20 HALAMAN
NOMOR 249 TAHUN KE 69
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
minggu Paing, 7 mei 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Soal Pengembangan Pelabuhan Benoa
Dewan Minta Wali Kota Hentikan Proses Penyertifikatan Lahan Mauricio Pochettino
Liga Inggris
Dua Laga Lagi, Chelsea Juara
London Pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino enggan mengatakan Chelsea akan mengangkat trofi Liga Inggris musim ini, meskipun timnya baru saja kalah 0-1 di tangan West Ham United dan terpaut empat angka di bawah pemuncak klasemen. Chelsea bisa mengamankan gelar juara jika memenangkan dua laga melawan Middlebrough dan West Bromwich Albion, namun Pacchettino bersikeras perburuan gelar belumlah berakhir. “Memang benar kami lebih pantas menang tetapi saya merasa sulit untuk menunjukkan lebih banyak gaya permainan kami,” katanya terkait laga melawan West Ham, Sabtu dini hari WIB. “Ini akan sulit (memenangkan gelar juara) dengan tiga sisa pertandingan. Sekarang kami bergerak maju, ini belum berakhir, tetapi memang sulit,” ujar Pacchetino. Chelsea saat ini berada di pucuk klasemen sementara Liga Inggris dengan 81 poin dari 34 pertandingan dan akan menghadapi Middlesbrough yang berada di posisi 19. Sementara Tottenham yang kebobolan satu gol dan kalah di tangan West Ham lewat aksi Manuel Lanzini, berada di posisi dua dengan 77 poin dari 35 Hal. 19 Sangat Sulit
Denpasar (Bali Post) Rencana pengembangan Pelabuhan Benoa yang sudah dituangkan ke dalam Rencana Induk Pelabuhan (RIP), mendapat perhatian serius dari jajaran DPRD Denpasar. Dalam menyamakan persepsi, Jumat (5/5), dewan menggelar rapat gabungan yang dipimpin Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede didampingi Wakil Ketua Wayan Mariyana Wandira dan Made Mulyawan Arya. Rapat gabungan ini diawali pemaparan hasil rapat yang dilakukan Pelindo III Cabang Benoa minggu lalu yang diikuti dua anggota dewan, yakni Ketua Komisi I Ketut Suteja Kumara dan Ketua Komisi III Eko Supriadi.
Suteja Kumara memaparkan sejumlah rencana yang akan dilakukan Pelindo III Cabang Benoa dalam upaya pengembangan. Bahkan, saat ini Pelindo III Cabang Benoa juga telah mengajukan permohonan penyertifikatan tanah ke BPN Denpasar. Tanah yang dimohonkan sertifikat tersebut berada di luar kawasan RIP, di antaranya di sekitar Kelenteng (10,6 Ha), Fish
Market Restoran (satu are), Akame Restoran dan landasan Helikopter (25 Ha). Atas temuan ini, dewan sepakat untuk meminta penundaan proses penyertifikatan. Karena itu, dewan akan bersurat memberikan rekomendasi kepada Wali Kota Denpasar, agar mengeluarkan surat permohonan penghentian proses penyertifikatan lahan yang diajukan Pelindo
Serangan Ideologi Mengkhawatirkan Jakarta (Bali Post) Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) I Gusti Kompyang (IGK) Manila mengatakan pertahanan negara sudah memasuki tahap mengkhawatirkan dengan serangan melalui cara-cara nonmilter, perang informasi dan ideologi yang menyerang mindset (pola pikir) masyarakat. Salah satu bukti kuat adalah maraknya berita hoax dan keinginan dari sekelompok golongan yang memaksakan diri ingin mengganti Pancasila sebagai ideologi negara. “Saya lihat sepertinya perang secara fisik dengan menggunakan peralatan senjata militer sudah tidak digunakan lagi. Sepertinya diperkirakan oleh Mabes TNI dan Hankam 20-15 tahun lagi itu tidak akan terjadi. Yang terjadi adalah ancaman perang tanpa senjata. Hal. 19 Kekuatan Asing
Bali Post/ade
KETAHANAN NASIONAL - Sekretaris Watimpres IGK Manila (kiri) pada diskusi “Menggalang Ketahanan Nasional untuk Menjamin Kelangsungan Hidup Bangsa” bersama Pengamat politik UGM Saafroedin Bahar, di Jakarta Pusat, Sabtu (6/5) kemarin.
“Kebinekaan itu harus dijaga dan dirajut. Yang terjadi saat ini kebinekaan yang menjadi pandangan hidup. Bineka tunggal ika sekarang mau dijadikan satu pemahanan oleh golongan agama tertentu. Itu ancaman.” IGK Manila
Siswa Harus Dibimbing Miliki Kecerdasan Hati
Bali Post/wan
MOBIL - Selain corat-coret baju dan berkendara sepeda motor, konvoi merayakan kelulusan SMA/SMK juga diwarnai kendaraan roda empat. Seperti terlihat di kawasan Jalan kamboja, Selasa (2/5) lalu.
Ada Kecenderungan Sepelekan UN UJIAN Nasional tingkat SMA/ SMK telah dilewati dengan baik. Bahkan, hasilnya juga telah diumumkan Selasa (2/5) lalu bertepatan dengan dimulainya pelaksanaan ujian nasional tingkat SMP/ SMK. Mayoritas seluruh sekolah berhasil meluluskan anak didiknya 100 persen. Namun jika melihat hasil ujian tahun ini jika dibandingkan tahun sebelumnya, hampir di seluruh sekolah mengalami penurunan. Ini disebabkan ting-
III Cabang Benoa. Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede mengungkapkan rapat gabungan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi atas rencana pengembangan Pelabuhan Benoa. Mengingat, dalam waktu dekat juga akan dilakukan konsultasi publik dengan menghadirkan pihak Pelindo III Cabang Benoa. Hal. 19 Satu Suara
kat kesulitan soal Ujian Nasional yang memang cukup tinggi. Dan sampai saat ini mata pelajaran matematika, fisika dan kimia masih menjadi mata pelajaran yang ‘‘menakutkan’’. Ketua MKKS SMA, I Made Jiwa, yang juga Kepala SMAN 1 Tabanan mengakui memang penurunan hasil ujian nasional tahun ini karena tingginya tingkat kesulitan soal. Hal. 19 Peserta Ujian
“Kalau dengan ujian itu hanya mengukur kompetensi pengetahuan saja, tetapi kemampuan sikap mental dan keterampilan itu tidak direkam oleh UN. Untuk meningkatkan mutu lulusan, ke depan tidak saja anak-anak lulus dari penguasaan ilmu pengetahuan juga kecerdasan hati yang dibuktikan bagaimana sikap mental, memahami toleransi, interaksi sosial di masyarakat, dan unggul dalam keterampilan.” Prof. Nyoman Dantes
KEBIJAKAN penentuan kelulusan siswa tahun ajaran 2017/2018 tidak lagi hanya berdasarkan hasil Ujian Nasional (UN -red). Regulasi kelulusan peserta didik sebagai proses mengakhiri pendidikan di setiap jenjang kini ditentukan melalui pelaksanaan UN, otonomi sekolah dan guru. Sejak kebijakan ini berlaku hingga sekarang, UN hanya mengukur kemampuan siswa menguasai kompetensi ilmu pengetahuan. Akademisi Universitas Pendidikan Ganseha (Undiksha) Singaraja, Prof. Nyoman Dantes, Sabtu (6/5) kemarin, mengatakan, siswa yang mengakhiri proses pendidikannya tidak cukup lulus dari penguasaan kompetensi ilmu pengetahuan saja, akan tetapi harus memiliki kecerdasan hati. Lulusan yang memiliki kecerdasan hati bisa diwujudkan jika peran sekolah dan guru bisa melakukan fungsinya dengan baik dalam mendidik sikap mental, pengetahuan, dan keterampilan seorang siswa. Hal. 19 Generasi Cerdas
HASIL TERBAIK UN 2017 DI BALI SMA PROGRAM IPA NILAI RATA-RATA SMAN 1 Denpasar 81,54 SMAN Bali Mandara 79,33 SMAN 4 Denpasar 78,65 PROGRAM IPS NILAI RATA-RATA SMAN 1 Denpasar 79,48 SMAN Bali Mandara 79, 43 SMAN 4 Denpasar 74,67 PROGRAM BAHASA NILAI RATA-RATA SMAN 1 Singaraja 77,22 SMAN 2 Amlapura 74,90 SMAN 1 Kuta Utara 73,44
SMK
NILAI RATA-RATA SMKN 2 Denpasar 282,64 SMK Farmasi Bintang Persada 277,54 SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar 273,95 grafis/ads
Disdik akan Lakukan Evaluasi
EVALUASI hasil Ujian Nasional (UN) SMA/SMK belum dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Kendati, perolehan nilai siswa termasuk 10 besar sekolah dengan nilai rata-rata tertinggi dan terendah sudah diumumkan pada Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei lalu. Itu artinya, Disdik masih belum memiliki pemetaan terkait kualitas pendidikan di Bali. “Kita kan masih kerja, kan belum bisa kita koordinasi. Evaluasi saja kita belum,
termasuk dengan Ombudsman, dengan BPKP itu kan belum kita lakukan evaluasi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani, saat dikonfirmasi Jumat (5/5) lalu. TIA beralasan, masih berkonsentrasi untuk penyelenggaraan UN SMP yang saat ini sedang dalam tahap pemindaian. Dikatakan, 34 provinsi di Indonesia termasuk Bali telah diminta untuk secepatnya melakukan tahapan tersebut. Dengan demikian, hasil UN SMP
bisa segera diumumkan. “Nanti kalau sudah selesai ujian SMP, selesai pemindaian, artinya penyelenggaraan UN SMP sudah tuntas baru kita lakukan pemetaan secara keseluruhan,” jelasnya. Menurut TIA, evaluasi nantinya bersifat keseluruhan. Mulai dari pelaksanaan UN, apakah ada pelanggaran yang terjadi atau tidak. Kemudian hasil dari UN itu sendiri. Hal. 19 Peringkat Sepuluh
Bali Post/wan
KONVOI PELAJAR - Ratusan pelajar melakukan aksi konvoi mengendarai sepeda motor keliling Kota Denpasar seusai melakukan aksi corat-coret seragam sekolah pascapengumuman kelulusan.
DAERAH
2 IDI Cabang Buleleng Dalami Kasus Salah Obat
Singaraja (Bali Post) – Tidak saja Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang serius menyikapi kasus kesalahan pemberian obat di Puskesmas Buleleng Tiga. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Buleleng juga tidak tinggal diam. Organisasi profesi itu memanggil Kepala Puskesmas Tiga dr. Dewa Made Suteja dan petugas kesehatan di puskesmas setempat dr. Gede BPM/ist Sudimartana yang dr. Putu diduga memberikan resep obat kepada Sudarsana, Sp.O.G. pasien Ketut Yasa (58), warga Kelurahan Penarungan, Kecamatan Buleleng. Ketua IDI Cabang Buleleng dr. Putu Sudarsana, Sp.O.G. Sabtu (6/5) kemarin, mengatakan, dari hasil investigasi, resep yang dituliskan oleh dokter bersangkutan sudah sesuai dengan hasil diagnosis. Hasil ini dikuatkan dari hasil pemeriksaan arsip resep yang diterima di farmasi. Di samping itu, bukti lainnya didapat dari buku resep yang dibawa dokter bersangkuan. Menurut Sudarsana, IDI hanya menemukan adanya kesalahan prosedur dalam proses pelayanan itu. Selain itu, IDI juga menemukan komunikasi yang terkesan kurang etis antara dokter dengan pasien, ketika pasien komplain pada Rabu lalu. Saat itu, dokter menyebutkan bahwa obat tetes telinga yang salah diberikan di bagian awal adalah obat untuk melicinkan mata. “Resep obat sudah sesuai, tapi saat diberikan dari farmasi kok seperti itu (obat tetes telinga) datangnya. Dan setelah pasien komplain, terjadi komunikasi antara dokter dengan pasien yang seperti tidak etis,” katanya. Dari hasil klarifikasi itu, IDI Cabang Buleleng merekomendasikan agar dokter yang bersangkutan ditarik dari tugas pelayanan. Meski merekomendasi untuk menarik dokter puskesmas, akan tetapi kewenangan penuh untuk menindaklanjuti kasus ini tergantung Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) IGN Mahapramana. “Kita hanya merekomendasikan agar tidak bersentuhan dengan pelayanan di puskesmas, sehingga untuk sementara bisa saja di manajemen atau di Diskes. Ini bisa dilakukan tergantung keputusan Kadis Kesehatan,” tegasnya. (kmb38)
BKIPM Ajak Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Mangrove
Mangupura (Bali Post) Serangkaian acara Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan Tahun 2017, dengan tema GEMASATUKATA (Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina), Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) kelas I Denpasar, Sabtu (6/5) kemarin, menggelar aksi sosial berupa penanaman bakau. Berlokasi di Desa Wanasari, dekat pintu tol Bandara, penanaman pohon bakau ini juga diikuti oleh mahasiswa Universitas Udayana dan Universitas Warmadewa. Kepala kantor BKIPM kelas I Denpasar, Ir. Habrin Yake, M.M., pada kesempatan tersebut mengatakan, penanaman bakau ini sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem laut yang ada. Ada 200 bibit bakau ditanam. “Sumber kehidupan di laut yang bisa melindungi kawasan pesisir adalah hutan bakau atau mangrove,” katanya. Kawasan mangrove ini selain untuk menjaga keamanan dari bencana alam, juga untuk memberi nutrisi bagi makhluk hidup yang ada di laut. Dengan adanya tanaman bakau, akan menambah nutrisi yang ada di perairan, sehingga jenis ikan dan makhluk hidup lainnya seperti kepiting dan udang akan mudah didapatkan di perairan tersebut. Selain menanam bakau, pihaknya juga sekaligus melakukan pembersihan terhadap sampah yang berada di kawasan tersebut. (kmb23)
BPM/kmb23
TANAM BAKAU - Penanaman bakau ini sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem laut yang ada.
Minggu Paing, 7 Mei 2017
Diduga Pengemudi Bus Ugal-ugalan
Tabrak Avanza Hingga Hancur Negara (Bali Post) -
Kecelakaan lalu lintas mengerikan terjadi di Jalan Umum Desa Pengeragoan Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana KM 59-60 jurusan Denpasar-Gilimanuk, Sabtu (6/5) siang kemarin. Kecelakaan terjadi antara bus pariwisata K 1578 EW dengan toyota Avanza DK 1777 IQ. Dari informasi, kecelakaan tersebut bermula dari bus Subur Agung K 1578 EW yang dikemudikan oleh Reno Dody Ernanto (39), asal Padangsambian, Denpasar datang dari arah Gilimanuk menuju Denpasar dengan kecepatan tinggi. Setiba di TKP dengan kondisi jalan lurus datar, berusaha mendahului kendaraan lain yang tidak dikenal dengan mengambil jalur lawan. Namun dari arah berlawanan meluncur Toyota Avanza hitam DK 1777 IQ yang dikendarai oleh I Putu Rudi Irawan (25), asal Banjar Penarukan Kelod, Kecamatan Kerambitan, Tabanan juga dengan kecepatan tinggi. Akibat jarak dua kendaraan dari arah berlawanan tersebut sangat dekat, sehingga keduanya tidak bisa menghindar dan terjadilah tabrakan dengan suara benturan yang sangat keras. Akibat kejadian itu, mobil Toyota Avanza hancur, terutama pada bagian sopir. Sementara kondisi bus juga mengalami kerusakan pada bagian depan. Melihat kondisi Avanza yang sangat parah tersebut, warga sekitar menduga sopirnya tidak selamat. Namun ketika dievakuasi, ternyata sang sopir selamat, hanya mengalami luka robek pada kaki kiri dan luka robek pada leher belakang. Sedangkan penumpang mobil avanza Desak Made Rendang Dian Rana Dewi (27), asal Banjar Penarukan Kelod, Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Tabanan mengalami benjol pada dahi kiri. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Nyoman Sukadana yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Kasus kecelakaan itu saat ini ditangani Unit Laka Polres Jembrana. Dikatakan kecelakaan terjadi karena kurang hatihatinya sopir bus Subur Agung yang mendahului kendaraan lain dengan cara mengambil haluan ke kanan, dengan tidak memerhatikan ada kendaraan yang datang dari arah berlawanan hingga terjadi tabrakan. Kecelakaan tersebut juga menimbulkan kemacetan di jalur utama dari dua arah. Namun setelah dilakukan evakuasi arus lalu lintas berjalan lancar. (kmb)
BPM/kmb
HANCUR - Kondisi mobil Toyota Avanza yang ditabrak bus tampak hancur di bagian depan, namun ajaibnya sang sopirnya selamat dari insiden tersebut.
Soal Perampasan Baju dan Bendera
ForBALI Bantah Klaim Kapolres Klungkung
Denpasar (Bali Post) Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) membantah klaim Kapolres Klungkung, AKBP FX Arendra Wahyudi, terkait insiden perampasan baju dan bendera tolak reklamasi Teluk Benoa di Festival Semarapura (Bali Post edisi Sabtu, 6 Mei 2017). Bantahan yang disampaikan Kapolres Klungkung disebut bertolak belakang dengan fakta yang terjadi di lapangan. Seperti diberitakan, Kapolres menyatakan bahwa pihaknya melakukan pengamanan terhadap tongkat bendera yang dikibarkan pada saat konser musik. Tapi pada bagian lain menyebut bahwa pengamanan bendera ForBALI dilakukan
tanpa kekerasan. Pernyataan bahwa pihak Polres Klungkung hanya mengamankan tongkat dibantahnya sendiri dengan menyebut pihak ForBALI yang menyerahkan sendiri benderanya dan setelah acara selesai dikembalikan. “Ketujuh korban menyebut bahwa bendera tolak reklamasi Teluk Benoa yang bergambar logo ForBALI dirampas oleh pihak kepolisian dan ada bukti yang menunjukkan bahwa polisi melakukan perampasan bendera pada saat Semarapura Festival tersebut. Polisi langsung merampas bendera ForBALI, tidak ada dialog apalagi sampai penyerahan bendera dengan baik-baik seperti klaim Kapolres. Yang ter-
jadi adalah Koordinator ForBALI Klungkung berusaha meminta kembali bendera yang dirampas dan namun tidak berhasil. Bantahan Kapolres atas fakta bahwa anak buahnya merampas bendera tersebut adalah pernyataan yang mengada-ada. Kalau memang benar faktanya seperti yang disampaikan Kapolres silakan saja dibeberkan buktinya,” tantang Suriadi Darmoko, Koordinator Divisi Politik ForBALI. Dalih pengamanan tongkat yang dilakukan oleh kepolisian menurut Suriadi hanyalah pembenaran untuk merampas bendera ForBALI. Karena menurutnya, yang terjadi adalah perampasan bendera ForBALI. Dari kronologis kejadian terli-
hat jelas bahwa pihak kepolisian membidik atribut-atribut tolak reklamasi Teluk Benoa. “Anggaplah benar tongkatnya membahayakan sehingga perlu dilakukan pengamanan, lantas untuk tujuan apa kepolisian mengamankan bendera tolak reklamasi Teluk Benoa yang bergambar logo ForBALI pada saat Semarapura Festival tersebut?” tanya Suriadi. Perihal perampasan baju tolak reklamasi Teluk Benoa, ForBALI juga membantah klaim Kapolres Klungkung. Fakta yang dikemukakan oleh ForBALI adalah setelah bendera tolak reklamasi Teluk Benoa dirampas oleh polisi, mereka yang benderanya dirampas, melepas bajunya
yang juga bertuliskan tolak reklamasi dan baju tersebut dikibarkan. Baju yang dikibarkan inilah yang dirampas oleh polisi. “Bukti yang ada menunjukkan bahwa baju tolak reklamasi yang dirampas oleh polisi adalah baju yang dikibarkan, bukan yang dipakai. Dan yang merampas adalah polisi berpakaian dinas,” Ujar Suriadi. Tindakan polisi yang melakukan perampasan bendera dan baju menurut ForBALI sangat kasatmata sehingga bantahan oleh Kapolres Klungkung kejadian tersebut hanya semakin menegaskan keterlibatan polisi dalam pembungkaman gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa. (Kmb32)
BNN ’’Sweeping’’ Tiga Tempat Dugem Enam Positif Narkoba
BPM/ist
SWEEPING - Petugas BNNP Bali dan BNNK saat menggelar sweeping di tempat hiburan malam di Kuta.
Mangupura (Bali Post) Puluhan anggota gabungan BNNP Bali dan BNNK melakukan sweeping di tempat dugem di wilayah Kuta serta Kuta Selatan, Sabtu (6/5) dini hari kemarin. Dari tiga tempat hiburan malam yang di-sweeping yaitu Boshe Club’ Kuta, Wirama Karaoke Nusa Dua dan Level One Karaoke di Central Parkir, Kuta, terjaring enam orang positif sabu-sabu (SS), ekstasi dan benzo. Kabid Berantas BNNP Balo AKBP Ketut Arta, seizin Kepala BNNP Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa mengatakan, razia tersebut dimulai Jumat (5/5)
pukul 23.45 wita hingga Sabtu (6/5) pukul 03.00 wita. Tempat hiburan malam pertama di-sweeping yaitu Boshe Club’ Kuta di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta. Petugas melakukan pemeriksaan badan dan barang bawaan milik pengunjung serta karyawan. Selain itu dilakukan tes urine terhadap pemandu lagu dan pengunjung sebanyak 16 orang. Hasilnya 2 orang pemandu lagu urinenya positif SS dan benzo. Sedangkan sweeping di Karaoke Wirama, Nusa Dua, Kuta Selatan, dilakukan tes urine terhadap 15 orang pemandu lagu. Alhasil satu pengunjung
dan pemandu lagi positif SS serta ineks. Sementara di Level One Karaoke, Central Parkir Kuta, petugas melaksanakan tes urine terhadap pengunjung dan karyawan sebanyak 20 orang. Dari hasil tes urine tersebut, dua orang pengunjung positif SS dan ekstasi serta satu pemandu lagu positif benzo. “Selanjutnya penyalah guna narkotika dan benzo diminta hari Senin tanggal 8 Mei 2017 datang ke kantor BNNP Bali untuk dilakukan asesmen. Selanjutnya mereka akan direhabilitasi,” tegas AKBP Arta. (kmb36)
Narasumber Seminar Nasional di Unud
Rai Mantra Ajak Generasi Muda Berkarya, Beri Kemanfaatan Publik INOVASI dan kreativitas generasi muda dalam era teknologi informasi saat ini menjadi bagian penting dalam menyongsong pembangunan. Di samping itu, generasi muda mampu memberikan solusi dalam semangat muda penuh dengan kreativitas yang mampu menciptakan kemanfaatan bagi publik. “Anak muda dengan segudang kreativitas mampu mewujudkan perubahan dengan memacu kreativitas menjadi muda berkarya yang memberikan kemanfaatan kepada publik,’’ ujar Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional yang digelar Persatuan Mahasiswa Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana (Unud), Sabtu (6/5) kemarin, di kampus setempat. Dalam seminar tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dari universitas negeri dan swasta di Bali dengan mengangkat tema “Generasi Muda Berkarya Untuk Perubahan’’. Rai Mantra mengatakan anak muda saat ini berkarakteristik milenia yang sudah memiliki tanda perubahan yakni lebih memilih ponsel dibanding-
kan TV, wajib memiliki media sosial, kurang suka membaca secara konvensional dan lebih tahu teknologi dibandingkan orang tuanya. Karakteristik ini dapat menjadi tantangan dan kelemahan sebagai orientasi anak muda dalam melihat tantangan ke depan. Sehingga Rai Mantra mengajak generasi muda mampu menggali sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten dalam mengisi perjalanan ekonomi kreatif saat ini dengan adanya sebuah gagasan orange ekonomi. Dalam tataran tersebut dijelaskan Pemkot Denpasar lewat visi dan misi Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya Dalam Keseimbangan Menuju Keharmonisan dengan membalutkan ekonomi kreatif dalam tataran Denpasar Kota Kompeten. Hal ini tak terlepas dari kompetensi menjadi sebuah acuan dalam menjawab perubahan dan tantangan masuknya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang diharapkan Kota Denpasar dapat tumbuh dan berkembang secara kualitas. Dalam tataran ekonomi kreatif telah dibentuk Badan Ekonomi Kreatif Kota Denpasar yang
dapat dimanfaatkan generasi muda dalam melakukan pembahasan mengarah pada Orange Ekonomi yang tidak saja melihat ekonomi berkutat pada menjual dan menerima hasil, namun memikirkan sebuah pertumbuhan ekonomi yang memberikan dampak pada kebahagian masyarakat. Rai Mantra juga menyinggung rumusan kreatif yang meliputi knowledge yakni pengetahuan yang lahir dari pengalaman hidup, imagination yakni keberhasilan suatu gagasan, serta evaluation yakni kemampuan mempertimbangkan gagasan yang dicetuskan serta memberikan kemanfaatan publik. “Jangan takut berubah dan perubahan datangnya dari diri sendiri. Tingkatkan kreativitas, gali pengalaman berikan kemanfaatan kepada publik,’’ Ujar Rai Mantra Sementara Putu Agus Edi Kurniawan dari Jurusan Administrasi Negara Unud mengatakan seminar ini sangat menarik dan menghadirkan pembicara Wali Kota Rai Mantra memberikan pembahasan tantangan anak muda saat ini. Tentu hal ini sangat berkaitan dengan bagaimana
meningkatkan generasi muda dari segi budaya melalui inovasi yang telah dilakukan Pemkot Denpasar dalam meningkatkan
SDM yang kompetitif, seperti adanya event-event anak muda dalam meningkatkan kreativitas mereka. (ad600)
NARASUMBER – Wali Kota Rai Mantra saat menjadi narasumber Seminar Nasional yang digelar Persatuan Mahasiswa Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana (Unud), Sabtu (6/5) kemarin.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
seremonial
Minggu Paing, 7 Mei 2017
3
Tingkatkan Kecintaan Masyarakat Pendaftaran SBMPTN 2017 Diperpanjang, Undiksha Siap Jadi Fasilitator Terhadap Anjing Kintamani Pemkab Bangli Gelar Kontes Anjing
PULUHAN ekor anjing ras Kintamani dan anjing ras lainnya unjuk kebolehan dalam acara kontes anjing di Lapangan Kapten Mudita Bangli, Sabtu (6/5) kemarin. Acara kontes anjing yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli ini, dilaksanakan untuk memeriahkan HUT ke-813 Kota Bangli, sekaligus untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap anjing Kintamani. Acara kontes anjing Kintamani diikuti peserta dari pembudidaya anjing dari Desa Sukawana dan masyarakat umum. Acara kontes yang dibuka Wakil Bupati (Wabup) Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, dihadiri seluruh pimpinan OPD, Perkin Cabang Bali dan HTAKB, serta undangan lainnya. Wabup Bangli Sedana Arta menyampaikan, anjing Kintamani selama ini sudah melalui jalan yang cukup panjang sampai akhirnya ditetapkan sebagai rumpun anjing trah asli Indonesia pada tahun 2014 oleh Kementerian Pertanian melalui surat Keputusan No.581/ KPYS/SR.120/4/2014. Selanjutnya, dari Pemkab Bangli dikuatkan dengan ditetapkannya Perda No. 4 tahun 2015 tentang perubahan atas perda No. 02 tahun 2010 tentang kawasan pelestarian anjing Kintamani Bali. Dimana pada perda yang terbaru, adanya pengakuan terhadap tiga jenis warna dan campurannya yakni putih, hitam, coklat dan anggrek, serta pengembangan kawasan pelestarian menjadi Desa Sukawana, Siakin dan Pinggan. “Sungguh saya menyadari betapa berat perjalanan anjing Kintamani Bali menjadi ras dunia. Tantangan ini akan saya jadikan peluang dalam rangka meningkatkan kepedulian dan kesejahteraan hewan terhadap anjing Kintamani Bali. Saya banyak berharap, melalui anjing Kintamani Bali akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bangli, terutama di habitat asli Kintamani dan juga para breeder anjing Kintamani Bali di Bangli,” terangnya. Pihaknya mengatakan, bahwa tantangan terhadap pengemban-
KONTES ANJING - Seekor anjing Kintamani unjuk kebolehan dalam acara pembukaan kontes anjing yang digelar di Lapangan Kapten Mudita Bangli, Sabtu (6/5) kemarin. gan anjing Kintamani bukan saja karena jumlah kennel pembudidaya yang masih terbatas, juga dipengaruhi oleh adanya ancaman penyakit hewan menular terutama penyakit rabies. Situasi perkembangan penyakit rabies tentunya membatasi pemerintah daerah untuk bisa mengizinkan keluar masuknya anjing dan hewan penular rabies (HPR). “Kontes anjing Kintamani merupakan salah satu upaya mengajak dan mendidik masyarakat untuk lebih memperhatikan kesejahteraan hewan peliharaan, sehingga memberikan peluang bagi anjing Kintamani untuk menjadi tuan di daerahnya sendiri, sepanjang mengikuti tata cara pemeliharaan yang benar,” kata Sedana Arta. Sementara itu, Ketua Panitia Acara Kontes Anjing Kintamani yang juga Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli Wayan Sukartana, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan kontes anjing Kintamani ini merupakan satu rangkaian dengan kegiatan pembinaan teknis budidaya anjing, khususnya bagi pembudidaya di kawasan pelestarian anjing Kintamani di Desa Sukawana. Kontes Anjing Kintamani ini di-
laksanakan untuk meningkatkan kemampuan pembudidayaan anjing dalam meningkatkan kualitas anjing Kintamani yang dihasilkan. “Di samping itu, pelaksanaan Kontes Anjing Kintamani ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap anjing Kintamani,” kata Sukartana. Dijelaskan Sukartana, ada pun kriteria yang dilombakan dalam lomba kontes anjing Kintamani kemarin adalah kategori warna umum (non stambum) dan berstambum. Kontes akan diawali dengan demo ketangkasan anjing Kintamani dan juga anjing trah lain. Pelaksanaan kegiatan kontes dibagi menjadi dua sesi yakni pertama, sesi anatomi anjing Kintamani non stambum dan sesi untuk yang berstambum serta sesi kedua yakni lomba aqitlty anjing trah lain. Masing-masing juara berhak mendapat piala, piagam dan hadiah. Tak hanya itu, setiap peserta yang hadir juga diberikan sertifikat peserta. “Harapan dan langkah selanjutnya, ke depan kita akan berupaya menjadikan anjing Kintamani setara dengan anjing ras lain dan mendapat pengakuan resmi dari F.C.I sebagai anjing ras dunia,” terangnya. (ad599)
Hanya di Pameran Felice Jewellery
Black Diamond Solitaire Rp 1,999 juta PAMERAN perhiasan emas dan berlian kembali digelar Felice Jewellery mulai Minggu (7/5) hingga Rabu (10/5) mendatang. Pameran dilaksanakan di Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Berbagai model perhiasan berkualitas siap menyambut para pecinta berlian di Bali. “Dapatkan Black Diamond Solitaire dengan harga promo Rp 1,999 juta,” ujar Sales Felice Jewellery Bazari saat dikonfirmasi, Sabtu (6/5) kemarin. Menurut Bazari, pihaknya juga menawarkan berlian putih satu karat dengan harga Rp 39 juta dan untuk berlian fashion satu set Rp 15 juta. Ada juga cincin new flower seharga Rp 9,999 juta promo berlian solitaire 0,50 karat seharga Rp 19 juta. Dikatakan, berlian-berlian Felice semuanya dipadupadankan dengan emas putih, sehingga membentuk perhiasan yang indah sekaligus berkelas. Sementara koleksi batu-batu berharga dari Felice, di antaranya blue sapphire, rubi, cat eye dan emerald/jamrud. Bazari menambahkan, berlian fashion yang dihadirkan, seperti anting dan liontin, gelang dan ladies ring, merupakan perhiasan model terbaru. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition, sehingga tidak akan ada duanya di tempat lain. Dikatakan, pembayaran setiap perhiasan bisa dilakukan secara cash, debit, atau dengan kartu kredit. Bazari juga menjamin harga yang ditawarkan Felice sesuai dengan kualitas berlian yang dijual. “Berliannya didatangkan langsung dari Eropa dengan cutting Belgia, desainnya dibuat di Hongkong. Setiap pembelian perhiasan mendapat sertifikat yang selanjutnya bisa dipakai untuk mendapatkan garansi perawatan seumur hidup dengan gratis,” lanjutnya. Felice Jewellery, kata Bazari memang tidak hanya sekadar menjual emas dan berlian yang berkualitas. Karena itulah pihaknya juga memberikan maintenance lifetime guarantee atau garansi perawatan seumur hidup. “Garansi ini sengaja diberikan secara gratis un-
DIES NATALIS - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) merayakan Dies Natalis ke-24. Pada SBMPTN 2017 siap menjadi fasilitator. ujian Paper Based Test (PBT) sebanyak 724.389 orang dan Computer Based Test (CBT) sebanyak 20.787 orang. Selain informasi tersebut, pendaftar SBMPTN yang sudah membayar di bank dan belum melakukan proses penyelesaian sampai cetak kartu, diminta segera memanfaatkan waktu perpanjangan sampai dipastikan dapat mencetak kartu sebagai akhir dari proses pendaftaran. Selain itu, calon peserta SBMPTN juga harus mengetahui/cek lokasi tempat
ujian berlangsung minimal satu hari sebelum ujian. Khusus kepada para calon mahasiswa yang sudah dinyatakan diterima melalui jalur SNMPTN, diminta untuk datang secara pribadi (tidak dapat diwakilkan) dan langsung melakukan registrasi di PTN Penerima pada 16 Mei pukul 07.00 WIB. “Diharapkan kepada calon mahasiswa yang diterima melalui jalur SNMPTN, agar melihat persyaratan secara cermat di laman website PTN penerima masing-masing,” tandas Supradnyan. (ad601)
’’Si Jago” Ogah Bertarung KAYA, tampan, proporsional dan atletis. Hei... wanita, apa yang anda pikirkan? Pria sejati, jantan, kuat, perkasa? Tepat, sempurna (secara fisik). Tetapi secara seksual, belum tentu. Jangan terkecoh dengan chasing (tampilan fisik). Banyak istri mengeluhkan suami mereka tidak berminat lagi melakukan “pertarungan rahasia” di atas ranjang. Padahal secara fisik “si jago“ masih kelihatan sehat dan kuat. Apa masalahnya? Grand Master Metafisika Indonesia Bali, ahli seksual yang sekaligus terapis Klinik Jnana Marga Nengah Edy Warsita menyampaikan, di zaman yang serba teknologi ini justru makin banyak pria yang makin kehilangan hasrat/dorongan seksual atau mengalami penurunan libido rendah. Yaitu sebuah kondisi dimana keinginan seksual tersebut tidak pada tingkat normal atau di bawah rata-rata. Kondisi seperti ini bukanlah hal yang langka. Namun mereka enggan mengakui, menganggap sepele dan tidak termotivasi untuk menyembuhkan diri, apalagi mengunjungi dokter atau ahlinya. Itulah sebabnya libido rendah menjadi masalah seksual yang paling sulit diatasi. Owner Klinik Jnana Marga dan Training Centre Metafisika Indonesia Bali ini menjelaskan libido rendah adalah masalah kesehatan yang bisa dialami oleh wanita maupun pria, tua maupun muda. Namun lebih sering dikaitkan dengan pria, karena hubungannya dengan disfungsi ereksi. Adapun gejala yang paling signifikan dari penurunan libido ini adalah berkurang/ hilangnya keinginan untuk bercinta. Dorongan seksual rendah, tidak tertarik/terangsang dengan hal yang berbau erotik bahkan tidak ada pemikiran tentang seks sama sekali. Beberapa penyebab libido rendah biasanya karena faktor gaya hidup yang buruk, gangguan fisik, mental dan emosional. Untuk menyembuhkannya, antara orang yang satu dengan yang lain berbeda. Itulah sebabnya, sebelum dilakukan penanganan harus dicari dulu faktor penyebab dan akar permasalahannya agar dapat dilakukan penanganan secara tepat. Klinik Jnana Marga dengan metode terapi Janur Sakti dan Piramida sejak tahun 2008, telah banyak membantu menyembuhkan pria dari berbagai macam masalah kesehatan seksual, seperti disfungsi ereksi, ejakulasi dini, libido rendah/kehilangan libido, hyperseksual (menyeimbangkan energi seksual), infertilitas (susah memiliki anak), menambah ukuran mr. P. dan lain–ain. Juga membantu menangani dan memperbaiki pikiran yang kacau, dengan energi metafisika.
Nengah Edy Warsita Yaitu sebuah kekuatan yang terletak pada kekuatan mental, akal pikiran, hati, jiwa serta semua fisik/ tubuh manusia. Energi yang bersumber dari alam yang tersebar di alam semesta. Dapat digunakan dan diserap ke dalam tubuh melalui pernafasan dan membangkitkan semua cakra dalam tubuh. Selain itu, seseorang yang telah melakukan aktifasi energi metafisika ini, sudah bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Menyembuhkan berbagai keluhan atau penyakit dalam dirinya. Salah satunya adalah mengatasi masalah seksual yang dialaminya, yaitu mengatur atau mengendalikan ejakulasi sesuai yang diinginkan. Memperkeras dan tahan lama. Kini juga telah dibuka Jnana Marga Training Centre Metafisika Indonesia Bali. Memberikan pelatihan dan aktivasi energi metafisika untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit yang ada dalam diri. Beralamat di Jalan Gatot Subroto I, Gang Jnana (1 KM arah utara Apotek Anugrah) Denpasar. Telp. 085102111600. Sudah terdaftar di Dinas Kesehatan Denpasar dengan izin nomor 448.3/3.PT.29.VI.12/ DIKES. Sudah tergabung dalam Ikatan Pengobatan Tradisonal Indonesia (IPATRI). Buka setiap hari, dari Senin sampai Sabtu pukul 10.00–17.00 Wita. (ad603)
Yayasan Luh Luwih
Gelar Bazar Buku ’’Menjadi Kaya dan Bahagia’’ tuk memoles kembali emas dan berlian yang kusam karena sering dipakai,” jelasnya. Bagi anda yang gemar mengoleksi perhiasan berlian atau batu, tidak ada salahnya mengunjungi pameran Felice Jewellery. Harga yang relatif terjangkau ditambah desain yang unik, menjadi kelebihan Felice yang patut untuk dipertimbangkan. (ad604)
Selamatkan Cucu, Nenek Tewas Tenggelam di Sungai Yeh Lebah Negara (Bali Post) Duka mendalam dialami keluarga Ni Made Sukri, warga Dusun Swastika, Desa Pangyangan, Pekutatan, Sabtu (6/5) kemarin. Pasalnya, nenek 61 tahun ini tewas tenggelam di sungai Yeh Lebah, Pangyangan, Pekutatan setelah menolong cucunya I Gede Agus Widiasa (10). Kini, jenazah korban disemayamkan di rumah duka. Informasi yang dihimpun kemarin menyebutkan, korban mandi di TKP bersama dua cucunya, salah satunya Agus Widiasa. Tak berselang lama, ketika mereka mandi, korban melihat Agus Widiasa berenang ke areal sungai yang dalam. Bahkan cucunya itu hampir tenggelam. Melihat kondisi itu, korban pun melakukan pertolongan. Ironisnya, setelah cucunya berhasil diselamatkan justru korban yang tenggelam lantaran tidak bisa berenang. Sang cucu yang sudah menepi melihat neneknya tenggelam. Ia pun berteriak minta pertolongan kepada warga sekitar. Adanya teriakan itu membuat warga
PENDAFTARAN Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017, salah satunya di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) yang rencana ditutup 5 Mei, secara resmi diperpanjang sampai 9 Mei mendatang, pukul 16.00 WIB. Perpanjangn juga dilakukan pada pembayaran biaya seleksi sampai 8 Mei, pukul 16.00 WIB. Humas dan Protokol Undiksha Agus Supradnyan menjelaskan, perpanjangan jadwal pendaftaran tersebut dan pembayaran tersebut langsung disampaikan secara resmi Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN 2017. “Itu memperhatikan dinamika khususnya akses di daerah terdepan, terluar dan tertinggal. Dalam pelaksanaan, panitia pusat SNMPTN-SBMPTN telah mengumumkan secara resmi perpanjangan waktu pembayaran dan pendaftaran,” jelasnya, Sabtu (6/5) kemarin. Panitia pendaftaran, sambung Supradnyan juga menyampaikan rekapitulasi sementara data statistik pendaftar SBMPTN 2017 sampai 5 Mei lalu per pukul 13.20 WIB. Peserta yang sudah simpan permanen, untuk kelompok reguler yang terdiri dari Saintek, Soshum dan campuran sebanyak 595.914 orang, bidikmisi 152.203 orang, peserta yang sudah cetak kartu untuk kelompok reguler sebanyak 593.552 dan Bidikmisi 151.724 orang. Sementara untuk peserta
berdatangan ke TKP. Kemudian, salah seorang warga, yakni I Made Oka Wiadnyana (32) melakukan penyelaman. Tubuh korban berhasil ditemukan di dasar sungai yang kedalamannya sekitar 2 meter. Posisi korban saat itu dalam keadaan tertelungkup. Kemudian saksi mengevakuasi korban. Korban diketahui sudah tak bernyawa dan selanjutnya dibawa ke rumah duka. Dari hasil pemeriksaan medis, di wajah korban terdapat sejumlah luka lecet yakni di pelipis kiri dan bibir kiri bawah. Di duga korban mengalami benturan saat tenggelam. Setelah di lakukan pemeriksaan oleh tim medis dari Puskesmas Pekutatan II Gumbrih, dr Agus Surya mengatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai, seizin Kapolres Jembrana saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Kini jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka. (kmb)
Tabanan (Bali Post) Yayasan Luh Luwih menggelar bazar buku dalam rangka mengumpulkan dana untuk melaksanakan kegiatan secara mandiri. Buku dengan judul ‘’Menjadi Kaya dan Bahagia’’ ini ditawarkan yayasan dengan cara unik. Jika biasanya bazar buku menunggu pecinta buku datang, maka dalam bazar ini bukunyalah yang mendekati pecinta buku. ‘’Kami di yayasan ada 22 anggota inti. Kamilah yang menawarkan buku ini kepada masyarakat. Jadi tidak seperti bazar buku lainnya,’’ ujar Ketua Yayasan Luh Luwih Ni Luh Putu Intan Prabasari. Dalam buku yang ditulis Gus Polos atau nama pena dari Ida Sri Mahaprabhu Prahlada Pandyana, pembaca diajak untuk mengetahui apa itu kaya dan bahagia, serta bagaimana menjadi kaya dan bahagia. Menurut Intan, standar kekayaan bagi masyarakat pada umumnya diukur dari segi materi. Padahal manusia sejak lahir sudah memiliki kekayaan yang diberikan oleh sang pencipta. ‘’Hanya saja tidak ada yang menyadari dan mengukur semua hal dengan materi. Buku ini mengajarkan bagaimana kita menyukuri apa yang kita punya. Dan merasa kaya serta bahagia dengan apa yang ada dalam diri kita,’’ ujarnya. Buku ‘’Menjadi Kaya dan Bahagia’’ ini membahas mengenai delapan pemahaman serta pembahasan mengenai bagaimana memahami karakter diri serta bagaimana mereformasi hidup sehingga lebih baik. Hasil penjualan buku dari
Bali Post/san
BAZAR BUKU - Yayasan Luh Luwih menggelar bazar buku yang menawarkan buku ‘’Menjadi Kaya dan Bahagia’’. bazar ini, lanjut Intan, digunakan untuk membiayai kegiatan Yayasan Luh Luwih yang banyak berkecimpung di bidang sosial. Selain memberikan pendidikan bagi remaja bagaimana menghormati orangtua, mempertahankan tradisi dan budaya, kegiatan sosial yang rutin dilakukan seminggu sekali adalah melakukan perawatan rumah bagi para lansia, terutama di daerah seputaran kantor Yayasan Luh Luwih di Banjar Tegal Mengkeb Kaja, Desa Tegal Mengkeb
Seltim Tabanan. ‘’Dianggota inti kami ada tiga orang dokter, sehingga setiap minggu kami rutin melakukan pemeriksaan kesehatan bagi lansia ke rumah-rumah,’’ jelasnya. Peminat buku ‘’Menjadi Kaya dan Bahagia’’ ini ternyata cukup banyak. Bahkan hingga ke luar negeri. Menurut Intan selain Bali, buku telah dikirim ke Australia dan Amerika. Untuk di Indonesia buku ini telah dikirim ke Kupang, Labuan Bajo dan Riau. (kmb24)
4
Minggu Paing, 7 Mei 2017
Menyiapkan Generasi Emas 2045 Sejak Dini pada Lingkungan Keluarga
TAHUN 2045 nanti, tepat pada perayaan seabad proklamasi, Indonesia mendapat sebuah berkah yang sangat berharga dari Tuhan Yang Maha Esa. Berkah itu berupa bonus demografi, yaitu Indonesia akan memiliki jumlah penduduk usia produktif lebih banyak daripada penduduk berusia non produktif. Penduduk produktif itu adalah penduduk yang berusia 0 – 20 tahun pada tahun 2010. Penduduk ini disebut generasi emas karena mereka diharapkan mampu membawa Indonesia menuju massa keemasan. Generasi emas 2045 tentu harus memiliki karakteristik yang spesial dibandingkan generasi sebelumnya. Selain diharapkan mampu mengisi kemerdekaan dan melanjutkan citacita nasional, mereka juga diharapkan mampu membawa Indonesia menuju massa keemasan. Karakteristik spesial generasi emas 2045 dapat dilihat dari aspek kognitif, sosial emosional, bahasa, psikomotor dan agama. Karakter kognitif yang dimaksud adalah memiliki kecerdasan yang tinggi, secara sosial emosional adalah memiliki akhlak mulia dan nasionalisme, menguasai bahasa asing (karakter bahasa), memiliki keterampilan (psikomotor) yang bernilai jual pada persaingan global dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jika semua generasi emas 2045 memiliki karakteristik tersebut, maka niscaya mereka akan mampu mengembalikan massa emas Indonesia yang pernah dicapai di era kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Agar memiliki karakter “emas” tersebut, maka generasi emas 2045 harus disiapkan sejak dini secara optimal. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah melalui pendidikan. Dengan demikian, selain mengoptimalkan proses pendidikan dasar, menengah dan tinggi, pendidikan pada tingkat usia dini (0 – 5 tahun) atau usia pra sekolah pun harus dioptimalkan juga. Apalagi pada usia 0 – 5 tahun anak sedang mencapai usia emas (golden age) yang merupakan usia anak mampu menyerap ide dan ilmu pengetahuan lebih optimal daripada ketika ia telah dewasa. Usia emas itu juga merupakan massa kritis sang anak karena jika tidak mengalami perkembangan yang optimal, maka akan menimbulkan masalah pada sang anak di usia berikutnya. Kognitif Perkembangan kognitif, sosial emosi, bahasa dan psikomotor anak usia pra sekolah berbeda-beda menurut para ahli. Namun diantara perbedaan
itu terdapat beberapa kesamaan-kesamaan. Perkembangan kognitif anak usia prasekolah meliputi kemampuan mengenal perbedaan jenis kelamin, mampu membentuk konsep sederhana tentang gejala alam dan sudah mulai mengenal beberapa angka dan huruf. Kemudian, perkembangan bahasa pada anak usia prasekolah umunya sudah bisa berbicara dan bercerita sederhana. Mengenai perkembangan sosial emosi pada massa anak prasekolah, pada massa ini umumnya anak sudah bisa menunjukkan sikap berbagi, menghargai orang lain, menunjukkan ekspresi marah dan senang dan bisa bekerjasama dengan teman seusianya. Terakhir, perkembangan psikomotor pada anak usia prasekolah umumnya sudah mulai bisa berdiri dan berjalan, mencuci tangan sendiri, menggambar, menulis dan menggunakan pakaian. Lantas, apakah semua generasi emas 2045 usia dini tersebut bisa mencapai perkembangan-perkembangan itu secara optimal? Tentu jawabannya belum, karena sejauh ini masih banyak anak-anak yang telah usianya telah melewati usia prasekolah namun belum mencapai perkembanganperkembangan yang mestinya sudah dicapai pada massa prasekolah. Contoh anak yang mengalami keterlambatan perkembangan kognitif adalah sulit berkonsentrasi dan memusatkan perhatian ketika mengikuti pelajaran, pelupa dengan tugas sehari-hari, belum mengenal angka dan huruf serta berbagai contoh keterlambatan lainnya. Kemudian contoh anak yang mengalami keterlambatan perkembangan sosial emosional adalah anak yang agresif (suka menyerang/memukul), antisosial, rasa takut berlebihan (phobia) dan sifat egois yang tinggi. Keterlambatan perkembangan bahasa pada anak dapat kita lihat pada banyaknya anak yang tidak lancar berbicara (gagap) dan kegagalan dalam membentuk kata dan menerjemahkan kata (afasia). Mengenai ciri anak yang mengalami keterlambatan perkembangan psikomotor adalah banyaknya anak yang masih belum bisa mengatur keseimbangan dan belum mampu menggambar bermakna, mewarnai dengan rapi dan keterlambatan lainnya. Perkembangan Keterlambatan perkembangan kognitif, bahasa, sosial emosional dan psikomotor pada anak ini tentu akan memberikan berbagai dampak buruk pada si anak pada usia selanjutnya. Anak yang mengalami keterlambatan perkembangan kognitif tentu akan
mengalami kesulitan ketika menempuh jenjang pendidikan formal. Kemudian, anak yang mengalami keterlambatan perkembangan bahasa tentu nantinya akan sulit berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Terlebih lagi di era globalisasi dan suasana multikultur sekarang ini kita dituntut untuk menguasai lebih dari satu bahasa. Mengenai dampak buruk untuk anak yang mengalami keterlambatan perkembangan sosial emosional, yaitu si anak akan mengalami kesulitan untuk bersosialisasi sehingga mengingkari hakikat hidup manusia sebagai makhluk sosial. Bahkan, si anak itu bisa tumbuh menjadi anak yang separatis. Terakhir, untuk anak yang mengalami keterlambatan perkembangan psikomotor tentu akan sulit tumbuh menjadi anak yang mandiri. Banyak faktor yang menyebabkan anak-anak mengalami keterlambatan perkembangan-perkembangan tersebut seperti cacat (bawaan lahir), gizi buruk, kurangnya sarana dan prasarana yang bisa memfasilitasi perkembangan anak serta faktor orangtua. Fokus tulisan ini adalah mengkaji faktor orangtua. Ya, salah satu keterlambatan perkembangan anak usia prasekolah disebabkan karena faktor pemahaman orangtua yang belum optimal tentang perkembangan anak dan kurangnya waktu kebersamaan orangtua dengan anak. Rendahnya pemahaman orangtua tentang perkembangan anak bisa disebabkan oleh tingkat pendidikan orangtua yang rendah dan kurangnya referensi dan sosialisasi tentang perkembangan anak. Terkait waktu kebersamaan orangtua, memang menjadi dilema. Di satu sisi orangtua harus mencari nafkah untuk kehidupan anak dan keluarga namun kurang memperhatikan anak, tetapi jika fokus untuk memperhatikan anak maka tentu tidak ada pemasukan untuk keluarga. Selain karena faktor nafkah, kurangnya waktu kebersamaan orangtua dengan anak juga disebabkan dengan pola pikir orangtua yang masih keliru. Orangtua lebih memilih menyewa tenaga pengasuh anak untuk menyerahkan sepenuhnya proses pendidikan anak. Padahal pendidik utama di lingkungan keluarga adalah orangtua sendiri. Terkadang orangtua juga menyerahkan secara penuh tanggung jawab pendidikan anaknya pada guru di sekolah (PAUD). Hal ini tentu tidak efektif sebab waktu guru bersama anak cukup singkat (3 – 8 jam) dan di sekolah tentu guru tidak hanya menangani satu anak saja sehingga tidak bisa fokus. Faktor-faktor
inilah yang menyebabkan banyak orangtua kurang mampu mengontrol perkembangan anak mereka di usia pra sekolah. Generasi Emas Dalam rangka mempersiapkan generasi emas 2045 usia dini, tentu memerlukan Tri Pusat Pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Berpijak pada filosofi keluarga adalah tempat pertama dan utama dalam proses pendidikan, maka keluarga selayaknya dijadikan ujung tombak dalam mempersiapkan generasi emas 2045 usia dini. Keluarga adalah tempat pembentukan pondasi karakter generasi emas 2045, sekolah sebagai tempat untuk memantapkan dan masyarakat sebagai tempat menerapkan karakter yang telah dibuat. Sebelumnya telah dipaparkan bahwa pendidikan anak usia dini di lingkungan keluarga terdapat beberapa permasalahan khususnya pada orangtua. Permasalahannya adalah kurangnya pemahaman orangtua tentang pendidikan anak usia dini. Padahal, orangtua sendiri adalah pendidik di lingkungan keluarga. Mengatasi hal tersebut ada dua solusi yang ditawarkan. Pertama adalah sosialisasi tentang pendidikan anak usia dini kepada seluruh orangtua yang memiliki anak usia dini. Jadi, pemerintah dalam hal ini melalui Kemendikbud menerbitkan sebuah buku yang berisi tentang perkembangan anak usia dini yang berisi tentang kemampuan yang harus dicapai anak pada usia tertentu, cara orangtua melatih anak agar mencapai kemampuan tersebut dan bagaimana cara orangtua mengevaluasi anak mereka apakah sudah mencapai kemampuan tersebut. Buku tersebut dilengkapi dengan media yang diperlukan dalam melatih kemampuan anak usia dini. Buku ini nantinya diberikan kepada seluruh orangtua secara gratis. Kedua, mengadakan parenting class (kelas orangtua) secara rutin di setiap desa. Parenting class adalah sebuah teknik untuk mengumpulkan para orangtua di suatu tempat tertentu diberikan berbagai bimbingan dan penyuluhan terkait dengan perkembangan anak usia dini. Sebelumnya, pemerintah merekrut konselor anak usia dini di setiap desa. Konselor ini bisa berangggotakan guru PAUD, guru bimbingan konseling (BK), dokter spesialis anak, bidan, psikolog atau orangtua yang sudah memiliki pengalaman dalam mendidik anak. Konselor-konselor inilah yang nantinya akan memberikan bimbingan dan
ANAK - Pola pikir orangtua terhadap pendidikan anak usia dini pun harus segera diubah. Sebelumnya telah disebutkan bahwa banyak orangtua yang berpikir bahwa pendidikan anak usia dini adalah tanggung jawab guru PAUD sehingga mereka menyerahkan proses pendidikan anak mereka kepada guru. Tentu mereka harus menyadari bahwa keluarga adalah tempat pertama dan utama dalam proses pendidikan. penyuluhan kepada para orangtua pada saat parenting class. Konselor ini juga berfungsi sebagai fasilitator dan evaluator. Sebagai fasilitator yaitu konselor memberikan solusi atau membantu para orangtua yang mengalami kesulitan dalam melatih kemampuan anak mereka. Terkait fungsi evaluator, para konselor ini dalam jangka waktu tertentu bisa berkunjung ke rumah-rumah untuk mengevaluasi perkembangan kemampuan anak usia dini. Tes yang digunakan adalah tes DDST (Denver Developmental Screening Test) atau tes kelainan perkembangan anak dengan metode skrining. Hasil evaluasi ini kemudian dikomunikasikan kepada orangtua si anak untuk didiskusikan dan ditindaklanjuti. Peran pemerintah cukup vital dalam program ini. Selain menyediakan berbagai sarana prasarana seperti buku pedoman, media belajar dan rekrutmen para konselor, pemerintah juga tentu harus memberikan gaji yang layak kepada para konselor agar mereka bisa bekerja dengan semangat dan profesional. Pemerintah juga harus membebaskan orangtua dari segala biaya pemanfaatan jasa konselor. Pola Pikir Pola pikir orangtua terhadap pendidikan anak usia dini pun harus segera diubah. Sebelumnya telah disebutkan bahwa banyak orangtua yang berpikir
bahwa pendidikan anak usia dini adalah tanggung jawab guru PAUD sehingga mereka menyerahkan proses pendidikan anak mereka kepada guru. Tentu mereka harus menyadari bahwa keluarga adalah tempat pertama dan utama dalam proses pendidikan. Orangtua pun adalah pendidik yang utama dan pertama. Kebersamaan anak terhadap orangtua harus ditingkatkan. Hasil penelitian Harmaini (2013), menyatakan bahwa sebanyak 65,5% orangtua ternyata tidak berada di dekat anak ketika mereka berada di rumah. Tentunya ini hal yang cukup mengejutkan bagi kita semua. Berkaca pada hasil penelitian tersebut, orangtua tentunya harus pandai memanajemen waktu serta memilih pekerjaan dan karier yang sekiranya tidak mengurangi waktu kebersamaan bersama anak. Dengan demikian orangtua akan mampu mendidik dan mengontrol perkembangan anak mereka. Pemerintah Indonesia sangat berharap pada generasi-generasi emasnya agar mampu membuat Indonesia menjadi lebih baik. Kita berharap dengan optimalnya pendidikan generasi emas usia dini pada lingkungan keluarga, Indonesia akan mencapai massa emasnya di tahun 2045 nanti. Semoga! lI Komang Wisnu Budi Wijaya, S.Pd.,M.Pd, Guru SMA Doremi Excellent School
Menumbuhkan Kebiasaan Belajar Ala bisa karena biasa. Itulah peribahasa yang sering disampaikan seorang guru kepada anak didiknya saat memberikan semangat agar terbiasa belajar. Kebiasaan belajar perlu terus ditumbuhkan di kalangan anak-anak bangsa. Sebuah kebiasaan jika dilakukan secara berkesinambungan akan menjadi sebuah pembiasaan. Kebiasaan belajar akan menjadikan anak-anak bangsa selalu ingin tahu dan selalu berupaya memperdalam ilmu pengetahuannya. Ilmu pengetahuan yang berkembang amat pesat diperlukan sebuah upaya agar tumbuh kebiasaan belajar. Memang tidak mudah untuk menumbuhkan kebiasaan belajar. Akan tetapi, sebagai guru selalu berupaya agar perilaku ini bisa tumbuh dengan sendirinya. Dalam konsep ini terimplikasi disiplin belajar yang berkesinambungan berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.
ILMU - Perkembangan ilmu pengetahuan menuntut adanya sikap yang mandiri dalam belajar. Menumbuhkan kebiasaan belajar sebagai salah satu upaya menjadikan anak-anak bangsa mampu menghadapi perkembangan zaman. Tidak bisa dipungkiri bahwa kebiasaan belajar dan selalu menggali ilmu pengetahuan akan menjadikan dirinya sebagai anak-anak bangsa yang tangguh dan bisa memenangkan persaingan dalam era sekarang ini. Guru memiliki peranan yang amat strategis dalam menumbuhkan kebiasaan belajar.
Harus diakui bahwa kebiasaan belajar perlu kerja keras dari pendidik dan komponen pendidikan lainnya agar tumbuh secara alami dari dalam peserta didik. Waktu belajar yang amat singkat di sekolah dimanfaatkan secara optimal hingga beragam ilmu pengetahuan terserap secara maksimal. Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang tepat di dalam upaya menumbuhkan kebiasaan belajar dan selalu berupaya terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Peserta didik sebagai aset bangsa memiliki peranan yang amat penting dalam proses pembangunan bangsa. Pemerintah telah berupaya menumbuhkan kebiasaan belajar karena telah mencanangkan budaya literasi dengan Gerakan Literasi Nasional (GLN), sebagai langkah awal agar anak-anak
bangsa terbiasa belajar. Awalnya, tentu dari terbiasa membaca dan pada akhirnya diharapkan melahirkan sikap keterbacaan yang optimal. Anak-anak bangsa yang tidak disiapkan secara matang agar terbiasa belajar akan mengalami kendala dalam pergaulannya ke depan. Kebiasaan Belajar Guru tentu memiliki strategi tertentu agar kebiasaan belajar terus bertumbuh dan berkembang. Beberapa yang bisa dilakukan, misalnya (1) menginformasikan bahwa ada buku baru atau bahan bacaan yang menarik agar segera diketahui peserta didik. Dalam konsep ini, guru juga senang belajar dan terus berupaya mengisi dirinya. (2) Guru memberikan kesempatan mencari tulisan-tulisan,
artikel-artikel, atau esai yang berkaitan dengan materi pembelajaran serta peserta didik diberikan kesempatan merangkumnya. (3) Guru menyampaikan bahwa sumber belajar yang telah dirangkumnya bisa dijadikan sumber belajar yang baru yang bermanfaat tidak hanya bagi dirinya juga bagi keilmuan. (4) Guru memberikan wahana beragam informasi yang bisa dijadikan rujukan bagi peserta didik untuk memperdalam ilmu pengetahuannya. (5) Guru membiasakan agar peserta didik selalu berprestasi sesuai dengan bakat dan minatnya. (6) Guru tiada henti-hentinya memotivasi peserta didik agar tetap bersemangat untuk menggali ilmu pengetahuan. Upaya-upaya yang dilakukan guru seperti di atas tentulah tidak mudah. Akan tetapi, sebagai panggilan hati seorang pendidik yang memiliki tanggung jawab moral pastilah akan selalu berupaya mengoptimalkan ketercapaian pembelajaran. Peserta didik ditanamkan sikap berprestasi dan berupaya agar bisa memenangkan sebuah persaingan secara sehat, bermoral, dan bermartabat. Guru sebagai salah satu penentu keberhasilan peserta didik dalam belajar. Kebiasaan belajar ini bisa dilihat dalam keseharian. Permendiknas No.41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Pendidikan Nasional, menyatakan bahwa
tugas utama guru sebagai pendidik professional yang diharapkan memiliki kompetensi dalam membuat perencanaan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan melaksanakan penilaian (asesmen). Tugas-tugas ini berkaitan dengan pembiasaan belajar sebagai bagian dari pendidik yang profesional. Peserta didik yang memiliki minat belajar tinggi diharapkan hasil belajarnya bisa optimal. Menjadi guru profesional perlu proses. Menjadikan anak didik biasa belajar sebagai salah satu wujud keprofresionalan seorang guru. Perkembangan ilmu pengetahuan menuntut adanya sikap yang mandiri dalam belajar. Menumbuhkan kebiasaan belajar sebagai salah satu upaya menjadikan anak-anak bangsa mampu menghadapi perkembangan zaman. Tidak bisa dipungkiri bahwa kebiasaan belajar dan selalu menggali ilmu pengetahuan akan menjadikan dirinya sebagai anak-anak bangsa yang tangguh dan bisa memenangkan persaingan dalam era sekarang ini. Guru memiliki peranan yang amat strategis dalam menumbuhkan kebiasaan belajar. Menjadikan belajar sebagai bagian dari pembiasaan hidup peserta didik wujud memuliakan guru dalam menjalankan tugas-tugas keprofeionalannya. lIBW Widiasa Keniten
Paha Kencang dengan Posisi Duduk Berlatih dengan posisi duduk di lantai tak kalah penting bila dilakukan dengan rutin serta menggunakan alat bantu tongkat pendek. Kenapa tidak? Latihan jadi semakin mengasyikkan karena gerakannya yang tidak terlalu sulit. Isilah hari-hari ceria dengan latihan yang bermanfaat untuk mengencangkan paha, seperti yang dilakukan oleh Instruktur Wayan Masrini dari Lala Studio.
Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.
Gb. I: Posisi duduk di lantai dengan kaki kanan lurus selonjor di lantai sedangkan kaki kanan ditekuk. Naik-turunkan kaki kiri dengan mempertahankan posisi tubuh tetap tegak dan lakukan pada 2x8 hitungan, setelah itu lakukan pada kaki satunya dengan hitungan yang sama pula.
Gb. II: Tetaplah duduk tegak di lantai dengan menekukkan kedua kaki dan tutup rapat, sedangkan kedua lengan lurus memegang tongkat pendek. Rebahkan kedua lutut ke arah kiri setelah itu ke arah kanan dan ulangi beberapa kali.
Gb. III: Untuk mengencangkan paha bagian samping, tetaplah duduk tegak dengan kedua kaki ditekuk. Luruskan kaki kanan sembari mengarahkan tongkat ke kanan setelah itu ganti ke arah kiri dan ulangi gerakan tadi pada 4x8 hitungan.
Dengan latihan yang tekun dan disiplin, maka hasil yang maksimal dapat diperoleh serta salam bugar dari Lala Studio.
Gb. VI: Untuk mengencangkan paha bagian dalam, ambillah posisi seperti yang nampak pada gambar. Condongkan badan ke depan, dengan meluruskan kedua lengan depan dada. Ulangi hingga 3x8 hitungan.
Kupon
5
Minggu Paing, 7 Mei 2017
Resensi Buku
Dunia Mistik Bali Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Terbit Jumlah hal.
: Mengenal Alam Gaib : I Gusti Ngurah Harta : Pustaka Bali Post : Cetakan Ketujuh, 2016 : 156 hal.
BALI memang selalu menarik untuk dikulik. Bali tidak hanya terkenal karena destinasinya yang cantik, tetapi banyak juga mitos-mitos yang berseliweran menggiring Bali menjadi perhatian publik domestik maupun internasional. Salah satunya yang tidak kalah eksis adalah kehidupan mistis Bali. Buku ini mencoba mengungkap beberapa hal yang masih dinilai gaib dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dimengerti. Himpunan tulisan yang pernah dimuat dalam rubrik Konsultasi Alam Gaib pada Mingguan Prima ini membahas berbagai hal yang berhubungan dengan dunia gaib. Leak, gamang, wong samar, memedi atau apa pun namanya, sampai kini selalu menjadi bahan pembicaraan menarik. Banyak orang senang menonton kesenian atau pertunjukan yang diisi suasana seram atau berbau magis. Buku ini menawarkan informasi yang cukup untuk mengenal secara detail dunia mistik di Bali. (osi)
Horor Perempuan Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Terbit Jumlah hal.
: Sihir Perempuan : Intan Paramaditha : Gramedia : 2017 : 158 hal.
MENULIS tentang sisi gelap --horor memang selalu menarik jika dibicarakan. Tetapi apa jadinya ketika beragam kisah horor itu menjadi kemasan yang berbeda. Kemasan yang menawarkan sesuatu yang baru, unik, dan mengandung sisi-sisi feminisme? Sihir Perempuan adalah kumpulan dongeng gelap tentang perempuan-perempuan yang tak patuh. Perempuan-perempuan yang gelisah. Perempuan-perempuan yang memilih polapola hidupnya sendiri. Membentuk kebenaran sendiri yang tidak biasa. Perempuan-perempuan dalam buku ini bisa menjadi siapa saja, apa saja: ibu, anak, karyawati yang baik, hingga boneka porselin. Namun, dalam buku ini yang menghadirkan 11 cerita pendek, peran-peran yang seharusnya nyaman justru diteror oleh lanskap kelam penuh hantu gentayangan, vampir, dan pembunuh. Penulis cukup mahir mengolah genre horor, mitos, dan cerita-cerita lama dengan perspektif feminis. (osi)
Bunga
CERPEN KOPLAK terdiam, dia ingat sebuah buku kumpulan cerpen yang ditulis oleh seorang lelaki berjudul, Dilarang Mencintai Bunga-Bunga. Ketika menemukan buku itu Koplak merasa buku itu adalah buku yang paling menarik diantara semua buku yang ada di toko buku. Dilarang Mencintai Bunga-Bunga, sepertinya jadi obat, atau daya tawar bagi koplak. Karena puluhan tahun Koplak hidup dengan seorang anak perempuan yang hobi menanam beragam bunga. Setiap jengkal rumah juga beraroma bunga. Awalnya jujur saja Koplak tidak menyukai bunga. Kesannya feminin dan tidak membuat hidupnya makin bergairah. Membayangkan bunga, bagi koplak selalu membuatnya merasa cengeng. Merasa hidup terlalu sayang untuk dibuang percuma. Karena menghirup harum bunga, membuat Koplak kembali merasa sebagai lelaki yang lemah, lelaki yang tidak lagi tanggung. Lelaki yang hobinya bermimpi. Harum bunga yang menyentuh hidungnya selalu membuatnya terjerembab ke masa lalu. Masa jatuh cinta dengan Ni Luh Wayan Langir. Bagi Koplak bunga selalu mengingatkannya pada Langir. Perempuan yang teramat dicintainya. Perempuan yang menitipkan buah cintanya yang masih merah kepadanya. Tidak ada kata-kata yang tertinggal ketika perempuan itu pergi begitu saja, sambil menyerahkan potongan dagingnya kepada Koplak. Daging seorang bayi perempuan, Ni Luh Putu kemitir. “Aku menyukai bunga kemitir. Karena baunya aneh,” suatu hari Langir berkata kepadanya dengan riang. Sambil menyebar beragam bibit bunga Kemitir di teras depan rumah. Awalnya Koplak kaget juga, biasanya perempuan itu sukanya hal-hal yang berbau wangi. Jika menanam bunga pasti memilih menanam bunga mawar, melati, kemuning, kamboja, cempaka, kenanga dan entah bunga apa saja yang pasti baunya wangi. Langir memang perempuan sedikit aneh, mungkin karena keanehannya itulah yang membuat Koplak jatuh cinta mati padanya. Langir tidak cantik. Tidak juga manis. Tidak seksi. Kulitnya juga sedikit dekil dan cenderung kotor dan tidak terawat. Rambutnya juga tidak halus dan lembut seperti iklan-iklan di TV. Langir itu perempuan apa adanya, baginya hidup itu harus diisi dengan hal-hal berguna. Jika ingin berhasil, jangan pernah mengganggu rejeki orang. Jadi ketika melihat acaraacara TV jika malam tiba, Koplak merasa heran. Kenapa orang-orang harus sibuk membuat lembaga yang bernama KPK, Komisi Pemberantasan korupsi. Mengapa orang-orang yang merasa dan mengaku terhormat bisa menjadi pencuri? Mengapa para pencuri uang rakyat itu tidak malu? Mereka juga tidak merasa bersalah. Tidak juga takut dengan hukuman dari Tuhan. Dari apakah Tuhan menciptakan manusia-manusia rakus itu? Melakukan apa saja dan merasa melakukan kebaikan tertinggi. Koplak terdiam. Harusnya mereka-mereka itu, orang-orang terhormat itu malu dengan rakyat, rakyat itu ya orangorang seperti Koplak. Sudah gajinya kecil. Hidup pas-pasan, tetapi tetap rajin membayar pajak. Terus hasil kerja keras itu digunakan para petinggi terhormat itu untuk menata hidupnya. Untuk membuat mereka jadi terhormat lagi. Apakah mereka takut miskin? Koplak teringat Langir. Perempuan biasa-biasa saja. Perempuan yang hobinya menanam bunga kemitir. “Kalau kita ingin kaya, ingin hidup lebih baik. Ya, harus bekerja keras. Jangan pernah mengambil dan men-
Oleh Sarasvati Putri
curi hak orang lain.” Kata-kata Langir terus berdenting di telinga Koplak. “Hidup itu harus diisi oleh hal-hal yang berguna. Minimal berguna untuk keluarga.” Kata Langir dengan tenang. Wajahnya selalu datar. Tidak ada yang istimewa pada perempuan itu. Anehnya, Koplak jatuh hati. Cinta mati pada Langir. Semua masa lalu itu terus menggigiringnya pada kata bunga! Koplak takjub dengan beragam warna dan jenis bunga dikirim orang-orang, tepatnya rakyat kecil ke balai kota di Jakarta. Koplak terharu. Koplak mengingat Langir ketika sorot kamera TV menyorot beratus-ratus bunga yang dikirim rakyat untuk seorang gubernur yang kalah dalam Pilkada. “Zaman ini memang sudah zaman aneh.” “Kok aneh?” “Anehlah.” “Tidak aneh.” “Kamu seperti ahli nujum saja, koplak,” jawab temannya di kantor desa ketus. “Pemimpin itu kalau dihormati rakyat ya seperti itu.” “Karangan bunganya yang dikirim ke balai kota kok seperti ucapan bela sungkawa.” “Itu bukan ucapan duka.” “Terus, apa?” “Prihatin.” “Prihatin apa?” “Rakyat itu sesungguhnya sudah jenuh. Capek. Bosan. Mual. Jenuh. Tidak ada yang selesai di negeri ini. Kalau diibaratkan, rakyat itu seperti anak kecil yang tidak lagi memiliki orang tua.”
“Memang rakyat punya orang tua?” “Punya!” “Siapa?” “Pemerintah. Orang-orang yang diberikan kekuasaan oleh rakyat.” Koplak berkata serius. Matanya terus berputar-putar. Rasanya hampir saja Koplak frustasi melihat beragam bentuk kecurangan, hinaan, kebisingan, ketakutan yang dialami oleh orangorang. Rakyat takut bersuara, karena kalau bersuara sedikit saja dialihkan menjadi isu agama. Koplak menarik nafas. Saat ini, kata agama begitu berkuasa dan sangat menakutkan. “Jangan coba-coba menghina orang, bisa jadi kamu akan di buli seumur hidup.” Kata seorang teman mengingatkan Koplak. “Menjadi pemimpin itu saat ini harus waspada. Sekali salah langkah kau akan masuk lubang neraka!” Dewa Ratu! Masuk lubang neraka? Siapa sesungguhnya yang menciptakan kelas neraka dan kelas surga? Siapa yang ber hak menentukan si A masuk surga. Si B masuk neraka? Apakah ada nilainya? Nilai yang bisa di upload di hp, atau di laptop, dikirim via email? Siapa yang menentukan aturan main itu? Manusia seperti apa yang bisa menilai seseorang itu dekat atau jauh dengan Tuhan? “Sudah! Kau tidak perlu banyak bicara!” “Tetapi aturan itu harus jelas.” “Saat ini terlalu banyak aturan. Kita tidak akan membuat aturan baru.” “Bagaimana kita rakyat kecil bisa taat pada peraturan yang dibuat
penguasa?” “Harus baca aturan itu.” “Aku sudah membacanya berulang kali. Kenapa kami yang kecil harus taat.” “Karena kalianlah yang harus jadi contoh, Koplak.” Koplak terdiam. Harum bunga kamboja mengguyur seluruh sekatsekat ruang tamu yang sunyi. Tibatiba Koplak mencium bau bunga Kemitir. Bunga yang ditanam Langir di depan teras, berjeher rapi. Jika musim berbunga, seluruh pohon itu seperti menunduk karena keberatan bunga. Bunga kemitir memang terlihat cantik, tetapi sesungguhnya Koplak tidak suka dengan baunya. Kurang menggoda dan kurang menggairahkan. “Pikiran lelaki memang selalu kotor!” Langir biasanya berkata ketus. “Kok kotor?” “Bunga saja bisa menggairahkan. Pemikiran yang aneh.” “Aku suka dengan bunga yang wangi, Langir. Tetapi bungamu itu baunya kurasa membuatku tidak nyaman.” “Kok bisa tidak nyaman?” “Kurang wangi sedikit.” “Ini namanya efektif menggunakan lahan, koplak.” “Maksudmu?” “Kau lihat, jika seluruh kebun ditanami bunga kemitir, tanah kita bisa dimanfaatkan untuk produksi. Kita bisa jadi produsen. Biasanya kita ini kan konsumen. Apa-apa beli. Jika selutuh bungaku sudah berbunga, aku bisa menjual bunga-bunga ini ke pasar. Lumayan untuk tambah-tambah uang dapur. Aku tidak ingin jadi istri yang memaksamu melakukan ini-itu untuk membeli kebutuhan hidupku. Aku bisa mandiri. Tanah berfungsi, aku pun bahagia.” Begitulah Langir menata rumah. Beragam bunga di taman dirawat selama dia mengandung, sehingga Langir pun tidak kesepian. Bungabunga itu tumbuh subur dan Langir menjualnya kepada para pedagang canang yang ada di desanya. Perempuan itu bagi Koplak adalah perempuan yang dipenuhi dengan ideide yang luar biasa. Berapa sih penghasilan seorang pegawai kantor desa? “Yang penting kamu itu kerja, Koplak. Lelaki yang tidak bekerjja itu memalukan. Kau harus bekerja dengan jujur. Jangan terbiasa menerima tips jika ada orang-orang yang memintamu mengurus ini-itu tanpa antri. Kau paham maksudku?” Koplak terdiam. Sayang Langir keburu pergi. Dia tidak bisa menyaksikan orang-orang yang mengaku terhormat menggunakan baju KPK, tetapi gaya mereka tetap gaya seorang selebriti. Senyum mereka pun tetap manis. Seolah sorotan lampu kamera tidak membuat mereka jengah. Apalagi malu. Teringat bunga-bungai di balai kota di Jakarta yang dikirim oleh orangorang yang tanpa suara. Orang-orang yang memiliki suara tetapi enggan bersuara, karena suara mereka sudah ditiru dengan suara-suara penuh amarah. Kata-kata tidak lagi cukup untuk mengukur keinginan mereka. Diam itu satu-satunya cara untuk tetap memiliki suara untuk hidup yang lebih baik. Bunga-bunga itu yang jumlahnya ratusan adalah suara -suara dari rakyat yang tertindas. Suara yang berbeda. Sebuah simbol rasa sedih yang dalam melihat negeri yang makin tidak jelas arahnya. Koplak terdiam, teringat buku itu lagi. Buku milik Kuntowijaya, Dilarang Mencintai Bunga-Bunga. Untuk saat ini, ketika kita dibungkam. Bunga-bungalah yang menebarkan suara. Ke seluruh lorong-lorong gelap, hingga kegelapan tersedot wangi bunga-bunga itu. Denpasar, Mei 2017
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar. K. Ngurah Bakti Setyanta Nuriarta
Khamidi W.G. Sumarta
Adi Wiryadarma
6 Capricorn Peruntungan: Gunakan vitalitas dan energi Anda dengan sebaikbaiknya pada minggu ini dengan melakukan perbuatan yang bisa membahagiakan orang-orang di sekitar Anda. Di minggu ini suasana tampak lebih bersahabat dan mendatangkan kenangan yang cukup berarti. Karier: Tak perlu terus ingin menangnya sendiri karena hanya akan mendatangkan banyak permusuhan. Kesehatan: Jangan banyak minum yang dingin-dingin karena batuk Anda bisa bertambah parah saja. Keuangan: Walaupun disaat ini masih santai, jika ada tawaran sebaiknya bisa Anda tampung. Asmara: Saat ini Anda merasa seperti berada di langit kesembilan. Aquarius Peruntungan: Tak ada yang lebih tahu perasaan Anda selain diri Anda sendiri. Untuk itu tak perlu menghiraukan tanggapan orang. Tetaplah Anda enjoy dengan apa yang telah Anda lakukan selama ini, mengenai omongan orang yang kurang enak di hati anggaplah mereka semua itu iri dengan keberhasilan Anda selama ini. Karier: Bersabarlah pasti semua akan berlalu dengan sendirinya. Kesehatan: Jaga stamina dengan tidak melakukan aktivitas yang cukup berat dan menguras tenaga. Keuangan: Cukup baik walaupun di sektor pengeluaran tampak membengkak. Asmara: Turuti saja perkataannya dan tak perlu membantahnya agar tidak timbul perselisihan. Pisces Peruntungan: Harap dimaklumi jika disaat seperti ini cukup banyak orang yang menggantungkan harapan dan keinginan pada diri Anda, karena memang dianggap lebih berhasil daripada mereka. Untuk itu tak perlu negative thinking dulu, syukurilah bahwa Anda ternyata masih berada di atas mereka. Karier: Terus jaga perilaku Anda jangan sampai menimbulkan kecemburuan sosial. Kesehatan: Jika tidak dijaga dengan benar, maka bukan tidak mungkin kesehatan Anda akan kembali terganggu. Keuangan: Pemasukan masih cukup baik dan tidak ada masalah. Asmara: Jangan negative thinking dengan apa yang dilakukannya pada orang lain. Aries Peruntungan: Hambataan seakan-akan tiada henti-hentinya merintangi laju rencana Anda. Walau begitu hati tak boleh ciut nyalinya, tetaplah berhati besar dan selalu optimis, maka di mana Anda berjalan pasti akan ada jalan keluarnya. Karier: Optimislah bahwa semua masalah berat ini akan segera berlalu. Kesehatan: Terkadang masih sering kaget dan bercampur cemas karena datangnya problem yang cukup berat dan sangat mendesak tersebut. Keuangan: Jangan bersikap sembrono karena pemasukan yang cukup tinggi tersebut tidaklah ada artinya jika pengeluaran yang harus dikeluarkan kenyataannya melebihi pemasukan yang ada. Asmara: Rapatkan barisan dan satukan visi kedepan agar kekompakan tetap selalu bisa terjaga. Taurus Peruntungan: Optimislah bahwa di minggu ini Anda bisa melewatinya dengan penuh keberhasilan walaupun problem Anda sebenarnya relatif berat dan cukup memusingkan. Kemujuran menaungi bintang Taurus, sehingga sesulit apapun situasinya selalu tetap ada jalan keluarnya. Karier: Perbanyaklah berdoa memohon kepada-Nya agar hati ini selalu diliputi ketenangan dan kedamaian serta kesabaran dalam menghadapi berbagai macam persoalan hidup ini. Kesehatan: Kondisi badan di minggu ini cukup baik hanya saja terkadang aktivitas berat cukup memforsir tenaga dan pikiran sehingga perlu makanan bergizi dan beristirahat yang cukup. Keuangan: Ada kejutan-kejutan yang mampu mendongkrak keuangan Anda kembali bertambah kuat lagi. Asmara: Cobalah untuk mengalah sekalipun Anda merasa benar, selama tidak melanggar prinsip yang ada, sebaiknya kesalahannya tersebut tak perlu diperpanjang. Gemini Peruntungan: Tidak ada yang tidak mungkin selama Anda tetap ada kemauan untuk meraih semua impian itu. Jangan biarkan peluang terbuang begitu saja apalagi hanya karena sikap Anda yang kurang bisa jeli dan berani dalam mengambil keputusan penting. Karier: Hubungan dengan relasi sebaiknya Andalah yang mencoba untuk mengalah kepadanya selama tidak melanggar komitmen yang ada. Kesehatan: Jika dirasa badan sudah capai sebaiknya tak perlu dipaksa. Cobalah untuk beristirahat sejenak karena itu akan sangat membantu bagi pengembalian kondisi badan Anda. Keuangan: Pemasukan masih cukup bagus dan tidak terlalu mengkhawatirkan. Asmara: Orang ketiga tampaknya perlu diwaspadai walaupun terkadang nasihatnya cukup menyentuh perasaan Anda. Cancer Peruntungan: Tak perlu mempersulit diri, jalani semua itu apa adanya dan tempatkan persoalan sesuai dengan proporsi yang ada. Pasti diri Anda akan terbebas dari pikiran tegang dan stres. Karier: Atasan masih mem-backup Anda untuk itu tak perlu terlalu khawatir. Kesehatan: Hindari begadang sampai larut malam walau terkadang mengasyikkan tetapi tak jarang akan menyebabkan masalah keesokan harinya. Keuangan: Jangan ragu untuk berani ambil keputusan penting. Yang terpenting keyakinan tetap harus dipegang teguh. Asmara: Jangan hanya membayangkan yang manis-manis saja karena terkadang kerikil-kerikil tajam harus Anda lalui untuk dapat sampai ke tempat tujuan. Leo Peruntungan: Tanamkanlah kewaspadaan di manapun Anda berada, terutama terhadap rintangan yang tampak manis walaupun belum tentu kenyataannya semanis seperti yang Anda lihat. Karier: Terus saja menunjukkan grafik positif meskipun rintangan masih sering muncul. Kesehatan: Imbangi aktivitas yang cukup berat itu dengan pola makan yang benar-benar memenuhi gizi, jangan hanya berpedoman dengan selera saja. Keuangan: Pemasukan masih lumayan lancar hanya saja Anda tetap harus jeli dalam memanagenya. Asmara: Sikap egois jangan sampai menghancurkan semua yang telah Anda bangun bersamanya dengan susah payah. Virgo Peruntungan: Langkah Anda ke depan masih jauh dan keberhasilan yang telah Anda raih selama ini hanya setitiknya saja. Maka dari itu jangan cepat merasa puas dulu. Disaat yang baik seperti ini sebaiknya bisa dijadikan pembangkit bagi motivasi Anda untuk bisa melangka yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Karier: Jangan segan untuk melangkah maju meskipun tak semuanya pro dengan diri Anda. Kesehatan: Boleh saja mengonsumsi makanan pedas, akan tetapi jangan terlalu over karena bukan tidak mungkin penyakit perut Anda akan kambuh kembali. Keuangan: Walaupun pemasukan tampak cukup lancar sebaiknya tetap perlu melakukan pengawasan di sektor pengeluaran agar tidak timbul pemborosan. Asmara: Apa salahnya memberi dia kebebasan dan kelonggaran waktu baginya untuk berbenah dan memperbaiki dirinya. Libra Peruntungan: Berusahalah untuk bisa bersikap tenang agar tidak ada dampak buruk bagi kelanjutan bisnis Anda. Terhadap orang yang sekiranya sering membikin masalah, sebaiknya Anda jauhi saja. Jangan dekat-dekat, jika tidak Anda bisa pusing nantinya. Karier: Posisi Anda kini di atas angin sehingga dengan kesabaran dan kejelian, maka semua itu akan bisa dipertahankan. Kesehatan: Jangan lupa untuk mempergunakan waktu senggang Anda untuk tidur. Itu akan cepat memulihkan kembali tenaga Anda yang cukup terforsir. Keuangan: Pemasukan masih lancar sehingga segala kebutuhan akan terpenuhi semua. Asmara: Jagalah dan selalu sirami dengan kata-kata yang indah dan mesra. Scorpio Peruntungan: Agar di minggu ini hati bisa selalu diliputi oleh kedamaian dan ketenangan, maka cobalah untuk tidak terlalu mendengarkan omongan orang, terutama yang bikin hati panas dan menimbulkan amarah saja. Karier: Nikmatilah suasana baik ini dengan berpikir yang rileks dan tak terlalu tegang. Kesehatan: Aktivitas cukup berat dan tampaknya kurang diimbangi dengan istirahat yang cukup sehingga kondisi badan menjadi mudah terganggu. Keuangan: Masih perlu memanage dengan baik agar pemborosan tidak terjadi di minggu ini. Asmara: Tetap terjaga sekalipun pertengkaran kecil karena beda pendapat masih sering terjadi. Sagitarius Peruntungan: Jangan berputus asa karena kegagalan bukanlah segala-galanya. Justru kegagalan merupakan awal dari kesuksesan. Bila ada tawaran kerja sama sebaiknya bisa Anda pertimbangkan sekali lagi dan jangan cepat ambil keputusan tanpa pikir panjang. Karier: Jangan membuat janji agar tak ada beban bagi diri Anda di kemudian hari. Kesehatan: Bagian percernaan Anda masih rentan dengan sakit perut. Untuk itu, hindari makanan yang terlalu pedas juga terlalu masam. Keuangan: Tak perlu cemas karena pemasukan di minggu ini cukup baik tinggal bagaimana Anda memanagenya. Diasuh Oleh Asmara: Jangan bosanPutri Wong Kam Fu bosannya untuk selalu menyirami dengan keBerlaku damaian, ketenangan, dan kebahagiaan. 7 -13 Mei 2017
DIMENSI
Minggu Paing, 7 Mei 2017
Mendapatkan Kekayaan Melalui Jalan Dharma Śucῑ vo havyā marutaḥ śucῑnāṁ śuciṁ hinobhyadhvaraṁ śucibhyah ṛtena satyamṛtasāpa āyuñchucijanmānaḥ śucayaḥ pākkāḥ (Ṛg Veda 7.56.12) “Segala sesuatu perihal diri kita hendaknya diusahakan agar tetap bersih dan suci, baik di dalam maupun di luar. Kita membantu (meningkatkan kemuliaan) yang lain melalui harta benda yang suci bersih yang didapatkan melalui jalan kebenaran dharma. (Harta benda yang didapatkan melalui) Sogok-suap, judi, tipu menipu, dapat menghancurkan rumah tangga atau pun negara.” Kitab suci Veda merupakan pilihan yang dianugrahkan kepada umat manusia oleh Hyang Parama Kawi, demi penuntunan jalan indah yang akan mengantarkan pada hidup dan kehidupan yang lebih baik dalam segala hal, baik material maupun spiritual. Tuntunan-tuntunan yang diberikan oleh kitab suci Veda merupakan tuntunan yang langgeng dan tidak terpengaruh maupun termakan oleh zaman. Deśa (daerah, lingkungan), kāla (waktu, zaman), dan pātra (orang, individu, atau kelompok masyarakat) tidak mampu menyentuh dan menodainya. Tuntunan-tuntunan Veda merupakan tuntunan yang Pūrna (penuh), Sampūrṇa (sempurna), dan Paripūrṇa (penuh sempurna). Ia lengkap dan penuh kemuliaan secara material, ia juga lengkap dan dan penuh kemuliaan secara spiritual. Orang yang menginginkan kesejahteraan dan kemuliaan hidup material, mereka bisa mendapatkan tuntunan dari Veda. Demikian pula bagi mereka yang menginginkan kebahagiaan dan kemuliaan hidup spiritual, mereka juga bisa mendapatkannya melalui tuntunan-tuntunan dari kitab suci Veda. Segala ajaran dari Veda merupakan ajaran yang tidak perlu diragukan dalam segala hal, mengingat ajaran-ajaran Veda datangnya dari Tuhan Yang Maha Esa, karena itulah Veda dinamakan Śruti, yaitu wahyu langsung yang diterima oleh para Maharesi yang tingkat kesucian dan pencapaian spiritualnya sudah sangat tinggi. Veda yang Śruti tersebut dituliskan dan disebarluaskan dengan tulus ikhlas tanpa pamrih
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa oleh orang-orang suci bijaksana seperti resi, muni, yogi, dan lainlain. Khusus untuk hidup damai sejahtera di atas muka bumi ini, Veda memberikan cara yang sangat indah. Bagaimana caranya menata datang dan perginya uang dan harta benda? Ajaran Veda memberikan jalan keluar yang sangat membantu orang untuk hidup yang damai sejahtera, tanpa keluar dari jalan Dharma. Akan tetapi, banyak orang tidak bersedia dan/atau tidak tahu cara hidup yang indah melalui jalan Veda yang indah. Pada mantra Ṛg Veda di atas, “batasan” pemasukan uang, harta, atau rezeki diberikan dengan satu kata, yaitu Suci. Sehubungan dengan harta benda dan rezeki maka terjemahannya adalah bersih suci. Pemasukan uang atau harta benda hendaknya suci. Ia harus bersih dari kekurangan atau jalan keliru, atau pun melalui kejahatan, dan ia juga harus suci karena merupakan keharusan harta itu tidak didapatkan melalui cara atau jalan yang bertentangan dengan kebenaran Dharma. Pada Ṛg Veda di atas disebutkan cara untuk mendapatkan uang atau harta adalah keharusan melalui cara di jalan kebenaran dharma (Śucῑ vo havyā marutaḥ śucῑnāṁ śuciṁ hinobhyadhvaraṁ śucibhyah). Resi Cāṇakya dalam karyanya Cāṇakya Nῑti Śāstra menyebutkan: “ati-kleśena ye artha dharmasyāti-krameṇa tu, śatrūṇām prāṇi-patena artha te mā bhavantu me”, - harta yang didapatkan melalui cara penuh dengan kesulitan, yang diperoleh dengan cara menentang aturan kebenaran, dan yang diperoleh dengan cara membujuk musuh dan/atau setuju dengan “proyek” orang-orang jahat, “amit-amit…” harta seperti itu bukanlah (janganlah menjadi) hartaku. Resi Cāṇakya sangat menekankan pada jalan indah untuk mendapatkan uang dan harta benda, sebab uang dan harta benda yang didapatkan dengan cara tidak benar, maka harta seperti itu tidak akan memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan
hidup yang baik melainkan akan menjadi “bencana” di dalam hidup, barangkali tidak sekarang tetapi secara pasti ia akan datang memberikan “karma-phala”-nya cepat atau pun lambat. Kitab Mānava Dharma Śāstra pun kurang lebih mengajarkan hal yang sama, sangat sejalan dengan Cāṇakya Nῑti Śāstra di atas, yaitu menghindari caracara tidak di jalan dharma untuk mendapatkan uang dan harta kekayaan: “nehetārthān prasanggena na viruddhena karmaṇā, na vidyāmaneśvatheṣu nārtyamapi yatastatah” - walau kaya atau pun miskin, janganlah mencari kekayaan dengan jalan terlarang yang dihindari oleh orang baik-baik, tidak melakukan usaha-usaha terlarang, dan janganlah menerima pemberian dari orang tidak dikenal. Mengapa harta harus didapatkan dengan cara bersih? Karena ajaran dan tradisi Veda mengajarkan uang dan harta benda yang diperoleh melalui jalan dharma hendaknya dipergunakan atau dimanfaatkan untuk melakukan perbuatan-perbuatan indah membantu orang lain atau makhluk lain. Itulah gunanya harta benda dalam tradisi dan ajaran Veda. Sārasamuccaya mengajarkan cara untuk mempergunakan uang dan kekayaan dengan cara sangat indah, yaitu dengan cara menikmatinya untuk kesejahteraan dan kebahagiaan diri, atau mempergunakannya dengan baik untuk berderma kepada mereka yang pantas menerimanya: “ndya kari doning dhana yan tan dānakena tan bhuktin,” apakah gunanya harta kekayaan kalau bukan untuk didermakan dan bukan hanya dinikmati?. Uang hanyalah kertas jika ia tidak dipergunakan dengan baik di jalan dharma. Harta benda, perhiasan, berlian, dan lain-lain hanyalah batu tiada harga jika ia tidak dipergunakan untuk melakukan pelayanan indah demi kemuliaan hidup orang atau makhluk yang lain. Di bagian lain, Cāṇakya Nῑti Śāstra juga mengajarkan: sebagaimana air kolam dipelihara kebersihannya dengan cara mengalirkannya ke luar, seperti itu pula halnya dengan harta kekayaan yang tersimpan dipelihara dengan cara mengeluarkannya berupa disumbangkan atau dibelanjakan untuk tujuantujuan yang mensejahterakan diri dan keluarga (upārjitānāṁ vittānāṁ tyāga eva hi rakṣaṇaṁ, taḍāgodara samsthānaṁ parivāha ivāmbhaṣām).
Tidak ada istimewanya mengumpulkan uang berlebihan tanpa dipergunakan dengan jalan indah. Tiada gunanya mengumpulkan harta benda berlebihan jika ia tidak dipergunakan untuk melakukan pelayanan-pelayanan terhadap makhluk lain, atau pun dalam pelayanan spiritual yang menyejahterakan hidup pribadi maupun makhluk lain, yang pada akhirnya memastikan dapat mengantarkan orang pada pembebasan dari kesengsaraan material setelah meninggal nanti. Harta benda yang digunakan untuk melakukan pelayanan terhadap makhluk lain tidak hanya memberi kesejahteraan bagi yang menerima, tetapi juga memberi kesucian bagi yang memberi. Dengan demikian, orang hendaknya tidak menghentikan kegiatan memberi dan berderma demi kesejahteraan sesama ciptaan. Hal yang sama dijelaskan oleh Śrῑ Kṛṣṇa kepada Arjuna di dalam Bhagavad-gῑtā: yajña-dāna tapah-karma na tyājyaṁ kāryam eva tat, yajño dānaṁ tapaś caiva pāvanāni manīsinām (Pelaksanaan persembahan korban suci, kedermawanan, dan pertapaan, tidak patut ditinggalkan, sebaliknya semua kegiatan mulia itu harus dilakukan karena pelaksanaan persembahan korban suci, kedermawanan dan juga pertapaan, akan menyucikan bahkan orang-orang suci terpelajar). Ajaran Sanatana Dharma sangat menekankan cara mendapatkan harta benda dan kemewahan lainnya melalui jalan kebenaran sesuai arahan dari kitab suci Veda. Terlebih lagi, manusia hidup di dunia ini dalam kelahiran karma-yoni, dan bumi ini dinamakan karma-bhūmi, yaitu tempat orang melakukan karma atau perbuatan-perbuatan baik ataupun tidak baik dan akan mendapatkan hasil sesuai dengan yang dilakukan. Menurut ajaran suci Veda, reaksi-reaksi negatif dari karma (perbuatanperbuatan) yang dilakukan di “karma-bhūmi” ini dapat dinetralisir dengan melakukan Dāna (derma, sumbangan, sedekah) yang tepat sasaran sesuai dengan ajaran dari kitab suci Veda. Kitab Bṛhadāraṇyaka Upaniṣ ad mengajarkan kepada umatnya agar semaksimal mungkin berusaha menerapkan tiga kebajikan utama dalam hidup ini, yaitu pengendalian diri, kedermawanan, dan kasih sayang bagi setiap makhluk hidup (tadetat-trayaṁ śikṣed damaṁ dānaṁ dayāmiti).
MIMBAR AGAMA
Apa Kitab Suci Agama Khonghucu
Redaktur Khusus MIMBAR
Khonghucu WS. CH. Budhi S. Pribadi.SP DALAM suatu agama, kitab suci itu merupakan suatu pedoman utama bagi para penganutnya. Tanpa kitab suci, sulit bagi kita untuk mengetahui kebenaran ajaran suatu agama. Kitab suci suatu agama adalah kitab yang berisikan ajaran moral yang dapat dijadikan tuntunan hidup bermoralitas bagi pengikutnya dalam kehidupan bermasyarakat luas. Di samping berisikan ajaran moral, kitab suci suatu agama juga disucikan oleh para pengikutnya, dihormati dan dijaga otentisitas/keaslian isinya. Kitab suci itu penting. Tanpa kitab suci, sulit bagi penganutnya untuk mempelajari apa sebenarnya yang terkandung dalam ‘’Agama’’ yang dianutnya. Begitu juga dapat dijadikan bahan dalam membandingkan ajaran suatu agama dengan yang lain, sebagai saling menjaga kerukunan beragama. Adapun kitab agama Khonghucu, adalah: (I) Kitab yang empat (Si-Shu) sebagai kitab pokok ajaran. (II) Kitab yang lima (Wu-Jing) sebagai kitab yang mendasari. (III) Kitab bakti (Xiao-Jing) sebagai kitab prilaku bakti dan secara rinci kita-kitab itu, dapat dijelaskan sebagai berikut: (I) Kitab yang empat (Si-Shu) adalah terdiri dari (Empat) kitab, yaitu: (1) Kitab ajaran besar (DaXue)) berisi bimbingan pembinaan diri, keluarga, masyarakat , negara dan dunia. Ditulis oleh Zeng-Zi murid Nabi Kongzi/Khonghucu dari angkatan muda. (2) Kitab tengah – sempurna (ZhongYong) berisi ajaran keimanan, ditulis oleh Zi-Si cucu Nabi Kongzi/ Khonghucu. (3) Kitab Sabda – Suci (Lun Yu), berisi percakapan/dialog Nabi Kongzi/Khonghucu dengan murid-muridnya tentang Sabdasabda suci.
(4) Kitab Bingcu (Mengzi) yang ditulis sendiri tentang dialogis dengan para raja pada zamannya perihal cara menjalankan pemerintahan yang berkebajikan. (II) Kitab yang Lima (Wu-Jing) terdiri dari: 5 (lima) Kitab, yaitu: (1) Kitab Sanjak (Shi-Jing) berisi nyanyian religi; puji-pujian/ kidung keagungan Tuhan dan lantunan untuk upacara istana, mulai Dinasty Shang (1766 SM) sampai Dinasty Zhou (1122-255 SM). (2) Kitab Dokumen Sejarah (Shu-Jing) berisi catatan sejarah suci agama Khonghucu, mulai dari Nabi Suci Yao (2357 SM) sampai Dinasty Zhou (1122-255 SM). (3) Kitab Perubahan (YiJing) berisi tentang penjadian alam-semesta/ Takbir kuasa Tuhan dengan segala aspeknya sejak Nabi Suci Purba Fu-XI (2953 SM) sampai Nabi Kongzi/ Konghucu. (4) Kitab Kesusilaan (Li-Jing) berisi tentang aturan /pokokpokok kesus kesusilaan dan peribadahan dari zaman Dinasty Zhou (1122-255 SM). (5) Kitab Catatan Musim Semi dan musim gugur (Chun-Qiu-Jing) yang ditulis sendiri oleh Nabi Kongzi/Khonghucu tentang catatan kejadian zaman Chun-Qiu, sekaligus penilaian hal benar-salahnya kejadian dari sudut kebajikan (III) Kitab Bakti (Xiao_Jing) berisi tentang ajaran perilaku bakti, yang wajib dibina dalam hidup manusia, karena ‘’laku bakti ‘’ adalah pokok kebajikan dari kebajikan inilah agama berkembang. Agama Khonghucu/Konfusianisme, sifatnya: monoteis, percaya pada satu Tuhan, Tuhan Yang Maha Esa, dan Tuhan’ dengan sebutan ‘Tian/Shang-Di’, yang diyakini adalah awal dari penjadian alam-semesta. Dilihat tiada Nampak, didengar tiada, terdengar namun tiada satu wujudpun tanpa ‘Dia’, dan hanya dapat dirasakan keberadaan-Nya, oleh orang yang beriman. Adapun kaidah agama Khonghucu, adalah menuntun ‘manusia’ untuk berbuat mengikuti ‘wataksejati, hakekat kemanusiaan insane, yang penuh cahaya kebajikan, yaitu Cinta-Kasih )Ren), Kebenaran/Keadilan (Yi), Kesulitan (Li), Kebijaksanaan (Zhi) dan bisa dipercaya/bertanggung jawab (Xin) yang merupakan
firman Tuhan (Tian-Ming). Dan juga wajib berkarya mewujudkan masyarakat yang damai, harmonis, sejahtera. Hal isi ajaran agama Khonghucu, dapat dirangkum dalam 2 (dua) (bahasa kitab ‘’ZhongSHu’’ yaitu : (I) Zhong, artinya Satya, sujud dan berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa (ZhongYu)-Tian), dan ‘’Shu’’ artinya tepa sarira/tenggang rasa kepada sesame ‘Manusia’ (Shu-Yu-Ren). Dan bahasa Kitab ‘Shu’ ini mempunyai sisi positif dan negative, yaitu: ‘’apa yang diri send-
iri tiada inginkan, janganlah lakukan kepada orang lain’’ dan ‘’bila diri sendiri ingin tegak/ maju, wajib berupaya membantu orang lain pun tegak/maju’’, yang dikenal dengan ‘’Golden-Rute/ Hukum-Emas’’. Kitab suci agama Khonghucu ini tetal diterjemahkan dalambahasa Indonesia dan digunakan sebagai dasar pencerahan/khotbah dalam kebaktian agama Khonghucu tiap hari Minggu Malam. Di litang/Aula Klenteng Khonghucu/ Confusius Temple, di Jl. Bisma No. 5 Denpasar-Bali.
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
Putri pasangan I Gusti Ngurah Gede Kerta Negara dan Putu Yuni Riswanti, I Gusti Ayu Sri Gunasih melaksanakan upacara telung oton pada Buda Pon Pujut, (3/5) di Geriya Kediri Sangeh.
Redité Paing, 7 Mei 2017
Bali L e m b a r
B a s a
7
B a l i
Bencingah I Gd. Anom Ranuara
Sampun Magentos PINAKA sesolahan sakral, Rejang Déwa patut kamargiang antuk tata-titi sané patut minakadi kamargiang ring galah sané patut minakadi ring parikrama upacara yadnya. Sané taler mautama, ri kala masolah patut kadasarin antuk kalascaryan tur kamargiang wantah saking telenging manah. I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., pragina miwah Pembina Arja saking Kesiman, Denpasar maosang, mangkin pikayunan krama indik sesolahan rejang sampun magentos. Sané kautamayang wantah “unsur estetika” utawi indik seni kémanten, boya indik manah lascarya miwah tulus saking para pragina tatkala masolah ring kalangan. “Sané mangkin wénten sané ngrampak mangda makasami sesolahan praginané irika pateh. Wénten taler sané kakaryanin mangda kasinahang becik nanging nénten alami. Dadosné alit-alit inucap nénten uning sapunapi sapatutné masolah, wantah nuutin pituduh panguruknyané kémanten tan padasar pikayunannyané soang-soang,” baos budayawan Bali puniki. Angga juri ogoh-ogoh ring Kota Denpasar puniki malih maosang, parikrama masolah patut taler kaadungang sareng kawéntenan kalangan miwah akéh praginannyané. Sakadi tatkala dané manados prawartaka Karya Ngusaba ring Tanjung Benoa ring widang seni wali, dané kaptiang makarya sesolahan rejang sané jagi kasarengin olih krama saking soang-soang banjar irika taler genah masolah sané jimbar pisan. Dadosné tatkala punika kakaryanin sesolahan Rejang Pangider Bhuwana antuk warnan busana sané kanggén miwah akéh praginanipun sampun kadungang sareng pangider-ider bhuwana taler panguripnyané. “Tetujonnyané wantah mangda makasami krama irika polih galah ngayah ngrejang. Sakéwanten sané patut kaeilingin tatkala masolah rejang, inénten dados mabaos kasar, keras miwah sané siosan mangda parikrama karya inucap prasida labda karya sida sidaning don,” asapunika dané sané meneng ring Kesiman Petilan puniki maosang. (was)
I Putu Purnawan
Lascarya tur Bhakti SESOLAHAN Rejang Déwa wantah sinalih tunggil sesolahan wali sané majanten kasolahang pinaka ilénilén parikrama upacara yadnya, boya pinaka unén-unén. Sesolahan inucap taler mabinayan pisan sareng sesolahan Bali siosan. I Putu Purnawan, pragina arja muani saking Pasekan, Tabanan puniki maosang, sesolahan Rejang Déwa wantah sesolahan sané parikramanipun alon-alon, sada banban minakadi nayong taler ngambil senteng tur satmaka nénten energik sakadi sesolahan Bali sané siosan. “Yadiastun asapunika, sané kasinahang saking parikrama sada banban inucap wantah cihna manah lascarya taler rasa bhakti majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” baos dané nyantenang. Dané sané sampun kasub dados “Desak Rai” saking sekaa Arja Muani Canging Mas puniki malih maosang, sajeroning parikrama Rejang Déwa, praginanipun taler prasida karauhan. Sakéwanten punika mawali malih ring angganyané soang-soang, napi ké sampun sué ipun kacatri, kapingit saking luhur utawi madué pikayunan dados pangayah. Yéning sampun asapunika, majanten tatkala masolah Rejang Déwa sané raket pisan ring indik niskala, krama alit inucap jagi karauhan. Sakéwanten dané nyantenang pisan yéning kasuén-suén sima tetamian para panglingsir minakadi sesolahan inucap jagi kalestariang kahanannyané. “Napi malih antuk kawéntenan sanggarsanggar seni sané sayan ngakéhang sakadi mangkin, sinah alit-alitnyané jagi meled pisan mangda prasida ngaturang ayah ngrejang déwa ri kala wénten karya ageng. Sangkaning punika sesolahan Rejang Déwa puniki kantun becik kahanannyané.” (was)
(76)
BPM/was
REJANG – Sané ketah kapanggih sajeroning upacara yadnya wantah parikrama sesolahan rejang minakadi Rejang Déwa. Punika wantah sesolahan sané kawigunayang nyanggra Ida Bhatara-bhatari sané katedunang nyaksiang parikrama yadnya sané kamargiang.
Sesolahan Rejang Déwa
Nyanggra Ida Bhatara sané Katedunang ring Upacara Yadnya Ngamargiang kahuripan manados krama Hindu Bali majanten jagi ngamanggihin taler nelebang makudang-kudang wangun budaya sané sampun katamiang olih para panglingsir saking nguni. Punika laut dados cecihnan saking Bali duaning budaya-budaya minakadi kakidungan, wayang miwah gegambelan taler sesolahan jagi ketah kamargiang utamanipun ring sajeroning upacara yadnya sané setata kamargiang olih krama Hindu Bali. Kahanan inucap satmaka nyantenang yéning budaya-budaya i wawu kantun prasida kalestariang yadiastun pangrauh globalisasi sané ngawinang akéhan krama seneng ring teknologi katimbang seneng ring tradisi sayan-sayan ngagengang. Sinalih tunggil soroh budaya sané kantun becik kahanannyané nyantos mangkin marupa sesolahan rejang. Sujatinné akéh pisan soroh
sesolahan rejang inucap, minakadi sesolahan Rejang Déwa, Rejang Renteng, taler rejang sané dados cihna ring makudang-kudang genah minakadi Rejang Kuningan miwah Rejang Ayunan sané ring panguntat sesolahanipun madaging antuk parikrama nyarag sekancan piranti utawi étéh-étéh sané kagenahang ring ayunané. I Putu Purnawan S.Pd., sinalih tunggil pragina sané sampun kaloktah dados pragina arja muani puniki maosang, yadiastun sakadi punika akéh soroh sesolahan rejang, sané ketah kasolahang ring pakraman wantah Rejang Déwa. Sesolahan Wali sané majanten sakral taler kamargiang kirang langkung limang menit punika wantah sesolahan panyanggra rauhnyané Ida Bhatara-bhatari miwah Déwatadéwati sané katedunang saking luhur mangda kayun nyaksiang ilén-ilén parikrama upacara yadnya sané kamargiang.
Soroh upacara sané ngawigunayang sesolahan Rejang Déwa minakadi upacara Déwa Yadnya miwah Pitra Yadnya, minakadi upacara mamukur. “Punika jagi kasolahang apisan ring pamucuk karya yadnya inucap sané kalanturang antuk sesolahan baris gedé. Wusan punika wawu kamargiang sesolahan tapel miwah wayang lemah sané kamargiang sinarengan sareng Ida Pedanda mapuja,” baos dané. Ngeninin indik panganggé pragina Rejang Déwa sané akéhan mabusana putih-kuning, Putu Purnawan maosang punika wantah panyeledii saking manah suci miwah wicaksana sané ngametuang rasa bhakti majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa. I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., budayawan miwah pragina saking Desa Kesiman, Denpasar taler maosang yéning busana putihkuning punika wantah nyinahang
manah suci nirmala. Duaning ring pangider bhuwana, putih magenah ring kangin pinaka genah rauhnyané matan ai sané nyunarin jagat utawi bhuwana agung tur sané nyunarin ring sajeroning kahuripan krama utawi bhuwana alit inggih punika sekancan sastra agama. Yéning sastra i wawu sampun katelebang majanten kapolihang kasukertan utawi karahajengan, kasinahang antuk warna kuning sané magenah ring kauh. Punika wantah parindikan pepadonan sastra utawi putih sareng kasukertan utawi kuning sané manados tattwaning indik Widhi. Sakéwanten indik gegelungan ipun sané mangkin ngawigunayang busung wiadin ental sané kajait, sané dumun ngawigunayang ulat-ulatan bunter sakadi guungan ayam taler madaging antuk ulat-ulatan segitiga sané tetuek ipun wantah pepadonan saking lingga kalawan yoni.
Indik parikrama masolah, Anom Ranuara maosang akéhan kamargiang antuk parikrama angga sané akidik pisan. Asapunika taler ring Rejang Renteng yadiastun Rejang Renteng inucap malih kadagingin antuk saling sambung ring soangsoang pragina antuk ngambel senteng utawi benang sané manados tetuek aran renteng inucap inggih punika masikian. Malih dané maosang parikrama masolah rejang punika akéhan wantah ngiterin kalangan kémanten sané metu saking parikrama Mudra. “Sesolahan Rejang Déwa inucap kantun ngawigunayang parikrama sané akidik tur mabinayan sareng sesolahan siosan sané madaging antuk agem, sledet taler wénten sané nuut saking parikrama beburonan minakadi “gelatik mapah” inggih punika parikrama sakadi kedis gelatik ring papah punyan nyuh,” asapunika dané nartayang. (was)
Rejang Déwa, Kasolahang olih Anak Istri sané Durung Ngraja Sewala PINAKA sinalih tunggil tetamian budaya saking para panglingsir sané marupa sesolahan, majanten Rejang Déwa patut becik katami saha kapiara mangda nénten ical. Sinalih tunggilnyané malarapan antuk setata uning nyolahang. Rejang Déwa patut kasolahang ring galah miwah genah sané sampun kajantenang kémanten duaning sesolahan inucap wantah sesolahan Wali sané sakral taler ilén-ilén parikrama upacara ring sajeroning upacara yadnya. Sios punika durung majanten makasami krama dados nyolahang sesolahan inucap. Sesolahan rejang majanten kamargiang olih krama istri sakéwanten akéhan olih ipun sané kantun maraga yowana utawi durung marabian. I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn. maosang, kaselehin saking sapunapi sima sané nguni, krama sané nyolahang Rejang Déwa wantah krama istri sané kantun
suci, sané durung menék bajang (durung ngraja sewala) utawi durung menstruasi utawi krama istri sané sampun monopause. Sakéwanten kahanané mangkin, akéhan krama istri sané nyolahang Rejang Déwa ngawit saking ipun sampun uning masolah, napi ké kantun SD, TK utawi durung masekolah. Punika sujatinné sané becik duaning alit-alit punika kaucap kantun suci nirmala tur prasida masolah manut saking pikayunan miwah rasannyané soang-soang tatkala ngaturang ayah ring Ida Bhatara. “Duaning sané mautama saking nyolahang Rejang Déwa boya patut utawi iwang sesolahannyané, sakéwanten wantah prasida masolah manut saking sapunapi kahanan raga soangsoang tur nganutin saking manah sané sujati,” baos dané. Ngeninin indik akéh pragina sané masolah tatkala punika dané maosang sané ketah kapanggih wantah nganutin
saking sapunapi kawéntenan krama pamaksan pura inucap duaning soang-soang krama jagi ngamedalang pragina rejang asiki. Sakéwanten yéning katilik saking tetuek agama Hindu, sinah beciknyané akéh praginanipun nganutin saking “kelipatan 3” ganjil utawi genep minakadi nenem, sia, roras miwah sané siosan. Malih dané maosang yéning katilik saking kawéntenan parikrama yadnya nguni, sekancan juru taler akéh juru katreptiang olih Kubayan miwah prajuru désa irika. Minakadi sapasira kémanten dados juru rejang utawi nyolahang rejang, juru baris, dados pagending utawi juru kidung miwah pabunyeng utawi juru tabuh utawi gegambelan. Ngeninin indik parikrama malajah masesolahan Rejang Déwa, dané maosang pinih becik wantah kamargiang saking i anak alit sampun TK. Duaning parikrama sesolahan Rejang
WUS punika wau rereha uat sané ngawinang tulang keperné makedengan kasamping kiwa, kelés saking cangkokné. Sakakedik batisné leseranga belusina toya anget sambil ngobrol, usuhina lantas tan maa tulang keperné teena kantos makletek ngranjing ka cangkokné. Luh Méga tengkejut “Aduuh, Tungurah sssts sakit,” ngantos makecrit medal panyuh. Batisné kenawan nendang lan limanné ngruket tanganné Ngurah Jelada. Bapak lan Ibunné sépanan nekekang gegisiané. Nanging sesampuné usuh-usuhina antuk lap pél anget ring Ngurah Jelada sambil makenyem Luh Mégantari ngeling kedék ngusap-usap dada. “Oooah Tungurah jeg tan pasadok ngesyabang tiang. Nééh payu belus celanané.” “Manyuh bedik sing kénkén? Yén nguutang anak lih, elung mula perlu pagemesin. Yén alusin pidan kar seger. Depang bé guling bé bébék suud ngeling payu kedék?” baosné Ngurah Jelada makenyem. Bapak sareng Ibunné taler kedék, yéh panonné pade-
lengdeng. Luh Méga taler kedék nanging yéh paningalanné paterébés. “Mangkin etisan rasanné. Aah Tungurah balian apun nakal. Niki tangan Tungurahé matatu bakat rogés tiang,” aturné Luh Mégantari saha ngusuhin tanganné Ngurah Jelada sané soéd pecak gorésan kukunné. “Nanging niki déréng dadi gerakang napi buin anggon majalan. Patutné bed rest malu awai. Bu, uligang don tibah anggén moréhin, sareng asaban cenana,” baosné Ngurah Jelada. Sesampuné usan maboréh Luh Méga magentos celana raris ajaka ka pasaréanné. “Nah Bapak sareng Ibu, mangkin mara tiang macarita indik labuhné Luh Méga ajak timpaltimpalné Désak Marmita lan Luh Juniathi ring wates Désa Taman Baliné daweg sabehé bales. (Ngurah Jelada nyaritayang kadi ring ajeng, saking ngawit kantos majaguran belasanga ring polisiné). Sepédané mangkin kari titipang tiang di bingkilné Wayan Jemet. Sujatinné labuhné niki mula saking jailné Ngakan Madé Rata ajak Putu Buntaran pada uli Gu-
nung Rata, sampun kacatet tekén polisiné lakar kausut buin poan di Somané.” “Bééh Pak, Bu tiang jejeh gati dugas nepukin Tungurah keroyoka ajaka dadua. Déwa Ngurah kari ngurus tiang, sépanan nulungin. Sépanan ajin, sagét Ngakan Rata ajak Buntaran pajelémpang. Makejang saksianga tekén Pak Wayan Jemet,” raosné Luh Méga. “Bas kapépét Pak, terpaksa membéla diri nglawan. Sujatinné tiang ten demen miyegan, napi buin ajak timpal sekolah padidi,” baosné Ngurah Jelada ngasorang raga. “Ah ané kénten-kénten perlu baang pelajahan apang ten kadung nyapa kadi aku.” “Nggih Pak, ia sampun ngaku pelih, nanging Pak Polisi tetep lakar nekedang tekén Pak Kepala Sekolahé apang urusan niki ten dadi lantang, dadi tauran antar Banjar/Désa.” “Nggih madak sami ngerti. Mangkin akéhan anak mabasang bawak tan ngitungang beneh pelih jag mamanes ngebug kulkul,
BPM/was
ALIT-ALIT – Pinaka sesolahan Wali, pragina Rejang Déwa wantah krama istri sané kantun kaucap suci minakadi sané kantun alit-alit. Punika mawinan becik pisan yéning mawit saking alit ipun sampun ngaturang ayah ngrejang ring sajeroning upacara yadnya. Déwa nénten méweh, sinah alit-alité meled ngélingang sapunapi parikrama sesolahanipun. I Putu Purnawan, S.Pd., taler maosang, sané pinih becik ngawitin parikrama ngurukang masolah Rejang Déwa wantah saking ipun kantun alit, saking wawu uning masesolahan duaning tatkala punika ang-
gannyané kantun kaucap suci. “Nénten wantah asapunika, parikrama ngurukang masolah saking kantun alit satmaka mituduhin parindikan becik minakadi éling ngayah antuk rasa bhakti sané becik taler lascarya sakadi sané kasinahang saking sesolahan Rejang Déwa,” baos dané. (was)
ngaduang bayu akas,” baosné Gedé Dauh alon. “Nah mangkin Tungurah ngayunang dumun di paon, banggayang Luh Méga jagi baktaang nasi mriki pang ten gelisan kluén,” baosné Nyoman Padmini raris ka paon tututina ring Ngurah Jelada. Bénjangné timpaltimpalné Luh Méga magilihan rauh nelokin. Daweg Somané semengan polisiné sampun rauh ka SMA Negeri 1 ngrauhang wicarané puniki ring Kepala Sekolahé. Pak Gedé Dauh taler ka sekolah ngaturang Luh Méga, pianakné durung nyidang ngranjing. Sejaba punika mangda uning ring penanganan sekolahé arepé ring siswané nakal. Bapak Kepala Sekolah wiyakti kagiat, nembé wénten kadadosan sapuniki. Rainané punika raris kabaosin sadu arep pantaraning Ngakan Madé Rata sareng Putu Buntaran pinaka tertuduh sareng Ngurah Jelada, Désak Marmita miwah Luh Mégantari kawakilin olih bapakné pinaka saksi korban, saha timpalné lan Wayan Jemet pinaka
saksi. Patemon punika kapimpin Kepala Sekolah, Guru BP miwah Pak Polisi. Sesampuné Ngurah Jelada nglaporang peristiwané punika kawewehin antuk para saksi minakadi catatan investigasi polisi ring TKP Sabtu punika, Pak Kepala Sekolah raris nakénin Ngakan Rata sareng Putu Buntaran saking aris lan mendidik indik kawéntenané punika. Pamuputné sang kalih ngangken terus terang, saha wanti-wanti nunas pangampura. “Inggih sayuwakti Pak sakadi sané aturanga ring Gusti Ngurah Jelada minakadi Bapak Polisi punika. Titiang khilaf saking érang lan cemburu ring Ngurah Jelada sané setata leket ring Luh Méga. Mangkin titiang kapok saha nunas ampura ring Luh Méga lan Ngurah Jelada minakadi Bapakbapak sareng sami,” atur Ngakan Madé Rata minakadi Putu Buntaran nunas ampura, nyalamin Ngurah Jelada, Désak Marmita miwah Pak Gedé Dauh. (Masambung)
Upacara
8
Redité Paing, 7 Mei 2017
Bebantenan
Tetuek Panyengker Pakarangan SAKADI sané ketah kauningin, sampun lumrah pakarangan krama kapagehin antuk panyengker gumanti pageh. Panyengker pakarangan setata mauwah, ninutin panglimbak masa. Sakadi mangkiné, akéhan krama sampun ngawigunayang bata, batako, kantos paras antuk makudang-kudang iasan pinaka panyengker pakarangan. Dumun pakarangan krama miwah abian wantah kawatesin antuk pagehan (paguan) malakar tetanduran sané idup. Minakadi taru dapdap, taru gamal, utawi saking tanah minakadi tanah legit. Kawéntenan panyengker panglimbaknyané becik pisan, anak Bali kaloktah antuk seninnyané, asil ukiran miwah karyannyané, rumasuk panyengker taler keni wasanan seni. Panyengker pakarangan, olih krama Bali nénten kaselehin saking seni miwah kokoh sengker punika kémanten. Panyengker ring Bali taler molihang upakara. mawit saking wawu ngawit kantos puput kakaryanin, panyengker molihang upacara. Mawit upacara ngruwak kantos upacara mlaspasin. Panyengker nénten sawates panyengker manut krama Bali, duaning panyengker taler kapiara becik, saking ngawit ngaryanin sampun karerehang déwasa becik, taler kaplaspasin. Panyengker ring Bali kanggehang pinaka perlindungan Bhatara Gana. Bhatara Gana pinaka simbol sengker sekala niskala. Panyengker kawigunan utamannyané wantah pinaka perlindungan sekalaniskala. Panyengker saking sekala kawigunannyané nambakin wasana sané unsurnyané sekala utamannyané sané nénten becik ngranjing ka pakarangan paumahan. Yéning saking niskala, umat Hindu percaya pisan yéning panyengker madué kekuatan, kekuatan niskala ring panyengker sané sampun kaupakarain. Santukan panyengker pinaka cihna saking Bhatara Gana. Saking panyengker umat nunas panugrahan majeng Bhatara Gana gumanti wasana nénten becik sané nénten katon ngranjing ka pakarangan nénten pacang prasida ngranjing. Punika awinan, ring panyengker wénten genah mabanten, genah ngaturang canang. Napimalih sakadi mangkin umaté akéh sampun nglinggihang patung Bhatara Gana ring pamesuan. Indiké punika nyihnayang umaté sayan éling ring sira sané malinggih ring panyengker sané kakaryanin. Sané lumrah kauningin krama pamekas krama Bali, panyengker madué tetiga kawiguna. Kapertama kategesin saking kekuatan nambakin wasana nénten becik. Kaping kalih kategesin saking kawigunan keamanan. Kaping tiga kategesin saking kawigunan kabecikan utawi kaasrian pakarangan sané madaging sengker. Indiké punika ngawi pakarangané katon asri. Napi malih sakadi mangkiné, panyengker makanten antuk sakatah iasan miwah wentuk. Sané pinih mautama, umat mangda ngresepang tetuek sengker inucap. Mangda nénten sengker pakarangan kémanten sané kakaryanin becik, sengker ring déwék taler mangda sayan katincapang. Sengker ring déwék inggih punika Wiwéka Jnana, kabisan milihin sané becik lan nénten becik. Sengker inucap sané patut sayan katincapang. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)
LELUU - Krama sané pedek tangkil akéhan nénten urati ring kawéntenan leluu canang utawi plastik sané makacakan ring wewidangan pura.
Nincapang Sradha antuk Ngupapira Karesikan Genah Suci
BPM/dok
MAOSANG indik kaasrian Pulo Bali, Bali yukti-yukti pulo sané asri. Asri sangkaning palemahannyané, asri sangkaning budaya saha adat istiadatnyané. Punika awinan Bali kasengguh Pulo Déwata, Pulo Surga Dunia, saha Pulo Seribu Pura. Punika mawinan akéh turis saha wisatawan mancanegara seneng malancaran Bali. Ring Pulo Bali, akéhan krama magama Hindu. Hindu Bali taler kasub sangkaning upacara sané kamargiang. Sajeroning upacara inucap, akéh ngawigunayang sarana upakara sané mawit saking palemahan minakadi tetaruan miwah beburon. Krama Hindu, ri kala tangkil ka pura pastika makta aturan marupa canang utawi upakara tiosan sané kagenahang ring bokor utawi keben. Mangkin, krama mamilih praktis, makta canang antuk plastik. Punika sami nénten ja iwang, nanging napi ké leluu plastik sané nénten mawiguna sampun kagenahang ring genahnyané? Ring raina-raina sakadi Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon, Anggara Kasih miwah rainan lianan,
umat Hindu pastika ngamargiang pamuspan. Napimalih ri kala wénten karya pujawali utawi piodalan ring pura. Sakadi conto, ring raina Buda Kliwon Dungulan utawi rainan Galungan sané wawu lintang puniki, makasami umat Hindu sajebang Bali ngamargiang pamuspan (persembahyangan), pedek tangkil ngaturang bakti ka pura. Nincapnyané rasa bakti majeng ring Ida Sang Hyang Widhi napi ké wantah kacihnayang antuk nyakupang tangan, nguncarang mantra, saha ngaturang banten utawi canang kémanten? Napiké ri kala ngupapira karesikan pura nénten rumasuk tatacara nincapang sradha bakti majeng ring Ida? Prasida kapanggihin minakadi ring Pura Kahyangan Jagat, leluu canang miwah sekar sané sampun usan kawigunayang muspa. Krama sané pedek tangkil akéhan sané nénten urati ring kawéntenan leluu canang utawi sekar sané kawigunayang makacakan ring natar purané. Napimalih ri kala pangemong pura mawanti-wanti metuéling ring para pamedek mangda sausan muspa, sarana pa-
muspan sané sampun usan kawigunayang kagenahang ring genah sané sampun kacumawisang, nénten kauratiang olih para pamedeké. Mawinan krama sané rauh pungkuran, ngamargiang pamuspaan antuk natar pura sané cemer antuk leluu canang sané ngawinang kaon kawéntenan pura inucap. Pikobet indik leluu yukti pikobet sané ageng. Naning makasami punika mawali malih ring rasa éling makasamian krama. Nincapnyané rasa éling krama sajeroning nincapang sradha bakti majeng Hyang Widhi taler mesti kaimbangin rasa éling nyaga karesikan palemahan, bilih-bilih palemahan pura. Umpaminipun antuk ngutang leluu ring genahnyané. Leluu sekar, canang, dupa, plawa kagenahang ring genah leluu organik, miwah leluu plastik kagenahang ring genah leluu anorganik. Punika prasida kakawitin saking déwék soang-soang saha rasa éling soang-soang krama utamanipun krama Hindu. Sakadi sané kabaosang I Wayan Suparsa, sinalih tunggil pamedek mimitan Bangli daweg
C A N A N G wantah sinalih tunggil sarana upakara sané kawéntenannyané utama pisan ring kahuripan krama Hindu Baliné. Napi mawinan asapunika? Saraina kramané ngaturang canang pinaka pahan saking parikrama upacara yadnya sané patut kamargiang. Tios punika, yéning mawit saking teges kruna yadnya, canang punika maka jalaran manusa ngaturang suksmaning manah sané pinih alit majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa antuk paica merta miwah karahayuan sané sampun kapaicayang ring manusa, jagat, miwah samian mauripé. Kawéntenan canang kocap taler ngawinang pakéwuh tatkala sisan-sisa canang sané sampun dados leluu nénten becik kagenahang utawi leluun canangé makacakan. Kantos polih kapiragi bebaosan, jatma
Bali wantah ngwetuang leluu kémanten. Indiké punika nénten patut, duaning sakadi sané sampun kabaosang, canang wantah pinaka jalaran jatma Hindu Bali ngaturang suksmaning manah ring Ida Hyang Paramakawi. Sujatinnyané, sané patut katreptiang wantah krama sané ngawag ngutang leluu sané ngawinang palemahané cemer. Tios punika sapatutnyané mangda kamargiang utsaha-utsaha mangda leluuné punika prasida kabecikang genahnyané, mawinan nénten ngawinang cemer. Sakadi sané kabaosang Jero Mangku Sri, Jero Mangku pangempon Pura Dalem Arum, Br. Nyelati, Mengwi, Badung. Dané sareng krama setata ngutang leluu-leluu canang sané nénten mawiguna malih ring bangbang sané wénten ring wewidangan pura-pura inucap utawi genah kramané ngaturang
ayah. Satios punika, leluu canang taler kagenahang nampek saking tetanduran. Tetujonnyané, leluuleluu canang sané pinaka leluu organik punika jagi bonyok saha dados rabuk anggén ngamecikang entikan tetandurané. Jero Mangku Sri taler maosang, sujatinnyané sané ngawinang cemer palemahan wantah leluu-leluu plastik. Duaning leluu plastik punika nénten prasida bonyok saha madaging racun. Punika mawinan, beciknyané leluu canang kagenahang matiosan sareng leluu plastik. Prasida becik ngolah utawi ngenahang leluu canang miwah prasida becik mupulang leluuné punika sinah prasida ngawinang palemahané bersih taler asri. Dadosnyané indik ngamargiang yadnya miwah nyaga karesikan palemahan prasida imbang. (uma)
karya wawu puniki ring Pura Besakih maosang, yukti nénten ening pikayunané yéning ngamargiang pamuspan wénten leluu sané makacakan. “Titiang mapangapti, pinaka krama Hindu Bali, patut madué rasa elek, rasa jengah tur éling nyaga palemahan saha nyaga karesikannyané, bilih-bilih karesikan pura,” baosnyané.
Rasa bakti majeng Ida Sang Hyang Widhi nénten wantah kasinahang antuk nyakupang tangan, ngaturang banten utawi canang, nanging lewih saking punika. Rasa bakti taler prasida kasinahang antuk setata nyaga karesikan palemahan napi malih ring genah-genah suci sakadi ring pura. (uma)
Satua
Leluu Canang, Mawiguna majeng Tetanduran
Tetiga Bungbung Petung Olih : Madé Taro IDA Bhatara Déwa Agung sané madeg agung ring Medang Kemulan, kalintang tresna ring putraidané sané mapeséngan Ida Bhatara Ratu Pingit. Ri sampuné truna, Ratu Pingit kapréntah mangda madeg agung ring Bali. Putranidané kalintang bagia polih préntah sané agung punika. Kairingang olih panjaknyané¸ Ida Ratu Pingit mamargi ka Bali, ngwangun puri ring Gunung Sari. Kahanan ring Bali kala punika pateh sakadi ring Medang Kemulan. Krama irika tiwas, belog, mayus tur ketah marebat. Nénten wénten sané waged maratengan utawi matetanduran. Kawéntenan ajengan sané akidik setata dados biyuta kantos saling pademang. Nyabran raina Ida Déwa Agung mapinunas majeng ring para Déwata mangda kayun tedun ka jagaté ngicén ajah-ajahan majeng panjakidané. Pamuputné, pangaptin Ida Déwa Agung kadagingin. Makudangkudang Déwata sané waged tedun ngicén ajah-ajahan majeng panjak Medang Kemulan. Déwa Brahma ngajahin indik tatacara makarya senjata saking logam, Déwa Wisnu ngajahin indik tatakrama manyama braya miwah pemerintahan, miwah Déwi Sri ngajahin para istriné indik tatacara majaitan, maratengan, miwah nenun. Déwi Uma sané waged ring widang pertanian, boya wantah ngajahin widang pertanian, taler ngicén wiwit pantun sané mawarna putih, kuning, barak, miwah selem. Kasuén-suén, panjak Medang Kemulan sayan wikan tur jemet magarapan. Kahuripannyané sayan sukerta, trepti, tur rahayu. Nénten wénten malih begal, biyuta miwah kasengsaran. Para panjaké satinut pisan ring tata titi sané kamedalang pemerintah sané kapimpin Ida Bhatara Déwa Agung. Yadiastun sampun sukerta raharja, Ida Déwa Agung durung marasa degdeg pikayunanidané. Ida Déwa Agung setata éling ring putranidané, Ida Bhatara Ratu Pingit sané madeg agung ring Bali. Ida Déwa agung setata mapikayunan, napiké putranidané prasida mréntah ring Bali? Napiké panjaknyané ring Bali sukerta pateh sakadi ring Medang Kemulan? (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU PAING, 7 MEI 2017
Canelo Vs Chavez Jr.
9
SPORT
HAL 12
Jerez, Grand Prix ke 3000
Jerez – MotoGP merayakan ajang grand prix ke-3000 pada pekan ini di Jerez. Sejak kali petama grand prix motor digelar pada nomor 350cc 1949 silam, hingga tiga seri GP di kelas Moto3, Moto2 dan MotoGP pekan ini, balap motor telah digelar 3.000 seri. Pekan ini di sirkuit yang berada di kawasan Andalusia tersebut para pebalap grand prix di bawah kendali operator Dorna akan melakoni balap seri keempat kompetisi musim ini. Raja Diraja sirkuit tersebut adalah pebalap asal Italia, Valentino Rossi. Pria veteran tersebut adalah pemenang terbanyak grand prix di sirkuit itu, yakni sembilan kemenangan, tujuh di antaranya diraih dalam kelas primer. Seperti dikutip dari situs MotoGP, Rossi dan dua legenda balap, Giacomo Agostini dan Angel Nieto secara khusus melakukan selebrasi GP ke-3.000 pada pekan ini. Balap motor pertama dalam ajang GP adalah kelas 350cc yang digelar 13 Juni 1949 silam. Kala itu yang keluar sebagai juara adalah pebalap Inggris, Freddie Frith. Sejak saat itu sudah sembilan nomor grand prix digelar dalam sejarah balap motor. Semuanya dibagi tiga kelas, dimana saat ini para penggemar balap motor mengenal tiga tingkatan yakni Moto3, Moto2, dan MotoGP. Secara keseluruhan sudah ada 172 balap di kelas 50cc, 47 di kelas 80 cc, 280 di kelas 350cc, 722 di kelas 125cc, 716 di kelas 250cc, 580 di kelas 500cc, 92 di kelas Moto3, 126 di kelas Moto2, dan 264 di kelas MotoGP. Nieto yang berasal dari Spanyol adalah pemenang Grand Prix ke-1000 pada 1975 silam di Hockenheim, Jerman. Sementara itu pemenang Grand Prix ke-2000 adalah legenda balap asal Australia, Mick Doohan pada 1997 silam di Jepang. Jelang gelaran ke-3000, publik otomotif Spanyol tentu berharap putra bangsa mereka bisa berjaya di Jerez pada akhir pekan ini. Apalagi pebalap tersukses adalah Rossi yang notabena berasal dari Italia. Melihat hasil kualifikasi dimana Dani Pedrosa dan Marc Marquez yang berasal dari Spanyol berada di barisan depan, peluang untuk pembalap tuan rumah berjaya di negeri sendiri terbuka lebar. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
Hasil Kualifikasi MotoGP Spanyol 2017 Pos. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
kedua di Autodromo Termas de Rio Hondo, Argentina, dia gagal finis setelah jatuh pada lap pertama. “Semua hal tidak semudah yang terlihat. Saya butuh waktu lebih untuk beradaptasi dengan motor Ducati yang spesial sekaligus sulit,” kata Lorenzo menambahkan. Lorenzo memang sempat diprediksi akan bisa bersaing di depan bersama Ducati. Hal ini didasari hasil bagus yang didapat Lorenzo pada tes pasca-musim di Valencia, November tahun lalu. Namun, saat musim berjalan, Lorenzo tertinggal dari para pebalap papan atas lain. Dia tak bisa bersaing seperti yang diinginkan karena proses adaptasi dengan Desmosedici GP tidak berjalan sesuai rencana. Lorenzo menjelaskan bahwa motor Ducati yang dia
Jorge Lorenzo
BPM/rtr
Team Repsol Honda Team Repsol Honda Team LCR Honda Movistar Yamaha MotoGP Team SUZUKI ECSTAR Monster Yamaha Tech 3 Movistar Yamaha MotoGP Ducati Team Monster Yamaha Tech 3 EG 0,0 Marc VDS
Time 1’38.249 1’38.298 1’38.453 1’38.677 1’38.744 1’38.861 1’38.908 1’38.910 1’39.108 1’39.125
BPM/rtr
Pedrosa “Pole”, Honda Kuasai Jerez Jerez –
Pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, merebut pole position MotoGP Jerez setelah menjadi yang tercepat pada sesi kualifikasi, Sabtu (6/5) kemarin. Dia mengungguli rekan timnya, Marc Marquez, yang bakal start di posisi kedua.
Pedrosa menorehkan waktu lap tercepat 1 menit 38,249 detik. Pebalap berjuluk The Little Spaniard itu unggul 0,049 detik atas Marquez. Sementara posisi ketiga ditempati Cal Crutchlow yang berselisih 0,204 detik dari Pedrosa. Raihan kurang memuaskan didapat duo Movistar Yamaha, Maverick Vinales dan Valentino Rossi. Vinales hanya mampu menduduki posisi keempat dengan catatan waktu 1 menit 38,677 detik. Sedangkan Rossi terpuruk di posisi ketujuh dengan catatan
Harapan Tinggi Lorenzo Jerez – Pebalap Ducati Team, Jorge Lorenzo, tampil baik pada hari pertama GP Spanyol di Sirkuit Jerez, Jumat (5/5) kemarin. Dalam dua kali sesi latihan bebas, Lorenzo selalu masuk 10 besar pebalap tercepat. Hasil ini tentu memunculkan harapan baru bagi kubu Ducati, setelah hasil yang kurang memuaskan pada tiga seri sebelumnya. “Musim ini dimulai dengan tidak teralu bagus. Harapan sempat sangat tinggi dengan kedatangan saya ke Ducati,” kata Lorenzo. Dari tiga balapan yang sudah digelar, posisi finis terbaik Lorenzo adalah di urutan ke-9, yakni pada seri ketiga di Circuit of The Americas (COTA), Austin, dua pekan lalu. Pada seri pertama di Sirkuit Losail, Qatar, dia finis di urutan ke-11. Pada seri
Rider Dani PEDROSA Marc MARQUEZ Cal CRUTCHLOW Maverick VIÑALES Andrea IANNONE Johann ZARCO Valentino ROSSI Jorge LORENZO Jonas FOLGER Jack MILLER
pakai sekarang memang tidak sepenuhnya sempurna untuk gaya balapnya. “Tetapi, sekarang saya semakin baik, semakin cepat, dan semakin nyaman. Saya sangat berusaha keras, lebih dari yang sebelumsebelumnya,” kata Lorenzo. Lorenzo mengaku harus melatih fisiknya lebih dari sebelum-sebelumnya. Dia banyak menghabiskan waktu untuk mencapai standar fisik yang diperlukan. “Saya akan melakukan segalanya untuk membuat ducati kompetitif pada masamasa mendatang,” ujar pebalap yang genap berusia 30 tahun pada 5 Mei 2017 tersebut. Di Sirkuit Jerez, Lorenzo tiga kali menjadi juara sejak naik ke MotoGP yakni pada 2010, 2011, dan 2015.Lorenzo akan start di posisi ke 8 dalam balapan nanti. (kmb33/rtr)
waktu 1 menit 38,908 detik. Usai kualifikasi, Pedrosa mengaku tidak sabar untuk menjajal tunggangannya saat race berlangsung, terlebih di hadapan pendukungnya sendiri. “Saya berusaha untuk menikmati setiap seri musim ini sehingga saya bisa meraih hasil baik. Begitu juga saat di Jerez, saya akan fokus untuk mencapai podium,” ungkap Pedrosa. Persaingan panas sudah terjadi sejak kualifikasi pertama. Andrea Dovizioso (Ducati), Andrea Iannone (Suzuki), Danilo Petrucci
(Pramac Ducati) dan Aleix Espargaro (Aprilia) bersaing ketat untuk lolos ke kualifikasi kedua. Espargaro sempat memimpin dengan torehan waktu 1 menit 39,168 detik saat kualifikasi pertama tersisa kurang dari tiga menit. Dia unggul 0,112 dari Dovizioso yang menempati posisi kedua dan 0,129 detik dari Iannone. Iannone justru lolos ke babak kualifikasi kedua setelah mempertajam catatan waktunya menjadi 1 menit 38,919 detik. Dia unggul 0,023 detik dari Espar-
garo yang juga lolos ke babak berikutnya. Pada awal kualifikasi kedua, Marquez melesat dengan torehan waktu 1 menit 38,300 detik. Dia unggul 0,249 detik atas Pedrosa. Sedangkan Vinales menempati posisi keempat dengan terpaut 0,887 detik dari Marquez. Catatan kurang bagus diraih Rossi yang harus menduduki posisi ke-10 setelah terpaut 1,458 detik dari Marquez. Pedrosa mempertajam catatan waktunya. Namun, torehan waktu lap The Little Spaniard masih belum mampu mematahkan catatan terbaik Marquez. Dia terpaut 0,031 detik dari rekan timnya itu. Saat kualifikasi kedua
tersisa kurang dari lima menit, Rossi kian terpuruk. The Doctor terlempar dari sepuluh besar. Sementara Vinales menempati posisi ketiga dengan selisih 0,377 detik dari Marquez. Gebrakan dibuat Cal Crutchlow. Pebalap LCR Honda ini melesat ke posisi ketiga saat sesi kualifikasi tersisa satu menit. Pedrosa turut mempertajam catatan waktunya. Pebalap Spanyol berusia 31 tahun itu menorehkan waktu lap terbaik 1 menit 38,249 detik. Catatan ini 0,051 detik lebih baik dari yang sebelumnya ditorehkan Marquez. Marquez berhasil memperbaiki catatan waktunya. Namun, dia masih terpaut 0,049 detik dari Pedrosa. (kmb33/rtr)
OLAHRAGA
10
Minggu Paing, 7 Mei 2017
Jalan Terjal Madrid
Madrid – Real Madrid dihadang jadwal padat dalam upaya memenangi La Liga pertamanya dalam lima tahun terakhir. Tiga laga terakhir El Real cuma digelar dalam periode delapan hari. Madrid baru saja mendapatkan jadwal laga dengan Celta Vigo, yakni pada 17 Mei mendatang. Pertandingan itu seharusnya dilangsungkan pada Februari lalu, namun batal karena Stadion Balaidos mengalami kerusakan lantaran badai dan hujan deras. Menghadapi Celta Vigo pada 17 Mei menghadirkan tantangan besar untuk El Real, karena itu, artinya mereka akan menjalani tiga pertandingan terakhirnya hanya dalam selang delapan hari. Rangkaiannya dimulai pada 14 Mei saat mereka menjamu Sevilla di Santiago Bernabeu, lalu melawat ke
Celta Vigo di 17 Mei dan menjalani laga pamungkas di kandang Malaga pada 21 Mei. Jika berhasil lolos ke final Liga Champions, Madrid akan punya waktu istirahat dua pekan. Duel di Cardiff i t u a ka n d i l a ng s u n g ka n pada 4 Juni. Madrid harus memenangkan laga kontra Celta Vigo jika mau menjuarai La Liga musim ini. “Pertandingan semakin sedikit. Maka semua berarti penting. Setiap nilai akan sangat berharga,” kata Zidane, Sabtu (6/5) kemarin. Terakhir Madrid meraih hasil positif pada pekan ke35. Los Blancos sukses menaklukkan Valencia 2-1. Jelang musim berakhir, Madrid tentunya harus menyapu bersih semua sisa pertandingan. Kalkulasinya, raihan 10 poin dari empat pertandingan akan membawa Madrid meraih juara Liga Spanyol.
Madrid saat ini duduk di posisi dua klasemen La Liga dengan poin 81, kalah head to head dari Barcelona yang ada di posisi teratas. Namun Madrid masih punya satu pertandingan sisa lebih banyak. Madrid tak pernah lagi menjuarai La Liga Primera sejak 2012. Dalam selang tersebut, Liga Spanyol dikuasai Barcelona dan Atletico Madrid. Jika ini terjadi lagi, Zidane mengaku siap lengser dari jabatannya. “Di klub ini Anda harus tergantung pada hasil. Saya sudah di sini selama 17 tahun dan saya tahu kondisi saya saat ini,” kata Zidane. “Jika Anda tidak bisa mendapatkan hasil yang baik di Madrid, Anda keluar. Saya tahu itu, tapi hal tersebut tidak mempengaruhi saya dan saya mencoba untuk mendapatkan yang terbaik,” lanjut dia. (kmb33/rtr)
BPM/ap
DEPAN - Striker Wayne Rooney akan kembali menjadi andalan di lini depan Manchester United saat melawat ke kandang Arsenal malam nanti.
Arsenal Vs MU
Liga Europa Jadi Incaran Mou
London – Pelatih Manchester United, Jose Mourinho berencana melakukan rotasi pemain saat melawan Arsenal di Stadion Emirates. Hal itu dilakukan agar anak asuhnya berada dalam kondisi fit di Liga Europa. Namun Mou juga harus tetap mengincar posisi empat besar agar lolos ke Liga Champions. Tiket Liga Champions menjadi prioritas Manchester United untuk saat ini. Pasalnya, peluang MU meraih trofi Premier League telah sirna. Manchester United mengoleksi 65 poin dari 34 laga atau tertinggal 16 angka dari Chelsea yang bertengger di puncak klasemen. Praktis Mourinho mengincar tiket Liga Champions dengan menjuarai Liga Europa musim ini atau dengan menduduki posisi empat di klasemen akhir Premier League. “Saya tahu jika Liga Europa adalah satu-satunya kompetisi yang belum pernah dimenangi Manchester United,” ujar Mourinho, Sabtu (6/5) kemarin. “Itu pasti menjadi prestasi yang bagus dan kami bisa mengklaim diri sebagai klub yang telah menjuarai semua kompetisi di dunia,” seru manajer asal Portugal tersebut. Manchester United harus melawan Celta Vigo pada leg pertama semifinal Liga Europa di Stadion Balaidos, Kamis (4/5) lalu. Wayne Rooney dan rekan-rekan bakal melawan Arsenal dalam lanjutan Premier League di Stadion Emirates tiga hari berselang. “Itu akan menjadi pencapaian bagus yang sebanding dengan banyaknya masalah yang kami alami dan membuat kami bisa kembali berlaga di Liga Champions musim depan,” kata
Mourinho. “Liga Europa lebih penting bagi Manchester United saat ini. Jika harus mengistirahatkan pemain pada akhir pekan, kami akan melakukannya,” imbuhnya. Baik Arsenal dan Manchester United bisa dikatakan tampil di bawah ekspektasi musim ini. Hingga pekan ke-35 EPL kemarin, kedua tim ini sama-sama berada di luar zona Liga Champions dimana Manchester United berada di peringkat lima dan Arsenal berada di peringkat enam. Jarak kedua tim dengan Manchester City yang berada di peringkat 4 sebenarnya tidak jauh, sehingga kedua tim akan berupaya keras untuk mengamankan 3 poin di Emirates Stadium akhir pekan nanti. Pertandingan akhir pekan nanti nampaknya akan menjadi laga yang sengit bagi kedua tim. Pasalnya, dalam enam pertemuan terakhir kedua tim berakhir sama kuat, dimana Manchester United memenangkan dua laga, Arsenal memenangkan dua laga dan dua laga, sisanya berakhir imbang. Namun kunjungan terakhir Manchester United ke Emirates Stadium berakhir buruk, dimana mereka dikalahkan tuan rumah dengan skor 3-0 oleh karenanya mereka harus bekerja keras jelang laga ini. Performa kedua tim je-
Aaron Ramsey
BPM/rtr
lang laga ini bisa dikatakan cukup mirip. Manchester United masih mempertahankan rekor tidak terkalahkannya di Premier League, dimana dua laga terakhir mereka berakhir dengan hasil imbang, sementara Arsenal harus takluk dari Tottenham Hotspur dengan skor 2-0 pada akhir pekan kemarin, setelah mereka meraih tiga kemenangan beruntun. Pada laga ini, kubu tuan rumah sedikit lebih diuntungkan karena faktor jadwal. Seperti yang sudah kita ketahui, Manchester United harus melakoni laga tandang ke Spanyol dini hari tadi untuk pertandingan semi final Liga Europa musim ini. Itu berarti kubu tim tamu punya waktu recovery yang lebih seidkit dari Arsenal yang sama sekali tidak bermain pada tengah pekan ini, sehingga rotasi pemain di kubu MU akan menjadi salah satu faktor penentu kemenangan pada laga ini. Jelang laga ini kubu tuan rumah tengah dipusingkan dengan banyaknya pemain mereka yang mengalami cedera. Tercatat Santi Cazorla, Jeff Reine-Adelaide, Granit Xhaka dan Lucas Perez dipastikan absen pada laga ini karena mengalami cedera. Arsene Wenger sendiri kemungkinan masih akan menjajal skema tiga bek
yang belakangan ia gunakan, dimana trio Shkodran Mustafi, Laurent Koscielny dan Gabriel Paulista akan diplot sebagai dinding kokoh di lini pertahanan The Gunners. Aaron Ramsey dipercaya akan menjadi starter untuk mengisi posisi Granit Xhaka, sementara Mesut Ozil dan Alexis Sanchez akan bertugas untuk menyokong pergerakan Olivier Giroud sebagai juru gedor mereka pada laga ini. Di kubu tim tamu, Jose Mourinho datang ke London Utara dengan membawa masalah cedera yang pelik. Luke Shaw, Marcos Rojo, Zlatan Ibrahimovic, Timothy Fosu-Mensah dan Ashley Young dipastikan absen pada laga ini karena mengalami cedera. Marouane Fellaini juga harus absen pada laga ini karena melakoni hukuman. Mourinho sendiri sudah mengindikasikan akan melakukan rotasi mayor pada timnya kontra Arsenal nanti, sehingga ia dipercaya akan memainkan Wayne Rooney sebagai penyerang utama setan merah pada laga ini. Rooney nantinya akan disokong oleh Anthony Martial, Henrikh Mkhitaryan dan Juan Mata di sektor gelandang serang. Di lini tengah, Paul Pogba kemungkinan akan diduetkan dengan Michael Carrick yang diistirahatkan kontra Celta Vigo, sementara di lini pertahanan Eric Bailly kemungkinan akan diistirahatkan, sementara Chris Smalling dan Phil Jones akan tampil sebagai starter pada laga ini. (kmb33/rtr)
London – Arsenal harus ekstra waspada saat melakoni pertandingan melawan Manchester United. Apalagi, The Red Devils, sedang sulit dikalahkan. Pertandingan Arsenal melawan MU akan berlangsung di Emirates Stadium,malam nanti. MU tidak pernah kalah dalam 25 pertandingan musim ini Rinciannya, MU menang sebanyak 13 kali dan sisanya 12 kali menuai hasil imbang. Catatan itu yang disadari oleh gelandang Arsenal, Aaron Ramsey. “Kami tahu bagaimana sulitnya itu karena mereka sudah lama tak menelan kekalahan, meski mereka juga banyak
menuai hasil imbang,” kata Ramsey, Sabtu(6/5) kemarin. “Mereka susah untuk dikalahkan, jadi kami harus ada di kondisi terbaik kami, menyamai mereka dan membuat lebih mengalir dalam membangun serangan dan semoga itu bisa mengalahkan mereka,” imbuhnya. Arsenal sedang dalam hasil kurang bagus dalam 11 pertandingan terakhir. Mereka menelan enam kekalahan, empat kali menuai hasil imbang, dan cuma sekali menang. Hingga pekan ke 35 EPL musim ini, mereka hanya menempati peringkat ke 6 klasemen sementara EPL. (kmb33/ap)
Zinedine Zidane
BPM/ap
Totti Belum Pasti Pensiun
Roma – Kapten AS Roma Francesco Totti secara mengejutkan tak mau memberi konfirmasi soal rencananya gantung sepatu di akhir musim ini. Presiden AS Roma, James Palotta telah memberi konfirmasi bahwa legenda terbesar klubnya, Francesco Totti, bakal gantung sepatu akhir musim ini. Sebelumnya direktur olahraga baru Il Giallorossi, Monchi, jadi orang pertama yang mengungkap akhir era legenda terbesar Roma itu di pengunjung musim nanti. Meski begitu, Totti pribadi belum memberi pernyataan resmi baik soal pensiunnya maupun tentang masa depan-
nya. Namun baru-baru ini, sang legenda akhirnya angkat bicara. “gantung sepatu di akhir musim ini? Anda akan tahu di akhir musim ini,” ujar Totti, Sabtu (7/5) kemarin. Dirumorkan pula Totti akan mendapat kontrak jangka panjang berdurasi enam tahun, untuk menempati posisi sebagai direktur teknis Il Giallorossi. Kiper Wojciech Szczesny mengungkapkan kebanggaannya sudah menjadi rekan setim Totti. “Sebuah kebanggaan besar bagi saya bisa bermain dengan pemain seperti dia. “Waktu kecil, saya menontonnya di televisi.” “Kata Szczesny di situs resmi Roma. Setelah 25 tahun
di Roma, dan hanya bersama Roma, pensiunnya Totti bakal menjadi sebuah kehilangan besar. Meski begitu, Szczesny berharap Roma bisa menemukan penggantinya pada saatnya nanti. “Saat dia pensiun, pasti akan sulit bagi klub. Namun, kami harus terus melangkah. Kami semua tahu kalau dia akan selalu jadi bagian dari kami. Itu sesuatu yang sangat bermakna,” katanya lagi. Musim ini bakal menjadi musim terakhir Totti sebagai pemain Roma. Musim ini pun sepertinya bakal menjadi musim terakhir Szczesny bersama Giallorossi, setelah dua musim dia dipinjam dari Arsenal. (kmb33/rtr)
Ramsey Waspadai MU
Francesco Totti
BPM/rtr
Minggu Paing, 7 Mei 2017
GELANGGANG
11
Andhika Pimpin PB Perbasasi
Mangupura (Bali Post)Andhika Muhammad Manoarva terpilih sebagai Ketua Umum PB Perserikatan Baseball Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) masa bakti 2017-2021 pada Munas Perbasasi, di Nusa Dua, Jumat (5/5) malam lalu. Ia menggantikan Syahrir Nawier. Dalam Munas yang dihadiri 24 delegasi Pengprov Perbasasi se-Indonesia, Andhika meraup 13 suara, sedangkan kandidat lainnya Ratna Julia 11 suara. Seorang calon lainnya Dod gembiro mengundurkan diri. Andhika menyatakan, pihaknya bakal melakukan restrukturisasi organisasi. Misalnya, susunan kepengurusan tanpa ketua harian, tetapi cukup seorang ketum dan dua waketum, kemudian seorang Sekjen dan lima sekretaris, termasuk seorang bendahara umum dan lima bendahara. Selain itu, kata Andhika, pihaknya bakal mewajibkan kepada 24 Pengprov Perbasasi supaya menggelar turname kejurprov. ‘’Jenjang berikutnya akan digelar kejurnas tiap tahun,’’ ujarnya. Sementara Ketua Panpel Munas Made Suartana menerangkan, ketua umum terpilih Andhika diberi waktu 30 hari, guna menyusun kabinet. Suartana menambahkan, AD/ART Perbasasai akan dilakukan penyempurnaan atau revisi dan ditangani panitia ad hoc. ‘’Yang membanggakan, Bali akan memiliki lapangan berstandar internasional,’’ ucap Ketua Pengprov Perbasasi Bali ini. Dijelaskannya, pihaknya telah menjajaki dengan KONI Bali dan konon diupayakan pengadaan lahan sehektare, di lokasi kampus Unud Jimbaran. ‘’Daerah cukup menyediakan lahan, sedangkan biaya pembangunannya PB Perbasasi mengajukan permohonan bantuan biaya kepada Kemenpora,’’ jelas dia. (022) BPM/ist
INTIP — PS Badung sudah mengintip kekuatan lawannya Persekap Kota Pasuruan, saat mengalahkan tamunya PS Sumbawa Barat dengan skor 4-0 di Lapangan Untung Suropati Pasuruan, Sabtu (29/5) lalu. Kini Tim Keris diuji menjamu Persekap Kota Pasuruan dalam lanjutan Kompetisi Liga 2, Grup VII di Lapangan Samudra, Kuta, Minggu (7/5) sore ini.
Syahrial Intip Kekuatan Persekap
Mangupura (Bali Post)-
Andhika Muhammad Manoarva
BPM/ist
Persewangi Imbangi Perssu Sumenep
Sumenep (Bali Post)Persewangi Banyuwangi mampu menahan imbang tim tuan rumah Perssu Real Madura, dengan skor akhir 4-4 dalam laga lanjutan grup VI Liga 2 Indonesia 2017 di Stadion A Yani Sumenep, Jawa Timur, Sabtu (6/5) kemarin. Sejak menit awal babak pertama, Persewangi langsung tampil menyerang. Serangan bertubi-tubi itu akhirnya membuahkan gol saat pertandingan baru berlangsung dua menit. Trubus Gunawan dengan leluasa menjebol gawang Perssu pada menit ke-2. Tidak lama berselang, tepatnya pada menit ke-15, tim tuan rumah mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui tendangan bola mati yang dieksekusi oleh pemain tengahnya, Haris Tuharea dari sisi kanan pertahanan Persewangi. Skor 1-1 itu membuat pemain Perssu maupun Persewangi berusaha meningkatkan daya serangnya dan jual beli serangan pun terjadi. Tiga menit kemudian gawang Perssu kembali jebol setelah bola sepakan pemain depan Persewangi, Dominggus Fedrik Kerewai dari luar kotak penalti gagal dijangkau kiper “Laskar Kuda Terbang”, M Choirun Nasirin dan skor pun berubah 1-2. Perssu baru menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit tambahan di babak pertama, setelah pemain tengahnya, Kevin Dwi Yulian Putra berhasil menjebol gawang Persewangi yang dikawal Nanda Pradana pada menit ke-45 (injury time). Pada babak kedua, Persewangi kembali unggul sementara setelah pemain tengahnya, Dominggus Fedrik Kerewai sukses mengecoh kiper Perssu, M Choirun Nasirin pada menit ke-69 dan skor pun menjadi 3-2. Empat menit kemudian suporter tuan rumah langsung terdiam setelah pemain depan Persewangi, Trubus Gunawan kembali sukses menjebol gawang Perssu pada menit ke-73 dan skor menjadi 4-2. Namun, suporter tim tuan rumah kembali riuh setelah untuk kedua kalinya pemain tengah Perssu, Haris Tuharea mencetak gol melalui eksekusi bola mati pada menit ke-76 dan skor menjadi 3-4. Haris Tuharea akhirnya menjadi penyelamat muka Perssu setelah eksekusi bola matinya kembali menggetarkan jala gawang Persewangi yang dijaga Nanda Pradana, pada menit tambahan babak kedua, yakni menit ke-92, dan skor pun menjadi imbang, 4-4. (ant)
Diam-diam pelatih Kepala PS Badung Syahrial Effendy, telah mengintip pola permainan Persekap Kota Pasuruan, saat menekuk tamunya PS Sumbawa Barat dengan skor 4-0 di Lapangan Untung Suropati, Pasuruan, Sabtu (29/4) lalu. Oleh sebab itu, Tim Keris diharapan bisa memetik poin penuh saat menjamu lawannya Persekab Kota Pasuruan dalam lanjutan Kompetisi Liga 2, Grup VII, di Lapangan Samudra, Kuta, Badung, Minggu (7/5) sore ini. Asisten Pelatih PS Badung Nyoman Sujata di Kuta, Sabtu (6/5) kemarin menegaskan, hasil pemantauan Syahrial tentang peta kekuatan tim berjuluk The Lassa, diharapkan bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan
Persekab, hingga PS Badung bisa memetik kemenangan. Sujata mengakui, Tim Keris dua kali melakoni laga tandang dikalahkan PS Sumbawa 0-2, serta ditundukkan Persekam Metro Kabupaten Malang, juga dengan skor
sama 0-2. ‘’Saya sudah memotivasi anak-anak agar bangkit, guna memenangkan laga sore ini,’’ tutur Sujata. Pemain PS Badung Wayan Gede Bayu Yusa menerangkan, sejak menit awal skuad Tim Keris bermain
normal saja, sambil membaca celah yang bisa diterobos. ‘’Saya bersama rekan setim bertekad memenangkan laga sore ini,’’ ungkap Bayu Yusa. Di sisi lain, kapten Persekab Ali Khumaidi juga mematok target memenangkan laga, meskipun dirinya buta kekuatan PS Badung. ‘’Saya akrab dengan pemain PS Badung Aji Satrio, sebab pernah sama –sama di Persik Kediri,’’ kenang Ali. Asisten Pelatih Persekab Sujito juga berharap The
Lassa bisa mempermalukan PS Badung di kandangnya. ‘’Kami juga pasang target poin penuh,’’ ujar Sujito. Sementara Asisten Manajer Persekab Suhaimi memastikan timnya melawan PS Badung bakal seru. Pasalnya, Tim Keris diprediksi motivasinya bakal bangkit, pascakalah beruntun dua kali di luar kandang. ‘’Bertanding di depan pendukung setia, dibandingkan bertarung ke luar kandang, aromanya memang berbeda,’’ sebut Suhaimi. (022)
Tim Piala Sudirman Targetkan ke Semifinal
BPM/022
GASHUKU — Suasana gashuku Pengprov KKI Bali yang bertujuan menambah teknik kata. Di Dojo PLN, Sabtu (6/5) kemarin.
KKI Sebarkan Jurus Kata ke Daerah
Pemain Asing Disikut, PSM Layangkan Protes
Denpasar (Bali Post)Pengurus Pusat Kushin Ryu M Karate-do Indonesia (PP KKI), melalui Guru Besar KKI Soke Horyu Matsuzaki telah menggelar tambahan teknik kata, bagi para ketua dewan guru KKI se-Indonesia di Bandung, 1420 April lalu. Selanjutnya, pada ketua dewan guru KKI provinsi berkewajiban menyebarluaskan teknik kata, kepada para ketua dewan guru KKI kabupaten dan kota se-Bali. Ketua Panpel gashuku
KKI Bali Nyoman Sulendra, di sela-sela gashuku di Dojo PLN, Sabtu (6/5) kemarin menjelaskan, peserta gashuku 50 orang, diikuti pengurus Pengprov KKI, ketua dewan guru KKI se-Bali, serta anggota majelis sabuk hitam (MSH). Humas PP KKI Marwanto menerangkan, Guru Besar KKI Soke Horyu Matsuzaki memiliki seratus lebih jurus kata, tetapi baru diturunkan 46 teknik. ‘’Jadi, tidak mudah membagikan ilmu atau jurus kata ini, tetapi perlahan dan
tahap demi tahap,’’ terang Marwanto. Gashuku juga dihadiri Anggota Dewan Guru PP KKI Manase Opur. Di sisi lain, Ketua Umum Pengprov KKI Bali AAN Mahendra menjelaskan, gashuku ini bertujuan menyeragamkan, meningkatkan, serta mendalami gerakan kata yang menjadi ciri khas Kushin Ryu. ‘’Gerakan kata di Kushin Ryu terdapat dua, yakni gerakan bela diri kata, serta gerakan kata untuk dipertandingkan yang cenderung ke unsur seni,’’ terang dia. (022)
Makassar (Bali Post)Manajemen PT Persaudaraan Sepak Bola Makassar (PT PSM) mengirimkan surat protes ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI, terkait insiden yang dialami penyerang Reinaldo Elias Da Costa, dalam pertandingan melawan Perseru Serui di Stadion Marora, 4 Mei 2017. Media Officer PSM Andi Widya Syadzwina di Makassar, Sabtu (6/5) kemarin mengatakan, penyerang berpaspor Australia itu mendapat sikutan dari pemain lawan dalam pertandingan yang berakhir 1-2 untuk kemenangan PSM tersebut. “Manajemen sudah mengirim surat secara resmi. Kami lampirkan pula bukti video dan foto atas kejadian yang menimpa Reinaldo,” ujarnya. Ia menjelaskan, keputusan manajemen untuk menyurat secara resmi ke PT LIB sebagai operator kompetisi dan PSSI sebagai induk sepak bola Tanah Air, sebagai upaya pembelajaran bagi setiap tim, agar tidak mengalami kondisi serupa ke depan. ‘’Kekerasan terhadap pemain dan sikap wasit yang terkesan membiarkan hal itu terjadi, patut menjadi perhatian semua pihak,’’ katanya. Reinaldo Elias da Costa pada pertandingan tersebut pingsan, setelah mendapatkan sikutan dari pemain lawan, ketika memperkuat PSM dalam laga cukup panas tersebut. Pemain itu, menurut dia bahkan kejang-kejang kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat. “Reinaldo yang pingsan selanjutnya dibawa ke rumah sakit, untuk mendapatkan penanganan termasuk diberikan oksigen. Setelah beberapa lama akhirnya sadar dan kemudian bisa dibawa ke hotel,” katanya. (ant)
Sembalun (Bali Post)- Pelari Indonesia Akhmad Nizar, berhasil menjadi juara pada lomba lari lintas alam Rinjani 100 kategori 27 kilometer, dengan catatan waktu 4 jam 5 menit 56 detik dan mengalahlan 81 peserta lainnya. Torehan tersebut memecahkan rekor sebelumnya yang juga dicatatkan pelari Indonesia, Muslyadin dengan catatan 4 jam 41 menit 1 detik. “Sebenarnya waktu ini agak meleset dari target saya 3 jam 59 menit. Saya merasa agak kram jadi sedikit melambat,” ujar Akhmad Nizar, usai finis di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (6/5) kemarin.
Pria asal Jember, Jawa Timur ini mengaku berlatih selama 1,5 bulan sebelum kompetisi Rinjani 100 dimulai dengan durasi latihan tiga sampai empat kali dalam seminggu. Dia berlatih di gunung yang ada di Malang. Meskipun merasa rute Rinjani 100 termasuk “gila” dan memiliki tanjakan ekstrem, Akhmad Nizar masih ingin berkompetisi di tahun 2018. “Saya mau naik ke 36 kilometer,” kata dia. Rinjani 100 sendiri merupakan kompetisi lari lintas alam internasional yang diikuti oleh 502 peserta dari 28 negara, termasuk Indonesia, yang diadakan mulai Jumat (5/5) lalu, sampai Minggu (7/5) ini.
Kejuaraan yang melewati puncak Gunung Rinjani ini mempertandingkan empat kategori, yaitu 27 kilometer, 36 kilometer, 60 kilometer dan 100 kilometer. Kategori 27 kilometer start pukul 05.00 WITA di Sembalun. Di kategori ini, pelari harus melewati total ketinggian 1,7 km dengan batas waktu (cut off time/ COT) sembilan jam. Namun rute 27 kilometer tidak sampai ke puncak Gunung Rinjani. Pelari cuma sampai ke lereng Sembalun yang jaraknya beberapa kilometer sebelum puncak, sebelum berputar dan kembali ke garis start yang juga menjadi titik finis di Sembalun. (ant)
Pelari Indonesia Nizar Juara Rinjani 27 Km
Jakarta (Bali Post)Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyebutkan target realistis para punggawa tim nasional di kejuaraan beregu campuran Piala Sudirman 2017 tetap mencapai babak semifinal, walaupun skuad timnas berubah. “Kalau berubah saya rasa tidak ya. Kami tetap pasang tembus ke semifinal, kita berusaha positif saja dengan persiapan untuk setiap sektornya. Jadi masing-masing punya tanggung jawab dan juga punya fokus untuk masing-masing poin,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susi Susanti di Cipayung, Jakarta, Sabtu (6/5) kemarin. Indonesia akan berlaga dalam kejuaraan campuran beregu yang digelar di Carrara Sport and Leisure Centre in Gold Coast, Australia pada 21-28 Mei 2017, tanpa diperkuat peraih medali emas ganda campuran Olimpiade Rio de Janeiro 2016 Liliyana Natsir dan pemain ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istirani, karena masih berkutat dengan cedera. Susi mengatakan, walaupun terjadi perubahan skuad yang turun dalam Piala Sudirman dan berpengaruh pada kekuatan tim Merah Putih sendiri, PBSI berharap bahwa tim tersebut bisa menunjukkan soliditas, kekompakan dan lebih termotivasi untuk bisa memberikan yang terbaik. “Memang secara ranking kami sebetulnya di unggulan lima atau delapan, tetapi tetap saya bilang minimal target kami harapkan semifinal. Pasalnya, untuk turnamen beregu sendiri, Indonesia beberapa kali sebagai underdog, namun kami bisa melewati target. Mudah-mudahan kami berharap kali ini juga demikian,” ujar dia. Walaupun demikian, Susi berbicara mengenai kejuaraan beregu Piala Sudirman, dimana Indonesia baru memenangkan satu kali gelar pada pertama kali digelarnya kejuaraan ini, selanjutnya prestasi terbaik Indonesia hanya ada di peringkat dua pada 1991, 1993, 1995, 2001, 2005 dan 2007. Yang terbaru dalam edisi 2015 Indonesia hanya menjadi semifinalis setelah dikalahkan China 3-1 yang di akhir kejuaraan menjadi juara selepas menumbangkan Jepang 3-0. Walaupun kali ini andalan Indonesia ada di sektor ganda campuran dan putra yang diisi pemain-pemain papan atas dunia, mantan peraih medali olimpiade Barcelona 1992 itu berharap sektor lainnya bisa ikut mencuri poin dari lawan-lawannya. (ant)
BPM/ant
PELEPASAN - Atlet bulu tangkis tim Piala Sudirman (dari kanan ke kiri) Gloria Emanuelle Widjaja, Greysia Polii, Fitriani, Apriani Rahayu, Gregoria Mariska Tunjung tertawa menyaksikan hiburan saat pelepasan tim Piala Sudirman di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Sabtu (6/5) kemarin.
LAGA
12
Minggu Paing, 7 Mei 2017
Djokovic Tanpa Pelatih
London – Novak Djokovic belum berencana mencari pengganti tim pelatih yang baru saja berpisah dengannya. Untuk sementara Djokovic akan bertanding tanpa pelatih. Djokovic memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan tim pelatih yang mendampinginya selama ini. Petenis asal Serbia itu sepakat untuk pisah jalan dengan pelatih Marian Vajda, pelatih kebugaran Gebhard Phil Gritsch dan fisioterapis Miljan Amanovic . Keputusan ini diambil menyusul hasil-hasil buruk yang didapat Djokovic belakangan ini. Setelah tersingkir di babak kedua Australia Terbuka lalu, Djokovic tak pernah melaju lebih jauh dari babak perempatfinal di lima turnamen yang
diikutinya. Setelah mengambil keputusan ini, Djokovic belum akan menunjuk pelatih baru dalam waktu dekat. Petenis berusia 29 tahun itu mengaku butuh waktu untuk mencari orang yang tepat. “Saya merasa ini adalah babak baru dalam hidup saya. Karier saya selalu menanjak dan kali ini saya mengalami ketika perjalanan membawa Anda ke arah yang berbeda,” ujar Djokovic seperti dikutip dari situs resminya, Sabtu (6/5) kemarin. “Saya ingin menemukan cara untuk kembali lebih kuat dan lebih tangguh. Saya punya keyakinan pada proses ini dan itulah mengapa saya akan butuh waktu untuk menemukan orang yang tepat yang bisa ber-
hubungan dengan saya secara profesional,” lanjutnya. Djokovic selanjutnya akan tampil di Madrid Terbuka pada 7-14 Mei mendatang. Untuk sementara waktu, pemilik 12 gelar grand slam itu akan menjalani turnamen tanpa pelatih. “Saya sudah cukup lama ada di tur untuk tahu bagaimana mengelola rutinitas harian dan saya tidak ingin buru-buru mengambil keputusan. Saya akan menjalani tur sendiri untuk sementara waktu, dengan dukungan keluarga dan manajemen saya. Saya akan mempublikasikannya ketika saya menemukan orang yang tepat, tapi untuk saat ini saya berterima kasih untuk dukungan dan pengertiannya,” kata Djokovic. (kmb33/ap)
BPM/ap
DUEL - Saul “Canelo” Alvarez berpose kepada wartawan setibanya di Las Vegas jelang duel melawan Julio Cesar Chavez Jr.
Canelo Vs Chavez Jr.
Las Vegas – Duel akbar akan terjadi hari ini, ketika dua petinju terbaik asal Meksiko, Saul “Canelo” Alvarez akan berhadapan dengan Julio Cesar Chavez Jr. di T-Mobile Arena, Las Vegas. Buat keduanya, laga ini akan menjadi pembuktian siapa petinju terbaik dari Meksiko. Chavez saat ini masih terus dibayang-bayangi kebesaran nama ayahnya di ring tinju. Kariernya sempat tersandung ketika lima tahun lalu terbukti positif menggunakan mariyuana dan kekalahan serta kelebihan berat badan, petinju 31 tahun mantan juara kelas menengah itu sadar betul arti duel nanti. “Ya, ini akan menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepada banyak orang siapa yang terbaik di Meksiko,” ujar Chavez Jr, Sabtu (6/5) kemarin (50-2-1, 32 KO) dalam sesi jumpa pers sebelum laga, Rabu (4/5). “Saya kira ini akan men-
jadi pertarungan yang berat dan penting. Pertarungan antara sesama petinju Meksiko selalu menarik dan saya rasa pertarungan ini sangat penting buat karier kami berdua,” imbuh petinju dengan rekor (50-2-1, 32 KO) itu. Pekerjaan yang harus diselesaikan terlebih dulu oleh Chavez adalah menurunkan berat badan yang belum ideal. Dalam tiga pertarungan terakhir, petinju berusia 30 tahun melakoni pertarungan di kisaran berat 170-172 pons atau di divisi kelas berat junior (77-78 kg). Soal kekuatan dan kebugaran, sang pelatih fisik Memo
Kawhi Leonard
Heredia memastikan Chavez tidak mengalami masalah. Chavez dikatakannya sudah menjalani latihan di ketinggian daerah pegunungan dekat kota Meksiko. Sementara itu, Alvarez mengakui duel nanti benarbenar mempertaruhkan gengsi keduanya. “Persaingan antara saya dan Chavez selalu ada, terlebih lagi sejak pertarungan ini akhirnya akan diwujudkan,” kata Alvarez. “Komentar yang dia buat, beberapa hal yang dia katakan di media, itu memotivasi saya untuk berlatih lebih keras lagi untuk benar-benar mempersiapkan diri dengan
BPM/ap
Spurs Balikkan Keadaan
Houston – San Antonio Spurs berbalik unggul 2-1 atas Houston Rockets, usai meraih kemenangan 103-92 di gim ketiga semifinal Wilayah Barat. Pertandingan gim ketiga ini dihelat di Toyota Center, Sabtu (6/5) kemarin, yang pertama di markas Rockets setelah dua gim sebelumnya dimainkan di AT&T Center kandang Spurs. Di kuarter pertama kedua tim saling susul poin, sampai akhirnya Rockets menyudahi kuarter tersebut dengan keunggulan satu bola, 21-19, atas Spurs. Di kuarter dua Spurs baru bisa menyamakan kedudukan lewat tembakan Pau Gasol pada skor 29 sama. Duel lalu berjalan alot, sampai
akhirnya poin-poin kontribusi Kawhi Leonard membuat Spurs unggul 43-39. Persaingan masih sengit saat paruh kedua dimulai, walaupun Spurs tetap mampu menjaga keunggulan dengan 72-66 di akhir kuarter tiga. Usaha Rockets mengejar di kuarter akhir pun tak membuahkan hasil. Kawhi Leonard dan LaMarcus Aldridge masingmasing mencetak 26 poin untuk membantu San Antonio Spurs yang bermain tanpa Tony Parker memetik kemenangan. Spurs bermain di postseason tanpa Parker untuk pertama kali sejak 2001. Parker mengalami cedera pecah tendon kuadrisep kiri pada kuarter keempat gim dua. Rentetan 221 penampi-
lan secara beruntun di playoff milik Parker yang merupakan rekor terpanjang di NBA pun terhenti. Pelatih Spurs, Gregg Popovich secara mengejutkan lebih memilih memainkan rookie Dejounte Murray ketimbang Patty Mills sebagai starter untuk mengisi posisi Parker. Murray hanya mencetak dua poin dalam 15 menit, sedangkan Mills mampu mengemas 15 poin selama 30 menit di lapangan. Sementara di partai lain yang dimainkan hari ini, Cleveland Cavaliers kian dekat ke final Wilayah Timur setelah menang 115-94 atas Toronto Raptors. Cavs kini memimpin 3-0 alias butuh satu kemenangan lagi untuk melaju. (kmb33/rtr)
baik untuk pertarungan ini. Ini adalah tambahan energi.” Alvarez salah satu petinju terbaik di dunia ini diunggulkan dalam duel nanti. Sejauh ini, penampilan petinju dengan rekor (48-1-1, 34 KO) itu dalam beberapa duel terakhir terlihat konsisten. Dia menang TKO atas Liam Smith pada bulan September 2016 sebelum menang KO atas Amir Khan dalam duel brutal pada bulan Mei 2016. Jauh sebelumnya dia menang angka atas Miguel Cotto pada November 2015. Pertarungan ini akan membuka jalur pertemuan Canelo vs Golovkin. Jika Canelo menang atas Chavez dan Golovkin bisa mengalahkan Daniel Jacobs, maka kedua superstar kelas menengah itu bisa bertarung tahun ini. (kmb33/rtr)
Novak Djokovic
BPM/rtr
Sastra
Redité Paing, 7 Mei 2017
13
I Kaki Dengkil
Krama sering nyarengin sangkep miletin parum, sakémaon arang sané uning kasuksmannyané. Sangkep, sa-angkep. Pikayunan sané méndahan angkepang dados asiki. Parum, pa-rum. Pa ngaran paran, paran ngaran ngripta, ngripta ngaran ngawé. Rum ngaran kabecikan. Yén sampun tlektek, ngangkepang pikayunan ngawé kabecikan, sapatutnyané ten perlu magerengan, majugjag, napi malih miyegan ring pasangkepan peparuman. Kerik tingkih, seluh pangi, ketog sémprong, bah bedég, aud kélor, krama Désa Celukan nyarengin dudonan karya ngenteg linggih, mapadudusan agung, labuh gentuh, mupuk padagingan Pura Dalem Kahyangan, ngawit pamungkah ngantos pamungkas karya. Matur pakéling, nanceb tetaring, munggah sunari, negtegang beras, nunas pakuluh, mupuk padagingan, macaru labuh gentuh, ngingsah manik galih, mendak siwi, melasti, ngenteg linggih, padudusan agung, makebat daun, nyenuk, ngremek, kantos majar-ajar nyegara gunung, panyineban. “Jro Bendésa, akuda numbas bébék?” “Nah atur ditu, sing lebihan tekén satus. Bisang ragané nulis!” “Napi malih? Mangda pisan tiang majalan.” “Cepokan meli benang tridatu, ental, busung!” “Amongkén tiang numbas?” “ Da bes liu. Uleh-ulehang di catatané!” Sami sairing Jro Bendésa, manggala karya. Ten wénten purun tulak, mapan bendésa paragayan banda-isa, negul, manda, ngiket pikayunan sareng akéh dadosang asiki. Adiri ten wénten kejil. Sami briuk sapanggul, paras-paros sarpana ya, nyambut gawé nangun yadnya, manut swagina soang-soang. Undagi ngemong wewangunan, mandor ngamong olah-olahan, panabuh nuntun tabeh-tabehan, pragina namtam sesolahan wali, bebali, balih-balihan; truna-truni nyanggra tamiu, pecalang nyaga kasutreptian, nyihnayang bakti, nyinahang bukti. Sangkaning pasuécan Ida Bhatara, yan saking dija pangrauhé, jag kadi bukit dugdugan atur-aturan beras, gendis, wédang bubuk, adéng, téh, kelapa, dupa, arakberem, tedung putih-kuning, miwah sarana upakara tiosan. Nanging taler tan kaitung ayam, bébék, bawi, beras, kelapa, adéng, busung, ental, slépan, ron, ambu, katekaning benang tridatu akéh pisan nelasang kadi kasurat olih prawartaka ring catetan. Tri manggalaning yadnya, sadaka, sulinggih lan pamangku sang ngamargiang yadnya; mancagra, serati sané ngwangun upakara banten; lan yajamana, sang adrué yadnya; igum ten mabinayan pangambil, ten matiosan patangkep. Purwakaning…angripta rum…ning… wana…ukir…Kawitan Wargasari tembang bawak, Ki astapakéng sapukul… Kawitan wargasari tembang dawa, kaselang-selingin Puh Jerum, Palawakya Pamuteran Mandhara Giri, Topéng Pajegan, Wayang Lemah, Rejang Déwa, Rejang Rénténg, Gabor, Genta Tri Sadaka, ngébék ring utama mandala. Gambuh, gong gambang, ngumbang ring madya mandala. Ring nista mandala tabuh rah ramia ngébekin wantilan. Bucu kalér kangin suaran sunari ngulun-ulun tempuh angin kasarengin pinjekan tkluktak nyihnayang gung yadnya geng yasa, nunas icayang ten kenéng geng goda. Geng yasa geng goda, sakadi baos anaké lingsir nepék pisan. Yadnya ageng
Sang Wijayasastra 5
WANTAH wénten Ratu Gedé Macaling, bagus aéng prabhawané ngraksa Gumi Nusa Penidané, ring pradésa Tepisiring wénten I Kaki Gedé sané ngrumaksa siang wéngi. Wantah wénten wancana ring Nusa Penida, punika santukan Ida Ratu Gedé Macaling sedekan murka. Asapunika naler wantah ring Tepisiring byuta guminé, sinah punika santukan I Kaki Gedé kenjekan murka. “Ngudiang kéto nah… bedik-bedik Déwané pragat murka? Aéngan tekén Ida Sang Hyang Rudra ané kamula swagina prabhawané ngrudra. Apa Ida Bhatara mamada-mada Sang Hyang Rudra? Waluya ja rasa rudrané ento neket di sabilang mauripé. Lamun suba maparagaan Déwata, ngudiang subhawa rasa rudrané enu neket? Kocap Ratu Gedé Macaling, Ratu Gedé Dalem Péd sampun maraga Déwata, dados kantun midep murka? Ngudiang I Kaki Gedé disubané mawak dewata nu ngelah manah murka?” I Kaki Dengkil ngrémon asapunika ri kala miragiang pisagané jagi mapanauran guru piduka ka Nusa Penida. Kocap silih sinunggil wargi Tepisiringé sané wawu keni sengkaon Cikungunya kadukain antuk Ida Bhatara Dalem Péd. Daldalané, sampun makudang-kudang warsa nénten naan nangkil ka Pura Dalem Péd. Kocap dawegé ngerger naanang sengkaon kenyut-kenyut ngilu sabilang bukuné I Précét uyang sakadi meras balung, gedebag-gedebug blangsah sambilanga ngigo: “Sisip titiang Ratu Dalem Péd… sampunang ambila titiang… pianak titiangé kantun alit-alit… titiang matur sisip… ring odalané jagi rauh titiang jagi nangkil… jagi ngaturang guru piduka… jagi ngayah sakantuné nyejer odalané….” Usan ngigo kadi punika, raris I Précét éling tur seger oger. Somah Ipuné ngélingang baosné dawegé ngigo punika tur matuinget mangda naur sesanginé ring odalan Pura Dalem Pédé jagi rauh. Kocap, dawegé I Précét meras balung ring Rumah Sakit Dharma Yadnya druén Parisadané punika, Ipun kaplekes antuk anak gedé tegeh bagus aéng. Panyingakané ngencorot nelik brangti. Cangkemné linggah macaling lanying rangap nglélam katiba cayan Sang Bhaskara. Rambutné panjang keriting madéstar selem, samrag ampehang sayong. Mawastra selem, masaput poléng. Kuacané putih nyampuah. Ring wungkur ngadut keris luk roras madangan togog emas Bhuta Pretu. Nanging jajelegé maha wibhawa. “Sing nyen ento Sang Jogor Manik?” Asapunika I Kaki Dengkil matakén némbérang. Nanging I Précét nyahurin sakadi salah tampi: “Béh… Kaki maboya ené? Icang maan wangsit né… apang wargi Tepisiringé makejang luas nangkil kema ka Pura Dalem Péd kayang odalané ené ngaturang guru piduka!” I Précét mautsaha ngrumrum I Kaki Dengkil mangda nyarengin Ipun mabakti ka Dalem Péd. Waluya asapunika, nénten prasida antuka ngrumrum I Kaki Dengkil. Santukan sakadi sané sampun-sampun, percuma ngrumrum Ipun. Ipun madrué tatenger padéwékan. Nénten pisan enyak briuk siu sakadi wargi Tepisiringé sané siosan. “Béh… I Précét lakar nangkil mabakti ngajakajakin…. Kénkénang lakar seken mabakti ri kala sambeh madesek-desekan kakéto? Patutné ia ngalih déwasa lamun lakar seken makeneh nangkil. Lamun bani kema padidian, laut mabakti ri tengahing daluné! Yén di odalané ento, tuah maartos ngajahin warginé apang inget tekén Ida Bhatara!” I Kaki Dengkil ngrémon asapunika sambilanga ngamanahang ngudiang Ida Bhatara baosanga brangkti wawu nénten tangkilina? Gereh murka punika, kocap silih sinunggil gereh sané patut kaicalang dawegé kantun maraga samsara sakadi puniki. Kantun masikian sareng wewatangané sané makéh indriané. Wewatangan malakar Panca Mahabhuta sané sabilang lénga ngrumrum mangda nuukin indria. Panca indria sané pacang ngiket raket iraga makasami mangda kémad ngaonin jagat mayané puniki. Jagat genah sarwa mauripé jagi padem puniki. Kenjekan mamanah asapunika, I Kaki Dengkil wawu galang apadang manahné. Kocap wantah warginé marasa kabenduin antuk Ida Bhatara, becik malih. Punika artosnyané, warginé kantun éling ring Ida Bhatara. Wantah kantun éling ring Ida Bhatara, nénten ké punika maartos kantun mamargi ring margin dharmané sané lémpang. Sané nénten dados murka brangti sujatiné iraga sané kantun maurip puniki. Ida Bhatara murka, banggéang sampun asapunika rasaanga. “Apa buin Sang Wijayasastra, tusing dadi murka ngapak-apak. Waluya kenjekan murka apang gereh murkané tekedang baan bibih nyunyur manis. Makulit apa adané. Nyén ja makeneh dadi Sang Angawarat kayangé ené, apang sumeken nyrupang paragayan Sang Wijayasastra! Apan Sang Wijayasastra ané dueg ngengkebang gereh murka! Apang santhi rasaanga tekén wargi Tepisiringé ané suba sayan sayah ené!” I Kaki Dengkil ngrémon ngamigmig asapunika sambilanga neléngék ngiwasin wintang tengalané kebyar-kebyar wenginé puniki, cirén masan sabehé jagi usan. “Baang suba apang ajak liunan ajaka tekén I Précér nangkil ka Nusa Penida. Apang nyansan ngliunang ajaka marasa enu magama Hindu. Kuala apang ngliunang ajaka nawang gubernuré ané lakar teka apang maparagayan Sang Wijayasastra.” I Kaki Dengkil nyinéb lempuyengan manahné sambilanga marencana bénjang jagi mawarah mangda nyarengin I Précét nangkil ka Nusa Penida. (Jelantik)
Numbas Kunyit, Tulis Kucit I Madé Suarsa YADIASTUN karya katah nelasang prabéa, krama ten sumandéa. Jinah dué tengah maliah, wit katah ngontrakang tanah. Héktaran tanah ambengan genah puwuh mataluh, dados villa genah selangseling ikuh. “Doning karya kadi puniki selaé tiban apisan, tiang ngusul mangda tingkat utamaning utama ambil!” “Nggih tiang setuju. Malih pidan malih manggih karya agung kadi puniki?” “Akuda ja nelasang, jag anggén!” “Kémaon wargi mangda ten mesuang jinah.” “Setujuuuuuu…!!!” Ri kala sat sami sang sangkep briuksiu, uju-uju iju-iju juuuuuuu…, Jro Bendésa cumpu, prajuru makenyem guyu, para prawartaka gedé bayu, saking bucu, Nyoman Dharma matur greten ngrutu. “Mangkin, mangkin dumun! Mangda wénten taler atur-aturan krama ring Ida
Bhatara, tiang usul soang-soang warga medalang prabéa padum akedik, arupiah duang rupiah, mangda wénten jaton krama nangun karya!” “Uuuuuu….” “Semaliha jinah akéh duén sareng akéh, mangda ten bakat kékéh, becikang migunayang, sampunang gamang, mangda ten kadi sesenggak, numbas kunyit tulis kucit!” “Uuuuuuuuuuu….” “Karya di pura puniki. Sampunang main-main!” “Sira main-main? Sira?” Jro Bendésa ngawit menggah piduka. Minab marasa ring jit belus. “Sampunang duka Jro. Napi gunan anaké sangkep, parum? Yan wénten krama matur, ngusul, mapakéling, pirengang becik-becik! Ten aaaa… uuuu… aaa… uuu… kémanten tan uning unduk.” Wayan Supatra mabéla ring Nyoman Dharma.
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Paiketan Rwabhinéda
Olih : I K. Satria, S.Ag
SAMIAN sané wénten saha sané nglimbak, sané tumbuh miwah nyekala, wantah mawit saking winih sané kabaos kawitan. Punika raris pinaka lantaran sané wénten ring jagaté puniki. Samian sané mautama saha maurip wantah mawit saking winih sané mautama, winihé punika raris madué Citta sané pinaka panyangep sekancaning sané wénten ring jagaté puniki. Genah utawi wewidangan madué asiki pangraksa, angin madué kekalih pangraksa, sunar madué tetiga pangraksa, toya madué patpat pangraksa, miwah pertiwi madué lelima pangraksa. Kawéntenan pertiwiné wantah pinaka pangraksa samian sané wénten. Suara, rasa, ambu, warna, samian wantah wénten ring pertiwi. Sakadi sané sampun kauningin, kawéntenan ambuné sané wénten becik utawi miik miwah sané nénten becik, wénten taler sané manis, asem, lalah, miwah sané tiosan sané wénten paiketannyané sareng rasa sané wénten ring jagaté. Sakadi punika sané ngawinang sami prekantin indriané rumaket ring sajeroning rasa, rasa sané katampi olih karna, carma, panyingakan miwah indriané sané tiosan sané ngawinang karumaketan ring jagaté. Yéning ring panyingakané, rasa pacang kapolihang sangkaning manggihin warni sané ngawinang kapratyaksayang saha molihang pangresep indriané. Yéning rerehang sami sané ngamedalang warni ring jagaté wantah akéh pisan sané ngawinang pangraksan panyingakané sida medal saking warni-warniné punika. Akéh pisan sané ngawinang karumaketan ring jagaté yéning rerehang ring kawéntenan pangraksa panca indriané. Sang sané kabaosang brahmana utama sampun nguningin akéh warni sané wénten ring jagaté ngawinang karumaketan indriané, indiké punika ngawinang sida kapikayunin becik-beciknyané. Suara miwah rasa sané metu sangkaning pangrasa carma, punika wantah pangraksa sangkaning angin. Pangraksa saking carmané punika akéh pisan kawéntenannyané; wénten sané alus, wénten sané kasar, dingin, miwah panes, lemuh saha ringan pisan, katos, melengis, landeh, sakit miwah sané alus sakadi sutera. Punika sami wantah sinalih tunggil pangraksa angin. Yéning baosang indik wewengkon utawi sané kabaosang ether wantah madué pangraksa suara. Suara punika wénten makudang-kudang kawéntenannyané Shadaja, Rishaba, paiguman Gandhara, Madhagama, taler Panchama kalanturang Nishada miwah Dhaiwata. Makasami suarané punika wénten sané ngawinang liang miwah wénten taler sané ngawinang sebet. Wénten suara sané metu tunggal saha wénten sané metu sinarengan. Kawéntenana suarané punika pacang kapirengang sangkaning kawisésan karnané sané ngawinang sami sané ngwetuang suara sida kapireng, kawéntenan
ngrastitiang jagat rahajeng krama degeng, malah ngwetuang wicara rangseng biuta ageng. Karya ngenteg linggih Ida Bhatara, kacemerin ngenteg linggih Jro Bandésa, para prawartaka, antuk parilaksana corah, sakama-kama ngambil jinah dué tengah, ngulurin rajah tamah, tingkah ngéndah tangkah begah. Wicara makeplag, biuta makeplug ring pasangkepan ngétang-ngitung panelas karya, doning katah solah soléh-soléh, pamargin jinah ten ketah, tetumbasan matelas-telasan, kadi maabas-abasan ngodag-odagan, wastu prabéa karya doh lémpas saking rencana, matikel ping tiga ping pat, bandingang karya pateh désapradésa sampingan. “Di pura bani korupsi, apa buin di tongos lén?” “Telung tali nelahang bébék. Aéngan tekén karya Eka Dasa Rudra.” “Meli ental nembelas juta.” “Aaah…? Anggon rab wantilan…? Ha… ha…ha….” “Benang tridatu dua juta.” “Aaah…? Anggon nunjuk layangan? Ha…ha…ha….” “Meli uyah kudang juta? Ha…ha… ha….” “Meli kunyit, tulis kucit. Ha…ha…ha... kedék-kedék bantat….” Nyoman Dharma, Wayan Supatra, lan makudang krama sané waged indik pamargin jinah, ping kalih ping tiga nakénin Jro Bendésa, Petengen, baga-baga prawartaka, panyawisé ngalor-ngidul, puput nyinahang sesuratan ring nota lan kuitansi. “Cara nguluk-uluk anak cenik. Kuitansi, nota dadi gaé. Akuda keneh nulis, gampang.” “Punapi mangkin? Panitiané mamongol?” “Lawan mamongol masé. Lapurang!” “Setuju. Kémaon élingang, iraga boya purun ring Ida Bhatara-bhatari Kahyangan, iraga subakti, netesang kawéntenan jinah duén Ida.” “Memangnya itu uang milik nénék moyangnya. Seénak udelnya menggunakan. Bréng….” “Tenang… tenang! Sampunang lanjutanga. Sampunang émosi! Iraga ngayah ring Ida Bhatara, mangda ten pamarginé patut dados iwang.” “Dong suba ya. Suud karya patutné tenang-tenang, tata tentrem kerta raharja, né malah ngaé uyut. Sing ngapung makarya…?” Raina wuku sasih timbal-tinimbal kancit, krama gerit sayan bintit, prawartaka sayan buncit iteh enjit-enjit, ten guan-guan ngicén wangsit, panelas jinah agung-alit. Setata belat-belit, wastu kalanturang ring sang nibakang manis-pait, mangda tatas sira pandit sira bandit, mapan sampun ngranayang rusak rusit, wiwit numbas kunyit tulis kucit. “Sapunapi mangkin? Sampun jelas korupsi?” “Pecat!” “Suudang!” Ten suud-suud yéning selselé setata telat. Kantun I Ketut Puji nyesel padéwékan ring kantor polisi katetes antuk corah solahé ulap ring arta brana kaliput panca indria. Riin dados bendésa, mangkin dados bebandan désa. Riin kasumbungang, mangkin kanistayang. Sami mawiwit sangkaning ampah gegampangan, biasa numbas kunyit, tulis kucit. Numbas napi malih? Nulis napi malih? Ring dija malih? -0-
puniki nyihnayang kawéntenan indriané kantun becik saha ngamargiang ayah ring angga sarirané. Raris kautaman anggané punika sujatinnyané wénten irika, sané kabaosang nyapa kadi aku utawi ego punika nuurin. Kaduurin raris antuk pangresep, sané ngawinang sami puniki prasida kapikayunin. Kalanturang raris kawéntenan jiwa pramanané sané nuurin, sané pinaka pangawi kawéntenan urip ring jagaté. Sakémaon, ring duuran punika raris wénten sané pinih agengan ring jagat sarirané inggih punika pangawi jagat agung sané kasengguh Purusha. Sang sujana sané sampun prasida ngamargiang sami sané wénten saha prasida negdegang punika pacang sida molihang kerti utama ring jagaté puniki, nénten malih pacang mawali nemu kasengsaran. Duaning sangkaning manah sané ngawinang, raris manahé kabaosang prasida ngénterang makasamian punika. Manahé sané pinaka dasar tur lantaran sami sané lelima punika. Luhuring manahé wantah jiwatman sané kasengguh Kshetrajna. Atmané punika wantah pinaka kusir sajeroning daging krétané sané kakedeng olih makudang-kudang jaran. Punika mawinan mangda sami sida kauningin saha sida ngawetuang degdeg. Krétané punika setata pacang memargi, manut sakadi sané ngedeng. Sané mangkin, makasami indriané wantah pinaka jaran. Manahé pinaka kusir krétané tur pangresep pinaka tali sané kanggén negul sekancaning indria. Punika sané kabaosang kréta Brahman sané sampun kauningin olih sang maha wicaksana utama. Sang sané sampun nguningin krétané sané mautama puniki wantah nénten malih prasida kagawenang bingung sangkaning sekancaning sané maya. Sané kabaosang wana sang brahmané punika wantah sekancaning prekantin uripé sané ngawinang manusané prasida nyegjegang dharma. Genahé punika wiakti sampun majanten kasinarin olih Sang Hyang Surya miwah Sang Hyang Sasi saha kaiterin olih makasami lintang trenggana. Ring makasami genahé punika wénten makudang-kudang tukad miwah gunung sané alit makamiwah sané ageng. Wénten taler ring wana brahmané danu miwah segara sané madué toya sané dahat mebinayan. Makasami punika wantah sarana sané kanggén olih i manusa urip ring jagaté. Para Dewatané, manusa, gandharwa, pisacha, asura miwah raksasa wantah tumbuh saha nglimbak ring jagaté boya sangkaning kawéntenang olih parilaksanan i manusa utawi sarwa mauripé. Makasami sané wénten ring jagaté puniki wantah pacang mawali nuju genah sunya sané sampun kacumawisang saha matunggalan majeng ring Panca Maha Bhuta saha pacang kanyudang sakadi kawéntenan samudrané sané prasida nampi sekancan daging jagaté. (Masambung)
Masanding Ajak Bulan langit tegeh gedé enggang bintang makering-keringan saling uber lan saling dakep galang sing ada matekep muan adiné masanding ajak bulan putih ngentak di tengah selem warnan peteng sing ada manyapa nanging gending di ulun ati pongah lek magelek-gelek kisi-kisi apang sing ada anak nawang tresnané ngipi sing bani mataang langit tegeh petengé galang kapanggang bulan ada tresna sing kasautin lan jani tuah mengkeb di kolongan gumi puyung. I Nyoman Manda
Kruna
14
I Ketut Sudarsana
Cerakén
Ngajahin Alit-alit Nyurat Lontar
Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
puupu;du(m,
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
SAJERONING nglestariang basa, sastra, miwah aksara Bali nénten puput sangkaning sawates teori kémanten. Nénten puput sangkaning wacana nglestariang tanpa wénten utsaha sané kamargiang. Pamekas nglestariang sastra Bali, I Ketut Sudarsana sampun nyinahang utsahannyané antuk makeh parindikan sané kamargiang, boya sawates wacana puyung. Makéh utsaha sané prasida kamargiang sajeroning nglestariang kawéntenan aksara Bali. Sinalih tunggilnyané antuk ngajahin alit-alité nyurat aksara Bali. I Ketut Sudarsana, sinalih tunggil krama sané nelebin widang sastra Bali pamekas nyurat lontar. Saraina anggané ngambil geginan pinaka panyurat lontar. Satios punika nyabran raina Redité anggané ngajahin alit-alit nyurat lontar mawit saking nguningayang kawéntenan lontar kantos nyurat aksara ring daun lontar “gratis”. Parikrama ngajahin alit-alit nyurat kamargiang antuk pikayunan nglestariang Aksara Bali mangda nénten rered. Akéh alit-alité sané
Pupuh Durma 38.klnÓ¡r*,
Kalanturang, \tur*pujpujiyn/,
ngaturang puja-pujian, mjpmnÓÉgytÉi,
majapa mantra gayatri, emditsieyog, méditasi yoga,
zunêsrirhÉ)dy,
nyunya sarira hredaya, hu2*k;yuenmz)pi,
uleng kahyuné manyepi, gl*hpd*,
galang apadang, h)n&gd&tnæsunÑi;. 39.somæunégÉ,
sana sané sayan becik. Tatkala ngajahin alit-alit taler mangda plapan, sapunapi antuk alitalité kadaut malajahin. “Tiang nénten naen nyengguh tulisan alit-alit punika kaon, jelek. Sapunapi ja asil tulisané, tiang setata ngajum, pinak jalaran ngicen sokongan, motivasi. Mawinan sangkaning kaajumang, alit-alité sayan seneng malajah. Benjangan wawu becikang sakakidik antos aksarané prasida mataksu,” baos Bendesa Adat Kapal sané wawu kalantik puniki sumeken. Dané sané sampun nelebin widang nyurat lontar mawit warsa 70-an puniki ngangken kayun alit-alité sajeroning malajah nyurat sayan becik. Nyabran Minggu, kirang langkung tigang dasa diri alit-alit saking Bangli, Gianyar, Tabanan, Kuta miwah wewidangan tiosan rauh ka genah dané malajah nyurat. Satios punika, nyabran pacang kamargiang porsenijar utawi PKB miwah pacentok nyurat aksara Bali, pastika akéh guru-guru sané makta muridnyané malajah nyurat ka genahnyané. (uma)
Nelebin Arja miwah Tembang Keroncong
Sampun jagra, m\Ðinßli;klnÓ¡r*, mangkin malih kalanturang, n)mã*kidu*k)kwin/, nembang kidung kekawin, w(gsriekocp/, Wargasari kocap, mnuhu(hidvtr, manuur Ida Bhatara, Á(juxwiwhkwi, Arjuna Wiwaha kawi, mkp\unÓt/,
maka panguntat, nunsÐsiaiynÙiai. nuunas kasidhian Widhi.
SAKADI sané ketah kauningin, ring jagat aor tan pawatas sakadi mangkin, akéh pisan parindikan sané sampun magentos asapunika taler indik pisarat para yowana indik sesolahan tradisi budaya tetamian para panglingsir. Sinalih tunggilnyané sesolahan Arja utawi sesolahan dramatikal sané kadagingin antuk makéh pakem taler parikrama matembang ri kala masolah. Nanging nénten makasami yowana Bali sakadi punika, duaning kantun wénten yowana istri, R.A. Ayu Ratih Surya Windari sané seneng pisan nelebin parikrama seni arja mawit tengahing warsa 2016. Ayu Ratih – asapunika dané ketah kasambat, sujatinné sampun seneng ring arja mawit saking polih nonton sesolahan arja muani ring kalangan Art Centre Denpasar warsa 2015 lintang. Tatkala punika, dané meled pisan mangda prasida masolah sakadi Liku sané katonton. “Pamuputné napi sané aptiang tiang punika prasida kamargiang. Duaning tatkala punika tiang polih ngenahang foto dados modél riasan Prewedding Bali ring akun Facebook tiangé tur tan pagelapang punika kadagingin taler ring akun saking Sekaa Arja Canging Mas sané manados sinalih tunggil friendlist
tiangé. Punika mawinan pamucuk Sekaa Arja Canging Mas, Jro “Ajus” Purnawan nganikain tiang mangda nyarengin dados angga sekaa arja pinaka Liku,” baosnyané. Ngawit punika dané malajah saking matembang miwah nglangsé pinaka parikrama tatkala masolah arja. Sakéwanten tatkala wawu polih malajah ping pat, dané sampun kanikain mangda sareng ngayah masolah ring Désa Selanbawak, Marga. Sangkaning wawu muruk ajebos, majanten Ayu Ratih mrasa kimud ring kalangan duaning nénten uning sapunapi sapatutné maparikrama sané becik. Napi malih sangkaning “grogi”, dané kantun masandal tatkala ngranjing ka kalangan tur kasuryakin duaning kaélingang dados pragina wawu muruk. Sakéwanten kahanan inucap sané setata kaélingang tur kanggén nincapang manah mangda setata becik muruk masolah. Katakénin indik sapunapi pikayunan kulawarga, pianak istri saking Putu Gede Arya Raden Mas miwah Ni Nyoman Sri Indayati puniki maosang, pangawitnyané dané nénten kaicén nyarengin masolah arja, duaning marasa pedalem ri kala rauh saking masolah sané majanten wengi pisan. Sakéwanten sangkan-
Isin Gumi
”Kendaraan Luar” Patut Keni ”Pajak Operasional” Santha wawu puniki. Dané ngangken sakadi mangkin nedeng memetakan parindikan kendaraan ma-plat dura bali sané maoperasi ring Bali. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 2 Méi 2017 lintang. Agung, Singaraja Pinaka daérah tetujon
pariwisata dunia miwah domestik, yukti pisan ring Bali akéh masliweran kendaraan antuk plat saking dura Bali. Yéning mangkin wénten rerincikan ngeniang pajak operasional majeng kendaraan inucap wantah patut pisan, tiang cumpu. Yéning perlu mangda kakaryanang perda mangda jelas aturannyané.
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
angga
1.
h\á,
1.
badan
2.
boréh
2.
eboer;,
2.
lulur
3.
buduh
3.
budu;,
3.
gila
4.
garba
4.
g(b,
4.
rahim
5.
kénak
5.
eknk/,
5.
sehat
6.
loloh
6.
eloelo;,
6.
jamu
7.
sungkan
7.
su\Ðn/,
7.
sakit
8.
tamba
8.
tmã,
8.
obat
9.
waras
9.
wrs/,
9.
sehat
10.
wisê,
10.
racun
10. wisia
rauh malajah nyurat, mawinan parikrama inucap prasida nglimbakang kayun alit-alité malajahin aksara Bali sané kasengguh rimit. “Tiang meled nglestariang sastra miwah aksara Bali. Yéning nénten iraga pinaka krama Bali, sira malih sané pacang nglestariang? Tiang jerih yéning sastra adiluhung puniki rered, mawinan punika tiang ngajahin alit-alité nyurat lontra ‘gratis’,” baos dané. Sajeroning ngajahin alitalité nyurat, sané kapertama kaajahin wantah indik daun lontar, tatacara ngamel pengrupak, wawu taler tatacara nyurat lontar antuk nguratiang wentuk asara sané kasurat. Anak lanang sané ketah kajudi dados juri lomba sastra Bali ring Kabupaten Badung miwah Provinsi Bali puniki malih maosang, nyurat aksara pateh ring nglukis utawi ngambar, mawinan sang sané nelebin widang nyurat aksara Bali, manut dané prasida kasengguh seniman. Saking ketahnyané nyurat sastra, prasida numbuhang solah utawi pikayunan sané lewih becik, taler parilak-
R.A. Ayu Ratih Surya Windari
ening gading tan pasundih.
NÉNTEN akidik kendaraan ma-plat dura Bali masliweran ring Bali. Artosnyané, kendaraan-kendaraan inucap ngawigunayang sarana infrastruktur ring Pulo Déwata. Kémahon, dané sané ngawigunayang kendaraan antuk plat dura Bali, naur pajak-nyané tetep ring daérahnyané soang-soang. Parindikan inucap kabaosang Kepala Badan Pendapatan Daérah Provinsi, I Madé
Redité Paing, 7 Mei 2017
Bahasa Indonésia
Putu Mahardipa, Pemaron Kendaraan plat luar akéh rauh ka Bali, minakadi kanggén madolan makudang barang-barang. Wénten taler bisnis pariwisata miwah bisnis lianan. Samian punika janten ngawigunayang sarana utamané infrastruktur jalan. Mawinan patut pisan kakeniang pajak operasional, pabuatnyané mangda wénten anggén prabéa miara margi-margi ring Bali. Putra, Pengastulan Yéning pajak operasional kendaraan luar puniki sida mamargi, pastika pacang ngwewehin pendapatan asli daérah Bali. Pajak punika kapungkur prasida kanggén prabéa mecikang makudang-kudang infrastruktur, nénten wantah jalan kémanten, taler sarana panyokong pariwisata tiosan. Putu Karsini, Banjar Pamineh punika yukti becik pisan, ngeniang pajak majeng kendaraan ma-plat luar Bali pacang prasida ngwewehin pendapatan daerah. Salami puniki akéh pisan kendaraan luar sané masliweran ring Bali, minakadi ngamargiang bisnisnyané. Pamineh punika mangda kasokong samian angganing DPRD Bali taler kabupaten ring Bali mangda yakti-yakti prasida kasalantarayang. (ama)
ing kauningin kawagedan dané ring widang seni, sinah pangaptin lulusan SMK Kertha Wisata Renon mangda prasida nyarengin masolah arja puniki prasida kadagingin. Napi malih dané prasida becik-becik matur ring rerama indik parikrama sané kasenengin punika wantah metu saking manahnyané sujati. Sios saking nelebin arja, yowana istri sané tatkala nyolahang Liku mapeséngan “Ayu Centil” puniki maosang, sios masolah, dané taler seneng ring tembang keroncong. Punika mawinan dané kawalék olih timpal-timpalnyané tur maosang yéning dané seneng ring musik lawas sané kasenengin olih krama-krama lingsir kémanten. Nanging dané maosang yéning seni nénten kawatesin tur saking sané pinih lawas nyantos sané pinih anyar yéning sampun kasenengin majanten jagi kamargiang tur kalaksanayang. Napi malih kantos mangkin dané kantun becik ngamargiang paurukan nyabran raina Soma sareng angga kelompok sané akéhan krama lanang tur sampun lingsirlingsir. “Tiang sampun saking alit seneng ring makudang-kudang soroh seni, dadosné tiang meled pisan prasida dados seniman murni sané prasida ngamargiang makéh soroh seni minakadi magending miwah ngarja. Ri sampuné lingsir tiang meled pisan mangda prasida dados dalang,” baos yowana sané angob ring Desak Rai Canging Mas miwah pragina Cedil puniki makenyem. (was)
Sakadi Patapan Padi MANUMADI dados manusa patut malaksana becik. Duaning iraga embas ka mercapada wantah ngruruh karma sané becik, mangda polih sané mawasta suarga. Sinalih tunggil parilaksana sané becik minakadi nénten somboh, pangkah cumangkah. Santukan saking rasa sombongé punika pacang metu laksana kaon tiosan. Minakadi seneng ewer, seneng nyadcadin timpal, ngangken paling ririh, paling wikan, paling kuat, miwah laksana kaon tiosan. Sapatutnyané, rasa sombong patut kapademang antuk padegdegan pikayunan miwah rendah hati, sakadi patapan padiné sayan misi sayan nguntul, boya sakadi padiné puyung sané setata nglejer. Pinaka manusa, iraga patut setata matingkah sakadi patapan padi. Matingkah kadi i padi sané madaging isi. Saking kawéntenan padi sané sarat pisan madaging piteket, saking irika iraga malajah matingkah. Malajah kabecikan, malajah kaluwihan, malajah nénten angkuh, malajah nénten sombong. Sapunapiang malajah saking padi? Yadiastun padi wan-
tah tetanduran, yéning iraga ngresepang, iraga pacang polih paplajahan sané luwih. Yéning padiné puyung, sinah pacang tajeg, jegjeg nantangin langit. Sakéwala yéning padiné misi, padi punika pacang nguntul. Sayan madaging isi, sayan nguntul padi punika. Nika nyiriang padi punika nénten ja sombong, nénten angkuh. Sané mangkin, ngiring tingkah padi punika dadosang sasuluh. Dadosang dasar mangda iraga nénten sombong ring kauripané. Yén iraga wikan, sampunang kawikanané punika anggéna plalian. Sampunang kawikanané punika sombonganga. Sampunang sentokanga yéning nénten wénten gunané. Yén kawikanan punika kaperluang, jalan anggén, sakéwala sampunang bas kaliwat nganggén kaluwihan punika. Jalan tiru tingkah padi punika. Nyansan misi
nyansan nguntul. Patapan padiné patut kadadosang suluh ring déwék iragané. Mangda iraga nénten sombong, nyansan wikan, nyansan waged, mangda nyansan ngandapang raga, punika sané pinih becik. Boya nyansan wikan, nyansan nyumbungang raga ngaku paling wikan. Saking patapan padi taler iraga malajah kaluwihan. Yadiastun padi punika mentik ring enduté, nanging nénten ngawinang i padi maselselan. Santukan i pada mayasa pisan majeng kahuripan tiosan. Yéning saihang ka déwéké, artosnyané, yadiastun iraga embas ring kulawarga tuara, sampunang pisan maselselan. Iraga patut setata teleb malajah, mautsaha mangda prasida mawiguna majeng anak tiosan. Dewi H. Yanti
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Paing, 7 Mei 2017
Tragedi Kenetralan Kakek Bhisma Kebaikan Yudistira Pintu Momentum Emas di Titik Terlemah l Membaca Negeri di Cermin Mahabharata (4) l Membaca Negeri di Cermin Mahabharata (6) Masuk Kedurjanaan KARENA cara terjitu menghentikan tegas, “Tidak!” DI UJUNG krisis menuju peleburan api amarah dendam Srikandi. Kekuatan,
lewat perang sebagai pemurnian, tidak tersedia pilihan bagi jalan tengah yang netral, apalagi ragu-ragu. Semua orang hanya punya satu pilihan: memihak, memihak, dan memihak. Pemihakan pun mesti jelas, tegas, dan tandas: memilih memihak putih atau hitam. Putih itu terang, hitam itu gelap. Terang itu sadar, gelap itu lupa. Terang membawa menuju jalan kemuliaan hingga pembebasan, sedangkan lupa menuju jalan kedinaan hingga kejatuhan. Bagi yang tetap bersikukuh hendak bertahan pada jalan tengah, netral, tidak memihak, apalagi ragu-ragu, sama saja artinya dengan memihak kelompok gelap. Apa pun alasannya. Bahkan bagi Bhisma yang begitu teguh-kukuh memenuhi sumpahnya—sehingga dia dinamakan Dewabharata—pun tetap saja tak ada pilihan netral. “Bersikap netral, tidak memihak karena alasan lebih mengutamakan patuh pada sumpah pribadi di tengah panggilan agung untuk menegakkan Dharma Kehidupan Bersama dan kelangsungan Semestaraya, itu sama artinya dengan egois, cuma mementingkan diri sendiri,” tegas Sri Krishna. Ujung bagi Bhisma amat jelas: dia tidak bisa mengelak manakala akhirnya berdiri terdepan, sebagai senapati, bagi gerombolan Duryodana. Ketidakberpihakannya justru telah divonis dengan garis demarkasi jelas: berada segerombolan dengan Duryodana. Itu alasannya, maka Bhisma pun mesti dilebur lewat kobaran
keteguhan, kecerdasan, serta keluasan pengetahuan tradisi, semua menjadi serba tidak cukup buat menolong menyelamatkan, apalagi membebaskannya. Sebelum dijemput maut pada waktu yang dipilihnya, Bhisma yang telah berkorban begitu agung bagi Tanah-Air yang dicintainya itu pun bahkan masih harus diganjar lebih tragis lagi: dia mesti menyaksikan sendiri detik demi detik perang peleburan untuk pemurnian di Kuruksetra. Setiap tarikan maut keturunan Bharata di medan Kuru adalah sayatan nan dalam bagi Bhisma dalam pembaringan yang ditopang panah-panah sang cucu, Arjuna. Bagi sang Maha Penentu, Krishna, pilihan netral sejak awal dengan tidak menghentikan memadamkan api liar kedurjanaan Duryodana yang dikipas dikobar-kobarkan Sakhuni sejak awal justru sama saja artinya dengan membiarkan dan mengundang sengaja kehancuran itu datang. Padahal dengan segala kelebihan yang dimilikinya, Bhisma sesungguhnyalah amat sangat mampu memadamkan api liar Duryodana. Tapi, dia memilih diam, tidak tegas menghentikan,apalagi menyalahkan kedurjanaan Duryodana dan Sankhuni. Diam dan mendiamkan justru diartikan restu sekaligus merestui. Tidak menghukum tegas dan keras atas pikir, kata, dan perilaku durjana yang merusak keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah kesalahan prinsipiil. ldeprabas
Ini keluhanmu mengenai para guru besar: orang-orang sakti itu lebih gemar memandangi wajah sendiri di bening air. Mereka mengagumi janggut kelabu yang digelayuti angin dari berbagai penjuru. Mereka sangat yakin bahwa dengan sedikit saja kerlingan utas-utas itu mampu menggelorakan garam di tujuh samudera Mereka juga mengagumi keanggunan nenek-moyang yang berbaris panjang di kening, alis, hidung, hingga ceruk bahu. Barisan itulah yang memerintah dunia hingga berputar saban hari dari barat ke timur. Menurutmu, sabagai orang-orang terhormat yang ditasbihkan oleh para pemeluk teguh, semestinya mereka khusyuk menggali jurus-jurus purba agar warisan itu menyuat dan berkilau kembali. Juga mengerahkan seluruh indra, daging dan belulang untuk menemukan sandisandi gerak baru untuk menyeimbangkan geliat semesta. Dengan begitu seluruh pengikut bisa turut berloncatan, bergulingan, atau melakukan gerak lain yang selalu baru dan meninggi kualitasnya. Begitulah, dengan lidah cahaya kau jilati udara di seputar kepala mereka. Gerakan yang sungguh cepat membuat angkasa seketika membara. Cemeti cahaya pun seketika bermunculan dari barbagai ceruk. Geletarnya menggugah suara-suara menderu ke seluruh penjuru. Beberapa guru besar tergelitik
dan malu. Seketika mereka menarik dan melontarkan diri sendiri ke gua-gua pertapaan. Lorong-lorong sunyi yang kini justru berada di tengah keramaian. Di situ mereka membuka lembar baru dan menulisinya dengan mantera pembuka. Esok atau lusa atau entah kapan tentu akan hadir wahyu semesta, dan perjalan kehidupan pun semakin tinggi tarafnya. “Apa yang mereka pikirkan tentang bangsa ini?” ucapmu lantang. Itu semakin membuat mereka malu. Bagai kucing, mereka segera menjilat tubuh sendiri. Setelah mencerna seluruh dakinya, mereka keluarkan yang tak berguna melalui pintu pagi lalu mengubur dalam-dalam dengan bantuan cakar-cakar para pengabdi. Tapi tak semua begitu. Sebagian guru besar tetap saja asyik memandangi pantulan wajah sendiri di bening air. Mereka tak terusik dengan sindiran pedasmu. Nyaman bersemayam di sampan-sampan kenikmaan mereka tak mengacuhkan semak di gigir kolam sudah menjadi belantara. “Alam telah mengaturnya dengan sangat bijak,” kilah mereka. Jika kau pembelajar, tak akan kau frustasi karena semua itu. Kau bisa belajar dari keduanya dan setelah melewati kekhusyukan di altar ke sekian, kau sendiri menjelma menjadi guru besar. Janji Semesta akan mewisudamu menjadi itu. lSuksma Ning Laksmi
Cemeti bagi Guru Besar
Hari Tua Karmadin lA. Warits Rovi
Matahari sore memantul spektrum cahaya yang memburai tipis kekuningan, mirip puluhan lidi emas keluar dari air kolam, pantulan cahaya itu menimpa daun-daun yang ujungnya berendam di tepi kolam. Sebagian cahaya itu memantul ke jari keriput Karmadin yang erat memegang tongkat besi di tepi kolam. Karmadin masih berdiri di bagian barat kolamnya yang luas, tak usai teluh matanya tatapi ikan-ikan yang berebut makanan setelah tangan kanan Karmadin menaburnya dengan pelan. Betapa menyenangkan manuver air dari ikan koi, ikan wakin, ikan kumpai, ikan komet dan beberapa ikan lain yang berebut makanan. Mungkin kompetisi manusia tak jauh beda dengan ikan itu, pikir Karmadin di kepalanya. Di antara ikan-ikan itu ada seekor ikan kumpai yang merebut pecahan biji konsentrat dengan susah payah menggerakkan moncong mulutnya hingga harus berkalikali tersangkut akar apu-apu. Setelah makanan berhasil disimpan di mulut, ia lewati tubuh ikan lain yang besar, ikan itu melejit ke celah batu dan memuntahkan makanan itu untuk anak-anaknya yang masih kecil. Karmadin meneteskan air mata saat melihat ikan itu. Butiran dingin jatuh lewati bibir hitamnya yang berpuluh tahun direngkuh nikotin, bibir yang kerap menganga menampakkan gusi piatu tanpa gigi. Dimasukkannya bungkus konsentrat ke sakunya. Ia gerakkan tongkat, tertatih kembali ke kursi bambu. Duduk pelan menghempaskan pantatnya yang gemetar. Napasnya tersengal dan ia memandang langit sambil menangis. Salihati, istri Karmadin muncul dari arah pintu megah bercat hijau. Wanita tua itu berjalan agak membungkuk lewati rumpun pohon pakis haji yang tumbuh subur di pinggir kolam. Ada juntai uban sehelai lengkapi gegaris keriput wajahnya. Ia mengajak Karmadin masuk ke dalam, khawatir udara tidak bersahabat, tapi Karmadin menolaknya lembut. Ia suruh istrinya kembali masuk, dan ia sendiri gegas ambil gembor kecil berleher yang ujungnya tertutup dan dipenuhi lubanglubang kecil, leher gembor itu bengkok mirip leher angsa. Karmadin menyiram aneka bunga yang tumbuh di sekitar kolam. Tangan kirinya memegang tongkat dan tangan kanannya lihai atur arah leher gembor lurus ke pucuk-pucuk sebelum akhirnya ke akar. Karmadin kembali riang, ia nyanyi-nyanyi dan bersiul-siul hingga tiba pada saat ia tertegun diam ketika melihat seekor belalang tengah memberi makan anaknya di tepi kelopak bunga sepatu. Mata Karmadin kembali menangis. Air matanya leleh seperti ketika ia menangisi ikan kumpai di kolamnya beberapa saat sebelum itu. Perlahan Karmadin menaruh gembor di tanah. Ia angkat tongkat, balik haluan ke arah kursi bambu. Tubuh Karmadin gemetar. Ia hempaskan kembali
pantatnya di kursi, ia masih terisak dan air matanya terus mengalir. Entah kenapa ketika melihat ikan tuna dan belalang ia tiba-tiba menangis. Karmadin memandang langit, agak lama, dan setelah itu barulah ia tersenyum, meski senyumnya seperti dipaksakan. “Apapun keadaanya, toh aku punya kolam dan taman bunga,” gumam Karmadin dalam hati. Impian Karmadin tercapai, ia memang ingin menikmati hari tua dengan hanya memberi makan ikan dan menyiram bunga, untuk mencapai itu semua jauh hari—ketika ia masih muda— Karmadin selalu bekerja keras untuk menumpuk harta. Dengan harta itu ia punya keinginan besar membangun rumah mewah yang di depannya ada kolam ikan dan taman bunganya. Tentu pula ia ingin punya tabungan yang banyak ketika dirinya sudah tua. Tak ada pikiran lain dalam kepalanya kecuali ingin menikmati hari tua dengan penuh kebahagiaan. Dalam rumus Karmadin hari tua yang bahagia adalah santai tanpa beban, aktivitasnya hanya memberi makan ikan dan menyiram bunga dan sesekali menghempaskan tubuhnya yang ringkih di atas selonjor kursi panjang sambil bersiul-siul, memandangi gerak kabut dan nyanyi-nyanyi. Sebagai orang yang hanya tamatan SMP, Karmadin bekerja di pabrik ikan. Berangkat jam 06.00 menempuh jarak 18 kilometer dari rumahnya ke pesisir Legung tempat ia bekerja dengan motor bebek. Jam 07.00 ia mulai bekerja hingga pukul 17.00 sore. Tapi sehabis jam kerja ia sering tidak pulang. Demi menambah penghasilan, Karmadin bekerja sampingan menjadi pengolah jus kelapa di sebuah warung dekat pantai yang biasanya ramai dikunjungi nelayan sebelum mereka melaut. Dalam seminggu ia hanya pulang dua kali, itu pun dari jam 23.00 malam sampai jam 05.00 pagi. Ketika datang, dua anaknya sudah tidur. Keesokan harinya ketika hendak berangkat kerja, kedua anaknya masih belum bangun. Dalam sebulan Karmadin hanya satu kali bisa mengobrol dengan anaknya, itu pun kalau anaknya bangun pagi-pagi sekali. Jika tidak, maka Karmadin dalam sebulan kadang tak sedetik pun bisa ngobrol dengan anaknya. Bahkan suatu ketika pernah empat bulan berturut-turut tidak ada kesempatan sama sekali untuk mengobrol dengan anaknya. “Mas! anakmu, Rido sama Devi rindu kamu, Mas. Mereka sering menanyakanmu. Katanya ingin mengobrol,” ujar Salihati suatu subuh ketika dirinya masih muda. “Aku juga rindu mereka, Sal. Tapi apalah daya, pekerjaanku full.” “Apa tidak bisa dikurangi jam kerjamu, Mas?” “Bisa, Sal. Tapi kalau dikurangi maka pendapatan kita juga akan berkurang. Sementara kita punya rencana untuk menumpuk harta sebanyak-banyaknya demi
l Membaca Negeri di Cermin Mahabharata (5)
KEBAIKAN yang diwujudkan dalam bentuk serba polos justru dijadikan pintu masuk oleh para gerombolan durjana buat memperluas api liar kedurjanaan sekaligus kian menghabisi kebaikan. Jika memungkinkan bahkan kebaikan sampai tidak ada sisa secuil pun—sehingga tinggallah kedurjanaan semata berkuasa atas kehidupan di Bumi. Yudistira menjadi contoh tepat nan abadi, betapa kebaikan yang sebangun dengan kepolosan, keluguan, justru menjadi pintu masuk kian berkobarnya api liar kedurjanaan kegelapan Duryodana. Sikap sulung lima bersaudara Pandawa itu, yang tiada kewaspadaan, apalagi kecurigaan, terhadap agenda dan niat-niat jahat terselubung di balik gerombolan Duryodana-Kurawa justru lahan subur sekaligus restu bagi kedurjanaan kian melarajalela. Tidak hanya uang dan emas yang habis dipertaruhkan di meja judi oleh Yudistira. Bahkan saudara hingga negara beserta seisinya pun dikuasai DuryodanaKurawa. Lebih daripada segalanya, yang paling tragis: sang istri, Drupadi, juga kalah dipertaruhkan—tanpa persetujuan para saudara, bahkan tanpa seizin Drupadi sendiri. Kenapa Yudistira yang menjadi simbolik sang Putra Dharma itu sedemikian naïf? Di pasar kehidupan yang serba terjungkir balik tanpa kendali moralitas, kebaikan tanpa kewaspadaan itu cenderung memang berujung sebagai korban sia-sia. Berpikir positif kepada gerombolan durjana sekaliber Duryodana memang condong berbuah dihabisi. Kompromi pun berujung dikhianati, apalagi hendak berdamai. Perundingan dan mediasi juga sia-sia. Jangankan manusia biasa, atau manusia luar biasa sekelas guru besar Drona, Krepa Acharya, cendekiawan sekaliber Widura, hendak menasihati dengan sloka-sloka kitab suci. Bahkan Sri Krishna yang dipercaya sebagai Awatara Dewa Wisnu di Bumi pun menjadi mediator tiada digubris oleh gerombolan Duryodana beserta Sakhuni. Gerombolan Duryodana beserta Sakhuni punya penafsiran dan pemaknaan mereka sendiri atas suratan sabda suci. Runutan penalaran mereka tak akan sanggup dipahami oleh para penjunjung kebaikan di barisan Yudistira. Bahkan keajaiban-keajaiban supranatural Sri Krishna pun diperolokolok oleh Duryodana sebagai tipuan sihir. Kobaran api liar nafsu kuasa kegelapan Duryodana-Sakhuni secara benderang disuratkan susastra Mahabharata hanya dapat dihentikan dengan menumpas habis. Bukan lagi dengan himbauan, permakluman, perundingan, ataupun perjanjian damai. Cara jitunya adalah lawan dengan tegas dan pukul langsung di titik terlemahnya. ldeprabas kenyamanan di hari tua,” jawab Karmadin lantang dengan dua bola mata menyalanyala. Sedang istrinya hanya membisu, memandang lantai dengan raut yang cemas. Beberapa saat matanya melirik pintu kamar dua anaknya yang masih tertutup. Wajah Salihati mulai agak muram. Karmadin mendekati istrinya. Ia belai Salihati selembut mungkin hingga jemarinya seolah butir air jatuh pelan dari rambut yang legam menuju punggung. “Sudahlah, Sal. Kita jangan dibingungkan dengan urusan itu. Anak-anak akan tetap tumbuh baik selama yang membimbing baik. Aku yakin, bimbinganmu baik, Sal,” imbuh Karmadin sembari ia kecup pipi istrinya. “Menurut saya, investasi masa tua yang paling berharga cuma anak, Mas,” suara Salihati memelas sambil melirik wajah suaminya. “Hehe. Salah kau, Sal. Investasi masa tua yang paling tepat menurutku adalah harta yang melimpah. Ketika kita punya harta yang banyak di hari tua, maka kita akan santai, tak perlu ini itu. Makanya, mumpung sekarang masih muda, aku harus bekerja ekstra. Aku rela tidak mengobrol dengan anak-anak agar waktu kerjaku tidak terganggu,” kata Karmadin bersuara lantang, membuat istrinya semakin bingung dan bibirnya seperti terkunci rapat sebatas memperlihatkan garis-garis kering yang memutih. Dari hari ke hari semangat kerja Karmadin terus meningkat. Obsesinya untuk memperoleh harta yang banyak senantiasa membuat ia terus berotot tanpa mengenal lelah. Lidah angin pesisir menjilat keringat yang selalu burai di tubuhnya. Siang hari ia sibuk mengisi kaleng dengan ikan-ikan di pabrik, malam hari ia juga sibuk dengan pekerjaan tambahan yang ia geluti; mengolah juz kelapa dan menjualnya di warung bambu dekat pantai. Seperti halnya pekerjaan Karmadin, dari hari ke hari kedua anaknya juga terus mengalami proses, menjadi remaja yang kerap merasakan kehampaan tanpa adanya belai tangan kasih seorang ayah. Secara materi, kebutuhan mereka sangat tercukupi bahkan lebih istimewa ketimbang teman-temannya. Hanya saja ada satu hal yang membuat Rido dan Devi merasa getir, yaitu ketika ada kepentingan yang ada hubungannya dengan sang ayah; mereka menerima buku rapor sendiri tanpa seorang ayah. Pergi ke pasar malam hanya ditemani ibu tanpa ayah. Membuat mainan sendiri tanpa bantuan ayah. Bahkan setiap tahunnya mereka terbiasa merayakan ulang tahun tanpa kehadiran sang ayah. Intinya, sepetak kehidupan yang mereka terima separuh keadaannya buram karena tak ada sosok ayah. Mereka jadi punya anggapan, ayahnya adalah orang yang egois dan tidak peduli kepada anak-anaknya. “Aku tak tahu kau siapa?” ujar Rido menyilang foto ayahnya dengan spidol warna merah. Ia remas-remas kertas foto itu lalu dicampakkan ke tempat sampah. Tak sekali pun matanya menoleh lagi ke kertas itu karena memang tak tersedia rasa iba kepada sang ayah. “Mungkin kau merasa nikmat ketika meninggalkan anak-anakmu,” tulis Devi dalam buku hariannya, bersisian dengan sketsa wajah lelaki yang ia coret-coret semaunya. Pada suatu malam, ketika kesenyapan merayap, Salihati mendekati suaminya, ia sentuh bahunya yang masih berkeringat. Karmadin memandang istrinya penuh nyala kerinduan.
api liar nafsu kedurjanaan dalam suratan susastra Mahabharata adalah dengan melawannya secara tegas dan memukul langsung di titik terlemahnya, maka Sri Krishna tidak memilih Yudistira. Yang dipilih menjalankan skenario pilihan peleburan dengan kekerasan itu justru adalah Bima dan Arjuna. KELEMAHAN Duryodana ada pada pangkal pahanya. Krishna paham itu. Saat Bima tak jua berhasil mengalahkan Duryodana dengan pukulan-pukulan gadanya, maka Krishna pun memberi isyarat supaya Bima memukul titik terlemah itu. Hantaman gada Bima di pangkal Duryodana sontak melumpuhkan sulung Korawa itu. Hantaman gada di bawah pinggang tak patut, memang, dalam kerangka etika. Tapi, guna mengakhiri api liar kedurjanaan Duryodana, sekali ini sang pengendali moral itu, Krishna, justru memberi jalan Bima melakukan yang tak patut secara etis. Protes Baladewa yang sejak awal berusaha netral, tak mau terlibat perang saudara Korawa versus Pandawa itu ditepis Krishna dengan alasan untuk penegakan Dharma, hukum Semestaraya Kehidupan, tiada manfaat lagi melawan Duryodana dengan standar etika moral. Duryodana sejak awal bahkan sudah mengabaikan sama sekali etika moralitas kehidupan bersama. Lagi pula, di manakah Baladewa menyepi manakala Duryodana berulang-ulang menginjak-injak etika moralitas kehidupan bersama itu. “Apakah sikap diam, netral, tidak memihak itu menyelamatkan etika moralitas kehidupan bersama?” tanya Krishna. Jawaban jelas
lKetut Syahruwardi Abbas Perjamuan Pinggir Kali Sajian untuk Frans Nadjira Tidak perlu mesin waktu. Segala masa masih teraba di ujung jari ketika dingin berubah jadi cerita. Boleh saja kau layarkan perahu mainan dan membayangkan tujuh bidadari mengayun sampur, menari kupu-kupu dengan kendang air. Tapi kenapa pusaran gelombang tiba-tiba berubah pesat? Perahu berputar di pusat gerak dan angin itu meliuk mengait sampur satu penari jatuh ke kali terseret pusaran arus, tenggelam dengan tangan tetap menari. “Penjaga ikan-ikan mencintainya.” Ada suara tapi kemudian hanya diam. Maka perahu mainan tinggal sendiri di atas gelombang kecil dan ikan-ikan berenang iseng menengok permukaan sebelum orang-orang berkerumun bergumam tentang perawan tak dikenal menyelam setelah berenang jauh. “Jadi pengantin si raksasa putih. Jadilah.” Laki perempuan berebut membuat cerita. Maka inilah saat perjamuan. Ambil kailmu. Tak ada yang bisa menghentikan ikan menyambar umpan dan air yang tak kehilangan sejuk memberimu sup hangat sepanjang waktu. Masih seperti dulu Sesekali bidadari turun menari Sesekali pesta dibuat untuk pengantin yang bayangan wajahnya berpendar di riak kecil bersama bulan. Penjaga putih berenang di kedalaman.
Bima juga dipilih Krishna untuk membunuh gajah bernama Aswatama, lalu berteriak-teriak keras mengikrarkan ke seantero Kuruksetra: Aswatama tewas terbunuh, Aswatama tewas terbunuh. Ikrar Bima itu membikin Guru Drona lunglai. Senjatanya terjatuh. Kekuatannya lenyap. Aswatama adalah putra tunggal tersayang Drona. Untuk sang Putra tersayang itulah Drona hidup. Manakala sang Putra dinyatakan tewas, maka hidup Drona pun terasa berakhir. Konfirmasi final dimintanya kepada Yudistira. Manakala sang Putra Dharma yang tak pernah berbohong itu juga mengkonfirmasi dalam ujaran samar-samar di tengah hiruk-pikuk perang, Drona terjerembab. Itu menjadi peluang emas bagi Drestadyumna menebaskan pedang andalannya ke leher Drona—hingga melayang pas tepat di hadapan Aswatama. Krishna juga mengizinkan— bahkan mendesak-desak—sahabat terbaiknya, Arjuna, membidikkan anak panah pemenggal leher Karna justru saat Putra Surya itu dapat musibah: roda keretanya terjerembab ke tanah. Karna turun hendak mengangkat roda keretanya. Tentu tanpa senjata. “Panah si Karna sekarang juga, atau kau akan kehilangan kesempatan emas selamanya—dan giliran dia akan menghabisi hidupmu!” perintah sang Kusir, Krishna. Susastra Mahabharata menyuratkan terang benderang: Bima dan Arjuna mengambil peluang emasnya masing-masing—atas restu langsung sang ldeprabas Maha Penentu, Krishna.
lKetut Syahruwardi Abbas Dayu Drupadi Memungut kerikil di jalan kecil kampung terbayang masa telanjangmu yang lugu. Karena tubuh tanah yang terpahat di sajak bukanlah rerajahan di langit-langit Kerta Gosa atau senyum menawan gadis-gadis Kamasan yang selalu jadi gunjingan di dunia pewayangan. Yang kukenang darimu adalah jalan melingkar ke desa khusyuk beraroma getah ketiak kamboja dijaga raja-raja berbulu dan riak air dan udang-udang dan sawah-sawah yang membuat kakimu bersisik karena lumpur bercampur lintah menempeli kulit. Yang kukenang darimu adalah gadis manis mengintip dari balik pintu geriya saat senja belum sempat menepis mendung dan gerimis. Lalu matamu mengerjap menjaga tempias bersama janji bertemu di keheningan. Bertukar cerita kita. Api pandang brahmanamu adalah gairah mengungkap yang musykil tersembunyi di balik derap kaki sanghyang dan percik-percik bara pada malam gerah dan genggam tangan tak hendak lepas. Jangan pulang sebelum tanah Kamasan jadi lumpur berwarna dan gambar tarianmu menjadi Drupadi lepaskan anak-anak panah tembusi malam-malam dengan pupuh smara. Biarkan orang-orang kesurupan makan dupa, rebah sajalah di dadaku. Takkan satu arwah berani jamah tubuhmu. Hanya jiwaku. Maka menarilah Dayu Drupadi. Masuki mataku. Ada gairah menunggu di deras alir darah.
Pergi Sendiri AKU TERJAGA dari tidur semalam hingga matahari menyelinap di kamar aku masih belum beranjak dari tempat tidur aku sengaja biarkan tubuhku mandi berpakaian rapi memakai sepatu cikelat mengikilat ketiak aku oleh sedikit parfum agar bau keringat tak menyengat tetapi aku masih berada di tempat tidur tubuhku berdandan sendiri seperti kesukaananya tak harus mengikuti kesukaaanku yang murni si tubuh punya selera dan kapan saja ia hendak bepergian kali ini naik dokar dengan putrid guru yang terpandang orang-orang menatap di sepanjang jalan mereka piker si aku akan berkencan padahal aku hanya menemani belanja ke took pakaian menjelang siang pun pulang esok harinya aku ke kali di gang sempit kubiarkan kaki-kakiku menginjak tahi ayam atau kambing, aku tetap berbaring di kamar tidur. lSigit Susanto “Mas! Anak-anakmu sudah dewasa. Mereka kelak yang akan membantu kita. Saya mohon, ayo sisihkan sebagian waktumu untuk mereka, Mas.” “Huh. Aku yakin hari tua kita akan nikmat jika punya simpanan harta yang banyak, bukan anak-anak,” kilah Karmadin masih ngotot seperti yang dulu. Suaranya nyaring menembus malam sunyi dan berembun. Di teras rumahnya yang megah, Karmadin hanya bisa berbaring lemas pada kursi landai. Tubuhnya ringkih dan sangat kurus, didera penyakit komplikasi yang membuatnya putus asa untuk berobat. Istrinya selalu berada di dekatnya dengan semangkuk makanan yang hanya dicicip barang seujung sendok ketika ia disuapi. Tak jarang istri Karmadin menangis melihat suaminya terbujur lemas. Yang tampak dari tubuh Karmadin hanyalah belukar tulang berbalut kulit yang seperti tak berdaging lagi. Matanya beku dan cekung. Bibirnya putih serupa kelopak kemboja di pemakaman.
Sudah berkali-kali istri Karmadin menelpon kedua anaknya, memberi tahu mereka kalau ayahnya sedang sakit parah dan memintanya segera pulang. Tapi kedua anaknya tak merespons permintaan itu dan malah minta maaf karena sibuk. Karmadin menangis mendengar pernyataan anaknya. Ia teringat masa lalunya yang lebih mementingkan urusan menumpuk harta daripada mengurus anak-anaknya. Padahal di hari tua harta tak berarti apaapa bila dibanding dengan hadirnya sosok buah hati. Mata Karmadin yang nelangsa, alih menatap sisi kolam yang sudah dua bulan tak terurus, di sebagian airnya yang bening tampaklah belasan ikan kumpai yang damai meliut getarkan akar apu-apu. Di antara sekawanan ikan itu ada seekor yang tubuhnya agak lemah dan berenang pelan, timbul tenggelam di ceruk batu. Karmadin yakin ikan itulah induk ikan-ikan lain di sekelilingnya; hidup damai bersama anaknya, dan Karmadin mengaku kalah kepada ikan itu
NASIONAL
16
Minggu Paing, 7 Mei 2017
Di Balik Kaburnya Ratusan Napi di Pekanbaru
Keluarga Ungkap Maraknya Pungli di Rutan Pekanbaru (Bali Post) – Kepolisian Daerah Riau, Sabtu pagi kemarin, pukul 10.00 WIB, telah menangkap 202 tahanan yang kabur dari Rumah Tahanan Klas IIB Sialang Bungkuk Kota Pekanbaru. Polisi belum memastikan berapa banyak yang masih berkeliaran. “Sampai pagi ini sudah ada 202 yang sudah ditangkap kembali, namun kami belum bisa pastikan berapa yang kurang,” kata Kepala Biro Operasi Polda Riau, Kombes Pol. A. Hafidh Yuhas. Ia mengatakan kepolisian masih menunggu informasi dari pihak Rutan mengenai data sebenarnya tentang jumlah dan identitas tahanan yang melarikan diri pada Jumat (5/5) lalu. Sementara itu, sejumlah keluarga tahanan mengungkap praktik pungutan liar di Rutan Klas IIB Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menjadi salah satu pemicu kerusuhan dan berbuntut insiden kaburnya ratusan tahanan. “Kami sudah muak tapi tidak bisa mengadu karena anak saya ditahan. Tapi sekarang semua harus dibuka, apalagi sudah ada kerusuhan seperti ini,” kata seorang keluarga tahanan, Sabtu kemarin. Ia mengungkapkan anaknya menjadi tahanan namun tidak ikut dalam kerusuhan. Ia mengaku terpaksa membayar agar anaknya pindah kamar tahanan ke lantai satu karena kamar sebelumnya sangat penuh sesak. Menurut dia, motif pungli melibatkan “tamping” atau sesama tahanan yang dipercaya pihak rutan. “Saya membayar Rp 7 juta supaya anak saya pindah ke kamar tahanan korupsi di lantai satu. Tapi tidak langsung ke pegawai
rutan, mereka gunakan tamping untuk mengumpulkan uang,” ungkapnya. Semua kegiatan tahanan mulai dari besuk sampai untuk menerima kiriman baju dari keluarga, juga harus membayar pungli. Pungli tidak hanya uang, melainkan juga rokok. “Anak saya setiap dibesuk, untuk melewati satu pintu yang dikunci harus menyetor satu bungkus rokok. Kalau mau menambah waktu besuk juga membayar Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu supaya diberi tambahan 15 menit. Penanda bayar adalah dengan bunyi bel,” ungkapnya. Hampir semua keluarga tahanan yang kini berkumpul di rutan juga mengeluhkan layanan buruk dan pungli di dalam fasilitas tersebut. Namun, kebanyakan dari mereka tidak mau dituliskan namanya karena alasan keamanan keluarga yang menjadi tahanan. “Setiap kirim baju, diperiksa, kita harus bayar minimal Rp 20 ribu. Ada pembedaan bagi tahanan yang punya uang mereka dapat fasilitas. Benarbenar tidak manusiawi, karena di dalam itu bukan pembinaan tapi membinasakan,” keluh seorang ibu yang tidak ingin ditulis namanya. Terkait keluhan tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau berjanji menuntaskan dugaan pungutan liar di rumah tahanan (Rutan) Klas IIB Pekanbaru yang menjadi salah satu penyebab bentrokan hingga berujung kaburnya ratusan tahanan. “Kita lagi lakukan pendalaman (atas dugaan pungutan liar di Rutan Klas IIB Sialang Bungkuk),” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau, Ferdi-
nan Siagian, saat dikonfirmasi Antara di Pekanbaru, Sabtu. Pungli yang dilakukan beragam seperti pungutan saat keluarga membesuk tahanan dan pungutan untuk pindah ruang tahanan. Tahanan yang mampu membayar jutaan hingga puluhan juta rupiah dapat memperoleh ruang yang layak. Menanggapi itu, Ferdinan mengaku pihaknya komitmen mendalami adanya dugaan pungli tersebut. “Kita komit,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo, mengatakan Dirjen Kemenkumham bersama Kanwil Kemenkumham Riau serta jajaran Polda Riau telah melakukan pertemuan dan menghasilkan empat butir kesepakatan. “Pertama, para tahanan sepakat untuk bersama-sama membersihkan sel tahanan. Selanjutnya dilakukan perbaikan dapur dan ruang makan,” kata Guntur. Poin selanjutnya, tambah Guntur, Kemenkumham siap melakukan pergantian petugas jaga serta kepala Rutan Klas IIB Pekanbaru. “Terakhir seluruh tuntutan tahanan akan diakomodir oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Riau,” katanya. Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo mengatakan, kepolisian juga sudah menerima laporan dari tahanan yang ditangkap mengenai masalah pungli dan buruknya pelayanan Rutan Sialang Bungkuk. Ia mengatakan polisi bisa saja turun tangan, namun lebih berharap ada pembenahan internal dari pihak Kanwil Kemenkumham Riau. (ant)
Bali Post/wan
JEBOL LAGI - Setelah sempat dilakukan perbaikan, trotoar di sebelah barat Pasar Merta Sari Kerobokan, Kerobokan, Badung, jebol lagi. Petugas dan warga memasangi kayu pengaman untuk mencegah timbulnya kecelakaan. Gambar diambil Sabtu (6/5) kemarin.
PBB Nilai HAM di Indonesia Alami Kemajuan
Jakarta (Bali Post) – Proses “Universal Periodic Review” (UPR) Dewan HAM PBB, mengakui kemajuan HAM di Indonesia, seperti disampaikan dalam keterangan pers dari Kantor Perwakilan RI di Jenewa yang diterima di Jakarta, Sabtu kemarin. “Indonesia mengapresiasi rekomendasi yang disampaikan negara-negara PBB yang relevan dan berisikan dukungan terhadap agenda HAM nasional,” kata Wakil Tetap RI di Jenewa-Duta Besar Hasan Kleib pada Sidang Pengesahan Laporan Pokja UPR Indonesia di Dewan HAM PBB pada Jumat (5/5). Dubes Hasan Kleib menilai berbagai rekomendasi yang diberikan negara anggota PBB itu merupakan pengakuan atas kemajuan HAM Indonesia, sekaligus menegaskan dukungan masyarakat internasional terhadap berbagai upaya pemajuan dan perlindungan HAM yang telah, sedang, dan akan terus dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Dukungan kuat masyarakat internasional
ini merupakan suatu capaian tersendiri bagi Indonesia. Terobosan kebijakan dan program nyata dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan Pemerintahan Presiden Joko Widodo di tingkat pusat dan daerah menjadi rujukan best practices dan lessons learned bagi negara-negara yang berpartisipasi dalam pelaporan HAM Indonesia, ujar dia. Hasan menyebutkan be-
berapa kebijakan pemerataan kesejahteraan di Indonesia menjadi perhatian dan mendapat apresiasi masyarakat internasional, seperti kebijakan pembangunan di wilayah pinggiran melalui program Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera. Pemerintah Indonesia juga sangat memahami tantangan-tantangan yang masih ada dalam upaya
Industri Kreatif, Tiga Besar Penyumbang PDB
Truk Tabrak Pompa BBM di SPBU Sumbersari
Bali Post/ant
TAHANAN- Seorang tahanan ditangkap polisi, Sabtu pagi kemarin. Hingga kemarin polisi telah menangkap 202 tahanan yang kabur dari Rumah Tahanan Klas IIB Sialang Bungkuk Kota Pekanbaru.
Minggu, 7 Mei 2017 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Membangun Persatuan & Kesatuan menurut Hindu (2) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 I Got It 09.05 Taman Sari TK Fajar Harapan (1) 09.30 Belajar Menggambar Membuat Boneka Peri dari Bola Pingpong & Botol
10.05 Education On Bali TV 10.30 Agrobisnis Ternak Babi Kembali Menggeliat 11.00 Round Up The World 11.30 Lila Cita 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Membangun Persatuan & Kesatuan Menurut Hindu (3) 12.30 Traventura 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Homeshopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Lila Cita
17.05 Inovator 17.30 Gita Shanti 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz 19.30 KRIS 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lila Cita Sanggar Cilinaya (4) 22.00 Berita dan Bintang Terkini 22.05 Lila Cita Kecak Inovatif 23.00 Lila Cita Calonarang Mgeseng Waringin, Desa Satra Klungkung (2)
TRUK DK 9663 WL yang dikemudikan Putu Julio Eka Permana (24) dari Jalan Pulau Sumbawa No. 15 Banjar Menega, Dauh Waru Jembrana, Jumat (5/5), menabrak dispenser pompa BBM di SPBU Sumbersari, Melaya, Jembrana. Dispenser pompa BBM itu untuk pengisian pertamak dan premium tersebut roboh ke utara. Dari informasi Sabtu (6/5) kemarin, truk yang dikemudikan oleh Putu Julio masuk ke areal SPBU dari pintu keluar sebelah timur. Ia hendak mengisi solar tepat di lokasi kejadian. Pada saat sopir menginjak rem, tiba-tiba mobil oleng tidak dapat dikendalikan dan akhirnya menabrak dispenser pompa BBM hingga roboh. Atas kejadian tersebut, SPBU Sumbersari mengalami kerugian sekitar Rp 30 juta. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan aliran listrik sempat dipadamkan dan SPBU ditutup untuk sementara waktu. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A. Sooai seizin Kapolres Jembrana membenarkan kejadian tersebut. (kmb)
pemajuan dan perlindungan HAM di Tanah Air. Delegasi Indonesia telah menegaskan komitmen kuatnya untuk menghadapi dan menangani tantangan tersebut. Dalam proses UPR Indonesia, total 225 rekomendasi telah disampaikan delegasi dari 101 negara angota PBB. Rekomendasi-rekomendasi tersebut secara umum dapat dikelompokkan ke dalam lima tema pokok, yaitu meratifikasi instrumen HAM internasional, melanjutkan kerja sama dengan mekanisme HAM PBB, menghapuskan hukuman mati, hal-hal terkait orientasi seksual, memajukan upaya perlindungan HAM pada umumnya, termasuk pluralisme dan toleransi. (ant)
Bali Post/kmb
RUSAK-Dispenser pompa BBM di SPBU Sumbersari, Melaya, Jembrana, alami kerusakan setelah ditabrak truk, Jumat lalu.
Denpasar (Bali Post) Dari 16 subsektor, tiga besar sektor yang memberikan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia adalah kuliner 41,69 persen, fashion 18,15 persen, dan kriya (kerajinan) 15,70 persen. Namun dari 16 subsektor itu, produk yang bisa diekspor adalah fashion 56 persen, kriya (kerajinan) 37 persen, kuliner 6 persen, dan lainnya 1 persen. “Jadi, produk ekspornya lebih tinggi di fashion-nya,” kata Aulia Sunhandhyka, Chief Executive Officer More Media. Mengetahui data tersebut, Aulia fokus membuat event pameran industri khususunya di industri kreatif. Ditemui belum lama ini di pameran industri dan mesin di BCIC, ia mengatakan Bali mempunyai potensi besar pada sektor industri kreatif. Hal itu lantaran Bali merupakan daerah wisata. Ketika ke Bali wisatawan juga mencari produk fashion, suvenir, dan handicraft, utamanya produk-produk kreatif. Hal itulah yang menyebabkan Bali memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang. Namun, selama ini produksi dilakukan di luar Bali kemudian dijual di Bali. (kmb42)
Arjuna Diminta Diam, Bhima Bertekad Berjuang Sendiri
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta ( Edisi Empat Ratus Delapan Puluh Empat)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
BHIMASENA mengatakan, dengan menunjukkan permintaan maaf kepada tiga yang terbaik yakni dewadewa, para brahmana, dan guru, seorang ksatria, kata Vrikodara, dengan melaksanakan kewajibankewajibannya segera memenangkan bumi ini sebagaimana juga belas kasihan dan ketenaran serta kemakmuran. Engkau, oh penerus keluargamu, adalah dilengkapi setiap sifat seorang ksatria utama. Karena itu, kelihatan tidak baik untukmu berbicara seperti seorang makhluk tolol. Oh Arjuna putra Kunti, keberanianmu sesungguhnya seperti Dewa Sakra itu sendiri, yang merupakan tuannya Dewi Sachi. Engkau tidak melanggar batas-batas dari moralitas. Seperti lautan yang tidak pernah melanggar daratannya. Siapa di sana yang tidak memuja engkau, setelah melihat engkau mencari kebajikan, setelah meninggalkan bajingan, yang sesungguhnya diharapkan oleh engkau selama 13 tahun? Berkat nasib baik, oh tuan, hatimu hari ini mengikuti jalan kebajikan dari dekat. Oh engkau yang kemuliaannya tidak pernah pudar. Berkat nasib baik, pengertianmu meningkat menuju
welas asih. Walaupun engkau meningkat memakai jalan kebajikan, kerajaanmu direnggut darimu, dengan cara sangat tidak benar. Setelah menyeret istri kita, Dewi Draupadi, ke gedung pertemuan, musuhmusuhmu kita Kurava menghina kita tanpa kemanusiaan. Kemudian, mereka memaksa kita memakai kulit kayu dan kulit binatang hidup menderita di pengasingan hutan. Padahal, sesungguhnya kita anakanak raja tidak pantas menerima kesengsaraan itu. Namun, musuhmusuh kita demikian memaksa kita memikulnya. Bayangkan 13 tahun lamanya. Oh orang yang tanpa dosa. Engkau telah memaafkan semua keadaan ini. Padahal setiap orang masih menunjukkan kemarahannya. Terikat kewajiban-kewajiban seorang ksatria, engkau telah secara diamdiam menahan semua ini. Setelah mengingat semua perbuatan yang tidak benar itu, aku datang ke sini bersama engkau untuk membalaskan dendam diriku sendiri kepada kaum Kurava itu. Bagaimanapun, aku melihat engkau itu demikian tak acuh. Kenapa hal itu bisa terjadi
padamu Arjuna? Tetapi diriku sendiri bertekad bulat akan membantai bajingan-bajingan rendah itu. Aku akan merampas kerajaan kita. Padahal engkau dahulu telah mengatakan kata-kata ini. Engkau menyapa diri kita dalam pertempuran. Kita akan berusaha melakukan yang terbaik dari kemampuan kita. Hari ini, bagaimanapun, engkau menghina kami dengan kata-kata bijak darimu. Engkau sekarang mencari kebajikan. Karena itu, kata-kata yang engkau telah ucapkan dahulu itu tidak benar adanya. Kita telah disengsarakan dengan ketakutan. Sesungguhnya Arjuna, engkau benar-benar memotong inti dari hati kita, dengan kata-katamu yang bijaksana itu. Oh penghancur musuhmusuh, engkau seperti seseorang yang menuangkan asam kepada luka-luka orang-orang Pandava ini. Kami semua disengsarakan panah kata-katamu itu. Hatiku menjadi terpecah. Engkau tiba-tiba menjadi sangat saleh. Padahal engkau sendiri belum mengetahui apa sesungguhnya hakikat kebenaran itu. Karena engkau tidak memuji dirimu sendiri, atau tidak kita, walaupun semua dari
kita pantas akan pujian. Ketika Kesava itu sendiri ada di sini. Pujilah olehmu putra Drona itu! Seorang prajurit yang tidak ada, bahkan satu per enam belas bagian dari dirimu sendiri, oh Dhanajaya, agar mengakui kesalahanmu sendiri. Kenapa engkau tidak merasa malu? Aku dapat meluluhlantakkan bumi ini dalam kemarahan. Aku benarbenar bisa meremukkan gununggunung dengan memuta-mutar gada milikku yang berat dan mengerikan ini. Gada yang dihiasi emas ini bisa berubah seperti badai, aku dapat menghancurkan pohon-pohon raksasa yang kelihatannya seperti bukitbukit. Dengan anak-anak panahku, aku dapat memukul mundur kaum
surgawi yang disatukan dengan Indra di depan mereka, bersama seluruh para rakshasa. Oh Partha, para asura, uraga dan manusia, dengan mengetahui aku, saudaraku, seperti itu, oh banteng di antara manusia, itu sudah sepantasnya jika keberaniamu yang tidak terukur itu tidak dapat merasakan ketakutan apa pun terkait pelampiasan dendam dan amukan dari putra Drona itu. Atau, oh Vibhatsu, tinggallah engkau di sini bersama semua banteng di antara manusia ini. Dan kemudian, aku sendirian dan tanpa dibantu orang lain, dengan bersenjatakan gadaku ini akan mengalahkan orang ini pada pertempuran yang hebat sebenar lagi. (bersambung)
Sloka 13.21 Karya-karana-kartrtve hetuh prakritir ucyate purushah sukha-duhhanam bhoktrtve hetur ucyate Benda atau alam dikatakan sebagai yang menjadi penyebab yang memancarkan sebab dan akibat, sang jiwa dikatakan sebagai penyebab dari pengalaman suka dan duka.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Paing, 7 Mei 2017
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!
Informasi pasang iklan Telepon
� Tarif iklan Mini/Baris
Bth Pengasuh anak kecil/ bayi. Jl.P.Moyo telp.725076 B.BP.001.05.17.0000593
Dcr bagian Acctting & Tkg potong/pola design.T.03618473040 B.BP.004.05.17.0000602
Sardine Restaurant Looking for Hostess, Waitress Security Must Speak English Mail;sardine@sardinebali.com Jl.Petitenget 21 Telp.733617 B.BP.141.05.17.0000589
“Dicari Peg.Tmt SMP/SMA/Sdrt Hub.0361-287535
B.BP.004.05.17.0000580
Coco Group looking for: Accounting Supervisor Asst.HR Manager Legal Manager Civil Engineering Staff Store Supervisor SPG/SPB Send email at hrm@cocogroupbali.com B.BP.803.05.17.0000051
Cr Pgw Kecantikan&Bidan Pnmpilan Bersih Gaji Bgs,0818597660
Dcr Admn&Mrktng PT.Karunia QIN B.BP.001.05.17.0000304 Dcari tkg finishing & aplikasi Cab.Bali No.082146509362 Jl.Cargo Sari No.10 UbungKaja-Dps Butiq Kebaya telp:087862001290 B.BP.001.05.17.0000466
B.BP.001.05.17.0000594
Bth Cpt Sales,Admin,SPG,Staff Gudang utk Tk Furniture.Min SMA Jl.By Pass Ngr Rai 168 Kelan.0361-4724637
B.BP.004.05.17.0000566
Dcr 30 Sales Computer send: cv@macbali.net
B.BP.004.05.17.0000108
Dcr Ass.RT,Bs Masak,Tdr Dalam Hub.0816572315
Dcr PRT Tinggal Dalam Hub. 085288082327/085237305656
B.BP.001.05.17.0000558
Dcr PRT kerja 7-5 sore, Gj.2 Juta, Mg libur. Sim. Kerobokan Hub.081236214000
B.BP.004.05.17.0000588
Dcr Pelaks Pry Vila Peng 5th bisa Autocad lam ke Email: gekmang.utari@yahoo.co.id
B.BP.001.05.17.0000592
B.BP.004.05.17.0000482
B.BP.001.05.17.0000567
B.BP.004.05.17.0000469
Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �
B.BP.001.05.17.0000361
Jakarta Mataram Denpasar Surabaya
: : : :
(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456
VISA
� Email: pembacabalipost@gmail.com
Dcr Supir Srabutn u/Prshn Roti Dicari Admin,Kasir,Proccesing diGatsu Segera Hub081338582044 u/Toko Dapurku,Supratman No275 B.BP.001.05.17.0000475 Hub.089691784787/0361462650 Dcr pembantu + Tk Kebun tinggal B.BP.001.04.17.0002043 Dlm,087761184914/087761184915 Dicari Karyawan 2 cowok,2cewek B.BP.001.05.17.0000571 Gj 2,1jt/bln Hb Jl.Ajuna 49 Dps Dcr pembantu utk Villa di Canggu, B.BP.001.05.17.0000574 Echo Beach,berpengalaman, Dicari SPG Toko pakaian Adat Bhs Inggris Hub.0821 4479 1014 Hp.085106888787
Dibth Kasir,Reserv,Controller, Marketing,Staf Berbhs English, Dcr Karyawan u/Hostel Llsn SMK Dcr Pembantu Tukang Masak Cleaning Service,Sopir, Pariwisata P/W Bujang, Baru lls u/Rest Legian Hub.081236109808 B.BP.001.05.17.0000578 Hub.723593/723637/082144159869 Lam ke Singgah Hostel Jl Imam Dcr Rsv & Op, Komp,Bhs Ing Lsn/ B.BP.001.05.17.0000174 Bonjol 486C Dps (Sbl BPR Indra) Tlsn.Krm CV:hrd.bst@gmail.com Dibutuhkan Segera Karyawan/ti B.BP.001.05.17.0000450 B.BP.004.05.17.0000468 u/Bagian A.O, Marketing, Admin, Dcr Karyawan u/Salon Yasmin Dcr Staf Therapist Nirvana Spa Hub:PT.BPR Picu Manunggal Poppies I Gg Sorga, 081237801168 contact Mr.Neil:082247006175 B.BP.154.05.17.0000505 B.BP.001.05.17.0000254 Sejahtera (0361)467745,468399 B.BP.001.05.17.0000538 Dibutuhkan Arsitek S1 email: Dibthkan Staff Adm,CS&AccounDicari Adm,supir.ke CV .Tristar lowonganwahanaadikarya@gmail. ting MinD2, B.Inggris,Komp,Kirim Jl Cargo No.24/413324 com Telp.082144013397 CV ke hrdsil2011@gmail.com B.BP.001.05.17.0000554
: : : :
B.BP.001.05.17.0000584
Dicari SPG/SPB,max 35th,Jujur Rajin,Mau Belajar,min.SMU, Gj 1,8Jt,Discovery Shopping Mall,CP Lusi 082144355655
B.BP.001.05.17.0000182
Dicari segera Drafter/Interior Design untuk perusahaan di Jim baran krm CV ke:sdi.hrddep@gma il.com B.BP.101.05.17.0000515
Villa Ziba Seminyak need Room Attendant Call 085738135199 B.BP.001.05.17.0000435
Dicr Sgr Kary Villa Jl.Tambak Sari 30A Sanur CV bawa lngsung intrvw Senin di atas Pk.14.00
Looking for Garment Assistant Excel,Internet Email to: diahriniputu@yahoo.com
Paud di Seminyak membutuhkan Asst Teacher,pengalaman & Bhs Inggris CV: assistme01@gmail.com
HR Coordinator (S1) Pengalaman min 1Th Posisi Sama Kirim CV asstgm@dewatatransport.com
Looking part time SPG Batubolong vintagecenturyoffice@gmail.com 0361-730503/087760460721
Kayumanis Nusa Dua is looking for: Sous Chef Pls Send CV to hrnusadua@kayumanis.com
Need Admin,Orsnl,Staff Female/ Male,single,MinD-III,Fluently in English Computer & Internet literacy.Pls send App & CV to: Ritra Logistics Jl.By Pass Ngurah Rai 168X,Badung-Bali Email: rcidps.hrd@ritra.com
Seeking exc.secretary Cnsultan firm max30y old/min 1y in T/Same field good eng,coputer.Send CV before 22-5-17 to: admin@da rmawan-assc.com ph.0361-281858
B.BP.001.05.17.0000546
B.BP.001.05.17.0000455
B.BP.101.05.17.0000581
Walk in Interview Teacher & Ta PGTK-PGSD-DPL, Experience-fluent English. Pls come Tues/Wed 10-2PM info:087861965938
B.BP.001.05.17.0000552
Looking for Maid Cooking,Cleaning Need Speak English, Position in Private,Villa Gd Salary and Looking for a Driver SMS or Wapp Only 08113938889
B.BP.001.05.17.0000440
B.BP.001.05.17.0000457
B.BP.145.04.17.0001982
B.BP.001.05.17.0000573
Dibut:Administrasi dan Marketing bawa lam PT Diva Jl.Gatsu Tengah No.308 Dps,082247813647 B.BP.001.05.17.0000572
Urgent La MondeRestaurant Need B.BP.001.05.17.0000563 Waiter/ss,Bartender,send CV PT.Fujihome Japan Cr:Staf peng direct to Padma Utara 2 Legian B.BP.154.05.17.0000490 proyek,Arsitek,Pglmn 4th & Mrktg Villa in Bukit Uluwatu looking Property brpnmpln Mnarik & penerfor Driver:M,2Y exp.SIM A, jemah Bhs.Jepang Min.N2, 5Hr Krj Send CV to: hrd@psu.co.id 4723564/info@fujihomejapan.com
B.BP.001.05.17.0000586
B.BP.001.05.17.0000598
B.BP.031.05.17.0000448
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post Pick Up TS’2015 dan L300 Box’05 H.081558424242
BUC Rmh LT 1,73 LB 160 Hrg 980 Nego di Kampial Recidence Hub.081239809316
Tnh 1,25A Lok.Anggungan Mengwi SINGARAJA DIJUAL RUMAH DISEWAKAN RUMAH DISEWAKAN RESTORAN dkt RS Kapal,081236327416 Tnh 5A,10A, Pancasari Dikon Rmh Jl.Sakura IV No.11A Jual Rumah Cluster Griya Loka Dikontrakan:Restorant 25x4m + B.BP.141.05.17.0000591 B.BP.001.05.17.0000562 View Danau HP:0811398154 ada T.Tidur&AC Hb.081338493278 7Kamar Lt1 Sampai Lt III, Selama Colt T120 SS’2016Pmk Hitam As B.BP.001.05.17.0000560 Tabanan 45/91,Hub.087860170825 B.BP.001.05.17.0000290 B.BP.001.05.17.0000541 Tnh 2,3 Ha Bgs utk Eco Village B.BP.001.05.17.0000235 B.BP.001.05.17.0000308 B.BP.001.05.17.0000587 10Th,Tempat Strategis Jl.SahaBali mulus 76Jt Ng 08113992701 Grand Avanza G Manual Htm’2016 Dijual Rmh Lt2 LT117m2 LB90m2 Lok.Belimbing Pupuan Rp.4,6M Rmh 2KT,1RT,1Dpr,1Km, Jl.KatraHONDA Rmh diSanur Sgr Strtgis&Nyaman DISEWAKAN RUKO B.BP.001.05.17.0000596 dewa No.13A Br.Legian Kelod AsBali Brg Bagus H.0811395948 Padang Udayana padang Sambian L3A,3Lt,H3,9Mnego/081999555821 ngan Gg.Bunga 3,Hrg 20jt/th dan Net TP Hub.08123904884 City’97 AbuMet,S.Pakai,52Jt Ng, B.BP.141.05.17.0000590 3KT 2KM Dpr Hub 085238063577 Dikontrakkan Ruko 3Lt Jl.Abian Hub.08174741375/081246737889 B.BP.001.05.17.0000195 MERCEDEZ B.BP.001.05.17.0000561 2Km Kost 700rb/bln,0811398364 BungTomo I/6 Gatsu087863183883 B.BP.001.05.17.0000582 Harga Bgs Rumah Baru B.BP.001.05.17.0000439 Base-Kapal (sblh Apotek Setia) Rumah Semi Villa Lbr Tnh 4,15 Tnh 2Blok @160m2 Gg Pipit VIII B.BP.001.05.17.0000539 Mercy S350Htm’08 AsBal Mbl Smpn B.BP.001.04.17.0002055 DIJUAL RUMAH Lbr Bgn 4,Lantai 3,Jl.Goa Hub.081337552599 Ibu Min Batu Bulan,Fajar 081337338112 DIJUAL TANAH & Plat Istw Ori Cat,08124680888 MITSUBISHI Djl Kost Strategis @Akasia Dps B.BP.004.05.17.0000467 Rmh Minimalis Lt2 3KT,3KM,3AC Gong Raya.Gg.Chitra 1,Ujung B.BP.001.05.17.0000075 B.BP.001.05.17.0000458 Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih KEHILANGAN Jual Pajero Sport Dakar 4x2 2,5Are 2Lt 12Kmr 081338711109 Udayana HP:085880707032 Water Heater Aman,082247191953 PondokCitra Pmogan 08123871809 Hlg BPKB Vario’06 DK 5997 No DISEWAKAN VILLA SUZUKI B.BP.001.05.17.0000068 A/T Tryptonic,Thn’2012 Pemakaian JEMBRANA B.BP.001.05.17.0000597 B.BP.001.05.17.0000557 B.BP.001.04.17.0001646 Jual Rmh 785 Ng Jln Nangka Utr Rumah T45/90 Hrg.360jt,3KT,1KM Djl Tnh 1A Jl.Ry Kepaon Gg.Nusa Dswakan Vila 2Lt 2Kmr Tdr,Pool BPKB 2490191-O AN I Wayan Edi Tnh 3A,5A Yeh embang Kauh Ertiga’2013 AT Silver Asli Bali 2013 Tangan 1 Asli DK, Grey, !Djl Rmh Murah 3KT 1KM Dpr di dan Sangkar Agung H:0811398154 3x7 LokGWK Ungasan085100750460 Artawan Br.Tengah Ds.Tangkas Klk Low KM Oris.Total 087761212554 dkt Kota Tabanan H:08123770734 Gg.Sangging II/7 081999964672 T.081236008035 Indah Blok B H:081337436407 Dpr,RT,Garase,085100499479 DAIHATSU
Terios TX th 2013 Putih Asli Bali Samsat Baru H.08873800044
B.BP.001.05.17.0000422
SERVICE TUNGGAL JAYA KULKAS G A M . C U C I RA CHEELER N S W.HEATER I Kerja Ditempat
AC
081999111542 082144420026 C.0000244-SRV
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
B.BP.001.05.17.0000595
TOYOTA
Dijual Toyota Rush Th 2014 Sportivo Hitam,087861823295
B.BP.166.05.17.0000585
B.BP.001.05.17.0000297
B.BP.001.05.17.0000476
B.BP.001.05.17.0000306
B.BP.001.05.17.0000307
B.BP.001.05.17.0000570
B.BP.165.05.17.0000432
REKREASI
18
Minggu Paing, 7 Mei 2017
Pertanyaan
Menurun: 2. Menghapus (Inggris) 3. Paduan suara/nyanyian bersama 4. Kemeja 5. Pasangan bantal 6. Noda 7. Sekolah Apoteker/Farmasi (Jepang) 8. Sangat ramai/hiruk pikuk 11. Sesuai/cocok (Bali) 12. Ajang 14. Penganan dari ketan 16. Jamur 17. Kebengisan 18. Dibalik: Perseorangan/ pribadi 21. Taring (Bali) 23. Nama bagi seluruh wilayah kepulauan Indonesia 24. Hormat/tabik 28. Bekas/jejak (Inggris) 29. Banyak yang membeli 32. Bangsa Yahudi kuno 34. Satuan hambatan listrik 36. Tak dibuat-buat/apa adanya (Inggris) 37. Makanan/hidangan 39. Unidentified Submarine Object 40. Pendapatan asli daerah 41. Alat tulis kantor
1
2
TTS Bali Post 3
Desa Wisata Sudaji
Manjakan Wisatawan dengan
Kearifan Lokal
Desa Wisata Sudaji, Kecamatan Sawan.
Bali Post/ist
5
6
7
8
20
21
9 10
11
12
13
14 15
16
18
17 19
22
23
24
25
26
27
30
31 33
34
28
29
32 35
36
37 38
39
40
41
42 43
44
KUPON TTS No.295 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 295 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 13 Mei 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 21 Mei 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Mendatar 1. Antik 3. Kolintang 7. Gakin 9. Talenan 10. Tur 11. Standar 12. Ulos 14. AEKI 15. Upal 17. Ass 19. Aur 21. Swasta 22. Tersedak 24. Mio 25. Stop
27. Pindai 29. Rajungan 30. Suzume 32. Tato 33. Ada 34. Nike 35. Kujang 36. Tirta Menurun: 1. Antusias 2. Iwa 3. Kontras 4. Iba 5. Treasure 6. Ginjal
mampu menawarkan berbagai objek wisata. Mulai dari tracking, wisata spiritual, agrowisata, pentas budaya, dan yang teranyar berupa arung jeram. “Kami masih terus menggali potensi yang ada di desa,” ucapnya. Wisata yang beranekaragam itu sangat mampu menjadi magnet penarik wisatawan untuk berkunjung. Tak hanya domestik, tetapi juga asing. “Kunjungan tiap hari ada saja. Apa lagi yang tracking. Banyak yang warga asing,” kata Suharsana. Desa wisata ini sangat unik. Wisatawan, khususnya asing diperlakukan sama layaknya masyarakat lokal. Makanan yang disediakan tak seperti di negaranya. Tetapi seluruhnya disuguhi kuliner yang sehari-hari dinikmati warga setempat. “Kami ingin tunjukkan kondisi desa sebenarnya. Kearifan lokal. Tidak dibuat-buat. Warga buat jukut undis, itu yang diberikan kepada wisatawan. Kalau sedang bertani, ajak juga mereka bertani. Justeru itu yang menarik dan berkesan untuk mereka,” tandasnya. (sos)
Pemenang TTS No. 293 I Wayan Jendela Br. Metra Kaja, Metra, Tembuku, Bangli Nengah Wardani Tianyar Tengah, Kubu, Karangasem (80853) Kadek Bule Jl. Ngurah Rai A/XXIII, Singaraja, Kab. Buleleng I Komang Ariadi Jl. Farigata No.10 Delod Peken, Tabanan (82114)
Jawaban TTS No. 293
Bali Post/ist
DESA Sudaji, Kecamatan Sawan tak hanya terkenal sebagai sentra pembibitan tanaman buah, salah satunya durian bangkok. Sejak beberapa tahun belakangan, desa ini juga dinobatkan sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Buleleng. Status itu tak lepas dari potensi yang dimiliki. Alamnya masih sangat asri. Kearifan lokalnya masih terpelihara. Demikian juga dengan budayanya. Ketua Desa Wisata setempat Gede Suharsana mengatakan pembentukan desa wisata ini melalui proses yang cukup panjang. Tak hanya terbatas pada pemetaan potensi. Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di dalamnya juga harus memiliki komitmen yang sama untuk melakukan penataan maupun kesiapannya dalam menghadapi kedatangan wisatawan. “Pengelolaan Desa wisata ini ada di bawah naungan desa adat,” jelasnya belum lama ini. Beberapa tahun belakangan, desa wisata yang lokasinya cukup dekat dengan Kota Singaraja ini sudah
4
SPT2017
Mendatar 1. Pura besar di Bali 5. Sebuah kabupaten di Bali 9. Masih (Bali) 10. Sebuah kota di Lombok 13. Bagian yang dalam dari laut/sungai 15. Mulia (Bali) 16. Bersuami istri (Bali) 18. Nama sebuah pesawat tempur 19. Nyiru (Bali) 20. Ante Natal Care/ pemeriksaan kehamilan sebelum lahir 22. Janin dengan letak kepalanya diatas 25. Nama sejenis pupuk tanaman 26. Tempat para tahanan 27. Bunga Rampai/kumpulan karya tulis pilihan 30. Titel strata dua dari agribisnis managemen 31. Nama Wuku ketiga (Bali) 33. Titi Nada 35. Ruang pertemuan untuk menghadap raja 37. Kedua-duanya (Inggris) 38. Binatang bersel tunggal 40. Bahan sintetis untuk berbagai keperluan 42. Sebuah akhiran 43. Penyepadanan 44. Ahli kode atau sandi/alat untuk membaca sandi balik
7. Gladiator 8. Kodrat 9. Truk 13. Liar 16. Aga 18. Sampunang 20. Usai 22. Tongkang 23. Kriteria 25. Sentak 26. Paloma 27. PNS 28. Drumer 31. Ulet
Kadek Anik Saputri Br. Panglan, Desa Kapal, Kec. Badung, Kab. Badung 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Made Widnyani Alamat : RSUD Karangasem (Bag. Administrasi Depan) Jl. Ngurah Rai No.58 Karangasem 80811
19
Minggu Paing, 7 Mei 2017
Rektor Harus Deteksi Dini Radikalisme Masuk Kampus Semarang (Bali Post) – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir, menegaskan rektor perguruan tinggi harus bisa mendeteksi masuknya radikalisme ke kampus. “Rektor bertanggung jawab terhadap ini. Radikalisme (masuk) di dalam kampus, rektor yang bertanggung jawab,” katanya usai menyampaikan kuliah umum di Universitas Negeri Semarang, Sabtu kemarin, yang juga dideklarasikan semangat bela negara, antinarkoba, dan antiradikalisme yang ditandatangani oleh mantan rektor ini. Nasir mengingatkan paham radikalisme bisa menjangkiti dosen maupun mahasiswa. Untuk itu, dia mengaku sudah menyiapkan regulasi, termasuk sanksi. “Untuk antisipasi, kami bersama kementerian-kementerian lain sedang menyiapkan regulasi untuk menguatkan langkah antiradikalisme,” kata Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis pada Universitasa Diponegoro itu. Kurikulum perkuliahan sudah menyiapkan pencegahan paham dan gerakan radikalisme yakni mata kuliah Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan mengenai empat pilar kebangsaan. “Wawasan Kebangsaan berisi mengenai empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UndangUndang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Nasir. Indonesia, kata Nasir, menyatakan diri, melalui perguruan-perguruan tinggi serta bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk membasmi radikalisme di kampus. Kepala BNPT Komjen Pol. Suhardi Alius menegaskan perguruan tinggi adalah wadah pendidikan yang menjadi pusat persemaian calon tunas bangsa generasi penerus yang harus steril dari hal negatif. “Hal negatif, seperti radikalisme, narkoba, dan lain sebagainya. Kami secara aktif dan masif melaksanakan ini dengan Kemenristek Dikti. Ke depan juga dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata dia. Suhardi menekankan perlunya kepedulian dari seluruh civitas akademika untuk mema-
hami dinamika di kampus demi mendeteksi radikalisme sejak dini. Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius, menyebutkan, sekarang ini pembaiatan gerakan radikalisme bisa dilakukan secara “online”. “Perkembangan teknologi informasi yang membuat seperti sekarang ini. Dulu, tidak ada. Pembaiatan saja secara fisik, namun sekarang bisa secara online,” katanya. Dengan kemudahan teknologi informasi, kata jenderal berbintang tiga itu, sudah banyak kasus pembaiatan secara online yang terjadi dan memudahkan paham dan gerakan radikalisme masuk ke masyarakat. “Siapa yang bisa membatasi transformasi informasi? Teknologi informasi bisa masuk ke ruang publik, ruang keluarga, tanpa ada batasan. Termasuk, ruang mahasiswa. Ini yang harus diwaspadai,” katanya. Oleh karena itu, Suhardi meminta adanya kepedulian dari rektor, dekan, dan dosen di perguruan tinggi untuk peka dalam melihat dinamika di kampusnya demi mencegah masuknya paham dan gerakan radikalisme. Di setiap kampus, kata dia, memiliki pembantu rektor bidang kemahasiswaan yang bertanggung jawab mengawasi dan mencermati setiap perkembangan dinamika yang terjadi di kalangan mahasiswanya. Namun, ia mengingatkan pengawasan tidak sebatas di dalam lingkup kampus, melainkan juga di sekitar kawasan kampus yang banyak terdapat asrama atau indekos mahasiswa yang berkuliah. “Bukan hanya di dalam kampus. Sekeliling kampus juga menjadi bagian dari kampus. Pasti di sekitar kampus ada asrama, tempat kos, dan sebagainya, termasuk tempat ibadah,” katanya. Jangan sampai, kata dia, lingkungan di sekitar kampus disusupi atau bahkan dikuasai orang-orang tidak bertanggung jawab yang menebarkan kebencian, seperti paham dan gerakan radikalisme. “Termasuk, kepedulian dari sesama teman mahasiswa. Kalau ngelihat temannya, misalnya sudah mulai memisahkan diri, membuat kelompok eksklusif, segera dilaporkan,” katanya. (ant)
Bali Post/ant
PETANI - Presiden Joko Widodo menyematkan penghargaan Satya Lencana Wira Karya dan Satya Lencana Pembangunan kepada sejumlah kepala daerah dan petani pada pembukaan Pekan Nasional Petani-Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XV di stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (6/5). Penghargaan kepada 20 kepala daerah dan petani berprestasi itu karena dinilai berprestasi pada program mendukung ketahanan pangan nasional.
Jokowi Mengenang Marahnya Petani Jagung
Aceh (Bali Post) – Presiden Joko Widodo mengaku tidak dapat melupakan kunjungan kerja ke Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dan Kabupaten Dompu di Nusa Tenggara Barat saat petani marah dan mengeluhkan rendahnya harga jagung yang saat itu pada kisaran Rp 1.500 –Rp 1.700 per kg. “Pak, kita rugi besar karena harganya jatuh. Kenapa jatuh? Karena impornya besar,” keluh petani yang diucapkan kembali Presiden pada Pekan Nasional Petani Nelayan ke15/2017 di Stadion Harapan Bangsa, Gampong Lhong Raya, Banda Aceh, Sabtu kemarin. Saat itu, impor jagung mencapai 3,6 juta ton. Mengetahui ada impor sebanyak
itu, Jokowi memerintahkan Menteri Pertanian untuk tidak ada lagi mengimpor jagung dalam waktu lima tahun. Dua tahun setelah itu, pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden mengenai harga jagung. “Harga yang kita tetapkan saat itu Rp 2.700 per kg. Betul Pak Menteri?” tanya Presiden. Akibat Inpres itu, petani bergairah menanam jagung karena menguntungkan. Kini, pada akhir 2016 impor jagung tinggal 900.000 ton dari 3,6 juta ton. “Ini kerja keras petani, petani jagung dan harganya sudah naik. Dan kita harapkan tahun ini sudah tidak ada lagi impor yang namanya jagung karena tinggal 900.000 ton. Kalau dalam dua tahun yang 3,6
juta ton hanya jadi 900.000 ton. Tahun ini Insya Allah kita sudah tidak impor lagi karena sudah bisa dipenuhi oleh petani-petani kita dari dalam negeri,” kata Presiden. Seperti dikutip Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam siaran pers, Presiden kemudian memanggil beberapa petani jagung dan kakao untuk menceritakan pengalaman mereka dan mendengarkan masukan. Mereka kemudian dihadiahi sepeda oleh presiden. Pada acara ini, Presiden dan Ibu Iriana didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah. (ant)
Kekuatan Asing Dari Hal. 1
Tanpa kekerasan. Bentuknya sosial media, gunakan tekonologi,” kata IGK Manila dalam dikusi bertajuk “Menggalang Ketahanan Nasional untuk Menjamin Kelangsungan Hidup Bangsa”, di Jakarta, Sabtu (6/5) kemarin. Diskusi juga menghadirkan pengamat politik dan pertahanan Saafroedin Bahar dan mantan anggota DPR Laode Kamaluddin. Turut hadir Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo. Saat ini, kata Manila, bangsa Indonesia diadu domba oleh kekuatan asing namun tanpa disadari karena kejahatannya terselubung. “Kita diadu domba tapi tidak ketahuan siapa yang mengadu dombanya. Jadi musuhnya nggak jelas. Yang dirusak ideologi, politik, sosial budaya, agama, hankam.
Bisa masuk ke semua aspek,” kata Manila. Selain berupaya merusak ideologi, persatuan dan kesatuan bangsa juga terancam karena dirusaknya kebinekaan. “Kebinekaan itu harus dijaga dan dirajut. Yang terjadi saat ini kebinekaan yang menjadi pandangan hidup. Bineka tunggal ika sekarang mau dijadikan satu pemahanan oleh golongan agama tertentu. Itu ancaman,” ujarnya. Bukan hanya merusak kebinekaan, Pancasila sebagai pedoman negara juga tengah dirongrong. “Pancasila sebagai pedoman negara juga dimainkan. Yang menggugat eksistensi, minta Pancasila dievaluasi dan dikaji kembali. Dengan alasan kitab suci saja masih bisa ditafsirkan banyak versi apalagi Pancasila yang cuma buatan orang,” sesalnya.
Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo berpendapat, konsep kebangsaan mengalami degradasi makna. Akibatnya, berbagai persoalan mendera bangsa ini. “Kita ini bangsa besar. Mengapa berbagai persoalan seolah tak terselesaikan. Padahal, dengan memahami makna Pancasila dan menguatkan konsep kebangsaan, maka berbagai persoalan bakal terselesaikan,” katanya. Pontjo mengemukakan, orang sering lupa bahwa kebangsaan adalah sesuatu yang direkayasa. Karena itu, konsep kebangsaan harus terus dipupuk dan dipelihara. “Kebangsaan adalah hasil rekayasa orang. Bangsa adalah bentuk persatuan oleh kelompok orang yang memiliki pemikiran sama. Karena itu, Kebangsaan harus dipelihara,” kata Pontjo. (kmb4)
BPM/son
WAKIL BALI - Nordianto dan Ni Luh Putu Lilyk Rahmawati asal Bali terpilih sebagai Putra-putri Pariwisata 2017. Keduanya yang terpilih setelah menyisihkan 30 pasangan wakil dari 30 provinsi. Penobatannya dilakukan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara Grand Final Putra-putri Pariwisata di Gedung Sapta Pesona Kemenpar Jakarta, Jumat (5/5) malam. Sebelum mencapai malam final, para finalis menjalani serangkaian kegiatan selama dalam masa karantina. Seperti mengikuti kegiatan Talent Show dan Parade National Costume yang dibimbing tenaga-tenaga profesional di bidang masing-masing. Acara yang didukung Kementerian Pariwisata ini merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan El John Pageants, setelah sebumnya El John Pageants hanya menyelenggarakan kontes Putri Pariwisata. “Selama ini, El John Pageants banyak menyelenggarakan ajang pemilihan khusus wanita, dan mulai tahun ini peserta pria diikutsertakan,” kata Founder and Chairman Yayasan El John Indonesia Johnnie Sugiarto. (son)
Generasi Cerdas Dari Hal. 1
Untuk itu, sikap mental dan keterampilan siswa juga harus dievaluasi seperti UN. Dengan demikian, kualitas lulusan yang akan dihasilkan di setiap satuan pendidikan tidak saja menghasilkan generasi muda cerdas dalam penguasaan ilmu pengetahuan, juga memiliki kecerdasan hati. “Kalau dengan ujian itu hanya mengukur kompetensi pengetahuan saja, tetapi kemampuan sikap mental dan keterampilan itu tidak direkam oleh UN. Untuk meningkatkan mutu lulusan, ke depan tidak saja anak-anak lulus dari penguasaan ilmu pengetahuan juga kecerdasan hati yang dibuktikan bagaimana sikap mental, memahami toleransi, interaksi sosial di masyarakat, dan unggul dalam keterampilan,” katanya. Menurut Dantes, untuk membentuk sikap mental dan membimbing keterampilan siswa, peran guru dan sekolah sangat dibutuhkan. Sekolah dan guru dalam melaksanakan pendidikan mental dan keterampilan itu bisa dilakukan melalui proses pemanusian manusia dalam menjaga harkat martabat kemanusiannya. Dantes mencontohkan, siswa
sejak dini diajarkan dengan menjaga nilai norma dan budaya, toleransi, disiplin, dan interaksi sosial. Selain itu, pemahaman bagaimana menghargai keberagaam, sharing antar-entik, dan menjaga sikap saling menghargai. “Saya kira pendidikan mental dan ketarampilan ini juga penting, sehingga ke depan sekolah mesti menerapkan penanaman sikap mental lebih optimal lagi, sehingga ini akan memberikan nilai lebih terhadap kualitas lulusan,” jelasnya. Di sisi lain, Dantes mengatakan, meskipun UN tidak lagi dijadikan penentu kelulusan, siswa dan guru tetap komitmen dan berkonsentrasi mempersiapkan sebelum menghadapi UN. Bahkan, sekolah dan guru dituntut melakukan proses transfer kompetensi pengetahuan secara profesional dan mengkreasikan dengan metode di internal sekolah. “Sekolah dan guru saya kira harus komitmen dan saya yakin memiliki cara tertentu untuk mempersiapkan sebelum menghadapi UN. Kendati tidak menjadi penentu kelulusan, ini siswa tetap memandang UN ini sangat penting sebagai legalitas dalam mengakhiri proses pendidikan,” imbuh Dantes. (kmb38)
Peserta Ujian Dari Hal. 1
Tidak hanya siswa peserta ujian, sejumlah guru juga mengaku memang soal sangat sulit bagi siswa. Meski diakuinya, peserta ujian telah mempersiapkan dirinya sebaik mungkin melalui pelatihan soal-soal dari ujian tahun tahun sebelumnya, namun kenyataannya hampir sebagian besar mengatakan soal sulit. “Ada pergeseran grade hasil ujian tahun ini, jika sebelumnya bisa dapat A sekarang B, begitu pula yang B jadi C,” ucapnya. Hal senada juga dilontarkan Kepala SMAN 2 Tabanan I Gede Wayan Samba. Menurutnya, pemerintah tengah berupaya memeratakan standar nasional pendidikan di daerah. Di tengah upaya tersebut,
kecenderungan siswa menganggap sepele hasil Ujian Nasional karena tidak lagi sebagai penentu utama kelulusan juga membuat siswa hanya mempelajari apa yang mereka dapatkan di sekolah tanpa berupaya melatih diri lagi dengan beragam soal lainnya. Meski demikian, ia mengaku penerapan ujian nasional berbasis komputer dinilai lebih efektif dan efisien. Bahkan meski belum menjangkau ke seluruh sekolah di Indonesia, UNBK dinilai lebih efisien dibandingkan ujian nasional berbasis kertas. Salah satunya, UNBK meminimalisasi kemungkinan naskah soal datang terlambat, tertukar atau salah cetak. “Saya kira penurunan hasil ujian merata terjadi di sekolah,” ucapnya. (kmb28)
Peringkat Sepuluh Dari Hal. 1
Mengingat ada perubahan signifikan pada komposisi sekolah yang masuk dalam peringkat 10 besar nilai tertinggi. Selain itu, Disdik tahun ini juga meranking 10 besar sekolah dengan nilai rata-rata UN terendah se-Bali. “Kita duduk bersama, karena kita bicara kebijakan itu kan bicara semuanya, kondisi sekolah, SDM-nya bagaimana, kemudian sarana prasarana seperti apa, kemudian dukungan dananya bagaimana,” ujarnya. 10 Besar Bila membandingkan data hasil UN tahun 2016 dan 2017, nilai rata-rata tertinggi untuk SMK tahun lalu sebesar 327,95. Sementara tahun ini, nilai ratarata tertinggi sebesar 282,64. Di tingkat SMA, tahun lalu nilai rata-rata tertinggi untuk program IPA 497,20, IPS sebesar 466,15, dan Bahasa sebesar 459,68. Dari sisi sekolah, SMKN 2 Denpasar tahun ini menerobos masuk 10 besar dan langsung bertengger di peringkat 1 sekolah dengan perolehan nilai rata-rata tertinggi tingkat SMK se-Bali. Prestasi ini semakin sempurna lantaran siswa peraih nilai tertinggi juga berasal dari SMKN 2 Denpasar, atas nama Ni Nyoman Nadya Pradnyandari. Padahal, sekolah ini di tahun 2016 tidak berhasil masuk dalam jajaran 10 besar. Kendati, dua siswanya meraih peringkat 2 dan 3 nilai tertinggi
perorangan se-Bali. SMAN 1 Denpasar (SMANSA) tahun ini juga berjaya. Sebab, sekolah ini meraih peringkat 1 untuk dua program sekaligus yakni IPA dan IPS untuk tingkat SMA se-Bali. Dua orang siswanya, yakni Made Priska Arya Agustini dan Shania Indah Permata Sari masingmasing meraih peringkat 1 dan 3 siswa dengan nilai tertinggi di Program IPA. Sementara tahun lalu, SMANSA hanya berada di peringkat 3 untuk program IPA saja. Sedangkan pada program Bahasa, peringkat 1 diraih SMAN 1 Singaraja. “Mudah-mudahan hasil proses selama 3 tahun mereka jalani di SMAN 1 Denpasar ini bisa mengantarkan mereka untuk diterima di perguruan tinggi idaman sesuai cita-cita masing-masing. Selain itu, kita harapkan dapat memotivasi siswa yang masih berada di SMA 1 untuk melakukan yang terbaik bagi sekolahnya karena tahun depan, dua tahun lagi, merekalah yang akan melanjutkan sejarah ini,” ujar Kepala SMAN 1 Denpasar, Nyoman Purnajaya. Sementara itu, nilai ratarata terendah SMA tahun ini didapat SMA Kertha Wisata Ubud (31,18) untuk program Bahasa, SMA Dwijendra Buleleng (26,51) untuk Program IPS, dan SMA PGRI Tabanan 6 Bajera (31,32) untuk Program IPA, serta SMK PGRI 1 Negara (41,04) untuk tingkat SMK. (kmb32)
Sangat Sulit Dari Hal. 1
Manajer Chelsea Antonio Conte puas dengan musim debutnya di Liga Inggris di Stamford Bridge, dan ingin mengakhirinya dengan catatan “fantastis” saat membimbing timnya menuju gelar. Chelsea saat ini menggenggam keunggulan empat angka dari tim peringkat kedua Tottenham Hotspur. Sementara itu, mereka juga telah mengamankan satu tiket di final Piala FA melawan Arsenal pada 27 Mei. “Pada bagian ini dalam suatu musim sangat sulit untuk memulihkan jika Anda melaku-
kan kesalahan-kesalahan,” kata Conte kepada Sky Sports. “Ini merupakan pertama kali saya bekerja sebagai pelatih di negara lain, dan saya puas dengan dampak saya di liga ini.” Chelsea akan menjamu tim peringkat ke-19 Middlesbrough pada Senin, sebelum mengunjungi markas tim peringkat kedelapan West Bromwich Albion pada 12 Mei, pertandingan yang dapat membuat mereka mengunci gelar kedua dalam tiga musim seandainya hasil-hasil pertandingan lain menguntungkan “Si Biru’’. Demikian laporan Reuters. (ant)
Satu Suara Dari Hal. 1 Apa yang kita lakukan ini sebagai upaya untuk menyamakan persepsi di internal dewan. Setelah ini, kita akan bertemu dengan eksekutif untuk mengetahui pandangan mereka, sehingga nanti keluar satu suara dalam menyikapi rencana pengembangan Pelabuhan Benoa, katanya. Dewan, kata dia, tidak berwenang mengeluarkan keputusan, karena fungsinya hanya pengawasan. Hanya, ada pokok-pokok pikiran selaku wakil rakyat yang akan disampaikan kepada eksekutif. Tujuannya, agar apa yang menjadi ke p ut usa n P e m ko t De n pasar, bisa bermanfaat bagi warga Denpasar dan Bali pada umumnya, ujar politisi PDI-P dari Kesiman ini. Terkait proses RIP ini, Manajer Pelindo III Cabang Benoa Ardhy Wahyu Basuki belum berhasil dihubungi. (kmb12)
Bali Post/eka
BELI DAGING - Pedagang melayani wisatawan yang membeli daging ayam di Pasar Kuta 2, Badung. Pasar tradisional ini sering dikunjungi wisatawan baik hanya untuk melihat aktivitas pasar maupun berbelanja.
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu Paing, 7 Mei 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
BPM/rtr
Miley Cyrus
Siap Rilis Lagu Baru
MILEY Cyrus siap kembali ke industri musik dengan merilis single terbarunya “Malibu” yang akan menjadi lagu ciptaan pertamanya sejak menjadi penyanyi solo pada 2015. Dikutip dari laman Billboard, single terbaru tersebut rencananya akan dirilis pada Kamis (11/5) mendatang. Dalam wawancaranya dengan Billboard, Miley mengungkapkan bahwa judul lagu tersebut memang diambil dari pantai di California, tempat dia tinggal saat ini. “Saya menyetir sendiri ke mana-mana, tapi hari itu saya memutuskan untuk menggunakan Uber,” kenangnya. “Saya mencoba untuk tidak menyanyi dengan suara keras karena ada orang lain di dalam mobil,” sambung dia. Miley mengatakan lagu yang dia sebut “kontroversial dalam manisnya” tersebut merupakan lagu tentang tunangannya Liam Hemsworth. “Saya tidak akan pernah percaya jika tiga tahun lalu Anda mengatakan bahwa saya akan berada di sini untuk menulis lagu ini. Tapi inilah aku, langit begitu biru, di Malibu,” ujar Cyrus. “Mereka akan membicarakan saya jika saya keluar dari restoran bersama Liam. Jadi, mengapa tidak mengembalikan kekuatan dalam hubungan saya dan berkata, ‘Beginilah perasaan saya’?,” tambah dia. (ant)
The Dance Company
BPM/ist
’’Single’’ Terbaru TDC Bertajuk ’’Foto’’
SEBUAH karya persembahan The Dance Company (TDC) diluncurkan. Karya ini dalam bentuk single yang diberi nama ‘‘Foto’’ merupakan kumpulan dari album ketiganya yang berjudul ‘‘Keliling Dunia’’ yang rencananya tahun ini akan dirilis. Single ‘‘Foto’’ diluncurkan setelah sebelumnya single ‘‘Dance With You’’ (single pembuka), dirilis pada bulan November 2016 ke seluruh media dan dipersembahkan untuk pasar musik Indone-
sia terutama bagi pencinta musik dan lagu-lagu TDC. Single ‘‘Foto’’ bercerita tentang cinta yang klasik. Pada zaman sekarang, kebanyakan orang menyimpan foto istrinya di HP. Tapi ini malah didompet (kayak zaman dulu). Penekanannya sebenarnya masih sama bahwa tidak ada yang berubah dengan cintanya, sama seperti cintanya dulu. Ada pun konsep musik lagu ‘‘Foto’’ bergenre pop rock yang lugas dan to the point tapi masih terselip
kata-kata romantis buat istri. Inspirasi terbentuknya single ini memang dari istri masing-masing para personel TDC. Menurut Wega (Pongki), kalimat pembuka di lagunya saja ada kalimat yang sangat kuat (firm) “Satu dunia pun tau, siapa yang nomor satu! Jadi gak perlu cemburu, memang cuma kamu”. Lalu ada masalah kepercayaan juga (trust), “Kau boleh periksa hp ku, semua telpon dan chatting-ku, tak ada alasan cemburu, memang cuma
kamu”. Dari segi penampilan keempat personel masih sama dengan tampilan ciri khas masing-masing. Keempat personel TDC yang terdiri dari Aryo atau Riyo, Pongky atau Wega, Nugie atau Mbot, Baim atau Bebe masih tetap energik dan kompak. PriaPria ganteng dan sayang istri ini selau menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pasangannya sama seperti lagu “Foto” yang mereka ciptakan bersama ini. Albumnya sendiri yang
bertajuk “Keliling Dunia” rencananya akan diperkenalkan tahun ini dan akan dijual dengan kemasan eksklusif berisi satu paket dengan film semi dokumenter ‘’The Dance Company’’ dan spesial merchandise. Lewat single ini ‘’The Dance Company’’ mengajak kita untuk selalu sayang dan cinta keluarga, dan bisa memberikan sajian dan sentuhan yang berbeda untuk para penggemarnya yang haus akan karya-karya terbaru dari TCD. (pik)
Nenek dari Gunung Kidul Dinominasikan Aktris Terbaik Festival Film ASEAN Jakarta (Bali Post) Film “Ziarah” karya sineas Yogyakarta mendapat empat nominasi dalam ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017, yaitu Best Film, Best Screenplay, Best Director, dan Best Actress. Nominasi kategori aktris terbaik jatuh pada Mbah Ponco Sutiyem asal Gunung Kidul yang jadi pemeran utama “Ziarah”. Nenek 95 tahun ini bukan aktris profesional dan tidak punya pengalaman akting sama sekali. Sutradara BW Purba Negara memilihnya
berperan jadi Mbah Sri dalam “Ziarah” karena menilai Ponco punya potensi akting yang bagus. Akting Ponco mencuri perhatian dewan juri AIFFA 2017 yang terdiri dari U-Wei bin HJ. Saari (Malaysia), Maxine Williamson (Australia), Siti Kamaluddin (Brunei), Eddie Cahyono (Indonesia), dan Raymon Red (Filipina). Ia akan bersaing dengan nominator lainnya yaitu Ngoc Thanh Tam (The Way Station/ Vietnam), Subenja Pongkorn (Bangkok Nites/Laos), Al-Al Delas Allas (Area/Filipina), dan Cut Mini (Athirah/Indo-
Negara Universal brolan BALE BANJAR ARIDUS MAY Day dikenal sebagai Hari Buruh gara-gara di Amerika Serikat terjadi demo ribuan buruh untuk menuntut jaminan sosial, aturan kerja yang manusiawi, maupun upah yang pantas. Demo serta aksi jalanan berlangsung dari 1-4 Mei 1886, yang berujung pada cipratan darah dan melayangnya ratusan nyawa karena diberondong tembakan polisi serta berakhir dengan ditangkapnya puluhan pimpinan buruh. Untuk mengenang tragedi berdarah serta keberhasilan buruh mengubah paradigma kekaryaan, 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh dan di beberapa negara dinyatakan sebagai hari libur, termasuk di Indonesia. ‘’Ya, buruh adalah transformasi dari kata kuli sebagai istilah awal, namun karena dianggap kasar dan merendahkan, lalu diubah menjadi pekerja selanjutnya karyawan. Dalam bahasa Inggris tetap disebut labour, yang terus melekat pada frasa International Labour Organization atau Organisasi Buruh Internasional. Perjuangan buruh untuk mengangkat harkat dan martabatnya sebagai manusia bukan bagian dari mesin atau alat produksi seperti diniatkan kapitalisme klasik, sangat marak di era Perang Dingin (1945-1991). Namun, setelah perang ideologi berakhir dengan kemenangan kapitalisme, nasib buruh mu-
lai ditekan karena bangkitnya kapitalisme neoliberal yang menapasi globalisasi. Pangkat buruh seolah dinaikkan dengan menyetarakannya dengan entrepreneur atau wiraswasta, lewat pernyataan Margareth Thatcher, Perdana Menteri Inggris. Dijunjung untuk dihempaskan ke tanah, demikian kira-kira pengandaian yang cocok. Wiraswata berarti pekerja yang berani dan bertanggung jawab, begitu kurang lebih maksud istilah mentereng itu. Karena berani dan bertanggung jawab atas pilihan hidup, maka segala jaminan sosial dihilangkan, karena semua dana untuk itu dialihkan untuk hal lain yang lebih produktif. Bila Thatcher punya mentor Friedrich Von Hayek, kawan sealumni Hajek di London School of Economic, Milton Friedman menjadi guru Ronald Reagan, Presiden AS. Inggris dan Amerika Serikat adalah pionir dan motor penggerak globalisasi,’’ papar Rubag. ‘’Privatisasi merupakan pokok masalah penghapusan jaminan sosial itu. Rangkaiannya adalah menghapus subsidi dan paling jelas dan terasa di bahan bakar minyak (BBM). Privatisasi, debirokratisasi, dan deregulasi adalah trilogi dari Program Penyesesuaian Struktural atau Structural Adjustment Programme yang dipaksakan pada negara-negara debitor alias banyak utang oleh Dana Moneter Internasional (IMF). Sedangkan IMF bersama Bank Dunia (World Bank) dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) adalah Trimurtinya globalisasi. Menyimak sepak terjang ketiga lembaga dunia non-pemerintah ini, tersiar sinyalemen bahwa globalisasi adalah gerakan untuk menggiring seluruh negara bangsa ke bawah satu atap atau Negara Universal. Karena itulah semi-
nesia). Pada awalnya, terpilihnya Mbah Ponco untuk bermain di film ‘’Ziarah’’ ini tidak terlepas dari pilihan proses pemilihan pemain yang berbeda. Dalam proses pemilihan pemain tersebut, tim dari film ‘’Ziarah’’ berkeliling ke desadesa untuk mencari orangorang lansia yang memungkinkan untuk berakting. “Kami mengunjungi rumah ke rumah, kami berbincang dengan mereka satu demi satu. Akhirnya, kami dipertemukan dengan Mbah Ponco Sutiyem, seorang nenek berusia 95 tahun, yang di usia
senjanya, beliau masih begitu bersemangat bertanam jagung di dekat rumahnya, di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul,” tutur Bagus Suitrawan selaku co-produser dalam siaran pers. “Ketika memilih aktor untuk film ‘Ziarah’, pertimbangan yang utama adalah pada otentisitas. Yang diutamakan bukanlah pengalaman akting, tetapi pengalaman hidup.” Para pemeran dalam film ini adalah orang-orang yang pernah mengalami masa perang, termasuk Ponco Sutiyem. Ia berperan sebagai Mbah Sri yang mencari makam
suaminya yang hilang pada zaman agresi militer Belanda ke-2. Pencariannya bermuara pada satu tujuan: ingin dimakamkan di samping makam suaminya. Ponco Sutiyem juga punya pengalaman tak terlupakan pada masa perang. Pada saat itu, ia sedang hamil tua. Rumahnya dihujani mortir dan peluru. Dia harus lari, berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Beberapa potongan hidup Ponco juga dimasukkan ke dalam cerita “Ziarah” yang akan tayang di bioskop mulai 18 Mei 2017. (ant)
merkantilisme yakni paham yang menyuburkan negara kesejahteraan atau welfare state diobrak-abrik dan kini diarahkan ke kondisi laissesfaire atau boleh berbuat apa saja. Diksi laisses-faire yang pertama digunakan di Prancis guna menghambat campur tangan pemerintah di bidang ekonomi, kini kembali dipakai buat segala tujuan, sehingga menimbulkan kesan ‘pembiaran’. Celakanya, di dunia dan juga di Tanah Air muncul tandingan buat menyaingi gerakan Negara Universal tersebut dengan gerakan ekstrem berbasis agama. Mudahmudahan bangsa yang terlahir dengan kearifan nasional bernama Pancasila ini sadar, kalau kegaduhan yang mulai muncul belakangan ini, tidak bermuara ke balkanisasi lewat perang saudara seperti di Suriah saat ini,’’ tegas Sudiantara. ‘’Semoga harapanmu didengar Tuhan Yang Mahaesa! Kita cuma bisa meraba-raba, tapi tidak tahu pasti apa sebenarnya terjadi di dunia yang kian tak menentu atau uncertainty world ini. Dari berbagai buku bergenre konspirasi, aku baca bahwa nyaris semua kegaduhan dunia yang tercatat dalam sejarah modern, konon hasil rekayasa satu dalang. Tujuannya, katanya, buat memelihara konflik dalam segala bentuk, demi keuntungan si dalang sesuai teori dependensi. Wayang-wayang yang memerankan tokoh protagonis dan antagonis terus dicipta, segala masalah dari yang real hingga semu dipabrikasi, sehingga permintaan bantuan dari yang lemah dan kalah, terus mengalir ke sang dalang. Masih kuingat Iran Gate, kisah di balik Perang Irak versus Iran tahun 1970-an. Ada penjualan senjata ke pihak lawan oleh pialang yang ditugaskan sang dalang, yang juga ikut jadi wayang saat itu. Lahirnya tokoh Hitler sebagai pimpinan Nazi, terpilihnya Stalin dan Lenin sebagai pemimpin di Uni Soviet, juga Mao di RRC,
Mussolini di Italia, adalah skenario karangan dalang untuk sandiwara Perang Dunia II dan Perang Dingin. Lahirnya Mujahidin di Afghanistan yang bertransformasi jadi Taliban, kita bisa lihat dalam salah satu serial film Rambo. Juga Al Qaeda dan kini ISIS, menurut media online adalah makhluk ciptaan dalang yang sama. Bukan tidak mungkin juga gerakan tandingan Negara Universal berbasis agama yang kamu tuturkan, dalangnya juga bukan pihak lain. Dunia pencitraan selalu diisi Good Guy versus Bad Guy dan kita hanya jadi penonton yang kadang-kadang terkagetkaget,’’ ulas Mardika. ‘’Dunia adalah panggung sandiwara, ternyata tidak hanya lagu tapi kenyataan yang dimungkinkan oleh praktik Imagologi dan Simulakra. Jadi benar kata Foucault bahwa kekuasaan dalam berbagai bentuk, lebih banyak ditelurkan diskur-
sus pihak dominan. Semua relasi berbasis kekuasaan, meski ada yang kamuflatif dan tidak sedikit yang terang-terangan. Untuk itulah segelintir orang sering menggunakan massa atau pendukung berjumlah banyak guna melegitimasi wacana mereka, yang sering berdasar hasrat untuk berkuasa atau will to power, di mana yang tidak ada dinyatakan ada, yang bohong diklaim benar. Massa kerumunan atau mob, yang merelakan identitas dan integritasnya dicomot buat mendukung tokoh idolanya, diperalat buat melakukan apa saja terkait kekuasaan. Kalau aku renungkan, fenomena politik kekuasaan yang terjadi akhir-akhir ini di Tanah Air, tak lepas dari rencana besar buat menuju Negara Universal itu. Masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan secara musyawarah, sesuai way of life kita yakni Pancasila, sengaja dibiarkan berlarut-larut atas nama de-
BPM/ant
ADEGAN - Mbah Ponco Sutiyem (kiri) dalam salah satu adegan di film “Ziarah”. mokrasi. Pertunjukan dengan dalih serupa juga dipentaskan para elite berstatus terhormat di parlemen. Paradoks, figur atau tokoh yang seharusnya memperlihatkan sikap yang santun, cerdas, dan elegan, justru menampilkan perilaku konyol dan memuakkan. Meme yang membuli kelakuan mereka nyaris setiap hari kita lihat di medsos,’’ ujar Anom Wijaya. ‘’Aneh, demonstrasi untuk memperjuangkan nasib para buruh, akhirnya sia-sia akibat dibelokkan ke aksi bakarbakaran karangan bunga. Tuntutan untuk kenaikan upah, jaminan sosial dan lain-lain ditenggelamkan berita pembakaran bunga yang kafir, karena para wartawan lebih tertarik dengan fenomena aneh itu. Ditengarai pimpinan buruh terlibat dalam kontrak politik dengan politisi yang menginginkan ribuan karangan bunga ludes jadi abu, karena dianggap membobol citra dan popularitasnya. Di sini terbukti diskursus kuasa segelintir orang mendominasi ribuan otak orang yang kehilangan identitas dan integritas. Aku
prihatin menyimak perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara belakangan ini. Ada dua tokoh gaek yang melontarkan opini cukup meresahkan, apalagi di bulan Mei ini kita juga memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional. Yang satu punya basis edukasi tinggi dan sempat belajar di AS serta pernah aktif dalam penelitian, pakat sejarah dan budaya. Namun dia mengatakan lagu nasional ‘Padamu Negeri’, lirik baris akhirnya sesat dan musriek. Tokoh jompo lainnya, yang mantan politisi dan juga budayawan, mengatakan Kerajaan Sriwijaya itu fiktif alias tidak pernah ada. Menurutnya, Sriwijaya hanyalah semacam mobile force system yang mengawasi aktivitas perdagangan di Sumatera Selatan dulu. Kuharap, kedua orang tua yang kuanggap intelektual ini, melontarkan pendapat karena gangguan penyakit tuanya, bukan karena mendukung Negara Universal, seperti yang kalian obrolkan. Mudah-mudahan!’’ tambah Suryanegara. (aridus)