Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
PKB Ngotot Minta Jatah Menteri, PAN Terbelah Jakarta ( Bali Post) Menjelang diumumkannya susunan kabinet bentukan Jokowi, sejumlah parpol pun berebutan minta jatah menteri. PKB dan NU pun ngotot agar wakilnya duduk menjadi menteri. Sementara Partai Amanat Nasional (PAN) sedang terbelah dua antara kelompok Amien Rais dan Zulkifli Hasan. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Daniel Johan mengatakan, PKB dan Nahdlatul Ulama sama-sama bekerja keras dalam Pemilu 2019 lalu. Karena itu, ia menilai wajar saja ada aspirasi agar jatah menteri PKB dengan NU terpisah. “Tak ada maksud apa-apa. NU orangtua kita, ada aspirasi NU juga bisa diberi kepercayaan duduk dalam kabinet. NU bagian yang bekerja keras kemarin,” kata Daniel dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (6/7) kemarin. Ia menambahkan, meski PKB juga berharap mendapatkan kursi menteri agama, tapi pos tersebut dianggap jatahnya NU. “Mudah-mudahan PKB dapat kursi menteri agama) Ya tapi itu ada NU
juga. Mungkin juga yang menyangkut basis nahdliyin para petani dan lain,” kata Daniel. Ketua DPP PKB, Abdul Kadir Karding, meyakini jatah kursi menteri PKB akan berbeda dengan NU. Pasalnya, NU dan PKB mengklaim sama-sama bekerja memenangkan Jokowi. “Saya kira beda ya, kalau ada jatah-jatah pasti beda karena NU juga bekerja, PKB sebagai partai juga bekerja, jadi beda,” kata Karding. Ia mengakui partai-partai boleh saja memberi aspirasi soal permintaan jatah kursi menteri, eksekusinya tetap di tangan Jokowi. PAN Terbelah Sementara itu, kubu PAN masih terbelah lantaran Ket-
ua Dewan Pertimbangan Partai Amanat Nasional, Amien Rais, ikut campur dalam urusan kabinet. Dia memberikan masukan kepada jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN terkait kabar PAN akan melompat ke kubu Jokowi dan mendapatkan jatah kursi menteri. Amien perlu menyampaikan nasihat ini karena isu PAN bergabung ke koalisi Jokowi menjadi kontroversi. “Akhir-akhir ini, banyak kontroversi apakah PAN sebaiknya bergabung dengan Pak Jokowi atau di luar. Nah, dengarkanlah nasihat saya. Jangan kita rabun ayam,” kata Amien. Dia menjelaskan istilah rabun ayam yang dimaksud hanya karena satu kursi tapi melupakan suara pe-
milih di Pemilu Legislatif 2019. Amien mengingatkan hampir sepuluh juta pemilih yang mencoblos PAN. “Hanya karena satu kursi kemudian kita bergabung. Kemudian, bagaimana pendapat opini yang hampir sepuluh juta memilih kita itu,” tutur pendiri PAN tersebut. Untuk itu, ia pun mengimbau kepada DPP PAN agar cermat mengambil keputusan politik. “Tolong ya teman-teman DPP, jangan mengumbar semau-maunya. Pemilih ini adalah grass root dari ranting, cabang,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PAN, Bara Hasibuan, kembali menegaskan kemungkinan besar partainya akan bergabung ke pemerintah. Hal. 11 Rakernas
?
KABINET KERJA JOKOWI
JILID II
Koster Kembali Pimpin PDI-P Bali
PELANTIKAN - Ketua DPP PDI Perjuangan Sukur H. Nababan melantik pengurus DPD PDI-P Bali dan DPC PDI-P kabupaten/kota se-Bali.
Denpasar (Bali Post) Ketua DPP PDI Perjuangan Sukur H. Nababan melantik pengurus DPD PDI-P Bali dan DPC PDI-P kabupaten/kota se-Bali di Sanur, Sabtu (6/7) kemarin. DPD PDI-P Bali kembali dinakhodai oleh Wayan Koster untuk masa bakti 2019-2024 sesuai keputusan Konferensi Daerah (Konferda) PDI-P Bali. Sedangkan ketua-ketua DPC yang diputuskan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PDI-P kabupaten/kota se-Bali, menetapkan Putu Agus Suradnyana sebagai Ketua DPC PDI-P Buleleng,
I Made Mahayastra sebagai Ketua DPC PDI-P Gianyar, I Gede Dana sebagai Ketua DPC PDI-P Karangasem, I Nyoman Giri Prasta sebagai Ketua DPC PDI-P Badung, Sang Nyoman Sedana Arta sebagai Ketua DPC PDI-P Bangli, Anak Agung Anom sebagai Ketua DPC PDI-P Klungkung, I Gusti Ngurah Gede sebagai Ketua DPC PDI-P Denpasar, I Made Kembang Hartawan sebagai Ketua DPC PDIP Jembrana, dan I Komang Gede Sanjaya sebagai Ketua DPC PDI-P Tabanan. “Saya memang satu-satunya nama yang diusulkan sebagai
Ketua DPD, bersama Ketua DPC kabupaten/kota se-Bali karena memang prestasi pada pemilu serentak yang lalu,” ujar Koster usai pelantikan. Menurut Koster, DPP PDIP mengapresiasi Ketua DPD dan Ketua-ketua DPC untuk tampil kembali memimpin partai karena perolehan suara PDI-P yang sangat tinggi. Baik di pemilu legislatif, maupun pemilu presiden dan wakil presiden. Dari struktur kepengurusan DPD yang baru, posisi bendahara diganti dari sebelumnya dijabat Putu Mangku Mertayasa, kini diisi oleh Putu Chintia.
Posisi Sekretaris DPD tetap diisi oleh IGN Jayanegara. “Ini karena saya sama bendahara yang lama itu satu wilayah. Jadi, harus ada perimbangan wilayah yang lain. Ketua dari Buleleng, sekretaris dari Denpasar, bendahara dari Badung,” jelas Gubernur Bali ini. Pascadilantik, Koster mengaku akan bekerja turun ke masyarakat, menjalankan ideologi partai dan program dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana. Termasuk menjalankan dengan baik visi daerah Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. (kmb32)
Ubung Jadi ”Stop Over”, Loka Crana Beroperasi Lagi SEJAK pemindahan tempat mangkalnya bus AKAP ke Terminal Mengwi, kondisi Terminal Ubung semakin sepi. Pemkot Denpasar belum memanfaatkan terminal tersebut secara maksimal. Hanya, ke depan dirancang lahan yang cukup luas tersebut akan dijadikan stop over atau parkir sementara. Ide ini tercetus dari Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat dimintai pemanfaatan terminal tersebut, belum lama ini. Dikatakan, pascapemberlakuan operasional bus–bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dari Terminal Ubung ke Terminal Mengwi, Pemerintah Kota Denpasar berencana merancang pemanfaatan Terminal Ubung sebagai terminal stop over. Rai Mantra menegaskan, sejatinya konsep awal sudah dirancang sejak dulu, untuk menghidupkan kembali Terminal Ubung yang statusnya kini terminal C. Terminal ini cukup sebagai terminal kecil kota atau stop over. Pihaknya berencana memberlakukan kendaraan–kendaraan luar yang datang ke Denpasar, parkir sementara di Terminal Ubung. “Seperti bus–bus pariwisata, bisa memanfaatkan Terminal Ubung, dan akan digerakkan bus lebih kecil yang menjemput dan mendistribusikan masuk ke kota,” kata Rai Mantra seraya menyebutkan ini konsep untuk 5-10 tahun ke depan. Pihaknya menyebutkan, seperti kota-kota besar lainya, di Jakarta misalnya bus–bus pegawai disediakan, dan kendaraan pegawai terpakir dalam satu kawasan atau terminal. “Istilahnya ada tempat parkir sementara, orang dari utara kendaraannya bisa parkir di sana termasuk bus sekolah juga kita harap parkir di sana. Seperti di Jakarta ada juga bus–bus pegawai yang diangkut dari terminal sementara, ini membantu mengurangi kekroditan lalu lintas dalam Kota,” ungkapnya. Dari pengataman selama ini, keberadaan bus pariwisata sudah mulai memanfaatkan terminal ini untuk parkir. Apalagi, sejumlah hotel yang ada di Denpasar tidak memiliki lahan parkir yang memadai untuk parkir bus pariwisata ukuran besar, seperti 40 seat. “Ini merupakan bus pariwisata yang parkir di sini,” ujar Kadis Perhubungan Ketut Sriawan saat mendampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara sidak ke Terminal Ubung, belum lama ini. Di sisi lain, sepinya aktivitas terminal tidak terlepas dari minat warga Kota Denpasar untuk menggunakan kendaraan umum semakin menurun. Hal ini bisa dilihat dari kondisi angkutan perkotaan (angkot) yang ada di kota ini terus berkurang. Hal. 11 Terus Menyusut
DITEMBOK - Terminal Batubulan kini ditembok. Siang hari sebagai terminal, malam harinya untuk pasar malam.
Susahnya Merevitalisasi Terminal
Sempat berjaya pada era tahun 80-an, kondisi transportasi publik makin lama kian terpuruk, karena tak lagi diminati masyarakat. Akibatnya, sejumlah operasional terminal pun banyak yang beralih fungsi. Sejumlah terminal kini disulap menjadi pasar di daerah. Alasannya, terminal tidak lagi menjadi penyumbang Pendapatan Asli Derah (PAD) seperti sebelumnya. Begitu susahnya merevitalisasi terminal saat ini. VOLUME angkutan umum yang terus berkurang menjadi salah satu penyebab terminal di Bali bisa jadi tinggal kenangan. Ditambah lagi dengan penggunaan motor atau mobil pribadi makin meningkat. Kita tak lagi mendengar nama tenar Terminal Batubulan, Terminal Ubung, dan Terminal Kreneng dengan kesan kepadatannya. Jika kita berjalan-jalan pada malam hari di Terminal Batubulan, kesannya bukan terminal lagi. Tembok setinggi 1,5 meter, kini memisahkan
areal Terminal Batubulan menjadi dua bagian. Lahan bagian selatan yang sempit di kawasan itu tetap sebagai terminal, sementara di bagian utara kini dijadikan pasar yang dikelola Desa Adat Delod Tukad, Batubulan. Tembok pembatas ini diberlakukan sejak 18 April lalu menghabiskan anggaran Rp 140 juta, tembok tersebut kini telah memisahkan kegiatan pasar dan kegiatan terminal. Di bangunan terminal lama atau sebelah utara, kini ter-
Nasib Terminal Subagan Memprihatinkan NASIB Terminal Karangsokong Subagan sampai saat ini memprihatinkan karena belum berfungsi secara maksimal. Itu menyusul lantaran sepinya penumpang, sehingga angkutan kota (angkot) dan angkutan desa (angdes) sedikit yang mangkal di Subagan dan lebih memilih menarik penumpang di Terminal Kota Amlapura. Kadis Perhubungan Karangasem, Ida Bagus Putu Swastika, mengungkapkan, di Karangasem ada dua terminal yakni Terminal Karangsokong Subagan dan Terminal Kota Amlapura. Kata dia, dari dua terminal tersebut hanya satu terminal yang berfungsi secara maksimal dan masih banyak angkot yang mangkal untuk mengangkut penumpang yakni Terminal Kota Amlapura. Hal. 11 Tidak Maksimal
ANGDES - Angdes yang sedang mangkal di Terminal Kota Amlapura untuk menarik penumpang.
BPM/wan/nik
pampang nama Pasar Dewi Sri, yang dikelola oleh Desa Adat Delod Tukad, Batubulan. Hebatnya lagi, pada malam hari, kawasan ini total menjadi pasar malam. Namun, jika diselidiki hampir 90 persen dikuasai PKL luar Bali. Krama Bali hanya kebagian jualan es, tipat cantok, nasi babi guling, dan serombotan. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar, Wayan Suamba, mengatakan, masalah pembagian lahan terminal itu sudah menjadi
keputusan bersama, namun dipastikan terminal masih difungsikan. Yang menjadi perbedaan kini ialah terminal tidak lagi seperti dulu ketika massa jayanya. Kini, terminal tersebut masuk kategori tipe C, dengan pelayanan antarkecamatan. Sementara terkait lahannya memang tidak sepenuhnya milik pemerintah. Sebelah utara tembok (pasar -red) milik desa adat. Sebelah selatan milik pemkab, masih berfungsi sebagai terminal.
Terminal di Buleleng
Ditambahkan kini pemerintah berupaya melakukan penataan terminal. Bahkan, pihaknya akan menyiapkan revitalisasi terminal secara keseluruhan. Selama ini, di Terminal Batubulan masih terdapat 75 angkutan. Dengan waktu operasional dari pukul 06.00 wita sampai 16.00 wita. “Saat ini, masih melayani bus antarkabupaten, SingarajaAmlapura-Bangli dan Klungkung,” tandasnya. Hal. 11 Di Tabanan
Sebagian Jadi Pasar Darurat Hingga RTH KABUPATEN Buleleng hingga tahun ini memiliki lima lokasi terminal. Kelima terminal itu tercatat sebagai kekayaan (asset -red) Pemkab Buleleng. Hanya, dari segi pemanfaatan, dua terminal yang masih berfungsi sebagai infrastruktur angkutan umum. Satu terminal berfungsi sebagai tempat bongkar muat barang. Sementara dua terminal lainnya pemanfaatannya menjadi arena pasar senggol dan lokasi pasar darurat. Hal. 11 Terminal Sangket
TERMINAL - Terminal di Buleleng beralih fungsi menjadi terminal angkutan barang.
2
Minggu Pon, 7 Juli 2019
Khidmat, ’’Palebon’’ Ida Pedanda Gede Made Tembau
Bali Post/gik
PROSESI - Suasana prosesi palebon Ida Pedanda Gede Made Tembau, Sabtu (6/7) kemarin.
Lantunan ’’Puja Tri Sandya’’-nya Itu akan Selalu Dikenang Berkah Siswa Cerdas SMA Dwijendra Denpasar salah satu sekolah yang menjadi rebutan bagi anak muda Bali. Kepala SMA Dwijendra, Drs. I Made Oka Antara, M.Hum., mengakui masyarakat Bali percaya dengan sekolah ini karena lulusan SMA Dwijendra dipoles dengan pendidikan karakter dan disiplin tinggi akan menjadi insan yang berguna bagi keluarga, masyarakat Bali, dan negara. ‘’Kami memiliki keunggulan dalam budaya Bali dan karakter,’’ ujar Oka Antara Sabtu (6/7) kemarin. Ia mengakui input awal SMA Dwijendra biasa-biasa saja. Selama tiga tahun, mereka diproses menjadi SDM berkualitas. Ini semua berkat perjuangan dan kerja keras guru dan Yayasan Dwijendra yang menyiapkan PBM dan fasilitas berkualitas guna menghasilkan mutu pendidikan berkualitas. Kini dengan sistem zonasi, ia mengaku mendapat berkah bahwa calon siswa barunya banyak datang dari siswa cerdas karena meraih nilai UN yang tinggi. Akibat mereka tak diterima di sekolah negeri lantaran tinggal jauh dari sekolah negeri, mereka kini ditampung di SMA Dwijendra. Makanya, Sabtu kemarin, ia mengumpulkan gurunya untuk lebih siap dan berkualitas lagi mengajar melalui e-learning di kelas memberi pelayanan terbaik. ‘’Ini satu-satunya cara agar guru tak kalah dengan kemajuan TI siswanya,’’ ujarnya. (sue)
AGENDA PKB XLI-2019 Minggu, 7 Juli 2019 Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Tari, Musik dan Teater Betawi “Lenggang Batavia”, partisipasi Sanggar Seni Betawi Ratna Sari DKI Jakarta Pukul : 11.00 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Jegog, Sanggar Suar Agung, Kabupaten Jembrana Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Workshop Seni Lukis Pukul : 17.00 Wita Tempat : Ruang Cinema Kegiatan : Workshop Animasi Bertemakan Satua Bali Pukul : 19.30 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Tari Bali dan Fragmentari , partisipasi Yayasan Saraswati Lembaga Kesenian Bali Jakarta Pukul : 19.30 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Parade Janger
Melampahan, Sanggar Ratu Kinasih, Desa Lembongan, Kec. Nusa Penida, Duta Kabupaten Klungkung
SEBELUM malinggih sebagai sulinggih, Ida Pedanda Gede Made Tembau saat walaka bernama Ida Bagus Gde Diksa. Dalam perjalanan kariernya, beliau dikenal sebagai guru agama SD, kemudian menjadi Kepala SDN 1 Akah. Hasil pernikahannya dengan sang istri, melahirkan dua anak yakni Ida Ayu Mayun dan Ida Bagus Wibawa. Keduanya sudah menikah, sehingga total sudah memiliki lima cucu. Banyak pihak yang penasaran dengan sosoknya, karena rekaman suara Puja Tri Sandya yang setiap hari diputar di radio dan televisi, bahkan di desadesa secara rutin, adalah suara
beliau. Banyak pihak menilai suara rekaman itu amat berkarakter berat, dengan ritme yang khusyhuk dan berkarisma. Rupanya, hasil karya demikian yang begitu melekat dalam benak umat selama bertahuntahun, lahir dari Ida Pedanda saat walaka. Tokoh masyarakat Klungkung, Dewa Soma, mengatakan, ketika masih aktif sebagai guru, beliau juga aktif sebagai seniman drama gong dalam kelompok Bintang Bali Timur. Ketika itu, beliau kerap memainkan peran sebagai sosok Ida Bhagawan maupun sosok Raja Tua. Bahkan, juga dipercaya menjadi juri nasional
dalam ajang Utsawa Dharma Gita tingkat nasional. Setelah mantap dengan segudang pengalaman sebagai seniman, alumni PGA ini akhirnya memutuskan ikut jalan sang kakak, Ida Pedanda Gde Putra Tembau, yang sekaligus sebagai guru nabenya. Sementara nabe saksinya adalah Ida Pedanda Gde Putra Bajing Gria Tegal Jingga. Beliau mengambil tanggung jawab sebagai sulinggih Siwa, dari tiga ajaran kesulinggihan Tri Sadhaka, yakni Siwa, Budha, Bujangga. “Beliau amat bersahaja. Ramah dan tidak saklek. Begitu dekat dengan umat,” ujar Dewa Soma. (gik)
Gede Made Tembau, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Bali yang sudah memberikan perhatian penuh sejak sakit sampai lebar , dan datang lagi ke Gria Kulon, Desa Aan, untuk melayat. Dari kedatangan umat maupun sesama sulinggih, dikatakan banyak yang terkesan, bagaimana kisah adiknya itu menjadi sulinggih, dengan suara yang khas sebagai pelantun Puja Tri Sandya. Ida Pedanda Gede Putra Tembau pun cukup banyak berkisah tentang adiknya itu. Mulai dari kisahnya saat walaka menjadi guru agama, kemudian menjadi kepala sekolah hingga dipercaya menjadi pelantun resmi Puja Tri Sandya oleh PHDI Bali. Istri almarhum, Ida Pedanda Istri Oka, yang ditemui di sela-sela pelaksanaan palebon, mengatakan satu hal paling berkesan dari Ida Pedanda Gede Made Tembau adalah pengabdiannya yang amat tulus. Sebagaimana amanat saat masih hidup, Ida Pedanda Istri Oka mengaku tetap akan melanjutkan tugastugas kesulinggihan, atas petunjuk Ida Nabe Ida Pedanda Gede Putra Tembau. “Sementara tetap nyeneng di Gria Kulon, Aan,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, setelah empat hari bertahan melawan gangguan kesehatan pada kandung kemihnya, pelantun Puja Tri Sandya berusia 74 tahun yang cukup populer di Bali, Ida Pedanda Gede Made Tembau, lebar di Rumah Sakit BaliMed Denpasar, Selasa (28/5) malam. Anak bungsunya, Ida Bagus Wibawa, mengatakan, riwayat gangguan kandung kemih itu sudah diderita Ida Pedanda cukup lama. Namun, mulai kambuh sejak setahun terakhir. (gik)
Terkait Penambahan Rombel
Ombudsman Minta Disdik Koordinasi dengan Pusat Tabanan (Bali Post) -
Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP untuk jalur zonasi telah diumumkan Sabtu (6/7) kemarin. Bahkan, Ombudsman RI perwakilan Bali juga turun langsung mengawasi tiga sekolah yang banyak peminatnya, seperti SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3 Tabanan. Hasilnya, selain rencana penambahan dua rombongan belajar (rombel) di SMPN 2 Tabanan, dan satu rombel di SMPN 3 Tabanan, untuk ketiga sekolah ini akan dilakukan penambahan pengisian jumlah rombel rata-rata 34-36 kursi. Hal ini untuk menam-
pung siswa hasil penyisiran pendaftaran melalui jalur zonasi. Terkait hal itu, Ombudsman meminta Dinas Pendidikan agar terus melakukan koordinasi ke pemerintah pusat, karena kaitannya dengan nilai dapodik serta dana Bantuan Operasional Sekolah
(BOS). Dari pantauan di lapangan, sejak pukul 09.00 wita, calon siswa mendatangi sekolah untuk melihat pengumuman pendaftaran jalur zonasi. Seperti di SMPN 1 Tabanan sesuai juknis harus menerima 352 terdiri dari
Pukul : 19.30 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Dramatari Penyalonarangan “Kewisesan Dalem Petak” Sanggar Seni Canging Mas, Desa Dajan Peken, Kec. Tabanan, Kabupaten Tabanan Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Parade Gong Kebyar Wanita, Sekaa Gong Kebyar Wanita Putri Widya Suara Garini, Desa Pertima, Kec. Karangasem, Duta Kabupaten Karangasem dengan Sekaa Gong CempakaSari, Br. Metra Kaja, Desa Yangapi, Kec. Tembuku, Duta Kabupaten Bangli
SETELAH Ida Pedanda Gede Made Tembau lebar pada Selasa (28/5) malam, rangkaian upacara palebon terhadap sosok bijaksana yang dikenal sebagai pelantun Puja Tri Sandya ini, puncaknya dilaksanakan Sabtu (6/7) kemarin. Prosesi palebon berlangsung khidmat, dihadiri ratusan pelayat, baik dari kalangan sesama sulinggih maupun masyarakat umum. Sosok Ida Pedanda di kalangan masyarakat Bali, dikenal sebagai pribadi yang bijak dan total dalam pengabdian kepada umat. Rangkaian kegiatan karya palebon Ida Pedanda Gede Made Tembau dari Gria Kulon Desa Aan, Banjarangkan ini, dimulai sejak Minggu (2/6) saat Redite Pon Kulantir lalu, dengan melaksanakan kegiatan nanceb lan ngoreng. Selanjutnya pada Wraspati Kliwon Warigadian atau Kamis (4/7) lalu, dilaksanakan kegiatan ngening mapeed, munggah bendusa, saha penebasan, ngentos lilit dan meras. Sementara Sabtu (6/7) kemarin, merupakan puncak karya. Dalam pelaksanaannya ada beberapa kegiatan upacara, yakni mulai dari metetangi pukul 04.00 wita, bumi sudha pukul 08.00 wita, palebon langsung ngirim pukul 13.00 wita, hingga nganyut dan mamukur sampai sore sekitar pukul 18.00 wita. Tahapan karya dilanjutkan dengan upacara ngelemek pada Anggara Kliwon Julungwangi, Selasa (9/7) nanti. Kemudian pada Sukra Pon Julungwangi, Jumat (12/7), dilaksanakan prosesi maajar-ajar dan nuntun. Tepat pada Purnama Kasa, Selasa (16/7) mendatang, piodalan di Gria dan ngalinggihang Ida di Pamerajan. Ida Pedanda Gede Putra Tembau, mewakili kelu arga almarhum Ida Pedanda
Bali Post/kmb28
PPDB - Suasana pengumuman PPDB jalur zonasi di SMPN 2 Tabanan, Sabtu (6/7) kemarin.
11 rombel. Dalam proses perjalanan pendaftaran total menerima siswa 423 atau kelebihan sekitar 71 siswa. Hal tersebut dibuktikan pada jalur zonasi saja siswa yang lulus sudah 370 siswa. Selanjutnya ditambah dengan siswa yang lulus dari jalur prestasi 53 siswa. Hal serupa juga terjadi di SMPN 2 Tabanan. Sesuai juknis, sekolah ini menerima siswa 192 terdiri dari enam kelas. Namun, mengingat tingginya minat masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan di SMP negeri akhirnya menerima 296 siswa terdiri dari delapan rombel atau kelebihan siswa 104 orang. Ini dibuktikan dengan data di jalur zonasi siswa yang diluluskan 275 dan di jalur prestasi dan perpindahan orangtua 21 orang. Tak hanya itu, penambahan siswa juga terjadi di SMPN 1 Kediri. Dari 7 rombel menambah delapan rombel dengan isian 36-38 siswa. Kepala SMPN 1 Tabanan I Wayan Widarsa mengatakan, jumlah pendaftar di jalur zonasi 446. Yang diterima 370 sehingga 76 siswa tidak diterima di SMPN 1 Tabanan. “Penyisiran sudah kami lakukan sesuai juknis,” ujarnya. Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Tabanan I Made Darmawita mengatakan, situasi pengumuman masih lancar. Seluruh siswa akan difasilitasi untuk mendapatkan sekolah atau tidak ada siswa yang sampai tidak da-
pat sekolah. “Bagi yang tidak diterima di SMPN 1 Tabanan akan dialihkan ke SMPN 2 dan SMPN 3 Tabanan. Di SMPN 2 Tabanan masih bisa menampung 15 orang dan di SMPN 3 bisa menampung 30 orang,” terangnya. Terkait dengan kelebihan siswa di setiap sekolah, kata Darmawita, Dinas Pendidikan akan membuat surat dispensasi ke pusat untuk menyampaikan kelebihan tersebut. “Rata-rata sekolah yang kelebihan siswa masih bisa menampung karena belum melewati batas maksimal,” ujarnya. Sementara itu, Asistem Ombudsman Perwakilan Bali Ida Bagus Kade Oka Mahendra melihat beberapa sekolah memang kelebihan siswa. “Dari hasil pantauan, sekolah memang ada kelebihan jumlah siswa yang diterima,” ujarnya. Terkait penambahan siswa tersebut, kata Oka Mahendra, pihaknya meminta kepastian jangan sampai berdampak pada sanksi Permendikbud. “Koordinasi sudah dilakukan oleh Plt. Kadis ke pusat. Katanya diizinkan, asalkan tidak melebihi dari 40 siswa,” tegasnya. Oka Mahendra menegaskan, pihaknya akan tetap memantau secara kontinu. Jangan sampai ada penambahan siswa saat PPDB sudah selesai. “Kami tetap akan pantau berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan,” tegasnya. (kmb28)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Pon, 7 Juli 2019
Gubernur Keluarkan SE Tambah Kuota SMA-SMK Negeri Denpasar (Bali Post)Gubernur Bali Wayan Koster telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 422.1/36200/BPTEKDIK/ DISDIK pascapengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK, Jumat (5/7) lalu. Masyarakat menilai SE ini sama saja dengan PPDB gelombang II, namun Gubernur Wayan Koster menegaskan Surat Edaran ini masih terkait dengan optimalisasi daya tampung SMA/SMK negeri. “Karena begini, masih banyak yang belum tertampung maka kita mengoptimalkan kapasitas yang ada,” ujar Koster ditemui di Sanur, Denpasar, Sabtu (6/7) kemarin. Sejumlah orangtua siswa menilai SE ini terlambat turunnya yakni satu jam usai pengumuman PPDB online.
Makanya banyak yang menyebut SE ini sama saja dengan PPDB Jilid II. Tiap SMA negeri diberi tambahan kuota 10-36 siswa yang dijaring lewat perankingan nilai UN. Optimalisasi yang dimaksud, lanjut Koster, bisa dengan menambah jumlah siswa dalam satu kelas dari sekarang 36 menjadi 40. Kemudian bisa juga menambah ruang kelas baru dan memberlakukan double shift atau kelas sore. Dengan demikian, anakanak yang belum tertampung dalam PPDB bisa ditampung dalam tahap optimalisasi ini. “Kalau ternyata memang tidak mampu, ya tentu harus bisa diterima di sekolah swasta,” jelasnya. Koster pun meyakini sekolah swasta yang disebut telah menutup masa pendaftaran akan membuka penerimaan siswa
baru lagi. “Pasti akan dibuka lagi lah,” imbuhnya yakin. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry mengatakan, DPRD Bali mengapresiasi langkah cepat Gubernur Bali dalam merespons rekomendasi pimpinan dewan tertanggal 4 Juli lalu. Rekomendasi itu terkait permasalahan dalam PPDB SMA/SMK negeri di Bali. Sebelumnya, pimpinan dewan telah menugaskan Komisi IV untuk mengundang Kepala Dinas Pendidikan Provinsi untuk mendiskusikan masalah PPDB. Antara lain mengenai masih banyaknya calon peserta didik yang belum tertampung dan berbagai masalah lain yang terjadi. “Dari masukan berbagai pihak, Komisi IV menyampaikan laporan kepada pimp-
inan DPRD yang hari itu juga oleh pimpinan DPRD Bali dikirimkan rekomendasi kepada gubernur Bali. Rekomendasi DPRD mendesak gubernur untuk mengoptimalkan daya tampung sekolah,” jelasnya. Selain itu, lanjut Sugawa Korry, segera merencanakan pembangunan sekolah SMA/ SMK baru di daerah yang masih kurang dan menyiapkan dukungan SDM yang baik serta anggaran yang cukup. Tanggal 5 Juli kemudian direspons gubernur dengan mengeluarkan Surat Edaran PPDB. “Permendikbud tetap dijadikan acuan, tetapi situasi dan kondisi daerah dalam konteks melaksanakan program wajib belajar 12 tahun tetap dilaksanakan,” jelasnya. (kmb32/025)
Bali Sangat Potensial untuk Pengembangan Wisata Kecantikan Mangupura (Bali Post)Bisnis kecantikan ataupun estetik di Indonesia, khususnya di Bali, saat ini terus berkembang. Klinik-klinik kecantikan kian menjamur. Hal itu membuktikan bahwa masyarakat Bali juga senang dengan kecantikan dan ingin membuat wajah-wajah yang kali ini lebih baik dan lebih cantik lagi. Bali yang banyak dikunjungi wisatawan, tentu sangat berpotensi untuk mengembangkan aktivitas medical tourism. Bahkan, dengan semakin berkembangnya pengobatan dan perawatan kecantikan, wisata kecantikan juga bisa dikembangkan seperti di sejumlah negara maju. Menurut Mulia Lie selaku Marketing Director PT Kalbe
Farma Tbk. untuk di Bali cukup banyak dokter yang menerima pasien-pasien dari luar negeri, seperti Australia, Rusia dan negara lain. Mereka banyak melakukan tindakan di Bali yang dibantu oleh dokter-dokter lokal. Hal itu membuktikan bahwa Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Tidak hanya melakukan tindakan kesehatan yang umum, saat ini kegiatan untuk kecantikan atau estetik juga mulai berkembang. Sejalan dengan trend global dan meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai dunia kecantikan terutama yang terkait dengan penuaan, semakin banyak orang pula yang ingin terlihat awet muda. Salah satu cara menyiasatinya adalah dengan melakukan tindakan
dermal filler yaitu tindakan pengelolaan penuaan kulit dengan cara disuntikkan pada lapisan kulit bagian dermis untuk mengisi kekosongan yang ada di lapisan kulit. “Indonesia cukup baik untuk bisa menerapkan atau menjalankan estetik ataupun kegiatan-kegiatan medical tourism. Ya kali ini bukan medical tourism saja ya, tapi lebih ke kecantikannya,” katanya saat ditemui di sela-sela peluncuran produk terbaru Facille Dermal Filler yang merupakan salah satu solusi untuk treatment kecantikan disela International Master Course in Aging Science (IMCAS) Asia di Nusa Dua, Sabtu (6/7) kemarin. Hal senada juga disampaikan dr. I Dewa Gede Agung Manik, Sp.KK. sebagai Der-
matologist Expert. Di Bali, kata dia, sudah banyak trendnya. Tidak semata-mata orang lokal Bali saja, tapi untuk turis yang datang ke Bali juga menginginkan treatment. Pihaknya menyampaikan, saat ini, banyak anak muda yang mencari klinik kecantikan. Kalau dulu, memang sebagian besar umur di atas 40 tahun. Namun, saat ini sudah semakin muda sekitar 20 tahunan sudah mulai mencari klinik kecantikan. Hal ini menurutnya karena mereka terpengaruh oleh drama Korea. “Jadi, mereka pengen tampak lebih cantik, ingin menyempurnakan bentuk wajahnya. Tapi, kalau untuk yang 40 tahun ke atas lebih mencari untuk menghambat proses penuaan,” katanya. (kmb23)
Rapat Evaluasi RSUD Klungkung
Bupati Suwirta Minta Laporan Keuangan Disajikan dalam Aplikasi BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri Rapat Evaluasi dan Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Tahun Anggaran 2019 dan Perencanaan di RSUD Kabupaten Klungkung 2019/2020 di Rumah Makan Objek Wisata Tukad Unda Paksebali, Sabtu (6/7) kemarin. Direktur RSUD Klungkung dr. I Nyoman Kesuma, MPH. melaporkan, SDM yang dimiliki RSUD Klungkung berjumlah 834 orang. Terdiri dari tenaga medis, para medis dan nonmedis. Dia menegaskan, pelayanan kesehatan yang diberikan oleh SDM RSUD terus mengalami peningkatan pada setiap tahunnya. Untuk fasilitas tem-
pat tidur yang dimiliki saat ini berjumlah 141 yang digunakan untuk kegiatan rawat inap. Mengenai rencana Pengembangan yang akan dilakukan di Tahun 2019, di antaranya pengadaan alat kesehatan guna mendukung operasional gedung IBS, penambahan kapasitas pelayanan dan ruang administrasi UGD, penambahan alat rontgen stationer, pengadaan echocardiografy untuk klinik jantung, pengadaan alat laboratorium patalogi anatomi serta rencana lainnya. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meminta agar progres yang belum tercapai maupun progres yang sudah tercapai di RSUD Klungkung
bisa dibuatkan laporan yang diletakkan di papan pengumuman dan tempat strategis lainnya. Sehingga, seluruh manajemen RSUD mengetahui tentang hal tersebut dan dapat menjadikan hal tersebut untuk memotivasi SDM RSUD dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang datang berobat. Bupati Suwirta menyarankan laporan Keuangan RSUD Klungkung berbasis aplikasi yang terintegrasi dengan semua transaksi di RSUD Klungkung. Bupati Suwirta juga menyarankan agar RSUD dilengkapi alat pengukur tensi otomatis agar mempermudah pasien dan petugas kesehatan
RAPAT - Bupati Suwirta saat memimpin rapat evaluasi dan koordinasi RSUD Klungkung.
pada saat mengukur tensi. Bupati Suwirta juga berpesan manajemen RSUD agar menghindari memiliki hutang piutang dalam melakukan transaksi apabila manajemen masih bisa menggunakan cash sebagai bentuk transaksi. Terkait inovasi yang terdapat di RSUD Klungkung, Bupati Suwirta menyarankan agar SDM RSUD ikut berperan dalam mempromosikan inovasi, baik inovasi yang dimiliki oleh RSUD maupun inovasi Pemkab Klungkung ke masyarakat sekitar agar masyarakat dapat mengetahui informasi mengenai Inovasi-inovasi tersebut. “Tumbuhkan rasa memiliki, lengkapi sarana prasarana, dan tingkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat untuk dapat mewujudkan Rumah Sakit Pilihan Terbaik dan Unggul dalam Pelayanan Kedaruratan di Bali Timur, sesuai visi RSUD Klungkung,” ajak Bupati Suwirta. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Kabupaten Klungkung (Baperlitbang) I Wayan Wasta, Inspektorat Daerah kabupaten Klungkung I Made Seger, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung Made Adi Swapatni serta undangan terkait lainnya. (ad287)
Rayakan HUT Ke-54
Telkom Serahkan Tas Belanja kepada Lentera Bali dan Gojek PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) merayakan HUT ke-54 yang jatuh pada tanggal 6 Juli 2019 di Kantor Telkom, Jalan Raya Puputan Renon Nomor 25 Denpasar dengan penuh kehangatan, karena semua karyawan Telkom ikut terlibat. Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan yaitu lomba-lomba dan kegiatan sosial. Lomba-
lomba tersebut meliputi lomba tumpeng, face painting, lomba senam dengan menyanyikan lagu Always the Best. “Lagu Always the Best merupakan lagu yang kami gunakan untuk membangun spirit warga Telkom,” kata GM Telkom Witel Denpasar Bayun Royong Rohadi. Telkom juga mengadakan kegiatan sosial yaitu donor darah. Donor darah diikuti segenap
TAS BELANJA - Telkom menyerahlan tas belanja untuk mengurangi penggunaan tas plastik kepada komunitas Lentera Bali dan Gojek.
karyawan Telkom dan keluarga karyawan. Pelayanan kesehatan (Yankes) Telkom pada kesempatan itu juga menyerahkan anjungan tensi mandiri untuk pemeriksaan tensi darah. Ada tiga unit anjungan tensi mandiri diberikan yang ditempatkan di tiga kantor Telkom, yaitu Telkom Renon, Telkom Teuku Umar dan Telkom Kaliasem. Sebagai wujud dukungan Telkom untuk Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka mengurangi timbulan sampah plastik, kata Bayun Royong Rohadi, Telkom menyerahkan tas belanja pengganti kantong plastik kepada Komunitas Lentera Bali dan Gojek. “Kami turut menyukseskan program safe earth without plastic pada komunitas Lentera Bali dan Gojek. Karena biasanya kalau pesan gofood, tidak pakai plastik. Jadi, driver gofood bisa pakai tas belanja ini,” ujarnya. Tidak hanya simbol peny-
erahan tas, dalam aktivitas sehari-hari, Bayun Royong Rohadi juga mengajak karyawannya untuk memakai tumbler sehingga dapat mengurangi air mineral kemasan plastik. “Dalam kegiatan seperti ini (perayaan HUT), gelas yang kita pakai atau kemasan yang kita pakai adalah gelas atau cup dari kertas. Jadi, upaya-upaya terus kita lakukan juga untuk tidak menggunakan plastik. Beberapa waktu lalu kami juga melakukan bakti sosial, memungut sampah plastik di pantai,” bebernya. HUT Telkom ini juga dirayakan Telkom Witel lainnya dalam bentuk rangkaian kegiatan. “Kami berharap kegiatan ini bisa memaknai HUT Telkom yang ke-54 dan terus memberikan spirit bagi kami, warga Telkom Group untuk bisa memberikan yang terbaik pada masyarakat sekitar,” tegas Bayun Royong Rohadi. (bns1)
SISWA BARU - Suasana pendaftaran penerimaan siswa baru di SMK Rekayasan Denpasar, Sabtu (6/7) kemarin.
SMK Rekayasa Denpasar Masih Terima Pendaftaran Siswa Baru
Denpasar (Bali Post)Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Rekayasa Denpasar masih membuka pendaftaran penerimaan siswa baru, baik awal maupun daftar kembali tahun pelajaran 2019/2020. Pendaftaran dibuka sampai kuota masing-masing jurusan sudah terpenuhi menjelang MPLS tanggal 15 Juli 2019. Hingga saat ini, masing-masing jurusan sudah mendapatkan 1 kelas dengan rencana daya tampung 2 kelas. SMK Rekayasa Denpasar memiliki visi dan misi menghasilkan tamatan yang berkarakter, berbudaya kompetitif, terampil dan profesional sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Melalui visi misi tersebut, Yayasan Pendidikan Rekayasa Denpasar yang menaungi sekolah ini berkomitmen men-support kemajuan sekolah SMK Rekayasa Denpasar. Dengan dibekali kompetensi yang sesuai dengan kerangka kerja nasional, SMK Rekayasa Denpasar selalu mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Apalagi sekolah yang berdiri sejak tahun 1986 ini sudah memiliki pengalaman dalam pengelolaan pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan kemajuan teknologi saat ini. Yayasan pendidikan rekayasa memajukan SMK Rekayasa Denpasar dengan melengkapi fasilitas pembelajaran 70 persen praktek dan 30 persen teori. Ketua Yayasan Pendidi-
kan Rekayasa Drs. I Nyoman Dharma Bandem mengatakan, jurusan yang dibuka di SMK Rekayasa Denpasar terbukti masih tetap konsisten dari awal sekolah ini didirikan. Adapun jurusannya, yaitu Jurusan Otomotif dengan kelas mobil dan sepeda motor, Jurusan Listrik, Jurusan Bangunan dengan Arsitek dan Ilmu Kontruksi, Jurusan Komputer dengan kelas TKJ dan Multimedia, serta Teknik Elektonika. Oleh karena itu, pihaknya mengajak lulusan SMP yang belum diterima di sekolah negeri dan belum menentukan pilihannya untuk bergabung ke SMK Rekayasa Denpasar yang beralamat di Jalan Empu Gandring KM. 3 Peguyangan, Denpasar Utara. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas I Kadek Juni Arta, S.Kom., M.Kom. menambahkan, SMK Rekayasa Denpasar termasuk sekolah swasta favorit bidang teknologi. Terbukti penerimaan dan pelulusan siswa dari tahun ke tahun masih dalam kategori stabil dibandingkan sekolah swasta serumpun. Terlebih akreditasi SMK Rekayasa Denpasar saat ini sudah A (Unggul) dengan fasilitas pembelajaran yang sudah memenuhi standar pembelajaran Kurikulum 2013 dengan ruang ber-LCD, nyaman dan sejuk. Selain itu, ruang praktikum semua jurusan sudah memenuhi standar
industri dan dunia kerja. “Selain lokasi strategis, biaya pendidikan juga sangat terjangkau untuk kelompok teknologi. Kami hanya bebankan biaya pemeliharaan sarana prasarana praktikum yang dibebankan satu kali selama tiga tahun dan tidak ada pungutan lain-lain selain biaya SPP tiap bulan dan biaya kegiatan praktik kerja industri,” ujar Juni Arta, Sabtu (6/7) kemarin. Selain itu, kata Juni Arta, tamatan SMK Rekayasa Denpasar telah disiapkan sesuai dengan kompetensi dan kemampuan dengan kebutuhan industri. Hal ini dibuktikan dengan pengakuan kompetensi sertifikat kompetensi melalui BNSP yang bekerja sama dengan LSP pihak ketiga sebagai penyelenggara dan SMK Rekayasa Denpasar sebagai TUK-nya. Pelaksana kompetensi sertifikat pun terpisah dengan pelaksaan UKK, sehingga hasilnya sangat independen. “Saat ini yang sudah menerima sertifikat kompetensi ada dari jurusan Bangunan (SKT), Jurusan Listrik (SKT), jurusan TKJ (Sertifikat Kompetensi Junior Tecnichal Support), Jurusan Multimedia (Sertfikat Kompetensi Animator Muda) dan Jurusan Sepeda Motor (Sertifkat Uji dari PT Astra Honda, Tbk.) dengan jumlah lulusan 156 orang, dan hampir 80 persen terserap di dunia kerja dan sisanya melanjutkan ke jenjang lebih tinggi,” pungkasnya. (ad284)
Peringatan Halun 2019 di Jembrana
Gaungkan Germas hingga Pelayanan Kesehatan untuk Lansia
PERINGATAN Hari Lanjut Usia (Halun) 2019 di Kabupaten Jembrana dipusatkan di Gedung Kesenian Bung Karno, Sabtu (6/7) kemarin. Kegiatan tahunan yang melibatkan ratusan lansia yang tersebar di desa/kelurahan di Kabupaten Jembrana ini juga disertai pameran Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, serta pelayanan kesehatan melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Jembrana. Acara yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Jembrana I Made Sudiada mewakili Bupati Jembrana I Putu Artha ini diawali dengan Senam Lansia. Dilanjutkan dengan aneka hiburan yang diperankan oleh para lansia serta hiburan Bondres Cendil cs. Pada peringatan tahun ini, Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga membuka stan pameran Germas. Para lansia dan peserta yang hadir dalam peringatan Halun mendapatkan informasi dan sosialisasi
terkait Germas. Selain itu, para lansia juga mendapatkan pelayanan kesehatan dari sejumlah dokter yang tergabung dalam IDI Kabupaten Jembrana di Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular). Puncak peringatan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Sekda Jembrana I Made Sudiada, didampingi istri dan diserahkan kepada dua perwakilan lansia. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dian Nardiani, SKH., MPH. mengatakan, Kabupaten Jembrana merupakan salah satu kabupaten yang pada tahun ini menjadi locus Germas di samping Kabupaten Buleleng. Melalui kegiatan Halun ini, Dinas Kesehatan Provinsi Bali ikut berkontribusi bersama komponen terkait di Pemkab Jembrana guna terus menggaungkan atau memasyarakatkan Germas di Kabupaten Jembrana. “Harapannya tidak hanya sekarang saja, tetapi setiap hari dan setiap saat, Germas
selalu melekat di masyarakat. Sebab upaya preventif promotif lebih penting daripada ketika terkena penyakit,” ujarnya dan menambahkan, Germas merupakan sebuah gerakan yang bertujuan memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana Made Dwipayana mengatakan, kegiatan peringatan Halun ini digelar dari, untuk dan oleh lansia. Kegiatan ini diikuti ratusan lansia dari berbagai organisasi dan desa/kelurahan di Jembrana. Pemkab Jembrana bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bali bersinergi serta memfasilitasi sejumlah kegiatan dalam peringatan Halun tersebut. Selain hiburan, para lansia juga diberikan souvenir, pakaian olehraga. Termasuk dari IDI Kabupaten Jembrana yang memberikan pelayanan kesehatan melalui Posbindu dan berbagai kegiatan lainnya bagi lansia. (ad285)
GERMAS – Sekda Jembrana meninjau stan pameran Germas pada peringatan Halun 2019 di Jembrana, Sabtu (6/7) kemarin.
4
Minggu Pon, 7 Juli 2019
“Sigug” merupakan ungkapan orang Bali yang menyatakan sifat, watak serta karakter yang buruk. Artinya secara umum orang itu sulit diajak manyama braya. Makanya tidak salah kalau Kanduk Supatra menyatakan bahwa sigug itu karakter yang kaku, singkuh, kukuh, dan pengkung. Orang-orang zaman dahulu sigug mungkin karena tidak semuanya berpendidikan, berpengetahuan yang tentu pula tidak berpengalaman. Jadi adanya suatu “kewajaran” bila ia sigug. Namun, sesigug-sigugnya orang zaman dahulu jarang melebihi batas kemanusiaan. Artinya di balik itu semua masih ada perasaan, pikiran, dan hati manyama braya. Anehnya zaman globalisasi yang modern lengkap berpendidikan, berpengetahuan yang tentu pula berpengalaman masih saja sigug, baik itu sifat, watak, maupun karakter. Bahkan ke-sigugannya semakin menjadi-jadi melebihi ambang batas kemanusiaan. Artinya tidak memikirkan itu nyama, braya apalagi pisaga. Kalau tidak cocok, “sikat”. Kalau tidak sepaham, “bantai”. Tentu ini menjadi sesuatu yang aneh di balik modern dan berpendidikannya. “Sigug Manyama” Nyama atau apapun sebutannya secara umum menyatakan ikatan bersaudara satu garis keturunan. Ikatan ini terbentuk akibat orangtua atau leluhur terdahulu menurunkan putra kemudian menjadi sentana-generasi penerus. Leluhur merupakan orangtua yang disebut dengan ayah dan ibu ke atas seperti kakek-nenek, kumpi, buyut, telempek, piratan, pirata,
dan sebagainya. Semuanya yang telah meninggal dan disucikan berstana di sanggah, kamulan, merajan, maupun palinggih lainnya untuk dipuja dan dimuliakan oleh sentana-nya. Seiring perkembangan zaman. Pulina menjadi globalisasi. Kuno pun telah modern. Tanpa disadari terjadi berbagai pergesaran dalam tatanan kehidupan masyarakat Bali, baik itu moral, etika, perilaku, pola pikir, dan sebagainya. Dimana dulu konsep tat twam asi itulah kamu, sekarang menjadi itulah satru (musuhmu). Semuanya terjadi akibat pergeseran papineh menjadi sigug yang terus dikembangkan sehingga menjadi suatu tradisi berupa tradisi sigug. Akibat tradisi sigug bukan rahasia umum lagi dalam keluarga pasti ada saja yang tidak cocok dengan tugelan, misan, mindon, ipah, matua dan sebagainya. Dalam sekup pangempon kemulan/merajan pasti ada saja saling puikin. Apalagi masalah warisan pasti ada saja yang tidak amun kenehne (tidak sesuai keinginan) dengan istilah kerennya “magarangan warisan”. Akhirnya semua ini merembet ke Sanggah, Kemulan, maupun Merajan baik pada saat piodalan maupun perawatannya yang ujung-ujungnya ribut atas dasar itung-itungan (tidak ikhlas). Parahnya lagi akibat pembagian warisan sampai kemulan/merajan pun “dibagi”. Artinya tanggung jawab setiap palinggih dibagi per KK (per kepala keluarga/per kaki) mulai dari perawatan, wastra dan upakaranya. Bagitu pula akibat pembagian warisan kemulan/merajan ikut “dibagi” dengan mendirikan Merajan baru dalam
satu keluarga besar. Apakah itu arti manyama? Semestinya keberadaan sanggah dan sebagainya selain untuk memuja dan memuliakan leluhur, juga digunakan sebagai tempat nyikiang raga magetih abumbung (satu keturunan) untuk pakedek-pakenyung. Bukan sebaliknya akibat pembagian warisan yang tidak amun kenehne (tidak sesuai keinginan) merembet ke piodalan sanggah menjadi itung-itungan. Pada akhirnya dan tidak dapat dipungkiri pasti saling singguk atau sikut ngajak nyama, tugelan, misan, mindon, matua, mantu, ipah, maupun iwa. Setelah itu apa untungnya mapuikan ngajak nyama? Uniknya lagi, saat adanya kematian pasti ada saja yang menangis, kalau tidak panak, tugelan, ya ipah, mantu, misan, mindon, dan sebagainya. Tetapi selama sakit saat membutuhkan bantuan dan pertolongan jarang bahkan hampir tidak ada sanak saudara datang menangis sebagai bentuk manyama, apalagi orang lain. Walaupun ada, kebanyakan datang dalam keadaan terpaksa. Mungkin malu (lek) dengan nyama braya menyebabkan ia terpaksa nelokin. Itupun hanya sebatas “absen muka” dalam bahasa Balinya kuala genah. Kegiatan Begitu pula dalam melaksanakan kegiatan, seperti ngaben, seharusnya dilaksanakan secara manyama braya satu kemulan/merajan walaupun penanggungjawabnya sentana marep. Keberadaan misan, mindon, ipah, iwa, dan sebagainya setidaknya ikut melaksanakan sebatas membantu dengan kaki-tangan. Bukan sebaliknya menjadi penonton dengan berbagai alasan, “raga sing oraina, raga sing ajakina, raga sing tedunina, raga sing pendakina, dan sebagainya”. Fenomena ini, dimana letak manyama, arti manyama, nulungin nyama, jele melah manyama, dan mapitungan ngajak nyama? Perlu disadari, dipahami, dimengerti, dihayati, bahkan dipikirkan matang-matang bahwa apapun yang terjadi, bagaimanapun keadaannya, separah atau semewah apapun itu, yang namanya nyama itu tetap nyama. Tidak ada istilah mantan nyama, bekas nyama, suud manyama, apa buin pegat manyama. Karena yang namanya nyama itu tetap nyama. Sampai kapanpun itu. Walaupun tidak mengakui, orang lain yang menyatakan manyama. “Sigug Manyama Braya” Manyama braya menjadi dasar kekeluargaan atau kebersamaan hidup bermasyarakat dalam satu banjar, desa, dan sebagainya. Atas dasar ini sering dijumpai suatu pelang nama berisi slogan sukaduka banjar anu. Itu menandakan dalam wilayah itu adanya suatu kebersamaan masyarakat dalam keadaan suka maupun duka sebagai bentuk kesadarannya yang tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Semuanya itu menyarankan untuk saling asah asih asuh baik dengan pisaga (tetangga) maupun krama lainnya agar
“HAI Kak, aku Virgo. Sekarang aku masih sekolah kelas 3 SMA. Mau cerita dong Kak. Zaman sekarang kan banyak nih kekerasan dalam pacaran yang sering Kisara bahas, trus banyak juga yang ngalaminnya perempuan. Aku dan beberapa temanku sempat merasa jadi korban kekerasan pacaran juga. Kayak dipukul dan ditampar sama cewekku. Benar gak sih Kak kalau kekerasan dalam pacaran bisa dialami cowok juga? Atau itu wajar aja kalau misalnya cewek mukul atau nampar cowok? Mohon dijawab Kak. Makasi.” Halo Virgo, terima kasih sudah berbagi bersama kami. Nah, hari ini kita bakal bahas kekerasan dalam pacaran yang lagi marak banget di kalangan remaja, khususnya bagi kalian yang sedang menjalin hubungan bareng doi. Apa sih itu kekerasan dalam pacaran? Kekerasan dalam pacaran atau dating violence adalah suatu tindak kekerasan baik berupa kekerasan fisik, verbal, bahkan mental yang dilakukan oleh salah satu pasangan dalam hubungan belum menikah (pacaran). Memang cenderung yang mengalaminya dan berani melaporkannya adalah pihak perempuan. Padahal bisa saja pihak pria juga mengalaminya. Walaupun kebanyakan tidak sadar tengah mengalaminya. Menurut penelitian yang dilakukan di tiga sekolah di Denpasar oleh Global Early Adolescent Study (GEAS) pada tahun 2018, menunjukkan bahwa lebih dari 20% remaja putra menyatakan pernah mengalami kekerasan dalam pacaran dan tidak menyadari sedang mengalaminya. Kekerasan dalam pacaran sesungguhnya dapat bervariasi, mulai dari tindakan posesif, perubahan mood yang menyebabkan pasangannya terluka baik secara fisik maupun mental, memaksa untuk melakukan hal yang tidak sesuai dengan keinginan pasangannya, memukul, mendorong, menampar bahkan mempermalukan pasangannya di depan umum. Banyak remaja yang tidak sadar sedang menjadi korban atau bahkan menjadi pelaku kekerasan
dalam pacaran. Terutama para remaja putra. Tingginya anggapan bahwa remaja putra (pria) lebih kuat dari remaja putri (wanita) menjadi pemicu utama hal ini. Remaja pria cenderung mengganggap tindakan yang dilakukan oleh pasangannya merupakan hal wajar untuk dilakukan kepada dirinya. Banyak juga yang mengganggap bahwa remaja pria tidak mungkin menjadi korban kekerasan dalam pacaran karena pada dasarnya yang berkuasa dalam hubungan pacaran adalah pihak pria. Anggapan-anggapan inilah yang kemudian menjadikan remaja pria untuk enggan melaporkan tindakan kekerasan yang dialaminya dan menjadikannya sebagai hal biasa. Padahal hal tersebut dapat menimbulkan rasa sakit, rasa tidak dihargai dan gangguan mental jika dibiarkan tanpa penyelesaian. Tentunya cara untuk mencegah dan mengurangi tindak kekerasan dalam pacaran adalah dengan kembali pada kontrol diri dan menyadarkan diri apa arti cinta dan rasa sayang itu sendiri. Perlunya kesadaran bahwa setiap orang mampu merasakan sakit, terlepas apakah dia pria ataupun wanita. Dan tentunya diperlukan kesadaran diri bahwa semua orang sama, patut dicintai dan mencintai. Karena pada dasarnya cinta tidak akan menyakiti. Jika cinta menyakiti, maka sudah pasti itu bukanlah cinta. Untuk kalian sahabat yang mengalami hal yang sama, jangan takut untuk speak up. Karena kalian pantas untuk mencintai dan dicintai.
Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.
Gb. I: Duduklah tegak di kursi dengan kaki kiri ditekuk dan tumpangkan pada lutut kanan sedangkan kedua lengan lurus ke depan dengan telapak tangan saling berkait. Condongkan badan jauh ke depan hingga terasa tarikan punggung. Tahan pada 1 x 8 hitungan lalu tegakkan kembali dan ulangi hingga beberapa kali.
tidak mamusuh. Sekarang zaman yang serba canggih tidak dapat dipungkiri segenap jiwa dan raga diselimuti sigug, baik itu sifat, watak, maupun karakter yang sering menimbulkan duka atau mendukai. Akibatnya semua asas kebersamaan itu berubah makna dan arti. Dulu asas hidup “suka duka” bermakna baik buruk bersama berubah menjadi suka membuat orang berduka atau duka melihat orang bersuka. Buktinya tidak sendikit orang yang senang bahkan menertawai teman-temannya yang sedang berduka (bahagia di atas penderitaan orang lain). Sebaliknya mendukai bahkan tidak segan mencederai temannya yang sedang bersuka akibat ketidaksenangnya melihat temannya senang atau bahagia. Semangat kekeluargaan yang disebut dengan manyama braya tidak dapat dipungkiri sekarang menjadi manyama breye yaitu sikap saling bermusuhan terutama dengan pisaga (tetangga) selat tembok. Kenyataannya tidak sendikit yang puik
dengan tetangganya yang ujung-ujungnya serba kikuk dan kimud. Masalah kecil pun menjadi besar. Padahal bisa diselesaikan secara kekeluargaan dengan sistem manyama braya tanpa harus menempuh jalur hukum. Akibatnya ketika ada upacara semua teman, sahabat, rekan bisnis bahkan pejabat diundang tetapi pisaga dajandelod rumahnya tidak diundang. Sungguh hal ini suatu keanehan dalam manyama braya satu banjar. Sesungguhnya lahir menjadi makhluk hidup bernama manusia di panggung kehidupan yang amat luas ini membutuhkan banyak tetangga (pisaga), nyama, maupun braya sebagai sahabat (timpal) yang akan menjadi harta utama. Semakin banyak sahabat (timpal) semakin banyak yang dapat dimintai bantuan saat mendapat kesusahan. lI Gede Pariadnya Penyuluh Agama Hindu Non-PNS Ds. Sakti, Nusa Penida, Klungkung
Postur Tubuh Tetap Tegak, Penampilan Jadi Oke (2)
Kisara
Lelaki pun Bisa Jadi Korban Kekerasan
MANUSIA - Semangat kekeluargaan yang disebut dengan “manyama braya” tidak dapat dipungkiri sekarang menjadi “manyama breye” yaitu sikap saling bermusuhan terutama dengan pisaga (tetangga) selat tembok. Kenyataannya tidak sendikit yang puik dengan tetangganya. Masalah kecil pun menjadi besar. Padahal bisa diselesaikan secara kekeluargaan dengan sistem manyama braya tanpa harus menempuh jalur hukum. Akibatnya ketika ada upacara semua teman, sahabat, rekan bisnis bahkan pejabat diundang tetapi pisaga dajan-delod rumahnya tidak diundang. Sungguh hal ini suatu keanehan dalam menyama braya satu banjar.
Hari ini menjadi makin pede dengan penampilan yang oke. Oleh sebab itu latihan otot-otot tubuh
khususnya punggung, pinggang dan kaki. Lakukan dengan santai duduk di kursi misalnya, latihan
Gb. II: Tetaplah duduk tegak dengan kedua kaki ditekuk namun kaki kanan di angkat dan pegang dengan kedua telapak tangan, tahan 1 x 8 hitungan setelah itu lakukan juga pada kaki kiri.
3
pun jadi makin asyik. Ikuti contoh peragaan berikut ini bersama Supartini dari Batu Bulan.
Gb. III: Untuk mengencangkan betis, duduklah pada posisi seperti yang nampak pada gambar yaitu luruskan kedua kaki tutup rapat sedangkan kedua lengan lurus ke belakang memegang sandaran kursi. Condongkan badan jauh ke depan, tahan 1 x 8 hitungan setelah itu tegakkan kembali dan ulangi.
2
4
1
Kupon
Gb. IV: Pinggang yang ramping dapat dilatih dengan memutarkan tubuh jauh ke kanan atau pun jauh ke kiri dengan posisi duduk tegak kedua kaki tutup rapat sedangkan kedua siku lengan ditekuk menyiku depan dada. Luangkan waktu untuk berlatih agar memperoleh hasil yang maksimal dan salam bugar dari Lala Studio.
5
Minggu Pon, 7 Juli 2019
Capricorn Berhati-hatilah karena diminggu ini tidak sedikit masalah timbul secara mendadak yang bikin kacau segalanya. Walaupun sebenarnya peluang belum tertutup dan cukup terbuka lebar, sehingga bisa diraih dengan penuh keyakinan hati. Bila ada masalah sebaiknya diselesaikan dengan penuh ketenangan, tidak perlu panik ataupun berkecil hati. Asmara: Jangan cemas, karena ini sifatnya hanya sementara saja, yang terpenting segala ucapan perlu dijaga, jangan sampai menyakiti hatinya. Aquarius Cobalah untuk mau mengerti dan menyadari akan posisi bintang Anda saat ini, yang lagi berada di bawah. Sehingga, jika akan melangkah sebaiknya telah dipikir seribu kali agar tidak menimbulkan penyesalan dikemudian hari. Terhadap berbagai omongan sumbang yang Anda dengar, sebaiknya didiamkan saja. Asmara: Tak perlu cemas dan berpikiran yang aneh-aneh, karena segalanya masih bisa diatasi dengan penuh kesabaran. Pisces Persoalan besar bukan berarti tak ada jalan pemecahannya, asalkan diri Anda selalu tekun dan ulet dalam berusaha sehingga akan mempermudah menemukan solusinya. Diminggu ini segala rencana bisa berjalan dengan cukup lancar, hanya saja Anda harus lebih sedikit cuek terhadap lingkungan disekitar, tak perlu diperdulikan omongan sumbang yang memerahkan telinga. Asmara: Jangan cemas, itu hanya gertak sambalnya untuk menguji kesetiaan dan rasa cinta Anda padanya. Aries Bersyukurlah karena selama ini Anda dapat melewati berbagai rintangan yang lumayan berat dengan selamat. Jadikan semua itu pelajaran agar dapat melangkah lebih baik untuk ke depannya nanti. Diminggu ini keuangan memang agak boros, cobalah buat anggaran dengan setepat mungkin. Asmara: Apa mau dikata kalau itu sudah maunya, asal masih dalam batas kewajaran sebaiknya dituruti saja. Taurus Cobalah berkaca pada diri sendiri sebelum melimpahkan kesalahan pada orang lain. Bukankah mengkoreksi diri sendiri itu lebih sulit daripada menyalahkan orang lain. Beginilah hidup ini terkadang kita yang merasa benar malah berlaku tidak benar, maka dari itu berhati-hatilah dalam mengeluarkan kata-kata. Asmara: Bicaralah apa adanya, tidak perlu ada yang ditutup-tutupi. Gemini: Kekerasan tidak menyelesaikan masalah justru akan memperumit saja. Maka dari itu cobalah bersikap lebih lembut dan tenang dalam menghadapi berbagai permasalahan, agar masalah yang ada itu segera bisa ditemukan solusinya. Asmara: Tidak ada gunanya menyalahkan dirinya terus menerus, justru itu akan membuatnya menjauhi diri Anda saja. Cancer Hilangkan segala kepedihan hati yang menghiasi perjalanan hidup Anda selama setahun ini, jadikan ini semua pengalaman yang mahal harganya dan bisa memetik segala hikmah dari semua persoalan yang ada. Dari segi keuangan diminggu ini Anda bisa tersenyum dan tak perlu kuatir. Asmara: Masih ada harapan, maju terus. Leo Jangan banyak omong jika tidak diimbangi dengan kerja yang cukup, ingatlah bahwa semua itu perlu bukti bukan hanya ucapan dibibir saja. Terhadap urusan yang masih bisa diselesaikan sebaiknya segera saja diselesaikan jangan tunda waktu lagi. Asmara: Usahakan untuk tidak berdebat dengannya, mengalah sajalah. Virgo Minggu ini Anda benar-benar merasakan indahnya hidup ini, apalagi ditunjang dengan suasana yagn benar-benar semarak dan segala urusan pekerjaan yang sudah lumayan lancar, sehingga tidak ada beban yang terlalu dipikirkan. Nikmatilah kebahagiaan ini dengan selalu menjaga kesabaran dan ketenangan. Asmara: Cukup mesra dan bahagia. Libra Minggu ini cobalah untuk bisa lebih teliti, agar segala urusan yang sudah hampir jadi tidak sampai mentah lagi hanya karena diri Anda yang kurang bisa mengikuti rencana yang dibuat sendiri. Masih banyak kesempatan untuk meraih hasil lebih, maka dari itu jangan enak-enakan saja. Asmara: Apa sulitnya berbicara yang halus, tak perlu dengan kata-kata kasar, karena itu akan menyulitkan Anda saja. Scorpio Walaupun Anda sudah merasa berada di atas angin, sebaiknya kewaspadaan tetap dipertahankan. Jangan sampai berlaku sembrono karena akan berdampak cukup luas jika sampai terjadi hal-hal yang tidak diduga sebelumnya. Diminggu ini tetaplah concern dengan berbagai urusan yang sudah berjalan, jangan sampai berhenti hanya karena ada rintangan. Asmara: Jangan terlalu dimasukkan hati tingkahnya yang kadang menjengkelkan hati, karena itu hanya sementara saja. Sagitarius Jangan mudah percaya dengan tutur kata orang lain, apalagi terhadap orang baru yang belum lama dikenal. Jangan ambil risiko yang terlalu berbahaya hanya karena tergoda oleh segala prediksinya yang membikin hati melayang tak karuan. Cobalah untuk lebih independen dalam membuat keputusan sehingga tak diombang-ambingkan oleh berbagai kepentingan. Asmara: Bersikaplah bijaksana terutama dalam menyikapi segala keinginannya, jangan sampai menyinggung hatinya.
Diasuh Oleh : Putri Wong Kam Fu
Berlaku : 7 - 13 Juli 2019
Eksistensi Brahmana Varna dan Brahmana Jati Adhyapanam adhyayanam yajanam yajanam tatha Danam pratigraham caiva brahmananam akalpayat (Manava Dharma Sastra 1.88) “Belajar dan mengajarkan ajaran-ajaran Pustaka Suci Veda, melaksanakan upacara-upacara persembahan suci yajna baik untuk diri sendiri maupun masyarakat umum, dan juga menerima danapunia merupakan hak kewajiban para brahmana.” “Adhyapanam adhyayanam yajanam yajanam tatha” – menunjukkan ada kewajibankewajiban brahmana yang “harus” dipatuhi. Brahmana Varna harus mematuhi kewajiban-kewajiban ini, Brahmana Jati juga harus mentaatinya. Brahmana Varna, yaitu brahmana yang secara pengetahuan agama dan spiritualnya adalah seorang brahmana dan juga secara tugas serta pekerjaan sehari-harinya adalah brahmana umumnya memang mematuhi tugas dan kewajiban tersebut dengan baik. Brahmana Jati, yaitu para brahmana yang karena kelahirannya di keluargakeluarga brahmana adalah seorang brahmana, mereka pun harus mematuhi tugas kewajiban tersebut. Hanya ketika tugas dan kewajiban ke-brahmana-an diikuti serta dipatuhi dengan baik maka mereka (brahmana varna dan brahmana jati) boleh dan layak mendapatkan hak-hak ke-brahmana-annya. Tugas dan kewajiban seorang brahmana yang terutama dan paling penting serta “harus” dipatuhi adalah belajar dan mengajar ajaranajaran suci Veda. Tidak ada brahmana yang tidak belajar Veda karena nafas brahmana adalah Veda. Sebagaimana orang tidak bisa hidup tanpa bernafas, seperti itu pula para brahmana tidak akan “hadir” di masyarakatnya
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
tanpa pengetahuan suci Veda. “Adhyapanam adhyayanam”, belajar dan mengajarkan ajaran-ajaran suci Veda adalah “brahmana” itu sendiri. “Yajanam yajanam”, melaksanakan upacara-upacara persembahan suci yajna adalah brahmana itu sendiri. Artinya, tidak ada brahmana yang tidak belajar dan mengajarkan Veda, dan juga tidak ada brahmana yang tidak melakukan persembahan-persembahan yajna, baik untuk diri dan keluarga sendiri di rumah yang nitya (sehari-hari) dan naimitika (pada acara atau hari-hari suci tertentu) maupun melaksanakannya untuk orang lain atau masyarakat umum. Jika brahmana mematuhi dengan baik tugas kewajiban ke-brahmana-annya dengan baik maka mereka (layak) mempunyai hak. Diantara berbagai “hak” brahmana, ada satu hak penting yang “harus” pula diterima dan dilaksanakan yaitu hak menerima dana-punia atau daksina. Dana-punya (dana-punia) adalah pemberian, “haturan” atau donasi. Daksina adalah pemberian sebagai tanda hormat dan terima kasih atas apa yang sudah dilakukan terhadap diri atau keluarga pemberi daksina. Brahmana Varna dan Brahmana Jati merupakan satu mata uang logam utuh dalam peradaban Veda. Ia bisa dilihat dalam satu belahan “coin” atau mata uang logam, dan (sebaiknya) ia juga dilihat utuh dalam dua belahan “coin”. Tradisi tersebut yaitu tradisi “gotra” (yang mudah-mudahan kami akan tulis tersendiri nanti) itu ada dan dijalankan turun menurun oleh para leluhur di jalan Dharma Sanatana. Terutamanya di Bali/ Nusantara, tradisi ini perlu “dijaga” oleh semua demi ajeg Dharma Sanatana. Membahas perkembangan
riwa disebutkan bahwa di Gunung Semeru, Jawa Timur ada seorang brahmana bernama Hyang Pasupati. Beliau memerintahkan tiga orang putra-putrinya pergi ke Bali untuk menjadi pendetanya orang Bali, masing-masing bersthana di Besakih, Ulundanu, dan di Lempuyang Luhur. Putranya, Hyang (A) Gnijaya berputra lima orang yaitu Sang Brahmana Pandita (Mpu Gnijaya), Mpu Mahameru, Mpu Gana, Mpu Pakuturan (Mpu Kuturan), dan Mpu Bradah. Mpu Gnijaya berputra tujuh orang yaitu Mpu Ketek, Mpu Kanandha, Mpu Wiranjaya, Mpu Withadharma, Mpu Ragarunting, Mpu Prateka dan Mpu Dangka. Ketujuh Brahmana ini kemudian dikenal sebagai Sapta Resi yang menurunkan wangsa Pasek. Untuk mengingatkan keturunannya agar selalu ingat pada kewajiban sebagai keturunan brahmana, Mpu Gnijaya menyampaikan bhisama atau fatwa, “Pasek dan Bandesa, kalian sama-sama berhak menjadi Pandita, sebab kalian adalah keturunan Brahmana turunan Arya Tatar (kamung Pasek mwang Bandesa, kita padha wenang Mbhujanggain, apan kita witning Brahmana jati, treh Arya Tatar). Mpu Kuturan menggagas Desa Pakraman, Khayangan Tiga, dan Sanggah Kamulan (Rong Tiga). Keberadaan Rong Tiga selain sebagai tempat memuja leluhur juga sebagai “miniatur” Khayangan Tiga di rumah tangga yang merupakan tempat pemujaan Tri Murti, Brahma, Wisnu, dan Siwa. Pura Silayukti merupakan sthana Mpu Kuturan, Pura Tanjung Sari sebagai sthana Mpu Bradah. Abad ke-15 Bali didatangi oleh brahmana dari Jawa bernama Danghyang Nirartha, juga dikenal sebagai Danghyang Dwijendra atau Ida Pedanda Sakti Wawu Rawuh. Beliau mengembangkan ajaran Siwa Siddhanta dan menggagas pendirian Padmasana sebagai tempat pemujaan Hyang Widhi. Oleh Raja Dalem Waturenggong Danghyang Nirartha dinobatkan sebagai Purohita (pendeta kerajaan). Selanjutnya keturunan Danghyang Nirartha yang menjadi
Pandita/Sulinggih disebut Pedanda. Beliau disebutkan mencapai moksa di Pura Ulu Watu. Sejumlah Pura yang menjadi penanda kehadiran beliau adalah Pulaki, Ponjok Batu, Goa Lawah, Suranadi, Puncak Tedung, Ulu Watu, dan lain-lain. Tokoh rohaniawan lain yang juga datang dari Jawa ke Bali adalah Maha Mpu Brahma Raja Wisesa. Kedatangan beliau ke Bali atas undangan Mahapatih Gajah Mada. Mpu Brahma Raja Wisesa berputra dua orang yaitu Mpu Gandring yang kemudian wafat ditikam Ken Arok dan Mpu Saguna atau Mpu Patih Jaya. Mpu Saguna berputra empat orang: Mpu Tusan yang menurunkan Pande Tusan; Mpu Lumbung; Mpu Galuh yang kemudian berputra Mpu Brahmaraja; dan Mpu Gandu. Sekitar tahun 1380 Masehi, Dalem Gelgel Sri Smara Kepakisan memberi gelar Bhagawan Pandya Mpu Bhumi Sakti kepada Mpu Brahmaraja. Selanjutnya Bhagawan Pandya Mpu Bhumi Sakti menurunkan warga Pande yang ada di Bali. Ada pula disebutkan bahwa keberadaan warga Pande di Bali sudah ada sebelum kedatangan Dang Hyang Nirartha dan oleh karenanya mereka telah memiliki pandita dari warga Pande sendiri yang berwenang memimpin upacara yang dilakukan warga Pande. Pandita dari warga Pande disebut Sira Mpu, dituangkan dalam bhisama warga Pande dan menjadi tradisi diwariskan dari generasi ke genarasi. Jauh sebelum datangnya para brahmana dari Jawa, berdasarkan Prasasti Dalem Sagening, Piagem Dukuh Gamongan, Purana Dalem Tarukan dan lain-lain, masyarakat asli Bali telah memiliki pandita tersendiri bergelar Dukuh. Karena perjalanan sejarah, sebagian warga Bali sempat melupakan bhisama para leluhurnya, namun karena perjalanan sejarah pula kini semakin banyak warga Bali yang kembali menjalankan bhisama leluhurnya yang antara lain menjadi seorang Pandita dengan gelar antara lain Pedanda, Sri Mpu, Sira Mpu, Sri Resi, Ida Begawan, Dukuh, Bhujangga. Ajeg Dharma Sanatana memerlukan pelestarian secara bijak kedua belahan mata “coin” tersebut di atas.
“Jivaka, Aku katakan bahwa ada tiga kasus yang mana daging seharusnya tidak dimakan; jika terlihat, terdengar, atau dicurigai (bahwa makhluk hidup itu disembelih untuk dirinya). Aku katakan bahwa daging seharusnya tidak dimakan dalam ketiga kasus ini. Aku katakan bahwa ada tiga kasus yang mana daging boleh dimakan; jika tidak terlihat, tidak terdengar, dan tidak dicurigai (bahwa makhluk hidup itu disembelih untuk dirinya). Aku katakan bahwa daging boleh dimakan dalam ketiga kasus ini.” (Jivaka Sutta, Majjhima Nikaya 55). Penjelasan Buddha kepada Jivaka sudah sangat jelas bahwa para siswa Buddha dapat menerima makanan yang berbahan daging. Prinsip inilah yang banyak digunakan oleh para Bhikkhu, khususnya mahzab Theravada dalam keseharian. Umat bisa mem-
berikan dana sesuai dengan kemampuan dan keinginannya; tanpa merasa terbebani dan mungkin merepotkan. Walaupun demikian, pola makan vegetarian pada umumnya diterapkan di sejumlah pusat pelatihan meditasi yang besar, di mana setiap harinya terdapat ratusan peserta meditasi yang menjalani latihan. Di dalam center terdapat dapur umum dan juga sejumlah umat yang membantu menyiapkan makanan. Jika mereka mempersiapkan makanan berbahan daging, mereka harus memesan daging terlebih dahulu. Dengan memesan, berarti mereka meminta orang lain untuk melakukan pembunuhan hewan tertentu dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi pesanan tersebut. Mereka jelas mengetahui bahwa hewan tersebut dibunuh untuk center meditasi. Menyetujui terjadinya pembunuhan, secara tidak langsung ikut menanam kama baik. Pembunuhan dapat dilakukan
secara langsung atau melalui ucapan dengan memberikan pesan, perintah, menyusuh, dan sejenisnya. Karena pertimbangan ini, maka umat Buddha sebaiknya juga tidak melakukan pemesanan daging dalam jumlah besar untuk keperluan tertentu. Kita bisa membeli daging hewan yang dijual bebas di pasar tanpa melakukan pemesanan terlebih dahulu sehingga tidak mengkondisikan terjadinya pembunuhan secara langsung. Kita membeli atau tidak membeli daging, penjual daging tetap mempersiapkan dagangannya. Mereka tetap membunuh untuk mempersiapkan jualannya. Haruskah vegetarian? Semuanya kembali ke dalam diri kita sendiri, tidak ada yang mengharuskan. Buddha lebih menekankan pada latihan untuk tidak melakukan perbuatan buruk, memperbanyak perbuatan baik, dan berusaha untuk mensucikan hati dan pikiran. Latihan agar bisa secepatnya merealisasi kebahagiaan tertinggi, nibbana.
kejelekannya. Bila tidak dijumpai, dibuatlah cerita bohong atau khayalan buat menstigma rivalnya dan pack of lies itu dijejalkan pada para pengikutnya. Lucunya, entah memakai ilmu sihir atau uang, mungkin juga relasi kuasa, dongeng tersebut dipercaya para pengikutnya,” ulas Rubag. “Wah, rupanya istilah TSM atau Terstruktur, Sistematis dan Massif berasal dari tindakannya sendiri lalu dituduhkan ke pihak lawan ya? Orang Bali zaman dulu menyebut perangai seperti itu, cara ngae baju nyikutin ke awak! Benci dan sakit hati yang melahirkan sifat iri dan dengki seharusnya tidak dipelihara terus. Itu harus dilepas dari hati dan otak, sebab iri, dengki dan sirik merupakan racun, baik buat fisik maupun kejiwaan, Sikap sinis, nyinyir, kepo dan rempong bertahun-tahun membuat orang bisa mengalami depresi berat, karena sikap negatif tersebut memproduksi hormon Nor-Adrenalin yang merusak sel-sel sehat dalam tubuh. Makanya disarankan untuk merenung dengan refleksi mendalam tentang diri sendiri,
membuat kita bisa berfikir sehat dan adil terhadap segala masalah. Positive Thinking, konon kebiasaan yang menghasilkan hormon Beta Endorphin yang memperkuat daya tahan tubuh sekaligus membahagiakan. Bagiku, hidup adalah persaingan tanpa henti, sehingga kita semua lahir sebagai petarung. Petarung kehidupan dan harus siap menerima kekalahan dan menyambut kemenangan dengan bersyukur. Tidak perlu mendiskreditkan atau menjelekjelekkan orang lain buat menutupi kelemahan kita. Aku senang melihat sikap kebanyakan petarung Mixed Martial Arts di TV. Mereka baku ejek sebelum bertarung, namun saling rangkul seusai pertarungan, bahkan yang menang minta maaf terhadap lawan yang berhasil di-KO, “ tutur Nyoman Sudiantara. “Bersikap legowo merupakan hal yang sangat sulit bagi mereka yang mabuk kekuasaan. Apalagi Si Power-alcoholic dikelilingi manusia-manusia penjilat yang nyaris semua tindakannya justru menjatuhkan martabat dan kesempa-
tan untuk berkuasa Sang Tokoh. Tragisnya, kenyinyiran dan kekepoan terus berlanjut saat junjungan sudah kalah, sehingga kondisinya seperti terjatuh ditimpa tangga pula. Pemenang terus diburu kesalahan dan kekurangannya, meski pertandingan sudah selesai. Aku heran, kenapa kemampuan berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris dijadikan perkara terus? Setelah ketidakmampuan berbahasa Inggris terbantah dengan kemampuannya berkomunikasi dengan English Native Speakers, kini dialek atau logatnya dikritisi habis. Mereka tidak tahu atau sengaja tidak peduli kalau di dunia ada beberapa dialek bahasa Inggris. British, American, Australian dan New Zealand English ? Bahkan kini populer juga Singaporean English yang disingkat Singlish. Tidak tertutup kemungkinan bila semakin banyak orang berbahasa Inggris dengan logat medok Jawa di pergaulan internasional akan lahir pula Javenglish. Ya Javanese English ! Makanya jangan kuper lah! “ komentar Made Surjanegara.
masyarakat Bali maka tidak bisa diabaikan perihal datangnya sejumlah tokohtokoh agama dari tanah Jawa. Perihal tersebut dapat dilihat dalam catatan sejarah berupa prasasti, lontar-lontar, dan juga secara tutur disampaikan melalui pertunjukan kesenian tradisional seperti topeng, arja, dan lain-lain. Salah satu catatan tertua dari yang tertua perihal kedatangan tokoh agama dari Jawa ke Bali adalah “Bali Yatra”-nya Maharesi Markandeya. Sekitar abad ke-8 Resi Markandeya berangkat dari Gunung Raung menuju ke Bali. Kedatangan pertama ke Bali bersama pengikutnya berjumlah 8 ribu orang mengalami musibah, banyak pengikutnya meninggal. Resi Markandeya kembali ke Gunung Raung untuk melakukan tapa, brata, yoga, dan samadhi untuk mohon petunjuk dari Hyang Widhi. Dari laku spiritualnya itu Resi Markandeya mendapat “petunjuk” untuk menanam Panca Dhatu. Pada kedatangan kedua dengan jumlah pengikut sebanyak 4 ribu orang Resi Markandeya melakukan upacara penanaman panca dhatu (lima logam tertentu) di tempat yang sekarang bernama Pura Basukihan di kawasan Pura Besakih. Hanya setelah itu barulah Resi Markandeya beserta seluruh pengikutnya dapat hidup tenang dan damai di Bali. Peninggalan lain Resi Markandeya adalah Pura Murwa Bhumi dan Pura Sukamerih di Payangan (pahyangan). Di Desa Taro, Resi Markandeya membangun Pura Gunung Raung sebagai simbol keberadaan Pura yang ada di Gunung Raung. Selain itu, di tepi sungai Oos, Resi Markandeya mendirikan tempat pertapaan sebagai tempat tinggal beliau dan siswa-siswanya, yaitu para Bhujangga Waisnawa sebagaimana disebutkan dalam lontar Bhuwana Tatwa Maharesi Markandeya (mwah ri pangiring banyu Oos ika hana Wihara pasraman sira Resi Markandya iniring para sisyan ira, makadi kula wandwan ira sira sang bhujangga waisnawa). Dalam buku Babad Pasek karya I Gusti Bagus Sug -
MIMBAR AGAMA
Haruskah Vegetarian? Dhana Putra JIKA seseorang mengaku dirinya umat Buddha, banyak orang yang berpandangan bahwa dia pasti seorang vegetarian. Demikian juga sebaliknya, jika ada yang mengaku dirinya seorang vegetarian, banyak orang mengira bahwa dia pasti umat Buddha. Padahal keduanya vegetarian dan umat Buddha,adalah dua hal yang berbeda. Vegetarian telah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang dengan beberapa pertimbangan, salah satunya karena faktor kesehatan. Siapa saja bisa menjalani pola makan vegetarian, tidak hanya umat Buddha. Namun memang lebih banyak ditemui pada umat Buddha tradisonal keturunan Tionghoa
Javenglish It’s so easy to be a hater; go for to the difficult task for not judging, “ be a lover “ . Use your brain wisely, keep your mental health and be a happy person, folks ! “ Sangat gampang menjadi seorang pembenci, namun cobalah berupaya untuk tidak memvonis, jadilah pencinta. Gunakanlah otakmu dengan bijak, peliharalah kesehatan mentalmu, jadilah manusia berbahagia, sobat! Demikian anjuran Ifa Hanifah Misbach di akhir artikelnya yang berjudul ‘Obrolan Psikologi: Iri dan Dengki‘. Tulisan yang menurutku merupakan kegelisahan akan terjadinya perpecahan warga bangsa akibat kontestasi politik yakni Pemilu Serentak, April lalu, perlu diapresiasi. Sebab Pemilu dengan segala jenisnya berhakikat memilih pemimpin yang baik dalam ajang demokrasi, ternyata oleh beberapa gelintir politisi dijadikan alat pemecah belah. Khususnya mereka yang tidak mampu bersaing
dan kelompok tertentu lainnya. Apakah umat Buddha harus menjalani pola makan vegetarian? Pertanyaan ini telah muncul sejak zaman Buddha, dengan munculnya sejumlah kritik terhadap para Bhikkhu yang melakukan pindapata. Para Bhikkhu menerima persembahan dana makanan yang diberikan oleh umat, tanpa pernah menetapkan aturan dan syarat tertentu tentang makanan tersebut. Pada suatu kesempatan, ketika Sang Bhagava sedang menetap di Rajagaha di Hutan Mangga milik Jivaka Komarabhacca. Jivaka Komarabhacca mendatangi Sang Bhagava, memberi hormat dan duduk di satu sisi, dan menyampaikan bahwa para keluhan yang muncul bahwa Petapa Gotama dengan sadar memakan daging yang dipersiapkan untuk-Nya dari binatang-binatang yang dibunuh untuk Beliau.
brolan BALE BANJAR ARIDUS secara sportif, berjiwa ksatria dan berfikiran jernih. Ketidakmampuan untuk bersaing akibat minimnya akal sehat, intelektualitas dan kejujuran, menumbuhkan sifat iri hati, dengki dan sirik. Ini membuat mereka benci pada para pesaingnya. Celakanya, kebencian tersebut ditularkan pada para pengikut dengan berbagai cara, khususnya kebohongan dan memelintir fakta. Para pesaing yang diduga akan menang dalam kontestasi dicap curang. Bukan hanya fisik, juga latar belakang hidup pesaing serta keluarganya diintip dan dicari
Bali
6
Redité Pon, 7 Juli 2019
LUKAT – Nyabran raina Pangrupukan, warga Puri Satria Kawan ngamargiang dresta sané kawastanin antuk lukat geni. Punika nénten ja tios wantah pabersihan angga ngawigunayang sarana marupa danyuh utawi prakpak sané madaging antuk api murub
Dresta Lukat Geni
Ngawigunayang Api pinaka Sarana Pabersihan DRESTA wantah sinalih tunggil tetamian saking para panglingsiré nguni. Nglestariang kahananipun satmaka ngamecikang kawéntenan “kekayaan intelektual” druén krama ring wewidangannyané. Yadiastun ketah kasambat dresta jagi sayan ical nganutin antuk paileh masa, nanging nénten akidik dresta kuna sané kawéntenanipun kantun ajeg ring kahanan sakadi mangkiné. Akéh kapanggihin dresta utamanipun ring Bali sané katangiang utawi kaentenang malih olih krama risampuné polih katilarin utawi nénten
kamargiang. Sinalih tunggil dresta sané katangiang minakadi dresta Lukat Geni sané kamargiang olih wargi Puri Satria Kawan, Désa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung. Manut A.A. Gede Agung Rimawan, Kelian Pasamuan Puri Satria Kawan, dresta Lukat Geni sujatiné sampun kamargiang saking nguni sané kawastanin antuk Gebug Api utawi Siat Api. Sangkaning nénten wénten sané kayun ngamargiang wiadin ngicén panuntun indik tata-titi miwah pidabdab ring dresta inucap, raris Gebung Api puniki
Ngaptiang Makatah Parikrama BECIK wiadin kaon kahanan dresta tetamian budaya majanten nganutin saking parikrama sané kamargiang olih krama sané naminin. Napi jagi becik kalestariang, napi jagi nilarin budaya tetamian panglingsirnyané punika. Sané ngangobin manah, nénten akidik dresta sané katangiang malih duaning kaélingang tattwa tetuek sané adiluhung ring dresta inucap sakadi dresta lukat geni ring Klungkung. A.A. Gede Agung Rimawan maosang, dresta inucap katangiang malih ngawit warsa 2016 lintang. Sakéwanten nénten prasida gelis kamargiang sajabaning ngaptiang makatah pidabdab utawi parikrama kantos dresta inucap prasida kamargiang nyabran raina pangrupukan sakadi mangkin. Parikrama kapertama kamargiang antuk ngrereh sapasira kémanten angga pasamuan sané kayun tur meled nyarengin pidabdab dresta inucap. Tatkala punika, sané ngawit nyarengin wantah angga ST. Sabha Mandala kasarengin antuk lanang-lanangé sané sampun mayusa 30 wiadin 40 warsa. Wusan punika wawu kalanturang antuk nunas “dukungan” utawi pamargi becik saking para panglingsir mangda pidabdab sané kamargiang prasida becik tur kauningayang olih makasami angga Pasamuan Puri Satria Kawan. Risampuné nampek ring galahnyané kamargiang, wawu kasobyahang malarapan antuk pasangkepan ring pasangkepan truna miwah truni sané jagi nyarengin pidabdab dresta inucap. Wusan makasami kamargiang, wawu dresta inucap becik kadabdabang ring galah sané sapatutnyané antuk tata-titi miwah pakemipun. “Pikobet sané naenin kapanggih wantah indik pisarat para pamilet duaning akéh sané nénten meled nyarengin sangkaning takut puun utawi keni “luka bakar”. Sakéwanten kahanan inucap prasida katepasin antuk pawarah-warah lan ngicénin angga truna inucap tetuek indik ngamargiang dresta punika pinaka jalaran ngaturang bhakti ring Ida Sanghyang Widhi Wasa lan leluhur satios nglestariang tetamian panglingsir,” Kaur Perencanaan Desa Paksebali punika nartayang. (was)
Kruna AKSARA BALI
BAhAsa INDONESIA
1. dangan
1.
d\n/,
mudah
2. dangsah
2.
d\uæ;,
rata
d\uuæ)k/,
dekati
3. dangsek 3.
nénten wénten sané ngamargiang malih. Kasuén-suén, sangkaning antuk pitutur para panglingsir, dresta kuna lan tenget sané kawastanin antuk gebug prakpak, raris kapikayunang yéning dresta inucap wantah tetamian budaya sané adiluhung tur becik yéning kamargiang malih ring raina Pangrupukan, napi malih Pangrupukan kajantenang pinaka raina pabersihan jagat. Antuk punika, ngamargiang dresta inucap nénten wantah ngicalang leteh ring bhuana agung, taler ring bhuana alit. Punika mawinan ngawit warsa 2016
dresta punika katangiang malih tur kawastanin antuk Lukat Geni sané nyinahang daging-daging sastra agama Hinduné. Lukat tegesnyané pabersihan, geni tegesnyané api, mawinan lukat geni wantah dresta tenget mabersihan sané ngawigunayang sarana marupa api. Parikrama inucap ketah kamargiang ring pempatan Satria nyabran pangrupukan ngawit jam kutus wengi tur pinih sué kantos jam dasa wengi. Kamargiang irika duaning genah inucap wantah catuspata utawi pempatan agung. “Ring warsa 2019 puniki, dresta
inucap kamargiang ring Jaba Kangin utawi Madya Mandala Merajan Agung Puri Satria Kawan sangkaning Tilem Kajeng Kliwon tur nepet sareng karya ring merajan agung. Yadiastun kagingsirang genahnyané, nénten ngirangin tetuek lan tetujon saking dresta inucap,” baos dané. Malih kalanturang, parikrama dresta inucap prasida becik sangkaning para pamilet sané nyarengin dresta inucap. Ngeninin indiké punika, sané ngamargiang lukat geni wantah angga Sekaa Teruna Sabha Mandala, sekaa muda-mudi sané
kadruénang Pasamuan Puri Satria Kawan. Sakéwanten sané magebugan wantah angga truna utawi lanangnyané kémanten duaning angga istri jagi makta obor kanggén nyundihin wewidangan genah lukat geni inucap kamargiang ring soang-soang genah sakadi sané sampun kadabdabang dados petang genah utawi nganutin saking catur pangider bhuana. Punika mawinan ipun jagi mapupul antuk akéh nganutin urip soang-soang genah minakadi ring kangin, kelod, kauh lan kaja asapunika taler warnan kwaca miwah
senteng sané kanggén. Dané malih maosang, lukat geni wantah dresta tenget sané ngawinang nénten prasida kamargiang ring genah wiadin pidabdab tiosan saking kapatutannyané napi malih jagi kanggén bebalihan ring festival miwah pameran seni. “Sios punika, sangkaning makéh pidabdab sané patut kamargiang ring paileh dresta puniki nyinahang yéning lukat geni wantah dresta sané kasuciang, nénten dados kamargiang tiosan ring raina pangrupukan,” dané nartayang. (was)
Prakpak antuk Api Murub
Bencingah
Basa Bali
BPM/ist
4. danta
4.
dnÕ,
gigi
5. datar
5.
dt(,
datar
6. danu
6.
dnu,
danau
7. dara
7.
dr,
merpati
8. darma
8.
a(m,
alim
9. darta
9.
d(`,
berita
10. das
10. ds/,
hampir
Sarana Magebugan Saling Timbalin DRESTA Lukat Geni kamargiang olih krama sané naminin pinaka jalaran nglestariang kahananipun. Pamarginipun nénten dados maawag-awagan duaning tengetnyané sampun kajantenang taler madué makatah kapatutan sané nénten dados kalémpasin. Minakadi conto para pamiletnyane nénten pisan kadadosang nginem ineman “beralkohol” sadurung ngamargiang dresta inucap. Sios punika, wénten taler makatah éédan utawi paileh sané patut kamargiang sadurung kramané prasida nyarengin lukat geni. A.A. Gede Agung Rimawan maosang, paileh lukat geni kakawitin saking jam kutus semeng. Para pamilet jagi malukat soang-soang ring segara, wus punika raris mapupulan ring merajan agung sinarengan muspa saha malu-
kat ring Pura Sagening saha kalukat malih olih Jero Mangku. Wusan irika kalanturang malih ring Pura Kahyangan Tiga miwah Pura Dalem antuk pidabdab sakadi i wawu tur mawali ka merajan agung. Wusan kaicén mararian, para pamilet kanikain mangda mapupul malih ring merajan agung jam nem nyoréang. Ring soréné punika, samian pamilet malih ngamargiang pamuspan ring merajan. Sarana sané kawigunayang sampun kasayagayang tur kasuciang sadurungnyané, minakadi kain poléng wiadin danyuh utawi prakpak miwah oncor sané kabakta olih para istriné. Sarana punika kasayagayang olih prajuru karya, tetujonipun mangda sang sané ngamargiang dresta inucap nénten ngawag ngambil sarana minakadi sarana sané nénten kasuciang
sadurungnyané. Wus punika raris para pamilet mabaris kalih mamargi ka genah sané sampun kaiter antuk angga istri sané makta oncor pinaka genah lukat geni jaga kamargiang. Risampuné punika, para pamilet ngepah raga dados kalih pupulan minakadi pupulan kaja miwah kelod. Sakasiki saking soang-soang pupulan jagi nuju kalangan saling gebug matimbalan antuk sarana prakpak utawi danyuh sané sampun kaenyit utawi katunjel nganutin suaran gambelan. Wusan saling gebug, raris ipun mawali ka genah pupulannyané tur katimbalin olih angga tiosan, asapunika nerus kantos makasami pamilet polih paduman magebugan. Risampuné sami polih paduman, raris lukat geni ngranjing ring pamucuk parikramanyané. Para pamilet tedun ka kalangan
sinarengan tur magebugan. Yéning sampun wusan, para pamilet mawali mabarisan malih tur mawali nuju ka merajan. “Sarana sané kawigunayang wantah prakpak utawi danyuh sané maenyit. Risampuné wusan, danyuh inucap nénten kakutang, nanging katurang malih ring prajuru,” baos dané. Dané malih maosang, ring pidabdab magebugan, sané dados ngebug wantah ipun sané makta prakpak utawi danyuh sané apinyané kantun murub. Yéning nénten murub utawi wantah marupa baa api kémanten, sinah baya pisan ring sang sané jagi kagebug duaning baa inucap sané jagi natunin. Punika mawinan api ring danyuh punika patut murub mangda prasida kanggén ngebug. Manawita api ring prakpak
inucap padem tur nénten murub, sinah patut kaenyitin malih wiadin kagentosin antuk prakpak sané anyar. Sakéwanten tatkala kaélingang ring kahanannyané sané dumunan, danyuh sané kanggén wantah danyuh sané karaprap saking papahnyané tur kantun jangkep antuk katik sané raris kategul. Nanging lidi saking danyuh punika prasida natunin , dadosné punika kabecikang malih antuk ngicalang lidi saking danyuh sadurung kategul becik-becik mangda prasida kanggén malukat geni. “Ring paileh dresta inucap, soang-soang pamilet dados nganggén prakpak wantah ategulan kémanten. Sakéwanten risampuné ngranjing ring pamuncuk wawu prasida magebugan antuk makta kalih prakpak sané kantun murub,” dané nartayang. (was)
Dura désa
Sesolahan Cupak Gerantang
Ngwedar Parilaksana Becik Kalawan Kaon SESOLAHAN topéng Cupak Gerantang wantah sinalih tunggil cerita rakyat mawit Pulo Lombok. Ketah, sesolahan inucap kapéntasang pinaka tontonan majeng krama ring wewidangan irika. Sajeroning sesolahan inucap, kawedar indik kalih parilaksana manusa, becik kalawan kaon. Parilaksana becik, satya, wirang, taler alep bagus kasinahang olih tokoh Gerantang. Parilaksana sawaliknyané, kaon, bangras, loba, mayus kasinahang ring tokoh Cupak. Makekalih parilaksana inucap yukti nénten prasida kapasahang. Sané unik, ring sesolahan puniki kapadonang pantara kasenian teater, tari, miwah musik taler kasolahang olih makudang-kudang anak lanang sané matopéng, kairingang olih sekaa gamelan. Indik carita sané kawedar akéhan mendramatisasi carita heroik patriotik sané madaging bebanyolan. Sesolahan Topéng Cupak Gerantang wantah ngwedar makatah parilaksana
manusa. Iriki kawedar indik parilaksana becik kalawan kaon. Paileh para praginané taler lemuh, napi malih kairingang antuk gamelan tradisional minakadi cungklik, sayan ngawi para panonton angob. Topéng Cupak Gerantang kocap pinaka sinalih tunggil kasenian sané sayan rered kawéntenannyané. Yadiastun asapunika, sesolahan Topéng Cupak Gerantang kantun madué genah ring angen krama sané nyenengin. Napi malih wénten nilainilai kearifan lokal saha piteket-piteket becik sajeroning sesolahan inucap. Pinaka pecak wewidangan Sunda Kecil, makudangkudang sesolahan ring NTB keni ius sesolahan Jawi miwah Bali. Mawinan punika, ring Bali taler wénten sesolahan Cupak Gerantang, yadiastun wénten pabinannyané. Indik sesolahan Topeng Cupak Gerantang, naskahnyané kasurat ring lontar, antuk aksara jejawén miwah ngawigunayang basa Sasak.
Sesolahan Topeng Cupak Gerantang puniki sampun nglimbak mawit abad kaping 10. Ring panglimbaknyané, caritannyané kauwah ka carita biasa mawentuk teater tradisional mangda dagingnyané dangan karesepang krama panonton. Kasenian puniki nglimbak ring maku-
dang-kudang genah ring NTB, minakadi ring Mataram, Labuan Api, Bay an, Gangga, miwah Lenek. Kawéntenan seni sesolahan Topeng Cupak Gerantang patut kalestariang. Kasenian asli Lombok patut kalimbakang pinaka panyokong kasenian budaya nasional.
Sesolahan topéng nusantara pacang rajeg kawéntenanyané yéning sesolahan topéng ring makudang-kudang wewidangan prasida becik kawéntenanyané, mawinan prasida ngwewehin wilangan kasenian budaya nasional. (pusat data/berbagai sumber)
BPM/ist
Nyastra
Redité Pon, 7 Juli 2019 KENDEL gati Wayan Tirta maan ka Lémbongan. Ia meled matepuk ajak timpalné dugasné bareng-bareng masekolah. Timpal leketné uli Nusa Lémbongan. Yadiastun tusing dadi a kost, sakéwala sabilang sanja maan dogén malali ajaka dadua. Yén, ia leleh malajah, ajaka ka Klotok mabalih pasih. Tujuhanga suba Lémbongané. “Ditu umah tiangé, Yan.” “Manian tiang lakar malali kemo.” “Saja té.” “Saja.” Sesukat tamat, kanti magaé tusing dogén maan galah ka Lémbongan kanti ada tugas uli kantorné apang ka Lémbongan. Ia menék uli Kusamba. Menékin but gedé buina melah. Kenehné suba di Lémbongan. Ombak Kusambané melah gati dugasé nika. Liu anaké lakar ka Nusa. Ada mapanggango adat, mirib lakar tangkil ring Bhatara Dalem Péd. Ada masi turis menék uli Kusamba. Mirib pepes ka Nusa, suba lapah tekén Nusa. Wayan Tirta marasa angayu bagia. Swéca Ida Bhatara Baruna, énggal neked di Nusa. Timpalné mapahan ada di Nusa Gedé nyalanang tugas, ia ka Lémbongan. Baan tumbéné, ada timpalné ngatehin ka Toya Pakeh. Uli ditu ka Lémbongan. Jukung ané penekina tusing patuh buka ané uli Kusamba ka Nusa, cenikan buin abedik, kéwala mamesin melah. Paningalanné Wayan Tirta celéngar gati. Ia maan ningalin punyan bakau. Ia inget bakauné ento ané miara idup bé utawi nemalangin ombaké yén nglurug pasisiné. “Sinah liu ada kyuyu idup di bakauné. Sinah liang i kyuyu ada ané ngetisin déwékné. Yén ajak makejang inget tekén pasih, sinah inget masi tekén bakau. Kedisé tepukina nglincak mirib ia ngintip bé.” Tingalina Ceninganné. Marep Kelod, ngenah Jembatan Kuningé suba melah gati. Buka adanné, macét kuning gading. Ipidan jembatané ento taén pegat kanti ada ané ngalahin. Jani, suba kukuh-bakuh nganggo besi. Ia tuun di pelabuhané. Ngenjekin bias putih buina bersih. Di kenehné, nunas lugra ring Bhatara-bhatari ané malingga di Lémbongan. “Yén ada bias putih, sinah kaangé enu melah. Kaang tongos bé mumah. Kaang melah, bé idup pasliwer, iraga masi lakar melah. Uli pasih idupé ngamelahang. Di pasih tongos amerthané.” Baan tumbénné ka Lémbongan, ia mapoto di Jembatan Kuningé. Masélpian anaké nyambatang. Bin jebosné suba ngenah di pisbuk. Liu timpalné nakonang, “Ngujang ka Lémbongan? Dija nginep?” Ia tuah kenyem-kenyem dogén. Tuah a besik ané meledanga apang maan macepuk ajak timpalné dugasné bareng-bareng ajaka masuk ipidan krana suba masemaya. “Yén ka Lémbongan, nginep jumah,” kéto timpalné nyekenang. Ia nlektekang turisé masliwer. Ada ané lakar ka Nusa Ceningan ada ané mara teka uli Ceningan ka Lémbongan. Tusing pegat-pegat anaké ngliwatin jembatan Kuningé. “Mirib liunan turis di Lémbongan ené?” Wayan Tirta
Satua Uli Lémbongan IBW Widiasa Keniten ngrieng di keneh. “Dadi bek pesan anaké ka Lémbongan. Sinah melah gati Lémbongané? Yén sing melah, lakar ngujang ka Lémbongan?” Cerik tua suba biasa mabasa Inggris, mirib baan sesai ningehang. Wayan Tirta ada ané nakonin. “Kija Pak? Ené ada sepéda dadi séwa.” “Ten. Tiang ampun ada ané nganter.” Sing med-med Wayan Tirta ningalin pasih Lémbongané. Yéhné ngenah ening. “Madak apang tetep ening. Madak apang tusing ada mis di pasihé. Pedalem béné mati ulian tusing rungu tekén pasih. Madak apang tusing liu ané ngadep tanah kawitan. Madak apang Lémbongané gelahang anak uli Lémbongan.” “Mriki Pak, Tiang ngatehang.” Wayan Tirta gandénga sambilanga nutur kangin-kauh indik Lémbongan. Jalanné tusing sanget linggah. “Ampunang jejeh Pak. Tiang ampun biasa driki.” “Napi bayun tiangé kesiab-kesiab.” “Ten kenapi.” Énggal pajalanné. Tusing sanget makelo. Sagét suba neked di tongos ané aliha. Mirib suba uli tuni antianga? Sangkan makejang suba
sayagaanga. Gaénanga kopi. Kendel pesan Wayan Tirta. Iseng ia nakonang timpalné ané ajaka masuk. Makejang ngorahang nawang. “Ento suba ané ngelah hotél dini. Tamuné tusing taén sepi. Bapak lakar mrika? Nyanan tiang ngatehang.” “Kéné luung anaké uli Lémbongan,” Wayan Tirta ngrieng di keneh. “Tiang meled macepuk ajak timpal tiangé Gedé Dananjaya.” “Gampang nika. Malih jebos mrika. Drika manten Bapak nginep.” Matan ainé sayan ngejohang. Sayan sanja. Ané aliha tekén Wayan Tirta suba makejang bakatanga. Ia ngorahin apang ajaka ka umahné Gedé Dananjaya. “Atehang jebos tiang.” “Nggih Pak, gampang.” Sagét suba ada sepéda motor anyar di sampingné. Gereng-gereng! “Mriki Pak tiang ngandéng. Tiang pepes mrika.” Wayan Tirta kendel gati. Uli kudang taun kadén tusing maan matepuk ajak timpalné. Ia bengong majujuk di arep hotélné. Pabaliha hotélné. “Aget pesan timpalé. Ngelah hotél luung kéné. Ia majujuk di malun résepsionisé. Orahina nélpun Gedé Dananjaya. Tusing sanget makelo. Teka anak mabaju kaos. Pada-pada saling neneng. “Yén sing pelih Wayan Tirta?” “Beneh. Gedé Dananjaya?”
Makadadua saling gelut. Bes suba kudang taun kadén tusing taén macepuk antes suba tusing kingetan. “Lén pesan jani Dé.” “Patuh cara pidan.” “Apa patuh? Ngelah hotél buka kéné.” “Saja buka munyin Wayanné. Tiang maburuh di hotél.” “Béh, misi maburuh.” Buin jebosné suba ada wéter ngabaang inuman. “Tusing dadi mulih jani. Ipidan masemaya lakar ka Lémbongan. Cutetné nginep dini. Tusing dadi ngorahang tusing nyak.” Wayan Tirta kenyem. “Nah, apang taén masi nginep di hotél buka kéné. Apang nawang gumi Lémbongan masi.” Kanti peteng ajaka dadua ngorta kangin-kauh. Ané sanget demenina tekén Wayan Tirta, tusing mabinaan kenehné timpalné sesukat ngelah hotél. Patuh buka dugasé ajaka masekolah. Tusing ajum mara dadi anak ngelah. Kéné taén ipidan ia mamunyi. “Yadiastun sugih, yadiastun tuna, makejang karma ento. Jani, melahang namtamin karmané apang melahan buin.” Wayan Tirta nginep di hotel. Seprainé mawarni putih sentak. Lampuné buka lampu éropa magantung. Kasurné empuk. Kamar mandiné bersih. Ada ngango yéh anget lan yéh dingin. Puter kébot-kenawan dogén lén suba yéh ané ngecor. Makejang suba sayagaanga tekén karyawan hotélé. Yén ia nelok, ngenah pasih Lémbongané ané ngulangunin. Orahanga kamaré ento pinih maela. Kendel pesan Wayan Tirta, ”Aget ngelah timpal luung buka kéné. Baan kiapné, tusing nyidaang ngandet, jeg malelépé pulesné. Luungné tusing kanti ngerok. Kenehné ngumbara buka tusing dadi rérénang. Majalan indeng-indeng buka ngilehin Lémbongané. Sagét ada anak gedé ganggas nundikin. Mawibawa. “Mai malali ka umah Bapané!” “Ampura sapasira niki?” “Manian lakar tawang.” Wayan Tirta tusing bani tulak. Ia nuutin sabilang ané orahina. Ajaka ka umahné. “Dini umah Bapané.” “Becik pisan genahé puniki.” “Umah keneh melah, mula uli iraga. Tusing nak lén ngranayang melah.” Wayan Tirta tusing bani nyautin. Déwékné tusing bani matakon buin. “Apang tawang, ipidan Lémbongan ajak Ceninganné dadi a besik. Perahuné I Renggan ngranayang. Layar perahun I Rengganné ngalembong kauh lantas dadi Lémbongan. Layarné ngepah Ceninganné ajak Lémbongané.” “Tekedang jebos pesen Bapané, nah!” “Ring sira?” “Tekén Gedé Dananjaya.” “Indik napi?” “Apang ingetanga Lémbongané.” I Wayan Tirta énggalan enten mara lakar nyautin. Awakné peluh pidit. Ia inget satuanné I Renggan lan I Renggin, anak sakti uli Nusa. -0-
Ketut Muka Pendet
Satua
Seniman ”Multitalenta”
I Belog Mantu (4) Kaketus saking Satua-satua Bali (IV) SUBA nyanan sanjané, mara I Belog ngiréang kema ka umah Pan Luh Sari. Inget ia tekén ngelah sesepelan jaja iwel matumplu di bungbung tiing buluhé. Pasti tain cicing gobané, ento abana sopa sakabedik sambilanga majalan. Teked di wangan Luh Sariné, lantas ia magending, “Don kacang don plausé, kéto cang Luh.” Lantas ia macelep mulihan, ciplak-ciplak di natahé nyantek-nyantek kinyukané, laut ia mamunyi, “Ento nguda I Bapa nundén ngalih icang, i tuni oon layahé kaliwatan.” Masaut bapan Ni Luh Sari, “Ento apa sop cai jaan pesan asané? Idih ja kuda bedik.” Masaut I Belog, “Apa, tain cicingé, katumpu iwel manis jaan pesan.” Masaut bapan Luh Sari, “Kén saja Belog, indayang édéngang!” Mara kéto édénganga baan I Belog, beleh tain cicing badeng maketanketan gobané, kéwala nyangluh boné sada manis. Gumpita, cicipina abedik saja jaan nyangluh manis malenyad rasané. Buin émpoosa gedénanga, klinyam-klinyam ia naar iwel, nyetanga tuah saja ibané naar tain cicing. Nanging ia tusing geting atinné, apan luung asané. Bapan Luh Sari ngomong kéné, “Belog mani uopin bapa najukin ka uma nah? Nyen dini nyen madaar, adiné I Luh tagihin nasi, apang pragat bapa matekap!” Masaut I Belog: “Nah bapa, icang sing bisa magaé, mun kangguang bapa.” Nah suba jani kéto, mani semengané pradang ka carik malunan ja teka di uma. I Belog buin mangéka daya, ngalih jaja begina putih ingen adasa bidang. Lantas mema suba dadi sambrag lantas buin gorénga, bagus renyah empuk, putih nyemplak. Pasemengan majalan ia ka uma, jajané ento bongkosa ilidanga, teked di uma enu joh sangklibanga ngejang pang da ada anak nawang. Nglaut ia ngucung-ngucung majalan ngungsi umah Pan Luh Sariné. (Masambung)
KETUT Muka Pendet wantah sinalih tunggil Dosén Seni Kriya ring PSRD ISI Denpasar. Yadiastun kasub pinaka pematung, nanging lanang tetiga putra puniki sujatiné wantah seniman “multi talénta”. Satios pinaka pematung, ipun taler waged nglukis, magamel, taler makarya keramik. Satios punika, ipun ketah molihang juara seni ring ajang Pesta Kesenian Bali. Kabaosang, patung wantah seni tiga diménsi antuk lakar kayu, batu padas, fiber, miwah beton sané sampun nglimbak antuk prosés cétak. Dumun, sané wénten wantah patung tradisi malakar saking batu miwah kayu sané kapaet wiadin kaukir. Nglantur, nglimbak patung beton sané kakaryanin antuk cara némpél. Salanturnyané nglimbak patung modérn. Malih nglimbak patung fiber antuk téknik casting (percétakan). Soroh patung inucap ketah kasengguh mass production (produk masal) antuk wentuk, ageng, saha soroh sané pateh. Tatacara makaryané taler gelis tur dangan. “Patung cétakan punika sakadi nénten madaging roh yéning selehin saking estétika rasa. Napi malih yéning marupa soroh patung tradisi minakadi patung Rama, Sita, utawi Hanoman sané makanten pateh. Patung sakadi punika nénten madué greget taler nilai karakternyané ical. Yukti sané mangkin kramané akéhan mamilih patung cétakan santukan instan, mudah, taler siap pasang,” baosnyané nlatarang. Yadiastun asapunika, patung seni kriya nénten pacang ical, santukan ring lembaga pendidikan seni tingkat SMK kantun tetep kamargiang, majalaran kurikulum sané nguduhang mangda mawit saking tradisi nuju mass produce utawi sané modérn. “Siswa punika kantun tetep ngamargiang mawit sané tradisi, makarya patung hand made taler malajah antuk téknik modérn. Kautamayang malajahin patung tradisi dumunan,” weweh ipun. Lanang s a n é embas ring
Ubud, warsa 1962 puniki makarya patung sangkaning keni ius ring wewidangan ipun meneng taler sangkaning saking kulawarga pematung (Wayan Pendet). Ipun sampun ketah makarya patung saking kelas VI SD. Nanging, sadurung punika ipun sampun ketah ngamel paet. Kocap, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat ISI Denpasar puniki pinih pertama makarya patung kucit, bé, miwah buron tiosan. Yadiastun aktif makarya patung, ipun ketah dados bintang kelas, kantos polih juara umum. “Tiang embas ring Désa Nyuh Kuning, Ubud, pinaka pusat patung beburon. Matiosan sareng ring Désa Mas sané makarya akah-akahan miwah patung wayang sangkaning madasar konsép Nyana. Yéning patung Nyuh Kuning madasar konsép Mangku Tama,” weweh ipun. Satios ngupapira kawéntenan Museum pendet, somah Ni Wayan Sariasih taler ketah nyarengin pameran, inggian ring Bali, dura bali, kantos ka dura negara. Ipun naen nyarengin pameran ring Singapura warsa 1997. Irika ipun kamarya patung beburon. Yéning pameran ring Thailand miwah Australia, ipun wantah ngirim asil karyané kémanten. Satios punika, ipun naen molihang juara I lomba makarya bingkai cermin ring PKB 1979 miwah juara III lomba makarya langsé. Lanang sané meneng ring Br. Nyuh Kuning, Desa Mas, Ubud, Gianyar puniki ngwewehin, prasida makarya patung sujatiné maius becik majeng parilaksana, santukan prasida numbuhang rasa keindahan¸kréatif, ngicalang pikayunan kaon. Mawinan punika, kurikulum tingkat SD patut madaging paplajahan seni budaya. “Dumun wénten paplajahan prakarya, mangkin sampun kaicalang. Tiang ngaptiang paplajahan punika kawaliang malih,” aptin ipuné sinambi makenyem. (kmb)
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 10.hi\ái;rtu,
Inggih Ratu, glehsomæunæÉpÓi,
galahé sampun prapti, \2br*,
ngalebarang, rris*ccr*,
rarisang cacarang, senptutÀiecnæÞzÇeh,
sané patut icén plancahé, k)lpewo;ewohnÓlu;,
kelapa wohwohan taluh, hiecnuæenk)li;, icén sané kelih,
hipunæsÓikmgiy*,
ipun pastika magiang, mr&kd*w(ginÀipun/,
maring kadang warginipun, eboejoegnunsÞbhn/, bojogé nunas labaan, smintk/,
sami natak, \wituæk&pini;hlit/,
ngawit saking pinih alit, smêenæoli;h)dumn/.
samian polin eduman.
Saking Langit Bali Janji Manis madu Raosé sadu Kéné kéto Saté soto Gumanti kasudi Gumanti maan korsi Dadi pangedé ngisi gumi Liunan janji Ngenyudin ati Pangkah gebuh Pongah jumbuh Sing sida ngisi Sing taén misi
PKB Gending tetabuhan Makudang igelan Macedutan macandetan Ngebekin kalangan Tan sipi Pesta Kesenian Bali Makebyar Pakebyarbyar Raras ngulangunin Yukti ngangobin Seni budaya luwih Lestari kajunjung kaabih I Ketut Aryawan Kenceng
8
Minggu Pon, 7 Juli 2019
Sajak Helmi Y. Haska Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun� ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Pandan Laut
Bayang
pandan laut selamanya menjadi payung bangkai perahu terbawa pasang gelombang menambatkan perihmu
padamu-Mu tubuh berserah bagi setitik terang dalam ruang ringkas bersekutu dengan bayang
kupanjat pandan laut petik bunganya untuk upakara si mati
pagi berjalan menuju petang kaki matahari berderap melewati atap rumah bayang hening memanjang malam memangsa bayang kucing hitam yang bersarang dalam gedung dipeluk cahaya lampu-lampu dari jendela ada bayang melambai pada bintang-bintang kenangan meleleh pada nyala lilin perjamuan
I Dewa Komang Mahadewa
tubuh kepayang mabuk baying menjauh nyanyian menjulur hingga ruang renung Sydney, 2016
Pejalan Sajak sajak merindu-rindu memanggil-manggil pulang sepasang pejalan bergerak anggun dua pasang mata tajam di ruang riuh sesak
I Wayan Nuriarta
kata-kata datang menetak diri kau bunyi sembunyi akau gebalau risau dibalik tajam mata sajak mengalir lembut air mata darah syuhada mengering di tikar belukar perdu tumbuh di dadamu dalam hening pendoa surga sungsang Ubud, 2017
duri yang merobek lengan mengucur birahi dari beranda hingga sunyi kamar
Jalan Laut Perahu-perahu rehat berlumur karat Usai mengejar musim yang hilang Layar-layar rombang menggigil sekarat Gelisah menjahit waktu Di permukaan laut buih mabuk membuncah Sinar bulan mengapung Arus dingin nasib menyembul Keluarlah retakan bayang kelam Rumah-rumah gelap telah lelap memeluk teluk
melewati ruang tamu televisi terus menyala kata-kata menggarami boyak luka obat kuat melupa di bawah pandan laut wangi setanggi nyawa menebar belasungkawa memanggil-manggil ruh mari basuh keringat garam bilur di sekujur tubuh seka airmata teduh Labuhan Amuk, 2014
Pelancong sesat Bungkuk mencari igauan Laut pasang dan surut Di tengkuk kutuk menggema Melewati pusaran waktu Kita bertemu dan membisu Ketika angin sepoi bertiup Sorot mata merindu Lebih baik saling melupa Melampaui kerutan waktu Labuhan Amuk, 2016
Jalan Kertas Jalan kertas putih membayang jejak pulang Sepuan tinta-cina langit membungkus laut Satu tarikan garis tegangan ke relung hening Blabar warna adonan batu-batu gerak-gerik mengembang Wujud memiuh bersitatap halau resah perpisahan Separuh bidang lengang menyelam ke dalam bunyi Tak putus mata memandang nyalang mata elang di angkasa Ciuman ringan lingkar cahaya menghirup alam benda Bayang hitam-arang untuk malam dalam gulita si jelita datang Sesi model telanjang akhir pekan bersalin bilbor iklan jalanan Oktober daun-daun menguning di lembah biri-biri dalam diri berhamburan Di tiap sudut tertera titimangsa setangkup misteri eksistensi
Cok Padmanaba
Fotografi
Lompat Karet karya I Gede Lila Kantiana
Makepung karya Gede Sudika Pratama
Wangga Wangga, 2018
Memotret dengan Teknik �Low Angle� IBARAT dua sisi mata uang, angle dan fotografi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Angle yang juga disebut sudut pandang atau sudut bidik merupakan satu hal penting dalam dunia fotografi. Pemilihan angle yang tepat dapat memperkuat kesan atau daya tarik dari sebuah foto. Sebaliknya, pemilihan angle yang kurang maksimal bisa membuat objek yang sesungguhnya menarik, justru terlihat kurang menarik atau berkurang keindahannya. Selain itu, pemilihan angle juga dapat mempengaruhi emosi dan psikologi orang yang menikmati foto tersebut. Salah satu angle atau sudut pandang dalam fotografi yang sering digunakan oleh fotografer adalah teknik fotografi low angle atau sudut pandang rendah. Implementasi dari teknik ini, fotografer mengambil gambar dari sudut rendah. Letak kamera berada di bawah objek (point of interest) atau posisi fotografer lebih rendah dari objek pemotretan. Efek yang ditimbulkan dari sudut pandang ini, objek seolah-olah lebih besar dan tinggi dari aslinya. Teknik low angle ini lazim digunakan untuk memotret arsitektur sebuah bagunan agar terkesan kokoh, megah dan menjulang tinggi. Namun, teknik ini sebenarnya bisa diterapkan untuk semua genre fotografi termasuk pemotretan model untuk menciptakan kesan elegan dan anggun. Sudut pandang ini juga sangat cocok untuk memotret satwa, karena satwa yang dipotret akan lebih nyaman atau tidak merasa terganggu. Bagi fotografer yang suka memotret anak-anak, teknik low angle juga bisa dijadikan andalan karena dengan sudut pandang yang rendah maka posisi fotografer akan sejajar dengan mereka. Guna mendapatkan hasil yang maksimal, sejumlah hal mendasar wajib diperhatikan saat memotret dengan teknik low angle. Posisi saat memotret jangan terlalu jauh dari objek. Selama lensa masih cukup meng-cover seluruh objek di dalam viewfinder atau LCD, tetaplah bertahan pada posisi tersebut. Jika jarak terlalu jauh, maka objek pemotretan akan terlihat kecil. Atur posisi tubuh dalam kondisi berjongkok saat memotret dengan lensa kamera mengarah ke objek dan agak mendongak. Pastikan juga tidak ada bagian objek atau point of interest yang terpotong. (ian)
Layangan Bebean karya Tjandra Hutama.
Melepas Tukik karya Tjandra Hutama.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Pon, 7 Juli 2019
9
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Cari segera 1 Sopir jujur u/ kantor di Taman Griya Jimbaran Hubungi 0851-0044-4884
B.BP.031.07.19.0000067
Cr Spa Therapist u/ Org Asing bpglm bs Mani + Padi, Mssge, dll, Gj .Bgs 081238438863
B.BP.004.07.19.0000251
Cr:Waiter,Waitress utk Restaurant di Sanur Hub.08123614559
B.BP.001.07.19.0000198
Dcr Cook,Waitres/ss Min SMA/ Sdrjt U/Kedins Cafe Popies 1 Kuta Tlp 4752220
B.BP.001.07.19.0000273
Dcr Krywan/i u/Kary.Arts Lukisan Bhs .Ing.Telp/WA:08123667044 B.BP.001.07.19.0000201
Dcr PRT berpengalaman sgra. Hub:087762672421 B.BP.004.07.19.0000204
Dcr Sales,Auditor Lapangan&Spv Marketing,Max 30th,Punya Kend. Pribadi&SIM C,Pend Min Diploma utk Auditor Lap&SMA utk Sales& Spv Marketing.Bawa Lam,CV,SKCK ke Banoli Motor,Jl.Buluh Indah No.75,Dom.Bali,Tlp.08113977520 B.BP.001.07.19.0000205
Cafe Teduh Cari Tenaga Serabutan& Pramusaji.Hub:081933153870
Dcr sgr! SPG Gj 2.5jt + Bonus di Toko Syang Jl.Monkey Forest Ubud Telp.Pak Leo-082145548444
Low Ker.Supervisor D3.25-35thn Kartika Plaza Hub.08111108902
KONTRAKTOR
BIRO JASA
RUPA-RUPA
B.BP.001.07.19.0000183
DIJUAL RUMAH
B.BP.004.07.19.0000289
B.BP.004.07.19.0000216
SERVICE
Dicari asisten rumah tangga, wanita,tidur dalam,gaji 2 juta Hub.087862270491
B.BP.004.07.19.0000212
Dibth Segera Tenaga Bersih2 utk Klinik Min.30th khusus wanita Hub:081238205400
B.BP.001.07.19.0000140
Dibthkn Karywti, 25-35, bs Ing, u/ Tk area Oberoi,082126233777
B.BP.004.07.19.0000291
Dibutuhkan PRT tinggal dalam Hub:081374220873
B.BP.001.07.19.0000288
Dicari Battler untuk Villa Exclusive di Canggu berpengalaman kerja di hotel/villa,lancar Inggris Hub.081337775758
B.BP.001.07.19.0000218
Dicari Sopir SIM A 5 org kirim Lam ke Jln.Pondok Indah III No.13 Buluh Indah, bisa WA ke 081338561513 B.BP.004.07.19.0000277
Dicari karyawati untuk Depot Ayumi-Renon Hub.081238507285 B.BP.001.07.19.0000171
Kop Ijin lengkap n ber ISO bth ManagerUSP,Dagang,Dana,Managr Operasional,hnr menarik,bpglmn Hub:tugasbali@yahoo.com B.BP.001.07.19.0000276
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dcr Sopir Serabutan U/Catring Tinggal Dalam,Gaji Intensive, Fasilitas Makan,Bonus Bulanan Hub:081237002020/08174716050
B.BP.001.07.19.0000274
DIJUAL MOBIL
PROPERTY DIJUAL TANAH
Tanah 3,5are Lok.Tanjung Benoa 700 Jt Per Are Hub.08124633433
B.BP.001.07.19.0000237
PROPERTY
TOYOTA
DIJUAL RUKO
Avanza Veloz 1500cc th 2014 AT Tgn 1 Hitam Tlp/WA 08123605780
Dijual Ruko Batubulan Gianyar DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:081338183031/081805374433
B.BP.001.07.19.0000290
K.SperLong’95 pth,Srt Lgkap DK Dps,081239600818,087954992178 B.BP.001.07.19.0000009 HONDA
FreedPSD’2012 putih 08123968148 + Xenia X 2013 (087862429910) B.BP.001.07.19.0000292
B.BP.004.07.19.0000082
KEHILANGAN Hlg Sertifikat Tnh HM 113 Dg LT:5.700 M2 Lok.Sembung-Mengwi An. I Gst Ngr Rai Ardhana
B.BP.001.07.19.0000184
10
Minggu Pon, 7 Juli 2019
Mendatar: 1. Pemugaran 6. Bursa efek Jakarta 8. Grup musik dari Prancis yang beranggotakan Yan Ligner dan Florent Marcadet. 9. Permaisuri Raja Duswanta 10. Rumah ; Perumahan 11. Warga ; Sopan santun (Bali) 13. Sekolah bisnis online 14. Kereta kuda Jawa Tengah 16. Udang kering 18. Laki-laki 20. Tetap ; Tidak berubah letaknya 21. Rem 23. Sejenis fikus, perdu bergetah banyak 25. Campuran berbagai macam bunga 27. Alat tulis kantor 28. Dibalik ; Percaya (Inggris) 30. Rajin ; Tekun ; Bersemangat 31. Orang yang berpendidikan tinggi 32. Manusia 33. Gaek 34. Kera tidak berekor, berjalan tegak, dari keluarga primata.
Kotrasepsi Efektif dan Efisien
KONSEPSI adalah proses pertemuan sel telur (perempuan) dengan Sel Sperma (laki-laki) di saluran telur/tuba fallopi (perempuan) melalui kontak seksual alamiah maupun berbantu (inseminasi). Pada pasangan yang menginginkan kehamilan/anak tentu melewati proses konsepsi. Proses konsepsi yang terjadi di saluran reproduksi perempuan menjadi organ yang paling berperan dalam terjadi atau tidak terjadinya kehamilan. Berbeda halnya bagi pasangan suami istri yang tidak lagi menginginkan kehamilan tentu akan mencari cara/metode/ alat mencegah terjadinya kehamilan yang dikenal sebagai kontrasepsi, programnya keluarga berencana/ KB. Kontrasepsi adalah suatu metode yang digunakan untuk melawan/kontra konsepsi, mencegah pertemuan sel telur dengan sel sperma. Metode yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya konsepsi dikenal sebagai kontrasepsi yang bertujuan mengatur jarak kelahiran, mencegah kehamilan demi menciptakan keluarga berkualitas. Konsepsi baru akan terjadi ketika sel telur dapat keluar dari indung telur/ ovarium di saat masa subur/ ovulasi, menunggu sel sperma disaluran telur (2 hari) dan sel sperma bisa bertemu sel telur. Pada masa subur jika terjadi kontak seksual dengan pengeluaran
sperma/orgasme di dalam vagina, dimana sel sperma, sel telur, dan saluran reproduksi perempuan dan laki-laki yang normal dapat terjadi kehamilan/pembuahan atau konsepsi. Proses konsepsi yang normal hanya terjadi di saluran reproduksi perempuan (saluran tuba bagian ampulla/ pars ampullaris). Dalam kondisi tersebut embrio/hasil konsepsi akan bergerak dengan bantuan silia/jonjot tuba menuju rahim dalam seminggu untuk berinvasi/ tumbuh. Jika dalam perjalanannya terganggu/terhenti di area pelintasan tersebut dapat terjadi kehamilan di luar kandungan yang tidak tumbuh pada tempatnya (ektopik). Menurut Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia/SDKI 2012 memang alat kontrasepsi tidak bisa mencegah kehamilan 100 persen, namun alat kontrasepsi dengan tingkat kegagalan sangat kecil tetap efektif untuk menekan angka kehamilan dan laju penduduk. Kontrasepsi memiliki tingkat kegagalan/efektivitas berdasarkan SDKI (2012), sebagai berikut: implan/susuk 0,05/100; vasektomi (steril pada pria) 0,15/100; spiral hormon 0,2/100; tubektomi (steril pada perempuan) 0,5/100; IUD 0,8/100; suntik KB 6/100; pil KB 9/100; kondom 18/100 pemakai dalam setahun. Dampak kontrasepsi bagi
tubuh perlu dipertimbangkan, disamping tingkat rendahnya angka kegagalan/ efektivitas, terutama penggunaan jangka panjang (lebih dari 2 tahun). Kontrasepsi hormonal (implan, pil, spiral hormon, suntik KB/sebulan atau 3 bulanan) memiliki risiko merubah sel tubuh, seperti: sel mulut rahim dan payudara sehingga jika ada penggunaan jangka panjang maka perlu dilakukan cek up/skrining untuk mendeteksi adanya pengaruh KB hormon terhadap sel tubuh. Salah satu instrumennya Papaniculao’s Smear/Pap’s Smear, atau Inspeksi Visual Asam Asetat/IVA untuk mendeteksi perubahan sel mulut rahim, dan untuk deteksi perubahan sel payudara dengan periksa payudara sendiri/ SADARI, mammografi. Kontrasepsi yang ideal adalah aman, nyaman (tidak berdampak buruk bagi tubuh), efektif (angka kegagalan rendah), dan efisien (murah, mudah, jangka panjang). Rasionalisasi alat kontrasepsi didasarkan pada umur ibu, jika kurang 20 tahun pilihan utama pil untuk menunda hamil, umur 20-30 tahun Intra Uterine Device/IUD/spiral untuk menjarangkan kehamilan, dan lebih umur 30 tahun Steril (pria/perempuan) untuk menyetop kehamilan, kecuali pasangan yang tidak menginginkan kehamilan, namun jika takut steril/ operasi, maka IUD/spiral
Menurun: 1. Rasialisme 2. Proses pergantian kepemimpinan 3. Bagian yang berputar pada mesin 4. Perserikatan ; Perkumpulan 5. Pengusaha besar yang mempunyai banyak perusahaan 6. Kuali besar dari tanah 7. Film dengan salah satu sekuelnya bertajuk “Welcome To The Jungle”. 11. Renungan dengan kebulatan pikiran dan perhatian penuh 12. Juru mesin 15. Cahaya 17. Angka penggunaan tempat tidur di sebuah RS 19. Bentuk terikat yang berarti tidak atau bukan 20. Jenis musik berirama cepat 21. Kecicang ; Kecombrang 22. Detak jantung yang tidak teratur 23. Nama kaisar Jepang 24. Tidak beradab 26. Dibalik ; Film hasil besutan sutradara Rizki Balki 29. Alat pendeteksi benda-benda yang bergerak maupun diam non-hormonal adalah pilihan ideal bagi pasangan menjarangkan atau tidak menginginkan kehamilan lagi. IUD tidak mengandung hormon, berbahan plastik polyethylene, tembaga (Cu), dan tidak menggemukan, sesaat setelah pemasangan langsung berfungsi, sebaliknya sesaat setelah dicabut siap untuk hamil kembali, sekali pemasangan bisa digunakan sampai 5 tahun untuk Nova T Cu 380 AG (5 tahun), CuT 200 (3 tahun) dan CuT 380 A (8-10 tahun), dampaknya pada organ bersifat lokal saja, tidak berdampak ke seluruh tubuh karena langsung di pasang pada rongga rahim sehingga sel sperma tidak dapat melintasi rongga rahim untuk bertemu sel telur. Berbeda dengan pil, suntik KB, dimana obat akan keliling ke seluruh tubuh, kadang menimbulkan mual, sakit kepala. Mari bijak menggunakan kontrasepsi sesuai kebutuhan, situasi, dan kondisi tubuh. Demikian semoga bermanfat. Dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG(K), M.M. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Founder BBM, Bincang-Bincang Medis
Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 405 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 13 Juli 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 21 Juli 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@ Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 403 Mendatar: 1. GRAM 4. PANGKUR 8. ETNA 9. KAOLIN 10. KKN 11. TKO 12. CERMAT 15. MAROKO 17. NSA 18. NEAR 20. PIPIL 21. EKONOM 22. TANABE 23. KUMAN
24. ULAM 26. UMA 27. TRAKSI 29. IRIANA 32. SHU 33. LAI 34. LAKMUS 36. LOGO 37. TAFAKUR 38. SESI Menurun: 2. RNA 3. MOLTO 4. PANTOMIM 5. KENCAN
6. REAR 7. ANOA 9. KEMOTERAPI 10. KONFIGURASI 13. MARTABAK 14. TENDENSIUS 16. REVOLUSI 19. EDAN 20. POLA 22. TANTULAR 25. MUALAF 28. ASKES 30. RIOL 31. ABOT 35. UAS
Pemenang TTS No. 403 1. Ni Made Tirta Br.Mekar Sari, Desa Pekutatan, Kec.Pekutatan, Kab.Jembrana (HP:081-337-447-XXX) 2. Ni Luh Wati Jl.Katrangan Gg.V No.52B, Sumerta, Denpasar (HP:085-338-296-XXX) 3. I Wayan Murda Jl.Tukad Bunut G.03, Sukawati, Kab.Gianyar (HP:085-738-283-XXX) 4. I Nyoman Suastha Jl.Raya Padangluwih No.123, Desa Dalung, Kec.Kuta Utara, Kab.Badung (HP:081-238-013-XXX) 5. I Wayan Wira Br.Penatahan Kelod, Desa Penatahan, Kec.Penebel, Kab.Tabanan (HP:081-338-956-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Linda Yani Alamat : Jl.Raya Besakih No.43, Desa Selat, Kec.Klungkung, Kab.Karangasem (HP:081-237-794-XXX)
Konflik Gajah Liar di Riau Meningkat Dua Kali Lipat KONFLIK gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) liar di Provinsi Riau dengan manusia menunjukkan kenaikan dua kali lipat pada tahun ini. “Dari data saat ini dalam periode yang sama antara Januari sampai akhir Juni 2018 dibanding 2019 menunjukkan adanya peningkatan yang cukup (tinggi),” jelas Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, Suharyono di Pekanbaru, Sabtu (6/7). Dari data BBKSDA Riau, selama periode Januari-Juni 2018 tercatat ada 16 kasus konflik gajah liar dengan manusia di sejumlah daerah di Riau. Kasus paling tinggi terjadi pada bulan Maret, ada enam kasus yang terjadi di Kabupaten Pelalawan dua kasus, Kampar tiga kasus dan Bengkalis satu kasus. Sementara itu, pada Januari-Juni 2019 jumlah konflik gajah meningkat karena sudah tercatat ada 30 kasus. Kasus banyak terjadi pada bulan Juni ada sebanyak 10 kasus, yang terjadi di Bengkalis dua kasus dan Kampar dan Kota Pekanbaru masingmasing empat kasus. Sejak awal tahun ini konflik gajah tergolong tinggi, mulai dari Januari ada empat kasus meningkat jadi lima kasus pada Februari. Bulan Maret mereda jadi hanya satu kasus, dan
meningkat lagi pada April dan Mei masing-masing ada empat dan enam kasus. Kasus yang kini sedang ditangani adalah kawanan 11 ekor gajah Sumatera yang bergerak di dekat permukiman dan kebun milik warga di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau. Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam
(BBKSDA) Riau, Dian Indriati menambahkan, pihaknya telah mengerahkan dua ekor gajah latih untuk menghalau kawanan gajah liar tersebut. “Penggiringan satwa liar gajah yang berjumlah 11 ekor di dusun III Desa Karya Indah dilakukan dengan menggunakan gajah jinak dari Pusat Latihan Gajah Riau di Minas,” katanya. (ant)
Minggu Pon, 7 Juli 2019
Angkot Beralih Jadi Angkutan Siswa Gratis
Nasib angkutan kota (angkot) dalam beberapa tahun terakhir sudah sepi penumpang hingga membuat mati surinya terminal penumpang di setiap daerah. Kini, angkot diberdayakan menjadi angkutan siswa gratis. Kadishub Klungkung, Nyoman Sucitra, belum lama ini mengatakan, tahun ini jumlah armada atau angkutan siswa di Klungkung 95 armada, bertambah 10 armada dari tahun lalu yang hanya 85 armada. Tambahan tersebut melayani rute baru Kampung Gelgel, Kampung Kusamba, Kampung Lebah dan Kampung Jawa ke MTs Hasanudin Klungkung.
“Untuk armada kita tahun ini 95 armada dengan anggaran tahun 2019 sebesar Rp 3,6 miliar,” ujar Sucitra. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengatakan program angkutan siswa gratis sesungguhnya salah satu cara pemerintah daerah memberdayakan angkot yang mulai ditinggalkan masyarakat. Selain itu, sekaligus memberi rasa aman bagi siswa saat berangkat ke sekolah, karena siswa SMP jelas tidak boleh mengendarai sepeda motor. Menurut Bupati, layanan angkutan siswa gratis sudah berjalan dengan baik. Para siswa bisa berangkat bersamasama. Meski masih ada sejum-
lah siswa di bawah umur yang mengendari motor ke sekolah, dengan adanya angkutan siswa diharapkan mereka bisa memanfaatkan layanan ini. “Nanti kita bersama forum lalu lintas akan melakukan tindakan bagi anak di bawah umur yang membawa motor ke sekolah,” ujar Suwirta. Para siswa mengaku senang dengan layanan angkutan ini. Mereka beralasan, dengan naik angkutan siswa bisa berangkat bersama teman-teman dan mengurangi beban orangtua mengantar ke sekolah. Anggota DPRD Klungkung, Komang Suantara mendorong agar angkutan siswa gratis ini bisa diter-
apkan ke seluruh kecamatan sehingga merata dapat dinikmati semua siswa SMP. Sebab, saat ini angkutan siswa gratis hanya melayani di Kecamatan Klungkung. Kadis Sucitra menambahkan, untuk tahun 2020, rencananya angkutan siswa gratis diperluas hingga ke Kecamatan Dawan dan Banjarangkan. Anggaran yang diperlukan mencapai Rp 3,5 miliar di Kecamatan Dawan dan Rp 3,5 miliar di Kecamatan Banjarangkan. Sementara untuk Kecamatan Nusa Penida sedang dipersiapkan kajian akademisnya tahun ini. “Tujuan program ini tentu membangkitkan angkutan pedesaan/perkotaan. Jadi, meski cakupannya diperluas, pihaknya menegaskan tidak perlu melakukan penambahan jumlah armada,” tegasnya. (gik)
Denpasar (Bali Post) Pengendalian ODOL (Over Dimension Over Loading) kendaraan lewat jembatan timbang kini menjadi kewenangan pusat. Namun jika diperlukan, pemerintah provinsi memiliki alat penimbangan portable yang bisa dipakai untuk pengendalian beban kendaraan. Apalagi, beban kendaraan berkaitan erat dengan persoalan infrastruktur. “Kewenangan kita kan jalan provinsi sebetulnya. Kalau dilaporkan ada persoalan atau
kita identifikasi ada overloading, boleh menggunakan alat portable,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gde Wayan Samsi Gunarta, saat dikonfirmasi Sabtu (6/7) kemarin. Selama ini, lanjut Samsi, memang belum ada laporan mengenai overloading atau kelebihan tonase di jalan provinsi. Hal tersebut lebih banyak terjadi di jalan nasional yang menjadi kewenangan pusat. Kendati berdasarkan informasi yang diterimanya, pelanggaran
tonase kini sudah tidak terlalu signifikan terjadi di Bali. Mengingat, kelebihan tonase cukup besar berdampak pada kerusakan infrastruktur jalan. “Sebaiknya memang ada kontrol timbangan dan itu sudah dilakukan,” jelasnya. Menurut Samsi, pengendalian beban kendaraan di Bali sejatinya jauh lebih mudah. Sebab, kendaraan antarprovinsi yang akan masuk ke Pulau Dewata mesti melewati pelabuhan feri. Kalau kendaraan itu overload sejak awal, tentu akan berbahaya pada
saat menyeberang. “Jadi, kontrolnya lebih mudah kalau Bali. Memang kemungkinannya ada kendaraan dengan tonase berlebih lolos masuk ke Bali, karena kan tidak ditimbang di pelabuhan, tapi ditimbangnya setelah pelabuhan,” paparnya. Walaupun jembatan timbang menjadi kewenangan pusat, dalam hal ini Balai Pengelola Transportasi Darat, tetap melakukan koordinasi dan monitoring. Terutama untuk kebutuhan perencanaan infrastruktur. (kmb32)
KABUPATEN Klungkung memiliki program angkutan siswa gratis yang sudah berjalan pada tahun kedua. Awalnya, program ini diragukan, namun sekarang dirindukan. Itu karena program ini memberi manfaat kepada masyarakat baik kepada siswa SMP maupun angkutannya.
Pelanggaran Tonase di Bali Tak Signifikan
Rakernas
Karena itu, dalam kurun waktu dua atau tiga pekan lagi akan segera digelar rapat
kerja nasional atau rakernas. “Saya harus akui bahwa kemungkinan untuk PAN bergabung ke pemerintah yang nanti bakal dipimpin Jokowi-Ma’ruf, sangat besar.
Secepatnya melalui proses institusional,” kata Bara. Usai KPU menetapkan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai capres dan cawapres terpilih, peta politik koalisi makin din-
Terminal Sangket
Ada satu terminal lagi sudah disulap menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kebangsaan dan pemanfaatanya sudah dialihkan ke Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta). Data di Bagian Keuangan Daerah (BKD) Buleleng Sabtu (6/7) kemarin, menunjukkan, terminal yang masih berfungsi sebagai infrastruktur angkutan umum yakni Terminal Sangket di Kelurahan Sukasada. Di terminal ini dimanfaatkan awak angkutan umum dengan trayek Singaraja – Denpasar. Terminal ini dibangun di atas tanah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Sementara pembangunan sarana penunjangnya dibangun oleh Pemkab Buleleng. Terminal Penarukan di Kecamatan Buleleng sekarang tetap berfungsi sesuai fungsi aslinya. Setiap hari di terminal ini banyak dimanfaatkan angkutan umum dengan trayek Singaraja – Amlapura
dan Singaraja – Bangli. Terminal ini berdiri di atas tanah milik Desa Adat Dalem Purwa Penarukan yang sudah ditukar guling dengan tanah milik Pemkab Buleleng. Selain dua terminal angkutan umum itu, masih ada satu terminal bongar muat barang (kargo) yang sampai saat ini masih berfungsi dengan baik. Terminal yang difungsikan sebagai bongkar muat kendaran truk dan pengangkut barang ini berlokasi di Jalan Ahmad Yani Barat, Singaraja. Areal terminal ini memanfaatkan bantuan hibah tanah milik pemerintah pusat. Sedangkan, dua terminal yakni Banyuasri yang melayani trayek Singaraja – Gilimanuk saat ini difungsikan untuk sementara sebagai areal pasar darurat. Di atas terminal ini, sekarang dibangun kios, los, dan rumah toko (ruko) untuk menampung pedagang Pasar Banyuasri. Sementara, pedagang yang ada sekarang direlokasi ke pasar darurat dan bangunan pasar lama dibangun ulang menjadi pasar semi modern
Tidak Maksimal
Sementara untuk Terminal Karangsokong Subagan tak beroperasi secara maksimal lantaran angkot lebih memilih mangkal di Terminal Kota Amlapura. “Angdes lebih memilih mangkal di terminal Kota Amlapura karena dinilai lebih strategis dalam menarik penumpang lantaran dekat dengan Pasar Amlapura Timur. Lebih banyak masyarakat yang memanfaatkan angdes tersebut. Sementara untuk di Subagan, sepi angdes yang mangkal karena jarang ada penumpang di sana. Ada beberapa saja yang mangkal untuk menarik penumpang. Tapi
jumlah penumpangnya tidak sebanyak di kota,” jelas Swastika. Swastika menambahkan, menurunnya masyarakat menggunakan jasa angkot lantaran kini masyarakat sudah kebanyakan dalam melakukan segala aktivitas mempergunakan kendaraan pribadi. Pasalnya, kini tiap anggota keluarga hampir semuanya sudah memiliki kendaraan. Lain kalau zaman dulu, masih minim kendaaran sehingga masyarakat masih banyak menggunakan angdes untuk bepergian. “Apalagi kini sudah ada grab dan gojek, jelas masyarakat yang hendak bepergian memilih layanan ini karena dinilai lebih cepat. Tapi sampai saat ini masih
pertama di Bali Utara. Hal yang sama terjadi di Terminal Seririt yang sebelumnya melayani trayek angkutan umum Seririt – Pupuan – Denpasar sekarang tidak lagi melayani angkutan umum. Selanjutnya, areal terminal tersebut dijadikan arena pasar senggol. Sebelum dijadikan pasar senggol, pemerintah sempat memfungsikan areal terminal untuk pasar darurat menunggu pembangunan Pasar Seririt pascaterbakar beberapa tahun silam. Setelah pembangunan pasar tuntas, pasar darurat ditutup, namun entah mengapa areal terminal bukannya dikembalikan sebagai infrastruktur angkutan umum, namun justru dijadikan arena pasar senggol. Kepala Bidang (Kabid) Aset Made Pasda Gunawan mengatakan, lima lokasi terminal tersebut saat ini statusnya sudah menjadi aset Pemkab Buleleng. Rincian aset ini meliputi luas tanah dan nilai bangunan induk dan pendukungnya. Sementara, untuk aspek pemanfaatan-
ada masyarakat yang memakai jasa angdes untuk ke pasar dan yang lainnya. Termasuk anak-anak sekolah juga masih ada yang naik angkot untuk sekolah dan pulang sekolah,” jelasnya. Untuk meningkatkan kembali minat masyarakat untuk memakai jasa angdes, Swastika menegaskan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya yakni telah meminta Organda untuk melakukan peremajaan angkutan serta berupaya memberikan pelayanan lebih baik kepada penumpang. “Sekarang, budaya masyarakat sudah berbeda. Ingin lebih cepat dan praktis. Jadi, agak sedikit sulit untuk mengubah budaya itu. Tapi kita tetap berusaha,” tegasnya. (nan)
Minggu, 7 Juli 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Meningkatkan Kualitas pemangku dalam Pelayanan Umat (3) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Aero Pemula Murni Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Kartun Kuru Setra Parwa (2)
09:30 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita
Belajar Menggambar Menggambar Peri Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV DW TV Puja Trisandya Dharma Wacana Meningkatkan Kualitas pemangku dalam Pelayanan Umat (4) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Harmoni Bali
17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita
Nyeri Haid Inovator Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Banjar Bali Quis Kris Samatra Artis Bali HUT Ke-17 Bali TV (3) Indi Band Generation Gung Sri Berita dan Bincang Terkini Lila Cita Calonarang Cetik Durga Maya (3) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song
amis. Kabar santer PAN akan melompat ke Jokowi kian mengencang. PAN adalah salah satu partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. (kmb)
nya, kelima terminal itu masih menjadi infrastruktur penunjang bisnis angkutan umum dan sarana bongkar muat barang. Namun faktanya sekarang, hanya dua terminal saja yang berfungsi sebagai penunjang angkutan umum. Terkait alih fungsi menjadi pasar, secara kewenangan hal itu menjadi kebijakan pemerintah daerah. Sementara satu terminal pemanfaatan kini tidak lagi di Dinas Perhubungan (Dishub), namun sudah diserahkan kepada Dinas Perkimta, karena eks Terminal Barang Kampung Tinggi dijadikan RTH Taman Kebangsaan. “Semua terminal itu menjadi aset pemkab dan pemanfaatanya menjadi pasar atau fungsi lain itu itu kebijakan pemerintah,” jelasnya. (mud)
BPM/gik
ANGKUTAN GRATiS - Angkutan siswa gratis saat beroperasi di Kecamatan Klungkung.
Di Tabanan Di Tabanan, terminal juga mengalami nasib serupa. Lokasi yang sebelumnya diperuntukkan sebagai pangkalan bagi angkutan umum, akhirakhir ini telah beralih fungsi menjadi lapak pedagang kaki lima (PKL) dan pasar malam. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Tabanan, Drs. I Made Agus Hartawiguna, Sabtu (6/7) kemarin, tidak menampik terminal tidak berfungsi maksimal lantaran angkutan dalam maupun luar kota sudah tidak lagi menurunkan penumpang di tempat itu. Namun seiring perjalanan waktu, terminal di Kabupaten Tabanan dikatakannya sudah mulai kembali difungsikan. Ini sejalan dengan program angkutan
siswa (Trans Serasi) yang digulirkan sejak tahun 2014. Dalam program angkutan siswa armada angkutan kota dan pedesaan difungsikan dan secara tidak langsung fungsi terminal kembali hidup. Seperti diketahui di Kota Tabanan setidaknya ada tiga terminal tipe C yakni Terminal Pesiapan, Tuakilang, dan Terminal Kediri. “Secara teknis masih berfungsi, terlebih angkutan kota di Tabanan kembali beroperasi seiring adanya Trans Serasi. Dulu sebelum ada Trans Serasi memang angkot tidak jelas nasibnya,” terangnya. Menurutnya, persoalan besar yang dialami sejumlah daerah yakni jika angkutan umum tidak berfungsi tentu berdampak pada keberadaan terminal. Namun di Tabanan, diakuinya fungsi terminal su-
dah mulai berjalan. “Memang di satu sisi, terminal dimanfaatkan untuk pasar sayur dan pasar senggol, tetapi itu tidak sampai mengganggu fungsi terminal,” terangnya. Disinggung apakah ada rencana revitalisasi terminal, pejabat SKPD asal Penebel ini menegaskan itu tergantung kebutuhan. Revitalisasi memang menjadi keharusan, ketika ke depan sudah memenuhi layanan angkutan, fungsi terminal harus disesuaikan dengan kebutuhan. “Layanan angkutan siswa akan terus kita kembangkan dan angkutan kota serta pedesaan akan dioptimalkan kembali. Trans Serasi inilah salah satu kiat untuk menghidupkan kembali fungsi terminal sekaligus membangkitkan lagi transportasi massal,” ujarnya. (nik/bit)
Terus Menyusut Aktivitas angkot beberapa terminal sepertinya sudah tidak berdenyut lagi. Ironisnya, jumlah pengguna kendaraan pribadi semakin meningkat. Ketut Sriawan didampingi Kabid Transportasi Hari Edi, mengakui jumlah armada angkot terus menyusut. Bila sebelumnya jumlah angkot mencapai ribuan, kini setiap tahun terus menyusut. Bahkan, tahun ini jumlah angkot hanya tersisa 283 unit. “Pada 2016 jumlahnya masih 500 unit, kini semakin berkurang,” kata Sriawan. Dioperasikan Kembali Sempat dipakai sebagai tempat penampungan pedagang pascamusibah terbakarnya Pasar Kidul Bangli 2012 silam, Terminal Loka Crana, Bangli akhirnya kembali dioperasikan sebagai terminal angkutan umum mulai 2019 ini. Untuk mengoperasikan kembali terminal tersebut, Pemkab Bangli telah melakukan perubahan pada wajah terminal yakni membangun kembali terminal lengkap dengan bangunan pasar di atasnya. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli Gede Arta mengungkapkan, Terminal
Loka Crana sudah berdiri sejak tahun 1990-an. Keberadaan terminal kala itu mampu menyumbang pendapatan untuk daerah hingga puluhan juta rupiah per tahun. Dalam perjalanan waktu, terminal yang lokasinya dekat dengan Pasar Kidul itu tak bisa beroperasi selama beberapa tahun. Tepatnya sejak musibah kebakaran yang melanda Pasar Kidul. “Sejak kebakaran pasar terjadi, terminal tak beroperasi karena dipakai tempat menampung pedagang,” ungkapnya Sabtu (6/7) kemarin. Lantaran beralih fungsi menjadi pasar sementara, otomatis pemasukan daerah yang sebelumnya didapat dari terminal menjadi nihil. “Kalau dulu sebelum kebakaran pendapatan dari terminal sekitar Rp 25 juta per tahun, tapi sejak kebakaran nihil,” terangnya. Setelah pemkab merampungkan renovasi Pasar Kidul yang terbakar, Terminal Loka Crana pun akhirnya kembali ditata. Pemkab membangun ulang terminal, lengkap dengan bangunan pasar di lantai atasnya pada tahun 2018. “Sekarang tahun 2019, kita mulai fungsikan lagi Terminal Loka Crana sebagai terminal angkutan umum,” kata Arta. Sejak seminggu terakhir,
angkutan umum yang sebelumnya mangkal di pinggir jalan, kini diatur dan dimasukkan ke dalam terminal. Arta menyebut jumlah angkutan umum yang kini beroperasi di Terminal Loka Crana mencapai 60 unit. Pihaknya juga sudah menugaskan pejabat yang menangani terminal untuk ngantor di Terminal Loka Crana. Sembari mengaktifkan kembali terminal angkutan umum tersebut, pihaknya juga terus melakukan penataan dan penambahan fasilitas pada bangunan terminal. Fasilitas yang masih perlu ditambah yakni tempat duduk di ruang tunggu. Selain itu, Dishub juga akan melakukan penataan kembali di lantai bawah agar tidak berdebu. “Kami akan usulkan kegiatan tersebut di anggaran perubahan. Sehingga tahun 2020 semua fasilitas sudah lengkap,” terangnya. Meski pengoperasian kembali terminal sudah mulai dilakukan tahun ini, pihaknya belum bisa menyebutkan berapa pendapatan yang bisa disumbangkan dari terminal di tahun 2019. Pihaknya tahun ini masih akan melihat perkembangan Terminal Loka Crana. “Pada 2020 baru kami pikirkan target pendapatannya,” ujarnya. (ara/ina)
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Minggu PON, 7 JULI 2019
Final Copa America 2019
Gede Antara Sabet Emas di Jateng Open
Firmino Ingin Brazil Juara
Denpasar (Bali Post) Atlet lompat tinggi asal Bali, Gede Antara, sukses mendulang emas setelah melompat setinggi 210 Cm pada Kejuaraan Atletik Jateng Open sekaligus prakualifikasi PON, di Stadion Trilomba Juang Semarang, Sabtu (6/7) kemarin. Sebelumnya, Antara juga menyabet emas, dengan lompatan 206 Cm pada Kejuaraan Jatim Open sekaligus pra-PON, di Stadion Joko Samudro Gresik, April lalu. Prestasi Antara di Jatim Open, mampu mengalahkan atlet Pelatnas Rizky (DKI), yang meraih medali perak. Sementara, pada event Jateng Open, Rizky absen karena sedang mengikuti Kejuaraan Dunia Atletik Mahasiswa, di Napoli, Italia. Usai merebut emas, Antara yang dikontak kemarin, menyatakan, dirinya mencoba memecahkan rekornas di Jateng Open ini. Namun, Antara yang mencoba melompat setinggi 216 Cm gagal. “Saya gagal sebab mengalami kesalahan pada awal lompatan,” ujarnya. Sedangkan, catatan rekornas dipegang Rizky dan Andre Darmawan (DKI) yang lompatannya sama– sama 215 Cm. Peraih medali perak pada Jateng Open ini direbut Ariadi Hidayat (Riau) yang mampu melompat 201 Cm. Antara tetap ngotot ingin memecahkan rekornas, persisnya pada Kejurnas Atletik, di Cibinong, Bogor, Agustus mendatang. “Pada Kejurnas Atletik ini, seluruh atlet harus turun karena catatan prestasinya akan memengaruhi masuk Timnas SEA Games,” ujar Antara. Ia akan berlatih selama tiga pekan di Bali, sebelum berlaga di Kejurnas Atletik. Antara bangga meraih emas di Jateng Open ini karena atas biaya mandiri. Di sisi lain, pelatih Ketut Gede Widiana mengakui atlet asuhannya mampu melompat setinggi 210 Cm merupakan penampilan terbaiknya (best performance). Ke depan, Widiana berharap Antara mampu memecahkan rekornas. Sementara, mantan Ketua KONI Badung Si Putu Raka Arnaya mengemukakan, prestasi Antara yang mampu mengharumkan nama Bali di kancah nasional patut mendapat dukungan. “Semestinya Antara mendapat dukungan dari pemerintah,” tutur Bidang Organisasi KONI Bali ini. (022)
Rio de Janeiro –
Penyerang Brazil, Roberto Firmino, berambisi membawa timnya keluar sebagai juara di negeri sendiri pada perhelatan Copa America 2019 ini.
BPM/ist
UCAPAN SELAMAT - Gede Antara (tengah) mendapat ucapan selamat dari Bidang Organisasi KONI Bali, Si Putu Raka Arnaya.
Kawhi Pilih Clippers Los Angeles– Beberapa hari ini, berbagai rumor terus mencuat perihal kemanakah Kawhi Leonard bakal berlabuh. Kini terkuak sudah pilihan pemain yang mengantarkan Toronto Raptors menjadi jawara NBA 2019. Sabtu (6/7) kemarin Leonard dilaporkan menjatuhkan pilihan untuk bergabung bersama Los Angeles Clippers. Kawhi Leonard dikabarkan mendapatkan masa kontrak selama empat tahun dengan nilai sekitar 142 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara hampir dua triliun rupiah. Keputusan Kawhi Leonard untuk bergabung bersama Clippers tentu menjadi sebuah kabar mengejutkan. Pasalnya, LA Lakers yang santer diberitakan akan menjadi pelabuhan berikutnya sang pemain. Kawhi Leonard menjadi aktor utama yang paling berperan dalam kesuksesan Toronto Raptors. Selama musim NBA reguler, Leonard telah mencatatkan rata-rata 26,6 poin, 7,3 rebound dan 3,3 assist. Selama berlaga pada playoff NBA 2019, performa peraih MVP Finals 2019 itu semakin gemilang dengan raihan rata-rata 30,5 poin, 9,1 rebound dan 3,9 assist. Leonard mulai berkarier di NBA pada 2011. Ia awalnya membela San Antonio Spurs. Selama di Spurs, pemain kelahiran Los Angeles, 29 Juni 1991 ini sempat mempersembahkan satu gelar juara NBA tahun 2014. Setelah tujuh tahun membela Spurs, Kawhi Leonard pindah ke Raptors. Bersamaan dengan Leonard, Clippers juga mendapatkan Paul George untuk NBA musim depan. George bermain selama dua musim di Oklahoma City Thunder. (kmb33/afp)
Roberto Firmino
Brazil arahan Tite lolos ke final setelah mengalahkan Argentina dengan skor 2-0 di babak sebelumnya, selagi Firmino turut mencetak gol di pertandingan tersebut. Setelah membawa klubnya Liverpool juara Liga Champions musim 2018/19, Firmino kini menargetkan trofi Copa America yang terakhir kali diraih Brazil pada 2007 silam. “Yang kemarin adalah akhir musim yang intens untuk Liverpool, di mana saya telah mengerahkan segalanya di final Liga Champions dan untuk fit dan bersaing di Copa America,” kata Firmino, Sabtu(6/7)kemarin “Tim ini sangat solid di lini belakang, kami masih belum kebobolan, dan kami telah mengambil kesempatan yang ada. Biarkan tim ini seperti ini, merasa bebas dan bahagia,” ujarnya. Di final yang menurut rencana digelar di Maracana pada Senin (8/7) dini hari nanti, Brazil akan melawan Peru, yang di fase grup pernah mereka hajar dengan skor telak 5-0. Selecao akan bermain tanpa winger Willian yang mengalami cedera otot paha. Brazil mengeliminasi sang rival Argentina lewat kemenangan 2-0 yang didapatkan berkat gol-gol Gabriel Jesus dan Firmino di semifinal. Kemenangan itu membuat Selecao percaya diri menatap final di Maracana. Brazil sudah delapan kali menjuarai Copa America (1919, 1922, 1949, 1989, 1997,
1999, 2004, 2007), dan empat di antaranya diraih ketika bertindak sebagai tuan rumah. Gelar ke-9 pun diincar. Brazil bisa dibilang unggul segalanya. Meski tanpa Neymar yang cedera sebelum turnamen, Brazil tetap kuat. Kualitas mereka berada di atas lawannya. Selain itu, nama besar dan faktor tuan rumah juga membuat Brazil lebih diunggulkan. Brazil sebelumnya juga sudah menghabisi Peru 5-0 ketika berjumpa di Grup A. Pasukan Tite menang lewat gol-gol Casemiro, Firmino, Everton, Dani Alves, dan Willian. Namun, Brazil tak boleh jemawa. Tak ada yang mustahil dalam sepak bola. Peru sendiri adalah salah satu buktinya. Di bawah pelatih Ricardo Gareca asal Argentina, Los Incas tampil sensasional. Di perempatfinal, dibandingkan Peru, Uruguay lebih difavoritkan. Imbang 0-0
sepanjang waktu normal, Peru menang adu penalti dan membuat Luis Suarez menangis di atas lapangan. Di semifinal, Chile lebih diunggulkan. Hasilnya, La Roja dipermak tiga gol tanpa balas. Gol-gol Edison Flores, Yoshimar Yotun dan Paolo Guerrero membawa Peru ke final Copa America pertamanya sejak meraih gelar kedua pada tahun 1975. Guerrero adalah pemain Peru yang wajib diwaspadai oleh barisan belakang tuan rumah. Dua gol sudah dicetak oleh bomber veteran Los Incas itu di Copa America 2019. Saat ini, dia merupakan top scorer aktif Copa America dengan torehan 13 golnya. Selama Brazil tidak meremehkan Peru, kemenangan sepertinya bisa diamankan. Jika Brazil merasa sudah juara bahkan sebelum turun ke lapangan, itu adalah sebuah kesalahan besar. (kmb33/afp)