke depan tentu akan dikerjasamakan pembelajaran untuk mata kuliah inti yang lain,’’ imbuhnya. Dalam wisuda periode II ini dilepas dan diberikan ijazah untuk 660 wisudawan. Rinciannya 58 wisudawan dari Fakultas Ekonomi, 42 wisudawan dari Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, empat wisudawan dari Fakultas Sains dan Teknologi dan 556 wisudawan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Sementara mahasiswa terbaik masing-masing dari Prodi Keguruan PG PAUD dengan IPK 3,81 dan Prodi Ilmu Hukum dengan IPK 3,54. (ad183)

Dr. I Wayan Suryasa, S.S., M.Hum.

Lulusan Terbaik Doktor Linguistik Unud LULUSAN terbaik diperoleh Dr. I Wayan Suryasa, S.S., M.Hum. pada Program Studi Doktor Linguistik dari Fakultas Ilmu Budaya dalam wisuda ke-133 Unud di Auditorium Widya Sabha, kampus Bukit Jimbaran, Sabtu (5/10). Doktor Suryasa lahir di Banjar Dinas Basa, Desa Marga, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali pada 5 Juli 1981. Dia adalah doktor termuda yang meraih gelar akademis tertinggi (Dr.) di lingkungan Kecamatan Marga. Doktor ini berasal dari keluarga petani yaitu I Wayan Yasin T. (ayahanda) dan Ni Wayan Purniati (ibunda). Prestasi ini tentunya menjadi sebuah kebanggaan yang luar biasa bagi kedua orangtuanya. Kedua orangtuanya hanya mengenyam pendidikan sampai SD. Doktor yang rendah hati ini adalah seorang penerjemah di HPI (Himpunan Penerjemah Indonesia) sejak 2012. Ia juga seorang editor pada beberapa jurnal internasional terindeks scopus yang diterbitkan ELSEVIER, Springer, Wiley Online Library, Taylor & Francis, dan lainnya. Dia juga membuka diri, apabila ada akademisi yang ingin berkonsultasi untuk publikasi ilmiah internasional terindeks scopus. Kesuksesan doktor ini dibuktikan dengan banyaknya publikasi ilmiah internasional terindeks scopus yang telah terbit. Selain itu, Doktor Suryasa juga berhasil membangun sebuah lembaga pendidikan non-formal (lembaga kursus dan pelatihan) yang berlokasi di Jalan Wisnu Marga, Banjar Dinas Basa bernama LKP Science Scholar. Lembaga ini telah mengabdi untuk masyarakat sejak 2017 dengan menyelenggarakan beberapa kursus dan bimbingan belajar seperti kursus bahasa Inggris, komputer, matematika dan bimbingan belajar calistung. Yayasan ini berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Tabanan serta telah mendapat izin dari Kementerian Pendidikan Nasional. Doktor Suryasa adalah seorang dosen tersertifikasi mengajar di ITB Stikom Bali sejak 2016. Doktor ini meraih gelar S-1 Sas-

tra Inggris (S.S) di Universitas Warmadewa Fakultas Sastra 2006 dan gelar S-2 Magister Linguistik (M.Hum) di Program Pascasarjana Unud 2015. Sosok yang terpelajar ini meraih gelar akademik tertingginya (S-3) pada Program Doktor Linguistik Unud 2019. Doktor Suryasa menempuh pendidikan akademis tertinggi didasari sebuah prinsip yang sederhana yaitu ingin menjadi contoh dan teladan yang baik bagi keluarga dan anak-anaknya.

Dia yakin pendidikan dan pembelajaran yang baik dan benar mampu mengubah nasib seseorang dan juga dapat mengangkat harkat dan martabat keluarga secara sosial. Moto yang selalu dia pegang teguh dalam kehidupan ini adalah everyone must learn everyday serta berupaya semaksimal mungkin menjadi orang yang bermanfaat bagi keluarga dan orang lain. Bagi dia, hal terindah dalam kehidupan adalah bisa berbagi kebaikan kepada semua orang. (ad189)

Dr. I Wayan Suryasa, S.S., M.Hum.

Unud Jaring Aspirasi Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara UNIVERSITAS Udayana (Unud) menggelar penjaringan aspirasi mahasiswa Unud dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Jumat (4/10) di Aula Pascasarjana Kampus Sudirman Denpasar. Penjaringan aspirasi mahasiswa ini dihadiri Rektor, Wakil Rektor, para Dekan dan WD III, Kepala Biro BKM, Presiden BEM PM beserta jajaran, Ketua DPM beserta jajaran dan BEM Fakultas. Rektor Unud Prof. A.A. Raka Sudewi menyampaikan kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara mahasiswa dengan pimpinan universitas dalam penyampaian aspirasi. Melalui kegiatan ini, Rektor ingin mendapatkan suatu masukan atau pendapat terkait kehidupan berbangsa dan bernegara demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Rektor Raka Sudewi mengimbau saat mahasiswa menyampaikan aspirasinya agar sesuai dengan kaidah-kaidah sebagai seorang akademisi. Hal ini, menurutnya, perlu diperhatikan agar aspirasi tersebut tersampaikan dengan baik. ‘’Sebagai

seorang akademisi harus dilaksanakan sesuai kaidah-kaidah yang melekat pada diri adikadik sebagai mahasiswa dan akademisi,’’ tuturnya. Kegiatan ini turut menghadirkan Kolonel Inf. Ketut Budiastawa, Kepala Perwakilan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Provinsi Bali, sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menyampaikan mengenai wawasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dijelaskan, nilai-nilai bela negara selalu dibutuhkan dalam kehidupan yang terus berkembang. Hal ini merupakan perekat bangsa yang kokoh serta membentuk karakter bangsa yang tangguh, sehingga mampu menghadapi segala bentuk ancaman terhadap keutuhan NKRI. Cara yang dilakukan dalam pembinaan wawasan kebangsaan dan bela negara adalah melalui peningkatan jiwa nasionalisme dan pembentukan karakter. Semangat bela negara perlu diciptakan dan diterapkan dalam berbagai kegiatan melalui pemahaman wawasan kebangsaan, pengembangan jati diri bangsa, tanggung jawab dan partisipasi warga negara sebagai landasan

pengembangan nilai dan perilaku untuk menangkal berbagai ancaman terhadap NKRI. Dalam sesi diskusi dan dialog, mahasiswa menyampaikan aspirasinya melalui BEM PM kepada pimpinan universitas. Dalam diskusi turut diklarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai aksi mahasiswa beberapa waktu lalu. Presiden BEM PM Unud Javents Lumbantobing menyampaikan aksi mahasiswa beberapa waktu lalu telah berjalan dengan baik dan aman. Mahasiswa diterima dengan baik dan terjadi dialog secara baik-baik dengan DPRD. Hal ini mendapat apresiasi dari Rektor Unud. Lebih lanjut disampaikan ada tujuh tuntutan mahasiswa dalam aksinya. Beberapa di antaranya terkait pelemahan KPK, kebakaran hutan dan kriminalisasi aktivis. Mahasiswa turut menyambut baik penjaringan aspirasi yang digelar pihak kampus. Mahasiswa pun berharap diskusi seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, dan aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang berlaku. (ad184)

Pengobatan Tradisional Jnana Marga

Pria Selalu ’’Mau’’ tapi Tak Selalu ’’Bisa’’ SEBUAH ungkapan menyebutkan pria selalu ‘’mau’’ tapi tak selalu ‘’bisa’’. Sementara wanita selalu ‘’bisa’’ tapi tak selalu ‘’mau’’. Itulah sebabnya mengapa bagi pria memiliki kemampuan yang hebat di atas ranjang dan mampu menghasilkan keturunan adalah sebuah keharusan. Namun, bukan tak mungkin pada suatu ketika si pria menjadi tak mau karena tak bisa. Ahli seksual Grand Mastr Metafisika Kejantanan Indonesia Bali I Nengah Edy Warsita mengatakan, banyak pria mengalami depresi saat mengalami kemunduran seksual. Kondisi ini membuat pria jadi tidak nyaman dan akhirnya enggan melakukannya lagi. Sebenarnya pria memiliki banyak sekali masalah seksual dan reproduksi yang wajib diwaspadai, namun hanya beberapa saja yang umum dan diketahui masyarakat. Seperti ejakulasi dini, disfungsi ereksi (impoten), kemadulan, ukuran Mr. P kecil dan lain-lain. Setiap masalah seksual yang terjadi harus ditangani secara serius agar tidak berakibat fatal bagi kesehatan dan kelangsungan rumah tangga. Pengobatan tradisional Jnana Marga, beralamat di Jalan Gatot Subroto I Gang Jnana (1 km arah utara Apotek Anugrah) Denpasar. Telp : 085102111600 adalah salah satu solusi bagi pria yang memiliki masalah dengan urusan ranjang dan kejantanan. Seperti membantu menyem-

I Nengah Edy Warsita buhkan impotensi, ejakulasi dini, libido rendah/kehilangan libido, lama tidak mendapat keturunan dan lain-lain. Bagi yang ingin menambah ukuran Mr. P secara permanen, tersedia lengis TU (Tambah Ukuran) Janur Sakti yang

sudah terbukti dan kini banyak dicari kaum pria. Sudah terdaftar Dinkes No : 448stpt.41.07.17/ Dinkes.17, tergabung dalam IPATRI, Paksi dan AP3I. Buka setiap Senin sampai Sabtu pukul 10. 00 -17. 00 Wita. (ad187)

Temu Relawan PMI Kabupaten Badung 2019

Dikemas dengan Jalan Santai, Senam, Donor Darah dan Pemberian Bantuan Lansia PALANG Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Badung menggelar temu relawan di Lapangan Pratu Rai Madra, Desa Kekeran, Mengwitani, Minggu (6/10) kemarin. Temu relawan yang mengusung tema ‘’Bersama PMI Kabupaten Badung Gerakan Donor Darah yang Sehat dan Berkualitas bagi Semua’’ ini dikemas dengan santai dan menarik yang diawali dengan senam zumba, jalan santai, dan donor darah. Selain itu, juga dilakukan pengundian doorprize dan pemberian bantuan kepada lansia yang dihadiri Lurah Mengwitani dan Kepala Desa Kekeran. Kegiatan juga diisi sosialisasi bahaya narkoba dari BNN Kabupaten Badung. Para relawan PMI Kabupaten Badung

berasal dari Palang Merah Remaja (PMR) siswa SD, SMP, SMA/SMK, relawan mahasiswa dan relawan donor darah sukarela. Tujuannya sebagai ajang silaturahmi dengan para relawan yang selama ini berperan dalam kebencanaan dan kemanusiaan. Ketua PMI Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika, S.H., M.H. mengaku bersyukur dan merasa senang karena temu relawan kali ini diikuti ribuan relawan se-Kabupaten Badung. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat mendukung terhadap kepalangmerahan dalam rangka melaksanakan donor darah untuk sesama. Sebab, peran relawan PMI Kabupaten sangat penting dalam kemanusiaan. Apalagi, Kabupaten Badung mem-

butuhkan sebanyak 20-30 kantong darah setiap harinya. Para relawan, dikatakannya, berperan sebagai penggerak masyarakat agar sadar dan siaga kebencanaan, dan menyadarkan masyarakat untuk melakukan donor darah untuk kepentingan kemanusiaan. ‘’Donor darah sangat penting dilakukan, selain untuk kesehatan kita, juga untuk masyarakat dan untuk kemanusiaan menuju masyarakat Badung yang sehat dan sejahtera,’’ ujar Kompyang R. Swandika. Saat ini jumlah relawan PMI Kabupaten Badung, khususnya relawan donor darah sukarela berjumlah 3.000 orang lebih yang tersebar di enam kecamatan se-Kabupaten Badung. Para relawan ini konsisten

dibina yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas dan desa se-Kabupaten Badung. Tujuannya agar mereka secara rutin melakukan kegiatan donor darah. ‘’Kami terus melakukan kerja sama dengan pihak puskesmas, RSUD Mangupura, BPPOM Bali, dan Unit Transfusi Darah Bali dengan tujuan agar kita tetap siaga dan siap dengan pelayanan darah yang sehat dan segar serta kualitas darah yang dibutuhkan masyarakat dari tahun ke tahun terus meningkat,’’ tandasnya. Pihaknya berharap agar para relawan PMI Kabupaten Badung agar tetap menjadi ujung tombak dalam kegiatan donor darah dan tetap ‘’membumikan’’ PMI di masyarakat. (ad185)

TEMU RELAWAN - Sejumlah Lansia di Desa Kekeran Mengwitani diberikan bantuan pada kegiatan temu relawan PMI Kabupaten Badung, di Lapangan Pratu Rai Madra, Minggu (6/10) kemarin.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


DAERAH

Senin Kliwon, 7 Oktober 2019

Dukung Program Wonderful Indonesia

Borneo Extravaganza 2019 Kembali Digelar KEMENTERIAN Pariwisata bekerja sama dengan lima pemerintah provinsi se-Kalimantan kembali menggelar pameran pariwisata Borneo Extravaganza 2019, Bertempat di Atrium Mal Bali Galeria Kuta, Bali, SabtuMinggu, 5-6 Oktober 2019. Seperti yang disampaikan Sapto Haryono, S.H. selaku Kepala Bidang Pemasaran Area III Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II, kegiatan tahunan ini merupakan wadah promosi bersama Kalimantan untuk memperkenalkan produk-produk pariwisata ke dunia luar, dalam dan luar negeri. Ini, katanya, selain sebagai upaya mempromosikan potensi pariwisata Kalimantan, juga dalam rangka mendukung program Wonderful Indonesia untuk mencapai target 20 juta wisatawan di tahun 2019. Sesuai dengan tema ‘’Experience’’, Borneo Extravaganza 2019 ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisman dan wisnus untuk merasakan sendiri pengalaman menjelajah dan menikmati keindahan Pulau Kalimantan. Baik dari sisi alam, pantai, taman wisata budaya, wisata belanja serta wisata kuliner. ‘’Kami optimis, kegiatan pameran pariwisata Borneo Extrvaganza 2019 ini mampu menarik minat wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) untuk mengunjungi Kalimantan,’’ ujarnya, Minggu (6/10) kemarin. Pengembangan pariwisata, katanya, yang terpenting adalah 3A yakni atraksi, akses dan aminitas atau semua bentuk fasilitas yang memberikan pelayanan bagi wisatawan. Menurutnya, pariwisata di Kalimantan bisa maju, selain adanya 3A, tentu harus ada komitmen dari CEO, baik itu gubernur, bupati/wali kota. Kalau mereka tidak komit untuk pariwisata, tentu akan sulit berkembang. ‘’Kami juga harapkan adanya inovasi maupun kreativitas untuk pengembangan pariwisata,’’ harapnya. Dari data, pertum-

buhan pariwisata di masingmasing provinsi yaitu Kalsel pada tahun 2018 total kunjungan 12.844.627, yaitu 15.539 (wisman) dan 12.829.088 (wisnus). Kaltim tahun 2018 total kunjungan 7.542.294, yaitu 62.424 wisman dan 7.479.870 wisnus. Persentase capaian kunjungan wisman tahun 2018 naik 7% dari tahun 2017, begitu pula dengan wisnus naik 27% dari tahun 2017. Kaltara yakni kunjungan wisman tahun 2018 mencapai 28.472 dari 3 pintu masuk yaitu Kabupaten Nunukan, Long Bawen (Malinau) dan Kota Tarakan. Kalbar selama tahun 2018 jumlah kunjungan wisman mencapai 70.578 kunjungan atau naik 20,66 persen dibanding jumlah kunjungan selama tahun 2017 yang tercatat 58.492 kunjungan. Sedangkan kunjungan wisnus tahun 2018 mencapai 3.226.934, naik dari tahun sebelumnya sekitar 2.979.621 Kalteng jumlah kunjungan wisatawan mancanegara per Desember 2018 mencapai 39.610 orang, meningkat dibanding tahun 2017 yang hanya mencapai 26.159 orang. Sedangkan untuk wisatawan nusantara per Desember 2018 mencapai 952.389 orang, meningkat dibanding tahun

2017 yang hanya mencapai 839.915 orang. Ditemui di sela pameran, Kepala Seksi Pengembangan Segmen Pasar dan Promosi Dinas Pariwisata Kalimantan Utara (Kaltara) Ari Rifaldi menyebutkan di Kaltara, potensi wisata yang paling diminati yakni Taman Nasional Kayan Mentarang yang dikenal Heart of Borneo. Di Kaltara, katanya, kunjungan wisata sebagian besar didominasi wisatawan Eropa. Selain itu, di sana juga sering dijadikan lokasi penelitian oleh mahasiawa dari Inggris setiap tahunnya. ‘’Kunjungan masih didominasi dari wisatawan Eropa,’’ katanya. Menurut Inke Maris, sebagai event organizer Borneo Extravaganza 2019, penyelenggaraan event pameran pariwisata yang dimulai sejak 2004 tersebut berhasil mempersatukan seluruh Provinsi Kalimantan dalam melakukan promosi bersama. Kegiatan ini telah memicu berbagai kegiatan wisata dan festival lainnya di Kalimantan dan mendorong berkembangnya industri pariwisata seperti hotel, objek wisata, industri kerajinan, maupun akses penerbangan yang meningkat dari Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. (ad192)

PAMERAN - Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan lima pemerintah provinsi se-Kalimantan kembali menggelar pameran pariwisata Borneo Extravaganza 2019.

Bali Post/nik

SEMBAHYANG - Terlihat sepasang wisatawan melakukan persembahyangan di areal suci DTW Candi Tebing Tegallinggah.

Wisatawan Mulai Kunjungi DTW Candi Tebing Tegallinggah Gianyar (Bali Post) Pascadiresmikan sebagai Daya Tarik Wisata (DTW) oleh Pemkab Gianyar pada akhir September lalu, objek wisata Candi Tebing di Desa Adat Tegallinggah Kecamatan Blahbatuh mulai dikunjungi wisatawan mancanegara. Sementara Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar sudah menempatkan sejumlah petugas untuk stand-by di objek wisata tersebut. Menuju objek wisata Candi Tebing Tegallinggah ini tidaklah sulit. Bisa ditempuh sekitar 30 menit dari Denpasar dan sekitar 10 menit

Diduga Minum Racun

Pria Asal Jakarta Tewas di Kamar Hotel

Mangupura (Bali Post) Tamu hotel Watermark Hotel & Spa di Jalan Raya Uluwatu No. 88, Kedonganan, Kuta, Badung ditemukan meninggal dunia di kamar No. A309. Korban Susanto Soo (47) asal Jakarta Utara dan diduga bunuh diri dengan cara minum racun. Pasalnya di kamar korban ditemukan satu botol berisi serbuk putih diduga racun. Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa didampingi Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin mengatakan, korban check-in hotel seorang diri pada Sabtu (5/10). Rencananya, korban checkout Minggu (6/10) kemarin. Dari keterangan Dewi Suryani (38), Duty Manager Hotel Watermark, korban check-in pukul 13.30 Wita. Saat itu korban menanyakan kalau bisa dia exstend lagi satu hari di kamar yang sama. Karena saat itu hotel penuh di kategori superior room, pihaknya menyarankan mengambil suite room. Namun korban bilang kemahalan. ‘’Tadi (kemarin - red)

seharusnya korban check-out dari kamar tersebut pukul 12.00 Wita,’’ ungkapnya. Selanjutnya bagian reception, Edi, mencoba untuk menelepon ke kamar, tetapi tidak diangkat oleh korban. Setelah pukul 12.30 Wita, korban tidak juga turun untuk check-out. Pihak hotel kembali menelepon ke kamar tersebut tetapi tetap tidak ada jawaban. ‘’Saksi (Dewi - red) mendatangi kamar itu untuk mengecek keadaan tamu di dalam. Dipencet bel tiga kali tidak ada jawaban. Kemudian saksi balik ke front office dan informasi,’’ tegasnya. Akhirnya, pukul 14.30 Wita, karyawan hotel menelepon ke kamar tersebut dan lagi-lagi tidak ada respons. Selanjutnya Dewi bersama I Gede Wijaya (37), sekuriti, mengecek kon disi korban. Ketika Wijaya masuk ke kamar tersebut, dia melihat korban masih tidur, tetapi kaku. Pihak hotel langsung menelepon RS Kasih Ibu Kedonganan untuk mengirim dokter dan ambulans. Pukul 15.30 Wita, dokter

tiba dan setelah diperiksa menyatakan meninggal dunia. Korban diperkirakan meninggal sebelum pukul 12.00 Wita. Pihak hotel langsung menelepon polisi. ‘’Hasil olah TKP, dari mulut korban keluar busa. Tubuh korban mulai membiru, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya,’’ ujar mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat ini. Di kamar tersebut ditemukan surat wasiat berbahasa Inggris. Intinya isi surat wasiat tersebut ‘’Kepada yang tercinta Kris, akhir-akhir ini saya seperti merasa depresi dan sakit mental yang membuat saya ingin mengakhiri hidup. Dan hari ini saya tidak bisa menahannya lagi. Tolong jangan beri tahu keluarga saya tentang ini dan tolong tebar abu saya di laut di sekitar Bali. Saya mencintaimu selamanya. Tolong jaga anak kita’’. Terkait kasus ini, lanjut Ika, pihaknya tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap motifnya. ‘’Kami dalami dulu,’’ tandasnya. (kmb36)

Bali Post/ist

GARIS POLISI - Anggota Polsek Kuta memasang garis polisi di pintu kamar A309 Watermark Hotel & Spa, Kedonganan, Kuta.

CMYK

dari Ubud. Di lokasi ini pun sudah disediakan parkir luas, sehingga pengunjung dapat lebih leluasa. Nah mengunjungi objek ini wisatawan juga sudah dikenakan tarif. Untuk wisatawan mancanegara dewasa Rp 30 ribu, anakanak Rp 15 ribu. Sedangkan wisatawan domestik dewasa Rp 20 ribu dan anak-anak Rp 10 ribu. Menikmati langkah menuju objek Candi Tebing, wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang hijau dan sejuk. Di sisi kanan dan kiri akses jalan itu, wisatawan juga disuguhi

tambak ikan milik warga setempat. Nah setiba di objek ini, rasa lelah terbayarkan dengan pahatan candi di sepanjang tebing yang ada di tepi sungai. Satu blok candi menempel di dinding sungai sebelah barat. Ada juga candi pada tebing di sisi timur sungai. Menuju candi sebelah timur, pengunjung sudah disediakan jembatan kayu. Di lokasi itu juga terdapat beberapa sumber mata air. Air tersebut diyakini untuk penyucian. Petugas tiket dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar Ni Nyoman Karm-

iasih mengatakan, sejak di-launching sebagai DTW, objek wisata Candi Tebing Tegallinggah memang mulai dikunjungi wisatawan. Para pengunjung itu pun bervariasi, dari warga lokal, wisatawan domestik hingga mancanegara. Fasilitas yang sudah disedikan di objek ini berupa toilet, tempat penjualan tiket hingga areal parkir yang luas. Sementara tenaga yang siaga di tempat ini yakni petugas kebersihan 3 orang, tiket 2 orang dan satpam 2 orang dan 1 orang koordinator. (kmb35)


Senin Kliwon, 7 Oktober 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Berkesenian, Membentuk Karakter Anak Bangsa KOMITMEN mengawal Bali terus digulirkan Gubernur Bali Wayan Koster. Tak hanya perlindungan alam dan segala bentuk kearifan lokalnya, kini keberadaan tari sakral juga menjadi perhatiannya. Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini mengawal tari sakral yang berkaitan erat dengan ritual dan ajegnya Bali. Ia menegaskan seni budaya yang ada di Bali bukan seni biasa, melainkan berakar dari karya yang diciptakan untuk kepentingan upakara. Di mana kepentingan agama dan upakara agama dijalankan dengan satu tradisi adat istiadat yang juga diisi dengan unsur seni. Banyak yang menyambut positif aturan tersebut. Karena selama ini pementasan tari sakral masih rancu. Banyak kegiatan diisi pementasan tari sakral. Bahkan menyambut wisatawan juga dipertunjukkan tari sakral. Oleh karenanya, Gubernur Koster merasa perlu untuk mengatur hal tersebut. Ini bertujuan jangan sampai timbul desakralisasi. Ia ingin menjaga tari yang diciptakan untuk kelengkapan upacara benar-benar dijaga kesakralannya. Walaupun tari sakral itu bagian dari budaya, namun tidak serta merta bisa dipentaskan di mana saja. Harus sesuai pakem dan fungsinya. Seperti kita ketahui kesenian apa pun bentuknya merupakan bagian dari budaya. Namun produk budaya bukan semata kesenian. Karena budaya adalah segala hasil kreativitas umat manusia. Karena itu, setiap hasil kreativitas umat manusia adalah sebuah kebudayaan. Ia bisa berbentuk perilaku, benda dan pikiran (ide). Seni hanyalah salah satu hasil kreativitas umat manusia. Karena sebagai sebuah hasil kreativitas, kebudayaan itu mempunyai dua sisi, yakni positif dan negatif. Budaya positif tentu yang mampu mendorong kemajuan dan membantu kehidupan manusia. Kebudayaan negatif adalah yang menghancurkan kehidupan manusia. Rupanya pemerintah sangat menyadarai hal itu. Sehingga mata pelajaran kesenian digariskan dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Berbagai ajang lomba antarsiswa yang kental bermuatan kesenian digelar dalam berbagai kesempatan. Selain lomba vokal dan keterampilan memainkan instrumen musik, juga marak diadakan lomba menari maupun menulis dan membaca puisi. Perhatian pengambil kebijakan dalam memperkuat spirit kesenian di sekolah ini membuat anak didik bukan hanya mengenal dunia kesenian sebatas ilmu pengetahuan. Mereka juga dikenalkan berbagai jenis lagu daerah dan jenis instrumen warisan nenek moyang dari seluruh Nusantara. Popularitas beragam jenis lagu Nusantara maupun instrumen musik tradisional menjadi lebih dikenal dan diapresiasi anak sekolah. Kencangnya perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan kesenian juga ikut melahirkan berbagai sekolah kejuruan maupun perguruan tinggi yang melahirkan tenaga terdidik di bidang kesenian. Berdirinya institut seni di berbagai kota mendakan hal itu. Tenaga terdidik yang memiliki idealisme dan kompetensi berkesenian dilahirkan dari dunia pendidikan tersebut. Mereka bahkan berhasil unjuk kebolehan mengharumkan nama negara dan bangsa di seantero dunia. Mereka memiliki idealisme yang kuat untuk mengangkat dan mengharumkan nama bangsa melalui karya seni. Ini pula ditandai pengakuan dunia internasional atas berbagai karya seni anak bangsa ini. Demikian pula kalangan seniman asing terus membanjiri negeri kita untuk belajar dan mengapresiasikan tingginya nilai seni tradisional kita. Mereka pun ikut menularkan pengalamannya kepada anak negeri lain. Sejumlah lembaga pendidikan di Jepang dan AS malah telah memasukkan pengajaran sejumlah instrumen musik tradisional Nusantara dalam kurikulum pendidikannya. Tentu hal tersebut menjadi kabar baik yang harus tetap dipertahankan. Kita juga berharap untuk tetap percaya terhadap kekuatan kesenian dalam membangun karakter anak bangsa.

S URAT PEMBACA

Tarian Sakral Dalam Kepungan Komersialisasi Singgah, menikmati daerah subur dengan adat budayanya yang kental serta kearifan hakiki. Bedulu merupakan tempat lahirnya Raja Airlangga, seorang pemimpin di tanah Jawi, di mana silsilahnya merupakan keturunan dari Wangsa Warmadewa. Di sudut itu saya membaca tulisan saya yang termuat di koran Bali Post 19/9/2019 dan di sebelah saya seorang pemuda suparnata (samaran) mengatakan dengan tegas dan jelas, ”nah, pang kené mare demen, pang sing ngawag-ngawag” (Ya, seperti ini baru saya senang, biar tidak ngawur). Sambil memperhatikan tulisan besar pada headline Bali Post bertuliskan ”Gubernur Koster Larang Tari Sakral untuk Pecahkan MURI”. Seakan menyetujui bahwa tarian sakral Bali janganlah dijadikan konsumsi publik yang notabenenya sebagai ajang gagah-gagahan atas dasar promosi, prestasi dan apalah itu namanya.

d

alam ruang pariwisata dan budaya khususnya di Bali, seni merupakan kreasi dari cipta dan rasa. Seni budaya Bali adalah epitome keindahan dan persembahan agung, tidak heran dalam tiap napas dan denyut budaya Bali berpusat kepada Sang Pencipta. Tidak heran, jika warisan budaya Bali yang telah diwariskan dari generasi ke generasi masih tetap lestari dan ajeg. Datangnya seniman Walter Spies memberikan perspektif baru terkait tarian Bali, dengan Wayan Limbak mereka berdua menggubah tarian dengan mengambil beberapa unsur dari tarian sakral Sanghyang menjadi tarian yang dapat menghibur dan dipertontonkan yang dikenal dengan tari Kecak. Tarian ini pun menjadi mendunia sehingga mampu menarik wisatawan untuk datang ke Bali yang tentunya akan memberikan dampak kesejahteraan masyarakat. Terhitung 2 Desember 2015, sembilan tari Bali ditetapkan UNESCO yang di mana di dalamnya terdapat tiga tarian sakral, tari Rejang, tari Shanghyang Dadari, dan tari Bari Upacara. Dengan diakuinya ini menjadi tugas berat Bali dalam tetap mempertahankan warisan budaya ini yang telah dari generasi ke generasi meneruskan tradisi ini. Seperti yang kita ketahui bahwa tari Bali terdiri dari tiga golongan: 1. Tari Wali yang di mana pementasannya dilakukan sejalan dengan upacara yadnya, di mana tarian ini mengandung simbolis religius yang berkaitan dengan

Dalam ruang manusia terdapat teknologi yang membuat manusia kini menjadi modern, jika internet menjadi kebutuhan manusia, maka teknologi adalah ekspektasi. Perkawinan internet dan teknologi melahirkan peluang dan tantangan yang tentu menarik, tetapi itu bisa berubah menjadi malapetaka. Dalam determinisme teknologi menyatakan bahwa teknologi menjadi kunci penting dalam kekuatan menguasai serta mengendalikan masyarakat, dan hal ini membawa perubahan sosial yang ada dikalangan masyarakat yang terus berubah-ubah dikendalikan oleh inovasi teknologi. upacara yadnya; 2. Tari Bebalian yang di mana pementasannya sebagai sarana pangiring dalam rangkaian upacara yadnya, tarian ini mengandung unsur cerita yang disesuaikan dengan upacara yang sedang berlangsung; 3. Tari Balih-balihan merupakan tarian hiburan yang tetap dengan pakem seni tari Bali. Terbitnya era digitalisasi, sebenarnya sangat baik jika pemanfaatannya digunakan dengan bijak. Seringkali yang terjadi para pejabat mengucapkan tentang era digitalisasi 4.0, tetapi cara

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Mendukung Gerakan Peduli Lingkungan Kini program Bali diapresiasi banyak pihak. Setidaknya judul foto yang mengatakan kini visi ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dibahas di tingkat nasional bahkan di kampus Universitas Inadonesia. Saya pribadi sebagai krama Bali sangat mengapresiasi. Mudah-mudahan saja gerakan menjaga alam Bali memang bangkit dan tumbuh di negeri ini. Namun ada banyak hal yang kiranya perlu dilakukan dengan keteladan dalam menjaga keseimbangan alam untuk keharmonisan kehidupan. Salah satunya mungkin hal yang sederhana, yakni gerakan menanam pohon. Belakangan ini gerakan penghijauan mulai jarang saya dengar. Padahal gerakan ini sangat positif menjaga kualitas udara dan menjaga kawasan resapan

Oleh I Gusti Agung Gede Artanegara

air. Tak hanya itu, saya rasa dengan maraknya alih fungsi lahan belakangan ini mestinya budaya menanam pohon dibangkitkan lagi. Saya berharap Dinas Pendidikan dan Lingkungan Hidup bersinergi dalam hal ini. Untuk membudayakan gerakan menanam ini mungkin bisa diimbau agar warga menanam satu pohon di sekitar rumahnya. Gerakan menanam satu pohon untuk setiap warga ini diharapkan bisa membuat sumber resapan air terjaga sehingga potensi krisis air bersih juga bisa ditekan. Kita perlu keteladanan dalam bertindak dan berbuat saat ini. Aksi nyata peduli lingkungan hendaknya lebih sering dilakukan. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Harapan buat Pimpinan Lembaga Legislatif Pimpinan lembaga negara sudah terisi semua. Saya menyampaikan selamat atas terpilihnya pimpinan di lembaga legislatif. Saya sempat juga menonton salah satu pimpinan DPR mengaku akan membangun komunikasi dengan semua pihak untuk memfasilitasi semua kepentingan, termasuk dalam mengelola hak-hak wakil rakyat. Dikatakan, jika menjelang pergantian wakil rakyat banyak hal yang diprotes publik terkait regulasi, ke depan pembahasan RUU akan dilakukan dengan cara yang lebih terbuka dengan melibatkan semua komponen. Saya juga mendengar penjelasan Prof. Mahfud MD terkait dengan RUU.

Katanya undang-undang yang dijalankan adalah UU yang disepakati pemerintah dengan warganya. Jadi, tak ada produk hukum yang dipaksakan kepada rakyat untuk dipatuhi. Mendengar hal ini, saya berharap legislator yang baru melakukan tahapan-tahapan proses legislasi dengan lebih terbuka. Pelibatan semua pihak harus dibukakan pintu. Jangan terjebak waktu pengesahan RUU menjadi undang-undang. Lebih baik memang ditunda atau dilakukan revisi jika ada hal-hal yang merugikan publik. UU hendaknya juga memperhatikan hak-hak individu. I Gede Sumaya Denpasar, Bali

menyikapinya masih jauh dari era tersebut. Lalu apakah teknologi bermasalah?, ataukah teknologi saat ini tidak berkorelasi dengan budaya setempat yang memang asal-muasal terciptanya teknologi saat ini berasal dari belahan dunia barat? Bukankah dokumentasi budaya itu penting, budaya yang bersifat dinamis menjadikan dokumentasi menjadi medium dalam sarana pelestariannya. Bagaimana jika Bali tanpa teknologi, apakah Bali menjadi pulau terisolir ataukah Bali menjadi pulau Sentinel. Nyatanya, Bali begitu mudah

menerima seakan tidak memiliki firewall. Budaya asing masuk secara legal lalu menjadi kuda troya yang ketika diterima maka menghancurkan budaya setempat dan digantikan dengan budaya baru. Gelombang logika mengatakan itu salah, tapi kembali diam, terlalu banyak orang pintar yang memilih diam dan berharap Hyang Widhi yang mengambil alih semua. Dalam ruang manusia terdapat teknologi yang membuat manusia kini menjadi modern, jika internet menjadi kebutuhan manusia maka teknologi adalah ekspektasi. Perkawinan internet dan teknologi melahirkan peluang dan tantangan yang tentu menarik tetapi itu bisa berubah menjadi malapetaka. Dalam determinisme teknologi menyatakan, bahwa teknologi menjadi kunci penting dalam kekuatan menguasai serta mengendalikan masyarakat, dan hal ini membawa perubahan sosial yang ada di kalangan masyarakat yang terus berubah-ubah dikendalikan oleh inovasi teknologi. Populer menjadi mudah tetapi sulit, tentu saja jika menginginkan populer maka yang harus dilakukan adalah menjadi viral. Informasi yang tersebar di media sosial memang lebih cepat daripada media mainstream, tetapi walaupun begitu kita mesti cukup cerdas dan bijak karena kebanyakan informasi tersebut adalah informasi kardus. saat ini, apa pun bisa menjadi viral, fenomena viral bisa menjadi sembilu yang berguna tapi juga mampu menyayat dan membunuh. Seni, budaya dan alam Bali mau diubah agar memenuhi kebutuhan nafsu bagi pemilik kepentingan dengan opini ekonomi sosial maju serta harapan menjadikan masyarakat Bali lebih sejahtera. Berbagai sindiran serta penolakan muncul tetapi itu semua laksana tetes air hujan di atas daun talas, tetapi dengan adanya Keputusan Bersama Pemerintah Provinsi Bali (17/9) diharapkan mampu melindungi tarian sakral Bali dari upaya komersialisasi. Niat baik ingin melestarikan seni dan budaya Bali dengan cara mendokumentasikannya itu penting, tetapi menjadikan tarian sebagai objek pemuas media sosial itu yang mesti kita batasi, jangan sampai

niat baik ingin melestarikan malah melunturkan seni dan memerosotkan nilai kesakralannya, karena kembali lagi semua proses tradisi tersebut dipersembahkan kepada-Nya. Penulis, pengamat Teknologi dan Budaya

POJOK Alumni Doktor Pariwisata Unud ingatkan jangan terus benturkan pariwisata dengan pertanian. - Perlu langkah nyata. *** Derita petani jeruk di Kintamani, tanaman mengering, harga pasaran jatuh. - Derita tiada akhir. *** Tingkatkan pariwisata, Pemkab Badung akan tata sempadan Pantai Tanjung Benoa. - Adu cepat dengan investor.

Warung Global

Promosi agar Dilakukan Secara Efektif BERBAGAI upaya dilakukan agar sektor pariwisata di Badung tetap eksis. Pemkab Badung sempat menyerukan rasionalisasi anggaran sejumlah OPD. Namun tidak demikian halnya dengan anggaran promosi ke luar ngeri. Bagaimana tanggapan Kawan Global terkait hal ini? Apakah promosi ke luar negeri ini dapat meningkatkan target kunjungan wisatawan dan mengdongkrak PAD Badung? Yang jelas, para pendengar setia Radio Global 96,5 FM ini berharap agar promosi pariwisata ke luar negeri harus membuahkan hasil, sehingga tidak sia-sia.

Badung saja melakukan pemangkasan anggaran, bagaimana dengan kabupaten lain yang PAD-nya lebih rendah? Demikian Suardana di Tabanan beropini. Badung PAD-nya paling tinggi dan sangat tergantung dengan sektor pariwisata. Karenanya Badung harus melakukan promosi yang efektif, kalau bisa promosi secara langsung ke negara sumber wisatawan. Demikian pula promosi harus dilakukan secara efektif dan efisien. Menurut Jero Wijaya di Kintamani, secara umum pemerintah selama ini cuek dengan perkembangan pariwisata. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya tempat suci yang dikunjungi wisatawan. Semestinya tempat suci steril agar kesakralan tempat suci tetap terjaga. Ia berharap pariwisata Bali, begitu juga promosinya tetap mengdepankan kesakralan tempat suci. Jangan malah jadi bumerang. Menurut Fera di Tabanan, promosi sah-sah saja agar produk kita dikenal. Promosi itu memang perlu tapi sebaiknya dilakukan secara efektif dan membuahkan hasil. Ayu di Petang juga demikian. Jangan sampai di saat anggaran terbatas, pro-

mosi tidak berhasil meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali dan akhirnya sia-sia. Menurutnya, promosi secara online mestinya diefektifkan di tengah rasionalisasi anggaran ini. Sementara Budiada di Tabanan meminta agar pemerintah dalam hal ini Dewan, agar membuat perencanaan, agar beban masyarakat diringankan dari biaya-biaya apa pun. Jika pemerintah banyak punya duit, bisa melakukan kegiatan apa saja. Sebaiknya pemerintah mengevaluasi kembali kegiatan promosi secara langsung ke luar negeri ini. Jika bisa menggunakan promosi secara online, kenapa tidak? Memang cukup mengejutkan sekaligus mengecewakan rating kunjungan wisatawan ke Badung, Bali, ketimbang negara tetangga seperti Thailand misalnya, demikian pantauan Wayan Beratayasa di Sangeh. Ia yang bekerja di sektor pariwisata juga merasakan menurunnya tingkat kunjungan wisman ini. Dengan segala upaya dilakukan sehingga pariwisata Bali tetap bertahan dan bisa tetap eksis. Bila perlu anggaran promosi ditingkatkan. Dengan datang langsung ke luar negeri, bisa lebih meyakinkan dan lebih mengena. (sikha)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Senin Kliwon, 7 Oktober 2019

BUPDA Kelating Kembangkan Wisata ATV Tabanan (Bali Post) Setiap desa di Kabupaten Tabanan berupaya mengeksplorasi seluruh potensi, khususnya alam dan budaya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seperti yang dilakukan Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan yang saat ini memiliki Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) dengan unit wahana wisata ATV. Sejak didirikan, wahana wisata ini selalu ramai pengunjung. Pengelolaan wahana ATV diserahkan pada generasi muda yang mau ngayah dan memiliki komitmen memajukan desa dan adat. Bendesa Adat Kelating I Dewa Made Maharjana mengatakan, pendirian BUPDA di Desa Kelating sesuai dengan Pergub Bali yang memberikan kesempatan bagi desa mengembangkan pariwisata, ekonomi dan SDM. ‘’Wahana ini kerja sama dengan warga sebagai pemilik ATV dan desa adat sebagai pengelola. Kami percayakan pada generasi muda di desa untuk pengelolaannya,’’ kata Dewa Maharjana, Minggu

(6/10) kemarin. Menurutnya, gagasan pendirian wahana ATV di Desa Kelating ini didasari rasa jengah lantaran adanya ATV lain yang hampir setiap hari melintas di wilayah Desa Adat Kelating. ‘’Terkesan kita hanya jadi penonton di wilayah sendiri. Itulah yang mendasari kami untuk ikut mengembangkan potensi yang ada di desa,’’ ucapnya. Pengelola ATV Dewa Nyoman Anggara Wijaya Putra menjelaskan, sejak dibuka 28 September lalu, banyak masyarakat lokal yang sudah mencoba wahana wisata ini. Bahkan wisatawan mancanegara sudah ada yang memesannya. Diterangkan Dewa Anggara, untuk lokal mereka diberikan kebebasan bermain ATV di pantai selama satu jam dengan tiket dibanderol Rp 150 ribu per ATV. Sementara untuk wisatawan mancanegara, mereka disiapkan rute yang tujuannya mengenalkan potensi Desa Kelating. Selain mengendarai ATV, wisatawan man-

canegara diarahkan untuk melihat kegiatan masyarakat desa mulai dari pembuatan garam, sanggar seni, pande besi, tukang ukir dan barong dance. ‘’Kurang lebih dua jam mereka akan dipandu berkeliling sesuai rute dan melihat kegiatan masyarakat. Selain itu juga kami siapkan spot foto,’’ terangnya. Wisatawan mancanegara dikenakan tiket Rp 800 ribu per ATV, sudah termasuk makan siang dan wahana lain yang disiapkan pengelola. ‘’Kalau yang lokal ingin mencoba rute, bisa saja. Hanya saja dikenakan Rp 200 ribu,’’ ungkapnya. Plt. Kepala Dinas Pariwisata I Made Yasa mengatakan, hampir setiap desa di Kabupaten Tabanan memiliki potensi pariwisata yang bisa dikelola baik dari kebudayaan hingga wisata alam yang bisa dijadikan sebuah konsep bisnis yang dijalankan oleh masyarakat desa. Keterlibatan masyarakat lokal dan budayanya tentu saja akan menjadi kunci utama pengembangan desa wisata setempat. (kmb28)

Bali Post/ist

ATV - Desa Kelating membangun BUPDA dengan unit wahana wisata ATV. Sejak dibuka wahana ini ramai pengunjung.

Asbak Jumbo di Fasilitas Umum

Antisipasi Puntung Rokok Dibuang Sembarangan Tabanan (Bali Post) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan didukung komunitas peduli sampah, membuat smoking room dengan memasang asbak jumbo di sejumlah fasilitas umum di Kota Tabanan. Langkah ini dilakukan lantaran masih banyak perokok yang sembarangan membuang puntung rokok. Kepala DLH Tabanan I Made Subagia, Minggu (6/10) kemarin mengatakan, asbak jumbo bertujuan memberikan ruang kepada para perokok dan meminimalisir

puntung rokok yang dibuang sembarangan. Tidak hanya di gedung kesenian Ketut Maria, asbak jumbo juga dipasang di beberapa titik lainnya seperti di Lapangan Alit Saputra, kawasan panggung Garuda Wisnu Serasi (GWS), Lapangan Debes dan Pasar Transit Tabanan. ‘’Sudah sejak sepekan lalu dipasang. Ini juga berkat bantuan CSR salah satu komunitas peduli sampah, Komunitas Malu Dong serta inisiasi dari Pak Boping (Mantan Ketua DPRD Tabanan-red),’’ terangnya.

Dengan adanya asbak jumbo, Subagia berharap perokok bisa merokok di smoking areal tersebut. Sehingga nantinya puntung rokok tidak dibuang sembarangan. Dia pun berharap ke depannya seluruh fasilitas umum di Kabupaten Tabanan bisa disediakan ruang merokok. ‘’Ini juga agar yang nonperokok tidak terpapar asap roko. Karena selama ini, masyarakat relatif belum sadar untuk membuang puntung rokok pada tempatnya,’’ jelasnya. (kmb28)

Bali Post/bit

SMOKING ROOM - Smoking room atau yang diistilahkan asbak jumbo yang dibangun DLH Tabanan di fasilitas umum.

Olahraga Bersama Rekatkan Persatuan

Tabanan (Bali Post) – Pemkab Tabanan mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan olahraga. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Sabtu (5/10) lalu. Menurut Sanjaya, banyak jenis olahraga yang bisa dilakukan masyarakat.

Masyarakat bisa memilih mana yang sesuai dengan kondisi tubuh. Banyak pula cara yang bisa dilakukan agar olahraga terasa menyenangkan dan membosankan. ‘’Salah satunya olahraga bersama. Tujuannya agar terasa lebih seru dan bersemangat,’’ katanya. Olahraga bersama, apalagi melibatkan peserta dalam

jumlah besar, juga mampu menjadi perekat persatuan masyarakat. Masyarakat Tabanan yang terdiri dari beragam suku, agama dan etnis sudah tentu mempunyai beragam perbedaan. Melalui olahraga bersama itulah perbedaan itu diharmoniskan sehingga ke depannya menjadi modal pembangunan. (kmb28)

Bali Post/bit

PERSIAPAN - Pondok Edukasi di Uma Urip, Desa Timpag, melakukan sejumlah persiapan jelang Festival Kerambitan V.

Pondok Edukasi Uma Urip di Desa Timpag

Wahana Pembelajaran Pelestarian Lingkungan Tabanan (Bali Post) Hal-hal baru terus dimunculkan tiap festival yang digelar oleh Kecamatan Kerambitan. Sebelumnya berbagai terobosan diluncurkan seperti Pelayanan Publik Terintegrasi Taman Serasi dan program inovatif Uma Urip. Pada Festival Kerambitan V tahun ini rencananya akan dirangkaikan peresmian Pondok Edukasi di Uma Urip yang berlokasi di Desa Timpag. Pondok Edukasi menjadi wadah pembelajaran mengenai pertanian ramah lingkungan, pelestarian burung hantu Tyto Alba dan pelestarian babi hitam. Camat Kerambitan I Gede Sukanada menjelaskan, fes-

tival adalah event milik masyarakat Kecamatan Kerambitan yang diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi kemajuan kesenian dan perekonomian di Kerambitan. Pada penyelenggaraan festival yang kelima, pihaknya memberikan ruang bagi generasi muda untuk tampil, dengan menyiapkan dua stage untuk pementasan kesenian Okokan dan Tektekan dan musik. Guna menambah daya tarik, festival akan melibatkan wisatawan mancanegara untuk berkolaborasi dalam tari janger. ‘’Guna mendukung program Gubernur Bali ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, juga akan diisi agenda peragaan

busana KB Bali dengan empat orang anak serta tidak ketinggalan pula kegiatan peduli lingkungan. Untuk pengisian acara dan kepanitiaan kami berikan kesempatan pada generasi muda untuk tampil dan berkreasi menunjukkan potensi dan bakatnya,’’ terangnya, Minggu (6/10) kemarin. Stan kuliner tetap akan menyajikan berbagai kuliner khas Kerambitan dan tanpa alkohol. Mengingat ciri khas kuliner Kerambitan berupa babi guling, akan ada parade babi guling dari masingmasing desa untuk disantap bersama, selain juga parade jajan Bali dari seluruh desa adat saat pembukaan festival.

‘’Untuk parade babi guling, proses gulingnya di lapangan yakni babi hitam manis vegetarian. Ini jenis babi hitam yang tidak makan konsentrat dan ini sudah mulai dikembangkan di Desa Timpag dan sekitarnya,’’ ucapnya. Program pelestarian babi hitam di Desa Timpag, kata Sukanada, merupakan program UPK yang dulunya bernama PNPM. ‘’Babi hitam asli Bali ini yang akan terus coba kita lestarikan. Jadi nantinya bisa menjadi ciri khas atau icon kuliner Kecamatan Kerambitan,’’ ujarnya sembari menambahkan, Festival Kerambitan V digelar 17 sampai dengan 20 Oktober mendatang. (kmb28)

Piutang BRSU dengan BPJS Capai Rp 27 Miliar

Tabanan (Bali Post) -

Persoalan yang dihadapi BPJS Kesehatan berdampak pada pelunasan klaim rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Seperti di BRSU Tabanan, sejak Juni lalu BPJS masih memiliki utang Rp 27 miliar lebih. Agar operasional bisa berjalan, BRSU Tabanan terpaksa harus meminjam dana di bank sambil menunggu klaim di BPJS cair. Hal itu mencuat saat rapat kerja DPRD Tabanan dengan BPJS dan OPD terkait, Jumat (4/10) lalu. Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Kesehatan Bali Muhammad Ali mengakui pihaknya masih berutang pada rumah sakit termasuk BRSU Tabanan sejak Juni lalu. ‘’Yang sudah terbayar itu klaim sampai bulan Mei. Sementara sejak bulan Juni sampai akhir September belum,’’ ungkapnya. Belum bisa dilunasinya utang kepada RS disebabkan kondisi keuangan BPJS yang terbatas. Pihaknya mengaku

belum tahu kapan utang ke RS akan dibayarkan. ‘’Karena kebijakan ada di BPJS pusat,’’ ujarnya. Sementara itu, Direktur BRSU Tabanan dr. I Nyoman Susila mengakui BRSU Tabanan memiliki piutang jasa pelayanan ke BPJS sejak Juni sampai Agustus yang sudah terverifikasi. Sementara untuk September sudah berjalan, namun belum terverifikasi. ‘’Kalau sejak Juni sampai Agustus piutang yang sudah terverifikasi mencapai Rp 27 miliar lebih,’’ katanya, Minggu (6/10) kemarin. Meski demikian, dr. Susila

menegaskan, piutang tidak sampai mengganggu operasional RS. Sebab sudah ada kebijakan BRSU Tabanan untuk meminjam ke bank dengan jaminan klaim ke BPJS yang sudah terverifikasi. Pinjaman ke BPD Bali nilainya Rp 18 miliar. ‘’Aturan baru membolehkan rumah sakit meminjam di bank dengan jaminan klaim piutang ke BPJS yang sudah terverifikasi,’’ ucapnya. Dengan meminjam di bank, BRSU Tabanan dikenakan bunga sekitar 0,8 persen per bulan. Namun bunga tersebut dibayarkan dari

denda tiap bulan dari klaim ke BPJS yang tertunggak sebesar satu persen. Dengan demikian, pihaknya tidak mengeluarkan dana dari kas untuk membayar bunga tersebut, melainkan dari denda yang diterima saat piutang di BPJS dibayarkan. (kmb28)


Senin Kliwon, 7 Oktober 2019

Wujudkan Pemilu Berkualitas

Perlu Rekonstruksi Literasi Demokrasi Kaum Milineal di Era Revolusi 4.0

Singaraja (Bali Post) – Demokrasi adalah kita. Itulah yang mesti dilakukan dan dikembangkan setiap warga negara manakala dia menyatakan dirinya sebagai warga dari negara yang menganut sistem demokrasi. Demokrasi itu mestinya menjadi urusan kekitaan. Maka salah satunya harus ditunjang terselenggaranya pemilihan umum berkualitas. Prof. Dr. Wayan Lasmawan, M.Pd. mengatakan hal itu usai menjadi narasumber Seminar Nasional yang digelar Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Sabtu (5/10). Seminar ini juga menghadirkan narasumber berkompeten lain yakni mantan Gubernur Bali yang terpilih menjadi anggota DPD-RI Made Mangku Pastika, dan hakim Mahkamah Konstitusi Dr. I Dewa Gede Palguna,

S.H., M.Hum. Prof. Lasmawan mengatakan, pemilu berkualitas minimal harus memenuhi lima syarat, yaitu membuka peluang yang bersifat kompetitif bagi setiap peserta secara luas. Diselenggarakan secara berkala dengan rule of game yang menjamin kepastian. Inklusif dengan menempatkan setiap warga negara sama dalam segala dimensinya. Dilakukan oleh penyelenggara yang independen dan akuntabel, dan pelaksanaannya bersifat luber dan jurdil. Dari tahapan pemilu di Indonesia itu Prof. Lasmawan menyebutkan, sistem kepartaian yang dianut belum menjamin terselenggaranya demokrasi yang benar dan sebenarnya. Dia mencontohkan, pemilu sebagai fasilitas sirkulasi elite baik itu antara elite yang satu dengan lain-

nya maupun pergantian dari kelas elite lebih rendah ke kelas elite lebih tinggi. Hasil itu belum terpola secara baik. Ini karena partai politik lebih mengedepankan pembangunan partai massa dengan ciri meningkatnya aktivitas hanya menjelang pemilu, menganut sistem

keanggotaan longgar, belum memiliki sistem seleksi dan rekrutmen keanggotaan memadai serta belum mengembangkan sistem pengkaderan dan kepemimpinan politik yang kuat. Menurut Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Undiksha ini, ke depan perlu ada terobo-

Prof. Dr. Wayan Lasmawan, M.Pd.

Bali Post/kmb38

san dalam mekanika pembangunan sistem partai pada tataran sufra struktur, sehingga akan menguatkan partai politik itu pada tataran akar rumput, tingkat pusat, dan di pemerintahan. Selain itu, pelembagaan partai-partai itu bisa dilakukan melalui penguatan empat komponen kunci, yakni party rooting, party legitimacy, rule and regulation, dan competitiveness party. ‘’Kalau hal ini bisa dilakukan, maka pelembagaan partai politik itu akan semakin baik dan secara langsung berpengaruh terhadap kualitas makna demokrasi itu sendiri,’’ katanya. Di sisi lain Prof. Lasmawan mengatakan, untuk membangun demokrasi menjamin parameter kedirian rakyat sebagai pemilik kedaulatan, perlu dilakukan penyederhanaan sistem kepartaian dan menekan cost (biaya - red)

politik di setiap hajatan pemilu. Sementara untuk meningkatkan kualitas pemilu, maka penting dilakukan gerapan pemilu dalam semangat gotong royong, sehingga setiap warga negara merasa dan menjadikan pemilu itu adalah diri mereka sendiri, sehingga tidak semata-mata mengandalkan sistem dan regulasi yang bersifat proseduralmekanistis semata. Terkait partisipasi pemilih pemula dan kaum milineal dalam pembangunan demokrasi, lanjut Ketua Forum Wakil Rektor Bidang SDMPTN se-Indonesia ini, kaum milineal memiliki peran strategis dalam pembangunan demokrasi di era modern saat ini. Kaum ini bisa menjadi trigger bagi terbangunnya demokrasi yang berkualitas, manakala mereka mau dan terkelola dalam alam dan dimensinya oleh

sistem serta instrumen negara sebagai media demokrasi. Untuk itu, pemilih muda merupakan segmen yang harus dikelola sedemikian rupa. Dengan memasuki dunia mereka manakala calon-calon peserta pemilu ingin mendapatkan kepercayaan dari para pemilih ini. Dengan mengedepankan mediasi dan mengelola bakat politik serta masuknya aras teknologi dalam komunikasi politik, maka peningkatan literasi demokrasi kaum milineal harus terus dilakukan. Sehingga kalangan milineal mampu memainkan perannya sebagai pemilih yang cakap media, tanggap, kreatif dan advokatif. ‘’Jika ini bisa dilakukan maka gerakan demokrasi itu adalah kita, melalui pemilu gotong royong, niscaya bisa direalisasikan,’’ tegas Prof. Lasmawan. (kmb38)


Senin Kliwon, 7 Oktober 2019

Gianyar Ditetapkan sebagai Kabupaten Kreatif dengan Kekuatan Daya Tarik Global KABUPATEN Gianyar menjadi satu dari 10 kabupaten/kota di Indonesia yang ditetapkan sebagai Kabupaten Kreatif Nasional dengan Kekuatan Daya Tarik Global oleh Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Bertempat di Benteng Vasterburg Surakarta, serangkaian Bekraf Festival 2019 pada 5 Oktober 2019, dilakukan presentasi tahap akhir yang secara langsung dipaparkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar yang sekaligus Ketua Dekranasda Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra. Pemaparan tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Bekraf RI Triawan Munaf. Proses penilaian komprehensif dan berkesinambun-

gan dilakukan sejak Juni 2019 yang dimulai dari seleksi 58 kabupaten/kota menjadi 20 besar oleh Asesor Pendamping, PIC dan Tim PMK3I. Pada tahap II dilakukan penjurian 10 besar oleh Tim bersama Deputi Infrastruktur. Penilaian tahap III dilakukan Juli dengan melibatkan para aktor kreatif kabupaten, akademisi, komunitas, pengusaha, media dan pemerintah daerah. Tahapan ini termasuk proses visitasi lapangan terhadap Gianyar pada 11-13 Juli 2019 dengan menguji terhadap tiga subsektor yang diunggulkan yakni seni pertunjukan, kriya dan kuliner. Guna mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Gianyar

berkomitmen menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu program prioritas yang mendapatkan dukungan baik secara regulasi administrasi maupun penganggaran. Bupati Gianyar Made Mahayatra dalam persiapan penilaian tahap II di Gianyar menyatakan bahwa komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar telah ditunjukkan melalui program revitalisasi bangunan wantilan, balai banjar dan sarana pementasan seni pertunjukan dan penghargaan terhadap seniman. Sejalan dengan program Badan Ekonomi Kreatif, dalam paparannya Ketua Dekranasda yang akrab disapa Dayu Surya menyampaikan bahwa Gianyar secara internasional telah ditetap-

kan sebagai World Craft City oleh World Craft Council dan akan segera ditetapkan sebagai World Culinary Tourism. Kedua subsektor ini yakni kriya dan kuliner akan menjadi daya dorong dari seni pertunjukan yang merupakan semangat pemersatu di Gianyar. Setelah proses pemaparan, Gianyar menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif. Dalam sambutannya, Kepala Bekraf menyebut sedang membicarakan kemungkinan dan peluang Gianyar sebagai Tuan Rumah Bekraf Festival 2020 nanti. Sebagai pemanasan awal, Gianyar mengirimkan seniman terbaiknya yang berkolaborasi untuk mempersembahkan

sebuah fragmentari berjudul ‘’Somya’’. Sebuah kolaborasi apik antaraktor dalam tiga subsektor yang dikomandoi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar. Pementasan ‘’Somya’’ dilakukan di Mini Stage Bekraf Festival pada tanggal yang sama pukul 19.30 WIB. Penonton tampak sangat padat memenuhi kawasan Mini Stage sedari awal pementasan. ‘’Kolaborasi ini berhasil membuat Mini Stage pecah,’’ sebuah pernyataan apresiasi yang disampaikan salah seorang penonton yang hadir, Rere. Pementasan ditutup dengan pesan-pesan persatuan dan menjadikan budaya sebagai salah satu penguat dan pemersatu bangsa. Sebagai bagian kecil dari Indonesia,

PENGHARGAAN - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar yang sekaligus Ketua Dekranasda Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra menerima penghargaan Kabupaten Kreatif di Benteng Vasterburg Surakarta serangkaian Bekraf Festival 2019, Sabtu (5/10). setiap orang seyogianya memiliki semangat yang sama dalam menjaga persatuan dan kesatuan demi utuhnya

Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Gianyar melakukan itu melalui karya budaya. (ad186)

TPA Liar ’’Disulap’’ Jadi Hutan Taman Kota Gianyar (Bali Post) -

Pascadisidak Bupati Gianyar I Made Mahayastra beberapa waktu lalu, Tukad Mati di wilayah Blahpane, Desa Sidan, Gianyar yang sempat menjadi TPA liar, kini mulai digarap untuk dijadikan hutan taman kota. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar mulai melakukan pengurukan tanah di areal tersebut.

Bali Post/kmb35

MENGURUK - Truk membawa tanah mulai menguruk areal Tukad Mati di Banjar Blahpane, Desa Sidan, Gianyar, Minggu (6/10) kemarin.

Gudang Alang-alang Terbakar

Api Merembet ke Bangunan Tetangga Gianyar (Bali Post) Warga Desa Kedewatan, Ubud, Minggu (6/10) kemarin dikejutkan dengan musibah kebakaran. Musibah ini berawal dari kebakaran yang menimpa sebuah gudang alang-alang di desa setempat. Namun, api dengan cepat merembet ke sejumlah bangunan di sekitar lokasi tersebut. Akibat kejadian itu, sejumlah warga menderita kerugian material ratusan juta rupiah. Ada tiga warga yang bangunannya terbakar dalam musibah tersebut. Yakni pemilik gudang alang-alang I Gusti Ngurah Kompyang (55), Ngakan Made Swastika (50) yang palinggih Kemulan-nya terbakar dan Ngakan Made Gede yang bangunan bale daja-nya ikut terbakar. Informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran ini baru diketahui oleh warga setempat pada Minggu

siang sekitar pukul 11.30 Wita. Saat itu warga setempat mendapati api berkobar dari gudang alang-alang milik korban. Terkejut melihat kejadian itu, sejumlah warga berhamburan ke lokasi kejadian dan berupaya melakukan pemadaman api. Ironisnya, api dari gudang alang-alang tersebut d e n g a n cep at membesar dan merembet membakar bangunan palingih Kemulan Taksu milik Ngakan Made Suwastika. Palinggih tersebut berada tepat di sisi barat gudang alang-alang. Tidak hanya itu, api juga merembet ke sisi selatan dan membakar bangunan bale daja milik Ngakan Made Gede. Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha membenarkan adanya musibah kebakaran tersebut. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung menerjunkan empat unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi tersebut.

“Sekitar pukul 13.11 Wita, api berhasil dipadamkan,” katanya. Watha memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Pemilik gudang alang-alang yang terbakar, I Gusti Ngurah Kompyang (55), diperkirakan mengalami kerugiaan seratus juta rupiah lebih. Di areal gudang itu juga terdapat mobil pick-up DK 9020 KN, sepeda motor Vario DK 7494 KK dan Easy DK 5819 LC yang juga ludes terbakar. Ngakan Made Swastika mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta karena palinggih Kemulan-nya terbakar dan Ngakan Made Gede yang bangunan bale dajanya terbakar mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta. “Penyebab kebakaran belum diketahui. Itu ditangani aparat kepolisian,” ujarnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

MEMADAMKAN API - Petugas berupaya memadamkan api pada gudang alang-alang di Desa Kedewatan, Ubud, Minggu (6/10) kemarin.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Minggu (6/10) kemarin, tampak beberapa truk melakukan pengurukan lahan bekas TPA liar tersebut. Pengurukan ini dilakukan pada seluruh kawasan yang posisinya memanjang tersebut. Kepala DLH Gianyar Wayan Kujus Pawitra membenarkan adanya pengurukan tersebut. Dikatakan, pengurukan ini dilakukan sesuai perintah Bupati Gianyar Made Mahayastra. ‘’Ya, ses-

uai perintah Bapak Bupati,’’ ujarnya. Menurut Kujus Pawitra, kawasan yang dulunya TPA liar itu akan dijadikan hutan taman kota. Saat ini areal tersebut sedang dalam proses pengurukan. ‘’Rekanan sedang melakukan pengurukan. Selanjutnya akan ditata dan dijadikan hutan taman kota sesuai konsep Bapak Bupati,’’ jelasnya. Kujus Pawitra menambahkan, pihaknya akan melakukan penanaman pohon yang

kaya oksigen. Tidak hanya penanaman pohon semata, taman kota tersebut akan ditata sedemikian rupa agar memberi kesan indah. ‘’Kami akan jadikan hutan taman kota yang eksotik, sehingga tampilan Desa Sidan menjadi lebih menarik. Terlebih, di dekat kawasan tersebut ada objek wisata,’’ ujarnya. Kujus Pawitra mengatakan, tutupan lahan untuk hutan kota di Kabupaten Gianyar memang perlu diperbanyak. ‘’Gianyar masih

minim hutan kota. Sebelumnya juga sudah dibangun kebun raya di Desa Pilan, Kerta, Payangan, tapi masih perlu upaya untuk tutupan lahan,’’ tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Gianyar Made Mahayastra secara tegas menutup TPA liar di Banjar Blahpane, Desa Sidan, Kecamatan Gianyar. Politisi PDI-P ini juga memastikan untuk secepatnya ‘’menyulap’’ TPA tersebut menjadi taman kota. Dengan pembangunan taman kota, maka sampah yang didrop oleh truk sampah selama ini akan dihentikan dan otomatis dialihkan ke TPA Temesi. ‘’Ya, kembali ke TPA Temesi nanti,’’ tegasnya. (kmb35)


Senin Kliwon, 7 Oktober 2019

Karyawan Perusda Bali di Pulukan Resah

Upah Dua Bulan Belum Dibayar, Pola Kerja Diubah Borongan Negara (Bali Post) – Para karyawan Perusahaan Daerah (Persuda) Provinsi Bali unit Perkebunan Pulukan gundah dengan nasib mereka. Sejak dua bulan ini, para karyawan yang dipekerjakan di perkebunan karet bekerja sama dengan PT CIPL belum mendapatkan gaji. Bahkan di awal bulan ini, karyawan juga dikumpulkan oleh pihak pengelola perkebunan dengan berbagai perubahan pola kerja. Salah satu yang membuat para karyawan gundah adalah perubahan kerja panen menjadi pola borongan. Belasan karyawan akhir pekan lalu menemui anggota DPRD Jembrana, I Nyoman Sudiasa. “Banyak yang membuat kami khawatir dengan masa depan kami. Selain gaji dua bulan masih nunggak, juga adanya pola kerja yang berubah menjadi sistem borongan,” terang salah seorang karyawan yang mengadukan nasibnya. Dalam kebijakan yang ditelurkan dari pihak pengelola perkebunan itu, sistem borongan panen diberlakukan mulai bulan Oktober ini dengan dihargai Rp 7.497 per kilogram. Berbeda dengan pola sebelumnya berdasarkan harian. Tetapi dengan perubahan ini, dikhawatirkan akan berdampak

pada pensiun mereka nanti. Karena itu karyawan menolak. Dari rapat tersebut, pihak pengelola perkebunan karet juga mengaku akan mencairkan upah bulan Agustus dan September pada bulan Oktober ini. Untuk bulan Agustus dijanjikan pada Selasa (8/10) besok dan bulan September pada akhir bulan Oktober ini. Selain karyawan yang masih aktif, sejumlah karyawan yang sudah pensiun juga mengadukan nasib mereka. Para karyawan belum menerima dana pensiun yang menjadi hak mereka. Padahal sudah hampir setahun sejak mereka pensiun. Anggota DPRD Jembrana I Nyoman Sudiasa mengaku miris mendapati kondisi para karyawan Perusda yang ada di

Pekutatan ini. Pihaknya juga sangat menyayangkan PT CIPL tidak sesuai dengan janji mereka di awal mengelola perkebunan karet. “Kalau memang sudah tidak bisa membayar, (CIPL) agar kembalikan para karyawan ini ke Perusda (PD) Bali. Daripada seperti ini nasib mereka, kasihan,” tegas Sudiasa, Minggu (6/10) kemarin. Sudiasa mengaku akan menyampaikan aspirasi karyawan ini agar tidak terkatung-katung. Mereka juga memiliki keluarga yang harus dihidupi. Bahkan ada yang sudah bertahun-tahun bekerja di perkebunan. “Ini harus benar-benar disikapi,” ujar Dewan yang akrab disapa Man Dadap ini. Sebelumnya, para perwakilan karyawan PD Provinsi Bali di Unit Perkebunan Pulukan ini juga sempat dimediasi oleh Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSPTK) Jembrana. Para karyawan yang masih aktif ini menagih gaji mereka yang belum dibayar dari pihak pengelola perkebunan karet tersebut. Total ada 101 karyawan yang bekerja di sana. (kmb26)

Bali Post/olo

RUMAH DEWAN - Belasan karyawan PD Provinsi Bali yang masih aktif di unit Perkebunan Pulukan mendatangi rumah salah satu anggota DPRD Jembrana.

Pipa Pamsimas di Pendem Belum Terpasang Negara (Bali Post) – Warga Kelurahan Pendem mempertanyakan kelanjutan Pamsimas (penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat) yang sudah te-

realisasi lebih dari setahun. Namun, pipa yang diduga dari Pamsimas itu, beberapa masih tertumpuk di pinggir hutan dekat objek Puncak Mawar.

Sejumlah warga, Minggu (6/10) kemarin mengakui sudah tiga bulan ini pasokan air dari pipa swadaya yang mereka pasang di embung atau tukad tidak mengalir.

Bali Post/olo

PIPA- Pipa Pamsimas yang belum terpasang di Pendem sejak tahun 2017 lalu. Pipa baru dipasang dua hari lalu secara swadaya oleh masyarakat.

Beberapa warga terpaksa mencari air ke sungai atau sumber air terdekat. Seperti yang dialami sejumlah warga di Tempek III Pancardawa. Hampir sebagian besar warga terpaksa mencari air keluar ataupun menampung air meskipun kecil. “Sudah tiga bulan ini (tidak mengalir), terpaksa mencari ke sini yang pipanya masih mengalir air,” terang salah seorang warga yang sedang mengambil air di dekat jembatan. Warga di Lingkungan Pancardawa dan Lingkung a n De wa sa na seb a g ia n besar mengandalkan air dari pipa swadaya. Mereka memanfaatkan sumber air dari tukad maupun sumber-sumber air terdekat. Rata-rata sumber air dari pipa swadaya itu dari sungai. Bahkan di antaranya juga dipasangi meteran (layaknya PDAM) dan mereka membayar tiap bulan sesuai pemanfaatan air. Ketika musim kemarau, debit air surut maka juga berdampak pada pasokan air. Beberapa warga ditemui juga mengaku mengetahui beberapa waktu lalu ada bantuan pipa yang rencananya akan disalurkan langsung

dari sumber air di hutan (pamsimas). Tetapi sudah cukup lama belum terealisasi (terpasang). Bahkan warga masih melihat tumpukan pipa berukuran besar yang belum terpasang di hutan. Minggu kemarin beberapa pipa masih tertumpuk di sekitar objek Puncak Mawar. Padahal dari informasi, pipapipa itu sudah datang setahun lebih. Terkait hal ini, Lurah Pendem I Putu Eko Darmawan dikonfirmasi terkait Pamsimas itu mengaku enggan berkomentar. Menurutnya yang mengelola langsung kelompok masyarakat di desa. Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman (PUPRPP) Jembrana, Ketut Antara mengatakan, Pamsimas di Pendem memang sempat terkendala pemasangan. Sebab kelompoklah yang seharusnya memasang secara gotong royong. “Kendalanya karena kesibukan (kelompok), sehingga baru bisa dipasang. Kalau bantuan memang sudah dibelikan pipa, tidak ada masalah” terang Antara. (kmb26)

Perahu Selerek di Pengambengan Sulit Sandar Negara (Bali Post) – Aktivitas pendaratan perahu ikan di kolam bandar Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan kini terganggu. Perahu sulit bersandar usai melaut. Hal tersebut dipicu terjadinya pendangkalan di mulut pelabuhan. Sehingga kapal-kapal tangkap ikan yang rata-rata berbobot di bawah 30 GT, kesulitan masuk. Kondisi ini semakin terasa sejak sepekan belakangan ini. Akibatnya sejumlah perahu selerek di dermaga PPN Pengambengan terhambat saat hendak melaut ataupun berlabuh. Terutama saat kondisi air laut surut. Seperti yang terlihat akhir pekan lalu, perahu-perahu yang bersandar bagian bawahnya nampak menempel di dasar kolam. Sehingga kapal tidak bisa melaut, menunggu sampai air naik kembali. Untuk mempercepat menurunkan ikan ke TPI, beberapa perahu nampak melansir hasil tangkapan menggunakan jukung-jukung. Hasan (53), tukang angkut ikan menyebutkan kondisi ini mulai terjadi sejak awal Oktober ini. Terutama ketika puncak air laut surut, daratan sampai terlihat di ujung jembatan dermaga. Biasanya mulai pukul 04.00 wita hingga pukul 10.00 Wita dan 16.00 Wita sampai 20.00 Wita. “Karena sulit, banyak perahu harus melansir memakai jukung sampai ke tepian,” terang Apik, anak buah kapal. Kepala PPN Pengambengan Bagus Oktori Sutrisno, Minggu (6/10) kemarin mengatakan, sejatinya sudah pernah dikeruk pada tahun 2017 lalu. Memang di waktu tertentu ada surut. Nelayan sudah mengetahui situasi kondisi di dermaga PPN. Memang saat ini kembali ada pendangkalan. Menurutnya di kolam bandar PPN Pengambengan, menampung 101 perahu selerek (purse seine) dan 200 lebih perahu fiber. Terkait pengerukan, harus melalui kajian yang komperhensif. Karena biayanya juga sangat tinggi. (kmb26)


Senin Kliwon, 7 Oktober 2019

Pura Madia Dukuh Bujangga Ban Terbakar Hanguskan Lahan Lereng Gunung Agung 3 Hektar

Amlapura (Bali Post) Pura Madia Dukuh Bujangga yang ada di kawasan Gunung Agung ikut terbakar, Sabtu (5/10). Bangunan yang terbakar adalah Meru Tumpang 11, Meru Tumpeng 7, Meru Tumpang 3, Bale Pasamuhan, Padmasana, Gedong dan Prasasti. Kebakaran itu dipicu kian meluasnya kebakaran di lereng Gunung Agung, terutama di wilayah Dusun Pucang, Desa Ban, Kubu, Karangasem. Kebakaran terus meluas, bahkan kini tidak bisa dicegah sudah mencapai luas tiga hektar. Kepala BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, lahan hutan yang terbakar ada di kompleks hutan Gunung AbangAgung (RTK-8). Di lokasi itu kebakaran masih berada di zona merah kawasan rawan bencana (KRB 3). ‘’Luas lahan yang terbakar mencapai tiga hektar. Tanaman yang terbakar berupa tegakan cemara, seeming, nangi, semak belukar dan bambu. Kebakaran akibat gesekan pohon,’’ ucapnya. Arimbawa menambahkan, kebakaran tidak hanya membakar lahan hutan saja,

tetapi juga membakar Pura Madia Dukuh Bujangga yang berada di dekat hutan. Api membakar pura akibat tiupan angin kencang, sehingga kebakaran cepat meluas. ‘’Yang terbakar di pura adalah Meru Tumpang 11, Meru Tumpang 7, Meru Tumpang 3, Bale Pasamuhan, Padmasana, Gedong dan Prasasti,’’ katanya. Dia menjelaskan, saat ini memang masih terlihat adanya titik api. Guna mengantisipasi kebakaran semakin meluas, tim gabungan BPBD, TNI, petugas kepolisan, damkar dan warga setempat mem-

buat sekat dengan melakukan pembersihan ranting-ranting di lokasi. Warga setempat, Sumerta, mengatakan kebakaran itu terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Kebakaran itu disebabkan angin bertiup kencang sehingga api cepat meluas ke Pura Madia Dukuh Bujangga. Tidak bisa dihindarkan, api membakar semua palinggih yang ada di pura tersebut. ‘’Warga berusaha keras memadamkan api yang mudah terjangkau menggunakan alat seadanya,’’ katanya. (kmb41)

TERBAKAR - Semua palinggih di Pura Madia Dukuh Bujangga terbakar.

Bali Post/kmb41

17 Kios Diajak Kerja Sama Salurkan Kartu Tani Pupuk Bersubsidi DINAS Pertanian Karangasem akan segera menyalurkan kartu tani untuk puluhan ribu petani di Bumi Lahar itu. Pupuk bersubsidi akan disalurkan kepada petani yang menerima kartu tani tersebut. Agar penyaluran pupuk bersubsidi berlangsung merata dan cepat, maka tercatat ada 17 kios nantinya akan diajak bekerja sama. Lalu bagaimanakah bentuk kerja sama dengan kios-kios itu? Bali Post/kmb41

NGATURANG AYAH - Krama Dadia Basukian saat ngaturang ngayah membuat penjor.

Dadia Basukian Gelar ’’Ngenteg Linggih’’

Puncak Karya Purnama Kapat, Melasti ke Watu Klotok

Amlapura (Bali Post) Pura Dadia Basukian Pratisentana Bendesa Manik Mas Besakih akan melaksanakan upacara Ngenteg Linggih lan Nubung Padagingan. Puncak karyanya dilangsungkan bertepatan dengan Purnama Sasih Kapat, Minggu (13/10) mendatang. Sedangkan prosesi melasti ke Segara Watu Klotok, Klungkung pada 11 Oktober. Saat ini krama dadia disibukkan berbagai persiapan menjelang puncak karya. Sekretaris Karya Pura Dadia Basukian Mangku Nyoman Sumerta, Minggu (7/10) kemarin mengatakan, berbagai persiapan telah dilakukan krama dadia selama ini. Seperti membuat wewarungan, masang ider-ider di semua palinggih sudah hampir selesai. ‘’Sekarang ini krama ngayah membuat penjor,’’ ucapnya disetujui Bendahara Mangku Ketut Pageh. Karya, kata Sumerta,

diawali upacara yasakerti Sabtu (28/9) lalu. Kemudian dilanjutkan maturpiuning, nunas tirta pamuket, negtegang, ngingsah, mengalang sasih nancep sunari lan sanggar tawang Rabu (2/10), mendak Ida Batara Tirta pada Senin (7/10), nurun pralingga Ida Batara Kawitan ring Padarman, Paibon lan Pajenengan pada Selasa (8/10), mapepada lan membem upakara tawur lan mdlaspas pada Rabu (9/10), tawur/pacaruan, melaspas mapedagingan lan uleman upesaksi desa adat lan panglingsir pada Kamis (10/10), melasti ke Segara Watu Klotok Jumat (11/10), dan nyuwung lan mapepada puncak lan memben upacara puncak pada Jumat (12/10). ‘’Puncak karya digelar saat purnama kapat, Minggu (13/10). Bertepatan puncak karya juga upacara ngayab peselang, pengayungan, pedanan, ngingkup, ngenteg ling-

gih lan piodalan. Upacara puncak di-puput tiga sulinggih, yakni Ida Pandita dari Geria Pengending, Ida Pandita dari Geria Calo dan Ida Pandita dari Geria Macang,’’ katanya sembari menambahkan, pada Senin (14/10) ngaturang panganyar, Selasa (15/10) panganyar, nyenuk dan ngebekin, Rabu (17/10) panganyar, ngeremek, nangun ayu lan makebat daun, dan Kamis (17/10) panganyar, nuwek bagia pulakerti, panyineban lan tetingkep. Terkait sarana upakara, Sumerta menegaskan, upakara-nya membeli di tukang banten. Alasannya, agar krama dadia tidak terlalu berat ngaturang ayahayahan. Sebab, banten-nya cukup besar. ‘’Dengan membeli sarana upakara, krama hanya ngayah persiapan sarana-prasarana karya saja. Seperti membuat sarana tawur, sanggar tawang dan yang lainnya,’’ tegas Sumerta. (kmb41)

KABID Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Karangasem Made Mawa, Minggu (6/10) kemarin mengungkapkan, pemberian kartu tani ini akan dilakukan minggu ketiga Oktober. Kartu tani yang diberikan

nanti bentuknya seperti kartu ATM. ‘’Kartu tani itu akan diaktivasi saat dibagikan. Cara mengaktifkan kartunya sama seperti ATM. Salah satunya harus ada tanda tangan dari penerima,’’ ujar Made Mawa. Selain itu, kata Mawa, membuat pin karena fungsi kartu juga bisa digunakan me-

Made Mawa

Bali Post/kmb41

narik uang. Pemberian kartu tani, tambah Made Mawa, sangat membantu petani Karangasem. Sebab, manfaat kartu tani di antaranya bisa digunakan untuk menyimpan uang, mencari jaminan KUR. Jadi hal itu mempermudah petani sendiri ketika melakukan kredit di perbankan. ‘’Kartu ini juga untuk mempermudah petani mengambil atau membeli pupuk,’’ katanya. Ada sedikit kendala penerima kartu tani ini, khususnya petani yang usianya di atas 50 tahun. Pasalnya, kartu tani ini berisi pin, sehingga yang bersangkutan harus mengerti. Namun bisa disiasati, mereka pasti punya anak, keluarga, serta pengurus subak yang bisa membantu. Ke depan kartu tani itu

rencananya dirancang menjadi kartu serba guna. Tidak hanya mencari pupuk, tetapi bisa juga mencari benih, asuransi, pinjaman dan keperluan lainnya. ‘’Bila hendak mengambil pupuk bersubsidi petani tinggal membawa kartu ini ke agen resmi yang diajak berkerja sama, yakni sebanyak 17 kios. Penentuan agen ini sudah berdasarkan rayon. Di mana kios-kios itu jaraknya dekat dengan subak dari petani yang menerima bantuan. Upaya itu dilakukan agar petani nantinya tidak jauh mencari pupuk,’’ pungkasnya. Dikatakan, pemberian saldo kepada calon penerima disesuaikan dengan luas lahan yang digarap. Bantuan yang diberikan dibatasi, yakni setahun hanya boleh tiga kali tanam. (nan)


Senin Kliwon, 7 Oktober 2019

Buka Nusa Penida Festival V

Gubernur Koster Dukung Pembangunan Strategis Nusa Penida Nusa Penida Festival (NPF) V tahun 2019 resmi dibuka Gubernur Bali Wayan Koster, Minggu (6/10) kemarin. Pembukaan ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Gubernur didampingi Ny. Putri Suastini Koster, Perwakilan Kementerian Pariwisata Prof. Pitana, Bupati Suwirta, Ny. Ayu Suwirta, Wabup Made Kasta, Ny. Sri Kasta, Sekda Provinsi Bali dan Sekda Klungkung Gede Putu Winastra. Acara diawali dengan prosesi upacara pakelem yang di-puput Ida Pedanda Gede Jelantik. Upacara juga diiringi tari Rejang Renteng yang ditarikan oleh 1.000 penari yang merupakan ibuibu PKK. Upacara pakelem adalah prosesi menghaturkan sesajen ke laut yang bertujuan untuk persembahan kepada Batara Baruna yang berstana di laut serta

memohon amerta terutama kesuksesan pelaksanaan NPF V tahun 2019. Bupati Suwirta dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Bali, baru pertama kali perhelatan Nusa Penida Festival dihadiri oleh Gubernur Bali, Wakil Gubernur bersama seluruh jajaran OPD Pemprov Bali. Ia juga mengakui berkat Gubernur Koster, konsep pelabuhan segitiga emas bisa diakomodir pemerintah pusat. Dengan terwujudnya pelabuhan ini, diyakini potensi Nusa Penida akan semakin meningkatkan PAD Klungkung dan mendukung pariwisata di Bali. Menteri Pariwisata yang diwakili Prof. Pitana dalam pidatonya mengatakan sangat mengapresiasi pelaksanaan festival yang bisa dilaksanakan secara berturutturut. Dengan pelaksanaan

festival yang konsisten akan semakin memperkuat eksistensi pariwisata yang akan berimbas kepada kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengaku sejak dilantik menjadi Gubernur, baru Nusa Penida yang dihadiri lengkap seluruh jajaran Pemprov Bali. Hal ini sebagai wujud dukungan pembangunan di Bali, Klungkung dan Nusa Penida pada khususnya. Menurutnya, Nusa Penida dengan Pura Dalem Ped merupakan pusat spiritual yang kuat. Jika potensi Nusa Penida dikelola dengan baik maka akan semakin menguatkan Nusa Penida menjadi magnet wisatawan. Gubernur asal Buleleng ini mengatakan, konsep pelabuhan segitiga emas menjadi kebutuhan mendesak sehingga hal ini menjadi prioritas agar

bisa masuk anggaran tahun 2020. Jika ini sudah selesai, maka semua akan dapat mendukung pusat pertumbuhan ekonomi yang baru. Sementara untuk pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di eks galian C Gunaksa, akan dilakukan normalisasi sungai lebih dulu dengan anggaran dari pusat sebesar Rp 50 miliar. Kepada seluruh masyarakat Klungkung dan Pemkab, Gubernur Koster mendorong supaya dibuatkan masterplan pembangunan strategis Nusa Penida. Sehingga pembangunannya semakin tertata dan nyaman bagi pamedek dan wisatawan. “Carikan konsultan yang bagus dan saya akan bantu anggarannya. Saya yakin Nusa Penida adalah masa depan Bali. Sehingga harus dijaga dengan baik kebersihan serta kenyamanannya,” tegas Gubernur Koster. (ad193)

PUKUL KENTONGAN - Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran dan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat memukul kentongan tanda Nusa Penida Festival dibuka secara resmi, Minggu (6/10) kemarin.

Tangani Penunggak Pajak, Samsat Turun ke Banjar Semarapura (Bali Post) -

Bali Post/gik

REJANG RENTENG-Nusa Penida Festival (NPF) dibuka, Minggu (6/10) kemarin. NPF ke-V di Pesisir Pantai Banjar Nyuh Desa Ped ini dibuka dengan penampilan spektakuler 1.000 penari rejang renteng. Tari ini dipentaskan secara massal hingga memenuhi garis pantai setempat. Pementasan Tari Rejang Renteng, sebagai bagian dari upacara pakelem yang dilakukan di pantai setempat, agar pelaksanaan NPF tahun ini berjalan lancar dan bermanfaat.

Warga Gencarkan Transplantasi Terumbu Karang Semarapura (Bali Post) Agenda Nusa Penida Festival tidak hanya menjadi wadah promosi pariwisata, juga sebagai momentum untuk mengedukasi masyarakat tentang kelestarian ekosistem laut, dari ancaman sampah maupun kelestarian terumbu karang di dalamnya. Khusus menjaga kelestarian terumbu karang, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan pegiat

lingkungan maupun masyarakat setempat. Salah satunya dengan melakukan transplantasi. Hari pertama berlangsungnya Nusa Penida Festival (NPF) V diawali dengan aksi bersih-bersih pantai setempat dan transplantasi terumbu karang di pesisir areal Pelabuhan Banjar Nyuh, Desa Ped, Nusa Penida. Agenda penting peduli lingkungan

Bali Post/gik

TERUMBU KARANG - Bupati Suwirta saat memimpin proses salah satu transplantasi terumbu karang.

ini diikuti ratusan orang dari OPD, TNI Polri, siswa, komunitas peduli lingkungan serta seluruh elemen masyarakat, Sabtu (5/10). Kesempatan ini pun tidak disia-siakan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta yang memimpin langsung proses transplantasi terumbu karang ini untuk kian menyadarkan masyarakat agar mencintai dan melestarian biota laut, seperti terumbu karang. Menurut Suwirta, transplantasi ini pada dasarnya bertujuan untuk pelestarian ekosistem terumbu karang yang ada di lautan Nusa Penida. Lakukan-langkah pemeliharaan terhadap terumbu karang cukup penting, karena satu-satunya kekayaan alam laut di Nusa Penida yang menjadi daya tarik wisata. Jadi, kalau terumbu karang kian hancur, maka tidak ada yang dibanggakan di Nusa Penida. “Kami harus mampu memberikan edukasi bagi seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan. Terutama, kebersihan di pesisir. Sehingga tidak ada sampah yang mengotori pantai. Ini tentu akan berimbas pada kelestarian biota laut kita, seperti terumbu karang,” katanya. Menurutnya, kesadaran

masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih minim. Terutama yang berlokasi di sepanjang pesisir Pelabuhan Banjar Nyuh. Dengan momentum ini, Bupati Suwirta ingin masyarakat sadar, jangan sampai aktivitas masyarakat yang semakin acuh membuang sampah sembarangan, dapat merugikan banyak pihak. Termasuk masa depan pariwisata di Nusa Penida. Banyak sampah yang ditemukan di sepanjang pantai. Selain sampah plastik yang menjadi sorotan, Bupati Suwirta juga memberikan perhatian khusus pada sampah puntung rokok. Ia menyoroti itu, karena sejak awal gencar mengkampanyekan Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Sehingga, pihaknya juga sekaligus meminta masyarakat mulai memahami isi perda tersebut, agar sejalan dengan program pemerintah meningkatkan kesehatan dengan menekan penggunaan rokok. Bupati Suwirta pun mengimbau kepada semua pemilik warung, vila maupun kafe untuk menyediakan tempat sampah dan menyediakan smoking area. Perda KTR menurutnya harus menjadi acuan bersama. (kmb31)

Menyikapi banyaknya penunggak pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor, membuat pihak terkait melakukan berbagai upaya. Mereka tak lagi menunggu wajib pajak di Kantor Samsat, melainkan langsung jemput bola ke desa-desa hingga ke banjar. Upaya ini dilakukan UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Provinsi Bali-Kantor Bersama Samsat Klungkung, Sabtu (5/10) lalu, dengan menyasar warga banjar di Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan. Dengan cara ini, Samsat Klungkung ingin menuntaskan tunggakan pajak, sekaligus ingin mengetahui lebih jauh, apa sesungguhnya alasan wajib pajak tidak menunaikan kewajibannya. Kanit Regiden Polres Klungkung Iptu I Wayan Sukarya mengatakan, kegiatan turun langsung menyasar wajib pajak ini, masuk dalam program Tedun Banjar. Dinamakan Tedun Banjar, karena memang dalam pelaksanaannya, program berupa pelayanan dan sosialisasi mengenai pajak kendaraan bermotor ini dijadwalkan menyesuaikan dengan jam pasangkepan krama banjar. Sebelum melangkah pada tahapan program, petugas UPTD dan sejumlah personel Sat Lantas Polres Klungkung terjun ke sejumlah banjar di Desa Nyalian. Mereka mendatangi satu per satu rumah warga bersama klian banjar terkait untuk mensosialisasikan program ini, sekaligus menginformasikan data potensi tunggakan pajak kendaraan bermotor (PKB) kepada warga di masing-masing banjar di Desa Nyalian. “Respons warga di setiap banjar cukup baik. Mereka pun tak sungkan menyampaikan alasan maupun kendala lainnya, yang mengharuskan mereka belum memenuhi kewajiban sebagai wajib pajak,” kata Sukarya. Sejumlah kendala yang menyebabkan banyak warga masih menunggak bayar pajak terungkap dalam kegiatan ini. Misalnya, karena tidak punya uang, banyak juga

karena lupa dengan tanggal berakhirnya STNK, malas untuk mengurus pembayaran dikarenakan harus mengantre lama di kantor samsat serta kehabisan waktu untuk datang ke kantor samsat dikarenakan kesibukan pekerjaan dan upacara adat. Kepala UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Provinsi Bali-Kantor Bersama Samsat Klungkung I Ketut Yasa Suarsana mengatakan, selain mendekatkan pelayanan samsat kepada masyarakat, ini juga sebagai wadah penyelesaian tunggakan PKB di masing-masing banjar. Proses ini diawali dengan mapping data/pemetaan tunggakan PKB per banjar, kemudian setelah update data dengan sistem, maka datanya langsung disampaikan ke

masing-masing klian banjar agar langsung disampaikan kepada warganya melalui sangkepan banjar. “Setelah melakukan validasi data di setiap banjar, dan potensi tunggakan, maka kami mengadakan Tedun Banjar, untuk menyelesaikan tunggakan tersebut. Dalam agenda Tedun Banjar, Sabtu (5/10) lalu, hasil pembayaran PKB sebanyak 122 unit kendaraan bermotor baik roda 4 maupun roda 2,” kata Yasa Suarsana. Ini menandakan partisipasi masyarakat cukup tinggi. Sehingga, agenda Tedun Banjar ini akan terus berlansung di desa lainnya, bersama instansi lainnya termasuk dengan pihak kepolisian, dengan program SIM kelilingnya. (kmb31)

Bali Post/gik

Bayar pajak - Masyarakat saat membayar pajak kendaraan bermotor dalam agenda Tedun Banjar di Desa Nyalian.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Senin Kliwon, 7 Oktober 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr Bebrapa Admin Pglmn ±2th single/bs komp H.087861361079 B.BP.164.10.19.0000123

!!Dcr 3Karyawati,3Sopir SIM B1 Mekar Abadi Bangunan, Jl.By Pass 777 Jimbaran (Dekat SPBU) B.BP.004.10.19.0000163

BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.10.19.0000169

Butuh segera Sopir brpengalmn SIM A&C Hub:Ayu Orchid(484526) B.BP.001.10.19.0000161

Carnival Cruises urgent need 500 culinary :galley stwd,ass cook, CDP, souschef, sushi cook,pastry,bakery,requirement: good English,min 21 yr old, exp 4/5 star htl, pls bring CV’s By Pass Sanur 88, Cruise Career Center.Ph 0361-4491251, 081237723021

B.BP.803.10.19.0000098

Dibutuhkan 3 Guru Paud (PG&TK) Syarat: S1 Sastra Inggris/PGTK, Bisa Bhs Inggris.Wanita&Senang Anak.Denpasar Children centre Tlp.0361-725725

B.BP.001.10.19.0000039

Dcr Supervisor Lapangan STM/Poltek bangunan Hub.081916759099 Email:hakersenbali@yahoo.co.id

B.BP.001.10.19.0000095

Cr Admin Wanita Pnglmn MinSLTA Jl.Sentanu 20.Hub:087863178771 B.BP.001.10.19.0000046

Dcr Sgr 2 Staff Tk Packing + Sopir u/ Cargo. Lam Jl.Pulau Moyo No.100X Pedungan Dps Hub:0361-725162, 0811388884

B.BP.004.10.19.0000018

Dibutuhkan : Pajak utk proyek berpengalaman, bisa E Pajak PPN/PPH, pernah restitusi PPN, ditempatkan di Buleleng. Umur max 45 tahun. CV di WA nomer 081236853232 B.BP.004.10.19.0000162

Dibutuhkan Sgr Sales/Marketing Mengusai Instagram,Facebook,bs Komputer Bekerja dalam Team Hub.082237493088/082266312401

Cr Sopir Srbt bs matik,SIM A,C Hub.085238127777

Travel Bth Staff Accounting & Reservation Hub:08123803997

Dibutuhkan Spa Therapist Male/ Female usia max 35th berpglmn/ tdk pglmn jujur,rajin, bertanggungjawab bisa kerja team,Gaji UMK+BonusHub08113887714.CV+ Lam Email:spabali758@gmail.com

Welder Las Pipa,Admin Finance, Sales Marketing : 085103167222

B.BP.004.10.19.0000180

B.BP.001.09.19.0000818

Dicari Bag.Account Officer(AO) Teller,Marketing.Kirim lamaran ke email:udarybank@yahoo.co.id /lngsung ke Jl.Prof.I.B Mantra No.77 X Sukawati, Gianyar B.BP.001.10.19.0000121

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

B.BP.001.10.19.0000157

SERVICE

BIRO JASA

SERVICE

DIJUAL RUMAH BIRO JASA

FOTO COPY BENGKEL LAS Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

B.BP.004.10.19.0000051

B.BP.001.10.19.0000134

DIJUAL MOBIL TOYOTA

Jual Alphard 2010 bil up+Mercy C240 sport 2005 H.085238127777 B.BP.004.10.19.0000181

PROPERTY DISEWAKAN RUMAH

Dikontrakan Rumah 3KT,1KM,Grs Imam Bonjol Residence 10 Dps Hub:081338578088/0361-465439 B.BP.001.10.19.0000114

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DISEWAKAN RUMAH

Dikont Rmh 2KT,1KPRT,2KM, Garase,Jl.P.Misol Gg VII/2E Dps. Hp.08123983939-081916023667

B.BP.001.10.19.0000182

BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.09.19.0000334

PROPERTY DIJUAL TANAH

Sawah diDps 125jt/A(Total 10A) jog trek Peguyangan08123816666

B.BP.004.10.19.0000179

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

B.BP.001.09.19.0000966

KEHILANGAN Hlg BPKB DK 2046 GAD No I09144050-O An.Ni Made Sutini

B.BP.004.10.19.0000138

PENGUMUMAN Diberitahukan kepada Khalayak Ramai Bahwa per Tgl .2/9/2019 Perseroan Terbatas PT.Suna Sri Wedari yg berkedudukan di Kab. Gianyar Telah dibubarkan,Demikian Berdasarkan Akta Tertgl. 2/9/19 No.1 dibuat oleh I Gusti Kardinal Made Mas Wibawa SH, Mkn.Notaris di kota Denpasar B.BP.001.10.19.0000156


Senin Kliwon, 7 Oktober 2019

Lahan Bambu Terbakar

Bangli (Bali Post) Kebakaran melanda lahan tegalan milik warga di Banjar Besenge, Desa Pengotan, Bangli, Minggu (6/10) kemarin. Peristiwa itu mengakibatkan lahan seluas kurang lebih tiga are yang ditumbuhi pohon bambu ludes. Satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke TKP untuk membantu pemadaman api. Informasi yang dihimpu menyebutkan, lahan yang terbakar milik Ketut Ngasah, warga setempat. Kejadian itu pertamakali diketahui korban sekitar pukul 16.00 Wita. Awalnya korban mendengar suara seperti suara petasan. Selanjutnya setelah dilakukan pengecekan, didapati kumpulan asap tepat berada di belakang rumahnya. Rupanya sumber api muncul pada pohon bambu kering

milik korban. Kebakaran terjadi persis di lereng tegalannya yang berada di pinggir jurang. Khawatir kebakaran meluas, korban langsung menghubungi pihak Damkar Kabupaten Bangli. Beberapa saat kemudian, satu unit mobil damkar turun ke TKP membantu proses pemadaman api. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi saat dikonfirmasi sore kemarin membenarkan informasi kejadian itu. Kebakaran menghanguskan pohon bambu kering. Api sudah berhasil dipadamkan dan saat ini kejadian tersebut masih didalami polisi. “Di TKP terdapat banyak daun dan ranting bambu kering. Luas lahan yang terbakar kira-kira 3 are,” kata Sulhadi. (kmb40)

TARIAN - Sejumlah mahasiswa asing dari kampus pariwisata di Bali menampilkan tarian Bali di anjungan objek wisata Penelokan, Kintamani beberapa waktu lalu. Bali Post/kmb40

Tambah Daya Tarik Disparbud Diminta Masukkan Kegiatan Tradisi Pengelola Pariwisata Suguhkan Pertunjukan Seni di Penelokan di Kalender Pariwisata Bangli (Bali Post) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli didorong lebih kreatif dalam menggali potensi wisata yang ada di Bangli. Tidak saja alam, namun juga potensi wisata budaya yang dimiliki. Ketua DPRD Bangli Wayan Diar mengatakan, Kabupaten Bangli sangat kaya dengan potensi wisata budaya. Sebagian besar desadesa yang ada, punya tradisi dan budaya leluhur yang sampai sekarang masih dilestarikan. Tradisi tersebut menurutnya dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke Bangli. Diar mencontohkan seperti tradisi ngaturang bhakti pangeleb di Desa Adat Selulung. Tradisi dengan melepasliarkan sapi ini tidak ada di daerah lain dan hanya dapat dijumpai di wilayah Desa Adat Selulung. Dia berharap tradisi itu digali untuk menarik minat kunjungan wisatawan ke Bangli. Dengan adanya kunjungan wisatawan, tentu akan berimbas pada pendapatan asli daerah (PAD). Menurutnya agar tradisi itu bisa diketahui wisatawan dan travel agen, Disparbud perlu membuat semacam kalender pariwisata dan memasukkan tradisi itu di dalamnya. “Sehingga wisatawan tahu ada kegiatan apa saja yang menarik di Bangli,”

ujarnya. Dikonfirmasi terkait hal itu, Kabid Promosi Disparbud Kabupaten Bangli Wayan Merta mengataka, pihaknya sudah membuat kalender pariwisata sejak tahun 2018 lalu. Isinya, berbagai kegiatan yang menarik bagi wisatawan. Seperti upacara ngusaba di Pura-pura besar di Bangli, festival dan kegiatan tradisi yang ada di sejumlah desa adat di Kabupaten Bangli. “Seperti di Penglipuran, ada ngusaba bantal. Kita sudah masukkan di kalender pariwisata kita,” terangnya dikonfirmasi, Minggu (6/10) kemarin. Pembuatan kalender pariwisata itu, menurut Merta adalah salah satu bentuk strategi promosi Disparbud Bangli. Melalui kalender yang disebar ke travel agen dan pelaku pariwisata lainnya itu, wisatawan baik domestik atau mancanegara akan mengetahui event-event yang ada dan berbondongbondong datang ke Bangli. “Jadi pembuatan kalender pariwisata itu sangat penting untuk menginformasikankan kepada wisatawan, sehingga mereka tahu apa sih yang akan ada di Bangli. Misalnya, tahun 2020 nanti apa sih ada, dilihatlah di kalender itu. Dengan adanya kalender pariwisata otomatis travel agen akan membuat paket tournya ke Bangli,” kata Merta. (kmb40)

Bali Post/kmb40

NGANTEN BARENG - Tradisi nganten bareng di Desa Pengotan, Bangli. Pelaksanaan tradisi itu banyak didatangi wisatawan dan fotografer.

Bangli (Bali Post) Wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Penelokan, Kintamani selama ini hanya dapat menikmati keindahan pemandaangan alam Gunung dan Danau Batur. Ke depan wisatawan juga akan disuguhkan pertunjukan kesenian Bali. Terkait rencana itu, Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark (BUGG) saat ini sedang melakukan persiapan dengan mendata sanggar-sanggar seni di wilayah Kintamani untuk diajak bekerja sama. Ketua Badan Pengelola Pariwisata BUGG Wiwin Suyasa, Minggu (6/10) kemarin mengatakan, pihaknya kini sedang merancang untuk menggelar pertunjukan kesenian di anjungan objek wi-

sata Penelokan, Kintamani. Pertunjukan kesenian berupa tari-tari tradisional Bali rencananya akan ditampilkan bagi wisatawan setiap hari. Dikatakan Wiwin, biasanya kunjungan wisatawan ke Penelokan ramai mulai pukul 10.00 wita hingga sore sekitar pukul 17.00 wita. Karenanya, pihaknya merancang pertunjukan seni digelar di waktuwaktu tersebut. “Kami rencana menggelar petunjukan tiga kali sehari pada jam-jam kunjungan wisatawan. Misalnya, pada pukul 12.00, 14.00, dan terakhir pukul 15.00 atau pukul 16.00,” ungkapnya. Untuk menggelar pertunjukan kesenian tersebut, Wiwin mengatakan pihaknya sekarang sedang mendata sanggar-sanggar seni di

Kintamani. Untuk mengawalinya, pihaknya berencana akan menampilkan tari-tari tradisional Bali yang sudah ada. “Kalau ide-ide yang masuk banyak. Ada yang mengusulkan sendratari. Tapi sementara ini kami awali dengan tari lepas dulu, sesuai kesiapan rekan-rekan sanggar di wilayah Kintamani. Ke depannya kalau sudah siap kami akan tampilkan tari lainnya seperti tari geopark, dan tari kreasi lainnya yang menceritakan kisah Jaya Pangus dengan Kang Cing Wie atau lainnya,” terangnya. Pertunjukan kesenian ini digelar, kata Wiwin, sebagai daya tarik tambahan di objek wisata Penelokan. Dengan adanya pertunjukan kesenian itu, diharapkan kunjungan meningkat dan

Kalau ide-ide yang masuk banyak. Ada yang mengusulkan sendratari. Tapi sementara ini kami awali dengan tari lepas dulu, sesuai kesiapan rekan-rekan sanggar di wilayah Kintamani. Ke depannya kalau sudah siap kami akan tampilkan tari lainnya seperti tari geopark, dan tari kreasi lainnya. Wiwin Suyasa

membuat wisatawan betah berlama-lama berwisata di Kintamani. Berdasarkan data yang ada dimilikinya, kunjungan wisatawan ke Kintamani mencapai 2.500 orang hingga 3.000 per hari. Pihaknya merancang, ke depan pertunjukan seni yang diadakan di anjungan Penelokan itu juga dapat mendatangkan income tambahan

bagi pemerintah daerah serta masyarakat dengan adanya pemungutan tiket khusus masuk ke areal anjungan. “Kami rancang bisa terlaksana mulai minggu kedua bulan Desember saat musim liburan. Kami juga akan mohonkan agar mendapat izin dari Bupati memanfaatkan anjungan tersebut,” imbuhnya. (kmb40)

Dampak Kemarau

Tanaman Jeruk di Kintamani Layu Bangli (Bali Post) -

Kemarau yang melanda sejak beberapa bulan terakhir sangat dirasakan dampaknya oleh petani jeruk di Kintamani. Akibat kemarau, tanaman jeruk petani menjadi layu, mengering dan terancam mati. Kondisi tersebut membuat petani kian merana, di tengah harga buah jeruk yang tak kunjung membaik. Salah seorang petani di Desa Manikliyu, Ketut Sandia, menuturkan, musim kemarau mulai dirasakan terjadi sejak empat bulan lalu. Sebulan terakhir, kemarau dirasakan semakin parah. Dampak kemarau mengakibatkan tanaman jeruknya layu dan mengering. Bahkan saking keringnya, daun jeruk sampai berubah keriting. “Tumben seperti ini. Biasanya saat sasih katiga kemarin, pasti dapat saja turun hujan,” ungkapnya, Minggu (6/10) kemarin. Melihat kondisi tanamannya saat ini, dia mengaku hanya bisa pasrah. Dirinya kini hanya bisa melakukan penyemprotan dengan obatobatan, sambil menunggu hujan. Sandia memilih tak melakukan penyiraman terhadap tanaman jeruknya yang layu karena butuh air yang sangat banyak. Penyira-

man juga dinilainya tak akan memberi pengaruh signifikan terhadap kondisi tanamannya saat ini. Untuk mengatasi agar akar tanamannya tak kering akibat tersentuh panas terik secara langsung, ia membiarkan rumput gulma tumbuh di bawah tanaman jeruk. Menurut Sandia, jika dalam waktu lama hujan tak juga turun, dipastikan tanaman jeruknya lama kelamaan akan mati. Sebaliknya, jika hujan turun dalam waktu dekat, maka tanaman jeruknya yang sudah layu dan mengering akan bisa selamat. “Saya dan petani lainnya sekarang hanya bisa pasrah menunggu hujan,” terangnya. Sementara itu disinggung mengenai harga jeruk saat ini, Sandia mengatakan belum mengalami kenaikan. Per kilogramnya harga jeruk masih di kisaran Rp 4 ribu. Dengan kondisi tanaman yang

layu seperti sekarang, tentu sangat menambah kegalauan petani. Beberapa petani yang tanaman jeruknya layu dan masih berbuah, terpaksa menjual buahnya dengan harga murah. “Daripada tidak laku,” imbuhnya. Petani jeruk lainnya di Desa Lembean, Wayan Murdana, juga mengatakan bahwa kemarau saat ini membuat tanaman jeruk layu. Sebagaimana pengalamannya, diprediksi musim kemarau akan berlangsung hingga Oktober. Meski layu, Murdana mengaku tidak melakukan upaya penyiraman terhadap tanamannya. Dirinya lebih memilih pasrah. Kalau ada tanaman yang layu dan mati, akan diganti. “Ada beberapa yang coba siram yang kebetulan punya air. Tapi malah seperti direbus karena siang sangat panas sekali dengan tanah berpasir,” ujarnya. (kmb40)

Bali Post/kmb40

LAYU - Kondisi tanaman jeruk di Desa Manikliyu yang layu dan mengering dampak kemarau.


Senin Kliwon, 7 Oktober 2019

Masih Empat Balapan Tersisa

Marquez Pastikan Gelar Juara Dunia

Buriram –

Pembalap Repsol Honda Team, Marc Marquez, mengunci gelar juara dunia MotoGP 2019 di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Minggu (6/10) kemarin. Ini menjadi gelar juara dunia keenam Marquez di MotoGP, empat di antaranya diraih secara beruntun. Pada MotoGP Thailand, pembalap berusia 26 tahun itu finis di posisi terdepan. Marquez terlibat persaingan sengit dengan Fabio Quartararo dari awal balapan hingga tikungan terakhir. The Baby Alien akhirnya mampu menyelesaikan balapan dengan catatan waktu 39 menit 36.223 detik, unggul 0,171 detik dari pembalap Petronas Yamaha itu. Kemenangan di MotoGP

Thailand membuat Marquez mengoleksi 325 poin. Sedangkan pesaing terdekatnya, pembalap Ducati Andrea Dovizioso hanya finis di urutan keempat. Dovizioso yang berada di posisi kedua dalam klasemen mengoleksi 215 poin. Dengan hanya menyisakkan empat seri tersisa di depan (Jepang, Australia, Malaysia, Valencia), Marquez sudah tidak mungkin dikejar oleh Andrea

Kuliner dan Budaya

Dari Hal. 1 Air di hilir inilah hendaknya ditangkap oleh lembaga yang mengelola air seperti PDAM. Tidak hanya pariwisata dan air yang penting, kuliner juga memegang peranan penting dalam pariwisata. Dr. Ni Komang Nariani yang menekuni kuliner pariwisata mengatakan, kuliner lokal merupakan salah satu warisan budaya Bali yang harus kita pertahankan. Karena saat ini kuliner bukan saja hanya menjadi kebutuhan primer, tetapi sudah menjadi gaya hidup. Wisatawan yang datang ke Bali yang mencari pengalaman, sudah mulai mempelajari masakan Bali termasuk bahan–bahan yang digunakan. ‘’Bahkan wisatawan diajak ke

pasar untuk mengenal bahanbahan yang akan dimasak,’’ ungkapnya. Di Ubud sangat terkenal dengan cooking class. Menurut wisatawan, makanan Bali atau kuliner lokal kurang dipromosikan. Maka ke depan, Bali mesti memiliki branding, bahwa kuliner Bali itu adalah salah satu yang harus dipromosikan, dipertahankan dan dikembangkan, sehingga menjadi kuliner lokal yang berkelanjutan. Dr. Franciska Titing Koerniawaty, S.Pd., M.Pd., doktor pariwisata yang mengupas soal budaya, mengatakan budaya– budaya yang sudah dimiliki Bali sangat unik. Menurutnya, ini bisa menjadi model/percon-

doktor pariwisata di bawah Idola Parisuda (Ikatan Doktor Pariwisata Universitas Udayana) yang dapat berkontribusi terhadap kepariwisataan Bali. ‘’Di sini kita berkumpul untuk berkompilasi, membuat suatu rumusan kepada pemerintah,’’ ujarnya.

Dari Bali nanti kita buat rumusan secara nasional berdasarkan bidang ilmu doktor pariwisata yang ditekuni. Sehingga dalam membuat keputusan kebijakan Bali dan nasional dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. (kmb42)

Publik Percaya

Dari Hal. 1 Dari responden yang sama, LSI juga mendapat data sebanyak 70,9 persen publik percaya bahwa Undang-undang KPK hasil revisi merupakan tindakan pelemahan. Kemudian publik yang meyakini undang-undang tersebut merupakan bentuk dari penguatan hanya berjum-

tohan bagi wilayah Indonesia yang lain. ‘’Bali agar tetap dijaga. Pemerintah dan masyarakat bersinergi melaksanakan pemeliharaan budaya Bali, sehingga masyarakat akan merasakan secara ekonomi,’’ bebernya. Dr. Panudiana Kuhn yang meneliti tentang golf mengatakan, sejak Program Doktor Pariwisata dibuka tahun 2010, telah ada 37 doktor pariwisata yang dilahirkan Unud. Dengan tema disertasi yang berbeda–beda, ke-37 doktor ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah, baik sebagai narasumber maupun konsultan untuk kemajuan pariwisata Bali. (kmb42)

Berjalan Baik

Dari Hal. 1 Semua stakeholder harus bergandengan tangan agar pariwisata Bali berjalan baik. Sumbangan pemikiran dari alumni Doktor Pariwisata Universitas Udayana juga sangat penting dengan keahliannya masing-masing. Total ada 37

Dovizioso. Sebelum gelar juara dunia MotoGP 2019, Marquez sudah meraihnya pada tahun 2013, 2014, 2016, 2017, dan 2018. Dengan menjadi juara dunia MotoGP 2019, Marquez merusak rekor pembalap Monster Energy Yamaha Valentino Rossi. Pada tahun 2005, Rossi menjadi juara dunia dengan menyisakan empat balapan. Rossi merebut gelar juara

lah 18 persen saja, 11,1 persen lainnya menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. LSI juga mendata sebanyak 60,7 persen mendukung demonstrasi mahasiswa menentang UU KPK, sementara yang menolak hanya 5,9 persen. Lembaga Survei Indonesia mendapatkan indeks tersebut

dari kegiatan survei telepon nasional yang digelar pada 4-5 Oktober 2019 dengan jumlah responden sebanyak 17.425 orang. Tujuan dari survei yakni guna melihat sikap publik terhadap kontroversi UU KPK dan penilaian masyarakat terhadap aksi demonstrasi hang digelar mahasiswa. (ant)

Senin, 7 Oktober 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Pesraman Pemangku dan Serati (1) Seputar Bali Pagi Bali Channel Solusi Alternatif Marion Sam Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Homeshopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Pesraman Pemangku dan Serati (2) Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Klip Bali Yowana Live Membangun Jembatan Budaya Melalui Yoga Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping

16:30 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita

Folk Song DW TV Sansekerta Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Lipsus BPR Kanti Diabemed

21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Taksu Gusti Ngurah Serama Semadi, Seniman Pembuat Topeng Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Proaktif Bentraf Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV

dunia MotoGP 2005 dengan empat seri tersisa ketika musim berisikan 17 balapan. Sementara di MotoGP 2019 ada 19 seri balapan. Kini, Rossi harus berbagi tempat dengan Marquez. Pembalap asal Spanyol itu sudah melakukan hal yang pernah dibuat Rossi lebih dari satu dekade lalu. Namun, rekor juara dunia tercepat masih dipegang legenda asal Italia, Giacomo Agostini, yang merebut gelar juara dunia kelas primer Grand Prix musim 1969 hingga 1972 saat musim menyisakan lima seri balapan. (kmb33/afp)

JUARA - Pembalap Honda Marc Marquez merayakan gelar juara dunia MotoGP 2019 bersama para kru di Thailand, Minggu (6/10) kemarin.

Dari Hal. 1

Kerja Keras

‘’Seusai saya dilantik, saat diundang ke Istana bersama Pak Bupati (Nyoman Suwirta - red), saya langsung membawa beberapa proposal usulan proyek. Salah satunya terkait pembangunan dermaga segi tiga emas Sanur-Nusa Penida-Nusa Lembongan. Awalnya masuk perencanaan pun belum, tapi berkat kerja keras dan hubungan yang baik dengan pemerintah pusat. Akhirnya proposal ini disetujui. Dan dipastikan pembangunan ini sudah mulai dilaksanakan pada tahun 2020. Pagu anggaran sudah disiapkan walaupun belum maksimal, nanti kita akan kembali usulkan penambahan pada perubahan 2020,’’ imbuh Gubernur asal Sembiran, Buleleng ini. Kebutuhan akan infrastruktur penyeberangan darimenuju Nusa Penida dan Nusa Lembongan, menurut Gubernur Koster, mutlak

Balipost/afp

diperlukan jika melihat kondisi penyeberangan yang ada saat ini. ‘’Pembangunan ini untuk menunjang kepentingan masyarakat agar Nusa Penida mudah dijangkau utamanya saat pelaksanaan upacara di Pura Dalem Ped. Sehingga pamedek dari luar gampang tangkil, masyarakat asli lebih gampang mobilisasi kalau mau keluar dan pulang dan yang terpenting layanan pariwisata,’’ kata Gubernur Koster seraya mengajak seluruh lapisan masyarakat, kementerian, jajaran Pemprov Bali, Pemkab Klungkung, investor dan masyarakat lokal untuk ikut aktif bersama-sama memajukan Nusa Penida dengan menjaga segala potensi yang dimiliki. Di sisi lain, Tenaga Ahli Bidang Pariwisata Kemenpar Prof. Gde Pitana menyampaikan Nusa Penida merupakan growing destination yang sangat pesat pertum-

buhannya dan sudah terkenal di kalangan pariwisata sebagai The Blue Paradise. Untuk itu, lanjutnya, patut didukung pengembangannya, namun harus tetap hati-hati, dan menggunakan perencanaan yang matang terhadap pengembangan wisata Nusa Penida. Sementara itu, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menyampaikan apresiasi dan mengakui komitmen sebagai upaya nyata Gubernur Koster terkait sejumlah pembangunan infrastruktur di Nusa Penida. ‘’Semua ini tidak lepas dari usaha tangan dingin Pak Gubernur, maka cita-cita Klungkung memiliki dermaga yang memadai di Nusa Penida-Lembongan akan segera tercapai. Semoga dengan pembangunan ini akan semakin memajukan wisata di daerah ini,’’ ungkapnya. Sebelum pembukaan festi-

val dimulai, Pemkab Klungkung menggelar upacara Wisudha Gumi dan Ngrarung Pakelem yang diiringi tarian Rejang Renteng massal oleh sekitar seribu penari, yang tujuannya untuk memohon keselamatan serta membersihkan alam beserta isinya. Selain itu, dilaksanakan juga kegiatan pelepasan tukik yang dipimpin oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster. ‘’Jadi tarian Rejang Renteng yang merupakan tarian sakral yang harus kita jaga, lestarikan dan sucikan merupakan rangkaian dari upacara Wisudha Gumi yang digelar Pemkab Klungkung, bukan sebagai pembuka gelaran Festival Nusa Penida ini,’’ tegas Gubernur Koster seusai pembukaan acara yang dihadiri pula sejumlah undangan lain dari kementerian terkait, jajaran pemkab/pemkot se-Bali. (kmb)


TOP IN VASI

KULINER WONDERFUL BALI

KESEHATAN

BUDAYA

Senin KLIWON, 7 OKTOber 2019

Singaraja Hotel

PENDIDIKAN

TOP Akomodasi IN VASI

Wisata Berkelas di Jantung Kota Singaraja WONDERFUL BALI

SALAH satu hotel beroperasi di jantung kota Singaraja adalah Singaraja Hotel. Hotel satu ini dibangun di lokasi strategis yaitu Jalan Surapati No. 12-14 Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng. Hotel ini berdampingan dengan objek wisata eks Pelabuhan Buleleng. Singaraja Hotel merupakan budget city hotel dibuka tanggal 14 November 2014 dengan menggandeng Tauzia Management melalui brand POP Hotel sebagai hotel operator. Setelah berjalan beberapa tahun, terjadi pergantian nama menjadi Hardys Hotel Singaraja. Saat ini melakukan perubahan nama (rebranding) dengan Singaraja Hotel. Sejalan dengan perubahan manajemen itu, Singaraja Hotel mengusung konsep hotel modern untuk para traveller, perjalanan kunjungan pemerintahan, hingga cocok utuk para pelaku bisnis. Hotel Manager Singaraja Hotel Putu Danu Sartika Yasa mengatakan, Singaraja Hotel memiliki 145 kamar berdesain modern dengan tipe king bed room dan twin bed room. Setiap kamar dilengkapi dengan showerpod sebagai icon unik city hotel. Singaraja Hotel dengan standar pelayanan hotel bintang

BUDAYA

2 ini memiliki fasilitas lengkap free wifi, international channel TV, safe deposite box, private AC, hot dan amp, cold water, rooftop resto/room service, meeting room, salon dan amp, spa, kano, sepeda, transport service, 24 jam reception, 24 jam security, swimming pool dengan beach access di depan hotel. Menurut Danu, berada di lokasi strategis yaitu tepat di pinggir pantai eks Pelabuhan Buleleng, hotel ini sangat dekat dengan pusat kota Singaraja juga beberapa objek wisata terkenal di Bali Utara. Dia mencontohkan, ke arah selatan hanya berjarak 9,5 kilometer menuju Sambangan Secret Garden dan sekitar 15 km menuju Water Spring Air Sanih, dan tidak ketinggalan objek wisata sejarah di kota Singaraja juga menambah daya tarik untuk menambah pengalaman indah berkunjung ke Singaraja Hotel. ‘’Dengan keunggulan itu, Singaraja Hotel pilihan yang tepat bagi traveller, pelaku bisnis ataupun mereka yang sedang melakukan perjalanan dinas pemerintahan,’’ katanya. Danu menambahkan, yang tidak kalah menarik adalah Dolphin Tour Package. Di mana pengunjung hotel bisa melihat atraksi lumba-lumba di laut bebas. Tidak perlu pergi jauh-jauh untuk melihat atraksi lumba-lumba yang sangat disukai para keluarga yang sedang berlibur, pemandu dolphin akan menjemput pengunjung

PENDIDIKAN

SENIMAN

hotel di lobi Singaraja Hotel pukul 06.00 Wita dan mengantarkan langsung dari pantai eks Pelabuhan Buleleng menuju laut lepas Bali Utara. Dengan harga kamar mulai dari Rp 288.000 per malam, Singaraja Hotel juga memberikan promo champaign rate di periode hari-hari besar nasional dan serangk a i a n kegiatan event di Singaraja. Singaraja Hotel ini juga menyediakan honeymoon package dan birthday set-up dengan harga yang terjangkau bagi yang ingin merayakan hari spesialnya di hotel. ‘’Dengan balutan hiasan bunga di kamar dan pemandangan laut lepas akan membuat hari spesial lebih bermakna,’’ jelasnya. (mud)

SENIMAN NAMA Langlang Buana sudah tidak asing lagi di industri musik Bali. Pria ini mengawali kariernya di tahun 90-an hingga merilis album pertama bertajuk ‘’Tresna Asibak’’ pada tahun 2001. H i n g g a saat ini, ia sudah mengeluarkan 10 album pop Bali yang membesarkan namanya. Tidak hanya itu, pria yang berprofesi sebagai penyiar ini juga pernah merilis single nasional ‘’Jodoh Takkan Lari’’ berduet dengan sahabatnya, Nicky Tirta, dan single bergenre dangdut ‘’Piknik Dong Sayang’’. Pada tahun 2019 ini, Langlang Buana kembali merilis single teranyarnya bulan Agustus lalu. Single berjudul ‘’Kangen’’ ini melibatkan Gus Rama, Angga

Saputra, Eman Prayodi selaku arranger dan selebgram Yuni Geboey, Adi Saputra dan Kadek Sumo sebagai video klip yang digarap Kadek Dwi Murjiana. Tidak hanya single ‘’Kangen’’, pada bulan yang sama Langlang Buana juga merilis single ‘’Cinta Kamu’’. Single yang berada di bawah label LLB Talent ini mengusung konsep akustik yang sedang hits di kalangan anak muda milenial. Apalagi, single ini bertemakan tentang percintaan, tentu sangat pas bagi remaja milenial yang sedang jatuh cinta kepada seseorang yang dikaguminya. Single ini diciptakan langsung oleh Langlang Buana dengan mengajak kembali Gus Rama dan Eman Prayogi sebagai arranger. ‘’Dengan bermain di jalur akustik, nada lagu yang simpel tentunya akan mudah di-cover oleh anakanak muda, apalagi saat ini kebanyakan anak muda bermain media sosial, sehingga mudah mereka mengunggah hasil cover-an mereka,’’ ujar Langlang Buana, Minggu (6/10) kemarin. (win)

Festival Seni Bali Jani Sajikan Lomba Baca Puisi

KULINER KESEHATAN

MODERN – Singaraja Hotel di Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Buleleng hadir sebagai akomodasi wisata modern di jantung kota Singaraja.

Menyehatkan, Mi Berbahan Singkong TOP Badung, masyarakat mengu- gluten, keunggulan tepung singkong radikal bebas. Dengan memakai IN VASI rah rangi konsumsi gluten untuk alasan adalah mengandung antioksidan tepung singkong sebagai bahan BETUL-BETUL kreatif memanfaatkan bahan baku mi. Jika selama ini mi yang beredar di masyarakat berbahan dasar tepung terigu, belakangan ada yang mencoba menggunakan tepung singkong. Untuk mengenalkan mi berbahan baku tepung singkong atau mocaf, BPTP Balitbangtan Bali melalui kegiatan bioindustri melaksanakan bimtek peningkatan kualitas produk olahan mi berbahan baku tepung singkong. Peneliti BPTP-Balitbangtan Bali A.A. Ngurah Badung belum lama ini menuturkan, tepung singkong atau tepung mocaf berdasarkan penelitian jauh lebih sehat dikonsumsi ketimbang tepung terigu. Tepung singkong memiliki kadar karbohidrat 85-87% tetapi tidak mengandung gluten. Zat gluten sendiri lebih banyak terdapat pada tepung terigu yang berfungsi dalam menentukan kekenyalan makanan dan kekuatan tepung untuk mengembang. Akhir-akhir ini, menurut Ngu-

kesehatan. Selain tidak mengandu n g

WONDERFUL BALI

BUDAYA

PENDIDIKAN

SENIMAN

yang tinggi yakni sebesar 17,26% yang dapat melindungi sel-sel terhadap efek

baku olahan makanan akan dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan mengurangi ketergantungan produk tepung terigu yang pada umumnya diperoleh dari impor. Ngurah Badung melanjutkan, kegiatan bimtek telah digelar di KWT Sekar Sari Desa Bukti, Buleleng. Anggota KWT diajarkan teknologi fortifikasi mi berbahan baku tepung singkong dengan penambahan ekstrak daun kelor. Daun kelor sendiri terkenal dengan sebutan miracle tree yang memiliki kandungan gizi tinggi terutama protein dan vitamin C dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Melalui praktik langsung para anggota KWT ini, menghasilkan inovasi mi tepung singkong yang mengandung ekstrak daun kelor. Mi yang dibuat meliliki tekstur lembut dengan warna yang khas dan menarik yakni berwarna hijau. Melalui inovasi dalam bimtek ini diharapkan akan menambah varian produk turunan tepung singkong, terutama produk mi kering. Diharapkan pula produk ini ke depannya akan memiliki daya tarik tersendiri sehingga akan bisa diterima oleh pasar. (san)

FESTIVAL Seni Bali Jani yang bakal digelar mulai 26 Oktober – 8 November 2019 mendatang akan disajikan berbeda. Ajang seni inovatif ini tidak hanya menyajikan seni pertunjukan, namun akan diwarnai dengan pawimba (lomba) baca puisi. Lomba baca puisi ini merupakan wadah untuk mengekspresikan teks puisi dalam wujud seni baca puisi. Kegiatan ini digelar dalam Festival Seni Bali Jani 2019 yang mengambil tema ‘’Hulu-Teben: Dialektika Lokal-Global’’ dengan mengusung konsep Eksplorasi: pencapaian seni inovatif berbasis kreativitas pribadi. Sementara ide dan subjek eksplorasi tetap berbasis tradisi atau nilai lokal. ‘’Baca puisi itu salah satu bentuk seni yang bertujuan untuk mengekspresikan kemampuan seorang untuk menyampaikan pesan lewat rangkaian kata-kata indah kepada penikmatnya. Seni puisi itu untuk menumbuhkan kecintaan terhadap puisi, dan pendidikan budi pekerti,’’ ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dr. I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana, S.Sn., M.Sn., Minggu (6/10) kemarin. Menurutnya, pelestarian seni baca puisi di kalangan pelajar sangat penting dilakukan. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Bali melaksanakan lomba baca puisi ini, serangkaian Festival Seni Bali Jani Tahun 2019. Lomba baca puisi ini akan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu tingkat SD, SMP dan SMA/SMK. Peserta dari masing-masing sekolah adalah putra atau putri yang wajib membacakan satu buah puisi yang disiapkan oleh panitia. Sementara peserta be-

rasal dari perwakilan SD, SMP dan SMA/SMK se-Bali maksimal mengirimkan dua orang tiap sekolahnya. Jumlah peserta dibatasi maksimal 40 orang dan para peserta tidak diperkenankan membawa properti dan iringan musik saat pembacaan puisi. Sebagai penilaian dewan juri untuk kategori SD, yaitu penghayatan terhadap puisi sebesar 20%, ekspresi/mimik sebesar 20%, vokal sebesar 20% dan keutuhan/totalitas penampilan sebesar 40%. Sementara untuk tingkat SMP dan SMA/SMK itu kriteria penilaian adalah keutuhan puisi sebesar 40% yang meliputi puisi disajikan dengan utuh, pesan disampaikan dengan jelas dan interpretasi terhadap puisi efektif. Sementara penjiwaan sebesar 40% dengan indikator vokal, artikulasi, tempo, dinamika, dan ekspresi. Sedangkan untuk penampilan sebesar 20% yang meliputi keselarasan penampilan dengan puisi yang dibawakan. Masing-masing kategori pelaksanaannya lomba berbeda. Untuk tingkat SD lomba dilaksanakan pada Selasa, 29 Oktober 2019 pukul 09.30 Wita bertempat di Kalangan Angsoka Taman Budaya Provinsi Bali. Sedangkan untuk tingkat SMP dilaksanakan pada Rabu, 30 Oktober 2019 dan untuk tingkat SMA digelar pada Kamis, 31 Oktober 2019. ‘’Pendaftaran peserta dilakukan di Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Bidang Kesenian dan Tenaga Kebudayaan, atau melalui email: tenagakebudayaandisbud@gmail. com, paling lambat tanggal 17 Oktober 2019. Technikal meeting dilaksanakan pada Rabu, 23 Oktober 2019, pukul 09.30 Wita di Gedung Unit 2, lantai 3 Dinas Kebudayaan Provinsi Bali,’’ ucapnya. (win)

Bali Post/win

BALI JANI - Kadisbud Provinsi Bali Dr. I Wayan Kun Adnyana di sela-sela pembahasan materi Bali Jani 2019 di Kantor Disbud, belum lama ini.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook