Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Mengawal Warisan Ida Batara Mpu Kuturan
Gubernur Koster Canangkan Pemberlakuan Perda Desa Adat
BALI bergerak cepat mengawal tradisi dan peradabannya. Langkah ini ditandai dengan berbagai terobosan Gubernur Bali Wayan Koster dalam melestarikan dan menguatkan warisan Ida Batara Mpu Kuturan. Sejalan dengan visi-misi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ untuk menuju Bali Era Baru, sejarah baru bagi Bali tercatat.
Wayan Koster Gubernur Bali
Pukul 11.18 Wita pada Anggara (Selasa, 4/6) Kliwon Kulantir, Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi mencanangkan pemberlakuan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Provinsi Bali di Wantilan Pura Samuhan Tiga, Desa Bedulu, Gianyar. Pencanangan ditandai dengan penandatanganan prasasti, yang disambut gemuruh tepuk tangan ribuan undangan yang terdiri dari sulinggih dan pinandita, Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Wakapolda Bali Brigjen (Pol) Drs. I Wayan Sunartha, Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama, Bupati dan Wali Kota, Majelis Utama dan Majelis Madya Desa Pakraman, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Parisada, kepala desa dan lurah, serta para bendesa dari 1.493 desa pakraman di Bali. Hal. 15 Momen Historis
Jokowi Bagikan Sembako di Yogya PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) membagikan 3.000 paket sembilan bahan pokok (sembako) untuk warga Yogyakarta di Gedung Agung, Yogyakarta, Kamis (6/6) sore. Presiden Jokowi bersama rombongan tiba di Gedung Agung pada pukul 16.00 WIB. Tidak berselang lama, ribuan warga yang sebagian telah menunggu sejak pagi dipersilakan masuk satu per satu untuk mengambil paket sembako. Presiden Jokowi dengan menggandeng cucunya, Jan Ethes, lalu menghampiri kerumunan warga dari balik pagar Gedung Agung. Didampingi putranya, Gibran Rakabuming Raka, dan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Presiden menyalami sejumlah warga yang memanggil namanya. Berdasarkan informasi dari Sekretariat Kepresidenan, 3.000 sembako yang dibagikan kepada warga terdiri atas gula pasir, minyak goreng, beras, dan teh. ‘’Ayo cepat-cepat,’ kata Jokowi mempersilakan warga segera antre mengambil sembako. Rajiman (45), warga Imogiri, Bantul, mengaku senang mendapatkan sembako. Pengemudi becak yang sehari-hari mangkal di kawasan Malioboro itu akan memanfaatkan paket pemberian Presiden untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. ‘’Terima kasih mudah-mudahan bisa mencukupi keluarga saya,’’ katanya. (ant)
SEMBAKO - Presiden Joko Widodo menyapa warga yang antre saat pembagian sembako di Solo, Jawa Tengah, Rabu (5/6). Presiden memanfaatkan Lebaran di Kota Solo dengan membagikan 4.000 paket sembako kepada warga kurang mampu.
Ke Cendana, Tutut Sambut Prabowo
Bali Post/ant
DIBAKAR - Puluhan rumah terbakar di Desa Gunung Jaya usai terjadi keributan antarpemuda di perbatasan antara Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo, Buton, Sulawesi Tenggara, Rabu (5/6). Sebanyak 87 unit rumah dibakar setelah keributan antarpemuda dari dua desa bertetangga. Akibat kejadian tersebut ratusan warga terpaksa mengungsi di Desa Laburunci, Buton.
Jakarta (Bali Post) – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, bersama rombongan stafnya mengunjungi kediaman keluarga Presiden ke-2 RI Soeharto di Cendana, Menteng, Jakarta Pusat pada hari pertama Idul Fitri 2019, Rabu (5/6). Saat sampai di depan kediaman keluarga Cendana, kehadiran Prabowo disambut oleh Siti Hardijanti Rukmana atau yang sering disapa Mbak Tutut. ‘’Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin,’’ ucap Prabowo di kediaman keluarga Cendana. Prabowo tiba di Cendana dengan menaiki Toyota Alphard berwarna putih, ditemani para stafnya. Dalam kesempatan itu Prabowo mengenakan kemeja berwarna krem berlengan pendek. Tak banyak ucapan yang disampaikan oleh calon presiden nomor urut 02 itu saat sampai di kediaman Cendana. Kunjungannya di Cendana juga tidak lama, hanya kurang lebih 30 menit. Pada saat itu hadir juga di Cendana Ketua Dewan Perwakilan Rakyat periode 1999-2004 Akbar Tanjung yang ditemani istrinya, Krisnina Maharani. (ant)
Bali Post/ant
PERGERAKAN TANAH - Kondisi gedung Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon yang rusak akibat adanya pergerakan tanah di kawasan kampus IAIN, Desa Batu Merah, Ambon, Maluku, Kamis (6/6) kemarin.
2
Jumat Pon, 7 Juni 2019
Gubernur Koster Siapkan Pergub Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno
GUBERNUR Bali Wayan Koster tengah menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno di Provinsi Bali. Hal ini disampaikan pada kegiatan ‘’Peringatan 118 Tahun Lahirnya Bung Karno dan Ramah Tamah Lintas Agama’’ yang berlangsung di kediaman Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (6/6) kemarin. Gubernur Koster menegaskan, selain melakukan ramah-tamah dalam rangka hari raya Idul Fitri, kali ini sekaligus bersama-sama berkumpul untuk merayakan dan mengenang Hari Lahir Ir. Soekarno, Bapak Bangsa Indonesia, Proklamator dan Penggali Pancasila. ‘’Bulan Juni memang bulan yang penuh dengan tonggak-tonggak sejarah yang terkait dengan Bung Karno, Pancasila, Dasar dan Ideologi Negara yang dirumuskan pertama-kalinya oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945. Kemudian pada 6 Juni adalah Hari Lahir Bung Karno dan pada 21 Juni adalah Hari Wafat Bung Karno,’’ kata Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini. Gubernur Bali menegaskan, pihaknya telah menyiapkan Peraturan Gubernur tentang Peringatan Hari
Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno, sehingga peringatan ini bisa dilaksanakan secara permanen dan berkelanjutan di Bali. Tujuan penyelenggaraan Bulan Bung Karno adalah, pertama, mengutamakan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Bali dalam berbangsa dan bernegara. Kedua, meningkatkan pemahaman masyarakat Bali tentang sejarah, filosofi dan nilai-nilai Pancasila. Ketiga, memperkokoh inklusi sosial di tengah kontestasi nilai (ideologi) dan kepentingan yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas. Keempat, membangkitkan dan memelihara tentang masyarakat kolektif memori ketokohan dan keteladanan Ir. Soekarno sebagai penggali Pancasila dan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia. Kelima, memperkuat institusionalisasi nilai-nilai kearifan lokal dengan Pancasila sesuai masyarakat Bali. Keseluruhan rangkaian kegiatan ini sejalan dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Selanjutnya, bertepatan pada Idul Fitri 1440 H kali ini, Gubernur Koster mengucapkan selamat hari raya bagi
FIGUR Juknis PPDB
SELAMA ini masyarakat Kota Denpasar dibingungkan dengan model Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019. Selain terus berubah, PPDB 2019 termasuk paling alot. Namun kini petunjuk teknis (juknis) PPDB sudah resmi ditetapkan dalam Perwali Nomor 28/2019. Kadisdikpora Kota Denpasar Drs. I Wayan Gunawan membenarkan Juknis PPDB ditetapkan dalam Perwali No. 28/2019 untuk TK, SD dan SMP. Juknis ini akan disosialisasikan ke sekolah dan masyarakat. Ada beberapa hal prinsip yang diatur dalam PPDB 2019. Penerimaan calon siswa baru bisa menggunakan tiga jalur. Pertama jalur zonasi, jalur prestasi dan jalur perpindahan tugas. Jalur zonasi dibagi lagi menjadi tiga dengan kuota 90 persen. Jalur ini termasuk memprioritaskan menerima siswa berkebutuhan khusus dan KK miskin maksimal 10 persen. Jalur lingkungan jarak maksimal 2 kilometer dengan kuota 40 persen dan zonasi jalur kawasan maksimal 40 persen. “Jalur jarak memprioritaskan jarak sekolah dengan rumah maksimal 2 kilometer. Jika kuota sudah terpenuhi, jika ada jarak yang sama baru ditentukan berdasarkan kecepatan mendaftar. Sedangkan jalur kawasan ditentukan berdasarkan jarak dan kecepatan mendaftar,” kata mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar ini, Kamis (6/6) kemarin. Dikatakan, pendaftaran calon peserta didik didahului dengan pengambilan token mulai 17 Juni-22 juni 2019 di sekolah yang dituju. Bagi calon peserta didik dari KK miskin dilayani 24-25 Juni 2019. Usai mendapatkan nomor token, pendaftaran jalur zona lingkungan jarak dilakukan tanggal 24-25 Juni 2019, pengumuman 26 Juni. Calon peserta didik di jalur ini hanya berhak memilih satu SMP negeri. Sedangkan pendaftaran jalur perpindahan orangtua dibuka tanggal 26-27 Juni. Bagi yang tak lulus di jalur jarak lingkungan dan KK miskin, bisa mendaftarkan diri ke jalur zonasi wilayah kawasan. Pendaftaran dibuka tanggal 27-29 Juni dan pengumumannya 5 Juli 2019. Di jalur ini peserta didik diberikan jatah pilihan tiga SMP negeri dengan menggunakan noken yang tekah dimiliki. Sedangkan pendaftaran jalur prestasi tanggal 26-27 Juni, tes diadakan 29 Juni. Ia menambahkan, pendaftaran PPDB SD dilakukan tanggal 24-29 Juni. Pendaftaran dimulai tanggal 1-4 Juli dan pengumuman 5 Juli 2019. Perwali ini juga mengatur jumlah siswa tiap rombongan belajar/kelas. Untuk TK maksimal 24 orang/ kelas, SD sebanyak 32 siswa/kelas dan SMP maksimal 34 siswa /kelas. (sue)
Rumah dan Gudang Mebel Terbakar
Denpasar (Bali Post) Kebakaran hebat terjadi di Jalan Ratna Gang Dewi Subadra nomor 1, Denpasar Timur, Rabu (5/6) malam. Rumah milik Made Agus Widnyana (38) dan gudang mebel milik Yogi, ludes dilalap si jago merah. Kerugiannya diperkirakan Rp 1.150.000 000. Kapolsek Denpasar Timur Kompol I Nyoman Karang Adiputra mengatakan, bangunan gudang mebel dan rumah tersebut berdiri di atas tanah seluas tiga are. Dari hasil pemeriksaan, penjaga gudang, Nanang Tempil (65) sekitar pukul 17.30 Wita berada di depan gudang mebel bersama istrinya. Tiba-tiba ia melihat gudang belakang tempat menyimpan kayu dan mes karyawan (bedeng) terbakar. Nanang langsung menelepon korban memberitahukan bahwa gudang mebel milik korban terbakar. “Ada warga yang menghubungi pemadam kabakaran,” ujarnya. Pukul 18.15 Wita, armada pemadam kebakaran Kota Denpasar tiba di TKP. Dengan sigap petugas pemadam bekerja keras memadamkan api. “Saya juga memerintahkan anggota ke TKP. Api baru dapat dipadamkan pukul 20.00 Wita, setelah dikerahkan 12 unit PMK BPBD Kota Denpasar,” kata Kapolsek Nyoman Karang. Hasil olah TKP, barang yang terbakar yaitu satu unit bangunan rumah tinggal beserta isinya yaitu satu buah TV, AC, kulkas dan peralatan dapur milik korban Agus Widnyana. Kerugian berkisar Rp 1 miliar. Sedangkan satu unit gudang mebel, kayu bahan mebel dan mes karyawan milik Yogi juga ludes terbakar. Nilai kerugian berkisar Rp 150 juta. “Nihil korban jiwa, hanya kerugian material saja. Sumber api dari mes gudang mebel. Karena angin cukup kencang, sehingga api melebar ke rumah tinggal korban (Agus-red),” ujar Karang. (kmb36)
Topik : PENDATAAN PENDUDUK PENDATANG
segenap umat Muslim. ‘’Masyarakat Hindu Bali memiliki sebutan khusus Nyama Selam (saudara Muslim) dan hingga saat ini tradisi saling mengunjungi dan mengirimkan makanan (ngejot) antara masyarakat Muslim dan Hindu masih berlangsung. Inilah bukti nyata tentang ‘’Lima Berlian’’ yang digali Bung Karno dan dirumuskan menjadi Pancasila. Inilah sifat dan karakter sejati bangsa kita,’’ tegasnya. Sementara itu, Pembina MUI Bali H. Roi Chan menyatakan kegiatan ini adalah pertemuan silaturahmi, serta menyambung kasih sayang. Halalbihalal itu adalah ajang untuk saling memaafkan. ‘’Bulan Ramadhan itu tidak sekadar makan dan minum. Pada momen ini, mari menebarkan kedamaian. Mari berlomba dalam kebaikan,’’ katanya. Kegiatan ini diakhiri pembacaan puisi ‘’Agustus’’ karya Yudhistira AN Massardi oleh seniman nasional sekaligus istri Gubernur Bali Ny. Putri Suastini Koster. Puisi ini dibacakan penuh penghayatan, sehingga iringan aplaus audiens terdengar meriah. Peringatan 118 Tahun Lahirnya Bung Karno dan Ramah Tamah Lintas Agama ini dihadiri Wakil Gu-
PERINGATAN - Suasana Peringatan 118 Tahun Lahirnya Bung Karno dan Ramah Tamah Lintas Agama yang berlangsung di kediaman Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (6/6) kemarin. bernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Wakapolda Bali Brigjen I Wayan Sunartha, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri dan
Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa. Sejumlah undangan seperti unsur FKPD Provinsi Bali, pimpinan instansi vertikal, pimpinan OPD Provinsi Bali, Rektor PTN-
PTS, MUDP-MMDP, PHDI se-Bali, Ketua FKUB beserta jaringan lintas agama, ormas lintas provinsi (Flobamora, Minang Saiyo dan lainnya) serta sejumlah tokoh lainnya. (kmb)
Denpasar (Balipost) Bali belum memiliki data pasti jumlah penduduk nonpermanen atau penduduk pendatang. Padahal pedoman pendataan penduduk nonpermanen sudah di atur melalui Permendagri Nomor 14 Tahun 2015. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten/Kota di Bali diminta untuk melakukan pendataan jumlah penduduk pendatang di Bali. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra mengatakan hal itu, Kamis (6/6) kemarin.
atau penduduk pendatang lainnya ke Bali. “Kami berharap penduduk nonpermanen yang datang ke Bali nanti merupakan penduduk nonpermanen yang produktif, berusia kerja dan memiliki kualitas yang bagus. Karena jika kualitasnya jelek akan dapat menimbulkan masalah sosial,” katanya. Jaya Seputra menegaskan, Dinas Dukcapil akan bekerja sama dengan desa adat dalam pendataan penduduk nonpermanen. Hal ini seiring dengan telah jelasnya kedudukan desa adat yang ada di Provinsi Bali. Selain itu, dalam pendataan penduduk pendatang juga akan menjalin kerja sama dengan para mitra. Yakni masyarakat dan institusi masyarakat yang mempunyai peran dan tanggung jawab untuk ikut serta dalam mendukung pendataan penduduk nonpermanen yang meliputi pemilik rumah kon-
trakan/sewa, pengelola asrama, perusahaan yang memperkerjakan pegawai kontrak, perusahaan pengarah pembantu rumah tangga yang mempekerjakan pekerja domestik maupun bukan pekerja domestik, pengelola apartemen dan pengelola rumah kost. Sementara itu, berdasarkan data agregat (statistik), penduduk Bali pada semester II tahun 2018 berjumlah 4.216.171 jiwa. Jumlah itu tersebar di kabupaten/kota yang ada di Bali. Terbanyak ada di Kabupaten Buleleng, disusul Kota Denpasar, Badung, dan kabupaten lainnya. (kmb16)
Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota Diminta Data Penduduk Pendatang Menurut Jaya Seputra, penduduk nonpermanen atau penduduk pendatang adalah penduduk WNI yang bertempat tinggal di luar wilayah kabupaten/kota tempat tinggal tetapnya yang berbeda dengan alamat pada e-KTP yang dimilikinya, dan tidak berniat untuk pindah menetap. Mengenai jumlah penduduk pendatang di Bali, Dinas Dukcapil kabupaten/ kota yang merupakan penyelenggara pencatatan kependudukan
juga belum mempunyai data. “Ini merupakan PR besar Dinas Dukcapil ke depan. Saat ini sedang dirancang Peraturan Gubernur Bali tentang penduduk nonpermanen di Bali,” ujarnya. Jaya Seputra mengakui, kedatangan penduduk pendatang ke Bali pasca-Lebaran merupakan persoalan klasik setiap tahun. Mereka yang mudik saat Lebaran tidak menutup kemungkinan pada arus baliknya akan mengajak temannya
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Kasus Kepala Pasar Kumbasari
Polisi Kumpulkan Alat Bukti Denpasar (Bali Post) Penyidik Satreskrim Polresta Denpasar masih mendalami kasus dugaan korupsi yang melibatkan Kepala Pasar Kumbasari, Denpasar, berinisial AN. Saat ini polisi masih mengumpulkan alat bukti terkait kasus tersebut. Dikonfirmasi Kamis (6/6) kemarin, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Selain itu, pihaknya juga melengkapi alat buktinya. “Sampai saat ini masih proses pembuktian. Oleh karena itu, penanganan kasus ini di-
lakukan lebih mendalam,” ujar mantan Kasatreskrim Polres Badung ini. Ketika ditanya terkait informasi yang menyatakan ada dua orang yang diamankan termasuk AN, Arta Ariawan hanya menjawab singkat. “Nanti kami informasikan perkembangannya,” tegasnya. Sebelumnya, anggota Satreskrim Polresta Denpasar mengamankan Kepala Pasar Kumbasari berinisial AN (51), Selasa (28/5) lalu. AN diamankan lantaran diduga terlibat kasus korupsi uang pungutan parkir Rp 6 juta. Pengungkapan kasus ini berawal dari
informasi masyarakat ke aparat kepolisian. Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota Polresta Denpasar melakukan penyelidikan. Selanjutnya polisi mengamankan AN di Pos Sekuriti Pasar Kumbasari, kemudian dibawa ke Mapolresta Denpasar guna diproses lebih lanjut. AN yang beralamat di Jalan Waribang, Denpasar Timur ini disebut-sebut memerintahkan juru parkir menyisihkan hasil pungutan. Uang parkir tersebut lalu diserahkan kepada AN. Korbannya adalah Pemkot Denpasar dengan nilai kerugian Rp 6 juta. (kmb36)
Pembangunan Balai Budaya Dipastikan Rampung Tahun Ini
Denpasar (Bali Post) Pembangunan sentral parkir dan Balai Budaya Kota Denpasar di Lumintang, tahun ini dipastikan rampung. Pasalnya, Pemkot Denpasar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menggelontor dana untuk melanjutkan proyek ini. Tahap akhir ini, PUPR telah mengucurkan dana pagu sebesar Rp 51 miliar lebih. Namun setelah lelang, nilai kontraknya Rp 48 miliar. Kadis PUPR Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta didampingi PPK Balai Budaya Agus Sudarmo mengatakan hal itu, Kamis (6/6) kemarin. Menurut Jimmy Sidharta, proyek pembangunan Balai Budaya akan diselesaikan tahun ini. Pemenang tender sudah ada dan siap untuk dilanjutkan. Kontraknya sudah ditandatangi dan masa pengerjaan selama 210 hari dan akan berakhir pada 17 Desember 2019. “Kontraktornya PT Bianglala Bali dan konsultan pengawasnya PT Gaharu Sempana,” ujarnya. Jimmy Sidharta menambahkan, proyek ini terus berlanjut karena masih ada beberapa pekerjaan yang belum bisa dilakukan pada tahap sebelumnya. Karena itu, pembangunannya berlanjut dan dipastikan akan rampung sepenuhnya tahun ini. “Tahun ini akan digarap proyek Mechanical Electrical (ME). Kemudian berlanjut pada pengadaan mebeler dan juga fasilitas pendukung lainnya. Saat ini baru fisiknya saja, ornamen dan fasilitas pendukung lainnya balum ada, sehingga dilakukan tahun ini,” tegasnya.
Bali Post/eka
BALAI BUDAYA - Seorang petugas memeriksa areal pembangunan Balai Budaya Kota Denpasar di Lumintang. Seperti diberitakan sebelumnya, 154 unit kendaraan roda empat dan sultan perencana PT Kencana Adi proyek pembangunan balai budaya 328 unit roda dua. Karma dan konsultan pengawas PT berada di atas sentral parkir LuTahap pertama pembangunan Narada Karya. mintang. Balai budaya ini akan digu- balai budaya ini dianggarkan dana Sebelumnya, sentral parkir telah nakan untuk menampung kegiatan pagu sebesar Rp 46,9 miliar. Namun digarap secara bertahap sejak 2014. seni dan budaya yang dilakukan oleh setelah lelang, nilai kontraknya Pada tahap pertama telah menelan masyarakat, komunitas, serta sekaa- hanya Rp 41,4 miliar yang di- dana sebesar Rp 13,4 miliar yang sekaa seni yang ada di Denpasar. menangkan oleh PT Bianglala Bali digarap PT Tunas Jaya Sanur. SeBalai budaya ini berada di lantai II dengan nomor kontrak 640/2525/ dangkan pada tahap II yang digarap sentral parkir Lumintang. Sentral DPUPR/2017 tertanggal 10 Mei PT Undagi Jaya Mandiri menelan parkir tersebut mampu menampung 2017. Proyek ini ditangani kon- dana Rp 9 miliar. (kmb12)
BADUNG 3 Pantai Kuta Ramai Pengunjung, Balawista Optimalkan Pengawasan Jumat Pon, 7 Juni 2019
Mangupura (Bali Post)Libur Lebaran tahun 2019, Pantai Kuta masih menjadi tujuan utama wisatawan untuk berlibur, khususnya pada libur Lebaran tahun ini. Tidak hanya wisatawan domestik (wisdom), wisatawan mancanegara (wisman) juga memadati Pantai Kuta. Mengingat banyaknya pengunjung, Balawista Badung memaksimalkan pengawasan guna mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan. Koordinator Balawista Badung I Ketut Ipel, Kamis (6/6) kemarin menyampaikan, untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung, pihaknya berusaha mengoptimalkan kinerja personel. Pengawasan oleh petugas sejatinya tetap seperti hari biasa. Namun lantaran padatnya wisatawan, pihaknya
pun bekerja ekstra. ‘’Kami tetap meningkatkan kewaspadaan. Karena selama libur ini pengunjung mulai banyak sehingga kantongkantong arus harus tetap diawasi supaya tidak terjadi hal yang tidak diharapkan,’’ jelasnya. Mengingat keterbatasan personel, dalam melakukan pengawasan, pihaknya membagi dalam skala prioritas. Jumlah petugas di masingmasing pos berbeda, mulai dari 5 hingga 7 orang. Di seluruh Badung terdapat 26 pos yang tersebar dari Pantai Tanjung Benoa sampai ujung Pantai Seseh. Khusus di Pantai Kuta, ada sembilan pos. Dijelaskannya lebih lanjut, sejauh ini kondisi ombak cukup tenang. Namun pihaknya tidak mau lengah dan tetap mengoptimalkan
Figur Manfaatkan CCTV AKTIVITAS masyarakat di kawasan Pantai Kedonganan bagian barat, begitu kompleks. Tentunya masalah keamanan menjadi hal yang sangat perlu diperhatikan. Kenyamanan wisatawan bahkan menjadi prioritas. Tidak hanya oleh petugas terkait, pengawasan sepanjang kawasan ini juga dibantu dengan CCTV. Puluhan CCTV dipasang untuk memastikan keamanan tetap terjaga. Menurut Bendesa Adat Kedonganan Dr. Wayan Mertha, S.E., M.Si., pihaknya akan memasang CCTV di 36 titik. Saat ini baru terpasang di 25 titik, termasuk CCTV yang merupakan bantuan dari PT Angkasa Pura I (Persero). Dengan demikian, masih dibutuhkan sebanyak 11 unit CCTV untuk melengkapi pemantauan di seluruh kawasan Pantai Kedonganan bagian barat. ‘’Untuk sisi utara pantai barat Kedonganan, memang aktivitas di sana sangat-sangat kompleks. Kami ingin memantau seluruh aktivitas itu sehingga kami tahu apa saja kegiatan itu, kemudian memantau juga dari sisi keamanan dan kenyamanan baik masyarakat sekitar maupun pengunjung,’’ kata Mertha, Kamis (6/6) kemarin. Dikatakannya, CCTV dipasang pada titik-titik tertentu yang dianggap rawan atau yang aktivitasnya sangat kompres. Seperti di batas pantai bagian utara yaitu di kawasan pasar desa dan dermaga. Pihaknya berharap dengan terpasangnya CCTV, semua aktivitas di kawasan pantai bisa terpantau dengan baik. ‘’Kami memang punya tenaga keamanan yang nanti kami akan pusatkan memonitor selama 24 jam,’’ jelasnya. Diakuinya, saat ini server CCTV belum bisa terintegrasi dengan instansi terkait. ‘’Ini baru terkoneksi di wilayah Kedonganan saja. Kami belum koneksikan dengan yang ada di bandara maupun instansi terkait. Ke depan, kemungkinan ini bisa terkoneksi dengan instansi lain,’’ ungkapnya. (edi)
pengawasan. ‘’Kami juga mengimbau kepada pengunjung agar selalu memperhatikan petunjuk yang dipasang oleh Balawista. Hal ini demi keselamatan dan kenyamanan pengunjung,’’ kata Ipel. Tidak hanya di Pantai Kuta, sejumlah pantai di Badung juga ramai dikunjungi wisatawan. Seperti di kawasan wisata watersport, Tanjung Benoa. Wisatawan khususnya domestik, banyak yang mengisi liburannya menikmati wahana watersport di sana. (kmb23) PANTAI KUTA - Balawista Badung mengoptimalkan pengawasan di sepanjang Pantai Kuta. Hal ini mengingat jumlah wisatawan meningkat sejak libur Lebaran.
Muntra Diberhentikan dari Jabatan Ketua DPD Golkar Badung
Mangupura (Bali Post) – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) I Golkar Provinsi Bali memberhentikan I Wayan Muntra dari jabatannya sebagai Ketua DPD Golkar Badung. Keputusan ini tertuang dalam SK DPD Golkar Bali bernomor: KEP-09/GOLKARDA/VI/2019, tertanggal 4 Juni 2019 tentang Pemberhentian Ketua DPD Golkar Badung dan Penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Badung. Berdasarkan SK yang ditandatangani Plt. Ketua DPD Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih dan Sekretaris I Nyoman Sugawa Korry, ditunjuk dan disahkan I Wayan Suyasa sebagai Plt. Ketua DPD Golkar Badung. Selain ditunjuk sebagai Plt. Ketua DPD Golkar Badung, politisi asal Desa Penarungan, Mengwi tersebut juga rangkap jabatan pada posisi Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPD Golkar Bali. Wayan Muntra yang dikonfirmasi Kamis (6/6) kemarin, membenarkan
perihal pencopotan dirinya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Badung. Dia mengakui tidak menerima keputusan pencopotan ini sesuai aturan AD/ART Partai Golkar. Hal ini mengingat Ketua DPD dipilih melalui musyawarah daerah (musda). Kemudian ketika memberhentikan Ketua DPD tentu juga ada mekanismenya. Misalnya, apabila Ketua DPD meninggal, sakit, mengundurkan diri dan lain sebagainya, baru bisa dilakukan pemberhentian atau penggantian
posisi ketua. ‘’Karena saya tiba-tiba di-Plt-kan, ini saya harus pertanyakan. Prosedurnya kan mesti ada klarifikasi dulu. Apa mendasari, kesalahannya apa. Jadi dasarnya itu saya tidak tahu. Yang jelas, saya belum menerima atas keputusan pencopotan ini. Makanya saya lakukan langkah-langkah menggugat ke Mahkamah Partai Golkar,’’ jelasnya. Langkah menggugat ke Mahkamah Partai dilakukannya lantaran ia ingin mengetahui dasar keputusan pencopotan jabatannya. Ia menilai ini bukan persoalan jabatan, tetapi persoalan harga diri. Pihaknya tidak ingin pencopotan ini dikarenakan prasangka atau atas dasar suka tidak suka. Terlebih di hukum positif, selalu menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
‘’Karena kita mengelola organisasi itu ada tatanan ada aturan, tentu saya taat dengan aturan. Saya tidak mempermasalahkan pimpinan. Bukan itu persoalannya, tapi apa yang mendasarinya, itu yang saya ingin pertanyakan dan cari kebenarannya. Kalau saya salah, ya saya menerima kesalahan itu,’’ paparnya. Sementara itu, Plt. Ketua DPD Golkar Badung Wayan Suyasa tak mau berpolemik dengan penunjukan dirinya menggantikan Muntra. Sebagai petugas partai, pihaknya selalu siap melaksanakan keputusan partai. Soal adanya penolakan dari sejumlah kader, pihaknya mengapresiasi aspirasi yang merupakan hak dari semua kader Golkar. ‘’Kami harapkan aspirasi ini bisa diselesaikan di internal partai,’’ jelasnya. (kmb27)
341 Warga Muslim di Lapas Kerobokan Dapat Remisi
HARI Raya Idul Fitri sangat ditunggu-tunggu umat Islam. Tak terkecuali oleh 820 umat Islam baik yang berstatus tahanan maupun warga binaan yang menghuni Lapas Kerobokan. Pasalnya, di hari yang fitri dan penuh berkah ini sebagian di antara mereka mendapatkan remisi. Sebagaimana disampaikan Kalapas Kerobokan Tonny Nainggolan, Rabu (5/6), dari total tahanan dan warga binaan atau narapidana yang berjumlah 1.713 orang, sebanyak 820 di antaranya umat Islam. Pihaknya tahun ini mengusulkan 345 warga binaan mendapatkan remisi. Besarannya yakni 15 hari untuk sebanyak 146 orang, satu bulan untuk 188 orang, satu bulan 15 hari untuk 16 orang, dan dua bulan berjumlah empat orang narapidana. Namun dari jumlah tersebut, usulan yang terealisasi sesuai dengan SK sebanyak 341 orang. ‘’13 SK remisi Idul Fitri 2019 belum kami terima, karena 10 narapidana sudah dimutasi ke lapas atau rutan lain yang sesuai. Sedangkan tiga orang masih tahap perbaikan SK,’’ jelas Tonny Nainggolan. Yang menarik, dalam pemberian usulan remisi, empat orang warga negara asing (WNA) juga turut mendapatkan remisi Idul Fitri. Sebanyak tiga orang dari Malaysia dan satu lagi dari Turki. Warga Malaysia yang dapat remisi adalah Ahmad Fazlin, Muhammad Faliq dan Nurhisham. Mereka mendapatkan remisi selama satu bulan. Ketiga warga Malaysia itu dihukum atas kasus narkotika. Ahmad Fazlin dan Muhammad Faliq dihukum empat tahun dengan denda Rp 1 miliar subsider empat bulan. Sedangkan Nurhisham yang juga tersangkut kasus narkotika dihukum selama dua tahun enam bulan. Sementara Ulvi Turker yang berasal dari Turki terjerat pidana UU ITE. Dia dihukum tiga tahun dan mendapatkan remisi satu bulan. Pengumuman remisi dilangsungkan saat umat Islam di lapas melaksanakan Sholat Id di Masjid Lapas Kerobokan. (kmb37)
Gambuh Tumbak Bayuh Siap Ditampilkan di PKB Mangupura (Bali Post) Rekonstruksi Gambuh Tumbak Bayuh, Kecamatan Mengwi, Badung akan dipentaskan pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41. Pertunjukan serupa ditampilkan pada PKB ke-36 di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali. Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung Ida Bagus Bhasma membenarkan akan menampilkan salah satu tarian yang didaftarkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini dalam PKB 2019. ‘’Kami menampilkan sejumlah tari rekonstruksi. Salah satunya Tari Gambuh Tumbak Bayuh, Desa Tumbak Bayuh, Mengwi,’’ ujar Anom Bhasma, belum lama ini. Menurutnya, selain Tari Gambuh Tumbak Bayuh, Pemkab Badung juga membawakan Autorium Mekotekan Desa Munggu Sanggar Naraswari Dance Creation, Kecamatan Mengwi, Sekaa Dramatari Prembon Sanggar Seni Sudamala Banjar Sukajati Desa Taman Kecamatan Abiansemal, Sekaa Telek dan Rejang Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan Desa Adat Legian Kecamatan Kuta, Sekaa Barong dan Telek Sanggar Seni Tari Bali Raja Kusuma Kecamatan Mengwi dan Sekaa Permainan Tradisional Anakanak Rare Angon Sanggar Seni Kalingga Banjar Teba Jimbaran Kecamatan Kuta Selatan. Lebih lanjut Bhasma menyampaikan, sekitar 6.000 seniman yang berasal dari sekaa-sekaa dan sanggar kesenian di seluruh Kabupaten Badung akan tampil dalam PKB ke-41. ‘’Kami harap seniman gumi keris bisa tampil maksimal sehingga bisa memberikan tontonan dan hiburan bagi rakyat Bali. Kami siapkan anggaran pendukung mencapai Rp 7 miliar,’’ katanya. (kmb27)
Bali Post/par
TAMAN AYUN - Sejumlah Wisatawan mengunjungi objek wisata Taman Ayun. Pada libur Lebaran kunjungan wisatawan ke Taman Ayun meningkat signifikan.
Libur Panjang, Taman Ayun Dipadati Wisatawan
Mangupura (Bali Post) Libur panjang serangkaian hari raya Idul Fitri menjadi berkah bagi sejumlah pengelola destinasi wisata di Kabupaten Badung. Objek Wisata Taman Ayun misalnya, destinasi wisata yang terletak di Kecamatan Mengwi ini penuh sesak oleh wisatawan domestik (wisdom) sejak masa liburan. Manajer Objek Wisata Taman Ayun Made Suandi, Kamis (6/6) kemarin menerangkan, dalam rangka libur Idul Fitri 1440 H tahun 2019, kunjungan wisatawan meningkat. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) per harinya mencapai 1.000 orang. Begitu juga wisdom mencapai 800 orang per hari. ‘’Kalau hari biasa, wisatawan mancanegara itu ratarata 800 orang dan domestik 500 orang. Jadi peningkatan sangat terasa,’’ ungkapnya. Dijelaskannya, jumlah kunjungan wisatawan totalnya mencapai 1.800 orang per hari. Peningkatan kunjungan ke objek wisata ini terjadi pada
H-1 Lebaran. Sebagian besar wisatawan yang datang ke Taman Ayun adalah rombongan yang dibawa langsung oleh travel agent. ‘’Jadi, mereka rombongan ke sini,’’ sebutnya. Menurutnya, tingginya angka kunjungan wisatawan ke Objek Wisata Taman Ayun dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke Bali. Terlebih Badung merupakan kabupaten yang dikenal dengan pariwisatanya. ‘’Kalau kami di sini (Taman Ayun - red) mengutamakan seni, budaya dan tradisi yang kita perlihatkan ke wisatawan. Sehingga setiap wisatawan ke Bali mereka wajib ke Taman Ayun, kalau ingin melihat Bali yang sebenarnya,’’ ungkapnya. Untuk berkunjung ke Taman Ayun pengunjung cukup merogoh kocek Rp 20 ribu untuk wisman dewasa dan Rp 10 ribu per orang untuk anak-anak. Sedangkan untuk wisdom sebesar Rp 10 ribu per orang untuk dewasa dan Rp 5 ribu per orang untuk anakanak. (kmb27)
u.0000075-RPA
DAERAH
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Jumat Pon, 7 Juni 2019
Tumbuhkan Jumlah Petani
Puluhan Siswa SMA Diajari Pertanian Ramah Lingkungan Denpasar (Bali Post) Sebanyak 50 siswa-siswi SMA dari kelas I sampai kelas III dan pekaseh se-Desa Medahan, Gianyar diberikan pelatihan tentang pertanian ramah lingkungan pada Rabu (5/6) lalu. Siswa-siswi ini diberikan teori dan cara pembuatan kompos dan mol. Kompos dan mol merupakan salah satu komponen penunjang pertanian ramah lingkungan. Seiring dengan perkembangan pertanian, masyarakat global dan lokal mulai sadar akan kesehatan dari bahan pangan yang dikonsumsi. Pertanian ramah lingkungan dengan hasil pertanian organik adalah salah satu jawaban untuk mewujudkan kesehatan manusia di masa depan. Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Mandhara Riset Institute I.B. Mandhara Brasika yang mengajarkan tentang pertanian ramah lingkungan kepada siswa-siswi tersebut, Kamis (6/6) kemarin. Pemuda berusia 25 tahun ini menjelaskan, pertanian ramah lingkungan adalah suatu sistem utuh dari hulu sampai hilir. Pupuk organik hanya salah satu unsur dari pertanian ramah lingkungan, karena tidak ada unsur kimia. Selain pupuk, juga ada komponen bibit, tanah. ‘’Tanah harus dijaga karena harus diproses bertahun-tahun dulu supaya kembali netral. Baru bisa dipakai untuk pertanian ramah lingkungan,’’ jelasnya. Pestisida alami ini terbuat dari mol yaitu organisme lokal untuk mempercepat proses pembuatan pupuk. Mol juga digunakan sebagai fertilizer. Hal inilah yang diajarkan kepada siswa-siswi SMA tersebut. Mereka tidak hanya diajarkan membuat produk pertanian organik yang notabene ramah lingkungan, tetapi juga diajarkan mengolah hasil pertanian, pengemasan yang menarik agar dapat diterima oleh pasar. Menurut Brasika, produk yang biasa akan menjadi berbeda jika dikemas dengan baik. Pertanian adalah budaya orang Bali. Pariwisata pun menjual pertanian sebagai daya
tarik. ‘’Tapi di satu sisi, orang semakin banyak yang meninggalkan pertanian karena bertani dipandang sebagai pekerjaan kotor dengan penghasilan rendah. Makanya sekarang kita ajak anak muda dan informasikan bahwa bertani itu tidak sejelek itu. Ini prospek masa depan yang bagus karena semua orang membutuhkan makanan,’’ seloroh lulusan Magister Teknologi Lingkungan ini. Bali sebagai daerah pariwisata, menjadi pasar yang besar bagi pertanian. Sebab, dari hotel dan restoran dapat menyerap hasil pertanian. Apalagi Gubernur Bali mengeluarkan Pergub 99 Tahun 2018 yang mengharuskan hotel dan restoran menyerap produk lokal, khususnya produk pertanian. ‘’Sekarang, pertanian menjadi peluang. Makanya produk pertanian ini harus bisa dikemas dengan baik. Menjaga kualitasnya dengan konsisten. Kita berikan cerita di balik produk tersebut sehingga akan menambah nilai tambah. Tapi tetap menjaga higienitas dan kebersihan produk,’’ ujarnya. Ia juga memberikan dorongan pada peserta bahwa bertani tidak rumit. Jika tidak bisa bertani padi, bisa menanam tebu, beternak, karena kegiatan itu juga menghasilkan bahan makanan. ‘’Dengan mindset seperti itu, memengaruhi psikologi saya. Jadi saya sangat menikmati pekerjaan petani, membuat saya bahagia,’’ ungkapnya. Anak-anak muda menjadi sasaran dari pelatihan ini karena pada generasi mudalah masa depan pertanian Bali digantungkan. Mereka rata-rata berusia 16-18 tahun. Di usia tersebut mereka telah bisa membawa sertifikat kompetensi bidang pertanian ramah lingkungan. Ini akan menjadi bekal bagi anak-anak muda tersebut untuk melangkah lebih lanjut ke pertanian. Ia berharap, dengan membuka wawasan akan peluang pertanian ramah lingkungan, dapat menumbuhkan keinginan bertani bagi generasi muda sehingga menambah jumlah petani di Bali. (kmb42)
Bali Post/may
BELAJAR - Siswa-siswi SMA ketika diajarkan pertanian ramah lingkungan.
RSJ akan Bangun Gedung untuk Lansia Denpasar (Bali Post) Gedung khusus untuk para lanjut usia (lansia) yang mengalami gangguan jiwa akan dibangun di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali. Mengingat fasilitas lansia yang ada sekarang khususnya dari segi ruangan masih belum terstandardisasi. “Akhirnya kami usul ke gubernur untuk membangun sarana yang standar itu. Gubernur setuju, akhirnya dibuat DED tahun 2018 dan tahun ini rencananya dibangun,” ujar Direktur RSJ Provinsi Bali dr. Dewa Gede Basudewa saat dikonfirmasi, belum lama ini. Menurut Basudewa, jumlah pasien lansia dan demensia (pikun - red) di RSJ saat ini cukup tinggi. Rata-rata mencapai 38 pasien per tahun, dan terus meningkat. Begitu juga dengan risikonya, seperti jatuh, hilang, ataupun lari ke sana-ke mari sehingga membutuhkan ruangan yang standar. Sedangkan ruangan di RSJ saat ini berbentuk bangsal. “Mudah-
dr. Dewa Gede Basudewa mudahan Juni ini mulai dibangun. Tahun 2020 diharapkan beroperasi. Tahun ini SDM sudah kita latih dengan mengirim ke RSJ Lawang, Jawa Timur, karena di sana rumah sakit rujukan psikogeriatri nasional,” jelasnya. Basudewa menambahkan, pasien lansia dengan gangguan jiwa selama ini diobati dan dirawat sesuai skema perawatan gangguan jiwa. Dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kini sudah dibatasi hanya 42
hari untuk akut, sekitar 43 sampai 103 hari untuk subakut, serta 104 sampai 180 hari atau maksimum enam bulan untuk kronik. “Pasien lansia kan standarnya agak tinggi. Tempatnya harus bagus,” imbuhnya. Selain gedung untuk lansia, lanjut Basudewa, juga akan dibangun sarana rehabilitasi narkotika sesuai standar BNN. Kendati tidak sebesar balai rehabilitasi di Baddoka (Makassar), Tanah Merah, atau Lido, tapi tetap disesuaikan dengan standar tempat-tempat itu. “Lahan kita 1,2 hektar. Itu nanti akan dua lantai kita bangun dengan kapasitas maksimum 60 tempat tidur,” terangnya. Basudewa melihat angka penyalahgunaan narkotika di Bali cukup tinggi. Namun pecandu narkotika kurang tergerak untuk melakukan rehabilitasi, kecuali sudah ditangkap polisi atau berurusan dengan hukum. Oleh karena itu, gedung untuk rehabilitasi narkotika cenderung akan dibangun semi penjara. (kmb32)
Bali Post/ist
JAGA - Personel Brimob sedang berjaga di salah satu objek wisata.
Libur Panjang, Objek Wisata Dijaga Personel Brimob
Denpasar (Bali Post) -
Polda Bali beserta jajaran tidak hanya melaksanakan pengamanan di jalur mudik, tetapi jaga di objek wisata. Personel Brimob pun dikerahkan untuk standby di destinasi pariwisata terkenal di dunia. Di antaranya Nusa Dua, Sanur, Kuta, Ubud, Bedugul, Uluwatu dan Tanah Lot. Direktur Samapta Polda Bali Kombes Pol. Drs. I Wayan Pinatih selaku Kasatgasda Ops. Ketupat Agung menyampaikan pengamanan hari raya Idul Fitri tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Sesuai perintah Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose supaya personelnya melakukan atensi di objek wisata dan
jalur wisata yang kerap terjadi kemacetan lalu lintas. ‘’Pengamanan dilakukan di tempat wisata dan pengaturan arus lalu lintas di jalur utama, terutama di jalur padat. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas selama perayaan hari raya Idul
Fitri,’’ ujarnya, Kamis (6/6) kemarin. Menurutnya, personel Polri melaksanakan pengamanan di jalur wisata mulai 29 Mei hingga 15 Juni 2019. Pelaksanaannya dibagi menjadi tiga shift, mulai pukul 07.00 Wita sampai dengan 22.00 Wita. Agar berjalan optimal, pengawasan dan pengecekan pers-
onel dilaksanakan para perwira pengendali dan Provos di setiap wilayah sesuai dengan penggal-penggal jalan. ‘’Ada sepuluh jalur yang diatensi Polda Bali. Antara lain jalur wisata ke Nusa Dua, jalur wisata ke Sanur, jalur wisata ke Kuta, jalur Simpang Siur, Sunset Road, Kerobokan, Gatot Subroto Barat, simpang empat Benoa, jalur Kerobokan - Kapal, simpang Tohpati, jalur wisata ke Ubud, jalur ke Klungkung dan jalur Mengwi Badung - Baturiti Tabanan,’’ ujar Pinatih. (kmb36)
Karya di Pura Tegeh Arya Wang Bang Pinatih Pecatu Berjalan Lancar Mangupura (Bali Post) Puncak Karya Mamungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih, Pujawali Padudusan Alit, Tawur Wraspati Kalpa Manyamaraja di Pura Tegeh Arya Wang Bang Pinatih, Desa Pecatu, Kuta Selatan pada Anggara Kasih Kliwon Kulantir, Selasa (4/6) lalu, berjalan lancar. Pada puncak karya ngenteg linggih, pujawali, nyatur rebah yang dihadiri ratusan pamedek tersebut di-puput dua sulinggih Ida Pedanda Gede Diksa Singarsa dari Geria Babakan Cau Blayu dan Ida Pedanda Gede Jelantik Giri Santa dari Cita Geria Jadi Tabanan. Pada kesempatan tersebut, Manggala Prawartaka Karya I Wayan Sudiarta didampingi Wayan Wijana menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas kelancaran acara. Atas nama semeton warga Arya Wang Bang Pinatih, pihaknya sangat bersyukur karena karya telah terlaksana sesuai harapan. Setelah puncak karya pada Selasa (4/6) lalu, keesokan harinya dilaksanakan bhakti panganyar hari pertama dan selanjutnya pada Kamis (6/6) kemarin dilanjutkan bhakti panganyar hari kedua dan siang hari menjelang sore dilaksanakan prosesi nyegara gunung. Yang
mana nyegara gunung ini dilaksanakan di Pantai Labuan Sait, Pura Luhur Uluwatu serta di Pura Karang Boma, Desa Pecatu. Sementara pada Jumat (7/6) hari ini, paginya tetap dilaksanakan upacara panganyar. Sedangkan untuk siang harinya dilaksanakan upacara panyineban Ida Batara serta makebat daun ngayu. Dengan demikian, seluruh rangkaian yadnya di Pura Tegeh Arya Wang Bang Pinatih, Desa Pecatu dinyatakan selesai. ‘’Ini juga sebagai rangkaian panyineban upakara terakhir sebagai rangkaian karya yang dimulai sejak 18 Mei lalu,’’ ujarnya. Sudiarta juga menyatakan sebagai panitia karya merasa sangat ringan atau terbantu sehingga pelaksanaan karya ini telah terlaksana dengan baik dan sukses sesuai harapan. Hal ini merupakan berkah Ida Batara Sesuhunan, para sulinggih yang telah memimpin jalannya pelaksanaan karya, seluruh panitia, serta para panyungsung. Untuk itu, yang dinamakan Tri Upa Saksi pelaksana karya berjalan dengan baik. ‘’Mewakili panitia karya, kami menghaturkan rasa bahagia dan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Bupati
KARYA - Manggala Prawartaka Karya Mamungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih, Pujawali Padudusan Alit, Tawur Wraspati Kalpa Manyamaraja di Pura Tegeh Arya Wang Bang Pinatih, Desa Pecatu, I Wayan Sudiarta (tengah), bersama panitia saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan karya. dan Wakil Bupati Badung, dan DPRD Badung,’’ ujarnya. Hal senada ditegaskan Pangrajeg Karya I Gusti Lanang Bagus Oka. Pihaknya juga menyampaikan kesuksesan pelaksanaan karya ini merupakan berkah dari Ida Batara Sesuhunan. Dengan selesainya seluruh rangkaian upacara, kini saatnya
seluruh pangempon untuk tetap menghaturkan bakti di Pura Tegeh Arya Wang Bang Pinatih. Untuk diketahui pemugaran atau renovasi pura yang disungsung 300 KK ini sudah dilaksanakan tahun 2018 lalu. Anggaran untuk pemugaran berasal dari dana hibah Pemkab Badung sebesar Rp 2 miliar. (kmb23/k150)
Osteogenesis Imperfekta, Penyakit Genetik yang Sebabkan Tulang Mudah Patah OSTEOGENESIS Imperfekta (OI) merupakan gangguan pembentukan tulang yang bersifat diturunkan, dengan karakteristik fragilitas (kerapuhan) tulang dan rendahnya masa tulang. OI adalah gangguan pembentukan tulang yang diturunkan, memiliki karakteristik masa tulang yang rendah dan kecenderungan untuk fraktur (patah). Kerapuhan tulang yang merupakan klinis dari penyakit ini menyebabkan disebut juga dengan nama ‘’penyakit tulang rapuh’’. OI memiliki sifat diturunkan. Hal ini yang membedakan dengan osteoporosis idiopatik remaja, meskipun osteoporosis klinis juga merupakan konsekuensi dari OI. Angka kejadian dan prevalensi secara akurat belum tersedia. Telah dilaporkan angka kejadian OI yang bisa dideteksi pada bayi adalah 1 dalam 20.000 hingga 50.000. Kejadian OI diperkirakan terjadi 1 di antara 12.000 sampai 15.000 angka kelahiran dan prevalensi anak laki-laki dan perempuan adalah sama tanpa memandang ras. OI umumnya diturunkan secara autosomal dominan, tetapi mutasi baru yang umum dan resesif dapat terjadi. Dalam kebanyakan kasus (sekitar 90%),
melalui penggunaan bidai yang baik. Mobilisasi untuk mencegah osteoporosis. Koreksi deformitas jika perlu dilakukan osteotomi dan fiksasi interna.
mutasi pada salah satu dari dua gen (COL1A1 dan COL1A2) yang menyandikan rantai kolagen tipe I dan protein utama tulang. Serat kolagen tipe I ditemukan di tulang, kapsul organ, fasia, kornea, sklera, tendon, meningen, dan dermis. Kolagen tipe I terdapat sekitar 30% dari berat tubuh manusia. Pasien dengan OI tidak memiliki gangguan dalam kadar kalsium serum dan vitamin D sebagai konsekuensi dari penyakit ini. Hal ini yang membedakan dengan osteomalasia. Tanda Gejala Istilah OI mencakup berbagai presentasi klinis yang mungkin diawali pada awal kehamilan sampai akhir hidup pasien. OI memiliki berbagai keparahan klinis, mulai dari beberapa patahan di dalam rahim, kematian perinatal sampai dengan dewasa normal dan insiden fraktur yang rendah. Pasien dengan OI dapat dijumpai tanda dan gejala seperti sklera yang biru, dentinogenesis imperfecta, hyperlaxity kulit dan hipermobilitas sendi, serta dapat juga terjadi kehilangan pendengaran pada saat dewasa. Selain itu, pasien OI dapat hadir dengan wormian bones di sutura tulang tengkorak, dan mungkin dengan tinggi yang
Sklera Berwarna Biru pada OI menurun dan memiliki deformitas tulang. Dentiginous imperfecta (DI) mungkin tidak hadir di semua jenis OI (55%) kelainan pendengaran yang umum terutama pada tipe I dan kebanyakan pasien memiliki beberapa tingkat gangguan pendengaran pada usia 40. Biru sklera terjadi pada OI karena rusaknya kolagen di sklera (sekitar 50%). Diagnosis OI dapat didiagnosis pada waktu yang berbeda yaitu selama perkembangan janin, saat lahir, di masa kecil, atau jarang pada orang dewasa. Terlepas dari waktu di mana diagnosis dicurigai, dasar pertama dari evalu-
Dentiginous Imperfecta
asi adalah anamnesa, riwayat keluarga, pemeriksaan fisik, radiografi yang tepat dan pemeriksaan laboratorium rutin. Jika ini tidak dapat terdiagnosis, maka pemeriksaan khusus genetik diperlukan. Selain itu, riwayat penyakit keluarga, riwayat medis dan pemeriksaan fisik juga perlu diperhatikan untuk diagnosis. Pemeriksaan rotngen dijumpai osteopenia (densitas tulang rendah), fraktur, kompresi tulang vertebra, Wormian Bones pada tulang tengkorak. Diagnosis laboratorium OI tergantung pada penentuan bahwa kultur fibroblas didapatkan prokolagen tipe I kurang dari normal, atau
identifikasi mutasi pada COL1A1 atau COL1A2, dua gen yang menyandikan rantai prokolagen tipe I. Penatalaksanaan Pada prinsipnya tidak ada pengobatan khusus pada osteogenesis imperfekta. Tujuan utama pengobatan OI adalah mengurangi angka kejadian fraktur, mencegah deformitas tulang panjang dan skoliosis serta meningkatkan luaran fungsional. Pengobatan hanya bertujuan untuk merawat bayi atau anak secara seksama, sehingga komplikasi fraktur yang lebih lanjut dapat dicegah. Mencegah deformitas yang tidak perlu terjadi
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Prognosis OI merupakan kondisi kronis yang membatasi tingkat fungsional dan lama hidup penderita. Prognosis penderita OI bervariasi tergantung klinis dan keparahan yang dideritanya. Penyebab kematian tersering adalah gagal napas. Bayi dengan OI tipe II biasanya meninggal dalam usia bulanan - 1 tahun kehidupan. Penderita OI tipe III biasanya meninggal karena penyebab pulmonal pada masa anak-anak dini, remaja atau usia 40 tahunan, sedangkan penderita tipe I dan IV dapat hidup dengan usia yang lebih panjang/lama hidup penuh. Penderita OI tipe III biasanya sangat tergantung dengan kursi roda. Dengan rehabilitasi medis yang agresif mereka dapat memiliki ketrampilan dan melakukan kegiatan sehari-hari di rumah. Penderita OI tipe IV biasanya dapat memiliki keterampilan di masyarakat juga tak tergantung dengan sekitarnya. l dr. I Putu Oka Kresna Jayadi, S.Ked.
DAERAH
Jumat Pon, 7 Juni 2019
5
WNA Jadi Bandar Narkoba Diburu Polisi
Denpasar (Bali Post) -
Terungkapnya sindikat pengedar narkoba melibatkan warga negara asing (WNA) yang dibongkar Satreskoba Polresta Denpasar, menguatkan dugaan jika ada bandar asing beraksi di Bali. Pasalnya dari pengakuan Nikita (33) asal Rusia, Maria (31) asal Rusia, Ian (31) asal Amerika, Laura (33) asal Spanyol dan Juan (37) asal Spanyol, ada orang yang mengendalikan mereka. Dari pantauan di Mapolresta, Senin (3/6) lalu, pria dan wanita diduga salah satu pelaku menunggu di ruang Satresnarkoba. Beberapa menit kemudian, tersangka bertubuh tinggi dan brewokan datang mengenakan baju oranye dikawal petugas. Pelaku langsung dipeluk, sambil berjalan masuk ruang Satresnarkoba. ‘’Ya, ada orang asing di atas mereka. Jadi para pelaku ini sebatas jadi pengedar saja,’’ kata Kasatreskoba Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto, Kamis (6/6) kemarin. Dari para pelaku ini, siapa berperan sebagai otaknya? ‘’Karena orang di atasnya belum ketemu, jadi mereka perannya sama,’’ tegas mantan Kapolsek Denpasar Selatan ini. Demikian juga saat ditanya sistem transaksinya, Kompol Aris menjawab masih didalami. Pihaknya belum bisa menjelaskan lebih detil
karena masih dikembangkan. ‘’Mohon bersabar karena kasus ini masih kami kembangkan. Terutama mencari orang di atas para tersangka ini,’’ tandas mantan Kapolsek Kuta Utara ini. Namun, dia memastikan jika barang bukti yang disita tersebut narkotika. ‘’Karena barangnya asli sehingga tersangka bisa ditahan. Apakah pelaku pakai atau tidak, bukan masalah,’’ ucapnya. Seperti diberitakan, Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali menangkap lima WNA, Jumat (24/5) lalu di Kuta Utara. Pelaku yang ditangkap tersebut, Nikita (33) asal Rusia, Maria (31) asal Rusia, Ian (31) asal Amerika, Laura (33) asal Spanyol dan Juan (37) asal Spanyol. Barang bukti yang disita yakni kokain 20,18 gram dan ganja 44,14 gram. Komplotan ini diduga dikendalikan bandar narkoba internasional karena kokain tersebut harus impor. (kmb36)
Bali Diprediksi Terdampak Angin Kencang Saat Arus Balik
Tinggi Gelombang Capai 3,5 Meter Denpasar (Bali Post) Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi atmosfer terkini wilayah Indonesia menjelang arus balik mudik Lebaran 2019. Berdasarkan hasil pemantauan, Bali merupakan salah satu wilayah yang masih terdampak angin kencang yang menyebabkan tinggi gelombang air laut mencapai 3,5 meter. Hal ini disebabkan adanya indikasi fase basah dari aktivitas gelombang atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO) yang dapat disertai dengan perlambatan angin, pembentukan pusaran dan belokan angin yang dapat berdampak pada peningkatan kondisi cuaca signifikan di beberapa wilayah di Indonesia. Seperti di Aceh, Sumut, Riau, Kepulaun Riau, Bengkulu, Jambi, Kalteng, Kaltim, Kaltara, Sulteng, Sulbar, Malut, Maluku, Papua Barat dan Papua. Kondisi ini diprakirakan akan terjadi hingga 10 Juni mendatang. Pada periode ini, beberapa wilayah berpotensi terjadi hujan lebat. Di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Selain potensi hujan lebat, diprakirakan juga ada potensi
angin kencang di beberapa wilayah, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Maluku, dan Papua. Terkait dengan aktivitas kemaritiman, diprakirakan ketinggian gelombang akan mengalami peningkatan hingga 2,5 – 4,0 meter di beberapa wilayah. Seperti Samudera Hindia Barat Aceh hingga Samudera Hindia selatan NTT, perairan selatan Banten, perairan selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Selat Sunda bagian selatan, perairan Bengkulu, perairan barat Lampung, Selat Bali bagian selatan, Laut Timor Selatan NTT, Laut Arafuru Barat hingga Timur, perairan Kepulauan Sermata - Kepulauan Leti, perairan Kepulauan Babar, perairan Kepulauan Tanimbar, Laut Banda Timur Sulawesi Tenggara, perairan selatan Ambon, Laut Banda bagian utara, perairan Kepulauan Kai, perairan Kepulauan Aru, dan Laut Banda bagian selatan. ‘’Kami mengimbau agar masyarakat waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem tersebut, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, serta potensi gangguan transportasi laut akibat angin kencang dan gelombang tinggi,’’ ucap Deputi Bidang Meteorologi Drs. R. Mulyono R. Prabowo, M.Sc. dalam siaran persnya, Kamis (6/6) kemarin. (win)
Denpasar Rancang Penambahan ZOSS di Empat Titik Denpasar (Bali Post) Pemkot Denpasar secara berkelanjutan terus mendukung terciptanya layanan publik yang ramah. Kali ini, guna mendukung keamanan dan keselamatan bagi siswa saat menuju ataupun pulang sekolah, Pemkot Denpasar melalui Dinas Perhubungan merancang penambahan Zona Selamat Sekolah (ZOSS). Hal tersebut diungkapkan Kadis Perhubun-
gan Kota Denpasar I Ketut Sriawan saat dikonfirmasi di Denpasar, Kamis (6/6) kemarin. ‘’Secara berkelanjutan kami terus melaksanakan survei untuk menetapkan di mana sekolah yang menjadi prioritas untuk pemasangan zona selamat sekolah,’’ ujar Sriawan. Adapun empat lokasi yang menjadi prioritas di tahun 2019 ini yakni kawasan SDN
2 Penatih, Jalan Nagasari, kawasan SDN 3 Penatih, Jalan Trenggana, SDN 3 Sanur, Jalan Hang Tuah dan TK Eka Dharma, Jalan Imam Bonjol dengan menggunakan anggaran APBD Kota Denpasar tahun 2019 sebesar Rp 200 juta. Lebih lanjut dikatakan, pemilihan lokasi ini dilaksanakan sesuai dengan survei skala prioritas. Tentunya seluruh sekolah yang berlokasi
di pinggir jalan kota, jalan provinsi dan jalan nasional akan dilaksanakan pemasangan ZOSS secara bertahap. ‘’Saat ini kita sudah memiliki 36 titik ZOSS dan seluruhnya akan kami lengkapi secara bertahap,’’ kata Sriawan. Pemasangan ZOSS ini dilaksanakan mengingat saat ini lalu lintas di Kota Denpasar kian ramai dengan kendaraan bermotor. Tentunya dengan penerapan ZOSS
yang disertai dengan marka kejut, marka pengingat dan zebra cross ini dapat mendukung keamanan dan keselamatan menuju atau pulang sekolah di Kota Denpasar. ‘’Tentunya kami berharap dengan dilengkapinya sekolah yang berlokasi di pinggir jalan dengan ZOSS dapat mendukung upaya keamanan dan keselamatan sekolah di Kota Denpasar,’’ jelasnya. (kmb12)
Tawuran di Jalan Tukad Balian
Pemicunya Diduga Gaji Belum Dibayar Denpasar (Bali Post) Tawuran terjadi di salah satu proyek di Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan (Densel), Rabu (5/6). Diduga sekelompok pemuda asal NTT menyerang buruh proyek menggunakan batu dan sajam. Akibat kejadian tersebut, warung dan sepeda motor mengalami kerusakan. Pemicunya diduga karena gaji yang belum dibayar. ‘’Pemicunya masalah gaji. Ada satu kelompok yang belum dibayar gajinya,’’ kata Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya didampingi Kanitreskrik Iptu Hadimastika, Kamis (6/6) kemarin. Kompol Wirajaya menambahkan, sekitar pukul 13.00 Wita datang sekelompok orang Sumba, NTT, sekitar 10 orang, dan ada yang membawa senjata tajam. ‘’Awalnya mereka mencari mandor proyek bernama Anom. Tapi saat itu Anom tidak ada di proyek tersebut,’’ ujarnya. Karena emosi, mereka langsung merusak proyek. Buruh proyek yang juga orang NTT tidak tinggal diam. Akibatnya tawuran pun tak terelakkan. Mereka saling serang dan melempar batu. Akibat perbuatan mereka ini, warga khususnya wanita sempat ketakutan. ‘’Setelah menerima laporan kejadian tersebut, anggota kami langsung turun ke TKP dan mengamankan para pelaku,’’ ujar Wirajaya. Polisi mengamankan delapan orang diduga pelaku berinisial GR (21), DR (21), AK (25), EO (30), DR (23), DM (24), AT (21) dan JD (27). Petugas juga mengamankan dua pedang, batu, pecahan asbes dan kaca spion sepeda motor. ‘’Kasus ini masih didalami dan dikembangkan,’’ ungkapnya. (kmb36)
Umat Muslim Gelar Sholat Idul Fitri di Lapangan Renon
SHOLAT Idul Fitri 1440 H digelar umat Muslim di Denpasar di beberapa tempat. Salah satunya di lapangan umum Puputan Margarana, Renon. Ribuan umat telah memadati lapangan tersebut untuk mengikuti sholat. Di lapangan ini, sholat dilakukan dengan imam Ustad Masduki. Sedangkan
Bali Post/rah
TAHANAN - WNA berstatus kasus narkoba ditengok keluarganya, Senin (3/6) lalu.
bertindak selaku kothib i M. Ghazi Habibullah, B.A., M.PdI. Panitia Hari Besar Islam Renon Supriyanto, Rabu (5/6) mengatakan, sholat juga digelar di beberapa tempat, seperti GOR Ngurah Rai, Lapangan Pegok, Lapangan Kompyang Sujana, serta masjid yang ada
di Denpaasar. Di sisi lain, Ghazi Habibullah dalam kotbahnya menyampaikan hikmah Idul Fitri bagi umat Islam. Pada intinya, Idul Fitri merupakan hari kemenangan atas perjuangan melawan hawa nafsu diri sendiri sepanjang bulah Ramadhan. (kmb12)
Bali Post/eka
SALAM - Salah seorang warga memberi salam pada warga lainnya usai menunaikan sholat Idul Fitri 1440 H di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Rabu (5/6). Di Kota Denpasar, pelaksanaan sholat Idul Fitri dilakukan di tujuh lapangan dan sejumlah masjid.
Bali Post/ist
DIAMANKAN - Polisi mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat tawuran di seputaran Jalan Tukad Bali, Denpasar Selatan.
Warung Global
Pertahankan Budaya Tradisional Masyarakat di Pasar MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita kembali mengunjungi dua pasar rakyat di Kota Denpasar. Kali ini, tepatnya pada Senin (3/6), Mendag mengunjungi Pasar Intaran dan Pasar Sindu, Sanur, Denpasar. Dalam kesempatan tersebut, Mendag Enggartiasto Lukita memastikan seluruh elemen, mulai harga, pasokan, stok, dan distribusi secara nasional tetap kondusif dan aman. Pihaknya juga mengapresiasi keberhasilan Pemkot Denpasar dalam merevitalisasi pasar rakyat, khususnya Pasar Intaran dan Pasar Sindu yang dinilai memiliki penataan yang rapi dan kebersihan yang terjaga. Mengingat tidak menutup kemungkinan wisatawan juga akan berbelanja ke pasar. Di Pasar Sindu, Mendag Enggartiasto Lukita juga memuji zonasi pedagang, serta ketegasan pengelola pasar. Di mana zonasi daging, sayuran, buah tertata dengan rapi. Bahkan, blok khusus bagi pedagang musiman (PKL) juga disediakan guna memfasilitasi
hasil kerajinan, perkebunan, serta pertanian masyarakat sekitarnya. Berkembangnya pasar rakyat di Kota Denpasar yang tidak hanya menjadi tumpuan sektor perekonomian rakyat semata. Di mana, di dalamnya juga mampu memberikan dukungan terhadap geliat pertumbuhan pariwisata. Dengan apresiasi yang diberikan, ke depan inovasi-inovasi termasuk digital banking tentu akan terus didukung demi kemajuan bersama. Selain juga mempertahankan budaya tradisional masyarakat di pasar, seperti tawar-menawar. Apresiasi juga
disampaikan pendengar Radio Global 96,5 FM dalam acara Warung Global. Berikut rangkuman selengkapnya. Kebanyakan masyarakat menilai bahwa kebersihan, penataan dan keamanan menjadi faktor utama sebuah pasar rakyat/ pasar tradisional. Demikian disampaikan Ketut Murdi di Denpasar. Sementara Budiada di Tabanan mengatakan, di samping itu mereka juga berharap dalam pasar tradisional tercipta persaingan yang sehat di antara sesama pedagang. Dengan penataan yang tepat, bersih, pelayanan yang ramah akan membuat pasar tradisional ramai dikunjungi pembeli. Pasar Intaran Sanur ini patut dicontoh. Hal ini diungkapkan Fera di Tabanan, seraya menambahkan pendapat Budiada. Ia yang juga pedagang dalam pasar Tabanan sejak tahun 70-an mengusulkan agar pengelola pasar serta dinas terkait agar memeriksa anjinganjing liar yang dibuang ke pasar. Ia khawatir akan virus rabies. Sebab, banyak yang menelantarkan anjing alias membuang ke pasar. Ini membuat tidak nyaman. (sikha)
OPINI
6
Jumat Pon, 7 Juni 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Menyamakan Persepsi pada Bali Era Baru PERGERAKAN peradaban di Bali bergulir cepat, bahkan sangat kencang. Ini tentu memerlukan langkah cepat untuk mengawal Bali. Pada Bali Era Baru di bawah kendali Gubernur Wayan Koster langkah ini sudah sejalan dengan apa yang kita harapkan. Upaya perlindungan dan pengawalan terhadap Bali dirancang sedemikian rupa. Terobosan ini muaranya tentu tetap menjaga Bali ajeg di tengah modernisasi teknologi yang berimbas pada perilaku dan gaya hidup. Pergeseran perilaku ini juga yang harus diantisipasi dengan tetap berpihak pada kearifan lokal. Maka apresiasi terhadap gerakan Bali Era Baru layak kita berikan. Dukungan dan sinergi terhadap berbagai kebijakan pemerintah pun patut segera dijabarkan. Mari kita dukung program-program menjaga Bali dalam bingkai visi-misi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Sebagai bagian dari peradaban Bali, kita wajib berkontribusi dan mengambil peran nyata. Jalankan dan lakukan swadharma sesuai ajaran dharma, maka kita akan menuju era kejayaan Bali di tengah pergerakan teknologi yang membuat peradaban dunia juga bergeser. Untuk itulah penguatan dan penandatanganan prasasti pemberlakuan Perda Desa Pakraman baru-baru ini merupakan langkah nyata untuk menyamakan persepsi menjaga Bali. Kita sadar semua Bali memiliki adat istiadat yang sangat kuat. Ini semua dibentengi oleh desa pakraman. Tradisi, seni dan budaya yang menjadi aset masyarakat Bali, juga menjadi aset bangsa Indonesia yang harus kita pelihara dengan sungguh-sungguh. Namun, selama ini upaya untuk melestarikan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya sepenuhnya dijalankan desa adat di Bali dengan cara swadaya. Pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara tatap muka dan ramah tamah Presiden dengan tokoh masyarakat Bali itu patut menjadi renungan bersama. Koster pun meminta Presiden Joko Widodo mempertimbangkan alokasi anggaran dalam APBN bagi desa adat di Pulau Dewata. Sebab, menurutnya tantangan desa adat ke depan semakin dinamis dalam era global. Diperlukan kontribusi negara untuk turut memelihara lingkungan alam, tradisi, seni dan budaya Bali. Lebih dari itu, krama Bali selama ini dikenal serbakalem, dikatakan demikian sejak 73 tahun Indonesia merdeka belum pernah wakil Bali di Senayan dan gubernurnya menuntut hak dana khusus untuk pelestarian budaya. Padahal krama Bali luar biasa mahalnya mengeluarkan dana untuk menjalankan budya, tradisi dan agamanya. Lagi lagi kita (baca: krama Bali) tak pernah menuntut apa-apa. Semua pejabat pemerintahan yang datang ke Bali hanya memberikan pujian bahwa Bali hebat tradisi dan budayanya. Kita tak menyadari pemilik travel asal Bali dan menjual Bali dari luar negeri. Kini saatnya Bali mendapatkan haknya berupa dana APBN untuk mengawal dan menjaga adat dan budayanya. Banyak pihak menilai hal ini wajar diminta Bali karena tradisi, adat, seni dan budaya yang dimiliki Bali berkontribusi menghasilkan sumbangan devisa yang besar kepada negara melalui sektor pariwisata. Hanya perlu kita jabarkan siapa yang mengelola dan akan menerima dana tersebut di tingkat bawah. Jangan sampai dana ini lagi dikorupsi secara berjenjang. Rakyat Bali yang menjadi pelaku adat dan budaya Bali hanya mendapatkan sampahnya dan beban menjalani budaya dan agama serta adat Bali. Boleh juga Koster berkeinginan membangun pusat kebudayaan Bali. Di dalamnya terdapat panggung terbuka, museum tematik, gedung seni multifungsi dan sarana lainnya secara terintegrasi. Fasilitas itu untuk mewadahi seni budaya yang ada di Bali. Dukungan dari pemerintah pusat juga diharapkan untuk mewujudkan pusat kebudayaan itu. Rencana ini cukup strategis namun seharusnya kita jangan melulu fokus membangun secara fisik, yang lebih penting adalah membangun SDM Bali, perlu lebih banyak melahirkan seniman cilik dan seniman muda. Jangan sampai terjadi taman budaya bertebaran, yang mengisi tidak ada. Kedua, kita di Bali jangan sampai lagi keliru menerapkan adat dan kearifan lokal yakni amis ke cenik. Artinya di antara krama kita saling menyudutkan. Tak boleh lagi ada krama kasepekang hanya gara-gara tak ikut sangkep dan kerja bakti atau pasuka-dukan karena alasan yang sebenarnya bisa diterima akal.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Mohon Informasi Jalur Prestasi Penerimaan Peserta Didik Baru tahun 2019/ 2020 masih banyak dipertanyakan masyarakat. Saya pikir kegalauan masyarakat ini perlu diobati oleh pemerintah dengan memberikan informasi seluasluasnya kepada publik. Dinas Pendidikan Provinsi Bali saya nilai perlu lebih membuka informasi sistem penerimaan siswa baru ini. Zonasi dengan sistem cepat-cepatan modelnya seperti apa. Apakan nanti email sekolah akan dikirim hanya kepada sekolah atau orangtua siswa di sekitar sekolah? Hal lain yang saya tanyakan adalah sistem prestasi. Apakah bobot prestasi akan diatur seperti tahun lalu? Ini penting dijelaskan karena tahun lalu banya anak berprestasi gagal menembus sekolah tujuannya karena salah memilih piagam prestasi. Jika sekarang ada kelonggaran kepada anak berprestasi memilih sekolah mohon juga dijelaskan mekanismenya. Saya juga usul agar piagam prestasi asli dan ada tim verifikasinya. Apakah piagam prestasi hanya berlaku bagi piagam yang diteken lembaga pemerintahan atau bisa pihak swasta yang berkompeten. Karena banyak ada kegiatan tingkat provinsi yang digelar pihak swasta. Mudah-mudahan tahun ini penerimaan siswa baru berjalan lancar dan transparan. Untuk itu ruang bagi publik mengawasi juga harus dibuka. Ni Putu Purnaminingsih Denpasar, Bali
Desa Pakraman dan Etos Kerja SDM Hindu Desa pakraman yang sebelumnya dikenal dengan desa adat dan keberadaannya jauh lebih dulu dari desa dinas. Sampai saat ini desa pakraman atau desa adat di beberapa kabupaten dan kota di Bali masih berperan sangat strategis dalam mewujudkan kesatuan masyarakat hukum adat dan mempunyai satu-kesatuan tradisi serta tata krama pergaulan hidup masyarakat umat Hindu secara turun-temurun, juga mempunyai ikatan terhadap Kahyangan Tiga atau Kahyangan Desa yang berpalsafahkan konsep Tri Hita Karana.
Oleh Bambang Gede Kiswardi
A
dapun desa pakraman di Bali sangat dijiwai oleh agama Hindu oleh karena itu konsep–konsep dasar agama Hindu dijadikan landasan dalam pengembangan dan pemberdayaan desa pakraman, seperti konsep Tri Mandala dan konsep Tri Hita Karana. Konsepsi Tri Hita Karana yang mengajarkan pola keseimbangan hubungan antara krama desa pakraman, baik dengan Tuhan sebagai pencipta (parhyangan), baik dengan sesamanya (pawongan) maupun dengan alam lingkungannya (palemahan). Begitu juga konsep Tri Mandala yang berkaitan dengan palemahan menjadi landasan dalam pengembangan tata ruang desa pakraman di Bali. Sedangkan budaya dan adat istiadat sebagai fondasi dan pilar dari desa pakraman yang dilandasi oleh Catur Dresta yaitu Purwa Dresta (kebiasaan–kebiasaan yang tumbuh dan diwariskan secara turun-temurun dan diyakini sampai sekarang masih berguna), Loka Dresta (kebiasaan–kebiasaan yang tumbuh pada tingkat lokal atau daerah tertentu), Desa Dresta (kebiasaan–kebiasaan yang berlaku pada desa tertentu), dan Sastra Dresta (yaitu ajaran–ajaran atau ketentuan–ketentuan hidup yang tersurat pada sumber–sumber sastra agama sebagaimana yang tertulis di dalam lontar). Dengan adanya pandangan hidup yang demikian, maka kultur
di Bali memiliki karakteristik yang sangat menyatu terhadap rohnya krama adat, maka dari itu desa pakraman sebagai pusat pelestarian nilai–nilai adat, nilai–nilai budaya, dan nilai–nilai agama harus diperjuangkan dan dipertaruhkan sampai titik darah penghabisan, atau yang sering dikenal dengan istilah puputan. Krama adat sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran yang memiliki korelasi cukup kuat terhadap falsafah karmapala. Ini berarti kebenaran krama adat di mata masyarakat indonesia maupun masyarakat internasional citranya cukup baik. Namun keberadaan desa pakraman masih cukup banyak yang ditandai dengan kerentanan, ketidakberdayaan, keterisolasian, dan ketidakmampuan untuk menyampaikan aspirasi juga ketidakmampuan untuk menguasai perekonomian Bali. Kondisi tersebut mengakibatkan pertama, tingginya beban sosial krama adat. Kedua, rendahnya kualitas dan produktivitas krama adat. Ketiga, sulitnya membuka akses ekonomi. Keempat, termasuk rendahnya partisipasi aktif krama adat dalam membangun ekonomi krama Bali. Sejalan dengan kondisi tersebut, di mana desa pakraman sampai saat ini berjumlah 1.493 yang terdiri dari desa sebanyak 1.390 dan kelurahan sebanyak 103 (Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, 2018) dengan jumlah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sebanyak
1.433 unit dengan aset sebesar Rp 19,5 triliun. Ini berarti desa pakraman memiliki potensi ekonomi yang cukup besar dan diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam usaha mengoptimalkan peran dan otonomi desa pakraman. Untuk itu, desa pakraman perlu memiliki sistem ekonomi Hindu yang bercirikan: ciri pertama, roda perekonomian digerakkan oleh rangsangan ekonomi, sosial dan moral. Maka sistem ekonomi Hindu seyogianya dilandasi oleh konsepsi Tri Warga (Dharma, Artha, Kama), konsepsi ini telah mencakup rangsangan ekonomi, sosial, dan moral. Ciri kedua, perwujudan pemerataan sosial ekonomi dan keadilan ekonomi untuk tujuan hidup yang berupa Moksaartham Jagadhita yang merupakan tujuan dan sekaligus landasan dari sistem ekonomi Hindu. Ciri ketiga, jiwa nasionalisme yang melandasi kebijaksanaan ekonomi, dalam hal ini makna sistem ekonomi Hindu adalah sistem di mana kebijaksanaan ekonomi yang dilahirkannya untuk menjaga keselarasan hubungan dengan masyarakat dan di lingkungan di mana sistem ekonomi itu berada yang dapat memberikan multiplier effect terhadap segi pawongan dan palemahan dari konsep Tri Hita Karana yang mempunyai peranan sangat strategis. Ciri keempat, Badan Usaha Milik Adat adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa pakraman
atau desa adat melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa pakraman yang dipisahkan guna mengelola potensi ekonomi untuk sebesar–besarnya kesejahteraan krama adat. Model ini dapat dijadikan episentrum kekuatan ekonomi desa pakraman, sebagaimana diketahui, bahwa inti pokok Badan Usaha Milik Adat (BUMA) sebagai lembaga ekonomi adalah adanya semangat saling asah, asih, asuh, gilik seguluk, dan selunglung sabayantaka yang juga merupakan konsep kekeluargaan, tolong-menolong dan gotong royong dalam pengelolaan ekonomi dengan sistem ekonomi Hindu. Ciri kelima, menyangkut perumusan kebijaksanaan ekonomi dalam rangka pencapaian keadilan ekonomi dan keadilan sosial, diperlukan kepemimpinan model Asta Brata, sebagaimana termuat dalam buku Ramayana yang merupakan kelompok smerti akan dapat memberikan visi moksaartham jagadhita kepada pimpinan di bidang ekonomi untuk merumuskan kebijaksanaan yang mengarah kepada pencapaian cita–cita keadilan sosial ekonomi yang sesuai dengan amanat dan cita–cita Pasal 33 Undang–Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Berdasarkan ciri–ciri dari sistem ekonomi Hindu dalam pengelolaan potensi desa pakraman, diharapkan ada kolaborasi dalam akses pembiayaan, akses pemasaran, akses jaringan usaha, akses teknologi secara struktural antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, stakeholder terkait dan desa pakraman dalam merumuskan kebijaksanaan ekonomi yang berbasiskan sistem ekonomi Hindu. Terkait dengan kebijaksanaan ekonomi tersebut, diharapkan ke depan desa pakraman akan bisa mengelola potensi ekonomi, sosial, dan budaya secara proporsional dan profesional untuk sebesar-besarnya krama adat Bali. Mengingat Bali yang penduduknya mayoritas Hindu merupakan lahan untuk memung-
Pancasila dan Jalan Damai
PELAKSANAAN pesta demokrasi terbesar di Indonesia yakni Pemilu 2019 pada tanggal 17 April 2019 memang telah berlalu, namun atmosfer ketegangan politik masih terasa. Ketegangan tidak selesai bahkan sampai pada KPU mengumumkan dan menetapkan hasilnya. Saling hujat di media sosial, saling lapor kecurangan, saling klaim dukungan, hingga upaya saling menyebar informasi hoax hampir setiap saat menghiasi hari-hari masyarakat Indonesia. Sampai-sampai membuat masyarakat hampir tidak dapat membedakan mana hal yang benar dan hal yang salah. Situasi ini sangat mengkhawatirkan, konflik horizontal mungkin saja terjadi. Bahayanya adalah terjadi perpecahan terhadap sebuah bangsa. Kondisi tersebut tentunya bukan merupakan cita-cita bangsa Indonesia. Rusaknya persatuan dan kesatuan bangsa ini bukan merupakan impian dari para founding father bumi pertiwi ini. Cita-cita mulia dari bangsa yang besar ini adalah mengantarkan dan mewujudkan suatu negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, seperti yang tersurat dengan jelas dalam alinea ke-2 Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Jika ini tidak segera diantisipasi oleh kesadaran diri masing-masing individu, bahwa perbedaan itu hal yang wajar, apalagi sekadar berbeda pilihan politik, sejatinya tidak mengganggu keharmonisan hubungan social yang telah menyejarah, terjalin sekian lama. Kini pasca-pemilu kita tetap merupakan saudara sebangsa setanah air yang hubungan sosialnya tidak hanya sampai pada pilpres saja. Hubungan sosial
Oleh I Wayan Darmayasa masyarakat Indonesia harus tetap terjalin hari ini, minggu depan, tahun depan, hingga pada masa yang akan datang. Perbedaan pilihan dalam Pilpres 2019 jangan kemudian dijadikan alasan pembenaran untuk memusuhi sesama. Tantangan Indonesia di masa depan semakin berat. Revolusi Industri 4.0, kecerdasan buatan, dan arus globalisasi yang semakin masif menuntut kesiapan seluruh elemen masyarakat yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di sinilah dibutuhkan peran dan kontribusi semua pihak, terutama kalangan muda, generasi milenial yang sangat mendominasi dalam setiap perbincangan di publik. Generasi muda, dalam konteks ini diharapkan menjadi pelopor untuk mengampanyekan nilai-nilai kebaikan, memproduksi dan menyebarkan konten-konten positif pentingnya persatuan di tengah perbedaan berdasarkan prinsip kebangsaan ideologi Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara dan kehidupan berbangsa dan bernegara mengandung nilai-nilai yang begitu baiknya, sehingga apabila ini dengan serius diterapakan, maka semua ketegangan dan gesekan di tengah masyarakat yang akibatnya dapat merusak tatanan nilai pada Pancasila tidak akan terjadi, karena nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai nilai ketuhanan, kemanusian, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Ini merupakan nilai daar dalam kehidupan
benegara dan bermasyarakat menuju masyarakat yang damai dan harmonis. Ideologi dan dasar negara Indonesia Pancasila yang salah satu silanya berbunyi: ‘’Persatuan Indonesia’’ (sila ke-3), dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu. Filosofi itu menunjukkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara, menjadikan ‘’persatuan’’ sebagai bagian terpenting untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang terdiri dari 17.504 pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dengan jumlah penduduk terbesar dalam urutan keempat dunia, setelah Tiongkok, India dan Amerika Serikat, dengan jumlah penduduk 266.872.775 jiwa, serta enam agama yang hidup berdampingan, yaitu Islam, Katolik, Kristen Protestan, Buddha, Hindu dan Khong Hu Cu (Keppres, No. 6/2000, SK Menteri Agama Republik Indonesia Nomor MA/12/2006). Kemajemukan dan keheterogenan bangsa ini tentunya telah mendatangkan kerumitan tersendiri, apalagi disertai dengan isu dan konflik panas serta berkepanjangan dari Pemilu 2019. Bhinneka Tunggal Ika memberikan pengertian bahwa sekalipun Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang memiliki adat istiadat, kebudayaan serta karakter yang berbeda, memiliki agama yang berbeda-beda, dan ribuan pulau yang tersebar di seluruh
wilayah nusantara, namun keseluruhannya adalah merupakan suatu persatuan, yaitu persatuan bangsa dan negara Indonesia. Upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dari situasi yang demikian, tentunya tidak hanya menjadi bagian dan tanggung jawab dari kandidat 01 atau kandidat 02, juga tidak hanya berada di pundak pemimpin bangsa yang terpilih nantinya. Hal itu harus menjadi bagian dan tanggung jawab dari seluruh komponen masyarakat Indonesia. Salah satu upaya terpenting dalam mewujudkan hal tersebut adalah dengan menginternalisasi sila ke-3 Pancasila. ‘’Internalisasi’’ adalah penghayatan terhadap suatu ajaran, doktrin atau nilai, sehingga merupakan keyakinan dan kesadaran akan kebenaran doktrin atau nilai yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku (KBBI). Pancasila sebagai ideologi negara, memberikan pedoman dan pegangan dalam hal sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bagi masyarakat Indonesia di mana pun mereka berada. Adapun sila ke-3, Persatuan Indonesia yang digambarkan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, memberikan pengertian bahwa perbedaan bukan untuk diruncingkan menjadi konflik dan permusuhan, melainkan diarahkan pada suatu sintesa yang saling menguntungkan yaitu persatuan dalam kehidupan bersama untuk mewujudkan tujuan bersama sebagai bangsa.
kinkan diterapkannya sistem ekonomi Hindu, sehingga tidak ada lagi kecurigaan antara desa dinas dan desa pakraman dalam pengelolaan potensi ekonomi di Bali. Dengan demikian, tidak ada lagi krama adat sebagai petugas pemungut retribusi apa pun bentuknya di wilayah desa pakraman di Bali tidak menjadi objek penangkapan oleh petugas yang berwenang (operasi tangkap tangan/OTT) dalam bentuk pungli (pungutan liar). Karena wilayah Bali merupakan wilayah desa pakraman secara ketentuan awig–awig dan pararem itu berarti secara hukum adat sah adanya. Apalagi dengan disempurnakannya Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2001 tentang Desa Pakraman menjadi Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2003 tentang Desa Pakraman, yang menyatakan pendapatan desa pakraman berdasarkan ketentuan Pasal 10 ayat (1) Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2003 diperoleh dari: (a) Urunan krama desa pakraman. (b) Hasil pengelolaan kekayaan desa pakraman. (c) Hasil usaha Lembaga Perkreditan Desa (LPD). (d) Bantuan pemerintah dan pemerintah daerah. (e) Pendapatan lainnya yang sah. (f) Sumbangan pihak ketiga yang tidak mengikat. Ini berarti desa pakraman boleh melakukan kegiatan untuk meningkatkan pendapatan desa pakraman yang sesuai dengan peraturan daerah tersebut. Dengan demikian strategi desa pakraman dalam mengelola potensi ekonomi dan potensi sosial budaya. Ke depan harus bersinergi menyusun Master Plan Badan Usaha Milik Adat yang berbasiskan ekonomi Hindu, dalam upaya untuk mewujudkan Moksaarthem Jagadhita dan kemandirian ekonomi yang sekaligus akan berperan strategis sebagai benteng ekonomi Bali. Penulis, pemerhati ekonomi kerakyatan
POJOK Pemberlakuan Perda Desa Adat menjadikan budaya Bali pilar pembangunan. - Perkokoh NKRI. *** Gubernur Koster perintahkan agar toko berjaringan bodong ditertibkan. - Bangkitkan ekonomi kerakyatan. *** Baru beroperasi sebulan, sejumlah pedagang di Pasar Semarapura mulai tak tertib. - Berebut cari untung.
Penulis, mahasiswa FKIP Universitas Mahasaraswati Denpasar
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Jumat Pon, 7 Juni 2019
Bali Post/bit
TANAH LOT - Wisatawan menikmati panorama DTW Tanah Lot
Libur Lebaran, Objek Wisata Dipadati Wisatawan Tabanan (Bali Post) Objek wisata di Kabupaten Tabanan dipadati wisatawan yang memanfaatkan cuti bersama serangkaian hari raya Idul Fitri. Lonjakan kun-
jungan wisatawan tahun ini masih didominasi di tiga objek wisata atau DTW yakni Tanah Lot, Ulundanu Beratan dan Jatiluwih. ‘’Tiga DTW ini masih menjadi favorit dan paling
banyak pengunjungnya,’’ kata Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I Made Yasa, Kamis (6/6) kemarin. Selain tiga DTW tersebut, kata Yasa, banyak juga
sosok Tertib Administrasi Kependudukan MESKI pembinaan administrasi kependudukan telah gencar dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan, masih saja ada penduduk pendatang (duktang) yang tidak mengantongi identitas lengkap. Hal ini tentu saja menjadi perhatian serius Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba. Tidak ingin persoalan ini memicu gangguan kamtibmas, mantan Kabag Humas Setda Tabanan ini memberikan warning akan memulangkan duktang jika kedapatan tidak melengkapi diri dengan identitas kependudukan. ‘’Sudah jadi kewajiban setiap orang itu harus berindentitas yang jelas dan akurat, sehingga mudah dimonitor dan tidak sulit dalam pengurusan administrasi baik untuk sekolah, mencari kerja, berobat dan yang lainnya. Selain itu, dengan adanya identitas, jadi akan lebih mudah dideteksi apabila terjadi sesuatu,’’ katanya, Kamis (6/6) kemarin. Usai libur Lebaran, pihaknya akan menyasar wilayah yang padat duktang untuk melakukan pembinaan. ‘’Sementara ini kami masih mem-backup penertiban di sejumlah pintu
masuk dan terminal. Ke depan akan bergeser ke kantong-kantong duktang,’’ ucapnya. Lanjut dikatakannya, operasi kependudukan juga digelar terkait penegakan perda tentang kependudukan. Karena bagaimanapun ketatnya penjagaan di pintupintu masuk menuju Bali, seperti di Gilimanuk, selalu saja masih banyak ditemukan pelanggaranpelanggaran kependudukan. ‘’Kita tidak kaku atau mengekang. Ini wilayah NKRI, di manapun boleh tinggal dan mencari kehidupan sepanjang prosedur dan aturanaturan yang mengikat harus ditaati,’’ tegasnya. (bit)
wisatawan yang berkunjung ke objek wisata yang dikelola pribadi oleh masyarakat. Sebut saja wisata taman bunga di Kecamatan Marga atau pemandian air panas di sejumlah desa. Dengan mulai menggeliatnya sektor pariwisata di Tabanan, paling tidak desa-desa di Kabupaten Tabanan mulai menggali dan mengemas potensi alam yang dimilikinya agar ke depan bisa menjadi tujuan wisata
baru. Apalagi saat ini dari 133 desa yang ada di Tabanan, sebanyak 43 desa yang memiliki potensi wisata, dan 24 desa di antaranya telah mengantongi SK desa wisata. Meski demikian, pihaknya terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap keberadaan desa wisata tersebut. Terkait lonjakan pengunjung saat libur Lebaran dibenarkan oleh Manajer
Sebelum kejadian, Pajero Sport datang dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Setibanya di lokasi kejadian, diduga pengemudi dalam keadaan mengantuk dan kendaraannya mengarah ke kanan jalan sampai melewati as jalan. Saat bersamaan, dari arah berlawanan datang truk yang dikendarai Ketut Satub. Karena jarak yang sangat dekat dan tidak bisa menghindar, tabrakan tidak bisa dihindari. Kapolsek Kerambitan Kompol I Wayan Suana mengungkapkan, lakalantas dipicu pengemudi mobil yang mengantuk. ‘’Benar diduga mengantuk dan kendaraan kehilangan kendali,’’ ucapnya. Dijelaskannya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Masalah tersebut selanjutnya dibicarakan secara kekeluargaan oleh kedua belah pihak. (kmb28)
pengunjung, pihaknya telah menyiapkan kantong parkir. Selain areal parkir utama, juga disiapkan areal parkir cadangan di tiga titik serta parkir tambahan di areal Pura Pekendungan. Selain parkir, untuk pengamanan wisatawan yang berkunjung juga telah disiapkan 10 petugas tiap shift-nya yang terdiri dari unsur lifeguard, pecalang dan Pol Air. (kmb28)
KONI Ajukan Rp 3,5 Miliar untuk Bonus Atlet Porprov
Tabanan (Bali Post) -
Para atlet Tabanan peraih medali di ajang Porprov Bali 2019, dipastikan akan mendapatkan bonus. KONI Kabupaten Tabanan sudah mengajukan dana Rp 3,5 miliar untuk kepentingan tersebut di APBD-P Tabanan 2019. Ketua KONI Tabanan Dewa Gede Ary Wirawan mengusulkan bonus atlet Tabanan untuk Porprov Bali 2019 senilai Rp 50 juta per orang untuk peraih medali emas. ‘’Mungkin ini bisa dianggarkan pada APBD Perubahan. Ini tujuannya untuk memberikan motivasi bagi para atlet yang bertarung di setiap cabor,’’ ujar Dewa Ary, Kamis (6/6) kemarin. Diterangkannya, pada APBD induk 2019 telah dilokasikan sebesar Rp 20 miliar yang diperuntukkan bagi penyelenggaraan dan
peserta Porprov. Anggarannya cukup besar, mengingat Tabanan tahun ini menjadi tuan rumah penyelenggaraan Porprov. ‘’Jumlah itu tidak termasuk bonus, melainkan untuk penyelenggaraan dan peserta Porprov. Kita pisah Rp 10 miliar untuk persiapan kontingen dan Rp 10 miliar untuk penyelenggaraan,’’ terangnya. Namun, menjadi tuan rumah tentunya banyak hal yang masih harus dilengkapi, seperti sarana dan prasarana tiap cabor yang memang belum sepenuhnya bisa direalisasikan oleh
pemerintah. Terkait hal itu, KONI Tabanan harus melakukan penyesuaian anggaran dan efisiensi. ‘’Banyak hal yang kita efisiensikan biar kita punya prasarana. Akhirnya, dengan anggaran yang didapat di APBD induk, untuk pos penyelenggaraan saja kita sesuaikan lagi,’’ terangnya. Hal senada disampaikan Humas KONI Tabanan Joni Suwirya. Dikatakannya, ada sejumlah sarana fisik yang dipersiapkan dari penyisihan anggaran yang didapat sebelumnya. Seperti lintasan atletik, perbaikan
lapangan, penataan sarana panjat tebing di lapangan Alit Saputra serta perbaikan lapangan tenis. ‘’Intinya, KONI berupaya agar bonus bisa diberikan tahun ini begitu usai Porprov. Dalam rapat kerja belum lama ini, eksekutif serta jajaran dewan sudah siap mengawal anggaran tersebut,’’ ucapnya. Ditegaskannya, penyelenggaraan Porprov 2019 harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tabanan sebagai tuan rumah. Apalagi venuenya tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan. Bahkan banyak memanfaatkan lapangan milik desa, gedung dan fasilitas sekolah. (kmb28)
26 Warga Binaan Lapas Tabanan Terima Remisi Lebaran
Pajero Adu Jangkrik dengan Truk Tabanan (Bali Post) Lakalantas terjadi di Jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Desa Meliling Kawan Kecamatan Kerambitan, Kamis (6/6) siang kemarin. Melibatkan satu unit mobil dan truk, lakalantas dipicu lantaran salah satu sopir mengantuk. Beruntung tidak sampai ada korban jiwa. Hanya saja akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat tersendat. Dari informasi yang dihimpun, lakalantas terjadi antara Mitsubhisi Pajero Sport dengan nopol AB1188-WQ yang dikemudikan Bagjasona Angga (24) asal desa Nglalangan Sardonoharjo, Sleman, Yogyakarta dengan truk Toyota Dyna DK 9587-UM yang dikemudikan I Ketut Satub (46), warga Banjar Selemadeg Bale Agung Kecamatan Selemadeg, Tabanan.
Operasional DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana. Dikatakannya, saat libur Lebaran, terjadi peningkatan kunjungan sebanyak 40 persen dibandingkan hari biasa. Kunjungan didominasi wisatawan domestik. ‘’Rabu kemarin kunjungan di angka 13.818 orang, meningkat 40 persen dibandingkan rata rata kunjungan tiap harinya,’’ terangnya. Mengantisipasi lonjakan
Tabanan (Bali Post) Sebanyak 26 warga binaan di Lapas Tabanan menerima remisi khusus hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H. Besarnya remisi antara 15 hari sampai dengan 1 bulan 15 hari. Penyerahan remisi dilakukan setelah Shalat Id yang di Aula Lapas Tabanan, Rabu (5/6) lalu. Kalapas Tabanan I Putu Murdiana mengatakan, remisi khusus ini diberikan kepada napi yang beragama Islam. Remisi khusus ini pun memiliki syarat-syarat tertentu yang harus ditaati oleh setiap napi, khususnya yang beragama Islam, seperti melaksanakan shalat 5 waktu setiap hari, mengikuti segala kegiatan kerohanian Islam, tidak melanggar aturan yang tercatat dalam register F dan telah menjalani masa pidana paling singkat selama enam bulan. ‘’Remisi ini merupakan hak dari setiap narapidana yang diatur oleh peraturan perundang-undangan termasuk tata cara dan syarat-syaratnya juga diatur dan wajib diikuti dan dipatuhi oleh setiap narapidana,’’ ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (6/6) kemarin. REMISI - Penyerahan SK remisi untuk 26 napi di Lapas Tabanan. Bali Post/ist
Kasi Binadikgiatja Lapas Tabanan I GAP Mahendra menjelaskan, usulan remisi diawali dengan rekapitulasi data napi yang telah memenuhi persyaratan. Selanjutnya disidangkan dalam sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan dan hasil rekomendasi dilaporkan kepada Kalapas. Usulan diteruskan ke Kantor Wilayah dan kembali disidangkan oleh TPP Kanwil. Tahap terakhir, usulan diteruskan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk diproses menjadi surat keputusan tentang Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri. Lebih lanjut disampaikannya, dari data Lapas Tabanan, jumlah warga binaan yang beragama Islam mencapai 56 orang dengan rincian 53 pria dan tiga wanita. Selama bulan suci Ramadan, berbagai kegiatan keagamaan dilaksanakan, seperti pesantren kilat, pengajian, shalat tarawih, buka puasa bersama berbagai elemen yang ada baik di Tabanan maupun di luar Tabanan, serta kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya. Diharapkan dengan reward remisi ini setiap napi dapat mengikuti setiap proses pembinaan sehingga tujuan pemasyarakatan untuk mengembalikan napi ke tengahtengah masyarakat menjadi manusia yang mandiri dan patuh hukum akan terwujud. (kmb28)
BULELENG
8
Selasa Kliwon, 4 Juni 2019
Usai Sholat Idul Fitri
Umat Muslim Kampung Jawa Gelar Tradisi ’’Banca’an’’
Singaraja (Bali Post) – Ada tradisi unik yang dijalankan umat Muslim di Kampung Jawa Buleleng. Usai menunaikan ibadah sholat Idul Fitri, Rabu (5/6), warga di kampung ini melaksanakan tradisi Banca’an. Di Bali tradisi itu sama dengan Magibung (makan bersamasama dalam satu tempat - red). Tradisi ini merupakan warisan turun-temurun sejak ratusan tahun silam yang menandakan silaturahmi warga Muslim dengan umat lain utamanya dari keluarga Puri Kanginan Singaraja. Tradisi Banca’an ini dilangsungkan oleh umat dengan menyantap beragam makananan khas Lebaran. Aneka hidangan ini disediakan setiap warga Muslim yang dikumpulkan menjadi satu. Setelah ibadah sholat Idul Fitri, warga melangsungkan Banca’an. Tidak saja warga Muslim, tetapi keluarga Puri Kanginan Singaraja dan warga lain tampak antusias mengikuti tradisi yang kemungkinan hanya ada di Kampung Jawa Buleleng. Salah seorang tokoh Muslim Kampung Jawa Buleleng Agus Murzani mengatakan, secara pasti tidak diketahui kapan pertama kali Banca’an dilakukan. Selain itu, siapa yang mengawali lahirnya tradisi ini tidak diketahui sampai sekarang. Meski demikian, Agus mengetahui ka-
lau para pendahulunya memiliki hubungan sejarah dengan Puri Kanginan Singaraja. Di mana pada masa kerajaan, para pendahulunya sudah menjalin hubungan toleransi yang sangat baik dengan keluarga puri. Salah satu wujud hubungan itu melalui Banca’an setiap Idul Fitri atau hari besar keagamaan lain. ‘’Kalau bukti kuat memang tidak ada, namun dari petuah para tokoh kami dan panglingsir Puri Kanginan menyebut tradisi Banca’an ini wujud hubungan sosial dan silaturahmi pendahulu kami di Kampung Jawa dengan puri, sehingga bukti ini kami jaga betul untuk dilestarikan,’’ tuturnya. Menurut Agus, warisan tradisi Banca’an tidak cukup dengan menggelar setiap Idul Fitri seperti tahun ini saja. Tetapi, generasi muda di wilayahnya itu bisa memaknai dan berkomitmen menjaga silaturahmi antara Muslim dengan umat lain dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, toleransi beragama di Kampung Jawa Buleleng ini semakin terbina dengan baik dan menjadi contoh hidup berdampingan antara Islam dan umat lain. ‘’Mengapa kami menghadirkan pejabat pemerintahan dan panglingsir, karena tidak cukup dengan melaksanakan, namun kita ingin toleransi ini dilaksanakan dalam
kehidupan sehari-hari,’’ jelasnya. Panglingsir Puri Kanginan Singaraja Anak Agung Parwata Panji mengatakan, antara keluarga puri dengan warga Muslim Kampung Jawa sejak masa kerajaan sudah terjalin dengan baik. Salah satu bukti adalah pada masa itu pihak puri dengan ikhlas memberikan izin tempat tinggal bagi warga Muslim di Kampung Jawa. Pada masa itu, kerajaan juga sudah memberikan lahan bagi warga Muslim untuk mendirikan masjid yang sekarang berdiri kokoh di tengah permukiman warga. ‘’Dulu hanya beberapa kepala keluarga (KK) dan panglingsir kami dulu memberikan tempat ini. Tradisi Banca’an atau Magibung ini warisan yang mengikat hubungan sosial antara Muslim dan Puri Kanginan yang penuh dengan prinsip manyamabraya,’’ jelasnya. Sementara itu, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengaku bangga karena toleransi beragama di Kampung Jawa Buleleng berjalan dengan sangat baik. Tradisi ini harus terus dijaga dan makna yang terkandung di dalamnya bisa diimplementasikan dalam kehidupan saat ini. ‘’Mudah-mudahan tradisi dan maknanya bisa kita implementasikan, sehingga ini menjadi contoh bagi daerah lain,’’ pungkasnya. (mud)
Bali Post/mud
BANCA’AN – Usai menunaikan ibadah sholat Idul Fitri, Rabu (5/6), umat Muslim Kampung Jawa Buleleng melaksanakan tradisi Banca’an atau kalau di Bali dikenal dengan ‘’magibung’’.
Cadangan Beras Capai 4 Ribu Ton Singaraja (Bali Post) – Persediaan beras di Buleleng dijamin aman pada libur Idul Fitri 2019 ini. Bahkan, dari kebutuhan beras di Bali Utara, ada cadangan stok beras mencapai 4 ribu ton. Pemerintah pun menjamin dengan kondisi ini tidak terjadi lonjakan harga beras dalam suasana libur hari raya.
Bali Post/mud
REMISI – 26 orang napi di Lapas Kelas II B Singaraja menerima remisi khusus hari raya Idul Fitri, Rabu (5/6) lalu.
26 Napi Terima Remisi Khusus Singaraja (Bali Post) Sebanyak 26 narapidana (napi) penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Singaraja ditetapkan menerima masa pengurangan penahanan (remisi), Rabu (5/6) lalu. Satu orang napi bahkan dinyatakan langsung bebas setelah menerima remisi khusus hari raya Idul Fitri 2019. Napi perempuan yang langsung bebas itu sebelumnya menjalani hukuman enam bulan. Selain itu, remisi juga diterima salah seorang napi warga negara asing (WNA). Napi WNA yang sebelumnya tersangkut kasus pelanggaran keimigrasian itu menerima remisi satu bulan. Kepala Lapas Kelas II B Singaraja Risman Soemantri mengatakan, penyerahan remisi khusus Idul Fitri 2019 ini wajib diterima oleh setiap napi beragama Islam. Selain itu, penerimanya harus memenuhi syarat yakni telah menjalani masa penahanan enam bulan dan memiliki kelakuan baik selama menjalani pembinaan di dalam lapas. Setelah mengusulkan ke Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkum HAM RI), remisi untuk 26 napi Muslim di Lapas Kelas II B Singaraja disetujui. Dari keputusan remisi itu, napi menerima remisi paling singkat 15 hari dan paling lama mendapat pengurangan penahanan satu bulan. ‘’Alhamdulillah usulan resmi untuk warga binaan Muslim disetujui dan tadi sudah diserahkan. Satu langsung bebas setelah mendapat pengurangan penahanan, dan ini hak setiap napi muslim, sehingga kami layani dengan regulasi yang ada,’’ katanya. Terkait napi WNA, Risman mengatakan, masalah kewarganegaraan napi tidak menjadi pertimbangan keputusan pemberian remisi khusus Idul Fitri. Ini karena napi WNA bersangkutan telah memenuhi syarat masa penahanan enam bulan dan berkelakuan baik selama menjalani pembinaan di lapas. Dari vonis pengadilan, napi WNA berkulit hitam itu menjalani masa penahanan 1 tahun 8 bulan. (mud)
Data di Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Buleleng menunjukkan, produksi beras di daerah ini tercatat sebanyak 78 ribu ton. Dari jumlah itu, kebutuhan seluruh penduduk mencapai 74 ribu ton. Artinya, Buleleng memiliki kelebihan produksi beras mencapai 4 ribu ton. Kelebihan itu pun dipastikan bisa memenuhi peningkatan kebutuhan beras saat libur hari raya tahun ini. Kepala DKP Buleleng Drh. Nyoman Surya Temaja, Kamis (6/6) kemarin, mengatakan kelebihan stok beras karena hasil panen padi petani tergolong bagus. Selain itu, kondisi cuaca juga mendukung, sehingga produktivitas gabah
menjadi optimal. Dengan kelebihan produksi beras itu membuat beras kiriman dari luar Bali bisa dicegah. Sementara untuk kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) seperti telur, daging sapi, ayam, dan komoditas lain diakuinya masih stabil. Dari pengamatan selama ini, pihaknya menemukan ada lonjakan harga dengan besaran bervariasi mulai Rp 1.000 sampai Rp 1.500 per kilogram. Besaran lonjakan harga ini dinilai masih wajar dan tidak menimbulkan gejolak di pasaran. ‘’Kami bersama instansi terkait lain sudah melakukan pemantauan baik harga, stok maupun kualitas komoditas.
Singaraja (Bali Post) – Musim mudik dan balik Idul Fitri 2019 dimanfaatkan jajaran Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng untuk melakukan kampanye Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sekaligus melaksanakan tes urine. Tes urine tersebut diikuti para sopir bus dan beberapa personel kepolisian di Pos Pengamanan Mudik Lebaran di Terminal Banyuasri. Dari uji sampel urine sopir bus dan kepolisian, semuanya dinyatakan negatif mengandung zat narkotika atau obat terlarang lain. Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa, Selasa (4/6) mengatakan, kampanye P4GN dan tes urine menyasar sopir bus dan petugas di pos
pengamanan mudik Lebaran memastikan awak angkutan yang akan mengantar para pemudik ke kampung halaman bebas dari indikasi penyalahgunaan narkotika. Selain itu, BNNK mengajak setiap komponen masyarakat termasuk sopir bus dan para anggota kepolisian mengampanyekan P4GN untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Salah seorang sopir bus yang mengikuti tes urine Ida Bagus Jirika mendukung BNNK dan kepolisian dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Buleleng. Pasalnya, narkotika sangat merugikan mulai dari masalah kesehatan, mental manusia hingga perilaku sosial masyarakat. Tes urine yang diikutinya itu merupakan salah satu cara
Untuk beras aman dan kita masih punya cadangan antara 3 ribu sampai 4 ribu ton,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan (Kabag Ekbang) Sekkab Buleleng Desak Putu Rupadi mengatakan, sebelum libur hari raya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) telah menggulirkan operasi pasar ( O P ) untuk mengenda-
likan harga. Dengan cara ini, tingkat inflasi di Buleleng masih berada pada level di bawah satu persen. Ini dibuktikan dengan angka inflasi pada April 2019 lalu tercatat 0,39 persen. Akumulasi per tahun, Januari sampai April sebesar 0,98 persen. Secara Nasional 0,44 persen, sehingga inflasi di daerah ini berada di bawah angka inflasi Nasional. (kmb38)
Sopir Bus dan Polisi Tes Urine
Bali Post/kmb38
Tes Urine – Sopir bus dan petugas Pos Pengamanan Lebaran di Terminal Banyuasri mengikuti tes urine dan sosialisasi P4GN yang digelar BNNK Buleleng. untuk menjamin para pengemudi angkutan umum seperti dirinya bebas dari pengaruh buruk nerkotika atau obat terlarang lain. ‘’Setelah mengikuti tes urine
baru tahu kalau pemakai narkotika akan diketahui dari urine. Saya sangat mendukung pemerintah dan polisi untuk memberantas kejahatan narkotika,’’ ujarnya. (kmb38)
Tradisi ”Ngejot’’ Masih Lestari di Pegayaman
TRADISI Ngejot sudah lazim dijalani setiap warga di beberapa desa di Bali, termasuk di Buleleng. Budaya yang sama ternyata juga menjadi tradisi unik sampai sekarang tetap diwariskan warga Muslim di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada. Tradisi mulai dijalani umat di desa ini saat mengawali puasa dan sehari sebelum merayakan Idul Fitri. Konon, tradisi ngejot mulai dijalani ketika masa Kerajaan Buleleng. Pada masa itu, ngejot mencerminkan budaya silaturahmi yang sangat tinggi baik sesama umat Muslim maupun dengan warga yang memeluk agama lain. Akulturasi budaya ini dilakukan saat umat Muslim tinggal menetap di
Desa Pegayaman. Awalnya, prajurit dari Kerajaan Blambangan dan Kerajaan Mataram banyak menikah dengan para abdi dalem Kerajaan Buleleng yang notabene beragama Hindu. Salah seorang tokoh di Desa Pegayaman, Ketut Mohammad Suharto, Kamis (6/6) kemarin mengatakan, ngejot mulai bulan puasa dan memasuki Idul Fitri adalah warisan leluhur yang menjadi kebanggaan tersendiri. Sejak pertama tradisi ini dilakukan, telah mencerminkan silaturahmi. Baik antarumat Islam maupun antara umat Islam dengan umat penganut agama dan kepercayaan lain. ‘’Ngejot salah satu tradisi yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Buleleng dan saat warga kami diberikan tempat di Pegayaman ini tradisi ngejot dilakukan dan pelaksanaannya sendiri tidak jauh beda dengan ngejot yang dilakukan warga Hindu umumnya,’’ katanya. Menurut Suharto, seperti namanya ngejot adalah mempersembahkan beragam hidangan khas puasa Ramadhan dan hidangan saat Idul Fitri, baik kerabat dekat dan juga warga tetangga. Saat ngejot dilangsungkan
para ibu rumah tangga dan ada juga laki-laki keliling menyusuri jalan di Desa Pegayaman menyerahkan hidangan. Semua hidangan itu diletakkan dengan talam berukuran sedang kemudian ditutup dengan tudung saji yang sama dengan saab. Saat umat mulai menjalani puasa Ramadhan, hidangan yang dipersembahkan berupa nasi, daging sisit, gorengan, rumbah sayur jeruk, dan kolak. Sedangkan saat hari raya Idul Fitri hidangan ngejot berisi nasi, daging sisit, sayur, serta jaja (kue) uli dan tape. Jaja uli dan tape menjadi hidangan saat ngejot warga Muslim Pegayaman menunjukkan perpaduan antara aneka hidangan saat hari raya besar Hindu dengan umat Muslim. ‘’Di situ makna akul turasi budaya dan sarana saat merayakan hari besar keagamaan kami (warga Muslim) dengan nyama Bali tercermin. Ini mungkin tidak ada di daerah lain, sehingga warisan pendahulu kami ini menjadi aset budaya yang kami lestarikan dan menggali agar tidak punah karena pengaruh zaman milenial seperti sekarang ini,’’ jelasnya. (kmb38)
Bali Post/mud
NGEJOT – Umat Muslim di Desa Pegayaman melestarikan warisan tradisi ‘’ngejot’’ saat mulai puasa Ramadhan dan saat perayaan Idul Fitri.
GIANYAR
Jumat Pon, 7 Juni 2019
9
Gubernur Perintahkan Tertibkan Toko Modern Berjaringan Bodong Gianyar (Bali Post) -
Gubernur Bali Wayan Koster sudah mencanangkan pemberlakuan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Provinsi Bali di Wantilan Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Gianyar, belum lama ini. Aturan tentang desa adat ini juga menegaskan pembatasan izin toko modern berjaringan. Berdasarkan perda itu, Gubernur Bali memerintahkan seluruh jajarannya untuk segera menertibkan toko modern berjaringan bodong yang selama ini masih beroperasi. Di Kabupaten Gianyar, diketahui terdapat puluhan toko modern berjaringan yang beroperasi tanpa izin. Gubernur Koster menegaskan, melalui Perda Nomor 4 Tahun 2019 ini sekaligus diberlakukan moratorium toko modern berjaringan. Bahkan orang nomor satu di Bali ini menegaskan,
setelah perda ini diberlakukan, tidak ada lagi izin toko modern yang diperpanjang. “Kami lakukan moratorium izin toko modern berjaringan. Yang sudah berizin tidak diperpanjang, yang tidak berizin harus segera ditutup,” tegasnya.
Pada pencanangan Perda Desa Adat di Wantilan Pura Samuan Tiga itu, Gubernur Koster langsung menyinggung 90-an toko modern yang berizin di Kabupaten Gianyar. Sementara sisanya yang tidak berizin harus segera ditutup. Upaya ini dilakukan untuk lebih menguatkan usaha warga lokal. Pada kesempatan itu, Koster yang juga Ketua DPD PDI-P Gianyar ini mengingatkan jajarannya khususnya di internal partai untuk tidak ada yang membekingi keberadaan toko modern
berjaringan. Jika ternyata ada, ia tidak segan-segan untuk memberikan peringatan, hingga berujung pada pemecatan. “Kalau ada dalang dari PDI-P yang membekingi, panggil, pecat,” tegasnya. Sementara itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra memastikan akan segera melaksanakan instruksi Gubernur Bali. Ia juga menyampaikan komitmen senada, bahwa sejak masih menjadi Wakil Bupati Gianyar sudah membatasi izin toko modern. “Dari dulu sikap saya tegas terhadap toko modern. Makanya tidak ada selama saya menjadi Bupati Gianyar mengeluarkan izin itu satu biji pun,” ujarnya. Dengan tidak mengeluarkan izin baru, kata Mahayastra jajarannya bisa melakukan tindakan lebih tegas lagi. Ia juga berharap bisa segera mengeksekusi toko modern berjaringan yang beroperasi tanpa izin. Namun saat ini Bupati asal Kecamatan Payangan ini mengaku masih menunggu petunjuk teknis penertiban toko modern berjaringan dari Pemrov Bali. “Seperti apa teknisnya, mudahmudahan ada. Biar seragam se-Provinsi Bali. Mudah-mudahan ada hal yang sifatnya teknis dalam pengaturan ini
yang dikeluarkan Gubernur Bali, karena perdanya sudah ada tinggal petunjuk teknis,” jelasnya. Disinggung terkait adanya kekhawatiran toko modern dibekingi internal PDI-P, Mahayastra yang juga Ketua DPC PDI-P Gianyar ini menegaskan, hal tersebut tidak ada dilakukan jajarannya di internal partai. “Mudahmudahan tidak ada. Itukan hanya perumpamaan agar tidak ada lagi yang bekingbekingan,” tegasnya. Kuota toko modern berjaringan di Gianyar sebenarnya hanya 79 unit. Namun sejak akhir 2017, realisasi toko modern yang berizin justru melebihi jumlah tersebut. Selain jumlah itu, ada juga 25 toko modern berjaringan yang izinnya sedang diproses, ditambah 29 toko modern berjaringan yang dipastikan bodong dan tidak mau mengurus izin. Sehingga total pada akhir 2017 ada 154 toko modern berjaringan yang beroperasi di Kabupaten Gianyar. Hingga pertengahan 2019 ini, jumlah toko modern berjaringan tanpa izin terus bertambah. Satpol PP Kabupaten Gianyar terkahir kali menutup dua unit toko modern berjaringan tanpa izin pada 27 Juli 2017. (kmb35)
Kapolres Gelar Belasan Gepeng Diamankan di Ubud Diduga Ada Oknum yang Mengorganisir ”Open House” Gianyar (Bali Post) Merayakan momen hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah, Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo menggelar open house di rumah jabatannya, Kamis (6/6) kemarin. Kesempatan tersebut digunakannya untuk menjalin tali silaturahmi antaranggota Polres Gianyar dan lintas instansi. “Pada momen kemenangan ini, saya sangat bersyukur dapat berkumpul di tengah-tengah anggota dan stakeholder yang ada. Semoga pada Idul Fitri tahun ini semua yang diinginkan dapat hidayah. Saya juga selaku Kapolres mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Mohon maaf lahir bathin selama saya bertugas di sini,” ujarnya. Dalam acara tersebut, tampak hadir Bupati Gianyar I Made Mahayastra, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Nyoman Parta, Wakil Bupati Gianyar Agung Mayun, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, Kodim 1616/Gianyar beserta undangan lainnya. Dikatakan, acara serupa sudah digelar dua kali selama menjabat sebagai Kapolres Gianyar. “Entah tahun berikutnya masih di sini atau tidak. Kita tidak tahu, hanya bisa lihat nanti saja. Kalau Bapak Bupati pastinya masih lagi selama lima tahun ini,” candanya saat memberikan sambutan kepada undangan. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Belasan gelandangan dan pengemis (gepeng) kembali diamankan aparat Satpol PP Gianyar di kawasan wisata Ubud, Kamis (6/6) kemarin. Guna memutus kedatangan gepeng ke kampung turis tersebut, Satpol PP Gianyar kini berupaya menelusuri dugaan adanya oknum yang mengorganisir kedatangan gepeng itu. Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha mengatakan, jajarannya mengamankan 15 gepeng di kawasan Ubud, Kamis siang kemarin. Belasan pengemis itu terdiri dari lima orang dewasa dan 10 anak-anak. ‘’Mereka kami amankan di sepanjang Jalan Raya Ubud, hingga di Pertamina Pengosekan,’’ katanya. Menurut Watha, para gepeng ini kerap memanfaatkan anak-anak untuk meminta uang kepada wisatawan di seputaran Ubud. Mereka juga kerap mengejar dan memaksa wisatawan untuk memberikan
uang. Kondisi ini tentu saja sangat mengganggu kenyamanan turis yang berwisata di Ubud. ‘’Belasan gepeng yang diamankan kemarin merupakan wajah-wajah lama. Kami juga mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada yang sengaja menurunkan para gepeng itu di seputaran Ubud. Kami masih menyelidiki yang menaruh mereka di Ubud,’’ katanya dan menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dishub dan Polres Gianyar untuk kepentingan tersebut. Menurut informasi dari masyarakat, kata Watha, ada mobil yang secara khusus mengantar para gepeng ini untuk menggepeng di Ubud. Artinya, ada dugaan kuat ada oknum yang mengorganisir kedatangan para gepeng itu ke Ubud. ‘’Sepertinya begitu. Ada yang mengorganisir. Kami sedang menelusuri siapa oknum yang mengorganisir para gepeng tersebut,’’ katanya. (kmb35)
GEPENG - Belasan gepeng yang diamankan aparat Satpol PP Gianyar, Kamis (6/6) kemarin.
Gianyar (Bali Post) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK digelar bersamaan. Namun, banyak yang belum tahu jika PPDB SMK menggunakan jalur reguler, berbeda dengan PPDB SMA yang lebih dominan pada jalur zonasi. Jalur regular tersebut masih terpaku pada nilai ujian nasional (UN) dan pembobotan sertifikat prestasi. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Gianyar I Dewa
Putu Alit, M.Pd. mengatakan hal itu, Kamis (6/6) kemmarin. Alit mengatakan, Surat Keputusan Dinas Pendidikan Provinsi Bali Nomor 422.1/26443/BPTEKDIK/DISDIK tentang PPDB 2019 menegaskan, seleksi PPDB Jalur regular untuk tingkat SMK dilakukan dengan nilai UN dan sertifikat prestasi. Serifikat prestasi itu meliputi hasil perlombaan atau penghargaan pada tingkat internasional, nasional dan provinsi. ‘’Nilai
akhir PPDB SMK adalah nilai UN 60 persen dan pembobotan sertifikat juara 40 persen,’’ katannya. Sesuai SK Dinas Pendidikan Provinsi Bali, kata Alit, dalam hasil UN dan pembobotan sertifikat yang sama di ranking terakhir sesuai daya tampung sekolah. Maka akan diprioritaskan calon peserta didik yang berdomisili pada kabupaten atau kota yang sama dengan lokasi SMK tersebut. Proses pendaftaran dan veri-
Bali Post/kmb35
PPDB SMK Gunakan Nilai UN dan Prestasi fikasi PPDB untuk jalur reguler SMK akan dilaksanakan pada tanggal 28 dan 29 Juni dan dilanjutkan dari tanggal 1 hingga 3 Juli. Dalam proses pendaftaran ini, peserta yang ingin melanjutkan di SMK hanya bisa menentukan pilihan maksimal tiga sekolah dengan enam kompetensi keahlian. ‘’Tentunya, proses pendaftaran ini hanya bisa dilakukan sekali,’’ katanya mengingatkan. Selanjutnya, perankingan
akan dilaksanakan tanggal 4 Juli, dan pengumuman dilakukan pada tanggal 5 Juli, hingga pendaftaran kembali diselenggarakan dari tanggal 8 hingga 11 Juli. Proses ini bersamaan dengan PPDB Jalur zonasi SMA. ‘’Pendaftaran PPDB SMK juga menggunakan sistem online. Apabisa ada siswa yang kesulitan dengan sistem ini, seluruh SMK Negeri di Gianyar juga sudah menyiapkan petugas yang bisa membantu,’’ tegas Alit. (kmb35)
Antisipasi Kemacetan di Ubud
Polres Kerahkan 356 Personel Bali Post/kmb35
OPEN HOUSE - Suasana kegiatan open house di rumah jabatan Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo, Kamis (6/6) kemarin.
Telepon Penting gianyar Kantor Bupati DPRD BPBD PMK Kantor Satpol PP RSUD Sanjiwani PDAM KPA Gianyar PMI Gianyar KONI Gianyar BNN Kab. Gyr. PLN Kodim 1616 Gyr Koramil Gianyar Koramil Blahbatuh Koramil Tegallalang Koramil Tampaksiring Koramil Sukawati Koramil Ubud Koramil Payangan -
- 943056 - 943144 - 7844717/7844718 - 943113 - 944436 - 943020 - 944225/943233 - 942184 - 8958414 - 947261 - 946122 - 947166 - 943069 - 942289 - 941167 - 974792 - 901601 - 297564 - 975314 974793
Bali Post/kmb35
LALU LINTAS - Aparat Polres Gianyar sedang mengatur lalu lintas di pertigaan Jalan Raya Pengosekan, Ubud, Kamis (6/6) kemarin.
Gianyar (Bali Post) Libur panjang serangkaian hari raya Idul Fitri berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan domestik ke kawasan Ubud. Kondisi ini memicu kemacetan arus lalu lintas di kawasan kampung turis itu. Sementara jajaran Polres Gianyar berupaya mengantisipasi hal itu dengan penebalan personel. Sekitar 356 personel dikerahkan untuk pengamanan pada seluruh objek wisata di Gianyar. Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo menegaskan hal itu, Kamis (6/6) kemarin. Priyanto Priyo Hutomo mengatakan, pada musim libur Lebaran ini pengamanan di objek wisata memang menjadi atensi jajaran kepolisian. Khususnya pengamanan kunjungan wisatawan domestik yang dominan dari Jawa dan sekitarnya. “Ini trend yang terjadi setiap tahun. Makanya kami gelar penebalan personel di luar Operasi Ketupat Agung, sehingga total personel yang dikerahkan mencapai 356 personel,” katanya. Menurut Priyanto Priyo Hutomo, penambahan personel di luar Operasi Ketupat
Agung disiagakan dalam 17 pos pengamanan dengan menggunakan tenda, serta pada sejumlah titik rawan. Khususnya pada beberapa tempat wisata di Kecamatan Ubud, seperti Mongkey Forest, Bali Safari, Ceking, dan tempat wisata lainnya. “Memang jalur Ubud ini cukup padat, karena wisatwan dari atas banyak melewati Ubud. Seperti wisatawan yang dari Kintamani turun pasti melintasi Ubud. Jadi, di Ubud memang terjadi peningkatan kepadatan. Makanya anggota kami sebar di jalur Ubud sampai perbatasan Tohpati agar tidak macet karena meningkatnya volume kendaraan,” tegasnya. Disinggung terkait atensi terhadap serangan teroris, seperti aksi yang beberapa hari lalu terjadi di Solo, Priyanto Priyo Hutomo mengatakan hal itu tetap menjadi atensi. Saat ini jajarannya menggunakan bagi sistem, yakni anggota yang bertugas di pos pantau di-back up personel bersenjata laras panjang. “Kami ada empat pos pantau, semua bersenjata laras panjang dan lengkap dengan body system,” ujarnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Jumat Pon, 7 Juni 2019
Pemerintah Pusat dan Pemprov Bali Tak Sinkron
Terminal Kargo Gilimanuk Dibiarkan ’’Menggantung’’ Lalu lintas Denpasar-Gilimanuk seringkali terganggu truk-truk pengangkut barang yang lajunya sangat lambat akibat kelebihan muatan. Kemacetan parah pun sering terpicu karena truk yang kelebihan muatan itu tak kuat menanjak atau mogok di tengah jalan akibat as truk patah. Kelebihan muatan truk-truk tersebut sebenarnya sudah diantisipasi dengan keberadaan Terminal Kargo di Gilimanuk. Sayangnya operasional terminal tersebut hingga kini tidak jelas alias menggantung. Akibat kebijakan pemerintah pusat dan Pemprov Bali yang tak sinkron. MESKIPUN telah siap pakai, pemanfaatan Terminal Kargo di Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk menggantung. Tanah lapang yang rencananya difungsikan sebagai kantong parkir kendaraan barang yang masuk maupun keluar Bali ini belum dimanfaatkan secara efektif. Padahal tujuan awal dibangun terminal ini untuk antisipasi kendaraan barang yang melebihi tonase melintasi jalan nasional. Tetapi sayangnya lahan seluas empat hektar yang sudah tahap pemadatan ini tak kunjung terealisasi menjadi terminal. Seolah-olah pemerintah pusat selaku pengelola Jembatan Timbang dengan Pemerintah Daerah (Pemkab) Jembrana selaku penyedia terminal tidak sinkron. Apalagi yang terjadi saat ini, aturan pelarangan kendaraan melebihi tonase sudah loyo. Kendaraan barang yang melebihi tonase khususnya dari arah Jawa masih sangat leluasa melintas. Tak segencar pada 2016, saat penerapan aturan yang ketat. Hampir dua tahun sudah, Terminal Kargo di Gilimanuk ini dibiarkan kosong. Hanya digunakan saat-saat tertentu
saja, seperti parkir darurat untuk antisipasi antrean panjang saat arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk. Itu pun hanya sekali setahun. Setelah itu, lahan seluas empat hektar itu kosong tak termanfaatkan. Sehingga pemanfaatan Terminal Kargo hanya musiman, itu pun hanya beberapa hari saat arus mudik di Gilimanuk. Sejatinya bila pemerintah dari tingkat pusat hingga kabupaten konsisten untuk pemanfaatan lahan kosong ini, bisa memberikan manfaat. Terutama untuk kelancaran jalur transportasi jalan nasional Denpasar-Gilimanuk yang sering terkendala dengan truk macet (tak kuat menanjak), kecelakaan atau padatnya kendaraan barang (berjejer). Terkait pemanfaatan lahan Terminal Kargo ini, Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan juga beberapa kali sempat menyinggung. Salah satunya solusi jangka pendek untuk mengurai kepadatan di jalan Denpasar-Gilimanuk yang selama ini didominasi kendaraan barang. Mantan Ketua DPRD Jembrana ini mengungkapkan, kendaraan barang khususnya truk-truk
sering menjadi hambatan kendaraan lain melintas di jalan Denpasar-Gilimanuk. Apalagi ketika truk beriringan hingga tiga deret. ‘’Saya tanyakan ke sopir, mereka memang lebih senang berderetan agar bisa saling memantau dan tidak cepat mengantuk. Tapi dampaknya ya ke pengguna jalan lain, karena tidak ada selah untuk menyalip,’’ papar Kembang. Namun hal ini, menurutnya, bisa diatasi bila secara konsisten menerapkan regulasi. Salah satuya mengatur jam melintas truk-truk, diutamakan saat jam arus kendaraan tidak padat atau malam hari. ‘’Selama menunggu sampai jadwal jalan, kendaraan barang sementara diparkirkan di Terminal Kargo (Gilimanuk). Belum lama ini saya sudah mengoordinasikan ini dengan Dinas Perhubungan Provinsi, asalkan konsisten pasti bisa dikurangi (kepadatan). Sementara kita juga tetap terus memperjuangkan jalan tol dan kereta api,’’ tambahnya. Solusi jangka pendek ini menurutnya juga bisa memberikan manfaat untuk lahan seluas empat hektar di Gilimanuk itu yang selama ini kosong. (kmb26)
TAK DIMANFAATKAN – Terminal parkir kargo di Gilimanuk yang selama ini belum difungsikan dengan maksimal. Hanya saat tertentu, lahan luas untuk parkir kendaraan ini bisa sangat berfungsi, salah satunya ketika arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk.
Sandang Predikat UHC
Bupati Ingatkan Puskesmas dan RSU Berikan Layanan Optimal Negara (Bali Post) – Kabupaten Jembrana pada tahun ini telah meng-cover hampir 99 persen warganya dengan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Terhadap upaya tersebut, Jembrana menjadi salah satu kabupaten di Bali yang mendapat predikat Universal Health Coverage (UHC). Dengan telah terjaminnya warga untuk berobat, maka seluruh fasilitas kesehatan (faskes) baik milik pemerintah seperti puskesmas dan RSU Negara serta RSU swasta dituntut memberikan pelayanan yang optimal.
I Putu Artha
Hal tersebut ditegaskan Bupati Jembrana I Putu Artha ditemui saat penyerahan bantuan bedah rumah di Desa Tuwed, Kecamatan Melaya belum lama ini. Bupati menyebutkan, dengan telah tersedianya sejumlah faskes tingkat pertama khususnya Puskesmas di tiap Kecamatan, masyarakat bisa berobat menggunakan JKN-KIS. Termasuk rumah sakit rujukan yang bisa dipilih oleh masyarakat di Jembrana. ‘’Silakan mau rujuk di RSU Negara atau RSU swasta yang melayani BPJS Keseha-
tan. Kami ingatkan, pemerintah tidak mengharuskan rujuk ke RSU Negara. Silakan masyarakat memilih asalkan sesuai dengan ruang kelas inap,’’ terangnya. Bupati Artha mengingatkan bahwa faskes rujukan yang memiliki pelayanan yang baik, tentu akan dicari oleh masyarakat. Dengan banyaknya RSU Swasta yang memberikan pelayanan BPJS Kesehatan, menurutnya justru memberikan dorongan bagi RSU Negara yang notabene milik daerah, memberikan pelayanan yang terbaik. Apalagi saat ini RSU Negara juga sedang berbenah terutama dalam fasilitas sarana dan prasarana. Ditargetkan
pada tahun 2019 atau 2020, perluasan dan pembangunan RSU Negara telah rampung. Dengan adanya gedung-gedung baru itu, akan menampung lebih banyak pasien rawat inap. Pada tahun ini seiring Jembrana mendapatkan predikat UHC, selain RSU Negara ada tiga RSU swasta di Jembrana yang melayani rujukan JKNKIS. Diharapkan dengan semakin terbuka luas pelayanan JKN-KIS, pelayanan kepada pasien juga harus ditingkatkan. Dari data yang dihimpun dari total jumlah penduduk Jembrana 327 ribu jiwa, sudah 324 ribu jiwa mendapatkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau sekitar 99 persen dari total penduduk. Selain 4 RSU rujukan, Kabupaten Jembrana juga memiliki faskes mulai tingkat pertama dan klinik pratama. Jumlah puskesmas 15, DPP 15, dokter gigi empat, klinik TNI/Polri dua dan klinik pratama satu. (kmb26)
Negara (Bali Post) Pelayanan transportasi di Pelabuhan Gilimanuk, khususnya penumpang pejalan kaki, pada angkutan Lebaran ini sering dikeluhkan. Hampir seluruh jembatan pejalan kaki ke kapal (gangway) pada H-1 atau Selasa (4/6) tak berfungsi. Padahal sejak awal masuk loket tiket, penumpang yang sebagian besar pemudik membawa banyak barang bawaan kesulitan. Bahkan sejumlah wisatawan luar negeri (turis) terlihat kebingungan setelah masuk loket tiket penumpang dan berjalan di gangway. Sebagian besar penumpang pejalan kaki ini merasa kecele. Mereka harus naik-turun tangga dari loket tiket, menuju loby atas dan berjalan berkelil-
ing di gangway yang tersambung ke sejumlah dermaga MB tanpa ada pemberitahuan bahwa layanan tangga gangway langsung ke kapal saat itu off. Seperti yang terlihat Selasa lalu, kebanyakan penumpang pejalan kaki yang sudah melintasi gangway ke sejumlah dermaga MB harus gigit jari lantaran sampai di ujung ternyata tangga tak difungsikan. ‘’Untuk apa ada gangway, perbaikan sampai dicat bagus-bagus kalau tidak bisa dilalui,’’ keluh Andiani (35), salah seorang penumpang. Pihaknya mengaku heran dengan pelayanan pelabuhan yang amburadul. Apalagi sering menjadi jalur para wisatawan luar negeri dari Banyuwangi ke Bali. Bila memang jalur jem-
batan pejalan kaki ke dermaga itu tidak bisa langsung masuk ke kapal, paling tidak ada pemberitahuan. Tak sedikit para penumpang pejalan kaki yang harus turun lagi dan berjalan di antara padatnya antrean kendaraan bermotor di dalam areal pelabuhan. Beberapa penumpang yang sudah di jalur pedestrian di parkir, bahkan diarahkan ke dermaga LCM. Sehingga mereka naik melalui ramdoor berbarengan dengan kendaraan yang hendak naik kapal. Ironisnya lagi, beberapa kapal penumpang di LCM di dek untuk penumpang tidak cukup menampung penumpang yang lebih banyak dibandingkan biasanya. Sehingga di antaranya memilih menunggu di dek parkir kendaraan yang
cukup padat. Di bagian dek atau ruang khusus penumpang ber-AC, khususnya kapalkapal yang berada di dermaga LCM ternyata fasilitas AC tak berfungsi. Pihak ASDP KetapangGilimanuk Sandi mengatakan gangway berfungsi tetapi hanya untuk beberapa KMP yang sesuai. Diakuinya ada beberapa KMP yang tidak bisa pas dengan tangga hidrolik dari gangway ke kapal. ‘’Gangway aktif, tapi ada beberapa kondisi kapal yang tidak sesuai posisinya dengan gangway,’’ ujarnya. Dalam angkutan Lebaran di penyeberangan Selat Bali ini, ASDP menyiagakan 56 kapal, namun yang dioperasikan sebanyak 32 kapal per harinya. (kmb26)
KONDISI - Kondisi mobil pemudik yang rusak di bagian depan pascatabrakan dengan mobil pemadam kebakaran.
Sopir Kurang Hati-hati
Tak Berfungsi Mobil Pemadam Kebakaran Tabrak Kendaraan Pemudik Jembatan Pejalan Kaki Pelabuhan Gilimanuk Dikeluhkan
Negara (Bali Post) Kecelakaan terjadi Rabu (5/6) di Jalan Denpasar-Gilimanuk km 90-91 Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo. Kecelakaan terjadi antara mobil tangki pemadam kebakaran DK 9014 W yang dikemudikan Kade Merta Susila (22) dari Banjar Puana, Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara dengan Toyota DK 1878 AG yang dikemudikan Rudiyanto (43) alamat Jalan Cokroaminoto, Gang Kawan Kita, Kelurahan Ubung, Denpasar. Dari informasi, kecelakaan berawal ketika truk tangki pemadam kebakaran bergerak dari barat ke timur dengan
membunyikan sirene karena ada kebakaran di Yeh Sumbul. Ketika mendahului kendaraan tidak dikenal, mobil pemadam bergerak ke kanan dan masuk jalur kanan. Pada saat bersamaan dari timur ke barat bergerak Ttoyota yang sudah memberikan prioritas dengan bergerak ke pinggir kiri sehingga ke bahu jalan. Namun tabrakan tetap tak terhindarkan. Akibat kecelakaan itu, truk bagian depan kanan pecah, bumper depan bagian kanan lepas, bodi pojok kanan penyok dengan kerugian Rp 2,5 juta. Sementara Toyota DK 1878 AG lampu depan kanan pecah, bodi depan samping kanan pecah, ban depan kanan pecah
dan pintu kanan depan penyok dengan kerugian Rp 5 juta. Korban Rudiyanto mengalami luka robek pada kepala belakang dan penumpang Rohmiyati (42) mengalami luka robek pada alis kanan dan hidung. Kasat lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widyatmoko seizin Kapolres Jembrana dikonfirmasi Kamis (6/6) kemarin, membenarkan kecelakaan tersebut. Menurutnya, kecelakaan tersebut akibat kurang hati-hatinya pengemudi truk tangki pemadam kebakaran ketika mendahului kendaraan yang tidak dikenal sehingga tidak cukup ruang bergerak, sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas. (kmb)
Pascateror Bom di Solo
Pengamanan di Gilimanuk Diperketat Negara, (Bali Post) Pascateror bom yang terjadi di Solo, Jawa Tengah, penjagaan dan pemeriksaan kendaraan dan orang yang akan masuk ke Bali di Pelabuhan Gilimanuk diperketat. Ratusan personel
disebar di pintu masuk Bali untuk melakukan pemeriksaan intensif terhadap kendaraan yang akan masuk ke Bali, termasuk pemeriksaan identitas serta surat kendaraan dan barang bawaan yang dibawa.
DIPERKETAT - Pascaledakan bom di Solo, Jawa Tengah, pengamanan di Gilimanuk diperketat.
Setiap kendaraan yang masuk Bali diperiksa anjing pelacak guna mengantisipasi adanya kendaraan yang membawa bahan peledak ke Bali. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa, Kamis (6/6) kemarin, mengatakan pengamanan pintu masuk Bali di Pelabuhan Gilimanuk pascaledakan bom di Solo seluruh kendaraan dilakukan pemeriksaan. Pihaknya di-back-up K9 Polda Bali untuk melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan yang dibawa wisatawan atau orang yang akan masuk Bali. Dengan pengetatan pengamanan dan pemeriksaan setiap kendaraan orang serta barang yang akan masuk ke Bali diharapkan pelaku kejahatan bisa dideteksi lebih awal di pintu masuk Bali, sehingga kejadian seperti di Solo, Jawa Tengah tidak terjadi di Bali. (kmb)
TAK BERFUNGSI – Sejumlah penumpang pejalan kaki yang sebelumnya berjalan di Gangway sempat kecele karena ternyata tak berfungsi, sehingga mereka harus naik turun tangga untuk naik ke kapal. Beberapa pejalan kaki ini juga diarahkan ke dermaga LCM.
Jumat Pon, 7 Juni 2019
Karangasem
11
Bupati Mas Sumatri Buka PKB XLI 2019
Minta Berjuang untuk Menjaga Nama Baik Karangasem Saat Lomba PESTA Kesenian Bali (PKB) merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Provinsi Bali. Ajang ini dijadikan sebagai wadah aktivitas dan kreativitas para seniman dalam upaya ikut mendukung program pemerintah. Yakni dalam hal penggalian, pelestarian dan pengembangan nilai-nilai seni budaya Bali yang adiluhung. PKB diselenggarakan sebagai upaya persembahan karya cipta seni terbaik masyarakat. Sekaligus merupakan media dan sarana untuk menggali dan melestarikan seni budaya serta meningkatkan kesejahteraan. Tujuan diadakannya PKB setiap tahun secara rutin untuk melestarikan, mengembangkan serta mempromosikan kesenian Bali. Sebelum dilaksanakan di tingkat
provinsi, terlebih dulu dilaksanakan PKB tingkat kabupaten. Seperti di Kabupaten Karangasem, PKB XLI dibuka secara resmi oleh Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri didampingi Wabup Artha Dipa, Ketua DPRD Nengah Sumardi dan sejumlah kepala OPD. Pembukaan ditandai dengan memainkan instrumen alat musik tradisional angklung di Taman Budaya Chandra Buana, Amlapura, Senin (3/6). Bupati Karangasem Mas Sumatri mengatakan, dari hasil evaluasi setiap tahun sampai pelaksanaannya yang ke-41 tahun ini, Karangasem perlu terus berbenah diri dan meningkatkan secara kuantitas maupun kualitas pelaksanaannya. Kabupaten Karangasem selalu berpartisipasi mengikuti setiap keg-
iatan yang dilaksanakan dari tahun ke tahun tanpa pernah absen dengan melibatkan para seniman/pelaku seni yang memang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Karangasem. ‘’Melalui ajang Pesta Kesenian Bali ini, mari kita tunjukkan bahwa Karangasem juga memiliki seniman-seniman yang berkompeten,’’ ujarnya. Mas Sumatri menekankan, ke depannya perlu juga dipahami bersama bahwa Pesta Kesenian Bali mempunyai makna strategis, karena berpengaruh pada pembentukan karakter dan mentalitas masyarakat, dalam tujuan untuk menumbuhkan rasa wirang, rasa memiliki serta mencintai budaya sendiri. Karena ajang ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyaring pengaruh budaya luar ke
dalam lingkungan budaya lokal yang adiluhung. ‘’Kami minta para seniman yang akan tampil mewakili Kabupaten Karangasem agar betul-betul mampu mempersiapkan diri dengan sebaikbaiknya serta bertanggung jawab saat lomba demi menjaga nama baik Kabupaten Karangasem dan mampu meraih hasil maksimal dalam PKB,’’ harap Sumatri. Kadis Kebudayaan Putu Arnawa mengatakan, PKB XLI mengambil tema ‘’Bayu Pramana (Memuliakan Sumber Daya Angin)’’. Di mana spirit tema ini diharapkan mampu membangun dan mendorong semangat masyarakat serta menciptakan iklim kondusif, kreatif, inovatif dan arif dalam menyikapi berbagai peristiwa. (ad088)
Warga Kampung Saren Jawa Gelar Tradisi ’’Magibung’’
Amlapura (Bali Post) Tradisi magibung atau makan bersama dalam satu wadah tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Bali khususnya umat Hindu. Kini magibung dilakukan pula oleh warga Muslim. Seperti yang dilakukan warga Kampung Saren Jawa, yang menggelar kegiatan magibung saat hari raya Idul Fitri. Salah seorang warga Kampung Saren Jawa, Desa Budakeling, Bebandem, Karangasem, Juaini Bakri, mengungkapkan tradisi ini bahkan telah dilaksanakan secara turun-temurun se-
jak warga Muslim ada di Kampung Saren ini. Tak hanya saat pelaksanaan Idul Fitri, pada hari raya keagamaan yang lain juga melaksanakan kegiatan magibung ini.
Bakri menambahkan, magibung versi warga Kampung Saren ini hampir sama dengan tradisi magibung pada umumnya. Hanya tidak ada hidangan lawar melainkan diganti dengan
hidangan lainnya seperti rendang dan opor. Kemudian untuk sate, dibuat dari daging sapi dengan bumbu genep ala sate Bali. ‘’Untuk proses memasaknya dilakukan di masing-masing rumah warga, di mana setelah matang kemudian dibawa ke masjid yang nantinya akan dimakan bersama-sama,’’ jelas Bakri. (kmb41)
BUKA PKB - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) tingkat kabupaten di Kabupaten Karangasem, Senin (3/6).
Tertimpa Pohon Kelapa, Suparka Tewas Amlapura (Bali Post) Nasib naas dialami I Putu Suparka (21). Akibat tertimpa pohon kelapa di Banjar Dinas Timbul, Desa Bungaya, Bebandem, Karangasem, Senin (3/6) lalu, pria asal Banjar Dinas Gumung, Manggis tersebut tewas saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit BaliMed Karangasem. Sementara rekannya, I Komang Adi (35), mengalami luka-luka. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian naas tersebut terjadi pada Senin (3/6) sekitar pukul 13.00 Wita. Sebelum kejadian, sekitar pukul 08.00 Wita ada 10 orang yang bersiap melakukan penebangan
pohon pule di lahan milik I Wayan Renti Asih di Banjar Timbul, Desa Bungaya, Bebandem. Sekitar pukul 13.00 Wita salah seorang warga, I Nyoman Muliada, melakukan penebangan pohon pule. Satu orang mengawasi dan delapan orang menarik pohon pule tersebut. Saat pohon pule roboh, langsung menimpa pohon kelapa yang ada di dekatnya. Tanpa disadari pohon kelapa ikut roboh dan menimpa korban karena terlambat menghindar. Melihat rekannya ditimpa pohon, rekan-rekannya mengajak keduanya ke rumah sakit terdekat. Namun sayang, akibat mengalami luka yang serius, akhirnya Suparka
meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit BaliMed. Sementara rekannya, Komang Adi, mengalami luka-luka. Kapolsek Bebandem AKP I Wayan Sukarita saat dikonfirmasi, Kamis (6/6) kemarin, membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, kalau korban benar meninggal akibat tertimpa pohon kelapa. ‘’Saat pohon kelapa tumbang, korban terlambat menyelamatkan diri sehingga tertimpa pohon kelapa. Keluarga korban telah mengikhlaskan kepergian korban dan jenazahnya sudah di rumah duka,’’ ujar Sukarita. (kmb41)
Bali Post/kmb41
RAMAI - Pengunjung memanfaatkan waktu libur Lebaran untuk mengunjungi objek wisata Tirta Gangga.
Libur Lebaran, Objek Wisata Dipadati Pengunjung Amlapura (Bali Post) Libur Lebaran dimanfaatkan masyarakat untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata. Tidak terkecuali di Kabupaten Karangasem. Dari sekian objek wisata yang ada dan dipadati pengunjung, salah satunya adalah objek wisata Tirta Gangga. Berdasarkan pantauan, Kamis (6/6) kemarin, Tirta Gangga dipadati oleh pengunjung yang datang un-
tuk melihat keindahan objek wisata tersebut. Kunjungan lebih didominasi wisatawan domestik daripada mancanegara. Saking membeludaknya pengunjung yang datang, semua kantong parkir yang disediakan penuh. Beberapa pengunjung bahkan terpaksa memarkir kendaraan roda empat yang mereka bawa di pinggir jalan raya. Kondisi itu membuat arus lalu lintas sedikit terganggu.
Pengelola Objek Wisata Tirta Gangga, Anak Agung Made Kosala, mengungkapkan sejak musim libur Lebaran, jumlah kunjungan ke objek wisata Tirta Gangga telah mengalami peningkatan dari hari-hari biasa. Kata dia, untuk jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik mencapai 3.500 orang. Sedangkan harihari biasa jumlah kunjungan hanya 1.500 orang.
‘’Objek wisata Tirta Gangga cukup dikenal, sehingga pengunjung melirik objek wisata Tirta Gangga ini untuk dijadikan lokasi untuk mengisi waktu libur mereka,’’ ujarnya. Tak hanya di Tirta Gangga, di objek wisata Taman Soekasada Ujung juga ramai dikunjungi oleh para pengunjung yang memanfaatkan momen libur Lebaran dengan berekreasi. (kmb41)
Bali Post/kmb41
KORBAN - Jenazah korban saat dinaikkan ke mobil ambulans untuk dibawa ke rumah duka.
Setubuhi Anak di Bawah Umur Merta Dibekuk Polisi
Bali Post/kmb41
DIGIRING - Tersangka I Wayan Merta saat digiring petugas kepolisian untuk dimintai keterangan.
Amlapura (Bali Post) I Wayan Merta (40) harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pria paruh baya asal Banjar Dinas Biaslantang Kaler, Desa Purwakerti, Abang itu dibekuk petugas kepolisian karena terlibat kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yakni Ni Kadik UL (15). Kasus tersebut kini sedang didalami oleh Polsek Abang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, petugas kepolisian dari Polsek Abang pada 4 Juni 2019 menerima laporan bahwa telah terjadi kasus kekerasan seksual kepada anak di bawah umur asal Banjar Dinas Biaslantang Kaler, Desa Purwakerti, Abang. Menerima adanya laporan tersebut, petugas kepolisian langsung melakukan penyelidikan ke rumah korban. Di rumah korban, petugas kepolisian langsung bertemu dengan kedua orangtua korban untuk dimintai keterangan terkait
kasus tersebut. Selama di sana, petugas melakukan interogasi kepada kedua orangtua korban. Di sana orangtuanya menceritakan kalau anaknya mengalami kasus kekerasan seksual pada Desember 2018. Kapolsek Abang AKP I Nyoman Wiranata, Kamis (6/6) kemarin mengungkapkan, berdasarkan interogasi yang dilakukan penyidik, pelaku melakukan hubungan intim di semak-semak perbukitan di wilayah Lingkungan Tukad Canggah, Banjar Dinas Seloni, Desa Culik, Abang pada Desember 2018. Setelah itu, pelaku setiap minggu meminta supaya dilayani untuk berhubungan intim dengan pelaku. ‘’Pelaku mengancam apabila tidak dilayani korban, maka pelaku akan menyebarkan hubungan yang pernah dilakukan sebelumnya. Dengan ancaman itu, korban akhirnya mau melayani pelaku. Terhitung dari
Desember sampai Juni pelaku berhubungan intim dengan korban sebanyak lima kali. Korban melakukan aksinya di lokasi yang berbeda di alam terbuka dan sekarang korban hamil dua bulan,’’ ujarnya. Sementara itu, pelaku I Wayan Merta menuturkan, jika awal mula dirinya sampai melakukan hubungan dengan korban karena korban lebih dulu meminta nomor HP dirinya dari orang lain. Korban langsung memberi tahu kalau nomor tersebut adalah miliknya lewat WhatsApp. Setelah itu, dia dan korban terus melakukan komunikasi secara intens lewat WhatsApp setiap hari. ‘’Karena dia (korban - red) mengucapkan cinta dengan saya dan saya juga mengucapkan cinta dengan dia barulah saya mengajak korban untuk berhubungan badan. Hubungan badan itu saya lakukan di semak-semak di wilayah Tukad Besi,’’ tutur Merta. (kmb41)
KLUNGKUNG
12 SOSOK Sahabat Sampah Plastik UPAYA memerangi sampah plastik kini mulai terlihat kian nyata. Ini menyusul telah terbitnya regulasi yang dikeluarkan Pemprov Bali Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Timbulan Sampah Plastik. Sekarang kuncinya adalah membangun kesadaran masyarakat, melalui gerakan sahabat sampah plastik. Demikian disampaikan salah satu tokoh masyarakat dari Puri Agung Klungkung Tjokorda Bagus Oka, belum lama ini. Menurutnya, ketika payung hukumnya sudah ada, sekarang tinggal bagaimana mengubah kebiasaan masyarakat yang sudah berlangsung bertahun-tahun terutama membuang sampah plastik tanpa memilah. Langkah yang sebaiknya dilakukan, menurut Tjok Bagus, adalah mengedukasi hingga monitoring masyarakat agar kesadaran bahaya sampah plastik kian tumbuh. Timbulnya kesadaran ini akan membuat warga mau memilah sampah plastik dari awal. Kebiasaan yang sudah dilakukan bertahun-tahun memerlukan waktu untuk mengubahnya. ‘’Kalau hanya mengandalkan peraturan pasti tidak akan optimal. Mari kita mulai dengan slogan Sahabat Sampah Plastik, dilanjutkan dengan memperlakukan sampah plastik dengan baik,’’ kata Tjok Bagus. Ini bisa dilakukan mulai dari semua kantor-kantor pemerintah hingga sekolah-sekolah agar benar-benar melakukan pemilahan sampah plastik. ‘’Penggunaan tas plastik pasti sudah berkurang, tetapi bagaimana dengan sampah plastik lainnya. Perlu ada yang mengkaji dan memonitor dan memberikan edukasi perilaku masyarakat terhadap sampah plastic, seperti pembungkus permen, makanan yang lainnya yang menggunakan plastik sebagai pembungkus,’’ tegasnya. Sebagai percobaan monitoring, menurutnya, bisa dilihat di depan swalayan yang menyediakan tempat sampah. Tjok Bagus berharap terbitnya regulasi soal pembatasan timbulan sampah plastik ini menjadi momentum yang mampu menggerakkan masyarakat. Dari kebiasaan melakukan pemilahan, sampai mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupam sehari-hari. ‘’Mulai dari sekolah akan cepat menular ke keluarga, karena anakanak akan menularkannya kepada orangtuanya untuk memilah sampah plastik,’’ tegasnya. (gik)
Serangan DB Memuncak
Rumah Sakit Diminta Bertindak Cepat dan Tepat Semarapura (Bali Post) Bupati Klungkung memberikan perhatian khusus terhadap pelayanan RSUD Klungkung. Bupati kembali menekankan beberapa aspek pelayanan, di tengah merebaknya wabah demam berdarah (DB). Bupati Suwirta meminta agar petugas medis benar-benar memperhitungkan segalanya, mulai dari pengambilan keputusan penanganan hingga melakukan penindakan. Dia menegaskan, petugas kesehatan harus sigap dan tanggap dengan kondisi pasien. Kedatangan Bupati Suwirta tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada pihak rumah sakit ini disambut sejumlah petugas jaga. Dia mengaku ingin tahu realitas pelayanan langsung dari petugas teknis yang menangani. Dalam kesempatan itu, Bupati asal Nusa Ceningan ini memberi pengarahan terkait pelayanan rumah sakit. Di hadapan mereka, Bupati Suwirta mengingatkan sebagai petugas kesehatan harus mempunyai kemampuan dan kecepatan pengambilan keputusan terkait kondisi pasien. Perawat maupun bidan yang bertugas agar lebih sigap dan tanggap dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan kondisi pasien. ‘’Jangan sampai terjadi sesuatu atau penyakit pasien tambah malah parah akibat lambatnya penanganan,’’ ujar Suwirta. Pembekalan dan penguatan semangat kerja bagi tenaga medis ini diberikan agar mereka lebih percaya diri dan mampu memberikan yang terbaik kepada pasien. Bahkan tidak hanya aspek penanganan, cara berkomunikasi dengan pasien pun menjadi penekanan Bupati Suwirta. Dengan pembekalan public speaking atau cara berbicara yang baik, para petugas akan mempunyai kemampuan dalam berbicara yang sopan dan santun di depan orang banyak. Dengan kemampuan ini pula, mereka diharapkan bisa menjelaskan lebih lugas terkait kondisi pasien maupun hal-hal lain yang berkaitan dengan kesehatan dan situasi rumah sakit. Semangat kerja ini tidak hanya bagi petugas kesehatan di rumah sakit saja. Semangat dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat ini diharapkan bisa sampai pada petugas di tiap-tiap puskesmas. Khusus mengenai DB, dia juga memberikan pen-
egasan agar mampu memberikan pelayanan yang terbaik. Mengingat periode Juni menjadi puncak serangan DB. Bahkan, salah satu pasien mengalami Dengue Shock Syndrom (DSS), yang dinilai sebagai serangan DB akut. DSS telah merenggut korban Diah Ratna Rifa Atun Nisa (25), belum lama ini, saat masih dalam kondisi mengandung tiga bulan. Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma mengakui memang pada Juni ini menjadi puncak dari kasus DB di Klungkung. Penderita DB cukup tinggi di awal tahun 2019. Sepanjang Januari saja, RSUD Klungkung mencatat ada sebanyak 37 orang suspect DB dan 21 orang lainnya positif DB. Sementara sepanjang Februari sebanyak 30 orang dan untuk Maret mencapai 41 pasien, April ada 16 pasien dan Mei 10 pasien. Data lima bulan terakhir ini tergolong tinggi. Padahal total tahun 2018 hanya ditemukan sebanyak 85 kasus DB. (kmb31)
Jumat Pon, 7 Juni 2019
Libur Panjang, Wisatawan ke Nusa Penida Membeludak Semarapura (Bali Post) Libur panjang Lebaran dan cuti bersama dalam sepekan, membuat suasana di wilayah kepulauan Nusa Penida ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. Membeludaknya kunjungan membuat situasi jalanan setempat krodit. Namun, meski kunjungan membeludak, mereka belum dikenakan retribusi. Pemkab Klungkung baru akan mengenakan retribusi kunjungan wisatawan mulai 1 Juli nanti. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Nengah Sukasta, Kamis (6/6) kemarin mengatakan, kunjungan sudah membeludak sejak awal pekan lalu. Wisatawan membeludak di setiap pelabuhan penyeberangan. Baik dari Sanur maupun dari sejumlah pelabuhan rakyat di Desa Kusamba. Sejumlah akses jalan menuju beberapa objek wisata nampak dipenuhi arus lalu lintas kendaraan roda empat. Bahkan situasi ini membuat kepulauan Nusa Penida, khususnya di Pulau Nusa Gede, cukup krodit. ‘’Kunjungan memang membeludak. Tetapi belum bisa kami pastikan peningkatannya berapa persen. Mereka mayoritas memilih Nusa Gede ketimbang Lembongan-Jungut Batu. Karena di Nusa Gede pilihan objek pariwisatanya lebih
banyak,’’ kata Sukasta. Disinggung mengenai situasi kemacetan, dampak-dampak ini memang sejak awal sudah diperhitungkan. Pihaknya juga sudah melakukan rapat-rapat dengan lembaga terkait seperti Dinas Perhubungan. Nantinya akan dicarikan solusi lebih lanjut. Sejumlah objek yang disasar wisatawan, seperti garis pantai Crystal Bay, Pantai Atuh, Pantai Kelingking, dan masih banyak lagi objek lainnya yang sedang berkembang. Pemerintah daerah juga sedang giat melakukan penataan. Saat ini Dinas Pariwisata sedang mematangkan rencana pelaksanaan retribusi yang akan diberlakukan 1 Juli. Rencana ini sebenarnya akan diterapkan lebih awal, namun karena perangkat di lapangan belum siap, akhirnya diundur sampai 1 Juli. Terkait rencana pemungutan retribusi ini, Pemkab Klungkung juga sudah mengumpulkan para pengusaha pariwisata di Nusa Penida, khususnya para guide dan pengusaha travel serta pengusaha kapal cepat. Kepada mereka, ditekankan wisatawan akan dikenakan retribusi sebesar Rp 25.000/orang (kategori dewasa) dan Rp 15.000/orang (kategori anak) sesuai ketentuan perda yang ditetapkan.
Ini menunjuk pada Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. ‘’Kami sedang mempersiapkan perangkatnya. Seperti petugasnya, tempat pos pemungutannya dan kelengkapan regulasinya. Kami harus berhati-hati. Terkait rencana pemungutan retribusi, kami berharap para travel dan guide menginformasikan tamunya agar membawa uang cash rupiah. Sehingga mempercepat proses di lapangan,’’ tegasnya. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menekankan, komitmen ini sudah tidak bisa ditawar lagi. Menerapkan sistem retribusi diharapkan bisa lebih menunjang fasilitas pariwisata di Nusa Penida. Dengan niat yang sama, komitmen yang sama untuk membangun perkembangan pariwisata Nusa Penida dengan meningkatkan fasilitas tempat wisata sebagai bagian upaya penataan tempat wisata. ‘’Keputusan perda ini tidak bisa ditawar lagi. Bantu kami mensosialisasikan kepada seluruh wisatawan mancanegara maupun domestik, guna menyiapkan uang cash untuk biaya retribusi,’’ ujar Bupati Suwirta. (kmb31)
PADAT - Salah satu ruas jalan di Kepulauan Nusa Penida padat kendaraan saat masa libur panjang tahun ini.
Baru Beroperasi Sebulan
Pedagang Pasar Blok A Pasar Semarapura Mulai Tak Tertib Semarapura (Bali Post) Situasi Pasar Semarapura Blok A yang sudah beroperasi sejak sebulan lebih ini mulai ramai. Para pedagang terlihat telah menempati dan mengisi kios-kios mereka dengan barang dagangan. Namun, di balik konsep yang dibuat pemerintah untuk penataan kios-kios pedagang agar terlihat rapi, banyak di antara mereka yang mulai tidak tertib dengan memajang dagangan hingga meluber di luar kios. Situasi tersebut ditemukan langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat mengisi waktu luang hari libur di Pasar Semarapura, Rabu (5/6) lalu. Bupati Suwirta menemukan sejumlah pedagang pakaian di lantai satu terlihat memajang dagangan di luar kios, baik ditaruh di selasar maupun digantung. Kondisi ini tentu akan mengurangi kesan nyaman dan membuat selasar akan terlihat semakin sempit. Bupati Suwirta mengajak pedagang untuk menata kios dan barang dagangan dengan rapi. Bupati menugaskan Kepala UPT Pasar Semarapura I Komang Sugianta untuk segera mengambil tindakan. Karena jika satu dibiarkan akan mengundang yang lainnya untuk ikut melakukan hal serupa. ‘’Ini tentu membuat situasi pasar akan menjadi kacau. Jangan biarkan pelanggaran berkembang dan nanti justru kita sulit menertibkannya,’’ katanya. Terkait kebersihan, Bupati Suwirta juga mengevaluasi agar petugas kebersihan bisa melakukan tugasnya lebih awal sebelum pedagang buka. Pedagang juga diimbau untuk bisa menjaga situasi dan kebersihan pasar. Sedangkan terkait fasilitas penunjang lain-
nya, di hadapan Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Klungkung I Wayan Ardiasa, Bupati Suwirta berharap tahun ini semuanya bisa diwujudkan. Sejumlah sarana pendukung seperti pengadaan eskalator dengan anggaran Rp 1,8 miliar, pendingin ruangan termasuk penyeragaman bentuk dan ukuran nama-nama kios pedagang akan segera direalisasikan. ‘’Saya ingin tahun ini semua fasilitas yang diperlukan harus segera diwujudkan,’’ paparnya. Sebelumnya, bangunan blok A Pasar Semarapura dibangun Pemkab Klungkung dengan anggaran Rp 10 miliar lebih. Para pedagang sebelumnya direlokasi di depan Pura Melanting selama delapan bulan lebih sebelum akhirnya mulai menempati bangunan baru sejak 20 April lalu. Untuk jumlah keseluruhan kios dan los yang ada di Blok A sebanyak 212. Dari 212 kios dan los tersebut, dibagi lagi menjadi dua tempat, yakni pada lantai satu ada sebanyak 122 tempat, terdiri dari kios sebanyak 35, dan los sebanyak 87. Sedangkan pada lantai dua sebanyak 90 tempat terdiri terdiri dari kios sebanyak 48 dan los sebanyak 42. (kmb31)
TAK TERTIB - Salah satu pedagang saat diingatkan agar tertib menata barangnya, sehingga tidak meluber ke luar kios.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Pon, 7 Juni 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
DIJUAL MOBIL
Dcr Waitress Warung Okinawa WA:087861574939
CRV 2013 Putih srt lkp,smst br Ass, 260Jt/Nego. 085723821656
HONDA
B.BP.001.06.19.0000083
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
RUPA-RUPA
B.BP.001.06.19.0000081 ISUZU
Dijual Isuzu ELF Th 2008. Hubungi: 08123814964 B.BP.001.06.19.0000050
TOYOTA
Kijang LGX 1.8Efi 2001 BiruTua DKKnd.Bgs70JtNg,087861722981 B.BP.001.06.19.0000084
Dijual Cepat Tanah 1000m2 Jl.Pantai Rening Baluk-Negara pagar tembok/PDAM/PLN 15.000 Watt, Telp: +62 811-1685-560
B.BP.001.05.19.0001085
PROPERTY DIJUAL TANAH
Tanah 80 A Penebel Tabanan Mengesta BUC 08113934393
B.BP.001.06.19.0000082
Jual Tnh Kota Dps utk Rmh,Kntr Lok.Jl.Gn.Agung,H.081802040777 B.BP.001.05.19.0001048
T.12ASHM 300m pantai full view u/villa.Tbn125Jt/A085257539923
B.BP.167.06.19.0000059
Tnh 1Ha di Kristal Bay View Ns. PenidaSHM,H30jt/A,081236296636
B.BP.001.06.19.0000085
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Hot..Dijual Rumah Elit Western Style di area elit Jl.Sekar Tunjung,30 menit dari airport. Hub:082 144 534 446 (Wati)
B.BP.001.06.19.0000076
SUZUKI TOP MOTOR PROMO SUZUKI Dapatkan Hadiah Menarik Tanpa Diundi
DP 3 Jtan
DP 20 Jtan
- Dp Ringan - Bunga & Cicilan Murah - Proses Cepat - Bisa Tukar Tambah segala merk
Suzuki Semarak Tahun Baru Imlek
081916298738 082237896644 DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
SERVICE
SERVICE
C.0000780-MBL-1
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL RUMAH
Promo 5Unit Rmh 500Jt di Dps,5 MntkeSanur&Renon,SHM&IMB,KPR DP10%087861899366/081239978524 B.BP.001.06.19.0000074
PROPERTY DIJUAL RUKO
Jual/Sewa Ruko 2LT/B.170M2 Cokroaminoto460Hub.085100141368
B.BP.004.06.19.0000080
BANGLI
14
Jumat Pon, 7 Juni 2019
Libur Lebaran, Kolam Permandian di Toya Bungkah Dipadati Wisatawan
BERENDAM - Wisatawan sedang berendam sambil menikmati pemandangan alam di wilayah Toya Bungkah, Kintamani.
Truk Terjun ke Jurang Sopir Tewas Terjepit Bangli (Bali Post) –
Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur Culali, Desa Batur Selatan, Kintamani. Rabu (5/6) sore, sebuah truk pengangkut pasir jatuh ke jurang sedalam sepuluh meter saat melintas di jalan menanjak di jalur tersebut. Peristiwa itu mengakibatkan sopir truk I Wayan Merta tewas mengenaskan di lokasi kejadian. Kecelakaan tunggal out of control (OC) itu terjadi sekitar pukul 17.30 Wita. Kejadian berawal saat truk bernopol DK 9593 PF yang dikendarai korban datang dari timur menuju arah barat. Sesampainya di lokasi, truk bermuatan pasir itu tiba-tiba tak bisa bergerak
karena mesinnya mati. Kondisi itu menyebabkan truk mundur lalu terguling ke kiri hingga masuk ke jurang sedalam 10 meter. Saat jatuh di dasar jurang, posisi truk terbalik ke kanan. Kejadian tersebut mengakibatkan sopir yang berasal dari Banjar Saap,
Desa Manikliyu terjepit di dalam truk dan akhirnya tewas di lokasi kejadian. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Kamis (6/6) kemarin mengatakan, kecelakaan di jalur Culali tersebut telah ditangani pihak kepolisian. Sesaat setelah me-
nerima laporan kecelakaan, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk membantu mengevakuasi korban. Petugas juga melakukan olah TKP dan pengaturan lalu lintas di jalur tersebut. Kerasnya benturan dalam insiden kecelakaan itu, kata Sulhadi, mengakibatkan korban mengalami luka dan mengeluarkan darah dari hidung. Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Kintamani I. (kmb40)
Bali Post/ist
TRUK TERGULING - Kondisi truk yang terguling dan jatuh ke jurang di jalur Culali, Desa Batur Selatan, Kintamani.
Pilkada 2020
KPU Ajukan Anggaran Rp 21,4 Miliar Bangli (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangli mengusulkan anggaran Rp 21,4 miliar lebih untuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 mendatang. Proposal terkait kebutuhan dana itu telah disampaikan pihak KPU ke Pemkab Bangli akhir Mei lalu. Selain KPU, Polres Bangli kabarnya juga telah mengajukan anggaran untuk kegiatan pengamanan pilkada. Komisioner KPU Bangli Ni Putu Anom Januwintari dihubungi Kamis (6/6) kemarin mengungkapkan, anggaran Rp 21,4 miliar yang diusulkannya tersebut dirancang untuk membiayai sejumlah kegiatan. Mulai dari sosialisasi, pengadaan logistik, hingga disiapkan untuk membiayai pemun-
gutan suara ulang. ‘’Yang banyak untuk sosialisasi Rp 1,7 miliar,’’ ungkapnya. Yang menjadi pertimbangan KPU memasang anggaran sosialisasi hingga Rp 1,7 miliar karena pihaknya akan melakukan sosialisasi hingga ke tingkat paling bawah. Selain untuk sosialisasi, kegiatan yang membutuhkan biaya banyak yakni pengadaan logistik. Anom mengatakan, pada pilkada nanti semua logistik seperti kotak suara, bilik suara dan lainnya harus pengadaan baru. Logistik kotak dan bilik suara berbahan kardus yang pengadaannya dilakukan pusat dan telah terpakai saat pemilu lalu tak bisa digunakan lagi dan akan dilelang. Anom mengatakan, kebutuhan dana yang telah diajukannya tersebut, nantinya akan dibahas lebih lan-
jut oleh Pemkab bersama DPRD dengan melibatkan KPU. Tidak menutup kemungkinan dari Rp 21,4 miliar kebutuhan dana yang diajukan, yang disetujui nilainya di bawah itu. ‘’Kalau lima tahun lalu, yang di-ACC sekitar Rp 10 atau 12 miliaran,’’ ungkapnya. Pihaknya sangat berharap pemerintah kabupaten bisa merealisasikan kebutuhan dana yang telah diajukan, sehingga semua kegiatan yang telah dirancang bisa berjalan dengan lancar. Sementara itu, selain KPU Bangli, Polres Bangli informasinya juga telah mengajukan kebutuhan anggaran untuk pilkada mendatang. Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bangli Nengah Sukarta saat dikonfirmasi membenarkan bahwa KPU dan Polres Bangli telah men-
gajukan anggaran untuk Pilkada 2020 mendatang. Hanya, ia mengaku lupa berapa nilai kebutuhan dana yang diajukan pihak Polres. Sukarta mengatakan nantinya proposal kebutuhan dana yang telah diajukan KPU, Polres termasuk Bawaslu akan diverifikasi. Hasilnya kemudian akan disampaikan ke Bapeda untuk dimasukkan dalam perencanaan tahun 2020. ‘’Semua diupayakan bisa dianggarkan di anggaran induk. Bupati sudah komit untuk membiayai pelaksanaan pilkada,’’ kata Sukarta. Sementara itu, Kabag Ops Polres Bangli Kompol Anom Semadi saat dikonfirmasi terpisah menyebutkan kebutuhan anggaran yang diajukan Polres Bangli untuk Pilkada 2020 mendatang sebesar Rp 12.659.015.404. (kmb40)
Bali Post/kmb40
Bangli (Bali Post) Libur Lebaran kali ini dimanfaatkan wisatawan untuk berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Bangli. Seperti ke kolam permandian air panas di wilayah Toya Bungkah, Kintamani. Pada momen libur Lebaran kali ini, kunjungan wisatawan ke kolam air panas meningkat hingga tiga kali lipat dari hari biasanya. Nyoman Muliawan, pemilik usaha kolam permandian air panas B’Mas Natural Hot Spring di Toya Bungkah, mengungkapkan pada libur Lebaran kali ini, jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 200-300 orang per hari. Meningkat signifikan dari hari biasanya yang hanya 50-100 per hari. Kenaikan kunjungan wisatawan ini sudah mulai dirasakannya sejak 2-3 hari terakhir. ‘’Kalau di tempat saya, kunjungan didominasi wisatawan domestik,’’ ungkapnya, Kamis (6/6) kemarin. Wisatawan mulai ramai berkunjung pada pukul 06.00 hingga 22.00 Wita. Biasanya pada pagi hari hingga sore hari yang berkunjung kebanyakan dari luar wilayah Kintamani. Sementara di atas jam itu kebanyakan wisatawan lokal Kintamani. Kenaikan kunjungan wisatawan pada momen libur Lebaran kali ini juga dirasakan Toya Devasya. Wakil GM Toya Devasya Wayan Mantik mengungkapkan, pada hari biasa tingkat kunjungan ke Toya Devasya mencapai 600-700 orang per hari. Sedangkan pada momen libur ini, meningkat hingga
mencapai 1.500 orang per hari. Kunjungan didominasi wisatawan domestik. Mantik memprediksi kenaikan kunjungan wisatawan ini akan berlangsung sampai Minggu (9/6) nanti. Sementara itu, Kabid Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli Wayan Merta mengatakan, selain Kintamani, beberapa objek wisata di Kecamatan Bangli, Tembuku dan Susut juga mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Adapun objek wisata yang disebut seperti Desa Wisata Penglipuran dan Twinhill di Bangli, Tukad Cepung di Tembuku, objek wisata spiritual di Banjar Sala, Desa Abuan Susut. ‘’Dari laporan yang saya terima, kunjungan wisatawan ke sejumlah tempat wisata itu luar biasa membeludak. Mulai ramainya sejak sehari sebelum Lebaran. Tapi yang paling padat kemarin dan hari ini,’’ ungkapnya. Saking membeludaknya wisatawan yang berkunjung menyebabkan pihak pengelola kekurangan lahan parkir. Wisatawan, kata Merta, ada yang sampai terpaksa parkir di ruas jalan. ‘’Kita akui objek wisata yang ada masih kekurangan tempat parkir. Belum memadai dengan jumlah kunjungan yang ada,’’ ujarnya. Merta memprediksi ramainya kunjungan akan terus berlanjut hingga libur Galungan mendatang. Hanya pada hari biasa jelang Galungan, kunjungannya tak seramai sekarang. (kmb40)
Soal PPDB
Sekolah Tunggu Pedoman Umum Disdikpora Bangli (Bali Post) – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kabupaten Bangli masih menunggu pedoman umum dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli. Pihak sekolah berharap pedoman umum tersebut bisa segera diterbitkan sebelum libur semester dimulai. Kepala SMPN 1 Bangli Wayan Widiana Sandhi, Kamis (6/6) kemarin, mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima pedoman umum terkait pelaksanaan PPDB dari Disdikpora Bangli. Karena itu pihaknya belum bisa menyampaikan secara pasti mengenai teknis dan jadwal pelaksanaan PPDB. Dijelaskannya, dalam pedoman umum tersebut biasanya akan termuat mengenai kriteria termasuk zonasi pembagian wilayah. Dalam pedoman itu juga akan diatur mengenai jadwal pelaksanaan PPDB, mulai dari pendaftaran, seleksi, pengumuman dan jadwal pendaftaran kembali. ‘’Semua itu ditetapkan oleh Disdikpora sehingga
pelaksanaannya sama di semua sekolah di Bangli,’’ jelasnya. Ia mengaku tidak tahu secara pasti apa yang menjadi kendala Disdikpora belum menerbitkan pedoman umum tersebut. Dia berharap pedoman itu bisa diterbitkan sesegera mungkin setelah libur Lebaran ini, sehingga bisa dijadikannya dasar dalam membuka PPDB dan dasar untuk menyosialisasikannya ke SD dan masyarakat. ‘’Anakanak libur mulai tanggal 15 ini. Saya harapkan pedoman umumnya bisa diterbitkan ke sekolah-sekolah sebelum libur,’’ terangnya. Meski pedoman umum yang dimaksud belum terbit, Widiana Sandhi mengatakan sejauh ini sudah membuat draf PPDB, dengan mengacu pedoman PPDB tahun lalu. Apabila dalam pedoman umum yang diterbitkan nantinya ada hal yang berubah dari tahun sebelumnya, maka tentunya akan disesuaikan. ‘’Kita tidak tahu apakah ada perubahan atau tidak,’’ ujarnya. Widiana Sandhi mengungkapkan, akhir-akhir
ini sudah banyak orangtua siswa yang menanyakan ke sekolah terkait pelaksanaan PPDB. Ada yang mengira PPDB sudah dimulai, bahkan ada juga yang mengira proses PPDB sudah selesai. Karena pedoman umum pelaksanaan PPDB belum diterimanya, pihaknya pun telah meminta orangtua siswa untuk menanyakan langsung ke Disdikpora. Sementara itu, disinggung mengenai jumlah kuota peserta didik baru yang akan diterima dalam PPDB tahun ajaran baru ini, ia menyebut sebanyak 288 orang. Jumlah itu nantinya akan dibagi ke dalam 9 rombongan belajar (rombel). Jumlah siswa yang akan diterima tahun ini lebih sedikit dari jumlah siswanya yang tamat. ‘’Pertimbangan kita karena aturannya dalam satu rombel tidak boleh lebih dari 32 orang siswa. Kalau lebih dari 32 tidak masuk dapodik. Jadi ketat,’’ terangnya. Ditambahkannya, sesuai Permendikbud, penerimaan siswa baru tahun ini dibuka melalui tiga jalur yakni zonasi, prestasi dan jalur khusus. (kmb40)
Jumat Pon, 7 Juni 2019
Curry Cetak 47 Poin Warriors Tetap Kalah Oakland – Toronto Raptors mengalahkan juara bertahan Golden State Warriors dengan skor 123-109 pada gim ketiga final kompetisi NBA, Kamis (6/6) kemarin. Kemenangan ini membawa Raptors unggul 2-1 dalam laga puncak yang dijadwalkan berlangsung tujuh gim. Stephen Curry mencetak 47 poin, tertinggi dalam kariernya di playoff, 8 rebound dan 7 assist untuk Warriors. Jumlah poin yang dibuat Curry merupakan yang kedelapan tertinggi dalam sejarah final NBA. Angka terbanyak dihasilkan LeBron James yang mencetak 51 poin untuk Cleveland Cavaliers saat dikalahkan Warriors tahun lalu. Jumlah poin James ini adalah yang tertinggi sejak 2001. Warriors memainkan Klay Thompson dan Kevin Durant yang rata-rata membuat lebih dari 50 poin per pertandingan di playoff. Hal ini memaksa Curry bekerja lebih keras di lapangan. ‘’Sejak awal saya merasa bisa mencapai tempat yang saya inginkan. Hanya masalah apakah Anda membuat atau melewatkan atau membuat permainan yang tepat mendistribusikan bola basket,’’ sebut Curry yang membuat 44 poin saat melawan San Antonio pada playoff 2013. ‘’Dia luar biasa. Malam ini adalah penampilan istimewa baginya. Dia jelas melakukan hal-hal yang saya pikir kami belum pernah melihat siapa pun melakukannya dan kami mungkin tidak akan melihat siapa pun melakukannya lagi. Jika saya bermain lebih baik malam ini, kami akan menang,’’ sebut Draymond Green tentang Curry. Kyle Lowry mencetak 30 poin dan memberikan 9 assist dalam kemenangan Raptors. Pascal Siakam dan Danny
Green masing-masing menambahkan 18 poin. ‘’Dia luar biasa, dia hebat. Dia mengendalikan kecepatan, menemukan tembakan dan mencetak angka. Itulah keseluruhan paket untuk Kyle. Membawanya ke dalam skuad jelas merupakan sesuatu yang kami hargai,’’ kata Siakam memuji Lowry. Green juga menyanjung K-Lo yang membantu rekan setimnya dan menggagalkan upaya Warriors meraih kemenangan. ‘’Dia pencetak poin yang bagus, tetapi hal terbesar yang dia bawa untuk kami adalah keunggulan. Dia anjing bulldog, mengambil alih, mendapatkan rebound dan memberi kami kecepatan,’’ ujarnya. Pelatih Warriors, Steve Kerr, menghargai upaya Lowry melawan timnya. ‘’Kyle mengatur nada, memainkan permainan yang bagus untuk mereka. Membuat beberapa tembakan, mengendalikan permainan dan faktor besar bagi mereka. Dia memainkan permainan yang fantastis,’’ ungkapnya. (afp/kmb)
OLAHRAGA
Ricky Fajrin dan Bachdim Bela Timnas Lawan Yordania Denpasar (Bali Post) – Dua pemain Bali United, Ricky Fajrin dan Irfan Bachdim, masuk dalam daftar 21 punggawa Tim Nasional Indonesia senior yang akan bertolak ke Yordania untuk melakoni laga uji coba FIFA Match Day pada 11 Juni mendatang. Skuad Garuda akan berangkat dari Jakarta menuju Kota Amman, Sabtu (8/6) besok. Sebelumnya tiga pemain Bali United dipanggil mengikuti TC timnas senior. Akan tetapi Stefano Lilipaly tidak bisa dibawa ke Yordania lantaran mengalami cedera di laga terakhir tim Serdadu Tridatu kontra Persija Jakarta. Lilipaly menepi bersama Ricardo Salampesy (Persipura), Irfan Jaya (Persebaya) dan penjaga gawang Teja Paku Alam (Semen Padang). Yordania akan menjadi lawan uji coba yang bagus buat Indonesia. ‘’Pada FIFA match day kali ini, kami sengaja memilih bertandang ke Timur Tengah. Semua kami lakukan untuk mempersiapkan simulasi kualifikasi Piala Dunia secara taktik dan mental. Banyak yang harus
Momen Historis Pencanangan Perda Desa Adat ini merupakan momen historis karena untuk pertamakalinya desa adat, lembaga kultural terpenting di Bali, diakui sebagai subjek hukum dengan posisi dan kewenangan yang jelas. Selain itu, pencanangan ini juga merupakan momen bersejarah karena merupakan kelanjutan dari tonggak sejarah yang dibangun Ida Batara Mpu Kuturan 1.000 tahun yang lalu. Dalam posisinya sebagai penasihat utama Raja Udayana Warmadewa dan Ratu Gunapriya Dharmapatni, Mpu Kuturan dalam pertemuanpertemuan di Pura Samuhan Tiga dengan tokoh agama dan masyarakat telah melahirkan struktur-struktur fundamental bagi masyarakat Bali, termasuk Desa Adat, Kahyangan Tiga, dan Sanggah Rong Tiga. ‘’Legislasi ini dibuat untuk melestarikan apa yang sudah dirancang oleh Ida Batara Mpu Kuturan. Tujuannya agar desa adat lebih kokoh dan kuat, sekaligus mampu mengakomodasi tantangan dan peluang zaman,’’ kata Koster. Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini mengungkapkan bahwa rancangan perda itu sudah disusunnya sejak 2014 saat masih menjadi anggota DPRRI. Selama itu pula Ida Batara Mpu Kuturan selalu dipujanya dalam doa-doanya. ‘’Selalu saya ingat Ida Batara Mpu Kuturan, saya mohon bimbingan Beliau. Kalau yang saya lakukan benar agar diberi jalan, kalau salah agar dihentikan,’’ kenang Koster. Pencanangan pemberlakuan Perda Desa Adat ini juga menjadi peristiwa yang penuh simbol. Perda No. 4 itu dicanangkan pada tanggal 4 pada Anggara Kasih Kulantir, sebuah hari suci yang diyakini sebagai saat beryoganya Ida Batara Siwa. Koster sendiri lahir pada Anggara Kasih Tambir. ‘’Tabik pekulun Ida Batara Mpu Kuturan sendiri adalah
putra nomor 4,’’ ujar Koster. Sebelum dimulainya upacara pencanangan, Koster bersama para pejabat melakukan persembahyangan di utama mandala Pura Samuhan Tiga. ‘’Saya melapor dan nunas panugrahan kepada Ida Batara Mpu Kuturan. Ini perda-nya sudah selesai, kita mohon kepada Ida Batara agar dibimbing dan dibantu selama pelaksanaannya,’’ katanya. Perda Nomor 4 Tahun 2019 yang terdiri dari 18 bab dan 104 pasal tersebut, menurut Koster, adalah pelaksanaan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. ‘’Konsep dasarnya tidak boleh menyimpang dari kearifan lokal. Harus tegak lurus fundamentalnya dengan kearifan lokal,’’ tegasnya. Perda bersejarah ini memuat sejumlah ketentuan baru dan progresif. Secara substansi, Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali ini tidak mengacu pada UU 6/2014 tentang Desa, melainkan mengacu pada UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 236 ayat (4), yang menyatakan bahwa perda dapat memuat materi muatan lokal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Karena itu pengertian desa adat dalam Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali ini secara khusus, berbeda dengan pengertian desa adat dalam UU 6/2014 tentang Desa. Karena mengacu pada UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah maka desa adat dalam perda ini memiliki wilayah, hak asal-usul, hak-hak tradisional, susunan asli, serta otonomi asli untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Melalui perda ini pula untuk pertamakalinya desa adat diakui secara resmi dan eksplisit sebagai subjek hukum dengan kedudukan hukum yang jelas dan tegas. Selain itu, perda ini menetapkan bahwa desa adat berkedudukan di wilayah Provinsi Bali. (Pasal 4)
Dasar pertimbangannya adalah realitas desa adat sebagai satu-kesatuan kosmologis alam Bali yang secara sosioreligius terikat pada kahyangan jagat terutama Pura Agung Besakih sebagai Purusa, Pura Batur sebagai Pradana. Selain itu, beberapa wilayah desa adat berada di lintas wilayah kabupaten/kota. Adat Bali harus dikelola dalam satu-kesatuan wilayah Bali, tidak bisa dikelola secara parsial per wilayah kabupaten/ kota, sehingga adat Bali menjadi satu-kesatuan identitas yang kuat bagi masyarakat Bali. Perda juga memuat pengaturan yang jelas mengenai kategori krama beserta swadharma (kewajiban) dan swadikara (hak) masing-masing, yang terdiri atas: (Pasal 8) Krama Desa Adat, yaitu warga masyarakat Bali beragama Hindu yang Mipil dan tercatat di desa adat setempat; Krama tamiu, yaitu warga masyarakat Bali beragama Hindu yang tidak Mipil tetapi tercatat di desa adat setempat; dan Tamiu, yaitu orang selain krama desa adat dan krama tamiu yang berada di wewidangan desa adat untuk sementara atau bertempat tinggal dan tercatat di desa adat setempat. ‘’Di Bali itu kewajiban yang dilaksanakan terlebih dahulu baru minta hak. Kalau minta hak dulu pasti akan ribut, makanya di Bali kan Karma Phala, melakukan karma lebih dulu baru kemudian minta pahala,’’ ujar Koster. Diatur pula penegasan dan perluasan tugas serta wewenang desa adat termasuk kewenangan lokal bersakala desa adat. (Pasal 21-25) Perda juga menegaskan bahwa perubahan status hak dan fungsi atas tanah desa adat harus dilakukan berdasarkan kesepakatan melalui paruman desa adat/banjar adat bersangkutan. (Pasal 11), Pemerintah Provinsi Bali akan segera membentuk perangkat daerah yang secara khusus akan menangani urusan desa adat. (kmb)
Jumat, 7 Juni 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Mendem Padagingan Tawur Balik Sumpah (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Ball Hanoman (1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Talk Show Merah Putih Daya Saing Sumber Daya
Manusia Bali 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Pendem Padagingan Tawur Balik Sumpah (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Dunia Kita 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Taman Sari TK Widya Santhi I Ubung
15
17:00 Wita Dialog Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now Harta Si Pelukis 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Folk Song 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Br. Gemeh (4) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel
dipersiapkan, mulai dari perjalanan jauh, cuaca, hingga perbedaan waktu,’’ kata pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy dikutip dari situs resmi pssi.org. Timnas Indonesia menjalani pemusatan latihan (TC) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, 30 Mei hingga 4 Juni 2019. TC diikuti 24 pemain. Setelah melawan Jordania di Amman, Timnas Garuda akan menjamu Vanuatu pada 15 Juni di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Dede-Pasek Nama I Gde Mahatma Dharma yang akrab disapa
Dede melambung pada tahun 2018 lalu. Ditunjuk sebagai pelatih kepala tim Bali United U-16, Dede sukses membawa tim Serdadu Tridatu Muda menjadi finalis di ajang Elite Pro Academy Liga 1 U-16. Pencapaian tersebut membuat Dede bersama tim Garuda Select mendapat kesempatan menjalani program di Inggris sejak Januari lalu.
Setelah selama beberapa bulan berada di Inggris, ia kembali ke Bali dengan berbagai ilmu yang didapatkan. Ditemui usai memimpin sesi latihan tim Bali United U-18 beberapa waktu lalu,
Dede mengucapkan syukur atas pengalaman berharga yang diperolehnya. ‘’Saya banyak belajar di sana (Inggris) mengenai sepak bola. Mata saya lebih terbuka mengenai hal yang
berkaitan dengan sepak bola. Saya terpesona juga dengan segala bentuk fasilitas pendukung dan sumber daya manusia di sana,’’ ujarnya dikutip dari situs Bali United. Tahun ini, pelatih yang sukses menyabet gelar pelatih terbaik di ajang Elite Pro Academy Liga 1 U-16 2018 tersebut mendapat tugas baru. Dede dipercaya mendampingi Made Pasek Wijaya di tim Bali United U-18. Kemampuan Dede sebagai pelatih muda yang baru kembali dari Inggris dipadukan dengan pengalaman segudang Pasek Wijaya diharapkan mampu memberikan warna baru buat skuad Bali United U-18 tahun ini. (kmb) Bali Post/bu
Irfan Bachdim
Neymar Absen di Copa America
Brasilia – Neymar dipastikan absen dari Copa America 2019 yang akan berlangsung di Brazil mulai 15 Juni hingga 7 Juli mendatang. Bintang Tim Nasional Brazil milik Paris Saint Germain (PSG) ini mengalami cedera robek ligamen pada pergelangan kaki kanannya saat tim Samba menang 2-0 atas Qatar dalam pertandingan persahabatan. Konfederasi Sepak Bola Brazil (CBF) dalam sebuah pernyataan, Kamis (6/6) kemarin, mengatakan karena keseriusan cederanya, Neymar tidak akan bugar atau punya waktu untuk pulih dan berpartisipasi dalam turnamen. Cedera pemain sepak bola termahal di dunia ini merupakan pukulan besar bagi persiapan Brazil selaku tuan rumah kejuaraan se-Amerika Selatan. Neymar yang tampak bingung terlihat menutupi wajahnya dengan tangannya saat duduk di bangku setelah terpincang-pincang dari lapangan pada menit ke-20 di Stadion Mane Garrincha Brasilia, Rabu (5/6) malam. Cedera itu terjadi hanya sembilan hari sebelum pertandingan pembukaan Copa America antara Brazil dan Bolivia. Beberapa menit setelah Richarlison membuka skor pada menit ke-17, Neymar digantikan. Menurut CBF, ia menderita ligamen pecah
pada tingkat pergelangan kaki kanan. Tanpa Neymar, tuan rumah menghadapi perjuangan berat untuk memenangkan kejuaraan benua Amerika Selatan pertama kalinya sejak 2007. Perkosa Cedera pergelangan kaki Neymar hanyalah putaran terakhir dalam sinetron yang mengelilingi sang striker, yang telah mendominasi berita utama di Brazil sejak Sabtu lalu setelah seorang wanita menuduhnya memperkosanya di sebuah hotel di Paris. Neymar membantah keras tuduhan itu. Ia menerbitkan gambar-gambar intim di media sosial sebagai pembelaannya dan terus berlatih dengan rekan setimnya. Sebelumnya, Presiden CBF Rogerio Caboclo bersikeras untuk kedua kalinya bahwa Neymar akan bermain di Copa America meskipun tuduhan tersebut serius. Jaminan Caboclo muncul setelah Wakil Presiden CBF Francisco Noveletto seperti dikutip oleh media Brazil mengatakan bersedia bertaruh bahwa Neymar tidak bermain di Copa America. Caboclo menanggapi dengan menyebut Noveletto tidak berbicara untuk CBF. Berjamjam menjelang pertandingan persahabatan Brazil melawan Qatar, Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro menawarkan dukungan publik untuk Ney-
Bali Post/afp
CEDERA – Neymar dibantu tim medis Brazil keluar lapangan setelah mengalami cedera pada ligamen pergelangan kaki kanannya. mar. ‘’Dia mengalami saat yang sulit tetapi saya percaya padanya,’’ ungkap Bolsonaro. Pada konferensi pers Senin lalu, pelatih Brazil Tite dihujani pertanyaan tentang perselingkuhan Neymar dan pengaruhnya terhadap tim. Mencoba menghindari masalah ini, Tite mengatakan
tidak menilai Neymar yang disebutnya sangat diperlukan tim dan tidak tergantikan. Skandal itu menutup musim yang bermasalah bagi Neymar di dalam dan di luar lapangan. Penyerang ini membebani PSG dengan biaya rekor dunia (248 juta dolar AS) pada 2017.(afp/ kmb)
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
KESEHATAN
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
Jumat Pon, 7 Juni 2019
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
KULINER KULINER
TOP IN VASI PERNAH melihat atau memakai sedotan (straw) berbahan bambu? Sedotan minuman ramah lingkungan ini cocok dikembangkan untuk mengurangi penggunaan alat-alat berbahan plastik. Komunitas Gria Luhu besutan I.B. Mandara Brasika (25) mampu menggerakkan anak-anak muda di Gianyar untuk menjadi seorang social entrepreneurship dengan memanfaatkan bambu buluh menjadi sedotan.
KESEHATAN KESEHATAN
WONDERFUL BALI
TOP TOP IN VASI
BUDAYA
IN VASI
GARDEN - Kokonut Suites yang mengedepankan konsep garden.
Bali Post/bud
Kokonut Suites Kedepankan Konsep Garden WONDERFUL WONDERFUL BALI BALI
PERLU akomodasi yang mengedepankan konsep garden? Cobalah mampir ke Kokonut Suites Hotel di kawasan Seminyak, Kuta. Akomodasi wisata ini memiliki fasilitas yang dilengkapi pertamanan yang menawan. Setiap jengkal dan pada ruang kosong pasti ditumbuhi tanaman hijau, sehingga suasana terasa sejuk dan adem. Kokonut Suites terletak di Jalan Petitenget, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung. Lokasinya sangat strategis, sangat dekat dengan pasar tradisional, restoran terkenal yang bisa dijangkau dengan jalan kaki, supermarket, artshop dan Pantai Petitenget dan Pantai Batubelig yang jaraknya hanya beberapa menit dari hotel.
‘’Kelebihan dari semua itu pula yang membuat wisatawan tertarik tinggal di Kokonut Suiters,’’ kata General Manager Wayan Arka, belum lama ini. Ketika masuk hotel, lahan parkirnya sangat luas, bersih dan sejuk. Para pelayan hotel menyapa ramah dengan mengedepankan budaya lokal, kemudian menyuguhkan welcome drink sebagai ucapan selamat datang. Meski mengendepankan kebun, namun fasilitas kamar tidak terabaikan. Setiap kamar dilengkapi dengan fasilitas berstandar internasional, seperti living room terpisah, working desk dan alat-alat masak di kamar dengan konsep seperti vila. Jika dibandingkan dengan kamar hotel lain, Kokonut Suites memiliki kelebi-
BUDAYA
BUDAYA
han pada setiap kamarnya yang tergolong luas. Hotel ini memiliki 34 suite, 25 one bad room suites, 9 two bad room suites. Wisatawan bisa greavfast di kamar. Fasilitras lain seperti Spa yang autentik dengan treatment sliming massage, melalui bahan tradisional. Treatment dilakukan oleh para therapies berpengalaman dan mengedepankan kearifan lokal. ‘’Kami juga memberikan welcome massage, selain welcome drink dan free afternoon tea setiap sore,’’ ucap Wayan Arka. Fasilitas yang lain, seperti fool bar, gym dan menyiapkan kid play room, ruangan bermain khusus pada anak-anak. Wisatawan yang ingin jalan-jalan menikmati suasana wisata Seminyak bisa memanfaatkan mobil hotel yang memang disiapkan secara khusus. Jika itu masih di areal Seminyak, mereka diantar secara gratis, dan bila di luar areal Seminyak akan dikenakan charge. ‘’Wisatawan
PENDIDIKAN
PENDIDIKAN
yang menginap di sini dari berbagai negara, bahkan wisatawan domestik juga ramai,’’ ungkap lelaki asal Seminyak ini. Wayan Arka yang aktif dalam kegiatan kepariwisataan ini mengatakan, Kokonut Suites memiliki mix market. Namun, wisatawan asal Australia masih mendominasi yang kalau dipersentasekan sekitar 32 persen, wisatawan domestik 29 persen dan sisanya Eropa dan Asia. Wisatawan domestik itu pasti banyak ketika ada libur panjang seperti Lebaran. Untuk menarik kunjungan, Kokonut Suites melakukan kerja sama dengan travel agent, juga berpromosi di ofline dan online serta sering mengikuti event pariwisata, seperti pameran, promosi dan festival bersama asosiasi pariwisata. ‘’Kami juga tidak lupa bekerja sama dengan masyarakat lokal, baik dalam melakukan kegiatan sosial, festival, bakti sosial dan lainnya,’’ tutup Wayan Arka. (bud)
’’Wayan di Rantauan’’
Terinspirasi dari SENIMAN Pengalaman Sendiri SENIMAN
MARAKNYA grup band dan penyanyi baru di kancah musik Bali, secara tak langsung memunculkan persaingan ketat dalam merebut perhatian penikmat musik. Hal ini juga dirasakan Grup Band 703. Namun hal itu tak menyurutkan semangat 703 untuk tetap berkarya. Salah satunya dengan merilis single baru berjudul ‘’Wayan di Rantauan’’. Bahkan 703 juga tengah merampungkan materi untuk album keempat yang diharapkan bisa rilis tahun depan. ‘’Ada banyak alasan yang membuat kami tetap semangat berkarya. Selain kami yakin masih ada penggemar yang menyukai karya kami, juga karena kami memang sudah lekat
Putu Darmawan (kiri)
dengan musik dan alam seperti merespons dengan memberi ide-ide untuk garapan lagu baru,’’ ujar Toe, vokalis sekaligus gitaris 703 belum lama ini. Dikatakan, untuk saat ini lagu ‘’Wayan di Rantauan’’ dilepas dalam format audio dan video klipnya sudah bisa ditonton di channel youtube 703 Sweetrockbali. Lagu ini terinspirasi dari pengalaman Toe sendiri. Bagaimana seseorang yang awalnya sering diremehkan, tak pernah dianggap, karena berasal dari keluarga tak mampu, jengah mengadu nasib di perantauan. Dengan semangat dan tekad yang kuat, Toe bisa berkembang. Bagai ungkapan from zero to hero. Setelah ‘’jadi orang’’, barulah satu per
satu mendekat. ‘’Begitulah seperti sering terjadi. Banyak yang dekat dan mau berteman dengan kita karena ada maunya saja. Ini menjadi pemicu, menggelorakan semangat untuk bangkit kembali,’’ tambah Toe yang punya nama asli Putu Darmawan. Meskipun ‘’Wayan di Rantauan’’ menjadi semacam pemantik menuju album ke4, menurut Toe, lagu yang digarap bersama Gus Wah (bass) dan dipercantik dengan isian gitar dari Gung Gepeng (Di Ubud Band) ini tak termasuk dalam daftar lagu di album baru nanti. Ada 9 lagu baru yang sudah rampung dan tengah proses akhir, termasuk akan ada satu lagu yang agak berbeda dari nuansa musik 703
selama ini, dan diharapkan bisa menjadi hits nantinya. Grup Band 703 yang dibentuk sembilan tahun silam, pertama kali memperkenalkan karya melalui album ‘’Pengaruh Jaman’’ yang dirilis November 2012. Disusul album ke-2 ‘’Api Cemburu’’ yang dirilis Januari 2015, dan album ke-3 ‘’Terbitlah Terang’’ 2016. Dalam perjalanannya, ia tak memungkiri agak sulit mempertahankan formasi grup karena kesibukan dan alasan masing-masing personel. Karenanya untuk saat ini, 703 hanya menyisakan dua personel sebelumnya Toe dan Gus Wah. Untuk proses rekaman, mereka dibantu sejumlah musisi lain untuk mengisi drum dan gitar. (gie)
Gria Luhu Buat Sedotan Bambu
Pembina Yayasan Mandara Riset Institute I.B. Sukarya ditemui belum lama ini di Denpasar menuturkan, Komunitas Gria Luhu dinaungi Yayasan Mandara Riset Institure. Kegiatan membuat sedotan sudah berjalan dua tahun, sebelum adanya Pergub No. 97 Tahun 2018. Produk ini sangat sedeharna, hanya menggunakan bambu buluh. Dampak penggunaan plastik dan sampah anorganik begitu besar terhadap lingkungan, baik di laut maupun darat. Karena itu ada keinginan untuk membuat sedotan berbahan alami. ‘’Sehingga ada keinginan anakanak muda ini mengembangkan pengusaha-pengusaha di bidang sedotan ini,’’ tuturnya. Komunitas Gria Luhu ini terbentuk awalnya di Gianyar khususnya di Bona dan Belega. Dua desa tersebut terkenal dengan kerajinan bambunya. Sehingga untuk menggerakkan masyarakat terutama anak mudanya untuk memanfaatkan bambu menjadi produk lain itu mudah. Komunitas ini lebih banyak beranggotakan anak-anak muda usia 1525 tahun. Tujuan utamanya bukan untuk mencari profit, namun untuk mengedukasi anak-anak muda untuk peduli terhadap lingkungan. Itulah sebabnya komunitas ini bergerak tidak hanya membuat sedotan tetapi juga mengedukasi anak muda ke sekolah-sekolah yang ada di Gianyar. Anak muda yang tergabung dalam komunitas ini bergerak sebagai pembina. Namun pelaksana pembuatan sedotan dilakukan warga-warga kurang mampu di desa yang sudah bergerak di industri bambu sebelumnya. Warga ini diajak dan dibina serta diberikan info peluang pasar. Ia berharap pemerintah dapat menyambut gerakan ramah prolingkungan ini melalui peraturan yang dibuat Gubernur. Ia berharap ada peraturan penggunaan sedotan dari bambu ini di setiap institusi seperti hotel. (may)
PENDIDIKAN
SENIMAN
SEDOTAN - Komunitas Gria Luhu besutan I.B. Mandara Brasika (kiri) mampu menggerakkan anak-anak muda memanfaatkan bambu buluh menjadi sedotan.